terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 182 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
selasa wage, 18 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Melawan, Residivis Jambret Ditembak
Pelajar SD Dicabuli
Enam Truk Ditilang
Tim Operasi Polda Bali terus memburu pelaku kriminal. Kali ini petugas membekuk residivis jambret, Husein Maulana (27). Selain menjambret, dia juga mencuri sepeda motor. Polisi terpaksa menembak kaki kirinya karena melawan serta berusaha kabur.
Satreskrim Polres Badung mengungkap kasus pencabulan yang dialami pelajar SD. Kali ini korbannya seorah bocah laki-laki berinisial AF (10). TKP-nya di kebun yang masih satu areal dengan tempat tinggal pelaku Fd (57) di Mengwi. BADUNG | HAL. 3
Enam truk ditilang saat melintas di jalur Kedisan-Penelokan, Senin (17/2) dini hari. Keenam truk itu ditindak lantaran melanggar rambu lalu lintas.
DENPASAR | HAL. 2
BANGLI | HAL. 9
Bantu Kesulitan Peternak, ASN Pemkab Tabanan Potong 517 Babi
’’Kegiatan ini tidak permanen, artinya kapan dibutuhkan empati untuk mengurangi beban kerugian masyarakat, khususnya peternak, tentu akan kami lakukan. Misalnya saja, ke depan peternak ayam ada persoalan pasti akan dibantu juga dengan cara membeli ayam mereka bersamasama.’’ Eka Wiryastuti Bupati Tabanan
ADA yang berbeda dari perayaan hari raya Galungan tahun ini di lingkungan Pemkab Tabanan. Selain kegiatan mapatung massal, jelang hari raya Galungan juga diisi aksi makan babi guling bersama di depan Kantor Bupati Tabanan, Senin (17/2) kemarin. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan sejumlah anggota DPRD Tabanan, Sekda Tabanan I Gede Susila serta seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tabanan dan ratusan perwakilan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di sela-sela acara mengatakan, kegiatan mapatung massal ini memang digelar untuk pertama kalinya dan merupakan reaksi cepat melihat situasi dan kondisi yang terjadi saat ini. Di mana, kasus babi mati secara mendadak yang terjadi di Bali maupun di Kabupaten Tabanan menimbulkan kerugian yang cukup besar di tingkat peternak.
OPINI
Mitigasi Corona dan Ekologi Budaya Oleh: Ribut Lupiyanto DARURAT virus Corona sedang dihadapi dunia. Virus mematikan yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini telah menyebar ke 30 negara. Negara yang terkonfirmasi terpapar di antaranya AS, Thailand, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, Vietnam, Nepal, Prancis, Jerman, Australia, Kanada, dan Kamboja. Kasus terbanyak di Tiongkok yaitu 58.182 dengan 1.770 orang di antaranya telah meninggal dunia. Kasus Corona merupakan salah satu bentuk bencana kesehatan lingkungan. Salah satu mitigasi preventifnya adalah dengan kebersihan dan pelestarian lingkungan. Salah satu aspek yang dapat dioptimalkan adalah kontribusi budaya atau sistem pengetahuan lokal. Budaya adalah pemandu dan pemerkaya pembangunan berkelanjutan. Dimensi budaya penting diintegrasikan dengan aspek lain dalam mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan merupakan proses pembangunan yang berprinsip memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan (Brundtland, 1987). Pencapaian pembangunan berkelanjutan ditentukan oleh upaya melestarikan dan memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan ekonomi dan keadilan sosial. Hal. 11 Pelestarian Lingkungan
Adapun dampak dari kejadian ini, harga babi hidup di tingkat peternak anjlok bahkan ada yang sampai di angka Rp 10 ribu per kilogram. Padahal untuk harga daging babi potong di pasaran relatif masih normal, berkisar di harga Rp 50-55 ribu per kilogram. Kondisi ini tentu saja sangat ironi, lantaran hari raya Galungan yang identik peternak babi kerap mendapatkan keuntungan, kini justru hanya bisa ‘’menjerit’’ lantaran kerugian yang cukup besar. Mengurangi beban kerugian yang dialami peternak, hingga akhirnya muncul gagasan untuk menggelar aksi sosial mapatung yang dilakukan oleh jajaran OPD dalam sebuah rapat internal yang dipimpin Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, belum lama ini. ‘’Kegiatan ini tidak permanen, artinya kapan dibutuhkan empati untuk mengurangi beban kerugian masyarakat khususnya peternak tentu akan kami lakukan. Misalnya saja, ke depan peternak ayam ada persoalan pasti akan dibantu juga dengan cara membeli ayam mereka bersama-sama,’’ ucapnya. Adapun dana pembelian babi untuk kegiatan mapatung ini, lanjut Bupati Tabanan, berasal dari tunjangan beras
ASN yang sementara diarahkan untuk membantu peternak. ‘’Sifatnya mapunia, termasuk juga OPD. Jadi ada 11 ribu ASN dan 3 ribu pegawai kontrak yang dibagikan daging babi dengan nilai pembelian babi hampir Rp 1,5 miliar. Dan masing-masing dapat bagian daging seberat 4,5 kilogram,’’ terangnya. Ke depannya, Bupati Eka harapkan kegiatan ini bisa dilakukan kapan saja, tidak menunggu virus, tidak menunggu ada penyakit dulu, kalau waktunya tepat dan rasanya bisa dilakukan, kenapa tidak dilakukan. Ditegaskannya, ini murni untuk kegiatan sosial untuk seluruh masyarakat Tabanan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana menambahkan, total babi yang dipotong untuk mapatung kali ini sebanyak 517 ekor yang dibagikan untuk ASN dan pegawai kontrak. Namun untuk pembagian pada pegawai kontrak, ditegaskannya, kembali pada kebijakan masing-masing OPD. ‘’Karena ada yang pegawai kontraknya banyak, seperti di Dinas Pendidikan dan DLH, mereka punya kebijakan sendiri,’’ terangnya. Hal. 11 Alami Musibah
Penyelamatan Pertanian Sebatas Obsesi
Strategi penyelamatan pertanian Bali sudah terlalu banyak disampaikan melalui berbagai wacana. Kajian-kajian akademik juga tidak kurang banyaknya. Termasuk juga dalam hal regulasi. Namun, tataran implementasi masih belum ada yang terbukti. Penyelamatan pertanian Bali hanya obsesi.
S
trategi hilirisasi pertanian yang digaungkan Pemprov Bali misalnya baru berhenti di tahap regulasi yakni Perda No.3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal dan Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.
Dengan perda dan pergub tersebut, harusnya produk petani Bali diserap hotel dan restoran di Bali. Sayangnya keduanya belum bisa diimplementasikan untuk membantu pertanian Bali. Kendala yang dihadapi petani Bali cukup banyak, terutama di sektor hulu. Terlebih untuk Bali dengan kepemilikan lahan yang sempit, diperkirakan sekitar 0,36 are per petani. Mau tidak mau, pertanian di hulu juga harus didorong
Tidak Terbit Sehungan dengan Hari Raya Galungan yang merupakan hari raya umat Hindu, maka Bali Post pada Rabu (19/2) dan Kamis (20/2) tidak terbit. Bali Post kembali hadir seperti biasa mulai Jumat (21/2) mendatang. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Virus ’’Menyerang’’, Buah Impor Tetap Banjiri Pasar Menjelang Galungan, pasar kembali dibanjiri oleh buah impor termasuk buah dari Tiongkok. Kenapa hal ini bisa terjadi? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Batal Jadi ’’Venue’’ PD
www.denpost.id
memproduksi produk pertanian berkualitas. ‘’Kalau mengandalkan kuantitas, tidak sampai itu kapasitas pengelolaan lahannya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry dikonfirmasi, Senin (17/2) kemarin. Ini berarti, kualitas produk petani Bali haruslah layak masuk hotel dan restoran untuk konsumsi wisatawan. Sejak tahun 90-an, politisi Golkar ini telah menegaskan bahwa Bali harus berani membangun Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Research and Development) yang modern. Lembaga itu bisa melakukan riset untuk menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan kontur tanah Bali. ‘’Sehingga membantu di sektor hulunya, yaitu dalam penyediaan bibit unggul, pembudidayaan yang bagus. Nah, dari sana sinkron dengan hilirisasi,’’ jelasnya. Menurut Sugawa Korry, struktur ekonomi Bali saat ini timpang antara sektor primer (pertanian), sekunder, dan tersier (pariwisata). Ditambah lagi, sektor tersier yang paling mendominasi sekarang tengah diuji dengan wabah virus Corona di Tiongkok. Hilirisasi diharapkan bisa mendorong sektor primer yang saat ini hanya menyumbang 14-15 persen perekonomian Bali. Hal. 11 Jadi Persoalan
Diterpa Virus Corona, Buah Impor Tiongkok Tetap Diminati
Harian Bisnis Bali
Stadion Kapten I Wayan Dipta di Buruan, Blahbatuh, Gianyar batal menjadi venue Piala Dunia (PD) U20 tahun 2021 karena sarana untuk latihan tidak memadai.
BABI GULING - Acara santap babi guling bersama di areal depan halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (17/2) kemarin. Ini merupakan upaya mengedukasi masyarakat bahwa daging babi aman dikonsumsi.
Bali Post/eka
BUAH IMPOR - Pedagang buah di pasar yang banyak menjual buah impor.
WABAH virus Corona memunculkan ketakutan terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan negeri Tiongkok. Namun ternyata tidak terhadap buah impor dari negeri Tirai Bambu tersebut. Buktinya, arus buah impor Tiongkok ke Bali tetap lancar. Terlebih lagi saat hari raya Galungan dan ketersediaan buah lokal yang sangat terbatas. Kebutuhan buah-buahan yang cukup tinggi di Bali selama ini dipasok dari impor buah Tiongkok. Bahkan, hampir 90 persen buah-buahan impor yang dijual pedagang di
pasar berasal dari Tiongkok. Untuk produk buah asal Tiongkok yang masuk ke Bali antara lain apel Fuji, anggur dan pear. Di tengah wabah virus Corona yang melanda, sempat ada wacana menghentikan impor dari Tiongkok. Namun pada kenyataannya, tidak ada kebijakan penghentian impor produk hortikultura tetsebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali Wayan Jarta, Senin (17/2) kemarin. Jarta mengatakan, berdasarkan informasi Kementerian Perdagangan tidak ada penutupan impor produk
hortikultura dari Tiongkok. Artinya produk ini masih tetap bisa masuk ke Indonesia. Hanya untuk Bali pintu masuk impor untuk produk ini tidak langsung tetapi melalui Jawa Timur. ‘’Tidak ditutupnya impor produk hortikultura karena masih dianggap aman dari virus Corona,’’ ujar Jarta. Mengenai kebutuhan buah, diakui Jarta, Bali adalah daerah yang kebutuhannya cukup tinggi utamanya saat jelang hari raya seperti Galungan dan Kuningan. Hal. 11 Petani Bali
Selasa Wage, 18 Februari 2020
FIGUR Bulan Vitamin A FEBRUARI merupakan bulan pemberian vitamin A. Sasarannya adalah balita atau anak usia 1-5 tahun. Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan menargetkan 286.547 balita untuk mendapatkan vitamin A. Dari pengalaman sebelumnya, realisasi target pemberian vitamin A di Bali mencapai lebih dari 90 persen. Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya, Senin (17/2) kemarin mengatakan bulan vitamin A dilaksanakan setiap Februari dan Agustus. Untuk bulan Februari ini sasarannya adalah 286.547 balita. Dari jumlah ini terbanyak di Kota Denpasar sebanyak 69.537 balita, menyusul Kabupaten Badung sebanyak 46.943 balita, Kabupaten Buleleng 44.273 balita, Kabupaten Gianyar 31.531 balita, Kabupaten Karangasem 28.049 balita, Kabupaten Tabanan 22.955 balita, Kabupaten Jembrana 17.477 balita, Kabupaten Bangli 14.822 balita, dan Kabupaten Klungkung sebanyak 10.960 balita. Anggaran pelaksanaan, kata Suarjaya, diambilkan dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) masing-masing puskesmas. Sementara untuk vitamin A didroping oleh pusat. Menurut Suarjaya, jika ada balita yang tidak sempat mendapatkan vitamin A di bulan Februari maka bisa dilakukan di bulan lain. ‘’Hanya nanti tidak masuk dalam capaian kinerja. Tetapi masih bisa mendapatkan vitamin A secara gratis di Puskesmas terdekat. Idealnya anak mendapatkan vitamin A setiap enam bulan sekali,’’ ujar Suarjaya. Vitamin A sendiri penting diberikan kepada anak karena bermanfaat untuk mencegah terjadinya kebutaan dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. (san)
Kuasai 10 Paket SS Dibui 4,5 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Gara-gara menguasai 10 paket plastik klip berisi sabusabu (SS) yang dibelinya seharga Rp 2,5 juta, terdakwa I Putu Udayana Putra (38), Senin (17/2) kemarin dihukum pidana penjara selama 4,5 tahun. Pria yang mengaku tinggal di wilayah Batubulan, Sukawati, Gianyar itu juga didenda Rp 800 juta subsider 3 bulan pejara. Majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada sepedapat dengan tuntutan JPU yang menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan, melanggar Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Yakni melawan hukum menyediakan 10 paket SS seberat 1,54 gram neto. Putusan itu lebih ringan dari tuntutan jaksa. JPU dalam persidangan sebelumnya meminta majelis hakim supaya menjatuhkan pidana 6 tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider 4 bulan penjara. Terdakwa ditangkap polisi pada 9 Oktober 2019, sekitar pukul 14.00 Wita, di areal parkir rumah kos di Jalan Perumahan Graha Liva, Kesiman, Denpasar. Dari tangan terdakwa ditemukan 10 plastik klip berisi sabu dengan berat yang bervariasi. Penangkapan itu hanya berselang empat jam setelah terdakwa memesan narkoba dari seseorang bernama Jack (DPO) seharga Rp 2,5 juta. (kmb37)
topik : BUAH IMPOR BANJIRI BALI
Bali Post/eka
MONITORING - Menjelang hari raya Galungan, Disperindag Kota Denpasar melakukan monitoring kebutuhan pokok di Pasar Kereneng, Denpasar, Senin (17/2) kemarin.
Sidak Pasar, Harga Kebutuhan Pokok Stabil
Denpasar (Bali Post) -
Salah satu pedagang daging babi di Pasar Kereneng, Made Kotiani, Senin (17/2) kemarin mengaku menjelang hari raya Galungan pembeli daging menurun drastis dibandingkan enam bulan sebelumnya. Biasanya menjelang hari raya, daging babi selalu ramai pembeli. Dalam sehari Kotiani me-ngaku bisa menjual hingga 100 kilogram daging babi,
bahkan lebih. Namun, saat ini paling banyak hanya bisa menjual 50 kilogram daging babi. Jauh menurun dari Galungan sebelumnya. Hal ini diduga akibat dari virus ASF yang diduga menyerang babi. “Kalau dulu bisa 100 kilogram bahkan lebih. Tapi sekarang paling cuma 50 kilogram. Kalau harga sih
tetap standar Rp 50 ribu sampai Rp 60 ribu perkilonya. Tapi pembelinya yang menurun karena isu itu,” jelasnya. Sementara itu, Kadisperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari mengungkapkan sidak ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang terlalu tinggi menjelang hari raya
Galungan. “Kami bersama tim melakukan monitoring ke empat pasar yang menjadi barometer di Kota Denpasar. Hari ini (kemarin - red) kami pusatkan di Pasar Kereneng untuk memastikan harga pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, karena daya beli masyarakat sangat tinggi. Untuk itu pemerintah memastikan agar segala kebutuhan masyarakat tersedia di pasar dengan harga yang terjangkau,” ujar Sri Utari. Dari pantauan, secara keseluruhan harga sembako dan bahan-bahan pokok lain-
Denpasar (Bali Post) Tim Operasi Sikat Agung 2020 Ditreskrimum Polda Bali terus memburu pelaku kriminal. Kali ini petugas membekuk residivis jambret, Husein Maulana (27), di Jalan Buana Raya, Denpasar Barat, Minggu (16/2) lalu. Saat diinterogasi, pelaku juga mencuri sepeda motor. Polisi terpaksa menembak kaki kirinya karena melawan serta berusaha kabur. Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Senin (17/2) kemarin, pelaku bukan TO dalam Operasi Sikat Agung 2020. Namun aksinya sangat meresahkan masyarakat. Hasil penyelidikan dan
penyidikan, lanjut Kombes Andi, baru dua korban yang melapor, yaitu Iin Putri Yani (18) dan Zulhendriawan (26). Kronologisnya, pada Minggu pukul 20.00 Wita korban sedang berdiri di pinggir Jalan Buana Raya. Tiba-tiba datang pelaku memepet korban. Selanjutnya pelaku merampas HP korban dan langsung kabur mengendarai sepeda motor Jupiter MX. “Korban langsung teriak minta tolong. Tim Siaga Resmob kami sedang melaksanakan lidik di seputaran TKP dan mendengar teriakan minta tolong,” ungkapnya. Selanjutnya polisi menghampiri korban. Setelah men-
dengar penjelasan korban, petugas langsung mengejar pelaku dan berhasil menangkapnya tak jauh dari TKP. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolda Bali. Hasil interogasi, pelaku mengaku merampas HP korban. Dia juga mengatakan pernah melakukan pencurian motor dan jambret, di antaranya di Jalan Taman Pancing mendapatkan satu HP, Jalan Sunset Road satu HP, di Jalan Dewi Sri satu Iphone, di Jalan Raya Pamogan satu HP, Jalan Raya Kuta mendapatkan satu HP, Jalan Nakula satu HP. Selain itu, ia juga mencuri motor di rumah kos di Jalan Kuwum II, Kerobokan, Badung. (kmb36)
DITANGKAP - Husein Maulana ditangkap anggota Ditreskrimum Polda Bali.
Sehari menjelang penampahan Galungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar melakukan monitoring harga di Pasar Kereneng. Tindakan ini dilakukan untuk mengetahui harga-harga kebutuhan pokok menjelang hari raya. Termasuk daging babi yang dalam beberapa waktu terakhir ini diterpa isu virus ASF. Namun, dalam monitoring tersebut sebagian besar harga bumbu, buah, hingga daging masih normal.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Melawan, Residivis Jambret Ditembak
Soal Senderan di SDN 6 Ubung
BWS Sebut Masih Proses Lelang
SENDERAN - Proyek senderan sungai di SDN 6 Ubung yang longsor segera dikerjakan Maret mendatang. PENANTIAN masyarakat, khususnya di wilayah Ubung terkait perbaikan senderan di Tukad Badung yang berada di belakang SDN 6 Ubung, Kecamatan Denpasar Utara, akhirnya terjawab. Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida memastikan bahwa proyek tersebut tahun 2020 ini telah mendapatkan anggaran dari Pemerintah Pusat yang dalam hal ini adalah Kementerian PUPR yang membawahi BWS Bali-Penida selaku pemilik kewenangan atas bantaran di sepanjang Sungai Badung. Berdasarkan data dari BWS Bali-Penida, bahwa proyek Rencana Penanganan di Tukad Badung (SDN 6 Ubung) ini mendapatkan Pagu Anggaran Konstruksi sebesar Rp 4,4 mil-
nya di pasar masih stabil. “Setelah melakukan monitoring, kami dapat memastikan bahwa tidak ada peningkatan mengenai harga-harga pokok dan sembako, seperti harga beras, bawang merah, bawang putih, serta daging ayam, daging sapi, dan buah. Jadi semua masih terjangkau untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan,” katanya. (kmb12)
iar yang bersumber dari Dana APBN. Kepala SNVT PJSA Bali Penida Made Denny Setya Wijaya saat dikonfirmasi, Senin (17/2) kemarin, menjelaskan bahwa s e c ara kewenangan memang Tukad Badung termasuk senderannya merupakan kewenangan Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai, dan di Provinsi Bali bernama BWS Bali-Penida. Pihaknya mengatakan bahwa usulan perbaikan senderan yang telah jebol dari Pemkot Denpasar melalui Dinas PU dan kini menjadi Dinas PUPR telah diterima beberapa hari setelah jebol pertama, yakni Tahun 2016. Meski demikian, karena keterbatasan pendanaan dan melihat prioritas pembangunan
Pemerintah Pusat, maka di Tahun 2020 pembangunan senderan di Tukad Badung (SDN 6 Ubung) baru mendapatkan anggaran. Usulan atas pembangunan senderan di Tukad Badung (SDN 6 Ubung) ini telah sesuai dengan surat yang diusulkan Pemkot Denpasar. Beberapa surat yang pernah dikirimkan yakni Surat Usulan Nomor: 610/303/DPU tanggal 27 Januari 2016 perihal Mohon Bantuan Penyenderan Tebing Mertagangga di belakang SD 6 Ubung. Yang kedua adalah Surat Usulan Nomor 845.2/453/TU/2016 tertanggal 19 Agustus 2016 perihal permohonan bantuan senderan di belakang SDN 6 Ubung. Ketiga Surat Usulan Nomor: 610/3585/DPU tertanggal 13 September 2016 perihal permohonan bantuan senderan di belakang SDN 6 Ubung. Keempat Surat Usulan Nomor: 845.2/463/ Disdikpora tertanggal 6 Februari 2017 perihal permohonan bantuan senderan di belakang SDN 6 Ubung. Selanjutnya, Surat Usulan Nomor 610/1268/SDA-DISPUPR tanggal 20 Februari 2017 perihal permohonan bantuan senderan di belakang SDN 6 Ubung. Dan yang terakhir adalah Surat Nomor 610/5218.4/DPUPR tanggal 12 Juli 2018 perihal laporan. “Saat ini sudah memasuki proses lelang dan sedang berlangsung tahapan pembuktian dokumen kualifikasi, sehingga jika berjalan lancar mudah- mudahan bulan Maret 2020 mendatang bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dan dilanjutkan pengerjaan fisiknya,” ujar Denny. (ad584)
Bali Post/ist
Jelang Nyepi dan Rangkaian Pilkada Serentak
Forkopimda Denpasar Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas FORUM Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Denpasar berserta KPU dan Bawaslu, serta jajaran Pemkot Denpasar menggelar rapat koordinasi menjelang Hari Suci Nyepi dan persiapan rangkaian pilkada serentak, pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar. Rapat koordinasi ini dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, serta Forkopinda Denpasar, Senin (17/2) kemarin di Denpasar. Tampak hadir Dandim 1611 Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Waka Polresta Denpasar AKBP Wayan Jiartana, Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi, serta Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Luhur Istighfar, S.H., M.Hum. Pembahasan rangkaian pilkada serentak dipaparkan Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya serta Ketua Bawaslu Denpasar Putu Arnata. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Rai Mantra dan Wakil Wali Kota Jaya Negara mengharapkan Forkopimda Denpasar bersama lembaga adat dan dinas terus melakukan pendekatan kepada masyarakat pada perayaan Hari Suci Nyepi. Hal ini juga berkaitan dengan rangkaian pelaksanaan Hari Suci Nyepi, mulai dari prosesi malasti, tawur agung, hingga pawai ogoh-ogoh. “Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan, Polresta dapat secara bersama dengan Pemkot Denpasar melakukan pendekatan secara preventif terkait penggunaan sound system pada prosesi ogoh-ogoh, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang nantinya mampu menjaga kondusivitas Den-
FORKOPIMDA - Rapat Forkopimda Denpasar yang dihadiri Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, serta Forkopimda Denpasar, Senin (17/2) kemarin di Denpasar. pasar,” ujar Rai Mantra. Di samping itu, kondusivitas wilayah juga berkaitan dengan rangkaian pilkada serentak untuk menghindari hal-hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban. Langkah ini juga telah dilakukan kesepakatan di setiap kecamatan bersama Forkopimda untuk menjaga kondusivitas wilayah. Sehingga langkahlangkah penyelesaian permasalahan dapat dilakukan dari tingkat paling bawah. Rai Mantra mengharapkan standar operasional prosedur dari bawah yang telah dilakukan sebelumnya dapat terus ditingkatkan dan disosialisasikan. Sementara dalam menyongsong pilkada di Denpasar, Rai Mantra juga mengharapkan kepada KPU dan Bawaslu dapat melakukan quick response dalam menyelesaikan permasalahan di
lapangan dari tingkat bawah. Dandim 1611 Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan di Kota Denpasar, serta selalu menjaga kondusivitas wilayah sebagai hal yang sangat penting, terlebih saat ini dalam rangkaian hari suci agama Hindu serta rangkaian Pilkada Kota Denpasar. “Ada kegiatan ogoh-ogoh juga kami sudah pelajari dan meminta masukan, serta sudah kami lakukan upaya-upaya bersama. Kagiatan budaya ogoh-ogoh ini sangat luar biasa dan ini kita jaga bersama dalam hal kondusivitas wilayah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPRD Gusti Ngurah Gede mengarapkan agar partisipasi pemilih dalam pilkada nantinya bisa meningkat dari pemilu sebelumnya. (ad565)
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Bupati Giri Prasta Serahkan Dana Motivasi Ogoh-ogoh Tahun 2020 Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Bali
DANA MOTIVASI - Bupati Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa menyerahkan dana motivasi ogoh-ogoh tahun 2020 di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Senin (17/2) kemarin.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup Suiasa mengumpulkan ketua sekaa teruna dan yowana se-Kabupaten Badung yang berjumlah 563 sekaa teruna dan yowana dalam rangka penyerahan dana motivasi ogohogoh tahun 2020 sebesar Rp 40 juta per sekaa teruna di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung, Senin (17/2) kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Giri Prasta memberikan pengarahan kepada ketua sekaa teruna untuk mengelola dana yang disalurkan oleh Pemkab Badung dengan cermat, tepat, dan transparan guna meningkatkan kreativitas sekaa teruna dalam melestarikan seni tradisi dan budaya Bali. “Kami selaku Pemerintah Kabupaten Badung selalu berusaha untuk selalu menjaga dan melestarikan budaya Bali. Salah satunya dengan menyerahkan dana bantuan ogoh-ogoh dalam menyambut hari raya Nyepi tahun
Çaka 1942. Dengan bantuan dana ini, saya berharap sekaa teruna mampu meningkatkan kreativitas di bidang seni dan budaya di tengah derasnya arus modernisasi, mengingat sekaa teruna sebagai generasi penerus dalam melestarikan desa adat. Saya mengajak adik-adik sekaa teruna seKabupaten Badung untuk ikut partisipasi aktif dalam menyukseskan segala program yang dicanangkan Pemkab Badung, utamanya dalam bidang adat seni agama dan budaya, agar bisa lestari selamanya,” ujar Giri Prasta. Usaha dalam melestarikan budaya Bali sangat perlu dilaksanakan, mengingat pariwisata kita yang ada di Bali dan Badung kususnya didasari oleh budaya bali yang unik dan adiluhung yang tidak bisa ditemukan di tempat lainnya. Jadi, napas dan jiwa dari pariwisata adalah budaya itu sendiri. Itulah yang mendasari Pemkab Badung sangat concern dalam hal pelestarian
budaya selama ini, bahkan masuk dalam program prioritas Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). “Mengingat adik-adik sekaa teruna sebagai anaknya banjar, oleh karena itu saya minta agar sekaa teruna mengambil bagian dan berperan aktif dalam meneruskan warisan adat dan budaya di masing-masing desa adat demi ajegnya agama Hindu dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena kedua hal tersebut menjadi inti dari budaya Bali,” imbuhnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga menekankan sekaa teruna agar menjalankan Catur Brata Panyepian dan menghindari perbuatan mabuk-mabukan maupun tindakan lainnya yang berpotensi membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Sehingga perayaan hari raya Nyepi di Kabupaten Badung bisa berjalan dengan tertib dan khidmat. Sekaa teruna sebagai generasi penerus pembangunan
Badung diminta untuk cerdas dan aktif dalam mengelola informasi di tengah masyarakat dengan ikut terlibat dalam kelompok informasi masyarakat. Sekaa teruna diharapkan mampu menjadi garda atau corong terdepan dalam menginformasikan tentang program dan rencana pembangunan (PPNSB) yang dilaksanakan oleh Pemkab Badung. Sehingga sebaran informasi di Kabupaten Badung menjadi merata sampai menyentuh masyarakat di pedesaan. Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwata, Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Dinas Kebudayaan I Gde Eka Sudarwita, beserta perbekel, klian adat dan dinas se-Kabupaten Badung. Acara ini juga dimeriahkan oleh hiburan lawak Bali Celekontong Mas yang sukses mengocok perut para hadirin yang memenuhi Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala. (ad583)
ban menanyakan keadaan putranya kepada korban. Namun korban tidak mau menjawab. Kemudian ibu korban langsung menyuruh korban untuk membuka baju dan celananya, dan setelah diperiksa ada rambut di bagian anus korban. Setelah dilihat kembali, ternyata ada bagian pinggir luar bagian anusnya lecet. Setelah ditanyakan kepada korban
apa yang sudah terjadi, korban mengakui bahwa sudah dicabuli oleh pelaku. “Pengakuan korban, pelaku melakukan perbuatannya itu sekitar 44 kali. Ibu korban langsung melapor ke Polres Badung,” ujarnya. Setelah menerima laporan, anggota Unit PPA Satreskrim Polres Badung, atas perintah Kasat Reskrim AKP Laorens R. Heselo,
langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Tim yang dipimpin Kanit IV Reskrim Ipda Komang Juniawan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku. Akhirnya, pria yang mencabuli korban tersebut ditangkap di tempat kerjanya. “Berdasarkan pemeriksaan, pelaku hanya mengakui perbuatannya terhadap korban sebanyak lebih dari 25 kali.
Motifnya, pelaku merasa tertarik dan nafsu melihat korban,” ungkapnya. Polisi juga mengamankan barang bukti satu buah baju kaos warna abu-abu, satu buah celana pendek kain warna kombinasi coklat, uang tunai Rp 14.000, satu buah baju kaos berkerah warna merah, dan satu buah celana panjang warna hitam. (kmb36)
Pelajar SD Diduga Dicabuli Puluhan Kali Mangupura (Bali Post) Satreskrim Polres Badung kembali mengungkap kasus pencabulan yang dialami pelajar. Kali ini korbannya seorang bocah laki-laki yang masih berstatus pelajar SD berinisial AF (10). TKP-nya di kebun yang masih satu areal dengan tempat tinggal pelaku, Fd (57) di salah satu desa di Kecamatan Mengwi. Kasus ini terjadi sejak Juni 2019 hingga 8 Februari lalu. “Modusnya, pelaku mengajak korban ke rumah atau jalan-jalan. Setelah itu korban dicabuli dengan imbalan makanan, minuman, mainan, dan uang,” kata Kasub-
bag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Senin (17/2) kemarin. Kronologinya, pada Sabtu pukul 04.00 Wita korban ditelepon oleh pelaku dan
menyuruhnya datang ke rumahnya. Setelah itu, pukul 07.00 Wita korban pulang ke rumah. Sesampainya korban di rumah, karena merasa curiga, ibu kor-
Awasi Fluktuasi Harga Sembako
Pemkab Monitoring Pasar Tradisional
Bali Post/eka
PEDAGANG - Sambil menunggu datangnya pembeli, seorang pedagang merapikan dagangannya di Pasar Kapal, Badung. Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melakukan monitoring terhadap harga kebutuhan pokok di pasaran. Upaya ini guna mengawasi fluktuasi harga barang menjelang Hari Raya Galungan. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, I Made Widiana, mengatakan pengawasan dilaksanakan dalam rangka untuk mengantisipasi gejolak harga menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Badung. “Kami telah melakukan monitoring harga kebutuhan pokok ke sejumlah pasar tradisional. Ini untuk menjaga agar tidak terjadi fluktuasi harga terlalu tinggi,” ujar Widiana, Senin (17/2) kemarin.
Menurut Widiana, dalam pengawasan harga kebutuhan pokok di pasaran, pihaknya menemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah kebutuhan pokok. Seperti, harga daging babi antara Rp 55 ribu/kilogram hingga Rp 60 ribu/kilogram, harga telur ayam Rp 1.300/ butir hingga Rp 1.500/butir, harga kacang panjang rata-rata Rp 5.000/kilogram hingga Rp 8.000/kilogram, lombok kecil Rp 40 ribu/ kilogram hingga Rp 60 ribu/ kilogram. “Sejumlah harga memang mengalami kenaikan, namun tidak begitu signifikan,” katanya. Guna mengantisipasi kenaikan harga, Widiana mengakui telah melaksanakan pasar murah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka
untuk mengantisipasi gejolak harga yang cenderung naik menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, sekaligus mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Badung. “Selain berada di kawasan yang mudah dijangkau masyarakat, keberadaan pasar murah juga jauh dari pasar tradisional sehingga keberadaannya benar-benar sangat membantu masyarakat. Dengan begitu, mereka bisa merayakan Galungan dan Kuningan dengan tenang dan damai bersama keluarganya,” imbuhnya. Widiana menambahkan, pasar murah juga bertujuan membantu masyarakat, terutama umat Hindu guna mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau dalam rangka menyambut Galungan dan Kuningan. “Dalam pasar murah ini terdapat beberapa jenis bahan kebutuhan pokok yang dijual dengan harga jauh lebih murah dari harga di pasaran,” katanya. Sebelumnya, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Badung Cok Raka Darmawan mengatakan, pasar murah sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga sangat murah. Pasalnya, menjelang hari besar keagamaan seperti Galungan dan Kuningan, harga bahan kebutuhan pokok cenderung naik. “Belanja sesuai dengan kebutuhan, tidak perlu membeli dalam jumlah besar untuk disimpan, sebab stok bahan kebutuhan pokok dipastikan aman,” tegasnya seraya menyebutkan, membeli dalam jumlah banyak dapat memicu terjadinya inflasi di Kabupaten Badung. (kmb27)
Pertanyakan Masalah Pembagian Jaspel di RSD Mangusada
Komisi IV DPRD Badung Gelar Raker KOMISI IV DPRD Badung menggelar rapat kerja (raker) dengan RSD Mangusada terkait tata kelola manajemen rumah sakit di Gedung Dewan Badung, Senin (17/2) kemarin. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi IV Made Sumerta ini dihadiri sejumlah anggota, seperti Nyoman Gede Wiradana, Luh Gede Rara Hita Sukma Dewi, dan Luh Sekarini. Hadir pihak RSD Mangusada Dirut dr. I Ketut Japa, Kabid Pelayanan dr. Made Nurija dari pihak Dinas Kesehatan Badung dan pihak BPJS. Pada rapat tersebut, pihak dewan mempertanyakan permasalahan pembagian jasa pelayanan (jaspel) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Kabupaten Badung, yang ramai di media. “Kami mengharapkan adanya kejadian ini tidak mengganggu pelayanan terhadap masyarakat kita,” kata I Made Sumerta. Terkait permasalahan tersebut, pihaknya tidak ingin terlalu masuk karena sudah ditangani pihak berwenang. Sumerta hanya menyarankan, berkomunikasi secara intens dengan seluruh manajemen agar tidak terjadi miskomunikasi. “Mungkin ada yang baru masuk dan belum tahu, tolong komunikasikan lagi bersama manajemen. Yang terpenting tidak keluar pakem-pakem, kesepakatan atau regulasi sebagai landasan pelaksanaan kebijakan,” ujarnya. Bendesa Adat Pecatu itu meminta pelayanan kepada masyarakat Badung agar terus ditingkatkan. Apalagi antusias masyarakat yang
cukup signifikan berobat ke RSD Mangusada. “Bagaimana masyarakat Badung merasa terlayani dengan puas setelah masuk dan dirawat, sampai kembali pulang,” tutur politisi PDI Perjuangan ini. Sementara itu, Dirut RSD Mangusada dr. Ketut Japa memaparkan kronologi sistem pembagian jaspel yang telah dirumuskan oleh Tim Remunerasi RSUD Badung. Kebijakan tersebut sudah berjalan sejak lama, yaitu tahun 2011 dengan landasan yuridis berupa Peraturan Bupati Badung Nomor 54 Tahun 2011 tentang Sistem Remunerasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung yang mengatur distribusi jaspel untuk direktur, manajemen dan fungsional. “Saat itu kami masih punya spesialis yang terbatas dan pasien sangat tergantung
dengan spesialis itu,” paparnya. Dalam Perbup Badung Nomor 54 Tahun 2011, lanjut dr. Japa, BAB IV pasal 8 sudah disebutkan distribusi dari jaspel tersebut, baik untuk direktur, manajemen, serta staf fungsional, dan diperbaharui dengan kesepakatan bersama antara manajemen dengan staf fungsional, serta kepala ruangan tanggal 13 Februari 2014 untuk mereview distribusi dari jaspel tersebut, dan diberlakukan mulai saat itu. Selanjutnya tanggal 4 Juli 2014, keluar keputusan Direktur RSUD Badung yang menetapkan besaran jaspel JKN adalah sebesar 40 persen dari besaran pendapatan JKN. Hasil review kesepakatan pada tanggal 13 Februari 2014, diperkuat dengan Perbup Nomor 72 Tahun 2019 tentang Remunerasi
RSD Mangusada. “Terjadi perubahan cepat penambahan spesialis. Dokter dan spesialis semakin banyak karena saat itu kami berpikir bagaimana masyarakat Badung terlayani dengan baik agar pelayanan maksimal. Kami sepakat mereview agar lebih adil antara kerja dengan ongkos yang didapat,” terang dr. Japa. Terkait perkembangan permasalahan pembagian jaspel, dr. Japa membenarkan telah ditangani pihak berwenang. Pihaknya pun menegaskan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. “Mungkin saat itu memang komunikasi kurang nyambung. Mengenai proses hukum, kami sangat kooperatif dan kami pastikan layanan di rumah sakit tidak terganggu. Kami tetap lakukan yang terbaik untuk masyarakat Badung,” tegasnya. (ad568)
BERSAMA - Jajaran Komisi IV DPRD Badung foto bersama dengan pihak RSD Mangusada, dan pihak Dinas Kesehatan Badung dan pihak BPJS.
Selasa Wage, 18 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Momen Garap Wisatawan Nusantara
PEMERINTAH Tiongkok pada 7 Januari 2020 telah mengidentifikasi virus Corona (2019-nCoV) yang belakangan menjadi wabah di Kota Wuhan Provinsi Hubei. Dengan cepat virus ini menyebar ke beberapa negara. Bahkan, di Bali berita mengenai penyebaran virus ini menjadi wabah menakutkan kalangan pariwisata. Bagaimana tidak, saat ini insan pariwisata di Bali sedang mengandalkan ‘’periuk nasinya’’ dari kedatangan tamu berbahasa Mandarin ini. Malah, negara asal tamu ini ketimpa musibah wabah virus Corona. Ada yang sinis menyampaikan ini sebagai peringatan agar Bali jangan terlalu mengejar jumlah kunjungan wisatawan. Melainkan, lebih pada kualitas mereka yang datang. Yang lebih sadis menyebut ini karma phala. Sebab, insan pariwisata di Pulau Surga ini sering berlaku diskriminatif terhadap wisatawan domestik (wisatawan nusantara -- wisnu). Tetapi yang berpikiran positif memandang selalu ada berkah di balik musibah. Musibah wabah virus Corona yang melanda dunia di satu sisi memang membuat sektor andalan Bali tengkurap. Namun merosotnya jumlah kunjungan wisatawan asing terutama dari Tiongkok, dapat menjadi momentum insan pariwisata di daerah ini untuk menggarap wisnu. Wabah virus Corona telah menimbulkan semacam fobia di masyarakat untuk tidak pergi pelesir ke luar negeri. Termasuk, kalangan berduit di tanah air yang selama ini biasa jalan-jalan ke luar negeri. Ini tentunya potensi yang bisa digarap lebih serius lagi. Belum lagi masyarakat Indonesia lain yang gairahnya untuk pelesir sedang bertumbuh. Jumlahnya sangatlah besar, bisa mencapai ratusan juta jiwa. Jika wisnu ini bisa digarap optimal, bisa menjadi pelipur lara di kala dahaga. Tinggal mendalami, apa yang dicari dan menjadi kegemaran wisnu. Dari sisi pelayanan, tidak boleh lagi ada semacam diskriminasi. Besarnya potensi wisnu untuk pelesir di dalam negeri di tengah fobia jalan-jalan ke luar negeri, diharapkan dapat menjadi berkah di tengah musibah. Tinggal bagaimana menggarap dan mengolah potensi besar ini. Diharapkan kunjungan wisnu tidak sekadar menjadi ‘’ban serep’’. Tetapi, benar-benar menjadi potensi besar yang harus digarap ke depan. Sekaligus, bisa menghilangkan terlalu ketergantungan pada wisman. Yang utama lagi, tidak hanya mengejar jumlah dan mengabaikan kualitas. Karena jika terus hanya mengejar kauntitas, pada titiknya nanti destinasi tersohor ini akan ditinggalkan, baik oleh wisman maupun wisnu. Pariwisata berkelanjutan seperti diidolakan pun hanya akan menunggu kematian.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Konsultasikan dengan Rakyat Bali Kini banyak perda diluncurkan di Bali. Muaranya tanpa dijelaskan pasti untuk kebaikan Bali. Saya yakin apa yang diajukan Gubernur Bali memiliki korelasi yang jelas dengan kepentingan menjaga Bali ke depan. Namun, meskipun niatnya baik dan tujuannya baik, saya tetap berharap ada sosialisasi yang lebih intensif terkait tiga ranperda yang kini diajukan ke DPRD Bali. Saya bahkan telah membaca di Bali Post, DPRD Bali menjanjikan waktu 1,5 bulan untuk merampungkannya. Jika ini benar-benar terjadi, saya angkat topi dengan kinerja DPRD Bali. Ketiga ranperda tersebut, yakni tentang Standar Penyelenggaraan Kesehatan, tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan, dan Ranperda tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, saya yakini bermanfaat bagi Bali. Saya berharap DPRD Bali dalam membahas tiga ranperda ini tetap melibatkan masyarakat. Jangan terlalu banyak konsultasi ke pusat, sementara konsultasi kepada rakyat Bali justru jarang dilakukan. Jangan kesempatan ini dipakai untuk jalan-jalan dengan alasan mencari rujukan pembanding atau melakukan konsultasi. Jika itu memang harus dilakukan, saya pikir tak semua harus ikut-ikutan. DPRD bisa membagi diri. Sebagian berkomunikasi dengan rakyat Bali, yang lainnya ke pusat. Dan saya tetap berharap DPRD Bali juga punya tanggung jawab melaporkan kinerja kepada rakyat Bali. Informasi kinerja mestinya dilakukan. Jangan sampai rakyat Bali tak tahu kinerja wakil rakyatnya.
Memuliakan Kembali Pertanian
PERTANIAN merupakan hulunya kebudayaan, nilai jual yang membuat pariwisata Bali laris manis bagi turis. Citra Bali tidak akan kuat jika pertanian lenyap. Maka pertanian harus dijaga. Sungguh lega rasanya jika itu diimplementasikan. Sayangnya, wacana semacam ini sudah sering mengemuka, namun fakta di lapangan berbeda. Inilah ironi pertanian Bali. Di tataran wacana pertanian dimuliakan, secara realita justru terpinggirkan. Alih fungsi lahan pertanian, nilai tukar petani yang bertahun-tahun tak naik, harga produk pertanian yang anjlok karena tak terserap di musim panen hingga serbuan produk impor adalah beberapa persoalan klasik tak kunjung terpecahkan. Permasalahan ini pula yang disampaikan netizen di akun Facebook @balipost. Sebagian besar menyampaikan keprihatinannya terhadap nasib pertanian Bali yang makin ditinggalkan. Tak sedikit netizen memberikan saran kepada pihak terkait. Netizen juga menyindir ulah politisi yang kerap menjadikan pertanian dan petani sebagai komoditi kampanye. Pertanian diposisikan sebagai penjaring suara. Jika sudah melenggang ke kursi kekuasaan, jaring itu pun dicampakkan. Sejatinya sudah banyak solusi ditawarkan. Publik pun yakin pemerintah bisa melakukan terobosan mengangkat sektor pertanian. Tinggal bagaimana political will pemimpinnya. Jika benar-benar ingin Bali ajeg, muliakanlah kembali pertanian. Berikut beberapa komentar netizen. Ketut Suaraya Hasil survei nasional itu, tidak ada petani-petani muda sekarang. Karena petani cuma dijadikan objek pada waktu pemilu saja. Subsidi ini-itu, tapi habis pemilu pupuk susah dicari, obatobatan mahal, hama, belum gagal panen. Terakhir, tengkulak pun jani hama. Sekarang pendapatan petani per kapita cuma Rp 1.150.000 per bulan, lebih rendah dari UMK daerah mana pun. Itu yang kurang diperhatikan. I Kembar Janji manis yang akhirnya membuat petani diabetes. Saya selaku generasi petani muda, miris sekali dengan pendapatan yang gak jelas dan minimnya. Tentu semakin hari semakin tidak ada yang ingin meneruskan leluhurnya jadi petani. Peranan pemerintah sangat penting sekali untuk membuat terobosan, sehingga profesi ini tetap terjaga. Jangan hanya kampanyekan pro-petani toh ending-nya panen raya selalu impor beras. Negeri ini terlalu banyak mafia. Sukramertha Mertha Itu hanya wacana setiap hajatan mencari suara saja, mau memperhitungkan petani, di sisi lain banyak lahan yang tidak dikelola sama pemilik karena sulit untuk penjualan hasil petani yang di desa. Makanya banyak petani beralih ke sektor lain demi sesuap nasi, padahal kalau pemerintah mau memfasilitasi petani banyak sekali lahan yang produktif di daerah perkampungan Bali Utara. Contoh seperti mangga, musim panen bisa harganya Rp 1.000 per kg, apakah itu bisa diandalkan? Tolong bapak yang duduk di
atas sesekali turun ke lapangan. Jangan hanya lihat survei saja. Tuady Sebenarnya Bali bisa maju kalau dikelola dan diperhatikan dengan jalan membuat koperasi. Hasil pertanian dijual atau diambil oleh koperasi terus koperasi yang memasarkan ke setiap supermarket di seluruh wilayah Bali. Pupuk dan bibit pertanian disediakan oleh koperasi, dijual dengan harga terjangkau dan dibantu oleh pemerintah bantuan dana. Dari bank memberikan pinjaman seperti BPD dan LPD. Lalu, pengairan sistemnya menggunakan pengairan dengan pipa paralon besar yang masuk ke setiap lahan supaya air ke luar terjangkau. Pasti petani Bali bisa sukses kalau menerapkan sistem di Jepang yang pernah saya alami. Ngastawa Gede Saya setelah merantau sekian tahun dan kembali pulkam ke Jembrana menjadi petani, hasilnya lebih lumayan. Ketut Jelantik Pengelolaan tata ruang masih amburadul. Subak dihimpit vila, ke mana petani mengadu? Imade Lebih Umbarayana Bila sawah di Bali habis maka tak ada daya tarik lagi bagi Bali. Alit Surya Ironis, petani sekarang sudah beralih dari padi ke tanaman jangka panjang beton.
Dewa De Sukma Pas pemilu baru semuanya mencari petani. Dek Shinobi Tri Hita Karana untuk jagat Bali sudah tidak ada lagi. Pejabat hanya selamatkan dirinya saja. Kade Buduk Isu, topik petani dan buruh paling laris jelang pilkada biasanya. Ade Putra Zaman sudah berubah. Setiap pemimpin daerah mempunyai kepentingan politik, tidak ingat akan kelanjutan untuk anakcucunya besok. Rafael Nyoman Ganapurwa Dulu kakek kita petani, dari mereka semua telah mewariskan budaya yang menarik bagi pariwisata. Sekarang kita ‘’aget’’ dari pariwisata. Pariwisata telah meningkatkan perekonomian Bali. Sudahkah pemerintah dan masyarakat memberikan yang maksimal untuk pariwisata? Apakah kita sudah bisa mengelola keadaan ‘’aget’’ ini? Suta Wijaya Hanya jadi komoditi politik setiap hajatan pilkada. Setelah jadi dan menjabat, malah jadi komoditi buat balik modal, izin sana izin sini untuk dibeton.
Pendidikan
Undiknas Perkuat Diri Jadi ’’Research-preneur University’’ REKTOR Universitas Pendidikan Nasional Denpasar (Undiknas University) Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M., Senin (17/2) kemarin mewisuda 545 lulusan S-1 dan magister di Westin Hotel Nusa Dua, Bali. Dari jumlah tersebut, 244 orang lulusan Prodi Manajemen, 136 dari Akuntansi, Ilmu Hukum (34), Ilmu Komunikasi (15), Administrasi Negara (8), Teknik Sipil (3), 11 orang mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro, 47 orang dari Program Profesi Insinyur, 27 orang dari Program Studi Magister Manajemen, 6 orang dari Prodi Magister Ilmu Hukum, 14 orang dari Magister Administrasi Publik. Di depan ribuan orangtua wisudawan, Rektor Sri Subawa menegaskan,
menapaki usia ke-51, banyak pencapaian yang telah tercatat dalam perjalanan Undiknas dari tahun 1969 hingga sekarang. Undiknas telah mampu dan siap untuk mengawal ‘The Beginning of 51’…’’Undiknas has been ready to inspire the world with all its accomplishments’’. Berbagai perubahan penuh makna telah dilakukan untuk menjawab tantangan menjadi universitas unggul. Beberapa perubahan tersebut di antaranya; sejak tahun lalu, Undiknas telah berpindah kuadran menuju Techno Research-preneur University. Universitas yang unggul tidak hanya dalam bidang pembelajaran juga dalam riset. Hal ini dinyatakan dengan peningkatan jumlah
publikasi karya ilmiah melalui pemberian penghargaan dan pendanaan penelitian internal kepada dosen dan mahasiswa. Pendanaan yang diberikan pada bidang penelitian adalah sebesar Rp 1 - 2 miliar setiap tahunnya. Tercatat sebanyak 35 proposal penelitian telah lolos untuk mendapatkan pendanaan pada tahun anggaran 2020 dan sebanyak 115 karya telah dipublikasikan dan memiliki hak paten. Publikasi artikel ilmiah yang dilakukan oleh dosen Undiknas tidak hanya pada Jurnal Nasional Terakreditasi tetapi juga pada jurnal internasional terindeks. Selain itu, publikasi juga dilakukan melalui penerbitan karya cipta berupa buku, referensi, video dokumenter, lirik
lagu, aransemen musik dan lainnya. Kini Undiknas memperkuat diri menjadi Research-preneur University dengan hadirnya Smart Solution Hall dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan riset dan pembelajaran. Rektor juga memberikan piagam penghargaan bagi wisudawan/wisudawati dengan IPK tertinggi dari masing-masing program studi. Selain itu Rektor Undiknas Dr. Ir. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. juga memberikan penghargaan kepada 33 mahasiswa berprestasi Undiknas di bidang akademik maupun non-akademik tingkat internasional, nasional maupun di tingkat regional. Para dosen berprestasi juga diberikan reward oleh Rektor. Wisuda ke-84 juga dihadiri Ketua Perdiknas Denpas-
WISUDA - Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa saat mewisuda sarjana S-1, S-2 dan profesi insinyur. ar Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda, S.Sos., M.Si. dan pendiri utama. Selain prosesi wisuda, rangkaian acara juga meliputi penandatanganan MoU antara Undiknas dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi
Bali, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali, Asosiasi Tenaga Teknik Ahli dan Terampil Indonesia (Assatindo) Bali, PT Pegadaian serta Bali Institute. Saat itu juga dirayakan puncak Dies Natalis ke-51 Undiknas. (ad561)
Raih Sejumlah Prestasi
Prodi MAP Pascasarjana Unwar Segera Buat Laboratorium Kebijakan Publik
PROGRAM Studi Magister Administrasi Publik (Prodi MAP) adalah salah satu prodi yang dikembangkan Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar). Berdiri sejak tahun 2014, Prodi MAP kini
tengah bertransformasi menjadi prodi pilihan masyarakat guna meningkatkan kualifikasi pendidikannya. Terbukti, selain sudah terakreditasi B+, mahasiswanya juga sudah dari berbagai negara.
Putu Andrian Gianyar, Bali
POJOK Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan - Mari bersatu wujudkan Bali Era Baru. UNWAR - Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. didampingi Kaprodi MAP Dr. Drs. A.A. Gede Raka, M.Si. dan sejumlah dosen Prodi MAP Unwar foto bersama mahasiswa peserta lomba workshop dan joint seminar.
Di antaranya dari negara Timor Leste, Jepang hingga Korea. Selain itu, guna meningkatkan kualitas lembaga, Prodi MAP sudah menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan tinggi dalam negeri. Bahkan, kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri tengah dijajaki. Guna mengintensifkan kerja sama tersebut, Prodi MAP Pascasarjana Unwar menjalin kerja sama dengan Prodi Administrasi dan Prodi MAP Universitas Brawijaya-Malang. Kerja sama tersebut dirangkai dengan menggelar workshop dan joint seminar yang digelar di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, Kamis (13/2) lalu. Dalam workshop dan joint seminar tersebut, beberapa mahasiswa Prodi MAP Unwar berhasil mere-
but sejumlah prestasi yang prestisius. Di antaranya juara I lomba poster atas nama Ni Made Noviyanti, juara II diraih oleh I Gede Putu Ngurah, dan juara III diraih oleh I Kadek Dede Junaedy. Selain itu, mahasiswi atas nama Nyoman Sumawidayani berhasil merebut juara II lomba presenter, dan I Putu Adi Suardika berhasil meraih juara III. Kaprodi MAP Pascasarjana Unwar Dr. Drs. A.A. Gede Raka, M.Si. mengatakan kegiatan semacam workshop dan joint seminar merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan borang akreditasi. Apalagi, dengan prestasi tingkat nasional yang diraih dalam kerja sama kegiatan tersebut sangat mendukung dalam pemenuhan borang 9 kriteria. Bahkan, kerja sama dengan salah satu universitas di Banten dan
Padang akan segera dilakukan dengan berbagai kerja sama kegiatan. Dikatakannya, saat ini pihaknya telah menjajaki dan merencanakan pembuatan laboratorium kebijakan publik. Bahkan, pada tahun 2021 akan diadakan studi banding ke Thailand yang memiliki laboratorium kebijakan publik yang baik. ‘’Sejauh ini promosi kami ke Indonesia bagian barat melalui mahasiswa kami, tapi ke depan kami akan melakukan promosi ke Indonesia bagian timur lewat mahasiswa kami juga,’’ ujar Gung Raka, Senin (17/2) kemarin. Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. mengaku bangga dan bersyukur atas prestasi yang diraih mahasiswa Prodi MAP Unwar. Sebab, prestasi yang diraih tersebut menunjukkan
bahwa Prodi MAP Unwar telah mampu menunjukkan kualitas diri di tingkat nasional yang sesuai dengan visi-misi Pascasarjana Unwar yang bermutu, berwawasan ekowisata dan berdaya saing global 2034. ‘’Dari segi mutu mahasiswa kami telah mampu menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional. Untuk tingkat internasional, kami juga telah mempersiapkannya, sehingga apa yang dicita-citakan akan bisa tercapai ke depannya,’’ tandasnya. Salah satu peserta lomba, Ni Made Noviyanti, mengaku bahwa lomba yang diikutinya merupakan pengalaman pertamanya. Ia mengaku banyak kendala yang dihadapinya, namun dengan tekad dan kebersamaan tim ia pun berhasil merebut juara I lomba poster di tingkat nasional. (ad562)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Politik
Baleg DPR-RI Kunjungi Unud Sosialisasikan Prolegnas RUU Tahun 2020-2024
BADAN Legislasi (Baleg) DPR-RI, Senin (17/2) kemarin mengunjungi Kampus Universitas Udayana, di Bukit Jimbaran, Mangupura. Kedatangan wakil rakyat ini dalam rangka sosialisasi Prolegnas RUU Tahun 2020-2024 dan Prolegnas RUU Prioritas Tahun 2020. Ketua Tim Kunker Baleg DPR-RI, Drs. H. Ibnu Muktazam, mengatakan sosialisasi menyasar kampus untuk mendekatkan badan legislasi dengan para akademisi, para ilmuwan, dalam memperkuat naskah akademik. Hal ini untuk menyelaraskan Prolegnas. Kampus adalah dunia keilmuan. Karena itu kita butuh masukan terhadap draf dan naskah akademik terkait rancangan undang-undang (RUU). Pengalaman kita di periode lalu, desakan terhadap RUU itu karena tidak tersosialisasi dengan baik di kalangan mahasiswa dan dunia kampus. Karena itu akhirnya mendapat penolakan luar biasa. “Dikemudian hari agar tidak ada salah paham lagi. Seperti RUU KUHP dan pemasyarakatan, sehingga harus disosialisasikan lebih awal,” katanya. Kedatangan Baleg DPR-RI disambut Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). bersama Gubernur Bali Wayan Koster. Universitas Udayana merupakan universitas terbesar dan tertua di Bali. Unud memiliki dua kampus, yakni Kampus Jimbaran dan Kampus Sudirman di Denpasar. Universitas
Tabanan (Bali Post) -
Minat petani mengikuti program kartu tani ini ternyata masih sangat minim. Faktanya, dari 21 ribu kartu tani yang sudah keluar dari Departemen Pertanian, baru dibagikan antara 7 hingga 8 ribu. Pendistribusian kartu tani ini yang dilakukan di sejumlah titik tidak bisa dihadiri petani seratus persen. Bahkan belakangan ini hanya dihadiri sebagian kecil penerima kartu tani yang diundang Dinas Pertanian Tabanan.
Ketua Tim Kunker Baleg DPR-RI Drs. H. Ibnu Muktazam bersama Rektor Unud Raka Sudewi dan Gubernur Koster. Udayana memiliki 13 fakultas dan pascasarjana yang didukung 117 program studi dengan jumlah mahasiswa mencapai tiga puluh ribu orang. “Suatu kehormatan bagi kami, Badan Legislasi DPR-RI telah berkenan hadir di Universitas Udayana dalam rangka Sosialisasi Prolegnas RUU Tahun 2020-2024 dan Prolegnas RUU Prioritas 2020,” kata Rektor Unud dalam sambutannya. Menurut Raka Sudewi, melalui sosialisasi ini kita mengetahui rencana pembentukan hukum yang akan mengatur peri kehidupan masyarakat . Dan melalui sosialisasi ini pula kita memiliki peluang memberikan masukan. Sehingga pada akhirnya setiap RUU yang akan ditetapkan menjadi undang-undang, benar-benar
mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Aspirasi yang bersifat membangun itu tentunya sangat dibutuhkan mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutannya menitipkan usulan RUU Provinsi Bali yang merupakan aspirasi rakyat Bali. Selama ini Bali dibentuk dengan UU 64 Tahun 1958 bersamaan dengan NTB dan NTT. Dalam UU ini masih menggunakan konsideran UUD Sementara 1950, di mana bentuk negara masih RIS. Sekarang sudah menggunakan konstitusi UUD 45 dan negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sehingga sangat bertentangan dengan spirit konstitusi itu sendiri. (ad569)
Jelang Galungan Lapas Potong Enam Babi
Tabanan (Bali Post) Kepedulian masyarakat membantu peternak babi tidak hanya dilakukan jajaran Aparat Sipil Negara (ASN) Pemkab Tabanan. Hal sama juga menjadi tradisi Lapas Tabanan. Karena itu, menyambut hari raya Galungan kali ini Lapas Tabanan mengadakan pemotongan babi untuk keperluan upacara. Pemotongan itu dilakukan di areal Open Camp Lapas Tabanan, Senin (17/2) kemarin. Ada enam ekor babi dipotong. Sebagian besar dagingnya didistribusikan untuk pega-
Banyak Petani Tak Respons Pendistribusian Kartu Tani
wai Lapas Tabanan. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan kegiatan pemotongan babi jelang hari raya Galungan merupakan agenda rutin. Hal ini dilakukan sebagai wujud tali asih dan kekeluargaan dengan seluruh jajaran Lapas Tabanan. Sedangkan untuk warga binaan, lanjut Murdiana, diberikan dalam bentuk makanan yang sudah diolah. Seperti menu lawar, ares, kuah, balung, dan tum. “Saat ini peternak babi sangat dirugikan dengan adanya virus ASF yang me-
nyebabkan kematian ratusan ekor babi di Bali. Untuk kembali menggairahkan perekonomian, khususnya peternak babi, maka kami berinisiatif membeli enam ekor babi yang tentunya telah diperiksa kesehatannya dan layak/aman untuk dikonsumsi,’’ ujarnya. Kegiatan pemotongan babi itu dimulai pukul 07.00 Wita oleh para pegawai dan puluhan warga binaan Lapas Tabanan. Pada akhir acara dilaksanakan makan siang bersama seluruh pegawai dan warga binaan di Open Camp Lapas Tabanan. (kmb28)
BANTU PETERNAK - Turut membantu peternak babi, Lapas Tabanan jelang Galungan ini juga memotong enam ekor babi.
Kapasitas 47 Napi, Dihuni 180 Tahanan
Misalnya di daerah Kecamatan Penebel, Tegal Linggah, belum lama ini dari rencana pembagian kartu tani 160 lebih. Realisasinya hanya bisa dibagikan 50 kartu tani saja. Begitupun di tempat lainnya, ada jatah sebanyak 500 keping kartu tani, namun masyarakat yang datang hanya sekitar 200 orang. Ada yang dapat jatah 600, namun yang datang hanya 300 orang. “Bagaimana mau mencapai target kalau petani itu sendiri tidak berminat. Padahal kami terus melakukan sosialisasi,” jelas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Minggu (16/2). Akibatnya, alokasi 21 ribu kartu tani yang sudah keluar dari Kementerian Pertanian, baru sekitar 7 sampai 8 ribuan yang sudah tersebar atau tersalurkan. Diakui, rendahnya minat petani pada program kartu tani karena mereka belum
mengetahui manfaatnya. Padahal banyak hal bisa dilakukan dengan kartu tani tersebut. Apalagi ke depan pemesanan pupuk juga harus menggunakan kartu tani. Kalau tidak memiliki kartu tani, dipastikan petani tidak mendapatkan pupuk subsidi. “Kebanyakan petani belum memahami manfaat kartu tani itu. Untungnya saat ini belum diterapkan kebijakan kartu tani un-
tuk mengamprah pupuk. Kalau nanti kebijakan itu diterapkan, kemungkinan petani baru mau mengurus kartu taninya,” jelasnya. Di sisi lain,
Alokasi Beras ASN Mulai Januari Dikelola Perusahaan Daerah Tabanan (Bali Post) Mulai Januari 2020 kemarin, alokasi beras sehat untuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Tabanan sudah mulai dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMDa). Pengelolaan beras sehat itu dipercayakan kepada PD Dharma Santika melalui program Gerbang Pangan Serasi. Sebagai tahap awal kegiatan ini, juga menggandeng 32 usaha penyosoh gabah yang tergabung dalam Perpadi. “Kebetulan kita juga belum punya fasilitas penyosohan sendiri. Jadi pengusaha penyosohan yang tergabung di Perpadi Tabanan juga merupakan masyarakat Tabanan yang secara ekonomi harus diberdayakan,” terang Direktur PD Darma Shantika, I Putu Sugi Darmawan, belum lama ini. Diambilalihnya pengelolaan alokasi beras ASN itu, kata Sugi, bertujuan menopang percepatan perkembangan BUMDa agar bisa lebih kuat. Begitupun melalui program beras ASN ini ke depan bisa membantu petani Tabanan lewat koordinasi BUMDa tanpa mematikan pengusaha penyosohan beras yang ada di Tabanan. “Ya... saling berbagi peranlah untuk membangkitkan perekonomian petani Tabanan,” ucapnya. Di bulan Januari kemarin keperluan kategori beras sehat yang telah dikirimkan
CEK - Petugas Dharma Santika saat melakukan pengecekan beras sehat di gudang setempat. sebanyak 88 ton lebih. Pen- ini memang sekitar 88 ton/ masih berkoordinasi dengan giriman Januari sampai Ma- bulan di luar ASN yang ada Dinas Pertanian Tabanan ret 2020 masih menghabiskan di BRSU Tabanan. Angka ini sebagai leading sector bestok beras GPS hasil MoU dikatakannya bisa berubah ras Gerbang Pangan Serasi Perpadi dengan petani yang karena setiap bulan pasti ada (GPS), baik tentang luasan ikut program tersebut. ASN yang pensiun. “Kalau tanam, bibit yang dipilih, Sementara di musim panen ASN BRSU Tabanan masuk, pupuk organik yang digu2020 yang dimulai April 2020, tidak menutup kemungkinan nakan, serta pola tanam Perumda Dharma Santhika angka 100 ton per bulan bisa yang diterapkan. Apakah yang langsung mengadakan tersentuh,” terangnya. ada rencana pengalihan ke MoU dengan Petani atas Yang jelas untuk beras beras konvensional jika kearahan Dinas Pertanian ASN tetap diprioritaskan butuhan beras sehat tidak Tabanan. “Komunikasi dan beras sehat GPS, agar pet- seluruhnya terpenuhi? koordinasi program GPS 2020 ani lebih bergairah ber“Kalau hal ini terjadi, sampai saat ini masih terus tani dengan sistem organik, tentu kami akan berkoorberlangsung dengan Dinas sehingga makanan yang dinasi lebih lanjut dengan Pertanian Tabanan,” terang- dikonsumsi menjadi lebih pemangku kebijakan di ASN. nya. s e h a t d a n d a m p a k l i n g - Kalaupun boleh mungkin Disinggung tentang to- kungan juga menjadi lebih dari segi harga juga berbeda, tal kebutuhan beras sehat baik. Agar bisa menjaga 3 sehingga kualitas beras yang untuk ASN, menurut Sugi K-nya (kualitas, kuantitas, diterima ASN pun berbeda,” Darmawan, asumsinya saat dan kontinuitas), pihaknya terangnya. (kmb28)
Lapas Overkapasitas, Rencana Pemindahan Tak Jelas
LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan kondisinya sangat sesak dan padat. Karena itu kondisinya sangat memprihatinkan. Lapas sejatinya sudah overkapasitas. Idealnya, lapas itu dihuni 47 narapidana, namun kenyataannya numplek 180 orang tahanan menjejali ruangan 3x6 meter di Lapas Tabanan itu. Lalu bagaimanakah rencana kepindahan Lapas Tabanan yang diwacanakan sebelumnya? Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan sebelumnya rencana pemindahan Lapas Tabanan memang sudah lama bergulir. Pemkab Tabanan memberikan dua alternatif relokasi lapas. Pertama di Desa Baturiti atau eks pasar Baturiti atau lahan milik pemerintah provinsi. Dan kedua di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan. Hanya untuk di Kecamatan Baturiti setelah dikoordinasikan rupanya tidak diizinkan. Pasalnya, lahan itu masih difungsikan OPD baik di kabupaten maupun provinsi Bali, khususnya untuk bidang pertanian. Setelah tidak terealisasi pada alternatif pertama, selanjutnya alternatif kedua yakni di lahan pemkab yang ada di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan. Namun saat ini belum diketahui kepastiannya. Pasalnya, masih dilakukan negosiasi. Jika di sana memang relatif luas, karena lahan seluas 6 hektar tersebut masih dalam bentuk tegalan. Saat ini masih digunakan masyarakat
untuk usaha tani perkebunan. “Jika disetujui, kami siap saja pindah ke Batungsel. Meski terlalu jauh dari kota. Karena kondisi lapas sudah overload, maka sangat urgen dibangun lapas baru yang dari segi kapasitas bisa lebih besar menampung narapidana,” terangnya, belum lama ini. Saat ini, dikatakannya, masih akan terus berkoordinasi dengan Pemkab Tabanan untuk mencari jalan terbaik. Selain itu juga berkoordinasi dengan masyarakat di Desa Batungsel. “Kemungkinan kalau disetujui yang di Desa Batungsel akan dijadikan lapas. Sedangkan bekas Lapas Tabanan yang lama tetap dijadikan rutan. Intinya kita terus koordinasi saja dulu, sekaligus meminta pertimbangan-pertimbangan,” terangnya. Lapas Tabanan sendiri sudah overkapasitas. Bahkan sudah sampai 300 persen. Idealnya di Lapas Tabanan itu menampung 47 orang, namun kini dijejali 181 orang nara-
pidana. Imbasnya di dalam tempat tidur ukuran 3x6 meter yang harusnya berisi 5 orang malah dihuni 15 orang. “Di kamar bukan lagi bisa dijejer rapi seperti pindang. Namun padat dan sudah tidak rapi lagi. Ada yang depan WC. Malah karena tidak cukup tempat ada pula yang harus jongkok,” terangnya prihatin. (bit)
mekanisme pendistribusian kartu tani sebelumnya sudah menugaskan PPL dan pakaseh untuk memanggil atau mengundang petani (penerima kartu tani) supaya datang mengambil kartu taninya. “Andaikata tidak bisa hadir saat pembagian, bisa dilakukan reschedule ke dinas untuk proses penerimaan kartu tani di titik pendistribusian berikutnya,” tegasnya. Ditambahkannya, kartu tani yang belum tersalurkan saat ini ada sekitar 13 ribuan. Sedangkan kartu tani yang belum terbit sekitar 14 ribuan. Beberapa kartu tani sudah disalurkan ke sejumlah kecamatan. Seperti ke Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Tabanan. Sementara kartu tani belum tersentuh ke Kecamatan Kediri, Marga, dan Kerambitan. “Untuk tiga kecamatan itu kartunya belum terbit. Mungkin nanti diterbitkan di tahap tiga. Kami berupaya agar penyaluran kartu tani ini dilakukan bertahap. Semoga target 21 ribu kartu ini kami diperkirakan tuntas disalurkan pada semester I,” jelasnya. (kmb28)
Lapas Tabanan yang sudah overload.
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Bali Post/kmb35
BATAL - Stadion Kapten I Wayan Dipta yang batal dijadikan venue Piala Dunia U20.
Stadion Dipta Batal Jadi ’’Venue’’ Piala Dunia Gianyar (Bali Post) Stadion Kapten I Wayan Dipta batal menjadi venue Piala Dunia U20 pada 2021 mendatang. Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengungkapkan alasan tidak terpilihnya stadion itu karena sarana pendukung yang belum memadai. Sementara informasi lain menyebutkan alasan pembatalan itu karena lahan di bawah stadion tersebut diketahui masih berstatus tanah land consolidation (LC). Menurut Wisnu Wijaya, Stadion Kapten I Wayan Dipta batal dipilih sebagai venue Piala Dunia U20 karena sarana pendukung stadion, yakni lapangan latihan tidak memadai. Ia mengaku
tidak mempermasalahkan hal itu. ‘’Kami tidak merasa dirugikan. Itu kan sepenuhnya kewenangan PSSI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga,’’ ujar Wisnu Wijaya, Senin (17/2) kemarin.
Apabila Stadion Dipta memang batal dijadikan venue, kata Wisnu Wijaya, setidaknya pemerintah daerah berusaha memohon bantuan rehab untuk stadion yang dikontrak oleh klub bola
Bali United itu. ‘’Kami tetap berusaha. Meskipun tidak jadi dipakai sebagai venue, kami berharap proses rehab stadion bisa dibantu oleh Kementerian,’’ jelasnya. Namun, mengingat stadion itu dikontrak jangka panjang oleh Bali United, maka pemerintah juga menyerahkan kewenangan rehab kepada pengontrak. Dikatakan, selama ini proses tersebut sudah berjalan.
‘’Rehab sepenuhnya kami serahkan ke Bali United dan sudah berjalan sesuai rencana dari Bali United,’’ ujarnya. Di sisi lain, kata Wisnu Wijaya, Pemkab Gianyar tetap mengharapkan bantuan rehab dalam bentuk dana atau barang dari pemerintah pusat. Semua itu untuk mendukung aktivitas olahraga di Gianyar. ‘’Untuk bantuan dari pusat terkait hibah itu,
kami tunggu kebijakan pusat,’’ tegasnya. Disinggung terkait pembatalan itu karena lahan di bawah stadion masih berstatus tanah LC, Wisnu Wijaya mengaku kurang tahu terkait hal tersebut. Namun, dipastikan terkait status tanah akan segera dirampungkan oleh BPN. Sementara Pemkab Gianyar hanya memiliki hak atas bangunan Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Seperti diberitakan sebelumnya, Stadion Kapten Dipta sempat digadang-gadang jadi venue Piala Dunia U20 yang akan berlangsung 2021. Guna merealisasikan rencana itu, Bali United sampai pindah markas ke Stadion I Gusti Ngurah Rai di Denpasar. Ternyata panitia mencoret nama Stadion Kapten Dipta. Alasannya, ini tidak didukung sarana lapangan latihan. (kmb35)
Bobol SMK Trisakti
Kolok Dibekuk Polisi
Bali Post/nik
OGOH-OGOH - Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam, S.Sn. menunjukkan kerangka ogoh-ogoh yang sedang dikerjakannya.
Ogoh-ogoh di Tampaksiring Tonjolkan Anatomi
MENJELANG perayaan Tilem Sasih Kasanga yang disambut dengan Pangrupukan, sejumlah sekaa teruna kini mulai mempersiapkan ogoh-ogoh. Mayoritas sekaa teruna di Gianyar membuat ogoh-ogoh berbahan anyaman bambu yang lebih ramah lingkungan. Seperti Sekaa Teruna Sentana Luhur, Banjar Kelodan, Desa Tampaksiring yang dikenal membuat ogoh-ogoh berukuran jumbo dan lebih menonjolkan anatomi tubuh. Arsitek ogoh-ogoh Banjar Kelodan, Ida Bagus Nyoman Surya Wigenam, S.Sn., mengatakan membuat ogohogoh sudah menjadi hobi dan kegiatan rutinnya setiap menjelang hari raya Nyepi. Hobi ini sudah dilakoninya sejak di Sekolah Dasar (SD). Namun waktu itu sifatnya masih ogoh-ogoh pribadi dan untuk anak-anak. “Kalau di banjar, sejak 2015 saya membuat ogoh-ogoh bersama anggota sekaa teruna lainnya. Sejak itu kami lebih menonjolkan anatominya. Menurut saya, semua ogoh-ogoh harus detail bagian anatominya,”
ujar pemuda berusia 28 tahun ini, belum lama ini. Sejak 2015, kata Surya Wigenam, sudah ada enam karya yang dikerjakannya. Berawal dengan ogoh-ogoh yang tanpa nama, tahun 2016 ogoh-ogoh Anca Srawa, tahun 2017 ogoh-ogoh yang simbol seorang prajurit, tahun 2018 ogoh-ogoh Kala-Kali, dan tahun 2019 ogoh-ogoh Durga. “Selama pembuatan itu, kami di sini lebih menonjolkan bagian anatominya, mengingat ogoh-ogoh kan melambangkan bhuta kala sehingga harus seram dilihat,” ujar alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini. Menurut Surya Wigenam, selama ini ia tidak mengedepankan sinopsis dalam setiap ogoh-ogoh yang dibuatnya. Namun lebih menonjolkan visualisasi, karena ogoh-ogoh terlihat seram jika visualisasinya digarap secara serius. “Alangkah lebih bagus memang jika dilengkapi dengan sinopsis. Tapi kebanyakan orang lebih senang melihat bentuk dan wajah ogoh-ogoh dari pada sebuah sinopsisnya,” ujarnya. (nik)
Gianyar (Bali Post) Seorang pria asal Kelurahan Ubud, Agus Dogles alias Kolok, dibekuk aparat Polsek Tampaksiring. Pelaku yang tunawicara ini sudah membobol SMK Trisakti, Tampaksiring. Pelaku mencuri sejumlah barang berharga senilai puluhan juta rupiah. Dikonfirmasi Senin (17/2) kemarin, Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmantha mengatakan polisi awalnya menerima laporan kejadian pencurian di SMK ini pada Selasa 12 November 2019. Polisi yang langsung melakukan penyelidikan menemukan barang bukti berupa kotak handphone (HP). Polisi yang mendeteksi keberadaan HP tersebut, lantas ditemukan di daerah Abiansemal, Badung. Polisi yang terus melakukan penyelidikan akhirnya mengarah ke Kolok sebagai pelaku. Tidak mau kehilangan
mangsa, polisi langsung mengarah ke tempat tinggal Kolok di Kelurahan Ubud. Saat diinterogasi polisi, pelaku mengakui telah mencuri di SMK Pariwisata Trisakti Tampaksiring. ‘’Pelaku mengakui telah mengambil barang-barang yang ada di ruang guru, antara lain satu unit HP, 2 unit laptop, sebuah TV LED 32 inchi, serta uang tunai dalam amplop Rp 5 juta, dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp 23 juta,’’ kata Dharmantha didampingi Kasubag Humas Porles Gianyar Iptu Ketut Suarnata. Pelaku beraksi dengan modus mengendarai sepeda motor NMax DK 5887 LM, langsung masuk melewati pintu gerbang SMK yang tidak terkunci. Pelaku lantas merusak pintu terali ruang guru dan merusak kunci pintu ruangan. ‘’Pelaku beraksi saat tengah malam. Saat itu diduga karena saking
banyaknya membawa hasil curian, dia juga sempat terjatuh,’’ tandasnya. Dharmantha menambahkan, sebelumnya Kolok pernah melakukan aksi pencurian. Kini pria asal Kelurahan Ubud itu sudah ditahan di Mapolsek Tampaksiring. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 363 ayat 1 tentang pencurian dengan pemberatan. ‘’Sesuai pasal itu, pelaku dikenakan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,’’ katanya. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan pelaku penggelapan Dewa Putu Juniardi alias Deni. Menurut Dharmantha, awalnya pelaku meminta pacarnya untuk meminjam sepeda motor Honda PCX milik Amari, yang tidak lain merupakan bos dari pacar pelaku. Sepeda motor warna hitam itu lantas dibawa ke Singaraja un-
Bali Post/kmb35
BARANG BUKTI - Kapolsek Tampaksiring AKP I Gusti Putu Dharmantha didampingi Kasubag Humas Porles Gianyar Iptu Ketut Suarnata menunjukkan barang bukti hasil pencurian di SMK Trisakti Tampaksiring. tuk digadaikan. ‘’Sekitar tujuh hari sepeda motor itu tidak ada kabar, korban akhirnya melapor ke polisi,’’ katanya. Polisi yang menerima laporan ini langsung melakukan perburuan pelaku di Singaraja. Akhirnya Deni ditangkap polisi pada 13 Februari lalu. ‘’Di Singaraja, motor ini digadaikan oleh Deni seharga Rp 6,9 juta,’’ katanya.
Usai diinterogasi polisi, kata Dharmantha Deni mengakui perbuatannya telah menggelapkan sepeda motor korban. Dalam kasus ini, hanya Deni yang ditetapkan sebagai pelaku, sementara pacarnya masih berstatus sebagai saksi. ‘’Deni kami pasangkan pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,’’ katanya. (kmb35)
Kasus Motor Terbakar di Pantai Siyut
Istri Meninggal, Suami Kritis KASUS terbakarnya sepeda motor Yamaha Nmax di Pantai Siyut, Desa Tulikup, Gianyar, dipastikan memakan korban jiwa. Korban berinisial S dan suaminya berinisial Wayan W ini dipastikan mengalami luka bakar akibat kejadian ini. Namun, wanita asal Sanur berinisial S yang kondisinya kritis akibat luka bakar itu akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUP Sanglah. Informasi dihimpun di lapangan, Sabtu (15/2) dini hari korban berinisial S mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax DK 3151 QH dari Denpasar datang ke Pantai Siyut, Desa Tulikup. Kala itu suami korban dik-
etahui membuntuti istrinya. Informasi menyebutkan, setiba di pantai didapati korban berinisial S ini sudah menyiram dirinya dan sepeda motor Yamaha Nmax itu dengan bensin. Saat itu S langsung membakar diri beserta sepeda motornya. Suami korban yang melihat kejadian itu berupaya memadamkan api. Namun korban sudah telanjur mengalami luka bakar. Korban berinisial S ini lantas dilarikan ke rumah sakit. Sementara sepeda motor Yamaha Nmax milik korban dibiarkan terbakar hingga hangus di Pantai Siyut. Informasi terakhir menyebut korban berinisial S meninggal pas-
Pariwisata
cakejadian tersebut. Sementra itu, informasi dari pihak kepolisian menyebutkan, pada Jumat (14/2) sekitar pukul 23.00 Wita, korban berinisial S dengan suaminya mengendarai mobil APV DK 1082 BL ke RSU Saba, Desa Saba. Kala itu pasutri asal Sanur ini sudah dalam kondisi mengalami luka bakar. Akibat luka bakar yang parah, mereka lantas dirujuk ke RSUP Sanglah. Dikatakan, korban berinisial S ini sudah mengalami luka bakar serius, sampai kondisi tubuh sekitar 90 persen. Korban sempat mengalami koma, namun akhirnya meninggal dunia pada Minggu (16/2) pagi
sekitar pukul 06.45 Wita. Sementara suaminya berinisial Wayan W juga mengalami luka bakar, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di ICU RSUP Sanglah. Dikonfirmasi Senin (17/2) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan adanya korban meninggal dari insiden motor terbakar di Pantai Siyut, Desa Tulikup. Namun, ia mengatakan jajarannya masih menelusuri penyabab kejadian ini. Sementara keterangan dari keluarga korban, belum ada yang mengetahui pasti kronologi kejadian dan penyebabnya, sehingga korban mengalami luka bakar serius. ‘’Sementara tim masih
menggali informasi terhadap keluarga korban dan anakanak korban,’’ katanya. Berdasarkan keterangan saksi Gusti Ayu yang memiliki warung berjarak 15 meter dari TKP motor terbakar, kata Suastika, pada Jumat malam didengar ada orang ribut. Wanita berusia 60 tahun ini pun keluar dari warungnya. Saat itu ia melihat ada dua orang, yakni seorang laki-laki dan perempuan, ada juga mobil warna putih dalam keadaan hidup. ‘’Saksi sempat mendengar ada kalimat lebih baik kita mati saja berdua di sini dan saat itu saksi juga melihat sepeda motor yang terbakar,’’ ujarnya. (kmb35)
The Kayon Jungle Resort
Resort Mewah dan Romantis untuk Berbulan Madu
The Kayon Jungle Resort
JIKA kebetulan berada di Ubud, Anda dapat mencoba memanjakan diri dengan menginap di The Kayon Jungle Resort. Resort mewah bintang 5 ini dirancang dengan konsep alami suasana desa yang indah, terletak di tengah hutan tropis berkabut dengan pemandangan bukit. Kolam renang bertingkat tiga tentu menjadi salah satu daya tarik bagi para tamu. Bangunan resort itu sendiri dirancang dan terinspirasi oleh budaya Bali yang telah lama dihormati dan fokus pada konsep ramah lingkungan. The Kayon Jungle Resort adalah resort paling mewah kedua setelah The Kayon Resort yang telah ber-
hasil dikelola oleh Pramana Experience. Resort ini terletak di desa tradisional Bresela, Payangan, hanya 20 menit dari pusat Ubud. The Kayon Jungle Resort memiliki 5 tipe kamar yang berbeda fasilitas, mulai dari yang memiliki jumlah yang banyak yaitu Kayon Jungle Suite, Jungle Pool Villa, Valley Pool Villa Kamar, Kayon Premier Pool Villa, dan yang teristimewa adalah tipe kamar Kayon Royal Pool Villa. Direncanakan dengan penuh pertimbangan dengan ruang indoor dan outdoor yang luas, resort ini memiliki keistimewaan dengan kolam renang bertingkat tiga, memiliki lebih dari satu restoan dan juga Day Pool
Club, yakni Wanna Jungle Pool & Bar yang buka untuk umum dengan kapasitas yang terbatas dan fasilitas yang berkelas, Serayu Spa, Capel Wedding Puspaka, Sky Lounge, Museum karya pelukis terbaik Ubud, In House Klinik, Gym, menjadi fasilitas tambahan yang membuat resort ini makin membuat nyaman dan merasa selalu istimewa bagi para pengunjung selama menikmati liburannya. ‘’Suasana di sini sangat cocok untuk pasangan yang mencari surge romantic untuk bulan madu mereka dengan fasilitas yang sangat memanjakan serta privacy yang komit kami jaga. Dan yang mengejutkan lagi pasar terbesar
untuk The Kayon Jungle Resort terutama dari Eropa, Amerika, Korea, dan Australia,’’ kata Suweca, General Manager The Kayon Jungle Resort. Suweca menambahkan, sudah melewati tahun pertama tingkat hunian mencapai rata-rata 90 persen. ‘’Ini menunjukkan bahwa pasar memberikan respons positif. The Kayon Jungle Resort selalu mengikuti perkembangan dan permintaan pasar, dengan tetap memperhatikan kualitas pelayanan dan kami tetap optimis dalam persaingan di market dengan banyaknya properti yang terinspirasi dari konsep yang kami buat,’’ tegasnya. (ad567)
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Sosok Didorong Jadi Klungkung Satu MESKI Pilkada Klungkung masih terbilang jauh, tetapi elite politik di Bumi Serombotan sudah mulai mencari figur yang tepat didorong maju merebut kursi Klungkung Satu. Sudah muncul salah satu kader terbaik Partai Gerindra, Made Kasta. Saat ini sedang duduk sebagai Wakil Bupati Klungkung. Bahkan, Ketua DPC Gerindra Klungkung Wayan Baru terang-terangan menyatakan dukungan kepada Made Kasta ke depan mempersiapkan diri menjadi calon Bupati Klungkung, saat puncak HUT ke-12 Partai Gerindra, belum lama ini. Seluruh kader dan simpatisan pun diminta mendukung Made Kasta, yang dianggap pantas melanjutkan kepemimpinan dari wakil bupati naik menjadi bupati. ‘’Lihat situasi saja dulu. Biarkan mengalir saja. Belum ada kepikiran sampai sejauh itu,’’ kata Made Kasta, menanggapi isu yang dilempar pimpinan partainya itu. Kasta mengaku sementara ini masih ingin memberikan kinerja yang terbaik pada sisa masa jabatannya sebagai wakil bupati. Meski demikian, dia tetap mengapresiasi harapan besar yang diberikan elite Partai Gerindra kepadanya. Tetapi, Kasta mengaku tidak mau terlalu dini mengambil keputusan. Dia memilih menunggu perkembangan politik lebih lanjut pada sisa masa jabatannya sebagai wakil bupati. Kasta merupakan salah satu pendiri Partai Gerindra di Bumi Serombotan bersama Ketua DPC Partai Gerindra Klungkung saat ini, Wayan Baru.Gerindra peraih kursi terbanyak kedua di DPRD Klungkung, dengan delapan kursi dari total 30 kursi DPRD Klungkung. Ini membuat gerbong partai bentukan Prabowo Subianto itu sangat diperhitungkan pada Pilkada Klungkung nanti. Gerindra cukup serius mempersiapkan diri menghadapi pemilihan kepala daerah nanti, meski terbilang masih jauh pada tahun 2023 nanti. Bahkan, kabarnya sudah menjalin komunikasi dengan PDI-P untuk melanjutkan kemesraan kedua partai di tingkat pusat hingga ke daerah. (gik)
Pertamina Segera Telusuri Pengoplos Gas
Semarapura (Bali Post) Setelah persoalan distribusi gas elpiji seret di wilayah kepulauan Desa Lembongan, pihak Pertamina akhirnya datang ke desa setempat sesuai permintaan anggota DPR-RI Nyoman Parta, Senin (17/2) kemarin. Dalam pertemuan dengan warga setempat, pihak Pertamina menerima keluhan dari warga bahwa boat yang mengangkut elpiji itu diamankan Polairud karena diduga mengangkut elpiji oplosan. Salah satu warga Lembongan, Kadek Susianta, mengatakan pekan lalu, di perairan Lembongan dan perairan Kusamba telah terjadi penangkapan boat milik warga Desa Lembongan yang mengangkut elpiji 12 kilogram sejumlah 11 tabung gas. Boat yang ditangkap Polairud Polda Bali antara lain Ceningan Express dan Sri Merta Sari. Boat ini masing-masing berisikan 4 anak buah kapal (ABK). ‘’Mereka ditangkap alasannya karena ada indikasi gas elpiji yang diangkut dari agen yang diajak kerja sama diduga tabung gas oplosan,’’ katanya. Atas kejadian ini, akibatnya kapal lokal asal Lembongan tidak berani lagi melaut mengambil tabung elpiji itu ke Kusamba untuk dibawa ke Lembongan. Inilah salah satunya yang menyebabkan terjadi kelangkaan gas. Masalah lainnya, warga juga harus berhadapan dengan harga gas yang melambung tinggi di Lembongan. Ini terjadi karena ada persaingan harga gas, akibat kelangkaan ini. Harganya bervariasi, yakni ada Rp 155.000, Rp 157.000, Rp 162.000, Rp 167.000 untuk elpiji 12 kilogram. Untuk gas 3 kilogram harganya Rp 26 ribu, dan gas 50 kilogram harganya Rp 850 ribu. Ini pun masih di gudang Ceningan. Kalau menggunakan jasa angkut boat kecil dari gudang Ceningan ke Lembongan, maka harga gas 50 kilogram bisa naik menjadi Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta. Sales Area Manager Retail Bali PT Pertamina Deny Sukendar cukup kaget mendengar masalah ini. Saat hadir di Aula Kantor Perbekel Lembongan, dia menyampaikan PT Pertamina akan menelusuri agen yang diduga melakukan praktik mengoplos gas. Jika ditemukan, pihaknya siap memberi sanksi tegas. ‘’Identitasnya sudah kami kantongi. Sedang kami telusuri di mana gudangnya. Kami juga akan melakukan pengawasan di pangkalan untuk mencegah lonjakan harga terlalu tinggi,’’ tegasnya. Anggota Komisi VI DPR-RI yang membidangi Perdagangan hingga BUMN dari Fraksi PDI Perjuangan, I Nyoman Parta, meminta Pemkab Klungkung juga harus terlibat aktif untuk menyelesaikan persoalan di Lembongan. Ini perlu kebijakan Pemkab Klungkung, mengingat masyarakat Lembongan akan Galungan. (kmb31)
DUDUK BERSAMA - Warga Lembongan, anggota DPRRI dan pihak Pertamina saat duduk bersama di Aula Kantor Perbekel Lembongan.
Pertamina Diminta Segera Atasi Kelangkaan Gas di Lembongan Semarapura (Bali Post) -
Belum selesai menghadapi dampak virus Corona, pariwisata Nusa Penida, khususnya di sekitar Pulau Lembongan, semakin dibuat kelimpungan akibat kelangkaan gas. Warga Lembongan mengeluhkan kelangkaan tabung gas 3 kilogram, 12 kilogram dan 50 kilogram hingga BBM. Kelangkaan itu terjadi selama dua bulan lalu, bahkan masalah ini semakin dirasakan warga sekitar menjelang perayaan Penampahan Galungan, Selasa (18/2) ini dan hari raya Galungan, Rabu (19/2) besok. Situasi ini mengemuka ketika anggota DPR-RI Dapil Bali, Nyoman Parta, turun langsung ke Desa Lembongan, Minggu (16/2) malam. Parta turun setelah menerima banyak keluhan dari pelaku pariwisata maupun warga Lembongan sendiri. Sebab, situasi ini semakin memperkeruh masalah kepariwisataan Lembongan, karena minimnya pasokan tabung gas milik perusahaan Pertamina itu. Dari aspirasi yang disampaikan warga, tercatat ada lima penyebab utama terjadinya kelangkaan tabung elpiji hingga BBM selama dua bulan terakhir. Pertama, kapal tanker elpiji mengalami kendala menuju SPPBE dan SPBU Nusa Ceningan. Hal itu dikarenakan kapal tersebut tidak bisa bersandar ketika air laut surut. Selain itu juga disebabkan faktor cuaca tidak bersahabat. Kedua, akibat faktor harga yang mahal menyebabkan warga mencari elpiji sampai ke Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung daratan. Karena di Kusamba lebih mu-
rah harganya dan mestinya harga yang di Ceningan lebih murah, namun dari kuitansi harga yang ditujukan warga yang membeli di Ceningan lebih mahal. Kemudian ketiga, disebabkan terjadinya penindakan oleh Polairud secara tiba-tiba. Itu menyebabkan kekhawatiran pemilik kapal dan nakhoda saat membawa elpiji dari Desa Kusamba. Keempat, masalah infrastruktur jembatan penghubung Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Selain berpengaruh terhadap kelambatan juga tidak efektifnya pendistribusian elpiji itu. Kelima, para pengusaha merasa khawatir di dalam melaksanakan pengangkutan elpiji, karena sering terjadi penindakan oleh Polairud. ‘’Kami sudah jatuh, tertimpa tangga. Pelayanan pariwisata kami terganggu, jadi mohon solusi konkret,’’ pinta Perbekel Desa Lembongan Ketut Gede Arjaya. Kacau Sekali Anggota Komisi VI DPR-
SAMPAIKAN ASPIRASI - Warga Desa Lembongan saat menyampaikan aspirasi di Wantilan Desa Lembongan. RI, I Nyoman Parta, dihubungi Senin (17/2) pagi, menyatakan prihatin atas kondisi ini di tengah-tengah menurunnya kunjungan wisatawan Tiongkok. Menurutnya, situasi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja terjadi tanpa ada solusi pihak terkait. ‘’Ini kan kacau sekali. Sudah turis sepi. Gas tidak ada. Mau masak pun tidak bisa. Komplain wisatawan yang lain juga jadi terus bermunculan. Warga
setempat juga jadi semakin susah. Mestinya Pertamina hadir memberi solusi,’’ tegas politisi PDI-P ini. Menindaklanjuti persoalan ini, pihaknya meminta jajaran pimpinan Pertamina Perwakilan Provinsi Bali hadir langsung ke Lembongan, Senin (17/2). Dari pertemuan langsung dengan Pertamina, pihaknya meminta agar segera ada solusi agar warga dan pelaku pariwisata bisa keluar dari masalah kelang-
kaan elpiji ini. Selain itu, dia juga meminta pihak Syahbandar bisa mempermudah proses perizinan kapal berlayar. Pihak Polairud juga diminta harus bijak. Tidak boleh melakukan penangkapan begitu saja. Sementara di bawah menyisakan banyak masalah. Cara-cara seperti itu, menurutnya, harus ditinjau ulang, agar tidak menimbulkan masalah baru. (kmb31)
Antisipasi Kelangkaan Elpiji
Disiapkan SPBU Alternatif di Nusa Penida PERTAMINA telah mengambil langkah-langkah menangani kelangkaan gas elpiji yang terjadi di Nusa Lembongan. Salah satunya menyiapkan alternatif suplai dari SPBU di Nusa Penida, untuk memenuhi kebutuhan Nusa Ceningan dan Lembongan. Hal ini untuk mengatasi potensi kendala jika terjadi kondisi surut dan kapal mengangkut MT tidak bisa menyuplai. Demikian disampaikan Unit Manager Communication Relations & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Senin (17/2)
kemarin. Adanya informasi terkait kendala distribusi BBM dan elpiji, diakui setelah itu timnya langsung berkoordinasi ke Nusa Lembongan untuk mengklarifikasi dan juga mencari solusi cepat. Tim Pertamina bersama perwakilan agen elpiji mengecek kondisi lapangan dan berdiskusi langsung dengan I Nyoman Parta, anggota DPRRI Komisi VI, Kepala Desa beserta masyarakat Nusa Lembongan. Dari hasil diskusi, terkait pasokan elpiji, bahwa
warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan elpiji nonsubsidi yaitu 12 kg dan 50 kg di wilayah Nusa Lembongan (NL). Hal itu terjadi sejak terjadinya penangkapan jukung yang membawa elpiji 12 kg oleh Polair setempat. Penangkapan dilakukan karena ada indikasi elpiji yang diangkut itu adalah elpiji oplosan dari elpiji subsidi 3 kg. Selama ini penduduk Nusa Lembongan mendapatkan suplai elpiji dari beberapa sumber. Yaitu dari pangkalan Pertamina di Nusa Ceningan, dan juga mengambil
sendiri elpiji 12 kg dari Desa Kusamba, Klungkung menggunakan jukung. Pertamina telah meminta agen untuk menambahkan suplai elpiji 12 kg di pangkalan Nusa Ceningan, untuk memenuhi kebutuhan khususnya selama Galungan. Pertamina juga akan memberikan daftar agen dan pangkalan resmi elpiji Pertamina di wilayah Klungkung sebagai alternatif suplai, dengan konsekuensi konsumen mengangkut sendiri. Pertamina juga melakukan sosialisasi dan edukasi ke-
pada masyarakat setempat, terkait keaslian produk, serta cara penggunaan produk elpiji yang aman. Saat ini stok elpiji di pangkalan resmi diklaim dalam jumlah aman. Yaitu elpiji 3 kg sebanyak 1.300 tabung, elpiji 122 kg sebanyak 80 tabung, elpiji 50 kg sebanyak 10 tabung. Sedangkan pasokan BBM, saat ini stok BBM di SPBU Satu Harga 56.807.11 Nusa Ceningan dalam kondisi cukup, yaitu premium 40 kiloliter, pertalite 21 kiloliter, dan dexlite 7,7 kiloliter. (may)
Sudah Ber-SNI, ’’Uyah’’ Kusamba Tunggu Izin Edar
KOPERASI Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana semakin mematangkan rencana produksi uyah (garam) Kusamba. Setelah didorong agar segera dipasarkan, garam Kusamba itu sudah mengantongi label SNI. Kini, garam Kusamba dengan label ‘’Uyah Kusamba Gema Santi’’ ini tinggal menunggu izin edar. Ke manakah ‘’Uyah Kusumba Gema Santi’’ itu rencananya dipasarkan? Manajer Koperasi Lembaga Ekonomi Produktif Pesisir Mina Segara Dana, I Gusti Nyoman Sadi Ari Putra, mengatakan produksi garam sementara hanya bisa menyasar PNS di 23 OPD Pemkab Klungkung. Sebab, produksi Uyah Kusamba Gema Santi berkisar 800 kg - 1 ton per bulan. Permintaan dari pasarpasar modern, minimarket dan pusat oleh-oleh juga sudah ada, namun karena masih proses izin edar dari BPOM, pihaknya belum bisa melayani permintaan tersebut. Dia berharap akhir bulan Februari, pengajuan audit BPOM sudah selesai. Sehingga jika sudah ada stok bahan baku dari para petani garam, maka akan diproduksi lebih banyak. Kemudian akan dipasarkan ke pasar yang lebih luas. ‘’Kami sedang mendorong
agar segera memiliki izin edar. Biar produknya aman di tingkat konsumen,’’ katanya, Minggu (16/2). Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyempatkan diri mengunjungi tempat produksi garam Kusamba beryodium dengan label ‘’Uyah Kusamba Gema Santi’’ ini. Dia ingin memastikan kesiapan produksi garam Kusamba sebelum diproduksi untuk PNS maupun pasar umum, termasuk pasar modern. Dia antusias dengan perkembangan program ini. ‘’Uyah Kusamba Gema Santi’’ saat ini sudah memiliki label SNI, hanya
UYAH KUSAMBA - Bupati Suwirta saat mengecek kondisi alat dan lokasi produksi uyah Kusamba. tinggal menunggu izin edar. ‘’Selama ini ‘Uyah Kusamba Gema Santi’ diproduksi untuk dipasarkan kepada para PNS Pemkab Klungkung. Ke depan akan kita dorong supaya berproduksi lebih banyak untuk pasar lebih luas, yakni masyarakat umum. Nantinya pasar kami, garam akan dijual juga di pasar tradisional dan toko modern,’’ ujar Bupati
Suwirta. Dalam pantauannya, mesin-mesin dan ruangan tempat produksi serta packing garam Kusamba sudah tampak siap. Masalahnya saat ini para petani tradisional terbatas bahan baku. Sebulan kebutuhan bahan baku garam mencapai 1,2 ton untuk pasar PNS. Jika melayani pasar umum, diperkirakan membutuhkan
bahan baku 1,8 ton. Jadi, rata-rata butuh bahan baku tiga ton. Bupati Suwirta mengatakan hal itu merupakan peluang petani garam. Tim dan pokja supaya bekerja lebih optimal. Sehingga ‘Uyah Kusamba Gema Santi’ bisa secepatnya masuk ke pasar tradisional maupun pasar modern,’’ pungkasnya. (gik)
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Hari Raya Galungan dan Kuningan
Pimpinan DPRD Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Kondusivitas Wilayah Karangasem MOMEN perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan hendaknya seluruh masyarakat untuk memaknai kemenangan dharma melawan adharma dalam diri masing-masing diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi, masyarakat Karangasem juga lebih bijak memilih informasi agar tidak mudah terhasut oleh berita bohong atau hoax. Hal itu disampaikan Pimpinan DPRD Karangasem yang diwakili Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana, Senin (17/2) kemarin.
Menurut Gede Dana, momentum perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan agar masyarakat Karangasem memaknai kemenangan dharma atas adharma. Harapannya, kata Gede Dana, agar masyarakat semakin cerdas mengimplementasikan ajaran agama Hindu dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara sehari-hari secara mendalam. ‘’Mari di hari yang penuh kemenangan dharma ini, implementasi agama Hindu dilakukan dalam kehidupan kita seharihari,’’ ujar Gede Dana. Gede Dana juga menyampaikan, masyarakat Karan-
gasem yang telah memiliki warisan toleransi sejak dahulu hendaknya tetap dipegang teguh. Apalagi, katanya, menjelang hajatan suksesi pemilihan bupati dan wakil bupati pada September mendatang, masyarakat juga hendaknya tidak mudah terhasut oleh informasi yang bohong atau hoax. ‘’Dengan perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, terutama media sosial, di mana masyarakat bisa dengan cepat mengakses informasi. Oleh karena itu, hendaknya masyarakat bijak dalam memilah informasi agar tidak mudah terhasut oleh berita
bohong (hoax),’’ katanya. Gede Dana juga berharap perbedaan pilihan nanti masyarakat tetap menja ga persatuan dan menjaga situasi kondusif Kabupaten Karangasem. Semangat bergotong royong membangun Karangasem harus dilakukan semua pihak. Gede Dana juga berharap masyarakat bisa memilih pemimpin sesuai hati nurani serta melihat rekam jejaknya, guna mewujudkan Karangasem era baru dan lebih baik lagi. ‘’Tetap jaga kondusivitas kabupaten yang kita cintai, karena ini merupakan tempat kita bersama,’’ ajaknya.
Gede Dana juga menyampaikan permohonan maaf, baik sebagai pribadi maupun sebagai Pimpinan DPRD Karangasem kepada seluruh masyarakat atas kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja. Mewakili Pimpinan DPRD Karangasem, anggota DPRD, staf Sekretariat DPRD, serta masyarakat mengucapkan selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan. ‘’Semoga di momen hari yang penuh kemenangan dharma ini kita bisa saling memaafkan,’’ ucapnya. (ad564) I Gede Dana
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Enam Truk Ditilang Melintas di Jalur Kedisan-Penelokan Bangli (Bali Post) – Lima truk pengangkut pasir dan satu truk tanpa muatan ditilang Satlantas Polres Bangli saat melintas di jalur KedisanPenelokan, Senin (17/2) diri hari. Keenam truk itu ditindak lantaran melanggar rambu lalu lintas. Sesuai aturan, truk dilarang melintas dari arah Kedisan ke jalur Penelokan. Truk pengangkut pasir hanya dibolehkan melintas di jalur Culali. Kasat Lantas Polres Bangli AKP Nengah Sona mengatakan, kegiatan penindakan itu dilakukan bersama delapan anggota Polsek Kintamani mulai pukul 03.00 Wita. Dalam penindakan itu, petugas mendapati sejumlah truk nekat naik mengangkut material pasir/batu di jalur Kedisan menuju Penelokan. Padahal di jalur itu sudah terpasang rambu truk dilarang melintas. ‘’Karena melanggar, kami berikan tindakan,’’ terangnya.
TINDAK TRUK - Petugas menindak truk yang melintas di jalur Kedisan-Penelokan, Kintamani. Oleh petugas keenam truk yang melanggar itu dibawa ke Mapolres Bangli dengan pengawalan Kijang 1133 milik Polres. Dikatakan AKP Sona, dalam kegiatan razia itu, pihaknya juga melaksanakan patroli dari Penelokan sampai simpang tiga Kedisan untuk mengecek adanya truk yang kemungkinan berhenti di sepanjang jalur PenelokanKedisan karena sudah menge-
tahui keberadaan petugas di Pos Penelokan. Selama ini jalur KedisanPenelokan dilarang dilintasi truk lantaran jalan itu merupakan jalur pariwisata. Keberadaan truk yang melintas pada malam hari dikeluhkan lantaran mengeluarkan suara bising dan mengganggu tamu yang menginap di hotel-hotel seputaran Kedisan dan Penelokan. (kmb40)
Badan Pengelola Pariwisata BUGG Dinilai Belum Efektif dan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan petugas kepolisian beberapa tahun lalu. Dalam rapat kerja yang digelar belum lama ini dengan mengundang Disparbud Bangli dan Badan Pengelola BUGG, Mastrem mengungkapkan Komisi II menilai badan pengelola belum selayaknya ada. Menurutnya, yang harus lebih dulu ada adalah rencana induk pengembangan pariwisata daerah (RIPDA) yang nyambung dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail rata tuang (RDRT) Kabupaten Bangli. “Saya masih ingat betul, dari lima tahun lalu saat saya masih jadi Ketua Bapemperda, saya sudah tunggu RIPDA ini. Tapi sampai sekarang belum ada. Induknya belum ada, malah anaknya sudah duluan ada,” kata Mastrem. Dalam rapat kerja itu, Badan Pengelola Pariwisata BUGG sempat mengungkapkan kekurangan tenaga kerja sebanyak 80 orang. Tenaga kerja itu dibutuhkan mengisi kekosongan sejumlah posisi di struktur seperti divisi hingga
seksi-seksi. Hal itu cukup membuat dewan tercengang. Komisi II pun lantas meminta Badan Pengelola tidak melakukan perekrutan karyawan dulu sebelum perda mengenai perubahan status Badan Pengelola menjadi Perusda yang diajukan itu disahkan dewan. “Kalau nanti sudah disetujui, ya kami juga minta rekrut tenaga yang sesuai kompetensinya. Tenaga yang bisa mengembangkan kepariwisataan. Jangan asal comot,” jelasnya. Mastrem pun menyatakan tidak setuju dengan wacana bupati menaikan bagi hasil retribusi objek wisata untuk badan pengelola dari 40 persen menjadi 60 persen. Menurutnya, itu merupakan pemborosan. Apalagi tugas dan fungsi badan pengelola pariwisata BUGG saat ini belum jelas dan belum mampu menunjukkan kinerja maksimal. Mastrem mengingatkan, di tahun 2020 ini Geopark Batur akan direvalidasi kembali oleh Unesco. Ia pun meminta agar status Geopark yang disandang tersebut bisa dipertahankan. (kmb40)
Bali Post/ist
KESEHATAN TERNAK - petugas mengecek kesehatan ternak babi yang akan disembelih.
Dinas PKP Tak Bisa Cek Kesehatan Semua Babi yang akan Disembelih DINAS Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah menurunkan petugasnya di masing-masing kecamatan untuk mengecek kesehatan ternak babi yang akan disembelih warga jelang hari raya Galungan. Ini dilakukan guna memastikan babi yang akan dikonsumsi masyarakat sehat dan terbebas dari penyakit. Lalu karena ada kendala apakah sehingga tidak semua babi yang akan disemblih jelang Galungan itu bisa dicek kesehatannya? Pengecekan kesehatan babi sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (15/2) lalu. Dalam pengecekan itu, petugas memeriksa ada tidaknya penyakit pada tubuh ternak babi milik warga yang akan disembelih. Sayangnya, tidak semua babi bisa diperiksa kesehatanya. Sebab, petugas dokter hewan yang diterjunkan Dinas PKP sangat terbatas. Di Bangli jumlah populasi babi saat ini mencapai 59.070 ekor. ‘’Dokter hewan yang kami miliki terbatas. Karenanya tidak semua bisa kami pantau. Di satu banjar saja bisa menyembelih babi puluhan ekor,’’ ujar Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Sarma, Senin (17/2) kemarin. Sejauh ini, katanya, dari hasil pemantauan petugas, belum ditemukan adanya ternak babi yang terkena penyakit. Pemeriksaan kesehatan babi sebelum disembelih (antemortem) akan dilakukan sampai Senin sore. Petugas juga mengecek kesehatan babi pascadipotong (postmortem).
Bupati Minta ASN Tetap Jaga Kedisiplinan Bangli (Bali Post) –
Kelola Pariwisata Kintamani
Bangli (Bali Post) Keberadaan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) disorot Ketua Komisi II DPRD Ketut Mastrem. Dia menilai badan pengelola pariwisata BUGG itu belum efektif mengelola dan memajukan pariwisata di Kintamani. Lembaga bentukan Bupati itu pun dinilai hanya menjalankan tugas yang tak jauh beda dengan tugas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) sebelumnya. “Sama sekali belum ada kemajuan. Tugasnya hanya mungut tiket saja. Kan itu sama saja dengan yang dulu dilakukan Dinas Pariwisata,” ungkap Mastrem, Minggu (16/2) lalu. Mastrem tak menampik, sejak Badan Pengelola pariwisata BUGG berdiri, pendapatan dari retribusi wisata meningkat. Namun, menurutnya, hal itu belum bisa dipastikan apakah peningkatannya karena peran badan pengelola itu. Sebab, dulu saat objek wisata Kintamani masih dikelola Disparbud, pendapatan retribusi wisata juga pernah mengalami peningkatan. Tepatnya pasca-adanya sidak
Pimpin Apel Disiplin Terakhir
Dikatakan Sarma, pengecekan ternak babi ini rutin dilakukan jelang hari raya Galungan. Pengecekan
guna memastikan hewan yang akan disembelih warga itu aman dan terjamin kesehatannya sebelum dikonsumsi. ‘’Ini rutin dilakukan jelang Galungan. Jadi bukan karena merespons isu ASF,’’ terangnya. Disinggung ada tidaknya kasus kematian babi di Bangli, Sarma mengakui ada, tetapi kematiannya normal. Dalam artian bukan disebabkan wabah virus. ‘’Kematiannya biasa, ada karena pascamelahirkan, ada juga karena mencret,’’ imbuhnya. (ina)
Mulai bulan depan, Bupati Bangli I Made Gianyar tidak lagi mengadakan apel disiplin bagi Aparat Sipil Negara (ASN). Apel disiplin yang dilaksanakan di Lapangan Kapten Mudita, Senin (17/2) kemarin menjadi apel terakhir yang dipimpin Bupati Made Gianyar sebelum dirinya mengakhiri masa jabatannya. Meski apel disiplin ditiadakan, Bupati dua periode itu tetap meminta seluruh ASN di Bangli tetap menjaga kedisiplinan, dan menghafalkan serta mengamalkan Panca Prasetya Korpri, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. ‘’Sekarang saya dan wakil bupati tepat sudah empat tahun di jabatan ke dua. Tahun depan tanggal 17 Februari, saya dengan pak wakil sudah harus check out dari jabatan ini. Ini adalah apel disiplin yang terakhir,’’ kata Made Gianyar saat memimpin apel kemarin. Walau sudah tidak ada apel disiplin lagi, dia meminta seluruh ASN selalu menjalankan tugas dengan berintegritas, disiplin dan profesional. Karena ASN merupakan profesi yang sangat diharapkan banyak orang. ASN jangan bermental priyayi. Sebaliknya ASN itu harus melayani. Bupati mempersilakan pimpinan
OPD melanjutkan apel disiplin di masing-masing jika diperlukan. Dalam bekerja, Bupati Made Gianyar diminta kepada ASN untuk saling mengawasi. Kalau ada yang kekurangan agar dibenahi bersama. Pimpinan OPD melalui kasubag yang mengurusi kepegawaian diingatkan agar memperhatikan seluruh staf masing-masing. Jika ada staf yang sampai berhari-hari tidak ngantor, agar dilakukan pendekatan dan pembinaan. ‘’Kalau bisa dalam bekerja itu dibangun rasa kekeluargaan yang bagus,’’ pintanya. Made Gianyar mengingatkan, sebagai ASN jangan
PIMPIN APEL - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin apel di Lapangan Kapten Mudita, Senin (17/2) kemarin. bercita-cita jadi orang kaya. Kalau mau jadi orang kaya sebaiknya tidak usah memilih profesi ASN. Pilihlah profesi lain. ‘’Saya saja setelah jadi bupati akan pilih jadi sudra, jadi petani. Karena petani itu pekerjaan mulia. Selain juga kembali jadi dosen,’’ kata Made Gianyar. Pada kesempatan itu, Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini meminta Badan Keuangan, Pendapa-
tan dan Aset Daerah (BKPAD) untuk segera mencairkan tambahan penghasilan pegawai (TPP) sebelum hari raya Galungan. Jangan sampai ada pegawai yang mengeluhkan soal TPP dan menuding tertundanya pencairan gara-gara Bupati. ‘’Jangan nanti kalau lambat, bupatinya terus disebut tidak pernah memberikan kebahagiaan ke pegawai,’’ jelasnya. (kmb40)
Bangli Belum Bisa Lakukan Tera Ulang Bangli (Bali Post) Pemkab Bangli sampai saat ini belum bisa melakukan pelayanan tera ulang secara mandiri. Meski sudah memiliki tenaga dan prasarana untuk melaksanakan tera ulang itu, namun Bangli masih harus bekerja sama dengan Kabupaten Buleleng. Tera ulang wajib dilaksanakan untuk mengukur akurasi timbangan pedagang. Hal itu penting agar tidak merugikan konsumen. Mereka yang wajib ditera
ulang adalah pedagang yang memiliki alat ukur seperti timbangan. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Wayan Gunawan mengatakan, untuk melakukan pelayanan tera ulang di tahun 2020 ini pihaknya masih bekerja sama dengan Kabupaten Buleleng. Sebab, walaupun sudah punya tenaga dan prasarana, Bangli masih harus menunggu surat keterangan kemampuan pelayanan
tera ulang (SKKPTU) yang diterbitkan Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Metrologi setelah dilaksanakan penilaina. ‘’Setelah memperoleh SKKPTU kabupaten mengusulkan pegawai berhak, karena penera yang ada walupun sudah lolos uji kompetensi belum memiliki sertifikat berhak. Setelah memperoleh sertifikat berhak baru diberikan cap tanda sah,’’ jelas Gunawan, Senin (17/2) kemarin. Sesuai jadwal, kegiatan tera ulang di Bangli tahun
ini akan dilaksanakan di triwulan ketiga. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Gunawan berharap di tahun 2021 mendatang Bangli bisa melaksanakan tera ulang mandiri. Karenanya tahun ini pihaknya masih menyiapkan yang dibutuhkan. Kata Gunawan, keuntungan yang didapat jika Bangli bisa melaksanakan tera ulang sendiri yakni dari segi biaya bisa ditekan, dan dari segi waktu lebih efektif dan efisien. (kmb40)
Selasa Wage, 18 Februari 2020
Ditemukan Jajan ”Upakara” Mengandung Rhodamin-B
Pengobatan Virtualdetox Pasien Sembuh Tanpa Obat
VIRTUALDETOX - Penyembuhan penyakit dengan Virtualdetox rintisan Ida Kade Jelantik. PENYEMBUHAN alternatif belakangan ini masih dicari masyarakat. Situasi ini memunculkan beragam teknik penyembuhan alternatif. Yang terbaru sekarang muncul tehnik pengobatan Virtualdetox. Virtualdetox berasal dari dua suku kata virtual dan detox. Virtual diadopsi dari Bahasa Inggris tanpa perubahan kata yang secara umum berarti sesuatu yang maya (semacam keadaan semu dari bentuk nyata) yang terjadi secara tidak langsung. Pengertian detox adalah cara membersihkan tubuh (pikiran atau fisik) dari racun (hal-hal negatif). Sehingga arti virtualdetox, disimpulkan menjadi kegiatan untuk membersihkan diri dari racun secara tidak langsung atau secara maya, namun nyata terjadi. Penemu Virtualdetox, Ida
Kade Jelantik, Senin (17/2) kemarin mengatakan, penyembuhan virtualdetox ini mudah dilakukan. Bahkan tanpa menggunakan obat dan melakukan ritual apapun. Sebaliknya, pasien hanya diminta untuk duduk dan mengikuti petunjuk praktisi virtualdetox. Penyembuhan virtualdetox diawali dengan pasien dipersilakan untuk duduk dan rileks. Diikuti dengan memanjatkan doa sesuai dengan kepercayaan dan juga yakin dengan niat yang diinginkan. Setelah pasien dirasa cukup rileks, pada saat itu praktisi melaksanakan tahap berikutnya, yakni menyentuh titik pusat tubuh yang bisa membantu pasien masuk ke dalam alam bawah sadar secara cepat dengan hitungan detik. Pada saat pasien memasuki tahap penyembuhan
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445
Butuh Staf Produksi, Lulusan SMK.Kirim Lamaran ke: info@tsbali.com
Dicari Sopir Pribadi Hub. Ibu Agung 082147944989
ini, pasien seakan-akan tidak bisa bergerak. Tetapi saat itulah penyembuhan ini berlangsung dan pasien dipersilakan melepaskan pikiran dan memori-memori, cikal bakal racun tubuh yang menumpuk dalam benak. “Praktisi merasa bahwa penyembuhan ini sangat berguna dan efektif untuk dikenal oleh masyarakat,” tegasnya. Menurut Ida Kade Jelantik, dalam posisi ini, penyerahan diri kepada yang maha kuasa adalah kuncinya. Untuk itu, penyembuhan virtualdetox dapat dilakukan ketika pasien dan praktisi telah sepakat untuk melakukan penyembuhan, sehingga tidak ada paksaan apapun ketika penyembuhan ini berjalan. Sepakat dalam artian, pasien datang memang untuk melaksanakan penyembuhan diri. Penyembuhan virtualdetox ini diakhiri dengan cara praktisi mengembalikan kesadaran pasien ketika waktu yang disepakati telah usai. Estimasi waktu yang dihabiskan sesuai dengan keluhan pasien, rata-rata hanya 15 menit. “Sehingga dapat disimpulkan, penyembuhan ini sangatlah praktis, namun karena penyembuhan ini berhubungan dengan alam bawah sadar dan sama sekali tidak perlu melakukan apapun hanya mendengarkan arahan praktisi, penyembuhan ini sangatlah bermanfaat walau terlihat sangat sepele,” katanya. Ida Kade Jelantik menambahkan, praktik penyembuhan ini dibuka di kediamannya. Proses penyembuhan dari alam bawah sadar ini dinamakan virtualdetox sejak tanggal 20 Januari 2020. Penyembuhan ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak lama, namun baru diperkenalkan dengan nama virtualde tox. Bagi pasien yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dengan menghubungi nomor HP/WA 085333385999. (ad566)
BERBAHAYA - Loka POM Buleleng menemukan sejumlah jajan upakara mengandung bahan berbahaya.
menyusul temuan tersebut, pihaknya memberikan edukasi kepada pedagang agar tidak menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya. Selain itu, pihaknya juga akan mencari sumber produksi dari jajanan tersebut. Ini karena para pedagang di Pasar Anyar mendapat pasokan jananan dari seorang produsen di Kota Singaraja. “Akan kami telusuri produsennya, sehingga barang-barang berbahaya ini bisa dicegah,” katanya. Made Ery Bahari menambahkan, perangkat desa juga ikut membantu pihaknya melakukan pengawasan terhadap produsen atau industri di daerahnya masing-masing. Sebab, pemerintah pusat telah memberikan dana ke masing-masing desa yang salah satunya bisa digunakan untuk pengawasan keamanan pangan. Program yang bisa dilakukan di desa adalah gerakan keamanan desa. Di Buleleng, desa yang sudah mampu melakukan pengawasan pangan sendiri adalah Desa Pemaron dan Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng. “Kami harapkan perangkat desa bisa mengalokasikan dananya untuk membentuk petugas kader desa,” jelasnya. (kmb38)
Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta, Senin kemarin mengatakan, pengawasan diawali dengan pemeriksaan sebelum (antemortem) babi dipotong. Dari pemeriksaan yang menyasar 35 tempat pemotongan hewan (TPH) di beberapa tempat pemotongan yang dikelola mandiri, babi dinyatakan sehat dan tidak terindikasi menderita suatu penyakit yang berbahaya. Di TPH ini, kandang atau babi yang akan dipotong sudah disteril dengan disinfektan, sehingga
Nyoman Terima, pedagang daging babi asal Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng mengatakan, daging yang dijualnya ini hasil pemotongan di rumahnya. Dia mendatangkan babi dari Kintamani, Bangli. Terima memastikan memang tidak ada virus ASF seperti isu yang berkembang. Terkait harga, dia menyebut bervariasi antara Rp 60.000 sampai Rp 70.000 per kg. “Saya tidak khawatir karena memang di Singaraja tidak ada virus babi tersebut,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) -
Sejumlah jajan upakara ditemukan mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Jajan tradisional itu jenis rengginang (begina) dan tumpeng yang sudah dicetak. Temuan itu terungkap ketika Loka POM Buleleng Senin (17/2) kemarin melakukan pengawasan pangan menjelang Galungan di Pasar Anyar, Singaraja.
Ada 12 sampel jajan diambil dengan acak. Belasan sempel jajan itu paling banyak dicari untuk upakara yang dipersembahkan saat Galungan. Jajanan seperti rengginang (begine) dan nasi tumpeng yang sudah
dicetak dan dikeringkan. Sampel bahan makanan itu diuji di mobil laboratorium keliling yang dioperasionalkan Loka POM. Hasilnya, ditemukan empat jajan yang mengandung Rhodamin-B. Bahan ini
biasanya dipakai untuk perwarna tekstil. Kalau bahan ini dikonsumsi bisa menyebabkan iritasi pada saluran pencernaan dan memicu kanker hati. Kepala Loka POM Buleleng Made Ery Bahari mengatakan,
Bali Post/ist
Distan Awasi Peredaran Daging Babi
Singaraja (Bali Post) Dinas Pertanian (Distan) Buleleng melakukan pengawasan peredaran daging babi, Senin (17/2) kemarin, sehari menjelang Penampahan Galungan. Pengawasan yang dilakukan tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) itu menyasar tukang potong (jagal) dan pedagang ecer di pasar tradisional. Hasilnya, babi yang dipotong dinyatakan sehat. Tukang potong mengolah daging dengan cara yang benar, sesuai kaedah pemotongan hewan.
dijamin babi bebas virus berbahaya, seperti ASF. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan setelah babi dipotong (posmortem). Petugas memastikan tempat dan lingkungan pemotongan bersih dan terbebas dari kontaminasi bibit penyakit. Selain itu, petugas juga mengedukasi para tukang potong agar tidak mencampur daging dengan bagian lain, seperti isi perut babi. “Dari pemeriksaan ante dan posmortem, semua babi dinyatakan sehat,’’ katanya.
B.BP.001.02.20.0000504
B.BP.001.02.20.0000549
B.BP.031.02.20.0000570
Butuh: Sopir, berpengalaman. Hub.Ibu Dewi: 081236222509
KEHILANGAN
Dcr Security & Cleaning Service, di Jln Petitenget 082210090909
Hilang BPKB No.M-03605917-O DK 5497 U AN UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Tengah
Dcr sgr Accounting, jjr, disipln peng1th.ditmptkan di Labuan Bajo krmCv ke:hrdbali2019@gmail.com
Hilang BPKB No.M-03605918-O DK 5498 U AN UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Bali Tengah
B.BP.031.02.20.0000571
B.BP.004.02.20.0000581
B.BP.001.02.20.0000340
LOKER
B.BP.001.02.20.0000550
B.BP.001.02.20.0000548
DIJUAL MOBIL
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Selasa Wage, 18 Februari 2020
HUT Ke-4 Periode II Kepemimpinan Abang
Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat
PERINGATAN Hari Ulang Tahun ke-4 periode II pemerintahan Bupati Artha-Kembang (Abang) diisi dengan jalan sehat. Ribuan warga tumpah ruah mengikuti jalan sehat di seputaran kota Negara, Senin (17/2) kemarin. Tidak ketinggalan, jalan sehat yang mengambil start di areal Gedung Kesenian Bung Karno (GKB) ikut berbaur di barisan Bupati I Putu Artha bersama Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, Sekda I Made Sudiada, anggota forum pimpinan daerah termasuk para pimpinan OPD. Usai jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan makan nasi jinggo bersama. Panitia juga menyiapkan berbagai hadiah sebagai door prize. Di antaranya sepeda gunung, kompor gas, lemari es dan suvenir lainnya. Momen peringatan HUT Kepemimpinan tahun ini, Bupati I Putu Artha juga menyerahkan empat piagam penghargaan kepada desa, atas capaiannya terkait tata kelola dana desa tahun 2019.
Piagam penghargaan dari Bupati juga diserahkan kepada perbekel yang sukses merealisasikan dana desa hingga 100 persen. Di antaranya Perbekel Medewi, Pengeragoan, Manggisari, Mendoyo Dangin Tukad, Batuagung, Perancak, Nusasari, Manistutu, Tuwed, dan Perbekel Tukadaya. Selain kedua penghargaan tersebut, pemberian apresiasi juga diberikan KPPN Singaraja kepada PMD Jembrana atas penilaian kinerja OPD sangat baik dalam pengawalan penyaluran dana desa. Jembrana meraih ranking IX tingkat nasional dan peringkat I Provinsi Bali. Terakhir, ikut diserahkan penghargaan kepada pengusaha atas partisipasinya dengan taat membayar pajak.
Penghargaan ini diserahkan kepada Hotel Puri Dajuma Pekutatan. Di sela-sela penyerahan hadiah dan penghargaan itu, Bupati I Putu Artha menyampaikan apresiasinya atas partisipasi dan dukungan seluruh lapisan warga Jembrana, saat peringatan HUT Kepemimpinan. Hal ini terlihat dari membeludaknya jumlah warga masyarakat yang turut mengikuti pelaksanaan jalan sehat serta berpartisipasi memeriahkan rangkaian HUT Kepemimpinan. ‘’Terima kasih saya sampaikan atas partisipasi warga yang ikut bersama kami dalam memperingati HUT ke-4 kepemimpinan Bupati Artha-Kembang. Peringatan ini bukan terbatas seremoni, bukan pula hurahura, tetapi sebagai evaluasi capaian serta dukungan masukan untuk penyempurnaan program ke depan,’’ terang Artha. Melanjutkan periode kepemimpinannya, Bupati Ar-
Tingginya kebutuhan tidak diimbangi dengan ketersediaan produk buah dari petani Bali. Selain itu, dari segi harga buah impor dari Tiongkok tidak jauh berbeda dengan buah lokal. Untuk mendukung petani Bali, Jarta mengatakan akan terus mengimbau masyarakat untuk membeli buah lokal. Namun dengan permintaan yang tinggi saat ini tentu masyarakat akan membeli buah yang harganya bersaing dan stoknya ada. ‘’Misalnya buah lokal saat ini yang ada adalah
Alami Musibah Ditambahkan Budana, upaya semacam ini diharapkan bisa meringankan beban peternak di Kabupaten Tabanan jelang hari raya Galungan. ‘’Peternak mengalami musibah. Kita bantu dengan cara membeli babi untuk kegiatan mapatung massal. Harga tidak jatuh, sehingga peternak masih menerima harga normal, selain juga mengedukasi masyarakat bahwa daging babi aman dikonsumsi sepanjang diolah dengan baik dan matang,’’ terangnya. Terkait pengawasan kualitas daging babi saat kegiatan penampahan Galungan, lanjut Budana, pihaknya telah menerjunkan petugas (tim dari Puskeswan) untuk melakukan pengecekan babi yang akan dipotong.
Di tengah belum stabilnya harga babi hidup di pasaran, Budana hanya menyarankan para peternak untuk sementara menunda penjualan babi hidup yang masih sehat. ‘’Kalau bisa sementara ditunda, karena dari perkiraan GUPBI, dalam sebulan ke depan harga babi diprediksi akan kembali normal, yang perlu dilakukan saat ini menjaga kebersihan kandang,’’ sarannya. Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai data Dinas Pertanian Tabanan tercatat lebih dari 550 ekor babi di Tabanan yang mati karena terserang wabah. Dinas pun telah melakukan langkahlangkah antisipasi sekaligus pembinaan sebagai upaya menekan peredaran virus ini. Salah satunya tengah berproses untuk pengadaan 1.200 liter disinfektan. (ad582)
Jadi Persoalan Dalam hal ini, yang harus digenjot adalah sektor pengolahan produk pertanian termasuk perkebunan dan perikanan. ‘’Sektor pengolahan ini juga akan nyambung kalau dijembatani oleh Lembaga Research and Development yang modern,’’ imbuh politisi Golkar asal Buleleng ini. Kaprodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unwar Dr. I Gusti Bagus Udayana, M.Si. menyebutkan bahwa kualitas produk pertanian Bali masih menjadi persoalan yang harus diatasi. ‘’Peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian perlu dilakukan mulai dari segi budi daya pertanian, teknologi pertanian, penanganan pascapanen yang baik dan benar, maupun produk–produk hasil pertanian secara luas sebagai salah satu strategi peningkatan pendapatan petani di Bali,’’ katanya. Kemungkinan kedua yang dapat dilakukan, menurut Udayana, meningkatkan added value atau nilai tambah hasil pertanian, dengan cara mengolahnya sehingga men-
jadi sebuah produk–produk hasil pertanian yang berkualitas. Sayuran semacam bayam akan bertambah nilai jualnya di pasaran jika diolah menjadi juice, puding, kue, keripik maupun produk olahan lainnya yang dapat meningkatkan permintaan dari pasaran. Untuk melakukan semua itu, peran pemerintah sangatlah penting. Petani membutuhkan bibit unggul, secara berkala dan terstruktur dengan didukung bantuan teknologi pengolahan lahan, maupun pengolahan pertanian. ‘’Dalam penanganan panen dan pascapanen pun peran pemerintah sangat diperlukan sehingga hasil produk pertanian tidak rusak, peran pemerintah dalam membantu mesin pengawet produk seperti coldstorage untuk keperluan penyimpanan dingin bahan pertanian,’’ kata Udayana. Persoalannya kemudian adalah hampir semua strategi menaikkan pendapatan petani tersebut belum ada yang benar-benar terimplementasikan. Dana menjadi kendala utama, karena persentase untuk pertanian masih minim. (rin/win)
Penyakit Hormon Tiroid Berbahayakah? Oleh : dr. I Putu Aris Govindha Putra HORMON tiroid adalah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid yang terletak di bagian depan leher tepatnya di bawah laring. Hormon tiroid memegang peran penting di dalam tubuh manusia, yaitu berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, protein maupun vitamin agar tubuh dapat mempergunakanya. Selain itu hormon ini juga diperlukan untuk meningkatkan kepekaan hormon katekolamin, regulasi pertumbuhan tulang dan pembentukan protein untuk maturasi sel saraf. Penyakit pada hormon tiroid dapat dibagi menjadi dua kelompok hipertiroidisme dan hipotiroidisme. Hipertiroidisme adalah suatu hiperfungsi dari kelenjar tiroid yang berlebihan mengekskresi hormonya. Ini dapat disebabkan oleh penyakit autoimun (grave disease), goiter multinodular toksik (plummer disease), adenoma toksik, obat-obatan yang mengandung iodine, thyroiditis subakut, jaringan tiroid ektopik dan adenoma pada kelenjar hipofise. Sedangkan hipotiroidisme adalah keadaan hipofungsi kelenjar tiroid sehingga terjadi
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranya Kanda (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop Lutut 11:30 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi SD Saraswati
kekurangan hormon tiroid dalam tubuh. Penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi hipotiroid primer dan sentral. Pada hipotiroid primer adanya kehilangan jaringan kelenjar tiroid yang fungsional seperti pada tiroiditis hashimoto, radiasi, tiroidektomi subtotal, tiroiditis subakut, disgenesis kelenjar, dan adanya defek fungsional pada biosentesis dan sekresi hormon tiroid seperti defek kongenital, defisiensi iodine dan kelebihan iodine. Sedangakan pada hipotiroid sentral adanya permasalahan pada kelenjar hipofise atau hipotalamus seperti adanya tumor, kelainan vaskular, infeksi, keganasan, dan pengaruh obat-obatan. Gejala dan tanda yang dapat ditimbulkan dari kedua penyakit hormone tiroid ini : Pada hipertiroid gejala yang muncul dapat berupa rasa gelisah, tidak tahan suhu panas, keringat berlebihan, rasa lelah yang berlebih, penurunan berat badan dengan nafsu makan yang meningkat, rasa berdebar, mata kering, frekuensi buang air besar meningkat, gangguan haid pada wanita dan gairah seksual. Kemudian tanda yang dapat muncul: pembesaran kelenjar tiroid yang difus, nodul atau multi nodul, tremor halus, telapak tangan basah,
kulit teraba hangat, denyut nadi meningkat, rambut rontok, mata menonjol (grave ophtalmopathy), kelemahan otot, telapak tangan tampak kemerahan (eritema palmaris), gangguan mental hingga tanda gangguan irama jantung dan tanda gagal jantung. Pada hipotiroid gejala yang dapat muncul seperti rasa lemah letih, nyeri otot, kulit kering, rambut rontok, tidak tahan rasa dingin, berat badan meningat dengan nafsu makan yang menurun, susah buang air besar, suara serak, menstruasi tidak teratur, kesemutan (paresthesia) dan tanda yang dapat muncul seperti kulit kering dan kasar, bengkak pada wajah dan angota gerak, denyut nadi menurun, reflek tendon lambat, non pitting edema (miksidema), alopecia areata, vitiligo hingga adanya cairan (efusi) pada perikardium dan pleura. Beberapa pemeriksaan penunjang yang digunakan untuk menegakkan diagnosa penyakit hormon tiroid seperti; pemeriksaan kadar TSH (tyroid stimulating hormone) pada hipertiroid yang disebabkan kelaian pada kelenjar tiroid kadarnya bisa normal atau menurun tetapi pada hipertiroid yang disebabkan oleh kelainan pada hipofise kadarnya akan meningkat.
Sedangkan pada hipotiroid yang disebabkan kelainan primer kelenjar tiroid maka akan meningkat kadarnya dan kelainan di sentral seperti di hipofise maka kadarnya akan menurun, kemudian ada pemeriksaan T3 (tri-iodothironin) dan T4 bebas (tiroksin) di mana kadarnya meningkat pada hipertiroid dan menurun pada hipotiroid. Untuk penanganan penyakit hormon tiroid ini tergantung dengan penyebabnya misalnya pada hipertiroid diberikan obat anti-tiroid seperti PTU (propylthiouracil) atau metimazole, atau menggunakan radioactive iodine maupun operasi kelenjar tiroid dan diberikan juga untuk mengontrol gejalanya seperti pemberian obat penghambat beta adrenergic seperti propanolol, metoprolol, dan pada hipotiroid misalnya akan diberikan hormon tiroid sintetik berupa levotiroksin. Oleh karena komplikasi yang fatal perlu kewaspadaan apabila memiliki gejala atau tanda yang menyerupai penyakit ini, dan ada baiknya memeriksakan kesehatan segera ke dokter sehingga apabila terjadi sesuatu akan dideteksi dan ditangani lebih awal dan tepat. Begitu juga dengan komplikasi yang dapat terjadi bisa diminimalisir. (ad560)
Pelestarian Lingkungan Budaya memuat nilai-nilai luhur dan keyakinan sebagai pedoman, rencana perilaku, serta dasar memecahkan masalah yang berlaku antargenerasi. Nilai tersebut meneguhkan keberpihakan budaya terhadap kelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Misalnya dalam budaya Melayu mengenal pepatah ‘’Menyimak Alam, Mengkaji Diri’’. Nilai ini mengajarkan agar dalam merancang dan melaksanakan pembangunan, haruslah diawali melalui kajian yang cermat terhadap alam dan semua potensi yang ada (sumber daya alam), serta mengkaji pula kemampuan diri (sumber daya manusia). Ada juga pepatah ‘’Membangun Jangan Merosak, Membina Jangan Menyalah’’. Nilai ini mengajarkan, agar dalam merancang dan melaksanakan pembangunan jangan sampai menyalahi ketentuan agama dan nilai-nilai budaya serta norma-norma sosial masyarakatnya (Effendy, 2005). Semua suku dan adat di Indonesia memiliki kearifan lokal yang ramah lingkungan. Nilai-nilai inilah modal kuat bagi upaya pelestarian lingkungan. Faktanya banyak terjadi kesenjangan antara nilai budaya tersebut dengan perilaku sehari-hari. Sairin (2009) menjelaskan bahwa budaya perilaku (behaviour culture) telah menjauh dari budaya idealis yang dicita-
Selasa, 18 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
JALAN SANTAI – Bupati Artha dan Wabup Kembang Hartawan mengikuti jalan santai bersama Forkopimda dan jajaran serta ribuan warga memperingati HUT ke-4 Kepemimpinan periode II Artha-Kembang.
Kesehatan
Petani Bali salak dan maggis. Masyarakat cenderung memilih buah lokal jika harganya bersaing dan stoknya ada,’’ ujarnya. Meski tidak memaksa untuk membeli buah lokal, menurut Jarta, pihaknya terus-menerus mengimbau agar masyarakat membeli buah lokal. Begitu juga dengan pedagang buah untuk mengutamakan buah lokal. ‘’Namun kembali kepada permintaan. Jika permintaan lebih banyak buah impor tentu yang disiapkan oleh pedagang lebih banyak buah impor. Karena itu kami mengimbau agar masyarakat mengutamakan beli buah lokal,’’ ujar Jarta. (san)
tha mengatakan tetap menitikberatkan pembangunan pada skala prioritas. Mengacu pada visi dan misi yang telah ditetapkan, disusun enam skala prioritas pembangunan. Meliputi bidang pangan sandang papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang adat agama dan budaya, bidang tenaga kerja dan jaminan sosial, bidang pariwisata serta bidang tata kelola pemerintahan yang baik. Usai jalan sehat, Bupati Artha didampingi para pimpinan OPD juga meresmikan Gedung Olah Raga (GOR) yang ada di Desa Baluk, Kecamatan Negara. GOR ini dipusatkan sebagai sarana olahrga warga setempat, khususnya olahraga bulu tangkis. Malamnya, puncak acara diisi serangkaian hiburan dimeriahkan Lawak Celokontong Mas, Mr. Rayen dan Made Gimbal, band lokal Jembrana yang tengah naik daun, serta D-Ubud Band. (ad572)
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:30 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita
5 Denpasar(1) Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Ista Dewata Pura Taman Limut Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
citakan (expected culture). Efeknya sebagaimana diperingatkan dalam Alquran Surat Ar Rum (Ayat 41) yaitu terjadi kerusakan lingkungan disebabkan karena ulah tangan manusia. Manusia secara alamiah memiliki empat model budaya lingkungan, yaitu merusak, mengabaikan, memelihara, dan memperbaiki (Tasdiyanto, 2010). Model budaya mengabaikan dan merusak lingkungan hidup lebih cenderung terjadi dalam budaya rasional. Sedangkan budaya memelihara dan memperbaiki lingkungan terjadi dalam budaya tradisional. Perilaku manusia terhadap lingkungan akan direspons sesuai dengan model budayanya. Hoff (1998) mengemukakan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan perubahanperubahan sosial budaya, khususnya dalam nilai dan perilaku ramah lingkungan. Strategi Revitalisasi Tantangan besar telah menghadang di depan. Arus
globalisasi bermuatan budaya modern semakin tak terbendung masuk ke Indonesia. Kearifan lokal yang ramah lingkungan dalam kondisi darurat dan terancam tereliminasi. Gaya hidup yang materialishedonis telah menggeser sikap harmoni dengan alam (Hardjosoemantri, 2006). Konsekuensi atas fenomena ini menuntut upaya revitalisasi budaya dalam menggerakkan pembangunan berkelanjutan. Pertama, kebijakan pemerintah mesti memperhatikan dinamika lingkungan dengan program-program konservasinya. Hamengku Buwono X (2008) menegaskan bahwa permasalahan pembangunan disebabkan faktor kebijakan yang tidak berlandaskan budaya sendiri. Berbagai upaya mendesak dilakukan pemerintah. Misalnya melalui kampanye budaya ramah lingkungan, festival budaya untuk menjaga lingkungan, fasilitas ruang publik yang berkarakter budaya Jawa, dan lainnya. Kedua, pendidikan kebumian dan lingkungan mesti
digencarkan secara formal maupun nonformal. Hal ini dimaskudkan guna mengenalkan pada generasi muda yang akan mewarisi estafet pembangunan. Kerangka konseptualnya dapat mengadopsi konsep Pendidikan Pembangunan Berkelanjutan (Education for Sustainable Development). Konsep pendidikan penting memasukkan muatan budaya lokal yang aplikatif bagi pelestarian lingkungan. Ketiga, masyarakat perlu diberi informasi dan diajak mengaktualisasikan kearifan lokal untuk menjaga lingkungannya. Prinsipnya agar masyarakat mampu berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungan serta menjamin keberlanjutan fungsinya. Seniman, budayawan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua elemen mesti diberdayakan sebagai penggerak implementasi budaya ramah lingkungan. Keempat, masyarakat penting dikuatkan pegangan fundamentalnya yaitu sisi spiritualisme. Al-Qardhawi (2002) menegaskan bahwa
permasalahan lingkungan pada dasarnya merupakan persoalan moralitas sehingga solusi efektifnya adalah dengan revitalisasi nilai-nilai moral, keadilan, keramahan, dan sebagainya. Spiritualisme hadir sebagai oase bagi dahaga moralitas manusia modern. Tesis tersebut menguatkan argumentasi untuk menempatkan agama sebagai landasan fundamental dalam pengelolaan lingkungan atau disebut ekospiritualisme. Umat penting disadarkan dengan sentuhan spiritual bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari bukti keimanan. Pembangunan mesti dilaksanakan secara ramah lingkungan. Semua pihak dan semua sarana penting melek ekologi guna menjamin keberlanjutan pembangunan. Pemimpin mesti berkomitmen mengoptimalkan potensi budaya untuk pelestarian lingkungan. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
SELASA WAGE , 18 FEBRUARI 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Berlokasi di pinggir Danau Batur, Kintamani, Bangli, Desa Ada Kedisan memiliki potensi besar di bidang pertanian. Desa Adat Kedisan pun makin bersemangat dalam melestarikan adat, seni dan budaya. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster memperkuat desa adat dengan menerbitkan peraturan daerah tentang desa adat, serta memberikan dukungan dana bantuan bagi masing-masing desa adat di Bali. Seperti apa desa adat ini mengawal adat dan seni budaya?
Desa Adat Kedisan D Lestarikan Tari Sakral
alam upaya menjaga kelestarian adat, seni dan budaya, Desa Adat Kedisan selama ini telah melakukan sejumlah kegiatan. Salah satu bentuk kegiatan itu adalah dengan melaksanakan pelatihan dan pembinaan tari bagi generasi muda. ‘’Desa Adat Kedisan berupaya melestarikan seni warisan leluhur yang adiluhung. Kami memiliki tari Baris Jojoran. Tarian itu biasanya dipentaskan sejumlah pemuda sebagai pelengkap upacara di pura,’’ ujar Bendesa Adat Kedisan I Ketut Jembawa, Senin (17/2) kemarin. Jembawa mengatakan, dengan adanya dukungan penuh dari Pemprov Bali, pihaknya saat ini makin semangat dan lebih leluasa dalam melaksanakan kegiatan pelestarian seni tari tersebut. Tak hanya tari Baris Jojoran, pihaknya di desa adat akan mengalokasikan sebagian dana bantuan yang diberikan Pemprov Bali untuk
Aktivitas masyarakat di Danau Batur.
AKTIVITAS siswa SMP PGRI 2 Denpasar patut ditiru dalam upaya tranformasi dan revitalisasi budaya Bali. Anak-anak SMP PGRI 2 Denpasar yang dikenal dengan Grisda di bawah koordinasi OSIS, rutin menggelar gebyar budaya yang kali ini digabung dengan Bulan Bahasa Bali. Bulan Bahasa diisi dengan lomba membuat pejati, canang sari, lamak, jaja cacalan dan uparangga lainnya. Juga ada lomba nyurat aksara Bali, lagu Bali, pidarta dan busana ke pura. Semua ini, menurut Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., sebagai bekal ngayah sekaligus bekal berwirausaha nantinya. Sebab, semua agenda Bulan Bahasa Bali itu tak bisa dihilangkan dalam kehidupan sehari-hari atau adat istiadat. Makanya sejak dini anak-anak perlu dibekali keterampilan untuk ngayah di masyarakat. Unsur kewirausahaannya langsung dirasakan tanpa perlu modal besar mereka nantinya bisa menjadi penjual uparangga dan perlengkapan upacara adat. Seperti menjual lawar, pejati, canang, dll. Sekaligus, katanya, merupakan bagian dari pendidikan karakter yang sarat dengan filosofi melatih konsentrasi, disiplin, serta belajar memanajemen sebuah event. Makanya dia menilai Gubernur Bali Wayan Koster sangat cerdas mengeluarkan sejumlah pergub yang memperkuat budaya Bali. (sue)
Mengenai apa produknya, masih sedang dirancang. Selain wisata di danau, Desa Adat Kedisan juga akan memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk pembuatan tempat parkir wisata. Untuk hal itu, Jembawa mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark mengenai pengelolaan sistem parkir di objek wisata Penelokan. (ina)
Desa Adat Kedisan berupaya melestarikan seni warisan leluhur yang adiluhung. Kami memiliki tari Baris Jojoran. Tarian itu biasanya dipentaskan sejumlah pemuda sebagai pelengkap upacara di pura,
XXX Rilis Single ’’Jreeng’’
FIGUR ’’Ngayah’’ dan Berwirausaha
mendanai kegiatan pengembangan dan pelestarian tari tradisional dan tari sakral lainnya. Selain di bidang seni dan budaya, Desa Adat Kedisan yang memiliki 566 KK krama itu selama ini juga telah berupaya menjaga kelestarian alam Bali melalui pengelolaan sampah. Setiap bulan, Desa Adat Kedisan melibatkan sekaa teruna-teruni rutin melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan sampah plastik. Sampah yang dikumpulkan diserahkan ke bank sampah. ‘’Kami juga melakukan penataan pertamanan di setra agar bersih,’’ kata Jembawa. Dengan dukungan yang diberikan Gubernur Bali kepada desa adat saat ini, Desa Adat Kedisan ke depannya akan menggali dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki. Salah satunya yakni di bidang pariwisata. Berlokasi di kawasan Kaldera Batur itu, Desa Adat Kedisan berencana membuat wisata di pinggir Danau Batur.
‘’Malam minggu jreeng… Jak dadua jreeng… Ane jomblo jreeng… Yuk semangat jreeng… Malam minggu tyang jak dadua, ba ngelah tunangan... Jani ba laku, krana ba juari, ba ada anak luh ne nyayangin tyang Astungkara ba ngelah tunangan jalanin hepi2 gen jani 2x Ane jomblo tetap magitaran jreeng…’’ BEGITULAH sepenggal lirik dari single terbaru grup band [XXX] berjudul ‘’Jreeng’’ yang diciptakan oleh Rahtut XXX. Lagu ini bertutur tentang indahnya kisah masa remaja, yang bahkan punya hari spesial untuk mengenangnya, yakni Valentine Day. Kehadiran valentine day memang punya kesan tersendiri bagi kalangan anak muda terutama pasangan remaja. Sebuah momen kata hati bernuansa romantis penuh ungka-
pan cinta. Tak hanya itu, indahnya hari spesial ini bahkan selalu mengusik kreativitas kalangan seniman Bali dalam menguatkan identitas sosial dari karakter kreatif dirinya secara publik. Begitu pula halnya dengan grup band bersaudara [XXX]. Melalui momen cinta kasih ini, XXX kembali merilis single terbarunya ‘’Jreeng’’. Setelah sebelumnya sempat sukses meluncurkan single ‘’Aci Rah Pengangon’’. Melalui single ini seakan sebagai penanda ungkapan rasa kasih sayang dalam mewarnai indahnya kehidupan tatkala masa remaja dalam tematik kasmaran. Grup band yang bernaung di bawah bendera Jayagiri Production Denpasar ini tentunya berharap para penggemar fanatiknya mampu terhibur dan tetap turut peduli dalam melestarikan seni budaya Bali melalui musik mabasa Bali.
Ekonomi Tertekan Pembayaran Kredit Tetap Lancar Denpasar (Bali Post) – Meskipun ekonomi Bali dalam kondisi tertekan karena efek wabah virus Corona, pembayaran kredit oleh debitur di wilayah Bali-Nusra tergolong lancar. Hal ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) rendah, berada di kisaran 1,3 persen. Demikian diungkapkan Regional CEO XI Bali dan Nusa Tenggara Bank Mandiri, Rully Setiawan, di Renon, belum lama ini. Rully optimis, di tengah kondisi pariwisata saat ini bank masih menaruh keyakinan bahwa
kredit masih bisa tumbuh 15 persen pada 2020. Untuk itu, saat ini ia sedang gencar menyalurkan KUM (Kredit Usaha Mikro) untuk sektor wisata kecil. Ia juga melakukan terobosan dengan lebih meningkatkan kontruksi, healthcare dan educare walaupun sektor usaha yang dominan berkembang di Bali adalah lapangan usaha akomodasi, makan dan minum. Hal ini dilakukan untuk menutupi kekurangan pertumbuhan di lapangan usaha pariwisata. Termasuk memperkuat pembiayaan di sektor pertanian dan peternakan. ‘’Kita juga perkuat sektor hotel, restoran, dan catering (horeca) yang tinggi konten wisatawan lokalnya, termasuk penduduk lokal tentunya,’’ ujarnya. Menurutnya, sampai saat ini belum terasa pengaruh pembayaran ke bank dari sektor pariwisata. Namun ke depannya bila kondisi masih sama dan berlangsung dalam jangka panjang, ia memprediksikan hanya berpengaruh kecil sekitar lima persen. Kendati demikian, ia mengakui pariwisata di Bali termasuk sektor potensial yang dibiayai oleh perbankan. Sektor pariwisata menyumbang 50 persen dari total kredit yang diberikan Bank Mandiri, yaitu kredit produktif sebesar 50 persen, sisanya merupakan kredit konsumtif.(may)
Produser Jayagiri, IGN ‘’Rahman’’ Murthana, S.T. yang juga manager band [XXX], menuturkan bahwa melalui single terbarunya ini berharap denyut nadi blantika musik Bali makin bergairah, dan tetap konsisten dalam menjaga dan mengembangkan,
serta melestarikan seni budaya Bali dengan kreativitas musik mabasa Bali. Grup band mabasa Bali ini digawangi personelnya Rahtut, Rahtwo (vokal), Rah Mink (gitar) dan Rah Alit (drum), Angga (bas), Sila (keyboard/gitar). . (win)
Atlet Balap Motor dan Kempo Lebihi Kuota Denpasar (Bali Post) Atlet balap motor dan kempo yang merebut tiket PON melebihi kuota. Pasalnya, atlet balap motor yang dijatah lolos PON hanya 61 pembalap, ternyata membengkak menjadi 146 pembalap. Sementara cabor
kempo kuota yang lolos PON cuma 120 kenshi, namun membeludak menjadi 161 kenshi. Kabid Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, di Denpasar, Senin (17/2) kemarin, menyatakan hal itu terungkap dalam rapat Chief
de Mission (CdM) di Jayapura, Papua, 13-15 Februari lalu. Yamadhiputra menjelaskan atlet PON kedua cabor bakal dirampingkan, namun hal itu wewenang dari induk organisasi masing-masing cabor di tingkat pusat. Ia menambahkan, untuk pendaftaran entry by number mulai 20 Februari - 19 April. Sementara pendaftaran entry by name mulai 20 April - 19 Juli mendatang. ‘’Pendaftaran atlet PON wajib menggunakan e-KTP, karena berhubungan langsung dengan Disdukcapil. Selain itu, atlet PON harus ikut program BPJS,’’ papar Yamadhiputra. Dijelaskannya, PON Papua mempertandingkan 37 cabor. Sedangkan lokasi pertandingan atau venue tersebar di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke. ‘’Upacara pembukaan dan penutupan PON, dilaksanakan di Stadion Papua Bangkit Jayapura,’’ ungkapnya. (022)