Skip to main content

Edisi Sanin 17 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 285 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Senin Pon, 17 Juni 2019

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

’’Bali Padma Bhuwana’’ Megah dan Memesona

Bali Post/ist

PENARI - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan para penari ‘’Bali Padma Bhuwana’’. Oratorium ini merupakan garapan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar.

Gubernur Koster Berkomitmen Jaga Kesucian Alam Bali

PEMBUKAAN Pesta Kesenian Bali (PKB), Sabtu (15/6) malam, berlangsung sangat meriah. Selain dihadiri ribuan krama Bali, penampilan oratorium tari ‘’Bali Padma Bhuwana’’ juga sangat megah dan memesona. Oratorium seni ini mengisahkan Dalem Waturenggong menorehkan pencapaian peradaban Bali yang agung pada abad ke-16 Masehi.

’’Ada yang menggagas dan ada pula yang berkomitmen untuk meneruskan. PKB digagas oleh almarhum Ida Bagus Mantra pada tahun 1978 ketika menjabat sebagai gubernur saat itu, kemudian diteruskan oleh para gubernur periode selanjutnya. Pada periode kepemimpinan kami ini pun berkomitmen penuh meneruskan warisan karya budaya yang sangat monumental ini.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Penampilan para akademisi dan generasi seni dari ISI Denpasar ini mampu membuat ribuan penonton terpukau dan tak beranjak dari tempat duduknya hingga pagelaran usai. Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan, tahun ini PKB memasuki tahun yang ke-41, sebuah pencapaian yang menunjukkan komitmen, dedikasi, serta kecintaan pemerintah daerah dan masyarakat Bali terhadap eksistensi dan keberlanjutan tradisi, seni, dan budaya yang adiluhung. Ada yang menggagas dan ada yang berkomitmen meneruskan. PKB digagas oleh almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, pertama kali dilaksanakan tahun 1978, saat menjabat Gubernur Bali periode 1978-1988. Gubernur periode berikutnya memiliki komitmen yang kuat untuk meneruskan acara

PKB, yakni almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Oka, Gubernur Bali periode 1988-1998, Drs. Dewa Made Beratha, Gubernur Bali periode 1998-2008, Drs. Made Mangku Pastika, Gubernur Bali periode 20082018. ‘’Pada periode kepemimpinan kami pun berkomitmen penuh untuk meneruskan warisan karya budaya yang monumental ini,’’ ujarnya. Dikatakan, PKB yang dilaksanakan secara bertingkat dari kabupaten/kota se-Bali setiap tahun, selama sebulan, merupakan wahana untuk pelestarian dan pengembangan seni-budaya masyarakat Bali yang sangat unik dan kaya, sebagai warisan adiluhung para leluhur-tetua kita. Masyarakat Bali pun dengan penuh antusias dan bersemangat mengikuti berbagai acara yang ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali. Hal. 15 Komitmen Kuat

Buka Festival dan Rakernas JKPI

Mendikbud Muhadjir Effendy Disambut 379 Penari Pendet

MENTERI Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia H. Muhadjir Effendy membuka secara resmi Rakernas JKPI ke-7 yang disinkronkan dengan Pameran dalam rangka HUT ke-379 Kota Amlapura di Taman Budaya Candra Bhuana, Minggu (16/6) kemarin. Acara itu juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa serta Ketua DPRD I Nengah Sumardi. Mendikbud Muhadjir Effendy disamput 379 penari Pendet yang dibawakan anak-anak SMP se-Karangasem. Pembukaan Festival Pameran Pusaka Budaya Nusantara dan Rakernas JKPI serta Pameran Pembangunan dalam rangka HUT

ke-379 Kota Amlapura ditandai dengan pemukulan bedug oleh Mendikbud, Wagub Bali dan Bupati Karangasem. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, Kabupaten Karangasem memiliki beragam pustaka alam dan budaya yang adiluhung. Selain Taman Sukasada Ujung, Taman Tirtagangga, dan peninggalan Puri Kerajaan Karangasem, kabupaten di ujung timur Pualu Bali itu juga memiliki Desa Tenganan Pegringsingan dengan konsep desa Bali Aga. ‘’Tempat berlangsungnya festival JKPI ini berada di tengah-tengah pusat pustaka yang dimiliki Karangasem,’’ ungkap Mas Sumatri. Mas Sumatri menambahkan, dipilihnya Taman Budaya Candra

Bhuana sebagai pusat digelarnya Festival dan Rakernas JKPI serta pameran pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun Kota Amlapura yang ke-379 ini, untuk lebih memperkenalkan JKPI kepada masyarakat luas dan dunia pariwisata. ‘’Dengan beragamnya budaya yang dimiliki Karangasem, kita berharap dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Karangasem,’’ tandasnya. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang mewakili Gubernur Bali mengatakan, kegiatan Festival dan Rakernas JKPI hendaknya dapat memajukan kesenian Bali, dengan konsep Tri Hita Karana. Hal. 15 Memajukan Kesenian

PAMERAN - Pembukaan Festival Pameran Pusaka Budaya Nusantara dan Rakernas JKPI serta Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-379 Kota Amlapura ditandai dengan pemukulan bedug oleh Mendikbud Muhadjir Effendy, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri.


2

Senin Pon, 17 Juni 2019

FIGUR Kurang Kreasi KETUA Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba menilai pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI kurang kreasi. Masalah keterbatasan anggaran menjadi salah satu penyebabnya. “Untuk lebih semangat dan bergairah, pada PKB ke depan diharapkan BUMN papan atas ikut berpartisipasi melalui CSR-nya,” ujarnya di selasela menyaksikan pawai PKB XLI di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Sabtu (15/6) lalu. Ia mencontohkan BUMN seperti Angkasa Pura, Pelindo, ITDC, dan sejumlah bank mestinya ambil peran membantu para seniman dan menjadi semacam “bapak angkat” lewat dana CSR. Selain itu, BUMN juga bisa dilibatkan menjadi salah satu peserta atau kontingen yang tampil dalam pawai. Dengan harapan, nuansa PKB menjadi lebih menggigit karena lewat CSR itu akan memunculkan gairah dan kreasikreasi baru. Tentunya tidak meninggalkan roh budaya Bali. “Pawai sekarang masih kurang kreasi. Dari tahun ke tahun hanya itu ditampilkan. Kalau BUMN kan punya CSR, uang, dan SDM. Pasti akan berkompetisi untuk saling menonjolkan kreativitas,” jelas politisi Demokrat asal Jembrana ini. (rin)

Petani Didorong Tanam Jagung dan Kedelai Hibrida Denpasar (Bali Post)Guna meningkatkan produksi jagung dan kedelai sekaligus memenuhi kebutuhan domestik serta mendorong minat petani untuk menanam jagung dan kedelai jenis hibrida, Bali mendapatkan bantuan bibit sebesar 6.000 hektar untuk jagung dan 500 hektar kedelai. Bantuan ini disebarkan ke Kabupaten Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Klungkung dan Karangasem untuk jagung. Sementara untuk kedelai disebar ke Badung dan Ta banan. Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan H o r t i ku l t u r a D i n a s Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali Wayan Sunarta mengatakan, daerah yang sudah mulai menanam jagung adalah Tabanan dan Karangasem. Sementara untuk yang menanam kedelai adalah daerah Badung. Sisanya masih menunggu musim hujan. “Bantuan diberikan kepada subak di masing-masing kabupaten/kota. Tidak ada syarat khusus, tapi diberikan sesuai permintaan subak itu sendiri. Biasanya setiap panen padi diselingi dengan palawija. Agar petani mau menanam jagung dan kedelai jenis hibrida diberikan bantuan ini dengan harapan bisa meningkatkan produksinya,” ujar Sunarta, Minggu (16/6) kemarin. Menurut Sunarta, penanaman jagung dan kedelai jenis hibrida karena produksi yang dihasilkan memang lebih banyak dibandingkan jenis lokal. Di sisi lain, untuk jagung yang didorong adalah jagung untuk pakan ternak, mengingat produksi jagung pakan ternak di Bali masih belum mampu memenuhi kebutuhan lokal. Begitu juga dengan kedelai. “Petani juga didorong menanam jenis hibrida selain produksinya lebih banyak, juga karena harganya lebih mahal. Saat ini jagung pakan ternak yang sudah dalam bentuk pipil kering mencapai Rp 4.100 per kilogramnya,” paparnya. Sunarta berharap bantuan tersebut mampu meningkatkan produksi jagung dan kedelai sebanyak lima persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya. Dari data, tahun 2018 produksi jagung di Bali mencapai 45.000 ton dan kedelai 4.000 ton setiap tahunnya. “Setelah mendapatkan bantuan ini, subak diharapkan akan melakukan penanaman berikutnya secara swadaya. Namun, jika subak ingin mendapatkan bantuan yang sama tahun berikutnya, masih diperbolehkan dengan syarat mau menambah luas lahan untuk penanaman jagung dan kedelai ini,” katanya. (kmb24)

AGENDA PKB XLI-2019 Senin, 17 Juni 2019 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Lomba Membuat Instrumen Seruling Bali Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Lomba Taman Penasar, Sanggar Leklok, Duta Kabupaten Tabanan Pukul : 19.30 Wita Tempat : Depan Gedung Kriya Kegiatan : Lomba Wayang Kulit Parwa Tingkat Anak-anak, Sanggar Giri Parwa, Br. Babakan, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar

Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong, Sekaa Drama Gong Gita Semara Jaya, Br. Robokan, Desa Padangsambian Kaja, Kec. Denpasar Barat, Duta Kota Denpasar Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Tari, Musik dan lagu, partisipasi Konsulat Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Sendratari Kolosal “Karuna Wisesa”, Komunitas Seni IHDN Denpasar

Topik : PEMANGKU DILARANG BERPOLITIK PRAKTIS

Bali Post/eka

PENYEBERANGAN - Suasana aktivitas penyeberangan dari Sanur ke Nusa Penida. PHRI Kota Denpasar berharap dermaga penyeberangan representatif di Sanur segera terealisasi.

Dermaga Penyeberangan di Sanur Diharapkan Segera Terealisasi Denpasar (Bali Post) – Perhimpungan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar berharap dermaga penyeberangan di Sanur segera terealisasi. Apalagi kunjungan wisata ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan semakin tinggi. Ketua PHRI BPC Kota Denpasar Ida Bagus Gede Sidharta Putra menegaskan hal itu, belum lama ini. Sidharta Putra mengatakan, keberadaan dermaga penyeberangan di Sanur sangat diperlukan dalam upaya mendukung kelancaran transportasi dan kepariwisataan di Denpasar. Oleh karena itu, dermaga penyeberangan di Sanur diharapkan bisa segera terealisasi. “Dermaga penyeberangan belum ada sampai saat ini, sehingga ketika ada wisatawan mancanegara yang akan menuju Nusa Lembongan sering kali berbasah-basahan untuk naik ke kapal. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, apalagi Sanur sebagai ka-

wasan pariwisata di Denpasar,” ujarnya. Menurut Sidharta Putra, ada sekitar satu juta wisatawan dalam setahun yang menyeberang ke Lembongan melalui kawasan tersebut. Tanpa ada standardisasi dari sisi penyeberangan, tentu akan merugikan ke depannya dalam pengembangan pariwisata. “Dengan adanya dermaga penyeberangan, secara tidak langsung akan ada ruang yang tertata untuk tempat menunggu, meletakkan barang dan mencegah kekumuhan,” paparnya.

Terkait hal tersebut, Sidharta Putra mengakui sudah ada informasi terkait rencana pembangunan dermaga penyeberangan. Ada tiga pembangunan dermaga yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satunya di Pantai Matahari Terbit, Sanur yang sampai saat ini masih menunggu proses. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, harapan adanya dermaga di Sanur memang menjadi harapan semua pihak. Namun ada beberapa permasalahan terkait kewenangan laut karena kewenangannya ada di provinsi sehingga perlu mendapatkan izin. Begitupula terkait perhubungan laut ada di Kementerian. “Sejauh ini, keberadaan dermaga sebenarnya didukung provinsi,” ujarnya. Dalam upaya mendukung

kepariwisataan di Sanur, kata Dezire Mulyani, saat ini ada rencana revitalisasi atau pengembangan kawasan Sanur. Revitalisasi itu di antaranya penataan jalan dan sepeda, penerangan jalan, tempat istirahat, papan penunjuk arah dan lainnya. “Untuk itu, kami harapkan dukungan pelaku hotel dan masyarakat di Sanur sehingga rencana penataan bisa berjalan,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, pembangunan dermaga di Sanur sudah direncanakan sejak dulu. Pasalnya, jumlah wisatawan yang menyeberang ke Nusa Penida sangat besar yaitu mencapai 6.000-10.000 orang per hari. Menurut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, pembangunan dermaga di Sanur menjadi

program prioritas pemerintah. Ia berharap, dermaga ini cepat terealisasi, karena lokasi dermaga sudah ada beberapa pilihan. Dermaga di Sanur ini akan dihubungkan dengan dermaga yang ada di Nusa Penida. “Untuk mewujudkan dermaga itu perlu kajian-kajian, termasuk amdal dan sebagainya. Selain itu, secara teknis juga harus dikaji arah arus laut dan sebagainya, sehingga bisa dipilih lokasi yang tepat. Saya tidak tahu dulu hambatanhambatannya, apakah karena masalah lokasi, apakah masalah prosedur perizinan. Kita tidak tahu, mari kita tinggalkan itu semua agar cepat bisa terwujud,” tegasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Balai Karantina Pertanian Telah Bekerja Sesuai SOP Denpasar (Bali Post) Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar mengklaim telah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Procedure (SOP) dan kewenangan yang dimilikinya terkait masuknya daging ayam ke Bali melalui Karantina. SOP ini mengacu pada amanat UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dan PP Nomor 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar drh. I Putu Terunanegara, M.M. menegaskan hal itu, belum lama ini. Mengacu pada SOP itu, kata Terunanegara, maka pelanggaran yang terjadi sudah menjadi kewajiban Balai Karantina untuk melakukan eksekusi baik teknis maupun administratif terhadap lalu lintas hewan dan produknya yang masuk atau keluar Bali. “Sehingga tidak benar Balai Karantina terkesan meloloskan daging ayam dari Jawa tanpa dokumen lengkap. Dokumen kami adalah sesuai yang diatur persyaratannya dalam UU Nomor 16 Tahun 1992,” tegasnya. Terunanegara menjelaskan, Balai Karantina mempunyai tugas pokok melaksanakan operasional perkaran-

tinaan dalam rangka mencegah masuknya dan menyebarnya penyakit hewan dan tumbuhan di tempat pemasukan dan pengeluaran (border). Agar hewan dan produk hewan tersebut dapat masuk ke Bali, yang diperlukan adalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang akan menjadi dasar penerbitan surat kesehatan karantina di tempat pengeluaran, dalam hal ini di Ketapang. Sedangkan terkait dengan syarat berupa rekomendasi pemasukan hewan dan produk hewan, pada 11 April lalu telah dihasilkan kesepakatan dalam rapat koordinasi lalu lintas hewan dan produk hewan di Kantor Dinas Peternakan dan Kesehawan Hewan Provinsi Bali. Menurut Terunanegara, rapat koordinasi itu dihadiri oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Jawa Timur, Dinas PKH Provinsi Bali, Direktorat Kesmavet Ditjen PKH, Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali. Kesepakatan yang dihasilkan yaitu kesepakatan teknis operasional di lapangan berupa sinergitas dan koordinasi masing-masing instansi dengan

Bali Post/kmb42

drh. I Putu Terunanegara, M.M.

semangat yang sama untuk melindungi Bali dari ancaman penyakit hewan. “Sehingga kalau diungkap lagi permasalahan ini ke media, tentu sebaiknya agar dikomunikasikan terlebih dulu kepada pihak-pihak yang membuat kesepakatan,” ujarnya. Terunanegara menegaskan, pada

prinsipnya Balai Karantina sangat mendukung upaya pemerintah daerah dalam pencegahan masuk dan menyebarnya penyakit hewan ke Bali melalui koordinasi dan sinergitas dengan instansi terkait, khususnya Dinas Peternakan. Namun terkait dengan pasokan, harga dan tata niaga khususnya daging ayam, karantina tidak memiliki kewenangan dalam melakukan eksekusi terhadap regulasi yang diterapkan karena kewenangan Karantina hanya di border. Sedangkan yang menyangkut post border baik terkait larangan, tata niaga, dan lain-lain, Balai Karantina menyerahkan pengawasan dan eksekusinya kepada instansi yang mempunyai kewenangan dalam hal ini Dinas PKH Provinsi. “Semua itu telah disepakati bersama dalam rapat koordinasi tersebut terkait teknis operasionalnya di lapangan,” ujarnya. Terunanegara menambahkan, pihaknya sudah memberikan data masuknya daging ke Bali, termasuk data nama, alamat perusahaan pemasok sesuai dengan permintaan Dinas PKH Bali. Pada saat pemasukan daging ke Bali, ia langsung menghubungi pihak Dinas PKH Bali meskipun waktunya dini hari. (kmb42)

Imigrasi dalam Pelayanan Masyarakat

Luncurkan Layanan Paspor ”On the Spot” dan di Mall Pelayanan Publik PELAYANAN publik yang mudah, transparan, tidak bertele-tele, dan bebas dari indikasi koruptif merupakan keinginan semua lapisan masyarakat. Pelayanan cepat tanpa birokrasi yang ribet juga merupakan impian dan harapan pimpinan Depkumham RI. Tak salah atas tingginya tuntutan masyarakat akan terwujudnya birokrasi yang transparan, akuntabel, bebas dari korupsi dan nepotisme, langkah reformasi birokrasi merupakan hal yang harus dilakukan pemerintah. “Reformasi birokrasi merupakan langkah awal untuk melakukan penataan sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif, dan efisien. Sehingga dapat melayani masyarakat secara cepat, tepat dan profesional,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar Wisnu Widayat, S.H., M.Si. didampingi Kasubag TU I Wayan Agus Sudarsana, S.Sos., Minggu (16/6) kemarin. Atas pelayanan yang baik yang diberikan kepada masyarakat, tak salah jika Imigrasi Denpasar sudah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemen-PAN RB. Menurut Wisnu Widayat, pada tahun 2018 Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar telah dinominasikan menjadi salah satu unit pelayanan teknis di daerah

yang diberikan WBK melalui pembangunan zona integritas dalam rangka pencegahan korupsi dan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik. Adapun pemberian pelayanan plus dan memanjakan masyarakat itu, salah satunya meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana di dalam ruang pelayanan. Misalnya memberikan layanan prioritas bagi pemohon lansia di atas usia 60 tahun, penyandang disabilitas, ibu hamil atau menyusui dan balita. Juga disediakan ruangan bermain anak yang ada di ruangan tunggu.

Inovasi Pelayanan Wisnu Widayat menambahkan, Imigrasi Denpasar juga membuat beberapa terobosan inovasi pelayanan antara lain sistem monitoring antriean secara online. Petugas duta layanan tersedia untuk membantu pemohon. Ada juga layanan help desk, mobil PT Pos sebagai sarana pembayaran dan jasa antarpaspor. Sapa Imigrasi mengawali kegiatan layanan dengan menyapa pemohon untuk memberikan informasi layanan. Wisnu Widayat menegaskan, Kantor Imigrasi kelas I TPI Denpasar akan terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan target tahun 2019 dapat meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani

(WBBM). Sebagai upaya dalam menunjang program aksi kegiatan pembangunan zona integritas menuju WBBM di tahun 2019, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar meluncurkan sebuah inovasi untuk mendekatkan diri pada masyarakat. Yakni, layanan paspor on the spot, dengan menggunakan peralatan mobile paspor dan mobil keliling di mana pemohon diberikan kemudahan dalam hal pengambilan data biometrik dan wawancara yang dilakukan di tempat yang telah ditentukan. Seperti instansi pemeritah, universitas, mall, redaksi media, dan instansi lainnya. Di samping itu, Kantor Imigrasi Denpasar juga telah membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dengan menghadirkan pelayanan paspor di Mall Pelayanan Publik di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin membuat paspor tanpa harus datang ke Kantor Imigrasi Denpasar. Sebagai upaya informasi ke masyarakat, dan upaya pencegahan pelanggaran hukum, kata Wisnu Widayat Imigrasi Denpasar melakukan public campaign dengan memasang banner antikorupsi dan tolak gratifikasi di area kantor. Yang menarik pula, untuk meningkatkan penguatan pengawasan telah terdapat audio imbauan anti korupsi yang diputar

Bali Post/asa

Wisnu Widayat, S.H., M.Si.

di ruang pelayanan dalam tiga bahasa, yakni Indonesia, Inggris dan Bali, serta pembuatan PIN zona integritas WBKWBBM yang digunakan seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen bersama. “Di luar program pelayanan, Imigrasi Denpasar juga punya program sosial. Misalnya kegiatan pro masyarakat seperti bakti sosial, kerja bakti di tempat ibadah dan tempat fasilitas umum lainnya,” ujarnya. (asa)


BADUNG 3 Desa Kutuh Jadi Kampung Bola Bertaraf Internasional

Senin Pon, 17 Juni 2019

Sekda Adi Arnawa Berharap Bisa Jadi ”Sport Tourism” di Badung

SEKRETARIS Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa membuka gathering sponsor kampung bola bertaraf internasional di Puspem Badung, Minggu (16/6) kemarin. Kampung bola ini dipusatkan di Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan dengan mengambil tempat di areal Pura Gunung Payung. KAMPUNG BOLA Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa membuka gathering sponsor kampung bola bertaraf internasional di Puspem Badung, Minggu (16/6) kemarin.

Jaring Turis Tiongkok Pemkab Promosi Pariwisata di BITE Mangupura (Bali Post) – Upaya mendongkrak pendapatan daerah dengan meningkatkan kunjungan wisatawan, terus dilakukan Pemkab Badung. Kali ini Pemkab menyasar pasar Tiongkok dengan mengikuti Beijing Internasional Tourism Expo (BITE). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, Minggu (16/6) kemarin, mengatakan pihaknya telah mengirim tim promosi ke Tiongkok untuk turut dalam BITE ya ng berla ngsung 18 -22 Juni. ‘’Jadi kami sedang menjajaki bagaimana pasar pariwisata Cina. Hari ini (kemarin - red) rombongan sudah berangkat dipimpin langsung oleh Bapak Wakil Bupati,’’ ujarnya. Selama di Beijing pihaknya akan melakukan table top. Kegiatan promosi ini akan ditindaklanjuti di Bali dengan melaksanakan China Town pada 28 Juni. Kegiatan ini akan dihadiri oleh pejabat dari Pemerin-

tah Tiongkok yang menangani kepariwisataan, sehingga terjalin komunikasi yang lebih intens. ‘’Ini untuk meningkatkan minat wisatawan, sehingga target kunjungan wisatawan Tiongkok 2019 sejumlah 1.200.000 orang bisa tercapai,’’ ungkapnya. Dalam lawatan ke Tiongkok, tim akan mempromosikan wisata olahraga air alias watersport. Seperti wisata bawah laut, jetsky, paragliding, parasailing, rafting, hingga paket wedding. ‘’Aktivitas itu yang sangat diminati wisatawan Cina. Ini sangat prospektif sekali terhadap pasar Cina. Harapkan kami, membangun kembali kepercayaan pasar Cina yang sempat kemarin ada gejolak penutupan toko-toko yang ilegal itu,’’ jelasnya. Mengenai jumlah kunjungan wisatawan tahun ini, pejabat asal Kuta ini mengaku tidak hapal jumlah pastinya. ‘’Tapi periode

April-Mei itu ada sekitar 600 ribuan per bulan. Tinggal ditambahkan data sebelumnya,’’ ujarnya. Pada data sebelumnya, hingga Maret 2019, kunjungan wisman yang tercatat mencapai 1.828.935 orang. Sementara pada Juni hingga Agustus mendatang, diharapkan kembali meningkat hingga 650 ribu sampai dengan 700 ribu kunjungan per bulan. Dengan demikian, target kunjungan 6,8 juta wisman tahun ini bisa tercapai. ‘’Tapi dengan catatan, Gunung Agung tidak batuk-batuk lagi,’’ ujarnya. Sebelumnya, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menerima Wakil Konsulat Jendral Tiongkok untuk Indonesia Chen Wei di Sanur, Denpasar, Jumat (15/3). Usai pertemuan tersebut, Wabup Suiasa menerangkan, pertemuan tersebut sebagai upaya meningkatkan hubungan baik antara Pemerintah Tiongkok dengan Pemkab

Badung, terutama mengenai peningkatan kunjungan wisatawan. Kedatangan Konjen Tiongkok ke Bali ini juga dalam rangka recovery kejiwaan di Bali, khususnya Badung dengan wisatawan China yang sempat kurang bagus pasca-isu paket wisata murah. Hal itu dinilai penting agar tidak terjadi rasa trauma bagi pihak-pihak terkait maupun wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke Badung. ‘’Pada intinya ini adalah hal kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan. Mari kita recovery semua kejiwaan itu dan kita lakukan upaya peningkatan untuk itu,’’ ucapnya. Selain upaya tersebut, Suiasa juga siap membangun kerja sama business to business, sehingga dapat menguntungkan pengusaha pariwisata. ‘’Kami ingin membangun sinergi dan komunikasi yang baik pula dengan sektor swasta untuk membangun pariwisata berkelanjutan,’’ tegasnya. (kmb27)

Kampung bola ini diharapkan mampu melahirkan destinasi sport tourism berbasis budaya. Kegiatan ini diprakarsai oleh Yayasan Go Bola Bali. I Gusti Agung Putu Nuaba selaku CEO Yayasan Go Bola Bali didampingi Bendesa Adat Kutuh I Made Wena menyatakan, Kampung Bola Internasional ini selain digunakan sebagai lokasi event bola, juga bisa dipakai sebagai destinasi wisata khusus. ‘’Kampung Bola ini bisa dimanfaatkan sebagai lokasi event. Dengan ikon bola, lapangan dan juga ikon kultur budaya dan seni di bagian depan. Dua event bisa memanfaatkan lokasi ini,’’ ungkap Agung Nuaba.

Sementara itu, Sekda Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Go Bola Bali karena telah memakai areal Pura Gunung Payung di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan sebagai pusat kampung bola. Pihaknya pun berharap dengan adanya kampung bola ini bisa menjadi destinasi wisata baru di gumi keris, sehingga mendongkrak kunjungan wisatawan untuk datang ke Badung khususnya ke Desa Kutuh. ‘’Badung sebagai daerah pariwisata dan tujuan utama wisatawan ke Bali, tentu sangat mendukung terselenggaranya Kampung Bola ini.

Tentu dengan hadirnya Kampung Bola ini harapan kami ke depan akan muncul destinasi baru di Badung yang berbasis atraksi dan sport tourism,’’ kata Adi Arnawa. Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Badung A.A. Putu Yuyun Hanura Eny menambahkan, Dispar Badung sangat mendukung kegiatan ini. Pihaknya juga berkepentingan agar kegiatan ini berjalan sukses dan lancar. ‘’Kami di Dinas Pariwisata sangat berharap agar kegiatan ini bisa go international, sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan ke Badung,’’ katanya. (ad374)

Cuaca Buruk Nelayan Diminta Waspada

Mangupura (Bali Post) –

Pemkab Badung mengimbau seluruh nelayan waspada terhadap gelombang pasang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Bila ombak sedang besar, nelayan diminta tidak melaut demi keselamatan. Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung Made Badra berharap nelayan memperhatikan semua peringatan yang dikeluarkan BBMKG. Kendati nelayan sudah memahami kondisi gelombang laut, pihaknya tetap meminta nelayan berhati-hati. ‘’Ketika mau melaut, harus tetap memperhatikan prakiraan cuaca dari BBMKG,’’ ujar Badra, Minggu (16/6) kemarin. Pihaknya telah menginformasikan kepada nelayan melalui petugas lapangan berpedoman dari data praki-

raan cuaca BBMKG. Karena itu, diharapkan para nelayan untuk selalu memperhatikan data tersebut. Kendati demikian, dia mengakui nelayan tradisional mengetahui kondisi cuaca, sehingga mengetahui kapan mereka melaut dan tidak. Namun, pemerintah tetap mengimbau nelayan agar berhati-hati terlebih belakangan ini gelombang tinggi kerap terjadi di pantai di Kabupaten Badung. ‘’Para wisatawan juga kami minta untuk tetap waspada saat melakukan

aktivitas di pantai,’’ katanya. Berdasarkan pantauan, kemarin para nelayan masih melakukan aktivitas melaut. Seperti halnya di Pantai Kedonganan, sejak pagi mereka mempersiapkan alat perangkap ikan. Tak hanya itu, wisatawan mancanegara dan domestik juga tetap mengunjungi pantai berpasir putih itu. Mereka terlihat asyik bermain air dan berjemur, padahal hampir di setiap titik rawan juga rambu peringatan larangan untuk tidak melakukan aktivitas melebihi areal tersebut. (kmb27)

Imigrasi Masih Temukan WNA dengan Paspor Palsu Mangupura (Bali Post) Selama ini, Indonesia menjadi negara tujuan transit dari berbagai negara. Bahkan banyak yang transit melalui Bali untuk melanjutkan tujuan ke negara lain seperti Australia. Menurut Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan ImiHajar Aswad

grasi Hajar Aswad, selama ini banyak warga negara asing (WNA) yang transit di Bali untuk melanjutkan perjalanan ke negara lain dalam rangka mencari penghidupan layak. Bahkan tak jarang yang sengaja datang dengan menggunakan paspor palsu atau paspor asli namun milik orang lain. Memang dalam hal ini Indonesia tidak ada dirugikan. Namun, pihaknya menegaskan, hal itu perlu diantisipasi

sebab hal ini menyangkut masalah keamanan negara. Jangan sampai WNA yang menggunakan paspor orang lain itu datang untuk melakukan aksi kriminal atau terorisme. Dijelaskannya, sebagian besar WNA yang menggunakan paspor palsu atau milik orang lain datang untuk transit beberapa hari. Pihak Imigrasi pun langsung mendeportasi yang bersangkutan.

Tahun 2019, hingga Juni, kurang dari 20 WNA yang datang menggunakan paspor palsu. Mereka yang melalui Bandara Ngurah Rai itu sebagian besar berasal dari Iran, Syria, India, Nigeria. Berbagai cara digunakan untuk menyimpan paspor. Saat mereka berangkat dari negara asal, memang menggunakan paspor asli miliknya. Setelah masuk pesawat, mereka mengeluarkan paspor orang lain. (kmb23)

Manual, Penanganan Sampah di Pantai Labuan Sait

Berhasil Kelola Sampah Plastik, DLHK Dapat Bantuan ”Dump Truck”

Mangupura (Bali Post) Kawasan wisata Pantai Labuan Sait, Pecatu, Kuta Selatan, yang selalu dipadati pecinta olahraga surfing dari berbagai negara, kini semakin ramai dikunjungi wisatawan. Dari data pengelola kawasan tersebut, jumlah kunjungan rata-rata per hari saat high season mencapai 2.500 orang. Sementara pada hari biasa, rata-rata 1.500 orang. Menurut Manajer Pengelola Pantai Labuan Sait Wayan Wijana, dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Labuan Sait, penanganan sampah akan semakin rumit, terutama saat musim hujan. Namun diakuinya, untuk masalah sampah, sejauh ini masih bisa ditangani. Selain pengelola, pelaku usaha di kawasan tersebut ikut membantu menangani sampah. ‘’Karena ini juga sebagai tanggung jawab terhadap lokasi mereka mencari penghidupan,’’ katanya. Selain itu, pihaknya terus berupaya bekerja sama dengan DLHK Badung dan pihak desa melalui BUMDes. Permasalahan yang ditemui sejauh ini berupa alat berat tidak bisa masuk ke pantai karena tidak ada akses langsung menuju pantai. Alhasil, penanganan sampah dilakukan secara manual dan terkesan lambat. Tidak hanya ramai dikunjungi wisatawan, kawasan Pantai Labuan Sait juga sering digunakan untuk prosesi upacara keagamaan. Seperti yang terlihat Minggu (16/6) kemarin, ribuan krama Pecatu memadati pantai ini untuk mengikuti prosesi ngangkid dan mapetik massal yang merupakan rangkaian Karya Pitra Yadnya Pranawa Bhuwana Kosa Manusa Yadnya lan Atma Wedana Maligia Punggel, Desa Adat Pecatu tahun 2019. Menurut Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, mengingat posisi Pantai Labuan Sait yang cukup terjal dan harus menuruni banyak anak tangga, tentu dibutuhkan banyak tenaga untuk ikut menurunkan sarana upacara. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Pemerintah pusat menggelontorkan dana bantuan untuk pembelian satu unit dump truck. Anggaran untuk pengadaan dump truck tersebut mencapai Rp 420.000.000. Peralatan ini akan membantu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung dalam menjalankan tugas khususnya di bidang kebersihan. Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan, Minggu (16/6) kemarin mengungkapkan, pengadaan sarana tersebut kini dalam proses tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). ‘’Bantuan ini langsung diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan senilai Rp 420 juta, karena dinilai berhasil dalam hal pengelolaan sampah, khususnya sampah plastik,’’ ungkapnya. Birokrat asal Kelurahan Sempidi Kecamatan Mengwi itu menjelaskan, dengan adanya bantuan tersebut, DLHK Badung akan memiliki 46 armada pengangkut sampah. Namun dengan wilayah yang cukup luas, jumlah itu sejatinya belumlah ideal. Sebab, idealnya Badung memiliki 150 armada pengangkut sampah. ‘’Semestinya agar pelayanan maksimal, sehingga tidak ada tumpukan sampah, kami butuh sebanyak 150 armada angkutan. Tapi sekarang kami baru punya 45 armada. Dengan bantuan satu unit berarti nanti menjadi 46,’’ terangnya. Terkait upaya yang dilakukan menyikapi terbatasnya armada pengangkutan sampah, Eka Merthawan menyatakan, sejauh ini pihaknya memaksimalkan armada yang ada. ‘’Jadi, armada yang ada kerja dua kali, yakni pagi dan sore. Walau belum maksimal, tapi paling tidak sampai ada penumpukan sampah,’’ tegasnya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini juga mengakui memiliki sekitar 1.000 staf di lapangan, ditambah 300 yang PNS jadi totalnya 1.300 orang. ‘’Ini saja juga masih kurang setengahnya lagi untuk meng-cover seluruh wilayah Badung dari Petang hingga Kuta Selatan,’’ ungkapnya seraya berharap dapat menambah armada lagi sekaligus menambah staf di lapangan. (kmb27)

LABUAN SAIT - Krama Pecatu, Minggu (16/6) kemarin memadati Pantai Labuan Sait untuk mengikuti prosesi ngangkid massal, serangkaian ngaben massal di Desa Pecatu.

Bali Post/edi


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Pelantikan Pengurus Wilayah Arsada Bali Periode 2019-2022

Hadapi Era Desruptif, RSD Harus Mampu Bertahan dan Berkembang

PENGURUS Wilayah Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (Arsada) Provinsi Bali periode 2019-2022 dilantik di Puspem Badung, Sabtu (15/6). Pengurus Arsada Bali yang dipilih secara aklamasi dilantik langsung Ketua Umum Arsada Pusat yang dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta disaksikan oleh seluruh anggota Arsada wilayah Bali dari pejabat struktural dan fungsional Rumah Sakit Daerah dan Puskesmas yang hadir. Pelantikan diawali dengan penandatanganan berita acara pengukuhan oleh Ketua Umum Arsada Pusat dr. Heru Haryadi, MPH. dan Ketua Arsada Wilayah Bali terpilih dr. I Nyoman Susila, M.Kes. Acara dilanjutkan dengan penyematan PIN Arsada dan penyerahan Pataka pengurus wilayah Arsada Provinsi Bali. Selain itu, pelantikan juga dirangkai dengan seminar nasional oleh Ketua Umum Arsada Pusat dengan materi ‘’Perspektif Masa Depan RSD Malaksanakan PPK-BLUD’’ dan Direktur Keuangan RSUD dr. Moewardi Solo Drs. Syahrudin Hamzah, S.E., M.M. dengan materi ‘’Pemahaman dan Pengalaman Menerapkan PPK-BLUD’’ yang dimoderatori dr. I Wayan Sudiana, M.Kes. Ketua Panitia dr. I Nyoman Gunarta, MPH. mengatakan pemilihan Ketua Arsada wilayah Bali telah dilakukan secara aklamasi pada 9 Januari lalu. Sementara itu, terkait dengan tema seminar yang mengangkat tentang pelaksanaan dan penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSD, karena masih banyak ketidakjelasan prosedur dan tata kelola BLUD, baik di RSD maupun di puskesmas-puskesmas. Oleh karena itu, RSD sangat penting untuk mengetahui arah dan tata kelola BLUD, termasuk dalam hal pengelolaan SDM non-Aparatur Sipil Negara (ASN).

ARSADA BALI - Ketua Umum Arsada Pusat dr. Heru Haryadi, MPH. menyerahkan pataka kepada Ketua Arsada Wilayah Bali terpilih periode 2019-2022 dr. I Nyoman Susila, M.Kes. pada upacara Pelantikan Pengurus Wilayah Arsada Bali, Sabtu (15/6). Ketua Arsada Wilayah Bali Terpilih Periode 2019-2022 dr. I Nyoman Susila, M.Kes. mengatakan di era disruptif seperti saat ini, di mana perubahan regulasi, tata kelola, dan demografi rumah sakit setiap saat mengalami perubahan. Apalagi, saat ini RSD dihadapkan pada era revolusi industri 4.0 yang mengharuskan sistem tata kelola dan pelayanan di RSD harus berbasis digital (online). Oleh karena itu, SDM RSD harus memahami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga mutu pelayanan berbasis digital harus ditingkatkan. ‘’Gaya hidup masyarakat saat ini telah berubah, di mana masyarakat saat ini sangat peduli terhadap kesehatannya. Oleh karena itu, rumah sakitrumah sakit beserta aparatur di dalamnya harus merubah diri, sehingga apa yang dibutuhkan oleh masyarakat mampu dipenuhi oleh rumah sakit,’’ ujar

dr. Susila, Sabtu (15/6). Selain itu, tantangan lain yang dihadapi RSD adalah costumer tunggal yaitu BPJS. Sebab, pasien umum hanya sekitar 20%. Oleh karena itu, RSD harus menjalin kerja sama dengan lembaga keuangan lain, apabila pembayaran BPJS terlambat, sehingga operasional dan tata kelola RSD tetap bisa berjalan dalam memberikan pelayanan kepada pasien. ‘’Arsada sebagai fasilitator dan advokator agar selalu waspada. Inilah tantangan yang dihadapi Arsada, sehingga kita di Arsada harus berupaya bertahan dan berkembang di era disruptif saat ini,’’ tegasnya. Sebagai Ketua Arsada Bali terpilih, pihaknya akan melakukan berbagai program terobosan. Di antaranya menjaga mutu RSD agar tetap bisa bersaing, meningkatkan peran advokasi, meningkatkan kualitas SDM, dan memperbaiki sistem pelayanan berbasis digital. (ad376)

Yudisium VIII Universitas Dhyana Pura

FEH dan FIKST Lepas 137 Calon Wisudawan FAKULTAS Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST) Universitas Dhyana Pura menyelenggarakan yudisium ke-8 serta melepas 137 calon wisudawan di Aula E Kampus Dhyana Pura, Jumat (14/6). Dekan FEH Undhira melepas 114 calon wisudawan Sarjana Manajemen dan Ahli Madya Manajemen Pemasaran. Sedangkan Dekan FIKST melepas 23 calon wisudawan Sarjana dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Perekam dan Informasi Kesehatan, Ilmu Gizi, dan Fisioterapi. Yudisium kali ini menandakan momentum kemajuan bagi kedua fakultas di Universitas Dhyana Pura. Karena mulai tahun 2019, yudisium dan wisuda akan dilaksanakan lebih dari satu kali dalam setahun. ‘’Seiring bertambahnya jumlah mahasiswa dan lulusan, yang menandakan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Undhira dalam delapan tahun terakhir. Kami merasa perlu untuk mengakomodasi calon-calon lulusan dengan mengadakan yudisium dan wisuda dua kali dalam setahun yakni pada Juni dan Oktober,’’ jelas Rektor Undhira Dr. Made Nyandra. Dalam sambutannya, Rektor Made Nyandra mengajak calon wisudawan untuk menerapkan pola pikir kritis dan akademis dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada di dalam masyarakat. ‘’Lulusan Undhira diharapkan dapat menerapkan tujuh karakter yang ditanamkan di Undhira, termasuk integritas, kepemimpinan yang melayani, dan wawasan mendunia dalam kehidupan karier dan bermasyarakat,’’ ujarnya. Yudisium ke-8 juga bertepatan dengan dimulainya bulan Dies Natalis ke-8 Undhira yang mengusung tema ‘’Mewujudkan Generasi Inovatif dan Berdaya Saing Global’’. Dalam mewujud-

YUDISIUM - Fakultas Ekonomika dan Humaniora (FEH) serta Fakultas Ilmu Kesehatan, Sains dan Teknologi (FIKST) Universitas Dhyana Pura menyelenggarakan yudisium ke-8 serta melepas 137 calon wisudawan di Aula E Kampus Dhyana Pura, Jumat (14/6). kan hal tersebut, semua lulusan Undhira telah disiapkan dengan hard skills dan soft skills untuk berkompetisi sekaligus berkolaborasi secara global. ‘’Kami bangga dengan lulusan sarjana dan ahli madya Undhira yang kita harapkan membawa pemikiran akademis dalam problem solving serta mampu berkiprah dan berdampak di masyarakat,’’ tegas Rektor Nyandra. Yudisium juga diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Yeyen Komalasari yang merupakan dosen berprestasi Undhira 2018 dan harapan I dosen berprestasi LLDikti Wilayah VIII tahun 2018. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. Yeyen membahas anteseden pengembangan karier wanita khususnya di Bali. Dengan konflik tiga peran yang dihadapi wanita yaitu menyeimbangkan antara karier, keluarga, dan kewajiban bermasyarakat. Dalam menempuh pendidikan, kaum perempuan kadang unggul dibandingkan dengan laki-laki. Namun dalam meniti karier sampai jenjang manajerial, masih

banyak kendala yang dihadapi perempuan. ‘’Terbukti dalam lima tahun terakhir, mahasiswa Undhira yang konsisten mengukir prestasi sebagai tiga besar dalam pemilihan mahasiswa berprestasi LLDikti Wilayah VIII. Bahkan keluar sebagai peringkat pertama di tahun 2019 adalah perempuan. Namun dalam mencapai puncak karier ada banyak kendala yang dihadapi dan harus dicari jalan keluarnya, terutama mengenai konflik peran dan fear of success bagi wanita,’’ jelas Dr. Yeyen. Dalam yudisium ke-8 ini dilakukan pula angkat sumpah ahli kesehatan masyarakat serta pengambilan sumpah dan janji perekam medis dan informasi kesehatan kepada 19 calon wisudawan. Mahasiswa juga diingatkan dalam renungan oleh Pdt. Rudolf Souhoka bahwa lulusanlah yang nantinya membawa dampak positif di masyarakat dan turut membawa nama baik almamater. ‘’Karena itu dapat dikatakan bawah Undhira tidak ke manamana, tapi ada di mana-mana,’’ sambungnya. (ad373)

Senin Pon, 17 Juni 2019

BNNK Badung dan Desa Darmasaba Gelar Operasi Bersinar SINERGITAS terus dibangun BNNK Badung dengan aparat desa dan stakeholder terkait guna memerangi peredaran narkoba. Dalam rangka menggelorakan semangat pra-Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019, BNNK Badung bersinergi dengan Desa Darmasaba, TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Badung melaksanakan Operasi Bersihkan Sindikat Narkoba (Bersinar) di tempat kos di wilayah Desa Darmasaba, Minggu (16/6) dini hari. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. menyampaikan pelaksanaan Operasi Bersinar diawali dengan suvei lokasi yang menjadi target atau sasaran oleh Tim Berantas BNNK Badung. Kegiatan ini sebagai upaya untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Desa Darmasaba, khususnya yang terjadi di tempat-tempat kos. Operasi Bersinar tersebut, lanjut AKBP Masmini, melibatkan 75 personel terdiri dari anggota BNNK Badung, Perbekel, staf dan aparat Desa Darmasaba, Koramil Abiansemal, Polsek Abiansemal, Badan Kesbangpol Kabupaten Badung dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Badung. ‘’Enam belas tempat kos di empat banjar di wilayah Darmasaba menjadi target dalam pelaksanaan operasi. Pelaksanaan operasi dimulai pukul 04.30 Wita diawali pengecekan seluruh personel yang terlibat,’’ tegas Masmini didampingi Perbekel Desa Darmasaba serta Kabid Ideologi dan Wasbang Badan Kesbangpol Kabupaten Badung. Saat memimpin apel, mantan Kabag Sumda Polres Badung ini menyampaikan terima kasih atas kerja sama instansi terkait, khususnya Desa Darmasaba. Dia juga menjelaskan maksud dan

OPERASI BERSINAR - Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini bersama instansi terkait menggelar Operasi Bersinar di wilayah Desa Darmasaba, Abiansemal. tujuan dari pelaksanaan Operasi Bersinar ini untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di tempat kos. Dalam pelaksanaan tugas agar memperhatikan cara bertindak dan etika serta tidak menimbulkan kegaduhan. ‘’Jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba dari hasil pemeriksaan urine, yang bersangkutan agar diamankan tanda pengenalnya misalnya KTP. Selanjutnya dilakukan pendalaman,’’ ujarnya. Selanjutnya seluruh personel dibagi menjadi dua tim. Tim 1 dipimpin Kasubbag Umum BNNK Badung yang menyasar Banjar Baler Pasar dan Banjar Bucu. Sedangkan Tim 2 dipimpin oleh Kepala Seksi Pemberantasan menyasar Banjar Darmasaba dan Banjar Menesa. Setelah tim melakukan pengecekan tempat kos, dilakukan pemeriksaan urine secara selektif terhadap penghuni tempat kos

oleh petugas. Dari 30 sampel urine penghuni kos yang diperiksa didapatkan hasil satu orang positif amphetamine dan methampetamine, empat orang positif methampetamine dan tiga orang positif benzodiazepam. Selanjutnya terhadap penghuni kos yang terindikasi terlibat sebagai penyalahgunaan narkoba diarahkan untuk datang ke Kantor BNNK Badung guna dilakukan asesmen dan ditindaklanjuti dengan melaksanakan rehabilitasi. ‘’Perbekel Desa Darmasaba menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Operasi Bersinar ini. Diharapkan adanya kegiatan serupa guna menekan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Desa Darmasaba pada khususnya. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Perbekel Desa Darmasaba karena selama ini responsnya sangat baik,’’ ucapnya. (ad371)

Menghadapi Dahsyatnya Revolusi Industri 4.0

STMIK Stikom Bertransformasi Menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali MENGHADAPI dahsyatnya Revolusi Industri 4.0 saat ini, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer (STMIK) Stikom Bali kini bertransformasi menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali atau disingkat ITB Stikom Bali. Perubahan nama menjadi institut itu sesuai Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi No. 357/ KPT/I/2019 tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Teknik Komputer menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali tertanggal 7 Mei 2019. Hal itu diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Ristek Dikti Prof. Dr. Ainun Na’im kepada Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem di kampus Stikom Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/6). ‘’Saya berharap ke depan ITB Stikom Bali akan mampu menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dengan menyiapkan sumber daya manusia berkualitas,’’ kata Ainun Na’im. Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Bali Nusa Tenggara Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. dalam sambutannya mengakui Stikom Bali selama ini menjadi salah satu perguruan tinggi andalannya. Sebab, terbukti dari awal hingga saat ini selalu menorehkan sejumlah prestasi gemilang. ‘’Jadi, saya berharap dalam waktu dua tahun, semua program studi dan lembaganya sudah terakreditasi A,’’ harap Prof. Dasi Astawa. Pejabat Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan menerangkan dengan berubah menjadi ITB Stikom Bali, maka program studi (prodi) yang dikelola bukan hanya bidang IT, melainkan juga bidang bisnis atau konsentrasi bisnis. Saat ini ITB Stikom Bali memiliki Prodi Sistem Komputer (SK) S-1, Sistem Informasi S-1, Prodi

BACAKAN SK - Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. Dr. Ainun Na’im membacakan SK perubahan STMIK Stikom Bali menjadi ITB Stikom Bali di kampus ITB Stikom Bali, Renon, Denpasar, Jumat (14/6). Internasional Dual Deegree S-1, dan Manajeman Informatika D-3. Prodi Sistem Komputer dengan Konsentrasi Networking & Cyber Security, dan Konsentrasi Robotic & Embedded System, Prodi Sistem Informasi dengan Konsentrasi Enterprise System, Konsentrasi Game & Multimedia, Konsentrasi Intelligent System, dan Konsentrasi E-Tourism. Kemudian Prodi Internasional Dual Degree bekerja sama dengan Help University Malaysia dengan konsentrasi Sistem Komputer, lulusannya memperoleh dua gelar yakni Sarjana Komputer (S.Kom) dari ITB Stikom Bali dan BIT (Bachelor of Information Technology) dari Help Unversity Malaysia, dan Prodi Manajemen Informatika dengan Konsentrasi Manajemen Informatika. ‘’Sedangkan tiga konsentrasi baru yang masuk dalam Prodi Sistem Informasi yang semuanya S-1 adalah Konsentrasi Digital Bisnis, Konsentrasi Komputerisasi Akuntansi, dan Konsentrasi Broadcasting dan Film,’’ terang

Dadang Hermawan, Pejabat Rektor ITB Stikom Bali. Dalam kesempatan ini, Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. mengisahkan Stikom Bali didirikan pada 10 Agustus 2002 oleh empat orang yang semuanya tidak memiliki back ground IT. ‘’Saya sendiri Prof. I Made Bandem, Pak Satrya Dharma, Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, Ak., M.Si. dan Pak Dr. Dadang Hermawan,’’ kata Prof. Bandem. Diawali dengan 40 mahasiswa baru dan menempati sebuah ruko di Jalan Pulau Kawe, Denpasar. Kemudian tahun berikutnya dengan membeludaknya mahasiswa baru, Stikom Bali pindah lokasi ke sebuah ruko di Jalan Teuku Umar hingga akhirnya menempati kampus sendiri di kawasan Renon, Denpasar dan kampus Jimbaran. Saat ini jumlah mahasiswanya sekitar 6.500 orang. ‘’Butuh waktu dua tahun untuk memperjuangkan Stikom Bali menjadi institut,’’ pungkas Prof. Bandem dengan wajah berbungabunga. (ad379)

Sekilas tentang Buta Warna BUTA warna tak selalu berarti tidak mampu membedakan warna sama sekali. Kebanyakan orang dengan kondisi ini masih dapat melihat warna, tetapi sulit untuk membedakannya. Mungkin lebih tepat disebut defisiensi penglihatan warna. Hal ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Jenis tersering yaitu kesulitan membedakan warna merah dan hijau atau kesulitan membedakan warna biru dan kuning. Masing-masing dapat bersifat ringan, sedang,

ataupun berat. Retina adalah lapisan di bagian belakang bola mata yang sensitif terhadap cahaya. Retina memiliki dua jenis sel yakni sel batang dan sel kerucut. Sel-sel batang bekerja pada cahaya redup dan sel-sel kerucut bereaksi terhadap cahaya yang lebih terang. Keduanya berespons terhadap warna. Sinyal-sinyal tersebut berjalan melalui saraf mata menuju otak, kemudian dikombinasikan untuk membuat ber-

bagai warna. Jika terjadi masalah, bahkan pada satu jenis sel kerucut saja, maka otak tidak mendapatkan informasi yang benar. Karena sel kerucut juga berperan dalam penglihatan detail, maka buta warna dapat juga menurun ketajaman penglihatan. Buta warna tidak selalu diderita sejak lahir. Beberapa penyakit mata dapat menyebabkan buta warna dan dapat juga terjadi bersamaan dengan leukemia, parkinson’s disease, alzheimer’s

disease, anemia sel sabit, atau penyalahgunaan alkohol. Buta warna juga dapat terjadi akibat efek samping dari obatobatan tertentu, termasuk obatobatan untuk terapi penyakit jantung, tekanan darah tinggi, disfungi ereksi, penyakit saraf, atau gangguan emosi. Dapat juga akibat bekerja di sekitar bahan kimia seperti pupuk atau pelarut. Pada anak-anak, hal ini baru akan diketahui sampai mereka belajar nama-nama warna. Atau kesulitan di sekolah

saat mengerjakan tugas yang menggunakan bahan-bahan berwarna. Hal yang baik untuk menguji penglihatan warna pada anak di sekitar usia 4 tahun. Jika dalam keluarga anda ada yang mengidap buta warna, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter mata. Bagaimana mendiagnosisnya? Cara paling umum adalah menggunakan tes warna Ishihara yang menggunakan gambar dari titik-titik berwarna-warni. Jika anda dapat melihat warna

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

dengan benar, akan tampak angka-angka terbentuk dari warna yang berbeda dari setiap gambar. Jika anda buta warna, maka anda akan kesulitan melihat angka-angka tersebut. Jika buta warna disebabkan karena penyakit tertentu atau akibat efek samping obat, hal ini masih dapat diupayakan. Tetapi buta warna sejak lahir, yang diturunkan dari orangtua tidak dapat dikoreksi. l dr. Intan Cendana Sari


Senin Pon, 17 Juni 2019

info seremoniAL

Wisuda Taruna Taruni Angkatan Ke-2

5

Senator RI Hadiri LKBB Purna Paskibraka Bangli di Susut

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Rayakan HUT, Wedakarna Apresiasi STT Bhuana Werdhi Undang Legenda Musik Iwan Fals Jadi Sekolah Terbaik Ke-4 Se-Bali SEDIKITNYA 191 Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara angkatan ke-2 telah mengikuti rangkaian Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Kompetensi Kejuruan, serta Ujian Sekolah Berbasis Nasional. Hasilnya mereka semua dinyatakan lulus 100 persen. Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara Indra Gita Saragih, S.Pd. menyatakan rasa bangganya karena di tahun pelajaran 2018/2019 SMK Penerbangan Cakra Nusantara menduduki peringkat ke-4 terbaik SMK se-Bali dengan 97 persen nilai UNBK di atas ratatara Provinsi Bali. Meningkat dari tahun sebelumnya yakni peringkat ke-6 SMK se-Bali dengan 84 persen nilai UNBK di atas rata-rata Provinsi Bali. Indra mengatakan peluang kerja di sekolah ini sangat terbuka lebar karena pemerintah kini sedang gencarnya membangun dan memperluas lapangan kerja, terutama di bagian penerbangan dan kebandaraan. Lulusan SMK Penerbangan Cakra Nusantara mampu dan cepat terserap di dunia kerja. ‘’Kami optimis dan yakin ke depannya lulusan sekolah kita mudah terserap di dunia kerja Penerbangan, Kebandaraan dan Kedirgantaraan karena memiliki kopetensi dan keahlian di bidangnya,’’ katanya. Kegiatan wisuda ini dipimpin Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara dan berjalan hikmat semimiliter. Turut mengundang Yayasan Pendidikan Cakra Cemerlang Internasional, Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Profesor Tenaga Ahli Internal SMK, serta pihak dunia usaha dan dunia industri (dudi), di antaranya PT Dirgantara Indonesia, Gapura

Angkasa, TNI-AU I Gusti Ngurah Rai, Angkasa Pura, Airnav Indonesia, Garuda Indonesia dan masih banyak lagi. SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A (unggul) mempersiapkan alumni yang siap kerja dan memiliki daya saing tinggi bersertifikat kompetensi BNSP, sehingga sudah barang pasti diterima di dudi sesuai Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004. ‘’Prestasi adalah tradisi setiap anak menjadi juara sesuai bidang masing-masing. Kalau mau pandai sekolahnya di sini,’’ ucapnya. Dalam acara pelepasan ini, tiga lulusan terbaik mendapat penghargaan. Di antaranya Ni Putu Abhigita, Ni Kadek Suwandewi, Ni Putu Ayu Ganitri Brahmacahyan. Seluruhnya dari Jurusan Administrasi Perkantoran Bandara. SMK Penerbangan Cakra Nusantara memprioritaskan upaya penyaluran lulusannya untuk berkiprah di dunia internasional. Karena itu, seluruh Taruna Taruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara diberikan

karakter sikap unggul, tangguh, mandiri, di mana pun mereka berada. Penguasaan bahasa asing serta pembelajaran dengan menggunakan Kurikulum Nasional 2018 yaitu dengan 70% praktek dan 30% teori serta on job training di luar negeri. SMK Penerbangan Cakra Nusantara sudah menjadi TUK berbagai LSP ternama. Satu-satunya SMK yang menjadi TUK LSP K3 dengan 4 program keahlian di antaranta Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara), Pemeliharaan dan Perbaikan Motor dan Rangka Pesawat Udara (Airframe Pwer Plant), Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen Elektronika Pesawat Udara (Electrical Avionics), Teknik Telekomunikasi (Penerbangan). Beralamat di Jalan Drupadi No. 25 dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Denpasar telah membuka Penerimaan Siswa Baru 2019/2020 dapat menghubungi nomor pendaftaran 03614742600 atau 081237098090 website www.smkpenerbangan.sch. id. (ad380)

SENATOR DPD-RI utusan Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III tampak hadir dalam kunjungan kerja di Kabupaten Bangli dengan agenda menyambangani generasi muda Bangli. Agenda pertama, Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir dalam acara Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) yang diadakan di SMK Negeri 1 Susut, Bangli. Dalam acara yang diorganisasi Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Bangli ini, diikuti 11 regu dari 11 SMA/SMK se-Bangli. Apresiasi atas terselenggaranya acara LKBB ini disampaikan Senator AWK usai menyerahkan piala juara I LKBB Bangli kepada SMA Negeri 1 Bangli. Yang mana DPD-RI merasa nilai-nilai kebangsaan yang ditanamkan dalam pertandingan ini sangat positif. ‘’Di seluruh Indonesia, mungkin PPI di Bali ini yang secara umum eksis dengan baik dan memiliki program terencana dengan rapi. Seperti LKBB yang diselenggarakan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/ kota. Ini adalah upaya tidak langsung menanamkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Apalagi dewan jurinya dari berasal dari TNI dan Polri. Ini bagus. Di sini nilai 4 pilar diejawantahkan dalam wujud yang menarik bagi kalangan siswa. Pertahankan acara ini. Kalau bisa Pemerintah Kabupaten Bangli anggarkan acara bagus ini tiap tahun melalui Dinas Pemuda dan Olahraga. Saya dukung dan akan beri rekomendasi resmi,’’ kata Gusti Wedakarna. Selain itu, ia meminta kepada PPI untuk tetap ber-

semangat membina adikadiknya, walau di tengah keterbatasan yang banyak hal. Semoga akan ada hasilnya di kemudian hari, karena Bali butuh anak-anak muda disiplin tinggi untuk bisa jadi pemimpin Bali. Hal senada ia sampaikan juga di sela-sela hadir dalam acara penanaman pohon bersama dengan Wakil Bupati Bangli, Sekda Bangli, Dinas Perhutanan Bali dan artis legendaris Indonesia Iwan Fals di Banjar Kawan, Bangli. Senator AWK mengungkapkan inovasi STT di Bali harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman. ‘’Saya salut pada STT Bhuana Werdhi Banjar Kawan, Bangli yang bisa mengorganise acara hingga mendatangkan artis nasional Iwan Fals. Ini baik dan positif. Apalagi ada pesan-pesan baik di balik lagu-lagu Iwan Fals yang melegenda. Walau rentang usia antara generasi Iwan Fals dengan generasi milenial cukup jauh, tapi ini pertanda baik bahwa musik itu memiliki hal-hal yang bernilai universal. Apalagi jika lagu-lagu yang dibawakan tujuannya memberikan semangat dan motivasi. Saya ucapkan selamat,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Lebih jauh ia berharap STT di Bali menjadi ornamen penting dalam pelaksanaan desa adat, terlebih dengan telah disahkannya Perda No.04/2019 tentang Desa Adat di Bali. ‘’Umat Hindu khususnya generasi muda Bali harus gembira. Saat ini desa adat di Bali sangat kuat, baik sebagai subjek hukum maupun dalam hal kewenangan. Saya tegaskan jika

SD Saraswati 5 Denpasar sejak 41 tahun lalu dikenal sekolah swasta yang hebat. Bukan saja prestasi siswanya yang hebat, guru dan kepala sekolahnya juga hebat. Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Kecamatan Denpasar Timur I Made Tirana saat acara pelepasan siswa kelas VI SD Saraswati 5 Denpasar, Sabtu (15/6). Sekcam Made Tirana mengungkapkan, SD Saraswati 5 Denpasar banyak berperan dalam memberikan pelayanan pendidikan berkualitas di Denpasar khususnya dan Bali pada umumnya karena siswanya datang dari lintas kabupaten. Bahkan, prestasinya ikut membawa nama baik Bali dan RI di kancah nasional dan internasional. Hal itu didukung pernyataan Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bahwa prestasi anakanak SD Saraswati 5 setiap tahun terus meningkat. Kepercayaan masyarakat ini harus diemban dengan baik melalui pelayanan berkualitas, terutama mutu guru. Guru SD Saraswati 5 Denpasar harus berstandar internasional untuk menghadapi banyaknya sekolah

internasional dibuka di Denpasar. Saat itu Kepala SD Saraswati 5 Denpasar Dra. Desak Made Asri, M.Psi. melepas 172 siswa kelas VI. Ketua Yayasan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. didampingi Ketua Pembina Yayasan IGB Yudhara dan Kasek Desak Made Asri mengalungkan medali bagi siswa berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Acara makin semarak karena acara disaksikan para orangtua siswa. Bukan hanya siswanya berprestasi, guru dan kaseknya juga berprestasi. Desak Made Asri adalah kasek berprestasi terbaik I tingkat Nasional 2010. Sementara gurunya, A.A. Maha Yogiyanti, S.Pd., meraih juara I Olimpiade Guru Nasional, Ni Nyoman Dian Asrini, S.Pd. meraih juara III Olimpiade Guru Nasional 2019 dan Wayan Wenten berprestasi di sastra Bali. Desak Made Asri didampingi Kaur Kurikulum A.A. Mahayogiyanthi, S.Pd., M.Pd., Kaur Kesiswaan Dra. IA Laksmi Dewi, M.Pd., Kaur Sarpras Ni Nyoman Dian Asrini, S.Pd. dan Kaur Humas Drs. I Putu Pujana menegaskan, SD Saraswati

SATYAGRAHA - Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna bersama Wabup Bangli, Dinas Kehutanan Provinsi Bali, Ketua STT dan Musisi Iwan Fals serta Panitia LKBB Bangli di Susut. Bangli. nantinya desa adat sudah bisa mengelola keuangan secara otonom agar dana desa adat jangan melulu terpakai untuk upacara agama dan ritual. Tapi binalah anak-anak muda Hindu. Orang-orang tua di desa juga begitu agar selalu mengajak STT berpartisipasi menghadapi tantangan di desa adat. Setidaknya beri kewenangan dalam hal mengurus palemahan dan pawongan untuk STT. Jadi ke depan, itu yang harus dirancang anak muda Hindu, kemauan untuk memimpi diri sendiri. Jadi sementara ini, baik desa dinas atau kelurahan, jika ada STT di wilayahnya agar dibantu supaya organisasi berjalan

dengan baik dan dukungan anak muda Bali terhadap guru wisesa menjadi konkret. Pembangunan bangsa Indonesia tanpa melibatkan anak muda adalah sia-sia. Dan syukurilah Bali memiliki sistem organisasi adat untuk anak muda yakni STT yang hebathebat dan militan terhadap agama Hindu dan pelestarian budaya Bali,’’ jelas Senator Arya Wedakarna. Dalam waktu dekat DPDRI akan menggelar program pembinaan untuk STT di 57 wilayah kecamatan di seluruh Bali, khususnya dalam hal kepemimpinan Hindu Dharma dan Satyagraha. (ad385)

SD Saraswati 5 Denpasar Sekolah Berprestasi Perbarindo Bali Gelar ’’Touring Literasi dan Edukasi BPR’’

DALAM rangka lebih memperkenalkan keberadaan BPR (Bank Prekreditan Rakyat) sebagai lembaga keuangan dan perbankan, Perbarindo Bali menggelar acara ‘’Touring Literasi dan Edukasi BPR’’ bersama OJK Bali, Minggu (16/6) kemarin. Touring mengambil start di UC Silver, Batubulan, Gianyar, menuju Bedugul, Candikuning, Tabanan dan berakhir di Tanah Lot, Tabanan. Touring diikuti sekitar 300 orang, terdiri dari komunitas biker BPR Bali, biker OJK Bali, dan kalangan umum. Dalam kegiatan touring juga diadakan edukasi dan kegiatan bersihbersih sampah plastik. Terakhir, dilakukan acara deklarasi BPR Bali Biker. Menurut Ketua DPD Perbarindo Bali Ketut Wiratjana, touring ini merupakan rangkaian acara dalam memperingati Hari BPR Nasional pada 21 Mei 2019. Namun karena kesibukan pemilu dan hari raya Lebaran, maka segala kegiatan diselenggarakan dan dipusatkan di Bali pada 13 Juli 2019. Dalam acara edukasi di Bedugul, diundang sebanyak 7 STT (sekaha teruna-teruni) yang di lingkungan sekitarnya. Mereka diberikan edukasi berkenaan dengan perbankan dan investasi khususnya mengenai BPR. Sebagai sebuah bank, BPR tidak serta merta mencari

TOURING - Perbarindo Bali saat menggelar acara ‘’Touring Literasi dan Edukasi BPR’’ bersama OJK Bali, Minggu (16/6) kemarin. untung, tetapi tugas mulia bagaimana mencerdasarkan anak bangsa untuk bangkit dengan berwirausaha. ‘’Touring yang dilakukan ini bukan sekadar gagah-gagahan, tapi untuk memasyarakatkan BPR, bahwa BPR itu siap membangun ekonomi masyarakat,’’ imbuh Sekretaris DPD Perbarindo Bali Made Suarja. Ditambahkan, dalam kondisi yang wait and see, Perbarindo Bali mengajak masyarakat lebih bergairah membangkitkan ekonomi. Sementara itu, Ketua OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda mengatakan, selain menyosialisasikan BPR, touring juga bertujuan memperkenalkan OJK sebagai lembaga

negara yang berfungsi sebagai pengawas sistem keuangan dan edukasi, dan juga satgas kewaspadaan investasi daerah. OJK Bali mengimbau supaya masyarakat berhati-hati pada investasi ilegal. Di berbagai tempat dan wilayah, banyak masyarakat di Indonesia yang terlalu cepat percaya, tergiur atas penawaran investasi bunga tinggi, yang pada ujungnya masyarakat yang rugi. Sementara itu, untuk peringatan ulang tahun BPR secara nasional nanti akan dipusatkan di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Denpasar pada 13 Juli, yang rencananya dihadiri langsung oleh Ketua OJK Nasional dan anggota Perbarindo seluruh Indonesia. (ad372)

PRESTASI - Sekcam Dentim Made Tirana bersama Ketua Yayasan Bagus Ketut Lodji dan Kasek Desak Made Asri berfoto dengan siswa berprestasi SD Saraswati 5 Denpasar. 5 Denpasar didukung 36 guru berkualitas. Tahun lalu meraih nilai rata-rata UN tertinggi di Bali. Tiap tahun 95,7 persen siswanya diterima di SMP negeri, sisanya di sekolah internasional. Sejak memimpin sekolah ini, Desak Made Asri sukses mengantarkan siswanya mengoleksi 3.185 piala dan prestasi. Bahkan enam piala bergilir bersemayam di sekolah ini yakni Piala Dekan FIP Undiksha (MIPA), Disdikpora Bali (Siswa Berprestasi), Rektor Undiksha (Sains), Presiden RI (MB), Mendikbud (MB), Gubernur

Bali (Dokter Kecil). Prestasi siswanya dikenal go international seperti A.A. Istri Tasya KW meraih perak di Olimpiade Matematika di Thailand. Putu Dickson Parta Hartopo meraih emas di OSN Matematika, I Putu Jati Kacanegara meraih perunggu, Ni Kadek Dwi Mega Wari Gayatri meraih juara II Siswa Berprestasi Kota Denpasar dan segudang prestasi lainnya. Ini berkat sekolah ini menyiapkan 29 ekstra dan kini memiliki Tim Peduli Lingkungan (TPL) yakni dokter cilik dan polisi cilik yang membantu sekolah. (sue)

Tekanan Darah Tinggi Saat Hamil? 2.213 Peserta Kegiatan Uji Kompetensi Hati-hati Tanda Preeklampsia Ke-10 LSP LPK Monarch Bali

KOMITMEN LPK Monarch Bali dalam rangka mendukung program pemerintah Kios Three in One, terimplementasi secara nyata melalui proses pelatihan, sertifikasi dan penempatan. Proses ini menjadi media evaluasi bagi proses kegiatan pendidikan dan pelatihan, sehingga tercipta inovasi program pelatihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten. Pada 10-15 Juni 2019, LSP LPK Monarch Bali melaksanakan kegiatan uji kompetensi di lima Tempat Uji Kompetensi (TUK). Pelaksanaan kegiatan uji kompetensi yang diikuti 2.213 peserta didik yang tersebar di lima TUK yaitu TUK Monarch Bali, TUK Monarch Gianyar, TUK Monarch Candidasa, TUK Monarch Singaraja, dan TUK Monarch Negara. Pelaksanaan kegiatan uji kompetensi ini merupakan bagian dari Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2012 tentang Sertifikasi Kompetensi dan Sertifikasi Usaha di Bidang Pariwisata. Di mana calon tenaga kerja dan tenaga kerja bidang pariwisata wajib memiliki sertifikat kompetensi. Skema

yang digunakan LSP LPK Monarch Bali dalam pelaksanaan uji kompetensi bagi peserta didik Monarch Bali adalah Certificate III in Food Production (Cookery), Certificate III in Housekeeping, Certificate III in Food and Beverages Service (Waiting), Certificate III in Food and Beverages Service (Beverage), dan Certificate III in Front Office. Lembaga Sertifikasi Profesi LPK Monarch Bali yang menjembatani pelaksanaan sertifikasi mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Pariwisata RI melalui sertifikasi kompetensi sektor pendidikan bidang pariwisata

anggaran Kementerian Pariwisata tahun 2019 sebanyak 2.400 peserta uji. Direktur LSP-LPK Monarch Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., CHT. menyampaikan sertifikasi kompetensi menjadi hal mendasar dan mutlak dalam menyikapi kebutuhan industri pariwisata yang sangat kompetitif. Oleh karena itu, LSP-LPK Monarch Bali yang telah memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara konsisten akan terus melaksanakan proses sertifikasi kepada semua lulusan LPK Monarch Bali. (ad377)

TIDAK semua wanita menjalani masa kehamilan dengan lancar. Ada hal-hal yang bisa mengganggu kondisi kesehatan ibu hamil. Salah satunya terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi dalam kehamilan. Hipertensi adalah salah satu masalah kesehatan yang paling banyak dialami selama masa kehamilan. Meskipun terbilang umum, hipertensi dalam ibu hamil tidak boleh disepelekan karena kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan janin hingga berakibat fatal pada ibu dan bayi. Jenis Tekanan Darah Tinggi pada Masa Kehamilan Terkadang, tekanan darah tinggi sudah terjadi sebelum kehamilan tetapi tidak terdeteksi. Pada kasus lain, tekanan darah tinggi baru terjadi pada masa kehamilan. Kenali jenis-jenisnya sebagai berikut: Hipertensi Gestasional atau hipertensi yang hanya terjadi selama masa kehamilan. Tekanan darah kemudian akan turun kembali usai persalinan. Hipertensi Kronis yang sudah ada sejak sebelum hamil atau baru terdiagnosis pada usia kehamilan sebelum 20 minggu.

Hipertensi Kronis dengan Superimposed Preeklampsia, yaitu kondisi ketika seorang ibu hamil memiliki riwayat hipertensi kronis sebelumnya dan juga mengalami preeklampsia. Preeklampsia dan Eklampsia yaitu komplikasi kehamilan yang terjadi saat kehamilan memasuki usia 24 minggu ke atas. Preeklampsia kadang muncul tanpa gejala. Tekanan darah tinggi sebagai gejala preeklampsia mungkin datang secara perlahan namun lebih sering menyerang tiba-tiba. Gejala-gejala Preeklampsia Tanda Preeklampsia pada ibu hamil. Tekanan darah tinggi, tanda ini biasanya paling umum dan mudah terdeteksi. Ditandai dengan tekanan darah yang lebih dari 140/90. Adanya protein dalam urine, hal ini diperoleh dari pemeriksaan penunjang laboratorium dari kencing ibu hamil. Keberadaan protein di dalam kencing juga bisa menandai kondisi preeklampsia. Bengkak, biasanya merupakan kondisi yang normal pada masa kehamilan jika hanya menyerang bagian kaki. Namun ketika wajah, mata dan tangan juga ikut bengkak maka ibu hamil harus curiga bahwa ini adalah tanda pree-

klampsia. Sakit kepala, yang dirasakan tumpul berat dan juga berdenyut dan yang tidak hilang setelah berbaring dan istirahat bisa juga disertai gangguan penglihatan. Nyeri perut bagian kanan atas dan kenaikan berat badan secara tiba-tiba. Jika ibu hamil mengalami berbagai tanda di atas, segera berkonsultasi ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Pasalnya bila kondisi ini tak cepat ditangani akan menyebabkan kondisi yang lebih parah dan berbahaya bagi ibu dan janin. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan, sejauh ini

para peneliti belum menemukan cara yang paling efektif untuk mencegah preeklampsia. Ibu hamil dapat melakukan persalinan normal walaupun memiliki tekanan darah tinggi. Untuk menghindari komplikasi, dokter mungkin merekomendasikan persalinan dengan rangsangan (induksi) beberapa hari sebelum tanggal prediksi kelahiran. Pada kasus Preeklampsia yang berat, dokter akan memberi obat selama persalinan untuk membantu mencegah kejang. Tidak menutup kemungkinan dilakukannya operasi caesar. l dr. Daniel Victor Harrista


OPINI

6

Senin Pon, 17 Juni 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Membangun Kembali Pertanian Bali PERGUB Nomor 98 Tahun 2018 menjadi tanda kebangkitan pertanian Bali. Sebab, pergub yang dikeluarkan Gubernur Koster itu sangat memihak kepentingan Bali. Namun yang perlu diingat, keberpihakan tersebut jangan sebatas penerbitan pergub. Harus ada langkah lanjutan untuk merealisasikannya. Ini penting jangan sampai ikon pertanian Bali hilang. Sebab, kini sudah tak banyak generasi muda Bali yang mau menekuni pertanian. Demikian pula lembaga subak, sering tinggal nama tanpa ada kativitas. Lalu apa yang kini menjadi kebanggaan Bali tentang pertanian yang paling banyak menyerap tenaga kerja? Sulit menjawabnya, di tengah derasnya aliran investasi ke Bali. Investasi tersebut sebagian besar bergelut di sektor pariwisata yang sudah tentu boros lahan. Dengan kondisi demikian, perlukah pemerintah mengalihkan sektor pertanian tidak lagi menjadi sektor primer dan mengangkat sektor pariwisata menjadi unggulan? Terhadap pertanyaan ini tentu banyak pertimbangan dan argumentasi sebelum menjawab ya. Sebab, kita harus terlebih dulu menganalisis kesiapan sumber daya manusia Bali berkiprah dalam sektor tersebut. Sebab, bukan hanya keterampilan yang dibutuhkan, juga yang perlu disiapkan adalah keberanian dan kecukupan modal dalam menopang usaha tersebut. Kalau hanya skill, tentu SDM Bali diplot sebagai pekerja, bukan pelaku. Kalau demikian halnya, Bali tetap akan menjadi incaran investor luar dan masyarakat Bali tetap sebagai penonton dan meminta belas kasih untuk diberikan pekerjaan. Demikian pula keberanian dan modal juga masih jauh dari harapan. Sebab, banyak generasi muda Bali tidak dipersiapkan untuk berani menjadi pengusaha, baik dari segi kemampuan maupun permodalan. Dari argumentasi itu, tentu untuk menjawab ya atas pertanyaan; perlukah pariwisata menjadi sektor unggulan menggantikan sektor pertanian, tentu sangat naif. Apalagi kalau dilihat dari sisi kependudukan (demografi), angkatan kerja Bali masih dominan bekerja di sektor pertanian dibandingkan dengan yang bekerja di sektor lainnya. Memang sektor pariwisata menyumbang Pendapat Domestik Regional Bruto (PDRB) paling tinggi, dan mengungguli sektor pertanian. Namun dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian jauh mengungguli sektor pariwisata. Oleh karenanya, sektor pertanian harus tetap diletakkan sebagai sektor unggulan yang menopang sektor pariwisata. Artinya, pertanian harus menjadi sektor utama yang menjadi daya tumpu ekonomi nasional termasuk Bali. Untuk itu, perlu ada kebijakan yang menjadikan pertanian memiliki peran nyata sebagai penghasil devisa negara melalui ekspor. Harapannya, produk sektor pertanian dapat bersaing di pasar dalam negeri maupun di luar negeri. Kalau kita lihat ke belakang, pembangunan pertanian telah berhasil dicapai oleh Indonesia pada dekade 1970-an sampai tahun 1980-an. Hal itu ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertanian sebesar 3,2persen per tahunnya. Kemudian pada 1984 swasembada beras dapat tercapai dan berhasil memicu pertumbuhan ekonomi di pedesaan. Sayangnya swasembada beras tersebut hanya dapat dipertahankan hingga tahun 1993. Setelah itu sektor pertanian terpuruk. Agar sektor pertanian dapat terus memberikan peran pada perekonomian, diperlukan adanya suatu perencanaan pembangunan di sektor ini. Salah satunya adalah dengan melakukan investasi. De-ngan adanya investasi di sektor ini, diharapkan akan memicu kenaikan output dan input demand yang akan berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan, kesempatan kerja, serta mendorong tumbuhnya perekonomian nasional. Selama ini, wacana revitalisasi sektor pertanian, hampir tidak pernah berhenti. Namun, dalam tataran implementasi, hampir beberapa tahun tidak ada kebijakan yang berarti untuk dapat memajukan sektor ini. Namun pada era Jokowi, berbagai kebijakan pertanian sudah digulirkan. Bahkan, anggaran sektor ini juga bertambah secara signifikan. Tinggal sekarang, daerah menerjemahkan dalam mewujudkan pertanian dan petani yang tangguh.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Jurnaliskah Penulis SP? Saya sering mendapat pertanyaan seperti judul surat pembaca (SP) di atas. Yang bertanya orangnya rada lugu, ingin mendapat jawaban segera. Saya pun menjawab seadanya, bahwa yang namanya SP isinya bisa menyangkut permasalahan atau kepentingan pribadi, dan bisa juga bersifat umum atau menyentuh kepentingan orang banyak. Sebut saja contoh “Air PDAM Kecrat-kecrit, Dimana Tanggung Jawab Pemerintah?” Kalau yang disebutkan di atas menyangkut isi SP, lalu perkara siapa penulisnya, apakah seorang jurnalis atau orang kebanyakan, saya pun memberikan jawaban bahwa penulis SP pada umumnya adalah orang kebanyakan, siapa saja boleh menulis SP. Di lain pihak, penulis SP bisa saja seorang jurnalis tapi kemungkinannya sangat kecil. Jurnalis sudah memiliki “lahan” tulisan tersendiri dengan ketentuan tulisan itu harus mengandung unsur-unsur 5W + 1H. Sedangkan penulis SP di luar jurnalis jarang memperhatikan 5W + 1H secara lengkap. Unsur 5W + 1H itu meliputi What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (di mana), Why (mengapa), dan How (bagaimana). Romi Sudhita Jl. Srikandi, Singaraja

Mempertanyakan Eksistensi Buah Lokal Bali Siapa yang tidak pernah melihat gebogan/pajegan yang barisan paling bawah diisi minuman kaleng? Atau bahkan mungkin saja semua dari kita pernah melakukannya. Ibu-ibu zaman sekarang senang sekali menjejerkan minuman kaleng di posisi paling bawah. Ternyata, bahkan gebogan pun mengalami perubahan bentuk menjadi gebogan zaman now.

G

Oleh Desak Gede Prita Widia Wiriyanti, S.ST.

ebogan atau yang di beberapa tempat disebut pajegan pada dasarnya adalah sebuah persembahan kepada Tuhan berupa buah-buahan, jajanan, dan bunga atau canang yang disusun bertingkat dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter. Gebogan disusun di atas dulang, di mana zaman dulu masyarakat Hindu menggunakan batang pisang yang berdiri di tengah-tengah dulang. Batang pisang ini digunakan untuk menancapkan lidi dari bambu yang ujung lainnya sudah ditusukkan pada buah. Agak susah memang, butuh kesabaran dalam menyusun buah supaya tidak mudah lepas dan buah mampu berjejer dengan rapi. Namun, pada gebogan zaman now batang pisang hampir sudah tidak pernah digunakan lagi. Kalau kita membeli dulang, maka otomatis akan disediakan alas untuk menopang buah di setiap tingkatnya. Maka membuat gebogan pun menjadi semakin mudah. Sumber lain mengatakan bahwa mengapa persembahan ini disebut gebogan karena sarana ini terdiri dari berbagai buah aneka warna dan penganan lain yang diolah dari hasil bumi. Lalu di mana makna minuman kaleng tersebut? Ibu-ibu zaman dulu sebelum mengenal minuman kaleng, sangat telaten memilih buah nanas untuk ditempatkan di bagian bawah gebogan. Buah nanas dipilih dengan ukuran yang sama, sehingga posisi buah di atasnya tetap datar.

Selanjutnya pun, dengan telaten memilih-milih buah lain untuk tumpukan di atasnya dengan ukuran yang sama. Mungkin semua orang zaman sekarang mengedepankan kepraktisan. Minuman kaleng tentu saja memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Tinggal beli enam biji sudah selesai satu barisan gebogan paling bawah. Sekali lagi, apakah minuman kaleng ini punya arti? Selain sisi praktis, ada apa dengan buah lokal Bali. Apakah memang sudah langka sehingga untuk persembahan banten pun mengarah ke sumber daya lain yang lebih praktis? Data Badan Pusat Statistik

(BPS) menyebutkan pada tahun 2017, Bali mampu memproduksi sebanyak 273.352 kg buah pisang yang dominan dihasilkan di Kabupaten Bangli sebanyak 151.450 kg. Besaran produksi ini bahkan meningkat hampir 50 persen dari produksi tahun 2016 yang hanya mencapai 183.210 kg di Bali. Namun, eksistensi buah pisang sendiri masih bisa kita temukan. Bahkan semua sarana persembahyangan masih setia menggunakan pisang. Rasanya tanpa pisang semua banten tidaklah lengkap dan belum siap untuk dihaturkan. Produksi mangga mencapai 56.522 kg pada tahun 2017. Mangga dominan dihasilkan di

Pemanfaatan buah lokal juga sudah digantikan posisinya dengan buah impor, seperti apel dan pir. Hal ini mungkin disebabkan karena buah apel dan pir bisa tahan lebih lama dari jeruk, salak, maupun rambutan. Mengingat pada zaman sekarang ibu-ibu sudah bukan lagi ibu rumah tangga. Kebanyakan para istri bekerja, mereka perlu membeli perlengkapan banten lebih awal sehingga membutuhkan buah-buahan yang tahan lebih lama.

Kabupaten Buleleng sebesar 29.554 kg. Produksi mangga ini pun mengalami peningkatan dari tahun 2016 sebanyak 33 persen. Buah mangga sendiri masih menjadi primadona terutama pada saat musim mangga, terutama mangga madu asli Bali yang sudah pasti manis. Buah lokal selanjutnya yang terlihat masih eksis adalah jeruk. Seperti halnya pisang, buah jeruk pasti selalu ada. Produksi jeruk di Bali tahun 2017 mencapai 169.006 kg. Jeruk juga paling banyak di hasilkan di Kabupaten Bangli sebanyak 101.338 kg. Produksi jeruk juga mengalami peningkatan, bahkan dua kali lipat dari produksi jeruk di tahun 2016. Data produksi buah lokal lain yang dihimpun oleh BPS adalah produksi salak. Salak pun sebetulnya jika diperhatikan sudah jarang digunakan dalam pembuatan gebogan. Mungkin karena ukurannya yang kecil dan susah menemukan bentuk yang sama, atau karena sifatnya yang cepat membusuk. Data menunjukkan bahwa produksi salak di Bali tahun 2017 sebanyak 22.602 kg. Angka ini memang menurun drastis dibandingkan produksi salak pada tahun 2014 yang mencapai 69.271 kg di Bali. Buah rambutan juga bisa dibilang eksistensinya menurun. Jika dilihat dari produksi tahun 2017 produksi rambutan mencapai 12.929 kg di Bali. Menurun jauh dari tahun 2015 yang mencapai 20.702 kg. Jika dilihat data kebelakang lagi, produksi rambutan sempat mencapai 30.366 kg pada tahun 2002. Pemanfaatan buah lokal juga sudah digantikan posisinya dengan buah impor, seperti apel dan pir. Hal ini mungkin disebabkan karena buah apel dan pir bisa tahan lebih lama dari jeruk, salak maupun rambutan. Mengingat pada zaman sekarang ibu-ibu sudah bukan lagi ibu rumah tangga. Kebanyakan para istri bekerja, mereka perlu membeli perlengkapan banten lebih awal sehingga membutuh-

Bangkitkan Nilai Kesusilaan Demi Persatuan

BARU-BARU ini di Buton, Sulawesi Tenggara, terjadi bentrokan antarwarga yang menyebabkan terbakarnya puluhan rumah akibat permasalahan yang seharusnya bisa diselesaikan dengan baik-baik. Apa yang terjadi di sana merupakan cerminan kemunduran moral dan akhlak kita sebagai masyarakat. Perlu direnungkan bagaimana bisa hanya karena suara bising knalpot dari konvoi sepeda motor (kumparan.com) lantas menyebabkan banyak kerugian material dan immaterial yang seharusnya tidak terjadi. Banyak pelajaran yang harus kita ambil dari kasus yang terjadi di Buton tersebut agar kiranya kejadian yang sangat disesalkan itu tidak akan terulang lagi, sebab kegiatan-kegiatan yang dapat menyebabkan perselisihan seperti bentrokan, rusuh, tawuran dan lainnya itu hanya akan menghambat kemajuan bangsa dalam berbagai sektor. Kejadian demikian selain dapat menggoyahkan persatuan juga hanya akan menyisakan duka dan goresan kelam dalam sejarah masyarakat. Tentu kita tidak ingin lagi mewarisi cerita-cerita pahit yang dapat menimbulkan rasa saling curiga sesama bangsa. Walaupun Ir.

Oleh I Gede Yudi Arsawan Soekarno pernah mengatakan ‘’perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih berat karena melawan bangsa sendiri’’, tetapi tetap saja pesan tersebut tidak boleh ditelan mentahmentah. Alangkah baiknya jika kita bisa menghindari untuk menaruh rasa saling curiga, apalagi melawan sesama anak bangsa, karena satu-satunya jalan untuk membangun bangsa ini menjadi lebih baik adalah dengan bekerja sama dan gotong royong. Untuk membangun masyarakat yang bermoral dan tertib maka terdapat nilai-nilai atau norma yang berlaku dalam masyarakat, norma tersebut antara lain adalah Norma Agama, Norma Kesusilaan, Norma Kesopanan dan Norma Hukum. Dari keempat norma tersebut, norma kesusilaan merupakan norma yang sangat berpengaruh bagi negara yang penduduknya berjumlah besar dan bineka ini. Cerminan berjalannya norma kesusilaan ini adalah ketika masyarakat sudah dapat saling

menghargai dan menghormati sesama, meminta maaf ketika melakukan kesalahan, tidak merampas hak-hak orang lain serta bercakap dan bersikap yang baik. Apabila sifat dan sikap yang demikian sudah dimiliki oleh masyarakat maka pastinya tidak mungkin ada kegiatan rusuh atau tawuran karena tentu masyarakat akan menempuh cara penyelesaian suatu permasalahan dengan baik-baik seperti melalui budaya musyawarah untuk mufakat. Namun dengan adanya kejadian tersebut maka bisa dikatakan nilai kesusilaan dalam masyarakat belum berjalan efektif. Manusia padahal kerap kali disebut-sebut sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, ini tidak lain dikarenakan manusia memiliki kemampuan untuk berpikir yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Dalam ajaran agama Hindu manusia disebut memiliki Tri Pramana yaitu Bayu, Sabda dan Idep. Idep atau kemampuan untuk berpikir tidak dimiliki oleh binatang yang hanya memiliki Bayu

dan Sabda, serta tidak juga dimiliki oleh tumbuh-tumbuhan yang hanya memiliki Bayu. Menurut aliran kaum stoik yang dipelopori oleh Zeno, seorang filsuf asal Yunani, dikatakan bahwa manusia tak lain adalah binatang bernalar yang mana artinya tanpa nalar maka manusia tidak ada bedanya dengan layaknya binatang buas yang bertindak dan bercakap semena-mena. Banyak permasalahan yang terjadi saat ini diakibatkan juga karena tidak adanya kemauan masyarakat untuk berpikir panjang yang menyebabkan mereka menjadi egois dan kehilangan sisi kemanusiaan serta berujung pada perbuatan yang anarki. Untuk itu, perlu kita bangkitkan kembali nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat. Kita harus mulai untuk sadar betapa pentingnya menanamkan nilai tersebut kepada diri sendiri dan lingkungan sekitar. Tujuan utamanya sangat jelas yaitu untuk menjaga persatuan bangsa yang sudah kita rawat sejak lama ini. Penulis, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, Kader PC KMHDI Badung

kan buah-buahan yang tahan lebih lama. Kembali ke makna minuman kaleng tersebut, sebetulnya kembali kepada diri sendiri yang mempersembahkan yadnya. Yadnya adalah korban suci yang tulus ikhlas. Gebogan yang biasa diusung oleh perempuan Hindu menuju pura tetap memiliki makna persembahan yang suci apabila dihaturkan dengan tulus ikhlas, tidak juga diukur dari tinggi rendahnya gebogan tersebut. Apa pun yang kita miliki itulah yang kita persembahkan kepada Tuhan. Bahkan menurut saya pribadi, akan salah jika kita mempersembahkan sesuatu melebihi kemampuan. Bukankan orangtua yang melahirkan kita tidak mungkin memberatkan, apalagi Tuhan yang maha memiliki segalanya tidak akan mungkin meminta sesuatu yang berlebihan kepada umatnya yang tidak memiliki. Jika dilihat dari sisi pandang lain, sebetulnya momentum hari raya juga seharusnya adalah ladang bagi petani buah untuk mendapatkan rezeki lebih. Tentunya konsentrasi kita adalah petani buah lokal. Untuk itu, hendaknya masyarakat menyadari, selain sisi kepraktisan kita juga harus membantu saudara krama Bali untuk menghidupkan mata pencaharian mereka dengan membeli produksi buah lokal Bali. Maka mari kita bersama-sama mengembalikan eksistensi buah lokal untuk sekalian membantu eksistensi petani buah lokal Bali. Mari kita sadari, kalau bukan kita yang mengembalikan eksistensi buah lokal Bali, lalu siapa lagi? Penulis, Pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung

POJOK Gubernur Wayan Koster berkomitmen jaga kesucian alam Bali. - Jangan lupa, jaga manusia Bali. *** Saat buka PKB, Presiden Jokowi sampaikan ‘’matur suksema’’ pada rakyat Bali. - Jangan lupa selamatkan Teluk Benoa. *** Sejumlah pejabat dan istri menteri meninjau pameran kerajinan di PKB. - Jangan lupa beli ya.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Senin Pon, 17 Juni 2019

Baris Cerekuak Meriahkan Pawai PKB Ke-41

PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 telah dibuka Presiden RI Joko Widodo, Sabtu (15/6) sore. Sembilan kabupaten/ kota di Bali pun telah menampilkan kreativitas seni dalam ajang pawai sebagai awal dibukanya ajang kesenian tahunan tersebut. Khusus Kabupaten Tabanan, menampilkan iring-iringan penari Baris Cerekuak. Para penari mengenakan pakaian sederhana berwarna hitam lengkap dengan saput poleng, dipenuhi balutan daun dan topeng, layaknya burung Cerekuak. Penampilan penari Baris Cerekuak dari Banjar Sakeh dan Banjar Tengah, Kecamatan Kerambitan itupun menyita perhatian masyarakat yang tumpah ruah di sekitar panggung pembuka parade. Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan I Wayan Muder, Minggu

(16/6) kemarin menyampaikan, Baris Cerekuak adalah kesenian yang dipentaskan saat upacara Pitra Yadnya dan memiliki makna mengantarkan roh leluhur ke nirwana. Tari tersebut jarang ditampilkan lantaran masyarakat lebih cenderung melaksanakan upacara ngaben secara kremasi. ‘’Kami ingin kesenian khas Tabanan ini setelah tampil akan dikenal oleh masyarakat, karena jenis kesenian baris memang cukup banyak,’’ ucapnya. Tari Baris Cerekuak sebenarnya sudah tampil pada PKB tahun lalu. Namun kala itu tidak massal. ‘’Sengaja tahun ini kami tampilkan dengan jumlah yang lebih banyak,’’ terangnya. Selain Baris Cerekuak, ada pula deretan 100 orang pembawa umbul-umbul dengan warna merah, putih dan hitam sebagai simbol kosmos,

sesuai dengan tema PKB kali ini ‘’Bayu Pramana’’ yang memiliki arti memuliakan angin dan angin adalah sumber kehidupan. Turut pula ditampilkan tarian Bunga Sandat Serasi. Untuk di tingkat provinsi, Kabupaten Tabanan telah menyiapkan dutanya untuk mengikuti 20 kegiatan, yakni parade gong kebyar anakanak, gong kebyar wanita, gong kebyar dewasa, parade ngelawang, parade wayang kulit dalang remaja, parade Topeng Panca, parade drama gong remaja, parade dramatari arja, lomba baleganjur, lomba lagu pop Bali remaja dan anak-anak, lomba topeng bondres inovatif, lomba gender wayang anak-anak, lomba taman penasar, parade joged bumbung, lomba dan workshop, kesenian rekonstruksi, lomba nyastra, seni karawitan dan seni pengembangan. (kmb28)

Bali Post/ist

BARIS CEREKUAK - Tari Baris Cerekuak yang ditampilkan dalam pawai PKB ke-41.

Wisata Puri, Strategi Pertahankan Warisan Budaya Bali

Bali Post/ist

PURI ANOM - Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke Puri Anom Tabanan. Tabanan (Bali Post) Arsitektur klasik, peninggalan serta sejarah yang terkandung pada sebuah puri, menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Wisata puri juga sangat sejalan dengan pariwisata budaya yang diusung Bali. Hal inilah yang kemudian menginspirasi pengembangan wisata Puri Anom Tabanan. Ketua Harian Forum Pelestari Budaya Tabanan (FPBT) I Putu Arya Wiguna menjelaskan, gagasan wisata budaya puri ini sebenarnya sudah muncul tiga tahun lalu, hanya saja baru bisa diwujud-

kan tahun ini. Menurutnya, bangunan klasik Puri Anom Tabanan menjadi daya tarik wisatawan. Wisatawan, katanya, menikmati budaya terutama arsitektur bangunan kuno di Puri Anom Tabanan. Per bulan, sekitar 20 hingga 30 wisatawan berkunjung, meski wisata puri belum dikelola maksimal. Wisatawan berasal dari Eropa, Filipina, Thailand dan India. ‘’Terutama wisatawan Eropa, mereka sangat senang melihat arsitektur bangunan yang ada di puri masih klasik dan kuno, meski sudah ada yang direstorasi,’’ ucapnya.

Terkait upaya pelestarian budaya yang dikemas dalam kegiatan wisata budaya, diterangkan Arya Wiguna, wisatawan yang berkunjung ke Puri Anom akan mendapatkan fasilitas sesuai permintaan. Mulai dari coffee break dengan menu teh beras merah, kopi khas Tabanan, jajan Bali dan klepon. Kemudian lunch dengan menu ayam betutu, menikmati culture bangunan Puri Anom dan kesenian. ‘’Untuk kesenian kami akan tampilkan tarian yang diciptakan oleh maestro dari Tabanan,’’ imbuh Arya Wiguna. Lebih lanjut dia menyebutkan, wisatawan yang berkunjung ke Puri Anom agar bisa mendapatkan seluruh fasilitas tersebut, terlebih dahulu berkoordinasi dengan FPBT. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan sejumlah travel agent dan pelaku pariwisata untuk membangun lebih banyak wisata budaya di Tabanan. ‘’Yang jelas, pariwisata budaya Puri Anom Tabanan dibuat adalah untuk cita-cita membangun kota Tabanan sebagai kawasan budaya untuk memperkaya objek tujuan wisata di Tabanan,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

PUJAWALI - Pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes akan digelar Rabu (19/6). Sejumlah persiapan pun dilaksanakan oleh krama pangempon.

Buda Kliwon Gumbreg

Pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes Tabanan (Bali Post) Krama pangempon Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes, Minggu (16/6) kemarin melakukan beragam persiapan serangkaian pujawali di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes yang berlokasi di Desa Pakraman Belulang Desa Mengesta Kecamatan Penebel. Puncak karya akan berlangsung pada Buda Kliwong Gumbreg atau Rabu (19/6). Setelah puncak karya, karya nyejer selama tiga hari dan masineb pada Sabtu (22/6) mendatang. Terkait pujawali, panitia karya mengimbau umat Hindu untuk nangkil guna memohon keselamatan dan keajegan jagat Bali. Apalagi Pura kahyangan Jagat Luhur Batu Panes merupakan jajaran pura yang mempunyai

hubungan yang erat dengan Pura Luhur Batukau. Manggala Karya I Nyoman Arnawa menjelaskan, pura berstatus Kahyangan Jagat yang berlokasi tepat di tengah-tengah pulau Bali ini diyakini sebagai tempat memuja Ciwa Pasupati. Pura ini dipercaya sebagai tempat memohon keselamatan jagat, memohon perlindungan dan kemakmuran serta memohon keselamatan tanaman dari gangguan hama. Di pura ini terdapat mata air panas di Pura Luhur Beji yang difungsikan sebagai tempat pasraman atau pasucian Ida Batara Luhur Batu Panes. Debit air panas cukup besar. Air inilah yang dipakai sebagai sarana malukat ataupun mandi dan dipercaya

mampu mengobati beragam jenis penyakit kulit. Setiap harinya, pemandian yeh panas Belulang ramai didatangi oleh warga dari berbagai penjuru. Beragam persiapan jelang pujawali telah dilakukan oleh krama. Pura Luhur Batu Panes diempon sekitar 250 kepala keluarga dari Desa Pakraman Belulang, Desa Pakraman Wangaya Betan, dan sebagai Panganceng yakni Puri Kompyang Tabanan. ‘’Krama sangat antusias membuat sarana upakara serta ada juga yang bertugas memasang wastra,’’ ucapnya. Pura Luhur Batu Panes memiliki konsep Padma Catur Dala (Catur Lawa) dalam posisinya sebagai pura yang utama. Pura tersebut dikelilingi empat pura masing-

masing di sebelah timur yakni Pura Batusari, di sebelah barat yaitu Pura Pengungangan Batuaya, di sebelah barat laut berupa Pura Taman Beji Toya Panes dan di sebelah selatan yakni Pura Dalem Kahyangan. Terkait aedan atau dudonan penangkilan, Sekretaris Panitia Pura Luhur Batu Panes Jro Mangku I Wayan Astawa menambahkan, umat terlebih dahulu melakukan panglukatan di Pura Taman Beji Toya Panes, selanjutnya menuju Pura Dalem Kahyangan. Setelah itu barulah menuju Pura Batusari. Dari Pura Batusari, umat melanjutkan persembahyangan di Pura Luhur Batu Panes dan Pura Pengungangan Batuaya, sebagai stana Ida Batara Pura Luhur Batukaru. (kmb28)

Uang Jasa Pengabdian Dewan Dianggarkan Rp 377 Juta

Tabanan (Bali Post) -

Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Tabanan menyiapkan anggaran Rp 377 juta untuk jasa pengabdian 40 legislator periode 2014-2019. Nominal yang diterima tiap anggota dewan akan bervariasi, sesuai jabatannya. Pemberian uang jasa pengabdian, kata Setwan Tabanan I Made Sugiarta, S.Sos., M.M., sesuai PP No. 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD. ‘’Jasa pengabdian bagi pimpinan dan anggota dewan periode 2014-2019, jumlahnya bervariasi, dan berbeda antara pimpinan dan anggota DPRD,’’ ucapnya, Minggu (16/6) kemarin. Sugiarta mengatakan, uang jasa pengabdian tersebut akan diberikan begitu anggota dewan menyelesaikan tugasnya. Masa bakti dewan periode 2014-2019 berakhir pada Agustus mendatang. Lebih lanjut Sugiarta menerangkan, nominal yang diterima masing-masing anggota dewan tergantung dengan masa bakti. Jika bekerja secara penuh lima tahun, maka yang bersangkutan akan mendapatkan dana sebesar enam kali uang representasi/gaji pokok. Contohnya, dana representasi Ketua DPRD sebesar Rp 2,1 juta dikalikan enam bulan, akan mendapatkan Rp 12,6 juta. Dari jumlah tersebut, dikenakan potongan pajak sehingga jumlah bersih yang diterima Rp 10,7 juta. Untuk wakil ketua dengan dana representasi sebesar Rp 1,68 juta, setelah

dikalikan akan mendapatkan Rp 10,08 juta, namun jumlah bersih yang diterima setelah pajak adalah Rp 8,568 juta. Sedangkan anggota sebesar Rp 1,575 juta dikalikan enam bulan. Jumlah bersih diterima Rp 8,032 juta. Sementara anggota dewan yang masuk karena PAW seperti I Made Bugiarta yang menjadi anggota dewan sejak tahun 2017 mengisi kekosongan almarhum I Made Sudiarta, mendapatkan tiga kali uang representasi. ‘’Karena sebelumnya anggota yang di-PAW sudah menerima uang jasa pengabdian mereka, maka sisanya diberikan kepada penggantinya,’’ ucap Sugiarta. Anggaran jasa pengabdian tersebut tercantum di APBD 2019. Ia mengatakan, tidak ada yang salah dengan anggaran tersebut, karena sudah dilakukan sesuai dengan aturan. Sementara disinggung tentang persiapan pelantikan anggota dewan terpilih periode 2019-2024, Sugiarta mengatakan, sampai saat ini masih menunggu SK dari KPU Tabanan. Selanjutnya baru melangkah ke beragam persiapan, seperti pengadaan seragam bagi anggota dewan terpilih. Pelantikan rencananya dilakukan pada Agustus mendatang. (kmb28)

I Made Sugiarta

Bali Post/bit


BULELENG

8

Senin Pon, 17 Juni 2019

Puluhan Anak Kurang Mampu Dapat Bantuan Dana Pendidikan Singaraja (Bali Post) – Yayasan Sahabat Peduli Kasih Desa Jagaraga Kecamatan Sawan menyerahkan bantuan dana pendidikan kepada 47 anak kurang mampu dan yatim piatu dari beberapa desa di Buleleng. Anak kurang mampu dan yatim piatu tersebut setiap satu semester rutin mendapatkan dana pendidikan masing-masing Rp 1,2 juta. Selain dana pendidikan, yayasan ini rutin menyerahkan bantuan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) kepada para lanjut usia (lansia) di Bali Utara. Bantuan ini diserahkan dalam safari kesehatan yang dipusatkan di rumah aman Yayasan Sahabat Peduli Kasih di Dusun Dauh Teben, Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Minggu (16/6) kemarin. Safari kesehatan ini diisi dengan donor darah oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga Desa Jagaraga dan sekitarnya. Ketua Yayasan Sahabat Peduli Kasih Jro Mangku Wijaya Dangin mengatakan, misi sosial yang dilaksanakan belakangan ini dilatarbe-

lakangi rasa prihatin dengan kondisi sosial masyarakat sejumlah desa di Bali Utara. Dengan dukungan jaringan para penggiat sosial di Bali, dirinya berhasil menjalankan misi sosial untuk membantu meringankan biaya pendidikan anak-anak kurang mampu karena ekonomi dan masalah sosial lainnya. Dengan dukungan para jaringannya itu, sebanyak 47 anak kurang mampu dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK setiap semester mendapatkan bantuan dana pendidikan Rp 1,2 juta. Dana pendidikan itu disimpan di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing asal anak bersangkutan. Dana tersebut dapat digunakan dengan batas maksimal Rp 200 ribu satu kali transaksi penarikan. Cara ini dilakukan untuk menhindari pemakaian dana pendidikan yang tidak tepat sasaran. “Bersama kawan-kawan penggiat sosial di Bali, kami bergerak untuk membantu anak kurang mampu atau anak yatim piatu dan terus mendampinginya. Dengan demikian dana pendidikan ini tepat sasaran

yaitu untuk kepentingan pendidikan, sehingga setiap LPD atau BUMDes tempat kami menyimpan dana ini memberi batasan penarikan Rp 200 ribu,” ujarnya. Selain dana pendidikan, lanjut Wijaya Dangin, setelah yayasan yang dipimpinnya ini mendapatkan akte notaris, persoalan sosial lain pun mulai disasar yakni memberikan pendampingan kepada para lansia. Untuk lansia, pihaknya rutin menyerahkan bantuan paket sembako. Walau nilai bantuannya tidak seberapa, namun pihaknya berharap dengan bantuan itu bisa membantu meringankan kebutuhan lansia dalam mengisi hari tua mereka. “Kalau sembako ini, juga banyak kami salurkan setelah ada partisipasi dari pekerja sosial. Kepada lansia rencananya akan dilakukan pendampingan untuk bantuan bedah rumah yang sangat dibutuhkan terutama yang hidup tanpa orang terdekat,” jelasnya. Selain aksi sosial, Wijaya Dangin memanfaatkan bangunan rumah milik keluarga besarnya sebagai rumah singgah bagi anak-anak ti-

dak mampu, perempuan atau anak korban kriminalitas serta bentuk kejahatan lain. Di rumah singgah tersebut, selain membantu pemulihan mental para korban kejahatan atau permasalahan sosial lain, pihaknya mengajarkan siapapun yang tinggal di rumah singgah untuk belajar membuat produk kerajinan seperti merangkai bunga dengan bahan daur ulang dan kegiatan positif lain. “Kami berikan bangunan rumah tua milik keluarga untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan sosial atau korban kejahatan,” ujar Wijaya Dangin. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhiyasa menyambut positif program pendampingan dan bantuan para pekerja sosial tersebut. Sandhiyasa mengatakan, semakin banyak pekerja sosial yang bergerak, maka permasalahan sosial di masyarakat dan pengentasan kemiskinan semakin meningkat. Oleh karena itu pihaknya mengajak lebih banyak lagi muncul pekerja sosial, sehingga bisa bersama-sama mengatasi permasalahan sosial atau kemiskinan dengan berbagai pro-

Bali Post/kmb38

Dana Pendidikan – Sebanyak 47 anak kurang mampu menerima dana pendidikan dari Yayasan Sahabat Peduli Kasih Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. gram yang disinergikan dengan kebijakan pemerintah. “Sekarang ada 18 Lembaga Kesejahtraan Sosial Anak (LKSA) dan hadirnya pekerja sosial

lain seperti Yayasan Peduli Sesama Kasih ini, kami yakin permasalahan sosial dan kemiskinan terus dapat kita optimalkan,” tegasnya. (kmb38)


GIANYAR

Senin Pon, 17 Juni 2019

9

SOSOK Rencana Aksi Daerah PENANGANAN kasus stunting semakin diintensifkan oleh Pemkab Giannyar. Guna mengoptimalkan penanganan tersebut, Pemkab Gianyar kini menyiapkan rencana aksi daerah (RAD). “Saya berharap adanya dukungan untuk penyusunan RAD di Kabupaten Gianyar tahun ini. Dukungan itu diwujudkan dengan keluaran berupa aksi-aksi yang tertuang dalam suatu kegiatan penanggulangan stunting,” ujar Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, belum lama ini. Pejabat bertubuh jangkung ini juga berpesan kepada para kepala desa/lurah agar mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk penanggulangan stunting. Dengan begitu, permasalahan stunting segera terselesaikan, dan nantinya di Kabupaten Gianyar terlahir generasi yang sehat dan cerdas. “Fokus pemerintah selama ini menyelamatkan anak dari gizi buruk. Namun, menyelamatkan anak supaya tidak pendek (stunting-red) juga penting, karena menyangkut kecerdasan dan produktivitas kerjanya kelak sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya. Menurutnya, stunting disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya praktik pengasuhan yang tidak baik, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan. “Penyebab stunting lainnya adalah terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC (Ante Natal Care-red), kurangnya akses makanan bergizi, kurangnya akses air bersih dan sanitasi, serta pola asuh yang tidak sesuai. Ke depan, peran lintas sektor sangat diperlukan untuk bersinergi mengatasi permasalahan stunting tersebut,” ujarnya. (nik)

Curi Burung, Mahasiswa Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) I Wayan Ganantara Putra alias Agus terpaksa harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Ubud. Mahasiswa berusia 20 tahun ini diringkus polisi karena mencuri burung senilai jutaan rupiah di Desa Singakerta, Ubud, Kamis (13/6) lalu. Ia nekat melakukan aksi pencurian tersebut karena terlilit utang. Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Dewa Made Paramartha mengatakan, pelaku mencuri burung di Banjar Dauh Labak, Desa Singakerta. Burung yang diincar adalah murai batu milik Dewa Komang Rai Parta (35). Awalnya, pemilik burung ini bermaksud mengajari burungnya agar bisa bersuara merdu. Burung beserta sangkarnya itu digantung di warung depan rumah. Di sebelah sangkar, diletakkan rekaman suara kicauan burung, dengan maksud supaya burung seharga Rp 3,5 juta itu bisa menirukan suara merdu tersebut. Sembari menghidupkan rekaman tersebut, pemilik burung meninggalkan burungnya untuk tidur. Ternyata, keesokan harinya burung itu sudah raib dari tempatnya. Korban sempat bertanya kepada ibu dan kerabatnya. Lantaran tidak ketemu, korban melaporkan kejadian itu ke kantor polisi, Kamis (13/6) lalu. Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Reskrim Polsek Ubud dikomando oleh Panit II Ipda Ngakan Jayawijaya langsung memburu pelaku. Tidak butuh waktu lama, pelaku ditangkap di seputaran Desa Singakerta, Jumat (14/6) lalu. “Yang bersangkutan kami tangkap di Desa Singakerta,” ujar Paramartha seizin Kapolsek Ubud Kompol I Nyoman Nuryana, Minggu (16/6) kemarin. Menurut Paramartha, pelaku ditangkap tanpa perlawanan. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku nekat mencuri untuk membayar utang. “Katanya untuk bayar utang,” jelasnya. Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Yakni, seekor burung murai batu dengan ciri-ciri ada cincin warna biru di kaki kanan dan cincin silver di kaki kiri. Di cincin itu bertuliskan DK Biara lengkap dengan nomor handphone. Polisi juga menyita sebuah sangkar burung yang terbuat dari bambu dengan diameter 53 centimeter lengkap dengan kerudung sangkar berwarna biru, termasuk Honda Scoopy DK 8357 KS yang digunakan pelaku saat beraksi. (kmb35)

Bali Post/kmb35

Gugah Kesadaran Warga Pilah Sampah SAMPAH - Petugas di Desa Batuan mengambil sampah yang sudah dipilah.

Gianyar (Bali Post) -

Desa Batuan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Praja Kerta kini menggenjot kesadaran masyarakat dalam pemilahan sampah rumah tangga. Upaya ini dilakukan dengan mengatur pengambilan sampah organik dan anorganik. BUMDes Praja Kerta sudah mengeluarkan surat No. 03/BUMDesa P.K/ IV/2019, perihal pengambilan sampah plastik. Melalui surat itu disampaikan bahwa sampah plastik secara khusus akan diangkut sekali dalam seminggu yakni setiap Sabtu. Sementara sampah organik seperti daun, kertas dan sejenisnya diangkut setiap hari ke-

cuali Sabtu. “Sesuai surat tersebut, sampah organik diangkut setiap hari kecuali Sabtu. Khusus Sabtu dilakukan pengangkutan sampah anorganik atau sampah plastik. Pengangkutan ini dilakukan dari pagi hingga sore,” ujar Pj. Perbekel Batuan I Made Suarta, Minggu (16/6) kemarin. Suarta menambahkan, para pelanggan juga diim-

bau mengumpulkan sampah plastik sesuai jadwal pengambilan. Agar tertib, jika salah menempatkan sampah atau tidak sesuai jadwal, risikonya sampah tidak akan terangkut. “Untuk armada pengangkutan, kami punya satu unit truk sampah. Itu dua kali pulang-pergi ke TPA Temesi. Pelanggan yang tidak sesuai jadwal kita tinggalkan, karena kita

sudah sosialisasi sejak tiga bulan lalu,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar Wayan Kujus Pawitra mengapresiasi langkah Desa Batuan. Menurutnya, upaya pengelolaan sampah yang baik memang mesti dari sumbernya, yakni mulai dari rumah tangga. Hal itu sejalan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik. “Ini juga kebijakan strategis Pemkab Gianyar dalam upaya pen-

gelolaan dan penanganan sampah,” jelasnya. Kujus Pawitra berharap, langkah ini bisa ditiru oleh desa lainnya di Kabupaten Gianyar. Dikatakan, hampir seluruh desa di Gianyar sudah mengelola sampah secara swadaya. Sampah dari desa itu kemudian dibawa ke TPA Temesi. “Berdasarkan data, ada 160 armada terdiri dari 51 mobil pickup dan 109 truk membawa sampah ke TPA Temesi. Total sampah yang masuk mencapai kurang lebih 269 ton per hari,” ujarnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Senin Pon, 17 Juni 2019

Sudah Lama Longsor

Senderan Jalan Pinggir Sungai di Medewi Belum Ditangani Negara, (Bali Post) Senderan jalan di pinggir sungai di Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang longsor saat banjir beberapa bulan lalu hingga kini tak kunjung diperbaiki. Senderan jalan di pinggir sungai itu juga terhubung dengan jalan kabupaten di Medewi yang kini kondisinya sudah rusak dan hancur. Menurut warga, perbaikan senderan dan jalan kabupaten sepanjang hampir 2 km yang rusak tersebut sudah diusulkan hingga tiga kali ke Pemkab Jembrana namun belum ada tanggapan. “Bahkan karena politik harusnya di sini sudah mendapat perbaikan jalan tapi malah dialihkan ke tempat lain,” kata seorang warga. Sementara itu dari pengamatan

jalan dari timur jembatan Medewi ke utara menuju banjar Loloan Desa Medewi yang penduduknya cukup padat itu kondisinya rusak. Jalan tersebut banyak berlubang. “Kami mengharapkan jalan di wilayah itu di-hotmix,” katanya. Sementara itu Klian Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan Ketut Mudi dikonfirmasi, Minggu (16/6) kemarin, membenarkan bahwa senderan jalan di pinggir sungai tersebut jebol beberapa bulan lalu. Pihaknya juga membenarkan sudah mengusulkan perbaikan sepanjang jalan itu hingga beberapa kali. “Sudah diusulkan perbaikan ke Pemkab Jembrana namun belum ada tindak lanjut. Warga di wilayah ini cukup padat dan berharap perbaikan jalan,” jelasnya. (kmb)

Jembatan - Kondisi proyek jembatan duplikasi di Tukadaya padat dengan kendaraan. Sejak Sabtu (15/6) lalu pengerjaannya kembali dikebut setelah sempat dihentikan selama arus mudik dan balik Lebaran

Pengerjaan Jembatan Duplikasi di Tukadaya Dikebut Negara (Bali Post) Pengerjaan jembatan duplikasi di Tukadaya, Kecamatan Melayu sejak Sabtu akhir pekan lalu kembali dilanjutkan. Sebelumnya, selama arus mudik dan arus balik, pembangunan jembatan di jalan nasional tersebut sempat dihentikan guna kelancaran lalu lintas. Bahkan pengerjaannya kini dikebut hingga pekerja lembur hingga malam hari.

TAK DIPERBAIKI - Senderan jalan di pinggir sungai Banjar Loloan, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang jebol dan sepanjang jalan itu juga rusak serta berlubang. Hingga kini kerusakan tak kunjung diperbaiki.

Siswa SMK Nusa Dua Mendoyo Terima Beasiswa PULUHAN siswa berprestasi dan anak kurang mampu yang bersekolah di SMK Nusa Dua Mendoyo menerima beasiswa. Penyerahan dilakukan, Jumat (14/6) lalu, di halaman sekolah yang berada di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo oleh Ketua Umum Yayasan Gajah Wahana (YPGW) Nusa Dua Badung Dr. I Wayan Sukla Arnata, S.IP., S.H., M.H. Sukla mengatakan ide dasar dibangunnya SMK di desa-desa termasuk di Mendoyo ini adalah perjuangan Gema Wisata (gerakan masyarakat wilayah desa dan kota). Tujuannya untuk perimbangan atau pemerataan pembangunan SDM baik di kota maupun desa. Sehingga dapat membangun masyarakat di desa supaya berimbang dengan di kota. “Sasarannya membuat masyarakat desa itu tidak ke kota. Menyelamatkan kota dari serbuan urban. Melalui pembangunan sekolah di desa yang kualitasnya lebih bagus dari di kota, kami wujudkan Gema Wisata,” ujarnya didampingi Putu Eka Susiana Putra. Dengan bersekolau di desa, siswa

bisa belajar lebih tenang, apalagi didukung sarana dan prasarana yang bagus. SMK Nusa Dua Mendoyo saat ini juga telah memiliki laboratorium praktik sendiri. Sehingga siswa bisa langsung praktik layaknya di dunia industri. Menurut Sukla saat ini sekolah tidak hanya sebatas pelajaran verbal, melainkan juga harus praktik. “Harapan kami kepada siswa dengan sarana dan prasarana yang memenuhi syarat, siswa bisa produktif. Praktik di dunia industri dan mempunyai kompetensi praktik,” tambah Sukla saat meninjau lab di Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana. Sementara itu, Kepala SMK Nusa Dua Mendoyo I Ketut Astina mengatakan, sekolah kejuruan yang terletak di pinggir jalan DenpasarGilimanuk, Desa Pergung ini memiliki dua program, yakni Tata Boga dan Perhotelan. Dengan sarana dan prasarana yang ada saat ini, diharapkan bisa menunjang pembelajaran siswa lebih baik lagi. Setiap semester, para siswa yang berprestasi dan kurang mampu (miskin) juga diberikan beasiswa. (k250)

SERAHKAN BEASISWA - Siswa SMK Nusa Dua Mendoyo menerima beasiswa yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum YPGW Nusa Dua Badung Dr. I Wayan Sukla Arnata, S.IP., S.H., M.H.

Dari pengamatan Sabtu (15/6) lalu, sejumlah alat berat yang berada di lokasi ke mbali difungsikan. Aktivitas pembangunan jembatan ini meskipun berada di luar jalur Denpasar-Gilimanuk tetap saja menimbulkan kepadatan di sekitar lokasi tersebut. Apalagi pada akhir pekan lalu masih padat kendaraan baik roda dua, roda empat maupun truk yang melintas meskipun secara resmi H+7 sudah terlalui. Kendaraan masih banyak yang lalu-lalang baik dari arah Denpasar maupun Gilimanuk sehingga

menimbulkan kepadatan di jalur dengan situasi jalan menikung dan menyempit itu. Apalagi kendaraan barang khususnya truk sudah mulai banyak beroperasi baik dari Jawa maupun dari Bali. Ditambah lagi di sisi seberang Jembatan, tepatnya di pasar tradisional Tukadaya juga sedang dilakukan pengerjaan penataan halaman. Pihak pelaksana proyek jembatan Agung Sastra dari PT Tri Jaya Nasional dikonfirmasi belum lama ini mengatakan, untuk pengerjaan jembatan duplikasi ini

mulai efektif kembali pada Sabtu (15/6). Diakui selama arus balik dan arus mudik memang ada aktivitas tetapi hanya tenaga lokal yang mengerjakan di bagian bawah jembatan. Sementara alat berat dan pekerjaan lain yang didatangkan dari luar Bali baru efektif bekerja pada akhir pekan lalu. Saat ini pengerjaan sudah tahap pengeboran. Rencananya dalam waktu dekat akan dilakukan pengujian borpille. Sementara menunggu tes tersebut pengerjaan difokuskan pada trotoar yang akan melintas di sebelah timur dan barat jembatan. “Tanggal 15 ini sudah mulai kerja, kita datangkan tenaga dari Jawa sekitar 20 orang,” ujar Sastra. Tes bor menurutnya akan dilakukan pada 22 Juni ini, sehingga sambil menunggu kepastian itu dilakukan pengerjaan lain

untuk mempercepat. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03, Cekik-Batas Kota Tabanan BPJN Wilayah III Grace Agustina Togatorop mengatakan, jembatan yang akan dibangun work pile dengan panjang bentang 40 meter. Rencana pengerjaan hingga batas akhir pada 25 Desember 2019 ini. Proyek senilai Rp 14 miliar ini dibangun selain untuk mempercepat akses juga antisipasi kondisi jembatan lama yang sudah berumur. Ketika terbangun dua jembatan, maka selain mengurangi beban jembatan lama, juga memperlancar arus karena masing-masing jembatan untuk satu jalur. Jembatan Tukadaya yang menjadi perbatasan Kecamatan Melaya dan Negara ini sering krodit karena jalurnya yang sempit dan menikung (kmb26)

Grand Final Mimbar Anak Bali XIII Tahun 2019

Terpilih Lima Anak Duta Provinsi Bali Grand Final Ajang tahunan Mimbar Anak Bali (MAB) XIII tahun 2019 digelar di Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana, Minggu (16/6) kemarin. Dalam event tahunan ini, terpilih lima anak daerah yang akan menjadi duta Provinsi Bali ke tingkat nasional. Acara dihadiri Asisten III Administrasi Umum I Ketut Kariadi Erawan mewakili Bupati Jembrana, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Provinsi Bali Ida Ayu Nyoman Candrawati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Jembrana Ni Kade Ari Sugianti, Ketua WHDI Jembrana Ni Nyoman Ani Setiawarini, pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Jembrana, beserta Forum Anak Daerah Provinsi Bali dan Duta Anak Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali. Bupati Jembrana dalam sambutannya yang dibacakan Asisten III I Ketut Kariadi Erawan berharap adanya ajang Mimbar Anak Bali dapat menjadi tauladan bagi temanteman sebaya dan akhirnya menjadi generasi muda yang berbudaya, berakhlak mulia, dan berkualitas serta bisa menjaga harmoni Bali demi mewujudkan Indonesia Layak Anak. Dijelaskan, melalui Grand Final Mimbar Anak Bali tahun 2019, anak-anak dapat berpartisipasi dan berperan aktif pada setiap tahapan pembangunan dan dapat membukti-

kan bahwa Bali memiliki anak-anak yang berpotensi yang patut untuk terus difasilitasi agar dapat menjadi penerus bangsa di masa mendatang. ”Kepada Duta Anak Kabupaten/ Kota kami ucapkan selamat berjuang meraih penghargaan Duta Anak Bali tahun 2019,” tambahnya. Ketua Panitia Mimbar Anak Bali XIII/2019, I Komang Edwin, menjelaskan Mimbar Anak Bali adalah kegiatan tahunan Forum Anak Daerah Provinsi Bali yang dilaksanakan sebagai salah satu wujud realisasi pemenuhan hak anak dalam bidang partisipasi. Panitia mengadakan kegiatan “Mimbar Anak Bali XIII/2019” dengan tema “Melangkah Dalam Harmoni”. Kegiatan ini sebagai wadah bagi seluruh anak Bali untuk menyalurkan aspirasi dan melahirkan Suara Anak Bali 2019 berupa harapan dan aspirasi anak-anak Bali akan kehidupan yang lebih baik. Suara Anak Bali ini nantinya akan menjadi rekomendasi delegasi Bali dalam penyusunan Suara Anak Indonesia 2019. Di samping itu kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan Provinsi Bali sebagai Provinsi Layak Anak. Kegiatan telah dilaksanakan 14-16 Juni 2019 di Hotel Jimbarwana dan final di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno Kabupaten Jembrana, diikuti 45 peserta. Dalam kegiatan MAB 2019 ini

GRAND FINAL - Grand final Mimbar Anak Bali (MAB) XXII tahun 2019 digelar di Gedung Kesenian Bung Karno Jembrana, Minggu (16/6) kemarin. terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi, yaitu Attitude yang meliputi sikap dan perilaku peserta. Brain yang meliputi peserta bisa berpikir, memunculkan ide, dan menyelesaikan masalah dengan baik. Charismatic meliputi bagaimana peserta bisa mempengaruhi orang lain dengan karismanya. Dedication meliputi bagaimana peserta mampu mendedikasikan dirinya untuk Forum Anak Daerah (FAD) Bali dan anak-anak Bali. Energic meliputi peserta mampu membangkitkan semangat dalam melakukan aktivitas atau hal-hal lainnya yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Juri

yang dilibatkan, yakni Ida Ayu Nyoman Candrawati, S.H., M.Par., Dr. I Gede Wahyu Adi Raditya, S.Ked., I Nyoman Inggi Indrayana Kendran, S.Tr.Par., Made Syanindita Putri Larasati dan Luh Vida Sasmitha. Terpilih sebagai duta anak masing-masing Nengah Ade Drastawan, partisipasi Bangli sebagai Duta Jaringan, Meiliana Putri dari Karangasem sebagai duta Perlindungan Khusus, Ni Made Devina Nanda dari Jembrana sebagai duta Kesehatan, I Gede Janitra dari Gianyar sebagai duta Anak Partisipasi, Made Arya Abigara duta Anak Pendidikan dari Kabupaten Buleleng. (ad378)


Senin Pon, 17 Juni 2019

KARANGASEM

11

Jarak Sekolah Jauh

Siswa Kurang Mampu Dapat Bantuan Mobil Amlapura (Bali Post) Siswa dari SD Negeri 6 Bunutan, I Ketut Marianta, bersama dengan siswa yang lainnya mendapat bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Bali bekerja sama dengan Relawan Bali, Sabtu (15/6) lalu. Bantuan tersebut di antaranya mobil pick-up dan diharapkan dapat meringankan beban siswa saat menjalani proses pendidikan. Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Mahendra didampingi Koordinator Relawan Bali Andy Karyasa mengatakan bantuan yang diberikan kepada siswa miskin di SD Negeri 6 Bunutan tersebut berupa satu mobil pick-up, tempat tidur sebanyak enam buah dan peralatan pendidikan. “Bantuan yang kita berikan bertepatan dengan acara kenaikan kelas dan perpisahan siswa kelas VI. Penyerahan bantuan disaksikan langsung oleh pihak sekolah, masyarakat, kepala

Bali Post/kmb41

BANTUAN - Dinas Sosial Provinsi Bali saat menyerahkan bantuan kepada siswa di SD Negeri 6 Bunutan.

Penjambret Sasar Kalung Emas

Amlapura (Bali Post) Kasus jambret terjadi di wilayah Kecamatan Rendang, Karangasem. Ni Wayan Marniti asal Banjar Geria, Desa Rendang, dijambret orang tak dikenal di depan Kantor Pegadaian, Minggu (16/6) kemarin. Atas kejadian itu, kalung emas milik korban seberat 10 gram dibawa kabur penjambret tersebut. Suami korban, I Wayan Sudiana, mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. Kata dia, saat itu istrinya dari arah Menanga usai membeli nanas di depan Toko Cahaya Wirama dan hendak pulang ke rumah. Setibanya di depan kantor pegadaian, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor tak dikenal langsung menarik kalung yang dipakai korban. “Kalung emas yang dipakai istri saya sebesat 10 gram,” ujar Sudiana. Sudiana mengatakan, jika pelaku yang menjambret istrinya itu seorang diri. Usai beraksi, pelaku langsung ngebut menuju arah selatan atau Desa Nongan. “Saat kejadian ada warga yang melihat. Namun tidak ada yang mengejar. Saya sudah laporkan kejadian ini ke Polsek Rendang. Semoga pelaku bisa segera ditangkap,” kata Sudiana. Sementara itu, Kapolsek Rendang Kompol I Nengah Merta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kita sudah minta keterangan kronologisnya kepada pelapor. Kasus masih kita dalami,” ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

LAPOR - Korban jambret Ni Wayan Marniti saat melapor ke Polsek Rendang.

desa, Babinsa, kepolisian dan camat,” ujar Mahendra. Mehendara berharap bantuan yang diberikan itu dapat membantu siswa miskin yang jarak tempuh dari rumahnya ke sekolah lumayan jauh. Dengan bantuan mobil pick-up ini, nantinya siswa yang jaraknya sekolahnya jauh bisa memakai bersama-sama mobil tersebut. “Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk siswa yang membutuhkan. Agar beban mereka menjalani pendidikan sedikit berkurang,” harapnya.

Nanti di lapangan ada yang mengoperasionalkan dan pemeliharaan sudah jadi satu. “Mereka akan diangkut. Bukan satu orang saja, ada sembilan orang. Yang tamat baru satu orang,” ujarnya. Kata dia, ada titik kumpulnya, di mana mereka diangkut. Pihak desa yang akan menentukan. “Saya lihat di sana untuk mengatasinya, pembuatan jalan yang penting dari Pemkab Karangasem. Saat ini belum ada jalan dan medannya berat,” tandas Mahendra. (kmb41/rin)

Terjun ke Laut, Penumpang Kapal Tewas Amlapura (Bali Post) Kasus penumpang yang nekat menceburkan diri dari kapal kembali terjadi di Karang-asem. Minggu (16/6) kemarin, seorang penumpang KMP Andika Nusantara, Tarmono asal Semarang, Jawa Tengah, nekat menceburkan diri ke laut di perairan Amankila, Manggis. Akibat aksinya itu, Tarmono tewas dan jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar. Informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian tersebut terjadi pukul 01.10 Wita. Saat itu, Kapten Kapal Andika Nusantara Bambang H. menerima laporan ada penumpang menceburkan diri ke laut. Menerima laporan itu, pihaknya langsung memerintahkan anak buah kapal (ABK) Andre Gunawan supaya memberikan pertolongan kepada korban. Sejatinya korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke atas kapal. Tetapi sayang, berselang waktu 10 menit kemudian korban dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya jenazah korban langsung dibawa ke Pelabuhan Padang-bai untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Kawasan Laut

Padangbai Kompol I Wayan Suberata mengatakan, KMP Andika Nusantara berangkat dari Lembar menuju Pelabuhan Padangbai sekitar pukul 23.00 Wita. Kapal tersebut

mengangkut 18 orang. Sebelumnya kapal sempat berlabuh sementara di perairan Labuhan Amuk karena antre giliran bersandar di Pelabuhan Padangbai. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JENAZAH - Petugas mengangkat jenazah Tarmono untuk dibawa ke RSUP Sanglah, Denpasar.


KLUNGKUNG

12

Senin Pon, 17 Juni 2019

Ancam Bawa Kasus Dermaga Gunaksa ke KPK

SOSOK Pemantik Kreativitas

SETIAP tahun Pemprov Bali menggelar agenda PKB (Pesta Kesenian Bali). Tahun ini agenda PKB memasuki pelaksanaan ke-41, yang telah dibuka secara resmi oleh Presiden RI Joko Widodo, di Renon, Sabtu (15/6) lalu. Tema PKB “Bayu Pramana” cukup menarik sebagai wujud komitmen mengharmonisasi dengan alam, dengan memuliakan sumber daya angin. Tema ini menjiwai seluruh isian kegiatan dalam Pesta Kesenian Bali, dari pawai, pergelaran, parade, lomba, pameran, sarasehan, maupun workshop. “Tema Bayu Pramana dimaknai sebagai bentuk kesadaran dalam memuliakan angin sebagai kekuatan unsur semesta,” kata salah satu tokoh budaya Klungkung, I Dewa Ketut Soma. Konsep ini menjadi pemantik kreativitas berbasis tradisi Bali, yang kemudian dapat mengilhami generasi Bali masa kini untuk selalu mencintai kebudayaan leluhur untuk membangun karakter, jati diri, dan kesejahteraan bersama. Dewa Soma mengapresiasi tema yang diangkat tahun ini. Tema ‘‘Bayu Pramana’’, menurut Dewa Ketut Soma, memiliki makna memuliakan kekuatan angin, juga sebagai salah satu unsur Panca Maha Bhuta. Bukan saja memuliakannya, tetapi juga mengandung makna mengajak bersama-sama menjaga alam ini dari polusi udara akibat globalisasi. Wujud konkretnya tentu dengan kegiatan nyata, seperti menjaga kelestarian hutan, gunung, danau, laut dan sebagainya. Kurangi pabrik-pabrik yang dapat menimbulkan polusi udara, pencemaran, limbah dan sebagainya. Jika ini bisa dilaksanakan, tentu akan berdampak pada bersihnya udara yang kita hirup setiap hari. (gik)

Anggota Dewan dari Gerindra Dinilai Gagal Paham Semarapura (Bali Post) Sejak mengambil keputusan besar, keluar dari Partai Gerindra, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta terus disorot sejumlah elite anggota dewan. Salah satunya, datang dari legislator asal Partai Gerindra, yang mempertanyakan komitmen Bupati Suwirta dalam menuntaskan megaproyek ratusan miliar Dermaga Gunaksa. Kritik tersebut dinilai lebih bermuatan personal kepada Bupati Suwirta. Selain itu, sikap anggota dewan dari Gerindra mempertanyakan kelanjutan pembangunan Dermaga Gunaksa kepada Bupati Suwirta dinilai sebagai wujud gagal paham. Salah satu tokoh masyarakat Klungkung Putu Tika Winawan, Minggu (16/6) kemarin, menyampaikan konsep pembangunan Dermaga Gunaksa jelas menggunakan sistem sharing, antara pemerintah pusat, pemprov dan pemkab. Pembangunan bagian dermaga menjadi tang-

gung jawab pemerintah pusat. Sedangkan Pemprov Bali pada bagian pengadaan lahan areal dermaga dan Pemkab bertugas menuntaskan pembangunan akses jalan. “Jadi, ini kan kelihatan sekali gagal paham. Malah, mau laporkan Bupati Suwirta ke KPK soal mangkraknya dermaga.

Hubungannya apa?” kata mantan Wakil Ketua DPRD Klungkung ini. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, seharusnya legislator DPRD Klungkung, khususnya dari Gerindra objektif melihat permasalahan. Kalau menyoroti persoalan dermaga, sorotlah semuanya. Kalau

mau bicara dermaga mangkrak, maka sasarannya tentu pihak pusat. Selain itu, dia menilai sikap Gerindra tak elegan dalam kaitannya dengan hubungan eksekutif dan legislatif. Kalaupun, legislatif menyoroti macetnya proses pembangunan akses jalan, maka menyampaikan kritik dengan cara seperti ini, tidak tepat. Sebab, pemerintah bukan hanya eksekutif, tetapi juga terkandung di dalamnya juga ada legislatif. “Apalagi, ada juga yang disorot soal Festival Semarapura. Itu kan sudah lama lewat. Kenapa baru sekarang? Kalau maksudnya menyempurnakan pelaksanaan, mesti-

nya bicaranya sebelum acara. Kelihatan sekali, kesannya mencari-hari kesalahan yang tidak penting,” tegasnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra mengakui Dermaga Gunaksa sudah beberapa kali uji coba, tetapi hasilnya gagal. Namun beban Pemkab Klungkung adalah pada akses jalan. “Sementara yang menjadi tanggung jawab kami, seperti akses jalan, saat ini proses pembebasan tanahnya masih terganjal di Kejaksaan. Kami juga harus menunggu kejelasan rencana normalisasi Tukad Unda di sekitarnya,” kata Sucitra. (kmb31)

Tari Baris Jangkang

Berawal dari Suara Kempul Pemberian Raja Klungkung Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, di Renon, Sabtu (15/6), duta Klungkung tampil dengan garapan kesenian sakral dan kerajinan kain tenun khas Nusa Penida berupa rangrang dan cepuk. Dengan mengusung tema ‘‘Nusa Ning Nusa’’, dikemas aneka budaya kepulauan Nusa Penida, di antaranya tari Baris Jangkang. Ada cerita unik di balik tarian yang berasal dari Desa Pelilit, Nusa Penida ini. Penampilan tari ini cukup spektakuler, melibatkan 100 penari dengan iringan gamelan bebonangan, kober umbul-umbul, dahatruna 20 orang dan barisan Dulang Mangap 10 orang. Iring-iringan tampil dengan balutan pakaian khas Nusa Penida, berupa kain cepuk, grodog, dan keling sebagai simbol Kabupaten Klungkung, serta diiringi gamelan baleganjur. Koordinator Kontingen Klungkung Dewa Ayu Wedana Asih, Sabtu (15/6), menyampaikan tari Baris Jangkang dikenal sebagai tarian sakral. Tarian ini wajib dipentaskan pada berbagai upacara agama atau

ritual tertentu di Kecamatan Nusa Penida. Di balik sakralnya tarian ini, rupanya asal mulanya berawal dari suara kempul. Lahirnya tari Baris Jangkang di Desa Pelilit, berawal dari kehidupan seorang warga setempat yang dikenal dengan nama I Jero Kulit yang menjadi abdi di Kerajaan Klungkung dengan tugas memberikan makan babi. Tempat makan ternak zaman kerajaan dikenal dengan nama kempul berbahan perunggu. I Jero Kulit sering membunyikan kempul tersebut dan memintanya saat pulang kembali ke kampung halamannya. Setibanya di Dusun Pelil-

it, I Jero Kulit mampir ke kebunnya yang diberi nama Bukit Jurang Runut sambil beristirahat. Tiba-tiba terdengar bunyi kentongan dari warga Banjar Adat Pelilit yang saat itu berseteru dengan warga lain di desa tetangga. Ketika perseteruan itu sudah memuncak, I Jero Kulit mengambil kempul dan membunyikannya secara bertalu-talu. Kempul pemberian raja itu menimbulkan suara menggelegar seolah-olah mengubah rumput ilalang di sekitarnya menjadi tombak, sehingga memaksa musuh Desa Pelilit mundur. Untuk mengenang peristiwa itu, warga Pelilit mengabadikannya dengan menciptakan tarian Baris Jangkang. “Nama Jangkang digunakan, sebab di saat perang dan kempul dibunyikan, padang ilalang ikut jungkangjungking mengusir musuh,” kata Dewa Ayu Wedana Asih. Simbol ilalang selalu diikatkan pada ujung tombak sebagai simbol peristiwa

heroik saat perang. Ilalang itu juga dipercaya warga sebagai penangkal bala, terhadap siapa pun yang ikut menari. Lakon tari Baris Jangkang berbeda-beda, yakni Guak Maling Banten, Buyung Masugi, dan Jelantik Maisik. Tarian ini kini menjadi tarian utama yang harus dipentaskan sebagai upaya tolak bala. Pengiring alat musiknya pun sederhana. Seperti kempul, gamelan satu pasang, petuk, cenceng dan dendeng. Sementara pakian yang digunakan, hasil dari kerajian setempat seperti celana dan baju, sabuk, saput dalam dan saput luar. Camat Nusa Penida I Komang Widiyasa Putra mengapresiasi penampilan kontingen pawai. Untuk pertama kalinya, kontingen pawai diwakili secara penuh dari Kecamatan Nusa Penida. “Ini kesempatan yang baik, sebagai bagian promosi dengan keunikan kesenian dan busana khas rangrang dan cepuk,” tegasnya. (gik)

BARIS JANGKANG - Para penari Baris Jangkang saat tampil dalam PKB, Sabtu lalu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Senin Pon, 17 Juni 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr Pembantu RT Gj 1,5-3Jt,Tdr Dlm.H:0361-487706/085222555444

Dibthkan tkg Patrun/Pola full time,di Panjer, 081246737376

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Cr Spa Therapist u/ org asing bpglm bs mani+padi, mssge,dll Gj. bgs 081 238 4388 63 Sanur

Dibutuhkan 3 Guru Paud(PG&TK) Syarat:S1 Sastra Inggris/PGTK bisa Bhs Inggris.Wanita&Senang Anak.Denpasar Children Centre Tlp.725725

B.BP.004.06.19.0000361

Bth Admin min. SMA/SMK bisa Komputer, teliti dan domisili Bali Hub .081908070892

B.BP.001.06.19.0000336

B.BP.004.06.19.0000345

Dcr 2 Peg.Salon Jl.Hangtuah 11C Sanur Hp.089682828229

B.BP.001.06.19.0000358

B.BP.004.06.19.0000343

Dcr 3 Tk.Msk 3 Tk.Kbn 2 Sopir 2Satpam Hub.Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21x Krbkn 4731979

Bth Sopir Serabutan min.SIM A, biasa bw muatan H.081908070892

Dcr Mekanik Motor,Gaji+Bonus Hub:087761444728/085738369952

B.BP.004.06.19.0000342

Sales Marketing,Telemarketing, Account Officer : 085103167222 B.BP.001.06.19.0000220

SERVICE

B.BP.154.06.19.0000362

B.BP.001.06.19.0000223

Dcr Sopir u.Rumah Potong Ayam Serius Kerja Hub.085338422666

B.BP.001.06.19.0000291

BIRO JASA

B.BP.001.06.19.0000118

B.BP.001.06.19.0000194

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dibutuhkan Guru Musik SD. Syarat:S1 PGSD/S1 Seni. Bisa Not Balok.Denpasar Children Centre Tlp.725725

B.BP.001.06.19.0000193

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

SERVICE

BIRO JASA

RUPA-RUPA

SERVICE

BIRO JASA

RUPA-RUPA

Dibutuhkan 3 Guru SD.Syarat:S1 PGSD/Sastra Inggris.Denpasar Children Centre Tlp.725725

B.BP.001.06.19.0000192

Dicari Therapist wanita Hub:081237825509 B.BP.001.06.19.0000359

Dicr Tng kirim lele (pake spd mtr) H.081246682139/0818503603 B.BP.004.06.19.0000368

Sopir SIMA u/Ekpedisi di terminal Cargo-Dps Hub.08175275283 B.BP.001.06.19.0000357

Travel bth Sopir Umum max 30th Single Ph:4771576/08123803997 B.BP.004.06.19.0000234

Dibutuhkan Sopir SIM A / B1 daerah Ketewel H:081805506750 B.BP.004.06.19.0000354

Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000384

Dcr sgr Pengawas Lapangan & QS RAB,penempatan Ubud. Krm CV ke suryakembarbali@yahoo.com B.BP.001.06.19.0000344

Foreign investment company in Bali open a Purchase Manager & Accountant working position. Requirements:-English oral & written indeed - Preferably living at Ubud Area considering Resort position in Ubud experience in hospitality Call 081287783000 for interview appoinment B.BP.004.06.19.0000360

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL RUMAH

TP.MrahLT234M2,LB170M2Pecatu Graha,HotWater,AC081337770647

B.BP.001.06.19.0000218

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djual Kav.Pdg.Griya,Ubung Kaja & Sekar Tunjung.Hub:0811398086

B.BP.001.06.19.0000338

KEHILANGAN Hlg Buku Kir a.n Jhoni Afdhol AsrPrajaRaksakaKepaonPemogan B.BP.001.06.19.0000369

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.06.19.0000364

BIRO JASA

T.Kvl min 1 Are Jl.Pura Warung Babakan Canggu H.081236877147

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

KEHILANGAN

PRIVATE

B.BP.001.06.19.0000370

Hlg BPKB DK 5796 GAR No. F5858484.O a.n. Putu Sari dewi

B.BP.167.06.19.0000313

B.BP.001.05.19.0001020

Private Keyboard u/ anak-anak cepat bisa Hub.08123978887 B.BP.001.06.19.0000307


BANGLI

14

Senin Pon, 17 Juni 2019

Jalan ”Hotmix” di Culali Mulai Rusak

Dewan Desak Diperbaiki Sebelum Masa Pemeliharaan Berakhir Bangli (Bali Post) – Kualitas proyek hotmix di Jalur Culali, Kintamani dipertanyakan warga. Masalahnya, proyek yang tuntas dikerjakan akhir tahun lalu itu kini sudah banyak yang rusak. Dewan mendesak Dinas PUPRPerkim Bangli segera melakukan perbaikan sebelum masa pemeliharaan berakhir.

CULALI - Kondisi jalan hotmix di Jalur Culali yang mulai rusak dan berlubang.

Antisipasi Pohon Tumbang

BPBD akan Bersurat ke Desa Adat

Bangli (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli bakal bersurat ke desa dan tokoh adat agar melakukan langkah antisipasi bencana pohon tumbang. Hal ini menyusul kejadian pohon tumbang di dekat Pura Dalem Selaungan yang menimpa tujuh unit kendaraan dan menyebabkan empat korban luka-luka, belum lama ini. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan

Karmawan, Minggu (16/6) kemarin, mengaku akan kembali mengintensifkan pendekatan ke desa-desa dan pihak adat, pascakejadian pohon tumbang di dekat Pura Dalem Selaungan. Pihaknya akan mengimbau pihak desa dan adat untuk melakukan upaya pemangkasan terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang atau patah di wilayah masing-masing. Karmawan menyebut, pohon tumbang rawan terjadi di jalur Kintamani. Untuk

yang di wilayah hutan, ia akan melakukan koordinasi dengan pihak kehutanan. Selain di Kintamani, pohon tumbang juga rawan terjadi di beberapa lokasi Pura. Karena itu pihaknya akan mengambil langkah dengan menyurati pihak adat dalam hal ini bendesa agar melakukan pemangkasan. “Kita juga koordinasi dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) agar kalau ada pohon membahayakan biar segera dilakukan pemangkasan,” katanya. Sementara itu, Plt. Sekretaris DLH Kabupaten Bangli Gusti Laksana mengaku sudah mulai melakukan pengecekan dan pemangkasan terhadap pohon perindang yang rawan patah dan tumbang sejak tiga minggu lalu. Kemarin kegiatan pemangkasan dilakukannya di wilayah Bebalang. Pemangkasan terhadap pohon-pohon perindang di pinggir jalan yang rawan tumbang akan terus dilakukan. Khusus untuk pohon yang tumbuh di kawasan tempat suci, pihaknya tidak bisa langsung melakukan pemangkasan karena harus koordinasi lebih dulu dengan pihak adat. Dalam melakukan pemangkasan, DLH mengandalkan satu unit alat skylift. Tahun depan, DLH rencananya akan mengusulkan pengadaan skylift yang lebih besar agar bisa menjangkau dahan pohon yang memiliki ketinggian hingga 25 meter. “Kalau yang ada saat ini paling tinggi bisa menjangkau 10 meter,” kata Laksana. Selain alat skylift, pihaknya juga akan mengusulkan penambahan alat pemotong atau senso. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles, Minggu (16/6) kemarin mengungkapkan, sebagaimana laporan dari masyarakat, kerusakan jalan di Jalur Culali terjadi di beberapa titik. Kerusakannya berupa pinggiran jalan amblas, rabat beton rusak dan mengelupas, dan ada juga badan jalan yang berlubang. Kerusakan sudah mulai terjadi sejak sebulan pascaproyek itu diserahkan. “Sekitar bulan Januari, setelah penyerahan sudah mulai rusak, waktu musim hujan. Ini banyak dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya. Lanjut Carles, sebagaimana yang sempat disampaikan

pengawas kepadanya, pihak rekanan sudah menyanggupi akan memperbaiki kerusakan itu setelah musim hujan. Karena ada penyampaian seperti itu, Carles pun telah memberikan toleransi. Ia memahami jika perbaikan dilakukan saat musim hujan, maka tak akan bertahan lama. Jalan yang diperbaiki diyakini akan cepat rusak lagi. “Saya sudah beri toleransi. Akan tetapi sampai sekarang, sudah musim kemarau, belum juga ada tindak lanjut perbaikan,” ujarnya. Karena itu, politisi asal Desa Batur itu kini meminta Dinas PUTRPerkim

memerintahkan kontraktor agar segera melakukan perbaikan, sebelum masa pemeliharaan habis. Carles mengatakan, lama masa pemeliharaan proyek sekitar 180 hari setelah penyerahan tahap I. “Saya minta Dinas PU menegur kontraktor agar segera melaksanakan janjinya sebelum masa pemeliharaan habis. Kalau keburu habis, nanti alasannya itu bukan lagi tanggung jawab kontraktor,” kata Carles. Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Wayan Lawe belum bisa dihubungi terkait rencana perbaikan jalan hotmix di jalur Culali. (kmb40)

PHDI Ingatkan Pemangku Tak Berpolitik Praktis Bangli (Bali Post) – Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli Nyoman Sukra mengingatkan para pemangku tidak ikut-ikutan berpolitik praktis. Pemangku diminta ngayah secara sungguh-sungguh dan menjalankan tugas kepemangkuannya dengan baik. Hal itu disampaikannya Sukra usai pengukuhan paiketan pemangku Kecamatan Kintamani, Minggu (16/6) kemarin. Sukra menjelaskan pembentukan paiketan pemangku ini dilakukan untuk menyempurnakan ikatan pemangku sebelumnya yang sudah ada. Dulunya ikatan pemangku bernama paruman pemangku. Paiketan pemangku kini dibentuk di tingkat kecamatan dan kabupaten. “Tujuan membuat paiketan pemangku ini supaya lebih mudah melakukan pembinaan, pembagian tugas, dan pendataan jumlah pemangku biar jelas,” kata Sukra. Diakui Sukra, selama ini data jumlah pemangku di Bangli masih belum jelas dan berbeda-beda. Jumlah pemangku berfluktuasi. Kadang ada penambahan dan pengurangan. “Jadi dengan adanya paiketan pemangku ini, sehingga nanti dilaporkan jumlah pastinya sesuai dengan tingkatannya. Kalau ada program pemerintah juga bisa lebih mudah dilakukan,” ujarnya. Pembentukan paiketan pemangku ini juga bertujuan untuk membantu tugas-tugas PHDI secara umum. Disinggung mengenai

adanya kekhawatiran bahwa paiketan pemangku nantinya akan dijadikan sarana berpolitik praktis, Sukra menjawab tidak akan seperti itu. Namun ia tidak bisa memastikan secara personal

pemangku. “Persoalan dia mau berafiliasi ke mana, itu pribadi mereka,” terangnya. Ia menegaskan bahwa dalam paiketan pemangku ada etika yang mengaturnya. Ia juga sudah mengingatkan

hal itu dalam acara pengukuhan di Pura Penulisan kemarin. “Kita inginkan pemangku murni ngayah dan menjalankan tugasnya dengan baik,” imbuhnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PAIKETAN - Ketua PHDI Bangli mengukuhkan Paiketan Pemangku Kecamatan Kintamani, Minggu (16/6) kemarin.

Tahun

PEMILIHAN SISWA DAN GURU

AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post

Bali Post/ist

POHON - Petugas DLH Bangli melakukan pemangkasan pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang atau patah.

Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249

Syarat : -

-

-

Kirim copy prestasi ke Siswa dan Guru SD, email : siswaajegbali@gmail.com SMP, SMA/SMK se-Bali guruajegbali@gmail.com bisa mengirim data diri atau Juara I - Harapan III wakil sekolah lewat online. Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri

Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019

AjegSiswa

siswaajeg guru_ajegbali

siswaajeg.bali.3 guruajegbali

DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

UNMAS DENPASAR

PAUD PAUD PAUD TK SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR

SD SD SD SD SD SD SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 SARASWATI 5 SARASWATI 6 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP/SLUB SMA/SLUA SMK SMK SMF/SMK SMP SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 PGRI 2 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP SMK SMK PGRI 3 PGRI 3 PGRI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR

ITEKES BALI

PENGURUS CABANG KOTA PGRI PROVINSI DENPASAR PGRI BALI


OLAH RAGA

Senin Pon, 17 Juni 2019

15

Bebek Bengil Ubud U-12 Wakil Bali ke Nasional

Copa America

Argentina Fokus Hadapi Paraguay

Denpasar (Bali Post) – Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bebek Bengil Ubud keluar sebagai juara dalam turnamen U-12 Aqua Danone Nations Cup 2019 setelah mengalahkan Putra Dewata Bali (PDB) dengan skor 2-1 pada babak final regional Bali di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (16/6) kemarin. Atas hasil ini, tim SSB Bebek Bengil Ubud berhak mewakili Bali pada babak final nasional di Jakarta, Juli mendatang. Juara ketiga direbut SSB Bali United, disusul Mandala Putra di tempat keempat. Sementara gelar tim fair play direbut SSB Guntur Lenju. Pemain Bebek Bengil dan PDB tidak mampu mencetak gol dalam laga yang berdurasi 1 x 15 menit. Oleh sebab itu, pertandingan dilanjutkan dengan adu penalti. Dalam babak ini, Bebek Bengil berhasil mencetak dua gol, sedangkan PDB hanya

Salvador –

Argentina mendapat pukulan telak pada pertandingan pembukaan Grup B Copa America di Salvador, Brazil, Minggu (16/6) kemarin. Mendominasi jalannya laga di babak kedua, Lionel Messi dan kawan-kawan dipermalukan Kolombia dengan skor 0-2. Sementara Venezuela dan Peru berbagi skor 0-0 di Grup A. Gol-gol oleh Roger Martinez dan Duvan Zapata pada 20 menit terakhir memberi Kolombia kemenangan pertama atas Argentina dalam 20 tahun terakhir. Hasil ini makin menambah luka tim Tango yang belum pernah memenangkan turnamen besar selama 26 tahun. Argentina hanya menjadi finalis dalam dua edisi terakhir Copa America dan Piala Dunia 2014. ‘’Kami pergi dari sini dengan perasaan pahit, meski di babak kedua memiliki peluang. Kami jelas tidak ingin memulai dengan cara ini. Sekarang kami harus mengangkat kepala dan terus maju. Kami harus memikirkan Paraguay,’’ kata Messi usai pertandingan. Tim Tango masih menyisakan dua pertandingan melawan Paraguay dan tim undangan Qatar, juara Asia 2019. Bintang Barcelona berusia 31 tahun itu turun sebagai trio penyerang bersama Sergio Aguero (Manchester City) dan Angel Di Maria (Paris Saint-Germain). Argentina mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang di periode kedua, namun jarang menyebabkan kekhawatiran serius bagi kiper

Kolombia David Ospina. Pelatih Argentina Lionel Scaloni menilai kedua kesebelasan memiliki momen selama laga. ‘’Dalam beberapa saat kami berada di atas. Mereka lebih unggul dari kami, begitulah sepak bola berjalan. Ada tahapan yang berbeda dalam pertandingan. Para pemain tahu ada jalan panjang yang harus dilalui,’’ ujarnya. Kolombia adalah tim yang lebih baik di babak pertama dan mencetak dua gol di periode kedua melalui pemain pengganti. ‘’Saya datang dan membantu tim. Kami melakukan yang terbaik dan berhasil membalikkan permainan di akhir babak kedua,’’ ungkap Zapata membantu Atalanta (Italia) lolos ke Liga Champions musim depan. Pelatih Portugal Carlos Queiroz memberikan penghormatan atas upaya kolektif timnya. ‘’Kolombia sebagai tim adalah pemain terbaik di lapangan. Kami bermain disiplin, konsentrasi dengan tanggung jawab. Pemain dengan kualitas James (Rodriguez) dan (Radamel) Falcao banyak membantu kami dalam organisasi ini,’’ sebutnya. ‘’Kami masih

Komitmen Kuat

Dari Hal. 1

Penyelenggaraan PKB tahun ini dilaksanakan sesuai dengan visi Pembangunan Daerah Bali 20182023 yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru. Yang mengandung makna ‘’Menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.’’ Visi tersebut dituangkan sebagai konsep kebijakan dan pendekatan dalam pembangunan yang fokus pada tiga unsur utama yaitu: Alam, Manusia, dan Kebudayaan Bali. Tiga unsur tersebut berakar pada nilai kearifan lokal Sad Kerthi; enam sumber utama kesejahteraan yaitu Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi dan Jagat Kerthi. Sejalan dengan visi tersebut, PKB ke-41 mengangkat tema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Energi Angin’’, yang dikemas secara khusus sebagai kesadaran dalam memuliakan daya, energi, dan kekuatan unsur alam

Dari Hal. 1 Kata dia, festival ini harus mampu meningkatkan khasanah budaya bukan hanya masyarakat tetapi dunia. ‘’Kami berharap ini bukan sekadar festival, tapi hendaknya diimplementasikan kepada masyarakat,’’ ujar Cok Ace. Cok Ace menambahkan, Kabupaten Karangasem memiliki potensi seni dan budaya yang sangat tinggi, sehingga melalui Festival dan Rakernas JKPI dapat menggali semua potensi yang dimiliki untuk dilestarikan dan dapat diperkenalkan kepasa dunia. ‘’Kami ingin lewat kegiatan ini, dapat melestarikan seni dan budaya yang ada,’’ tegas Cok Ace. Hal serupa juga disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewakili Presiden RI Joko Widodo. Dikatakannya, seni dan budaya merupakan warisan adiluhung yang dimiliki setiap daerah. Sehingga dengan kemasan acara ini, dapat memperke-

semesta, yakni udara, angin, napas, atau sebutan lain yang berhubungan dengan energi angin. Tema ini diimplementasikan secara nyata dan konsisten dalam berbagai pagelaran, pameran, workshop, sarasehan, dan lomba yang diselenggarakan selama Pesta Kesenian Bali. Implementasi dan integrasi tema secara sinkron ke dalam semua kegiatan PKB merupakan salah satu inovasi baru pada Pesta Kesenian Bali yang ke-41 tahun ini, agar rangkaian acara PKB tidak terasa monoton. Inovasi lainnya adalah dibangkitkannya kembali seni tradisi sebunan berbasis desa adat. Sebunan adalah istilah untuk kelompok-kelompok kesenian y a n g s emua anggotanya (penari, penabuh, dalang) berasal dari dan tinggal dalam satu desa adat. Pemberian ruang pada seni sebunan bertujuan untuk memperkuat upaya pelestarian seni tradisi orisinal yang hidup di masyarakat sebagai penopang adat, agama, tradisi, dan kearifan lokal lainnya. Sekaa sebunan memiliki ciri ikatan yang kuat sesama anggota, guyub, dan bergotong royong yang harus dipelihara untuk memperkuat kohesi sosial kehidupan masyarakat Bali. Hal ini sangat penting dalam memelihara tata kehidupan masyarakat yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal gilik-saguluk, parasparo, salunglung-sabayantaka, sarpanaya. Selain itu, Pesta Kesenian Bali ke-41 juga menampilkan wajah keistime-

jauh dari tujuan kami,’’ tambah playmaker James Rodriguez. Wanita Belanda dan Kanada memastikan finis di posisi kedua teratas Grup E Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis setelah memetik kemenangan pada pertandingan keduanya. Belanda mengatasi Kamerun dengan skor 3-1 dan Kanada mengalahkan Selandia Baru 2-0. Kedua tim sama-sama mengoleksi poin 6 dan akan bertemu di Reims untuk menentukan jura grup, sedangkan Kamerun dan Selandia Baru tersingkir. Vivianne Miedema mencetak dua gol untuk Belanda. Tambahan dua gol pemain depan berusia 22 tahun ini membuatnya memiliki 60 gol internasional dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk tim putri Belanda. Sementara Kanada mengepung gawang Selandia Baru melalui gol Jessie Fleming dan Nichelle Prince. Belanda dan Kanada mengikuti jejak Inggris, Italia, Jerman dan Prancis yang sudah lebih dulu mendapat tempat di babak 16 besar. Amerika Serikat dan Swedia dapat bergabung dengan waan yang berpihak kepada masyarakat kecil yaitu para peserta pameran yang merupakan pelaku industri kecil menengah (IKM) tidak lagi dipungut biaya alias gratis. Hal ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban biaya para pelaku industri kecil menengah dari seluruh kabupaten/ kota se-Bali guna memotivasi dan menggerakkan industri kreatif berbasis budaya branding Bali, yang bermutu dan berdaya saing, berorientasi ekspor. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan Pesta Kesenian Bali sebagai pesta rakyat, rakyat bergembirabersukacita dalam mengikuti, menyaksikan, dan menikmati keseluruhan suasana penyelenggaraan pesta seni sebagai pestanya krama Bali sesuai spirit Bali Era Baru. Secara keseluruhan, format penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali tahun ini ditata secara kreatif dan inovatif sebagai bagian dari implementasi kebijakan yang diatur dalam Peraturan Gubernur Bali mengenai Penggunaan Busana Adat Bali, Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Inovasi tersebut menunjukkan bahwa acara seni budaya dapat digunakan secara efektif sebagai media penyebarluasan pesan dan tindakan positif, mulai dari pesan tentang keberpihakan pada produk pertanian lokal dan industri kecil dan menengah (IKM) hingga

Memajukan Kesenian

nalkan seni dan budaya masing-masing yang ada di daerah. Sebab, tanpa budaya dan tradisi, bangsa ini akan ketinggalan arah. Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat Karangasem sebagai penyambung rantai tradisi yang dimiliki.

‘’Mari kita kawal pelestarian budaya dan pusaka. Kita harus bangga dengan keberagaman budaya, kita tunjukkan pada dunia bahwa bangsa Indonesia yang besar dan memiliki pusaka budaya yang beraneka ragam,’’ ucapnya. (ad381)

mereka jika menang dalam pertandingan Grup F pada Senin ini. (afp/ kmb)

membuat satu gol. Pelatih Bebek Bengil Ida Bagus Mahayasa mengakui target asuhannya memang juara. Apalagi sebelumnya timnya juga berjaya pada turnamen Mitra Devata JSA Canggu dan kejuaraan di Korem. ‘’Kami akan menyiapkan tim ini lebih matang lagi,’’ tuturnya. Ia akan melatih asuhannya di Lapangan Abianseka, Mas, Ubud, tiga kali dalam sepekan. ‘’Selain latihan normal, anakanak akan kami bekali latihan ekstra lagi,’’ ucapnya. Mahayasa tidak akan merekrut pemain dari tim lain. Ia hanya memaksimalkan materi pemain Bebek Bengil dan menjanjikan tampil maksimal pada babak final nasional. Sementara itu, pelatih PDB Made Pasak Alit menyatakan asuhannya hanya kalah nasib pada babak drama adu penalti. Korwil Regional Bali Ida Bagus Purnaya berharap Bebek Bengil bisa meraih prestasi terbaik di babak final nasional. (022)

Tim SSB Bebek Bengil Ubud U-12.

pentingnya gerakan bersama untuk melindungi alam kita dari ancaman sampah plastik. Wahana seni budaya sebagai media untuk melakukan perubahan sosial memang paling tampak di Bali. Di Tanah Dewata inilah, kesenian berfungsi seperti oksigen, yang ada di manamana dan wajib dihirup sepenuh dada sehingga mampu merasakan Bali yang sejati-jatinya. Di tengah-tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang muncul saat ini, Pesta Kesenian Bali merupakan wujud nyata upaya membumikan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945 di Bali. Dinamika politik itu memang seringkali membelah kehidupan masyarakat, tetapi jangan lupa ada seni yang dapat menyatukan kita kembali. Melalui Pesta Kesenian Bali ini, mari kita tebarkan

spirit kedamaian dan toleransi dalam kebinekaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, mulai tahun ini, selain melaksanakan Pesta Kesenian Bali, Pemerintah Provinsi Bali juga menyelenggarakan kegiatan Bulan Bung Karno, sebagai wujud rasa hormat dan bakti kepada Bung Karno, Bapak Bangsa yang menggali nilai-nilai Pancasila dan Proklamator Negara Republik Indonesia. Dengan dasar nilai-nilai Pancasila inilah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia terus dapat dipelihara, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oratorium seni ini mengisahkan Dalem Waturenggong menorehkan pencapaian peradaban Bali yang agung pada abad ke-16 Masehi. Sang Raja termasyhur sebagai pemimpin yang arif bijaksana dalam

Senin, 17 Juni 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mupuk Padagingan Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Krishna Garuda (2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Folk Song Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mupuk Padagingan Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (4)

12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Klip Bali Yowana Live Manfaat Yoga Bagi Generasi Muda Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Taman Sari TK Widya Kumara Dalung Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Dialog Interaktif Balai Pelestarian Cagar dan Budaya Bali Diabemed Taksu Dalang Muda Wayan Nyambu Seputar Bali Terkini Lila Cita Wayang Arjuna Tapa Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV

mengendalikan pemerintahan dan memiliki perhatian penuh dan kesungguhan terhadap kesejahteraan rakyat. Demi kestabilan jalannya pemerintahan dan keharmonisan rakyat Bali, Dalem Waturenggong meneladani tonggak-tonggak mulia yang pernah direngkuh kakek moyangnya, seperti Raja Jaya Pangus dan Raja Sri Asta Sura Ratna Bhumi Banten. Tak lupa pula, penerus Dalem Ketut Ngulesir ini memohon anugerah para Dewata-Dewati untuk kebahagiaan rakyat Bali secara sekala-niskala dengan menggelar upacara Nangluk Merana dan Eka Dasa Rudra. Penampilan para akademisi dan generasi seni dari ISI Denpasar ini mampu membuat ribuan penonton terpukau dan tak beranjak dari tempat duduknya hingga pagelaran usai. Begitu pula Rektor ISI Denpasar

Bali Post/ist

Prof. Gede Arya Sugiartha pun mengaku bangga dengan penampilan timnya yang berjalan lancar dan maksimal. ‘’Garapan ini ditata dan didukung oleh tim, terdiri dari karawitan, tari, pedalangan, gerong, kostum, properti dan lainnya dengan total sekitar 300 orang. Bagi kami penampilan ini adalah peluang dan tantangan. PKB memberi peluang untuk seniman berkreativitas, sedangkan tantangannya adalah ISI harus dapat tampil maksimal, tidak hanya sebagai kelangenan atau hiburan melainkan juga harus memberi tuntunan. Cerita yang diangkat tentang Raja Waturenggong banyak mengandung tuntunan bagi umat manusia bahwa kita perlu membangun keseimbangan antara nalar, etika dan estetika,’’ ujar Arya Sugiartha usai menyaksikan pagelaran. (rin/kmb)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

Senin PON, 17 Juni 2019

Bayu Pramana

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Cucu Jokowi Berpakaian Adat Bali hingga ke Jakarta

PESTA KESENIAN BALI KE-41

LOMBA - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama sejumlah istri menteri Kabinet Kerja menyaksikan lomba membuat gebogan untuk upacara Dewa Yadnya, lomba membuat Gebogan Kreasi, lomba membuat Banten Prayascita, lomba Ngulat Tipat dan lomba Merangkai Bunga Meja serangkaian PKB XLI, Minggu (16/6) kemarin.

Saksikan Lomba Gebogan Bersama Istri Menteri Kabinet Kerja

Ny. Putri Koster Apresiasi Penggunaan Buah Lokal KETUA TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama sejumlah istri menteri Kabinet Kerja menyaksikan langsung lomba membuat gebogan untuk upacara Dewa Yadnya, lomba membuat Gebogan Kreasi, lomba membuat Banten Prayascita, lomba Ngulat Tipat dan lomba Merangkai Bunga Meja serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Taman Budaya Art Center, Minggu (16/6) kemarin. Adapun istri menteri Kabinet Kerja yang tampak hadir di antaranya istri Mendagri Ny. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo yang juga Ketua TP PKK Pusat, istri Seskab Ny. Hani Pramono Anung, istri Menteri ATR/BPN Ny. Ratna

Megawangi Djalil, istri Menhub Ny. Endang Budi Karya, istri Menteri Koperasi Ny. Bintang Puspayoga dan istri Menhan Ny. Nora Ryamizard Ryacudu. Ketua TP PKK Pusat Ny. Erni Guntarti mengatakan lomba merangkai bunga dan buah ini merupakan bentuk luar biasanya karya budaya dan seni masyarakat Bali. ‘’Bagus, banyak yang kreatif dan inovatif. Apalagi kan (orang Bali - red) terkenal rasa seninya tinggi sekali,’’ kata Ny. Erni. Istri Mendagri Tjahjo Kumolo ini mengapresiasi penggunaan buah dan bunga lokal dalam lomba ini. Menurutnya, keterampilan ini bisa bermanfaat untuk perekonomian keluarga.

Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan lomba ini mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ karena menggunakan bahan-bahan alam. ‘’Itu sesuai dengan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, juga pemanfaatan hasilhasil bumi kita, hasil-hasil lokal kita, baik di bidang pertanian dan kerajinan tangan,’’ kata istri Gubernur Bali Wayan Koster ini. Ia berharap kebijakan yang mendukung pertanian lokal ini bisa terus digaungkan hingga terdengar ke mancanegara. Ny. Putri Koster juga mengatakan lomba ini sangat bagus untuk kemajuan

ibu-ibu di Bali. Lomba ini, menurutnya, menjadi tolok ukur kemampuan sekaligus menjadi ajang saling tukar ilmu dan keterampilan di antara ibu-ibu PKK. ‘’Bagi titiang ini bagus sekali jadi ajang bertemunya ibu-ibu untuk saling menginspirasi di antara kaum perempuan,’’ jelasnya. Selain melihat lomba membuat gebogan, Ny. Putri Koster mengajak istri menteri Kabinet Kerja berkeliling ke stan-stan pameran di Art Center. Para istri menteri tampak antusias mengunjungi stan-stan pameran bahkan berbelanja kerajinan khas Bali. Kunjungan ini tentunya berdampak positif terhadap stan-stan yang diisi UMKM Bali. (kmb)

KEHADIRAN cucu Presiden RI Joko Widodo, Jan Ethes (anak Gibran-Selvi), memberi warna pada pembukaan PKB ke-41, Sabtu (15/6). Gerak-gerik Jan Ethes yang lucu membuat krama Bali yang menyaksikan pembukaan PKB memberi aplaus. Dia tak mau kalah dengan kakeknya yakni mengenakan pakaian adat Bali, mulai dari saput, destar dan kampuh Bali. Jan Ethes tampak mengenakan baju putih dengan udeng songket warna cokelat dan kampuh gelap. Dia juga membawa mainan sepeda motor. Di atas mobil hias, Jas Ethes dan Jokowi tampak melambaikan tangan ke arah masyarakat. Cucu Jokowi ini tampak lucu dan betah mengenakan pakaian adat. Setelah membuka dan melepas pawai Pesta Kesenian Bali ke-41, Presiden Jokowi beserta rombongan bertolak ke Bandara Ngurah Rai untuk kembali ke Jakarta. Presiden Jokowi dilepas oleh Gubernur Koster, Kapolda Bali dan Pangdam Udayana dengan tetap memakai busana adat Bali. Beliau terlihat menaiki tangga pesawat kepresidenan bersama Ibu Iriana yang juga masih menggunakan busana khas Bali. Sesampai di dalam pesawat kepresidenan, Presiden Jokowi sem-

pat diabadikan gambarnya dengan busana adat Bali lengkap bersama AAGN Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden, dan cucu beliau, Jan Ethes. Jan Ethes juga terlihat masih memakai busana adat Bali. Budayawan Prof. Wayan Dibia mengatakan, dengan mengajak anak dan cucunya berpakaian adat Bali, Presiden Jokowi secara langsung memberi contoh kepada anak dan cucunya mencintai seni budaya bangsa. ‘’Sekalipun kita memiliki pakaian adat dan seni berbeda, san-

gat bagus Presiden Jokowi memberi pembiasaan kepada cucunya untuk mengenal dan mencintai tradisi suku bangsa,’’ tegas Dibia. Hal yang sama diungkapkan Prof. I Made Bandem, bahwa apa yang dilakukan krama Bali dengan mengajak anak dan cucu berpakaian adat juga dilakukan Presiden Jokowi. Jokowi, katanya, menjadi model mencintai Nusantara bahkan karakternya yang dekat dengan rakyat ditandai dengan swafoto dengan warga usai membuka PKB. (sue)

kan dengan desain kontemporer dan interior modern yang dilengkapi dengan dapur sederhana, ruang tamu dan ruang makan, balkon pribadi yang luas dan Wi-Fi gratis yang sesuai dengan setiap kebutuhan. ‘’Temukan keunikan dari masakan kontemporer. Ciptakan hidangan yang sempurna untuk dinikmati di restoran hotel atau dalam privasi kamar hunian Anda. Restoran santap sepanjang hari di Novotel, The Square, merupakan tempat yang tepat untuk memenuhi selera Anda dengan masakan internasional dan lokal yang lezat,’’ katanya, Minggu (16/6) kemarin. Dalam suasana yang santai, pengunjung juga bisa menikmati makanan ringan dan minuman di Gourmet Bar, sambil duduk dan bersantai di sepanjang kolam renang. Sedangkan Pause Café yang berada di kawasan hotel juga menyajikan sarapan dan makan malam dengan pilihan menggoda di suasana yang nyaman dan ramah. ‘’Temukan resep roti dan kue dari

berbagai negara, serta kue Lenotre yang autentik dan asli di Pause Café setiap hari,’’ ucapnya. Untuk bisa menyaksikan matahari terbit yang indah di cakrawala Samudera Hindia, sebanyak 228 Private Beach Club merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati udara dingin tropis terbaik yang menghadap ke Pantai Nusa Dua yang berpasir putih dan tenang. Tidak hanya itu, beragam masakan Barat yang lezat, makanan ringan, dan koktail yang menyegarkan bisa dinikmati di beach club. Penawaran Meeting Galore, bisa menghubungi salesadm@ novotelnusaduabali.com, yang berlaku sampai dengan 22 Desember 2019. ‘’Novotel Bali Nusa Dua juga memiliki acara makan malam dengan tema yang berbeda setiap harinya. Seperti Prime Barbecue setiap Senin dan Kamis, Balinese Cultural Night setiap Rabu, Beach Barbecue setiap hari Selasa, Jumat dan Sabtu dan Italian Night setiap hari Minggu,’’ pungkasnya. (edi)

Novotel Bali Nusa Dua Tawarkan Paket Meeting Plus Akomodasi

BULAN LAYANAN - Bank BNI meluncurkan program Bulan Layanan, Jumat (14/6), di Kantor BNI Gatot Subroto Barat.

Dekatkan Diri dengan Nasabah BNI Luncurkan Program Bulan Layanan

GUNA lebih mendekatkan diri dengan nasabah, Bank BNI meluncurkan program Bulan Layanan, Jumat (14/6), di Kantor BNI Gatot Subroto Barat. Peluncuran Bulan Layanan ini diawali dengan tarian pembukaan, kemudian pemberian bingkisan kepada nasabah yang sedang melakukan transaksi pada hari itu. Selain itu di kantor BNI juga tersedia fasilitas menarik agar nasabah tidak merasa jenuh dalam menunggu antrean. Seperti dart game, juga tersedia stan foto dengan beragam atribut khusus untuk berfoto. Pemimpin BNI Kantor Wilayah Bali, NTB & NTT Suhardi Petrus mengatakan, Bulan Layanan merupakan momen yang dilakukan setiap hari, setiap tahun bahkan 24 jam. ‘’Hanya kita buat momen penghargaan pada nasabah, karena kami bisa survive

seperti sekarang ini karena nasabah,’’ ungkapnya. Program Bulan Layanan ini diluncurkan karena BNI melihat produk dan layanan setiap perbankan hampir sama. Maka dari itu, BNI berupaya menyajikan sesuatu yang berbeda dengan memberi service yang lebih dari perbankan lainnya. ‘’Yang membedakan adalah service,’’ tandasnya. Ia berharap produk dan layanan yang diberikan ditambah dengan service yang excellent akan memberikan peningkatan bagi bisnis BNI. Untuk itu semua karyawan BNI akan diberikan pemahaman tentang pentingnya service dan layanan, baik saat berada di dalam kantor maupun di luar kantor. Saat ini pun bisnis komersial BNI telah tercapai segala achievement-nya. Hal itu tidak terlepas dari service yang diberikan selama ini.

General Manager Service Quality Unit BNI Pusat Grace Pong Samma menambahkan, program Bulan Layanan ini dimaksudkan bahwa nasabah atau customer adalah sebagai pusat konsentrasi dari usaha yang BNI lakukan. Bulan Layanan ini tidak hanya dilakukan BNI cabang tetapi juga seluruh lini dan outlet BNI untuk menyapa nasabah. ‘’Kami ingin memberikan sentuhan yang beda bahwa ke bank itu bukan sesuatu yang kaku, bukan soal keuangan saja, tapi kami ingin dekat. Dengan dekat kami punya atraksi, permainan games, makanan, band sehingga banking hall menjadi lebih hangat,’’ bebernya. Pada hari itu juga hadir sejumlah mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa adalah wakil dari generasi milenial yang saat ini sedang fokus digarap oleh BNI. ‘’Karena me-

mang treatment, penanganan, benefit, fitur yang sudah kita kembangkan adalah untuk para milenial, karena mereka calon nasabah BNI di masa depan,’’ bebernya. Misalnya, anak muda yang baru memiliki penghasilan dan pengusaha start up pasti menginginkan rumah. BNI memiliki produk–produk griya untuk milenial yang jangka waktu cicilan lebih panjang dan cicilan yang affordable. Ada juga produk dari mobil banking yang sangat user friendly bagi generasi milenial. Potensi generasi milenial menjadi nasabah BNI sangat besar. Karyawan BNI saja lebih dari 50 persen merupakan generasi milenial. Ini menggambarkan bahwa milenial ini sudah masuk di semua segmen, di semua institusi di semua pasar di masyarakat. (ad375)

KAWASAN Nusa Dua yang alami dan nyaman, sering dijadikan lokasi pertemuan, baik tingkat nasional maupun internasional. Sebagai salah satu hotel terbaik, Novotel Bali Nusa Dua menjadi pilihan yang tepat untuk lokasi pertemuan bisnis maupun pertemuan keluarga. Marcom Manager Novotel Bali Nusa Dua Stephanie Antolis menyampaikan, untuk mengadakan pertemuan dengan akomodasi, berbagai penawaran diberikan Novotel Bali Nusa Dua. Seperti penawaran Meeting Galore, termasuk kamar, sarapan pagi, penggunaan ruang pertemuan, coffee break, makan siang dan makan malam serta koneksi Wifi gratis. Selain berbagai fasilitas yang memadahi untuk mengadakan pertemuan, Novotel Bali Nusa Dua juga memiliki 169 kamar deluxe modern dan apartemen suite komprehensif. Fasilitas ini juga digabung-


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sanin 17 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu