16 HALAMAN
NOMOR 315 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Bertemu Saat Karya Ida Batara Turun Kabeh
Wagub Cok Ace Sambut Baik Bupati Lumajang Beri Perhatian Lebih untuk Pura Semeru
Bali Post/kmb
PUNCAK KARYA - Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati bersama umat saat puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Selasa (16/7) kemarin.
PUNCAK Karya Ida Batara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh di Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Desa Sumber Agung Kecamatan Senduro Kabupaten Lumayang, Jawa Timur, berlangsung pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) kemarin. Karya yang digelar kali ini terbilang upacara besar yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali. Dudonan karya telah diawali dengan matur piuning pada 17 Juni yang lalu. Upacara matur piuning
juga dilaksanakan di seluruh Pura Khayangan Jagat yang ada di Bali dan Lombok. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan mengikuti prosesi jalannya puncak karya. Di sela-sela berlangsungnya puncak karya, Wagub Cok Ace menerima kunjungan Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Pertemuan tersebut berlangsung di utama mandala Pura Mandara Giri Semeru Agung. Pada kesempatan itu, Bupati
Thoriqul Haq mengapresiasi atas berdirinya Pura Mandara Giri Semeru Agung di Lumajang. Menurut Thoriqul Haq, keneradaan pura memberikan dampak positif bagi masyarakat Lumajang khususnya warga sekitar pura. ‘’Saya mengapresiasi atas berdirinya pura ini, keberadaan pura ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Lumajang khususnya untuk warga sekitar pura,’’ ungkap Thoriqul Haq.
Lebih lanjut, Thoriqul Haq mengatakan keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung menunjukkan bentuk keharmonisan antarumat beragama di Lumajang, khususnya di wilayah Desa Sumber Agung. Thoriqul Haq juga mengungkapkan keinginannya ke depan membuat sebuah event budaya (budaya Bali dan budaya Jawa) yang nantinya akan digelar di Pura Mandara Giri Semeru Agung. Hal. 15 Toleransi Umat Beragama
Bali Post/edi/mud
RUSAK - Gempa yang mengguncang Bali, Selasa (16/7) kemarin, menyebabkan ujung Gapura BTDC Nusa Dua jatuh dan rumah Wayan Ritawan di Banjar Dinas Kelodan Desa Busungbiu, Buleleng rusak parah.
Bali Diguncang Gempa Kuta Selatan Terparah Denpasar (Bali Post) -
Setelah Sumbawa dan Maluku, giliran Bali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 5,8 SR, Selasa (16/7) kemarin pukul 08.18 Wita. Akibatnya sejumlah bangunan mengalami kerusakan ringan. Seperti gedung sekolah, pura, gapura, dan rumah warga. Kerusakan terparah terjadi di Kuta Selatan.
SURABAYA
Episenter gempa terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut
5,8 KM Kedalaman 63 KM Lokasi 9.11 LS-114.54 BT
83 km Barat Daya NUSADUA-BALI
pada jarak 80 km arah selatan kota Negara, Kabupaten Jembrana pada kedalaman 104 km. Bahkan gempa dirsakan hingga di Banyuwangi. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, S.T., Dipl., SEIS., M.Sc. mengatakan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan M=6 yang selanjutnya dilakukan
pemutakhiran menjadi M=5,8 yang mengguncang wilayah Samudera Hindia selatan Bali-Nusa Tenggara. Gempa juga membuat siswa dan karyawan yang gedungnya berlantai di Denpasar panik dan berhamburan keluar ruangan. Di Badung sejumlah bangunan sekolah rusak. SD 1
‘’Di tengah pesatnya tawaran investasi di Bali, kami tetap bergerak menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali. Dengan visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Bali kami rancang menjadi pulau organik dengan indikator yang jelas. Kenyamanan lingkungan, keasrian, dan kebersihan udara tetap menjadi rujukan. Ini spiritnya tetap budaya Bali.’’ Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
Ungasan, Kuta Selatan mengalami kerusakan paling parah. Bahkan akibat banyaknya genteng yang berjatuhan, tiga orang siswa dan satu guru megalami luka di kepala. Menurut penuturan Kepala SD 1 Ungasan Ni Made Asri, S.Pd., saat kejadian gempa, seluruh siswa dan guru panik. Saat itu guru kelas I Ni Nengah Sukensi mengalami luka di kepala terkena runtuhan genteng. Sedangkan tiga siswa lainnya juga mengalami luka dan sudah dibawa ke puskesmas terdekat. Plt. Kepala BPBD Badung I Wayan Wirya menyebutkan 36 titik di Badung terdampak gempa. Dari 36 titik tersebut, yang terbanyak berada di Kuta Selatan yakni 24 titik, Kecamatan Kuta 6 titik, Kecamatan Kuta Utara 3 titik, Kecamatan Abiansemal 2 titik dan Mengwi 1 titik. ‘’Untuk di Kuta Selatan yang paling parah memang di SD 1 Ungasan, yang mana genteng bangunan berjatuhan. Namun secara keseluruhan, memang tidak ada korban jiwa,’’ terangnya. Di kabupaten se-Bali, wartawan Bali Post melaporkan dampak gempa kemarin masih terbilang kecil. Di Tabanan satu angkul-angkul apit surang roboh di Banjar Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan
Selemadeg Barat. Di Gianyar atap gedung DPRD Gianyar jatuh berhamburan. Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini. Di Abiansemal dilaporkan rumah Jro Made Taman di Desa Taman, Abiansemal, Badung rusak parah. Rumah yang rusak parah akibat diguncang gempa ini sudah tidak layak huni. Di Buleleng dua rumah semipermenen milik warga di Banjar Dinas Kelodan Desa Busungbiu Kecamatan Busungbiu dan di Banjar Dinas Dauh Pura Desa Depaha Kecamatan Kubutambahan rusak berat. Di Desa Depaha,Kecamatan Kubutambahan rumah Gede Sutapa mengalami kerusakan sedang. Di Denpasar ulon Padmasana Pura Agung Lokanatha, Lumintang, Denpasar runtuh. Selain itu, juga berimbas pada ornamen paksi serta ekor Bedawang Nala di Padmasana tersebut. Kejadian ini dipantau langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar. Rahmat Triyono menambahkan, gempa diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault). Hal. 15 Guncangan Gempa
Hadapi Persaingan Bank Harus Efisien Denpasar (Bali Post) Perkembangan dunia dalam segala lini termasuk ekonomi begitu cepat. Semua tak lepas dari pengaruh revolusi industri 4.0. Ini mengakibatkan Lembaga Jasa Keuangan (LJK), baik industri perbankan dan nonbank juga terpengaruh. Dengan digitalisasi pasar berkembang sangat cepat, sehingga market menjadi ketat. Sementara lembaga bank dan nonbank, cost of fund, cost of money dan cost of loanable fund terus naik. ‘’Sesuai dengan pidato Jokowi bahwa SDM dan efisiensi itu menjadi tulang punggung dalam era baru ini, menghadapi ketidakpastian dan digital ekonomi,’’ ungkap pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka, Selasa (16/7) kemarin. Efisiensi ini tergantung SDM. Pengelolaan SDM
ini tidak mudah karena harus mengubah mindset, pola pikir, perilakunya. Kompetensinya juga ditingkatkan sehingga sudah terbentuk standar kinerja yang efisien sehingga terjadi kontinuitas. Dengan demikian akan meningkatkan kredibilitas lembaga tersebut yang ujungujungnya masyarakat (nasabah) akan percaya (trust). ‘’Dengan adanya bank yang ditutup, timbul kegalauan, kekhawatiran dan pertanyaan–pertanyaan dari berbagai lapisan masyarakat. Tidak hanya pelaku usaha saja, tapi semua pihak, ini memengaruhi reputasi bank dan pasar,’’ bebernya. Selain melakukan efisiensi, bank harus memiliki tiga aspek kematangan yaitu solvabilitas, rentabilitas dan likuiditas. Ketiga aspek ini harus berjalan harmonis. Hal. 15 Kondisi likuiditas
Viraguna Bagoes Oka
Wagub Bali: Bersinergi Menuju Pengurangan Risiko bagi Lingkungan GERAKAN menyelamatkan bumi kini menjadi perhatian masyarakat di seluruh dunia. Kepedulian terhadap alam bangkit di mana-mana. Wacana, rencana aksi, dan tindakan nyata menjaga bumi terus bergulir. Sejalan dengan hal tersebut, penyamaan persepsi untuk mengurangi risiko terhadap lingkungan juga terus dibangun. Penyelamatan bumi dan lingkungan haruslah menjadi budaya hidup. Pemaknaan terhadap hal ini juga bergulir di Bali. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menegaskan hal yang sama. ‘’Bali bergerak untuk menyelamatkan bumi, menjaga kesucian
alam, kebersihan pantai, danau dan alamnya secara bersinergi. Gerakan Bali Bersih kini bahkan menjadi tagline kebangkitan kepedulian Bali dalam menjaga alamnya,’’ jelasnya. Mantan Bupati Gianyar ini juga secara lugas mengajak masyarakat Bali dan semua elemen di Bali mendukung gerakan Bali Bersih. Gerakan peduli bumi dan lingkungan tersebut juga bisa dijabarkan dengan melakukan pendekatan produksi. ‘’Produk-produk inovatif dan ramah lingkungan semestinya diberikan ruang,’’ jelasnya. Kepada Bali Post, saat ditemui di ruang kerjanya baru-baru ini, Ketua PHRI Bali ini juga mengapr-
esiasi produk-produk inovatif yang orientasinya mengarah pada upaya pengurangan risiko, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi masyarakat luas. Produk–produk ramah lingkungan, kata Wagub Bali, mesti didukung dengan regulasi yang jelas. Regulasi tersebut bertujuan untuk menjamin terbangunnya kepastian di kalangan dunia industri dalam melakukan inovasi produk secara berkelanjutan. Wagub Bali sempat menyinggung soal produk tembakau alternatif. Ia setuju jika produk ini memiliki regulasi yang jelas. ‘’Kami (Bali red) tergantung di pusat. Jika sudah
ada regulasinya, kami pasti akan membuat regulasi turunannya,’’ ujarnya. Ia pun mengatakan bahwa berdasarkan sejumlah penelitian di negara maju, produk tembakau alternatif dinilai dapat mengurangi risiko kesehatan dari rokok. Cok Ace, demikian Wagub Bali ini biasa disapa, mengatakan dalam konteks Bali sebagai destinasi pariwisata, Bali jelas memerlukan daya dukung yang memadai baik dari segi infrastruktur, fasilitas termasuk ketersediaan produk-produk inovatif yang diminati wisatawan. Hal. 15 Spirit Budaya
DENPASAR
2
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Langgar Sempadan Jalan
Puluhan Pelanggar Siap Lakukan Pembongkaran Denpasar (Bali Post) Puluhan warga yang bangunannya melanggar ketentuan sempadan jalan di sepanjang By-pass Ida Bagus Mantra, dari Padanggalak, Denpasar hingga Goa Lawah, Klungkung menyatakan kesiapannya membongkar bangunannya. Hal tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang dibuat sendiri oleh para pelanggar saat dilakukan sidak oleh tim gabungan Satpol PP Provinsi Bali dan Satpol PP Kota Denpasar, Gianyar dan Klungkung, serta Dishub Bali dengan Dishub Kota Denpasar, Gianyar dan Klungkung, Senin (15/7). Kepala Satpol PP Provinsi
Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, operasi penertiban yang dilakukan di sepanjang By-pass I.B. Mantra merupakan penegakan Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2016 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. “Ada sebanyak 130 orang yang dilibatkan dalam sidak gabungan,” katanya. Penertiban dimulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.30 Wita. Tim gabungan menegur puluhan pelanggar, di antaranya lima pelanggar di wilayah Kota Denpasar, Sembilan pelanggar di wilayah Kabupaten Gianyar, dan 12 orang di wilayah Kabupaten Klungkung. Mereka yang
melanggar ini kebanyakan pelaku usaha. Mulai dari pedagang, bengkel, usaha pembuatan palinggih, penambangan pasir, pedagang kaki lima hingga mobil yang parkir berhari-hari di pinggir jalan. Ke depan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan setiap dua hari sekali. Bahkan yang telah mendapatkan teguran dan membuat surat penyataan akan kembali didatangi, memastikan sudah tidak terjadi pelanggaran lagi. “Kegiatan yang sama akan dilaksanakan setiap dua hari sekali secara serentak dan berkelanjutan sampai benarbenar bersih, tertata dan tertib,” tegasnya. (kmb16)
Dua Inovasi Denpasar Menuju Top 45 Inovasi Nasional
Rai Mantra Berikan Pemaparan, Raih Apresiasi Tim Kemen-PAN RB
PRESENTASI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat presentasi dan wawancara serangkaian Pemilihan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik di Gedung Kemen-PAN RB, Senin (15/7). KOMITMEN Pemkot Denpasar untuk terus memaksimalkan inovasi pelayanan masyarakat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Inovasi yang digalakkan dengan fokus kemanfaatan bagi masyarakat kali ini mendapat apresiasi pemerintah pusat. Kali ini dua inovasi di Kota Denpasar masuk Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional dan saat ini menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Nasional yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) Tahun 2019 ini. Adapun dua inovasi Denpasar yang lolos Top 99 ini dan menuju Top 45 adalah Denpasar Mantap Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) untuk kategori pelayanan kesehatan dan Sungai Elok, Nyaman untuk Masyarakat dengan Menjaga Lingkungan dan Alam di Tukad Bindu (Senyum Melia di Tubin) Kelurahan Kesiman untuk kategori pemberdayaan masyarakat. Sebagai tahap lanjutan menuju Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama OPD terkait mengikuti langsung seleksi pemaparan dan wawancara di Gedung Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, Senin (15/7). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Sri Armini, Kadis Kominfo Dewa Made Agung, Yayasan Tukad Bindu A.A. Ari Rai Temaja, Kabag Organisasi Setda Kota Denpasar I.B. Alit Adhi Merta, serta instansi terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra mengaku bersyukur atas suksesnya inovasi di
Kota Denpasar yang mampu masuk dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional. Hal ini tentunya merupakan sebuah keberhasilan bersama sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. ‘’Ini adalah keberhasilan kita bersama atas pemikiran dan upaya kita bersama untuk senantiasa merancang inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Semoga dapat mengikuti tahap selanjutnya, yakni studi lapangan untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Top 45 inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019,’’ jelasnya. Rai Mantra menambahkan, dua inovasi ini memang saat ini menjadi yang terbaik di Kota Denpasar, selain beberapa inovasi lainnya yang sukses memberikan kemanfaatan. Seperti halnya Damakesmas, di mana pelayanan kesehatan yang menyasar lapisan masyarakat hingga yang terbawah ini atau yang dikenal dengan istilah home care ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Selain itu, Senyum Melia di Tubin ini sesuai dengan namanya yang identik dengan tokoh pada film Dilan ini, fokus inovasi pemberdayaan masyarakat ini juga menitikberatkan kegiatan untuk mempercantik lingkungan, utamanya kawasan Tukad Bindu. ‘’Tentunya ini akan terus kita jadikan acuan untuk terus memberikan pelayanan melalui inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar,’’ paparnya. Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Sri Armini mengaku bersyukur atas lolosnya inovasi kesehatan Damakesmas menjadi Top 99 Pelayanan Publik Nasional Tahun 2019. Di mana inovasi
yang diluncurkan sejak tahun 2017 ini mampu memberikan peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan kini telah terintegrasi dengan Damapancana milik BPBD. ‘’Ya, kami sangat bersyukur dan semoga dapat lolos menjadi Top 45 dan terus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ paparnya. Lurah Kesiman selaku koordinator inovasi Senyum Melia di Tubin I Gusti Ayu Suryani didampingi Ketua yayasan Tukad Bindu A.A. Ari Rai Temaja menjelaskan, inovasi pemberdayaan masyarakat ini dilaksanakan guna mewujudkan kemandirian serta merangsang masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. Di mana kebiasaan untuk menjaga lingkungan ini justru mampu memberikan nilai tambah bagi perkembangan perekonomian sekitar. ‘’Kini Tukad Bindu telah berkembang menjadi sebuah tempat yang sangat menarik dikunjungi, hal ini sebagai wujud nyata keberhasilan comunity based di Denpasar yang tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ katanya. Ketua Tim Pemilihan Top Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 Prof. Kristianto didampingi anggota Nurjaman turut mengapresiasi inovasi pelayanan dari Kota Denpasar. ‘’Ini sangat baik, dari awal sudah dijelaskan alasannya memberikan inovasi ini adalah untuk membentuk ekosistem, serta dari kotor menuju bersih ini sangat hebat,’’ paparnya. Pemilihan Top Inovasi Pelayanan Publik yang dilaksanakan oleh Kemen-PAN RB ini dimulai dari tahap pendaftaran pada 21 April 2019. Di mana terdapat sedikitnya 3.156 inovasi terdaftar yang diusulkan oleh 331 instansi mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, serta pemerintah kota. Di mana, dari seluruh tahapan mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, penilaian proposal, dan selanjutnya ditetapkan 99 Top Inovasi oleh tim panel independen. Dari tahapan tersebut, dua inovasi Kota Denpasar berhasil ditetapkan. Hal ini tertuang dalam Pengumuman Nomor B/163/PP.00.05/2019 tentang Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang ditandatangani Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemen-PAN RB Diah Natalisa. (ad605)
Bali Post/kmb12
GEMPA - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara didampingi pimpinan OPD terkait memantau dampak gempa yang terjadi di Pura Agung Lokanatha Denpasar, Selasa (16/7) kemarin.
”Ulon” Pura Agung Lokanatha Runtuh Denpasar (Bali Post) Gempa 6 magnitudo yang mengguncang Pulau Bali, Selasa (16/7) kemarin, berdampak pula di Kota Denpasar. Ulon Padmasana Pura Agung Lokanatha, Lumintang runtuh. Selain itu, juga berimbas pada ornamen paksi serta ekor Bedawang Nala di Padmasana tersebut. Kejadian ini dipantau langsung Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama pimpinan OPD terkait Pemkot Denpasar. Sekda Rai Iswara mengatakan, guncangan gempa 6
magnitudo sangat keras terasa di Kota Denpasar, hingga dua kali guncangan. Adanya kerusakan pada Padmasana Pura Agung Lokanatha Denpasar ini telah diambil langkah secepatnya. “Atas perintah dan seizin Wali Kota Rai Mantra kami bersama OPD terkait meliputi Dinas PU, BPBD Denpasar dan Bagian Kesra Setda Kota Denpasar lakukan pemantauan di lapangan,” ujarnya. Menurut Rai Iswara, langkah awal sudah meminta petunjuk kepada Ida Pedanda
yang nantinya dapat dilakukan langkah cepat seperti halnya pembersihan di areal Pura Agung Lokanatha dengan upakara. “Atas petunjuk Ida Pedanda bersama Pemangku Pura Agung Lokanatha akan segera dilakukan pembersihan dengan sesajen terlebih hari ini bertepatan dengan Purnama,” ujar Rai Iswara. Pemangku Pura Agung Lokanatha Denpasar Jero Mangku Ketut Tarsana mengaku pada saat kejadian sekitar pukul 08.18 Wita itu, pihaknya bersama pamedek
di pura sedang melakukan persembahyangan. Kaget mendengar suara keras benda jatuh dari belakang Padmasana hingga terlihat berserakan serpihan batu bata yang tidak lain adalah ulon dari Palinggih Padmasana. “Hanya satu palinggih yang terkena dampak dari guncangan gempa ini yakni padmasana, hingga saat ini telah dilakukan persiapan untuk mengambil langkah-langkah pembersihan lewat upacara kecil terlebih dahulu,” ujar Jro Mangku. (kmb12)
Orangtua Siswa Baru Keluhkan Sumbangan Sukarela
Denpasar (Bali Post) -
Persoalan siswa tercecer dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/ SMK memang sudah berhasil diselesaikan. Namun pascatertampung di sekolah negeri, muncul lagi masalah baru yang dikeluhkan orangtua siswa baru, yakni menyangkut sumbangan sukarela yang diminta pihak sekolah untuk biaya menyekat kelas. Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan hal itu, Selasa (16/7) kemarin. Menurut Parta, orangtua siswa baru mengeluh terlalu banyak sumbangan sukarela di sekolah. Sebagai contoh pada salah satu sekolah negeri di Denpasar yang saat PPDB optimalisasi menambah daya tampung hingga dua kelas. Untuk menampung siswa, sekolah tersebut memanfaatkan laboratorium hingga aula sebagai kelas. Hal tersebut membutuhkan biaya untuk menyekat ruangan, termasuk penyediaan bangku. Orangtua pun diminta partisipasinya lewat sumbangan sukarela, di samping sudah ada sumbangan bulanan. “Dinas Pendidikan harus menyiapkan aturan sebelum sekolah-sekolah melakukan pungutan lewat bungkusan sumbangan sukarela, karena
nilainya Rp 1 juta sampai Rp 2 juta,” ujarnya. Selain itu, lanjut politisi PDI-P ini, sekolah juga harus membuat alasan yang kuat kenapa melakukan pembebanan kepada orangtua siswa. “Untuk apa uang itu, berapa jumlah yang dibutuhkan, berapa harga satuannya?” jelasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengaku masih fokus pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Ia mengaku baru mengetahui ada masalah tersebut, karena yang diutamakan saat ini adalah bagaimana peserta didik mendapatkan sekolah terlebih dahulu. Namun, pihaknya akan segera mengecek kebenaran adanya
sumbangan sukarela tersebut. “Nanti jajaran saya akan turun ke lapangan. Yang penting ada kesepakatan. Artinya, apa benar sekolah atau di luar itu,” ujarnya. Jika memang benar ada sumbangan sukarela untuk biaya menyekat kelas dan penyediaan bangku, lanjut Boy, pemerintah memang tidak menganggarkan hal itu. “Tapi saya juga belum tahu. Baru dengar informasi ada sumbangan sukarela,” imbuhnya. (kmb32)
FM 96,5
Topik : Orangtua Siswa Baru Keluhkan Sumbangan Sukarela
Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Sebagian Abu ’’Layon’’ I Gusti Ayu Suwitry akan Dilarung di Sungai Gangga Lantunan Sloka Kitab Suci Bhagawad-Gita dan Agnihotra di Puri Tegeh Kori
PURI TEGEH KORI - Suasana saat krama adat mengusung layon di Gapura Puri Tegeh Kori dan persiapan bade dengan simbol tumpang 11 serta lembu putih yang disiapkan.
SETELAH diadakan upacara Ngajum, Mapetik, Ngaskara serangkaian Pitra Yadnya yang dipersembahkan untuk sang Palatra Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Suyasa yang merupakan ibunda dari Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III diadakan Senin (8/7), proses selanjutnya diadakan pada Selasa (9/7) dengan upacara Maperas lan Otonan sesuai dengan tradisi Hindu Bali. Dipimpin oleh Ida Sulinggih Sri Bhagawan Dalem Agra Sagening (Geria Tegeh Kori Sanggulan Tabanan), upacara dijalankan dengan sederhana namun tetap mautama sesuai dengan kesepakatan Pratisentana Puri dan petunjuk sang Bhagawanta. Adapun maksud dari upacara Maperas ini adalah untuk memisahkan sang atman dari keterikatan dengan keluarga yang ditinggalkan di dunia, sehingga diharapkan
atman bisa menemui jalan dengan baik di swargaloka. Demikian disampaikan oleh Ratu Bhagawan di sela-sela upacara. ‘’Maperas adalah simbol, manusia tidak boleh lagi terikat dengan kesedihan dan mengikhlaskan semua jalan leluhur menuju kesempurnaan. Upacara ini akan memutus hubungan ikatan duniawi antara sang Atman dengan puri, keluarga dan benda lainnya. Maka dari itu, simbol dari ketidakterikatan itu harus dilaksanakan oleh sang putra. Dan setelah maperas diadakan upacara ngotonin, dengan tujuan memperingati hari kelahiran baru, sang Atman telah menghadapi alam baru yakni alam dewata. Nike maknanya,’’ ungkap Sri Bhagawan Dalem yang juga Sabha Pandita Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) ini. Selain upacara adat Bali, pihak puri juga mengadakan
kegiatan pembacaan Kitab Suci Bhagawad-Gita (Pancamo Weda), mengundang anak-anak yatim piatu dari Panti Asuhan Hindu serta ritual Agnihotra dari Ashram Hindu serta lantunan lagu-lagu suci (Bhajan) dari semeton bakta Sri Krisna. Ritual khusus universal ini merupakan tradisi puri yang sudah dilaksanakan sejak zaman kepemimpinan Panglingsir (Swargi) Shri Wedastera Suyasa, mengingat beliau adalah salah satu pendiri dan wakil Republik Indonesia saat terbentuknya World Hindu Federation di India. ‘’Bersama dengan Ida Pedanda Oka Punia Atmaja yang merupakan sahabat dari ayahanda kami Shri Wedastera Suyasa, baik puri kami di Jembrana, di Badung dan juga di Istana Mancawarna Tampaksiring selalu mentradisikan tiga ritual utama dalam Hindu Dharma yakni Agnihotra, melantukan Kitab Suci Bhagawad-Gita,
dan juga Bhajan Pranam dengan menyebut nama suci Tuhan Krisna. Apalagi dalam upacara Pitra Yadnya ini kami menilai upacara tidak saja cukup dalam tataran upakara, tapi lebih pada tattwa, karena yang bisa mengantarkan sang atman (roh) adalah mantram. Ini juga berkat didikan orangtua kami yang selalu mengedepankan filsafat, tattwa dalam berupacara yadnya apa pun. Dan kita bisa lihat hari ini, ratusan semeton hadir di puri untuk ikut bersama-sama mengadakan ritual. Sungguh Pitra Yadnya adalah sebuah kegembiraan bagi kami karena sang atman telah terbebas,’’ ungkap Turah Wira Wedawitry selaku Pangrajeg Karya. Dalam rilis resmi Puri Tegeh Kori, disampaikan bahwa pihak keluarga berencana akan membawa sebagian abu jenazah untuk diupacarai dan dilarung ke Sungai Gangga di Kota Suci Hindu di Haridwar,
India. ‘’Kami sudah berbicara dengan Pemerintah Republik India baik di Delhi dan di Jakarta, bahwa beliau sangat menyambut baik inisiatif upacara di India, mengingat hubungan Bali dan India sangat erat. Apalagi dalam sejarahnya ayahnda kami Shri Wedastera Suyasa mendapatkan gelar ‘Shri’ dari raja-raja India saat momentum acara World Hindu Federation di Bharata Warsa. Dan kini tugas kami generasi muda puri untuk menyambungkan kembali sejarah Bali dan India. Khususnya almarhum Ratu Biang yang sangat mengagumi kebudayaan India dan ajaran Bhagawad-Gita. Yang pasti sebelum upacara Mamukur lan Maajar-ajar akan diatur perjalanan ke India. Mohon doanya,’’ ungkap Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang pada tahun 2016 mendapatkan gelar ‘’Arjuna’’ Warga Kehormatan di Karnataka, Bangalore, India. (ad601)
BADUNG Wabup Suiasa Hadiri Syukuran HUT Ke-73 Bhayangkara di Nusa Dua
3
Rabu Pon, 17 Juli 2019
BERTEPATAN dengan acara syukuran HUT ke-73 Bhayangkara yang digelar di Hotel The Westin, Nusa Dua, Senin (15/7) malam, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Polda Bali untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat Bali yang sudah memberikan dukungan terkait kinerja Polda Bali selama ini. ‘’Pesan saya, supaya anggota yang ada di sini, tanpa saya, harus menjadi patriot terdepan dalam menjaga Pulau Bali. Jaga kepercayaan yang sudah
diberikan masyarakat Bali dalam menjaga keamanan,’’ ujar Kapolda. Di antaranya hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Kepala BNN Badung Ni Ketut Masmini, Bupati se-Bali, tokoh masyarakat Bali serta jajaran kepolisian Bali dan kepolisian dari negara sahabat. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima piagam penghargaan dari Polda Bali yang diserahkan langsung Kapolda Irjen Pol.
Petrus Reinhard Golose. Penghargaan itu diberikan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Badung yang aktif dalam membantu pembangunan pada beberapa gedung di Polresta Denpasar dan Polres Badung tahun 2018-2019. Wabup Suiasa menyampaikan terima kasih atas piagam penghargaan tersebut. Menurutnya, hal ini merupakan motivasi dan komitmen bagi Pemerintah Kabupaten Badung untuk meningkatkan pelayan kepada masyarakat baik lokal dan wisatawan. ‘’Penghargaan
ini menjadi sebuah motivasi bagi kami di Pemerintah Kabupaten Badung untuk melakukan yang lebih baik lagi di masa mendatang,’’ ujar Wabup Suiasa. (ad612) PENGHARGAAN - Wabup Badung I Ketut Suiasa menerima piagam penghargaan dari Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose pada malam syukuran HUT ke-73 Bhayangkara yang digelar di Hotel The Westin, Nusa Dua, Senin (15/7) malam.
Bapenda Kerja Keras Kejar Target Pendapatan Mangupura (Bali Post) -
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Badung harus bekerja keras mengejar pendapatan daerah yang bersumber dari pajak. Upaya ini untuk meminimalisir rasionalisasi anggaran pada APBD Perubahan 2019. Kepala Bapenda Badung Made Sutama mengatakan, pihaknya akan berupaya memaksimalkan pendapatan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan. Karena itu, pihaknya melakukan pemantauan dua shift yang dibagi dalam 21 kelompok, yakni
dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita, dan shift kedua dari pukul 17.00 Wita hingga 24.00 Wita. ‘’Ini untuk mengupayakan pendapatan dari sektor pajak terus meningkat,’’ ujar Sutama, Selasa (16/7) kemarin. Menurutnya, pihaknya
tidak main-main dalam mengejar pendapatan yang telah dipasang dalam APBD Perubahan 2019. Bahkan, upaya yang telah dilakukan bersama tim berbuah manis dengan mendongkrak peningkatan dalam sebulan hingga Rp 200 miliar lebih.
‘’Dari data yang kami miliki, awalnya pendapatan tercapai di pertengahan bulan Juni 2019 baru mencapai Rp 1,7 triliun lebih dan pertengahan Juli saat ini sudah menjadi Rp 1,9 triliun lebih. Astungkara akhir Juli nanti bisa tercapai Rp 2 triliun,’’ jelasnya. Seperti diberitakan, Bapenda Badung telah berupaya meningkatkan pendapatan daerah. Upaya ini tercermin
dari peningkatan realisasi pendapatan Badung hingga Juni 2019. Berdasarkan data, hingga Jumat (5/7) lalu, pendapatan daerah mengalami peningkatan 14,04 persen dari Rp 1.903.977.973.976,31 pada Juni 2018 menjadi Rp 2.171.972.423.633,76 pada Juni 2019 atau meningkat sebesar Rp 267.994.449.657,45. Kendati demikian, dari seluruh sumber pendapatan daerah,
pemasukan dari retribusi daerah mengalami penurunan 15,03 persen. Retribusi daerah pada Juni 2019 mencapai Rp 55.469.360.026,71. Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang Rp 65.279.075.133,13, terjadi penurunan Rp 9.809.715.106,42. Namun jika dilihat keseluruhan hingga semester pertama, terjadi peningkatan. Hanya retribusi daerah yang turun, selebih-
nya mengalami peningkatan. Seperti pajak daerah mencapai Rp 1,7 triliun lebih dari Rp 1,4 triliun lebih, sedangkan pendapatan daerah dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan mencapai Rp 219.978.006.932,67 dari Rp 217.941.534.397,31 dan pendapatan lain-lain PAD yang sah dari Rp 149.602.285.149,21 menjadi Rp 151.014.505.309,80. (kmb27)
’’Nunas Tirta Pangenteg Bumi’’
Desa Adat Padang Luwih Gelar ’’Melasti’’
MELASTI - Ritual melasti yang digelar krama Desa Adat Padang Luwih di Pantai Batu Bolong, Badung, Selasa (16/7) kemarin.
Bali Post/eka
Mangupura (Bali Post)Krama Desa Adat Padang Luwih, Selasa (16/7) kemarin melaksanakan melasti di Pantai Batu Bolong. Ritual ini merupakan rangkaian Karya Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih, Badung. Menurut Bendesa Adat Desa Adat Padang Luwih I Ketut Oka Sudana, melasti dimaknai membuang segala kekotoran bhuana agung dan bhuana alit sekaligus memohon tirta pangenteg bumi atau tirta pawitra di tengah samudra. Sarana upacara berupa pregembal bebangkit serta mengorbankan kambing, ayam dan itik ke tengah laut. Di tengah laut itulah, dipercaya tirta tersebut bisa diperoleh. Dijelaskannya, sesampai di pura, tirta tersebut disambut tari Rejang Dewa dan Baris Gede, yang selanjutnya melalui prosesi mungkah lawang. Pratima dan tirta lantas distanakan di Pelik Sari untuk kemudian di-tunas oleh umat agar mendapatkan kesejahteraan lahir batin. Sementara itu, Nayaka
Utama Karya Agung Mamungkah lan Ngenteg Linggih di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih I Gusti Ngurah Adnyana menjelaskan, melasti diikuti ribuan krama dari enam banjar adat di Desa Adat Padang Luwih. Pelaksanaannya dimulai pukul 07.00 Wita dari Pura Desa lan Puseh Desa Adat Padang Luwih menuju Pantai Batu Bolong. Di pantai, selain melakukan pamelastian, juga digelar ritual mapakelem kambing, itik dan ayam. Usai melasti, krama kembali menuju Pura Desa lan Puseh untuk melaksanakan ritual mendak siwi, mapasaran dan mapepada. Rentetan ritual melasti ini di-puput Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa dari Geriya Gede Mayun Babakan Cau Blayu, Tabanan. Adnyana menambahkan, rangkaian karya berlangsung sekitar satu bulan. Puncak karya akan dilaksanakan pada Senin (29/7) mendatang melalui upacara Padudusan Agung, Mapeselang, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini dan Mapedanan. (eka)
Kapolda Berpesan Jaga Pemkab Selidiki Fenomena Ribuan Ikan Lemuru Terdampar di Canggu Kepercayaan Masyarakat Bali
Mangupura (Bali Post) – Ribuan ikan lemuru terdampar di Pantai Batu Bolong, Senin (16/7) malam. Fenomena ini membuat masyarakat sekitar heboh. Fenomena ini juga sempat terekam dan viral di media sosial Facebook. Dalam video berdurasi 2,08 menit itu, terlihat sejumlah masyarakat yang memungut ikan tepat di bibir pantai. Plt. Kepala Dinas Perikanan Badung I Made Badra saat dikonfirmasi, Selasa (16/7) kemarin, membenarkan adanya fenomena ikan lemuru terdampar di Pantai Batu Bolong. Hanya pihaknya
belum mengetahui penyebabnya. ‘’Kami akan selidiki dulu apa penyebabnya,’’ ungkapnya. Birokrat asal Kuta ini mengatakan, fenomena serupa pernah terjadi di Pantai Kuta tiga tahun lalu. Ribuan ikan lemuru memenuhi bibir pantai berpasir putih tersebut. ‘’Tapi itu akibat overfishing. Ikan yang terjaring lepas dan terempas ke pinggir pantai,’’ ujarnya. Pria yang juga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Badung ini memprediksi fenomena yang terjadi di Pantai Batu Bolong serupa dengan kejadian di Pantai Kuta tiga tahun lalu. ‘’Seka-
rang kan lagi musim lemuru, kemungkinan kasusnya sama. Tapi kami akan menelusuri dulu ke para nelayan di sana, apakah karena overfishing atau akibat cuaca atau malah gempa tadi (kemarin - red), kami belum berani memastikan,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Suko Wardono menyatakan, terdamparnya ikan lemuru di Pantai Batu Bolong bukanlah fenomena alam, melainkan hanya ketertarikan ikan terhadap cahaya sehingga ikan
mendekat lalu terdampar. Hal serupa pernah terjadi pada awal Juli 2019. ‘’Atas informasi tersebut, pada 3 Juli 2019 kami lakukan pengecekan dengan wawancara terhadap nelayan dan benar bahwa di Pantai Batu Bolong, Canggu, Kuta Utara, Kabupaten Badung pada musim tertentu seperti saat ini setiap tahun memang banyak didapatkan ikan sejenis lemuru,’’ ungkapnya. Saat bersamaan, adanya lampu yang disorotkan ke arah pantai ternyata menambah ketertarikan ikan-ikan tersebut berkumpul. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyampaikan pesan kepada seluruh anggota Polda Bali di sela-sela acara syukuran HUT ke-73 Bhayangkara yang dilangsungkan di The Westin, Nusa Dua, Senin (15/7) malam. Pada kesempatan tersebut, Kapolda menginstruksikan anggota Polda Bali untuk menjaga kepercayaan masyarakat Bali. Terlebih selama ini masyarakat sudah memberikan dukungan terhadap Polda Bali. ‘’Pesan saya, supaya anggota yang ada di sini, tanpa saya harus menjadi patriot terdepan dalam menjaga Pulau Bali. Jaga kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat Bali dalam menjaga keamanan,’’ tegasnya. Menurutnya, masyarakat Bali selama
Diguncang Gempa, Rumah Tak Layak Huni Rusak Parah BAK jatuh tertimpa tangga, begitulah nasib Jro Made Taman (70). Istri kedua I Gusti Ketut Resela yang tinggal di Desa Taman, Abiansemal ini menjadi korban gempa berkekuatan 6.0 Magnitudo, Selasa (16/7) kemarin. Mirisnya, rumah yang rusak parah akibat diguncang gempa ini sudah tidak layak huni. Ditemui di kediamannya, Jro Made Taman menceritakan, saat gempa terjadi dia tengah memasak di dapur. Merasakan guncangan, wanita kurus ini panik berlarian ke luar rumah. Setelah gempa berhenti, Jro Made Taman melihat rumah yang ditempati sejak tujuh tahun lalu itu rusak parah. Kayu penyangga berikut gentengnya berhamburan. Praktis atap rumah Jro Taman banyak berlubang. Namun, kerusakan hingga menyebabkan rumah tidak layak huni itu bukan semata karena disebabkan gempa bumi. Ia sudah sempat mengajukan program bedah rumah ke Pemkab Badung. Hanya saja program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan Bupati Badung tak kunjung menghampirinya. ‘’Saya tidak punya uang untuk mem-
perbaikinya. Sudah sempat mengusulkan bedah rumah, tapi belum dapat sampai sekarang. Program prona juga saya tidak dapat sampai sekarang,’’ keluhnya. Lantaran kondisi rumah yang tidak layak huni itu, Jro Made Taman tidak berani tinggal dalam rumah, terlebih pada malam hari. Ia lebih banyak numpang di rumah tetangga dan sesekali pulang ke rumah suami yang tidak memiliki cukup kamar. ‘’Suami dan istri pertama suami saya sakit,’’ katanya. Anak tiri Jro Taman, Ni Made Pastini mengakui jika rumah ibunya itu sempat diajukan untuk dapat bantuan bedah rumah. Hanya saja bantuan tak kunjung diterima hingga kini. Pihaknya pun tak mengetahui alasan program tersebut tidak turun. Padahal rumah tersebut berdiri di atas tanah milik pribadi. Selain memohon bedah rumah, ia juga sempat mengajukan permohonan mengikuti program PTSL untuk tanah tersebut. PTSL bernasib sama dengan bedah rumah yang diajukan. Dia pun tak habis pikir, rumah yang layak untuk dibedah justru tidak dibedah, yang kondisi ekonominya mampu malah dapat. (par)
Bali Post/par
RUSAK - Jro Made Taman termenung melihat rumahnya semakin rusak akibat gempa.
ini sudah memberikan kepercayaan penuh kepada institusi Polri dalam hal ini Polda Bali untuk menjaga Bali dari segala bentuk gangguan dan tindak kriminal. Ini juga dibuktikan dari hasil survei Universitas Udayana mengenai kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polda Bali dengan hasil 97 persen. Pihaknya juga berharap amanat masyarakat Bali tersebut agar benar-benar dijaga atau bahkan ditingkatkan lagi ke depannya hingga 100 persen. Meski demikian, pihaknya menyebut bukan hal yang mudah untuk membangun kepercayaan. Lebih lanjut dia menegaskan, petugas kepolisian tidak boleh tawar menawar dalam penindakan kasus. Ini demi kebaikan bangsa ke depan. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rabu Pon, 17 Juli 2019
MPLS SMP PGRI 2 Denpasar FH Unwar Gelar ’’Workshop’’ Penyempurnaan Visi, Misi, dan Kurikulum Pendidikan Tinggi Perkuat Budaya Mutu dan Pendidikan Karakter DALAM rangka penyempurnaan visi, misi, dan kurikulum, Fakultas Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar workshop dengan tema ‘’Penyusunan Visi, Misi, Strategi Pencapaian, dan Kurikulum Prodi S-1 Ilmu Hukum, Profesi Advokat, dan Prodi S-3 Ilmu Hukum’’ di Ruang Jaya Singha FH Unwar, Selasa (16/7) kemarin. Workshop yang berlangsung dua hari ini menghadirkan Direktur Pembelajaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti yang diwakili oleh Kasubdit Pembelajaran Khusus Belmawa Menristek Dikti drh. Sirin Wahyu Nugroho sebagai keynote speaker. Hadir pula sejumlah narasumber, di antaranya Dr. H. Fauzie Yusuf Hasibuan, S.H., M.H. (Ketua Umum Pengurus DPN Peradi), Prof. Dr. A. Rachmad Budiono, S.H., M.H. (Kaprodi S-3 FH Universitas Brawijaya), Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum. (Dekan FH Unud), Prof. Dr. Dewa Gede Atmaja, S.H., M.H. (Guru Besar FH Unwar), Prof. Dr. Johannes Ibrahim Kosasih, S.H., M.Hum. (Guru Besar FH Unwar), dan Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. mengatakan, berdasarkan ketentuan perundang-undangan tentang pendidikan tinggi, kurikulum harus disesuaikan paling tidak untuk jenjang S-1, S-2, dan S-3 dalam rangka menyesuaikan kondisi pendidikan dengan kebutuhan di era globalisasi. Sebab, penyesuaian kurikulum akan mampu menjawab perubahan dan kebutuhan stakeholder. Oleh karena itu, workshop semacam ini harus rutin dilaksanakan. Bahkan, FH Unwar dua
WORKSHOP - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. didampingi para wakil dekan FH Unwar berfoto bersama narasumber pada workshop, Selasa (16/7) kemarin. tahun lalu telah mengadakan di Bangli yang membahas kurikulim Prodi S-1 dan kurikulum Magister S-2 Prodi MKn. ‘’Workshop kali ini juga membahas tentang kurikulum untuk Profesi Advokat dan S-3 Ilmu Hukum. Kedua prodi ini masih dilakukan pengusulan agar bisa dibuka di FH Unwar,’’ ujar Dr. Budiartha. Dengan workshop ini, diharapkan penyempurnaan visi, misi, strategi, dan kurikulum dapat memenuhi tuntutan perubahan di masyarakat, sehingga mampu mewujudkan visi Unwar menjadi perguruan tinggi go global tahun 2034 mendatang. Wakil Rektor I Unwar Ir. I Nyoman Kaca, M.Si. menyatakan visi merupakan impian-impian yang inspiratif, sehingga pimpinan di masing-masing fakultas harus mampu menyusun visi fakultas yang bagus dan sejalan dengan visi universitas. Apalagi visi yang baik memiliki beberapa kategori.
Di antaranya singkat, jelas, mudah dimengerti, memiliki makna yang dalam dan luas, sesuai dengan tujuan fakultas, serta sesuai dengan SDM dan sarana-prasarana. Selain itu, visi, misi, startegi, dan kurikulum yang disusun harus berorientasi masa kini yang relevan dengan ketentuan Kemenristekdikti untuk dapat meningkatkan mutu budaya dan pola pikir. Dengan demikian, semua lulusan mampu dengan cepat diterima di masyarakat dan dunia kerja pada khusunya. Kasubdit Pembelajaran Khusus Belmawa Menristekdikti drh. Sirin Wahyu Nugroho mengungkapkan, workshop ini sangat penting dilakukan untuk memengaruhi kualitas penyelenggaraan akademik dan lulusan yang dihasilkan. Sebab, akan mampu menjadikan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang memiliki relevansi dengan dunia kerja. Diharapkan hasil workshop ini mampu mendukung pariwisata di Bali. (ad606)
MASA Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda tetap berjalan semarak sekalipun jumlah siswa barunya menurun dibanding tahun lalu akibat amburadulnya PPDB. Sebanyak 330 siswa baru mengikuti MPLS sejak Senin lalu. Selasa (16/7) kemarin, MPLS diisi persembahyangan bersama, pengenalan permainan tradisional, cara belajar, dan kebersihan lingkungan. Jumat nanti siswa menjalani upacara sisya upanayana di-puput sulinggih dan Paguyuban Pinandita Nusantara. Ketua MPLS Grisda Made Sumarka, S.Pd. menjelaskan, Rabu ini MPLS diisi ceramah bahaya narkoba, kepemimpinan, dampak gadget, dan pengenalan ekstra sekolah. Yang unik, peserta MPLS tak boleh membawa botol kemasan plastik, termasuk para guru dan pembicara dilayani secara alamiah. Para guru tetap semangat memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. mengungkapkan, sekolah yang dipimpinnya konsisten memperkuat budaya mutu dan pendidikan karakter. Termasuk tahun ini menyiapkan 30 jenis ekstra. Salah satunya ekstra yoga yang sukses menghasilkan juara I di Denpasar, Bali, dan Unhi belum lama ini. Menurutnya, MPLS dipakai model untuk memperkuat budaya mutu. Kamis besok dilakukan tes potensi akademik bidang Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA. Tes ini untuk pemetaan mutu guna membentuk dua kelas unggulan. Kelas unggulan ini terbukti berhasil mengantarkan berbagai prestasi dalam berbagai lomba serta tumbuhnya inovasi dan kreativitas.
MPLS - Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Gede Wenten Aryasuda bersama guru melepas balon saat membuka MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar. Guna menguatkan pedidikan karakter, siswa diajak sembahyang dan sisya upanayana. Hal itu dilakukan untuk mohon restu kepada Sang Hyang Saraswati agar selamat memulai pengajaran dan aguron-guron. Dengan demikian kelak mereka menjadi SDM yang suputra. Di samping itu, PBM gurunya mengarah ke pembelajaran abad ke-21. Apalagi Grisda adalah pilot project e-learning. Untuk itu, siswa baru dinilai pas bersekolah di SMP PGRI 2 Denpasar dan bangga menjadi warga Grisda yang mempersiapkan siswanya menjadi generasi emas berkualitas bagi bangsa. SMP PGRI 2 Denpasar dikenal sebagai sekolah swasta besar di Denpasar karena bertaburan prestasi. Sebagai sekolah sehat, sekolah Adiwiyata, serta sekolah pusat peneliti muda dan budaya. Aryasuda mengaku gembira siswa baru SMP PGRI 2 Denpasar menjalani MPLS dengan senang hati.
Tak ada praktik perpeloncoan dan berkomitmen menjalankan antikekerasan. Gede Wenten Aryasuda yang juga Ketua PGRI Bali menyatakan rasa bangganya di tengah persaingan yang ketat, SMP PGRI 2 Denpasar tetap menjadi pilihan masyarakat Denpasar. Lagi pula sekolah ini dikenal biaya pendidikannya terjangkau. Aryasuda yang peraih predikat kasek berprestasi di Bali mengatakan, prestasi ini juga berkat dukungan masyarakat dan YPLP Kota PGRI Denpasar. Setelah fasilitas tersedia, kini pihaknya fokus pada pelayanan pendidikan bermutu. Sebelumnya, Aryasuda melantik pengurus OSIS yang baru, setelah menjalani proses seleksi fisik dan pembekalan dalam bidang latihan kepemimpinan dan manajemen, matirtayatra dan majaya-jaya. Dengan demikian mereka dibina secara fisik, mental, dan spiritual, sehingga mampu melahirkan pemimpin bangsa yang berkarakter. (ad608)
305 Siswa Baru SMP PGRI 5 Denpasar SMAN 4 Denpasar Menuju Sekolah Sehat Nasional Jalani ’’Sisya Upanayana’’ Sekaa Gong Werdhi Yowana Sumbang Tong Sampah SUDAH menjadi tradisi di SMP PGRI 5 Denpasar bahwa siswa baru sebelum menjalani aguron-guron diajak melaksanakan upacara sisya upanayana. Upacara ini bermakna matur piuning secara niskala sudah menjadi warga sekolah. Upacara di-puput Jero Mangku Sudiarta dengan natab pawintenan Saraswati. Sekalipun jumlah siswa baru 2019 menurun dibanding tahun lalu, Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd. dan dewan guru tetap bersemangat memberi pelayanan terbaik dan bermutu kepada peserta didik. Makanya lewat upacara sisya upanayana warga sekolah dimohonkan kecerdasan menjalani masa Brahmacari agar mampu menyerap ilmu pengetahuan secara baik, berguna bagi diri, keluarga, bangsa, dan negara. Selain itu, agar siswa bisa belajar serta guru mengajar dengan baik, sejuk, dan menyenangkan. Sekolah swasta favorit di Jalan Gunung Agung, Gang Indus ini merekrut 305 siswa baru atau tujuh kelas, sedangkan yang mendaftar 680 calon siswa. Karena PPDB amburadul, banyak siswanya ‘’lari’’ ke sekolah negeri menjelang dan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Si. mengatakan, jumlah ini sudah maksimal mengingat persaingan sekolah di Denpasar Utara dan Barat, apalagi dengan berdirinya SMPN 13 Denpasar. Menariknya, sekolah ini memberi contoh yang baik soal menjaga hubungan dengan sekolah kembarannya, SMPN 2 Denpasar. Makanya pembukaan MPLS sekolah ini digabung dengan SMPN 2 Denpasar. MPLS dibuka Kepala SMPN 2 Denpasar yang juga Pembina SMP PGRI 5 Denpasar Mercy Victoria Gigir, Senin lalu. Usai pembukaan, pemberian ma-
SISYA UPANAYANA - Kasek I Wayan Wirasa, guru dan siswa baru SMP PGRI 5 Denpasar menjalani sisya upanayana. teri MPLS dilakukan di semua kelas SMP PGRI 5 Denpasar. Wayan Wirasa menegaskan, SMP PGRI 5 Denpasar tetap berkomitmen menjalankan PBM sesuai aturan. Untuk itu, terkait MPLS, dia mengajak warga sekolah menjalani dengan senang hati, mengenal lingkungan sekolah, guru dan pegawai, saranaprasarana sekolah, budaya mutu, disiplin, dan ketertiban. Disiplin dibentuk mulai dari tertib masuk sekolah yakni pukul 07.15 Wita. Demikian juga disiplin gurunya. Para guru sudah diajak workshop untuk penguatan pembelajaran tahun ajaran baru. Salah satunya dalam bentuk PBM berbasiskan digital guna menghadapi revolusi industri 4.0. Wayan Wirasa yang juga Wakil Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali berharap pemerintah memperhatikan mitra kerja sekolah swasta. Sejak dulu sebelum pemerintah mampu menyiapkan sarana pendidikan lengkap, sekolah swasta banyak mengisi kekosongan. Jangan sampai setelah sekolah swasta besar dengan guru yang banyak
dan sarana yang lengkap, dilupakan demi keberlangsungan nasib mereka dan keluarganya. ‘’Jangan hanya memikirkan sekolah negeri, lupa dengan kondisi terdahulu ketika masalah pendidikan ditangani sekolah swasta,’’ ujarnya. Di bagian lain, Kasek Wayan Wirasa didampingi Wakasek SMP PGRI 5 Denpasar I Wayan Adi Jaya, S.Pd., Wakasek Kesiswaan I Made Raditya Berata, S.Pd. dan Ketua MPLS Ni Made Gamawati, M.Pd. menambahkan, MPLS tahun ini mengacu pada juknis yang dikeluarkan Disdikpora. Prinsipnya, MPLS yang aman, menyejukkan, dan menyenangkan. Sekolah ini menyiapkan 35 lebih jenis ekstra dan 40 ruang belajar. Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. saat meninjau sekolah ini menegaskan, MPLS di SMP PGRI 5 Denpasar berjalan tertib serta taat asas dan aturan. Tidak ditemukan praktik kekerasan an perpeloncoan, melainkan berjalan menyenangkan dan riang gembira. (ad604)
Faber-Castell Kampanyekan #Art4All
SENI terbukti mampu meningkatkan kreativitas. Guna memasyarakatkan seni, khususnya menggambar dan mewarnai, agar bisa dilakukan oleh semua orang, Faber-Castell pun mengampanyekan #Art4All. Menurut Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan, Selasa (16/7) kemarin, menggambar dan melukis mampu meningkatkan saraf sensorik dan motorik anak yang akhirnya akan membuat anak kreatif. Kegiatan menggambar dan mewarnai juga bisa digunakan sebagai upaya mengatasi trauma (trauma healing). Ia mengungkapkan, dari survei yang dilakukan terhadap 1.000 CEO, kreativitas merupakan hal yang sangat penting. Untuk itu, menggambar dan mewarnai bisa menjadi salah satu upaya menumbuhkan kreativitas anak sejak usia dini. ‘’Masih hasil survei, forum guru juga menyatakan menggambar dan mewarnai membantu anak-anak untuk kreatif,’’ sebutnya didampingi Sales Supervisor Bali, Lombok, Kupang Ucky Ayuningtyas. Upaya untuk ini, kata An-
PENJELASAN - Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan menjelaskan tentang kampanye #Art4All. dri, dilakukan Faber-Castell lewat beragam kompetisi baik yang melibatkan anak-anak maupun orangtua. Faber-Castell, lanjutnya, memang identik dengan anak-anak karena memiliki kepedulian terhadap kegiatan berkesenian ini. Bahkan, tak hanya anak-anak yang disasar, guru dan orangtua juga disasar sehingga upaya meningkatkan kreativitas
lewat seni bisa maksimal. Kepedulian Faber-Castell terhadap seni dan generasi muda ini telah dibuktikan lewat penghargaan Top Brands yang diraih. Andri menyatakan, total ada 10 penghargaan Top Brands yang diraih tahun ini. Rinciannya, tujuh merupakan Top Brands untuk kategori anak-anak dan tiga lagi untuk kategori remaja. (bns1)
KELUARGA besar SMAN 4 Denpasar alias Foursma kini sedang ‘’demam’’ mempersiapkan diri menjadi Sekolah Sehat tingkat Nasional. Foursma akan mewakili Bali di ajang Lomba Sekolah Sehat Nasional (SSN) 2019 sehingga semua aktivitas warga sekolah berbasiskan kebersihan dan kesehatan. Guna mendukung Foursma meraih juara I tingkat Nasional, Sekaa Gong Werdhi Yowana yang dipimpin Ketuanya I Kadek Yoga Arisagita, Selasa (16/7) kemarin menyerahkan dua tong sampah. Sarana ini diterima Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd. didampingi Waka Kurikulum Drs. Dewa Made Ngurah, Waka Kesiswaan I Made Sudana, S.Pd., M.Pd., Waka Humas Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag. dan Waka Sarpras I Made Subawa, S.Pd., M.Pd. Ketut Kertha mengaku ide anakanak Sekaa Gong Werdhi Yowana ini luar biasa. Sebab, semangatnya luar biasa mencintai negara melalui sekolah sehat. Makanya dia berjanji akan berjuang mencarikan sekaa gong milik sekolah ini dana segar guna menunjang aktivitas. Selain itu, menugaskan sekaa ini mengajarkan para guru bidang seni tabuh agar memiliki sekaa tabuh guru yang andal. Dia menilai orang-orang seni di Foursma sudah peduli menjadikan SMAN 4 Denpasar menjadi sekolah sehat terbaik di tingkat nasional. ‘’Bukan nilai bantuan yang dijadikan patokan, namun niat baiknya untuk menjadikan sekolah sehat,’’ tegas Ketut Kertha. I Kadek Yoga Arisagita menyebut Foursma sudah sangat bersih, namun sekaa gong merasa
WERDHI YOWANA - Sekaa Gong Werdhi Yowana menyerahkan tong sampah kepada Foursma, diterima Kepala SMAN 4 Denpasar Ketut Kertha bersama para wakasek. belum bisa memberikan bantuan memadai untuk lebih baik lagi dalam kebersihan. Bantuan serupa juga dilakukan sekaa ini untuk sejumlah pura di Bali. Sementara soal melatih guru-guru dalam seni, pihaknya siap bekerja sama dengan guru seni. Siswa kelas X SMAN 4 Denpasar kemarin juga sibuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Koordinator MPLS I Made Sudana, S.Pd., M.Pd. menegaskan, MPLS diikuti 536 siswa (17 kelas). Bertambahnya jumlah siswa ini tak sampai menjalani double shift. Materi MPLS juga banyak mendukung SMAN 4 Denpasar sebagai sekolah sehat yang akan dinilai tim pusat Agustus nanti. Peserta MPLS sudah menjalani aktivitas nol sampah plastik dan kini memperbanyak peran warga sekolah guna menciptakan lingkungan yang bersih. Di sisi lain, SMAN 4 Denpasar semakin memperkokoh jati diri sebagai tempat berkumpulnya
siswa berprestasi. Kasek Ketut Kertha memaparkan sejumlah prestasi terbaru para siswanya. Di antaranya juara I Kemah Budaya Kota Denpasar, juara II Olimpiade Nasional bidang Kimia dan juara I tingkat Internasional Lomba Karya Ilmiah di Kuala Lumpur pada 8-12 Juli 2019. Siswanya, Komang Giri Pradnyaparamitha Cempaka Suharta, meraih juara II di Combreeze Speech Competition. Dia juga juara I Mission Speech Competition. Rekannya, Made Caniapasis, menyabet juara I di Champion of Story Telling Competition, Brawijaya English Tournament 2019. I Gusti Ayu Ari Danayati Tantera meraih 2nd runner-up CCED Debate Best spk CCED Debate, Anak Agung Gde Satwika Ananta sebagai runner-up CCED Debate Competition, Unud dan Maria Gracia Primaningtyas lolos seleksi World School Debating Championship 2019 untuk Indonesia. (ad602)
Diikuti 41 UMKM, DWP RSUP Sanglah Gelar Bazar Murah
DHARMA Wanita Persatuan (DWP) RSUP Sanglah melaksanakan bazar murah dalam rangka menyambut Galungan dan Kuningan pada 15–17 Juli di depan Poliklinik Rehabilitasi Medik RSUP Sanglah. Bazar murah ini diikuti 41 UMKM mulai dari kuliner, fashion hingga alat–alat upakara. Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan DWP RSUP Sanglah ini karena Galungan merupakan hari raya yang cukup besar, sehingga masyarakat Hindu sudah mulai sibuk mempersiapkan diri untuk hari raya jauh hari sebelumnya. Ia berharap bazar ini mempermudah seluruh karyawan RSUP Sanglah beserta pengunjung RSUP Sanglah mendapatkan segala kebutuhan menyambut hari raya. Ketua DWP RSUP Sanglah dr. Pande Putu Yuli Anandasari Sudana, Sp.Rad.(K) mengatakan, bazar murah merupakan acara rutin DWP dua kali dalam setahun. Tujuannya untuk mempermudah staf dan pengunjung mencari barang kebutuhan untuk Galungan. Peserta yang ikut sebanyak 41 UMKM terdiri atas kuliner, fashion dan alat–alat upakara. Diharapkan dari kegiatan ini, DWP RSUP Sanglah dapat secara mandiri menggalang dana untuk
TINJAU BAZAR - Ketua DWP RSUP Sanglah bersama Dirut RSUP Sanglah serta Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah meninjau lokasi bazar. pengembangan dan memperkuat organisasi DWP RSUP Sanglah, mengingat keanggotaan DWP bersifat tidak wajib atau sukarela. Ketua Pelaksana Bazar Murah Ni Made Sukasisini Sudartana menyampaikan, tujuan kegiatan ini adalah membantu UMKM untuk berbagi. Karyawan juga merasa terbantu dengan adanya bazar murah ini karena mereka tidak perlu jauh–jauh ke pasar untuk mendapatkan barang– barang kebutuhan hari raya. Setiap tahun event ini selalu penuh dan ramai pengunjung karena tidak hanya bermanfaat
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
bagi karyawan tetapi juga tempat refreshing pengunjung RSUP Sanglah. DWP harus melakukan kegiatan yang bersifat umum dan sosial. Hasil dari kegiatan ini juga dapat membiayai kegiatan DWP selanjutnya, namun bukan untuk mengejar profit. Di samping itu, UMKM berpotensi maju dan berkembang dengan mengikuti pameran ini karena karyawan RSUP Sanglah saja berjumlah 3.000 lebih, belum lagi pengunjung RSUP Sanglah. Ia pun akan menyosialisasikan kegiatan ini ke setiap instalasi yang ada di RSUP Sanglah. (bns2)
DAERAH
Rabu Pon, 17 Juli 2019
MPLS SMP PGRI 3 Denpasar Perkuat Ajeg Bali 380 Siswa Baru Jalani ’’Sisya Upanayana’’
SMP PGRI 3 Denpasar sejak dua tahun ini meraih prestasi luar biasa. Jumlah siswa barunya ajeg di tengah ketatnya persaingan di Denbar dan Denut. Tahun ini SMP PGRI 3 Denpasar menerima 380 siswa baru. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (15/7) lalu. MPLS dibuka Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. ditandai pemasangan atribut sekolah. Di hari kedua bertepatan dengan Purnama Kasa, siswa baru yang beragama Hindu menjalani upacara sisya upanayana. Upacara di-puput Mangku Oka Subagia, bermakna matur piuning ke sekala dan niskala bahwa siswa baru yang direkrut siap menerima pelajaran dengan baik. Kasek I Made Suada menjelaskan, sisya upanayana juga bermakna memohon keselamatan bersama. Siswa dan guru bisa menjalankan kewajiban dan haknya secara baik dan menyenangkan. Yang menarik, MPLS di SMP PGRI 3 alias Spiga berbasiskan budaya dan lingkungan. Sekolah ini memperkuat ajeg Bali dengan mewajibkan semua siswa baru dan narasumber mengenakan buasana adat Bali. Siswa non-Hindu tampak mengenakan pakaian adat Bali, namun saat persembahyangan mereka melakoni ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing. Hal ini dilakukan Made Suada guna mengampanyekan busana dan
NATAB - Kepala SMP PGRI 3 Denpasar Dr. I Made Suada, M.M., M.Si. bersama siswa baru saat ‘’natab pawintenan sisya upanayana’’ pada MPLS di SMP PGRI 3 Denpasar. budaya Bali kepada semua penduduk Bali. Warga non-Bali, katanya, wajib berbusana dan menyelami budaya Bali. Sebab, dari budaya ini Bali bisa hidup lewat pariwisata. Hanya soal pendidikan agama, dia sudah menyiapkan guru agama masing-masing. Inilah yang dikatakannya bentuk pelayanan yang bernuansa spiritual dan demokratis. ‘’PGRI adalah sekolah nasionalis, namun tetap memperkuat ajeg Bali kepada siapa pun juga,’’ tegasnya. Ajang MPLS juga dipakai memperkuat budaya berbasis lingkungan. Apalagi sekolah ini dijadikan contoh oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebagai sekolah bebas sampah plastik. MPLS di SMP PGRI 3 Denpasar berlangsung selama tiga hari. Wakasek Kesiswaan yang juga Ketua Panitia MPLS I Made Wendi Karnata, S.E.
mengungkapkan, MPLS selain memperkuat budaya Bali juga nol dari sampah plastik. Di samping itu, diisi kegiatan riang gembira, olahraga gembira, yoga, dan meditasi. Semua ini dilakukan untuk menyiapkan mental siswa, menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri sehingga betul-betul siap menerima pelajaran. Tidak itu saja, Kepala SMP PGRI 3 Denpasar I Made Suada didukung wakasek tangguh yakni Wakasek Kurikulum I Nyoman Budastra, S.Pd., Saspras Ni Wayan Sudiasih, S.Pd. dan Humas Cok. Istri Putri, S.Pd. sukses mengantarkan sekolah ini meraih dua prestasi nasional, yaitu sebagai Sekolah the Best Favorite School of the Year dan kedua the Best Leading Education School of the Year. SMP PGRI 3 Denpasar tetap menjadi sekolah kembarannya SMPN 4 Denpasar didukung 85 guru. (ad603)
Manjakan Konsumen Wanita Astra Cokroaminoto Gelar ’’Ladies Day’’
SEBAGAI bentuk apresiasi kepada konsumen yang melakukan servis motor di AHASS Cokroaminoto, khususnya untuk para wanita, akan mendapatkan layanan istimewa. Program layanan istimewa ini bertajuk ‘’Ladies Day’’ yang merupakan salah satu program memberikan layanan free massage dan free meni/pedicure/hair styling yang berlaku setiap Kamis pada pukul 11.00-14.00 Wita di Showroom Astra Motor Cokroaminoto. Program ‘’Ladies Day’’ ini diperuntukkan buat konsumen wanita dengan syarat melakukan booking service melalui web ‘’asmobooking. com’’ dan selama menunggu selesai servis konsumen akan menikmati layanan massage dan meni/pedicure/ hair styling. Booking service online melalui web ‘’asmobooking. com’’ merupakan cara mudah untuk melakukan servis tanpa ngantre. Konsumen cukup memilih lokasi servis di Astra Motor yang telah tertera di aplikasi kemudian memilih menu booking service via whatsapp, maka akan muncul data yang harus diisi
5
Dukung Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’
Unhi Denpasar Persembahkan Tari ’’Wali’’ pada Puncak Karya Pura Mandara Giri Semeru Agung SEBAGAI perguruan tinggi berbasis agama dan kebudayaan, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar terus berkomitmen mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam upaya pelestarian adat, seni, dan budaya Bali. Salah satu yang dilakukan yaitu ikut berpartisipasi menyukseskan prosesi upacara puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/7) kemarin. Pada puncak karya, Tim Kesenian Unhi Denpasar ditunjuk langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace untuk menghaturkan ayah-ayahan tari Wali. Tari Wali yang dipersembahkan di antaranya tari Rejang Renteng, Rejang Dewa, Topeng, Wayang, dan Gong Semerandana. Sehari sebelum puncak karya, Unhi Denpasar juga mementaskan Calonarang berjudul ‘’Katundung Ratna Manggali’’. Bahkan, Cok Ace terlibat langsung pada pemetasan Calonarang ini menarikan tari Rangda. Wakil Rektor III Unhi Denpasar Dr. Ir. I Wayan Muka, S.T., M.T. mengatakan, ayahayahan yang dipersembahkan merupakan bagian dari komitmen Unhi Denpasar
dalam pelestarian seni dan budaya Bali yang menjadi visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Selain itu, hal ini merupakan kewajiban Unhi Denpasar sebagai kampus berbasis agama dan budaya Bali untuk melestarikan adat, seni, dan budaya Bali. Apalagi dalam konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain menjalankan proses pendidikan dan penelitian, perguruan tinggi juga diwajibkan melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kesempatan ini bisa memberikan peluang dan kesempatan kepada mahasiswa serta pembina seni tari dan tabuh untuk meningkatkan diri dalam kegiatan-kagitan upacara keagamaan. ‘’Bagaimanapun hebatnya sebuah teori yang sudah dilakoni dalam proses pembelajaran tanpa adanya sebuah kegiatan yang dapat diaplikasikan secara nyata, itu tidak akan mungkin bisa berjalan maksimal,’’ ujar Wayan Muka di sela-sela ritual Matur Piuning di pura kampus setempat, Sabtu (13/7) lalu. Menurut Wayan Muka, kegiatan seni tari dan tabuh merupakan bagian dalam upaya mewujudkan branding Unhi Denpasar sebagai kampus berbasis agama dan kebudayaan Hindu Bali. Apalagi SDM Unhi Denpasar
sangat mendukung upaya pengembangan seni tari dan tabuh. Hal ini dibuktikan dari total 95 orang seniman yang dilibatkan, seluruhnya merupakan mahasiswa, tenaga pengajar dan pegawai di lingkungan Unhi Denpasar, serta beberapa alumni Unhi Denpasar. ‘’Komitmen ini tidak hanya kami lakukan di Pura Mandara Giri Semeru Agung. Sebelumnya kami
Denpasar (Bali Post) -
Musim kemarau saat ini diprediksi terjadi cukup panjang dan menyebabkan menurunnya debit sumber air. Penurunan debit sumber air ini mengakibatkan kekeringan pada lahan sawah. Berdasarkan data yang masuk ke Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Bali per 10 Juli, tercatat 90 hektar lahan sawah yang ditanami padi mengalami kekeringan tingkat ringan, sedang hingga berat. Kekeringan ini terjadi di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Jembrana. LADIES DAY - Layanan Ladies Day di AHASS Cokroaminoto. mengenai data diri serta data kendaraan dan keluhan. Apabila data telah terisi lengkap maka akan mendapatkan informasi kembali melalui whatsapp untuk konfirmasi waktu kedatangan. ‘’Dengan adanya program Ladies Day ini kami berharap konsumen khususnya wanita tidak merasa bosan menunggu ketika motor sedang diservis. Tujuan kami adalah konsumen dimudahkan melakukan perawatan motor dengan melakukan booking service tanpa antre dan nunggu motor, maka segar dan cantik kembali,’’ ungkap Rangga Aditya se-
laku Branch Head Astra Cokroaminoto. AHASS Cokroaminoto merupakan salah satu tempat servis yang diminati oleh konsumen Honda selain merupakan pusat penjualan sepeda motor Honda. Biasanya konsumen memilih melakukan servis di harihari sibuk atau menjelang libur weekend, sehingga terjadi penumpukan waktu servis. Dengan pemilihan hari Kamis dan melalui booking service online diharapkan dapat memberikan kenyamanan untuk konsumen yang melakukan servis. (bns3)
Kepala UPT BPTPH Ir. I Nyoman Suastika, Selasa (16/7) kemarin, mengatakan di Kabupaten Buleleng kekeringan dari tingkat ringan, sedang hingga tinggi seluas 78 hektar masing-masing di Kecamatan Sukasada seluas enam hektar, Kecamatan Sawan
seluas 32 hektar dan Kecamatan Buleleng seluas 40 hektar. Kekeringan
di Kabupaten Jembrana seluas 12 hektar terjadi di Kecamatan Melaya seluas 10 hektar dan Kecamatan Pekutatan seluas dua hektar. Kekeringan terjadi di dua kabupaten ini karena debit air menurun akibat musim kemarau. Di Buleleng sebenarnya masih bisa diselamatkan dengan pergiliran pemberian air di samping mengharapkan hujan segera turun. Dengan demikian, 78 hektar lahan sawah yang dilaporkan mengalami kekeringan masih bisa diselamatkan dan tidak menjadi puso. Suastika melanjutkan, kekeringan yang dikhawatirkan mengalami potensi puso adalah di Kecamatan Melaya. Lahan sawah seluas 10 hektar di Subak Manis Utu kekurangan air dan sangat membutuhkan hujan. Hal ini dikarenakan Subak Manis Utu lokasi sawahnya sedikit di atas bendungan. Sementara satu-satunya sumur
Bali Post/win
METROLOGI - Dirjen PKTN Kementerian Perdagangan Veri Anggriono Sutiarto, S.E., M.Si. saat membuka Seminar Harmonisasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Metrologi Legal Wilayah Kerja Regional II Tahun 2019, Selasa (16/7) kemarin. jaga akuntabilitasnya. Akuntabilitas pelayanan tera/tera ulang UTTP tercermin dari adanya laporan bulanan yang ditembuskan kepada Direktur Metrologi. Pelayanan tera/ tera ulang yang dilakukan oleh Unit Metrologi Legal Daerah dibatasi oleh ruang lingkup yang diberikan oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dalam SKKPTTU. Sebab, pelayanan tera/tera ulang UTTP hanya dapat dilaksanakan pada wilayah kabupaten/ kota yang bersangkutan dan tidak diperkenankan ke luar dari wilayah kabupaten/kota tersebut tanpa keberadaan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Daerah. ‘’Pelayanan tera dan tera ulang UTTP di kabupaten/ kota masih memiliki banyak kendala, seperti sumber daya
manusia, peralatan, gedung, regulasi dan administrasi,’’ tegasnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menampung segala permasalahan atau hambatan yang menyebabkan belum optimalnya pelayanan tera dan tera ulang UTTP dan pengawasan kemetrologian di kabupaten/kota, serta melahirkan solusi dan pemecahan untuk setiap permasalahan yang ada. Seminar Harmonisasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Metrologi Legal di Kabupaten/Kota ini diikuti oleh 310 orang dari 155 kantor dinas yang membidangi perdagangan dan 45 kantor Badan Kepegawaian Daerah di Provinsi DKI Jakarta dan kabupaten/kota di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. (win)
juga ngaturang ayah saat pujawali di Pura-pura Kahyangan Jagat. Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukka n ke p a d a m a s y a r a ka t bahwa Unhi Denpasar tidak hanya mampu bersaing di bidang akademik tetapi juga hebat pada bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi Pengabdian Masyarakat, terutama pada bidang seni dan budaya,’’ pungkasnya. (ad607)
90 Hektar Lahan Sawah di Bali Alami Kekeringan
Pelayanan Metrologi Diharapkan Kreatif, Inovatif, dan Berkelanjutan
Mangupura (Bali Post) Direktorat Jenderal (Ditjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan mendorong pemerintah kabupaten/ kota untuk melakukan pelayanan tera dan tera ulang alat-alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) dan pengawasan kemetrologian yang kreatif, inovatif dan berkelanjutan. Hal ini dilakukan agar kepentingan umum, baik konsumen maupun produsen melalui jaminan kebenaran hasil pengukuran dapat dilindungi. Apalagi pelayanan kemetrologian pascadiberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bukanlah tanpa kendala. Sampai saat ini, di wilayah kerja BSML Regional II telah terbentuk 107 Unit Metrologi Legal Kabupaten/ Kota dari 155 kabupaten/kota, dan 4 Unit Metrologi Legal siap dinilai untuk memperoleh Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera/Tera Ulang (SKKPTTU). ‘’Percepatan pembentukan Unit Metrologi Legal menjadi kebutuhan yang mendesak agar pelayanan tera/tera ulang tidak mengalami stagnasi,’’ ujar Direktur Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan Veri Anggriono Sutiarto, S.E., M.Si. di sela-sela pembukaan Harmonisasi dan Sinkronisasi Penyelenggaraan Metrologi Legal Wilayah Kerja Regional II Tahun 2019, Selasa (16/7) kemarin. Dikatakan, pelayanan kemetrologian termasuk pelayanan publik yang harus di-
CALONARANG - Wakil Gubernur Bali Cok Ace (tengah) berpartisipasi bersama Tim Kesenian Unhi mempersembahkan ayah-ayahan Calonarang serangkaian Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang, Jawa Timur, Selasa (16/7) kemarin.
bor yang dimiliki hanya bisa menyediakan air untuk lima hektar sawah. Untuk mengatasi kekeringan di Melaya, jika tidak segera turun hujan dan akhirnya petani memutuskan tidak melanjutkan tanaman padinya, maka petani diarahkan menjadikan tanaman padinya sebagai makanan ternak. ‘’Di Subak Manis Utu banyak ternak sapi dan kerbau. Jadi, jika tanaman padi tidak bisa diselamatkan, bisa diarahkan menjadi makanan ternak, sehingga petani tidak banyak merugi,’’ ujar Suastika. Dikatakannya, musim kemarau panjang ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Terlebih beberapa daerah termasuk Bali didorong untuk memaksimalkan potensi penanaman yaitu satu daerah yang biasanya menanam satu kali padi bisa menanam dua kali. ‘’Ada beberapa daerah di Bali yang tahun lalu tanam satu kali kami dorong tanam dua kali. Pada saat tanam awal hujan turun cukup deras, namun dalam perjalanannya hujan tidak turun lagi. Meski turun, debitnya tidak mencukupi untuk mengairi sawah,’’ jelasnya. Untuk mengatasi kekeringan di tengan musim kemarau ini, dalam rapat koordinasi mengenai kekeringan di Jakarta beberapa waktu lalu, ada beberapa langkah yang diambil. Salah satunya menyediakan sumur bor bagi daerah yang sawahnya berpotensi ditanami dan memiliki sumber air tanah. Rencananya ada bantuan untuk pembuatan sumur bor yang dialokasikan ke Buleleng sebanyak 10 unit, Jembrana 12 unit dan Tabanan 10 unit. ‘’Ini baru rencana dalam hal langkah-langkah untuk mengatasi kekeringan,’’ tambah Suastika. (kmb24)
Siswa Baru Di-’’briefing’’ Toleransi Antarumat Beragama Denpasar (Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru di jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK dilaksanakan di wilayah Denpasar sejak Senin (15/7) lalu, dan mengundang anggota TNI. Seperti SMAN 2 Denpasar mengundang Dandim 1611/Badung Letkol Inf. Handoko Yudho Wibowo sebagai narasumber dan siswa baru di-briefing tentang toleransi antarumat beragama. ‘’Salah satu topik MPLS itu tentang wawasan kebangsaan diisi Bapak Dandim 1611/Badung dengan tema menjiwai Pancasila dalam Rumah Indonesia,’’ kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Inf. Ida Bagus Diana Sukertia, Selasa (16/7) kemarin. Dalam paparannya, lanjut Mayor Diana Sukertia, intinya menyampaikan sejarah Nusantara ini memiliki raja-
raja yang hebat, di antaranya pada abad ke-7 berdiri Kerajaan Sriwijaya dengan wilayah kekuasaannya meliputi Sumatera, Jawa, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Vietnam. Kepada siswa baru, Dandim menegaskan kita punya peluang untuk maju tetapi jangan sampai hancur karena masalah moralitas. Sumber daya harus didayagunakan dengan cara yang benar. Peserta MPLS punya semua potensi untuk maju. Selain itu harus paham sikap dan mental seperti apa yang bisa mendukung bangsa terus maju. Sebagai penerus bangsa, sudah semestinya harus bersyukur memiliki kekuatan besar yaitu Pancasila. Pancasila sebagai perekat bangsa untuk menuju manusia Indonesia yang bermoral. Diharapkan peserta MPLS dalam pengamalan kelima sila Pancasila tersebut selalu menjaga kerukunan dan tol-
eransi antarumat beragama. Mengakui persamaan hak, derajat dan kewajiban masing-masing. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang Berbhinneka Tunggal Ika, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama dan mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan suasana kekeluargaan dan gotong royong. ‘’Bapak Dandim mengingatkan sebagai generasi penerus harus peduli terhadap bangsa ini. Dengan peduli akan bangsa ini, kita akan bisa menjawab dan menghadapi tantangan zaman. Jaga keindonesiaan kita dengan tidak menghilangkan hal fundamental yang terbaik dari bangsa ini yaitu Pancasila, kebinekaan, semangat persatuan, toleransi kesantunan pluralisme dan kemanusiaan. Hal inilah yang tidak dimiliki oleh bangsa lain,’’ ujarnya. (kmb36)
OPINI
6
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Zonasi dan Kepentingan Politik MODEL Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 disebut paling amburadul. Berbagai kelemahan ini dimanfaatkan oleh mereka yang berkepentingan. Masyarakatlah yang menjadi korban, sekaligus menjadi kelinci percobaaan. Ketika Mendikbud dipegang oleh Moh. Nuh dan Anies Baswedan, sekolah di Tanah Air dan masyarakat sudah terkondisikan dengan upaya bersaing dengan sehat melalui Nilai Ujian Nasional (NUN). Bahkan peraih NUN tertinggi pun diapresiasi pemerintah dengan memberikan insentif diterima di PTN pilihan dan SMA-SMK pilihannya. Namun sejak Mendikbud dijabat Muhadjir Effendi dua tahun lalu sudah mulai mengubah menjadi jalur zonasi. Kita ingat akibat kebijakan ini gerbang pintu SMAN 6 Denpasar digembok warga dan warga sekitar Monang-maning bersitegang dengan kasek dan komite soal alat ukur kedekatan jarak. Tetap saja sistem ini dilanjutkan. Kini, Gubernur Bali Wayan Koster pun melontarkan sistem zonasi yang diatur dalam Permendikud soal PPDB 2019. Denpasar juga tak bersih dari praktik kotor. Ini berawal dari kegagalan sistem menerima pendaftaran peserta didik lewat token dan online yang dikelola Telkom. Kegagalan kedua, saat pendaftaran jalur kawasan juga ditolak oleh sistem Telkom yang tak memberi peluang bagi pendaftar di kategori jarak ikut serta. Akhirnya PPDB bentuk lain (NUN) muncul dengan banyaknya selundupan. Di tingkat Provinsi Bali (SMA-SMK) juga demikian. Anggota DPRD Bali belum apa-apa sudah mendesak Gubernur keluarkan SE guna menampung banyak siswa yang tercecer. SE pun keluar dan juga banyak didomplengi kepentingan oknum DPRD. Namun menariknya, konon PPDB sengaja dibuat kisruh kali ini karena kepentingan oknum anggota DPRD tak tersalurkan. SE dan apa pun bentuknya juga rawan dibonceng oleh kepentingan kasek dan guru toh demi alasan anak bangsa. Maka jadilah jumlah tambahan siswa di SE tak sesuai dengan di lapangan alias sangat membengkak. Nah, siapa yang disalahkan. Kenyataannya, sehabis tahun politik, jelas ada politik balas budi oknum dewan untuk konstituennya. Ombudsman menilai ketersediaan informasi secara daring atau online belum tersedia secara transparan. Kedua, sejumlah oknum sekolah dengan sengaja telah memetakan daftar siswa yang menjadi prioritas. Karena itu, banyak siswa yang tidak masuk prioritas harus menunggu atau ngantre dan bahkan tidak bisa masuk sekolah tersebut. Mereka (yang prioritas) datang ke sekolah hanya memverifikasi nama. Sebab, namanya sudah ada di dalam peta itu. Masalah ketiga, tidak jelasnya peraturan pemerintah dalam menentukan kriteria berprestasi. Selain itu, Ombudsman menyebut pemerintah seolah melakukan pembiaran terhadap antrean orangtua. Jika mau jujur model PPDB dengan nilai UN paling bersih. Kita lihat saja aturan sebelumnya, jumlah siswa jalur prestasi mencapai 20 persen, siswa miskin ditampung, termasuk pindahan. Katanya kita mau membentuk SDM berdaya saing tinggi, sementara mencari sekolah saja tak pernah diajak bersaing dengan prestasi. Guru-guru akan sulit memotivasi siswa belajar keras, toh hasilnya tak dipakai. Yang enak adalah oknum anggota dewan yang bisa menggunakan jurus ‘’ribut’’ untuk memasukkan konstituennya. Yang rugi adalah sekolah swasta karena kekeringan siswa. Lalu siapa yang mau peduli dengan nasib guru dan karyawannya?
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menunggu Pergub Sistem Penerimaan Siswa Baru Walaupun surat pembaca ini saya tulis setelah semua murid mulai menjalani masa orientasi siswa (MOS), namun ada baiknya kita tetap berpikir jernih untuk di kemudian hari para orangtua tidak sibuk dan dibebeni sistem penerimaan siswa baru. Yang saya tahu, sistem penerimaan siswa baru diumumkan sebulan menjelang penerimaan siswa baru dilakukan. Ruang informasi untuk memahami sistem ini juga terbatas. Bahkan, peran orangtua untuk mengusulkan pemikiran dan sistem yang lebih efektif juga terbatas. Saya juga berharap dan mengapresiasi terkait penegasan Gubernur Bali Wayan Koster yang akan membuat pergub penerimaan siswa baru. Saya pribadi mendukung gagasan ini. Masalahnya, ketika aturan penerimaan siswa baru merujuk sistem nasional, kondisi di derah jauh berbeda. Rujukan zonasi misalnya, jelas-jelas mengabaikan daerah pinggiran. Hanya orang perkantoran yang memungkinkan mendapatkan kualitas sekolah yang bagus. Pemerintah saat ini tampaknya belum bisa menapikan atau mengabaikan perbedaan mutu sekolah yang ada. Untuk itu, saya berharap Gubernur Wayan Koster sejak awal menugaskan tim ahli bidang pendidikan dan Disdikpora Provinsi untuk berkoordinasi dengan Disdik kabupaten/kota untuk merumuskan sistem penerimaan siswa baru. Dengarkan apirasi masyarakat dan lihat kondisi yang ada. Dengarkan juga aspirasi para guru dan kepala sekolah. Yang penting juga diperhatikan adalah aspirasi masyarakat terhadap kesempatan belajar yang merata. Jika semua elemen yang terlibat dalam sistem penerimaan baru ini didengarkan harapan dan usulannya, saya yakin konflik atau keresahan dalam penerimaan siswa baru baru bisa ditekan. I Made Sudarna Gianyar, Bali
Sistem Zonasi Mencoreng Dunia Pendidikan Konsep dunia pendidikan adalah objektif, jujur, adil, merata, terjangkau, berkualitas dan lainnya yang berkaitan dengan etika dan integritas. Sedikit saja ada permasalahan di antaranya akan menurunkan kredibilitas dunia pendidikan atau mencorengnya. Contohnya yang diributkan akhir-akhir ini adalah persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dengan sistem zonasi, dan lainnya.
Oleh Putu Rumawan Salain
D
i sisi lainnya terbiasa menyatakan sekolah serbabisa dan mampu untuk mengajarkan sesuatu yang dipandang diperlukan dengan segera ditangani melalui pendidikan. Misalnya masalah etika, masalah lingkungan, bencana, kesehatan lingkungan, dan lainlainnya. Dengan kata lain, sekolah bagaikan keranjang sampah atau institusi pemadam kebakaran. Dua posisi bagaikan kutub utara dan selatan yang tarikmenarik tidak pernah berakhir, seolah-olah dipelihara menjadi kepentingan politik dan komoditas atau mungkin juga sebagai pencitraan? Tidak salah kiranya jika masyarakat berpendapat bahwa dunia pendidikan selalu diwarnai dengan ganti menteri ganti program. Jika demikian adanya, artinya kita tidak memiliki cetak biru pendidikan nasional yang diamanatkan oleh Undang-undang Sisdiknas. Agak menarik untuk diungkapkan bahwa PPDB dengan sistem zonasi yang ditetapkan peraturannya oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yaitu 90% jalur zonasi yang mengacu pada jarak lokasi rumah ke sekolah (termasuk siswa disabilitas dan miskin), 5% perpindahan, dan 5% jalur prestasi. Sepertinya pemerintah menegaskan bahwa sistem zonasi tahun 2019 akan menjawab persoalan tahun 2018 yang lalu. Nyatanya eksekutif maupun yudikatif dibuat sibuk dan jangan-jangan akan terjadi seperti tahun lalu yaitu adanya peraturan gubernur sehingga jumlah siswa dalam rombongan
belajar yang ditetapkan dilanggar, bahkan sampai ada sekolah yang menambah ruang kelas atau mengubah ruang yang bukan kelas dijadikan kelas. Jika ini terjadi lagi, terlihat bahwa lembaga pendidikan yang namanya sekolah, khususnya yang negeri telah dijadikan arena politik “kekuasaan” yang sejatinya telah melakukan kepalsuan terhadap anak didik, guru, tenaga kependidikan, maupun masyarakat luas. Dikhawatirkan suatu saat akan terbukti bahwa hanya anakanak yang orangtuanya beruang, berkuasa, berpengaruhlah yang dapat melanjutkan pendidikan anaknya, bahkan sering di antaranya memilih sekolah yang unggul. Tampaknya segala peraturan yang ditetapkan tinggal peraturan, karena apa pun yang ditetapkan selalu ada cara untuk memperdayainya. Contoh, persoalan domisili yang dikaitkan dengan jarak ke sekolah disiasati dengan membuat domisili baru di luar KK yang muaranya akan mengurangi kuota anak yang diterima di sekolah tersebut yang justru berdomisili di lingkungan sekolah. Segala perbuatan yang dilakukan untuk memperoleh kesempatan bersekolah tersebut di atas sepertinya akan mengoyak sendi-sendi kepercayaan mereka pada institusi pendidikan sebagai lembaga ideal membentuk insan berkualitas. Menurunkan kualitas anak didik sekaligus sekolah karena kelebihan daya tampung maupun daya dukung kelas. Demikian pula terhadap kemampuan guru untuk mengajar dan membimbing jumlah siswa yang
melebihi kapasitas ataupun juga karena rombongan belajar yang bertambah. Apalagi ada keinginan untuk menjadikan sekolah-sekolah double shift. Dapat dipahami bahwa sistem zonasi ini oleh pemerintah dimaksudkan untuk memupus sekolah favorit ataupun kastanisasi sekolah. Zonasi dipandang sebagai sebuah sistem yang menjawab kehendak inti dari Undang-undang Sisdiknas yaitu tentang pemerataan dan kemudahan akses bagi masyarakat untuk mengikuti segala jenjang pendidikan. Konsepnya tidak ada anak yang tidak bersekolah, sehingga mereka memiliki bekal dasar minimal membaca, menulis, dan menghitung (ingat Wajar 9 dan wacana 12 tahun). Inti persoalan tentang kekisruhan PPDB dengan sistem zonasi adalah berada pada titik perencanaan. Artinya, perencanaan dimaksud wajib dirancang sesuai dengan data keberadaan dan kebutuhan sekolah di setiap jenjang atas dasar usia dan lokasinya dalam suatu wilayah kabupaten/ kota. Dalam Perencaan Tata Ruang Kota setiap jenjang sekolah dibangun atas standar Soefaat yang dilandasi oleh kepadatan penduduknya. Dengan memerhatikan datadata dasar tersebut seharusnya pemerintah sudah mengetahui kebutuhan sekolah mendatang. Nyatanya jumlah sekolah yang telah dibangun oleh pemerintah termasuk lambat. Sekitar tahun 1965, jumlah SMP negeri di Badung “Denpasar” hanya 2 buah, SMA negerinya juga ada dua sampai tahun 1967. Kini pada ta-
hun 2019 jumlah SMP negeri ada 12 (mau 13) dan SMA negerinya 8 buah dan SMK negeri 5 buah. Kekurangan daya tampung ini diisi oleh pihak swasta, untuk tingkat SD ada 57 buah, setara SMP ada 49. SMA sejumlah 26, dan SMK 24 buah (data tahun 2012). Data jumlah sekolah swasta ini tentu dapat bertambah atau berkurang seiring dengan situasi yang dihadapi. Mari kita bayangkan bersama jika sekolah-sekolah swasta dengan berbagai jenjang yang ada, ke mana anak didik kita di Kota Denpasar ini akan melangsungkan dan melanjutkan pendidikannya? Lalu, pertanyaan berikutnya, kenapa orangtua bersikeras ingin dan butuh anaknya bersekolah di sekolah negeri? Dua pertanyaan ini diawali dengan jawaban bahwa para orangtua memandang sekolah swasta adalah sekolah mahal dan kurang berkualitas? Benarkah? Jika benar di mana letak pembinaan oleh pemerintah agar kualitas dan biayanya bisa terjangkau? Untuk itu, perlu dilakukan akreditasi sekolah-sekolah swasta dimaksud, kemudian disosialisasikan dan diinformasikan ke masyarakat luas. Yang tidak kalah pentingnya adalah bantuan tenaga guru yang berkualitas sampai dengan manajemen yang baik untuk mengangkat harkat dan nilai kualitas sekolah swasta. Sampai saat ini, tampaknya bahwa sekolah swasta menerima siswa sisa ayakan yang diterima di negeri “anak tiri”. Kondisi ini tidak berlaku bagi sekolah-sekolah swasta di Tanah Air yang telah memiliki kualitas dan kualifikasi di atas sekolah swasta lainnya bahkan mungkin juga sekolah negeri. Sekolahsekolah tersebut tidak pernah diributkan oleh PPDB maupun ujian nasional, karena mereka memiliki regulasi ketat sesuai dengan visi dan misi pemiliknya. Sistem zonasi akan berlangsung dengan baik jika semua sekolah negeri melengkapi dirinya dengan tenaga guru yang memiliki kualitas dan kuantitas yang sama disertai dukungan infrastruktur
Cita Rasa Buah Lokal Bali
JUDULNYA salad buah Bali, tetapi isinya? Apel fuji, melon rock yellow, anggur, kiwi, stroberi California, jeruk Mandarin, dan berbagai jenis buah lainnya yang notabene bukan buah-buahan asli Bali. Oleh karena salad buah dipasarkan di Bali maka disebutlah salad buah Bali. Dengan alasan menjual salad kualitas terbaik, maka buah-buahan yang digunakan semuanya impor. Apa benar kualitas buah impor itu pasti lebih baik daripada kualitas buah lokal? Cara mengonsumsi buahbuahan zaman sekarang sudah berubah menjadi bentuk salad buah. Walaupun harganya yang “lumayan” seharga nasi goreng yang lebih mengenyangkan, ternyata banyak sekali peminat makanan zaman now ini. Buktinya, penjual salad buah semakin menjamur, baik itu dijual online maupun secara langsung. Salad buah adalah makanan yang terdiri dari campuran bermacam-macam buah dengan tambahan mayonnaise dan topping lainnya seperti serutan keju, cokelat, stroberi, blueberry, hingga matca yang sangat populer di kalangan anak muda. Salad buah juga digadang-gadang bisa menjadi makanan untuk diet, makanya jenis makanan ini semakin terkenal. Salad buah sebetulnya sudah ada dari dulu, tetapi belum seperti sekarang, di mana penjualan salad buah sudah semakin menjamur sehingga seluruh lapisan masyarakat. Mungkin beberapa orang yang dulunya tidak suka mengonsumsi buah-buahan mulai tertarik untuk makan buah karena mengikuti tren makan salad buah. Tentu hal ini berdampak baik, jika dilihat dari sisi kesehatan. Buah-buahan yang dihidangkan dalam bentuk salad juga merupakan buah yang
Oleh Desak Gede Prita Widia Wiriyanti, S.ST. masih segar dan beraneka macam, sehingga penikmat salad tidak akan bosan dengan rasa satu jenis buah saja. Untuk orang-orang yang menyukai buah-buahan namun biasanya malas makan buah karena harus mengupas terlebih dahulu, salad buah tentunya juga merupakan pilihan yang tidak bisa ditolak. Kepopuleran salad buah Bali sebetulnya sangat menggelitik, dan pada daftar menu tercantum “Salad Buah Bali” tetapi isinya didominasi oleh buah impor. Apel fuji, melon rock yellow, anggur, kiwi, straberi California, jeruk Mandarin dan lainnya. Memang ada juga penjual buah salad yang menggunakan semangka atau pepaya, tetapi harga salad buah lokal akan jauh lebih murah dari salad buah impor. Faktanya memang harga buah impor yang katanya kualitasnya lebih baik itu lebih mahal daripada buah lokal Bali. Kepopuleran salad buah sendiri seharusnya bisa menjadi ladang bisnis baru yang menggiurkan terutama untuk petani buah atau pengusaha pengembangnya. Peluang bisnis baru bisa terlihat bahwa dengan bahan dasar buah lokal seperti pepaya, semangka, nanas, rambutan, mangga, hingga jeruk Bali mungkin akan bisa menciptakan varian baru untuk salad yang lebih unik. Sumber bahan baku yang dekat akan mengurangi biaya produksi sehingga bisa memasarkan dengan harga yang merakyat. Masyarakat Bali sebelum mengenal salad juga sering mengonsumsi rujak Bali. Hampir semua masyarakat Bali senang men-
gonsumsi rujak. Rujak Bali juga sudah terkenal hingga ke luar Bali karena keunikan bumbunya. Coba saja beli “Rujak Bali” di Jakarta maka rasanya pasti sama dengan rujak yang dibeli di Bali. Artinya, rujak Bali sudah punya ciri khas yaitu dari potongan buah dan bumbunya. Untung saja yang namanya rujak Bali, isinya pasti buah lokal dari Bali. Beberapa waktu lalu juga sempat populer rujak rambutan. Terbuat dari rambutan yang sudah dikupas, ditambahkan bumbu sederhana berupa irisan cabai, gula, garam, dan air. Hal ini juga menarik, mengingat pada saat musim rambutan biasanya kebanyakan rambutan sampai busuk di pohonnya, karena si pemilik pohon tidak sempat mengonsumsi semuanya atau walaupun hanya terjual dengan harga per kilogram yang murah tapi tetap tidak habis terjual karena stok yang melimpah. Dengan adanya variasi rujak baru ini tentunya sangat menarik minat masyarakat untuk mencobanya. Terkait dengan produk pertanian seperti buah lokal, Pemerintah Provinsi Bali sangat concern dalam membantu petani. Terbukti dengan dikeluarkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Pemerintah mewajibkan swalayan membeli dan menjual produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta peternakan paling sedikit 60 persen dari total volume produk yang dipasarkan dan produk perikanan lokal Bali dan industri lokal Bali paling
sedikit 30 persen dari total volume produk yang dipasarkan. Selain itu, setiap hotel, restoran dan katering juga wajib mengutamakan pemanfaatan produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan paling sedikit 30 persen dari volume produk yang dibutuhkan; produk peternakan paling sedikit 30 persen dari kebutuhan; industri pengolahan/ meat processing paling sedikit 10 persen dari kebutuhan; produk perikanan lokal Bali paling sedikit 30 persen dari volume produk yang dibutuhkan; dan produk industri lokal Bali paling sedikit 20 persen dari volume produk yang dibutuhkan. Kabarnya, Gubernur Bali juga menyosialisasikan untuk setiap hotel agar wajib menyuguhkan buah lokal di setiap kamar, seperti pada musim salak, hotel wajib menyediakan dua biji salak di dalam kamar. Begitu pula pada saat musim manggis, hotel juga wajib menyediakannya. Mendukung konsentrasi Pemerintah Daerah Provinsi Bali dalam pemanfaatan produksi lokal seharusnya masyarakat juga ikut menyukseskannya. Pola konsumsi buah yang baru ngetren seperti konsumsi salad dapat menjadi salah satu celah untuk memopulerkan buah lokal Bali yang kualitasnya tidak kalah baik dibandingkan dengan buah impor. Apabila konsumsi ‘‘salad buah Bali” yang benar-benar menggunakan buah lokal Bali kian banyak, maka sentra-sentra produksi buah tentunya akan dilirik oleh para pedagang salad sehingga pemerintah pun dapat mengambil kebijakan lebih lanjut untuk membantu petani agar semakin menghasilkan buah yang berkualitas.
sekolah yang sama seperti yang ditetapkan pada 8 Standar Nasional Pendidikan. Di samping itu, hendaknya ada kemauan dari masyarakat untuk mendukung segala aturan yang diterapkan pemerintah untuk memudahkan akses dan pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan. Untuk itu, saran tindak yang perlu dilakukan mendatang agar dunia pendidikan nasional tidak tercoreng lagi anara lain dengan tindakan menyusun: 1) Blue print pendidikan nasional dengan memberikan kesempatan atau ruang pada warna lokal dan atas daya dukung dan daya tampung. 2) Meningkatkan biaya pendidikan atau mengoptimalkan dana 20% dari APBN untuk membangun sekolah. 3) Melakukan akreditasi terhadap seluruh sekolah negeri dan swasta dan mengumumkan hasilnya secara luas kepada masyarakat. 4) Membuat dan menyebarkan peta potensi sekolah negeri dan swasta. 5) Mengoptimalkan peran sekolah swasta dari sisi administrasi dan manajemen termasuk memberikan subsidi berupa BOS dan atau BOSDA, maupun dana CSR atau lainnya bagi yang memenuhi kualitas dan kualifikasi yang disepakati. 6) Meningkatakan jumlah dan mutu guru, baik sekolah swasta maupun negeri. 7) Ada upaya pendekatan untuk menegerikan sekolah swasta. 8) Tidak mengizinkan penggunaan surat domisili kecuali bagi siswa pindahan yang persentasenya sudah ditetapkan. 9) Mengusulkan agar nilai ratarata rapor dan nilai ujian nasional memperoleh persentase dalam sistem zonasi, dipandang sebagai prestasi akademik. 10) Persoalan pendidikan tidak bisa dan tidak lazim dikotak-kotakkan antara provinsi dan kota/kabupaten, atau swasta dengan negeri, persoalan pendidikan adalah permasalahan yang harus dihadapi bersama secara berkelanjutan dan berkesinambungan. 11) Ada baiknya segera disusun Perda Pendidikan yang mengatur pemajuan pendidikan di masing-masing kabupaten/ kota dan Provinsi Bali. Demikian catatan singkat tentang beberapa permasalahan yang berkaitan dengan eksistensi pendidikan yang wajib kita bangun menjadi institusi yang dapat dipercaya dan bukan diperdaya oleh pragmatisme sesaat yang memudarkan impian para peserta didik generasi emas psds era revolusi 4,0. Selamat berjuang, mari kita perangi kebodohan dan pembodohan, apalagi dibodohi. Penulis, Guru Besar Fakultas Teknik Uiversitas Udayana
POJOK Bali diguncang gempa. - Tetap waspada dan eling. *** 90 hektar lahan sawah di Bali kekeringan. - Segera selamatkan hulu budaya Bali. *** Wakil rakyat di Buleleng komit perbaiki Buyan dan Tamblingan. - Swadharma wakil rakyat Bali.
Penulis, pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Bimtek Penguatan SAKIP
Tingkatkan Akuntabilitas Kinerja Aparat Pemerintah
Bali Post/ist
ROBOH - Gempa menyebabkan angkul-angkul apit surang milik warga di Selbar roboh.
Gempa, ”Angkul-angkul” di Selbar Roboh
Tabanan (Bali Post) Gempa dengan kekuatan 6,0 magnitudo Skala Richter (SR), Selasa (16/7) kemarin mengakibatkan kerusakan bangunan di Kabupaten Tabanan. Namun, dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, hanya ada satu laporan kerusakan yang diterima pascagempa, yakni angkulangkul apit curang roboh di Banjar Nyuh Gading, Desa Mundeh, Kecamatan Selemadeg Barat (Selbar). Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika mengatakan, secara umum gempa tidak sampai mengakibatkan korban ataupun kerusakan parah di Kabupaten Tabanan. Pascagempa, dirinya langsung berkoordinasi dengan Kasi Trantib di tiap-tiap kecamatan untuk segera melaporkan seandainya ada yang terdampak. ‘’Hanya satu laporan yang masuk dari Selemadeg Barat, itupun kerusakan kecil dan tidak sampai ada korban jiwa,” ucapnya. Terkait kerusakan angkulangkul apit surang milik
warga I Wayan Astawa di Banjar Nyuh Gading Desa Mundeh Kecamatan Selemadeg Barat, diperkirakan kerugian sebesar Rp 3 juta. ‘’Kami sudah minta agar yang bersangkutan bersurat ke BPBD yang nantinya Bidang Rehab Rekon akan turun melakukan pengecekan ke lokasi,’’ terangnya. Seperti diketahui, BPBD selain memiliki tugas dalam hal penanganan bencana, juga bertanggung jawab terhadap pascabencana. Salah satunya lewat pemberian bantuan sosial tidak terencana. ‘’Pemberian bantuan ini juga berpedoman pada standarisasi nilai kerusakan yang diatur dalam Perbup tentang besaran dana santunan,’’ ujarnya. Untuk fasilitas umum masyarakat/pribadi seperti rumah, untuk kerusakan kategori ringan akan diberikan bantuan mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 10 juta. Sedangkan kategori rusak sedang diberikan maksimal Rp 15 juta dan kategori rusak berat maksimal Rp 25 juta. (kmb28)
Belum Jelas, Kelanjutan Pendidikan Empat Siswa Baru SMP Saraswati Tabanan (Bali Post) Saat seluruh siswa tahun ajaran baru sudah mulai mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), kondisi berbeda dialami empat siswa SMP Saraswati Tabanan. Hingga Selasa (16/7) kemarin kelanjutan pendidikan mereka belum ada kejelasan. Pasalnya, pihak sekolah masih menunggu keputusan dari Yayasan PR Saraswati, apakah proses belajar mengajar akan tetap berlanjut dengan hanya empat siswa yang terdaftar, ataukah nantinya mereka akan diserahkan kembali kepada Dinas Pendidikan. Dari pantauan di lapangan, keempat siswa tersebut tetap semangat datang ke sekolah. Para guru juga tetap setia mendampingi, dan berharap agar proses belajar mengajar di SMP swasta pertama di Tabanan ini terus berlanjut, mengingat sampai saat ini SMP Saraswati Tabanan meski minim siswa masih memiliki anak didik di kelas VIII dan IX. ‘’Kami berharap bisa terus berlanjut, agar tidak bolong di kelas VII. Kalaupun jumlahnya hanya empat, kami tetap akan berikan pendidikan yang terbaik. Anggap saja seperti mengajar privat,’’ kata Wakil Kepala SMP Saraswati Desak Gede Sri Utami Dewi. Terkait kejelasan empat
siswa ini, kata Desak Sri Utami, pihak sekolah sebelumnya belum bisa bertemu dengan yayasan, dan rencananya Rabu (17/7) hari ini akan digelar rapat. ‘’Keputusan Kamis (besok - red) baru ada,’’ ujarnya. Pihaknya sangat berharap agar yayasan bisa mempertimbangkan kembali agar para siswa tersebut bisa tetap bersekolah di SMP Saraswati Tabanan. ‘’Kalau juga ada pindahan dari sekolah lain, supaya bisa menerima. Dulu saat kepala sekolah sebelumnya juga ada dua orang siswa yang diajar,’’ tegasnya. Sembari menunggu keputusan yayasan, empat siswa baru ini tetap diminta datang ke sekolah. ‘’Ya kami arahkan untuk masuk dulu. Belum ke arah MPLS karena masih tunggu keputusan,’’ terang Utami Dewi. Meski masih baru, siswa baru ini sudah tampak bisa berbaur dengan siswa kelas VIII dan kelas IX. Salah seorang siswa baru, Kadek Arya Wahyu Wiratama mengaku dirinya memang ingin belajar di SMP ini. Alasannya, karena dirinya berasal dari Desa Lokapaksa Kabupaten Buleleng. ‘’Saya sekolah di SDN 2 Dauh Peken. Karena tidak dapat domisili, saya sekolah di sini,’’ ujarnya. Dia pun mengatakan tidak masalah jika nanti belajar hanya berempat. (kmb28)
Bali Post/bit
SMP - Meski hanya empat orang, siswa baru di SMP Saraswati Tabanan tetap masuk sekolah.
DALAM rangka mewujudkan good governance dengan penyelenggaraan pemerintah yang bersih atau clean government di tingkat daerah, diperlukan efektivitas, efisiensi, implementasi yang bersih dan akuntabel dalam birokrasi guna meningkatkan akuntabilitas kinerja. Hal itu disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat membuka Bimtek Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Selasa (16/7) kemarin di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Tabanan. Bupati Eka mengatakan, perlu adanya reformasi di dalam birokrasi, yang bertujuan mewujudkan sistem pemerintahan yang baik (good governance) dengan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, menganut kepastian hukum, keterbukaan, profesionalisme dan akuntabilitas. ‘’Berkaitan dengan hal itu, SAKIP menjadi hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Karena SAKIP merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem
penganggaran dan sistem pelaporan kinerja yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan,’’ imbuh Bupati Eka. Menurutnya, Pemkab Tabanan terus berupaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, efisien dan akuntabel. Telah terbukti beberapa tahun terakhir Pemkab Tabanan memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan penerapan SAKIP memperoleh nilai B dari BPK. Namun, Bupati Eka menyadari masih perlu ditingkatkan di masa-masa yang akan datang sehingga memperoleh nilai yang lebih baik. ‘’Karena telah dipahami juga penerapan SAKIP di daerah bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan adanya aparatur pemerintah daerah yang kompeten di bidang tugasnya, dengan memiliki pengetahuan dan kemampuan kerja serta etika moralitas untuk menghasilkan kinerja yang berkualitas,’’ ungkap Bupati Eka. Mengingat besarnya manfaat yang diperoleh dalam mengikuti Bimtek Penguatan
Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Pemerintah bagi aparat pemerintah di Tabanan, Maka Pemkab Tabanan sangat mendukung sepenuhnya penyelenggaraan Bimtek ini. Diharapkan para peserta mengikuti Bimtek dengan semangat dan tertib sehingga mendapatkan pengetahuan dalam penerapan SAKIP dan pengaplikasian SAKIP di Tabanan untuk mendorong terciptanya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang baik dan terpercaya. Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhatab mengapresiasi Pemkab Tabanan karena telah membuat kerja sama dengan Ombudsman. ‘’Dengan adanya perjanjian ini, maka Ombudsman akan semakin berani melakukan pengawasan karena telah memiliki legalitas, sudah ada kesepakatan, sehingga tidak ada alasan Ombudsman tidak turun terus menerus ke Tabanan. Karena dengan adanya pengawasan intens dari Ombudsman, akan selalu saling mengingatkan kita akan pelayanan publik agar tidak lamban, sehingga
BIMTEK - Suasana Bimtek Penguatan SAKIP, Selasa (16/7) kemarin di ruang rapat lantai tiga kantor Bupati Tabanan. ke depan Pemkab Tabanan dapat memberikan pelayanan yang optimal,’’ ujarnya. Selain Umar Ibnu, turut hadir pada kesempatan ini, Asisten Deputi Perumusan Kebijakan RB dan Akuntabilitas Aparatur Pengawasan Ronald Andrea Annas, Sekda Tabanan I Gede Susila serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Bimtek dirangkaikan penandatanganan kerja sama
antara Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan dengan Ombudsman RI perwakilan Daerah Bali, sebagai tindak lanjut naskah MoU antara Kepala Ombudsman RI Pusat dengan Bupati Tabanan dalam rangka peningkatan kualitas dan kapasitas penyelenggaraan pelayanan publik dan pencegahan mal-administrasi pada penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Tabanan. (ad600)
Bali Post/bit
KEBUN RAYA - Kebun Raya Eka Karya Bali mulai menerapkan pembayaran tiket nontunai.
Transaksi Nontunai Diterapkan di Objek Wisata
Tabanan (Bali Post) -
Pemerintah terus menyosialisasikan transaksi dengan sistem nontunai. Bahkan sejumlah instansi pemerintah daerah secara bertahap mulai menerapkan sistem nontunai dalam setiap transaksi keuangan, termasuk pada objek wisata. Seperti yang dilakukan pengelola Kebun Raya Eka Karya Bali. Sejak Selasa (16/7) kemarin pengunjung tidak bisa lagi membeli tiket di loket seperti biasa, namun harus membeli kartu sebagai akses masuk. Penerapan tiket nontunai tersebut, sejalan dengan peringatan 60 tahun Kebun Raya Eka Karya Bali. Direktur Kebun Raya Eka Karya Bali Bayu Adjie mengatakan, pembayaran nontunai dilakukan untuk memudahkan pelayanan kepada pengunjung. Salah satunya mencegah kemacetan saat musim libur panjang dan lebih mengefisienkan sistem. ‘’Kami ingin mengedukasi dan mendorong pengunjung untuk melakukan pembayaran non-
tunai,’’ jelasnya. Karena masih dalam tahap sosialisasi, pihaknya juga akan menyiapkan counter bekerja sama dengan perbankan dalam penyediaan kartu non tunai ataupun untuk top up kartu. ‘’Jadi tidak usah khawatir,’’ ucapnya. Bayu Adjie menegaskan, mulai Rabu (17/7) hari ini, pengunjung kebun raya di-
harapkan telah melakukan pembayaran nontunai. ‘’Kami tidak mewajibkan, tetapi lebih mendorong agar terbiasa. Sebab kartu nontunai tidak hanya bisa dipakai di kebun raya saja, tetapi bisa digunakan ke pelayanan umum yang menerapkan pelayanan non tunai,’’ bebernya. Disinggung mengenai tingkat kunjungan ke kebun
raya, Bayu Adjie mengakui, ada peningkatan sejak dua tahun terakhir. Sebelumnya hanya mencapai angka 400 ribu wisatawan per tahun, mulai tahun 2017 sudah mencapai angka 700 ribu wisatawan per tahun. ‘’Dominan wisatawan domestik,’’ terangnya. Memasuki usia 60 tahun, Kebun Raya Bali sebagai tempat penelitian tumbuhtumbuhan, konservasi, pembelajaran sekaligus sebagai tempat rekreasi ini akan terus melakukan pengembangan varietas unggul dan persilangan untuk bisa menghasilkan jenis tanaman baru. Kebun Raya Bali juga sangat
kental dengan arsitektur Indonesia, khususnya berciri khas Bali. Itu bisa dilihat adanya taman usadha di sekitar kawasan yang berfungsi untuk pengobatan. Ada pula beragam tanaman upakara yang biasanya digunakan untuk kegiatan adat dan agama Hindu di Bali. ‘’Di Kebun Raya Bali ini kami juga punya Museum Etnobotani yang menyimpan alat-alat yang digunakan keseharian oleh masyarakat Bali. Itu semua juga menjadi konsen kebun raya untuk menyimpan ilmu pengetahuan dan menyebarkan kepada generasi muda,’’ jelasnya. (kmb28)
Proyek Gedung PMI Mulai Digarap Tabanan (Bali Post) Setelah melalui tahapan tender, pembangunan gedung PMI Tabanan yang dianggarkan Rp 2,9 miliar dari BKK Badung mulai dikerjakan. Mengawali pembangunan gedung yang berada di kawasan RS Nyitdah, Kecamatan Kediri itu, pada Selasa (16/7) kemarin dilakukan upacara peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang juga Ketua PMI Cabang Tabanan. Gedung Pelayanan Terpadu Palang Merah Indonesia Cabang Tabanan ini diharapkan mampu meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Bangunan yang dirancang seluas 400 meter persegi tersebut diperkirakan selesai dalam kurun waktu 6 bulan. Wabup Sanjaya mengatakan, pembangunan gedung PMI ini merupakan mimpi yang baru dapat diwujudkan saat ini. Diharapkan gedung ini juga bisa menjadi pusat pelayanan terpadu dalam penanggulangan bencana maupun dalam menyediakan pelayanan donor darah yang representatif bagi masyarakat. Sanjaya juga berharap ke depannya gedung yang rencananya dibangun dengan tiga lantai ini benar-benar bisa memberikan pelayanan
yang baik pada masyarakat, baik dalam keadaan biasa maupun dalam keadaan darurat. Sehingga mampu melayani masyarakat secara maksimal, mewujudkan masyarakat Tabanan yang sehat. Sanjaya menambahkan,
mengingat pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi, PMI diwajibkan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat tanpa membedakan status sosial. Seperti diketahui kondisi gedung PMI sebelumnya yang
berada di sebelah selatan Taman Makam Pancaka Tirta Tabanan dan tergabung dengan Kwarcab Pramuka Tabanan dan Perhimpunan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI), sudah sangat memperihatinkan.
Banyak atap yang bocor dan kondisi gedung sudah tidak representatif sehingga perlu dilakukan peremajaan gedung mengingat intensitas kegiatan PMI dan unit tranfusi darah di Tabanan semakin padat. (kmb28)
BULELENG
8
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Dewan Buleleng Komit Dukung Penanganan Kerusakan Buyan-Tamblingan
Singaraja (Bali Post) –
Usaha pemerintah daerah menangani kerusakan lingkungan di kawasan konservasi Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada dan Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar mendapat dukungan penuh dari DPRD Buleleng. Program pencegahan kerusakan dan pengelolaan yang gencar dilakukan selama ini dinilai sudah berhasil. Selain itu, kebijakan pemerintah daerah berhasil membangkitkan kesadaran warga untuk peduli terhadap kawasan Buyan-Tamblingan sebagai hulunya Bali. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/7) kemarin. Supriatna mengatakan, kawasan danau kembar atau twin lake yang ada di Buleleng itu memerlukan perhatian serius dari pemerintah secara terus-menerus. Hal ini lewat program pemeliharaan, penataan, dan tata kelola kawasan yang mengedepankan konsep ramah lingkungan. Selama ini, kebijakan pemerintah baik dalam mengatasi terjadinya kerusakan lingkungan dan membangkitkan kesadaran semua stakeholder untuk peduli dan berpartisipasi aktif sudah berhasil. Akan tetapi,
capaian ini hendaknya tidak membuat pemerintah puas. Sebaliknya, kebijakan itu harus terus ditingkatkan, sehingga keseriusan itu menambah kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah dalam hal penanganan kerusakan dan pengelolaan kawasan yang memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat. “Kebijakan ini ke depan terus ditingkatkan, sehingga kepercayaan masyarakat semakin bertambah. Kesadaran warga juga semakin bertambah mendukung kebijakan pemerintah. Kerusakan akan tertangani dengan baik dan pengelolaannya mem-
beri hasil untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” tandas Supriatna. Menurutnya, program mencegah ancaman gangguan lingkungan di kawasan konservasi dengan membangkitkan kesadaran warga adalah memfasilitasi petani di sekitar kawasan konservasi. Ini karena perubahan budi daya tanaman di sekitar kawasan Buyan-Tamblingan yang berdampak pada berkurangnya resapan air di kawasan tersebut. Untuk itu, program pemerintah membangkitkan budi daya menanam kopi atau tanaman keras lain untuk menambah resapan air perlu digalakkan dengan masif.
Selain itu, DPRD dan pemerintah daerah komitmen membatasi pemanfaatan lingkungan untuk kepentingan akomodasi wisata yang memerlukan kawasan luas. Sebaliknya, pemanfaatan ruang itu dilakukan dengan ramah lingkungan dan memberdayakan local genius masyarakatnya. “Kebijakan ini tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi memerlukan waktu bertahap dan kami yakin jika kesadaran masyarakat semakin tinggi dan kebijakan yang tepat, maka kawasan BuyanTamblingan akan tetap lestari dan memberi kesejahtraan untuk masyarakat,” jelasnya. Terkait tata kelola kawasan, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan ini mengatakan, selama ini sistem pengelolaan yang terpaku pada kewenangan beberapa lembaga. Dia mencontohkan, pengelolaan kawasan selain oleh pemerintah terbawah, pemerintah daerah dan
lembaga di pemerintah pusat pun menjadi pengelola kawasan konservasi. Pengelolaan yang seperti terbagi-bagi itu berimbas pada kewajiban dalam menangani permasalahan lingkungan itu sendiri. Untuk itu, Supriatna mengusulkan ke depan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi ini perlu dievaluasi. Kalau memungkinkan dari segi regulasi, izin pengelolaan kawasan konservasi Buyan-Tamblingan dilakukan pemerintah daerah. Diakuinya, cara ini tujuannya bukan karena pemerintah daerah mendapatkan sumber pendapatan dari kawasan itu, tetapi kewajiban menangani gangguan lingkungan lebih maksimal. “Ini perlu kajian dan diskusi yang cukup, namun pada prinsipnya kalau sudah satu lembaga yang mengelola, maka kewenangan mengatasi gangguan lingkungannya menjadi lebih maksimal,” jelas politisi asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula ini. (kmb38)
Gede Supriatna
DKPP Periksa Komisioner Dinas PUPR Anggarkan Rp 9,6 Miliar dan Sekretaris KPU Buleleng Tangani Kerusakan Irigasi
Singaraja (Bali Post) – Kerusakan daerah irigasi (DI) di Buleleng mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang fokus menggenjot sektor pertanian di Bali Utara, sehingga infrastruktur pertanian ini mendapat perhatian lebih. Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) mengalokasikan anggaran Rp 9,6 miliar lebih untuk memperbaiki kerusakan DI di sembilan kecamatan di Buleleng. Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Gede Ngurah Dharma Suputra, Selasa (16/7) kemarin, mengatakan anggaran tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD Buleleng 2019. Untuk anggaran dari DAK senilai Rp 2,6 miliar lebih dan APBD Rp 7 miliar.
Khusus untuk anggaran yang bersumber dari DAK, digunakan membiayai tiga paket pekerjaan yaitu paket fisik dan satu paket supervisi. Pada Mei 2019 lalu, proyek perbaikan DI sudah dikerjakan. Bahkan, paket yang bersumber dari dana APBD sudah ada yang mencapai 100 persen. “Kalau dari APBD itu penunjukan langsung dan realisasinya 100 persen. Untuk paket yang didanai DAK pelaksanaan 10 persen dan masih berlangsung 150 hari kalender,” katanya. Menurut Suparta, perbaikan DI yang terus digenjot untuk mendukung kebijakan pemerintah yang fokus menangani permasalahan di sektor pertanian. Dengan pengembangan sektor pertanian, kemiskinan di desa bisa ditekan. Dukungan infrastruktur DI yang optimal, petani bisa menanam, mengoptimalkan produktivitas
Bali Post/kmb38
PERBAIKAN – Perbaikan infrastruktur pertanian di Buleleng terus digenjot. Tahun ini, Dinas PUPR Buleleng mengalokasikan anggaran Rp 9,6 miliar untuk memperbaiki kerusakan DI di sembilan kecamatan di Buleleng. usaha tani yang dikelola. “Pasokan air irigasi akan tersedia cukup, sehingga petani bisa terhindar dari permasalahan kekeringan dan bisa meman-
faatkan lahan kosong untuk bisa berproduksi meskipun menginjak di musim kemarau sekalipun,” tegasnya. (kmb38)
Akibat Gempa 5,8 SR
Dua Rumah Semipermanen Rusak Berat Singaraja (Bali Post) Akibat getaran gempa 5,8 skala richter (SR) yang berpusat di Nusa Dua, Selasa (16/7) kemarin, mengakibatkan kerusakan rumah warga di Buleleng. Tercatat dua rumah semipermanen milik warga mengalami kerusakan di Banjar Dinas Kelodan Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu dan di Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Kedua rumah ini rusak berat dan tidak layak ditempati. Data yang dihimpun di lapangan menyebutkan, rumah milik Wayan Ritawan (41) roboh akibat getaran gempa. Beruntung, saat kejadian korban cepat berlari ke luar rumah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sebelum peristiwa itu terjadi, Ritawan dan istrinya bersiap untuk bekerja. Anakanaknya juga sudah lebih awal meninggalkan rumah untuk sekolah. Ritawan paling terakhir ke luar rumah. Dia sempat beristirahat di dalam rumah. Tiba-tiba sekitar pukul 08.00 Wita, terjadi gempa. Karena getaran gempa, rang-
ka dan atap rumahnya ambruk. Atas kondisi itu, dia dengan cepat ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Korban melihat sebagian tembk rumahnya roboh diduga karena getaran gempa yang cukup keras. Selain itu, perlengkapan rumah tangga dan barang berharga lain tertimpa pecahan genting, batako, dan potongan kayu bekas rangka atap rumahnya yang ambruk saat kejadian. Perbekel Desa Busungbiu Ketut Suartama mengatakan, setelah mengetahui kejadian itu, stafnya sudah mengumpulkan data terkait kerusakan rumah warganya. Satu keluarga itu tidak bisa lagi menempati rumahnya karena hampir keseluruhan bangunan roboh. Untuk sementara, Ritawan dan keluarganya menempati ruang dapur yang tidak jauh dari lokasi rumah dia. Untuk membantu meringankan korban, pihaknya secepatnya akan membuat laporan kejadian untuk diajukan kepada pemerintah kecamatan dan diteruskan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Buleleng. Perbekel Suartama berharap, warganya segera mendapat bantuan untuk bisa memperbaiki satu-satunya rumah yang ditinggali satu keluarga tersebut. “Begitu kami tahu ada kerusakan karena gempa, kami turun ke lokasi dan rumah warga kami itu seluruhnya roboh. Kami akan buat laporan melalui kecamatan dan mudah-mudahan segera mendapat penanganan karena ini menyangkut korban bencana,” jelasnya. Di Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan juga ditemukan dampak gempa. Rumah Gede Sutapa memgalami kerusakan sedang. Perbekel Desa Depaha Made Semaraguna mengatakan, dari hasil pantauan di lokasi rumah korban rusak pada tembok yang terbuat dari batu bata yang tidak diplester. Bagian atas tembok itu ambruk dan materialnya tertimbun ke luar. Akibat robohnya tembok itu, korban dan keluarganya sekarang tidak bisa menempati ruang kamar. Untuk sementara, korban tinggal bersama kerabatnya yang rumahnya tidak
jauh dari lokasi kejadian. Sementara laporan kerusakan rumah sudah dicatat. Pihaknya sedang menyusun proposal agar mendaoat bantuan perbaikan dari BPBD. “Kami akan ajukan ke BPBD dan perkiraan kerugian sebesar Rp 25 juta,” jelasnya. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, setelah kejadian gempa, personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD diturunkan menelusuri kerusakan akibat gempa. Hasil penghitungan sementara, ratarata pemilik rumah mengalami kerugian antara Rp 15 juta hingga Rp 25 juta. Terkait dengan penanganan lanjutan, Suadnyana menyebut pemerintah masih berupaya menghitung kerugian secara pasti, sambil mengusahakan untuk mencari bantuan perbaikan rumah para korban terdampak gempa. Di sisi lain, BPBD bersama instansi terkait akan menyiapkan bantuan paket sembako termasuk perlengkapan rumah tangga. Sehingga bisa meringankan penderitaan para korban gempa. (kmb38)
dibekuk saat melintas di jalan raya seputaran wilayah Kelurahan Banyuning, Singaraja. Saat diperiksa, ditemukan 16 paket sabu-sabu siap jual. Kasat Narkoba AKP Ketut Suparta seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (16/7) kemarin, mengatakan tersangka ditangkap setelah polisi sebelumnya menangkap dua orang pemakai sabu-sabu yakni I Made Dwi Aiswata (25) dan Gede Yogi Kusuma (32). Keduanya ditangkap pada Kamis (4/7) ketika akan menggelar pesta SS di rumah Dwi Aiswata Kelurahan Kampung Baru. Dari penangkapan ini, polisi menyita satu paket SS seberat 0,13 gram bruto. Setelah diselidiki lebih lanjut, polisi mendapatkan identitas pengedar. Hari itu juga polisi menangkp Balon tanpa perlawanan. “Kami gerebek di rumahnya, lalu kami temu-
kan satu paket sabu. Kita kembangkan terus menunjukkan seorang pengedar dan yang bersangkutan kita tangkap bersama barang bukti. Dwi dan Yogi mengaku dua kali membeli sabu-sabu dari Balon. Barang haram itu dibeli secara urunan. Setelah mendapatkan narkoba, keduanya kemudian akan mengonsumsi bersama-sama. Suriawan mengaku tahun 2018 lalu pernah menjalani masa penahanan dengan kasus penyalahgunaan narkoba. Setelah bebas, dia kembali berurusan dengan polisi karena mengedarkan sabu-sabu. Dari residivis kasus narkoba itu, polisi menyita belasan paket SS yang akan dijual itu dipesan dari seseorang dengan sistem tempel di wilayah Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. “Saya terpaksa melakukan ini (jual narkoba) karena banyak utang di rentenir,” tandas tersangka. (kmb38)
Lunasi Utang, Residivis Narkoba Kembali Jual Sabu-sabu
Bali Post/kmb38
TANGKAP - Satnarkoba Polres Buleleng menangkap seorang pengedar dan dua orang pemakai sabu-sabu. Singaraja (Bali Post) – Mengaku terdesak untuk melunasi utang di rentenir, Wayan Suriawan alias Balon (41) asal Kampung Baru, Singaraja, nekat menjual
narkoba jenis sabu-sabu (SS). Sayang, belum sempat melunasi semua utangnya itu, dia ditangkap polisi, Kamis (4/7) lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Tersangka
KEKACAUAN penyelenggaraan pemilu di Kabupaten Buleleng, April lalu, berujung pada sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Seluruh komisioner KPU Buleleng dan Sekretaris KPU Buleleng menjadi “pesakitan” dalam sidang DKPP di Kantor Bawaslu Provinsi Bali, Selasa (16/7) kemarin. Lima komisioner KPU Buleleng, yakni Komang Dudi Udhiyana, Nyoman Gede Carka Budaya, Gede Bandem Samudra, Gede Sutrawan, dan Made Sumertana serta Sekretaris KPU Buleleng Putu Aswina dipanggil sebagai teradu. Mereka dimintai keterangan dalam sidang DKPP yang dipimpin Rahmad Badjha sebagai ketua majelis pemeriksa, dengan anggota terdiri dari Ketut Rudia, Anak Agung Gede Raka Nakula, dan Udi Prayudi. Dari pengadu hadir jajaran Bawaslu Kabupaten Buleleng. Sidang DKPP ini berawal dari pengaduan yang dilakukan oleh Ketua Bawaslu Buleleng, Putu Sugi Ardana, dengan pengaduan nomor 148-P/LDKPP/V/2019 perkara nomor 144-PKE-DKPP/VI/2019. Dalam aduannya, pada intinya, ada empat poin yang menjadi persoalan. Salah sa-
Bali Post/dar
SIDANG - Suasana sidang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang diduga dilakukan Komisioner KPU dan Sekretaris KPU Buleleng. tunya, ketidakprofesionalan penyelenggara dalam pendistribusian perlengkapan pemungutan suara dan penghitungan suara pada Pileg 2019. Hal ini menyebabkan keterlambatan di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan. Kekacauan distribusi logistik Pemilu 2019 terjadi sehari sebelum pencoblosan 17 April 2019. Pendistribusian logistik belum tuntas. Dari sejumlah pengaduan yang disampaikan, Ketua KPU Buleleng tidak menampiknya dalam sidang DKPP. Menurut Ketua KPU Buleleng, teradu memang
benar dalam pendistribusian logistik 2019 terutama di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sawan terjadi keterlambatan dengan berbagai alasan. Sementara itu, dari sidang DKPP dengan agenda pemeriksaan pengadu dan teradu, guna menguak fakta-fakta pengaduan. Selanjutnya, DKPP akan melaksanakan rapat pleno di Jakarta untuk merumuskan keputusan yang akan dijatuhkan kepada para penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Buleleng, baik terhadap komisioner KPU Buleleng maupun sekretaris KPU Buleleng. (dar)
GIANYAR
Rabu Pon, 17 Juli 2019
9
Diguncang Gempa
Atap Gedung DPRD Gianyar Berjatuhan Gianyar (Bali Post) Sejumlah bagian atap gedung DPRD Gianyar jatuh berhamburan pascaditerjang gempa 6,0 SR, Selasa (16/7) kemarin. Tidak ada korban jiwa akibat insiden ini, namun reruntuhan genteng pada atap bangunan tersebut mengenai atap Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Gianyar yang berada di sebelah utara gedung dewan. Seorang pamangku yang bertugas di gedung dewan, Jro Mangku Egus Nedi mengaku melihat langsung kejadian tersebut. Kala itu ia sedang berada pada bale di timur palinggih kawasan kantor tersebut. “Waktu gempa banyak pegawai berhamburan keluar, tapi saya duduk saja di sini (bale di timur palingih - red). Tidak mau ambil risiko,” ujarnya. Saat gempa berlangsung, ia melihat bagian ukiran berbahan paras (murda) yang sebelumnya berada di atap Gedung DPRD Gianyar itu jatuh. Murda tersebut jatuh tepat menimpa atap bangunan Kantor Rutan Gianyar. Tidak hanya itu, hiasan atap di bagian selatan Gedung DPRD Gianyar itu juga berjatuhan. Sejumlah material nampak beserakan di bagian selatan gedung itu. Untungnya tidak ada korban luka atau jiwa dari kejadian itu. Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II B Gianyar I Nyoman Mudana mengatakan, kerusakan akibat reruntuhan dari gedung dewan itu tepat mengenai bangunan pengelolaan dan kamar mandi rutan tersebut. “Tidak ada berdampak ketahanan maupun ruang tahanan,” ujar pejabat asal Karangasem itu. Menurut Mudana, reruntuhan murda dari gedung dewan itu menyebabkan genteng rutan pecah dan plafon jebol. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Kantor Wilayah. Selasa siang kemarin, akhirnya dikerahkan napi yang memiliki keahlian untuk memperbaiki bangunan yang jebol tersebut. “Untungnya ada tahanan yang terlatih. Itu kita kerahkan untuk melakukan perbaikan,” katanya. Mudana menambahkan, situasi Rutan kini tergolong everload. Beberapa minggu lalu pihaknya memindahkan 11 napi ke Rutan Bangli. Meski begitu, tetap saja overload. Dari kapasitas 44 napi, Rutan Gianyar saat ini terisi 101 napi dan 64 tahanan. (kmb35)
Bali Post/kmb35
WANA KERTIH - Suasana nedunang Bhatara Sesuhunan di Pura Dalem Agung Padangtegal serangkaian upacara Wana Kertih, Selasa (16/7) kemarin.
Upacara Wana Kertih di Pura Dalem Agung Padangtegal
Seribuan Monyet Tak Berani Mengganggu
Bali Post/kmb35
MENGECEK - Kepala Rutan Gianyar I Nyoman Mudana saat mengecek perbaikan atap Rutan yang jebol pascagempa.
DESA Pakraman Padangtegal, Ubud menggelar upacara Wana Kertih sebagai rangkaian dari Karya Agung Sad Kertih pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) kemarin. Uniknya, selama rangkaian upacara nedunang Bhatara Sesuhunan di Pura Dalem Agung Padangtegal, seribuan monyet di Objek Wisata Monkey Forest itu nampak tenang, bahkan menjauh dari lokasi upacara. Bendesa Pakraman Padangtegal I Made Gandra menerangkan, upacara Wana Kertih yang digelar Selasa kemarin merupakan bagian
dari Karya Agung Sad Kertih. “Tujuan upacara Wana Kertih ini untuk mencapai keharmonisan alam khususnya di areal Monkey Forest,” katanya. Dalam rangkaian upacara Wana Kertih Selasa kemarin, dilaksanakan ritual nedunang Ida Bhatara Pura Dalem Agung Padangtegal menuju tempat upacara Wana Kertih, yang mengambil lokasi di simpang tiga Objek Wisata Monkey Forest. “Dalam prosesi itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga ikut mundut Ida Bhatara sasuhunan bersama Panglingsir
Puri Ubud dan Puri Peliatan,” ujarnya. Uniknya, selama prosesi ini satupun tidak ada diganggu oleh monyet. Padahal di pura yang berada di kawasan Objek Wisata Monkey Forest itu terdapat 1.058 ekor monyet. “Memang rutin setiap sasuhunan tedun ke pura, mulai turun ke pura pasti tidak ada monyet. Mereka menjauh,” katanya. Sepanjang radius mata memandang dari areal Pura Dalem Agung Padangtegal dan di lokasi uapcara Wana Kertih, tidak satu pun terlihat monyet di kawasan terse-
but. Termasuk di atas pepohonan yang kerap menjadi tempat para monyet bergelantungan. “Sebenarnya para monyet ini adalah panjak Ida Sesuhunan, sehingga saat Sesuhunan tedun (turun red) mungkin ada pengawal yang menghalau, sehingga monyet tidak ada datang ke pura. Di atas pohon pun tidak berani,” katanya. Melalui upacara Wana Kertih, kata Gandra, pihaknya berharap dapat menumbuhkan keharmonisan. “Harapan kita semoga Tuhan melimpahkan rahmat, kesuburan, kemakmuran, dan
kedamaian serta mengurangi hal yang tidak diinginkan. Upacara ini bertujuan untuk mewujudkan harmonisasi antara umat manusia dengan alam, dengan sesama manusia dan Tuhan,” tegasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi terselenggaranya Karya Agung Sad Kertih tersebut. “Ini juga merupakan pelaksanaan dari pada visi Pemerintah Provinsi Bali. Ini sesuatu yang sangat baik. Seharusya se-Bali begini, baru alam itu sehat sekala-niskala,” ujarnya. (kmb35)
sudah diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Termasuk pula di tengah pemerintah pusat sudah menerbitkan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Pemerintah Provinsi Bali sedang gencar-gencarnya melakukan upaya pelestarian dan penguatan terhadap nilai budaya Bali, di mana seni tari termasuk salah satunya. “PKB sudah ke-41 kali digelar dengan
harapan kehidupan berkesenian kita semakin sehat, kalau terjadi seperti ini kan ironis. Saya tahu diskusi ini tidak memberikan keputusan final, paling tidak mulai ada muncul pemikiran-pemikiran untuk menjaga pakem tari Bali ke depannya,” ujarnya. Dibia menyoroti tari Bali tersebut dengan banyaknya pakem-pakem yang diubah. Seperti menampilkan penari laki-laki yang tidak bisa menari, sengaja membuat gerakan lucu, merubah tata busana, mengganti hiasan kepala atau gelungan, hingga memasukkan aksi-aksi
konyol ke dalam sajiannya. Dikatakan, beberapa jenis tarian yang dirubah dominan tari penyambutan, seperti Panyembrama, Sekar Jagat, Puspanjali, Pendet dan tari Sisia. Bagi Dibia, sah-sah saja jika yang menarikan itu adalah laki-laki atau perempuan. Namun, gerak tari dan busana semestinya tidak jauh keluar dari pakem. “Jika mau luculucuan, sebaiknya ciptakan tari kreasi baru, dengan musik baru, gerakan baru, busana baru hasil karya sendiri. Jangan merusak karya ciptaan orang lain. Mereka susah payah men-
cipta, ketika melihat karyanya dirusak sudah pasti sangat kecewa,” katanya menyesalkan. Sementara itu pencipta tari Puspanjali dan Sekar Jagat, Ni Luh Nesa Swasthi Wijaya Bandem, mengaku prihatin ketika gelungan tari Sekar Jagat disalahgunakan untuk tari lain, bahkan hanya untuk sekadar lucu-lucuan. “Saya pikir mereka itu sesungguhnya menertawakan dirinya sendiri. Bahkan, melecehkan dirinya sendiri,” katanya. Sebagai pencipta, pihaknya merasa kecewa
karena dalam penciptaan karya seni tari melalui proses yang tidak mudah. Khususnya dalam menentukan gerak, kostum, iringan dan hal-hal terkait lainnya. “Seharusnya ciptaan itu tidak dirubah sedemikian rupa, ada etika dan moral yang perlu diperhatikan,” jelasnya. Menurut Swasthi Wijaya Bandem, tari Puspanjali dan Sekar Jagat ciptaannya sudah mendapat hak cipta, termasuk kostum dan gerak. “Jadi, bagi mereka yang merusak, sudah pasti melanggar hak cipta,” tegasnya. (kmb35)
Masyarakat dan Desa, sebelumnya Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Anak Agung Putri Ari sebagai Kadis Sosial, sebelumnya Kabag Kerjasama dan Tata Pemerintahan. Anak Agung Gde Putrawan kini Kadis Pariwisata, sebelumnya menjabat sebagai Camat Sukawati dan I Wayan Karya yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, kini menjabat sebagai Pj. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Gianyar. “Pengangkatan Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Gianyar sesuai dengan Keputusan Bupati Gianyar Nomor 821.2/1281/ BKPSDM,” katanya. Bupati Mahayastra usai pelantikan mengatakan, PNS yang kini menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama sudah memenuhi syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan pelatihan, rekam jejak jabatan dan integritas. Ia berharap pejabat yang dilantik bisa memenuhi tuntutan masyarakat yang semakin besar dan kompleks terhadap perkembangan pembangunan. “Pejabat yang telah dilantik memiliki tanggung jawab yang besar. Tunjukkan dan buktikan kemampuan kerja terbaik saudara,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Anak Agung Gde Agung Bharata akhirnya melangsungkan prosesi Madiksa di Merajan Puri Agung Gianyar pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) kemarin. Upacara itu dihadiri Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri. Bahkan, putri dari Proklamator RI itu mengikuti prosesi Masegeh Agung. Presiden kelima RI dengan nama lengkap Dr. Hj. Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri ini tiba di Puri Agung Gianyar sekitar pukul 11.00 Wita, Selasa kemarin. Turun dari mobil, ibu dari Muhamad Prananda Prabowo ini langsung mengikuti prosesi Masegeh Agung tersebut, dengan upakara-nya berupa banten peras ajuman. Selanjutnya, Megawati bersama rombongan disambut dengan tarian penyambutan Tari Panyembrahma, dan menuju merajan puri untuk menemui Anak Agung Gde Bharata yang sedang mengikuti upacara padiksan. Sementara Anak Agung Gde Agung Bharata menyempatkan diri sungkem di hadapan Megawati untuk memohon doa restu. Setelah itu, ia menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Megawati karena turut mendoakan kelancarannya menuju Bhagawan. Pamangku pemuput upacara Masegeh Agung, Jero Mangku Dewa Putu Raka menjelaskan, masegeh agung merupakan upacara yang diperuntukkan bagi seseorang
Praktisi Seni Soroti Pergeseran Pakem Tari Bali
Gianyar (Bali Post) -
Praktisi seni Prof. Dr. I Wayan Dibia menyoroti pergeseran sejumlah tari Bali dari pakem yang ada. Salah satunya adalah tari Gabor berkumis yang dipentaskan di salah satu daerah di Bali, beberapa waktu lalu. “Karena memang fenomena ini mencakup perubahan signifikan terhadap karya cipta yang sudah ada. Sehingga kita ingin bergerak cepat agar kasus ini bisa kita angkat,” tegasnya saat diskusi terbatas di Geoks, Desa Singa p a d u, Sela sa (16/7) kemarin. Hadir pula dalam diskusi itu Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Kun Adnyana, perwakilan Dinas Kebudayaan kabu-
paten/kota, Prof. Bandem beserta istri Ni Luh Nesa Swasthi Wijaya Bandem, Listibya, pemilik sanggar tari, serta pihak terkait. Menurut Dibia, pertunjukan tari Gabor berkumis yang diunggah pula di akun Youtube akan jadi bumerang dan berdampak negatif bagi seni budaya Bali. Terutama ketika Pesta Kesenian Bali (PKB) telah digelar untuk ke-41 kalinya dan tiga genre tari Bali
Sembilan Pejabat Hadiri ”Padiksan” Agung Bharata Megawati Ikuti Prosesi ”Masegeh Agung” Eselon II Dilantik
Bali Post/kmb35
PELANTIKAN - Suasana pelantikan pejabat baru yang dipimpin Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Selasa (16/7) kemarin. Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar I Made Mahayastra akhirya melakukan pengisian jabatan sembilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kosong, Selasa (16/7) kemarin. Pengisian ini dilakukan setelah para pejabat tersebut mengikuti seleksi yang digelar Tim Panita Seleksi (Pansel) sejak Juli 2019 ini. Tercatat ada sembilan pejabat eselon II yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Mahayastra. Di antaranya, I Gusti Ngurah Gede Suwastika kini menjabat sebagai Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, sebelumnya Sekdis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu. Ni Luh Gede Eka Suary sebagai Kadis Perindustrian dan Perdagangan, sebelumnya Sekdis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. Selanjutnya Ngakan Ketut Jati sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, sebelumnya Kabag Kesejahteraan Rakyat dan Bina Mental. I Wayan Sadra sebagai Kadis Pendidikan, sebelumnya Sekretaris Dinas Pendidikan Gianyar. I Ketut Pasek Lanang Sadia sebagai Inspektur Kabupaten Gianyar, sebelumnya Kabag Pemerintahan Setda Kabupaten Bangli. Dewa Ngakan Ngurah Adi sebagai Kadis Pemberdayaan
Bali Post/ist
MENEMUI - Mantan Bupati Gianyar atau yang kini menjadi abiseka Ida Bhagawan Blebar Gianyar saat menemui Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. agar diberikan keselamatan dalam mengikuti kegiatan yang bersifat sakral. Selain itu, masegeh agung juga sebagai upaya menetralisasi adanya gangguan secara niskala. Masegeh juga merupakan pemberian laban kepada bhuta. Sementara itu, Ida Nabe Pedanda Jelantik Wayahan Dauh menjelaskan, mantan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Agung Bharata merupakan nanaknya yang ketiga. Setelah selesai dilakukan prosesi padiksan dan ditetapkan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia
(PHDI) Gianyar, namanya akan resmi berubah menjadi abiseka Ida Bhagawan Blebar Gianyar. “Sementara sekarang hanya madwijati biasa, selanjutnya akan mengikuti proses belajar. Seperti landasan sastra yang saya gunakan yaitu tiga hari setelah upacara ini nangkil ke geria ngaturang jauman ke nabe,” ungkap Pedanda asal Geria Pratipa Manuaba, Desa Siangan, Gianyar tersebut. Ida Nabe menyampaikan, selama tiga hari tersebut nanak akan diberikan aga patra berupa manik puja maupun dana puja. Hal ini
bertujuan untuk mengasah ilmu dan sebagai pegangan ke depan menjalani kehidupan sebagai Bhagawan berupa doa dan pantangan-pantangan. “Sudah jelas pantangannya sebagai seorang wiku kita diikat oleh sesana pawikuan. Mulai dari berpikir, berkata, dan berbuat sesuatu itu harus manut dengan sesana. Sesana manut lungguh, lungguh manut sesana. Termasuk makanan, duduk, di mana sebaiknya duduk. Intinya untuk memperjuangkan kesucian,” tandasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Pon, 17 Juli 2019
SOSOK Utamakan UMKM RANGKAIAN HUT ke-124 Kota Negara tahun ini kembali digelar Pameran Industri dan Kerajinan (Inkra). Pada pameran kali ini diplot lebih menonjolkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). “Kita baru membuka pendaftaran mulai Senin kemarin, sampai akhir pekan ini. Sementara sudah ada 37 UMKM yang mendaftar,” ujar Kepala Dinas Koperindag, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Jembrana, I Komang Agus Adinata. Para pendaftar ini menurutnya merupakan dari UMKM yang sebagian besar merupakan pengerajin songket, endek, dan kuliner tradisional. Untuk tahun ini, Dinas membuka pendaftaran sebanyak-banyaknya namun lebih menonjolkan UMKM. Terkait tempat akan dikelompokkan semisal pengerajin kain, kuliner maupun lainnya. Dinas juga membuka ruang untuk UMKM luar Jembrana untuk mengikuti. Termasuk perwakilan UMKM dari sejumlah kabupaten/kota di Bali. Selain untuk UMKM, pameran juga mengalokasikan ruang untuk koperasi, BUMD, dan instansi pemerintah. Pihaknya berharap semua UMKM di Jembrana bisa ikut dalam pameran tahun ini. Khususnya yang berkaitan dengan kerajinan tradisional. Untuk lokasi, pihaknya memastikan pameran diadakan di areal parkir Pemkab Jembrana, seperti tahuntahun sebelumnya. Disamping UMKM kerajinan tradisional, Dinas juga membuka ruang bagi para pengusaha muda Jembrana khususnya clothing selama tiga hari di areal halaman Gedung Kesenian Bung Karno (GKBK) Jembrana. Di lokasi tersebut rencananya juga akan digelar festival kuliner khas Jembrana. (olo)
Catut Nama Caleg
Dua Terdakwa Disidangkan
Negara (Bali Post) – Dua terdakwa kasus penipuan pinjam uang mencatut nama calon anggota DPRD Kabupaten Jembrana disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (16/7) kemarin. Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jembrana, Gedion Ardana Reswari membacakan dakwaan untuk kedua terdakwa I Putu Adi Guna (44) dan I Kade Mardiana (40) dengan pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Keduanya terancam hukuman empat tahun penjara. Dalam dakwaan dengan ketua majelis hakim, Fakhrudin Said Ngaji juga dibeberkan modus kedua terdakwa menipu korban Ni Gusti Ayu Putu Ariani awalnya dengan menghubungi melalui telepon. Terdakwa mengaku sebagai I Dewa Putu Mertayasa atau Dewa Abri, caleg DPRD Jembrana dan meminjam sejumlah uang. Karena merasa yakin terdakwa merupakan
Dewa Abri, korban percaya dan meminjamkan uang bertahap. Hingga akhirnya total mencapai Rp 95,6 juta. Terdakwa I Gede Adi Guna mengaku kepepet lantaran dikejar tunggakan kredit motor. Ia selanjutnya menemui adik tirinya I Made Mardiana dan menghubungi korban Ni Gusti Ayu Putu Ariani. Terdakwa juga sempat mengaku sebagai tim sukses dari Dewa Abri. Total pinjaman senilai Rp 95 juta lebih itu dilakukan bertahap mulai antara Rp 1 juta hingga Rp 5 juta, bahkan sampai Rp 20 juta. Kasus ini akhirnya terungkap setelah korban menemui langsung Dewa Abri yang dicatut namanya, bermaksud meminta bunga uang pinjaman. Di sana terungkap bahwa Dewa Abri tidak pernah meminjam uang atau menyuruh tim sukses meminjam uang pada korban. Akhirnya keduanya dibekuk polisi dan berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Jembrana. (kmb26)
RUSAK - Salah satu bangunan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi kemarin.
Bali Post/olo
Gempa, Siswa SD Dipulangkan Lebih Awal Negara (Bali Post) Sejumlah Sekolah Dasar (SD) di Jembrana terpaksa mengambil kebijakan memulangkan para siswa pascagempa yang dampaknya terasa sampai di Jembrana, Selasa (16/7) kemarin. Seperti di wilayah Kota Negara di Kelurahan Lelateng dan sekitarnya, sejumlah orangtua siswa mendatangi sekolah dan panik pascagempa mengguncang. Mereka datang ke sekolah memastikan kondisi anak mereka selamat. Lantaran khawatir, banyak orangtua siswa yang memohon kepada sekolah agar para siswa dipulangkan lebih awal. Orangtua khawatir terjadi gempa susulan dan terjadi apa-apa dengan siswanya. “Para ortu meminta agar anak mereka dipulangkan. Terutama yang baru masuk,” ujar salah seorang
guru ditemui, Selasa (16/7) kemarin. Akhirnya sejumlah sekolah memutuskan untuk memulangkan semua siswa. Sementara sejumlah sekolah juga mengalami dampak terutama di wilayah desa pesisir (dekat pantai). Seperti di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, sejumlah ban-
gunan sekolah mengalami kerusakan. Di antaranya di SD 1 Yeh Sumbul dan SMP 5 Mendoyo di Yeh Sumbul. Dari informasi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, kerusakan di SD 1 Yeh Sumbul di antaranya di bagian plafon ruang belajar yang berjatuhan. Selain di ruang
kelas 3 dan kelas 5, genteng juga berjatuhan di ruangan kantor SD. Sementara di SMPN 5 Mendoyo mengalami retak di bagian tembok sekolah. Di antaranya di ruangan kantor dan ruangan laboratorium IPA. Sejumlah siswa juga sempat panik ketika terjadi gempa sehingga mengalami luka-luka. Seperti yang dialami I Ketut Semadi Yoga Yasa mengalami lecet. Bahkan seorang siswi Ni Komang Ariani sempat pingsan karena panik. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP. men-
gatakan, dari penyisiran dan pendataan yang dilakukan BPBD Jembrana ada beberapa bangunan baik sekolah maupun rumah yang mengalami kerusakan. “Untuk sekolah SD 1 Yeh Sumbul dan SMP 5 Mendoyo terkena dampak. Selain itu juga ada satu unit rumah yang terkena dampak, di Banjar Kemoning, Desa Manistutu,” terang Eko Susila. Namun secara keseluruhan tidak ada korban jiwa akibat gempa bumi tersebut. Di Desa Manistutu, rumah milik I Gede Pasek Wiasa (40) mengalami roboh pada bagian kamar tidur. (kmb26)
Bangunan SDN 2 Lelateng
Rawan Ambruk, Beberapa Ruang Kelas Dikosongkan
Bali Post/olo
RUSAK - Salah satu ruangan kelas yang bagian atapnya jebol akibat rusaknya atap dari kap baja di SDN 2 Lelateng.
Negara (Bali Post) – Sejak beberapa bulan ini, aktivitas belajar mengajar di SDN 2 Lelateng, Kecamatan Negara mengalami kendala. Salah satu bangunan ruang kelas untuk kelas IV hingga VI terpaksa dikosongkan lantaran rawan roboh. Bagian atap berbahan kap baja mulai keropos hingga beberapa genteng jatuh dan menimpa plafon. Siswa kelas IV hingga kelas VI akhirnya dipindahkan ke bangunan yang lainnya di dalam areal sekolah.
Sekolah juga terpaksa menerapkan shift pagi dan siang untuk siswa dengan kondisi tersebut. Sebelumnya di bangunan lainnya yang saat ini sudah dibongkar, juga mengalami kerusakan yang sama. Bahkan tanpa ada hujan angin, tiba-tiba bangunan tiga kelas di sisi timur itu ambruk. Rencananya tahun ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan bangunan baru untuk rombel. SD dengan luas areal lahan hampir setengah hektar ini
kini mengandalkan bangunan lain seperti aula pertemuan untuk ruang belajar. Di sekolah ini sejatinya merupakan sekolah inti untuk sejumlah kegiatan rapat koordinasi. Namun dikarenakan kondisi dua bangunan sudah tidak bisa digunakan, maka terpaksa memanfaatkan bangunan yang lain. Meskipun demikian, para siswa yang sebagian besar dari sekitar Lelateng ini semangat masuk sekolah. Sekolah juga terpaksa mengurangi jumlah siswa dari sebelumnya dalam satu
jenjang kelas bisa sampai dua rombel, kini hanya satu kelas. “Sudah sejak beberapa bulan ini, daripada risiko pada anak-anak. Karena sudah begini kondisi bangunannya,” terang Kepala SD Negeri 2 Lelateng, Nengah Edi. Dari pemerintah daerah menurutnya sudah mengalokasikan bantuan untuk pembangunan bangunan yang sempat roboh beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk bangunan di sisi Selatan yang saat ini dikosongkan direncana-
kan direhab bagian atapnya pada 2020. Dari informasi bangunan yang saat ini dikosongkan tersebut merupakan bangunan lama. Sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1950-an ini, beberapa kali dilakukan perehaban. Terakhir dilakukan sekitar tahun 2008 untuk penggantian kap atap dari semula kayu menggunakan baja. Tetapi setelah berjalan 10 tahun, kap baja itu sudah mulai keropos dan mengakibatkan genteng berjatuhan. (kmb26)
Desa Nusasari ”Pilot Project” Program Gardu Sinanda DESA Nusasari Kecamatan Melaya menjadi pilot project Gerakan Terpadu Partisipasi Forum Anak Daerah (Gardu Sinanda). Dihadapan ratusan anak-anak-anak desa setempat, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Jembrana, Selasa (16/7) melauncing Gardu Sinanda yang disaksikan oleh para Camat se-Kabupaten Jembrana, Perbekel, Bendesa Pakraman seKecamatan Melaya dan para tokoh masyarakat Desa Nusasari. Perbekel Desa Nusasari I Wayan Ardana di sela-sela acara mengatakan, Gardu Sinanda merupakan program inovasi dari pemerintah Ka-
bupaten Jembrana yang dikoordinir oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana. “Dengan di-launcingnya Gerbang Sinanda ini kita harapkan komunikasi terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak akan lebih terjembatani,“ ujarnya. Sementara Camat Melaya dalam sambutannya yang dibacakan Sekcam I Gede Arianta mengatakan, dalam upaya pemenuhan hak anak sesuai dengan strategi, salah satunya indikator di kecamatan di desa/ kelurahan layak adanya Forum Anak. “Forum ini merupakan organisasi anak yang dibina oleh pemerintah RI melalui Kementerian Pember-
dayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Ini untuk menjembatani komunikasi dan interaksi antara pemerintah dan anak-anak di seluruh Indonesia, “terangnya. Dengan terbentuknya Gardu Sinanda, kata Camat I Putu Gde Oka Santika dalam sambutannya juga menegaskan, ke depan dapat meningkatkan partisipasi anak-anak dalam pembangunan dalam memenuhi hak-hak anak. “Kita harapkan anak-anak dapat terhindarkan dari kekerasan pada anak, seperti pelecehan seksua, bullying, perdagangan anak, nikah dini, HIV/AIDS dan menjadi generasi berkualitas,” pungkasnya. (ad611)
GARDU SINANDA – Peresmian Gardu Sinanda di Desa Nusasari kemarin disaksikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Camat seJembrana.
Karangasem
Rabu Pon, 17 Juli 2019
11
45 Anggota DPRD Karangasem bakal Terima Uang Purnabakti Amlapura(Bali Post) juta,” ucap Ardika. Sebanyak 45 anggota Dia menjelaskan, total DPRD Karangasem yang jumlah anggaran yang diperbakal diganti oleh anggota siapkan untuk pemberian dewan terpilih bakal menda- tunjangan purnabakti Rp patkan uang purnabakti. 516 juta. Serta ditambah Sesuai dengan aturan, uang untuk empat orang pimpipurnabakti yang akan diberi- nan yang gaji pokoknya Rp kan enam kali gaji pokok. 2,4 juta Rp 57,6 juta. Jadi, Sekretaris Dewan (Se- total keseluruhan anggaran kwan) I Wayan Ardika, Se- yang disiapkan mencapai Rp lasa (16/7) kemarin men- 573.600.000. gatakan, untuk pemberian “Tunjangan purnabakti tunjangan purnabakti bagi akan dibayarkan paling lamanggota telah diatur melalui bat September mendatang. Peraturan Pemerintah (PP) Karena anggarannya sudah nomor 12 tahun 2018, ten- disiapkan pada APBD induk tang Pedoman Penyusunan 2019,” tandasnya. Tata Tertib yang di dalamnya (kmb41) berisi hak-hak keuangan anggota. “Pemberian tunjangan purnabakti secara penuh diberikan jika menjalankan masa tugas selama lima tahun. Jika tidak, pemberian tunjangan purnabakti disesuaikan selama jabatannya,” ujar Ardika. Dia menambahkan, anggaran tunjangan purnabakti untuk 45 anggota DPRD Karangasem periode 2014-2019 dipersiapkan melalui APBD Induk 2019. Kata Sekwan, uang purnabakti yang bakal diterima masing-masing anggota yakni sebanyak enam kali gaji pokok. “Untuk gaji pokok anggota DPRD Karangasem nilainya sekitar Rp 2,1 juta. Sementara untuk pimpinan Rp 2,4 juta. Kalau dihitung setelah dipotong pajak mereka Bali Post/kmb41 mendapatI Wayan Ardika kan Rp 9
Didiagnosis Gangguan Saluran Empedu
Ortu Bayi 8 Bulan Diminta Sediakan Dana Rp 2 Miliar NASIB malang dialami I Gede Dipa Adnyana. Bayi delapan bulan asal Dusun Singar, Desa Nongan, Rendang, Karangasem tersebut didiagnosis menderita gangguan saluran empedu yang dapat merusak sel hati. Untuk pengobatannya, dokter meminta orangtua (ortu) bayi menyiapkan dana Rp 2 miliar. Orangtua Adnyana, I Gede Putu Wirawan didampingi istrinya Ni Ketut Sudiani, saat ditemui di rumahnya, Selasa (16/7) kemarin, menuturkan, perut anaknya semakin membesar ketika menginjak usia tiga bulan. Kata dia, gejala awalnya kulit Adnyana kekuning-kuningan. Selanjutnya, perutnya terus membesar dan keras. “Kalau siang perut anak saya lembek, kalau malam hari agak keras,” tuturnya. Wirawan menambahkan, pihaknya sudah sempat membawa anaknya ke dokter untuk berobat. Yakni ke RSUP Sanglah Denpasar. Kata dia, dokter meminta dirinya supaya menyiapkan uang Rp 2 miliar untuk pengobatan anaknya. Kata dia, dana sebesar itu untuk tindakan transplantasi hati dan mem-
buat saluran empedu baru. “Saya diminta menyiapkan uang sebesar itu oleh dokter,” ujarnya. Menurut Wirawan, dirinya belum bisa menyiapkan uang sebesar itu. Dia sempat berharap bisa ditanggung JKNKIS. Tapi, JKN-KIS tidak bisa menanggung semua pengobatan itu. Pasalnya, JKNKIS hanya bisa menanggung Rp 800 juta. “Itu baru dokter yang bilang seperti itu. Saya belum sempat berkonsultasi dengan BPJS Kesehatan,” cerita dia. Dia menjelaskan, sebelumnya anaknya sempat menjalani perawatan sepekan di RSUP Sanglah, namun diajak pulang pada 29 Juni lalu. Saat ini, anaknya hanya menjalani rawat jalan mencari obat di RSUD Klungkung. Jelas Wirawan, dia juga sempat mengajak anaknya berobat ke balian (orang pintar - red) agar anaknya bisa sembuh, tapi balian bilang sakit yang diderita anaknya murni sakit medis dan bukan nonmedis. “Saya ajak anak saya berobat ke enam balian di sejumlah kabupaten. Dan semuanya bilang tidak ada penyakit nonmedis,” tandas Wirawan. (nan)
Bali Post/kmb41
RAWAT - Korban penganiayaan I Nyoman Sengod saat mendapatkan perawatan dari tim medis di RSUP Sanglah. Korban terpaksa dibawa pulang ke rumahnya karena tidak memiliki uang untuk biaya operasi yang mencapai Rp 150 juta.
Biaya Operasi hingga Rp 150 Juta Korban Penganiayaan Pulang Paksa
Amlapura (Bali Post) Apes menimpa korban penganiayaan Nyoman Sengod (43) asal Banjar Bau Kawan Desa Nawa Kerti Abang, Karangasem. Walau dalam kondisi patah tulang dan kritis saat dilarikan ke RS Bali Mandara, lanjut dikirim ke RS Sanglah, Sengod mesti balik ke rumahnya karena tidak punya biasa operasi. Korban yang dianiaya kerabatnya I Wayan Giri hingga Selasa (16/7) kemarin, belum dilakukan tindakan operasi. Satu hal yang menjadi alasan adalah keluarga korban tidak memiliki uang untuk biaya operasi yang sangat besar. Yakni mencapai Rp 150 juta. Tak pelak, korban dibawa pulang paksa oleh pihak keluarga karena belum sanggup membayar biaya operasi sebesar itu. Korban sendiri tergolong keluarga yang kurang mampu. Kesehariannya, untuk makan, dia masih harus kerja banting tulang. Apalagi is-
trinya dalam kondisi cacat. Informasi yang dihimpun, awalnya korban dibawa ke RSUD Karangasem. Namun, dari pihak RSUD Karangasem merujuk ke RS Bali Mandara. Oleh kerabatnya, korban dibawa ke RS Bali Mandara. Dengan harapan awal menggunakan BPJS. Namun, sampai di sana BPJS tidak diperbolehkan bagi pasien korban penganiayaan berat. Alhasil, keluarga harus kembali memutar otak. Akhirnya, sehari
di RS Bali Mandara, Minggu (14/7) sore, korban dibawa ke RS Sanglah. Setibanya di RS Sanglah, korban hanya dirawat seadanya. Karena petugas kesehatan di sana selalu menanyakan kesiapan, tentang siapa yang menanggung biaya medisnya. Yakni, jika sampai operasi harus menyiapkan uang Rp 150 juta. Atas kondisi itu, pihak keluarga hanya bisa pasrah. Karena tingginya biaya operasi, maka korban
dibawa paksa pulang ke rumahnya dengan kondisi kritis. Jika melihat kondisi korban, seharusnya sudah diambil tindakan operasi karena mengalami luka parah di bagian kepala, hidung patah, dan kaki kirinya patah. Keluarga korban, Ni Ketut Sari, Selasa (16/7) kemarin, mengungkapkan, karena tidak ada biaya operasi yang sangat besar, akhirnya Sengod dibawa pulang paksa ke rumahnya. “Kini sudah berada di rumah di Banjar Dinas Bau Kawan, Lingkungan Kelencing. Intinya, tidak ada biaya untuk operasi. Mau pakai KIS atau BPJS tidak bisa. Terus mau bagaimana lagi. Sebenarnya, memang harus operasi. Tapi
lagi-lagi terkendala biaya,” jelas keluarga korban. Sari berharap, pihaknya mendapatkan bantuan atau ada donatur untuk keluarganya. Termasuk berharap bantuan dari pemerintah. Karena korban membutuhkan biaya yang cukup banyak agar bisa dioperasi akibat luka yang dialaminya. Yang paling parah adalah patah kaki dan tulang hidung, bagian kepala juga luka. “Terpaksa kita rawat di rumah saja dulu. Kalau ada uang nanti, mungkin akan dibawa ke RSUD Karangasem. Untuk sekarang ini, kalau dari perawatan medis belum ada biaya. Bantuan sangat saya harapkan untuk biaya operasi,” tandas Sari. (kmb41)
Diguncang Gempa 5,8 SR
Nihil Kerusakan, Warga Panik dan Selamatkan Diri Amlapura (Bali Post) Gempa bumi berkekuatan 5,8 SR mengguncang wilayah Karangasem, Selasa (16/7) kemarin. Gempa tersebut membuat masyarakat yang berada di dalam rumah berhamburan ke luar karena takut. Berdasarkan pantauan kemarin, warga Karangasem yang berada di dalam rumah terlihat lari berhamburan. Mereka takut bangunan akan roboh. Tidak hanya warga, anan-anak sekolah, pegawai rumah sakit, penunggu pasien maupun yang berobat, serta pegawai di pemerintahan Kabupaten Karangasem juga ikut berlari ke luar gedung menyelamatkan diri. “Gempanya keras sekali. Saya merasakan tiga kali gempa, sehingga saya lari ke luar gedung. Gedung DPRD Karangasem juga bergoyang. Semuanya lari menuju halaman kantor DPRD untuk menyelamatkan diri. Saya takut gedung roboh,” ujar Mirah. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, mengungkapkan, pascaterjadinya gempa berkekuatan 5,8 SR, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan kepala wilayah di masing-masing kecamatan untuk memastikan kondisi wilayah tersebut. BPBD ingin memastikan apakah ada dampak kerusakan akibat guncangan gempa tersebut. “Setelah berkomuniaksi dengan kepala wilayah, tidak ditemukan adanya kerusakan akibat gempa yang terjadi. Semuanya masih aman dari kerusakan. Dan saat ini masyarakat sudah kembali menjalankan aktivitas seperti biasa,” ujar Arimbawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PANIK - Pegawai DPRD panik dan lari ke luar gedung untuk menyelamatkan diri akibat guncangan gempa yang cukup keras.
SDN 7 Tianyar Hanya Dapat Tiga Siswa Bali Post/nan
BESAR - Kondisi perut I Gede Dipa Adnyana terlihat semakin membesar.
Amlapura (Bali Post) Salah satu SD Negeri di wilayah Kubu, Karangasem, masih ada yang minim peminat. Seperti yang dialami SDN 7 Tianyar. Sekolah tersebut hanya mendapatkan tiga peserta didik baru. Kepala SDN 7 Tianyar I Nengah Manis Susila, Selasa
(16/7) kemarin, mengungkapkan, sekolahnya memang kesulitan mendapatkan siswa baru sejak setahun yang lalu. Kata dia, sedikitnya sekolah mendapatkan siswa lantaran jumlah penduduk di Tinyar tidak terlalu banyak. Selain itu juga akibat jarak sekolah berdekatan antara sekolah
satu dengan yang lain. “Tahun lalu sama sekali tidak mendapatkan siswa baru. Dan tahun ini hanya dapat tiga siswa,” ujarnya. Susila menambahkan, pihak sekolah sejatinya sudah berusaha agar bisa mendapatkan peserta didik baru, dengan cara melakukan
koordinasi ke klian, tokoh masyarakat termasuk UPT. Tapi, tetap saja masih minim ada siswa yang mendaftar. “Kendati sedikit mendapat siswa baru, kami tetap bersyukur. Ketimbang tahun lalu sama sekali tidak ada siswa yang mendaftar,” katanya.
Lebih lanjut dikatakan, untuk ke depannya, dia tetap bakal berjuang agar bisa mendapatkan siswa lebih banyak lagi. “Kami akan terus berjuang semamksimal mungkin agar pada tahun mendatang, siswa yang mendaftar lebih banyak lagi,” harap Susila. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Rabu Pon, 17 Juli 2019
SOSOK Wujudkan Pelayanan Prima PERSOALAN pelayanan kembali menjadi sorotan. Apalagi, satelah Pemkab Klungkung berencana mendirikan MPP (Mall Pelayanan Publik) dengan rencana anggaran awal Rp 31 miliar. Sejumlah pihak menilai pendirian MPP dirasakan belum perlu, karena gedung yang ada dirasakan masih memadai. ‘’Masalahnya bukan pada gedungnya, tetapi sistem pelayanannya. Biar kantornya kecil, tetapi pelayanannya harus prima. Jadi, yang prinsip adalah membenahi sistem pelayanannya, bukan gedungnya. Apalagi dengan kondisi daerah seperti sekarang,’’ kata politisi PDI-P Sang Nyoman Putrayasa, Senin (15/7). Dia mencontohkan, misalnya dalam pelayanan perizinan, kalau sebuah objek tower yang dibangun memang tanpa izin, apalagi melanggar ketentuan, tidak hanya disegel, tetapi langsung dicabut saja. ‘’Kalau sudah melanggar, tetapi malah disegel dan disuruh ngurus izin lagi, kan sudah tidak mungkin. Ini menimbulkan kesan ada main mata,’’ ujar politisi dapil Kecamatan Banjarangkan ini. Demikian juga pada saat masyarakat sedang mengurus izin, masyarakat tentu agar terlayani dengan baik, apa yang kurang dan perlu dilengkapi, agar segera disampaikan secara gambling, sehingga yang mengajukan mudah melengkapinya. Bahkan, objek yang tidak berizin segera dikoordinasikan dengan OPD terkait, sehingga ke depan ketika sudah mengantongi izin, bisa dipunguti pajak secara legal. ‘’Saya sepakat dengan yang disampaikan bapak Bupati, bahwa pelayanan Kantor Perizinan saat ini adalah yang terjelek. Maka sistem pelayanannya yang harus diperbaiki, bukan memaksakan bikin gedung baru,’’ tegasnya. (gik)
2020, Seluruh Akses Jalan Nusa Penida Ditangani APBN Semarapura (Bali Post) Kemajuan pariwisata Nusa Penida belum dibarengi dengan penyediaan infrastruktur jalan yang memadai. Pemerintah daerah tak ingin menunggu lama harus membuat jalan yang bagus dulu, sebelum promosi pariwisata. Tetapi seyogianya bisa berjalan berkesinambungan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menuntaskan penanganan akses jalan. Bahkan, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyampaikan tahun 2020, seluruh masalah akses jalan di Nusa Penida akan ditangani APBN guna mempercepat realisasinya agar sejalan dengan upaya pembangunan pariwisata. Sebagai antisipasi dari rencana besar ini, Bupati Suwirta, Selasa (16/7) kemarin, bahkan sudah meminta OPD terkait untuk segera bersurat kepada seluruh desa yang isinya, agar mau merelakan tanahnya sekitar satu sampai dua meter untuk kepentingan pelebaran akses jalan nanti. Tujuannya, akses jalan menjadi lebih lebar dan nyaman bagi para wisatawan saat berkunjung. “Tahun 2020, seluruh akses jalan di Nusa Penida astungkara dapat ditangani APBN. Semua sudah kami usulkan. Termasuk ada 12 km jalan menuju objek wisata yang berstatus jalan desa, juga diusulkan ke Kementerian. Warga yang punya tanah di pinggir jalan, nanti agar mau merelakan untuk kepentingan pelebaran jalan,” tegasnya. Selain berupaya merebut program pusat untuk perbaikan akses jalan, Pemkab Klungkung, kata Bupati Suwirta, juga sedang berupaya menyelesaikan status Kepulauan Nusa Penida, agar berstatus aset nasional. Sebab, Kepulauan Nusa Penida dengan berbagai predikat nasional, bahkan ada keputusan bersama tiga menteri, tetapi anehnya Nusa Penida belum termasuk sebagai aset nasional. Ini sebagai jawaban atas sorotan lembaga dewan atas kerusakan akses jalan di setiap sudut Nusa Penida yang sudah berlangsung lama. Seperti yang diutarakan politisi PDI-P dapil Nusa Penida Ketut Suwerni, Selasa (16/7) kemarin. Dia menegaskan, perbaikan akses jalan sebagai sesuatu yang paling urgen saat ini bagi Nusa Penida. Sebab, ketika kunjungan wisatawan kian ramai, akses jalan memberi kesan buruk bagi wisatawan. Dia meminta Pemkab Klungkung serius mengurus penuntasan akses jalan, ketimbang program lain yang menelan dana hingga puluhan miliar. “Daripada bikin Mall Pelayanan Publik, habis anggaran sampai Rp 60 miliar, lebih baik prioritaskan pembangunan akses jalan dulu,” katanya. Rusaknya akses jalan membuat dampak negatif bagi pariwisata Nusa Penida. Seperti ada sejumlah wisatawan harus mengalami kecelakaan hingga luka-luka. Ada pula dampak kemacetan yang paling terasa, hingga menimbulkan komplain banyak wisatawan. “Jangan sampai karena akses jalan jelek, wisatawan kapok datang ke Nusa Penida. Ini juga membuat upaya promosi pariwisata malah menjadi sia-sia,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/gik
JALAN - Salah satu akses jalan di Kepulauan Nusa Penida.
GALIAN - Pintu masuk eks galian C Gunaksa saat ini masih dipasangi portal untuk membatasi kendaraan keluar-masuk.
Bali Post/gik
Hambat Proses PTSL
Bupati Target Tuntaskan Tapal Batas Tiga Desa Semarapura (Bali Post) Persoalan tapal batas tiga desa yang mewilayahi eks galian C yakni Desa Gunaksa, Kusamba, dan Sampalan Klod, sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun, hingga kini persoalan itu belum juga tuntas. Menyikapi persoalan tersebut, Pemkab Klungkung menargetkan segera menuntaskan persoalan itu tahun ini. Sebab, belum jelasnya tapal batas ketiga desa dikatakan mengganggu proses penyertifikatan lahan eks galian C. Bupati Suwirta, Senin (15/7) lalu menegaskan, lahan masyarakat di eks galian C harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat. Untuk hal ini tidak menjadi kewenangan pemerintah daerah untuk menerbitkannya. Tetapi, pemerintah pusat melalui BPN telah meluncurkan program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap). Program ini diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin
memastikan kepemilikan tanahnya di eks galian C. Penyertifikatan tanah ini gratis, sehingga dengan sertifikat, tanah memiliki kapasitas hukum yang jelas. ‘’Karena sudah kelihatan ngotot-ngototan, saya tidak mau sampai ada pertumpahan darah. Batas ketiga desa harus diselesaikan dulu. Kalau ini tidak selesai, maka proses PTSL di eks galian C juga tidak akan selesai,’’ kata Bupati Suwirta.
Tidak hanya itu, bila proses PTSL ini juga tak kunjung tuntas, berbagai rencana yang sudah disiapkan untuk memberdayakan kembali eks galian C ini, seperti rencana membangun pusat kebudayaan Bali di sana, juga bisa terganjal. Itulah sebabnya, Bupati Suwirta menginginkan agar proses penyelesaian tapal batas ketiga desa ini bisa segera dapat dilakukan. Bupati Suwirta mengaku
baru menerima masukan dari jajarannya, bahwa ada regulasi yang mengatur tentang kewenangan bupati terhadap penyelesaian tapal batas. Regulasi itu berupa Permendagri Nomor 46 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa. ‘’Saya baru diberi masukan bahwa Bupati punya wewenang yang diatur dalam Permendagri. Kalau ini saya ketahui dari dulu, pasti sudah saya selesaikan sejak awal,’’ jelasnya. Penyelesaian masalah tapal batas ini, tidak hanya dilakukan pada ketiga desa di atas. Upaya serupa juga akan dilakukan terhadap desa lainnya di Kecamatan Nusa Penida, seperti di Desa
Sakti dan Toya Pakeh, yang juga sudah lama digantung. Permasalahan ini sebelumnya sempat mengemuka dalam pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Perda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Klungkung TA 2018. Khususnya dari Fraksi Partai Persatuan Nasional. Sehingga penegasan terhadap upaya penyelesaiannya ini disampaikan kembali oleh Bupati Suwirta saat memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi tersebut. Ini juga kembali ditegaskan saat rapat gabungan eksekuif dan legislatif, bahwa upaya PTSL itu saat ini dikatakan masih berproses. (kmb31)
Lolos Top 99 Inovasi Pelayanan Publik
Bupati Suwirta Presentasikan Program KRIS 118 Menuju Top 45 PROGRAM inovatif Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali masuk dalam “99 Top Inovasi Pelayanan Publik” Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi. Setelah program TOSS dan Bima Juara pada tahun 2018, kini program Kring Sehat (KRIS) 118 lolos 99 besar Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019. Maka pada hari Selasa (16/7) kemarin, program yang telah berjalan sejak 5 April 2016 ini dipresentasikan oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan diuji di hadapan 8 orang panelis untuk bisa lolos ke 45 besar. Para panelis yang berasal dari akademisi, profesional dan praktisi, di antaranya Siti Zuhro (peneliti LIPI), J.B. Kristiadi (Ketua Tim Reformasi Birokrasi Nasional), Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Dadan Suparjo Suharmawija (Komisioner Ombudsman RI), Nurjaman Mochtar (Jurnalis), Suryo Pratomo (Jurnalis), Wawan Sobari (dosen FISIP Unibraw)
serta Imam Prasodjo (dosen FISIP UI). Bertempat di Ruang Rapat Sriwijaya I Kementerian PAN-RB, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas dr. Adi Swapatni dan Kabid Pelayanan Kesehatan dr. I Komang Gede Sentanu Wibawa memaparkan Kring
Sehat atau KRIS selama 10 menit. Dimulai dari latar belakang dicetuskannya program KRIS hingga pengembangan program ke depan dengan pembentukan ambulans laut yang akan segera direalisasikan. Menurut Bupati Suwirta, program KRIS telah melayani seluruh kecamatan
KRIS - Bupati Suwirta saat memaparkan program KRIS di hadapan para panelis, setelah masuk dalam Top 99 menuju Top 45.
melalui puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung dengan metode telepon atau call center (118/0366 118). Ini merupakan program pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, sebagai bagian dari aksi Gema Santi Pemkab Klungkung. Dengan KRIS ini, pemberian pertolongan pada keadaan darurat bisa lebih cepat dilakukan. Pada sesi II yakni sesi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit, salah seorang panelis, Suryo Pratomo mempertanyakan kecepatan kedatangan tim medis jika terjadi keadaan darurat. Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Suwirta meyakinkan bahwa dengan call center 118 layanan kesehatan darurat akan cepat sampai. Mengingat layanan ini sudah mencakup di seluruh kecamatan dengan memanfaatkan puskesmas terdekat dari lokasi kejadian. Sementara itu, panelis lainnya, J.B. Kristiadi memberi masukan supaya pemang-
gilan layanan darurat bisa dilakukan melalui aplikasi smartphone. Yaitu dengan mengintegrasikan seluruh aplikasi yang dimiliki Pemkab Klungkung menjadi satu dan menambahkan sebuah tombol darurat/panic button di dalamnya. Dengan panic button tersebut, otomatis memberikan layanan darurat seperti kepolisian, ambulans, damkar dan layanan darurat lainnya. Menanggapi saran tersebut, Bupati Suwirta mengaku akan terus mengembangkan program KRIS sehingga bisa benar-benar memudahkan masyarakat untuk mendapatkan layanan darurat. Setelah melakukan pemaparan dan pengujian program oleh panelis, Bupati Suwirta selanjutnya melakukan penandatanganan sebuah spanduk yang berisi 99 program inovatif yang telah lolos Top 99. Program KRIS berhasil lolos Top 99 setelah sebelumnya bersaing dengan ribuan program lainnya dari seluruh Indonesia. (ad610)
Diarsa Derita Tumor di Wajah BENJOLAN besar menutupi wajah Nyoman Diasa (54). Warga Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan ini, divonis menderita tumor. Kondisi tersebut membuatnya sangat terganggu. Berbagai upaya sudah dilakukan, baik pengobatan medis maupun nonmedis. Tetapi, tumor tersebut tetap tak bisa tertangani. Malah benjolan tumor itu semakin membesar. Mengenakan baju kotak-kotak dan celana pendek, Diarsa berkisah soal upayanya keluar dari masalah tumor di wajah yang sangat mengganggunya itu. Dia mengaku belakangan kian khawatir, karena tumor itu kian hari kian membesar. Saat ditemui Selasa (16/7) kemarin, ukurannya sudah mencapai panjang 8 cm dan diameternya sekitar 5 cm. Bersama Bidan Puskesmas Dawan I, Putu Ratna Timor, Diarsa pertama alami tumor pada bagian pipi sejak tahun 2015. Saat itu, tumor itu perlahan membesar. Dari awalnya hanya seperti jerawat, terus membesar hingga sebesar telur bebek. Saat itu, awalnya tidak ada keluhan sakit apa pun. Namun, tumor itu sangat menganggu. Sehingga hanya dilakukan rawat rumah. Na-
mun, ukuran tumornya makin lama makin membesar. Sehingga, sepakat dirawat di RSUD Klungkung. Setelah dua tahun mendapat perawatan, Diarsa lantas memutuskan untuk menjalani operasi di RSUP Sanglah, tahun 2017. “Pasca-operasi, tiga bulan berikutnya dinyatakan sembuh. Tetapi, saat memasuki awal tahun 2018, tumornya malah muncul lagi,” kata Diarsa. Sejak saat itu, dia mengaku tidak konsultasi lagi. Akibatnya, tumor tersebut semakin membesar. Kondisi itu tetap mendapat perhatian khusus dari petugas puskesmas. Pihak puskesmas kemudian merujuknya ke RSUD Klungkung, sekitar dua minggu lalu. “Ini termasuk tumor wajah, atau Dermato Fibro Saroum. Bukan termasuk tumor ganas, tetapi tumor sedang. Empat minggu lagi, Diarsa sudah dijawalkan operasi lagi,” jelas Bidan Ratna. Diarsa menambahkan, selain menempuh jalur medis, dia juga sudah beberapa kali mencoba pengobatan alternatif nonmedis. Dia sudah dua kali mendapat mendapat pengobatan dari dukun berupa minyak kelapa. Tetapi obat nonmedis juga tidak kunjung membuat tumornya
mengecil. Tetapi, tumornya itu justru terus membesar. “Sekitar sebulan lalu, sempat juga ke RSUP Sanglah lagi. Karena tumornya mulai mengeluarkan darah. Tetapi, saat itu penanganannya hanya dibersihkan,” ujarnya seraya mengeluh sering kesemutan di sekitar tumor, karena tumor itu mulai menutupi mata kirinya. Setelah menderita tumor seperti ini, praktis Diarsa tak lagi bisa beraktivitas seperti biasa nyadap nira. Dia hanya beraktivitas ringan pelihara ayam di rumahnya. Saat itu, dia hanya hidup mengandalkan bantuan anaknya. Diarsa bersama istrinya Ni Wayan Sueca (52), memiliki tiga anak. Di antaranya Wayan Sudana kerja jualan soto, Nyoman Sudiana buruh jual sate, dan Wayan Ardiata yang baru masuk SMA. Berhentinya aktivitas Diarsa nyadap nira, juga membuat aktivitas istrinya membuat gula merah terhenti. Kini, dia hanya berusaha membantu keluarga dari jualan pandan kering dan memelihara sapi. Selama ini, keluarga ini tidak tersentuh bantuan, lantaran tidak masuk dalam daftar warga miskin desa setempat. (gik)
Bali Post/gik
TUMOR - Diarsa saat mendapat penanganan petugas puskesmas. Nampak benjolan tumor sudah menutupi mata kirinya.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Pon, 17 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!Butuh 5 org karyawati min SMA dpt u.makan, gaji tinggi Hub. Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17 (sblh Warung Buleleng) B.BP.004.07.19.0000599
Dcr Karyawan Wnt Srbtn,Tdr+Mkn Dlm Gj .s/d 2Jt, T.087861783753 B.BP.001.07.19.0000557
Dicari Laundry Manager pengalaman min 1th. kirim CV ke careers@adiwanahotels.com / Hub.081904041417 B.BP.004.07.19.0000446
Dicari Sopir SIM A, Bawa Surat Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77 B.BP.001.07.19.0000589
Dcr PRT wnt tidur dlm Jl.G.Salak Utara No.8 Hub.08129229286 B.BP.154.07.19.0000595
RUPA-RUPA
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team. Hub:082145707300
PROPERTY Tnh+Bangunan Ls.7A Lok.Jl.Pura Kayu Putih Brawa Canggu view pante087761476749,081808644132 B.BP.001.07.19.0000594
PROPERTY
Karyawati u/produksi kue & PRT (tidur luar) Renon 08123836575
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tanah 15 are Cargo Indah IV, 26 A SS.Road Hub.085100867168
B.BP.001.07.19.0000294
3A bs ambil 1A Jl.Glogor Carik Gg.Kangguru No.2. 085101818655
DISEWAKAN RUKO
Over Kontrak Ruko lantai 2 di Jalan Gunung Agung (depan Clandys), sisa 2 tahun 7 bulan.Minat hub.081338661942
B.BP.004.07.19.0000597
Ruko Buluh Indah 26 C, Kerta Wijaya Blok A1 Hb.085100867168
RUPA-RUPA
B.BP.001.07.19.0000295
B.BP.154.07.19.0000614
RUPA-RUPA
Dijual tnh 9are Jagapati Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
DIJUAL MOBIL
BENGKEL LAS
B.BP.004.07.19.0000084
SERVICE
DIJUAL RUKO
16%/Th Jasa Simpanan Koperasi UtkPermodalanUMKMAman&Legal S & K Berlaku.WA:081239011111 B.BP.001.07.19.0000590
B.BP.001.07.19.0000496
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa
Miliki Sekarang!!
VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI
TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000593-BGN
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.07.19.0000426
B.BP.004.07.19.0000596
PENGUMUMAN
Informasi pasang iklan Telepon
KURSUS
BANGLI
14
Rabu Pon, 17 Juli 2019
Tarif Retribusi Wisata Kintamani Direncanakan Naik Bangli (Bali Post) – Tarif retribusi wisata Kintamani bakal kembali dinaikkan mulai tahun depan. Kenaikan tarif retribusi dirancanng Pemkab Bangli untuk meningkatkan kualitas pembangunan dan destinasi wisata menjadi lebih baik. Rencana kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani itu diungkapkan Bupati Bangli I Made Gianyar, Selasa (16/7) kemarin. Made Gianyar mengatakan, dalam rapat Forkompinda yang digelar di objek wisata Tukad Cepung, Tembuku, beberapa hari lalu, pihaknya sudah menyampaikan rencana kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani kepada peserta. Dalam rapat itu, pihaknya juga menanyakan mengenai tarif retribusi wisata yang kini diberlakukan di objek wisata Tanah Lot, Tabanan, sebagai pembanding. “Waktu itu, ada yang jawab tarif di sana Rp 60 ribu untuk asing dan Rp 20 ribu untuk wisatawan domestik,” ujarnya. Berpatokan pada tarif yang diberlakukan di Tanah Lot saat ini, Bupati Made Gianyar pun merancang kenaikan tarif retribusi Kintamani dari Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu per orang. Alasan dirinya menjadikan Tanah Lot sebagai patokan, karena saat kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani yang terakhir tahun 2015 lalu, pihaknya melakukan studi komparatif ke Tanah Lot. “Kita dari aspek destinasi dan aspek pengelolaan belum sebaik Tanah Lot. Karena itu, saya rancang kenaikan tarif retribusi Kintamani menjadi Rp 50 ribu,” terangnya. Terkait rencana kenaikan tarif retrbusi tersebut, Made Gianyar mengaku sudah memerintahkan Plt. Sekretaris Disparbud untuk melakukan kajian termasuk sosialisasi ke pelaku pariwisata, masyarakat, dan travel agent. Sosialisasi utamanya ke travel agent penting dilakukan mulai sekarang agar mereka bisa bersiap menyesuaikan harga yang ditawarkan kepada
wisatawan. Sesuai rencana, kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani akan diberlakukan mulai awal 2020. “Nanti akan diatur Perda. Kalau DPRD setuju mulai 1 Januari 2020 bisa naik. Sekarang kan ada waktu untuk sosialisasi ke travel agent. Agar pihak travel agent yang akan memasarkan destinasi kita bisa bersiap melakukan perubahan harga kepada wisatawan mulai 2020,” jelasnya. Menurut Made Gianyar, kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani menjadi Rp 50 ribu merupakan hal wajar dan masuk akal, mengingat objek wisata yang ditawarkan Kintamani luar biasa. Saat ini, objek wisata Penelokan sudah dibenahi dan ditata. Selain itu, Badan Pengelola Pariwisata Kintamani sudah terbentuk. Fasilitas jalan menuju destinasi wisata yang ada di kaldera Batur sudah dilebarkan dan ke depan akan ditata dengan penambahan lampu penerangan jalan. Untuk melakukan pembenahan dan penatan ke depannya, tentu Pemkab Bangli membutuhkan dana. “Untuk menata itu kan butuh uang. Untuk membangun butuh pendapatan, sehingga kita bisa benahi lebih baik, apabila pendapatan kita naik,” sebut Made Gianyar. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini berharap setelah kenaikan tarif retribusi wisata Kintamani diterapkan, Badan Pengelola Batur Unesco Global Geopark (BUGG) sebagai badan pengelola pariwisata Kintamani bisa terus melakukan pembenahan dan penataan. Dengan demikian, wisatawan merasa nyaman, betah, dan puas berkunjung ke Kintamani. “Kita harapkan dengan kenaikan retribusi nanti pembangunan lebih bagus, objek wisata lebih tertata, dan sapta pesona dijalankan lebih baik. Jadi, wisatawan puas datang ke Kintamani walaupun membayar lebih mahal,” imbuhnya. (kmb40)
Objek wisata Penelokan, Kintamani.
Bali Post/kmb40
Dewan Segera Bahas Rancangan KUPA-PPASP 2019
SOSOK
Bangli (Bali Post) -
DPRD Bangli segera membahas rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara Perubahan (KUPA-PPASP) tahun 2019. Pembahasan akan dilakukan secara maraton mengingat masa kerja anggota DPRD Bangli periode 2014-2019 segera berakhir pertengahan Agustus mendatang. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Selasa (16/7) kemarin mengatakan, Rancangan KUPA-PPASP 2019 dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) saat ini sudah masuk ke DPRD Bangli. Sebagai tindak lanjut dari hal itu, DPRD Bangli melalui Badan MusyBali Post/kmb40
Terkenal di Luar Bali PEMBANGKIT Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli selama ini tak hanya menjadi penghasil listrik. Lebih dari itu, pembangkit listrik yang dibangun sejak 2013 lalu itu rupanya juga menjadi tempat edukasi bagi sejumlah perguruan tinggi. Direktur Perusda Bhukti Mukti Bhakti Alit Putra mengungkapkan, PLTS di Bangli merupakan PLTS tertua di Indonesia. Selama ini keberadaan PLTS dijadikan oleh sejumlah perguruan tinggi sebagai tempat edukasi. Banyak universitas yang mengirimkan mahasiswanya untuk belajar mengenai PLTS. “Yang banyak belajar ke sini dari Jurusan Teknik Elektro dan Teknik Mesin. Di sini, mereka belajar tentang bagaimana operation, maintenance, dan safety di PLTS,” ujar pria lulusan Universitas of Aberdeen, United Kingdom ini saat ditemui belum lama ini. Ia mengatakan, rata-rata, mahasiswa yang belajar di PLTS sekitar dua bulanan. Sebagian dari mereka ada yang dikirim untuk praktik kerja industri atau untuk menyelesaikan tugas akhir. Perguruan tinggi yang mengirim mahasiswanya belajar ke PLTS tidak saja dari universitas di Bali namun juga luar Bali. “Selama ini, ada yang dari Palembang, Yogyakarta, dan daerah luar Bali lainnya. Jadi, kita cukup terkenal. Bukan cuma di Bali tetapi terkenal di luar daerah,” ungkapnya. Pria asal Banjar Bunut Puhun, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan tersebut mengatakan, pihaknya selama ini sangat terbuka kepada perguruan tinggi yang ingin mengirim mahasiswanya belajar ke PLTS. Pihaknya memiliki cita-cita Bangli ke depannya bisa menjadi teknopark. Selain PLTS, ia menginginkan Bangli juga memiliki pembangkit listrik energi terbarukan lainnya seperti biomasa dan sampah. “Kita sangat komit memajukan energi bersih di Bali. Kita sangat mensupport rencana gubernur menjadikan Bangli pusat energi bersih di Bali, sebagaimana yang disampaikan saat meeting di Jayasabha belum lama ini,” kata Alit. (ina)
awarah (Bamus) akan segera menjadwalkan pembahasannya. Menurut Carles, pembahasan harus dilakukan secepatnya dan maraton. Sebab, waktu efektif yang tersisa untuk menuntaskan Rancangan APBD Perubahan sangat singkat. Pada bulan ini, waktu efektif untuk pembahasan terpotong libur hari raya Galungan. Pada bulan berikutnya, akan ada pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) pascapelantikan anggota DPRD baru. “Pembentukan alat kelengkapan dewan saja kurang lebih memakan waktu sebulan. Karena itu kepentingan politik. Kalau bagus lobi-lobiannya ya cepat bisa terbentuk,” terangnya. Lanjut dikatakan politisi Demokrat ini, sesuai ketentuan, pembahasan RAPBD Perubahan harus sudah se-
lesai pada bulan September. Jika lewat dari bulan itu belum ketok palu, maka dianggap tidak ada anggaran perubahan. Setelah pembahasan anggaran perubahan selesai, kalau waktu masih tersisa akan dilanjutkan dengan pembahasan anggaran induk 2020. “Kita sekarang tunggu jadwal yang disusun
Bamus,” kata Carles. Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan, Rancangan KUPA-PPASP 2019 dan KUAPPAS 2020 sudah diserahkan ke DPRD per 12 Juli lalu. Setelah diserahkan, pihaknya berharap bisa segera dilakukan pembahasan di dewan. (kmb40)
OLAH RAGA
Rabu Pon, 17 Juli 2019
15
Blibli Indonesia Open 2019
Bermain Tenang, Kunci Kemenangan Jonatan Jakarta (Bali Post) -
Jonatan Christie berhasil melewati laga babak pertama Blibli Indonesia Open 2019 dengan mengalahkan Rasmus Gemke (Denmark) dengan skor 21-17, 24-22, Selasa (16/7) kemarin. Sempat tertinggal 18-20 di game kedua, Jonatan berhasil melewati tekanan dan balik mengungguli Gemke. Ada dua kunci kemenangan yang disampaikan Jonatan dalam jumpa pers usai kemenangannya. ‘’Puji Tuhan saya bisa melewati babak pertama dengan berjuang keras karena lawan bermain bagus. Saya sering tertinggal di perolehan angka dan ketinggalan 18-20,’’ kata Jonatan. ‘’Ada beberapa catatan yang saya ambil, pertama angin kencang, bolanya cukup berat, mungkin kena angin jadi berat. Fokus saya bukan ke angin atau cara main lawan, tapi bagaimana saya bisa keluar dari tekanan itu,’’ jelas Jonatan. Kunci kemenangan selanjutnya adalah ia bermain lebih tenang. Waktu tertinggal di game kedua, Jonatan sudah berusaha untuk bermain lebih tenang, tetapi bola tanggung dari lawan tak dapat dimatikannya dan jadi bumerang bagi Jonatan. ‘’Di set kedua saya lebih tenang mainnya,’’ ungkap pemain binaan klub Tangkas Intiland ini. Jonatan juga tak ingin bermain hingga game ketiga karena itu akan menguras tenaganya sekaligus membuat Gemke semakin percaya diri. Durasi pertandingan hingga akhir game kedua saja sudah memakan durasi sepanjang 58 menit. Di babak kedua, Jonatan akan berhadapan dengan Hans Kristian Vitthinghus, juga dari Denmark. ‘’Vittinghus lebih banyak pengalaman dan lebih ulet. Pertahanannya juga lebih rapat. Yang pasti dengan dukugan suporter, saya berharap hasilnya baik,’’ tutup Jonatan. (kmb33)
Spirit Budaya
Dari Hal. 1 Bali pasti bergerak untuk kepentingan ini dengan tetap berpihak pada terjaganya keseimbangan alam Bali dengan spirit budaya. ‘’Di tengah pesatnya tawaran investasi di Bali, kami tetap bergerak menjaga kesucian dan keseimbangan alam Bali. Dengan visi-misi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Bali kami rancang menjadi pulau organik dengan indikator yang jelas. Kenyamanan lingkungan, keasrian, dan kebersihan udara tetap menjadi rujukan. Ini spiritnya tetap budaya Bali,’’ tegasnya. Dijelasakannya, pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) sebagai roh industri pariwisata Bali akan makin dikuatkan dengan sejumlah program. Sebagai salah satu wujud gerakan nyata Bali membangun keharmonisan, pada tahun 2020 Pemprov Bali akan mencanangkan program ‘’Suksma Bali’’ yang terdiri dari tiga unsur, yakni program terima kasih pada manusia, alam, dan Tuhan. Ia mengatakan, implementasi dari program ini akan dijabarkan dalam sejumlah kegiatan. Misalnya, terima kasih kepada manusia dijabarkan salah satunya melalui penghargaan yang diberikan pada orang-orang yang berjasa pada Bali. ‘’Penghargaan ini bisa berupa penganugerahan gelar maupun dalam bentuk lainnya. Khususnya bagi orang-orang yang sudah
Guncangan Gempa Dari Hal. 1 Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Badung V MMI, Nusa Dua IV-V MMI, Denpasar, Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat IV MMI, Banyuwangi, Karangkates, Sumbawa, Lombok Timur, Lombok Utara III MMI, Jember, Lumajang IIIII MMI. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. (Tim BP)
memberikan kontribusi bagi pembangunan Bali, baik itu budaya maupun ekonomi,’’ jelasnya. Sementara itu, bentuk ucapan terima kasih kepada alam, salah satu wujudnya bersih-bersih sampah plastik. ‘’Puncaknya pelaksanaan Tawur Kasanga dan juga Nyepi. Pada saat Nyepi, kita memberikan kesempatan alam untuk bernapas dengan tidak melakukan aktivitas,’’ sebutnya. Sementara kepada Tuhan, ia mengatakan, Pemprov mendorong semua pihak menyumbang maupun berkontribusi dalam pelaksanaan upacara ritual keagamaan (karya) di pura, salah satunya Pura Besakih. Ia mengajak semua komponen untuk bekerja sama mendukung program ini. Pihaknya pun membuka diri jika ada perusahaan yang ingin bekerja sama dalam kegiatan yang dilakukan Pemprov Bali untuk menyukseskan ‘’Suksma Bali’’. Ia menegaskan, agar masyarakat Bali dalam mengembangkan sustainable tourism ini jangan terpengaruh pola kapitalis. ‘’Wisatawan milenial itu lebih memilih tinggal di rumah-rumah penduduk dibandingkan hotel berbintang. Jadi ini kesempatan masyarakat lokal untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Ketika mulai ramai, warga jangan kemudian meminjam uang untuk pengembangan penginapan, sebab itu sudah mengarah pada kapitalisme,’’ ujarnya mengingatkan. (kmb18)
‘’Keberadaan pura ini sebagai wujud toleransi antarumat beragama di Lumajang terjaga dengan baik. Ke depan saya ingin membuat event budaya di pura ini. Nantinya event tersebut akan dibuat sebagai kalender pariwisata Lumajang,’’ ujarnya. Selain itu, Bupati Thoriqul Haq yang pada kesempatan tersebut didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Lumajang Bambang Soekwanto juga siap membantu penyediaan area parkir bagi umat Hindu yang tangkil sembahyang ke Pura Mandara Giri Semeru Agung. Seperti diketahui, sarana parkir masih men-
jadi kendala yang dihadapi umat saat tangkil ke pura, terlebih di saat dilaksanakannya karya. Sementara itu, Wagub Cok Ace menyambut positif atas kepedulian Bupati Lumajang terhadap keberadaan Pura Mandara Giri Semeru Agung. Ia berharap hubungan antarumat beragama di Lumajang bisa terus terjalin dengan baik. Cok Ace menambahkan, seluruh rangkaian karya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan maupun penyediaan sarana-prasarana dilakukan secara bersama oleh umat Hindu, baik yang datang dari luar Kabupaten Lumajang (termasuk Bali) maupun umat Hindu yang
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Yuda Kanda(1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping
11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Dharma Wacana Melarapan Karya Ngenteg Linggih Pinake Sarana Nincapang Srada Bakti Ring Ida Sang Hyang Widi (1) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Jeruk Lemon Semakin Dilirik Masyarakat Bali Channel Tourist TV
ada di Kabupaten Lumajang khususnya di Kecamatan Senduro. Menurut Cok Ace, hal ini menggambarkan perpaduan antarbudaya setempat dengan umat Hindu lainnya. ‘’Kebersamaan yang dibangun olah umat dalam menyukseskan rangkaian karya kita harapkan menjadi cermin keseimbangan alam beserta isinya dapat terjalin secara harmoni,’’ imbuhnya. Lebih lanjut, Cok Ace mengajak umat sedharma untuk ngaturang bhakti ke hadapan Ida Batara Sang Hyang Pasupati yang berstana di Pura Bali Post/afp Mandara Giri Semeru Agung. JUARA - Pemain Memphis Grizzlies merayakan keberIda Batara akan nyejer hingga hasilan mereka menjuarai NBA Summer League, Selasa 26 Juli 2019. (kmb) (16/7) kemarin.
Kondisi Likuiditas longgar dari sisi waktunya. Aturan yang ada mengatur bahwa bank memiliki waktu maksimum setahun untuk menjual aset tersebut. Dalam situasi ini, menurutnya, tidak mungkin menjual aset dengan cepat dan harga yang pantas. Untuk itu diperlukan lembaga khusus di luar bank yang mengelola aset ini agar laporan neraca perbankan bersih. ‘’Ini aturannya rigid sekali, karena kalau kaku risiko, banknya malah mati,’’ selorohnya. Keempat, sudah waktunya bank atau BPR sehat dan kinerja bagus dimungkinkan untuk melantai di bursa saham. BPR di Bali malah belum ada yang go public. Menurutnya, ini terjadi karena aturannya masih abu–abu. Perbankan harus lebih cepat melakukan efisiensi, sehingga dapat bersaing dalam menyalurkan dana, melawan teknologi. ‘’Teknologi cepat tapi
Rabu, 17 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita
ingan membuat Grizzlies unggul 95-93, dan skor itu sukses mereka pertahankan hingga bel tanda laga usai berbunyi. Timberwolves sempat berpeluang menyamakan kedudukan, namun tembakan tripoin Kelan Martin pada sisa waktu 3,7 detik meleset dari sasaran, memastikan kemenangan Grizzlies. Clarke, yang merupakan rekrutan ke-21 NBA Draft 2019 pilihan Oklahoma City Thunder yang kemudian ditukarkan ke Grizzlies, memimpin daftar raihan rebound sembari menyabet gelar Pemain Terbaik (MVP) NBA Summer League sekaligus MVP Final. Kemenangan Grizzlies juga disokong raihan masing-masing 15 poin dari Bruno Caboclo dan Dusty Hannahs, 12 poin Tyler Harvey serta catatan delapan poin dan delapan assist milik Evans. Sedangkan di kubu Timberwolves, Martin memimpin pasokan angka dengan 19 poin, diikuti 14 poin dan delapan rebound milik Jordan Murphy, 13 poin Mitchell Creek, 12 poin Barry Brown Jr. serta 10 poin Keita Bates-Diop. (kmb33/afp)
Toleransi Umat Beragama
Dari Hal. 1 ‘’Terkadang, solvabilitas (barang-barang tidak bergerak yang dimiliki oleh LJK) banyak dimiliki, namun likuiditas tidak ada. Dalam kondisi sekarang ini likuiditas sulit, yang banyak malah solvabilitas, aset–aset yang dipegang dan aset yang diambil alih,’’ ungkapnya. Kondisi likuiditas yang sedang sulit diperlukan langkah efisiensi dari bank tersebut. Tak heran otoritas selalu menekankan pada bank agar setor modal. Tetapi setor modal lagu lama, yang dinilai sulit dipenuhi. Maka solusi ke depannya efisiensi, salah satunya dengan merger. Namun untuk merger, secara psikologis sulit dilakukan. ‘’Karena ada masalah pride, penyatuan kesamaan visi, gengsi, dll. Apalagi ditambah dengan NPL-nya naik,’’ bebernya. Selain merger, aturan pengelolaan Aset Yang Diambil Alih (AYDA) dari nasabah kredit macet diharapkan lebih
Memphis – Memphis Grizzlies berhasil menjuarai turnamen pramusim NBA Summer League Las Vegas seusai mengalahkan Minnesota Timberwolves 95-92 dalam partai final, Selasa (16/7) kemarin. Brandon Clarke memimpin kemenangan Grizzlies dalam laga yang digelar di di Thomas & Mack Center, Nevada, Amerika Serikat. Dia meraih double-double yakni 15 poin dan 16 rebound dilengkapi tiga blok. Lima three point tepat sasaran membawa Grizzlies melesat mengungguli Timberwolves 31-19 pada pengujung kuarter pertama yang bertambah menjadi 56-40 ketika paruh pertama laga berakhir. Timberwolves membukukan 30 poin pada kuarter ketiga demi membuat pertandingan berjalan ketat hingga akhir. Pada sisa waktu kurang dari dua menit, Timberwolves yang tengah tertinggal 83-93 berhasil melesakkan rentetan sembilan poin tanpa balas untuk mendekati Grizzlies 92-93. Namun, dua lemparan bebas Keenan Evans pada sisa waktu 10,4 detik pertand-
Bali Post/rtr
Jonatan Christie
Dari Hal. 1
Grizzlies Juara NBA Summer League
16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Seputar Bali Terkini Dunia Kita Folk Song Lila Cita Sanggar Alit Sundari (2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Lila Cita Calonarang Sanggar Waringin Manik Suci (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel
risikonya besar,’’ pungkasnya. Sedangkan perbankan memiliki potensi untuk meng-grab market lebih banyak dengan pelayanan yang maksimal serta mengutamakan kenyamanan nasabah. Kondisi industri LJK khususnya bank ini akan dikupas dalam Seminar Nasional ‘’Memperkokoh LJK dan SDM Bank dan Non-Bank di Era Disruption Digital Ekonomi Dalam Rangka Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat’’ pada Jumat (19/7) mendatang di Inna Grand Bali Beach. Kegiatan ini diinisiasi oleh Forum Alumni Smansa 69 Denpasar bekerja sama dengan Yayasan Pendidikan Gedong Guna Dharma. Seminar nasional ini akan menghadirkan narasumber yaitu Ketua OJK, Komut Bank Mandiri, Ketua LPS, Komisioner OJK, Founder dan Komut BPR Lestari, dan Staf Ahli BPD Jawa Tengah. (kmb42)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Rabu Pon, 17 Juli 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Menu Lokal Tak Pernah Membosankan MENU lokal seperti rujak, tipat cantok dan bulung, mungkin sudah familiar di telinga masyarakat Bali. Menu rakyat ini sudah dikenal masyarakat sebagai camilan, sarapan, makan siang bahkan makan malam. Bahkan, warung-warung rujak hampir ada di setiap banjar di Bali. Salah satunya Warung Rujak D’Tepi Sawah. Owner Warung Rujak D’Tepi Sawah A.A. Istri Putri Wahyuni menuturkan, ia sendiri membuka warung rujak karena ia suka makanan lokal. Apalagi menu rujak, tipat dan bulung ini tidak pernah membosankan. ‘’Awalnya buka warung karena hobi kuliner. Secara tidak sengaja ada yang menawarkan join tempat. Saya segera setujui padahal belum tahu akan buka warung apa. Akhirnya saya kepikiran buat warung rujak karena saya juga suka kuliner ini, saya suka kuliner lokal,’’ tuturnya, Selasa (16/7) kemarin. Di awal memulai usaha diakui modal yang dikeluarkan sedikit karena hanya untuk membeli bahan baku. Sementara tempat sudah join bersama pemilik warung. Namun setelah setahun, ia memutuskan untuk mandiri dengan menyewa tempat sendiri. Ini dilakukannya melihat semakin banyak pelanggannya. Setiap hari ada saja pelanggan baru. Ditambah dengan pelanggan lama yang tetap datang sewaktu-waktu bahkan setiap hari. Dari sanalah modal yang dikeluarkan cukup besar.
Pengelolaan modal, bahan baku dan SDM ini benar-benar dilakukan secara ketat. Modal bahan baku tidak terlalu banyak dikeluarkan, hanya Rp 500.000 per hari. Karena bahan-bahan lokal harganya lebih murah. Memang pengelolan keuangannya sederhana, namun yang penting baginya adalah rutin mencatat dan membukukan. Dari hobi kuliner ini, Agung Putri merasa bersyukur dipertemukan dengan bisnis ini. Hingga per hari omzetnya bisa mencapai Rp 3-5 juta. ‘’Pengunjungnya meningkat terus, karena ada pelanggan baru ditambah pelanggan lama,’’ imbuhnya. Sesuai namanya, Warung Rujak D’Tepi Sawah, warung ini berada di tepi sawah di daerah pinggiran kota. Alamatnya di Jalan Padma, Penatih, Denpasar. Bersama suami, ia berbagi tugas dalam mengelola warung. Ia menyajikan aneka rujak seperti rujak kuwud, rujak rambutan, rujak sentul, rujak kaliasem selain itu juga rujak mangga dan buahbuahan lokal lain. Sementara tipat ia membuat kreasi tipat plecing, tipat cantok, tipat telur dan sebagainya. Bulung (rumput laut) juga ada. Agung Putri juga menjual aneka jajan Bali seperti laklak, lupis, pisang rai, kolak, bubur sumsum, jaja kukus dan aneka minuman. (may)
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI
Bali Post/ist
KARYA - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menghadiri puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh, Tawur Agung dan Labuh Gentuh di Pura Mandara Giri Semeru Agung di Desa Sumber Agung, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Purnama Kasa, Selasa (16/7) kemarin. Kehadiran Bupati Lumajang diterima Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace).
Hyatt Regency Membawa WONDERFUL Kembali Pesona Bali BALI
HOTEL ikonik di Sanur, Bali Hyatt, telah dibuka kembali sebagai Hyatt Regency Bali pada 20 Desember 2018. Pertama kali dibangun pada tahun 1972, Bali Hyatt adalah hotel bintang lima internasional pertama di Pulau Dewata. Dengan nuansa Bali yang kental dan khas, Bali Hyatt memikat wisatawan mancanegara maupun dalam negeri selama 40 tahun beroperasi. Kini dinamakan Hyatt Regency Bali, hotel ini mewarisi tradisi dan pesona Bali Hyatt dengan kemasan baru. Lokasi Hyatt Regency Bali yang strategis, di pinggiran pantai berpasir putih dan dekat dengan berbagai pilihan hiburan di Sanur, memudahkan para tamu untuk menikmati liburan mereka secara maksimal. Kenyamanan kamar serta
fasilitas rekreasi yang lengkap merupakan daya tarik Hyatt Regency Bali. Dengan tiga kolam renang di pinggir pantai, kompleks spa dan pusat kebugaran, dua restoran dan satu bar, para tamu bisa benar-benar menikmati liburan mereka dan menghabiskan waktu bersama orang-orang tersayang. Identitas Bali Hyatt yang kental dan khas adalah inspirasi dari desain Hyatt Regency Bali. ‘’Dengan adanya renovasi ini, kami ingin menghidupkan kembali pesona Bali Hyatt dengan sentuhan baru mengikuti zaman dan kebutuhan wisatawan masa kini,’’ ujar Zulki Othman, General Manager Hyatt Rengency. ‘’Beberapa elemen Bali Hyatt seperti lobi dengan ruang terbuka, kolam renang dengan gua terinspirasi dari
BUDAYA
PENDIDIKAN
KULINER
SENIMAN
Goa Lawah, dan restoran Italia pinggir pantai, tetap kami pertahankan,’’ tambah Othman yang sudah mengabdi di Hyatt selama hampir 30 tahun ini. Lokasi yang strategis, makanan lezat dan tempat parkir memadai menjadikan Hyatt Regency sebagai tempat ideal untuk berbagai
acara. Untuk penggemar Sunday Brunch, Hyatt Regency menawarkan paket brunch terjangkau di Pizzaria ini. Hotel ini menawarkan suasana nyaman dengan pemandangan Pantai Sanur, pilihan makanan berkualitas, dan hiburan akustik yang menyenangkan. (gie)
MPLS SMP Sapta Andika Denpasar
Dukung KESEHATAN Denpasar Bersih dan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Hiasan Penjor, Usaha Musiman yang Menjanjikan UMAT Hindu kembali merayakan raya raya Galungan dan Kuningan, JuliAgustus ini. Itu berarti, umat kembali membutuhkan perlengkapan penjor, mulai dari bambu, hiasan penjor, bakang-bakang, sampian, kelapa, padi dan sebagainya. Seperti biasa, menjelang Galungan dan Kuningan, di sepanjang jalan raya Kapal, Badung mulai bermunculan perlengkapan dan hiasan penjor. Usaha musiman yang muncul enam bulan sekali ini menjadi salah satu usaha andalan warga setempat. Hasilnya pun menjanjikan. Seperti Wayan Karta (60), warga asal Kapal. Ia mengaku sudah berjualan perlengkapan dan hiasan penjor selama 20 tahun. Barang dagangannya itu ia buat sendiri. ‘’Bahan-bahan kami beli di Pasar Badung. Setelah itu saya dan anak membuat hiasan dan perlengkapan penjor tersebut,’’ ujarnya. Untuk memenuhi perlengkapan dan hiasan penjor dalam jumlah banyak, kata Karta, semua itu disiapkan sejak tiga bulan lalu. Harga yang ditawarkan beraneka ragam mulai dari Rp 35 ribu hingga Rp 80 ribu. ‘’Tidak cuma saya. Hampir semua warga di Kapal ini terutama di sepanjang jalan utama menjual per-
SMP Sapta Andika begitu berdiri tahun 2008 sudah dikenal sebagai sekolah swasta berkualitas karena menjadi sekolah kembarannya SMPN 7 Denpasar. Tahun ini sekolah di kawasan Monang-Maning Denpasar ini menerima 400 siswa kelas VII. Mereka menjalani MPLS sejak Senin (15/7) lalu. Pada Selasa (16/7) kemarin MPLS diisi persembahyangan bersama sekaligus matur piuning sebagai warga baru SMP Sapta Andika dipimpin langsung Kepala SMP Sapta Andika Drs. I Wayan Sutarjana. Sekolah ini di bawah binaan Yayasan Padma Buwana 77 yang dipimpin Drs. I Wayan Sariada Wastika dengan Pembina SMP Sapta Andika yang juga Kepala SMPN 7 Denpasar Titik Wayhani, S.Pd., M.M. Ketua Panitia MPLS Drs. I Wayan Rena, M.Pd. mengungkapkan, MPLS tahun ini berbasiskan budaya dan lingkungan berlangsung selama empat hari. Penutupan pada Kamis nanti diisi dengan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekolah serta aksi bersih-bersih. Yang menarik, selain diisi dengan ceramah kepolisian, narkoba dan lalu lintas, peserta MPLS diwajibkan
membawa tempat minuman sendiri bukan berbahan plastik. Sekolah menyiapkan minuman dalam bentuk galon guna mendukung visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Selain itu, siswa baru juga diberikan ceramah tata krama siswa, cara belajar, serta pengenalan ekstra di SMP Sapta Andika. Juga diberikan ceramah kesadaran berbangsa dan bernegara, bahaya miras dna narkoba, kepemimpinan dan pendidikan wawasan kebangsaan serta ceramah dampak gadget dari guru BK Sapta Andika. Kepala SMP Sapta Andika Drs. I Wayan Sutarjana mensyukuri tahun ini mampu menerima 9 kelas siswa baru di tengah persaingan yang sangat ketat. Apalagi dibukanya SMPN 13 Denpasar. Meski demikian, dia bersama guru terus bersemangat memberikan pelayanan terbaik dengan budaya mutu demi menjaga kepercayaan masyarakat. ‘’Sekali lengah sangat sulit mengembalikan citra sekolah,’’ ujarnya. Untuk memberi pelayanan terbaik, Wayan Sutarjana mengatakan, SMP Sapta Andika menyiapkan 35 jenis ekstrakurikuker. Ektra baru yakni tarung derajat, dan
TOP IN VASI
WONDERFUL BALI
lengkapan dan hiasan penjor. Sudah menjadi rutinitas setiap enam bulan sekali,’’ ujarnya. Sehari-hari, kata Karta, ia menjual buah semangka. Hanya setiap enam bulan ia beralih menjual perlengkapan dan hiasan penjor. ‘’Pemasukannya lumayan. Kalau sehari-hari biasanya kami jual buah semangka. Tapi kadang buah semangka sulit didapat. Jadi, hasil dari jual hiasan dan perlengkapan penjor ini lumayan bisa memenuhi kebutuhan seharihari,’’ tuturnya. (san)
BUDAYA
PENDIDIKAN
SENIMAN PENYANYI pendatang baru makin meramaikan belantika musik Bali. Mereka hadir dengan berbagai ciri khas dan genre masing-masing. Namun, tidak menjadi persoalan bagi penyanyi lawas yang pernah tenar pada masanya yakni Widi Widiana. Bagi penyanyi pop Bali ken a m a a n i n i , k e h a d i - ran pendatang baru malah
memotivasi dirinya untuk terus berkarya dengan nuansa yang berbeda dari sebelumnya, sehingga menghasilkan karya musik yang bervariasi.
MPLS - Kepala SMP Sapta Andika Denpasar I Wayan Sutarjana didampingi Ketua Panitia MPLS I Wayan Rena bersama siswa baru saat MPLS. PLH (Pendidikan Lingkungan Hidup). Hal ini, katanya, guna mendukung Perwali mewujudkan Denpasar Bersih dan mendukung visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Kasek Wayan Sutarjana didampingi Waka Kurikulum Drs. I Gede Eka Nurada, S.T., I Made Asmara, S.Pd., Waka Kesiswaan Drs. I Wayan Midastra, M.Pd., I Komamg Budiarta, S.Pd., Waka Humas Drs. I Wayan Rena, M.Pd. dan Waka Sarpras Drs. Cok. Ariawan dan Ni Ketut Suwardani, M.Pd. juga memaparkan sejumlah prestasi pemuncak siswanya. Sekolah yang memiliki student body 1.400
siswa ini prestasinya melejit di Porjar Kota Denpasar 2019. Guna memantapkan PBM berkualitas di tahun ajaran baru, para guru juga diberikan workshop. Mereka terus diperkuat dengan PBM berbasis digital. Hal ini untuk mendongkrak hasil Nilai UN dan USBN siswanya yang masih perlu ditingkatkan. Sekalipun double shift, para guru juga ditanamkan disiplin kerja keras, kerja ikhlas, kerja tuntas dan kerja cerdas. Untuk tahun ini sekolah sedang membangun ruang komputer dan pengadaan 40 unit komputer guna persiapan UNBK. (ad609)
’’Utung Utung’’ Bernuansa Jenaka Single ‘’Utung Utung’’ misalnya. Single yang dirilis di akun youtube-nya pada 23 Juni lalu ini mampu menarik perhatian penggemar lagu pop Bali. Hingga Selasa (16/7) kemarin, video klip lagu ini sudah mencapai 335 ribu viewer. Widi Widiana mengaku lagu yang ia ciptakan ini diaransemen sederhana dengan lirik yang mudah dihafal dan terkesan santai, serta penuh canda tawa, sehingga enak dinyanyikan bersamasama saat manggung. Ide untuk merekam lagu ‘’Utung Utung’’ semata-mata untuk memberi variasi dari banyaknya lagu senada yang dirilis saat ini. Tujuan agar penikmat lagu Bali tidak merasa jenuh. Bahkan, lagu ini mengingatkan kita pada lagu-lagu yang berkembang pada era 90-an hingga awal 2000-an yang bernuansa gegonjakan, namun tetap bernuansa kekinian. ‘’Ya… anggap saja lagu ini mengingatkan kem-
bali penggemar akan lagu-lagu pop Bali tempo dulu, termasuk yang pernah saya nyanyikan,’’ ujar pemilik nama lengkap Ketut Widiana ini beberapa waktu lalu. Untuk menghidupkan alur lirik lagu ini, dalam video klip yang digarap Andy Duarsa ini tetap digarap dengan nuansa komedi. Bahkan, model dalam video klip lagu ini melibatkan sejumlah bintang tamu, seperti Puja Astawa, Ayu Maenah, Meneer, Kartono, dan Gung Edy. Sehingga saat menonton video klip ini banyak yang mengaku terhibur. Lagu ‘’Utung Utung’’ menjadi lagu ke-3 yang dirilis Widi Widiana tahun ini, setelah ‘’Wanti Warsa’’ duet bersama Dek Ulik, serta remake ‘’Cipta Dewi’’ yang didedikasikan untuk almarhum Jimmy Silaa, musisi sekaligus arranger lagu pop Bali kenamaan. Beberapa waktu ke depan, ia juga tengah menyiapkan sejumlah karya. (win)