Skip to main content

Edisi Rabu 18 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

8 HALAMAN

NOMOR 209 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu pon, 18 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Turun Drastis, Penumpang di Sanur

Ribuan Pil Koplo Disita

Tanah Lot Masih Dikunjungi Wisman

Kondisi penyeberangan menuju Nusa Penida melalui Dermaga Sanur masih terlihat normal, Selasa (17/3) kemarin. Namun jumlah penumpang pascamerebaknya kasus Corona, turun drastis. Terutama wisatawan yang akan berlibur ke Nusa Penida.

Tim Satreskoba Polresta Denpasar mengungkap kasus 21.040 pil koplo. Pelakunya sepasang kekasih, Choirul Riski (18) dan Umi Novita Dewi (34). Mereka ditangkap di kamar kosnya di Jalan Pulau Galang Gang Penataran Sari 1B, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (5/3) lalu. BADUNG | HAL. 3

Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan masih dikunjungi wisman. Salah satunya Tanah Lot. Jumlahnya mengalami penurunan. Biasanya 4.000-an orang kini hanya dua ribuan orang.

DENPASAR | HAL. 2

TABANAN | HAL. 4

SE Bersama Serangkaian Nyepi

Upacara Melasti AGAR Tak Libatkan Banyak Umat Dampak penyebaran virus Corona di Bali disikapi secara terpadu. Terlebih menjelang hari raya Nyepi yang diawali dengan upacara pamelastian dan pangerupukan. Karena kedua upacara tersebut melibatkan banyak umat dan tempatnya pun terkadang jauh dari tempat tinggal warga.

T

erkait hal tersebut, PHDI Provinsi Bali, Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan Pemprov Bali mengeluarkan Surat Edaran Bersama tentang Pelaksanaan Rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942 di Bali. Dalam Surat Edaran Bersama tersebut, masyarakat Bali diminta menaati dan melaksanakan arahan Presiden RI dan Gubernur Bali berkaitan dengan situasi penyebaran virus Corona, khususnya di Pulau Dewata. ‘’Sesuai dengan isi surat edaran ini agar seluruh komponen ma-

OPINI

Krama Bali Vs Virus Corona Oleh: I Gusti Kompyang Pujawan WABAH virus Corona atau Covid-19 membuat sebagian masyarakat dunia panik. Virus yang sudah masuk kategori pandemi oleh WHO, menghantui kehidupan masyarakat global. Berbagai teori, pendapat, analisis, keterangan resmi dan bahkan hoaks pun berseliweran di media sosial. Para pakar, cerdik pandai, pejabat, pengamat dan sebagainya silih berganti muncul di layar kaca serta dunia maya memberikan keterangan. Apa solusinya? WHO, badan PBB yang mengurusi kesehatan ini, sudah memberikan petunjuk. Menggariskan SOP yang mesti dilakukan oleh negara-negara terdampak untuk mempersempit ruang gerak penyebaran virus ini atau memutus mata rantai penyebarannya. Tentu ini perlu waktu, perlu disiplin tingkat tinggi, perlu tekad baja serta kerja keras semua pihak agar dunia sgera terbebas. Bagaimana Bali? Sebagai krama Bali, tentu kita mesti memikirkan nasib pulau kecil ini beserta isinya. Slogan serta keyakinan saja tentu tidak cukup untuk membuat pulau kecil nan indah ini tetap eksis. Tetap ada sebagai entitas sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya. Tentu, lagi-lagi diperlukan kerja keras, cerdas serta disiplin tinggi. Dalam perjalanan sejarahnya, Bali sudah seringkali mendapat cobaan. Ini semestinya membuat semua lapisan masyarakat punya mental tangguh dan tidak cengeng. Dalam konteks pariwisata, Bali memang punya sejarah mentereng. Namun bukan berarti tidak ada noktah kelamnya. Ada tragedi Bom Bali yang sempat memporakporandakan mimpi manis itu. Tetapi, dengan semangat manusia Bali, kita bisa keluar dari masa-masa sulit itu. Gunung Agung, Ida Batara Toh Langkir beberapa waktu lalu juga memberikan kita ujian. Astungkara, kita mampu melewatinya, walau masih gagap pada awalnya. Hal. 7 Masalah Pasti

Harian Bisnis Bali BI Karantina Setoran Uang Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali mengikuti pedoman pemerintah untuk ikut serta mengurangi penyebaran Covid-19 atau virus Corona di daerah ini. Upaya yang dilakukan yaitu mengkarantina setoran uang yang masuk dan menutup penukaran uang rusak. Untuk apa? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Desa Susut Gelar Tradisi ‘’Maedeng’’ Menjelang tawur agung sasih kasanga serangkaian hari raya Nyepi, warga Susut, Buahan, Payangan, Gianyar, punya tradisi unik berupa upacara maedeng. www.denpost.id

syarakat Bali melaksanakannya dengan tertib, disiplin, dan bertanggung jawab supaya rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942 yang sangat sakral bagi umat Hindu di Indonesia dan khususnya di Bali bisa berjalan dengan baik,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers di Jayasabha, Denpasar, Selasa (17/3) kemarin. Menurut Koster, virus Corona saat ini berkembang dinamis, sehingga pelaksanaan rangkaian hari raya Nyepi juga mengikuti kebijakan dan arahan Presiden RI serta Gubernur Bali. Pihaknya menginstruksikan seluruh kepala daerah, pemangku kepentingan dan pihak terkait ikut mengoordinasikan, melaksanakan, dan melakukan pengawasan agar Surat Edaran Bersama ini betulbetul ditaati dengan baik. ‘’Ini agar Bali dapat menjalankan kegiatan suci hari raya Nyepi ini dengan baik, sekaligus juga kita menjadi wilayah yang menaati kebijakan dan arahan Bapak Presiden RI. Jadi, dua-duanya jalan sesuai dengan kondisi yang ada saat ini,’’ jelas Gubernur. Hal. 7 Melasti dengan

’’Sesuai dengan isi surat edaran ini agar seluruh komponen masyarakat Bali melaksanakannya dengan tertib, disiplin, dan bertanggung jawab supaya rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Çaka 1942 yang sangat sakral bagi umat Hindu di Indonesia dan khususnya di Bali bisa berjalan dengan baik.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Ogoh-ogoh Diarak di Wilayah Banjar PENGARAKAN ogohogoh serangkaian Nyepi juga melibatkan banyak warga. Karenanya hal ini pula diatur dalam SE Bersama tersebut. Dalam edaran tersebut diimbau agar dilaksanakan mulai pukul 17.00 hingga 19.00 Wita, dan hanya dapat dilaksanakan di wewidangan banjar adat setempat. Pengarakan ogohOgoh menjadi tanggung jawab bandesa adat setempat agar berjalan dengan tertib dan disiplin. ‘’Dalam rangkaian upacara melasti, tawur, pangerupukan yang disertai den-

gan pengarakan ogoh-Ogoh agar dilaksanakan dengan membatasi jumlah peserta, berperilaku hidup bersih dan sehat, jangan sampai mengganggu ketertiban umum, tidak mabuk-mabukan,’’ tandas Ketua PHDI Bali Prof. Sudiana, Selasa (17/3) kemarin. (win)

JUMPA PERS - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi tokoh masyarakat saat jumpa pers, Selasa (17/3) kemarin.

Pasien Covid-19 di Jateng Meninggal BNPB Perpanjang Darurat Covid-19 Sampai 29 Mei 2020 Sempat Jalan-jalan di Bali

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang keadaan darurat terkait Covid-19 sampai dengan 29 Mei 2020. Keputusan itu tertuang dalam SK No. 13.A Tahun 2020 yang ditandatangani Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Monardo. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo membenarkan surat keputusan tersebut. ‘’Ya,’’ katanya, Selasa (17/3) kemarin. Dalam keputusan ini, BNPB meyebutkan pemberlakuan perpanjangan ini karena penyebaran virus semakin meluas dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Selain itu, penyebaran virus bisa berimplikasi pada kerugian harta benda, dampak psikologis pada masyarakat, serta mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat. Di tempat terpisah, Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono menyatakan pihaknya menyerahkan ada dan tidaknya kebijakan lockdown atau karantina wilayah dalam menghadapi penyebaran Covid-19 kepada pemerintah. ‘’Kami menyerahkan sepenuh-

nya kepada pemerintah dalam hal ini (lockdown) karena sudah ada gugus tugasnya yang akan menganalisis dari semuanya pasti akan kerja sama pemerintah pusat dan pemerintah daerah,’’ katanya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa kemarin. Di sisi lain, Susiwijono mengatakan, pemerintah harus mempertimbangkan dari berbagai aspek seperti pada ekonomi karena kegiatannya masih bergantung antara satu dan daerah lain. Ia mencontohkan DKI Jakarta. Untuk pasokan bahan pangan dan pokok masih tergantung pada daerah lain, sehingga pemerintah dapat benar-benar mempertimbangkan hal itu. ‘’Rencana apakah ada lockdown atau tidak, kalau dari sisi

kami melihat dari ekonominya karena dari aspek itu banyak hal yang dipertimbangkan dengan struktur ekonomi kita seperti ini dan ketergantungan kita terhadap dari keluar-masuknya barang,’’ katanya. Menurutnya, karakteristik masyarakat dan daerah di Indonesia dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan dan barang pokok masih saling bergantung satu dengan lainnya, sehingga perlu banyak pertimbangan dalam mene tapkan opsi lockdown. (kmb/ant)

SEORANG pasien positif terinfeksi virus Corona jenis baru (Covid-19) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari di RSUP dr. Kariadi, Kota Semarang, Jawa Tengah. ‘’Pasien yang meninggal dunia tersebut berjenis kelamin laki-laki usia 43 tahun. Demikian update perkembangan penanganan Covid-19 di Jateng, ini kondisi paling terakhir,’’ kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Selasa (17/3) kemarin. Ganjar mengungkapkan, berdasarkan pelacakan yang dilakukan pihaknya terhadap riwayat perjalanan pasien, yang bersangkutan sempat melakukan perjalanan di Bali. Selain pasien yang meninggal dunia tersebut, Ganjar juga menyampaikan bahwa jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD dr. Moewardi, Kota Surakarta, bertambah satu dengan jenis kelamin perempuan dengan usia 49 tahun. ‘’Pasien tersebut merupakan kelanjutan dari kasus positif Corona yang meninggal dunia di Solo, dia satu forum dengan pasien (positif Covid-19) yang meninggal sebelumnya yakni ikut seminar di Bogor, Jawa Barat,’’ ujarnya. Dengan perkembangan data di atas, maka hingga saat ini di Jateng telah terjadi enam kasus positif Covid-19, dengan rincian empat orang masih dirawat di rumah sakit dan dua orang telah meninggal dunia. Empat pasien positif Covid-19 tersebut kini dirawat RSUP dr. Kariadi Semarang, RSUD Tidar Magelang, dan dua pasien di RSUD dr. Moewardi. Selain empat pasien positif Covid-19, di Jateng hingga Selasa (17/3) tercatat sebanyak 1.005 orang berstatus orang dalam pemantauan (ODP), 69 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), 42 orang dalam perawatan, dan 24 orang diperbolehkan pulang karena sudah dinyatakan sehat. Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah positif terkena virus Corona per Selasa sore menjadi 172 kasus, sementara jumlah korban meninggal tetap berada di angka lima kasus. ‘’Total saat ini adalah 172 kasus di mana kasus meninggal tetap lima,’’ katanya di sela jumpa pers bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta, Selasa kemarin. Penambahan terbanyak dari Provinsi DKI Jakarta, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah dan Kepulauan Riau. (ant)


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Edukasi Warga, Wagub Tinjau Objek Wisata

FIGUR

Momentum Perkuat ’’E-Learning’’ KASUS virus Corona yang merambah Indonesia harus dihadapi dengan langkah antisipatif. SMK PGRI 4 Denpasar serentak merumahkan seribu lebih siswanya. Siswa kelas XI yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah dunia industri ditarik. Langkah ini dengan cepat diambil Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. guna menyelamatkan anak bangsa dari virus Corona. Suarya yang juga kandidat kuat calon Ketua PGRI Kota Denpasar ini mengakui sekolah dan siswa tak boleh memaksakan diri tetap PKL di tengah kondisi sulit, sekalipun diakui bekerja itu mengenakkan. Namun demi menyelamatkan nyawa anak-anak semua program sekolah ditiadakan sampai kondisi kondusif, termasuk acara reuni akbar dan HUT dia tunda. Siswa kelas X dan 320 siswa kelas XII yang mestinya UNBK diajar lewat pembelajaran berbasing daring alias e-learning. Makanya dia mengatakan momentum merumahkan siswa dengan belajar online, justru bagus bagi sekolah guna memperkuat dan mengefektifkan pembelajaran e-learning. ‘’Program ini sudah biasa diterapkan untuk beberapa mata pelajaran, kini semua guru wajib e-learning. Kita bisa uji model pembelajaran ini,’’ tegas Suarya, Selasa (17/3) kemarin. Diakuinya, menyandang status SMK, mau tak mau harus mampu menghantarkan lulusannya siap kerja dan membuka usaha mandiri. Dia justru senang anak didiknya mau bisnis kecil-kecilan sebab konsep orang Bali memang memulai dari kecil untuk menjadi pengusaha besar. Apalagi dunia pariwisata saat ini anjlok akibat dampak Corona. Namun sekolah tak boleh menyerah, dia terus menanamkan jiwa dan semangat kewirausahaan. (sue)

Pemkot Akhirnya Stop Sementara ’’Car Free Day’’ Denpasar (Bali Post) Kasus Corona yang terjadi di sejumlah negara mulai diantisipasi sejumlah pihak. Tidak terkecuali pemerintah daerah. Seperti di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Sejumlah kebijakan telah dilakukan guna memutus sebaran virus Corona. Kebijakan terbaru yang dikeluarkan Pemkot Denpasar, yakni menyetop dulu kegiatan car free day (CFD) di Renon dan Lumintang. Agar warga Denpasar mengurangi kegiatan ke luar rumah dan menghindari kerumunan. ‘’Mulai minggu depan kami tutup sementara dulu kegiatan CFD,’’ ujar Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Selasa (17/3). Dikatakan, kebijakan ini diambil setelah melakukan pembahasan yang cukup detail yang melibatkan sejumlah OPD. Sebelumnya Pemkot juga melakukan kebijakan di bidang pendidikan. Semua siswa belajar di rumah. Meski sedang berlangsung ujian tengah semester dan try out. Bukan hanya itu, Pem-

kot juga menunda semua kegiatan yang melibatkan orang banyak. Termasuk apel bendera ditiadakan. Kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah juga ditunda untuk menghindari adanya sebaran virus Corona. Sebelumnya, Kabag Humas Pemkot Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, dalam menyikapi penyebaran kasus Corona ini adalah kesiapsiagaan masyarakat. Dikatakan, dalam menyikapi masalah ini, Wali Kota Denpasar telah mengeluarkan Surat Edaran No. 443.33/1637/ Diskes tertanggal 5 Maret 2020 yang ditujukan kepada semua pimpinan OPD, lurah/perbekel, camat, kepala pasar, serta Ketua PHRI Denpasar. SE tersebut tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran akibat virus Corona (Covid 19) bagi semua masyarakat. Dalam SE tersebut diharapkan melakukan disinfeksi di tempat-tempat umum sebagai langkah pencegahan virus Corona. Menyediakan hand sanitizer dan membudidayakan hidup bersih. (kmb12)

Puluhan Orang Tewas Akibat Lakalantas Denpasar (Bali Post) Masyarakat kini dibayangi rasa ketakutan akibat penyebaran Covid-19 atau virus Corona. Namun, bila dibandingkan korban lakalantas, jumlah korban tewas jauh lebih besar yaitu 70 orang dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. ‘’Kalau soal virus Corona paling penting adalah menjaga kebersihan diri maupun lingkungan. Sebenarnya yang paling mengkhawatirkan adalah korban lakalantas. Sampai saat ini Polresta Denpasar menangani kasus korban tewas akibat lakalantas 70 orang, dari Januari sampai pertengahan Maret ini,’’ tegas Kapolresta Jansen, Selasa (17/3) kemarin. Sementara korban meninggal akibat virus Corona di Bali, kata Jansen, satu orang. Oleh karena itu, mestinya korban meninggal dunia akibat lakalantas membuat kita lebih prihatin

dan korbannya masyarakat Bali. Paling berbahaya kecelakaan lalu lintas karena bisa mengakibatkan meninggal dunia. Ia mengimbau agar masyarakat lebih hatihati saat menggunakan dan mengendarai kendaraan. ‘’Yang jelas penyebabnya faktor kelalaian dari pengemudi. Kelalaian itu bisa mengemudi dalam keadaan tidak fit, tidak konsentrasi, dan konsumsi miras. Korban lakalantas termasuk WNA,’’ ungkapnya. Satlantas Polresta telah berupaya menekan angka lakalantas tersebut. Upaya tersebut di antaranya meningkatkan patroli, razia kendaraan, sosialisasi ke masyarakat agar disiplin berlalu lintas dan keselamatan nomor satu. ‘’Soal (virus) Corona yang penting tetap jaga-jaga dan waspada,’’ tutup mantan Wakapolres Badung ini. (kmb36)

Topik : ogoh-ogoh diarak di wilayah banjar

WAKIL Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di sela-sela kesibukannya meninjau objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Selasa (17/3) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Wagub mengungkapkan bahwa di tengah ancaman virus Corona yang melanda beberapa negara di dunia dan terkait keputusan Presiden RI untuk menjaga jarak dengan aktivitas sosial, Monkey Forest ternyata tetap ramai dikunjungi wisatawan. Menurut Cok Ace, para wisatawan masih merasa aman dan nyaman jalan-jalan dan menghabiskan liburan di Pulau Dewata. Di samping itu, para wisatawan selalu melindingi diri dengan pola hidup sehat, minum vitamin, dan membekali diri dengan hand sanitizer. Wagub Cok Ace juga melihat kesiapan seluruh petugas di Monkey Forest dalam menerima wisatawan mancanegara (wisman). Saat itu para petugas menyiapkan hand sanitizer untuk wisatawan saat memasuki maupun setelah berjalan-jalan

dari hutan. Di samping itu pengecekan suhu tubuh dilakukan dan sosialisasi kepada wisatawan agar tidak bersalaman dan sentuhan-sentuhan dengan yang lain. Dengan demikian, keamanan antarwisatawan dari paparan virus ini dapat terjaga. Menurut Wagub, sampai kini pemerintah belum mengeluarkan kebijakan untuk menutup objek-objek wisata karena berbagai pertimbangan. Namun petugas di objek wisata diharapkan siap dalam menerapkan keamanan kesehatan bagi para pengunjung seperti menyiapkan hand sanitizer, pengecekan suhu tubuh, dan edukasi. Cok Ace juga berharap agar virus Corona cepat berlalu dan semua dapat berjalan normal kembali. Dalam kesempatan tersebut Wagub juga mengunjungi pengelolaan sampah rumah tangga menjadi kompos di Desa Padang Tegal, Ubud. Wagub juga didampingi Jro Bendesa Padang Tegal, serta beberapa juru adat terkait di lingkungan Desa Adat Padang Tegal, Ubud. (kmb)

MONKEY FOREST - Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meninjau objek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Selasa (17/3) kemarin.

Wisatawan Eksodus ke Bali Belum Terdata

Denpasar (Bali Post) -

Informasi adanya banyak wisatawan asing yang eksodus dari Lombok ke Bali sudah didengar petugas Imigrasi. Namun tidak ada data angka pasti soal kedatangan orang asing dari NTB ke Pulau Dewata ini. Hal itu, menurut Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma, karena perlintasan orang asing dari Lombok ke Bali sama dengan perlintasan domestik. ‘’Perpindahan wisatawan dari Lombok ke Bali itu sama seperti penumpang domestik lainnya, karena itu bukan kedatangan dari luar negeri. Demikian juga terhadap kedatangan mereka yang mungkin datang

dari Pulau Jawa atau pulaupulau yang lain di Indonesia,’’ tandas Surya. Meski demikian, keberadaan orang asing di Bali selalu dalam pengawasan, yakni oleh Imigrasi yang dilakukan oleh Timpora (Tim Pengawasan Orang Asing). ‘’Oleh Timpora, orang asing ini terus diawasi untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan izin tinggal

keimigrasian,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengaku sudah mendengar informasi tentang Gili Trawangan yang ditutup untuk wisatawan. Kemudian wisatawan itu akhirnya eksodus ke Bali. Namun pihaknya menyebut bila wisatawan yang eksodus umumnya memang ke Gili Trawangan dari Bali. “Mereka menyeberang

dari Padangbai, kemudian Gili Trawangan menutup sehingga dia balik lagi ke Bali. Kalau Bali kan tidak ada penutupan,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa kemarin. Astawa menambahkan, Bali masih menerima wisatawan karena di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan sudah diawasi dengan ketat. Wisatawan yang kembali ke Bali dari Gili Trawangan kebanyakan menginap di Ubud, Gianyar. “Mereka masuk ke Bali (sebelum pergi ke Gili Trawangan - red) juga sudah melalui

pe-ngawasan sehingga bagi kita kan tidak apa-apa itu, yang penting dia sehat,” imbuhnya. Astawa meyakini, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) pasti tetap melakukan pengawasan dan pemeriksaan ketat terhadap wisatawan yang kembali lagi ke Bali karena Gili Trawangan ditutup. (kmb37/kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Jika Covid-19 Tak Mereda

Pengusaha Ritel Hanya Bisa Bertahan Tiga Bulan Denpasar (Bali Post) Kondisi ekonomi dan pariwisata yang melesu karena mewabahnya Covid-19, berdampak juga pada usaha ritel. Beberapa pusat perbelanjaan yang berdekatan dengan daerah pariwisata mengalami penurunan omzet. Kelesuan ini membuat pengusaha ritel mampu bertahan hingga tiga bulan dan maksimal enam bulan.

Ketua Aprindo Bali A.A. Ngurah Agung Agra Putra mengatakan, ketahanan pengusaha ini dikaitkan dengan likuiditas perusahaan yang hanya mampu bertahan 3 bulan, maksimal 6 bulan. Maka dari itu, ia berharap semua pihak bersama pemerintah segera mengantisipasi agar kondisi ini tidak berlangsung lama. ‘’Agar segera memutus penyebaran Covid-19,

sehingga roda ekonomi bisa berjalan normal,’’ ujarnya, Selasa (17/3) kemarin. Sebagai daerah pariwisata, usaha ritel di Bali sangat terpengaruh oleh mewabahnya virus Corona. ‘’Apabila pariwisata turun, akan berdampak ke sektor lain, karena di ritel cenderung terjadinya penurunan omzet, karena pangsa pasar wisatawan langsung turun 40-50 persen.

Sedangkan segmen lokal baru mengalami penurunan sejak akhir Februari sampai saat ini,’’ ujar pemilik Ayu Nadi Ritel ini. Penurunan omzet ini, dikatakan, karena daya beli masyarakat turun. Mengingat masyarakat Bali banyak yang bekerja di bidang pariwisata. ‘’Ketika pariwisata lesu, mereka juga berdampak,’’ imbuhnya.

Setelah adanya kematian akibat Covid-19 di Bali dan instruksi dari pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, beberapa hari terakhir dikatakan ada indikasi peningkatan penjualan di ritel. ‘’Tapi tidak semua ritel. Kebanyakan terjadi di supermarket atau di grosir hingga peningkatannya 50 persen, naik signifikan,’’ ungkapnya.(kmb42)

Turun Drastis, Jumlah Penumpang di Darmaga Sanur

Bali Post/kmb23

DERMAGA SANUR - Suasana penyeberangan menuju Nusa Penida melalui Dermaga Sanur, Selasa (17/3) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Kondisi penyeberangan menuju Nusa Penida melalui Dermaga Sanur masih terlihat normal, Selasa (17/3) kemarin. Dari pantauan di lokasi, tampak sejumlah wisatawan akan menyeberang ke Nusa Penida menggunakan boat. Meski demikian, jumlah penumpang pascamerebaknya kasus Corona turun drastis.

Menurut Gede Sudara, salah seorang pekerja operator Angel Billabong, jumlah penumpang terus turun. Terutama wisatawan yang akan berlibur ke Nusa Penida. Dijelaskannya, sebelum kasus Corona merebak jumlah penumpang dalam satu boat biasanya 80-90 orang. Tetapi saat ini jumlah penumpang dalam satu boat paling

banyak isi 15 orang. ‘’Sepi gara-gara merebaknya Corona,’’ katanya saat ditemui di Sanur. Dengan kondisi ini, pemilik boat kini mulai mengatur jam kerja karyawan. Dari yang sebelumnya kerja full sebulan, kini diatur menjadi 15 hari kerja. ‘’PHK sih tidak ada. Tapi jam kerja karyawan mulai diatur menjadi 15 hari kerja,’’ akunya. (kmb23)

Yayasan Dwijendra Denpasar Cepat dan Serentak Antisipasi Virus Corona

GERAKAN cepat dan serentak yang dilakukan semua unit di lingkungan Yayasan Dwijendra Denpasar, Selasa (17/3) kemarin patut dijadikan contoh dalam mengantisipasi virus Corona. Tujuan utamanya adalah menyelamatkan anak bangsa agar tak menjadi korban virus Corona. Gerakan serentak mensterilkan sekolah dan kampus ini dipimpin langsung Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., bersama Rektor Dwijendra University, Dr. Gede Sedana, M.Sc., MMA. Aksi diisi dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke semua ruang belajar, guru, dan kampus serta yayasan. Selain itu, warga Dwijendra disiapkan cairan pembersih tangan di setiap sudat strategis. Acara ini juga dilakukan di SMA Dwijendra dipimpin Kepala SMA Dwijendra, Drs. I Made Oka Antara, M.Hum., SMK Dwijendra oleh I.B. Dwi Oka Putra, S.SI., M.Kom., di SMP Dwijendra dipimpin

Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., di SD Dwijendra dipimpin kaseknya Pande Putu Sarjana, S.Pd., dan di TK Dwijendra dipimpin Ni Luh Putu Sumaryati, S.Pd. Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Ketut Wirawan, menegaskan aksi cepat dan serentak ini guna mendukung program Wali Kota dan Gubernur Bali guna mengantipasi penyebaran virus Corona. Sekaligus dijadikan proses pembelajaran bersama untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Dia menegaskan Dwijendra merumahkan siswa, mahasiswa, dan pendidik untuk belajar bukan meliburkan apalagi mengunjungi mall dan keramaian. Untuk itu dia minta para orangtua melakukan pengawasan sehingga PBM e-learning benar-benar berjalan efektif. Bagi guru dibebaskan bekerja di kantor atau di rumah, hasilnya tetap disetorkan ke yasasan sehingga pas disebut program berbasis kinerja. Dwijendra, kata dia, se-

lain melakukan antisipasi sekala, juga menempuh langkah niskala. Yayasan segera ngaturang guru piduka dan pacaruan alit agar warga Dwijendra terhindar dari segala bahaya. Kepala SMA Dwijendra, Oka Antara menekankan semua siswa yang belajar di rumah supaya ikut diawasi oleh orangtua, termasuk menghindari keramaian. Sementara gurunya setiap hari ke sekolah memanfaatkan e-learning membagikan tugas dan materi kepada siswa. Selain itu, setiap hari petugas khusus menyemprot semua ruang kelas di SMA Dwijendra Denpasar. Hal yang sama diungkapkan Kepala SMP Dwijendra, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.P., bahwa materi setiap mata pelajaran sudah dilakukan secara online. Siswa kelas IX yang sebenarnya menjalani ujian sekolah terpaksa ditunda. Sekolah tak mau menyebarkan soal ke siswa guna menghindari terjadinya kerumunan dan diskusi den-

gan teman-temannya. Kalau sudah berkumpul, itu namanya melanggar surat edaran. Kampus Dwijendra juga disterilkan dengan aksi penyemprotan disinfektan. Rektor Dwijendra University, Dr. Gede Sedana, sudah merumahkan mahasiswa dan dosennya, semua PBM dilakukan lewat online. Dia juga menunda semua kegiatan Tri Darma PT, di antaranya seminar internasional dan summer class yang diikuti peserta luar negeri. Mahasiswa yang sedang PKL juga

ditarik dengan alasan menyelamatkan warga kampus. Bagi dia momentum belajar di rumah diangap positif guna memperkuat pembelajaran online atau e-learning. Dengan demikian dosen dan mahasiswa tertantang menjalani program ini dengan baik serta mengevaluasi dirinya. Pada prinsipnya Dwijendra University, kata dia, bergerak cepat mendukung program Wali Kota dan Gubernur Bali guna mengantisipasi penyebaran virus Corona di Bali. (ad467)

BERSAMA - Ketua Yayasan Dwijendra, Ketut Wirawan, bersama Rektor Gede Sedana, pimpinan unit, guru dan petugas bergambar usai melakukan penyemprotan disinfektan.

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Prosesi Nyepi di Tuban Tanpa ’’Mapeed’’ dan Parade Ogoh-ogoh Mangupura (Bali Post) – Desa Adat Tuban, Kuta melalui rapat terpadu memutuskan memangkas sejumlah prosesi ritual menjelang Nyepi Çaka 1942. Selain itu, juga diputuskan tidak melak-

sanakan tradisi mapeed melasti dan parade ogoh-ogoh. Kebijakan untuk tidak melibatkan seluruh krama adat tersebut merujuk pada Surat Edaran Gubernur Bali dan Surat Edaran Bupati Badung menyikapi penyebaran virus Corona. Dikonfirmasi

Selasa (17/3) kemarin, Bendesa Adat Tuban I Wayan Mendra membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, segala ritual terkait perayaan Nyepi tetap diselenggarakan, hanya tidak melibatkan seluruh warga adat. ‘’Ya, kami rapat kemarin (Senin - red) melibatkan semua prajuru dan per-

angkat desa terkait. Hasil rapat, kami sepakat melaksanakan Nyepi dengan sederhana. Jadi, bukan ditiadakan. Semua prosesi tetap jalan tapi tidak melibatkan banyak krama,’’ ujarnya. Menurutnya, penyederhanaan ritual Nyepi akan diawali dari prosesi Melasti hingga malam Pangerupukan. Selama prosesi ini diputuskan tanpa menyertakan seluruh masyarakat adat. ‘’Kami tidak melaksanakan mapeed. Krama yang ikut melasti nanti adalah perwakilan sekitar 100 orang yang biasanya itu mencapai puluhan ribu orang,’’

ujarnya. Dijelaskan, melasti juga tidak membawa pratima atau sasuhunan dalam wujud barong, rangda, dan tapakan lainnya. Namun, pihaknya bersama serati dan pemangku akan menyediakan perlengkapan upakara yang simpel, sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga. ‘’Nanti pratima tidak lunga ke segara. Jadi, yang terlibat sedikit prajuru, mangku, serati dan sekaa gong tetap dilibatkan,’’ katanya. Sementara pada puncak Tawur Kasanga yang biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh,

tidak dilaksanakan. Namun, sebagai apresiasi kepada kreativitas generasi muda, pihaknya akan mengumpulkan ogoh-ogoh di Catus Pata Desa Adat Tuban guna diupakarai prayascita. ‘’Setelah ogoh-ogoh di-pelaspas dilanjutkan pralina. Setelah itu ogoh-ogoh kembali dibawa ke banjar masing-masing,’’ katanya. Mendra menambahkan, Festival Pasar Majalangu juga tidak diselenggarakan. ‘’Kami akan mengembalikan dana yang telah disertorkan oleh peserta, seperti dana sewa tenda,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/eka

MELASTI - Umat Hindu di Badung tengah melaksanakan ritual Melasti di pantai.

RSD Mangusada Batasi Penunggu Pasien dan Tiadakan Jam Kunjungan Mangupura (Bali Post) Dalam rangka mengantisipasi penyebaran dan upaya pencegahan Covid-19, Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada mengambil keputusan tegas. Hal itu ditegaskan Direktur RSD Mangusada dr. I Ketut Japa, M.M., Selasa (17/3) kemarin.

Menurut Japa, keputusan tersebut diambil pascadilakukan rapat bersama dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, Senin (16/3). Hasil rapat tersebut memutuskan, RSD Mangusada mengizinkan

penunggu pasien hanya satu orang (rawat inap), tidak diperkenankan mengunjungi pasien (jam kunjung ditiadakan). “Rumah sakit mengizinkan pengantar pasien rawat jalan dan IGD hanya satu orang,” ujarnya.

langsung melakukan penangkapan dan penggeledahan. Pada saat dilakukan penggeledahan badan, petugas tidak menemukan barang bukti, selanjutnya melakukan penggeledahan di kamar kos, ditemukan barang bukti 21.040 butir pil koplo warna putih dan kuning di atas plafon. ‘’Menurut keterangan tersangka, barang tersebut adalah miliknya dan disuruh oleh seseorang laki-laki yang biasa dipanggil Purwo, informasinya berada di dalam Lapas Kerobokan,’’ ujarnya. Tugas pelaku hanya mengantar sesuai alamat yang diperintahkan oleh Purwo. Pelaku berperan sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp 50 ribu tiap sekali kirim. Selain itu, juga dibekuk Harleyand Gera Nevian (26) di jalan raya dekat Hotel Grand Istana Rama Kuta, Badung. Barang bukti yang diamankan tembakau gorilla dengan berat bersih 105 gram

dan ditransaksi secara online. ‘’Ada juga pelaku lain yang kami tangkap dan jumlah yang diungkap 10 kasus. Jumlah tersangkanya 11 orang,’’ ungkapnya. Pelaku narkoba lain yang ditangkap yaitu Soni (40) di Jalan Legian Kuta, Armando (26) di Jalan Kuwuh Kuta Utara, Indra (39) di Jalan Gunung Lempuyang Denbar, Jaya (20) Jalan Cokroaminoto Denbar, Razy (20) di Jalan Pulau Indah, Pemecutan Denbar, Hr (17) berstatus pelajar dibekuk di dekat parkir Rumah Sakit Siloam di Jalan Sunset Road Kuta, Anto (36) dan Eka (36) di Jalan Gunung Soputan Denpasar Barat. ‘’Jumlah barang bukti disita sabu-sabu 163, 29 gram, ekstasi 106 butir, ganja 248 gram, pil koplo 21.040 butir dan tembakau gorila 430,92 gram. Tersangka Hr, residivis, dan dia pernah ditangkap tahun 2014, divonis 2 tahun subsider 3 bulan,’’ kata mantan Wakapolres Badung ini. (rah)

Sementara untuk pendaftaran pasien rawat jalan, kata Japa, bisa dilakukan melalui pendaftaran online melalui Mangusada On Mobile. Tidak diperkenankan mambawa anak sehat ke rumah sakit. Bagi penunggu

dan pengunjung rumah sakit yang mengalami demam, batuk dan pilek tidak diperkenankan masuk ke areal rumah sakit. Yang terpenting lagi, diwajibkan melaksanakan cuci tangan yang baik dan benar dengan fasili-

tas yang telah disediakan. Medical representative tidak diizinkan mamasuki areal rumah sakit. “Peraturan ini berlaku mulai Senin 16 Maret 2020 sampai batas waktu yang akan diumumkan kemudian,” tegasnya. (kmb23)

Puluhan Ribu Butir Pil Koplo Disita Sidang Perdata, Para Pihak

Bali Post/rah

NARKOBA - Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan merilis pengungkapan kasus narkoba. TIM Satreskoba Polresta Denpasar mengungkap kasus 21.040 pil koplo. Pelakunya sepasang kekasih, Choirul Riski (18) dan Umi Novita Dewi (34), ditangkap di kamar kosnya di Jalan Pulau Galang Gang Penataran Sari 1B, Pemogan, Denpasar Selatan, Kamis (5/3) lalu. Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Selasa (17/3) kemarin

mengatakan, berdasarkan Informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya selama beberapa hari tim gabungan Satreskoba Polresta dan Satgas CTOC Polda Bali melakukan penyelidikan. Pada Kamis pukul 01.00 Wita, petugas melihat pelaku berada di depan kos. Polisi

Agama

Krisna Oleh-Oleh Gelar Persembahyangan Bersama Berharap Dampak Covid-19 Cepat Berlalu

MEREBAKNYA virus Corona atau Covid-19 di Indonesia telah melumpuhkan pariwisata dan perekonomian, khususnya di Bali. Oleh karena itu, sebagai perusahaan oleh-oleh terbesar di Bali, Krisna Oleh-Oleh Group mengajak ribuan karyawannya bersembahyang, sekaligus berdoa bersama, Senin (16/3) malam. Persembahyangan yang dipusatkan di Krisna Oleh-Oleh Bali Sunset Road ini bertujuan untuk memohon keselamatan dan kerahayuan jagat (bhuana agung dan bhuana alit) agar virus Corona cepat menghilang, sehingga pariwisata dan perekonomian Bali pulih kembali. Upacara persembahyangan di-puput oleh Ida Pedanda Gede Rai Gunung Ketewel dari Geria Babakan, Gianyar. Sejumlah bebantenan dipersembahkan, kemudian di-tatab oleh seluruh karyawan. Seperti banten sayut durmangala yang maknanya untuk melepas segala marabahaya, banten pangelukatan/ prayascita untuk perbersihan/ penyucian diri, banten tebasan pangenteg bayu (untuk kesehatan), tebasan tutug tuwuh (panjang umur), dan sayut

sida purna untuk kerahayuan dan kedamaian jagat. Manager Humas Pusat Krisna Holding Company sekaligus Manager Krisna Oleh-Oleh Bali Sunset Road Ayu Saraswati mengatakan, meskipun Bali dilanda Covid-19, namun kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan domestik ke Krisna Oleh-Oleh masih stabil. Ratarata kunjungan mencapai 3.000 hingga 4.000 orang setiap harinya. Sebab, market Krisna Oleh-Oleh 95% wisatawan domestik dan hanya 5% wisatawan mancanegara. Meskipun pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak berkunjung ke tempat-tempat keramaian, namun pihak Managemen Krisna Holding Company menyikapinya dengan positif. Bahkan, untuk meminimalisasi penyebaran virus Corona tersebut, di setiap sudut toko telah disedikan hand sanitizer. Sehingga para pengunjung tetap steril saat berkunjung ke Krisna Oleh-Oleh. Kendati demikian, sebagai perusahaan besar yang mempekerjakan ribuan karyawan, pihaknnya tidak menginginkan dampak virus Corona ber-

SEMBAHYANG - Owner Krisna Holding Company, Ajik Krisna bersama seluruh karyawannya sembahyang bersama di Krisna Oleh-Oleh Bali Sunset Road, Senin (16/3) malam. lama-lama melanda Bali. Oleh karena itu, melalui upacara persembahyangan dan doa bersama seluruh karyawannya, memohon kerahayuan dan shanti (kedamaian) bhuana agung dan bhuana alit. Sebab, di balik bencana virus Corona yang terjadi ada hikmah yang bisa dipetik. Yaitu bagaimana kita harus lebih mulat sarira dan melakukan perbaikan diri ke depannya. ‘’Kami berharap kondisi ini (dampak Covid-19 red) cepat berlalu,’’ harapnya. Sementara itu, Owner Kris-

na Holding Company Ajik Krisna mengatakan, meskipun kondisi pariwisata Bali saat ini tidak stabil, namun pihaknya tidak merumahkan ataupun mem-PHK karyawan. Namun, pihaknya mengajak seluruh karyawan untuk terus berdoa agar virus Corona cepat berlalu di Bali dan di Indonesia. ‘’Saya yakin dengan doa yang vibrasinya positif akan membantu cepat memulihkan kondisi Bali dan Indonesia bebas dari virus Corona,’’ ujarnya. (ad470)

Tak Perlu Datang ke PN

Bali Post/asa

PN - Petugas mengecek suhu badan pengunjung sidang PN Denpasar, Selasa (17/3) kemarin.

PENGADILAN Negeri (PN) Denpasar mulai menerapkan pemeriksaan pengecekan suhu badan bagi pengunjung persidangan di PN Denpasar. Selain itu, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Ketua PN Denpasar Dr. Sobandi mengambil beberapa langkah pencegahan. Yakni dalam sidang khusus perdata, para pihak diinstruksikan tidak datang ke pengadilan. Namun memanfaatkan e-court/elitigation. ‘’Dalam apel tadi, saya sudah menginstruksikan dan menyampaikan arahan pimpinan di Mahkamah Agung, bahwa sidang tetap berjalan seperti biasa. Arahan pimpinan MA, kami juga diinstruksikan jangan sampai pengunjung sidang membeludak,’’ kata Sobandi, Selasa (17/3) kemarin. Bahkan, lanjut Sobandi, juga dilakukan penundaan sidang beberapa perkara pidana selama dua pekan. ‘’Kecuali untuk perkara pidana anak dan perkara pidana yang masa tahanannya akan habis,’’ katanya. Dikatakan, para pihak dalam perkara perdata diminta mengikutinya, karena sudah disediakan wadah melaksanakan sidang tanpa harus datang ke pengadilan, yaitu dengan e-court/elitigation. ‘’Kepada para advokat dan pihak-pihak yang akan bersidang perkara perdata untuk menggunakan e-court dan elitigation, sehingga momen pandemi Corona atau Covid-19 ini bisa dicegah sedini mungkin,’’ jelasnya. (asa)


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Bupati Artha Pimpin Penyemprotan Disinfektan di Gilimanuk

GUNA mengantisipasi penyebaran virus Corona di Jembrana, penyemprotan disinfektan dilakukan di Pelabuhan ASDP Gilimanuk, Selasa (17/3) kemarin. Penyemprotan disinfektan dipimpin langsung Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana serta Tim Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali. Pencegahan virus Corona di Pelabuhan ASDP Gilimanuk dilakukan dengan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan antisipasi penyebaran virus Corona ini dilakukan di loket-loket penumpang dan ruang publik, termasuk ruang tunggu dan penyeberangan pelabuhan, angkutan kapal laut, terminal, pasar dan objek wisata di Gilimanuk. Selain itu juga diberikan masker dan hand sanitizer bagi pengunjung yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Peny-

emprotan juga berlaku bagi kendaraan penumpang yang masuk pintu pelabuhan. Petugas juga melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk mengetahui kondisi kesehatan penumpang. Usai melakukan penyemprotan di areal Pelabuhan Gilimanuk, Bupati Artha bersama rombongan melanjutkan kegiatan penyemprotan disinfektan menuju tempat fasilitas umum seperti pasar umum hingga perkantoran. Termasuk di lingkup Kantor Bupati Jembrana. Bupati Jembrana I Putu Artha usai melakukan penyemprotan desinfektan mengatakan, penyemprotan disinfektan dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus Corona (Covid-19) di pintu masuk Bali Barat (Gilimanuk). ‘’Sesuai instruksi Presiden, hari ini kita bersama Tim Satgas Covid-19 Provinsi melakukan penyemprotan

disinfektan di Pelabuhan Gilimanuk yang merupakan area yang sensitif sebagai pintu masuk Bali Barat. Penyemprotan kita prioritaskan pada ruang publik yang mudah tersentuh seperti loket, kantor hingga kapal penumpang,’’ katanya. Selain di Pelabuhan Gilimanuk, kata Bupati Artha, pihaknya juga telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat publik. ‘’Usai melakukan penyemprotan di Pelabuhan Gilimanuk, kita langsung melakukan penyemprotan menuju area publik seperti fasilitas umum, pasar umum, tempat wisata hingga area perkantoran pemerintah. Kepada masyarakat, saya berpesan agar jangan panik dan tetap waspada dengan cara mencegah masuknya virus dengan cara melakukan pola hidup bersih,’’ imbuhnya. Hal senada juga disampaikan Tim Satgas Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Darmadi. Ditegaskan, kegiatan ini merupakan langkah awal dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona melalui penyemprotan disinfektan di pelabuhan–pelabuhan nasional di Bali. ‘’Ini merupakan langkah awal kita dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus. Dengan adanya kegiatan ini, kami harapkan kegiatan ini tak hanya dilakukan di sini (Gilimanuk) saja, akan tetapi bisa dilakukan secara menyeluruh, utamanya di tempat-tempat umum. Kepada masyarakat, saya juga mengimbau untuk selalu bisa memproteksi diri dengan selalu menerapkan pola hidup bersih agar terhindar dari virus,’’ ujarnya. (ad471)

Tabanan (Bali Post) Di tengah merebaknya wabah Covid-19, sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan masih dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom). Namun, dari angka kunjungannya memang mengalami penurunan. Misalnya di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Senin (16/3) lalu, angka kunjungan wisman hanya di angka 1.311 orang dan wisdom 1.142 orang. Normalnya jumlah kunjungan ke destinasi wisata yang ikonik itu mencapai 4 ribuan orang per hari. Hal ini diungkapkan

Manager DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, Selasa (17/3) kemarin. Menurut Toya Adnyana, kondisi turunnya kunjungan wisman ini terjadi sejak Februari lalu. ‘’Kalau sedang ramai, kunjungan wisman sempat di angka dua ribuan,’’ ujarnya. Terkait upaya pengelola DTW Tanah Lot mencegah penyebaran virus Corona, kata Toya Adnyana, sejak Minggu (15/3) lalu pihaknya sudah rutin melakukan penyemprotan disinfektan di semua areal, termasuk perkantoran. ‘’Setiap pagi dan khusus yang indoor berka-

la setiap beberapa jam,’’ ujarnya. Toya Adnyana menambahkan, wisman yang berkunjung ke Tanah Lot didominasi wisatawan dari Australia dan Jepang. Ditegaskan, pihaknya mengikuti standar dan arahan Dinas Kesehatan. Penyemprotan disinfektan dilakukan di gedung dengan rutin. ‘’Penyemprotan biasanya dari pukul 06.30 Wita dan pukul 09.00 Wita harus sudah clear untuk outdoor. Upaya pencegahan lainnya dengan penyediaan hand sanitizer di pintu masuk kawasan objek,’’ katanya memaparkan. (kmb28)

PENYEMPROTAN – Penyemprotan disinfektan di Gilimanuk dilakukan Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Forkopimda dan Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

Bali Post/kmb26

PENCARIAN – Warga dan petugas melakukan pencarian korban yang tenggelam di Bendungan Palasari, Selasa (17/3) kemarin.

Dua Pelajar SMP Tenggelam di Bendungan Palasari

Negara (Bali Post) Dua pelajar SMP asal Banjar Sumbersari, Desa Melaya yang bermain ke Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Selasa (17/3) kemarin, tenggelam terseret arus. Satu di antaranya siang kemarin ditemukan sudah meninggal dunia. Sementara satu korban lagi masih dalam pencarian oleh tim SAR Jembrana yang turun ke lokasi. Hingga petang kemarin, masih dilakukan pencarian satu korban lainnya di aliran sungai di bawah Bendungan Palasari. Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa juga sempat turun ke lokasi melakukan pengecekan bersama jajaran Polsek Melaya. Dari informasi saksi, dua

pelajar kelas VII SMP, Kadek Wirasatya Birangga (12) dan Kadek Arta Ika Putra (16), datang ke lokasi bendungan bersama enam rekan lainnya. Saat bermain di bendungan sekitar pukul 12.00 Wita, salah seorang korban turun hendak mengambil topi yang terjatuh. Namun, korban justru terseret arus sungai. Satu kawannya

lagi berusaha menolong korban, namun nahas ia juga ikut terseret arus. Perbekel Ekasari I Gede Puja membenarkan kejadian di sekitar Bendungan Palasari itu. Hingga saat ini, tim SAR Jembrana sedang melakukan pencarian satu korban lagi. Proses pencarian sedikit kesulitan lantaran situasi di lokasi

hujan deras. ‘’Sekarang tim SAR masih melakukan pencarian satu korban lainnya,’’ terangnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Melaya Kompol Ketut Wijaya Kesuma membenarkan dua pelajar SMP yang tenggelam terseret arus di Bendungan Palasari. Hingga berita ini diturunkan, petugas dari SAR Jembrana masih melakukan pencarian satu korban lainnya. Satu korban sudah ditemukan, yakni I Kadek Wirasatya Birangga (12) dari Banjar Sari Mumbul, Sumbersari. (kmb26)

Lapas Tabanan Tutup Kunjungan DTW Tanah Lot Masih Dikunjungi Wisman Selama Dua Minggu

Kesehatan

Kenali Gejala Kaki Diabetik dan Cara Mencegahnya Oleh: dr. Made Ayu Laksmi Ratmayanti DIABETES melitus atau yang sering dikenal sebagai penyakit kencing manis merupakan penyakit menahun yang akan disandang seumur hidup. Pada diabetes melitus terjadi gangguan pada insulin sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat. Salah satu komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi pada penderita diabetes adalah luka kaki diabetik. Luka kaki diabetik adalah luka kronik pada daerah di bawah pergelangan kaki, yang meningkatkan angka kesakitan dan mengurangi kualitas hidup pasien. Luka kaki diabetik memiliki risiko infeksi yang terjadi hampir setengah dari penderita luka kaki diabetik dan tak sedikit dari kondisi tersebut yang memerlukan amputasi. Jika sudah dilakukan amputasi maka akan sangat memengaruhi kualitas hidup penderita diabetes. Terbentuknya luka kaki diabetik pada penyandang diabetes melitus terjadi oleh karena tingginya kadar glukosa dalam darah sehingga menyebabkan gangguan saraf perifer dan gangguan pembuluh darah perifer. Faktor penting lain yang berperan adalah infeksi,

kelainan biomekanik, pembentukan kalus (mata ikan) pada telapak kaki, usia dan kontrol gula darah yang buruk. Gangguan saraf perifer merupakan penyebab tersering dari timbulnya luka pada kaki diabetik. Gejala yang dirasakan, yaitu perubahan atau kehilangan sensasi pada kaki dan tungkai sehingga penderita tidak menyadari adanya luka atau trauma pada kaki dan pada akhirnya luka tersebut tidak terawat sampai dapat terinfeksi. Contohnya termasuk luka tusukan saat berjalan tanpa alas kaki dan luka bakar. Gejala lain dari gangguan saraf adalah berkurangnya produksi keringat disertai dengan kulit kering dan rapuh yang berisiko lebih tinggi mengalami keretakan dan pembentukan luka-luka kecil. Luka kaki diabetes merupakan luka kronis yang sulit sembuh akibat dari berkurangnya aliran darah ke daerah luka. Pemeriksaan kaki dan perawatan kaki merupakan hal yang penting dilakukan untuk dapat mencegah terjadinya luka ataupun infeksi pada kaki diabetik. Jika terdapat gejala-gejala tersebut, sangat disarankan untuk melakukan

pemeriksaan dan perawatan luka ke dokter. Penanganan luka kaki diabetik memerlukan penanganan yang menyeluruh, yaitu pengendalian kadar glukosa darah, pengendalian infeksi, pengendalian luka dengan pembuangan jaringan terinfeksi dan jaringan mati secara teratur, mengurangi tekanan pada kaki. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya luka kaki diabetik yaitu, selalu berjalan dengan alas kaki, periksa kaki setiap hari dan laporkan bila tampak kelainan seperti disebutkan sebelumnya, periksa alas kaki dari benda asing sebelum memakainya, selalu menjaga kaki dalam keadaan bersih, tidak basah, mengoleskan krim pelembab pada kulit kaki yang kering, potong kuku secara teratur, keringkan kaki dan sela-sela jari kaki secara teratur setelah dari kamar mandi, gunakan kaos kaki dari bahan katun yang tidak menyebabkan lipatan pada ujung-ujung jari kaki, sepatu tidak boleh terlalu sempit atau longgar, jangan gunakan hak tinggi, hindari penggunaan bantal atau botol berisi air panas/batu untuk menghangatkan kaki. (ad469)

Tabanan (Bali Post) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan menghentikan layanan kunjungan bagi keluarga warga binaan setempat. Keputusan tersebut diambil untuk menghindari penyebaran penularan virus Corona. Kepala Lapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, penutupan layanan kunjungan dimulai sejak Selasa (17/3) sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 mendatang. Kunjungan akan dibuka kembali pada tanggal 1 April 2020 mendatang. Dikatakan, upaya ini untuk melindungi seluruh warga binaan dari virus Corona yang sudah menjadi pandemi global. Apalagi penghuni Lapas Tabanan saat ini berjumlah 198 orang yang tentunya penyebarannya berpotensi sangat cepat karena mereka berada dalam satu areal blok kecil. Antisipasi lainnya, lanjut Murdiana, pihaknya juga telah menyediakan hand sanitizer di pintu masuk utama Lapas

Tabanan serta thermometer infrared untuk mendeteksi suhu tubuh pegawai dan warga binaan. Pihaknya juga menyediakan bak cuci tangan dilengkapi sabun di tiap blok warga binaan. ‘’Begitupun untuk penyemprotan disinfektan juga rutin akan kami jadwalkan tiap hari, seperti di terali besi yang berisiko sebagai penyebaran virus dan areal kawasan lapas,’’ terangnya. Tidak ketinggalan pula, kesiapan tenaga kesehatan di klinik lapas, dengan dua orang dokter dan dua orang perawat untuk mendeteksi kesehatan warga binaan dan pegawai lapas. ‘’Sejauh ini kondisi seluruh warga binaan masih sehat,’’ terangnya. Terkait penutupan sementara kunjungan bagi keluarga warga binaan, kata Murdiana, sebelumnya sudah disampaikan pada masyarakat dan warga binaan. ‘’Artinya, kebijakan ini sudah dapat dipahami, karena dikhawatirkan jika terjangkit akan menjadi masalah besar di sini. Apa-

Bali Post/kmb28

MENGECEK - Petugas kesehatan di Lapas Tabanan saat mengecek suhu tubuh para warga binaan dengan thermometer infrared, Selasa (17/3) kemarin. lagi, kondisi hunian memang over kapasitas dari kapasitas hunian hanya 47 warga binaan, kenyataannya saat ini di angka 198 orang,’’ katanya. Selain menutup kunjungan, sejumlah kegiatan dengan mengundang pihak eksternal yang melibatkan orang luar juga ditiadakan atau ditunda untuk sementara. Misalnya, kegiatan kerohanian dari pihak gereja, masjid, dan kegiatan yoga. ‘’Kegiatan pembinaan di

dalam lapas tanpa melibatkan pihak eksternal tetap kami laksanakan,’’ ujarnya. Menurut Murdiana, pihak Lapas Tabanan masih memberikan permakluman bagi kunjungan keluarga warga binaan yang sifatnya urgent. Misalnya, penandatanganan dokumen seperti surat pindah domisili, BPJS atau lainnya. Hanya saja tetap diusahakan tidak bertemu atau kontak langsung. (kmb28)


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Politik

Antisipasi Covid-19

Dewan Sepakat Tunda Seluruh Jadwal Kegiatan Bulan Maret

LEMBAGA DPRD Klungkung juga bersikap terhadap dampak wabah Covid-19. Ini sebagai tindak lanjut dari intruksi pemerintah pusat dan Surat Edaran Gubernur Bali Tentang Panduan Tindak Lanjut Pencegahan dan Penyebaran Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, A.A. Gde Anom, langsung memimpin rapat banmus yang dihadiri anggota Banmus DPRD Kabupaten Klungkung, Selasa (17/3) pagi. Dalam rapat tersebut, pihaknya memutuskan menunda semua kegiatan yang sudah dijadwalkan bulan Maret, yakni sampai 30 Maret 2020. Dia meminta agar seluruh anggota melaksanakan tugas-tugas dari rumah secara online. Keputusan ini dibuat sebagai upaya bersama-sama mencegah penularan Covid-19. ‘’Kami tentu harus mengikuti arahan pemerintah pusat maupun daerah. Sekarang yang terpenting adalah ikut berkontribusi mencegah penyebarannya,’’ katanya. Anom menambahkan,

TURUNKAN PENUMPANG - Fast boat saat sandar untuk menurunkan penumpang. Nampak kunjungan wisman masih sepi.

DARI RUMAH - Lembaga dewan saat menggelar rapat dan memutuskan agar bekerja dari rumah. kini saatnya mengobservasi dan mendeteksi diri beserta keluarga, serta bersamasama mencegahnya demi diri sendiri, keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Dia juga mengajak seluruh masyarakat mematuhi surat edaran tersebut untuk keselamatan bersama. ‘’Kita semua dapat terhindar dari virus ini, asalkan kita mentaati semua arahan dan SOP Kementerian Kesehatan,’’ tegasnya. Ada beberapa kegiatan ditunda, setelah para anggota dewan diputuskan bekerja dari rumah. Antara

lain, agenda penyampaian LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban) Bupati Klungkung 2019 dan sejumlah agenda rapat kerja. Karena agenda ini dapat menimbulkan kerumunan dan rentan terjadi meningkatan kontak antarorang. Sebab, seluruh pimpinan OPD harus hadir. Sementara kegiatan yang biasa dilakukan di kantor akan dikerjakan dengan sistem online. Anom berharap situasi ini segera pulih agar kegiatan masyarakat maupun kegiatan pemerintah dapat kembali normal. (ad475)

Cekcok dengan Istri, Sudiana Bunuh Diri Bangli (Bali Post) – Seorang warga di Banjar Gunaksa Kelurahan Cempaga tewas bunuh diri di rumahnya, Selasa (17/3) dini hari. Korban I Nengah Sudiana (35) diduga nekat mengakhiri hidupnya lantaran sempat cekcok dengan istrinya. Dari rumah korban, polisi menyita plastik berisi sisa cairan zat berbahaya yang diduga digunakan untuk bunuh diri. Kejadian bunuh diri itu pertamakali diketahui kakak ipar korban, Ni Ketut Dapur (67). Awalnya sekitar pukul 01.00 Wita, saksi mendengar suara orang batuk-batuk. Penasaran, saksi kemudian keluar dari kamarnya hendak mencari tahu sumber suara tersebut. Betapa terkejutnya, saksi mendapati korban sudah tergeletak di teras rumahnya. Melihat kejadian itu, saksi selanjutnya membangunkan Ni Wayan Surmin (57), kakak korban, untuk meminta bantuan. Oleh keluarganya, korban kemudian digotong ke dalam kamarnya. Nahasnya korban sudah tidak bernyawa. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, dikonfirmasi mengatakan kasus bunuh diri di Banjar Gunaksa Kelurahan Cempaga itu telah ditangani Polsek Bangli. Polisi telah melakukan olah TKP dan membawa korban ke RSU Bangli guna penanganan lebih lanjut. ‘’Cairan zat itu akan diperiksakan di

Semarapura (Bali Post) -

Kabar adanya wisatawan mancanegara (wisman) eksodus ke Bali dari Gili Trawangan, membuat pengelola objek wisata mulai meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya, di wilayah kepulauan Nusa Penida. Tetapi, sejauh ini nampak belum ada peningkatan signifikan terhadap nilai kunjungan. Nusa Penida masih sepi dari kunjungan wisman, setelah terdampak isu Covid-19. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta, dihubungi Selasa (17/3) kemarin mengatakan kunjungan wisman ke Nusa Penida itu masih normal. Artinya, belum bisa naik lagi setelah sempat terpuruk akibat dampak Covid-19. Ini terlihat dari kunjungan ke objek-objek wisata di Nusa Penida yang belum memperlihatkan lonjakan signifikan. Sebagaimana data Dinas Pariwisata Klungkung, data pengunjung ke Nusa Penida yang dipantau dari delapan Pos Lokasi Pemungutan Re-

tribusi, per 15 Maret, menunjukkan hanya 470 orang. Sementara data per 1 Maret juga kecil, hanya 615 orang. Artinya, kunjungan wisman terus menunjukkan tren penurunan. Padahal, bila dibandingkan data kunjungan sebelum Covid-19 mewabah, dilihat dari sepanjang Januari 2020, total kunjungan wisman sebanyak 56.425 orang dengan nilai pendapatan sebesar Rp 1.385.545.000. Ini masih tergolong tinggi. Penurunan mulai sangat terlihat setelah memasuki Februari menjadi

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mensinergikan setiap OPD untuk antisipasi penanganan Covid-19. Khususnya dalam mengefektifkan anggaran, agar semua terkoordinasi dengan baik. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Selasa (17/3) kemarin mengatakan, penanganan di lapangan masih bisa diatasi dengan pos anggaran di setiap OPD masing-masing. Pemkab Klungkung sejauh ini belum menyentuh dana tak terduga, karena wabah Covid-19 ini belum dinyatakan sebagai bencana di Klungkung, meski pemerintah pusat sudah menyatakan sebagai bencana nasional. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Selasa (17/3) mengatakan, Bupati Klung-

kung Nyoman Suwirta sudah melakukan rapat koordinasi dengan Satgas Penanggulangan Covid-19. Instruksi ini dalam rapat tersebut juga sudah diteruskan masing-masing OPD melalui rapat staf lengkap. DPA sudah diatur agar ada anggaran untuk pengadaan alat-alat kebersihan. “Anggaran di setiap OPD itu agar dimaksimalkan. Kalau kurang, pada rekening anggaran yang masih bisa digeser, bisa dilakukan untuk pengadaan cairan antiseptik maupun disinfektan,” katanya. Kalau pos anggaran ini sudah habis, Sekda Winastra menegaskan setiap OPD boleh memakai pos rekening ‘bahan sampai habis’ untuk menunjang pembelian sarana yang dibutuhkan untuk antisipasi.

22.031 orang, dengan jumlah pendapatan juga anjlok menjadi Rp 549.415.00. Saat ini, dikatakan, tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah daerah dalam hal promosi pariwisata. Karena semua pihak kini sedang fokus dalam upaya pencegahan, untuk mempersempit ruang gerak wabah Covid-19. Karena itu, banyak kegiatan dihentikan selama 14 hari ke depan. Meski demikian, menyikapi eksodus wisman dari Gili Trawangan ini, Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Suapatni

sebagai Sekretaris Satgas Penanggulangan Covid-19 di Klungkung, Selasa kemarin mengatakan bahwa setiap kedatangan wisman ke Nusa Penida, sudah dilakukan screening sebagai langkah awal pencegahan. Sejauh ini, cara ini berjalan cukup efektif. Dia belum memutuskan, apakah akan melakukan pengetatan proses screening dengan penambahan petugas. Sebab, lonjakan kunjungan wisman juga belum terlihat. ‘’Saya belum dapat infonya. Kalau nanti ada lonjakan kunjungan, pasti Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Kalau memang ada peningkatan kunjungan, nanti petugas screening-nya diatur, bukan ditambah,’’ katanya. (kmb31)

Klungkung Belum Gunakan Dana Tak Terduga

Bali Post/ist

BUNUH DIRI - Polisi mendatangi rumah korban bunuh diri di Banjar Gunaksa, Kelurahan Cempaga. Lab Forensik Polda Bali untuk mengetahui kandungannya,’’ ungkap Sulhadi. Motif korban nekat bunuh diri, diduga masalah keluarga. Korban sempat cekcok dengan istrinya, lantaran saat dijemput di rumah asalnya, istrinya tak mau rujuk dan pulang lagi. (kmb40)

Lintas

Gede Putu Winastra Sejauh ini, Sekda Winastra menegaskan, Pemkab Klungkung belum memanfaatkan dana tak terduga sebesar Rp 500 juta. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada,

menambahkan meski secara nasional sudah ditetapkan sebagai bencana nasional, tidak serta merta langsung diikuti status serupa di daerah. Status bencana di setiap daerah, dikembalikan kepada daerah masing-masing. Menurutnya, kalau di Klungkung, sejauh ini belum ditemukan adanya korban positif Covid-19, apalagi korban jiwa. Sehingga belum ditetapkan status bencana. Sekda Winastra menambahkan, ketika harus memanfaatkan dana tidak terduga, tetapi dana tak terduga itu juga tidak mencukupi untuk penanganan Covid-19 di lapangan. Karena itu, setiap OPD bisa melakukan perubahan kegiatan lain untuk mendukung kegiatan penanganan Covid-19 itu. (kmb31)

Dikeluhkan Warga

Widia Kapolsek Susut, Sertijab di Pura

Bali Post/ist

SERTIJAB - Acara pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara serah terima jabatan (sertijab) di Pura Giri Bratha Polres Bangli, Selasa (17/3) kemarin.

POLRES Bangli, Selasa (17/3) pagi mengadakan serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Susut. Berbeda dari biasanya, sertijab kali ini diadakan di Pura Giri Bratha Polres Bangli. Sertijab juga hanya dihadiri pejabat utama, Kapolsek jajaran dan tanpa protokoler. Digelarnya sertijab di dalam pura dimaksudkan mencegah adanya penyebaran virus Corona. Dengan dilaksanakan di pura dapat mengurangi interaksi sosial dengan banyak orang. Sertijab Kapolsek Susut dipimpin Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan. Berdasarkan Surat Telegram Kapolda Bali Nomor : STR/ 147/ II/KEP/2020 tanggal 26 Februari 2020, AKP I Made Ariawan yang selama ini menjabat Kapolsek Susut kini resmi digantikan AKP I Made Gede Widia Adnyana, yang sebelumnya menjabat Panit 2 Unit 3 Subdit I Ditkrimsus Polda Bali. Dalam acara sertijab, AKP I Made Ariawan tidak dapat hadir karena sedang melaksanakan tugas di luar negeri sebagai pasukan PBB. (kmb40)

Cegah Sebaran Corona

Desa Wisata Penglipuran Tutup Sementara DESA Wisata Penglipuran ditutup sementara selama dua minggu ke depan. Langkah itu diambil Desa Adat Penglipuran sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan desa adat setempat. Desa wisata yang dikenal dengan kebersihan dan bangunan tradisionalnya itu tutup mulai 18-30 Maret. Meski baru ditutup sejak Rabu (18/3), namun pantauan Selasa (17/3) pagi kemarin desa wisata itu sudah tampak lengang. Hanya ada beberapa orang wisatawan yang lalu-lalang di sana. Lalu apakah alasan mendasar Desa Adat Penglipuran menutup objek wisatanya padahal per hari bisa masuk Rp 12 juta? Bendesa Adat Pengelipuran I Wayan Supat dalam kebijakannya tidak menerima kunjungan wisatawan selama tanggal 18-30 Maret ini ber-

Wisman Eksodus ke Bali Nusa Penida Masih Sepi

dasarkan keputusan hasil paruman krama Desa Adat Penglipuran, Senin (16/3) tentang pencegahan penyebaran virus Corona di lingkungan

TAMPAK LENGANG - Suasana Desa Wisata Penglipuran yang tampak lengang.

Desa Adat Penglipuran. Langkah ini juga sebagai tindak lanjut surat edaran (SE) Gubernur dan Bupati, tentang panduan tindak lanjut terkait penyebaran virus Corona. Walaupun dalam SE Gubernur dan SE Bupati Bangli secara eksplisit tidak ada imbauan menutup atau tidak menerima kunjungan, kata Supat, dalam SE itu pemerintah mengimbau agar mengurangi kegiatan yang bersifat menimbulkan keramaian. Seperti pelatihan, FGD, dan kegiatankegiatan lain yang melibatkan orang banyak. “Dengan adanya imbauan itu kami sering bersentuhan dan komunikasi dengan orang banyak di objek wisata ini, wajib mencegah dan melindungi warga kami khususnya di Penglipuran. Karena itu kami di Desa Adat Penglipuran sepakat menutup sementara atau tidak menerima kunjungan yang datang ke Penglipuran,” terangnya. Penutupan itu pastinya bagi Desa Penglipuran akan menghilangkan pendapatan dari retribusi wisata. Disebutkannya, per harinya angka kunjungan wisatawan di Penglipuran bisa mencapai 700 orang dengan nilai Rp 12 - 13 juta. (ina)

Distop Sementara Perekaman E-KTP Gianyar (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menghentikan sementara layanan perekaman e-KTP. Hal ini dilakukan dalam upaya memutus penyebaran Covid-19, dengan membatasi layanan yang berpotensi menimbulkan sentuhan langsung. Kondisi ini langsung saja mendapat keluhan sejumlah warga yang ingin mendapat pelayanan. Kepala Disdukcapil Gianyar Putu Gede Bayangkara mengungkapkan, penghentian sementara layanan perekaman e-KTP dan tanda tangan tersebut, didasarkan surat edaran Gubernur Bali dan Bupati Gianyar terkait antisipasi penyebaran virus Covid-19. Nah sesuai hasil rapat sejumlah pelayanan tetap berlangsung. Seperti

pencetakan e-KTP, perpindahan penduduk, perubahan status, pembuatan akta hingga KIA. “Petugas tidak bisa melakukan pelayanan yang bersentuhan langsung, seperti perekaman dan penandatanganan berkas. Kecuali bersifat urgen,” jelas Bayangkara, Selasa (17/3) kemarin. Bayangkara menjelaskan perekaman e-KTP dinilai berisiko adanya sentuhan langsung antara pemohon dengan petugas. Termasuk pula penandatanganan, yang mengharuskan adanya tatap muka. Dikatakan, kondisi ini berlangsung selama 14 hari ke depan. “Maka itu kita tunda sementara perekaman dan tanda tangan, demi memutus mata rantai penyebaran virus, sesuai anjuran pusat,” jelasnya.

DISINFEKTAN - Terlihat suasana penyemprotan disinfektan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gianyar, Selasa (17/3) kemarin. Bhayangkara mengakui pembatasan layanan ini akan menuai keluhan dari masyarakat. Sebab, per harinya masyarakat pemohon layanan berkisar antara 400 sampai 500 orang. “Komplain pasti banyak, tapi ini upaya demi kebaikan bersama,” jelasnya.

Ditambahkan, ratusan pemohon tersebut, diakui beberapa di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Bahkan, diakui, dirinya sempat waswas ketika kedatangan pemohon tanda tangan dari WNA asal Jepang, Senin (16/3). (kmb35)


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Agama Senator RI Persilakan Kejaksaan Negeri Badung Turun ke Mengwi

Dukung Eksistensi Ashram Hindu Sri Krisna di Mengwi Wedakarna Ingatkan Pancasila dan Pasal 29 UUD 1945

KEBERPIHAKAN wakil rakyat Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap eksistensi desa adat di Bali tentu tidak bisa diragukan lagi. Masih ingat perjuangan pendaftaran desa adat di Bali pada pascapenetapan UU Desa tahun 2014, justru Senator Arya Wedakarna saat itu berkeliling di seluruh Bali bersama anggota DPR-RI untuk meminta kepada bupati/wali kota untuk mendaftarkan desa adat sebagai pilihan desa sesuai batas waktu saat itu. Tetapi akhirnya sejarah mencatat gubernur saat itu dan bupati–bupati saat itu, di Bali saat itu lebih memilih ‘’desa dinas’’ dan mengorbankan kepentingan desa adat. Dan kekecewaan para tokoh peduli desa adat saat itu terobati dengan lahirnya produk Perda No.4 Tahun 2019 tentang Desa Adat yang telah disahkan Gubernur dan DPRD Bali saat ini. Namun jika berkaitan dengan hak asasi manusia khususnya kebebasan beribadah dan beragama termasuk pada penghayat kepercayaan, maka DPD-RI sebagai pengawas UU dan konstitusi tentu tidak akan main-main dalam menegakkan aturan sebagai kasus yang terjadi di Desa Werdhi Bhuwana, Mengwi, Badung. Hal ini disampaikan Senator AWK saat menerima rombongan Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung di Kantor DPD-RI di kawasan Renon. Adapun maksud tujuan kehadiran Kejari adalah untuk menggali informasi terkait dengan masalah penolakan perpanjangan surat domisili di Mengwi, Badung, termasuk meminta pendapat dari Senator AWK sebagai Komite I Bidang Hukum DPD-RI serta PPUU. Terkait hal itu, Senator AWK menyampaikan apresiasinya karena peran dari Kejaksaan sudah proaktif berkomunikasi dengan lembaga negara

Singaraja (Bali Post) -

INTERNASIONAL – Senator RI Dr. Arya Wedakarna (Komite I Bidang Hukum) saat menerima audiensi aparat Kejaksaan Negeri Badung yang dipimpin Waher Tulus Jaya Tarihoran (Kasi Intelijen Kejari) di Kantor DPD-RI. DPD-RI. Ia berharap agar pola komunikasi antarlembaga itu bisa menjadi contoh teladan yang baik. ‘’Tadi kita sudah berbagi informasi terkait peran Kejaksaan yang ingin menjadi ‘mediator’ masalah penolakan perpanjangan surat domisili. Dan tentu saja acuannya adalah UU Kependudukan dan Tata Pemerintahan Desa, termasuk UU Otonomi Daerah. Silakan saja ada oknum adat yang menolak keberadaan ashram, tetapi acuan kita adalah Pancasila dan UUD 1945. Bahwa siapa pun warga negara Indonesia yang percaya Tuhan apakah melalui media agama, media aliran kepercayaan baik lokal dan dunia, ya harus dilindungi. Dan tidak boleh desa menolak keberadaan kelompok orang yang percaya pada Tuhan. Apalagi Ashram Sri Krisna ini kan sudah saya kunjungi beberapa kali dan kita lihat ada ajaran Hindu Dharma di sana. Ada Kitab Suci Weda di sana dan semua umat yang datang dari seluruh Bali adalah warga adat di desa masing–masing dan KTP-nya Hindu. Mereka semua cinta Pancasila. Jadi untuk apa dimasalahkan? Yang perlu dimasalahkan itu adalah HTI dan Khilafah yang akan mendirikan negara agama. ‘’Bukan saudara

Hindu yang belajar Weda ya. Sudah saya jelaskan,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun menyampaikan keputusan tentang larangan ajaran Krisna yang katanya dikeluarkan oleh Kejaksaan di tahun 1984 itu telah dicabut dan jangan ada lagi yang memasalahkan. ‘’Saya sudah rapatkan di Mengwi dan periksa berkas, bahwa Ashram Krisna ini legal, terdaftar di Kemenkum HAM RI, sudah berdiri dua puluh tahun, Dharma Adyaksa PHDI Pusat saat itu Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (alm) juga memberikan dukungan dan banyak sulinggih hadir di sana. Pejabat Kementerian Agama sering diundang, pejabat desa sering diundang dan yang penting surat domisili ini pernah dikeluarkan tahun 2017 dan sah. Lalu kendalanya di mana ya? Ya saya dukung jika Kejaksaan turun tangan membantu meluruskan, khususnya dalam hal tertib administrasi. Silakan majelis adat punya pandangan, tetapi dalam hal ini saya lihat Pancasilanya. Kinerja baik Kejaksaan Badung ini akan saya sampaikan ke Jaksa Agung. Saya puji,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Perdamaian UPF PBB ini. (ad474)

Kapal di Pelabuhan Padangbai Disemprot Disinfektan Amlapura (Bali Post) Otoritas Pelabuhan Padangabai melakukan penyemprotan cairan disinfektan terhadap kapal yang beroperasi di pelabuhan, Selasa (17/3) kemarin. Penyemprotan itu dilakukan, guna mengantisipasi penyebaran virus tersebut semakin meluas. KSOP Pelabuhan Padangbai, Ni Luh Putu Eka Suyasmin, mengatakan, penyemprotan dilakukan di tempattempat publik. Seperti di terminal yang ada di areal pelabuhan Padangbai. Terminal penumpang dan kapalkapal yang beroperasi. ‘’Selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan, kita juga melakukan pengecekan suhu tubuh para penumpang lokal maupun mancanegara,’’ ucapnya. Suyasmin menjelaskan, penyemprotan cairan itu dilakukan, sebagai langkah menyetop penyebaran kasus Covid-19 semakin meluas. Alasannya, jumlah kasus meninggal akibat Covid-19 semakin bertambah. ‘’Kita harap, dengan upaya yang dilakukan ini, mampu mencegah dan meminimalisir penyebaran virus menular itu semakin merebak,’’ katanya. Wisatawan Pascaditutupnya Gili Terawangan untuk kunjungan wisatawan, ada ribuan wisatawan asing maupun domestik yang datang ke Bali lewat Pelabuhan Padangbai,

Rumah Sakit Isolasi Covid-19 Dilengkapi 1.000 APD Pemkab Buleleng telah memfinalisasi pembuatan rumah sakit isolasi pasien suspect terinfeksi virus Corona (Covid 19). Rumah Sakit Pratama di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan itu telah dikosongkan karena akan dialihkan menjadi rumah sakit isolasi. Total anggaran yang disiapkan pemerintah dalam masa darurat virus Corona ini Rp 17 miliar. Dari jumlah itu, anggaran untuk mengoperasikan rumah sakit isolasi itu sekitar Rp 9,8 miliar termasuk alat kesehatan (alkes). Dengan anggaran itu pemerintah daerah akan membeli 1.000 stel alat pelindung diri (APD). Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) di sela-sela meninjau persiapan pengoperasian rumah sakit isolasi Covid-19, Selasa (17/3) kemarin. Bupati tidak saja melihat persiapan pembuatan rumah sakit isolasi itu, tetapi bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Direktur RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. dan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) dr. IGN Mahapramana menemui sejumlah tokoh masyarakat Desa Giri Emas. Kunjungan itu untuk meyakinkan kalau rumah sakit isolasi itu dijamin tidak mengganggu kenyamanan warga di sekitar rumah sakit. Seting ruang perawatan dan penambahan tempat pemasangan alkes, kata Bupati, ditargetkan tuntas dalam dua hari selama

seminggu ini. Setelah seting ruangan ini selesai, maka langkah selanjutnya tinggal menunggu pembelian alkes dan pemesanan APD. Diperkirakan perlu waktu satu minggu ini alkes dan perlengkapan pendukungya telah selesai dibeli. Dengan demikian, rumah sakit isolasi di Giri Emas itu bisa beroperasi merawat pasien suspect, atau kemungkinan ada pasien yang positif tertular virus Corona, maka sudah bisa diisolasi di rumah sakit tersebut. ‘’Persiapan ruangan seperti menyekat dan membuat tempat alkes dan dalam dua hari ke depan ini selesai. Tapi kita masih menunggu pembelian alkes termasuk APD baru bisa kita beli sekitar satu minggu ke depan,’’ jelasnya. Tidak cukup penyiapan alkes dan perlengkapannya,

Bupati juga melengkapi rumah sakit isolasi itu dengan kinerja SDM yang mumpuni. Dia mencontohkan, SDM yang akan mengurus gizi pasien, pihaknya memilih ahli gizi. Dengan cara ini pasien tidak saja mendapat asupan makanan sesuai protap, tetapi ditambah racikan jamu tradisional untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas - red) pasien. Perbekel Desa Giri Emas Kecamatan Sawan Wayan Sunarsa mengatakan, sejak pemerintah mengambil

kebijakan untuk merawat pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona, banyak warganya mengaku ketakutan akan terjangkit virus yang belum ditemukan obatnya itu. Setelah mendengar penjelasan detail dari pemerintah daerah, pihaknya mendukung kebijakan pemerintah dalam mencegah penularan wabah virus Corona di Bali Utara. Pihaknya juga berjanji menyosialisasikan kebijakan ini kepada setiap warganya. (kmb38)

RSUD Karangasem Batasi Jam Besuk Amlapura (Bali Post) Merebaknya kasus virus Covid-19, membuat pihak RSUD Karangasem akan mengambil langkah-langah antisipatif terkait penyebaran virus tersebut yang kian meluas. Rencananya, pihak rumah sakit menerapan aturan membatasi jam besuk dan penunggu pasien. Direktur RSUD Karangasem, I Wayan Suardana, Selasa (17/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya segera akan merumuskan pembatasan jam besuk dan penunggu pasien di RSUD Karangasem. Pembatasan itu sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit. Pihak direktur berhak melakukan pembatasan demi keselamatan pasien, petugas medis, paramedis dan masyarakat. ‘’Untuk menerapkan kebijakan itu, kita sudah melakukan rapat terkait meningkatnya skala nasional kasus Covid-19 itu. Kita juga masih melihat aturan-aturan penerapan kebijakan pembatasan jam besuk dan penunggu pasien,’’ ujar Wayan Suardana. Pembatasan jam besuk dan penunggu pasien itu dilakukan mengikuti arahan pemerintah untuk meminimalisir adanya pertemuan-

pertemuan orang dalam jumlah banyak. Sebab, hal itu rentan memicu menularkan virus Covid -19 itu. ‘’Jadi, pertemuan yang melibatkan orang banyak harus dibatasi,’’ jelasnya. Terkait kebijakan, ASN bisa bekerja dari rumah, Suardana menegaskan, sesuai keputusan Gubernur Bali, khusus layanan publik dikecualikan, mereka tetap bekerja seperti biasa. Karena, rumah sakit merupakan pelayanan publik, maka pengawai tetap menjalankan tugas seperti biasa. ‘’Kalau layanan publik menjalankan kebijakan bekerja dari rumah lalu siapa yang akan merawat pasien itu. Makanya, p e g a wa i rum a h sakit masuk seperti biasa,’’ tegas Suardana. (kmb41)

Puluhan Perusahaan Belum Buat PKB

Amlapura (Bali Post) Di Kabupaten Karangasem hingga saat ini terdapat cukup banyak perusahaan. Hanya saja, dari ratusan perusahaan yang

CEK PENUMPANG - Kadispar Karangasem saat mengecek penumpang hendak ke Nusa Penida, Selasa (17/3) kemarin. Manggis, Senin (16/3). Suyasmin mengatakan, pascaditutupnya kunjungan ke Gili Terawangan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memang cukup banyak wisatawan yang datang ke Bali lewat Padangbai. ‘’Dari data yang kita miliki, pada 16 Maret ada sebanyak 1.951 wisatawan mancanegara maupun domestik yang menyeberang lewat Padangbai dari Gili Terawangan. Sedangkan dari Padangbai ke Gili Terawangan sebanyak 568 orang. Jumlah wisatawan ke Bali

meningkat signifikan. Biasanya rata-rata penumpang turun 1.000 orang, tetapi saat ini meningkat menjadi 1.951 orang. Sebaliknya, penumpang yang naik sebelumnya 870 orang justru menurun menjadi 568 orang,’’ ucapnya. Suyasmin menambahkan, saat ini, sudah tidak ada lagi penyeberangan dari Pelabuhan Padangbaik ke Gili Terawangan. Demikian juga sebaliknya dari Gili Terawangan ke Padangbai. Penutupan itu, akan dilakukan sampai 30 Maret mendatang. (kmb41)

berdiri, puluhan perusahaan sampai saat ini belum membuat perjanjian kerja bersama (PKB). Kabid Hubungan Industrial, Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnaker & Trans) Karangasem Nyoman Alex Merta Edi mengungkapkan hal itu, Selasa (17/3) kemarin. Merta Edi menambahkan, di Karangasem terdapat 100 perusahaan yang masuk kategori besar. Dari jumlah itu masih cukup banyak yang belum memiliki peraturan tata tertib perusahaan yang mengatur kewajiban & hak antara pengusaha serta pekerja. Kata dia, peraturan perusahaan itu wajib dibuat. Tentu sesuai undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pengusaha dan pekerja harus dapat

PDP Dirawat di RSUD Bertambah DALAM satu hari terakhir ini, RSUD Buleleng menerima satu orang tambahan pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona (Covid- 19). Pasien Dalam Pengawasan (PDP) itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, Selasa (17/3) kemarin. Pasien keempat ini dijemput ambulans milik RSUD Buleleng. Lalu faktor apa yang menyebabkan PDP relatif cepat bertambah di Buleleng? Dari data yang dikumpulkan di lapangan tambahan pasien itu masuk ke IGD saat dini hari kemarin. Pasien perempuan ini mengeluh demam sejak tiga hari lalu. Dia juga mengalami batuk, pilek, terkadang mengeluh nyeri tenggorokan. Selain itu menunjukkan gejala sesak napas. Khawatir dengan kesehatannya, pasien itu kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke IGD

Bali Post/kmb38

ISOLASI - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) memastikan dalam waktu dekat ini rumah sakit isolasi pasien Covid-19 akan dioperasikan.

RSUD. Dari hasil pemeriksaan tim dokter, keluhan yang dirasakan itu dicurigai mirip gejala tertular virus Corona. Tidak ingin berisiko, tim dokter kemudian melakukan pengobatan awal di ruang Isolasi IGD RSUD. Dari tracking yang dilakukan, sebelum jatuh sakit. Pasien ini pernah bepergian ke luar negeri. Konon, dia menengok suaminya di luar

negeri yang sedang sakit. Setelah mengurus suaminya itu, pasien kemudian kembali ke Buleleng, 10 Maret 2020. Pasien itu sampai sekarang dirawat di ruang Isolasi Lely I RSUD Buleleng. Dengan tambahan pasien ini, total ada empat orang yang sudah berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dicurigai terinfeksi Covid-19. Kemarin RSUD kembali menjemput seorang pasien yang menunjukkan gejala mirip PDP lain yang sudah menjalani perawatan medis. Pasien yang juga memiliki riwayat pernah bepergian ke luar negeri karena urusan bekerja itu, adalah yang kelima dirawat di RSUD Buleleng. Hanya saja, sampai petang kemarin tim dokter masih melakukan observasi sesuai prosedur tetap (Protap)

penanganan pasien yang terinfeksi virus Corona. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS), didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, pasien yang sekarang dirawat itu kebanyakan pernah memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri. Riwayat perjalanan itu ada yang karena bekerja dan ada juga karena kepentingan lain. Dari pengalaman itu, Bupati menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja. Ini penting untuk mendapatkan data akurat terkait naker asal Buleleng yang kembali ke Buleleng dan yang masih ada di luar negeri. Menghindari hal-hal yang tidak

diinginkan, keberadaan para naker ini harus ditelusuri untuk memastikan kondisi kesehatan mereka di tengah merebaknya wabah Covid-19. “Rata-rata mereka memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri menjadi pekerja. Saya khawatir masih ada yang di luar negeri dan yang sudah pulang ke Buleleng karena di luar negeri wisatawan sepi. Kalau tidak ditelusuri takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. Khusus naker dari daerahnya yang memiliki riwayat tinggal di luar negeri itu kata Bupati harus diawasi dalam satu areal seperti tempat karantina. Ini bukan mendiskriminasi pekerja yang baru datang dari luar negeri. Tetapi lebih pada mencegah kemungkinan penyebaran Covid-19 di daerahnya. (mud)

hak sama. ‘’Dari jumlah perusahaan itu, yang sudah membuat perjanjian kerja bersama (PKB) baru 26 perusahaan. Sedangkan, sisanya lagi 74 perusahaan, hingga kini belum membuat peraturan PKB. Perusahaan ini lebih banyak di sektor pariwisata. Tetapi, perusahaan yang tak membuat peraturan itu didominasi sektor kerajinan,’’ ucapnya. Perusahaan yang sudah wajib membuat PKB itu kata Merta Adi, adalah perusahaan yang mempekerjakan buruh minimal 10 orang.

Perusahaan itu memang wajib membuat peraturan perusahaan. Alasannya, menyangkut perjanjian kerja pengusaha dengan karyawan. Hal itu sebetulnya menjamin keseimbangan hak serta kewajiban para pekerja dan pengusaha. ‘’Kalau peraturan perusahaan tidak dibentuk, otomatis pengusaha akan semenamena memperlakukan pihak karyawan. Kondisi itu, mengakibatkan cukup banyak karyawan di bumi lahar ini tidak mendapatkan jaminan sosial dan tunjangan hari tua,’’ katanya. (kmb41)


Rabu Pon, 18 Maret 2020

Pendidikan

Virus Corona Dapat Menyebar Melalui Mata Oleh: Putu Anindya Agrasidi

ORANG yang terinfeksi Virus Corona menunjukkan gejala-gejala berupa demam, batuk, dan sesak napas yang mulai muncul 2 sampai 14 hari setelah seseorang terpapar. Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus ketika batuk, bersin, ataupun berbicara dari partikel-partikel virus yang keluar melalui mulut ataupun hidungnya. Selain itu, virus juga dapat menyebar melalui air mata dari orang yang terinfeksi. Memegang air mata, bagian wajah yang terkena air mata, atau permukaan lainnya yang telah tersentuh air mata dapat menjadi jalur lain masuknya virus. Seseorang juga dapat terinfeksi dengan menyentuh sesuatu yang sebelumnya telah terpapar virus, seperti meja, gagang pintu, yang kemudian menyentuh matanya. Virus Corona dapat menyebabkan gejala mata merah atau pink eye, atau konjungtivitis, tetapi hal ini merupakan hal yang jarang. Virus dapat menyebar dengan menyentuh kotoran dari mata seseorang yang terinfeksi. Beberapa hal yang direkomendasikan oleh pakar mata (AAO, American Academi of Ophtalmology) untuk mengurangi risiko terinfeksi, yaitu dengan sesering mungkin mencuci tangan, hindari menyentuh mulut, hidung,

dan khususnya bagian mata. Sebaiknya pengguna lensa kontak beralih menggunakan kacamata, karena pengguna lensa kontak lebih sering menyentuh mata. Menggatinya dengan kacamata dapat mengurangi iritasi, dan juga membuat jeda sebelum memegang mata. Dengan menggunakan kacamata koreksi (rabun jauh atau dekat) ataupun kacamata hitam (sungalasses), dapat menambah lapisan perlindungan dari droplet (tetesan kecil yang keluar dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi). Namun jika Anda sedang merawat orang yang terinfeksi, gunakanlah kacamata keselamatan, karena droplet masih dapat mencapai mata melalui celah sisi samping, atas, dan bawah dari kacamata koreksi maupun sunglasses tersebut. Disarankan juga untuk menghindari mengucek mata. Jika Anda merasa sangat gatal ataupun hanya untuk membenahi posisi kacamata, gunakanlah tissue daripada menggunakan jari-jari Anda secara langsung. Jika Anda terpaksa memegang mata pada alasan apa pun, bahkan saat menggunakan tetes mata, cucilah tangan Anda terlebih dahulu dengan menggunakan air dan sabun selama paling tidak 20 detik. (ad468)

Rabu, 18 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mendem Pedagingan Padudusan Alit Wraspati Kalpa Agung (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Indonesia Network Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Berita Terkini Lejel Homeshopping Berita Terkini

11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Berita Terkini Klip Bali Ocydia Home Shooping Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Folk Song Bali TV Shop Kalung Omkara Nangun Yadnya Upacara Piodalan Pura Dalem Tugu Gelgel Klungkung “Warih Sira Arya Kubontubuh”

17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Berita Terkini 22:05 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Berita Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Chanel

BI Pastikan Uang Dikarantina Sebelum Diedarkan Kembali Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) per Selasa (17/3) kemarin mempekerjakan karyawannya dari rumah atau work from home (WFH). Namun, Bank Indonesia KPw Bali tetap berkantor seperti biasa. Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho membenarkan karyawan bekerja dari rumah sesuai pedoman dari kantor pusat. Sedangkan kantor BI di daerah disesuaikan dengan kondisi di masingmasing daerah. ‘’Hari ini kami berkantor seperti biasa,’’ ujarnya, Selasa kemarin. Meski berada di rumah,

para karyawan tetap bekerja. Bahkan di kantor pusat pun tidak semua WFH. Namun dipilah fungsi atau karyawan yang bisa bekerja dari rumah. BI KPw Bali baru mendapat informasi tadi malam Senin (16/3), sehingga hari ini bekerja seperti biasa. ‘’Kami baru dapat info semalam dari pusat, kami

Sementara itu, Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengimbau masyarakat Bali memperhatikan sejumlah hal pada saat melaksanakan rangkaian upacara melasti, tawur, dan pangerupukan yang disertai dengan pengarakan ogohogoh. Di antaranya membatasi jumlah peserta yang ikut dalam prosesi dan menerapkan PHBS. ‘’Para pemangku agar menggunakan pany-

iratan yang sudah bersih untuk nyiratang tirta kepada krama,’’ imbuhnya. Desa Adat Pada SE Bersama itu, disebutkan, khusus kepada umat Hindu di Bali, kegiatan Melasti dilaksanakan dengan memperhatikan sejumlah hal. Di antaranya, bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan segara, melasti dilakukan di pantai. Bagi desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan danau, melasti di

Kini muncul wabah virus Corona. Seorang Rene Descartes yang hidup pada masa 1596-1650, dengan pemikirannya yang terkenal dengan judul ‘’I think therefore I am’’. Esensi dari pendapatnya adalah dengan berpikir yang jernih masalah pasti dapat diatasi. Maka dari itu, tindakan optimal dan kerja keras mesti dilandasi oleh pikiran yang jernih.

Krama Bali yang melakoni hidup berdasarkan pengalaman, yang menurut istilah Bung Karno ‘’School of Life’’, tentu akan melihat dan berpikir tentang kejadian-kejadian yang pernah dilakoninya. Peristiwa Puputan Badung tahun 1906 yang menelan banyak korban yang menyebabkan masyarakat Eropa ribut. Ditambah lagi meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 yang menyengsarakan masyarakat Bali. Dilanjutkan dengan G-30-S/PKI

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

KEHILANGAN

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Cr Staf money Changer (Pria) Hb.08123636456,085100453973

Dicr Administrasi Paket Kilat “Lion Parcel” Jln.Hasanudin No.52 Dps - Bali WA:0818306009

Fortuner VRZ 2017 Diesel Putih Matic 081338792492

Djl Tnh Kav Jl.Sekar Tunjung & Penamparan 0811398086 / 245460

Hlg BPKB No.H05654482-O DK 8080 FU,An.Ni Ketut Nariani

B.BP.001.03.20.0000472

B.BP.001.03.20.0000432

We Are Luxury Villa Sanur Looking for candidate Engineering/ Maintenance,Housekeeping must be English Speaking.Contact gedeptbali@gmail.com / phone 0361-284069, 081337293191

B.BP.001.03.20.0000433

B.BP.001.03.20.0000476

B.BP.001.03.20.0000428

Dicari Sgr Staf Toko Jl.Gatsu Tengah No.1C, 087878882007

PROPERTY

B.BP.001.03.20.0000465

Dicari Staff Accounting wanita Bisa Jurnal Akuntansi.Kirim CV ke PT.CKBP Bali. Jl.Sekar Tunjung XII No.177 Denpasar

B.BP.001.03.20.0000365

Dicr Tng Pembukuan Tamatan SMK Pembukuan,Wnt.Hub:081337826202

DIJUAL TANAH

Dijual tanah 1&2 are aspek Perum Dentim, 081 337 141817

B.BP.004.03.20.0000350

B.BP.001.03.20.0000460

SERVICE

B.BP.001.03.20.0000363

PROPERTY DIJUAL RUKO

Harga Turun 2.250m Ruko2Lt SHM Cokroaminoto H.0895398988989 B.BP.033.03.20.0000473

B.BP.001.03.20.0000455

Sale Tanah di Canggu LT 1.1Are Akses Jln.6 Meter, Aspek.Hrg Global 700jt, WA:087761724888

Free

danau, dan desa adat yang wewidangan-nya berdekatan dengan campuhan, melasti di campuhan. Sementara bagi desa adat yang memiliki beji dan/atau pura beji, melasti di beji, serta bagi desa adat yang tidak melaksanakan melasti, baik di pantai, danau, campuhan maupun pura beji dapat melasti dengan cara ngubeng atau ngayat dari pura setempat. Sementara itu, jenis tambahan upakara yang digunakan di pantai, danau, beji, dan campuhan berbeda-

beda. Di pantai, misalnya, upacara yang ditambahkan berupa Banten Guru Piduka, salaran ayam, itik (bebek) dan tipat kelanan, pakelem itik katur ring Batara Baruna. Bagi desa adat yang melasti di danau, beji, ataupun campuhan mempersembahkan Caru Panglebar Sasab Merana (caru ayam ireng). Sedangkan desa adat yang melasti ngubeng utawi ngayat, mempersembahkan Caru Panglebar Sasab Merana di pangulun setra. (rin/win)

Masalah Pasti Dapat Diatasi

Dcr Tkg Serabutan Wanita, Jl. Nagasari No.98, 087878882007

Dcr T.Sipil, Account & Admin, max. 30th English Aktif. cvnusamandiribali@gmail.com

(PJPUR) selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus Corona. Trisno mengatakan uang yang telah dikarantina akan disemprot disinfektan sebelum dilakukan pengolahan dan didistribusikan kembali ke masyarakat. ‘’BI telah menetapkan langkah-langkah untuk memastikan bahwa uang rupiah yang didistribusikan kepada masyarakat adalah uang rupiah yang telah melalui proses pengolahan khusus guna meminimalisir penyebaran Covid-19,’’ jelasnya. (kmb42)

Melasti dengan Cara Ngubeng

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.001.03.20.0000466

konsolidasi di internal dulu,’’ katanya. Trisno menambahkan, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk bertransaksi menggunakan nontunai. Jika transaksi tunai harus dilakukan, agar mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang uang, mengingat di beberapa negara, ada terindikasi penularan virus lewat uang. Meski demikian, Bank Indonesia telah mengkarantina setoran uang yang berasal dari perbankan dan Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 1397 GD,No.J-03703 831 An.I Wayan Gunada B.BP.167.03.20.0000464

yang sangat menyeramkan. Setelah itu Bali merasakan kemajuan pariwisata. Sedang nikmat-nikmatnya pariwisata Bali, krama Bali diganggu oleh Bom Bali, namun Bali belum kiamat. Juga soal penyakit yang dulu dikenal dengan istilah grubug yang kemudian memunculkan istilah gotongan serta semut sedulur. Banyak korban jatuh, beriringan, beriringan para leluhur kita mengantar mereka ke peristirahatan mereka yang terakhir.

Dengan pengalaman dan semangat pikiran krama Bali, kita tidak usah panik dengan kondisi ini. Tetapi tetap waspada dan mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga kesehatan diri dengan asupan gizi seimbang, menjaga sanitasi lingkungan. Ada kalimat suci ‘’Ciwa Tatwa’’ yakni ‘’Utpeti, Stiti, Linaning dadi kita ta kerana nika’’, yang kurang lebih artinya: ‘’Lahir, hidup, dan mati ada di tangan Tuhan’’. Semoga virus Corona segera berlalu.*

B.BP.001.03.20.0000440

Hlg BPKB No.O00645 DK7081GR An.I Made Wiradana

B.BP.001.03.20.0000461

BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155

B.BP.001.03.20.0000202

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.03.20.0000400

n

Desig

Money Back Guarantee

RUPA-RUPA

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Rabu Pon, 18 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kejujuran dan Langkah Antisipasi KASUS virus Corona yang sudah menjadi hantu membuat kita semua panik. Ini semua mulai dari otoritas hingga pemerintah dan masyarakat kita yang tak jujur. Makanya sangat berbeda penanganan kasus ini di Singapura dan di RI. Apa sebabnya? Ini semua berkat ketidakjujuran. Pemerintah cenderung menutup-nutupi kasus ini dengan alasan tidak membuat kepanikan warga. Pemegang otoritas juga tak transparan ketika pasien Corona meninggal di Yogya, cepat-cepat diluruskan bukan karena Corona melainkan penyakit paru-paru dan sakit tenggorokan. Pers merasa dibohongi dengan alasan tersebut. Masyarakat kita juga tak jujur. Buktinya pasien positif Corona yang sedang diisolasi di RS mengaburkan diri. Makanya kata kunci saat kondisi begini adalah jika sudah mengalami batuk, pilek berkepanjangan disertai demam dan sesak napas kita harus jujur memeriksakan diri ke RS. Makanya kita tak 100 persen setuju meremehkan virus ini, juga tak setuju menilai virus ini berbahaya. Tak cukup doa saja, perlu langkah konkret menghindari diri dari penyebaran virus ini dengan gesekan antarmanusia. Bagi yang selamat pasti mengatakan tak ada apaapanya virus ini. Sedangkan bagi keluarga korban sangat membahayakan. Jangan sampai kita baru mengeluh setelah menjalani isolasi. Para scientist yang berkecimpung dalam hal biochemistry & biotechnology paham betul apa itu yang disebut virus. Coronavirus tidak lain dan tidak bukan adalah mould yang sangat mudah dikembangbiakkan dalam skala laboratorium, dengan temperatur/ suhu tertentu. Hanya dengan menggunakan peralatan lab sederhana (cawan petri & medium sebagai sarana pengembang biak), maka virus ini akan beranak pinak dengan sendirinya. Masa inkubasi mikro-organisme tersebut satu sampai dua minggu, bisa juga satu bulan. Semua tergantung pada medium yang disediakan. Medium yang bagus mengandung protein & asam amino tinggi. Protein & asam amino merupakan syarat dasar atau rumus pembentuk kehidupan. Dari uraian tersebut kita menilai sikap pemerintah Bali masih kompromis soal bahaya virus ini. Mereka wellcome dengan wisman, sementara negara lain sudah mengisolasi diri. Buktinya pasien positif virus Corona kini menyebar di seluruh Bali. Tulisan akademisi dari Itekes Bali yang diturunkan Bali Post Minggu (15/3) sangat beralasan. Jika virus ini masa inkubasinya dua minggu baru kentara, itu artinya kita selama ini bersentuhan secara langsung dan tak langsung dengan penderita Corona. Ini berbahaya dalam kehidupan krama Bali yang terlibat dalam acara adat massal seperti ngaben, piodalan, dll. Termasuk melasti dan pangerupukan. Namun disadari tetap ada kelompok yang meremehkan, ada yang waspada sekalipun cenderung cengeng. Yang terbaik itu adalah waspada walaupun cengeng ketimbang ampah tetapi menjadi korban berikutnya. Dokter menawarkan ada tes sederhana yang bisa kita lakukan setiap pagi. Ambil napas dalamdalam dan tahan napas selama lebih dari 10 detik. Jika Anda berhasil mengeluarkan napas dengan batuk, tidak nyaman, lelah, dan tersengal-sengal patut memeriksakan diri ke dokter.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Nyepi untuk Dunia

Sudah sepantasnyalah kita berterima kasih kepada dunia dan segala isinya yang selama ini menunjang kehidupan kita sebagai manusia. Kejadian outbreak virus Corona ini diakibatkan oleh ketidakstabilan, ketidakharmonisan elemen Tri Hita Karana. Manusia yang bijak adalah manusia yang peka membaca tanda-tanda alam, dan bertindak sesuai dengan petunjuk-petunjuk alam tersebut. Baik manusia (bhuana alit) dan alam (bhuana agung) memiliki sistem self healing, sistem untuk menyembuhkan diri sendiri, dengan membiarkan manusia dan alam kembali hidup dengan harmoni, sehingga tidak saling menyakiti. Dengan Nyepi (Self Quarantine) kita memberikan ruang dan waktu bagi individu manusia dan alam dalam arti yang luas untuk kembali ke alamiahnya masing-masing maka harmoni akan kembali tercipta sehingga dapat bersama-sama menyembuhkan diri.

POJOK

Gede Muliarta

Pasien positif Covid-19 di Indonesia semakin bertambah.

Bali Tak Boleh Lengah

Grafis : Putu Suarsana

IRONIS, Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dengan sejumlah rumah sakit internasional, tidak memiliki fasilitas memadai untuk mengantisipasi virus Corona. Uji laboratorium sampel pasien dalam pengawasan Covid-19 masih dilakukan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Netizen menyampaikan pandangannya mengenai berita ini di akun Facebook @balipost. Sebagian besar sangat menyayangkan Bali tak memiliki alat penguji virus tersebut. Apalagi, sebagai salah satu gerbang utama Indonesia, Bali masih terbuka untuk warga negara asing bahkan dari negara terpapar virus Corona sekalipun. Maka, wajar bila ada yang berkesimpulan Bali belum siap menghadapi Covid-19. Kekhawatiran netizen mau tak mau harus dijawab dengan komitmen dan kerja keras pemerintah dalam menangani virus Corona. Paling tidak dimulai dari pembatasan akses bagi WNA, jika opsi lockdown memang tidak memungkinkan. Kemudian, memastikan fasilitas dan SDM bidang kesehatan sigap menindaklanjuti laporan masyarakat. Intinya, Bali tak boleh lengah. Jangan sampai ada celah sedikit pun yang berpotensi menyebabkan virus ini merebak. Berikut komentar sejumlah netizen.

Putu Bj Sudamertha Sudah dikejar isu lockdown, ini baru ancang-ancang mengajukan alat tes. Seandainya cepat tanggap, pinjam ke Tiongkok atau minta ke WHO pun pasti akan dibantu. Sudah KLB tingkat dunia. Semoga bapak sehat-sehat saja. Wasakiss Nym Trus buat apa bentuk Satgas jika tanpa dilengkapi alat pantau dan alat tes virus tersebut? Sugama Komang Dalam situasi seperti ini tidak ada gunanya berdebat saling menyalahkan. Sekarang yang terpenting lindungi diri kita dan keluarga saja.

Made Wira Sanjaya Itu Gili katanya ditutup, ini Bali masih nerima tamu. Kurang gereget kayak kepala daerah lain kayaknya. Nyawa rakyatnya mungkin kurang harganya.

Rudi Ana Kayaknya pemimpin Bali tidak disiapkan jadi pemimpin dalam keadaan darurat. Itu uang bansos tutup dulu pakai beli alat pendeteksi dan siapkan obat-obatan Corona, kayaknya lebih bermanfaat. Nyoman Rudita Berapa ya kira-kira harga atau biaya untuk tester Covid-19? Masak pemerintah enggak bisa beli atau membiayai? Pariwi-

sata begitu banyak memberikan income kepada pemerintah daerah dan pusat! Bali merupakan pintu gerbang masuknya wisman, itu artinya Bali punya peluang besar buat penyebaran. Hendaknya pemerintah daerah sudah siap siaga dari sekarang. Astungkara kita semua diberikan kerahayuan dan dijauhkan dari pandemi Covid-19. Putu Bj Sudamertha Apakah berarti memang Bali belum siap untuk observasi, mencegah, merawat dan menangani suspect dan orang yang terjangkit Covid-19? Made S Wijaya Bukan memperkeruh suasana, yang saya ingin tahu apakah memang tidak ada kasus

atau kita tidak bisa mendeteksi, itu intinya. Shrie-wati Oh begitu, bagaimana dengan penanganan jika sampai terjadi lonjakan pasien? Semoga sudah siap. Wayan Sari Sudah dua bulan ada kasusnya, sampai sekarang belum ada alatnya, miris. Malah melakukan promo tiket. Apa enggak mikir ada wabah? Hyang Widhi Wasa, semoga semua rahayu, ampuni hamba ini. Wasakiss Nym Ini yang membuat masyarakat resah. Bandara, pelabuhan, pintu masuk wisatawan diambil tindakan apa?

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Panji Lestarikan Sejarah DESA Adat Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng yang memiliki 14 banjar adat, dikenal sebagai tanah kelahiran Raja Buleleng Ki Anglurah Pandji Sakti. Sebagai bukti, di Desa Adat Panji terdapat peninggalan sejarah mulai dari Pura Pajenengan Ki Anglurah Pandji Sakti hingga Monumen Perjuangan Bhuana Kertha. Warisan leluhur itu mendorong Desa Adat Panji memprogramkan pengembangan wisata sejarah yang dikombinasikan dengan wisata pemandangan alam. Selain potensi itu, Desa Adat Panji menyimpan pemandangan alam indah dan kawasan hutan dan peninggalan pura yang layak dikembangkan sebagai wisata spiritual. Klian Desa Adat Panji, Gusti Ketut Susila Dharma, Selasa (17/3) kemarin mengatakan, keberadaan warisan leluhur Raja Buleleng itu kondisinya sekarang masih terawat. Belakangan, beberapa kelompok masyarakat gencar melakukan pengembangan pariwisata sejarah. Mendukung hal itu, sejalan dengan program di desa adat yang sudah disusun, maka potensi wisata sejarah itu akan dikelola dengan optimal. Dengan kerja sama semua komponen pemerintahan, dirinya optimis kalau warisan leluhur pendiri kota Singaraja itu akan tetap lestari sebagai media edukasi kepada generasi muda dan menjadi daya tarik wisata di Den Bukit. ‘’Sudah mulai

dikembangkan dan program kami melalui BUPDA nantinya akan mengelola wisata sejarah yang dikombinasikan dengan keindahan alam di wewidangan desa adat,’’ katanya. Selain pariwisata, Gusti Ketut Susila Darma menyebut satu potensi yang tidak dimiliki daerah lain adalah keberadaan permainan tradisional Magoak-goakan. Permainan ini adalah warisan budaya Raja Buleleng Ki Anglurah Pandji Sakti. Permainan ini memiliki taksu ketika raja ketika akan berperang menaklukkan Kerajaan Blambangan. Untuk itu, sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, pihaknya memasukkan program pelastarian budaya Magoak-goakan dalam program yang akan dibiayai dana APBD Bali Rp 300 juta per tahun. Program ini dirancang untuk lebih menanamkan rasa bangga dan mencintai permainan peninggalan leluhur agar tidak terkubur zaman. Selain itu, permainan ini menjadi salah satu atraksi budaya yang berpotensi untuk menarik minat kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga akan mem-

- Kewaspadaan makin bertambah. *** Pemda Bali imbau pengarakan ogoh-ogoh cukup di banjar. - Penting untuk dilaksanakan. *** Masa darurat Covid-19 diperpanjang sampai 29 Mei. - Paceklik makin panjang. Bali Post/mud

MAGOAK-GOAKAN - Permainan Magoak-goakan warisan Raja Buleleng Ki Anglurah Pandji Sakti keberadaannya tetap lestari.

beri kesejahteraan bagi krama desa adat. ‘’Sudah pasti kami mendukung dan sesuai pembagian baik pawongan, prahyangan, dan palemahan kucuran dana dari Pemprov Bali itu akan kita manfaatkan untuk pelestarian budaya permainan Magoak-goakan,’’ jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

Gusti Ketut Susila Darma


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 18 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu