Skip to main content

Edisi Sabtu 17 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 90 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Rupiah Menguat Jakarta (Bali Post) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat (16/11) sore, menguat sebesar 128 poin menjadi 14.537 dibandingkan posisi sebelumnya 14.665 per dolar AS. Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat kemarin, mengatakan kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikan suku bunga 7 Day Reverse Repo Rate masih menjadi pemicu positif bagi pergerakan kurs rupiah. ‘’Kebijakan Bank Indonesia memberikan efek kejut yang positif bagi aset-aset di dalam negeri seperti pasar saham dan obligasi, sehingga turut berdampak positif bagi rupiah,’’ katanya. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14-15 November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,0 persen. Ia menambahkan, kenaikan tingkat suku bunga itu juga merupakan respons Bank Indonesia setelah data neraca perdagangan mengalami defisit cukup lebar sebesar 1,8 miliar dolar AS pada Oktober dibandingkan September yang surplus. Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Dimas Ardhinugraha menambahkan, kebijakan pemerintah untuk menahan impor juga turut memberi dampak positif bagi mata uang domestik. ‘’Pemerintah dan Bank Indonesia cukup proaktif menjaga rupiah,’’ katanya. Namun, lanjutnya, pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih cenderung bergantung pada perkembangan sentimen pasar global. ‘’Sebagai contoh, baru-baru ini ada kabar bahwa Presiden Trump optimistis bisa mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok. Kabar ini bisa mengangkat sentimen pasar global dan membuat stabilitas terjaga rupiah,’’ katanya. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (16/11), tercatat mata uang rupiah menguat menjadi 14.594 dibanding sebelumnya (15/10) di posisi 14.764 per dolar AS. (ant)

Paket Kebijakan Ekonomi XVI

Pengurangan Pajak, Dorong Peran UMKM Jakarta (Bali Post) – Pemerintah merilis tiga kebijakan dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang fokus pada upaya relaksasi kebijakan untuk ketahanan ekonomi nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution didampingi sejumlah menteri merilis tiga kebijakan dalam Paket Kebijakan Ekonomi XVI di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/11) kemarin. ‘’Dalam rangka lebih mendorong peningkatan nilai investasi di Indonesia, pemerintah memandang perlu untuk memperluas cakupan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang dapat diberikan fasilitas tax holiday,’’ ujar Menteri Darmin Nasution. Tiga kebijakan yang dirilis tersebut adalah pertama, pemerintah memperluas Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan (tax holiday) untuk mendorong investasi langsung di industri perintis dari hulu hingga hilir guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, pemerintah menyempurnakan ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.010/2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Kedua, pemerintah kembali merelaksasi daftar negatif investasi (DNI) sebagai upaya mendorong aktivitas ekonomi pada sektor-sektor unggulan. Kebijakan ini membuka kesempatan bagi penanaman modal dalam negeri (PMDN) termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi untuk masuk ke seluruh bidang usaha. Selain itu, pemerintah memperluas kemitraan bagi UMKM dan koperasi untuk bekerja sama agar usahanya dapat naik ke tingkat yang lebih besar. Bidang usaha yang selama ini sudah dibuka bagi penanaman modal asing (PMA) namun masih sepi peminat, pemerintah memberikan kesempatan PMA untuk memiliki porsi saham yang lebih besar. Hal. 15 Kepercayaan Investor

Likuiditas Bank Makin Ketat Jakarta (Bali Post) – Sektor perbankan akan menghadapi tantangan di tahun depan berupa likuiditas yang semakin ketat. ‘’Likuiditas tahun ini tidak seperti tahun 1998 atau 2008. Namun, yang diwaspadai likuiditas dana menyempit. Mau tidak mau suku bunga akan naik. Ditambah pula, faktor global yang belum jelas,’’ kata Direktur BCA Subur Tan di Jakarta, Jumat (16/11) kemarin. Kemarin, katanya, Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan untuk berjaga-jaga. ‘’Saya rasa market menyambut sangat positif. Angka-angka di bursa hari ini sangat positif,’’ katanya. Diakui oleh Subur, peningkatan suku bunga itu akan memengaruhi sektor riil. ‘’Segala sesuatu itu akan ada ekuilibrium. Bukan berarti ada ekuilibrium terhadap currency atau apa. Dengan kenaikan suku bunga, industri akan menyesuaikan diri. Dia akan membayar biaya lebih tinggi,’’ ujarnya. Menurut Subur, likuiditas yang ketat berpengaruh pada kenaikan cost of fund atau biaya dana di industri perbankan. Lebih jauh ia mengatakan tingkat kredit macet atau non performing loan (NPL) masih dapat dipertahankan. Sampai hari ini tidak ada potensi kenaikan yang signifikan. (ant)

Satpol PP Segel Bengkel Cat Mobil Satpol PP Denpasar kembali menjatuhkan sanksi bagi pelanggar perda. Sebuah bengkel cat mobil di Jalan Tukad Balian disegel karena tidak memiliki izin. Halaman 2 PKK Badung Raih Rekor MURI PKK Badung mempersembahkan kado istimewa pada puncak HUT ke-9 Mangupura, Kabupaten Badung, Jumat (16/11) kemarin. Pementasan tari yang diikuti 2.621 ibu-ibu PKK seluruh Badung meraih Rekor MURI. Halaman 3

Longsor di Manistutu Rusak Bangunan Warga Sebuah bangunan di Banjar Kemoning, Manistutu, Melaya roboh, Jumat (16/11) kemarin. Bangunan yang difungsikan untuk tempat peristirahatan dan lumbung padi milik I Gede Wintara (47) ini hancur terperosok ke dasar jurang setinggi sekitar 5 meter. Halaman 10 Seorang Caleg Berkelahi hingga Luka Parah Beda pilihan caleg bisa menimbulkan ketersinggungan, hingga berujung perkelahian. Ini terjadi di antara dua warga Banjar Dinas Pundukdawa, Klungkung, Kamis (15/11) malam. Mereka adalah I Made Wibawa, caleg Gerindra Dapil Kecamatan Dawan, dengan Candra Heru Juli Kartika. Halaman 12

Merauke (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyebut Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Provinsi Papua, sangat futuristik seperti markas Avengers, sehingga diharapkan mampu mendorong anak bangsa memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan para Avengers. ‘’Saya juga mengikuti di media sosial yang ramai membicarakan Monumen Kapsul Waktu ini. Katanya bentuknya seperti markas Avengers yang juga sangat futuristik,’’ ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Provinsi Papua, Jumat (16/11) kemarin. Tujuh mimpi anak-anak bangsa diletakkan secara permanen di Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia di Merauke, di ujung timur Indonesia. Presiden menjelaskan bahwa untuk bisa dibaca, bertahan puluhan tahun, maka tujuh impian anak-anak bangsa dimasukkan dalam kapsul yang bentuknya sangat futuristik. ‘’Sehingga

kelak di tahun 2085 dibuka oleh penerus kita. Apakah tujuh mimpi besar itu telah bisa kita wujudkan? Jadi, ini bukan semata-mata monumen biasa. Ini adalah monumen impian kita bersama,’’ kata Presiden ketika memberi sambutan. Sebanyak tujuh mimpi anakanak bangsa dari 34 provinsi yang ditulis dan disimpan dalam kapsul waktu itu yakni satu, SDM Indonesia kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Dua, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Tiga, Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. Empat, masyarakat dan aparatur pemerintah kita bebas dari perilaku korupsi. Lima, membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Enam, Indonesia sebagai negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Tujuh, Indonesia sebagai barometer pertumbuhan ekonomi dunia.(ant)

Jakarta (Bali Post) – Kementerian Keuangan segera melaksanakan Paket Kebijakan Ekonomi XVI terutama yang terkait dengan perluasan fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan (tax holiday) dan pengendalian devisa dengan pemberian insentif perpajakan. ‘’Kami siap melakukan peraturan perundang-undangan termasuk beberapa policy yang akan kami bicarakan dengan Kemenperin terkait tax deduction untuk vokasi, research, dan hal lain yang masih kami godok yaitu kendaraan listrik,’’ kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Jumat (16/11) kemarin. Menkeu menyebutkan, instrumen fiskal yang sekarang ini digunakan ditujukan un-

tuk mendorong industrialisasi dalam rangka membangun sektor industri di Indonesia yang lebih komplit dari hulu hingga hilir. ‘’Instrumen fiskal dalam bentuk tax holiday yang sudah diperluas, kami segera laksanakan dalam bentuk jumlah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI yang meningkat, kami segera keluarkan revisi PMK-nya,’’ katanya. Mengenai pemberian tax holiday melalui Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS), Menkeu mengatakan, melalui penyederhanaan itu, investasi baru mulai meningkat. Hal. 15 Naik Lagi

banegara, perlu diperjuangkan mengenai revisi Undangundang tentang Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I Bali, NTB, dan NTT menjadi Undang-undang tentang Provinsi Bali. Inilah yang menjadi landasan hukum berpikir dalam membuat pranata hukum untuk Bali. ‘’Kalau itu tidak terjadi, tidak ada,’’ imbuhnya. Alit Suardana dari MMDP Karangasem berharap Gubernur Bali Wayan Koster segera merealisasikan salah satu program prioritasnya sesuai janji saat kampanye. Yakni merevisi Perda No.3 Tahun 2003 tentang Desa Adat. ‘’Mudah-mudahan nomenklaturnya sesuai dengan harapan kita, penguatan dan pemberdayaan desa adat,’’ ujarnya. Hal. 15 Perlu Diperjelas

Bali Post/Biro Pers Istana

MONUMEN - Presiden Joko Widodo setelah meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Provinsi Papua, Jumat (16/11) kemarin.

Desa Adat Butuh Keadilan

Bali Perlu Produk Hukum Lindungi Desa Adat

BALI membutuhkan sebuah produk hukum yang jelas dan memiliki kekuatan agar desa adat tidak lagi diutakatik oleh siapa pun. Namun, bukan berarti desa adat lantas menjadi sebuah lembaga yang sangat super power dan boleh melakukan apa saja. Tidak seperti itu. ‘’Janganlah terlalu didramatisir seperti itu. Di awig-awig desa adat, NKRI

Potensi Kehilangan Pajak

Tujuh Mimpi Anak Bangsa di Monumen Kapsul Waktu

Diskusi Merah Putih (2-Habis)

itu muncul. Jadi kan artinya desa adat mengakui NKRI,’’ ujar Bendesa Adat Buduk Ida Bagus Ketut Purbanegara dalam Diskusi Merah Putih, baru-baru ini. Purbanegara menambahkan, justru desa adat-lah yang selama ini menjalankan program atau kegiatan pemerintah. Dalam konteks ini, pengakuan dan penghormatan kepada adat jangan hanya dalam bentuk diskusi atau lip service saja. Sementara hukum adat telah disadari berada dalam posisi subordinat. ‘’Kalau sudah ada kesepakatan antara MUDP dengan kepolisian, saya sangat apresiasi dan junjung tinggi. Tetapi jangan hanya seperti membuat kesepakatan, kok kesannya mengemis desa adat itu,’’ jelasnya. Bicara Bali, lanjut Pur-

Bali Post/ant

PAKET KEBIJAKAN - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI, Jumat (16/11) kemarin.

Pariwisata Bali dilandasi budaya. Banyaknya turis yang datang ke Bali juga karena budaya yang dikawal desa adat. Bahkan, mereka selalu disanjung akan kesetiaannya menjaga keamanan Bali. Namun pewaris, pelaku, dan pelestari budaya yakni desa adat kini diobok-obok. Adilkah perlakuan seperti itu?

Purbanegara

Alit Suardana

BENDESA Pakraman Sanur Ida Bagus Paramartha mengatakan, pada 1997 Sanur merupakan pilot project Fakultas Ekonomi Unud untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya kawasan wisata Matahari Terbit. Pungutan masuk kawasan wisata tersebut lantas dipakai untuk membangun desa. ‘’Kemarin yang disebut OTT, perlu kami klarifikasi bukan pecalang, itu adalah petugas pungut dari BUMDas (Badan Usaha Milik Desa Adat pilot project dari FE Unud - red). Jadi, pemasukan dana tersebut jelas ada laporan transparan. Kalau misalnya di pemerintahan ada BPK, kami punya pengawas sesuai dengan bidangnya sam-

pai perencanaan,’’ ujarnya. Paramartha menyayangkan adanya OTT tersebut. Apalagi, tarif yang diberlakukan telah didasari dengan pararem. Bendesa Canggu I Nyoman Sujapa mengatakan desa adat sebetulnya memiliki peradilannya sendiri. Oleh karena itu, saat ada kasus seperti pungli melibatkan masyarakat adat mestinya tidak serta merta diringkus atau dibawa ke ranah hukum positif. ‘’Kalau (aparat terkait) menerima laporan, seyogianya mohon datangilah kami, terutama bendesa, laporannya benar atau tidak. Sehingga awal kami sudah akan dapat memberikan dasar hukum seperti apa,’’ ujarnya. Hal. 15 Saber Pungli

Ida Bagus Paramartha

I Nyoman Sujapa


DENPASAR

2

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Tak Berizin, Satpol PP Segel Bengkel Cat Mobil Denpasar (Bali Post) Satpol PP Denpasar kembali menjatuhkan sanksi bagi pelanggar perda. Sebuah bengkel cat mobil di Jalan Tukad Balian, disegel karena tidak memiliki izin. Penindakan ini diberikan setelah pemilik bengkel sebelumnya telah digiring ke sidang tindak pidana ringan (tipiring). Saat menjatuhkan sanksi segel,Jumat (16/11) kemarin, Satpol PP juga mengikutsertakan sejumlah aparat kepolisian dan TNI, serta instansi terkait. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Anom Sayoga mengatakan, penyegelan itu dilakukan karena usaha bersangkutan sudah melanggar tiga perda yaitu Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung, Perda Nomor 13 Tahun 2002 tentang SIUP dan Perda Nomor 7 Tahun 2005 tentang Izin Tempat Usaha dan Izin Gangguan. “Sebelum melakukan penyegelan, bengkel cat ini telah kena tipiring tanggal 30 April 2018 dan kena denda sebesar Rp 1 juta. Kendati demikian, usaha ini tetap beroperasi tanpa izin. Untuk itu kami langsung melakukan tindakan penyegelan,” ujarnya. Sampai penyegelan dilaksanakan, kata Anom Sayoga pemilik bengkel cat mobil tidak bisa menunjukkan izin yang harus dimiliki untuk melakukan usaha ini. Setelah disegel, bengkel cat mobil ini akan tetap diawasi bahkan pengawasannya juga melibatkan pihak desa. Bila segel ini dibuka sebelum bisa memiliki izin, pihaknya akan membawa ke ranah pidana. Apabila ke depannya bengkel ini mampu menunjukkan izin, maka

segel yang telah terpasang akan dibuka. “Kami berharap, masyarakat yang ingin membuka usaha agar melengkapi berbagai perizinan yang diperlukan sehingga tidak melanggar perda,” katanya mengingatkan. Anom Sayoga menambahkan, pihaknya rutin melakukan penertiban di seluruh Kota Denpasar. Hal ini untuk mewujudkan Kota Denpasar bebas dari pelanggaran, seperti pedagang kaki lima, limbah padat dan cair. Selain menertibkan bengkel cat, pihaknya juga telah menertibkan baliho-baliho yang izinnya sudah tidak berlaku dan melanggar tempat pemasangannya. “Sampai saat ini ada beberapa baliho yang izinnya sudah kedaluwarsa, sehingga perlu dilakukan penertiban,” ujarnya. Anom Sayoga menegaskan, keberadaan Satpol PP sebagai penegak perda bukanlah untuk mencari-cari kesalahan masyarakat. Melainkan untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang aturan-aturan yang berlaku. Pemilik bengkel cat mobil Tanjung Raya, Firman Abadi, mengaku izin usahanya masih dalam proses, sehingga sampai saat ini belum memiliki izin. Terkait dengan adanya laporan masyarakat tentang adanya kebisingan terkait aktivitas bengkelnya, ia mengaku ada proses pengetokan sebelum dicat. Meski demikian, ia berharap masyarakat yang merasa terganggu mau menyampaikan langsung keluhan tersebut pada dirinya, sehingga pengetokan bisa dipindah. Bukannya langsung melapor ke Satpol PP. (kmb12)

Bali Post/eka

SEGEL - Petugas Satpol PP Kota Denpasar memasang papan segel di bengkel cat mobil di Jalan Tukad Balian, Denpasar, Jumat (16/11) kemarin.

Sikapi Masalah Desa Adat

FIGUR

Ombudsman Minta Kepolisian Selektif Denpasar (Bali Post) -

Ombudsman RI Perwakilan Bali mengapresiasi langkah-langkah penindakan yang dilakukan aparat kepolisian terkait pungutan liar (pungli). Namun, aparat kepolisian tetap diminta selektif. Yakni dengan memilah pungutan mana yang menjadi kewenangan atau ranah desa adat, mana yang menjadi kewenangan pemerintah.

Rekomendasikan Penegakan Hukum

Bali Post/dok

DPRD Bali sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi terkait rantai jaringan usaha asing yang berusaha di Bali. Salah satunya menutup usaha yang tidak memiliki izin maupun usaha yang sudah memiliki izin, tapi melakukan praktik yang tidak sehat. Nyatanya rekomendasi ini tidak hanya berlaku untuk toko-toko jaringan mafia Tiongkok. “Kami merekomendasikan penegakan hukum secara keseluruhan dan bukan saja ke satu jaringan negara yang melanggar saja,” ujar Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana, Jumat (16/11) kemarin. Politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini menegaskan, semua hal yang direkomendasikan DPRD dan diputuskan oleh pemerintah daerah pada intinya adalah penegakan hukum. Itupun sudah disepakati oleh seluruh stakeholder pariwisata pada saat rapat kerja yang digelar DPRD Bali melibatkan Wakil Gubernur Bali, komponen pariwisata, unsur kepolisian, imigrasi, serta OPD terkait pada tanggal 31 Oktober lalu. Tapi saat ini justru beredar wacana, utamanya di media social yang menyebut Gubernur Bali ngamuk bahkan tendensius kepada suatu negara yakni Tiongkok. “Wacana itu tidak benar. Gubernur hanya menegakkan rekomendasi serta keputusan yang telah diambil bersama dengan seluruh stakeholder kepariwisataan. Kami di Komisi II pun sudah beraspirasi ke Kementerian Pariwisata pada tanggal 8 November,” jelasnya. Dikatakan, aspirasi ke Kementerian Pariwisata untuk menyampaikan ke negara-negara yang berkepentingan bahwa tidak ada rekomendasi ataupun keputusan yang tendensius kepada suatu negara. Bali justru tegas dalam penegakan hukum serta taat pada perundang-undangan yang berlaku karena tidak mungkin melegalkan sesuatu yang salah. Seperti pada kasus toko-toko jaringan mafia Tiongkok yang akhirnya ditutup, tidak hanya bermasalah pada perizinan. Toko-toko itu juga menjual barang yang tidak memiliki korelasi dengan pariwisata, apalagi destinasi. “Investasi yang tidak sesuai peraturan, ada pelanggaran Undang-undang Ketenagakerjaan, dan seterusnya. Kalaupun berdampak, tentu ini justru menunjukkan losses devisa kita bahkan jauh lebih besar, karena kegiatan resmi, sah justru hasil subsidi dari keuntungan hasil yang dapat dikatakan tidak sehat tersebut,” imbuhnya. Itu sebabnya Bali dikatakan sebagai negara yang penuh penipu di media sosial Tiongkok. Kalaupun sekarang ada yang menyatakan penurunan wisatawan Negeri Tirai Bambu dan ekses lainnya, itu bukan semata-mata soal isi kesepakatan bersama. “Selain memang memasuki low season, juga bersifat parsial dan bukan pernyataan perhimpunan atau asosiasi yang menaungi,” tegasnya. (rin)

(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5

Topik : Ombudsman Minta Kepolisian Selektif Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

“Kita berharap selektif, tidak gebyah uyah (menyamaratakan - red), sembarangan melakukan penindakan. Betul-betul dilakukan secara terencana, berdasarkan informasi intelijen yang baik, sehingga bisa mengambil langkah-langkah yang tepat,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab di sela-sela Coffee Morning dan Koordinasi Antar Lembaga “UPP Saber Pungli dan Kontribusinya bagi Pelayanan Publik” di kantor setempat, Jumat (16/11) kemarin. Mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang belakangan dilakukan aparat kepolisian, Umar Ibnu Alkhatab menilai sudah sesuai dengan kewenangan. Artinya, kepolisian tidak sembarangan mengambil tindakan. Namun sudah dipikirkan dan dikaji

sebelumnya. Ke depan aparat kepolisian dan desa adat perlu duduk bersama agar ada persamaan persepsi tentang pungli. “Saya kira sewaktuwaktu perlu dari pemda atau dari pihak manapun mempertemukan semua pihak untuk berbicara, mana yang menjadi ranah adat, mana yang bukan. Walaupun ranah adat, ada batasan-batasannya berapa yang bisa dipungut. Jadi tidak beda-beda. Misalnya desa adat ini sekian, desa adat lain sekian,” paparnya. Selain itu, Umar Ibnu Alkhatab menilai perlu ada aturan bersama agar tidak ada perbedaan antara penindakan di daerah satu dengan daerah lain. Kemudian terkait anggaran, juga masih ada perbedaan anggaran UPP Saber Pungli di setiap kabupaten/kota. Ada kabupaten yang menganggarkan hanya

Rp 100 juta, namun ada pula yang sampai Rp 1 miliar. “Di Karangasem cuma Rp 130an juta. Ini bisa saja sebagai kendala karena anggaran itu paling habis di rapat dan sosialisasi, penindakannya tidak bisa. Kalau di Buleleng Rp 1 miliar bisa buat penindakan, pencegahan, dan lain-lain,” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Irwasda Polda Bali Kombes Pol. Drs. Wahyono, M.Hum. menegaskan, aparat kepolisian tidak mengkriminalisasi peraturan adat. Justru polisi ingin memperkuat adat itu sendiri. Pihaknya mengingatkan bila negara menganut sistem positivisme yang mengedepankan hukum positif, namun tetap menghargai adanya hukum adat. “Di aturan undang-undang kita tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih

Bali Post/eka

KOORDINASI – Suasana koordinasi antarlembaga UPP Saber Pungli di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bali, Jumat (16/11) kemarin. tinggi. Tetap aturan di bawah itu harus mengacu kepada aturan perundang-undangan yang ada,” ujarnya. Wahyono menambahkan, pihaknya tidak akan menyentuh ranah adat. Namun tidak boleh ada unsur pidana di situ karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat umum. “Kita mengapresiasi

dan menyerap apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat secara umum. Itu yang kita kedepankan,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

Denpasar Raih Dua Penghargaan Natamukti Penjambret dari Menteri Koperasi dan UKM Spesialis WNA Konsisten Tunjukkan Daya Saing UMKM Berkelanjutan Ditangkap

KEBERHASILAN Pemkot Denpasar dalam menunjukkan kinerja guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menjadikan ibu kota Provinsi Bali ini meraih dua penghargaan Natamukti 2018 dari Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI. Penghargaan Natamukti tahun 2017 diraih Denpasar dalam kategori Nindya, yakni kota/kabupaten yang mampu meningkatkan daya saing UMKM baik nasional hingga internasional. Secara berkelanjutan dan konsisten menunjukkan kinerja yang baik dalam peningkatan UMKM pada tahun 2018, Denpasar dianugerahi penghargaan Natamukti dan Natamukti Nindya Ganapravara sebagai penghargaan tertinggi nasional. Dua penghargaan ini diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, diserahkan Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga didampingi Founder dan Chairman MarkPlus Inc yang sekaligus Chairman International Council for Small Business (ICSB) Indonesia Hermawan Kartajaya di Gedung 123, Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (15/11). Dalam arahannya, Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga mengatakan, pertumbuhan ekonomi harus mampu diikuti dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sehingga melalui penghargaan ini diharapkan mampu menjadi motivasi kepala daerah untuk terus berinovasi dalam pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, perkembangan UMKM tak terlepas dari ruang yang telah diberikan se-

lama ini untuk kemudahan dalam berpromosi. Seperti halnya Denpasar Festival, Sanur Village Festival, hingga mendorong UMKM dalam mengikuti promosi skala nasional hingga internasional. Di samping itu, Pemerintah Kota Denpasar juga telah memfasilitasi para UMKM lewat sarana dan prasarana, seperti terbentuknya rumah belanja Denpasar, rumah kemasan, hingga inovasi promosi melalui media digital dalam ranah Denpasar Smart City. Perkembangan ini juga ditunjang dengan kemudahan terhadap perizinan, membantu permodalan UMKM melalui kredit usaha rakyat (KUR), serta melaksanakan monitoring dan evaluasi melalui Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah menganugerahi dua penghargaan kepada Kota Denpasar

sebagai cambuk dalam peningkatan daya saing UMKM Denpasar melalui program dan inovasi yang terus ditingkatkan,” ujar Rai Mantra. Sementara itu, Hermawan Kartajaya mengatakan penerima penghargaan Natamukti ditentukan melalui proses panjang. Dimulai dari riset yang dilakukan tim ICSB dari berbagai daerah. Dilanjutkan dalam tahap verifikasi di lapangan oleh tim ahli ICSB dengan mengacu pada model Natamukti, yaitu bagaimana melakukan pengembangan UMKM yang terpercaya, terdepan, dan teratur. Hasil review dan masukan tersebut kemudian disusun dalam daftar usulan pemenang yang kemudian dibawa ke rapat khusus dengan pejabat tinggi Kementerian Koperasi dan UKM yang ditunjuk Menteri A.A. Gede Ngurah Puspayoga pada awal November 2018. (ad716)

PENGHARGAAN - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima penghargaan Natamukti dan Natamukti Nindya Ganapravara yang diserahkan Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Gede Ngurah Puspayoga di Gedung 123, Kawasan Puspitek Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (15/11).

Denpasar (Bali Post) Anggota Opsnal Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengungkap kasus penjambretan yang selama ini terjadi di wilayah tersebut. Pelakunya tak lain, Ade Aprinaldi alias Iwan (29). Ia merupakan penjambret spesialis warga negara asing (WNA). Menurut Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika, kasus ini terungkap berawal dari adanya laporan kasus penjambretan di Jalan Mertasari, Sanur. Korbannya adalah turis asing yang sedang jalan-jalan di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat jika Mamat membawa HP hasil dari aksi penjambretan. Setelah ditelusuri, ternyata HP tersebut yang dilaporkan dijambret di Jalan Mertasari. “Menindaklanjuti informasi itu, Panit II kami yaitu Iptu Nyoman Laba bersama anggotanya mengamankan Mamat,” ujar Hadimastika, Jumat (16/11) kemarin. Selanjutnya, petugas menginterogasi Mamat dan dia mengaku membeli HP tersebut dari Ade alias Iwan. Kedua HP hasil dari aksi penjambretan tersebut seharga Rp 5,5 juta. Polisi lalu memburu tersangka Ade dan pada Rabu (14/11) pukul 16.00 Wita berhasil dibekuk di Jalan Pulau Moyo X, Densel. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolsek Densel untuk proses hukum lebih lanjut. “Pelaku ini residivis kasus penjambretan. Kami masih mengembangkan kasus ini dan mencari barang bukti lainnya,” ungkap mantan Kanitreskrim Polsek Ubud, Gianyar ini. (kmb36)


BADUNG

Sabtu Umanis, 17 November 2018

3

’’Mangupraja Angelus Bhuana’’

Giri Prasta Ajak Masyarakat ’ Segilik Seguluk Salulung Sabayantaka’’

PEMERINTAH Kabupaten Badung merayakan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Mangupura, Kabupaten Badung yang dipusatkan di Lapangan Puspem Badung, Jumat (16/11). Hari jadi ke-9 yang mengambil tema ‘’Mangupraja Angelus Bhuana’’ diawali dengan apel bersama. Bupati Giri Prasta dalam kesempatan itu mengatakan, tema yang diambil dalam perayaan HUT ke-9 Mangupura memiliki makna Badung berbagi dari Badung untuk Bali. Apel bersama dipimpin langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Hadir sejumlah perwakilan Bupati dan Wali Kota se-Bali, di antaranya

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, pimpinan dan anggota DPRD Badung, para pejabat serta karyawan/ karyawati di lingkup Badung. ‘’Mangupura itu, Mangu artinya menawan hati, Pura tempat. Mangupura adalah tempat menawan hati. Semoga Badung Mangupura dapat

memberikan tempat bagi masyarakat yang menawan hati,’’ ujar Giri Prasta. Dikatakan, tiga tahun menjabat sebagai Bupati Badung, dirinya bersama Wakil Bupati Ketut Suiasa telah mampu menjalin tali silahturahmi, bersinergi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat Badung. ‘’Apa yang kami lakukan saat ini telah dirasakan oleh krama Badung. Itulah kami teruskan dari era Bupati Ratmadi, Bupati Gde Agung dan Giriasa. Selalu berkomunikasi bersinergi urusan pemerintahan dan kemasyarakatan,’’ ujarnya. Dijelaskan, sejak dirinya masuk sebagai Bupati sudah ada peningkatan APBD. Peningkatan ini merupakan kerja bersama sehingga setiap tahun struktur APBD Badung terus meningkat. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Badung dan Bali senantiasa

PKK Badung Persembahkan Rekor MURI

baik dalam pelestarian budaya kita. Mudah-mudahan dengan kegiatan seperti ini masyarakat semakin mencintai tradisi daerahnya, mengingat tari pendet sering digunakan dalam kegiatan ritual di Bali,’’ terangnya. (kmb27)

REKOR dunia menjadi kado istimewa puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Mangupura, Kabupaten Badung, Jumat (16/11). Pengakuan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) ini disuguhkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Badung dalam pementasan Tari Pendet kolosal. Pementasan tari yang diikuti 2.621 ibu-ibu PKK seluruh Badung, dipusatkan di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (16/11). Ketua Penggerak PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan untuk melestarikan Tari Pendet di kalangan ibuibu. ‘’Kami ingin Tari Pendet yang tergolong tarian sakral ini dilestarikan dengan mengajak ibu-ibu PKK Badung untuk bisa menarikannya,’’ ujarnya. Istri dari Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta ini berharap kegiatan yang dipersiapkan selama satu bulan lebih ini bisa dicontoh oleh kabupaten lain dalam rangka pelestarian seni, adat dan budaya. ‘’Kami juga mengajak seluruh ibu-ibu PKK desa untuk belajar Tari Pendet. Ke depan, anak-anak TK di Badung juga akan kami

imbau agar diajarkan menari di sekolah masing-masing,’’ kata Seniasih. Sementara itu, Manager MURI Andery Purwandono mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung melakukan kegiatan tari pendet ini. ‘’Kita berhadap dalam raihan rekor MURI ini budayabudaya serta tradisi di Indonesia semakin lestari sehingga dapat diturunkan ke generasi penerus kita. Dan sekali lagi saya ucapkan selamat atas raihan ini,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Badung Putu Gede Sridana mengungkapkan, kegiatan ini merupakan kegiatan para penggerak PKK Badung dan hal ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarat. ‘’Kami ikut fasilitasi kegiatan ini karena bagian dari pemberdayaan masyarat, karena ide ini juga Ny. Seniasih Giri Prasta

meningkatan rasa manyama braya segilik seguluk salulung sabayantaka. ‘’Saya mengajak kita semua, ayo ciptakan gairah baru. Yang baik kita teruskan dan yang jelek kita tinggalkan. Pemimpin harus mampu mempersatukan masyarakat. Dan hari ini kita bersatu membangun jagat Badung,’’ tegasnya. Dalam menjalankan roda pemerintahan, Giri Prasta mengakui menggunakan filosofi Panca Pandawa. Sebagai peran Bima, ia harus berani tegas menjalankan aturan. Kemudian saat sebagai Arjuna harus tepat sasaran membantu masyarakat, Nakula menjaga penampilan, Sahadewa menggunakan kecerdasan inovasi untuk masyarakat Badung dan Darmawangsa filosofinya bagaimana dirinya harus mampu membuat orang sedih menjadi tersenyum. ‘’Saya contohkan program KBS, berapapun habis dana berobat menjadi tanggung jawab Pemkab Badung. Kenken carane sebet jadi liang,

neraka dadi sorga (Bagaimana caranya sedih jadi senang, neraka menjadi surga),’’ terang Giri Prasta. Lebih lanjut berbicara mengenai program, pihaknya tak lupa menyampaikan terima kasih kepada DPRD Badung. Pasalnya, sejak dirinya dilantik sebagai bupati, hubungan lembaga dewan dengan eksekutif selalu bersatu. Bahkan ada lima program perioritas pembangunan yang selalu disupport oleh parlemen, mulai dari program sandang, pangan dan papan, program kesehatan, pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, program adat, agama, seni budaya dan pariwisata. Dalam kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan dana motivasi kepada sepuluh orang wirausahawan muda, pemberian penghargaan Seni Kerti Budaya Kabupaten Badung Tahun 2018, penyerahan alat bantu bagi penyandang disabilitas, bantuan bedah rumah CSR, dan penyerahan bantuan perlindungan jaminan sosial lanjut usia. (kmb27)

”Apa yang kami lakukan saat ini telah dirasakan oleh krama Badung. Itulah kami teruskan dari era Bupati Ratmadi, Bupati Gde Agung dan Giriasa. Selalu berkomunikasi bersinergi urusan pemerintahan dan kemasyarakatan.” Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta

Badung ”Command Center” Jadi Mata dan Telinga Giriasa KABUPATEN Badung kini memiliki fasilitas Command Center atau ruang kendali darurat untuk mengatasi segala permasalahan yang terjadi dengan cepat. Ruang pengendali ini bukan hanya sekadar teknologi yang bisa mengintegrasikan data dan informasi, tetapi menjadi mata dan telinga Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa. Pelayanan pengaduan yang bersifat darurat itu diresmikan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta usai mengikuti upacara Bendera Memperingati HUT ke-9 Mangupura. Bersama sejumlah tamu beserta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Badung menuju ke gedung Badung Command Center (BCC) untuk meresmikan sejumlah aplikasi inovatif serta gedung yang telah rampung. Peresmian BCC tersebut juga dihadiri mantan Bupati Badung A.A. Gde Agung, Wakil Ketua DPRD Nyoman Karyana dan Made Sunarta serta Wabup Badung Ketut Suiasa. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan, Badung Command Center merupakan satu hal yang positif, sebagai (latform terpusat untuk

mengakses seluruh aplikasi pemerintah daerah sehingga menjadikan Badung sebagai Smart City. ‘’Smart City Badung ini kontennya adalah connecting, controling dan monitoring. Karena itu, saat ini kami sudah bisa memantau segala sesuatunya melalui video wall yang ada di Command Center, dan juga wifi gratis di seluruh Kabupaten Badung,’’ terang Giri Prasta. Lebih lanjut Giri Prasta menambahkan, dengan adanya command center, data center, dan wifi gratis, merupakan bukti nyata komitmen pemerintah kepada masyarakat Badung untuk memberikan pelayanan yang transparan, cepat, pasti dan murah. ‘’Kami berharap hal ini dapat meningkatkan pelayanan masyarakat yang efisien, terintegrasi dan berkesinambungan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, Smart City merupakan pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan Teknologi Infomasi (TI) untuk menghubungkan, memonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien. Hal ini juga memaksimalkan pelayanan kepada warga dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. ‘’Salah satu langkah untuk mewujudkan Smart City di Kabupaten Badung adalah dengan membangun Badung Command Center atau kami sebut sebagai Kidung Mangupura. BCC dengan tagline Kidung adalah kepanjangan dari Komunikasi Infor-

masi Badung, ini merupakan pusat pemantauan seluruh sensor dan data-data dari aplikasi yang ada di perangkat daerah Kabupaten Badung, sehingga terintegrasi dan ditampilkan dalam wall display BCC,’’ paparnya. Lebih lanjut dikatakan, BCC ini saat ini boleh dibilang terluas di Indonesia dan menempati bangunan berlantai tiga dengan luas 5.184 meter persegi. Adapun data-data yang dapat ditampilkan antara lain CCTV dan video analitik, data pelayanan publik seperti perizinan, perpajakan, kependudukan, serta data-data kinerja perangkat daerah Kabupaten Badung meliputi, absensi pegawai serta kinerja fisik dan keuangan perangkat daerah. ‘’Bersamaan dengan peresmian BCC pada hari ini, juga diresmikan Data Center Kabupaten yang merupakan pusat data Pemerintah Kabupaten Badung,’’ katanya. Data Center dibangun dengan menggunakan teknologi Hyperconvergence agar dapat melayani transaksi data dengan optimal. Selain itu, juga diresmikan akses internet gratis/ free wifi, CCTV surveillance, ATCS, Whistle Blower System (WBS), layanan NTPD Call Center 112, layanan pengaduan 14084 dan Unit Reaksi Cepat Pelayanan Publik (URCP2). Kondisi saat ini sudah ada 72 aplikasi, 994 titik wifi gratis yang tersebar dari ujung selatan sampai ujung utara wilayah Kabupaten Badung, dan 568 CCTV yang terpasang di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, sekolah, puskesmas, objek wisata dan tempat-tempat strategis di Kabupaten Badung. (kmb27) ad715


daerah

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Kolaborasi BPR dengan Fintech

BPR Berharap OJK Segera Keluarkan POJK

Denpasar (Bali Post) BPR berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengeluarkan Peraturan OJK (POJK) terkait kolaborasi BPR dengan fintech. Mengingat sebelumnya OJK mengimbau BPR bisa berkolaborasi dengan fintech agar tetap bisa eksis. Direktur BPR Kanti I Made Arya Amitaba mengatakan, BPR Kanti telah menyiapkan diri sejak tahun 2017 untuk bekerja sama dengan fintech. ‘’Oleh karena itu jauh sebelum adanya ini kita sudah menjajaki kerja sama dengan salah satu fintech,’’ ujarnya, belum lama ini. Namun ketika akan menjalankan imbauan OJK itu, ia menemui kendala yaitu adanya ketentuan yang menyulitkan BPR mengadopsi fintech ini. ‘’Ketika OJK menyampaikan bahwa perbankan harus berkolaborasi dengan fintech, tentu kita berharap aturan yang menghambat kerja sama antara perbankan dengan fintech ini diberikan suatu terobosan,’’ ungkapnya. Bahkan, ia sampai minta kepada OJK untuk diberikan kesempatan ketika aturannya belum ada, agar BPR Kanti dan beberapa BPR lainnya bisa sebagai pilot project. ‘’Karena draf kerja sama yang kita lakukan dengan salah satu fintech sudah ada tinggal di-launching saja. Namun ketika ini belum diberikan oleh OJK, kita juga belum berani untuk melangkah,’’ tandasnya. Ia berharap BPR Kanti bisa menjadi pilot project, baik dalam waktu enam bulan atau setahun dengan konsep ada pembatasan layanan yang diberikan selama menjadi pilot project. Misalnya pembatasan dari sisi pembiayaan maksimal 20 persen dari total pembiayaan fintech tersebut. Misalnya fintech memberikan pinja-

man hanya sampai Rp 2 miliar, BPR Kanti membiayai maksimal 20 persen dari Rp 2 miliar, berarti Rp 400 juta. Sehingga BPR Kanti hanya bisa memberikan pembiayaan melalui fintech maksimal Rp 400 juta. Pembatasan dari sisi NPL, misalnya ketika NPL sudah mencapai 2 persen, maka pembiayaan agar dihentikan. ‘’Ketika kami ikut dalam kolaborasi fintech ini, kami berharap NPL yang kami biayai ketika kolaborasi dengan fintech ini telah mencapai 2 persen, kami siap untuk distop untuk ikut kolaborasi dalam fintech ini,’’ pungkasnya. Diakui ia telah menyiapkan diri terkait batasan-batasan ketika memang nanti eranya fintech. Walaupun yang terjadi di Tiongkok banyak perusahaan fintech yang bangkrut, namun dikatakan kondisi di Tiongkok dengan di Indonesia berbeda. Segala sesuatunya telah dibentengi oleh OJK. Oleh karena itu ke depan perkembangannya menjadi sangat luar biasa. Maka dengan demikian ketika BPR tidak ikut serta di dalamnya, fintech akan menjadi tsunami bagi BPR. Apalagi wilayah atau area pembiayaan fintech adalah pangsa pasar BPR juga. Dengan kemudahan akses pembiayaan yang ditawarkan fintech dibandingkan dengan BPR, maka akan menjadi ancaman bagi BPR. Spirit BPR juga hampir sama dengan fintech, yaitu memberikan layanan yang cepat, kredit yang cepat pada nasabah. Sama dengan spirit BPR, ketika masyarakat di pedesaan yang tidak tersentuh dengan perbankan, dengan dikeluarkan Pakto 88 didirikan BPR di masing-masing kecamatan. Maka dari itu ia berharap kepada OJK agar segera mengeluarkan POJK yang mmengatur kolaborasi BPR dengan fintech. (kmb42)

Anggota BPBD Diberikan Pemahaman Lalin Denpasar (Bali Post) Upaya meningkatkan kinerja pelayanan dalam penanggulangan bencana, BPBD Kota Denpasar menggelar sosialisasi tentang lalu lintas dan disiplin ASN kepada 240 anggotanya. Baik yang bertugas di pemadam kebakaran (damkar) maupun pusdalops. Kegiatan ini mendatangkan narasumber dari Polresta dan Inspektorat, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Jumat (16/11) kemarin. Kepala BPBD Kota Denpasar Drs. Ida Bagus Joni Ariwibawa, M.Si. mengatakan, sosialisasi ini diberikan kepada anggota BPDB, baik yang bertugas di Pusdalops maupun damkar. Sehingga upaya untuk meningkatkan kinerja anggota BPDD serta memberikan pemahaman tentang aturan yang harus diikuti dan diaplikasikan oleh para anggota. Lebih lanjut I.B. Joni menjelaskan, dalam sosialisasi ini anggota BPBD akan mendapat arahan terkait lalu lintas. Karenanya, dalam bekerja anggota BPBD senantiasa berkaitan dengan aturan lalu lintas. Sehingga pemahaman akan aturan yang baik dan benar harus terus diindahkan sebagai warga negara yaang baik, meskipun damkar maupun ambulans mendapat prioritas utama di jalan raya. Tidak hanya itu, dalam kegiatan ini pihaknya mengundang Inspektorat Kota Denpasar berkaitan dengan korupsi dan pungutan liar. Sosialisasi dari Inspektorat harus diberikan mengingat dalam tugas sehari-hari bersentuhan dengan masyarakat, sehingga ada potensi ke arah itu cukup besar. ‘’Dengan mendapatkan sosialisasi maka seluruh anggota mendapat bekal pengetahuan maupun pemahaman supaya mereka tidak terjebak dengan pungli maupun korupsi itu,’’ jelasnya. Selain dua hal tersebut, pihaknya juga mengudang BKPSDM untuk memberikan pemahaman tentang kedisiplinan menjadi seorang ASN. Sehingga ke depan mereka bisa meningkatkan disiplin sebagai pegawai negeri serta paham dengan hak dan kewajiban sebagai ASN. Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo mengatakan, sosialisasi ini sangat bagus diberikan kepada seluruh anggota BPDB Kota Denpasar, agar dalam bekerja mereka bisa berhati-hati dan menaati lalu lintas. Menurutnya, BPBD telah mendapat prioritas di jalan jika terjadi kecelakaan maupun bencana. ‘’Meskipun demikian, anggota BPDB juga harus tetap menjaga kehati-hatiannya sehingga bisa bekerja melaksanakan tugasnya dengan selamat,’’ ujarnya. Sekretaris Inspektorat Kota Denpasar Desak Nyoman Widiasih mengaku sosialisasi ini merupakan pembinaan secara intern. Ia mengimbau kepada anggota BPBD agar berhati-hati dalam melaksanakan tugas di masyarakat, sehingga tidak terbentur seperti operasi tangkap tangan yang sedang hangat-hangatnya ada di masyarakat dan melakukan tugas sesuai sandaran hukum atau ketentuan yang berlaku. Supaya tidak menerima atau mencoba meminta balas jasa atas pelayanan yang diberikan seperti kejadian kebakaran maupun pelayanan jemput jenazah melalui ambulans yang ada. ‘’Kami berharap membuat komitmen supaya bekerja sesuai standar yang ada,’’ ujarnya. (kmb12)

SAMPAH - Aksi bersih-bersih sampah kiriman di pantai untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Bali Post/ist

Sampah Kiriman Cemari Pantai Denpasar (Bali Post) Permasalahan sampah kiriman menjadi siklus rutin tahunan di pesisir pantai Kota Denpasar. Karenanya, dalam upaya membangun sinergitas guna mengatasi sampah kiriman ini, Pemkot Denpasar bersama instansi terkait yakni Dinas PUPR dan DLHK Kota Denpasar menggelar aksi kebersihan pantai secara serentak di seluruh pesisir pantai yang ada di Kota Denpasar. Kegiatan yang dilaksanakan Jumat (16/11) kemarin dipimpin Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Pantai Semawang, Sanur. Dalam kesempatan tersebut, Wawali Jaya Negara turun langsung untuk mengangkat sampah kiriman yang didominasi oleh sampah enceng gondok. Dari pelaksanaan bersih-bersih pantai ini sedikitnya terdapat 7 truk sampah, 6 moci dan 2 bak Helux sampah yang berhasil dibersihkan di sepanjang pesisir pantai Kota Denpasar. Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta didampingi Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

DLHK Denpasar Ketut Darsana di sela-sela kegiatan mengatakan sampah kiriman ini merupakan siklus tahunan yang rutin dihadapi Kota Denpasar. Di mana, hampir seluruh pantai di Kota Denpasar kini mendapat sampah kiriman lantaran arah angin yang menuju pesisir Denpasar. ‘’Sampah kiriman ini memang siklus tahunan yang dihadapi Kota Denpasar memasuki akhir tahun,’’ jelasnya. Namun, lanjut Jimmy, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait guna

mengatasi siklus sampah kiriman ini. Hal ini dilaksanakan dengan menerjunkan sedikitnya 45 orang tenaga PUPR dan lebih dari 60 tenaga dari DLHK Kota Denpasar. ‘’Dengan sinergi ini diharapkan penanganan sampah kiriman menjadi lebih cepat dan maksimal,’’ paparnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ikut dalam aksi bersihbersih tersebut mengatakan gerak cepat dilaksanakan Pemkot Denpasar guna mengatasi sampah kiriman ini. Di mana, sebagai daerah pesisir, risiko adanya sampah kiriman memang tidak dapat dihindarkan. Kendati demikian, Pemkot Denpasar telah siap guna mengatasi permasalahan ini dengan menerjunkan anggota, alat berat, serta peralatan penunjang lainnya guna memaksimalkan penanganan sampah kiriman ini. ‘’Karena ini adalah siklus alami, maka kita

harus menyiapkan langkah cepat untuk mengatasi sampah kiriman ini, mengingat beberapa pesisir pantai di Denpasar merupakan kawasan pariwisata yang harus tetap dijaga kebersihannya,’’ ujar Jaya Negara. Jaya Negara menekankan, guna meminimalisir dampak dari perubahan angin laut yang mengakibatkan adanya sampah kiriman, harus ada sinergitas antara masyarakat hulu dan hilir dalam mengelola sampah, sehingga sampah tidak sampai ke laut. Hal ini juga tidak menjadi permasalahan bagi daerah pesisir saat terjadi perubahan angin laut. ‘’Sinergitas antara masyarakat dan semua elemen baik di hulu maupun hilir serta pemahaman untuk menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah di sungai harus terus ditingkatkan, sehingga permasalahan sampah kiriman dapat diminimalisir,’’ tandasnya. (kmb12)

Empat Produk Terbaru Honda Hadir Meramaikan Honda Exhibition ASTRA Motor Bali dengan didukung oleh jaringan resmi sepeda motor Honda Bali kembali menggelar pameran Honda Exhibition yang dilaksanakan di Mall Matahari Galeria. Pameran ini digelar untuk memberikan apresiasi dan memenuhi kebutuhan konsumen akan informasi generasi terbaru dari Honda. Selain itu, pameran ini juga mengajak konsumen dapat mengenal lebih dekat jajaran motor Honda yang berlangsung selama lima hari dari tanggal 14 – 18 November 2018 dalam bentuk exhibiton. Ada empat produk terbaru Honda yang dipamerkan pada exhibition kali ini. Yang pertama adalah New Honda CB150R. Hadir dengan tampilan baru pada warna Matte Black, Victory Black Red, Honda Racing Red, dan Moto GP Edition, New Honda CB150R memiliki tampilan baru dengan visor yang lebih tinggi dan tampilan warna baru pada digital panelmeter yang semakin canggih dan mudah dilihat serta All LED Lighting System yang menghadirkan kesan canggih dan modern. Untuk memberikan pilihan kenyamanan dan handling yang optimal di semua kondisi jalan, model ini memiliki pengaturan 5 level pada masing-masing suspense depan dan belakang, sehingga

lebih lincah untuk dikendarai. Kemudian yang kedua, ada New Honda CBR250RR. Motor yang dikembangkan dengan konsep Total Control ini hadir dengan dua varian warna baru yaitu Black Freedom dan Bravery Mat Red. Tampil agresif dengan dominasi warna glossy Black Freedom, secara khusus dihadirkan bagi pencinta sepeda motor yang senang berkreasi dan memodifikasi motornya. Sementara Braveri Mat Red tampil mencolok dengan warna merah yang berkesan berani dan sporty sehingga menghadirkan siluet posisi berkendara yang agresif. Lalu yang ketiga adalah motor skutik besar Honda Forza. Skutik

premium yang mengusung mesin 250cc ini hadir menjawab penantian dan rasa penasaran para pencinta skutik prestisius. Honda Forza hadir dengan desain mewah dan sporty, didukung performa papan atas mesin berteknologi terkini. Penyematan lampu LED di semua titik pencahayaan semakin memperkuat kesan canggih dan prestisius. Fitur yang ditawarkan pun tidak kalah canggih, yaitu Electrical Adjustable Windscreen pertama dikelasnya, Honda Selectable Torque Control (HCST) sebagai pengontrol traksi mencegah ban selip dan modern digital panelmeter. Yang terakhir dari Honda Big Bike, Gold Wing. Honda Gold Wing

merupakan salah satu varian tertinggi dari motor global Honda. Model terbaru dari Honda Gold Wing yang mengusung konsep ‘’The Honda Premium Tourer’’ merupakan perpaduan sempurna antara kenyamanan pada desain, fitur canggih berlimpah yang mendukung kesenangan berkendara dan juga performa tinggi. Dengan konsep modern yang menyeluruh Honda Gold Wing memliki fitur canggih seperti system throttle by wire yang memiliki 4 mode ridding (Tour, Sport, Econ, dan Rain), Honda Selectable Torque Control, Hill Start Assist, dan berbagai macam fitur lainnya. ‘’Honda Exhibition ini kami hadirkan kembali untuk memenuhi tingginya antusias masyarakat terhadap sepeda motor Honda yang memiliki performa terbaik di kelasnya, sehingga dapat menemani masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari dengan memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan,’’ ungkap Ronaldo Widjaya selaku Region Head Astra Motor Bali. Untuk pembelian dan pemesanan motor ini bisa didapatkan dan dilakukan di semua jaringan penjualan Honda, Big Wing Dealer, Wing Dealer dan Regular Dealer. (bns1)

Pertokoan Suci Sari Jaya Segera Ditata

DITATA - Pertokoan Suci Sari Jaya segera akan dilakukan penataan.

Bali Post/dok

Denpasar (Bali Post) Setelah hak guna bangunan (HGB) yang dimiliki pihak investor berakhir per 18 September 2018 lalu, kini pengelolaan Pertokoan Suci Sari Jaya dilakukan Pemkot melalui PD Pasar Kota Denpasar. Guna mengoptimalkan potensi yang ada, PD Pasar Kota Denpasar bakal segera menata pertokoan tersebut. Bahkan, kini sudah mulai dilakukan pembersihan di lokasi. Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata, S.E. mengatakan, setelah HGB berakhir September lalu, aset pertokoan Suci Sari Jaya sudah diserahkan oleh Pemkot Denpasar kepada PD Pasar. Karena itu, PD Pasar tengah merancang penataan, dengan konsep agar nantinya pertokoan tersebut bisa bersaing dengan pertokoan lainnya. Penataan bukan hanya pada zonasi, tetapi juga menata akses masuk dan parkir.

‘’Pertokoan ini lokasinya sangat strategis, namun karena akses masuknya kurang bagus, sehingga tak berkembang,’’ ujar Kompyang Wiranata, Jumat (16/11) kemarin. Dikatakan, pola penataan nantinya dikerjakan secara swadaya melibatkan pedagang, yang memang berminat membuka usaha di pertokoan tersebut. Dalam penataan ini, PD Pasar menyediakan tempat dan penataan sepenuhnya diberikan kepada masyarakat. Tentu dengan desain dan zonasi yang telah dirancang. Menurut Kompyang Wiranata, konsep penataan mulai dari parkir. Di mana, untuk parkir mobil tetap di lantai basement dan parkir sepeda motor di lantai satu. ‘’Nanti toko-toko di lantai satu akan dikelilingi areal parkir sepeda motor. Areal parkir ini bisa menampung sampai 400 sepeda motor,’’ kata mantan Ketua Komisi II DPRD

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Denpasar itu. Sementara untuk toko di lantai satu blok barat, nantinya diperuntukkan pedagang emas, dan di blok timur untuk berbagai aneka kuliner. Sementara untuk lantai dua blok barat untuk perkantoran dan jasa perdagangan. Di lantai dua blok timur dialokasikan untuk tempat kursus dan pendidikan. Sedangkan lantai tiga tidak akan mengalami perubahan, dan fungsinya tetap yaitu blok barat aula dan di sisi timur kantor. Bukan hanya itu, pertokoan yang terdiri dari 108 toko tersebut juga akan dilakukan perbaikan pada bidang ME-nya. Karena selama ini banyak yang tidak terisi dalam rentang waktu yang lama. Sementara itu, dari pantauan sejumlah kios sudah sebagian besar dikosongkan. Bahkan, sejumlah toko sudah mulai dibersihkan. (kmb12)


Daerah

Sabtu Umanis, 17 November 2018

5

Konsumsi Listrik Meningkat

figur Menyasar Wisatawan India WISATAWAN asal India ke Bali jumlahnya terus meningkat. Bahkan jumlahnya menempati posisi ketiga setelah Cina dan Australia. Dengan jumlah yang terus meningkat, namun keberadaan rumah makan yang menyajikan menu India di Bali masih sangat sedikit. Menurut I Gusti Ayu Ariasminiati, S.E., pemilik D’Wika Resto, selain menyasar pengunjung lokal dan mancanegara, pihaknya kini mulai menyasar wisatawan India. Karena saat ini tempat makan yang menyajikan menu India memang masih sedikit. Hal ini, menurutnya, diakibatkan oleh ketersediaan bahan-bahan khusus untuk menu India tidak ada di Indonesia. Bahkan, diakui, semua bahan tersebut mesti didatangkan atau diimpor dari India. ‘’Sebenarnya memang bisa dikombinasikan dengan bahan lokal sini, namun ini menyangkut citarasa. Orang India sendiri sangat fanatik dengan citarasa menggunakan bahan dari India,’’ katanya. Dikatakan, meski banyak wiasatawan asal India, namun mereka sebagian besar susah dengan menu Indoneaia. Tidak jarang dari mereka malah membawa makanan dari negaranya sendiri saat berlibur ke Bali. ‘’Tidak banyak restoran yang menyajikan masakan India. Selain masalah bahan, mereka juga sangat tahu taste-nya,’’ ujarnya. D’Wika Resto yang berlokasi di kawasan Jalan Dewi Sri, Kuta, selain akan menyajikan menu India, juga menyajikan Balinese Rijsttafel, seperti sate lilit, betutu, ikan, sayur urab, sate ayam. Bahkan banyak wisatawen ingin mencoba masakan Bali ini. Kepada masyarakat lokal, pihaknya juga memberikan diskon 2540 persen bagi pemegang KTP Bali. (edi)

Pelanggan RT dengan Tarif Subsidi Menurun

Denpasar (Bali Post) PLN Distribusi Bali mencatat konsumsi listrik bersubsidi di Bali menurun. Hal ini karena tingkat konsumsi listrik di Bali meningkat, sehingga masyarakat harus menaikkan golongan listriknya. Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Bali Nyoman Swiranata mengatakan, jumlah pelanggan rumah tangga dengan tarif subsidi hingga November 2018 yaitu 299.373 pelanggan atau 26,4 persen dari total pelanggan rumah tangga di Bali yang jumlahnya 1.134.138. Angka tersebut mengalami penurunan dari awal tahun 2018 yang tercatat 304.023 pelanggan atau 27,97 persen. Jumlah pengguna listrik bersubsidi tersebut juga menurun dari catatan pertengahan tahun yaitu sebanyak 300.783 pelanggan. Semen-

tara berdasarkan data TNP2K, hanya 47.193 rumah tangga yang berhak mendapat listrik bersubsidi. Penurunan jumlah pelanggan subsidi ini, kata Swiranata, karena masyarakat telah beralih ke golongan yang lebih tinggi misalnya menjadi pelanggan 1.300 volt ampere (VA). ‘’Dengan kebutuhan daya listrik yang meningkat, masyarakat yang masuk dalam BTD TNP2K bisa melakukan pindah daya dari 450 VA ke 900 VA dengan masih menggunakan tarif subsidi. Namun jika masyarakat tersebut pindah ke daya 1.300 VA, otomatis subsidi dicabut,’’ jelasnya, Jumat (16/11)

kemarin di Denpasar. Masyarakat yang berhak mendapat subsidi adalah mereka yang tercatat sebagai KK kurang mampu dan masuk dalam basis data terpadu (BTP) Tim Nasional Percepatan Penanggulanan Kemiskinan (TNP2K). Swiranata menjabarkan, pengguna listrik bersubsidi ada dua kategori yaitu R1 daya 450 volt ampere (VA) sebanyak 221.558 pelanggan dan daya 900 VA sebanyak 77.815 pelanggan. Pelanggan daya 900 VA ini juga dibagi dua, yaitu pelanggan bersubsidi dan pelanggan nonsubsidi. Saat ini jumlah pengguna listrik nonsubsidi R1 daya 900 VA tercatat 331.045 pelanggan. Selanjutnya pengguna daya 1.300 VA sebanyak 318.139 pelanggan dan daya 2.200 VA sebanyak 121.298 pelanggan. Pelanggan R2

Miliki Kemiripan, Zanzibar Lirik Potensi Wisata Bali

Pariwisata Bali Telanjur Dicengkeram Kapitalis Denpasar (Bali Post) Meskipun pariwisata menjadi sektor utama penggerak ekonomi, namun dampak kerusakannya tidak sebanding dengan keuntungan ekonomi yang dapat dinikmati warga Bali. Pariwisata Bali yang sudah telanjur dicengkeram kapitalis dituding menjadi penyebab. Selain itu, devisa besar yang dihasilkan dari pariwisata sangat sedikit yang mengalir kembali untuk pembangunan Bali. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan sektor pariwisata Bali. Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia, S.U., Jumat (16/11) kemarin, menyikapi makin seringnya muncul polemik menyangkut pariwisata Bali beberapa waktu belakangan. Kondisi pariwisata Bali, menurut Windia, jelas sudah mengkhawatirkan. Lingkungan sudah rusak, sawah sudah habis karena dampak pariwisata. ‘’Yang tidak khawatir umumnya kaum kapitalis. Karena mereka akan sangat mudah pergi kalau Bali sudah rusak dan hancur,’’ katanya. Menurut Kajian SCETO Prancis, kata Windia, Bali sebenarnya hanya membutuhkan 24 ribu kamar internasional. Sisa kebutuhan akomodasi harusnya bisa dipenuhi oleh pengusaha kelas menengah Bali yang ada di pedesaan dalam bentuk homestay. Oversupply kamar hotel yang terjadi saat ini menjadi bukti cengkeraman kuat kapitalis di Bali. ‘’Kita sekarang sudah telanjur dicengkeram kapitalis pariwisata,’’ tegas Windia. Oversupply kamar memicu pariwisata Bali dijual murah. Rendahnya okupansi akibat kamar yang disediakan di atas jumlah kunjungan wisatawan, membuat pengusaha hotel memilih menjual dengan harga murah. Kondisi ini diperparah lagi dengan adanya bebas visa kunjungan wisatawan untuk banyak Negara, termasuk Tiongkok dan India. Salah satu langkah menyelamatkan pariwisata Bali, Windia mengusulkan dicabutnya bebas visa terutama untuk negara Tiongkok. Ini juga untuk rasa keadilan, sebab kalau orang Indonesia ke Tiongkok harus membayar visa, menunjukkan buku tabungan dan asuransi kesehatan. ‘’Kayaknya kita diremehkan sekali. Ini tidak adil,’’ kata Windia. Menteri Pariwisata (Menpar) yang hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan demi pendapatan devisa negara juga disoroti Windia. ‘’Menpar jangan hanya kaok-kaok tentang jumlah kunjungan turis. Tapi income dari sektor itu ternyata lebih banyak lari ke luar. Jadi kita hanya mendapat sampahsampahnya saja,’’ kritik Windia. Tahun 2020 nanti, pariwisata Bali sudah berusia 200 tahun. Untuk itu, Windia berharap segera dilakukan evaluasi menyeluruh. ‘’Mari kita duduk bersama. Lakukan evaluasi terhadap pariwisata Bali. Lalu Bali akan diapakan dalam kurun waktu satu abad ke depan,’’ katanya. (kmb14)

adalah pelanggan dengan golongan daya 3.500-5.500 VA. Jumlahnya sebanyak 67.293 pelanggan. Pelanggan R3 adalah pelanggan dengan daya 6.600 VA ke atas. Jumlahnya sebanyak 16.990 pelanggan. Data konsumsi listrik dari PLN ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali yang menyebutkan tingkat konsumsi listrik dan gas di Bali pada triwulan III 2018 mengalami kenaikan 0,50 persen (yoy). Hal ini disampaikan Kepala BPS Bali Adi Nugroho saat rilis resmi BPS belum lama ini. Sumbangan konsumsi listrik dan gas ini terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) adalah Rp 0,11 triliun. Angka ini memberikan sumbangan 0,23 persen terhadap PDRB. (kmb42)

Bali Post/dok

PANGAN - Ketersediaan bahan makanan, daging, dan telur menjelang Nataru dan Galungan dipastikan masih aman, sehingga diprediksi tidak ada kenaikan harga.

Jelang Nataru dan Galungan

Dinas Ketahanan Pangan Pastikan Harga Pangan Tak Naik Denpasar (Bali Post) Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali memastikan tidak akan terjadi kenaikan harga menjelang Nataru dan Galungan pada Desember nanti. Karena stok bahan makanan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana menjabarkan cadangan beras sampai pertengahan Maret adalah 18.000 ton. Cadangan beras ini cukup untuk lima bulan ke depan. Begitu juga dengan tepung terigu stoknya 17.000 ton, minyak goreng 64.400 liter, gula pasir 1.700 ton. Ketersediaan daging babi bahkan dikatakan surplus yaitu rata- ata 162.667 ton per tahun. Sementara kebutuhan daging babi di Bali 122.080 ton per tahun. Daging ayam ras juga surplus karena kebutuhannya 25.275 ton per tahun, sementara ketersediaannya 96.275 ton per tahun. Kebutuhan telur ayam ras 34.489 ton per tahun, sedangkan ketersediaannya 50.119 ton per tahun. Daging sapi kebutuhannya 7.770 ton per tahun, sedangkan produksinya 8.580 ton per tahun. ‘’Biasanya daging yang mendominasi permintaan saat Nataru dan Galungan,’’ imbuhnya saat dite-

mui di kantornya, Jumat (16/11) kemarin. Selain itu harga-harga bahan pangan juga masih stabil. Seperti daging ayam di Denpasar harganya Rp 35 ribu per kg, telur ayam ras Rp 24 ribu per kg, cabai rawit merah Rp 25 ribu per kg, cabai kecil Rp 25 ribu per kg, bawang putih Rp 20 ribu per kg, daging sapi Rp 100 ribu per kg, minyak goreng Rp 12 ribu per liter, bawang merah Rp 21 ribu per kg, tepung terigu Rp 9 ribu - Rp 10 ribu per kg. Harga ini berdasarkan harga per tanggal 15 November. Kata Mardiana, jika terjadi gejolak harga, maka ia akan segera melakukan gelar pangan murah. Ia tak khawatir pasokan bahan pangan berkurang dengan adanya IMF-WB pada Oktober lalu, karena komoditi yang dibutuhkan delegasi IMF-WB dengan kebutuhan masyarakat Bali berbeda. Selain ketersediaan, pemerataan distribusi pangan juga dijamin, karena adanya stok-stok di setiap daerah. Selain itu akses jalan atau infrastruktur ke daerah-daerah juga bagus, sehingga memperlancar distribusi. Ketua Pinsar Bali I Nengah Sarjana juga mengatakan hal serupa. Saat ini ketersediaan telur masih aman dan normal. (kmb42)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah Zanzibar, Tanzania yang memiliki kemiripan alam dengan Indonesia, khusunya Bali, kini mulai melirik potensi wisata Bali. Bahkan, Zanzibar kini mulai belajar dari Bali terkait pengembangan pariwisata. Zanzibar yang merupakan daerah penghasil cengkeh terbesar di dunia, memiliki kesamaan dengan Bali yakni mempunyai pantai berpasir putih. Menteri Informasi, Pariwisata dan Warisan Dunia Zanzibar Hon Mohmud Thabit Khombo menyebutkan, pada tahun 2017 lalu sekitar 500 ribu wisatawan asing dari berbagai negara yang berkunjung ke Zanzibar. Dari jumlah itu, sebanyak 320 orang di antaranya dari Bali melakukan kunjungan ke Zanzibar. Namun, Zanzibar dengan jumlah populasi 1,5 juta jiwa, jumlah turis dari negara itu yang berkunjung ke Bali hanya 90 orang. Selama ini pariwisata Bali memang lebih berkembang dari Zanzibar. Untuk itu, pihaknya melakukan kunjungan kerja untuk melihat secara langsung industri pariwisata Bali berikut potensi wisatanya. ‘’Kami belajar hospitality atau pelayanan dari Bali. Karena kunjungan turis asing ke Bali melebihi Zanzibar yaitu sekitar 6 juta wisatawan,’’ ujar Mohmud. Dia menjelaskan bahwa Zanzibar dengan Bali memiliki kesamaan hasil produk pertanian seperti buah rambutan dan pantai yang jernih dengan pasir putih. ‘’Saya pun menikmati kunjungan ini selama berada di Bali,’’ ucapnya. Sementara itu, Duta Besar Republik Tanzania untuk Indonesia Ramadhani Kitwana Dau menyatakan, selain pariwisata, pihaknya juga mendorong untuk mempromosikan perdagangan. ‘’Peran sebagai duta besar mendorong peningkatan perdagangan dan investasi dari swasta dan pemerintah. Kami berharap Wakil Presiden Jusuf Kalla dapat membalas kunjungan Presiden Zanzibar yang pada Agustus lalu ke Indonesia dengan berkunjung ke Zanzibar,’’ harapnya. Ketua Bidang Sosial dan Budaya Bali Tourism Board Ketut Nuryasa mewakili BTB mengapresiasi kunjungan persahabatan dari Menteri Informasi, Pariwisata dan Warisan Dunia Zanzibar Hon Mohmud Thabit Khombo ke Bali. Dampak dari kunjungan tersebut diharapkan mampu menarik minat warga negara itu berwisata ke Bali. ‘’Saya melihat dampak untuk Bali akan lebih banyak dipromosikan di Zanzibar. Kerja sama promosi ini perlu digalakkan karena kita memiliki kesamaan,’’ ucapnya. (kmb23)

Bali Post/edi

BERSAMA - Menteri Informasi, Pariwisata dan Warisan Dunia Zanzibar Hon Mohmud Thabit Khombo (kiri) bersama Duta Besar Republik Tanzania untuk Indonesia Ramadhani Kitwana Dau.

Tanamkan Nilai Nasionalisme dan Patriotisme Sejak Dini

YKP Provinsi Bali Gelar Lomba-lomba Perjuangan

Bali Post/eka

LOMBA - Suasana pembukaan berbagai kegiatan lomba yang diselenggarakan Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali, kemarin.

Denpasar (Bali Post) Serangkaian Hari Puputan Margarana, Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP) Provinsi Bali menggelar berbagai lomba yang bertemakan nilai-nilai Puputan Margarana yang merupakan cambuk akselarasi pembangunan. Ini bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan, dan memperkenalkan sejak dini figur Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai pada generasi muda. Kegiatan lomba dibuka Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Jumat (16/11) kemarin di YKP Provinsi Bali dan dihadiri Tim Penggerak PKK Provensi Bali serta jajaran YKP Provinsi Bali. Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Drs. Nyoman Wenten yang mewakili Gubernur Bali menyampaikan peringatan Hari Puputan Margarana yang diperingati tiap 20 November untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para pahlawan dalam perang kemerdekaan yang dipimpin Kol. I Gusti Ngurah Rai. Untuk mengenang peristiwa tersebut didirikanlah Tugu Pahlawan Taman Pujaan Bangsa. Kadis Sosial menambahkan, lomba-lomba ini menggambarkan semangat dan kreativitas anak bangsa. Sehingga diharapkan dapat membangkitkan semangat dan jadi momentum persaudaraan alam Bali dengan restu arwah para pahlawan. Selain itu dapat membangkitkan kreativitas anak yang nantinya mampu melahirkan keterampilan dan bisa diterapkan dalam kehidupan

sehari-hari, paling tidak untuk membantu hidup berbangsa dan bernegara di masyarakat. ‘’Nah, nilai-nilai juang, nilai-nilai luhur budaya bangsa, nilai pahlawan ini perlu diwariskan terutama nilai kejujuran, etos kerja yang tinggi dan sebagainya, ini perlu kita tanamkan pada anak-anak kita,’’ terang Nyoman Wenten. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua IV Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Sri Utari Satria Naradha mengungkapkan lomba-lomba yang diselenggarakan serangkaian peringatan Puputan Margarana ini disambut baik. Hal itu dikarenakan kegiatan ini dapat membangkitkan jiwa, semangat dan nilai-nilai 1945 pada penerus bangsa sejak dini dan memupuk rasa nasionalis dan patriotisme. Hal itu penting sebagai benteng generasi muda dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Dari kegiatan ini, diharapkan para generasi muda tidak melupakan sejarah dan dapat menghayati, serta meneladani nilainilai perjuangan sebagai modal menuju Indonesia hebat dan gemilang. Selain itu lomba-lomba ini dapat menjadi ruang generasi muda untuk mengembangkan dan menunjukkan bakatnya serta menorehkan prestasi yang dapat membuat bangga orangtua dan sekolahnya. Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Panitia Lomba Tantri Nurhidayah menerangkan, lomba-lomba yang digelar seperti mewarnai

tingkat TK dan SD, menyanyi lagu perjuangan dan membaca puisi perjuangan tingkat SD, SMP, SMA/SMK/umum. Serta lomba operet bertemakan perjuangan dan kepahlawanan tingkat SMP, SMA/SMK/umum. Lomba tersebut digelar dari 16-18 November 2018 ini dimaksudkan untuk memberikan para generasi muda dapat mengapresiasikan diri untuk berpartisipasi atas peringatan Puputan Margarana. Menumbuhkan jiwa nasionalisme dan patriotisme, meningkatkan kecintaan generasi muda pada tanah air Indonesia. Koordinator Humas YKP Provinsi Bali A.A. Putu Sugiantiningsih menambahkan, kegiatan ini untuk mengetuk hati para generasi muda agar lebih mengenal dan menghayati nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, patriotisme, khususnya pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Selain itu YKP Provinsi Bali dapat diketahui oleh masyarakat luas khusunya pelajar bahwa pihaknya senantiasa berbakti dan mengabdi untuk negeri tercinta. Hal senada juga disampaikan Ketua YKP Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Yudana. Lomba-lomba ini diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme dari usia dini. Karena dari usia tersebut mereka mulai mengenal orangtuanya, leluhurnya mendirikan NKRI. Hal ini juga sesuai dengan idealisme YKP, yang didirikan para pejuang dan pemerintah daerah dengan tujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme, patriotisme dalam rangka menjaga NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhinneka Tunggal Ika. (eka)


OPINI

6

Sabtu Umanis, 17 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bali, ’’Anak Manis’’ Perlu Dukungan Politis BALI perlu perlakuan khusus. Setidaknya pemikiran ini sudah lama mencuat dan menjadi perdebatan. Entah berapa kali diskusi, seminar, dan perjuangan telah dilakukan, namun Bali tetap saja menjadi ‘’manis’’. Anak yang diam ketika dimanja dan tak banyak protes ketika disanjung. Bali pun sangat kenyang dengan janji dan pujian sebagai destinasi pariwisata terbaik dan pulau yang aman dan nyaman. Itulah Bali, dipuja banyak orang dan menjadi pilihan para pelancong, namun kepedulian menjaga Bali nyaris tak nyata. Bali minim perhatian ketika kita terlalu banyak diam dan tak menuntut apa pun. Bali pun dianggap anak manis yang tak terlalu banyak tuntutan kepada ‘’bapaknya’’ di Jakarta. Dan karena tak banyak riak dan tuntutan, kepedulian pun nyaris landai. Tak ada yang ingin merangkul dan memberikan perhatian lebih. Padahal, Bali si anak manis sebagai bagian dari NKRI memiliki posisi yang sangat strategis dan terbiasa menjadi tolok ukur keamanan dan stabilitas nasional. Ketika si anak manis menangis, mungkin semua pihak akan merasa peduli dan memperhatikannya. Namun, ketika tangis reda, orang berlomba mengeksploitasinya untuk tujuan yng sama. Tujuan mungkin hanya satu mendatangkan uang sebanyak-banyaknya. Terkadang mereka tak peduli, apakah si anak manis tersakiti bahkan teraniaya. Mungkin, dalam sebulan terakhir ini ada dua masalah serius yang disuarakan dari Bali. Mulai dari Bali dijual murah hingga masuknya Saber Pungli ke ranah desa pakraman. Menyadari hal ini banyak tokoh Bali berteriak. Mereka menuntut hak-hak Bali kepada pusat. Namun, hingga kini respons pusat belumlah jelas. Tak ada komentar pasti tentang tuntutan krama Bali yang diakomodasi media massa. Yang pasti, si anak manis pun tetap melakukan ‘’tugasnya’’ sebagai bagian NKRI untuk menjaga stabilitas dan menjadi pintu masuk bagi jutaan turis menuju Indonesia. Sejatinya, dalam urusan ini beban Bali berat. Setidaknya, berat dari sisi tata ruang, berat dari sisi ketersediaan bahan pangan, dan berat juga dari beban sosial ekonomi. Namun, itu hanyalah masalah yang hanya tuntas dibicarakan di meja diskusi dan seminar. Tak ada langkah nyata menyelamatkan Bali. Tentu, syukur pula bisa kita katakan ketika Gubernur Bali Wayan Koster memastikan reklamasi tidak jalan. ‘’Tidak jadi itu barang’’. Demikian kepastian Gubernur meyakinkan krama Bali. Terlepas dari hal ini, tuntutan agar Bali perlu diberikan otoritas khusus dalam hal pengelolaan pariwisata juga mencuat. Selama ini, pariwisata Bali terkesan dieksploitasi pusat. Bagaimana tidak, pariwisata dengan cepat mampu mengangkat perekonomian, mendatangkan devisa, mengurangi pengangguran hanya memosisikan Bali sebagai objek investasi. Tak banyak yang bisa dinikmati. Di sisi lain, investor terkesan mengeksploitasi Bali dengan dalih perekonomian dan peluang kerja Indonesia. Usulan untuk mendapatkan otoritas khusus pengelolaan pariwisata kini entah ke mana? Siapa yang menindaklanjuti juga tak jelas. Suara dari elite di Bali juga tak nyaring terdengar. Mudah-mudahan mereka punya kepedulian yang sama untuk menjaga Bali, si anak manis yang kini nyata-nyata perlu perlakuan khusus. Salah satunya adalah menjadikan Bali daerah istimewa atau daerah yang memiliki hak-hak khusus. Ini baru sebatas wacana yang tentu perlu kajian. Undang-undang khusus tentang Bali tentu bisa dirumuskan. Pada era baru Bali ini, krama Bali berharap ada terobosan nyata. Jangan sampai waktu era baru habis hanya untuk mengelola kepentingan politis, tanpa kerja yang menumental bagi Bali. Era baru Bali semestinya menjadikan Bali punya fondasi yang kuat yang tetap mencirikan identitas Bali dan jati diri Bali. Yang perlu dilakukan saat ini adalah menyatukan komitmen seluruh stakeholder yang ada di wilayah. Sehingga eksekutif, legislatif yang merupakan perwakilan dari Bali ini bisa memperjuangkannya di pusat. Ini menjadi penting dijadikan tuntutan agar pemimpin pusat memiliki keberpihakan yang jelas terhadap Bali. Terlebih kini, potensi intervensi terhadap desa pakraman menguat. Untuk itulah harus ada kesamaan persepsi dalam menjaga Bali, baik dalam penerapan kebijakan pusat termasuk dalam mengayomi desa pakraman. Ingat desa pakraman adalah napasnya Bali, jika ini sampai tersakiti tentu efeknya juga akan fatal. Mari jaga Bali dan mari peduli dengan nasib Bali. Jangan terus-menerus menjadi penikmat Bali.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tanggap Musim Hujan Mohon kepada pemerintah daerah di kabupaten/kota untuk melakukan upayaupaya yang terukur untuk mengatasi musim hujan. Mudah-mudahan prediksi hujan yang berpotensi lebat di Bali seminggu ke depan tak menimbulkan masalah di Bali. Untuk itu, semua pihak saya harapkan siaga. Mohon gorong-gorong juga dikeruk untuk memastikan daya tampung jika curah hujan tinggi. I Kadek Sudarya Denpasar, Bali

Provinsi Daerah Istimewa Bali? Bisa picu kemarahan desa pakraman. Bunyi headline Bali Post, Sabtu (10/11), ini bagai menguak bara yang selama ini terpendam di keseharian krama Bali. Dikotomi keberadaan desa adat/pakraman dan desa dinas di Bali memang masih menyisakan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh para pemangku kepentingan Bali. Constrain ini justru harus dijadikan potensi dalam membangun Bali di masa depan, bukan menjadi hambatan.

Oleh Agung Kresna

D

esa pakraman sebagai desa adat di Bali, memegang peran utama dalam keseharian kehidupan krama Bali. Secara adat, budaya dan agama, keseharian kehidupan krama Bali sejak lahir hingga meninggal dunia berada dalam tata kelola desa pakraman. Sementara desa dinas mengelola warga Bali secara administrasi kenegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun, dalam realitas keseharian kehidupan masyarakat Bali masih banyak terjadi benturan di antara pelaksanaan keduanya secara beriringan. Implementasi perundang-undangan dan peraturan daerah, masih sering berseberangan dengan awig-awig dan pararem dari desa pakraman. Kasus operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) atas juru pungut parkir Jalan Matahari Terbit Denpasar dan penjual karcis di objek wisata Tirta Empul Gianyar, merupakan contoh masih adanya saling sengkarut antara hukum negara dengan pararem desa pakraman. Pulau Bali kental dengan adat budaya dalam keseharian kehidupan krama Bali yang telah berlangsung turun-temurun dari generasi ke generasi.

Desa pakraman dengan segala bentuk struktur sosial-budaya yang terkandung di dalamnya, merupakan bentuk local genius para nenek moyang krama Bali. Keberadaan desa pakraman Bali sejatinya justru merupakan kunci dalam menata Bali pada masa depan sebagai satu-kesatuan tata kelola. Sehingga desa pakraman harus tetap terjaga secara lestari sebagai identitas jati diri Bali. Provinsi Bali yang ada sekarang dibentuk berdasar Undangundang No. 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah Tingkat I Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Namun, perkembangan Bali yang terjadi sekarang nampaknya menuntut adanya perubahan atas undang-undang tersebut. Hal ini adalah sebuah konsekuensi logis agar Bali tetap lestari dengan jati dirinya di tengah perubahan global yang terjadi. Terbentuknya desa pakraman di Bali memiliki sejarah panjang yang ada kaitannya dengan perjalanan Sang Yogi Markandheya dari Gunung Raung Jawa Timur ke Bali pada abad ke-8 Masehi. Dalam Badahuana Tatwa Maha Rsi Markandheya dikisahkan bahwa setelah para pengikut Markandheya berhasil membuka hutan, kemudian sang Yogi membangun Kahyangan dan membagikan tanah untuk pekarangan dan ladang pengikutnya.

Para pengikut Maha Rsi yang menempati pekarangan kemudian membentuk suatu persekutuan yang merupakan cikal bakal terbentuknya desa di Bali. Kelanjutannya dilakukan penataan desa dan kahyangan oleh Mpu Kuturan dengan mengamalkan ajaran Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa), yang dimanifestasikan dalam wujud Kahyangan Tiga. Yaitu Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem, sebagai tempat pemujaan bagi seluruh krama desa. Krama desa dalam keseharian bermasyarakat berpedoman pada awig-awig yang dibuat oleh krama desa sendiri. Awig-awig itu menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagiaan krama desa yang diatur dalam balutan filosofi Tri Hita Karana. Sehingga pantas jika desa pakraman disebut sebagai jati diri krama Bali. Dalam perkembangannya, dibentuk desa dinas (dienst) sebagai perwakilan pemerintah saat pemerintahan Hindia Belanda. Kehadiran desa dinas ini tetap berlanjut dan dipertahankan pada masa NKRI sekarang. Sehingga saat ini di Bali terdapat desa dinas dan desa pakraman dengan fungsinya masing-masing, yang berjalan secara bersamaan dalam mengelola masyarakat Bali. Realitasnya memang masih sering terjadi benturan kepentingan antara desa dinas dan desa pakraman, sehingga harus ada

solusi jangka pendek serta jangka panjang agar permasalahan ini tidak menghambat penataan Bali pada masa depan. Kesuksesan melestarikan desa pakraman dalam rangka membangun Bali pada masa depan membutuhkan kepiawaian kepala daerah dalam mengelola Bali secara komprehensif. Kepala daerah harus cerdas ketika menyerap aspirasi krama Bali, guna menyusun skala prioritas dalam program pembangunan Bali. Keberadaan master plan yang berlanjut dengan road map menjadi jalur sukses menjalankan program pembangunan sesuai aspirasi masyarakat Bali. Agar tujuan yang diharapkan segera tercapai, diperlukan beberapa langkah yang harus dilakukan. Pertama, mendampingkan desa dinas dengan desa pakraman dalam satu institusi Desa Bali. Bagaimanapun desa pakraman telah menjadi jati diri Bali dalam tata pemerintahan di tingkat yang paling rendah. Desa pakraman menjadi satusatunya desa adat yang masih berjalan sesuai dengan fungsinya, setelah nagari di Sumatera Barat dihapuskan. Sehingga desa pakraman harus menjadi jantung penataan Bali pada masa depan. Hal ini mengingat bahwa denyut nadi kehidupan keseharian krama Bali, dari lahir hingga mati, berada di dalamnya. Kedua, meletakkan otonomi pemerintahan Bali di provinsi. Harus mulai kita gagas masa depan Bali yang satu. Salah satunya adalah dengan meletakkan otonomi pemerintah daerah Bali berada di provinsi. Sementara sembilan kabupaten/kota yang ada lebih bersifat administratif, tanpa ada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah kabupaten/kota.

Peran Guru dalam Pendidikan Kejujuran Nilai dasar pendidikan yang saat ini selalu ditekankan adalah nilai pendidikan karakter, dan kejujuran menjadi karakter utama yang ditanamkan di setiap lembaga pendidikan formal. Kejujuran seharusnya selalu menjadi penting di mata setiap pendidik, baik itu orang tua, guru, maupun pemerintah. Jika melihat perkembangan kurikulum, kejujuran selalu termuat dalam pengembangannya, tetapi pada pelaksanaannya sering termarginalkan oleh nilai-nilai kognitif yang menentukan mereka untuk diterima di perguruan tinggi. Lalu dampaknya menjadi jelas hingga sekarang, hampir kebanyakan siswa akan selalu mengejar nilai-nilai kognitif yang baik agar dapat diterima di perguruan tinggi pilihan dan favorit. Dalam proses mendapatkan nilai yang baik tersebut, sudah menjadi rahasia umum bahwa siswa akan melakukan berbagai cara, baik itu cara yang baik ataupun yang kurang baik. Dinyatakan adanya sekolah berintegritas pada beberapa tahun sebelumnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengindikasikan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan ujian nasional dalam penentuan kelulusan. Adanya moto berani jujur itu hebat, memberikan tanda bahwa ada ketidakjujuran yang dilakukan oleh siswa dalam skala nasional. Menjadi pertanyaan, mengapa banyak siswa yang berlaku tidak jujur?

Oleh Adi Soekariawan Dalam Hukum Newton ketiga, secara sederhana, ketika ada sebuah aksi maka secara langsung sebuah reaksi akan terjadi dengan arah yang berlawanan dengan besar yang sama. Lebih sederhananya, akan ada reaksi bila ada aksi atau hukum dasar dari sebab-akibat. Reaksi siswa yang berbuat kurang jujur untuk meraih nilai yang baik adalah aksi dari kebanyakan orangtua yang menilai bahwa nilai yang baik sebanding dengan nama keluarga yang baik. Diterima di perguruan tinggi favorit atau jurusan favorit adalah kebanggaan bagi keluarga dan dirasa akan memiliki masa depan yang lebih baik. Pemaksaan keinginan orangtua terhadap anak sering kali terjadi, tanpa memerhatikan minat dan bakat mereka yang sesungguhnya. Pemaksaan ini bisa disadari oleh orangtua dan anak, tetapi dengan alasan untuk membuat hidup yang lebih bermartabat dan layak, tidak dimungkiri hal ini dapat terjadi. Penyebab ini merupakan faktor dari internal keluarga. Aksi yang paling besar pengaruhnya terhadap siswa adalah adanya contoh nyata perilaku tidak jujur yang justru terlihat tidak terjadi apa-apa pada pelaku ketidakjujuran tersebut. Contoh nyata tersebut menghasilkan reaksi yang sebanding dari siswa.

Mereka para siswa akan berpikir, bahwa curang asal tidak ketahuan akan baik-baik saja, justru itu akan membawa saya pada keberhasilan. Ini adalah faktor penyebab eksternal yang paling buruk dalam meningkatkan ketidakjujuran. Berikutnya adalah peran guru yang berseberangan dengan beberapa orangtua. Kenapa beberapa orangtua? Karena ada beberapa orangtua yang berdiri sejajar dengan guru dalam mendidik anaknya, tetapi ada juga guru yang tidak hanya berhadapan dengan siswanya, justru berhadapan dengan orangtua siswa karena perbedaan pandangan dalam mendidik. Dan parahnya, orangtua lebih mempercayai anaknya daripada gurunya. Guru yang konsisten pastinya akan mampu bertahan dengan idealisme dan semangatnya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tetapi bagaimana dengan guru yang berkomitmen rendah dan membutuhkan penghasilan yang lebih agar lebih sejahtera? Semua faktor ini bekerja sinergis dalam meningkatkan ketidakjujuran dalam pendidikan kita saat ini. Dampak ketidakjujuran dalam dunia pendidikan tentu saja bisa banyak dan luas. Tetapi mari kita fokuskan kepada peristiwa yang beberapa tahun ini sering

dilakukan oleh operasi senyap KPK, operasi tangkap tangan (OTT) para legislator dan eksekutor. Apakah mereka produk dari pendidikan? Apakah produk sebuah pembelajaran adalah koruptor? Ketika pertanyaan ini ditanyakan kepada para guru saat ini, ketersinggungan dapat saja terjadi. Tetapi jika ini dibantah, maka kita sebagai pendidik tidak mengakui bahwa itu adalah fakta. Setiap orang mempunyai perannya masing-masing dalam mendidik seseorang hingga orang tersebut mempunyai karakter, atau yang lebih dikenal mempunyai jati diri. Berubahnya karakter seseorang menunjukkan tidak kuatnya karakter yang ditanamkan sewaktu masa pendidikan formal. Jadi, harus diakui bahwa ada kekurangan dalam proses pendidikan kita. Banyaknya materi hitung-hitungan di tingkat sekolah dasar juga dapat mengakibatkan jenuhnya siswa sekolah dasar yang seharusnya lebih banyak belajar memahami lewat permainan. Kedalaman materi yang tidak sesuai dengan tingkat kemampuan siswa dapat membuat siswa kehilangan motivasi karena materinya yang sulit. Pengembangan kurikulum berdasarkan kebutuhan kehidupan dengan mengedepankan karakter yang kuat wajib dilakukan pada pendidikan saat ini.

Apabila otonomi Bali terletak di provinsi, maka tata kelola Bali dalam satu-kesatuan langkah komando akan menjadi lebih mudah untuk dijalankan. Ketiga, menggagas Provinsi Daerah Istimewa Bali. Tidak ada salahnya kalau dari sekarang kita menggagas Provinsi Daerah Istimewa Bali, dengan landasan keistimewaan adat-budaya yang dimiliki Bali. Bukan sekadar atas nama pariwisata. Tata kelola pemerintahan daerah Bali yang berbasis pada desa pakraman, menjadi opsi yang masuk akal. Tentu saja diperlukan perubahan yang signifikan dalam perundang-undangan yang mengatur Bali, dan diperlukan waktu cukup panjang bertahun-tahun. Hal ini tentu menjadi keniscayaan jika memang dikehendaki stakeholder Bali. Akhirnya akan lebih mudah mewujudkan era Bali baru yang terintegrasi dalam pola satu kesatuan wilayah, dengan satu manajemen dan tata kelola. Menata Bali pada masa depan adalah mendudukkan Bali dengan segenap kearifan penghuninya dalam pesona adat-budaya beserta keelokan bentang alamnya, agar selalu tetap berada dalam taksu dan keajegan Bali. Local genius krama Bali merupakan intangible heritage yang menjadi culture capital (modal sosial-budaya) cukup besar dalam menjaga Bali pada masa depan. Dibutuhkan konsistensi kebijakan dalam jangka panjang. Seluruh stakeholder Bali harus menyatukan langkah secara komprehensif, konsisten, berkelanjutan, dan berkesinambungan. Semua itu tentu harus tetap berada dalam balutan filosofi keseimbangan Tri Hita Karana di keseharian kehidupan masyarakat Bali. Penulis Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

POJOK Denpasar raih penghargaan nasional bidang UMKM. - Selamat. *** Kabupaten Badung peringati HUT ke-9 Kota Mangupura. - Selamatkan Bali dari Badung. *** Harga telur naik, peternak di Tabanan tetap rugi. - Ini namanya buntung.

Penulis, guru di SMAN 3 Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Umanis, 17 November 2018

Harga Telur Ayam Naik, Peternak Tetap Rugi Tabanan (Bali Post) -

Harga telur ayam naik dari Rp 1.060 menjadi Rp 1.120. Namun kenaikan ini tetap tidak memberikan keuntungan yang berarti kepada peternak ayam petelur. Bahkan tidak sedikit peternak yang masih menderita kerugian. Hal ini lantaran biaya operasional peternakan juga meningkat. Seperti pengakuan salah satu peternak di Desa Senganan, Penebel, I Gusti Ngurah Kerta Negara. Ditemui Jumat (16/11) kemarin, dia menyampaikan keuntungan tipis yang didapatkan peternak dari menjual telur, hanya bisa membiayai operasional, namun belum bisa mengembalikan modal awal yang dikeluarkan peternak. Masalah ini disebabkan harga pakan pabrikan yang terus naik. Menurut Kerta Negara, selama empat bulan terakhir harga pakan baik isian 50 kg harganya Rp 390 ribu. Harga tersebut mengalami kenaikan sebanyak Rp 30 ribu per sak dari harga sebelumnya. Belum lagi harga jagung yang naik ke harga Rp 5.500 per kg dari Rp 4.000 dan dedak dari Rp 2.200 per kg menjadi Rp 3.100. Kenaikan ini jika dihitung dengan 22.000 ekor ayam petelur miliknya menghabiskan

17 sak pakan ternak pabrikan per hari. Jika ditotal, biaya yang harus dikeluarkan dalam satu hari untuk memberi makan ayam sebesar Rp 15 juta. Sementara jika dihitung keuntungan, dalam sehari telur yang bisa dijual adalah 85 persen dari populasi. Artinya, dari 22.000 ekor ayam hanya bisa menghasilkan sekitar 18.700 butir telur per hari. Jika dihitung dengan harga telur saat ini yang mencapai Rp 1.120 per butir, penjualan yang didapat peternak sekitar Rp 20 jutaan sekali panen. ‘’Dipotong pengeluaran pakan saja sudah Rp 15 juta berkurang. Belum biaya tenaga, pemeliharaan sampai balik modal. Tidak ada untungnya,’’ jelas Kerta Negara. Karena ketiadaan untung ini, Kerta Negara tidak berani menambah populasi ayam petelurnya. ‘’Tetap dipertahankan 22.000. Tidak

7

TABANAN

Dua SMP Baru akan Difungsikan Awal Tahun 2019

Tabanan (Bali Post) Dua sekolah baru, yakni SMPN 5 Kediri dan SMPN 6 Tabanan akan dilengkapi sarana dan prasarana (sarpras) agar bisa segera difungsikan. Untuk kepentingan tersebut, Pemkab Tabanan menganggarkan Rp 1,8 miliar dari APBD-P Tabanan 2018. Dibangunnya dua sekolah tersebut merupakan solusi atas persoalan penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kabid SMP I Nyoman Darmawita seizin Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Gede Susila, Jumat (16/11) kemarin mengatakan, saat ini di dua gedung sekolah eks SDN 3 Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dan SDN

5 Abiantuwung, Kecamatan Kediri itu sedang dilakukan penataan halaman dan servis gedung. Ditargetkan, Januari tahun depan sekolah tersebut sudah bisa difungsikan. Para siswa yang terdaftar di kedua sekolah tersebut yang kini masih numpang belajar di SMPN 1 Tabanan dan SMPN 1 Kediri, diharapkan sudah bisa bergeser pada semester II tahun ajaran 2018/2019. Untuk tenaga pendidik, kata dia semua sudah disiapkan sejak dua sekolah tersebut dibangun. Nantinya tinggal mematangkan kembali ketersediaan tenaga pendidik. ‘’Mungkin akan ada penambahan guru lagi atau bagaimana. Semua sebenarnya sudah siap, hanya

tinggal melengkapi sarana prasarana saja,’’ terangnya. Disinggung apakah selain dua sekolah baru tersebut ada sekolah lainnya yang mengajukan permohonan untuk renovasi gedung, Darmawita mengatakan tidak hapal jumlahnya. Dia hanya menyebutkan ada sekitar 12 SMP yang mengajukan permohonan perbaikan gedung. Hanya saja semua menggunakan anggaran pusat melalui DAK. ‘’Tentunya harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu dari pusat untuk tingkat kerusakan. Pusat mengecek sekolah berdasarkan dapodik. Selain dari DAK, ada juga tambahan anggaran dari PU untuk tiga sekolah,’’ katanya. (kmb28)

Bali Post/san

PETERNAKAN - Peternakan ayam petelur di Desa Senganan, Penebel. berani nambah,’’ imbuhnya. Ia berharap pemerintah lebih memperhatikan peternak ayam petelur seperti dirinya. Terutama dari segi perlindungan harga jual telur di tingkat peternak maupun mengenai harga pakan yang terus naik. Se-

bab, untuk dapat untung di tengah harga pakan yang naik saat ini, minimal harga telur ada di kisaran Rp 1.200 per butir. Selain memenuhi pasar domestik, lanjut Kerta Negara, produksi telur ayam miliknya juga dikirim ke luar Bali. (kmb24)

Tanggulangi Kemiskinan

Pemberdayaan Potensi Lokal dan Pariwisata Ditingkatkan

Tabanan (Bali Post) Kemiskinan telah menjadi permasalahan kompleks, baik di tingkat nasional maupun daerah. Pemkab Tabanan secara bertahap terus melakukan upaya penanggulangan kemiskinan melalui programprogram pro rakyat. Sesuai data BPS tahun 2017, tingkat persentase kondisi kemiskinan di Tabanan telah mengalami penurunan 0,08 persen sehingga menjadi 4,92 persen, dengan penduduk jumlah miskin 21.660 jiwa. Meskipun di bawah rata-rata nasional yang sebesar 9,82 persen, namun angka tersebut masih berada di atas rata-rata provinsi

yang sebesar 4.14 persen. Mencermati kondisi tersebut, sudah tentunya diperlukan strategi dan inovasi untuk percepatan penanggulangan kemiskinan, salah satunya dengan cara pemberdayaan masyarakat miskin berbasis potensi lokal dan pariwisata. Rapat koordinasi mengenai hal ini digelar Jumat (16/11) kemarin, di gedung Mandala Mathika Subak Sanggulan Tabanan. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja mengungkapkan, rapat koordinasi ini bertujuan memberdayakan masyarakat miskin melalui program-program inovatif pro

rakyat. Ini juga sebagai pemantapan tentang kinerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Tabanan dalam menyelenggarakan tugas serta pengendalian tentang pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. ‘’Sehingga diharapkan target pelaksanaan program, kebijakan, anggaran dan regulasi serta pencapaian target daerah dalam penanggulangan kemiskinan dapat tercapai,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, materi rapat koordinasi yang dibahas antara lain penanggulangan kemiskinan di Provinsi Bali serta strategi dan sinkronisasi

percepatan penanggulangan kemiskinan oleh tim TNP2K oleh Set Wapres RI. ‘’Dalam rapat ini juga akan diadakan launching dan FGD models pemberdayaan masyarakat miskin berbasis potensi lokal dan pariwisata atau pro poor tourism models,’’ imbuhnya. Sementara itu, Sekda Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa mengungkapkan, penanggulangan kemiskinan memerlukan strategi dan inovasi yang tepat dan berkelanjutan melalui program-program penanggulangan kemiskinan yang selama ini mengacu pada Dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah. (kmb24)

Sengketa Tanah Pura Ulun Suwi Buka

Warga Subak Rum Permasalahkan Kepemilikan Mata Air

Tabanan (Bali Post) Permasalahan tanah seluas 1,465 hektar yang di atasnya berdiri Pura Ulun Suwi Buka dan sumber mata air, tidak kunjung selesai. Tanah yang berlokasi di Desa Senganan, Penebel ini berulang kali dipermasalahkan krama Subak Rum selaku pangempon Pura Ulun Suwi Buka dengan pemilik tanah yang merupakan warga lokal. Permasalan kembali muncul karena adanya klaim pemilik tanah saat ini atas mata air yang berada di tanah tersebut. Hal ini lantas menyebabkan krama Subak Rum menempuh jalur hukum. Hal ini terungkap pada pertemuan antara krama Subak Rum dengan DPRD Tabanan dan kepolisian, Jumat (16/11) kemarin, di wantilan Desa Senganan. Krama Subak Rum yang diwakili Penganceng Pura Ulun Suwi Buka I Gusti Sukarata dari Puri Bongan Tabanan mengatakan, permasalahan awal muncul ketika tanah yang diyakini areal Pura Ulun Suwi Buka seluas 1,465 hektar disertifikatkan secara pribadi. Tanah yang dipecah sertifikatnya menjadi tiga ini kemudian dijual ke warga pendatang seluas 69,40 are. Sementara sisanya 53,5 are tetap dimiliki warga lokal. Pada lahan 53,5 are inilah terletak mata air yang merupakan sumber air Subak Rum seluas 73 hektar dan dipakai untuk minum ternak dan kebutuhan air warga. Krama Subak Rum berusaha menyelamatkan lahan yang tersisa, namun tidak bisa mengklaim tanah tersebut sebagai bagian dari Pura Ulun Suwi Buka karena tidak ada bukti yang otentik. ‘’Dulu krama subak tidak bisa menunjukkan pipil sehingga tuntutan kami tidak kuat,’’ ujarnya. Saat ini tanah seluas 53,5 are ini ternyata sudah dijual ke warga pendatang dan saat ini

dalam proses balik nama. Pemilik yang baru diduga hendak menguasai mata air tersebut secara pribadi. Namun saat ini krama subak memiliki bukti otentik berupa pipil. Dengan bukti ini krama Subak Rum menempuh jalur hukum. Pipil yang digunakan sebagai bukti ini dikeluarkan pada 10 November 1977 yang ditandatangi Direktur Iuran Pembangunan Daerah kala itu. Dalam Pipil ini tercantum nama Pura Ulun Suwi Buka sebagai pemilik tanah seluas 1,465 hektar. Pengacara yang mewakili krama Subak Rum Wayan Supartha, S.H. mengatakan, pihaknya akan mulai mengumpulkan bukti-bukti. ‘’Akan dicek ke BPN. Bagaimana proses sertifikat pribadi bisa keluar. Dari informasi diurus berbekal SPPT,’’ jelasnya. Selain itu pihaknya juga melapor ke Polres Tabanan agar bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Supartha menambahkan, dengan adanya pipil ini, krama subak tidak hanya bisa menyelamatkan 53,5 are tetapi lahan sisanya yang sudah terjual sebelumnya. Sementara itu, warga pemilik sertifikat tanah di areal Pura Ulun Suwi Buka Gusti Ngurah Kerta Negara. mengaku tanah atas namanya seluas 53,5 are yang saat ini sedang dipermasalahkan sudah dijual dan sedang dalam proses balik nama. Ia memaparkan mengenai asal muasal tanah itu disertifikatkan atas nama pribadi. Menurutnya, tanah yang saat ini berdiri Pura Ulun Suwi Buka yang diempon krama Subak Rum adalah milik leluhurnya. Namun tahun 1965 tanah tersebut diakui sebagai milik penguasa saat itu dan diserahkan pengelolaannya kepada krama Subak Rum. Setelah tahun 1998 atau era reformasi, pihaknya kemudian mengumpulkan bukti-bukti jika tanah tersebut adalah

Bali Post/san

PIPIL - Penganceng Pura Ulun Suwi Buka I Gusti Sukarata saat menunjukkan pipil tanah. milik leluhurnya. ‘’Berkalikali mediasi. Bahkan keluarga sayalah yang membayar pajaknya. Sejak tahun 1990-an. Kemudian tahun 2001 lewat musyarawah desa, tanah ini diakui sebagai milik keluarga saya,’’ ujarnya. Dengan pengakuan ini, sertifikat pribadi kemudian dibuat yang kemudian dipecah tiga yaitu atas nama dirinya dan dua saudaranya. ‘’Punya saudara saya sudah lebih dulu dijual,’’ ujarnya. Kerta Negara menambahkan, lahan miliknya sempat dipermasalahkan pada tahun 2014. Saat itu bersedia memberikan lahan tersebut asal krama Subak Rum mau bersumpah dan meminum air suci

di Pura Ulun Suwi Buka. ‘’Tidak ada yang berani saat itu,’’ tuturnya. Bahkan sengketa tanah ini sempat menjalani persidangan di PN Tabanan dan dimenangkan oleh Kerta Negara. Mengenai sumber mata air, kata Kerta Negara seharusnya krama Subak Rum tidak usah takut. Karena ia menegaskan, batas tanah yang ia jual itu tidak termasuk sumber mata air dan Pura Ulun Suwi Buka. ‘’Batas tanah saya tidak termasuk mata air dan pura. Jadi, jika memang ada klaim kepemilikan mata air, tidak bisa dilakukan, karena tidak masuk dalam areal tanah yang saya jual,’’ jelasnya. (kmb24)

SMPN 6 Tabanan

Bali Post/bit

Rencana Pembangunan ”Shortcut” Terus Dimatangkan Tabanan (Bali Post) Rencana pembangunan shortcut Jembatan Tukad Yeh Otan yang menghubungkan Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dan Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat yang digulirkan sejak tahun 2016, terus dimatangkan. Tahun ini proses pembebasan lahan akan mulai dilakukan. Proses pembangunan jembatan sepanjang 600 meter dengan lebar sekitar 16 meter ini direncanakan mulai dilakukan tahun 2019. Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya, Jumat (16/11) kemarin mengatakan, Pemkab Tabanan sudah melakukan tugas untuk penetapan lokasi. Di dalamnya berisi tahapan pembebasan lahan yang terdampak pembangunan shortcut IV tersebut. Setelah rampungnya tahapan penetapan lokasi yang dikeluarkan 3 Oktober, tahap selanjutnya akan dilanjutkan oleh Satuan Kerja (Satker) Wilayah III Dinas PUPR Bali untuk proses penjajakan penetapan ganti rugi dan mencari appraisal dalam kaitannya pembebasan lahan. ‘’Yang jelas tugas kami di Pemkab Tabanan selaku tim persiapan, hanya sampai pada pembuatan SK penetapan lokasi saja, dan itu sudah

Bali Post/ist

PENDATAAN - Proses pendataan di lahan yang terdampak proyek shortcut. selesai. Tugas mencari appraisal dan pembayaran ganti rugi akan dilakukan oleh Satker Wilayah III Provinsi Bali,’’ ucapnya. Disinggung mengenai adanya lahan warga yang di dalamnya terdapat marajan yang terdampak proyek shortcut, Agung menyatakan sejauh ini tidak ada masalah. Untuk ganti rugi akan dikaji terlebih dahulu dengan tim appraisal. ‘’Ganti rugi baik dari pembangunan hingga pamelaspasan merajan itu ranahnya ada di tim appraisal yang sekaligus menentukan harga tanahnya di sana,’’ terangnya. Setelah tahapan persiapan dan pembebasan lahan

dilakukan, kemungkinan di tahun 2019 pembangunan shortcut sudah mulai dikerjakan. Pembangunan shortcut IV ini merupakan proyek pemerintah pusat yang sepenuhnya akan dibiayai APBN. Jalur pintas di Yeh Otan ini akan dapat memperlancar akses transportasi dari Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya. Jalur tersebut dikenal sebagai jalur tengkorak. Kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena tikungan tajam dan jalan menurun. ‘’Dengan adanya shortcut ini, semoga arus lalu lintas semakin lancar dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas,’’ katanya. (kmb28)


BULELENG

8

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Angin Kencang Landa Desa Titab

Dua Rumah Rusak Berat, Balai Subak Tertimpa Pohon Singaraja (Bali Post) -

Bencama alam melanda wilayah di Buleleng Barat. Hujan lebat disertai angin kencang itu mengakibatkan dua rumah warga rusak berat. Selain itu balai subak tertimpa pohon yang tumbang. Dari data di lapangan, Jumat (16/11) kemarin, diperoleh dua rumah warga yang ada di Desa Titab Kecamatan Busungbiu dilaporkan mengalami kerusakan relatif berat. Selain itu, sebuah balai subak di Desa Munduk Bestala Kecamatan Seririt juga rusak setelah tertimpa pohon tumbang. Hujan lebat mengguyur wilayah Busungbiu sudah sejak siang hari mulai pukul 14.30 Wita. Di tengah hujan lebat itu tiba-tiba berembus angin kencang hingga terjadi puting beliung. Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan terempas angin kencang.

Bangunan bale bengong milik Nengah Sedana di Banjar Dinas Angsana Sari, Desa Titab rusak. Sejumlah perabotan rumah tangga, perlengkapan upacara agama pun ikut rusak, karena terlempar akibat amukan angin kencang. Selain itu, rumah Jro Ketut Gandra, warga Banjar Dinas Bale Dana, Desa Titab juga rusak akibat angin kencang. Atap bagian dapur dan WC-nya juga diterbangkan angin ribut. Meski bagian dalam rumah itu tidak mengalami kerusakan, untuk sementara ruang dapur dan kamar mandi terpaksa tidak dilengkapi atap. Camat Busungbiu Made Su-

partawan mengatakan, angin kencang disertai hujan itu bukan saja merusak dua rumah warga, juga menyebabkan senderan bahu jalan di depan Pura Desa Titab itu ambruk. Sejumlah pohon di sekitar Pura Dalem Titab juga tumbang. Angin kencang itu juga menyebabkan pohon di Banjar Dinas Sari, Desa Munduk Bestala tumbang. Pohon jenis bunut itu langsung menimpa Balai Subak Benyah. Untuk sementara balai subak itu tidak bisa digunakan oleh krama. ‘’Warga sudah gotong royong menangani secara mandiri. Penanganan lanjutan dari pemerin-

tah melalui BPBD akan menyusul kemudian,’’ jelasnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, dengan adanya kerusakan akibat bencana itu pihaknya telah melakukan penelusuran dan assessment untuk menghitung kerusakan yang terjadi. Juga menugaskan Tim Reaksi Cepat (TRC) membantu warga membersihkan material yang berserakan. ‘’TRC sudah kami turunkan ke Titab sambil melakukan assessment. Setelah ini akan dilakukan langkah penanganan lanjutan,’’ jelasnya. (kmb38)

RUSAK - Dua rumah warga di Desa Titab Kecamatan Busungbiu rusak akibat dilanda angin kencang disertai hujan lebat, Jumat (16/11) kemarin.

Pemilu Damai Dideklarasikan

Beda Pilihan Politik, Warga Jangan Terkotak-kotak Singaraja (Bali Post) – Partisipasi aktif semua komponen masyarakat adat di daerah diharapkan bisa memberi kontribusi optimal. Karena itu, segenap pihak diajak melakukan aksi damai menggunakan hak pilihnya menjelang hajatan Pemilu 2019 tahun depan. Semua komponen di MMDP diharapkan memiliki tekad kuat menjaga situasi di lingkungannya masing-masing. Dengan demikian, elemen warga itu diharapkan bisa tetap tenang kondusif. Seandainya ada hal berbeda pilihan politik, warga idealnya jangan terkotakkotak. Ketua MMDP Buleleng Dewa Putu Budarsa mengharapkan hal itu, Kamis (15/11) lalu. Dikatakan, adanya komitmen bersama menyukseskan pemilu tahun depan damai itu ditunjukkan

saat deklarasi mewujudkan pemilu di Polres Buleleng. Deklarasi itu diikuti utusan masing-masing desa pakraman di Den Bukit. Tujuan deklarasi ini menggaungkan komitmen menjaga Buleleng, akan senantiasa damai, sehingga tetap kondusif menghadapi Pemilu 2019. Masalah keamanan daerah sesungguhnya bukan saja tanggung jawab polisi semata, tetapi komponen masyarakat adat melalui MMDP itu juga wajib memiliki tanggung jawab yang sama agar daerah itu tetap kondusif dan aman. “Kalau di wilayah pakraman mulai banjar dan desa adat itu aman, maka pasti suasana daerah kita kondusif menghadapi pemilu 2019,” katanya. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. menyambut baik deklarasi yang digalang

jajaran MMDP. Pihaknya juga mengajak komponen adat bersama-sama menjadikan pemilu 2019 damai. Dukungan seperti ini diharapkan karena pengurus adat memiliki ikatan sangat kuat dengan masyarakat. Petunjuk atau arahan itu perlu dari pengurus adat itu sendiri. AKBP Suratno mengingatkan, bagaimana pada pemilu mendatang, masyarakat adat itu tidak terkotak-kotak, karena mereka beda pilihan politik. “Semua komponen, termasuk peserta pemilu yang lain wajib mewujudkan pemilu aman, damai, dan sejuk. Mudah-mudahan apa yang dilakukan MDDP hari ini bisa diikuti komponen masyarakat lainnya, sehingga ada gerakan kian masif, menyukseskan pemilu damai itu bisa terwujud baik,” jelasnya. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Made Subakti (64) asal Desa Sangsit, Kecamatan Sawan terpaksa dilarikan ke rumah sakit Jumat (16/11) kemarin. Pasalnya, pria pensiunan PNS itu mengalami luka parah setelah dianiaya pelaku Gede AW (38), warga sekampungnya yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah terjadi kasus penganiayaan tesebut. Lebih jauh, Iptu AKP Wisnaya mengatakan, pukul 10.30 Wita, korban akan berkunjung ke rumah kerabatnya. Kebetulan rumah kerabatnya itu berdekatan dengan rumah pelaku. Entah karena masalah apa, tiba-tiba saja korban dianiaya oleh pelaku. Korban sendiri tidak mampu melawan setelah dipukul

oleh pelaku menggunakan sebatang potongan besi. Dua kali korban terkena pukulan batang besi, sehingga kepala korban mengalami luka robek dan mengeluarkan darah. Atas kejadian itu, korban berteriak minta tolong, sehingga warga di sekitar lokasi kejadian ramai mendatangi TKP. Warga kemudian menolong dan mengantar korban berobat ke rumah sakit. Sementara, terduga pelaku meninggalkan lokasi kejadian. Dari keterangan di lokasi, terduga pelaku kabur berusaha menghilangkan jejak. Besi yang digunakan menganiaya ditinggalkan begitu saja di lokasi kejadian. “Benar ada laporan kasus penganiayaan. Korban sempat dirawat di rumah sakit karena luka robek akibat dipukul menggunakan besi,” katanya. Menurut AKP Wisnawa, pascakejadian itu, anggotan-

ya langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan saksi. Hasilnya, barang bukti (BB) potongan besi yang diduga untuk memukul korban itu berhasil diamankan. Berbekal keterangan saksi, polisi hari itu juga berhasil mengamankan pelaku penganiayaan ini. Hingga kemarin, polisi masih mengembangkan apa motif pelaku menganiaya korban hingga terluka. Info di lapangan menyebutkan kalau pelaku itu sedang mengalami gangguan kejiwaan. Kondisi ini menyulitkan polisi mengumpulkan keterangan dari pelaku yang nekat menganiaya korban. “Anggota Reskrim masih mengembangkan kasus ini, yang bersangkutan (pelaku -red) masih dimintai keterangan untuk mengetahui apa motif pelaku, sehingga nekat menganiaya korban,” jelasnya. (kmb38)

Ratusan Mahasiswa Ikuti Sosialisasi Mitigasi Bencana Geologi RATUSAN peserta dari mahasiswa jurusan Geografi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dosen, dan sejumlah guru SD, SMP dan SMA antusias mengikuti sosialisasi mitigasi bencana geologi. Acara itu dilaksanakan di gedung auditorium Undiksha Jumat (16/11) kemarin. Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) I Gusti Ngurah Wiratmaja, dan juga Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undiksha Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. mengatakan, sosialisasi ini untuk menggugah kesadaran diri dalam mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam. Sosialisasi ini sangat

penting dilakukan, tidak hanya bagi para civitas akademika, tetapi juga masyarakat luas. Sehingga bagi peserta yang mengikuti sosialisasi ini diharapkan dapat menyebarluaskan informasi yang didapatkan di lingkungannya masing-masing. “Kita ketahui, bencana alam itu ada empat lingkupnya. Pertama, karena pergeseran tanah, gempa bumi, gunung api dan gelombang tsunami. Di Bali yang harus diantisipasi Gunung Agung dan Gunung Batur. Pastinya kapan bencana itu terjadi tidak bisa diprediksi. Semua masyarakat bisa memiliki kesadaran diri terkait bencana yang mungkin bisa datang sewaktuwaktu,” katanya. Kepala Badan Geologi Rudy Suhendar menjelaskan, mitigasi bencana ge-

ologi dalam implementasinya melibatkan hampir semua disiplin ilmu. Mitigasi bencana geologi itu terdiri dari empat hal, yakni letusan gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Potensi bencana itu hampir rata terjadi di Indonesia. Melalui sosialisasi ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar peka terhadap masalah bencana, sehingga dapat meminimalkan korban baik, harta maupun jiwa. “Sekarang ini dari Sabang sampai Merauke itu memiliki potensi bencana geologi yang hampir sama. Kita semua harus siap menghadapi bencana seperti itu. Karena itu bagaimana mitigasinya, persiapannya supaya dari kejadian itu ke depannya dapat meminimalkan korban baik harta maupun jiwa,” jelasnya.

Kepala BPSDM ESDM I Gusti Ngurah Wiratmaja mengatakan, materi sosialisasi ini mengajarkan kepada mahasiswa sebagai generasi milenial, agar memahami tantangan dan peluang yang ada, termasuk kesempatan ikut berkontribusi membangun bangsa. Apalagi, di Kementerian ESDM juga ada lembaga yang memberikan sertifikasi kompetensi, sehingga bisa bekerja sama. “Lulusan Undiksha tidak hanya bekerja di Bali tetapi bisa di Kalimantan. Bahkan, kami sudah buka jaringan dengan Timur Tengah yang di sana banyak lapangan kerja di bidang gas dan minyak. Ini kesempatan dan peluang agar mereka memiliki kompetensi yang bagus untuk bersaing di level nasional maupun internasisonal,” katanya. (ad717 )

Dianiaya, Pensiunan PNS Masuk Rumah Sakit

BENCANA GEOLOGI – Ratusan mahasiswa, dosen, dan guru mengikuti sosialisasi mitigasi bencana geologi, Jumat (16/11) kemarin.

Dinsos Wajib Siapkan Sarpas Penuhi Hak Penyandang Disabilitas Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyandang disabilitas dipastikan akan disahkan bulan ini. Karena itu, proses pembahasannya sudah mendekati final. Materi termasuk klausul pasal-pasalnya sudah lengkap. Menunggu perda itu berlaku, Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng mulai menyiapkan sarana prasarana (sarpras) dalam memenuhi hak bagi penyandang disabilitas. Setelah sarpras itu disiapkan, maka akan diperluas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain di Buleleng. Lalu, bagaimanakah idealnya pemerintah memberikan apresiasi kepada penyandang disabilitas itu? Bali Post/ kmb38

KEPALA Dinsos Gede Sandhiyasa mengatakan, setelah melakukan pembahasan bersama pansus, materi dan klausul pasal sudah difinalisasi. Demikian pula aturan pendukung yang lebih tinggi sudah lengkap, sehingga prosesi selanjutnya ranperda itu tinggal pembahasan final kemudian disahkan. Menung-

gu ranperda itu disahkan, pihaknya menyiapkan program jangka pendek. Begitu perda itu diberlakukan maka sarpras yang diatur di perda itu dipenuhi secara lengkap. Karena ini baru mengawali, maka Dinsos dijadikan percontohan sebagai instansi pemerintah yang menyiapkan sarpras bagi penyan-

Bali Post/ kmb38

Gede Sandhiyasa

Nyoman Gede Wandira Adi

dang disabilitas. “Menunggu pengesahan perda ini dalam anggaran perubahan, jangka pendek kami menyiapkan sarpras pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Ini percontohan, sarpras bagi penyandang disabilitas sesuai perda yang kita bahas sekarang, wajib dilengkapi oleh instansi pemerintah,”

katanya. Mantan Camat Sawan itu mengatakan, penyiapan sarpras itu meliputi pembuatan akses khusus untuk penyandang disabilitas seperti jalur kursi roda dan jalur penyandang tunanetra. Selain itu, juga dibangun kamar kecil (toilet) khusus bagi kaum penyandang disabilitas. Peny-

iapan beberapa sarpras yang wajib disediakan pemerintah itu dipastikan tuntas akhir tahun ini. Bersamaan dengan diundangkannya perda, maka hal yang sama dilakukan OPD di lingkup Pemkab Buleleng. Selain perda, regulasi akan dibuat, mendasari penyiapan sapras penyandang disabilitas itu diatur untuk menerbitkan peraturan bupati (perbup). Untuk program jangka panjang, Sandhiyasa menyebut Dinsos berbekal dukungan anggaran yang ada akan mengoptimalkan program pembinaan dan pemberdayaan penyandang disabilitas di daerah. Selain itu, pembangunan rumah singgah. Mengoptimalkan program pemberdayaan penyandang disabilitas itu realisasinya mulai dirancang tahun depan. Ketua Pansus Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, pemenuhan hak

penyandang disabilitas ini tidak cukup dengan membuat percontohan di Dinsos saja. Tetapi perlu juga di instansi yang memberikan pelayanan publik. Seperti di rumah sakit, sarpras untuk penyandang disabilitas ini wajib ada. Ini tidak saja mengikuti regulasi yang sudah ada saat ini termasuk perda yang akan disahkan. Pemerintah perlu komit kepada setiap penyandang disabilitas sebagaimana umumnya manusia normal. “Seperti di rumah sakit, kami lihat fasilitas untuk penyandang disabilitas ini masih kurang. Orang normal saja terkadang turun di tempat parkir ketika berobat ada kesulitan, apalagi orang cacat ketika ia harus berobat. Tanpa fasilitas khusus pasti sangat kesulitan,” jelasnya. Tidak cukup menyiapkan fasilitas, politisi Partai Golkar ini mendorong agar pe-

merintah mengoptimalkan anggaran pembinaan dan pemberdayaan penyandang disabilitas. Untuk anggaran, dia mengusulkan agar kucuran dan bantuan sosial (bansos) baik di DPRD dan pemerintah perlu disiapkan membantu pemberdayaan penyandang disabilitas. Dengan dialokasikan anggaran yang memadai, ia optimis setiap penyandang disabilitas kesejahteraan pasti meningkat. Siapa pun penyandang disabilitas itu perannya sama dengan manusia normal dalam kehidupan sehari-hari. “Kalau misalnya hibah bansos kita di DPRD disisihkan Rp 1 juta saja maka akan terkumpul dana lumayan besar. Dana itu bisa dikelola untuk kepentingan penyandang disabilitas. Nanti kami wacanakan untuk mendapat persetujaun baik di dewan maupun pemerintah,” katanya. (mud)


Sabtu Umanis, 17 November 2018

GIANYAR

9

Tanah Longsor, Akses Jalan Raya Kenderan Sempat Tertutup

SOSOK

Gianyar (Bali Post) -

Hujan lebat yang mengguyur kawasan Gianyar mulai memicu bencana alam. Salah satunya bencana tanah longsor disertai rumpun bambu tumbang yang menutup akses Jalan Raya Kenderan, Desa Adat Manuaba, Kecamatan Tegallalang, Kamis (15/11) malam. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar yang menerima laporan terkait kejadian tersebut langsung menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi. Akibat banyaknya material longsoran, proses evakuasi berlangsung hingga Jumat (16/11) siang kemarin.

Hargai Proses Hukum KETUA Garda Pejuang Penerus Aspirasi Rakyat (Gappar) Kabupaten Gianyar Ngakan Made Rai meminta semua pihak menghargai proses hukum yang sedang berjalan terkait penanganan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Objek Wisata Pura Tirta Empul. Ia juga mendukung polisi mengusut tuntas kasus ini, karena diduga ada oknum yang melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus ini. “Saya mendukung polisi mengusut kasus ini,” ujarnya, Jumat (16/11) kemarin. Ia mengingatkan, jangan sampai ada oknum pelaku pidana yang bersembunyi di balik nama desa adat. Menurutnya, pelanggar hukum dalam kasus ini harus tetap diungkap, terlebih pihaknya mencium ada unsur tindak pidana korupsi. Ia menegaskan, tidak ada maksud melemahkan desa adat. Bahkan ia mendukung penuh penguatan desa adat. Ia hanya tidak ingin ada oknum yang bersembunyi di balik nama desa adat, kemudian dengan bebas melakukan tindak pidana korupsi berlarut-larut. “Desa adat dikuatkan saya sangat setuju. Tapi kalau ada oknum yang merongrong tubuh desa adat, itu harus diseret keluar dan diproses hukum,” tegasnya. Ia juga mendukung upaya Gubernur Bali dalam menyusun perda untuk menguatkan desa adat. Ia mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu perda tersebut. “Desa adat harus dijaga dengan baik. Jangan sampai dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya. (nik)

Penemuan Mayat Orok Gegerkan Warga Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat orok di tengah jalan di seputaran wilayah Banjar Tengkulak Mas Kelod, Desa Kemenuh, Sukawati, Kamis (15/11) sore. Belum diketahui pelaku yang tega membuang orok berjenis kelamin laki-laki yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa itu di tengah jalan. Sementara polisi yang menerima laporan ini masih melakukan penyelidikan. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian ini pertama kali diketahui seorang warga yang melintas di lokasi tersebut bersama anaknya, Kamis (15/11) sore sekitar pukul 16.00 Wita. Ketika itu, perempuan yang tidak diketahui identitasnya terkejut dan sempat ragu dengan sesosok benda yang tergeletak di tengah jalan tersebut. Tak lama kemudian, saksi I Putu Astu yang juga melintas di lokasi tersebut mendekati perempuan itu. Keduanya berupaya memastikan bersama benda tersebut. Setelah dilihat lebih dekat, mereka yakin kalau benda yang tergeletak di jalan tersebut merupakan mayat orok. Usai memastikan temuan itu, I Putu Astu langsung menghubungi prajuru Banjar Tengkulak Mas Kelod. Ia juga menyampaikan informasi itu kepada Perbekel Kemenuh I

Dewa Nyoman Neka. Tidak berselang lama, jajaran Polsek Sukawati tiba di lokasi kejadian. Sampai di lokasi, proses pemeriksaan langsung dilakukan, termasuk olah TKP dan identifikasi terhadap mayat orok tersebut. Hasil pemeriksaan, orok berjenis laki-laki itu memiliki panjang 40 sentimeter, panjang kaki 15 sentimeter, panjang tangan 12 sentimeter, serta panjang dari pantat ke kepala yakni 16 sentimeter. Selain itu, juga ditemukan ari-ari dalam kantong plastik loreng. Temuan ini lantas dibawa ke RSUP Sanglah. Dikonfirmasi Jumat (16/11) kemarin, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun membenarkan adanya temuan tersebut. Dikatakan, polisi langsung melakukan proses penyelidikan. “Saat ini sedang proses lidik. Mudah-mudahan bisa segera terungkap pelakunya,” katanya. Jaya Winangun menambahkan, jajarannya juga sudah melakukan penelusuran di sejumlah lokasi yang diduga terdapat wanita hamil, yang diduga telah melahirkan. Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit di wilayah Gianyar. “Anggota juga masih bergerak untuk mengumpulkan informasi di lapangan,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

MENGEVAKUASI - Alat berat yang dikerahkan untuk mengevakuasi material longsoran yang menutup Jalan Raya Kenderan, Desa Adat Manuaba, Kecamatan Tegallalang, Jumat (16/11) kemarin.

’’Panglingsir’’ Puri Blahbatuh Berpulang Gianyar (Bali Post) Panglingsir Puri Blahbatuh I Gusti Ngurah Djelantik mengembuskan napas terakhirnya, Kamis (15/11). I Gusti Ngurah Djelantik wafat di usia 74 tahun, setelah cukup lama berjuang melawan penyakit diabetes. Kini pihak keluarga besar Puri Blahbatuh masih menunggu paruman untuk persiapan palebon. Suasana duka masih menyelimuti areal Puri Blahbatuh, Jumat (16/11) kemarin. I Gusti Ngurah Jelantik, anak kedua almarhum, menerangkan I Gusti Ngurah Djelantik memang sudah cukup lama berjuang melawan penyakit diabetes. Khususnya semenjak ditinggal sang istri almarhumah A.A. Ayu Mirah sekitar tiga bulan lalu. “Semenjak itu, kondisi almarhum menurun,” ujar I Gusti Ngurah Jelantik. Hingga Kamis (15/11) siang saat hendak diajak kontrol kesehatan, kondisi I Gusti Ngurah Djelantik semakin drop, hingga akhirnya berpulang Kamis sore sekitar pukul 14.45 Wita. “Saat dibawa ke RSUD sanjiwani, beliau su-

dah meninggal,” katanya. Usai mendapat penanganan di RSUD Sanjiwani, jenazah almarhum dibawa ke Puri Blahbatuh. Selanjutnya keluarga besar Puri Blahbatuh akan parum untuk menentukan waktu upacara palebon untuk almarhum. “Mungkin minggu depan sudah ada kepastian terkait upacara palebon,” katanya. Almarhum meninggalkan lima orang anak yakni A.A. Ayu Prawaniti, I Gusti Ngurah Jelantik, A.A. Ngurah Kakarsana, A.A. Ngurah Teja Kusuma dan A.A. Ngurah Putra Narayana. Selain itu, almarhum juga meninggalkan lima orang cucu. “Kepada kami, anak-anaknya mengatakan almarhum hanya berpesan agar menjaga kerukunan keluarga dengan baik, menjaga masyarakat dan negara,” ujarnya. Semasa hidup almarhum juga aktif dalam Forum Kerajaan dan Kesultanan Nusantara. Sebab itu, almarhum diketahui dekat dengan sejumlah raja Nusantara, tidak hanya di Indonesia namun juga

Desa Lebih Dicanangkan sebagai Kampung KB Gianyar (Bali Post) Desa Lebih yang berlokasi di pesisir pantai dicanangkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB). Kepala Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu mengatakan, pencanangan dan pembentukan Kampung KB bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga. Dikonfirmasi Jumat (16/11) kemarin, Lesmana Trisnu mengatakan, pembangunan Kampung KB merupakan upaya untuk meningkatkan kembali pelaksanaan program keluarga berencana, mendekatkan pelayanan kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga kepada masyarakat serta memadukan program pembangunan lintas sektor saat melaksanakan program pelayanan keluarga. Dikatakan, beberapa kriteria dalam pembangunan Kampung KB, meliputi adanya data dan informasi keluarga, dukungan dan komitmen dari pemerintah serta dukungan dari tokoh masyarakat dan

warga setempat. Kampung KB merupakan model miniatur pelaksanaan program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang bersinergi dengan semua sektor serta dipadukan dengan pemerintah, lembaga swasta, mitra kerja, serta stakeholder terkait. “Di tahun 2018 dikukuhkan sembilan Kampung KB. Yang dimulai dari delapan desa yang termasuk dalam kriteria stunting,” ujarnya. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana mengatakan Desa Lebih merupakan desa ke-78 yang dicanangkan sebagai Kampung KB di Provinsi Bali. Sedangkan di seluruh Indonesia, sekitar 27.000 Kampung KB sudah dibentuk yang bertujuan untuk mendorong keluarga agar mampu mewujudkan dan merencanakan keluarganya dengan baik, sehingga menjadi keluarga yang berkualitas. Kampung KB yang dipilih pencanangannya adalah wilayah yang perlu mendapatkan perhatian, baik dari pemerintah bersama masyarakat, termasuk keluarga itu sendiri. “Keberhasilan dari Kampung KB ini akan sangat ditentukan oleh partisipasi dan dukungan para mitra kerja kita

Bencana alam yang terjadi sekitar pukul 21.51 Wita ini mengakibatkan akses jalan raya Kenderan, Desa Adat Manuaba, Kecamatan Tegallalang sempat tertutup sehingga menggangu arus lalin di kawasan tersebut. Menerima informasi tersebut, petugas BPBD Gianyar langsung meluncur ke lokasi tersebut. Proses evakuasi berlangsung cukup lama, karena tanah yang longsor itu ditumbuhi pohon bambu yang rimbun. “Material longsoran cukup banyak, sehingga tidak cukup ditangani sekali pada Kamis malam itu. Di samping itu, cuaca juga kurang mendukung,” ujar Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya, Jumat kemarin. Menurut Oka Digjaya, proses evakuasi material longsoran dilanjutkan Jumat pagi. Proses ini juga berlangsung cukup lama, yakni hingga sekitar pukul pukul 12.00 Wita. Bahkan BPBD harus mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan. “Sekarang material longsoran sudah selesai di evakuasi,” katanya. Oka Digjaya mengingatkan, bencana pohon tumbang dan tanah longsor diprediksi akan kerap terjadi di musim penghujan ini. Khususnya di kawasan Gianyar Utara. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terkait kondisi tersebut. “Semua harus waspada. Kami di BPBD Gianyar stand by 24 jam apabila terjadi bencana,” tegasnya. (kmb35)

untuk memberikan perhatian sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Sehingga Kampung KB ini merupakan wadah pemberdayaan,” katanya. Catur Sentana menambahkan, pihaknya saat ini tengah mengembangkan KB Bali. Yakni, bagaimana mewujudkan keluarga-keluarga yang potensial dengan merencanakan sejak dini. Bukan hanya ditinjau dari jumlah anaknya saja, tapi perlu juga dilihat dari potensi ekonominya, kesehatannya, daya tampung serta kualitasnya. Sehingga KB Bali ini dalam rangka melestarikan budaya kita, namun dengan tetap memperhatikan kemampuan keluarga, kesehatan keluarga, daya tampung keluarga dan ekonomi keluarga. “Jadi tidak ada salahnya kalau dalam suatu keluarga, yang merencanakan anak kemampuannya dua, kenapa harus tiga. Jadi tidak ada yang mengatakan bahwa program KB itu harus dua, tidak seperti itu sekarang. Jadi, Program KB muwujudkan keluarga yang berkualitas,” imbuhnya. Sementara itu, Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Setdakab Gianyar I Wayan Sudamia mengatakan, program Kampung KB

merupakan inovasi strategis dalam usaha pengentasan kemiskinan, program kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga serta pembangunan di sektor lainnya. Pencanangan Kampung KB dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga atau masyarakat yang ada di wilayah miskin, penduduk padat, perbatasan dan pesisir, terpencil, kawasan wisata, serta daerah stunting. Di Kabupaten Gianyar, dari 10 desa yang dinyatakan desa stunting, dua di antaranya pada 2016 sudah dicanangkan sebagai Kampung KB, yakni Desa Lodtunduh dan Desa Siangan. Sedangkan sisanya sebanyak delapan desa di tahun 2018 telah dicanangkan sebagai Kampung KB. Berdasarkan permintaan dari warganya, tahun ini Desa Sukawati juga dicanangkan sebagai Kampung KB. Selain berada di kawasan wisata, Desa Sukawati juga mempunyai kepadatan penduduk yang sangat tinggi. “Saya berharap, Kampung KB ini tidak hanya sekadar ada saja. Tapi mampu meningkatkan kualitas serta kesejahteraan bagi keluarga,” tegasnya. (kmb35)

raja-raja di wilayah Malaysia, Thailand dan Filipina. “Semasa hidup almarhum memang aktif dalam forum,” katanya. Meski lahir di keluarga puri, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati. “Beliau ini tidak suka ditinggikan, karena bagi beliau menyatu dengan masyarakat adalah yang utama,” ujarnya. Saat masih remaja, kata I Gusti Ngurah Jelantik, almarhum juga dikenal sebagai penghobi angrek. Bahkan, berkat seratusan koleksi anggrek yang dirawatnya, mengantarkan I Gusti Ngurah Djelantik dalam kompetisi anggrek tingkat international. “Saking banyaknya anggrek, dulu puri sampai di sebut Puri Anggrek,” katanya. Menurut I Gusti Ngurah Jelantik, almarhum yang pensiunan PNS ini juga dikenal sebagai sosok yang hobi menembak. Bahkan sempat beberapa kali meraih juara menembak. “Beliau juga tergabung dalam Perbakin, dan sering dapat juara menembak,” tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

ALMARHUM - Anak kedua almarhum menunjukkan foto I Gusti Ngurah Djelantik (alm), Jumat (16/11) kemarin.


JEMBRANA

10

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Longsor di Manistutu Rusak Bangunan Warga Negara (Bali Post) – Akibat tanah longsor, sebuah bangunan di Banjar Kemoning, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya roboh, Jumat (16/11) kemarin. Bangunan yang difungsikan untuk tempat peristirahatan dan lumbung padi milik I Gede Wintara (47) ini hancur terperosok di dasar jurang setinggi sekitar 5 meter. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Saat kejadian, hanya istri korban yang berada di rumah. Diperkirakan longsor di tanah pekarangan yang berada di paling ujung ini lantaran sejak Kamis (15/11) malam hujan deras mengguyur wilayah Manistutu. Air hujan mengalir deras dari arah selatan dan masuk ke pekarangan rumah korban. Meskipun di ujung tebing sudah dipasang tembok pagar dan saluran air namun diduga air hujan mengalir terlalu deras. Keesokan harinya, sekitar pukul 06.00 Wita, korban mendapati tanah pekarangan berikut bangunan lumbung padi sudah ambruk. Demikian pula tembok sepanjang 40 meter jatuh ke jurang sedalam kurang lebih lima meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana bersama Polsek Melaya kemarin juga turun ke lokasi melakukan peninjauan. Kondisi bangunan yang sudah hancur bercampur material longsor di bawah jurang menyulitkan pembersihan. Korban bersama warga kesulitan menyelamatkan kayu bekas bangunan maupun benda yang masih bisa digunakan. Akibat kejadian ini kerugian diperkirakan mencapai Rp 70 juta. (kmb26) LONGSOR – Tanah longsor yang terjadi di pekarangan rumah milik I Gede Wintara (47) di Banjar Kemoning, Manistutu merusak bangunan dan tembok panyengker.

SOSOK

Pasar Melaya Terlihat Mangkrak

Kontraktor Dikenai Penalti Negara (Bali Post) – Kontraktor rekanan pelaksana revitalisasi Pasar Melaya yang mengalami keterlambatan dipastikan dikenai penalti karena hingga akhir waktu pengerjaan yang jatuh 14 November lalu, pembangunan fisik baru mencapai sekitar 60 persen. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) memberikan kesempatan melanjutkan pengerjaan kepada rekanan dari CV Dua Serangkai Jaya hingga 15 Desember nanti.

Jumlah Pelanggaran Naik Selama pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2018, terjaring 1.134 pelanggar lalu lintas. Dibandingkan tahun sebelumnya jumlah pelanggar itu meningkat sebanyak 136 pelanggar. Sedangkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hanya terdata 1 kejadian. Naiknya jumlah pelanggaran ini tidak lepas dari peningkatan jumlah kegiatan Satgas Gakkum Operasi Zebra. “Terutama kegiatan stationer dan hunting di titik rawan laka maupun daerah rawan pelanggaran lalu lintas. Memang di sana lebih banyak ditemukan pelanggaran potensial dan fatalitas laka,” ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko, belum lama ini. Dijelaskan lebih lanjut, dari 1.134 pelanggar lalu lintas tindakan tilang sebanyak 1.098 dan sisanya 36 teguran. Dari jenis kendaraan di antaranya 715 sepeda motor dan 363 mobil. Sementara untuk lakalantas dibanding tahun lalu, terjadi penurunan kejadian, baik secara kualitas maupun kuantitas. Data ini menunjukan bahwa masing-masing Satgas Operasi telah fokus melaksanakan kegiatan. Dua daerah TO lakalantas yang menjadi fokus, yakni di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, dan di Jalan Umum Denpasar-Gilimanuk, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. AKP Yoga berharap dengan dilaksanakan Operasi Zebra Agung 2018 ini, kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas meningkat. (olo)

Dinas Koperindag, Jumat (16/11) kemarin memanggil pihak rekanan dan menekankan komitmen yang telah ditandatangani sebelumnya. “Tadi kami panggil lagi. Kami minta agar manajemennya diperbaiki dan memotivasi agar bisa diselesaikan,” terang Kepala Dinas Koperindag, Made Gede Budhiarta kemarin. Jauh sebelum adanya keterlambatan ini, pihak rekanan juga telah membuat surat pernyataan kesanggupan menyelesaikan proyek senilai Rp 671.879.997,51 tersebut. Dinas memberikan waktu sampai 15 Desember ini untuk penyelesaian, namun tetap denda penalti berjalan. Sesuai aturan, penalti dikenai per harinya senilai 1/1.000 dari nilai kontrak. Terhitung dari 13 November 2018 sampai batas waktu maksimal 15 Desember 2018. “Sisa pekerjaan sekitar 45 persen, tentu mereka harus kerja keras agar selesai,” tambah mantan Camat Pekutatan ini. Penyelesaian pasar ini penting sebab menyangkut para

pedagang yang beberapa bulan ini direlokasi sementara. Karena itu pengerjaan pasar harus segera diselesaikan. Dinas juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) dan Bappeda. Pihak rekanan menyanggupi untuk melanjutkan pekerjaan dan dalam sepekan ini ada progres. Diberitakan sebelumnya, pengerjaan pembangunan Pasar Melaya yang berlangsung beberapa bulan ini terkesan mandek. Padahal pekerjaan belum selesai dan baru sebatas rangka penyangga gedung. Bahkan dari keterangan para pedagang, sudah sejak dua pekan terakhir tidak ada aktivitas kerja. Kondisi ini sering menjadi pertanyaan warga dan para pedagang. Padahal banyak pedagang yang dipindah sementara dan berharap segera kembali ke dalam pasar. Sesuai kontrak pelaksanaan pekerjaan dimulai 15 Juli 2018 dengan batas waktu 120 hari kerja. (kmb26)

Bali Post/kmb26

PENALTI - Proyek Pasar Melaya yang sempat terhenti dan kini mengalami keterlambatan. Dinas memberikan batas waktu hingga sebulan untuk diselesaikan. Kontraktor rekanan pelaksana revitalisasi Pasar Melaya yang mengalami keterlambatan dipastikan dikenai penalti.

Dua LPD di Jembrana Masih ”Sakit”

Telepon Penting jembrana RSU Negara

(0365)41006/41806

Pemkab Jembrana

(0365) 41210

DPRD Jembrana

(0365) 41039

KODIM 1617 Jembrana

(0365) 41025

KPU Jembrana

(0365) 3944

Kejari Negara

(0365) 41165

Piket Kejari Negara

(0365) 41164

Piket PN Negara

(0365) 41204

TNBB

(0365) 41173/61060

Koramil Negara

(0365) 41013

Kelurahan Gilimanuk

(0365) 61038

Kantor BPN

(0365) 41135

Kantor Agama

(0365) 41087

Kantor Camat Negara

(0365) 41012

Camat Jembrana

(0365) 42546/43505

Kantor Camat Melaya

(0365) 42153

Kantor Camat Pekutatan

(0365) 40016

Kantor Camat Mendoyo

(0365) 42443

Polsek Kota Negara

087762879788

Dipulangkan – Kapolsek Gilimanuk memberikan pembinaan kepada puluhan suporter bola yang masuk ke Bali tanpa membawa identitas.

Tak Bawa Identitas dan Bekal Cukup

Ratusan Suporter Bola Dipulangkan Negara (Bali Post) – Jelang pertandingan sepak bola di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, gelombang suporter dari Jawa Timur terus masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk. Arus kedatangan suporter Persebaya ini terlihat meningkat pada Kamis (15/11) malam. Ratusan di antaranya terpaksa dipulangkan oleh petugas dari Polsek Gilimanuk, Polsek Melaya dan Satpol PP Jembrana lantaran tak membawa identitas dan tidak cukup bekal. Hingga Jumat (16/11) ke-

marin, Polsek Gilimanuk telah memulangkan hingga 208 orang suporter bola. Mereka datang secara bergerombol antara 25 orang hingga 70 orang. “Saat kami periksa, kebanyakan tidak melengkapi dirinya dengan identitas dan bekal yang cukup,” terang Kapolsek Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa kemarin. Diperkirakan, arus kedatangan suporter bola dari Jawa Timur yang jumlahnya bisa mencapai ribuan orang akan terus terjadi hingga menjelang

laga pertandingan, Minggu (18/11). Petugas melakukan pemeriksaan sejak kapal bersandar dan juga di Pos Pemeriksaan KTP Gilimanuk. Sementara itu, di Polsek Melaya petugas juga mendapati gerombolan suporter bola berjalan di pinggir jalan DenpasarGilimanuk. Sebelum belasan suporter bola itu dipulangkan, Kapolsek Melaya AKP I Ketut Wijaya memberikan pembi naan dan penyuluhan. Mereka mengaku berasal dari Tulung Agung, Jawa Timur. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Dari 64 LPD yang ada di Kabupaten Jembrana, sedikitnya ada dua LPD yang masih masuk kategori “sakit”. Bahkan satu di antaranya berpotensi bermasalah hukum dipicu penyelewengan yang dilakukan pengurus LPD. Akibatnya sejak setahun terakhir para nasabah di LPD tersebut kesulitan mengambil dana mereka. Ketua Badan Kerja sama (BKS) LPD Jembrana Gusti Kade Wardana kepada wartawan, Jumat (16/11) kemarin, membenarkan ada dua LPD yang tengah mendapatkan pengawasan dan pembinaan bersama-sama dengan Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD dan pemerintah. Salah satunya sudah mulai pulih namun tetap dilakukan pengawasan. Sementara satunya lagi sejatinya sudah diselesaikan dan berdasarkan paruman desa adat, pengurus LPD yang bermasalah berjanji akan mengembalikan. Namun masalah tersebut berkembang sampai ada laporan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Kade Wardana mengajak kepada seluruh LPD di Jembrana memperkuat pengawasan internal sehingga penyelewengan dana oleh pengurus dapat dihindari. Namun secara keseluruhan LPD di Jembrana menurutnya sudah masuk kategori sehat. Dari informasi, di salah satu LPD yang bermasalah di Kecamatan Melaya itu, sejak beberapa bulan ini nasabah sulit untuk mengambil dana. Ada dugaan penyelewengan yang dilakukan oknum pengurus hingga mencapai Rp 800 juta. Hal inilah yang membuat LPD tersebut dilaporkan ke pihak Kejari. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra mengakui adanya laporan terkait LPD itu. Namun masih dalam proses penyelidikan. Karena masih penyelidikan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Namun yang jelas beberapa pihak terkait memang sudah dimintai keterangan. (kmb26)


Sabtu Umanis, 17 November 2018

KARANGASEM

11

Diterjang Banjir

Akses Jalan Geriana Kangin - Geriana Kauh Putus Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang melanda wilayah Karangasem dan sekitarnya beberapa hari lalu tidak hanya memicu terjadinya banjir di Desa Duda Utara. Hujan lebat ini juga mengakibatkan akses jalan darurat yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh kembali putus. Memang jalan itu sudah beberapa kali sempat terputus sejak erupsi Gunung Agung, karennya dibuatkan jembatan darurat. Namun sayangkan, jalan darurat itu sudah dua kali hancur akibat diterjang banjir. Salah satu warga Geriana Kangin, Komang Putra, mengatakan, jika akses jalan darurat ini sudah dua kali ini terputus. Pertama, jalan itu putus saat erupsi Gunung Agung setahun lalu. Sebelumnya, jalan itu sempat diuruk menggunakan alat berat. Namun, banjir kembali menggerus badan jalan itu hingga putus. Sekarang ini, kembali disapu banjir sehingga jalan itu putus lagi. “Sekarang jalan sudah sulit dilalui kendaraan. Hanya, warga yang berjalan kaki yang bisa lewat di sana,” ucapnya.

Bali Post/kmb41

JALAN PUTUS - Akses jalan yang menghubungkan Dusun Geriana Kangin dan Geriana Kauh kembali putus akibat diterjang banjir.

Berjualan di Luar Ketentuan Waktu

Ditertibkan, Pedagang Kaki Lima di Terminal Seraya Amlpura (Bali Post) Petugas gabungan Satpol PP, Dishub dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima yang membandel. Pedagang itu terkena penertiban akibat berjualan di Terminal Seraya, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Amlapura, Jumat (16/11) kemarin. Sesuai waktu berjualan yang regulasinya ditetapkan melalui peraturan bupati, memang pedagang itu sudah termasuk melakukan pelanggaran. Dari pantauan kemarin, sejumlah pedagang kaki lima menolak barang dagangan mereka ditertibkan petugas. Untuk menghindari penertiban petugas, sejumlah pedagang langsung berlari sambil membawa gerobak dagangannya ke rumahnya. Namun, petugas berhasil

mengamankan sejumlah pedagang bahkan kemudian gerobaknya disita. Kendati pedagang itu sempat bersitegang dan menolak dangangannya dibawa petugas, petugas akhirnya dengan paksa menaikkan gerobak milik pedagang itu ke truk. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem I Gede Arianta mengatakan, penertiban itu dilakukan karena pedagang itu sudah melanggar Peraturan Bupati tahun 2018 tentang waktu pelayanan pasar. Dikatakan, sesuai peraturan, untuk pasar pagi itu mulai dibuka pukul 01.00 Wita sampai pukul 06.00 Wita. Sedangkan pasar senggol dibuka dari pukul 13.00 Wita sampai pukul 20.00 Wita. “Pedagang yang kita tertibkan ini karena waktu jualannya tidak sesuai jadwal yang diatur. Sehingga kita mau

Bali Post/kmb41

PENERTIBAN PKL - Petugas gabungan dari Satpol PP, Dishun dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem melakukan penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang membandel akibat berjualan di Terminal Seraya, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Jumat (16/11) kemarin. tidak mau mengamankan Perbup melakukan penertiban. Pedagang itu akan kami berikan pembinaan di kantor. Kami berharap ke

depannya para pedagang itu tidak lagi melanggar dengan cara berjualan di luar waktu yang telah ditentukan,” katanya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Warga belum terbiasa mengolah sampah dan juga membuang sampah yang benar. Karena itu, warga perlu mendapatkan edukasi yang benar sehingga bisa diaplikasikan secara nyata. Demikian disampaikan Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa saat membuka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang dipusatkan di Lapangan Taman Budaya Candra, Bhuana, Jumat (16/11) kemarin. Selain penanganan kesehatan, persoalan narkoba sesungguhnya sangat krusial harus ditangani. Sejauh ini, masih ada beberapa warga di lima desa yang membuang air besar sembarangan. Ia berharap warga dapat mengimplementasikan program pemerintah itu.

Sejumlah kegiatan sosial seperti pelayanan kesehatan,kegiatan sosial bantuan hidup dasar, dan penyuluhan bahaya narkoba digelar serangkaian peringatan HKN. Terkait program HKN itu sebanyak 211 warga mendapat pelayanan kesehatan mulai dari pengobatan maupun screening penyakit tak menular. “Kegiatan sosial bantuan hidup dasar diberikan kepada pecalang, tokoh masyarakat, guru, dan para siswa. Penyuluhan bahaya narkoba dilakukan di SMPN 3 Kubu dari dokter kejiwaan,’’ katanya. Selain itu, juga akan digelar lomba senam peregangan, cuci tangan, dan lomba cerdas cermat kebidanan, di lapangan parkir Gedung WK RSUD Karangasem, Sabtu (17/11) ini. (kmb41)

Selain Kesehatan, Narkoba Sangat Krusial Harus Ditangani

Bali Post/kmb41

PELEPASAN BALON - Peringatan HKN yang dilaksanakan di Lapangan Taman Budaya Candra Bhuana, Jumat (16/11) kemarin, ditandai pelepasan balon oleh wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa.

Bawaslu Mulai Tertibkan ’’Branding’’ Caleg

Stiker Tertempel di Bodi Mobil Jadi Sasaran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem menertibkan stiker atau branding caleg yang terpampang di mobil angkutan umum di Terminal Amlapura, Jumat (16/11) kemarin. Dalam sidak bekerja sama dengan Satpol PP, Satlantas Polres Karangasem dan Dishub tersebut, petugas kemudian manertibkan enam mobil angkutan yang berisi stiker caleg yang tertempel di mobil tersebut. Lalu, apakah penertiban itu memenuhi kaidah-kaidah regulasi atau aturan yang berlaku? KETUA Bawaslu Karangasem Putu Suastrawan; mengungkapkan, penertiban ini dilakukan sesuai PKPU nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu dan Perbawaslu nomor 28 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu. Karena sesuai regulasi, keberadaan branding caleg di kendaraan umum itu memang sudah tidak diperkenankan. “Kita menyasar terminal karena terminal itu merupakan tempat dan fasilitas publik yang harus bebas sarana kampanye. Dari penertiban yang kita lakukan, sejumlah angkot yang berisi branding caleg itu ditertibkan. Branding itu langsung kita lepas bersama sopir angkot diban-

tu petugas,” ungkapnya. Suastrawan menegaskan jika mengacu pada aturan yang berlaku, hanya stiker yang dipasang di mobil pribadi itu diperbolehkan ditempeli branding caleg itu. Jika memang nantinya ada angkutan umum itu berisi stiker caleg, maka pihaknya tidak segansegan akan melepaskan setelah melakukan koordinasi dengan kepolisian. “Sebelum melakukan penertiban kita sudah melakukan sosialisasi dengan pihakpihak terkait seperti Satpol PP, Satlantas, dan Dishub. Kita akan terus lakukan penertiban ini. Nanti, kita terus akan jadwalkan turun ke lapangan,’’ katanya. Sementara, seorang sopir

angkot, Gede Kantun, yang mobilnya berisi branding caleg dan telah dilepas, mengaku tidak keberatan dengan adanya penertiban stiker di angkotnya itu. Karena demikian aturannya. Jadi, pihaknya tidak masalah. Ia mengaku legowo mengikuti dan patuh dengan regulasi yang ada. “Tidak masalah stiker itu dibuka. Asalkan memang sudah seperti itu aturannya.

Ya, silakan saja dilepas,” katanya. Gede Kantun mengung kapkan, angkutan umum miliknya sudah ditempeli branding caleg itu sejak dua bulan. Selama satu bulan dirinya dibayar atau mendapat kompensasi Rp 100 ribu dari branding caleg yang ada di angkotnya itu. Karena sudah dua bulan ditempel, dirinya baru dapat Rp 200 ribu. (eka)

Bali Post/kmb41

LEPAS BRANDING CALEG - Bawaslu Karangasem bersama Satpol PP, Dishub, dan Satlantas Polres Karangasem saat melepas branding caleg pada angkot di Terminal Amlapura, Jumat (16/11) kemarin.

Putra mengatakan, kondisi ini cukup memberatkan terutama anak-anak sekolah yang berasal dari Desa Amerta Bhuana dan Duda. Pasalnya, beberapa anak usia SMP bersekolah di Geriana Kangin tepatnya di SMPN 3 Selat. Otomatis mereka kesulitan melintasi jalan ini. Dengan putusnya jalan itu, anak-anak terpaksa meninggalkan sepeda motor mereka di pinggir sungai. Mereka kemudian melanjutkan berjalan kaki sekitar 300 meter. “Kami berharap agar jalan

ini segera mendapat perbaikan dan perhatian dari pemerintah,” katanya. Kepala BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa mengaku jika pihaknya juga merasa kasihan dengan anak-anak sekolah termasuk masyarakat yang tidak bisa melalui jalan tersebut karena putus. “Kasihan juga warga dan anak-anak sekolah yang lewat. Sekarang jalan itu putus lagi. Untuk memperbaiki jalan darurat itu tidak lagi bisa menggunakan dana bencana,” ujarnya. (kmb41)

Pertamina Manggis Bantu Sapi dan Mesin Pengolah Kotoran kepada Kelompok Ternak Lila Wana Karya Desa Tenganan PERTAMINA Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis bekerja sama dengan Yayasan Bali Kasih memberikan bantuan sapi dan mesin mengolah kotoran sapi. Bantuan itu diberikan kepada Kelompok Ternak Lila Wana Karya, Dusun Tengan Dauh Tukad, Desa Tenganan, Manggis, Karangasem, Jumat (16/11) kemarin. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Wakil Operation Head Pertamina Terminal BBM Manggis Kilbergen W. Gultom bersama Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta yang diterima Ketua Kelompok Ternak Lila Wana Karya I Putu Ardana beserta anggota kelompok lainnya. Wakil Operation Head Pertamina Terminal BBM Manggis Kilbergen W. Gultom mengungkapkan, jika bantuan yang diberikan ini untuk masyarakat dalam rangka mengembangkan daerah pertanian di wilayah sekitar untuk perbaikan perekomomian warga setempat, dengan cara memanfaatkan sumber daya lokal yang ada di sini. Bentuk bantuan yang diberikan itu berupa 6 ekor sapi dan 6 mesin pengolah kotoran sapi. Kotoran sapi itu bisa diolah menjadi pupuk organik. Kemudian kotoran sapi itu bisa diolah lagi jadi biogas. “Kita juga memberikan bantuan material untuk pembangun di Kelompok ini. Berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan masyarakat di Tengan, agar perekomomian mereka bisa meningkat dan lebih baik ke depannya. Apa yang dipelajari dan didapat melalui model pendamping nantinya agar kelompok-kelompok ternak yang ada di Desa Tenganan itu sukses,” ungkap Gultom. Ketua Yayasan Bali Kasih I Gede Suarta menambahkan, pihaknya berharap bantuan yang diberikan Pertamina yang bekerja sama dengan Yayasan Bali Kasih diharapkan bisa membuat kelompok itu lebih mandiri. Upaya yang dilakukan semata-mata bertujuan supaya peternakan menggunakan limbah sapi agar tidak ada yang

terbuang. Sejatinya limbah itu dapat diolah dengan baik. Limbah itu bisa dijadikan pupuk organik selain biogas. Pendampingan kata Suarta, terus dilakukan selama kelompok ini berproduksi. Dengan cara itu, pihaknya dapat mengetahui apa kendala-kendala yang dihadapi kelompok itu sehingga dengan cepat bisa dicarikan solusinya. “Kita harapkan bantuan untuk kelompok ternak itu membuat mereka bisa lebih mandiri lagi. Mereka bisa menghasilkan sendiri dengan pemanfaatan kotoran-kotoran ternak ini. Termasuk mereka dapat menularkan ilmu yang didapat selama ini kepada kelompok lainnya,” tegasnya. Ketua Kelompok Ternak Lila Wana Karya I Putu Ardana menjelaskan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Pertamina dan Yayasan Bali Kasih yang sudah memberikan bantuan ini kepada kelompoknya. Bantuan sapi, mesin pengolah kotoran ternak dan lainnya yang diberikan itu sangat bermanfaat. Pasalnya, bantuan kelompok itu bisa memproduksi pupuk organik dari kotoran sapi, biogas dari urine sapi itu sendiri.

“Kita berharap generasi muda nanti bisa meneruskan program ini. Ke depannya, bantuan itu terus diperlukan. Selama ini masih cukup banyak kekurangannya. Adanya pendampingan itu membuat kita akan terus belajar agar lebih baik. Bantuan itu baru pertama kali kita terima. Sehingga kami harus bekerja keras, agar bisa belajar. Kita juga tetap belajar kepada kelompok-kelomok yang sudah sukses dan berhasil terkait program itu,” jelas Ardana. Bendesa Adat Tenganan Dauh Tukad I Nyoman Puri mengatakan apa yang diberikan ini nantinya dapat bermanfaat bagi warga terkait menjalani usaha pertanian maupun peternakan. Dengan demikian, mereka bisa dapat merintis ekonomi lebih baik ke depannya. Masyarakat benarbenar dapat menikmati hasil bantuan yang diberikan itu. “Jadi, saya meminta kepada kelompok yang diberikan bantuan itu harus punya program yang baik agar mereka benarbenar tekun menjalani. Tanpa ketekunan dan kerja keras, maka mustahil mendapatkan hasil yang memuaskan,” ujarnya. (ad 615)

Pertamina TBBM BANTU SAPI - Pertamina Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis bekerja sama dengan Yayasan Bali Kasih memberikan bantuan berupa sapi dan mesin mengolah kotoran sapi kepada Kelompok Ternak Lina Wana Karya, Dusun Tengan Dauh Tukad, Desa Tenganan, Manggis, Karangasem, Jumat (16/11) kemarin.


KLUNGKUNG

12

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Longsor, ”Pawaregan” Pura Manik Mas Terancam Tergerus Semarapura (Bali Post) Hujan lebat mengakibatkan tanah longsor di sekitar Pura Manik Mas, Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Jumat (16/11) pagi. Titik longsor ini mulai mengkhawatirkan, karena bisa menggerus bangunan di sekitarnya, yakni pawaregan dekat Pura Manik Mas. Pihak desa setempat meminta instansi terkait, khusus BPBD Klungkung untuk segera melakukan penanganan, sebe-

lum terjadi longsor susulan. Melihat titik longsor di lokasi, situasinya nampak sudah membahayakan. Tanah di bawah bangunan tempat pawaregan ini nampak labil dan rawan longsor susulan. Apalagi, bangunannya tidak berpondasi dasar, namun dibuat bertingkat. “Mohon instansi terkait segera cek ke lokasi, untuk segera mendapat penanganan,” kata Setemer. Kepala Pelaksana BPBD

Klungkung, Putu Widiada, Jumat kemarin, mengaku sudah turun ke lokasi, guna mengecek kondisi terakhir dan memastikan kondisi wilayah sekitar. Untuk sementara, warga diminta sedikit menjauh dari lokasi, karena potensi terjadi longsor susulan, masih tinggi. Hasil peninjauan ini akan dijadikan laporan untuk memohonkan bantuan. “Kami akan segera proses permohonan bantuannya,” katanya. (kmb31)

Tersinggung, Seorang Caleg Berkelahi hingga Luka Parah

Semarapura (Bali Post) Menjelang pemilu legislatif, potensi konflik di tengah masyarakat kian terasa. Beda pilihan caleg bisa menimbulkan ketersinggungan, hingga berujung perkelahian. Ini terjadi di antara dua warga Banjar Dinas Pundukdawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Kamis (15/11) malam, yakni I Made Wibawa (49), Caleg Gerindra Dapil Kecamatan Dawan, dengan Candra Heru Juli Kartika (48). Wibawa mengalami luka terkena sabetan pisau. Kapolsek Dawan AKP I Kadek Suadnyana mengungkapkan perkelahian keduanya terjadi di sekitar pos kamling, yang berlokasi di salah satu pertigaan wilayah setempat, sekitar pukul 20.30 Wita. Sesuai dengan keterangan Candra Heru Juli Kartika, dirinya awalnya hanya duduk-duduk di pos kamling itu bersama temantemannya sambil minum tuak. Tiba-tiba datang Made Wibawa. Di sana antara Heru dan Wibawa terjadi percakapan yang awalnya biasa lalu

LUKA - Caleg Gerindra I Made Wibawa mengalami luka serius pada punggungnya.

menjurus kasar hingga berujung pertengkaran. Heru tidak menjelaskan isi percakapan yang memicu pertengkaran. Heru hanya mengungkapkan bahwa Wibawa saat itu menantangnya berkelahi. Heru pun mengaku meladeni tantangan tersebut. Awalnya terjadi aksi saling pukul dan balasmembalas tendangan. Namun, karena merasa terdesak, Heru spontan mengambil pisau yang ada di pos kamling dan menyerang Wibawa. “Sempat terjadi pergumulan yang mengakibatkan luka-luka pada keduanya. Akhirnya keduanya dilerai oleh anggota Patroli Polres Klungkung yang tiba di TKP,” kata Suadnyana. Di sisi lain, Wibawa mengatakan kepada polisi, jika dirinya mengaku mendatangi Heru di pos kamling untuk menanyakan kebenaran informasi yang dia dengar tentang dirinya. Wibawa menanyakan kenapa Heru mengatakan jangan pilih caleg yang suka berbuat curang di tajen dan sering melaporkan pelaksanaan tajen di sana. Perkataan inilah yang dianggap Wibawa seolah-olah mengarah kepadanya. Soal tudingan itu, Heru pun tegas membantah. Dia mengaku sama sekali tidak pernah berbicara seperti itu. Namun, karena kedua pihak terpancing emosi terjadilah perkelahian hingga penggunaan pisau yang kebetulan ada di sekitar pos kamling. Sebelum mengarah pada perkelahian yang dapat menimbulkan luka lebih parah, anggota polisi segera datang dan melerainya. Keduanya lantas dibawa ke RSUD Klungkung untuk mendapat perawatan. Hasil pemeriksaan pihak rumah sakit, akibat perkelahian ini, Heru hanya mengalami luka lecet pada lengan, pelipis dan jari tangannya. Sedangkan Wibawa mengalami luka pada tangan kanan, luka robek di punggung kiri, lengan kiri, dan beberapa sayatan kecil di pundak dan punggung serta bagian mata terkena cakaran. Ini sebagai akibat dari serangan Heru yang menggunakan pisau. Suadnyana menegaskan, kasusnya kini ditangani langsung oleh Sat Reskrim Polres Klungkung. Belum, jelas akhir dari perkelahian ini. Apakah lanjut ke proses hukum atau berakhir damai. (kmb31)

Pengurus KONI Klungkung Dituntut Inovatif

Semarapura (Bali Post) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung menggelar Pelatihan Pelatih Cabang Olahraga Anggota KONI Kabupaten Klungkung, Jumat (16/11) kemarin. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dalam kesempatan itu, menuntut KONI hingga para pelatih setiap cabornya agar mampu menunjukkan inovasi yang berujung prestasi. Pelatih didorong berinovasi menciptakan konsep pelatihan. Sebab, berlatih tidak harus konvensional namun juga harus inovatif. Bupati Suwirta juga mewanti-wanti supaya tidak ada pengurus KONI atau pengurus cabor yang bekerja hanya untuk sekadar mencari kesibukan dan sekadar menjalankan program. Semua harus dilakukan dengan sungguh-sungguh serta memiliki output dan outcome yang jelas dan terukur. Pengurus cabor juga diingatkan harus aktif menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas atlet.

Karena saat ini menurutnya masih ada pengurus cabor yang kurang aktif menggelar event. “Saya ingin Klungkung tidak hanya lebih baik pada tata kelola pemerintahan, namun juga pada kemajuan di bidang olahraga,” ujar Bupati Suwirta. Ketua Panitia Pelatihan I Dewa Ketut Wirata mengatakan, para pelatih diberikan cara dalam menyusun suatu program latihan mulai dari periode persiapan, periode pertandingan atau lomba, dan periode transisi atau pemulihan. Selain itu, juga bagaimana caranya agar latihan untuk mencapai hasil optimal. Ada sebanyak 100 orang pelatih dari berbagai cabang olahraga yang mengikuti pelatihan di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung. KONI Klungkung, menghadirkan Dosen dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Jawa Barat, sebagai narasumber, yakni Dr. Dikdik Zafar Sidik, M.Pd., dengan materi Perencanaan Penyusunan Program

PELATIHAN - Seluruh Pengurus KONI Klungkung dan pelatih cabang olahraga, saat ikut pelatihan di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung.

Pelatihan Menyongsong Persiapan Porprov XIV 2019 serta Nyoman Yamadiputra dengan materi Optimalisasi Program Latihan Atlet Andalan Klungkung Menuju Porprov Bali 2019. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia pada intinya mengharapkan dengan pelatihan ini, dia ingin meningkatkan kompetensi para pelatih cabang olahraga di Kabupaten Klungkung dalam menyusun program latihan. Ini adalah kemampuan dasar untuk ke depan mewujudkan Klungkung semakin memiliki daya saing di setiap cabang olahraga. (kmb31)

TERANCAM - Bangunan pawaregan di dekat Pura Manik Mas, Nyanglan, terancam tergerus setelah terjadi longsor.

Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Warga Gunaksa

Semarapura (Bali Post) Pohon kelapa menghantam rumah Nyoman Sudarta (32), warga Banjar Tengah, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Jumat (16/11) pagi. Bagian atap hingga tembok rumahnya langsung hancur. Beruntung,

pemilik rumah bisa selamat dari peristiwa tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Putu Widiada mengatakan, petugas BPBD Klungkung bergegas menuju TKP, setelah mendengar laporan yang masuk melalui call center,

sekitar pukul 06.30 Wita. Sebelumnya memang sempat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Enam personel TRC BPBD Klungkung diterjunkan untuk melakukan penanganan. Dengan mengerahkan satu

TERTIMPA POHON - Kondisi rumah dan dapur Sudarta usai tertimpa pohon kelapa yang tumbang.

mobil rescue dan tiga unit gergaji mesin, situasi di lapangan dapat tertangani. Melihat kerusakan rumah Sudarta cukup parah, BPBD Klungkung akan melakukan verifikasi agar segera dapat bantuan. Selanjutnya akan dibuatkan proposal kepada bupati atau gubernur mengingat ada enam orang yang tinggal di sana. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sempat meninjau lokasi rumah Sudarta. Dia berjanji akan mengupayakan membantu proses rehab rumahnya. Sebelumnya, pohon tumbang juga terjadi di Banjar Dinas Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Melihat situasi demikian, BPBD Klungkung mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Apalagi kalau sedang di jalan terhadap bahaya longsor dan pohon tumbang serta banjir bandang, akan selalu mengancam. “Kami imbau masyarakat untuk lebih berhati-hati. Kalau ada pohon yang dekat dengan rumah, agar bisa dipangkas dulu, untuk menghindari kerugian yang lebih besar,” katanya. (kmb31)


Sabtu Umanis, 17 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Cr Tenaga Adm S1 Semua Jurusan Gaji Memuaskan.WA 08179752136

B.BP.014.11.18.0000641

Dbthkn segera FO/Receptionist. Bs Bhs.Inggris.Hp.087862262218

B.BP.004.11.18.0000704

Dcr Adm Min SLTA Bisa Computer Hub.CV.BHS Jl.P.Bacan No .26Dps

B.BP.001.11.18.0000687

Dcr Ekspedisi:Pria,SIM C,SMU Klinik Quantum,Tlp:0361-228835

B.BP.001.11.18.0000675

Dcr Front Office bs Bhs.Jpn/Ing krm CV ke Bali Ratu Spa Jl. Kartika Plaza 18 Kuta / info@b aliratuspa.com WA/081236543894 Dicr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886

B.BP.004.11.18.0000542

Dibthkan Segera Waiter/ess, Orange T.Umar 48, 085722466168

B.BP.141.11.18.0000643

**Dcr Accounting/Admin Wanita, Max.30Th,Pengalaman Min.2Th Langsung ke Jl.Gn.Guntur 882 - 883 dengan CV Lengkap

B.BP.001.11.18.0000651

Bth Cpt Kernet,PT.Brilliant, Jl. NojaAyung6.HP/WA:08813680208

B.BP.001.11.18.0000683

Coco Group Bali membuka peluang kerja untuk posisi: 1.Buyer Manager Grosir 2.Asst. Grosir Manager 3.Supervisor Grosir 4.Sopir No.1 & 3 minimal mempunyai pengalaman 1 th di bid.grosir Krm Lam:hrm@cocogroupbali.com recruitment@cocogroupbali.com

B.BP.803.11.18.0000532

RUPA-RUPA

B.BP.154.11.18.0000690

Dcr Therapist Pengalaman&Tidak Jln Camplung Tanduk Seminyak. “Balidise SPA”Hub:082235854027

B.BP.001.11.18.0000619

Dcr Tng Srbutan,Laki2 Max.25Th DenBar,GjUMR,SMS.081936015543

B.BP.001.11.18.0000646

Dibthkan Accounting, E-mail CV ke komang_ribek@yahoo.com

B.BP.001.11.18.0000487

Dibutuhkan segera Staff Admin untuk Kontraktor, kirim CV via email:buanaindah@hotmail.com atau Hubungi Nomer Telp.0361-4714827

B.BP.004.11.18.0000698

Dicari Karyawati untuk Kantin Hub.081337804988/085100464640 B.BP.001.11.18.0000681

Dicari PHP Programmer/JS/Mysql Hub/WA:081337995983 B.BP.001.11.18.0000670

Dicari tukang jahit Jukki dan Staff Security segera. Hubungi 083114301738 B.BP.004.11.18.0000697

BIRO JASA

RUPA-RUPA

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi (082144355655)

B.BP.001.10.18.0000900

Looking SPG For Boutique At Maldives Country 18-30 Yr Old Fluent In English.Email CV To: reyyy_2003@yahoo.com Contac :Bu Ketut 08123890647

B.BP.001.11.18.0000536

Dicari Senior Accounting Kirimkan CV ke cynthia@omathiascatering.com

DIJUAL RUMAH

B.BP.031.11.18.0000710

Dicari tukang perak segera, Usia max 35 Th.hub.08113990076

B.BP.001.11.18.0000671

B.BP.004.11.18.0000636

Need Marketing staff.Must speak English,Have Worked as Marketing with references, Position will be with an Advertising firm in Bali.Good salary & Commission.Email to Vacancyforlife@gmail.com with application,references & salary expectation

Dicari Villa Manager speak English Hub 08123941209

B.BP.004.11.18.0000702

Dicari Waitress untuk restoran di Ubud.Kirim lamaran ke Atman Kafe Jl.Hanoman Ubud. Email admin@atmankafe.com Tlp/WA 081239307827

B.BP.004.11.18.0000693

Dicr Karyawati u/Toko Buah di KotaDenpasar.Hub:087862280623

B.BP.004.11.18.0000701

Perusahaan Minuman Terkenal & Berkembang Pesat Butuh Sales Income Menarik.Hub:0361-467519 Almt:Jl.TunjungKuning No.1 Dps

B.BP.001.11.18.0000682

Distributor Bth:Salesman/Girl Penghasilan Mencapai 10Juta Jl. Bedahulu IV No.12 Dps Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000680

Teknisi Komputer,Bw Srt Lamran Ke Ruko Grand Sudirman B-25

B.BP.004.11.18.0000696

Distributor:Kepala Cabang/Supervisor,Pengalaman di Bid Sales Retail,Gaji & Insentif Menarik Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000676

Tk Retail di Jimbaran Bth Back Office / Admin (4Jt/Bln) CV Krm ke bagkidsbali@gmail.com

B.BP.004.11.18.0000694

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04

B.BP.004.11.18.0000496

Krywti Tk.Kue DapurWulan diutamaknbsBuatKueWA.081236513105

B.BP.004.11.18.0000602

DIJUAL MOBIL HONDA

Jual CRV Prestis’16 Tgn1,mulus Hitam Asuransi Hub081277774256 B.BP.166.11.18.0000713

NISSAN

Navara Sport Version manual 2014 Hrg 255jt,WA.08123807171

B.BP.004.11.18.0000489

TOYOTA

Hilux Dcab manual 2012, 250jt WA.08123807171 B.BP.004.11.18.0000490

DIJUAL MOTOR KAWASAKI

Jual Motor NinjaR650’12 Barang simpenan sgtprima 081277774256 B.BP.166.11.18.0000712

DIJUAL TANAH Djl Tanah 1,5A 10A Buduk 2ADalung.Hub.082147454248BUC

B.BP.164.11.18.0000711

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud - Bali Cp+6281318685007,NoBrokerage

B.BP.004.11.18.0000637

Dijual Tanah Jl.Gadung No.14 Hub Telp.081237386838

B.BP.001.11.18.0000708

Tanah 100m2,78m2 H.160Jt,125Jt Gowang Gianyar SHM, 0811399204

B.BP.001.11.18.0000672

Tnh 1,5are tembok keliling Jl. Gelogor Carik Gg.Kangguru No.2 085101818655

B.BP.154.11.18.0000691

DIJUAL HOTEL Dijual/disewakan Hotel di Jln.Melasti Legian Kuta H.085100888379

B.BP.004.11.18.0000695

JASA KONTRUKSI Servis Rumah/Vila, Borong Bangunan,Design.081239460955

B.BP.004.11.18.0000545

DIJUAL RUMAH BUC! Rumah 2,5Lantai 1,6M Nego DPS Slt,View Swh.082144159825 B.BP.001.11.18.0000537

DIJUAL RUKO Dijual/Dikont 6 Ruko Baru 3Lt Jl.Mahendradata H.085237077978

B.BP.001.11.18.0000678

Garmen KamiMembutuhkanSegera 1.Sekretaris,Bisa Excel & Bhs.Inggris 2.Staff Quality Control Yg Berpengalaman 3.Cleaning Service Wanita Bagi Yg Serius Silahkan Bawa CV Ke Jl.Batas Dukuhsari 38X Telpon:8474108-8474099

Sopir Pnglaman SMS,Umur, Alamat Ke 085792465478

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0000515

G.01

Sopir SIM A Tinggal Dalam WA: 085738855378/HP:087860555275

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Ruko 3Lt Jl.Hayam Wuruk Dekat Conato Kreneng,HP:085253097647

Hlg BPKB DK 2668 U NO HAE.2186 15 Kandep Perindstrian Bulelng

G.02

B.BP.001.11.18.0000584

B.BP.167.11.18.0000692

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.001.11.18.0000574

Tng Serabutan&Tk.Jarit Garment Jl.PemudaIV/17 T.236453/264637 B.BP.001.11.18.0000504

B.BP.001.11.18.0000673

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

Dicari sopir pribadi, berpengalaman, bisa manual m atic. Tlp/WA:085238966662

Informasi pasang iklan Telepon

Dijual Rumah LT.222M2 LB.104M2 &104M2. Jln. Gunung Seraya I No.10 & 12,Tegal Arum Denpasar Tlp:085733555185/081353315566

KONTRAKTOR Arsitek,Vila,Ruko,Rmh,Interior Furnitur,Rmh Kayu.087819586605

B.BP.001.11.18.0000530

B.BP.001.11.18.0000624

DISEWAKAN RUKO

KEHILANGAN


BANGLI

14

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Anjing Rabies Gigit Bocah di Alisbintang Bangli (Bali Post) -

Seorang bocah di Dusun Alisbintang Desa Sulahan Kecamatan Susut menjadi korban gigitan anjing liar. Korban digigit pada bagian lengan kanannya hingga mengakibatkan luka. Celakanya, setelah dilakukan pemeriksaan di laboratorium, diketahui anjing liar tersebut positif rabies.

JEBOL - Jalan jebol di Abuan.

Bali Post/ina

Penanganan Jalan Jebol Diusulkan Gunakan Dana Bencana Bangli (Bali Post) Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, dan Pemukiman (PUTRPerkim) Kabupaten Bangli telah menindaklanjuti informasi terkait jalan jebol di Banjar Abuan Kauh Desa Abuan Kecamatan Susut. Rencananya, penanganan terhadap jalan jebol itu akan diusulkan menggunakan dana bencana. Sekretaris Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma, Jumat (16/11) kemarin, mengatakan setelah mendapat informasi, pihaknya langsung memerintahkan mandor jalan untuk turun ke lokasi melakukan pengecekan. Pihaknya juga mengecek saluran irigasi yang ambrol pascahujan deras Kamis lalu. ‘’Tadi (kemarin-red) pagi sudah saya kumpulkan mandor-mandor jalan untuk melakukan survei dan pendataan terhadap jalan jebol yang ada,’’ terangnya. Untuk menangani jalan

jebol termasuk saluran irigasi yang ambrol di Banjar Abuan Kauh, pihaknya akan mengusulkan agar bisa ditangani dengan dana bencana. Pihaknya akan melakukan koordinasi ke BPBD. Mengenai berapa anggaran yang dibutuhkan, pihaknya kini sedang membuatkan rencana anggaran belanja (RAB). Dikatakan juga oleh Soma, saat pengecekan kemarin, pihaknya sudah memasang drum di dekat jalan jebol. Tujuannya agar pengendara bisa lebih berhati-hati saat melintas. Karena kondisi jalan cukup mengkhawatirkan untuk dilalui, pihaknya mengimbau kendaraan roda empat untuk tidak melintasi jalan itu sementara waktu. ‘’Kendaraan roda dua kita imbau berhati-hati,’’ ujarnya. Sementara itu, anggota DPRD Bangli Dewa Gede Oka meminta Pemkab Bangli untuk memprioritaskan penanganan jalan-jalan jebol dan rusak parah. Ada beberapa

titik jalan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Selain jalan jebol di Banjar Abuan Kauh, jalan yang perlu mendapat penanganan yakni jalan berlubang di jalur Serokadan-Bangun Lemah dan jalan penghubung Desa Apuan dan Abuan yang rusak dan belum di-hotmix. Pihaknya mengaku siap mengusulkan anggaran penanganan jalan rusak demi memperlancar akses ekonomi rakyat. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, terowongan irigasi di Banjar Abuan Kauh Desa Abuan Kecamatan Susut, ambrol, pascahujan deras disertai gempa, Kamis (15/11) dini hari. Terowongan irigasi ambrol lantas menyeret tembok panyengker rumah warga dan saluran irigasi yang berada di atasnya. Derasnya hujan yang mengguyur Bangli sejak beberapa hari terakhir juga kian memperparah kerusakan jalan yang berada tak jauh dari lokasi terowongan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli untuk mempercepat penuntasan perekaman data e-KTP. Terlebih, jelang hajatan pemilihan umum (pemilu) yang akan berlangsung April 2019 mendatang. Kepala Disdukcapil Bangli Nyoman Sumantra yang ditemui belum lama ini mengatakan, upaya yang selama ini telah dilakukan, yakni dengan melakukan jemput bola ke desa-desa. Pihaknya bergerak ke desa-desa dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun sepeda motor untuk melayani masyarakat yang belum melakukan perekaman. Dia menyebutkan, ada beberapa desa yang tercatat penduduknya banyak belum melakukan perekaman, seperti Desa Songan A, Songan B, dan Satra di Kecamatan Kintamani. Di Kecamatan Tembuku, yakni Desa Yangapi dan Desa Peninjoan. Sementara di Kecamatan Susut yakni di Desa Se-

lat. Selain ke desa-desa, pihaknya juga melakukan pelayanan jemput bola ke sekolahsekolah dengan menyasar pelajar yang usianya jelang 17 tahun. Pelayanan di Kantor Disdukcapil selama ini juga ditingkatkan. Jika sebelumnya pelayanan hanya buka sesuai jam kantor pemerintah, sejak beberapa bulan terakhir Disdukcapil Bangli juga membuka pelayanan di hari-hari libur. Ini dilakukan demi mempercepat penuntasan

perekaman e-KTP di Bangli. ‘’Hanya saja yang melakukan perekaman di hari libur sedikit,’’ terangnya. Lebih lanjut disampaikannya, selama ini hal yang menjadi alasan atau kendala masyarakat belum melakukan perekaman e-KTP yaitu sibuk bekerja pada siang hari. Untuk itu, pihaknya siap melakukan perekaman pada malam hari. Pejabat asal Desa Siakin itu bahkan menantang Kadus dan Klian di Bangli untuk bisa mendatangkan warganya yang belum melakukan perekaman ke Kantor Disdukcapil pada malam hari. ‘’Jika ada Kadus atau siapapun yang menyiapkan hingga dua truk warganya untuk perekaman pada malam hari, karena alasan siangnya sibuk bekerja, kami siap melayani. Dengan catatan, sudah ada pemberitahuan sebelumnya. Jika misalnya dari desa A membawa 100 penduduk akan melakukan perekaman pukul 19.00 Wita, kami siap mendatangkan petugas kami,’’ katanya. (kmb40)

Disdukcapil Siap Layani Perekaman E-KTP Malam Hari

Nyoman Sumantra

Bocah yang menjadi korban gigitan anjing liar bernama Made Krisna Bastian (5). Anak kedua pasangan Ni Wayan Aris dan Wayan Arsana ini mendapat serangan anjing liar saat sedang bermain di dekat kandang babi belakang rumahnya. Ibu korban, Ni Wayan Aris, Jumat (16/11) kemarin, menuturkan kasus gigitan anjing liar yang menimpa anaknya terjadi pada Jumat (9/11) sore lalu. Kejadian bermula saat dirinya bersama korban ke belakang rumah untuk menengok babi peliharaannya. Saat sampai di kandang, ibu korban mengurus babi, sementara korban bermain sendiri. Tak berapa lama kemudian, seekor anjing liar yang ada di dekat korban tiba-tiba langsung menyerang hingga mengakibatkan luka pada lengan kanan bagian atasnya. Ibu korban langsung memberikan pertolongan dengan membersihkan luka pada lengan anaknya dengan air. Korban lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) dan serum anti rabies (SAR). Sementara, anjing liar yang mengigit korban langsung diburu oleh tetangga korban dan dibunuh. Sampel otak anjing liar tersebut kemudian dibawa ke dinas terkait untuk diperiksa di laboratorium. ‘’Sekitar hari Senin, setelah diperiksa, tenyata anjing yang gigit anak saya dinyatakan positif rabies,’’ ujarnya. Meski telah mendapat penanganan, Ni Wayan Aris

mengaku masih cukup khawatir dengan kondisi anaknya pascakasus gigitan anjing liar tersebut. Dia mengatakan, sebelum menimpa anaknya, kasus gigitan anjing rabies juga sempat menimpa seorang warga lainnya di wilayah dusun setempat beberapa waktu lalu. Kepala Dusun Alisbintang Nyoman Muliawan menyampaikan, pascaterjadinya kasus gigitan anjing rabies yang menimpa b o c a h lima tahun di wilayah dusunnya, pihaknya sudah melakuk a n tindak lanjut dengan menggelar pertemuan bersama warga. Warga sepakat untuk melakukan eliminasi semua anjing liar. Rencananya, eliminasi akan dilaksanakan bersama dinas terkait pada Senin depan. Pascakasus gigitan anjing rabies, masyarakat Dusun Alisbintang sudah membuat surat pernyataan untuk bertanggung jawab terhadap anjing pelihara-

annya masing-masing. ‘’Jika ada musibah karena anjing peliharaannya, pemilik yang bersangkutan akan bertanggung jawab penuh terhadap korban,’’ kata Muliawan. Dia mengatakan, kasus gigitan anjing yang menimpa Made Krisna Bastian merupakan kasus kedua yang terjadi di dusunnya tahun ini. Pada awal tahun lalu, seorang warga juga pernah menjadi korban gigitan anjing. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel otak anjing tersebut, diketahui bahwa anjing itu positif rabies.

Bangli (Bali Post) – Perbekel di Kabupaten Bangli mengharapkan kenaikan penghasilan tetap (siltap). Hal ini mengingat beban dan tanggung jawab yang diemban perbekel dan perangkat desa dalam mengelola keuangan cukup berat. Ketua Forkom Perbekel Kabupaten Bangli yang juga Perbekel Desa Abang Batudinding Made Diksa mengungkapkan, besaran siltap yang diterima para perbekel dan perangkat desa belum sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab. Setiap bulannya, gaji yang diterima perbekel hanya Rp 2,5 juta, sementara perangkat desa berkisar Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta. Di sisi lain, beban kerja dan tanggung jawab terutama dalam mengelola anggaran cukup berat. Masingmasing desa mengelola anggaran mencapai miliaran rupiah. Desa Abang Batudinding misalnya, anggaran yang dikelola setahun mencapai Rp 2 miliar. ‘’Tugas dan tanggung jawab belum cocok dengan pendapatan,’’ terangnya belum lama ini. Diksa pun berharap DPRD Bangli bisa memperjuangkan aspirasi para perbekel. Meng-

ingat dewan dalam tugas dan fungsinya sebagai perancang anggaran. Harapan senada disampaikan Perbekel Desa Catur I Made Agus Antara. Menurut Sekjen Forkom Perbekel Provinsi Bali ini, gaji yang diterima perbekel dan perangkat desa masih terbilang minim. Belum sesuai dengan tanggung jawab yang diemban. Dia pun membandingkan pengelolaan dana di desa dengan di SKPD. Di desa, dana yang digelontorkan pemerintah hanya dikelola oleh 12 orang perangkat desa termasuk perbekel. Sementara di SKPD, jumlah SDMnya lebih dari itu. Dia pun berharap, usulan kenaikan siltap perbekel dan perangkat desa yang sebelumnya sempat disuarakan salah satu fraksi dalam rapat paripurna di DPRD Bangli belum lama ini bisa direspons dan ditindaklanjuti pemerintah. ‘’Karena tanggung jawab perangkat desa betul-betul luar biasa,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bangli Dewa Agung Riana Putra tak menampik bahwa siltap yang diterima perbekel dan perangka desa saat ini

belum sebanding dengan tugas dan tanggung jawab yang diemban. Mengenai hal ini, Bupati sejatinya selalu mengatensi harapan perbekel tersebut. Hanya saja untuk menaikkan siltap tidak bisa serta merta dilakukan. Dijelaskannya, pemberian siltap bagi kepala desa dan perangkat desa diatur dalam PP No. 43 Tahun 2014. Dalam PP tersebut dinyatakan, siltap dialokasikan dalam Anggaran Dana Desa (ADD) dengan menggunakan perhitungan. Besarannya tergantung jumlah ADD yang diterima desa. Semakin besar ADD yang diterima, maka semakin kecil persentase dana yang digunakan untuk siltap. Contohnya, ADD yang berjumlah kurang dari Rp 500 juta digunakan maksimal 60 persen. Sedangkan ADD yang berjumlah lebih dari Rp 900 juta, digunakan maksimal 30 persen. Disampaikan juga, siltap untuk perbekel dan perangkat desa tidak bisa sertamerta dinaikkan, karena dalam PP tersebut diatur Belanja Operasional Pemerintah (BOP) Desa tidak boleh melebihi 30 persen dari APBDes. Sesuai pasal 100, dalam sturktur APBDes,

‘’Saat kejadian pertama, sudah langsung dilakukan penyisiran terhadap anjing-anjing liar. Untuk kejadian yang kedua ini, belum ada eliminasi. Rencananya, eliminasi akan dilakukan Senin depan,’’ ujarnya. Sementara itu, Kabid Keswan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) drh. Sri Rahayu mengakui bahwa kasus gigitan anjing ini merupakan kasus kedua yang terjadi di wilayah Dusun Alisbintang. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan melakukan emergency vaksinasi dan eliminasi selektif Senin depan. ‘’Kegiatan eliminasi ini harus ada kesepakatan dengan warga, agar dalam pelaksanaannya tidak ada komplain di masyarakat,’’ terangnya. Lebih lanjut dia kembali mengimbau warga untuk memelihara anjing dengan baik, dengan cara mengikat maupun mengandangkannya. Dia menyebutkan, sejak awal tahun 2018 hingga November ini, jumlah kasus gigitan anjing rabies di Bangli sebanyak 26 kasus. (kmb40)

KORBAN - Korban gigitan anjing rabies di Dusun Alisbintang Desa Sulahan, Susut.

Kelola Anggaran Besar, Perbekel Harapkan Kenaikan Gaji belanja desa dibagi menjadi dua ketentuan. Sebanyak 70 persen digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Sedangkan yang 30 persen untuk BOP desa yang salah satu itemnya meliputi siltap dan tunjangan Kepala Desa dan perangkat desa. Hal inilah yang diakuinya menjadi kendala siltap sulit dinaikkan. ‘’Dalam aturan, maksimal 30 persen dari APBDes dipakai BOP. Ini kami antisipasi agar APBDes untuk BOP tidak melebihi 30 persen. Kalau misalnya siltap tidak masuk jadi komponen BOP, ya pemberian siltap istilahnya bisa ngendah pelah,’’ ujarnya. Dia menambahkan, meski kenaikan siltap sulit dilakukan, namun secara take home pay perbekel bisa membawa pulang penghasilan sekitar Rp 4,5 juta lebih. Take home pay yang diterima tiap bulan ini memiliki beragam komponen. Selain siltap, komponen lainnya berupa tunjangan tambahan penghasilan sesuai jumlah dusun yang diurus, serta tujangan jabatan. (kmb40)


15

Sabtu Umanis, 17 November 2018

Kuliner, Penyumbang PDB Ekonomi Kreatif Terbesar Mangupura (Bali Post) Subsektor kuliner menjadi penyumbang PDB terbesar dari sektor ekonomi kreatif. Bahkan, potensinya untuk ditingkatkan masih sangat besar karena masyarakat Indonesia gemar berkuliner. Demikian dikemukakan Direktur Pemasaran Dalam Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Sappe M.P. Sirait, S.TP., M.Si. sebelum membuka Pameran Kreatifood 2018 yang digelar di Kuta, Jumat (16/11) kemarin. Menurutnya, potensi subsektor kuliner yang masih sangat besar ini dicoba digarap melalui pembinaan terhadap foodstartup Indonesia agar lebih dikenal pasar dan bisa mengekspor produknya. Ia mengatakan sejak 2016, Berkraf sudah memberikan pendampingan bagi foodstartup melalui Foodstartup Indonesia. ‘’Total sudah ada 238 foodstartup yang dikurasi lewat Foodstartup Indonesia. Para pelaku bisnis kuliner ini diperkenalkan dengan mentormentor yang bisa membuat produknya berkembang dan

investor,’’ paparnya. Guna memperkenalkan foodstartup dan mencari lebih banyak distributor dan reseller, jelasnya, Bekraf menggelar Kreatifood. Untuk tahun ini digelar di 10 kota dan Bali merupakan lokasi terakhir dari pameran yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (18/11) besok. ‘’Jangan ragu menjadi reseller maupun distributor dari produk-produk ini, sebab mereka sudah terkurasi dan mendapatkan pelatihan serta bimbingan lewat pendampingan Bekraf,’’ ujarnya.

Bali Post/eka

SUMBANGAN LOMBOK - Sumbangan tahap II untuk korban gempa Lombok diberangkatkan, Jumat (16/11) kemarin. Sumbangan yang terdiri dari sembako yaitu 900 bungkus beras 5 kg, minyak goreng 75 dus, mi instan 300 dus, gula pasir 900 kg, obat-obatan, kebutuhan pokok lainnya yang diperlukan sehari-hari. Sumbangan yang diangkut truk ini akan diserahkan di tiga tempat pengungsian dan dua sekolah di Lombok Timur dan Lombok Utara.

Selama penyelenggaraan di 9 kota, total sudah terjadi transaksi ritel sebanyak Rp 800 juta. Nilai transaksi terbesar dibukukan di tiga kota, yakni Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta. Terjadi juga pemesanan dan prospek ekspor ke sejumlah negara, seperti yang dialami Haveltea. Produsen teh dalam kantong ini bahkan sudah berhasil mengekspor 100 ribu kantong teh. Salah satu peserta Kreatifood 2018 di Bali, Pemilik Brand Bronchips, Mega Siswindarto, mengungkapkan animo masyarakat membeli

produksinya dan menjadi reseller cukup baik. Makassar merupakan kota yang paling tinggi penjualannya. Sementara Bandung yang dikenal sebagai kota wisata dan kuliner, lebih banyak yang berminat menjadi reseller. Dalam kesempatan itu, Putu Supadma Rudana yang merupakan anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi ekonomi kreatif menganggap pameran ini sangat baik. Ia berharap Bekraf bisa mengembangkan Kreatifood ini hingga ke desa-desa, sehingga produksi kuliner warga perdesaan bisa dibantu packaging, marketing hingga promosinya. ‘’Kalau bisa pameran seperti ini bisa ke desa-desa, sehingga produk pertanian seperti beras organik bisa dibantu packaging-nya, marketing-nya, bahkan promosinya,’’ sebutnya. (kmb18)

Bali Post/kmb

BEKRAF - Pembukaan Kreatifood 2018 yang diinisiasi Bekraf di Kuta, Jumat (16/11) kemarin.

Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai Tiba di Gianyar

PATAKA Panji-panji dan Surat Sakti Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Jumat (16/11) kemarin tiba di Gianyar. Perjalanan dari Kabupaten Bangli menuju Kabupaten Gianyar dikawal langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar. Sementara Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wagub Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati langsung hadir pada upacara serah terima di Lapangan Astina Gianyar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra selaku inspektur upacara menerima dan menandatatangani naskah serah terima Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai untuk selanjutnya dikirab keliling kecamatan di Kabupaten Gianyar. Masih dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan dan Peringatan Puputan Margarana pada 20 November nanti, seusai serah terima Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai diadakan Sarasehan Pelestarian Nilainilai Kepahlawanan di Balai Budaya Gianyar.

PANJI DAN SURAT SAKTI - Pataka Panji-panji dan Surat Sakti Pahlawan I Gusti Ngurah Rai diterima Bupati Gianyar I Made Mahayastra bersama Wagub Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati (tengah) di Lapangan Astina Gianyar, Jumat (16/11) kemarin. Bupati Gianyar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Asisten Administrasi Ekonomi dan Pembangunan Drs. Gede Widarma Suharta mengatakan, hendaknya kita tidak pernah melupakan pengorbanan dari para pahlawan. Perjuangan dan pengorbanan yang mereka tunjukkan dapat kita jadikan inspirasi dalam menjaga keutuhan NKRI. ‘’Saya harap sarasehan ini membawa manfaat yang besar bagi kita semua, bagaimana kita bisa

menghormati dan meneladani nilai-nilai kepahlawanan kita untuk implementasikan dalam kehidupan sehari-hari dalam menjaga keutuhan NKRI,’’ tegas Gede Widarma Suharta. Ketua Panitia Sarasehan Drs. I Made Watha mengatakan, sarasehan diikuti oleh kurang lebih 500 orang yang terdiri dari keluarga pahlawan, organisasi kepemudaan serta siswa-siswi SMA/SMK dan pendamping sekolah se-Kabupaten Gianyar. (kmb)

Perlu Diperjelas Nayaka MUDP Bali I Made Wena mengaku prihatin dengan operasi tangkap tangan yang belakangan dilakukan oleh aparat kepolisian. Perlu diperjelas, apakah benar ada masyarakat hukum adat melakukan pungutan liar (pungli). Mengingat, pelaku pungli yang disasar dalam Perpres No.87 Tahun 2016 tentang Satgas Saber Pungli adalah ASN. ‘’Kepolisian juga harus fair bahwa desa adat bukan sasaran dari Saber Pungli. Artinya, bukan menjadi objek yang harus ditindak oleh Tim Saber Pungli. Kalau masyarakat hukum adat melakukan tindakan-tindakan hukum di luar itu, ya… kan itu tidak ada kaitannya dengan Saber Pungli,’’ ujarnya. Ketua MMDP Tabanan I Wayan Tontra mengatakan, pengabdian desa adat di Bali untuk pembangunan nasional terbilang cukup tinggi. Sebagai contoh, program KB sukses

Bendesa Bedulu Gusti Ngurah Made Serana mengaku sudah duduk bersama dengan aparat kepolisian sebelum ada Tim Saber Pungli. Pihaknya berharap desa adat tidak lagi dicari-cari kesalahannya setelah ada pertemuan tersebut. Akademisi FH Unud Ida Bagus Surya Dharma mengatakan, Bali selama ini mengandalkan pariwisata budaya yang hidup dari adat istiadat. Untuk keberlanjutannya tentu sangat bergantung dari bagaimana perlakuan terhadap desa adat. ‘’Jadi menurut saya, apakah adil ketika desa

I Made Wena

I Wayan Tontra

I Made Sumawa

Komang Ruditha

dilakukan karena sistem di banjar. Begitupun intensifikasi pertanian berhasil karena sistem subak yang juga masih menjadi bagian dari banjar. ‘’Belakangan ini kok desa adat diutak-atik, ada apa di belakangnya? Boleh dong saya curiga,’’ ujarnya. Tontra sepakat bila kesepakatan mengenai kepolisian tidak akan menyentuh ranah desa adat harus segera ditindaklanjuti dengan produk

hukum. Apalagi, seluruh kabupaten/kota di Bali belum mempunyai perda tentang adat. ‘’Kemudian tentang pungutan terhadap tamiu, itu menurut saya sah-sah saja karena kita bukan mengundang tamiu untuk ikut di desa pakraman. Beliau yang datang diatur oleh pararem, pararem ini berdasarkan awig-awig,’’ imbuhnya. Menurut Tontra, pararem dan awig-awig sejatinya sudah sah menurut hukum.

Pasalnya, produk hukum adat itu tidak hanya disahkan oleh krama, klian adat atau klian dinas, tetapi juga perbekel, camat dan bupati. ‘’Kalau ini dikatakan melanggar hukum atau tidak sah, berarti perbekel, camat, bupati juga tidak sah. Maka dari itu, menurut saya, pararem dan awig-awig yang dibuat oleh desa pakraman itu adalah sah menurut hukum,’’ jelasnya. Bendesa Adat Beraban I Made Sumawa mengatakan, di dalam Perda No.3 Tahun 2003 telah disebutkan bahwa desa adat itu otonom. Dalam hal ini, bisa mengatur rumah tangganya sendiri. Itu sebabnya, krama adat dikenai urunan

untuk dipakai membangun infrastruktur di desa tersebut. ‘’Di dalam melakukan OTT itu berpikir dua kali, dasarnya harus ada pembinaan,’’ ujarnya. Pembinaan serupa juga diharapkan oleh Komang Ruditha mewakili Bendesa Seminyak. Apalagi, pihaknya kini mengelola kawasan wisata yang merupakan potensi ekonomi di Desa Adat Seminyak. OTT yang belakangan dilakukan aparat kepolisian, diakui, menimbulkan rasa waswas. Kendati pertanggungjawaban pengelolaan rutin dilaporkan setiap enam bulan dalam paruman adat. ‘’Berikan kami kepastian hukum juga,’’ imbuhnya. (rin)

Gusti Ngurah Made Serana

Ida Bagus Surya Dharma

adat diobok-obok. Pariwisata agar berkelanjutan butuh keamanan dan kenyamanan. Sumbangan terbesar adalah

dari masyarakat adat Bali sendiri untuk mempertahankan pariwisata budaya,’’ ujarnya. (kmb32)

Sabtu, 17 November 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 6:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita 12:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Tri Hita Karana (2) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Bali Channel Tourist TV Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Juru Masak Galeri Musik Indonesia Bali Channel Tourist TV Dharma Wacana Tri Hita Karana (3)

12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 13:30 Wita Dunia Kita 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Magz I Kadek Yudy Prasetrya, Siswa Berprestasi SMA 6 Denpasar 15:00 Wita Parameter 16:00 Wita Githa Shanti Paguyuban Santi Perum Tegal Buah Padangsambian (2) 16:30 Wita Marion Sam 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Melaspas, Ngalinggihang lan

17:30 Wita 18:00 Wita 18:30 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita

Piodalan Alit Merajan Agung Dalem Blambangan Dusun Santal, Ds. Banjar, Kec. Banjar-Buleleng Kartun Ball Khrisna (1) Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Satu Jam Classic Bali TV Lila Cita CalonArang Cetik Durga Maya (1) Berita dan Bincang Terkini Folk Song

Naik Lagi ‘’Kami lihat dengan adanya penyederhanaan proses, hanya dalam enam bulan ada new investment lebih dari Rp 160 triliun. Kami harapkan kenaikannya meningkat lagi,’’ katanya. Ia menyebutkan, mereka yang masuk OSS langsung diberikan fasilitas tax holiday, sementara pemeriksaan dilakukan setelahnya. ‘’Pemeriksaan dilajukan setelah investasi terjadi, sehingga akan lebih banyak yang mendukung dan proyeksi dunia usaha untuk segera merealisasikan investasinya,’’ katanya. Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra Talattov mengkritisi Paket Kebijakan Ekonomi XVI. Menurut Abra, terkait in-

sentif tax holiday untuk PPh Badan, sebetulnya bukan hal baru yang dikeluarkan pemerintah. Kebijakan insentif pajak yang bisa juga disebut sebagai belanja perpajakan (tax expeditures), punya konsekuensi berupa hilangnya potensi penerimaan pajak. Abra mempertanyakan langkah antisipasi pemerintah dengan potensi penerimaan pajak yang hilang pada tahun 2019 dan tahun-tahun sesudahnya. Padahal, realisasi penerimaan pajak hingga Oktober 2018 saja baru 71,39 persen dari target. ‘’Artinya, potensi shortfall pajak akan semakin besar dan pemerintah semakin kewalahan untuk memenuhi kebutuhan anggaran belanja. Konsekuensinya, defisit APBN berpotensi melebar dan akhirnya harus menambah utang baru,’’ ujar Abra, Jumat kemarin. (ant)

Kepercayaan Investor ‘’Kami ingin menjaga dan terus mendorong kepercayaan investor kepada perekonomian Indonesia,’’ imbuh Darmin. Ketiga, pemerintah memperkuat pengendalian devisa dengan pemberian insentif perpajakan. Pengendalian berupa kewajiban untuk memasukkan devisa hasil ekspor (DHE) dari barang-barang hasil sumber daya alam (pert-

ambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan). Insentif perpajakan berupa pemberian tarif final pajak penghasilan atas deposito. Kewajiban untuk memasukkan DHE ini tidak menghalangi keperluan perusahaan yang bersangkutan untuk memenuhi kewajiban-kewajiban valasnya. ‘’Pemerintah ingin mengendalikan devisa dengan memberikan insentif terhadap DHE yang ditempatkan dalam Sistem Keuangan Indonesia (SKI),’’ ujar Darmin. (ant)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Sabtu Umanis, 17 november 2018

Thailand Vs Indonesia

Andik Janji Habis-habisan

Bali Post/afp

DUA GOL – Michy Batshuayi mencetak gol kemenangan Belgia atas Islandia di Liga Negara Eropa.

Belgia Dekati Final

Brussel – Penyerang Michy Batshuayi mengemas dua gol kemenangan Belgia saat menang 2-0 atas tamunya, Islandia, dalam pertandingan Grup 2 Divisi A Liga Negara Eropa di Stadion King Baudouin, Brussel, Jumat (16/11) dini hari kemarin. Hasil ini membuat Belgia berada di jalur menuju laga penentuan untuk melaju ke putaran final. Pelatih Belgia Roberto Martinez lega timnya terhindar dari hasil imbang untuk kedua kalinya secara beruntun menjelang pertandingan penting melawan Swiss yang akan menentukan tim mana yang melaju dari Grup 2. Belgia hanya memerlukan hasil imbang kontra Swiss, namun kemenangan akan semakin mendongkrak kepercayaan diri tim. Cedera yang diderita Romelu Lukaku membuat Batshuayi mendapat kesempatan tampil sebagai pemain inti. Ia harus menunggu sampai menit ke-65 untuk mendapatkan umpan bagus dari Eden Hazard yang membantunya memecah kebuntuan, sebelum menyambar bola pantul pada menit ke-81 untuk memastikan kemenangan Belgia dalam pertandingan internasional ke-100 bagi rekannya Azel Witsel. Di laga lain, Kroasia menjaga harapan mencapai putaran final setelah bek kiri Tin Jedvaj mengukir gol penentu kemenangan 3-2 atas Spanyol dalam pertandingan Grup 4 di Stadion Maksimir, Zagreb. Kroasia sekaligus melakukan balas dendam terhadap kekalahan 0-6 dari Spanyol pada pertemuan pertama. Spanyol tetap memuncaki klasemen grup dengan 6 poin dari empat pertandingan, diikuti Inggris dan Kroasia yang masing-masing memiliki 4 poin dari tiga laga. Tim pemenang akan finis di pucuk klasemen dan mencapai empat besar 2019, sedangkan hasil imbang akan membuat Spanyol mempertahankan posisi teratas. Penyerang Andrej Kramaric membawa tuan rumah Kroasia memimpin pada menit ke-56, namun Dani Ceballos menyamakan kedudukan dengan gol pertamanya untuk Spanyol dua menit kemudian. Jedvaj merestorasi keunggulan Kroasia dengan sundulan jarak dekat, sebelum Sergio Ramos mengonversi penalti untuk membawa Tim Matador kembali menyamakan kedudukan 12 menit sebelum waktu normal habis. Kroasia menjadi pemenang ketika kiper Spanyol David De Gea hanya dapat menepis tembakan mendatar Josip Brekalo yang kemudian disambar Jedvaj.

Bangkok – Pemain sayap lincah Andik Vermansyah berjanji bermain habis-habisan saat membela Tim Nasional Indonesia melawan Thailand pada lanjutan pertandingan Grup B Piala AFF 2018 di Stadion Rajamanggala, Bangkok, Sabtu (17/11) malam ini mulai pukul 20.00 Wita. Apa yang dilakukan pemain asal Jawa Timur itu bukan tanpa alasan karena mempunyai pengalaman buruk yaitu gagal memperkuat timnas saat menjalani pertandingan final kedua Piala AFF 2016. Ketika itu timnas harus menyerah 0-2 dari Thailand, sehingga gagal menjadi juara. ‘’Dua tahun lalu saya cedera, jadi tak main di sini. Makanya saya akan tampil semaksimal mungkin jika diberi kepercayaan oleh pelatih,’’ kata Andik usai sholat Jumat di Islamic Center of Thailand, Bangkok, Jumat

Mangupura (Bali Post) Pengkab PBSI Badung menggelar kejuaraan bulu tangkis Piala Mangupura V/2018 di GOR Kerobokan mulai Jumat (16/11) kemarin hingga Minggu (18/11) besok. Kejurkab yang melibatkan 250 atlet ini bertujuan menjaring atlet yang dipersiapkan berlaga pada Kejurprov Bali, Desember mendatang. Ketua Umum Pengkab PBSI Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra menerangkan, Kejurkab Piala Mangupura melibatkan atlet kategori usia dini, anak-anak, pemula, remaja, taruna, dewasa dan veteran. Menurutnya, tim Porprov Badung diambilkan dari atlet kejurprov ditambah skuad Porprov 2017 yang usianya masih memenuhi syarat dan pebulu tangkis yang berlatih di klub luar Bali. Setidaknya tiga pemain Badung berlatih di klub besar, yakni Ayu Garry, Arya dan Dinda. Sebagai langkah awal, pihaknya bakal menertibkan klub anggota PBSI Badung supaya ada kegiatannya dan tidak hanya papan nama. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Nengah Wiratha berharap selurh Pengkab dan Pengkot PBSI se-Bali memiliki agenda turnamen untuk mengasah kemampuan atlet. ‘’Kejuaraan sangat perlu bagi atlet sekaligus tempat buat pelatih melakukan evaluasi,’’ kata Wiratha. (022)

laga lagi melawan Filipina di Jakarta pada 25 November. Motivasi Di sisi lain, dokter timnas Syarif Alwi terus memberikan motivasi kepada pemain agar mencurahkan kemampuannya pada pertandingan penting melawan Thailand. Sebab, jika mampu meraih hasil terbaik akan membuka peluang untuk melangkah ke babak berikutnya. ‘’Tidak hanya melawan Thailand, kami terus melakukan pendekatan personal ke masing-masing pemain. Kami juga terus berusaha memberi pikiran positif yang tidak membebani pemain,’’ ujarnya. Menurutnya, menghadapi tim sekelas Thailand persiapan harus khusus. Apalagi laga ini juga akan menjadi acuan Timnas Garuda untuk melangkah ke babak kedua. Ketegangan pasti muncul p a d a diri pemain. (ant)

pertandingan Piala AFF di Rajamanggala, Indonesia selalu kalah. Namun, kondisi di lapangan dipastikan berbeda mengingat lawan yang bakal dihadapi berbeda dengan dua tahun lalu. Timnas Indonesia datang ke Thailand dengan kekuatan penuh dengan harapan mampu meraih hasil terbaik. Kemenangan menjadi harga mati agar peluang lolos ke babak berikutnya terbuka karena baru mengumpulkan 3 poin hasil kalah 0-1 dari Singapura dan menang 3-1 atas Timor Leste. Setelah dijamu Thailand, Timnas Garuda menyisakan satu

Jerman Jerman ‘’wajah baru’’ menang mudah 3-0 atas Rusia dalam pertandingan persahabatan yang dimainkan di Red Bull Arena, Leipzig. Semua gol tercipta pada babak pertama. Leroy Sane, Niklas Suele dan Serge Gnabry mengamankan kemenangan Tim Panser yang hanya diperkuat dua pemain Piala Dunia yaitu kiper Manuel Neuer dan Matthias Ginter. Pelatih Jerman Joachim Loew memainkan tim inti yang rata-rata merupakan pemain muda. Ia membangkucadangkan Mats Hummels dan Thomas Mueller, sedangkan Jerome Boateng tidak dipanggil dan Toni Kroos diistirahatkan. Havertz (19) dan Sane (22) secara konsisten merepotkan pertahanan Rusia dilengkapi penampilan bagus Gnabry (23). (ant/rtr)

Piala Mangupura untuk Jaring Atlet Kejurprov

(16/11) kemarin. Mantan pemain Kedah FA Malaysia itu datang ke Bangkok dengan percaya diri mengingat tidak mengalami cedera seperti yang dialami dua tahun yang lalu. Selain itu, Andik dalam kondisi bugar setelah menjadi pemain terbaik saat timnas mengalahkan Timor Leste 3-1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Andik dipastikan menjadi tumpuan Timnas Garuda mengingat Thailand merupakan tim kuat di Asia Tenggara dan juara bertahan kejuaraan dua tahunan ini. Kemenangan menjadi target timnas di bawah asuhan Bima Sakti. Secara matematis peluang menang cukup berat karena dalam tiga

MAKSIMAL – Andik Vermansyah (merah) akan bermain maksimal melawan Thailand jika diberikan kesempatan turun oleh pelatih Timnas Indonesia.

berlangsung hingga 25 November mendatang. Pertandingan disebar di beberapa kecamatan dengan harapan gaung Porkab menyebar di seluruh pelosok Tabanan. Porkab mempertandingkan 12 cabang olahraga (cabor) ditambah ekshibisi bola voli pantai, tembak, renang dan rugby. Bupati Tabanan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda I Wayan Yatnanadi mengharapkan Porkab dapat berjalan sukses baik dalam pelaksanaan maupun prestasi. Sukses dalam melahirkan generasi muda berkarakter yang tidak hanya sehat fisiknya, melainkan juga sehat mental spritualnya. Pada kesempatan itu, piala bergilir yang dipegang kontingen Kecamatan Tabanan diserahkan oleh Camat I Putu Arya Suta kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Tabanan untuk selanjutnya diperebutkan kembali. Acara juga dimeriahkan atraksi cabor wushu.

Kejuaraan SEATTA

Tim Putra Indonesia Juara III

Denpasar (Bali Post) Tim beregu putra Indonesia harus puas meraih juara III pada Kejuaraan Tenis Meja Asia Tenggara bertajuk ‘’11th South East Asian Table Tennis Association (SEATTA) Championship 2018’’ setelah ditaklukkan Malaysia dengan skor 2-3 di GOR Merpati, Denpasar, Jumat (16/11) kemarin. Tunggal pertama Indonesia Deepash Bhagwani dikalahkan Leong dengan skor 0-3 (8-11, 15-18, 12-14). ‘’Saya kurang tenang, kurang sabar dan kurang percaya diri, padahal dari segi teknik bermain berimbang,’’ sebut Deepash yang berlatih ke Guangzhou, Cina, selama empat tahun. Deepash yang turun di partai terakhir juga ditundukkan Wong 0-3 (6-11, 10-12, 6-11). Pelatih tim putra Indonesia Tony Meringgi mengakui partai ini krusial bagi Deepash sebab bertanding di laga pamungkas dan terbebani harus menang saat skor imbang 2-2 setelah sempat unggul 2-1. Kekalahan juga dialami M. Luki Purkani di tangan Leong dengan skor 2-3 (8-11, 11-9, 6-11, 11-7, 7-11). Sementara dua angka kemenangan Indonsia didapat M. Luki Purkani yang mengatasi Wong 3-1 (12-10, 11-4, 8-11, 11-3) dan Rahmat menaklukkan Goh 3-2 (1012, 13-11, 12-10, 9-11, 14-12). Setelah gagal di nomor beregu, Manajer Tim Indonesia Haryono Wong mengharapkan pemainnya memburu gelar juara di nomor perorangan ganda putra. ‘’Semoga kami bisa,’’ tuturnya. Nomor beregu putra dijuarai Singapura usai menundukkan Malaysia 3-0 di final. Di semifinal sebelumnya, Singapura mengalahkan Thailand 3-0. Di semifinal beregu putri, Malaysia menang atas Singapura 3-2 dan Thailand menundukkan Filipina dengan skor sama. Di final, Malaysia memukul Filipina 3-0. Tim Indonesia tidak lolos ke empat besar setelah mengalahkan Filipina 3-2 dan ditundukkan Malaysia 0-3, sedangkan Malaysia menyerah 0-3 atas Fipilina di babak penentuan. ‘’Laga berjalan sportif, bukan permainan sabun atau senagaja menyingkirkan kami,’’ jelas pelatih tim putri Indonesia Dani Santoso. (022)

Lagi, Tunggal Putra Tanpa Wakil Hongkong – Pemain tunggal putra Indonesia Jonatan Christie ditaklukkan andalan Jepang Kento Momota pada laga perempatfinal turnamen bulu tangkis Hongkong Terbuka 2018 di Kowloon, Jumat (16/11) kemarin. Jonatan kalah dengan skor 24-22, 9-21, 9-21 selama 64 menit permainan. ‘’Semestinya saya bisa menang lebih cepat pada game pertama sehingga dapat menghemat tenaga. Saya sudah enak bermain hingga poin 20-15. Pada game kedua, Momota lebih banyak menempat-

kan bola-bola yang sulit untuk dikembalikan sehingga tenaga saya terkuras banyak,’’ kata Jonatan seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Kekalahan Jonatan berarti Indonesia tidak mempunyai wakil lagi di tunggal putra. Sebelumnya, dua pemain putra Merah-Putih yaitu Tommy Sugiarto dan Anthony Sinisuka Ginting tersingkir pada laga pertama dan laga kedua. Tommy dikalahkan Jan O Jorgensen (Denmark), sedangkan Anthony ditundukkan Jonatan Christie.

Di nomor ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melaju ke putaran semifinal setelah menaklukkan Lee Jhe-Huei/Lee Yang (Taiwan) pada perempatfinal. Fajar/Rian menang atas lawannya 21-17, 25-23 dalam waktu 46 menit. Di semifinal, Fajar/Rian menghadapi pemenang pertandingan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) melawan He Jiting/ Tan Qiang (Cina).

Anggota DPRD Tabanan I Made Dirga menilai KONI saat ini paling agresif dalam membenahi olahraga.

‘’Semoga hasilnya meski tidak maksimal paling tidak ada perbaikan dibanding sebelumnya,’’ ucapnya. Dewan

Tabanan siap memberikan dukungan anggaran yang disesuaikan dengan dana yang dimiliki. (kmb28)

BWF Pebulu tangkis Indonesia Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dikalahkan Tze Yong

Porkab Tabanan Mesti Sukses Pelaksanaan dan Prestasi

Tabanan (Bali Post) Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tabanan 2018 dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Tabanan I Wayan Yatnanadi di Stadion Debes, Jumat (16/11) kemarin. Pembukaan ditandai pemukulan tambur bersama oleh anggota DPRD Tabanan I Made Dirga didampingi Ketua KONI Bali I Ketut Suwandi dan Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan. Ketua Panitia I Made Miasa mengatakan, Porkab Tabanan 2018 dilaksanakan dengan maksud memberikan ruang, waktu dan wahana guna melakukan evaluasi bagi pelatih dan atlet untuk mengetahui sejauh mana prestasi yang telah dicapai selama mengikuti latihan. ‘’Ajang ini sekaligus untuk menjaring atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi berbagi ajang berskala daerah, nasional dan internasional,’’ ujarnya. Porkab Tabanan 2018 akan

Bali Post/wan

PUKUL BOLA - Atlet tenis meja Indonesia M. Luki Purkani memukul bola ke arah lawannya dalam pertandingan Kejuaraan SEATTA di GOR Merpati, Denpasar, Jumat (16/11) kemarin.

Bali Post/ist

BUKA - Pembukaan Porkab Tabanan ditandai pemukulan tambur bersama di Stadion Debes, Jumat (16/11) kemarin.

Ng (Malaysia) pada nomor pertandingan tunggal putra babak keempat BWF World Junior Championships 2018 di Markham Pan Am Center, Ontario, Kanada. Ikhsan menyerah 13-21, 15-21. Indonesia kini hanya memiliki satu wakil di tunggal putra yaitu Alberto Alvin Yulianto yang berlaga di perempatfinal melawan Kunvalut Vitidsarn (Thailand). Sementara di ganda campuran, empat pasangan Merah Putih melaju ke perempatfinal. Mereka adalah Pramudya Kusumawardana Riyanto/

Ribka Sugiarto, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti, Ghifari Anandaffa Prihardika/Lisa Ayu Kusumawati dan Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil. Pramudya/Ribka mengalahkan Tae Yang Shin/Lee Jung Hyun (Korsel) 21-18, 21-18, Rehan/ Siti menang atas Seung Hyun Kim/Eun Seo Jang (Korsel) 21-18, 15-21, 21-15, Ghifari/ Lisa mengungguli Dong Ju Ki/Kim A Young (Korsel) 1921, 21-16, 21-7 dan Leo/Indah menundukkan Yu Sheng Po/Li Zi Qing (Taiwan) 21-18, 20-22, 21-10. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 17 November 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu