Skip to main content

Edisi Sabtu 18 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

19 Mei, Kembali Digelar Gerakan Bali Resik Sampah Plastik Secara Serentak GERAKAN Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang dicanangkan Gubernur Wayan Koster pada 7 April 2019 lalu di Lapangan Umum Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli dengan diikuti bupati/wali kota seBali, akan kembai digelar pada Minggu (19/5) besok. Kegiatan gagasan Gubernur Koster yang bertujuan untuk memelihara serta melestarikan alam Bali agar selalu bersih dan hijau sesuai dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini, rencananya digelar secara serentak di tiap kabupaten/kota se-Bali. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali Drs. I Made Teja mengatakan, kegiatan ini akan melibatkan berbagai komponen masyarakat yang ada di Bali. Mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat provinsi serta kabupaten/kota, TNI/Polri, instansi vertikal, PKK, BUMN/BUMD, swasta, sekolah, komunitas lingkungan

dan organisasi kepemudaan. Tak ketinggalan pula melibatkan berbagai organisasi masyarakat adat, seperti warga desa adat dan sekaa terunateruni. Sementara soal rencana lokasi akan menyasar kawasan pura, hutan, sungai, pesisir danau dan pantai, lingkungan desa adat, pasar, hingga sepanjang aliran subak serta tempat umum lainnya. ‘’Gerakan yang berpedoman pada Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai ini telah sukses terlaksana pada 7 April lalu, dengan mampu membersihkan lingkungan Bali dari ancaman sampah anorganik sejumlah 28.258,1 kilogram,’’ jelasnya di Denpasar, Kamis (16/5). Ia kemudian merinci masing-masing sumber sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan dari gerakan ini. Yakni untuk Kabupaten Bangli berjumlah 13,5 ribu kg, Ka-

rangasem 2.050 kg, Buleleng 698 kg, Jembrana 296,6 kg, Klungkung 3,1 ribu kg, Badung 436,50 kg, Tabanan 5.327 kg, Gianyar 1.350 kg dan Kota Denpasar sebanyak 1.500 kg. ‘’Untuk itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat Bali bergotong royong mareresik sampah plastik pada Minggu 19 Mei 2019. Dimulai sejak pukul 07.00 Wita,’’ ajaknya seraya mengatakan Pemerintah Provinsi Bali akan memusatkan kegiatan ini di Pasar Pancasari, Dusun Dasong, Desa Wanagiri, Kabupaten Buleleng. Sementara untuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung akan memusatkan kegiatan di Pura Pucak Mangu, Pura Taman Mumbul Mengwi, Pura Sadha Kuta, Pura Petitenget, dan Pura Mukti Pecatu. Kemudian Pemkab Tabanan memusatkan gerakan ini di Pasar Induk Baturiti, Pasar Sayur Baturiti, Pasar Candikuning. Sementara untuk Pemkab

Gianyar akan melaksanakan kegiatan ini di Pantai Siyut dan Pantai Tulikup. Tak ketinggalan Pemkab Klungkung menggelar kegiatan ini di Pantai Batu Tumpeng Gelgel. Selanjutnya Pemkab Bangli memusatkan kegiatan ini di kota Bangli dan Pemkab Karangasem akan melaksanakan gerakan ini di Pantai Wates, Yeh Malet, Pura Andakasa, Pelabuhan Padangbai, Pasar Ulakan dan Pelabuhan Cruise Tanah Ampo. Sementara Pemkab Jembrana akan melaksanakan di Pantai Rambut Siwi dan Pemerintah Kota Denpasar akan memfokuskan kegiatan ini dari GOR Ngurah Rai sampai Pasar Kreneng. (kmb) SAMPAH PLASTIK Gubernur Wayan Koster saat ‘’mareresik’’ sampah plastik 7 April lalu di Bangli.

Jokowi Anjurkan Tiru Desa Kutuh

Mangupura (Bali Post) Presiden Jokowi menilai Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang berhasil memanfaatkan Dana Desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Di mana Dana Desa tahun 2018 di Desa Kutuh ini pemanfaatannya terkonsentrasi di pengembangan sport tourism.

Bali Post/ist

DESA KUTUH - Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat mengunjungi Desa Kutuh, Badung, Jumat (17/5) kemarin.

Seperti menyewakan lapangan untuk kompetisi internasional, paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp 800 juta, sehingga hal tersebut memberikan revenew ke desa Rp 50 miliar untuk usaha desa. ‘’Ini yang namanya bagaimana Dana Desa bisa men-trigger ekonomi yang ada di wilayah, sehingga masyarakat benarbenar merasakan manfaatnya,’’ kata Presiden Joko Widodo, Jumat (17/5) kemarin, saat meninjau pengembangan Lapangan Ketut Lotri Desa Kutuh yang dikembangkan menjadi wisata sport tourism. Kunjungan kerja tersebut merupakan peninjauan pemanfaatan Dana Desa di Desa Kutuh tahun 2018, yang dipergunakan untuk pengembangan sport tourism di kawasan Gu-

nung Payung Cultural Park, yang berkolaborasi dengan Desa Adat Kutuh. Dalam kunjungannya yang berlangsung selama 30 menit tersebut, Jokowi menilai apa yang dilakukan Desa Kutuh sebenarnya bisa di-copy di tempat lain yang memiliki kemiripan, seperti Sumatera, Jawa dan tempat lainnya. Di mana Desa Kutuh menjadi model keberhasilan sebuah desa dalam memanajemen pengelolaan Dana Desa menuju kemanfaatan masyarakat. ‘’Sekarang masih tahap pembangunan, jika ini selesai maka ini mempunyai prospek yang sangat bagus,’’ pungkasnya. Dipaparkannya, Desa Kutuh dahulunya merupakan desa yang miskin dan sekarang sudah berhasil terlepas

dari garis kemiskinan. Untuk itu setiap desa, tidak perlu terjebak pada revolusi industri 4.0. Sebab, ada segmen yang bisa dimasuki oleh desa atau daerah yang kadang-kadang tidak banyak kompetitornya yang justru bermanfaat bagi desa. Turut hadir dalam rombongan, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pramono Anung, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan jajaran OPD di Pemkab Badung. (kmb23)

Waspadai Aksi Terorisme pada 22 Mei Jakarta (Bali Post) Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal M. Iqbal mengindikasikan kelompok teroris yang akan memanfaatkan momen pengumuman rekapitulasi hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei 2019. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak turun ke jalan atau melakukan aksi unjuk rasa.

Polisi menyebut kelompok teroris diduga akan menyasar kerumunan masyarakat saat KPU-RI mengumumkan pemenang Pemilu 2019. ‘’Karena diduga teroris akan memanfaatkan momentum tersebut, pada tanggal 22 Mei. Kami imbau masyarakat tidak turun (ke jalan), ini akan membahayakan. Karena mereka (kelompok

Tidak Terbit Terkait dengan hari raya Waisak yang juga merupakan hari libur nasional, Bali Post pada Minggu (19/5) besok tidak terbit. Bali Post kembali terbit seperti biasa mulai Senin (20/5) lusa. Untuk itu kepada pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit

terduga teroris) akan menyerang semua massa, termasuk aparat,’’ kata M. Iqbal dalam konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jumat (17/5) kemarin. Imbauan disampaikan sebagai upaya prepentif atau pencegahan agar masyarakat tidak menjadi sasaran serangan teroris. ‘’Itu yang dinamakan tadi dengan melakukan penangkapan yaitu prefentif strike, penegakan hukum untuk pencegahan,’’ kata Iqbal. Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus Antiteror 88 Mabes Polri telah menangkap 68 terduga teroris di berbagai wilayah di Indonesia. Penangkapan puluhan teroris itu dilakukan sejak dari Januari hingga pertengahan

Mei 2019. Dari total tersangka tersebut, tujuh orang meninggal ditembak karena melakukan perlawanan. Sedangkan satu orang tewas usai meledakkan diri saat penangkapan dilakukan di Sibolga, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Dalam video yang diputar juga diungkap Polri telah menangkap sebanyak 29 terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) selama bulan Mei 2019. Penangkapan dilakukan di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tegal, Nganjuk, dan Bitung. Salah satu peran terduga teroris tersebut yaitu berencana memanfaatkan momen hasil pengumuman rekapitulasi resmi Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei 2019. (kmb4)

Bali Post/ant

BARANG BUKTI - Kadiv Humas Polri Irjen Pol. M. Iqbal (tengah) menunjukkan salah satu barang bukti saat konferensi pers pengungkapan kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/5) kemarin.

Peternak Digugat Rp 2,9 M

Pelihara Babi Hanya untuk Pupuk Tanaman

DIGUGAT - Kandang babi milik I Nyoman Suastawa yang digugat miliaran rupiah oleh pihak hotel di Desa Buahan, Kecamatan Payangan.

BETERNAK dan berkebun menjadi keseharian I Nyoman Suastawa, pascapensiun sebagai guru SMA beberapa bulan lalu. Namun, mengawali beternak babi di lahannya sendiri, justru pria 60 tahun ini dikejutkan dengan gugatan oleh pihak hotel yang bersebelahan dengan lahan miliknya. Tidak main-main gugatan akibat kandang babi, pihak hotel menuntut ganti rugi Rp 2,9 miliar. ‘’Tentu awalnya terkejut sekali, harga tanah saya saja tidak ada segitu,’’ ujar I Nyoman Suastawa, Jumat (17/5) kemarin. Suastawa menceritakan bahwa dari neneknya sudah biasa beternak babi di seputaran lahan seluas 40

are dekat hotel itu. Bahkan sejak kecil ia pun turut serta diajak beternak sapi dan babi di seputaran lahannya itu. ‘’Kalau dulu buat kandang ternak pakai pagar kayu, tetapi ada juga yang ternaknya diikat saja. Kalau sekarang saya buat kandang semipermanen ukuran 2,5 x 3 meter, lantainya beton, dindingnya besi yang siap dipindah-pindah, tiangnya bambu dan atapnya seng,’’ katanya. Diterangkan, pada luas lahan itu terdapat sejumlah kandang yang terpencar. Di bagian atas ada dua kandang babi, kandang sapi, dan di bawah ada kandang babi. Salah satu kandang yang kini berisi dua ekor babi inilah yang dikeluhkan

pihak hotel. Disinggung alasan kandang terpencar, Suastawa mengaku selain beternak juga berkebun. Limbah dari kotoran ternak inilah yang digunakan sebagai pupuk untuk kebun pisang miliknya. Dengan lokasi kandang yang terpencar, memudahkan dalam mengangkut kotoran ternak untuk kebun pisang tersebut. ‘’Jadi kan kotoran ini tinggal saya sebar di sekitar kandang, di sudut atas seperti itu, di sudut bawah seperti itu juga,’’ jelasnya. Bapak dua anak ini pun menegaskan tidak ada maksud membuat kandang untuk mengganggu restoran hotel. Semata untuk menyuburkan kebun pisang

miliknya. ‘’Sengaja mengganggu hotel itu bukan tujuan saya,’’ tegas kakek tiga cucu ini. Diakuinya, antara kebun miliknya dengan restoran itu hanya dibatasi pohon bambu yang ditanam pihak hotel. Selain itu di antara dua lahan ini juga dibatasi jalan setapak. ‘’Selama ini saya juga sudah berupaya menyebar pupuk menjauh dari hotel, bahkan pembuangan air saya arahkan menjauh dari hotel juga. Harapannya agar tidak mengganggu tamu hotel,’’ tandasnya. Sementara itu, ketua majelis hakim AFS Dewantoro, S.H., M.H. membenarkan adanya gugatan yang ditujukan terhadap seorang peternak ke PN Gianyar.

Proses persidangan nomor perkara 424/Pdt.G/2018/PN Gin itu pun sudah beberapa kali dilakukan. ‘’Tadi (Kamis 16 Mei - red) sidang pembacaan saksi dari pihak tergugat, sidang untuk penggugat itu minggu depan,’’ ucapnya. Dikatakannya, pascamenerima gugatan ini pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ke lokasi. Kandang babi berukuran 2,5 x 3 meter itu baru dibangun awal tahun ini di lahan pribadi milik I Nyoman Suastawa. Sementara restoran hotel sudah berdiri sejak 2005. ‘’Jarak kandang babi dengan restoran hotel ini sekitar 7 meter, jadi memang cukup dekat,’’ jelas hakim yang juga Wakil Ketua PN Gianyar ini. (kmb35)


2

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

FIGUR Atur Kuota dan Daerah Operasional

PERSAINGAN antara angkutan konvensional dengan online sampai saat ini belum menemukan titik temu. Oleh karena itu, pengaturan usaha antara angkutan konvensional dan online ini mesti dilakukan dengan lebih baik. Termasuk di dalamnya mengatur kuota dan daerah operasional angkutan online. “Yang online ini punya market yang relatif agak lebih mudah karena melalui online. Yang tidak online harus nyari penumpang sendiri kan. Sebetulnya kalau mau, semua di-online-kan. Tapi mungkin yang perlu diperhatikan adalah bagaimana memperbaiki competitiveness yang ada,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, Jumat (17/5) kemarin. Menurutnya, competitiveness atau daya saing menjadi penting terutama dari segi pelayanan. Konsumen atau penumpang tentu melihat seberapa baik layanan yang diberikan oleh angkutan umum, sebelum akhirnya memilih antara angkutan konvensional atau angkutan berbasis aplikasi online. “Kalau kita lihat ke depan, ini memang tidak ada pilihan, karena kita harus maju. Tapi pengaturan usahanya yang dilakukan lebih baik. Misalnya kalau memang sudah kerja sama dengan konvensional, ya... diusahakan konvensionalnya prioritaskan dulu,” jelasnya. Mantan Kepala Bidang Fasilitasi Pengadaan Tanah, Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR ini menambahkan, sudah ada pembicaraan untuk membuat semacam zonasi. Hal tersebut dikatakan wajar karena memang diperbolehkan juga dalam peraturan menteri. “Jadi diatur jumlah kuotanya, daerah operasionalnya, itu yang diatur,” imbuhnya. Adik kelas Gubernur Bali Wayan Koster di ITB ini juga mendorong satu bentuk aplikasi yang bisa memberikan semacam penguatan terhadap budaya lokal ataupun krama Bali. Dengan catatan, aplikasi yang dibangun tersebut sudah sesuai dengan keinginan para sopir angkutan konvensional. “Kemudian juga tidak mencederai sistem usaha yang non-monopoli dan sebagainya. Kalau monopoli kan repot juga,” katanya. Saat ini pihaknya masih mencari berbagai opsi terbaik. Kemudian dilihat, apakah bertentangan dengan aturan di atasnya atau tidak. Kalau tidak bertentangan, seperti apa untung dan ruginya. “Setiap kebijakan pasti ada yang diuntungkan dan dirugikan. Kira-kira untungnya apa, ruginya apa. Tapi yang penting sebetulnya adalah masyarakat mendapatkan kualitas pelayanan yang lebih baik dan bertanggung jawab. Jangan pelayanannya tidak bertanggung jawab,” tegasnya. (rin)

”Indonesia Go Kurabu’’

Ceria, Bahagia, dan Selalu Ingin ke Bali BERPIKIR, bersikap, serta melakukan hal-hal yang positif merupakan beberapa hal kunci untuk senantiasa hidup sehat dan bahagia. Apalagi kemudian ditambah banyak sahabat, kenalan dan dapat mengunjungi tempat-tempat yang disukai. ‘’Bagi kami, setiap hari ya hari Minggu. Jadi, berusaha selalu senang, riang dan bahagia,’’ ujar Yamauchi Hiroyuki, pensiunan guru matematika di sebuah SMA di Kumamoto, Jepang, mengawali percakapannya di Bali Yuai Mansion, Jumat (17/5) kemarin. Tiba di Bali, Kamis (16/5), dia bersama tiga rekannya yakni Koga Masako, Tashima Nobuko, dan Nishimura Katsuko. Mereka akan berada di Bali selama sepekan ke depan. Beberapa objek wisata akan dikunjungi, seperti Ubud, Tanah Lot, Kuta, GWK dan sebagainya. Tidak seperti rekannya yang baru pertama dan dua kali ke Pulau Dewata ini, Yamauchi yang merupakan kakek tiga cucu ini mengaku sudah 34 kali ke Bali. ‘’Ya, saya senang. Saya suka orang Bali yang ramah dan selalu tersenyum,’’ ujar kakek humoris ini. Yamauchi dan rekannya tergabung ke dalam ‘’Indonesia Go Kurabu’’ atau Klub Berbahasa Inonesia yang ada di Kumamoto. Pria yang semasa dinasnya mengajar mata pelajaran teknik ini mengaku sudah mengenal bahasa Indonesia sejak 10 tahun lalu. Belajar secara otodidak maupun dari orangorang Indonesia yang pernah tinggal di rumahnya. Saat ini anggota kelompok ini baru empat orang. ‘’Semoga nanti bisa bertambah,’’ harapnya. Di Kumamoto banyak orang Indonesia yang belajar di universitas di sana. Mereka mendapat beasiswa untuk belajar berbagai disiplin ilmu. Di kota ini ada tempat yang diberinama Kumamoto International Center. Di tempat ini banyak orang asing yang belajar bahasa dan budaya Jepang. ‘’Ya, saya dulu pernah tinggal di rumah Yamauchi San. Saya belajar bahasa Jepang dan beliau belajar bahasa Indonesia dari saya. Tidak hanya belajar bahasa Jepang, juga budaya serta etos kerja, serta disiplin masyarakat Negerti Matahari Terbit itu,’’ ujar I Gusti Agung Nirartha yang beberapa tahun lalu sempat sebulan tinggal di rumah Yamauchi. Meskipun tergolong lanjut usia, mereka tetap semangat, ceria dan tampak bersemangat. ‘’Ya, umur saya sekitar 80 tahunan. Rekan-rekan saya juga sekitar 75 tahun. Namun kami terlihat seperti 25 tahun kan,’’ ujar Yamauchi bercanda. Berpikir, bertindadak, dan melakukan hal-hal yang menyenangkan selalu membuat mereka terlihat ceria. Mereka juga menjalin persahabatan dengan Pendiri Bali Yuai I Gusti Kompyang Pujawan. ‘’Bali menyenangkan. Saya suka. Di mana-mana ada yang baik dan buruk, tetapi saya suka Bali. Orangnya selalu tersenyum,’’ katanya. Yamauchi sudah berkunjung ke beberapa negara dan beberapa daerah di Indonesia, namun hatinya sudah tertambat di Bali. ‘’Saya ingin terus kemari sebelum meninggal,’’ ujarnya sambil tertawa. (kmb)

BaliPost/kmb

BERSAMA – Yamauchi Hiroyuki bersama rekannya didampingi I Gusti Agung Nirartha di Bali Yuai Mansion.

Topik :

ANTISIPASI KEKISRUHAN PPDB

Kadek Diana dan Dewa Rai Sepakat Damai

Denpasar (Bali Post) Insiden pemukulan yang melibatkan dua anggota DPRD Bali I Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai berakhir damai setelah dimediasi oleh Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster, Jumat (17/5) kemarin. Sebelumnya, kedua politisi PDI-P itu saling lapor di Polda Bali. Namun kini baik Diana maupun Dewa Rai sudah bersedia untuk mencabut laporan masing-masing. “Keduanya, Kadek Diana dan Dewa Rai, sudah saya panggil tadi pagi (kemarin red) untuk menandatangani pernyataan berkelakuan baik. Artinya, harus berkelakuan baik ini. Yang kemarin kan tidak baik,” ujar Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster ketika dikonfirmasi kemarin. Menurut Koster, perkelahian seperti kejadian Selasa (14/5) lalu di Ruang Sidang Utama DPRD Bali tidak boleh terulang lagi. Hal itu sudah tertuang dalam surat pernyataan bermaterai yang ditandatangani keduanya di Kantor DPD PDI-P Bali kemarin. Diana dan Dewa Rai bahkan siap bersumpah tidak akan mengulangi perbuatan yang sama, perbuatan yang merusak dan menodai nama baik dan kehormatan partai. Bila mengulangi, mereka siap dipecat sebagai kader dan anggota partai serta dikenakan Pengganti Antar-Waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Bali. “Harus taat, kalau nggak, diPAW. Mau nggak di-PAW, kan takut semua,” ujar Gubernur Bali ini. Terkait pencabutan laporan

sesuai isi salah satu poin dalam surat pernyataan, Koster menyebut sudah dilakukan oleh Kadek Diana Kamis (16/5) lalu. Sedangkan Dewa Rai mencabut laporannya Jumat kemarin. Mereka juga bersedia saling memaafkan dan meminta maaf kepada partai, publik, dan masyarakat Bali, serta mengikuti instruksi dan kebijakan partai. Penandatanganan surat pernyataan tersebut juga disaksikan Sekretaris DPD PDI-P Bali IGN Jaya Negara dan Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali I Made Suparta. “Tidak boleh lagi ribut. Kalau ada halhal yang berbeda, bicarakan secara internal. Tidak pamer ke publik. Malu jadi anggota dewan yang terhormat, kok tidak terhormat,” jelasnya. Cabut Laporan Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana mencabut laporan kasus penganiayaan Kamis (16/5) lalu. Namun sesuai SOP, laporan tersebut tetap diproses penyidik Ditreskrimum Polda Bali. Penyidik akan memanggil saksi-saksi dari anggota DPRD Bali.

Bali Post/ist

DAMAI - I Kadek Diana dan Dewa Nyoman Rai sepakat damai setelah dimediasi oleh Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster, Jumat (17/5) kemarin. Dikonfirmasi Jumat kemarin, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, berhubung ada laporan polisi dan SPDP sudah dikirim ke Kejati Bali, maka sesuai SOP laporan tersebut tetap diproses. “Kami sudah melakukan pemeriksan terhadap korban dalam hal ini Diana. Minggu depan akan memanggil saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. Ada beberapa anggota dewan akan dipanggil, satu sampai tiga orang,” ujarnya. Menurut Andi Fairan, proses penyelidikan masih berjalan dan nantinya akan dilanjut-

kan gelar perkara. “Kalau ada perdamian atau pencabutan laporan, nanti kita pertimbangkan. Tapi proses harus jalan dulu. Berkas perkaranya harus dilangkapi dulu. Ini kan terjadi peristiwa pidananya. Ada laporan polisi,” ujarnya. Sementara terkait Dewa Nyoman Rai lapor balik, pihaknya masih dalam penyelidikan. Pasalnya, Dewa Rai mengaku tangannya bengkak. “Bengkaknya itu apakah dipukul atau dianiaya. Kami pastikan dulu. Dia sudah laporan, tapi diselidiki dulu karena tidak ada hasil visumnya. Kalau Pak Diana ada hasil visumnya,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, I Kadek Diana resmi mencabut laporannya. Didampingi pengacaranya, anggota Komisi III DPRD Bali ini pada Kamis (16/5) lalu, keluar dari gedung Ditreskrimum Polda Bali sambil membawa bukti pencabutan laporan. Menurut Diana, selaku kader PDI-P ia selalu taat dan tunduk terhadap perintah serta instruksi partai. (kmb32/kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kilas Balik Pasar Badung

Dulu Pasar Payuk, Kini Arsitekturnya Dipuji Presiden Joko Widodo PASAR Badung sebagai pasar kebanggaan masyarakat Bali, khususnya Kota Denpasar, menjadi saksi perkembangan peradaban ibu kota Provinsi Bali. Berlokasi di jantung Kota Denpasar, Pasar Badung juga berada tepat di atas tepian sungai yang memiliki nama sama dengan pasar tersebut yakni Tukad Badung. Dari berbagai sumber menyatakan pasar ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda, bahkan bentuk fisik bangunan pasar tak semegah sekarang. Benarkah? Hampir semua masyarakat yang mengenal Denpasar pasti ingat dengan Pasar Badung. Bagaimana tidak, pasar yang berlokasi di pusat kota ini merupakan penyangga perekonomian warga Denpasar. Di sekitarnya yakni kawasan Jalan Gajah Mada dikenal dengan bangunan kuno yang menjadi pusat pertokoan dan kini menjadi kawasan heritage city Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai saat diwawancarai, Jumat (17/5) kemarin, mengatakan Pasar Badung merupakan pusat perekonomian kota dan merupakan pasar terbesar di Kota Denpasar. Pasar Badung yang dibangun tahun 1977 ini menjadi penyangga nadi ekonomi pedagang kecil dan penyedia kebutuhan pokok yang murah meriah. Pasar Badung telah ada sejak zaman Belanda. Dulu namanya Pasar Payuk karena di tempat itu perajin periuk dari Banjar Binoh, Ubung menjual aneka macam gerabah mulai

dari pane, gebeh, payuk (periuk) sampai celengan dan caratan. Kemudian ketika Indonesia merdeka, Pasar Payuk berubah menjadi Pasar Badung. Rai Mantra menjelaskan, Pasar Badung menyimpan sejarah nan panjang. Konon Tukad Badung jadi lintasan pasukan ekspedisi Belanda yang bergerak menuju Pamecutan dari Denpasar pada peristiwa Puputan Badung 20 September 1906. Perubahan bentuk Pasar Badung dari bentuk semula menjadi bentuk bertingkat seperti sekarang, diresmikan tanggal 24 April 1984. Aktivitas ekonomi yang tinggi sejalan citra Denpasar sebagai kota budaya yang ramai dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri, secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penduduk, kebutuhan pokok dan barang. ‘’Perkembangan peradaban perjalanan panjanglah yang membawa Pasar Badung sampai hari ini,’’ jelasnya. Namun sayangnya musibah kebakaran pada 29 Februari 2016 meluluhlantakkan selu-

ruh bangunan Pasar Badung. Pembangunan kembali Pasar Badung dimulai pada 29 Juli 2017 yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Pasar Badung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Pembangunan tahap I yang menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan telah tuntas pada 21 Desember 2017. Dilanjutkan dengan pembangunan tahap II yang menggunakan dana APBD Kota Denpasar yang telah tuntas pengerjaannya pada 28 Desember 2018. Kini seluruh pengerjaan telah rampung dan Pasar Badung menjadi pasar rakyat dengan kualitas yang mumpuni dan telah diresmikan Presiden ke-7 RI Ir. H. Joko Widodo pada 24 Maret 2019. Pasar Badung kini rampung dengan kapasitas enam lantai, terdiri dari dua basement dan empat lantai untuk los dan kios. ‘’Pasar Badung kini telah menjadi salah satu pasar rakyat dengan kualitas yang mumpuni dan bertaraf nasional, sehingga diharapkan masyarakat nyaman berbelanja di Pasar Badung ini,’’ ujar Rai Mantra. Beragam fasilitas turut melengkapi Pasar Badung kini, mulai dari fasilitas umum yang ramah disabilitas, ramah anak, ruang bermain anak, Timbangan Pos Ukur Ulang Reward

MENINJAU - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat meninjau Pasar Badung, Jumat (17/5) kemarin. Kota Denpasar sebagai Kota saya lihat,’’ ujarnya. Tertib Ukur Tahun 2017 oleh Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Metrologi Kementerian Rai Mantra menuturkan bahwa Perdagangan RI. Sekolah bagi Presiden Jokowi juga berpesan anak pedagang pasar, serta agar infrastruktur pasar yang yang paling fenomenal adalah sudah baik ini agar diimbangi Taman Kumbasari Tukad Ba- dengan tata kelola yang baik dung sebagai inovasi yang pula. Selain itu, manajemennya dirangkaikan dengan Smart juga harus baik, sehingga kesan Heritage Market Denpasar. pasar rakyat yang becek dan Saat meresmikan Pasar kotor dapat dihilangkan. Badung, Presiden RI Ir. H. Sabtu (18/5) hari ini, PresJoko Widodo mengatakan dir- iden Joko Widodo kembali meninya senang dapat hadir dan gunjungi Pasar Badung untuk meresmikan Pasar Badung. kedua kalinya. Kedatangan Di mana pasar ini merupakan Joko Widodo kali ini dikemas pasar heritage atau warisan bu- dengan lebih santai dan direndaya di Kota Denpasar dengan canakan akan menyempatkan arsitektur yang sangat baik. diri menikmati keindahan Tu‘’Kalau dilihat dari depan, saya kad Badung atau Taman Kumsudah berkeliling Indonesia, ini basari yang saat ini menjadi adalah pasar dengan arsitektur tempat rekreasi yang favorit yang paling bagus yang pernah bagi warga Denpasar. (ad691)

Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Anjangsana ke Panti Asuhan dan Panti Jompo

Bali Post/kmb37

BANTUAN - Pejabat Imigrasi Kelas I TPI Denpasar saat memberikan bantuan di panti asuhan dan panti jompo.

Denpasar (Bali Post) Mengisi kegiatan sosial di bulan Ramadan, Kementerian Hukum dan HAM-RI Kantor Wilayah Bali Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar melakukan anjangsana di dua tempat, Jumat (17/5) kemarin. Pertama, rombongan yang dipimpin langsung Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Wisnu Widayat ini melakukan ajangsana dan bakti sosial di Panti Asuhan Tat Twam Asi di Jalan Jayagiri IX, Denpasar. Di tempat ini Wisnu Widayat dan rombongan memberikan sejumlah sumbangan.

Di antaranya, menyerahkan bantuan sembako dan alat-alat rumah tangga dan pakaian bekas layak pakai. Selain itu juga bantuan uang tunai kepada pengurus panti yang disaksikan oleh pejabat struktural dan pengurus Dharma Wanita. Selain di Panti Asuhan Tat Twam Asi, petugas Imigrasi Denpasar juga melaksanakan bakti sosial di Panti Sosial Tresna Werdha yang beralamat di By-pass Ida Bagus Mantra, Jalan Gemitir, Biaung, Denpasar. Di sana rombongan juga meberikan bantuan sembako dan uang tunai. (kmb37)

Serangkaian Hari Kebangkitan Nasional Ke-111, Terus Tumbuhkan Jiwa Nasionalisme

Rai Mantra Buka Lomba Paduan Suara Tingkat SMP Se-Kota Denpasar SERANGKAIAN peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, Pemkot Denpasar menggelar beragam kegiatan. Salah satunya adalah Lomba Paduan Suara tingkat SMP se-Kota Denpasar yang digelar melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan guna meningkatkan rasa nasionalisme ini dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan penyerahan piala bergilir di Youth Park, Kawasan Taman Kota Lumintang, Jumat (17/5) kemarin. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua LVRI Kota Denpasar Djero Wiladja, Ketua MKKS Tingkat SMP Kota Denpasar, kepala sekolah dan guru PGRI se-Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam kesempatan tersebut menekankan, peringatan Harkitnas merupakan momentum dalam meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Di mana dari peringatan inilah lahir tokoh-tokoh pembangunan bangsa. ‘’Tentunya kita sebagai generasi penerus bangsa wajib memaknai peringatan Hari Kebangkitan Nasional ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan

jiwa nasionalisme,’’ ujarnya. Rai Mantra menambahkan, hal ini dapat diwujudkan dengan memaknai jiwa heroik para pahlawan yang tentunya dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi pedoman dalam melaksanakan pengabdian sesuai dengan profesi. ‘’Mari kita maknai bersama Hari Kebangkitan Nasional ini dengan semangat heroik untuk bangkit dan bersatu sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini,’’ jelasnya. Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Raka Purwantara mengatakan, kegiatan lomba Paduan Suara Tingkat SMP se-Kota Denpasar ini dilaksanakan guna menyambut Harkitnas ke-111 yang pada kesempatan kali ini mengangkat tema ‘’Bangkit dan Bersatu’’. Di mana terdapat 16 peserta yang turut andil dalam kegiatan yang melombakan dua lagu yakni Lagu I Gusti Ngrah Rai dan Lagu Jempiring Putih. Dari lomba ini nantinya akan dicari enam pemenang yang berhak atas hadiah piala serta bingkisan. Yakni juara I, II, III, harapan I, harapan II, dan juara harapan III. Khusus untuk juara satu berhak atas piala bergilir Wali Kota Denpasar yang akan diserahkan saat apel peringatan Harkitnas pada 20 Mei mendatang. ‘’Tentunya

LOMBA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyerahkan Piala Bergilir Wali Kota Denpasar saat pembukaan lomba paduan suara tingkat SMP se-Kota Denpasar di Youth Park, kawasan Taman Kota Lumintang, Jumat (17/5) kemarin. lomba ini bukan semata-mata untuk mencari juara, melainkan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan mempererat persudaraan dan semangat pantang menyerah,’’ kata Raka Purwantara. Salah seorang peserta Jasen Filip Saputra dari SMPN 7 Denpasar men-

gaku kagum dapat ikut berpartisipasi pada lomba paduan suara serangkaian Harkitnas tahun 2019. Pihaknya berharap dapat terus menjadi bagian dari pembangunan bangsa ke depannya. ‘’Kami sangat senang dapat ikut berpartisipasi. Semoga bisa menjadi yang terbaik,’’ ujarnya. (ad685)


BADUNG

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

3

Giri Prasta Sambut Kedatangan Presiden Jokowi di Kutuh

Inginkan Desa Kutuh Jadi ”Role Model” Desa Nasional

KUNJUNGAN KERJA - Presiden Joko Widodo saat melaksanakan kunjungan kerja di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Jumat (17/5) kemarin. BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa, Kepala DPMD Badung Putu Gede Sridana, Perbekel Kutuh Wayan Purja, Bendesa Adat Kutuh Made Wena, Jumat

(17/5) kemarin menyambut kadatangan Presiden Joko Widodo bersama rombongan di Desa Kutuh. Kunjungan kerja tersebut merupakan paninjauan terkait Program Dana Desa yang dimanfaatkan Desa Kutuh dalam memba-

ngun kawasan sport tourism di kawasan Gunung Payung Cultural Park. Usai mendampingi Presiden Jokowi, Giri Prasta menyampaikan, inovasi yang dilakukan Desa Kutuh dalam mengelola dan memanfaatkan Dana Desa

berkolaborasi dengan desa adat merupakan sinergi yang sangat bagus dalam membangkitkan perekonomian dan memberdayakan masyarakat desa setempat. Potensi yang dikembangkan tersebut merupakan inovasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat Kutuh bersama-sama masyarakat Kutuh. Hal tersebut seiring dengan kebijakan Pemkab Badung yang terus mendorong agar desa-desa di Badung bisa menggerakkan dan mengelola potensi yang ada di wilayahnya masing-masing. ‘’Kutuh ini dulunya salah satu desa yang paling miskin di Kabupaten Badung. Namun karena tokoh masyarakat menggerakkan potensi wilayahnya ini, sehingga Kutuh bisa berkembang dan maju seperti saat ini,’’ terang Giri Prasta. Hal tersebut diakuinya tidak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan Desa Dinas Kutuh melalui perbekel bersama perangkat desa dan aparatur desa dengan wadah BUMDes. Bersinergi dengan Bendesa Adat melalui Bagha

Perbaikan Tebing Uluwatu

Dinas PUPR Analisis Material Proyek Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Badung A.A Gede Agung Dalem mengatakan, analisis dilakukan oleh konsultan konstruksi dari PT Inakko Internasional Konsulindo. Proses ini dilakukan sebelum melakukan lelang penataan keretakan tebing objek wisata tersebut. ‘’Proses lelang untuk penataan keretakan tebing Uluwatu baru bisa dilakukan setelah konsultan selesai melakukan analisa bahan-

bahan yang akan digunakan untuk penataan,’’ ujar Agung Dalem, Jumat (17/5) kemarin. Menururtnya, lelang yang akan dilakukan mulai dari perencanaan hingga pembangunan. Konsultan telah bekerja sejak awal bulan ini dan diharapkan dalam satu bulan pengerjaan bisa menghasilkan kriteria dan syarat-syarat untuk proses lelang. ‘’Yang dilelang nanti adalah dari design and build. Saat ini konsultan

masih bekerja untuk mencari tahu kondisi dan persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk proses lelang,’’ jelasnya. Dikatakan, penataan keretakan tebing masuk dalam pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus. Karena itu, proyek yang akan dikerjakan tahun ini akan menelan anggaran puluhan miliar rupiah. ‘’Kalau sudah selesai analisanya, baru dilakukan proses lelang untuk mencari kontraktor yang

memungkinkan. Kami harap proses lelang dapat segera dilakukan setelah proses pengumpulan data terkait bahan-bahan yang akan digunakan,’’ ujarnya. Disebutkannya, jasa konsultan telah menghabiskan anggaran Rp 1,3 miliar. Sementara untuk pengerjaannya, pagu anggarannya Rp 30 miliar. ‘’Tapi setelah konsultan selesai bekerja baru akan diketahui berapa anggaran yang akan dibutuhkan. Setelah masuk lelang, kirakira dua sampai tiga bulan lagi sudah bisa dikerjakan. Itu pun kalau ada kontraktor yang berminat karena ini masuk dalam pekerjaan khusus,’’ jelas Agung Dalem. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) – Jelang hari raya Idul Fitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung turun ke lapangan, Jumat (17/5) kemarin. Tim yang dikoordinir Kabag Perekonomian Setda Badung A.A. Sagung Rosyawati tersebut menyasar tiga tempat, yakni Bulog Sempidi, Pasar Desa Adat Blahkiuh dan Pasar Dalung. Menurut Sagung Rosyawati, sidak ini dalam rangka menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga di bulan puasa dan Lebaran. Kehadiran TPID tersebut juga menindaklanjuti high level meeting TPID Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Tim yang turun ke lapangan terdiri dari Dinas Koperasi,

UKM dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Perikanan, Dishub, Bagian Humas, Bagian Sumber Daya Alam dan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. ‘’Dari peninjauan ke pasar, terlihat harga komoditas bahan pokok cenderung stabil,’’ katanya. Dijelaskannya lebih lanjut, jika sebelumnya bawang merah dan bawang putih mengalami kenaikan harga, hingga kemarin sejumlah harga kebutuhan pokok berangsur turun dan stabil. Bawang merah sebelumnya mencapai Rp 40 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih mencapai Rp 25 ribu per kilogram dari yang sebelumnya di angka Rp

28 ribu hingga Rp 30 ribu. Kepala Gudang Bulog Sempidi I Gede Suranaya menjelaskan, di Gudang Bulog, stok pangan menyambut hari raya Idul Fitri dalam posisi aman. Tidak ada permasalahan dan sudah siap seluruhnya. Stok beras medium dan premium sudah siap untuk kebutuhan enam bulan ke depan, begitu pula gula. ‘’Untuk ketersediaan beras di Bulog sebanyak 1.500 ton, gula 200 ton dan bawang merah ada lima ton,’’ ucapnya. Sementara mengenai distribusi bahan pokok, Kadishub Badung A.A. Rai Yuda Dharma menyampaikan, distribusi barang khususnya sembilan bahan pokok sudah berjalan dengan lancar. Pihaknya akan

terus mengawal sehingga tidak terjadi hambatan-hambatan dalam pendistribusian bahan pokok tersebut. ‘’H-5 sudah tentu distribusi bahan pokok dari Jawa pasti akan ada pengaturan mengenai keberangkatan angkutan barangnya,’’ sebutnya. Dikatakan, akan ada pengendalian dalam rangka memperlancar arus mudik Lebaran terutama bahan-bahan pokok akan diperbolehkan masuk ke Bali. Kemudian terkait dengan bahan bangunan, akan dikendalikan sehingga tidak terjadi hambatan di jalan. ‘’Khusus untuk distribusi kebutuhan pokok yang melalui jalur darat akan kami prioritaskan,’’ tegasnya. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) –

Tebing Pura Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan yang mengalami keretakan akan segera diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung tengah menganalisis bahan-bahan atau material yang akan digunakan untuk perbaikan tersebut.

Jelang Lebaran, TPID Pantau Harga Pangan

Utsaha Manunggal Desa Adat (BUMDA), sehingga ekonomi masyarakat berkembang dan digerakkan semua dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat. ‘’Kami di Pemkab Badung tentu men-support sepenuhnya baik moral maupun finansial. Saya inginkan di Kutuh nantinya bisa menjadi salah satu desa role model yang ada di Indonesia,’’ papar Giri Prasta sembari menerangkan jika semua desa di Badung bisa berdikari, pihaknya meyakini Badung bisa menjadi kabupaten yang mandiri. Sementara itu, Bendesa Adat Kutuh dalam pemaparannya menyampaikan, Lapangan Ketut Lotri akan dikembangkan menjadi kawasan sport tourism. Lapangan tersebut merupakan lahan dari pelaba Pura Dang Kahyangan Gunung Payung seluas 16 hektar. Untuk mewujudkan hal itu, diakuinya, merupakan impian yang masih panjang untuk direalisasikan. Namun karena ada Dana Desa 2018, maka disepakati dilakukan percepatan

pengembangan sport tourism dengan mengalokasikan Dana Desa untuk pengembangan kawasan tersebut. Dana tersebut sebesar Rp 784 juta untuk penataan tanah dan pengadaan rumput lapangan berkelas internasional. Setelah 3 bulan selesai penataan lapangan, 3 bulan kemudian lapangan itu dipergunakan latihan oleh tim internasional yang berkompetisi di Desa Pecatu. ‘’Dorongan Dana Desa ini sangat positif. Karena kolaborasi dengan kepala desa melalui pemanfaatan Dana Desa dan pihaknya melalui BUMDA, tahun lalu kami mendapatkan laba bersih sebesar Rp 14,7 miliar. Maka Rp 5 miliar dari laba tersebut kami gunakan untuk mempercepat proses pembangunan kampung bola internasional ini,’’ papar Wena. Diakuinya, pengembangan kampung bola tersebut merupakan penjabaran dari sport tourism yang dikembangkan, sekaligus implementasi Instruksi Presiden No. 3 Tahun 2011 tentang percepatan pengembangan olahraga sepak

bola. Pihaknya tidak lupa menyampaikan terima kasih atas hal tersebut, sebab program Presiden Jokowi sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Hal senada juga disampaikan oleh Perbekel Kutuh Wayan Purja. Dia menerangkan Desa Kutuh sudah enam kali menerima Dana Desa dari tahun 2015. Sampai saat ini total Dana Desa yang diterima sudah mencapai Rp 3,5 miliar dan sudah dikelola dan diimplementasikan dengan sebaikbaiknya. Hal tersebut menjadi motivasi bagi pihaknya untuk berbuat dan mengamalkan program membangun desa dari pinggiran. ‘’Program ini benar-benar mengena di hati masyarakat dan terbukti Desa Kutuh dari 20 tahun yang lalu kami yang masih berada di bawah garis kemiskinan, sekarang sudah nol kemiskinan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bahkan kami sudah bisa memberikan beasiswa melalui usaha-usaha yang ada di desa,’’ imbuh Purja. (ad690)

SEKTOR properti memiliki peranan besar terhadap pertumbuhan kredit dan pertumbuhan ekonomi. Properti sangat berperan terhadap pertumbuhan kredit karena ada dua komponen yang terkandung dalam sektor properti yaitu investasi sekaligus konsumsi. Demikian disampaikan Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Prof. Wayan Ramantha, Jumat (17/5) kemarin, menanggapi pertumbuhan kredit perbankan yang melambat di Bali. Ia menyebutkan, kredit kepemilikan rumah atau KPR merupakan kredit konsumtif yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan. Penduduk terus bertambah sehingga pertumbuhan perumahan juga terus mengalami peningkatan. Di sisi lain KPR juga merupakan investasi bagi pengembang dan masyarakat. Bagi masyarakat misalnya membeli rumah untuk disewakan kembali atau membeli ruko untuk mencari pendapatan tambahan. Dengan demikian, KPR berada di dua sektor yaitu konsumsi dan investasi, sehingga sangat menentukan perekonomian suatu negara. Bahkan di negara maju, derivative atau produk turunan dari pembelian properti ini diperdagangkan dalam bentuk obligasi, sehingga banyak hal yang terpengaruh baik sektor riil maupun sektor jasa. Selain properti, menurut Ramantha, pertumbuhan kredit yang melambat juga karena dampak kondisi makro ekonomi nasional yang menurun dan kondisi makro global, ditambah sektor properti yang turun. Kondisi ini bertambah parah dengan berlanjutnya perang dagang antara AS dan Cina yang berimbas melambatnya pertumbuhan ekonomi negara

maju. Sementara situasi nasional juga tegang dengan adanya perhelatan politik pada 2019, ditandai dengan turunnya ekonomi. Dijelaskannya, dulu pertumbuhan kredit 15 persen. Hal ini dikarenakan pertumbuhan kredit properti terus meningkat dan konsumsi masyarakat baik KPR dan konstruksi juga meningkat. Sementara saat ini pertumbuhan kredit turun hingga satu digit. ‘’Karena properti itu tumbuh di atas 18 persen. Sekarang pertumbuhan properti tumbuh negatif karena kondisi bubbles,’’ imbuhnya. Untuk itu pengusaha masih akan melihat kondisi ekonomi sampai Juni 2019. Perlambatan diprediksi terjadi sampai akhir tahun ini. Ia memprediksi pertumbuhan kredit akan mulai menggeliat pada 2020. Untuk diketahui, penyaluran kredit perbankan di Bali mengalami perlambatan. Sejak 2014 pertumbuhan kredit menurun dari 16,56 persen per posisi Desember 2014, menjadi 10,58 persen per Desember 2015. Kemudian pertumbuhannya turun menjadi 9,58 persen per Desember 2016, 6,06 persen per Desember 2017 dan turun tajam per Desember 2018 menjadi 3,80 persen. Per Maret 2019, pertumbuhan kredit sedikit meningkat yaitu 4,55 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi di Kabupaten Klungkung yaitu 9,40

persen. Sedangkan pertumbuhan kredit paling rendah terjadi di Kabupaten Buleleng yaitu 2,59 persen. Demikian terungkap dalam temu wartawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali Nusra, Kamis (16/5) di Sunset Road, Kuta. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda memaparkan, penyaluran kredit Januari sampai Maret 2019 sebesar Rp 86,78 triliun. Secara yoy (triwulan I 2018 dibandingkan triwulan I 2019) mengalami peningkatan 4,55 persen. Meski pertumbuhan kredit tertinggi tercatat di Klungkung dan terendah di Buleleng, namun porsi penyaluran kredit terbesar terjadi di Denpasar, Badung dan Buleleng. Porsi penyaluran kredit di Denpasar sebesar 54,38 persen dari total penyaluran kredit di Bali, di Badung sebesar 14,21 persen, dan Buleleng 8,26 persen. Kredit terbesar disalurkan ke penerima kredit bukan lapangan usaha sebesar 39,24 persen, perdagangan besar dan eceran 31,49 persen dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan dan minum sebesar 9,55 persen. Berdasarkan penggunaannya, penyaluran kredit masih didominasi sektor produktif sebesar 60,76 persen. Sektor produktif tersebut terdiri dari 38,05 persen kredit modal kerja, dan 22,71 persen kredit investasi. (kmb42)

Properti Berdampak Signifikan terhadap Pertumbuhan Kredit

Putusan Sidang Ajudikasi KIP

Pelindo III Wajib Buka Data Izin Reklamasi SIDANG sengketa informasi antara Walhi Bali dengan termohon, Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa di Komisi Informasi Publik (KIP), Jumat (17/5) kemarin memasuki tahap putusan. Dalam amar putusan yang dibacakan selama tiga jam itu, Majelis Komisioner KIP Bali Agus Astapa didampingi anggota, Gusti Ngurah Wirajasa dan Ketut Suharya Wiyasa, mengabulkan sebagian permohonan Walhi Bali. ‘’Dari uraian fakta persidangan, rangkaian uraian peristiwa dan fakta hukum, Majelis Komisioner berkesimpulan Komisi Informasi Bali berwenang menerima, memeriksa dan memutus permohonan a quo. Pemohon memiliki kedudukan hukum dan Termohon juga memiliki kedudukan hukum,’’ ucap Agus Astapa. Atas dasar itu dan berbagai pertimbangan hukum lainnya, dalam persidangan yang terbuka untuk umum tersebut, majelis hakim komisioner memutuskan mengabulkan sebagian permohonan pemohon. Dari enam poin permohonan, empat di antaranya dikabulkan. Yakni dibukanya data Izin Lokasi kegiatan reklamasi beserta lampiran dan dokumen pendukungnya yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI, mengabulkan dibukanya izin pelaksanaan kegiatan

reklamasi beserta lampiran dan dokumen pendukungnya yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan RI, izin lingkungan kegiatan reklamasi beserta lampiran dan pendukungnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan kerangka acuan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) kegiatan beserta lampiran dan dokumen pendukungnya yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Sedangkan yang ditolak ada dua item permohonan yaitu soal matrik dan peta rencana pengelolaan (RKL) dalam dokumen RKL dan matrik dan peta rencana pemantauan lingkungan (RPL) dalam dokumen RPL. ‘’Ini menguatkan putusan PPID termohon sebagai informasi dikecualikan dan tidak wajib diberikan kepada pemohon,’’ tegas Agus Astapa. Atas putusan tersebut, majelis meminta termohon (Pelindo III Cabang Benoa) wajib memberikan informasi terbuka a quo dengan kurun waktu 14 hari kerja setelah putusan ini diterima. Agus Astapa menegaskan, badan publik harus terbuka. Jika ada pihak yang tidak menerima putusan, boleh mengajukan keberatan ke PTUN Denpasar. ‘’Namun itu soal tata cara persidangannya saja. Jika putusan KI diperkuat,

Bali Post/eka

PUTUSAN - Pihak Walhi Bali dan PT Pelindo III mendengarkan putusan sidang ajudikasi informasi publik, Jumat (17/5) kemarin. ya harus ditaati. Tapi jika putusan PTUN juga ada para pihak yang keberatan, boleh mengajukan ke MA,’’ tegasnya. Sementara Pelindo III yang diwakili Astrid Fitria Kasih dkk., mengaku sangat menghormati putusan KIP. Hanya saja untuk menyikapi putusan itu, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan biro hukum, dalam mempertimbangkan upaya hukum selanjutnya. Sementara dari Walhi Bali I Wayan Adi Sumiarta, I Made Juli Untung Pratama dan Suriadi Darmoko menegaskan, untuk dua item yang ditolak, pihaknya akan mengkoordi-

nasikan dengan Walhi Bali. Yang terpenting, putusan soal izin dan dokumen reklamasi yang dikabulkan majelis hakim komisioner KIP yang dibuka publik, tidak ada kaitannya dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual. ‘’Atau tidak ada sangkut pautnya dengan merugikan perusahaan,’’ kata Sumiarta. Terkait sikap pemohon atas putusan majelis komisioner KIP, Sumiarta menyatakan pihaknya akan berkoordinasi jajaran Walhi Bali. Sebelumnya, dalam sidang ajudikasi sengketa informasi itu ada enam poin yang diminta Walhi Bali kepada Pelindo III

selaku penggagas reklamasi Pelabuhan Benoa. Enam poin dimaksud adalah Walhi Bali meminta data Izin Lokasi kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa, izin pelaksanaan, Kerangka Acuan Amdal, RKL dan RPL, Ringkasan Eksekutif Kegiatan Reklamasi dan Izin Lingkungan Pelaksanaan Kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa. Pihak Pelindo menolak memberikan informasi-informasi itu karena sudah melakukan uji konsekuensi. Selain itu, dokumen ada yang bersifat rahasia karena menyangkut lembaga lain. (kmb37)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Wisuda Ke-60 Unwar

Lulusan Diharapkan Menjadi ’’Problem Solver’’ dan ’’Leader’’ Pembangunan Bangsa MELEPAS sebanyak 901 orang wisudawan, Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar wisuda ke-60 periode Mei 2019 di areal kampus setempat, Sabtu (18/5) pagi ini. Para lulusan terdiri dari Program Pascasarjana sebanyak 84 orang, Fakultas Hukum 268 orang, Fakultas Ekonomi 432 orang, Fakultas Sastra 31 orang, Fakultas Pertanian 5 orang, Fakultas Teknik 30 orang dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 51 orang. Sampai saat ini jumlah alumni Unwar sebanyak 29.976 orang. Dari segi output lulusan kali ini sangat membanggakan. Pasalnya, sebanyak 865 orang (96,0%) lulus dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,0 dan masa studi tepat waktu sebanyak 716 orang (79,47%) serta yang menyelesaikan tugas akhir kurang dari enam bulan sebanyak 800 orang (90,09%). Wisudawan program sarjana (S-1) dengan IPK tertinggi diraih I Gusti Agung Gede Utara Hartawan (IPK 3.903) dari Prodi Ilmu Hukum. Wisudawan lulusan tercepat dengan masa studi tiga tahun lima bulan diraih Ni Made Ayu Antika Wulandari dari FISIP. Sementara itu, lulusan terbaik pada program

Pascasarjana diraih Ida Ayu Pristina Pidada, S.S. dengan IPK 4.00 (cumlaude) dari Prodi Magister Ilmu Linguistik, sekaligus menjadi wisudawan tercepat dengan masa studi satu tahun enam bulan satu hari. Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. didampingi Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, S.E., M.M. dan Ketua Panitia Wisuda Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. berharap para lulusan ini mampu menjadi kelas bintang 5 (five star graduate), menjadi sosial provider, memberikan pelayanan kepada masyarakat di mana pun mereka bekerja, mampu menjadi communicator yang baik dan menjadi manajer di masyarakat. Di samping itu juga harus mampu menjadi leader dalam menggerakkan pembangunan di masyarakat serta menjadi problem solver untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. ‘’Orang yang profesional adalah yang mendapatkan pengakuan dari masyarakat dengan kompetensi yang dimiliki dan mampu menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat serta menjadi penggerak dalam pembangunan,’’ ujar Prof. Widjana, Jumat (17/5) kemarin.

JUMPA PERS - Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. bersama Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si., Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, S.E., M.M. dan Ketua Panitia Wisuda Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. berfoto bersama seusai jumpa pers, Jumat (17/5) kemarin.

Apalagi, para lulusan telah dibekali dengan ilmu pengetahuan dan skill yang sesuai dengan bidangnya masing-masing dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Hal ini dilakukan dengan menerapkan Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) bahan kajian terbaru yang sesuai kebutuhan terkini. Bahkan, untuk menunjang implementasi kurikulum telah tersedia layanan perpustakaan berbasis e-library (e-book, e-journal, e-repository), sehingga akses kepada sumber belajar dari mahasiswa dan dosen semakin luas. ‘’Untuk mendukung pelayanan yang berbasis teknologi informasi kami telah meningkatkan fasilitas internetnya dari kapasitas bandwith 190 Mbpps menjadi 250 Mbpps yang telah dapat dimanfaatkan seluruh civitas akademika. Sebab, kalau internet lambat atau bahkan mati, semua akan tersendat,’’ tandasnya. Dengan berbagai program unggulan dan sistem IT yang terus ditingkatkan, Unwar kini menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia bagian timur. Begitu juga peringkat 63 dari 4.600 perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Bahkan, Unwar kini semakin diminati dan dicintai. Tidak hanya dari masyarakat Bali, tetapi dari 30 provinsi yang ada di Indonesia, termasuk dari Timor Leste. Sebab, dari 20 prodi yang ada dan 1 prodi vokasi sarjana terapan, prodi peternakan Fakultas Pertanian Unwar telah mencapai akreditasi unggul yaitu peringkat A. Apalagi, Unwar juga akan segera membuka Prodi D-4 Ekowisata yang telah mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata RI. Di samping juga tengah mengusulkan dua prodi vokasi yaitu Prodi D-3 Sistem Informasi Akuntansi dan Prodi D-3 Teknologi Telekomunikasi. ‘’Kami berharap alumni Unwar bukan hanya orang-orang yang mencakupkan tangan mencari bekerja, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan atau menjadi job creator,’’ pungkasnya. (ad683)

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Tampil Beda dan Elegan

Krisna Oleh-oleh Kuta Tawarkan Konsep ’’Shop, Eat and Fun’’ KRISNA Oleh-oleh Kuta yang merupakan outlet terbesar di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta secara resmi dibuka Kamis (16/5) lalu. Dengan mengusung desain outlet terbaru yang elegan diharapkan mampu memanjakan mata pelanggan. Seremonial Grand Opening Krisna Oleh-oleh Kuta ditandai dengan penekanan tombol dan balon LED terbang serta penandatanganan prasasti oleh Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose didampingi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. PR & Creative Manager Krisna Holding Company Ayu Saraswati saat mendampingi Owner Krisna Holding Company I Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna mengatakan, outlet ini didesain dengan konsep berbeda. Outlet Krisna Oleh-oleh Bali Kuta menawarkan konsep shop, eat and fun, sehingga selain belanja oleh-oleh, ada juga kuliner dan tempat bersantai. Ayu membeberkan, outlet terbaru Krisna Oleh-oleh tersebut terdiri dari empat lantai. Lantai satu hingga tiga diisi Krisna Oleholeh Bali. Sedangkan lantai empat di bagian atas bangunan atau rooftop diisi Restaurant Berlin Gastro Kitchen. Selain itu, dilengkapi pula dengan kolam renang dan lounge untuk tempat bersantai. ‘’Jadi pengunjung tak hanya bisa berbelanja oleh-oleh, namun juga kuliner sekaligus bersantai di lounge atau poolbar,’’ pungkasnya. Tidak hanya wisatawan mancanegara, pihaknya juga menargetkan wisatawan domestik dan masyarakat lokal Bali. ‘’Dari segi bangunan dan penataan ruang, kami ingin menampilkan kesan, nuansa lux dan elegan,’’ ucapnya. Sementara itu, General Manager of Krisna Holding Company Dayu Firna mengatakan, grand opening pusat oleh-oleh tersebut dilaksanakan selama tiga hari, mulai 16-18 Mei. Hari pertama, pihaknya mengundang rekan bisnis,

kolega dan undangan terhormat. Hari kedua, undangan yang akan hadir yaitu dari pelaku pariwisata dan travel agent. Sedangkan hari ketiga, pada 18 Mei seluruh supplier, tenant dan vendor juga diberi kesempatan untuk hadir. ‘’Kami menyelenggarakan grand opening selama tiga hari untuk mengapresiasi seluruh undangan,’’ ungkapnya saat memberi sambutan, Kamis (16/5) malam. Menurut Dayu Firna, outlet Krisna yang satu ini tidak hanya diisi dengan oleh-oleh tradisional Bali. Pada lantai empat diisi restoran dan tempat bersantai untuk memberikan nuansa belanja dengan kualitas premium. Dengan tempat yang lebih luas, parkirnya lebih luas, namun harga tetap terjangkau. ‘’Krisna Oleh-oleh ingin menghadirkan nuansa berbelanja oleh-oleh khas Bali dengan standar kualitas premium. Kami juga menaruh harapan dan cita-cita menjadi marketplace oleholeh tradisional Bali terbesar di Asia Tenggara,’’ harapnya. Suasana grand opening pada 16 Mei sangat meriah. Dari MC dimeriahkan Indie Barends dan Indra Bekti dan performance by Syahrini. Sementara itu, desainer terkenal Anne Avantie juga memamerkan karya-karya terbaiknya. Bahkan

rancangan-rancangan terbaik dari Anne Avantie akan hadir di Krisna Oleh-oleh Kuta dengan julukan ‘’The Heritage Krisna Karya Anne Avantie’’. Untuk diketahui, Krisna Oleholeh khas Bali berdiri pertama kali pada 16 Mei 2007 di Jalan Nusa Indah, Denpasar. Pusat belanja oleh-oleh yang sepenuhnya milik putra daerah Bali ini muncul dan tampil berbeda dengan usaha sejenis. Lambat laun dibuka pula Krisna 2 di Jalan Nusambangan, Denpasar, dan Krisna 3 di Jalan Sunset Road, Kuta. Krisna kemudian berkembang menjadi Krisna Holding Company yang melebarkan sayap dengan mengembangkan Krisna Moda, Boutique & Bridal Spa, Krisna Auto Gallery, serta Krisna Gallery & Resto di Jalan Diponegoro, Denpasar. Juga Krisna Funtastic Land di Temukus, Krisna Watersport di daerah Lovina, Krisna Eco Village, Krisna Waterpark. Krisna juga melebarkan sayap keluar daerah dengan membuka Krisna Oleh-oleh di Darmokali, Surabaya, Krisna Kota Tua di Jakarta, Krisna Samasta dan Krisna Oleh-oleh Bali Blangsinga di Desa wisata Blangsinga, Gianyar. (ad681)

GRAND OPENING - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Owner Krisna Holding Company I Gusti Ngurah Anom, perancang busana Anne Avantie di sela-sela Grand Opening Krisna Oleh-oleh Kuta, Kamis (16/5) lalu.

Pengurus Kota PGRI Denpasar dan OJK Gelar Seminar Investasi

Mencegah Guru Jadi Korban Investasi Ilegal Bank BPD Bali Serahkan Kendaraan Operasional untuk Politeknik Negeri Bali

SEBAGAI bentuk tanggung jawab perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali menyerahkan satu unit kendaraan operasional kepada pihak Politeknik Negeri Bali (PNB), Jumat (17/5) kemarin. Bertempat di lobi Kampus PNB, penyerahan kendaraan operasional ini dilakukan langsung Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma kepada Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCOM. Ditemui usai penyerahan kendaraan operasional, Sudharma mengatakan penyerahan kendaraan berupa unit Toyota Altis ini merupakan bentuk tanggung jawab dari BPD. Yang mana, PNB dengan BPD Bali sudah menjalin sinergi yang baik sejak lama. ‘’Ini merupakan progran CSR, dalam rangka pengembangan bisnis untuk membantu sarana prasarana di PNB,’’ katanya. Dikatakan Sudharma, PNB dipilih untuk penyerahan unit kendaraan ini karena BPD dan PNB sudah menjadi partner sejak tahun 2004 lalu. Tentunya, kerja sama yang sudah terjalin lama ini, harus diperkuat kembali. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap kerja sama seperti ini bisa terus dilakukan, tidak hanya untuk PNB saja, namun bisa dilakukan untuk seluruh perguruan tinggi negeri lainnya. Selain melakukan kerja sama di bidang layanan perbankan, pihaknya menyebutkan BPD berencana mengembangkan kembali kerja sama ke depannya. Adapun pengembangan kerja sama yang akan dilakukan yaitu seperti

pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan PNB serta melakukan survei terkait tingkat layanan dari BPD. ‘’Nanti setelah PNB menjadi BLU, tentu kami berharap kerja sama nanti akan bisa lebih kuat lagi,’’ harapnya. Sementara itu, Direktur PNB I Nyoman Abdi mengakui kerja sama PNB dengan BPD Bali sudah dijalin sejak lama. Namun, kata Abdi, beberapa tahun lalu pihaknya di PNB sudah memperkuat kerja sama yang lebih besar dan kuat bersama dengan BPD Bali. Terutama dalam rangka pengembangan usaha koperasi di lingkungan PNB. Dijelaskan, saat ini koperasi ini beranggotakan seluruh pegawai dan dosen di lingkungan PNB. Oleh karena itu, tentu dibutuhkan tanggung jawab agar koperasi bisa lebih maju. ‘’Di sanalah dari aspek permodalan yang diberikan dari

BPD sangat dirasakan manfaatnya. Pada RAT tahun lalu koperasi menghasilkan suatu perubahan yang signifikan terhadap apa yang sudah dilakukan oleh BPD,’’ ucapnya. Sampai saat ini, kata Abdi, berbagai kemudahan sudah diberikan BPD melalui sistem informasi dalam pelayanan mahasiswa dan juga sudah bisa dilakukan. Tentunya mahasiawa dipermudah dalam melakukan kewajiban melalui BPD. ‘’Dengan sistem pelayanan yang kita rasakan selama ini tentu sudah sangat baik. Ke depan tentu ada tantangan yang harus kita lakukan bersama-sama. Yang mana BPD memberikan pelayanan yang terbaik di aspek perbankan. Kita juga ingin memberikan pelayanan terbaik di aspek pelayanan kemahasiswaan,’’ pungkasnya. (ad682)

DISERAHKAN - Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma (empat dari kanan) menyerahkan unit kendaraan operasional kepada Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCOM., Jumat (17/5) kemarin.

PENGURUS Kota PGRI Denpasar menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar Seminar ‘’OJK dan Wasdapa Investasi Bersama PGRI Kota Denpasar’’. Acara dibuka Deputi Direktur Manajemen dan EPK dan Kemitraan Pemda OJK Regional Bali dan Nusra R. Handi. Seminar dipusatkan di kantor OJK, Jumat (17/5) kemarin. Acara juga dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Komang Arta Saputra, S.Pd., M.Pd., Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd. beserta jajaran Pengurus Kota PGRI Denpasar. Ketua Kota PGRI Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. mengungkapkan seminar ini sangat penting agar guru-guru di Kota Denpasar tidak menjadi pelaku dan korban investasi ilegal atau bodong. Begitu juga pentingnya bagi guru mengetahui dan memahami UU No. 21/2011 tentang OJK, kedudukan dan fungsinya. Untuk itu, guru di Kota Denpasar hendaknya berhati-hati menerima tawaran sebuah investasi. Sebab, sering pelaku memanfaatkan keluguan seorang guru untuk ikut investasi yang ilegal. Apalagi sering dibarengi dengan iming-iming bunga dan pendapatan yang tinggi. ‘’Jika sudah ada tawaran begini, para guru perlu waspada agar tak terkena tipu,’’ ujarnya. Winata mengingatkan agar para guru di Denpasar tak menjadi korban investasi bodong. Untuk itu, hendaknya melakukan 2L. L pertama yakni ketahui dulu apakah lembaga keuangan tersebut legal atau tidak. Caranya, para guru boleh menghubungi OJK Bali dan Nusra karena akan diberikan informasi sedetailnya. L kedua yakni apakah program yang ditawarkan logis atau

tidak. Jika ditawari bunga tinggi hingga lebih dari 10-20 persen, kata Winata, para guru hendaknya berhati-hati menerima dan ikut serta. Sebab, sudah banyak kasus terjadi lembaga keuangan ilegal dengan iming-iming bunga tinggi, namun bangkrut di tengah jalan. Untuk itu, pengurus Kota PGRI Denpasar berkepentingan agar jangan sampai menjadi korban baru investasi bodong. Ia juga meminta kepada seluruh anggotanya untuk menjadi juru bicara menyosialisasikan tugas dan kewenangan OJK kepada masyarakat. Mulai dari lingkungan guru sekolah di tempat bekerja, dikembangkan ke guru lain. Di samping itu juga ikut mengedukasi masyarakat agar hati-hati menerima tawaran investasi yang tak jelas asas legalitasnya. Deputi OJK Bali Nusra R. Handi mengungkapkan rasa gembiranya karena bisa bekerja sama dengan pengurus Kota PGRI Denpasar

menggelar seminar dan menyosialisasikan peran fungsi dan pemahaman soal OJK. Dia menegaskan, OJK seusai UU No. 21/2011 bertugas mengatur, mengawasi, memeriksa dan melayani semua sektor jasa keuangan. Jasa keuangan itu meliputi perbankan, pasar modal dan perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya. Dia mengatakan masih banyak masyarakat yang belum memahami OJK. Salah satunya masyarakat Bali masih mudah tergiur dengan iming-iming bunga tinggi tanpa melakukan analisis produk yang ditawarkan. Untuk mencegah praktik kriminal keuangan, OJK sudah membentuk Satgas Waspadai Investasi (SWI) yang terdiri dari unsur OJK, kepolisian, kejaksaan, Depad dan masyarakat. SWI ini untuk mencegah tindak pidana melawan hukum dalam hal investasi dan menghimpun dana masyarakat. (ad689)

SEMINAR - Ketua PGRI Kota Denpasar Nyoman Winata bersama pengurus berfoto bersama dengan R. Handi saat seminar OJK dan investasi di Gedung OJK, Jumat (17/5) kemarin.

Ruam Merah pada Kulit Anak? Waspadai Gejala Flu Singapura ANAK lebih rentan terserang penyakit daripada orang dewasa. Kulit anak juga lebih sensitif daripada kulit orang dewasa. Oleh karena itu, orangtua harus lebih waspada, terutama jika menemukan ruam merah pada anak di mulut (lidah, gusi, pipi dalam), kulit telapak tangan dan kaki hingga di pantat. Ruam di lokasi tersebut khas pada penyakit flu Singapura. Penyakit ini secara medis dikenal sebagai Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD). Penamaan HFMD menjadi flu Singapura karena dahulu penyakit ini banyak ditemukan di Singapura. Bahkan terjadi

wabah di sana pada tahun 1970. HFMD atau flu Singapura adalah penyakit infeksi menular akibat enterovirus (tersering coxsackievirus A16 dan enterovirus 71). Virus ini hidup di saluran pencernaan dan menyebar sebagian besar melalui rute pencernaan, hanya sedikit yang menyebar melalui rute pernapasan. Semua orang bisa terinfeksi virus ini, namun anak usia di bawah 10 tahun adalah kelompok yang paling rentan terinfeksi. Wabah flu Singapura paling rentan menyebar selama musim panas dan musim gugur di daerah dengan empat musim, tetapi

dapat terjadi sepanjang tahun di daerah beriklim tropis. Penularan flu Singapura sangat mudah. Anak bisa langsung tertular virus dari orang lain yang masih sakit. Bila anak tertular, gejala biasanya muncul 3-6 hari setelah kontak dengan penderita. Flu Singapura awalnya ditandai dengan gejala flu umum, seperti demam ringan (38-39ºC), lemas atau tidak enak badan, nyeri perut dan sakit tenggorokan. Satu atau dua hari kemudian akan timbul ruam kemerahan yang tidak gatal di dalam dan/atau sekitar mulut (lidah, gusi, pipi dalam), di telapak

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

tangan dan kaki hingga pantat. Ruam kemerahan ini juga bisa menyebar di sepanjang tungkai kaki anak. Mulanya ruam ini muncul sebagai bentol merah, kecil, datar yang berubah menjadi bintil atau sariawan. Bintil adalah bentol dengan puncak gelembung berisi cairan. Bintil bisa pecah terbuka dan mengelupas, meninggalkan luka lecet yang terasa sakit dengan dasar kemerahan yang biasanya hilang dalam 7-10 hari. Flu Singapura adalah penyakit yang tidak berbahaya dan biasanya sembuh sendiri tanpa pengobatan tertentu (self limited) dalam 7-10 hari. Pengobatan flu Singapura mirip dengan demam dan flu biasa yaitu dengan pemberian obat demam, pereda nyeri serta memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan anak. Komplikasi akibat penyakit ini jarang terjadi. Anak yang sudah pernah terserang penyakit ini akan membentuk antibodi pertahanan tubuh terhadap virus yang menyerang. Namun bukan berarti ia akan 100% kebal terhadap risiko flu Singapura di masa depan. Anak tersebut masih dapat tertular kembali, karena flu Singapura tidak hanya disebabkan oleh satu jenis virus. l dr. Putu Yunita Primasari, S.Ked.


Info seremonial

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

SMP PGRI 5 Denpasar Lepas 557 Siswa Kelas IX

Bangga Menjadi Alumni Spegrima, Tahun Ini Terima 12 Kelas

SUDAH menjadi tradisi OSIS SMP PGRI 5 Denpasar alias Spegrima menggelar acara pelepasan siswa kelas IX di Kebun Raya Bedugul. Selain berwawasan lingkungan, acara ini juga untuk refreshing sebelum menjalani ujian sumatif. Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. Drs. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si., Jumat (17/5) kemarin melepas 557 siswa kelas IX. Dari jumlah itu, 303 laki-laki dan 254 perempuan. Pelepasan ditandai dengan pengalungan medali oleh Kasek I Wayan Wirasa. Saat itu juga dilakukan sosialisasi oleh tim SMK PGRI 4 Denpasar dan pentas seni (pensi) siswa Spegrima. Acara juga dihadiri Ketua Kota PGRI Denpasar diwakili Bendahara Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Kasek Wirasa mengungkapkan rasa bangganya karena siswa kelas IX yang dilepas telah mendapatkan ilmu terbaik untuk bekal di masyarakat dan melanjutkan studi. Bahkan banyak siswanya yang telah menyumbangkan prestasi bagi nama baik SMP PGRI 5 Denpasar. Di antaranya tiga kali

juara umum Porsenijar PGRI dan juara umum III Porjar Kota Denpasar. ‘’Banggalah menjadi alumni Spegrima,’’ ujarnya. Dia mengakui lulusan SMP PGRI 5 Denpasar dikenal berkualitas dan berbudi luhur serta penuh disiplin. Ini dibuktikan 60 persen lulusannya diterima di SMA dan SMK negeri di Denpasar. Yang tak mendapat sekolah negeri diharapkan memilih sekolah PGRI yang kualitasnya sejajar dengan negeri. Wirasa didampingi Wakasek Ni Made Gamawati, S.Pd., M.Pd., Ni Putu Ariantini, S.H., S.Pd., M.Pd., I Made Raditya Berata, S.Pd., Ni Ketut Puaspasari, S.Pd., Gusti Ayu Putri, S.Pd. dan A.A. Oka Suardana, S.Pd. serta Nyoman Sudita, S.Pd. menjamin saat pengumuman kelulusan 29 Mei nanti siswanya tak ada yang konvoi dan aksi corat-coret baju seragam. Model pengumuman kelulusan dilakukan secara langsung. Bagi siswa yang tidak lulus akan dicari khusus oleh tim gurunya ke rumah. Cara ini diharapkan mengerem ke-

MEDALI - Kasek Dr. I Wayan Wirasa didampingi Ketut Suarya dan wakasek mengalungkan medali saat melepas siswa kelas IX SMP PGRI 5 Denpasar.

inginan siswa berkumpul dan konvoi, sedangkan pakaian seragam siswa disumbangkan untuk anak panti asuhan. ‘’Atas nama dewan guru minta maaf jika selama tiga tahun ada guru yang berbuat salah. Semua demi menanamkan disiplin,’’ tegasnya. SMP PGRI 5 Denpasar selama ini dikenal berpengalaman mengelola pendidikan puluhan tahun secara berkualitas. Pada PPDB 2019-2020 SMP PGRI 5 Denpasar di Jalan Gunung Agung, Gang Indus No. 8 akan menerima 12 kelas siswa baru. Bagi warga Denbar dan Denut diberikan keringanan khusus. Jumlah ini dibatasi karena semua siswanya masuk pagi. Bagi yang ingin anaknya memiliki disiplin dan budaya berprestasi, Wirasa mengajak masyarakat di Denpasar Utara dan Barat bergabung dengan SMP PGRI 5 Denpasar. Bagi siswa kembar atau saudaranya juga sekolah di SMP PGRI 5 diberi keringanan 25 persen uang gedung. Siswa berprestasi yakni juara I dan II di kota diberi bebas uang pembangunan. Siswa dari KK miskin, namun berprestasi, 100 persen biaya sekolah ditanggung sekolah, termasuk biaya buku. Bendahara Kota PGRI Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. setuju banggalah menjadi alumni SMP PGRI 5 Denpasar karena sekolah ini dikenal sarat dengan prestasi. Ini semua berkat gemblengan disiplin dan karakter. Bahkan semua siswa dan guru tampil kompak. Untuk itu, dia minta sampaikan semua pelayanan baik sekolah ini kepada masyarakat. (k250)

Hasil Riset LD FEB UI 2018

Gojek Sumbang Rp 1,9 Triliun pada Perekonomian Denpasar LEMBAGA Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) memaparkan, pada 2018 Gojek memberikan kontribusi positif pada perekonomian nasional. Mitra Gojek berkontribusi Rp 44,2 triliun per tahun dalam perekonomian Indonesia di tahun 2018. Terdiri dari Rp 16,5 triliun per tahun ke perekonomian melalui penghasilan Go Ride, Rp 8,5 triliun melalui penghasilan mitra Go Car, Rp 1,2 triliun melalui mitra Go Life dan Rp 18 triliun melalui omzet mitra UMKM Go Food. Sementara bagi Kota Denpasar sumbangannya mencapai Rp 1,9 triliun. Wakil Kepala LD FEB UI Dr. Paksi C.K. Walandouw menjelaskan, khusus di Denpasar, kontribusi mitra ojek aplikasi (Gojek) kepada perekonomian Denpasar pada 2018 mencapai Rp 1,9 triliun. Sebelumnya, pada 2017 studi serupa juga dilakukan di Denpasar. Dari dua layanan yaitu roda dua dan UMKM kontribusinya mencapai Rp 882 miliar. Paksi mengatakan kontribusi yang semakin besar dari Gojek menunjukkan teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, khususnya ke perekonomian daerah. ‘’Gojek sebagai pemain utama industri teknologi di Indonesia telah menunjukkan bagaimana inovasi teknologinya dapat memperluas peluang penghasilan bagi seluruh lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia,’’ ungkapnya saat press conference bertajuk ‘’Dampak Gojek terhadap Perekonomian Denpasar’’ pada Kamis (16/5) lalu. Adapun angka kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian Denpasar pada 2018 yaitu pengemudi Go Car berkontribusi Rp 190 miliar, mitra pengemudi Go Ride menyumbang Rp 814 miliar, mitra UMKM Go Food kontribusinya Rp 892 miliar, mitra Go Life (Go Clean dan Go Massage) kontribusinya Rp 48 miliar. Dibanding penelitian 2018, kontribusi mitra Go Ride ke perekonomian Denpasar naik dua kali lipat lebih. Pertumbuhan juga terjadi pada kontribusi mitra UMKM Go Food yang naik lebih dari 60 persen sejak 2017. ‘’Pertumbuhan kontribusi mitra UMKM Go Food ini antara lain disebabkan optimalisasi fitur teknologi Gojek dan Go Food yang semakin gencar

digunakan mitra UMKM,’’ kata Paksi. Rata-rata penghasilan mitra Gojek dalam penelitian ini di atas UMK Denpasar. Rata-rata pendapatan mitra Go Car di Denpasar sebesar Rp 5,8 juta atau hampir lebih tinggi 2,5 kali dari UMK Denpasar tahun 2018. Rata-rata pendapatan mitra Go Ride di Denpasar Rp 4,6 juta atau hampir lebih tinggi dua kali dari UMK Denpasar pada 2018. kemudian rata-rata pendapatan mitra Go Life Di Denpasar sebesar Rp 4,9 juta atau lebih tinggi dua kali dari UMK Denpasar tahun 2018. Kontribusi mitra Go Car ke perekonomian daerah Denpasar mengalami peningkatan pendapatan tertinggi yaitu 75 persen, jika dibandingkan dengan pendapatan mereka sebelum bergabung dengan Gojek. Selebihnya, para mitra Go Car juga menggerakkan

roda perekonomian daerah. Terlihat dari peningkatan pengeluaran sebesar 32 persen sejak bergabung di Gojek. ‘’Rata–rata pendapatan mitra Go Car yang mencapai hampir 2,5 kali lebih tinggi daripada UMK Denpasar menunjukkan adanya permintaan (demand) masyarakat di Denpasar terhadap layanan jasa roda empat online. Melalui penghasilannya, mitra Go Car juga berkontribusi cukup signifikan ke perekonomian daerah,’’ jelas Paksi. Tidak hanya kontribusi secara ekonomi, penelitian ini juga menunjukkan tiga manfaat utama yang dirasakan sebagai mitra pengemudi di Gojek adalah bisa mengatur waktu kerja, bisa memiliki waktu lebih bersama keluarga dan mempunyai waktu lebih untuk menabung atau bekerja sambilan yang lain. (bns1)

5

Temu Alumni FISIP Universitas Ngurah Rai

Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0 FAKULTAS Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ngurah Rai menyelenggarakan kegiatan temu ilmiah mengusung tema ‘’Alumni FISIP Bicara Menghadapi Tantangan ke Depan Era Revolusi Industri 4.0’’ di Gedung Serbaguna Universitas Ngurah Rai, Jumat (17/5) kemarin. Kegiatan dibuka Rektor Universitas Ngurah Rai Dr. Drs. Nyoman Sura Adi Tanaya, M.Si., dihadiri mahasiswa dan alumni FISIP. Dekan FISIP Universitas Ngurah Rai Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP. mengatakan acara tersebut merupakan salah satu kegiatan berkaitan dengan Dies Natalis ke-40 UNR. Dipilihnya kegiatan temu ilmiah ini karena dalam rentang waktu 40 tahun, alumni FISIP Universitas Ngurah Rai sudah banyak yang menempati posisi-posisi penting, khususnya di pemerintahan, parpol dan legislatif. ‘’Kami sangat berbangga karena salah satu alumni FISIP Universitas Ngurah Rai menjadi Menteri Koperasi dan UKM di zaman pemerintahan Presiden Joko Widodo yaitu

Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga,’’ ujarnya. Pihaknya mengundang para alumni tujuannya supaya bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa FISIP dan kiatkiat apa yang bisa dilakukan berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0. Alasannya mengangkat tema Revolusi Industri 4.0 karena ke depan tantangannya atau hal-hal yang perlu dipersiapkan cukup berat. ‘’Mudah-mudahan para alumni dan pembicara sendiri bisa memberikan semacam kiat-kiat sukses, baik yang berada di legislatif dan birokrasi, sehingga alumni FISIP bisa berkibar di mana pun mereka berada,’’ ungkap Wirata. Tujuan kedua mengundang para alumni, kata Dekan FISIP asal Buleleng ini, istilahnya back to campus, mengenang kembali masa-masa saat mereka kuliah. Sedangkan tujuan ketiga yaitu menjalin komunikasi antara alumni dengan lembaga dan alumni dengan mahasiswa. ‘’Nilai plus FISIP Universitas Ngurah Rai, banyak alumni kami menduduki posisi penting di birokrasi dan legislatif. Apalagi salah satu

alumni kami jadi menteri dan itu artinya mendapat kepercayaan yang tidak mudah. Itu nilai plus yang bisa kami tunjukkan kepada masyarakat luas,’’ tandasnya. Narasumber yang dihadirkan adalah Kadis Perindutrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli, Kepala Bidang Bina Pemdes PMD Kabupaten Gianyar dan Kepala Bidang Pariwata Kreatif Kabupaten Karangasem. ‘’Untuk Kota Denpasar kami mengundang Kadis Kebudyaan,

tetapi saat ini beliau sedang mengikuti Sespim sehingga tidak bisa hadir. Kenapa kami mengambil narasumer dari empat kabupaten/kota? Karena masing-masing memiliki pengalaman berbeda, ada di perdagangan, pemerintah desa, kebudayaan dan pariwisata. Tujuannya karena mahasiswa kami sebagian besar pegawai, setidak-tidaknya mereka paham apa yang harus dipersiapkan kaitannya meniti karier sebagai PNS,’’ ujarnya. (ad568)

TEMU ILMIAH - Rektor Universitas Ngurah Rai bersama para narasumber dalam temu Ilmiah Alumni Bicara di Universitas Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (17/5) kemarin.

Ruam Kulit Muncul Setelah Flu? Salah Satu Penyebabnya HSP SERING kali infeksi saluran pernapasan menimbulkan efek jangka panjang yang tidak diharapkan. Mulai dari infeksi saluran pernapasan yang tidak kunjung sembuh hingga infeksi yang menjalar ke bagian tubuh lain seperti yang terjadi pada Henoch-Schonlein Purpura (HSP). HSP juga dikenal dengan purpura anafilaktoid yakni suatu vaskulitis pada pembuluh darah kecil yang sering ditemukan dengan komplikasi kulit dan sistemik meliputi pencernaan, persendian dan ginjal. Karena terjadinya peradangan di kulit, maka akan mengakibatkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga sel-sel darah keluar ke jaringan sekitar. Sel darah yang bocor tersebut menyebabkan ruam yang disebut purpura. HSP paling sering terjadi pada anak-anak dan lebih sering terjadi ketika musim gugur, semi dan dingin. Insidensi dari HSP bervariasi, mulai 6,2 sampai 7,3/100.000 anak berusia kurang dari 17 tahun. HSP lebih sering terjadi pada anak dengan rentan usia 3-6 tahun. 90% kasus HSP terjadi sebelum usia 10 tahun. HSP sangat jarang terjadi pada orang dewasa, dengan angka kejadian 13-15 kasus/1.000.000. HSP menyerang anak laki-laki dua kali lebih sering dibandingkan dengan anak perempuan. Dari beberapa literatur menyatakan kejadian HSP erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak berfungsi sebagaimana mes-

tinya. Protein yang disebut immunoglobulin A (igA) adalah sejenis antibodi yang berfungsi untuk melawan infeksi. Dalam HSP, IgA berperan sebagai agen yang menyebabkan peradangan di pembuluh darah sehingga menyebabkan pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah. Faktor pemicu terjadinya igA menyerang pembuluh darah sampai saat ini belum diketahui secara pasti, namun dicurigai infeksi bakteri dan virus berperan dalam reaksi tersebut. Faktor lainnya yang dicurigai berperan menyebabkan HSP adalah penggunaan obat tertentu, reaksi makanan (alergi makanan), gigitan serangga dan vaksinasi. Selain munculnya purpura yang berwarna ruam ungu kemerahan, tanda gejala lain dari HSP adalah nyeri sendi, sakit perut, permasalahan ginjal (darah dalam urine). Ruam hampir dapat ditemukan pada semua kasus. Ruam yang dapat ditemukan pada HSP adalah ruam berwarna ungu kemerahan dan ruam dapat diraba. Ruam biasanya ditemukan pada kaki dan bokong, tetapi bisa juga muncul di bagian tubuh lain, seperti siku, lengan, wajah dan bagian tubuh lainnya. Sebagian besar anak-anak dengan HSP mengalami nyeri sendi. Gejala ini biasanya terjadi sebelum ruam muncul. Sendi kaki dan lutut paling sering dikeluhkan, tetapi sendi lain seperti tangan, siku dan kaki

mungkin juga terpengaruh. Keluhan nyeri perut biasanya dimulai seminggu setelah ruam muncul. Nyeri disertai mual, muntah atau diare. Pada beberapa kasus HSP juga dapat memengaruhi ginjal dengan melihat tanda-tanda adanya sel darah pada urine atau warna urine menjadi cokelat gelap. Jika HSP sudah menyebabkan gangguan pada ginjal dan tidak segera ditangani, gangguan ginjal ini bisa berkembang menjadi gagal ginjal dan berakibat fatal.

Kapan Anda Harus Pergi ke Dokter? Secara awam, Anda dapat menduga anak mengalami HSP jika Anda menemukan ruam pada tubuh pascaterjadinya infeksi. Baik itu infeksi saluran pernapasan (paling sering dijumpai) atau infeksi yang lainnya. Jika hal ini terjadi, Anda perlu melakukan pemantauan ketat pada anak. Jika anak mulai memperlihatkan gejala seperti nyeri perut atau urine yang berwarna seperti air cucian daging, Anda bisa segera membawanya untuk berobat ke dokter. Selain berdasarkan gejala dan riwayat yang dialami, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menemukan igA pada pembuluh darah. Selain itu, mungkin tes pencitraan seperti rontgen dan CT Scan akan dilakukan untuk melihat apakah HSP menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan atau ginjal.

Penanganan Pasien dengan HSP Gejala HSP biasanya berlangsung sekitar satu bulan. Pada sebagian besar kasus, ruam pada HSP hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Untuk meringankan gejala yang ditimbulkan dari HSP dan membantu anak anda merasa lebih baik, dokter dapat merekomendasikan obat-obatan tertentu, seperti antibiotik (jika infeksi sebagai faktor pemicu terjadinya HSP), obat penghilang rasa sakit (seperti acetaminophen), obat antiinflamasi (seperti ibuprofen untuk menghilangkan nyeri sendi dan peradangan), kortikosteroid (seperti prednison untuk nyeri perut yang parah dan penyakit ginjal berat). Selain itu, dokter dapat meminta Anda untuk berhenti memberikan obat tertentu kepada anak jika ada kemungkinan bahwa obat-obatan tersebut yang menjadi pemicu terjadinya HSP. Anak-anak yang mengalami gangguan ginjal, perlu menemui dokter melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau fungsi ginjal. Sekitar sepertiga dari anak yang mengalami HSP akan mendapatkannya lagi (serangan berulang). Biasanya beberapa bulan setelah episode pertama. Jika HSP kembali, biasanya lebih ringan daripada episode awal. l dr. I Putu Oka Kresna Jayadi, S.Ked.

Warung Global

Kasus Peternak Babi Digugat Mestinya Dimediasi KASUS unik yang tengah ditangani Pengadilan Negeri Gianyar cukup menyita perhatian para pendengar Radio Global 96,5 FM. Peternak babi yang digugat sebuah pengusaha restoran di kawasan Payangan, Gianyar senilai Rp 2,9 miliar ini membuat Kawan Global geleng-geleng kepala. Pasalnya, sebenarnya kasus ini bisa dimediasi secara kekeluargaan tanpa harus melayangkan gugatan. Semua masalah pasti ada solusinya. Demikian ucapan salah seorang pendengar dalam acara dialog interaktif Warung Global, berikut rangkuman selengkapnya. Sebagai masyarakat Bali yang kebanyakan warganya memelihara ternak, seperti babi dekat perumahan memang kerap jadi keluhan warga di sekitarnya. Fera di Tabanan berharap agar pemilik ternak tersebut mengatur agar kotoran ternak tak sampai mengganggu warga lainnya. Bau menyengat saat menikmati makanan memang tidak enak rasanya. Jadi tidak selera. Demikian Febri

di Denpasar menyampaikan. Namun, setiap masalah pasti ada solusinya. Semestinya kasus tersebut dimediasi pihak berwenang, seperti kepala lingkungan setempat. Menurut Bimasena di Gianyar, bau busuk atau tidak memang tidak bisa diblok. Justru dalam kasus ini, ia melihat pihak pengusaha mestinya memahami. Jangan justru menggungat. Ia berharap

ada negosiasi antara pemilik kandang babi dan pengusaha restoran. Misalnya dengan memberikan kompensasi kepada pemilik ternak tersebut. Mungkin mengotrak lahannya sehingga restoran miliknya juga bisa jalan tanpa diganggu bau kotoran ternak. Werdha, warga Gianyar lainnya, juga berpendapat demikian. Apa sih yang tak bisa dirembukkan. Bertetangga

itu harus bisa berdampingan, bukan dengan cara menggugat. Nyoman Mastra di Gianyar dan Suardana di Tabanan serta Ayu di Petang juga sepakat dengan pernyataan ini. Dalam setiap masalah, toleransi yang dikedepankan, bukan egonya. Nyoman Darma menyampaikan segala sesuatu sebenarnya bisa dikomunikasikan. Kurangnya rasa saling menghormati satu dengan yang lain dapat memunculkan suatu konflik. Tanpa bermaksud mencari kesalahan satu pihak, mengapa tidak dicoba saling memahami dan mencari solusi agar keduanya bisa berjalan dengan baik dan saling menguntungkan. (sikha)


OPINI

6

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Digitalisasi, Tantangan Merawat Ruang Sosial Industri 4.0 membawa dampak ikutan yang sangat beragam di dunia ini. Pendekatan bisnis konvensional dan terori-teori komunikasi juga terkoreksi. Kini dunia bergerak dan terjebak pada pola pendekatan hidup yang serba praktis. Tak saja dalam dunia bisnis, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, kehidupan rumah tangga pun bisa bergeser. Kini manusia tak lagi harus lalu-lalang untuk mendapatkan kemauannya. Cukup dengan berbekal aplikasi semua bisa dikelola dengan mudah. Secara tak langsung dan pelan-pelan namun pasti peran manusia dalam kehidupan bisnis konvensional diprediksi akan tergusur. Hanya manusia terlatih dan melek teknologi yang akan bisa eksis mengelola dunia dengan segala kenikmatannya pada masa mendatang. Ini adalah bukti nyata bahwa peradaban akan terus bergerak dan sejarah baru akan terus terjadi. Dalam dunia bisnis, misalnya kini ketika hypermarket dan mall mulai sepi, traksaksi justru membukukan angka yang terus meningkat. Transaksi di dunia online justru sangat padat. Operasional bank-bank di kantornya yang kelihatan sepi namun operasionalnya di dunia maya justru lebih krodit dari kenyataan di kantornya. Ini menandakan ada pergeseran yang jelas di muka bumi ini. Manusia merasakan nikmat di dunia maya. Di bidang komunikasi, media cetak yang dulunya menjadi raja dan menguasai dunia publikasi dan iklan, kini perannya mulai disaingi oleh media digital. Online yang tumbuh pesat dan tanpa kontrol kini menjadi pilihan banyak pihak untuk mendapatkan informasi. Inilah warna dunia saat ini. Kita tentu tak mungkin menjauh dari pergerakan dan ganasnya industri 4.0 yang menjadikan teknologi sebagai basis kekuatan di semua sektor industri, jasa dan mungkin juga pengelolaan peradaban. Terlepas dari apa yang kita saksikan saat ini, kita juga mulai terjebak dengan dunia digital ini. Generasi zaman now yang dikenal dengan generasi paling inovatif di muka bumi ini mengelola hidupnya secara lebih praktis. Generasi milenial juga tak ambil pusing dengan peradaban sebelumnya, ketika mereka mulai tumbuh dan dibesarkan oleh orangtuanya. Generasi milenial yang akrab dengan paket data, aplikasi dan dinamika dunianya saat ini menjadi generasi paling nyaman saat ini. Untuk bepergian ke mana-mana mereka tak perlu lagi mendatangi travel agent untuk beli tiket. Cukup dengan aplikasi mereka sudah bisa mendapatkan fasilitas terbang. Bahkan untuk akomodasi hal serupa juga terjadi. Pemesanan kamar hotel juga tak memerlukan energi yang banyak. Aplikasi dan beragam kemudahan telah tersedia di handphone-nya. Artinya, dunia tanpa handphone kini seolah mati. Dalam urusan kuliner, kini juga menawarkan beragam kemudahan dan sensasi. Sistem aplikasi telah membuat generasi muda bisa memesan aneka makanan dari rumah. Ini tentu menjadi salah satu ruang bisnis yang prospektif di masa depan. Paket layanan antar yang kini ditawarkan tumbuh subur dan memberikan penghasilan tambahan bagi sejumlah orang. Bahkan warung-warung yang dulu sulit dijangkau karena jaraknya kini bisa mengirim makanannya ke sudut-sudut kota dengan cepat dan pasti. Inilah peradaban baru yang dipicu oleh industri 4.0. Dan industri ini tampaknya akan makin canggih seiring makin banyaknya temuantemuan digital yang memanjakan manusia. Namun, apa pun yang kita rasakan saat ini tentu akan memiliki implikasi sosial yang patut kita waspadai. Dunia digital diprediksi akan mengaburkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan di kemudian hari. Kondisi inilah yang harus diantisipasi sejak dini agar ruang simakrama dan komunikasi personal termasuk kelompok sosial tetap terbangun. Negara harus hadir dan melakukan pendekatan regulasi yang memastikan bahwa ruang publik dan ruang sosial tetap terawat di tengah maraknya industri digital yang memanjakan manusia. Jika ini tak dilakukan dunia akan menjadikan manusia sebagai makhluk individual dengan gayanya masing-masing.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kuota Bina Lingkungan bagi Sekolah Tahun ajaran baru makin dekat. Bagi orangtua yang memiliki anak SMP dan ingin melanjutkan ke SMA, akhir Mei dan awal Juni ini menjadi bulan paling penuh tanda tanya. Masalahnya, selain kurang paham terhadap peraturan zonasi, beban biaya pendidikan juga terasa. Untuk itulah saya berharap pemerintah lebih sering membuka layanan informasi terkait penerimaan siswa baru. Selama ini memang banyak media memuat tentang sistem zonasi sekolah, namun itu belumlah cukup membuat kami mengerti. Zonasi yang dirujuk saat ini apakah akan memberikan ruang kepada penduduk pendatang yang belum punya KK di tempat tinggalnya? Saya berharap guru-guru SMP juga lebih sering memberikan informasi kepada anak didiknya yang akan melanjutkan ke jenjang SMA. Setidaknya guru Bimbingan dan Konseling hendaknya lebih rajin memberikan informasi dan edukasi tentang prospek dan proses mengikuti sistem penerimaan siswa baru tahun ini. Yang pasti sebagai orangtua saya berharap pengumuman tentang sistem penerimaan siswa baru tahun ini dibuat lebih jelas dan transparan. Saya tetap berharap sekolah memberikan ruang terbangunnya pendekatan bina lingkungan. Ini sebagai wujud interaksi sekolah dengan lingkungan sekolahnya. Walaupun ada sistem zonasi dan prestasi, termasuk kuota siswa miskin, saya berharap kuota bina lingkungan juga disediakan. Ini akan menjadi bagian dari kewenangan manajemen sekolah membangun komunikasi dengan lingkungan di sekitar sekolah. Mudah-mudahan dunia pendidikan segera memiliki sistem yang baku dalam penerimaan siswa baru sehingga tak setiap tahun ada kebijakan baru. Ni Putu Sumaastini Denpasar, Bali

Pola Konsumsi Zaman ”Now” ”Sesuai aplikasi ya, pak?” Pertanyaan tersebut mungkin sudah tidak asing lagi di telinga para pengguna aplikasi ojek online atau lebih dikenal dengan sebutan ojol. Pertanyaan itu kerap dilontarkan oleh pengemudi ketika masyarakat menggunakan layanan pemesanan makanan dalam aplikasi tersebut. Ketergantungan masyarakat terhadap layanan kemudahan yang ditawarkan ojol, khususnya untuk memesan makanan merupakan salah satu bukti bahwa era revolusi industri 4.0 membawa pengaruh di Indonesia.

Oleh Ni Komang Hevi Prima Dewi

E

ra revolusi industri 4.0 telah mengubah tatanan dunia bisnis dan pola konsumsi masyarakat yang berbasis pada teknologi digital. Ada fakta yang menarik dalam pola konsumsi makanan penduduk Bali saat ini. Teknologi digital telah mendorong penduduk untuk mengonsumsi makanan jadi yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Proporsi pengeluaran untuk konsumsi makanan jadi mengalami peningkatan setiap tahun. Jika pada tahun 2007 konsumsi makanan jadi sebesar 20,10 persen, pada tahun 2017 telah melonjak menjadi 39,10 persen dari seluruh pengeluaran makanan penduduk Bali, (BPS, 2017) Selain itu, konsumsi rumah tangga mampu menyumbang hampir separuh dalam PDRB Bali menurut pengeluarannya yaitu sebesar 48,15 persen. Dengan peranan yang besar tersebut tidak mengherankan jika konsumsi rumah tangga telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang tinggi setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2018 secaya year on year (dibandingkan tahun sebelumnya) konsumsi rumah tangga tumbuh 6,26 persen. Konsumsi makanan akan terus meningkat, hal ini karena makan-

an merupakan kebutuhan dasar manusia dan jumlah penduduk yang bertambah setiap tahun. Revolusi industri 4.0 memungkinkan variasinya dan cara memperoleh makanan akan mengalami perubahan mengikuti selera dan perkembangan zaman. Kepraktisan dan kemudahan layanan antar melalui ojol saat ini telah mendorong penduduk Indonesia untuk membeli makanan jadi. Pelaku usaha baru yang juga kebanyakan berasal dari generasi milenial tahu betul bagaimana cara memanjakan generasi zaman now dengan berbagai kemudahan dan penawaran harga yang lebih murah. Menurut data dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), bisnis kuliner tahun ini pun melonjak tajam hingga 9,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Salah satu pemicunya adalah jasa pengantaran online yang semakin berkembang. Demikian juga gaya hidup leisure ekonomi telah mendorong sebagian besar masyarakat di Bali untuk mengonsumsi makanan dan minuman jadi di luar rumah sambil menikmati kebersamaan, hiburan, dan pengalaman. Harus diakui, bahwa fenomena tersebut lebih banyak terjadi di perkotaan, karena daya beli penduduk kota lebih tinggi daripada perdesaan. Selain itu, kelengkapan

fasilitas dan teknologi informasi yang ada di perkotaan juga lebih maju. Hal ini tercermin dari proporsi pengeluaran untuk makanan jadi penduduk kota sebesar 42,98 persen, sedangkan untuk penduduk desa sebesar 29,27 persen dari seluruh pengeluaran makanan. Transformasi ekonomi digital memberi kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berpartisipasi secara ekonomi. Bahkan dalam perubahan pola konsumsi masyarakat saat ini. Resolusi hidup sehat yang menggema dalam beberapa waktu terakhir tidak akan mengurangi pangsa pasar dalam bisnis makanan jadi. Justru hal tersebut merupakan peluang untuk menyediakan makanan sehat. Bahkan minuman sehat untuk detoks pun sekarang sudah mulai banyak dipasarkan dalam kemasan yang lebih kekinian dan variatif. Demikian juga dengan katering yang melayani pemesanan makanan diet mingguan dengan spesifikasi sesuai kesehatan atau program diet pelanggannya. Seolah tidak mau ketinggalan, makanan tradisional Bali pun, seperti rujak, tipat, martabak, dan jajanan pasar tidak mau kalah dalam dunia persilatan jualan daring. Bagi ibu rumah tangga muda atau milenial yang tidak memiliki passion memasak, kegiatan memasak telah menyita waktu

produktifnya. Waktu untuk memasak lebih suka diisi dengan kegiatan sesuai passion untuk aktualisasi diri, seperti membaca, menulis, fotografi, desain, hingga berjualan secara daring. Dengan memanfaatkan teknologi digital, semua hobi tersebut kini bisa menghasilkan uang. Bahkan banyak keluarga milenial yang bersedia membayar lebih mahal untuk mengonsumsi makanan jadi dengan cita rasa rumahan. Bagaimanapun aktivitas memasak tidak hanya proses mengolah makanan saja, namun ada proses belanja, menyiapkan bahan, mengolah, hingga membersihkan peralatan dan tempat memasak. Apalagi saat ini semakin sulit untuk mendapatkan asisten rumah tangga yang bisa membantu membereskan dan membersihkan rumah. Bukan saja upah asisten rumah tangga yang semakin tinggi, namun ketersediaannya pun semakin sulit didapat. Dengan tingkat ekonomi penduduk Indonesia yang semakin meningkat, permintaan akan asisten rumah tangga juga semakin tinggi. Sedangkan penawarannya semakin terbatas. Saat ini perempuan berpendidikan rendah sekali pun lebih suka bekerja di sektor perdagangan, akomodasi dan penyediaan makan minum dibanding menjadi asisten rumah tangga. Pertumbuhan ekonomi sektor perdagangan, akomodasi dan penyediaan makan minum yang tinggi mengakibatkan kebutuhan tenaga kerja di kedua lapangan usaha tersebut juga semakin meningkat. Ini dibuktikan oleh sektor perdagangan sebagai penyerap tenaga kerja tertinggi kedua setelah sektor pertanian. Di sisi lain, tidak sedikit milenial yang menjadikan aktivitas memasak sebagai passion yang bisa mendatangkan pendapatan dan

Tarif Pesawat Picu inflasi Bulanan? HARGA tiket pesawat tinggi, khususnya tujuan domestik membawa andil besar terhadap besaran inflasi dalam dua bulan terkahir. Gejolak dapat timbul mengingat momentum hari raya Idul Fitri yang identik dengan budaya mudik ke kampung halaman. Kalau tidak segera diambil resep yang jitu, maka harga yang sudah tinggi ini akan semakin melambung tinggi akibat tingginya permintaan pada layanan penerbangan pada musim libur lebaran. Belum lama ini muncul kehebohan baik di media massa maupun media sosial terkait tingginya harga tiket pesawat udara dan tidak kunjung turun. Bahkan tagar #pecatbudikarya sempat menjadi trending topik di twitter selama beberapa jam sebagai protes pada Menteri Perhubungan akibat gagal dalam mengendalikan harga tiket pesawat udara. Selain itu muncul desakan masyarakat yang salah satunya ditandai adanya petisi online di change.org bertajuk “Turunkan Harga Tiket Pesawat Domestik Indonesia” yang sudah ditandatangani lebih dari satu juta akun dalam waktu beberapa hari. Memang terjadi kenaikan harga pada komoditas ini dalam dua bulan terakhir, khususnya pada tujuan domestik. Bahkan harga menuju satu kota di Indonesia lebih mahal dibandingkan harga menuju kota di negara lain. Seperti yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali belum lama ini, tingkat inflasi di Kota Denpasar secara umum pada bulan Maret 2019 adalah sebesar 0,24 persen dan mening-kat menjadi 0,26 persen pada bulan April ini. Jika melihat tren tahun-tahun sebelumnya, tingkat inflasi pada bulan Mei dan Juni mendatang yang bertepatan dengan datang-

Oleh Sony Puji Triasmoro nya bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri, maka tingkat inflasi dikhawatirkan terus meningkat dan melambung apabila tidak disertai dengan upaya pengendalian harga yang masif, terstruktur dan sistematis pada beberapa komoditas yang menjadi langganan penggerek inflasi pada momen-momen tersebut. Hal ini memang perlu menjadi perhatian khusus karena fenomena tingginya harga tiket pesawat ini akan bertemu dengan momen hari raya Idul Fitri tahun ini, yang akan jatuh pada awal bulan Juni mendatang. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa sudah menjadi tradisi selama bertahuntahun bahwa pada bulan yang bertepatan pada hari raya Idul Fitri akan terjadi kenaikan harga atau inflasi secara umum. Bahkan, apabila dilihat melalui tren yang terjadi selama lima tahun terakhir yang terjadi adalah inflasi akan mulai meningkat, dimulai dari dua bulan sebelum hari raya Idul Fitri. Titik kritisnya kali ini sebenarnya adalah kenaikan harga tiket pesawat udara pada akhir-akhir ini menjadi andil besar dalam mengerek angka inflasi. Di tengah usaha tim pengendali inflasi daerah (TPID) yang terus bekerja keras dalam menguasai dan mengendalikan harga kebutuhan pokok yang memang sering kali menjadi andil terbesar dalam inflasi bulanan, harga tiket pesawat udara muncul dalam dua bulan terakhir ini menjadi komoditas dengan andil inflasi bulanan tertinggi di Kota Denpasar. Bahkan tercatat pada bulan Maret 2019

menjadi top skor, alias komoditas dengan andil tertinggi dengan andil inflasi sebesar 0,0827 persen. sedangkan pada bulan April 2019 turun kasta menjadi runner-up alias komoditas dengan andil inflasi tertinggi nomor dua di bawah komoditas bawang merah dengan andil inflasi sebesar 0,1115 persen. Jamak kita ketahui bersama berdasarkan teori ilmu ekonomi makro, bahwa salah satu yang dapat menjadi pemicu adanya inflasi adalah konsep demand-pull inflation yakni inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan permintaan agregat yang terlalu besar dibandingkan dengan penawaran. Pengertian awam untuk inflasi jenis ini adalah harga naik dikarenakan permintaan terhadap suatu komoditas oleh konsumen sangat tinggi, sedangkan jumlah komoditas tersebut tidak mengalami penambahan secara kuantitas. Apabila dihubungkan dengan kondisi yang terjadi selama dua bulan terakhir terkait tarif angkutan udara, maka hal ini menjadi sangat penting untuk dikulik lebih dalam lagi, yakni tingginya andil inflasi pesawat udara pada dua bulan terakhir terjadi selama masa-masa normal alias tidak terjadi peningkatan jumlah penumpang pesawat udara. Dari data inflasi di Kota Denpasar yang dikeluarkan selama tiga tahun terakhir, tarif angkutan udara selalu menjadi sepuluh besar komoditas penyumbang andil inflasi di bulan yang bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Bahkan pada tahun 2016, komoditas

ini menjadi ranking pertama andil inflasi pada bulan Juli 2016 sebesar 0,204 persen dan ranking kedua pada bulan Juni 2018 sebesar 0,077 persen. Dengan menimbang tren yang terjadi bahwa selama bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri nanti akan terjadi peningkatan jumlah penumpang terkait budaya mudik di Indonesia, maka tingginya harga tiket pesawat udara tersebut akan menjadi bom waktu yang dapat membuat inflasi pada tahun ini melebihi target yang dicanangkan pemerintah, yakni sebesar 3-3,5 persen. Peran pemerintah daerah melalui TPID memang sangat terbatas dalam hal ini untuk menekan inflasi akibat tingginya tarif pesawat udara akhir-akhir ini. Hal ini dikarenakan pemerintah daerah tidak bisa melakukan intervensi secara langsung kepada maskapai untuk menurunkan harga layanannya. TPID hanya bisa berfokus pada pengendalian harga kebutuhan pokok di lingkup daerahnya masing-masing, baik itu dengan melalui peningkatan jumlah suplai komoditas bahan pokok dan melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar. Kewenangan dalam me-ngatur harga tiket pesawat ini memang berada di tangan Kementerian Perhubungan, akan tetapi otoritas yang diberikan tersebut memang tidak sekuat yang dibayangkan oleh masyarakat umumnya. Kementerian Perhubungan sebagai regulator hanya bisa melakukan intervensi dengan menetapkan tarif batas bawah dan tarif batas atas pesawat udara yang wajib dipatuhi oleh seluruh maskapai yang beroperasi di Indonesia.

keuntungan. Simbiosis antar masyarakat inilah yang menghadirkan peluang bisnis makanan jadi dengan cita rasa rumahan yang sehat. Terlebih di era digital seperti sekarang, membuka bisnis makanan tidak harus menyediakan dapur dan restoran yang full service. Teknologi digital telah mendorong UMKM untuk memasarkan produknya tanpa harus menyewa tempat maupun membayar pelayan. Kondisi demikian mengakibatkan banyak biaya produksi yang bisa dipangkas sehingga memungkinkan untuk menjual produk dengan harga bersaing. Dengan perubahan pola konsumsi tersebut, apakah generasi milenial merupakan generasi yang malas memasak? Bisa jadi benar, karena harus diakui bahwa generasi ini lebih suka menggunakan waktu produktifnya untuk menekuni hobi dan passion-nya. Sedangkan kegiatan yang bisa didelegasikan akan dialihkan ke pihak lain dengan cara membayar barang ataupun jasa. Demikian juga, apakah rumah tangga sekarang tidak lagi membutuhkan dapur? Tentu saja tidak. Bisa jadi ukurannya menjadi lebih minimalis. Bahkan di era teknologi informasi yang semakin luas ini, dapur bisa menjadi tempat untuk bereksperimen dan menggali ide dalam menghias rumah kemudian memamerkannya di media sosial. Aktivitas ini pun bisa mendatangkan penghasilan jika berhasil menggandeng sponsor atau pemilik produk untuk mempromosikan produknya. Dalam istilah kerennya disebut endorse. Perubahan pola konsumsi di era industri 4.0 ini telah menciptakan berbagai peluang bisnis yang menghasilkan keuntungan bagi siapapun yang mau menangkapnya. Penulis, Statistisi di BPS Provinsi Bali

POJOK Jelang dikunjungi Jokowi, pedagang Pasar Badung diingatkan jangan pakai plastik. - Jangan sampai memalukan. *** Presiden sebut Desa Kutuh Badung jadi model keberhasilan kelola dana desa. - Jadi inspirasi sukses. *** Bupati Klungkung minta peternak genjot produksi sapi Bali. - Semua untuk lestarikan sapi Bali.

Penulis, PNS BPS Kabupaten Badung

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN Pelantikan Anggota Dewan Dianggarkan Rp 259 Juta Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Tabanan (Bali Post) Prosesi pelantikan anggota DPRD Tabanan terpilih periode 2019-2024 hasil Pemilu 17 April lalu, yang dijadwalkan 5 Agustus mendatang dianggarkan Rp 259 juta lebih. Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta, S.Sos., M.M., Jumat (17/5) kemarin mengatakan, anggaran tersebut digunakan khusus untuk pelantikan

yang didalamnya untuk pembiayaan sewa tenda, sarana upacara, makanminum, pembuatan papan nama dan kelengkapan pelantikan lainnya. Sementara itu, Kepala Bagian Umum Dewan Tabanan I Nyoman Putra menyampaikan, sesuai PP No. 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib Dewan, dipasti-

kan pelantikan 40 anggota DPRD Tabanan hasil Pemilu 2019 akan digelar 5 Agustus, disesuaikan dengan masa berakhirnya jabatan dewan periode sebelumnya. ‘’Pastinya kali ini sama. Kalau bertepatan dengan hari libur, bisa maju atau mundur sehari. Semoga tidak ada regulasi baru,’’ ujar Putra. Sama seperti pelantikan periode sebelumnya, jelang

rapat paripurna istimewa dengan agenda pelantikan, diawali dengan upacara majaya-jaya. ‘’Jadi tidak ada yang berbeda. Rapat paripurna istimewa masih dipimpin oleh pimpinan dewan periode sebelumnya,’’ terangnya. Dijelaskannya lebih lanjut, nantinya dewan akan mendapatkan enam item seragam dinas beserta atribut-

nya, yakni pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian sipil resmi (PSR), pakaian dinas harian (PDH), dua pasang pakaian sipil harian (PSH) dan setelan endek. ‘’Karena lewat proses pengadaan, untuk pengukuran baju menunggu setelah penyedia jasa itu terpilih menjadi pemenang dan menunggu hasil penetapan dari KPU,’’ jelasnya. (kmb28)

I Made Sugiarta

Bali Post/bit

Antisipasi Penggunaan Bahan Berbahaya

Diskes Periksa Makanan di Sepuluh Pasar

Bali Post/san

PEMERIKSAAN - Petugas Dinas Kesehatan Tabanan saat melakukan pemeriksaan bahan makanan di pasar tradisional.

Tabanan (Bali Post) Guna menjaga keamanan makanan yang beredar di masyarakat dari bahan berbahaya, Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan melalui program kesehatan lingkungan melakukan kegiatan higiene sanitasi dalam bentuk memeriksa langsung makanan yang dijual di sepuluh pasar tradisional di Kabupaten Tabanan. Makanan yang diperiksa adalah yang berpotensi mengandung pewarna dan pengawet, seperti ikan dan jajan Bali. Kepala Kesehatan Masyarakat Diskes Tabanan I Made Supardiyadnya, Jumat (17/5) kemarin mengatakan, selain bekerja sama dengan instansi terkait, dalam menjaga keamanan makanan dari bahan berbahaya, Diskes memiliki program sendiri yang masih dalam program kesehatan lingkungan berupa pemeriksaan makanan dari bahan berbahaya. ‘’Setiap tahunnya sasaran berbeda. Jika tahun lalu yang disasar

adalah kantin sekolah, maka tahun ini disasar pasar tradisional,’’ ujarnya. Diskes Tabanan sudah memiliki food test serta pemeriksaan laboratorium mandiri sehingga bisa secara rutin melakukan pengawasan terhadap makanan dari bahan berbahaya. ‘’Pendanaan lewat APBD,’’ ujar Supardi. Kasi Kesling Diskes Tabanan I Made Muliadi menambahkan, pemeriksaan makanan dari bahan berbahaya saat ini sedang berlangsung. Dari sepuluh pasar tradisional yang disasar, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan di Pasar Pupuan, Pasar Surabrata, Pasar Megati, Pasar Kerambitan, Pasar Kediri dan Pasar Penebel. ‘’Akan menyusul pasar Bajera, Pasar Tabanan, Pasar Marga dan Pasar Baturiti,’’ ujarnya. Dalam mengambil sampel, Diskes bekerja sama dengan petugas pasar menentukan makanan mana yang dicu-

rigai mengandung bahan berbahaya. Namun menurut Muliadi, sebagian besar sampel yang diambil untuk diperiksa adalah makanan jenis ikan dan jajanan tradisional, seperti jaja begina, sirat hingga jaja matahari. Hasilnya, untuk sementara ditemukan adanya formalin di ikan asin jenis sudang yang dijual di Pasar Pupuan. Sementara untuk jajan tradisional tidak ditemukan bahan berbahaya. ‘’Untuk temuan yang positif ini kami mengimbau kepada pedagang untuk tidak menjual kembali ikan yang positif tersebut dan selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Disperindag untuk langkah lebih lanjut,’’ ujar Muliadi. Jadwal pemeriksaan makanan di 10 pasar tradisional ini akan berlangsung hingga 31 Mei mendatang. Untuk pendanaannya, kata Muliadi berasal dari APBD Tabanan sebesar Rp 10.750.000. (kmb24)

Anggaran Terbatas

Pembinaan dan Rekonstruksi Kesenian Ditunda

Tabanan (Bali Post) -

Keterbatasan keuangan daerah menyebabkan sejumlah program dari organisasi perangkat daerah terpaksa ditunda pelaksanaannya. Di Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, misalnya, program pembinaan dan rekonstruksi kesenian tahun ini terpaksa ditunda lantaran minimnya anggaran. Bahkan ada beberapa kegiatan yang dianggap penting, salah satunya Pentas Kesenian Bali (PKB) yang anggarannya dirampingkan. Sebelumnya anggaran PKB Rp 1,9 miliar, kini hanya Rp 1,6 miliar. ‘’Benar, memang ada sejumlah kegiatan yang terpaksa ditunda pelaksanaannya. Semoga tahun depan bisa kembali berjalan,’’ ucap Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Supanji, Jumat (17/5) kemarin. Dipaparkannya, program yang ditunda yakni pembinaan dan rekonstruksi kesenian. Padahal dua kegiatan itu sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para seniman di Kabupaten Tabanan. Contohnya kegiatan

rekonstruksi yang dimulai sejak tahun 2017, dengan program ini mulai banyak kesenian yang nyaris punah kembali bergeliat dan ditampilkan seniman. ‘’Sebenarnya kegiatan itu sangat penting untuk membangunkan kembali kesenian yang nyaris punah. Namun karena minim anggaran dan ada skala prioritas, kami tunda dulu. Semoga tahun depan bisa kembali dilakukan,’’ terangnya. Terkait rekonstruksi kese-

nian, rata-rata dalam setahun Dinas Kebudayaan melakukan rekonstruksi sebanyak tiga kesenian. Meski baru dua tahun menjadi perangkat daerah terpisah yang sebelumnya bergabung bersama Dinas Pariwisata, dikatakan Supanji, Dinas Kebudayaan tetap melakukan pendataan terhadap sejumlah kesenian khas Tabanan. Hal ini dalam rangka merekonstruksi kesenian yang hampir punah maupun yang tanpa regenerasi seniman.

Kesenian yang sudah direkonstruksi seperti Leko dan Gong Selonding dari Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan. ‘’Kami mohon dukungan masyarakat juga, jika mengetahui keberadaan kesenian khas Tabanan bisa laporkan ke kami untuk selanjutnya dilakukan kajian. Jika memang masih bisa dikembangkan, akan kami upayakan agar kesenian Tabanan bisa terus lestari,’’ jelasnya. (kmb28)

I Gusti Ngurah Supanji

Tekan OPT Kakao Subak di Desa Angkah Bentuk RPO

162 Guru Pensiun Tahun Ini Tabanan (Bali Post) Kekurangan guru masih menjadi permasalahan dunia pendidikan Kabupaten Tabanan. Bahkan persoalan tersebut akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan. Sebab berdasarkan data Dinas Pendidikan Tabanan, tahun ini 162 guru memasuki masa pensiun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2018 yang sebanyak 125 guru. Sekretaris Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Udayana Sosiawan belum lama ini mengatakan, setiap tahunnya ratusan tenaga pendidik di Tabanan memasuki masa pensiun. Dominan guru SD. Tahun 2018 guru SD yang pensiun sebanyak 89 orang, SMP 24 orang dan TK sebanyak 12 orang. Guru yang pensiun tersebar di seluruh kecamatan di Tabanan. Rinciannya, di Kecamatan Penebel sebanyak 21 orang, disusul Kecamatan Kediri 16 orang, Tabanan 14 orang, Marga sembilan orang, Kerambitan 10 orang, Pupuan tujuh orang, Baturiti tujuh orang, Selemadeg Barat 20 orang, Selemadeg dua orang dan Selemadeg Timur sebanyak satu orang. Sementara tahun ini ada 162 guru PNS yang akan pensiun. Meskipun sudah ada pengangkatan PNS, tetap saja Tabanan kekurangan guru. ‘’Menyiasati kekosongan jumlah tenaga pendidikan, Dinas Pendidikan Tabanan masih dibantu oleh guru honorer atau pengabdi. Kami juga dibantu oleh pengangkatan PPPK. Meski demikian, masih akan mengalami kekurangan karena terus ada guru yang pensiun,’’ ucap Sosiawan. (kmb28)

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan memiliki potensi kakao atau cokelat berkualitas. Sayangnya, sebagian besar petani tidak merawat tanamannya dengan baik sehingga rentan diserang organisme pengganggu tanaman (OPT). Terobosan pun dilakukan salah satu subak abian di Desa Angkah, Selemadeg Barat, tepatnya Subak Abian Pangkung Sakti 1 yang memiliki RPO atau Regu Pengendali OPT. Tujuan RPO, menekan serangan OPT pada tanaman kakao dengan cara hayati dan mengurangi bahan kimia. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Budidana Susila, Jumat (17/5) kemarin mengatakan, luasan tanaman kakao di Desa Angkah adalah 380 hektar. Khusus Subak Abian Pangkung Sakti luasnya mencapai 60 hektar. Pembentukan RPO mendapatkan bantuan dana dari APBN, yang dalam hal ini petani mendapatkan pelatihan mau pun peralatan untuk menerapkan pemeliharaan kebun yang baik termasuk pengendalian OPT dengan menggunakan agensia pengendali hayati seperti metabolit sekunder tricoderma, pupuk organik, mol,

Bali Post/san

RPO - RPO mengecek kakao di Subak Pangkung Sakti 1 Desa Angkah, Selemadeg Barat.

musuh alami OPT dan lainnya. RPO di subak ini dibentuk tahun 2018 dengan beranggotakan 20 petani. RPO cukup signifikan berhasil mengendalikan OPT. Maka tak salah RPO di Subak Abian Pangkung Sakti 1 menjadi percontohan subak abian lainnya. Salah satunya poktan dari Karangasem yang beberapa waktu lalu melakukan praktik lapangan ke subak abian ini. Dewa Budi melanjutkan, RPO juga lebih menekan biaya karena mengurangi biaya operasional dalam membeli bahan kimia untuk memberantas OPT. Dalam memberantas OPT, RPO Subak Abian Pangkung Sakti 1 menggunakan musuh alaminya yaitu simbiosis antara kutu putih dan semut. ‘’Simbiosis kedua organisme ini bisa menekan serangan OPT yaitu penggerek buah kakao. Cara ini lebih efektif, ramah lingkungan, hemat biaya dan berkelanjutan,’’ ujar Dewa Budi. Melihat keberhasilan RPO di Desa Angkah, muncul keinginan Dinas Pertanian Tabanan untuk membentuk RPO di subak abian lain. Ia juga berharap keberhasilan subak abian di Desa angkah bisa menggugah subak abian lainnya untuk secara mandiri membentuk RPO. ‘’Sudah ada beberapa desa yang mulai menerapkan RPO seperti di Desa Munduk Temu,’’ ujar Dewa Budi. (kmb24)


BULELENG

8 SOSOK Prestasi Siswa Turun

SMP Negeri 1 Singaraja dikenal sebagai sekolah favorit di Bali Utara. Capaian itu tak lepas dari para siswa dan guru di sekolah ini punya beragam prestasi gemilang tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional. Raihan segudang prestasi masa lalu itu tidak lepas dari siswa yang dididik di sekolah ini merupakan anak berprestasi sejak SD. Kebanyakan latar belakang orangtua mereka kalangan ekonomi menengah ke atas. Jadi keperluan anak-anak mereka mengikuti les privat atau bimbingan belajar (bimbel) dipenuhi dengan baik orangtuanya. Kepala SMP 1 Singaraja Putu Karnadhi mengatakan, latar belakang anak-anak yang duduk di bangku SPENSA sejak dahulu memang lulusan SD yang juga unggulan. Jadi mereka memang sudah punya talenta prestasi. Dengan modal kemampuan itu guru-guru di sekolahnya tinggal ‘’mengasah’’ dengan transfer ilmu pengetahuan di jenjang SMP ini. Sejak itu, siswa SMPN 1 Singaraja tidak saja mampu diterima di SMA atau SMK unggulan, tetapi selama menempuh pendidikan di sekolahnya, siswa pun mampu membanggakan daerah dengan raihan prestasi siswa itu sendiri. ‘’Sekolah kami memang unggulan. Sudah banyak yang tahu prestasi sekolah ini. Kami tidak memungkiri capaian prestasi anak didik kami terdahulu karena memang siswa yang diterima itu lulusan SD unggulan dan memiliki prestasi, sehingga pembinaan di SMP tinggal melanjutkan dan kemampuan ana-anak ini memang memudahkan transfer ilmu dari guru kami,’’ katanya. Setelah beberapa tahun, prestasi anak didiknya mencapai puncak kemudian menurun. Itu sejalan dengan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi, mantan Kepala SMPN 4 Singaraja ini mengakui merasakan dampak kebijakan itu. Kendati ada kebijakan menerima siswa jalur prestasi di mana persentase sebesar lima persen. Siswa baru berprestasi yang dibina di SMPN 1 Singaraja tidak sama dengan kebijakan zonasi sebelumnya. Ada penurunan raihan prestasi para siswa SMPN 1 yang berkali-kali sudah mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan bahkan internasional. Hal itu pastinya mengundang pertanyaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud). ‘’Kami sudah berusaha membina dan guru kami bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganseha (Undiksha) untuk membina anak-anak, tetapi belum juga berhasil. Kami sempat ditanya sama kementerian, kenapa siswa Buleleng tidak ada tampil di Olimpiade Sains Nasional (OSN), ya… tidak bisa bilang apa memang prestasi siswa mamang agak turun,’’ tegas Karnadhi. (mud)

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Tabrak Pagar Rumah IRT Tewas di TKP

Singaraja (Bali Post) – Nasib naas dialami seorang ibu rumah tangga (IRT) Kadek Suartini (40), warga Banjar Dinas Sinalud Desa Kayuputih Melaka Kecamatan Sukasada. Korban meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) tunggal di Jalan Desa Kaliasem - Tigawasa km 19.00, tepatnya di Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Jumat (17/5) kemarin. Korban tewas di lokasi kejadian akibat mengalami luka cedera kepala berat (CKB). Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya siizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas tunggal ini terjadi ketika korban seorang diri mengendarai sepeda motor DK 4781 UX. Korban bermaksud pulang ke rumahnya di Kayu Putih Melaka. Korban saat itu melewati jalur Tigawasa sekitar pukul 06.30 Wita. Dalam perjalanan, sepeda motor korban itu melaju dengan kecepatan sedang. Ketika di lokasi kejadian melewati medan jalan menurun dan tikungan tajam, sepeda motornya tidak bisa dikendalikan. Korban sudah berusaha mengerem untuk mengurangi kecepatan sepeda motornya. Sayangnya, sepeda motor itu tetap melesat liar. Akhirnya, sepeda motor itu menabrak pagar salah seorang warga di pinggir jalan. Setelah menabrak pagar, korban dan sepeda motornya terjatuh ke

tanah terjal di bawah jalan yang merupakan areal pekarangan rumah Putu Suarjana. Warga yang melihat kejadian itu berusaha memberikan pertolongan. Belum sempat ditolong, korban sudah tidak bernyawa. Pada kepalanya ditemukan luka sangat serius hingga mengeluarkan darah dari hidung. Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Banjar. ‘’Kita terima laporan dari masyarakat. Korban sudah meninggal di TKP akibat luka berat pada kepala. Diduga akibat benturan saat menabrak pagar rumah warga di pinggir jalan,’’ katanya. Kasus lakalantas ini, kata Sumarjaya, masih diselidiki lebih lanjut Unit Reskrim Polsek Banjar dibantu Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Buleleng. Dari penyelidikan awal, diduga lakalanats itu disebabkan korban kurang

Bali Post/ist

TEWAS LAKALANTAS - Seorang IRT meninggal dunia setelah mengalami lakalantas di Jalan Desa Kaliasem - Tigawasa, km 19.00, tepatnya di Banjar Dinas Dajan Pura, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Jumat (18/5) kemarin. hati-hati mengendarai sepeda motor ketika melintas di lokasi kejadian yang dikenal dengan jalur rawan lakalantas. ‘’Penyebab lakalantas ini masih diselidiki, dan pemeriksaan awal kejadian itu termasuk lakalantas tunggal akibat out of control,’’ jelasnya. Perbekel Desa Tigawasa Kecamatan Banjar Made Sudarmayasa mengatakan jalan di desa itu memang sering dijadikan jalur alternatif menuju Bedugul atau

Denpasar. Memang medannya sangat ekstrem. Bahkan, lakalantas yang merenggut korban jiwa itu sudah sering terjadi. Tak heran, jalur di desanya itu disebut sebagai jalur ‘’tengkorak’’. Menghindari jatuhnya korban jiwa terulang, Sudarmayasa mengaku sudah pernah mengusulkan pemasangan pengamanan jalan terutamanya di lokasi berbatasan dengan jurang atau tikungan tajam itu. Usulan itu belum

pernah direspons petugas Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng. Karena itu sampai sekarang usulan itu belum ditindaklanjuti. ‘’Bukan saja sepeda motor. Beberapa kali juga mobil mengalami kecelakaan di jalur ini. Pengamanan jalan memang minim. Sudah kami usulkan. Hanya pernah disurvei saja. Tetapi tidak ada tindak lanjutnya sama sekali,’’ katanya. (kmb38)

Kantor Unit BRI Tamblang Terbakar Dokumen dan Uang Nasabah Berhasil Diselamatkan Singaraja (Bali Post) – Warga Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan mendadak heboh dengan terbakarnya gedung kantor BRI Unit Desa Tamblang, Jumat (17/5) kemarin. Api membakar sebagian atap dan ruangan di lantai dua kantor tersebut. Beruntung, api dengan cepat berhasil dipadamkan, sehingga tidak sampai membakar dokumen-dokumen penting di kantor itu. Beruntung juga uang nasabah di ruangan pelayanan di lantai satu bisa diselamatkan. Diduga gedung kantor itu terbakar akibat terjadi korsleting pada jaringan kabel pada mesin di ruangan genset lantai dua. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelum kejadian pelayanan di kantor BRI Unit Tamblang itu sudah tutup tepat pukul 16.00 Wita. Akan tetapi, karyawan masih beraktivitas untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sekitar pukul 17.00 Wita, tiba-tiba warga di luar kantor berteriak ‘’ada kebakaran’’. Mendengar teriakan itu, karyawan yang sedang beraktivitas di sana kontan saja berlarian ke luar gedung. Tidak berselang lama, api dengan

cepat membesar kemudian membakar ruangan di lantai dua. Sebagian atap sudah luluh-lantak akibat terbakar. Karyawan pun panic, mereka berusaha meminta bantuan untuk memadamkan api itu. Beberapa menit setelah kejadian itu, empat mobil pemadam kebakaran dari Pos Pemadam di Kubutambahan dan Pos Pemadam di Singaraja itu tiba di lokasi kejadian. Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan, sehingga tidak sampai merembet ke ruangan pelayanan nasabah di lantai satu itu. Perbekel Desa Tamblang, Kubutambahan, I Nengah Sudarsana, membenarkan terjadi kebakaran itu. Saksi yang diduga mengetahui kejadian itu menyebut percikan api pertama kali muncul di lantai dua gedung kantor itu. Percikan api itu dengan cepat membesar dan membakar atap gedung kantor. Di lantai dua itu selain ruang kerja pimpinan kantor, juga ada ruang mesin genset. Sebelum kejadian di Desa Tamblang dan sekitarnya mulai pukul 11.00 Wita dilakukan pemadaman listrik karena perbaikan jaringan. Karena listrik padam, pelayanan di BRI Unit Tamblang meng-

gunakan listrik dari mesin genset itu. Diduga terjadi korsleting listrik di ruang mesin genset itu yang kemudian memicu terjadi percikan api. ‘’Warga berteriak melihat ada api di ruang atas. Dengan cepat karyawan keluar kantor. Kemungkinan percikan api di ruang genset itu, karena mulai pukul 11.00 genset dihidupkan lantaran ada pemadaman listrik,’’ katanya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, untuk memadmakan api, pihaknya mengerahkan empat mobil pemadam. Dengan kekuatan itu, dalam waktu sekitar 30 menit api berhasil dipadamkan, sehingga kebakaran itu tidak sampai merembet ke ruangan di lantai satu atau ke bangunan di sekitar lokasi kejadian. Demikian juga dokumen penting termasuk uang nasabah tidak terdampak atas peristiwa kebakaran itu. ‘’Di lantai dua kantor itu dijadikan ruang genset. Dari keterangan karyawan BRI Unit Tamblang kemungkinan terjadi korsleting listrik di ruang genset itu. Sementara dokumen dan uang nasabah tidak ada terdampak atas kebakaran itu,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

KANTOR BRI TERBAKAR – Kantor BRI Unit Tamblang terbakar, Jumat (17/5) kemarin. Diduga kebakaran di lantai dua kantor itu karena korsleting listrik di ruang genset. Tidak ada korban jiwa dan dokumen penting serta uang nasabah berhasil diselamatkan setelah api dengan cepat bisa dipadamkan.

Ukuran Kios Dianggap Sempit

Ratusan Pedagang Pasar Tumpah Datangi Disdagprin Lebih dari 100 orang pedagang pasar tumpah yang berjualan di lambung barat Terminal Banyuasri, Kecamatan Buleleng datang ke kantor Dinas Perindustrian Perdagangan (Disdagprin) Buleleng, Jumat (17/5) kemarin. Para pedagang itu menyebut diri mereka sebagai perintis pasar tumpah. Mereka menyatakan keberatan dengan ukuran kios berjualan di lambung timur terminal yang dianggap tempatnya sangat sempit. Pedagang tersebut juga khawatir setelah relokasi itu akan muncul pedagang baru. Apakah kebijakan dan jaminan yang diberikan Disdagprin Buleleng itu dapat diterima para pedagang? PEDAGANG pasar tumpah itu keberatan setelah Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng merelokasi 434 pedagang pasar tumpah ke lambung timur Terminal Banyuasri. Di lokasi yang mereka tinggalkan itu selanjutnya akan dibangun

kios dan rumah toko (ruko) untuk menampung ribuan pedagang Pasar Banyuasri yang ada sekarang. Selanjutnya, mulai tahun ini sampai 2020 mendatang, Pasar Banyuasri itu direvitalisasi menjadi pasar semi modern pertama di

Buleleng. Sebelum ratusan pedagang ini mengadu ke Disdagprin, mereka terlebih dahulu mengajukan keberatan ke PD Pasar Buleleng. Hanya, saat di PD Pasar, pedagang belum puas atas penjelasan yang disampaikan Direksi PD Pasar Buleleng. Sekitar pukul 08.30 Wita, pedagang pasar tumpah ini datang ke Disdagprin. Mereka kebanyakan mengendarai sepeda motor. Karena jumlahnya banyak, pedagang itu terpaksa ditampung di halaman kantor. Hanya perwakilan pedagang yang diterima Kepala Disdagprin Buleleng Ketut Suparto. Dari diskusi perwakilan pedagang pasar tumpah menyampaikan keberatannya atas kebijakan relokasi yang

Bali Post/kmb38

UKURAN KIOS – Lebih dari 100 orang pedagang pasar tumpah di lambung barat Terminal Banyuasri mendatangi Kantor Disdagprin Buleleng, Jumat (17/5) kemarin. Mereka keberatan karena ukuran kios baru di tempat lokasi berjualan di Lambung timur Terminal Banyuasri itu sempit.

dilakukan Direksi PD Pasar Buleleng. Salah satu perwakilan pedagang pasar tumpah, Jro Made Purna, mengatakan sejak pasar tumpah itu beroperasi di lambung barat terminal, dirinya dan pedagang lainnya menempati ukuran kios 1 x 2 meter persegi. Dengan ukuran relatif sempit itu, pedagang sudah nyaman menempatkan perlengkapan dagangannya. Hanya, di lokasi yang baru yakni lambung timur terminal, pihaknya keberatan karena ukuran kios yang disiapkan hanya 1 x 1,5 meter persegi. ‘’Boleh dibilang kami merintis pasar tumpah. Di lokasi lama kami bisa menaruh meja jualan 1 x 2 meter, kalau di tempat baru hanya dikasi 1 x 1,5 meter persegi. Jangankan menaruh meja, untuk berjualan saja sulit karena terjepit sesama pedagang,’’ katanya. Selain itu, Made Purna dan teman-temannya khawatir pada saat direlokasi ke lokasi yang baru akan muncul pedagang baru. Kalau muncul pedagang baru, pedagang yang sudah merintis sejak awal akan tersaingi. Sudah pasti hal itu akan semakin mempersempit ukuran kios yang mereka dapatkan di lokasi pasar tumpah yang baru. Menanggapi keberatan itu, Kepala Disdagprin Buleleng Ketut Suparto mengatakan, persiapan sebelum keputusan relokasi pedagang pasar tumpah, pihaknya bersama Direksi PD Pasar dan dinas terkait sudah melakukan koordinasi dan kajian teknis. Untuk pengaturan ukuran kios di lambung timur, Suparto menyebut hal itu diatur oleh Direksi PD Pasar. Kenapa ukuran kiosnya

1 x 1,5 meter itu karena menyesuaikan dengan kapasitas areal lambung timur terminal itu. Itu satu-satunya lokasi yang ada untuk merelokasi pedagang pasar tumpah, pemerintah daerah meminta pedagang bisa memaklumi dan mendukung program revitalisasi Pasar Banyuasri itu. Kalau setelah relokasi masih ada pedagang pasar tumpah yang tidak mendapatkan tempat, Disdagprin bersama Direksi PD Pasar akan mengoptimalkan sisa areal yang tersisa setelah pasar darurat selesai dibangun. ‘’Memang lokasi di lambung timur itu jauh lebih sempit dari di lambung

barat. Kami mohon pedagang memaklumi karena itu satusatunya lokasi yang dimiliki pemerintah. Nanti kalau sudah selesai pasar darurat sisa lahan kita berikan untuk lokasi berjualan,’’ katanya. Terkait kekhawatiran ada pedagang baru, Ketut Suparto menjamin tidak ada pedagang baru. Bahkan, pedagang dipersilakan menyampaikan keberatan kalau saat relokasi nanti ditemukan pedagang baru. Nantinya, Direksi PD Pasar dilarang menerima siapa pun pedagang baru itu. Sikap tegas ini karena sekarang saja pedagang pasar tumpah tercatat sebanyak 434 orang,

sehingga tidak memungkinkan dilakukan penambahan pedagang baru. ‘’Bapak Bupati melarang PD Pasar menambah pedagang baru. Nanti kami minta kalau menemukan pedagang baru silakan disampaikan ke PD Pasar yang ditugaskan. Bupati tidak memberikan izin berjualan untuk pedagang baru,’’ jelasnya. Setelah mendengar penjelasan itu, ratusan pedagang pasar tumpah menyatakan bisa menerima. Mereka berharap komitmen itu dijalankan, sehingga tidak merugikan pedagang. Mereka kemudian meninggalkan kantor Disdagprin dengan tertib. (mud)


GIANYAR

Sabtu Pon, 18 Mei 2018

9

Merangkai ”Pis Bolong” Jadi Plakat BERBEKAL hobi menganyam, Ni Ketut Pujantika Suciani mencetuskan ide membuat plakat dari bahan uang kepeng atau pis bolong. Kini produk kerajinan perempuan asal Desa Sukawati ini banyak diminati oleh konsumen, khususnya pesanan plakat untuk aktivitas kemahasiswaan dan istansi pemerintah/swasta seperti kegiatan seminar, diklat, yudisium, lomba-lomba, pergantian pengurus dan sebagainya. Perempuan yang akrab disapa Suci ini menerangkan, uang kepeng merupakan pelengkap dalam upacara keagamaan umat Hindu di Bali. Pengolahan uang kepeng selama ini tidak jauh dari hiasan-hiasan pelengkap upacara keagamaan. Bentuk hasil olahannya biasanya berupa lamak, gantungan, tapakan, dan lain-lain. “Penggunaan uang kepeng ini sebenarnya dominan untuk upacara. Tapi saya mencoba membuat inovasi dan menjadikan uang kepeng yang dianyam atau

THR ASN Masih Dibahas menegaskan, hanya ASN yang akan memperoleh THR. Sedangkan untuk pegawai di luar ASN, seperti pegawai kontrak maupun tenaga harian lepas (THL) tidak memperoleh THR. ‘’Pegawai kontrak dan THL tidak ada. Kami berikan sesuai ketentuan saja,’’ ujarnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pemerintah pusat berencana memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun untuk Kabupaten Gianyar, pencairan THR akan dibahas terlebih dulu sebelum pencairan ke rekening masing-masing ASN. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya, Jumat (17/5) kemarin. Wisnu Wijaya menerangkan, pencairan THR masih perlu dibahas lebih lanjut. Dikatakan, pihaknya mengagendakan pembahasan itu, Senin (20/5) mendatang. Usai pembahasan, baru dilaporkan kepada Bupati Gianyar mengenai hasil rapat. ‘’Setelah rapat, baru lapor Bupati untuk selanjutnya disetujui,’’ jelasnya. Menurut Wisnu Wijaya, besaran THR yang diberikan disesuaikan dengan ketentuan, yakni sebesar gaji bulanan. THR itu diberikan setelah tanggal 24-25 Mei mendatang. ‘’Anggarannya sudah disediakan. Sekarang tinggal membahas saja untuk pencairannya,’’ tegasnya. Wisnu Wijaya

yang sebelumnya dijabat I Gusti Ngurah Puger, S.H. dipromosikan sebagai Kepala Seksi Ideologi, Politik, Pertahanan dan Keamanan pada Asisten Bidang Intelejen Kejaksaan Tinggi Bali di Denpasar. Sedangkan Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Gianyar kini dijabat Felly Kasdi, S.H., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Eksekusi dan Eksaminasi pada Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Kepala Subbagian Pembinaan yang sebelumnya dijabat Putri Bungsu, S.H.,

Bali Post/kmb35

SERTIJAB - Suasana sertijab di Kejaksaan Negeri Gianyar, Jumat (17/5) kemarin.

M.H. dipromosikan sebagai Kepala Subbagian Pembinaan Kejaksaan Negeri Cianjur. Pejabat baru Arih Wira Suranta, S.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Subseksi Eksekusi dan Eksaminasi pada Seksi Adiktif Lainnya pada Asisten Bidang Tindak Pidana Umum pada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Sementara itu, Kepala Subseksi Barang Bukti pada Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan, Echo Aryanto Pasodung, S.H., M.H. dipromosikan sebagai Kepala Subseksi Eksekusi dan Eksaminasi pada Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. Pejabat baru I Ketut Yasa, S.H. yang sebelumnya menjabat Kepala Urusan Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi dan Perpustakaan pada Subbagian Pembinaan pada Kejaksaan Negeri Gianyar di Gianyar. Selanjutnya, Kepala Urusan Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi dan Perpustakaan pada Subbagian Pembinaan pada Kejaksaan Negeri Gianyar dijabat oleh I Nyoman Wijaya, A.Md. yang sebelumnya merupakan staf pengelola keuangan di Kejaksaan Negeri Gianyar. Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. mengatakan, mutasi merupakan hal yang biasa karena dalam rangka penyegaran organisasi dalam bentuk apresiasi pimpinan kepada yang bersangkutan. Pada kesempat itu ia juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi yang selama ini diberikan oleh pejabat yang saat ini dipromosikan. “Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama dan dedikasi untuk para kasi dan kasubag yang kena mutasi. Selamat datang untuk pejabat baru agar dapat bekerja sama dan segera dapat menyesuaikan diri di tempat yang baru,” ujarnya. (kmb35)

berjalan dan telah memiliki Izin Usaha Mikro Kecil,” ujar Suci yang masuk peringkat 10 besar dalam Lomba Wirausaha Muda Mandiri yang dilaksanakan Disdikpora Provinsi Bali pada tahun 2015 ini. Saat ini usaha yang berhasil membuka lapangan kerja bagi muda-mudi di tempat tinggalnya ini semakin berkembang. Suci berusaha memperluas jaringan. Bukan saja ke kampuskampus, organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, tapi juga ke sekolah-sekolah, sekaa teruna dan karang taruna. Menurut Suci, peminat plakat uang kepeng atau pis bolong dengan brand Pancadatu Souvenir ini juga datang dari Yogyakarta. Menjadi seorang wirausaha, diakuinya membutuhkan sebuah keberanian dan kreativitas. Ia dituntut selalu mampu menciptakan karya baru yang dapat menarik minat konsumen. “Menjalankan bisnis bukan hanya sekadar usaha untuk meraih keuntungan semata, tapi sebagai wujud aplikasi dari hobi. Saya sangat menjunjung tinggi ungkapan berbisnis karena hobi. Ketika semua dijalankan karena hobi, maka setiap proses yang dilalui akan terasa sangat menyenangkan, bahkan ketika mengalami kesulitan sekalipun,” tegasnya. (nik)

Antisipasi Kekisruhan PPDB

Desa Celuk Masuk Zonasi SMPN 1 Sukawati

Gianyar ( Bali Post) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar kembali melakukan penataan sistem zonasi tingkat SMP negeri, agar tidak memicu terjadinya kekisruhan seperti proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu. Salah satunya, memasukkan Desa Celuk Kecamatan Sukawati dalam zonasi SMPN 1 Sukawati. Keputusan ini diambil setelah melalui pembahasan alot. Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra mengatakan, sistem zonasi tahun ini masih sama seperti tahun lalu. Namun, ada sedikit perbedaan untuk meminimalisasi kekisruhan seperti PPDB tahun lalu. Setelah dilakukan verifikasi, Desa Celuk masuk zonasi SMPN 1 Sukawati. ‘’Dulu, Kecamatan Sukawati itu kan zonasinya cuma satu desa yakni Desa Sukawati saja. Ternyata ada kesulitan pelaksanaannya. Kemudian hasil verifikasi kami

Kejari Gelar Sertijab Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah pejabat di Lingkungan Kejari Gianyar. Sertijab ini dilakukan untuk penyegaran di internal Kejari Gianyar. Pejabat yang baru diminta segera beradaptasi, dan menuntaskan tugas yang baru. Pelaksanaan sertijab dipimpin langsung Kepala Kejari Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Gianyar. Sertijab pertama dimulai dari Kepala Seksi Intelejen

PLAKAT - Ni Ketut Pujantika Suciani menunjukkan plakat dari bahan uang kepeng, Jumat (17/5) kemarin.

dirangkai itu menjadi plakat. Ternyata, pemintaannya cukup banyak,” kata Suci, Jumat (17/5) kemarin. Suci mengatakan, pertama kali mencoba membuat plakat berbahan uang kepeng ini ketika pelaksanaan Mahasabha KMHDI yang dilaksanakan di Bali. Ide itu muncul ketika ia terpikir untuk mempersembahkan plakat istimewa kepada para pejabat negara. Salah satunya, Ketua DPR-RI Marzuki Ali dan beberapa tokoh ternama di Bali. Bermodal semangat, ia akhirnya nekat merangkai uang kepeng menjadi bentuk padma atau segi delapan. “Di tengahnya saya pasangkan logo berbahan belulang (kulit - red) berwarna emas yang diukir. Setelah jadi, saya sangat puas, dan muncul keinginan untuk mengembangkannya menjadi usaha yang serius,” jelasnya. Benar saja, ketika plakat tersebut diserahkan pada saat acara, respons positif muncul dari kawan-kawannya yang aktivis kampus pada masa itu. Order pun mulai berdatangan. Seiring berjalannya waktu, kewajibannya sebagai mahasiswa membuat usaha ini sempat berhenti selama lebih dari setahun. Kini setelah lulus, Suci kembali merintis usahanya tersebut. “Sejak dua tahun terakhir, usaha ini kembali

bersama MKKS, ada tambahan satu zona. Desa Celuk ke situ,’’ kata Sadra, Jumat (17/5) kemarin. Sadra menambahkan, PPDB dengan sistem zonasi dan irisan masih sama seperti tahun sebelumnya. Diakui, tambahan zonasi ini memengaruhi daya tampung sekolah. Namun, pihaknya sudah melakukan pemetaan terkait daya tampung. ‘’Untuk kelas sudah dihitung,’’ jelasnya. Sadra mengatakan, Permendikbud 51 memang belum

mengatur secara detail jumlah rombongan belajar per kelas. Namun, Disdik Gianyar pasang ancer-ancer sekitar 38 sampai 40 siswa per kelas. ‘’Tentunya kita akan melihat antara jumlah lulusan dengan daya tampung,’’ katanya. Sadra menambahkan, jumlah lulusan SD di Gianyar tahun ini sekitar 7.868 siswa, sedangkan jumlah daya tampung di SMP negeri hanya sekitar 4.800 siswa. Artinya, akan ada sekitar 3.000 lulusan SD yang mau tak mau harus masuk di sekolah swasta. ‘’Kalau kita lihat daya tampung dengan jumlah lulusan sudah jelas. Daya tampung di SMP negeri secara global hanya sekitar 4.800 siswa,’’ jelasnya. Apabila sarana-prasarana tidak memungkinkan, kata Sadra, maka pihak sekolah tidak mungkin memaksakan diri menerima semua calon

peserta didik. ‘’Ketika memang sarana tidak memungkinkan, kita tidak bisa nambah mereka. Ketika nanti bangkunya mencukupi, di lapangan muncul masalah, per kelas bisa maksimal 40. Itu pun jika pendukungnya memadai,’’ ujarnya. Menurut Sadra, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri masih tinggi, sehingga akan terjadi persaingan yang ketat. Mengantisipasi hal itu, pihaknya akan melakukan penjaringan dengan melihat nilai UN calon peserta didik baru. ‘’Kita sudah sepakat dengan MKKS akan menggunakan nilai sebagai alternatif terakhir ketika pendaftaran overload. Contoh, SMPN 1 Gianyar dengan daya tampung 250, sedangkan yang masuk anggaplah 400, maka untuk menentukan siapa yang masuk hanya bisa dengan nilai,’’ tegasnya. (kmb35)

Penipuan dengan Modus Hipnotis

Polisi Buru Pelaku Utama

Gianyar (Bali Post) Polisi masih memburu pelaku utama dari kasus penipuan dengan hipnotis yang menimpa korban Ni Made Nyantuh atau Jero Mangku Made Nyantuh. Meskipun polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku, namun posisi pria bertubuh tambun itu belum terdeteksi. Sementara I Nyoman Edi Wirawan, salah satu pelaku dalam kasus ini yang berhasil ditangkap, hingga kini masih dalam pemeriksaan polisi. Dikonfirmasi Jumat (17/5) kemarin, Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana mengatakan, jajarannya memang masih melakukan perburuan pelaku utama dalam kasus penipuan dengan modus hipnotis di Desa Sayan, Kecamatan Ubud tersebut. ‘’Anggota masih melakukan pengejaran pelaku. Mudah-mudahan segera tertangkap,’’ ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Dewa Pramantara menambahkan, setelah mengorek informasi dari saksi dan pelaku I Nyoman Edi Wirawan terkait ciri-ciri pelaku, polisi langsung melakukan pengejaran. Bahkan polisi sudah berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di luar Polres Gianyar terkait ciriciri pelaku. ‘’Masih kita buru pelaku ini,’’ katanya. Meski mengantongi ciriciri fisik, kata Pramantara polisi sampai saat ini belum mendapat identitas asli dari pelaku yang masih buron tersebut. Pasalnya, pelaku I Nyoman Edi Wirawan mengaku baru mengenal pelaku bertubuh tambun itu. ‘’Sudah kami periksa mendalam, ternyata Edi ini baru sebulan kenal pelaku. Itu pun berkenalan karena sesama penghobi barang antik,’’ katanya. Pramantara menambahkan, pelaku Edi Wirawan mengaku tidak tahu di mana rekannya itu tinggal, nama asli ataupun alamat asalnya. Sampai saat ini pelaku berusia 25 tahun yang tertangkap di Tabanan itu hanya mengenal rekannya itu dengan sebutan ‘’Pak Hijau’’.

Menurut Pramantara, Edi Wirawan mengakui juga melakukan aksi penipuan serupa kepada korban lain. Namun polisi belum mau menjabarkan detail dimana TKP tersebut. ‘’Dia mengaku ada TKP lain. Tapi ini mau kami cek dulu,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penipuan dengan modus menghipnostis korban itu terjadi Selasa (14/5) siang sekitar pukul 12.30 Wita. Saat sedang berjualan, korban Ni

Made Nyantuh atau Jero Mangku Made Nyantuh didatangi oleh pelaku Edi dan temannya. Selesai makan bubur di warung itu, Edi mengatakan kepada korban bahwa temannya yang berperawakan tambun bisa menyembuhkan saudaranya yang sakit. Selanjutnya, pelaku berperawakan tambun langsung menyuruh korban mengeluarkan semua uang yang dimilikinya, dengan dalih akan diberi mantra agar dagangan korban laris. Usai memberi mantra

pada uang milik korban yang berjumlah Rp 875 ribu, pelaku lantas menanyakan perhiasan. Tanpa ragu-ragu korban menyerahkan seluruh perhiasan yang dimilikinya. Perhiasan dan uang itu selanjutnya dimasukkan ke dalam kotak, lantas dibawa oleh korban ke dalam rumah. Namun, setelah dicek isinya malah kosong. Korban yang terkejut lantas kembali ke arah warung, tetapi kedua pelaku sudah kabur menggunakan sepeda motor. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Diduga Tercemar Limbah Pabrik

SOSOK Tolak ’’People Power’’ PERSATUAN dan kesatuan menjadi pilar utama keutuhan bangsa. Indonesia adalah negara yang berdaulat dan berdemokrasi serta sudah memiliki mekanisme resmi untuk menyelesaikan semua permasalahan, tak terkecuali terkait pemilu. ‘’Kita sudah melaksanakan pemilu dengan aman, damai dan transparan, hasilnya mari kita percayakan dengan KPU untuk mengumumkannya,’’ ujar Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Ustad Baihaqi Wiratama. Karena itu, tokoh masyarakat di Gilimanuk ini mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menolak ajakan people power yang mulai diembuskan pihak–pihak yang tak puas dengan proses Pemilu 2019. Menurut Ustad Baihaqi, people power atau pengerahan massa dengan niat menggulingkan pemerintahan yang sah merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dalam hukum. Bila ada kelompok atau pihak yang tidak puas dengan hasil Pemilu 2019, haruslah menempuh mekanisme– mekanisme yang telah ditetapkan, bukan menggelar aksi yang dapat mengancam stabilitas keamanan negara. ‘’Mari kita bersama– sama percayakan semuanya kepada penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPU, mari kita dukung penuh kinerja KPU dan kita bersama–sama menunggu hasilnya nanti pada tanggal 22 Mei mendatang,’’ tambahnya. Apabila terdapat kecurangan– kecurangan semuanya bisa dilakukan melaui jalur hukum. Ustad Baihaqi Wiratama juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keamanan dan ketertiban, terlebih saat ini adalah bulan Ramadan. (olo)

Warga Tegalbadeng Barat Keluhkan Bau Busuk dari Sungai

Negara (Bali Post) – Aliran sungai yang mengalir di dekat permukiman warga di Kampung Teluk Limo Desa Tegalbadeng Barat Kecamatan Negara belakangan dikeluhkan warga. Selain menimbulkan bau busuk, sungai ini juga berwarna pekat diduga tercemar limbah dari pabrik-pabrik di sekitar sungai. Sungai yang bermuara ke Pantai Cupel ini airnya nampak menggenang dan terkadang sampai meluber. Dari informasi yang dihimpun, Jumat (17/5) kemarin, sejatinya pihak desa setempat sudah beberapa kali melakukan mediasi dengan pihak pabrik lantaran menjadikan saluran pembuangan limbah. Meskipun sempat reda, belakangan aliran air sungai kembali menimbulkan bau busuk. Salah seorang warga di permukiman tersebut mengaku sering mencium bau busuk dari arah sungai. Hal ini membuat warga terganggu. Warga ini pun juga sering melihat aliran limbah ke sungai yang dibuang pada saat tertentu. Terutama saat malam hari. Perbekel Desa Tegalbadeng Barat Made Sudiana kepada wartawan kemarin mengatakan keluhan dari warganya ini merupakan yang kesekiankali. Pihak desa juga sudah beberapa kali melakukan mediasi mencari solusi. Dari penelusuran pihak desa dan masyarakat, ada beberapa pabrik pengalengan ikan hingga industri rumahan yang membuang air limbah ke sungai. Tidak hanya satu pabrik. Diduga bau yang timbul itu merupakan sisa limbah yang

melebihi kapasitas setelah diolah instalasi pengolahan limbah (IPAL). Sebab, hampir semua pabrik pengalengan ikan di Desa Tegalbadeng Barat sudah memiliki IPAL. Karena overkapasitas itulah kemungkinan masih timbul bau. ‘’Sudah sering kita lakukan pengecekan, memang sewaktuwaktu bau timbul dari sungai tersebut,’’ tandas Sudiana. Salah seorang perwakilan pabrik yang juga membuang hasil olahan limbah ke sungai itu, Eka Sabhara, mengatakan air yang dibuang di sungai tersebut merupakan sisa pengolahan limbah dan tidak mencemari lingkungan. IPAL di pabrik tempatnya bekerja sudah sesuai standar dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana. Selain itu, kondisi elevasi sungai yang melintasi permukiman lebih tinggi dibanding ke muara. Sehingga ketika musim kemarau (jarang hujan), air menggenang atau tidak bisa mengalir lancar hingga ke muara. Hal itulah yang menyebabkan pengendapan. Kemungkinan dari pengendapan sungai itulah yang menimbulkan bau busuk. (kmb26)

SUNGAI – Kondisi sungai yang diduga tercemar limbah di Tegalbadeng Barat. Warga mengeluhkan bau busuk yang ditimbulkan dari sungai tersebut.

Bupati Artha Hadiri Pencanangan BBGRM XVI di Yehembang Dilarang Dikpora, Masih Ada SMP Gelar ’’Graduation Ceremony’’

Negara (Bali Post) Meski Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Jembrana telah mengimbau SMP sederajat di Jembrana untuk tidak menggelar wisuda, namun masih ada yang tetap membandel. Seperti yang digelar di salah satu SMP negeri di Jembrana, Jumat (17/5) kemarin. Perpisahan dengan konsep graduation ceremony ini siswa harus berhias (mapayas). Foto-foto kegiatan itu kemarin juga banyak tersebar di media sosial. Untuk mapayas itu siswa mau tak mau harus membayar tukang rias hingga mempersiapkan pakaian. Sesuai rapat sebelumnya, semestinya resepsi perpisahan dilakukan secara sederhana dalam bentuk persembahyangan bersama dengan menggunakan pakaian adat ke pura dan bukan seperti

wisuda. Terkait hal tersebut, Kadis Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini dikonfirmasi mengatakan sejatinya sejak awal pekan lalu, Dinas sudah menginstruksikan sekolah terutama SMP sederajat untuk menggelar perpisahan secara sederhana dan bilapun ada pentas seni mengikuti potensi di sekolah itu. Hal tersebut telah disepakati seluruh sekolah. Mengenai masih adanya pelaksanaan graduation ceremony di salah satu SMP negeri, Dinas belum mengetahui. Dinas sebenarnya sudah mengimbau sekolah agar tidak muncul keluhan. ‘’Imbauan ini kami sampaikan menyikapi apa yang terjadi di masyarakat, tidak hanya mengejar tren saja,’’ ujarnya. Dinas mengakui akan memanggil kepala sekolah guna menindaklanjuti adanya hal tersebut. (kmb26)

BUPATI Jembrana I Putu Artha, Jumat (17/5) pagi kemarin menghadiri acara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI Tahun 2019 yang dipusatkan di Lapangan Yehembang, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Bulan Bhakti Gotong Royong uang mengusung tema ‘’Kerja Keras dan Gotong Royong’’ tersebut juga dihadiri ratusan peserta dari sejumlah unsur di antaranya Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Jembrana, Sekretaris DPRD, Kapolres diwakili oleh Kapolsek Mendoyo, Asisten Sekda Kabupaten Jembrana, Ketua Tim penggerak PKK, Inspektur Kabupaten Jembrana, para kepala dinas dan kabag di lingkup Pemkab Jembrana, camat se-Kabupaten Jembrana, perbekel/lurah seKabupaten Jembrana beserta gabungan dari PNS, Polri dan warga masyarakat. Pelaksanaan BBGRM XVI tahun 2019 sesuai dengan Permendagri 42 Tahun 2005

yang mana diamanatkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di setiap desa/kelurahan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada bulan Mei selama sebulan penuh dengan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Artha menekankan BBGRM merupakan salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai gotong royong melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan segala bidang. Diharapkan kegiatan ini tidak sebatas seremonial saja, melainkan harus diwujudkan dalam kerja nyata. ‘’Jadikan kegiatan ini sebagai aksi dan gerakan daerah untuk kebersamaan dan sinergitas program lintas sektoral maupun OPD dalam pelaksanaan pembangunam di Kabupaten Jembrana,’’ tegas Bupati Artha. Bupati Artha juga menyampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam setiap pidatonya selalu menekankan tiga masalah besar yang

dihadapi oleh bangsa saat ini yaitu narkoba, radikalisme dan korupsi. Sehingga permasalahan itu harus ditangani bersama dan bahumembahu dari tingkat atas sampai terbawah. Di samping itu, menyikapi situasi saat ini, landasan kehidupan adiluhung yang menjadi landasan hidup masyarakat Bali yang disebut Tri Hita Karana yakni Parahyangan (harmoni hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (harmoni hubungan manusia dengan manusia) dan Palemahan (harmoni hubungan manusia dengan alam lingkungan) harus dikedepankan. Kepada Tim Penggerak PKK, Bupati Artha juga mengharapkan agar ikut berperan aktif menggelorakan semangat gotong royong dalam pemberdayaan keluarga guna mewujudkan keluarga yang damai, bahagia dan sejahtera. Dalam kegiatan itu, Bupati Artha juga membagikan sertifikat PTSL tahun 2019 secara simbolis kepada

warga. Total sertifikat yang dibagikan kemarin sebanyak 88 sertifikat di antaranya Desa Yehembang Kauh (50 sertifikat), Desa Yehembang (30 sertifikat) dan Desa Yehembang Kangin (8 sertifikat). Sebelum acara, Bupati Artha dan seluruh kom-

ponen melepas benih ikan nila sebanyak 25 ribu benih. Seusai tebar benih, Bupati Artha juga meninjau imunisasi di Bali Banjar Yehembang. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon secara simbolis dan gotong royong bersama di seputaran lapangan. (ad687)

TANAM BIBIT – Bupati Jembrana I Putu Artha menanam bibit pohon di sela-sela pencanangan BBGRM XVI 2019 yang dipusatkan di Lapangan Yehembang, Kecamatan Mendoyo, kemarin.

Kurangi Antrean Penumpang Saat Arus Mudik

Penyeberangan Selat Bali Dibantu Kapal Jumbo

Bali Post/ dok

KAPAL JUMBO – KMP Drajat Paciran rencananya akan didatangkan untuk diperbantukan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk selama arus mudik.

Negara (Bali Post) – Pada arus mudik tahun ini, penyeberangan Selat Bali (Ketapang-Gilimanuk) akan dibantu dengan armada kapal penumpang dengan kapasitas lebih banyak (kapal jumbo). Rencananya KMP Drajat Paciran milik PT ASDP Indonesia Ferry yang berbobot 2.940 GT akan didatangkan untuk melayani penyeberangan saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Kapal jumbo yang memiliki kapasitas angkut lebih banyak dibanding KMP lainnya di penyeberangan Selat Bali ini diharapkan bisa mengurangi antrean ketika arus puncak di Pelabuhan Gilimanuk maupun Pelabuhan Ketapang. GM ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk Fahmi Alweni dikonfirmasi, Jumat (17/5) kemarin, mengatakan dari hasil rapat koordinasi lintas-instansi belum lama ini muncul usulan untuk mendatangkan kapal jumbo itu. Berkaca pada pengalaman pada tahun sebelumnya, meskipun menyita cukup banyak waktu untuk bersandar di dermaga, namun dengan kapasitas yang lebih banyak mampu mengurangi antrean khususnya sepeda motor dan mobil pribadi. ‘’Sudah kita usulkan dan ada sinyal bisa didatangkan. Kami masih menunggu, yang pasti KMP Drajat Paciran. Seperti tahun lalu,’’ tandas Fahmi. Meskipun ada bantuan kapal, menurutnya, kapal yang beroperasi tetap 32 unit. Saat ini di penyeberangan Selat Bali ada 56 kapal yang siap melayani. Tetapi dengan panjang lintasan dan kepadatan arus penyeberangan, maksimal kapal yang beroperasi 32 unit. Sementara terkait dermaga, menurutnya, saat ini ada satu dermaga yang dikejar perbaikannya karena sempat rusak di Pelabuhan Ketapang. ‘’Sekarang sudah selesai, sehingga jumlah dermaga tetap seperti biasa. Di Ketapang dan Gilimanuk tujuh dermaga,’’ tambahnya. KMP Drajat Paciran merupakan kapal buatan tahun 2015 dan bisa menampung lebih banyak kendaraan. Kapal ini hanya bisa bersandar di dermaga MB saja. Kapal ini bisa menampung hingga 350 penumpang dan 43 unit kendaraan campuran. Seperti pada arus mudik tahun sebelumnya, kapal ini tidak setiap hari dioperasikan, hanya saat situasi padat dan selama angkutan lebaran saja. (kmb26)


Karangasem

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

11

Tambah Jumlah Pelanggan

Perumda Tirta Toh Langkir Manfaatkan Mata Air

Amlapura (Bali Post) Sampai sejauh ini masih banyak warga Karangasem yang belum bisa mendapatan pelayanan air bersih yang optimal dari Perumda Tirta Toh Langkir, Karangasem. Guna

terus menambah jumlah pelanggan, Perumda berencana terus memanfaatkan sumbersumber mata air. Tujuannya agar dapat memberikan pelayanan air bersih lebih maksimal kepada masyarakat.

I Gusti Made Singarsi

Bali Post/kmb41

Direktur Perumda Tirta Toh Langkir I Gusti Made Singarsi mengatakan, sampai sekarang jumlah pelanggannya mencapai 36.090 orang yang tersebar di delapan kecamatan. Pelanggan di Kecamatan Karangasem yang dilayani Perumda Tirta Toh Langkir sebanyak 14.741. Sedangkan di Selat (2.270), Abang (4.457), Kubu (2.089), Rendang (3.339), Manggis (5.474), Bebandem (1.327), dan Sidemen (2.391). Singarsi menambahkan, akan terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kedepannya. Pihaknya juga berencana menambah jumlah pelanggan. Solusinya, sumber-sumber mata air yang ada akan dimanfaatkan, termasuk membuat sumur bor. ‘’Kita memanfaatkan setiap sumber mata air yang ada. Khusus masyarakat yang selama ini belum mendapatkan layanan air bersih, nantinya bisa dapat layanan air bersih dari Perumda Tirta Toh Langkir,’’ katannya. Dia menjelaskan, khusus pelayanan air bersih di Kecamatan Bebandem akan memanfaatkan air di Telaga Waja. Karena selama ini penggunaan air Telaga Waja belum maksimal. Terlebih jumlah pelanggan saat ini di Bebandem bertambah. ‘’Jadi, dengan memanfaatkan air itu, baru dapat menambah jumlah pelanggan,’’ jelasnya. Khusus pelayanan air bersih di wilayah Kubu, Seraya, dan Manggis memang sering ternganggu. Pelanggan di sana jarang dapat air. Hal itu disebabkan karena lokasi pelanggan berada di daerah bagian atas, sehingga air cukup sulit naik ke tempat ketinggian. Atas kondisi itu, pihaknya berharap pelanggan yang tidak mendapatkan air agar melapor. ‘’Solusinya kami akan distribusikan air bersih melalui mobil tangki,’’ janji Singarsi. (kmb41)

Waspadai Penyebaran Virus ”Monkypox”, Balai Karantina Pertanian Perketat Pengawasan Amlapura (Bali Post) Munculnya virus monkypox atau biasa disebut cacar monyet, rupanya menjadi perhatian serius semua pihak. Tidak hanya mendapatkan atensi dari Dinas Kesehatan, juga dapat perhatian khusus dari Balai Karantina Pertanian. Untuk mengantisipasi penyebarannya ke wilayah Bali dan Karangasem khususnya. Maka diharapkan dilakukan pengawasan secara ketat. Bahkan intruksi dari Badan Karantina Pusat sudah turun berlaku seluruh Indonesia. Salah seorang pejabat fungsional Balai Karantina Pertanian Wilayah Kerja Dermaga Padangbai, Manggis, Karangasem I Nyoman Wijaya Kusuma Mitha mengungkapkan, dalam intruksi Badan Karantina Pusat itu diimbau kepada seluruh jajaran Balai Karantina agar meningkatkan pengawasan serta kewaspadaannya dalam memasukkan primata rodential marmoset dan produknya, baik berupa daging, kupit maupun

bulunya, terutama yang berasal dari negara-negara yang sedang terkena kasus virus monkypox. “Sekarang ini pengawasannya semakin diperketat. Kita juga berkoodinasi dengan pihak kepolisian untuk pemeriksaan intensif pada setiap kendaraan keluar ataupun masuk ke Bali melalui Dermaga Padangbai,” ujarnya. Kusuma Mitha menambahkan, meskipun telah ada intruksi turun dari pusat agar melakukan pengawasan secara ketat, akan tetapi sampai sejauh ini pihak wilayah kerja Karantina Pertanian Pelabuhan Laut Padangbai belum mendapatkan peralatan khusus untuk mendeteksi virus yang ditularkan monyet kepada manusia tersebut. “Jika sampai ada temuan kita akan perhatikan gejala klinis pada media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan segera dilakukan observasi serta tindakan bio scyuriti yang ketat,” jelasnya. (kmb41)

Perbaikan instalasi PDAM

Capai 16 Kilometer, Kerusakan Jalan Kabupaten di Tianyar Barat Amlapura (Bali Post) Kondisi infrastruktur jalan di Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem banyak mengalami kerusakan. Tercatat panjang jalan yang rusak mencapai 16 kilometer. Perbekel Tianyar Barat Agung Pasrisak Juliawan saat dikonfirmasi, Jumat (17/5) kemarin, mengatakan ruas jalan kabupaten yang rusak ada di beberapa titik. Yakni ruas jalan Munti Gunung ke Bukit Catu, Munti Gunung Tengah ke Bukit Sari, dan jalan dari Munti Gunung menuju jalan nasional, Banjar Munti Gunung Kauh, Munti Gunung Induk, Munti Gunung Kangin, Bukit Sari. Sedangkan jalan milik desa yang masih rusak yakni

di Banjar Munti Gunung Kauh, Munti Gunung Tengah, Munti Gunung Induk, Munti Gunung Kangin. ‘’Jalan yang rusak semuanya panjangnya mencapai 31 kilometer di antaranya 15 kilomoter jalan status milik desa, dan 16 kilometer milik kabupaten,’’ ujarnya.

Pasrisak menambahkan, pemerintah desa telah mengusulkan perbaikan jalan ke dinas terkait yakni Dinas PUPR untuk jalan kabupaten. Hanya, sampai saat ini belum ada tandatanda jalan itu diperbaiki. ‘’Kami harap pemerintah daerah bisa menuntaskan perbaikan jalan kabupat-

en itu demi mempercepat aktivitas perekonomian warga, sehingga ekonomi masyarakat ancar dan menggeliat,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk perbaikan jalan status desa telah dilakukan tahun ini. Jalan desa yang diperbaiki mencapai 6 kilometer menggunakan Dana Desa (DD). Jalan yang diperbaiki itu ada di Batu Meyeh, Banjar Munti Gunung Kauh, dan Munti Gunung Induk serta Munti Gunung Kangin. (kmb41)

Tingkatkan Kualitas SDM Karyawan Koperasi Dilatih Manajemen Amlapura (Bali Post) Pelatihan manajemen diberikan Dinas Koperasi dan UKM kepada karyawan pengelola koperasi dan koperasi unit desa KUD. Kegiatan itu digelar untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan sebuah koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem Gede Ngurah Yudiantara mengatakan hal itu, Jumat (17/5) kemarin. Menurutnya, pelatihan manajemen koperasi diagendakan untuk dua angkatan. Angkatan pertama melibatkan 34 orang. Mereka mengikuti kegiatan selama tiga hari. Sedangkan angkatan kedua direncanakan diikuti 35 orang. ‘’Kegiatan pelatihan manajemen koperasi ini merupakan program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompetitif usaha kecil di dinas koperasi dan UKM,’’ ujarnya. Kegiatan yang dilakukan ini, kata Yudiantara guna meningkatkan daya saing koperasi dan UKM. Pasalnya, koperasi dan UKM jika bertekad maju, maka mau tidak mau harus ada peningkatan penyerapan tenaga kerja, peningkatan jaringan usaha koperasi, peningkatan citra koperasi di masyarakat. Termasuk kualitas pelayanan dan mutu produk koperasi dan UKM, peningkatan struktur UKM, serta peningkatan struktur permodalan koperasi dan UKM itu sendiri. ‘’Kita harap ada peningkatan partisipasi anggota koperasi yang dapat berimbas pada peningkatan produktivitas koperasi dan UKM,’’ jelas Yudiantara. (kmb41)

Gede Ngurah Yudiantara

Bali Post/kmb41

Tokoh Muslim dan Ketua FKUB Ajak Masyarakat Tolak Gerakan ’’People Power’’ Perhelatan pilpres dan pileg serentak di Indonesia khusus di Kabupaten Karangasem berlangsung aman, jujur, adil dan transparan serta demokratis. Pelaksanaan pemilu ini mendapat apresiasi positif salah satu tokoh umat muslim Haji Marzuki dari kampung Kecicang Islam, Desa Bungaya Kangin, Bebandem dan juga Ketua FKUB. Menyikapi situasi nasional pascapelaksanaan Pemilu 2019, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali khususnya masyarakat Karangasem sudah bersama-sama mengawal pemilu serentak 2019 berjalan lancar. Bagaimanakah tanggapan kedua tokoh itu terkait people power yang didengungkan Amien Rais dan Egi Sujana itu?

I Made Sudiarsa

Bali Post/kmb41

HAJI Marzuki selaku tokoh Islam menolak mentahmentah ajakan people power itu. Alasannya, ajakan itu tidak mendasar bahkan merupakan upaya inkonstitusional.

‘’Jelas-jelas hal itu bertentangan dengan konstitusi dan regulasi hukum,’’ ujarnya sengit. Namun pada kesempatan itu, pihaknya menyampaikan terima kasih setinggi-tinggihnya sebab berkat kerja keras luar biasa semua pihak, terutama penyelenggara Pemilu 2019, baik itu KPU maupun Bawaslu, petugas kepolisian, TNI yang telah mengawal jalannya pesta demokrasi akhirnya berlangsung aman, lancar. ‘’Hingga kini bahkan situasi kamtibnas terpelihara damai,’’ ujarnya. Marzuki menambahkan, pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 berlangsung sukses hingga proses akhir rekapitulasi di tingkat kecamatan, di seluruh wilayah kabupaten dan tingkat Provinsi Bali. Hebatnya, situasinya tetap kondusif. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat khususnya di Karangasem agar bersama-sama menjaga kerukunan hidup beragama. ‘’Ayo rawat kebinekaan serta kesejahteraan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,’’ tambahnya. Karena itu, terkait ajakan melakukan people power, dirinya mengimbau seluruh umat muslim khususnya yang ada di Karangasem agar menolak ajakan itu. Alasannya, gerakan people power ini dinilainya merupakan inkonstitusional. Itu sangat bertentangan dengan konstitusi dan aturan hukum yang ada. ‘’Mari kita sebagai sesama anak bangsa kembali merekatkan tali persatuan dan persaudaraan, lebih-lebih memasuki bulan suci Ramadan semoga amal ibadah kita mendapat ridho Allah SWT,’’ harap Marzuki. Tak hanya Marzukih, tokoh masyarakat lainnya yakni Ketua FKUB Forum Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Karangasem I Made

Sudiarsa juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya, pelaksanaan pilpres dan Pileg di Karangasem telah berlangsung aman, lancar, transparan, jujur dan adil, baik ketika hari H pencoblosan, penghitungan suara di masing-masing TPS, serta penghitungan suara yang dilaksanakan di PPK kecamatan, kabupaten serta provinsi. ‘’Proses penghitungan suara secara serentak sudah sesuai mekanisme yang ada,’’ jelasnya. Menyikapi ajakan melaksanakan giat people power tanggal 22 Mei terkait penolakan hasil Pemilu 2019, dengan tegas Sudiarsa menolak. Pihaknya mengimbau masyarakat jangan terjebak ajakan inkonstitusional tersebut. Negara kita Indonesia ini merupakan negara yang berdaulat, sudah demokratis dalam menghelat pemilu yang diatur undangundang. Jadi tidak ada pelaksanaan secara ngawur. Semua berdasarkan atas mekanisme regulasi yang sudah diatur Undang-undang Pemilu 2019. Bahkan berlangsung aman, lancar, demokratis dan transparan. (nan) Haji Marzuki

Bali Post/kmb41


12

KLUNGKUNG

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

SOSOK Bulan Bakti Gotong Royong BULAN Bakti Gotong Royong menjadi momen untuk mengingatkan masyarakat pentingnya kegiatan itu dalam kehidupan bermasyarakat. Gotong royong tidak sesempit makna membersihkan lingkungan. Tetapi dalam arti yang lebih luas, mampu bergerak bersama-sama menuntaskan kemiskinan dan bergerak melakukan pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan kemajuan suatu daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung I Wayan Suteja menyampaikan itu saat kegiatan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI tahun 2019 di Banjar Dinas Petapan Desa Aan Kecamatan Banjarangkan, Jumat (17/5) kemarin. Bulan Bakti Gotong Royong diselenggarakan selama satu bulan pada bulan Mei setiap tahun dengan menggunakan prinsip dari, oleh dan untuk masyarakat dengan memperoleh dukungan dari departemen, lembaga pemerintah non-departemen. Penyelenggaraan BBGRM di desa/kelurahan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Padat Karya Tunai, dengan nilai fisik Rp 50 juta dengan menggunakan dana desa. Mendayagunakan peran lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa untuk mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Sebagaimana disampaikan bupati, kegiatan gotong royong bukan hanya mengenai menyapu, mencabut rumput, atau gotong royong di banjar. Kegiatan Gotong royong dalam arti luas dapat diwujudkan dalam menuntaskan kemiskinan dan melakukan pemberdayaan kepada masyarakat,” katanya. (gik)

215 ASN Siap Dimutasi Empat Isi Jabatan Eselon II

Semarapura (Bali Post) Sesuai janji Pemkab Klungkung, hasil mutasi ASN akan diumumkan Senin (20/5) mendatang. Sebanyak 215 ASN dari berbagai eselon sudah masuk dalam daftar keputusan mutasi dan siap dilantik tepat pada Hari Kebangkitan Nasional ke-111 di Lapangan Swecapura Gelgel, Senin mendatang. Dari 215 ASN itu, empat di antaranya mengisi jabatan eselon II yang lama kosong karena ditinggal pensiun pejabat sebelumnya. Isu yang berkembang, sejumlah pejabat eselon II juga akan terdepak dari posisinya saat ini. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Jumat (17/5) kemarin mengatakan, mutasi ini merupakan hasil akhir dari proses seleksi yang sudah dilakukan sebelumnya. Pihaknya menempati janji akan mengumumkan hasilnya usai pelaksanaan pemilu serentak. Selain itu, hasil ini juga butuh persetujuan dari Pemerintah Pusat, karena Bupati Klungkung belum genap menjabat selama enam bulan. Winastra enggan menjelaskan jumlah ASN yang dimutasi sesuai eselonnya. Namun dia mengatakan sebagian besar ini adalah mutasi eselon III dan IV, sesuai dengan surat undangan dengan nomor 800/22/BKPSDM dari Sekretariat Daerah Pemkab Klungkung yang sudah beredar kepada ASN yang bersangkutan. Sekda Winastra juga membenarkan isi surat tersebut yang sudah diteken langsung olehnya. Namun, mengenai tujuan mutasinya baru akan disampaikan saat pelantikan. “Ini juga sekaligus pengisian empat posisi yang sebelumnya kosong pada eselon II, sesuai hasil seleksi sebelumnya,” kata Winastra. Namun, saat ditanya kembali siapa saja keempat pejabat yang akan mengisinya, dia enggan menjelaskan lebih jauh. Apakah sesuai dengan janji Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, bahwa yang akan dipilih adalah yang menduduki peringkat satu, juga belum menjadi jaminan. Sebelumnya, Panitia seleksi (Pansel) sebelumnya telah merilis hasil seleksi jabatan tinggi pratama. Empat formasi kosong yang diperebutkan 20 pejabat, telah menghasilkan tiga nama pejabat terbaik di setiap formasi. Saat itu untuk formasi Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, antara lain peringkat pertama adalah Camat Banjarangkan Drs. Ida Bagus Ketut Mas Ananda dengan nilai 84,12, disusul Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, S.STP. (79,47) dan Sekretaris Bapelitbang I Ketut Arie Gunawan, S.STP., M.AP. (77,27). Pada formasi Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, antara lain peringkat pertama adalah Kabag Pemerintahan Luh Ketut Ari Citrawati, S.Sos., M.M. (84,05), disusul Camat Dawan Drs. Anak Agung Gede Putra Wedana (78,54) dan Sekretaris Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, S.E., M.M. (75,23). Pada formasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, peringkat pertama adalah Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Ir. Dewa Putu Griawan, M.Agb. dengan nilai 84,88, disusul Kabid Pelayaran Dishub I Gusti Ngurah Made Suarba, S.Sos., M.Si. (76,79) dan Kabid Pengembangan SDM dan Pembinaan di Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Ida Bagus Wirawan Adi Putra, S.STP., M.Si. (75,14). Terakhir, pada formasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman, peringkat pertama adalah Kabag Administrasi Barang dan Jasa A.A. Gede Lesmana, S.T., M.T. (83,28), disusul Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman I Nyoman Susanta, S.T., M.T. (76,3) dan Kabid Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman I Gusti Gede Gunarta, S.STP., M.AP. (76,27). Disinggung soal adanya informasi pejabat eselon II yang juga akan digeser, juga enggan ditanggapi. “Nanti kita lihat saat pelantikan,” kata pejabat Bali Post/kmb31 asal Desa Kukuh, Kerambitan, Gede Putu Winastra Tabanan ini. (kmb31)

SAPI - Salah satu peternakan sapi di Nusa Penida yang mengembangkan sapi asli Bali.

Bali Post/kmb31

Bupati Minta Dinas Pertanian Genjot Produksi Sapi Bali 300 Ekor Sudah Bersertifikat

Semarapura (Bali Post) Kepulauan Nusa Penida sejak lama digadang-gadang menjadi sentral pembibitan sapi Bali. Namun dukungan terhadap itu dirasakan masih kurang. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta Dinas Pertanian yang menangani persoalan peternakan bisa menggenjot produksi sapi Bali. Caranya, Dinas Pertanian diberikan tugas khusus agar masyarakat khususnya di wilayah kepulauan Nusa Penida kembali bergairah beternak sapi asli Bali. Ini ditegaskan Bupati Suwirta saat memastikan paket pekerjaan dari Dinas Pertanian, Jumat (17/5) kemarin. Setelah melakukan pengecekan di Bagian Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa terkait menurunnya pergerakan proyek fisik tahun 2019, Bupati Suwirta memastikan langsung ke OPD yang menangani. Ada dua OPD yang sempat didatangi langsung Bu-

pati Suwirta, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Komunikasi dan Informatika Klungkung. Pada Dinas Pertanian Klungkung, Bupati Suwirta menanyakan perihal perkembangan paket pekerjaan baik melalui dana APBD maupun DAK tahun 2019. Beruntung pada dinas ini semua sudah berjalan cukup baik. Bupati juga menanyakan perkembangan pensertifikatan sapi

Bali di Nusa Penida. Dengan target khusus, Bupati meminta sapi yang bersertifikat ini harga jualnya lebih mahal dari sapi lainnya. Sehingga gairah masyarakat untuk memelihara sapi kembali meningkat. “Dinas Pertanian mesti fokus dalam pembibitan dulu, karena setelah sapi banyak baru berbicara tentang menjual dagingnya,” katanya. Pihaknya meminta Di-

nas Pertanian memiliki gebrakan khusus atau inovasi agar masyarakat kembali bergairah memelihara sapi. Dengan kekhasan sapi Bali, tentu harga jual sapi Bali bisa lebih mahal dari sapi lainnya. Terkait pensertifikatan sapi di Nusa Penida, Kabid Produksi Peternakan I Nyoman Ladra menyebutkan saat ini sudah ada sekitar 300 sapi yang telah diisi tanda pada telinganya, sebagai pembeda sapi itu sudah bersertifikat. Sementara, Sekretaris Dinas Pertanian Ni Ketut Suartini menambahkan, seluruh perencanaan terkait paket pekerjaan di Dinas Pertanian sudah dilakukan. Sekarang

tinggal pengerjaan fisiknya. Sedangkan terkait paket pekerjaan di Dinas Komunikasi dan Informatika berupa belanja hibah barang kepada Polres Klungkung, Kadiskominfo Wayan Parna mengatakan semua sudah diproses. Penyedia/rekanan tinggal mengirim barangnya ke Klungkung setelah hari raya Idul Fitri. Pembelian satu set sound system melalui dana APBD 2019, dilakukan melalui e-katalog. “Semuanya sudah proses tinggal pengiriman barangnya saja. Kita sudah siapkan berita acaranya dan nanti akan diserahkan langsung Bapak Bupati,” ujar Wayan Parna. (kmb31)

Desa Aan Kembangkan Potensi

Memproduksi Sabun, VCO hingga Madu Kele MASING-masing desa memiliki potensi, jika dikembangkan akan mampu meningkatkan nilai ekonomi. Demikian juga Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung. Warganya mulai mengembangkan potensi desa setempat. Ada beberapa produk yang dihasilkan, seperti kemasan madu kele, Virgin Coconut Oil (VCO) dan sabun. Seluruh hasil produk tersebut dipamerkan di Banjar Petapan, Desa Aan, Jumat (17/5) kemarin. Produk-produk tersebut hasil binaan Unud. Ketua Tim Akademisi Unud Luh Putu Ida Harini menyampaikan, seluruh produk tersebut dihasilkan dari proses pembinaan sejak 2016. Pada tahun 2016, kelompok akademisi Unud melakukan pembinaan pengembangan ternak lebah madu kele di Desa Aan. Selanjutnya tahun 2018 membina istri peternak

”Unud sudah

mempunyai inovasi yang bisa diterapkan kepada masyarakat. Kita harus segera menangkap peluang tersebut untuk masyarakat.” Bupati Nyoman Suwirta

dalam memanfaatkan ampas perasan kelapa menjadi sabun. Kemudian tahun 2019 mengembangkan peternakan dan pembinaan usaha pemanfaatan hasil ternak. Pendampingan menggunakan metode teknologi hasil riset dengan melakukan sistem budidaya single koloni, dengan konsep pakarangan multi sari. Dari pemanfaatan sistem ini, terbukti dapat menambah efisiensi proses budidaya. Adapun hasil dari metode ini antara lain berupa madu, sabun, VCO dan sebagainya. Bahkan produk madunya sudah dipasarkan ke seluruh Bali. “Sedangkan hasil produksi sabun, bahkan sudah dipasarkan ke Jawa dan Jakarta,” kata Ida Harini. Pendampingan Unud ke desa merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bekerja sama dengan para akademisi di Bali. Sebab, Pemkab Klung-

kung menilai ketika akademisi melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat, pemerintah daerah tentu harus bisa menangkap peluang tersebut. Beberapa sudah terbukti, seperti Inovasi TOSS Gema Santi yang terlahir dari kerja sama STT PLN Jakarta dengan Pemkab Klungkung. Sekarang inovasi ini sudah banyak dikenal dan dikunjungi oleh pemerintah daerah lain dari luar Bali untuk mengetahui cara kerja dari TOSS tersebut. “Unud sudah mempunyai inovasi yang bisa diterapkan kepada masyarakat. Kita harus segera menangkap peluang tersebut untuk masyarakat,” kata Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Bupati Suwirta mengingatkan Kepada OPD terkait agar jangan sampai kajian akademisi disia-siakan, hanya karena masalah tidak memiliki dana.

Sebab, tanpa ada dana pun sesungguhnya OPD bisa meyakinkan masyarakat untuk mencoba menerapkannya. Apalagi jenis kajian pemberdayaan yang dihasilkan dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi masyarakat Klungkung.

Apabila pemerintah daerah, akademisi dari berbagai universitas dan masyarakat sebagai sasaran programnya mau bekerja sama, maka menurut Suwirta banyak hal yang bisa dilakukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. (gik)

Bali Post/gik

HASIL PRODUKSI - Bupati Suwirta saat mengecek salah satu hasil produksi masyarakat berupa sabun.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

ABG Live, Dibutuhkan: Kasir / Pramuniaga.Kirim CV Anda ke: arysabg@gmail.com Telp.085738837304/087852459519

B.BP.001.05.19.0000592

Bth Sgr Tk .Potong&Tn Serabutan Pria.Hub:237757,087860964775

B.BP.001.05.19.0000663

B.BP.001.05.19.0000650

Dibutuhkan Cepat Asisten Rmh Tangga Hub:081283833917

Cr PRT wanita tidur dalam gaji 1,5Jt keatas Tel.081529343788

Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA)

B.BP.001.05.19.0000409

Dbthkn Sopir SIM A, Drafter Hub:082113195951/8463609 nuansabali1@yahoo.com

B.BP.001.05.19.0000606

Dcr PRT 3org Gj1,8Jt tgldlm bs masak hub.081805570495 segera B.BP.001.05.19.0000622

Dcr Tukang Kebun bs Nyetir Matic utk Villa Pribadi Hub.085100050706/WA

B.BP.004.05.19.0000669

Dcr penunggu u/Kos Elit, Jl.P.Bacan. 08123928624/085100492291 B.BP.001.05.19.0000668

Dibutuhkan Marketing Pria / Wanita,Min SMA/SMK Hub.Jl.Tkd. Musi 7x Denpasar Telp.233 123 B.BP.801.05.19.0000566

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.05.19.0000612

Dibthkn Accounting.Persyaratan P/W,Akuntansi,Mmpu Bhs Inggris dgn Baik,Max30Th.Lam Kirim ke Email:finance@pbmcgroup.com

Cari Koki pengalaman min 1 thn di Berawa SMS/WA 087838225522

B.BP.004.05.19.0000452

DIJUAL MOBIL

Dibthkan Sgr Sopir Hub.723593/ 723637/081246400852

B.BP.001.05.19.0000615

B.BP.001.05.19.0000521

Guru,SPd/Akte4/Pensiunan, Wnt Email ke:guru.2019.4@gmail.com

B.BP.004.04.19.0000940

Koperasi Brkembang Bth:Manager Dana,Manager Kredit,Pengalaman Diutamakan Penghasilan Menarik Email:tugasbali@yahoo.com

B.BP.001.05.19.0000520

Luxurious villas located in Seminyak is looking for 2 speaking English Butler and 2 speaking English night Security. Please call 081238321945 B.BP.004.05.19.0000596

SMK di Dps Bth Bendahara Sekolah,Jujur, Serius n Niat Kerja, bisa Handle Siswa n Ortu/Wali Email: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.05.19.0000519

Travel Bth Sopir umur max. 30th Single Ph:4771576/08123803997 B.BP.004.05.19.0000672

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL HONDA

DAIHATSU

BU Terios X.Th’15 Silver AC Double,138Jt Nego,081999927739

B.BP.001.05.19.0000656

FORD

Ford Escape XLT’09 AsBali Htm Audio TV. 081236311134 BUC

B.BP.004.05.19.0000678

MITSUBISHI

Pajero 2010 Putih AsBali Eksit BUC , 081236311134

B.BP.004.05.19.0000680

TOYOTA

Avanza’05 Silver met AsDK Tgn1 KM130Rb P.Menjangan15 Sanglah

B.BP.001.05.19.0000677

Fortuner VNT Disel AT AsBali 2014 Hitam, 081238626681 B.BP.004.05.19.0000679

PROPERTY DIJUAL TANAH

Jl.Raya Gilimanuk - Denpasar, Kaliakah, Jembrana (SHM, LT. 2.000m2) Hub: 0821 2222 7068 / 0812 5253 8165

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

Dijl Tnh Sedayu Klungkung,Jln. Hotmix 50Mtr dr ByPass,L18 Are H:160Jt/Are.Hub:0818350991 BUC

Dijual Rmh 3Are Cekomaria Dps DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:087862017342/081805374433

B.BP.001.05.19.0000667

Dijl Tnh Tumbak Bayuh L 22 Are Jl.Hotmix H:155 Juta/Are Hubungi:0818350991 BUC...!!! B.BP.001.05.19.0000666

PROPERTY DIJUAL RUKO

Dijl 2 Unit Ruko Lt2, Jl. Kapten Tendean Kediri,Harga 625Jt Hubungi:0818350991 BUC...!!!

B.BP.004.04.19.0000540

Dijual Rmh Jln Utama Sukasada DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.04.19.0000544

Rmh Graha Candra Asri Tabanan SHM80/38 425Jt Ng 085784290807 B.BP.004.05.19.0000577

Rumah Jl.Patih Nambi Ubung,LT 80M2 H.550jt Hub.081239778787 B.BP.001.05.19.0000561

B.BP.001.05.19.0000665

Dijual Ruko Seririt Sgr DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.04.19.0000543

Djl Ruko Lt2,Jl. Kapten Tendean Kediri,LB300M2,LT233M2,H:1,6M Hub:0818350991 BUC...!!!

PENGUMUMAN Untuk Proses Penerimaan Karyawan di RSU Dharma Yadnya dilakukan secara Langsung di Bagian SDM RSU Dharma Yadnya. Hati-Hati Penipuan

Dicari Cook dan Waitress untuk Restoran di Ubud.Kirim Lamaran ke Atman Kafe, Jl.Hanoman 38 Ubud, Tlp/WA 081239307827

Jual Honda HRV E Tahun 2017 AT KM 9000 pribadi,Istimewa,Pjk Thn Dpn Hub.087852052666 B.BP.031.05.19.0000675

B.BP.031.05.19.0000674

Tenaga Serabutan Laki2,Bujang, Bulanan,Tidur Dlm,08123861941

BU CRV 2.4 Putih Th’13 Low KM Istmwa,250Jt Nego,085101777478

1.1A,1.6A,3.5A Permata Anyar Sading,Brigkt SHM 085937089333

Jual cepat Ruko,Gudang Rangka Baja dan Rumah lokasi Strategis Klk Hub. 081933030383

HlgBPKBNo.L01028345-ODK9574 AX An.PT.Sarana Transfortasi Indonesia Indah(081916142718)

B.BP.001.05.19.0000657

B.BP.001.05.19.0000654

B.BP.165.05.19.0000673

B.BP.001.05.19.0000658

B.BP.004.05.19.0000671

B.BP.001.05.19.0000649

SERVICE

B.BP.001.05.19.0000664

B.BP.001.05.19.0000651

KEHILANGAN


BANGLI

14

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

Wabup Sedana Arta Pimpin Rombongan ’’Bhakti Panganyar’’ ke Pura Luhur Giri Salaka WAKIL Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ny. Sariasih Sedana Arta memimpin rombongan Pemkab Bangli melaksanakan bhakti panganyar serangkaian pujawali di Pura Luhur Giri Salaka, Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur,

Kamis (16/5). Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta dan rombongan juga melaksanakan persembahyangan di Palinggih Situs Kawitan yang letaknya bersebelahan dengan pura tersebut. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta seusai melaksanakan persembahyangan mengatakan, persembahyangan bhakti panganyar bertujuan untuk memohon keselamatan, kerahayuan dan kesejahteraan untuk seluruh umat Hindu di manapun berada. Ia juga mengatakan, bhakti panganyar merupakan wujud bakti Pemkab Bangli ke hadapan Ida Batara yang berstana di Pura Luhur Giri Salaka. Melalui bhakti panganyar ini, ia berharap Ida Batara memberikan keselamatan

BHAKTI PANGANYAR Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Ny. Sariasih Sedana Arta memimpin rombongan Pemkab Bangli melaksanakan bhakti panganyar serangkaian pujawali di Pura Luhur Giri Salaka, Alas Purwo, Banyuwangi, Kamis (16/5).

dan perlindungan untuk semua. ‘’Hari ini saya memimpin langsung pelaksanaan bhakti panganyar Pemkab Bangli di Pura Luhur Giri Salaka, Alas Purwo. Melalui pelaksanaan bhakti panganyar ini, tentu kita berharap Ida Batara memberikan tuntunan dan sinar sucinya, sehingga kita semua diberikan keselamatan dan kesejahteraan,’’ terangnya. Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panglingsir dan pangempon Pura Luhur Giri Salaka yang sudah mengabdikan diri untuk menjaga dan merawat keberadaan serta kesucian pura. ‘’Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangli dan pribadi, saya menyampaikan apresiasi dan

ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh dan umat Hindu yang sudah menjaga pura ini dengan baik,’’ ucap Sedana Arta. Kabag Kesra Setda Kabupaten Bangli Jro Penyarikan Widata menambahkan, bhakti pangayar Pemkab Bangli di Pura Luhur Giri Salaka di-puput oleh Ida Bopo Pandita Giri Dharma Arsa. Bhakti yang dihaturkan di antaranya berupa bebangkit, pangelukatan, sorohan dan upakara panegep panganyaran lainnya. Puncak upacara pujawali di Pura Luhur Giri Salaka sudah dilaksanakan pada Buda Kliwon Sinta, Rabu (15/5) lalu. Sementara upacara panyineban akan dilaksanakan pada Saniscara Pon Sinta, Sabtu (18/5) ini. (ad686)

Rapat Paripurna Molor Tiga Jam

Dewan Sahkan Tiga Ranperda Bangli (Bali Post) -

Rapat paripurna dengan agenda penetapan rancangan peraturan daerah (ranperda) yang digelar DPRD Bangli, Jumat (17/5) kemarin, molor hingga tiga jam. Rapat yang diagendakan mulai pukul 10.00 Wita, baru terlaksana sekitar pukul 13.00 Wita. Meski sempat molor, rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata akhirnya menetapkan tiga ranperda menjadi perda. Informasi yang dihimpun menyebutkan, molornya rapat paripurna itu karena pihak eksekutif datang terlambat. Awalnya, rapat paripurna rencananya dihadiri Bupati. Namun karena Bupati berhalangan hadir, rapat paripurna akhirnya dihadiri Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Sementara itu sesuai catatan sekretariat dewan, dari tiga puluh anggota DPRD Bangli, yang hadir sebanyak 21 orang. Sembilan di antaranya izin tak ikut rapat paripurna. Anggota DPRD Bangli I Ketut Sajibogo saat membacakan laporan gabungan komisi-komisi menyampaikan, setelah ditelaah dengan seksama dan dipelajari, tiga ranperda yang diajukan eksekutif yakni Ranperda tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dalam Penyelenggaraan Pemerintah Daerah, Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bangli Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan, sangat penting ditetapkan untuk dapat meningkatkan

pelayanan kepada masyarakat. Karena itu pihaknya mengusulkan ketiga ranperda itu ditetapkan jadi perda dengan mempertimbangkan berbagai aspek, sehingga nantinya kinerja eksekutif dan legislatif dapat berjalan dengan lancar. Dikatakan, dari dinamika pembahasan rapat gabungan komisi-komisi dengan eksekutif serta diikuti pula oleh stakeholder terkait, ada beberapa masukan dan saran yang disampaikan untuk ditindaklanjuti. Pertama, setelah ranperda ditetapkan agar eksekutif membentuk peraturan bupati sehingga sistem penyelenggaraan pemerintah daerah dapat terlaksana dengan baik dan lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kedua, dengan telah ditetapkannya perda-perda ini diharapkan eksekutif segera melakukan sosialisasi terkait perda tersebut. Sehingga setelah perda ini diundangkan nantinya masyarakat tahu dan paham akan keberadaan perda tersebut. Sementara itu, Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan apresiasi atas kerja keras bersama, terutama pihak dewan yang telah menyetujui ranperda ini. Wa-

laupun agak terlambat dari jadwal yang telah ditetapkan, karena beberapa kali tertunda seiring dengan perubahan kebijakan di pemerintah pusat yang berbarengan dengan dilaksanakannya agenda nasional pemilu serentak dengan tahapan pencoblosan yang telah berlangsung 17 April lalu. Mengenai ranperda tentang penataan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan yang disepakati ditunda penetapannya karena masih menunggu kebijakan baru dari pemerintah pusat, Sedana Arta berharap dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama bisa disahkan. Sehingga perda tersebut dapat menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan di daerah, selaras dan terintegrasi dengan kebijakan pemerintah pusat. ‘’Kami berharap semoga dengan telah ditetapkannya tiga ranperda ini menjadi perda akan memberikan landasan yang kuat dan dapat dijadikan pedoman bagi kita semua dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewajiban agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik lagi di masa mendatang,’’ harapnya. (kmb40)

Bali Post/ist

PARIPURNA - Suasana rapat paripurna penetapan tiga ranperda di DPRD Bangli, Jumat (17/5) kemarin.

JALAN - Kondisi jalan putus di Desa Sulahan, Susut. Dipastikan tahun ini diperbaiki.

Perbaikan Jalan Putus di Sulahan Dipastikan Tahun Ini Bangli (Bali Post) – Perbaikan jalan putus di Desa Sulahan, Susut dipastikan terlaksana tahun ini. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli tengah memproses DED jalan tersebut. ‘’Sekarang sedang diproses DED-nya. Mudah-mudahan tidak ada halangan sehingga pengerjaan fisiknya bisa dilakukan mulai Agustus,’’ kata Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma saat ditemui belum lama ini.

Dijelaskan Soma, perbaikan jalan di Desa Sulahan itu sejatinya sudah diupayakan sejak tiga tahun lalu. Namun karena ada perubahan kondisi jalan yang semakin parah kerusakannya, dana yang sudah dianggarkan ternyata tidak cukup untuk memperbaikinya. ‘’Tahun sekarang kami pastikan akan diperbaiki, dianggarkan Rp 628 juta,’’ terangnya. Soma memperkirakan proses pembuatan DED memakan waktu satu bulan. Setelah DED selesai, proses dilanjutkan di ULP selama kurang lebih satu bulan. Dengan perhitungan

itu, awal atau pertengahan Agustus pengerjaan fisiknya diperkirakan sudah bisa dimulai. Dari hasil peninjauannya bersama pihak konsultan ke lokasi, perbaikan utama yang akan dilakukann nantinya yakni pemasangan pelat beton. ‘’Dulu hanya dipasang goronggorong ukuran 80, sekarang kita buatkan yang lebar 2 meter tinggi 2,5 meter,’’ ujarnya. Selain itu pihaknya juga akan membangun senderan sepanjang 15 meter dengan tinggi 10 meter dan pengurugan. Sedangkan untuk pengaspalannya rencananya akan dilanjutkan

pada tahun mendatang. Sebagaimana diketahui, jalan di Desa Sulahan, Susut yang jebol sejak 2017, mulai pertengahan April lalu sudah tak bisa dilalui warga sama sekali. Jalan di kampung halaman Wakil Bupati Bangli itu saat ini telah terputus lantaran terus-menerus diguyur hujan dan tak kunjung mendapat penanganan dari pemerintah. Berdasarkan pantauan di lokasi belum lama ini, jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua itu, kini sudah amblas. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – BMKG akan memasang dua unit alat sensor gempa bumi (saismograf) di Kabupaten Bangli tahun ini. Pemasangan alat sensor ini betujuan meningkatkan kecepatan dan keakuratan info dini tentang gempa bumi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan, Jumat (17/5) kemarin mengatakan, sebagaimana hasil rapat persiapan pemasangan alat sensor gempa yang dihadirinya di BPBD Provinsi Bali, Kamis lalu, pihak BMKG rencananya akan memasang alat sensor gempa di dua titik yakni di Desa Mengani dan Desa Lembean, Kintamani. Untuk pemasangan

alat sensor ini, di masing-masing titik dibutuhkan lahan kosong seluas satu are. ‘’Hari ini kita akan melapor dengan pimpinan (Bupati) terkait kebutuhan lahan tersebut, apakah akan gunakan lahan pemkab atau bagaimana,’’ ungkap Karmawan. Pihaknya juga nantinya akan melakukan koordinasi dengan perbekel desa setempat terkait rencana ini. Apakah lahan di wilayah desanya bisa digunakan atau tidak. Dikatakan Karmawan, selain dua unit alat sensor

tersebut, BMKG juga akan memasang beberapa alat tambahan yang disebut cellmeter di beberapa titik lainnya. Alat tersebut berfungsi untuk membaca getaran gempa. ‘’Yang di Mengani dan Lembean itu, semacam alat induknya yang dipasang. Yang cellmeter ini dipasang menyebar, seperti di Kantor BPBD, Kantor Desa Tamanbali, Pengotan, Pengiangan. Ada sekitar 9 titik kalau tidak salah,’’ sebutnya. (kmb40)

Wayan Karmawan

Alat Sensor Gempa akan Dipasang di Desa Mengani dan Lembean

Warga Minta Lahan Eks RSU Dijadikan Taman Kota Bangli (Bali Post) – Bangunan bekas Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli yang berlokasi di Banjar Kawan, Bangli selama ini terbengkalai. Untuk menghilangkan kesan angker dan kumuh dari eks bangunan RSU tersebut, warga setempat berharap pemerintah segera melakukan pembongkaran atau memfungsikan lahan tersebut menjadi tempat yang lebih berguna, misalnya taman kota. Kepala Lingkungan Kawan Nengah Sujena, Jumat (17/5) kemarin, mengungkapkan sejak tak difungsikan, bangunan bekas rumah sakit itu sering dimanfaatkan untuk tempat ajang uji nyali dan menggelar acara berbau mistis oleh beberapa pihak. Hal itu karena kondisi dan suasana bangunan bekas rumah sakit yang berlokasi di depan Balai Banjar Kawan itu dianggap cukup mendukung untuk acara mistis, lantaran tak pernah dipelihara dan dibi-

arkan terbengkalai. Sujena mengaku selama ini pihaknya cukup menyayangkan keberadaan bangunan eks RSU yang terbengkalai dan tak terpelihara itu. Apalagi lokasinya berada di jantung kota. Untuk menghilangkan kesan angker dan kumuh pada bangunan rumah sakit itu, pihaknya sangat berharap pemerintah provinsi selaku pemilik aset bisa segera memfungsikannya kembali. Atau membongkarnya untuk dijadikan tempat yang lebih bermanfaat seperti taman kota. Dengan dijadikan taman kota, tak hanya menghilangkan kesan angker dan kumuh, perekonomian masyarakat di Kota Bangli diyakini juga bisa lebih baik. Selama ini Sujena mengaku pihaknya sudah sempat mengajukan permohonan secara lisan kepada Pemkab Bangli agar bangunan itu dimanfaatkan kembali. Permohonan disampaikan saat Pemkab berencana menjadi-

Bali Post/kmb40

EKS RSU - Bangunan eks RSU Bangli di Lingkungan Kawan, Bangli. kan lokasi itu sebagai taman kota. Akan tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya. ‘’Kami dari lingkungan Banjar Kawan berharap agar cepat direalisasikan. Entah nantinya pemerintah provinsi menyerahkannya

Bali Post/kmb40

ke adat atau ke Pemkab Bangli yang memfungsikan, kami serahkan kepada yang berwenang saja. Dengan difungsikan lagi atau dijadikan taman kota lingkungan kami juga bisa lebih bersih,’’ harapnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40


OLAHRAGA

Sabtu Pon, 18 Mei 2019

WI Bali akan Kirim 11 Atlet ke Pra-PON Denpasar (Bali Post) – Pengprov Wushu Indonesia (WI) Bali hanya akan mengirim 11 atlet putra dan putri pada ajang Pra-PON di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 20-28 Juni mendatang. Pertimbangannya, tempat pertandingan jauh sehingga biayanya terutama tiket pesawat dipastikan besar. Jumlah tersebut termasuk sangat sedikit, karena idealnya jika turun pada 23 nomor yang dipertandingkan, atletnya bisa lebih dari 23 orang. ‘’Semuanya kembali kepada anggaran yang diberikan KONI Bali nantinya. Jika anggarannya sedikit, kami kurangi pengirimannya atau talangi kekurangannya kalau ada dana di WI Bali. Tetapi kami berharap besar pengiriman 11 atlet bisa

sepenuhnya memakai anggaran bantuan dari KONI Bali,’’ jelas Sekretaris Umum Pengprov WI Bali Made Arya Sukantara di Denpasar, Kamis (16/5). Atlet wushu Bali yang bakal diberangkatkan ke Pangkal Pinang terdiri atas lima putra dan enam putri. Pra-PON mempertandingkan 23 nomor. Sanda atau tarung mempertandingkan 11 nomor, sedangkan taolu atau seni mempertandingkan 12 nomor. Terkait hal itu, pengurus WI Bali akan mengadakan rapat pada Sabtu (18/5) besok guna membicarakan persiapan menghadapi Pra-PON dimaksud. ‘’Pastinya membahas soal siapa atlet yang nantinya ditunjuk mewakili Bali dan anggarannya,’’ tambah Arya Sukantara. (kmb)

San Fransisco – Golden State Warriors kembali mengalahkan Portland Trail Blazers pada final Wilayah Barat NBA di Oracle Arena, Jumat (17/5) kemarin. Warriors menang dengan skor 114-111 sehingga memimpin 2-0 dalam laga yang dijadwalkan berlangsung tujuh gim. Stephen Curry mencetak 37 poin untuk Warriors yang membalikkan defisit 100-108 saat pertandingan tersisa empat menit. Tembakan Kevon Looney membuat Warriors kembali unggul 112-111 pada 52 detik terakhir sebelum layup Draymond Green pada 12 detik tersisa secara efektif memastikan kemenangan timnya. ‘’Mereka memberi kami hukuman yang hebat. Kuarter ketiga itu tidak bisa dipercaya. Itu adalah bukti nyata dari semua orang di tim,’’ kata Curry yang mengisi kekosongan yang diciptakan oleh absennya Kevin Durant akibat cedera. Ia juga membuat 8 rebound dan 8 assist. Klay Thompson menambahkan 24 poin, Green selesai

dengan 16 poin, Looney 14 poin dan Jordan Bell 11 poin untuk Warriors. Pelatih Warriors Steve Kerr mengakui timnya yang mengejar juara NBA ketiga berturutturut musim ini dan yang keempat dalam lima musim merebut kemenangan karena beruntung. ‘’Saya pikir pengalaman kami membantu kami. Kami sudah melakukan ini beberapa kali sebelumnya. Mami mencurinya malam ini,’’ ujarnya. Lillard memimpin skor untuk Blazers dengan 23 poin dan C.J. McCollum menambahkan 22 poin. Pelatih Terry Stotts mendapat kepuasan dari performa timnya yang membaik setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan pertama, tetapi menyia-nyiakan kesempatan untuk menyamakan kedudukan. ‘’Ini kesempatan yang hilang. Kami bermain bagus, memimpin sebagian besar pertandingan dan memiliki peluang menang,’’ ungkap Stotts. Laga ketiga dan keempat akan dimainkan di Portland. (af/kmb)

Warriors Ungguli Blazers 2-0

Final Piala FA

City Waspadai Watford

London – Manchester City berada di ambang treble domestik. Pasukan Pep Guardiola menghadapi Watford pada final Piala FA di Stadion Wembley pada Minggu (19/5) dini hari. Kemenangan akan melengkapi gelar City setelah sebelumnya menjuarai Piala Liga dan Liga Utama Inggris. City menjadi tim pertama dalam satu dekade yang mempertahankan gelar Liga Primer akhir pekan lalu berkat serangkaian 14 kemenangan berturutturut di akhir musim. The Citizens juga mempertahankan Piala Liga pada Februari lalu. Kalau mampu mengatasi Watford, Sergio Aguero dan kawankawan bakal menyapu bersih gelar domestik yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Inggris. Persiapan City terganggu oleh laporan kemungkinan dilarang tampil di Liga Champions atas dugaan pelanggaran aturan main keuangan yang adil. Kasus ini dirujuk ke ruang pengadilan UEFA, Jumat (17/5) kemarin. Laporan oleh publikasi Jerman Der Spiegel menuduh City yang didanai oleh Sheikh Mansour, anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi, membuat kesepakatan sponsor untuk menghindari peraturan yang membatasi berapa banyak uang yang dapat dimasukkan pemilik ke klub. Itu bukan satu-satunya penyelidikan saat ini terhadap praktik City di luar lapangan. Asosiasi Sepak Bola Inggris pada Februari lalu menyelidiki dugaan City membayar 256.000 dolar AS untuk pemain sayap Borussia Dortmund dan agen internasional Inggris Jadon Sancho ketika pemain beru-

ULANG – Pemain Manchester City ingin meneruskan kesuksesan di Liga Utama Inggris ke Piala FA. sia 14 tahun. Aturan FA menyatakan pemain muda tidak dapat diwakili oleh agen sampai berusia 16 tahun. City bisa terkena larangan transfer oleh FIFA atas perekrutan anak di bawah umur asing dan dugaan pelanggaran kepemilikan pihak ketiga. ‘’Saya tidak terlalu khawatir atau khawatir tentang apa yang orang katakan. Jika kami melakukan kesalahan, kami akan dihukum. Itu apa adanya, di dalam dan di luar lapangan. Tapi saya cukup yakin apa yang kami lakukan luar biasa,’’

kilah Guardiola ketika ditanyai apakah investigasi mengancam klubnya. Putus Asa Guardiola telah memecahkan sejumlah rekor selama tiga tahun bertugas di Etihad. Akan tetapi City baru memenangkan Piala FA lima kali pada 2011. Ini merupakan gelar pertama mereka sejak diambil alih oleh Sheikh Mansour. Manchester Biru kemudian digelincirkan Wigan pada final Piala FA 2013, sehingga mesti waspada melawan Watford.

Bali United Kini Fokus Hadapi Bhayangkara FC

Stefano ‘’Teco’’ Cugurra

Bali Post/bu

Gianyar (Bali Post) – Bali United menang 2-1 atas Persebaya Surabaya pada laga perdana kompetisi Shopee Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5) malam. Raihan poin penuh tim Serdadu Tridatu ditentukan oleh gol Ilija Spasojevic pada menit ke-14 dan Paulo Sergio menit ke-49. Kemenangan itu disambut positif oleh pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra. Menurutnya, hasil ini diraih anak asuhnya berkat semangat juang yang tinggi. Selain itu, dukungan besar suporter membuat para pemainnya tampil penuh semangat. ‘’Kami memulai liga tahun ini dengan baik. Para pemain punya semangat untuk menjalani musim ini. Kami juga sudah menunggu pertandingan ini karena melawan tim finalis Piala Presiden 2019,’’

Sabtu, 18 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar PWS Kota Denpasar 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Wirata Parwa (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Burung Elang

10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (6) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Tim Paskibraka GRISMA, Juara Umum Lomba LKBB 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05: Wita Taman Sari TK Harapan Nusantara

15

17:00 Wita Taman Sari TK Sai Prema Kumara 17:30 Wita Gita Santhi Suwitra Eka Cita Gianyar (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Mang Domeng Mustika Bali 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Katundung Ratnamanggali, Dalem Mumbul - Bualu (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

ujarnya dikutip dari situs Bali United, Jumat (17/5) kemarin. Teco, sapaan akrabnya, menyampaikan terima kasih kepada para pemain Bali United yang benar-benar bekerja keras melawan Persebaya. Ia juga mengapresiasi suporter yang datang mendukung Bali United walaupun pertandingan berlangsung malam hari. ‘’Secara keseluruhan kemenangan atas Persebaya adalah hasil yang bagus untuk kami,’’ sebutnya. Terkait penampilan apik gelandang Paulo Sergio yang menuai banyak pujian, Teco menyatakan semua pemain Bali United mempunyai peran penting. Ia mengucapkan terima kasih kepada Paulo dan Spaso karena golnya membuahkan kemenangan. ‘’Tapi bukan cuma mereka

berdua, pemain lainnya juga punya peran besar sehingga kami bisa memulai liga dengan hasil bagus. Sekarang saatnya fokus ke pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC,’’ tambah Teco. Tim Serdadu Tridatu akan melanjutkan perjuangannya di kompetisi Shopee Liga 1 2019 dengan menjamu Bhayangkara FC di Stadion Kapten Wayan Dipta pada Selasa (21/5) mendatang. Pada laga pertama, Bhayangkara sukses menahan Borneo FC 1-1 di Samarinda, sedangkan PSIS Semarang ditundukkan tamunya Kalteng Putra 1-2. Sementara pada pertandingan pembuka liga Rabu (15/5), PSS Sleman menaklukkan Arema FC 3-1. (kmb)

‘’Saya putus asa, putus asa, putus asa untuk memenangkan Piala FA,’’ kata kapten Vincent Kompany setelah mengangkat Piala Liga Primer akhir pekan lalu. Berbeda dengan City yang sarat trofi, Watford tidak pernah memenangkan gelar besar. Mereka kalah dua kali dari pasukan Guardiola di liga musim ini, tetapi kemudian bangkit dengan mengalahkan Wolves di semifinal Piala FA. ‘’Saya pikir ini menunjukkan kepada kami bahwa itu mungkin. Kami kehilangan dua pertandingan

Bali Post/afp

tetapi menunjukkan bahwa kami bisa mengalahkan mereka,’’ tegas pelatih Javi Gracia. Menurut manajer asal Spanyol itu, Watford berkompetisi dengan sangat baik di kedua pertandingan tersebut. Pada laga pertama timnya kalah 1-2 tetapi City harus berjuang sampai akhir untuk merebut kemenangan. Pada pertandingan kedua Watford mampu bertahan sampai babak kedua dan kemudian City mencetak gol dari posisi offside yang membuat permainan berubah. (afp/kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Sabtu pon, 18 Mei 2019

Partisipasi Pemilu di Desa Ulian Bangli Tembus 100 Persen Gubernur Bali akan Berikan Hadiah Denpasar (Bali Post) Jika partisipasi pemilih untuk tingkat kabupaten tertinggi di Bali adalah Kabupaten Gianyar, maka untuk partisipasi pemilih tingkat desa per kabupaten di Bali diraih Desa Ulian Kabupaten Bangli. Partisipasi pemilih di Desa Ulian, Bangli tembus pada angka 100 persen. Disusul kemudian Desa Batannyuh Kabupaten Tabanan yang partisipasi pemilihnya mencapai 99,35 persen. Partisipasi pemilih di Desa Pejukutan Kabupaten Klungkung 99,04 persen. Desa Banjar Bali Kabupaten Buleleng partisipasi pemilih 98,71 persen. Desa Kerta Kabupaten Gianyar 98,63 persen. Desa Tumbak Bayuh Kabupaten Badung 96,88 persen. Desa Buana Giri Kabupaten Karangasem sebanyak 94,55 persen. Desa Asah Duren,Kabupaten Jembrana sebanyak 88,53 persen. Desa Penatih Dangin Puri Kota Denpasar sebanyak 87,53 persen. Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, desa yang partisipasi

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

memilihnya sangat tinggi nantinya akan mendapatkan hadiah berupa program dari Pemprov Bali. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Gubernur Bali. ‘’Kami akan sampaikan hal ini kepada bapak Gubernur Bali sebagaimana pernah dijanjikan sebelumnya,’’ katanya. Perolehan persentase pemilih ini berdasarkan perbandingan pemilih yang hadir ke TPS dengan jumlah DPT plus DPK. ‘’Tentu ini target yang sudah melampaui,’’ katanya. Sebelumnya, untuk partisipasi pemilih di Bali mencapai 81,9 persen. Angka tersebut sudah di atas target KPU Bali yang awalnya hanya 80 persen. Jumlah itu lebih tinggi dari Pilkada Bali yang jumlahnya berkisar 72 persen. Sedangkan untuk partisipasi pemilih tingkat kabupaten diraih oleh Kabupaten Gianyar sebesar 89 persen, Tabanan 88 persen, Bangli 86 persen, Badung 86 persen, Klungkung 82 persen, Jembrana 80 persen, Karangasem 78 persen, Denpasar 78 persen dan Buleleng 73 persen. (kmb16)

Banyak Baliho dan Spanduk Peserta Pemilu yang Dicetak KPU Mubazir Denpasar (Bali Post) Alat peraga kampanye (APK) berupa baliho dan spanduk peserta Pemilu 2019 yang dicetak oleh pihak KPU 2019 ternyata banyak yang mubazir. Buktinya banyak spanduk dan baliho yang dicetak menggunakan anggaran negara tersebut tidak diambil oleh peserta pemilu hingga masa kampanye telah usai. ‘’Pencetakaan spanduk dan baliho bagi peserta kampanye akan menjadi evaluasi KPU Bali ke depan,’’ kata Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan didampingi Komisioner Gede Jhon Darmawan kepada pers saat media gathering, Jumat (17/5) kemarin. Mengenai jumlah spanduk dan baliho yang tidak diambil, pihak KPU Bali tidak mengetahui dengan pasti. Lidartawan mengaku jumlah tersebut berada di setiap KPU kabupaten, karena hal itu merupakan tender di setiap kabupaten dan jumlahnya berbeda-beda. ‘’Kami sedang melakukan pendataan lebih lanjut. Yang jelas,

jika aturan tidak melarang, maka KPU Bali beserta jajarannya akan melakukan perubahan cara kampanye dengan menggunakan APK berupa spanduk dan baliho,’’ katanya. Salah satu perubahan cara kampanye tanpa menggunakan spanduk dan baliho. Contohnya akan dilakukan pada saat pilkada serentak di Bali tahun 2020. Lidartawan menjelaskan, ada enam daerah di Bali yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2020. Di antaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karangasem dan Kabupaten Jembrana. Untuk kampanye yang dilakukan oleh peserta pilkada serentak nanti akan dirancang lebih cerdas tanpa menggunakan spanduk dan baliho, terlebih lagi saat ini pemerintah di Bali sedang melakukan upaya pengurangan sampah plastik. ‘’Kampanye nanti akan dibuat di mana para calon langsung ada di setiap desa,’’ jelasnya.

MEDIA GATHERING - Ketua KPU Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan didampingi Komisioner Gede Jhon Darmawan saat media gathering, Jumat (17/5) kemarin. Sementara itu, untuk dana kampanye pemilu calon anggota DPR, DPD, dan DPRD Serta pemilu presiden dan wakil presiden, pagu anggaran KPU Bali

mencapai Rp 3 miliar. Di mana salah satunya dari realisasi anggarannya ini dalam hal mencetak APK, di antaranya spanduk dan baliho. (kmb16)

Jika Tidak Ada Gugatan

Presiden dan Wapres Terpilih Ditetapkan Paling Lambat 28 Mei 2019 Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menargetkan pengumuman calon terpilih presiden dan wakil presiden periode 2019-2024 berlangsung paling lambat 28 Mei 2019. Hal tersebut dimungkinkan jika tidak ada gugatan hukum terhadap hasil pilpres yang telah ditetapkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019. ‘’Pada 22 Mei 2019 adalah tahapan penetapan hasil rekapitulasi suara, tiga hari berikutnya pada 25 Mei 2019 kita lihat apakah ada gugatan atau tidak,’’ kata Ketua KPU-RI Arief Budiman di Jakarta, Jumat (17/5) kemarin. Bila pada kurun waktu 2527 Mei 2019 tidak muncul gugatan, pihaknya langsung menetapkan calon terpilih presiden dan wakil presiden paling lambat 28 Mei 2019. Arief mengatakan, penetapan presiden terpilih bisa saja dilakukan lebih awal pada 26 atau 27 Mei 2019 bila situasi benar-benar kondusif tanpa ada gugatan dari lawan. Saat ditanya terkait potensi gugatan, Arief mengaku bahwa pihaknya siap dengan segala risiko yang akan muncul, termasuk gugatan hukum. KPURI saat ini tengah melakukan

proses lelang untuk melibatkan bantuan pengacara dalam menghadapi potensi gugatan yang akan timbul. ‘’Lelang pengacara ini terbuka bagi siapa pun yang mau ikut. Jumlahnya belum kita tentukan karena masih dalam proses lelang,’’ ujarnya. Arief mengatakan peluang gugatan setelah digelarnya penetapan hasil rekapitulasi suara pemilu di KPU-RI akan ada di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui proses persidangan sengketa. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada seluruh pihak terkait dari masing-masing tim pemenangan presiden dan wakil presiden untuk menuntaskan perselisihan suara selama proses rekapitulasi di gedung KPU-RI. Pihaknya mencatat sebanyak 28 dari total 35 provinsi telah merampungkan proses rekapitulasi suara Pemilu 2019. ‘’Di gedung KPU-RI sudah selesai 28 provinsi. Kalau ada yang tidak selesai di sini, akan dibawa ke MK. Sisanya masih enam provinsi lagi,’’ katanya. Provinsi yang belum menuntaskan rekapitulasi hingga berita ini diturunkan di antaranya Sumatera Utara, DKI Jakarta, Maluku, Papua, Papua Barat dan Sulawesi Selatan. (ant)

Bali Post/ant

TUNDA - Ketua KPU Arief Budiman (kedua kanan) bersama Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi (kiri), Ilham Saputra (kedua kiri), Hasyim Asy’ari (kanan) menghadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Perolehan Suara Tingkat Nasional Dalam Negeri dan Penetapan Hasil Pemilu 2019 di kantor KPU, Jakarta, Jumat (17/5) kemarin. KPU menunda rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tersebut untuk tiga provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Provinsi Papua Barat Dan Provinsi DKI Jakarta.

KPU Tuntaskan Rekapitulasi Nasional 27 Provinsi

Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia hingga Jumat (17/5) sore masih belum melanjutkan proses rekapitulasi tingkat nasional karena masih menunggu sejumlah daerah yang sedang mengirim atau belum menyelesaikan proses rekapitulasinya. Hingga saat ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi untuk 27 provinsi. Satu provinsi yakni Sulawesi Selatan sebenarnya sudah selesai tetapi ada kekurangan dokumen. Ada lima provinsi yang belum yakni DKI Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Maluku, dan Papua.

Arief Budiman

Bali Post/ant

Ketua KPU Arief Budiman ditemui di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat kemarin, mengatakan

saat ini provinsi yang sudah menyelesaikan rekapitulasi di tingkat provinsi dan masih dalam perjalanan ke Jakarta

adalah Papua Barat. Selain itu Sulawesi Selatan sudah selesai tetapi masih menunggu rampungnya sejumlah dokumen. Sementara yang belum menyelesaikan proses rekapitulasinya adalah DKI Jakarta, Sumatera Utara, Riau, Maluku, dan Papua. ‘’Jadi sisa tujuh provinsi dan ada juga satu PPLN yaitu PPLN Kuala Lumpur sudah selesai pemungutan suara ulang, lagi dihitung. Mereka belum sampai juga di Jakarta,’’ ucap Arief. Mulanya KPU menunggu

kedatangan rombongan penyelenggara daerah hingga pukul 14.00 WIB, namun karena tak kunjung hadir KPU bersama saksi dan Bawaslu menunda proses rekapitulasi sampai besok. ‘’Terpaksa kita lanjutkan ke panel besok,’’ ucapnya. Rencananya, pleno besok akan dimulai pukul 10.00 WIB dan merekapitulasi suara dari Papua Barat, Sulawesi Selatan, dan DKI Jakarta. Selain provinsi-provinsi tersebut, pihaknya juga akan melakukan rekapitulasi pada hari Minggu

untuk PPLN Kuala Lumpur, Malaysia. ‘’Jadi rapat hari ini kita akan skors kembali. Kita akan lanjutkan besok mulai pukul 10 pagi. Mudah-mudahan mereka bisa datang tepat waktu, yang jelas pukul 10 pagi pasti sudah siap karena sudah tiba Papua Barat,’’ ucapnya. Sementara hingga saat ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi untuk 27 provinsi. Dari jumlah itu, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul di 16 provinsi. Rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, unggul di 11 provinsi. (ant)

Minta Imbalan Rp 2 Juta Amankan Kasus Pelanggaran

Komisioner Bawaslu Karangasem Hanya Kena Teguran Keras Terakhir

Denpasar (Bali Post) Oknum Bawaslu Karangasem I Nyoman Merta Dana yang diadukan dugaan pelanggaran kode etik dengan meminta imbalan kepada salah satu ASN Pemkab Karangasem masih bisa bernapas lega. Laporan yang diadukan Bawaslu Provinsi Bali ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, akhirnya hanya memberikan putusan berupa sanksi peringatan keras terakhir kepada teradu. Artinya, dalam putusan DKPP RI Nomor 56-PKE-DKPP/III/2019, dengan menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir pada teradu, maka I Nyoman Merta Dana masih menjadi anggota Bawaslu seperti biasanya. Putusan

dibacakan dalam sidang DKPP RI dipimpin Majelis Harjono dan anggotanya Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salam, Ida Budhiati dan Fritz Edward Siregar, di Jakarta, Kamis (16/5). Dikonfirmasi Jumat (17/5) kemarin, Ketua Bawaslu Provinsi Bali Ketut Ariyani membenarkan putusan DKPP RI tersebut. Pascaputusan DKPP RI, Bawaslu Bali akan segera memanggil pihak teradu untuk melaksanakan hasil putusan DKPP. Sementara kronologi laporan dugaan pelanggaran kode etik tersebut berawal dari laporan Bawaslu Bali mengajukan pengaduan kepada DKPP atas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan anggota Bawaslu Kabupaten Karangas-

em I Nyoman Merta Dana yang meminta imbalan atau sejumlah uang kepada I Komang Putra Eka Bakti yang melanggar UU ASN dan perkaranya ditangani oleh Bawaslu Kabupaten Karangasem. Menindaklanjuti hal tersebut, Bawaslu Provinsi Bali membentuk tim investigasi yang terdiri I Ketut Rudia, I Wayan Widyardana Putra, dan Staf Sekretariat Bawaslu Provinsi Bali Sang Putu Aditya Palguna. Hasil klarifikasi yang dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Bali, teradu mengakui mengajak bertemu Putra Eka Bakti dan juga mengakui bahwa menelepon untuk meminta uang sebanyak Rp 2 juta kepada Putra Eka Bakti agar kasus tersebut tidak sampai ke Men-PAN RB. (kmb16)

Sidang DKPP - Sidang DKPP RI dipimpin Majelis Harjono dan anggotanya Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salam, Ida Budhiati dan Fritz Edward Siregar, di Jakarta, Kamis (16/5).


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 18 Mei 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu