terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 62 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila ”Ngaben Ngelanus” Mantan Bupati Wirata Sindhu Puncak upacara Ngaben Ngelanus mantan Bupati Buleleng Drs. Ketut Wirata Sindhu, Rabu (16/10) kemarin, berlangsung khusyuk.
balipost http://facebook.com/balipost
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Puluhan Suporter Bola Dipulangkan
Polisi Patroli di Devil's Tear
Sedikitnya 29 orang suporter bola yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (16/10) kemarin dipulangkan. Selain tak ber-KTP mereka juga tak membawa bekal.
Objek wisata Devil’s Tear sudah dipasangi pagar pembatas. Tujuannya agar tak ada lagi wisman yang jatuh ke laut gara-gara selfie. Walaupun demikian, polisi tetap melakukan patroli. Tujuannya untuk memastikan bahwa rambu-rambu yang ada ditaati oleh wisatawan untuk mencegah korban jiwa lagi.
JEMBRANA | HAL. 10
BULELENG | HAL. 8
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
KLUNGKUNG | HAL. 12
Dongkrak PAD
Pemkab Tabanan Resmikan Penerapan Tiket Elektronik di DTW Tanah Lot Tabanan (Bali Post) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta membangun daerah berbasis digital belakangan ini terus digalakkan. Jika sebelumnya telah meluncurkan beberapa terobosan seperti, EParkir, Tabanan dalam Genggaman dan Desa Digital Iluh Mantul, kini muncul terobosan baru, yakni penerapan tiket elektronik (e-ticketing) di salah satu destinasi wisata yang pal-
ing populer di Tabanan, yaitu di DTW Tanah Lot. Peresmian penerapan tiket elektronik di DTW Tanah Lot tersebut dilakukan secara langsung oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, yang ditandai dengan pemukulan Gong sekaligus memantau penerapan tiket elektronik tersebut, Rabu (16/10) kemarin, di depan pintu masuk DTW Tanah Lot, Beraban, Kediri. Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkompinda
Tabanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Direktur Operasional BPD Bali, Deputi Direktur Perwakilan BI Provinsi Bali, asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Tabanan, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Hal. 15 Benar-benar Matang
TIKET ELEKTRONIK Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, melakukan peresmian penerapan tiket elektronik di DTW Tanah Lot, ditandai dengan pemukulan Gong sekaligus memantau penerapan tiket elektronik tersebut, Rabu (16/10) kemarin, di depan pintu masuk DTW Tanah Lot, Beraban, Kediri.
Masuk Koalisi
Prabowo Sodorkan Konsep ”Dorongan Besar”
Bogor (Bali Post) – Pertanyaan soal apakah Gerindra akan masuk koalisi pemerintahan masih dijawab dengan pernyataan tersamar. Juru bicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyatakan bahwa masuknya Gerindra ke koalisi tergantung apakah konsep yang disodorkan Prabowo diterima atau tidak oleh Jokowi. Konsep tersebut diberi nama ”Dorongan Besar”. Dahnil mengatakan, dorongan besar untuk Jokowi dan pemerintahannya ini meliputi ketahanan pangan, ketahanan energi, pertahanan dan keamanan. Menurutnya, Partai Gerindra tidak menutup diri jika konsepsi yang disodorkan itu berujung masuknya Partai Gerindra ke koalisi partai pemerintahan. Hal. 15 Negara Memanggil
Pelantikan Presiden Sederhana Tanpa Karnaval Budaya
Bali Post/ant
Bali Post/
RAPIMNAS - Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan pidato politik pada Rapimnas dan Apel Kader Partai Gerindra di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10) kemarin.
Investasi Makin Dipermudah Denpasar (Bali Post) Investasi 2019 mengalami tekanan dari berbagai hal. Gejolak capital outflow 2018 menyebabkan Penanaman Modal Asing (PMA) sempat mengalami tekanan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mempermudah investasi. Hal ini untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. Hal. 15 Pertumbuhan Kredit
Jakarta (Bali Post) – Pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden tanggal 20 Oktober nanti akan dilakukan dalam suasana sederhana. Karnaval budaya seperti pelantikan 2014 lalu yang telah direncanakan para pendukung Jokowi dibatalkan. Kesederhanaan pelantikan merupakan arahan Jokowi yang ingin segera bekerja bukan berpesta. Penegasan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam jumpa pers di Gedung Bina Graha, Jakarta pada Rabu (16/10) kemarin. “Pesan yang disampaikan oleh Presiden, menginginkan acara nanti untuk yang akan diselenggarakan oleh temanteman itu untuk tidak dilak-
sanakan secara berlebihan. Jadi, untuk itulah tidak perlu dilakukan secara seperti yang saya sebutkan tadi, ada karnaval dan seterusnya,” kata Moeldoko dalam jumpa pers di Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu kemarin. Menurut dia, Presiden mengapresiasi keinginan dari relawan dan tokoh masyarakat
yang hendak menggelar karnaval budaya. Namun Presiden, jelas Moeldoko, menginginkan tidak perlu adanya euforia yang besar. “Ini perlu kita sampaikan agar teman-teman semua yang menyiapkan tidak kecewa karena Presiden ingin segera bekerja. Itu sesuatu yang ditunggu oleh masyarakat,”
kata mantan Panglima TNI itu. Moeldoko berharap para relawan pendukung dapat memahami arahan Presiden tersebut. Sebelumnya direncanakan karnaval budaya akan diselenggarakan di Jalan M.H. Thamrin hingga Jalan Merdeka Barat. Sejumlah komponen masyarakat hendak menyelenggarakan parade dan atraksi budaya yang ditampilkan oleh beberapa seniman dari sanggar-sanggar seni. Sementara itu, Ketua Umum DPP Projo, Budi Ari Setiadi, mengatakan, pihaknya
memahami keinginan Presiden Jokowi. “Dengan berat hati kami tiadakan, karena kami pertimbangkan semangat dari Pak Presiden yang ingin perayaan ini berlangsung sederhana dan penuh khidmat dan spirit Presiden untuk pemerintahan ini langsung bekerja,” demikian Budi. Sementara Ketua Panitia Syukuran Pelantikan JokowiMa’ruf, Andi Gani Nena Wea, mengatakan, parade budaya di Jakarta dibatalkan. Andi menambahkan, relawan tetap akan berencana hadir di istana untuk memberi selamat kepada Jokowi. (ant)
Perberat Hukuman Pelaku Pelecehan Tempat Suci
Harian Bisnis Bali Kelapa Sejahterakan Masyarakat Karangasem perlu membuat taman kelapa atau taman mini kelapa. Pohon ini dinilai berpotensi menyejahterakan masyarakat. Apa yang harus dilakukan? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Yankestrad di RSUD Bangli Unit Layanan Unggulan Kesehatan Tradisional Integritas (Yankestrad) RSUD Bangli mulai layani pasien. www.denpostnews.com
TERIMA UNDANGAN - Presiden Joko Widodo menerima undangan pelantikan dari Ketua MPR Bambang Soesatyo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10) kemarin. Melalui Kepala Staf Kepresidenan, Jokowi meminta pelantikan dilakukan secara sederhana. Tanpa ada karnaval dan kirab budaya.
Foto wisatawan asing melecehkan pura kembali beredar di media sosial. Kendati setelah ditelusuri peristiwa tersebut diduga terjadi beberapa tahun lalu, namun publik telanjur marah sehingga mempertanyakan kebijakan pemerintah untuk membuat jera pelaku pelecehan tempat suci Hindu. Muncul desakan agar wisman yang melakukan pelecehan sebaiknya dihukum berat. Apa tanggapan pemerintah Provinsi Bali atas desakan tersebut?
SELAMA ini, wisman yang mengusik rasa kesucian umat Hindu Bali hanya dikenakan sanksi sosial berupa permohonan maaf baik sekala maupun niskala. Secara niskala, permohonan maaf dilakukan melalui upacara Guru Piduka. Paling berat, wisman akan dideportasi ke negara asal. Sanksi jenis tersebut dinilai terlalu ringan. Ketua PHDI Kabupaten Gianyar, I Nyoman Patra, mendorong pengenaan sanksi tambahan bagi pelaku pelecehan tempat suci di Bali. Selain sanksi yang diberikan oleh masyarakat untuk mengembalikan kesucian dan deportasi, dari sisi normatif,
sanksi terhadap pelecehan simbol-simbol agama juga perlu diperberat. “Kami mendorong pelaku agar diberikan sanksi berat bukan hanya deportasi saja,” katanya. Mengenai sanksi hukum bagi para pelaku pelecehan tempat suci, ditanggapi harihati oleh Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Dikatakannya, sanksi hukum bergantung dari tingkat kesalahannya. Apakah ada unsur kesengajaan dan sebagainya. Kemudian melihat pula tempat suci yang menjadi objek pelecehan. Hal. 15 Harus Jelas
Cok Ace
I Nyoman Patra
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Delegasi IMO 2019 Dijamu Makan Malam oleh Gubernur Denpasar (Bali Post)Delegasi Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2019 mengikuti malam kesenian dan jamuan makan malam oleh Gubernur Bali di Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/10) kemarin. Dalam acara ini Gubernur Bali Wayan Koster sekaligus membuka gelaran IMO secara resmi. IMO merupakan salah satu program Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) yang tahun ini memilih BEM Fakultas Kedokteran Universitas Udayana sebagai host. IMO yang berlangsung mulai tanggal 16 hingga 20 Oktober di Bali, diikuti 566 delegasi dari 65 Fakultas Kedokteran se-Indonesia dan ada pula delegasi dari Filipina. “IMO ini merupakan kegiatan lomba tingkat internasional yang diikuti oleh seluruh Fakultas Kedokteran yang ada di Indonesia,” ujar Ketua IMO Haikal Hamas Putra Iqra. Menurut Haikal, ada enam cabang kedokteran yang dilombakan dalam IMO 2019. Yakni, Cardiorespirasi, Musculoskeletal, Digestive, Genitourinary, Tropical Infectious Diseases, dan Neuropsychiatry. Tahun ini merupakan gelaran IMO yang kesepuluh, dimana Universitas Udayana baru pertama kali menjadi tuan rumah. Fakultas Kedokteran Unud mengir-
imkan enam tim dengan 12 delegasi. “Tujuannya tentu saja meningkatkan keilmuan dari masing-masing Fakultas Kedokteran se-Indonesia dan juga secara tidak langsung menumbuhkan kesejawatan di antara mereka,” imbuhnya. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik gelaran IMO 2019. Apalagi gelaran kesepuluh ini baru pertama kali diadakan di Bali dan dibuka dalam jamuan makan malam di rumah jabatan Gubernur. “Mudah-mudahan acara ini berjalan lancar, sukses, dan aman,” ujarnya. Koster menuturkan, dirinya sempat melamar ke Fakultas Kedokteran Unud setelah lulus SMA Negeri Singaraja tahun 1981 dan diterima. Akan tetapi, ia kemudian memilih meneruskan kuliah ke Fakultas Matematika ITB. Saat kuliah di ITB, mantan anggota DPR-RI ini turut aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Bahkan ikut merasakan kerasnya tekanan dari pemerintahan orde baru kala itu. Sampai-sampai diancam drop out dan diberi sanksi. Saat Dewan Mahasiswa dibubarkan, Koster juga ikut merumuskan konsep organisasi kemahasiswaan yang sekarang dikenal dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pengalaman di dunia kemahasiswaan itu sudah dirasakan
manfaatnya sekarang, baik sebagai aktivis di partai politik, maupun sekarang sebagai pemimpin daerah. “Saya berupaya mendedikasikan jalan hidup saya untuk kepentingan masyarakat Bali agar sejahtera, bahagia sekala niskala sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” jelasnya. Koster juga mengajak mahasiswa khususnya yang tergabung dalam BEM Fakultas Kedokteran se-Indonesia agar turut serta menjaga situasi tetap kondusif. Terlebih menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Rektor Universitas Udayana A.A. Raka Sudewi mengatakan, IMO 2019 merupakan ajang kompetisi ilmu kedokteran yang diikuti 283 tim dengan jumlah total 566 peserta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa kedokteran serta meningkatkan pengetahuan, wawasan, ketrampilan dan sikap profesional seputar dunia kesehatan melalui berbagai kompetisi yang ada. Dalam acara jamuan makan malam dan malam kesenian tersebut, istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster juga turut membacakan puisi untuk menyambut sekaligus menghibur para delegasi IMO 2019. (kmb32)
Bali Post/kmb32
IMO - Delegasi Indonesian International Medical Olympiad (IMO) 2019 saat dijamu makan malam oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan istri Ny. Putu Putri Suastini Koster di Jayasabha, Denpasar, Rabu (16/10) malam.
Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Generasi Muda Meningkat PENYALAHGUNAAN narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda saat ini kian meningkat. Sasaran dari penyebaran narkoba ini adalah kaum muda atau remaja, rata-rata usia pelajar hingga mahasiswa, yaitu berkisar umur 11 sampai 27 tahun. Hal ini disampaikan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. saat menjadi narasumber kegiatan Diseminasi Informasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui talkshow di Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes), Denpasar, Rabu (16/10) kemarin. Didampingi Rektor Itekes Putu Darma Suyasa, Ph.D.,
Brigjen Suastawa memaparkan lima tantangan generasi milenial, yaitu dimana lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta terakhir lingkungan alam yang semakin rusak. “Oleh karena itu, mahasiswa jangan mudah terayu untuk menggunakan narkoba. Say no for drugs. Sepuluh persen susunan saraf pusat seseorang akan rusak,” ungkapnya. Brigjen Suastawa menambahkan, peran generasi muda dalam P4GN dalam bentuk melakukan pengembangan potensi diri, membentuk organisasi yang peduli tentang bahaya narkoba, aktif dan inovatif. Selain itu mampu
Bali Post/ist
CENDERAMATA - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa menerima cenderamata dari Rektor Itekes Putu Darma Suyasa.
Topik : PULUHAN SUPORTER BOLA DIPULANGKAN
berkarya, berjiwa mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat yang luas serta berani menolak ajakan teman yang bersifat negatif. Ditegaskan, pelaksanaan sosialisasi bahaya narkoba bagi mahasiswa ini adalah untuk memberikan informasi yang akurat tentang bahaya penggunaan barang terlarang tersebut, dampak yang ditimbulkan hingga mengganggu keamanan dan kesehatan. “Melalui sosialisasi ini diharapkan para mahasiswa sadar bahwa penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu aktivitas belajar dan menghancurkan generasi bangsa. Sehingga dapat mencegah mahasiswa menyalahgunakan narkoba,” ungkapnya. Tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut, kata Brigjen Suastawa, adalah terbangunnya komunikasi, jejaring kerja dan kepedulian mahasiswa Itekes dalam hal ini sebagai bagian lingkungan pendidikan untuk melakukan pemecahan masalah narkoba. Pencegahan bisa dilakukan secara mandiri melalui sumber daya manusia yang dibina, penyebaran informasi tentang P4GN di lingkungan pendidikan. Meningkatnya pengetahuan menimbulkan sikap kesadaran dan dapat mengubah perilaku untuk menghindari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Brigjen Suastawa memaparkan, pemberdayaan kearifan lokal di Bali terdiri dari penyusunan pararem antinarkoba di 102 desa adat di Kabupaten Gianyar, Badung, Klungkung, Buleleng, Karangasem dan Kota Denpasar. Pecalang sebagai relawan antinarkoba, dimana BNNP Bali telah melantik 2.544 pecalang sebagai relawan antinarkoba. Pembentukan Desa Bersinar di 28 desa di Kabupaten Badung, Gianyar, Kota Denpasar, Jembrana, Buleleng dan Karangasem. “Pembentukan Durancil tingkat SD, dimana telah dilantik 30 orang duta relawan anak kecil merupakan sarana dan wahana guna memupuk, membina, mengembangkan,” ujarnya. (bns)
Bali Post/eka
PASAR PITIK - Dua pekerja sedang menyelesaikan proyek revitalisasi Pasar Pitik, Rabu (16/10) kemarin.
Revitalisasi Pasar Pitik Capai 81,12 Persen Denpasar (Bali Post)– Program revitalisasi pasar rakyat, baik yang dikelola PD Pasar maupun desa adat terus berlanjut. Tahun 2019 ini sejumlah pasar sedang dalam pengerjaan. Selain Pasar Anyar Sari, Pasar Pitik Pedungan juga sudah dalam tahap pengerjaan. Bahkan saat ini progresnya sudah mencapai 81,12 persen. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Revitalisasi Pasar Pitik Jarot Agung Iswayudi mengatakan hal itu Rabu (16/10) kemarin. Agung Iswayudi yang juga Kabid di Disperindag Denpasar ini menambahkan, dengan progres sebesar itu, pihaknya memastikan proyek tersebut akan rampung sesuai jadwal yang telah disusun. “Pekerjaannya akan berakhir per Desember 2019,” tegasnya. Menurut Agung Iswayudi, revital-
isasi Pasar Pitik ini digarap dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), serta pendamping dari APBD Denpasar dengan nilai total mencapai Rp 2.625.959.000. Namun dana itu untuk bangunannya saja. Sedangkan untuk kelengkapan meja di dalamnya akan dibuat secara swadaya. Dikatakan, pada revitalisasi ini Pasar Pitik akan memiliki 84 los serta 18 unit kios. Agung Iswayudi menegaskan, revitalisasi pasar rakyat akan terus dilakukan Pemkot Denpasar secara berkelanjutan, mengingat hasil revitalisasi ini memberikan dampak positif bagi tata kelola pasar secara menyeluruh. Baik menyangkut tata letak, kebersihan, sanitasi, serta omzet yang terus meningkat. Tahun ini, selain Pasar Pitik yang direvitalisasi, juga ada Pasar Anyar
Sari, Denpasar Barat yang sudah mulai digarap Disperindag. Anggarannya melalui Dana Tugas Pembantuan 2019 sebesar Rp 4 miliar. Selain itu, ada pula Pasar Jro Kuta yang digarap dengan dana APBD. Penggarapannya ditangani Dinas PUPR. Pembangunan pasar di Pemecutan Kaja ini pelaksananya CV Mahantara dengan pagu anggaran Rp 5.054.336.000. Namun kontraknya sebesar Rp 3.806.000.000 dengan waktu pengerjaan dari 12 Juli 2019 sampai 23 Desember 2019. Sedangkan untuk pembangunan Pasar Batan Kendal, pelaksananya PT Taurus Sejahtera. Proyek ini dipagu anggaran pada APBD sebesar Rp 4.500.000.000, namun kontrak sebesar Rp 3.599.886.323,44 dengan waktu pengerjaan mulai 20 Juni sampai 16 Desember 2019. (kmb12)
Bali Waspadai Virus Demam Babi Afrika Denpasar (Bali Post)Bali saat ini mewaspadai masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau virus deman babi Afrika. Virus ini saat ini banyak menyerang berbagai negara. Meskipun belum ada laporan soal masuknya virus yang pertama kali ditemukan di China ini, namun Bali sebagai daerah kunjungan pariwisata lebih dahulu mewaspadai dan mengantisipasi masuknya virus tersebut. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengatakan hal itu Selasa (15/10) lalu. Mengantisipasi masuknya virus demam babi Afrika ini di Bali, kata Mardiana pihaknya telah mengundang sejumlah stakeholder yang berkaitan dengan menjaga pintu masuk Bali. Seperti pihak Bea Cukai, maskapai penerbangan, hingga otoritas bandara, pelaku usaha babi dan instansi terkait di pintu masuk Bali. “Kami telah mengadakan Focus Grup Discussion beberapa waktu lalu untuk
mengajak semua stakeholder melakukan pemantauan dan langkah antisipasi,” katanya. Menurut Mardiana, virus demam babi Afrika merupakan virus yang tidak berbahaya bagi manusia. Virus ini tidak menular pada manusia, namun virus ini sangat mematikan untuk babi. “Sejauh ini memang belum ada vaksin yang dapat mencegah penularan virus tersebut,” ujarnya. Info terakhir, penyebaran
virus ini sudah masuk perbatasan Timur Leste. Virus ini tidak sama dengan flu babi. Penyebaran virus demam babi Afrika ini disebabkan oleh sampah sisa makanan dari pesawat udara dan hotel yang banyak dipergunakan untuk pakan babi yang dilakukan oleh masyarakat. Selain itu, wisatawan China yang suka membawa tentengan makanan dari bahan babi, seperti sosis, dendeng, dan daging asap ini salah satu juga yang menjadi penyebaran penyakit ini. Sampai saat ini penyakit ini belum ada vaksinnya dan mempunyai tingkat kesakitan dan kematian yang tinggi hingga 100 persen. “Yang menjadi dampak kepada peternak adalah kerugian ekonomi jika penyakit ini telah masuk dan menyerang babi masyaraat,”
katanya mengingatkan. Untuk itu, kata Mardiana pintu-pintu masuk Bali sebagai daerah tujuan pariwisata harus benar-benar dilakukan pengawasan yang preventif terhadap produk-produk olahan daging babi yang masuk ke Bali. Virus ini merupakan penyakit babi yang sangat menular. Gejala terinfeksi virus ini pada umumnya adalah suhu tinggi dan kehilangan nafsu makan pada ternak babi. Selain itu, ternak babi mengalami muntah, diare dan kesulitan bernapas dan berdiri. Hal ini berisiko kematian seratus persen. (kmb16) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan Renon
Gelar Undian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2019
BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan Renon melaksanakan Undian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2019, Selasa (15/10). Ada 44 hadiah yang dibagikan kepada nasabah yang mengikuti program ini. Periode pogram yaitu dari Maret hingga Agustus 2019. Selain undian Panen Hadiah Simpedes, pada hari itu juga diadakan undian bagi peserta yang hadir dengan hadiah utama sepeda. Pemimpin Cabang Denpasar Gajah Mada, Bernadi Kurniawan dan Pemimpin Cabang Denpasar Renon Sufiani Jalil mengatakan, kegiatan ini adalah wujud apresiasi BRI pada seluruh nasabah penabung Simpedes yang ada di BRI Gajah Mada dan Renon. Ia mengucapkan terima kasih pada nasabah yang sudah setia pada BRI selama ini. Ia berharap nasabah terus meningkatkan saldo supaya hadiah juga meningkat dan kesempatan menang semakin terbuka lebar. Dari hasil pengundian tersebut, hadiah grandprize berupa dua unit mobil All New Ertiga diraih oleh Winarti dari BRI Unit Sidakarya, Denpasar, dan Sri Murtiningsih dari BRI Unit Monang Maning, Gajah Mada. Hadiah utama tiga sepeda motor Honda New Scoopy diraih dari BRI Unit Kreneng, Gajah Mada, BRI Unit Penatih, Gajah Mada, dan dari BRI Denpasar Gajah Mada. Hadiah utama berupa lima sepeda motor Honda Vario ESP CBS diraih dari BRI Unit Gerenceng, Gajah Mada, BRI Unit Sidakarya, Denpasar, BRI Unit Sudirman, Gajah Mada, dan dari BRI Unit Gatot Subroto, Gajah Mada. Sedangkan hadiah utama berupa empat sepeda motor Honda New Beat ESP CW diraih dari BRI Unit Diponegoro, Gajah Mada, BRI Unit Gatot Subroto, Gajah Mada, BRI Unit Kreneng, Gajah
SIMPEDES - Undian Panen Hadiah Simpedes Periode I 2019 BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan Renon. Mada, BRI Unit Sanur, Gajah Mada. Selain mobil dan motor, juga ada undian hadiah enam buah lemari es Polytron, enam buah Televisi LED Polytron, 12 buah TV LED Polytron, dan enam mesin cuci Polytron. Pada kesempatan tersebut ia dapat bertatap muka langsung dengan sebagian nasabahnya. Dengan mengundang penyanyi ibu kota, Azmi, ia berharap dapat menghibur seluruh nasabah yang hadir pada hari itu. Sampai saat ini jumlah nasabah penabung BRI Kanca Denpasar Gajah Mada, yaitu 195.000. Jumlah ini mengalami peningkatan dari Desember 2018 yang
semula 180.000 menjadi 195.000. Untuk itu ia mengucapkan terima kasih pada nasabah atas kepercayaan kepada BRI. Dari 195.000 nasabah, total Dana Pihak Ketiga (DPK) dari tabungan mengalami peningkatan. Ia mengajak masyarakat Bali khususnya di wilayah Gajah Mada dan Renon untuk meningkatkan saldo tabungan agar dapat mengikuti undian Panen Hadiah Simpedes periode berikutnya. Mengingat program ini berlangsung setiap tahun, sehingga setiap nasabah memiliki kesempatan yang besar untuk memenangkan undian Panen Hadiah Simpedes. (ad264)
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Diskerpus Badung Raih Akreditasi A Kearsipan dari ANRI DINAS Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Badung meraih Akreditasi A Kearsipan dari Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Dari penilaian ANRI, program penyelenggaraan kearsipan Kabupaten Badung memperoleh nilai 82,74, dan meraih kualifikasi Akreditasi A. Kepastian ini diraih setelah melalui rapat pleno kearsipan di Kantor ANRI, Jakarta, Selasa (15/10) lalu. Rapat pleno dipimpin Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan Rudi Anton dan diikuti Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, didampingi Kepala Diskerpus Badung Ni Wayan Kristiani. Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan Rudi Anton mengatakan, dengan diberikannya akreditasi kearsipan kepada Kabupaten Badung, artinya sampai saat ini baru tiga daerah yang terakreditasi, yaitu Surabaya, Sleman, dan Badung. ‘’Untuk nilai pengawasan tahun 2018, dari 508 kabupaten se-Indonesia, Kabupaten Badung menduduki peringkat 19 nasional dan peringkat 1 di Bali,’’ terangnya. Di sisi lain, Rudi Anton juga mem-
berikan masukan kepada Diskerpus Badung. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu Diskerpus perlu menempatkan tenaga khusus pengelola arsip di masing-masing OPD. Pada tiap OPD juga dimasukkan nomenklatur Kasubag Umum, Kepegawaian dan Kearsipan sehingga bidang-bidang pada OPD tidak lagi memegang arsip, cukup pada titik Kasubag umum, Kepegawaian dan Kearsipan. Sementara itu, Wabup Badung I Ketut Suiasa mengatakan, Diskerpus Badung telah mengusulkan untuk mendapatkan Akreditasi Kearsipan ANRI. Usulan ini didasari Diskerpus Badung sebagai Lembaga Kearsipan Daerah telah melaksanakan sebagian besar pengelolaan arsipnya, baik yang bersifat arsip dinamis maupun statis. ‘’Untuk mewujudkan ini, perlu memperhatikan dukungan berbagai faktor yang terkait, yakni faktor kepemimpinan, profesionalisme, kompetensi Arsiparis dan Sumber Daya Manusia, serta kondisi sarana prasarana yang dibutuhkan,’’ kata Suiasa.
Pemkab Kesulitan Atasi Kemacetan di Simpang Puja Mandala Mangupura (Bali Post)Kemacetan lalu lintas (lalin) di simpang Puja Mandala, Nusa Dua, kerap terjadi. Pasalnya, akses jalan utama menuju ke Pantai Pandawa dan Uluwatu tersebut tergolong sempit. Padahal kondisi lalin di jalan tersebut tergolong padat dan menjadi akses untuk bus besar. Pengendara yang sering melintas di sana mengeluhkan kondisi tersebut. Atas hal tersebut, beberapa tokoh masyarakat sempat mengusulkan agar simpang Puja Mandala dipasangi traffick light, selain juga perlu dilakukan pelebaran jalan di ujung Jalan Dharmawangsa. Namun menurut Kabid Lalu Lintas Dishub Badung Tofan Priyanto, pemasangan traffic light sangat sulit dilakukan. Hal itu diakibatkan, kontur simpang Siligita dari arah Nusa Dua ke Kampial kondisinya menanjak. Dikatakan Tofan, apabila di titik tersebut dipasangi traffic light, justru akan membahayakan pengendara karena kondisi jalan menurun. Persimpangan tersebut memiliki kemiringan jalan mencapai 30 persen. ‘’Kalau itu dipasangi traffic light, maka akan sangat riskan bagi kendaraan berat yang berhenti baik itu dari bawah menanjak dan dari atas yang menurun. Pemasangan traffic light tersebut dulu sebenarnya pernah direncanakan Dishub. Namun karena mempertimbangkan masalah keselamatan, maka hal itu urung dilakukan,’’ tegasnya. Sementara untuk pelebaran jalan, hal itu juga sulit dilakukan. Sebab di titik yang dimaksud lalu lintas sudah sangat padat. Sebagai langkah awal, pihaknya berencana untuk memasang warning light dan pita penggetar. Hal ini sebagai upaya untuk menurunkan kecepatan kendaraan, terutama kendaraan dari arah atas. (kmb23)
Terkait masukan Kepala Pusat Akreditasi Kearsipan, Suiasa pada prinsipnya siap mengkoordinasikan dengan Badan Kepegawaian untuk dapat menugaskan staf pada OPD dalam penataan arsip. Suiasa juga siap melakukan penyesuaian yang sekarang ini ada Bagian Umum dan Kepegawaian disesuaikan ke depan menjadi Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan untuk dapat mengikat urusan-urusan kearsipan. ‘’Ke depan, untuk sistem kearsipan kami akan integrasikan ke dalam arsip berbaris elektronik,’’ imbuhnya. Kepala Diskerpus Badung Ni Wayan Kristiani menambahkan, perjalanan akreditasi sudah mulai awal tahun. Akreditasi melalui beberapa tahapan, mulai dari sosialisasi, dilanjutkan penilaian awal, pemenuhan portofolio dibawa ke ANRI dan dilakukan penilaian serta verifikasi lapangan. ‘’Setelah itu ada lagi pemenuhan rekomendasi dari hasil verifikasi berupa portofolio dan proses terakhir sidang pleno akreditasi. Setelah ini baru ada nilainya,’’ jelasnya. (ad459)
ARSIP - Wabup Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Diskerpus Ni Wayan Kristiani usai mengikuti rapat pleno kearsipan di Kantor ANRI, Jakarta, Selasa (15/10) lalu.
Suplai Air Tersendat
Warga Ungasan Keluhkan Layanan PDAM Mangupura (Bali Post)Masyarakat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) mengeluhkan layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mangutama Kabupaten Badung. Pasalnya, sebagai pelanggan mereka tak menikmati air bersih karena layanan perusahaan pelat merah itu terganggu. Dikonfirmasi hal ini, Direktur Teknik (Dirtek) PDAM Badung I Wayan Suyasa membantah jika pihaknya tak memberikan pelayanan lainnya saat air tidak mengalir ke pelanggan. Bahkan, ketika menerima laporan suplai air bersih tersendat, pihaknya langsung mengirimkan air
bersih dengan mobil tangki ke daerah tersebut. ‘’Begitu ada laporan, kita lakukan suplai air menggunakan mobil tangki ke daerah tersebut,’’ ujar Suyasa Rabu (16/10) kemarin. Menurutnya, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan pelanggan di Ungasan.
Gangguan air di wilayah itu terjadi lantaran faktor topografi wilayah. ‘’Saya bersama tim sudah melakukan pengecekan. Suplay air akan dilakukan menggunakan tangki. Para pelanggan kami minta untuk menyiapkan bak penampungan bila pihaknya melakukan pengiriman air,’’ terangnya. Dikatakannya, tersendatnya suplai air di wilayah Ungasan akan terjadi pada jam-jam tertentu pada saat kebutuhan akan air bersih meningkat. ‘’Pengguna semua mengakses air bersih dari
PDAM, maka akan terjadi kemacetan suplai air di daerah tertentu,’’ katanya. Kondisi itu bukan akibat pada ketersediaan air yang tidak mencukupi, namun pada koneksi jaringan yang belum memadai. ‘’Produksi air cukup, tapi memang jaringan kami yang terkoneksi dan belum sempurna. Penyempurnaan kami lakukan secara bertahap,’’ tegasnya. Namun demikian, jika pelanggan yang telat membayar kewajiban, pihaknya akan mengenakan denda. Untuk bulan pertama denda
yang harus dibayarkan senilai Rp 5 ribu, bulan kedua Rp 10 ribu, dan bulan ketiga Rp 100 ribu. Bahkan jika membandel, kata Suyasa akan dilakuakn penyegelan hingga penutupan layanan untuk pelanggan tersebut, dan wajib membayar denda dan beban yang digunakan. ‘’Target kami bukan pada denda untuk peningkatan pendapatan. Tapi kami ingin denda yang diberlakukan untuk mendisiplinkan para pelanggan agar tepat dalam melakukan kewajibannya,’’ pungkasnya. (kmb27)
Imigrasi Limpahkan Kasus Warga China ke Kejaksaan
Denpasar (Bali Post)Wisatawan asal China, Dacheng Yan (44) diamankan petugas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Ia diduga memasuki wilayah Indonesia tanpa dokumen yang sah. Rabu (16/10) kemarin petugas Imigrasi melimpahkan perkara keimigrasian itu ke Kejari Denpasar. Berdasarkan informasi, Dacheng Yan masuk ke Indonesia melalui jalur darat mengendarai sepeda motor dari Malaysia. Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, Yoga Aria Prakoso menjelaskan, usai dilakukan pemeriksaan dan berkasnya telah dinyatakan lengkap langsung melakukan pelimpahan. Dacheng Yan diduga melanggar Pasal 119 ayat (1) jo Pasal 113 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. Yoga Aria Prakoso menjelaskan, ada dua pelanggaran yang dilakukan. Pertama diduga tidak menggunakan dokumen. Dijelaskan, setiap orang yang masuk wilayah Indonesia wajib menggunakan dokumen keimigrasian atau paspor yang masih berlaku dan harus melalui pemeriksaan Imigrasi. Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta membenarkan telah menerima pelimpahan dari pihak Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. (kmb37)
Bali Post/edi
CEK AIR - Petugas PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung melakukan pengecekan di IPA Estuari guna memastikan kualitas air yang akan didistribusikan ke pelanggan di wilayah Kuta Selatan.
Revolusi Industri 4.0 Munculkan ”Society 5.0” Mangupura (Bali Post)Kemajuan teknologi artificial intelligence, big data, dan internet of things yang kian pesat, mulai memunculkan masyarakat 5.0 (Society 5.0). Namun pada saat yang sama, masyarakat dunia masih gagap terhadap pengaruhnya yang luar biasa. ‘’Kemunculan Society 5.0 memang merupakan implikasi dari perkembangan pesat revolusi industri 4.0 yang telah mengubah tatanan industri konvensional ke digital secara eksponensial,’’ kata Ketua Steering Committee ICA Regional Conference 2019, Dr. Dorien Kartikawangi di sela-sela konferensi International Communication Association (ICA)
2019, Rabu (16/10) kemarin di Nusa Dua. Society 5.0 tidak saja mengubah apa yang normal menjadi baru, tetapi juga mengubah sikap masyarakat. Kondisi ini memunculkan kegagapan pada masyarakat dunia terhadap kondisi tersebut, khususnya pertanyaan kemana arah masyarakat dunia di masa depan. ‘’Pengaruhnya yang luar biasa sudah terlihat dan dirasakan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, baik positif maupun negatif. Mulai dari perubahan cepat di sektor pendidikan, ekonomi, komunikasi, bisnis, dan dunia medis hingga sektor transportasi,’’ jelasnya. Namun diakuinya, pada saat yang
sama sisi negatif juga membayangi sangat kuat. Contohnya keberadaan bioteknologi yang melanggar etika, Artificial Intelligence (AI) menyebabkan kehilangan pekerjaan, sosmed yang menyebabkan cyber bullying dan berita-berita menghasut. Bahkan organisasi bisa mati karena gagal beradaptasi dan meluasnya cybercrime di dunia. Dia menyebutkan, digelar dari tanggal 15-18 Oktober, konferensi komunikasi internasional membahas sejauh mana tantangan, risiko dan peluang yang muncul bisa disikapi dengan baik oleh masyarakat dunia. Tidak saja di negara-negara barat, tetapi juga masyarakat di belahan
timur dunia. Konferensi ini penting untuk diketahui bersama, mengingat globalisasi selain menjadi penghubung dan mendekatkan kalangan masyarakat di berbagai belahan dunia, juga melahirkan ketidakpastian yang besar. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Konferensi Komunikasi Internasional Loina Paranginangin mengatakan, konferensi menghadirkan pembicara dari para pakar komunikasi internasional, antara lain dari Amerika Serikat, Jerman, Belanda, China, Jepang, Korea, Australia, Filipina, Singapura, Thailand, serta negara ASEAN lainnya, dan Indonesia selaku tuan rumah. (kmb23)
Badan Pengelola Parkir Belum Dibentuk
Bali Post/kmb37
MELIMPAHKAN - Petugas Imigrasi saat melimpahkan warga China ke kejaksaan.
Mangupura (Bali Post)Rencana pembentukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) yang khusus mengelola parkir di Badung belum juga terwujud. Padahal Perda Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir telah diketok palu. Kabag Perekonomian Setda Badung A.A. Sagung Rosyawati, saat dikonfirmasi Rabu (16/10) kemarin mengakui hingga kini belum ada perintah apapun dari pimpinan, yakni Bupati Badung untuk melakukan kajian pembentukan Perumda tersebut. ‘’Sampai sekarang belum ada pembicaraan atau pertemuan dengan lembaga dewan terkait wacana pembentukan Perumda
itu. Kalau ada usulan tentu dari dulu sudah kami kaji karena memang kewenangan pembentukan Perumda ada di kami,’’ ungkapnya. Dia juga mengakui, regulasi mengenai Perda Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir telah disahkan. Mengenai pembentukan Perumda sudah diatur dalam PP 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). ‘’Kalau dari sisi regulasi sudah ada ketentuannya. Tapi sekali lagi, kami belum mendapat perintah dari pimpinan. Jika sudah ada perintah tentu kami akan bahas pembentukannya. Apakah nanti berbentuk Persero atau
Perumda sama-sama bisa, tergantung hasil kajian dan kebutuhannya,’’ terangnya. Seperti diberitakan, wacana pembentukan badan pengelola parkir sempat mengemuka bersamaan dengan pembahasan Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 13 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Fasilitas Parkir di DPRD Badung. Namun hingga Ranperda ditetapkan menjadi Perda pada Juli 2019, tak ada kabar pasti terkait wacana tersebut. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan, Perda inisiatif Dewan yang sudah ditetapkan agar di tahun 2020 diikuti infrastruktur yang memadai. ‘’Misal Perda parkir,
kami mendorong seluruh perusahaan daerah agar potensinya ditingkatkan sehingga mampu membantu menambah pendapatan daerah’’ ujarnya. Jika pendapatan naik, lanjut Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung tersebut, maka otomatis hal-hal yang bersifat prioritas seperti pendidikan, kesehatan serta prioritas pembangunan masyarakat lainnya semakin maksimal digarap pemerintah. ‘’Hal-hal yang memang menjadi prioritas kita kembalikan ke masyarakat. Target-target ini akan dikawal bersama. Ini komitmen dewan karena pemerintah ini merupakan pemerintahan bersama,’’ tegas Parwata. (kmb27)
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A
Pererat Jaringan Antar-Universitas di Dunia PKPA FHIS Undiknas Lahirkan Advokat Muda Rektor ISI Denpasar Hadiri Pertemuan Berkualitas dan Berintegritas
FAKULTAS Hukum dan Ilmu Sosoial (FHIS) Undiknas University dikenal paling kontinu menggelar Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bekerja sama dengan DPN Peradi Pusat dan Peradi Denpasar. Kuliah perdana PKPA FH Undiknas University 2019 angkatan keempat dibuka 12 September lalu oleh Ketua Peradi Denpasar diwakili I Gede Putu Yudi Satria Wibawa, S.H. Ketua Panitia PKPA yang juga Kepala Prodi Ilmu Hukum FHIS Undiknas Dr. I Made Wirya Darma, S.H., M.H., menjelaskan, PKPA angkatan keempat FHIS Undiknas University diikuti 53 peserta. Jumlah ini dibatasi karena banyak yang ditolak guna menjaga program ini berkualitas. Dia bangga karena PKPA FHIS Undiknas datang dari alumni FHIS Undiknas dan berbagai lulusan S-1 dan S-2 MIH di Bali. Ini menunjukkan eksistensi FH dan PKPA Undiknas direspons positif oleh masyarakat. Sementara untuk angkatan kelima dibuka Januari 2020 dibatasi untuk 50 peserta. Dekan FHIS Undiknas University Dr. Ni Nyoman Juwita Arsawati, S.H., M.Hum., menegaskan, PKPA Undiknas University untuk mencetak advokat muda yang profesional dan berintegritas. Hal ini penting untuk berkontribusi dalam menegakkan hukum positif di masyarakat. Dikatakannya, PKPA Undiknas University melahirkan advokat muda berintegritas dalam penegakan hukum yang berlandaskan Pancasila. Artinya, advokat yang dicetak berkelas internasional tetapi mengedepankan kejujuran, tanggung jawab menjalankan kode
etik profesi dan menjunjung nilai-nilai ideologi Pancasila. Sementara itu, ruang kuliahnya dipusatkan di gedung C Blok I yang baru. SDM pengajarnya dari Peradi Denpasar dan pusat serta praktisi hukum seperti hakim dan jaksa. Ketua Umum Peradi Denpasar Dr. Nyoman Budi Adnyana, S.H., M.H., saat menutup PKPA FHIS Undiknas 5 Oktober lalu, menekankan, PKPA ini syarat mutlak mengikuti Uji Profesi Advokat (UPA). Setelah itu, mereka bisa magang sebagai syarat penyumpahan advokat. Biasanya, kata dia, Bali selalu sukses meluluskan 80 persen pesertanya di UPA nasional. Hal ini, kata Budi Adnyana, P KP A U ndi k nas l ebi h banyak menekankan pada praktik yakni 80 persen. Sebab secara ilmu, mahasiswa PKPA sudah mendapatkan di program S-1 dan S-2. Kedua, PKPA kerja sama Peradi dengan Undiknas menekankan kualitas. Untuk itu, Budi Adnyana mengajak
PKPA - Dekan FHIS Ni Nyoman Juwita foto bersama Yudi Satria Wibawa dan Made Wira Dharma dan peserta PKPA Undiknas.
ASEAN CPA Pertama Dilaksanakan di Bali
Diharapkan, Pertukaran Akuntan Antar-ASEAN Sering Terjadi KONFERENSI CPA (Chartered Professional Accountants) ASEAN 2019 pertama diadakan di Bali, Indonesia pada Rabu (16/10) kemarin. Konferensi ini memiliki peran penting dalam mengembangkan pasar ASEAN untuk akuntan profesional serta untuk meningkatkan profesionalisme akuntan dalam negara anggota ASEAN. Chairman Organizing Committee ASEAN CPA 2019 Haru Koesmahargyo yang sekaligus menjadi pembicara dalam konferensi tersebut mengatakan, Indonesia memprakarsai konferensi CPA ASEAN pertama yang diadakan pada 16 dan 17 Oktober di Hotel Inaya Putri, Nusa Dua, Bali. Semua badan akuntansi profesional nasional dan otoritas pengatur profesional di bawah Menteri Keuangan dari negara anggota ASEAN mendukung dan
berpartisipasi dalam konferensi tersebut. Tema konferensi adalah memperluas cakrawala untuk mencapai tujuan MRA (Mutual Recognition Arangement) pada akuntansi. Sepanjang jalan ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan seperti revolusi industri 4.0, perubahan iklim, perkembangan lanskap pasar di ASEAN akan memberikan pengaruh signifikan bagi profesi akuntansi. CPA ASEAN harus siap untuk mengadopsi perubahan yang membuka manfaat dan peluang baru. “Kami akan membahas masalah tersebut dengan perwakilan dari semua negara anggota ASEAN, akuntan dalam praktiknya serta dengan mitra perikatan kami, pengguna akuntan profesional. Untuk memiliki pengalaman yang lebih luas, kami akan didukung Institute of Chartered Ac-
S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
lulusan FH di Bali bergabung ke PKPA Undiknas. Budi Adnyana meminta setelah menjalani praktik kepengacaraan, mereka mengikuti workshop menjadi spesialisasi dan bersiap menjadi pengacara berkelas internasional. Spesialisasi itu bisa dalam bidang bisnis, kesehatan, keuangan publik, koorporasi asing dan lainnya. ‘’Di Bali, saat ini yang laris koorporasi asing,’’ tegasnya. Dalam menjalankan tugasnya, advokat harus menghormati kode etik dan dilindungi UU. Dia harus mengetahui hak-hak tersangka dan lainnya. Jika akhirnya banyak pengacara menjadi kaya dan sukses, kata dia, itu ikutan saja dari hasil pekerjaannya. Makanya, dia mengatakan kesuksesan pengacara melayani klien dengan baik adalah bagian marketing profesi advokat. Untuk itu, bekerjalah secara profesional, kerja keras dan kerja iklas. ‘’Bahkan, tanpa dibayar pun harus siap bekerja,’’ tegasnya. (ad470)
KONFERENSI - Foto bersama Sri Mulyani, Haru Koesmahargyo (tiga dari kanan) dan perwakilan Gubernur Bali (empat dari kanan) usai pembukaan konferensi ASEAN CPA 2019.
countants di Inggris dan Wales (ICAEW) dan Asosiasi Chartered Certified Accountants (ACCA). Keduanya adalah badan global akuntan profesional,” ujar Haru yang juga Direktur Keuangan BRI ini. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk menciptakan network sekaligus terus memperbaiki regulatory framework. Dengan demikian, pertukaran profesional akuntan akan semakin sering terjadi. Negara dengan kapasitas akuntan yang masih belum bagus juga dapat meningkatkan kapasitas dan networking-nya dalam konferensi ini. Dengan perjanjian MRA yang belum lama ini ditandatangani, di satu sisi profesional akuntan Indonesia dapat kesempatan bekerja di mana saja di negara ASEAN. Hal itu berarti akan makin meningkatkan kualitas exposure akuntan Indonesia di tingkat regional, bahkan global. Tetapi di sisi lain, Indonesia juga perlu meningkatkan kualitas dari pendidikan akuntansi, standarnya dan policy-policy yang menyangkut mobilitas profesional akuntan dari masing-masing negara. Masalah mobilitas tersebut, misalnya visa untuk profesional akuntan antarnegara ASEAN masih perlu disepakati. “Di satu sisi, kita meliberalisasi. Di sisi lain, kita mengempover. Masingmasing negara pasti punya kelemahan dan kekurangan. Untuk bisa beroperasi di suatu negara, mereka harus mengetahui peraturan lokal seperti perpajakan sehingga bisa masuk. Jadi, tidak hanya punya CPA, tapi juga memahami peraturan perundangundangan di suatu negara,” jelasnya. (may)
Rektor Indonesia-Jepang di Hiroshima
REKTOR Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum., didampingi Dekan Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) ISI Denpasar Dr. I Komang Sudirga menghadiri pertemuan para rektor perguruan tinggi se-Indonesia dengan para rektor di Jepang. Pertemuan “The 5th Japan - Indonesia Rector Conference” yang berlangsung di Hiroshima University diikuti 80 rektor dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan 80 rektor yang ada di perguruan tinggi di Jepang. Pertemuan tersebut berlangsung pada 10-11 Oktober 2019 lalu. Pertemuan ini dibagi dalam beberapa diskusi kelompok dan digelar sesi saling mengunjungi memperkenalkan kampus masing-masing. Pertemuan rektor yang mengangkat tema “Collaboration in Research and Education for Sustainable and Peaceful Sosciaty” ini bertujuan untuk mempererat kemungkinan peluang kerja sama di bidang research, pendidikan, keilmuan dari berbagai disiplin ilmu. Rektor ISI Denpasar, Prof. Sugiartha, mengatakan, ISI Denpasar selalu ikut serta dalam pelaksanaan pertemuan para rektor perguruan tinggi dari berbagai negara. Pembahasan dalam pertemuan di Jepang lebih menitikberatkan pada hubungan lembaga tinggi kepada pemerintah, industry, maupun masyarakat. “Sebelumnya, kita ikut pertemuan rektor di Prancis, Thailand, dan sekarang di Jepang, kita selalu hadir. Kesempatan ini kita manfaatkan untuk membuka peluang kerja sama antar-ISI Denpasar dengan perguruan tinggi negara lain se-
bagai upaya mempererat jaringan antara perguruan tinggi,” ungkap Prof. Sugiartha Rabu (16/10) kemarin. Dari pertemuan tersebut, diakui kebanyakan dihadirkan perguruan tinggi dari keilmuan teknologi. Sedangkan, sangat sedikit kampus yang khusus membidangi seni. Namun, dalam sesi saling mengunjungi dan perkenalan antar-rektor ditemukan beberapa universitas yang mengajarkan seni. “Yang banyak jurusan desain dengan teknologinya, ada seni filmnya yang lebih pada pengembangan teknologi. Bagi kita, pendekatan ini adalah peluang strategis untuk mengembangkan kampus ISI Denpasar untuk bekerja sama dengan kampus luar negeri termasuk dalam penyerapan teknologinya,” tandas
Rektor asal Pujungan, PupuanTabanan ini. Dekan FSP ISI Denpasar Komang Sudirga menambahkan, dalam pertemuan para rektor kali ini memang sangat sedikit mengundang kampus seni. Kendati demikian, pihaknya bersama rektor tetap proaktif mencari dan menemukan kampus yang bisa diajak kerja sama. “Jepang terhadap Indonesia sangat concern di bidang pendidikan, cuma dalam pertemuan tersebut perguruan tinggi seni di Jepang sangat sedikit diundang, yang hadir di sana kebanyakan kampus yang berkaitan dengan mitigasi bencana, namun beberapa perguruan tinggi yang memiliki prodi desain kita sudah lakukan pendekatan untuk melakukan kerja sama,” ujarnya. (ad463)
PERTEMUAN - Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.Skar., M.Hum. (kanan) didampingi Dekan FSP ISI Denpasar Dr. I Komang Sudirga (2 dari kiri) saat menghadiri pertemuan para rektor perguruan tinggi se-Indonesia dengan para rektor Jepang di Hiroshima University.
Lomba Balita Sehat Kota Denpasar
Tingkatkan Kualitas SDM UPAYA meningkatkan kualitas SDM dan menghasilkan generasi emas Indonesia, Dinas Kesehatan Kota Denpasar menggelar lomba Balita Sehat, Rabu (16/10) kemarin. Lomba diikuti 24 peserta dari empat kecamatan di wilayah Kota Denpasar. Dalam lomba ini dilombakan dua kategori yaitu kelompok 6-24 bulan dan kelompok 2-5 tahun. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan, adapun dalam lomba ini memiliki tujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui upaya pembinaan dan pengembangan kesehatan dan kesejahteraan balita yang dimulai sejak dini sehingga terciptanya seluruh proses tumbuh kembang anak secara optimal. Adapun tujuan khususnya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
orangtua dalam pemenuhan tumbuh kembang balita secara optimal, meningkatkan motivasi masyarakat dalam pemantauan, pengembangan kesehatan, dan kesejahteraan balita, meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam upaya pembinaan, pengembangan kesehatan, serta kesejahteraan balita khususnya orangtua dalam pemenuhan tumbuh kembang balita secara optimal. Lomba balita ini, lanjut Sri Armini, juga diharapkan dapat mencegah stunting serta meningkatkan pengetahuan ibu dan sebagai ajang promosi di bidang kesehatan guna mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas. ‘’Diharapkan, orangtua selalu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak serta dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan,’’ ujarnya.
PEMENANG LOMBA - Pemenang Lomba Balita Sehat 2019 yang digelar Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Rabu (16/10) kemarin.
Kota Denpasar selain menggelar lomba balita sehat, dalam menyiapkan SDM yang berkualitas telah melakukan persiapan mulai dari remaja. Baik dengan mengeluarkan program posyandu remaja sampai kegiatan vaksinasi kanker servik. ‘’Jadi, para perempuan yang akan menjadi calon ibu ke depan, kondisi kesehatan maupun pengetahuannya mengenai kesehatan telah disiapkan sejak remaja,’’ ujarnya. Ajang lomba balita sehat yang telah dilakukan sejak lama dan rutin setiap tahun ini menurut Sri Armini, tentu telah memberikan pengaruh signifikan kepada kondisi kesehatan balita di Denpasar. Ini terbukti dari angka stunting di Denpasar yang rendah dan masuk 10 besar terendah di Indonesia. ‘’Selain program-program lain, lomba ini juga berkontribusi dalam menekan angka stunting di Denpasar,’’ ujar Sri Armini. Sementara itu, untuk lomba Balita Sehat tahun 2019 ini ditentukan tiga pemenang per kategori. Untuk kategori kelompok umur enam bulan-24 bulan, juara I diraih Ida Ayu Mas Putri Kinandani mewakili Puskesmas II Denpasar Selatan, juara II diraih oleh Ni Putu Bulan Jyati Wijaya mewakili Puskesmas III Denpasar Utara, dan juara III diraih oleh Kadek Shakierra Alody Narayani mewakili Puskesmas III Denpasar Utara. Untuk kategori kelompok umur 2-5 tahun untuk juara I diraih oleh Ni Putu Davina Ardira mewakili Puskesmas I Denpasar Timur, juara II diraih I Putu Ananta Adiasta mewakili Puskesmas II Denpasar Timur, dan juara III diraih oleh Ni Made Anandita Putri mewakili Puskesmas III Denpasar Utara. (ad457)
Diseminasi Informasi P4GN Melalui Pementasan Wayang Cenk Blonk DALAM rangka mewujudkan masyarakat Desa Adat Munggu yang unggul, berdaya saing, sejahtera, dan bersih dari narkoba, BNNK Badung melaksanakan diseminasi informasi P4GN melalui pementasan wayang Cenk Blonk, Selasa (15/10) lalu. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung. Kegiatan ini diawali dengan tari penyambutan Sekar Jepun yang dibawakan Sekaa Teruni Desa Adat Munggu. Setelah itu, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Bendesa Adat Munggu, Sambutan Perbekel Munggu dan Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. AKBP Masmini menyampaikan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini untuk memberikan pemaha-
man dan edukasi tentang langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN). Dengan demikian, tertanam sikap tegas untuk berani menyatakan penolakan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. “Kami menggandeng wayang Cenk Blonk untuk menghadirkan inovasi dalam merangkul masyarakat agar ikut terlibat aktif mengimplementasikan upaya P4GN. Di samping dapat melestarikan seni dan budaya, pergelaran wayang Cenk Blonk dianggap upaya yang lebih kreatif, persuasif, dan menarik bagi masyarakat untuk menyampaikan upaya P4GN,” ujarnya. Mantan Kabag Sumda Polres Badung ini menyampaikan dengan kegiatan ini menunjukkan masyarakat
Desa Adat Munggu suatu tekad dan semangat yang tinggi dalam upaya menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Selain itu, turut serta menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang kian punah karena tergerus globalisasi. Di samping hal tersebut, dalam ajaran agama mana pun terdapat larangan untuk tidak menyalahgunakan narkoba. Saat pementasan wayang, selain disampaikan pesan-pesan tentang penanggulangan permasalahan narkoba di lingkungan masyarakat, Kepala BNNK Badung turut berkolaborasi dengan dalang Cenk Blonk untuk mengisi materi tentang P4GN. “Kegiatan yang kami selenggarakan ini mendapatkan sambutan dan an-
tusias sangat baik dari masyarakat Desa Adat Munggu. Perbekel Desa Adat Munggu memberikan apresiasi terhadap program BNN yang telah menyentuh masyarakat sehingga memiliki pemahaman yang baik tentang bahaya narkoba,” ungkapnya. Masmini mengaku bangga dan mengapresiasi komitmen masyarakat Desa Adat Munggu dalam langkah P4GN yaitu adanya pararem pencegahan bahaya narkoba. Selain itu, karena aktif mengundang BNNK Badung dalam setiap kesempatan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba. “Antusiasme penonton terlihat dengan tetap mengikuti kegiatan hingga pertunjukan wayang usai,” ujar perwira melati dua di pundak ini. (ad458)
WAYANG - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini bersama Bendesa Adat Munggu, Perbekel Munggu, dan undangan lainnya menyaksikan pementasan wayang Cenk Blonk implentasi P4GN.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Hadir di Pura Bukit Mentik Batur, AWK Apresiasi Kesederhanaan ’’Yadnya’’
Basuh Pratima Emas di Pura Tuluk Biyu, ’’Pangempon’’ Beri Amanat ke Shri Gusti Wedakarna Terkait Gunung Abang KEHADIRAN sosok karismatik Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat karya di Pura Tuluk Biu, Kintamani, Bangli memberikan arti tersendiri. Mengingat keberadaan pura ini perlu sering diperkenalkan umat Hindu di nusantara. Pura megah yang berdiri persis sejajar dengan Pura Batur Kintamani ini, memiliki banyak makna. Salah satunya kaitan dan keberadaan Pura Tuluk Biyu dengan Gunung Abang yang termasuk gugusan gunung-gunung suci di Indonesia. Hal ini disampaikan para Ida Jero rohaniwan Hindu, pangempon pura dan tokoh Hindu setempat saat menerima (nyangra) Shri Gusti Wedakarna di sela-sela karya. Dalam pesannya, para tetua dan pangempon pura memberikan pesan dan amanat agar sosok Ksatria Bali ini mampu mengayomi keberadaan Pura
Tuluk Biyu yang termasuk salah satu Pura Khayangan Jagat di Bali Dwipa. Juga untuk menyampaikan kepada khalayak terkait hubungan Pura Tuluk Biyu dengan Gunung Abang. “Titiang menitipkan pesan kepada Ratu Gusti Wedakarna agar keberadaan Pura Tuluk Biyu ini tidak dilupakan umat Hindu. Di sinilah letak pratima kuno yang diampu oleh 3 raja Bali yakni Raja Sri Kesari Warmadewa Udayana, Raja Jaya Pangus, dan Raja Prameswara di zaman Bali Kuno. Pratima yang ada sejak abad 9 ini sangat pingit dan semoga terus menyinari umat, Bali serta nusantara pada umumnya. Termasuk kaitan Pura Tuluk Biyu dengan Gunung Abang,“ kata Ida Mangku Tuluk Biyu, usai menyaksikan Shri Gusti Wedakarna membasuh sepasang patung emas yakni Patung Siwa dan Patung
Dewi Uma. Terkait hal ini, Senator Shri Gusti Wedakarna menyampaikan terima kasihnya dan berkomitmen untuk tetap mengayomi keberadaan sejarah Pura Tuluk Biyu dengan harapan agar generasi muda di Bali tidak lupa dengan sejarah leluhur. “Tadi, tiang sudah mendapatkan penjelasan bahwa Gunung Agung memiliki Pura Besakih, Gunung Batur memiliki Pura Batur, Gunung Andakasa memiliki Pura Andakasa, Gunung Batukaru memiliki Pura Batukaru, Gunung Lempunya memiliki Pura Lempuyang. Lalu Gunung Abang pasti juga memiliki simbol dan stana. Akhirnya, jawaban yang tiang sudah cari bertahun-tahun tiang temukan di sini yakni Pura Tuluk Biyu adalah stana dari para dewa yang malinggih di Gunung Abang. Angayubagia,“ ungkap Gusti Wedakarna.
Maka dari itu, Shri Arya Wedakarna pun menilai keberadaan Pura Tuluk Biyu harus mendapatkan perhatian dari seluruh unsur, termasuk pemerintah. “Tiang takjub, wali dan odalan pura ini tergolong sederhana, tapi vibrasinya mautama. Semoga ini menjadi teladan bagi Hindu nusantara ke depan.” jelas Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia ini. Hal yang sama juga diungkap Shri Gusti Wedakarna saat hadir di Pura Bukit Mentik, Kintamani, Bangli. Shri Arya Wedakarna (AWK) disambut para tokoh desa dan pangempon Pura Bukit Mentik. “Angayubagia, di Purnama Kapat ini tiang bisa hadir di Pura Bukit Mentik. Tadi para pangempon sudah menyampaikan penjelasan terkait dengan keberadaan pura ini. Sejarah berdirinya dan juga terkait dengan pembangunan sekitar
Wakil DPRD Sumardi Tinjau Warga Gangguan Jiwa di Perasi Kauh
pura. Saya salut akses pura ini telah dibangun oleh ABRI (TNI) saat itu, dan juga bantuan rehab pada zaman Gubernur Prof. I.B. Mantra (alm). Pesan tiang, laksanakanlah upacara dengan sederhana dan tidak memberatkan krama. Yang terpenting kesucian serta taksu pura ini harus dijaga dengan baik. Terus terang, tiang kaget juga melihat pura ini memiliki areal yang sangat luas. Benarbenar berwibawa,“ imbuh Gusti Wedakarna yang juga anggota DPD-RI utusan Provinsi Bali ini. (ad467) DISANGGRA - Shri Gusti Wedakarna mendapatkan paica berupa tirta pingit dari Gedong Agung ring Pura Tuluk Biyu dan saat Gusti Wedakarna disanggra oleh Pengempon Tuluk Biyu.
IHDN Denpasar Gelar Konferensi Sabada
Segera Berkoordinasi dengan Dinsos Sastra dan Bahasa Kerangka Membangun Budaya Bali Serta Penting sebagai Identitas Bangsa Terkait Kelanjutan Bantuan WAKIL DPRD Karangasem I Nengah Sumardi atas petunjuk Ketua DPRD I Gede Dana melakukan peninjauan terhadap warga yang mengalami gangguan kejiwaan Rabu (16/10) kemarin. Warga asal Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem, I Komang Bagong, menderita gangguan kejiwaan itu sejak lahir. Peninjauan itu dilakukan guna melihat langsung dan mengetahui kondisi yang bersangkutan. Adik kandung I Komang Bagong yakni I Ketut Sukranata mengungkapkan, kakaknya itu memang mengalami gangguan kejiwaan sejak lahir. Sebelumnya, pernah dirawat di RSJP Bangli, tetapi karena dijadikan satu dengan pasien lainnya, Bagong justru ser-
ing dipukul hingga babak belur oleh teman-temannya di RSJP Bangli itu. Sehingga akhirnya dikembalikan dan dirawat di rumahnya. “Karena mengalami gangguan jiwa, makanya dibuatkan tempat khusus. Kami takut kalau tidak dibuatkan tempat, nanti pergi dari rumah. Sebelumnya sempat menghilang, tidak pulang pulang selama seminggu. Di samping itu, juga takut mengamuk sehingga khawatir mengganggu kenyamanan warga,” terang Sukranata memberi alasan. Sukranata menambahkan, sebelumnya, kakaknya sempat mendapatkan bantuan uang dari Dinas Sosial pada zaman pemerintahan Bupati I Wayan Geredeg sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya. Hanya,
TINJAU - Wakil DPRD Karangasem I Nengah Sumardi meninjau I Komang Bagong, warga yang mengalami gangguan kejiwaan di Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem, Rabu (16/10) kemarin.
sejak 2014, bantuan itu sudah tidak pernah diterima kakaknya lagi. “Semenjak berakhirnya kepemimpinan Bupati Wayan Geredeg setelah tahun 2014, kakak saya tidak lagi menerima bantuan tersebut. Saya kurang tahu alasannya, kenapa bantuan itu tidak lagi dilanjutkan. Saya hanya berharap supaya bantuan itu bisa kembali diberikan, sehingga ada yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari kakak,” harap sang adik Sukranata. Wakil DPRD Karangasem I Nengah Sumardi mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat bahwa di Banjar Perasi Kauh, Desa Pertima, Karangasem ada warga yang mengalami gangguan jiwa sejak lahir. Mendengar kondisi itu, pihaknya langsung melakukan peninjauan ke lokasi. “Kondisi Komang Bagong itu memang sangat memprihatinkan. Terlebih saat dia itu tidur, makan, buang air besar (BAB), buang air kecil. Karena takut mengamuk, maka dibuatkan tempat khusus. Kalau dilihat tempatnya memang jauh dari kata layak ditempati,” katanya. Sumardi menambahkan, pihaknya akan secepatnya melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Karangasem. “Kita akan tanyakan sejauh mana penanganan yang sudah dilakukan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Sosial. Kita juga akan tanyakan kenapa bantuan dari Dinas Sosial yang diberikan kepada yang bersangkutan kemudian diberhentikan,” terang Sumardi yang mengharapkan agar clear semuanya. (ad456)
KONFERENSI Sastra, Bahasa, dan Budaya (Sabada) kembali digelar. Kali ini, kegiatan tahunan sebagai upaya pemajuan sastra, bahasa, dan budaya untuk mempertahankan identitas bangsa ini digelar oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Bali Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Rabu (16/10) kemarin. Peserta konferensi yang akan berlangsung hingga Jumat (18/10) besok ini diikuti para akademisi dari 5 perguruan tinggi di Indonesia. Di antaranya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, IKIP PGRI Bali, dan IHDN Denpasar. Konferensi yang dibuka Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. ini diawali dengan pembacaan Deklarasi Konferensi Sabada oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta. Konferensi Sabada ini menghadirkan tiga narasumber. Di antaranya, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Dr. Sutrisna Wibhawa, M.Pd., Prof. Dr. Suwardi Endraswara, M.Hum.
dari Universitas Negeri Yogyakarta, dan Kadisbud Provinsi Bali Prof. Dr. I Wayan “Kun” Adnyana, S.Sn., M.Sn. Ketua Panitia Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si. mengatakan, tujuan digelarnya konferensi ini untuk menggali nilai-nilai keunggulan lokal dalam sastra, bahasa, dan budaya sebagai cultural identity dalam implementasi “Kebhinneka Tunggalikaan” Indonesia, menyinergikan landasan yuridis UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dan merekonstruksi narasi besar tentang pengetahuan tradisional dalam bahasa, sastra dan budaya yang sementara ini digilas narasi Barat. Dijelaskan, tradisi bersastra pada masyarakat Bali telah ada sejak sebelum masuknya pengaruh Hindu ke Bali yaitu pada abad ke-8. Sebab, ada tiga hal yang menunjukkan bahasa sangat erat dengan budaya yaitu bahasa itu sendiri bagian dari budaya, bahasa adalah indeks dari kebudayaan, dan bahasa adalah simbol budaya. Sehingga, kesusastraan Bali, baik sastra kawi maupun klasik mempunyai peran yang sangat pent-
Prestasi Itekes Bali Banggakan Masyarakat Bali KAMPUS Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali dalam satu acara sukses menerima empat prestasi nasional. Pertama, sebagai kampus ranking 1 rata-rata nasional terbaik pada Uji Kompetensi Nasional Ners (UKNN) 2019. Prestasi kedua, kampus terbaik I rata-rata UKNN periode April 2019 untuk Wilayah Bali, NTB, dan NTT. Ketiga, terbaik I UKNN periode Oktober 2018 Bali, NTB, dan NTT. Sementara penghargaan keempat CBT Center Uji Kompetensi Tenaga Kesehatan Indonesia milik Itekes Bali mendapat penghargan nasional dari Lembaga Pengembang Uji Kompetensi Nasional Kesehatan (LPUKNAKES). Semua penghargaan itu diserahkan Ketua AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia) Dr. Muhammad Hadi, SKM, M.Kep. saat rapat tahunan anggota AIPNI ke-28 pada 8-11 Oktober lalu di Bandung. Penghargaan langsung diterima Rektor Itekes Bali Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D. dan Kaprodi Ners, A.A.A. Yuliati Darmini di Bandung. Atas prestasi itu, Rektor Itekes Bali Putu Darma Suyasa menegaskan sebagai bukti Itekes Bali betulbetul menjaga dan menghasilkan mutu lulusan keperawatan sesuai kompetensi tuntutan kekinian. Sehingga tak diragukan lagi lulusannya pasti mampu bersaing secara nasional dan internasional. Kunci suksesnya adalah menjaga mutu sejak input dan proses. Didukung kebijakan rektorat, yayasan dan prodi guna menghasilkan SDM kesehatan berkualitas. Kamis (17/10) ini, 10 orang lulusan ners Itekes Bali menjalani tes wawancara untuk mengisi peluang kerja di Belanda. Ini untuk kali pertama perekrutan ke Belanda. Padahal Belanda minta 10 lulusan ners Itekes Bali 10 orang tiap bulan. Terhadap peluang ini, Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengatakan, seharusnya diambil oleh
lulusan ners Itekes Bali. Di sinilah, kata dia, pentingnya campur tangan pemkab/pemkot dan Pemprov Bali untuk membantu dana awal pemberangkatan mereka berupa pinjaman lunak. Nanti setelah penuh bekerja dan mendapatkan regester of nursing di Belanda, mereka bisa mencicil membayar tagihan tersebut. Saat ini, lulusan Itekes Bali yang dikenal kuat bahasa Inggrisnya dikejar pihak Belanda dan Inggris. Di Inggris disyaratkan bekerja dua tahun baru boleh seleksi mendapatkan regester of nursing di Inggris. Kendalanya, mereka perlu Rp 150-200 juta untuk biaya hidup dan pelatihan guna mendapatkan pengakuan internasional. Untuk itulah, Ida Bagus Arka minta perhatian gubernur, wali kota dan bupati dan BPD se-Bali guna membantu SDM Bali bisa meraih pasar kerja di luar negeri. Dengan demikian, tenaga kesehatan Bali makin banyak berminat bekerja ke luar negeri. Pada bagian lain, Ida Bagus Arka tetap berkomit-
men memperkuat mutu lulusan. CBT-Centre yang memerlukan dana Rp 1 miliar, dia persiapkan agar lulusannya tak mengecewakan. Apalagi CBT Center ini juga dipakai lulusan institusi kesehatan lainnya di Bali. Dia mengaku bangga prestasi Itekes Bali membanggakan masyarakat Bali. Prestasi lembaga ini tak lagi level lokal namun sudah nasional. Ini sebuah modal bagi Itekes Bali untuk bersaing di tingkat internasional. Makanya dia menegaskan empat prestasi yang diraih bukan untuk kebanggaan Itekes Bali saja, melainkan milik kebanggaan masyarakat Bali. Untuk itu, mestinya pemerintah daerah/kota dan provinsi hendaknya mau tahu tentang prestasi yang diraih insitusi pendidikan di Bali guna memberi motivasi, apa pun bentuknya. Misalnya perlunya mengirim beasiswa SDM desa untuk disiapkan menjadi tenaga kesehatan di desa/ daerah seperti perawat dan bidan. Membantu lewat BPD dana pinjaman lunak bagi warga yang mau bekerja ke luar negeri. (ad469)
PENGHARGAAN - Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka bersama Rektor Putu Darma Suyasa dan Kaprodi Ners A.A.A. Yuliati Darmini menunjukkan penghargaan nasional diraih Itekes Bali.
KONFERENSI - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. (tengah) berfoto bersama para peserta Konferensi Sabada di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (16/10) kemarin.
ing dalam kehidupan budaya dan Agama Hindu di Bali. Apalagi, sastra, bahasa dan budaya sumber moral yang penting bagi pembangunan manusia Bali. Kendati demikian, sastra dan bahasa budaya daerah dalam kerangka membangun kebu dayaan Bali dewasa ini perlahan ditinggalkan pada era milenial ini. “Oleh karena itu, patutlah semua pemangku kepentingan bahumembahu untuk menyimak kembali ‘pentingkah identitas itu kita perbincangkan kembali’, ketika habitus bahasa dan sastra daerah berganti zona. Beruntunglah pemerintah mengeluarkan UU No.5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Pemerintah Provinsi Bali mengeluarkan Perda No. 1 tahun 2018 tentang Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, kemudian terbit Pergub No. 79 tahun 2019 tentang kewajiban menggunakan busana adat Bali setiap hari Kamis, purnama dan tilem, dan berbahasa Bali, kemudian Pergub No. 80 tahun 2019 tentang penggunaan Aksara Bali di ruang publik,” ujar Prof. Duija. Sementara Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., mengatakan, konferensi ini telah dilaksanakan sejak 25 Juni 1938 di Solo. Bahkan, Sabada menjadi salah satu semangat Sumpah Pemuda dalam mempersatukan satu bahasa di tengah-tengah keberagaman bahasa yang ada di setiap daerah yaitu Bahasa Indonesia. Apalagi, bagi Hindu Sastra merupakan sumber tertinggi dari segalanya. Sebab, segala bentuk kebijakan dan upacara apa pun yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali harus berdasarkan sastra. Untuk itulah sastra, bahasa, maupun budaya merupakan satu kesatuan yang harus dijaga sebagai identitas daerah, bangsa dan negara. Apabila sastra, bahasa dan budaya hilang, maka Indonesia akan kehilangan identitas diri dan budaya asing akan masuk. “Pada kesempatan ini, IHDN merasa sangat penting merevitalisasikan sastra, bahasa, dan budaya agar kembali berjaya sebagai ikon bangsa Indonesia,” ujarnya. (ad462)
Rampungkan Tugas Hingga Akhir Tahun
Dewan Badung Siap Bahas 10 Ranperda GUNA menyelesaikan sejumlah peraturan daerah agar bisa disahkan akhir tahun 2019, Pimpinan DPRD Badung yakni para pimpinan fraksi yang ada di DPRD Badung menggelar rapat pimpinan (rapim), Rabu (16/10) kemarin. Rapim yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa tersebut mengagendakan pembentukan pimpinan panitia khusus untuk penyelesaian ranperda tersebut. Ada sepuluh ranperda yang mesti diselesaikan hingga akhir tahun 2019 ini dan perlu pembentukan pansus untuk sembilan ranperda. Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa mengatakan, dari rapat bersama ketua komisi, ketua fraksi yang ada di DPRD Badung, pihaknya sepakat menyelesaikan ranperda hingga akhir tahun ini. “Sebagai wakil rakyat, kita memiliki tugas dan fungsi di bidang legislasi. Untuk itu, perlu dilakukan penyelesaian ranperda menjadi perda sebagi produk hukum yang akan mengawal kepentingan masyarakat Badung. Dan, kita sepakat 10 ranperda yakni 9 dari pengajuan eksekutif perubahan atas perda lama dan ranperda inisiatif dewan bisa diselesaikan akhir tahun ini,” terangnya. Sementara Ketua Bapemperda DPRD Badung Nyoman Satria menjelaskan, dalam pembentukan panitia khusus (pansus) ini, ada 9 dari 10 ranperda yang akan digodok hingga akhir tahun ini. “Untuk
Ranperda APBD 2020, tidak perlu pembentukan pansus. Tapi untuk 9 ranperda yang lain kita bentuk pansus,” ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, ada lima pansus untuk pembahasan ranperda inisiatif dewan dan empat pansus untuk pembahasan ranperda yang diajukan eksekutif. Adapun sepuluh ranperda yang dibahas adalah Ranperda RPJMD Perubahan Kedua periode 2016-2021 yakni diketuai Nyoman Satria, Ranperda Pangan Sandang, Papan yakni diketuai Nyo-
man Dirgayusa, Ranperda Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan yang diketuai I Wayan Regep. Ranpeda Kesehatan dan Pendidikan diketuai I Putu Alit Yandinata, Ranperda Adat, Agama dan Budaya diketuai Made Sumerta, Ranperda Pariwisata diketuai I Gusti Anom Gumanti, Ranperda tentang Kebangpol, Made Ponda Wirawan, Ranperda Retribusi Rekreasi dan Olahraga diketuai I Nyoman Gede Wiradana, dan Ranpreda Pajak Hiburan, Ni Komang Triani. (ad460)
RAPIM - Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa saat memimpin rapat pimpinan (rapim) DPRD Badung, Rabu (16/10) kemarin.
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Serius Memberdayakan Sektor Pertanian KEBUTUHAN bahan pangan kini menjadi masalah serius bagi banyak negara. Meningkatnya populasi penduduk dan makin menyusutnya lahan pertanian adalah dua faktor utama yang menghambat capaian program ketahanan dan kemandirian dalam pengadaan bahan pangan. Disisi lain, inovasi dan pemberdayaan sektor pertanian tak kunjung optimal. Wacana memberdayakan pertanian pun hanya sebatas wacana, mengingat faktanya banyak kebijakan justru bersinggungan dengan sektor pertanian. Bagi Bali, tantangan mandiri dalam stok pangan juga terkendala. Sebagai destinasi pariwisata dan padatnya penduduk adalah masalah serius bagi Bali dalam hal ini. Makanya ketergantuangan Bali dari Jawa dan Sulawesi, termasuk Lombok dalam hal ketersediaan bahan sudah terkondisikan sejak lama. Kondisi inilah yang harus diurai dengan pendekatan yang lebih jelas dalam pemberdayaan pertanian. Namun, jika kita cermati krama Bali sebenarya sudah memiliki konsep keekonomian sesuai dengan ajaran Hindu. Konsepnya sederhana, yakni menghadirkan kekuatan manifestasi Tuhan dalam diri dan keluarga. Ketika konsep Tuhan ada pada diri dan keluarga diyakini mereka akan selamat dan hidup sejahtera. Itu disebut jagaditha. Tanah atau lahan pertanian saat itu benar-benar menjadi panglima kehidupan keluarga. Hampir semua KK di Bali memeliki lahan pertanian ditambah dengan teba atau tegalan. Jika tidak mereka menjadi petani penyakap. Konsepnya, apa yang mereka perlukan sehari-hari itulah yang ditanam. Makanya tegalan bukan saja sebagai pembuangan akhir, juga untuk menanam kelapa, bambu, pisang, dll. Di palamehan mereka pasti memiliki gelebeg dari ukuran besar hingga kecil. Makanya ketika kita bicara soal trilogi ekonomi Bali, gelebeg, jineng atau tempat menyimpan padi dan gabah ini adalah simbol ketahanan pangan Bali. Di sini juga dipuja Dewi Sri sebagai dewi kesuruburan. Untuk itulah ke depan Bali harus melakukan langkah yang jelas jika ingin mandiri dalam pengadaan ketersediana bahan pangan. Pendekatan yang lebih jelas menyelamatkan pertanian baik dari sisi lahan, ketersedian air irigasi dan keberlangsungan generasi petani. Masalah yang terakhir ini mungkin akan menjadi masalah serius jika Bali tak segera memberikan insentif bagi lahan pertanian, termasuk memperhatikan harga-harga komoditi pertanian.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dukung Legalisasi Arak Bali Peredaran miras di Bali ternayta sebagian besar merupakan produksi impor. Padahal Bali mempunyai produk sejenis mirak, yakni arak Bali yang tentu juga bisa dikelola sebagai sumber ekonomi krama Bali. Selama ini penduduk Bali yang memproduksi arak justru ditangkap dan ditindak. Ini gara-gara arak Bali dikategorikan ilegel. Jika memungkinkan saya berharap arak Bali juga dikelola dengan pendekatan bisnis yang layak. Jadi, campur tangan pemerintah dalam membuat arak Bali layak jual sama dengan kualitas miras impor mestinya dikondisikan. Saya menyambut baik terobosan gubenur Bali yang akan melakukan upaya-upaya yang jelas untuk melegalkan arak Bali menjadi salah satu produk bernilai ekonomis. Kalangan perhotelan hendaknya juga turut mendukung ini untuk membantu pemasarannya. Mudah-mudahan saja arak Bali bisa menjadi produk pilihan wisatawan sepanjang kualitas dan sanitasinya, termasuk kandungan alkoholnya dipantau. I Made Parwata Denpasar-Bali
Permohonan Bantuan Pembangunan Pura Agung Blambangan Dalam rangka melengkapi bangunan tempat suci kami, maka dengan ini kami sampaikan permohonan bantuan dana pembangunan pura. Perlu dimaklumi terlebih dahulu bahwa unitunit bangunan sebelumnya yang kami rintis bangunan suci pokok seperti; 1). Candi, yang kami beri nama Candi Luhur Moksajati Dalem Puri Blambangan. 2). Pura, yang kami beri nama Pura Sendang Nusantara. 3). Patirtan, yang kami beri nama Patirtan Gajahmina. Yang ketiganya merupakan satu kelompok kesatuan dalam suatu areal. Disamping bangunan pokok tersebut, kami juga telah sempat benah-benah membangun lingkungan dan yang terakhir pada tahun 2018 yang lalu kami telah sempat pula membangun bale gede sebagai kelengkapan pura. Sebagai tradisi bangunan suci Hindu semacam itu diperlukan gapura masuk ke lokasi areal suci yang dinamai candi kurung. Inilah yang kami rencanakan untuk dibangun pada periode tahun 2019 sekarang ini. Mengingat keterbatasan kami dalam hal financial, maka mohon perkenannya untuk memberikan bantuan. Demikianlah permohonan kami dan atas perhatian serta kemurahannya kami sampaikan terima kasih. Dana punia bisa disalurkan ke Rekening 0680-01-004852-53-8 bank BRI KCP Muncar Banyuwangi atas nama Yayasan Pura Agung Blambangan. Atas bantuan dan dukungan para umat kami panitia menyampaikan terima kasih. Achmad Riyadi, S.Pd. Ketua Panitia Pembangunan
Tantangan Ketahanan Pangan Bali Ketahanan pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kestabilan nasional. Pengalaman krisis ekonomi tahun 1998, mengingatkan kita bahwa tingginya harga beras dapat memicu kerawanan sosial yang mengancam stabilitas nasional. Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup dalam jumlah dan mutu untuk dapat hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan. Ketahanan Pangan berbeda dengan kemandirian pangan, dimana kemandirian pangan adalah kemampuan suatu negara untuk memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup.
I
ndikator ketahanan pangan berkaitan dengan tersedianya pasokan pangan serta terpenuhinya kebutuhan konsumsi baik secara kuantitas maupun mutu. Dilihat dari pasokan pangan, Provinsi Bali melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Prov. Bali berupaya keras menjaga pasokan pangan hingga dapat memenuhi cadangan konsumsi untuk 3 hingga 8 bulan ke depan. Indikator untuk mengukur pemenuhan kebutuhan adalah tingkat harga yang merupakan keseimbangan dari demand dan supply pangan. Demand mencerminkan permintaan konsumsi pangan sedangkan supply mencerminkan pasokan pangan. Jika pasokan berhasil memenuhi kebutuhan maka inflasi akan berada pada level yang rendah. Sebaliknya jika pasokan langka, maka inflasi akan berada pada level yang tinggi. Di Bali cukupnya ketersediaan beberapa komoditi lain seperti daging, telur dan bawang merah bahkan telah menyebabkan terjadinya penurunan harga. Menurut data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, terjadinya penurunan harga atau deflasi pada bulan September 2019, terutama disebabkan oleh menurunnya harga kelompok bahan makanan. Sementara itu, pemenuhan kebutuhan beras yang merupakan komoditas bahan pokok paling utama adalah dalam kondisi aman terkendali. Menurut Dinas Perindag Prov. Bali, stok beras di Bali saat ini sebesar 269 ribu ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan beras hingga tujuh bulan ke depan. Inflasi makanan (volatile food) pada September 2019 menunjukkan angka 1,12 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan dengan inflasi total sebesar 2,54 persen (yoy). Sebagai indika-
Oleh M. Setyawan Santoso tor ketahanan pangan, angka tersebut mencerminkan bahwa kondisi ketahanan pangan di Bali saat ini sangat baik. Meskipun demikian, ke depan kondisi perkembangan perekonomian Bali mengindikasikan munculnya tantangan yang harus diantisipasi sejak dini. Tantangan menjaga ketahanan pangan dapat berasal dari dua sumber yaitu permitaan demand side serta pasokan supply side. Tantangan pertama berasal dari sisi permintaan disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: (a). Kenaikan permintaan yang merupakan konsekuensi dari kenaikan jumlah penduduk. Jumlah penduduk Bali tahun 2019 sebanyak 4,36 juta jiwa. Menurut survei penduduk antar sensus (SUPAS) yang dilakukan oleh BPS Bali pada tahun 2020, penduduk Bali diperkirakan akan menjadi 4,41 juta jiwa sehingga terdapat tambahan permintaan sebanyak 50 ribu jiwa. Jika kenaikan tersebut tidak disertai dengan kenaikan produksi pangan yang seimbang, maka dipastikan akan terjadi gangguan ketahanan pangan. (b). Meningkatnya intensitas kegiatan yang memerlukan tambahan permintaan pangan secara masal, seperti konferensi, seminar, upacara atau perayaan hari-hari besar lainnya. Terlebih lagi saat ini Bali sedang gencar untuk menjadikan beberapa wilayah Nusa Dua dan sekitarnya untuk menjadi destinasi wisata meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) yang dipastikan akan mendatangkan banyak orang. (c). Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan khususnya untuk daerah wisata. Sebagai perbandingan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta pada tahun 2018 sebanyak dua juta orang, separuh dari jumlah penduduknya yang berjumlah 3,9 juta. Sementara itu, untuk
Bali jumlah wisatawan yang berkunjung pada tahun 2018 mencapai enam juta orang atau lebih banyak dibandingkan dengan penduduk Bali sendiri yang hanya berjumlah 4,36 juta orang. Tantangan kedua berasal dari sisi produksi pangan. Tantangan yang muncul adalah (a). Menurunnya lahan pertanian. Menurut Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Prov. Bali, luas lahan pertanian padi di Bali pada tahun 2017 adalah seluas 78,6 ribu hektar. Dengan prakiraan penurunan lahan akibat alih fungsi sebesar 1,13 persen per tahun, maka dalam satu tahun terjadi penyusutan lahan seluas 880 hektar. Sementara itu, penelitian Bank Dunia tahun 2017 menunjukkan bahwa di Indonesia secara ratarata hanya 31,5 persen saja yang digunakan untuk pertanian, lebih rendah dibandingkan Thailand yang sebesar 43,3 persen dan Australia yang sebesar 52,9 persen. Jika angka yang sama juga berlaku di Bali, maka lahan sawah yang produktif amat terbatas. (b). Menurunnya jumlah petani. Berdasarkan data Berita Resmi Statistik Provinsi Bali edisi Aril 2019, jumlah penduduk yang bekerja di sektor pertanian berjumlah 22 pertanian. Penelitian yang dilakukan oleh BPS Provinsi Bali menunjukkan bahwa mayoritas (39%) kepala keluarga petani berusia di atas 55 tahun, sedangkan 29 pertanian berusia 45–54 tahun, 23,10 persen berusia 35–44 tahun, 7,8 persen berusia 25–34 tahun dan hanya 0,55 persen saja yang berusia di bawah 25 tahun. Ini artinya suatu saat jumlah petani di Bali akan menyusut drastis. Salah satu penyebabnya menurunnya minat pemuda menjadi petani adalah tingkat kesejahteraan. Panjangnya rantai distribusi mengakibatkan mahalnya harga pangan di
tingkat konsumen tidak dapat dinikmati oleh petani. (c). Belum optimalnya penggunaan teknologi pertanian. Dengan postur usia petani yang hanya sekitar 30 persen yang berusia di bawah 45 tahun, disertai kondisi bahwa sebagian besar (55%) merupakan petani gurem yang memiliki lahan kurang dari 0,5Ha, maka penggunaan teknologi pertanian mengadapi tantangan yang tidak ringan. Dengan kondisi yang penuh tantangan, pencapaian kinerja ketahanan pangan dilihat dari kenaikan harga kelompok bahan makanan (volatile food) yang relatif rendah merupakan kinerja dari Bank Indonesia, pemerintah dan seluruh unsur Tim Pengendalian Inflasi. Kembali sesuai dengan tema perayaan hari pangan sedunia tahun ini, yaitu Meningkatkan Penggunaan Teknologi Industri Pertanian, upaya yang dilakukan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan dilakukan melalui; (a). perlindungan lahan pertanian berkelanjutan (b). pembatasan alih fungsi lahan dan (c). penerapan teknologi pertanian. Dalam rangka menjaga luas lahan pertanian, pemerintah mengeluarkan ketentuan mengenai alih fungsi lahan non pertanian ke pertanian melalui UU No. 41 th 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). Ketentuan ini dikeluarkan untuk mengimbangi penurunan lahan pertanian yang mencapai 0,5 persen. Pemerintah Provinsi Bali dengan cepat mengeluarkan petunjuk pelaksanaannya dalam Perda No. 16 tahun 2009 tentang RTRW Provinsi Bali. Namun upaya tersebut masih menghadapi tantangan dimana tidak semua pemilik lahan berkaitan dengan kecocokan antara aspirasi dan insentif yang diterima pemilik lahan. Upaya untuk membatasi alih fungsi lahan dilakukan dengan dikeluarkannya perpres 59 tahun 2019 yang ditandatangani tanggal 12 September 2019 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah. Perpres ini bertujuan untuk; (i). Mempercepat penetapan lahan sawah yang dilindungi, (ii). Mengendalikan alih fungsi lahan sawah yang semakin pesat, (iii). Memberdayakan petani agar tidak melakukan alih fungsi lahan sawah dan (iv). Menetapkan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Ketentuan ini sekaligus
Warung Global
Pembatalan Perekrutan CPNS Harus Transparan SALAH satu OPD di Tabanan membatalkan perekrutan CPNS pada tahun ini. Hal ini mengundang beragam pendapat dari para pengopini Warung Global, Rabu kemarin. Febri di Denpasar mengharapkan agar diberikan sanksi karena sudah ada aturan dari pusat terkait perekrutan CPNS. Mestinya sudah dianggarkan dananya, takutnya ada unsur politik dan anggarannya dialokasikan untuk Pilkada Tabanan 2020. Budiada di Tabanan menyatakan, harus ada penyampaian ke masyarakat, apa yang menyebabkan dibatalkannya
perekrutan CPNS. Dalam perekrutan harus transparan agar ada rasa keadilan. Pengadaan pegawai mestinya dilaksanakan atas dasar kebutuhan, baik dalam jumlah, kualitas pegawai serta kompetensi jabatan yang dibutuhkan. Fera di Tabanan menambahkan, PNS harus jujur dan disiplin dalam menjalankan tugas dan tidak menyalahgunakan jabatannya untuk berbuat ko-
rupsi serta harus memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat. Sridam di Mengwi menyebutkan, semestinya dalam perencanaan harus matang. Sepertinya terjadi ketidaksingkronan antara OPD dan eksekutif. Pemkab agar merekrut CPNS sesuaikan dengan kebutuhan sehingga tidak membebani APBD. Werda di Gianyar juga menyoroti hal tertsebut. Kata dia, pembatalan artinya ada rencana tetapi tidak jadi dan ada kesepakatan sebelumnya antara eksekutif dan legislatif. Harus ada penjelasan transparan ke-
pada masyarakat mengapa dibatalkan agar masyarakat yang mau mengikuti tidak resah. Apabila pembatalan perekrutan CPNS melanggar aturan, harus ada sanksinya. Bhaskara di Denpasar menyatakan, pemerintah mestinya segera melakukan perekrutan CPNS sesuai dengan kualifikasinya. Tenaga kontrak yang telah lama mengabdi kepada pemerintah dan keberadaannya sangat dibutuhkan oleh pemerintah serta memenuhi syarat yang ditentukan oleh peraturan pemerintah agar diangkat menjadi PNS. (dikha)
mendukung UU No. 41 tahun 2009 yang selama ini belum optimal implementasinya. Upaya penerapan teknologi pertanian dilakukan dinas pertanian pemerintah kabupaten berkolaborasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan lembaga lainnya. Di Bali, penerapan Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedele (Upsus Pajale) serta Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) diterapkan di Jembrana, Badung dan Bangli. Terdapat teknologi tanam di lahan kering, tanam di sawah tadah hujan yang disebut pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) dengan bibit varietas unggul. Ada pula teknik tumpang sari tanaman jagung dan kedele (Turiman Jale) dikabupaten Tabanan Bali. Untuk memanfaatkan pekarangan, diterapkan sistem Rumah Pangan Lestari. Banyak sekali teknik teknik pertanian yang telah diterapkan untuk meningkatkan produksi pangan. Ke depan pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga ketahanan pangan harus makin diwaspadai mengingat gejala penurunan produksi masih berlajut. Disisi lain, permintaan pangan dipastikan akan meningkat baik yang berasal dari pertumbuhan penduduk maupun yang bersumber dari arus wisatawan yang berkunjung ke Bali. Pada tahun 2019, target kedatangan wisatawan yang berkunjung ke Bali mencapai 6,5 juta orang seiring dengan upaya pemerintah untuk menarik sebanyak-banyaknya wisatawan mancanegara ke Indonesia. Dengan demikian, indikator ketahanan pangan dilihat dari inflasi makanan (volatile food) harus terus digunakan untuk memantau kinerja ketahanan pangan di Bali. Penulis, Pengamat Ekonomi, Bekerja di Bank Indonesia.
POJOK
Jokowi inginkan pelantikan presiden sederhana, karnaval budaya ditiadakan. -Sederhana berbudaya Indonesia. ***
Dongkrak PAD, Pemkab Tabanan terapkan E-Ticket di DTW Tanah Lot. -PAD kembalikan untuk rakyat. ***
Bali waspadai virus demam babi Afrika. -Sekala-niskala Bali siaga.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
FIGUR Efisiensi Pelayanan SISTEM e-ticketing di DTW Tanah Lot mulai diterapkan Rabu (16/10). Sistem ini, kata Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana dimaksudkan untuk efisiensi sehingga tidak perlu lagi memberikan tiket dalam jumlah banyak yang sebelumnya memakai tiket sobek. Sistem ini juga sebagai wujud transparansi data pengunjung. ‘’Jadi setelah data pengunjung di-input ke server data oleh petugas tiket baik itu tarif masuk dan parkir, akan keluar lembaran tiket berisi barcode. Barcode inilah akan di-scan kembali oleh petugas checker untuk validasi kebenaran jumlah pengunjung,’’ terangnya. Sebelum sistem diluncurkan, para petugas tiket DTW Tanah Lot telah diberikan pelatihan selama tiga hari didampingi BPD selaku penyedia aplikasi. ‘’Petugas kami sudah mulai bisa menggunakan aplikasi ini dan kami bertahap akan terus menambah alat yang dibutuhkan untuk bisa memberikan pelayanan maksimal dan kenyamanan yang baik bagi wisatawan yang berkunjung,’’ terangnya. Dijelaskan Toya, penerapan e-ticketing ini masih berbasis online lokal. Untuk menjaga jaringan internet tetap stabil, pihaknya telah menambah alat penguat sinyal. Lebih lanjut dia berharap sistem ini akan mampu mengoptimalkan pendapatan DTW Tanah Lot sehingga mampu meningkatkan kontribusi terhadap PAD Tabanan. ‘’Selama ini rata-rata DTW Tanah Lot mampu berkontribusi hingga Rp 50 miliar pada pendapatan dearah,’’ imbuhnya. (bit)
Pengamanan Objek Wisata Diperketat Tabanan (Bali Post)-
Sebagai daerah kunjungan wisata utama Kabupaten Tabanan, DTW Tanah Lot terus meningkatkan pengamanan pascapenangkapan dua terduga teroris belum lama ini di wilayah Jembrana. Pengamanan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kendaraan dan barang bawaan yang masuk ke areal objek wisata yang terkenal dengan destinasi pantai dan puranya tersebut. Seperti yang terlihat Rabu (16/10) kemarin, di pintu masuk DTW Tanah Lot sejumlah petugas keamanan dari DTW Tanah Lot bersama Kepolisian Subsektor Tanah Lot dan Dinas Perhubungan Tabanan melakukan pemeriksaan setiap kendaraan yang melintasi pintu masuk. Petugas menggunakan mirror untuk mengecek bagian bawah kendaraan untuk mencegah masuknya barang berbahaya, terutama bahan peledak. Mereka juga mengecek
bagasi dan memeriksa barang bawaan sopir dan wisatawan. Para sopir atau wisatawan yang harus melewati proses pemeriksaan pun mengaku tidak keberatan. Bahkan mereka mendukung langkah petugas keamanan memeriksa kendaraan untuk keamanan bersama. Sopir pariwisata, Achmad Khairil mengaku tidak masalah dengan adanya pemeriksaan kendaraan oleh petugas. Apalagi dirinya sudah belasan tahun bekerja di sektor pariwisata sangat
mendukung kegiatan ini. ‘’Tidak masalah karena ini juga untuk keselamatan bersama dan sektor pariwisata akan tetap aman,’’ sebutnya. Hal senada disampaikan wisatawan asal Australia. Mereka juga sangat setuju dengan adanya pengetatan pemeriksaan keamanan ini. Mereka juga tidak merasa terganggu dengan pemeriksaan tersebut. Kepala Subsektor Polsek Kediri di Tanah Lot, Iptu I Nyoman Subagia mengatakan, objek vital harus diamankan. Se-
tiap wilayah dilakukan deteksi sedini mungkin untuk memastikan keamanannya. Pihaknya juga menyiapkan personel di darat dengan melibatkan pecalang. Sementara di laut melibatkan lifeguard dan Polair yang rutin melakukan patroli. Pemeriksaan akan terus dilakukan untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Sementara itu, Kepala Divisi Keamanan DTW Tanah Lot, Nyoman Sugiarta mengakui kegiatan pemeriksaan kendaraan dilakukan untuk menjamin keamanan pengunjung. ‘’Karena adanya penangkapan terduga teroris, pengamanan kami lebih perketat, termasuk pemeriksan kendaraan pengunjung,’’ tegasnya. (kmb28)
Belum Semua KUB Nelayan Dapat Bantuan Peralatan Tabanan (Bali Post)Sebanyak delapan Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan mendapatkan bantuan hibah alat tangkap ikan ramah lingkungan dari Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Tabanan, Selasa (15/10). Bantuan yang diberikan berupa alat tangkap ikan terdiri dari 80 jaring dan 24 set pancing dengan nilai kontrak pengadaan sebesar Rp 183,5 juta yang dananya bersumber dari APBD Tabanan tahun anggaran 2019. Kepala Dinas Perikanan Tabanan A.A.N. Raka Icwara, saat dikonfirmasi Rabu (16/10) kemarin mengatakan, diharapkan
bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan produksi dan pendapatan nelayan serta memotivasi nelayan lainnya dalam hal penggunaan alat tangkap ramah lingkungan. Tujuannya menjaga ekosistem laut sehingga dapat berkelanjutan. Pihaknya juga meminta nelayan dalam melakukan aktivitasnya di laut agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Nelayan Dinas Perikanan Tabanan I Gede Bogorada menjelaskan, program ini merupakan hasil penjaringan usulan, ide dan gagasan masyarakat melalui
forum musdes dan muscam tahun sebelumnya. Masukan itu kemudian diverifikasi serta diusulkan dalam rencana kerja Dinas Perikanan tahun 2019 dengan tetap memperhatikan skala prioritas kegiatan dan anggaran yang tersedia. ‘’Program bantuan ini belum bisa menyentuh seluruh KUB nelayan di Kabupaten Tabanan mengingat jumlah anggaran yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah nelayan yang membutuhkan,’’ terangnya. Lebih lanjut dia berharap agar KUB nelayan yang belum menerima bantuan agar tetap bersabar. Bantuan akan tetap diusulkan di tahuntahun mendatang. (kmb28)
Bali Post/ist
BANTUAN - Penyerahan bantuan alat tangkap ikan kepada perwakilan KUB nelayan di Kabupaten Tabanan.
Bali Post/bit
CEK PEMBANGUNAN - Irjenad Mayjen TNI Suko Pranoto bersama rombongan saat mengecek pembangunan jembatan program TMMD ke-106.
Cek Pembangunan Jembatan TMMD
Tim Wasev Apresiasi Konsep ”Ngayah” Tabanan (Bali Post)Tradisi gotong royong yang sering disebut dengan istilah ngayah oleh masyarakat Bali, sangat diapresiasi Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) yang diketuai Inspektur Jenderal TNI AD (Irjenad) Mayjen TNI Suko Pranoto. Konsep ngayah tersebut disaksikan tim saat mengecek pembangunan jembatan dan senderan pada program TMMD ke-106 di Kabupaten Tabanan, Rabu (16/10) kemarin. Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi, terlebih dahulu dilakukan pemaparan terkait TMMD ke-106 oleh Dandim 1619/ Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto, bertempat di kantor Desa Gubug, Kecamatan Tabanan. Setelah itu, Tim Wasev meninjau pengerjaan jembatan TMMD yang menghubungkan Desa Gubug dan Desa Bongan yang kemarin melibatkan jajaran TNI, Polri, warga dua desa dan
puluhan warga binaan Lapas Tabanan. Satu per satu anggota yang bekerja ditanya oleh tim mengenai sejauh mana pekerjaan yang dilakukan. Bahkan Mayjen TNI Suko Pranoto menyapa warga yang tengah ikut gotong royong. ‘’Saya lihat pengerjaannya sudah cukup terencana, dimana sudah lama direncanakan oleh Pemerintah Daerah dan warga di sini, namun baru bisa terealisasi tahun ini,’’ terangnya. Ia pun sangat mengapresiasi kerja sama yang baik antara TNI, Polri dan warga setempat dalam penyelesaian jembatan. Ia menegaskan, keharmonisan dan kebersamaan atau kemanunggalan TNI-rakyat menjadi salah satu pilar tetap tegaknya NKRI. ‘’Konsep ngayah ini sangat luar biasa, karena dengan gotong royong pekerjaan akan cepat selesai dan tanpa mengurangi kualitas.
Apalagi semangat ini terus ada sejak dimulainya pra TMMD sekitar tiga bulan lalu, karena konstruksinya cukup berat,’’ ucapnya. Program pembuatan jalan, jembatan dan senderan tersebut menelan dana dari APBD Tabanan sebesar Rp 1,6 miliar. Dengan pengerjaan secara swakelola pembangunan jembatan ini mampu mengirit anggaran sebesar Rp 500 juta jika
dibandingkan dikerjakan rekanan yang diperkirakan menghabiskan dana Rp 2,1 miliar. ‘’Ini semua dikerjakan oleh aparat dan warga secara swakelola. Pengerjaan ini akan terus kami evaluasi, bahkan nanti hasilnya juga akan kami lihat lagi,’’ tegasnya. Usai meninjau jembatan, tim selanjutnya melakukan tatap muka dengan ratusan warga di wantilan Bedha. (kmb28)
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Mohon Rekomendasi Pansel Lelang Jabatan Sekda Diajukan ke KASN Singaraja (Bali Post) –
Rencana dilangsungkannya lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Panitia Seleksi (Pansel) ternyata telah dibentuk. Hanya saja, susunan keanggotaan pansel yang dibentuk itu belum resmi mulai bekerja. Pasalnya, Pansel itu belum mendapatkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) di Jakarta. Untuk mendapat rekomendasi itu, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Buleleng harus menyetoran susunan pansel itu yang nantinya akan direkomendasi KASN di Jakarta. Kepala BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa, Rabu (16/10) kemarin mengatakan, mengacu pada regulasi, sebelum pansel melaksanakan tugasnya, maka keanggotannya wajib mendapat rekomendasi KASN. Atas ketentuan itu, setelah pansel itu dibentuk beberapa waktu lalu, pihaknya mengusulkan susunan pansel itu ke KASN. Sesuai Keputusan Bupati Buleleng No. 821.2/2689/ BKPSDM/2019 tanggal 14 Oktober 2019 pansel lelang jabatan Sekda Buleleng itu terdiri dari unsur pemerintahan, akademisi, dan profesional. Dari ketentuan itu, pansel telah ditetapkan.
Ketua Panselnya dipercayakan kepada Ir. Ketut Lihadnyana, M.MA yang juga m e n j a b at Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali. Dia dibantu anggota, masing-masing I Wayan Sugiada, S.H.,M.H. mewakili unsur Inspektorat Provinsi Bali. Selain itu, ada dua orang wakil kalangan akademisi dipilih menjadi anggota pansel. Kedua dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) itu masing-masing Prof. Dr. Wayan Suastra, M.Pd dan Prof. Dr. Astra Wesnawa, M.Si.. Satu lagi yang dipilih sebagai anggota pansel adalah Ir. Ketut Ardha,
M.Si. Mantan Sekkab Buleleng ini dipilih menjadi anggota pansel untuk mewakili kalangan profesional. “Kami sudah ajukan ke KASN untuk mendapat rekomendasi. Nanti, kalau sudah direkomendir, maka pansel siap menjalankan tugas-tugasnya,” katanya. Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng itu menambahkan sepanjang pansel itu belum mendapat rekomendasi dari KASN, dipastikan tahapan lelang Sekda itu belum dijalankan. Namun demikian, menunggu usulan rekomendasi itu ditindaklanjuti KASN, pihaknya mulai melakukan persiapan teknis. Dengan demikian, setelah pansel direkomendir, maka tahapan yang sudah disiapkan itu tinggal dibahas mengikuti regulasi yang ada. “Kalau sudah direkomendir pansel akan memulai tugasnya dan rancangan tahapan sudah disiapkan dibahas kembali sebelum nantinya tahapan lelang jabatan Sekda itu dimulai,” jelasnya. Lelang jabatan ini dilakukan karena Sekda Buleleng saat ini Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP mulai memasuki masa pensiun tertanggal 1 Maret 2020. Sesuai amanat regulasi yang diterbitkan KASN, enam bulan sebelum pejabat bersangkutan dinyataan tidak aktif (pensiun), maka diperbolehkan dilakukan lelang jabatan Sekda itu. (kmb38)
Bali Post/kmb
DIABEN – Jenazah mantan Bupati Buleleng Drs. Ketut Wirata Sindhu diaben di Setra Desa Adat Banyuatis, Kecamatan Banjar, Rabu (16/10) kemarin.
Diprosesi “Ngaben Ngelanus”
Pejabat dan Sahabat Antar Jenazah Mantan Bupati Wirata Sindhu Singaraja (Bali Post) – Puncak upacara Ngaben Ngelanus mantan Bupati Buleleng Drs. Ketut Wirata Sindhu, Rabu (16/10) kemarin, berlangsung khusyuk. Selain keluarga besar, sejumlah pejabat dan sahabat almarhum turut mengiringi janazah menuju tempat pengabenan di Setra Desa Adat Banyuatis, Kecamatan Banjar. Keluarga dan para sahabat yang hadir mengenang almarhum Wirata Sindhu sebagai sosok penuh kesederhanaan, memiliki keahlian dalam berkomunikasi dengan masyarakat, hingga peduli dunia pendidikan. Prosesi ngaben itu diawali upacara Nyiramang, Selasa (15/10), dilanjutkan Ngelelet hingga Menek Tumpang Salu. Sedangkan, Rabu kemarin puncak pengabenan difasilitasi Yayasan Pengayom Umat Hindu (YPUH) Buleleng. Puncak upacara ngaben itu di-puput Sri Empu Dharma Adnyana dari Gria Beratan, Singaraja. Pejabat yang hadir seperti Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakilnya, dr. Nyoman Sutjidra, mantan Wakil Bupati Gede Wardana, dan beberapa tokoh serta sahabat almarhum lainnya. Dari rumah duka di Banjar Dinas Tengah, bade yang
berisi jenazah almarhum itu diusung keluarga beserta warga desa setempat. Iring-iringan ini berjalan kaki sejauh dua kilometer hingga tiba di setra. Tampak istri almarhum Nyoman Masning bersama anak dan cucunya masih diselimuti duka mendalam atas kepergian almarhum selama-lamanya. Nyoman Masning di selasela pengabenan menceritakan, tidak ada pesan khusus yang ditinggalkan almarhum suaminya itu. Hanya sebelum meninggal dunia, almarhum meminta makanan kesukaannya dan sebatang rokok. Selain itu, almarhum sempat meminta agar empat anaknya, dan tiga cucunya itu berkumpul. Tidak disangka kalau hal itu merupakan permintaan terakhir almarhum, setelah itu benarbenar meninggal dengan tenang dan bahagia. “Bapak minta pisang, buah dan bubur serta sebatang rokok. Padahal waktu keluar rumah sakit tidak mau makan. Bapak juga minta anak-anak dan cucunya dikumpulkan. Saat itu kami tidak menyangka bapak kemudian meninggalkan kami selamanya,” katanya. Kendati suaminya sempat sebagai Bupati Buleleng, Nyoman Masning mengakui sosok suaminya itu adalah
pribadi sederhana namun bertangung jawab. Ini dibuktikan saat menjabat kalau ada tugas mendadak tidak pernah dilayani ajudan dan protokol. Selain itu, almarhum betulbetul mencintai masyarakat. Selalu bahagia berada di tengah-tengah warganya. Tidak pernah memperlihatkan jarak status sosial dengan warga. “Waktu kejadian di Banjar hanya pakai celana pendek sendiri saja menemui masyarakat tanpa ditemani protokol. Kesederhanaan itu juga diajarkan kepada kami, anakanak dan cucunya sampai sekarang,” katanya. Keponakan almarhum, Nyoman Popodanes, mengatakan, kehadiran pejabat, tokoh, dan para sahabat yang mengantarkan jenazah almarhum ke tempat peristirahatannya terakhir itu merupakan bukti kalau semasa hidupnya hingga almarhum menghembuskan napas terakhirnya benar-benar memiliki relasi nyaris tidak ada jarak dengan siapapun. Karena itu pihaknya berharap, hubungan semasa almarhum menjalankan kewajibannya itu tetap berlanjut baik di tanah kelahirannya Banyuatis maupun di level lebih luas. Tidak lupa, dia
menyampaikan permohonan maaf kalau semasa hidupnya almarhum memiliki kesalahan. “Bukti kalau almarhum ini dimiliki dan dicintai semua orang. Baik di sini Buleleng dan level lainnya. Kami atas nama keluarga mohon maaf kalau beliau ada kesalahan. Mari kita doakan almarhum agar mendapat tempat di sisinya. Amal baktinya bisa diteladani keluarga dan level lainnya,” harapnya Popodanes. Bupati Putu Agus Suradnyana yang hadir pada upara pengabenan itu juga memuji sosok almarhum. Satu pesan yang dikenangnya ketika almarhum mengajarinya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dalam percaturan politik PAS mengaku banyak menimba ilmu dari almarhum. “Almarhum saya panggil Bli (Kakak-red). Beliau sukses memimpin pada masa itu. Satu kelebihannya adalah pintar membangun komunikasi politik mensinergikan dengan kepentingan pembangunan dan masyarakat. Nilai pesan diajarkan adalah bagaimana membaca relasi politik siapa di sini dan apa kaitannya. Jadi model dan gaya pendidikan politik yang diwariskan itu masih saya ingat terus,” kenang PAS. (kmb38)
Satpol Air dan TNI AL Atensi Pelabuhan Tradisional KEBERADAAN pelabuhan rakyat (tradisional) di Bali Utara mulai mendapat atensi serius dan ketat Satuan Polisi Air (Satpolair) Polres Buleleng dan unsur TNI Angkatan Laut. Belakangan, petugas pengamanan terdepan itu rutin mengawasi secara ketat kawasan itu. Karena itu patroli laut pun kerap dilakukan di sana. Di samping itu juga digelar patroli simpatik. Caranya dengan mendatangi kampung-kampung nelayan di daerah tersebut. Lalu, bagaimanakah upaya-upaya efektif dengan warga itu didesain dalam rangka menciptakan kondusivitas keamanan di pelabuhan rakyat dan pesisir laut di Buleleng itu? SEPERTI dilakukan jajaran Satpol air, Rabu (16/10) kemarin, yakni patroli laut. Patroli itu menyasar kawasan pantai di Kota Singaraja. Patroli ini dipimpin Kasat Pol Air AKP I Wayan Parta. Patroli melibatkan enam personel Satpol Air termasuk unsur TNI-AL. Selain memantau kondisi perairan dan aktivitas nelayan di sana, petugas juga memeriksa dokumen kapal
pengangkut barang yang sedang berlabuh di pantai Kelurahan Kampung Baru, Singaraja dan juga kawasan Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Pada patroli kemarin, petugas memeriksa Kapal Layar Motor (KLM) asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang akan berlayar ke
Diawasi Ketat dengan Patroli Simpatik
Waingapu. Kapal mengangkut barang kebutuhan pokok dengan berat sekitar 8 ton itu ditemukan berlabuh di pantai Kelurahan Kampung Baru, Singaraja. Kapal ini terpaksa berlabuh darurat akibat mengalami kerusakan di bagian mesinnya. Setelah diperiksa secara seksama, dokumen kapal dan kelengkapan pelayarannya dinyatakan lengkap. Petugas mengimbau agar ABK KLM itu memastikan kondisi mesin dan kelengkapan lain sebelum lempar jangkar dan melanjutkan pelayaran. Kasat Pol Air Wayan Parta seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, patroli laut itu sebetulnya sudah menjadi tugas rutin. Namun belakangan ini memang pengawasan diperketat menyusul penangkapan ter-
duga teroris beberapa waktu lalu di Denpasar. Selain itu, menjelang upacara pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih (Joko Wiodo – Ma’ruf Amin) Minggu (20/10) ini. Patroli itu guna memas tikan situasi kondusif dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan melalui pintu masuk Buleleng. Karena itu jajarannya melakukan peningkatan pengawasan. Tidak cukup memperketat pengawasan dan pemeriksaan dokumen kapal-kapal yang berlabuh di Buleleng. Pihaknya juga mengharapkan ada partisipasi aktif warga masyarakat di pesisir untuk tetap mengawasi lingkungan masingmasing. Kalau ada menemukan indikasi orang-orang yang mencurigakan, maka pihaknya meminta agar
warga tidak ragu melaporkan. Diharapkan, sesegera mungkin menyampaikan informasi tersebut kepada aparat terdekat. “Hal itu penting sebagai bagian deteksi dini menjaga keamanan di perairan NKRI ini tetap kondusif. Sesuai protap, setiap kapal yang berlabuh kami periksa dokumen pelayarannya, barang-barang yang diangkut termasuk identitas para Anak Buah Kapal (ABK). Kami mengimbau agar para nelayan ikut juga menjaga keamanan wilayahnya,’’ harap AKP Wayan Parta. (mud) PATROLI – Satpol Air Polres Buleleng bersama TNI-AL meningkatkan pengawasan menyasar pelabuhan rakyat (tradisional) di Buleleng.
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Jaga Keamanan Ubud
Polres Optimalkan Upaya Preventif Gianyar (Bali Post)-
Dua terduga teroris yang tertangkap Densus 88 beberapa waktu lalu memang cukup mengejutkan. Terlebih menurut informasi, mereka sempat mengincar Ubud sebagai sasaran aksi teror. Sementara itu Jajaran Polres Gianyar memastikan hingga kini kawasan kampung turis itu masih aman. Selain itu, polisi juga terus mempertebal personel hingga deteksi dini. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, untuk pengamanan wilayah Ubud, pihaknya lebih banyak menggelar kegiatan preventif. Upaya ini dilakukan dengan mengopimalkan peran bhabinkamtibmas serta keterlibatan pecalang dalam mendeteksi adanya masyarakat yang mencurigakan. “Bhabinkamtibmas sudah rutin menggelar razia rumah kos-kosan,” ujar Priyanto Priyo Hutomo, belum lama ini. Priyanto Priyo Hutomo menambahkan, pihaknya juga mengoptimalkan peran
security, terutama bila melihat orang mencurigakan agar segera melapor ke aparat kepolisian. “Saya sudah menggelar pelatihan satpam. Jika menemukan sesuatu mencurigakan, maka laporkan itu. Mereka sudah saya doktrin agar selalu waspada, selalu mencurigai,” tegasnya. Berdasarkan upaya itu, kata Priyanto Priyo Hutomo, hingga kini belum ada terdeteksi gerakan teroris khususnya jaringan Jammah Anshorut Daulah (JAD) yang mendekat ke Ubud. “Sampai sekarang belum ada pemetaan dari intelejen menemukan
kelompok itu (JAD-red). Kalau soal penetrasi secara tajam, ada CTOC yang di-back up IT. Terlebih penanganan teror ini, Densus 88 yang terdepan secara spesifik,” katanya. Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, pihaknya juga menambah personel di kawasan Ubud yang bersinergi dengan Dinas Perhubungan Gianyar. Personel tersebut ditugaskan khusus mengurai kemacetan yang kini terjadi di Ubud. “Kami tambah personel untuk mengurai kemacetan, karena sedang high season,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/dok
BERWISATA - Sejumlah wisatawan mancanegara sedang berwisata di Ubud. Polres Gianyar memberikan perhatian khusus terhadap keamanan di kampung turis tersebut.
Dampak Proyek Perbaikan Jalan Pihak Keluarga Pertanyakan Kematian Pande Mahayasa PDAM Keluarkan Puluhan Juta Rupiah untuk Perbaikan Sambungan
Gianyar (Bali Post)Penyebab kematian Pande Mahayasa yang ditemukan di perbatasan Pantai Siyut dengan Pantai Lebih masih misteri hingga Rabu (16/10) kemarin. Selama ini, pemuda asal Banjar Taman Kaja, Ubud yang baru tamat di salah satu perguruan tinggi itu memang dikenal pendiam. Hal ini membuat pihak keluarga mempertanyakan kematian korban. Kakak kandung korban, Kadek Pande Brahma, mengungkapkan, Pande Mahayasa merupakan anak terakhir dari empat bersaudara. Selama ini ia dikenal sebagai sosok yang pendiam. Terakhir kali korban berpamitan dari rumah, Minggu (13/10). “Ia (korban-red) memang pamit Minggu lalu. Katanya mau ke Jakarta untuk interviu pekerjaan,” kata Pande Brahma, Rabu (16/10) kemarin. Sebelum pamit, kata Pande Brahma, korban dan keluarganya sempat berfoto bersama di salah satu pura setempat. Usai acara di pura, sang adik pamitan pada Minggu malam. Pande Brahma sempat meminta untuk mengantar sang adik ke bandara, namun ditolak. Korban memilih berangkat sendiri naik motor. “Dia tidak mau (diantar-red), lalu saya sarankan lagi agar
menitipkan motor di rumah kakak di Denpasar,” katanya. Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wita, Pande Brahma berinisiatif menghubungi kakak pertamanya dan mengatakan jika korban hingga saat itu belum sampai di Denpasar. “Pukul 22.00 Wita, kata kakak pertama saya dia tidak sampai di sana. Kami kira dia sudah berangkat langsung,” ujarnya. Waktu tidak sampai di rumah kakaknya tersebut, Pande Brahma mengaku sempat menghubungi korban. Namun, handphonenya masih ketinggalan di kamarnya yang tengah di-charge. Selain itu juga terdapat STNK sepeda motornya. Dua hari terlewati, adiknya yang dikira sudah sampai di Jakarta itu dikabarkan telah meninggal dunia dan mayatnya ditemukan di Pantai Siyut, Selasa sore (15/10). “Kami rasa kepergiannya sangat janggal. Pelipis kanannya memar, rahangnya kayak patah, dan jari jempol tangannya terikat tali tas ransel yang dibawanya saat meninggalkan rumah. Itu sampai-sampai harus menggunakan pisau memutuskan kemarin, karena sangat erat sekali. Makanya, kami ingin tahu jawaban dari kejanggalan-kejanggalan tersebut dan jasadnya masih
di RS Sanglah Denpasar untuk diautopsi,” bebernya. Sambil menunggu hasil autopsi, kata Pande Brahma, pihak keluarga berharap sesegera mungkin menemukan titik terang penyebab kematian korban tersebut. Selain itu, sepeda motor yang digunakannya jenis Honda Vario warna pink DK 6092 LI juga belum ditemukan di seputaran jasad korban tergeletak. Kecurigaan pihak keluarga juga tidak ada, mengingat korban sosok yang polos. “Beda jika adik saya itu urakan. Ini anaknya polos, pulang langsung diam di kamar. Ditanya apa, dijawab hanya itu saja. Siapa harus kami curigai, orang amanaman saja. Handphonenya sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari pihak rumah sakit. Ia juga menampik jika di tubuh korban disebut ada tanda-tanda kekerasan. Namun untuk lebih pastinya, ia meminta untuk menunggu hasil autopsi. “Kalau tanda kekerasan tidak ada. Nanti hasil autopsi kita tunggu untuk memastikan penyebab kematian korban,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
FOTO - Pande Brahma menunjukkan foto adiknya semasa hidup, Rabu (16/10) kemarin.
Gianyar (Bali Post)Tahun ini Pemkab Gianyar cukup banyak melakukan pengerjaan perbaikan jalan. Bahkan untuk jalur kabupaten saja ada 25 ruas pengerjaan. Ironisnya, hampir di seluruh pengerjaan itu berdampak pada rusaknya sambungan PDAM Gianyar. Sepanjang September 2019, pihak PDAM harus menggeluarkan anggaran puluhan juta rupiah untuk memperbaiki sambungan yang rusak tersebut. Direktur PDAM Gianyar Made Sastra Kencana mengatakan hal itu, Rabu (17/10) kemarin. Sastra Kencana mengakui banyak menerima keluhan pelayanan dari pelanggan, khususnya lewat media sosial. Dijelaskan, gangguan pelayanan itu terjadi karena sedang dilakukan perbaikan sambungan yang merupakan dampak domino dari pengerjaan proyek yang sedang berlangsung dari Juli hingga Desember. “Keg-
Bali Post/kmb35
I Made Sastra Kencana
iatan itu banyak sekali. Berdasarkan surat yang kami terima, selain Dinas PU juga ada pekerjaan lain. Inilah yang membuat pelayanan PDAM terganggu,” katanya. Menurut Sastra Kencana, dari Dinas PUPR Gianyar saja
tercatat ada 25 ruas proyek jalan yang sedang dikerjakan. Tidak hanya itu, perbaikan drainase yang mengikuti pelebaran juga kerap berdampak. Keseluruhan proyek jalan tersebut dipastikan berdampak pada terganggunya pelayanan PDAM Gianyar. “Pada pelebaran jalan hingga pengerjaan drainase, pasti pipa PDAM terkena kerukan eskavator atau alat berat. Itu yang menyebabkan gangguan pelayanan. Kondisi ini juga sudah dilaporkan ke Bapak Bupati,” ujarnya. Selain itu, kata Sastra Kencana, proses peremajaan sambungan juga diakui kerap mengganggu pelayanan. Misalnya, peremajaan pada aksesoris sambungan pendukung jaringan. “Jadi, kami ingin masyarakat paham. Setiap kali ada gangguan itu karena kami sedang melakukan perbaikan dari sejumlah kerusakan yang terjadi, serta demo optimalisasi
pelayanan,” tegasnya. Menurut Sastra Kencana, selama proses perbaikan ini PDAM Gianyar juga menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit. Bahkan untuk barang yang keluar dari gudang saja, khusus untuk September 2019 sudah senilai Rp 28,1 juta, belum termasuk biaya penunjang lainnya hingga upah lembur pekerja. “Ini kalkulasi dalam September saja. Jika dikalikan beberapa bulan, biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan bisa ratusan juta rupiah,” katanya. Ironisnya, biaya perbaikan tersebut masuk dalam anggaran tidak terduga. Sehingga, biaya tersebut akan secara langsung dipotong dari laba yang diperoleh setiap tahunya. “Jadi, jangan salahkan PDAM apabila laba kecil atau merugi, karena perbaikan yang harus dilakukan demi optimalisasi pelayanan juga butuh biaya tinggi,” tegasnya. (kmb35)
Tingkatkan Kualitas SDM Pariwisata Gianyar (Bali Post)Sektor pariwisata kini menjadi bidang yang potensial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Di sejumlah daerah, proses perencanaan dan pengembangan sektor pariwisata sering menjadi skala prioritas kerja pemerintahan. Oleh karena itu perlu ada peningkatan kualitas SDM menunjang sektor pariwisata. “Dalam proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan, pembahasan tentang sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan dalam pelayanan kegiatan kepariwisataan yang benar dan efektif seringkali mendapat perhatian yang rendah. Dalam beberapa kasus, bahkan sama sekali diabaikan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Putrawan, S.Sos,. M.Si. di sela-sela Pelatihan Tata Kelola Destinasi di Taman Nusa Gianyar, Rabu (16/10)
kemarin. Menurut Putrawan, hal tersebut mengakibatkan timbulnya permasalahan serius dalam industri kepariwisataan. Bahkan, mengakibatkan terhalangnya partisipasi masyarakat setempat dalam kegiatan ekonomi yang dikembangkan dari pengembangan kepariwisataan. “Dengan merujuk pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, pengertian Sumber daya manusia yang terkait dengan Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah,” terangnya. Putrawan menambahkan, Kabupaten Gianyar merupakan kawasan yang memiliki Daya Tarik Wisata (DTW) terbanyak dibandingkan daerah lainnya di Provinsi Bali. Ke-
beradaan DTW secara otomatis akan mendukung keberadaan destinasi yang ada di Kabupaten Gianyar. Salah satu faktor yang berperan penting dalam pengembangan destinasi pariwisata adalah SDM. Pasalnya, SDM berperan sebagai faktor kunci dalam mewujudkan ke-
berhasilan kinerja pada industri pariwisata. “Pelatihan Tata Kelola Destinasi ini akan memberikan pembelajaran praktis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepariwisataan pada destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Gianyar,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PELATIHAN - Suasana Pelatihan Tata Kelola Destinasi, Rabu (16/10) kemarin.
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Tak Bawa Bekal, Puluhan Suporter Bola Dipulangkan
Negara (Bali Post) – Sedikitnya 29 orang suporter bola yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (16/10) kemarin dipulangkan. Mereka diamankan Satpol PP lantaran adanya laporan dari masyarakat, gerombolan orang berada di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk. Mereka menunggu tumpangan kendaraan yang melintas arah Denpasar. Tujuan gerombolan ini ke Gianyar untuk menjadi suporter sepak bola. Setelah semuanya dikumpulkan di Kantor Satpol PP dan didata, selanjutnya 29 orang ini diberikan pembinaan oleh petugas. “Ada yang membawa KTP, ada yang tidak. Ketika ditanya mereka tidak membawa bekal ke sini,” ujar Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jembrana I Kadek Agus Arianta. Selain tak ber-KTP, mer-
eka juga mengaku masuk ke Bali dengan menumpang kendaraan yang lewat. Baik truk maupun kendaraan lain yang melintas. Mereka naik di bak truk. Begitu juga saat masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk, mereka diturunkan oleh pengemudi truk dan akhirnya diamankan oleh petugas Satpol PP. Dari 29 orang tersebut, Satpol PP mengamankan dari beberapa titik di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk. Seperti di Pos Taman Makam Pahlawan (TMP) lima orang, di Pos Batuagung delapan orang, dan di
DIPULANGKAN - Puluhan suporter bola dipulangkan oleh petugas Satpol PP lantaran tanpa bekal dan di antaranya tak membawa KTP.
Negara (Bali Post) – Warga di lingkungan Samiana, Kelurahan Gilimanuk, Rabu (16/10) pagi, dikejutkan dengan ditemukannya seorang warga yang meninggal di dalam rumah dengan kondisi membusuk.
I Wayan Dana (69) diduga meninggal tiga hari lalu di dalam rumahnya. Kejadian ini terungkap lantaran adanya kecurigaan dari pihak keluarga yang menghubungi korban melalui telepon tidak tersam-
bung. Selanjutya menantu korban yang berada di Denpasar, lantas menghubungi tetangga korban di Samiana, guna mengecek di rumah. Selanjutnya sekitar pukul 07.00 Wita, I Wayan Suartika, tetangga korban
simpang Surapati 16 orang. “Kita beri pembinaan dan selama dua hari di Bali tanpa bekal,” tukasnya. Setelah diberikan pembinaan, puluhan suporter itu langsung dipulangkan melalui Pelabuhan Gilimanuk. Mereka dikawal petugas hingga naik kapal menuju Pelabuhan Ketapang. (kmb26)
Bali Post/olo
Warga Gilimanuk Meninggal di Ruang Diprotes, Jalan Beton Lewati Tanah Warga Tamu, Diduga Sudah Tiga Hari
Bali Post/olo
MENINGGAL - Warga Lingkungan Samiana, Gilimanuk yang ditemukan meninggal di dalam rumah.
mendatangi rumah korban. Begitu masuk di halaman rumah, tercium bau menyengat dan bersumber dari dalam rumah. Suartika lalu mengecek melalui ventilasi kamar ruang tamu rumah. Dari lubang kecil itu, terlihat korban dalam keadaan terlentang di kasur depan TV dalam ruang tamu. Korban terlihat bertelanjang dada dan hanya mengenakan sarung. “Semua pintu rumah terkunci, karena itu saya lihat lewat ventilasi,” ujar Suartika. Dari informasi saksi, korban pernah mengalami riwayat sakit struk ringan namun dalam kesehariannya masih bisa beraktivitas seperti biasa. Korban juga sebelumnya sempat melakukan persembahyangan di Pura Puseh Gilimanuk saat acara piodalan. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke kepolisian guna pemeriksaan lebih lanjut. Tim dari unit Inafis Polres Jembrana yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Gede Alit melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Dari hasil pemeriksaan medis terhadap korban tidak ditemukan adanya tandatanda kekerasan pada tubuh korban. “Setelah dilakukan pengecekan dan olah TKP serta dokter puskesmas, diperkirakan Wayan Dana meninggal sudah tiga hari sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban,” tambah Kanit Polsek Kawasan Laut Gilimanuk Iptu I Putu Suparta. Dari pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak dilakukan otopsi. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Pembangunan jalan rabat beton di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin menimbulkan keberatan. Hal ini dipicu, jalan tersebut diduga dibangun melewati tanah kebun salah seorang warga. Keberatan ini disampaikan melalui surat ke Pemkab Jembrana, Desa setempat dan ditembuskan ke sejumlah instansi lainnya. Terkait keberatan tersebut, Senin (14/10) lalu dilakukan rapat pembahasan permasalahan ini. Bahkan sudah dilakukan rapat mediasi dari desa dengan warga yang keberatan. Tetapi belum ada titik temu. Camat Mendoyo, I Putu Nova Noviana, Rabu (16/10) kemarin, membenarkan adanya keberatan tersebut dan sudah dilakukan mediasi. Dalam mediasi tersebut, pihak pemilik tanah tidak hadir sehingga belum ada titik temu. Tetapi nantinya akan dilakukan mediasi lagi apabila pemilik masih keberatan. Sementara itu, mantan Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika menjelaskan, jalan rabat beton yang telah dibangun itu
sesuai dengan perencanaan dan jalan itu memang sudah ada sejak tahun 1980-an. Sehingga desa tidak membuat jalan baru, tetapi memang dari dulu jalan tersebut ada. Hal ini juga dikuatkan dari para panglingsir di Banjar. Bila ada keberatan, semestinya disampaikan saat pengajuan PTSL beberapa waktu lalu. Warga yang keberatan ini menurutnya merupakan generasi kedua dari yang membuat kesepakatan dulu. Terkait rabat beton ini disebutkannya menggunakan dana desa dan berdasarkan usulan warga tahun 2018. Karena medan yang berat, jalan itu ditata menggunakan alat berat sebelum dirabat. Artinya itu bukan jalan baru, tetapi memang sudah ada jalan. Suardika yang kembali terpilih menjadi perbekel dan menunggu dilantik Desember mendatang ini mengharapkan bila nantinya masih ada keberatan kembali dilakukan mediasi. Namun saat mediasi nanti, warga tersebut diharapkan datang sehingga ada titik temu. Sehingga permasalahan ini bisa dirinci dari segi sejarah dan legalitas statusnya. (kmb26)
Bali Post/olo
TAH WARGA–Jalan rabat beton yang diduga dibangun di atas tanah warga di Yehembang Kangin menimbulkan keberatan.
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Raih WTP Empat Kali Berturut-turut, Pemkab Karangasem Terima Penghargaan PEMKAB Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk keempat kalinya. Atas prestasi WTP keempat kali ini, Pemkab mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Penghargaan itu diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Bali, Tri Budhianto kepada Bupati Mas Sumatri di Wantilan Sabha Widya Praja Disdikpora Karangasem, Selasa (15/10). Tri Budhianto mengatakan, penghargaan dari Kemenkeu ini sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab yang berhasil mempertahankan predikat WTP berturut-turut. Hal itu sekaligus membuktikan
kepada masyarakat, bahwa pengelolaan keuangan di daerah yang menerima penghargaan itu sudah berjalan dengan baik. “Saya ucapkan selamat sekaligus apresiasi kepada Kabupaten Karangasem atas opini WTP keempat kalinya. Artinya, berbagai kriteria sudah dipenuhi Karangasem. Hal itu mengisyaratkan sudah sesuai dengan standar akuntansi pemerintah,’’ ujarnya. Standar akuntansi pemerintah itu, di antar a n y a kep a t uha n t erha dap regulasi, peran APIP (Aparat Pengawasan Internal Pemerintah), juga kewajaran kecukupan pelaporan. ‘’Prestasi itu merupakan modal sangat baik untuk Karangasem. Harapan kami, masyarakat tahu bahwa APBD Karangasem dikelola dengan baik,” ujar
Tri Budhianto. Terkait capaian opini WTP keempat kali berturutturut ini, kata Budhianto pemerintah pusat berencana memberikan reward bonus. Bonus itu akan turun dalam bentuk transfer dana insentif daerah (DID). “Ada beberapa kriteria mendapat DID ini. Salah satunya pencapaian opini WTP. Namun ada kriteria lainnya yang juga harus dipenuhi. Di antaranya capaian pertumbuhan, sosial ekonomi, langkah-langkah pengurangan kemiskinan, indikator ekonomi, IPM (Indeks Pembangunan Manusia), serta program-program di bidang pendidikan. Nah, Karangasem saya lihat sudah bagus. Serapan dana desanya juga cukup tinggi. Hasilnya nanti bisa lihat di APBD 2020,” ucapnya. Bupati Karangasem Mas
Sumatri merasa sangat bangga atas prestasi dan penghargaan yang diberikan pemerintah pusat. Menurutnya, hal ini bisa terwujud lewat upaya dan kerja keras semua komponen. “Terima kasih saya sampaikan atas kerja keras semua komponen terkait. Koordinasi berjalan baik dan saling mendukung antar-OPD. Karena itu kita patut berbangga. Tetapi ingat, prestasi itu harus terus ditingkatkan,” ujarnya. Mas Sumatri mengatakan, atas reward yang dijanjikan pemerintah pusat, Bupati sangat bersyukur. Artinya, dengan PAD yang tidak begitu besar reward dalam bentuk DID yang akan diberikan nanti sangat bermanfaat untuk pembangunan segala bidang di Karangasem. Kepada pimpinan OPD
yang menerima anggaran dari pemerintah pusat, Bupati mengharapkan agar lebih tanggap dan sigap. ‘’Khususnya menyajikan laporan serta mengeksekusi program-program. Sangat penting agar bantuan yang diberikan dari pusat tidak sia-sia. Maksudnya, efeknya benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ad455) PENGHARGAAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat menerima penghargaan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kakanwil DJPb) Bali, Tri Budhianto kepada Bupati Mas Sumatri di Wantilan Sabha Widya Praja Disdikpora Karangasem, Selasa (15/10).
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
Pemkab Klungkung Terima Piagam Penghargaan WTP LKPD TA 2018
TERIMA PENGHARGAAN - Bupati Suwirta saat menerima Piagam Penghargaan Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemkab Klungkung atas Opini WTP LKPD Tahun Anggaran 2018.
TNI Buat Jamban untuk Warga Miskin Semarapura (Bali Post)TNI memberi perhatian khusus pada pola hidup sehat masyarakat. Khususnya tentang hidup sehat yang masih belum terpenuhi karena banyak warga buang air besar sembarangan, lantaran tidak memiliki kamar mandi yang lengkap dengan jamban. TNI menyikapi itu dengan turun langsung membuatkan jamban, kepada sejumlah warga miskin. Seperti yang dilakukan jajaran TNI dari di Kecamatan Banjarangkan, dalam rangka meningkatkan tarap hidup masyarakat desa, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1610-02/Banjarangkan Serma Dewa Carma memusatkan karya bakti dengan membuat jamban. Ini diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu serta yang belum memiliki jamban. Pembuatan jamban dilakukan di rumah I Nyoman Mertayasa (56), warga Dusun Semagung, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan. Mertayasa sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh tani. Ini merupakan wujud kepedulian Kodim 1610/ Klungkung terhadap masyarakat di wilayah binaannya. Menurut Serma Dewa Carma, apabila dibiarkan berlarut-larut akan berpengaruh kepada kesehatan lingkungan
dan masyarakat itu sendiri. “Sebelumnya, kami lakukan pengecekan serta pendataan ke desa-desa, sehingga dalam pelaksanaannya tepat sasaran,” katanya, Rabu (16/10) kemarin. Danramil 1610-02/Banjarangkan Kapten Inf. I Ketut Suwarta mengatakan, dengan memiliki jamban di rumahnya, masyarakat bisa hidup bersih dan sehat. Program ini akan dilakukan secara berkelanjutan, menyasar warga yang kurang mampu. Komandan Kodim 1610/ Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon, dihubungi di tempat terpisah, menyampaikan program bantuan jamban ini sudah berlangsung lama yang merupakan penyediaan sarana sanitasi jamban sehat berbasis masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar stop buang air besar sembarangan. Kegiatan ini juga merupakan wujud Karya Bakti TNI untuk kepentingan masyarakat, menjalin komunikasi sosial dengan masyarakat, serta meringankan beban masyarakat dalam rangka memantapkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Mari bersama TNI wujudkan masyarakat hidup sehat. Kami mengawalinya dengan hal-hal sederhana,” katanya. (kmb31)
Bali Post/gik
KURANG MAMPU-TNI saat membuatkan kamar mandi disertai jamban di rumah warga kurang mampu di Desa Tusan.
Pemkab Klungkung berhasil mempertahankan predikat opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Hal ini diketahui setelah Pemkab menerima piagam penghargaan Opini WTP LKPD TA (Tahun Anggaran) 2018 saat Focus Group Discussion (FGD) mengenai Pelaksanaan Anggaran Daerah di lantai III Ruang Rapat Gedung Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Klungkung, Rabu (16/10) kemarin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, penghargaan ini diraih tidak terlepas dari kerja keras seluruh OPD yang dikoordinasikan Sekda Klungkung. Predikat ini merupakan hasil dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pemerintahan yang baik dan transparan untuk mensejahterakan masyara-
kat. “Ini merupakan hasil kerja tim seluruh OPD yang dikoordinasi oleh Sekda. Tentu juga ini perjalanan panjang yang berproses selama satu tahun. Penghargaan Opini WTP ini bukan menjadi ukuran bagi suksesnya pengelolaan keuangan daerah. Tetapi yang terpenting dari hal itu adalah mampu kesejahteraan masyarakat,” katanya. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Bali Tri Budhianto, juga hadir dalam FGD ini. Ia menyampaikan flash report pelaksanaan anggaran pada Pemkab Klungkung, di dalamnya berisi APBN. Jumlah alokasi APBN yang diterima oleh Klungkung jumlahnya kurang lebih satu triliun. Terdapat Rp 200 miliar dikelola oleh instansi vertikal, dan sekitar Rp 800
miliar dikelola melalui transfer daerah. Untuk dana yang dikelola instansi vertikal sudah baik, dengan adanya peningkatan belanja modal dari Rp 3 miliar menjadi sekitar Rp 50 miliar. Ini sesuai dengan harapan pemerintah pusat, karena dengan peningkatan belanja modal tersebut akan membawa dampak baik dari instansi vertikal. Terkait penyerapan anggaran, tahun ini dikatakan lebih baik dari tahun sebelumnya, yakni mencapai 60 persen. Ini menjadi capaian yang cukup baik untuk Klungkung. “Terkait transfer dana, untuk realisasi ke daerah, berdasarkan jenisnya, Klungkung sudah bagus,” tegasnya. Terkait dana desa, ia mengingatkan agar pelaksanaan dana desa harus melihat periodesasinya, guna membuat masyarakat di desa agar mendapatkan penghasilan
secara berkelanjutan. Ia juga merasa optimistis karena Klungkung memiliki pertumbuhan PAD mencapai 22 persen dan Klungkung memiliki banyak potensi untuk dapat lebih berkembang lagi. Dalam acara tersebut diisi dengan Penyerahan Piagam Penghargaan Pemerintah Republik Indonesia kepada Pemkab Klungkung atas Opini WTP LKPD Tahun Anggaran 2018. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Provinsi Bali Tri Budhianto kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Dalam acara tersebut, turut hadir Kepala KPPN Amlapura Masta Boru Manurung, dan Kepala OPD Pemkab Klungkung, serta undangan terkait lainnya. (ad468)
Pemkab Sesuaikan Tarif Pajak Hiburan Semarapura (Bali Post)-
Pemerintah daerah tahun ini fokus pada pajak hiburan. Sektor ini dinilai potensial mendongkrak PAD, tetapi para pelakunya justru enggan menjadi penyelenggara di Klungkung. Ini disebabkan, karena pengenaan pajaknya terlalu tinggi. Menyikapi persoalan ini, Pemkab Klungkung memutuskan melakukan penyesuaikan tarif, untuk menggenjot kuantitas hiburan di Bumi Serombotan. Sikap pemerintah ini tertuang dalam Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Hiburan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Rabu (16/10) kemarin mengatakan, eksekutif selama ini belum dapat memungut pajak hiburan secara optimal, karena adanya keberatan dari para penyelenggara. Sebab, persentase pajak hiburan selama ini terlalu tinggi. Hal itu kemudian berpengaruh pada perkembangan usaha hiburan sebagai penun-
jang perkembangan pariwisata. Bupati Suwirta menambahkan, ini juga berkaitan dengan hasil evaluasi BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan). BPKP menyarankan agar Pemkab Klungkung melakukan penyesuaian tarif pajak hiburan, dengan mempertimbangkan tarif sejenis yang sudah diberlakukan di kabupaten lain. Melihat dinamika tersebut, dalam penyesuaian tarif ini, Pemkab Klungkung berpedoman pada ketentuan Pasal
45, UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Di sana telah diatur bahwa pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk menetapkan tarif pajak hiburan sebesar 35 persen untuk hiburan berupa pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotek, karaoke, hiburan malam, permainan ketangkasan, panti pijat. Sedangkan spa, pajak hiburannya paling tinggi 75 persen dan untuk hiburan kesenian rakyat paling tinggi 10 persen.
Guna mendongkrak pergerakan ekonomi, penunjang usaha pariwisata dan melestarikan kesenian rakyat, maka pemerintah daerah mengajukan perubahan tarif pajak hiburan. Dalam ranperdanya, Pemkab mengusulkan tarif pajak tontonan film, pagelaran kesenian, musik, tari, binaraga dan sejenisnya, pameran sirkus, akrobat, sulap, permainan biliar, golf, boling, pacuan kuda, kendaraan bermotor, refleksi, pusat kebugaran, pertandingan olahraga, pagelaran busana, kontes kecantikan, spa dan panti pijat. Semua usulan ini tarif pajak hiburannya ditetapkan hanya 10 persen. Sementara untuk tarif hiburan berupa diskotek, kara-
oke, hiburan malam dan sejenisnya, permainan ketangkasan, ditetapkan menjadi 20 persen. Khusus untuk hiburan kesenian rakyat ditetapkan turun menjadi 5 persen. Ketua DPRD Klungkung A.A. Gde Anom, Rabu (16/10) kemarin, menyampaikan pembahasan ranperda ini bersama dua ranperda lainnya, sudah ketok palu dalam sidang paripurna di lembaga dewan. Selanjutnya, ketiganya telah diajukan ke Pemprov Bali, agar diverifikasi lebih lanjut. “Ini (pembahasannya) tidak ngebut. Karena sudah diawali dengan pertemuan antara Balitbang dengan Bapemperda DPRD. Ini sudah singkron. Sehingga langsung bisa paripurna,” tegasnya. (kmb31)
Korupsi Pembangunan Ruang Kelas Wisman Mulai Ramai, Polisi Patroli di Devil’s Tear Kepala SMA Negeri Satap Nusa Penida Dihukum Tiga Tahun
Semarapura (Bali Post)Objek wisata Devil’s Tear, di Desa Lembongan, Nusa Penida, sudah dikenal cukup banyak memakan korban. Pemerintah daerah juga sudah memasang pagar pembatas daerah aman, untuk mencegah jatuhnya korban lagi. Namun, guna memastikan pembatas itu bermanfaat, pihak kepolisian dari Polsek Nusa Penida turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Terlebih, tempat ini belakangan kembali ramai dikunjungi wisatawan mancanegara. Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Gede Putu Ardana, Rabu (16/10) kemarin, mengatakan, meski sudah dipasangi pagar pengaman, pihak kepolisian tetap ingin memastikan aktivitas wisman tetap mematuhi aturan yang sudah dibuat di lokasi. Tidak hanya mematuhi batas-batas pagar pengaman, juga rambu-rambu keamanan lain di sekitarnya. Pihak kepolisian juga proaktif berkomunikasi dengan para guide, agar selalu menekankan kepada wisman yang diajaknya untuk selalu mematuhi aturan yang sudah dibuat pemerintah daerah. Jangan sampai karena terkesima melihat tempat ini, lalu mengabaikan ramburambu yang dipasang petugas. Sebab, gelombang pasang bisa datang tiba-tiba dan menghantam tebing sekitar. Patroli ini dikatakan sebagai salah satu bentuk upaya pencegahan. Belajar dari kasus-kasus sebelumnya, bahwa
adanya korban jiwa di tempat ini, akibat aktivitas wisman di daerah berbahaya, kemudian melakukan selfie dan tibatiba dari belakang diterjang gelombang tinggi. “Kami tidak mau jatuh korban jiwa lagi. Sehingga, Bapak Kapolres selalu mengingatkan kami, khususnya satuan Polsek Nusa Penida, untuk sering turun ke lokasi, melakukan patroli. Lakukan pendekatan dengan para guide, agar mereka selalu mengingatkan serta mengawasi setiap wisman yang diantarnya,” tegasnya. Atas petunjuk dan arahan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, jajaran Polsek Nusa Penida terus melakukan upaya pencegahan, berkoordinasi dengan pihak masyarakat setempat dan pengelola pariwisata. Hal ini ditindaklanjuti Polsek Nusa Penida dan jajarannya dengan melakukan koordinasi dan sosialisasi cara aman berkunjung ke tempat ini. Saat ini objek wisata ini sebagian besar telah diisi imbauan peringatan untuk pengunjung dan pemasangan bendera merah pada tempat yang berbahaya untuk mencegah adanya korban jiwa. “Kami tentu berharap ke depan objek wisata ini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Tetapi, keamanan dan kenyamanan tetap harus menjadi prioritas agar semakin berimbas pada pariwisata Nusa Penida yang semakin meningkat,” katanya. (kmb31)
Dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi pembangunan ruang kelas baru di SMA Negeri Satu Atap (SMAN Satap) Nusa Penida, I Nyoman Beres (55), Rabu (16/10) dihukum selama tiga tahun. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila menyatakan bahwa terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan kesatu subsider. Terdakwa dinilai melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI No.20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Atas perbuatannya itu, terdakwa kemudian dihukum selama tiga tahun penjara. Selain itu, terdakwa yang merupakan kepala sekolah di tempat itu juga dipidana denda sebesar Rp 50 juta, subsider dua bulan penjara. Masih dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, terdakwa juga diwajibkan membayar uang pengganti
sebesar Rp 166.061.838,62. Dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar paling lambat satu bulan sesudah putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Jika terdakwa tidak memiliki harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Atas vonis hakim pimpinan I Wayan Sukanila itu, terdakwa Beres melalui tim penasihat hukumnya masih pikir-pikir. Hal yang sama juga disampaikan tim JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung. Untuk diketahui, perkara dugaan korupsi pembangunan empat ruang kelas baru di SMA Satap Nusa Penida di Desa Tanglad awalnya didalami Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Klungkung di Nusa Penida Oktober 2018 lalu. Hasil lidik, kejaksaan menetapkan kepala sekolah (kepsek), I Nyoman Beres sebagai tersangka. Kerugian dalam proyek ini mencapai Rp 860 juta lebih. Sumber dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Kementerian Pendidikan tahun 2017, yang dialokasikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Bali. (kmb37)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!2Karyawati,2Sopir,SIM B1/A Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU) B.BP.004.10.19.0000448
Butuh segera Sopir brpengalmn SIM A & C Hub:Ayu Orchid (484526) B.BP.001.10.19.0000407
Dcr Admin U/CV Dwi Boga Utama Jl.Buana Raya No.89 Pd.Sambian Hub.0361-4717531 / 486149 B.BP.001.10.19.0000405
Dcr Segera PRT,Penjaga Kantin Sekolah fas.tgl dlm 08174716050 B.BP.001.10.19.0000465
SERVICE
Dcr Staf Admin bs MS.Ofice dan Sopir (tgl dlm)Hb.081237002020 B.BP.001.10.19.0000464
Dcr Tukang Patrun Berpengalman Hub.Bapak Ketut 0818566106 B.BP.001.10.19.0000439
Dcr tng krim lele(pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311 B.BP.004.10.19.0000452
Dcr:Female HK merangkap Cook, utk private villa diCanggu,Kirim CV ke WA:0811388588,atau email:office@wordofmouthbali.com B.BP.004.10.19.0000449
Dcri 2 tng Sopir Serabutan Hub:081999090908 B.BP.001.10.19.0000454
Dibthkn Sgra Satpam U/Ktor,Min Pend SMA, Lam. ph.0361-729196/97 B.BP.001.10.19.0000437
Dicari wanita Pembantu RT tinggal dalam untuk rumah berpengalaman. Gaji 2.5Juta SMS WA 0816571027 B.BP.004.10.19.0000414
PRT (tdr luar) & Sopir umur max 38 th. Renon 08123836575 B.BP.004.10.19.0000450
Sopir SIM B1,Adm,Sales Logstik CV.Tristar 413324 JlCargo24Dps B.BP.001.10.19.0000425
Welder Las Pipa,Admin Finance, Sales Marketing : 085103167222 B.BP.001.10.19.0000134
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Dijual cpt Toyota Hiace 2014 putih,asli Bali,service rutin, Hub:081238673454/081239390607
B.BP.004.10.19.0000447
KEHILANGAN Hilang BPKB NO.H05340663-O DK 6131 FAR AN.Ni Made Wahyuni
B.BP.001.10.19.0000444
Hlg BPKB No.G1308790-O an: I Wayan Mupu,Selat-Karangasem
B.BP.012.10.19.0000453
HlgBPKB&STNKDK8670QGNosin JFW1E1304704 An.I Made Widia
B.BP.001.10.19.0000443
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
FOTO COPY
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
44 Desa Belum Terlayani PDAM Bangli (Bali Post) -
PDAM Bangli belum mampu memberi pelayanan ke semua desa. Dari 72 total desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Bangli, baru 28 desa yang sudah terlayani PDAM. Sebagian besar desa yang belum terjangkau layanan berada di Kecamatan Kintamani. Berdasarkan data PDAM Bangli, saat ini masih ada 44 desa yang belum terlayani PDAM. Rinciannya, di Kecamatan Kintamani 38 desa, Kecamatan Bangli 1 desa, Kecamatan Susut 4 desa dan 1 desa di Kecamatan Tembuku. Plt. Direktur PDAM Bangli Nyoman Terus mengatakan, kendala utama belum terlayaninya 44 desa tersebut karena masalah topografi wilayah. Contohnya di Kintamani. Karena letak sumber airnya jauh di bawah, untuk mengangkat air dari sumbernya harus dibantu dengan mesin pompa. Hal itu memerlukan biaya operasional yang sangat tinggi. “Kalau bicara air bersih, yang utama adalah ada dan tidaknya sum-
ber air. Kedua, masalah teknis penyalurannya. Apakah bisa dengan grafitasi atau bantuan pompa. Kebanyakan di wilayah Kintamani kita harus menggunakan pompa, yang sangat tinggi biayanya. Contohnya untuk angkat air di sumber Pebini kita harus pakai 5 pompa dan itu luar biasa biayanya,” terangnya. Terus menegaskan, dari semua desa yang belum terlayani PDAM, tidak menutup kemungkinan ada desa-desa yang sudah mendapat program Pamsimas dan mengelola air secara swadaya. Dia mencontohkan Desa Awan. Pengelolaan air di desa tersebut dilakukan secara swadaya oleh kelompok masyarakat.
“Jadi belum tentu di desa yang belum terjangkau layanan PDAM, masyarakatnya tidak punya air,” ujarnya. Di sisi lain, Terus juga mengungkapkan, dari 29 desa yang saat ini sudah terlayani air PDAM, belum semuanya bisa terlayani maksimal. Misalnya di desa A, dari 400 pelanggan, layanan yang baru bisa diberikan PDAM hanya lima puluh persen. Ke depan pihaknya akan berupaya meningkatkan agar pelayanan di desa-desa itu bisa maksimal. “Setelah itu baru kami upayakan untuk pengembangan layanan ke desa-desa lain yang selama ini belum terlayani PDAM,” terangnya. (kmb40)
Beberapa Sekolah Minta Air Bersih ke Dinsos Bangli (Bali Post) – Musim kemarau menyebabkan warga di sejumlah desa mengalami kesulitan air bersih. Untuk bisa mendapatkan air bersih, beberapa desa telah bersurat ke Dinas Sosial untuk meminta bantuan. Tak hanya desa, beberapa sekolah di Kintamani juga melakukan upaya serupa untuk memenuhi kebutuhan air saat musim kemarau ini. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta mengakui hal itu, Selasa (15/10) lalu. Dia menyebutkan desa yang mengajukan permohonan bantuan air bersih ke Dinas Sosial yakni Abang Batudinding,
Suter, Abang Songan dan Buahan di Kecamatan Kintamani. Dikatakannya, wilayah tersebut selama ini rutin mengalami kesulitan air saat musim kemarau panjang seperti sekarang. Warga di sana kesulitan air bersih karena stok air yang dimiliki sudah menipis bahkan habis. “Selain desa-desa tersebut, desa Yangapi di Kecamatan Tembuku juga sering kesulitan air bersih saat kemarau,” ujarnya. Sukarta mengaku pihaknya sudah menindaklanjuti permohonan dari desa tersebut dengan mengirimkan mobil tangki yang berisi air bersih. Pelayanan air bersih dilakukan
bersama BPBD. “Permintaan air sejak dua bulan lalu dan sudah kita layani,” ujarnya. Tak hanya desa, Sukarta juga mengatakan bahwa permintaan air di tengah musim kemarau panjang saat ini juga datang dari beberapa sekolah yakni SMPN 6 dan SMPN 7 Kintamani. Sekolah tersebut mengajukan permohonan bantuan air bersih karena uang operasional untuk pembelian airnya sudah habis. Sekolah membutuhkan air untuk keperluan minum dan toilet. Sukarta mengatakan, jumlah air yang dikirim disesuaikan dengan kapasitas penampungan yang dimiliki desa/sekolah. (kmb40)
Bangli Kekurangan Tenaga Kesehatan Bangli (Bali Post) – Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli kekurangan tenaga kesehatan. Selain dokter, tenaga kesehatan yang masih banyak dibutuhkan yakni bidan, perawat dan tenaga gizi. Pihak Dinas Kesehatan mengakui kurangnya tenaga kesehatan tersebut cukup berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas
I Wayan Jimat
Bali Post/kmb40
yang tidak bisa berjalan optimal. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli I Wayan Jimat mengatakan, kekurangan tenaga kesehatan ini terjadi karena banyak yang sudah pensiun. Sementara di sisi lain, Pemkab Bangli sudah cukup lama tidak melakukan pengangkatan tenaga kesehatan untuk ditempatkan di puskesmas-puskesmas. “Terakhir kali pengangkatannya tahun 2010 lalu,” ungkapnya, Rabu (16/10) kemarin. Dia menyebutkan, sesuai data hasil analisis jabatan (anjab), tenaga kesehatan yang saat ini paling banyak dibutuhkan, yakni bidan sebanyak 54 orang. Disusul dokter 22 orang, perawat (D3) 21 orang, perawat (S-1) 12 orang, apoteker 9 orang, tenaga gizi (D-3) 13 orang, tenaga kesehatan lingkungan 9 orang, asisten apoteker 7 orang dan tenaga laboratorium 12 orang. “Dari 12 puskesmas yang kita miliki semuanya kekurangan tenaga kesehatan,” ujarnya. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Jimat mengaku sudah mengajukan usulan pengadaan tenaga kesehatan ke Pemerintah Kabupaten setiap tahunnya. Pihaknya berharap usulan itu bisa segera terealisasi sehingga pelayanan kesehatan di puskesmaspuskesmas bisa optimal. Dia mengakui, kurangnya tenaga kesehatan menyebabkan Dinas Kesehatan Bangli sulit mencapai program-porgram kesehatan. “Karena tenaga kesehatan kita kurang, pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas jadi tidak bisa maksimal. Untuk memenuhi kekurangan itu, kita sementara maksimalkan tenaga pengabdi baik perawat dan bidan. Mereka bekerja tanpa ada ikatan dan tanpa dibayar,” katanya. (kmb40)
OBJEK WISATA - Suasana di objek wisata Penelokan, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Disparbud Sosialisasi SE
Retribusi Wisata ke Kintamani Naik Per 1 Januari 2020 Bangli (Bali Post) – Mulai 1 Januari 2020, Pemerintah Kabupaten Bangli akan memberlakukan kenaikan tarif retribusi wisata ke Kintamani. Terkait rencana itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli sudah melakukan sosialisasi dengan menyebarkan Surat Edaran (SE) ke setiap wisatawan yang berkunjung ke Kintamani. Kabid Bina Objek Disparbud Kabupaten Bangli Wayan Bona mengatakan, sosialisasi terkait kenaikan retribusi itu sudah dilakukan sejak sebulan terakhir. “Setiap wisatawan yang lewat pos pintu masuk, kami berikan surat edaran. Kami juga akan berikan ke travel agent dan pelaku wisata lainnya,” ujarnya, Rabu (16/10) kemarin. Adapun isi SE yang ditandatangani Kadisparbud Wayan Adnyana itu, jelas Bona, yakni pemberitahuan tentang kenaikan tarif retribusi yang akan diberlakukan mulai awal tahun 2020. Besaran retribusi yang akan diberlakukan nanti berbedabeda. Untuk wisatawan asing dewasa akan dikenakan retribusi Rp 50 ribu. Nilai itu naik dari sebelumnya Rp 30 ribu per orang. Sementara wisatawan asing anak-anak dikenakan Rp 30 ribu per orang naik dari sebelumnya Rp 25 ribu per orang. Untuk wisatawan domestik, nantinya akan dikenakan retribusi Rp 25 ribu per orang, naik dari sebelumnya Rp 15 ribu, sedangkan anak-anak Rp 15 ribu per orang, naik dari sebelumnya Rp 10 ribu. Dalam surat edaran tersebut, diberlakukan juga tarif retribusi bagi wisatawan yang bersepeda. Untuk wisatawan asing dewasa Rp 50 ribu, wisatawan asing anak-anak Rp 30 ribu, wisatawan domestik dewasa Rp 30 ribu dan wisatawan domestik anak-anak Rp 15 ribu. Bona mengatakan, respons
wisatawan terkait rencana kenaikan retribusi tersebut beragam. Ada yang mendukung, dan tak sedikit juga wisatawan yang kurang menerima rencana kenaikan retribusi itu. Dengan adanya rencana kenaikan tarif itu, pihaknya diminta untuk menyiapkan fasilitas yang memadai baik parkir, toilet dan menambah sarana prasarana lainnya. “Termasuk pedagang kita diminta untuk menata agar tertib dan wisatawan
nyaman,” terangnya. Diterangkannya, rencana kenaikan tarif retribusi wisata tersebut sudah melalui pertimbangan dan persiapan. Bona mengaku sudah melakukan studi banding ke objek wisata Tanah Lot yang juga menerapkan pungutan retribusi serupa. Menurutnya, tarif retribusi wisata Kintamani saat ini memang sudah selayaknya dinaikkan. Sebab sesuai ketentuan, tarif retribusi harus ditinjau
kembali setiap tiga tahun. Kenaikan tarif ini akan diatur dalam peraturan bupati (perbup). Sebagaimana yang pernah diberitakan sebelumnya, rencana kenaikan tarif retribusi ini pertamakali diwacanakan Bupati Bangli I Made Gianyar beberapa waktu lalu. Kenaikan tarif retribusi dirancang untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan destinasi wisata menjadi lebih baik. (kmb40)
Kamis Kliwon, 17 Oktober 2019
OLAHRAGA
15
Timnas Kalah Lagi
Suporter Ingin Luis Milla Kembali Jakarta – Indonesia tengah babak belur di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G. Irfan Bachdim dkk. tak mampu sekalipun meraih poin. Empat kali bertanding, mereka selalu menelan kekalahan, tiga di antaranya bahkan terjadi di kandang sendiri. Alhasil, Indonesia pun terjerembab di dasar klasemen.
Hingga Kuartal 3, Penjualan Daihatsu Sigra Naik 4,4%
Nama Luis Milla digaungkan untuk kembali melatih Timnas Indonesia guna membantu Garuda bangkit dari keterpurukan. Tapi muncul satu pertanyaan di tengah isu tersebut. Mampukah PSSI membayar gajinya? Kondisi buruk timnas membuat kursi pelatih Simon McMenemy, digoyang. Desakan mundur pun mulai bergema, khususnya di kalangan suporter. Nama Luis Milla dise-
but-sebut sebagai pengganti yang paling pas. Pelatih asal Spanyol itu dirindukan publik sepak bola Indonesia untuk kembali menukangi timnas. Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, angkat bicara mengenai situasi Milla. Ia mengatakan hal ini bisa menjadi kenyataan, sebab Milla pun amat menyukai atmosfer sepak bola Indonesia. Apalagi, ia sedang tak terikat kontrak dengan tim mana pun.
“Saya dengar dari sumber yang terpercaya yang bersangkutan masih mau menegosiasikan gajinya jika diminta melatih Timnas Indonesia lagi, karena beliau telanjur jatuh cinta dengan Indonesia. Jadi, tidak kaku seperti yang dibayangkan,” ujar Gatot Rabu (16/10) kemarin. Namun, ada yang harus dipikirkan adalah gaji yang harus dibayarkan pada Luis Milla. Seperti diketahui, gaji Milla tak murah. Pada periode pertamanya melatih Indonesia, PSSI harus merogoh kocek sekitar Rp 2 miliar per bulan untuk Milla dan jajaran stafnya. Menurut Milla kala itu, PSSI beberapa kali telat
membayar tepat waktu. Hal ini membuat Milla kesal dan menuduh induk sepak bola nasional itu tak profesional. “Yang dimaksud Luis Milla tidak profesional itu PSSI mengingkari kontrak, bukan memutus kontrak sepihak. Mengingkari kontrak yang saya tahu adalah PSSI terlambat membayar gaji. Beda dengan PSSI memutus kontrak Milla di tengah jalan,” ujar anggota Komite Eksekutif PSSI, Yoyok Sukawi, beberapa waktu lalu. PSSI punya reputasi buruk di masa lalu dengan Milla. Jika memang Milla ingin direkrut kembali, tentunya PSSI harus bisa menjamin kejadian serupa tak terulang lagi. (kmb33)
Negara Memanggil
“Kalau bahasa Pak Prabowo, bila negara memanggil tidak ada alasan, kata Pak Prabowo patriotisme itu penting. Dalam rangka merukunkan dan memajukan bangsa. Ini sangat tergantung Pak Jokowi apakah akan menggunakan konsepsi itu atau tidak,” tuturnya di sela-sela Rakernas
Partai Gerindra di kediaman Prabowo, Bukit Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10) kemarin. Lebih lanjut, Dahnil menyebutkan bahwa Prabowo Subianto telah menyodorkan konsepsi “dorongan besar” ke presiden RI terpilih, Jokowi, sekitar sebulan lalu. Menurutnya, konsepsi itu merupakan tiga poin yang disebut sebagai
dorongan besar bagi Jokowi dan pemerintah. Pertama, mengenai pembangunan ekonomi Indonesia dengan semangat ketahanan pangan, energi, pertahanan dan keamanan yang kuat. Kedua, jika konsepsi itu digunakan oleh Jokowi dan pemerintahannya selama lima tahun ke depan, Prabowo beserta Partai Gerindra mempersilakannya. Tapi, jika ti-
dak digunakan, menurutnya, Partai Gerindra akan tetap bekerja sama untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ketiga, Prabowo memutuskan tetap menjaga kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara, bersilaturahim, serta berkomunikasi untuk musyawarah mufakat bagi kepentingan bangsa dan negara. (ant)
Pertumbuhan Kredit
DAIHATSU - New Astra Daihatsu Sigra 1.2 R Deluxe (Glittering Silver Metallic). DAIHATSU kembali meng-update pencapaian penjualannya hingga September 2019. Berdasarkan data Gaikindo, penjualan ritel pasar otomotif nasional mencapai sekitar 758 ribu unit hingga YTD September 2019, atau turun 10,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, tercatat total angka penjualan ritel Daihatsu tahun ini sejak Januari-September mencapai 127.639 unit, yang masih didominasi Sigra dengan pencapaian total 37.241 unit atau berkontribusi sebesar 29,2%. Disusul Gran Max PU 25.865
unit (20,3%) serta Ayla, Gran Max MB, dan Terios berada di angka sekitar 15-17 ribu unit (12-13%). Pada segmen LCGC hingga kuartal 3 2019, mencapai 160.532 unit atau menurun 2,5% dibandingkan tahun lalu. Namun, kontribusi di segmen LCGC meningkat dari 19,3% pada tahun 2018, menjadi 21,2% pada 2019. Sementara itu, penjualan LCGC Daihatsu meningkat sebesar 1,4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari total volume 53.497 unit menjadi 54.257 unit, atau kenaikan
kontribusi dari 37% menjadi 42,5%. Daihatsu Sigra juga mengalami peningkatan 4,4% dibanding tahun lalu yang mencapai 35.685 unit, menjadi 37.241 unit. “Kami bersyukur hingga kuartal 3 penjualan Sigra menunjukkan tren positif. Kami berharap New Astra Daihatsu Sigra yang baru diluncurkan pada September 2019 lalu, bisa mewujudkan impian masyarakat Indonesia untuk memiliki kendaraan keluarga yang handal,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns2)
Benar-benar Matang Pada kesempatan tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka wiryastuti atau yang akrab disapa Bupati Eka tersebut mengatakan, untuk menerapkan sistem tiket elektronik ini telah dilakukan berbagai pertimbangan dan melalui berbagai tahapan yang benarbenar matang untuk menentukan bentuk formatnya. Akhirnya, setelah melalui proses penerapan secara resmi tiket elektronik ini bisa diluncurkan. “Sebelumnya seperti punya beban yang berat di pundak, bukan karena tidak mau melaksanakan e-ticketing tetapi bentuk formatnya kita belum jelas waktu itu. Astungkara hari ini, saya mengucapkan terima kasih, khususnya kepada BPD karena telah membantu kami merealisasikan mimpi kami menerapkan e-ticketing di DTW Tanah Lot,” ungkap Bupati Eka. Bupati Eka menjelaskan, Tabanan telah berani mengambil sikap menerapkan tiket elektronik di destininasi wisatanya, khususnya di Tanah Lot. Lanjutnya, penerapan tiket elektronik ini sangat besar manfaatnya bagi pengelolaan keuangan, transparansi dan akuntabilitas di DTW tersebut dan juga mampu menunjang pendapatan asli daerah. Di samping itu, sekarang ini su-
dah zamannya digital sehingga sebagian besar orang ingin proses yang mudah tanpa berbelit-belit. Ke depannya, Bupati Eka menambahkan hal ini juga akan terus dikembangkan. Bekerja sama dengan BPD dan unsur terkait lainnya, diusahakan tiket elektronik ini nanti bisa buy online dan muncul di setiap website yang telah disediakan seperti di website BPD, Website Pemda dan Website Tanah Lot, sehingga memudahkan orang untuk datang ke Tanah Lot. “Dan kembali lagi sekarang sudah dunianya digital, orang mau nonton tinggal datang ke tempat tiket sudah tinggal nonton saja. Sekarang sudah buy online apalagi BPD juga akan menawarkan buy online itu bisa di website BPD ditayangkan. Mereka tidak perlu ngantre di sini, bisa di web Tanah Lot nanti, bisa di website kita di Tabanan sehingga orang bisa dimudahkan untuk datang, terutama travel agent harus disosialisasikan. Jika ingin datang tinggal masuk ke website kami, sehingga datang ke sini sudah siap dengan tiketnya. Lebih baik efektif, efisien, kita datang sudah bawa tiket. Nah itu ke depannya,” ujar Bupati Eka. Setelah beberapa lama, tegas Bupati Eka, kegiatan ini harus di-review kembali dan juga adakan uji coba di tempat
wisata lainnya yang ada di Tabanan, seperti di Jatiluwih dan Ulundanu Beratan. “Ini sudah action bukan uji coba lagi. Tolong Pak Asisten, Pak Sekda yang menangani tolong ini ditindaklanjuti lagi sehingga ini kompak semua, DTW kompak sudah menggunakan e-ticketing (tiket elektronik),” tegas Bupati Eka. Dengan telah diterapkannya sistem ini, Bupati Eka mengucapkan syukur dan terima kasihnya kepada semua unsur yang terkait dalam mewujudkan penerapan tiket elektronik tersebut sehingga menjadi salah satu tonggak sejarah di Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan retribusi tiket secara elektronk dan tentunya menuju transparansi pengelolaan DTW Tanah Lot. “Sukses saya ucapkan dan sekali lagi ini merupakan hasil yang akan kita kenang ke depan, karena dengan adanya e-ticketing ini tentunya akan meningkatkan pendapatan kita. Dan tentunya akan menjadi pertanggungjawaban yang transparan sehingga kita akan tahu ke depan pendapatan kita seberapa. Terima kasih untuk semua yang sudah berpartisipasi dalam e-ticketing ini, mudah-mudahan ke depan kita bisa tampilkan yang terbaik khususnya dalam pengelolaan pariwisita, khususnya Tabanan dan Bali pada umumnya,” ujar Bupati Eka.(Ad461)
Kamis, 17 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Kuru Setra Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam
09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita
Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Soman Puja Trisandya Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi, Mephala Sukertaning Pemangku (2) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping
16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Lipsus Simakrama Gubernur Bali Dengan Rektor PTN,PTS dan BEM Se-Bali 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Ketika WNA Ngekos 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (16/10) kemarin, usai membuka ASEAN Chartered Profesional Accountans (CPA) 2019, di Inaya Putri Bali Hotel, Nusa Dua. Perbankan dari sisi pertumbuhan kredit dikatakan juga masih terjaga momentumnya. Tekanan dari kondisi global menyebabkan banyak
pelaku bisnis melakukan kalkulasi terhadap risiko. Hal ini terlihat dalam indikator PMA yang menurun, dan impor bahan baku dan barang modal juga mengalami tekanan pada 2018 dan 2019. “Ini yang perlu tetap kita waspadai untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada saat beberapa faktor yang menyebabkan investasi itu mendapatkan tekanan yang berasal dari global,” ujarnya.
Presiden pun sudah menyampaikan agar mempermudah investasi di Indonesia. Kemudahan investasi ini merupakan suatu hal yang akan terus diformulasikan oleh para menteri termasuk mengusulkan legislasi pada DPR. Dengan membaiknya iklim investasi, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada 2019 yaitu 5,08 persen. Proyeksi pertumbuhan ini tidak terlepas dari tekanan
terbesar pada ekspor karena mengalami negative growth. Secara umum, ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5 persen. Pertumbuhan ini dinilai cukup bagus jika dibandingkan dengan negara lain seperti yang disampaikan proyeksi IMF terhadap pertumbuhan RRT di bawah 6 persen yaitu 5,8 persen, India mulai turun di bawah 6 persen, dan negara-negara Eropa juga mengalami tekanan. (kmb42)
Harus Jelas
“Kalau kita ngomong masalah hukum, harus jelas. Tidak ambivalen. Perlu atau tidaknya, menurut saya perlu. Sekarang kita sudah merancang perda tentang perlindungan barang-barang sakral, pratima, dan lain sebagainya,” terang Ketua PHRI Bali ini. Sementara terkait upaya pencegahan hal serupa terulang kembali pada masa depan, pria yang akrab dipanggil Cok Ace ini mengatakan, sudah mengambil sejumlah
kebijakan berbasis di desa adat. Antara lain, kalau desa adat tidak siap mengamankan pura-nya, agar ditutup untuk wisatawan. Menurut Cok Ace, pemerintah maupun PHDI belum bisa melarang wisatawan asing untuk masuk ke pura. Mengingat, ada bermacammacam status pura seperti Pura Keluarga, Pura Kahyangan Desa, Pura Kahyangan Jagat, Pura Dadia, dan lainnya. Untuk Pura Keluarga, Pura Dadia, atau Pura Desa, mesti ada kesadaran dari pengempon untuk menata mana yang boleh
dan mana yang tidak boleh. “Tidak bisa kita intervensi sampai sejauh itu. Pura Desa misalnya, kalau masyarakatnya mampu untuk mengawasi, kemudian mengantar, menjelaskan dengan baik, kan desa yang mempunyai ranah,” jelasnya. Cok Ace menyebut pemerintah dan PHDI baru bisa angkat bicara jika menyangkut Pura Kahyangan Jagat seperti Pura Besakih. Oleh karena itu, ada rencana penataan Pura Besakih untuk menjaga kesuciannya. Nantinya, tidak semua
orang bisa masuk ke Pura Besakih selain untuk sembahyang. Termasuk dilakukan penataan parkir, pedagang, dan lainnya. Namun, pihaknya sudah berbuat untuk mengantisipasi pelecehan tempat suci oleh wisatawan asing kembali terulang. Mengenai sanksi bagi para pelaku pelecehan tempat suci, dikatakan, bergantung dari tingkat kesalahannya. Apakah ada unsur kesengajaan dan sebagainya. Kemudian melihat pula tempat suci yang menjadi objek pelecehan. (dar/rin)
TOP IN VASI WONDERFUL BALI KAMIS KLIWON, 17 OKTOber 2019
ITDC Berupaya Tingkatkan Kunjungan Wisman
BUDAYA
Dian Hadirkan Musik ’’Easy Listening’’
PENDIDIKAN
Tingkat Hunian Hotel Masih Bagus
SEBAGAI pengelola kawasan the Nusa Dua, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terus berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Nusa Dua. Tidak hanya melalui kegiatan promosi yang bekerja sama dengan hotel di kawasan tersebut, tetapi juga dengan menggelar event berskala internasional. Managing Director ITDC Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, menyampaikan, tak hanya dalam bentuk promosi, namun ada beberapa kalender event yang akan digelar di Nusa Dua. Pada Oktober ini, ada Nusa Dua Fiesta yang merupakan event musik dan seni yang dihelat pada 25-27 Oktober 2019. Event ini yang ke-23 kalinya digelar. “Kami berharap, event ini juga sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Nusa Dua dan Bali pada umumnya,” katanya Rabu (16/10) kemarin. Ardita yang mantan General Manager PT Angkasa Pura I Lombok International Airport ini menyebutkan, tingkat hunian hotel di Nusa Dua masih sangat bagus. Dari data yang ada, pada Agustus hingga pertengahan September, rata-rata tingkat hunian hotel mencapai 86 persen. Apabila
KULINER
KESEHATAN
TOP IN VASI
dibagi segmennya, untuk vila memang relatif lebih rendah dibandingkan hotel bintang 5. Sedangkan, pada bulan September, memang mengalami sedikit penurunan. Namun, kata dia, tingkat hunian secara rata-rata masih di atas 75 persen. Wisatawan yang berkunjung masih didominasi wisatawan Tiongkok yang mencapai 20 persen, disusul Australia, Rusia, dan Amerika. “Saya kira itu sudah suatu yang bagus kita capai dan perlu kita pertahankan secara bersama-sama,” ujarnya. Diakuinya, memang pada bulan JuniJuli, jumlah kunjungan relatif lebih rendah. Karena saat itu masih adanya isu bencana seperti Gunung Agung. Selain itu, ada juga aktivitas politik seperti pemilu. Tentunya pihaknya berharap, tidak hanya industri pariwisata, namun juga masyarakat Bali dan Indonesia agar tetap menjaga stabilitas dan kondisi keamanan di seluruh Indonesia dan Bali. Karena untuk pariwisata, hal itu sangat sensitif. “Oleh karena itu, dengan kebersamaan kita, dengan stabilitas dan keamanan yang baik, tentu pariwisata juga akan stabil,” harapnya. (edi) I Gusti Ngurah Ardita
WONDERFUL BALI
SENIMAN NAMA penyanyi cantik, Luh Paramitha Ardianti atau lebih dikenal Dian AFI, pernah menghiasi belantika musik Bali. Wanita kelahiran 20 Oktober 1987 ini sempat merilis album ‘’Boya Ja Milu– milu’’ (2006) dan album ‘’Ulian Tresna’’ (2011). Bahkan, pada tahun 2006, Dian sempat menjadi finalis kompetisi musik nasional, Akademi Fantasi Indonesia (AFI). Identitas inilah yang membuatnya tidak lupa dengan dunia music, meskipun disibukkan sebagai pegawai protokol di Pemkot Denpasar, di samping menjadi seorang ibu rumah tangga. Hal ini dibuktikannnya dengan merilis single terbaru pada awal tahun 2019 ini yang direspons positif para penggemarnya. Single berbahasa Bali dan Indonesia ini diberi judul “Wajar Cemburu”. Lagu ini mengungkap mimpi dari kisah cinta yang tak mau kehilangan karena telanjur sangat mencintai. Menariknya, single ini diciptakan penyanyi pop Bali ternama, Tu Krisna, dari
Dr. I Ketut Kerta BUDAYA Spesialis Kepala Sekolah PENDIDIKAN
PADA era 1970-an, anak muda yang ingin menjadi guru biasanya dari keluarga petani dan keluarga tak mampu. Salah satunya Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd. Bahkan, Kerta bisa dikatakan mencatatkan diri sebagai guru pertama di Badung yang meraih gelar doktor. Sekaligus Ketut Kerta sering diberi julukan spesialis kepala sekolah (kasek) lantaran setengah dari masa mengabdinya sebagai kasek. Ketut Kerta saat remaja adalah anak yang matilesang raga, modalnya hanya melanjutkan studi di Diploma I FKIP Unud di Singaraja Jurusan Bahasa Indonesia. Tahun 1982, langsung diangkat menjadi guru SMPN 1 Mengwi. Semangatnya perlu ditiru, sambil mengajar dia kuliah S-1 di IKIP Saraswati Tabanan jurusan Bahasa Indonesia. Atas dedikasinya, tahun 1994, ia meraih juara II guru teladan nasional sehingga sempat bersalaman dengan Presiden Soeharto. Dia pun mendapat bonus ke Brunei. Tahun 1996, ia diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Petang. Hebatnya, SK-nya langsung diberikan Kemendikbud Wardiman. Namun, selama setahun menjadi kasek tak mendapat tunjangan karena tanpa sertifikat cakep. Dia baru diklat cakep
SENIMAN
pada 1997. Dia nekat kuliah S-2 masih dalam bentuk rintisan kelas jauh Uhamka. Maklum, saat itu belum ada S-2 di Bali. Dia pun kuliah S-2 bersama para pejabat di Bali, sekalipun harus ngajag PP dari Petang-Denpasar. Tahun 2004, Ketut Kerta diangkat menjadi Kepala SMPN 1 Mengwi hingga 2008. Saat itu, dia mendapat predikat II kasek berprestasi tingkat nasional. Dia juga mendapatkan penghargaan khusus satya lencana pendidikan dari Presiden SBY dan satya lencana pengabdian 30 tahun. Prestasi ini yang mengantarkannya pada 2008-2017 menjadi Kepala SMAN 1 Kuta Utara. Mulai 2017, dia menjadi Kepala SMAN 4 Denpasar sehingga wajar disebut doktor spesialis kasek. Gelar doktor ia peroleh di Universitas Negeri Malang 2010, saat sedang memimpin SMAN 1 Kuta Utara. Program S-3 ditempuh selama 2 tahun, tiga bulan, termasuk tercepat di Fakultas Manajemen Pendidikan. Disertasinya mengangkat masalah action plan, insentif, motivasi guna menin-
gkatkan kinerja guru se-Bali. Dia mengambil sampel di RSBI se-Bali. Hasilnya, bahwa tak semata-mata insentif meningkatkan kinerja, namun rencana kerja, motivasi kepemimpinan yang humanis dan rasa memiliki dapat meningkatkan kinerja guru yang p a d a a k h irnya terwujudnya pelaya n a n pendidikan bermutu. (sue)
vokalis KIS Band, yang diaransemen oleh Sila, serta video klipnya digarap oleh penyanyi pop Bali, Rahtut [XXX]. Kolaborasi musisi dan ketiga penyanyi pop Bali ini tentunya merupakan wujud kebersamaan dalam menggairahkan daya saing belantika musik Bali dalam era globalisasi teknologi serbacanggih, di tengah maraknya praktik pembajakan karya cipta khususnya di bidang seni musik selama ini. Anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Nyoman Santi Artha dan A.A. Sagung Wiriastini ini berharap, melalui single terbarunya mampu menghibur kerinduan para pencinta musik pop Bali khususnya penggemar setia tembangnya selama ini. Istri dari A.A. Aryadi Meitha dan ibu dari A.A. Ayu Arsita Melody ini Rabu (16/10) kemarin, mengatakan, dipilihnya lagu ciptaan Tu Krisna KIS, karena sangat simpel, easy listening, dan gampang diingat serta mengungkap kejadian dalam kehidupan seharihari. Penyanyi solois yang juga anggota or-
ganisasi sosial Pramusti Bali ini menuturkan bahwa proses penggarapan video klip ini melibatkan rekan kerjanya di Protokol Pemkot Denpasar, Dayu Kresna dan Dewa Winata. Menariknya, lokasi syuting video klipnya di sungai, tepatnya Tukad Bindu yang saat itu sedang tahap pembenahan sebagai ruang publik, sarana wisata kota. (win)
Berawal dari Hobi Buka Warung Lawar BERAWAL dari hobi, seorang pemuda, I Gede Agus Adhinata Arynandana, mencoba membuka usaha kuliner. Tanpa rasa gengsi, Agus berusaha menghasilkan pendapatan melalui usaha yang dijalani. Dengan bermodalkan keberanian, Agus mulai membuka warung lawar yang menonjolkan cita rasa khas masakan Bali. Namanya Warung Man Tablun Badung di daerah Kapal. Daging kambing dan kuwir dipilihnya sebagai bahan baku lawar. “Awalnya sebenarnya karena hobi. Kemudian saya berpikir bagaimana hobi ini bisa juga menghasilkan,” ungkapnya Rabu (16/10) kemarin.
Menurutnya, lawar kambing dan kuwir, sengaja dipilih sebagai menu andalan warung tersebut. Karena sepengetahuan dia, di wilayah Kelurahan Kapal masih sangat jarang ada tempat kuliner yang memunculkan menu tersebut. Padahal, potensi pasar dirasa cukup menjanjikan. “Peluang usaha kuliner di wilayah Kapal ini, saya rasa cukup baik. Selain karena adanya Rumah Sakit Daerah Mangusada Badung, juga dekat dengan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung,” ucapnya. Semangat dari Agus ini patut ditiru oleh generasi muda lainnya. Karena, dari hobi, bisa membuka usaha sendiri. (edi)
Pemerataan Teknologi Tujuan Utama
PEMERATAAN teknologi di seluruh wilayah Indonesia menjadi tujuan utama. Saat ini Biznet memiliki jaringan kabel optic sepanjang 33.000 km tersebar di lebih dari 110 kota di Pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Batam. Di akhir tahun 2019, jaringan Biznet akan resmi hadir di Pulau Kalimantan dan Sulawesi. Senior Manager East Regional Biznet, Bagus Wicaksono didampingi Marketing Manager Regional East Indonesia Ari Widianingsih mengatakan, di usia ke-19 ini Biznet mengambil tema sebagai perusahaan infrastruktur digital terintegrasi karena telah memiliki semua network teknologi. Yaitu kabel fiber optic sepanjang 33.000 km dari Singapura ke Bali
dengan menghidupkan lebih dari 110 kota. Dengan network yang besar itu, ia juga memiliki layanan tv kabel. Tahun 2020, rencananya akan dilaunching IPTV, memiliki data center di Jakarta dan di Bali, tepatnya di Rimba, Ayana. Tahun 2020, juga akan dilaunching data center baru di Yogyakarta. Selain data center, ia juga memiliki cloud computing. “Empat core bisnis utama ini yang bisa membuat kami menjadi perusahaan infrastruktur terintegrasi. Teknologi IPTV, data center, cloud computing kami kelola sendiri,” ungkapnya saat gathering media Selasa (15/10) di Two Fat Monks, Renon. (may)
Bagus Wicaksana dan Ari Widianingsih
Bali Post/kmb42
Bali Post/edi
LAYANI PEMBELI - Gede Agus Adhinata Arynandana saat melayani pembeli.