terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 32 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila Denda Tas Plastik ‘’Hoax’’
Anggota Dewan Gadaikan SK
Beberapa waktu terakhir ini banyak beredar informasi yang menyatakan pengguna tas plastik akan di denda Rp 500.000. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta Satpol PP Kota Denpasar memastikan kabar tersebut hoax.
Usai pelantikan bulan lalu, belasan anggota Dewan Gianyar berbondong-bondong menggadaikan SK DPRD di bank. Berapa jumlah uang yang dipinjam?
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Kebakaran Hutan Gunung Agung Belum Padam Ternyata kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung hingga Senin (16/9) kemarin belum bisa diakhiri. Hal itu membuat kebakaran semakin meluas hingga mencapai dua hektar.
GIANYAR | HAL. 9
DENPASAR | HAL. 2
KARANGASEM | HAL. 11
Bali Belum Bebas Rabies Denpasar (Bali Post) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali menggelar rapat evaluasi penanganan rabies di kantor setempat, Senin (16/9) kemarin. Disebutkan bila cakupan vaksinasi untuk mencegah rabies di Bali sudah mencapai angka 92 persen per September 2019. Akan tetapi, titer antibodi anjing justru ditemukan masih rendah. Rata-rata hasil sero-surveillance tiga bulan pascavaksinasi rabies, menunjukkan hasil herd immunity 60,6 persen di seluruh Bali. Oleh karena itu, penyisiran ulang terkait vaksinasi anjing akan kembali dilakukan.
’’Fast Boat’’ Terbalik Dua Wisman Tewas di Devil’s Tear Semarapura (Bali Post) Pantai Devil’s Tear di Banjar Kawan, Desa Lembongan kembali memakan korban tewas. Fast boat yang ditumpangi dua wisatawan asing terbalik dihantam gelombang di sekitar tempat ini, Senin (16/9) kemarin. Mereka sempat dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Nusa Penida II, tetapi nyawanya tak tertolong lagi. Kapolsek Nusa Penida Kompol Komang Reka Sanjaya mengatakan awalnya ada tiga orang di atas Fast Boat Nagasima-Go tersebut. Mereka antara lain Kapten Suandak (35) bersama dua penumpang; Caval Heir O Biron (48) asal Brazil dan Victor Johannes Allers (43) asal Afrika Selatan. Keduanya menginap di Villa D’Nusa kamar 111, Banjar Kaja Desa Jungutbatu, Nusa Penida. Kapolsek menambahkan, awalnya sekitar pukul 09.00 Wita Fast Boat Nagasima-Go berangkat dari Pantai Jungutbatu untuk mengantarkan dua penumpang WNA untuk melakukan kegiatan tour island, mengelilingi Pulau Lembongan. Saat tiba di perairan Devil’s Tear, tiba-tiba fast boat ini terhenti. Tidak lama berselang, fast boat ini langsung diterjang gelombang tinggi, sehingga mengakibatkan posisi boat terbalik. Karena panik, kapten dan kedua penumpang langsung tercebur ke laut. ‘’Saat itu, kaptennya berenang menuju tebing kemudian dibantu warga diangkat ke atas tebing dengan menggunakan tangga tali. Namun, kedua penumpang WNA terus dihantam ombak dan hanyut terbawa arus,’’ katanya. Beberapa saat kemudian, tiba fast boat lain yang sedang lewat untuk membantu kedua korban yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan posisi telungkup. Korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Nusa Penida II. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis setempat, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Sedangkan kapten boat masih dalam perawatan di East Medical Care Lembongan. Hal. 15 Diterjang Gelombang
‘’Dari data surveillance, titer antibodi atau tingkat kekebalan anjing setelah divaksin masih rendah. Artinya ada sedikit kekurangan, apakah rantai dingin daripada vaksin itu tidak berjalan dengan baik sehingga walaupun anjing sudah divaksin ternyata tidak memberikan kekebalan yang efektif,’’ ujar Kepala Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali I Wayan Mardiana usai rapat. Menurut Mardiana, vaksin yang dibawa dari tempat penyimpanan sampai ke lapangan harus berada pada suhu 2 - 8 derajat Celcius. Jika di atas suhu tersebut, maka kuman di dalam vaksin tidak akan memberikan tingkat kekebalan yang baik. Faktor berikutnya, ada kemungkinan vaksin tidak diberikan sesuai dosis. Hal ini akan dievaluasi ke depannya. Secara keseluruhan di Bali sekarang tercatat ada 82 desa ‘’zona merah’’ rabies dan harus segera diambil tindakan pada bulan September dan November nanti. Dari jumlah tersebut, 22 desa ada di Karangasem di samping memprioritaskan pula Buleleng dan Bangli. ‘’Ada jeda waktu Oktober karena pada bulan itu terjadi kelahiran anjing baru lagi. September ini kita tuntaskan sampai awal Oktober sudah akan habis penyisiran di 82 desa dengan mengerahkan
petugas kecamatan, kabupaten maupun PDHI (Persatuan Dokter Hewan Indonesia),’’ jelasnya. Sarana vaksin, lanjut Mardiana, sudah tersedia 300 ribu dosis yang penyediaannya dianggarkan dari APBD provinsi dan kabupaten/kota. Kalau hasil surveillance dalam enam bulan menunjukkan ada peningkatan titer antibodi, maka vaksinasi tidak menjadi siasia. Target Bali bebas rabies pun bisa segera dituntaskan. Saat ini hanya Denpasar dan Tabanan yang tercatat nol kasus positif rabies. ‘’Namun masih ada ancaman karena kabupaten di sebelahnya masih ada kasus. Seperti di Badung (tetangga Denpasar - red) masih ada kasus, Jembrana (tetangga Tabanan red) juga masih ada kasus,’’ imbuhnya. Kabid Pelayanan Veteriner Balai Besar Veteriner Denpasar I Ketut Wirata mengatakan, tahun ini pihaknya menemukan 177 sampel positif rabies dari
1.016 sampel yang diuji hingga 15 September. Tertinggi ada di Karangasem sebanyak 31 kasus positif, disusul Bangli dengan 30 kasus positif, dan Buleleng dengan 28 kasus positif. ‘’Kasus positif 84 persen dari anjing lokal, ada 10 persen dari anjing campuran, 3 persen dari anjing ras, 2 persen dari kucing, dan 1 persen dari sampel babi,’’ ujarnya. Dari segi umur, lanjut Wirata, mayoritas atau 55 persen berasal dari hewan berumur di bawah satu tahun. Terkait status kepemilikan, 72 persen kasus positif dari hewan yang berpemilik dan hanya 28 persen dari hewan liar. Hasil uji sampel berikutnya, 94 persen positif lantaran anjing tidak divaksin. Walaupun kecil, namun 6 persen anjing yang sudah divaksin tapi tetap terkena rabies ini perlu dicermati. Sebab, ada yang terkena rabies setelah divaksin 48 hari atau 69 hari sebelumnya. Hal. 15 Meninggal Dunia
Keterburu-buruan DPR Ancam Demokrasi Revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK (UU KPK) terkesan terburu-buru. Hanya sebulan menjelang habis masa jabatan, pembahasan revisi disepakati. Bukan hanya revisi UU KPK yang sepakat dituntaskan dalam sebulan. Pembahasan sejumlah RUU krusial sekaligus penuh kontroversi karena mengancam demokrasi Indonesia juga dikebut alias kejar tayang. DPR periode 2014-2019 sedang membunuh demokrasi Indonesia? Beberapa mantan pimpinan KPK menilai pembahasan revisi UU KPK di ujung akhir masa jabatan DPR terlalu terburu-buru. ‘’Melalui forum ini mudah-mudahan Presiden dan para menteri yang terlibat dalam perumusan RUU KPK, para anggota DPR yang terlibat dalam pansus mendengar bahwa kami berharap pembahasan itu jangan terburu-buru, diperbanyak menyerap aspirasi,’’ ucap mantan pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki saat jumpa pers usai bertemu dengan pimpinan KPK di gedung KPK, Jakarta, Senin (16/9) kemarin. Selain UU KPK, ada RUU lainnya yang juga akan disepakati hanya dalam waktu kurang dari sebulan di antaranya RUU Pertanahan, RUU Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan RUU
Ketahanan dan Keamanan Siber (KKS). Memang RUU tersebut ada yang telah dibahas cukup lama. RUU KUHP, misalnya, sudah dibahas sejak era Presiden Soekarno. Tingginya tingkat kontroversi menjadikannya tidak mudah untuk disahkan. Kontroversi dari RUU KUHP adalah ancaman terhadap demokrasi karena dihidupkannya kembali pasal-pasal yang
akan membelenggu kebebasan berpendapat. RUU KUHP juga terlalu mengatur hal-hal yang bersifat privat. Ancaman terhadap demokrasi juga dikandung dalam RUU KKS. Kewenangan yang besar akan diberikan kepada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menjadi polisi di ranah digital. Sangat mungkin komunikasi di ranah digital akan
dibatasi oleh UU KKS, jika nanti disahkan. Sementara RUU Pertanahan diduga akan memunculkan kontroversi mengingat adanya kekuasaan negara mengatur hak guna tanah atas nama kepentingan negara. Selain itu, kuat diduga UU ini akan membela kepentingan investor. Hal. 15 Menyerap Aspirasi
Habibie Dianugerahi Gelar Tokoh Kemerdekaan Pers
Bali Post/gik
EVAKUASI - Korban dievakuasi dari lokasi menuju Puskesmas Nusa Penida II.
Harian Bisnis Bali Berharap dari Segitiga Emas Pemerintah daerah berupaya menggenjot pengembangan potensi pariwisata di daerahnya guna mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Apa yang dilakukan Pemkab Klungkung?
www.bisnisbali.com
Jakarta (Bali Post) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menganugerahi gelar kepada Presiden ketiga RI BJ Habibie sebagai Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia atas kebijakannya yang membuka keran kebebasan dan kemerdekaan pers di Indonesia. ‘’Kami sadar betul kebebasan pers didapatkan di era Pak Habibie,’’ kata Ketua Umum PWI Atal S. Depari di kediaman mendiang BJ Habibie, di Jakarta, Senin (16/9) kemarin. Ia didampingi jajaran pengurus PWI, antara lain Sekretaris Jenderal PWI Mirza Zulhadi dan Ketua Bidang Pengembangan Daerah PWI Akhmad Munir. Jajaran pengurus PWI ditemui putra sulung mantan presiden itu, Ilham Akbar Habibie, di kediaman Habibie, di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Menurut Atal, Habibie semakin menegaskan komitmennya terhadap kemerdekaan pers dengan menandatangani UU Nomor 40/1999 tentang Pers. ‘’Saya kira dari situ euforia pers muncul, sampai orang bilang kebebasan pers sudah
jadi kebablasan,’’ katanya. Meski demikian, Atal mengatakan kebebasan pers harus terus dipertahankan, dan jangan ada lagi upaya membuat pers kembali terkekang. ‘’Kami berharap agar apa yang sudah diukir Pak Habibie tetap bertahan. Tidak boleh ada upaya membuat pers tidak bebas. Kami berharap tetap bebas sampai kapan pun, bebas yang bertanggung jawab,’’ katanya. Sementara itu, Ilham Akbar Habibie merasa terhormat atas gelar yang diberikan PWI kepada sang ayah atas komitmen dan upayanya terhadap kemerdekaan pers. ‘’Dari dulu Bapak menerangkan kepada kami kenapa itu (kemerdekaan pers) diberikan begitu cepat, sebab kebebasan pers adalah fondasi negara yang berdemokrasi,’’ katanya. Bagaimanapun, tegas Ilham, kemerdekaan pers menentukan kualitas pemerintahan, karena elemen data dan informasi adalah bagian integral semua negara yang berdemokrasi. (ant)
ANUGERAH - Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (DK-PWI) Pusat Ilham Bintang (ketiga kanan), Ketum PWI Pusat Atal S. Depari (ketiga kiri), Ilham Akbar Habibie (tengah) serta sejumlah pengurus PWI berfoto bersama seusai penyerahan anugerah Bapak Kemerdekaan Pers Indonesia kepada almarhum BJ Habibie, di Jakarta, Senin (16/9) kemarin.
Selasa Kliwon, 17 September 2019
FIGUR Tekan Biaya Diklat KONDISI kesehatan koperasi bergantung pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, pemerintah mendorong SDM perkoperasian mengikuti diklat dan sertifikasi. Sayangnya, biaya untuk itu tinggi. Mengatasi kendala ini, Dekopinwil Bali berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan biaya diklat sehingga semua koperasi bisa meningkatkan kualitas SDM-nya. Plt. Ketua Dekopinwil Bali AKBP (Purn) I Ketut Tiwi Effendhi memaparkan, dalam meningkatkan kualitas SDM perkoperasian, Dekopinda seluruh Bali sepakat akan bekerja sama dengan Lembaga Diklat Profesi (LDP) yang ada di Bali, Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sasaran dari kerja sama ini adalah mendidik karyawan koperasi agar mereka bekerja sesuai dengan bidangnya masing-masing. ‘’Dalam kerja sama ini ditekankan biaya seminim mungkin, karena selama ini yang menjadi kendala dari koperasi untuk meningkatkan kompetensi SDM-nya adalah biaya diklat dan uji kompetensi yang tinggi,’’ ujarnya, Senin (16/9) kema-
rin. Ia memaparkan biaya pelatihan hingga sertifikasi saat ini bisa mencapai Rp 3.800.000 sampai Rp 4 juta per orang. Ini menjadi beban bagi koperasi khususnya yang berskala menengah hingga kecil. Biaya tinggi inilah yang menyebabkan banyak koperasi enggan mengirimkan SDM-nya mengikuti diklat dan sertifikasi. ‘’Dengan adanya kerja sama tersebut diharapkan semua koperasi mampu meningkatkan kualitas SDM dan tidak hanya menunggu dari pemerintah saja,’’ ujarnya. Untuk menekan biaya ini, Dekopin akan memanfaatkan tenaga fasilitator-fasilitator di Dekopinda. Mereka yang akan mendidik karyawan koperasi. Saat ini pihak Dekopin sedang mendata tenaga fasilitator dan asesor di masing-masing daerah yang nantinya ditugaskan untuk melatih karyawan koperasi di daerahnya masingmasing. ‘’Langkah ini berpengaruh cukup signifikan dalam menekan biaya pelatihan dan biaya transportasi karena peserta tidak harus datang ke Denpasar dan menginap di hotel selama beberapa hari. Terkait tempat pelatihan juga akan dilaksanakan di koperasi-koperasi yang memiliki ruangan luas untuk minimal 40 orang,’’ katanya. (san)
Warga Inggris Digerebek Pesta Ganja di Karaoke
Denpasar (Bali Post) Tim Satgas Penindakan Operasi Khusus Antik Agung 2019 menggerebek karaoke di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat, Sabtu (14/9) lalu. Di room 503, polisi memergoki warga Inggris sedang pesta ganja. Bahkan, tersangka Sally Clarke R. (64) membuang barang bukti ganja seberat 5 gram ke kloset, tetapi berhasil diamankan petugas. ‘’Di room tersebut ada enam orang warga Inggris dan dua WNI. Mereka langsung dibawa ke Polda. Hasil penyelidikan, hanya satu orang (Sally - red) yang bisa diproses. Sedangkan yang lain sudah dipulangkan tapi wajib lapor,’’ kata sumber, Senin (16/9) kemarin. Selama di Bali, wisman lanjut usia ini tinggal di vila di Jalan Kayu Cendana, Kuta Utara. Awalnya, kata sumber, pelaku bersama temantemannya sedang merayakan ulang tahun di room tersebut. Pukul 02.00 Wita, polisi menggerebek room tersebut. Melihat polisi masuk, pelaku langsung masuk ke kamar mandi. Petugas curiga lalu menggedor pintu kamar mandi. Karena tidak dibuka, petugas langsung mendobrak pintu kamar mandi. Saat itu polisi melihat pelaku membuang ganja ke toilet. ‘’Ganjanya masih ngambang, padahal sudah disiram air oleh pelaku. Petugas mengambil ganja tersebut,’’ beber sumber yang enggan disebutkan identitasnya ini. Terkait kasus ini, polisi membawa delapan orang yang ada di room tersebut ke Mapolda Bali. Polisi masih mendalam kasus tersebut. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Henky Widjaja saat dikonfirmasi tidak membantah adanya penangkapan tersebut. ‘’Masih dikembangkan,’’ ujarnya. (kmb36)
Triwulan Ketiga
Realisasi Fisik Masih Ada di Bawah Target
Denpasar (Bali Post) Menjelang triwulan ketiga pelaksanaan pembangunan di Kota Denpasar secara umum sudah berjalan baik. Namun, ada beberapa pelaksanaan proyek yang belum mencapai target. Karena itu, ke depan harus digenjot untuk menghindari adanya proyek yang molor. Masih ada waktu beberapa bulan untuk menghindari adanya rekanan yang terkena penalti. Kepala Bagian Pembangunan Setda Kota Denpasar Ir. I Gede Cipta Sudewa Atmaja, M.T. mengatakan hal itu saat dikonfirmasi usai Rapat Sakip di Kantor Wali Kota, Senin (16/9) kemarin. Cipta Sudewa mengakui, realisasi fisik dan keuangan menjelang berakhirnya triwulan ketiga ini sudah cukup baik. Realisasi keuangan memang masih berada di bawah realisasi fisik. Tidak bisa sama, realisasi fisik dan keuangannya. Dikatakan, realisasi keuangan rata-rata mencapai 60 persen. Yang paling tinggi capaiannya 68 persen. Sedangkan untuk fisik juga sudah baik. Dari 45 OPD yang ada, capaian tertinggi, yakni Dinas Capil yang mencapai 75 persen. Hanya, Cipta Sudewa mengakui masih ada yang realisasi fisiknya di bawah target. Sayangnya, mantan Kabid Penataan Ruang di PUPR ini tidak merinci proyek mana yang realisasinya masih di bawah target. ‘’Masih ada di bawah target, dan ini yang akan kami genjot,’’ ujarnya. Di sisi lain, dalam mengefektifkan capaian ke depan, pihaknya telah merancang aplikasi yang bisa memonitoring hasil capaian dan kinerja masing-masing OPD. Aplikasi yang berguna untuk memonitoring administrasi pembangunan di Kota Denpasar ini akan segera di-launching. Aplikasi ini sudah disosialisasikan di sejumlah OPD oleh Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara belum lama ini di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk peningkatan kualitas SDM di lingkungan Pemkot Denpasar serta meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. ‘’Aplikasi yang diberi nama Karma Simanis ini sangatlah baik dan saya harapkan untuk segera disempurnakan terhadap muatan-muatan teknis yang ada di dalamnya, termasuk dasar hukum agar selalu berdasarkan aturan yang ada. Yang mana kita harus selalu berinovasi selalu dibingkai dengan aturan yang ada, dan tidak lepas dari visi-misi Pemkot Denpasar,’’ ujar Rai Iswara. (kmb12)
Bali Post/kmb19
TAS PLASTIK - Sambil mencari barang yang diperlukan, seorang warga membawa barang belajaannya dengan tas plastik di Pasar Nyanggelan, Denpasar.
Belanja Bawa Tas Plastik Didenda Rp 500 Ribu Dipastikan ”Hoax’’ Denpasar (Bali Post) – Beberapa waktu terakhir ini banyak beredar informasi yang menyatakan pengguna tas plastik akan terjaring razia dan didenda. Bahkan, dendanya hingga Rp 500.000. Kondisi ini mendapat perhatian dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, serta Satpol PP Kota Denpasar. Dua instansi ini meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai adanya informasi yang bersifat hoax. Pasalnya, sampai saat ini belum ada lembaga yang bisa melakukan penindakan terhadap pengguna tas plastik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) I Ketut Wisada bersama Kepala Satpol PP Dewa Sayoga yang ditemui usai rapat Sakip, Senin (16/9) kemarin, mengaku telah mendapat laporan atas kejadian tersebut. Bahkan, sudah ada yang melaporkan terkena sidak. ‘’Pemkot Denpasar sampai saat ini tidak pernah melakukan sidak yang menyasar pengguna tas plastik. Apalagi, sampai menjatuhkan denda. Kalau itu yang terjadi, pelakunya pasti oknum. Bisa dilaporkan,’’ ujar Wisada. Menurut Wisada, informasi yang diterimanya itu menyatakan bah-
wa telah dilakukan Operasi Agung. Bila terjaring operasi ini sedang menggunakan tas plastik, akan didenda. Tulisan pesan tersebut seperti ini, ‘’Hindari dulu utk membawa tas kresek kalau berbelanja di supermarket, minimarket khususnya di Denpasar, Badung dan sekitarnya. Serta kabupaten lain di Bali. Krn operasi agung ini melibatkan semua elemen keamanan terutama operasi gabungan. Jangan sampai di antara teman ada yg kena denda sebesar Rp 500.000 langsung di tempat. Demikian juga agar tidak merokok di tempat umum dan atau sedang berkendara
karena termasuk di dalam operasi agung. Smoga bermanfaat.’’ Wisada memastikan apa yang ada dalam pesan tersebut tidak benar alias hoax. Bahkan, dirinya juga mendapat laporan dari beberapa warga yang kena denda tersebut. ‘’Ada yang menelepon saya, katanya pembantunya yang belanja ke pasar bawa kresek kena Rp 200 ribu. Juga ada tukang ojek online yang dilaporkan kena Rp 400 ribu saat mengantarkan makanan dengan kresek. Saat kami cek ke pedagangnya, dia juga kena,’’ katanya. Wisada memastikan pelakunya bukan dari instansi yang dipimpinnya. Pihaknya baru melakukan sosialisasi terkait pengurangan sampah plastik. Tidak sampai menjatuhkan denda. ‘’Saya klarifikasi, dari Pemkot Denpasar belum sampai ke tahap penindakan. Baru tahap sosialisasi pengurangan sampah plastik,’’ katanya. Wisada mengatakan, untuk penindakan sampai saat ini masih
belum ada dasar hukumnya. Kalaupun ada Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, tidak cukup untuk melakukan penindakan denda. ‘’Minimal kalau denda harus melalui sidang tipiring,’’ jelasnya. Wisada menegaskan, hal itu merupakan penipuan dan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. ‘’Itu semua di luar kewenangan Pemkot dan Pemkot tidak melakukan itu. Ini ada oknum yang mengambil manfaat dari keluarnya Perwali 36 itu,’’ katanya. Ia mengimbau masyarakat, khususnya di Kota Denpasar, apabila ada yang akan melakukan penindakan terkait kantong plastik berupa denda agar menanyakan identitas petugas tersebut. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Kasus Tewasnya Bayi di TPA
Karyawan Dituntut Empat Tahun, Pengelola Tiga Tahun Denpasar (Bali Post) Kasus meninggalnya bayi berinisial EN berusia tiga bulan di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare di Jalan Badak Sari I, Denpasar, Senin (16/9) kemarin memasuki agenda sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Oleh JPU GA Surya Yunita, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar ketentuan Pasal 76 B jo Pasal 77 B UU RI No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Atas berbagai pertimbangan, Listiani alias Tina (39) yang menjadi karyawan di TPA tersebut dituntut pidana penjara selama empat ta-
hun. Wanita ini pun menangis mendengar tuntutan jaksa. Sedangkan pengelola TPA, Ni Made Sudiani Putri, dalam berkas terpisah, dituntut tiga tahun penjara. Oleh jaksa, mereka dinilai bersalah atas kematian bayi berusia tiga bulan berinisial EN yang dititipkan oleh orangtuanya di TPA tersebut. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui masing-masing tim penasihat hukumnya mengajukan pledoi tertulis pekan depan. Jaksa menyebut terdakwa bersalah melakukan tindak pidana dilarang menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran. Ia dijerat Pasal 76 B jo Pasal
77 B UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana dakwaan kesatu. Untuk terdakwa Lina, selain dituntut hukuman fisik, juga dipidana denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan. Untuk terdakwa Ni Made Sudiani Putri, oleh JPU Heppy Maulia Ardani, terdakwa dijerat Pasal 76 D jo Pasal 77 B UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain dituntut tiga tahun, pengelola TPA juga dipidana denda Rp 50 juta subsider dua bulan kurungan. (kmb37)
Personel Terbaik Satpas Se-Indonesia Denpasar (Bali Post) Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Refdi Andri melalui Telegram Rahasia (TR) mengundang Bripka Dewa Adi Pramadi, Banit Regident Satlantas Polresta Denpasar. Undangan tersebut terkait penyerahan penghargaan karena Bripka Dewa Adi meraih juara III Personel Pelayanan Terbaik Satuan Penyelenggara Adiministrasi (Satpas) SIM 2019. Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan di Taman Lalu Lintas Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (13/9) lalu. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo, Senin (16/9) kemarin, mengatakan penilaian oleh Korlantas tersebut dilaksanakan di seluruh Indonesia. Alhasil, Dewa Adi mampu
Topik : WISATAWAN DIIMBAU PATUHI PERATURAN
Bali Post/ist
JUARA - Bripka Dewa Adi meraih juara III Personel Pelayanan Terbaik Satpas SIM 2019.
menyabet juara III. ‘’Yang menjadi penilaian adalah sikap, tampang, kemudian kegigihan dalam bertugas, kelebihan menerima pemohon SIM lokal atau asing yang membutuhkan bahasa Inggris,’’ ungkapnya. Di samping itu juga dinilai hal-hal yang patut dicontoh, seperti sembahyang, melaksanakan pengaturan, dan sikap sayang terhadap keluarga. Polisi asal Badung ini dikenal ramah, luwes dan fasih berbahasa Inggris. ‘’Sebuah video yang pernah kami kirimkan ke Korlantas berkaitan dengan lomba pemilihan petugas pelayanan terbaik,’’ ujar AKP Adi. Selain penghargaan personel terbaik, Kakorlantas juga memberikan perhargaan kepada Satpas terbaik dan terobosan kreatif yang berkaitan dengan pelayanan SIM. ‘’Ada tiga kategori yang dilombakan, yaitu Satpas terbaik, terobosan kreatif dan petugas pelayanan yang terbaik,’’ ujarnya. (kmb36)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Rayakan HUT Ke-1 MPP, DPMPTSP Badung Gelar Dialog Interaktif Angkat Tema ’’Outlook Peluang Investasi Badung 2020’’ DINAS Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung melaksanakan dialog interaktif dengan tema ‘’Outlook Peluang Investasi Kabupaten Badung Tahun 2020’’, Senin (16/9) kemarin, di ruang pertemuan DPMPTSP, Puspem Badung. Kegiatan ini digelar dalam rangka perayaan HUT ke-1 Mal Pelayanan Publik (MPP) DPMPTSP yang puncaknya pada Selasa (17/9) hari ini. Acara tersebut dibuka Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Wabup Suiasa dalam sambutannya memandang dialog interaktif ini memiliki nilai strategis untuk mengetahui kondisi riil perekonomian daerah dikaitkan dengan perkembangan in-
vestasi saat ini. Khususnya dari perspektif kebijakan moneter, analisis akademis, kebijakan pemerintah daerah serta respons pelaku usaha. ‘’Potret kondisi tersebut sangat penting kita ketahui untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat dan pelaku usaha, sehingga tidak ragu-ragu lagi berinvestasi di Kabupaten Badung pada tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya,’’ jelas Suiasa. Menurut Suiasa, berkembangnya penanaman modal di Badung juga merupakan salah satu sumber pajak dan retribusi daerah yang sangat potensial dan perlu dioptimalkan sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah. Untuk itu, ia sangat mendorong tumbuhnya investasi di Ba-
dung yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan arah pembangunan Badung dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan pembangunan serta keterlibatan pemerintah, swasta dan masyarakat. Kepala DPMPTSP Badung I Made Agus Aryawan, S.T., M.T. menjelaskan, dialog interaktif ini dimaksudkan untuk mengetahui realisasi investasi dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha di Badung dalam lima tahun terakhir serta prospek pertumbuhan investasi tahun 2020. Dialog menghadirkan narasumber Kepala Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Bali Trisno Nugroho, Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara, Guru Besar FEB Unud Prof. Dr. I Wayan Ramantha, dan Ketua Kadin Badung I Made
Vaksinasi HPR Difokuskan di Kuta Selatan
Mangupura (Bali Post) – Guna meminimalisir kasus gigitan Hewan Penularan Rabies (HPR), Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung menurunkan tim khusus. Tim tersebut bertugas memvaksin HPR yang baru lahir dan HPR yang belum tervaksin. Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama mengatakan, penyisiran HPR dilakukan di kawasan pariwisata, Kuta Selatan. Sebelumnya, pihaknya telah melakukan vaksinasi massal terhadap HPR. ‘’Kali ini kami kembali melakukan penyisiran HPR yang sudah berlangsung dari 9 September hingga November 2019. Hal ini dilakukan untuk vaksinasi HPR yang baru lahir dan juga yang belum tervaksin,’’ ujar Asrama, Senin (16/9) kemarin. Menurutnya, sebanyak tujuh tim diturunkan dengan anggota masing-masing tim berjumlah em-
pat orang untuk kegiatan tersebut. Estimasi populasi yang mencapai 84.290 ekor HPR di Badung itu sudah 85 persen tercapai. ‘’Untuk saat ini, penyisiran difokuskan di Kuta Selatan karena menjadi daerah pariwisata. Setelah itu baru dilakukan di kecamatan lainnya. Jadi, tim kami melakukan penyisiran dan bahkan beberapa menggunakan tulup untuk menangkap anjing sehingga bisa dilakukan vaksinasi,’’ ungkapnya. Di Kabupaten Badung, populasi anjing diperkirakan mencapai 55.000 ekor. Populasi terbanyak yakni di Kuta Utara. Disusul kemudian, Mengwi, Abiansemal, Petang dan Kuta. Meski demikian di wilayah tersebut relatif terkendali. Justru Kuta Selatan yang walaupun populasinya lebih sedikit, tetapi wilayah paling selatan Kabupaten Badung ini malah masuk zona merah. Indikasinya, banyak anjing liar, sehingga tingkat kerawanan sangat tinggi. (kmb27)
Sujana. Made Aryawan menambahkan, sampai saat ini masyarakat dan pengusaha yang telah mendaftarkan usahanya melalui sistem Online Single Submission (OSS) di wilayah Badung dan memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 7.306 usaha dengan komitmen 24.508. Hal ini menunjukkan animo masyarakat dan pelaku usaha untuk mendaftarkan usahanya melalui OSS terus meningkat. (ad541) DIALOG INTERAKTIF Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka dialog interaktif di ruang pertemuan DPMPTSP, Puspem Badung, Senin (16/9) kemarin.
Wisatawan Diimbau Jaga Sikap dan Patuhi Peraturan
Mangupura (Bali Post) –
Kedatangan wisatawan ke Kabupaten Badung tak hanya menjadi berkah, namun juga diikuti oleh berbagai sifat dan perilaku wisatawan itu sendiri. Tak sedikit di antara wisatawan yang memiliki perilaku negatif, misalnya suka berbuat onar saat mabuk, bahkan ada pula turis yang memiliki gangguan kejiwaan dan melakukan tindak kriminal. Hal tersebut mendapat perhatian serius Dinas Pariwisata (Dispar) Badung. Sebab, perilaku negatif wisatawan di Gumi Keris akan berdampat negatif terhadap citra pariwisata yang selama ini dikenal aman dan nyaman. ‘’Kami akan mengumpulkan seluruh stakeholder untuk masalah wisatawan pembuat onar. Karena bagaimanapun juga ini masalah citra Badung. Karenanya, kami akan memcarikan solusi dari permasalahan itu,’’ ujar Kadispar Badung Made Badra saat dikonfirmasi, Senin (16/9) kemarin. Menurutnya, pihaknya telah menginformasikan persoalan ini kepada PHRI. PHRI kemudian
diminta menginformasikan kepada seluruh stakeholder pariwisata, agar memberitahukan tamunya untuk tidak berperilaku yang merugikan orang lain. ‘’Kami infokan kepada stakeholder agar memberitahukan wisatawan mematuhi aturan yang berlaku. Misalnya, menggunakan helm saat berkendara, menggunakan pakaian yang sopan saat ke tempat suci,’’ tegasnya. Kepala Satpol PP Kabupaten
Istri Meninggal Dunia
Demer Diberikan Tiga Pesan Menyentuh Kabar duka datang dari Plt. Ketua DPD Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer. Pasalnya, sang istri, Ayu Onik Mindawati, meninggal dunia karena sakit kanker rektum (usus), Senin (16/9) kemarin. Di saat-saat terakhirnya, almarhumah yang akrab disapa Onik tersebut memberikan tiga pesan menyentuh untuk sang suami. ‘’Ada pesannya. Satu, jaga emosi, kedua jaga makanan, ketiga banyak sembahyang,’’ kata Demer menirukan pesan terakhir istrinya. Demer tampak tegar saat menceritakan ikhwal penyakit yang diderita sang istri. Walau saat tahu Onik terkena kanker dan kemudian berobat ke Singapura, ia sempat kaget karena kemungkinan untuk survive dikatakan hanya 20-30 persen. Demer tak menyerah, lalu mencari alternatif pengobatan cell cure di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. ‘’Akhirnya kita ke sana. Tiap bulan harus disuntik. Walaupun harganya mahal dan tidak bisa asuransi, kita jalani selama tiga bulan,’’ imbuhnya. Lantaran tidak ada perubahan, Demer lantas mengajak sang istri ke Guangzhou, Tiongkok. Tapi ternyata, pola pengobatan di negeri tirai bambu itu sama dengan
di Singapura. Akhirnya sang istri yang juga adik kandung anggota DPRD Bali dari Golkar I G.K. Kresna Budi itu kembali diajak berobat ke Singapura. ‘’Di Singapura enam kali kemo sudah membaik dan mengecil. Ada dua pilihan kemudian, diradiasi atau dioperasi langsung, tapi waktu itu istri saya pilih radiasi. Radiasi itu boleh di Jakarta, boleh di Singapura,’’ jelasnya. Menurut Demer, radiasi dilakukan selama lima menit sehari selama 28 hari. Pengobatan itu dilakukan di Jakarta. Tapi baru empat kali radiasi, di rongga perut sang istri ada cairan. Demer mengaku tidak tahu, apakah cairan itu karena salah penyinaran atau ketika disinar, kanker cepat menyebar. Di hari keenam dan ketujuh, cairan pun semakin banyak. Sang istri lalu dibawa lagi ke Singapura. ‘’1,5 bulan mereka (dokter di Singapura - red) coba pengobatan, akhirnya mereka menyerah juga. Setelah menyerah, akhirnya tinggal me-manage kesakitan. Boleh dilakukan di Singapura sama di Bali. Akhirnya istri saya, ya.. sudahlah kalau memang begitu, di Bali saja,’’ katanya. Demer mengaku sudah pasrah ketika pulang dari Singapura. Sampai kemu-
dian sang istri dirawat di RS BROS, Denpasar selama tiga minggu dan akhirnya mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Lantaran di Buleleng, kampung halaman Demer sedang berlangsung piodalan hingga Purnama Kapat, sang istri akhirnya disemayamkan di rumah duka Jalan Tunjung 1 No. 11, Banjar Pengipian, Kuta Utara, Badung. ‘’Kami akhirnya memutuskan untuk makingsan di geni pada 23 September di Denpasar, mungkin kita masih coba cek di Mumbul. Lanjutan upacaranya setelah Purnama Kapat di Tajun (Buleleng),’’ tutupnya. Almarhumah Onik yang lahir 25 Mei 1971 itu meninggalkan suami, empat anak yakni Ayu Denisa Linggih, Ayu Karina Linggih, AB Pratiksa Linggih, dan AB Arsadhana Linggih, serta satu orang cucu. Sang kakak, I G.K. Kresna Budi, mengatakan adiknya telah diketahui sakit sejak setahun lalu. ‘’Tiba-tiba baru diketahui kanker usus sudah stadium empat,’’ katanya. (kmb32)
Badung I GAK Suryanegara mengakui selama menjabat hampir setiap bulan menemukan wisatawan yang berulah. Pada 2017 lalu, setidaknya ada delapan orang wisatawan mancanegara (wisman) yang berulah di Kecamatan Kuta. Kemudian, pada 2018 meningkat menjadi 20 wisman. Sedangkan tahun ini, hingga pertengahan September, Satpol PP mencatat ada dua orang wisman dalam sepekan
yang berulah. ‘’Untuk pemetaan wilayah terkait wisatawan yang berulah, sebagian besar terjadi di Kuta. Sementara di Kuta Selatan dan Kuta Utara juga ada, namun tidak banyak,’’ katanya. Dijelaskannya, banyak faktor yang membuat wisatawan berbuat onar, seperti mabuk mushroom, stres dan karena tidak memiliki bekal untuk pulang ke negara asalnya. Wisman tersebut memilih menjadi gelandangan di Kuta dan ada juga yang mengamuk tak karuan di sejumlah lokasi yang ramai pengunjung. ‘’Kami akan berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk berkoordinasi dengan konsulat asal wisatawan tersebut,’’ tegasnya. (kmb27)
Onik Linggih Dikenal Menyukai ”Healthy Food” Inda Trimafo Yuda telah mendengar tentang kabar berpulangnya Ayu Onik Mindawati (48). Ia merasa kehilangan karena menurutnya almarhum merupakan sosok yang peduli dan perhatian dengan saudara dan temannya. Meski istri pejabat, Onik Linggih dikenal sederhana. ‘’Saya secara pribadi sangat dekat dengan beliau. Tidak hanya dekat dengan saya tapi keluarga kami bahkan sama ajung saya, Alit Yudha, sangat dekat. Sering curhat dan paling disayang,’’ ungkap Inda Trimafo Yudha yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Badung, Senin (16/9) kemarin.
Onik, di mata Inda, juga orang yang taat menjalankan agama dan tradisi. Dari Sumarjaya Linggihlah, Inda Trimafo menjadi cukup dekat dengan Onik. Selain itu, ia juga memiliki hubungan saudara dengan suami almarhumah. Selama Onik sakit, Inda sempat menjenguknya dua kali saat pengobatan di Singapura. Pada saat kemoterapi pertama, Onik masih tampak cantik dan segar. Namun kedua kalinya menjenguk, ia melihat kondisi Onik menurun. Ketika menengok ketiga kalinya di BROS, ia melihat Onik sudah sangat kurus dan pucat. Sepengetahuannya, almarhum dikenal dengan sosok yang tidak makan sembarangan dan menjaga asupan makannya dan menyukai healthy food. Hingga, Onik bersama rekannya membuka Restoran Raw Food di Nusa Dua. (kmb42)
JENGUK Inda Trimafo menjenguk Onik Linggih (alm) ketika dirawat di Singapura.
Personel Kodim Di-’’briefing’’ tentang Profesionalisme
Bali Post/ist
KUMPULKAN ANGGOTA - Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto saat memberikan pengarahan untuk anggotanya.
RATUSAN anggota Kodim 1611/Badung dikumpulkan di Aula Makodim, Senin (16/9) kemarin. Pada pertemuan tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto membriefing anggotanya terkait peningkatan profesionalisme Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil). Kolonel Puguh menyampaikan, Apkowil bisa dimanfaatkan meningkatkan binter di wilayahnya. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan kontribusi yang positif guna menjaga kodusivitas tugas yang tangguh serta dalam rangka kesejahteraan masyarakat untuk menyiap-
kan pertahanan. ‘’Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 menyatakan bahwa pemberdayaan wilayah pertahanan dan peningkatan direalisasikan melalui kegiatan dengan tema kemampuan Apkowil tersebar tahun 2019. Dengan harapan, dapat mengimplementasikan kegiatan Apkowil dalam mendukung tugas pembinaan teritorial guna mencapai tugas pokok TNI-AD,’’ ujarnya. Sebagai satuan komando kewilayahan, Kodim 1611/ Badung terus melakukan pembinaan dalam meningkatkan kemampuan prajurit selaku aparat teritorial untuk menguasai Ipoleksos-
budhankam sesuai wilayah tanggung jawabnya. Dengan demikian personel Kodim memiliki kesamaan langkah dan tindakan dalam menjalankan tugas binter baik tingkat perorangan maupun tingkat satuan. ‘’Sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan Satkowil dengan binternya dalam membina geografi, demografi serta kondisi sosial sebagai potensi pertahanan,’’ ungkap Dandim. Hal ini terbukti efektif dalam membangun daya tangkal guna mengatasi berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia melalui program keg-
iatan peningkatan kemampuan Apkowil. Diharapkan para Apkowil dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam mendeteksi, mengenali, menganalisis serta pengambilan tindakan terhadap perubahan dan perkembangan dinamika di wilayah guna mewujudkan keutuhan wilayah pertahanan aspek darat yang tangguh. Sementara itu, Pasiter Kapten Inf. Wayan Suara mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan selama lima hari. ‘’Materinya di antaranya pemberantasan narkoba, organisasi terlarang, terorisme, medsos dan hoax,’’ tegasnya. (kmb36)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
IHDN Lepas 282 Lulusan pada Wisuda XXVIII INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Senin (16/9) kemarin melaksanakan Wisuda XXVIII di Patra Jasa Hotel, Tuban, Kuta. Wisuda kali ini diikuti sebanyak 282 orang lulusan dari tiga fakultas dan satu pascasarjana. Menurut Rektor IHDN Denpasar Prof. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. didampingi Ketua Panitia Dr. Narsono, M.Ag., kalau dilihat dari jumlah, wisuda kali ini memang dikategorikan sedang karena jumlahnya tidak terlalu banyak. Tetapi, katanya, dari sisi nilai, hampir rata-rata meraih nilai baik, sangat baik dan sekitar 20 persen dengan pujian atau cumlaude. ‘’Ini menandakan akademisi di IHDN dari sisi akademiknya cukup labih maju dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan meningkatnya kualitas lulusan saat ini, ke depan pihaknya berharap agar lulusan dengan predikat cumlaude bisa meningkat menjadi 30 persen,’’ harapnya. Dikatakan Sudiana, wisuda kali ini ada yang spesial karena ada seorang profesor melanjutkan pendidikan doktor dan ikut diwisuda. Kepada para lulusan, pihaknya berharap wisudawan yang tamat tahun ini agar segera bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat ke dalam dunia kerja, baik di pemerintahan maupun di swasta. Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Karena, selama menempuh pendidikan di IHDN mereka juga dibekali dengan materi entrepreneurship atau kewirausahaan. Wisuda kali ini diharapkan bisa menjadi momentum bahwa IHDN itu benar-benar bisa mengaplikasikan ilmunya melalui para wisudawan untuk masyarakat. Bahkan, IHDN dalam
WISUDA - Suasana Wisuda XXVIII IHDN Denpasar, Senin (16/9) kemarin di Patra Jasa Hotel. pengabdiannya dalam kegiatan KKN, selalu mendapat nilai baik dari masyarakat. Ditambahkan, dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan, IHDN Denpasar tidak berhenti sampai di sana. IHDN terus berbenah manata tata kelola pendidikan tinggi yang mengacu pada Undangundang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi serta Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Amanat dari undang-undang tersebut untuk menghasilkan generasi muda Hindu yang berkarakter dan berakhak mulia dan dengan konsep ajaran agama Hindu sebagai pengelola lembaga pendidikan tinggi Hindu senantiasa berupaya membimbing mahasiswa untuk menjadi generasi emas di masa mendatang. Hal tersebut tidak terlepas dari visi IHDN yakni ‘’Terdepan dalam Dharma Wldya dan Budaya (Be The Best In Re-
ligion Science and Culture) yang diimplementasikan melalui misi yakni mewujudkan sarjana yang sujana’’. Kasubdit Pendidikan Tinggi Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Nyoman Witana, S.Ag., M.Si. berharap ke depan IHDN mampu meningkatkan kualitas pendidikannya. Dengan harapan supaya tamatan dari perguruan tinggi Hindu yang ada mampu bersaing di seluruh jenjang. ‘’Dari 13 perguruan tinggi Hindu, IHDN salah satunya menjadi pilot project yang paling maju. Bahkan sat ini IHDN akan ditingkatkan statusnya menjadi universitas,’’ ujarnya. Adapun lulusan terbaik menurut jenjang yakni I Ketut Sutama, S.Pd. dari program Studi S-1 Pendidikan Agama Hindu IPK 3,93 dengan pujian, I Putu Suyasa Ariputra, S.Pd., M.Pd. dari Program Megister Pendidikan Agama Hindu IPK 4,00 dengan pujian dan Prof. Dr. Dr. Ir. Nyoman Suparta, M.S., M.M. dari Program Doktor Ilmu Agama IPK 3,80 dengan pujian. (ad533)
Selangkah Lagi, Itekes Bali Masuk 100 PT Terbaik Nasional
INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali kembali melahirkan human capital bidang tenaga kesehatan. Rektor Itekes Bali Putu Gede Darma Suyasa, Senin (16/9) kemarin mewisua 173 lulusan ahli madya kebidanan dan keperawatan. Dari jumlah itu, 92 orang dari D-3 Keperawatan, 61 dari D-3 Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan 20 orang D-3 Kebidanan. Lulusan terbaik D-3 Keperawatan diraih Komang Ady Artawan (3,82), Ni Putu Devi Anggreni (3,82) dan Ni Made Ayu Armelia (3,73). Di jalur RPL diraih Ni Wayan Ardani (3,52), I Ketut Astawa (3,46) dan Dadi Prayitno (3,42). Sedangkan di D-3 Kebidanan diraih Luh Diah Rosa Cahayantari (4,00), Ni Putu Atik Purdhana (3,77) dan Ni Kadek Yudiani (3,74). Kebanggaan kedua, kata Putu Darma Suyasa, mereka ini lulus uji kompetensi dengan kelulusan 96% untuk D-3 Keperawatan dan 76% untuk D-3 Kebidanan. Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa mengungkapkan selangkah lagi Itekes Bali diharapkan masuk 100 perguruan tinggi (PT) terbaik di Indonesia. Sebab, dari segi sumber daya dosen dan fasilitas kampus ini dalam waktu dekat akan menambah dosen bergelar doktor dari luar ngeri. Dia juga menegaskan, guna mempercepat kemajuan institusi, yayasan bisa menjadikan sumber daya dosen yang selama empat tahun tak pernah naik pangkat. Jika ini dibiarkan akan merembet pada kinerja lembaga, sebab Kemenristekdikti juga mengancam dosen yang tak naik pangkat selama empat tahun diturunkan menjadi karyawan biasa. Untuk itu LLDikti membuka layanan 24
WISUDA - Rektor Itekes Bali Putu Darma Suyasa dan Ketua LLDikti Prof. Nengah Dasi Astawa saat mewisuda lulusan D-3 Itekes Bali. jam bagi dosen. Rektor Putu Darma Suyasa membenarkan dalam waktu dekat Itekes Bali akan menamatkan dua dosen bergelar doktor serta sejumlah dosennya sedang S-3. Makanya dia yang dipercaya menjadi nakhoda Itekes Bali mendorong semua sivitas akademika menuju 100 PT terbaik di Indonesia. Sedangkan soal dosen malas naik pangkat, katanya, masih ada namun akibat terbentur syarat untuk menjadi lektor kepala. Pada bagian lain, dia memaparkan pelaksanaan Tri Dharma PT di Itekes Bali telah terlaksana dengan baik dan lancar di 10 prodi yang dimiliki. Itekes Bali telah pula menandatangani MoU dengan Yayasan Bina Mandiri ASEAN, dan dengan Hapinesu Fukushikai Jepang berkaitan dengan kegiatan magang dan belajar bahasa Jepang di Jepang. Tahun ini Itekes Bali akan manambah MoU dengan St. Louis University di Manila dan Kasertsart University di Bangkok.
Itekes Bali juga menandatangani MoU dengan King Mongkut University of Technology of Northern Thailand, dengan Yomena untuk penempatan lulusan di Belanda dan dengan PT Milenium Muda Mandiri untuk penempatan lulusan di Timur Tengah serta dengan St Louis University di Filiphina. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka juga menegaskan lulusan D-3 yang diwisuda diminta melanjutkan studi S-1 di Itekes Bali, bukan turun grade ke institusi lain. Alasannya, mereka yang sudah diproses bermutu di Itekes tidak menjadi SDM yang sekadar sarjana lewat pendidikan yang menjanjikan kemudahan, cepat tamat dan meraih gelar, padahal tidak murah. Dengan penguatan bahasa asing, Ida Bagus Arka juga mengajak lulusannya bekerja di luar negeri. Buktinya banyak negara asing percaya dengan kualitas lulusan Itekes Bali, sementara kita belum maksimal memanfaatkan kesempatan tersebut. (ad540)
Promosi Doktor Ke-66 Unhi Denpasar
I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih Lulus ’’Cumlaude’’ UNIVESITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor (S-3) Ilmu Agama dan Kebudayaan. Ia adalah Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Hindu di Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si. Dalam ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Unhi Denpasar, Senin (16/9) kemarin, istri dari I Dewa Gede Putu Budiyasa, S.Sos., M.IKom. ini dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Ujian terbuka promosi doktor dipimpin Wakil Rektor I Unhi Denpasar Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. dan Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S. selaku Promotor, Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si. selaku Kopromotor dan diuji enam Dewan Penyanggah lainnya. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Komunikasi Antarbudaya di Pura Dalem Solo Desa Sedang Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung’’, wanita kelahiran Karangasem, 14 September 1981 ini merupakan doktor ke-66 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Ratna Pramesti Dasih mengatakan Pura Dalem Solo di Desa Sedang Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung merupakan salah satu pura unik peninggalan sejarah yang masuk dalam cagar budaya. Pujawali Pura Kahyangan Jagat ini jatuh setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Buda Kliwon Sinta. Menariknya, pujawali di pura
PROMOSI DOKTOR - Dr. I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si. berfoto bersama Promotor, Kopromotor, Dewan Penguji, dan keluarga seusai ujian terbuka promosi Doktor Unhi Denpasar, Senin (16/9) kemarin. ini selain dihadiri dan disungsung masyarakat setempat juga dihadiri sesuhunan Keraton Yogyakarta. Hal ini menyebabkan terbangunnya komunikasi antarbudaya yang kental antara masyarakat setempat dengan masyarakat Keraton Yogyakarta pada saat pujawali. Bahkan, pada salah satu palinggih yaitu Ida Ratu Subandar dihias dengan lampion dan ornamenornamen China. Selain itu, nama Pura Dalem Solo juga merupakan keunikan tersendiri, sebab Solo merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. ‘’Komunikasi antarbudaya terjadi dan sangat kental dirasakan dengan membaurnya budaya Bali, Jawa, dan China di Pura Dalem Solo yang menjadi satu-kesatuan yang harmonis,’’ ujar Ratna Pramesti Dasih.
Dikatakan, pola komunikasi antarbudaya yang diterapkan di Pura Dalem Solo adalah komunikasi dua arah yang di dalamnya terkandung nilai berbasis religius, sosial, dan etika agama Hindu. Sedangkan strategi komunikasinya dengan komunikasi antarpribadi, antarkelompok dan antarlingkungan. Sedangkan interaksi sosial antarbudaya di Pura Dalem Solo memunculkan ikatan pasukadukaan, ikatan warga pangempon, dan realisasi sistem ngayah. Dari hasil penelitiannya ini, diharapkan panyungsung Pura Dalem Solo beserta warga lainnya agar tetap melestarikan warisan budaya dan melangsungkan secara ajeg segala bentuk tradisi dan ritual sebagai sebuah pelestarian tradisi lokal. (ad535)
TK Negeri Pembina Denpasar Ikuti LSS Tingkat Provinsi
Kebersihan Anak Didik dan Lingkungan Paling Utama TK NEGERI Pembina Denpasar mewakili Kota Denpasar mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Bali. Penilaian dilakukan pada Senin (16/9) kemarin dipimpin I Made Mudiarta, S.KM. Tema yang diusung yaitu ‘’Melalui LSS Kita Wujudkan Sekolah yang Bersih Aman Menuju Anak yang Sehat Cerdas dan Berkarakter’’. Kepala TK Negeri Pembina Denpasar Ni Nyoman Darmini, S.Pd., M.Pd. didampingi Ketua Komite Sekolah I.B. Surya Prabhawa M, S.H. menyampaikan, yang paling utama dan disiapkan adalah kebersihan sekolah, lingkungan sekolah dan anak-anak. Mengingat hal yang paling krusial dari penilaian itu adalah ditemukannya puntung rokok dan jentik, maka pihaknya telah melakukan penyisiran di depan sekolah bekerja sama dengan orangtua murid, komite serta paguyuban orangtua untuk membantu mengawasi. ‘’Dari pihak luar ketika datang ke sekolah agar tidak merokok di area sekolah. Begitu juga di depan sekolah. Tulisan imbauan dan larangan merokok juga telah dipasang di depan dan area sekolah,’’ bebernya. Sementara untuk jentik dilaksanakan pemeriksaan secara berkala. Pembagian tugas menjaga kebersihan kamar mandi menjadi tanggung jawab masing-masing kelas dan guru kelas. ‘’Sedangkan di luar ruangan, kami dibantu dengan pegawai,’’ imbuhnya. Kebersihan anak-anak juga menjadi poin penting penilaian. Untuk itu, secara rutin setiap Sabtu, ia mengajak anak-anak menjaga kebersihan dengan mencuci rambut, baju, potong kuku dan menanamkan pada anak-anak untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. ‘’Bukan sekolah saja, tapi juga ditindaklanjuti di rumah mereka masing-masing. Kita selalu komunikasi dengan orangtua melalui grup whatsapp. Kita ada paguyuban orangtua, di sana tempat kita sharing dan berbagi pengalaman untuk berkoordinasi tentang kebersihan, kesehatan
DINILAI - Kepala TK Negeri Pembina Denpasar menyerahkan profil TK kepada Ketua Tim Penilai LSS TK Tingkat Provinsi Bali. anak-anak kita,’’ ujarnya. Ketua Tim Penilai LSS TK Tingkat Provinsi Bali I Made Mudiarta, S.KM. menyampaikan kriteria penilaian TK yang utama adalah suasana lingkungan sekolah yang sehat, bersih, sesuai dengan program di Dinas Kesehatan yaitu menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurutnya, lingkungan yang bersih akan sangat mendukung proses belajar mengajar di semua lini sekolah. Di samping itu, juga membiasakan anak untuk melaksanakan Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan menjadi penilaian. Di antaranya aktivitas fisik, mengajak anak didik berolahraga, membiasakan diri makan sayur dan buah untuk menunjang kesehatan mereka masing-masing. Sesuai arahan Gubernur Bali yaitu mengelola sampah agar bebas sampah, utamanya sampah plastik di lingkungan sekitar. Sampah tersebut diharapkan juga dapat dikelola menjadi produk yang bernilai yaitu dengan 3R (reduce, recycle, reuse). Misalnya di sekolah membuat kompos dengan menggunakan bahan-bahan organik. ‘’Bahan-bahan tersebut kita cacah
dan anak-anak diberikan arahan tentang cara membuat kompos di lingkungan sekolah dan rumah masing-masing,’’ bebernya. Mudiarta juga menyampaikan bahwa penilaian akan dihentikan jika di sekolah tersebut ditemukan puntung rokok dan jentik. Karena penemuan itu sudah ada perda yang mengatur, yaitu Perda 10 Tahun 2011 untuk Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Dengan adanya puntung rokok dan jentik di sekolah, itu berarti sekolah tersebut sudah melanggar perda. Meski berada di kota, dikatakan, penilaian sekolah antara di desa dan kota sama saja. Menurutnya, yang penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bersih adalah bersinergi dengan masyarakat, mengupayakan agar di lingkungan sekolah tersebut dapat ditumbuhkan rasa memiliki. Untuk itu, peran orangtua dan komite sekolah harus bersama-sama mendukung program sekolah yaitu menciptakan lingkungan bersih dan sehat. ‘’Karena walaupun di desa ada juga sumber sampah plastik, di kota pun ada. Sehingga kita perlu sinergi semua pihak untuk mengatasi hal itu,’’ ungkapnya. (ad551)
Komplikasi Ginjal dari Penyakit Diabetes Melitus PENYAKIT diabetes melitus yang dikenal sebagai penyakit kencing manis/penyakit gula atau penyakit diabetes merupakan penyakit yang disebabkan karena berkurangnya insulin atau terdapat hal-hal yang menyebabkan insulin tidak dapat bekerja dengan baik (resitensi insulin). Berkurangnya insulin yang efektif menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Di samping itu, pada diabetes juga terjadi kerusakan dinding pembuluh darah yang disebut angiopati. Penyakit diabetes merupakan penyakit yang sering dijumpai di dunia, termasuk di Indonesia. Terdapat kecenderungan peningkatan angka kesakitan penyakit diabetes di seluruh dunia. Mungkin akibat perubahan pola makan, berkurangnya aktivitas fisik dan beberapa faktor lain. Indonesia menempati prevalensi penyakit diabetes nomor empat setelah India, China dan Amerika Serikat. Data WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia akan meningkat signifikan hingga 21,3 juta pada tahun 2030 yang akan datang. Riset kesehatan dasar menun-
jukkan peningkatan angka kesakitan diabetes, angka kesakitan di tahun 2013 6,9% meningkat menjadi 8,5% pada tahun 2018. Pada penyakit diabetes akibat kekurangan insulin yang mengakibatkan kelainan metabolik berupa peningkatan kadar gula darah mengakibatkan penderita sering kencing (poliuria), haus sehingga sering minum air (polidipsia) dan sering makan (polifagia). Penderita akan mengeluh kerongkongan kering, disertai badan lemas dan penurunan berat badan. Apabila dijumpai keluhan seperti itu, penderita harus segera memeriksakan diri ke dokter. Di samping kenaikan gula darah penderita diabetes sering disertai gangguan lemak (dislipidemia) tubuh berupa peningkatan kadar kolesterol atau trigeliserida. Di samping kelainan metabolik, pada penderita diabetes timubul kelainan dinding pembuluh darah (angiopatia). Dapat terjadi pada pembuluh darah besar disebut makroangiopati, dapat juga pada pembuluh darah kecil disebut mikroangiopati. Angiopati lebih sering dijumpai pada kadar gula darah yang ting-
gi, meskipun dapat juga terjadi pada kadar gula darah yang tidak terlalu tinggi. Gangguan dinding pembuluh darah diperberat karena peningkatan kadar kolesterol dan hipertensi, atau faktor eksternal seperti merokok. Komplikasi diabetes dapat menjadi komplikasi akut dan komplikasi kronik. Komplikasi akut dapat berupa kadar gula yang sangat tinggi disertai penurunan kesadaran dan muntah-muntah disebut sebagai koma hiperglikemik, salah satu bentuk yang paling sering ialah koma keto asidosis. Penderita diabetes disertai peurunan kekebalan tubuh, sehingga mudah sekali terkena infeksi, berupa infeksi kulit, abses (bisul) yang berulang-ulang sampai infeksi paru berupa pneumonia. Komplikasi menahun (kronik) diabetes yang disebabkan karena makroangiopati dapat berupa gangguan pembuluh darah otak dapat menimbulkan stroke nonhemoragik, gangguan pembuluh darah jantung (arteri koronoria) menimbulkan penyakit jantung koroner, berupa angina pectoris atau infark miokard dan gangguan pembuluh darah tepi terutama di tungkai menimbulkan
luka dan ganggren disebut sebagai kaki diabetik. Komplikasi menahun karena mikroangiopati berupa gangguan pembuluh darah kecil di retina mata disebut retinopati diabetik yang dapat menimbulkan kebutaan, gangguan pembuluh darah yang memberi makan pada saraf, menimbulkan neuropati diabetik dengan keluhan utama berupa rasa semutan dan gangguan pembuluh darah kecil di ginjal menimbulkan nefropati diabetik. Nefropati diabetik timbul karena kerusakan sistem penyaring darah dalam ginjal yang disebut glomerulus. Ginjal menjadi bocor sehingga protein dalam darah (terutama albumin) yang dalam keadaan normal tidak melewati glomerulus, karena kerusakan glomerulus lolos ke dalam kencing disebut sebagai proteinuria atau albuminuria. Nefropati yang berlangsung lama menimbulkan kelainan gagal ginjal, sehingga memberikan beraneka ragam gejala. Gagal ginjal baru terjadi jika nefropati sudah berlangsung lama, 5 sampai 10 tahun. Pada awalnya nefropati tidak disertai gejala, hanya dapat diketahui dengan memeriksa kencing,
di mana mula-mula dijumpai albumin dalam kencing yang sangat sedikit disebut mikroalbuminuria, kemudian bertambah banyak disebut sebagai proteinuria atau albuminuria. Pada awalnya gejala tidak khas, tetapi jika sudah terjadi gagal ginjal maka akan memberikan gejala berupa rasa lemas, sakit kepala, mual dan muntah, nafsu makan menurun, pucat dan lemas, kram otot, kulit gatal pembengkakan pada mata kaki, yang bisa menjalar ke seluruh tubuh serta mudah kena infeksi. Untuk membuat diagnosis nefropati diabetik harus diperiksa kadar gula darah, kadar kreatinin darah yang menunjukkan fungsi ginjal, serta diperiksa kemampuan menyaring ginjal yang disebut sebagai glomerular filtration rate (GFR). Kadang-kadang diperiksa ultrasonografi untuk menyingkirkan penyebab gagal ginjal lainnya. Untuk memastikan diagnosis dapat dilakukan biopsi ginjal dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi. Pengobatan nefropati diabtik berupa penurunan kadar gula darah, memperlambat kerusakan ginjal dengan menjaga keseimbangan cairan, mengendalikan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
tekanan darah, menghentikan merokok (jika penderita merokok) serta dengan melakukan diet khusus. Jika terjadi kerusakan ginjal tingkat akhir (end-stage renal disease) harus dilakukan cuci darah secara teratur (minimal dua kali seminggu). Untuk terapi definitif dapat dilakukan cangkok ginjal. Untuk pencegahan nefropati diabetik maka harus dilakukan pengendalian gula darah dengan diet, olahraga, pemberian obat diabetes oral atau insulin. Gula darah dikatakan terkendali jika gula darah puasa mencapai 90130 mg/dl, kadar HbA1c <7%. Faktor–faktor pemberat lain juga harus dikendalikan seperti hipertensi, merokok dan kolesterol yang tinggi. Dengan pengendalian yang baik maka kerusakan ginjal dapat diperlambat, tetapi tidak dapat sembuh seperti sedia kala kembali. Kontrol terhadap pada dokter secara teratur akan dapat diketahui apabila terjadi progresivitas kelainan ginjal, sehingga dapat diambil tindakan lebih dini. l dr. Dewi Purwita Agustini, S.Ked.
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Sidak SMPN 2 Kuta, Senator RI Tegaskan Tidak Boleh Ada Kewajiban Program Studi Tour
Kasus Bunuh Diri Siswa SMAN 2 Kuta, Wedakarna Tegur Kepala Sekolah dan Guru Terkait Proses Pemberian Sanksi NAMA baik Badung tercoreng kembali. Kini dua aspirasi masyarakat ditangani Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terkait dengan dunia pendidikan tinggi. Di antaranya kasus bunuh diri yang dilakukan siswa SMAN 2 Kuta Nyoman Suchia (alm) yang diduga dipicu sanksi keras yang diberikan pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan oknum guru. Terkait masalah ini, Senator Arya Wedakarna (AWK) telah memanggil pihak keluarga, kepala sekolah dan juga Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Kabupaten Badung bertempat di kantor DPD-RI Bali di kawasan Renon. Senator AWK mendengar aspirasi dari pihak keluarga, penjelasan pihak sekolah, komite termasuk pandangan Dinas Pendidikan. Terhadap hal ini, Senator AWK menganggap ada kesalahan prosedural dalam memutuskan keputusan dari pihak sekolah yang akhirnya menyebabkan siswi trauma dan mengakhiri hidupnya. ‘’DPD sudah menanyakan kepada sekolah tentang prosedur sebelum melahirkan sanksi kepada siswa. Jawabannya tidak jelas. Saya tanya tentang berita acara terkait, juga sekolah tidak bisa menjawab. Dan seharusnya sebelum pihak sekolah di level pimpinan dan guru merapatkan, harus ada prosedur ke bagian konseling (BK), ada pembinaan khusus baru diputus-
kan. Di hadapan Dinas Pendidikan juga kepala sekolah tidak mampu memberikan jawaban tentang berita acara, dokumentasi dan bukti-bukti prosedural. Jelas ini pelanggaran UU. Apalagi orangtua almarhum melapor ke DPD bahwa mereka mendapat perlakuan tidak ramah. Dan saya sebagai pengawas dan pembuat UU harus meluruskan hal ini. Selain itu, secara hukum memang sulit dibuktikan karena TKP bunuh diri bukan di sekolah, dan tidak ada bukti langsung mengarah kepada sekolah. Tapi dalam hal pendidikan anak di bawah umur dan juga terkait dengan UU Perlindungan Anak serta dari pengamatan saya bahwa sangat jelas si anak merasa sangat trauma. Ini mengarah kepada bully. Wali kelas yang tidak ramah, oknum guru agama Hindu yang bergaya feodal, ini jelas merusak. Saya kecam,’’ ungkap Senator AWK yang juga dulunya memiliki latar belakang sebagai dosen. Lalu apa sanksi yang pantas untuk pihak sekolah? ‘’Yang jelas saya akan merekomendasikan oknum guru dan pimpinan sekolah agar masuk blacklist. Mungkin kenaikan pangkat dan promosi kariernya ditunda dulu. Jika perlu dimutasi. Intinya nama SMAN 2 Kuta, Badung ini sudah ternoda dengan kasus ini. Sekolah itu ya… harus steril dari tindakan pidana, apalagi ada siswa yang sampai bunuh
diri. Ini sama dengan sekolah tidak becus mengurus siswa. Saya warning juga kepada sekolah di seluruh Bali,’’ jelas Gusti Wedakarna. Selain menangani masalah di SMAN 2 Kuta, Senator AWK juga mengadakan sidak ke SMP Negeri 2 Kuta terkait dengan aspirasi masyarakat tentang dugaan adanya pemaksaan dari program studi tour yang dilakukan sekolah kepada siswanya. Jika ini benar, jelas melanggar UU. ‘’Sebaiknya pihak sekolah jangan bermain-main dengan urusan kewajiban ini dan itu. Apalagi masalah uang. Jangan terlalu kreatif dalam mencari dana. Program studi tour ini disilakan saja, tapi jangan sampai ada kata pemaksaan. Ada gestur dari guru yang memaksa dan mengancam. Saya hitung tadi, ada potensi dana kurang lebih setengah miliar rupiah yang masuk jika seluruh kelas IX ikut program ini. Saya sudah berkeliling kelas dan meminta disampaikan pada orangtua bahwa program ini tidak wajib. Jika tidak ada dana ya... silakan tidak ikut. Lebih baik uang disimpan untuk cari SMA setelah UN nanti. Untuk apa hura-hura studi tour, toh nanti menangis akibat tidak dapat sekolah akibat zonasi. Saya minta kepada pihak sekolah untuk tidak memberikan sanksi. Tugas apa pun kepada mereka yang tidak ikut studi tour,’’ terang Gusti Wedakarna.
Undwi Wisuda 394 Sarjana
Lalu apa yang akan dilakukan jika ada mark-up anggaran atau penyalahgunaan wewenang? ‘’Saya kira kasusnya menjadi sulit karena ini terjadi di sekolah negeri yang sudah mendapatkan dana APBN dan APBD. Aturan mensyaratkan bahwa sekolah tidak bisa sembarangan mengadakan kegiatan terkait uang. Jika itu terjadi, ya… masyarakat, khususnya orangtua yang berkeberatan bisa melapor ke polisi dan kejaksaan dengan adanya dugaan korupsi. Cara pembuktiannya kan mudah, periksa dulu agenda kegiatan di luar apa, lebih banyak studi tour atau berbelanja dan wisata. Periksa harga bus, hotel, makan dan lainnya. Terus sisa dananya ke mana? Istilahnya pembuktian terbalik. Barang siapa yang terlibat, baik kepala sekolah, komite, ketua panitia, pihak yang memanfaatkan anggaran bisa diciduk. Apalagi sekarang ada Peraturan Presiden (Perpres) terkait Saber Pungli, ya… silakan saja. Satu laporan saja sudah bisa diproses, termasuk komite. Maka dari itu, saya minta pihak sekolah berhati-hati. Jangan karena uang sedikit, Anda masuk penjara dan biasanya ada juga oknum internal sekolah yang mungkin tidak happy juga dengan hal ini. Saya akan sikapi,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang mantan Sekretaris APTISI Bali ini (ad539)
SATYAGRAHA BALI – Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir di SMPN 2 Kuta, Badung dan SMAN 2 Kuta, Badung.
Hari Ini Unwar Lepas 1.271 Wisudawan
Bertekad Menjadi PT Terbaik Nasional, Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Segera Miliki Guru Besar Lulusan Diharapkan Jadi ’’Agent of Change’’ MASYARAKAT Bali patut berbangga memiliki Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar karena dikenal menghasilkan human capital berkualitas bagi Bali. Lulusannya juga kebanyakan menjadi job creator melahirkan lapangan pekerjaan. Senin (16/9) kemarin, Rektor Undwi Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. mewisuda 394 lulusan S-1 dan S-2. Dari jumlah itu, 387 orang dari S-1 dan tujuh Magister Ilmu Hukum. Hingga saat ini, Undwi telah melahirkan sarjana (S-1) 8.677 orang dan Magister (S-2) 23 orang, tersebar ke seluruh Indonesia, bahkan sampai di luar negeri. Rektor Gede Sedana yang untuk kali pertama mewisuda sejak dilantik menjadi rektor mengaku sarjana yang telah terlahir dari rahim Undwi telah memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan di tingkat daerah dan nasional sesuai dengan disiplin ilmunya. Dia juga bangga karena 20 persen atau 73 lulusannya meraih predikat pujian dan 312 sangat memuaskan. Ke depan, Undwi terus meningkatkan kualitas dan bertekad menjadi 100 PT terbaik nasional. Bahkan dalam waktu setahun ini Rektor menargetkan Undwi sudah melahirkan guru besar dari rahimnya sendiri. Dia mengatakan, 11 dosen bergelar doktor yang dia miliki dan belasan dosen yang sedang menempuh S-3 menjadi modal besar guna menjadikan Undwi sebagai kampus besar dan terbaik pada 2035 mendatang. Saat itu, Rektor didampingi WR I Dr. Ketut Suaradnyana, M.Hum., WR II Drs. I Made Sila, M.Pd. dan WR III Drs. I Made Sutika, M.Si. menyerahkan penghargaan kepada lulusan dengan IPK tertinggi masingmasing diraih Ni Mader Sudiartini
WISUDA - Rektor Undwi Gede Sedana saat mewisuda sarjana S-1 dan S-2 Undwi. dari Fakultas Pertanian (3,94). Sedangkan pada Program Magister (S-2) Ilmu Hukum diraih Ni Luh Sri Mahendra Dewi (3,93). Prestasi ini tak membuat Rektor Gede Sedana cepat berpuas diri. Dia bertekad bekerja keras mencapai visi Undwi sebagai pusat kegiatan ilmiah yang berguna, berbudaya, mandiri dan sejahtera. Dia akan tetap mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM agar memiliki kompetensi tinggi dan memiliki daya kompetitif kuat, berlandaskan etika akademik. Undwi juga konsisten meningkatkan mutu kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sesuai tuntutan era revolusi industri 4.0. Prestasi ini diapresiasi Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. bahwa Undwi di bawah kepemimpinan Gede Sedana banyak mengalami kemajuan terutama dalam bidang akademik. Untuk itu, dia ingin agar
sivitas akademika Undwi terus meningkatkan diri, belajar dan belajar, bekerja dan bekerja, serta menambah dosen bergelar doktor dan segera melahirkan guru besar. Dikatakannya, salah satu indikator universitas dikatakan excelent bisa dilihat dari hasil penelitian dan publikasinya. Untuk itu yayasan mendorong semua komponen bersinergi menjadikan Undwi tetap eksis dan bersaing secara sehat dengan PT lainnya. ‘’Kami berterima kasih kepada LLDikti Wilayah VIII yang membantu Undwi meningkatkan mutu pendidikan di Undwi,’’ ujarnya. Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa mengungkapkan Undwi Denpasar dan kampus di Bali berpotensi besar masuk jajaran 100 PT terbaik di Indonesia. Syaratnya, taat asas, memiliki sumber daya dosen berkualitas, fasilitas dan kecepatan mengakses laporan data ke Dikti. (ad542)
Tingkatkan Kualitas Kinerja
Unhi Jalin Kerja Sama dengan Universitas Surabaya PERSENTASE perguruan tinggi terakreditasi A di Indonesia masih jauh dari harapan pemerintah. Oleh karena itu, dibuatlah program asuh perguruan tinggi, di mana dengan akreditasi A mengasuh atau membina perguruan tinggi dengan akreditasi di bawahnya. Untuk bisa mencapai harapan pemerintah sekaligus meningkatkan kualitas kinerja, utamanya dalam menerapkan tri dharma perguruan tinggi, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar bekerja sama dengan Universitas Surabaya. Adapun kerja sama ini diawali dengan penguatan SPMI dan bimbingan teknis Audit Mutu Internal (AMI) Program Perguruan Tinggi Asuh Universitas Surabaya, sekaligus penandatanganan MoU, Senin (16/9) kemarin di Unhi Denpasar. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan program perguruan tinggi asuh merupakan program dari Kemenristekdikti untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indoensia. Unhi Denpasar sebagai salah satu perguruan tinggi dengan akreditasi B merasa perlu untuk belajar dan berbagi ilmu dengan perguruan tinggi terakreditasi A dan akhirnya memilih Universitas Surabaya sebagai mitra. Nantinya, dengan kerja sama program perguruan tinggi asuh bersama Universitas Surabaya akan ada sharing pengalaman dan pembinaan, sehingga Unhi Denpasar ke depan bisa meningkatkan kualitas kinerjanya terutama dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. ‘’Untuk kegiatan selama dua hari ini, yang
UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) melepas 1.271 wisudawan pada upacara wisuda ke-61, Selasa (17/9) ini. Upacara wisuda dirangkai dengan Lustrum ke-7 dan Dies Natalis ke-35 yang puncaknya dirayakan malam hari ini. Para wisudawan ini berasal dari Pascasarjana sebanyak 81 orang, Fakultas Hukum 51 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 748 orang, FISIP 19 orang, Fakultas Sastra 75 orang, Fakultas Pertanian 47 orang, Fakultas Teknik dan Perencanaan 181 orang, dan FKIK sebanyak 69 orang. Dari segi output, sebanyak 1.202 orang (94,57%) meraih Indeks Prestasi Akademik (IPK) di atas 3.0, lulus tepat waktu sebanyak 1.132 orang (89,06%) dan menyelesaikan tugas akhir kurang dari enam bulan sebanyak 1.125 orang (88,51%). Oleh karena itu, para lulusan diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan (job creator), dan menjadi agen perubahan (agent of change) terhadap kemajuan bangsa dan negara. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. didampingi Ketua Panitia Drs. I Wayan Sudemen, M.Si. mengatakan, selain jumlah wisudawan sangat banyak, karakteristik wisudawan sangat baik dan berkualitas. Sebab, rata-rata lulusan sudah tepat waktu dengan IPK cukup bagus. Oleh karena itu, para lulusan diharapkan mampu bersaing dan profesional di dunia kerja. ‘’Saya berharap dengan ilmu dan keterampilan yang mereka dapat selama empat tahun belajar di Unwar, mereka akan menjadi agent of change. Jadi, di mana pun mereka berada nanti mampu menjadi sarjana-sarjana yang benar-benar pelopor perubahan ke arah yang positif,’’ ujar Prof. Widjana. Selain itu, para lulusan juga diharapkan mampu menyediakan pekerjaan bagi orang lain. Baik menjadi pengusaha muda, buka usaha kecil, menengah maupun besar. Para wisudawan juga diingatkan agar selalu menjunjung tinggi nama baik almamater, menjadi corong untuk menyosialisasikan eksistensi Unwar di masyarakat, dan tetap menjaga komunikasi baik dengan almamater. Terutama bagi yang berkeinginan untuk melanjutkan studi Magister (S-2) karena Unwar sudah memiliki lima prodi S-2.
GELADI BERSIH - Rektor Unwar Prof. dr. I Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. (2 dari kiri) didampingi Wakil Rektor I Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. (2 dari kanan), Wakil Rektor II Ni Putu Partamawati, S.E., M.M. dan Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. (kanan) berfoto bersama pada acara geladi bersih wisuda ke-61, Senin (16/9) kemarin. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengingatkan agar para wisudawan dan seluruh civitas akademika Unwar untuk benar-benar menjadikan dan melaksanakan dengan baik nilai-nilai Sapta Bayu sebagai spirit bersama dalam memajukan Unwar. Sebab, Unwar sebagai lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk mencetak dan menghasilkan SDM yang berkarakter dan berkualitas, serta memiliki daya saing profesional. ‘’Para lulusan akan berinteraksi kembali dengan dunia kerja, di sanalah mereka akan diuji bagaimana kompetensinya, bagaimana karakternya dan bagaimana mereka bisa menjadi inspirator di lingkungan masing-masing. Tentu hal ini menjadi komitmen kami di yayasan bersama Unwar bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang sangat mulia, dunia pendidikan adalah dunia investasi masa depan dan dunia pendidikan adalah dunia pengabdian untuk menghasilkan generasi-generasi baru yang berkarakter dan unggul,’’ tandas
Wisnumurti. Merujuk pada tracer study yang dilakukan, dikatakan, serapan lulusan Unwar di dunia kerja relatif tinggi. Hal ini terbukti dari lama mereka menganggur rata-rata kurang dari enam bulan. Sebab, Unwar telah menggenjot karakter mahasiswanya memiliki jiwa kewirausahaan melalui Inkubator Bisnis. ‘’Artinya, Warmadewa tidak saja mempersiapkan sarjana yang menjadi pekerja, tetapi sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja. Sebab, saya yakin Revolusi Industri 4.0 mewajibkan kita tidak saja menguasai hard skill, tapi juga soft skill,’’ pungkasnya. Lulusan terbaik Wisuda ke-61 Unwar di tingkat sarjana diraih Ni Ketut Puspita Sari dari Fakultas Pertanian dengan IPK 3,92. Sedangkan lulusan terbaik Program Pascasarjana diraih Ghea Harta Prayona dengan IPK 4,0. Sementara itu, lulusan tercepat tingkat sarjana diraih Muhammad Agil Ferdiansyah dari Prodi Manajemen (3 tahun, 7 bulan, dan 1 hari) tingkat Pascasarjana diraih Kartika Herenawati, S.H. (1 tahun, 10 bulan). (ad532)
Daihatsu Hadir di GIIAS Makassar 2019
MOU - Penandatanganan MoU dalam Program Perguruan Tinggi Asuh antara Universitas Surabaya dengan Unhi Denpasar, Senin (16/9) kemarin. kita tekankan adalah penguatan SPMI dan AMI,’’ ujar Damriyasa. Ia melanjutkan, dengan bimbingan dan pembinaan dari Universitas Surabaya, nantinya Unhi Denpasar bisa lebih siap untuk menjalani reakreditasi perguruan tinggi yang akan berlangsung tahun 2021. Tidak hanya itu, Unhi Denpasar juga akan lebih siap untuk recognisi internasional, di mana langkah awalnya membentuk media bersifat internasional. Salah satunya dengan membuat internasional jurnal interreligius dan interculture study. ‘’Kami dalam waktu dekat ini akan diundang ke Auckland California untuk memaparkan jurnal ini di sana. Sehingga ke depan diharapkan jurnal ini bisa menjadi jurnal internasional dan reputasi,’’ ujarnya. Selain bisa meningkatkan kualitas kinerja serta kesiapan menyongsong reakreditasi, kerja sama dengan Uni-
versitas Surabaya ini, lanjut Damriyasa, diharapkan juga menyasar bidang lainnya, seperti di bidang riset dan teknologi. Dalam kegiatan penguatan SPMI dan bimbingan teknis AMI Program Perguruan Tinggi Asuh Universitas Surabaya, menghadirkan dua pembicara yaitu Gunawan, S.Si., MBA., Ph.D. dan Arif Herlambang, S.Si., M.Si., CRP. Salah satu pembicara, Herlambang, mengatakan kegiatan tersebut lebih bersifat terbuka dan menerima masukan serta berbagi pengalaman. Menurutnya, Unhi Denpasar memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas kinerja perguruan tingginya. Apalagi di dalamnya sudah banyak SDM berpengalaman. ‘’Ke depan kita akan bersama-sama saling mendukung dan bekerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas perguruan tinggi,’’ ujarnya. (ad534)
SEBAGAI sahabat masyarakat Indonesia, Daihatsu turut aktif mengikuti rangkaian pameran otomotif yang salah satunya adalah Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Makassar 2019 pada 11 – 15 September 2019 di Celebes Convention Center (CCC), Makassar. Sebagai ajang pameran otomotif terbesar di Makassar, GIIAS Makassar Auto Show 2019 menjadi sarana efektif untuk penjualan produk otomotif termasuk Daihatsu. Menempati area seluas 256 m2, Booth Daihatsu terasa nyaman dan bersahabat sesuai dengan tema ‘’Funtastic GenerasiON’’ yang diusung. Nuansa ceria, aktif, dan youthfull yang tercermin dari desain tata ruang ala Memphis Art langsung terasa begitu menginjakkan kaki di Booth Daihatsu. Booth Daihatsu sengaja didesain untuk menyambut generasi milenial, sehingga dapat dinikmati oleh seluruh sahabat Daihatsu. Pada pameran kali ini, Daihatsu menghadirkan 4 unit andalan, yaitu 1 unit Grand New Xenia 1.5 R Deluxe (Bronze), 1 unit Astra Daihatsu Ayla R 1.2 (Orange), 1 unit Astra Daihatsu
DAIHATSU - Booth Daihatsu di GIIAS Makassar 2019. Sigra R Deluxe (Hitam), dan 1 unit Daihatsu Terios R Deluxe (Merah). Pameran terbesar di wilayah Indonesia timur ini memberikan kontribusi positif terhadap pasar mobil khususnya di kota Makassar dan sekitarnya. Tak hanya itu, Daihatsu juga menyiapkan program penjualan menarik yang disiapkan untuk seluruh Sahabat Daihatsu yang ingin melakukan pemesanan selama pameran ini, salah satunya adalah gratis biaya admin untuk pembelian kredit seluruh tipe mobil Daihatsu.
‘’Dengan hadirnya Daihatsu di GIIAS Makassar Auto Show 2019 ini, memberikan kemudahan untuk masyarakat Makassar dan sekitarnya agar dapat melakukan pembelian mobil Daihatsu sesuai kebutuhan. Pengunjung juga dapat menikmati berbagai program penjualan menarik di Booth Daihatsu yang telah disiapkan untuk seluruh Sahabat Daihatsu,’’ ujar Tulus Pambudi, Regional Head Indonesia Bagian Timur (IBT) PT Astra International Tbk.–Daihatsu Sales Operation (AI–DSO). (bns1)
Selasa Kliwon, 17 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tidak Perlu Ikut-ikutan Pindah Ibu Kota SEBAGAI sebuah kebiasaan, budaya Indonesia itu mencontoh apa yang dilakukan oleh pihak yang berada pada struktur lebih di atas. Akan bagus juga memang hal itu sesuai dengan kondisi. Tetapi tidak akan baik apabila sekadar mencontoh. Atasannya memakai kaos jika ke kantor, jelas tidak baik dicontoh oleh bawahannya. Tetapi jika itu contoh prestasi akademik, misalnya, ya silakan mencontoh. Demikian pula halnya dengan pemindahan ibu kota. Jakarta secara struktural merupakan atasan bagi kota-kota lain di Indonesia. Jika Jakarta sudah tidak dipakai lagi sebagai ibu kota negara, jangan-jangan juga akan dicontoh oleh kota lain untuk pindah. Ini sekadar kekhawatiran mengingat ada kebiasaan latah di Indonesia. Tentu kita berharap tidak demikian adanya. Kita harus perluas pikiran kita soal perpindahan kota ini. Jika kita lihat Jakarta, memang kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi untuk menjadi ibu kota Indonesia. Konon kolonialis Belanda itu menciptakan Batavia hanya untuk ditempati oleh maksimal 800.000 orang. Kini, penduduk Jakarta sudah lebih dari 10 juta jiwa. Secara logika, tidak akan mungkin mampu untuk memberikan kenyamanan bagi penduduknya. Apalagi memberikan suasana nyaman untuk berpikir dan mengelola negara oleh para politisi. Macet saja sudah memberikan kejengkelan dan suasana seperti ini pasti tidak bagus untuk berpikir membuat kebijakan secara baik. Jadi, suasana kota sangat menentukan bagaimana kualitas keputusan politik yang dibuat. Dengan alur pemikiran seperti itu, sudah jelas ibu kota Indonesia perlu dipindahkan ke tempat lain. Bahwa kemudian pilihannya jatuh ke Kalimantan Timur tentu mempunyai segala macam alasan. Tetapi bagi kita pilihan ini positif untuk memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa negara bangsa kita memang majemuk. Tidak semuanya berpusat di Jawa. Kalimantan juga merupakan pulau yang paling relatif bebas dari bencana alam. Tidak seperti Jawa, Bali, Lombok, dan pulau lainnya. Tidak perlu bagi daerah lain seperti provinsi, kabupaten atau kecamatan ikut-ikutan pindah ibu kota. Terutama di wilayah yang padat penduduk seperti Jawa dan Bali, perpindahan ibu kota justru akan menambah masalah baru. Yang paling dikhawatirkan adalah merusak lingkungan. Harus digarisbawahi hal ini. Pemindahan kota pasti akan mengambil lahan yang sebelumnya hijau atau lahan pertanian. Kebiasaan yang ada selama ini di Indonesia adalah merambah daerah-daerah pertanian untuk dibuat sebuah wilayah baru. Silakan lihat pusat-pusat perkotaan yang baru dibangun. Jika itu dilakukan di Bali, sungguh merupakan kecelakaan fatal. Subak yang begitu sistematisnya membuat aturan air dan mengelola pertanian, dirusak oleh pemikiran lain demi membangun sebuah kota baru. Pemindahan kota pasti juga akan diikuti oleh munculnya permukiman baru. Ini lagi-lagi menjadi ancaman bagi wilayah pertanian yang ada. Maka, khusus untuk tingkat di bawah ibu kota negara, sebaiknya pikiran yang muncul adalah kepraktisan. Teknologi sekarang sudah memungkinkaan bagi perkantoran untuk bergerak secara praktis. Asalkan para pejabat tidak berpikiran feodal, yang harus disambut tarian saat melakukan kunjungan, maka kita pasti akan dapat mengefisienkan manajemen pemerintahan. Surat bisa lewat elektronik. Perintah dan kebijakan juga dilakukan seperti itu. Rapat akan dapat dikurangi apabila kita mampu membuat perintah yang efisien. Kunjungan lapangan juga dapat dipermudah jika secara jujur kita mampu melaporkannya melalui tayangan gambar elektronik. Kita tidak perlu lagi bermewah-mewah untuk melakukan segala macam upacara jika itu sekadar sambutan. Dengan cara itulah, kita akan dapat memberikan ruang yang lebih baik untuk mengelola administrasi pemerintahan.
SURAT PEMBACA
Politik dan Kenyamanan dalam Perpindahan Ibu Kota Perpindahan ibu kota negara sudah dipastikan oleh Presiden Joko Widodo sekitar sebulan lalu. Ini memancing berbagai komentar dan merupakan hal yang wajar pada ranah sosial. Setiap individu atau kelompok mempunyai pengalaman sosial yang berbeda. Namun, dalam hal pemindahan ibu kota negara, memerlukan berbagai macam pandangan dan kajian karena menyangkut banyak segi. Pemindahan ibu kota Jakarta juga demikian. Sudah banyak yang mengetahui bagaimana kondisi ibu kota Indonesia itu sekarang. Ditelusuri lewat puisi, lagu, film atau bentuk seni apa pun, selalu kelihatan bagaimana kondisi Jakarta sejak bertahun dan berdekade yang lalu. Jakarta dikatakan kebanjiran, disebutkan menyesal datang ke Jakarta, meski Koes Plus selalu mengatakan “Kembali ke Jakarta”.
Oleh
GPB Suka Arjawa alam sebuah bacaan, bahkan kolonialis Belanda yang membangun kota Batavia sesungguhnya hanya diciptakan untuk kapasitas 800.000 (delapan ratus ribu) orang. Bisa dibayangkan, bagaimana Jakarta yang kini berpenduduk belasan juta jiwa. Banyak perspektif yang dapat dipakai untuk melihat perpindahan ibu kota. Dari perspektif sosiologi politik, perpindahan ibu kota menuju Kalimantan Timur memberikan pesan kepada masyarakat bahwa (pembangunan) Indonesia itu bukanlah Jawa saja. Kalimantan akan memberikan jawaban bahwa proses pembangunan nasional itu akan merata. Pada zaman teknologi dan pengetahuan yang demikian maju seperti sekarang, menempatkan ibu kota di pulau tersebut, bukanlah masalah. Sebab, konsep yang dipopulerkan oleh pemerintah sekarang adalah bahwa Kalimantan Timur itu “dikhususkan” untuk ibu kota pemerintahan saja. Dan “ibu kota” bisnis dan perekonomian tetap di Jakarta. Dengan begitu, Jakarta akan tetap aktif.
Kota bisnis dan kota peremonomian mungkin akan cocok juga untuk perkembangan kota seni. Seni akan memberikan keseimbangan pada aktivitas perekonomian tinggi yang sering kali menimbulkan ketegagan. Akan tetapi, jelas Jakarta akan berkurang populasinya karena ada kepindahan berbagai kantor ke Kalimantan Timur. Perpindahan ibu kota negara ini akan memberikan pemahaman juga kepada masyarakat, bahwa Indonesia itu benarbenar satu di dalam keragaman pulau. Memang sebelumnya, Jawa menjadi berbagai pusat kegiatan sosial politik dan ekonomi. Secara logika, mungkin dapat dilacak ke masa lalu tentang kekayaan alam Indonesia. Pada masa lalu, kekayaan manusia (sosial) itu bersumber dari alam, yaitu pertanian dan perkebunan. Perkebunan pun dalam konteks yang diberdayakan oleh manusia. Artinya, perkebunan dalam skala yang mampu diolah oleh manusia dengan tenaga manusia. Jawa merupakan pulau paling subur di Indonesia karena
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Sekolah Anak Disabilitas Mohon SK-nya agar Cepat Keluar
Usulan Gedung Baru DPRD
Berkaitan dengan SLB Maruti Denpasar (nama sementara), mengapa proses untuk keluarnya SK SLB Maruti untuk menjadi SLB C 3 Denpasar lama sekali. Sebagai seorang mantan pendidik/ guru sekaligus sebagai wali murid di SLB C Jalam Ahmad Yani Lumintang (sekarang pindah ke SLB Maruti), karena saya memindahkan cucu saya dari mulai kelas II SLB C Lumintang dan sekarang sudah kelas V SLB Maruti. Maaf, saya ini mantan guru SMAN 1 Ubud merasa sangat prihatin dan sangat memahami keadaan sekolah tersebut. SLB C dan SLB C 1 Lumintang di-regrouping ke Jimbaran menjadi SLB N1 Badung, ini ditolak atau tidak disetujui dari hampir 100% orangtua/ wali murid karena dengan alasan utama letaknya sangat jauh karena tidak mungkin dan tidak mampu mengantar anak setiap hari ke Jimbaran karena faktor keamanan di jalan dan kesehatan mengingat anak-anak ini kan yang IQ-nya rendah, kalau diasramakan di Jimbaran bersama orangtua/ wali murid rasanya juga tidak mungkin. Dengan situasi dan kondisi SLB Maruti seperti di atas, apabila sekarang sudah mendapat siswa yang sangat banyak dari SD, SMP, SMA, siswa baru dan siswa pindahan. Besar harapan saya agar Bapak Gubernur Bali I Wayan Koster dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta instansi yang terkait mohon SK SLB N 3 Denpasar agar dipercepat keluarnya.
DPRD Bali sudah mulai menjalankan aktivitasnya meskipun baru membahas aturan internal dewan. Saya berharap di tengah gerak cepat Bali Era Baru ada baiknya para legislator pilihan rakyat juga berpihak pada kepentingan rakyat. A rt i ny a , p ro g ra m - p ro g ra m n y a j ug a berpihak pada rakyat. Terkait usulan gedung baru, saya menilai wajar-wajar saja. Pertama selain agar wakil kita nyaman bekerja juga agar para legislator lebih betah berada di kantor. Selama ini, dengan gedung yang sekarang para wakil rakyat kita sering studi banding ke luar daerah. Mungkin saat studi banding mereka melihat kantor DPRD di daerah lainnya mewah-mewah sehingga mereka mengusulkan gedung baru. Saya yakin sebagian besar wakil rakyat saat ini masih memiliki rasa dalam menjalankan tugasnya. Artinya, ada hal-hal mendesak yang mesti mereka harus kedepankan. Jika boleh usul, sebaiknya anggaran gedung baru digunakan untuk menata kawasan Pura Besakih. Setidaknya pada tahun pertama para legislator, ada hal menumental yang bisa diapresiasi.
I Made Widanayasa, B.A. Batubulan Kangin, Sukawati, Gianyar
I Wayan Arsana Gianyar, Bali
mempunyai banyak gunung api. Erupsi gunung api yang telah berlangsung berabad lalu, menghasilkan debu vulkanik yang demikian berguna untuk mengolah pertanian. Tidak ada pulau lain yang mempunyai gunung api seperti itu kecuali Jawa. Maka, secara sosial kesuburan ini berdampak kepada kehidupan masyarakat. Mereka yang mempunyai keterampilan mengolah alam (tanah) pasti akan makmur dan sejahtera. Dan efek dari ini adalah ketenangan yang pasti berkorelasi dengaan kecerdasan. Jelas kecerdasan tidak hanya dapat dipakai untuk hal-hal positif. Ia sangat tergantung dari sifat manusia pembawanya yang dapat juga menjerumuskan. Kesuburan dan kesejahteraan akan membawa keinginan untuk menambah anggota keluarga (anak). Amat mungkin dari sini munculnya pemahaman banyak anak banyak rezeki. Dengan demikian, logis apabila Jawa mempunyai penduduk terbanyak di Nusantara. Namun, sekarang kesejahteraan dan kecerdasan sudah lepas
dari ketergantungannya kepada alam. Kesejahteraan sangat tergantung kepada kemampuan otak seseorang, kemampuannya mengolah informasi, serta manajemen diri dari pihak bersangkutan. Jadi, siapa yang mampu menggabungkan hal yang disebutkan di atas, akan memberikan kesejahteraan bukan saja kepada dirinya tetapi juga kepada masyarakat. Konteks nyatanya, ini terlihat kepada mereka yang menguasai teknologi informasi. Para startup di seluruh dunia benarbenar mampu mewujudkan kekayaannya hanya dengan bekerja di depan laptop dan tidak menggunakan ruangan besar tetapi justru mampu mengokupasi wilayah yang sangat luas. Dengan bekerja di satu kursi di sebuah restoran, sambil memegang laptop atau bahkan telepon pintar, mereka dapat menjangkau dunia. Inilah kesejahteraan di zaman sekarang. Dengan demikian, apabila dibawa menuju konteks perpindahan tempat ibu kota Indonesia, maka sebuah ibu kota itu tidak perlu lagi di tempat yang tanahnya subur, di wilayah yang mempunyai penduduk yang banyak tetapi bisa saja di wilayah yang tanahnya gambut tetapi mampu dibuat bangunan yang memungkinkan orang berkonsentrasi untuk melakukan manajerial sistem kenegaraan. Asal mampu menjaga ketenangan, maka di mana saja dapat dibangun ibu kota negara. Kalimantan adalah pulau yang relatif aman dari bencana alam di Indonesia. Pulau ini juga banyak hutannya dan penduduknya tidak banyak.
WARUNG GLOBAL
Perizinan ”Online’’ Persempit Gerak Calo MENGURUS hal-hal yang berkaitan dengan perizinan selama ini menghabiskan waktu, selain itu biaya juga lumayan. Namun, dengan canggihnya teknologi saat ini, urus izin tak perlu berhari-hari apalagi berminggu-minggu. Kecanggihan teknologi, benar-benar memudahkan dan memurahkan, memangkas birokrasi yang berbelit-belit, mempersempit gerak calo bahkan meminimalisir korupsi. Berikut rangkuman pendapat Kawan Global berkaitan dengan penerapan perizinan online dalam acara dialog interaktif Warung Global disiarkan Radio Global 96,5 FM. Apa beda calo dan biro jasa? Demikian Werdha di Gianyar menanyakan. Kesan susah payah jika mengurus sendiri itu masih ada, apalagi masyarakat yang awam dan gaptek jadi semakin malas mengurus izin dengan aplikasi berbasis online ini. Karena dengan jasa calo bisa lebih cepat, meskipun harus mengeluarkan biaya tambahan. Di samping manfaatkan kecanggihan teknologi ini, ia berharap agar operator dilatih juga dalam hal memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Jangan sampai terjadi lagi ‘’tawar-menawar’’, jadi mental juga harus dibenahi meskipun sudah ada alat
yang canggih. Ketut Mursi di Denpasar menambahkan bahwa aplikasi itu dibuat oleh manusia dari kecerdasan otak mereka. Artinya, apa pun polanya, jika mentalnya tidak bagus, tetap saja akan ada celah praktik percaloan. Sridam di Mengwi menambahkan bahwa di zaman sekarang teknologi mestinya memudahkan, tidak seperti dulu, karena sekarang zaman industri jadi segalanya mesti cepat dan mudah. Menurut Yuli di Tabanan, penerapan layanan perizinan via online di memberikan efek positif. Salah satunya mempersempit ruang gerak calo. Selain itu, juga efektif untuk menekan
potensi terjadinya praktik korupsi dan birokrasi tidak berbelit. Masyarakat diminta manfaatkan aplikasi layanan perizinan online untuk pangkas praktik calo, Yakin? Demikian ungkap Made Jujur di Tabanan dengan nada sinis. Sementara Wayan Darmini di Tabanan menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu ia mengurus perpanjangan izin di Badung menggunakan aplikasi Laperon, cukup terbantu dan memudahkan karena tidak usah ke Puspem lagi. Melalui Laperon dibantu petugas, cukup sekali mengurus jika syarat sudah lengkap. (sikha)
Meskipun tanahnya bergambut, tetapi faktor keamanan dan kenyamanan nampak di pulau tersebut. Jadi, tidak perlu raguragu lagi untuk memindahkan ibu kota Indonesia ke wilayah Kalimantan Timur. Hal lain yang justru harus dilihat adalah bahwa perpindahan ibu kota sebuah negara, merupakan peristiwa penting yang harus dipahami oleh masyarakat luas. Perpindahan ibu kota Indonesia ke Kalimantan Timur telah dipastikan oleh Presiden Joko Widodo hampir sebulan yang lalu. Namun, ini harus diperhatikan dengan saksama apabila dilihat dari sisi budaya Indonesia yang paternalistik. Sering kali kebijakan atasan akan dicontoh oleh bawahan sehingga perilaku bawahan ikut-ikutan dengan apa yang dilakukan oleh atasannya. Dalam konteks Indonesia, ibu kota negara adalah atasan dan bawahannya adalah ibu kota provinsi, kab upaten dan juga kecamatan. Dengan adanya teknologi, ibu kota provinsi dan lainnya ke bawah, tidak perlu harus mencontoh perpindahan ibu kota negara. Apalagi kota kabupaten. Yang dipentingkan adalah efisiensi kinerja dengan menggunakan teknologi. Jadi, pekerjaan yang tidak memerlukan kertas, cukup dengan komputer dan jika surat menyurat dapat dilakukan melalui sistem pengiriman WA misalnya, maka lalu lintas tidak akan krodit. Demkian juga dengan kebutuhan makanan dan rapat. Penulis, staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana
POJOK Rusak lingkungan, Dewan Tabanan soroti galian C di Bugbugan. - Jangan asal sorot. *** Dispar Badung imbau wisatawan jaga sikap dan patuhi aturan. - Jangan asal imbau. *** Kabar pemakai tas plastik didenda Rp 500 ribu dipastikan bohong. - Asal tak bohongi diri sendiri.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Truk Tronton Mogok Picu Kemacetan 15 Jam
MOGOK - Truk mogok mengakibatkan kemacetan lalu lintas selama 15 jam di jalur Denpasar-Singaraja.
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) Sebuah truk tronton yang mengangkut tiang pancang mogok di jalur DenpasarSingaraja, tepatnya di Dusun Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Senin (16/9) kemarin. Diduga, penyebabnya adalah truk tidak kuat menanjak dengan membawa beban yang sangat berat. Kemacetan hingga 15 jam tak terhindarkan. Hal ini akibat bodi truk melintang di hampir setengah badan jalan dan tepat di tikungan. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi pukul 02.30 Wita. Sebelum kejadian, kendaraan jenis truk trailer merek Isuzu nopol B 9699 PEI mengangkut muatan delapan tiang pancang dengan dikawal Polsek Baturiti, datang dari arah selatan Terminal Mengwi dengan tujuan proyek shortcut 4 Desa Candikuning. Namun saat
tiba di lokasi, pengemudi truk diduga mengambil haluan kurang ke kanan. Truk lantas tak kuat nanjak dan berhenti di jalur sebelah kiri. Kemacetan yang ditimbulkan, membuat polisi memberlakukan sistem buka-tutup untuk kendaraan kecil terutama yang datang dari arah Denpasar. Sementara dari arah Singaraja, dilalukan pengalihan arus lalu lintas berbelok ke barat di patung Jagung menuju The Shilas atau ke Desa Batusesa, Kecamatan Baturiti. ‘’Macet, tetapi tidak sampai lumpuh. Kami lakukan buka tutup dan juga diarahkan menuju jalur alternatif,’’ ucap Kapolsek Baturiti Kompol I Nengah Sudiarta. Proses evakuasi cukup sulit dan memakan waktu lama. Hal ini lantaran lokasi kejadian di tikungan dan beban yang dimuat oleh truk cukup berat. (kmb28)
Penjaringan Cabup Dibuka Sanjaya Langsung Ambil Formulir Tabanan (Bali Post) -
Jajaran pengurus DPC PDI-P Tabanan, Senin (16/9) kemarin, menggelar rapat dengan agenda pembentukan tim panitia penjaringan sekaligus pengumuman dibukanya penjaringan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020-2025. Menariknya, baru saja penjaringan dibuka, I Komang Gede Sanjaya yang merupakan Ketua DPC PDI-P Tabanan langsung mengambil formulir pendaftaran untuk calon Bupati Tabanan. ‘’Selaku kader partai, karena mendapatkan prioritas selaku calon Bupati Tabanan, maka hari ini (kemarin -red), sekaligus mengambil formulir untuk mencalonkan diri menjadi calon Bupati Tabanan 2020-2024,’’ tegas Sanjaya. Terkait siapa yang akan menjadi pasangannya, Sanjaya menyerahkan sepenuhnya kepada keputusan induk partai. Sebab, yang menetapkan pasangan calon bupati dan calon wabup adalah ranahnya DPP. ‘’Kalau masalah pasangan, hasil rapat di DPC membuka selebar-lebarnya untuk kader PDI-P untuk mendaftarkan diri,’’ ucap Wakil Bupati Tabanan ini. Begitu pula untuk pengambilan formulir pendaftaran calon bupati maupun calon wabup, Sanjaya menegaskan, seluruh jajaran pengurus
DPC berharap jangan sampai ada istilah titip-titipan atau formulir diambilkan oleh orang lain. ‘’Kalau kader berminat ikut penjaringan, langsung datang ke DPC PDI-P karena tim penjaringan terus stand by. Mari tunjukkan wibawa partai yang baik,’’ jelasnya. Bahkan, untuk penyetoran dokumen pendaftaran calon bupati, Sanjaya telah memilih hari baik yakni Rabu (18/9) besok. ‘’Saya rasa tanggal 18 adalah hari baik. Kalau dijumlahkan menjadi angka 9. Kalau bisa jam 09.00 juga,’’ ungkapnya. Sementara itu, I Gusti Nyoman Omardani yang ditunjuk sebagai Ketua Tim Penjaringan Cabup dan Cawabup mengatakan, untuk tahapan pengambilam dokumen pendaftaran calon
dibuka sampai dengan Kamis (19/9), mulai pukul 09.00 sampai dengan 17.00 Wita. Untuk penjaringan kali ini, mengingat Tabanan berhasil meraih kemenangan lebih dari 55 persen, maka sesuai dengan keputusan DPC, sifat penjaringan adalah tertutup yakni hanya menerima calon dari kader partai dan berKTA PDI-P. ‘’Tidak menerima calon dari luar kader. Itu amanat partai yang harus dilaksanakan,’’ tegasnya. Setelah sampai batas akhir penyetoran dokumen pendaftaran berakhir tanggal 19 September, akan dilanjutkan dengan rapat DPC, dan hasil verifikasi dibawa ke DPD. ‘’Kita di sini tidak berhak memutuskan, karena kewenangan ada di DPP. Kita hanya meneruskan ke DPP melalui DPD,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
FORMULIR - I Komang Gede Sanjaya mengambil formulir pendaftaran calon Bupati Tabanan 2020-2025 yang diserahkan oleh Ketua Tim Penjaringan Gusti Nyoman Omardani.
Kasus Tapal Batas
Warga Bajera Utara Datangi Komisi I Tabanan (Bali Post) Perwakilan warga dari Banjar Cibukan dan Banjar Taman Yoga, Desa Bajera Utara Kecamatan Selemadeg, Senin (16/9) kemarin, mendatangi gedung DPRD Tabanan. Kedatangan mereka adalah untuk menyampaikan aspirasi pada jajaran Komisi I DPRD Tabanan terkait persoalan saling klaim tapal batas yang sudah terjadi sejak tahun 2016 antara Desa Bajera Utara dengan Desa Tiying Gading Kecamatan Selemadeg Barat. Di hadapan Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi bersama jajarannya, perwakilan warga yang juga anggota BPD Desa Bajera Utara, I Ketut Adita, menyampaikan, kedatangan mereka untuk membawa aspirasi terkait persoalan batas wilayah. Persoalan ini muncul tahun 2016 dan sudah lima kali difasilitasi eksekutif untuk dicarikan solusi. Hanya, sampai sekarang belum ada keputusan. Akhirnya, dibentuklah tim dari dua banjar yakni Banjar
Cibukan dan Banjar Taman Yoga untuk menyampaikan kepada jajaran legislatif untuk nantinya bisa dibantu segera mendapatkan keputusan. ‘’Harapan kami agar tim eksekutif dan Komisi I segera memfasilitasi dan mengeluarkan keputusan yang memang ideal. Batas desa sudah jelas, jangan diutak-atik,’’ tegas Adita. Dia menjelaskan, kasus ini muncul lantaran ada kasus tanah warga yang sudah inkrah di putusan Mahkamah Agung tahun 1968. Tanah tersebut berada di wilayah Desa Bajera Utara. Namun, pihak yang kalah dari Banjar Antagana Kangin mengajukan permohonan pembuatan SPPT sehingga dalam satu lahan tersebut ada dua SPPT. Pihak yang kalah mengklaim bahwa tanah tersebut masuk wilayah Banjar Antagana Kangin Desa Tiying Gading. ‘’Padahal dari peta wilayah, tanah itu masuk wilayah kami di Bajera Utara,’’ sebutnya. Sementara itu, Ketua Komisi I Putu Eka Putra Nurcahyadi
Bali Post/bit
SAMPAIKAN ASPIRASI - Warga Bajera Utara mendatangi Komisi I DPRD Tabanan untuk menyampaikan aspirasi terkait tapal batas. mengatakan, setelah menerima aspirasi warga Bajera Utara pihaknya akan melakukan koordinasi dengan eksekutif. Apalagi eksekutif telah membentuk tim untuk penanganan kasus tersebut. Setelah mendapatkan data dari eksekutif, atas perintah Ketua DPRD, pihaknya akan turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran persoalan tersebut, barulah nanti akan memangil pihak lain yang terkait.
Ditegaskan, pihaknya tidak ingin persoalan tapal batas ini berlarut-larut. Sengketa harus segera dituntaskan sehingga tidak menjadi api dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa menyala lagi dan persoalan justru lebih besar. Dalam penyelesaian sengkata tapal batas ini, pemerintah dalam hal ini Bupati memiliki kewenangan untuk memutuskan berdasarkan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016. (kmb28)
Made Dirga mengatakan, secara umum pelaksanaan Porprov khususnya di GOR Debes sudah berjalan lancar. ‘’Sudah baik dan lancar dan ternyata pelaksanaan di sini (Tabanan) lebih baik dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya, meskipun masih dengan fasilitas dan anggaran pas-pasan,’’ ucapnya. Dia mengapresiasi lantaran saat gedung GOR bocor, pemerintah dan panitia Porprov merespons dengan cepat. Kebocoran langsung ditangani. Meski demikian, pihaknya berharap, pihak pemerintah tetap memberikan perhatian khusus terkait kelanjutan pembangunan GOR usai Porprov. ‘’Setelah Porprov ini, kita akan fokus melakukan pengawasan terkait pembangunan GOR lanjutan,’’ tegasnya.
Dia berharap, pemerintah tetap konsisten membangun GOR meski pelaksanaan Porprov telah usai. Karena, GOR ini nantinya bisa digunakan untuk event olahraga baik bertaraf nasional maupun internasional. Sementara itu, Ketua KONI Tabanan Dewa Ary Ariawan menaruh harapan pembangunan GOR Debes dapat sepenuhnya diselesaikan. Terkait kebocoran gedung GOR, kata dia, sudah langsung diperbaiki oleh Dinas PUPR. Terkait pencairan bonus atlet yang tak bisa dilakukan tahun ini, dia menjelaskan hal itu disebabkan pengajuan anggaran kepada Pemkab Tabanan belum disetujui masuk APBD Perubahan 2019. Bonus tersebut akan dianggarkan di APBD tahun 2020. (kmb28)
Dewan Pantau Pelaksanaan Porprov
Bali Post/bit
DEWAN - Jajaran Dewan Tabanan saat memantau pelaksanaan Porprov Bali XIV. Tabanan (Bali Post) Jajaran Dewan dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga usai sidang paripurna, Senin (16/9) kemarin, memantau pelaksanaan Porprov Bali XIV di GOR Debes, Gerokgak,
Desa Delod Peken, Tabanan. Kedatangan para legislator ini untuk memberikan support kepada para atlet. Selain itu, dewan ingin mengecek secara langsung kondisi GOR. Ketua DPRD Tabanan I
Kalangan Dewan Soroti Galian C di Bugbugan
Tabanan (Bali Post) Galian C di kawasan Banjar Bugbugan, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, mendapat sorotan Ketua Fraksi PDI-P Tabanan I Nyoman Arnawa. Selain dinilai merusak lingkungan, politisi asal Penebel ini juga melihat pihak kepolisian terkesan tebang pilih dalam melakukan penertiban. Terkait hal itu, pihaknya juga telah meminta komisi terkait dalam hal ini Komisi II DPRD Tabanan segera mengecek keberadaan galian C yang diindikasikan ilegal tersebut. ‘’Kami kerap mendapat pengaduan dari masyarakat jika kegiatan di galian C di Banjar Bugbugan masih terus berjalan. Satu sisi, penertiban yang dilakukan oleh aparat kepolisian juga terkesan tebang pilih. Ada yang ditertibkan dan ada pula yang terkesan dibiarkan. Ini ada apa sebenarnya,’’ ucapnya, Senin (16/9) kemarin.
Dikatakan Arnawa, kesan penertiban tebang pilih ini dialami salah satu sopir truk yang juga warga Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, yang hendak mencari batu untuk kepentingan pembangunan di Pura Rambut Sedana. Saat akan mencari batu tersebut, warga tersebut dibawa ke Polres Tabanan beserta truk dan barang bukti lainnya. Menurutnya ini cukup janggal. Sebab ada hal serupa, tetapi justru dibiarkan oleh polisi. Bahkan informasi yang dihimpun, galian C tersebut telah beroperasi sekitar lima tahun dan tentunya dikhawatirkan dapat merusak lingkungan. Inilah nantinya yang menjadi tugas dari Komisi II untuk segera menindaklanjuti dengan turun ke lokasi melakukan pengecekan ke lokasi. Jika memang benar telah terbukti merusak lingkungan, Arnawa pun meminta agar pihak ter-
kait segera menutup galian C tersebut. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta mengatakan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan Kasatreskrim dan Kapolres. ‘’Masih saya tanyakan dulu,’’ ucapnya. Galian C ini sempat ditutup tim yustisi Pemkab Tabanan tahun 2015. Penutupan dilakukan karena galian C tersebut melanggar undang-undang lingkungan hidup, Perda dan instruksi Bupati Tabanan. Penutupan juga didasarkan hasil kajian yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH). Kajian tersebut menyatakan, proyek galian C di Banjar Bugbugan Penebel melanggar aturan karena daerah itu bukan untuk kegiatan penambangan karena merupakan daerah resapan. (kmb28)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
P2M Undiksha di Kecamatan Banjar
Tawarkan Strategi Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPA PENGUASAAN mata pelajaran IPA oleh siswa SMP negeri di Kecamatan Banjar menjadi perhatian serius akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Dari hasil observasi, mata pelajaran itu masih sulit untuk dipahami. Kurangnya kompetensi guru dalam pengajaran dinilai menjadi salah satu penyebabnya. Kondisi itu mulai disikapi Undiksha melalui Program Pengabdian Masyarakat (P2M). Program ini digulirkan menyasar guru mata pelajaran IPA. Tim P2M itu dipimpin Putu Prima Juniartina, S.Pd., M.Pd. dengan anggota masing-masing Ni Luh Pande Latria Devi, S.Pd., M.Pd. dan NI Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. Prima Juniartina mengatakan, sesuai hasil observasi, dalam pembelajaran IPA,
salah satunya di laboratorium itu masih memiliki keterbatasan jumlah dan jenis-jenis alat. Kondisi itu mengakibatkan tidak semua konsep IPA eksperimentatif itu dapat diajarkan lewat praktikum. Selain hal itu, guru juga belum memiliki keterampilan memadai dalam mengelola pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah. “Guru sebagai mitra mengungkapkan, mereka itu dari dulu sangat ingin memiliki keterampilan mengelola pembelajaran IPA berbasis lingkungan. Mereka ingin memiliki kemampuan membuat media KIT praktikum IPA terintegrasi yang mudah diterapkan,” katanya. Mengatasi persoalan itu, perlu peningkatkan kompetensi tata kelola, tata laksana laboratorium yang berorientasi lingkungan dan
pengembangan perangkat praktikum terintegrasi dalam pembelajaran IPA di SMP se-Kecamatan Banjar, serta pengembangan perangkat pembelajaran berbasis lingkungan sekitar sangat diperlukan. Tim sudah menindaklanjuti dengan pelatihan yang dipusatkan di SMPN 3 Banjar 7 Agustus 2019. Pelatihan itu dilakukan kepada 14 guru yang berasal dari 4 sekolah. Pelaksanaan pelatihan itu terbagi menjadi dua sesi, yakni mengenai manajemen laboratorium dan juga pembuatan alat-alat praktikum IPA. Dari situ, peserta memperoleh pengetahuan tentang praktikum, dan juga pembuatan alat-alat sederhana. Seperti rangkaian seri dan paralel pada materi listrik. “Setelah pelatihan itu, keterampilan guru dalam bidang pengajaran semakin
baik. Guru-guru itu bisa merancang pembelajaran menggunakan pendekatan inkuiri dan discovery yang dibantu alat peraga IPA,” tegasnya. Pelatihan tersebut mendapat tanggapan positif dari peserta. Diharapkan pelatihan itu bisa berkelanjutan. Materi yang didapatkan ini juga disepakati untuk terus diaplikasikan dalam pembelajaran. Sehingga hal itu dapat memberikan dampak pada pemahaman siswa yang semakin baik. “Selama ini belum ada pelatihan pembelajaran, kurikulum, tentang laboratorium yang mereka ikuti. Apa yang kami berikan itu bisa memberikan manfaat. Setelah pelatihan, kami juga akan terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” janji Ketua Tim P2M Undiksha, rima Juniartina. (ad536)
PELATIHAN - Tim P2M Undiksha melaksanakan pelatihan peningkatan penguasaan mata pelajaran IPA bagi guru SMP negeri di Kecamatan Banjar akhir pekan lalu.
Empat Pimpinan Dewan Dilantik
Bali Post/ist
EVAKUASI – TNI/Polri bersama warga mengevakuasi nenek Armah (88) asal Kelurahan Kampung Singaraja. Nenek itu ditemukan lemas hingga meninggal dunia di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, Senin (16/9) kemarin.
Diduga Kelelahan
Nenek Armah Meninggal di Jalan Sudirman
Singaraja (Bali Post) – Nenek Armah (88) asal Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Buleleng ditemukan meninggal dunia di pinggir Jalan Sudirman, Singaraja, Senin (16/9) kemarin. Diduga nenek yang hidup seorang diri itu meninggal karena usia lanjut. Saat itu mengalami kelelahan karena memaksakan bekerja mencari barang-barang bekas (rongsokan - red) yang biasa dijualnya tiap hari. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, Nenek Armah ditemukan tergelatak di pinggir Jalan Sudirman. Korban ditemukan mengenakan kemeja dan celana panjang. Tidak ditemukan barang-barang yang diduga milik korban di sekitar lokasi kejadian. Sementara, tubuhnya sudah lemas dan tidak ada denyut napas sama sekali. Melihat kejadian itu, salah seorang anggota polisi kemudi-
an membantu bersama warga di sekitar lokasi kejadian. Korban kemudian diantar ke rumahnya, menggunakan ambulans. Setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata korban dinyatakan meninggal dunia. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah ditemukan mayat di pinggir jalan Sudirman itu. Dari pemeriksaan luar tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Terkait kemungkinan korban memiliki riwayat penyakit tertentu, Sumarjaya mengaku hal itu masih diselidiki lebih lanjut. Sebab-sebab kematian korban, diduga kuat akibat faktor usia tua. Ini dikuatkan informasi di lapangan yang menyebutkan kalau sebelum kejadian itu, korban berjalan kaki dari rumahnya mencari barang
bekas yang bisa dijual. Akibat kelelahan memenuhi biaya hidup diduga korban akhirnya meninggal dunia. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab meninggalnya masih diselidiki aparat. Kuat dugaan korban ini kelelahan karena berjalan kaki dari rumahnya. Di lokasi korban sempat istirahat duduk di pinggir jalan dan tiba-tiba jatuh lemas dan meninggal dunia,” jelasnya. Salah seorang saksi yang merupakan tetangga korban, Achmad Rusni (71), menuturkan, semasa hidupnya Armah sering jalan kaki di seputaran Kota Singaraja sambil berjualan kain. Kesehariannya
itu diselingi mengumpulkan barang bekas yang bisa dijual. Korban berangkat pagi dan kembali siang atau sore hari. Sebelum korban ditemukan meninggal dunia, saksi ini menemukan korban keluar rumah berjalan kaki. Karena sudah diketahui kebiasaannya, saksi menduga korban jalan kaki untuk mengumpulkan barang bekas sembari jualan. Namun, saksi terkejut setelah mengetahui tetangganya itu sudah meninggal dunia. “Sering Armah itu jalan kaki jualan kain. Kadang-kadang mencari rongsokan. Kalau tidak karena penyakit, mungkin karena kelelahan korban meninggal dunia,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Empat pimpinan DPRD Buleleng periode 20192024 dilantik Senin (16/9) kemarin, melalui sidang paripurna. Keempat pimpinan itu yakni Ketua DPRD Gede Supriatna (PDI Perjuangan), dan tiga Wakil Ketua masing-masing Ketut Susila Umbara (Partai Golkar), Gede Suradnya (Partai Gerindra), dan Ni Made Putri Nareni (Partai NasDem). Dari komposisi pimpinan itu, dua orang dalam periode sebelumnya menjabat ketua dan wakil ketua. Sedangkan, dua wakil ketua yakni Suradnya dan Nareni baru pertama kali ditugaskan partainya menduduki jabatan wakil ketua. Ketua Dewan Gede Supriatna mengatakan, DPRD sebagai bagian penyelenggara pemerintah daerah akan tetap mengawal kebijakan dan program konstruktif yang riil agar dapat berjalan demi kepentingan masyarakat. Untuk itu, dewan sebagai penyalur aspirasi rakyat dalam melaksanakan tugasya itu diharapkan mengedepankan kerja sama yang baik dengan jajaran pemerintahan. Untuk menjalankan fungsinya itu, dewan akan membentuk Alat Kelengkapan Dewan (AKD). Di antaranya Komisi, Badan Anggaran (Banggar), Badan Musyawarah (Bamus), Badan Legislasi Daerah (Baleg), dan Badan Kehormatan (BK). Dengan ditetapkannya AKD itu, dewan sudah memulai tugasnya sebagai unsur pe-
nyelenggara pemerintahan. “Sudah tentu kerja sama dewan sebagai penyelenggara pemerintahan harus kita lakukan demi pembangunan untuk masyarakat. Setelah ini, besok (Selasa 17/6 ini), kami akan membentuk AKD, sehingga lembaga ini memulai menjalankan perannya,” katanya. Terkait disiplin anggota dalam bertugas, politisi asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula itu mengatakan akan dilakukan melalui pendekatan personal dan lewat fraksi-fraksi. Pihaknya berjanji meningkatkan kedisiplinan anggota DPRD itu. Selain itu, diinstruksikan kepada BK yang akan dibentuk itu, agar menindak anggota dewan yang terbukti tidak disiplin sebagai wakil rakyat terhormat. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, kewenangan DPRD yang bertugas melakukan kontrol, legislasi, dan anggaran itu hendaknya dijalankan secara baik dan proporsional. Selain itu diharapkan tercipta situasi yang kondusif sehingga agenda pemerintahan dan pembangunan dapat berjalan sasaran optimal. “Fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan ini hendaknya dijalankan dengan amanah dan bersamasama menjaga situasi tetap kondusif, sehingga pemerintahan berjalan dengan agenda pembangunan demi kepentingan masyarakat,” harap Bupati. (kmb38)
Bali Post/kmb38
DILANTIK – Empat pimpinan DPRD Buleleng periode 2019-2024 dilantik melalui sidang paripurna Senin (16/9) kemarin, di gedung dewan.
Jenazah Tiba di Rumah Duka
Status PMI Asal Kaliasem Nonprosedural Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Jung Sangyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar A.A. Ayu Deni Sustinayani (23) tiba di rumah duka Senin (16/9) kemarin. Pemulangan jenazah setelah difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Istanbul Turki dan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Bali. Pemulangan jenazah itu difasilitasi manajemen perusahaan di tempatnya bekerja di Turki. Lalu bagaimana sesungguhnya mekanisme legalitas pengurusan izin kerja almarhum itu hingga kemudian bisa jadi salah satu PMI spa di Turki ?
Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan
KEPALA Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan mengatakan, setelah mendapat laporan kematian almarhum di Turki, pihaknya bersama BP3TKI Bali berkoordinasi dengan KBRI di Istanbul Turki. Selain memfasilitasi pemu-
langan jenazah, Disnakertrans dan BP3TKI melacak legalitas almarhum sebagai terapis spa di Turki. Dari penelusuran ini, almarhum diketahui berangkat ke Turki secara mandiri. Artinya, almarhum keluar negeri untuk bekerja tanpa melalui perekrutan yang dilakukan agen tenaga
kerja ke luar negeri. Selain itu, ditemukan saat almarhum ke Turki menggunaan paspor dan visa holyday (kunjungan sebagai wisatawan -red). Dari hasil penelusuran ini, almarhum diketahui PMI nonprosedural dan dikategorikan sebagai PMI ilegal. Dengan data ini, almarhum dipastikan tidak bisa mengurus asuransi seperti yang biasa didapat ketika PMI mengalami kecelakaan kerja yang ditanggung pihak agen yang memberangkatkan TKI Itu. Namun, karena manajemen perusahaan yang mempekerjakannya itu simpati dengan nasib yang dialami, biaya kepulangan jenazahnya difasilitasi perusahaan tempat almarhum bekerja di Turki. Keterangan ini secara detail sudah disampaikan. Malah hal itu telah diterima pihak keluarga almarhum. Di sisi lain, Dwi Priyanti mengatakan, keberangkatan PMI lewat jalur mandiri masih sering terjadi. Fenomena ini terjadi karena kebanyakan pencari kerja ke
luar negeri enggan melalui agen penyalur tenaga kerja resmi. Ini karena umumnya seorang pencari kerja ke luar negeri dengan melalui agen resmi itu, mereka harus melengkapi sejumlah persyaratan dan biaya yang tergolong mahal. Rata-rata biaya menjadi PMI melalui agen resmi menghabiskan biaya hingga Rp 30 juta. Jika melalui cara mandiri maka biayanya paling mahal hanya Rp 15 juta. Karena itu, pencari kerja memilih cara instan dan memutuskan berangkat mandiri, meskipun di luar negeri mencari kerja dengan visa kunjungan (holyday). “Terutama pencari kerja di pedesaan. Banyak yang memilih instan dan cukup biaya keberangkatan paspor saja. Karena itu, bekerjanya menggunakan visa kunjungan. Cara itu memang murah. Namun jika terjadi kecelakaan atau masalah legalisasi sebagai PMI itu jadi muncul masalah krusial. Hal itu pasti akan menyulitkan pemerintah untuk memfasilitasi termasuk
tidak ada yang menanggung klaim asuransi,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banjar Dinas Jung Sangyang, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar meninggal dunia saat bekerja di Turki. PMI A.A. Ayu Deni Sustinayani (23) meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit di Turki Kamis (12/9) lalu. Sebelum meninggal dunia, Sustinayani yang baru empat bulan menjadi terapis spa itu, mengalami dua kali pingsan saat sedang bekerja. Setelah diantar berobat ke rumah sakit di Turki, Sustinayani dinyatakan telah meninggal dunia. Kabar duka tersebut membuat keluarganya terpukul. Keluarganya seolah tidak percaya dengan kematiannya. Sebelum dikabarkan meninggal dunia, almarhum pernah berjanji pulang setelah keluarganya selesai membangun palinggih merajan di kampungnya dengan biaya yang dikirimkan dari Turki. (mud)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
SOSOK Optimis Raih 40 Emas BUPATI Gianyar I Made Mahayastra optimis atlet Gianyar yang bersaing dalam Porprov Bali di Tabanan bisa memenuhi target 40 emas. Apalagi, pihaknya sudah memetakan sisa cabang olahraga (cabor) yang diprediksi akan bisa mendulang emas. “Optimis bisa mencapai target 40 emas,” ujarnya, Senin (16/9) kemarin. Informasi terakhir, katanya, atlet Gianyar sudah meraih 33 emas. Sementara untuk memenuhi target 40 emas, para atlet harus memenangkan tujuh cabor lagi yang bertanding, Senin sore kemarin. “Makanya, kami berharap dari silat. Kami juga berharap dari panjat tebing, dansa dan lainnya. Kalau itu dapat tujuh, target kami akan tercapai,” katanya. Orang nomor satu di Gumi Seni ini mengakui, target 40 emas tahun ini lebih kecil dari 2017 lalu yang memasang target 53 emas. Hal ini dikarenakan pada tahun itu, Gianyar sebagai tuan rumah Porprov. “Tahun ini, kami fokus pada capaian emas. Kalau ranking, itu urusan lain,” katanya. Untuk atlet individu yang meraih emas, pihaknya sudah menyiapkan bonus Rp 50 juta. “Itu untuk perorangan. Kalau bonus untuk peregu itu akan mengikuti,” katannya. Disinggung terkait penganiayaan yang dialami sejumlah atlet Gianyar, Mahayastra mengatakan apabila penganiyaan tersebut sudah mengarah ke pidana, maka akan diserahkan ke aparat hukum. “Kan sudah ada aparat hukum, kita serahkan ke sana,” tegasnya. (nik)
PERSIDANGAN - Anggota DPRD Gianyar saat mengikuti persidangan, Senin (16/9) kemarin.
Kawal Sidang Ujaran Kebencian
Semeton Satria Samplangan Datangi PN Gianyar Gianyar (Bali Post) Seratus lebih semeton Satria Dalem Segening Pura Penataran Agung Samplangan, Kelurahan Samplangan, mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Senin (16/9) kemarin. Kedatangan mereka untuk memberikan dukungan kepada empat saksi yang mengikuti sidang kasus ujaran kebencian. Pantauan Bali Post, warga yang mengenakan pakain adat madya dengan setelan baju putih itu mendatangi Kantor PN Gianyar, Senin pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Saat persidangan dimulai, warga langsung masuk ke gedung dan memadati area lobi PN Gianyar. Klian Pura Penataran Agung Samplangan I Dewa Ketut Ada menerangkan, kedatangan seratus lebih krama ini sebagai aksi damai untuk menyaksikan jalannya persidangan kasus
ujaran kebencian Nomor Perkara 158/Pid.sus/2019/ PN.Gin dengan terdakwa I Komang Suarta dan I Kadek Agus Saputra alias Kadek Sabun. “Ini inisiatif semeton men-support kami yang akan bersaksi di persidangan. Saya hadir selaku klian dan dua saksi lain yang menemukan video ujaran kebencian itu,” jelasnya. Dijelaskan, kasus ujaran kebencian ini tersebar di media sosial, November 2018 lalu. Kemudian semeton Satria menemukan postingan video tersebut pada 7 Januari 2019. “Saat ketahuan, semeton kami terutama yang muda datang ke rumah beramai-ramai. Menyatakan bahwa ada video bernada tantangan, pedang-pedangan matiyuktiyukan sama yang bertentangan dengan Ketut Mudana,” jelasnya. Agar tidak menimbul-
kan kegaduhan, kata Ada, pihaknya menggelar rapat hingga diputuskan mengambil langkah hukum. Akhirnya, warga sepakat melaporkan kejadian ini ke polisi pada Januari 2019 lalu. “Besoknya kami laporkan ke Polres Gianyar,” jelasnya. Hal senada dikatakan penasihat hukum Semeton Satria, Ida Bagus Gaga Aditya. Dikatakan, seratus lebih warga ini datang untuk memberi dukungan pada persidangan dengan agenda pembuktian, pemeriksaan saksi korban kasus ujaran kebencian. Dikatakan, seluruh warga antusias mengawal jalannya persidangan, bahkan hingga putusan nanti. “Sampai diputus terus dikawal, mengingat rasa sakit hati dan ketersinggungan yang timbul akibat video itu,” jelasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Pinjam Uang di Bank
Belasan Anggota Dewan Gadaikan SK
Gianyar (Bali Post) -
Artana mengakui, selama ini memang sekwan yang memfasilitasi terkait pinjaman setiap anggota DPRD Gianyar. Sebab, potongan akan langsung dimasukkan dalam struk gaji DPRD Gianyar setiap bulannya. “Yang jelas kalau ada yang mau pinjam di bank, pasti saya yang tanda tangan selaku kepala kantor,” jelasnya. Dari 40 wakil rakyat di DPRD Gianyar, kata Artana, anggota dewan yang menggunakan SK itu sebagai jaminan pinjaman tidak sampai setengahnya. Mereka yang mengajukan pinjaman dengan SK dominan adalah incumbent. “Tidak sampai setengah dari anggota dewan, ya... belasan-
lah. Mereka rata-rata adalah incumbent,” ujarnya. Menurut Artana, rata-rata nominal pinjaman anggota dewan tersebut pada kisaran ratusan juta rupiah. Namun, ada yang paling tinggi sampai Rp 1 miliar lebih. “Ada yang sampai Rp 1 miliar, karena batasan pinjaman dengan jaminan SK ini sampai Rp 2 miliar,” jelasnya. Seperti diketahui, anggota DPRD Gianyar mendapat total gaji per bulan hingga Rp 53 juta lebih. Nilai itu sudah termasuk gaji pokok, uang tunjangan rumah, tunjangan mobil dan bensin. Namun, nilai itu setiap bulannya juga dipotong uang fraksi atau partai. “Potongan fraksi dan partai itu
bervariasi. Setelah potongan itu, rata-rata setiap anggota dewan dapat gaji sekitar 40 juta setiap bulannya,” ujarnya. Apabila dikalkulasikan dengan potongan pinjaman di bank, misal untuk pinjaman Rp 1 miliar, potongan per bulan bisa sampai Rp 30 juta, sehingga sejumlah anggota dewan ada yang mendapat gaji hanya beberapa juta setiap bulannya. Potongan itu bisanya dihitung hingga akhir massa jabatan. “Kalau terkait nilai itu, sudah bank yang punya teknis hitungannya,” kata Artana. Lantas, digunakan untuk apa saja pinjaman tersebut? Artana mengatakan, beberapa di antaranya digunakan untuk usaha. Namun ada
juga yang digunakan untuk menunjang aktivitas DPRD sehari-hari. “Alasan dari pinjaman ini kebanyakn untuk usaha,” katanya. Sementara untuk new comer di DPRD Gianyar hampir seluruhnya tidak ada yang menggunakan SK untuk jaminan pinjaman bank. Menurut Artana, kondisi ini dikarenakan new comer dominan tokoh yang berada. “Selain itu, mereka rata-rata memiliki usaha yang tergolong maju. Jadi, tidak sampai menggunakan SK untuk mencari pinjaman,” katanya. Selain itu, kata Artana, ada juga anggota DPRD yang menyiapkan tabungan setiap bulannya. Artana mencontohkan, anggota DPRD yang setiap bulan dipotong Rp 500 ribu, setelah lima tahun menjadi Rp 30 juta. “Ada juga DPRD yang menabung, bisa di bank langsung atau yayasan tertentu,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Warga Kelurahan Bitera dikejutkan dengan kecelakaan truk DK 8796 SA yang dikemudikan I Nengah Suniarda, hingga terperosok di tumpukan kayu bakar milik warga setempat, Senin (16/9) kemarin. Kecelakaan ini terjadi lantaran pengemudi truk berusia 55 tahun asal Karangasem itu kehilangan kendali usai menghindari sepeda motor yang menyeberang jalan. Tidak ada korban jiwa daalam kejadian ini, hanya sejumlah bangunan rusak akibat diserempet truk. Informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan ini bermula saat I Nengah Suniarda mengemudikan truk menuju timur di jalur tersebut pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Saat mendekati TKP, tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang menyeberang dari utara jalan tersebut. “Saya datang dari Tabanan, habis membawa pasir maunya pulang ke Karangasem. Pas lewat di jalur ini ada pengendara motor Honda Vario yang mendadak motong jalan untuk menyebrang,” ujar pengemudi truk I Nengah
Suniarda. Lantaran terkejut, ia langsung banting setir ke kiri, dengan maksud menghindari pengendara motor yang sudah di tengah jalan tersebut. “Saya berupaya agar tidak menabrak pengendara motor itu, dengan banting setir ke kiri,” katanya. Namun lantaran banting setir mendadak, ia pun tidak mampu mengontrol truk hijau yang masih tancap gas itu. Alhasil, truk yang hilang kendali tersebut menyapu sejumlah material di pinggir jalan. Mulai dari menabrak pohon perindang, kandang milik warga yang berisi 15 ekor ayam, termasuk menyerempet bangunan warung dagang bubur. Truk baru berhenti setelah bagian ban menjebol trotoar sepanjang 5 meter. Sementara bagian depan truk terperosok di tumpukan kayu bakar milik warga setempat. Suniarda tidak mengalami luka dalam kejadian ini. Suniarda mengaku tidak menyangka setelah menghindari seorang pengendara motor, truk yang ia kemudikan akan menyerempet sejumlah bangunan. “Saya ti-
dak menyangka akan seperti ini. Pas saya turun ternyata menyerempet sejumlah bangunan,“ katanya. Atas kejadian ini, Suniarda langsung menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah warga di lokasi tersebut. Ia juga meminta negosiasi untuk ganti rugi terutama warung penjual bubur yang bangunan warung bagian depannya retak akibat diserempet truk. Disinggung terkait pengendara motor yang mendadak memotong jalur itu, Suniarda mengaku tak ingat pasti, siapa pengendara sepeda motor yang dimaksud. Termasuk apakah pengendaranya perempuan atau lakilaki, Nengah mengaku tak ingat. “Soalnya pakai helm, tak jelas saya lihat. Saat kejadian sudah melaju ke barat,” jelasnya. Diungkapkan, dirinya sebelum kejadian sedang dalam tugas mengirim pasir ke wilayah Luwus, Tabanan. Berangkat dari Karangasem, Senin (16/9) dini hari pukul 02.00 Wita. Rutinitas itu diakui biasa dilakukan hampir setiap hari. Namun baru kali ini mengalami ke-
celakaan. “Setelah turunkan pasir, maunya langsung balik ke Karangasem,” ujarnya. Sementara itu, aparat Polsek Gianyar yang menerima laporan ini langsung melakukan pengaman arus lalu lintas dengan dipimpin Kanitlantas Polsek Kota Gianyar Iptu I Ketut Muliarta. Semmentara Iptu Muliarta menduga kecelakaan lalu lintas ini terjadi karena pengemudi truk mengantuk usai menurunkan muatan pasir di wilayah Luwus, Tabanan. “Menurut sopir, ia bermaksud menghindari sepeda motor yang akan menyeberang. Tapi kuat dugaan sopirnya ngantuk, karena dari jauh sudah blank, tidak tahu arah, sampai jatuh baru diketahui ban truk nyemplung di trotoar. Ini masuk kategori out of control,” jelasnya. Kasus ini sementara ditangani Polsek Gianyar, sambil menunggu negosiasi antara sopir dan pemilik usaha yang merasa dirugikan. “Kasusnya sementara kita tetap tangani sesuai SOP. Sepanjang masih bisa dikoordinasikan, kemungkinan akan selesai secara kekeluargaan,” tandasnya. (kmb35)
Usai pelantikan bulan lalu, belasan anggota DPRD Gianyar berbondong-bondong menggadaikan SK DPRD. Bahkan, ada anggota dewan yang mengunakan SK tersebut sebagai jaminan untuk pinjaman mencapai Rp 1 miliar lebih di bank. Sekretaris DPRD (Sekwan) Gianyar I Wayan Artana mengakui hal itu, Senin (16/9) kemarin.
Hindari Motor, Truk Serempet Sejumlah Bangunan
Bali Post/kmb35
PERSIDANGAN - Semeton Satria Pura Penataran Agung Samplangan saat memadati areal lobi PN Gianyar untuk menunggu jalannya persidangan, Senin (16/9) kemarin.
Dilanjutkan, Pembangunan 12 Wantilan Mangkrak Gianyar (Bali Post) Eksekutif dan legislatif sudah ketok palu untuk memutuskan APBD Perubahan 2019 di Gedung DPRD Gianyar, Senin (16/9) kemarin. Dalam APBD itu, pemerintah akan melanjutkan pembangunan 12 wantilan yang sebelumnya sempat mangkrak. Anggaran ratusan juta rupiah pun sudah disiapkan untuk masing-masing wantilan se-Kabupaten Gianyar tersebut. Bupati Mahayastra menerangkan, belasan wantilan itu sudah dua tahun mangkrak. Selanjutnya wantilan yang mangkrak itu akan digarap untuk tahap finishing. ‘’Itu tinggal finishing. Lama mangkrak, malu sama masyarakat,’’ jelasnya. Disinggung terkait anggarannya, Bupati asal Kecamatan Payangan itu mengaku anggaran yang digelontorkan bervariasi untuk masing-masing wantilan. Mulai dari
Rp 300 juta sampai Rp 400 juta per wantilan. ‘’Bervariasi kisaran itu, kalau untuk rincinya saya kurang ingat,’’ jelasnya. Terkait mangkraknya belasan wantilan itu, Mahayastra mengaku sudah sempat mengumpulkan para bendesa adat. Dalam pertemuan itu, ia berjanji kepada para bendesa di Kantor Bupati Gianyar akan segera merampungkan pembangunan ini. ‘’Semua bendesa pernah kami undang. Sekarang janji itu kami tuntaskan,’’ jelasnya. Lantaran anggran banyak diplot untuk wantilan, Mahayastra mengakui pada APBD Perubahan tidak ada pengerjaan fisik berupa infrasturktur. Ditegaskan, untuk pengerjaan jalan dan lainnya akan dilanjutkan pada APBD Induk 2020. ‘’Di anggaran perubahan, saya akan menuntaskan janji-janji yang belum terealisasi lainnya, seperti kesehatan dan pendidikan,’’ paparnya. (kmb35)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM
- 943056 - 943144 -7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233
KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar
- 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289
Bali Post/kmb35
AMANKAN TRUK - Aparat kepolisian mengamankan truk yang masih terperosok di tumpukan kayu bakar di Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Senin (16/9) kemarin.
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Puluhan Pokdarwis dan Pengelola Desa Wisata Ikuti Pelatihan Pemandu Wisata
Puluhan warga dari unsur Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) dan pengelola Desa Wisata di Kabupaten Jembrana mengikuti pelatihan pemandu wisata buatan (recreation/theme park). Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jembrana ini berlangsung selama tiga hari dimulai Senin (16/9) kemarin. Pelatihan dibuka Kepala Disparbud Jembrana I Nengah Alit diwakili Kabid Pariwisata Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi. Dalam sambutannya, Mirah menyebutkan guna menunjang pembangunan dan pengembangan pariwisata di Jembrana, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM yang mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang Kepariwisataan harus dipenuhi. Peningkatan itu dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan tentang Kepariwisataan yang senantiasa menggaungkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona. “Dengan adanya pelatihan ini menambah wawasan dan penge-
tahuan serta mampu mengimplementasikan kompetensi dengan sikap dasar dan etika yang baik, meningkatkan kinerja, mampu melayani dan bersikap profesional,” ujarnya. Sehingga diharapkan, ke depan, sektor pariwisata menjadi penggerak perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelatihan dengan tema “Mari Tingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Pelayanan kepada Wisatawan” ini, diikuti 50 peserta dari unsur Pokdarwis dan Desa Wisata di antaranya dari Desa Delodberawah, Desa Perancak, Desa Candikusuma, Desa Ekasari, Desa Yeh Kuning, Desa Pangyangan, Desa Blimbingsari dan Kelurahan Gilimanuk serta pengelola museum manusia purba. Selama dua hari, puluhan peserta dari unsur pokdarwis dan desa wisata ini mendapatkan pelatihan dari sejumlah narasumber. Di hari pertama, menghadirkan pembicara dari Bappeda Litbang Kabupaten Jembrana, Akademi Komunitas Negeri (AKN), Yu-
diansah Yosal dari PT Ecomarine Indo Pelago dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali. Berlanjut pada hari berikutnya pelatihan, diisi pembicara dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali, BPBD Provinsi Bali dan Universitas Pendidikan Ganesha. “Materi yang diberikan beragam, mulai mengenal wisata buatan, mengembangkan potensi pariwisata, tatacara pemandu wisata hingga trend perjalanan pariwisata,” tambah Mirah. Saat ini pariwisata Jembrana sudah mulai menggeliat dengan dibangunnya infrastruktur di beberapa daya tarik wisata baru, bertambahnya jumlah Pokdarwis dan Desa Wisata serta pelaksanaan event-event promosi baik di dalam maupun di luar kabupaten seperti lomba, festival dan pameran. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan dari pelaku pariwisata dan masyarakat serta meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pemandu wisata di Kabupaten Jembrana. (ad543)
PEMANDU WISATA - Pelatihan Pemandu Wisata Buatan (recreation/theme park) yang diikuti puluhan peserta dari Pokdarwis dan desa wisata digelar Dinas Disparbud Jembrana, Senin kemarin.
Ulah Dua Residivis
SOSOK
Siklus Latihan Karate Jembrana kembali menunjukkan taringnya di kancah Porprov Bali XIV 2019 di Tabanan. Di bawah asuhan Deddy Mahardika, sementara dari 17 kelas yang dipertandingkan, Jembrana mengikuti 14 kelas dan berhasil membawa pulang 7 medali, di antaranya 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Adalah Ni Made Dwi Puspita Sari, Kumite -61 Kg putri, I Kadek Krisna Dwi Antara, Kumite -60 Kg Putra dan I Putu Agus Putra Bimantara, Kumite -55 Kg Putra, yang menyumbangkan emas bagi Jembrana. Dua perak disumbangkan oleh Made Yoga Wiraputra, Kumite -60 Kg Putra dan Kumite Beregu Putra. Perunggu disumbangkan oleh Ni Putu Sri Linda Lestari, Kumite -68 Kg Putri dan I Nyoman Dharma Yoga, Kumite -75 Kg Putra. Bermodalkan pengalaman melatih Timnas Indonesia di kejuaraan dunia karate 2015, Dedy menyebut bahwa prestasi atlet Jembrana tersebut dapat diraih berkat latihan yang terkoordinasi dan memelihara siklus latihan. Sehingga atlet bisa terjaga performa puncaknya. Di samping doa dan dukungan rekan atlet lainnya. “Apalagi karate adalah olahraga yang keras yang memiliki tingkat risiko tinggi. Jadi kita harus cerdik memainkan siklus latihan sehingga atlet mencapai titik puncak performa,” ujar alumni SMA N 1 Negara ini. Kini Dedy mengaku fokus mendampingi 9 karateka Jembrana yang bertanding di Jakarta. (olo)
Beraksi di Jembrana Dilumpuhkan di Bondowoso
Negara (Bali Post) Dua pencuri yang beraksi di wilayah Pekutatan dibekuk Jajaran Satuan Reskrim Polres Jembrana. Komplotan pencurian dan pemberatan (curat) ini menyasar sejumlah toko, menguras uang kas toko dan barang-barang yang bisa dijual. Kedua pelaku yang ditangkap itu, Moch Saet (39) dan Maden (32). Kedua pelaku pencurian ini diketahui berasal dari Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin, Kabupaten Bondowoso. Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita di Mapolres Jembrana, Senin (16/9) kemarin, mengungkapkan kedua pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan pencurian di sejumlah toko. Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku melakukan aksinya di Toko Sari Buana Pengeragoan pada Jumat (6/9) dan Toko UD Jaya Makmur, Desa Yeh Sumbul, Senin (9/9) lalu. Di toko Sari Buana milik I Made Sudana (39) dari Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, tersangka mencuri 60 slop rokok berbagai merek dan uang tunai Rp 8,9 juta dengan total kerugian Rp 25 juta lebih. Sementara di Toko UD Jaya Makmur Yeh Sumbul milik H Saihurrahman (43) dari Banjar Yeh Sumbul Barat, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, pelaku mengambil 69 slop dan 137 bungkus rokok berbagai merek dengan total kerugian Rp 20 juta. ”Modus pelaku
memasuki toko dengan cara memanjat tembok, merusak atap dan mencongkel jendela dengan menggunakan obeng,” terang Wakapolres. Pelaku akhirnya berhasil diringkus tim Reskrim pada Rabu (11/9) sore di wilayah Desa Yeh Sumbul. Pelaku berhasil diidentifikasi dari rekaman CCTV di toko. Saat itu petugas mendapati salah seorang yang memiliki ciri-ciri identik pelaku sedang melintas ke arah Denpasar bersama salah seorang temannya. Kemudian anggota langsung melakukan pengejaran untuk memastikan orang yang dikejar sebagai pelaku pencurian di Toko Sari Buana Pengeragoan. Dalam penangkapan tersebut, polisi sempat melakukan kejarkejaran dengan pelaku. Pihak kepolisian dibantu warga masyarakat berhasil mengamankan pelaku Moch Saet di Desa Pulukan dan pelaku Maden diamankan di Desa Medewi. Dari hasil intrograsi, kedua pelaku mengakui telah melakukan pencurian di Toko Sari Buana Pengeragoan dan UD
Bali Post/olo
Pelaku – Wakapolres Jembrana bersama jajarannya menunjukkan pelaku pencurian di sejumlah toko di Jembrana yang merupakan residivis. Jaya Makmur Yeh Sumbul. Rokok hasil curian dijual kepada Anwar (DPO) yang bertemu di Ketapang, Banyuwangi. Anwar adalah teman pelaku yang diakui dari Bondowoso, Jawa Timur. Saat melakukan pengembangan ke Bondowoso untuk mencari barang bukti, polisi sempat dibuat kewalahan oleh pelaku. Tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dan hendak melarikan diri. Sehingga keduanya dilumpuhkan
dengan timah panas. Hasil pengembangan ke Bondowoso, polisi mengamankan uang Rp 5 juta hasil penjualan rokok. Dari kedua pelaku berhasil diamankan barang bukti 20 slop rokok berbagai merek, uang tunai Rp 500 ribu yang merupakan sisa uang yang diambil di Toko Sari Buana Pengeragoan. Polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah putih, satu buah obeng, satu gulung kabel, 4 karung plastik,
satu buah penanak nasi merek Votre, satu buah panci kecil. Moch Saet pernah melakukan curat di Banyuwangi dan perkara penganiayaan di Singaraja. Sedangkan, Maden pernah melakukan pencurian hewan di Bondowoso Jawa Timur dan pencurian dengan pemberatan (bongkar showroom) di Kalimantan. Kini kedua pelaku ditahan di Polres Jembrana dan dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara 7 tahun. (kmb26)
Pelatihan dan Sertifikasi Mekanik Sepeda Motor di SMKN 2 Negara Sekurangnya 20 alumni dan siswa SMK Negeri 2 Negara jurusan otomotif mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Mekanik Sepeda Motor. Kegiatan yang merupakan program dari Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian RI menggandeng Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) ini menyasar siswasiswa SMK jurusan otomotif. Di Kabupaten Jembrana, para siswa SMKN 2 Negara di Baluk mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan mekanik selama lima hari mulai Senin (16/9) kemarin hingga Jumat (20/9). Pelatihan dibuka Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Per-
tahanan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, Kementerian Perindustrian RI, Ir. Putu Juli Ardika, M.A. Dikatakan Ardika, program ini merupakan link and match, menghubungkan antara kebutuhan industri dari sisi demand dan supply. “Tujuannya meningkatkan SDM siswa kejuruan. Untuk program ini three in one, siswa dididik, disertifikasi dan direkrut bekerja di bengkel-bengkel resmi dari AISI. Selain itu, sebagian juga menjadi entrepreneur yang nantinya memulai usaha sendiri di perbengkelan. Mereka bersertifikasi dan kita berikan tools (peralatan) dan kompresor untuk memulai usaha,” ujar
pejabat Kementerian asal Singaraja ini. Kepala SMKN 2 Negara melalui Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 2 Negara Ir. I Ketut Sukarmen mengatakan, sekolah menyambut baik program yang menyasar siswa-siswa SMKN 2 Negara ini. Para siswa yang mengikuti juga cukup antusias dan diharapkan melalui program ini menambah wawasan dan skill mekanik. Dengan adanya program ini, juga menambah lulusan SMKN 2 Negara jurusan otomotif khususnya mekanik sepeda motor yang mumpuni. Selama lima hari ini, para siswa SMKN 2 Negara ini mendapatkan pelatihan dari Astra Honda Motor (AHM). (kmb26/k250)
Bali Post/olo
Mekanik – Pelatihan dan sertifikasi mekanik sepeda motor yang diikuti para siswa SMK N 2 Negara.
Kekeringan, Warga Pendem ”Buru’’ Kubangan Air
Bali Post/olo
Ambil air – Sejumlah warga di Banjar Pendem, Desa Manistutu mengambil air dari salah satu kubangan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kekeringan yang melanda Jembrana, menyebabkan ratusan warga di Banjar Pendem, Desa Manisututu, Kecamatan Melaya sejak beberapa pekan ini mencari air ke sumber-sumber air di kubangan. Beberapa warga nekat berjalan kaki hingga satu kilometer guna mengambil air yang dipakai sehari-hari seperti mandi, mencuci dan minum. Warga terpaksa melakukan hal ini, lantaran sumber air melalui pipa yang tersalur dari hulu mati. Kondisi ini diakibatkan debit air dari hulu sangat kecil. Tak sedikit warga yang berjalan kaki membawa ember dan drum kecil untuk menampung air dari kubangan ke rumah mereka. Seperti yang dialami Ni Wayan Rami (28) dan Ni Ketut Dersi (35), warga Banjar Pendem, Senin (16/9) kemarin. Mer-
eka rela berjalan kaki pulang pergi lebih dari satu kilometer sambil membawa air. “Ya untuk keperluan mencuci, minum dan masak. Juga untuk ternak,” ujar Rami. Mereka terpaksa mengambil air di sumber air berbentuk kubangan air, karena lokasinya paling dekat. Menurut Rami, hal ini sudah sering terjadi apalagi ketika memasuki musim kemarau. Sumber air yang berasal dari hulu sudah berhenti mengalir. “Kalau sekarang sudah dua minggu ini. Di telepus (kubangan) ini kita mencari air. Sambil mencuci pakaian juga,” tambahnya. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, mereka tidak hanya satu dua kali ke lokasi kubangan air itu. Bisa empat kali sehari, untuk mendapatkan air. Sebab, kebutuhan air bukan
hanya untuk keluarga saja, tetapi juga untuk kebutuhan hewan ternak. “Bisa empat kali bolak-balik. Ini juga untuk babi dan sapi,” terang Darsi. Karena terpaksa, air yang menggenang itu juga dimanfaatkan untuk air minum setelah dimasak. Warga berharap adanya bantuan air bersih yang bisa digunakan sehari-hari, khususnya kebutuhan konsumsi seperti minum dan keperluan memasak. Dari informasi BMKG, kawasan yang belum pernah tersentuh hujan hingga dua bulan berturut-turut ada di Kecamatan Melaya. Wilayah yang kritis itu menurutnya belum mengalami hujan selama sebulan lebih. Diprakirakan pada bulan Oktober baru ada hujan. (kmb26)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Capai Dua Hektar
SOSOK Tingkatkan Tradisi Membaca BELAKANGAN ini, minat baca masyarakat untuk datang ke perpustakaan semakin menurun. Hal itu dipercaya karena berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat belakangan ini. Banyak informasi menarik disajikan secara online dan audio visual yang dapat dinikmati dari smartphone. Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca ini, yang dirayakan setiap 14 September, diharapkan semakin meningkatkan apresiasi dan minat baca anak-anak dan masyarakat pada umumnya. Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Karangasem I Wayan Astika mengungkapkan, belakangan ini, minat masyarakat giat membaca memang kian menurun. Itu tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Guna meningkatkan minat baca masyarakat itu, setiap 14 September diperingati Hari Kunjung Perpustakaan. “Upaya itu tujuannya mengajak anak-anak dan masyarakat khususnya di Karangasem untuk berkunjung ke perpustakaan. Kunjungan itu salah satunya untuk menggairahkan lagi minat baca warga,” harap Astika. Dalam kegiatan itu, Astika akan menggelar multilomba. Seperti lomba menulis puisi, membuat poster, rembuk literasi, mewarnai, menggambar, dan menggerakkan puisi dan literasi. “Kegiatan yang kami lakukan ini untuk memicu dan memotivasi minat baca anak-anak dan masyarakat umum agar semakin meningkat tradisi membacanya. Kami dari Dinas memberikan pelayanan kepada masyarakat dan juga memotivasi gemar membaca pada anak-anak,” katanya. (nan)
Kebakaran Lahan Hutan di Lerang Gunung Agung Amlapura (Bali Post) Ternyata kebakaran lahan hutan di lereng Gunung Agung hingga Senin (16/9) kemarin, belum bisa diakhiri. Bahkan, api semakin membara. Hal itu membuat kebakaran semakin meluas hingga mencapai dua hektar. Karena itu, banyak pihak sangat khawatir dengan kebakaran itu. Meluasnya kebakaran itu, karena dipicu tiupan angin di puncak yang cukup kencang. Akibatnya, api terus merembet ke lahan kering lainnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Senin (16/9) kemarin mengungkapkan, lahan hutan di lereng Gunung Agung itu sejak Rabu 11 September memang masih terlihat sampai sekarang ini. Kebakaran lahan hutan itu ada di kawasan Gunung Abang. Lokasi
Jumlah Petani Garam di Amed Menyusut
Dibuat Festival Garam Bangkitkan Semangat Warga Amlapura (Bali Post) Jumlah warga Teluk Jemeluk Banjar Dinas Lebah, Desa Purwakerti, Abang yang masih menjadi petani garam seiring berjalannya waktu kian menyusut. Saat ini, warga yang menggeluti profesi warisan leluhurnya itu ternyata tinggal 24 orang dari 200 orang lebih sebelumnya. Salah satu solusi mempertahankan warga agar kembali mau bergelut menjadi petani garam, akan dilaksanakan festival garam di Amed pada 3-19 Oktober. Klian Banjar Adat Lebah I Nengah Suanda, Senin (16/9) kemarin mengungkapkan, warga yang berkecimpung menjadi petani garam dari tahun ke tahun terus saja berkurang jumlahnya. Alasannya, saat ini, pembuatan garam itu ada kesulitan. Salah satunya alat-alat tradisional itu harganya mahal. Karena itu, tidak heran jumlah warga yang masih setia dengan profesinya itu hanya 24 orang. “Sekarang jumlah warga yang masih bertahan menjadi petani garam sangat sedikit. Padahal sebelumnya, mencapai 200-an orang lebih. Tetapi dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan,” ujarnya. Ada banyak faktor yang membuat keberadaan petani garam itu terus menyusut. Kata Suanda, pembuatan garam tradisional itu sejatinya tidak gampang. Terlebih alat-alat pembuatan garam tradisional itu sudah mulai mahal. Sedangkan harga garamnya sangat rendah. Jadi, tidak sebanding antara ongkos kerja dengan hasil produksinya. Para petani pun
kemudian sebagian besar beralih terjun ke dunia pariwisata. Melihat kondisi seperti itu dalam waktu dekat, pihaknya akan melaksankan kegiatan Festival Garam Amed. “Festival itu sebagai upaya mempertahankan produksi garam tradisional Amed yang sudah terkenal sampai ke mancanegara,’’ ujarnya. Keberadaan garam Amed bahkan sudah dapat sertifikat indikasi geografis. Hal itu merupakan pengakuan atau hak paten atas produk suatu daerah yang khas dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Lembaga itu memberikan jaminan kualitas dan kekhasan garam Amed sejak tahun 2015. Sejak dapat sertifikat itu, harga garam Amed mulai mengalami peningkatan. Selain kualitasnya dipercaya, produksinya juga meningkat. Karena itu, permintaan garam Amed terus meningkat. Agar semakin populer, maka perlu produk garam tradisional itu disosialisasikan agar lebih dikenal masyarakat luas. “Kalau tidak dikembangkan maka petani garam itu akan beralih ke mata pencaharian lainnya,’’ ujarnya. Pembuat garam tradisional Amed memang semakin hari terus saja ada penurunan jumalh petaninya. Melalui kegiatan festival itu diharapkan nantinya para petani yang dulunya sempat menjadi petani garam, karena sesuatu hal kemudian berhenti, agar mereka bisa bangkit kembali menekuni profesinya jagi petani garam. (kmb41)
ketinggiannya diperkirakan 1.220-2.500 mdpl. Lahan yang terbakar itu berupa tegalan cemara dan semak-semak belukar. Susahnya api itu dijinakkan, karena masih adanya bara api sisa kebakaran hutan sebelumnya. ‘’Akibat tiupan angin kencang, maka kebakaran itu merembet ke lahan kering di
sekitarnya,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, melihat kondisi seperti itu, pihaknya bersama instansi terkait yakni RPH Daya terus melakukan pemantauan terhadap titik kebakaran di gunung tertinggi di Bali itu. Sejauh
ini, lahan yang terbakar itu luasnya mencapai dua hektar. Bersama semua pihak, BPBD Karangasem akan terus berusaha melakukan pemantauan api itu secara intensif. Apabila titik api itu memungkinkan dijangkau, maka kita akan turun lakukan pemadaman dengan cara maraton. ‘’Termasuk juga membuatsekat-sekat agar kebakaran
itu tidak meluas. Jujur saja, kalau memang medannya masih belum memungkinkan dijangkau, maka tugas kita sebatas memantau. Ketika sudah terjangkau, maka akan kerja keras melakukan pemadaman,” tegas Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TITIK API - Titik api kebakaran lahan hutan di lerang Gunung Agung.
Ketua dan Mantan Ketua DPRD Bersaksi di Pengadilan
BKD Sebut Pergantian Sekda oleh Bupati Kurang Tepat POLEMIK mutasi Sekda Karangasem Ir. Gede Adnya Mulyadi menjadi staf ahli bergulir ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar. Mutasi itu dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri tertanggal 19 Juli 2019. Pada sidang yang dipimpin hakim Uis Riyanti dengan hakim anggota Diana Yustikasari dan Anita Linda Sugiarto, Senin (16/9) kemarin, ada tiga orang penting di Karangasem yang dijadikan saksi, baik oleh pemohon maupun termohon. Pihak pemohon Adnya Mulyadi menghadirkan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana dan mantan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi selaku saksi. Sedangkan termohon Mas Sumatri melalui Pemkab Karangasem menghadirkan Kepala BKD Karangasem I Gusti Gede Rinceg sebagai saksi fakta. Majelis hakim sempat menanyakan kapasitas dan hal apa yang akan menjadi kesaksian orang nomor satu di legislator Bumi Lahar itu. Tim kuasa hukum Adnya Mulyadi yang dimotori I Made Bandem Danan Jaya menjelaskan wakil rakyat Karangasem itu menjelaskan jabatan Adnya Mulyadi pascadilengserkan 19 Juli 2019. Saat sidang di DPRD Karangasem, dewan masih mengakui pemohon (Adnya Mulyadi) sebagai Sekda Karangsem. ‘’Jadi, di sana ada inkonsistensi terhadap SK termohon (Bupati Mas Sumatri) sendiri,’’ ujar Bandem di depan persidangan. Kesaksian mantan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumadi didengarkan pertama pada sidang yang terbuka umum itu.
Pada kesempatan itu, BKD Provinsi Bali menegaskan mekanisme pergantian Sekda Karangasem yang dilakukan bupati itu kurang tepat. Hal itu juga didukung kehadiran BKD Bali Ketut Lihadnyana sebagai ahli dalam sidang sebelumnya. Sementara Sumardi yang kini menjabat Wakil DPRD Karangasem menjelaskan dirinya baru selesai menjabat Ketua DPRD Karangasem 15 Agustus 2019. SK Bupati Karangasem terkait mutasi itu memosisikan Adnya Mulyadi menjadi staf ahli. Saat itu Sumardi masih menjadi Ketua DPRD Karangasem. Salah satu hal penting akan dibahas adalah Kebijakan Umum Anggaran (KUA). Namun karena 19 Juli ada pergantian sekda, maka dewan meminta keterangan kepada BKD Karangasem, termasuk minta informasi BKD Provinsi Bali. Satu hal yang ditanyakan adalah bagaimana mekanisme pergantian sekda itu. Sumardi menjelaskan, dewan periode lalu akhirnya belum sempat membahas KUA. Alasannya, masih berpolemik soal keabsahan SK mutasi Sekda. Yang menarik, kata Sumardi, di hadapan majelis hakim TUN Denpasar, BKD menyampaikan sebelum Adnyana Mulyadi itu dilantik sebagai staf ahli, dia masih dianggap sekda. Kata Sumardi, hal itu disampaikan Gusti Rinceg yang kini menjabat Kepala BKD Karangasem. ‘’Sebelum ada pelantikan, Sekda masih dijabat pemohon (Adnya Mulyadi),’’ ucap Sumardi. Kuasa hukum pemohon, Bandem, kemudian mempertegas kapan pernyataan itu disampaikan Rinceg? Sumardi
menjawab persisnya dia lupa. ‘’Kira-kira tanggal 23-24 Juli 2019. Itu kalau gak salah. Itu disampaikan di Gedung DPRD, waktu dewan rapat membahas masalah polemik keabsahan Adnya Mulyadi,’’ tandas Sumardi. Selain itu, rentang waktu 19 - 30 Juli, Bupati Karangasem disebutnya dalam forum resmi, atau sidang, masih menyebut Adnya Mulyadi sebagai sekda. Salah satunya itu disampaikan dalam sambutan masalah KUA. Itu setelah tanggal 19 Juli 2019. Sementara Plh. Sekda muncul 30 Juli, dan DPRD Karangasem mengaku sempat keberatan. Atas polemik itu, dewan mengaku sempat bertanya ke BKD provinsi soal keabsahan pergantian sekda itu. Sumardi
menjelaskan, saat itu BKD menjelaskan soal mekanisme pergantian sekda secara umun. ‘’Namun poin yang didapat, Bupati Karangasem melakukan pergantian Sekda Karangasem dinilai kurang tepat,’’ ucapnya di depan persidangan. I Gede Dana, Ketua DPRD Karangasem, memberikan keterangan lebih singkat di depan para hakim. Pria yang digadang-gadang maju di Pilkada Karangasem itu mengaku baru mendengar mutasi itu 22 Juli lalu. Dia juga menjelaskan pernah ada rapat kerja dengan eksekutif. Saat itu ada Kepala BKD Karangasem. Hadir pula Adnya Mulyadi. Kata Dana, pada kesempatan itu dikatakan Gede Adnya Mulyadi itu masih sebagai sekda. ‘’Kapan tanggalnya tidak ingat. Na-
mun pastinya setelah 22 Juli,’’ sebutnya. Bupati Mas Sumatri melalui kuasa hukumnya, Gede Parwata, Komang Suarnata selaku Kabag Hukum dan Helmi Hidayat dari PH menghadirkan saksi BKD, Gusti Rinceg. Yang dia katakan bahwa ada keberatan atas mutasi itu yang disampaikan Adnya Mulyadi, 6 Agustus lalu. Setelah adanya surat, dia mengaku baru mengetahui 21 Agustus. Sehingga dia baru bisa membuat disposisi, dan menyampaikan undangan 23 Agustus untuk pembahasan 26 Agustus. Rapat mengagendakan membahas dan memberikan jawaban atas keberatan yang disampaikan Adnya Mulyadi. Keberatan Adnya Mulyadi ditanggapi 2 September 2019. (kmb37)
JADI SAKSI - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana dan mantan Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi duduk jadi saksi di Pengadilan TUN Denpasar.
Cegah Kerusakan Semakin Parah
Warga Diminta Tanggung Jawab Menjaga Ekosistem Laut Pantai Amed di Kecamatan Abang, Karangasem, merupakan tujuan pariwisata yang mengandalkan pantai dan laut yang terkenal dengan potensi karang dan ikan-ikan yang indah. Setiap harinya, Amed cukup banyak dikunjungi wisatawan khususnya turis mancanegara. Tidak saja mereka menikmati sunrise dan sunset, para turis itu juga melakukan aktivitas menyelam atau diving untuk melihat keindahan yang ada di bawah laut. Lalu, bagaimanakah caranya agar potensi bawah pantai dan bawah laut Amed yang mulai ada kerusakan bisa jadi kian parah itu, agar tetap Bali Post/kmb41
I Ketut Sedana Merta
indah dan menarik sebagai objek wisata?
UNTUK menjaga tingkat kunjungan wisatawan itu, masyarakat setempat diminta ikut menjaga ekosistem biota yang ada di bawah laut. Yang perlu dijaga bukan saja terumbu karang, juga ikan-ikan hias laut agar tetap indah dan lestari. Harapan itu disampaikan Kadis Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta, Senin (16/9) kemarin. Selama ini, Pantai Amed memang cukup ramai dikunjungi wisatawan khususnya para turis mancanegara. Mereka melakukan aktivitas penyelaman atau diving guna melihat keindahan alam bawah laut, terumbu karang, dan ikan-ikan hias yang indah di laut itu.
‘’Amed, salah satu tempat menyelam yang sangat indah. Karena potensinya itu, maka banyak turis mancanegara menikmati keindahan bawah laut di sini,’’ ujarnya. Agar keberadaan ekosistem biota laut tetap lestari, maka mau tidak mau semua pihak harus ikut memberikan atensi. Paling tidak, jangan sampai membuang sampah sembarangan terutama sampah plastik. ‘’Mari kita dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab bersama-sama menjaga ekosistem yang ada di laut itu. Mulai dari terumbu karang maupun ikan termasuk kebersihan pantainya,’’ harap Ketut Sedana Merta.
Dalam pengamatannya, sekarang ini cukup banyak terumbu karang yang sudah rusak. Kerusakan itu lebih diakibatkan ulah manusinya yang kurang care dengan lingkungan. Begitu juga ikan-ikan di laut juga harus tetap dijaga. Kalau potensi yang langka itu dibiarkan saja tak dijaga, maka turisturis yang senang diving pastinya tidak lagi mau datang ke Amed. ‘’Sejatinya, mereka berkunjung ke Amed itu untuk melihat keindahan bawah laut. Lalu bagaimana kalau sudah rusak, apa yang mereka tertarik dan mau datang lagi ke Amed,” katanya. Dia menambahkan, ter-
lebih sudah ada bantuan dari sejumlah pihak dalam menjaga terumbu karang itu. Kontribusi konstruktif itu semata untuk mendukung perkembangan pariwisata Karangasem khususnya Amed. Karena itu, potensi objek wisata Amed itu mau tidak mau harus dijaga dengan baik oleh semua pihak termasuk masyarakat. ‘’Ada juga bantuan taman bawah laut dari CSR perusahaan. Sarana penunjang yang dibangun itu sangat positif untuk menopang perkembangan pariwisata di Amed itu. Hal itu sebagai pemacu semangat menjaga kelestarian potensi bawah laut Amed,’’ ujarnya. (nan)
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Pimpinan Definitif DPRD Klungkung Dilantik Siap Kerja Maksimal untuk Kepentingan Rakyat Semarapura (Bali Post) Setelah unsur pimpinan dari PDI-P, Golkar dan Gerindra memperoleh keputusan dari Gubernur Bali, lembaga dewan menggelar rapat paripurna pengucapan sumpah janji unsur pimpinan DPRD Klungkung, masa jabatan 2019-2024, Senin (16/9) kemarin. Ketiga unsur pimpinan tersebut, antara lain A.A. Gde Anom (PDI-P), Wayan Baru (Gerindra) dan Tjokorda Gede Agung (Golkar). Selain pelantikan unsur pimpinan dewan, pada kesempatan tersebut, juga dilanjutkan dengan pengesahan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) dan Tata Tertib Dewan. Anom mengatakan, peresmian pengangkatan pimpinan DPRD Klungkung, menjadi salah satu tahapan konstitusional, untuk memenuhi legalitas pimpinan dewan. Dia menyadari, memimpin lembaga
dewan memang tugas berat. Meski demikian, pihaknya menegaskan siap bekerja maksimal. Sehingga, apa yang menjadi harapan rakyat dapat direalisasikan dalam program pembangunan daerah. Setelah agenda ini, pihaknya berharap sebagai representasi rakyat, seluruh pimpinan maupun anggota dewan dapat mengedepankan rasa kebersamaan, saling mendukung dan menumbuhkembangkan toleransi. Sehingga, masalah yang dihadapi oleh masyarakat dapat diberikan solusi. “DPRD sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah, harus mampu menjalin kerja sama. Tidak saling mendominasi. Sehingga pengelolaan pemerintah daerah dapat memberi manfaat bagi rakyat,” tegasnya. Anom mengajak seluruh elemen politik berkomitmen,
bersinergi dengan kepentingan rakyat. Sebab, ke depan, banyak hal yang harus dilakukan bersama eksekutif untuk merubah keadaan. Terlebih, perekonomian rakyat dilanda krisis global yang perlu segera disikapi dengan serius. “Setelah acara ini, kami langsung rapat Bamus. Salah satu yang dibahas adalah soal APBD Perubahan. Kami sudah temukan masalahnya, kami akan kebut pembahasannya,” tegasnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, saat hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat atas dilantiknya seluruh unsur pimpinan definitif DPRD Klungkung. Dirinya mengajak seluruh anggota dewan untuk menjalin kerja sama yang baik dalam mewujudkan visi misi Pemkab Klungkung, Masyarakat Unggul dan Se-
jahtera. Dirinya juga mengajak untuk turut menjalin komunikasi dan kerja sama kepada pemerintah pusat dan kementerian, sehingga Klungkung ditetapkan menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN). Jika Klungkung berhasil ditetapkan menjadi KPPN, maka seluruh kementerian akan bekerja mempertanggungjawabkan wilayah yang sudah ditetapkan. “Kita tidak cukup hanya menunggu pihak pusat dengan status yang sudah kita miliki, untuk itu saya mengajak anggota dewan yang memiliki koneksi ke kementerian atau pemerintah pusat untuk bersamasama melakukan lobi kerja sama. Sehingga Klungkung mendapat perhatian pusat dalam upaya mewujudkan masyarakat Klungkung yang sejahtera,” ujarnya. (ad538)
SELAMAT - Unsur pimpinan dewan saat menerima ucapan selamat dari Bupati Suwirta dan Wabup Made Kasta.
Atasi Sampah, TOSS Didukung Teknologi Baru Semarapura (Bali Post) -
Bali Post/gik
KANTOR PDAM - Warga Tanjung Kuning saat mendatangi Kantor PDAM Cabang Nusa Penida.
PDAM Cabang Nusa Penida Segera Tambah Kapasitas Semarapura (Bali Post) PDAM Tirta Mahottama Klungkung Cabang Nusa Penida, dipaksa harus terus bekerja keras memenuhi kebutuhan air bersih. Sebab, perkembangan pariwisata, membutuhkan suplai air yang cukup agar warga lainnya juga terlayani dengan baik. Seperti yang dilakukan terhadap para pelanggan di Tanjung Kuning. Kini jajaran PDAM sedang fokus melakukan penanganan, karena layanan terhadap pelanggan setempat sempat terganggu beberapa hari. Direktur PDAM Nyoman Renin Suyasa, Minggu (15/9) lalu mengatakan, pelayanan sempat terganggu, lantaran wilayah ini berada pada elevasi ketinggian yang sulit dijangkau. PDAM Cabang Nusa Penida sedang bekerja keras untuk merumuskan solusi yang tepat, agar layanan ke Tanjung Kuning tidak terganggu, karena di bawah, pemanfataan layanan air PDAM terus meningkat, seiring pesatnya pertumbuhan pariwisata. “Tingginya konsumsi air di wilayah bawah, mengakibatkan berpengaruh terhadap tekanan air ke pelanggan wilayah atas,” tegas Renin Suyasa. Di sekitar Tanjung Kuning, Dusun Sebunibus, Desa Sakti, dikatakan ada sekitar 15 sambungan rumah (SR). Setelah menerima laporan, sebagaimana laporan Bagian Teknis, PDAM Cabang Nusa Penida sudah memasang jaringan baru secara By-pass ke wilayah ini, langsung dari pusat sistemnya. Sehingga, air bersih sudah mengalir kembali pada Minggu (15/9. “Kami dari direksi selanjutnya akan memantau, untuk memastikan pelanggan terlayani dengan baik,” tegasnya. Sebelumnya, sejumlah warga di Tanjung Kuning sempat mendatangi Kantor PDAM Tirta Mahottama Cabang Nusa Penida di Banjar Kutampi, Desa Kutampi Kaler. Mereka mempertanyakan perihal layanan air bersih, kenapa lama tidak mengalir. Setelah ditelusuri, pimpinan PDAM Cabang Nusa Penida Ketut Narsa, menegaskan tidak ada gangguan jaringan. Pelayanan ke wilayah setempat terganggu, karena tingginya pemakaian air bersih di bawah. Renin menambahkan, PDAM sesungguhnya sudah menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan air bersih tahun ini. Kebutuhan dasar air bersih warga Kecamatan Nusa Penida dipenuhi dari dua sumber mata air bersih. Keduanya yakni mata air Guyangan dan mata air Penida. Keduanya memiliki potensi kapasitas cukup besar. Seperti mata air Penida,
kapasitasnya mencapai 179 liter per detik. Namun, sejauh ini yang terpakai baru 30 liter per detik. Sementara sumber mata air Guyangan, kapasitasnya mencapai 75 liter per detik. Tetapi, baru terpakai hanya 20 liter per detik. Dalam pengelolaannya, akan ditambah daya, pompa dan pembuatan jaringan baru dengan lebar pipa lebih besar. “Contohnya, dari sumber mata air Guyangan, rencana kami menambah kapasitas pemakaian lagi 25 liter per detik. Sehingga total pemakaian naik menjadi 45 liter per detik,” tegas direktur asal Desa Sakti Nusa Penida ini. Renin menegaskan, saat ini jumlah pelanggan PDAM di Nusa Penida sudah mencapai 5.906 sambungan rumah. Dengan presentase cakupan pelayanan mencapai 63,98 persen, dari total seluruh warga di Nusa Penida. Sementara, secara keseluruhan di Klungkung, total layanan mencapai 33.095 sambungan, dengan presentase pelayanan mencapai 94,61 persen. Ini jelas jauh meningkat, dari sebelum dirinya menjabat, dimana saat itu pelayanan Nusa Penida total hanya 2.700 sambungan rumah. Atau cakupan layanannya hanya 16 persen. (kmb31)
Meski sudah menerapkan teknologi Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), permasalahan sampah di Klungkung belum selesai. Pemkab terus memikirkan cara lain yang bisa dikombinasikan dalam pengolahan sampah, sehingga hasilnya bisa semakin nyata. TOSS yang sudah diakui nasional, akan dikolaborasikan dengan dua teknologi baru. Ini rencananya akan diterapkan di Karangdadi, Kusamba. Demikian disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta usai menerima presentasi dari sebuah perusahaan pengolahan sampah Cahaya Mentari Berkah (CMB) di Ruang Kerjanya, Senin (16/9) kemarin. Dalam pemaparan Dr. Ishenny Mohd Noor dari CMB, teknologi pengolahan sampah yang dimilikinya memungkinkan pengolahan sampah baik organik atau anorganik, tanpa pengeringan dan tanpa pemisahan dengan kapasitas 10 ton sampah per mesin per hari. Proses pengolahannya tanpa menggunakan bahan
bakar dan tanpa polusi. Selain itu tidak ada residu sampah dari teknologi ini. Mendengar pemaparan tersebut, Bupati Suwirta langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan untuk menjalin kerja sama dengan CMB. Selanjutnya, dibangun bersama di TOSS Center yang akan
didirikan di Dusun Karangdadi Desa Kusamba, Dawan. “Meski TOSS telah diakui nasional dan meraih sejumlah penghargaan, namun saat ini kami masih terkendala dalam pengadaan mesin untuk kapasaitas yang lebih besar. Jika ada teknologi lain yang lebih sederhana dan mampu mengatasi permasalahan sampah,
kenapa tidak dikolaborasikan saja,” katanya. Selain teknologi dari CMB, saat ini Pemkab Klungkung juga telah mendapat dukungan bantuan teknologi pengolahan sampah dari Korea Selatan (Korsel). Dengan kerja sama Indonesia Power, teknologi ini nantinya akan melakukan pengolahan sampah di TOSS Center Karangdadi, Kusamba dengan mesin khusus yang terintegrasi dengan teknologi TOSS. Hal tersebut disampaikan General Manager Indonesia Power Unit Pembangkitan Bali, IGAN Subawa Putra kepada Bupati Suwirta di Ruang Kerja Bupati, belum lama ini.
DISKUSI - Bupati Suwirta saat diskusi dengan pihak CMB di ruang rapat Bupati, Senin (16/9) kemarin.
Teknologi pengolahan sampah dari Korsel ini, nantinya akan menghasilkan pupuk organik dan bahan baku untuk listrik. Saat ini pihak Indonesia Power sedang melakukan survei tentang karakteristik sampah, jenis, serta volumenya. “Ketiga teknologi pengolahan sampah yakni TOSS, Teknologi dari Korsel dan dari CMB ini akan berjalan bersama di TOSS Center. Apakah ini akan berhasil? Ini semua kembali ke kita, SDM dan teknologi harus benarbenar bekerja. Saya optimis ke tiga teknologi ini akan bisa berkolaborasi sehingga kita tidak terus berpolemik dengan sampah,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/gik
Selasa Kliwon, 17 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Sopir pribadi Hub.087863076025
Dcr Admin Min.SMA u/Grmnt di Kerobokan,081916672388BuAnna
Dicari Admin Wanita Hub:0361-499124/08123965387
B.BP.154.09.19.0000526
Dcr Asisten Rumah Tangga Tidur Dalam Gj .1,5Jt Hp.085103738929
B.BP.001.09.19.0000528
Dcr Karyawati u/Toko di Petitenget Gj. 1,5jt,Hub.081337230944
B.BP.004.09.19.0000529
B.BP.004.09.19.0000524
B.BP.001.09.19.0000441
Dicari Sopir Box,Operasional dan OB(Max 28Th),Krm Lam Jl.Gn Soputan I/107 Dps Telp.8466317 B.BP.001.09.19.0000484
Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering, Scurity, Garden: newarenahotelkutabali@gmail.com
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
BIRO JASA
BIRO JASA
B.BP.001.09.19.0000531
Dicari Waitress untuk Restoran di Ubud. Kirim Lamaran ke Atman Kafe,Jl.Hanoman 38 Ubud. Tlp/WA: 081239307827
G.01
B.BP.164.09.19.0000408
DIJUAL MOBIL HONDA
Dijual HRV Mugen Matic 2017, TP.Tangan 1 Hub:081237544219
B.BP.001.09.19.0000516
TOYOTA
Djl Toyota Land Cruiser’1997 Hijau,Cat Ori, Servis Bengkel Resmi,Mobil Siap Pakai,H.435Jt Nego,081999399566/085792112245
B.BP.001.09.19.0000519
Fortuner VNT G Solar 2015,Htam Bisa Nego Hub:081558111383
B.BP.001.09.19.0000520
PROPERTY
TOYOTA
DIJUAL RUMAH
Innova’ Th 13,Hitam, Asli Bali, Manual,Pribadi,Hp.081337421142
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
B.BP.001.09.19.0000518
DIJUAL MOBIL
B.BP.164.09.19.0000409
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL RUKO
DIJUAL TANAH
Ruko Gatsu Tmr 2,1A***Agya AT 14 Terios’09**Hub.081807779807
Tnh kav Dps Selatan Pemogan bisa AJB H.082145609297
Tnh Kav Utara Bypass Ketewel/ Bypass Buruan Hub.081338181907
DikontrakanGudang+Toko+Kantor LT 13 Are, PLN 3500 Murah. Jl.Ayani Utara.HP:085238063577
Hilang SHM No.M.497-Ungasan Luas:8.650m2 An.I Made Jedog, I Ketut Kunda,Ni Kundi dan SHM No.M.3852-Kutuh Luas:100m2 An.Ni Wayan Sarji(31/12/1935), I Nyoman Suwena(31/12/1957), I Made Suwendra(15/12/1960), IMdMadra(24/12/1966).H08123696407
B.BP.001.09.19.0000527
B.BP.001.09.19.0000044
B.BP.001.09.19.0000517
B.BP.001.09.19.0000522
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh kav Badung,Kedampang,Sading murah bs AJB H.081339036099 B.BP.001.09.19.0000523
B.BP.001.09.19.0000525
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Selasa Kliwon, 17 September 2019
Mantan Bupati Arnawa Kritik Pusat Pendidikan di Kubu Telantar Bangli (Bali Post) -
Kinerja Pemerintah Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar dan Wabup Sedana Arta mendapat kritik pedas dari mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa. Ia menilai pembangunan Kabupaten Bangli selama sepuluh tahun terakhir stagnan alias jalan di tempat. Pernyataan itu disampaikan Arnawa saat mendatangi kantor DPC PDI-P Bangli, Senin (16/9) kemarin. Arnawa menyesalkan banyak dana dari pusat yang semestinya bisa digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat justru tidak dimanfaatkan secara maksimal. Ia juga menyoroti beberapa program yang pernah dirintisnya saat memimpin Bangli tidak berlanjut bahkan justru telantar. Dia mencontohkan seperti pusat pendidikan Hindu Widya Laya di wilayah Kubu Bangli. Pusat pendidikan Hindu yang dibangun
dengan menelan dana daerah cukup besar itu, tak lagi dilanjutkan. Malah dibiarkan telantar. Di bidang kesehatan, mantan bupati dua periode ini juga menyoroti keberadaan Rumah Sakit Bangli yang pembangunannya tak kunjung tuntas. Pada zaman kepemimpinannya, Arnawa mengklaim mampu memberikan jasa medis yang cukup tinggi kepada petugas medis di RSU Bangli bahkan lebih tinggi dari Denpasar. “Har-
usnya pemimpin berikutnya melanjutkan program ini, sesuai visi misi menjadikan Bangli sebagai kota pendidikan dan kesehatan,” terangnya. Dalam bidang sosial, pria asal Kubu itu mempertanyakan dihapusnya pemberian dana duka kepada masyarakat. Seharusnya, dana duka yang dulunya diberikan dengan nilai Rp 1 juta, kini bisa ditambah. Tak cukup di situ, Arnawa juga mengkritisi kenai-
kan pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak sepenuhnya maksimal. Beberapa potensi yang ada semestinya bisa dikelola dengan baik, seperti Museum Geopark. Museum yang ada di Kintamani itu dulu dikelola Pemkab Bangli, kini malah diserahkan ke pusat. TPA Regional Landih yang merupakan hadiah pusat untuk Bangli atas keberhasilannya meraih Adipura Kencana, juga tidak dikelola baik, malah dikembalikan pengelolaannya ke pemerintah provinsi. Soal banyaknya posisi jabatan setingkat kadis, kabid dan kasi di lingkungan Pemkab Bangli yang kosong juga tak luput dari kritik Arnawa. Menurutnya dengan
Pilkada Bangli
Seorang Bacabup dan Empat Bacawabup Kembalikan Formulir Pendaftaran ke PDI-P Bangli (Bali Post) Penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan wakil bupati (bacawabup) Bangli yang diadakan DPC PDI-P Bangli ditutup, Senin (16/9) kemarin. Lima nama yang sebelumnya mengambil formulir pendaftaran, telah mengembalikan formulir pendaftaran ke Sekretariat DPC PDI-P Bangli yang beralamat di LC Uma
Aya, Bangli. Dari lima nama tersebut, satu di antaranya mengembalikan formulir bakal cabup sementara empat lainnya mendaftar sebagai bakal cawabup. Ketua Tim Penjaringan Bakal Cabup/ Cawabup PDI-P Bangli Nengah Sujiwa dikonfirmasi sore kemarin menyebutkan, lima nama yang telah mengembalikan formulir pendaftaran Senin kemarin, yakni
Bali Post/kmb40
FORMULIR - Sejumlah sesepuh PDI-P Bangli dan tokoh masyarakat mengantar Gede Mangun mengembalikan formulir pendaftaran ke Sekretariat DPC PDI-P Bangli, Senin (16/9) kemarin.
Gede Mangun, Sang Nyoman Sedana Arta, Wayan Diar, Made Subrata dan Wayan Artom Krisna. Gede Mangun datang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal cawabup sekitar pukul 10.00 Wita. Dia datang diantar sejumlah sesepuh PDI-P, massa dan iringan baleganjur. Beberapa jam kemudian, menyusul Sedana Arta dan Wayan Diar yang datang mengembalikan formulir diantar pengurus DPC PDI-P, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para loyalis dan simpatisan. Sedana Arta mengembalikan formulir pendaftaran calon bupati sementara Wayan Diar mengembalikan formulir bakal cawabup. Sekitar pukul 14.30 Wita, Made Subrata datang menyusul mengembalikan formulir. Adik kandung Bupati Bangli I Made Gianyar itu datang ke Sekretariat DPC diantar sejumlah tokoh masyarakat dan perbekel. “Saat ini kami masih menerima kedatangan Bapak Jero Wayan Artom. Yang mendampingi, ada perbekel Songan dan beberapa tokoh masyarakat,” terangnya. Sujiwa lanjut mengatakan, pascaberakhirnya masa pengambilan dan pengembalian formulir pendaftaran, pihaknya di Tim Khusus selanjutnya akan melakukan verifikasi terhadap kelengkapan administrasi yang telah dikembalikan. Proses verifikasi akan dilakukan mulai besok dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. “Setelah verifikasi, kita akan laporkan ini ke DPC biar bisa kita bawa ke DPD untuk selanjutnya diproses di DPP,” pungkasnya. (kmb40)
banyaknya kekosongan posisi jabatan berpengaruh terhadap pembangunan Bangli. Menurut Arnawa, Bangli saat ini membutuhkan pemimpin yang tak hanya pintar namun juga punya inovasi dan nyali. Minimnya anggaran bukan alasan penghambat pembangunan. Perencanaan yang telah disusun harus dilaksanakan secara konsisten. Dengan demikian diyakini pembangunan Bangli bisa bersaing dengan kabupaten kota lainnya di Bali. Sementara itu Bupati Bangli I Made Gianyar belum bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi terkait kritik yang disampaikan mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa. (kmb40)
Bawa SS, Karyawan Diringkus Bangli (Bali Post)Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli kembali meringkus pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu (SS). Idris Fitriansyah (29), pria asal Desa Kampung Gelgel Klungkung ditangkap di Jalan Raya Ir. Soekarno tepatnya di wilayah Desa Tamanbali, Bangli. Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti SS seberat 1,03 gram bruto yang disimpan di dalam kotak bekas rokok. Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengungkapkan, tersangka ditangkap pada Jumat (13/9) sekitar pukul 19.20 Wita. Penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa Jalan Ir. Soekarno sering menjadi jalur perlintasan seseorang yang diduga membawa narkotika menuju arah Bangli. Dari informasi itu, selanjutnya anggota Opsnal Resnarkoba melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku saat berdiri di pinggir jalan raya, tepatnya di depan tempat potong rambut di Banjar Sema, Desa Tamanbali. Sementara seorang teman pelaku diketahui berinisial L yang saat itu ada di atas sepeda motor, berhasil kabur dari petugas. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap tersangka. Dalam penggeleda-
Tiga Pimpinan DPRD Dilantik Bangli (Bali Post) Tiga pimpinan DPRD Bangli masa bakti 2019-2024 dilantik melalui rapat paripurna pengucapan sumpah/ janji Pimpinan DPRD di gedung DPRD Bangli, Senin (16/9) kemarin. Pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Bangli itu dipimpin langsung Ketua Pengadilan Negeri Bangli. Tiga pimpinan dewan yang dilantik yakni I Wayan Diar sebagai ketua DPRD, dan Nyoman Budiada dan Komang Carles sebagai Wakil Ketua DPRD Bangli. Acara tersebut dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, serta unsur muspida, pimpinan OPD dan undangan lainnya. Ketua DPRD Bangli Wayan Diar menyampaikan, pen-
gucapan sumpah/janji yang dilaksanakan ini mengandung makna yang mendalam sebagai pernyataan janji suci setelah diberikan mandat oleh masing-masing induk partai untuk menjalankan tugas memimpin lembaga ini selama lima tahun ke depan. Janji ini harus dipertanggungjawabkan dalam wujud kerja nyata kepada masyarakat, NKRI dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Melalui pengucapan sumpah/janji ini, tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab secara lengkap dan utuh akan dapat dilaksanakan dalam penyelenggaraan pemerintah daerah bersama Bupati, dengan selalu menjalin komunikasi dan koordinasi agar fungsi pemerintah sebagai dinamisator, fasilitator dan regulator dapat berjalan
optimal. “Tugas, fungsi dan tanggung jawab ini harus menjadi landasan berpikir dalam menyusun alat kelengkapan DPRD, lebih-lebih dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi alat kelengkapan DPRD tersebut,” kata Diar. Lanjut dikatakannya, dalam hitungan tiga bulan ke depan sudah ada beberapa tugas penting yang menunggu. Yaitu membahas rancangan perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2020 sebagai pelaksanaan fungsi anggaran (budgeting) di samping tugas pembentukan perda dan tugas pengawasan sebagai tugas pokok DPRD. “Oleh karenanya marilah kita berkonsentrasi untuk suksesnya tugas dan tanggung jawab tersebut dengan
Bali Post/kmb40
JANJI - Pengambilan sumpah dan janji pimpinan DPRD Bangli masa bakti 20192024, Senin (16/9) kemarin.
selalu berkomitmen dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” ucapnya. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya mengatakan, dengan dilantiknya pimpinan DPRD ini diharapkan alat kelengkapan DPRD antara lain tata tertib dan rencana kerja dapat segera ditetapkan sehingga fungsi ideal DPRD dapat segera dijalankan. “Keberadaan pimpinan dan anggota DPRD Bangli periode 2019-2024 ini kami harapkan selain menjalankan fungsi ideal tersebut juga mampu mendukung pemerintahan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan swasta melalui program kemitraan antara pemerintah, masyarakat dan swasta,” kata Gianyar. Diharapkan juga kerja sama antara legislatif dan
eksekutif dapat meningkat dan menjadi mitra dalam melaksanakan berbagai program pembangunan. Kontrol dari legislatif juga sangat diharapkan agar pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan di Kabupaten Bangli tetap on the track dan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu pascapelantikan pimpinan dewan kemarin, DPRD Bangli telah menjadwalkan penetapan alat kelengkapan DPRD (AKD) Bangli. Penetapan AKD akan dilaksanakan melalui rapat paripurna, Selasa (17/9) hari ini. Ditemui usai pengambilan sumpah/janji pimpinan kemarin Wayan Diar mengaku optimis, RAPBD Perubahan 2019 bisa diketok palu sebelum batas waktu berakhir 30 September. (kmb40)
han yang disaksikan dua orang saksi, petugas menemukan satu buah plastik klip bening yang berisi serbuk kristal yang diduga SS. Plastik tersebut disimpan dalam bekas bungkus rokok warna biru putih yang dipegang dengan tangan kanannya. Selain itu petugas juga mengamankan beberapa barang lainnya yang ada kaitannya dengan tindak pidana narkotika, antara lain satu buah handphone warna biru milik pelaku, satu buah kulit rokok, satu unit sepeda motor beserta kunci dan STNK. “Selanjutnya tersangka dan barang bukti diamankan ke Mapolres Bangli guna proses lebih lanjut,” jelas Iptu Sudiarna.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui barang bukti SS yang dibawa tersangka tersebut dibeli dari seseorang yang kini mendekam di Lapas Karangasem. Dari pembelian itu, barang dikirim dengan sistem tempel di sebuah gardu listrik di wilayah Tamanbali. “Menurut pengakuannya, barang tersebut akan dipakai dengan teman-temannya,” kata Sudiarna. Dari hasil pemeriksaan, tersangka diindikasikan sebagai kurir. Sebab polisi menemukan adanya transaksi di handphone milik korban. “Tersangka sudah menjadi target operasi (TO) kita sejak lama,” imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
KRONOLOGIS - Kasat Resnarkoba Polres Bangli Iptu I Gede Sudiarna Putra didampingi Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menerangkan kronologi penangkapan tersangka, Jumat (13/9).
OLAHRAGA
Selasa Kliwon, 17 September 2019
15
82 Peserta Ikuti Pelatihan Senam Bugar Lansia
Denpasar (Bali Post) Tercatat 82 peserta mengikuti Sosialisasi dan Pelatihan Senam Bugar Lansia Indonesia, di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Minggu (15/9). Mereka berdatangan dari Denpasar, Badung, Tabanan, Jembrana, Buleleng, Gianyar dan Klungkung. Pemilik Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, Senin (16/9) kemarin,
menuturkan pihaknya sangat senang sebab pesertanya dari berbagai latar belakang, seperti instruktur senam, guru olahraga, instansi swasta dan pemerintah, ibu PKK banjar dan pencinta olahraga senam. Yang menarik, ada salah seorang peserta berusia 70 tahun berasal dari Seminyak, Badung. Grace menerangkan, sosialisasi dan pelatihan ini digelar pertama kali di Bali, bertujuan
meningkatkan derajat kebugaran tubuh masyarakat umum dan para lansia khususnya. ‘’Gerakan senam bugar lansia ini sengaja disuguhkan sangat sederhana,’’ jelas narasumber dari Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (Asiafi Pusat) Nurlaela. Tujuannya, supaya para lansia dapat melakukannya dengan mudah. Selain itu, tambah Nurlaela, alunan musik yang mengiringi berasal dari berbagai daerah, yang membuat para manula makin bersemangat hingga be n a r – b e n a r m e n i k m a t i dalam berolahraga. Ia menambahkan, LKP Lala Studio bukan sebuah organisasi, melainkan lembaga kursus satu–satunya di Bali yang mengantongi izin resmi dari pemerintah, bahkan berhak menerbitkan ijazah instruktur senam. Grace yang juga Ketua Asiafi Bali menegaskan, masyarakat umum harus mengetahui keberadaan LKP Lala Studio, utamanya bagi insan senam yang ingin memiliki ijazah maupun sertifikat. (022)
Tabanan (Bali Post) Tim futsal Badung akan menghadapi Denpasar pada laga pamungkas ajang Porprov Bali XIV di GOR Debes, hari ini. Tim Badung melaju ke babak final usai menundukkan Buleleng dengan skor 6-2 pada babak semifinal, Senin (16/9) kemarin. Semifinalis lainnya, Denpasar mengalahkan tuan rumah Tabanan dengan skor 6-0. Keenam gol kemenangan Badung hasil bidikan Jeremi Erick Fandy Yeimo, membo-
rong empat butir gol, kemudian Moch. Jihad Setyo Aji dan I Kadek Ryon Cahya Pratama masing–masing menyumbangkan sebutir gol. Buleleng mampu mempertipis kekalahan dengan mencetak dua gol yang dilesakkan Gede Deffa Ade Darsana dan Komang Juniarta. Sementara Denpasar memborong enam butir gol ke gawang Tabanan, masing–masing diciptakan Raffly Hidayat Ramadhan, Umbu Jimmy Warandoy, Andrean Kusuma, I Kadek Yoga Juliantara, I Made Pande
Rama Dwipayana dan Moh. Kartono. Technical Delegate (TD) Nasser Atthamimy menjelaskan, perebutan juara III akan bertemu Buleleng meladeni Tabanan. Menurut Nasser, ajang Porprov ini dipakai memantau pemain yang akan diproyekskan masuk skuad Pra-PON Bali. ‘’Pra-PON futsal akan digelar di Sumedang, Jabar pada November mendatang,’’ tuturnya. Cabor futsal diikuti seluruh kabupaten dan kota di Bali. (022)
Bali Post/ist
LANSIA - Suasana Sosialisasi dan Pelatihan Senam Bugar Lansia Indonesia 2, di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Minggu (15/9) lalu.
Futsal Badung Jumpa Denpasar di Final
Menyerap Aspirasi Demokrasi memang membutuhkan kesabaran, karena harus banyak menyerap aspirasi. Sikap terburu-buru membahas UU menunjukkan ketidaksabaran DPR dan juga
pihak eksekutif dalam hal ini presiden dan jajarannya. Demokrasi menjadi taruhannya. ‘’Situasi demokrasinya sedang resah. Sudah tidak penuh lagi. Hanya sebagian, dari sisi peringkat kita awalnya 48, sekarang peringkat 58, turun 10 peringkat. Dan
itu lebih buruk dari Timor Leste yang berpisah dari Indonesia. Ini ironi,’’ kata Arif Maulana dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dalam diskusi ‘’Demokrasi Indonesia di Ujung Tanduk’’ di kawasan Menteng, Minggu (15/9) lalu. (ant)
PIT STOP - Pembalap Lewis Hamilton tengah melakukan pit stop di GP Italia, beberapa waktu lalu.
Kabut Asap Karhutla Indonesia Ancam GP Singapura
Singapura – GP Singapura dihelat pada akhir pekan ini. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia mengancam gelaran ini. Di Sumatera dan Kalimantan saat ini terjadi kebakaran hutan. Dari Januari hingga September 2019, dilaporkan sekitar 328 ribu hektar lahan dan hutan di Indonesia terbakar. Akibat kebakaran itu, aktivitas warga di Kalimantan Tengah dan Riau terganggu. Bahkan, sekolah-sekolah di dua provinsi itu diliburkan
11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara Caru Sasab Merana Kelebon
Amuk 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Catur Lawa Ida Ratu Dukuh 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita DW TV 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Dampak kebakaran hutan tak cuma dirasakan Indonesia. Negara tetangga, Malaysia dan Singapura, juga mengalami gangguan. Di Singapura akhir pekan ini akan dihelat seri ke-15 adu cepat jet darat. Rangkaian balapan di Marina Bay Street Circuit itu berlangsung 20-22 September. Berkaitan dengan kualitas
Diterjang Gelombang
Selasa, 17 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV
Bali Post/afp
Kepala Pos Balawista Nusa Penida-Nusa Lembongan Kadek Winaya menambahkan, fast boat tersebut hendak mengantarkan turisnya untuk snorkeling. Dia menduga mesin fast boat-nya mati di tengah laut, setelah diterjang gelombang, kemudian terbalik. Winaya menerangkan, fast boat yang terbalik itu memiliki kapasitas hingga 10 orang, dan biasa digunakan untuk mengangkut turis snorkeling. Proses evakuasi oleh petugas cukup sulit di-
lakukan, karena terkendala ombak besar, yang mencapai lebih dari tiga meter. Tempat ini sudah berulang kali memakan korban jiwa. Bahkan Asita sementara menghentikan kunjungan ke Lembongan, khususnya ke tebing Devil’s Tear, sepanjang aspek keamanan belum memadai. Namun, aktivitas wisatawan di tempat ini tetap ramai. Selain kedua turis ini, sebelumnya turis asing lain juga tewas di sana. Dia adalah Li Huiling (38) asal China. Dia jatuh dari atas tebing setelah tersambar ombak ganas saat selfie. (kmb31)
udara dan jarak pandang, panitia Formula 1 GP Singapura sedang merapatkan langkah yang akan diambil untuk balapan akhir pekan ini. ‘’Rencananya diformulasikan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan, pemerintah, dan komunitas Formula 1. Kaitannya dengan kabut asap berhubungan dengan jarak pandang, kesehatan publik, atau masalah operasional. GP Singapura akan bekerja dengan agensi terkait sebelum membuat keputusan kolektif mengenai event ini,’’ kata penyelenggara GP Singapura, Senin
(16/9) kemarin. Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) menyatakan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Singapura semakin memburuk dan sudah mencapai angka 112 di beberapa daerah. Indeks 101200 termasuk dalam kategori tidak sehat. Maka NEA pun menyarankan warganya untuk tidak beraktivitas di luar ruangan terlalu lama. Akibat kabut asap itu, beberapa warga Singapura terlihat menggunakan masker. Namun, kondisi itu belum mengganggu aktivitas sehari-hari. (kmb33)
Meninggal Dunia Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, 178 orang meninggal dunia karena rabies sejak 2008 hingga sekarang. Tertinggi pada tahun 2010 sebanyak 82 kasus. Sebelum 2017, ada sekitar 125-135 orang tergigit anjing dalam sehari. Tetapi dengan adanya eliminasi selektif dan vaksinasi massal, angka gigitan turun di 2017 menjadi 80 per hari. Kendati naik lagi menjadi 96 gigitan pada 2018 dan 94 gigitan pada 2019. ‘’Dari sisi kesehatan, kasus yang 178
itu, catatan kami seluruhnya memang tidak mendapatkan VAR karena dianggap kecil, tidak mau lapor, dan bahkan takut suntik,’’ ujarnya. Menurut Suarjaya, Bali saat ini memiliki 78 rabies center lengkap dengan tim yang melakukan manajemen gigitan serta pemberian VAR dan SAR. Setiap tahunnya, Bali harus menyiapkan 66-67 ribu vial VAR untuk manusia. Sedangkan SAR disiapkan lebih sedikit karena hanya dibutuhkan untuk kasus berisiko tinggi. Di samping harganya sangat mahal dan expired date-nya pendek. (kmb32)
SELASA KLIWON, 17 September 2019
Ekowisata Subak Penatahan Terus Ditata
Bali Post/edi
AKSES - Penataan akses jalan menuju kawasan ekowisata Subak Penatahan.
Budi Daya Lebah Serana ’’Semanis’’ Madunya HUTAN lindung di wilayah Kecamatan Rendang, Karangasem menyediakan sumber makanan yang cukup bagi lebah Serana dan Trigona. Potensi ini dimanfaatkan masyarakat untuk membudidayakan serangga penghasil madu tersebut. Hasil budi daya lebah ini cukup menjanjikan alias ‘’semanis’’ rasa madunya. Wayan Wenten, salah satu warga yang sangat giat membudidayakan lebah. Ia adalah Sekretaris Kelompok Tani Hutan Madu Sari di Banjar Puragae, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem. Bersama 20 orang petani lebah, Wenten membentuk kelompok pembudi daya lebah madu. Selain di hutan, ia juga membudidayakan beberapa sarang lebah di rumahnya. Awalnya lebah dibudidayakan dengan cara tradisional menggunakan glodok atau kungkungan. Namun saat ini ia telah beralih menggunakan
stub dengan jumlah cukup banyak. Stub itu terbuat dari papan kayu. Menurutnya, budi daya lebah lebih bagus memakai stub karena lebih mudah dan madu yang dihasilkan lebih bersih. Ada dua jenis lebah yang dibudidayakan yaitu lebah Serana dan Trigona atau lepised. Namun yang lebih banyak adalah lebah Serana. ‘’Lebah Serana bisa dipancing memakai glodok yang ditaruh di pohon. Setelah ada koloninya masuk, kita pindahkan ke stub,’’ tuturnya, belum lama ini. Sementara budi daya lebah Trigona dengan cara berburu. Lebah ini diburu di bambu atau lubang–lubang kayu yang kemudian dipindahkan ke stub. Pembibitan lebah awalnya dilakukan dengan cara berburu di alam. Saat ini sudah bisa dipecah koloninya. Dari awal saat memecah koloni dan memindahkan ke stub, ia sudah bisa mengenali
MADU – Budi daya lebah madu.
Bali Post/ist
antara calon ratu yang super dan lebah pekerja. Ini penting dilakukan untuk pengembangbiakan lebah dan menghasilkan madu. Lebah ratu ditempatkan di masing–masing stub. Satu stub berisi satu ratu, namun pada pertengahan musim bunga, ia menempatkan 4-5 lebah ratu dalam satu stub. Sementara panen bisa dilakukan sebulan setelah koloni lebah datang dan tergantung musim bunga. Musim bunga kayu Sendok jatuh pada November, musim bunga Kaliandra jatuh pada April. Sedangkan pergantian musim bunga terjadi pada Januari. Panen dilakukan setahun enam kali dengan tiga musim bunga. Sedangkan panen lebah Trigona setahun sekali. Budi daya lebah ini masih terkendala alat pemerasan madu. Rumah produksi khusus juga belum dimiliki, sehingga ia memeras secara manual menggunakan kain. Padahal dengan menggunakan alat, madu yang dihasilkan lebih steril yang membuat harga madunya juga lebih tinggi. Dari semua proses budi daya lebah, menurutnya, proses panen yang paling penting. Saat panen lebah, yang penting dihindari adalah ratunya supaya tidak terjepit. Pembudi daya yang lain, I Ketut Arta, mengatakan pemasaran madu yaitu pada pasar lokal Bali. Satu hari, ia bisa mejual paling sedikit 50 botol dari kemasan kecil dan besar. Selain di Bali juga dipasarkan di Jawa. Saat ini ia mempunyai empat orang pembeli dari Jawa dan empat orang dari luar negeri. (may)
KAWASAN ekowisata Subak Penatahan terus ditata. Ini sebagai bentuk sumbangsih terhadap pendidikan pertanian dan kepariwisataan Bali, khususnya Kabupaten Tabanan. Di samping menjaga kekayaan alam hayati, juga tetap melestarikan kearifan lokal Bali. Anggota Dewan Penasihat Ekonomi Forum Bela Negara (FBN) Bali Dedi Ruslan menyampaikan, pengembangan dan penataan ekowisata Subak Penatahan yang asri diharapkan menjadi destinasi unggulan
kepariwisataan di Kabupaten Tabanan. Ini menjadi prioritas, mengacu pada potensi prospek pertanian organik dengan menyembulnya pancaran mata air panas dan dingin secara alami di kawasan itu. ‘’Kami fokus dahulu dengan menata akses jalan serta pematangan perencanaan konsep yang harus mengacu pada pedoman tata kelola manajemen ekowisata yang holistik,’’ katanya di Sekolah Alam (Kolam) Subak Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, Sabtu (14/9).
Dijelaskannya, kolam sendiri memiliki empat mata air panas dan dingin yang gencar memberikan diseminasi informasi berupa edukasi tata kelola budi daya pertanian nonorganik yang berbasis teknologi ramah lingkungan. Dengan cakupan luas sekitar 4 hektar tanaman padi, buahbuahan organik, dan peternakan kambing dan sapi. Penataan akses jalan dan pengecatan dan pembuatan tanda-tanda penunjuk lokasi di area ini dilakukan dengan swadaya bergotong
royong oleh warga subak dengan tujuan agar nantinya memudahkan siswasiswi sekolah maupun wisatawan asing dan domestik untuk belajar mengetahui bagaimana tata kelola pertanian organik yang sebenarnya. ‘’Kebetulan kami memiliki praktisi pertanian lulusan S-2 dari universitas ternama di Jepang yang akan memberikan diseminasi informasi kepada pengunjung dengan praktik interaksi langsung di sekolah alam kami,’’ tutur Dedi. (edi)
Avara Rilis Single Terbaru AVARA kembali merilis single terbaru yang dibarengi dengan video clip, atau disebut juga music video. Single tersebut diberi judul ‘’Kewatesin Kasta’’. Band bentukan empat personel tahun 2018 ini total sudah merilis empat lagu. Semua lagu sudah dibarengi dengan video clip yang bisa ditemukan di platform digital youtube. Single ‘’Kewatesin Kasta’’ menceritakan tentang kisah cinta yang kandas karena perbedaan kasta. Kisah cinta itu kemudian dirampungkan menjadi sebuah lagu dengan balutan musik slow rock dengan lirik berbahasa Bali yang simpel dan mudah dimengerti. Audio recording dikerjakan di Studio Post Record Bali milik Indrawira, vokalis Avara selama 10 hari pengerjaan. Konsep yang diambil menceritakan sepasang kekasih yang mengingat kembali kisah cinta mereka (flashback) yang pupus dikarenakan perbedaan kasta. Setting tempat untuk story video ini mengambil beberapa tempat di Kota Denpasar. Sedangkan
untuk video band dikerjakan di area Danau Tamblingan, Bedugul. Uniknya, semua gambar direkam menggunakan kamera handphone yaitu Apple Iphone 7+. Sementara itu, dalam music video ini tokoh laki-laki diperankan oleh Yudi Darmawan yang juga merupakan personel Leeyonk Sinatra. Sedangkan tokoh perempuan diperankan oleh Tri Paramitha, mahasiswi ISI Denpasar. ‘’Berkat effort dari rekan-rekan rumah produksi Jibolba Baker dan DnJ production, pada akhir bulan Juli proses pengambilan gambar akhirnya dirampungkan. Ending dari cerita ini adalah mereka tidak akan kembali bersama dan menjalani kehidupannya masingmasing,’’ ujar Indrawir a saat
presscon, Sabtu (14/9). Dengan beberapa slowmotion yang bisa ditonton dalam music video kali ini, diharapkan bisa memberikan warna berbeda bagi musik Bali dan tentunya dapat diterima oleh para pendengar, serta dapat menginspirasi para penikmat musik. Mengusung genre modern rock, band yang diisi oleh Indrawira (vocal, guitar), Gery (guitar), Made Sugiantara (bass), dan Gusde (drum) saat ini fokus untuk memperbanyak materi lagu dan juga jam manggung di ranah musik Bali. (win)
Salak Madu Munduk Temu Alumni SMK PGRI 2 Badung Diberi Pelatihan Siap Bersaing di Pasar Ekspor dan Sertifikasi Mekanik Sepeda Motor
SELAIN kopi, Kecamatan Pupuan, Tabanan juga menghasilkan komoditi yang berpotensi ekspor yaitu salak madu. Salak ini memiliki tekstur yang renyah, segar dan juga manis. Banyak yang mengidolakan varietas salak satu ini. Salah satu daerah yang fokus mengembangkan salak madu adalah Banjar Kebon Jero Kauh, Desa Munduk Temu, Pupuan. Dengan dorongan dan bantuan pemerintah, varietas salak madu ini kini sudah memiliki sertifikasi varietas lokal. Artinya, salak madu Munduk Temu diakui sebagai varietas lokal asal Tabanan yang tidak bisa diklaim oleh daerah lain. Selain itu dengan adanya sertifikasi ini membuktikan salak madu Munduk Temu berkualitas dan siap bersaing di pasar ekspor. Salah satu petani salak madu sekaligus Ketua
Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Batur Sari Banjar Kebon Jero Munduk Temu Pupuan Tabanan Ketut Suardika, S.E. mengatakan, pengajuan salak madu Munduk Temu untuk mendapatkan sertifikasi varietas lokal ke Kementerian Pertanian pada 26 Desember 2016. Kemudian diterima oleh Bupati Tabanan pada 27 Agustus 2019 yang kemudian diteruskan ke Desa Munduk Temu, Pupuan, Tabanan. Dengan sertifikasi ini, salak madu Munduk Temu menjadi brand tersendiri. Jika dikembangkan daerah lain, harus mendapatkan bibitnya dari Desa Munduk Temu. ‘’Selama ini petani tidak terlalu tahu jika untuk mengembangkan sebuah varietas dan berpotensi ekspor, harus mendapatkan bibit yang sudah mendapatkan sertifikasi. Ini adalah langkah awal salak madu
Munduk Temu untuk bisa menembus pasar ekspor,’’ ujar Suardika, belum lama ini. Selain itu sertifikasi ini menujukkan salak madu Munduk Temu adalah varietas yang unggul dan tahan terhadap perubahan musim. Sebab, salah satu syarat sertifikasi ini selain ditanam secara turun-temurun, lama budi dayanya harus lebih dari 20 tahun. ‘’Kalau selama 20 tahun budi dayanya dianggap sudah tahan terhadap musim apa pun, sehingga kualitasnya unggul,’’ ujar Suardika. Ia berharap pemerintah terus memberikan dorongan dan dukungan kepada petani sehingga ke depan bisa membuka pasar ekspor. Menurut Suardika, sertifikasi ini adalah langkah awal untuk bisa menembus pasar ekspor. Jika ke depan petani sudah siap dalam hal pemenuhan produksi dan pasar terbuka, maka tidak ada halangan dari segi kualitas dan syarat yang diminta. Diakui Suardika, salak madu Munduk Temu saat ini baru bisa memenuhi pasar domestik. Harganya cenderung stabil. Saat musim panen raya yaitu Desember sampai Maret, rata-rata dijual Rp 12.000 per kilogram hingga Rp 18.000 per kilogram. Jika tidak musim bisa mencapai Rp 21.000 per kilogram. ‘’Harga ini tergantung pasar petani. Jika lewat pengepul pasti harganya lebih rendah. Tetapi kalau bisa memiliki pasar sendiri, maka harganya terjamin dan lebih stabil,’’ ujar Suardika. Karenanya ia mengajak petani untuk tidak hanya menanam tetapi mulai menguasai serta memiliki pasar sendiri. (san)
LULUSAN atau alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dituntut memiliki skill dan kemampuan yang memadai, sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja. Termasuk dalam berwirausaha, khususnya usaha bengkel sepeda motor yang saat ini keberadaanya semakin kompetitif. Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian Ir. Putu Juli Ardika, M.A. menyampaikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan amanat dalam program Nawacita Presiden. Hal ini juga merupakan salah satu program prioritas pemerintah di tahun 2019. ‘’Peningkatan skill dan kemampuan tenaga kerja khu-
susnya alumni SMK sangat dibutuhkan agar mampu bersaing baik di dunia kerja maupun wirausaha,’’ katanya saat membuka pelatihan dan sertifikasi mekanik sepeda motor di SMK PGRI 2 Badung, Senin (16/9) kemarin. Melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi, pihaknya berharap akan bisa membentuk wirausaha baru. Pihaknya juga akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap wirausaha baru yang telah dibentuk agar dapat berjalan dengan baik. Kegiatan pelatihan dan sertifikasi mekanik sepeda motor ini, katanya, merupakan kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif. Kegiatan
ini sudah dilaksanakan di beberapa provinsi termasuk di Bali dengan total 800 peserta. Sementara itu, Head of Public Relations Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Ahmad Muhibbuddin mengatakan, pelatihan dan sertifikasi mekanik sepeda motor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah bersama perusahaan anggota asosiasi untuk meningkatkan keterampilan teknik bagi lulusan SMK. ‘’Kami ingin kompetensi alumni SMK ini terasah dan tervalidasi melalui proses sertifikasi dan uji kompetensi. Kami ingin mengantarkan mereka menjadi wirausaha terampil, kompeten dan kompetitif,’’ ujarnya. Di Bali, program ini didukung oleh main dealer Honda, Astra Motor Denpasar dan perwakilan PT Yamaha Indo-
nesia Motor Manufacturing. Sertifikasi akan dilaksanakan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kepala SMK PGRI 2 Badung Drs. I Gusti Ketut Sukadana, M.Pd. menyampaikan dalam memenuhi kebutuhan industri, sekolah tentunya harus menggandeng industri. Sebab, pengakuan kompetensi yang dikeluarkan oleh sekolah, tentu akan diakui oleh industri. Kepala Seksi Standardisasi Sertifikasi dan Kompetensi Tenaga Kerja Disperinnaker Badung Ni Luh Putu Miarmi, S.H., M.H. mengatakan, suatu kompetensi tidak hanya cukup disampaikan secara lisan, namun perlu suatu pengakuan secara tertulis dalam bentuk sertifikat kompetensi. Oleh karena itu, ini bisa diraih melalui uji kompetensi. (edi)
Bali Post/edi
PELATIHAN - Ir. Putu Juli Ardika, M.A. (dua kiri) saat membuka pelatihan dan sertifikasi, Senin (16/9) kemarin di SMK PGRI 2 Badung.