20 HALAMAN
NOMOR 288 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu wage, 18 Juni 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Jadi Tersangka OTT di PMPPTSP Gianyar
Kadis Mudana dan Sukarja Langsung Ditahan Denpasar (Bali Post) Hasil penyelidikan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Bali di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Gianyar, Jumat (16/6) lalu, polisi menetapkan dua tersangka. Kedua tersangka itu adalah Kepala Dinas PMPPTSP Ketut Mudana dan Kabid Perizinan dan Non Perizinan B, Dinas PMPPTSP, I Nyoman Sukarja. Mereka langsung ditahan di sel Dit. Reskrimus Polda Bali.
BPM/rah
DITAHAN - Kepala Dinas PMPPTSP Ketut Mudana serta Kabid Perizinan dan Non Perizinan B, I Nyoman Sukarja ditahan di Mapolda Bali terkait kasus korupsi.
Wadir Dit. Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan, didampingi Kasubbid Penmas Bid. Humas AKBP Made Ayu Kusuma Dewi, Sabtu (17/6)
kemarin, mengatakan, OTT tersebut melibatkan Satgas Contra Transnational Organize Crime (CTOC) bersama tim Subdit III Tipikor Dit.
Reskrimsus Polda Bali. “Penyidik telah memeriksa sembilan saksi,” tegasnya. Hal. 19 Barang Bukti
Tiga Pimpinan DPRD Mojokerto Jadi Tersangka
Umar Faruq
BPM/ade
Wiwiet Febryanto
Jakarta (Bali Post) Hanya sehari setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT), Sabtu (17/6) kemarin, KPK menetapkan tiga pimpinan DPRD Kota Mojokerto sebagai tersangka korupsi. Mereka terdiri dari Ketua DPRD, Purnomo, dua Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Umar Farux dan Abdullah Fanani dan tiga pihak penyuap. ‘’Setelah dilakukan pemeriksaan dalam waktu 1 x 24 jam ditetapkan tersangka Purnomo, Umar Farux, Abdullah Fanani sebagai pihak penerima suap, dan Wiwit Febriyanto sebagai pihak pemberi suap,’’ terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi pers di kantor KPK Jakarta Sabtu (17/6) kemarin. Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi suap yang juga Kadis PU Mojokerto, Wiwit Febriyanto disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU
No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sementara sebagai pihak penerima suap disangka melanggar pasal 12 huruf atau huruf b atau pasal 11 UU No.31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi, jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUIHP. Keenam orang itu tiba sekitar pukul 16.00 WIB di Gedung KPK. Keenam orang itu dibawa menggunakan empat mobil yang berbeda. Hal. 19 Mobil Pertama TERSANGKA - Petugas KPK membawa Ketua DPRD Kota Mojokerto Purnomo yang terjaring OTT ke gedung KPK, Sabtu (17/6) kemarin. BPM/ade
Perlunya Mengelola Duktang Kepadatan jumlah penduduk di Bali bukan semata-mata akibat angka
Melebihi Penduduk Asli
KOTA Denpasar paling banyak menerima dampak penduduk pendatang. Bila tidak dikelola dengan baik, dikhawatirkan akan berdampak kepada masalah sosial lainnya. Persoalan muncul setelah keluarnya UU tentang Kependudukan dan Permendagri No. 14 tahun 2015. Dari dua aturan itu, maka pemerintah daerah tidak lagi bisa melakukan pungutan atau sejenisnya terhadap penduduk pendatang. Hal. 19 Sistem Baru
kelahiran, namun lebih banyak akibat urbanisasi. Harus diakui penduduk pendatang (duktang) di Bali bukan saja mendominasi di pusatpusat kota di Bali namun sudah menyasar kota kecamatan dan ke pelosok desa. Usai arus mudik, dipastikan arus balik ke Bali jumlahnya semakin banyak. Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si., mengungkapkan krama Bali harus waskita yakni eling dan tanggap dengan tantangan masa depan. Termasuk semakin banyaknya warga penduduk pendatang yang mencari pekerjaan di Bali. Kuncinya, krama Bali harus selektif dan berani menjadi penjamin jika menampung penduduk pendatang yang benar-benar sudah memiliki pekerjaan yang jelas di Bali. Dia mengakui budaya orang Bali sangat toleran dengan krama tamiu. Bukan dianggap sebagai hal yang perlu diwaspadai sehingga krama Bali selalu mengatakan durusang atau silakan bagi penduduk pendatang. Hal. 19 Bertindak Tegas
Di Denpasar
BPM/dok
BPM/dok
KUMUH - Kawasan kumuh banyak muncul di Denpasar akibat urbanisasi.
DUKTANG - Penduduk pendatang (duktang) diperiksa Satpol PP.
Badung dan Gilimanuk Selektif Terima Duktang Siaga di Pintu Masuk Hindari Pungli karena Rugikan Bali KEHADIRAN peduduk pendatang (duktang) di Kabupaten Badung, mendapat mengawasan ketat pemerintah setempat. Dengan mengerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemkab Badung memonitor pergerakan penduduk yang berbondongbondong datang ke Gumi Keris tanpa tujuan serta identitas jelas. Antisipasi tersebut dilakukan lantaran Badung yang menjadi barometer pariwisata Bali, sangat diminati para pendatang untuk mengais rezeki. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung, I Nyoman Soka, menegaskan masyarakat pendatang yang hadir tak lagi antarkabupaten di Bali melainkan di luar Bali, seperti Jawa. Bahkan, berdasarkan catatan, jumlah penduduk yang teregistrasi di Gumi Keris mencapai 462.036 jiwa, dengan jumlah penduduk pendatang 4.131 jiwa. Mereka dominan bermukim di Kuta dan Kuta Selatan.
“Pertumbuhan penduduk di Badung sesungguhnya sudah jauh menurun dibadingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka memang lebih banyak berdomisili di kawasan pariwisata, seperti Kuta, Kuta Selatan dan Mengwi,” ungkapnya. Menurutnya, masalah yang dihadapi dalam menekan jumlah penduduk pendatang di Badung adalah persoalan migrasi dari luar, karena laju dari kelahiran justru sangat kecil. Hal ini membuktikan program penanggulangan pertumbuhan penduduk melalui Program Keluarga Berencana cukup berhasil terutama dengan menunda usia perkawinan. “Namun, kami terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti Satpol PP untuk menertibkan penduduk pendatang. Bahkan, kami kerap melakukan tipiring (tindak pidana ringan), di masing-masing desa juga ada petgas khusus,” tegasnya. Hal. 19 Tim Yustisi
Petugas di pintu-pintu masuk Bali diingatkan untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli). Utamanya, pungli yang membuat pendatang bisa bebas masuk ke Pulau Dewata.
BPM/dok
PEMERIKSAAN - Pintu masuk Gilimanuk siaga memeriksa semua kendaraan masuk Bali.
TINDAKAN itu tentu saja merugikan Bali yang akan menjadi semakin sesak. Belum lagi ketika bicara masalah persaingan dalam mencari pekerjaan. Sementara saat ini saja, angka pengangguran masih terbilang tinggi. “Kita kan NKRI, tidak bisa melarang orang dari satu tempat ke tempat yang lain untuk pindah, melancong, membesuk keluarga, atau mencari kerja. Kita harus selektif. Yang penting sekarang adalah bagaimana penduduk pendatang, penduduk luar Bali yang datang ke Bali mengikuti aturan main yang
ada di Bali,” ujar anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, I Ketut Suwandhi, Sabtu (17/6) kemarin. Menurut Suwandhi, penduduk pendatang mesti melengkapi administrasi. Kalau memang mau menetap di Bali, maka harus membawa surat pindah. Aparat terkait di pintu-pintu masuk seperti pelabuhan memegang peranan penting untuk mengecek kelengkapan administrasi itu. Sepanjang membawa identitas, pendatang dipersilakan masuk Bali. Hal. 19 Dipulangkan
DAERAH
2
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Izin Dicabut Hendak Melayat, Polisi Tewas Ditabrak Denpasar (Bali Post) Anggota Sat. Reskrim Unit 4 Polresta I Nengah Suyasa meregang nyawa setelah mengalami tabrakan di Jalan Gatot Subroto Barat, depan UD Karya Sejati, Jumat (16/6) lalu. Pengemudi mobil Ford, Djoni (54) asal Malang, Jawa Timur, langsung diamankan dan ditahan di Mapolresta Denpasar. Adapun kronologisnya, kata sumber di Polda Bali, Sabtu (17/6) kemarin, kejadian pukul 22.00 wita. Awalnya, korban ikut apel malam di Jalan Mahendradata Denpasar. Usai apel, korban minta izin dengan rekannya pulang ke Perum Dalung Permai, Kuta Utara, karena mau melayat ke tetangganya. Korban bergerak dari arah timur. Setibanya di TKP, tiba-tiba ada mobil yang dikemudian Djoni memotong jalur hendak ke timur sehingga tabrakan terjadi. Warga yang melihat kejadian itu langsung menelepon BPBD Denpasar dan beberapa menit kemudian petugas tiba di TKP. Selanjutnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Wangaya dengan menggunakan ambulans BPBD Denpasar. Korban tiba di rumah sakit pukul 22.30 wita dan dilakukan pertolongan pertama. Pukul 23.00 wita, korban dinyatakan meninggal dunia. “Korban mengalami patah tulang rusuk sampai ke dada bagian kanan dan kaki lecet. Sepeda motornya ringsek, pistolnya berhasil diamankan,” ungkap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. “Sudah kami tahan pelakunya. Keterangannya masih didalami,” kata Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Heri Supriawan. Apakah pelaku dalam pengaruh alkohol? “Tidak. Mungkin pelaku buru-buru sehingga tidak melihat korban,” tegasnya. (kmb36)
Polisi Bubarkan Gianyar Youth Festival Gianyar (Bali Post) -
Disinyalir akibat izin yang dicabut, event Gianyar Youth Festifal yang diselenggarakan di Lapangan Astina Gianyar dibubarkan Sabtu (17/6) kemarin. Pembubaran hingga pembongkaran sejumlah panggung megah ini dilakukan aparat Polres Gianyar.
Event yang baru pertama kali digelar ini sejatinya berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (18/6) hari ini. Namun karena terkendala izin, sejumlah panggung megah yang telah terpasang harus dibongkar. Selain itu, terdapat puluhan booth clothing dan kuliner yang terpaksa harus angkat kaki. Pihak panitia pun menyampaikan permohonan maaf kepada berbagai pihak yang ikut dirugikan, khususnya deretan musisi yang batal manggung. Melalui web @yudistiraputra, pembatalan event ini ditulis sebagai berikut. “Kami dari Panitia Gianyar Youth Fest 2017 memohon maaf sebesar-besarnya atas ditutupnya kegiatan event perdana Gianyar Youth Fest 2017 untuk hari kedua dan ketiga. Hal ini dikarenakan izin kegiatan dicabut dengan alasan faktor keamanan, ketertiban dan hal lain yang di luar prediksi dari panitia. Kami juga mohon maaf kepada seluruh pihak yang merasa dirugikan atas hal ini. Untuk informasi pengembalian tiket presale kami akan segera umumkan secepatnya. Sekali lagi kami dari pihak panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih atas segala dukungannya selama ini.” Ketua Panitia GYF Komang Wahyu Utarama Parsua yang dikonfirmasi membenarkan adanya pembubaran Sabtu pagi oleh aparat kepolisian. Namun, pihaknya enggan berkomentar banyak. “Maaf, kami dari panitia tidak akan mempublish masalah ini,” jelasnya. Ia juga enggan membeberkan berapa kerugian dari event. Ditegaskan segala kendala yang dihadapi saat event ini digelar, akan dijadikan bahan evaluasi intern panitia. “Itu akan menjadi bahan evaluasi kami saja,” katanya. Disinggung terkait para musisi yang batal tampil, lagi-lagi pihaknya mengelak. Namun dinyatakan tidak memakai EO untuk menghandel kegiatan ini. “Maaf kita komit untuk tidak publish semuanya. Makasi,” tandasnya. (kmb35)
BPM/kmb35
TENDA - Terlihat sejumlah tenda dari Gianyar Young Fest yang akan dibongkar di Lapangan Astina Gianyar.
Tidak Punya Biaya Berobat
Penderita Kanker Serviks Dirawat Seadanya Negara (Bali Post) Kanker serviks kini membuat banyak perempuan khawatir. Apalagi pascakematian Julia Peres akibat penyakit ini, nama penyakit kanker serviks menjadi “teror” bagi kaum perempuan. Penyakit ini pula yang kini diderita oleh Wayan Manis (60) istri dari Ketut Madiun (70) dari Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana. Ketut Madiun termasuk warga tidak mampu. Wayan Manis
dari pernikahannya dengan Madiun tidak punya anak kandung namun memiliki dua anak tiri. Wayan Manis menderita kanker rahim sejak beberapa tahun belakangan ini namun mulai parah sejak 1,5 tahun belakangan. Dia pernah diajak berobat ke RS Negara namun dirujuk ke RS Sanglah. Karena tidak punya biaya dan juga tidak punya BPJS/JKN KIS sehingga Wayan Manis hanya dirawat di rumah. “Untuk makan sehari-hari
Ketika Gender Wayang Diminati Anak-anak
BPM/kmb40
DONOR DARAH - Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Ade Panji Anom saat mengikuti kegiatan donor darah.
Sambut HUT Bhayangkara
Polres Bangli Sumbang Puluhan Kantong Darah ke PMI
Bangli (Bali Post) Menyambut HUT ke-71 Bhayangkara, Polres Bangli menggelar kegiatan donor darah Jumat (16/6). Dalam aksi sosial itu, Polres Bangli berhasil mengumpulkan 31 kantong darah yang selanjutnya disumbangkan untuk masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Bangli. Kegiatan donor darah yang dilaksanakan di Gedung Sasana Bhayangkara, diikuti puluhan personel Polres dan anggota Bhayangkari Polres Bangli. Dimulai dari Kapolres Bangli AKBP IGN Agung Ade Panji Anom, kegiatan donor darah selanjutnya diikuti para kabag, kasat, bhayangkari dan anggota Polres Bangli. AKBP Panji mengatakan, kegiatan donor darah rutin dilaksanakan Polres Bangli untuk menyambut Hari Bhayangkara. Kegiatan kemanusiaan ini dilaksanakan Polres Bangli bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bangli. “Dalam kegiatan donor darah kali ini kita menyumbangkan 31 kantong darah dari 50 personel yang mendaftar,” ujar Panji Anom. Seluruh kantong darah yang terkumpul kemudian disumbangkan ke PMI Kabupaten Bangli untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Semoga saja donor darah ini dapat membantu saudara–saudara kita yang membutuhkan darah, dan niat yang ikhlas ini mendapat pahala dari Tuhan apalagi bertepatan dengan bulan suci Ramadan,” ujarnya. Usai menggelar donor darah, di hari yang sama, Kapolres juga menggelar acara buka puasa bersama. Kegiatan yang dilaksanakan di Lapangan Jagratara Polres Bangli ini dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, Dandim Letkol, Inf. S.L Manurung, Ketua MUI Kabupaten Bangli, Ketua Takmir Masjid Agung Bangli dan ratusan umat Muslim serta undangan lainnya. Kegiatan buka puasa ini dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahim serta menjaga toleransi antarumat beragama sehingga kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Bangli bisa tetap terjaga. (kmb40)
Ada yang Fokus Belajar Sejak TK Denpasar (Bali Post) Gender wayang merupakan salah satu gamelan tua yang terbilang sulit dimainkan. Meski sulit, ternyata tak menyurutkan minat generasi muda untuk mempelajarinya. Bahkan, ada yang sudah tertarik dan mempelajari gender sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Seperti halnya Ni Made Mas Berliana, salah seorang peserta lomba gender wayang anak-anak di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39. “Dulu ayah sama kakak kan magender jadi ingin tahu bagaimana sih rasanya magender. Terus diajarin dari TK, sekarang saya sudah mau kelas I SMP,” tuturnya usai pentas sebagai duta Kabupaten Gianyar bersama tiga rekannya yang lain di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (17/6) kemarin. Berliana mengaku sangat senang bisa terlibat untuk pertama kalinya dalam PKB bersama Sanggar Ceraken Batuyang. Kendati awalnya sempat merasa tegang, namun gadis 12 tahun ini tetap bertahan menguji mentalnya. Berliana meyakinkan diri agar terbiasa untuk menambah pengalaman bermain gender. “Latihannya sudah dari bulan Desember 2016 sampai sekarang. Tangan kirinya susah, kalau cepat lagunya,” imbuh pemain kantilan, namun juga fasih memainkan pengede ini. Walau masih sangat muda, Berliana juga menaruh perhatian pada kondisi gender wayang di Bali. Anak-anak di sekitar pedesaan menurutnya jarang yang memainkan gender lantaran lebih fokus pada pendidikannya. Terlebih untuk bisa menguasai gender, latihan harus dilakukan secara rutin. Lebih baik lagi jika memiliki alat musik itu di rumah. “Kalau latihan tergantung sesuka kita, kalau ada niat latihan ya latihan aja. Kalau tidak ada niat, tidak,” jelasnya. Lomba gender wayang anakanak merupakan salah satu materi wajib dalam PKB Ke-39. Kemarin, Sanggar Ceraken Batuyang (duta Kabupaten Gianyar) berhadapan dengan Sanggar Reka Adnyana
(duta Kabupaten Bangli) pada sesi pertama. Dilanjutkan sesi kedua antara Sanggar Seni Anglocita Suara (duta Kabupaten Buleleng) dengan Sanggar Gender Swari Laksmi (duta Kabupaten Klungkung). Masing-masing peserta membawakan tabuh pategak Selendro, tabuh kreasi, tabuh Alas Arum, dan tabuh Angkatangkatan. Tema Ulun Danu utamanya tercermin dari tabuh kreasi yang dibawakan. Gianyar membawakan tabuh kreasi Suluk yang terinspirasi dari sifat air mengalir ke semua penjuru, dan melenturkan diri apabila dibendung oleh benda. Bangli dengan tabuh kreasi Danu Wregsa tentang potensi Danau Batur sebagai destinasi pariwisata dan sumber kehidupan masyarakat di sekitar danau. Buleleng menyajikan tabuh kreasi Kertha Masa sebagai wujud rasa girang petani karena turunnya air dari atas bukit. Sementara Klungkung menampilkan Windu Segara yang berarti penyatuan antara manusia dan alam laut. Salah seorang juri, Wayan Sujana mengatakan, kriteria penilaian lomba gender wayang terletak pada suara gamelan, teknik pukulan, tetekep dan tetekes. “Itu yang merupakan poin penting dalam lomba ini dan tidak kalah penting juga harus bisa menjiwai dari masing-masing materi yang mereka bawakan, yang terakhir tentu harus ada keharmonisan dari penampilan termasuk busana dan kekompakan dalam memainkan dari masing-masing kriteria yang ada,” ujarnya. Menurut Sujana, lomba gender wayang anak-anak salah satunya bertujuan untuk regenerasi. Di samping menjaga gender wayang tetap eksis. “Gender wayang ini termasuk gamelan tua supaya bisa tetap bertumbuh kembang di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Anak-anak kami amati cukup antusias untuk mempelajari karena mereka melihat gender wayang cukup unik dari segi teknik, barungan, dan gendinggending yang mereka mainkan,” ujarnya. (kmb32)
saja sudah susah bagaimana dengan biaya berobat. Urus BPJS juga tidak punya uang. Meski nanti punya kartu berobat tapi kami juga perlu biaya wara-wiri dan transpor serta makan. Kami benar-benar tidak berdaya,” kata Ketut Madiun ketika dikunjungi di rumahnya Sabtu (17/6) kemarin, didampingi Kaling Samblong dan Babinsa Sangkaragung. Madiun hanya mengandalkan hidup dari menjadi buruh serabutan dengan penghasilan
tidak menentu. Jika tidak kerja, Madiun hanya mengandalkan belas kasih anaknya dan kerabat yang juga tidak mampu. Madiun berharap istrinya bisa sembuh. Meski dirawat di rumah, Madiun berupaya maksimal mendampingi istrinya sebisanya. Apalagi penderitaan Wayan Manis terasa berat dan memprihatinkan karena badannya makin kurus dan lemah. Kakinya juga keduanya bengkak. “Jika pendara-
han saya kesakitan dan saya tidak mampu apa-apa lagi,” katanya. Sementara itu Kaling Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana Gede Utama Yasa, mengatakan keluarga Ketut Madiun memang termasuk keluarga tidak mampu. Namun tidak mendapatkan kartu KIS. “Nanti kami upayakan pengurusan BPJS mandiri dengan dana bantuan dari donatur, sehingga nanti bisa berobat secara medis,” jelasnya. (kmb)
Hadiri Buka Puasa Bersama
Rai Mantra Ajak Jaga Kondusivitas dan Kebersihan Kota
KONDUSIVITAS dan kebersihan Kota Denpasar yang telah terjaga selama ini agar terus dipertahankan dan ditingkatkan. Untuk semua pihak harus terlibat termasuk juga umat Muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa. Ajakan tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, saat menghadiri buka puasa bersama di Masjid Baiturrahman Denpasar, Jumat (16/6). Buka puasa yang dihadiri ratusan umat Muslim tersebut juga dihadiri Dandim 1611, Letkol Haranud Ahmad Sumarna, instansi terkait dan tokoh masyarakat setempat. Sebelum mengikuti buka puasa bersama, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berkesempatan mengunjungi pasar kaget yang menjual aneka makanan untuk berbuka puasa di sepanjang jalan Masjid Baiturrahman. Lebih lanjut, Rai Mantra menambahkan melalui bulan puasa yang sekarang ini diharapkan dapat mengantarkan semuanya ke arah perubahan yang lebih baik dari harihari sebelumnya. “Janganlah mengubah orang lain jika kita belum bisa mengubah diri sendiri,” ujar Rai Mantra. Di samping itu, bulan puasa yang dijalankan sekarang ini juga diharapkan mengantarkan semua pihak menuju ke arah kedamaian, kesejahteraan, persaudaraan, dan kemakmuran. “Jadi di bulan suci ini, sebenarnya kita diberikan kesempatan untuk bersihbersih iman. Mungkin setiap hari kita sudah dibersihkan dengan air, akan tetapi sekarang ini kesempatan untuk membersihkan pikiran, hati, dan jiwa kita dengan lebih banyak melakukan sembahyang dan membaca kitab-kitab suci sebagai sarana untuk membersihkan hati dan pikiran kita,”
ungkap Rai Mantra. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari raya Lebaran bagi semua umat Muslim. Ketua Yayasan Masjid Baiturrahman, H. Junaidi, mengatakan Masjid Baiturrahman yang beberapa bulan lalu diresmikan oleh Menteri Agama dapat menampung jemaah 3.000 sampai 4.000 ora ng . B a ng una n y a ng se luas 1.000 m2 di atas tanah 1.200 m2 diharapkan dapat memfasilitasi umat Muslim yang akan melakukan persembahyangan. Untuk buka puasa bersama Wali Kota Denpasar sekarang ini diikuti sekitar 350 jemaah. “Kami mengucap-
kan terima kasih pada Bapak Wali Kota Denpasar karena sudah meluangkan waktunya untuk ikut berbuka puasa bersama para jemaah di tengah kesibukannya,” ujarnya. Melalui ibadah puasa dan bulan Ramadan ini diharapkan dapat meningkatkan terus rasa persaudaraan dan kebersamaan ke arah yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, H. Junaidi juga mengajak semua umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa dan menyambut hari raya Lebaran dengan penuh kedamaian. Sehingga apa yang diharapkan bersama terwujudnya Kota Denpasar yang damai dan bersih. (ad1416)
BUKA PUASA – Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, saat menghadiri buka puasa bersama di Masjid Baiturrahman Denpasar, Jumat (16/6).
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
seremonial
Minggu Wage, 18 Juni 2017
3
Berbagi ’’Peace of Mind” Lewat Mempromosikan Badung Sebagai Destinasi Multisegmen #BerkahSenyum Asuransi Astra di Bali ’’FIT, Family, Package, Group, Sport, Wedding, MICE” BPPD Badung kembali melaksanakan kegiatan sales mission di Korea, untuk mempromosikan Badung sebagai destinasi berbagai segmen wisatawan baik FIT, family atau wisata keluarga, wisata paket atau package, group, MICE dan segmen wisata minat khusus seperti wedding, golf dan wisata desa. Karya bareng bersinergi dengan Kementrian Pariwisata, BPPD Badung membawa serta industri dan memperoleh dukungan dari Singapore Airlines dan Vito Korea menyisir empat kota utama, yakni Seoul, Dae Jon, Gwang Jo dan Busan. Kegiatan yang dikemas dengan format table top ini mendapat respons sangat positif di setiap kota. Bahkan tidak kurang dari media Travel Daily Seoul dan KBS televisi di Gwang Jo turut serta meliput kegiatan ini. Pelaku dan praktisi di pasar Korea sangat antusias dan seksama mendengarkan paparan informasi terkini pariwista di Kabupaten Badung yang dibawakan oleh Herdy Sayogha, wakil ketua BPPD Badung dan presentasi dari 13 industri yang diusung oleh BPPD Badung. Pasar Korea yang selama ini lebih banyak mengirim wisatawan ke Bali untuk wedding dan package, maka setelah lebih mengetahui bahwa Badung memiliki atraksi lain dan fasilitas pendukung yang sangat mumpuni, mereka pun mulai tergugah untuk mengolah segmen lain khususnya group, MICE dan sport, termasuk surfing dan golf. Kegiatan ini juga dimanfaatkan oleh Sulasa Jaya, Direktur Ekse-
PROMOSI - BPPD Badung melaksanakan kegiatan sales mission di Korea untuk mempromosikan Badung sebagai destinasi untuk berbagai segmen. kutif BPPD Badung untuk meningkatkan jaringan kerja sama dengan Kedutaan, Vito, Airlines dan tentunya bidang promosi Kementrian Pariwisata. Acara di setiap kota yang dihadiri tidak kurang dari 80 undangan menjadi lebih meriah, tatkala sesudah penyajian makan dan minum BPPD Badung mengundi banyak hadiah dalam bentuk paket tinggal untuk liburan para pemenangnya dan diakhiri dengan hadiah utama yang ditambahkan tiket penerbangan dari Singapore Airlines. Direktur Promosi Luar Negeri Kementrian Pariwisata untuk area Asia Pasifik, Vincensius Jemadu sangat mengapresiasi langkah inovatif BPPD Badung yang telah berinisiatif menggarap pasar lapis ketiga, seperti
Korea dan Vito untuk Seoul Ms Desy Park mengharapkan dimasa mendatang Pemerintah Daerah Badung akan terus melakukan kegiatan semacam ini dan diharapkan adanya inovasi dan terobosan yang lain. Ketika menerima laporan bahwa BPPD Badung pada kegiatan ini juga membahas group insentif yang akan datang pada akhir bulan Agustus tahun ini, beliau cepat tanggap. “Berikan datanya, saya akan upayakan untuk memberikan dukungan kepada group ini melalui BPPD Badung,” ucap Vincen. Kegiatan Sales Mission ini akan berakhir Sabtu (17/6), namun Minggu depan BPPD Badung sudah membuat agenda untuk bertemu Vito Korea yang juga akan terbang ke Bali untuk berlibur. (ad1415)
Klinik Jnana Marga
Sang Perkasa yang Sengsara BERCINTA salah satu cara membuat hubungan cinta semakin mesra, romantis dan harmonis. Pasangan yang secara teratur berhubungan seks cenderung lebih bahagia. Untuk mendapatkan seks yang bahagia dan menyenangkan, salah satu syaratnya adalah gairah, yaitu keinginan seseorang untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Pasangan suami istri yang sama-sama memiliki gairah seks tinggi tentu memiliki frekuensi bercinta yang tinggi pula. Tetapi, jika hanya satu pihak yang mengalami gairah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, maka pihak yang lain tentu akan menderita. Inilah sebabnya banyak kasus perceraian terjadi akibat tidak sanggup melayani pasangan. Pada umumnya yang paling banyak dikeluhkan adalah rendahnya hasrat seksual, padahal hasrat seksual yang terlalu tinggi juga merupakan sebuah persoalan yang harus segera diatasi sebelum menimbulkan masalah yang lebih parah. Grand Master Metafisika Indonesia Bali dan ahli seksual sekaligus therapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita menjelaskan, dorongan seks yang tinggi dan tidak tersalurkan dengan benar akan berdampak buruk dan menimbulkan rasa frustasi. Apalagi dorongan tersebut tidak mampu diimbangi oleh pasangannya atau bahkan belum memiliki pasangan (belum menikah). Hal tersebut bukan saja berdampak pada diri sendiri dan keluarga (suami istri), namun juga bisa berdampak buruk bagi orang lain. Bagi orang–orang yang menekuni dunia spiritual ataupun mereka yang memiliki tingkat pengendalian diri yang tinggi, mengedalikan gairah seksual yang tinggi dan menggebu–gebu tentu bukan hal yang sulit. Berbeda dengan mereka yang masih terikat dengan berbagai macam bentuk kenikmatan duniawi. Lebih jauh Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini menegaskan, anggapan semakin tinggi gairah seksual seseorang semakin menunjukkan kejantanan dan keperkasaan orang tersebut tidak selamanya benar. Walau dorongan seks yang terlalu tinggi tidak selalu buruk selama seseorang dapat mengendalikan dan menyalurkannya dengan benar dan tidak mengganggu kenyamanan diri sendiri dan orang lain, namun hal tersebut harus tetap dikontrol dan diwaspadai. Apalagi jika seseorang merasa atau memiliki ciri–ciri seperti: terobsesi berlebihan terhadap seks dan tidak
I Nengah Edy Warsita terkendali. Melakukan masturbasi berlebihan. Memiliki kecenderungan berganti-ganti pasangan seks. Melakukan aktivitas seks berisiko tanpa peduli orang lain atau kesehatan diri sendiri. Menjadikan seks sebagai pelampiasan terhadap masalah yang dihadapi, seperti kesepian dan depresi dan lain–lain, sebaiknya segera mengunjungi ahlinya untuk memeriksakan diri dan mendapatkan penyembuhan. Klinik Jnana Marga beralamat di jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600, akan membantu penderita, menstabilkan energi seksual dalam tubuh pasien, sehingga gairah seksual yang sangat tinggi dan tak terkontrol tersebut dapat dikendalikan. Dengan izin no. 448.3/3.PT.29.VI.12/ DIKES. Sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI). Membantu menyembuhkan disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain–lain. Buka tiap hari Senin–Sabtu, pukul 10.00 – 17. 00 Wita. (ad1414)
RANGKAIAN kampanye sosial #BerkahSenyum Asuransi Astra kali ini diadakan di Denpasar dan Singaraja, dengan melibatkan manula yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya Denpasar dan Panti Sosial Tresna Werda Jara Mara Pati Singaraja. Kegiatan pemberian paket bantuan menjelang Lebaran yang pertama dilakukan di Panti Sosial Tresna Werda Jara Mara Pati Singaraja, Jumat (16/6) dilanjutkan Sabtu (17/6) di Panti Werdha Wana Seraya Denpasar oleh tim Asuransi Astra Denpasar, didampingi langsung oleh Paulus C. Wijanarko, Branch Head Asuransi Astra Denpasar. Silaturahmi yang dilakukan tim Asuransi Astra melalui kegiatan #BerkahSenyum membuat para penghuni panti sangat bahagia dan menyambut kehadiran tim Asuransi Astra dalam suasana kekeluargaan. Mereka mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam #BerkahSenyum Asuransi Astra yang sudah peduli dan menaruh perhatian kepada para manula. Bantuan yang terkumpul dalam acara #BerkahSenyum sendiri berasal dari respons positif dan kepedulian masyarakat akan nasib sesama yang kurang beruntung. Mereka mengikuti tantangan dari Asuransi Astra dengan mengunggah foto senyum terbaik melalui akun Instagram masing-masing dan menyertakan tagar #BerkahSenyum pada caption, serta menandai akun resmi Instagram Asuransi Astra @Garda.Oto pada setiap foto yang diunggah. Setiap foto yang diunggah dengan ketentuan tersebut lalu dikonversikan menjadi paket bantuan. Paket inilah yang diberikan kepada para manula. Menurut Paulus, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, tidak terke-
ASTRA - Berbagi “Peace of Mind” Lewat #BerkahSenyum Asuransi Astra di Bali, Sabtu (17/6) di Panti Werdha Wana Seraya Denpasar. cuali para manula yang berada di panti wreda. “Sudah selayaknya kita menolong sesama, tapi melalui kegiatan #BerkahSenyum ini kami sadar bahwa yang dibutuhkan para manula bukan hanya barang bantuan untuk kebutuhan seharihari, namun juga kebutuhan afeksi. Untuk itu, kami datang bersilaturahmi, berbagi kebahagiaan dengan para manula hingga mereka tak lagi merasa sendiri, karena kini kami sudah menjadi bagian dari keluarga mereka juga,” katanya. Hal ini senada dengan yang disampaikan oleh Ida R. M Sigalingging, Chief Corporate Services Asuransi Astra yang mengatakan bahwa tingginya respons positif terhadap #BerkahSenyum, menandakan banyak orang baik yang ingin berbuat sesuatu namun belum menemukan cara dan waktu yang tepat. Untuk itulah acara ini diharapkan menjadi sarana yang tepat bagi
masyarakat yang ingin berbagi kebahagiaan pada sesama di bulan suci Ramadan. “Kami harap akan semakin banyak lagi masyarakat yang ikut ambil bagian dalam kegiatan #BerkahSenyum ini. Semakin banyak kebahagiaan yang tercipta lewat senyuman, maka semakin banyak peace of mind juga yang diterima para manula di berbagai panti wreda,” tutup Ida. #BerkahSenyum Asuransi Astra ini sendiri akan dilakukan di puluhan panti wreda yang tersebar di 23 kota cabang Asuransi Astra, yaitu Jakarta, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kediri, Denpasar, Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Balikpapan, Banjarmasin, Pontianak, Makassar dan Manado. Ada pun informasi lebih lanjut mengenai kampanye sosial ini dapat diperoleh di bit.ly/ berkahsenyum. (bns1)
Warga Binaan Diajak Bertani dan Beternak Bangli (Bali Post) Warga binaan yang berada di Rutan Kelas II Bangli diajak untuk bertani di lahan pertanian yang telah disediakan. Selain bertani, mereka juga diajak beternak serta mengasah kemampuan di bidang seni dan olahraga. Langkah itu dilakukan, guna mengolah keterampilan yang dimiliki oleh masing-masing warga binaan serta menghindari terjadinya gesekan antar penghuni rutan. Kepala Rutan Kelas II B Diding Alpian, mengatakan, warga binaan diajak untuk bertani dengan menanam tanaman kacang tanah, jagung, dan sayur-sayuran. Kata dia, hasil pertanian yang dihasilkan lebih banyak untuk dikonsumsi, namun ketika hasil pertaniannya lebih, maka hasil tanaman akan dijual atau ditukar
dengan kebutuhan yang lainnya. “Tidak serta merta mematok hasil, yang terpenting proses pembinaan bagi narapidana maupun tahanan. Kegiatan bertani ini dilakukan pagi dan sore hari. Mereka juga diajak untuk mengembangkan tanaman hidroponik,” ungkapnya. Alpian menambahkan, selain diajak bertani, warga binaan juga diajak belajar untuk beternak dengan memelihara ayam, kambing dan itik. Tak hanya itu, warga binaan juga diajak untuk mengasah kemampuan di bidang seni dan olahraga. “Untuk pakan kambing tidak terlalu sulit. Kadang hasil penjualan kacang dipakai membeli pakan ternak,” ujarnya. Hanya saja saat ini belum banyak warga binaan yang mengerti mengembangkan tanaman hidroponik. Selain itu, diareal rutan
yang luasnya kurang lebih dua hektar juga memiliki kolam untuk mengembangkan mujair serta lele. Kata dia, saat ini tengah memelihara ikan mujair 3.000 ekor. Sedangkan lele baru ada indukan 20 ekor. “Dengan adanya kesibukan di dalam rutan, warga binaan bisa berkreasi. Karena mereka ada kesibukan, sehingga mengurangi kemungkinan adanya gesekan sesama penghuni rutan,” imbuhnya. Sementara itu, salah satu warga binaan yang enggan menyebutkan nama mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan ini. “Awalnya saya tidak bisa bertani, tapi sekarang ini sedikit tidak sudah mengerti cara menanam kacang tanah. Apalagi ketika hasilnya banyak, jadi tambah semangat menanam kacang,” ujar pria parubaya ini. (nan)
Di Badung
29 Usaha Spa Memiliki TDUP Denpasar (Bali Post)Bali sejak beberapa tahun lalu dinobatkan sebagai destinasi wisata Spa. Karena beberapa usaha Spa di Bali mendapat predikat Spa terbaik di dunia. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mengeluarkan Peraturan Menteri No.19 tahun 2016 tentang pemberlakuan wajib sertifikat kompetensi di bidang pariwisata. Kabid Sarana Pariwisata Dinas Pariwisata Badung Ngakan Putu Triaryawan mengatakan, dalam peraturan tersebut dijelaskan apabila Spa tidak tercantum dalam izin hotel atau restoran, maka wajib memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisa (TDUP). “Karena selama ini image dari pelaku atau pemilik Spa yang ada di dalam hotel tidak perlu mencari TDUP,” ujarnya. Ia mendata ada 200 Spa yang ada di Kabupaten Badung, baik yang bergabung dengan hotel atau Spa yang berdiri sendiri. Sejak peraturan tersebut terbit Oktober 2016 lalu, baru 29 Spa yang memiliki TDUP dan sembilan di antaranya telah tersertifikasi. Dari
angka tersebut, Spa terbanyak yang telah memiliki TDUP adalah Spa yang bergabung dengan hotel, karena penunjang dari hotel dan restorannya. “Kami sedang bersinergi dengan Bali Spa Wellness Association (BSWA) dan Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) yang mempunyai kompetensi sertifikasi dalam bidang usaha spa. Kami sedang sosialisasi untuk pensertifikatan untuk badan usaha Spa ini,” terangnya. Selanjutnya pihaknya bersama tim pengawasan dan pembinaan akan turun secara terus menerus ke Spa-spa atau usaha-usaha pariwisata khususnya Spa untuk melakukan sertifikasi. Ia mengimbau, Spa yang izinnya tidak include dengan izin hotel atau restoran agar dapat mencari TDUP. Untuk mendorong usaha Spa memiliki TDUP dan tersertifikasi adalah dengan bekerja sama dengan asosiasi dan dinas perizinan membuat suatu kajian agar usaha spa memiliki sertifikasi sebagai legal hukumnya. “Kami akan menerapkan peraturan agar semua Spa
untuk mencari sertifikasi, karena keuntungannya bisa memberikan pelayanan yang terbaik pada tamu dan ada legal hukumnya,” bebernya. LSU Cohespa Indonesia Dwi Mayasari Tjahyono mengatakan, TDUP adalah peraturan baru yang diterbitkan Oktober 2016. Di Indonesia, Kabupaten Badung dikatakan menjadi pioneer yang pertama kali memiliki perbup yang diaplikasikan langsung untuk mengurus TDUP. Mencari TDUP dan sertifikasi pun dikatakan tidak susah. Langkah yang dilakukan agar semua usaha Spa tersertifikasi adalah melakukan registrasi therapis, yaitu Surat Tanda Penyehat Tradisional (STPT). STPT ditambah izin teknis, baru kemudian mengurus TDUP di Perizinan. Setelah TDUP lengkap, baru kemudian sertifikasi usaha. “Sangat mudah mengurusnya. Jadi hari ini juga sudah ada tujuh Spa yang sudah berhasil mendapatkan sertifikasi usaha,” ungkapnya. (kmb42)
TANAM - Warga binaan Kelas II B Bangli saat menanam kacang dilahan yang disiapkan.
BPM/nan
4
Minggu Wage, 18 Juni 2017
FILM - Film-film karya mahasiswa FTV ISI Denpasar memang tak perlu diragukan lagi sinematografinya. Dalam artian, pada tataran pemahaman teknis, para pembuat filmnya memahami dengan sangat baik segala standar teknis kamera dan audio dalam produksi film. Namun sayangnya, Tak banyak dari film-film ini mampu menemukan bentuk sinematografi yang tepat untuk film-filmnya. Film, bagaimanapun adalah sebuah bahasa. Setiap ide memerlukan bahasa dengan artikulasinya masing-masing. Beberapa dokumenter yang diproduksi mahasiswa ISI Denpasar masih mengadopsi bentuk-bentuk dokumenter televisi yang banjir wawancara dan opini. Hal ini cukup disayangkan, sekolah film sesungguhnya mampu menjadi sumber dari inovasi-inovasi dalam sinema.
Parade Film Mahasiswa
Cara Pandang Anak Muda Meletakkan Bali dalam Sinema
BALI, selalu identik dengan keriangan, keindahan, kemakmuran. Beragam hal yang menyangkut Bali selalu membawa hawa riang. Bali adalah tempat paling nyaman di seluruh dunia bagi orang-orang yang ingin menikmati liburan. Bagaimana dengan psikologis orang Bali sendiri. Apakah beragam brosur “kenyamanan” itu melekat juga ke dalam pori-pori hidup manusia Bali, yang hidup di Bali dengan segala detaknya. Bagaimana anak muda Bali memandang Bali dari kacamata sinema? Menarik untuk memahami cara pandang generasi muda Bali memandang Bali. Tulisan minggu ini mencoba memotret cara pandang anak muda Bali dari kacamata sinema.
Pada April 2017, genap 4 tahun usia Program Studi Film dan Televisi (FTV) - Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar sejak didirikan pada tahun 2013 silam. Dalam rentang itu, FTV ISI Denpasar sudah melahirkan belasan film hasil karya mahasiswa-mahasiswanya yang telah dipertontonkan baik secara internal di kalangan kampus maupun di hadapan publik luas, tentunya tak hanya di Bali, tapi juga di ruang putar dan festival skala nasional. Pada perayaan ulang tahunnya, 25 April 2017 lalu, Program Studi FTV ISI Denpasar memutarkan kembali film-film yang diproduksi mahasiswa-mahasiswanya untuk publik luas di Gedung Ksiraarnawa, Art Center Denpasar. Menurut Ketua Program Studi FTV ISI Denpasar, Dr. I Komang Arba Wirawan, S.Sn., M.Si., kesempatan ini sungguh penting, tak hanya bagi mahasiswa tapi juga bagi keluarga besar Program Studi ISI Denpasar. “Pemutaran film dalam rangkaian HUT FTV ISI Denpasar ini adalah
panggung untuk evaluasi produksi mahasiswa FTV dalam satu tahun, juga untuk sosialisasi kepada masyarakat,” ungkapnya. Adapun judul 13 film karya mahasiswa Program Studi ISI Denpasar yang diputar adalah Janji, Djerat, Di Balik Senyum Suriati, Kasuwakan, Mata dan Minuman Bersoda Warna Merah, Adilaga, Kacamata Kenangan, Ngintip, Pulang, Subak Yeh Buangga, Mencari Bomantaka, Mewali, Tengai Tepet. Pada acara puncak juga turut ditampilkan trailer dari The Last One, film terbaru mahasiswa FTV Denpasar yang akan dirilis dalam waktu dekat. Dari 13 judul film yang diputar secara utuh, 9 di antaranya adalah film fiksi pendek, dan 4 lainnya adalah dokumenter pendek.
cukup kritis. Seperti dokumenter Adilaga yang mengungkapkan persaingan industri pertunjukan seni di Bali yang kian tidak sehat, akibat arus pariwisata yang menggiurkan. Juga Mencari Bomantaka, sebuah film yang mengkritisi isu lingkungan di Bali, tentang kondisi Bali yang semakin memprihatinkan akibat eksploitasi tiada henti demi memenuhi kebutuhan pariwisata. Subak Yeh Buangga pun menghadirkan perspektif baru dalam melihat subak. Jika selama ini yang sering kita lihat adalah subak yang selalu dibangga-banggakan dan merupakan warisan dunia, Subak Yeh Buangga mengulik konflik internal yang terjadi di suatu desa akibat pembagian kubik air yang tidak adil dan merugikan beberapa kelompok.
Menonton Menonton film-film mahasiswa FTV ISI Denpasar tentu tak sekadar menonton film pendek karya anak muda. Sebagian besar filmfilm yang diputar mengambil tema atau topik seputar Bali. Seperti Janji, yang mengisahkan dilema cinta beda kasta yang berujung pada pilihan menikah dengan keris dan diakhiri aksi bunuh diri si pengantin perempuan. Ada pula Ngintip dan Tengai Tepet, dua film yang menggunakan perspektif anak muda yang naif dan polos dalam memosisikan mitos atau halhal mistis di Bali yang selama ini cenderung disakralkan atau hanya dinilai dari perspektif ritual saja. Yang menarik dari film-film mahasiswa ISI Denpasar ini, sebagian besar filmnya tak terbuai dengan Bali yang eksotis. Hampir tidak temukan upaya glorifikasi budaya yang berlebihan terhadap Bali dan tradisi-tradisinya. Beberapa film justru membedah Bali dengan
Seputar Bali Di samping tema-tema seputar Bali, beberapa film juga hadir dengan menyajikan tema yang lebih universal, seperti narkoba yang menghancurkan hidup seorang anak muda dalam film Pulang, kenangan masa silam dalam Kacamata Kenangan, cerita horor di suatu ruangan dalam Mata dan Minuman Bersoda Warna Merah, dan semangat seorang difabel dalam memperjuangkan hidup dalam “Di Balik Senyum Suriati”. Lahirnya film-film dengan ide dan perspektif yang segar dari mahasiswa FTV ISI Denpasar tentu harus kita sambut baik. Filmfilm yang diproduksi tak hanya meramaikan angka produksi film oleh pembuat film Bali, tapi juga memberikan variasi dalam hal cara pandang terhadap Bali itu sendiri. Namun, sebagaimana medium seni lainnya, film bukan hanya persoalan ide atau gagasan semata. Setiap ide memerlukan metode HERNIA - Penyakit hernia ini paling sering terjadi dan merupakan kasus bedah saluran cerna terbanyak setelah usus buntu. Hernia Inguinalis merupakan keadaan dimana sebagian usus keluar dari rongga perut bawah ke arah sekitar alat kelamin. Benjolan biasanya akan muncul saat penderita mengangkat beban dan menghilang saat berbaring. Meskipun keadaan ini tidak berbahaya, namun dapat menciptakan komplikasi yang membahayakan nyawa seseorang.
Hernia Inguinalis dan Pencegahannya HERNIA (usus turun) merupakan penyakit dimana organ di dalam tubuh menekan dan menembus keluar melalui otot/ celah jaringan di sekitarnya yang melemah. Hernia diberi nama menurut letaknya, misalnya, hernia yang terjadi pada diafragma, inguinal, umbilical, dan femoral. Penyakit hernia ini paling sering terjadi dan merupakan kasus bedah saluran cerna terbanyak setelah usus buntu. Hernia Inguinalis merupakan keadaan dimana sebagian usus keluar dari rongga perut bawah ke arah sekitar alat kelamin. Benjolan biasanya akan muncul saat penderita mengangkat beban dan menghilang saat berbaring. Meskipun keadaan ini tidak berbahaya, namun dapat menciptakan komplikasi yang membahayakan nyawa seseorang. Gejala-gejala pada Hernia Inguinalis Awalnya Hernia inguinalis tidak bergejala. Gejalanya baru bisa dilihat dan juga dirasakan melalui benjolan yang muncul. Secara klasik ditemui benjolan yang hilang timbul saat tekanan di dalam perut meningkat, misalnya ketika batuk, atau mengangis. Benjolan yang lebih jelas ketika berdiri tegak, dan sensitif terhadap sentuhan dan terasa sakit. Apabila terjadi nyeri yang signifikan, benjolan berubah warna menjadi merah, ungu, atau gelap, penderita harus segera mencari bantuan medis
untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Kondisi yang Menyebabkan Munculnya Hernia Inguinalis Berikut ini adalah beberapa kondisi dan faktor yang bisa meningkatkan risiko munculnya hernia inguinalis. • Jenis kelamin. Hernia inguinalis lebih cenderung terjadi pada pria. • Usia. Ketika usia semakin tua otot-otot di sekitar perut mulai melemah. Sehingga lebih mudah terjadi Hernia. • Kehamilan. Hamil dapat melemahkan otot sekitar perut sekaligus memberi tekanan lebih pada bagian perut. • Kelebihan berat badan. Berat badan yang berlebih menyebabkan tekanan berlebih pada tubuh, termasuk pada bagian perut. • Batuk kronis. Batuk kronis yang salah satunya disebabkan oleh merokok, akan meningkatkan risiko terjadinya hernia inguinalis. • Faktor pekerjaan tertentu. Beberapa jenis pekerjaan yang membutuhkan daya fisik dan berdiri terlalu lama dapat menyebabkan terjadinya hernia. • Kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko terkena hernia inguinal dibanding bayi yang lahir normal. • Riwayat penyakit hernia. Jika seseorang pernah terkena hernia, maka besar kemungkinan dirinya
akan mengalami hernia lagi. • Faktor keturunan. Seseorang lebih berisiko terkena hernia jika ia mempunyai keluarga dekat yang pernah terkena hernia. Pencegahan Hernia Hernia kebanyakan tidak bisa dicegah, terutama pada bayi dan anak-anak. Namun, tekanan pada dinding perut pada orang dewasa bisa dikurangi guna mencegah usus turun atau hernia menjadi lebih parah dengan cara seperti berikut: • Berolahraga untuk memperkuat otot-otot perut. • Menurunkan berat badan. Kelebihan berat badan menyebabkan tekanan perut yang lebih besar dan meningkatkan risiko usus turun. • Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti biji-bijian, buahbuahan, dan sayuran untuk mencegah sembelit dan mengejan ketika buang air besar. • Minum banyak air putih. • Pelajari cara mengangkat benda berat yang baik dan benar (atau tidak mengangkat benda berat sama sekali).
• Berhenti merokok. Karena merokok bisa menyebabkan batuk yang dapat meningkatkan risiko terkena usus turun atau membuat hernia makin memberat. • Mengontrol alergi untuk menghindari bersin berlebihan.
l dr. Dewa Putu Engga
Candranata S.Ked.
dan bentuk sinematografi yang berbeda-beda untuk mendukung perwujudan ide tersebut. Fiksi dan dokumenter hanyalah sedikit dari banyak metode atau pendekatan yang dapat dipilih oleh pembuat film dalam merealisasikan gagasannya. Dalam hal ini, tentu kita bisa mendiskusikan secara khusus bagaimana mahasiswa-mahasiswa FTV ISI Denpasar menggunakan pilihan bentuk sinematrografi dalam film-filmnya untuk mewujudkan gagasan yang diusung.
Kamera Saat ini, ketika hampir semua orang bisa mengakses kamera, ketika semua orang dapat membuat film hanya bermodalkan beberapa ratus ribu rupiah saja dan mempelajari secara otodidak tahapan-tahapannya melalui buku, video tutorial, atau menonton film sebanyak mungkin, membuat film bukan lagi kegiatan eksklusif yang hanya bisa dilakukan oleh beberapa kalangan, sebagaimana dahulu ketika ia hanya diproduksi menggunakan film seluloid. Merujuk pada realitas ini, memproduksi gambar-gambar cantik nan sinematik tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang menempuh pendidikan formal di bidang film. Sehingga penilaian akan sebuah film, kemudian tak bisa hanya dirumuskan berdasarkan penguasaan alat semata, tetapi yang lebih esensial adalah bagaimana pembuat film memiliki kecakapan dalam menemukan metode yang tepat untuk merealisasikan idenya melalui sinematografi yang digunakan. Ide yang kuat akan menemukan bentuk sinematografinya sendiri. Film-film karya mahasiswa FTV ISI Denpasar memang tak perlu diragukan lagi sinemato-
grafinya. Dalam artian, pada tataran pemahaman teknis, para pembuat filmnya memahami dengan sangat baik segala standar teknis kamera dan audio dalam produksi film. Namun sayangnya, tak banyak dari film-film ini mampu menemukan bentuk sinematografi yang tepat untuk film-filmnya. Film, bagaimanapun adalah sebuah bahasa. Setiap ide memerlukan bahasa dengan artikulasinya masing-masing. Beberapa dokumenter yang diproduksi mahasiswa ISI Denpasar masih mengadopsi bentuk-bentuk dokumenter televisi yang banjir wawancara dan opini. Hal ini cukup disayangkan, mengingat bahwa sekolah film sesungguhnya mampu menjadi sumber dari inovasi-inovasi dalam sinema dalam hal menawarkan bahasa-bahasa film yang baru kepada publik, alih-alih meniru bentuk yang sudah lazim. Ada pula film-film yang secara eksploitatif mengumbar gambar-gambar cantik persawahan dan pemandangan Bali yang sesungguhnya kurang relevan karena tidak memberikan statement atau informasi baru dalam film dan kurang efektif untuk ditampilkan dalam film berdurasi pendek. Akan kita temukan juga upaya-upaya membangun suasana dramatis dalam film yang sesungguhnya tidak diporsikan dengan baik, seperti zoom in-zoom out yang tidak perlu, juga penggunaan drone yang tanpa fungsi. Kesadaran untuk menemukan bentuk yang tepat dalam merealisasikan ide film adalah hal yang tak kalah penting dibandingkan menemukan ide yang cemerlang dan penguasaan teknis yang mapan, agar pembuat film tak hanya terpaku pada pakem-pakem film yang sudah ada.
Kultur Kultur produksi film di Bali memang tidak lahir dari sekolah film. Seperti yang diketahui, beberapa nama pembuat film asal Bali yang cukup produktif mulai dari Tintin Wulia, Dwitra J Ariana, Erick Est, hingga Agung Yudha, justru tidak lahir di sekolah film. Meskipun harus dicatat pula bahwa ada beberapa nama yang sempat menimba ilmu di sekolah film di luar Bali, sebelum Program Studi FTV dibuka di ISI Denpasar, seperti Rai Pendet dan Denny Chrisna yang menempuh studi di Jurusan Televisi dan Film, Fakultas Seni dan Media Rekam (FSMR) ISI Yogyakarta. Beberapa pembuat film justru sudah mengawali produksi sejak duduk di bangku sekolah, dengan mengikuti workshop-workshop produksi film yang mulai ramai di tahun 2000-an. Kehadiran jurusan Film dan Televisi (FTV) ISI Denpasar kini telah melahirkan kultur baru dalam produksi film di Bali, yakni produksi film yang lahir dari pendidikan formal. Tiap tahunnya kita akan menyaksikan film-film karya mahasiswa, yang tentunya diharapkan tidak hanya berkembang secara kuantitas, namun juga kualitas. Dibandingkan mereka yang belajar secara otodidak, (selain lulus dengan gelar sarjana), menempuh pendidikan formal untuk produksi film tentu memungkinkan mahasiswanya untuk mempelajari film tak hanya sebagai produk audio-visual semata, tapi sebagai medium seni yang mampu merepresentasikan kondisi sosial budaya masyarakat yang tengah berlangsung, tentunya dengan tawaran-tawaran ide dan bentuk yang segar. l Ayu Diah Cempaka Penikmat dan Pemerhati Film
Mengenal Penyakit Katarak Mata KATARAK mata merupakan penyakit mata yang cukup sering terjadi di masyarakat. Katarak mata adalah penyakit mata dimana lensa mata menjadi keruh yang menyebabkan terganggunya pengelihatan, biasanya penyakit ini sering dialami oleh orang yang telah lanjut usia. Orang lanjut usia lebih mudah untuk menderita katarak mata karena kondisi usia yang sudah tidak muda lagi sehingga beberapa fungsi tubuhnya sudah mulai menurun termasuk fungsi mata. Selain diderita oleh orang dengan usia lanjut, katarak juga bisa menyerang orang dewasa, anak-anak, bahkan bayi sekalipun. Katarak biasanya menyerang kedua mata, meski tingkat kondisi keduanya bisa berbeda. Adapun beberapa penyebab penyakit katarak mata di antaranya seringnya terpapar oleh radiasi sinar ultraviolet langsung pada mata dalam jangka waktu yang lama. Faktor usia, semakin bertambahnya usia risiko terjadinya katarak mata semakin bertambah, faktor genetik atau keturunan, kurangnya asupan nutrisi, seringnya mengkonsumsi alkohol, merokok, adanya infeksi virus pada ibu hamil, adanya trauma fisik pada mata dan adanya penggunaan obat jangka panjang, misalnya obat kortikosteroid. Penyakit kronis juga dapat menimbulkan katarak mata, misalnya pada orang yang mengidap penyakit diabetes mellitus atau kencing manis. Gejala Penyakit Ciri–ciri dan gejala penyakit katarak mata antara lain pandangan mata mulai kabur (makin tebal kekeruhan lensa pandangan mata akan semakin kabur), pengelihatan menjadi silau, dan butuh cahaya terang untuk membaca. Katarak biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau iritasi. Penderita biasanya akan mengalami pengelihatan yang samar-samar dan berkabut selain itu juga akan muncul bintik atau bercak saat pengelihatannya kurang jelas. Penyakit katarak mata ada beberapa jenis, di antaranya, katarak kongenital, katarak juvenile, katarak senilis, katarak diabetes dan katarak traumatika. Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau segera setelah lahir dan bayi yang beru-
sia kurang dari 1 tahun. Katarak kongenital biasanya disebabkan oleh adanya infeksi virus rubella pada ibu hamil. Katarak juvenile adalah katarak yang terdapat pada orang muda. Katarak juvenile merupakan kelanjutan katarak kongenital. Katarak senilis adalah katarak yang terdapat pada orang usia lanjut. Katarak diabetes merupakan katarak yang terjadi akibat adanya penyakit diabetes mellitus atau kencing manis. Katarak traumatika adalah katarak yang terjadi karena adanya trauma tajam atau trauma tumpul yang mengenai mata. Penderita Selain meyebabkan penderitanya mengalami beberapa gejala seperti pengelihatan kabur dan berkabut, ternyata katarak juga memiliki komplikasi yang berbahaya jika tidak ditangani, yaitu di antaranya adalah glaukoma, peradangan uvea (uveitis), sampai kebutaan. Kacamata dan lampu yang terang mungkin bisa membantu pengelihatan pada penderita katarak yang ringan. Meski demikian penyakit ini akan berkembang seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya pengelihatan akan semakin terganggu sampai tidak bisa melihat sama sekali. Satu-satunya langkah pengobatan yang terbukti efektif adalah operasi. Operasi
dilakukan jika kemunduran tajam pengelihatan telah mengganggu pekerjaan sehari-hari dan tidak dapat dikoreksi dengan kacamata. Pada operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan digantikan dengan lensa bening yang terbuat dari akrilik atau silikon. Operasi Setelah operasi ada beberapa hal yang perlu dihindari untuk mencegah infeksi dan komplikasi. Hal-hal yang perlu dihindari meliputi menggosok mata, berenang, mengangkat benda berat, serta menggunakan kosmetik pada mata. Anda juga perlu menjaga kebersihan mata setiap saat, misalnya pada saat berada di tempat yang berangin dan berdebu serta saat keramas. Meski pemulihan dari operasi membutuhkan beberapa waktu, hampir semua orang yang menjalaninya akan merasakan peningkatan pada pengelihatan mereka. Untuk itu marilah kita menjaga kesehatan mata kita agar terhindar dari penyakit katarak mata dengan cara melakukan permeriksaan mata secara rutin, tidak menkonsumsi alkohol, tidak merokok, dan mengkonsumsi makanan bergizi terutama yang mengandung vitamin A dan Vitamin E. l dr. Kadek Jaya Wiguna, S.Ked.
KATARAK - Kacamata dan lampu yang terang mungkin bisa membantu pengelihatan pada penderita katarak yang ringan. Meski demikian penyakit ini akan berkembang seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya pengelihatan akan semakin terganggu sampai tidak bisa melihat sama sekali. Satu-satunya langkah pengobatan yang terbukti efektif adalah operasi, operasi dilakukan jika kemunduran tajam pengelihatan telah mengganggu pekerjaan sehari-hari dan tidak dapat dikoreksi dengan kacamata.
5
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Resensi Buku
Makna di Balik ”Tumpek Kandang” Judul Buku : Tumpek Kandang Penulis : I Dewa Gede Alit Udayana Penerbit : Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2008 Jumlah hal. : 148 hal.
BUKU ini ditulis sebagai respons karena belum adanya buku dengan pembahasan khas tentang satu topik. Buku ini mencoba mengaitkan makna upacara Tumpek Kandang, upacara yang dikaitkan dengan keberadaan ternak, sebagai salah satu kearifan lokal (local genius) Bali dengan pelbagai aspek (adat istiadat, pelestarian lingkungan, keseimbangan ekologi, kebebasan berekonomi, pariwisata, dan sosial ekonomi), dan perannya bagi kelestarian dan pengembangan sumber daya manusia. Ditampilkan juga keterkaitan upacara Tumpek Kandang dengan pelbagai kehidupan di Bali dan isu-isu kekinian lainnya. Dimaksudkan agar dapat dilihat relevansi upacara ini dalam kontribusinya menguatkan jati diri orang Bali dengan cara melestarikan peternakan. (osi)
Resensi Film
Menaklukkan Kebenaran ala Nicolas Cage Judul Film : Vengeance: A Love Story Sutradara : Johnny Martin Adaptasi dari novel: Rape: A Love Story, karya Joyce Carol Oates. Pemain : Nicolas Cage, Anna Hutchison, Talitha Bateman, Deborah Kara Unger dan Don Johnson. Release: 2017
FILM ini adalah sebuah film Thriller terbaru 2017, bercerita tentang seorang veteran perang teluk yang bernama Jhon (diperankan Nicolas Cage), seorang lelaki yang berwajah dingin. Berkata seperlunya. Hanya sorot matanyalah yang banyak berbicara. Lelaki misterius yang dimainkan Nicolas Cage dengan baik. Jhon benar-benar merasa frustasi ketika mengetahui banyak sekali hal-hal tidak masuk akal di dalam kehidupan ini. Bermula dari perjuangan Jhon yang tengah berusaha membalas dendam kepada orang-orang yang telah menyerang seorang ibu tunggal. Film ini disutradarai oleh seorang sutradara bernama Johnny Martin, dan naskah skenarionya ditulis oleh John Mankiewicz. Diadaptasi berdasarkan sebuah novel dengan judul Rape: A Love Story, karya Joyce Carol Oates. Film ini diproduseri oleh Nicolas Cage, Michael Mendelsohn. Seperti film-film Nicolas Cage yang lainnya, film ini cukup menghibur untuk mengisi waktu luang Anda. (osi)
PENYAKIT
CERPEN
Oleh Sarasvati Putri
KOPLAK terdiam, pagi ini dia merasa tidak memiliki selera untuk meneguk kopi. Pikiran melayang jauh. Terbayang masa kanak-kanaknya di desa tempat dia tinggal saat ini. Desa yang sederhana, desa yang mandiri. Masyarakat desa yang tenang, tidak cengeng, tidak egois, tidak juga mudah marah. Semua persoalan yang terjadi di dalam masyarakat bisa diselesaikan dengan mudah, cepat dan memuaskan untuk kedua belah pihak yang bertikai. Suasana tenang-damai. Tidak ada keributan yang tidak bisa diselesaikan dengan tuntas. Semua persoalan berat-ringan. Tuntas sampai keakarnya. Tidak ada dendam yang tertanam menjadi benih di hati dan pikiran. Semua sudah diberantas dengan cepat. Imuniasi yang tepat untuk mengatasi semua hal-hal yang mengganjal di dalam masyarakat di desanya disemprot Koplak dengan ramuan bernama : dialog! Desa yang Koplak pimpin masyarakatnya sebetulnya tidak memiliki impian yang muluk-muluk, karena Koplak sebagai Kades, Kepala Desa, berusaha menyelesaikan beragam hal yang terjadi di desanya dengan cara dialog. *** Yang membuat Koplak belakangan ini sering migren soal mengelola dana desa. Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menyebutkan, alokasi dana desa untuk desa-desa di seluruh Indonesia 2016 mencapai Rp 47 triliun. Desa yang paling kecil menerima desa sebesar Rp 600 juta dan yang terbesar Rp 900 juta. “Naiknya 100 persen dibanding tahun 2015,” Marwan menjelaskan. Pada tahun 2015, kata dia, alokasi dana desa Rp 21,7 triliun sehingga setiap desa menerima Rp 300 jutaan. Pak Menteri, mengungkapkan, kecuali menerima dana desa, desa-desa juga menerima aliran alokasi dana desa (ADD) yang nilainya mencapai Rp 500 jutaan. Jika digabungkan dengan dana desa, penerimaan dana pembangunan desa tersebut sudah mencapai Rp 1 miliar. Angka tersebut, menurut Marwan, sudah sesuai dengan road map 2016 di mana setiap desa sudah harus mendapatkan dana pembangunan lebih dari Rp 1 miliar. Dengan adanya UU desa, kini desa memiliki kepastian dalam hal dana yang dikelola oleh desa untuk pembangunan dan peningkatan perekonomian desa. Dengan demikian desa memiliki kesempatan untuk membangun dalam rangka mensejahterakan warganya. Jumlah alokasi Dana Desa2017 yang telah ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2017 yaitu sebesar Rp.60 trilyun. Besaran dana desa ini mengalami kenaikan 3 kali lipat dari tahun anggaran 2015 dan mengalami kenaikan 28% dari dana desa tahun 2016 ini yang sebesar Rp.49,96 trilyun. Jika dibandingkan dengan road map Dana Desa 2015-2019 yang disusun oleh Kementerian Keuangan, maka alokasi dana desa 2017 sebesar 60 trilyun tersebut sebenarnya lebih rendah dari yang direncanakan untuk 2017 yaitu sebesar 81 trilyun. Meskipun demikian, adanya kenaikan dan desa sampai dengan tahun 2017 tetap patut disyukuri karena hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintahan Presiden Jokowi untuk melaksanakan amanat UU desa khususnya yang terkait dengan Dana Desa. Hal itulah yang menyebabkan Koplak pusing, seratus keliling! “Harus diurus, Koplak. Lumayan itu uang untuk membangun desa.” Suatu hari warganya berkata serius. “Bagaimana kalau kita membuat koperasi simpan-pinjam. Untuk memudahkan petani meminjam uang jika panen gagal. Saat ini kan sering kali cuaca tidak tentu. Cuaca yang tidak bisa ditebak itulah yang membuat panen sering gagal.” “Ini berarti pemerintah sudah semakin maju. Mulai memikirkan rakyat kecil seperti kita ini?” “Kamu masih percaya pemerintah?” “Ya, minimal berusaha percaya. Kau
tidak percaya?” “Belum.” “Maksudmu?” “Kamu masih ingat, tentang Raskin, beras untuk orang miskin. Waktu itu pemberitaan santer .Raskin merupakan subsidi pangan dalam bentuk beras yang diperuntukkan bagi rumahtangga berpenghasilan rendah sebagai upayadari pemerintah untuk meningkatkan ketahananpangan dan memberikan perlindungan sosial padarumah tangga sasaran. Keberhasilan Program Raskin diukur berdasarkantingkat pencapaian indikator 6T, yaitu: tepat sasaran,tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, tepat kualitas,dan tepat administrasi.” “Maksudmu?” “Jangan dipotong dulu, dengarkan dulu. Program ini bertujuan untuk mengurangi bebanpengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS) melaluipemenuhan sebagian kebutuhan pangan pokok dalambentuk beras dan mencegah penurunan konsumsienergi dan protein.Selain itu raskin bertujuan untukmeningkatkan/membuka akses pangan keluargamelalui penjualan beras kepada keluarga penerimamanfaat dengan jumlah yang telah ditentukan.” “Yang berhak menerima siapa saja?” “Rumah tangga yang berhak menerima beras Raskin, atau juga disebut Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) Program Raskin, adalah rumah tangga yang terdapat dalam data yang diterbitkan dari Basis Data Terpadu hasil PPLS 2011 yang dikelola oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan disahkan oleh Kemenko Kesra RI.” “Ya, aku sudah dengar itu. Faktanya? Kamu tahu rakyat miskin dapat apa? “Beras kuning. Beras berkutu.” “Aku sudah tidak percaya dengan beragam program seperti ini lagi.” “Kalau pemerintah tidak bisa menjalankan programnya dengan baik-benar, siapa yang pantas dan layak menghukumnya. Minimal memberi mereka sanksi?” “Koplak, bagaimana menurutmu?” Koplak belum sempat menjawab, warga yang lain mulai bicara kembali. “Aku itu tidak habis pikir.” “Sejak kapan kau mulai berpikir?” “Sejak aku sadar sebagai warga negara Indonesia. Sejak aku sadar bahwa aku bangga sebagai orang Indonesia. Sejak aku takjub melihat para selebriti dan anak-anakmu memasang foto yang berisi gambar bendera merah putih dengan katakata indah yang membuatku menangis.” “Lelaki kok cengeng!” “Bukan cengeng. Aku sekarang bertanya padamu, apa kamu tidak terharu melihat cucuku yang duduk di bangku SD memasang gambar di handphonenya, saya Indonesia, saya Pancasila?” Orang-orang terdiam. “Aku tidak menangis seperti perempuan. Aku menangis di dalam hati. Jauh di palungpalung jiwaku. Sebagai mantan kepala sekolah aku merasa hidup kembali. Aku merasa bangsa ini bisa selamat di tangan cucu-cucuku. Anak-anak seusia cucuku.” “Mimih, Hyang Widhi.” “Aku tidak bohong. Negeri kita ini sudah sakit, Wayan.” Pan Keplug, begitu lelaki hampir delapan puluh tahun lebih ini biasa dipanggil. Lelaki tua yang tetap terlihat bersih dan awet muda. Orang-orang desa kagum dan takjub padanya, karena Keplug satu-satunya warga desa yang memiliki titer Drs, sarjana pada waktu jaman lagi susah. Saat ini sih sudah banyak warga desa bergelar sarjana. Orang - orang Desa memanggil I Wayan Keplug Suyasa dengan panggilan hormat, Guru Wayan. “Negeri kok bisa sakit?” I Wayan Madia, pegawai koperasi simpan-pinjam Nyalig, milik warga desa yang baru saja didirikan ikut urun rembug. “Negeri ini lagi sakit, Wayan. Semua hal direbutkan. Semua hal dibuat ribut. Masyarakat di kota saat ini “perang”, “ Koplak berkata lirih. “Perang?” “Ya.” “Waduh kok mengerikan begitu. Kalau
terjadi perang kita harus mengungsi kemana, Koplak? Di desa ini kita tidak punya tentara. Tidak ada satu pun warga desa yang bisa menggunakan senjata untuk berperang. Warga desa kita kan hidup dari pertanian dan perikanan. Mereka hanya mahir menggunakan, pacul, arit, golok, dan senjata tajam lainnya untuk berkebun. Bagaimana ini?” “Perang pada jaman ini, bukan perang fisik, Wayan.” “Terus perang model apa Guru Wayan?” “Perang yang tidak jelas.” “Waduh, mengerikan, guru.” “Setelaah saat ini rakyat kacau balau. Orang-orang baru teringat pada Pancasila. Pancasila harusnya bukan hanya sekedar menjadi jargon atau penyelamat kenerja pemerintah saja, tetapi juga harus menyentuh soal keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.” “Iya juga sih, Guru. Mengerikan juga.” “Negera ini memang sudah mabuk. Masak Presiden juga ikut membuat telah meneken Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Pembinaan Ideologi Pancasila. Dalam Perpres itu disebutkan, Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) adalah unit kerja yang melakukan pembinaan ideologi Pancasila. UKP-PIP ini merupakan lembaga non struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden, dan dipimpin oleh seorang Kepala. Kamu bisa bayangkan, Koplak? Gentingkah negara?” “Terus kita harus bagaimana guru?” “Pancasila, kok bisa dilupakan. Keberagaman hanya dalam bentuk wacana saja, orang-orang di dalam pemerintahan itu terlalu banyak bicara. Jadi bising. Jadi penyakit.” “Guru, guru tahu tidak?” “Apalagi?” “Beban kerusuhan karakter ini sekarang ditimpakan pada anak didik.” “Maksudmu?” “Pendidikan karakter itu harus dimulai dari siswa?” “Apa?!” “Serius.” “Serius.” “Terus urusan Pancasila itu apa sudah tuntas? Pembentukan Badan Pemantapan Pancasila mendesak dilakukan. Apalagi menurut tiang ada jeda waktu terkait pemahaman Pancasila di era orde baru ke zaman reformasi. Anak-anak sekarang tidak tahu Pancasila. Apa ada aturan baru lagi?” “Ada!” “Bagaimana beritanya?” “Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menegaskan program lima hari sekolah dilaksanakan secara bertahap di daerah sesuai dengan kondisi kesiapan dan kemampuan masing-masing. Sesuai dengan pasal 9, pelaksanaannya bertahap. Dan sesuai saran dari MUI, akan dilakukan koordinasi dengan Kemenag untuk
petunjuk atau pedoman pelaksanaannya,” disampaikan Muhadjir dalam pernyataan pers Kemendikbud,” “Hah!” “Muhadjir mengungkapkan penguatan karakter yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Penerapannya akan sangat bervariasi di tiap daerah dan sekolah. Disebutkan pada ayat 1 Pasal 9 bahwa “dalam hal kesiapan sumber daya pada sekolah dan akses transportasi belum memadai, pelaksanaan ketentuan Hari Sekolah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dapat dilakukan secara bertahap. Tidak ada paksaan bagi sekolah untuk melaksanakannya. Sekarang ini sudah ada sekolah percontohan dan kabupaten/kota yang sudah menerapkan. Silakan dilihat penerapannya, itu aturan baru yang disasar ke siswa.” “Mimih, Dewa Ratu?” “Ya, begitulah. Rakyat saat ini bingung, guru.” “Bingung, bagaimana?” “Banyak aturannya.” “Menurutmu harus bagaimana sebagai orang muda?” “Jangan banyak-banyaklah mengeluarkan aturan. Satu saja belum terwujud, sudah ada aturan ini-itu lagi. Sebetulnya pemerintah tahu tidak apa sesungguhnya yang dibutuhkan rakyat?” “Itu yang harus kita pikirkan.” “Kita yang harus memikirkannya, Guru?” “Ya.” “Hyang Widhi, rakyat itu tugasnya sudah banyak, guru. Kita kan sudah mengutus wakil rakyat untuk mengurus kita.” “Wakil Rakyat?” “Kamu punya wakil rakyat?” “Punya, Guru?” “Kamu kenak mereka?” “Tidak , Guru!” “Terus sejak kapan kamu merasa memiliki wakil rakyat?” “Kata orang-0rang kita, rakyat kecil ini punya wakil rakyat guru?” “Ya, saya mengerti. Kamu tahu wujudnya?” “Tahu, guru.” “Dari mana kamu tahu?” “Dari foto yang disebar di balai desa. Yang muncul setiap lima tahun itu , Guru?” “Mereka kenal kamu?” “Orang besar kok disuruh kenal saya yang orang desa begini, Guru. Guru ini janganlah bercanda.” “Saya tidak sedang bercanda. Serius bertanya padamu.” “Tidak kenal guru.” “Tidak kenal, tidak pernah bicara. Apa kamu juga merasa beragam keinginanmu sudah diwakili mereka? Apa wakil rakyatmu itu mau muncul setelah terpilih dan duduk nyaman di bangku? Apa mereka berjuang untuk kita? Kalau mereka berjuang, adakah perjuangan mereka membuat kita hidup sedikit sejahtera. Dari Raskin, Bantuan dana untuk desa tertinggal, apakah semua sudah terwakili?” “Belum sih, guru.” “Terus kita harus menunggu lima tahun laggi, baru mereka muncul di balai desa dan balai banjar dengan sekantung bingkisan senilai seratus ribu untuk memilih mereka? Wakil rakyatmu baru saja terserang penyakit, namanya korupsi. Bagaimana mereka bisa sembuh? Bisanya mereka itu Cuma koar-koar. Sekarang pendidikan karaker untuk siswa. Tolong kamu sampaikan, koplak. Suruh Mendikbud mendidik para wakil rakyat itu dengan formula pendidikan karakter yang baik dan benar. Sesekali bolehlah kita rakyat kecil ini menyusun program yang kita butuhkan. Koplak terdiam mendengar suara Guru wayan yang datar dan memendam amarah. Langit terlihat mendung dan berkabut. Sebentar lagi mungkin hujan turun. Ah, cuaca pun jadi ikut-ikutan tidak jelas. Denpasar, Juni 2017
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Afrizal K. Ngurah Bakti Setyanta
Adi Wiryadarma Darsono
Dewa Komang Mahadewa
6 Capricorn Peruntungan: Bagaimana mungkin Anda bisa maju kalau sedikit frustasi dan patah semangat. Kejar ketertinggalan Anda agar segera dapat menyamakan kedudukan. Karier: Nama baik harus dijaga, karier sedapat mungkin terus ditingkatkan, paling tidak dipertahankan. Kesehatan: Hindari makan yang pedas-pedas karena tampaknya perut Anda sedang sulit diajak kompromi. Keuangan: Tampak semakin mapan, sehingga keadaan seperti ini sedapat mungkin dipertahankan, sisihkan uang lebih Anda untuk ditabung. Cinta: Masalah Anda berdua selesaikan sendiri tak perlu menyertakan pihak ketiga.
DIMENSI
Ganga Mengalir Demi Kemuliaan Dunia kvacit sthimita-gambhlram kvacid vega-samakulam kvacid gambhlra nirghosam kvacid bhairava-nihsvanam (Valmlklya Ramayana 2.50.17)
Aquarius Peruntungan: Memang sulit untuk menolak ajakan kerja sama tersebut. Tetapi dengan dalih yang tepat mereka pasti akan mengerti. Cobalah langkah Anda yang tepat itu sekalipun dalam hal ini Anda mesti mau berkorban sedikit. Karier: Jangan perdulikan omongan orang jika Anda tak ingin kesulitan sendiri nantinya. Kesehatan: Kebugaran tubuh harus selalu Anda perhatikan, sehingga penyakit takut singgah ke badan Anda. Keuangan: Keuangan lagi tersendat tetapi bukan berarti seret. Cinta: Tak perlu gampang tersinggung bila dicela sebab itu merupakan spirit untuk lebih baik.
“Di beberapa tempat sungai Ganga airnya tenang dan dalam, sedangkan di tempat lain alirannya gemuruh dan kencang. Di beberapa tempat orang bisa mendengarkan suara dari sunyinya Ganga, dan di beberapa tempat orang bisa merasakan sunyi sepi di dalam aliran Ganga yang sangat deras.”
Pisces Peruntungan: Singkirkan keraguan hadapilah dengan mantap apa yang sudah Anda rencanakan itu, agar tercapai seperti harapan semula. Bila muncul hambatan jangan cepat putus asa, sebab banyak jalan menuju kelancarannya kembali. Karier: Hindari perasaan ragu yang tak ada untungnya itu. Kesehatan: Walau kesehatan sudah bagus tetapi jika malas berolah raga bisa cepat loyo dalam bekerja. Keuangan: Masih lancar sehingga tak perlu cemas. Cinta: Hubungan dengannya memang lagi baik, hanya saja terkadang mulut usil muncul dari teman Anda.
Kemuliaan sungai suci Ganga diakui oleh dunia, baik oleh mereka yang memujanya maupun oleh mereka yang tidak memujanya, baik pengakuan secara agama spiritual maupun pengakuan secara dunia sains. Ganga adalah Ganga, paling tidak bagi seluruh umat Hindu Dharma di nusantara tidak ada praktik agama spiritual, tidak ada upacara dianggap selesai tanpa kehadiran tirtha suci Ganga. Doa puja tentang Ganga selalu mengagung-agungkan kemuliaan air sungai suci Ganga yang bahkan dipuja oleh para dewa dan asura. Ganga memberikan kesejahteraan hidup dunia (bhukti) dan juga pembebasan langgeng (mukti), sesuai dengan jenis dan tingkat bhakti yang dilakukan orang terhadap Ganga (namami gange tava pada pankajam surasurair vandita-divya-rupam bhuktim ca muktim ca dadasi nityam bhavanusarena sada naranam). Dari kecil umat Hindu di mana pun berada, paling tidak mengenal sungai suci Ganga, walau barangkali tidak mendengar Bhagavadgita atau bahkan Veda. Setiap upacara apa pun dilakukan, Pendeta akan selalu mengucapkan mantra yang menyebut-nyebut Ganga, Yamuna, dan lain-lain sungai suci. Rasa hormat bhakti terhadap kesucian sungai suci Ganga sudah tertanam di hati umat Hindu dan para penganut ajaran-ajaran suci Veda sejak kecil. Kemuliaan dan kesucian sungai Ganga dimulai dari sejarah turunnya sungai Ganga ke bumi. Maharaja Bhagiratha melalui pertapaan sangat berat, melanjutkan pertapaan berat para leluhurnya yang bertujuan untuk menurunkan sungai suci Ganga dari Surga ke bumi. Pertapaan yang dilakukan untuk menurunkan sungai Ganga ke bumi ini adalah bertujuan untuk menyucikan dan membebaskan para leluhurnya dari kesengsaraan alam material, khususnya para leluhurnya yang mendapat kutukan dari Resi Kapila, akibat kesalahan-
Aries Peruntungan: Walaupun di minggu ini masih ada kemujuran akan tetapi persoalan-persoalan baru tampak mulai mengganggu. Maka dari itu bila ada problem baru cobalah disikapi dengan sungguh-sungguh. Karier: Janganlah sekali-kali meremehkan walaupun itu persoalan kecil. Kesehatan: Jangan anggap enteng dengan sakit kepala, walaupun bisanya diobati ala kadarnya bisa sembuh, tetapi di minggu ini ada baiknya jika Anda periksakan ke dokter. Keuangan: Mulai stabil dan income juga mulai lancar tidak tersendat-sendat lagi. Cinta: Jagalah suasana yang sudah harmonis ini, jika ada topik pembicaraan yang bisa merusak suasana ada baiknya disimpan dulu. Taurus Peruntungan: Suasana cukup mencekam, dimana Anda sudah tidak bisa santai lagi. Yang biasanya masih bisa tidur nyenyak walaupun ada masalah, maka di minggu ini persoalan itu akan terasa luar bisa beratnya. Karier: Munculnya fitnah ataupun omongan yang memojokkan diri Anda sebaiknya Anda biarkan saja. Kesehatan: Kepala bisa pusing memikirkan persoalan yang cukup berat, tetapi bila sudah menginjak waktu istirahat ada baiknya jika Anda berusaha untuk tetap istirahat. Keuangan: Mulai seret, karena segala komponen tampaknya mulai rewel dan banyak masalah. Cinta: Ada perselisihan pendapat yang tampaknya semakin sering menerpa Anda berdua di minggu ini. Gemini Peruntungan: Berhati-hatilah karena tidak sedikit masalah timbul secara mendadak yang bikin kacau segalanya. Karier: Bila ada masalah sebaiknya diselesaikan dengan penuh ketenangan, tidak perlu panik ataupun berkecil hati. Kesehatan: Jangan tinggal diam jika dirasa badan ada kejanggalan, lebih baik segera Anda konsultasikan dengan dokter Anda sehingga bisa jelas permasalahannya. Keuangan: Sekalipun ada dana berlebih untuk membeli barang, sebaiknya Anda tak terlalu obral dalam mengeluarkan dana. Cinta: Jangan cemas, karena ini sifatnya hanya sementara saja, yang terpenting segala ucapan perlu dijaga. Cancer Peruntungan: Cobalah untuk mau mengerti dan menyadari akan posisi bintang Anda saat ini, yang lagi berada di bawah. Sehingga jika akan melangkah sebaiknya telah dipikir seribu kali agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari. Karier: Omongan sumbang yang Anda dengar sebaiknya didiamkan saja, percuma jika ditanggapi. Kesehatan: Hindari makan cepat saji jika kebugaran tubuh Anda sulit untuk dikendalikan. Keuangan: Tidak ada masalah, hanya saja jangan terlalu boros untuk itu jangan menyimpang dari anggaran yang telah Anda susun. Cinta: Tak perlu cemas dan berpikiran yang aneh-aneh, karena segalanya masih bisa diatasi dengan penuh kesabaran. Leo Peruntungan: Segala rencana bisa berjalan dengan cukup lancar karena kemujuran masih memayungi zodiak Leo di minggu ini, hanya saja Anda harus lebih sedikit cuek terhadap lingkungan di sekitar, tak perlu diperdulikan omongan yang memerahkan telinga. Karier: Persoalan besar bukan berarti tak ada jalan pemecahannya, asalkan diri Anda selalu tekun dan ulet dalam berusaha. Kesehatan: Kondisi badan lagi lemas sehingga tak heran jika gairah kerja juga menurun. Jika ada waktu senggang sebaiknya tak perlu segan untuk beristirahat saja. Keuangan: Income di minggu ini sudah cukup membikin tenang. Cinta: Jangan cemas, itu hanya gertak sambalnya untuk menguji kesetiaan dan rasa cinta Anda padanya. Virgo Peruntungan: Bangkit dan tegar dari segala tekanantekanan berat ini, hindari keragu-raguan yang hanya akan memperburuk suasana saja. Karier: Inti permasalahan saat ini dapat diselesaikan dengan sikap Anda yang tegas dan penuh keyakinan diri. Kesehatan: Jangan terlalu mendengarkan omongan orang apalagi sampai mengabaikan nasihat dokter karena itu sangatlah berisiko tinggi. Keuangan: Masih belum rezeki Anda, untuk itu tak perlu terlalu disesali karena masih banyak kesempatan yang akan dapat Anda raih nantinya. Cinta: Serahkan pada yang di atas kalau Anda sudah merasa tidak mampu untuk menemukan jalan keluarnya. Libra Peruntungan: Jangan merasa kalah sebelum maju bertempur karena itu sama saja dengan bertindak konyol. Sekalipun minggu ini sikonnya masih tidak menguntungkan, janganlah ambil sikap negatif yang bisa merugikan diri sendiri. Karier: Ikuti aturan yang ada, tak perlu Anda mencoba melanggarnya sekalipun anda merasa aman untuk melakukan hal tersebut. Kesehatan: Omongan yang menyakitkan hati sebaiknya tak perlu dimasukkan hati, anggap semua itu merupakan lika-liku kehidupan yang harus dijalani dengan sabar. Keuangan: Bila tak benar-benar penting sebaiknya jangan ambil tabungan Anda, agar tak kebiasaan nantinya. Cinta: Rupanya cobaan itu masih ada dan jangan luntur cintanya karena itu. Scorpio Peruntungan: Walaupun penuh liku-liku tajam dan menantang ternyata ada hasil yang bisa dibanggakan. Teruslah berjuang dan jangan mudah puas dengan apa yang sudah dicapai. Karier: Jangan abaikan saran yang datang sekalipun Anda kurang bisa menerima saran tersebut. Kesehatan: Pulang larut malam sebaiknya dihindari, ingatlah bahwa esok hari Anda sudah harus bekerja lagi. Keuangan: Ada saja pengeluaran di minggu ini yang tak tersangka sebelumnya. Cinta: Jangan biarkan emosi merasuki hati Anda berdua. Sagitarius Peruntungan: Tak perlu emosi dalam menghadapi segala hal yagn menjengkelkan. Hadapilah semua itu dengan santai namun penuh dengan kewaspadaan dan selalu tebarkan senyum kepada mereka yang selama ini selalu merintangi. Karier: Tetaplah tenang dalam menyikapi semua permasalahan agar image mereka kepada Anda akan tetap positif. Kesehatan: Jaga stamina dengan banyak berolahraga di pagi hari walau sekadar jogging. Hindari makanan berlemak apalagi kolesterol Anda ada peningkatan sehingga harus dijaga. Diasuh Oleh Keuangan: Banyaklah menabung meski Putri Wong Kam Fu di saat ini kebutuhan relatif masih sedikit. Cinta: Enggak usah lagi ribut-ribut soal cinta, Berlaku sebab apa sih artinya sebuah cinta jika tanpa 18 24 Juni 2017 adanya pengorbanan.
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa nya kepada sang resi. Sungai Ganga bersumber di pegunungan tinggi bersalju, Himalaya. Keluar dari goa suci Gomukha di ketinggian Himalaya, yang belakangan tempat tersebut dikenal dengan sebutan Ganggotri. Berasal dari kata Ganga (sungai Ganga) dan utari (yang turun, yang muncul). Ganggotri berarti tempat suci dari mana sungai suci Ganga muncul di atas muka bumi ini, yaitu dari goa suci Gomukha di Himalaya. Hari kemunculan Ganga dirayakan pada Saptami tithi, Sukla-paksa, bulan Vaisakha (Mei-Juni) dengan nama Ganga Jayanti, Ganga Dussehraa, Ganga Pujan, atau Ganga Saptami. Diyakini, mereka yang mandi suci di Ganga pada Ganga Dussehraa ini, maka 10 dosa-dosa utama akan dilebur oleh kesucian Ganga dan orang akan mendapatkan segala kemuliaan dalam hidupnya. Tempat-tempat suci yang dilalui oleh sungai Ganga jumlahnya tidak terhitung banyaknya. Tidak terhitung jumlah para resi maharesi, yogi, tapasvi, muni, dan lain-lain yang sudah mengunjungi dan mandi di sungai Ganga menyebabkan sungai suci Ganga tambah dikenal serta mendapat penghormatan sangat tinggi di mata umat Hindu dan para penganut ajaran Veda. Terlebih lagi dengan diselenggarakannya festival mandi suci bernama Kumbhamela di beberapa tempat di tepi sungai Ganga menyempurnakan hormat bhakti umat kepada Ganga. Setiap umat Hindu, terlebih para pendeta, tidak akan pernah melaksanakan sembahyang dan meditasinya tanpa melaksanakan apa yang dinamakan acamana, yaitu menyucikan diri dengan air dan mantra sebelum melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan dan spiritual. Tidak ada acamana dilakukan tanpa memohonkan kesucian tirtha dari sungai suci Ganga. Oleh karena itu, umat sesungguhnya sudah selalu bersama kemuliaan sungai suci Ganga setiap hari dalam setiap praktik agama spiritual yang dilakukannya. Kitab suci Padma Purana, bagian Patala Khanda menyebutkan bahwa mereka yang tinggal jauh dari sungai suci Ganga, jika dengan tulus dan suci hati mengucapkan Ganga... Ganga… sebanyak tiga kali dalam sehari maka sungai suci Ganga akan menyucikan dosa-
dosa dari tiga penjelmaannya. Padma Purana kembali menyebutkan bahwa seandainya orang tinggal ribuan yojana (1 yojana kurang lebih 12-15 km) dari sungai suci Ganga, tetapi dengan penuh rasa hormat bhakti mengingat sungai suci Ganga, maka walaupun mereka khilaf dalam papa-dosa, atas karunia dari sungai suci Ganga mereka akan mendapatkan tempat tinggal yang utama setelah meninggal nanti, (yojananam sahasresu gangam yah smaret narah, api duskita-karmasu labhate paramah gatim). Orang yang dengan penuh bhakti memuja Dewi Ganga, dan dari bibirnya menyebutkan Ganga…Ganga… walaupun tinggal ratusan yojana atau ratusan kilometer jauhnya dari sungai Ganga, maka mereka akan dibebaskan dari dosa-dosa dan pada akhirnya akan mencapai Visnuu-loka, alam spiritual yang kekal abadi (ganga gangeti yo bruyat yojananam satairapi, mucyate sarva-papebhyo visnulokam sa gacchati) . Bila secara khusus orang “nangkil” (mengunjungi dan mandi) ke sungai suci Ganga pada hari Ganga Jayanti, suatu kesempatan sangat langka dalam hidup manusia, maka pada hari sangat suci tersebut orang mendapatkan karunia khusus dari Sri Visnu dan para orang suci sehingga yang bersangkutan dapat mencapai keberhasilan hidup manusianya pada hari suci tersebut (vaisakhe sukla-saptamyam durlabha sa visesatah prapyate jagati-pala hari vipra prasadatah). Seperti disebutkan di atas, bahwa tempat muculnya sungai suci Ganga namanya Gomukha, lebih dikenal dengan sebutan Gangotri Tirtha, terletak 19 km di sebelah utara “kota” dalam ketinggian 12.770 ft (3,892 mtr) di atas permukaan laut. Oleh karena yang menurunkan sungai suci Ganga ke bumi ini adalah Raja Bhagiratha maka mulai dari kemunculannya di Gomukha sungai ini dikenal dengan sebutan sungai Bhagirathi. Sebutan Ganga lebih dikenal mulai dari pertemuan (Campuhan) sungai Bhagirathi dengan sungai Alaknanda di Deva Prayag. Pada umumnya para peganut ajaran Veda bertekad untuk, paling tidak, dalam hidupnya pernah sekali mandi di sungai suci Ganga. Tidak ada umat yang tidak menyimpan air suci Ga?ga di rumahnya dikarenakan keyakinan yang sangat kuat akan kesucian sungai Ganga, dapat menyucikan rumah, menyembuhkan berbagai penyakit, dan juga setiap orang meninggal seperti keharusan bagi keluarganya untuk meminumkan air suci Ganga ke bibir yang meninggal. Hal itu diyakini akan dapat mengangkat atma (roh) orang yang
meninggal untuk mendapatkan tempat yang damai abadi di alam setelah meninggal. Dalam Purana disebutkan, bahwa Sri Visnu menyampaikan kemuliaan Ganga kepada Garuda, bahwa hanya dengan melihat, menyentuh, dan mengingat serta menyebutkan dengan penuh rasa bhakti nama sungai suci Ganga maka kesucian sungai Ganga akan mampu menghancurkan ribuan-ribuan dosa yang dilakukan orang semasa hidupnya (darsanatsparsanatpanattatha ganggeti klrtanat punatyapunyanpurushana shatashotha sahasrasah). Kesucian dan keutamaan meminumkan air suci Ganga kepada orang meninggal sudah menjadi tradisi keagamaan yang tidak bisa ditinggalkan. Terlebih lagi yang juga meyakini dengan sangat mendalam adalah tokoh suci yang sangat terkenal, yaitu Adi Shankaracharya (Ganga jala lava kanika pita... tasya yamena na carca). Setiap upacara dan pemujaan, para Pandita dan Pinandita selalu memohonkan air pancuran dan lain-lain agar Dewi Ganga dan semua Dewi dari sungai suci lainnya berkenan hadir bersthana pada air suci tersebut. Air suci yang oleh proses sederhana dan mantram memohon air suci Ganga tersebut kemudian dipergunakan untuk menyucikan diri dengan cara memercikkan air suci tersebut pada seluruh alat dan banten persembahan. Mereka yang ingin melengkapi praktik agama spiritualnya sehari-hari, dapat mempergunakan mantra memohon air suci Ganga berikut. Om Anantasanaya namah Om Padmasanaya Om i ba sa ta a Om nama siwaya mang ang ung namah. Om Aum dewapratisthaya namah Om sa ba ta a i, Om nama siwaya ang ung mang namah, Om ganga saraswati sindhu, wipasa kausiki nadi yamuna mahati srestha sarayu ca mahanadi. Om ganga dewi mahapunya, ganga sahasramedhini, ganga taranga samyukte, ganga dewi namo’stute. Om ganga mahadewi tadupamamitasañjiwani, ungkaraksara bhuwana padamita manohara. Om utpatika surasañca, utpati tawa ghoras ca, utpati sarvahitañca, utpatiriva srivahinam. Mantra di atas dapat disempurnakan dengan mantra ini: Om gange ca yamune caiva godavari sarasvati narmade sindho kaveri jele’smin sannidhim kuru (wahai Dewi sungai suci Ganga dan lain-lain, mohon berkenan hadir bersama-sama dalam air suci ini untuk memberikan karunia kepada kami semua).
MIMBAR AGAMA
Pembinaan Diri Sebagai Hakikat Dasar Keagamaan (Bag-I) Redaktur Khusus MIMBAR
Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Pembinaan diri merupakan kewajiban setiap manusia pada umumnya, dan umat Khonghucu pada khususnya, karena dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Namun, sayang banyak orang yang belum tahu bagaimana cara melaksanakannya. Kehidupan beragama bagi seseorang merupakan pedoman/tuntunan hidup bagi diri pribadinya. Dengan bekal yang cukup yang diperolehnya lewat proses belajar ajarannya secara menerus, serta penelitian terhadap perkara yang terjadi, akan menjadikan dirinya mengetahui kodrat dan hakikat hidupnya. Dengan ajaran agama yang dibimbingkan dapat mengetahui apa yang sesungguhnya, yang menjadi tujuan hidupnya. Hal ini menunjukkan Hati menuju kesadaran dirinya, namun proses menuju adanya kesadaran ini, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kesadaran diri itu akan muncul pada masa-masa tertentu, dimana cahaya kesadaran itu tidak seketika, serta prosesnya pun tidak dapat ditunjuk dengan tepat pada saat manakah kesadaran itu mulai datang.
Dan sebagai langkah awal bagi kehidupan manusia, untuk menjadi sadar, adalah menyadari kodrat diri pribadinya sebagai makhluk termulia. Di dalam kemuliaan itu terdapat nilai yang tertinggi, yaitu Firman Tuhan (Tian-Ming), dengan titik pangkal ‘Firman Tuhan’. Itulah, kita membina diri dan pembinaan diri sebagai basis pembentukan karakter manusia. Pembentukan karakter pribadi itu pada kenyataan lebih mudah diterapkan pada manusia yang berusia muda/anak-anak karena pola pengalamannya yang belum erat melekat pada kepribadiannya. Walaupun karakter mereka masih bersifat labil dan mudah terpengaruh lingkungan/pergaulan dari luar. Namun justru dengan kondisi seperti ini, mereka harus dibantu dengan memberikan nilai-nilai dan ide-ide yang setaraf dengan dirinya dan harga dirinya. Dengan memberikan penerangan tentang pengertian yang sebenarnya mengenai diri pribadinya, Namun perlu diingat, bahwa pembinaan diri itu harus dimulai dengan berpangkal pada apa yang ada pada diri sendiri, sedangkan hal pengertahuan tentang moral, etika, tata ibadah, dan semua ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan perilaku diri, merupakan norma pengoreksian diri. Kenyataan menunjukkan bahwa ‘manusia’ selalu mengukur dirinya sendiri dengan norma-norma di atas. Padahal semua normatif tidak akan pernah dapat terlaksana/tercapai dengan tanpa adanya konsekuensi dalam pembinaan diri.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Wayan Wiradana melangsungkan upacara nelubulanin (tiga bulan) untuk putri ketiganya, Komang Ranti. Kahadiran balita mungil ini akan menambah semangat bagi keluarganya untuk menjalankan aktivitas sehari-hari mereka. Diharapkan Ranti menjadi anak yang mampu memberikan kebahagiaan bagi semua anggota keluarganya.
Redité Wagé, 18 Juni 2017
Bali L e m b a r
Cihna Prabawan Ida Sang Hyang Widhi SAKADI sané sampun kauningayang sesolahan Télék wantah sesolahan sané parikramaipun kapanggih utawi kamargiang sajeroning upacaraupacara yadnya sané ageng minakadi Karya Panca Wali Krama ring Besakih. Sesolahan inucap boya wantah sesolahan biasa sané majanten madaging antuk tetuek utawi tattwa. Manut Ida Wayan Oka Granoka Gong, pangripta Sanggar Seni Maha Bajra Sandhi, ketah kapanggih sesolahan Télék kadagingin antuk sesolahan barong pinaka unteng utawi kunci saking parikrama sesolahan. Sios punika, ring sesolahan inucap barong kasinahang pinaka pamucuk parikrama utpatti utawi Ida sané ngardi jagat saha dagingnyané. Punika kasinahang saking komposisi utawi padum karang ri kala masolah kasarengin antuk sesolahan jauk. “Tatkala punika barong kajantenang pinaka cihna kawecikan miwah prabawa lewih tan kadi-kadi saking Ida Sang Hyang Widhi pinaka Pangardi jagat,” baos dané. Dané sané ngamolihang Penghargaan Maestro Seni Tradisi Bali puniki malih maosang, sajeroning sesolahan Télék taler madaging tattwa. Yéning selehin saking teges krunané, Télék maartos uleng utawi fokus ring parindikan sané kamargiang. “Unteng saking makasami ritual utawi parikrama yadnya sujatiné wantah mitehang roda utawi pitehan dharma sané sujatinné Sabda Agung saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” asapunika penggagas program Mahkota Aksara 7-abad Bhinneka Tunggal Ika (Sutasoma, XIV-XXI) puniki maosang. (was)
I Dewa Gede Putra
Nabdabang Paileh Sesolahan SESOLAHAN Télék mantah sesolahan sané madué cihna ri kala kasolahang. Para pragina patut ngawigunayang tapel sané wangunipun masaih sakadi tapel Dalem Harsa Wijaya tur mawarna putih. I Dewa Gede Putra, S.Pd., pragina taler manggalaning Sanggar Dewa-Dewi Singapadu maosang, sané pinih méweh nyolahang sesolahan inucap wantah indik nabdabang komposisi utawi genah miwah padum karang tatkala masolah ring kalangan, duaning ngawigunayang tapel ngawinang pragina nénten becik macingak taler nguratiang sapunapi kahanan ring kalangan. Punika mawinan tatkala mapaurukan, pragina inucap patut ngawigunayang tapel mangda sayan éling ring parikrama miwah genah-genah ri kala masolah. “Duaning ketah kapanggih praginané nénten tatas uning ring genah sapatutné tatkala ring kalangan,” lanang sané embas ring Singapadu, 2 Februari 1976 puniki maosang. Guru Seni Budaya ring SMAN 1 Abiansemal puniki malih maosang, ketah kapanggihin pragina sané karauhan tatkala nyolahang Télék puniki napi malih tatkala karya Ida Bhatara Turun Kabeh. Punika kamargiang antuk makudang-kudang parikrama, wénten sané nglanturang masesolahan nanging wénten taler sané pakraik sinambi puntag-pantig. Wénten taler sané karauhan tatkala sampun wusan masolah. Yéning wénten sakadi asapunika dané maosang pragina inucap patut kaabih tur kabakta ka jeroan. Sakéwanten yéning karauhanipun nénten pakraik tur kantun nglanturang masolah sinah banggiang sakadi punika. Wusan sesolahan kamargiang wawu kasiratin tirta olih jero mangku. “Indik karauhan majanten ketah kapanggih ring sesolahan Télék, sakéwanten punika mawali malih ring kahanan praginané soangsoang,” baos dané sané meneng ring Br. Belang, Singapadu, Gianyar puniki. (was)
(82)
B a l i
Sesolahan Télék
Bencingah Ida Wayan Oka Granoka Gong
B a s a
7
Kamargiang ring Karya Ageng, Paileh mawit saking Palégongan RING Bali akéh pisan sorohsoroh budaya sané sampun raket ring kahuripan kramané saraina utamanipun sané magama Hindu. Wénten makéh pisan sorohnyané, sinalih tunggil marupa sesolahan sané sampun kajantenang tur kasenengin sajeroning pariwisata Bali. Sané ngangobin manah, budaya Bali minakadi sesolahan jakti nénten prasida kapasahanag saking kawéntenan agama Hindu duaning punika ketah kamargiang pinaka dudonan upacara yadnya utamanipun ri kala karya ageng. Sinalih tunggil sesolahan inucap marupa sesolahan Télék. Télék utawi sesolahan Télék inucap wantah sesolahan Bali sané ketah kasengguh dados “tapel sareng akéh”. Ida Wayan Oka Granoka Gong, pangripta Sanggar Seni Maha Bajra Sandhi maosang, sesolahan Télék wantah sesolahan Wewali duaning sios kasolahang pinaka ilén-ilén upacara yadnya taler prasida kasolahang pinaka tontonan. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Dewa Gede Putra, S.Pd., pragina saking Désa Singapadu, Gianyar. Dané maosang sesolahan Télék wantah sesolahan sakral sané ketah kasolahang ring karyakarya yadnya ageng kémanten minakadi ring Karya Padanan ring pura. Sios punik Télék taler ketah kasolahang sajeroning Manusa Yadnya miwah Pitra Yadnya sakéwanten sané kamargiang ring wewidangan Puri kémanten. Malih dané maosang,
sesolahan Télék satmaka pidabdab wadwa Ida Bhatara nyanggra patedunan Ida Bhatara Kabéh sané sampun katunasang mangda kayun tedun nyaksiang parikrama yadnya sané kamargiang. “Paileh miwah parikrama sesolahan Télék masaih ring sesolahan Condong duaning parikrama minakadi tanjek lantang, tanjek bawak, seh kado, nyrégség, ngeseh miwah ngawigunayang kepet wantah paileh sané mawit saking palégongan,” baos dané. Kawewehin, cihna sesolahan Télék wantah tapelipun sané warnannyané putih tur masaih sakadi Tapel Dalem Harsa Wijaya. Tapel Télék kawangun mangda sinah sakadi prerai wang istri, mabinayan sareng wangun Tapel Dalem Harsa Wijaya sané alep tur bagus. Sajeroning masolah, pragina Télék akéhnyané wantah limang diri. “Pacang sayan becik yéning makalelima wangun tapel inucap prasida malianan sakéwala misib. Yéning kacingak asliaban pacang misib yadiastun wénten pabinayanipun. Tan bina sakadi jadma sané masametonan sareng lelima pastika misib yadiastun sujatiné mabinayan,” dané ngumpamiang. Indik gegelungan kabaosang wantah ngawigunayang gegelungan sané masaih sareng gegelungan jauk. Ring pipi soang-soang pragina ngawigunayang piranti marupa benang putih magulungan sané kanggén negul gelungan taler nga-
BPM/was
TELEK – Ri kala kamargiang karya ageng, majanten kapanggihin sesolahan Télék, sesolahan sakral sané taler kadagingin antuk jauk keras miwah jauk manis miwah tapel panamprat. mecikang kahanan tapel tatkala kanggén. Ngeninin indik pragina sané nyolahang Télék, dané maosang yadiastun akéhan sané wantah pragina istri tur kasinahang antuk prerai tapel sakadi wang istri, nanging Télék taler prasida kasolahang olih pragina lanang sané sampun kasinahang antuk kawéntenan
gelungan marupa panji sané nugesang utawi nyinahang lanang. “Kasolahang olih pragina lanang utawi istri nénten ja dados pikobet ri kala masolah Télék, duaning sané kacingak utawi katonton wantah sesolahan Télék, boya pragina sané nyolahang. Sakadi sesolahan
Trunajaya sané patutnyané kasolahang olih pragina lanang nanging akéhan kasolahang olih pragina istri. Sané katonton wantah sesolahan indik wang lanang sané kantun truna utawi wimuda, boya pragina lanang utawi istri sané nyolahang,” asapunika Dewa Putra maosang. (was)
Parikrama Sesolahan Télék
Kajangkepang sareng Jauk miwah Tapel Bujuh
PRAGINA – Sesolahan Télék prasida kasolahan olih pragina lanang wiadin istri, sakéwanten kantos mangkin kantun kapanggihin akéhan pragina istri sané nyolahang Télék.
Télék kaakitang sareng sesolahan jauk keras miwah jauk manis. Indiké punika nyatuayang sapunapi wadwa kasarengin antuk patih agung (jauk keras) miwah patih anom (jauk manis) kasarengin antuk mandornyané inggih punika tapel panamprat nyiagayang raga sadurung mendak Ida Sang Prabu pinaka panyaksi karya, inggih punika Ida Bhatara-Bhatari sané katedunang tur katurang sesolahanné. Ngeninin indik tapel panamprat sané ngametuang banyol sajeroning sesolahan Télék kabaosang dané akéhan kamargiang olih tapel bujuh utawi sané prasida taler kasolahang antuk tapel buwés. “Samian nyinahang sapunapi kawéntenané nguni duaning tatkala punika sané kadadosang panyaksi karya wantah Ida Sang Prabu sané madeg agung ring wewidangan irika. Sadurung Ida rauh, wadwa patut siaga. Indiké punika sané katami dados sesolahan kantos mangkin,” baos dané. Indik parikramanipun, dané malih maosang kakawitin antuk Télék masolah, risampuné makasami matimpuh ring kalangan wawu medal jauk keras miwah jauk manis kasarengin antuk tapel panamprat. Wénten taler pakem siosan inggih
punika parikrama sesolahan kakawitin antuk jauk masolah tur medal panamprat saha mendak Télék. Ngeninin indiké punika majanten kalimbakang saha majanten jagi mabinabinayan. Wénten taler panamprat sané ring parikrama sesolahan inucap jagi ngamel sinalih tunggil Télék, punika satmaka nugesang yéning mandor wadwa nganikain mangda wadwa gelis nyiagayang raga sadurung mendak Ida sang panyaksi karya. Malih dané maosang, kasuén-suén sesolahan Télék inucap setata kalimbakang saha kasolahang ring parikrama calonarang. Sios punika wénten taler panglimbakipun sané ring parikrama sesolahan inucap tan ngawigunayang jauk tur Télék kasolahang dados pulah-palih sajeroning drama tetrikal, dados sesolahan panyanggra utawi sakadi panyembrama. “Akéhan sesolahan Télék ngawiguanyang patokan saking kasét sané sampun kawedar dumun asapunika taler indik parikrama sesolahan taler pailehipun. Sakéwanten kreasi sesolahanipun nganutin sapunapi panguruknyané sané ngamedalang soang-soang cihna antuk anut ring pakem sesolahan,” baos Dewa Gede Putra. (was)
RAUH ring Taman Bali, Ngurah Jelada kantun mangu-mangu minehin ajinné katiban baya saking ngulehang jinah anggén numbasang raganné motor. “Tungurah usan nangis. Becikan SMS, nelpun, ngrumpi sareng timpal, sareng pacar-pacaré sané sami nyayangang.” Luh Méga ngasih-asih, mituturin raganné mangda nénten sungsut, nénten malih bengang-bengong. “Pacar? Béh saja liu pesan ngelah pacar. Pacar galuh, pacar kembang, pacar cina, pacacar cara bintangé di langité masaput méga,” baosné Ngurah Jelada saha nyubit pipinné Luh Méga saking gemesné. Luh Méga taler gemes ngwales antuk ngesun raganné cipika-cipiki. Saling kalih saling kenyemin. Ngurah Jelada raris ngambil HP ngabarin gélanné, Made Suwarni indik kahanan ajinné sané ka baak ring margi duuran Tukad Yéh Sahé. Saking sedihné Arniek maosang jaga mantuk ring Mingguné puniki pang polih ka jeronné nelokin Ajinné, Ayu Jeladi, lan
stadium pat kéweh ngubadin,” baosné teges pisan. “Yéning wengi nénten masalah. Puniki kantun siang, semaliha ring marginé ramé.” “Yén di kota copété ngulahang magaé di raméné, di bus, lan di keréta apiné. Nanging gamana nyen apang buin dadi maling?” baosné Gusti Gedé Karang ngicain titiang. Titiang bengong ngamanahin pandikanné. Nanging éling ring kurenan sakit napi ja jagi marginin titiang. “Inggih yéning sapunika banggayang somah titiangé iriki dumun. Titiang kantun mulehan, dumadak bénjang polih asil, atur titiangé raris mapamit makta manah benyut. Ring pasar kapanggih sareng timpal titiangé Kadék Dogolan ngangken rauh saking Bebandem numbas pedang sareng arit pakaryan Tunggak. Ipun alus-alusin titiang mangda sareng ngrampok. Jam roras titiang nyarter angdés ka Rendang, sopiré taler setuju ajak titiang ngrampok. Jam tengah satu Gusti Madé Taman medal saking jeroan
makta tas krésék sareng uyung. Manah titiangé kendel, sinah tas punika madaging jinah akéh. Sopiré kénkén titiang mamargi. Rauh ring Muncan nedunang penumpang kekalih. Rauh ring marginé bengang duuran Yéh Sahé sopiré mararian nyaruang minyakné telas. Sedeng becik sabehé ngribis. Wawu dané tedun makta bungkusan raris todonga ring Kadék Dogolan saking arep, nanging tan maa ipun sampun nylémpoh. Titiang tengkejut raris ngébog saking pungkur, nanging tan mitaen titiang sampun tan éling ring déwék kadi baos danéné,” baosné Pan Gempol terus terang saha naanang sakit tulang selangka lan palanné benyah. Wawu takénanga ring Gusti Gedé Karang pinaka saksi, raganné ménolak tuduhan mocorang Gusti Madé Taman makta jinah akéh mantuk ka Pringalot ring Pan Gempol. Napi malih jaga ngangsokang ipun ngrampok, ngrereh jinah anggén méanin kurenanné. (Masambung)
SAMPUN kauningayang, sesolahan Télék wantah sesolahan sakral sané ketah kasolahang sajeroning parikrama upacara yadnya sané ageng ring pura sané majanten jagi katonton olih krama sané pedek tangkil irika. Sané ketah kapanggih, sesolahan inucap kalaksanayang
nénten olih pragina Télék istri limang diri kémanten nanging taler kapanggih sesolahan siosan inggih punika sesolahan jauk keras sané ngawigunayang tapel mawarna barak miwah jauk manis sané ngawigunayang tapel putih taler tapel bujuh. Ida Wayan Oka Granoka
maosang, ri kala kamargiang sesolahan Télék majanten taler kasolahang jauk sané sujatiné nyinahang indik dialéktika saking Rwabinédha sané kasinahang antuk jauk keras miwah jauk manis. I Dewa Gede Putra taler maosang, manut sakadi pakem, parikrama sesolahan
BPM/was
Ibunné. Usan nélepon, kayunné Ngurah Jelada wawu sredah. Saking timpalné sané mamaca gatrané ring koran sami matakén ngaptiang mangda ajinné gelis kénak. Kacawis saking aris yéning kanin ajinné nénten ja rahat pisan. Raina-raina salanturnyané Gusti Madé Taman sampun pang kuda kadén kapanggil ka Polsék Selat, ka Polres Karangasem ngraris ka Kejaksaan Negeri Amlapura. Sadurungé kasidangang ring Pengadilan Negeri Amlapura kawéntenang rekonstruksi olah tempat kejadian perkara (TKP) kasaksiang para janané irika, kulawarga saha wartawan sané ngliput peristiwané punika. Rekonstruksiné mamargi antar, nanging pinaka saksi/tertuduh sané mocorang yén Gusti Madé Taman ngadéang bangket saha sané ngawinang raganné ka baak, maweweh malih kekalih inggih punika I Duduk panyakapé sané ngadé, sareng Gusti Gedé Karang, ipénné Gusti Madé Taman. Saking asil introgasiné, Pan
Gempol ngangken uning yén Gusti Madé Taman jaga makta jinah akéh mantuk ka Pringalot, Rendang wantah saking Gusti Gedé Karang, ipénné Gusti Madé Taman ring Puskésmas. “Duk punika semengan kurenan titiangé mapréksa ka dokter santukan kanker rahim. Dokteré nundén jaga operasi ring RSU Amlapura. Titiang matur nyelang jinah ring Gusti Gede Karang. Raganné maosang jinahné wawu pisan ambila ring I Duduk panyakapné sané ngadé bangketné Gusti Madé Taman saking Pringalot. Titiang matur pocol santukan inuni I Duduk panggih rauh saking jeroan ngaturang jinahé. Titiang nénten kenal becik ring Gusti Madé Taman napi malih jaga nyelang jinah, minab dané merluang pisan jinah punika mawinan kantos ngadé bangketné. “Masak lepasan bui ping telu sing bisa maséwaka ngalih pipis anggon méanin kurenan sakit, apabuin sakitné suba keras pesan. Soalné yén kanti masuk
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Banten Pulagémbal BANTEN Dedari Pulagémbal utawi sané ketah kawastanin antuk Pregémbal miwah banten Sarad wantah sinalih tunggil upakara yadnya sané kawigunayang nyupat utawi nyomya Bhuta Kala. Ring makudangkudang soroh upakara piodalan alit, piodalan madya, miwah ageng kabaosang tetueknyané: “Déwaning banten Pulagémbal wantah Ida Bhatara Gana utawi putran Ida Bhatara Siwa miwah Ida Bhatari Déwi Uma utawi Ida Bhatari Dhurga.” Kabaosang malih, manawita Ida Bhatari Déwi Uma krodha sinah punika majanten jagi sirna utawi ical tatkala Ida Bhatari karauhin antuk putranidané, Ida Bhatara Gana. Ida Bhatara Gana sané prasida ngicalang krodhan Ida Bhatari Dewi Uma duaning nénten wénten ibu sané bendu utawi sungsut ring putrannyané. Ri kala wénten sané bendu utawi krodha majanten sangkaning madasar rasa tresna tur sayang. Sangkaning punika malarapan antuk banten Pulagémbal puniki prasida dados pabangkit: “Malarapan antuk bebangkit Pulagémbal puniki sinah para Bhuta Kala prasida becik mapikolih utamanipun majeng ring i manusa manawita kaptiang taler kadasarin antuk pikayunan tresna. Kahanan utawi kawéntenan banten Pulagémbal sané nyinahang tresna asih jagi kabecikang malih antuk kekaryanin Banten Sekar Taman ring Pulagémbal sané prasida nyinahang utawi niyasa suci nirmala saking manah tresna asih sakadi ring Déwa Semara miwah Dewi Ratih. Sané pinih mautama saking Pulagémbal puniki wantah soroh sanganan sané kadagingin, sanganan inucap wantah niyasa saking sadaging jagat. Wénten niyasa daging segara minakadi sangan toro-toro, sanganan karang miwah sané siosan, wénten niyasa tetanduran sakadi sanganan ancak, sanganan bingin, ubi, keladi, ambengan, kayu sugih, simbar miwah niyasa sekar minakadi bungan kecita, bungan temu, sekar agung tur sané siosan. Wénten malih sané nyinahang paksi minakadi paksi Manuk Déwata, paksi dakah, dikih, ngosngosan. Wénten taler sané nyinahang jadma lanang-istri sakadi dukuh lanang miwah dukuh istri utawi purusa-pradana, Cili minakadi cili magandong, cili masingal, panungun taman miwah siosan. Wénten taler niyasa banten minakadi banten peras, banten panyeneng, sampian tulung miwah sesayut. Wénten taler sanganan sané nyinahang wewangunan minakadi sanganan kemulan, taksu miwah cakraning pedati. Nyinahang toya minakadi sanganan toya taman, gumelas miwah gumulung utawi toya danu miwah toya pasih. Wénten nyinahang galah minakadi sanganan lemah sané mawarna putih miwah sanganan peteng sané mawarna selem. Wénten taler sané nyinahang sanjata Déwata Nawa Sanga minakadi Bajra, Nagapasa, Cakra, Gada miwah Padma. Sios punika banten sané nyarengin banten Pulagémbal puniki minakadi banten Tegteg, banten Sekar Taman utawi banten sané marupa wewangunan alit masaka patpat sané kakaryanin saking tebu maaled ceper, kadagingin malih banten Jerimpen. Antuk makudang-kudang banten sané kadagingin ring Pulagémbal inucap, kajangkepin malih antuk sesayut antuk tumpeng sané akéhipun salikur pinaka niyasa urip Bhur miwah Bwah loka utawi genah sekala miwah pupulan banten sané kawastanin antuk “Yadnya Banten Pamereman” utawi Dedari Pulagémbal Sekar Taman pinaka cihna kasiddhian tresna asih. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Wagé, 18 Juni 2017
Kajang Sajeroning Upacara Pitra Yadnya
Niyasa Panuntun Atma Nuju Sunia Loka SAJERONING ngamargiang upacara Pitra Yadnya minakadi ngabén, makéh sarana upakara miwah piranti panyangkep sané kawigunayang. Sinalih tunggilnyané minakadi kajang. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali, kajang kategesin pinaka panangkep layon utawi sang atma sané pacang kaabén pinaka niyasa panuntun, niyasa kalepasan, nglepas paiketan sang atma sareng kahanan kaduniawian miwah Panca Maha Bhuta. Ring kahuripan krama Bali, kajang ring upacara pangabénan wantah sarana sané pinih mautama pinaka niyasa panuntun sang atma nuju Sunia Loka. Sesuratan aksara sajeroning kajang sané pacang ngiringang sang atma gelis prasida lepas saking paiketan Panca Maha Bhuta, paiketan kaduniawian. Manut I Ketut Sandika S.Pd.H., M.Pd., sinalih tunggil dosen ring IHDN Dénpasar maosang, sajeroning filsafat, sang atma pacang manggihin piambeng ri kala pacang nuju sunia yéning sang atma kantun mapaiketan ring Panca Maha Bhuta. Manut tetuek, ngabén wantah parikrama pangwalian Panca Maha Bhuta. Mawinan antuk kajang, sang atma sampun makta parindikan sané prasida ngiringang nuju sunia.
“Yéning ring sekala, kajang sakadi visa utawi paspor ri kala iraga malelungan ka dura negara,” Sandika ngumpamiang. Sandika ngwewehin, manut teofilosofis, paiketan teologi sareng filsafat, boya kain kajang sané pacang nuntun sang atma, sakéwanten napi sané kasurat ring sesuratan kajang inucap, utamanipun aksara sané kasurat irika. Aksara inucap sané pacang nuntun sang atma nuju sunia. Aksara sajeroning sesuratan kajang katengetang, mawinan sajeroning nyurat taler patut sumeken pisan. Yadiastun pungkuran puniki makéh medal kajang asil sablonan, manut Sandika parindikan inucap yéning dados mangda nénten kamargiang. Santukan sajeronig nyurat kajang mapaiketan ring jnana sang sané nyurat, mangda nénten wénten sesuratan sané kirang, sesuratan sané pegat. “Yéning ngawigunayang kajang asil sablonan, kajejehin wénten aksara sané pegat santukan nénten keni tinta. Wénten aksara sané nénten prasida kawacén utawi kawacén iwang. Parindikan punika pacang maius ring sang atma. Yadiastun sadurung kawigunayang kajang inucap kapasupati antuk upacara ngajum kajang,” Sandika nlatarang.
Sajeroning nyurat kajang, wénten kelalih aksara sané katengetang, inggih punika aksara ANG kalawan AH sané kasengguh Dwi Aksara. Ri kala nyurat kajang, genah aksara ANG miwah AH nénten dados masilur. Aksara ANG mangda kasurat ring duur, aksara AH kasurat ring sor. “Gni patut magenah ring duur. Nika mawasta akasara ngamatiang santukan kajang wantah niyasa pelepasan. Mawinan ngawigunayang aksara, santukan kajang boya wantah gegambaran kémanten, nanging lewih saking punika.” Pangripta buku “Barong dan Rangda dalam Kebudayaan Hindu di Bali” puniki malih maosang, manusa karipta madasar aksara. Antuk punika, salami kantun maurip, i manusa patut kayun malajahin aksara-aksara sané wénten ring angga sarira, pamekas malajahin rurub sané pacang nyaputin sang atma ri kala upacara pangabénan. “Yéning mrasidayang, sakantuné urip iraga ngawigunayang kajang, nelebin daging kajang. Sayagayang raga antuk uning ring aksara sajeroning kajang inucap. Yadiastun wantah sawates uning. Santukan iraga embas madasar aksara, aksara taler sané pacang ngwaliang sang atma nuju sunia,” Sandika nguntatin. (uma)
Arkeologi Maritim ring Bali SITUS Tejakula saking dumun sampun kaselehin olih para peneliti pinaka situs sané madué potensi becik sané patut kalimbakang. Situs puniki magenah ring wewidangan pasisi Pantai Utara Bali sané dumun wantah genah utawi jalur pelayaran olih kapal-kapal saking makudangkudang wewidangan tiosan ring Nusantara kantos saking dura negara. Genah-genah penelitian inucap, minakadi: Situs Pantai Bangsal ring Dusun Geretek, miwah sapanjang Pantai Bondalem antuk tetimbang ring genah inucap kaselehin wénten indikasi pinaka dermaga majeng kapal sané meled malabuh. Parindikan inucap kawedar olih Gendro Keling, Wayan Sumerata, miwah Ati Rati Hidayah sajeroning makalah sané mamurda “Potensi Sumberdaya Arkeologi Maritim di Pesisir Pantai Tejakula, Buleleng, Bali” saking Balai Arkeologi Bali. Parindikan inucap kawedar sajeroning Diskusi Ilmiah Arkeologi sané kamargiang mapaiketan ring Hari Purbakala kaping 104 daweg Buda, 14 Juni 2017 lintang, ring Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Pejeng, Gianyar. Manut Gendro, asil ring lapangan kapolihang yéning Situs Tejakula madué potensi sumberdaya arkeologi, pamekas ring widang maritim sané lintang ngulangunin. Utamanipun indik temuan gerabah masa prasejarah sané kahananipun kantun maemem ring bawah permukaan air santukan abrasi pantai sané keras. Potensi sumberdaya arkeologi, pamekas ring widang maritim sané ngulanunin taler wénten ring wewidangan Karangasem, ring Desa Tulamben. Gde Yadnya Tenaya, saking BPCB Bali maosang yéning Pengelolaan Situs Kapal USAT LIBERTY pinaka obyek wisata madasar kearifan lokal ring Desa Tulamben. Manut dané, kapal USAT LIBERTY sané kelem wantah marupa peninggalan arkeologi sané mangkin dados sinalih tunggil obyek Pariwisata Primadona ring Karangasem.
“Indonesia sujatiné sugih antuk tinggalan arkeologi maritim, nanging utsaha pelestarian durung anut ring pangapti. Kahanan sakadi punika, tinggalan arkeologi maritim kaumpaiang sakadi mutiara terpendam sané sujatiné madué potensi sané becik yéning kalestariang taler kawigunayang nincapang kahanan ekonomi krama pamekas sané meneng ring wewidangan irika. Nanging sakadi sané kapanggihin, mangkin akéhan wantah vandalisme antuk tetujon nagingin pangapti soangsoang. Tinggalan kapal USAT LIBERTY wantah sinalih tunggil tinggalan arkeologi maritim ring Bali sané sampun kalimbakang, kakelola, saha kalestariang antuk tradisi miwah budaya lokal. Tradisi miwah budaya lokal sané kawigunayang pinaka dasar nglestariang saha nglimbakang kawéntenan tinggalan arkeologi inucap,” baos dané. Da t a a rk eo l o g i m a ri t i m sané mapaiketan ring Eksploitasi Terumbu Karang Pesisir Bali Selatan daweg nguni kawedar olih Rochtri A. Bawono maprekanti sareng Program Studi Arkeologi Unud. Manut Rochtri, bentangan Bali
BPM/ist
KAJANG - Sajeroning nyurat kajang, sesuratan Aksara Angkalawan Ah nénten dados matukar. Aksara Ang kasurat ring duur, aksara Ah kasurat ring sor. Punika mawasta akasara ngamatiang santukan kajang wantah niyasa pelepasan.
Satua
Selatan wantah marupa lahan bentukan asal (geomorforologi) karst sané kawentuk antuk sedimen karang miwah proses pengangkatan. Genah inucap wantah habitat makudangkudang soroh terumbu mawit wéntennyané wewidangan irika panyiuwan warsa lintang. Terumbu karang wantah sumberdaya sané mabuat majeng krama ring pasisi. Indik studi kasus ring wewidangan Pasisi Sanur miwah Pulo Serangan, manut Rochtri terumbu karang kaambil olih krama sampun mamargi ngawit awal sejarah (protohistoris). Parindikan inucap kasinahang antuk kawéntenan wangunan marupa palinggih, minakadi Pura Segara Sanur, Situs Blanjong, Pura Sakenan, Pura Susunan Wadon sané ngawigunayang karang pinaka material struktur. “Eksploitasi terumbu karang ring Pasisi Bali Selatan sampun mamargi mawit pangawit Masehi kantos warsa 1990-an. Eksploitasi pinih ageng daweg abad 16-17 M. Terumbu karang kawigunayang pinaka material wangunan inggian wangunan palinggih miwah paumahan,” Rochtri nguningayang. (uma)
Ida Bhatara Gana
Olih : Madé Taro
BPM/ist
MAKAM – Sinalih tunggil tinggalan arkeologi maritim marupa terumbu karang kawigunayang krama makarya makam. Minakadi Makan Islam Bugis ring Serangan.
TATKALA Ida Bhatara Siwa mayoga ring Gunung Mahaméru, nadaksara Swargaloka kagebug olih Raksasa Nilarudraka saking panegara Senapura. Raksasa sané kasub antuk kasaktiannyané punika gelis pisan ngrusak kahanan ring Swargaloka. Ida Bhatara Indra pinaka pamucuk wadwa Déwatané taler kasor, akéh para déwata sané padem, sané kantun slamet patikaplug malaib antuk kahanan sané nénten becik. Wusan ngelarang payudhan sakadi punika, para déwata mapupul, marembug. Pangawit samian marasa paling patut, paling beneh, nanging pamuputné kapolihang pamutus pacang ngwales kakasorang saking Raksasa Nilarudraka. Raksasa inucap patut kapademang, kawibawan Swargaloka patut kawaliang malih mangda ajeg tur katreptian jagat nénten dados kagulgul malih. Sakéwanten risampunné miragi pabaos saking balian tenung, para déwatané mawali sungsut, duaning irika kabaosang yéning Raksasa Nilarudraka wantah pacang kasor sangkaning putran Ida Bhatara Siwa, sakéwanten ri kala punika Ida durung madué putra. “Ngiring nunas mangda payogan Ida Bhatara Siwa kararianang!” asapunika pangandika Ida Bhatara Wraspati. “Majanten nénten mrasidayang. Duaning pikayunan Ida Bhatara Siwa kukuh sakadi batu kaang,” asapunika Ida Bhatara Brahma kasarengin antuk Ida Bhatara Wisnu mangandika. “Yéning iraga prasida becik matur ring Ida Bhatara Siwa, majanten Ida éling ring tetujonnyané saha kayun nagingin pangaptin iraga. Sané mangkin ngiring goda payogan Ida Bhatara mangda kayun matemu sareng rabinida Dewi Uma. Risampuné embas putra wawu payogan Ida prasida kalanturang,” asapunika Bhatara Wraspati nglanturang. Pabaos inucap kacumpuin olih samian déwatané utamanipun Ida Bhatara Indra. Sané kanikanin ngrusak payogan Ida Bhatara Siwa wantah Ida Bhatara Kama, sinunggil bhatara sané madué panah tresna. Ring rainané punika, Ida Bhatara Kama raris nyuti rupa dados dedari sané jegeg pisan, sinambi nyinahang kajegégan miwah kenyemnyané raris kapanah Ida Bhatara Siwa. Punika ngawinang hredaya miwah pikayunan Ida Bhatara Siwa obah, angganyané nénten meneng malih tur sada alon mungkah pangaksian Ida. Déwa Kama nyanggra antuk kenyem, nanging nénten kapikayunin nadak prarai Ida Bhatara Siwa barak biing sangkaning kaliwat bendu raris nyimbuh dedari jegeg pasiluman Ida Bhatara Kama antuk api sané medal saking Tri Netra Ida kantos Ida Bhatara Kama marupa abu. Kahanan inucap kapanggihin olih Bhatara Wraspati sané tatkala punika wénten nampek saking genah Ida Bhatara Kama. Ida nguntul ring ajeng Bhatara Siwa saha ngaturang indik pikobet sané nibénin Suargaloka. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU WAGE, 18 JUNI 2017
9
SPORT
Ward Tidak Peduli HAL 12 Ejekan Kovalev
Piala Konfederasi
Portugal Diunggulkan
Kazan –
Juara Euro, Portugal akan mengawali langkah mereka di Piala Konfederasi pada akhir pekan ini. Mereka akan berhadapan dengan Juara Piala Emas CONCACAF, Meksiko di Kazan Arena malam nanti. Pada piala konfederasi ini Portugal tergabung di Grup A. Mereka akan menghadapi tuan rumah Rusia, Juara Piala CONCACAF Meksiko, dan juara Oceania, Selandia Baru. Dengan komposisi grup seperti ini, Portugal jelas lebih diunggulkan dari peserta lainnya, sehingga mereka bertekad untuk memenangkan partai pertama Grup A ini. Bernardo Silva
BPM/rtr
Si Messi Kecil dari Portugal
Kazan – ‘Si Messi Kecil’, demikian orang-orang mengenal Bernardo Silva sejak mulai masuk ke dunia sepak bola bersama dengan akademi Benfica. Julukan tersebut memang terkesan tak berlebihan. Silva juga memiliki postur tubuh yang menyerupai sang super star Barcelona dan keduanya juga punya kemiripan lain dalam hal teknik bermain sepak bola. Sang pemain berusia 22 tahun tersebut menghiasi tajuk utama berita di sepak bola Eropa, selepas meresmikan kepindahannya dari AS Monaco ke Manchester City dengan banderol mewah £43 juta. Silva merupakan produk akademi Benfica, bergabung sejak usia delapan tahun dan berkembang pesat hingga mampu menembus skuat Benfica B pada 2013 lalu, serta tim utama beberapa bulan berikutnya. Benfica B merupakan tempat di mana ia menunjukkan kualitasnya dengan tampil 38 kali di kasta kedua atau Segunda Liga. Performanya selama semusim berujung pada penghargaan pemain dengan terobosan terbesar di liga tersebut. Setelah itu, Silva terus melanjutkan catatan impresifnya kala dipercaya memperkuat tim nasional junior Portugal di Kejuaraan Eropa U-19 pada 2013 dengan membantu timnya mencapai babak semi-final. Ia juga terpilih sebagai salah satu dari 23 pemain yang mengisi tim terbaik turnamen versi UEFA tersebut, bersama dengan nama-nama talenta masa depan lainnya, seperti Anthony Martial, Hector Bellerin, Aymeric Laporte dan Adrien Rabiot. Sementara karier Silva bersama tim utama Benfica tak berjalan begitu mulus, ia harus menjalani masa pinjaman di AS Monaco pada musim 2014/2015 sebelum statusnya permanen pada musim berikutnya. Tapi di sanalah sang playmaker menemukan kebebasan bermain hingga akhirnya sukses menjadi bagian klub yang memenangkan Ligue 1 Prancis untuk pertama kali sejak 17 tahun terkahir di ujung kampanye musim 2016/2017, serta membantu timnya tampil impresif di Liga Champions dengan perjalanan mereka menembus semi-final. Silva yang sebenarnya memiliki posisi asli sebagai gelandang serang yang fasih memainkan peran nomor 10 dikenal dengan pergerakan lincahnya, kemampuan dribel yang mengesankan serta keahlian dalam mengumpan mau pun menembak yang mematikan dengan kaki kirinya. Kemampuan tersebut ditunjukkan sang pemain dalam kampanye sukses Monaco musim ini, terlebih ketika tampil di babak 16 besar Liga Champions menghadapi City yang kini bakal menjadi klub barunya setelah bursa transfer musim panas dibuka. Dalam dua pertemuan, City benar-benar dibuat kewalahan oleh penampilan Silva yang menopang pergerakan penyerang muda Monaco lainnya Kylian Mbappe. Ia begitu baik dalam membaca permainan dan juga menjadi momok barisan pertahanan raksasa Liga Primer Inggris tersebut yang pada akhirnya harus tersingkir akibat kalah agregat gol tandang 6-6. Sepanjang musim 2016/2017, total Silva membukukan 11 gol dan 12 assist dari 58 penampilan di semua kompetisi. Jumlah yang mengambarkan kualitas sang gelandang mungil yang juga mendapat pengakuan dari legenda timnas Portugal, Deco. “Saya pikir Portugal sekarang punya generasi yang berisikan banyak pemain bagus dan yang paling menarik perhatian saya adalah Bernardo Silva yang bermain untuk Monaco,” ujar Deco. “Ia bisa menjadi salah satu pemain terhebat di dunia, punya banyak kualitas. Seorang pemain yang bagus, mau mengambil risiko. Itu yang membuat saya suka padanya. Ia bisa menjadi pemain nomor sepuluh bagi Portugal,” imbuhnya. Jika mampu tetap tampil stabil, maka Bernardo Silva akan menjadi salah satu pemain hebat di masa depan. (kmb33/rtr)
Lawan yang akan mereka hadapi pada pertandingan pertama nanti adalah Timnas Meksiko. Ini adalah kali pertama kedua tim bertemu di ajang kompetitif setelah kedua tim saling berhadapan di Piala Dunia 2006 silam. Pada saat itu Portugal berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 2-1, sehingga laga ini menjadi laga yang tepat untuk mengukur kemampuan kedua tim. Meski berstatus sebagai tim unggulan, kubu Seleccao harus ekstra waspada jelang laga ini. Pasalnya, kubu El Tri ini hanya kalah dua kali dari 36 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi. Jika mereka lengah bukan tidak mungkin mereka akan terpeleset pada laga ini. Jelang laga ini baik kedua tim sama-sama melakukan sejumlah persiapan. Persiapan Timnas Portugal tergolong lebih lancar setelah mereka mengalahkan Timnas Siprus dengan skor 4-0 dan mengalahkan Timnas Latvia dengan skor 0-3. Sementara langkah Meksiko sedikit tersendat setelah ditahan Amerika Serikat pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia CONCACAF beberapa saat yang lalu. Dengan catatan tersebut, laga ini diprediksi akan menjadi laga yang ketat.
Jelang laga ini, pelatih Fernando Santos dikabarkan tidak memiliki masalah cedera yang berarti. Seluruh punggawanya siap untuk tampil dimainkan pada laga pertama grup A ini. Pelatih Fernando Santos menjadi figur yang paling mendapat sorotan setelah Ronaldo. Keberhasilannya membawa Portugal menjadi juara Piala Eropa dan permainan pragmatis akan mendapat sorotan karena tahun ini dia memiliki sederet pemain muda potensial. “Kami datang ke sini dengan ambisi alami tim yang ingin memenangkan turnamen,” ujar Santos, Sabtu (17/6) kemarin. “Ajang ini merupakan kompetisi yang sulit. Namun Portugal bakal terlibat persaingan juara. Kami selalu berusaha menunaikan tanggung jawab dengan baik. Setiap pertandingan harus dijalani dengan tujuan memenangkannya,” imbuhnya. “Setahun lalu, saya mengatakan Portugal akan ke Euro 2016 dan memenangkannya. Saya katakan kami bukan favorit, tapi akan bersaing demi kemenangan. Keyakinan serupa juga kami rasakan saat ini,” sambung eks pelatih timnas Yunani tersebut. Santos sendiri kemungkinan masih memainkan skema 4-4-2, di mana Cristiano Ronaldo akan
diduetkan dengan Andre Silva di lini serang Seleccao, sementara Andre Gomes dan Ricardo Quaresma akan membantu serangan dari sektor sayap. Nama bek senior Pepe diprediksi akan kembali ke lini pertahanan Timnas Portugal bersama dengan Jose Fonte, sementara Rui Patricio masih akan menjadi penjaga gawang mereka dalam alga ini. Ini adalah pertama kali Portugal bermain di turnamen yang telah berjalan sejak 1992. Awalnya sebuah kompetisi undangan yang diadakan di Arab Saudi pada pergantian milenium diperluas dan sekarang berfungsi sebagai geladi resik Piala Dunia dan dimainkan setiap empat tahun, satu tahun sebelum acara olahraga terbesar di planet ini. Di kubu lawan, pelatih Juan Carlos Osorio juga dikabarkan tidak memiliki masalah cedera. Ia dipastikan bisa menurunkan skuat terbaiknya untuk menantang sang juara Eropa. Osorio kemungkinan besar akan memainkan skema 4-2-31 pada laga ini, di mana Javier ‘Chicharito’ Hernandez akan diplot sebagai striker tunggal pada laga ini. Ia akan dibantu oleh pergerakan Giovanni Dos Santos, Marco Fabian dan Carlos Vela di sektor gelandang serang. Hector Herrera dan
Ochoa Sadar Portugal Tim Kuat Kazan – Kiper Meksiko, Guillermo Ochoa memperingatkan timnya untuk tidak fokus ke Cristiano Ronaldo ketika El Tri memulai perjalanan mereka di Piala Konfederasi dengan melawan Portugal di Kazan. “Mereka Portugal, bukan cuma Cristiano,” tutur Ochoa usai menyelesaikan latihan, Sabtu (17/6) kemarin. “Kami tahu pemain seperti apa dia, namun terlepas dari dia masih ada pemain
berkualitas lain yang harus kami hentikan,” imbuhnya Ronaldo akan menghadapi Piala Konfederasi dengan form terbaik usai membantu Real Madrid memenangkan La Liga dan Liga Champions, namun Meksiko takkan secara khusus memberikan penjagaan untuknya. “Kami berlatih dengan fokus pada Portugal, bukan Cristiano Ronaldo dan tim dalam bentuk terbaik. Kami harus memulai akhir pekan ini dengan kemenangan,”
katanya lagi Ochoa turun sebagai starter di bawah mistar di dua laga terakhir Meksiko dan menghadapi Ronaldo di La Liga bersama Granada, namun ia memperingatkan timnya untuk fokus. “Kami fokus pada sepak bola kami dan apa yang ingin kami lakukan di atas lapangan. Pada apa yang diminta pelatih,” tutupnya. (kmb33/ap) Guillermo Ochoa
Jonathan Dos Santos akan bertugas mengatur aliran bola Meksiko, sementara Guillermo Ochoa akan kembali bertugas di bawah mistar gawang El Tri. Meski Ronaldo menjadi ancaman terbesar bagi Meksiko, Osorio mengatakan ada hal yang lebih membuatnya khawatir saat menghadapi Portugal. “Kemampuan kolektif lebih penting dibanding individu. Tapi tentu mereka tidak hanya
memiliki Cristiano, ada juga Nani, Gelson Martins, dan (Ricardo) Quaresma, mereka punya para pemain elite,” ujar Osorio. “Kami juga merasa bisa melakukan tugas ini dengan baik. Kami datang bukan untuk menghadapi Cristiano Ronaldo, tapi tim nasional Portugal. Tentu kami akan sangat mewaspadainya, dia adalah pemain yang hebat,” tutupnya. (kmb33/rtr/ap)
Perkiraan Susunan Pemain Portugal (4-4-2): Patricio; Guerreiro, Pepe, Fonte, Soares; Gomes, Carvalho, Moutinho, Quaresma; Silva, Ronaldo Meksiko (4-2-3-1): Ochoa; Layun, Moreno, Araujo, Salcedo; Herrera, J. Santos; G. Santos, Fabian, Vela; Hernandez Statistik Kedua Tim Head to Head 07/06/14 Meksiko 0 - 1 Portugal (Uji Coba) 21/06/06 Portugal 2 - 1 Meksiko (Piala Dunia) Lima Pertandingan Terakhir Portugal (M-M-K-M-M) 14/11/16 Portugal 4 - 1 Latvia (Kualifikasi PD) 26/03/17 Portugal 3 - 0 Hungaria (Kualifikasi PD) 29/03/17 Portugal 2 - 3 Swedia (Uji Coba) 03/06/17 Portugal 4 - 0 Siprus (Uji Coba) 10/06/17 Latvia 0 - 3 Portugal (Kualifikasi PD) Lima Pertandingan Terakhir Meksiko (M-K-M-M-S) 29/03/17 Trinidad & Tobago 0 - 1 Meksiko (Kualifikasi PD) 28/05/17 Meksiko 1 - 2 Kroasia (Uji Coba) 02/06/17 Meksiko 3 - 1 Rep Irlandia (Uji Coba) 09/06/17 Meksiko 3 - 0 Honduras (Kualifikasi PD) 12/06/17 Meksiko 1 - 1 Amerika Serikat (Kualifikasi PD)
OLAHRAGA
10
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Kecewa Madrid
Ronaldo Bisa Hengkang
BPM/rtr
Gianluigi Donnarumma
”Fans” Minta AC Milan Kucilkan Donnarumma
Milan – Kegagalan AC Milan memperpanjang kontrak Gianluigi Donnarumma membuat fans geram. Mereka ingin manajemen bertindak tegas pada pemain berusia 18 tahun tersebut. Kontrak Donnarumma akan habis tahun depan. Tetapi ia memilih untuk tidak memperbarui kontraknya. Agen Donnarumma, Mino Raiola disebut-sebut sebagai pemicu masalah ini. Kabarnya Raiola ingin kiper timnas Italia itu pindah klub lain yang berpeluang juara. Masalah itu membuat pemimpin Curva Sud (supporter militant) AC Milan, Giancarlo Capelli angkat bicara. Ia ingin agar Milan tidak memuluskan karier kiper 18 tahun itu karena dianggap telah berkhianat. “Apa yang terjadi berbau skandal. AC Milan sudah melakukan segalanya untuk mempertahankannya. Jadi menurut saya, Donnarumma harus dicadangkan selama setahun,” ujarnya, Sabtu (17/6) kemarin. Capelli mengutarakan kekecewaan mendalam atas sikap Donnarumma. Padahal, kata dia kurva selatan Milan sudah membuatkan nyanyian khusus bagi Donnarumma. “Dia orang yang mencium simbol AC Milan di area kami setelah pertandingan lawan Juventus. Tapi bagaimana dia bisa seperti itu? Perlu ada perlawanan terhadap pengaruh agen. Kami sebagai kurva menyatakan dukungan kami kepada klub, seperti yang kami tunjukkan minggu lalu,” ucap Capelli. Kejadian ini sendiri disebut pemandu
bakat yang ‘menemukan’ kemampuan Donnarumma saat masih bocah, Giocondo Martorelli sebagai hal yang tak mengejutkan. “Saya mungkin muncul sebagai sesuatu yang tak menyenangkan untuk sejumlah orang, tapi saya adalah satu dari sangat sedikit yang menduga ini terjadi. Mengetahui berbagai situasi, di Milan sebelumnya dan juga setelahnya, tidak mengejutkan kalau Donnarumma tidak memperpanjang kontraknya,” kata Martorelli kepada TMW Radio. “Ini adalah masalah yang perlu ditelusuri sampai ke awal, untuk memahami siapa yang bertanggung jawab untuk mencapai titik ini, setahun sebelum akhir masa kontrak. Saya tahu semuanya soal Donnarumma, keluarganya, kerabatnya, setiap sudut rumahnya.” “Ada hal-hal yang sungguh mengejutkan saya, sebut saja koran-koran dan stastiunstasiun TV itu yang pura-pura tak tahu apa yang terjadi di belakangnya dan selalu ada. Sejarah Donnarumma itu
Manchester – Bergabung dengan Manchester United, Victor Lindelof siap menghadapi tekanan. Dia juga optimistis mampu beradaptasi dengan permainan di Premier League. Lindelof menjadi rekrutan pertama MU di bursa transfer musim panas ini. Bek berusia 22 tahun itu diikat dengan kontrak yang berdurasi empat tahun. MU mengeluarkan dana mencapai 35 juta euro untuk mendatangkan Lindelof. Angka tersebut menjadikan Lindelof sebagai bek termahal yang pernah dibeli Setan Merah. Bermain di MU akan jadi pengalaman pertama Lindelof berkarier di Premier League. Menghadapi lingkungan baru, Lindelof yakin bisa beradaptasi. “Anda punya tekanan di mana-mana. Ada banyak tekanan di Portugal dan sekarang akan lebih besar karena ada di salah satu klub terbesar. Tapi itu juga sangat bagus, sangat menginspirasi,” ujar Lindelof, Sabtu (17/6) kemarin. “Tapi di manapun Anda bermain, Anda harus beradaptasi dengan lingkungan baru, tidak peduli apakah itu di Jerman, Italia, atau Spanyol. Saya menantikannya dan percaya kualitas saya, jadi saya pikir ini akan berjalan baik,” katanya. Bek 22 tahun ini siap membuat semua orang terkesan di klub barunya, termasuk dengan cara menjadi eksekutor utama tendangan bebas. Lindelof meyakini kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati bisa membuat semua orang di klub terkesan dengan dirinya. Bek sentral Swedia ini tentu siap memenuhi ekspektasi di klub barunya lewat berbagai cara, termasuk menjadi eksekutor tendangan bebas, sebuah tu-
gas yang mampu dilakukannya dengan baik di Benfica. “Saya lumayan dalam hal itu. Jadi, jika saya mendapat kesempatan untuk melakukan tendangan bebas, saya siap berada di sana,” ungkap Lindelof. Setan Merah saat ini memiliki banyak opsi pemain dalam situasi bola mati, seperti Juan Mata, Paul Pogba, Wayne Rooney, hingga Marcus Rashford. Lindelof tentu berharap bisa masuk dalam jajaran eksektor utama tendangan bebas United di musim depan. Salah satu tendangan bebas Lindelof yang berkesan di Benfica adalah saat melawan Sporting CP pada April lalu. Dengan kemampuan komplit seperti itu, maka bek asal Swedia tersebut akan dapat menjadi pemain andalan di Old Trafford. (kmb33/ap)
Lindelof Optimis Hadapi Premier League
kompleks dan ini adalah hasil akhir dari sikap yang sejak awal tidak fair,” imbuhnya. Martorelli dulu menemukan bakat Donnarumma saat masih bermain di klub junior yangbernama Club Napoli. Dia lantas memperkenalkannya ke Inter Milan dan pada prosesnya dia melihat ada yang tidak beres dengan Donnarumma. “Saya melihat bocah ini di Naples dan segera menghubungi Piero Ausilio di Inter. Selama tiga setengah tahun sampai 2013, dia dirawat oleh Inter dan menjalani sejumlah trial di sana. Semuanya berjalan baik sampai momen dia hendak meneken kontrak tertulis dengan klub,” sambung Martorelli. “Sore itu kami semua sepakat: dia, ayahnya dan ibunya, setelah empat tahun yang intens. Esok harinya mereka menjalin kesepakatan dengan Milan, tanpa peringatan atau sikap yang fair. Ada sejumlah preseden yang membuat saya berpikir Donnarumma bisa mengalami situasi seperti ini dengan Milan. “Saya bingung
dengan keputusannya tak bertahan di klub seperti Milan, tapi kemudian saya punya pemikiran tersendiri terkait hal ini. Saya ulangi: keluarganya di 2013 sepakat dengan Inter. Mereka pulang ke Naples, esok harinya terbang dan meneken kontrak dengan Milan. Kontrak yang mereka sudah sepakati kurang dari 24 jam sebelumnya tak berarti apaapa,” tandasnya. Pembelaan Sang Kakak Menurut sang kakak, permintaan mengucilkan adiknya tidaklah mencerminkan sikap seorang suporter AC Milan. “Hingga kemarin, Anda di belakang Gigio (sapaan Donnarumma). Kini tanpa mengetahui apa pun, Anda menghina keluarga kami dan menuliskan berbagai hal yang tidak diharapkan oleh musuh terburuk sekalipun,” tulis Antonio Donnarumma di akun Instagram miliknya. “Gigio telah menjadi penggemar AC Milan sejak kecil. Dia selalu menghormati seragam klub, mengerahkan kemampuan terbaik dan menangisi setiap kekalahan. Dia adalah penggemar AC Milan seperti Anda,” lanjut sosok yang kini menjadi penjaga gawang Asteras Tripoli itu. Patut ditunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. (kmb3/ap)
Victor Lindelof
BPM/ap
Madrid – Masa depan Cristiano Ronaldo di Real Madrid mendadak jadi spekulasi. Seorang mantan presiden Madrid bahkan menyebut Ronaldo bisa saja balik ke Manchester United. Baru sekitar dua pekan lalu Ronaldo berpesta gelar juara dengan El Real merayakan keberhasilan menjuarai Liga Champions. Tapi pekan ini pesepak bola Portugal berusia 32 tahun itu dilaporkan sudah tak lagi betah main di Spanyol. Ronaldo kabarnya juga kecewa dengan sikap Madrid yang ia nilai terkesan lepas tangan dalam kasus pajak yang sedang membelitnya. Padahal Ronaldo merasa urusan pajak mestinya berkaitan erat dengan pihak klub. “Saya pikir sangatlah sulit untuk mengubah keinginannya,” ujar Ramon Calderon, presiden Madrid periode 2006-2009, Sabtu (17/6) kemarin. “Saya pernah punya situasi yang sama dengan Manchester United. Ketika ia bilang ingin pergi dan saya berusaha merekrutnya. Tahun yang sama saya punya masalah dengan Robinho yang ingin pergi. Sebagai seorang presiden Anda pun tak bisa berbuat apa-apa terkecuali melepasnya dan mendapatkan kesepakatan terbaik,” katanya lagi. “Saya harap ia bertahan, tapi jika keputusannya sudah bulat, maka akan susah mengubahnya. Cuma sedikit klub yang bisa memenuhi ekspektasinya. Bukan perkara uang, tapi karena mereka harus mengiminginya dengan kemungkinan meraih gelar juara dan pencapaian pribadi,” imbuh Calderon. Pernyataan Ronaldo yang ingin meninggalkan Madrid serta-merta memunculkan spekulasi klub mana yang kemungkinan ia tuju. Manchester United, klubnya sebelum membela ‘Si Putih’, ikut disebut-sebut. Menurut Calderon, hubungan Ronaldo dengan Manajer MU Jose Mourinho memang tak sempurna ketika keduanya bersama-sama di Madrid. Tapi peluang Ronaldo kembali ke Old Trafford tetap terbuka lebar, mengingat sejarah di masa lalu. “Hubungan mereka di Ma-
drid bukan yang terbaik, tapi itu tak berarti ia tak mau ke Manchester, tempatnya masih merasa sangat bersyukur atas apa yang sudah terjadi,” ucap Calderon. “Ia dulu menunda kepindahannya ke Madrid selama setahun karena Alex Ferguson (manajer MU saat itu) sudah seperti ayah buatnya. Ia mencintai MU, suporternya, kotanya dan saya tak bakal menutup kemungkinan tersebut,” sebutnya. Tak ayal, gosip kepergian Ronaldo dari Real Madrid membuat jagad dunia maya ramai. Dunia media sosial menjadi satu di antara yang paling ramai, terutama cuitan mereka di platform Twitter. Media BBC misalnya, melalui akun mereka, @BBCSport melabeli gosip Ronaldo dengan tag ‘Big News’. Komentar perdana kantor berita asal Inggris ini adalah “Cristiano Ronaldo ingin meninggalkan Real Madrid, berasal dari sumber terdekat sang pemain yang mengatakan itu kepada BBC”. Pemilik akun @danroan mengungkapkan hal serupa BBC.Ia mencuit ‘Cristiano Ronaldo memutuskan pergi dari Spanyol. Kabar tersebut berasal dari pemain yang dekat dengannya di Real Madrid. Ronaldo pergi karena kesal jadi tersangka penggelapan pajak. Kepergian Ronaldo juga menjadi parodi. Akun @falsewinger menulis percakapan di meja redaksi
Marca terkait gosip Ronaldo yang menjadi penyelamat trafik. Ia menulis percakapan antara pemimpin redaksi dan seorang anak buahnya. “Trafik hari ini tak terlalu bagus, apa yang harus kita kerjakan?” tanya sang bos. Anak buah menjawab sekaligus memberi usul, “Ronaldo akan pergi, itu saja?”. Tanpa ragu, si bos mejawab, “Ayo kita kerjakan, Ronaldo telah menyelamatkan kita!”. Ada lagi akun yang berkicau tentang Jose Mourinho yang memangkas waktu libur kala mendengar Cristiano Ronaldo akan pergi dari Real Madrid. “Mourinho meninggalkan masa liburannya, lalu bergegas mengurus segala sesuatu kala mendengar Ronaldo ingin pergi dari Real Madrid. Mourinho tak ingin kehilangan momen,” Kabar keterkaitan Ronaldo dan Manchester United mengulik atensi pemilik akun @Jamesstretford. Ia menghubungkan Ronaldo dan Wesley Sneijder. “Ronaldo ingin pergi dan Manchester United menunggu kedatangannya. Ronaldo sudah ditunggu Sneijder di bandara Manchester”. Ragam reaksi dunia dunia maya tersebut membuat kabar terkait Cristiano Ronaldo bakal menjadi perbincangan yang tak akan selesai. Mereka bakal berhenti ketika sang mega bintang memutuskan sesuatu tentang masa depan kariernya. (kmb33/ap)
Paris – Menjadi komoditas panas di bursa transfer bisa menjadi pisau bermata dua bagi Kylian Mbappe, sehingga bintang muda AS Monaco itu harus berhati-hati dalam merencanakan masa depannya. Demikian peringatan dari legenda Arsenal Emmanuel Petit. Mbappe berhasil merebut hati sejumlah klub papan atas Eropa seperti Real Madrid, Manchester City, Arsenal, Manchester United sampai Liverpool berkat performa apiknya di musim ini yang menginspirasi Monaco merebut titel Ligue One Prancis dan menembus semi-final Liga Champions. Penyerang 18 tahun itu dilaporkan memiliki banderol 100 juta pound. Namun Petit meminta Mbappe untuk belajar dari kesalahan pendahulunya di Monaco, Anthony Martial yang gagal memenuhi ekspektasi di United setelah masuk dalam jebakan klise, yakni gagal bersinar selepas pindah ke klub besar di usia muda. “Mbappe adalah pemimpin dari generasi muda Prancis saat ini. Tentu saja saya akan senang jika dia bergabung ke Arsenal,” ungkap Petit, Sabtu (17/6) kemarin. “Saya ingat dua tahun lalu ada sebuah transfer yang bisa dijadikan contoh, yakni Anthony Martial. Dia sangat bagus
di bulan-bulan pertamanya di Manchester United. Namun sejak Mourinho bertugas, dia tidak berada dalam situasi yang sama. Pindah ke klub besar memang riskan. Talenta adalah sesuatu yang sangat penting dalam sepak bola, tetapi Anda harus mendapat rasa percaya diri, baik dari rekan setim maupun manajer. Anda juga harus kuat secara mental,” imbuhnya. Mantan bek Barcelona Eric Abidal juga angkat bicara. Abidal mengaku heran dengan banderol bintang muda AS Monaco Kylian Mbappe yang mencapai 120 juta Euro. Abidal tidak percaya bahwa bintang berusia 18 tahun itu memiliki kemampuan yang layak ditebus dengan harga mahal. Abidal mengatakan: “Mbappe itu pemain yang bagus, namun harganya bukan 120 juta Euro.” “Saya masih yakin dia ingin bertahan di Monaco dan mengonfirmasi levelnya di sana. Dia harus memutuskan dan memikirkan soal menit bermainnya, karena ini adalah tahun sebelum Piala Dunia,” ujarnya lagi. Abidal yang belum lama ini diangkat sebagai duta besar Barcelona, menambahkan: “Ketika Anda membayarkan £100 juta seperti transfernya Paul Pogba, kemudian Anda harus merogoh kocek hingga
£200 juta untuk talenta yang lebih baik dan itu sejatinya tidak sesuai dengan nilai pemain tersebut.Di sini di Barca, berapa harga yang harus dikeluarkan untuk menebus Lionel Messi atau Neymar?” tutupnya. (kmb33/rtr)
Cristiano Ronaldo
BPM/rtr
Mbappe Harus Belajar dari Pendahulunya
Kylian Mbappe
BPM/ap
11
GELANGGANG
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Gol Komang Dedi Menangkan Putra Tresna U-15
Denpasar (Bali Post)-
Gol tunggal yang dilesakkan Komang Dedi Nova Tri G di menit ke-47, membawa kemenangan Putra Tresna U-15 atas lawannya Perst Tabanan 1-0 (0-0), dalam Turnamen U-15 Rayon Bali, Grup B di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (17/6) kemarin.
Sejak kick-off, kedua tim saling melancarkan serangan. Dalam laga 2 X 35 menit itu, baik Putra Tresna maupun Perst bermain terbuka. Akan tetapi, hingga turun minum belum terjadi gol. Seakan memecah kebuntuan. Gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta menit ke-47. Berawal dari umpan lambung ke mulut gawang, kiper Perst Tabanan Khairil Adzkar keluar sarang berniat menyongsong bola, namun Komang Dedi menyontekkan bola ke gawang yang melompong. Sampai wasit Putu Widi Asmadi (Jembrana) meniup
peluit panjang, skor akhir Putra Tresna tetap unggul 1-0. Pasca laga, pelatih Putra Tresna Dede Mahatma Darma mensyukuri kemenangan asuhannya, sebab pada partai perdana ini asuhannya tampil tegang dan penuh beban. ‘’Padahal biasanya di ajang latih-tanding, anak-anak tampil gesit dan lincah,’’ jelas Dede. Sementara pelatih Perst Tabanan Murtiono, mengakui gol itu semestinya tidak perlu terjadi, jika defender Agus Krisna menutup pergerakan Komang Dedi. ‘’Kami kecolongan, se-
bab pemain belakang kami tak fokus, serta kurang koordinasi dan komunikasi. Padahal dari segi permainan kedua tim cukup berimbang,’’ papar Murtiono. Hasil lainnya, di Grup B ali All Stars bermain 0-0 atas lawannya PS Gianyar. Untuk hasil di Grup A, Kundalini mencukur Putra Pemenang dengan skor 6-0, di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran. Keenam gol yang menjebol gawang Putra Pemenang yang dikawal Marcel, diborong bomber Gung Lanang empat gol (quattrick), ditambah dua gol lagi, hasil bidikan Bagus dan Windu. Hasil Grup A lainnya, Bal FC Mumbul menang 1-0 atas Bali United. Gol semata wayang kemenangan Bali FC dicetak Dicca Beckham yang mengoyak gawang Bali United yang dijaga Rizki. (022)
BPM/022
GIRING — Pesepak bola Putra Tresna (kiri) sedang menggiring bola, dibayangi lawannya dari Perst Tabanan dalam Turnamen U-15 Rayon Bali, Grup B di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (17/6) kemarin. Putra Tresna unggul 1-0 atas Perst, berkat gol tunggal Komang Dedi Nova Tri.
Timnas Basket Putri Agendakan Uji Coba ke Korsel
BPM/ant
LEMPAR FLARE - Suporter Persib Bandung melemparkan “flare” ke area lapangan pada pertandingan Liga 1, Bhayangkara FC melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/6) malam lalu.
Buntut Kisruh Bekasi
Pendukung Persib Dilarang Pakai Atribut
Medan (Bali Post)Timnas basket putri diagendakan untuk menjalani uji coba di Korea Selatan, sebagai salah satu persiapan pematangan sebelum berlaga di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Asisten Pelatih timnas basket putri Bambang Asdianto Pribadi di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (17/6) kemarin mengatakan sejak awal pihaknya telah mengagendakan try out ke Korea
Selatan usai lebaran, hanya masih menunggu kepastian dari Satlak Prima. Saat ini pebasket putri tengah menjalani pemusatan latihan di Cirebon, Jawa Barat, hingga 21 Juni. Sementara terkait uji coba tersebut, pihaknya masih menunggu lampu hijau dari Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). “TC tahap ketiga akan berakhir Rabu depan, setelah
itu libur hingga lebaran dan masuk lagi 2 Juli. Kami punya waktu lima hari latihan, sebelum berangkat ke Korsel untuk ikut try out mulai 7 sampai 23 Juli,” katanya. Ia mengatakan agenda try out ke Korea Selatan itu bertujuan agar timnya bisa menjalani latihan lebih serius, sekaligus pemantapan, juga dirangkai uji coba melawan tim divisi satu dan dua. Menghadapi tim yang levelnya hampir sama, ia ber-
harap mental dan permainan tim putri lebih teruji. “Selama di Korea nanti, selain latihan kami juga bakal sparing. Lawan kami dari divisi dua dulu, kemudian naik ke divisi satu. Target di Korea tentu ingin pemantapan. Kalau selama di sini, timnas putri hanya melawan tim lokal dan tim putra U-16 atau 18 tahun,” katanya. Sementara terkait peluang di SEA Games mendatang, pihaknya menyadari
seluruh tim peserta memang tengah melakukan persiapan terbaik, maka tentu tidak mudah bisa mewujudkan misi merebut medali emas. “Kekuatan Malaysia, Thailand, Filipina dan Singapura juga sudah seimbang. Malaysia sebagai tuan rumah pasti persiapannya lebih baik. Thailand juga lebih karena liga mereka lebih aktif. Filipina bahkan sudah try out ke Australia,” katanya. (ant)
Gianyar (Bali Post)Atlet Porprov Gianyar dijadwalkan melakoni tes kebugaran di GOR Kebo Iwa, Minggu (18/6) ini. Tes kebugaran atlet Porprov Gianyar ini bekerja sama dengan Undiksha Singaraja. Ketua umum KONI Gianyar
Ketut Jagrasunu, di Gianyar Sabtu (17/6) kemarin, menjelaskan kontingen tuan rumah Gianyar berkekuatan 550 atlet, plus 150 ofisial, sehingga totalnya mencapai 700 orang. ‘’Tes kebugaran ini baru tahap pertama,’’ kata Jagrasunu.
Dikemukakan, tes kebugaran bertujuan mengetahui sejauh mana stamina dan fisik atlet setelah ditempa latihan. ‘’Selanjutnya, tes berikutnya dilakukan 1,5 bulan lagi,’’ tuturnya. Menurut Jagrasunu, kontingen
Gianyar mengandalkan cabor bela diri, seperti pencak silat, kempo, tarung derajat, judo, cricket, serta woodball. Sementara untuk cabor paling popular yakni sepak bola, Gianyar mematok target tembus ke final.
Jagrasunu mengakui pihaknya rutin memantau persiapan kontingen tuan rumah, berikut persiapan tempat pertandingan (venue). ‘’Sejauh ini, rehab venue sesuai dengan jadwal tahapan dan belum ada persoalan,’’ jelasnya. (022)
Hari Ini, Atlet Porprov Gianyar Tes Kebugaran
Hernandez Hengkang dari Atletico ke Real
Bekasi (Bali Post)Suporter Persib Bandung melemparkan flare ke area lapangan pada pertandingan Liga 1, Bhayangkara FC melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (4/6) malam lalu. Pertandingan tersebut sempat dihentikan setelah suporter Persib Bandung masuk ke lapangan dan menyerang pesepak bola Bhayangkara FC setelah Persib Bandung tertinggal 0-2 atas Bhayangkara FC. Komisi Disiplin PSSI melarang suporter Persib Bandung menggunakan atribut pada tiga pertandingan Persib ke depan. Keputusan itu diambil oleh Komdis PSSI setelah pada sidang yang diadakan di Yogyakarta, Selasa (13/6) lalu. Para pendukung Persib dinyatakan terbukti masuk ke lapangan dan menyalakan suar atau flare, saat menyaksikan pertandingan Bhayangkara FC versus Persib Bandung Selain itu, dalam pernyataan resmi PSSI yang diterima di Jakarta, Persib Bandung juga didenda Rp 45 juta untuk alasan serupa. Selain Persib, panitia pelaksana pertandingan Bhayangkara FC pun tak lepas dari sanksi. Karena penonton bisa masuk ke lapangan pertandingan Bhayangkara FC menjamu Persib, Komdis PSSI menjatuhkan denda sebesar Rp 15 juta kepada panpel Bhayangkara FC. Ada pun laga Bhayangkara FC kontra Persib sendiri berakhir dengan skor 2-0 berkat gol dari Paulo Sergio dan Ilham Udin Armaiyn. (ant)
Kiper Australia Ryan Gabung Brighton
LondonBrighton and Hove Albion, telah merekrut kiper internasional Australia Mathew Ryan dengan ikatan kontrak lima tahun dari Valencia untuk memecahkan rekor transfer klub itu. Demikian kata klub yang baru promosi ke Liga Inggris itu pada Sabtu (17/6) kemarin. Tidak ada detail-detail mengenai besarnya keuangan yang diberikan. Pemain kelahiran Sydney 25 tahun itu akan bergabung pada Juli, tergantung izin internasionalnya setelah libur menyusul Piala Konfederasi yang dimulai di Rusia. “Saya senang, sebab kami telah mampu memikat Mathew ke klub dan ia tentu saja akan menjadi tambahan bagus terhadap skuad saat ini pada musim pertama kami di Liga Inggris,” kata manajer Chris Hughton. “Untuk kiper seusia Mathew, ia memiliki pengalaman yang sangat bagus, pernah bermain di divisi-divisi tertinggi di Australia, Belgia dan Spanyol. Ia juga telah bersaing di kompetisi Eropa dan melakukan sejumlah penampilan di level internasional.” Ryan pindah ke Club Brugge di Belgia pada 2013 mencatatkan lebih dari 100 penampilan. Ia bermain untuk “The Socceroo” pada Piala Dunia 2014 di Brazil dan meneken kontrak enam tahun dengan klub Spanyol Valencia pada 2015, namun hanya mengoleksi sepuluh penampilan. Ryan dipinjamkan ke klub Belgia KRC Genk sampai akhir musim lalu. (ant/rtr)
Barcelona,Pemain remaja Prancis Theo Hernandez siap menjadi pemain pertama yang pindah dari Atletico Madrid ke Real Madrid sejak 2000, di mana media Spanyol memprediksi kepindahannya dengan nilai transfer 30 juta euro, akan dikonfirmasi pekan depan.
Theo Hernandez
Pemain internasional Prancis U-20 Hernandez (19), telah bersama tim junior Atletico sejak 2008, meski belum pernah bermain untuk tim pertama, telah mengukuhkan diri di kompetisi Liga Spanyol (La Liga) saat dipinjamkan ke Alaves, musim lalu. Bek yang saudara kandungnya Lucas, bermain untuk Atletico dan ayahnya Jean-Francois pernah bermain untuk sejumlah klub termasuk Atletico, mendapat banyak pujian un-
tuk gebrakan eksplosifnya di sisi kiri bersama Alaves, musim lalu. Ia bermain pada 32 pertandingan liga dan mencatatkan enam penampilan di Piala Raja, mencetak gol melalui tendangan bebas, saat mereka kalah 1-3 dari Barcelona pada final yang dimainkan di Vicente Calderon, satu-satunya penampilan kompetitifnya di kandang Atletico. Kabar mengenai kepergian sang pemain dari Atletico ke Real, bocor ke media Spanyol bulan lalu, menjelang malam dimainkannya pertandingan leg kedua semifinal antara kedua klub pada Mei, memicu perasaan janggal setelah selama 17 tahun, tidak pernah ada pemain yang menyeberang melintasi Kota Madrid. Kepindahan ini diperkirakan akan dikonfirmasi pekan depan, setelah presiden Real Florentino Perez memperbarui mandatnya sampai 2021, di mana tidak ada kandidat yang mendeklarasikan niat mereka, untuk menggantikannya hanya
dua hari, sebelum tenggat waktu pada Minggu. Pemain terakhir yang pindah langsung dari Atletico ke Real adalah mantan gelandang Argentina, Santiago Solari pada 2000 setelah Atletico terdegradasi dari strata teratas Spanyol. Mantan gelandang Meksiko Hugo Sanchez, merupakan salah satu kepindahan langsung di antara kedua klub ini yang paling menonjol, pindah ke Real dari Atletico pada 1985 dan membantu mereka memenangi lima gelar Liga Spanyol secara beruntun, sedangkan Bernd Schuster pindah dari Atletico ke Real pada 1990. Bayangan bahwa Atletico kehilangan, salah satu pemain muda terbaiknya dalam diri Hernandez, ke kubu rival juga akan membangkitkan kenangan menyakitkan mengenai bagaimana Raul Gonzalez, meninggalkan tim junior mereka sebagai pemain muda pada 1992, untuk kemudian memperkuat Real, di mana ia mengoleksi 323 gol untuk “Si Putih.” (ant)
12
LAGA
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Ward Tidak Peduli Ejekan Kovalev Las Vegas – Menurut juara kelas berat ringan IBF, WBA, WBO Andre Ward (31-0, 15 KO), serangan verbal yang didapatkan dari penantangnya, Sergey Kovalev (30-1, 26 KO) adalah sebuah hal yang tidak layak dipikirkan saat mereka masuk ring. Dia mengatakan, terlepas dari kata-kata yang dilemparkan ke arahnya, Ward menantang Kovalev untuk melepaskan pukulannya dengan baik saat mereka bertarung hari ini di Mandalay Bay, Las Vegas. November lalu di T-Mobile Arena, Ward memenangkan laga pertama mereka dengan keputusan angka mutlak, dengan ketiga hakim mencetak skor untuknya 114-113. Tapi Kovalev sempat merobohkan Ward pada ronde kedua dengan pukulan straight tangan kanan ke arah wajah. Akibat hal itu, Kovalev mengaku telah memenangkan pertarungan dan mengeluhkan tentang penilaian yang diberikan oleh juri. Karena adanya kontroversi sehubungan dengan scorecard tersebut dan petinju mana yang benar-benar layak mendapatkan kemenangan, ada banyak ketegangan ketika kedua petinju bersiap menghadapi pertarungan kedua mereka. Kovalev telah menyatakan dalam sebuah wawancara barubaru ini, bahwa dia bermaksud untuk mengakhiri karier Ward dan berencana untuk menghancurkannya dalam pertandingan ulang nanti. “Saya pikir pasti ada lebih banyak ketegangan. Pasti
ada lebih tidak suka. Anda tidak bisa mengarang itu. Itu terjadi secara alami sepanjang pertarungan pertama. Semua hal yang dia katakan pascapertarungan, dia dan timnya, dan saya dan tim saya dan tidak membeli ocehannya. Itu adalah bagian dari tinju, “kata Ward, Sabtu (17/6) kemarin. “Saya tidak tahu jika dia membenci saya. Saya pasti berpikir itu adalah beberapa hal yang perlu dilibatkan, tapi saya harus membawa orang itu pada kata-katanya. Saya akan membawanya pada semua ucapannya,” imbuhnya. Dalam laga pertama, Ward (31-0, 15 KO) berhasil bangkit setelah tersungkur di ronde kedua. Dia berjanji tidak akan lengah lagi dalam laga nanti. “Tugas saya untuk melanjutkan apa yang telah terjadi di pertandingan yang lalu,” kata Ward. Kovalev (30-1-1, 26 KO) juga mengaku optimis dalam duel nanti. Dia yakin akan kembali mengkanvaskan sang lawan. Kovalev tidak mau menanti hingga keputusan para juri pertandingan dalam duel ulangnya itu. Pengalaman pahit yang didapat petinju berjuluk Krusher dalam pertempuran pertama dengan Ward, mem-
buatnya terpaksa untuk melontarkan pernyataan demikian. Dengan kekalahan angka kontroversial dari Ward pada November tahun lalu, Kovalev terpaksa harus menyerahkan seluruh gelarnya kepada petinju berjuluk SOG itu. “Saat mereka kali pertama mengumumkan pemenangnya, saya tidak bisa mempercayainya, saya rasanya mengalami mimpi buruk. Saya yakin bahwa saya memenangkan laga tersebut,” ungkap Kovalev. Dalam duel ulang nanti, Kovalev akan berupaya meraih kemenangan meyakinkan. “Saya datang untuk menerima ini adalah apa yang terjadi dan saya sekarang lebih bertekad untuk melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk memastikan bahwa saya tidak meninggalkan keputusan di tangan para hakim,” ujarnya. “Kali terakhir para hakim memberinya hadiah sabuk juara saya. Saya tidak bisa mengandalkan hakim untuk melakukannya dengan benar untuk kali kedua. Saya akan mendapatkan kembali sabuk juara saya. Saya harus memastikan untuk menjatuhkannya atau menang dengan sangat meyakinkan,” pungkas petinju 34 tahun itu. (kmb33/rtr) DUEL - Andre Ward (kiri) dan Sergey Kovalev saat timbang badan di Las Vegas, Sabtu (17/6).
BPM/ap
Stephen Curry Tolak Diundang Trump
Johann Zarco
BPM/ap
Zarco Cerita Perjuangan di Catalunya
Catalunya – Pebalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco mengatakan balapan MotoGP Catalunya, Minggu (11/6) lalu sangat menguras tenaga. Namun dia mengaku senang karena bisa finis kelima, setelah mengawali balapan dari posisi ke-14. Zarco menjadi salah satu pebalap yang mencuri perhatian di Catalunya. Rider asal Prancis itu mampu mempecundangi pebalap top seperti Maverick Vinales dan Valentino Rossi. “Saya senang dengan hasil-
nya, tapi saya juga merasa sangat lelah. Saya pikir semua orang kesulitan secara fisik karena cuaca panas. Meski demikian, situasi seperti ini bukan masalah besar untuk saya dan ketika ini terjadi, saya terlihat memiliki feeling yang lebih bagus dari lawan,” kata Zarco seperti dikutip Motorsport, setelah balapan. Start disebut Zarco menjadi tantangan tersendiri untuknya. Mengawali balapan dari posisi ke-14 tentu menyulitkan juara dunia Moto2 2015 dan 2016 itu
Marin Cilic
untuk menyodok ke depan. “Mengawali balapan dari posisi ke-14, artinya start akan sangat rumit dan saya harus bertarung, ditambah, akan lebih mudah bersenggolan dengan pebalap lain ketika seperti ini,” ujar Zarco. Dengan hasil di Catalunya, Zarco kini berada di posisi keenam klasemen sementara pebalap MotoGP 2017 dengan 75 poin. Dia terpaut delapan poin dari Valentino Rossi yang berada satu peringkat di atasnya. (kmb33/ap)
Oakland – Juara NBA dua kali, Stephen Curry belum mengubah sikap. Dia tidak akan datang ke Gedung Putih jika diundang Presiden AS Donald Trump. Curry mengeluarkan komentar tersebut sekitar dua bulan lalu. Keputusan itu belum berubah setelah membantu Warriors juara NBA 2017. “Saya secara personal akan melakukan hal yang benar menurut saya,” kata Curry, Sabtu (17/6) kemarin. Warriors menyatakan belum mendapat undangan resmi dari Gedung Putih. Kunjungan ke Gedung Putih merupakan tradisi yang sudah berlangsung lama bagi tim-tim yang menjuarai kompetisi olahraga profesional di Negeri Paman Sam.
Meski belum ada undangan, dikabarkan para pemain Warriors memutuskan menolak datang ke Gedung Putih. Tim secara resmi menyatakan tak akan berkomentar apapun jika belum ada undangan resmi. Sejumlah bintang NBA secara terbuka pernah mengkritik Donald Trump. Pemain yang juga pernah mengecam Trump adalah Andre Iguodala. Curry juga dikenal berseberangan dengan Trump. Warriors memastikan diri keluar sebagai juara NBA setelah mengalahkan Cleveland Cavaliers 4-1 dengan keunggulan 129-120 di gim kelima. Ini merupakan gelar juara kedua NBA buat Warriors dan tiga tahun terakhir. Undangan berkunjung ke Gedung Putih buat
klub profesional juara liga olahraga besar Amerika memang merupakan tradisi. Januari lalu sebelum mundur, Presiden Barack Obama mengundang klub Chicago Cubs yang baru saja menjuarai Liga Bisbol Utama. Namun kebijakan yang diambil Presiden AS saat ini, Donald Trump belakangan kerap mengecewakan para atlet profesional AS, terutama dari mereka yang berkulit hitam. Namun Curry menyadari ini adalah keputusan yang sifatnya sangat pribadi. “Sebagai tim tentu kita akan membicarakan masalah ini,” kata Curry. “ini momen kebersamaan buat kami, sekaligus merayakan apa yang telah kami capai. Kami hanya tak ingin semua upcara
dan tradisi tersebut mengganggu apa yang telah kami capai tahun ini.” “Kami akan menyelesaikannya dengan bertanggung jawab dan melakukan hal yang pantas secara individual mau pun sebagai tim,” kata Curry lagi. Ketidaksukaan Curry terhadap Trump mendapat dukungan dari pelatih Warriors, Steve Kerr. Mei lalu ia mengecam terpilihnya Trump sebagai presiden AS. “Anda tak bisa melihat kualitas pada Trump berkaitan dengan kemampuan berkomunikasi dan semangat. Untuk menjadi pemimpin yang baik, harus ada kualitas berkaitan dengan hal di atas. Apa ada orang yang berpendapat bahwa Trump adalah pemimpin yang hebat?” kata Kerr. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Cilic Lolos ke Semifinal Ricoh Open StuttgartPetenis peringkat tujuh dunia asal Kroasia Marin Cilic dan petenis peringkat sepuluh dunia Alexanders Zverev melenggang ke semifinal Ricoh Open di Hertogenbosch setelah keduanya memenangkan pertandingan perempatfinal masing-masing. Cilic yang diunggulkan ditempat pertama mencatatkan kemenangan ke-50 dalam kariernya di lapangan rumput, ketika ia menumbangkan Vasek Pospisil dengan 6-3, 7-5 dalam waktu 77 menit. “Saya merasa lebih baik dan tentunya saya semakin terbiasa bermain di atas grass-court setiap harinya. Saya merasa saya bermain lebih baik dibanding dengan pertandingan sebelumnya.
Saya merasa saya servis dengan baik di situasi kritikal dan saya berhasil membalikkan keadaan di set kedua,” tutur Cilic, Sabtu (17/6) kemarin. Cilic akan berhadapan dengan rekan senegaranya, Ivo Karlovic yang lolos ke semifinal pertamanya sejak Oktober 2016. Petenis unggulan ketiga, Karlovic menyisihkan Daniil Medvedev dengan 6-4, 6-4 dalam waktu 58 menit. Sementara itu, petenis berusia 20 tahun Alexander Zverev mencatatkan kemenangan 58 menit atas petenis berusia 35 tahun asal Prancis, Julien Benneteau dengan hasil 6-0, 6-4. “Anda harus selalu tetap fokus, terutama melawan petenis seperti Julien. Sekali anda kehilangan servis anda,
maka anda akan kesulitan untuk bisa kembali. Saya senang bisa melaluinya. Saya tumbuh berkembang di clay-court, tetapi grass-court belakangan ini sudah bagus, sehingga anda bisa memainkan permainan natural anda,” imbuh Zverev yang lolos ke final Gerry Weber Open musim lalu. Zverev selanjutnya akan menghadapi petenis unggulan keempat, Gilles Muller yang berhasil mempertahankan harapannya agar bisa melenggang ke final Ricoh Open secara beruntun, setelah ia menyingkirkan petenis unggulan kedelapan Aljaz Bedene dengan 6-3, 3-6, 6-4 dalam waktu 1 jam 43 menit. Musim lalu Muller berakhir sebagai runner up setelah kalah dari Nicolas Mahut. (kmb33/ap)
MENANG - Stephen Curry merayakan kemenangan Golden State Warriors saat menjadi Juara NBA.
BPM/rtr
Sastra
Redité Wagé, 18 Juni 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 11
SAMPUN sué pisan I Kaki Dengkil nyegodog negak ring ambén kubonné kantos tengah wenginé puniki. Nénten rengaanga leguné nyenget ping kuda-kuda. Aget pisan leguné punika nénten makta virus demam berdarah. Nénten karuan-karuan manah I Kaki Dengkilé wenginé puniki. Saking ambu peluhné santukan wenginé puniki kebus jagaté rasaanga, kantené jagi wénten sané gerémonanga. Jagi wénten sané tepasina antuk jnanané, antuk panguningné sané gamela. Sakadi Patih Sambada mabalih sasi, I Kaki Dengkil kanten nungadah nuréksa langit. Kawanten nénten madaging nyalung aung-aung sakadi asuné manggihin babhutan nglintang. Nénten madaging denges-denges irungné makasami papak adek. Sambilanga nungadah mabalih ambuné ampehang angin cliak-cliuk ngelidin wintangé sambeh saling kajengitin. I Kaki Dengkil mapangenan ngamanahang ngudiang kamanten pakaryan Sang Angawaraté? “Apa sajan ia ngelah kabisan nyalanang kapemeréntahan apang warginé marasa ingananga uripné? Ento kamula gagelaran Sang Wijayasastra mautama!” Asapunika grenggengan I Kaki Dengkilé sambilanga mamargi alon ngrereh ambén kubonné. Sinah sampun sané ubat-abita punika pamucuk jagaté sané wastanina Sang Angawarat. Waluya asapunika pangkahné I Kaki Dengkil makasami keni antuka ngubat-abit. Saking kliang banjar kantos Sang Angawarat keni antuka nuréksa. Napi malih wantah nuréksa paripolah para danéswarané sané juari pongah marasa patut kémanten. “Apa sujatiné ané ngaranayang Sang Angawaraté cara marasa suba ngelah dakin lima nyukertaang jagat? Marasa suba magenepan gaéna kanti pongah juari ngankenin tusing ada buin wargi Tepisiringé tiwas cara imaluan? Dong nah té, kadi rasa wargi Tepisiringé misa-misaang déwék padidian. Ngalih KTP dogén sukeh! Apa buin di gelemé, sangsara gati Wargi Tepisiringé. Kondén maan maubad kanti lenged malu maurusan. Koangan kéné, koangan kéto. Pating kaplug malu, mara maan ubad, mara maan peréksana tekén dokteré. Mara kéto adéan maubad ka balian ngéngéngé rasané. Mara teka ngojog suba layanina, suba baanga tutur mautama apang énggal seger!” Asapunika I Kaki Dengkil lantang malémad mabligbagan néwék. Rasané nénten mabligbagan punika. Minab patutné ngupet-upet. Kuciwa ring kawéntenané ngenénin parindikan Sang Angawaraté sané sampun marasa makéh makarya. Marasa sampun majanten prasida ngicalang kapapaan warginé makasami. “Yén saja kéto.... Yén saja Sang Angawaraté suba ngelarang gagelaran Sang Wijayasastra, sinah tusing sukeh warginé lamun maubad ka rumah sakit. Sinah warginé lakar tusing kéweh ngurusang KTP. Sinah tusing ngaliun-liunang anaké lacur tiwas nékték!” I Kaki Dengkil malih nugesin wantah sujatiné Sang Angawaraté nénten prasida antuka ngamargiang swadharma pameréntahé sujatiné nyukertaang jagat. Sané kabaos nyukertaang jagat punika nénten sios maartos warginé gemuh landuh tan kirang pangan, tan kirang kinum. Punika wawu amuncuk. Sané siosan? Sesampuné punika sujatiné mangda nénten wénten warginé kabencanén. Sané siosan? Malih nénten wénten sané mawasta kapialang ritatkala keni wancana sengkaon. Keni wancana nénten mrasidayang nyekolahang pianak. Sané siosan? Mangda warginé pakedék pakenyum ngraina prasida marerambangan ngendingang kasujatian uripé! “Mimih... liu masé pawilangané? Liu masé pikobeté lakar sinaryanga tekén Sang Angawaraté? Kamula kakéto swadharmané! Ento awanan apang sumeken nawang apa sujatiné gagelaran Sang Wijayasastrané? Da ngapak-ngapak mara liu ngelah pipis sagét suba kedeh manahé negak nyegir dadi Sang Angawarat! Wilangin malu sekenang, mara lantas bani ngadeg ratu! Apan ngadeg ratu dadi Sang Angawarat begeh pesan lakar tegen! Begeh pesan lakar gaénin!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sawiréh kantenanga Sang Angawaraté marasa sampun makéh pisan makarya. Marasa sampun sumeken prasida ngamargiang swagina pameréntahé makadi tedung jagat. Genah warginé makasami masayuban ritatkala keni pikobet. “Buin mani poan lamun ada buin pamalihan, selehin malu melahang nyén ané patut kapalih! Melahang malu selehin nyén sujatiné lakar anggon tedung jagat. Laca-laca malu, nyén sujatiné ané suba ngresepang gagelaran Sang Wijayasastra! Apan Sang Wijayasastra ané sujati lakar prasida nyalanang swagina pameréntahé nyukertaang jagat!” Sambilanga uyuk-uyuk asapunika, sambilanga miragi gerukgerukan I Puteh, I Kaki Dengkil mamarna Sang Angawaraté sané pongah juari sampun marasa prasida nyirnayang kapapaan wargi Tepisiringé. Baosanga ja asapunika.
(Jelantik)
Sakit I Mada Suniartika SABILANG wai tiang setata ngenehang Luh Sari. Peteng lemah muané Luh Sari setata nerawang di keneh tiangé. Apa buin dimarané teka uling masekolah, tiang tusing ngidaang ngengsapang raganné, wiréh busan pas di sekolah tiang maan matemu ngajak Luh Sari saha maan kenyum manis ané ngranayang keneh tiangé mabunga-bunga. Tiang setata ngenehang Luh Sari, apa kadan mirib ané ngranayang tiang kaketo sabilang wai. Apa ulian ipun jegég, apa ulian tiang tresna, tiang masi tondén nawang kayang jani. Tiang sareng ipun masekolah dadi besik, dadi akelas. Ento ané ngranayang tiang setata kacunduk ngajak Luh Sari. Tiang lan Luh Sari saling tulungin di sekolah yén ada paplajahan ané tondén tawang utawi tondén ngresep di otaké. Y é n sambatang tiang té suba cara anak matunangan. Dikénkéné pas libur masekolah, rasa kangen tiangé sing ngidaang nanggehang tekén raganné. Sesai tiang maan BBM uli Luh
Sari. “PING!!!” Luh Sari nge-PING tiang. “Nak kénkén unduké Luh ?” “Sing Dé, iseng nakonang kabar dogén. Kénkén jani kabar Madané ditu?” Luh Sari ngirim BBM ka hapé tiangé. Mih, jeg liang keneh tiangé maca BBM-né Luh Sari misi nakonang kabar tiangé. “Oh…, kadan tiang ngudiangin. Biasa dogén tiang dini Luh, men Iluh kénkén masi kabaré?” Tiang nyawab BBM-né saha ngejer limané ngetik. “Patuh cara Madé.” “Dé, Madé suba ngaé tugas Matiké?” Luh Sari buin ngirim BBM ka hapé tiangé. “Uba Luh, kenapa kéto Luh?” “Tiang kondén ngaé Dé, mani dadi tiang nyilih duaning tiang nu matulung di jumah misané. Dadiné tiang sing sempat ngaé. Mani semengin naké majalan Dé, da cara biasané nah.” “Béh tenang dogén Luh, demi Iluh tiang akan lakukan.” Tiang males BBM-né. Rasané ilang bayun tiangé atenga ri kala tiang
13
ngirim raos kéto. Takut tekén Luh Sari gedeg tekén tiang. “Aissss ada dogén I Madé.” Walesané Luh Sari. Bih biin luungan asan bayuné maca walesan BBM-né Luh Sari, kadan ja ipun gedeg. *** Sang Hyang Surya nyansan ngauhang makacihna jagaté suba peteng. Tiang nglantur ngampilang buku ané laker plajahin buin mani di sekolah duaning mani lakar masuk. Suud magampil buku tiang nglantur pules yadiastun mara jam 07.30 WITA. Di kenehé apang mani selid bangun apang ngidaang tepat janji tekén Luh Sari. Sabilang tiang lakar pules di otak tiangé tuah ragané Luh Sari ane marawat. Luh Sari sesai bakat ipiang tiang, ipiang negak maroman ajak dadua koné di sisin Pasih Kutané. Ipiang tiang majalan-jalan padaduanan koné di Taman Ujung sambilang tiang magelut mesra. Dikénkéné lebian tiang ngayalang ragané Luh Sari dugas lakar pules kanti tiang ipit, aget i rerama tusing ngedusin ulian tiang ipit. *** Kuk... kuruyukkkkk...... Siapé suba makruyuk makacihna Sang Hyang Surya pacang matangi. Ningeh siapé makruyuk tiang bangun kapupungan. Munyin siapa satmaka alarm kala tiang bangun uling pules tiangé ané lep-lep. Tiang nglantur macelep ka WC lakar manjus wiréh di kenehé suba ragané Luh Sari dogén ané nyluksuk kanti engsap tekén ngampilang pasaréan. Suud tiang manjus, tiang magégeson mabaju tur tusing engsap nganggo lengis apang miik adaka tekén Luh Sari, nyaruang bon ngas bajuné, wiréh bajun tiangé engsap ibi puané ngumbah. Suryané nyansan negehang, tiang nglantur muspa di Kemulan nunas ica ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa apang tiang selamet rahayu di margi wiadin di sekolah. Usan punika tiang nyetater Prima kenceng tiangé wiréh Prima kencengé ené ané satya ngatehang tiang masekolah. Sing karasayang tiaang, tiang sampun neked ring sekolah. Kondén apa tiang maan ngenjekin natah sekolahé saget Luh Sari suba majujuk di samping togogé malun gerbangé. “Dé kén jawaban Matik Madéné?” Luh Sari ngingetin tiang saha misi ngenjuhang limané. “Nah Luh, sakéwala da dini lakuna nyan di kelas apa laku, likad tiang mesuang buku ulian ibi maénggal-énggalan ngampilang.” Tiang maakin Luh Sari. “Nah Dé jalan naké majalan jani pang sing énggalan bel nyanan.” “Nah Luh.” Tiang sareng Luh Sari majalan padaduanan
maang tiang harapan. “Dé ada apa sujatiné, adi tumben Madé matakon buka kéto?” Nglanturang raosné busan. “Kéné sujatiné Luh, tiang demen tekén Iluh. Wiréh uli pidan iraga matimpal tiang ngrasayang ada tresna tekén Iluh. Iluh masi sesai maang perhatian tekén tiang, cara Iluh ngamaang harapan. Madasar raos tiangé busan, yén Iluh tresna tekén tiang jemak bunga mawaré ené pejang melahang di jumah Iluhé, yén Iluh tusing tresna entungang ja mawaré ené. Tiang berharap Iluh nerima tresnan tiangé, wiréh ragan Iluhé anggap tiang penyemangat hidup tiangé, tanpa ragan Iluhé hidup tiangé tusing maarti. Mangkin mawaré ené dadi saksi iraga ri kala tiang ngucapang tresna tekén Iluh.” Ningeh raos tiangé, ragané Luh Sari bengong cara patung sing ja makrisikan nang abedik. “Kénkén Luh?” Buin tiang matakon tekén Luh Sari. “Ampurayang tiang Dé, tiang sing nyidaang nerima tresnan Madéné wiréh rasa tresnan tiangé suba ada né ngelahang. Ampurayang tiang Dé.” Ningeh pasautné Luh Sari, tangkah tiangé sarasa remuk benyah dadi siu, jantung tiangé sarasa ulung ka pertiwi, bayun tiangé sarasa ilang atenga. Bunga mawaré entungang tiang sambilang tiang nglampiasang jengah. “Nah lamun kéto jani dogén iraga matatap mua. Jengah déwék tiangé. Amen Iluh suba marasa ngelah tungan ngujang Iluh setata ngamaang harapan tekén tiang ané anggap tiang tresna?” Tumben jani tiang mamunyi bangras tekén ragané Luh Sari ulian rasa jengah tiangé tekén ia krana dadi ati Luh Sari ngamaang harapan palsu tekén tiang. “Malih pisan ampurayang tiang Dé. Dugas ento tiang ten nawang Madé ngelah rasa tekén tiang. Makané tiang setata perhatian tekén Madé. Pinunas tiangé tekén Madé, sagedeg-gedeg Madéné tiang nunas ampura.” Kéto pasautné Luh Sari sambilanga ngetélang yéh paningalan. Tiang lantas magedi tanpa pamit ninggalin ragané Luh Sari, sambilang naanang rasa jengah lan sesek di tangkahé. Nglantur kayang jani tiang sing taén BMM-an ngajak Luh Sari. Yén di sekolah tiang setata ngejohin ragané Iluh Sari, yadiastun di kelas negak mapaakan. Luh Sari patuh masi cara tiang, sing taen ngePING cara ipidan lan setata ngejohin déwék tiang. Yén tiang sing pelih ngorahang, mirib ragané Luh Sari ngrasayang masi apa ané rasayang tiang jani “Sakit”. -0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Krishna
Bali Pidan Bali Jani II
Olih : I K. Satria, S.Ag
SESAMPUNÉ ngaturang sembah sané dahat subhakti majeng makasami ksatriané sané wénten irika, Ida Sang Prabhu Krishna raris mamargi ninggal Jagat Naga Purané. Ida Sang Prabhu Krishna nglinggihin kréta sané dahat mautama pisan kapikantenang. Arinidané, Ida Déwi Subadra taler wénten ngiring sapamarginidané nuju genah sané sampun dahat kaptiang inggih punika Jagat Dwaraka. Pamarginé punika taler kairing olih para ksatria Pandawa. Ida kairingang ngantos ring bencingah Puri Hastinapurané. Para ksatriané sané ngiringang punika kapucukin olih Ida Sang Arjuna. Sapamarginidané wantah sampun macihna pisan antuk kréta sané dahat dumilah saha kapucukin antuk bendéra sané magegambaran wanara sakti. Taler wénten Ida Sang Satyaki miwah putran Ida Sang Prabhu Madra. Ida Sang Widura taler wénten ngiringang. Ida Sang Bhima pinaka ksatria mautama sané nglinggihin kréta mautamanidané. Irika taler wénten Ida Sang Prabhu Yudisthira sané nglinggihin gajah ageng sané pamarginnyané dahat ngulangunin. Sesampun napak ring Jagat Janadhana, para ksatriané punika mawali masandekan. Ida Sang Prabhu Krishna ngandikain para ksatria Pandawané mangdaa nyantos irika ngetut pamargin Ida Sang Prabhu Krishna. Irika taler Ida Sang Prabhu Krishna nunas mangda sami para ksatriané mawali nuju Hastinapurané, nglanturang nyegjegang kawéntenan jagaté saha ngicén kasentosan majeng ring jagaté. Sesampuné ngandika sakadi asapunika, Ida Sang Prabhu Krishna ngandikain kusir krétanidané memargi mlesat nuju Jagat Anartta. Yéning nirgamayang pamarginidané tan bina sakadi kawéntenan Ida Bhatara Indra sané mlesat nglinggihin kréta ring ambarané. Yadiastun sampun mapisahan ring genahé punika, sakémaon ring galahé nampek pacang matemu malih ri kala yadnya ageng mamargi. Ri kala punika sami pacang mawali matemu ring Jagat Hastinapura jagi nyaksiang pamargin yadnyané. Utaminnyané Ida Sang Arjuna miwah Ida Sang Prabhu Krishna sané dahat rumasa méweh jagi mapisahan. Makekalih kstriané punika dahat sumeken ring pasawitran gumanti rahat sulit saling tinggalin. Ida Sang Arjuna setata nyaksiang pamargin Ida Sang Prabhu Krishna nyantos ical saking pangaksianidané. Ri kala krétan Ida Sang Prabhu Krishna ninggalin makasami ksatria Pandawané, wyakti wénten sepa sané wénten. Rauh angin sané dahat ageng nglinus irika saha ngampehang makasami ebuké irika nyantos magulungan, raris wénten wresti sané medal saking akasané, sané ngawinang ngulangunin pisan kawéntenané tatkala punika. Sami wantah kaksiang becik ri kala wénten angin sané alit ngingsirang sahananing ebuké saha wrestiné sané ngawinang dahat asri pikantenannyané tatkala punika, tan bina sakadi puspa wersti saking swarga loka yéning imbayang ambuné sané miik tan kadi-kadi. Pamarginé punika wyakti dahat becik pisan
ka kelas. Rasa liang keneh tiang jani maan majalan padaduanan ngajak Luh Sari cara anak matunangan. Di keneh tiangé makita ngisiang limané Luh Sari, kéwala tiang tusing juari wiréh tiang tondén matunangan sareng ipun. “Dé kén ya jawabané lakar gaé tiang!” Tondén tiang ngejang tas, Luh Sari biin nagihin tiang jawabané. “Néh Luh. Baca naké sambilang soal Matiké nyén nawang pagaén tiangé ada ané keliru.” Tiang ngenjuhang kertasé ané suba misi jawaban Matik. Sambilang tiang negak ngantos Luh Sari, tiang nlektekang muanipuné. Yén tiang nlektekang uli mua, muan Luh Sari mula alep lan jegég, apa buin dugas Luh Sari makenyem tekén tiang, keneh tiangé nadaksara mabunga-bunga. Yén satuang té meli sebet tiang sing maan. Mirib ulian ento tiang demen ngajak Luh Sari. Kéwala rasa punika tondén bani orahang tiang tekén Luh Sari. Rasa elek macampur takut tusing trimana sané makada tiang tondén sida ngorahang. Suba med asané tiang nyantos, né jani Luh Sari suba suud ngaé. Gelah tiangé suba ulianga tekén ia. Ngelantur dugas ento tiang macanda padaduanan di kelas wiréh timpal tiangé kari mabelanja ka kantin. Saling kaplakin, saling jailin, lan ané lénan ané ngranayang keneh tiangé liang. Dinané jani pinaka dina ané spesial tekén déwék tiangé wiréh tiang maan macanda padaduanan di kelas. Ri kala plajahan di kelasé suba mulai, Luh Sari sesai nyledét ka arep tiangé. Sledétné Luh Sari misi kenyum manis ngranayang keneh tiangé mabunga-bunga. Apa buin Luh Sari negak di samping tiangé. Ulian ento ngaénang tiang marasa Luh Sari demen tekén déwék tiangé, kéwala tiang nu takut ngorahang rasané ené tekén ia. Wiréh tiang marasa dinané jani boya ja tepat yén tiang ngucapang rasa tresna tekéning ragané Luh Sari. Sabilang wai tiang setata ngenehang dina ané tepat angga ngorahang isin keneh tiangé tekén Luh Sari. Yén indayang ké déwék tiangé kadi I Balian ané setata paling ngenehang déwasa. Galah terus majalan, suéca Ida nyarengin pajalan idup tiangé. Tan karasayang tiang dinané jani galah ané pas ngorahang isin ati tiangé tekén Luh Sari. Sawiréh dinané jani murid-muridé masuk magaé tusing ja masuk malajah. Suud mabersih di kelas tiang maakin Luh Sari. “Luh ada galah jani Luh?” “Ada Dé, yén galah tekén Madé setata ada.” Luh Sari makenyum manis tekén tiang. Saha
yéning satuayang. Sakémaon sadurungé napak Jagat Dwaraka, pamarginidané pacang mamargi nglintangin genah sané dahat panés tan wénten taru sané ngawinang tis. Ring tengahing genahé punika raris Ida Sang Prabhu Krishna kacunduk majeng ring brahmana sané mautama inggih punika Sang Rsi Untanka. Nyaksiang kawéntenan Ida Sang Rsi Untanka mamargi ring genahé sané dahat panés punika ngawinang Ida Sang Prabhu Krishna turun saking palinggihanidané saha nemuin brahmané punika. Ida dahat ngaturang sembah. Rsi Untanka mawalik ngaturang sembah majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna antuk tata wedana sané dahat mautama sakadi sapatutnyané. Irika raris wénten bebaosan Ida Sang Prabhu Krishna sarenga Ida Rsi Untanka. Sesampuné makekalih mapitakén indik kawéntenanidané irika, Ida Rsi Untanka ngaturang makudang-kudang pitakén sakadi ring sor puniki; “Nawegang titiang Ida Sang Prabhu, sampun ké palungguh I Ratu matemu sareng para ksatriané sané wénten ring Pandawa? Napiké sampun palungguh I Ratu ngicén piteket mautama sané ngawinang kahuripané sida jejer? Nawegang ksatria mautama sané kajunjungin olih makasami wangsa Wrishni, napiké palungguh I Ratu sané mangkin mawali risampuné puput negdegang pikayunan makekalih pasametonané punika? Napiké prasida sareng lelima ksatriané punika adung nyegjegang jagaé? Utawi napiké ksatriané punika soang-soang ngamargiang kahuripan sané bagia ring soang-soang jagatidané? Ring galahé sané dumun, ksatria Korawané nénten pisan ngayunin masikian, napiké Sang Prabhu Krishna sané mangkin sampun prasida negdegang kawéntenané punika? Titiang wantah ngaptiang palungguh I Ratu prasida ngicén kautaman majeng ring ksatrian Korawané.” Sakadi asapunika atur pitakén Ida Sang Rsi majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné mirengang sakadi punika atur pitakén Ida Sang Rsi, Ida Sang Prabhu Krishna sané sampun kasub sangkaning katelebanidané ring dharma raris nyawis. “Kapertama, sujati titiang sampun ngicén pamargi mangda ksatrian Pandawa miwah Korawané masikian saha antuk manah sané santi, majeng ring makekalih ksatriané punika dahat kaptiang utamannyané majeng ring ksatrian Korawa mangda sida ngresep saha nyujuh kasentosan utawi rasa santi. Sakémaon wyakti dahat méweh angga sariran titiang nunggalang kawéntenan pangaptin para ksatriané punika, utaminnyané ksatrian Korawané dahat méweh antuk ngandikain, Ida nénten prasida ngresepang indiké punika. Punika sané ngawinang makasami ksatrian sané wénten ring Korawa wantah sampun kakasorang, makasami sampun pejah!” Sakadi punika bebaosan Ida Sang Prabhu Krishna majeng ring Ida Rsi Untanka. (Masambung)
Ipidan tanahé makejang linggah, ané jani sayan benyah sayan telah, ipidan cariké katanemin padi, ané jani makejang katanemin besi. Ipidan guminé gadang gading, ané jani sayan tuh mawarna kuning, ipidan punyan kayuné majajar membah, ané jani ilang telah ulian mebah. Ipidan matan ainé anget manayuhin, ané jani sayan kebus manyentarin, ipidan anginé ngasirsir ngulangunin ati, ané jani ngancan daki kena polusi. Bali pidan mula asri, Bali jani ngancan telah tusing kari, Bali pidan mula ngulangunin, Bali jani ngancan ilang mangangenin. I W. Wikana-Seraya
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 42.etotk. Totaka csiwimãhen*ftemsibzu, Casi wimba hanéng ghata mési banyu, nÑns&sucin^mlemsiwuln/, Ndan asing suci nirmala mési wulan, hiiwm\ÐnrkÙkit%kddin/, iwa mangkana rakwa kiteng kadadin, r&h\mã)kieyogkit%skl, Ringangambeki
Yoga kiteng sakala. kt)munÓmÏksitnÐt)mu, Katemun ta mareka si tan katemu, khia)pÓmÏksitnÐhia)p/, Kahidhep ta mareka si tan kahidhep, kw)n*tmÏksitnÐw)n*, Kawenang ta mareka si tan kawenang, prm(q]iwtÙnirwrn, Paramartha Ciwatwa nirawarana.
Redité Wagé, 18 Juni 2017
Djelantik Santha, Sastrawan Bali Modern Séda
RING kalangan Sastra Bali Modern, I Gusti Gede Djelantik Santha kasengguh Mahaguru. Sira sané nénten uning ring dané? Ring yusané sané sampun lingsir dané nagingin pasarainannyané antuk ngwedar daging pikayunan manados karya sastra marupa novel, cerpén, miwah puisi-puisi mabasa Bali. Mangkin, sang sastrawan sampun séda daweg raina Buda, 14 Juni 2016 lintang. Upacara makingsan ring Geni kamargiang ring genah dané embas, ring Desa Selat, Karangasem. I Gusti Gede Djelantik Santha emas ring Desa Selat daweg 12 Agustus 1941. Dané ngawit seneng nyurat sastra Bali pamekas sastra Bali modern ring warsa 1977. Kala punika, puisin dané sané mamurda Siwa Ratri munggah ring harian Bali Post. Punika wantah asil karya mabasa Bali kapertama sané munggah ring media massa. Mawit punika dané teleb nyurat antuk basa Bali santukan sadurungnyané dané lewih ketah nyurat antuk basa Indonésia. Antuk kateleban punika ngawinang Djelantik Santha kasengguh pinaka sastrawan senior sastra Bali modern. Djelantik Santha wantah sastrawan Bali sané ring nyabran asil karyan dané setata ngwedar indik multikulturalisme. Dané becik pisan ngwedar indik “keberagaman” sajeroning karya sastra sané kakaryanin. Ring samian novel miwah cerpen karyan dané setata ngwedar indik pamargi ngwangun rasa manyamabraya, kebersamaan dalam keberagaman. Pecak pegawe BRI puniki, ring yusannyané sané sayan lingsir kantun “semangat” pisan nulis. Yadiastun dané sungkan kantos keni lumpuh, “semangat” sajeroning nulis kantun ageng pisan. Satios punika, Djelantik Santha taler dados guru sané setata ngicén bimbingan ring penulis-penulis muda mangda nerus nulis. Makéh
dané tiosan minakadi, pupulan cerpén basa Bali “Biur” sané katerbitang olih Majalah Buratwangi (2002), novel Gitaning Nusa Alit katerbitang olih Balai Bahasa Dénpasar warsa 2002, novel Suryak Suung Mangmung katerbitang olih Balai Bahasa Dénpasar warsa 2005, novel Benang-benang Samben, novel Vonis Belahan Jiwa puput sinurat warsa 2007, Geguritan Cokli puput sinurat warsa 2007, miwah panyiuan cerpén taler puisi sané ketah kamuat ring Bali Post, Majalah Sarad, miwah média tiosan. (uma)
penulis-penulis muda sané ketah ka jeronnyané ring Kesiman malajah inggian nulis puisi wiadin cerpén. Salami nelebin widang sastra, Djelantik Santha sampun ngwedar 6 novel. Sané lelima novel dané mabasa Bali, sané malih siki wantah mabasa Indonesia. Satios novel, dané taler ngripta panyatusan cerpén miwah puisi-puisi mabasa Bali wiadin mabasa Indonésia. Minakadi novél “Tresnané Lebur Ajur Satondén Kembang” (1981), novel inucap wantah sinalih tunggil novel mabasa Bali sané kawedar tur ngamolihang piagam SASTRANUGRAHA daweg warsa 2006 saking Provinsi Bali. Satios punika, daweg warsa 1979, sinalih tunggil cerpén dané sané mamurda “Gamia Gamana” ngamolihang piagam gubernur duk PKB warsané punika. Ring warsa 2001, novél “Sembalu Rinjani” sané katerbitang olih Majalah Sarad ngamolihang penghargaan CAKEPAN saha hadiah sastra RANCAGE warsa 2002. Pinih ungkur ring warsa 2003, novel sané mamurda “Di Bawah Letusan Gunung Agung” (Indonesia) polih juara Harapan II sajeroning lomba nyurat novél sané kamargiang mapaiketan ring HUT ke-55 Bali Post. Satios asil karya sastra ring ajeng, karya-karyan
Isin Gumi
”Program Sekolah Lima Hari” Patut Kaselehin PARINDIKAN program masekolah salami limang raina aminggu patut kaselehin sadurung kamargiang. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ngrincikang pacang nerapang kebijakan inucap ring warsa ajaran baru, bulan Juli sané jagi rauh. Sapunapi ring Bali? Santukan ring Bali alit-alit kantun kaiket ring pidabdab pelestarian adat miwah budaya wus jam sekolah. Parindikan inucap kabaosang angganing Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana wawu puniki. Pidabdab pelestarian adat miwah budaya manut dané nénten wantah sawates kasinahang ring éktrakurikulér ring raina Saniscara miwah Redité kémanten. Santukan ring Bali akéhan magama Hindu, krama makéh pacang ngamargiang rerainan minakadi Purnama-Tilem miwah rainan tiosan. Reraina inucap majanten nénten rauh wantah nyabran raina Saniscara utawi Redité kémanten. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 14 Juni 2017 lintang. Gung Dé, Singaraja Tunas titiang majeng ring pemerintah, napi ja program anyar utawi kebijakan sané pacang kamedalang mangda karinin antuk nyobyahang ka krama. Puniki penting mangda para krama nénten bingung. Akéh para rerama miwah alit-alité pakrimik santukan marasa berat ring program anyar inucap. Nengah Sudi, Seririt
Pendidikan nénten wantah ngruruh prestasi akademik, sakémahon taler pendidikan karakter, pendidikan budaya, miwah rasa sosial sané kaduénang alit-alit prasida kasinahang. Minakadi sané seneng masolah tur magambel, mangda prasida malajah ring balé banjar. Yéning alit-alité ring sekolah kantos sore, sinah galah-galah punika pacang ical, napi malih ngwantu rerama, pastika nénten polih. Surya Adi Putra, Lovina Yéning galah malajah tetep sakadi dumun utawi saking semeng kantos jam satu, yadiastun limang raina tiang cumpu. Sakémahon, yéning sakadi kebijakan mangkin kantos jam 4 soré, tiang nénten cumpu, alit-alité pacang marasa berat malajah awainan. Becikan tetepang sakadi dumun, mutu guru ring soang-soang sekolahan sané patut katincapang. Putra, Pengastulan Manut tiang, kebijakan punika patuh selehin dumun becik-becik. Sapatutnyané sayagayang dumun sarana miwah prasarana sané kabuatang. Sakadi sapunapi yéning sekolah sané nerapang shif semeng miwah soré. Sinah sané shif soré pacang budal peteng pisan. Pekak Mologan, Mayong Para rerama pacang marasa waswas ring pianaknyané. Para siswa
taler pastika kaleson saha sukil nerima materi paplajahan sané katerangang guru. Mawinan samian angganing inggian saking tingkat sekolah, pemerintah daérah kantos pusat sapatutnyané parum sadurung kebijakan puniki katerapang. Setiawan, Tigawasa Tiang nénten cumpu ring kebijakan punika, santukan pacang maius ring anak alit miwah wewidangannyané. Lianan punika, abah
rerama sareng pianak sané ketah marerasan pacang mauwah santukan budal saking sekolahan, i pianak sampun lintang kaleson. Aji Bima, Banjar Kantun akéh pisan sekolah-sekolah sané kirang indik sarana miwah prasarana rumasuk kakirangan guru sané becik. Utamanipun ring désa-désa, tunas titiang punika dumun uratiang tur becikang, wawu ngamargiang kebijakan tiosan. (ama)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
gegem
1. g)g)m/,
1. genggam
2.
gegison
2.
g)gieson/,
2. tergesa-gesa
3.
gejor
3.
g)ej(o,
3. gempa besar
4.
gelu
4.
g)lu,
4. terkejut
5.
geruh
5.
g)ru;,
5. kasar
6.
magumana
6.
mgumn,
6. sengaja
7.
maguna
7.
mgun,
7. berguna
8.
majajar
8.
mjj(,
8. berjajar
9.
nginyah
9.
\iz;,
9. berjemur
10. paguneman
10. pgun)mn/,
Bahasa Indonésia
10. permusyawarahan
15
Minggu Wage, 18 Juni 2017
siaan. Maka islam harus diumumkan sebagai musuk Pancasila dan Bhineka Tungggal Ika, karena yang dibungkus SELURUH pertengkaran kokok ayam oleh PS dan BTI adalah teknolkrasi TAKFIRY adalah perjuangan menegakan keislaman sesama manusia dan alam, yang lazim disebut yang tak kunjung reda ini semoga hanyalah ketimpangan dan ketidak-seimbangan nasional dan indengan semangat meng-kafir-kan. Tamkiry adalah perjuan- “rahmatan lil’alamin”. ‘’love hate relationshi’’ dalam percintaan YANG BIKIN PENASARAN adalah janji ternasiolan. gan menegakkan kebenaran dengan semnagat me-makarrumahtangga. Sebenanya semua pihak diamAllah “mendatangkan suatu generasi yang AlTULISAN INI adalah seri berikutnya lagi dari Tafakur kan. Keislaman dan kebenaran ada pada diri seseorang, diam merasa rindu untuk menyatu kembali. lah mencintai mereka dan mereka mencintatudingan kafir dan maker terhadap yang bukan dirinya. TETAPI MUNGKIN sekali asumsi saya Pancasila. Kalau kecenderungan perilaku nasional kita Nya”. Subjek primer cinta di situ adalah Allah dalah ‘’TALBIS’’ (Iblis berkostum Malaikat), pasti muncul KOSAKATA takfiry lazim dipakai dalam bahasa Arab, ini ‘’over-romantie’’ dan simplifikatif. Kalau sendiri. Kausalitasnya bukan manusia mengkaum yang juga pasti disebut anarkis intoleran yang cemas sedangkan Tamkiry meskipun belum pernah dipakai, tetapi Pak Ayam Jago bilang ‘’masalas bangunan abdi kepada-Nya sehingga memperoleh cinta bahwa kali ini bukan hanya harta benda yang dikuasai, ia tidak menyalahi pola gramatika bahasa Arab. Bangsa bukan bab kebenaran, tapi kekuasaan. Indonesia, dengan kepeloporan suhu panas politik ibu kot- dari-Nya. Melainkan Allah sendiri pemrakarBukan soal perbedaan tafsir suara kokok tapi juga harga diri, martabat, bahkan mungkin nyara. ‘’UNTUNGLAH’’ selama puluhan tahun bangsa ini anya, mengalami perang brubuh pikiran dan hati, dimana sanya, pelopor dan inisiatornya: Ia meranacang, ayam, melainkan soal penggumpalan modal, mendesain lahirnya suatu generasi yang sejak terlanjur dididik oleh konsep bahwa ‘’Nusantara bukan dua pihak saling melemparkan tuduhan kafir dan maker. penggunaannnya untuk penguasaan, kapisemula memang Ia cintai dan Ia bombing untuk Kukuruyuk’’.. Mereka meyakini ‘’Indonesia bukan Jawa’’ DIALEKTIKA negatif Takfiry dan Tamkiry berlangsung talisasi hukum pasar jabatan, pembotohan memiliki potensi-potensi saya yang kompatibel atau ‘’Indonesia bukan Islam”. Mereka belum mengenal tanpa ada gejala akan mereda, dalam berbagai lapisan gelombang serta bermacam- untuk bercinta dengan-Nya. Dengan sangat kepemimpinan - sampai kelak tuntas pemipandangan sebaliknya: Indonesia itu ya Bugis ya Tolaki macam narasi, idiom, dan medium ekspresi. Di satu kutub siapa saja yang tidak menekan “rasa GR” dan irasionalitas, saya likan dan penjajahan atas Negeri ini …’’ susah ya Madura ya Sasak dll. Indonesia itu ya Hindu ya Budha meneriakkan kata yang sama dituduh kafir, munafik, sesaat, musyrik. Di kutub merasa berjumpa dengan generasi yang Allah dibantah juga. lainnya kalau tidak turut menyalakan lilin atau menyanyikan lagu yang sama, maksudkan itu, rata-rata sekitar 50.000-an TAPI KALAU DIBILANG ‘’problem ya Kristen ya Kathholik ya Islam ya Darmogandhul dan disimpulkan sebagai anti-NKRI, anti-Pancasila dan anti-Bhinneka Tunggal Ika. kaum muda dalam seminggu di berbagai titik primer kita adalah nilai,’’ tidak bisa dis- Gatoloco dan semuanya. Semua mereka adalah Pancasila. BAGI YANG TIDAK IKUT KEDUA ORKESTRA ITU, menanggung be- Nusantara. alahkan juga, sampai-sampai Pancasila Bhinneka Tunggal Ika itu mengutamakan penerimaan, buban kafir sekaligus anti-NKRI, munafik sekaligus anti-Pancasila, serta musyrik dipolarisasikan dengan Islam, Negara didik- kan gagah menegakkan penolakan. Dari pihak manapun. SAYA MENEMUKAN berbagai indikaKALAU SEMANGAT kebhinnekaannya adalah pesekaligus anti-Bhinneka Tunggal Ika. Sejumlah penduduk Indonesi tidak lagi bisa tor bahwa mereka adalah sebagian dari yang hotomikan dengan Agama. Itu semua bukan nolakan, maka bangsa kita terbiasa saling men-tidak-kan menemukan dan menikmati keberadaannya di Negeri Katulistiwa, karena ia harus disebut “Generasi Millenial”, yang karakternya, soal substansi nilai dan parameter kebenaran, mengambil sikap untuk berada di Kutub Selatan atau beralamat di Kutub Utara. sifatnya kecenderungannya serta pilihanmelainkan bagian dari strategi cuci otak nasi- satu sama lain. Kalau engkau nyatkan ‘’Saya Indonesia, onal dan global. Semakin banyak orang yang Saya Pancasila.’’ Yang bukan ‘’Saya’’ jadi FIRMAN Allah di SUrat Al-Maidah men- pilihannya mungkin berbeda dengan Generasi tidak memahami bahwa itu sebenanrya soal merasa dituduh tidak Indonesia dan tidak jadi hulu ledak awal yang menuaikan uap Millenial pada umumnya. Maka karena saya ‘’maqam’’ atau konteks. Kalau di Pasar, orang Pancasila. Bagaimana akan rindu? Dengan panas. Sedemikian rupa sampai ada yang tak sangant menjunjung Pancasila, dengan Sila bertanya ‘’Sampeyan siapa?’’ kita jawab ‘’Saya siapa akan menyatu? Kenapa kok tidak ‘’Kita kuat. Karena pada dasarnya setiap manusia Pertama yang sanagat rasional, ilmiah, dan l Sang Penentu Nasib dari Kadipiro’’. Kalau di pertemuan bangsa- Indonesia, Kita Pancasila?’’ memerlukan kesejukan, maka diterbitkanlah histories, yang diaplikasikan melalui system MANAKAH lebih menentukan dalam POSISI Presiden itu mempersatukan dan bangsa, kita jawab ‘’Saya Indonesia’’. Kalau di Kitab AlQur’an dengan menghalangi narasi Al- nilai SIla Kedua, Ketiga, dan Keempat, dengan hidup: ‘nasib’ ataukah karma? Semasa Maperkumpulan kerukunan ummat beragama, mengayomi. Bukan menyatakan diri pribadi. japahit, nun abad ke-14 silam, Mpu Tantular Maidah yang dirasanya merupakan ayat-ayat goal Sila Kelima- saya mencoba untuk melakukita jawab ‘’Saya Budha’’. Kalau menghadap Apalagi memusuhi.. hulu ledak. Sementara saya justru menemukan kan “pointers” yang disebut oleh Allah kepada l Emha Ainun Nadjib lewat kakawin Sutasoma telah mengingatkan mataair kesejukan yang luar biasa darinya. Tuhan kita bilang ‘’Aku hamba-Mu’’. Tidak mereka setiap kali berjumpa dengan saya sebpasti: hendaknya seseorang tidak buru-buru 2 Juni 2017 di setiap ruang dan waktu tepat kita bilang ALLAH menginformasikan di Ayat-54: “Hai agaimana yang tertera di Ayat 54. berlindung kerdil di balik kata ‘nasib’ sebagai ‘’Saya Indonesia, Saya Pancasila’’. Bahkan UTAMANYA sifat “a’izzah ‘alal kafirin”, kambing hitam manakala didera kemalangan orang-orang yang beriman, barangsiapa di ankepada istri di kamar pribadi pun tidak kita l Kadek Wara Urwasi dalam hidup. Saat membebaskan 100 raja tara kamu yang murtad dari agamanya, maka seudah “adzillah ‘alal mu’minim” yang lemah katakan ‘’Saya Suamimu’’. tawanan Purosaddha dari kerangkeng, lewat kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum lembut kepada sesame orang beriman. Selama JADI APA sebenarnya yang berlangsung? Perempuan Urban tokoh Sutasoma, pujangga besar Jawa Kuno yang Allah mencentai mereka dan mereka pun ini “a’izzah’alal kafirin” diterjemahkan “bersifat Pakai Bahasa sehari-hari saja deh. Semua yang juga mengarang kakawin Arjuna-wijaya mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut ter- keras kepada orang-orang kafir”. Mohon izin ini hanya bagian otomatik dari alur stigma ini mewanti-wanti: derita sengsara yang hadap orang yang mukmin, yang bersikap keras dengan segala keterbatasan, saya menemuAku ingin tidur dan fobi internasional, yang kini juga sangat merajam para raja ini sejatinyalah bukan terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di kan yang berbeda. Sebagaim,ana kosa kata lelah menjadi permata berlaku nasional: untuk ‘’tidak menyukai karena ‘kehendak Tuhan’, melainkan murni jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan yang sama yang dipakai oleh Allah dalam di dunia tanpa lengang Islam’’. Pokoknya Islam itu buruk, kumuh, akibat buah karma sendiri yang tak anut di orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, menjelaskan salah satu sifat utama Rasu;u;;ah dan tak habis bodoh, radikal, teroris, intoleran, uncivilized, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki- SAW ‘azizun’alaiihi ma’anittum: berat hatinya masa silam. berpikir dungu bukan pahlawan kemerdekaan, udik sejarah, Karena kebanyakan orang tak sang- Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), atas derita yang kau alami. Maaka “izzah’allal tidak bisa move-on. Apapun saja narasi polik, kafirin” adalah berat hati atau didak tegaan gup memahami maupun mengingat karma lagi Maha Mengetahui”. Dulu aku bangun relorika informasi dan diplomasi komuniKALIMAT yang diterjemahkan “murtad kepada sesame manusia yang belum beriman. masing-masing di masa lampau, maka ‘nasib’ sebab suatu kehendak kasinya: ujungnya adalah Islam itu terkutuk pun dijadikan kambing hitam. Padahal, dalam dari Agamanya” mohon izin saya pahami ber- Ini konsep peneduhan yang luar biasa dalam terbentuk dari debu matahari dan harus disirnakan. pemahaman Mpu Tantular, seseorang lahir beda, dengan mengambil esensi universalnya: “bebrayan” kemanusiaan. mata bening anak-anak ORANG ISLAM tidak harus dimusnahADA KLAUSUL lain, misalnya tidak takut otomatis melekat membawa sekaligus akibat “tidak melakukan prinsip yang semestinya Hingga kuacungkan jari kan, asal ikut tidak percaya kepada Islam sisa-sisa buah karmanya masing-masing di dilakukan”. Manusia tidak menegakkan komit- dicela. Saya sendiri terus belajar untuk ini. dan turut mengkicaukan narasi, retorika dan kepada pemilik bumi maya masa silam. Dalam bahasa ajaran, ini dina- men yang seyogyanya ditegakkan oleh manusia. Maka kalau tulisan-tulisan danpenyikapan diplomasi itu. Kaum Muslimin tak disingkirKugaduhkan bayang Kesadaran dan kesetiaan “bebekti” (:Agama)— saya selama ini melahirkan celaan, hinaan atau makan karma wasana. kan, asalkan yang dianut adalah Islam-nya di tiap abad Karma wasana ini layaknya cap pengabdian kepada hakiki hidup makhluk yang amarah – takakan ada masalah dengan dan para penista Islam, bukan Islam menurut Pertarungan tiap tahun pengesah, atau jalur yang akan menuntun tertinggi derajatnya, yang oleh Penciptanya pada saya. Karena “haq”-nya terletak di tangan Maha Disainernya, yakni Allah SWT. Bahkan tiap detik seseorang menempuh rel hidupnya masing- dibikin memiliki kelengkapan dibanding alam Yang Maha Memerintah saya. narasi fobia Islam juga muncul dari dalam Bumi jadi tempaat hidup masing. Maka tiap-tiap orang sejatinyalah dan binatang. Bebekti kepada Tuhan, yang Ia diri Ummat Islam sendiri: bagaimana supaya bersama adam serta musim l Emha Ainun Nadjib memiliki keunikan potensi sendiri-sendiri tak akan menerimanya jika tak diejawantahkan orang Islam mensekunderkan ALQur’an. Malang, 3 Juni 2017 yang mesti digali-gali, ditemukan, sehingga menjadi kasih sayang dan rasa bersama dengan Dipisahkan cintanya kepada Kanjeng, Nabi, masing-masing bisa tumbuh besar dalam Karena itu aku dan diubah konteks hubungan cintanya swadharma-nya sendiri. Itu sebab Mpu jadi penjahit keberanian dengan Allah. Yogiswara lewat kakawin Ramayana dari tak ingin mencemar malam ALLAH menyatakan ‘’kalau memang kamasa yang lebih awal tinimbang Mpu Tantular Namun abu, kabut lian cinta kepada Ku, maka ikutilah Muhammenganjurkan: utsaha ta larapana, upaya menempel di gaunku mad kekasih-Ku.’’ Atau ‘’barang siapa rindu terus menerus, tak boleh putus asa itulah hingga tak habis-habisnya untuk berjumpa dengan-Ki, maka beramal patut dilakonkan. Bidadari-pejuang, salehlah’’. Dimensi cinta dan rindu diurai Selain menerima lapang karma pejuang –bidadari dan disembunyikan ke ruang kosong. Kalau wasana, manusia tetap mesti berkarma jadi Muslim, cukup ‘’casing’’nya saja, KTP optimum dalam masa hidup sekarang, beruSekarang aku ingin tidur nya sasaja, papan namanya saja, identitas paya memutus siklus buah karma. Dengan saat diriku formalnya saja. begitu manusia sebagai subjek sekaligus masih melekat pada tanah ‘’Software”nya jangan dipakai, sebab meruobjek pembebasan, pemerdekaan, sesungpakan pengalang utama bagi ketimpangan sebab warta diri guhnya memilih jalur hidupnya sendiri: mau ekonomi, ketidak-adilan politik, ketidakseimbercerita kelahiran bergelimang kebahagiaan dan kemuliaan mun dalam praktik kehidupan justru bangan sosial serta kebersamaan kemanuaku tetap jadi bunda ataukah bersimbah derita kemalangan. MPU TAN TULAR, Ken Arok, maupun bersikap masa bodoh, cuek pada keseCaranya? Berkarmalah, mendakilah tangga Gandhi, menunjukkan benderang: betapa wenang-wenangan yang terjadi di sekitar, demi tangga karma, yang mengarah pada aliran karma wasana itu amat sangat bisa menerima ketidakadilan, mengampuni tujuan yang Anda ingin rengkuh. dibelokkan, bahkan diputus sama sekali. penistaan rasa kemanusiaan. Apalagi Panggung sejarah Nusantara memben- “Nasib” justru ditentukan sendiri. Susastra l Bukan Kehendak Tuhan menerima semua itu dengan mengambtangkan drama keuletan sosok Ken Arok Mahabharata bahkan menunjukkan terang inghitamkan nasib, kehendak Tuhan. DALAM suatu kunjungan ke Bali pada awal Penjualan rakyat sebagai budak be- yang ingin merengkuh cita-citanya untuk benderang: Bhisma sanggup memilih Kemiskinan petani bukanlah kehendak menjadi raja diraja. Taktik dan strategi pun waktu kematiannya sendiri—yang paling abad ke-19, seorang Belanda terheran-heran lian masa-masa itu memang bukanlah monopoli Tuhan, melainkan itu bisa terjadi karena dengan sikap kebanyakan rakyat Bali yang begitu raja-raja Bali semata. Sejarawan Anthony Reid ditebar, mulai dari menagih keris secara muskil bagi pandangan awam umum! kebijakan struktural pemerintah yang Dalam wujud ritus, tradisi Bali membapatuh terhadap rajanya—meskipun sang raja ber- dalam buku Charting The Shape of Early Modern paksa dari tangan Mpu Gandring, lalu mememang salah, tak melindungi petani. nikam Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung, hasakan ‘penawar nasib’ itu dengan praktindak sewenang-wenang. Manakala si Belanda Southeast Asia yang diterbitkan tahun 1999, antara Keputusan-keputusan elite politik yang itu bertanya kepada seorang rakyat jelata Bali, lain mencatat pasti: perbudakan dan perhambaan hingga mengawini janda sang akuwu, Ken tik upacara bayuh oton, penetral pengaruh salah dan berdampak buruk pagi rakyat “Kenapa dia menerima saja segala perintah raja- memang menjadi sejarah melekat kawasan Asia Dedes. Karena Arok memilih jalur hidupnya buruk karma wasana yang tercermin lewat banyak juga bukan nasib yang didiamnya?” sang rakyat jelata Bali tadi menjawab enteng. Tenggara. Fakta dan data ini menjadikan ahli lewat dendam, amarah, dan simbahan darah, watak hari kelahiran (pawetuan/weton). kan, melainkan mesti dikoreksi, supaya “Saya adalah rakyat jelata yang sejarah Asia Tenggara ini lantas bertanya, “Adakah maka sejarah peralihan puncak kekuasaan Dalam tataran lebih tinggi, lebih roha- diganti, dibatalkan tidak memiliki apa-apa. Raja berhak menguasai penjajahan Barat atas bangsa-bangsa Asia Teng- raja-raja di tanah Jawa pun ‘lazim’ dengan niah, ada jalan ‘paket’ praktik tapa, brata, Kebodohan tak anut bila diteriyoga, dan samadhi. Kitab Bhagawad-gita segala milik saya, yaitu pribadi saya, istri, dan gara ini karena ‘kehendak Tuhan’ ataukah disebab- simbahan darah. ma sebagai nasib, begitu juga pengangApakah simbahan darah dalam menawarkan jalan niskama-karma, bekeranak-anak saya. Seandainya saya menjadi korban kan ‘kesalahan manusia’ Asia Tenggara sendiri?” guran, karena bisa saja terjadi akibat dari kewajiban-kewajiban yang diletakkan di atas ‘Kehendak Tuhan’ yang dimaksud peralihan kekuasaan puncak tak bisa dipu- ja tanpa pamerih. Bukan lewat a-karma, birokrasi pengelola negara korup, tiada pundak saya, itu tidak menjadi soal. Oleh karena penulis buku Southeas Asia in the Age of Commerce tus, atau dibiarkan saja sebagai aliran bukan tanpa bekerja, bergerak. peduli pendidikan warga negaranya, serta Dengan melakonkan niskamaselain saya, beliau masih memiliki ribuan kaula 1450-1680 ini, kurang lebih setara dengan ‘nasib’. nasib, kehendak Tuhan? Indonesia, yang gagal menyediakan lapangan kerja. Kemewarisi sejarah simbahan darah tebaran karma maka pengaruh baik maupun buruk lain, sehingga beliau tidak perlu merisaukan bila Orang Bali kerap menyebut dengan idiom tulis jahatan demi kejahatan yang meningkat saya meninggal. Saya hidup untuk beliau dan gidat, pedum idup, gowet lima, terkadang juga Arok itu, telah membuktikan lewat demokrasi yang ditimbulkan oleh akibat karma (kerja, bukan berpusat pada nasib buruk, tapi langsung: tahun 2004, 2009, dan 2014 lalu gerak, getaran) akan menjadi tak berpensegala kebaikan yang saya nikmati adalah karena menyebut pedum widhi, dan semacamnya. Tapi justru pada negara yang gagal memberikan kebaikan dan rahmat raja dan saya adalah budak benarkah keberuntungan dan kemalangan itu ti- sanggup memotong siklus peralihan kekua- garuh lagi bagi hidup sang Diri Pribadi perlindungan dan rasa aman bagi setiap dan miliknya,” sahut si rakyat jelata Bali. tah, kehendak Tuhan? Lewat analisa tajam dengan saan berdarah-darah lewat pemilihan umum orang bersangkutan. Dalam titik itulah warga negara. Jawaban si rakyat jelata Bali itu dikutip data-data otentik nyaris paripurna, Anthony Reid presiden yang damai. Pemilu damai sebagai siklus kelahiran menjadi terputuskan, Itu sebab menjadi manusia dan diterjemahkan sejarawan asal Puri Gianyar, menyimpulkan: dilema keterjajahan Asia Teng- cara pengalihan kekuasaan bukanlah urusan sehingga sang roh tak menitis kembali, merdeka, kritis, cermat, dan cerdas senanIde Anak Agung Gde Agung, dalam buku Bali gara—tentu saja termasuk Bali, Nusantara—oleh nasib, melainkan karena upaya karma ber- melainkan senantiasa berada dalam kes- tiasa menjadi anjuran teks-teks warisan tetua Pada Abad ke-19—dari tulisan H van den Brock, bangsa-bangsa Barat, bukanlah karena ‘kehendak sama untuk mau tunduk pada hukum, aturan atuan sang Hidup Abadi. Bali berkearifan menyemesta, dari peradaban Teks-teks susastra pedoman hidup “Verslag nopens het eilan Bali”, yang dimuat dalam Tuhan’, melainkan karena kesalahan manusia. Ke- main yang telah disepakati agar tak anarkis, agraris masa lampau. Bhagawan Wararucci berdarah-darah. manusia Bali meyakinkan: Yang Abadi De Oosterling nomor 1, terbitan tahun 1834. salahan manusia itu pula menjadikan kemiskinan dalam kitab Sarasamuccaya bahkan menanAndaikan Gandhi berdiam diri meitulah sepatutnya senantiasa diupayakan Kepatuhan si rakyat jelata Bali semacam di Asia Tenggara sambung menyambung, hampir daskan tegas: sang Hyang Weda sekalipun itu terhadap sang raja, pada zamannya bukannya tak tertuntaskan, meskipun kawasan ini terbilang nyaksikan bangsanya dijajah Inggris, niscaya digapai dengan menjadikan diri sendiri amat sangat takut dengan orang-orang bodoh sang mahatma tak akan menjadi orang besar, sebagai pusat pembebasan, pemerdekaan. mendapatkan balasan kebaikan dari sang raja. kaya sumber daya alami. (punggung). Kebodohan itulah mata air yang Fakta sejarah mencatatkan: sang raja malah menTak mengherankan bila Kishore Mah- dikenal dunia, sebagai manusia dengan rasa Jadi, bukan gelimang kebahagiaan dan mengalirkan buah karma buruk bagi diri jual rakyat yang polos-polos itu sebagai budak. Dari bubani, seorang Singapura keturunan India yang kemanusiaan yang legendaris mempraktik- kemalangan itulah yang dicita-citakan, sendiri. Buah karma buruk di masa lalu dan menjual rakyat sebagai budak, sang raja lantas kemudian bermukim di Amerika, lantas bertanya- kan prinsip hidup emoh kekerasan (ahimsa) melainkan pembebasan, pemerdekaan kini menjadi mata air kemiskinan, kebodohan. mendapatkan uang buat membeli candu. tanya, “Bisakah orang Asia Berpikir?” Kenapa dan kemandirian (swadhesi). I Gusti Nyoman abadi dari siklus kelahiran—otomatis juga Lebih cilaka lagi manakala kebodoDalam catatan-catatan Belanda, raja- kawasan yang demikian luas dengan sumber daya Lempad pun melesat, lalu bersinar mencor- melekat kematian. han itu justru membekap sang pemimpin, ong paling terang di antara banyak pelukis Manusia Bali kini tentu tak perlu raja Bali yang saling serang pascakejatuhan melimpah, peradaban tinggi lebih awal tinimbang pengambil keputusan atas kebijakan: Kerajaan Gelgel di abad ke-17 doyan meng- Barat, serta menjadi basis kelahiran agama-agama di kawasan Ubud yang menimba teknis me- menunggu kedatangan penjajah Belanda akibatnya akan mencelakai segenap lukis dari Walter Spies, karena tidak pernah dulu buat membebaskan dirinya dari hisap candu, memang. Polah serupa tak sedikit besar dunia, dalam perjalanannya kemudian justru yang dipimpin. Maka, hati-hatilah memalah diikuti para elite di lingkungan tembok dijajah sedemikian lama—bahkan hingga kini berhenti berupaya, berkarma, mengebor ‘penjara’ praktik adat dan budaya yang milih pemimpin. Atau, menjadilah manusia kerajaan—dan candu itu diperoleh dengan lewat neo-imperialis, neo-liberal—oleh bangsa- potensi kreatif dan inovatif dirinya. Praktik tak menuntun manusia menuju pembe- merdeka, mandiri, yang tidak dipimpin membayar mahal. Uang diperoleh, antara lain, bangsa Barat? Bukankah ini karena orang Asia perbudakan dan perhambaan di Bali, juga basan, pemerdekaan. Praktik-praktik adat siapa-siapa—kecuali diri sendiri dan Dia, lewat menjual rakyat yang patuh-polos sebagai tidak bisa berpikir, sesungguhnya: lebih membaca tradisi masatya (menceburkan diri ke dalam dan budaya yang tidak memanusiakan sang Maha Penuntun Hidup. budak belian. hidup semata sebagai kehendak Tuhan tinimbang api unggun), boleh jadi bakal mengalir terus, manusia, tidak memuliakan potensi kedel deprabas menyadari manusia sebagai pusat subjek sekaligus andaikan penguasa kolonial Belanda tidak wataan dalam diri manusia bukanlah melarang tegas. “kehendak Tuhan” yang mesti diterima objek pembebasan, pemerdekaan? l deprabas l deprabas sebagai “nasib”. Itu adalah kehendak manusia, rekayasa-rekayasa politik yang sepatutnya diputus oleh manusia Bali sendiri dengan kesepakatan-kesepakatan baru. Adalah “tidak nyambung” manakala mengaku percaya hukum karma, naCokorda Sawitri Kardanis Mudawi Jaya Mencari Gubernur Air Ngampoeng Seni Jatijagat Kampung Puisi - 109 Jaga Selepas Idul Fitri Minggu WAGE 18 Juni 2017 PUISI Memanggil Hari Lahir Gerson Poyk (86) Eka Pranita Dewi (35) Wayan Jengki Sunarta (42) menyusul Parapara Kelahiran bulan Juni Made Suantha, Gita Ruscita Dewi, Sigit Susanto, Made Mangku Pastika, Joko Widodo, IGM Arsawan, Pasha Renaisansa, Lionel Messi, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Supartika, Diah Dewi Juniarti, Wayan Juniartha CS.
RINDU MENYATU….
Berat Hati dan Tidak Tegaan…
Manusia:
Manusia: Sang Pusat Pembebasan
Kesalahan Manusia:
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta – 2017
Road to Homecoming 230 years Old denpasart
Mengukur 2017, Peluang 2018….
Pijakan Start Ke-Rasa-dirian yang Terpanggil Sepenanggungan….
ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Made Edi Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, DI ATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA, Partai Solo – Run 2017 – 2018, Siapkan PASfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak terseleksi yang Anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas–jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.
NASIONAL
16
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Aswatthaman Keluarkan Senjata Agneya Kurung Arjuna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta
( Edisi Empat Ratus Sembilan Puluh Enam )
Rishi Vyasa : (Bharata)
setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SETELAH sais keretanya Bhima jatuh pingsan, hal itu membuat kuda-kudanya, oh raja, mulai melarikan diri dengan sangat cepatnya. Pemandangan itu benar-benar dalam penglihatan semua para pemanah. Setelah melihat Bhima dilarikan dari medan pertempuran oleh kuda-kuda itu, Aswatthaman yang tak terkalahkan itu dengan gembira meniup terompet kerangnya yang sangat besar. Melihat Vrikodara dilarikan keluar dari medan perang, semua orang Panchala dilanda ketakutan. Tidak sedikit yang meninggalkan keretanya Dhrishtadyumna lalu melarikan diri ke setiap sisi. Putra Drona terus menembakkan panah-panahnya yang dahsyat. Kemudian mengejar pasukan-pasukan yang berantakan itu. Hal itu menyebabkan terjadinya sebuah penyembelihan besar-besaran di antara mereka. Banyak ksatria yang membela Pandava dibantai pada pertempuran itu oleh putra Drona. Tidak sedikit hal itu membuat para ksatria melarikan diri karena ketakutan terhadap prajurit itu. Sanjaya berkata, Setelah menyaksikan pasukan Pandava pecah berantakan, putra ketiga Kunti, Dhananjaya, yang jiwanya tak terukur, meneruskan melawan Aswatthaman. Keinginan Dhananjaya membantai putra gurunya itu. Pasukan-pasukan Pandava yang berada di medan pertempuran, oh raja, kemudian
berusaha dipersatukan oleh Govinda dan Arjuna. Hanya Vibhatsu dibantu keluarga Somaka dan keluarga Matsya, menembakkan panah-panahnya kepada para Kaurava untuk menahan serangan mereka. Setelah dengan cepat mendekati Aswatthaman, pemanah hebat yang memiliki tanda ekor singa pada benderanya itu menyapanya dengan berkata, ‘’Sekarang tunjukkan kepadaku kekuatan, energi, pengetahuan, dan kejantanan yang engkau miliki. Keluarkan semua yang ada pada dirimu sebagaimana kasih sayangmu kepada para Dhartarashtra dan kebencianmu kepada kami. Tunjukkan semangat tinggi yang engkau mampu pertahankan. Marilah sekarang dan lawanlah oh pahlawan yang menyerupai api yuga seperti sang Penghancur itu kami dan Govinda. Engkau telah menunjukkan kesombonganmu. Tetapi aku akan menghilangkan kesombonganmu sekarang juga.’’ Dhritarashtra berkata, ‘’Putra sang Guru itu, oh Sanjaya, memiliki kekuatan yang memang pantas untuk dihargai. Dia menahan kecintaan yang besar kepada Dhananjaya. Sebetulnya, Dhananjaya yang berbudi luhur itu juga mencintainya sebagai balasannya. Sebelumnya, Vibhatsu tidak pernah menyapa putra Drona dengan cara kasar seperti itu. Kenapa kemudian putra ketiga Kunti itu menyapa temannya
dengan kata-kata seperti itu?’’ Sanjaya berkata, Atas jatuhnya pangeran Chedi yang muda. Juga tewasnya Vrihatkshatra dari keluarga Puru. Selain itu juga gugurnya Sudarsana, kepala keluarga Malava, yang sangat sempurna dalam pengetahuan senjata-senjata. Dikalahkannya pangeran Dhrishtadyumna, Satyaki dan juga Bhima, Arjuna merasa sangat kesakitan tersentuh kuat oleh kata-kata Prabu Yudhishthira. Setelah mengingat kesengsaraan-kesengsaraannya dahulu, oh tuan, Vibhatsu sebagai akibat kesedihannya, merasakan kemarahan seperti itu muncul dalam dirinya. Hal itu tidak pernah dia alami sebelumnya. Seperti orang yang tidak sopan Arjuna akhirnya menyapa putra sang Guru yang pantas mendapat setiap penghormatan dengan kata-kata pedas. Partha, mengucapkan kata-kata tidak senonoh, sengit, dan keji, oh raja, kepada putra Drona yang utama dari semua pemanah perkasa itu. Atas kata-kata Arjuna itu, Aswatthaman menjadi sangat marah kepada Partha dan juga kepada Krishna. Dengan cepat, Aswatthaman kembali memanggil senjata Agneya. Aswatthaman yang gagah berani itu kemudian berdiri tegar di atas keretanya. Setelah menyentuh air, putra Drona itu memanggil senjata Agneya. Senjata itu sangat dahsyat. Senjata surgawi itu tidak mampu ditahan oleh dewa-dewa pun. Dengan cepat
juga Aswatthaman membidik semua musuhnya baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Putra sang Guru itu kemudian pembantai pahlawanpahlawan yang bermusuhan itu. Senjata-senjata yang dilesatkan itu dibangkitkan dengan mantra-mantra, sehingga berubah menjadi sebuah panah berkobar yang memiliki kemegahan sebuah api tanpa asap. Dan Aswatthaman lalu melepaskan senjata-senjata surgawi itu ke segala sisi dengan dipenuhi kemarahan. Hujan anak-anak panah kemudian keluar di langit. Dilengkapi nyala berapi-api, anak-anak panah itu mengurung Partha dari segala sisi. Meteor-meteor melesat menyala dari langit. Sebuah kegelapan yang pekat menyelubungi kelompok Pandava itu. Semua tempat-tempat di arah mata angin juga ditutupi oleh kegelapan itu. Para Rakshasa dan para Pisacha, berkumpul bersamasama. Mereka mengumandangkan teriakan-teriakan keras.
Angin-angin yang tidak baik mulai berembus. Matahari itu sendiri tidak lagi memancarkan panasnya. Burung-burung gagak hitam menggaok di semua sisi. Awan-awan menggelegar di langit, menurunkan hujan darah. Burung-burung dan binatang-binatang buas dan sapi-sapi, dan para Muni yang sumpah-sumpahnya keras dan dengan jiwa-jiwa terkendali, menjadi sangat gelisah. Para jin-jinpun kelihatannya di bingungkan. Matahari tampak berubah. Alam Semesta, hangus oleh panas. Gajah-gajah dan makhluk-makhluk lain di daratan, dihanguskan oleh energy senjata itu. Banyak makluk berlarian dalam ketakutan. Mereka bernapas dengan berat, karena itu menginginkan perlindungan untuk melawan kekuatan mengerikan itu. Air-airpun dipanaskan, makhluk-makhluk menempati unsur-unsur itu, oh Bharata, makhluk- makhluk menjadi sangat gelisah dan kelihatannya terbakar. (bersambung)
Sloka 13.35 Ksetra-ksetrajnayor evam antaram jnana-caksusa bhuta-prakrti-moksam ca ye vidur yanti teparam. Orang yang melihat dengan mata pengetahuan perbedaan antara badan dan yang mengetahui badan, dan juga dapat mengerti proses pembebasan dari ikatan dalam alam material, mencapai tujuan yang paling utama.
Dishub Batasi Angkutan Barang
Denpasar (Bali Post) Mengantisipasi arus mudik yang diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali telah menyediakan kapasitas penumpang melebihi dari prediksi puncak. Di Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan puncak angkutan Lebaran akan terjadi H-2 dengan perkiraan penumpang yang akan menyeberang sekitar 80.000 orang, sepeda motor 21.000 dalam sehari, dan roda empat 7.000. Demikian disampaikan Kepala Bidang Keterpaduan Moda Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Standly Suwandi, belum lama ini. Kapasitas yang disediakan mencapai 88.000 penumpang, roda dua 23.680, dan roda empat diprediksi 7.000 kendaraan sementara kapasitas yang disediakan 8.960. “Di Padangbai juga demikian. Rata-rata kapasitas yang disediakan melebihi prediksi puncak yang akan terjadi,” ujarnya. Pelabuhan Gilimanuk menyediakan 46 kapal dengan 320 trip dalam satu hari PP. Berdasarkan tahun 2015, penumpang yang melakukan
pergerakan selama Lebaran di Bali mencapai 2,6 juta baik angkutan udara, darat, dan laut. “Karena karakteristiknya tidak hanya keluar, masuk pun banyak. Justru di bandar udara banyak sekali kita lihat masuk,” ungkapnya. Sedangkan tahun 2016, pergerakan penumpang Bali baik keluar maupun masuk selama Lebaran 2,7 juta. Tahun 2017, diprediksi pergerakan penumpang mencapai 2,9 juta. Hal itu terjadi biasanya H-7 sampai H+7 Lebaran. Sementara angkutan bus kecenderungan turun dari tahun ke tahun. Angkutan jalan mengalami penurunan hingga 10 persen. Namun, pihaknya telah menyediakan seat sebanyak 5.146. Prediksi puncak mudik sekitar 4.700an. Jembatan timbang akan ditutup H-7 sampai H+7 dan difungsikan sebagai rest area. Pada angkutan udara, operasi bandara akan berlangsung 24 jam. Dari H-7 sampai H+7 akan dilakukan penghentian pekerjaan overlay. Jaminan ketersediaan kursi untuk penerbangan udara dari H-3 sampai H+3. “Jadi, kita mewajibkan maskapai penerbangan
ini ketika menjual H-3 atau H+3 memang ada kursinya, sehingga tidak ada penumpukan,” imbuhnya. Selain itu, ketika ada lonjakan penumpang, maskapai akan mengajukan untuk extra flight termasuk penambahan checking counter di terminal. Dalam upaya menjaga kelancaran arus lalu lintas ada beberapa kebijakan yang diambil oleh Kementerian Perhubungan terutama terkait larangan operasi angkutan barang. “Kalau tidak diantisipasi dengan baik akan berpengaruh pada ketersediaan stok di Bali,” katanya. Pihaknya memberlakukan pembatasan operasi angkutan barang di Bali H-4 sampai H+3 Lebaran atau dari tanggai 21-29 Juni. Pembatasan angkutan yang dilarang adalah angkutan barang yang bersumbu tiga atau lebih dan angkutan barang tambang dilarang dari sejak H-7 sampai H+7. Namun, kebijakan tersebut dikecualikan pada angkutan barang yang mengangkut bahan pokok, ternak, antaran pos termasuk angkutan barang yang mengangkut sepeda motor untuk pemudik. (kmb42)
Banyuwangi (Bali Post) Aksi pengunjung Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) ini benar-benar nekat. Demi sang suami, dia nekat menyelundupkan Hp ke LP. Parahnya, Hp tersebut disembunyikan di pembalut yang dipakainya. Aksi ini berhasil digagalkan petugas LP, Sabtu (17/6) kemarin. Wanita nekat itu, SM (27), asal Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Sekitar pukul 09.00 WIB, SM antre bersama pembesuk lain. Untuk mengelabui petugas, dia menggunakan baju lengan panjang. Rupanya, petugas lebih jeli. Saat memeriksa pelaku, alat metal detector petugas berbunyi. Pelaku langsung digiring ke ruang pemeriksaan khusus oleh petugas wanita. Ternyata, setelah diperiksa, ditemukan sebuah Hp yang disimpan di dalam pembalut. Padahal, pelaku tak sedang dalam datang bulan. “Pengakuan pelaku, Hp yang disembunyikan akan diberikan ke suami, berinisial F,” kata Kepala LP Kelas II B Banyuwangi Arimin didampingi Kepala Pengamanan LP, Eko Ari Wibowo. Selain Hp, ditemukan juga charger HP. Pelaku akhirnya menjalani pemeriksaan oleh petugas. “Pelaku mengakui sengaja mengirim Hp ke suami yang baru tiga bulan masuk LP,”
jelasnya. Setelah menjalani pemeriksaan, SM dipulangkan. Akibat perbuatannya tersebut, wanita ini mendapatkan sanksi dilarang membesuk ke LP lagi. Sedangkan suaminya juga mendapatkan sanksi. Dia diawasi ketat dan ditempatkan ke sel khusus. Menurut Arimin, suami pelaku masih berstatus tahanan. Dia mulai dititipkan ke LP sejak Maret 2017. Kasusnya penganiayaan. Dijelaskan, pihaknya memang terus memperketat pengawasan pembesuk ke LP. Sebab, rawan digunakan menyelundupkan barang-barang berbahaya. Sebelumnya, aksi serupa juga pernah terjadi. Pengunjung kedapatan memasukkan HP
di dalam makanan. Bahkan, pil koplo juga diselundupkan lewat makanan. Karena itu, pihaknya selalu memperketat pemeriksaan pembesuk. Tak hanya pembesuk, petugas LP juga diperiksa ketat. Hal ini mengantisipasi aksi serupa. Arimin menambahkan, ketatnya pemeriksaan di LP akan terus berlanjut. Terutama, saat Lebaran mendatang. Pihaknya akan menambah jumlah personel jaga. Dalam kondisi normal, seluruh petugas LP dibagi dalam empat shift. Kini, akan diubah menjadi dua shift. “Saat Lebaran nanti, pengunjung akan membeludak. Ini yang akan kita wasapadai,” jelasnya. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polres untuk ikut melakukan pengamanan. (kmb30)
Pengunjung LP Banyuwangi Selundupkan Hp
BPM/udi
SELUNDUPKAN - Kepala LP Banyuwangi Arimin (tengah) menunjukkan HP yang diselundupkan ke LP, Sabtu (17/6) kemarin.
Minggu, 18 Juni 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Membangun Keberagamaan yang Benar (3) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Negeri Pembina Kuta (2) 09.30 Belajar Menggambar Membuat Origami Kelinci
10.05 Education On Bali TV 10.30 Agrobisnis Manfaat Peran TI untuk Memasarkan Hasil Pertanian 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif Kejuaraan Gresstrack 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Membangun Keberagamaan yang Benar (4) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV
16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator 17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Himawan Sastra Jawa Kuno 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Sidakarya (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Sendratari India (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Sukawati (6)
BPM/udi
MENHUB - Menhub Budi Karya Sumadi mengecek lashing kendaraan di atas kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (17/6) malam kemarin.
Menhub Sidak di Ketapang
Menhub mengatakan cuaca di Selat Bali kerap berubah sehingga, kewaspadaan soal lashing menjadi nomor satu. Ditambah lagi, ketika musim arus mudik, penumpang yang menyeberang selalu membeludak. Terkait lashing ini, pihaknya meminta operator
kapal dan pengelola pelabuhan bisa bekerja sama. “Tadi, kita lihat sudah di-lashing. Hanya, perlu dievaluasi lagi, supaya lebih kuat. Tak hanya pakai tali, bisa juga pakai dongkrak,” jelasnya. Khusus Lebaran ini, pihaknya meminta persoalan
lashing kendaraan menjadi prioritas. Tak hanya kendaraan truk dan roda empat, lashing ini juga wajib diberlakukan bagi kendaraan roda dua. Apalagi, jalur Ketapang - Gilimanuk menjadi titik terpadat pengendara roda dua saat musim mudik. “Kalau
roda dua, bisa pakai besi. Diikat. Kalau mobil ambruk, bisa mengganggu kapal. Jadi, lashing benar-benar wajib,” tegasnya lagi. Selain keamanan berlayar, Menhub menyoroti pengamanan selama musim mudik. Pihaknya memastikan jajaran TNI/Polri akan ikut mengamankan sejumlah jalur mudik. “Pengamanan selama Lebaran ini tentunya akan ditambah,” jelasnya. Menhub juga memuji kondisi Pelabuhan Ketapang yang rapi, bersih. Lalu, kondisi kapalnya cukup layak. Di selasela sidak, Menhub menyempatkan bercengkrama dengan penumpang kapal feri di Dermaga Ketapang. (kmb30)
Negara (Balipost) Dirjen Perhungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar didampingi Kadishub Pemprov Bali A.A. Ngurah Sudarsana, Sabtu (17/6) kemarin, melakukan sidak ke Pelabuhan Gilimanuk. Sidak dilakukan untuk mengecek persiapan arus mudik Lebaran. Dirjen menegaskan untuk memperlancar arus mudik Lebaran yang melalui penyeberangan di Selat Bali, semua instansi terkait tidak boleh menonjolkan ego masing-masing. Mereka harus kompak dan selalu berkoordinasi. Saat sidak tersebut setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, Dirjen langsung berkeliling melihat persiapan menyambut arus mudik seperti di pos pelayanan yang dibuat Polres Jembrana. Pudji Hartanto Iskandar juga mengecek ke loket tiket mobil dan sepeda motor. Di loket tiket, Pudji Hartanto Iskandar menanyakan waktu pelayanan dan kesiapan uang receh untuk kembalian. Mantan Kapolda Sulsel ini juga mengatakan pelayanan di loket harus bisa lebih cepat agar pemudik yang ngantre tidak lama.
Dia juga meminta agar faktor keamanan tetap menjadi prioritas. Terutama saat situasi ramai, pengawasan terhadap loket tiket harus diperketat untuk mengantisipasi kejahatan. Dikatakannya, belakangan ini sering terjadi kasus perampokan. Loket tiket harus dijaga karena saat ramai sangat rawan apalagi pintu loket tidak dikunci. Pudji Hartanto juga sempat menemui beberapa pemudik yang sedang menunggu giliran naik kapal. Selain menanyakan tujuan pemudik tersebut juga diminta agar selalu berhati-hati di jalan. Dirjen juga menanyakan kepada Kepala Otoritas Pelabuhan Penyeberangan (OPP) Ketapang-Gilimanuk Arief Muljanti berapa lama waktu ngantre pengguna jasa penyeberangan yang menggunakan kendaraan sampai bisa naik kapal. Arief menjawab hanya perlu waktu 15 menit. Pudji Hartanto, meminta agar dipasang sepanduk bertuliskan kalau penguna jasa sabar menunggu hanya 15 menit. Atau bisa menggunakan rekaman suara melalui pengeras suara sehingga pemudik tahu berapa lama mereka harus menunggu. “Tapi ingat waktu 15 menit
itu harus pasti,” tandasnya. Ditegaskannya juga jika memang situasi sangat padat terutama sepeda motor, harus ada kebijakan khusus. Sebab, mereka yang naik motor jika ngatre lama akan cepat emosi lalu membunyikan klakson. Menurutnya, kalau banyak motor bisa satu kapal khusus untuk mengangkut motor agar cepat habis. Pudji Hartanto juga meminta kepada instansi terkait di Pelabuhan Gilimanuk agar semuanya kompak untuk melayani pengunajasa penyebrangan saat arus mudik. “Semua harus kom-
pak. Tidak ada lu-lu, guagua, berikan pelayan yang terbaik,” tegasnya. Dia juga menyampaikan secara umum persiapan arus mudik di Pelabuhan Gilimanuk sudah baik. Tendatenda sudah dipasang untuk peneduh pemudik bermotor, jalur antrean juga sudah diatur termasuk upaya menyebar manifest guna mempercepat pengisian dan pelayanan tiket. Pihaknya sudah melihat semua sudah siap. Namun, yang menjadi masalah nanti adalah kesabaran pemudiksaat ngantre sehingga perlu cara yang baik dalam memberikan informasi. (kmb)
Banyuwangi (Bali Post) Insiden tergulingnya truk di atas kapal saat pelayaran di Selat Bali, belum lama ini, mendapat perhatian serius Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi. Pejabat ini meminta lashing atau pengikat kendaraan di kapal feri Ketapang-Gilimanuk dipercanggih. Sehingga, insiden ambruknya truk di dalam kapal bisa dihindari. Seruan itu diungkapkan Menhub saat sidak di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (17/6) malam kemarin. Menhub menegaskan, saat ini lashing atau pengikat kendaraan sudah diberlakukan di setiap kapal. Namun, kondisinya belum maksimal. “Jadi, kita usulkan sistem lashing kendaraan bisa dibuat lebih baik. Dicarikan solusi, supaya benar-benar aman,” kata Menhub didampingi Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto.
Dirjen Perhubungan Darat Sidak Kesiapan Arus Mudik
PM/kmb
SIDAK - Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto Iskandar ketika melakukan sidak ke Gilimanuk untuk mengecek persiapan arus mudik Lebaran.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 18 Juni 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Dicari Segera Marketing Perempuan Menarik,Cantik dan Handal unt Oleh@ Bali Hub.08113867250
Dicari FO Cowok The Agung Residence Jl.Sri Laksmi Nakula Legian Kuta Telp.08123861818 B.BP.164.06.17.0001406
B.BP.001.06.17.0001381
SMK di Dps Bth Gr:Sistem Telekomunikasi,Transmisi Wireline,Transmisi Komunikasi Bergerak dan Selular,Transmisi Broadband NGN,Sejarah, Email: tugasbali@yahoo.com
!!!Segera! Butuh Teraphist Reflexi di Hayam Wuruk, Gaji Menarik+Bonus+Lembur+THR hub.9002588 Hp.0811239621123
Dicari Tukang Jarit Berpengalaman Jarit Kaos Lycra.Interview Lsng Bw Lmrn ke Goddess on the go Jl.RyPengosekanUbud Tlp:976084 B.BP.004.06.17.0001308
!Db Cookhelper & waiter-es, 1,8jta+Mes/makan/tips.Top Busy Cafe Jimb, 081246913601
Dcr Pria utk Bakery Min punya Pnglaman Bakery,Wil.Singapadu Hub.087852459519/085738559532
Cari Sales Acc Gadget,laki2 Berpengalaman,Hub:PT.Vivan Bali HP:081237763718
B.BP.164.06.17.0001410
B.BP.004.06.17.0001405
B.BP.001.06.17.0000948
B.BP.001.06.17.0001383
B.BP.001.06.17.0000644
B.BP.001.06.17.0001373
Scratch Restaurant Mencari Waiter/Waitres yg bisa Berbahasa Inggris Hub.087761391060
Red Carpet Champagne bar is Looking for Security for the New Night Bar.Must Speak English.Must have Sertifikasi Gada Pratama and KTA.Must have Good Social Skills.CV to:jakko @redcarpetchampagnebar.com B.BP.001.06.17.0001228
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Dcr! PRT u/Tk Kue M.Maning Dps Tdr/Mkn Dlm 1,1jt 08123654383
Dcr Sales Counter SMK bs Inggris +SopirBus MerrysTour 235700
Dcr:FO,Bellboy,HK,Driver,Engeneering,Laundry,Security u/Htl E:newarenahotelkutabali@gmail. com /Hub.PO Box 2005 Kuta Bali
B.BP.001.06.17.0001188
Dcr sgr & banyak waitress utk Cafe. Fresh Graduate welcome SMS 081999057909
B.BP.001.06.17.0001393
B.BP.001.06.17.0001382
B.BP.101.06.17.0001402
B.BP.001.06.17.0001181
Dicari Bag.Administrasi,Finishing Kebaya Hub.08123619551
B.BP.001.06.17.0001355
Dicari SPG Brpengalaman dan Aktif Berbahasa Inggris.InterView Lsngb Wlmrn ke Goddess on the go Jl.Ry Pengosekan B.BP.164.06.17.0000969 Ubud.Tlp:976084 Dcr:Pembantu Masak u/RM Legian atau via Email: Ada Gaji,Tip H:081236109808 talk2us@goddessonthego.com.au
Chief Accounting(CA),Pria,max. B.BP.001.06.17.0001066 40th,pglmn CA min2th,menguasai Dcr sls dmsl Tbn,Ngr,Kr.asem B.BP.004.06.17.0001198 Neraca&Perpajakan,disiplin.Krm Diut peng bhn bgn 08883395999 Tropical Group Looking for: B.BP.001.06.17.0001380 lam ke Ananta Legian Hotel, B.BP.821.06.17.0001294 Corps&M Mgr,Corp.Sales Exc CorpAss Padi Handycraft Store & Reflexo- Jl.Werkudara 539 Legian Kaja Kuta Need:D3 Graduate of Agricultur B.BP.001.06.17.0001273 Acct Mgr,Acct Staff,Purchasing logy Nusa 2 Needs:Opr.Spv.Send to: /Chemical,Experienced,Capable Dicari Segera Marketing Wanita Staff.Send CV:corp-hrm@tropica corp-hrm@tropicalgroupbali.com English/Mandarin,Apply To: Menarik dan Handal unt lgroupbali.com/corp-hrd@tropic /corp-hrd@tropicalgroupbali.com versaindustries4@gmail.com Otomotif Hub.08113867250 algroupbali.com Ph:0361775211 Ph:0361775211 Exc 101 New Travel Agt Butuh Asst Mgr D/S1 Pglmn 1Th Siap Kerja CV ke gunartha@hotmail.com
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Karyawan u/ Tour Counter Siap Ditraining H:085100447381
B.BP.101.06.17.0001399
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
B.BP.101.06.17.0001400
B.BP.004.06.17.0001307
Dicari Tkg Jahit/Potong pengalaman u.Butik di Renon Hub.083119980802
B.BP.001.06.17.0001039
T.Serabutan (L),F.Office (P) Jl. Gadung No.81 Kreneng - Dps
JB School memerlukan Guru Berpengalaman bidang studi: B.Inggris,B.Mandarin,B.Bali, B.Indonesia,IPA,Matematika, Sejarah,Sosiologi,A.Budha, A.Islam,A.Khatolik.Kirim ke Jl.Raya Kuta No.1 Kuta Bali. B.BP.803.06.17.0001297
Proeducation Bali Mencari Guru Berkewarga Negaraan Indonesia Pengalaman Kerja dengan anak Berkebutuhan Khusus (Special Needs) Min 2Th fasih Berbahasa Inggris. Kirim Resume trimurthia@proed.asia 081999969296
B.BP.001.06.17.0000980
B.BP.001.06.17.0001284
Tropic & Ocean Spa diNusa Dua Mencari Hairdresser,Therapist yang Pengalaman atau Belum.MendapatkanGaji+Bonus+BPJS+Cuti+THR Hub:081337828727/087860552225 B.BP.101.06.17.0001403
Tropical Rest Looking for:Rest Mgr/Rest Spv,Sous Chef,CDP,Waiter, Cook.Send CV:corp-hrm@trop icalgroupbali.com/corp-hrd@tro picalgroupbali.com /0361775211
B.BP.101.06.17.0001401
Valet/Drivers Required for New Restaurant in Petitenget Applications in English to the Director shimateppanyaki@gmail.com
B.BP.004.06.17.0001374
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post CHEVROLET
HONDA
Jual Chevy Orlando 2016 White AT Asli DK Hub: 0818985608
B.BP.001.06.17.0001027
Jaz Alnew’14 Pth Trw DK KM11Rb VRC JKlt Mulus, 081239907101
B.BP.001.06.17.0001404
Jual Murah Inova G’10 Hitam DK Full Var Jrg pake,085102510222
Brighton Bali/08970868788 (WA) *Jual Beli Sewa KPR Properti*
LC VXR’97 Hijau AT DK+BMW 520 Vanos’94 Pth asDK,085935297350
Dijl rumah Kost 8Kmr ada wifi Jl.Antasura Dpsr, 081339650001
B.BP.164.06.17.0001409
Rmh Cluster di Mahendradata 300m dr RS Bali Med hrg 610Jt Dp 15% Hub:085337561878
B.BP.033.06.17.0001197
B.BP.819.06.17.0001090
Jazz RS 12 Asli DK Silver Ors B.BP.164.06.17.0001412 B.BP.001.06.17.0000960 Terios Adventure’07 asDK+Grand Jl.Drupadi V-8 Hp.081338244588 Rush G’12 Manual,Tgn 1,Kebo Dijl:Rumah 2Lt LT144m2,LB144m2 B.BP.001.06.17.0001371 Max13 AC,PwrS,Htm,081337337939 Iwa 14 Ubung Kaja 085847514060 Lok Ber.Mumbul Nusa Dua.Harga ISUZU B.BP.164.06.17.0001408 B.BP.001.06.17.0001386 Dibwh Pasar Hub.081916631113 Terios Adventure’2012 Silver Black Panther’02 Spec Editurn DAIHATSU
AsBali 151Jt, 087860856999 Prbd
Tgn I,118Jt,08123682727
SUZUKI
Mobil Isuzu ELF Box Fiber Th’2004 ,70Jt , 081237117227
B.BP.141.06.17.0001388
APV GX’2011 Burgundy 4 Unit Hub:081805608587 Ex Travel
B.BP.001.06.17.0001318
BUC Splash’2012 GL Hrga 105Jt Nego Hub.081337027702
B.BP.001.06.17.0001372
Jual Jimmy Th’97 Jarang Pake 087860016206 B.BP.001.06.17.0001331
DIJUAL RUMAH
TOYOTA
Dijual Toyota Yaris TRD Putih Sportivo 2016 Hb.081934368105 B.BP.001.06.17.0001272
Fortuner’08 G AT AsBali Bensin Pribadi Bs Tukar,085100856999 B.BP.141.06.17.0001389
BIRO JASA
Djual Mercy S300 th 2008 hitam brg istimewa Hub.08123677999
B.BP.001.06.17.0001387
B.BP.004.06.17.0001411
B.BP.001.06.17.0001366
Kont Rmh 1KT,1RT,1KM,Grs,17jt/th, 081997852775,08123954415
B.BP.004.06.17.0001377
MERCEDEZ
B.BP.001.06.17.0001391
DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rmh Ubung Kaja 2Jt per Bulan Hub.081805300805 TP
DIJUAL RUMAH Djl Kost Elit Gatsu Tengah Strategis Hub.0818551969
Djl Rmh Elit dgn berbagai Type, Lt2,nyman,strgs diDalung Dptk Bonus menrik dsetiap pembelian H.087860041028-082138258844
B.BP.154.06.17.0001332
B.BP.001.06.17.0001261
Djl Rmh LT490m2 LB320m2 3Kmr Lantai2 Jl.Kutat Lestari Sanur Djl Rmh LT140m2 LB122m2 3Kmr Hub.08113854455 B.BP.001.06.17.0001417 4KMndi Lantai2 Perum Bali B.BP.001.06.17.0001379 Rmh baru 3 unit siap huni BTN Southernland Regency Sanur Rmh Kost 15 Kmr (full) Utara Pegending Dalung,082147454248 Poltek Jimbaran 08123825010 Hub.08113854455 B.BP.164.06.17.0001407
BIRO JASA
B.BP.001.05.17.0001316
PELUANG BISNIS
B.BP.001.06.17.0001378
DIJUAL MOBIL
PELUANG USAHA
LAMPU LED PRODUKSI DALAM NEGERI MULAI 1 JUTA SEMUA WILAYAH BALI
klik www.bohlam.co.id C.0001325-p.bis
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389/081236774491
DIJUAL MOBIL
DICARI RUMAH Cr Rumah2 Ready/Inden Area Dps 450-700Jt utk-50 Klien Kami Asialand Property 081239907168
B.BP.819.06.17.0001111
Tnh 1Are Jl.Ry Utm Sibang,BUC SHM,Sdh Pgr Kllng.081237070478
Djl Tanah 75m2 Jl 4Meter Guang Batubulan 295jt 082144009678
Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809
Jual tanah Jln Bikini 113m2 650jt, 081338510323 pemilik
B.BP.001.06.17.0001385
B.BP.001.06.17.0001036
BU Djl Tnh 1A LC Intan II Gatsu 575Jt Nego. & 1,5A di Pering Gianyar 500Jt HP:08123848286
B.BP.001.06.17.0001183
BUC. T.Umar 1,6Are Strategis Alfian:081284120025 NoPrantara
B.BP.001.06.17.0001394
Dijual Tanah 1,4A Jl.Patih Nambi I A Perum Graha Sepa Nambi Ubung Kaja Hub.081916365005 B.BP.001.06.17.0001357
DIJUAL TANAH Tnh 1A 225jt Gg.Walet Batuyang 081237676375, Nego
Tnh+Bgn SHM+IMB LT.435m2 Hook Pgr Bypass Kediri Tbn 635Jt/A Nego smp Jd BUC H:081936268222
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.06.17.0001398
B.BP.001.06.17.0001161
B.BP.001.06.17.0001395
B.BP.001.06.17.0001413
KEHILANGAN Hilang BPKB M 03656952 DK 1428 GT AN: Ni Wayan Budiasih
B.BP.001.06.17.0001362
Hilang BPKB’APV’08 DK931KB A/N I Made Suarsa Hub.08123679736
B.BP.120.06.17.0001390 DISEWAKAN TOKO Hlg BPKB Nosin:N-9400818 DK360 Dikontrakan Toko Jln.TirtaNadi GB AN:Ni Pt Dista Sari SE.AK Dpn SMK 3 Sanur.085100854499 B.BP.001.06.17.0001364 B.BP.001.06.17.0001095
RUPA-RUPA Gestun Dalung 081236575081 B.BP.004.06.17.0001200
KEHILANGAN Hilang BPKB H 06425048-O DK 45 39 HY AN:Drs.Ketut Sukayasa,AK B.BP.001.06.17.0001361
DIJUAL MOBIL
PELUANG USAHA Big Promo Buka Usaha Tour Trvl Tkt Pswt PPOB Pulsa Hny 250 Rb DakaTrvl 081906175310 2835AE81
B.BP.001.06.17.0001363
MESIN Dijual 1 Unit Genset Ex 4D30 Jarang Pakai Hub:08113860867 0361757702 bisa unt Hotel Vila
B.BP.001.06.17.0001365
DIJUAL MOBIL
REKREASI
18
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Orang yang suka menghisap/ memakai candu 5. Roda pemintal benang 9. Deret/kolom/baris tebal memanjang 10. Kata sapaan untuk ibu 11. Masam 12. Jurang pemisah 13. Telah sedia 14. Jaman/era (Bali) 17. Kampung kecil bagian dari sebuah desa 20. Ijin/lisensi (Cina) 22. Serangga besar, hitam, mengkilap 24. Orang dengan kecerdasan berpikir sangat rendah 26. Hewan berbadan lunak 30. Pemangsa sejenis 33. Henti untuk sementara 34. Jera 37. Susup 40. Udang kering 41. Lama (Jawa) 42. Lemah/luluh hati karena cinta (Bali) 43. Orang kaya baru 44. Kikir 45. Pandu 46. Daya upaya
2
di setiap daerahnya. Seperti yang dilakukan Kelompok Sadar Wisata Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Kadis Pariwisata Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan Pokdarwis Denpasar ini merupakan suatu organisasi yang dibentuk di suatu destinasi wisata yang
memiliki kepedulian terhadap perkembangan pariwisata di daerahnya serta diharapkan berkontribusi aktif dalam pembangunan pariwisata di Denpasar. Sementara Ketua Kelompok Sadar Wisata Lila Santhi Kelurahan Penatih, Ni Wayan Suciati, menga-
takan adapun keunggulan dari Pokdarwis di Penatih ini memiliki masyarakat yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dengan banyaknya masyarakat yang bekerja sebagai pelaku pariwisata dan banyak yang sudah bisa berbahasa asing, sebagai pelaku seni (seniman), karena banyak sekali seniman serta pengerajin di wilayah Penatih ini. Dimana untuk menciptakan lingkungan yang bewawasan budaya di setiap wilayah di Penatih, dengan menampil-
4
9
5
6
10
14
15
26
16
17
18
24
28
19
21
23
27
8
13
20 22
7
11
12
29
25
30
31
32
33 34
35
37
36 40
38
39
41 43
42
44
45
46
KUPON TTS No.301 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 301 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 1 Juli 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 9 Juli 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 299 Mendatar: 1. Teheran 5. Derita 8. Adna (Anda) 10. Reaumur 11. Ginkang 12. Idea 13. Ida 15. Main 17. Agnosia 19. Game 20. Komunitas 22. Adven 23. Eror
Pokdarwis Dukung Destinasi Wisata Desa
MEMPERTAHANKAN sektor pariwisata di Kota Denpasar, diperlukan sebuah kerja keras dan kontribusi oleh semua pihak, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat. Dalam hal ini diperlukan sebuah kelompok-kelompok organisasi seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)
3
SPT2017
Menurun: 1. Sangat rumit/sulit 2. Tidak tajam/tumpul 3. Sakti dari Siwa 4. Bentuk muka/Rupa muka 5. Judul sebuah film semi animasi 6. Berkeras hati 7. Kata sapaan untuk guru perempuan/kakak 8. Butiran gabah dalam beras/nasi 15. Pertemukan/benturkan 16. Tempat minum-minum sambil dengar musik 18. Nama Wuku ke dua puluh dua 19. Jajan dari ketan 20. Batu permata kuarsa 21. Tanpa laba/pulang pokok 23. Satuan ukuran jarak 25. Sanggar kegiatan belajar 27. Ayah dari bapak/ibu 28. PBB (Inggris) 29. Pernyataan yang diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian 30. Anak laki-laki berandal 31. Es (Inggris) 32. Penyimpan tenaga listrik 34. Lupa diri karena marah 35. Ruang kapal 36. Bakul/keranjang yang dibuat dari bilah-bilah bambu 37. Tua (Jawa) 38. Kurang hati-hati/lengah 39. Kilatan listrik di udara disertai bunyi gemuruh
1
TTS Bali Post
24. Sensasi 28. Kaon 29. Yin 30. Jaum 31. Sekarat 32. Panelis 33. Tebu 34. Teliti 35. Reissue Menurun; 2. Hialin 3. Rampas 4. Narita
kan inovasi dan potensi yang ada dalam sebuah kerajinan tangan yang memiliki ciri khas seperti, kerajinan tenun ikat (endek) patra, kerajinan pande besi jegog, kerajinan perak, kerajinan patung, kerajinan tedung, sampai dengan olahan makanan, seperti kerupuk piduh yang sudah masuk pasaran lumayan besar di Bali. Sebagai salah satu destinasi wisata, Penatih juga memiliki area jogging track dengan latar sawah di Subak Anggabaya sepanjang 2 kilo meter. (ara)
5. Daia 6. Rekomendasi 7. Angon 9. Ngenges 10. Raba 14. Dokumentasi 16. Intens 18. Gloria 21. Ternate 24. Sampur 25. Nyanyi 26. Analis 27. Iris 28. Kesat 30. Jati
Pemenang TTS No. 299 Jero Made Pande Br. Batu Meyeh, Desa Songan B, Kec. Kintamani, Kab. Bangli (Hp: 085 737 715 431) Ni Kadek Mudiartini Br. Dinas Tengah, Desa Temukus, Kec. Banjar, Kab. Buleleng (Hp: 081 936 525 925) I Made Kertha SD Negeri 4 Ketewel, Sukawati, Gianyar Ni Luh Ayu Suariyani Banjar Keraman, Desa Abiansemal, Kec. Abiansemal, Badung 80352 Made Adi Angkabumi Jl. Gadung Gg. III/7, Kel. Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Timur, Denpasar 80233 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Wayan Susila Alamat : Jln. Sanitasi No.3, Sidakarya, Denpasar
19
Minggu Wage, 18 Juni 2017
Bertindak Tegas Dari Hal. 1
Seharusnya, pemerintah bisa saja mengambil tindakan tegas jika mereka melanggar aturan kependudukan, namun harus dilandasi dengan pendekatan baikbaik. Makanya penduduk pendatang, kata dia, harus dikelola atau dimanajemen dengan baik. Sementara krama Bali harus jengah dengan cara memperkuat kompetensi diri sekaligus jiwa kewirausahaannya. Pengamat kependudukan Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H. menambahkan untuk mengantisipasi lonjakan pertumbuhan penduduk dating, semua pihak termasuk pemerintah harus bertindak dengan tegas. Salah satunya adalah pemerintah harus berani mengembalikan warga atau duktang yang tidak memiliki KTP atau tanda pengenal dan memperketat pemberian kipem, khususnya di kelurahan/desa. “Dengan demikian, saya yakin Kota Denpasar tidak akan sepadat seperti sekarang ini,” ujarnya. Pihaknya juga mengimbau agar duktang saat mudik Lebaran tidak mengajak sanak saudaranya yang tidak mempunyai skill dan kemampuan ke Kota Denpasar saat arus balik Lebaran. Sebab, itu hanya akan merepotkan warga asli maupun warga yang sudah tinggal di Denpasar. Terlebih lagi akan menimbulkan gesekan, karena pada umumnya duktang belum sepenuhnya bisa memahami budaya dan adat istiadat Bali. Dengan penduduk yang semakin padat, kriminolog Unud ini mengatakan, risiko sebagai kota metro tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan gesekan-gesekan yang mengakibatkan peningkatan kriminalitas. Oleh karena itu, pihaknya berharap semua pihak termasuk aparat desa, pecalang,
Polri dan TNI harus siaga menghadapi membeludaknya duktang ke Denpasar. Hal senada juga dikatakan oleh pengamat tata ruang Kota Denpasar, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si.IAI. Ia menjelaskan, urbanisasi merupakan perpindahan penduduk yang tidak pernah diketahui secara pasti. Namun, secara ilmu perpindahan penduduk dapat diketahui. Sebab perpindahan penduduk terjadi karena adanya kepincangan fasilitas, seperti pendidikan, kesehatan, dan yang paling dominan penyebabnya adalah faktor ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya menyarankan agar pemerintah harus mampu menciptakan perimbangan ekonomi di semua sektor. Sehingga, pemerintah mampu menghidupi dan mampu memberikan penghidupan yang layak untuk masyarakatnya. “Mestinya pemerintah mampu menjawab keperluan dan kebutuhan masyarakatnya sehingga, urbanisasi dapat ditekan,” imbuhnya. Kendati demikian, pihaknya juga tidak menampik, bahwa di sisi lain urbanisasi merupakan berkah bagi perkembangan perekonomian, apalagi Bali merupakan destinasi pariwisata. Namun, dampak yang ditimbulkan harus dipikirkan, seperti macet, kriminalitas dan lain sebagainya. Pemerintah diharapkan mampu menciptakan sumber-sumber lapangan pekerjaan yang dimulai dari desa. Bahkan, pemerintah juga harus mampu menciptakan satelit perkotaan di desa, sehingga pembangunan pariwisata tersebar di seluruh pelosok pedesaan di Bali. “Kalau pariwisata sebagai lokomotif pembangunan dan perekonomian, maka pemerintah harus cerdas dan menciptakan pembangunan yang tersebar luas ke pedesaan. (sue/win)
Barang Bukti Dari Hal. 1
Sementara itu, barang bukti yang diamankan uang tunai Rp 14.450.000, 1 lembar kertas kecil bertuliskan 15 dan stempel Dinas PMPPTSP, 2 lembar Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), buku tabungan Simpeda BPD Bali, 4 berkas pengajuan IMB, buku kas IMB tahun 2017, buku kas IPT-MB tahun 2017, 1 bendel buku register SPJDPM dan PTSP tahun 2017, 1 bendel fotokopi Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No. 2 tahun 2015, 1 bendel fotokopi Peraturan Daerah Kabupaten Gianyar No.4 tahun 2012 dan 2 HP. Kasus itu terkait pengurusan TDUP Drs. Putu. Suastawa yang diajukan oleh Dewa Nyoman Oka Trisandi. Menurut Ruddi, kedua tersangka melakukan pelanggaran menyalahgunakan SOP pengurusan TDUP. Pasalnya dalam pengurusan TDUP seharusnya tidak dipungut biaya sesuai aturan berlaku, tapi pemohon diminta biaya. Atas laporan itu dilakukan penyelidikan dan kedua tersangka terjaring OTT. “Modusnya, Kadis ini menulis di secarik kertas 15,50 dan 75. Maksudnya dipungut Rp 15 juta, Rp 50 juta dan Rp 75 juta. Sebesar itulah yang akan dimintai kepada pengurus izin,” ujar mantan Kapolres Badung ini. Hasil penyidikan, mereka menjabat posisi tersebut sejak Desember 2016. Awalnya masyarakat yang mengurus izin dimintai sumbangan sukarela. Lama-lama berubah dan pemohon izin ditarget
belasan hingga puluhan juta rupiah. Teknisnya uang tersebut diterima oleh Kabid Perizinan dan Non Perizinan B Dinas PMPPTSP, I Nyoman Sukarja. Setelah itu baru diserahkan kepada Kadis Ketut Mudana. Alasannya untuk mempercepat keluarnya izin. ‘’Sesuai perintah pimpinan kami, termasuk Bapak Presiden sedang gencarnya melakukan Saber Pungli. Kalau ada pemerasan dan pungli tolong diinformasikan kepada kami,” harapnya. Seperti diberitakan, Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Polda Bali di kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Gianyar, Jumat (16/6) lalu. Awalnya polisi mengamankan Kabid B Dinas PMPPTSP Nyoman Sukarja. Pejabat berkumis ini langsung diseret polisi dengan barang bukti uang tunai sekitar Rp 15 juta. Kedatangan petugas dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali dipimpin Wadirkrimsus Polda Bali, AKBP Ruddi Setiawan, langsung mengarah ke Kantor Dinas PMPPTSP pada Jumat siang sekitar pukul 10.00 wita. Tak pelak kedatangan petugas yang memasang police line, mengitari ruang Kabid B PMPPTSP ini, membuat panik seluruh staf di kantor perizinan itu. Beberapa menit melakukan pemeriksaan di ruangan itu, polisi lantas menggiring Kabid B Dinas PMPPTSP, Nyoman Sukarja itu ke Mapolres Gianyar untuk pemeriksaan sementara. (kmb36)
Dipulangkan Dari Hal. 1
Namun sebaliknya, harus ditindak tegas dan dipulangkan jika tidak membawa identitas itu. “Setelah itu, mereka akan tinggal di satu wilayah, itu sudah langsung menjadi pengawasan banjar. Banjar yang punya kewenangan pengawasan masalah administrasinya. Kalau dia tinggal di asrama ada aturannya lagi, 2 x 24 jam dia harus lapor termasuk juga di wilayah banjar, setidaktidaknya yang menampung itu harus melapor,” jelas Ketua Komisi II ini. Suwandhi melihat, pengawasan inilah yang selama ini masih lemah. Padahal, dampaknya sangat besar bagi Bali menyangkut daya tampung dan daya dukung Bali yang semakin overkapasitas. Kemudian persaingan dalam urusan mencari pekerjaan. Padahal sekarang, masyarakat Bali sendiri ban-
yak yang menganggur. Setiap tahunnya, ada ribuan sarjana yang lulus serta tamatan SMA/ SMK yang butuh pekerjaan. “Kemana itu dibawa? Sepanjang tidak ada investasi masuk, selama itu tidak ada kesempatan kerja. Untuk PNS kan tidak mungkin, orang sudah dimoratorium. Kalau tenaga kerja sistem kontrak sudah over juga. Oleh karena itu, janganlah karena uang Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 10 ribu, petugas lalu membiarkan pendatang masuk tanpa identitas dan tujuan yang jelas,” ujarnya. Anggota Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiartha, mengatakan, desa pakraman memiliki peran penting dalam penertiban penduduk pendatang. Seperti di Desa Pakraman Pedungan Denpasar yang cukup tinggi heterogenitas penduduknya. Menurut anggota dewan yang juga Bendesa Adat Pedungan ini, ada ilakita krama
Mobil Pertama Dari Hal. 1
Rombongan mobil pertama tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 16.05 WIB, ada dua orang pria turun dari kendaraan itu. Tampak satu orang pria bertubuh tambun memakai kemeja biru yang diketahui merupakan Ketua DPRD Mojokerto Purnomo (PDI-P). Menyusul di belakangnya, pria berperawakan sedang memakai kemeja putih yang merupakan Wakil Ketua DPRD Mojokerto Umar Faruq (PAN). Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Pemkot Mojokerto Wiwiet Febryanto dan Wakil Ketua DPRD Kota Mojokerto Abdullah Fanani dari PKB. Keenam pelaku langsung masuk ke dalam gedung tanpa berkomentar. Seperti diberitakan, Jumat (16/6) malam hingga Sabtu (17/6) dini hari, KPK kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dari OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan Ketua dan Wakil
Ketua DPRD Kota Mojokerto, seorang Kepala Dinas, serta empat pihak lainnya. Dari hasil OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan barang bukti uang suap senilai Rp 470 juta. Uang tersebut diduga sebagai pelicin untuk pengalihan anggaran dari PENS Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Diberhentikan Atas kasus ini, Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan akan memberikan sanksi pemberhentian dari keanggotaan partai jika ada kadernya yang terkena operasi tangkap tangan Komisi Pmeberantasan Korupsi, di Mojokerto, Jawa Timur. “Hal ini sesuai dengan protap partai yang juga sudah diumumkan sejak lama kepada segenap kader dan pengurus partai di seluruh Indonesia,” kata Plt. Sekjen PDI-P Ahmad Basarah. Basarah mengatakan, pihaknya saat ini terus melakukan koordinasi dan pengecekan lapangan dengan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa
Tim Yustisi
Dari Hal. 1
Dikatakan, menghindari duktang tanpa identitas masuk Kabupaten Badung, Satpol PP Badung siaga dengan melakukan pengawasan di pintu masuk Terminal Mengwi. Tim yustisi ini terus menggelar penertiban administrasi kependudukan terhadap para penumpang di Terminal Mengwi, terutama usai perayaan Lebaran. Tidak hanya di Terminal Mengwi, sejumlah kantong duktang di kawasan Badung Selatan juga akan disasar. Sementara, wakil rakyat di DPRD Badung berharap serbuan penduduk pendatang pascahari raya Lebaran menjadi perhatian serius pemerintah. Bahkan, kalangan dewan Badung meminta tim yustisi menangkal penduduk ilegal yang masuk di Gumi Keris itu. “Bukannya kami anti terhadap penduduk pendatang dan melarang penduduk pendatang ke Badung, namun yang perlu diwaspadai jika petugas lengah akan ada peningkatan jumlah penduduk,” ungkap Wakil Komisi I DPRD Badung, Nyoman Ardana. Untuk itu, pihaknya meminta tim yustisi menjaga pintu masuk ke Kabupaten Badung, baik di terminal, Bandara Ngurah Rai maupun jalur laut seperti Kedonganan, Tuban, Jimbaran, hingga Pecatu. “Kalau mereka (penduduk pendatang -red) lengkap membawa identitasnya memang tidak menjadi masalah, bagaimana jika mereka tidak memiliki identitas alias penduduk ilegal yang diajak, hal ini pun ke depan akan menjadi persolan,” ucapnya. Dia juga mengharapkan, pengamanan lintas sektoral
tetap dipertahankan. Jangan sampai terjadi pungli atau main mata petugas untuk menyusupkan penduduk pendatang yang tidak melengkapi identitasnya. “Badung merupakan kawasan pariwisata, jika tidak keamanannya dijaga dengan baik pastilah akan berdampak juga terhadap kunjungan wisatawan ke sini,” ujarnya. Di Gilimanuk Sementara itu, Gilimanuk juga siaga memantau arus penduduk pendatang ke Bali. Prinsipnya tidak ada larangan apabila kedatangan ini sudah pasti untuk bekerja. Peran pintu gerbang masuk menjadi sangat penting untuk menjaring para duktang itu, apalagi Gilimanuk merupakan salah satu pintu masuk utama jalur darat di Bali Barat. Hampir setiap hari, orang menyeberang masuk ke Bali lewat pintu masuk ini dan menjalani pemeriksaan kependudukan. Sejak awal tahun ini, ada perubahan posisi pemeriksaan kependudukan (KTP). Pos pemeriksaan yang awalnya berada dekat dengan security door (pintu pemeriksaan barang), kini sedikit lebih jauh berada di Terminal Gilimanuk. Tetapi sayangnya, saat ini belum semua kendaraan bisa tertampung dan menjalani pemeriksaan lewat Pos KTP tersebut. Kendaraan barang seperti truk diperiksa di luar terminal lantaran keterbatasan areal pemeriksaan. Dikhawatirkan jika truk masuk dapat merusak jalan di areal terminal sehingga pemeriksaan saat ini terbagi menjadi dua. Di luar areal terminal (pos lama), dan Pos KTP di dalam Terminal
yang dimiliki desa pakraman setempat terkait penertiban penduduk. “Terutamanya untuk penduduk pendatang yang berada di wewidangan, dan yang menetap di wilayah Pedungan. Kami melakukannya setiap bulan, kami memantau mereka setiap bulan tetapi kami catat mereka sesuai dengan ketertiban penduduk itu setiap tiga bulan. Kami terus lakukan penertiban administrasinya,” ujar politisi PDI-P ini. Budiartha menambahkan, penertiban dilakukan oleh pecalang, prajuru banjar, linmas, dan babinsa. Dengan demikian, ada koordinasi yang terjalin secara baik menyangkut persoalan penduduk. Terlebih di tengah isu radikalisme yang muncul hingga mengancam Pancasila dan NKRI belakangan ini. “Kita juga melihat penduduk yang sekiranya melakukan tindakan mencurigakan, itu bisa diamankan setiap saat,” uharnya. (rin)
Timur tentang kebenaran Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mojokerto tersebut. Diduga, dalam OTT tersebut terjaring Ketua DPRD Kota Mojokerto, Purnomo. “Dari informasi yang kami terima diduga tersangka menerima suap Rp 30 juta yang alasannya untuk keperluan Lebaran,” ujar Basarah. Basarah menuturkan, bagi PDI-P, kader partai yang menjadi tersangka OTT KPK tidak akan ada toleransi lagi. Berapa pun jumlah barang buktinya, biasanya KPK sudah memiliki bukti-bukti kuat sebelum melakukan OTT. Sanksi pemberhentian otomatis ini sebagai salah satu bukti komitmen PDI-P untuk mendukung KPK melakukan pemberantasan korupsi. “Salah satu tujuan pemberhentian otomatis bagi tersangka OTT KPK dari kader PDI Perjuangan juga ingin memunculkan efek jera bagi penyelenggara negara yang lain agar tidak melakukan tindak pidana korupsi di mana pun,” ucap Basarah. (kmb)
Gilimanuk. Kendati kondisinya masih bolong-bolong di bagian atap, namun petugas di Pos KTP lebih nyaman melakukan pemeriksaan. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jembrana, I Ketut Wiaspada, belum lama ini mengungkapkan pemeriksaan tetap dilakukan sesuai protap yang berlaku selama ini. Di pos tersebut melibatkan sejumlah instansi di luar Satpol PP dan petugas dari Dukcapil. Tahun ini, dinas juga menganggarkan untuk mesin scanner KTP-elektronik. Hal itu untuk memudahkan pemeriksaan dan pendataan orang yang masuk ke Bali. Namun, saat ini mesin itu belum ada dan masih menggunakan pemeriksaan manual oleh petugas. Sementara itu terkait pemeriksaan duktang saat arus balik, Kepala Bidang Trantib, Satpol PP Jembrana, I Made Tarma, mengatakan dipastikan akan ada penambahan personel dari jumlah yang ada saat ini. “Nanti kita rapatkan, mungkin nanti personel mobile (bergantian), yang pasti akan ada penambahan,” tandas Tarma. Di samping dari intern antarinstansi wilayah Jembrana, personel pemeriksaan di Pos KTP akan di-back-up dari Satpol PP Provinsi. Terkait bantuan yang disebut terakhir ini, diharapkan akan selalu berlanjut. Di samping pemeriksaan rutin di Gilimanuk, operasi jalan raya baik dilakukan gabungan maupun polisi juga gencar dilakukan. Hal ini dilakukan untuk melapisi pemeriksaan di pintu masuk Gilimanuk. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada yang lolos. (par/olo)
Sistem Baru
Dari Hal. 1
Karena itu, kini Pemkot Denpasar mulai merancang sistem yang bisa dilakukan dalam mengelola masalah kependudukan di Denpasar. Rencana ini sudah mulai dibahas pada tataran prarapat yang dilakukan beberapa instansi terkait, beberapa waktu lalu. Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar I.B. Rahoela yang ditemui usai rapat mengungkapkan, munculnya UU Kependudukan dan Permendagri No. 14 tahun 2015 mengharuskan pemerintah daerah melakukan penyesuaian. Apalagi, mobilitasi kependudukan di Denpasar cukup banyak. Karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat dalam mengelola masalah kependudukan agar tidak menjadi beban di kemudian hari. Rahoela menegaskan, rancangan yang akan diterapkan Pemkot Denpasar, salah satunya, yakni penerapan pelaporan penduduk pendatang secara online. Mengingat, kebijakan Kipem yang selama ini dilakukan Pemkot Denpasar, sudah tidak digunakan lagi. “Pelaporan ini masih tetap penting dilakukan agar posisi penduduk yang tinggal di Denpasar tetap terpantau. Pola inilah yang kami godok dulu, seperti apa penerapannya nanti,” ujar Rahoela. Dalam rapat yang diikuti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, camat, serta lembaga terkait lainnya ini juga dibahas tentang sinergi antara desa dinas dan desa pakraman dalam mengelola masalah kependudukan ini. “Ini merupakan langkah awal, karena ke depan akan diatur dengan peraturan wali kota (perwali),” ujar Rahoela. Dikatakan, ada empat persoalan yang sangat terkait dengan masalah kependudukan, yakni kekumuhan, kemiskinan, pengangguran, serta kriminalitas. Persoalan satu dengan yang lainnya tersebut saling terkait, sehingga diperlukan pola penanganan yang tepat. Peran serta masyarakat juga akan sangat penting ikut peduli terhadap kondisi mobilitas penduduk. Terlebih, dalam rancangan yang digagas tersebut, pelaporan tersebut menjadi tugas dari masing-masing pihak yang memiliki rumah kos, pemilik lahan yang mengontrakkan tanahnya untuk permukiman, serta pihak lainnya, seperti kon-
traktor yang mempekerjakan tenaga kerja cukup banyak dalam waktu tertentu. Sementara itu, Camat Denpasar Timur Dewa Puspawan yang ditemui di Gedung Sewaka Dharma menyatakan pengelolaan penduduk pendatang tidak lagi berada di instansi dinas. Karena itu, pihaknya tidak memiliki data tentang jumlah penduduk pendatang yang ada di masing-masing kecamatan. Data tentang penduduk pendatang kemungkinan hanya dimiliki masing-masing banjar adat. “Kalau di kecamatan tidak lagi memiliki data penduduk pendatang. Mungkin di desa juga tidak ada,” katanya. Anggota DPRD Denpasar I Ketut Beji dan Wayan Warka mengatakan, kehadiran penduduk pendatang di Denpasar cukup banyak. Dari hasil pemantauan di lapangan di masing-masing desa jumlah penduduk pendatang bisa melebihi penduduk setempat. Ketut Beji yang sebelumnya juga menjabat Kepala Desa Dauh Puri Kelod mengatakan, dari hasil pemantauan di desanya, jumlah penduduk pendatang bisa mencapai komposisi 40 persen berbanding 60 persen. Hal ini bisa dilihat dari hasil pemantauannya di Banjar Sumuh beberapa waktu lalu. “Saat saya menjabat kepala desa, keberadaan penduduk pendatang sudah melebihi penduduk asli,” katanya. Hal serupa juga diakui Wayan Warka. Mantan Kepala Desa Kesiman Kertalangu ini mengatakan, komposisi penduduk di desanya saat ini mencapai 45 persen untuk penduduk pendatang (ber-KTP) dan 55 persen penduduk asli setempat. Namun, bila dihitung seluruh warga yangh tinggal di desa itu, termasuk yang belum mengantongi KTP Denpasar, jumlahnya pasti lebih banyak yang pendatang. Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Denpasar Nyoman Narendra yang ditanya soal komposisi penduduk Denpasar yang asli dengan pendatang, pihaknya tidak memiliki data seperti itu. Karena secara administrasi, yang diatur adalah penduduk yang telah ber-KTP saja. Sedangkan penduduk yang tidak ber-KTP Denpasar, bukan menjadi kewenangannya. “Pemerintah tidak bisa membedakan penduduk asli dengan pendatang. Yang bisa dibedakan adalah ber-KTP atau tidak,” katanya. (ara)
Rasa Mau Muntahnya Saat Minum Kopi Kini Telah Berlalu
Tujuan penjual air mineral ini mengonsumsi Madu Bima 99 adalah untuk menghilangkan kebiasaan minum kopi. Kenapa? Karena, sekitar 3 bulan lalu, muncul rasa mau muntah setiap lelaki 32 tahun ini minum kopi. Entah apa yang menyebabkannya, yang jelas,
usaha ayah 3 anak ini berhasil. Kini, Warga Dusun Banjar Peh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, ini resmi berhenti minum kopi dan mengganti dengan madu hitam itu 2 X sehari. di samping itu, “Sangat terasa perubahannya,” jelasnya pada 5 Juni 2016 lalu saat ditemui. “Perut saya tak lagi mual-mual ingin muntah, nafsu makan bertambah, badan jadi terasa lebih sehat, dan stamina bertambah,” imbuhnya kemudian. Mungkin, dari keluhan yang dialaminya ini, pria bernama I Gede Ardana ini menderita gejala sakit mag. Namun,
tentu saja, apa pun keluhannya, kalau mengonsumsi madu pahit tapi manis manfaatnya itu, pastilah “mengajak” tubuh tetap sehat. Sakit mag adalah sakit yang ditimbulkan oleh kelebihan asam lambung yang dapat menyebabkan iritasi pada selaput lendir lambung. Pada kondisi normal asam lambung diperlukan untuk membantu pencernaan dalam mengolah makanan yang kita makan. Namun, produksinya bisa meningkat bila ada pemicunya. Misalnya memakan yang pedas dan berminyak, makan tidak teratur, makan terlalu cepat, meminum kopi, merokok,
mengonsumsi alkohol dan obatobatan tertentu, atau stres. Gejala yang dirasakan biasanya nyeri di ulu hati, perut terasa kembung dan mual, dan sering keluar sendawa.
Lambung penderita mag bisa mengalami iritasi atau infeksi. Dengan mengonsumsi jenis makanan tertentu, iritasi bisa makin parah dan mengakibatkan pendarahan yang berlebihan. Bila hal ini terjadi, penderita makin stres. Betapa tidak. Tinja yang keluar ketika buang air besar bisa bercampur dengan darah. Dan akibat stres, tidak mustahil penyakit lain muncul. Di lain pihak, membiarkan perut kosong juga berbahaya. Asam dan enzim lambung yang tak difungsikan akan membuat iritasi makin parah. Jadi, penderita maag harus menjaga perutnya untuk selalu terisi dan menjaga pola makan
dengan disiplin yang tinggi. Dan salah satu upaya untuk menjaga agar kadar asam lambung selalu normal adalah mengonsumsi madu. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu
Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.
Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 ADV.0002207-adv-18
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu WAGE, 18 JUNI 2017
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Minggu, 18 Juni 2017 Pukul Tempat Acara
: 11.00 Wita : Kalangan Ratna Kanda : Gender Wayang Anak (Lomba)
Pukul Tempat Acara
: 14.00 Wita : Kalangan Ayodya : Bondres Dengan Iringan Angklung, Sanggar Grongseng Poleng Badung
Pukul Tempat Acara
: 17.00 Wita : Areal Taman Budaya : Ngelawang, Sanggar Angrawangsa Gianyar
Pukul Tempat Acara
: 20.00 wita : Kalangan Ayodya : Drama Gong Remaja, Sekaa Gong Pohsanten Jembrana
Pukul Tempat Acara
: 20.00 wita : Wantilan : Bondres Inovatif, Sekaa Topeng Inovatif (STI) Denpasar Timur
Pukul Tempat Acara
: 20.00 Wita : Ardha Candra : Gong Kebrar Dewasa, Padepokan Seni Dwi Mekar Buleleng dengan Sekaa Gong Eka Dharma Tabanan
Transaksi Pameran Kerajinan di PKB
Sudah Mencapai Hampir Rp 1,8 M Denpasar (Bali Post) Transaksi pameran kerajinan di Pesta Kesenian Bali ke-39 sudah mencapai hampir Rp 1,8 miliar. Tepatnya Rp 1.756.195.800 di hari kelima pelaksanaan event tahunan ini. Panitia PKB pun optimis, transaksi akan bisa melampaui target yang sudah ditetapkan Rp 12 miliar. “Artinya, selama lima hari itu sudah mencapai hampir Rp 1,8 miliar dan yang terbanyak adalah di kerajinan perak dan emas, di samping endek dan songket. Sedangkan untuk kuliner itu rata-rata jam delapan malam itu sudah habis mereka,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Bali yang juga Ketua Panitia PKB ke-39, Dewa Putu Beratha, di Taman Budaya, Denpasar, Sabtu (17/6) kemarin. Menurut Beratha, hal ini didukung oleh penataan lingkungan Taman Budaya yang sudah semakin baik. Ruang-ruang untuk pengunjung dibuat semakin nyaman dan tidak lagi diganggu pedagang yang berkeliaran. “Kami dapat bicara dengan salah satu perajin, jadi kesannya untuk kunjungan tahun ini mereka mengatakan lebih baik dari tahun lalu. Artinya, omzet mereka dibandingkan dengan tahun lalu lebih meningkat. Kalau kemarin (PKB 2016) kan kita mencapai target Rp 12 miliar, kira-kira kita bisa melebihi tahun ini,” ujarnya. Data Panitia PKB ke-39, omzet PKB berdasarkan kelompok produk sampai dengan 15 Juni 2017 masing-masing kelompok Tekstil & Turunannya Rp 268.095.000, kelompok Kerajinan Kayu & Turunannya Rp 74.043.000, kelompok Logam & Turunannya Rp 548.457.000, kelompok Kulit Hewan & Turunannya Rp 6.850.000, kelompok Kerajinan Ate, Rotan Bambu, eceng gondok, daun lontar dan lidi Rp 22.090.000, kelompok kerajinan lainnya Rp 728.777.800, dan Dekranasda Rp 107.883.000. (kmb32)
ARIDUS PANCASILA adalah lima sendi negara kami! Kelima sendi itu tidak berpangkal pada Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence. Gagasan dan cita-cita tersebut sudah ada sejak berabad-abad terkandung dalam bangsa kami. Memang tidak mengherankan bila dalam dua ribu tahun usia peradaban kami yang memiliki kekuatan besar dan kejantanan, menghasilkan abad-abad keberhasilan, sebelum imperialisme menenggelamkan kami saat terjadi kelemahan nasional. (To Build The World A New, Ir. Soekarno) ‘’Mengagumkan! Cuma itu yang bisa kukomentari membaca sedikit kutipan pidato Presiden I Republik Indonesia yang akrab disapa Bung Karno. Orasi setebal 70 halaman berbahasa Inggris, bertajuk ‘To build the world a new“ atau ‘Membangun dunia baru‘, disampaikan di depan Sidang Umum Perserikatan Bangsa- Bangsa di New York, 30 September 1960. Kebetulan pula, barubaru ini kutonton sekelumit
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Pengibing Nyawer Hingga Pakai Wig
Denpasar (Bali Post) Aksi pengibing dalam Parade Joged Bumbung kadang tak bisa diterka. Seperti dalam Parade Joged Bumbung dari Sanggar Seni Giri Suara Ulangun, Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (17/6) kemarin. Ada pengibing yang memamerkan isi dompetnya untuk nyawer, hingga pengibing yang memakai wig. Pengibing yang memakai wig berwarna putih itu bernama Made Suardana. Pria asli Buleleng yang tinggal di Denpasar ini mengaku sering menjadi pengibing dalam Parade Joged Bumbung. Pada PKB ke-39 ini saja, ia sudah dua kali ngibing saat pentas Duta Kabupaten Jembrana dan Buleleng. “Saya memang hobi ngibing. Setiap tahun menjelang PKB, satu bulan sebelumnya saya sudah menyiapkan properti seperti wig ini,” ungkapnya. Suardana mengaku memang senang tampil beda dan aneh. Kendati sebetulnya tetap disesuaikan dengan kondisi masingmasing kabupaten/kota. “Misalnya Tabanan identik dengan pertanian, saya pernah ngibing sambil bawa cangkul. Karangasem dengan tajennya, saya ngibing membawa ayam. Pernah juga saya ngibing pakai pakaian drama,” tuturnya. Sementara itu, penampilan penari joged dari Sanggar Seni Giri Suara Ulangun bisa dikatakan sopan. Tampak dari busana yang dike-
nakan adalah kebaya yang relatif tertutup dan kain prada. Kemudian dari segi penampilan, tidak menyuguhkan goyangan-goyangan erotis. Pengibing pun wajib mengenakan pakaian adat madya lengkap dengan udeng. Meski ada pengibing yang memeluk penari dan memberikan uang alias nyawer, masih tergolong dalam batas kewajaran. “Kami memang menampilkan joged bumbung tradisi untuk menghilangkan kesan joged porno dan menangkis image negatif joged. Ciri khasnya pakaian yang rapi, sopan santun, busana adat Bali kebaya dan gerakan yang sopan tidak ngegol ke depan paling ke samping,” ujar Pimpinan Sanggar, I Nengah Swastana. Swastana tak menampik joged
tradisi yang terbilang klasik ini kurang diminati oleh generasi muda. Respons positif justru didapat dari penonton termasuk pengibing dari generasi tua. “Respons masyarakat muda-mudi memang agak kurang tapi untuk yang dewasa bagus, ibu-ibu terutama karena sopan,” tandasnya. Kendati merupakan tari pergaulan, pesan Ulun Danu (Melestarikan Air Sumber Kehidupan) juga disampaikan melalui tabuh pembuka berjudul “Swaran Toya Ampuan”. Tabuh ini menggambarkan air yang mengalir dari lerenglereng perbukitan, sebagai sumber irigasi pertanian. Namun di era globalisasi, keberadaan air semakin terkikis, mengalami pencemaran dan alih fungsi lahan. (kmb32)
BPM/wan
JOGED BUMBUNG - Ratusan warga menyaksikan pergelaran hiburan seni joged bumbung di Pesta Kesenian Bali XXXIX tahun 2017.
Mario Blanco Adakan Pameran Fotografi di Hungaria PUTRA maestro seni lukis Blanco, ayahnya, merasa bahwa dunia, Don Antonio Blanco, Ma- Bali is their souls, life, their rio Blanco, pamerkan sekitar 47 house, their home dan saya yakin hasil karya seni fotografinya di kecintaan ini tertuang dengan Hungaria. Mario bertemu penu- sangat baik dalam karya seni lis di Bandara Soekarno Hatta, mereka,” ujar Dubes Wening. Jakarta dalam perjalanan dari Pameran fotografi Mario Blanco Eropa menuju Bali. tersebut memang berhasil menPameran yang dilaksanakan arik perhatian pengunjung dan di Rondella Gallery, Ezstergom tidak sedikit menyatakan kekagubaru-baru ini, dibuka secara mannya akan karya seninya. resmi oleh Duta Besar RI untuk Foto-foto Mario Blanco seolah-olah Hungaria, Wening Esthyprobo, berkomunikasi langsung dengan yang menyambut hanpara pengunjung dan mengajak gat kedatangan Mario para pengunjung untuk meBlanco dan mengharapnikmati keindahan alam kan karya seni fotografi Bali, keunikan budayanya dari Mario Blanco dapat serta keramahtamahan memperlihatkan Bali orang-orangnya yang tersecara utuh, dari mata sirat raut wajah dan seseseorang yang sangat nyuman. mencintai Pulau Dewata. Mario Blanco yang “Ada satu yang tidak juga berkesempatan akan pernah berubah berinteraksi langsung dari keturunan dengan para peBlanco,” tutur nikmat karyanya Dubes Wening. dan menjelas‘’Hal itu adalah kan dengan kecintaannya antusias menterhadap Bali, genai makna baik Madi balik setiap rio Blanco karya dan maupun menjelaskan almarhum kehidupan dan BPM/pik Don Antonio keindahan Bali. Mario Blanco
Syukur Kita Punya Pancasila! BALE BANJAR
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
Parade Joged Bumbung
PESTA KESENIAN BALI (PKB)
brolan
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
video klip peristiwa membanggakan itu, di prolog film dokumenter Gerakan AntiRadikalisme (GRAK) Bali. Di situ tampak Bung Karno dengan gaya elegan dan penuh percaya diri mengutarakan bahwa kemerdekaan Indonesia dilandasi lima sila yang diberi nama Pancasila. Memang terkesan kontroversial, saat pemimpin sebuah negara yang kemerdekaannya baru berusia 15 tahun saat itu, mengusulkan agar Pancasila dijadikan acuan berperilaku dalam tata pergaulan mancanegara. Malah Bung Karno tanpa ragu menyarankan agar Piagam PBB yang menurutnya sudah usang dan ketinggalan zaman diganti dengan Pancasila. Meski seluruh hadirin kelihatan terhenyak mendengar usul itu, namun saat Pancasila dieja satu per satu, tampak sorak gemuruh memenuhi ruangan sidang umum. Mungkin sangat percaya diri karena bangga, sebab nilai-nilai Pancasila digali dari Persada Indonesia, bukan gagasan impor,’’ papar Rubag. ‘’Juga sangat mencengangkan dan memerlukan nyali sebesar buah kelapa, seorang pemimpin negara yang baru merdeka, berani mengkritisi Perang Ideologi dua Negara Adidaya, yang berpaham kapitalisme dan komunisme. Keduanya disindir Bung Karno sebagai imperialisme yang berhasrat mengisap bangsa dan negara yang lebih lemah. Kendati suasana politik internasional pada tahun 1960-an sedang naik suhunya
karena masing-masing blok saling mengarahkan hulu ledak nuklirnya, dengan enteng pencetus gagasan nonblok itu mengatakan konflik akan berakhir, bila seluruh negara di dunia menganut ideologi universal bernama Pancasila. Sebab, menurutnya, Pancasila lebih lengkap daripada Manifesto Komunis yang minus Ketuhanan dan Declaration of independence yang minus keadilan sosial. Inti paling dalam dari Pancasila, menurutnya, adalah gotong royong. Gotong royong hakikatnya kebersamaan berdasar solidaritas, toleransi, dan integrasi buat menuju masyarakat adil dan makmur berlandaskan grundnorm bernama Pancasila. Lebih mengejutkan, tanpa diperkirakan dan seperti tiada beban Bung Karno menyarankan pada seluruh hadirin di SU PBB, untuk memindahkan markas organisasi dunia tersebut ke wilayah Asia, Afrika, atau Jenewa, yang terbebas dari aura konflik ideologi antara Blok Barat dan Timur. Secara tegas, Bung Karno menyatakan PBB gagal menciptakan perdamaian. Untuk itu, dia memprakarsai resolusi lima negara, yakni Indonesia, India, Gana, Arab, dan Yugoslavia. Isinya, minta agar Presiden Amerika, Eisenhower dan PM Uni Soviet, Kruschev melakukan perundingan damai guna meredakan ketegangan dunia,’’ tutur Cekeg. ‘’Luar biasa! Keberanian Bung Karno mengajukan pendapat, kemampuannya
Pembukaan pameran selain dihadiri para seniman Hungaria juga dihadiri oleh Wali Kota Esztergom dan korps diplomatik negaranegara sahabat di Hungaria. Pameran kali ini juga sangat unik, karena Rondella Gallery dan sekitarnya diubah bernuansa Bali dengan pemasangan penjor dan kain poleng. Selain itu, untuk menambah nuansa Indonesia, Duta Besar RI untuk Hungaria dan seluruh keluarga besar KBRI Budapest mengenakan kamen hitam bertepi poleng dengan udeng/ikat kepala. Tak lupa, KBRI Budapest juga memperkenalkan kudapan khas Bali kepada para pengunjung pada acara pembukaan pameran. Sasaran promosi lengkap dan terpadu ini adalah untuk meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat Ezstergom dan sekitarnya akan budaya Indonesia. Sepeninggal ayahnya tahun 1999, Mario meneruskan cita-cita sang ayah yang ingin memiliki museum untuk menyimpan 300 karya lukisannya. Akhirnya terwujud dengan berdirinya The Blanco Renaissance Museum. Museum ini memperlihatkan pencapaian estetika dari Antonio muda hingga yang paling mutakhir. (pik)
berdiplomasi di dunia internasional belum ada duanya di Indonesia. Isi otaknya yang penuh ilmu pengetahuan sehingga mampu memprediksi masa depan dan sikapnya sebagai negarawan yang lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi dan keluarga, juga belum tertandingi. Bicara soal Pancasila, kubaca, semua gagasan yang dikatakannya digali di pertiwi Indonesia, dimatangkan di Ende, Flores (1934-1938). Bung Karno untuk kedua kalinya ditangkap kolonialis Belanda, tanpa diadili langsung dibuang ke Ende. Diperkirakan, dengan diasingkan, dia akan mengalami alienasi dan sakit hati, lalu mati pelan-pelan, karena kebiasaan gemar bicara dan bergaul dengan para pengikutnya di Jawa. Perkiraan meleset, karena pria berzodiak Gemini itu, bisa membuat suasana batinnya ramai di tengah kesepian. Semua pengalamannya di Jawa, termasuk gagasan Marhaenisme sebagai paham buat mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) tahun 1927, pergaulannya dengan berbagai tokoh politik dan agama saat ngekos di rumah HOS Cokroaminoto, juga buku-buku berbau modernisme, semua ditarik dari memorinya untuk diajak berdialog. Lingkungan bergaulnya selama di Ende dengan masyarakat yang mayoritas beragama Nasrani, terutama dengan para pastor, menambah kesadarannya bahwa sesanti Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kebangsaan, bukan khayalan atau fantasi, namun kenyataan yang tak terbantahkan. Di situlah kecintaannya terhadap bangsanya yang pluralis dan
multikulturalis muncul, sehingga saat memaparkan sila kedua dan ketiga pada 1 Juni 1945, masalah kebangsaan menjadi dominan,’’ komentar Regig. ‘’Pancasila selain berfungsi sebagai pandangan hidup bangsa atau way of life, juga sebagai dasar negara atau landasan ideal republik ini. Dimasukkan semua sila di alinea keempat Pembukaan UUD 1945, membuat Pancasila pantas disebut grundnorm atau norma dasar yang nilai-nilainya mengaliri seluruh batang tubuh konstitusi. Inilah norma tertinggi yang kemudian disebut sumber dari segala sumber hukum di wilayah Republik Indonesia. Semua hukum positif, baik pidana, perdata, tata usaha negara harus dialiri nilai-nilai Pancasila. Jadi, dari pembuatan, penerapan, pelaksanaan produk hukum, termasuk kebijakan publik lainnya seperti peraturan p e m e ri nt a h, ke p ut usa nkeputusan presiden, gubernur, bupati, dan wali kota, tidak boleh bertentangan dengan grundnorm yang juga disebut staatfundamentalnorm. Begitu vital dan pentingnya peran dan fungsi Pancasila, tidak heran kalau setiap keinginan segelintir orang untuk mengubah atau menggerogotinya, mendapat reaksi hebat dari rakyat yang menyadari hakikat Pancasila. Mengubah atau menghilangkan Pancasila tak ubahnya merobohkan bangunan negara karena fondasinya dihancurkan. Sebagai falsafah negara dan bangsa, Pancasila adalah lem perekat atau alat pemersatu bangsa yang terdiri ratusan suku, bahasa, ras, budaya, dan agama. Kita lihat banyak
Tabuh Baleganjur Bali dan Tari Jawa Menghibur Masyarakat Angers Angers (Bali Post) Tabuh baleganjur Bali dan tari Jawa menghibur masyarakat Kota Angers, Prancis Barat dalam serangkaian pelaksanaan Festival Internasional Pariwisata, Jumat (16/6). Gamelan nyaring-dinamis baleganjur Bali itu bergema di pusat Kota Angers. Penabuh melakukan parade selama hampir 45 menit melintasi jalan kota sepanjang 500 meter yang dipadati kafe. Warga Kota Angers yang sedang riang gembira menyambut akhir pekan tampak sukacita menyaksikan pawai baleganjur yang lewat. Tertarik mendengarkan irama gamelan baleganjur yang dinamik itu, beberapa warga menatap ke jalan sambil memotret para penabuh yang berpawai. Pawai baleganjur dimainkan kelompok gamelan Puspa Warna KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) di Prancis yang dipimpin oleh Theo Merigeau. Theo sempat belajar gamelan Bali langsung dari seniman di Pulau Dewata. Dalam pementasan itu, Theo bersama sekitar 15 kawannya mengenakan pakaian adat Bali termasuk udeng, layaknya penabuh gamelan saat pentas di Bali. Mereka diiringi anak-anak sekolah yang sebelumnya sempat belajar menabuh angklung bambu. Dalam pelaksanaan Festival Internasional Pariwisata Kota Angers ini, Kedubes RI di Prancis memberikan dukungan penuh dalam pentas seni. Persiapan khusus untuk menyukseskan acara ini dilaksanakan dalam tiga bulan terakhir. Aneka acara kesenian digelar untuk menyukseskan festival ini yang melibatkan sekitar 30 penari dan penabuh. Pada saat pembukaan festival yang dilaksanakan Dubes
Indonesia untuk Prancis Letjen (Pur) Hotmangaradja M.P. di Hotel Mercure, dipentaskan tari Bali Panyembrama dan tarian Jawa. Di tempat terpisah, yaitu di gedung Salons Curnonsky, dilaksanakan pameran budaya dengan memajang wayang golek, payung atau tedung Bali, wayang kulit, promosi wisata aneka destinasi seperti Borobudur. Saat itu dilaksanakan latihan bermain musik angklung bambu buat anak SD setempat usia 6-7 tahun, sebanyak 30 orang. Mereka belajar memainkan dua lagu dengan iringan instrumen bambu. “Anak-anak juga mendapat kesempatan diperkenalkan dengan wayang,” ujar Atase Pendidikan Kedubes RI di Prancis, Prof. Dr. Surya Rosa Putra, M.S., selaku penanggung jawab pelaksanaan pentas seni serangkaian festival. Pelatihan bermain angklung diberikan oleh Irene, staf KBRI Prancis. Pada malam harinya, dipentaskan serangkaian tari Jawa di Collegiale Saint-Martin, pusat Kota Angers. Sebelum pementasan dimulai, panitia mementaskan kembali tabuh baleganjur. Berbeda saat pentas siang, pada pentas sore para penabuh tidak mengenakan pakaian Bali. Mereka hanya mengenakan selendang. Penampilan mereka sore itu hanyalah sebagai ‘’pengumuman’’, penarik minat warga untuk hadir menonton pementasan tarian serangkaian festival. Mereka bermain baleganjur di depan gedung pertunjukan. Tabuh baleganjur diakhiri ketika pentas tari Jawa di dalam gedung dimulai. Tim kesenian yang tampil malam itu adalah kelompok tari tabuh Seka Wangi, pimpinan Christophe Moure. (Darma Putra)
BPM/ist
BALEGANJUR - Penabuh baleganjur Puspa Warna KBRI Prancis saat parade di Kota Angers, Jumat (16/6). wilayah di Indonesia, saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei lalu, melakukan ikrar bersama untuk menyatakan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Pancasila, harga mati!’’ tambah Runteng. ‘’Kesaktian Pancasila memang sudah terbukti. Berbagai pemberontakan atau tindakan makar yang pernah terjadi di Indonesia sejak kemerdekaan, selalu bisa dipadamkan dan diatasi. Itu berkat ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang mengikat persatuan dan kesatuan, sedangkan bujukan para pemberontak berideologi asing mereka tolak. Seharusnya, kaum ekstremis dan radikalis yang ingin mengubah bangunan Indonesia yang sudah kokoh,
melihat kejadian atau tragedi yang terjadi di Rwanda, Yugoslavia yang terkenal dengan Perang Balkannya, kemudian Irak, Libia, Suriah, Yaman, dan terakhir ini Qatar. Perbedaan suku tapi agama yang sama, perbedaan agama namun suku sama menjadi latar konflik berdarah yang makan nyawa dan harta benda. Lucu, di zaman yang sudah ultramodern ini, mereka masih bisa dipengaruhi ideologi asing, yang belum tentu cocok dengan kepribadian serta watak bangsa mereka. Atau mereka memang tidak memiliki kearifan nasional yang berfungsi sebagai landasan ideal sekaligus landasan konstitusional negara. Syukur kita punya Pancasila!’’ ujar Pogog. (aridus)