Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Keberadaan Ormas di Bali
Dari Cari Kerja Sampai ’’Life Style’’ GUBERNUR Bali Wayan Koster memutuskan memberikan surat peringatan (SP) kepada tiga ormas di Bali. Sebelumnya, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose merekomendasikan supaya aktivitas tiga ormas di Bali dihentikan sementara. Apa saja alasan Polda Bali merekomendasikan agar tiga ormas di Bali itu dibekukan sementara? Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, ada beberapa pertimbangan keluarnya rekomendasi 22 Januari 2017 Bentrok dua anggota ormas di Bali pecah di Jalan Nuansa Indah, Denpasar. Akibatnya dua orang dilarikan ke RS Sanglah.
tersebut. Salah satunya, anggota ormas tersebut kerap melakukan atau terlibat tindak pidana. Banyak masyarakat ekonomi bawah mengeluh pungli yang dilakukan anggota ormas. ‘’Pungli itu dilakukan secara sistematis. Aliran setorannya pun jelas. Itu berarti ada perintah dari atasannya,’’ tegasnya. Selain itu, hasil penelitian bersama Unud dan Universitas Indonesia (UI) tekait keamanan
Bali, masyarakat Bali menginginkan jaminan keamanan. Sedangkan hadirnya ormas semacam ini, tidak sepenuhnya mendukung terciptanya kamtibmas di Bali. ‘’Upaya ini dilakukan sebagai wujud rasa sayang Bapak Kapolda kepada Bali. Bukan untuk beliau, tapi demi masyarakat Bali,’’ ungkap Hengky. Tindak pidana yang dilakukan anggota ormas ini, katanya, tidak bisa diukur ringan atau beratnya. ‘’Misalnya pungli, bagi masyarakat menengah ke atas mungkin nilainya sedikit. Tapi masyarakat bawah, itu sangat memberatkan. Yang lebih mengusik masyarakat adalah disertai ancaman,’’ ujar mantan Kasatreskrim Polres Gianyar ini. Mantan Kabag Binkar Biro SDM
17 Desember 2015 Dua ormas bentrok di Lapas Kerobokan dan Teuku Umar. Dua orang tewas pada kejadian itu. Bentrokan melibatkan penghuni lapas khususnya blok C dan D. Bentrok berlanjut di Jalan Teuku Umar dari dua kubu ormas tersebut. Sedikitnya tiga orang luka parah dan satu orang tewas di tempat dan satu orang tewas di rumah sakit.
Soal Perang, Menhan Tanggapi Prabowo Jakarta (Bali Post) – Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebutkan Indonesia bisa bertahan hingga 1.000 tahun bila terjadi perang. Menhan mengatakan hal itu usai jumpa pers di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Rabu (16/1) kemarin, untuk mengklarifikasi pernyataannya terkait Indonesia yang diprediksi hanya dapat bertahan selama tiga hari jika terjadi krisis keamanan atau perang. Pernyataan Ryamizard soal itu dikutip calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan bertajuk ‘’Indonesia Menang’’ di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) malam. Hal. 15 10 Tahun
PUNIA PURA LEMPUYANG LUHUR Karya Wana Kertih, Melaspas Pura Pasar Agung, Segara Kertih, Panca Wali Krama lan Matingkeb digelar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur sejak 12 Juli 2018. Upacara akan berakhir pada 3 Maret 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:040-3966000. Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418 Tujus NS
Rp Rp
500.000 500.000
Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp
1.000.000 1.000.000
Polda Bali ini menegaskan, ujung-ujungnya masalah berkaitan dengan isi perut. Warga bergabung jadi anggota ormas agar dapat pekerjaan. Mereka bahkan mau melakukan perbuatan melanggar hukum agar bisa hidup. Namun ada juga untuk life style, sehingga mereka melakukan pungli. Terkait bentrok antaranggota ormas yang terjadi beberapa tahun lalu, menurut perwira jago nembak ini, acapkali masalah pribadi tetapi mengatasnamakan organisasi. Termasuk perebutan wilayah kekuasaan dan tidak sedikit di antara oknumnya menjalani bisnis narkoba. Hengky berharap pemerintah daerah peka melihat kondisi ini. Dari kacamata kepolisian, sebenarnya mereka butuh pekerjaan agar bisa menyambung hidup. Oleh karena itu pemerintah diharapkan segera mencarikan solusinya. ‘’Yang mereka butuhkan kan kerja? Buatkan lapangan kerja. Beri mereka pelatihan. Mereka banyak menjadi petugas keamanan di kafe-kafe, tidak masalah dan itu bagus. Namun harus dilatih atau dididik. Tujuannya jika menghadapi masalah, mereka tahu prosedur mengambil tindakan dan paham mesti lapor ke mana? Bukan malah diadili sendiri dan digebuki,’’ paparnya. Surat Peringatan Sebelumnya (BP, 16/1) Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan pimpinan Laskar Bali, Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB). Pertemuan itu merupakan tindak lanjut
Hengky Widjaja dari surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum tanggal 21 April 2017, yang salah satunya merekomendasikan pembubaran ketiga ormas tersebut. ‘’Berke naan dengan rekomendasi Bapak Kapolda untuk membubarkan tiga ormas ini, tentu kami harus menyikapi dengan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,’’ ujar Koster. Dalam UU tentang Ormas yang baru yakni UU No.16 Tahun 2017, juga tidak disebutkan mengenai pembubaran. Namun hanya memberikan peringatan secara tertulis kepada organisasi yang dinilai meresahkan masyarakat. Kedua, mencabut Surat Keterangan Terdaftar jika ada pelanggaran setelah diberikan surat peringatan tertulis. ‘’Terkait dengan hal tersebut, yang kami berikan sesuai peraturan perundangundangan yang ada, kami hanya memberikan surat peringatan,’’ imbuhnya. (kmb36)
Kamis Ini Debat Capres-Cawapres
Jokowi Siap Jawab ’’Aksi Kamisan’’
CALON presiden petahana Joko Widodo akan menjawab berbagai persoalan menyangkut penuntasan kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk harapan para penggagas Aksi Kamisan yang tahun ini tercatat telah 12 tahun melakukan aksi yang sama di seberang Istana. ‘’Ya, besok kan termasuk masalah HAM ada,’’ kata Joko Widodo (Jokowi) setelah acara Program Wirausaha ASN & Pensiunan yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC) di Sentul, Rabu (16/1) kemarin.
Capres nomor urut 01 itu mengatakan bersiap datang dan menjawab seluruh pertanyaan dengan data yang telah disiapkan. Mengingat tema debat capres putaran pertama terkait masalah hukum, pelanggaran HAM, korupsi, dan terorisme, maka ia mengaku siap dengan berbagai pertanyaan yang akan disampaikan. ‘’Ya… kita datang saja. Datang ya… sesuai dengan materi, materinya kan hukum, materinya kan HAM, materinya kan terorisme, materinya kan korupsi. Ya… sudah,’’ katanya. Selama ini pemerintahan Jokowi dianggap kurang dalam mendorong penuntasan kasus HAM sebagaimana harapan para penggagas Aksi Kamisan yang menginginkan kasuskasus pelanggaran HAM diusut dan dituntaskan. Bertepatan dengan dilaksanakannya debat
Joko Widodo capres putaran pertama pada 17 Januari 2019 merupakan aksi ke-570 mereka. Anggota Aksi Kamisan yang terbentuk pada 18 Januari 2007 terdiri dari korban dan keluarga korban tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok, dan Tragedi 1965. ‘’Nanti kita jawab juga besok,’’ kata Jokowi. (ant)
Prabowo Siap Bahas HAM ANGGOTA tim hukum pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andi Asrun, mengatakan PrabowoSandi telah mendapatkan masukan terkait materi debat publik pertama yang akan berlangsung, Kamis (17/1) ini. ‘’Saya telah memberi masukan kepada Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terkait materi debat bersama anggota Tim Prabowo-Sandi dalam rapat di Hambalang kemarin, antara lain Bambang Widjojanto, Sudirman Said, Dasco, dan Habiburrahman,’’ kata Andi dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (16/1) kemarin. Dia mengatakan dari hasil rapat tersebut, Prabowo-Sandi sudah sangat siap menghadapi debat publik yang akan berlangsung Kamis ini. Menu-
Prabowo Subianto rutnya, Prabowo-Sandi tidak gentar menghadapi JokowiMa’ruf dalam acara debat karena memahami benar materi debat. ‘’Prabowo-Sandi memahami materi debat, baik dalam kapasitas sebagai politisi maupun warga negara dengan latar belakang pengusaha dan pengurus organisasi sosial,’’ ujarnya. Hal. 15 Perbaikan Negara
Perjuangkan RUU Provinsi Bali, Gubernur Koster Panen Dukungan
Bali Post/ist
RUU - Gubernur Wayan Koster menandatangani RUU tentang Provinsi Bali, Rabu (16/1) kemarin.
GUBERNUR Bali Wayan Koster kembali melakukan gebrakan dengan rampungnya Rancangan Undang-undang tentang Provinsi Bali yang selanjutnya akan diperjuangkan ke pusat, sehingga nantinya dapat segera disahkan menjadi undang-undang. Untuk memperoleh dukungan dari berbagai komponen, Gubernur Koster memaparkan RUU tersebut di hadapan Ketua DPRD Bali, Bupati/Wali Kota, Ketua DPRD Kabupaten/Kota, anggota DPD Perwakilan Bali, sejumlah rektor universitas, PHDI, MUPD, FKUB dan tokoh masyarakat di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (16/1) kemarin. Mengawali paparannya, Koster menyinggung tentang pentingnya upaya menjaga pembangunan Bali agar tetap eksis dan berkelanjutan hingga generasi yang akan datang. Menurutnya, salah satu lang-
kah urgen yang harus segera dilakukan untuk memproteksi Bali adalah penyusunan sebuah regulasi berupa peraturan perundang-undangan yang secara khusus mengatur tentang Provinsi Bali. Dengan adanya UU itu, nantinya seluruh wilayah dengan segala sumber dayanya diharapkan dapat dikelola dengan lebih baik. Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali menerangkan, saat ini Provinsi Bali masih diatur dalam payung hukum Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, NTB dan NTT. Secara konstitusi, UU tersebut sudah tidak relevan lagi karena yang menjadi dasar penyusunannya adalah Undang-undang Sementara Tahun 1950. Selain itu, secara ideologi, kala itu bentuk negara masih Republik Indonesia Sementara (RIS). ‘’Sementara saat
ini kita sudah dalam bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi secara fundamental sudah sangat berubah,’’ ujarnya. Lebih dari itu, tiga wilayah yang berada di bawah satu payung hukum tersebut saat ini sudah berkembang dan punya keunggulan masing-masing dan seyogianya diatur dalam undang-undang yang terpisah. Bertolak dari sejumlah fakta tersebut, Koster menilai UU yang lama sudah tidak relevan untuk menjawab tantangan dan persoalan yang
dihadapi Bali dewasa ini. Koster menambahkan, usulan agar Bali berada di bawah payung hukum tersendiri sudah lama menjadi pemikirannya. ‘’Makanya begitu terpilih menjadi gubernur, ini menjadi prioritas saya,’’ imbuhnya. Koster optimis perjuangan mengawal RUU tentang Provinsi Bali ini lebih mudah jika dibandingkan RUU Otsus yang sebelumnya mentok di pusat. Hal. 15 Kapling Anggaran
’’ Mari kita sepakat dan lepaskan atribut partai, karena ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi Bali. Mari kita bersama membuat sejarah, bukan hanya membaca sejarah.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
DENPASAR
2
Kamis Paing, 17 Januari 2019
FIGUR Terapkan E-Retribusi TIDAK mudah mengawali sesuatu yang baru. Terlebih, kegiatan baru itu belum pernah dijalani sebelumnya. Seperti yang dilakoni I.B. Kompyang Wiranata, S.E. Bapak tiga anak yang sebelumnya menjadi anggota DPRD Denpasar ini, kini dipercaya memegang pucuk pimpinan di salah satu perusahaan daerah milik Kota Denpasar, yakni PD Pasar. Lalu, apa yang akan diprogramkan untuk memajukan pasar yang menjadi core bisnis utama usahanya ini? “Memang banyak yang perlu disesuaikan. Karena ketika dulu kita tidak perlu memutuskan, karena eksekutornya bukan kita. Tetapi, sekarang kitalah yang sebagai pelaksana. Jadi, harus lebih cermat. Dibandingkan dengan dulu, lebih berat sekarang. Dulu sifatnya kolektif kolegial, sekarang kita yang merancang, melaksanakan dan juga mengevaluasi,” ujar Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata, Rabu (16/1) kemarin. Mengelola belasan pasar rakyat (tradisional) di Denpasar tidaklah mudah. Apalagi, karakteristiknya berbeda-beda. Belum lagi sumber daya manusianya yang cukup banyak, yakni sekitar 620 orang. Semua itu harus dikelola dengan baik. Kalau tidak, apa yang menjadi program kerjanya akan sulit terwujud. Ketika dipercaya menduduki pucuk pimpinan di PD Pasar, dirinya sudah memikirkan beberapa agenda yang harus diprioritaskan. Terlebih, selama duduk di wakil rakyat dulu, banyak teman-temannya yang menuntut agar perusahaan daerah meningkatkan pendapatan retribusi. Kini, ketika ia memegang kendali, target-target itu mulai ditindaklanjuti. Salah satunya, yakni menerapkan e-retribusi untuk memaksimalkan pendapatannya dari bidang pungutan sewa dan biaya operasional pasar, karena selama ini kedua pungutan itu masih dilakukan secara manual oleh petugas. Pada tahap awal, kata dia, e-retribusi ini hanya diterapkan di tiga pasar, yakni Pasar Gunung Agung Utara, Pertokoan Lokita Sari, dan Pasar Ketapian. Melalui penerapan teknologi ini, pihaknya berharap perolehan retribusi PD Pasar akan semakin meningkat. Targetnya, ke depan seluruh pasar yang dikelola PD Pasar sudah bisa menerapkan pola ini. Karena dengan cara ini perolehan retribusi bisa lebih maksimal. Kinerja PD Pasar pun akan semakin baik. Bukan hanya menerapkan e-retribusi, PD Pasar juga telah menerapkan m penerimaan pegawai baru. Mengingat, kebijakan moratorium dah memiliki sedikitsaat ini PD Pasar sudah wai yang tersebar di nya 620 orang pegawai masing-masing unit pasar, dinilai sudah a yang dilakukan ini cukup memadai. Apa gkatkan kinerja PD semata untuk meningkatkan rnya juga meninPasar dan pada akhirnya an pegawai. Satu gkatkan kesejahteraan rancang, lagi program yang dirancang, arkir. yakni penerapan e-parkir. Namun, e-parkir ini baru asar akan diterapkan di Pasar opBadung setelah beropn, erasi kembali. Namun, semua peralatannya k harus disiapkan sejak sekarang. Karena dengan e-parkir ini, tarifnya jelas akan progresif. (ara)
Bea Cukai Denpasar Bertekad Bebas dari Korupsi Denpasar (Bali Post) Memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan bebas dari korupsi dilakukan instansi pemerintah, termasuk Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Denpasar. Oleh karena itu, Rabu (16/1) kemarin dilaksanakan pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Bea Cukai Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Bea Cukai Denpasar di Jalan Tukad Badung, Denpasar ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Bali, NTB dan NTT Untung Basuki, Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab dan pejabat lainnya. ‘’Ke depan, kami akan siapkan program untuk menuju ke sana. Terutama program menjadi birokrasi yang bersih dan bebas KKN. Begitu juga kami terus tingkatkan pelayanan kepada publik, terutama pengguna jasa yang berhubungan dengan Kantor Bea Cukai Denpasar,’’ ujar Kepala Kantor KPPBC Denpasar Abdul Kharis. Saat ini, kata Abdul Kharis, pihaknya telah melakukan terobosan inovatif, yaitu membuat aplikasi untuk memudahkan para pengusaha minuman mengandung etil alkohol yang selama ini mengurus izin Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Menurutnya, selama ini diurus ke Kantor Bea dan Cukai dalam waktunya 60 hari. ‘’Dengan adanya aplikasi ini mereka cukup mengajukan permohonan lewat aplikasi tersebut. Mereka tidak perlu ke Kantor Bea dan Cukai Denpasar. Cukup mengisi formulir lewat aplikasi ini, tunggu delapan hari. Kalau persyaratannya lengkap, kami langsung keluarkan surat NPPBKC. Mereka datang ke kantor saat mengambil surat izinya tanpa biaya alias gratis,’’ tegasnya. Pencanangan zona ini diusulkan tahun lalu oleh Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT untuk menjadi kantor mendapat predikat WBK. ‘’Disetujui oleh Kantor Pusat, Ibu Menteri menerapkan Bea Cukai Denpasar salah satu unit kerja untuk bisa menjadi predikat WBK. Layak dievaluasi,’’ ungkapnya. Untuk pengawasan, kata Abdul Kharis, pengawasan internal dilakukan Unit Kepatuhan Internal. Jadi, itulah wujud dari reformasi birokrasi dengan adanya unit tersebut. ‘’Kalau ada pegawai melanggar akan ditindak, kalau berprestasi diberikan penghargaan. Ada juga pengawasan eksternal bisa mengadukan lewat aplikasi sistem pengaduan masyarakat,’’ katanya. (kmb36)
Bali Post/kmb36
WBK - Pencanangan zona integritas menuju WBK dan WBBM Bea Cukai Denpasar.
Topik :
Bali Post/eka
PENGGELONTORAN - Petugas melakukan penggelontoran sampah di aliran Tukad Badung, Denpasar untuk memperlancar arus air.
Dinas PUPR Maksimalkan Penanganan Titik Genangan Denpasar (Bali Post) Sebagai wilayah hilir di Pulau Bali, wilayah Kota Denpasar sangat rentan terjadi genangan, terutama saat memasuki musim hujan. Guna mengantisipasi risiko musim penghujan ini, Pemkot Denpasar melalui OPD terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar mengintesifkan berbagai program seperti halnya perompesan dan penanganan titik genangan. Dikonfirmasi Rabu (16/1) kemarin, Sekretaris Dinas PUPR Kota Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya mengatakan, pihaknya secara berkesinambungan terus melaksanakan pemetaan terhadap titik genangan di Kota Denpasar. Sehingga, penanganannya menjadi tepat sasaran dan mampu meminimalisasi risiko musim penghujan ini. Hingga saat ini, kata Putra Sanjaya, di Kota Denpasar terdapat sedikitnya 11 titik genangan. Di antaranya di kawasan Bumi Ayu Penyaringan, Sanur,
Jalan Gunung Salak, kawasan Mekar Jaya, Pemogan, Jalan Kecubung, Kertapura, Jalan Tukad Irawadi, Jalan Tukad Gangga, Jalan Kaliasem, Jalan Raya Puputan, Perum di Kawasan Tukad Buana dan kawasan Jalan Pulau Serangan. “Saat ini terdapat 11 titik genangan yang biasanya timbul saat terjadinya hujan dengan intensitas tinggi,” jelasnya. Putra Sanjaya menegaskan, penanganan terhadap titik genangan tersebut terus diintensifkan dengan melaksanakan berbagai terobosan. Yakni men-
gusulkan penataan sungai kepada pemerintah pusat melalui BWS Bali Penida, penggelontoran serta rekonstruksi terhadap gorong-gorong dan drainase di sekitar genangan. Ia mengatakan, genangan ini terjadi lantaran volume air akibat hujan terlalu besar sehingga tidak tertampung maksimal di gorong-gorong dan drainase, namun selang beberapa saat akan surut kembali. Penanganan titik genangan ini akan dimaksimalkan di tahun 2019 dengan menggandeng BWS Bali
Penida dan melakukan rekonstruksi drainase. “Upaya peningkatan infrastruktur dalam menanggulangi genangan di Kota Denpasar terus kami maksimalkan. Namun, partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, utamanya tidak membuang sampah sembarangan yang mampu menghambat jalannya air di saluran drainase,” paparnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DLHK Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa mengatakan, memasuki musim penghujan ini tentu sangat berpotensi terjadi angin kencang. Selain itu, saat musim penghujan beban pohon perindang lebih berat dari biasanya. Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, DLHK secara intensif melaksanakan perompesan pohon perindang sehingga
mampu meringankan bebah pohon untuk meminimalisasi terjadinya pohon tumbang. “DLHK secara rutin melaksanakan perompesan pohon perindang di seluruh jalan di wilayah Kota Denpasar. Kami berharap, masyarakat juga turut memberikan informasi tentang lingkungan sekitar khususnya pohon perindang yang dinilai penting untuk dilakukan perompesan,” ujarnya. Menurut Putra Wirabawa, saat ini DLHK telah melaksanakan perompesan di beberapa titik. Yakni, di kawasan Jalan Kamboja, Jalan Sudirman, dan Sidhakarya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Wabup Suiasa dan Kepala BNN Tanda Tangani MoU
KERJA SAMA - Wabup Badung I Ketut Suiasa yang sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Badung bersama Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar Tonny Nainggolan seusai penandatanganan perjanjian kerja sama di Aula Lapas Kelas II A Kerobokan, Rabu (16/1) kemarin.
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa selaku Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Badung beserta Kepala BNN Kabupaten AKBP Ni Ketut Masmini melakukan penandatanganan MoU di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kerobokan, dalam acara apel komitmen pelaksanaan janji kinerja tahun 2019 serta penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) dengan instansi terkait di Aula Lapas Kelas II A Kerobokan, Rabu (16/1) kemarin. Kehadiran Wabup Suiasa, Sekretaris KPA Elly S. Murti, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) AKBP Ni Ketut Masmini disambut oleh Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan, Denpasar Tonny Nainggolan beserta jajarannya. Kepala Lapas Kelas II A Kerobokan Tonny Nainggolan dalam sambutannya mengatakan, Kementerian Hukum dan HAM turut berpartisipasi atas terjadinya berbagai musibah bencana alam, di berbagai lokasi di
Indonesia dengan karakteristik rawan bencana sehingga nantinya akan diserahkan tenda darurat kepada 33 di Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia. “Diharapkan agar tenda ini mampu memberikan pertolongan awal bagi pengungsi di wilayah yang terjadi bencana alam yang tidat terduga sebelumnya,” katanya. Wabup I Ketut Suiasa usai penandatanganan MoU mengharapkan kepada semua pihak, berbagai komponen dan kelembagaan yang ada bersama-sama melakukan sosialisasi tentang bahaya HIV/ AIDS kepada seluruh elemen masyarakat. “Komisi Penanggulangan AIDS tidak bisa melakukan langkah-langkah sosialisasi sendiri, ke depan diharapkan seluruh elemen pemerintahan, kelembagaan, organisasi kemasyarakatan, dengan salah satunya Lapas Kelas II A Kerobokan untuk bersinergi memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS,” katanya. (ad638)
Kajari Denpasar Silaturahmi ke Pemkot Denpasar KEPALA Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Jehezkiel Devy Sudarso yang berpangkat Jaksa Utama Pratama (IV/b) ini sebelumnya menjabat sebagai Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sulawesi Utara yang baru saja menjabat di Kejari Denpasar per tanggal 9 Januari 2019 menggantikan Kajari sebelumnya Sila Haholongan Pulungan, bertandang ke Kantor Wali Kota Denpasar dalam rangka bersilaturahmi, Rabu (16/1) kemarin. Kajari Denpasar diterima langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara beserta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. “Saya sangat senang bisa datang pada hari pertama saya di Bali dan langsung ke Pemkot Denpasar dan bertemu Bapak Wali Kota Denpasar, Wakil Wali Kota beserta Bapak Sekda Kota
untuk perkenalan diri dan menjalin silaturahmi yang sudah terjalin baik selama ini,” ungkap Kajari Denpasar Jehezkiel Sudarso. Jehezkiel Sudarso mengatakan, merupakan sebuah kehormatan bisa diterima langsung Wali Kota beserta Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Denpasar. Ke depan, ia berharap jalinan silaturahmi ini bisa berjalan dengan baik, bersinergi dan bahumembahu dalam mengatasi segala persoalan yang ada di Kota Denpasar. “Saya menegaskan akan membuat Kejari Denpasar lebih baik ke depannya dari segi pelayanan dan profesionalisme,” tegasnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik kedatangan Kajari Denpasar yang baru. “Mohon bantuannya di dalam mengawal segala sesuatu tugas yang berkaitan dengan pelayanan dan ban-
MENERIMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara beserta Sekda AAN Rai Iswara saat menerima Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar Jehezkiel Devy Sudarso di Kantor Wali Kota Denpasar, Rabu (16/1) kemarin. tuan bidang hukum. Mari bersama-sama membangun Denpasar ke arah yang
lebih baik lagi. Kami juga menitipkan diri agar selalu diingatkan jika ada sesuatu
hal yang kami lewatkan dan tidak kami ketahui,” ujarnya. (ad637)
OTOMOTIF
4
INFO SEREMONIAL Turunkan Rekomendasi Persetujuan Izin Klenteng
1 ; D 9 F 9 D 1 C C 5 B 5 = ? > 9 1 < @ B ? 6 9 < 5 3 5 B 9 D 1 C E ; C 5 C 2 B 1 > 4 9 > 7 4 9 C 9 > 9
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Undwi Denpasar Ikut Berdayakan
Senator Wedakarna Minta Segel Warga Binaan Lapas Kerobokan Klenteng Dibuka Sebelum Hari Imlek Berkolaborasi dalam Seni dan Tri Dharma PT
SENATOR DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali hadir di Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, terkait dengan masalah penyegelan tempat ibadah Klenteng milik umat Konghucu yang telah selesai dibangun. Hal ini sesuai dengan tupoksi masa reses selaras dengan amanat UU MD3 2018. Dalam kunjungan kerja tersebut hadir I Wayan Budha (Camt Densel), Dewa Sayoga (Kasatpol PP Denpasar), Ketut Sri Karyawati (Lurah Sesetan), JS Adinata (Matakin Bali), Putu Santiro (Makin Kota), I Ketut Sudiarta (Kaling Br. Pegok), IGN Mandala Pura (Plt. DPMPTSP Kota), Darwis (Pihak Yayasan Kelenteng dari Jakarta), I Ketut Suparjaya (Bendesa Adat) dan utusan dari Kemenag Provinsi Bali, Kota dan FKUB. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna meminta informasi dua arah terkait dengan kronologi dibangunnya Klenteng dan juga terbitnya keputusan penyegalan dari Pemkot Denpasar, sehingga akhirnya masalah ini tersiar di publik. ‘’Tadi kita tanyakan langsung kepada Kepala Satpol PP tentang alasannya dan saya memahami beliau-beliau ini menjalankan tugas menegakkan perda. Tapi yang mungkin perlu diperhatikan adalah prinsip kehati-hatian dalam mengeksekusi masalah. Apalagi berkaitan dengan SARA. Saya kira di Denpasar ini cukup banyak tempat ibadah yang belum memiliki izin prinsip, lalu pertanyaannya apakah Pemkot Denpasar berani menyegel tempat ibadah selain umat Konghuchu? Jadi seharusnya tidak ada standar ganda. Ada prinsip keadilan sosial yang belum dijalankan di sini. Di satu sisi, tadi saya juga sudah memberikan nasihat kepada pihak yayasan milik umat Konghucu bahwa tindakan mendirikan bangunan tanpa izin
SIDAK – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat sidak Klenteng di kawasan Denpasar Selatan. itu salah. Sebagai warga negara kebinekaan di Indonesia. Lagi pula yang berkedudukan sama di depan tidak patut jika sampai tempat hukum, sepatutnya semua urusan Tuhan disegel, sangat tidak etis. izin bisa diproses lebih awal untuk Ini akibat pejabat di bawah terlalu menghindari masalah. Selain itu kaku dalam menerjemahkan peragar pihak Klenteng juga lebih aturan. Semoga ini menjadi pelajaaktif berkomunikasi dengan pihak ran berharga,’’ ungkap Wedakarna aparat di bawah, sehingga semuan- yang juga Duta Besar Perdamaian ya lancar. Saya periksa, izin 60 UPF PBB ini. KK sudah lengkap, permakluman Selanjutnya setelah sidak Senajuga sudah berjalan dan tinggal tor Wedakarna meminta agar segel menunggu surat rekomendasi dari tempat ibadah Klenteng segera diFKUB dan Kemenag Denpasar. buka. Dengan catatan pihak yayasKebetulan pejabatnya ada di sini, an segera menyerahkan syarat ya… saya minta keluarkan segera,’’ dan tanda daftar ke Pemkot dan kata Gusti Wedakarna. berharap pelaksanaan ibadah harSelain itu, Senator Wedakarna ian berjalan dengan baik. ‘’Minggu juga menyampaikan sesungguh- ini, segel sudah harus dibuka. Saya nya keberadaan umat Hindu seb- paham di dalam Klenteng ada dewa agai mayoritas di Bali sangat dekat dan pratima yang harus disembadengan umat Buddha dan umat hyangkan. Saya minta aparat di Konghucu, sehingga seharusnya bawah jangan mempersulit karena tidak ada lagi sekat-sekat pemisah. Pemkot bisa digugat ke PTUN dan ‘’Hindu, Buddha dan Konghucu pu- jika ada oknum di bawah bermain nya akar yang sama. Jadi sesama tentang izin bisa dipidana dan diminoritas di Indonesia harus saling jerat pungli. Sebagai anggota DPD, bantu. Kita sadar bahwa minoritas saya wajib mengingatkan hal ini. di Indonesia sudah mengalami Semoga pelaksanaan Imlek pada banyak diskriminasi dan tantan- 5 Februari 2019 bisa berlangsung gan eksistensi minoritas akan lancar,’’ pungkas Arya Wedakarna dihancurkan oleh gerakan radika- yang juga mantan Rektor Univerlisme yang tidak senang terhadap sitas Mahendradatta ini. (ad641)
Rebut Segmen MPV di Bali
UNIVERSITAS Dwijendra (Undwi) Denpasar adalah kampus terdepan di Bali yang sukses menyelenggarakan kerja sama dalam bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) dengan Lapas Kerobokan. MoU diteken Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. dan Kalapas Kerobokan Toni Nainggolan, Rabu (16/1) kemarin di Lapas Kerobokan. Sekalipun payung hukum kerja sama baru ditekan Rabu kemarin, Rektor Dyatmikawati mengatakan action kerja sama sudah dilakukan sejak tahun lalu berupa pelatihan seni dan pentas seni antara mahasiswa Undwi dan komunitas Dwijendra dengan sejumlah warga binaan. Program ini direalisasikan dalam bentuk pentas seni saat merayakan HUT Kemerdekaan RI pada Agustus lalu dan saat malam Natal belum lama ini. Lewat tangan terampil seniman yang juga guru SMA Dwijendra Denpasar I Putu Arief Mahendra, S.Sn., 60 warga binaan Lapas Kerobokan mampu mengkspresikan bakat seninya. Saat menandatangani MoU, Rektor Dyatmikawati didampingi Dekan FH Undwi Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H., Wakil Dekan Krishna Satrya Nugraha Taira, S.H., M.Kn., Kaprodi Made Gede Artadana, S.H., M.H., IA Novita, Agung Satrya Wibawa Taira, S.H., M.Kn., Agung Istri, dan Ketua BAAK I Wayan Aryawan. Rektor Dyatmikawati mengungkapkan,selain dalam bidang seni, Undwi juga mengembangkan kerja sama dalam Tri Dharma PT. Langkah pertama yang diambil Rektor Undwi yakni mengajak semua mahasiswanya untuk mengunjungi Lapas Kerobokan. Hal ini penting dilakukan agar mahasiswa mengetahui keberadan Lapas Kerobokan yang selama ini terkesan ketat dan pengap. Dia sendiri membuktikan setelah men-
TEKEN MOU - Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati (tengah) saat meneken MoU dengan Kalapas Kerobokan Toni Nainggolan. gunjungi Lapas Kerobokan ternyata sangat nyaman, tertata rapi dan bersih. ‘’Ibaratnya sama suasana kampus Undwi yang nyaman dan rindang,’’ tegasnya. Dia mengatakan hampir semua prodi dan fakultas di Undwi bisa dikerjasamakan untuk memberdayakan warga binaan Lapas Kerobokan. Misalnya dalam pengembangan SDM, karyawan dan warga binaan yang menjalani masa hukuman di atas lima tahun bisa diberi akses melanjutkan pendidikan S-1 di Undwi. Tentu harus sesuai dengan ketentuan Lapas Kerobokan. Mahasiswa dan dosen FH bisa melakukan penelitian dalam segala hal di Lapas Kerobokan. FH dan Fikom juga bisa melakukan program pengabdian masyarakat dalam hukum dan ilmu komunikasi. Sementara itu FKIP Undwi bisa memberi pelayanan dan penelitian pendidikan, Fakultas Pertanian memberi pelatihan bercocok tanam hidroponik. Fakultas Teknik bisa memberi pelatihan dalam keahlian landscape pertamanan dan struktur bangunan. ‘’Pokonya semua prodi bisa kami kerja samakan,’’ tegasnya. Dyatmikawati menambahkan,
masyarakat harus diubah mindsetnya soal Lapas Kerobokan. Sekalipun lapas ini dijaga ketat, bukan berarti tak bisa disentuh pendidikan tinggi. Justru Undwi sebagai lembaga pendidikan tinggi terpanggil untuk ikut bertanggung jawab memberdayakan penghuni Lapas Kerobokan. Sementara itu, Kalapas Kerobokan Toni Nainggolang mengaku berbahagia bisa bekerja sama dengan Undwi Denpasar dalam bidang Tri Dharma PT. Pihaknya menyambut antusias kerja sama ini dan berharap agar action-nya cepat terealisasikan. Dia mengakui kerja sama dengan Undwi selama ini berupa kolaborasi seni kolosal. Ini semua berkat perjuangan dan ketekunan warga binaan Arif Mahendra. Kalapas Toni Nainggolan memberi acungan jempol kepada Arief karena dinilai memiliki ide cemerlang dan luar biasa. Pasalnya, Arief mampu menyatukan perbedaan karakter dan keterbatasan penghuni lapas hingga mampu menghasilkan karya seni yang mengagumkan. Ke depan dia terus memprogramkan kegiatan berkesenian bagi warga lapas. (ad634)
Dukung Budaya Bali
Daihatsu Luncurkan Grand New Xenia The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung Terapkan Aksara & Busana Adat Bali
TREN market penjualan mobil nasional dari 2004-2018 didominasi segmen Multy Purpose Vehicle (MPV) low. Pasar ini terbentuk ketika Xenia lahir. Karena market ini tinggi peminatnya, maka banyak kompetitor yang turut bermain di segmen tersebut. Jadi dalam kompetesi mengisi segmen itu, Xenia pun melakukan penyempurnaan di beberapa hal. Itu disampaikan Arief Budianto, Kepala Cabang Astra Daihatsu Sanur, pada Media Gathering di Denpasar, Selasa (15/1) lalu. Selama 15 tahun hadir di Indonesia, Xenia yang merupakan produk MPV Daihatsu yang mampu membuktikan banyak keunggulan. Di mana keunggulan tersebut dirangkum menjadi 15 keistimewaan. Maka dari itu peluncuran Grand New Xenia mengambil tagline ‘’Terbukti 15timewa’’. Bersama jajaran manajemen Astra Daihatsu di Bali, Arief memaparkan secara sekilas bahwa peluncuran Grand New Xenia untuk menjawab tingginya animo masyarakat akan produk MPV yang handal. Kali ini, selain tetap menggunakan mesin berkapasitas 1300 cc, Grand New Xenia juga menghadirkan varian dengan mesin 1500 cc. Produk tersebut mengimplementasikan teknologi Dual VVT-i, sehingga memiliki performa mesin yang lebih bertenaga. Perbedaan yang paling
mencolok dibandingkan Xenia sebelumnya yakni terlihat pada tampilannya. Grand New Xenia hadir dengan konsep modern, tough and sporty, gagah, juga lebih dinamis. Sisi eksterior terlihat stylish dengan desain baru pada sisi bumper depan, belakang, serta alloy wheel. Desain lampu depan (headlamp) dan belakang double layer, serta penggunaan LED headlamp, membuat pencahayaan lebih terang, fokus dan modern namun tetap hemat daya. Kemudian, pada interiornya juga mengalami penambahan, seperti menggimplementasikan new two tone colors, disain centre cluster, digital AC, 2-DIN touch screen audio, audio speakers pada 6 titik dan lainnya. Selain itu pada
semua varian telah dilengkapi sarkfin antena. Khusus pada varian 1.5, dilengkapi fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Antilock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Ada tiga pilihan warna baru yang ditawarkan pada Grand New Xenia, yakni pearl white, bronze metallic, dan blue metallic. Disusul 5 warna lainnya, seperti icy white, classic silver, dark red metallic, dark grey metallic, dan midnight black. Arief menambahkan bahwa di Bali, Grand New Xenia akan di-launching pada 21 Januari di Levle 21 Denpasar. Pada saat itu masyarakat umum akan dapat menyaksikan secara langsung produk teranyar tersebut. (bns1)
Kado di Awal Tahun 2019 SMP Negeri 3 Rendang PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang mendapat kesempatan berlaga lagi dalam lomba EPT PMR se-Provinsi Bali VI di SMA Negeri 3 Denpasar. Tidak mau mengulang kesalahan tahun lalu, di mana pada saat itu PMR Tireks SMPN 3 Rendang mendapat gelar juara tak bermahkota karena kekurangan poin di lomba inti, namun jumlah piala paling banyak. Dengan demikian, pada kesempatan ini, tim PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang berlatih all out dan penuh semangat dalam melewati pase latihan dengan bimbingan para guru pembina. Saat perlombaan pada 14 Januari 2019, tim PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang mulai berlaga dengan modal latihan yang telah didapatkan. ‘’Saya grogi Pak, kayaknya lawan-lawannya hebat-hebat semua,’’ kata Shinta, peserta lomba dari SMP Negeri 3 Rendang. Hingga pada akhir perlombaan diumumkan dan PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang berhasil mendapat juara I lomba tutor sebaya, juara I lomba hasta karya, juara II dan III lomba pertolongan pertama serta juara II lomba pembuatan tandu darurat. Dengan bermodal poin kemenangan di lomba inti, maka PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang berhasil menyabet gelar juara umum dalam perlombaan EPT PMR se-Provinsi Bali VI tahun 2019 di SMA Negeri 3 Denpasar. Suatu kuasa Tuhan yang luar biasa, di mana sekolah kecil di kaki Gunung Agung, Karangasem mampu berlaga dan mengalahkan
SEBAGAI salah satu provinsi yang menjunjung tinggi kearifan lokal, apa pun yang ditemui di Bali dijamin masih sarat dengan adat budaya setempat. Salah satunya dengan tetap mengupayakan penulisan aksara Bali pada beberapa fasilitas publik. Oktober 2018 lalu, Bali mewajibkan penggunaan aksara Bali di atas papan nama perkantoran dan area publik lainnya. Aturan yang tertuang dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018 ini berisi tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Sastra dan Aksara Bali. Bersamaan dengan hal itu, diadakan pula pengaturan busana adat Bali untuk seluruh Bali. Busana adat Bali digunakan setiap Kamis, Purnama, Tilem dan di beberapa hari penting lainnya. Perusahaan swasta termasuk perhotelan juga direkomendasikan menggunakan aksara Bali untuk nama hotelnya. Posisinya sendiri ditempatkan di atas bahasa Latin dengan ukuran yang berimbang. The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung dengan semangat menjaga ajeg Bali dan menyambut baik peraturan baru ini. Awal tahun 2019 ini, The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung memperkenalkan logo dengan aksara Bali yang tepat berada di atas logo bahasa Latinnya. Meski berdiri sebagai modern hotel, The ONE Legian bersama sister company-nya, Hotel Vila Lumbung, selalu giat dalam upaya pelestarian adat, seni, tradisi dan budaya Bali. Penerapan busana Bali langsung diaktifkan untuk
LOGO - The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung memperkenalkan logo dengan aksara Bali yang tepat berada di atas logo bahasa Latinnya. seluruh karyawan kedua hotel, terutama para front liners serta jajaran manajerial. Eka Pertama selaku General Manager The ONE Legian & Advisor Hotel Vila Lumbung menyampaikan agar tetap eksis, The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung memang berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan kebutuhan masa kini beriringan dengan melestarikan adat budaya setempat. Liburan ke Bali kini tidak hanya bisa menikmati keindahan pantai, tetapi juga keindahan para Jegeg Bagus The ONE Legian &
Hotel Vila Lumbung yang serempak mengenakan busana adat Bali setiap Kamis. Penasaran ingin tahu bagaimana uniknya logo baru dan tim front liners The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung yang memesona? ‘’Tidak perlu menginap kok, bisa dengan berkunjung ke The ONE Legian yang terletak strategis di Jalan Raya Legian atau Hotel Vila Lumbung di area trendi Seminyak sambil menikmati berbagai fasilitas kedua hotel. Mulai dari paket berenang, paket breakfast hingga menikmati sajian live BBQ yang menggoda namun terjangkau,’’ kata Eka. (ad631)
Warga Asal Filipina Ditemukan Tewas di Kamarnya PIALA - Tim PMR SMP Negeri 3 Rendang bersama Pembina PMR Kadek Doni Wiputra, S.Pd. dan Kepala SMP Negeri 3 Rendang I Wayan Siram, S.Pd., M.Pd.H. dengan piala bergilir EPT Trisma Denpasar. sekolah-sekolah unggul di kota besar seperti Denpasar. Pembina PMR Tireks Kadek Dony Wiputra, S.Pd. mengatakan anak-anak SMP Negeri 3 Rendang berpotensi untuk bisa menjadi juara. Mereka memiliki potensi yang luar biasa dengan tekad dan kemauan yang tulus. Untuk itu, ia yakin mereka pasti bisa dalam proses pembinaan mereka sangat aktif dan inisiatif, sehingga apa yang diberikan mampu diserap dan dipraktikkan dengan maksimal. Tim PMR Tireks SMP Negeri 3 Rendang memiliki dua piala bergilir yang beristana di ruang
prestasi yaitu satu piala bergilir juara umum di lomba PMR Sanjose (2017) dan satu lagi piala bergilir juara umum lomba EPT VI SMAN 3 Denpasar (2019). Dengan adanya dua piala bergilir ini, maka beban yang sangat besar untuk bisa mempertahankan gelar tersebut ke depannya. Kepala SMP Negeri 3 Rendang I Wayan Siram, S.Pd., M.Pd.H. sangat mengapresiasi kinerja anakanak PMR yang mampu menggemakan sekolah ke tingkat provinsi. ‘’PMR kita sudah mulai bangkit, pertahankan dan teruslah terbang lebih tinggi lagi,’’ pesannya. (kmb)
Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Dinas Gunung Sari, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Rabu (16/1) kemarin dikejutkan dengan tewasnya Grace Tarjoto (62) asal Filipina. Korban ditemukan telah menjadi mayat di kamar tidur rumahnya. Belum diketahui penyebab kematian korban. Sebab, dari hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan. Begitu juga tidak mempunyai riwayat sakit. Berdasarkan informasi di kepolisian menyebutkan korban ini asalnya Filipina, namun sudah menjadi WNI. Korban pertama kali ditemukan oleh buruhnya yakni Zero Ardiansyah dan Ni Nyoman Pujiasih. Sebelum ditemukan meninggal, kedua saksi mengaku korban tidak keluar
kamar sejak Selasa (15/1). Ketika itu, mereka tidak menaruh curiga lantaran dianggap biasa saja. Apalagi Senin sebelumnya korban sempat keluar rumah dan bekerja dengan para buruh. Namun hingga Rabu pagi korban juga tidak kunjung keluar kamar. Hingga akhirnya kedua saksi memutuskan untuk membangunkan korban. Mereka pun pergi memanggil-manggil korban, namun tidak ada jawaban. Bahkan ketika ditelepon juga tidak diangkat. Merasa curiga, kedua saksi pun memutuskan untuk melaporkan hal tersebut ke Polsek Penebel. Setelah dilakukan pemeriksaan dengan membuka paksa pintu kamar, polisi menemukan korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Saat ditemukan, dalam posisi tidur lengkap den-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
gan mengenakan selimut. Kapolsek Penebel AKP I Ketut Mastra Budaya mengatakan penyebab kematian korban belum diketahui. Saat anggotanya melakukan olah TKP dan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda kekerasan. Ditambah lagi korban memang tidak memiliki riwayat sakit. ‘’Hanya dari keterangan buruhnya korban ini perokok berat,’’ ungkapnya. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke BRSUD Tabanan sembari menunggu keluarganya datang dari Jakarta. AKP Mastra menambahkan, korban sudah menjadi WNI sejak tahun 1993 dan menetap di Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan. Korban mempunyai mesin penggilingan beras merah dan tempat penyewaan sepeda gayung. (kmb28)
Kamis Paing, 17 Januari 2019
DAERAH
5
Kurikulum Pendidikan Mitigasi Bencana Mesti Dibuatkan Payung Hukum Denpasar (Bali Post) Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mewacanakan akan memasukkan pendidikan tentang mitigasi kebencanaan ke dalam kurikulum pada tahun 2019 ini. Pendidikan mitigasi kebencanaan ini tidak akan menjadi mata pelajaran khusus, melainkan akan dilebur ke dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah. Namun, wacana ini harus ada payung hukumnya. Sebab, apabila payung hukumnya tidak jelas, maka pihak sekolah tidak memiliki dasar untuk menerapkan kurilum tersebut, sehingga dikhawatirkan akan membias dalam pelaksanaannya. ‘’Yang sudah terbit Permen Dikbud 37 tentang perubahan kompetensi inti dan kompetesi dasar (KIKD) di semester genap ini kami belum bisa melaksanakannya, karena terbentur di tengah tahun pelajaran. Permen ini akan diterapkan pada awal tahun pelajaran baru,’’ kata Kepala SMPN 6 Denpasar I Gusti Ayu Putu Tirtawati, Rabu (16/1) kemarin. Menurutnya, pendidikan mitigasi bencana untuk sementara dimaksukkan ke dalam ekstrakurikuler sekolah dengan menggandeng pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pemberi materi. Dalam jeda semester tersebut, pihaknya juga menggadeng BNN untuk menyosialisasikan tentang bahaya narkoba kepada siswa kelas IX, pihak kepolisian terkait sepeda motor untuk kelas VIII, dan BPBD terkait bencana alam. ‘’Kami juga sudah melakukan itu, saat jeda semester dengan menggandeng BPBD yang mengajarkan siswa kami tentang bagaimana menyingkapi jika terjadi bencana,’’ ucapnya. Untuk sementara pihaknya mengusulkan agar kurikulum mitigasi kebencanaan tersebut diimplentasikan ke dalam kompetensi dasar maupun komptensi inti mata pelajaran. Sama halnya dengan mengimplementasikan pendidikan kesehatan reproduksi (kespro). ‘’Implementasi itu kita ambil jam khusus, di luar jam pembelajaran wajib dengan melibatkan guru yang berkompeten di bidang itu,’’ tandasnya. Pengamat pendidikan Dr. Drs. I Made Putra Wijaya mengatakan berbicara soal mitigasi kebencanaan tidak cukup masuk dalam kurikulum pendidikan di perguruan tinggi dan sekolah menengah saja. Namun, sebaiknya juga melibatkan kelembagaan kemasyarakatan maupun organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk meningkatkan kepekaan dan responsibility atau tanggung jawab terhadap lingkungannya. Di sisi lain, Putra Wijaya juga mengkritisi aparatur pemerintah yang tidak maksimal dalam pencegahan bencana. Hal ini disebabkan minimnya sarana dan prasarana serta kepekaan aparatur pemerintah terhadap bencana. Padahal fenomena bencana alam semestinya sudah dapat diindentifikasi pada bulan bulan November hingga Desember. Sebab, pada bulan-bulan ini sudah diketahui hujan lebat pasti terjadi yang biasanya menyebabkan tanah longsor dan bencana lainnya. Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung ini berharap agar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Search dan Rescue Nasional (Basarnas), serta Badan Penanggulangan Daerah Bencana (BPDB) yang menjadi bagian dari mitigasi benarbenar mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Mengingat rawannya bencana yang terjadi saat ini terus meningkat. Apalagi, dari aspek geografi negara Indonesia berada pada ULQJ RI ÀUH yang sangat mutlak mitigasi kebencanaan dimasukkan dalam kurikulum. (win)
Sanksi Oknum Polisi Merampok Tunggu Vonis Denpasar (Bali Post) Kasus perampokan melibatkan oknum polisi, Bripda YKD, ditangani Satreskrim Polresta Denpasar. YKD ditahan di sel Provos Mapolresta. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Rabu (16/1) kemarin menyampaikan, kasus ini sepenuhnya ditangani Polresta. ‘’Kasus ini masih didalami penyidik Polresta,’’ ungkapnya. Apakah pelaku dipecat? ‘’Kalau soal itu harus menunggu keputusan vonis sidang di pengadilan umum. Setelah itu baru dilanjutkan dengan sidang kode etik,’’ ucap Hengky. Bila vonis di peradilan umum empat bulan ke atas, menurutnya, pelaku pasti dipecat. Namun tetap melalui proses sidang kode etik profesi Polri. ‘’Kita tunggu saja vonisnya berapa?’’ imbuhnya. Terkait motif kasus ini, Hengky mengaku belum mendapat laporan. Yang jelas, katanya, saat melakukan tindak pidana tersebut, pelaku dalam keadaan mabuk. ‘’Informasinya dia (pelaku - red) bawa arak satu botol ke Pantai Kuta. Selanjutnya dia minum di sana. Usai minum dia jalan-jalan dan akhirnya sampai di TKP,’’ ungkap Hengky. Seperti diberitakan, kasus perampokan terjadi di wilayah Kuta. Kali ini Mini Mart di Jalan Nakula, Seminyak, Kuta, Selasa (15/1) lalu dirampok dan pelakunya oknum polisi berinisial Bripda YKD (23). Pelaku yang merupakan personel Polda Bali ini awalnya minum miras. Setelah itu pelaku beralamat di Jalan Kenyeri Gang Arjuna, Denpasar ini jalan-jalan mengendarai sepeda motor Honda Vario. (kmb36)
Bali Post/ist
EVAKUASI - Petugas BPBD saat melakukan evakuasi pohon tumbang.
Pohon Tumbang Timpa Kabel Listrik dan Atap Rumah Warga Tabanan (Bali Post) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Tabanan, Rabu (16/1) kemarin, menyebabkan sejumlah pohon tumbang di dua tempat yakni di Kecamatan Marga dan Tabanan. Di Marga, pohon tumbang terjadi tepatnya di Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak. Pohon kelapa tumbang ke arah jalan menimpa kabel listrik. Sedangkan pohon tumbang lainnya terjadi di Banjar Dukuh, Dauh Peken, Tabanan. Informasi yang berhasil dihimpun, tumbangnya pohon kelapa tersebut diperkirakan terjadi pada dini hari. Namun baru diketahui warga sekitar pukul 08.15 Wita saat keluar rumah. Warga pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Marga dan diteruskan ke petugas PLN dan BPBD. Tak butuh waktu lama petugas turun, termasuk dari PLN yang segera memperbaiki jaringan listrik dan tiang yang miring. Tidak ada kerugian material maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara pohon tumbang juga terjadi di Jalan Anyelir 1, Banjar Dukuh, Dauh Peken, Tabanan sekitar pukul 07.00 Wita. Pohon ini menimpa rumah milik I Putu Jirna yang tinggal di Jalan Teratai, GG XI, Banjar Dukuh, Dauh Peken, Tabanan. ‘’Rumah tersebut disewakan dan dihuni Nur Ali dan M Wahid,’’ kata salah satu petugas, kemarin. Kasubag Humas Polres Tabanan AKP I Gede Surya Kusuma juga membenarkan kedua kejadian tersebut. Dikatakan, kedua kejadian tersebut sudah ditangani petugas. ‘’Tidak sampai ada korban jiwa, hanya korban material,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/edi
ULUWATU - Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan objek wisata Uluwatu. Demi keamanan wisatawan, saat ini tembok pembatas tebing mulai dipasangi kawat berduri.
Demi Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Tembok Pembatas Tebing Uluwatu Dipasangi Kawat Berduri Mangupura (Bali Post) Dengan semakin banyaknya jumlah kunjungan wisatawan ke objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, pihak manajemen terus melakukan pembenahan. Hal itu dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan. Menurut Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, Wayan Wijana, saat ini tembok yang berada di pinggir tebing mulai dipasangi kawat berduri. Pemasangan kawat ini dilakukan supaya wisatawan bisa lebih aman dan nyaman. Karena mereka tidak bisa lagi duduk di atas tembok tersebut. ‘’Kalau itu tidak diproteksi, tentu sangat membahayakan. Karena tembok ini berada di pinggir tebing dengan ketinggian 97
meter,’’ katanya, Rabu (16/1) kemarin. Sementara untuk melakukan pengawasan, sejumlah titik di kawasan tersebut sudah dipasang perangkat CCTV. Dikatakannya, sampai saat ini baru terpasang sebanyak 12 titik. Sementara untuk penataan lain, dari hasil rapat koordinasi dengan pihak desa adat dan PUPR Badung, sudah dibahas terkait masterplan Uluwatu secara menyeluruh. Seperti salah satunya terkait tembok tebing yang
akan dilakukan penyesuaian. Dari hasil kajian, kata Wijana, tembok tebing akan digeser atau mundurkan beberapa meter. Hal ini dilakukan supaya tidak berbahaya saat terjadi longsor. Sementara terkait dengan penyuntikan atau perekatan terhadap tebing yang retak, juga menjadi wacana untuk diteruskan atau direncanakan supaya dilaksankan. Terkait keberadaan gate atau pintu masuk, akan diberlakukan sistem e-tiketing atau menggunakan sistem digital. Sehingga akan ada transparansi, akuntabiliti serta input dari pemasukan akan lebih jelas. Sedangkan untuk akses masuk, dalam grand design akan ada sebanyak empat
pintu masuk. Dari empat pintu masuk itu, yang satunya untuk akses sepeda motor. Sedangkan pintu masuk yang digunakan saat ini akan dijadikan akes keluar. Dari data yang ada, terkait dengan jumlah kunjungan ke Uluwatu tahun 2018 dibandingkan dengan 2017, memang mengalami peningkatan 20-25 persen. Yang mana kunjungan tahun 2017 sebanyak 2,2 juta, meningkat menjadi menjadi 2,6 juta wisatawan pada tahun 2018. Rata-rata kunjungan low season sebanyak 6.000-7.000 orang per hari. Sedangkan pada high season sebanyak 8.000-9.000, bahkan sempat mencapai 11.000 orang per hari. (kmb23)
Agen Wisata Malaysia Mulai Berburu ke Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur mulai diikuti datangnya wisatawan. Ini terlihat dari banyaknya agen perjalanan wisata dari Malaysia yang mulai berburu ke Banyuwangi. Mereka melihat potensi wisata yang bisa ditawarkan ke Malaysia. Salah satu yang dibidik adalah potensi wisata Alas Purwo dan Kawah Ijen. Para agen perjalanan wisata Malaysia sengaja datang ke Banyuwangi untuk melihat langsung objek wisata di Bumi Blambangan. Selama di Banyuwangi, sebanyak 20 agen wisata Malaysia dipertukan dengan 16 agen wisata Banyuwangi. ‘’Ajang ini cara mengenalkan Banyuwangi kepada pelaku usaha wisata Malaysia. Kita pertemukan mereka dengan pelaku usaha Banyuwangi. Mereka juga kita ajak merasakan langsung berwisata ke Banyuwangi,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (16/1) kemarin. Harapannya, para agen perjalanan wisata Malaysia bisa datang lagi, mengajak wisatawan dari negeri jiran tersebut. Pertemuan agen wisata Malaysia dan Banyuwangi ini, lanjut Anas, tindak lanjut dari promosi paket wisata murah yang didukung Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar). Paket ini diluncurkan untuk mendongkrak kunjungan wisman ke Banyuwangi, khususnya saat low season, seperti bulan Januari ini. ‘’Awal-awal tahun biasanya memang low season, makanya diluncurkan paket ini yang didukung para pelaku usaha wisata di Banyuwangi. Table Mart adalah salah satu strategi untuk
mempromosikan paket ini,’’ kata Anas. Dalam paket murah ke Banyuwangi, wisatawan cukup membayar 995 MYR (ringgit Malaysia) atau berkisar Rp 3,8 juta untuk berwisata ke Banyuwangi. Ini termasuk tiket PP Kuala Lumpur-Banyuwangi, menginap dua malam di hotel berbintang di Banyuwangi, transportasi lokal, menikmati sejumlah destinasi wisata hingga berkuliner. Salah satu agen wisata Malaysia Ramsey Lewis mengaku tertarik dengan paket promo ke Banyuwangi ini. Menurutnya, destinasi wisata Banyuwangi sangat laku dijual. ‘’Ijen sangat bagus dengan EOXH ²ÀUH yang cantik. Di sana juga ada penambang belerang yang menjadi atraksi Ijen. Ijen akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis,’’ ujarnya. Menurut Ramsey, Banyuwangi kaya akan kearifan lokal. ‘’Di Banyuwangi bisa melihat orang bercocok tanam, menangkap ikan, juga cara menyimpan kopi tradisional. Apalagi di Banyuwangi masih banyak industri kerajinan tangan yang tentunya ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,’’ kata Ramsey. Para agen travel tersebut juga diajak mengeksplor destinasi wisata selama enam hari mulai 13 – 18 Januari. Mulai mengunjungi perkebunan kopi Gombengsari, Kalipuro untuk melihat pengolahan kopi tradisional, Kawah Ijen, perkebunan Kalibaru, Pantai Pulau Merah, Taman Nasional Alas Purwo dan Bangsring Under Water. (udi)
Bali Post/ist
AGEN WISATA - Agen wisata Malaysia bertemu dengan agen wisata Banyuwangi.
ANJANGSANA - Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, Rabu (16/1) kemarin melakukan anjangsana ke kediaman Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kerambitan.
Danlanal Denpasar Kunjungi Saksi Sejarah Pertempuran Laut Arafuru Denpasar (Bali Post) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Bali Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko, Rabu (16/1) kemarin melakukan anjangsana ke salah seorang pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru, Peltu (Purn) I Dewa Made Pegeg di kediamannya Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Pada kesempatan tersebut, turut mendampingi Ketua Jalasenastri Cabang 10 Korcab V Daerah Jalasenastri Armada II Ny. Henricus Prihantoko bersama Paspotmar, Dandenpomal, Dansatma, Kaurlid Sintel dan Ka BK Lanal Denpasar serta Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10. Menurut Danlanal, anjangsana yang dilaksanakan Pangkalan TNI-AL Denpasar ini dalam rangka memperingati Hari Dharma Samudera dan untuk mempererat tali silaturahmi dengan pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru. Kegiatan ini juga sebagai bentuk penghormatan atas jasajasa dari pelaku sejarah yang telah berjibaku dalam pertempuran dengan penuh heroik di laut Arafuru. Dikatakan, Peltu (Purn) Made Pegeg adalah salah satu saksi hidup dari Bali atau pelaku sejarah pertempuran Laut Arafuru sebagai ABK RI Matjan
Kumbang. Bersama-sama RI Matjan Tutul dan RI Harimau bertempur dengan penuh heroik di Laut Arafuru melawan kapalkapal kombatan dan pesawat tempur dari Kerajaan Belanda pada 15 Januari 1962, 57 tahun silam. Peltu (Purn) Made Pegeg yang saat peristiwa itu adalah pengawak atau juru mesin dan senjata di RI Matjan Kumbang,’’ kata Danlanal. Ia menyampaikan, sebagai anggota TNI-AL yang berada di Bali patut bangga dengan pelaku sejarah ini. Karena masih ada putra terbaik dari Bali yang menjadi saksi hidup pertempuran Laut Arafuru 57 tahun silam. ‘’Dan kini kita sebagai penerusnya harus mampu memberikan sumbangsih dan kontribusi positif serta karya nyata untuk TNI-AL dari prajurit Matra Laut dalam bentuk pengabdian kepada negara dan bangsa, serta demi terwujudnya TNI-AL yang andal dan disegani serta berkelas dunia,’’ pungkasnya. Peltu (Purn) Made Pegeg mempunyai seorang istri yang dikarunia 4 orang putra dan 1 orang putri, di mana salah satu putranya ada yang meneruskan semangatnya sebagai prajurit TNI-AL. Saat ini menajabat sebagai Kadiskesal yakni Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp.BTKV(K). (kmb23)
OPINI
6
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mempertegas Pilihan Publik DEBAT calon presiden dan wakil presiden yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepertinya dinanti masyarakat. Setelah debat informal yang dilakukan kedua pasangan di berbagai moda media. Baik yang dilakukan oleh masing-masing ataupun lewat proxy-nya. Karena merupakan acara yang ditunggu, setelah sebelumnya melewati berbagai drama serta bumbu-bumbu penyedap lainnya, diharapkan kualitas debat ini benarbenar memaparkan visi-misi sang kandidat. Lebih jelas dan lebih tajam. Jangan kemudian model perdebatan di medsos dan semacamnya justru pindah ke arena debat resmi KPU, sehingga semuanya menjadi kabur dan menjadi debat kusir. Apalagi kemudian para kontestan, panelis, dan moderator tidak mampu membawakan perdebatan secara objektif dan malah terbawa keadaan. Ini berbahaya. Karena visi-misi yang justru akan dijelaskan secara terang benderang akan tetap gelap. Apa yang akan diambil hikmahnya kalau begini? Tentu tidak ada. Kita sebagai masyarakat akan disuguhkan acara kekanak-kanakan yang sama sekali tidak bermutu. Saling serang, sindir, nyinyir dan sebagainya. Jauh dari kesan bermartabat kayaknya kontestasi seorang kepala negara. Nah, ini cuma gambaran buruknya. Asumsi kalau perhelatan debat itu berjalan tidak sesuai harapan. Akan tetapi, tentu kita masih berharap semua peserta mampu menahan diri dan bersikap sebagai negarawan. Ini bukan debat kusir. Bukan debat di warung kopi. Tetapi debat yang mempertaruhkan nasib sebuah bangsa. Jangan terjebak pada hal-hal sepele. Jangan mudah terbawa emosi sesaat. Kepada para kontestan, panelis maupun moderator kini dibebankan harapan yang sangat tinggi. Harapan sebuah masa depan gemilang yang akan kita songsong bersama. Siapa pun nanti keluar sebagai pemenang. Mereka punya visimisi yang mulia. Bukan sekadar kemenangan mereka serta kelompoknya. Yang pasti, dalam debat nanti, pasangan calon presiden dan wakil harus banyak melatih diri untuk bisa memenuhi standar kelompok masyarakat yang nantinya akan menentukan pilihan. Kecerdasan menyampaikan gagasan dan logika pikir pengelolaan bangsa tentu akan menjadi salah satu tolok ukurnya. Jangan sampai debat menjadi ajang delegitimasi dan propaganda tanpa dasar dan data akurat. Retorika dalam debat tetap penting, namun retorika bukan dalam konteks membodohi publik. Debat hendaknya menjadi salah satu ruang bagi calon pemilih untuk bisa menentukan sikap atau setidaknya mempertegas pilihan politik pada pilpres nanti.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Galian Batu Padas Kepolisian baru-baru ini melakukan sidak dan penindakan terhadap penggalian batu padas di wilayah Gianyar. Penambang batu padas di tebing sungai ini dikatakan tidak memiliki izin. Langkah kepolisian ini tentu perlu kita apresiasi agar penggalian batu padas di tebing sungai bisa terkontrol dan dampaknya terhadap lingkungan bisa dipantau. Jika limbah penambangan batu padas mencemari lingkungan tentu harus dilakukan penyikapan. Polisi juga tetap perlu mengawasi penambangan atau penggalian batu padas yang memiliki izin. Perlu dijelaskan juga oleh pemerintah daerah bagaimana mekanisme mengurus izin penambangan ini. Masalahnya, banyak pelaku penambangan adalah masyarakat kecil yang menggantungkan hidupnya dari menggali batu padas dan menjadi buruh angkutnya. Mereka tetap harus terayomi dalam mendapatkan kesempatan kerja. Ni Made Darmini Gianyar, Bali
Pengaturan Perdagangan Miras Pengaturan tata kelola peredaran miras di Bali memang perlu dibuatkan rujukan hukumnya. Saya setuju jika ini diperdakan. Sebagai warga Bali, saya tentu sangat berharap agar produksi arak penduduk di kawasan Sidemen, Kabupaten Karangasem dan daerah lainnya yang punya KRPH LQGXVWU\ arak bisa terayomi. Selama ini saya sering membaca di media massa, produksi arak dari Karangasem jadi atensi kepolisian. Jika ada pihak yang memperdagangkan arak Karangasem ini dan tertangkap poilisi maka araknya akan dimusnahkan. Saya berharap regulasi miras ini tak hanya mengatur perdagangan miras di Bali tetapi juga mengatur pembinaan usaha lokal dalam pembuatan arak. Standardisasi kandungan alkoholnya juga harus jelas. Selain itu, arak untuk kepentingan ritual juga tetap harus mendapat perhatian para legislator. I Made Mertana Badung, Bali
Gambaran Sosial dalam Debat Kandidat Presiden Dalam pembahasan tentang kontestasi presiden, yang paling banyak mendapat perhatian di negara-negara berkembang adalah bagaimana kompetisi tersebut tergambarkan di masyarakat. Kontestasi tentu saja bukan hanya terlihat pada perdebatan yang berlangsung di televisi atau mungkin di kampus tetapi segala upaya bersaing yang dilakukan oleh masing-masing kandidat untuk menduduki posisi tersebut. Dengan begitu, kontestasi akan terlihat sejak awal sekali, ketika masing-masing pasangan terbentuk. Bahkan, kontestasi itu telah terjadi sebelum pasangan ini formal terbentuk. Ini terus berlangsung sampai dengan masa minggu tenang.
Oleh
I Wayan Subandi ambaran dari masyarakat ini penting dikupas karena hal itu mempunyai makna yang besar untuk perjalanan demokrasi sebuah negara. Penggambaran yang dimaksudkan mempunyai rentang pemahaman yang cukup lebar, dan ini menyangkut ranah psikogis dan relasi sosial. Pada tingkat individu, gambaran ini dapat berupa benci, senang, netral, dan berupaya memengaruhi pihak lain. Pada tataran kelompok, gambaran tersebut akan bertambah dengan satu poin, yaitu diskusi terhadap kontestasi itu. Pada level masyarakat bertambah lagi dalam bentuk gerakan. Macam-macam bentuk gerakan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, mulai dari protes sampai dengan ajakan boikot untuk menonton perdebatan kandidat presiden. Di negara yang sudah mempunyai sistem dan praktik demokrasi mapan, penggambaran yang telah masuk ke dalam benak masyarakat, tidak akan mempunyai pengaruh meluas. Dalam arti merembet menuju tahun-tahun berikutnya. Di samping karena kedewasaan berpolitik, sifat individualis masyarakat dan kesibukan bekerja mengisi kehidupan sosial sehari-hari membuat mereka tidak lagi berurusan dengan urusan penggambaran
tersebut. Mereka kemudian menyerahkan segala risiko politik dari kontestasi itu kepada pejabat yang dipilih dan anggota legislatif yang terpilih. Di Amerika Serikat tidak ada komponen sosial yang terlalu peduli dengan bagaimana kontroversialnya pemerintahan Donald Trump. Berbeda dengan negara sedang berkembang. Kurang dewasanya sikap politik dan blok politik yang demikian kental (dan bermusuhan) dari setiap segmen politik, membuat pengaruh penggambaran ini berlangsung bertahuntahun bahkan sampai ke pemilu berikutnya. Silakan ingat-ingat apa yang terjadi sejak tahun 2014 di Indonesia. Lalu, bagaimana kira-kira alur potensi penggambaran kontestasi pemilihan presiden dan wakil presiden Indonesia ini? Yang pertama adalah potensi mengejutkan dan kurang gereget. Ini terjadi beberapa bulan yang lalu manakala diselenggarakan pemilihan wakil presiden. Calon presiden sudah jelas banyak yang tahu sebelumnya tentang siapa yang akan maju. Akan tetapi, untuk calon wakil presiden ada kecenderungan mengejutkan dan kurang gereget. Mengejutkan karena sebelumnya masyarakat mengharapkan bahwa sang calon wakil adalah intelektual yang
mampu memberikan sumbangan pemikiran bukan saja kepada presidennya kelak tetapi juga kepada masyarakat. Keterpilihan calon wakil presiden beberapa bulan yang lalu ternyata mengejutkan karena dipandang bukan intelektual murni. Cukup banyak yang dibuat terkejut dengan pilihan ini. Untuk Indonesia, kombinasi antara intelektual dengan politisi dipandang paling pantas untuk memimpin negeri ini karena keduanya saling mengisi. Dipandang kurang gereget karena ada berbagai hiasan yang mengikuti hasil pemilihan tersebut. Di antaranya isu sumbangan setengah miliar sampai dengan ancaman kelompok yang tidak akan bersedia memilih apabila ‘’junjungannya’’ tidak dipasang sebagai calon wakil presiden. Fenomena seperti ini pasti telah terekam di dalam masing-masing benak pemilih yang akan memengaruhi sikapnya untuk menonton debat calon presiden Indonesia nanti. Maka untuk fenomena seperti ini, pasangan presiden dan wakil harus banyak melatih diri menjelang perdebatan agar bisa memenuhi standar kelompok masyarakat seperti ini yang menginginkan nuansa-nuansa intelektual masuk ke dalam ranah perdebatan presiden. Tidak salah
kalau masing-masing pasangan mengutip teori-teori politik atau mengutip pendapat dan pernyataan cendekiawan yang akan mungkin mampu mengubah persepsi masyarakat tentang kualitas dari pasangan calon presiden dan wakil. Kedua, penggambaran itu adalah berisik. Atau paling tidak pasangan calon presiden dan wakil terkena imbas dari berisiknya para tokoh yang berada di belakang calon. Dalam masa kampanye ini, ada tokoh-tokoh yang berupaya menjelek-jelekkan dan menjatuhkan kompetitor secara terbuka. Melihat tingkah polah para tokoh ini sangat mungkin masyarakat mempunyai gambaran berisik dan akhirnya kurang simpati dengan pasangan calon yang bersangkutan, semata-mata karena tokoh pendukungnya berisik, banyak bicara atau mungkin disebut mirip dengan Sengkuni, seperti halnya tokoh pewayangan yang populer di Indonesia. Mungki ibarat permainan sepak bola, para tokoh mempunyai peran sebagai perusak konsentrasi lawan. Akan tetapi, apabila peran itu terlalu besar, justru permainan sendiri dapat terganggu karena suporter akan menyoraki dan akan memojokkan tim sendiri. Inilah yang menjadi bahaya bagi pasangan calon presiden dan wakil. Suasana berisik dan ribut seperti ini akan membuat masyarakat apatis. Karena itu, untuk mengatasi persoalan ini, tim pasangan calon presiden harus mampu meredam ocehan para tokoh yang ada di belakang mereka. Khawatirnya jika ingin merusak, justru kelak yang terjadi adalah irama permainan politik yang berubah sehingga dapat berbalik mengacaukan konsentrasi seluruh permainan tim. Masyarakat bisa tidak mau mendengarkan berbagai argumentasi calon yang muncul
Tanamkan Budaya Saling Memaafkan KEBERADAAN orangtua dalam keluarga memang punya peranan yang penting dalam tumbuh kembang anak, baik itu segi fisik, mental maupun psikisnya. Orangtua diharapkan bisa menjadi pendidik pertama mampu memahami, membimbing, dan mengarahkan dalam mengembangkan karakter anak-anaknya. Perkembangan karakter anak dipengaruhi salah satunya oleh pola asuh orangtua dan mendidik anaknya dalam keluarga. Maka dari itulah, perlu menanamkan hal-hal positif sejak dini, salah satunya budaya maaf. Hal ini bertujuan untuk mengarahkan anak supaya memiliki karakter yang natural, tidak dibuatbuat serta terpatri dalam sanubari. Maaf merupakan hal sederhana, akan tetapi sangat besar makna sekaligus manfaatnya. Ada sebagian orang melalaikan kata maaf ini yang akhirnya berimbas pada konflik yang berkepanjangan. Pun sebaliknya, ada begitu banyak konflik yang kemudian mereda, karena pihak-pihak yang terlibat menyikapi dengan maaf. Oleh karena itu, kebiasaan minta maaf dan pemaaf haruslah diajarkan sejak kecil oleh orangtuanya. Dengan mengajarkan kata maaf dan pentingnya saling memaafkan sejak dini, akan membuat anak semakin mengerti tentang makna persaudaraan. Anak juga akan semakin mengerti bahwa saling memaafkan itu akan menenteramkan jiwanya. Untuk melatih dan membiasakan saling memaafkan pada anak paling tidak ada tiga upaya yang bisa dilakukan para orangtua yakni membangun empati, pendekatan spiritual, dan pendewasaan di dalam pola asuh. Di sini, orangtua harus mampu punya multiperan, baik itu sebagai orangtua, guru, psikolog dalam pola asuh di keluarga.
Oleh
Suwanto (PSKDW\ LV HDV\ WR VD\ EXW GLIÀFXOW WR GR, barangkali kalimat itu yang tepat untuk mendeskripsikan empati di dalam sebuah keluarga. Jamak orangtua belum paham betul bagaimana caranya berempati pada anaknya. Sadar atau tidak sadar setiap orangtua pasti pernah berempati kepada anaknya. Contohnya, ketika bayi menangis kemudian dengan sigap orangtuanya langsung menyusui atau memberi makan supaya tangisannya terhenti. Sayangnya, perasaan seperti itu kadangkala diabaikan oleh orangtua serta tidak berlanjut tatkala anak tumbuh dewasa. Tak sedikit orangtua yang tak acuh ketika anaknya berperilaku tidak seperti biasanya. Hal inilah yang menjadi titik awal anak tidak terbuka kepada orangtuanya. Bahkan, akan menjadikan anak punya sifat sulit memaafkan kesalahan. Psikolog UII Mira Aliza Rahmawati (2016) mengatakan bahwa lebih dari 50 persen perilaku si anak diwujudkan pada apa yang nampak dalam bahasa tubuhnya. Oleh karenanya, sudah saatnya orangtua punya kemampuan membangun empati. Tahapan membangun empati pada anak yakni pertama, perhatikan dan dengarkan anak. Kedua, pikirkan apa perasaan yang mungkin sedang dialaminya. Ketiga, memikirkan kemungkinan alasan kenapa anak mengalami perasaan itu. Keempat, sampaikan apa yang dipikirkan kepada anak. Harapannya dengan empati ini anak akan menjadi lebih terbuka ketika punya masalah, sehingga orangtua bisa jadi detektor awal masalah anak, untuk segera dicari solusi
pemecahannya. Sifat maaf dan saling memaafkan pun akan tumbuh dalam diri si anak. Selain empati, pendekatan spiritual juga perlu diterapkan orangtua dalam pola pengasuhan. Pendekatan spiritual diartikan sebagai sebuah visi spiritual yang digunakan orangtua ketika melakukan pengasuhan terhadap anaknya, termasuk ketika harus mengatasi konflik atau masa-masa sulit mereka. Harapannya, dengan pendekatan ini menjadikan orangtua lebih bijak dan menikmati proses pengasuhan bukan malah menjadi beban yang memicu kekerasan orangtua pada anak. Orangtua harus bisa memahamkan, bahwa Tuhan saja Maha Pengampun, masa kita sebagai makhluk-Nya tidak saling memaafkan. Selanjutnya yakni pendewasaan sejak dini yang membuat anak akan kian mudah memahami arti untuk mengakui kesalahannya dan mengalahkan egonya yang tinggi. Dengan pendewasaan sejak dini bukan berarti anak dipaksa dewasa pada saat anak berusia masih kecil, akan tetapi mengenai tingkat kecakapan dan pengertian si anak. Karena dengan begitu, anak akan semakin memahami arti untuk mengakui kesalahan dan saling memaafkan. Orientasi orangtua di dalam menanamkan budaya maaf dan saling memaafkan pada anak tentu harus dilakukan sebagai bagian dari ibadah. Orangtua harus bisa menjadi figur keteladanan, khususnya dalam pendidikan keluarga.
di televisi. Ketiga, adalah soal sindiran dan serangan. Hanya beberapa hari menjelang perdebatan televisi, dua kandidat tergelincir dalam adu sindiran. Hal ini akan dapat mengakibatkan gambaran bosan bagi masyarakat. Sebuah pembicaraan, bisa saja terjadi akibat keseleo lidah atau dapat juga muncul tiba-tiba karena dipandang pantas disampaikan kepada khalayak, semata-mata untuk itu tanpa bermaksud lain. Akan tetapi ‘’perang balasan’’ sudah muncul dan diekspos media massa berhari-hari. Maka, kembali pada persoalan awal bahwa apabila gambarangambaran tersebut masuk ke ranah individu kelompok dan masyarakat, dapat mengakibatkan pengaruh besar kepada tayangan debat calon presiden nanti. Harus diakui bahwa dalam konteks politik, masyarakat dapat membuat langkah untuk memperlihatkan sikapnya yang merupakan gambaran dari tanggapan terhadap situasi yang mereka dapatkan dalam beberapa hari mendatang. Ada kemungkinan perorangan yang mendiskusikan tingkah polah para kandidat. Kemungkinan juga ada kelompok yang mempunyai gambaran sama tentang polah para calon presiden dan wakil. Tetapi pada tingkat masyarakat, tidak akan ada sebuah gerakan untuk memboikot menonton perdebatan para kandidat presiden di televisi. Yang harus juga diperhatikan adalah bahwa pasti akan ada hal-hal lucu dalam perdebatan tersebut. Yang terakhir ini adalah sebuah kepastian.
POJOK Usulan RUU Provinsi Bali, Gubernur Wayan Koster panen dukungan. 8QWXN NHDMHJDQ %DOL SDVWL GLGXNXQJ *** TPA ”overload’’, Kabupaten Tabanan gagal meraih trofi Adipura. 6DPSDK PDVLK EHUPDVDODK *** Bupati Suwirta siap dukung program satu pulau dan satu manajemen. 'HQJDQ ODQJNDK NRQNUHW
3HQXOLV PHUXSDNDQ SHQHOLWL SDGD 8,1 6XQDQ .DOLMDJD GDQ 8QLYHUVLWDV 1HJHUL <RJ\DNDUWD
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana zRedaktur Pelaksana : Made Sueca zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata zAnggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. zOmbudsman: Jimmy Silalahi. zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Paing, 17 Januari 2019
7
TABANAN
TPA ’’Overload’’, Tabanan Gagal Raih Adipura Tabanan (Bali Post) -
Sistem penimbunan sampah yang masih open dumping menyebabkan sampah di TPA Mandung overload. Persoalan ini pun berbuntut panjang. Akibat overloadQ\D 73$ .DEXSDWHQ 7DEDQDQ WDKXQ LQL JDJDO PHUDLK 7URĂ€ $GLSXUD +DO LWX diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan A.A. Raka Icwara, Rabu (16/1) kemarin.
Bali Post/dok
TPA - Volume sampah yang masuk ke TPA Mandung per harinya mencapai 250 hingga 300 meter kubik.
Dia menjelaskan, overload-nya sampah di TPA menjadi salah satu masalah yang sulit dipecahkan. Dari sekian indikator penilaian, sistem pengelolaan sampah di TPA memiliki grade penilaian tertinggi dalam Adipura. Lantaran sampah menggunung di TPA, Tabanan gagal meraup nilai tinggi pada indikator ini. Sementara untuk indikator lainnya, telah tercapai dengan baik. ‘’Indikator penilaian selalu berubah tiap tahun. Tahun ini untuk pengelolaan sampah di TPA memiliki persentase yang cukup tinggi
Komitmen Perangi Korupsi
Progres MCP Kabupaten Tabanan Raih Peringkat II Se-Bali KESERIUSAN Pemkab Tabanan mendukung aksi pencegahan dan pemberantasan korupsi yang diterapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan meluncurkan aplikasi Monitoring Centre for Prevention (MCP), membuahkan hasil. MCP Kabupaten Tabanan sukses menduduki peringkat II se-Bali, setelah Pemprov Bali yang berada di peringkat I. Hal ini mendapat apresiasi serta atensi penuh dari Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Menurutnya, progres yang dicapai oleh Pemkab Tabanan menunjukkan semua komponen yang terlibat di dalamnya telah mendukung penuh aksi KPK. Hal ini merupakan sebuah langkah prenventif yang harus didukung penuh oleh semua komponen yang terlibat di dalamnya. Bupati Eka menyebutkan aplikasi MCP yang diluncurkan oleh KPK memudahkan pemerintah daerah dalam menyampaikan laporan tanpa harus menunggu tim dari KPK datang untuk melakukan monitoring. Ke depan, peringkat yang sudah bisa dibilang membanggakan ini akan berusaha terus dipertahankan dan ditingkatkan. ‘’Aplikasi ini dapat memudahkan kita dalam melaksanakan self assesment. Kami mengucapkan terima kasih kepada tim KPK yang telah bersedia berkoordinasi dengan kami di daerah. Saya berharap ini menjadi perhatian serius perangkat daerah, bekerja dengan bahu-membahu dan saling mengingatkan agar dapat melaksanakan apa yang telah disampaikan oleh KPK,’’
ungkapnya, Selasa (15/1). Sementara itu, Kepala Inspektorat Tabanan I Gede Urip Gunawan menjelaskan, untuk triwulan IV tahun 2018 atau per 31 Desember 2018, admin MCP telah melakukan update data MCP berdasarkan data pendukung yang telah dikirimkan oleh perangkat daerah terkait dan terlibat dalam Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi. ‘’Update MCP yang dimaksud meliputi 8 area intervensi yaitu perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, Dana Desa, optimalisasi pendapatan daerah dan manajemen aset daerah, yang masing-masing memiliki indikator. Dan untuk mencapai indikator-indikator tersebut telah ditunjuk perangkat daerah yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya,’’ ungkapnya. Menurutnya, berdasarkan KDVLO YHULĂ€NDVL DWDV SURJUHV triwulan IV tahun 2018 (per 31 Desember 2018) oleh PIC Korsupgah KPK pada 11 Januari 2019, progress Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui aplikasi MCP telah tercapai sebesar 74,28 persen.
Rincian skor tersebut yakni perencanaan dan penganggaran APBD dengan capaian 60 persen, bobot 20 persen dan skor 12 persen. Pengadaan barang dan jasa capaian 74 persen, bobot 15 persen dan skor 11,06 persen. Pelayanan terpadu satu pintu mendapatkan capaian 82 persen, bobot 15 persen dan skor 12,30 persen. Kapabilitas Apip capaian sebesar 84 persen, bobot 15 persen dan skor 12,62 persen. Manajemen ASN capaian 66 persen, bobot 15 persen dan skor 9,90 persen. Dana Desa capaian 100 persen, bobot 5 persen dan skor 5 persen. Optimalisasi pendapatan daerah capaian 64 persen, bobot 10
persen dan skor 6,4 persen. Sementara itu, manajemen aset daerah capaian yang diraih sebesar 100 persen, bobot 5 persen dan skor 5 persen. Dikatakannya, dibandingkan dengan pemerintah daerah lainnya di Provinsi Bali, progress MCP Pemkab Tabanan berada pada urutan II. Peringkat pertama diraih oleh Provinsi Bali dengan skor 79 persen. Posisi ketiga dan keempat diraih oleh Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar dengan nilai masingmasing 73 persen dan 70 persen. Beberapa permasalahan umum ditemukan pada masingmasing capaian area intervensi. Salah satunya pada pelayanan terpadu satu pintu yaitu belum tersedianya Perkada tentang SOP perizinan dan SK kepala DPMPTSP tentang kode etik, belum tersedianya kebijakan tentang e-signature, belum adanya MoU dengan Direktorat Jenderal Pajak dan aplikasi perizinan yang belum terintegrasi dengan siCantik Cloud. ‘’Atas permasalahan tersebut, Bupati Tabanan menginstruksikan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan agar mendorong pimpinan perangkat daerah terkait untuk lebih optimal dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut, baik dengan cara sendiri-sendiri maupun terintegrasi dengan melibatkan perangkat daerah lainnya, sehingga indikator dalam area intervensi dapat tercapai secara maksimal,’’ imbuhnya. (ad636) Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti
dan kemungkinan tahun selanjutnya persentase akan berubah lagi,’’ ucapnya. Kendati tidak berhasil meraih penghargaan Adipura, Raka Icwara menegaskan, DLH tetap bersemangat untuk berusaha melakukan pembenahan sistem pengelolaan. Pihaknya juga terus berbenah untuk mewujudkan Tabanan yang bersih. ‘’Petugas kami sudah bekerja keras. Namun demikian, kami akan terus berbenah agar tahun selanjutnya Adipura bisa kembali kami raih,’’ tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya,
Perbekel Gadungan Dinonaktifkan Sementara Tabanan (Bali Post) I Wayan Muliartana, Perbekel Desa Gadungan Kecamatan Selemadeg Timur, per 7 Januari 2019 dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Hal ini menyusul ditetapkannya Muliartana sebagai tersangka kasus pungli pada pertengahan Oktober 2018. Selanjutnya tugas dan kewajiban sebagai perbekel diambil alih Sekdes sampai ada putusan hukum tetap. Penyerahan SK Bupati terkait pemberhentian sementara itu dilaksanakan Rabu (16/1) kemarin di ruang kerja Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan, disaksikan Kepala Dinas Pemerintahan dan Masyarakat Desa Roemi Liestyowati dan Camat Selemadeg Timur I Gusti Putu Ngurah Rai Darma Utama. Usai menerima SK penonaktifan sementara, Wayan Muliartana keluar dari ruangan Asisten II dengan raut wajah pasrah. Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya. Bahkan setelah menenangkan diri selama beberapa menit di lobi kantor Bupati Tabanan, dia langsung bergegas pergi. Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan I Wayan Miarsana menjelaskan, pemberhentian sementara perbekel diatur di salah satu pasal Perda No. 5 Tahun 2016. Intinya, perbekel yang terlibat kasus hukum akan diberhentikan sementara dari jabatannya sampai ada putusan hukum bersifat tetap (inkracht). Hal ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk menghadapi proses hukum. ‘’Hak-hak
Kasus Diare di Sandan
Dinas Kesehatan Tunggu Hasil Laboratorium Tabanan (Bali Post) Hingga Rabu (16/1) kemarin belum diketahui penyebab 105 warga Banjar Sandan Desa Bangli, Baturiti, mengalami diare. Hasil pemeriksaan sampel air minum masih belum keluar. Sembari menunggu hasil laboratorium, Dinas Kesehatan
Tabanan pun melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tabanan dr. Desiana K. Dewi, Rabu (16/1) kemarin, mengatakan Dinas Kesehatan telah
melakukan penelusuran kasus dan penyuluhan mengenai diare yang dalam hal ini dilakukan oleh jajaran puskesmas di banjar tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika menambahkan, dalam hal penanganan diare di Sandan,
pihak puskesmas telah melakukan pelayanan kesehatan keliling untuk menyasar kasus baru sekaligus memberikan penyuluhan ke masyarakat. ‘’Hari ini (kemarin - red) turun dan ternyata tidak ada kasus baru,’’ imbuhnya. Ia juga meminta masyara-
tahun ini DLH mendapatkan bantuan pusat dalam bentuk DAK sebesar Rp 833 juta lebih serta pendampingan dari APBD Tabanan senilai Rp 25 juta. Anggaran ini akan digunakan untuk penanganan sampah di Kecamatan Baturiti mengingat kecamatan ini merupakan kawasan pariwisata. ‘’Itu untuk pembelian satu unit truk dan pembuatan TPS3R di Kecamatan Baturiti,’’ ucapnya. Dari data DLH, setidaknya ada tiga kecamatan yang sampai saat ini belum memiliki TPS3R yakni Baturiti, Kerambitan dan Selema-
deg Barat. Hal ini juga yang menjadi alasan DAK tahun ini diarahkan ke Baturiti terutama untuk TPS3R. Sementara itu, Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini mengatakan, pengelolaan sampah di TPA sebenarnya telah menggunakan metode controlled landfill yakni pengelolaan sampah dengan menimbun sampah dengan tanah dan memadatkannya dengan alat berat. Hanya lahan yang tidak bertambah dan volume sampah setiap hari rata-rata 250 hingga 300 meter kubik, menyebabkan pihaknya sulit mengantisipasi overload-nya TPA. Peningkatan volume sampah seiring gerak perekonomian masyarakat kota Tabanan serta tingginya laju pertumbuhan penduduk. (kmb28)
kat menerapkan PHBS untuk mencegah diare. ‘’Penyebabnya diduga besar dari air minum. Terlebih dari laporan, airnya tidak dikaporit dan diminum tanpa dimasak. Tetapi untuk memastikan, tetap menunggu hasil laboratorium,’’ tegasnya. (kmb24)
Bali Post/bit
DIBERHENTIKAN SEMENTARA - Wayan Muliartana (tengah) usai menerima SK pemberhentian sementara yang diserahkan oleh Asisten II Setda Tabanan Wayan Miarsana, Rabu (16/1) kemarin. sebagai perbekel dihentikan sementara dan pelaksanaan tugas dilakukan oleh sekdes,’’ imbuhnya. Jika dalam putusan pengadilan yang bersangkutan dinyatakan bebas dari tuntutan hukum, maka haknya akan dikembalikan, termasuk direhabilitasi nama baiknya dan kembali menjadi perbekel. ‘’Kami harap proses hukum bisa berjalan baik sesuai aturan,’’ terangnya. Miarsana menyebutkan, kejadian ini hendaknya jadi pembelajaran bagi para perbekel lainnya untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan pemerintahan desa. Apalagi pemerintah desa diberikan kewenangan dan keleluasaan dalam mengelola desa dengan bantuan keuangan pusat yang nominalnya relatif besar. ‘’Lebih intensif dan serius lagi mencermati ketentuan penyelenggaraan pemerintahan desa, termasuk pengelolaan keuangan desa mulai APBDes serta administrasi keuangan desa dan mencermati apa saja kewenangan
desa. Jangan sampai keluar atau melampaui kewenangan yang dimiliki,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Wayan Muliartana ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan pungli galian C di Desa Gadungan. Pengungkapan kasus pungli ini bersumber atas laporan masyarakat yang menyebutkan Muliartana telah melakukan pemungutan retribusi pada truk yang melakukan pembelian galian C di desa setempat. Total pungutan mencapai Rp 13 juta. Muliartana kala itu menjelaskan, masalah ini muncul akibat keteledoran dalam regulasi. Terkait pungutan retribusi tersebut, dia menyatakan sudah ada kesepakatan sebelumnya antara pihak desa dengan pengusaha. Namun, dia mengakui kesepakatan ini tidak diperkuat dengan bukti hitam di atas putih. ‘’Sebenarnya itu merupakan kontribusi atas kerusakan lingkungan dan infrastruktur,’’ ujarnya. (kmb28)
BULELENG
8
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Di Museum Tematik Soenda Ketjil
SOSOK Potensi Wisata PENGEMBANGAN pariwisata di Kecamatan Sawan belakangan ini semakin menggeliat. Ini tidak lepas dari peran masyarakat bersama aparat desa dan kecamatan yang intens mengelola potensi wisata di kecamatan ini. Potensi wisata itu kini gencar dipromosikan kendati hanya dari promosi mulut ke mulut dan jejaring media sosial (medos). Bersyukur, potensi ini mulai diketahui. Malah wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) sudah banyak yang berkunjung ke sini. Camat Sawan Drs. I Gusti Ngurah Suradnyana mengatakan, wisata alam saat ini merupakan potensi wisata yang menggeliat. Seperti objek Air Terjun Sekumpul, Desa Lemukih, dan di Desa Galungan. Objek itu punya keunggulan dibandingkan objek yang sama di daerah lainnya. Kelebihannya terletak pada pemandangan yang masih asli. Objek semacam ini memiliki nilai jual tinggi. Umumnya, wisman mencari akomodasi wisata dan suasana pemandangan alam yang belum dijamah.“Untuk wisata alam seperti air terjun, suasannya masih asli. Kami yakin kelebihan ini akan memikat wisatawan lebih banyak datang berkunjung,” katanya. Mantan Sekretaris Kecamatan Seririt ini menambahkan, tidak saja wisata alam yang memikat, daerahnya juga banyak menyimpan peninggalan sejarah masa kerajaan. Objek Monumen Perang Puputan Jagaraga sudah tuntas dibangun. Monumen itu tidak saja sebagai tempat rekreasi, namun dijadikan media edukasi generasi muda atau peneliti sejarah guna mendapatkan referensi terutama terkait sejarah perang puputan Jagaraga. “Monumen Perang Puputan Jagaraga ini kebanggaan kami. Sebelum dibangun hal yang sama tersimpan di TMII Jakarta. Objek itu merupakan aset potensial untuk dikelola,” jelasnya. Objek bernuansa religi itu juga banyak terdapat di kecamatan yang dipimpinnya. Seperti keberadaan Pura Beji Desa Sangsit yang dibangun dengan desain seni ukiran asli Den Bukit. Di Desa Jagaraga juga terdapat Pura Segara Madu. Pura itu pun desainnya memakai khazanah gaya ukiran asli Buleleng. Keunikan ini dijadikan kelebihan karena diyakini merupakan potensi yang sangat mendukung pariwisata itu. (mud)
Belum Ada Dokumen Ibu Kota Bali, NTB, dan NTT Singaraja (Bali Post) – Setelah resmi dibuka Maret 2018 lalu, kelengkapan Museum Tematik Soenda Ketjil di kawasan eks Pelabuhan Buleleng menyisakan persoalan. Buktinya, museum yang memanfaatkan gedung peninggalan zaman Belanda itu sampai awal tahun ini belum dilengkapi buku sejarah dan film yang mengisahkan sejarah dan dokumen lain terkait Buleleng menjadi ibu kota Soenda Ketjil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang belum lama ini mengatakan, seluruh proyek renovasi gedung dan penataan ruang pameran serta pengadaan sarana pendukung Rp 1 miliar itu merupakan bantuan Direktorat Cagar Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selain itu, dokumen pelengkap berupa buku dan film juga merupakan bantuan pemerintah pusat. Hanya, bantuan lanjutan itu tidak jelas nasibnya sampai sekarang. Konon, terhambatnya realisasi bantuan pelengkap itu karena pejabat yang membidangi itu sedang menjalani mutasi jabatan. “Dua jenis bantuan lain belum terealisasi. Rinciannya pengadaan buku dan menyangkut pembuatan film. Kebetulan kegiatan bantuan itu ditangani pusat. Kami tidak bisa berbuat banyak
atas situasi itu,” katanya. Birokrat asal Desa Tejakula itu menambahkan, penyebab mengapa bantuan itu belum terealisasi, karena pejabat pusat yang menangani proyek itu sudah terkena mutasi. Disayangkan, pejabat barunya entah ke mana. Sehingga Museum Soenda Ketjil yang dibuka Maret 2018 lalu belum dilengkapi buku dan film. Hal itu penting sebagai referensi penelitian dan edukasi pengunjung. Atas kondisi itu, Gede Komang tidak tinggal diam. Rencananya dia akan melayangkan surat ke Direktorat Cagar Budaya Kemendikbud untuk menindaklanjuti dua item pengerjaan dalam proyek pendirian Museum Soenda Ketjil yang belum terealisasi itu. Di sisi lain, tahun 2019 ini, Disbud kembali melengkapi koleksi di Museum Soenda Ketjil itu. Beberapa barang
Bali Post/kmb38
BELUM DILENGKAPI BUKU – Setelah diresmikan belum lama ini, Museum Tematik Soenda Ketjil di eks Pelabuhan Buleleng belum dilengkapi buku dan film yang dijanjikan Kemendikbud. peninggalan Mr. I Gusti Ketut Pudja dijemput dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan dari Museum Nasional Jakarta. Barang peninggalan sejarah itu di antaranya foto, tulisan-tulisan tangan dan beberapa judul buku, dan pakaian. “Untuk koleksi barang pen-
inggalan beliau (Mr. I Gusti Ketut Pudja - red) sudah kami jemput. Sudah ada persetujuan dari pihak keluarganya,” jelasnya. Selain itu, pada tahun ini pihaknya merestorasi mobil dinas (mobdin) Gubernur Soenda Ketjil. Saat ini mobi l t e r s e bu t d i p aj an g d i
halaman Museum Buleleng, yang berada satu kawasan dengan Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja. Mobil bersejarah itu nantinya direstorasi menyesuaikan dengan bentuk aslinya. Nantinya mobil itu akan dipajang di gedung Museum Soenda Ketjil. (kmb38)
Buleleng Barat Dijadikan Kawasan Ekonomi Terpadu Kecamatan Gerokgak yang sebelumnya masuk menjadi zona industri, belakangan laju perkembangannya menunjukkan arah kontraproduktif. Pasalnya di tengah menyandang zona industri, faktanya di kecamatan itu selain ada Pelabuhan Barang Celukan Bawang, namun yang berkembang justru pertanian anggur dijadikan bahan wine. Selain itu, juga wisata bahari, budi daya perikanan laut, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Lalu, apa ada yang salah stigma Buleleng Barat itu sebagai kawasan zona industri? ATAS kondisi itu, pemerintah daerah mengusulkan dalam revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali, Buleleng Barat sebagai kawasan pengembangan ekonomi terpadu. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat menerima rombongan Pansus Revisi RTRWP Bali Selasa (15/2) lalu, mengatakan, ada ketidaksesuaian antara amanat regulasi
dengan kondisi riil di lapangan. Kalau dibiarkan akan menimbulkan kesan rancu. Apalagi jika amanat itu tetap diterapkan, maka dipastikan pengembangan potensi wilayah akan terhambat. Tidak ingin situasi itu terjadi, pihaknya mengusulkan Buleleng Barat menjadi kawasan eknomi terpadu. Perubahan kawasan itu pun bersamaan dengan revisi Perda
RTRWP Bali yang sekarang sedang bergulir di DPRD Bali. ‘’Justru saya katakan daerah itu sekarang ditetapkan sebagai zona industri. Namun, di Pelabuhan Celukan Bawang dan di Desa Pemuteran dan desa lainnya berkembang wisata bahari, budi daya pertanian dan perikanan. Ini sepertinya kontraprodutif, sehingga kami usulkan diubah menjadi kawasan ekonomi terpadu,’’ katanya. Bupati asal Desa Banyuatis, Banjar itu mengatakan dengan ditetapkan sebagai kawasan ekonomi terpadu, maka pemerintah atau pihak pemilik modal (investor) memiliki peluang mengembangkan potensi yang ada. Meski kawasan industri dihapuskan, industri skala kecil seperti
pabrik pengolahan anggur hijau itu menjadi wine sebagai penunjang pariwisata dapat dikembangkan. Demikian juga industri bidang pertanian atau budi daya perikanan, walau skalanya kecil juga berpeluang dikembangkan di Buleleng Barat. Demikian juga, keberadaan Pelabuhan Celukan Bawang yang sekarang mulai dilirik sebagai pelabuhan kapal pesiar. Desain seperti itu akan semakin relevan dan menguatkan Gerokgak dan sekitarnya cocok jadi kawasan perekonomian terpadu. Jika itu dikembangkan, maka industri skala besar berpotensi akan mengganggu kelestarian lingkungan. Maka dipastikan tidak akan diizinkan berkembang di Gerokgak dan sekitarnya. ‘’Sesuai namanya ekonomi
terpadu, maka di sana kita buka pengembangan semua potensi. Untuk industri skala kecil seperti wine dan industri pertanian buah lokal, bisa dilakukan di sana. Yang jelas, untuk industri skala besar apalagi berpotensi merusak lingkungan akan kita tutup,’’ jelasnya. Dalam revisi Perda RTRWP ini, Bupati Buleleng juga mengusulkan agar di kawasan itu tidak lagi dijadikan lokasi investasi energi listrik terutama Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Ini karena, pemerintah tidak ingin ada polemik saat pembangunan proyek listrik Bali Crossing beberapa waktu lalu kembali terulang. Selain itu, di Buleleng Barat wilayahnya banyak masuk kawasan konservasi baik hu-
Bali Post/kmb38
ZONA EKONOMI TERPADU - Kecamatan Gerokgak yang sekarang masuk zona industri, akan diubah menjadi zona ekonomi terpadu. tan maupun laut. Di Kawasan ini terdapat pura yang disucikan dan kelestariannya sudah diatur dalam Bisama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). ‘’Cukup PLTU. Saya tidak
setuju di Buleleng Barat itu nanti ada lagi pembangunan SUTET. Ini sudah kami usulkan kepada pansus agar diakomodir melalui perda yang sekarang sedang direvisi,’’ ujarnya (mud)
9
GIANYAR
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Serangkaian Karya di Pura Er Jeruk
SOSOK
Permasalahan Klasik MENJAGA ketertiban lalu lintas di kawasan Ubud seharusnya memang menjadi tangung jawab semua komponen. Namun, sampai saat ini, pelanggaran parkir masih marak di kawasan kampung turis itu. Pemilik kendaraan kembali diimbau untuk memanfaatkan fasilitas central parkir yang sudah disediakan. Imbauan ini disampaikan Camat Ubud, Ida Bagus Putu Suamba, Rabu (16/1) kemarin. Pejabat yang akrab disapa Gus Suamba itu mengatakan, masalah parkir di Ubud sudah menjadi permasalahan kompleks dan klasik yang berlangsung selama bertahun-tahun. Ia menyadari kondisi ini terjadi karena kecilnya fasilitas jalan, serta minimnya areal parkir di kawasan Ubud. “Di Ubud memang minim tempat parkir. Padahal, di sini sangat padat aktivitas pariwisatanya,” ujarnya. Pria kelahiran 9 Oktober 1973 ini mengakui, instansi terkait khususnya Dinas Perhubungan Gianyar dan aparat kepolisian sudah berupaya maksimal dalam menangani pelanggaran lalu lintas di Ubud. “Dishub sudah tiap hari menerjunkan personel di Ubud, dan sudah maksimal melakukan penertiban. Dari pihak kepolisian juga sudah maksimal,” katanya. Suami dari Ida Ayu Maya ini menegaskan, pihaknya sudah berulang kali memberikan imbauan terkait tertib parkir di kawasan Ubud. Namun, pelanggaran masih saja terjadi setiap hari. “Setiap usaha yang dikeluarkan rekomendasi izinnya, juga sudah diingatkan agar menyediakan tempat parkir. Warga juga sudah diimbau, namun masalah parkir ini tetap terjadi dari tahun ke tahun,” katanya. Ayah tiga orang anak ini menyadari, saat ini untuk areal parkir hanya mengandalkan lahan yang disediakan oleh desa adat dan pihak swasta. Sementara pemerintah belum bisa menyediakan tempat parkir, karena tingginya harga lahan di kawasan Ubud. “Sekarang juga terus disosialisasikan agar pemilik akomodasi pariwisata di Ubud ikut menjaga ketertiban parkir,” tegasnya. (nik)
Krama Gelar ’’Caru Rsi Gana’’ dan ’’Melaspas Padagingan’’
Bali Post/kmb35
UPACARA - Suasana pelaksanaan upacara di Pura Beji Kahyangan Er Jeruk di tengah hujan, Rabu (15/1) kemarin.
Gianyar (Bali Post) Ratusan krama Desa Adat Sukawati dan subak pangompon Kahyangan Jagat Pura Er Jeruk Segara Kertih menggelar upacara Caru Rsi Gana dan Melaspas Padagingan, Rabu (16/1) kemarin. Ritual yang di-puput oleh 10 orang sulinggih ini bertujuan untuk membersihkan seluruh areal Pura Er Jeruk sebelum puncak karya yang akan berlangsung pada Buda Kliwon Pahang, Rabu (30/1) mendatang. Ditemui sela-sela upacara Rabu kemarin, Panitia Bidang III Karya Pura Er Jeruk Made Sarwa mengatakan, lokasi upacara Rsi Gana dilaksanakan di utama mandala Pura Ageng Er Jeruk Segara Kertih. Upacara serupa juga dilaksanakan di areal Pura Beji Kahyangan Er Jeruk. ‘’Fungsi upacara Rsi Gana untuk pembersihan areal utama, madya dan nista mandala,’’ ujarnya. Dijelaskan, Pura Beji Kahyangan Er Jeruk berjarak sekitar 200 meter di arah barat Pura Er Jeruk Segara Kertih. Untuk mencapai pura ini ditempuh oleh krama dengan berjalan kaki. ‘’Berhadapan dengan pamedal Pura Er Jeruk yang mengarah ke barat, pamedal pura ini mengarah ke timur, sehingga berhadapan sebenarnya,’’ ujarnya. Menurut Sarwa, di Pura Beji itu terdapat mata air di dalam sumur dengan kedalaman sekitar lima meter. ‘’Meski dekat pantai, airnya terasa tawar. Kadang air itu muncul
seperti mata air Sudamala yang berwarna agak bening keputihan,’’ jelasnya. Rabu kemarin juga digelar ritual Macaru di seluruh kawasan pura khususnya di perempatan agung yang berada di By-pass I.B. Mantra. ‘’Sebelum macaru ageng nanti, diisi dengan macaru alit sekarang ini. Namanya Macaru Manca Kelud yang dilaksanakan di seluruh kawasan. Termasuk di madya mandala, jaba sisi semua macaru,’’ ujarnya. Sebelumnya, aedan karya sudah dimulai sejak Jumat (4/1) dengan prosesi Nyukat Genah, dilanjutkan dengan prosesi Nyambut Karya, Nanceb, Nangiang Pengrajeg pada Sabtu (5/1). Upacara Negtegang Beras digelar Kamis (10/1), dan Nyangling Jumat (11/1). Upacara Ngadegang Bagia Pula Kerti dilangsungkan Senin (14/1), dilanjutkan dengan Caru Rsi Gana lan Malaspas Padagingan, Rabu (16/1) kemarin. Upacara Mendak Pakuluh ring kahyangan jagat dan kahyangan desa dilangsungkan Minggu (20/1). Upacara Melaspas Bagia Pula Kerti dan Mendak Bagia Rabu (23/1), dan Ida Batara medal Jumat (25/1). Sementara upacara Melasti ring Segara Purnama digelar Sabtu (26/1). Upacara Mapepada Alit dilangsungkan Minggu (27/1), upacara Tawur Agung Pedanan Senin (28/1), dan upacara Mapepada Agung Selasa (29/1). Sedangkan puncak karya dilaksanakan Rabu (30/1) mendatang. (kmb35)
Hamili Anak Kandung, Raka Putra Ditahan Gianyar (Bali Post) -
Tersangka Disiapkan Sanksi Adat
Kasus seorang ayah yang tega menyetubuhi anak kandungnya terjadi di Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Bahkan, pelaku I Gusti Ngurah Raka Putra meniduri putrinya berinisial IGAMS (16) hingga hamil enam bulan. Ironisnya, akibat aksi bejat pelaku berusia 54 tahun itu, korban sempat berupaya menggugurkan kandungannya. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, kejadian di Desa Tulikup ini baru dilaporkan oleh ibu korban, I Gusti AW (48), Senin (14/1) lalu. Kini I Gusti Ngurah Raka Putra yang dilaporkan dalam kasus ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. ‘’Perbuatan itu dilakukan tersangka sejak korban masih kelas V SD hingga kelas IX SMP. Kejadiannya sebanyak lima kali dan saat ini korban hamil enam bulan. Sudah dilakukan pengecekan dokter di RS Familli Husada,’’ ujar Deni Septiawan saat jumpa pers, Rabu (16/1) kemarin. Setelah dilaporkan ke polisi, kata Deni Septiawan, tersangka langsung diamankan tanpa perlawanan. Dalam pemeriksaan di Mapolres Gianyar, I Gusti Ngurah Raka Putra mengakui perbuatannya, telah menyetubuhi putri kandungnya. ‘’Saat kami cek, benar. Korban ini anak kandungnya yang sekarang masih berusia 16 tahun,’’ katanya. Diketahui, kasus ini bermula saat I Gusti AW bersama putrinya datang ke Rumah Sakit Familli Husada, Kamis (10/1) lalu. Mereka datang ke rumah sakit itu dengan tujuan menggugurkan kandungan korban. Namun, pihak rumah sakit menolak. Terlebih usia kehamilan korban sudah enam bulan kandungan. ‘’Saat itu, pihak rumah sakit sempat menanyakan identitas siapa ayah dari bayi dalam kandungan tersebut. Ternyata yang menghamili itu
ayah kandung korban. Informasi ini pun akhirnya sampai ke aparat kepolisian,’’ katanya. Menurut Deni Septiawan, korban memang tinggal di Desa Tulikup bersama kedua orangtuanya. Namun, ibu korban sibuk bekerja seharian dari pagi hingga malam sebagai buruh pembuat batu bata. Kegiatan sehari-hari di rumah itu lebih sering dilakukan oleh tersangka. ‘’Termasuk sang ayah yang setiap hari membersihkan, memandikan korban hingga tertarik melakukan hubungan yang diawali dengan pencabulan saat korban masih duduk di kelas V SD,’’ katanya. Berulang kali melakukan pencabulan pada korban, tersangka yang buta hati ini akhirnya nekat menyetubuhi putri kandungnya saat duduk di bangku kelas VIII SMP. Aksi persetubuhan itu pun berlangsung sampai korban duduk di bangku kelas IX SMP. Kini, korban yang tercatat sebagai siswi di salah satu SMK negeri di Gianyar ini sedang hamil enam bulan. ‘’Selama aksi ini berlangsung, korban tidak berdaya melawan ayahnya, karena berada di bawah ancaman,’’ kata Deni Septiawan memaparkan. Deni Septiawan menambahkan, sesuai hasil pemeriksaan, di rumah itu memang tersangka lebih banyak yang mengatur, sehingga aksi ini bisa tertutupi sampai akhirnya baru terungkap saat sang anak hamil. Selain itu, tersangka diketahui sudah cukup lama pisah ranjang dengan
istrinya, I Gusti AW. ‘’Tersangka dengan istrinya masih tinggal dalam satu rumah, tapi pisah ranjang. Mungkin ini menjadi salah satu pemicu,’’ katanya. Sementara itu, psikis korban sampai saat ini masih normal. Namun, pihak kepolisian tetap mengerahkan dokter psikolog untuk menenangkan korban. Hanya, dua kakak korban sangat geram dengan perbuatan tersangka. ‘’Dua kakak korban ini sangat terkejut dan sangat marah kepada ayahnya, karena tega melakukan hal sebejat ini pada adik mereka yang di bawah umur,’ katanya. Saat ini, polisi sudah melakukan penahanan terhadap I Gusti Ngurah Raka Putra. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 3 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU 23 Tahun 2002. ‘’Ancaman hukuman paling singkat lima tahun, paling lama 15 tahun, ditambah sepertiga masa hukuman, karena yang bersangkutan ayah kandung korban,’’ tegas Deni Septiawan. Ditemui di Mapolres Gianyar, I Gusti Ngurah Raka Putra mengaku salah dengan apa yang sudah diperbuat terhadap putri kandungnya. ‘’Apa yang saya perbuat itu salah. Saya sangat menyesal. Sekarang hidup ini terasa hampa karena merasa bersalah. Saya sudah mohon maaf kepada keluarga. Saya salah, anak saya nodai,’’ kata pria yang kerap bekerja sebagai buruh bangunan ini. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan saat menunjukkan tersangka yang tega menyetubuhi putri kandungnya.
TERBONGKARNYA aksi bejat I Gusti Ngurah Raka Putra yang tega menghamili anak kandungnya membuat geger warga di Desa Tulikup. Hal ini terjadi lantaran tidak ada gerak-gerik mencurigakan dalam keseharian pria berusia 54 tahun itu. “Di sini semuanya kaget, karena bapaknya polos. Gantinya kerja, dia kerja. Gantinya ngayah, dia ngayah di banjar,” ujar Klian Adat di Desa Tulikup Made Sudana, Rabu (16/1) kemarin. Sudana mengungkapkan, kasus serupa pernah terjadi sekitar 12 tahun lalu di Desa Tulikup. Namun, kala itu korban tidak sampai hamil. “Dulu, pernah ada bapak sama anaknya. Tapi, tidak sampai hamil. Dulu, bapaknya harus menggelar upacara Duwur Menggala Agung di rumahnya dan di Pura Bale Agung,” ujarnya. Sudana menegaskan, awig-awig mengenai kasus itu tetap berlaku sampai saat ini. Kini, pihaknya akan mencari dewasa ayu untuk menggelar upacara tersebut. “Nanti, bapaknya (tersangka - red) bisa kami pinjam sebentar. Kami bawa ke pantai, mandikan, lalu menggelar upacara yang di-puput oleh Pedanda Budha,” katanya. Selain sanksi upacara, Sudana memastikan tidak ada sanksi denda dalam kasus seperti ini. “Kalau segi biaya, itu saja sudah besar. Begitu peraturan adat, tentu kami lakukan juga,” tegasnya. Secara terpisah, tersangka I Gusti Ngurah Raka Putra yang ditemui di Mapolres Gianyar mengaku siap menerima sanksi adat tersebut. Namun, seperti apa detail sanksi itu, ia mengaku belum mendapat pemberitahuan. “Belum tahu nanti sanksinya seperti apa. Bagaimanapun harus saya jalani sanksi itu,” katanya. (nik)
JEMBRANA
10
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Polemik Perusda Jembrana
Giliran DPRD Jembrana Didatangi Karyawan Negara, (Bali Post) -
Sejumlah karyawan Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Jembrana, Rabu (16/1) kemarin mendatangi kantor DPRD Jembrana. Mereka mengadukan nasib yang tidak jelas pascadinonjobkan ke Komisi B DPRD. Kondisi Perusda Jembrana yang nyaris kolaps, membuat mereka dirumahkan. Padahal mereka sudah mengabdi di perusahaan pelat merah itu hingga belasan tahun. Mereka mau dipekerjakan kembali, asalkan direktur saat ini diganti. MINTA MAAF – Sejumlah terdakwa bersimpuh meminta maaf kepada korban Sulastri, pemilik RM Sari Asih, saat sidang di PN Negara, kemarin.
Komplotan Gendam WNA Diadili
Sempat Berbelit, Bersujud Minta Maaf Negara (Bali Post) – Tujuh tersangka komplotan penipuan modus gendam yang diamankan Polres Jembrana akhirnya masuk ke meja hijau, Rabu (16/1) kemarin. Para terdakwa yang di antaranya warga negara asing (WNA) Tiongkok itu disidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara dengan agenda pembacaan dakwaan berlanjut keterangan saksi. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Fakhrudin Said Ngaji serta hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan itu sejumlah terdakwa sempat berbelit-belit memberikan keterangan. Salah satu terdakwa yang menjadi saksi, tetap bersikukuh bahwa mereka melakukan secara spontan bersama-sama. Tidak ada otak yang merancang aksi kriminal yang meraup uang korban hingga ratusan juta rupiah itu. Terlebih beberapa saksi yang juga terdakwa tidak bisa berbahasa Indonesia, sehingga didampingi penerjemah. Mendapati keterangan yang berbelit, ketua majelis hakim Fahkrudin sempat memperingatkan saksi yang menikah dengan WN Tiongkok itu. Pasalnya, yang disampaikan tidak sesuai dengan pemeriksaan di penyidik kepolisian (BAP). Misalnya saksi tahu target sasaran adalah orang tua keturunan Tiongkok. Tetapi menyangkal dan mengaku hanya sebagai pengawas. “Anda ini kok memberikan keterangan berbelit-belit. Saya tanya berbelit, ditanya hakim anggota juga berbelit. Saya minta kejujuran anda, tidak perlu berbelit-belit begini” tegas Fakhrudin. Akhirnya, saksi yang juga terdakwa, Tjhai Fen Kiat (27) asal Cipondoh, Tangerang ini memberikan keterangan sebenarnya. Selain saksi terdakwa, dalam sidang kemarin juga dihadirkan saksi yang juga korban, yakni Sulastri, pemilik Rumah Makan (RM) Sari Asih, Rambut Siwi, Yehembang Kangin, Mendoyo. Setelah membeberkan kronologi dirinya ditipu komplotan “gendam” ini, ketua majelis hakim juga menanyakan kepada saksi korban ini bagaimana perasaannya sekarang ini. Saksi mengaku masih bisa memaafkan para terdakwa, meskipun dari uang Rp 600 juta dan perhiasan emas, sudah digunakan atau hilang Rp 20 juta. “Awal-awal saya sangat marah pak sama mereka. Tapi Tuhan Maha Pemaaf pak, saya pun juga memaafkan mereka,” ujar Sulastri. Mendengar jawaban itu dan diizinkan majelis hakim, ketujuh terdakwa menghampiri korban sembari menangis dan memeluk korban meminta maaf. Sidang dengan JPU Gedion Ardana Reswari itu selanjutnya diskors 10 menit. Kasus penipuan dengan modus gendam ini korban ditipu dengan dipengaruhi rasa takut bahwa anaknya akan meninggal jika tidak menuruti keinginan mereka. Korban Sulastri yang saat itu sedang berbelanja di Pasar Umum Negara, dihampiri tiga dari tujuh tersangka. Tiga WN Tiongkok, yakni Huang Pingsgui (37), Chen Chengcong (38), dan Chen Ali (31) berperan mengawasi di sekitar lokasi. Sedangkan empat WNI perempuan yang terlibat di antaranya Maratus Shalikah alias Emma (39) asal Banyuwangi Jawa Timur, Dewi Ilmi Hidayati (37) asal Purworejo Jawa Tengah, Mulyani (33) asal Tanjung Pinang Kepulauan Riau dan Tjhai Fen Kiat (27) asal Cipondoh, Tangerang Provinsi Banten. Korban ditawari obat mujarab oleh Emma untuk menyembuhkan anaknya. Saat itulah korban tak sadarkan diri dan mengikuti perintah komplotan gendam itu. Hingga menarik tabungan di dua bank hingga Rp 600 juta dan menyerahkan seluruh perhiasan emas yang disimpan di rumahnya ditaruh dalam tas plastik hitam. Uang dan perhiasan itu sebagai syarat untuk ritual kesembuhan anaknya. Setelah menguras harta, korban diberikan kembali tas plastik yang ternyata isinya sudah diganti dengan gula dan mie. Korban baru tersadar setelah tas plastik yang disimpan dalam lemari itu dibuka. Korban selanjutnya melapor ke Polsek Mendoyo hingga ditembuskan ke Polres Jembrana. Ketujuh terdakwa ini didakwa dengan pasal berlapis. Pertama pasal 378 terkait penipuan juncto pasal 55 tentang kejahatan yang dilakukan bersama-sama dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. Sidang akan dilanjutkan pekan depan. (kmb26)
Enam orang karyawan Perusda ini diterima langsung oleh Ketua Komisi B DPRD Jembrana I Nyoman Sutengsu Kusumayasa dan Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Transmigrasi dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Jembrana Ni Made Wartini, serta Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Siluh Ktut Natalis Semaradani. Salah satu karyawan, Yunita Prihatin, mengungkapkan kedatangan mereka ke wakil rakyat ini dilakukan lantaran selama ini mereka tidak mendapatkan kepastian dari pihak terkait. Baik dari Perusda maupun OPD terkait di Pemkab Jembrana. Mantan Kabag Personalia dan TU Perusda Jembrana ini me-
minta agar mereka bisa bekerja kembali. Tetapi, Direktur agar diganti karena dinilai tidak mampu memimpin perusahaan. “Kami juga minta tunggakan gaji kami dari Januari sampai Desember 2018 untuk ditindaklanjuti, sudah kami laporkan ke pengawas,” terangnya. Selama setahun ini, menurutnya karyawan sudah memberikan toleransi dan sabar tidak menerima gaji karena kondisi perusahaan. Meskipun saat itu masih ada pemasukan sekitar Rp 300 juta, tetapi tidak cukup untuk menggaji karyawan. Saat ini ada 8 karyawan tetap Perusda dengan status kini dinonjobkan. Karyawan menilai Direktur Perusda Jembrana saat ini tidak memiliki visi mengelola pe-
BERTEMU DPRD - Pertemuan karyawan Perusda Jembrana yang dinonjobkan dengan anggota DPRD Jembrana serta eksekutif. rusahaan hingga akhirnya seperti ini. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Jembrana I Nyoman S. Kusumayasa mengatakan sejak awal pihaknya mengikuti dan tahu kondisi Perusda. Tetapi persoalan yang membelit Perusda tidak pernah direspons oleh eksekutif. Bila Perusda diberikan penyertaan modal, diyakini tidak akan kolaps seperti ini. Eksekutif, menurut Kusumayasa, semestinya tahu sejak awal sebab pe-
rusahaan ini merupakan milik daerah. Dewan yang akrab disapa Suheng ini juga tidak serta merta ikut menyalahkan Direktur Perusda begitu saja. Sebab, sejumlah langkah sudah dilakukan guna mencari peluang usaha. Tetapi meskipun sudah membuat usaha, tidak pernah direspons positif. Misalnya dengan mendatangkan investor usaha IT dan sempat berjalan. Terkait hal ini, Dewan meminta kepada eksekutif untuk menindaklanjuti hal
ini secara serius paling lambat seminggu. Sebelum mengadu ke DPRD, sejumlah perwakilan karyawan Perusda juga sempat mendatangi Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu Transmigrasi dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Kabupaten Jembrana. Mereka juga mempertanyakan terkait perlakuan menonjobkan tanpa ada kepastian kelanjutan. Padahal sebelumnya mereka merupakan karyawan tetap. (kmb26)
Sapi Warga Dibiarkan Berkeliaran
Pelaku Pariwisata Teluk Gilimanuk Mengeluh Negara, (Bali Post) Kawasan wisata Teluk Gilimanuk masih sering dipenuhi sapi-sapi milik warga yang berkeliaran secara bebas. Hal ini dikeluhkan oleh pelaku pariwisata di Gilimanuk. Sapi-sapi tersebut selain merusak pepohonan atau taman yang ada juga mengganggu pengunjung serta kotorannya berserakan di sana-sini. Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas) Wisata Tirta, Agung Alit Wirawan, Rabu (16/1) mengatakan, sapi-sapi tersebut sering muncul dan berkeliaran
di areal Teluk Gilimanuk. Dikatakannya, sapi-sapi itu adalah milik warga yang dibiarkan berkeliaran untuk mencari makan. Padahal pihak kelurahan sudah mengeluarkan edaran agar warga yang memelihara sapi atau kambing supaya dikandangkan sehingga tidak berkeliaran di pemukiman maupun tempat-tempat umum serta objek wisata. Pihaknya berharap pemilik sapi bisa mengerti dan sadar agar mengandangkan sapi miliknya sehingga tidak mengganggu objek wisata yang su-
dah ditata dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat Gilimanuk tersebut. Ketua Pokmaswas Zona Bahari Selamet Jaryanto juga mengeluhkan seringnya ada sapi yang berkeliaran di objek wisata Teluk Gilimanuk. Selamet berharap, agar tidak menganggu objek wisata dan kenyamanan pengunjung, pihak-pihak terkait bisa mencarikan solusi sehingga objek wisata tidak terganggu dan pemilik sapi juga tetap bisa memelihara sapinya. Kadis Periwisata dan Bu-
daya (Parbud) Pemkab Jembrana I Nengah Alit menyampaikan, saat ini pengunjung objek wisata di teluk Gilimanuk sudah mulai ramai. Namun, untuk pengembangnya masih ada banyak kendala seperti masyarakat yang belum sadar kalau pengembangan objek wisata itu adalah untuk mereka juga. Menurutnya objek wisata harus bersih, indah dan nyaman serta aman. Adanya sapisapi yang sering berkeliaran itu memang sangat menganggu. Pihaknya minta pemilik sapi
dan ternak lainnya diminta agar menyadari dan membantu upaya untuk mengembangkan objek wisata di Gilimanuk. Sapi-sapi miliknya agar dikandangkan agar tidak menganggu keindahan dan kenyamanan di sana. Diharapkan pelaku pariwisata, pihak kelurahan maupun tokoh-tokoh masyarakat bisa memberikan pemahaman kepada pemilik sapi-sapi itu atau melakukan pendekatan sehingga tidak merugikan atau menganggu pengembangan pariwisata. (kmb)
Rakor Pengamanan Pemilu
Sejumlah TPS Masih Kekurangan Satlinmas Negara (Bali Post) – Sejumlah titik kerawanan dalam Pemilu 2019 di Jembrana telah dipetakan. Instansi terkait khususnya pengamanan baik Polres Jembrana dan Kodim 1617/Jembrana telah merancang antisipasi secara matang. Mulai saat menjelang pemungutan suara seperti distribusi logistik hingga ke tempat pemungutan suara (TPS) serta proses pungut hitung. Terdapat kendala, yakni masih kurangnya jumlah personel pengamanan TPS yang berasal dari personel Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) desa/kelurahan. Hal tersebut mengemuka saat rapat koordinasi pengamanan Pemilu 2019, Rabu (16/1) yang dihadiri Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, Komisioner KPU Jembrana, Bawaslu Jembrana, Kabagren Polres Jembrana, Satpol PP, Kesbangpol dan pihak terkait lainnya. Komisioner Divisi Teknis KPU Kabupaten Jembrana I Made Widiastra mengungkapkan, jumlah TPS di Kabupaten
Jembrana pada Pemilu 2019 ini lebih banyak dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Saat ini total ada 876 TPS yang tersebar di 51 desa/kelurahan. Terkait adanya penambahan TPS itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi mengakui jumlah personel Linmas masih kurang untuk memenuhi jumlah TPS itu. Namun, seluruh Satgas Linmas di setiap desa maupun kelurahan yang ada sudah siap mengamankan. Sedangkan kekurangan masih disiapkan. “Kami sudah siapkan rencananya bulan Februari kekurangan 116 Linmas itu akan direkrut,” terangnya. Mereka akan melakukan pengamanan sesuai dengan SK dari masing-masing desa. Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana I Made Pande Ady Mulyawan juga sepakat agar pengamanan TPS oleh Linmas itu harus dipersiapkan dengan matang. Jumlah Linmas itu juga harus diisi cadangan, untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu. Sementara itu, Dandim
RAKOR – Rapat koordinasi (rakor) pengamanan Pemilu 2019 yang dihadiri Dandim, KPU, Bawaslu serta instansi terkait lainnya. 1617/Jembrana Letkol Kav Djefry M. Hanok memaparkan, ada beberapa hal yang harus diantisipasi jelang pemilu. Mulai distribusi logistik ke TPS hingga proses pemungutan suara. Sebab, dibandingkan dengan pemilu sebelumnya diperkirakan waktu pemung-
utan lebih lama. Komisioner KPU Jembrana I Made Widiastra mengatakan, rakor ini diselenggarakan guna membahas pengamanan Pemilu 2019 juga untuk meminta masukan terkait potensi kerawanan. Terkait waktu pemungutan suara, belum lama
ini KPU Provinsi Bali melakukan simulasi proses pemungutan suara dan diperkirakan memakan waktu 7 menit untuk mencoblos. Sebab, dalam pemilu 2019 ini terdapat lima surat suara. Sehingga memerlukan waktu lebih lama dari pemilu sebelumnya. (kmb26)
Kamis Paing, 17 Januari 2019
KARANGASEM
Plafon Gedung DPRD Karangasem Jebol Amlapura (Bali Post) -
Pascadiguncang gempa Lombok 5 Agusutus 2018, sejumlah plafon gedung di DPRD Karangsem kondisinya banyak yang retak. Disinyalir, akibat tidak kuat menahan beban, Rabu (16/1) kemarin plafon gedung di lantai dua itu tiba-tiba jebol menimpa meja dan kursi yang ada di bawahnya. Untung tidak ada pegawai yang tertimpa reruntuhan saat kejadian itu. Berdasarkan pantauan, plafon gedung jebol itu sekitar 10 meter. Plafon yang jebol itu berada di lantai dua di sebelah ruang Bamus. Plafon yang jebol itu hanya menimpa meja dan kursi yang ada di bawahnya. Puing-puing plafon sementara dibiarkan dan belum diangkut. Salah seorang pegawai yang melihat kejadian itu, Eka Juliani, mengatakan, saat itu dirinya se-
dang berbincang-bincang di bagian operator lantai satu dengan pegawai lainnya. Tanpa ada gempa, tiba-tiba plafon gedung di lantai dua itu jebol. ‘’Saya kira ada gempa. Tetapi setelah saya lihat ternyata plafon gedung di lantai dua, jebol. Untung saja tidak ada pegawai di sana. Kalau ada pasti ditimpa reruntuhan plafon itu,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PLAFON JEBOL - Plafon gedung DPRD Karangasem jebol.
11
ITB Pasang Alat Pendeteksi Gempa di Desa Ban Amlapura (Bali Post) Institut Teknologi Bandung (ITB) memasang alat pendeteksi gempa di Desa Ban, Kubu, Karangasem. Pemasangan alat itu dilakukan, mengingat di daerah tersebut merupakan titik tengah koordinat antara Gunung Agung dan Gunung Batur. Perbekel Desa Ban I Wayan Potag, Rabu (16/1) kemarin, mengungkapkan baru satu alat yang terpasang. Alatnya itu dipasang di lokasi yang berada di samping Kantor Perbekel Ban. Rencananya, ITB akan memasang empat alat di empat titik berbeda. ‘’Saat ini baru satu alat yang dipasang. Minggu depan rencananya ITB akan kembali memasang alat yang sama di tiga titik yakni di Temakung, Bunga, dan Cegi. Alat ini mulai berfungsi seminggu setelah dipasang,’’ ujarnya. Dipilihnya Desa Ban menjadi lokasi pemasangan alat itu oleh ITB, kata Potag,
Bali Post/kmb41
ALAT PENDETEKSI GEMPA - Institut Teknologi Bandung (ITB) saat memasang alat pendeteksi gempa bumi. mengingat di Desa Ban merupakan koordinat titik tengah antara Gunung Agung dan Gunung Batur Kintamani. Di samping itu juga, Desa Ban adalah daerah Kawasan Rawan Bencana (KRB III) Bila ada gempa atau getaran di kedua gunung itu, maka alat itu dapat mendeteksinya.
‘’Intensitas gempa yang terjadi selama ini juga sangat tinggi. Seperti saat erupsi Gunung Agung 2017 lalu. Sering sekali terjadi gempa. Bahkan, sejumlah rumah warga mengalami retak-retak dan rusak ringan. Mungkin itu pertimbangan ITB memilih lokasi di Ban,’’ katanya. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Bupati Suwirta Siap Dukung Konsep ”One Island One Management” Semarapura (Bali Post) Konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola atau yang dikenal dengan one island one managament menjadi jalan Pemprov Bali dalam pembangunan era Gubernur Wayan Koster. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyambut baik program Provinsi Bali itu, namun dia mengingatkan bahwa Bali bukan satu pulau. Ada tiga pulau besar lainnya di Kabupaten Klungkung, yakni Pulau Nusa Gede, Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan, yang tidak boleh dilupakan. Demikian disampaikan Bupati Suwirta, Rabu (16/1) kemarin, usai hadir dalam sesi diskusi RUU Provinsi Bali di ruang rapat Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali. Dia menyampaikan beberapa hal yang harus ditinjau kem-
bali dari RUU Provinsi Bali itu, terkait konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola ini. Karena di Bali tidak ada hanya ada satu pulau, tapi ada tiga pulau lagi yang saat ini sedang berkembang dan menggeliat di bidang pariwi-
sata yakni Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Penida. Belum lagi 17 pulau kecil lain tak berpenghuni di sekelilingnya, yang belum tersentuh sampai sekarang. Pulau-pulau tersebut juga
harus diperhatikan karena selain sebagai penyumbang PAD yang tinggi untuk Klungkung juga sebagai penunjang industri pariwisata yang ada saat ini di Bali. Selanjutnya Suwirta juga menyampaikan terkait dengan data, karena saat menyusun undang-undang pasti data sangat penting. Mengingat data berkaitan dengan pasal-pasal di dalam undangundang yang sedang dibahas. Contohnya dalam data jumlah penduduk. Antara
Angkutan Siswa Gratis Kabupaten Klungkung Kembali Beroperasi ANGKUTAN siswa gratis Kabupaten Klungkung resmi beroperasi lagi mulai Rabu (16/1) kemarin. Para siswa mengaku senang dengan kembalinya layanan angkutan ini. Mereka beralasan, dengan naik angkutan siswa bisa berangkat bersama teman-teman dan mengurangi beban orang tua mengantar ke sekolah. Situasi tersebut terlihat saat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memantau langsung layanan perdana angkutan siswa gratis tahun 2019 di beberapa titik kumpul siswa, Rabu kemarin. Lokasi pertama yang dipantau Bupati adalah titik kumpul di depan Masjid Kampung Gelgel, Klungkung. Pukul 06.00 Wita Bupati sudah menyambangi lokasi ini. Sejumlah siswa MTs Hasanudin Klungkung terlihat bersiap untuk naik ke angkutan siswa gratis. Layanan Kampung Gelgel-MTs Hasanudin merupakan rute tambahan atau rute baru di tahun 2019 ini. Lokasi berikutnya yang disambangi adalah titik kumpul di Desa Akah. Jalur ini bagian dari layanan armada rute Selat-Akah-SMPN 2 Semarapura. Bersama sejumlah siswa Bupati mencoba langsung layanan angkutan ini. Menurut Bupati, layanan angkutan siswa gratis sudah berjalan dengan baik. Para siswa bisa berangkat bersama-sama. Menurut Bupati, meski masih ada sejumlah siswa di bawah umur yang mengendari motor ke sekolah, dengan adanya angkutan siswa diharapkan mereka bisa memanfaatkan
ANGKUTAN GRATIS - Bupati Suwirta saat mencoba naik angkutan gratis dan berdiskusi dengan sejumlah siswa mengenai kesannya setelah program ini berjalan lagi. layanan ini. ‘’Nanti kita bersama forum lalu lintas akan melakukan tindakan bagi anak di bawah umur yang membawa motor kesekolah,’’ ujar Suwirta. Selain itu, untuk kenyamanan siswa, Bupati berharap para pengemudi bisa menyediakan tempat sampah, selain telah terpasang stiker antinarkoba, seks bebas dan larangan merokok di masingmasing armada. ‘’Bagaimanapun hebatnya kita membuat sistem pasti ada kelemahan-kelemahannya,’’ sebutnya. Kadishub Klungkung Nyoman Sucitra mengatakan, tahun ini jumlah armada sebanyak 95 armada, bertambah 10 armada dari tahun lalu yang hanya 85 armada.
Tambahan tersebut melayani rute baru Kampung Gelgel, Kampung Kusamba, Kampung Lebah dan Kampung Jawa ke MTs Hasanudin Klungkung. ‘’Untuk armada kita tahun ini sebanyak 95 armada dengan anggaran tahun 2019 sebesar Rp 3,6 miliar,’’ ujar Sucitra. Sementara itu salah satu siswa, Ni Putu Leoni, mengaku senang layanan angkutan siswa gratis kembali beroperasi. Menurutnya siswi kelas IX SMPN 2 Semarapura ini, dengan naik angkutan bisa berangkat bersama teman-teman. ‘’Selain bisa bersama teman-teman, dengan naik angkutan ini juga meringankan beban orang tua tidak lagi mengantar ke sekolah,’’ ujar siswi asal Desa Tegak ini. (ad639)
BPS dengan Disdukcapil datanya harus sinkron agar tidak terjadi ketimpangan jumlah penduduk. Selain kedua hal tersebut, permasalahan ekonomi juga harus mendapat perhatian lebih, khususnya di Bali yang masih menggunakan konsep ekonomi yang berbasis adat. Bali harus berani mempunyai ciri khas ekonomi Bali itu sendiri, yakni Lembaga Perkreditan Desa (LPD) diatur oleh adat istiadat dan awigawig yang berlaku di masing-
masing desa. Sementara di sisi lain ada sistem ekonomi yang bersifat nasional di antaranya koperasi, PNPM Mandiri, BUMDes, Gerbang Sadu, dan e-Warong keseluruhan akan aktif di masing-masing desa. Perlu aturan tegas agar jangan sampai terjadi benturan. Banyaknya program yang ada di satu desa, kini menyebabkan persaingan ekonomi yang tidak sehat. Namun, secara keseluruhan, Klungkung sangat mendukung secara penuh RUU Provinsi Bali untuk
dijadikan UU,” tutup Suwirta. Bali bergerak dan berbasis di bidang pariwisata. Untuk menunjang pariwisata ini, Pemerintah Provinsi Bali kini memberikan perhatian khusus kepada desa adat, karena desa adat merupakan fondasi dan berperan penting dalam menjaga adat dan budaya yang ada di Bali. Inilah dasar perlunya pendekatan pembangunan dalam satu-kesatuan wilayah, satu pulau, satu pola dan satu tata kelola untuk mengelola Bali. (kmb31)
Tertimpa Pohon Saat Berkendara, Saptawan Alami Luka Serius Semarapura (Bali Post) Memaksa menerobos hujan lebat disertai angin kencang, seorang warga I Gede Putu Saptawan (44) tertimpa pohon perindang di pinggir jalan, Rabu (16/1) kemarin. Pohon perindang berdiameter 80 cm itu menghantamnya saat sedang melintas hingga terjatuh dalam posisi terjepit. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, peristiwa itu terjadi di jalan raya Losan, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, sekitar pukul 07.00 Wita. Pohon santan setinggi sekitar 12 meter itu langsung roboh tepat ketika Saptawan melintas. Akibatnya, Saptawan yang mengendarai sepeda motor Vixion DK 3354 MN lengkap dengan mengenakan jas hujan terjepit di antara sepeda motor dan pohon yang menindihnya. Melihat kondisi yang dialami korban, warga setempat berinisiatif menghubungi BPBD Klungkung. Tim TRC BPBD Klungkung langsung turun ke lokasi dengan perlengkapan satu unit rescue dan gergaji mesin, dibantu jajaran kepolisian, Kris Klungkung, Damkar Klungkung, RAPI, ORARI dan masyarakat sekitar. Setelah 30 menit penanganan, pohon besar ini akhirnya bisa di potong-potong untuk mengeluarkan korban yang sedang terjepit. ‘’Korban sudah ditangani lebih lanjut di RSUD Klungkung dalam keadaan masih hidup,’’ kata Putu Widiada. Widiada menambahkan, korban masih dalam tahap observasi, hasil medical chek up-nya dikatakan belum
keluar. Sehingga belum diketahui dampak yang dialami korban saat ini. Namun, melihat kondisi korban saat tertimpa pohon di tengah jalan, nampaknya korban mengalami luka cukup serius. Melihat kondisi cuaca seperti ini, Widiada meminta para pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan. Sebab, hujan disertai angin kencang datang secara tiba-tiba. Tidak hanya di Losan, penanganan pohon tumbang juga dilakukan di Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung. Pohon waru berdiameter 60 cm tumbang dan melintang di tengah jalan.
Tim TRC BPBD Klungkung bersama warga setempat langsung melakukan penanganan. Widiada memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Melihat situasi demikian, BPBD Klungkung mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap bahaya longsor dan pohon tumbang serta banjir bandang, saat berkendara. ‘’Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kalau ada pohon yang dekat dengan rumah, agar bisa dipangkas dulu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar,’’ katanya. (kmb31)
TIMPA PENGENDARA - Petugas saat berupaya memotong pohon tumbang yang menimpa pengendara sepeda motor. Nampak pengendara sepeda motor masih terjepit di bawah pohon itu.
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dibthkan Sales Engineer, Teknisi AC, WA: 081808251133 Email: hrd@microchem.co.id B.BP.004.01.19.0000453
Cleaning Service,SMA,P/W,28th, Lam: POLO Batubulan,Telp. 290189 B.BP.001.01.19.0000570
Cr Staf Admin,P/W,min SMA Lam Jl. Antasura 14X Ph 081236477126 B.BP.001.01.19.0000635
Administrative Assistant / Assistant to Manager in international company (CangguBali Office). Basic Computer Skills required (Excel,Word Email,etc Good organizational skills,ability Please contact Tom at: tom@wla.us.com/ Whats app +49 176 8305 9432
Cri Pgw Dinas Luar U/KSP Tunas Mertha Sedana, Jl.Suli No.4 Dps
B.BP.004.01.19.0000585
Dcr Kary Laki Umr40-50Th,SIM C Serius Krj,Gatsu 322,Hub.423488
Admin Garment Production Hub: Call/WA: 085100050706 Email: hrd@buddhawear.com B.BP.004.01.19.0000582
BPR KAS Mencari Security pglmn Min.2 thn Hub.081339403582 B.BP.001.01.19.0000576
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat.Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.01.19.0000530
BIRO JASA
B.BP.001.01.19.0000519
Dbthkn Acct (Min D3), Admin,Cust Service (Max 28Th) Krm Lam: Jl.Gn Soputan I/107.Tlp.0361-8466317 B.BP.001.01.19.0000609
Dcr Driver untuk Mobil Online Hub.081547511997 B.BP.001.01.19.0000613
B.BP.001.01.19.0000618
Dcr Krywn HK.Krm lam ke Sylvia Bali Jl.Tkd Baru Timur,Pemogan B.BP.001.01.19.0000517
Dcr Mekanik Motor Pengalaman Hub.087888899869 No SMS B.BP.004.01.19.0000477
Dcr PRT bs Masak,Tdr Luar Gj 1,7+ Hub.081999072028 B.BP.004.01.19.0000478
Dcr QS/Estimator u/ Kontraktor Hub:081805585472 / Email:hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.01.19.0000627
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
SERVICE
DIJUAL MOBIL
Dcr Sopir SIM B1,Penglmn, Domsili Dps.Langsung Interview ke Yamaha Hasanudin 78 Dps B.BP.001.01.19.0000614
Dcr Sopir u/Travel Windys Bali Tour Lmrn:Jl.Gelogor Carik No. 3 Hub: 08113980682 / 08113865154 B.BP.001.01.19.0000594
Dcr staf Administrasi tmt SMA/ SMK disiplin,ulet.082236220730
Dicari Waitres,Gaji 2,4 Juta Hub:Sate Pelecing Arjuna B.BP.001.01.19.0000608
Dicr Adm.Wanita Bag.Kasir Max Umur.40Th(Gaji,UM,THR).BawaCV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.Hub:085921213232 B.BP.001.01.19.0000552
Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak Di Canggu.T:0361-8446108
B.BP.001.01.19.0000629
B.BP.001.01.19.0000566
Dibutuhkan:Accounting,Min D3/ S1,Fresh Graduate.Permata Ayung Private Villa, Jln.Raya Bongkasa,Br.Tohpati,Abiansemal E : hr.permataayung@yahoo.com
Garmen Bth Sgr Tng Srbutan L/P Sbnyk2nya + Sopir SIM A Brpnglmn Hub:08980739354,08179728394
B.BP.001.01.19.0000562
Dicari Sopir Matik Hub: 081808830830 B.BP.001.01.19.0000251
Dicari Sopir Serabutan Untuk Suplayer Hub:081228373222 B.BP.001.01.19.0000611
Dicari Supir SIM B1 untuk Truk Lok.Tabanan,Gaji+THR+Asuransi. Hub.081236014733 / 085237535534 B.BP.001.01.19.0000612
Dicari Supir dump truk utk Nusa Penida 081230649181 B.BP.004.01.19.0000583
B.BP.001.01.19.0000617
Juru Masak/Koki/Cooker (Tabanan),lulusan Tataboga, Hub.Dewi Hp:081236222509 B.BP.031.01.19.0000621
Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.,IPA, Komputer,Sejarah,Olah Raga (W) Guru PAUD,Guru PGSD,Helper, Administrasi,Maintenance. Sent:schoolhrdbali@hotmail.com B.BP.004.01.19.0000271
Sekuriti (Pabrik Tabanan) Sertifikat,pengalaman Hub: Dewi Hp:081236222509 B.BP.031.01.19.0000622
Social Media Marketing / some Graphics design / Photoshop skills required in international company(Canggu-Bali Office) Please contact Tom at: tom@wla.us.com/ Whats app +49 176 8305 9432
Informasi pasang iklan Telepon Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
Tenaga Srabutan u/ Nusa Penida 3Jt/bln ada mess 081230649181
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
B.BP.004.01.19.0000620
G.03
B.BP.004.01.19.0000586
Yayasan Sinar Harapan Bali Membutuhkan Staf Pengajar Dgn Kreteria MIn S1,Berkomitmen, MemilikiKetrampilanBerkomunikasi dan Interpersonal yg Baik, Pengalaman Tidak Di utamakan Alamat:JL.Taman Sari Madu NO.6 Kerobokan Kelod Badung.Email: yayasansinarharapanbali@gmail. com/WA:081999066615 B.BP.001.01.19.0000520
Ymh BismaDicr:1.SMA/SMK/D1/S1 Ek Hub:T.Umar 142 DPS B.BP.001.01.19.0000556
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818 G.07
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
L 300 PU’94 Solar Hub:08113899690 B.BP.001.01.19.0000625
DIJUAL TANAH Djl Tnh 3A Jl.Induk Pengilian dekat Villa Hub.081999231333 B.BP.001.01.19.0000632
Dijl Tanah 30Are,1020 M2,8440M2 diKubuKarangasem.081265022695 B.BP.001.01.19.0000513
Tnh 34 are view Bdgl,SHM,Aspek Perum H.90Jt/are,085857442601 B.BP.001.01.19.0000630
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.01.19.0000642
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.12.18.0000879
BANGLI 14 WiFi Gratis Dipasang di Ratusan Titik Bangli (Bali Post) – Masyarakat di Kabupaten Bangli dalam waktu dekat akan bisa menikmati internet secara gratis. Sebab sesuai rencana, pemerintah akan melakukan pemasangan WiFi gratis di ratusan titik. Adapun tempat-tempat yang rencananya akan dipasangi WiFi gratis yakni desa pakraman, puskesmas dan objek wisata. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Komimfosan) Kabupaten Bangli Ni Wayan Manik mengatakan, pemasangan WiFi gratis di Kabupaten Bangli akan dilakukan tahun ini. WiFi gratis ini merupakan bantuan Pemprov Bali. Untuk memasang WiFi gratis di Bangli, anggaran yang disediakan Rp 1,190 miliar. Total ada 218 titik yang rencananya akan dipasangi WiFi gratis. Rinciannya 168 titik di wilayah desa pakraman, 12 titik di puskesmas dan 38 di objek wisata. “Titiknya sudah ditentukan Pemerintah Provinsi, sekarang masih sedang disurvei oleh Telkom,” ujarnya. Dijelaskan Manik, tujuan utama pemasangan WiFi gratis
untuk mempermudah dan memperlancar komunikasi masyarakat. Di samping juga untuk mempercepat informasi pembangunan ke masyarakat. Menurutnya, di zaman seperti sekarang, internet sangat dibutuhkan untuk kepentingan banyak hal. “Dengan dipasangi WiFi gratis, masyarakat bisa mengakses infor-
masi pembangunan pemerintah dengan cepat melalui media sosial misalnya,” katanya. Di sisi lain, Manik mengakui bahwa belum semua wilayah di Bangli bisa terjangkau sinyal seluler/internet alias blank spot. Kondisi itu menyebabkan masyarakat di wilayah itu kesulitan berkomunikasi melalui telepon seluler. Adapun wilayah yang dimaksud seperti Desa Siakin, Subaya dan beberapa wilayah lainnya di Kintamani. Mengenai pemasangan WiFi gratis di daerah yang blank spot, dia mengatakn secara teknis hal itu akan ditangani PT Telkom sebagai pihak yang telah ditunjuk Pemprov sebagai rekanan. “Apakah mereka nanti membangun tower atau cara lainnya, itu nanti Telkom yang memikirkan,” pungkasnya. (kmb40)
”Dengan dipasangi WiFi gratis, masyarakat bisa mengakses informasi pembangunan pemerintah dengan cepat melalui media sosial, misalnya.” Kepala Dinas Komimfosan Bangli Ni Wayan Manik
Dirikan Restoran, Pengusaha Diminta Tiru Konsep ”Public View” Penelokan Bangli (Bali Post) Public view di objek wisata Penelokan yang telah tuntas dibangun Pemkab Bangli akhir tahun lalu menjadi kebanggaan bagi Bupati Bangli I Made Gianyar. Public view yang dibangun dengan konsep terasering, menurutnya, cocok dijadikan model pembangunan di sepanjang jalur Penelokan, Kintamani. Dia pun meminta para pengusaha yang ingin mendirikan restoran di Kintamani untuk meniru konsep dan model pembangunan tersebut. Ditemui belum lama ini, Made Gianyar mengatakan, Pemkab Bangli kini sudah punya model bangunan yang cocok ditiru para pengusaha yang akan mendirikan restoran di wilayah Kintamani. Dengan model terasering itu, keberadaan restoran tidak
akan menghalangi atau mengganggu pemandangan. “Di atasnya bisa jadi public view, di bawahnya bisa jadi restoran. Orang-orang pasti senang. Dari atas atau dari bawah tetap bisa menikmati pemandangan,” ujarnya. Untuk menarik pengunjung, tentunya pengusaha bisa menambahkan hiasan-hiasan menarik, misalnya dengan memperbanyak lampu-lampu yang indah. Disinggung mengenai rencana penerapan izin bersyarat terhadap restoran di Kintamani, Bupati Made Gianyar mengatakan, sejatinya sangat ingin bisa menerapkannya secepatnya. Hanya, sampai saat ini dirinya mengaku belum mendapat laporan mengenai progres penyusunan izin bersyarat tersebut dari OPD terkait. “Kalau saya sih inginnya cepat-cepat bisa diterapkan.
Tapi tidak tahu bagaimana OPD terkait yang menangani. Belum ada melapor ke saya. Coba wartawan kejar dan tanyakan di Perizinan, Dinas PU, Dinas Pariwisata dan Bagian Hukum,” kata Made Gianyar. Sebagaimana yang pernah disampaikannya selama ini, dengan diterapkannya pemberian izin bersyarat itu diyakini Bupati akan berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD). Karena dengan izin bersyarat pihak pengusaha akan membayar izin IMB dan izin mendirikan restoran. Selain itu Pemkab Bangli juga bisa lebih mudah melakukan pemungutan pajak hotel restoran (PHR) karena objek pajaknya sudah pasti. ”Dengan penerapan izin bersyarat akan mendatangkan pendapatan yang luar biasa bagi Bangli,” imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
BELUM DIBUKA - Objek wisata Penelokan Kintamani yang tuntas dibangun akhir tahun lalu. Meski sudah selesai dibangun, sampai saat ini tempat untuk melihat view Gunung dan Danau Batur itu belum dibuka untuk wisatawan.
Kamis Paing, 17 Januari 2019
Bali Post/kmb40
ALAT BERAT - Sebuah alat berat milik Pemkab Bangli sedang digunakan untuk membersihkan material longsor.
Tangani Longsor, Dinas PUTRPerkim Kekurangan Alat Berat Bangli (Bali Post) –
Musim hujan yang melanda wilayah Bangli belakangan ini telah memicu terjadinya bencana tanah longsor di sejumlah titik. Longsor mengakibatkan beberapa jalan tertimbun material hingga menyebabkan pengendara kesulitan melintas. Pemkab Bangli tak bisa melakukan penanganan dengan cepat karena kendala alat berat yang terbatas. Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli Made Soma mengatakan, pihaknya selama ini terus menyiagakan alat berat untuk membantu menangani bencana tanah longsor, terutama saat musim hujan. Alat berat yang disiagakan Dinas PUTRPerkim berupa satu unit eksavator, dua unit loader dan satu unit buldoser. Sejatinya Dinas PUTRPerkim memiliki alat eksavator sebanyak dua unit. Akan tetapi satu di antaranya sudah tak bisa dipakai, karena
kondisinya sudah rusak berat. “Satu eksavator lainnya kondisinya masih bisa dipakai. Hanya rusak ringan dan sekarang sedang diperbaiki,” ungkapnya saat ditemui, Rabu (16/1) kemarin. Dengan kondisi geografis dan tingginya potensi bencana longsor di Bangli, menurut Soma, jumlah alat berat yang dimiliki Dinas PUTRPerkim masih kurang. Pihaknya mengaku sering kewalahan memenuhi kebutuhan alat berat untuk membantu penanganan bencana tanah longsor saat musim hujan seperti seka-
rang. “Kadang kejadiannya bersamaan di beberapa tempat. Sehingga kita sering kewalahan. Belum lagi kalau ada alat berat yang rusak dan masih diperbaiki,” ujarnya. Idealnya, jumlah alat berat yang dimiliki Pemkab Bangli baik berupa eksavator dan loader masing-masing minimal 3 unit. Dengan jumlah yang sudah ada saat ini, Bangli kini masih membutuhkan tambahan dua unit eksavator dan satu unit loader lagi. Soma meyakini dengan adanya penambahan alat berat, penanganan bencana bisa dilakukan
lebih cepat. Sebab seluruh alat berat bisa disiagakan untuk tiga kecamatan yang potensi bencananya besar yakni Susut, Tembuku dan Kintamani. Pihaknya selama ini sudah rutin mengajukan usulan pengadaan tiap tahunnya. Namun karena keterbatasan anggaran, pengadaan alat berat belum bisa direalisasikan. Pengadaan satu unit alat berat berupa eksavator misalnya, sedikitnya membutuhkan anggaran Rp 1,5 miliar. Belum lagi, untuk mengoperasionalkannya butuh biaya operasional dan biaya pemeliharaan yang tidak sedikit. Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Senin lalu memicu terjadinya tanah longsor, salah satunya di wilayah Desa Terunyan. (kmb40)
15
Kamis Paing, 17 Januari 2019
SMK Perlu 90 Ribu Guru
Seminggu Ditahan
Pengedar Akui Simpan Ganja di Gudang
Makassar (Bali Post) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Indonesia masih membutuhkan hingga sebanyak 90 ribu guru untuk mendidik para pelajar pada tahun ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Makassar, Rabu (16/1) kemarin, mengatakan guru yang dibutuhkan SMK tentunya harus memiliki keahlian dan memenuhi persyaratan. ‘’Jadi kita membutuhkan guru SMK itu pada tahun ini kira-kira sebanyak 90 ribu guru sesuai keahliannya,’’ kata Mendikbud Muhadjir Effendy pada acara peluncuran program pendidikan vokasi industri untuk wilayah Su-
Denpasar (Bali Post) Saat ditangkap pada Minggu (6/1) terkait 25 kilogram ganja, tersangka Kurniawan Risdianto (49) bungkam saat tim Berantas BNNP Bali berupaya mengembangkan kasus ini. Setelah seminggu ditahan, akhirnya pelaku merupakan jaringan napi ini menyerah. Dia mengaku masih menyimpan beberapa kilogram ganja di gudangnya di Jalan Pulau Roti, Gang Panda, Denpasar Selatan (Densel). Selanjutnya tim Opsnal Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri, S.H., M.H., Senin (14/1) lalu menindaklanjuti pengakuan pelaku asal Banyuwangi, Jawa Timur ini. Pukul 18.30 Wita, petugas melakukan penggeledahan kamar kos tersebut. Ternyata pelaku memilih kamar kos sebagai gudang di lantai dua kamar H. ‘’Pelaku kita ajak ke sana. Selain itu ada beberapa saksi juga,’’ ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kabid Berantas AKBP Ketut Arta, Rabu (16/1) kemarin. Alhasil di kamar terse-
but, petugas mengamankan barang bukti empat paket ganja seberat 3,1 kilogram, 20 paket ganja dalam plastik klip berat total 468 gram, dua paket ganja dalam tas kresek hitam berat 103 gram, 30 butir ekstasi warna hijau, satu unit timbangan, tiga gulung lakban, satu bendel plastik klip, satu buah gunting dan satu cutter. ‘’Jadi total narkotika yang disita yaitu ganja 3.671 gram atau 3,6 kilogram dan ekstasi 30 butir. Selain mengambil kiriman paket, pelaku juga mendapat tugas dari bandarnya untuk memecah atau mengemas paket kecil ganja,’’ tandasnya. Barang bukti yang disita tersebut merupakan sisa
Bali Post/rah
TAMBAHAN BB - Selain 25 kilogram ganja, petugas BNNP Bali kembali mengamankan 3,6 kilogram ganja dan ekstasi 30 butir dari tersangka Kurniawan. kiriman sebelum 25 kilogram ganja. Diduga pelaku mendapat kiriman jumlahnya sama. ‘’Kemungkinan yang sudah beredar lebih banyak lagi. Kami akan terus mendalami kasus ini,’’ ujar mantan Direktur Binmas Polda Bali ini. Seperti diberitakan, Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kom-
pol Saifudin Jupri berhasil menggagalkan peredaran 25 kilogram ganja asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (6/1) lalu. Ganja tersebut dipesan napi Lapas Kerobokan berinisial Rz dan dikirim lewat jasa pengiriman paket. Terkait kasus ini, petugas menangkap dua kurir, Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono. (kmb36)
WARUNG GLOBAL
Oknum Polisi Merampok Mesti Dihukum Berat IRONIS. Oknum polisi yang mestinya menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, justru melakukan perampokan. Oknum polisi tersebut harus dihukum seberat-beratnya. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (16/1) kemarin. Berikut rangkumannya. Gusti Sumardayasa di Renon mengatakan, polisi yang mengetahui aturan, mencari celah dalam aturan dan melakukan tindakan kejahatan. Oknum tersebut harus dihukum dua kali lipat dari masyarakat sipil. Hakim harus tegas dan menegakkan aturan. Karena itu, menurutnya, perlu ada pembenahan dalam perekrutan anggota kepolisian agar mereka nantinya benar-benar bekerja sesuai aturan. Kata dia, kasus ini mesti dikawal sampai putu-
san pengadilan. Febri di Denpasar merasa aneh dan ironis terhadap kasus ini, karena polisi mestinya menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Polisi tersebut harus dihukum seberat-beratnya. Budiada di Tabanan menambahkan, oknum polisi itu harus dipecat karena melanggar aturan. Polisi seharusnya menjaga kehormatan, reputasi dan martabat kepolisian.
Kata Ryamizard, pernyataan itu waktu diskusi 10 tahun lalulah. ‘’Pada waktu itu memang kondisi negara kelangkaan minyak. Itu masalah minyak. Kalau kita perang besar minyak akan habis,’’ ucap
Ryamizard. Menurutnya, dalam perang, Indonesia menggunakan sistem perang rakyat semesta, yang dapat menggunakan apa saja yang ada di bumi Indonesia. ‘’Kita tidak usah khawatir berapa tahun perang. 1.000 tahun kita mampu berperang,’’ ujar mantan Kepala Staf TNI
‘’Secara politis tak menimbulkan resistensi karena Bali tetap dalam konteks NKRI. Selain itu, RUU yang kita ajukan ini tak berkaitan dengan kapling anggaran, jadi tidak membebani pusat. Kita hanya ingin mengoptimalkan pengelolaan sejumlah urusan yang dilimpahkan oleh pusat. Kita ingin mengurus Bali dengan lebih baik,’’ tandasnya. RUU tentang Provinsi Bali yang dipaparkan Gubernur Koster terdiri dari 41 pasal yang tertuang dalam 13 bab. Koster mengurai, Rancangan UU tentang Provinsi Bali didasari oleh sejumlah permasalahan yang hingga saat ini masih dihadapi Pulau Dewata. Permasalahan itu antara lain kesenjangan antardaerah, industri pariwisata yang lebih terkonsentrasi di Bali Selatan, ketidakseimbangan pembangunan yang memicu urbanisasi ke wilayah Denpasar dan sekitarnya hingga makin tertinggalnya laju perekonomian kawasan Bali Utara dan Timur. Koster berpendapat, permasalahan ini memerlukan pendekatan pembangunan dalam satu kesatuan wilayah, 1 pulau, 1 pola, 1 tata kelola (one island, one management, one
commando). Pendekatan pembangunan dalam satu-kesatuan wilayah itu secara lebih spesifik diatur dalam RUU tentang Provinsi Bali. Regulasinya tertuang dalam Bab IV Pasal 8 RUU Provinsi Bali yang mengatur tentang Urusan Pemerintah Provinsi. Dalam Bab IV Pasal 8 Poin 3 disebutkan bahwa urusan pemerintahan tertentu yang sepenuhnya menjadi kewenangan Provinsi Bali sebagai daerah otonom mencakup bidang kebudayaan, adat istiadat, tradisi, subak, desa adat, penataan ruang, periwisata, kependudukan, ketenagakerjaan dan lingkungan hidup. Lebih dari itu, persoalan yang banyak dihadapi tenaga kerja lokal juga mendapat perhatian Gubernur Koster dan diatur dalam RUU ini. Menurut Koster, belakangan ini tenaga kerja lokal kerap memperoleh perlakuan diskriminasi karena dikait-kaitkan dengan ikatan adat istiadat yang mengharuskan mereka banyak minta izin. Mencermati hal tersebut, Bab IX Pasal 29 RUU Provinsi Bali secara tegas mewajibkan pengusaha yang melakukan kegiatan usaha di Bali agar mengutamakan penggunaan tenaga kerja setempat. ‘’Kita juga memahami bahwa pengusaha tak mau rugi terkait dengan jam kerja yang nanti-
Ia juga mengatakan, dalam perekrutan anggota polisi harus selektif. Arya di Denpasar mengatakan, sebaiknya ahli kejiwaan mengecek dan menelusuri mengapa polisi tersebut melakukan tindakan kejahatan. Polisi sebagai pelaku perampokan akan menimbulkan pencitraan yang buruk di mata masyarakat terhadap kinerja polisi sebagai penegak hukum. Bu Ayu di Badung mengharapkan polisi itu dipecat dari kepolisian dan diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku agar jera dan tidak lagi melakukan perampokan. Seharusnya sebagai anggota kepolisian menegakkan hukum dengan sebaik-baiknya. Jangan memiliki mental yang rendah sehingga mudah terpengaruh
untuk terlibat dalam minumminuman keras dan kejahatan. Werda di Tegallalang mengatakan, dari kronologi kejadian, polisi tersebut melakukan kejahatan karena pengaruh miras, artinya tidak dilakukan dengan sadar. Namun hukum mesti dijalankan. Ia menyarankan agar oknum itu diturunkan pangkatnya, tidak sampai dipecat. Selanjutnya dalam perekrutan harus diperketat agar yang lolos yang terbaik dan tidak melakukan tindakan melanggar hukum karena sebagai penegak hukum. Berata Yasa di Sangeh menyampaikan, untuk memulihkan citranya, kepolisian harus berani memberi sanksi lebih pada oknum anggotanya. (dika)
10 Tahun Angkatan Darat (Kasad) ini. Ryamizard meminta publik melihat secara keseluruhan pernyataannya dan tidak dipotong-potong. ‘’Kita bisa perang berlarut, bisa 1.000 tahun kita perang,’’ ujarnya menegaskan. Sebelumnya, Pr a b o w o Subianto dalam pidatonya menyebutkan jika Indone-
sia harus perang saat ini juga, maka Indonesia hanya mampu bertahan hingga tiga hari. ‘’Karena peluru hanya bertahan tiga hari. Bukan saya yang menyampaikan itu, tapi Menteri Pertahanan dari pemerintahan saat ini,’’ kata mantan Danjen Kopassus ini. (ant)
‘’Jadi kita membutuhkan guru SMK itu pada tahun ini kira-kira sebanyak 90 ribu guru sesuai keahliannya.’’ Mendikbud Muhadjir Effendy
atau yang memiliki kecakapan dan keahlian yang dibutuhkan di berbagai program di SMK. Seperti dari sektor industri
kemaritiman, industri pariwisata, industri pertanian dan industri ekonomi kreatif. Bagi guru yang ada saat ini dan belum memiliki keahlian, katanya, akan disekolahkan kembali agar bisa siap dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Menurutnya, saat ini sudah banyak guru yang memenuhi persyaratan karena adanya program pemerintah untuk menyekolahkan para guru normatif dan adaptif tersebut melalui program keahlian ganda. ‘’Jadi guru-guru SMK yang selama ini tidak punya keahlian, kita sekolahkan lagi. Bahkan sekarang telah dilaksanakan terhadap 15 ribu guru,’’ jelasnya. (ant)
Menkeu Tegaskan PMK 210 Bukan untuk Pungut Pajak Jakarta (Bali Post) – Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik atau e-commerce, bukan untuk memungut pajak, melainkan tata cara perlakuan perpajakannya. ‘’PMK ini bukanlah PMK untuk memungut pajak online. PMK ini mengenai tata caranya. Dan di dalamnya yang menimbulkan reaksi, seperti adanya keharusan membuat NPWP atau NIK, itu kami ingin sampaikan bahwa tidak ada keharusan untuk menyampaikan NPWP atau NIK tersebut. Nanti akan diatur Perdirjen-nya,’’ ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/1) kemarin. Menkeu mengatakan, pemerintah tidak akan membebani pelaku usaha kecil yang menjalankan bisnis digital melalui wadah elektronik yang disediakan oleh penyedia wadah pasar elektronik atau penyedia platform ‘’marketplace’’. ‘’Itu penting karena setelah kita dengar dan diskusi apa yang disampaikan oleh iDEA, banyak pelaku baru, para ibu rumah tangga, mahasiswa, murid-murid bahkan anak SMP, yang ingin melakukan bisnis melalui platform dan mereka tidak boleh atau atau tidak perlu dihalangi dengan khawatiran harus menyerahkan NPWP atau NIK tersebut,’’ kata Ani, panggilan akrabnya. Menurutnya, pelaku baru e-commerce pendapatan bersihnya masih di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yaitu Rp 54 juta sehingga tidak diwajibkan membayar pajak. ‘’Oleh karena itu, kami juga tidak akan membe-
Bali Post/ant
KETERANGAN - Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan keterangan pada awak media saat jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1). bani dengan persyaratan-persyaratan seperti itu,’’ ujarnya. Selain itu, ia mengatakan pihaknya juga terus mendengar kekhawatiran terkait banyaknya pelaku e-commerce yang masuk ke media sosial untuk memperdagangkan produk atau jasanya, sehingga terjadi persaingan yang tidak sama antara pelaku e-commerce yang masuk ke platform dengan pelaku e-commerce yang menjual produk atau jasanya secara individual melalui medsos. Kemenkeu akan terus melakukan diskusi dan bersama-sama dengan pelaku usaha untuk melihat bentuk ekosistem yang pas bagi pengembangan e-commerce di Indonesia sehingga dapat berkembang secara optimal. ‘’Kita tidak bertujuan untuk melulu memungut pajak, bahkan pemerintah memahami ekonomi itu tujuannya untuk bisa menentukan mana kegiatan ekonomi yang harus kita dukung, bahkan diberikan insentif karena itu penting. Jangan lupa, APBN dan
Kemenkeu ini tidak sekadar memungut pajak, kami juga berikan fasilitas pajak dan bahkan memberikan berbagai insentif terhadap dunia usaha,’’ katanya. Sementara itu, terkait kemudahan dari sisi pelaporan, saat ini penyedia platform ‘’marketplace’’ sudah diberikan keharusan untuk menyampaikan informasi untuk berbagai instansi seperti Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, dan juga Kementerian Komunikasi dan Informatika. ‘’Kami dalam hal ini akan berkoordinasi dengan instansi tersebut, sehingga mereka tidak merasa bahwa setiap instansi datang sendiri meminta informasi, karena kan idenya dengan ekonomi digital seharusnya semakin sedikit transaksi dan beban usaha. Jadi kalau memang bisa dikombinasikan dan berkoordinasi dengan yang lain, ya koordinasi. Dan bahkan untuk penyampaian informasinya, akan kita upayakan sesimpel dan seringan mungkin,’’ kata Menkeu. (ant)
Perbaikan Negara
Kapling Anggaran nya tetap harus dipenuhi oleh para pekerja. Untuk itu, kita akan berkoordinasi dengan pengusaha agar bisa diatur,’’ imbuhnya. Untuk memuluskan perjuangan mengawal RUU ini, Koster berharap dukungan dari berbagai komponen yang dituangkan dalam tanda tangan dan Deklarasi Bali. ‘’Mari kita sepakat dan lepaskan atribut partai, karena ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi Bali. Mari kita bersama membuat sejarah, bukan hanya membaca sejarah,’’ imbuhnya. Sejumlah pihak yang angkat bicara dalam sesi diskusi memuji dan mendukung langkah Gubernur Koster terkait pengajuan RUU tentang Provinsi Bali. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Arta Dipa sepakat untuk memperjuangkan RUU ini, karena Provinsi Bali memang membutuhkan payung hukum khusus. Dukungan juga dilontarkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Ketua FKUB Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, Ketua MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesha dan Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Sementara itu, Senator RI Arya Wedakarna menyarankan agar Gubernur Koster memban-
lawesi di PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), Sulawesi Selatan. Ia menjelaskan, guru yang dibutuhkan yakni harus tergolong sebagai guru produktif
gun komunikasi lebih intensif dengan ketua umum partai untuk memuluskan perjuangan di pusat. Dengan komunikasi intensif, Arya Wedakarna berharap pembahasan RUU tentang Provinsi Bali bisa menjadi prioritas dalam Prolegnas. Sementara Senator RI Gede Pasek Suardika menilai apa yang dilakukan Gubernur Koster merupakan langkah yang luar biasa di awal kepemimpinannya. ‘’Kita harus satu suara untuk mendukung perjuangan ini. Semoga dengan adanya dukungan tertulis dan deklarasi dari berbagai komponen, suara kita lebih diperhitungkan di pusat,’’ pungkasnya. Setelah memperoleh persetujuan dan dukungan dari berbagai komponen, Gubernur Koster berencana membawa usulan RUU ini ke DPR-RI, 23 Januari 2019. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengajak seluruh masyarakat Bali berdoa dan bersatu agar RUU ini bisa secepatnya diproses dan disahkan. Acara paparan dan diskusi RUU tentang Provinsi Bali dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dan pimpinan OPD Pemprov Bali. (ad640)
Dia mengatakan PrabowoSandi sangat memahami materi debat sebagai realitas kehidupan serta cita-cita menuju perbaikan dalam berbangsa dan bernegara. Karena itu, Andi menilai keduanya telah siap menjawab berbagai pertan-
yaan yang mungkin diajukan Jokowi-Ma’ruf terkait persoalan yang distigmasikan kepada kehidupan di masa lalu yang tidak memiliki dasar hukum. ‘’Dan tidak memiliki legalitas putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, termasuk masalah pelanggaran HAM di masa lalu dan soal korupsi yang menggurita
di era pemerintahan ini,’’ katanya lagi. Menurutnya, Prabawo-Sandi siap menjawab pertanyaan apa pun dalam acara debat untuk menunjukkan kepada publik kesiapan memimpin bangsa dan negara ini apabila diberi amanat oleh rakyat dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. (ant)
Kamis, 17 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus and Friend 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Agrobisnis Pengembangan Bunga Mawar 09:30 Wita Healty Life 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:000 Wita Dialog Interaktif
Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:05 Wita Klip Bali 15:00 Wita Kidung Interaktif 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dunia Kita 16:30 Wita Lila Cita Sanggar Tari Kundalini Jimbaran ( 1) 17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita DIABEMED 17:30 Wita Nangun Yadnya
18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita
22:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Karya Ngenteg Linggih di Pura Peseh Desa Adat DarmasabaBadung Puja Trisandya Seputar Bali Orti Bali Dialog Interaktif ABI Talkshow Merah Putih Ketika LPD Menjadi Labda Pacingkreman Desa Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
KAMIS PAING, 17 JANUARI 2019 PIALA ASIA 2019 Hasil Selasa (15/1) Malam Australia vs Suriah Palestina vs Yordania Klasemen Akhir Grup B Yordania 3 2 Australia 3 2 Palestina 3 0 Suriah 3 0
1 0 2 1
3-2 0-0 0 1 1 2
3-0 6-3 0-3 2-5
7 6 2 1
32%6, )RNXV Tingkatkan Kualitas Atlet Denpasar (Bali Post) – Cabang olahraga (cabor) biliar mempertandingkan nomor carom pada PON XX/2020 di Papua. Carom masih dibagi lagi menjadi nomor libre, one kusyon (satu ban) dan three kusyon (tiga ban). Akan tetapi Bali dipastikan absen di nomor carom baik pada Pra-PON maupun PON 2020. Bukan kali ini saja atlet biliar Bali tidak turun di nomor carom, tetapi sudah sejak lama. ‘’Dalam sejarah Pra-PON dan PON, Bali memang selalu absen di nomor carom karena meja carom tidak ada di sini dan peminatnya tidak ada,’’ beber Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, Selasa (15/1). Keadaan itu sulit diatasi, sebab kalaupun ada meja carom di Bali, belum tentu ada yang mau menjadi atlet di nomor ini. Permasalahannya, carom merupakan nomor yang kurang menantang. ‘’Sayang Bali absen di nomor itu padahal memperebutkan tiga medali emas. Tapi itu tidak bisa dipaksakan. Belum lagi selama ini meja biliarnya adanya di rumah biliar. Pastinya rumah biliar tidak mau membeli lalu menyewakan meja carom itu,’’ sebutnya. Oleh karena itulah akhirnya Bali absen di nomor carom, dan lebih memilih nomor pool dan snooker putra-putri. Bahkan, snooker saja tidak semua rumah biliar di Bali memiliki dan menyewakan. ‘’Kami fokus saja pada yang ada dulu dan terus meningkatkan kualitas pebiliar putra dan putri. Apalagi pada PON Jawa Barat 2016 belum bisa meraih medali emas. Itu yang kami kejar di PON Papua,’’ tutur Willy. (kmb)
Sertifikat tersebut berlaku untuk seluruh negara di Asia. Apalagi menghadapi era globalisasi saat ini, seluruh instruktur senam yang memiliki keterampilan mumpuni harus dikuatkan
Federer dan Wozniacki Melaju Melbourne – Juara bertahan tunggal putra Roger Federer melaju ke putaran ketiga turnamen tenis Australia Terbuka selama 20 tahun berturutturut. Akan tetapi petenis Swiss ini harus berjuang lebih dari dua jam untuk mengatasi Dan Evans dari Inggris dengan skor 7-6 (7/5), 7-6 (7/3), 6-3. Federer juara grand slam 20 kali yang memenangkan Australia Terbuka tujuh kali, mengaku mendapat tantangan yang tidak biasa oleh lawan berusia 28 tahun itu yang memainkan gaya tenis yang sama. ‘’Melawan Dan Evans seperti menghadapi diri saya sendiri. Rasanya seperti bermain cermin sedikit,’’ kata petenis berusia 37 tahun ini yang akan bertemu Taylor Fritz (AS) di babak 32 besar. Juara dua kali Wimbledon, Petra Kvitova (Ceko), juga melaju ke putaran ketiga usai menyisihkan Irina-Camelia Begu (Rumania) 6-1, 6-3 dalam waktu 69 menit. Kvitova yang memenangkan Sydney International pekan lalu akan bertemu Belinda Bencic (Swiss) di babak berikutnya. Di tunggal putri, juara bertahan Caroline Wozniacki menembus putaran ketiga setelah menundukkan Johanna Larsson (Swdia). Unggulan ketiga asal Denmark itu menang 6-1, 6-3 dalam upayanya menjadi wanita pertama yang mempertahankan gelar Australia
Bali Post/ist
SERTIFIKAT – Instruktur senam yang lulus uji kompetensi PHQGDSDW VHUWLÀNDW GDUL /DOD 6WXGLR dengan sertifikat berlogo Garuda Pancasila. Untuk itu, Lala Studio akan menggelar uji kompetensi level dua angkatan kelima pada Januari ini. Di bagian lain, Grace Tangkudung mengaku prihatin mendengar sebagian instruktur yang sudah bertahun-tahun mengajar senam, menganggap uji kompetensi berikut sertifikatnya tak diperlukan lagi. ‘’Ini pendapat dan persepsi yang keliru dan perlu diluruskan, sebab sertifikat menunjukkan sikap profe-
sional pemiliknya,’’ jelasnya. Menurutnya, hanya LKP Lala Studio yang berhak menyelenggarakan uji kompetensi senam di Bali, yang diakui oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI). (022)
Anny dan Adesta Dilarang Tampil di Kejurprov Pejudo putra dan putri andalan Bali, Anny Pandini dan Adesta Wiradamungga, dilarang berlaga pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Judo yang akan digelar di GOR Debes, Tabanan, 25–27 Januari mendatang. Menurut Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha, keduanya tidak diizinkan tampil sesuai persyaratan yaitu juara SEA Games atau yang pernah turun di Olimpiade tidak boleh bertarung di kejurprov. ‘’Anny meraih medali emas di SEA Games Singapura lalu. Adesta memang tak jadi juara, tapi pernah membela Indonesia dan turun di Olimpiade London. Artinya, keduanya sudah bukan lawan pejudo level kejurprov,’’ ujarnya di
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Lala Studio Bagikan 6HUWL¿NDW NHSDGD ,QVWUXNWXU Denpasar (Bali Post) Lala Studio yang ditunjuk menjadi Tempat Uji Kompetensi (TUK) di Bali membagikan sertifikat kepada instruktur di Lala Studio, Puri Satria, Jalan Veteran, Denpasar, Senin (14/1) lalu. Sertifikat diberikan kepada para instruktur senam yang mengikuti uji kompetensi level dua angkatan keempat. Pemilik Lala Studio, Adolfina Grace Tangkudung, menyatakan bangga sebab masyarakat makin sadar akan pentingnya sertifikat. Instansi pemerintah, swasta, dan banjar-banjar yang menggunakan jasa tenaga instruktur senam berhak menanyakan apakah yang bersangkutan mengantongi sertifikat atau tidak. ‘’Jika instruktur sudah mengantongi sertifikat, otomatis gerakan yang diajarkan bermutu karena sudah diakui oleh Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA),’’ katanya di Denpasar, R a b u (16/1) kemarin.
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Denpasar, Selasa (15/1). PJSI Bali menjadikan kejurprov sebagai ajang perekrutan atlet judo yang dipersiapkan tampil pada event nasional. Apalagi tahun ini kejuaraan nasional sangat padat yang harus diikuti pejudo Pulau Dewata. ‘’Kejurprov menjadi bagian pantauan kami terkait pembinaan pejudo di Bali dalam setahun ini. Sementara bagi kota dan kabupaten sebagai evaluasi dalam persiapan menghadapi Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September,’’ papar Sudiartha. Ajang nasional yang paling dekat adalah kejuaraan nasional (kejurnas) yang akan berlangsung di Surabaya, 22–24 Februari. Kejuaraan
ini menyediakan poin bagi pejudo ka seluruh provinsi di Indonesia sebagai persyaratan lolos ke PON Papua 2020. Kejurprov mempertandingkan kelompok umur (KU) 10 tahun, 10-13 tahun, 13-16 tahun, 16–19 tahun dan senior. ‘’Kami harap pejudo dari seluruh Bali bisa ambil bagian karena ajang ini sangat positif dalam mengukur kualitas melawan para rival,’’ tambah Sudiartha.
sejak Victoria Azarenka pada 2013. ‘’Saya pikir saya memulai dengan cukup baik, mulai dengan agresif, tetapi dia mulai membuat lebih sedikit kesalahan dan saya hanya berusaha tetap konsisten,’’ kata wozniacki. Petenis 28 tahun ini berpotensi bentrok dengan si cantik Maria Sharapova (Rusia) yang bermain kemudian. Unggulan kedua Angelique Kerber (Jerman) menundukkan petenis kualifikasi Beatriz Haddad Maia (Brazil) dengan skor mudah 6-2, 6-3. Kerber hanya melakukan enam kesalahan sendiri dan menghasilkan tingkat keberhasilan 80 persen pada servis kedua. “Itu pertandingan yang sulit. Dia bermain sangat baik dan saya tahu harus menampilkan permainan tenis terbaik saya,” sebut Kerber. Juara Australia Terbuka 2016 itu akan bertemu Kimberly Birrell (Australia) di partai berikutnya. Jika hasilnya berjalan seperti yang diharapkan, Kerber berada di jalur untuk pertandingan perempatfinal melawan unggulan kelima Sloane Stephens (AS).(afp/kmb)
Gregoria Ditaklukkan 3HPDLQ 7KDLODQG Kuala Lumpur – Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung harus mengakui keunggulan Ratchanok Intanon asal Thailand dalam turnamen Malaysia Masters 2019. Gregoria takluk dalam dua game yang berlangsung selama 39 menit dengan skor 15-21, 16-21 di Kuala Lumpur, Rabu (16/1) kemarin. Ini adalah kekalahan ketiga Gregoria dari Ratchanok dalam tiga kali pertemuan. Padahal, Gregoria mengaku sudah sering diingatkan oleh pelatih untuk siap kelelahan selama berhadapan dengan pebulu tangkis asal Thailand tersebut. ‘’Permainan dia lebih konsisten, sedangkan saya masih suka lepas-lepas. Ketika lawan men-
gubah pola permainan, saya kurang bisa cepat mengantisipasinya,’’ ujar Gregoria dalam siaran pers resmi PBSI. Atlet besutan Klub Mutiara Bandung itu menilai kelebihan lawannya terletak pada kemampuannya dalam mengatur dan menempatkan bola selama pertandingan. ‘’Akurasi dan cara dia mengatur bola memang bagus. Dengan begitu, dia mampu mengontrol jalannya pertandingan. Saya masih kewalahan mengikuti pola permainan dia,’’ tuturnya. Sementara itu, ganda campuran Indonesia memastikan lolos ke babak perempatfinal. Pasangan tersebut yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti atau Hafiz Faisal/Gloria
Emanuelle Widjaja. Keduanya akan saling berhadapan untuk memperebutkan satu tiket di perempatfinal. ‘’Kami akan berusaha tampil sebaik mungkin. Pastinya kami ingin menang,’’ kata Praveen. Melati juga mengaku akan bermain maksimal, sehingga bisa berlanjut ke babak perempatfinal dengan hasil yang memuaskan. ‘’Pokoknya kami akan ÀJKW di lapangan. Kami akan berusaha menang,’’ ujar Melati. Di babak pertama, Praveen/Melati berhasil mengalahkan Xiangyu Ren/ Chaomin Zhou (Cina) dengan skor 21-13, 21-19, sedangkan Hafiz Faisal/ Gloria Emanuelle Widjaja sukses menumbangkan Lu Ching Yao/Lee Chia Hsin (Taiwan) 21-10, 21-18. (ant)
:DUULRUV 7DPSLONDQ %DVNHW ,QGDK Juara bertahan Golden State Warriors mengumpulkan 51 poin di kuartal pertama dalam perjalanan menuju kemenangan 142-111 atas Denver
Nuggets dalam duel memimpin Wilayah Barat pada lanjutan kompetisi NBA, Rabu (16/1) kemarin. Warriors memecahkan rekor liga sebelumnya yang dicapai Phoenix Suns ketika melaw a n Den-
ver pada 10 November 1990. ‘’Itu adalah pertunjukan kembang api,’’ kata pelatih Warriors, Steve Kerr, seraya menyebut permainan timnya di kuartal pertama sebagai bola basket yang indah. Stephen Curry dan Klay Thompson menyelesaikan malam itu dengan masing-masing 31 poin, Kevin Durant menambahkan 27 untuk Warriors. Draymond Green hanya mencetak 4 poin tetapi menghasilkan 13 dari 38 assist. Hasil lengkap: Atlanta Hawks vs Oklahoma City 142-126, Denver Nuggets vs Golden State Warriors 111-142, Milwaukee Bucks vs Miami Heat 124-86, Indiana Pacers vs Phoenix Suns 131-97, Philadelphia 76ers vs Minnesota Timberwolves 149-107, Los Angeles Lakers vs Chicago Bulls 107-100.
-DGZDO 366, Jangan Mendadak Gianyar (Bali Post) Asprov PSSI Bali mengusulkan supaya jadwal kompetisi helatan PSSI Pusat tidak mendadak. Selama ini, jadwal yang disodorkan PSSI sangat mepet sehingga memengaruhi kontestan atau partisipasi klub di Pulau Dewata. Hal itu dilontarkan Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana di Ubud, Gianyar, Rabu (16/1) kemarin. ‘’Agenda kompetisi PSSI yang diputar di Rayon Bali kesannya mendadak. Akibatnya, kami kelabakan utamanya dalam memberitahukan klub-klub, Askab dan Askot PSSI. Padahal, kami ingin banyak klub, Askab dan Askot se-Bali yang berpatisipasi,’’ tuturnya. Menurutnya, jika kompetisi Rayon Bali melibatkan banyak peserta, otomatis jumlah pesepak bola yang ambil bagian juga melimpah, sehingga memudahkan dalam pemantauan pemain. Pihaknya akan mengusulkan itu kepada PSSI Pusat pada kongres tahunan PSSI di Bali, 20 Januari nanti. Hingga kini, pihaknya belum tahu agenda yang dibahas dalam kongres tahunan nanti. Suardana memperkirakan kongres tahunan PSSI bakal membahas evaluasi pelaksanaan program tahun 2018 sekaligus menyusun program 2019. ‘’Yang penting demi kemajuan persepakbolaan Bali dan nasional, kami pasti mendukungnya,’’ tegasnya. (022)