terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 122 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
selasa umanis, 17 DESEMBER 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kirim Orang Utan ke Sumut
Senderan Jebol, Satu Meninggal
Wisman Digit Anjing Rabies
KSDA Bali melakukan translokasi orang utan (Pongo abelii) ke Pusat Rehabilitasi Orang Utan Sumatera di Sibolangit, Sumut. Orang utan itu diterbangkan ke Sumut didampingi petugas BKSDA Bali, dokter hewan/tenaga medis dan perawat satwa.
Hujan lebat di Gianyar mengakibatkan sejumlah bencana tanah longsor. Selah satunya senderan jebol di Desa Manukaya Let, Tampaksiring. Tujuh orang menjadi korban, salah satunya meninggal.
Anjing yang menggigit delapan warga di Desa Songan, Kintamani, Sabtu (14/12) lalu dinyatakan positif rabies. Sementara itu, dari delapan warga yang jadi korban gigitan anjing, tiga di antaranya wisatawan asing.
GIANYAR | HAL. 6
BADUNG | HAL. 3
BANGLI | HAL. 9
Jangan Gengsi Berbahasa Bali
EKONOMI
Rupiah Tembus 14.000/Dolar
Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (16/12) kembali melemah di atas level 14.000 per dolar AS seiring defisitnya neraca perdagangan. Rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen di level 14.010 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya 13.990 per dolar AS. Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin kemarin mengatakan, neraca dagang November 2019 yang mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar AS memengaruhi pergerakan nilai tukar hari ini. Hal. 11 Alami Penurunan
Utang Indonesia Naik 11,9 Persen
UTANG luar negeri (ULN) Indonesia pada Oktober 2019 meningkat 11,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 400,6 miliar dolar AS atau setara Rp5.611 triliun (asumsi kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp14.008 per dolar AS akhir Oktober 2019). Bank Indonesia dalam statitistik ULN di Jakarta, Senin (16/12) kemarin, menyebutkan terjadi peningkatan pada Oktober 2019 jika dibandingkan September 2019 yang tumbuh 10,4 persen (yoy). ‘’Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh transaksi penarikan netto ULN dan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sehingga utang dalam rupiah tercatat lebih tinggi dalam denominasi dolar AS,’’ tulis Bank Sentral. ULN Indonesia per Oktober 2019 ini terdiri atas 202,0 miliar dolar AS dari utang pemerintah dan Bank Sentral, dan 198,6 miliar dolar AS dari ULN sektor swasta yang juga termasuk ULN untuk BUMN. BI mencatat pertumbuhan ULN yang meningkat ini juga dipengaruhi oleh peningkatan pertumbuhan ULN pemerintah, di tengah perlambatan ULN swasta. Hal. 11 Sektor Produktif
AKHIR TAHUN - Putri Suastini Koster ketika menjadi narasumber dalam Kegiatan Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (16/12) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Malu bila tidak bisa berbahasa Bali. Hal inilah yang harus ditanamkan pada generasi muda Pulau Dewata. Dengan demikian, bahasa Bali akan tetap lestari tanpa takut tergerus oleh zaman. ‘’Kalau kita sampai tidak tahu bahasa Bali, luar biasa malunya. Itu yang harus ada dalam pikiran kita. Ibu tidak malu kalau tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi kalau tidak bisa bahasa Bali aduh luar biasa malunya sebagai orang Bali,’’ ujar Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam Kegiatan Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (16/12) kemarin. Menurut Putri Suastini, gejala-gejala ‘’degradasi’’ bahasa Bali sudah mulai terasa. Saat ini banyak anak muda yang seakan-akan malu dan gengsi menggunakan bahasa Bali karena dianggap kuno. Di samping itu, banyak pula orangtua yang tidak memperkenalkan bahasa ibu tersebut kepada anak-anaknya. Jika ini dibiarkan secara terus-menerus, maka bahasa Bali akan punah dan terggantikan bahasa asing lainnya. Hal. 11 Dari Keluarga
Percepat ’’Omnibus Law’’
Jokowi Bisiki Puan Maharani Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo berharap kepada Ketua DPR-RI Puan Maharani untuk dapat menyelesaikan omnibus law cipta lapangan kerja maupun perpajakan dengan cepat. ‘’Bu Puan, ini 82 undang-undang, mohon segera diselesaikan. Saya bisik-bisik kalau bisa bu, jangan sampai lebih dari tiga bulan karena perubahan-perubahan dunia cepat banget,’’ katanya dalam sambutan pembukaan di acara Peresmian Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional RPJMN 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12) kemarin.
Percepat Surpres KETUA DPR-RI Puan Maharani mengatakan, DPR tidak bisa mengirangira kapan Rancangan Undang-undang Omnibus Law terkait perpajakan dan cipta lapangan kerja akan rampung jika Surat Presiden Joko Widodo belum dikirimkan. Oleh karena itu, Puan meminta Presiden Jokowi segera mengirimkan surat presiden (surpres) terkait omnibus law tersebut ke DPR. ‘’Apa yang kemudian menjadi pembahasan, berapa targetnya, karena tadi dalam rapat konsultasi dengan Ibu Menteri Keuangan, saya juga baru disampaikan secara cepat, bukan hanya ringkas,’’ ujar Puan usai menggelar rapat konsultasi bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani di Ruang Pansus C kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Senin (16/12) kemarin. Ia menambahkan, dalam mengamendemen satu UU, walaupun pasalnya sedikit-sedikit, tetap perlu mekanisme kerja yang harus dilakukan. Oleh karena itu, belum bisa dipastikan apakah akan selesai dalam tiga bulan karena DPR-RI belum menerima surpres tersebut. ‘’Jadi kita tunggu nanti bulan Januari, terkait omnibus law perpajakan dan cipta lapangan kerja akan seperti apa,’’ ujar Puan. (ant)
Harian Bisnis Bali Harga Kebutuhan Pokok ’’Bergolak?’’ Hari raya Natal dan Tahun Baru senantiasa diikuti oleh gejolak harga kebutuhan pokok. Selain karena pengaruh hari raya, hal ini juga dipengaruhi musim liburan yang membuat kunjungan wisata naik ke Bali. Seperti apa antisipasinya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Polisi Buru Pembuat Jejak Kaki ’’Tuyul’’ Unit Reskrim Polsek Mengwi memburu pencuri uang yang membuat jejak kaki ’’tuyul’’ di atas mobil milik warga Pengabetan, Baha, Mengwi. www.denpostnews.com
M
enurut Jokowi, upaya omnibus law menjadi salah satu upaya untuk melakukan efisiensi dan efektivitas perizinan bagi investasi. Pemerintah daerah, ujar Jokowi, juga memiliki hak yang sama untuk melakukan omnibus law. Ia mengatakan peraturan yang menghambat maupun yang memberikan inefisiensi kepada kinerja pimpinan daerah bisa dilakukan skema omnibus law. ‘’Daerah juga bisa mengajukan hal yang sama. Revisi perda, perda-perda yang menghambat, perda-perda yang membebani, perda-perda yang tidak menyebabkan pimpinanpimpinan daerah; gubernur, bupati, wali kota ajukan saja bareng-bareng, pangkas, sehingga bapak-ibu semuanya bisa bekerja lebih cepat, lincah, fleksibel terhadap situasi perubahan-perubahan nasional maupun dunia,’’ jelas Jokowi. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan draf final omnibus law perpajakan akan diharmonisasi kepada Kementerian Hukum dan HAM. Ia
berharap RUU tersebut bisa disampaikan kepada DPR pada Desember 2019. Sri Mulyani menambahkan bahwa draf Omnibus Law Perpajakan saat ini telah memasuki tahap akhir pembahasan dan rencananya akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)-RI pada pekan ini. ‘’Kami mohon berkonsultasi sekaligus menyampaikan rancangan tersebut yang akan disampaikan Bapak Presi d e n secara r e s m i melalui surat presiden yang Insya Allah dapat diselesaikan pada minggu ini,’’ katanya. Ia mengatakan RUU ini terdiri dari 28 pasal yang mengamandemen tujuh undangundang yaitu UU Pajak Penghasilan, UU Pajak Pertambahan Nilai, UU Ketentuan U m u m Perpajakan, UU
Kepabeanan, UU Cukai, UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta UU Pemerintah Daerah. Ia melanjutkan, dalam Omnibus Law Perpajakan tersebut terdiri atas enam klaster yaitu pendanaan investasi, sistem teritori perpajakan, subjek pajak orang pribadi, kepatuhan wajib pajak, keadaan iklim berusaha, dan fasilitas pajak. ‘’Kami berharap bisa segera dilaksanakan pada masa sidang 2020 karena materinya sudah familiar, jumlah pasalnya tidak terlalu banyak, dan bidang subjeknya
sudah didisk u s i k a n maka kami berharap diselesaikan cukup cepat,’’ katanya. (ant)
2019, Ekonomi Bali Tumbuh Kuat K in e r j a e k o n o m i Bali tahun 2019 masih tumbuh kuat. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang resilien dan berada di atas pencapaian ekonomi nasional. ‘’Pertumbuhan Bali tahun 2019 cukup kuat. Diharapkan 2020 juga semakin kuat,’’ ujar Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho, Senin (16/12) kemarin. Berbicara pada acara Pertemuan Tahunan BI KPw Bali, ia menegaskan, sebagaimana halnya kondisi nasional, ekspor Bali juga terdampak kondisi perekonomiam global. In-
vestasi masih tertahan yang diakibatkan oleh sikap wait and see pelaku usaha. Trisno Nugroho juga menyampaikan, di tengah kondisi ekonomi global yang tidak kondusif di tahun 2019 ini, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia cukup baik meskipun sedikit melambat. Ke depan bauran kebijakan BI dan pemerintah diharapkan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran 5,1 persen di tahun 2019, meningkat dalam kisaran 5,1 – 5,5 persen pada tahun 2020. Hal. 11 Indonesia Maju
’’Bank Indonesia tidak bisa sendiri. Perlu sinergi, bauran kebijakan nasional dan internasional baik dalam stimulus fiskal maupun reformasi ekonomi di sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.’’ Trisno Nugroho Kepala BI KPw Bali
BERSAMA - Kepala BI Bali dan Wagub Bali serta DPR-RI Komisi XI, PHRI, Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra, Ketua BTB foto bersama usai acara.
Jaksa Minta Seluruh Dokumen Kontrak Kerja Pasar Badung Denpasar (Bali Post) -
Sesuai janjinya, Kejari Denpasar akhirnya turun memantau dan mengecek soal dinding pilar Pasar Badung yang rusak, Senin (16/12) kemarin. Tim dipimpin langsung Kasi Intel Kejari Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma. Ary Kusuma mengatakan, pihak kejaksaan sudah meminta seluruh dokumen yang berkaitan dengan kontrak pengerjaan proyek Pasar Badung yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo. ‘’Ya, kami minta seluruh dokumen dari Dinas PU. Nanti akan dipelajari, apakah ada perbuatan melawan hukum atau itu memang di luar struktur bangunan utama. Pihak PUPR bahkan memberi kami waktu, jika nanti ada dokumen yang kurang, bisa ditanyakan ke dinas,’’ ujarnya. Ary Kusuma menambahkan, pihaknya akan melakukan kajian atas dokumen dan juga kajian atas keterangan pihak rekanan dan juga pengelola proyek. Berdasarkan dokumen yang disita, pihak kejaksaan akan melakukan klarifikasi ke PUPR, rekanan (PT Nindya Karya), dan juga meminta pendapat tim ahli. Yang jelas, dalam proyek ini, masa perawatan atau pemeliharaan sesuai kontrak hingga 28 Desember. ‘’Tadi kami sarankan
ke PU masa pemeliharaan diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Ini dibuatkan perjanjian supaya mengikat. Jika per 28 Desember belum selesai, diperpanjang lagi. Kami sarankan tiga sampai enam bulan perpanjangan,’’ tegasnya. Untuk kajian teknis, kata Ary Kusuma, pihaknya akan melakukan langkah setelah diketahui hasil kajiannya. Apabila itu kesalahan perencanaan atau apakah murni struktur tanah itu yang bergeser, hal itu yang ditunggu. Untuk sementara disebut bahwa batu bata yang lepas adalah bagian bangunan nonstruktural dan bukan bagian struktur bangunan utama. Namun pihak kejaksaan tidak akan percaya begitu saja atas keterangan awal, sebelum ada kajian yang mendalam, termasuk metode kerja pihak rekanan. Informasi lain, pihak kejaksaan juga akan mendalami apakah itu sesuai speks perjanjian kontrak atau ada faktor lain. (kmb37)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Belum Sentuh Persoalan Utama
PENYEBAB jebolnya ornamen Bali pada dinding pilar Pasar Badung akibat terjadi penurunan tanah di sekitar bangunan. Karena itu, masih perlu kajian secara menyeluruh untuk mengetahui kekuatan struktur utama bangunan. Hasil kajian ini diperkirakan baru bisa keluar dua minggu lagi. Kini perbaikan hanya dilakukan pada ornamen Bali yang jebol. Sedangkan penyebab atau persoalan utama, yakni penurunan tanah belum tersentuh tindakan antisipasi. Terhadap hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta didampingi Dirut PD Pasar I.B. Kompyang Wiranata, TP4D, perwakilan dari PT Nindya Karya, konsultan perencana, serta konsultan pengawas, Senin (16/12) kemarin mengatakan, perbaikan secara menyeluruh akan dilakukan setelah ada hasil kajian. Sekarang hanya dilakukan untuk menghindari adanya ornamen yang jatuh lagi. Dikatakan, tim ahli struktur dari PT Nindya Karya melakukan kajian terhadap dampak dari jebolnya ornamen Bali pada dinding pilar di bagian barat. “Penurunan tanah terjadi di sisi barat saja, sedangkan di bagian selatan, utara, dan timur masih aman,” ujar Jimmy Sidarta. Sementara menurut pihak rekanan, Satria, mengakui jebolnya ornamen Bali tersebut akibat terjadi penurunan tanah pada pinggir bangunan. Penurunan tersebut tidak berdampak pada struktur utama. “Saat ini untuk penanganan sementara dibuatkan pondasi baru dan penambahan baja, penahan ornamen yang di atasnya, sambil menunggu kajian,” ujar Satria. Di sisi lain, Wakil TP4D Bagus Putra Gege Agung mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan dari segi yuridis semata, sedangkan untuk teknis bukan menjadi ranahnya. Karena itu, terkait dengan kejadian di Pasar Badung ini pihaknya mengusulkan agar dilakukan perpanjangan masa garansi dari pihak rekanan, karena masih ada perbaikan dari ornamen yang rusak. (ara)
Topik : Cegah Penyimpangan Dana Desa Bali Post/eka
ORNAMEN - Seorang buruh bangunan tengah mengerjakan pemasangan ornamen dinding Pasar Badung yang jebol, Senin (16/12) kemarin.
Rai Mantra Resmikan Penataan Dewan Setujui Penetapan Dua Ranperda Perumda Kota Denpasar Taman Lila Ulangun Dam Oongan Denpasar Tekankan Produktivitas dan Kemanfaatan Dukung Peningkatan PAD DAM Oongan yang berada di Kelurahan Tonja, Kecamatan Denpasar Utara dilakukan penataan oleh Pemkot Denpasar sejak tanggal 9 Juli dan berakhir tanggal 5 Desember 2019. Senin (16/12) kemarin dilaksanakan upacara Melaspas yang digelar Pemkot Denpasar melalui Dinas PUPR atas selesainya proyek penataan di Dam Oongan yang memiliki nilai historis dibangun sejak zaman kolonial. Peresmian Penataan Dam Oongan yang diberi nama Taman Lila Ulangun dilakukan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Penataan Dam Oongan atau Taman Lila Ulangun ini dilengkapi dengan bale bengong, jogging track, serta ruang pameran atau ruang edukasi. Wali Kota Rai Mantra berharap Dam Oongan yang telah ditata ini dapat menjadi tempat edukasi bagi masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Beberapa fasilitas penunjang yang ramah bagi lansia juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas. Rai Mantra juga menekankan penataan kembali dapat dilakukan Dinas PUPR meningkatkan
penunjang pendukung lainnya serta memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengunjung. Historis tentang Dam Oongan ke depan juga dapat ditampilkan sehingga masyarakat mengetahui tentang sejarah dam tersebut, dan menjadi edukasi tentang keberadaan dam yang dibangun sejak zaman kolonial ini. Beberapa bangunan suci yakni pura yang berada di sekitar Dam Oongan juga mendapatkan perhatian Rai Mantra untuk dilakukan penataan dan kebersihan lingkungan sekitarnya. Kadis PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, penataan Dam Oongan meliputi pekerjaan dinding penahan tanah, penataan taman, jogging track, pembuatan bale bengong, pembuatan kantin, serta pembuatan ruang pameran berupa ruang edukasi. Penataan ini salah satu program unggulan Dinas PUPR Kota Denpasar di tahun 2019, dalam pengembangan sumber daya air yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kegiatan ini, menurut Jimmy, bersumber dari Dana APBD dengan nilai Rp 3,6 miliar yang dilaksanakan oleh rekanan CV Laba Jaya sejak tanggal 9 Juli 2019
sampai dengan 5 Desember 2019. ‘’Penataan ini dilakukan dengan kajian yang mendalam untuk menggali nilai historis dan kearifan lokal, sehingga menjadikan penataan yang dilahirkan benar-benar sesuai dengan kaidah-kaidah teknik sipil serta berakar pada konsep dan nilai sosial masyarakat setempat yang telah ada dan terpelihara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari,’’ ujarnya. Dari skup pekerjaan yang telah dilakukan, kata Jimmy Sidharta, Dam Oongan diharapkan bisa menjadi salah satu tempat yang memberikan nilai tambah bagi warga Denpasar. Di samping itu, juga dapat memberikan nilai edukasi terutama bagi anak-anak dan generasi milenial tentang peran sungai dan bendungan sebagai satu bangunan irigasi untuk mendukung kegiatan pertanian, karena Dam Oongan sebagai salah satu bangunan yang mempunyai nilai historis dibangun tahun 1924 dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di Kota Denpasar. ‘’Melalui penatan dam ini, kami berharap dapat memberikan nilai tambah dan menjadi tempat rekreasi baru bagi masyarakat di Kota Denpasar,’’ ujarnya. (ad419)
MENINJAU - Wali Kota Rai Mantra didampingi Kadis PUPR Nyoman Ngurah Jimmy Sidharta meninjau penataan Taman Lila Ulangun Dam Oongan Denpasar pada upacara ‘’Pamelaspasan’’, Senin (16/12) kemarin.
Ekonomi
SIDANG Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2019 yang mengagendakan Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksifraksi DPRD Kota Denpasar terhadap Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bhukti Praja Sewakadarma dan Ranperda tentang Perumda Pasar Sewakadarma digelar di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (16/12) kemarin. Dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini, seluruh fraksi di DPRD Kota Denpasar menyetujui pengesahan ranperda dua Perumda Kota Denpasar ini. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Made Muliawan Arya, A.A. Ketut Asmara Putra, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, unsur Forkopimda serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Pembacaan Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi diawali oleh Fraksi Partai Gerindra yang dibacakan I Ketut Budiarta. Fraksi Gerindra dapat menyetujui dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kedua ranperda perumda ini. Pengesahan ranperda yang mengamanatkan restrukturisasi dan transformasi kebijakan pengelolaan BUMD diharapkan mampu meningkatkan etos kerja tinggi, baik, profesional dan efisien pada perumda nantinya. Pemandangan Umum Fraksi Partai Demokrat dibacakan Ketua Fraksi A.A. Gede Putra Ariewangsa. Fraksi ini memberikan apresiasi atas perjalanan perusahan daerah di Kota Denpasar yang mampu mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar, selain fokus pada peningkatan keuntungan. Fraksi Partai NasDem-PSI dalam pandangan umumnya yang dibacakan I Wayan Gatra juga menyetujui penetapan dua Ranperda Perumda Kota Denpasar untuk ditetapkan menjadi perda. Hal ini diharapkan mampu mendorong
PERUMDA - Sidang Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun 2019 yang mengagendakan Pemandangan Umum dan Pendapat Akhir Fraksi-fraksi DPRD Kota Denpasar terhadap Ranperda tentang Perumda Bhukti Praja Sewakadarma dan Ranperda tentang Perumda Pasar Sewakadarma di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (16/12) kemarin. pengelolaan perumda yang modern dan profesional, efektif dan efisien, akuntabel, transparan sehingga memiliki daya saing tinggi. Selain itu, fokus pengembangan perumda yang berorientasi profit diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Denpasar. Hal senada disampaikan Fraksi PDI-P lewat juru bicaranya, I Nyoman Gede Sumara Putra. Fraksi PDI-P dapat menyetujui penetapan dua ranperda ini. Setelah ditetapkan menjadi perda, hendaknya diikuti dengan pembuatan perwali yang membahas tentang pengaturan operasional guna menghindari kerancuan dalam pelaksanaannya. Fraksi Golkar dalam pandangan fraksi yang dibacakan A.A. Gede Mahendra juga menyetujui penetapan dua Ranperda Perumda Kota Denpasar. Dari penetapan ini diharapkan mampu memberikan dukungan bagi perkembangan perekonomian daerah dan memberikan manfaat serta keuntungan sebagai upaya peningkatan PAD. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan, peningkatan kualitas pelayanan dan produk menjadi kunci sukses dan berkembangnya perusahaan daerah dan harus diimbangi dengan patuh akan perintah peraturan perundang-
undangan. Kepatuhan terhadap regulasi tersebut juga bertujuan untuk memberikan pengaturan yang lebih pasti akan pengelolaan badan usaha milik daerah yang berdasarkan pada asa Good Cooperate Orientation. Dengan ditetapkannya Undangundang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah yang diikuti dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD, katanya, mengamanatkan restrukturisasi pengaturan terhadap seluruh perusahaan daerah yang dimiliki daerah untuk menjadi badan hukum perusahaan umum daerah ataupun perusahaan perseroan daerah. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perusahaan Umum Daerah Pasar Sewakadarma dan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Bhukti Praja Sewakadarma mengatur antara lain kewenangan kepala daerah pada badan usaha milik daerah, pendirian, modal, organ dan kepegawaian, evaluasi pembinaan serta pengawasan. ‘’Mengingat masih adanya saran dan masukan, sedianya akan ditindaklanjuti sesuai dengan urgensi dan manfaatnya sebagai pertimbangan dalam penyempurnaan dan pelaksanaan program berikutnya guna mendukung pembangunan di Kota Denpasar,’’ paparnya. (ad422)
Senator RI Paparkan Ekonomi Satyagraha di Bosphorus Summit X di Istanbul, Turki
Temui Perdana Menteri North Cyprus, Wedakarna Minta Turki Lindungi TKI Asal Bali SHRI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III kembali menjadi pusat perhatian dunia saat menjadi satu-satunya pembicara asal Republik Indonesia di forum elite dunia Bosphorus Summit X Tahun 2019 yang berlangsung di Istanbul, Turki. Dalam kapasitasnya sebagai Senator RI, Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan pidato dengan tema Sustainable Tourism dan Creative Economic yang tentu juga menyampaikan sejumlah keberhasilan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo akan paket kebijakan ekonomi lima tahun terakhir dan proyeksi lima tahun ke depan. Dalam sejarah diplomasi dunia, pertemuan Bosphorus Summit adalah salah satu pertemuan tingkat dunia yang dianggap kredibel mengingat pertemuan ini di bawah dukungan langsung kantor Presiden Turki, dan inilah yang mem-
buat sebuah kebanggaan saat Indonesia diwakili oleh politisi muda asal Bali yang sangat dikenal ahli dalam diplomasi yakni Dr. Arya Wedakarna. Dikatakan oleh Ms. Gozde Dizdar (Managing Director – Governance and Develpment GD Global Turki) yang menyatakan bahwa kehadiran Dr. Arya Wedakarna di Turki mengingat pergerakan senator asal Bali ini sudah menjadi perhatian dari banyak pihak di Turki, apalagi saat ini Turki sedang gencarnya meningkatkan hubungan pariwisata dengan Indonesia. ‘’Saat Anda berada di Turki, ketika Anda berbicara tentang Bali, maka perhatian Anda akan tertuju pada sosok anak muda Bali yang sangat dikenal di kalangan elite dunia, khususnya para diplomat yakni Yang Mulia Dr. Gusti Arya Wedakarna, baik dalam kapasitas sebagai Senator Indonesia, sebagai President The Sukarno Center, dan juga penjaga kebudayaan dan agama orang
Bali. Beliau sangat respectable. Maka dari itu, tidak heran selama di Turki beliau banyak diajak berdiskusi oleh para presiden, para perdana menteri dan juga tokoh internasional. Dalam catatan kami, Dr. Arya Wedakarna juga beberapa kali menerima delegasi Turki di Jakarta dan Bali, dan beliau pernah dianugerahi dengan penghargaan dari GD Global sebagai tokoh Indonesia yang benar-benar luar biasa. Kami bangga dengan sosok Arya Wedakarna dan tentu orang Bali sangat beruntung memiliki tokoh Hindu seperti beliau. He is the rising star of Bali,’’ ungkap Gozde yang juga Wakil President CAPDI yang beranggotakan para kepala negara dari sejumlah benua ini. Dalam pemaparannya bersama pembicara asal Amerika Serikat dan Nepal, Senator Arya Wedakarna menyampaikan pentingnya dunia memiliki kesepahaman dalam mengembangkan
aset pariwisata yang saling terkoneksi, dan hal itu hanya bisa dicapai dengan kerja sama skema People to People (P to P) yang konsep ini digandrungi oleh pemimpin muda. ‘’Turki sudah membuka direct flight Bali–Istanbul, dan ke depan kerja sama ini bukan saja hanya menjaring turis berkualitas ke Bali, tapi juga turis yang paham akar budaya setempat. Selain itu, pengembangan kebudayaan juga menjadi penting, karena Turki memiliki sejarah yang panjang sebagai simbol jembatan budaya Eropa dan Asia. Bung Karno pun sangat mengagumi Kemal Artarturk yang merupakan founding father Turki. Ada kesamaan latar belakang. Ini yang saya harapkan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Saat bertemu dengan HE Ersin Tatar (Perdana Menteri Northern Cyprus) dan HE Kudret Ozersay (Wakil
Perdana Menteri), ia juga menitipkan ribuan tenaga kerja Indonesia khususnya asal Bali yang saat ini sedang merantau di Turki dan Cyprus. ‘’Atas nama rakyat Bali, saya meminta agar lindungi rakyat Indonesia yang saat ini sedang bekerja di Turki. Mereka adalah bagian dari koneksi People to People yang aset bagi kedua bangsa,’’ pungkas AWK yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. Selama di Turki, sejumlah pertemuan diadakan oleh Senator Arya Wedakarna dengan pemimpin negara sahabat, di antaranya pertemuan dengan Dr. Nalinee Taveesin (F Deputi Perdana Menteri Kerajaan Thailand), HE Ali Bin Ahmed Al Kuwari (Menteri Perdagangan dan Industri Kerajaan Qatar), HE Madhav Kumar (F Perdana Menteri Nepal), HE Andres Pastrana Arango (F Presiden Columbia). (ad425)
SATYAGRAHA – Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (Senator RI/President The Sukarno Center Tampaksiring) bersama Perdana Menteri Northern Cyprus HE Ersin Tatar (atas) dan bersama Wakil Perdana Menteri HE KudretOzersay (bawah kiri).
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
SOSOK
Bupati Giri Prasta Bangga ST Bima Sakti Baturiti Bersatu
Operasi Bali Trepti SATPOL PP Provinsi Bali dengan menggandeng Satpol PP kabupaten/kota se-Bali akan menggelar Operasi Bali Trepti, menjelang akhir tahun 2019 ini. Operasi ini merupakan kegiatan rutinitas guna menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah yang masih tertunda di tahun 2019. Operasi dengan sandi ‘’Bali Trepti’’ ini juga akan bekerja sama dengan Satpol PP Jawa Timur, khususnya untuk pengamanan pintu masuk Bali di Pelabuhan Gilimanuk. Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, operasi akan dilaksanakan dari tanggal 17–26 Desember 2019, dengan menyasar tertib kependudukan, tempat usaha, tertib penyeberangan unggas dan daging. ‘’Kami ingin tuntaskan beberapa PR yang tertunda. Mendorong masyarakat untuk tertib administrasi, termasuk penertiban terhadap usaha. Kalau namanya usaha yang tidak berizin, bisa menyebabkan persaingan tidak sehat, berujung terhadap kualitas pariwisata,’’ terangnya. Penertiban itu juga dilakukan dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Provinsi Bali menjelang Natal dan Tahun Baru. Serangkaian itu, pihaknya juga segera melakukan operasi gabungan. Operasi Bali Trepti ini akan melibatkan seluruh unsur keamanan, meliputi TNI, Polri, dan lembaga adat pecalang. ‘’Kami sudah menyampaikan surat edaran kepada bupati/wali kota untuk melakukan antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban. Bali harus dijaga semua komponen, baik aparat maupun masyarakat,’’ tegasnya. Ia menjelaskan, kegiatan ini menyasar lintas sektor, meliputi objek wisata, pelabuhan antarpulau dan provinsi, terminal antarprovinsi, rumah penduduk pendatang, termasuk jalanjalan utama. Untuk penertiban di pelabuhan, menyasar terhadap penyeberangan orang maupun muatan. Ini dilakukan untuk mengantisipasi penduduk pendatang bodong, dan penyeberangan daging, mengingat kebutuhan daging selama Natal dan Tahun Baru meningkat. Selain itu pihaknya juga melakukan penertiban terhadap atribut euforia kemenangan kesebelasan Bali United yang menghiasi sejumlah lokasi, khususnya di Kota Denpasar. Itu dilakukan lantaran melanggar faktor estetika, sehingga mengganggu keindahan lingkungan. Ia mengimbau masyarakat agar turut mendukung pemerintah dalam menjaga ketertiban dan keamanan. ‘’Bali merupakan tujuan wisata dunia, tentu momentum perayaan malam tahun baru juga membuat kunjungan meningkat, sehingga penting sekali menjaga keamanan. Patroli tetap kita lakukan sampai malam tahun baru,’’ tegasnya. (dar)
Kelola Sampah, Sibang Kaja Manfaatkan ’’Tong Edan’’
MASYARAKAT Desa Sibang Kaja, Abiansemal, Badung akhirnya menemukan solusi mengatasi sampah yang dihasilkan rumah tangga setiap hari. Bahkan, mereka mengolah sampah organik menjadi pupuk dengan memanfaatkan drum plastik atau disebut dengan ‘’tong edan’’. Ketua LPM Sibang Kaja Komang Suryawan mengatakan, pihaknya memanfaatkan drum plastik sebagai sarana pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan cair dari rumah tangga. Proses penerapan tong edan adalah dengan memasukkan sisa atau limbah makanan ke dalam tong edan kemudian disemprotkan dengan cairan organik setiap hari. Dalam satu minggu di saringan bawah akan ada pupuk cair yang dapat dijadikan pupuk untuk tanaman di rumah, selanjutnya satu bulan kemudian kompos atau pupuk padat bisa dikeluarkan melalui pintu samping. ‘’Kami serahkan tong edan sebagai sarana pengolahan sampah organik menjadi pupuk padat dan cair kepada bendesa adat,’’ kata Suryawan, Senin (16/12) kemarin. Menurut Suryawan, pembuatan tong edan di Desa Sibang Kaja sebagai wujud untuk menuntaskan sampah organik dari rumah tangga. Pengolahan sampah dengan sistem fermentasi ini akan ditempatkan di masing-masing pura sebagai sarana untuk mengolah sampah sisa sarana upacara. ‘’Sisa sampah ini akan dijadikan kompos yang akan dipakai untuk menyuburkan kebun di sekitar pura. Sistem ini sudah dipakai di beberapa kabupaten di Bali, terutama di Kabupaten Badung yang saat ini sedang berupaya menuntaskan sampah dari rumah tangga,’’ ujarnya. Dijelaskan, pengolahan sampah organik dengan memanfaatkan tong edan diklaim sangat simpel dan mudah. ‘’Cukup dengan setiap memasukkan sampah organik dan disemprot dengan cairan organik lalu ditutup dalam tiga minggu akan menghasilkan pupuk padat dan cair,’’ katanya seraya menambahkan, dengan sistem tersebut diharapkan masalah sampah dapat teratasi dari sumbernya. (par)
Bali Post/ist
MENGOLAH - Masyarakat Desa Sibang Kaja, Abiansemal memanfaatkan drum plastik untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-33 Sekaa Teruna Bima Sakti, Desa Baturiti, Tabanan, di Lapangan Umum Baturuti, Minggu (15/12) lalu. Kehadiran Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut bersama dengan Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya dan anggota DPRD Tabanan I Wayan Sutha. Dalam laporannya, Ketua Sekaa Teruna Komang Sumiartha mengatakan, Sekaa Teruna Bima Sakti merupakan sekaa teruna dari empat banjar adat di Baturiti, yakni Banjar Adat Klod, Tengah, Kaja, dan Pekarangan dengan jumlah anggota 500 orang. Kegiatan yang telah dilaksanakan serangkaian peringatan HUT kali ini mulai dari seni, budaya, olahraga hingga bidang keagamaan. Sementara itu, Bupati Giri Prasta merasa bangga melihat Sekaa Teruna Bima Sakti di Baturiti ini ber-
satu meskipun terdiri dari empat banjar adat. Menurut Giri Prasta, di banjar terdapat tiga pilar yaitu wimuda, winata dan wiwerda. Wimuda adalah anakanak tingkat SD ke bawah, winata adalah sekaa teruna yang sudah dapat memilah atau memilih mana yang baik dan mana yang buruk, dan wiwerda yakni orang tua. “Saya merasa bangga karena empat banjar di Baturiti ini sudah menunjukkan diri dengan bersatu. Rasa persatuan ini agar tetap dijaga, karena dengan bersatu setengah perjuangan sudah berhasil. Kalau tidak bersatu, setengah perjuangan sudah gagal,” tegasnya. Dengan bersatunya sekaa teruna dan masyarakat di Baturiti, Bupati Giri Prasta akan siap mendukung pembangunan di setiap banjar yang ada di Baturiti. Selain itu, ia juga berpesan kepada sekaa teruna agar tidak melakukan kegiatan yang
HADIRI HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri puncak perayaan HUT ke-33 Sekaa Teruna Bima Sakti, Desa Baturiti, Tabanan di Lapangan Umum Baturuti, Minggu (15/12) lalu. dapat mengganggu ketertiban umum, seks bebas, mabuk-mabukan, narkoba ataupun narkotika. “Sebagai generasi penerus bang-
sa dan tulang punggung negara, sekaa teruna harus meningkatkan kreativitas dalam pelestarian seni, adat dan budaya, sehingga
nantinya lahir generasi dengan SDM yang unggul dalam rangka mengisi pembangunan di segala bidang,” terangnya. (ad421)
Cegah Penyimpangan Dana Desa
DPMD Terapkan Pengawasan Berlapis Mangupura (Bali Post) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Badung menerapkan pengawasan berlapis. Upaya ini mengingat masing-masing desa mengelola anggaran dengan jumlah cukup besar, sehingga perlu dilakukan pengawasan secara berkesinambungan. Berdasarkan data dari DPMD Badung, total dana desa dari pemerintah pusat ke 46 desa mencapai Rp56.217.010.000, bagi hasil pajak daerah sebesar Rp476.083.466.444, bagi hasil retribusi daerah sebesar Rp15.925.348.005, dan dana perimbangan sebesar Rp41.048.221.490. Kepala DPMD Badung, I Putu Gede Sridana mengatakan, pengawasan berlapis melibatkan Inspektorat dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Pengawasan yang kami lakukan dengan melibatkan pihak Inspektorat maupun Kejaksaan itu mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun saat penyusunan LPJ (laporan pertanggung Jawaban-red). Tujuannya supaya tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran. Belum lagi ada pengawasan yang dilakukan oleh BPKP,” ujar Gede Sridana, Senin (16/12) kemarin. Selain dana desa dari pemerintah pusat, kata Sridana, 46 desa se-Kabupaten Badung
juga menerima alokasi dana dari bagi hasil pajak daerah, bagi hasil retribusi daerah, dan dana perimbangan. Jika dirataratakan, jumlah total yang diterima masing-masing desa pada tahun 2020 mencapai belasan miliar rupiah. “Mengingat desa mengelola anggaran yang cukup besar, pemerintah pun melakukan pengawasan mulai dari perencanaan, pelaksanaan maupun saat penyusunan LPJ,” katanya. Sridana menjelaskan, desa yang mendapatkan pemba-
gian paling besar dari keempat sumber pendapatan tersebut adalah Desa Pelaga, Kecamatan Petang, yakni Rp19.062.956.780. Sedangkan desa yang mendapatkan pembagian paling kecil adalah Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, yakni sebesar Rp10.245.502.018. “Seluruh sumber pendapatan desa sesuai ketentuan langsung ditransfer ke masing-masing desa. Hanya mekanisme pencairannya berbeda. Misalnya untuk dana dari bagi hasil pajak daerah dan bagi hasil retribusi daerah ditransfer per triwulan sesuai realisasi pendapatan yang diterima daerah,” terangnya. Birokrat asal Denpasar ini
mengatakan, pencairan dana perimbangan ke desa memiliki mekanisme pencairan yang berbeda, dimana sangat tergantung kapan dana perimbangan dari pusat ditransfer ke daerah. “Lain lagi pencairan dana desa dari pemerintah pusat. Pencairan dana desa tergantung laporan pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahun 2019. Sebab, salah satu syarat dana desa bisa dicairkan apabila laporan pertanggungjawabannya sudah beres,” paparnya. Sridana menegaskan, laporan pertanggungjawaban telah lengkap di akhir tahun ini, dan di awal tahun 2020 dana desa sudah dapat ditransfer ke desa. (kmb27)
Cuaca Ekstrem, Polda Siagakan Pasukan Evakuasi
Bali Post/kmb23
ORANG UTAN - Kepala BKSDA Bali, Dr. R. Agus Budi Santoso, S.Hut., M.T. (tengah), melihat kondisi orang utan sitaan yang akan ditranslokasi.
BKSDA Translokasi Orang Utan Sitaan ke Sumut
Mangupura (Bali Post) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali melakukan translokasi orang utan (Pongo abelii) ke Pusat Rehabilitasi Orang Utan Sumatra yakni Sumatran Orang Utan Conservation Programme (SOCP) Sibolangit, Sumatra Utara (Sumut), sesuai dengan sebaran alaminya, Senin (16/12) kemarin. Penentuan tujuan translokasi dan pelepasliaran itu didasarkan pada hasil uji DNA di Laboratorium Genetika Molekuler, Puslit BiologiLIPI, Bogor. Dari hasil uji DNA tersebut, sampel orang utan tersebut teridentifikasi sebagai spesies Pongo abelii (orang utan Sumatra) dan telah mendapat persetujuan dari Direktur Jenderal KSDAE. “Dari sisi hukum, status satwa telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) berdasarkan keputusan dari Pengadilan Negeri Denpasar,” kata Kepala BKSDA Bali Dr. R. Agus Budi Santoso, S.Hut., M.T. saat memberikan keterangan di Kantor AP I Bandara Ngurah Rai, Senin (16/12) kemarin. Menurut Agus Budi Santoso, translokasi dilakukan menggunakan moda transportasi udara, yaitu berkerja sama dengan maskapai Sriwijaya Air. Keberangkatan dilakukan pada pukul 00.15 Wita dengan nomor penerbangan DPS-CGK SJ 261 dan penerbangan Ianjutan CGK KNO SJ 010, dan diperkirakan tiba di Medan pada tanggal 17 Desember 2019 pukul 07.20 WIB. “Selama perjalanan, satwa akan didampingi oleh petugas BKSDA Bali, dokter hewan/ tenaga medis dan perawat satwa yang menangani selama ini,” terangnya. Satwa ini diangkut dengan menggunakan kandang angkut/transpor yang terbuat dari gabungan logam dan kayu
dengan ukuran dan ventilasi sesuai standar animal welfare sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK Nomor: P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/4/2019 tentang Spesifikasi Teknis Kandang Transpor dan Kandang Transit Satwa Liar. Agus Budi Santoso menjelaskan, orang utan bernama Bonbon ini merupakan satwa sitaan upaya penyelundupan yang berhasil digagalkan oleh Airport Security Screening (AVSEC) Ngurah Rai pada 22 Maret 2019. Satwa ini disita dari salah seorang penumpang berkewarganegaraan Rusia, Zhestkov Andrei. Upaya penyelundupannya terdeteksi di prescreening X-Ray Nomor 3 Terminal Keberangkatan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar. Orang utan dengan jenis kelamin
jantan tersebut dimasukkan ke dalam keranjang rotan dan dimasukkan lagi dalam koper. Pada saat pemeriksaan, orang utan dalam kondisi tidur. “Selain orang utan, saat itu juga ditemukan satwa lain yaitu dua ekor tokek dan lima ekor kadal,” bebernya. Berdasarkan pemeriksaan tiket dan informasi dari tersangka, orang utan tersebut akan diselundupkan ke Vladivostok, Rusia. Pengakuan pelaku, orang utan ini didapat dari seorang temannya yang berkebangsaan Rusia yang tinggal di Bali. Orang utan didapat dari Jawa yang dibeli dengan harga 3,000 USD. Atas perbuatannya, Pengadilan Negeri Denpasar menvonis tersangka dengan hukuman selama satu tahun penjara dan denda Rp 10.000.000. (kmb23)
MENGHADAPI cuaca esktrem yang terjadi akhirakhir ini, Polda Bali menyiagakan pasukan evakuasi. Selain itu, sarana proses evakuasi juga dipersiapkan. Untuk memastikan kesiapan personel dan peralatan, Senin (16/12) kemarin dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Kontijensi Aman Nusa II-2019 di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Satbrimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar. Apel tersebut dilibatkan personel gabungan dari masing-masing Satker Polda Bali yang berjumlah 625 orang. Gelar pasukan ini dipimpin Kasat Brimob Polda Bali Kombes
Pol. Yopie Indra. Dalam arahannya, Kombes Yopie menginstruksikan semua personel Polda harus siap dalam mengatasi bencana alam, baik fisik maupun peralatan yang ada. “Akhir-akhir ini sering terjadi bencana alam, seperti gempa bumi, kebakaran hutan, dan banjir. Apalagi saat ini mulai memasuki musim hujan,” ujarnya. Yopie Indra juga mengecek kondisi peralatan yang akan digunakan apabila sewaktuwaktu terjadi bencana alam. Dari hasil pemeriksaan tersebut, peralatan yang dimiliki Polda Bali dalam kondisi baik dan siap digunakan. (rah)
Bali Post/ist
CEK PERALATAN - Kasat Brimob Polda Bali Kombes Pol. Yopie Indra mengecek peralatan untuk evakuasi.
Selasa Umanis, 17 Desember 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
’’Taksu’’ Pariwisata Itu adalah Manusia Bali PARIWISATA Bali tak perlu lagi ditambah embel-embel wisata halal dan segalanya. Taksu Bali secara holistik sudah memberi fibrasi positif pada alam dan apa saja yang ada di bumi Bali. Ini semua karena Bali memiliki taksu spesial yang berpijak pada adat dan budaya Bali serta agama Hindu. Justru sumber taksu Bali adalah para pendukung budaya Bali itu sendiri, yakni manusia Bali. Kita perlu banyak belajar dari Jakarta yang akibat tak selektif menerima perkembangan zaman serta lupa memberdayakan manusia pendukung budayanya kini makin terpinggirkan. Jika kita tak ngeh (sadar - red) dari sekarang, nasib manusia Bali akan sama dengan suku Betawi yang menjadi penonton di tengah bergelimangnya rupiah di Jakarta. Kata kuncinya para pemimpin Bali, krama Bali, dan penduduk Bali harus memberdayakan SDM pendukung budaya Bali. Jika ini hilang kita yakin tak ada lagi kebalian di Bali. Bali tak akan BALI lagi, yakni Bersih, Aman, Lestari dan Indah. Maka benar kata IGK Manila bahwa kita perlu merawat dan menjaga pariwisata Bali sesuai dengan taksu kita, bukan membuat taksu baru. Nah, soal penyiapan fasilitas pendukung pariwisata Bali perlu kita pikirkan. Sebab, jika kita serius mengelola sektor pariwisata dipastikan akan terjadi peningkatan akses demi kenyamanan, aman, dan kecepatan. Jika Bali terus dibangun jalan baru, itu juga banyak mengalami kendala karena di Bali kita mengenal banyak tempat suci, subak, banjar, dll. Sehingga ketika dibangun jalan baru banyak berbenturan dengan fasilitas sosial religius tersebut. Namun, jika dibangun sejenis MRT dan lain-lain kita khawatirkan akan berdampak pada mata pencaharian krama Bali. Para sopir taksi, angkutan pariwisata, dll. akan kehilangan pekerjaan. Ini artinya uang akan terkonsentrasi pada kapitalis tertentu. Lihat saja Thailand, mereka membuat berbagai pintu masuk ke sejumlah objek wisata, namun angkutan tradisional seperti Tuk-tuk dan pasar tradisionalnya tetap dipertahankan. Di situlah basis ekonomi masyarakatnya. Kita tak boleh ingin serba maju namun warga kita keteteran. Untuk mempercepat akses transportasi ke Bali yang sebenarnya perlu kita garap. Kita bisa mencontoh Tiongkok dengan kereta api supercepat bawah tanah, mereka bisa menghubungkan para pelancong antarprovinsi. Namun begitu mereka tiba di sebuah provinsi dan objek wisata, mereka tetap mewajibkan menggunakan angkutan penghubung. Jika di Bali semua titik objek wisata bisa dihubungkan oleh kereta cepat, misalnya, dipastikan makin banyak angka pengangguran di Bali. Lagi pula kapan warga Bali menikmati pariwisata Bali kalau semua uang mengalir ke kapitalis tertentu. Diperlukan iktikad baik guna memberdayakan pendukung budaya Bali. Kita setuju dengan Perda Desa Adat dan tokoh masyarakat memperjuangkan kekhususan Bali. Contoh yang paling sederhana, dari sekian triliun pemasukan Bandara Ngurah Rai, berapa rupiah masuk ke kas daerah dan pemberdayaan masyarakat Bali. Termasuk apa yang kita dapatkan dari pelabuhan strategis lainnya. Ayo anggota DPR-RI, Senator Bali dan anggota Dewan lainnya yang terhormat untuk bersiap memperjuangkan nasib Bali demi taksu Bali.
Merawat Pariwisata Bali Saya mungkin termasuk orang Bali yang sering ‘’pulang kampung’’, nyaris tanpa mengenal musim. Apalagi setelah pensiun dari dinas ketentaraan, itu menjadi salah satu cara yang rasanya pas untuk menikmati hidup. Selain bernostalgia dan bertemu sanak-keluarga, saya mempunyai sahabat-sahabat yang membuat saya selalu ingin pulang kampung.
Oleh IGK Manila eskipun kini tak muda lagi, sudah hampir 78 tahun, kecintaan saya pada Bali tak pernah pupus. Di mana pun bekerja dan berada, saya tidak hanya menunjukkan kebanggaan menjadi orang Bali, tetapi tetap berusaha hidup sebagai orang Bali. Rasanya saya tidak pernah melepaskan identitas ke-Bali-an saya. Mungkin kecintaan yang tak pupus itu yang membuat saya juga sering merenung tentang Bali dari waktu ke waktu. Muncul dalam benak saya pertanyaanpertanyaan mengenai banyak hal, seperti politik, ekonomi, kehidupan masyarakat, Bali di masa mendatang, dan sebagainya. Di antara semua pertanyaan yang berseliweran tersebut, salah satu yang cekup sering muncul adalah tentang bagaimana supaya pariwisata tetap hidup, berkembang, menyejahterakan orang Bali dan tentu saja menjadikan Bali tetap sebagai Bali. Saya tidak bisa membayangkan kalau pariwisata mandek atau mati. Apa yang akan terjadi pada jutaan penduduk Bali yang menyandarkan hidup pada pariwisata? Bagaimana kalau peristiwa seperti Bom Bali 2002 dan 2005 terjadi lagi? Bagaimana kalau wisatawan tidak mau lagi datang ke Bali karena kalah menarik dari destinasi wisata lain di dunia ini? Mungkin secara refleks, dalam beberapa kali pulang kampung belakangan ini, saya tertarik memperhatikan beberapa hal. Itu saya lakukan mulai dari waktu menikmati pemandangan dari pesawat, selama di bandara, berada dalam mobil melintasi
jalanan menuju beberapa lokasi, dan berjalan kaki di beberapa lokasi wisata. Saya mulai dari hal yang terkait dengan kondisi sebagai orang yang sudah lanjut usia. Walau termasuk orang yang tetap merasa kuat dan sanggup melakukan berbagai hal secara mandiri, saya umpamanya tak terlalu nyaman ketika berjalan di pinggir jalan raya, menyeberang atau bergerak di tengah keramaian orang berlalu-lalang. Rasanya Bali telah menjadi begitu padat, bukan hanya dengan manusia, tetapi juga dengan sepeda motor dan mobil. Sebagai orang Bali yang telah hidup di beberapa zaman, saya merasa kehilangan kenyamanan yang sebelumnya pernah ada. Dan saya yakin, kenyamanan semacam itu adalah penting bagi pariwisata. Pertanyaan saya dalam hati, mungkinkah Bali bisa menjadi destinasi wisata yang ramah bagi semua orang dari berbagai kelompok usia? Meskipun bersepeda motor dan bermobil adalah hak asasi yang dijamin undang-undang, tidakkah perlu semacam terobosan transportasi yang memastikan kenyamanan semua orang dan juga ramah lingkungan? Kadang-kadang saya merasa iri kenapa di berbagai destinasi wisata di negara-negara maju halhal semacam ini sangat diperhatikan. Selain keindahan dan daya tarik objek wisata, penyelenggara pariwisata di sana sangat memperhatikan kenyamanan dan pemeliharaan lingkungan. ‘’Kalau bukan karena faktor keunikan budaya, mungkin Bali akan ditinggalkan,’’ kadang-kadang saya membatin. Dalam pikiran awam saya,
S URAT PEMBACA
Fenomena Hujan Es
Saya termasuk pembaca yang agak kaget membaca ketika di Bali belakangan ini sudah mulai turun hujan es. Ini bagi saya mungkin hal langka, namun ketika saya baca di harian Bali Post, BMKG juga sudah memberikan penjelasan. Yang disampaikan bahwa peralihan suhu
memperbesar dan memperpanjang jalan raya bukanlah alternatif yang paling tepat. Apa yang dilakukan berbagai kota besar cukuplah menjadi contoh bahwa pilihan semacam itu tak berdampak jauh dan panjang. Alternatif yang lebih baik adalah membangun moda trasportasi umum yang modern, ramah lingkungan, dan menyenangkan. Ada baiknya, saran saya Bali juga mulai memikirkan pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) atau Light Rail Transit (LRT). Moda ini bisa menghubungkan titik-titik paling ramai dan kota-kota terpenting yang ada di Bali. Begitu juga, karena bisa dikatakan seluruh Bali memiliki kekayaan budaya dan alam untuk tujuan pariwisata, konsentrasi gerbang masuk Bali perlu ditambah. Denpasar dan sekitarnya sudah terlalu padat. Kita bisa saja, umpamanya, juga membuka bandara di Singaraja atau wilayah lain yang memungkinkan. Keprihatinan saya berikutnya terkait soal kebersihan dan keasrian. Ketika keluar dari Bandara Ngurah Rai, sebagai contoh, saya suka merasa risi dan sedih kalau melihat ada sampah, hawa panas karena kurangnya penghijauan atau puntung rokok berserakan. Demikian juga halnya kalau saya sedang berjalan-jalan di berbagai lokasi, baik tempat biasa atau wisata. Sebagai orang yang peduli, kita tentu tidak bisa menyalahkan wisatawan, umpamanya kalau mereka memang tidak peduli kebersihan. Pengalaman mengajarkan saya betapa perlu dibangun suatu sistem yang efektif. Sistemlah yang akan membuat
siapa pun menjadi terikat dan patuh, yang pada satu titik akan melahirkan kepedulian. Untuk membangun sebuah sistem yang efektif, kita sebenarnya tak perlu belajar jauh-jauh. Negara tetangga kita Singapura, yang termasuk penyumbang wisatawan terbanyak ke Bali adalah contoh yang sangat baik. Secara jelas dan tegas pemerintah Singapura membuat peraturan dan menjalankannya tanpa pandang bulu. Cobalah buang sampah sembarangan di sana, kalau bisa. Keprihatinan lain yang mengganggu saya adalah soal keamanan. Dalam skala besar, cukuplah peristiwa bom 2002 dan 2005 terjadi sekali saja. Dalam skala yang kecil-kecil, keamanan wisatawan perlu menjadi perhatian semua orang. Sebab, dalam kehidupan sehari-hari kita tahu polisi, tentara atau petugas keamanan formal lain tak selalu hadir di setiap tempat. Di sini saya berpandangan betapa pentingnya pecalang. Demikian juga keberadaan forum desa, banjar dan subak bukan saja perlu dilestarikan secara simbolik, tetapi harus dihidupkan dan difungsikan. Dalam ilmu pertahanan, semua unsur tradisional ini sangat menentukan sebagai bagian dari sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (hankamrata). Dengan keyakinan seorang purnawirawan, saya melihat lembaga-lembaga ini efektif di masa lampau dan oleh karena itu juga efektif di masa sekarang dan akan datang. Harapan saya, pemerintah daerah, tokoh-tokoh adat dan agama serta unsurunsur pimpinan daerah lainnya benar-benar memastikan hal ini. Sebagai penutup, seiring dengan keberadaan pecalang, subak, banjar, dan desa, saya ingin menegaskan tentang nilai-nilai yang menjadi dasar itu semua, yakni untuk memastikan kenyamanan, keamanan dan kebersihan Bali sebagai provinsi pariwisata. Nilainilai yang melahirkan budaya Bali tersebut sudah teruji efektif, paling tidak sejak Bali dikenal sebagai destinasi wisata budaya dan alam oleh wisatawan man-
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
dan pergerakan udara memungkinkan hal ini terjadi di Bali. Sebagai orang Bali, saya tentu juga ingin tahu, apakah fenomena hujan es ini berpotensi berlanjut di Bali, ketika musim hujan sudah mulai merata di Bali? Mohon juga BMKG terus memberikan edukasi kepada pembaca terkait perkembangan cuaca di Bali belakangan ini.
Selain itu, saya juga mengusulkan agar petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten/kota di Bali melakukan antisipasi lebih awal. Pemetaan daerah rawan banjir juga harus disampaikan. Bahkan kawasan rawan longsor juga mesti diumumkan. Artinya, kesiapan fasilitas dan sarana mengatasi dampak musim hujan
harus dilakukan lebih awal. Biasanya musim hujan juga diwarnai dengan pohon tumbang dan melintang di jalan. Ini berpotensi menghambat laju kendaraan. Mudah-mudahan semua potensi kebencanaan diantisipasi lebih awal.
canegara sejak abad ke-16. Nilai-nilai tersebut mengakar pada penghormatan pada alam dan semua isinya. Tidak sematamata simbolik, yang secara awam bisa dilihat seperti pada ornamen pura atau ukiran, penghormatan terhadap alam tersebut mencapai taraf spiritual. Alam dan budaya Bali lebih terjaga, jika boleh membanding-bandingkan, adalah karena dalam kesadaran paling dalam orang Bali, alam tidak boleh rusak, sebab ia menjadi sumber kehidupan. Sistem pertanian tradisonal subak, sebagai contoh, berhasil karena mengikuti alur alam, bukan karena mengeksploitasinya secara semena-mena. Hanya, ketika zaman berubah manusia bertambah banyak, nilai dan budaya baru berdatangan, perlu dipastikan dialektika-dialektika yang tak putus. Di sinilah, sekali lagi peran pemerintah daerah, pemuka agama dan adat serta pihak-pihak lainnya sangat diperlukan, yakni supaya terlahir kebijakan-kebijakan publik yang berakar budaya dan tentu saja efektif.
POJOK Devisit neraca perdagangan naik, rupiah alami pelemahan. - Kado tahun baru. *** Tahun 2019, kinerja ekonomi Bali tumbuh kuat. - Ekonomi lesu milik rakyat. *** Penyuluh bahasa Bali akan diperluas sampai ke desa adat. - Belum terlambat.
I Dewa Kadek Sunarta Denpasar, Bali
Perbankan
Syukuran HUT Ke-124 BRI Kanwil Denpasar
BNI Apresiasi Aktivitas Penukaran UKA di Denpasar PT BANK Negara Indonesia (Persero) Tbk. Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar melaksanakan gathering money changer bersama sejumlah Pedagang Valuta Asing (PVA), Senin (16/12) kemarin. Gathering ini dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama bisnis yang telah terjalin serta untuk mempererat silaturahmi antar-PVA demi menunjang peningkatan ekonomi sektor pariwisata di wilayah Bali dan sekitarnya. Head of Region BNI Denpasar I Made Sukajaya menyampaikan, aktivitas bisnis penukaran Uang Kertas Asing (UKA) di Wilayah Denpasar saat ini mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Pulau Bali. Pulau Dewata telah menjadi daya tarik wisatawan asing dan juga merupakan salah satu destinasi favorit wisata di dunia. BNI dengan Afilisiasi Penukaran Valuta Asing (APVA) Indonesia BPD Bali saat ini telah menjalin hubungan baik. Hal ini dapat dilihat pada meningkatnya aktivitas transaksi bisnis penukaran UKA di Bali selama periode tiga
tahun terakhir sampai dengan kuartal III tahun 2019. Volume transaksi UKA di money changer di Bali tumbuh sebesar 7% (yoy). Diprediksi ke depannya akan semakin meningkat, mengingat potensi pariwisata dari turis mancanegara di wilayah Bali yang merupakan salah satu pusat perputaran terbesar transaksi penukaran uang kertas as-
ing di Indonesia. Dalam kesempatan ini, BNI memberikan apresiasi kepada partner bisnis money changer anggota APVA atas kerja sama yang baik serta berjalan dengan lancar selama tahun 2019, dan diharapkan akan terus meningkat di tahun-tahun berikutnya. BNI akan berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan, dan meningkat-
kan kualitas layanan. Salah satunya, melakukan sinergi dengan Divisi Tresuri, berupa operasional di seluruh outlet atau cabang BNI serta membina hubungan baik melalui forum diskusi bersama anggota APVA. Sehingga ke depannya kerja sama bisnis ini akan terjalin semakin lancar dan mendapatkan hasil yang positif. (ad427)
BNI - Gathering Money Changer yang diadakan oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. bersama sejumlah Pedagang Valuta Asing (PVA) sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama bisnis yang telah terjalin serta untuk mempererat silaturahmi antarpedagang valuta asing demi menunjang peningkatan ekonomi sektor pariwisata di wilayah Bali dan sekitarnya.
TEPAT berusia 124 tahun, Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar merayakannya dengan upacara, pemberian penghargaan pada sejumlah karyawan dan pemotongan tumpeng pada Senin (16/12) kemarin di Kanwil Denpasar. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia didampingi Pjs. Kepala Audit Intern BRI Wilayah Denpasar Roni Rudiana menyerahkan penghargaan kepada jubilaris yang sudah bekerja secara terus-menerus tanpa henti, tanpa cela. ‘’Ada yang sudah 15 tahun bekerja, ada yang 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, 35 tahun, di mana secara total jumlah pekerja yang kita berikan penghargaan pada hari ini sebanyak 277 orang,’’ kata Ida Bagus K. Subagia, Pemimpin Wilayah BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar. Tujuan pemberian penghargaan ini adalah memberikan apresiasi karena mereka sudah melakukan pengabdian bekerja dengan motivasi yang tinggi, membantu dan membesarkan BRI selama jangka waktu masing-masing, serta bekerja tanpa cela dan cacat. Ia berharap ke depan BRI semakin jaya, semakin meningkat dan berkembang serta kontribusinya terhadap negara semakin besar dengan mengandalkan platform yang saat ini sedang diarahkan kedigitalisasi. Di samping itu,
KETUA IWABRI - Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Denpasar Ida Bagus K. Subagia foto bersama dengan Ketua IWABRI dan jajarannya. ke depan BRI juga ingin fokus persen lebih. Artinya tanpa lagi pada UMKM dengan kehadiran BRI, maka bisa menggarap lebih besar lagi, ditebak bahwa pertumbuhan porsinya di atas 80 persen ekonomi akan melambat. Ini sesuai dengan komitmen BRI yang selalu kita sampaikan dan sesuai dengan apa yang kepada pimpinan daerah di sudah dicanangkan dalam masing-masing wilayah kerblue print BRI. ja,’’ bebernya. Penyaluran kredit BRI terPada acara tumpengan hari us bertumbuh dan tidak bisa itu juga hadir pensiunan BRI. dihentikan. Karena masyara- Ia mengapresiasi kehadiran kat memang membutuhkan. mereka karena berkat mereka, Bahkan, Gubernur Bali di- BRI bisa menjadi bank terbekatakan berharap kontribusi sar di Indonesia. BRI terhadap masyarakat Bali Pjs. Kepala Audit Intern bisa lebih besar lagi. ‘’Kare- BRI Wilayah Denpasar Roni na tolok ukur pertumbuhan Rudiana berharap agar seekonomi apabila dilihat dari luruh pekerja BRI melakperbankan, maka Gubernur sanakan tugas dengan sebaikcukup memegang BRI, karena baiknya. Di usia ke-124, ia market share BRI sudah lebih berharap BRI dapat terus dari 20 persen di Bali, sedan- bertumbuh, berkembang serta gkan Bali Nusra sekitar 27 terus berkarya. (kmb42)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Polisi Sidak Pedagang Kembang Api
Persiapan Karya Agung Pangurip Gumi
Pemkab ”Mareresik” di Pura Luhur Batukau Tabanan (Bali Post) Berbagai persiapan dilakukan guna menyukseskan Karya Agung Pangurip Gumi yang puncaknya pada 20 Februari 2020 di Pura Luruh Batukau. Seperti mareresik yang dilaksanakan Pemkab Tabanan, Senin (16/12) kemarin. Kegiatan dipimpin Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Pada kesempatan tersebut juga digelar persembahyangan bersama. Bupati Eka menjelaskan, mareresik yang memiliki makna melakukan bersihbersih secara bergotong-royong di kawasan areal pura merupakan perwujudan kepedulian terhadap tempat ibadah yang merupakan stana dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Diharapkan kegiatan ini dapat membawa ketenangan dan kelancaran pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi. ‘’Di samping itu, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk rasa kebersamaan di antara seluruh jajaran Pemkab Tabanan dalam rangka menyukseskan Karya Agung Pangurip Gumi,’’ jelas Bupati Eka. Terkait persembahyangan bersama, dia menjelaskannya bahwa hal itu untuk
memohon kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap tujuan pelaksanaan Karya Pangurip Gumi yakni penyucian gumi bisa diwujudkan. Maka dari itu sangatlah diperlukan partisipasi semua elemen masyarakat Bali, khususnya Tabanan dalam menyukseskan kegiatan ini. Sementara itu, usai persembahyangan, Bupati Eka beserta seluruh jajaran Pemkab Tabanan, sulinggih, serta Panitia Karya Agung Pangurip Gumi melaksanakan koordinasi singkat terkait pelaksanaan karya. Saat itu dibahas tentang pelaksanaan ritual melasti yang akan digelar pada 29 Januari 2020. Rangkaian Karya Pangurip Gumi telah dilaksanakan mulai 12 November 2019 melalui upacara pembersihan. Kemudian, dilaksanakan pula ritual nuasen serta nyukat genah di Pura Luhur Tanah Lot. Pada puncak Karya Agung Pangurip Gumi dilaksanakan upacara pangusaban agung dan piodalan agung di Pura Luhur Batukau. Sementara nyineb karya dan Rsi Bhojana dilaksanakan pada 9 Maret 2020. (kmb24)
Bali Post/ist
SIDAK - Jajaran Polres Tabanan menggelar sidak pedagang kembang api di Kecamatan Tabanan, Senin (16/12) kemarin.
Kasus DBD Terbanyak di Kecamatan Kediri
Tabanan (Bali Post) Hingga November 2019 di Kabupaten Tabanan tercatat 170 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kasus terbanyak terjadi di Kecamatan Kediri. Disusul kemudian Kecamatan Tabanan dan Kerambitan. Jika dilihat per bulannya, pada Januari jumlah kasus DBD sebanyak 8 kasus, Februari (24), Maret (5), April (16), Mei (25), Juni (58), Juli (21), Agustus (2), September (2), Oktober (8) dan November sebanyak 2 kasus.
Bali Post/san
MARERESIK - Pemkab Tabanan dipimpin Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti ngayah mareresik dan melakukan persembahyangan bersama di Pura Luhur Batukau, Senin (16/12) kemarin.
Demplot Jagung Raih Juara I
Dandim Apresiasi Jajaran Kodim Tabanan
Tabanan (Bali Post) Serangkaian Operasi Cipkon Agung II sekaligus mewujudkan kondisi aman jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), jajaran Polres Tabanan menggelar sidak pedagang kembang api di Kecamatan Tabanan, Senin (16/12) kemarin. Sidak menyasar lima toko kembang api. Hasilnya, semua pedagang berizin dan menjual kembang api dengan batas maksimal 1,95 inci. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan, sidak dimulai pukul 10.00 Wita dengan melibatkan 40 personel dipimpin Kasat Ops Res AKP I Wayan Sudita. Sidak menyasar tiga agen penjual kembang api berbagai merek dan dua toko yang merupakan pengecer. Iptu Budiarta menegaskan, pengecekan tersebut untuk memastikan bahwa penjual tak menjual kembang api yang melebihi ukuran maksimal. Sebab, jika melebihi akan membahayakan juga bisa menimbulkan suasana kambtibmas yang tidak nyaman karena kerasnya suara dari kembang api itu. ‘’Fungsi pengecekan ini untuk antisipasi agar tak terjadi hal membahayakan saat perayaan tahun baru,’’ ujarnya. (kmb24)
Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Tabanan dr. Ketut Nariana, Senin (16/12) kemarin, mengatakan kasus DBD selama tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Untuk tahun 2017 tercatat 313 kasus, sementara tahun 2018 turun menjadi 44 kasus. ‘’Jika dibandingkan tahun 2017, kasus tahun ini masih lebih sedikit. Tetapi jika diband-
ingkan tahun 2018 terjadi kenaikan cukup signifikan,’’ ujarnya. Nariana melanjutkan, penurunan kasus di tahun 2018 maupun kenaikan kasus DBD di tahun 2019 ini juga terjadi di seluruh Bali. Meski penyebabnya tidak bisa dipastikan, namun perubahan iklim menjadi salah satu kontribusi dalam kenaikan dan penurunan kasus DBD.
Tabanan (Bali Post) Kodim 1619/Tabanan meraih juara I demonstrasi plot (demplot) jagung pada lomba demplot jagung yang diselenggarakan Staf Teritorial Daerah Militer (Sterdam) IX/ Udayana bekerja sama dengan PT Talita Agro Mandiri. Pengumuman dan pemberian hadiah kepada pemenang dilaksanakan di Dream
Meski terjadi peningkatan, angka bebas jentik (ABJ) Tabanan untuk tahun 2019 adalah 91,90 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2017 yang 86,7 persen dan tahun 2018 sejumlah 91 persen. ABJ didapatkan dari pemeriksaan jentik di rumah-rumah yang masuk dalam daerah terjadinya kasus DBD. Untuk tahun 2019 telah diperiksa 2.545 rumah. Dari jumlah ini hanya 249
Island Pantai Mertasari, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Minggu (15/12) lalu. Nilai yang diraih demplot jagung Kodim 1619/Tabanan mengungguli Kodim-Kodim lainnya di Jajaran Kodam IX/Udayana. Sebagai juara II Kodim 1602/Ende, juara III Kodim 1607/Sumbawa, dan Kodim 1617/Jembrana meraih juara hara-
Pendidikan
rumah yang positif jentik sementara 2.396 rumah negatif jentik. Dari sisi penanganan, kata Nariana, Dinas Kesehatan selalu melakukan fogging dan ULV serta kegiatan PSN plus. Bahkan sekarang ini sedang digalakkan gerakan satu rumah satu jumantik. Dengan adanya satu jumantik di setiap rumah, jentik akan lebih dini terdeteksi dan segera bisa dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). ‘’Apabila jumantik diterapkan di masing-masing rumah dan rutin dilakukan PSN, maka penularan DBD bisa dicegah. Tetapi ini harus dilakukan secara seren-
pan. Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Kodim 1619/Tabanan atas tercapainya prestasi tersebut. Dia berharap prestasi ini bisa dipertahankan dan ditingkatkan lagi ke depannya. Tak lupa Dandim berterima ka-
tak oleh masyarakat,’’ papar Nariana. Jika penanganan jentik nyamuk telah dilakukan di masing-masing rumah, Dinas Kesehatan menangani nyamuk dewasa dengan m engg elar fogging p ad a daerah yang sudah positif DBD serta menggelar penyemprotan dengan ULV yang bertujuan membasmi nyamuk dewasa sebelum masa penularan. Kegiatan ULV digelar pada Minggu kedua dan ketiga November. ‘’Kita juga terus secara kontinu melakukan kegiatan abatesasi. Untuk stok abate hingga sekarang masih tersedia,’’ ujarnya. (kmb24)
sih kepada Pangdam IX/Udayana beserta jajaran dan Danrem 163/ Wirasatya atas bimbingan dan petunjuknya sehingga Kodim 1619/ Tabanan mencapai prestasi seperti sekarang. ‘’Kodim 1619/Tabanan akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam pengabdian kepada bangsa dan negara yang kita cintai,’’ tegasnya. (kmb24)
SPB dan IHGMA Bali
Gelar Seminar Paradigma Baru Bidang Permesinan Hotel
Bali Post/san
DISAMBAR PETIR - Korban disambar petir, I Wayan Agus Darmawan (37), saat dirawat di BRSU Tabanan.
Warga Buwit Tersambar Petir
Tabanan (Bali Post) Warga Banjar Delod Sema, Desa Buwit, Kediri, I Wayan Agus Darmawan (37), harus mendapat perawatan intensif di RSUD Tabanan lantaran tersambar petir pada Minggu (15/12) lalu. Hingga Senin (16/12) kemarin, kondisi Darmawan masih lemah. Saat ditemui di Tuang Bougenville BRSU Tabanan, Darmawan yang ditemani sang istri, Komang Artini (36), menuturkan sebelum kejadian dia dan ibunya, Ni Nengah Geru (60), pergi ke sawah untuk mencari pakan sapi. ‘’Sekitar jam tiga sore
saya dan ibu ke sawah. Biasanya kalau saya kerja, ibu yang cari pakan sapi, saya yang nanti membawanya pulang. Ini karena libur, saya ikut serta. Kasihan ibu sendiri, lagi pula saat itu mulai hujan,’’ tutur Darmawan yang bekerja di salah satu vila di Seminyak, Kuta ini. Setelah berhasil mengumpulkan setidaknya dua keranjang rumput untuk makanan sapi, Darmawan dan ibunya pun berniat pulang. Mereka pulang sekitar pukul 16.00 Wita dan saat itu hujan turun disertai petir. Tiba-tiba saja Darmawan merasa sengatan
panas yang menyebabkan dia tidak sadarkan diri dan jatuh di tengah-tengah sawah yang tanahnya berair. Ibunya yang panik dan cemas tidak berani pergi meninggalkan Darmawan sendiri dan hanya bisa berteriak minta tolong. Ketika sadar, Darmawan mengaku merasa tubuhnya panas. Ayah dua orang anak ini menderita luka bakar di bagian perut dan pahanya. Agar tidak terus ingat kejadian yang menimpanya dan memohon keselamatan, pihak keluarga sudah mengadakan upacara ngulapin. (san)
SEKOLAH Perhotelan Bali unit Engineering Training Center (SPB-ETC) bekerja sama dengan DPD IHGMA Bali dan didukung oleh PHRI BPD Bali, BVA, ACE Bali, BHA dan Global Hospitality Expert (GHE) mengadakan Seminar New Paradigm Of Engineering Department in Hotel Business pada Sabtu (14/12) di Auditorium STPBI, Jalan Kecak 12, Gatot Subroto Timur. Acara dibuka Ketua STPBI/Direktur SPB Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. Sebanyak 120 orang yang terdiri dari Chief Engineer, Director of Engineer, Resort Manager, Operations Manager, General Manager, Managing Director mengikuti seminar tersebut. Seminar membahas soal strategic and efficient cost leadership in hotel operations dengan narasumber I Nyoman Astama, S.E., M.M., CHA. yang merupakan Ketua DPD IHGMA Bali. Kemudian, materi tentang managing mechanicalelectrical operations in 4.0 industry era dibawakan oleh I Made Arta, S.T. yang merupakan Ketua Asosiasi Chief Engineer (ACE) Bali. Sedangkan materi strategic energy management, challenges and opportunities dibawakan oleh I Made Sumantra, M.T. yang merupakan Deputy GM PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk. Ketua Panitia Seminar yang juga Manajer Operasional SPB ETC K. Swabawa,
CHA. mengatakan, kemajuan teknologi di era revolusi industri 4.0 mendorong setiap usaha agar mampu mengadaptasikan sistem kerja dan pengelolaan usaha yang dinamis, praktis, berinovasi secara kreatif dan dapat menampilkan produknya pada keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor untuk keberlanjutan usaha. Hal ini sangat jelas tampak pada perubahan perilaku konsumen di era saat ini, sehingga perlu adaya upaya-upaya yang konstruktif dan inovatif untuk menjawab kegelisahan di industri. Manajemen perhotelan memiliki berbagai macam divisi dalam menjalankan operasionalnya yang saat ini masih terlihat baru tergarap secara holistik namun parsial untuk beberapa divisi saja seperti FO, HK, FB Department. Kehadiran dan keterlibatan dunia pendidikan dan pelatihan sangat dibutuhkan untuk mendorong dan mengembangkan divisi lainnya untuk membantu rekan-rekan di industri agar dapat sejajar kualitasnya dengan seluruh divisi yang ada. STPBI sebagai lembaga pendidikan tinggi kepariwisataan yang telah beroperasi sejak sembilan tahun lalu dan berdirinya dimulai dari dibukanya SPB pada 19 tahun lalu senantiasa berupaya dan konsisten dalam komitmen untuk berkontribusi secara aktif dan berada di garis terdepan untuk
SEMINAR - Ketua Panitia Seminar dan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun berfoto bersama dengan para narasumber seminar. kemajuan pariwisata Bali dan Indonesia khususnya pada penyediaan sumber daya manusia pariwisata dan perhotelan. SPB Engineering Training Center sebagai unit pelatihan terbaru dari STPBI/ SPB perlu diperkenalkan pada dunia industri khususnya para pimpinan divisi engineering di perhotelan, sehingga ke depannya dapat membangun kerja sama yang saling menguntungkan bagi semua pihak. ‘’Seminar ini bertujuan untuk menciptakan paradigma baru dalam dunia engineering perhotelan terkait sistem pengelolaan yang lebih modern dengan mengadaptasikan kemajuan teknologi digital di era in-
dustri 4.0, membangun pola pikir yang kontributif bagi rekan-rekan hotel engineer terutama dalam mendukung upaya manajemen untuk mencapai tujuan operasional yaitu penyediaan produk, layanan dan fasilitas yang berkualitas, pencapaian kepuasan pelanggan, perolehan revenue dengan profit yang signifikan serta pembangunan sumber daya manusia, menstimulasi program pelatihan sumber daya manusia perhotelan yang konsisten dan terintegrasi dalam rangka mendukung program pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan SDM yang unggul, kompeten dan berdaya saing tinggi,’’ jelasnya. (ad420)
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Perekrutan Pegawai PDAM Diharapkan Transparan
Bali Post/nik
JEBOL - Senderan dan bangunan di Desa Manukaya Let, Kecamatan Tampaksiring yang jebol dan mengakibatkan satu orang tewas.
Senderan Jebol di Manukaya Let
Satu Tewas, Tujuh Luka-luka Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Gianyar mengakibatkan sejumlah bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Selah satunya senderan jebol di Desa Manukaya Let, Kecamatan Tampaksiring, Minggu (15/12). Sejumlah warga tertimpa reruntuhan. Bahkan korban bernama Dewa Gede Putra (47) meninggal dunia, sedangkan tujuh orang lainnya luka-luka. Dewa Putu Arsana yang merupakan kakak sulung Dewa Gede Putra menuturkan, pada kejadian Minggu siang korban bersama belasan kerabat lainnya sedang mempersiapkan perlengkapan upacara tiga bulan keagamaan. ‘’Waktu itu ada sekitar 12 orang di sana, termasuk saya sedang duduk lesehan membuat sate untuk persiapan upacara tiga bulanan,’’ katanya, Senin (16/12) kemarin. Persiapan upacara itu dilakukan sejak pagi. Siang harinya Dewa Putu Arsana sudah meminta agar pekerjaan dihentikan untuk dilanjutkan di hari berikutnya, mengingat upacara digelar Selasa (17/12) hari ini. ‘’Setelah minta agar bahan
dikumpulkan, mendadak kepala saya sakit lalu saya balik ke kamar untuk meminum obat. Nah, usai itulah sekitar pukul 12.30 Wita saya dipanggil, katanya bangunan roboh, Dewa Gede Putra tertimpa material dan tidak sadarkan diri,’’ katanya. Pantauan di lokasi kejadian, senderan batako di sisi timur jebol. Jebolnya senderan yang tingginya tidak sampai 2 meter itu diduga memicu robohnya bangunan semipermanen dengan atap spandek. Korban yang kala itu membuat sate, diduga tertimpa senderan batako yang jebol. ‘’Senderan yang jebol ini mungkin menimpa kepala karena waktu itu wajahnya sudah penyok penuh darah dan langsung kami bawa ke
rumah sakit,’’ kata Dewa Putu Arsana. Meski sudah mendapatkan perawatan, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Pihak rumah sakit menyatakan korban meninggal pada Minggu siang sekitar 13.30 Wita. Tidak hanya itu, ada tujuh korban yang juga tertimpa bangunan mengalami luka-luka. Dua di antaranya menderita luka berat, yakni Dewa Putu Karsi dan Dewa Gede Hendra. Ditambahkannya, usai mendapat penanganan di RS Ari Çanti, jenazah korban baru bisa dipulangkan pada Minggu malam. Senin kemarin pihak keluarga langsung melakukan persiapan upacara penguburan untuk korban. ‘’Di banjar juga sedang persia-
Otomotif
pan nyineb di Pura Sakenan sehingga proses penguburan baru bisa kami lakukan pada malamnya sekitar pukul 22.00 Wita,’’ ujarnya sembari menambahkan, Dewa Gede Putra meninggalkan tiga anak dan seorang istri, Desak Ketut Sujati. Bencana tembok jebol juga terjadi di rumah I Wayan Balik Suasta di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh. Insiden terjadi pascahujan deras pada Minggu malam sekitar pukul 19.00 Wita. Tidak ada korban jiwa atau luka dari kejadian ini. Hanya kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Selain itu, pohon tumbang terjadi di Jalan By-pass I.B. Mantra, Desa Keramas pada Senin kemarin sekitar pukul 05.30 Wita. Pohon tersebut menimpa Suzuki Carry DK 9672 BA. Mobil warna hitam ini pun penyok di bagian depan. Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Oka Digjaya
mengaku sudah menerima laporan terkait korban meninggal akibat bencana di Kecamatan Tampaksiring. Melihat kondisi ini pihaknya pun mengimbau masyarakat lebih waspada saat musim hujan. Lebih lanjut dia menegaskan, pihaknya pun siap membantu masyarakat untuk langkah antisipasi bencana, seperti memangkas pohon yang berpotensi menimbulkan bencana. ‘’Mari samasama kita tingkatkan kewaspadaan,’’ ujarnya. Digjaya menambahkan, pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas anggotanya dalam menangani bencana. Setiap kejadian terkait kebencanaan, BPBD Gianyar sudah siap terjun 24 jam. ‘’Tim kami sudah dilatih untuk meningkatkan kapasitasnya. Tapi tetap antisipasi bencana lebih harus diutamakan untuk menghindari hal yang tak diinginkan,’’ tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Masyarakat berharap proses perekrutan pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Gianyar mengedepankan transparansi dan bebas dari praktik titipan pejabat. Jangan sampai tahapan tersebut dikotori hal tidak terpuji, sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan pelat merah tersebut. Pada intinya masyarakat menginginkan PDAM Gianyar diisi SDM berkualitas dan berintegritas. Sebab hal ini akan memberikan dampak positif pada kinerja perusahaan yakni agar PDAM Gianyar bisa keluar dari persoalan selama ini khususnya di bidang distribusi air ke masyarakat. Dengan SDM berkualitas, PDAM Gianyar akan lebih mampu mengembangkan inovasi atau terobosan di bidang pelayanan. Hal inilah yang sangat diharapkan masyarakat luas. Terkait hal ini, Direktur PDAM Gianyar Made Sastra Kencana, Senin (16/12) kemarin mengungkapkan,
pihaknya memang berupaya semaksimal mungkin agar harapan masyarakat dalam hal peningkatan kualitas layanan PDAM tersebut terealisasi. Maka dari itu, pembenahan dari segala bidang dilakukan termasuk pada proses perekrutan pegawai yang mengedepankan transparansi. Dalam hal ini pihaknya menggunakan tim panitia seleksi (pansel) dari Universitas Udayana (Unud). Ditekankannya, seluruh kewenangan terkait seleksi ada di tim pansel. Kewenangan ada di tim pansel dan wawancara akhir oleh direksi. ‘’Sedangkan tes kesehatan di rumah sakit pemerintah, untuk kesehatan jasmani dan rohani,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, perekrutan calon pegawai PDAM Gianyar sedang bergulir. Pendaftaran calon pegawai berlangsung pada 4 hingga 13 Desember lalu. Ada 26 pegawai berbagai bidang kerja yang dicari untuk mengisi sejumlah formasi. (kmb35)
SANGGUL BALI - Dalam rangka merayakan Hari Ibu, Puri Agung Peliatan mengadakan demo membuat sanggul Bali untuk ibu-ibu PKK Desa Peliatan. Kegiatan ini bekerja sama dengan LKP Agung.
’’Touring’’ PCX Luxurious
Menginspirasi Negeri Melalui Pelestarian Lingkungan Bali Post/nik
DISKUSI - Suasana diskusi Forum Subak Gede Masceti di Museum Subak Masceti, Senin (16/12) kemarin.
Cegah Alih Fungsi Lahan
Subak Gede Masceti Terapkan Pertanian Ramah Lingkungan Gianyar (Bali Post) Alih fungsi lahan pertanian sulit diredam jika tidak ada inovasi yang bisa diterapkan petani. Hal inilah yang mendasari krama Subak Gede Masceti untuk menerapkan sistem pertanian ramah lingkungan. Dalam diskusi Forum Subak Gede Masceti di Museum Subak Masceti, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Senin (16/12) kemarin, Ketua Forum Subak Masceti I Ketut Sugata menjelaskan, pesatnya pembangunan ekonomi terutama sektor pariwisata telah memberikan dampak pada pawongan dan palemahan di Bali. Dampaknya antara lain alih fungsi lahan pertanian serta degradasi lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Menurutnya, dampak perkembangan pembangunan yang butuh perhatian khusus ialah minimnya generasi muda yang berminat menggeluti sektor pertanian. Bila kondisi ini dibiarkan maka budaya agraris akan terus mengalami degradasi. ‘’Persoalan lainnya yakni permasalahan sampah plastik yang merusak lingkungan,’’ imbuhnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, di tahun 2014 luas lahan pertanian di Kabupaten Gianyar 15.526 hektar. Setiap tahun terus terjadi penyusutan lahan pertanian. Terbukti data BPS terakhir atau tahun 2018 luas lahan pertanian 13.690 hektar. Artinya, dalam selang waktu empat tahun ada 2.000 hektar lebih lahan pertanian yang beralih
fungsi. Mengantisipasi permasalahan tersebut, kelembagaan Pura Masceti mulai menyiapkan beberapa langkah kongkrit. Mulai dari meningkatkan kualitas SDM para Pekaseh dan petani melalui bimbingan teknis dan uji kompetensi agar berdaya saing. ‘’Termasuk memperkuat kelembagaan subak dan antarsubak dalam Subak Gede untuk meningkatkan efisiensi yang sekaligus mengusulkan forum subak pada kelembagaan Tri Boga Upadesa,’’ jelasnya. Dalam rangka mengurangi alih fungsi lahan dengan menerapkan pariwisata berbasis pertanian, pihaknya menerapkan pertanian ramah lingkungan. ‘’Termasuk juga membuka trekking dan bersepeda di jalur persawahan sehingga bisa memantik minat wisatawan,’’ ujarnya. Upaya lainnya dapat dilakukan dengan mengembangkan kearifan lokal, seperti melaksanakan upacara nangluk merana dan Tumpek Uduh, serta mengimplementasikan konsep Tri Hita Karana, Tri Buana dan Tri Boga Upadesa. ‘’Jadi, ada banyak upaya yang bisa dilakukan guna menjaga kawasan pertanian,’’ ucapnya. Subak Gede Masceti merupakan kumpulan dari 20 pekaseh yang menjadi pangemong Pura Masceti. Selama ini para petani pangemong pura telah merealisasikan serentetan upacara, di antaranya neduh atau nangluk merana yang bertujuan memohon kelancaran produksi pertanian. (kmb35)
TIBA di Trans Studio Mall, seluruh peserta touring Honda Premium Matic Day, Minggu (15/12), disambut antusias masyarakat dan ribuan pengunjung. Sebelumnya para peserta ini telah menyelesaikan perjalanan selama dua hari, yakni 14 hingga 15 Desember 2019 dengan menyusuri rute-rute yang memacu adrenalin sepanjang 393 km, yaitu Denpasar – Buleleng – Menjangan – Gianyar – Uluwatu - Denpasar. Deputy GM Marketing Planning & Analysis Division AHM, Andy Wijaya, menyampaikan selamat kepada komunitas media dan blogger yang telah berhasil menikmati keseruan kenyamanan berkendara Honda PCX. ‘’Dengan mengendarai skutik premium, mereka menjelajahi Pulau Bali menempuh jarak hampir 400 km. Selama perjalanan, mereka
mengunjungi destinasi wisata kelas dunia nan eksotis dan menawan,’’ katanya saat menyambut kedatangan peserta touring. Melalui kegiatan ini, pihaknya menyampaikan dukungan upaya-upaya seperti pelestarian alam dan lingkungan di berbagai daerah termasuk di Bali. Bahkan, katanya, para peserta di beberapa tempat yang disinggahi ikut mendukung kegiatan para perajin kayu, upaya daur ulang kayu maupun konservasi alam seperti terumbu karang. Pihaknya berharap aktivitas seperti ini jangan berhenti sampai di sini, namun harus mendukung aktivitas yang positif untuk bangsa dan negara. ‘’Hal ini sesuai dengan tema yang diusung yakni ‘Menginpirasi Negeri’,’’ pungkasnya didampingi Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra.
Salah seorang peserta touring, Zulfikar, mengungkapkan keseruan selama mengikuti touring. Selama touring mereka mendapat pengalaman berharga seperti edukasi bagaimana masyarakat mengelola sampah dengan baik dan benar. Begitu juga mengenai perajin menjaga lingkungan dengan mendaur ulang plastik hingga pengurangan sampah plastik. ‘’Dalam touring PCX Luxurious di Bali ini, kami mencoba menginspirasi negeri,’’ ujarnya. Pada event Honda Premium Matic Day selama dua hari di Trans Studio Mall, Astra Motor Bali menghadirkan sebanyak empat produk premium Honda, yakni Honda Vario 125 & 150, Honda PCX, Honda Forza dan yang terbaru adalah Honda ADV150. Pada kegiatan rutin yang memasuki tahun keempat ini, pengunjung
TOURING - Peserta Touring PCX Luxurious disambut manajemen Astra Motor saat tiba di Trans Studio Mall, Minggu (15/12). juga diberikan kesempatan merasakan secara langsung keunggulan performa motor premium matic Honda melalui sesi riding test. Selama dua hari keg iatan, jumlah total penjualan langsung di lokasi
adalah 44 unit. Rinciannya, 8 unit ADV 150, 30 unit PCX, 1 unit Honda Forza, 1 unit Honda Genio, dan 4 unit Scoopy. Sementara untuk hot prospek atau yang memesan sebanyak 201 orang. (bns1)
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Musim Hujan, Petani Garam Kusamba Siapkan Stok Satu Ton Semarapura (Bali Post) -
Memasuki musim hujan, petani garam di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, mulai kesulitan melakukan pengolahan air laut menjadi garam. Sebab, dengan tidak adanya sinar matahari, otomatis membuat mereka tidak bisa berproduksi. Meski demikian, para petani setempat sudah mengantisipasi persoalan musiman itu, sehingga mereka pun jauh-jauh hari sudah menyiapkan stok garam kering. Harapannya agar tetap bisa bertahan hidup dan dapat melayani permintaan pelanggan.
GUNAKAN PALUNGAN - Tempat produksi garam di Kusamba yang masih mempertahankan tradisi lama menggunakan palungan.
Ambulans Laut Diharapkan Terealisasi 2021
Semarapura (Bali Post) Mengurangi risiko rujukan pasien dari daerah kepulauan Nusa Penida menuju Klungkung Daratan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sedang merancang adanya ambulans laut. Agenda itu merupakan bagian program inovasi KRIS (Kring Sehat) 118. Bupati menargetkan program ambulans laut itu bisa terealisasi tahun 2021. Bupati I Nyoman Suwirta mengatakan hal itu saat menerima pemaparan Studi Kelayakan Ambulans Laut di Kepulauan Nusa Penida, di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (16/12) kemarin. Ambulans laut itu kata Bupati sangat diperlukan masyarakat Nusa Penida. Ia yakin ambulans laut bisa mengurangi kasus emergency rujukan pasien, selain itu mengurangi angka kematian. “Pelaksanaan pengadaan ambulans laut itu harus sesuai perencanaan. Saya harap tahun 2021 ambulans laut sudah mulai beroperasi,” pinta bupati asal Nusa Ceningan didampingi Kadis Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni. Center For Publik Health Innovation, dr. Aryani, mengatakan Nusa Penida menjadi wilayah kepulauan yang tidak ada alat transportasi lain. Karena itu Nusa Penida perlu spesifikasi khusus ketika harus membawa orang sakit ke Klungkung daratan. Dari
studi kelayakan di lapangan, memang sangat dibutuhkan ambulans laut itu. Terlebih pasar pariwisata juga memerlukan keberadaan ambulans laut itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pengumpulan data, data primer, data sekunder dan tempat pengambilan data. “Memang terdapat boat publik yang disediakan pihak swasta. Namun, boat itu tidak dapat beroperasi 24 jam. Biaya carter boat umum untuk rujukan emergency itu juga sangat mahal,” ujar Aryani. Adanya ide menyediakan ambulans laut itu setelah Bupati Suwirta melihat langsung proses rujukan pasien dari pelayanan kesehatan di Nusa Penida menuju Klungkung Daratan yang berlangsung terlalu lama. Mekanisme seperti itu jelas berisiko bagi pasien. Apalagi pasien itu dengan kebutuhan emergency, seperti
pasien melahirkan. Hal itu jelas penuh risiko, kalau pasien itu harus berdesakan dengan penumpang menggunakan fast boat. Dengan ambulans laut itu, nantinya ada satu fast boat khusus yang disediakan lengkap dengan fasilitas kesehatan di dalamnya, layaknya mobil ambulans di darat. Untuk diketahui, program Kring Sehat (KRIS) 118 telah berjalan sejak 5 April 2016. Program KRIS itu telah melayani seluruh kecamatan melalui puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung dengan metode telepon atau call center (118/0366 118). Itu merupakan program pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung. Agenda itu sebagai bagian aksi Gema Santi Pemkab Klungkung. Dengan KRIS ini pemberian pertolongan pada keadaan darurat dipercaya bisa lebih cepat dilakukan. (kmb31)
AMBULANS LAUT - Bupati Suwirta saat menerima pemaparan Studi Kelayakan Ambulans Laut di Kepulauan Nusa Penida.
Nusa Penida Digarap Serius
PAD Pariwisata Sentuh Rp11,6 Miliar Keseriusan Pemkab Klungkung menggarap pariwisata Nusa Penida mulai memberikan dampak positif. PAD (Pendapatan Asli Daerah) dari Dinas Pariwisata, hingga akhir November, sudah mampu merangkak naik menyentuh angka Rp11,6 miliar. Angka ini cukup memperlihatkan dampak peningkatan yang relatif berarti. Pasalnya, tahun lalu realisasinya hanya Rp2,8 miliar dari target Rp3,05 miliar. Lalu melalui titik-titik lokasi strategis apa saja peningkatan PAD itu mampu merangkak naik diperoleh dari pariwisata Nusa Penida itu? KEPALA Dinas Pariwisata Klungkung, Nengah Sukasta, Minggu (15/12) lalu, mengatakan nilai pemasukan pendapatan itu sebentar lagi bisa menyentuh target PAD Dinas Pariwisata tahun ini, yang dipasang mencapai Rp12,08 miliar. Angka itu merupakan hasil realisasi kunjungan wisatawan, yang sudah mencapai 433.334 orang per 30 November lalu dari target kunjungan sebanyak 543.978 orang. Realisasi target itu tercatat meningkat
dari tahun lalu, yang hanya 343.979 untuk target realisasi sebanyak 253.472 orang. Guna memaksimalkan perolehan dana retribusi ke Nusa Penida, Dinas Pariwisata berencana menambah lagi titik-titik lokasi pemungutan. Misalnya, di sejumlah objek wisata lain yang sudah tersentuh penataan. Ini diperkirakan akan mampu memaksimalkan nilai pungutan. Karena masih banyak pintu masuk Nusa Penida yang belum disediakan
PANTAI ATUH - Salah satu potensi objek pariwisata di Nusa Penida yang potensial adalah Pantai Atuh.
tukang pungut. Alasannya, terbentur aturan tidak boleh lagi merekrut tenaga kontrak sebagai tukang pungut di lapangan. ‘’Kami berharap memasuki Januari nanti, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida bisa naik lagi,’’ harap Sukasta. Terkait adanya tren penurunan kunjungan wisatawan akhir tahun, Sukasta mengatakan akan mengantisipasinya dengan meningkatkan upaya promosi. Hal itu sejalan dengan instruksi Bupati Nyoman Suwirta. Meskipun pariwisata Nusa Penida itu telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui ragam kegiatan semacam festival. Bupati Suwirta mengingatkan untuk tidak hanya mengandalkan potensi laut dalam membangun pariwisata di Nusa Penida, namun juga bisa mengembangkan sektor kerajinan UKM. Menurutnya, industri pariwisata sangat sensitif terhadap isu-isu seperti terorisme, wabah penyakit, bencana alam dan lainnya yang tidak bisa diprediksi kejadiannya. ‘’Jangan menggantungkan hidup sepenuhnya pada pariwisata saja. Bidang lain seperti pertanian dan peternakan hendaknya juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Karena jika suatu saat pariwisata itu mengalami goncangan, maka dipastikan ekonomi tidak ikut serta terjun bebas,’’ ujar Bupati Suwirta. (gik)
Salah satu petani garam di Desa Kusamba, Mangku Rena, belum lama ini mengatakan, memasuki musim hujan, dia dan anggota tidak bisa berproduksi maksimal diperkirakan selama tiga bulan. Dalam situasi normal, sehari bisa memproduksi maksimal 40 kilogram. Dia menjual Rp 20 ribu per kilogram. Harga segitu untuk hasil produksi kualitas satu. Sedangkan kualitas nomor dua dijual seharga Rp 10 ribu per kilogram. ‘’Sejauh ini permintaan garam Kusamba cukup stabil, sehingga kami cukup antusias tetap berproduksi. Tetapi, hal itu tetap tergantung pada cuaca. Karena proses pengeringan garam itu harus memanfaatkan sinar matahari,’’ katanya. Memasuki musim hujan, dia sudah menyiapkan stok garam kualitas satu sebanyak satu ton, sehingga permintaan konsumen tetap terpenuhi. Garam kualitas satu itu biasanya dijual kepada pelanggan dari pengelola restoran termasuk rumah
makan yang datang langsung ke lokasi tempat produksinya. Garam Kusamba dikenal memiliki kualitas jauh lebih baik dari tempat lain. Khususnya garam dari Jawa yang dijual murah. Banyak konsumen suka garam Kusamba, karena garam itu dipercaya memengaruhi kualitas masakan. ‘’Produksi garam kami di Kusamba ini masih mempertahankan cara produksi organik. Alat jemurnya menggunakan palungan (batang kelapa di belah dua),’’ tegas Mangku Rena. Hanya Pasrah Dia mengaku selama musim hujan ini praktis dia dan keluarganya hanya bisa pasrah. Sebab, dia tidak lagi melakoni proses lainnya, baik sebagai nelayan ataupun buruh bangunan. Dia berharap sepanjang musim hujan hingga Februari nanti, sesekali cuaca cerah. Cuaca panas itu sangat penting sekali bagi dirinya dan petani garam lainnya agar tetap bisa berproduksi. Selain itu,
dia juga masih menunggu keputusan Kemenkum HAM perihal pengajuan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sebab, dengan sertifikat IG ini, maka harga garam Kusamba akan bisa lebih meningkat dan aman dikirim ke daerah mana pun, baik di dalam negeri maupun diekspor ke luar negeri. ‘’Seperti garam Amed yang sudah memperoleh sertifikat IG, satu kilogram saja bisa dijual Rp 500 ribu. Sertifikat IG ini merupakan stempel produk lokal yang sudah memiliki hak paten,’’ tegasnya. Ini akan semakin menggairahkan kalangan petani garam di Desa Kusamba untuk berproduksi kembali melestarikan warisan leluhur yang telah menemukan cara pembuatan garam berkualitas ini, sehingga akan diminati generasi muda. Sebab, saat ini jumlah petani garam di Desa Kusamba sudah jauh berkurang. Saat ini tinggal satu kelompok petani garam, yang beranggotakan 16 orang. (kmb31)
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Pura Penataran Tangkas Kori Agung Selumbung Terbakar Kerugian Diperkirakan Rp250 Juta
Amlapura (Bali Post) -
Kebakaran pura kembali terjadi di wilayah Karangasem. Sebagaimana peristiwa Senin (16/12) kemarin, Pura Penataran Tangkas Kori Agung yang ada di Banjar Tengah Selumbung, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, terbakar. Atas kebakaran itu kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 250 juta. Namun apa penyebab kebakaran itu sampai saat ini belum diketahui lantaran masih proses penyelidikan.
Bali Post/kmb41
PADAMKAN API - Petugas Damkar Karangasem saat melakukan proses pemadaman api di Pura Penataran Tangkas Kori Agung yang ada di Banjar Tengah Selumbung, Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Senin (16/12) kemarin.
Atlet KKI Sabet Tujuh Emas di Lombok Amlapura (Bali Post) Para atlet Kushin Ryu Karate-do Indonesia (KKI) Karangasem mampu mengukir prestasi gemilang pada kejuaraan Piala Gubernur NTB yang dilaksanakan di Lombok Nusa Tenggra Barat (NTB) 13-15 Desember lalu. Pada ajang kejuaraan regional itu KKI Karangasem berhasil memborong total 15 medali, yakni tujuh medali emas, tiga medali perak serta lima medali perunggu. Ketua Harian KKI Ka-
rangasem, I Gede Arianta Pariatna, Senin (16/12) kemarin mengungkapkan, tujuh medali emas itu masing- masing Satya Andika Wiwa Sanjaya dari kelas -30 pro pemula, Rian Pradyana Putra kelas -40 pro pemula, Komang Pande kelas -45 pro pemula, Ariawan Andre kelas -45 pro pemula), Sindra kelas -35 pemula, Rangga kelas -50 pemula dan Alia kelas -45 pemula. . Sementara medali perak diraih Andre kelas -40
Bali Post/kmb41
SUKSES MEDALI - Atlet KKI Karangasem sukses mempersembahkan total 15 medali pada ajang Piala Gubernur NTB.
pemula, Gus Dwi kelas -35 pro pemula dan Alvira kelas -40 pemula. Medali perunggu dipersembahkan Rudi Setiawan kelas -40 pemula, Ari Awan kelas -50 pemula, Okta kelas -50 junior, Sutya kelas -35 pro pemula dan Enji kelas -40 pro pemula. ‘’Kami tidak terlalu membebani anak-anak. Hanya mendorong mereka harus tampil all out. Bersyukur mereka mampu mengukir prestasi yang membanggakan. Dari 17 atlet yang dikirim, KKI Karangasem mampu menyabet total 15 medali. Atlet yang dikirim cukup selektif, lantaran disesuaikan dengan dana yang ada,’’ ujarnya. Tugas ke depan sebagai pengurus, pihaknya berkewajiban terus membina para atlet secara maksimal, agar pada setiap ajang yang diikuti paling tidak tampil optimal. Semoga mampu mendulang prestasi regional bahkan nasional. ‘’Pembinaan secara berkesinambungan itu mutlak harus dilakukan, sehingga ekspektasi prestasi yang lebih baik harapan banyak pihak, akhirnya bisa terwujud,’’ harap Arianta. (kmb41)
Warga yang melihat kejadian itu, Wayan Pageh, mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Waktu itu dirinya hendak keluar melakukan aktivitas. Tiba-tiba ia melihat api sudah membakar palinggih Meru Tumpang Lima di Pura Penataran Tangkas Kori Agung itu. ‘’Apinya cukup besar saat itu. Melihat api terus membesar, saya langsung memanggil Klian Dadia Pura Penataran Tangkas Kori Agung untuk memberitahukan kejadian itu agar disampaikan ke instansi terkait dan pihak berwajib,’’ ujarnya. Pageh menambahkan, melihat api terus membesar membakar palinggih itu, pihaknya meminta warga membantu memadamkan api bersamasama secara manual. Termasuk, tukang yang kebetulan bekerja di balai banjar di dekat pura itu juga dimintai bantuannya. Mereka pun ikut bersama-sama memadamkan api agar tidak semakin membesar. ‘’Saya minta bantuan kepada warga agar ikut memadamkan api. Saya carikan selang mencari air di enam titik keran yang ada di sini. Kalau tidak segera dipadamkan, maka api bisa membakar semua palinggih dan bangunan yang ada didekat pura itu,’’ katanya. Klian Pura Penataran Tangkas
Pembangunan Puskesmas Selat Sisa Tiga Persen
Kontraktor Minta Tambah Waktu
Bali Post/kmb41
DIKEBUT - Pengerjaan proyek Puskesmas Selat dikebut. Kontraktor meminta tambahan waktu sampai 24 Desember.
Calon Perseorangan Pilkada
Jangankan Daftar, Konsultasi pun Belum Ada DEMOKRASI memberi kesempatan rakyat berpartisipasi aktif dalam suatu hajatan, mulai dari pilpres (pemilihan presiden), pilkada (pemilihan kepada daerah), maupun pileg (pemilihan legislatif). Intinya, aplikasi demokrasi adalah pemerintahan yang didesain dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, mekanisme demokrasi membuka peluang bagi siapa saja berkompetisi pada hajatan politik. Bukan saja dari jalur partai politik, tetapi juga dari jalur perseorangan. Kesempatan untuk itu dibuka luas. Hanya, jika tokoh masyarakat mau mendaftar dari jalur perseorangan, seperti di Pilkada Karangasem, paling tidak bisa mengumpulkan 32.317 dukungan KTP yang dipastikan sudah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sejauh ini bagaimana partisipasi tokoh-tokoh dari Bumi Lahar itu tampil dari jalur perseorangan itu?
I Gede Krisna Adi Widana
Bali Post/kmb41
Pilkada di Karangasem yang akan dilaksanakan tahun 2020, untuk calon perseorangan pendaftarannya sudah dibuka sejak 26 November lalu. Hanya, setelah pendaftaran dibuka, sampai saat ini belum ada tanda-tanda calon perseorangan yang mendaftar ke KPU Karangasem. Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, mengungkapkan hal itu, Senin (16/12) kemarin. Sistem politik demokrasi yang diterapkan di Indonesia, memang membuka
Kori Agung, Nengah Sumerta, mengatakan dirinya dapat informasi dari warga, Pura Penataran Tangkas Kori Agung Selumbung itu terbakar. Namun, ia tidak tahu pasti apa pemicu pura itu bisa terbakar. ‘’Kurang tahu pura itu bisa terbakar. Saya dapat informasi dari warga dan langsung ke sini. Saat saya ke sini api cukup besar dan warga ramairamai ikut memadamkan api menggunakan selang,’’ jelasnya. Sumerta menambahkan, akibat kejadian itu sejumlah palinggih terbakar. Di antaranya Meru Tumpang Lima, Gedong Tumpang Tiga, dan Penyarikan Bale Pepelik. ‘’Akibat kejadian ini, kerugiaan materiil kami perkirakan mencapai Rp250 juta,’’ jelas Sumerta. Kasi Dalop dan Penyelamatan Damkar Karangasem, I Wayan Putu Darma Kartika, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran sekitar pukul 11.03. Untuk memadamkan api itu ia menerjunkan empat unit mobil damkar. ‘’Air yang dihabiskan sekitar 15 ribu liter. Pemadaman melibatkan 11 personel. Api baru bisa dipadamkan setelah 45 menit. Apa penyebab kebakaran itu belum dapat dipastikan, karena masih sedang diselidiki,’’ katanya. (kmb41)
peluang masyarakat berpartisipasi dari jalur peseorangan. Karena itu, KPU memberi ruang seluas-luasnya bagi calon perseorangan. Bahkan untuk mengakomodasi calon perseorangan itu sudah dipersilakan sejak 26 November lalu. Untuk perseorangan memang ada persyaratan harus diupayakan sebagai kandidat dari jalur independen. Salah satu syarat peserta perseorangan wajib mengumpulkan KTP paling tidak 31.317 dukungan KTP dari yang sudah terdaftar pada Daftar
Pemilih Tetap (DPT). Bahkan, kata Gede Krisna Adi Widana, KPU telah mempersiapkan help desk untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang ingin maju melalui jalur perseorangan. Namun, sampai saat ini belum ada yang melakukan konsultasi. ‘’Sampai sekarang belum ada tokoh yang mendaftar dari jalur perseorangan maju di pilkada,’’ ujarnya. Batas waktu pendaftaran maju sebagai calon perseorangan, kata Krisna, sampai 23 Februari 2020 mendatang. Pasalnya, 19 sampai 23 Februari baru dilakukan pendaftaran. Krisna juga mengharapkan, bagi tokoh masyarakat Karangasem yang ingin maju dari jalur perseorangan, dapat melakukan konsultasi ke KPU Karangasem. Seperti diberitakan sebelumnya, syarat bisa maju sebagai calon perseorangan wajib paling tidak menyetor jumlah dukungan KTP 32.317. Dukungan itu, tersebar minimal di lima kecamatan. Dipastikan mereka harus sudah terdaftar ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). (nan)
Amlapura (Bali Post) Pascadisidak Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, pengerjaan proyek Puskesmas Selat itu terus dikebut. Namun, sampai saat ini, pengerjaan proyek baru terwujud 97 persen. Untuk menuntaskan 100 persen, pihak kontraktor minta tambahan waktu hingga 24 Desember untuk menyelesaikan tuntas proyek yang tersisa tiga persen itu. Kepala Puskesmas Selat Gusti Lanang Putu Udiana mengatakan, sampai saat ini para pekerja masih berkutat all out mengerjakan proyek itu. Progres pembangunan puskesmas memang baru 97 persen. Artinya, pengerjaan Puskesmas Selat masih tersisa sekitar tiga persen. “Kalau dilihat perjanjian, penyerahan bangunan itu 12 Desember. Tetapi, proyek puskesmas itu justru belum selesai, malah masih dikerjakan sampai saat ini,” ujarnya. Udiana menambahkan, banyak komponen hingga kini belum dituntaskan. Di antaranya pembuat IPAL, kaca jendela, tangki air, kusen aluminiun, finising tembok, kaca tempret, tulisan pada pagar, beberapa kloset, wastafel, lampu, kanopi termasuk pengecetan. “Kontraktor minta tambahan waktu pengerjaan sampai 24 Desember. Kalau memang belum juga bisa dituntaskan, maka kita tetap kenakan denda sesuai regulasi yang ada,” tegas Udiana. (kmb41)
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Hadiri Sosialisasi Penyusunan RAPBD Adat
Wabup Sedana Arta Apresiasi Kebijakan Gubernur Jaga Adat dan Budaya Bali MAJELIS Desa Adat (MDA) Kabupaten Bangli, Senin (16/12) kemarin mengadakan sosialisasi sekaligus pembinaan terkait petunjuk teknis penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja desa adat dengan mengundang seluruh bendesa seKabupaten Bangli. Acara yang dilaksanakan di Kantor Sekretariat PHDI Bangli tersebut dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Sedana Arta sangat mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Karena untuk pertamakalinya bendesa akan membuat perencanaan anggaran pendapatan dan belanja desa adat. Menurutnya, sosialisasi ini merupakan langkah pembelajaran bersama supaya apa yang disusun sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan semua bisa selesai sesuai tanggal yang sudah disepakati. Kepada seluruh bendesa yang hadir, Wabup Sedana Arta berpesan agar mengikuti kegiatan sosialisasi sampai selesai, sehingga seluruh materi yang disampaikan bisa benar-benar dimengerti dan dipahami. “Kalau masih ditemukan kendala, saya minta bend-
esa berkomunikasi dengan sesama bendesa lainnya,” ujarnya. Terkait dengan kebijakan Gubernur Bali menganggarkan dana untuk seluruh desa adat, wabup asal Desa Sulahan, Susut itu sangat mengapresiasinya. Menurutnya itu adalah bentuk implementasi nyata dari keberpihakan Gubernur Bali dalam menjaga adat, agama, tradisi dan budaya Bali, sesuai visi Nangun Sat Kertih Loka Bali. Sementara itu, Plt. Bendesa Madya MDA Kabupaten Bangli, Ketut Kayana, mengatakan Perda Nomor 6 Tahun 2019 tentang Desa Adat sudah disosialisasikan beberapa waktu lalu. Namun, pemahaman untuk penyusunan rancangan anggara pendapatan dan belanja desa adat belum diberikan kepada para bendesa. Sementara hal itu kini sangat mendesak untuk dilakukan. “Karena itu kami mengundang seluruh bendesa untuk hadir, khusus diberikan pembinaan terkait petunjuk teknis penyusunan RAPBD adat,” jelasnya. Untuk memberikan sosialisasi dan pembinaan MDA Kabupaten Bangli juga menghadirkan petengen Agung dan baga
hukum MDA Provinsi Bali. Diharapkan para bendesa sudah menyelesaikan penyusunan RAPBD adat tanggal 20 Desember mendatang untuk kemudian disetorkan secara berjenjang mulai dari MDA kecamatan, MDA kabupaten, dan diteruskan ke MDA provinsi. Masing-masing desa adat juga telah diminta melakukan persiapan dengan membuat rekening di BPD, mengubah stempel dari yang sebelumnya bernama Desa Pakraman menjadi Desa Adat, merapikan prajuru, serta membentuk kertha desa dan sabha desa. Disebutkan Kayana, masing-masing desa adat nantinya akan mendapat kucuran dana Rp300 juta dari Pemprov Bali. Dana tersebut digunakan untuk kegiatan di sekretariat, insentif dan untuk mendanai program yang dibuat desa adat meliputi parahyangan, pawongan dan palemahan. “Pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan dana ke desa adat untuk kesekian kali, tapi ini untuk pertamakalinya diberikan langsung ke rekening desa adat. Sebelumnya diberikan melalui desa berupa BKK (bantuan keuangan khusus),” kata Kayana. (ad426)
SOSIALISASI - Wabup Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menghadiri acara sosialisasi sekaligus pembinaan terkait petunjuk teknis penyusunan rancangan anggaran pendapatan dan belanja desa adat yang diadakan MDA Kabupaten Bangli di Kantor Sekretariat PHDI Bangli, Senin (16/12) kemarin.
Air Kolam Bale Kambang Surut Bangli (Bali Post) Air kolam bale kambang yang ada di utara Kantor Bupati Bangli surut sejak beberapa bulan terakhir. Bahkan saking surutnya, lumpur yang mengendap di dasar kolam sampai terlihat di permukaan. Meski demikian, kolam yang dikelilingi taman tersebut masih dikunjungi beberapa warga untuk sekadar duduk-duduk. Pantauan Senin (16/12) kemarin, ketinggian air kolam tak lebih dari setengah meter. Hal itu menyebabkan dasar kolam yang tertutup endapan lumpur sangat terlihat jelas. Lumpur yang menutupi dasar kolam tampak pecah-
pecah. Surutnya air juga menyebabkan tanaman yang ada di dalam kolam mulai mengering. Air mancur yang biasanya menghiasi kolam itu kini sudah tidak ada lagi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli, Ida Ayu Yudi Sutha, dikonfirmasi siang kemarin tak menampik kondisi itu. Dikatakan, surutnya air di kolam bale kambang terjadi karena pasokan air yang biasa dialirkan ke kolam itu kini terbatas. Selama ini untuk mengisi air di kolam bale kambang pihaknya mendapat pasokan air dari Subak Mandi sepanjang hari. Namun, sejak kemarau melanda beberapa
bulan terakhir, pasokan air berkurang. Dalam sehari, kolam bale kambang kini hanya mendapat air dari Subak Mandi selama 1 sampai 2 jam saja saat sore hari. Minimnya pasokan air karena dampak kemarau. “Sebelum kemarau, kita dikasi air oleh petanipetani dari Subak Mandi langsung dialirkan ke kolam. Tapi karena kemarau panjang ini, airnya dimanfaatkan untuk pertanian, untuk sementara kami hanya diberi satu-dua jam saja,” ujarnya. Pihaknya beralasan tidak mengisi kolam dengan air tangki, karena hal itu butuh waktu lama. (kmb40)
KOLAM - Kondisi kolam bale kambang di utara kantor Bupati Bangli.
Bali Post/kmb40
SIDAK - Petugas saat melaksanakan sidak di Rutan Kelas II B Bangli.
Bali Post/kmb40
Sidak di Rutan Bangli
Petugas Temukan Korek Api dan ”Cutter” Bangli (Bali Post) – Beberapa korek api gas dan pisau cutter yang sudah terpotong ditemukan di dalam ruang tahanan Rutan Kelas IIB Bangli. Barang tersebut ditemukan petugas Rutan saat melakukan sidak dengan melibatkan Polres Bangli dan Kodim 1626/Bangli, Minggu (15/12) sore lalu. Kepala Rutan Bangli, I Made Suwendra, mengatakan sidak bertujuannya untuk menertibkan dan an-
tisipasi barang-barang terlarang masuk ke rutan. Sidak semacam ini sebenarnya rutin dilakukan secara internal. Namun, pada Minggu lalu sidak dilaksanakannya dengan melibatkan Polres dan Kodim 1626/Bangli. Suwendra mengatakan, warga binaan tidak dibenarkan menyimpan korek api maupun pisau cutter karena berbahaya. Kemungkinan korek dan pisau cutter itu dipakai warga binaan untuk membuat kerajinan dari
koran bekas. Karenanya pisau cutter yang ditemukan kondisinya terpotongpotong. “Memang dulu ada untuk kegiatan di dalam buat kerajinan, tapi sorenya harus dikumpul kembali. Itu mungkin lupa dikembalikan,” terangnya. Agar tidak ada lagi warga binaan yang menyimpan barang tersebut termasuk barang terlarang lainnya, maka kegiatan sidak akan dilakukan berkesinambungan. Kapolres Bangli, AKBP
I Gusti Agung Dhana Aryawan, mengatakan dalam sidak ke Rutan Kelas II B Bangli pihaknya menurunkan 44 personel ditambah 11 personel dari Kodim 1626/Bangli. Kapolres mengatakan dalam sidak itu, tidak ada ditemukan adanya barang-barang terlarang. “Sidak ini kami laksanakan untuk mengantisipasi masuknya barang-barang yang terlarang serta mengantisipasi terjadinya tahanan kabur,” jelasnya. (kmb40)
Anjing Penggigit Delapan Warga di Songan Positif Rabies Bangli (Bali Post) –
Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit delapan warga di Desa Songan, Kintamani, Sabtu (14/12) lalu. Hasilnya, anjing tersebut dinyatakan positif rabies. Sementara itu, dari delapan warga yang jadi korban gigitan anjing, tiga orang di antaranya merupakan wisatawan asing. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas PKP Kabupaten Bangli, drh. Ni Nyoman Sri Rahayu, mengatakan telah melakukan pengambilan sampel otak anjing penggigit tersebut pada Sabtu lalu, pascamenerima laporan kasus gigitan anjing di Desa Songan. Kemudian pada Minggu (15/12), sampel otak anjing tersebut dikirim ke BBVet untuk diuji laboratorium. “Hasil uji sampel otak positif rabies,” ungkapnya ditemui di kantornya, Senin (16/12) kemarin. Berdasarkan laporan yang diterimanya, anjing pengigit tersebut diketahui merupakan anjing liar. Kasus gigitan awalnya terjadi di wilayah Yeh Panes, kemudian berlanjut ke lokasi jalur pendakian. “Total ada delapan warga yang menjadi korban gigitan, tiga di antaranya warga negara asing. Masing-masing dari USA, German, dan Singapura. Semua korban sudah mendapat penanganan dan diberikan VAR di Puskesmas Kintamani V,” ujarnya. Sri Rahayu mengatakan, pihaknya telah menghubungi
guide dari ketiga wisatawan asing tersebut untuk memberitahukan agar ketiganya mencari VAR tambahan. Sebab orang yang terkena gigitan anjing rabies harus mendapatkan VAR lengkap. Di sisi lain, pihaknya juga telah menurunkan petugasnya untuk melakukan koordinasi bersama pihak Desa Songan. Pihaknya merencanakan melakukan eliminasi tertarget dan selektif serta emergensi vaksinasi. Dalam eliminasi tertarget dan selektif itu pihaknya akan menyasar anjing-anjing yang disinyalir sempat kontak dengan anjing pengigit tersebut. “Untuk melakukan eliminasi anjing kita perlu kesiapan bersama dengan masyarakat,” kata Sri “Total ada delapan warga yang menjadi korban gigitan, tiga di antaranya warga negara asing. Masing-masing dari USA, German, dan Singapura. Semua korban sudah mendapat penanganan dan diberikan VAR di Puskesmas Kintamani V.” drh. Sri Rahayu
Rahayu. Pascaterjadinya kasus gigitan anjing di Songan, pihaknya pun kembali mengimbau masyarakat agar mengandangkan atau mengikat anjing peliharannya. Untuk mengantisipasi anjing peliharaan kontak dengan anjing lain yang
terduga rabies. Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki Dinas PKP, kasus gigitan anjing positif rabies sepanjang tahun 2019 cenderung meningkat dari tahun 2018 lalu. Pada tahun lalu kasus hewan positif rabies ditemukan 31 kasus, sementara di tahun 2019 sejak Januari hingga Desember ini telah ditemukan 35 kasus. “Pada bulan November lalu sudah sempat nihil kasus, tapi ternyata di bulan Desember ini, muncul kasus lagi,” imbuhnya. (kmb40)
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
Amankan Nataru 2020
UP3 Bali Utara Siagakan Ratusan Personel PLN
Bali Post/mud
MEDIASI – Perwakilan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan dengan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan saat mengikuti mediasi terkait pembetonan jalan menuju ke Banjar Dinas Alas Arum, Senin (16/12) kemarin.
Lebar Jalan Menyempit
Warga Tutup Jalur Menuju Banjar Dinas Alas Arum
Singaraja (Bali Post) –
Sejumlah warga Banjar Dinas Alas Arum, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan terpaksa menutup jalan menuju ke permukiman mereka. Penutupan jalan di sebelah barat kantor Camat Kubutambahan itu diduga dipicu pembuatan panyengker (pagar) oleh pihak Desa Kubutambahan. Akibatnya, lebar jalan itu semakin menyempit dan rawan terendam banjir ketika hujan deras. Antara Banjar Dinas Alas Arum dengan Desa Kubutambahan berbatasan dengan lahan kosong, di antara Kantor Camat Kubutambahan dan Pura Dalem Purwa Desa Adat Kubutambahan. Lahan kosong itu sering dimanfaatkan warga kedua desa untuk berbagai aktivitas, utamanya warga yang tingal di Alas Arum. Pembuatan tembok yang menutup jalan itu rupanya justru merugikan warga setempat. Sebab, yang terdampak secara langsung adalah warga Alas Arum sendiri. Warga ini akan menggunakan jalur alternatif yang memutari desa, dibanding-
kan melewati jalan di sebelah barat kantor Camat Kubutambahan. Sebaliknya, jalan itu sebenarnya juga dimanfaatkan warga Kubutambahan. Ini karena ada sejumlah pura yang di-empon warga Kubutambahan ada di wilayah Alas Arum. Misalnya, Pura Alas Agung, Pura Celagi, Pura Dalem Purwa, Pura Prajapati, Kuburan, dan Tunon. Sekretaris Tim Peduli Alas Arum, Gusti Ngurah Sudi Ardana, mengatakan warga terpaksa menutup jalur itu karena keberatan dengan pembuatan tembok panyengker oleh Desa Kubutambahan. Pasalnya, pem-
bangunan tembok itu membuat badan jalan di wilayah mereka sempit. Mengingat jalan yang tersisa hanya 4 meter. Selain itu, jalan diprediksi akan sering kebanjiran karena terdapat sebuah pangkung di sana. Permasalahan itu pun akhirnya dimediasi Pemkab Buleleng. Mediasi digelar di ruang Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng. Mediasi dipimpin Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Dewa Made Ardika. Mediasi yang berlangsung alot akhirnya menghasilkan kesepakatan. Ada lima poin kesepakatan yang dicapai. Klian Desa Adat Kubut-
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dicari House Keeping laki/perempuan E:omorich.bali@gmail.com
Dcr 2Sales,2Operation, 2Driver Travel Hub.0361-235700
Dcr Staf Adm Single.Hub Indohome & CO Jl.Cokro 165 Bank Mandiri Taspen) Ubung
Dicari PRT tinggal dalam,umur 25-35, pengalaman, gaji 2Jt. Hub.081999371348
B.BP.803.12.19.0000363
Dcr PRT wnt tgl dlm Gj. 2jt serius kerja,telp. 087734684240
B.BP.004.12.19.0000416
Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445
B.BP.001.12.19.0000406
Dcr karyawan utk Pabrik Tahu Hub.0361-484418, 081338694667 B.BP.001.12.19.0000396
B.BP.001.12.19.0000428
B.BP.001.12.19.0000399
Dibutuhkan Segera Buttler utk Homestay Baru di Nusa Dua. Hub:081237330307/085625071097
B.BP.001.12.19.0000360
Dicari Admin Sembako, Bisa Computer, Max 35th,SMEA Acct Hub.081338097333 B.BP.001.12.19.0000398
BIRO JASA
B.BP.004.12.19.0000418
Dicari: Operasional,Office Boy &Sopir(Max usia28Th),Lam.Kirim Jl Gn.Soputan I/107. Tl:8466317 B.BP.001.12.19.0000193
DIJUAL MOBIL HONDA
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual Rmh type45 Tukad Mungga DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.11.19.0000722
APEL SIAGA – UP3 Bali Utara menyiagakan ratusan personel PLN dan mitra kerja jaringan untuk mengamankan keandalan jaringan dan pasokan listrik saat Nataru 2020. teknik, dan mitra kerja jaringan disiagakan. Selain itu, juga dikerahkan perangkat untuk menjaga keandalan jaringan listrik untuk di beberapa lokasi penyambutan malam tahun baru 2020. Layanan yang diberi nama ‘’Bali Green Flash’’ ini tidak saja mencegah jaringan listrik ‘’berkedip’’, juga mencegah gangguan perangkat elektronik yang bisa digunakan dalam event dengan skala besar. Tak hanya itu, selama masa siaga, UP3 Bali Utara memastikan tidak ada pekerjaan jaringan yang sampai memutus jaringan listrik. Ini dilakukan karena pekerjaan telah didukung dengan personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), sehingga dipastikan tidak ada pemadaman listrik. ‘’Kami pastikan kekuatan tim ini akan menjaga bagaimana jaringan listrik di wilayah kerja UP3 Bali Utara aman dan warga bisa merayakan Nataru 2020 dengan suka cita,’’ katanya. Di sisi lain, Adinatha mengatakan, tidak hanya fokus menjaga keandalan jaringan, namun pihaknya telah melakukan pence-
KEHILANGAN
KEHILANGAN
PENGUMUMAN
Hlg BPKB Sigra 2017 DK 1910 DL A/N.Dra. Nazrina Zuryani,MA,PhD
Dgn ini PT Studio Akar Desain Jl.Uluwatu 275 Villa Nirwana Bukit Jimbaran Kel.Jimbaran Kec .Kuta Selatan Badung Bali akan membubarkan perseroannya dgn Notaris Yan Armin akta Tgl. 11-12-2019 No.110 Yg keberatan harap kirim surat tertulis kpd Direksi Perseroan maksimal 7 hari dari pengumuman ini.
B.BP.001.12.19.0000400
Hilang BPKB NO.M01605781-O DK 6741 QQ AN.I Ketut Suwala
B.BP.001.12.19.0000414
Hlg SHM dgn No.409 Ls Tnh 2400 M2 /Ds.Munggu AN.I Made Jati B.BP.001.12.19.0000397
B.BP.001.12.19.0000401
PROPERTY DIJUAL RUKO
gahan gangguan jaringan listrik saat musim cuaca ekstrem. Dari pengamatan menunjukkan intensitas hujan dan angin kencang mulai meningkat. Pada situasi ini, potensi tiang roboh dan jaringan kabel tertimpa pohon tumbang tergolong tinggi. Di Kabupaten Jembrana dan Pupuan, Tabanan ada daerah yang rawan jaringan terganggu karena hujan dan angin kencang. Sementara di Buleleng terutama di Singraja bagian atas juga ditemukan potensi gangguan jaringan karena cuaca ekstrem. Saat ini, UP3 Bali Utara sudah melakukan pencegahan dengan memangkas pohon perindang yang berpotensi mengganggu jaringan kabel dan rutin mengecek posisi tiang listrik di beberapa lokasi. Selain itu, Adinatha mengajak aparat desa atau warga, kalau di daerahnya sendiri menemukan adanya potensi gangguan jaringan listrik agar melapor ke UP3 Bali Utara. ‘’Hujan dan angin kencang sudah terjadi, kami sudah mengimbau tim untuk mengantisipasi dan beberapa potensi gangguan itu sudah ditangani,’’ jelasnya. (ad430)
BPKBNoka.MH1JFL112EK154472 DK 6049 OD AN.I Gst Adi Miarta
Hlg BPKB NO.743342-O DK 5382 AQ AN.Wira Ananta Saputra B.BP.001.12.19.0000404
HRV Mugen Matic Th 2017,Putih Tgn 1,A/N sendiri. 081237544219
Jual/Sewa cepat Ruko2Lt SHM tepi Cokroaminoto 085100141368
HlgBPKBNo.A33303325-ODK1082 D An.DEP DIK BUD Kanwil P.Bali
B.BP.001.12.19.0000417
B.BP.033.12.19.0000413
B.BP.001.12.19.0000395
SERVICE
BIRO JASA
ambahan, Jro Pasek Ketut Warkadea, mengatakan masalah itu hanya miskomunikasi. Menurutnya, sebelum pembuatan tembok panyengker, pihak adat telah berkomitmen menyediakan akses jalan umum terhadap masyarakat di Alas Arum. Lebar jalan yang disediakan mencapai 4,5 meter dan sudah cukup untuk akses truk masuk. Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan, Dewa Made Ardika, mengatakan permasalahan itu sudah bisa diselesaikan kedua belah pihak. Pihaknya menyebut, aksi warga itu hanya karena miskomunikasi di lapangan. Untuk itu, poin kesepakatan yang sudah disusun dalam berita acara itu diminta agar disebarluaskan kepada masyarakat, sehingga dapat dimengerti dan tidak muncul aksi susulan. (kmb38)
MEMASUKI perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020 keandalan jaringan listrik di Buleleng dan Jembrana mendapat atensi serius Unit Pelaksana Pelayanan dan Pelanggan (UP3) Bali Utara. Pasalnya, saat hari raya tersebut memerlukan dukungan layanan kelistrikan yang memadai. Menjaga keandalan jaringan itu, UP3 menyiagakan 248 orang personel PLN, pelayanan teknik, dan mitra kerja jaringan. Sebelum memulai pengamanan Nataru itu, Senin (16/12) kemarin, UP3 Bali Utara menggelar apel siaga di halaman kantor di Jalan Udayana, Singaraja. Apel ini dipimpin Manajer UP3 Bali Utara, I Gusti Made Aditya San Adinatha. Dari apel ini, UP3 Bali Utara menetapkan masa siaga dari 18 Desember 2019 sampai 8 Januari 2020 mendatang. Selain menyiagakan personel, dalam apel juga dilakukan pengecekan kelengkapan perlengkapan kerja dan memastikan stok keperluan material untuk pengerjaan jaringan listrik. Adinatha mengatakan, sesuai hasil koordinasi dengan semua unit dan para vendor dalam masa siaga ini ada empat lokasi, baik di Buleleng dan Jembrana yang akan menjadi lokasi perayaan Nataru 2020. Di dua wilayah kerja itu, total ada 23 gereja akan melaksanakan perayaan Natal. Rinciannya, 12 gereja di Buleleng dan 11 gereja lainnya ada di Kabupaten Jembrana. Selain itu, lokasi perayaan malam Tahun Baru 2020 ada di Lapangan Taman Kota Singaraja dan di areal eks Dermaga Pelabuhan Buleleng, serta di Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula. Untuk mengamankan acara tersebut, 248 orang personel PLN, pelayanan
PENGUMUMAN Dilelang motor dan barang inventaris,Tanggal 20 Desember 2019. 082122227068 / 081252538165/ 021-8313728
B.BP.031.12.19.0000415
B.BP.004.12.19.0000412
Selasa Umanis, 17 Desember 2019
BPD Bali Cabang Negara
Gelar ’’Gathering’’ dan ’’Workshop’’ dengan LPD Se-Jembrana
GATHERING – Pamucuk LPD se-Jembrana bersama Kepala BPD Bali Cabang Negara I.B. Surawan dan jajaran seusai mengikuti gathering dan workshop yang digelar di Hotel Jimbarwana, Senin (16/12) kemarin.
‘’Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh semeton pamucuk LPD se-Jembrana yang sampai dengan saat ini tetap mempercayakan BPD Bali sebagai mitra kerja, baik dalam transaksi jasa perbankan maupun pemanfaatan produk-produk BPD Bali. Baik itu internet banking bisnis (IBB) maupun e-link LPD yang sudah diluncurkan beberapa waktu lalu,’’ ujar Surawan. Total peserta yang mengikuti workshop berjumlah 64 LPD dan juga dari LP LPD Jembrana. Sejalan dengan tema gathering yakni ‘’Melakukan Lebih untuk Menyongsong Kinerja Tahun 2020 dan Sukses di Era Digital’’, BPD Bali Cabang Negara memotivasi LPD dalam kinerja tahun 2020 untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan layanan ke masyarakat. Tema yang diangkat seiring dengan arah kebijakan
BPD Bali tahun 2020 yaitu peningkatan daya saing melalui perluasan jangkauan layanan dengan mendorong perluasan jaringan untuk meningkatkan akses pelayanan kepada masyarakat dengan menambah agen bank dan meningkatkan layanan digital banking. Harus diakui, bisnis lembaga keuangan, termasuk LPD, tantangannya nanti akan semakin berat. Tantangan maupun hambatan yang ada bukan untuk dihindari, namun harus dihadapi dengan keyakinan dan optimisme tanpa mengesampingkan prinsip kehati-hatian. ‘’Kita harus bisa melakukan lebih dari sebelumnya, sehingga target kerja yang sudah ditetapkan tidak hanya tercapai namun bisa terlampaui,’’ tambahnya. Surawan juga memaparkan jumlah dana LPD se-Kabupaten Jembrana di Bank BPD Bali Cabang Negara, baik berupa dana tabungan
maupun deposito setiap bulan terus bertambah. Pada Oktober 2019, dana APBD sebesar Rp161.497.871.110 dan posisi pada November meningkat menjadi Rp162.562.611.171 atau naik sebesar Rp1.064.740.061. Asisten II Setda Jembrana IGN Sumber Wijaya menyambut baik gathering dan workshop yang digelar BPD Bali Cabang Negara ini. Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat lebih mengeratkan BPD Bali dengan LPD seJembrana dan meningkatkan kapasitas SDM. Sementara itu, Ketua BKS LPD Kabupaten Jembrana I Gusti Ngurah Kade Wardana mengatakan, kegiatan workshop dan gathering dengan BPD Bali Cabang Negara ini rutin diselenggarakan di pengujung tahun. ‘’Mudahmudahan dengan kegiatan ini semakin mendekatkan LPD dengan mitra kami, BPD Bali Cabang Negara,’’ pungkasnya (ad429)
Polisi Tertibkan Trek-trekan di Pantai Baluk Rening
605 Pelamar CPNS Tak Lolos Seleksi Administrasi Negara (Bali Post) Seleksi awal (administrasi) perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Jembrana 2019 telah diumumkan, Senin (16/12) kemarin. Dari 3.490 pelamar, ada 605 orang dinyatakan tidak lolos, sedangkan sisanya lolos ke seleksi selanjutnya. Dari persentase sekitar 19 persen yang tak lolos dari total seluruh peserta itu, ada berbagai penyebab. Seperti syarat IPK hingga kualifikasi pendidikan yang tak sesuai. ‘’Beragam (penyebab). Tidak memenuhi syarat IPK minimal, syarat kualifikasi pendidikan dan ada juga yang salah membuat surat lamaran,’’ ujar Sekretaris Pansel CPNS Pemkab Jembrana yang juga Kepala BKPSDM Jembrana I Made Budiasa. Bahkan salah satu surat lamaran, ada yang ditujukan untuk bupati di salah satu kabupaten di Jawa Tengah. Padahal semestinya lamaran ditujukan ke Bupati Jembrana. N a -
BANK Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Negara menggelar gathering dan workshop bersama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) se-Kabupaten Jembrana, Senin (16/12) kemarin, di Hotel Jimbarwana. Dalam workshop yang dibuka Asisten II Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya ini juga diisi motivasi kepada seluruh pamucuk LPD seJembrana dengan menghadirkan motivator. Kepala BPD Bali Cabang Negara Ida Bagus Surawan mengatakan, acara gathering dan workshop ini merupakan wujud apresiasi BPD Bali kepada seluruh LPD se-Jembrana yang selama ini menjadi mitra kerja bank. Gathering ini juga merupakan agenda rutin tahunan BPD Bali Cabang Negara dan bentuk kerja sama dengan BKS LPD di Kabupaten Jembrana serangkaian dengan acara rapat caturwulan III LPD Kabupaten Jembrana.
mun terkait rincian secara pasti, apakah dari 605 pelamar yang tidak lulus seleksi administrasi ini juga berdampak pada jumlah formasi yang berkurang (tanpa pelamar)? Dari pengecekan awal, memang ada beberapa formasi sebelumnya terisi satu pelamar dan tidak lolos dalam seleksi administrasi, sehingga kosong. ‘’Untuk kepastiannya nanti kami sisir lagi dari verifikator,’’ terang mantan Camat Jembrana ini. Selanjutnya setelah pengumuman, pansel membuka masa sanggahan selama tiga hari, mulai Selasa (17/12) sampai Kamis (19/12). Bila ada pelamar yang merasa lulus sudah sesuai syarat, tetapi tidak dinyatakan lulus akan diverifikasi ulang oleh tim verifiaktor. Namun pelamar juga harus melakukan sanggahan itu secara online. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Sejumlah unit sepeda motor bodong diamankan jajaran Polsek Kota Negara, Minggu (15/12) sore. Sepeda motor yang sebagian besar tanpa pelat nomor dan berknalpot brong itu merupakan barang bukti dari hasil razia trek-trekan liar di Pantai Baluk Rening. Aksi balap liar yang dilakukan gerombolan anak muda ini dinilai meresahkan karena digelar di areal pantai berpasir. Apalagi kawasan Pantai Baluk Rening ini merupakan daerah wisata yang sering dikunjungi
wisatawan. ‘’Berdasarkan pengaduan masyarakat, kami langsung tindak lanjuti dengan terjun ke lokasi. Kita amankan 7 unit sepeda motor berbagai jenis,’’ ujar Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret seizin
Kapolres Jembrana, Senin (16/12) kemarin. Saat petugas mendatangi lokasi, semua orang yang sedang trek-trekan kabur, namun beberapa di antaranya berhasil diamankan. Mirisnya ada yang masih
di bawah umur. Begitu juga ada yang tidak sempat membawa kabur sepeda motor mereka, sehingga petugas mengamankan. Dari pengecekan, selain tidak terpasang pelat nomor, sebagian besar sepeda motor itu dipereteli dan dimodifikasi untuk balap liar atau trektrekan. Selanjutnya petugas membawa barang bukti sepeda motor tersebut ke Polsek Negara. Sementara
beberapa pengendara yang diamankan diberikan pembinaan oleh petugas. ‘’Upaya ini juga untuk antisipasi pada libur Nataru nanti. Menekan kendaraan dengan knalpot brong,’’ terangnya. Trek-trekan di areal pantai ini sering digelar terutama pada sore hari di saat air laut surut. Areal pantai berpasir cukup luas dan panjang ini dimanfaatkan sebagai jalur kebut-kebutan. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN – Sejumlah sepeda motor berknalpot brong yang digunakan untuk trek-trekan di Pantai Baluk Rening diamankan di Polsek Kota Negara, Senin (16/12) kemarin.
Dari Keluarga
‘’Ayo kita bangga mempergunakan bahasa Bali. Contoh negara-negara lain yang bangga menggunakan bahasanya sendiri seperti Jepang dan Korea. Lalu kita kenapa tidak? Kita harus bangga menggunakan bahasa Bali,’’ ajaknya. Putri Suastini menambahkan, pengenalan bahasa Bali harus dimulai dari keluarga, karena dalam keluargalah rutinitas intensif berbahasa tersebut berlangsung. Bila sudah berbahasa Bali di rumah, anak-anak bisa dibiarkan berbahasa Indonesia saat berada di sekolah. Untuk kariernya nanti, mereka juga dapat dilatih bahasa-bahasa lainnya. ‘’Bahasa itu digunakan terus mulai dari keluarga kecil kita. Di rumah berbahasa Bali, saya yakin tidak akan pernah hilang itu bahasa. Tidak akan pernah
Sektor Produktif
tergerus,’’ jelasnya. Putri Suastini berharap para penyuluh bahasa Bali yang bertugas di desa-desa dapat lebih inovatif mengedukasi masyarakat supaya kembali pada bahasa ibunya. Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana mengatakan, penyuluh bahasa Bali adalah perpanjangan tangan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya pelestarian dan pengembangan bahasa Bali sebagai bahasa ibu masyarakat Bali. Para penyuluh memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan Bali. Keberadaan penyuluh bahasa Bali selain bertugas sebagai mitra masyarakat dalam upaya pelestarian bahasa Bali, juga memiliki peran untuk menyampaikan program-program pemerintah untuk dapat dik-
etahui dan dilaksanakan oleh masyarakat. Dikeluarkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa, maka diharapkan peran penyuluh bahasa Bali mampu secara maksimal, serta membuat berbagai program kerja yang mengacu pada peraturan gubernur tersebut. Dalam acara evaluasi yang dihadiri oleh para penyuluh bahasa Bali kabupaten/kota seBali, disampaikan paparan materi dari beberapa narasumber, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya pelestarian Bahasa, Aksara dan Sastra Bali dan I Nyoman Suka Ardiyasa terkait Strategi Peningkatan Kinerja Penyuluh Bahasa Bali Berbasis IT. (kmb32)
Selasa, 17 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati Banten (6) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Gatra Praja Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita
Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa Ngusaba Nini (1) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara
Caru Dewasa Ala 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Indra Jagadhita (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Sakti Pangerebongan 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Sedah Wong, Pura Dalem Desa Adat Nyitdah,Kediri-Tabanan (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Adapun jumlah ULN pemerintah pada akhir Oktober 2019 tercatat sebesar 199,2 miliar dolar AS atau tumbuh 13,6 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN terutama dipengaruhi oleh peningkatan arus masuk netto asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik dan penerbi-
tan surat utang global pada Oktober 2019. Pengelolaan ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (19 persen dari total ULN pemerintah), konstruksi (16,5 persen), jasa pendidikan (16,1 persen),
administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,3 persen), serta jasa keuangan dan asuransi (13,4 persen). Sementara jumlah ULN swasta pada akhir Oktober 2019 tumbuh 10,5 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2019 yang sebesar 10,7 persen (yoy). Perkembangan ini disebabkan oleh pertumbuhan ULN lembaga keuangan bu-
Indonesia Maju
Untuk itu sinergi, transformasi dan inovasi menuju Indonesia maju menjadi strategi yang tepat dalam menghadapi memburuknya ekonomi global di masa kini. Ini untuk memperkuat ketahanan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju Indonesia maju. Pertumbuhan ekonomi dunia yang menurun dinilai belum akan pulih pada 2020.
Hal ini dipicu ketegangan perang dagang Amerika dan China. Kebijakan moneter juga belum tentu efektif mengatasi dampak buruk perang dagang. ‘’Bank Indonesia tidak bisa sendiri menangani itu, perlu sinergi, bauran kebijakan nasional dan internasional, baik dalam stimulus fiskal maupun reformasi ekonomi di sektor riil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,’’ ujarnya. RI perlu mengundang investasi dan promosi untuk
menarik modal asing ke Indonesia, mengingat volatilitas arus modal asing masih terus berlanjut. Demikian pula digitalisasi ekonomi dan keuangan meningkat sangat pesat. Teknologi digital telah merombak secara mendasar proses produksi dalam era industri 4.0. Teknologi digital juga mengubah perilaku manusia, baik sebagai konsumen maupun tenaga kerja. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
kan bank (LKBB) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) yang melambat. ‘’Secara sektoral, ULN swasta didominasi oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara (LGA), sektor industri pengolahan, serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 76,6 persen,’’ tulis BI. (ant) mengatakan, meski ekonomi Bali dalam tantangan besar, namun diharapkan inflasi tidak naik, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi Bali, Pemprov Bali telah mengarah ke quality tourism untuk mendapatkan wisatawan berkualitas. ‘’Kita agak selektif. Kita tidak melihat dari sisi angka, tetapi kita melihat dan mengarah ke quality tourism ke depannya,’’ ungkap Cok Ace usai pertemuan. (kmb42)
Alami Penurunan
‘’Defisit November ini didorong meningkatnya impor migas serta impor utama yang bekaitan dengan kegiatan akhir tahun. Namun angka defisit pada 2019 ini dinilai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018 yang mencapai 8,5 miliar dolar, sementara pada 2019
ini defisit dari Januari hingga November baru mencapai 3 miliar dolar,’’ ujar Ibrahim. Sementara itu, dengan membaiknya data global, pemerintah dan Bank Indonesia terus melakukan konsolidasi guna mengantisipasi gejolak global susulan yang kemungkinan masih akan terjadi di 2020, dengan strategi bauran yang sudah diterapkan. Ditambah lagi dengan
reformasi secara menyeluruh baik di birokrasi, keuangan maupun yang lainnya akan memantik arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri. Bank Indonesia hari ini juga kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF), namun tidak terlalu seagresif sebelumnya.
Tetapi Bank Indonesia tetap melakukan penjagaan ketat dan harus ekstra waspada terhadap pernyataan Trump yang sewaktu-waktu berubah pikiran. ‘’Intervensi yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun Bank Indonesia tidak serta merta menguatkan mata uang rupiah, sehingga wajar kalau rupiah dalam perdagangan hari ini melemah,’’ kata Ibrahim. (ant)
SELASA UMANIS, 17 Desember 2019
20 Desember, Gubernur akan Sampaikan Pidato Akhir Tahun
Dimeriahkan Lolot, Navicula hingga Tari Pendet Kolosal
GUBERNUR Bali Wayan Koster akan menyampaikan pidato akhir tahun 2019 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Jumat (20/12) mendatang. Acara yang rencananya dimulai pukul 19.00 Wita itu juga dirangkai dengan penyerahan penganugerahan Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha. Seluruhnya dikemas dalam konsep pagelaran multiseni dan multimedia untuk sekaligus menghibur masyarakat. ‘’Pak Gubernur kan dipilih melalui proses pemilihan langsung. Beliau menyampaikan visi-misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ kepada masyarakat di awal proses pemilihan. Ini kan sudah memasuki tahun kedua, di akhir tahun dipakai kesempatan untuk menyampaikan beberapa kegiatan yang sudah tercapai, dalam proses, atau yang sudah masuk di perencanaan induk,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana dikonfirmasi, Senin (16/12) kemarin. Menurut Kun, pidato akhir tahun Gubernur disampaikan seluasluasnya kepada masyarakat Bali. Dengan harapan, masyarakat bisa memotret sejauh mana Gubernur beserta perangkat daerah bekerja dan mewujudkan visi-
misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru. Capaian Gubernur nantinya disampaikan per bidang prioritas, yaitu pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta pariwisata. ‘’Termasuk juga disampaikan tentang proses RUU Provinsi Bali,’’ imbuhnya. Kun mengundang masyarakat Bali untuk hadir mendengarkan pidato Gubernur sekaligus menyaksikan hiburan menarik. Apalagi, a c a r a ini akan dikemas seapik mungkin sesuai selera generasi milenial.
Denpasar (Bali Post) Bertempat di GOR Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar, 30 tim dari 18 klub basket nasional bertanding memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana. Pertandingan basket tingkat nasional ini digelar dalam rangka memperingati Hari Juang TNI-AD tahun 2019 dan dibuka Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Senin (16/12) kemarin. Pangdam IX/Udayana berharap seluruh rangkaian pertandingan yang akan dilaksanakan mulai Senin (16/12)
sampai Sabtu (21/12) mendatang berjalan dengan tertib, aman dan lancar. ‘’Event seperti ini diadakan hanya setahun sekali, maka saya berharap kepada seluruh atlet atau satuan agar benar-benar menunjukkan prestasi terbaiknya, sehingga meraih hasil maksimal dengan tetap menjaga sportivitas,’’ ujarnya. Tim dari 18 klub tersebut berasal dari Surabaya, Blitar, Makassar, Lampung, NTB, NTT dan Bali. Pertandingan ini dibagi menjadi 4 kategori, yaitu kategori umur 10 tahun, 14
Sebab, penting juga bagi mereka untuk mengetahui terobosan kebijakan dan program yang dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. ‘’Dinas Kebudayaan mengemas pidato akhir tahun ini dalam konsep pagelaran, tidak saja multiseni tapi juga multimedia. Multiseni dari yang tradisi sampai musik-musik genre baru seperti Navicula dan Bali rock alternatif dari Lolot,’’ jelasnya. Selain Navicula dan Lolot, lanjut Kun, sederet nama artis Bali juga didapuk sebagai pengisi acara. Sebut saja Widi Widiana dan Ayu Saraswati, serta ada pula pementasan tari Pendet kolosal anak-anak dari Sanggar Lokananta, Gianyar. Untuk penganugerahan Kerthi Bhuwana Sandhi Nugraha, Kun menyebut akan diberikan kepada 40 yayasan, sanggar, sekaa, dan komunitas seni yang sudah memiliki dedikasi. Para penerima terpilih melalui mekanisme seperti pengusulan dari Dinas Kebudayaan kabupaten/kota dan kelembagaan bidang kebudayaan, kemudian diseleksi secara administrasi untuk melihat aktivitasnya dalam lima tahun terakhir, serta verifikasi atau pengecekan lapangan. (kmb32)
p S 30 Tim Basket Nasional Perebutkan Piala Pangdam
tahun, 18 tahun serta kategori umum putra. ‘’Kepada seluruh panitia, wasit maupun juri dalam melaksanakan tugasnya tetap menjunjung tinggi profesionalitas dan objektivitas. Tegakkan aturan yang telah ditetapkan sesuai kesepakatan bersama dalam technical meeting. Untuk para atlet, agar menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjaga semangat sportivitas yang tinggi dan menghargai setiap keputusan wasit atau juri pertandingan,’’ pintanya. (kmb36)
Bali Post/ist
BASKET - Pertandingan basket memperebutkan Piala Pangdam digelar di GOR Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar Selatan.
Perseden Lolos 16 Besar Nasional KESEBELASAN Perseden Denpasar lolos ke babak 16 besar putaran nasional usai menundukkan lawannya, Matra Mamuju, dengan skor 2-0 dalam lanjutan babak 32 besar putaran nasional Grup E Kompetisi Liga 3 di Stadion Kamal Junaedi, Jepara, Senin (16/12) kemarin. Sementara tuan rumah Persijap dikalahkan 0-1 oleh Persidago Gorontalo di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara. Dua gol kemenangan Perseden diborong Nurul Ulum
pada menit ke-81 dan 90 yang membobol gawang kiper Matra Mamuju M. Faisal. Sampai wasit Hafizullah Faridh (Bandung Barat) meniup peluit panjang skor akhir Perseden tetap unggul 2-0. Usai lolos ke babak 16 besar ini, Tim Laskar Catur Muka yang menduduki runner-up Grup E akan menantang juara Grup F antara Giri Putra dan PS Ngada. Karena itu, rombongan Perseden akan melanjutkan perjalanan ke Kota Pudak, Gresik,
Tim Perseden Denpasar
Bali Post/ist
guna merebut tiket 8 besar. Mulai babak 16 besar ini diberlakukan sistem gugur. Atas sukses ini, Perseden musim kompetisi 2020 langsung ke putaran nasional Kompetisi Liga 3, dan tak perlu lagi mengikuti Rayon Bali. Para pemain Perseden diguyur bonus Rp 70 juta berkat lolos ke babak 16 besar. Sebelumnya, Perseden juga menerima bonus Rp 30 juta usai menaklukkan Persidago Gorontalo. Sukses perjuangan Perseden di putaran nasional ini tidaklah mudah. Bahkan, nyaris dikerjain dan tersingkir. Hal itu kelihatan dari laga antara Perseden melawan Matra Mamuju dan Persijap meladeni Persidago, yang sedianya kick off berbarengan, ternyata Perseden versus Matra Mamuju digelar lebih dahulu. Beruntung Perseden sempat melakukan protes, bahkan hasil akhir Persijap dikalahkan Persidago dengan skor 0-1. ‘’Kami akan berjuang maksimal pada babak 16 besar di Gresik,’’ tutur manajer tim A.A. Alit Wiartha. (022)
Ayu Saraswati Bawakan ’’Astungkara Ada Jalan’’ AYU SARASWATI sudah tak asing lagi di belantika musik pop Bali. Penyanyi kelahiran Denpasar, 27 Mei 1979 ini telah meniti karier menjadi seorang panyanyi profesional sejak 1999. Puluhan karya musik telah dilahirkannya. Di akhir tahun 2019 ini, Ayu Saraswati dipercaya menghibur masyarakat Bali pada pergelaran musik ‘’Songsong Matahari Bali 2020’’ yang dirangkai dengan Pidato Akhir Tahun Gubernur Bali Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Jumat (20/12) mendatang. Acara ini kerja sama Pemrov Bali dengan Bali TV dan Bali Post. Ia akan membawakan dua buah lagu berjudul ‘’Astungakara Ada Jalan’’ dan ‘’Sayangan Tiyang’’. Sebagai salah satu guest star, banyak harapan yang ingin disampaikan lewat lagu-lagunya
kepada masyarakat Bali pada 2020 mendatang. Ayu Saraswati yang kini tengah gencar meng-cover ulang lagu-lagunya ke dalam versi akustik ini, berharap agar masyarakat Bali pada tahun 2020 tetap semangat dalam bekerja, berkarya, dan selalu bahagia, serta lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga tercinta. ‘’Yang paling utama untuk diperhatikan adalah orangtua kita yang harus dikasihi dan yang sudah punya anak, agar anakanak lebih diperhatikan, agar tidak terlalu fokus pada gadget-nya. Harus quality time buat keluarga. Keluarga hal yang paling penting,’’ tandas Ayu Saraswati, Minggu (15/12). Selain itu, sebagai seorang seniman Ayu Saraswati juga berharap agar terus mendapat dukungan dari masyarakat Bali untuk men-support dirinya untuk terus berkarya di belantika musik Bali. ‘’Tetap dukung saya dengan men-share akun youtube saya yang resmi dan tidak me-repost karya seniman Bali dengan cara download lalu di-share di facebook. Dukung seniman Bali berkarya, jangan di-share karya seniman seenaknya tanpa link youtube resminya,’’ pesannya. (win)
Penyuluh Bahasa Bali Diperluas ke Desa Adat Selama 2019, Didata 171 Judul ’’Satua’’
SEJAK 2016, penyuluh bahasa Bali hadir di desa-desa untuk memberikan penyuluhan terkait bahasa, aksara, dan sastra Bali. Selain itu juga melaksanakan pendataan sebagai salah satu bentuk dokumentasi atas kinerja yang mereka lakukan. Di tahun 2016, penyuluh bahasa Bali mendata tokoh-tokoh masyarakat yang berkecimpung dalam bidang aksara, bahasa, dan sastra Bali. Tahun 2017 dan 2018 berlanjut mendata cerita-cerita rakyat dan naskah-naskah kuno. ‘’Di 2019 ini kami mencoba mendata, mendokumentasikan satua-satua yang berkembang di masyarakat,’’ ungkap Koordinator Penyuluh Bahasa Bali I Wayan Suarmaja di sela-sela Kegiatan Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (16/12) kemarin. Menurut Suarmaja, total ada 171 judul satua yang berhasil dikumpulkan selama 2019. Seluruhnya telah diketik menggunakan aksara Bali dan aksara Latin. Ada beberapa yang memiliki judul sama, namun versi ceritanya berbeda. ‘’Itu baru sebatas dokumentasi. Diperlukan editor agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ imbuhnya. Sejak 2016, lanjut Suarmaja, penyuluh bahasa Bali juga telah mendata 25.707 judul lontar dan membentuk kelompok belajar dengan jumlah peserta 86 ribu di seluruh Bali. Selain itu, memiliki chanel youtube dengan konten berupa tutorial dan edukasi terkait bahasa, aksara, dan sastra Bali. Pihaknya juga menyelipkan banyolan
yang mengandung pesan. ‘’Misalnya tentang sampah plastik, kami kemas penyampaian pesannya itu menggunakan banyolan-banyolan kekinian,’’ jelasnya. Suarmaja menambahkan, tupoksi penyuluh yang kini berada di bawah Dinas Pendidikan utamanya melakukan penyuluhan di bidang bahasa, aksara, dan sastra Bali. Di bidang bahasa, penyuluhan menyasar sekaa teruna hingga PKK. Di bidang aksara, melatih anak-anak untuk menulis aksara Bali secara tradisional dan digital. Mulai dari menulis aksara Bali di kertas dan lontar, hingga pengetikan menggunakan aplikasi aksara Bali. ‘’Untuk sastra, penyuluh bahasa Bali juga membangkitkan minat-minat generasi muda untuk belajar kembali sastra-sastra Bali. Contohnya dharma gita, penyuluh melakukan pendampingan dan memfasilitasi mulai dari anak-anak untuk belajar pupuh,’’ pungkasnya. Desa Adat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, penyuluh bahasa Bali kini tersebar di 716 desa dinas. Pihaknya akan melakukan evaluasi karena ada satu desa yang terdiri atas 10 banjar. Namun ada pula yang hanya terdiri dari 3 banjar, sehingga beban pekerjaan antarpenyuluh di setiap desa menjadi berbeda. ‘’Ke depannya agar ada pendistribusian tenaga. Bisa saja satu desa 2-3 orang dilihat dari jumlah banjarnya,’’ ujarnya.
Boy menambahkan, pendataan kembali juga akan dilakukan untuk mengetahui bila ada desa yang tidak memiliki penyuluh karena mengundurkan diri. Saat ini, pihaknya memang masih memberdayakan 716 penyuluh yang ada. Tapi ke depan setelah ada Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, keberadaan penyuluh tidak tertutup kemungkinan akan diperluas hingga ke 1.493 desa adat. ‘’Nanti kita berkoordinasi. Kalau memang itu dibutuhkan, kita akan mensupport. Caranya tentu kita akan mengangkat lagi tenaga penyuluh bahasa Bali,’’ jelasnya.(kmb32)