terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 208 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Selasa paing, 17 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Orangtua Ambil Soal ke Sekolah
Suhu Tubuh Polisi Diperiksa
Tebing Longsor, Panyengker Amblas
Kebijakan Denpasar untuk menerapkan pembelajaran siswa di rumah, mulai dilakukan Senin (16/3) kemarin. UTS bagi kelas I-V dan try out untuk kelas VI juga dilakukan di rumah. Karenanya orangtua mengambil soal ke sekolah.
Mengantisipasi dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona dilakukan Polres Badung. Sejumlah personel Polres diperiksa suhu tubuhnya, Senin (16/3) kemarin.
Longsor terjadi di Desa Sebatu, Tegallalang, Senin (16/3) kemarin. Akibatnya, panyengker Pura Balingkang yang ada di atas tebing itu ikut amblas.
BADUNG | HAL. 3
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 6
Penanggulangan Covid-19
Bali Siaga
Gubernur Bali telah membuat keputusan tentang Penetapan Status Siaga Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Bali. Sejumlah langkah telah diambil sehubungan dengan hal tersebut. Mulai dari menunda UNBK SMK, meniadakan proses kegiatan belajar mengajar secara konvensional di semua jenjang pendidikan se-Bali, melaksanakan kebijakan sebagian ASN bisa bekerja dari rumah, menunda kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melibatkan banyak orang, meniadakan/membatasi kegiatan-kegiatan keramaian dan hiburan, hingga mengimbau masyarakat untuk menghindari pusat perbelanjaan, tempat hiburan serta tempat-tempat keramaian lainnya. Langkah-langkah tersebut akan dilaksanakan sampai 30 Maret mendatang. ‘’Sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI dalam pidato yang disampaikan 15 Maret 2020, mengimbau agar masyarakat secara bersama-sama melakukan Social Distancing Measure pada hari-hari ke depan,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster dalam keterangan pers, di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (16/3) kemarin.
H
’’…terkait kegiatan keagamaan, sebisanya dilakukan di rumah saja dan diupayakan tidak mengumpulkan orang banyak. Hal lain, tunda kegiatan resepsi dan keramaian. Orangtua agar mengingatkan anak-anak supaya tidak bepergian.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
al itu, lanjut Koster, dilakukan dengan menjaga jarak antarwarga, mengurangi perjumpaan, menghindari kontak fisik, menjauhi tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dan jangan bepergian ke luar kota/pulang kampung. ‘’Hal-hal yang perlu dilaksanakan antara lain jangan keluar rumah bila tidak sangat perlu, kerjakan pertemuan secara jarak jauh,’’ imbuhnya. Koster menambahkan, hindari tempattempat yang berpotensi menjadi wahana penularan. Kemudian, tunda semua kegiatan pengumpulan orang banyak. Terkait kegiatan keagamaan sebisanya dilakukan di rumah saja dan diupayakan tidak mengumpulkan orang banyak. Hal lain, tunda kegiatan resepsi dan keramaian. Orangtua agar mengingatkan anak-anak supaya tidak bepergian. Koster melanjutkan, usahakan tidak bepergian ke luar kota/kampung. Apabila mengalami gejala batuk, flu dan demam segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi call center 0361251177 atau WhatsApp 0857-9224-0799. ‘’Masyarakat Bali tidak usah khawatir, tidak panik, tetap tenang dan waspada,’’ tegasnya. Hal. 11 Belum Ada Kebijakan
Wisatawan dari 170 Negara Masih Bebas Masuk Bali
Dua Minggu Capai 150.000 Orang UPAYA pemerintah mencegah Covid-19 dengan mengurangi kegiatan di luar rumah seperti ‘’memindahkan’’ pelajar, mahasiwa, serta ASN untuk belajar dan bekerja dari rumah, agak bertolak belakang dengan pola penanganan orang asing masuk Bali. Para wisman masih banyak masuk Bali. Lebih dari 150.000 wisatawan asing dalam dua minggu datang ke Bali. Belum termasuk ‘’serbuan’’ wisman yang sebelumnya berlibur di Lombok. Mereka keluar Lombok ramai-ramai karena kebijakan Pemda NTB menutup
sementara objek wisata tiga Gili yang ada di Lombok Utara. Berdasarkan data Kemenkum HAM Bali, sejak 1 hingga 15 Maret, WNA yang masuk Bali melalui Bandara Ngurah Rai dan Pelabuhan Benoa mencapai 150 ribuan. Persisnya, selama 15 hari ada sebanyak 150.794 wisatawan dari 170 negara. Hal itu dibenarkan Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma, Senin (16/3) kemarin. Dari data yang diterima Bali Post, dari 150.794 wisatawan dari 170 negara itu, yang masih mendominasi
OPINI
Pendidikan Bali dan ’’Social Disruption’’ Oleh : IGK Manila BALI adalah anugerah untuk dunia. Berpuluh tahun, dia telah menjadi magnet bagi hasrat akan keindahan, kedamaian dan pengetahuan. Bali dikunjungi karena alam, kehidupan dan kebudayaan yang distinct, yang menyebabkannya menjadi primadona pariwisata. Di Bali sendiri, seperti halnya di wilayah lain di Indonesia atau dunia, terdapat beragam dinamika sosio-politikekonomi. Sebagai bagian dari dunia yang terus berevolusi, yang kini telah berada pada era Revolusi Industri 4.0, Bali menjadi salah satu gerbang utama melalui mana gelombang demi gelombang perubahan masuk ke Indonesia. Sejauh ini, terlepas dari pandemi masif virus Corona yang telah mulai merusak pariwisata sebagai sendi utama ekonomi Bali, distingsi alamiah dan kultural yang dimiliki masyarakat Bali harus terus-menerus diposisikan sebagai harta sosial paling berharga, suatu modal sosial (social capital) yang telah menjadi sokoguru peradaban. Sebab, dengan atau tanpa pariwisata, masyarakat Bali harus tetap hidup dengan segenap pranata dan daya tradisional yang ada di tangan. Industrialisasi sendiri, yang di satu sisi telah memudahkan kehidupan ekonomi masyarakat Bali dan memungkinkan lebih banyak turis datang ke Bali, di sisi lain juga perlu disikapi secara bijak. Industrialisasi bisa saja menjadi candu yang memabukkan, dan dengan segala daya ubah atau bahkan daya rusaknya, menggerus harta alamiah dan kultural masyarakat Bali. Salah satu ikhtiar untuk mempertahankan Bali sebagai Bali adalah dengan merawat dan mencerdaskan kehidupan masyarakat supaya tidak mengalami apa yang disebut sebagai social disruption, ketergangguan kehidupan sosio-kultural karena arus deras perubahan. Hal. 11 Akan Alami
adalah turis Australia. Jumlahnya 38.187 wisatawan. Sementara itu, United Kingdom sebanyak 10.192 orang dan Rusia mencapai 9.334 orang. Wisatawan Tiongkok juga bertambah. Selama 15 hari, jumlah WN Tiongkok masuk Bali mencapai 1.143 orang. Sedangkan dari Hongkong 1 orang, itu pun dari Pelabuhan Benoa. Secara keseluruhan, kata Surya Dharma, turis yang datang lewat Pelabuhan Benoa selama 15 hari sebanyak 1.025 orang, dan lewat Bandara Ngurah Rai sebanyak 149.796 orang. (asa)
Bali post/ist
TINGGALKAN GILI - Wisatawan yang mulai meninggalkan Gili Trawangan, Senin (16/3) kemarin, menyusul penutupan akses menuju tiga Gili. Akibat eksodus itu, Gili Trawangan langsung lengang.
Tiga Gili di Lombok Ditutup
Wisman Eksodus ke Bali Amlapura (Bali Post) – Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) menutup akses masuk menuju destinasi wisata tiga Gili (Trawangan, Air dan Meno) yang ada di Kabupaten Lombok Utara selama dua pekan. Kebijakan itu sebagai langkah antisipasi masuknya virus Corona
atau Covid-19 di pulau itu. ‘’Akses pintu masuk ke Gili kita tutup sementara untuk memastikan destinasi itu bebas virus Corona,’’ kata Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, Senin (16/3) kemarin. Akibat dari kebijakan tersebut, ratusan wisatawan asing yang sebelumnya berada di Lombok, Senin kemarin beramai-ramai meninggalkan pulau tersebut dan memilih untuk berlibur di Bali. Seperti terlihat di Padangbai, Senin kemarin. Ratusan wisatawan asing turun dari kapal dan menunggu transportasi yang akan membawa mereka ke sejumlah hotel atau penginapan di Bali. Kepala Dinas Pariwisata
Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta membenarkan banyak wisatawan datang ke Bali dari Gili Terawangan, Lombok. ‘’Informasi yang kami dapat seperti itu. Bagi wisatawan yang mau berangkat ke sana (Gili Terawangan) ditolak. Sedangkan bagi wisatawan yang ada di sana dipulangkan. Dan mereka kini datang ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai,’’ ucapnya. Sedana Merta menambahkan, tidak tahu pasti berapa jumlah wisatawan yang datang ke Bali melalui Pelabuhan Padangbai. ‘’Sebagian besar dari mereka rencananya akan ke Denpasar dan ke Kuta,’’ tegas Sedana Merta. (kmb41)
Salah Informasi Destinasi wisata dunia tiga Gili (Gili Air, Meno dan Gili Trawangan) di Desa Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai lengang. Sejak Senin (16/3), wisatawan mancanegara dan domestik mulai meninggalkan pulau kecil bebas polusi itu, menyusul keputusan penutupan tiga gili mencegah merebaknya virus Corona (Covid-19). Ada dua kesan yang muncul dari fenomena ini. Pertama, wisatawan salah informasi. Penutupan Gili seolah diartikan semua wisatawan yang sudah tinggal di pulau harus keluar. Kedua, akses keluar
dari NTB diduga tidak sesuai SOP. Di mana wisatawan langsung direct Gili - Bali tanpa melewati screening di pintu keluar/masuk, baik di BIL maupun di Pelabuhan Lembar. ‘’Mereka panik, beli tiket semalam (Minggu malam). Balik ke Bali, ada yang direct Bali, ada yang ke Bangsal,’’ ujar seorang warga, Andre. Sementara itu, Ketua Gili Hotels Asociation (GHA) Lalu Kusnawan menyayangkan tidak jelasnya prosedur penutupan Gili. Hal. 11 Langsung Mematikan
Jokowi Tak Terapkan ’’Lockdown’’
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo tidak memasukkan lockdown (menutup kota atau negara) sebagai salah satu kebijakan untuk mengurangi penyebaran penyakit saluran pernapasan yang disebabkan virus Corona jenis baru (Covid-19). ‘’Sampai saat ini tidak ada kita berpikiran ke arah kebijakan lockdown, yang paling penting dilakukan adalah mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain,’’ kata Presiden Joko Widodo, Senin (16/3) kemarin. Kebijakan lockdown tersebut, menurut Presiden, juga adalah kebijakan pemerintah
pusat, bukan daerah. ‘’Perlu saya tegaskan pertama, kebijakan lockdown, baik di tingkat nasional maupun daerah adalah kebijakan pemerintah pusat, kebijakan ini tidak boleh diambil pemerintah daerah,’’ ucap Presiden menegaskan. Presiden menekankan pelaksanaan social distancing atau memberikan jarak dengan orang lain. ‘’Menjaga jarak dan mengurangi kerumunan orang yang membawa risiko lebih besar penyebaran Covid-19, kebijakan belajar dari rumah, bekerja dari rumah dan beribadah di rumah, perlu terus kita gencarkan untuk
mengurangi tingkat penyebaran Covid-19,’’ Presiden menambahkan. Saat ini sudah ada beberapa negara yang melakukan lockdown sebagian maupun seluruh wilayah negaranya yaitu Italia sejak 9 Maret 2020, Denmark sejak 13 Maret 2020, Filipina sejak 12 Maret 2020 hingga Irlandia pada 12-29 Maret 2020. Sedangkan pemerintah Tiongkok mengunci kota Wuhan dan beberapa kota di dekatnya yang menjadi lokasi episentrum Covid-19, sedangkan Korea Selatan melakukan lockdown terhadap kota metropolitan Daegu. ‘’Saya terus mengikuti
perkembangan situasi terkait Covid-19 dari waktu ke waktu dan terus memberikan perintah-perintah yang terukur agar kita bisa menghambat virus Covid-19 dan tidak memperburuk dampak ekonomi yang bisa memperburuk kehidupan masyarakat,’’ tutur Presiden. Sejumlah daerah juga sudah menetapkan penyebaran Covid-19 ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Daerahdaerah tersebut adalah Kota Solo dengan memerintahkan siswa belajar di rumah selama dua pekan dan penutupan seluruh kawasan wisata. Ada juga Provinsi Banten serta tiga kota dan kabupaten di
dalamnya yaitu Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Sementara DKI Jakarta juga menutup sebagian besar tempat wisata selama dua pekan serta meliburkan sekolah juga selama dua pekan dan mengurangi jumlah perjalanan KRL, MRT dan bus Transjakarta. Hingga Minggu (15/3), Indonesia memiliki 117 kasus Covid-19 positif dengan 5 orang meninggal dunia dan tercatat sembuh 8 orang. Mereka tersebar di Jakarta, Tangerang, Bandung, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, Pontianak. (ant)
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Genjot Upaya Pencegahan Virus Corona
Pemkot Kerahkan Seluruh Kekuatan yang Ada BERBAGAI langkah telah dan akan dilaksanakan Pemkot Denpasar guna menanggulangi penyebaran virus Corona (Covid-19) di Kota Denpasar, terutama menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1942 Tahun 2020. Hal ini mengingat rangkaian Hari Suci Nyepi tak lepas kaitannya dengan kerumunan massa. Demikian terungkap saat digelar rapat mitigasi Covid-19 dan DBD di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (16/3) kemarin. Acara ini dihadiri perwakilan OPD, bendesa adat dan kepala puskesmas yang dipimpin Wali Kota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda AAN Rai Iswara, Asisten Pemerintahan Kesra I Made Toya dan Asisten III IGN Edy
Mulya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan akan dilakukan tindakan pencegahan Covid-19 secara besar-besaran di Kota Denpasar dengan melakukan sejumlah langkah, seperti penyemprotan disinfektan pada saat dilaksanakan upacara Pamelastian. “Selain itu pascapawai ogoh-ogoh di malam Pangerupukan, mulai di tingkat desa juga akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan secara masif di seluruh wilayah Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra. “Upaya-upaya ini dilakukan Pemerintah Kota Denpasar tentunya agar tidak terjadi keresahan dan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. Langkah ini juga memberi jaminan kepastian kepada masyarakat mengenai kesiapan Pemerin-
tah Kota Denpasar dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Harus terus dilakukan tindakan preventif dengan proses yang pasti dan terukur,” katanya. Lebih lanjut dikatakan Rai Mantra, koordinasi melalui diskusi juga perlu dilakukan untuk mengoreksi serta harus ada daya dukung secara kapasitas. “Dalam mengantisipasi Covid-19 ini, Pemerintah Kota terus berupaya menggerakkan seluruh kekuatan Pemerintah Kota Denpasar serta partisipasi masyarakat melalui gotong royong. Langkah sosialisasi serta imbauan melakukan pencegahan mulai dari diri sendiri di rumah tangga dan di lingkungan wilayah desa masing- masing terus dilakukan. Saat ini disinfektan terus dilakukan baik di kantor-
kantor pemerintahan mulai tingkat desa/kelurahan, pusat perbelanjaan, hingga ruang publik. “Sebelum pamelastian akan dilakukan penyemprotan secara massal di lokasi tempat yang dijadikan pamelastian, demikian juga saat setelah selesai pengarakan ogoh-ogoh pada upacara pengerupukan akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara massal dengan mengerahkan 22 kendaraan dari BPBD, PDAM, Dinas Perkim dan DLHK,” katanya. Selain itu, pemerintah juga mengharapkan swadaya masyarakat secara bergotong royong dalam menanggulangi Covid-19 agar penanganannya dapat merata dan menyeluruh diseluruh wilayah Kota Denpasar,” tegas Rai Mantra. Sementara itu, Sekda
COVID-19 – Pemkot Denpasar menggelar rapat mitigasi Covid-19 dan DBD di Ruang Praja Utama Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (16/3) kemarin. Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam kesempatan yang sama mengatakan dalam penanganan Covid-19 di Kota Denpasar ini perlu
keseriusan dari semua pihak dan seluruh stakeholder. “Agar tujuan yang dicapai dapat terealisasi dengan baik harus terus digencar-
kan koordinasi mengenai penanganan Covid-19 antara seluruh komponen ikut bergerak menanganinya,” ujar Rai Iswara. (ad459)
Putus Mata Rantai Covid-19 Imigrasi Tolak Orang Asing
Denpasar (Bali Post) -
Selain melakukan upaya pencegahan secara internal, tiga pelayanan imigrasi di Bali juga tetap menolak warga negara asing (WNA) yang pernah singgah ke Tiongkok dalam kurun waktu 14 hari sesuai Permenkum HAM No.7 Tahun 2020. Bali Post/eka
UJIAN - Mencegah penyebaran Covid-19, sekolah-sekolah di Kota Denpasar menyarankan siswanya untuk belajar di rumah. Tampak orangtua siswa bersama anaknya mengambil lembaran ujian sekolah di SD Saraswati 6 Denpasar, Senin (16/3) kemarin.
Siswa UTS dan ’’Try Out’’ di Rumah
Orangtua Ramai-ramai Ambil Soal ke Sekolah
Denpasar (Bali Post) – Kebijakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Denpasar untuk menerapkan pembelajaran siswa di rumah, mulai dilakukan Senin (16/3) kemarin. Semua sekolah mulai meniadakan proses pembelajaran di kelas. Bahkan ujian tengah semester (UTS) bagi kelas 1-5 dan try out untuk kelas VI juga dilakukan di rumah. Karenanya, orangtua siswa diminta mengambil soalnya ke sekolah. Seperti yang terlihat di SD Saraswati 6 Denpasar. Sejak pagi guru kelas masing-masing telah memberitahukan kepada orangtua untuk mengambil soal UTS maupun try out ke sekolah. Soal tersebut dikerjakan siswa di rumah dan akan dikumpulkan kembali pada Jumat (20/3) mendatang. Kepala SD Saraswati 6 Denpasar Ni Wayan Sudiasih mengatakan, penerapan belajar di rumah ini menindaklanjuti surat edaran dari Disdikpora. Sekolah diharapkan tidak memberlakukan kegiatan belajar di sekolah dalam upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona. Hal serupa juga dilakukan SDN 14 Dangin Puri. Hanya siswa di sekolah ini sempat masuk. Namun, karena adanya pemberitahuan melalui WA agar sekolah tidak mengadakan pembelajaran di sekolah, maka siswa hanya mengambil soal saja. Setelah itu mereka dipulangkan. ‘’Siswa sempat sekolah untuk mengambil soal saja. Setelah itu mereka pulang,’’ ujar Kepala SD 14 Dangin Puri, Ni Luh Sri Wati. Sementara itu, salah seorang orangtua siswa SD Saraswati 6 Denpasar Ni Kadek Ayu Adnyawati, mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan kebijakan yang dilakukan sekolah. Karena ini merupakan proteksi terhadap penyebaran virus Corona. ‘’Kami siap untuk mengawasi anak-anak dalam mengerjakan soal di rumah,’’ ujar Ayu. (kmb12)
Diduga Menipu, Oknum Anggota Dewan Dijemput Paksa
Denpasar (Bali Post) Polsek Denpasar Selatan menangani kasus melibatkan oknum anggota DPRD Bali berinisial MD. Pasalnya, MD diduga terlibat kasus penipuan dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 miliar. Terkait laporan ini, MD dijemput paksa oleh polisi karena mangkir dari panggilan penyidik. ‘’Dua kali dipanggil yang bersangkutan tidak datang, akhirnya dilakukan penjemputan hari Sabtu (14/3) lalu,’’ tegas Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, Senin (16/3) kemarin. Menurut Kapolresta, laporan awal MD menyewa tiga mobil mewah di salah satu rent car di Denpasar. ‘’Sewanya setahun lalu tapi sampai sekarang belum dikembalikan dan dibayar uang sewanya. Tiga mobil mewah,’’ ujar mantan Wakapolres
Badung ini. Jansen mengungkapkan status MD masih saksi. Oleh karena itu, usai diperiksa dia diizinkan pulang. ‘’Kami menunggu hasil gelar perkara kasus ini untuk menentukan status MD,’’ tutupnya. Dikonfirmasi terkait masalah ini, Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya belum bisa berkomentar banyak. “Baru tadi pagi juga disinggung sama teman. Nanti saya dalami dulu,” ujarnya singkat melalui pesan whatsapp, Senin (16/3). Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster mengaku belum mengetahui informasi terkait dugaan penipuan yang dilakukan MD. “Saya belum mengikuti itu, ya mungkin ada masalah. Saya cek dulu, saya belum dapat informasi soalnya,” katanya. (kmb36/kmb32)
Topik : BALI SIAGA Covid-19
Selain itu, untuk memutus mata rantai virus Corona tersebut, juga diperluas jangkauannya. Yakni memperketat pemeriksaan terhadap turis dari negara Italia khususnya wilayah Lombardi, Venet, Emilia Romagna, Marche dan Piedmint. “Untuk Korea Selatan khusus yang dari kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbukdo, juga diberlakukan sama,” tandas Humas Kemenkum HAM, I Putu Surya Dharma, Senin (16/3). Kata Surya, itu surat Plt. Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Nomor 00657/ WN/03/2020/66/10 tanggal 05 Maret 2020 Perihal Permohonan Tindak Lanjut Kebijakan Pendatang dari Korea Selatan, Italia dan Iran. Infor-
masi ter-update, hingga Senin pagi sudah ada 115 warga asing yang ditolak masuk Bali. Terakhir, sebagaimana data Imigrasi yang ditolak WNA asal Korea Selatan. Selain itu, untuk memutus mata rantai virus Imigrasi juga menolak masuk orang asing yang berdasarkan rekomendasi secara tertulis dari petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) bila ditemukan tanda atau gejala Covid-19 kepada Pejabat Imigrasi di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Khusus di pelayanan publik, untuk mencegah penularan dari petugas yaitu dengan selalu menggunakan masker dan juga menggunakan hand sanitaizer, dan penyemprotan disinfektan. (kmb37)
IMIGRASI - Petugas Imigrasi menggunakan masker dan selop tangan saat memberikan pelayanan pada masyarakat.
Denpasar (Bali Post) I Kadek Diana atau IKD, kader PDI Perjuangan (PDI-P) di DPRD Bali yang diusulkan dipecat, mengaku kaget luar biasa. Ia tidak menyangka akan terjadi seperti itu. Sebab, pria yang juga dicopot dari jabatan Ketua Komisi III DPRD Bali ini menyebut diri ksatria dan sangat bertanggung jawab terhadap apa yang dilakukannya. “Kalau misalkan waktu itu, waktu suaminya (suami KDY red) ke sana untuk melakukan pengecekan ke hotel untuk memastikan istrinya dengan siapa di sana, kalau misalkan saya ada di sana, hari itu juga saya mengundurkan diri. Tidak
mesti harus menunggu pemecatan dari partai,” katanya kepada Bali Post, Senin (16/3). Tetapi nyatanya, lanjut Diana, ia tidak ada di hotel saat suami KDY datang. Diana mengaku hanya membantu KDY memesan kamar hotel dan setelah selesai memesan tidak pernah ke hotel itu lagi. Hubungannya dengan KDY diakui sebatas teman, karena ada dalam satu partai dan satu fraksi di DPRD Bali. “Dia bilang ada kesibukan dan tidak memungkinkan memesan langsung. Ditambah dia bilang HP-nya ngedrop waktu itu. Takutnya nanti belum dapat (pesan kamar),
keburu HP-nya mati. Makanya dengan buru-buru disuruh nyariin dan saya bantu. Karena setelah itu, Bu Dwi akan menghadiri uleman, jadi butuh tempat untuk prepare. Saya dapat di Four Star, saya titip kunci, setelah itu saya tidak ke sana lagi,” jelasnya. Kalau toh sempat bertemu dan tidak melakukan apa-apa, lanjut Diana, juga tidak bisa disebut selingkuh. Itu sebabnya keputusan partai dinilai tidak adil. Kemudian semenamena dan mengabaikan aspek hukum, serta lebih mengedepankan aspek kekuasaan. Padahal dalam AD/ART partai ada tahapan seperti peringatan
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965 Bali Post/ist
Kadek Diana Mengaku Tak Pernah Dimintai Klarifikasi PDI-P dan pembebastugasan sebelum diusulkan dipecat. “Tapi ini kan langsung semuanya dan itu tanpa ada pemanggilan untuk dimintai keterangan atau klarifikasi apa yang menjadi berita itu benar seperti itu. Karena tidak ada kan berarti mengambil keputusan berdasarkan berita. Jadi hanya berdasarkan dugaan,” imbuhnya. Diana menambahkan, untuk saat ini memang tidak ada langkah-langkah yang akan diambil. Sebagai kader, ia menunggu keputusan DPP dengan adanya usulan pemecatan dari DPD PDI-P ke DPP. Setelah itu barulah ia
akan memikirkan langkah apa yang dilakukan sebagai upaya hukum atau upaya-upaya lainnya. Diwawancara terpisah, Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster menegaskan bila tidak perlu ada klarifikasi dari kedua kader yang diusulkan dipecat. Sebab, sudah ada banyak pihak yang memberikan data terkait perbuatan keduanya. “Diklarifikasi enggak akan berubah. Enggak usah klarifikasi. Semua anggota fraksi sudah cerita keadaannya, gak perlu klarifikasi,” ujarnya. Koster menambahkan, keputusan pemecatan merupakan kewenangan DPP. (kmb32)
SE Penundaan UNBK Dinilai Terlambat
Sekolah Merugi Puluhan Juta Sewa Komputer Denpasar (Bali Post) Surat Edaran (SE) Gubernur Bali No.0/2020 yang diteken Sekda Bali selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra, soal penundaan pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA-SMK terkesan terlambat. Buktinya, banyak siswa SMK di Denpasar datang ke sekolah tak tahu informasi soal itu. Lagi pula sejumlah sekolah mengaku merugi ratusan juta rupiah karena penundaan UNBK. Siswa SMK PGRI 1 Denpasar yang akan menjalani UNBK Senin (16/3) kemarin, kecewa karena ternyata UNBK ditunda. Wayan Sumerta mengaku tak tahu ada kebijakan baru, lagi pula siswa merasa dirugikan karena sudah mempersiapkan diri sejak awal. ‘’Saya baru tahu setelah di
sekolah. Pak kepala sekolah menginformasikan UNBK ditunda,’’ tegasnya. Kepala SMK PGRI 1 Denpasar Drs. IGN Wirata, M.M. membenarkan SE yang diterima lewat online terlambat karena baru diterima malam harinya. Makanya sekolah sedikit terlambat menyampaikan kepada siswa. Tidak demikian halnya dengan di SMK PGRI 3 Denpasar. Menurut Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., siswa peserta UNBK sudah diinfokan secara online lewat grup WA wali kelas sehingga tak sampai datang ke sekolah. Paling yang datang hanya beberapa orang mengecek kebenaran bahwa UNBK ditunda karena kasus Corona. Namun dia mengkritisi SE ini bukan hanya mendadak,
namun mendadak sekali yakni Minggu malam sedangkan Senin anak-anak sudah UNBK. Namun dia memahami karena masalahnya termasuk emergency, SE ini harus dihormati. SMK PGRI 3 Denpasar sangat dirugikan dengan penundaan UNBK ini. Sekolah sudah siap dengan fasilitas ratusan komputer. Sebanyak 156 komputer disewa dari pihak kedua senilai Rp 165 juta untuk empat hari guna melayani 365 siswa dibagi dalam tiga shift. Untungnya dia tak sampai menyewa genzet. Kerugian serupa diakuinya dialami sekolah swasta lainnya yang menyewa komputer dan laptop ke pihak kedua. Dia berharap pihak kedua mau memaklumi dan dicarikan jalan keluarnya.
Denpasar (Bali Post) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali melakukan beberapa langkah penting usai mengikuti teleconference dengan Direktur Utama PLN, Senin (16/3) terkait antisipasi terhadap wabah Covid-19. Yaitu tidak meliburkan karyawan namun tetap siaga menjaga supply listrik bagi masyarakat den-
gan tetap mengutamakan keselamatan karyawan. Salah satu yang mempunyai peran penting dalam sistem kelistrikan adalah dispatcher. Untuk itu PLN mengawal petugas dispatcher secara ketat. Demikian disampaikan General Manager PLN UID Bali I Nyoman Suwarjoni Astawa, Senin (16/3). PLN dikatakan
Bali Post/025
PENYEMPROTAN - Kades Sumerta Klod Anom Suardana didampingi Kasek Madiadnyana saat memimpin penyemprotan disinfektan di SMK PGRI 3 Denpasar.
Disinfektan Selama UNBK dan try out
SD ditunda, Desa Sumerta Klod melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah-sekolah di wilayah kerjanya. Aksi sosial ini dipimpin langsung Kades Sumerta Klod I Gusti Ngurah Anom Suardana bersama 12 anggota tim khusus reaksi cepat. Tim ini
menyasar semua SD dan SMK di Sumerta Klod, seperti SDN 7, SDN 4, SMKN 4 Denpasar, dan SMK PGRI 3 Denpasar. Menurut Anom Suardana, pihaknya melakukan penyemprotan agar siswa dan sekolah aman dari virus Corona. (025)
harus tetap menjaga supply listrik karena listrik penting bagi masyarakat terutama rumah sakit yang merawat pasien pengawasan dan pemantauan Covid-19. Walaupun UNBK dibatalkan, namun PLN tetap siaga menjaga sistem kelistrikan terutama rumah sakit yang menangani pasien Covid-19. Yang terpenting adalah
menjaga kesehatan karyawan. ‘’Kami tetap harus menjaga kewaspadaan kami agar jangan sampai pelayanan kami terganggu karena pegawai sendiri suspect Covid-19,’’ tandasnya. Khusus petugas operator (dispatcher) yang mengatur distribusi sistem Bali, pihaknya harus memastikan mereka terisolasi. Mereka disarankan
untuk antar jemput dan hanya berdiam di rumah kemudian berangkat ke kantor. Di kantor pun disediakan ruangan khusus yang tidak boleh orang masuk. Petugas dispatcher ini juga disediakan disinfektan. Dalam kondisi darurat, ia telah menyiapkan satu mirroring system yang ada di Bali Utara. (may)
PLN Pastikan ’’Supply’’ Listrik Terjaga
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Cegah Covid-19, Bupati Giri Prasta Terbitkan SE
Larang Kegiatan Perjalanan Dinas, Tugas Pegawai Diupayakan Dilaksanakan di Rumah MENCERMATI penyebaran virus Corona (Covid-19) di Indonesia dan arahan Presiden Jokowi, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta langsung menerbitkan surat edaran (SE) yang ditujukan kepada kepala perangkat daerah, para camat, perbekel/lurah se-Kabupaten Badung dan pimpinan perusahaan daerah di Kabupaten Badung. Menurut Kepala Bagian Humas Badung Made Suardita, Senin (16/3) kemarin, SE No. 183 Tahun 2020 tentang Tindak Lanjut Terkait Pencegahan Penyebaran Covid-19 tersebut berisi tujuh poin penting. Pertama, kegiatan belajar mengajar bagi siswa/ siswi mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP (sederajat) agar dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media pembe-
lajaran secara daring/online. Kedua, tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan (termasuk penyelenggara pemerintahan desa) oleh para pegawai diupayakan dilaksanakan di rumah, kecuali yang berkaitan dengan pelayanan publik secara langsung yang harus bekerja di kantor, diutamakan para pejabat struktural terutama para pimpinan unit kerja. Ketiga, kegiatan perjalanan dinas ke luar negeri dan ke luar daerah agar ditunda kecuali sangat penting dan mendesak. Keempat, kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melibatkan orang dalam jumlah yang banyak seperti rapat kerja, rapat koordinasi, seminar/ symposium/lokakarya/FGD, kursus, diklat dan lain-lain agar ditunda.
Kelima, kegiatan-kegiatan keramaian hiburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan massa agar ditiadakan atau dibatasi. Keenam, kebijakan tersebut pada 1 sampai 5 di atas berlaku mulai tanggal 16 Maret sampai 30 Maret 2020. Kemudian ketujuh, semua pihak diminta untuk tenang dan tidak panik, tidak membuat dan/atau menyebarkan informasi yang tidak akurat/tidak berasal dari sumber resmi, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Lebih lanjut mantan Lurah Lukluk ini mengatakan, dalam rangka pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus Corona di lingkungan Pemkab Badung, Surat Edaran Bupati Badung No. 183 Tahun 2020, ditindak-
Suhu Tubuh Penumpang di Teminal Mengwi Dicek Mangupura (Bali Post) Pencegahan penyebaran virus Corona di Bali tidak hanya dilakukan di pintu masuk utama Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pengawasan serupa juga diterapkan di Terminal Tipe A Mengwi. Upaya ini guna memastikan penumpang yang datang ke Pulau Dewata melalui jalur darat aman dari bahaya Covid-19. Koordinator Terminal Tipe A Mengwi, Cok Agung Suarmaya, mengatakan pengawasan terhadap lalu lalang penumpang di Terminal Mengwi telah dilakukan sejak Minggu (15/3). Ratusan penumpang yang tiba di terminal kedatangan mendapat pemeriksaan petugas. “Pencegahan masih tetap dilaksanakan. Kami tugaskan petugas untuk mengecek panas suhu tubuh penumpang yang baru datang. Selain itu, juga menyemprotkan cairan disinfektan ke beberapa bagian kendaraan,” ujar Agung Suarmaya, Senin (16/3) kemarin. Menurutnya, upaya pencegahan juga dilakukan dengan memasang tempat hand sanitizer di beberapa titik. Dengan begitu, penumpang, sopir, atau orang-orang yang datang ke terminal dapat menyeterilkan tangannya. “Ada empat titik yang kami pasang. Ini juga untuk membiasakan agar kita senantiasa menjaga kebersihan tangan, di samping mencuci tangan secara langsung. Kami juga menyemprotkan cairan alkohol 70 persen ke bagian kendaraan yang sering disentuh,” terangnya.
daerah masing-masing. Keempat, pimpinan perangkat daerah pelaksana tugas pelayanan kepada masyarakat yang bersifat administrasi agar mengoptimalkan pelayanan yang bersifat online/daring. Pelayanan secara online dapat melalui aplikasi, email, media sosial dan fasilitas lainnya. Kelima, pimpinan perangkat daerah pelaksana tugas pelayanan kepada masyarakat yang bersifat teknis maupun fisik di lapangan agar menyesuaikan dengan kebutuhan layanan masing-masing. Keenam, pimpinan perangkat daerah sementara diimbau untuk tidak menerima kunjungan kerja dari daerah/pihak lain. Ketujuh, pelaksanaan tugas dinas di rumah bagi
Made Suardita pegawai tidak mengurangi penerimaan tunjangan penghasilan pegawai dengan tetap bekerja secara
Deman Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Badung mulai mengancam. Bahkan Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Badung mencatat kasus yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti ini telah menelan satu korban dari 346 kasus yang terjadi hingga 12 Maret 2020.
Bali Post/par
CEK - Petugas tengah mengecek suhu tubuh penumpang yang tiba di Terminal Tipe A Mengwi, Senin (16/3) kemarin. Dikatakan, pihaknya ma- sih kondisi segera pulih, sesih melakukan pengadaan hingga tidak ada lagi kekhaalat pendeteksi suhu tubuh. watiran masyarakat dalam Sebab, diperlukan empat alat bepergian,” tegasnya. pendeteksi suhu tubuh atau Di tempat terpisah, Kepala thermo gun. “Ada empat petu- Dinas Perhubungan (Dishub) gas pencatat yang bekerja, Badung, A A Ngurah Rai karena itu masing-masing Yuda Darma mengatakan, petugas selayaknya mengan- penyemprotan disinfektan tongi satu alat. Kami sudah sudah dilakukan oleh Dishub ajukan untuk pengadaan alat Prov. Bali, selaku Koordinator ke pihak balai,” jelasnya. Satgas Areal Publik TransporDisebutkan, adanya penye- tasi, Minggu lalu. Sementara baran Covid-19 juga memenga- Dishub Badung ikut bersama ruhi jumlah penumpang di Ter- Balai Pengelola Transportasi minal Mengwi. Berdasarakan Darat (BPTD) dan Organda catatan, jumlah penumpang untuk disinfektan disiapkan yang datang maupun berang- oleh Dishub Provinsi. kat pada hari normal rata-rata “Sasaran penyemprotan mencapai 800 orang. Angka ini Angkutan Umum, seperti Bus turun hingga 300 penumpang AKAP, angkutan sewa seperti sehari. “Sempat naik Jumat mobil App dan taksi, serta lalu hanya 600, tapi rata-rata sarana dan prasarana termimemang turun. Kami berharap nal,” pungkasnya. (kmb27)
MPP Gunakan ”Thermo Gun” di Pintu Utama
Bali Post/par
PERIKSA - Pengunjung MPP Kabupaten Badung diperiksa suhu tubuhnya sebelum masuk ruang pelayanan. rajat celcius ini bisa diwakilkan yang penting ada surat kuasa,” ungkapnya. Pejabat asal Tabanan ini berharap masyarakat tidak panik dan takut sepanjang mengikuti arahan pemerintah terkait pencegahan Covid-19. “Masyarakat jangan panik dan takut berlebihan, tapi juga jangan menganggap enteng dan ceroboh. Kita harus hati-hati dan tetap menjaga kesehatan,” ungkapnya. Guna mengurangi kontak fisik sebagai antisipasi penyebaran virus Agus Aryawan menganjurkan masyarakat memanfatkan teknologi informasi khusus dalam penerbitan perizinan dengan aplikasi Layanan Perizinan Online (Laperon). “Pada aplikasi yang dibangun secara mandiri itu, bisa digunakan dalam semua proses pelayan perizinan, mulai pendaftaran verifikasi sampai penerbitan izin,” katanya. Sebelumnya, Kadiskes Kabupaten Badung dr. I Nyoman Gunarta menyampaikan, guna meminimalisir penyebaran virus Corona, pihaknya akan
melakukan penyemprotan disinfektan di areal publik. Seperti sekolah, pasar, mall, maupun tempat wisata yang menjadi simpul berkumpulnya masyarakat. “Untuk ke depan setelah kami melakukan penyemprotan disinfektan di instansi pelayanan publik di Puspem Badung, kami akan menyasar kantor camat dan pusat kesehatan masyarakat yang tingkat pelayanan publiknya tinggi setiap harinya,” terangnya. Di samping penyemprotan disinfektan, pihaknya juga akan menyediakan hand sanitizer di ruang pelayanan publik. Pihaknya selalu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan Provinsi Bali dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran virus Corona. “Perlu kami sampaikan juga jika seandainya ada masyarakat yang terindikasi maupun positif terjangkit virus Corona, kami sudah menyiapkan ruang isolasi dengan penanganan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kemenkes,” pungkasnya. (kmb27)
produktif. Dan kedelapan, kebijakan ini mulai berlaku pada tanggal 16 Maret s.d. 30 Maret 2020. (ad458)
Bahaya DBD Mulai Menghantui Warga
Mangupura (Bali Post) –
Cegah Penyebaran Covid-19
Mangupura (Bali Post) Kawasan publik menjadi perhatian pemerintah dalam mencegah penularan virus Corona. Tak terkecuali di Pemkab Badung, tindakan pencegah penyebaran Covid-19 dilakukan pemerintah setempat dengan mengecek suhu tubuh pengunjung layanan publik. Dari pantauan Senin (16/3) kemarin, tiap pengunjung Mall Pelayanan Publik (MPP) di Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, wajib melawati petugas yang berjaga di pintu masuk utama. Mereka lebih dulu harus diukur suhu tubuhnya dengan termometer inframerah atau thermo gun dan hand sanitizer. Pencegahan serupa juga dilakukan di Dinas Pendapatan (Dispenda) dan Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil (Disdukcapil). Hanya di dua pelayan ini mewajibkan pengunjung menggunakan hand sanitizer tanpa adanya pemeriksaan suhu tubuh. Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung Made Agus Aryawan membenarkan adanya pengecekan suhu tubuh bagi pengunjung. “Pengecekan tersebut sesuai standar Dinas Kesehatan. Petugasnya pun langsung dari Diskes, jadi kami hanya memfasilitasi tempat,” ujarnya. Menurutnya, pengunjung yang terdeteksi suhu tubuh di atas 37 derajat celsius tidak diperkenankan masuk ke MPP. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan dapat diwakilkan dengan membawa surat kuasa. “Kalau terdeteksi panas tinggi atau pilek, batuk, kami sarankan untuk berobat. Ini untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung lainnya. Namun mereka yang terdeteksi panas di atas 37 de-
lanjuti dengan surat Pemberitahuan No. 184 Tahun 2020 tertanggal 16 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, yang isinya terdiri dari 8 poin. Di antaranya pimpinan perangkat daerah agar melaksanakan pembagian jadwal kedinasan pegawai untuk berdinas di kantor dengan setiap jenjang eselon dan pelaksana terwakili. Kedua, camat wajib memerintahkan lurah/perbekel agar melaksanakan pembagian jadwal kedinasan pegawai untuk berdinas di kantornya masing-masing. Ketiga, mekanisme, pengaturan teknis dan pelaporan hasil pelaksanaan tugas terkait pelaksanaan tugas dinas di rumah agar diatur sesuai kebutuhan oleh pimpinan perangkat
Seperti diketahui, data DBD di Kabupaten Badung dari tahun 2017 ada 941 kasus dan satu orang meninggal dunia. Namun kasus DBD tahun 2018, menurun drastis yakni hanya 326 kasus dan satu orang meninggal dunia. Namun di tahun 2019 kasus DBD kembali naik mencapai 971 kasus dan dua orang meninggal dunia. Kemudian di tahun 2020 hingga Maret 2020 terjadi 346 kasus dan satu orang meninggal. Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. I Nyoman Gunarta meminta masyarakat waspada terhadap serangan
DBD. Terlebih tahun 2020 merupakan siklus empat tahunan yang biasanya terjadi lonjakan penderita. “Jangan dilupakan demam berdarah ini, karena kasunya endemik, kita patut waspada. Terlebih kena siklus empat tahunan, sampai sekarang saja sudah mencapai 364 kasus,” ungkap dr. Gunarta, Senin (16/3) kemarin. Menurutnya, perhatian masyarakat diharapkan tidak hanya tertuju pada penyebaran virus Corona yang kini tengah terjangkit di Indonesia, termasuk Bali. Tetap menjaga kebersihan lingkun-
gan juga penting bagi masyarakat agar terhindar dari DBD. “Iya.. ada seorang yang meninggal, tapi saya lupa alamatnya dimana. Kami harap masyarakat tidak lengah dengan adanya serangan DBD,” ujarnya. Mantan Dirut RSD Mangusada ini mengimbau masyarakat untuk menggalakkan program pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Caranya melalui 3M, yakni menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air. Kemudian menutup tem-
pat penampungan air. Juga mengubur, memanfaatkan, atau mendaur ulang barang bekas, sehingga tak menjadi sarang nyamuk. “Kami juga sudah tugaskan petugas juru pemantau jentik (jumantik) melakukan penyemprotan fogging reguler di masing-masing desa dan fogging mandiri dilakukan oleh desa yang difasilitasi Diskes Badung,” jelasnya. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang terjangkit DBD segera melaporkan ke Diskes atau instansi terkait guna mendapatkan penanganan. “Kalau ada laporan positif DBD kami akan melakukan fogging. Kami akan melakukan penyemprotan terfokus pada radius 100 meter dari kasus yang positif,” pungkasnya. (kmb27)
Lanud Ngurah Rai Sosialisasi Cegah Covid-19
Mangupura (Bali Post) Satuan Kesehatan (Satkes) Lanud I Gusti Ngurah Rai menggelar sosialisasi pola hidup sehat kepada keluarga besar Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai bentuk upaya meningkatkan pencegahan penyebaran virus Corona atau yang lebih dikenal Covid-19 di GSG Kompleks TNI-AU I Gusti Ngurah Rai, Senin (16/3) kemarin. Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb. Radar Soeharsono, menyampaikan sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan terhadap penyebaran virus Corona di lingkungan Pangkalan TNI-AU I Gusti Ngurah Rai. “Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini, salah satunya mencuci tangan menggunakan hand sanitizer atau dengan sabun. Selain itu, dengan berolahraga secara teratur dan makan-makanan yang bergizi. Daya tahan tubuh yang kuat dapat menangkal masuknya Covid-19,” jelas Danlanud. Melalui sosialisasi ini, lanjut Danlanud, diharapkan dapat menjadi bekal informasi untuk diterapkan pada diri sendiri, keluarga dan bisa menyampaikan kepada masyarakat sekitar.
Bali Post/edi
PERIKSA - Prajurit Lanud I Gusti Ngurah Rai memeriksa suhu tubuh sebagai bentuk upaya meningkatkan pencegahan penyebaran virus Corona atau yang lebih dikenal Covid-19. Sebelumnya Lanud I Gusti Ngurah Rai telah menerjunkan 21 personel untuk membantu pemeriksaan suhu tubuh di terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai. “Langkah ini merupakan suatu bentuk nyata kepedulian kami sebagai TNI untuk membantu
masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Bali dalam menangkal dan mencegah penyebaran Covid-19,” pungkas Danlanud. Lebih lanjut dikatakan, TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga keselamatan bangsa dan negara dari berb-
agai ancaman, salah satunya penyebaran virus Corona. Sebelum kegiatan sosialisasi dimulai, seluruh peserta diperiksa satu per satu suhu tubuhnya menggunakan thermometer infrared oleh anggota Satkes untuk mengetahui kondisi kesehatan personel. (kmb23)
BPR DPK Perbarindo dan ”Bali Post Goes to Shcool” di SMAN 2 Kutsel Ditunda
Mangupura (Bali Pos)Di tengah isu virus Corona, acara BPR Perbarindo Badung dan Bali Post Goes to School yang rencananya digelar Kamis (19/3) mendatang di SMAN 2 Kuta Selatan, akirnya ditunda. Hal ini guna menyelamatkan anak-anak dari ancaman virus Corona yang menjadi bencana nasional dan dunia. Ketua Panitia BPR DPK Perbarindo Badung dan Bali Post Goes to School I Made Sueca dan Ketua Tim Edukasi dan Literasi BPR DPK Perbarindo Badung, I Nengah Sutha Semadi, Senin (16/3) kemarin menegaskan acara ini ditunda sampai situasi kondusif. Dia mengatakan acara yang diisi dengan lomba majalah dinding, lomba fotografi, pelatihan jurnalistik dan fotografi akan dicarikan waktu yang tepat guna melibatkan siswa SMP dan SMA/SMK di Badung. Untuk itu, Made Sueca minta maaf dan akan mengomunikasikan kembali jadwal acara ini, karena yang utama
TUAN RUMAH - SMAN 2 Kutsel dan OSIS-nya sebagai tuan rumah penyelenggaraan BPR DPK Perbarindo Badung dan Bali Post Goes to School. adalah keselamatan anakanak bangsa dari ancaman virus ini. Made Semadi Putra sepakat agenda bareng ini ditunda guna memberi kesempatan bagi peserta untuk tampil lebih baik lagi. Selain itu, BPR DPK Perbarindo Badung juga harus menghormati aturan soal larangan acara mengerahkan banyak orang dari Kemendikbud. Hal senada diungkapkan
Kepala SMAN 2 Kuta Selatan Dr. I Nyoman Tingkat, M.Hum., bahwa keselamatan anak-anak jauh lebih penting dari segalanya. Sekalipun persiapan sudah matang, dia sepekat acara ditunda karena adanya SE Gubernur soal penundaan UNBK dan langkah riil sekolah menyelamatkan siswa dari virus Corona. ‘’OSIS kami sudah siap dengan agenda ini, na-
mun karena emergency kita setuju diundur,’’ tegasnya. Ketua OSIS SMAN 2 Kutsel, Made Surya, mengakui OSIS sudah melakukan persiapan matang menyukseskan agenda ini. Termasuk menyiapkan hiburan dan pameran kewirausahaan. Namun karena kondisi tak memungkinkan, dia setuju acara ini diundur di lain waktu. (025)
Selasa Paing, 17 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
’’Nyepi’’ Memutus Penyebaran Corona NILAI-NILAI dalam ajaran agama Hindu ternyata memang terbukti mampu menjawab tantangan zaman. Ketika berbagai pakar lingkungan berkumpul guna membahas perubahan iklim dunia beberapa tahun silam, Nyepi sebagai salah satu kearifan ajarah Hindu mampu menawarkan sebuah solusi. Penghentian berbagai aktivitas manusia (Hindu) sehari menjadi tawaran solusi untuk memberi waktu bagi alam istirahat sejenak dari kepenatan berbagai polusi. Alam mendapat kesempatan bernapas untuk membersihkan diri sehari saat Nyepi. Kini manakala wabah virus Corona (Covid-19) menghantam hampir semua benua bola dunia, salam Hindu dengan mencakupkan kedua belah tangan di depan dada menjadi solusi menghindarkan kontak antarmanusia sebagai perantara penyebaran Covid-19. Selanjutnya, Nyepi kembali menjadi solusi pilihan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Meski di berbagai negara menyebutnya dengan Lockdown, namun konsepnya mirip dengan Nyepi. Masyarakat diminta menghentikan aktivitas bepergian guna meminimalisasi kemungkinan kontak dengan yang lain, sehingga virus tidak tertular dan menyebar ke manusia lainnya di bumi. Meskipun terpaksa harus beraktivitas di luar, maka salam dengan mencakupkan kedua belah telapak tangan di depan dada mampu menghindarkan kontak langsung dengan yang lainnya. Di Indonesia termasuk (terutamanya) Bali memang belum sampai Nyepi ala Lockdown tersebut. Namun salah satu brata panyepian telah diambil sebagai salah satu solusi memutus penyebaran Covid-19. Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau untuk bekerja dari rumah dan sekolah-sekolah diliburkan (amati lelungaan). Anak-anak masih bisa belajar dari rumah masing-masing untuk mencegah jangan sampai terpapar Covid-19. Demikian pula berbagai aktivitas yang melibatkan orang banyak seperti hiburan, pesta, pertemuan-pertemuan ditunda sampai kondisi membaik dan bebas dari Covid-19. Ini juga menjadi salah satu bagian dari brata panyepian yakni amati lelanguan. ‘’Nyepi’’ selama 14 hari yang diutamakan diberlakukan bagi ASN dan anak-anak sekolah amatlah penting dan berarti dalam memutus penyebaran Covid-19. ‘’Nyepi’’ selama 14 hari ini diharapkan mampu menyelamatkan ratusan ribu bahkan jutaan nyawa anak bangsa ini. Mengingat, jika seseorang kontak dengan apa pun yang bisa menginfeksinya dengan Covid-19, harus menunggu minimal 14 hari untuk mengetahuinya terinfeksi atau tidak. Jika lewat masa itu tidak terjadi apa-apa, kemungkinan besar orang tersebut aman atau tidak terinfeksi. Namun jika dalam rentang waktu ‘’Nyepi’’ 14 hari itu ada yang melanggar brata panyepian tadi, yakni amati lelungaan dan amati lelanguan maka sia-sialah semua upaya tadi. Karena itu, semua harus mendukung, melaksanakan dan menaati kebijakan yang telah diambil pemerintah selama 14 hari ke depan ini. Kesempatan bekerja dari rumah dan libur sekolah untuk dapat belajar di rumah, janganlah malah dipakai untuk jalan-jalan ke mall atau tempat keramaian lainnya. Taatilah dua brata panyepian ini demi memutus penyebaran Covid-19 dan keselamatan bersama. Sementara empat brata panyepian yang lengkap tanggal 25 Maret mendatang, mari kita taati bersama guna memberi bumi bernapas membersihkan diri.
POJOK Gubernur Koster tetapkan Bali Siaga Covid-19.
Libur Sekolah Bukan untuk Keluyuran
SEKOLAH hingga kampus di kabupaten/kota di Bali diliburkan selama beberapa pekan ke depan. Kebijakan ini dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19. Tetapi, libur bukan berarti tidak belajar. Kegiatan belajar dan mengajar tetap berlangsung secara online. Siswa dan mahasiswa diberikan tugas dan belajar dengan menggunakan berbagai platform mulai dari website, e-book hingga media sosial. Metode ini cocok diterapkan di era digital mengingat gadget sudah jadi barang lumrah di masyarakat. Namun tentunya ada kelemahan dari metode ini terutama dari sisi pengawasan. Maka, netizen berharap sistem belajar di rumah ini tidak disalahgunakan. Melalui komentar yang disampaikan ke akun Facebook @balipost, netizen berharap para siswa benar-benar belajar, bukan justru keluyuran di jalan atau mall. Siswa dan mahasiswa tetap harus menghindari kerumunan karena di sanalah potensi penyebaran virus Corona. Peran orangtua sangat penting untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik. Di sisi lain, pemerintah kembali diingatkan mengefektifkan upaya antisipasi penyebaran virus Corona. Selain disinfeksi area publik, pemerintah tidak boleh lengah dalam menjaga pintu masuk Bali. Berikut komentar sejumlah netizen. Eva May Yanti Semoga berlaku untuk semua sekolah. Kita orangtua sangat khawatir melepas anakanak untuk pergi ke sekolah dengan situasi perang melawan musuh yang kasat mata ini. De Riady Knp Tenaga kerja (buruh) juga diliburkan disuruh kerja di rumah saja, tapi tetap dapat gaji. Daniel Wieu Kalau libur minggu jangan kelayapan ya nak. Ingat SPP lunas biar enggak diskors.
Alwayzz Feliz Dengan syarat dan harus diam di rumah, jangan malah jalan-jalan alias melali. Ketut Wiranata Maaf, apakah dengan meliburkan murid menjamin tidak kena virus. Antisipasi ring satu adalah objek-objek vital pariwisata seperti bandara, pelabuhan dan objek wisata lainnya karena murid tidak bersentuhan langsung dengan tamu. Galang Aja Sangat tepat, enggak usah bertele-tele ambil keputusan
yang cepat. Ini virus, pemda lain masih mikir-mikir kayaknya. Aska Fendi Sebagai pencegahan, sambil libur ruang kelas bisa disemprotkan cairan disinfektan. Juni G Antarini Bagaimana dengan sekolah SMK di Denpasar, apalagi yang anaknya sedang training di hotel? Jadi waswas. Erick Morales Sekolah diliburkan, tapi muridnya keluyuran main ke luar
rumah.
masing-masing sekolah terutama sekolah swasta, iuran SPP tolong diringankan. Sebagai orangtua, kerja di swasta sangat berat situasi seperti sekarang ini. Tolong dipertimbangkan dari pemerintah Bali khususnya Kota Denpasar.
Gde Suartika Langkah tepat untuk memutus penyebaran Covid-19. Safety oriented generally. Kristina Harus tetap di rumah. Jangan jalan-jalan atau kumpulkumpul yang tidak penting sekali.
Herman TO Sekolah dan siswa-siswi yang sedang mengikuti training ikut libur dari aktivitas, tapi apakah menjamin anak tersebut tidak keluyuran ke luar rumah? Saya punya 9 siswa dan siswi training, mereka ditarik untuk putus training terhitung mulai besok.
Dewa Milko Saya sangat setuju sampai anak-anak diliburkan, demi keamanan anak-anak. Tapi saya berharap pengertian dari
Pendidikan SMK TI Bali Global Denpasar Kembali Sabet Prestasi Nasional
Terapkan Pembelajaran Daring di Tengah Covid-19
PRESTASI Sekolah Menengah Kejuruan Teknologi Informasi (SMK TI) Bali Global Denpasar terus tumbuh. Selama tahun 2020 saja, instansi pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Widya Dharma Santi ini telah mencatat 10 prestasi prestisius terbaru. Dua di antaranya merupakan prestasi tingkat nasional, dan delapan tingkat provinsi. Hal ini disampaikan langsung Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd., Senin (16/3) kemarin. Untuk mengapresiasi prestasi yang diraih oleh siswanya, pihaknya telah menyiapkan hadiah berupa beasiswa. Bahkan, bagi mereka yang berprestasi juga dimotivasi dengan uang pembinaan. ‘’Kami berikan
bebas SPP sesuai dengan tingkat perolehan medali. Tingkat provinsi, bebas SPP selama tiga bulan dan uang pembinaan. Bagi dua siswa yang berprestasi di tingkat nasional durasi bebas SPP lebih lama. Untuk juara III diberikan selama empat bulan, sedangkan juara II diberikan selama enam bulan, dan masing-masing mendapat uang pembinaan mulai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta,’’ ujar Murjana. Lebih lanjut dikatakan, bahwa dua peraih prestasi di tingkat nasional merupakan siswa kelas XII. Mengenai strategi sukses melahirkan siswa berprestasi, Murjana menilai ini lahir dari pendidikan yang mengutamakan disiplin. Di samping juga didukung kemampuan siswa dan peran aktif guru dalam menjaring siswa ber-
prestasi. ‘’Fasilitas kami juga terbilang canggih. Itu yang membuat semangat belajar siswa tetap terawat. Untuk urusan pembelajaran berbasis daring, kami juga telah terapkan,’’ tandasnya. Oleh karena itu, menyikapi kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Bali tentang pembelajaran melalui daring untuk memitigasi Covid-19, pihaknya tidak mengalami kendala yang signifikan. Sebab, pembelajaran berbasis online telah biasa dilakukan sebelumnya. Sehingga pihaknya sangat siap dengan imbauan dari pemerintah. ‘’Sudah saatnya kita memajukan pendidikan, seperti melalui IT. Sebab, pengetahuan TI ini tak pernah surut, akan terus berkembang,’’ pungkasnya.
Untuk diketahui, prestasi tingkat nasional yakni juara II yang diraih oleh tim Andika dan Yoga klas XII Jurusan Desain Komunikasi Visual. Mereka unggul dalam lomba Desain Poster Tingkat Nasional serangkaian Lomba Inovasi Kewarganegaraan (Loker) Universitas Nusantara. Dalam kompetisi yang sama, juara III diraih oleh Tim Surya Wijaya dan Dimas Cahyo. Tingkat Provinsi, meliputi juara III Foto Kontes se-Bali di Kegiatan Tourism SMKN 2 Denpasar 2020. Juara II Lomba Foto Instagram se-Bali di ISI Denpasar 2020. Juara I Lomba Desain Poster seBali MCOS COMIC ITB Stikom Bali 2020. Juara III Lomba Pop Religi seBali MCOS COMIC ITB
Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. Stikom Bali 2020. Juara II Lomba Dharma Gita Putri se-Bali, Saniagam Brahmacari X Unhi Denpasar 2020. Juara II Lomba Film Pendek se-Bali SIC
FEST Unud 2020. Juara III Lomba Film Pendek se-Bali SIC FEST Unud 2020. Juara I Lomba Operet se-Bali OPRSA’SI ISI Denpasar 2020. (ad446)
Saham Anjlok, Masyarakat Pilih Investasi Emas Pegadaian
- Wisman tetap boleh masuk. *** Presiden Jokowi belum pikirkan soal ‘’lockdown’’. - Belum gawat rupanya. *** Pemerintah NTB tegas tutup tiga Gili dari wisatawan. - Langkah berani selamatkan warga. Kabag Humas & Protokoler Kanwil VII PT Pegadaian (Persero) Made Mariawan, S.E., M.M.
KINI harga saham anjlok akibat merebaknya virus Corona (Covid-19). Kini masyarakat mengalihkan investasinya ke emas. Karena emas adalah investasi yang paling aman dan harganya cenderung naik. Demikian disampaikan Kabag Humas & Protokoler Kanwil VII PT Pegadaian (Persero) Made Mariawan, S.E., M.M., Sabtu (14/3). Ia mengatakan, ekonomi lesu seiring dengan efek perang dagang antara Amerika Serikat dan China dan ditambah lagi dengan isu Corona (Covid-19). Kondisi tersebut membuat perdagangan melemah, sehingga harga komoditas dan produk industri turun. Ekonomi yang lesu juga berdampak pada pasar modal ditandai dengan turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir-akhir ini. ‘’Nah, di tengah ekonomi lesu seperti sekarang, investasi apa yang paling menguntungkan?’’ ucapnya.
Investasi emas menjadi pilihan pertama di saat ekonomi lagi lesu. ‘’Saya sarankan untuk investasi emas batangan, bukan emas perhiasan. Di tengah kondisi ekonomi yang lagi lesu, harga emas biasanya malah naik. Apalagi saat ini investasi emas bisa dilakukan dengan mudah dan di mana saja,’’ tegasnya. Daya tarik emas dan kelangkaan emas menjadikannya salah satu dari banyak save haven atau aset yang paling aman di kalangan investor bila ingin keluar dari gejolak ketidakpastian ekonomi. Meskipun nilai emas berfluktuasi dalam jangka pendek, namun pergerakannya tahan terhadap inflasi. Manager Bisnis Analis Pegadaian Kanwil Bali Nusra Al Manfaluthy mengatakan, kondisi ekonomi ini membuat ada kecenderungan orang membeli emas dalam berbagai bentuk produk seperti tabungan emas. Namun kenaikannya belum
bisa ia hitung lantaran masih bulan berjalan. Tetapi, menurutnya, kebiasaan orang Indonesia akan berinvestasi ke emas karena harga saham anjlok. ‘’Karena saham anjlok, uangnya mau dibawa ke mana, belilah emas karena emas ini save haven. Tempat untuk menjaga nilai kekayaannya, itu dia pakai emas,’’ ungkapnya. Dengan banyaknya permintaan emas, harga emas cenderung naik. Dari fluktuasi harga emas ini, ia bisa menganalisis kondisi ekonomi yang terjadi. Jika harga emas turun, hal itu berarti kondisi ekonomi makro sedang bagus. Sedangkan jika harga emas naik, maka kondisi ekonomi terindikasi sedang tidak baik. Meskipun kondisi ekonomi saat ini tidak bagus, namun diakui target Pegadaian dalam setahun bisa dicapai dalam waktu tiga bulan jika tidak ada penyebaran Covid-19. Salah
satu target pencapaian itu adalah OSL (outstanding loan). Target OSL dipengaruhi berbagai hal. Selain harga emas, juga situasi ekonomi, geopolitik dan termasuk Covid-19 ini. ‘’Karena kasus Covid-19 ini, harga emas kemarin memang agak turun. Januari, Februari tidak terpengaruh. Harga emas baru terpengaruh sejak beberapa hari kemarin. Kalau okupansi hotel turun, sektor yang lain pasti juga turun terutama jasa,’’ ungkapnya. Imbasnya ke Pegadaian yaitu pembayaran kredit yang terlambat termasuk nasabah yang memiliki gadaian. Bisa juga terjadi anomali, karena nasabah membutuhkan uang, sehingga menjual barang gadainya. Selain OSL juga berpengaruh terhadap NPL (net performing loan), kemacetan pembayaran. Tetapi, dikatakan, NPL Pegadaian masih kecil yaitu 2,1 persen. (ad447)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Demam, Istri Pasien Observasi Dirawat di Ruang Isolasi Tabanan (Bali Post) Pasien pengawasan observasi Covid-19 di RSUD Tabanan kini bertambah satu orang lagi. Sebelumnya dua pasien rujukan, yakni WNA laki-laki usia 4 tahun dan WNA laki-laki usia 65 tahun yang kondisinya mulai stabil. Satu pasien lagi yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Tabanan merupakan istri dari pasien WNA usia 65 tahun. Dari keterangan Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Suratmika, istri pasien observasi Covid-19 itu mengalami gejala demam, setelah sebelumnya sempat menunggui suaminya di ruang isolasi. ‘’Pasien itu demam. Saat ini sudah kami rawat di ruang isolasi untuk kewaspadaan,’’ terangnya, Senin (16/3) kemarin. Untuk lebih memastikan kondisi pasien, sampel swab sudah diambil. Sampelnya sudah dibawa ke Jakarta untuk diperiksa. Namun sampel masih diperiksa. Sampel untuk suaminya, kata Suratmika, hasilnya juga belum turun. Terkait kondisi pasien, kata Suratmika, masyarakat tidak perlu panik. ‘’Pasien masih dalam tahap observasi. Bisa saja hanya flu biasa atau kecapekan saja. Kondisi suaminya sudah mulai membaik,’’ ujar Suratmika.
Demikian juga kondisi pasien lainnya, WNA anak laki-laki usia 4 tahun yang dirawat sejak Kamis (12/3), juga telah stabil. Bahkan dari pemeriksaan laboratorium hasilnya telah dinyatakan negatif. Karena itu, kata Suratmika, pasien akan diperbolehkan pulang setelah pemeriksaan VCT dokter siang ini. ‘’Jika kondisi membaik dan sudah dinyatakan clear, pasien bisa diperbolehkan pulang,’’ ujarnya. Hanya pasien tetap diminta diisolasi selama 14 hari di rumah. Hal itu merupakan prosedur tetap sebagai langkah kewaspadaan. Terkait ketersediaan alat pelindung diri (APD), Ketua Tim Penanganan Virus Corona RSUD Tabanan dr. Gede Sudiarta mengatakan, pihak rumah sakit sudah dapat tambahan 10 set dari Dinas Kes-
ehatan Provinsi Bali. Dengan tambahan 10 set ini, APD di RSUD Tabanan hanya bisa memenuhi kebutuhan dua hari saja. Meski demikian pihaknya tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali setiap dua hari sekali. ‘’Jadi tenang saja tidak sampai habis sama sekali,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, RSU Tabanan pada Kamis (12/3) sore kembali menerima pasien rujukan bocah laki-laki WNA usia empat tahun dari RS swasta di Denpasar. Selanjutnya, Jumat (13/3) sore kembali menerima WNA laki-laki berusia 65 tahun. Sebelumnya pasien itu memiliki riwayat pneumonia. Hasil lab pasien WNA anak 4 tahun sudah turun dan dinyatakan negatif, sedangkan pasien WNA usia 65 tahun masih menunggu. (kmb28)
PENGAWASAN - Suasana RSUD Tabanan yang kini masih merawat pasien dalam pengawasan Corona virus.
Kesehatan
Mengenal Demensia Alzheimer: Bukan Pikun Biasa
RAPAT - Mencegah penyebaran virus Corona, Bupati Tabanan langsung gelar rapat internal, Senin (16/3) kemarin.
Cegah Penyebaran Corona Bupati Kumpulkan Pimpinan OPD
Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan bergerak bersama pihak terkait mencegah penyebaran virus Corona. Berbagai kebijakan diambil Pemkab mengacu pada instruksi Gubernur Bali maupun Presiden untuk mencegah penyebaran virus Corona. Seperti meliburkan siswa, pegawai bekerja dari rumah, kecuali untuk pelayanan publik serta kebijakan lain. Itu menjadi pembahasan dalam rapat internal menyikapi penyebaran virus yang semakin meluas dan upaya mencegahan berjangkit di Tabanan, Senin (16/3) kemarin. Kebijakan yang dilaksanakan pemerintah daerah terkait penanganan virus, kata Bupati Eka, yang sudah menjadi bencana nasional ini instruksinya terstruktur satu komando dengan pusat maupun gubernur. ‘’Kebijakan harus satu garis dari pusat dan gubernur. Karena ini masalah bencana nasional dan kepentingan bersama secara nasional,’’ terangnya. Interaksi atau kontak masyarakat yang terlalu banyak di ruangan publik harus dihindari. Hal itu menjadi penekanan Bupati Tabanan. Selain itu, juga kebijakan rutin melakukan penyemprotan
disinfektan di tempat-tempat umum. Juga diimbau masyarakat menerapkan pola hidup sehat. ‘’Khusus di DTW karena masih ada kunjungan wisatawan asing, maka harus dipersiapkan tim terlatih, serta disiapkan sarana-prasarana seperti alat cek suhu tubuh. Ketika ada indikasi panas langsung diinfokan ke Diskes,’’ terangnya. Rumah Sakit Umum Tabanan karena ditunjuk sebagai RSU rujukan sesuai SK menteri, maka tentunya tidak boleh menolak pasien. ‘’Ruang isolasinya saat ini masih kekurangan alat tekanan negatif. Alat itu difungsikan menyedot udara. Alat itu akan dimintakan lewat CSR BPD. Begitu pun alat pelindung diri,’’ ucapnya. Kebijakan di tingkat internal juga menjadi pembahasan dalam rapat tersebut. Seperti ada juga kebijakan ASN bekerja di rumah untuk menghindari kerumunan. Dikatakan, sesuai arahan Bupati Eka, di jajaran Pemkab Tabanan tentu akan dipilah oleh kepala OPD masing-masing. ‘’Kepala OPD harus bisa memilih. Mana pekerjaan yang sifatnya bisa dikerjakan dari rumah, dan mana tetap harus bekerja memberikan
pelayanan. Itu tugasnya OPD yang mengatur,’’ ucapnya. Kalau memang harus ada pelayanan, tentunya diimbau tetap menjaga kesehatan dan mengurangi interaksi dengan masyarakat. ‘’Bukan berarti Tabanan kota mati. Pelayanan publik tetap harus dibuka. Jangan sampai ada yang hendak mengurus izin kemudian tidak ada yang melayani. Seperti mau ngurus KTP, kepala dinasnya tidak ada karena takut Corona,’’ sergahnya. Rencananya di tiap pintu masuk areal Pemkab Tabanan akan disediakan alat cek temperatur tubuh, dan hand sanitizer. ‘’Tamu datang discan. Mereka diberi masker, antiseptik juga disiapkan. Hal-hal yang sifatnya tidak penting, misalnya rapat di tempat terbuka juga harus berusaha dihindari dulu,’’ terangnya. Terkait perjalanan dinas, Bupati Tabanan juga menyarankan agar perjalanan ke luar daerah ditunda dulu, sembari menunggu kondisi membaik. ‘’Intinya kita semua tidak boleh panik. Tetap jaga kesehatan, rajin cuci tangan dan jaga lingkungan. Semoga situasi porce majeure ini cepat membaik,’’ pinta Bupati. (kmb28)
DEMENSIA Alzheimer (DA) sudah tidak asing didengar dan sering dianggap sama dengan penyakit pikun biasa. Demensia itu lumrah terjadi pada lansia. Pada proses perjalanannya, DA tidak hanya mengganggu fungsi memori saja. Malah DA itu menyebabkan disabilitas terjadi pada lansia. Karena itu menimbulkan beban ekonomi dan sosial pada orang dengan demensia (ODD) dan keluarganya. Demensia ditandai penurunan fungsi intelektual dibandingkan sebelumnya. Penurunan intelektual itu cukup berat sehingga dapat mengganggu aktivitas seharihari. Demensia terbagi menjadi beberapa jenis, dimana DA merupakan salah satu jenis terbanyak (60-70%). DA disebabkan penumpukan plak dan serat abnormal pada sel saraf yang menyebabkan gangguan fungsi dan kematian sel saraf di otak. Beberapa faktor risiko terjadinya DA meliputi usia di atas 65 tahun, riwayat keluarga dengan DA, merokok, minum alkohol secara berlebihan, jarang berolahraga, obesitas, hipertensi, kadar kolesterol dan gula darah yang tinggi, dan memiliki riwayat penyakit jantung atau trauma berat di kepala. Gejala awal DA berupa kesulitan mengingat atau
Oleh: dr. Aurelia Vania mempelajari hal baru. ODD akan menanyakan hal yang sama secara berulang-ulang dalam waktu berdekatan. Ia lupa kejadian yang baru saja terjadi atau akan satu hal dalam frekuensi terlalu sering. Di samping itu sulit merencanakan kegiatan, bingung mengatur keuangan, tersesat di tempat familiar, tidak memiliki inisiatif melakukan hal yang biasa dinikmati, dan mengalami gangguan berkomunikasi. ODD dapat mengalami halusinasi, insomnia, mudah gelisah dan cemas, serta perubahan perilaku dan kepribadian menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung. Selain itu depresi, mudah putus asa dan kecewa. Pada DA yang berat, ODD tidak dapat mengenali keluarga atau peristiwa penting yang terjadi di masa lalu, mengalami gangguan keseimbangan dan koordinasi, selain juga sulit berjalan. Pada kejadian lupa biasa, lansia normal biasanya dapat mengingat kembali walaupun mungkin dalam waktu lama atau dengan pancingan serta tidak mengalami gangguan saat berbicara dan dapat melakukan aktivitas secara mandiri. Sementara ODD membutuhkan bantuan saat
melakukan aktivitas seharihari. Gangguan memori yang mengganggu aktivitas itu bukan merupakan suatu proses penuaan normal. Jika kita mencurigai anggota keluarga, tetangga atau teman dekat mengalami gejala-gejala DA, maka mereka perlu dibawa berkonsultasi dengan dokter dan mendapatkan deteksi dini demensia. Pencegahan DA dilakukan dengan menjaga kesehatan jantung, bergerak dan berolahraga produktif, makan dengan gizi seimbang, melakukan aktivitas
Desa Pakraman Kota Tabanan Tetap Gelar Parade Ogoh-ogoh Tabanan (Bali Post) Di tengah hiruk-pikuk pembatasan kegiatan yang bersifat keramaian menyusul meningkatkan penyebaran virus Corona di Indonesia, pengarakan atau pawai ogohogoh pada malam pangerupukan, khususnya yang digelar oleh Desa Pakraman Kota Tabanan akan tetap dilaksanakan. Hanya peserta arak-arakan diimbau tetap menjaga kesehatan dan kebersihan selama kegiatan tersebut. Bendesa Adat Kota Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Gentha mengatakan
sejauh ini memang belum ada instruksi dari PHDI maupun Majelis Utama Desa Pakraman terkait peniadaan pengarakan ogoh-ogoh. ‘’Sementara ini masih tetap berjalan. Karena memang belum ada instruksi apapun. Apalagi rutenya juga pendek. Hanya dari Setra Gandamayu hingga Catur Muka Jalan Gajah Mada Tabanan. Setelah itu langsung bubar ke banjar masing-masing,’’ terangnya, Senin (16/3) kemarin. Parade ogoh-ogoh di Desa Adat Kota Tabanan sendiri, dikatakan pria yang akrab dipanggil Ajik Siwa Gentha itu
ada 25 ogoh-ogoh yang akan diarak. Prosesi arak-arakan akan mulai pukul 16.00 Wita hingga batas pukul 23.00 Wita. ‘’Misalnya nanti ada instruksi dari PHDI, maka tentunya kita akan koordinasikan dengan semua pihak di Desa Adat. Intinya kita masih tetap jalan sembari menunggu keputusan dari PHDI,’’ katanya. Namun seluruh Tawur Agung Kasanga serangkaian hari raya Nyepi dipastikan tetap dilaksanakan. Termasuk proses Pamelastian ke Segara Yeh Gangga yang
Cegah Kerumunan yang Dapat Picu Covid-19
Tabanan Tetapkan Kebijakan Siswa Belajar di Rumah KEBIJAKAN meliburkan sekolah (belajar di rumah - red) dengan pertimbangan meningkatnya kasus Corona atau Covid-19 di Indonesia sesuai surat edaran Gubernur Bali, akhirnya dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan. Lalu bagaimanakah proses belajar mengajar akan dilakukan ketika anak-anak harus belajar dari rumah? Para siswa dari jenjang TK/Paud sampai SMP dan Kejar Paket diputuskan belajar di rumah mulai Selasa (17/3) sampai tanggal 30 Maret mendatang. Alhasil, kegiatan ujian tengah semester yang seharusnya mulai Senin (16/3) ditunda. Ujian tengah semester akan dijadwalkan ulang. Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra usai rapat dengan Bupati Tabanan Senin (16/3) kemarin, mengatakan kebijakan itu menindaklanjuti instruksi surat edaran Gubernur Bali. Isinya proses pembelajaran dilakukan di rumah sampai tanggal 30 Maret. Saat siswa belajar di rumah, para guru, kata Nyoman Putra, akan dilihat terlebih dahulu aktivitasnya. Artinya, jika perlu ada kegiatan memonitor atau
mengendalikan dari sekolah, tentu diharapkan guru itu ke sekolah. Namun jika bisa dari rumah, maka sebisa mungkin dikerjakan di rumah. Alasannya untuk menghindari kerumunan orang banyak. “Karena kebijakan ini ibaratnya mengkarantina siswa berada di kerumunan. Sehingga mereka tidak terkena penyebaran virus. Orangtua juga diharapkan ikut andil mengawasi kegiatan putra putrinya. Tidak keluar rumah itu sifatnya tidak urgen,” terangnya. Disinggung sistem pembelajaran di rumah, Nyoman Putra mengatakan, untuk SMP hampir 90 persen sudah bisa melakukan pembelajaran dengan sistem online. Tentunya masih dalam jangkauan jaringan. Sedangkan bagi sekolah
yang menstimulasi otakfisik-mental-spiritual, serta bersosialisasi dan beraktivitas positif. Bisa melakukan senam poco-poco dan melakukan hobi atau kegiatan sosial, hal itu justru bermanfaat untuk kesehatan otak. DA merupakan penyakit yang progresif. Sejauh ini belum terdapat obat yang efektif untuk menyembuhkan penyakit itu. Karena itu, marilah kita mulai memahami dan memperbaiki faktor risiko serta melakukan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya DA, menuju kehidupan lansia yang sehat dan berkualitas. (ad445)
yang berada di daerah pinggiran dan tidak terjangkau jaringan, maka disikapi dengan pembelajaran manual, seperti pemberian tugastugas ataupun membaca buku paket. Untuk SD lebih banyak pembelajaran manual. “Paling tidak membaca buku paket sampai tanggal 30 Maret mendatang,” terangnya. Seandainya nanti selama dua minggu ini proses pembelajaran di rumah dari hasil evaluasi hasilnya tidak optimal, kata Nyoman Putra, tidak tertutup kemungkinan diadakan pembelajaran tambahan. “Mudah-mudahan setelah tanggal 30 Maret kondisinya mulai membaik. Dan untuk mengoptimalkan kekurangan pembelajaran di dua minggu ini akan diberikan pelajaran tambahan,” ucapnya. Terkait jadwal kegiatan tengah semester, semestinya untuk tingkat SD mulai digelar tanggal 16 sampai 18 Maret, namun akan diundur. Diharapkan bisa dimulai tanggal 31 Maret 2020. Asumsinya kondisi sudah pulih dan tidak ada lagi instruksi.
Kegiatan SMP harusnya tengah semesteran. Ada berupa tes tulis dan ekstra. Untuk tes tulis, kata Nyoman Putra sudah diperintahkan pada semua kepala SMP agar mengirim soal melalui grup WA. “Guru mapel dan anak didik punya grop WA dengan anak didik, ujiannya dengan teknologi online dilakukan sederhana,” terangnya. Begitupun untuk kegiatan ekstra, termasuk kemah pramuka sementara ini ditunda. (bit)
akan dilaksanakan Sabtu (21/3) mendatang. Konsepnya bagaimana menjaga diri sendiri dulu agar tetap sehat sehingga tidak tertular Covid-19 ini. ‘’Apalagi kegiatan adat tidak bisa diundur. Acara itu harus dilaksanakan karena seluruh rangkaian prosesi tawur agung harus tetap berjalan. Namun kita tetap imbau krama agar menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih. Karena itu, jika kondisinya sedang drop atau kurang sehat, maka lebih baik tidak ikut dulu,’’ pintanya. (kmb28)
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Pawai Budaya HUT Kota Gianyar Dibatalkan Gianyar (Bali Post) Penyebaran Covid-19 yang semakin meluas, rupanya berdampak pada semua kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Seperti halnya perencanaan HUT ke-249 Kota Gianyar pada April 2020. Sejumlah rangkaian HUT dipastikan dibatalkan, termasuk pawai budaya yang biasanya berlangsung meriah di open stage Balai Budaya Gianyar. Sedangkan puncak HUT pada 19 April 2020, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar hanya mengagendakan apel sederhana di Lapangan Astina. Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Senin (16/3) kemarin mengatakan sejumlah kegiatan yang rutin memeriahkan rangkaian HUT Kota Gianyar sudah dibatalkan. Misalnya lombalomba yang tidak hanya melibatkan lingkungan Pemda Gianyar, namun juga peserta tingkat desa. ‘’Semua kita batalkan, mulai dari lomba penjor dan lainya,’’ katanya. Pembatalan sejumlah kegiatan HUT Kota Gianyar ini merujuk pada surat edaran
(SE) Gubernur Bali No. 7194 Tahun 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemprov Bali. Khususnya pada poin 5 menyebutkan, kegiatan keramaian seperti hiburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan massa agar ditiadakan atau dibatasi. Meski pada poin 6 menyebut kebijakan itu berlaku mulai 16 sampai dengan 30 Maret 2020, namun serangkaian kegiatan HUT Kota Gianyar tetap dibatalkan. ‘’Kegiatan yang memerlukan massa banyak kan tidak mungkin kita iya kan atau tidak dalam waktu cepat. Seperti pawai, maka keputusan Bapak Bupati semua rangkaian HUT ditiadakan,’’ ucapnya. Terkait anggaran untuk serangkaian kegiatan HUT pun tidak jadi cair alias masuk kembali ke kas daerah. ‘’Kalau tidak dipergunakan, itu wajib dikembalikan ke kas daerah. Apalagi musim ekonomi begini,’’ tandas Sekda Gianyar. Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebu-
dayaan Kabupaten Gianyar, I Ketut Darya mengakui sejumlah duta kesenian sudah melakukan persiapan. Bahkan sudah ada pembinaan dari tim kabupaten. ‘’Sudah persiapan semua, bahkan sudah ada pembinaan dari tim kabupaten,’’ ujarnya. Lantas, bagaimana dengan peniadaan serangkaian kegiatan termasuk pawai, pihaknya mengaku masih menunggu petunjuk teknis. ‘’Ya, kami nunggu instruksi dari atasan, kami sedang koordinasi,’’ ungkapnya. Senada disampaikan Perbekel Batuan Ari Anggara, selaku salah satu desa yang ditunjuk mewakili Kecamatan Sukawati, menerangkan desanya sudah melakukan persiapan. Meski sudah mendengar informasi terkait pembatalan sejumlah kegiatan HUT, termasuk pawai budaya. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah latihan akan distop atau dilanjutkan. ‘’Sebentar, kami masih berkonsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan stakeholder terkait tentang niki,’’ terangnya. (kmb38)
Bali Post/nik
LONGSOR - Proses evakuasi material longsor yang menutup akses jalan di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang.
Tebing Longsor, ’’Panyengker’’ Pura Balingkang Amblas
Gianyar (Bali Post) -
Bencana longsor terjadi pada tebing setinggi 10 meter di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, Senin (16/3) kemarin. Akibatnya, panyengker Pura Balingkang yang ada di atas tebing itu ikut amblas. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar yang menerima laporan ini pun sudah melakukan evakuasi.
Bali Post/nik
Longsornya tebing yang menyeret panyengker pura ini terjadi pada Minggu dini hari. Diduga bencana ini akibat tingginya curah hujan yang terjadi sejak beberapa minggu terkahir. Alhasil panyengker pura ikut amblas. Material panyengker dengan tanah longsor itu pun menutup akses jalan yang menghubungkan antara Desa Sebatu menuju Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang.
Warga setempat, I Wayan Tangis, mengatakan akses jalan tersebut sempat tertutup akibat material longsor. Tertutupnya akses jalan itu sempat terjadi dalam beberapa jam. ‘’Akses jalan menghubungkan dua desa ini masih tertutup longsor, sementara menunggu hingga selesai evakuasi,’’ jelasnya. Menurut Tangis, dalam setahun, setidaknya sudah tiga kali terjadi longsor di sekitar
Gianyar (Bali Post) Pemerintah Kabupetan (Pemkab) Gianyar akhirnya memutuskan untuk merumahkan seluruh pelajar dari PAUD, SD, SMP, baik negeri maupun swasta. Selama proses ini, semua komponen khususnya orangtua diingatkan untuk mengawasi anak agar tidak bepergian. Hal ini penting guna memutus penyebaran Covid-19. Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, Senin (16/3) kemarin mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat dengan Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Akhirnya diputuskan agar para pelajar dirumahkan sampai 30 maret. ‘’Untuk pelayanan pendidikan, baik itu dari jenjang PAUD maupun pendidikan non formal, hari ini (kemarin - red) kita akan edarkan surat terkait merumahkan dulu. Para siswa semuanya untuk belajar di rumah,’’ katanya. Keputusan ini diambil karena pertimbangan yang matang, sehingga dilakukan pemutusan siklus selama masa inkubasi hingga 30 Maret. ‘’Anak ini yang rentan, maka siklus ini berusaha kita potong. Minimal sampai dengan 30 Maret sesuai arahan Bapak Gubernur,’’ ucapnya. Terkait pengawasannya, kata dia pihaknya sudah memerintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar mengontrol pelaksanaan pendidikan di rumah. Di samping itu, pihaknya juga mengimbau
seluruh orangtua untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap anak. ‘’Kita kerja sama dengan orangtua. Semua nomor HP orangtua sudah tercatat di sekolah. Intinya kalau pengawasan anak-anak tidak bisa pada guru saja, tetapi juga orangtua ikut mengawasi,’’ terangnya. Sekda Gianyar mengakui untuk pelajar kelas IX di tingkat SMP yang sudah terlanjur ujian pemantapan sejak Senin kemarin akan dilanjutnya hingga Selasa (17/3) hari ini. ‘’SMP sudah melakukan pemantapan dan soal terlanjur dibuka, maka tetap dilakukan untuk besok (Selasa - red). Tetapi saya harapkan Disdik memperhatian terkait cuci tangan dan lainnya,’’ ungkapnya. Adapun dalam surat Sekda Gianyar kepada Disdik No. 420/1892/Disdik tercatat sejumlah poin. Pertama untuk jenjang PAUD pembelajaran dilakukan dengan mengoptimalkan grup WA Paguyuban orangtua, di bawah pengawasan guru kelas, kepala sekolah, pengawas. Kedua, untuk jenjang SD/MI proses pembelajaran dilakukan dengan mengoptimalkan grup WA di masing-masing kelas I sampai VI. Hal serupa juga disampaikan pada poin ketiga untuk tingkat SMP. Sementara pada poin empat semua guru diminta mempersiapkan materi pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang
Pemkab Rumahkan Seluruh Pelajar
LATIHAN - Suasana latihan para seniman Desa Batuan dalam persiapan pawai HUT Kota Gianyar April mendatang.
Mengamuk, ODGJ Kembali Diamankan Satpol PP
Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar kembali mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), I Nyoman Selep, Senin (16/3) kemarin. ODGJ 54 tahun ini diketahui kembali mengamuk di seputaran rumahnya di Desa Petak, Kecamatan Gianyar. Usai diamankan petugas ODGJ, lantas digiring ke Rumah Sakit Umum Jiwa (RSUJ) Bangli. Menurut petugas Satpol PP I Wayan Nasta, pihaknya dihubungi bahwa ada ODGJ mengamuk. Setelah ditelusuri, ternyata ODGJ tersebut merupakan I Nyoman Selep yang sebelumnya sudah beberapa kali diamankan. ‘’Saya dihubungi pimpinan Satpol PP. Ada informasi mengenai ODGJ mengamuk,’’ ujar Nasta, kemarin. Dikatakan, Selep kembali mengamuk sampai mengancam kerabatnya di seputaran Desa Petak, Kecamatan Gianyar. Menerima informasi itu, Nasta bersama sejumlah petugas langsung menuju rumah Selep. ‘’Sampai di rumahnya, saya ajak bicara baik-baik. Saya ajak dia ke RSJ untuk berobat,’’ ujarnya. Tanpa perlawanan, Selep yang telanjang dada langsung menuruti petugas Satpol PP. Ia pun menurut saat diminta
Bali Post/ist
AMANKAN - Petugas Satpol PP saat mengamankan Selep di rumahnya di Desa Petak, Gianyar, Senin (16/3) kemarin. mengenakan baju. Selain itu, ia juga bersedia naik ke mobil petugas untuk dibawa ke RSUJ Bangli. ‘’Dia bersedia diajak ke RSUJ,’’ jelasnya. Nasta mengaku Selep sudah pernah diamankan sebelumnya dan langsung dibawa
ke RSUJ Bangli. Diduga kini sakit jiwanya kembali kumat, sehingga meresahkan warga sekitar. ‘’Dulu juga pernah diamankan. Mengamuk juga. Ini diamankan atas permintaan keluarganya,’’ tandasnya. (kmb35)
lokasi tersebut. Warga yang dominan mengetahui hal ini memang enggan melewati jalur tersebut di saat hujan deras turun disertai angin kencang. ‘’Hanya jalur ini merupakan jalur terdekat menuju kedua desa, sehingga terpaksa melalui jalur ini,’’ katanya. Dikatakan, akibat longsor itu, tiga palinggih termasuk padma di pura tersebut kini dalam kondisi mengkhawatir
akibat posisinya dekat dengan tebing yang longsor. Sebagai antisipasi warga hanya bisa menutup tebing sekitar palinggih itu menggunakan terpal. ‘’Ini kita coba tutupi dengan menggunakan terpal saja, semoga tidak ikut tergerus lagi,’’ harapnya. Sementara itu, Plt. Kepala BPBD Gianyar Ngakan Dharma Jati dikonfirmasi membenarkan adanya bencana tanah longsor di Desa Sebatu. Dikatakan akibat banyaknya material longsor, petugas sampai mengerahkan alat berat untuk proses evakuasi. ‘’Proses evakuasi sudah selesai, akses jalan sudah bisa dilewati,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/nik
TUNJUKKAN - Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya didampingi Kadisdik Gianyar I Wayan Sadra saat menujukkan surat keputusan untuk merumahkan seluruh pelajar. diunggah secara daring online. Sementara poin kelima proses pembelajaran di rumah mulai 16 Maret sampai 30 maret dari pukul 07.30 Wita sampai 12.40 Wita. Tidak hanya pelajar, pemerintah juga merumahkan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Gianyar. Namun sejumlah pegawai di OPD yang menyangkut pelayanan tetap bekerja seperti biasa. ‘’Yang menyangkut pelayanan, seperti perizinan, capil, dan lainnya yang menyangkut pelayanan itu tetap ke kantor
seperti biasa,’’ imbuh Wisnu Wijaya. Terhadap pelayanan publik yang tetap buka, Bupati Mahayastra menginstruksikan agar di depan pintu masuk memasang sarana cuci tangan hingga disinfektan. ‘’Itu harus dan kita coba besok. Kita akan keliling melihat, apa OPD sudah menyiapkan atau tidak. Jangankan capil, pelayanan publik lain harus menyiapkan ini. Surat imbauan lewat OPD kita sampaikan untuk segera melakukan pemasangan ini,’’ katanya. (kmb35)
Telat Terima Informasi
Sejumlah Siswa Datang ke Sekolah Gianyar (Bali Post) Seluruh pelajar SMA/SMK se-Bali telah dirumahkan mulai Senin (16/3) kemarin. Akan tetapi, masih ada saja siswa yang ke sekolah akibat informasi yang diterimanya mendadak. Kondisi ini terpantau di SMAN 1 Blahbatuh (Blasman) Senin pagi kemarin. Terlihat sejumlah siswa datang ke sekolah, namun begitu diberitahu petugas sekolah, mereka akhirnya kembali pulang. Kepala SMAN 1 Blahbatuh, I Ketut Sulatra mengatakan informasi terkait pelajar dirumahkan hingga 30 Maret diterimanya sedikit lambat. Ia mendapat kabar pada Minggu malam. Setelah ada info seperti itu, pihaknya langsung berkoordinasi lewat media sosial. “Infonya masuk baru Minggu malam. Langsung saya informasi lewat WA group,” katanya. Untuk mengoptimalkan informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh guru dan ketua kelas. Pihaknya juga sudah mengarahkan agar
informasi itu diteruskan ke seluruh siswa. “Minggu malam itu sampai pukul 23.00 Wita kami menyebarkan informasi tersebut, “ katanya. Meski demikian, Sulatra tidak menampik masih ada pelajar yang datang ke sekolah. Selain itu, pihaknya juga menerima sejumlah telepon dari orangtua siswa guna memastikan informasi tersebut. “Senin pagi ini (kemarin - red) ada sejumlah siswa yang datang mengurus legalisir ijazah. Ada juga yang memang belum menerima informasi, tapi sudah kita sampaikan agar anak-anak belajar di rumah,” ujarnya. Seperti apa mekanisme para siswa belajar di rumah? Sulatra mengaku sudah mengintruksikan para guru mata pelajaran untuk terus mengkroscek para siswa yang sedang di rumah, terutama berkomunikasi lewat media sosial. Selain itu, seluruh siswa juga diberikan tugas selama proses ini. “Ada tugas yang sudah disiapkan guru. Nanti dikumpul saat sudah
kembali belajar seperti biasa,” ucapnya. Ditambahkan, tidak hanya proses belajar mengajar, seluruh ekstrakulikuler siswa juga ditiadakan selama proses ini. “Padahal ada juga yang sedang persiapan lomba, namun karena kondisi seperti ini, ya semua dirumahkan dulu,” imbuhnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan komite sekolah agar ikut mengingatkan orangtua siswa dalam mengawasi anak untuk tidak berkeliaran di luar rumah, kecuali ada hal mendesak. “Kita imbau orangtua siswa ikut mengawasi anak-anak, agar belajar dengan baik di rumah,” katanya. Sementara untuk siswa kelas XII, lanjut Sulatra, seharusnya saat ini dalam jadwal mengikuti ujian sekolah yang sudah diselenggarakan dari 9 Maret lalu. Dan dijadwalkan sampai 18 Maret mendatang. “Kita menunggu instruksi lebih lanjut, terkait kelanjutan ujian sekolah siswa ini,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/nik
SISWA - Dua orang siswa yang datang ke SMAN 1 Blahbatuh karena belum menerima informasi terkait seluruh pelajar dirumahkan.
Selasa Paing, 17 Maret 2020
ASN Bekerja dari Rumah Kecuali Eselon II, III dan IV
Semarapura (Bali Post) -
Pemkab Klungkung kembali mengeluarkan arahan kepada jajarannya dalam upaya mengantisipasi wabah Covid-19. Seluruh ASN, khususnya para staf atau pelaksana diarahkan dapat bekerja dari rumah. Sedangkan yang piket tetap melaporkan kegiatannya kepada pimpinan. Tetapi khusus pejabat eselon II, III dan IV tetap bekerja di kantor seperti biasa. Solusinya, senantiasa menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Demikian disampaikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, saat mengumpulkan para pimpinan OPD dalam rapat koordinasi terbatas Satgas Penanggulangan Covid-19 di Ruang Rapat Praja Mandala Setda Kabupaten Klungkung, Senin (16/3) siang. Ini menjadi opsi yang tepat di tengah mewabahnya Covid-19. Tujuannya, mengurangi adanya kerumunan warga. Namun kegiatan di setiap OPD diharapkan tetap dapat terlaksana seperti biasa. Pernyataan WHO yang mengumumkan Covid-19 itu
sebagai pandemi dan status pemerintah pusat sebagai bencana, maka pihaknya menindaklanjuti dengan melaksanakan lima protokol. Yakni Protokol Kesehatan, Protokol Pendidikan, Protokol Komunikasi, Protokol Publik dan Transportasi serta Protokol Perbatasan. Sehingga pemerintah daerah siap memutus mata rantai corona itu. “Semua OPD juga tetap melanjutkan penyemprotan disinfektan di kantor masingmasing. Termasuk di tempattempat umum. Seperti objek
wisata, pasar, pertokoan. Gunakan anggaran pemeliharaan kantor atau lakukan penggeseran anggaran. Khusus untuk ini, saya keluarkan SE,” katanya. Bupati Suwirta juga menugaskan desa dinas dan desa adat di Kabupaten Klungkung secara proaktif dan swadaya ikut melakukan penyemprotan disinfektan di masing-masing wilayahnya. Kegiatan-kegiatan pemerintahan yang melibatkan orang banyak itu, seperti rapat-rapat, seminar, pela-
RAPAT SATGAS - Bupati Suwirta saat memimpin rapat dengan satgas penanggulangan Covid-19.
tihan dan lain-lain agar ditunda sampai 30 Maret 2020 nanti. Pegawai yang bekerja di rumah dan siswa yang belajar di rumah itu, tidak diizinkan ke luar rumah, kecuali pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan sangat mendesak. Termasuk kegiatan budaya seperti lomba ogoh-ogoh di Kabupaten Klungkung ditiadakan. Selanjutnya dilakukan pawai ogoh-ogoh di masingmasing banjar saja. Ini pun dengan syarat harus tetap memakai masker. “Kegiatan-kegiatan keramaian dan hiburan agar ditiadakan atau dibatasi,” tegasnya. Demikian juga kegiatan di sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SLB dan sederajat diminta meniadakan kegiatan belajar mengajar di sekolah sampai 30 Maret nanti. Selanjutnya proses belajar mengajar itu dilaksanakan di rumah, menggunakan media belajar digital/online. Selain itu, pihaknya meminta masyarakat menyeimbangkan diri dengan langkah-langkah niskala. Seperti ngaturang piuning, guru piduka dengan keyakinan masing-masing. “Apa yang kita yakini mampu menangkal atau membatasi ruang gerak, maka lakukan dengan sebaik-baiknya. Sedukanya kita, sesedihnya kita, sebahagianya kita, itu hanya sementara. Mari kita menyikapi ini dengan pikiran tenang. Jangan panik dan kita harus fokus menanggulangi Covid-19 ini,” tutup Suwirta. (kmb31)
Kesehatan
Mengenal Penyakit Ginjal Kronik, Ciri-ciri dan Pencegahannya Oleh: dr. I Gusti Ayu Made Dwi Mas Istri, S.Ked.
PENYAKIT ginjal kronik (PGK) itu merupakan suatu kondisi terjadinya kerusakan struktur dan juga penurunan fungsi ginjal yang progresif. Penyakit ginjal kronik itu dapat disebabkan oleh berbagai hal. PGK dapat berakhir pada kondisi gagal ginjal. Karena terjadi penurunan fungsi ginjal secara menetap. Kemudian pada suatu ketika maka membutuhkan terapi pengganti ginjal, baik itu berupa cuci darah (dialisis) ataupun transplantasi ginjal. Kondisi PGK itu menyebabkan ginjal tidak mampu mengontrol jumlah air tubuh dan juga mengeluarkan zatzat sisa metabolisme yang bersifat racun. Seperti ureum dan kreatinin dari dalam tubuh. Akibatnya, kadar racun dalam tubuh menjadi tinggi. Otomatis menimbulkan suatu sindrom klinis dan laboratorik yang terjadi pada semua organ. Hal itu dikenal dengan istilah uremia. PGK hingga saat ini masih menjadi permasalahan kesehatan serius di Indonesia. Kebanyakan penderita
PGK itu masih berada pada rentang usia produktif. Biaya perawatan PGK itu bahkan menempati ranking kedua pembiayaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan setelah penyakit jantung di Indonesia. Sebagian besar PGK itu tidak menimbulkan gejala. Sehingga seringkali orang dengan PGK itu tidak mengetahui mereka mengidap penyakit ini dan menyebabkan terjadinya keterlambatan pengobatan. Beberapa ciri-ciri terjadinya penurunan fungsi ginjal itu. Antara lain mudah lelah, lemas, jumlah urine dan frekuensi urine berkurang, sesak napas, bengkak pada pergelangan kaki dan sekitar mata, mual, muntah, dan penurunan nafsu makan. Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit ginjal itu. Faktor risiko ini terbagi menjadi: Pertama faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi. Kedua faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi misalnya genetik, riwayat ke-
luarga dengan penyakit ginjal, kelahiran prematur, dan usia. Sedangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi antara lain diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kegemukan. Penyakit diabetes, jantung dan tekanan darah tinggi itu sendiri, sangat erat kaitannya dengan pola makan dan gaya hidup. Orang dengan satu atau lebih faktor risiko PGK sebaiknya melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala. Menerapkan pola hidup sehat dan gizi seimbang, menjaga agar berat badan tetap ideal, konsumsi air putih yang
cukup, kontrol tekanan darah serta gula darah, tidak merokok, tidak mengkonsumsi obat-obatan secara bebas tanpa resep dokter serta olahraga teratur harus dilakukan demi mencegah penyakit ginjal. Pada Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day itu kembali diperingati di seluruh dunia. Maka, ada baiknya setiap masyarakat meningkatkan kesadaran akan kesehatan ginjalnya. Khususnya menitikberatkan pada kesadaran pencegahan penyakit, serta meningkatkan akses layanan kesehatan ginjal. (ad444)
Pembangunan MPP
Ditolak DPRD Klungkung, Didukung DPRD Bali KOMISI I DPRD Bali secara khusus turun ke Klungkung, Senin (16/3) kemarin. Sebanyak 13 legislator dari Komisi I ini turun meninjau ke lokasi rencana pembangunan MPP (Mall Pelayanan Publik) di sekitar Dinas Pertanian dan Dinas Kominfo Klungkung. Pembangunan MPP itu baru dianggarkan sebesar Rp 31 miliar dari kebutuhan total anggaran mencapai Rp 70 miliar. Rencana pembangunannya sempat ditolak sejumlah anggota DPRD di Klungkung. Tetapi, menurut DPRD Bali pembangunan MPP itu layak dilanjutkan. Lalu bagaimanakah apakah benar-benar masih layak dibangun MPP itu di Klungkung daratan? Sidak Komisi I DPRD Bali itu dipimpin I Nyoman Adnyana. Mereka diterima Kadiskominfo I Wayan Parna, Kadis PUPRKP A.A. Lesmana, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) I Dewa Putu Geriawan dan unsur terkait lainnya. Setelah memastikan lokasi dan sempat berdialog dengan pihak terkait, anggota Komisi I DPRD Bali dari Dapil Klungkung I Ketut Juliarta itu mengatakan, sidak ini sebagai tindak lanjut rencana pembangunan MPP. Rencananya MPP itu akan dibangun di atas tanah Pemprov Bali seluas 9.275 meter persegi. Dia mengaku sepakat adanya pembangunan MPP itu. Apalagi ini untuk memperbaiki kepentingan pelayanan
publik. Bila tempat pelayanan menjadi satu, maka akan mampu mempermudah segala bentuk pelayanan publik. ‘’Ini akan menyedot dana cukup besar. Kami ingin tahu seperti apa rencananya. Karena gedungnya itu memanfaatkan tanah Pemprov Bali,’’ ujar politisi Gerindra asal Desa Gunaksa, Dawan ini. Dia menegaskan, sebelumnya sudah ada kesepakatan perjanjian pinjam pakai antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemkab Klungkung. Ini sudah sesuai Pasal 331 ayat (1) huruf a Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah. Maka, pihaknya menilai rencana ini harus didukung untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik.
LOKASI - Anggota Dewan Bali dari Komisi I saat turun ke lokasi rencana pembangunan MPP. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman Klungkung, A.A Gede Lesmana, menyatakan proses pembangunan MPP itu sudah memasuki proses tender konsultan pengawas. Sebelumnya, rencana pembangunan MPP sempat menjadi sorotan lembaga dewan dalam rapat kerja Komisi II ini dengan eksekutif. Menurut sejumlah anggota dewan, tidak ada urgensinya Kabupaten Klungkung mendirikan MPP di sekitar wilayah Klungkung daratan. Karena seluruh proses pelayanan masing-masing lembaga sudah berjalan cukup baik. Legislator Partai Demokrat Gede Artison Andarawata mengatakan, sejauh
ini proses pelayanan publik di Kabupaten Klungkung sudah berjalan cukup baik. Bahkan, di setiap OPD nyaris tidak pernah ada keluhan masyarakat. Baik itu soal antrean panjang maupun jarak setiap kantor yang tidak terlalu jauh. Sehingga dia sedikit heran kenapa memaksakan pembangunan MPP itu di Klungkung daratan. Menurutnya, akan lebih tepat kalau MPP itu dibangun di Nusa Penida, karena jelasjelas dibutuhkan di sana. ‘’Mari kita lihat, proses perizinan adakah sampai menimbulkan antrean panjang? Di sini kantor-kantor juga semuanya dekat. Lalu buat apa bikin MPP lagi. Itu sejak awal sudah kami tolak,’’ katanya. (gik)
GURU PIDUKA - Pemkab Klungkung saat menggelar upacara ’’Guru Piduka’’ di Pura Penataran Ped Nusa Penida.
Tempuh Jalur ’’Niskala’’
Bupati Suwirta Gelar Upacara ’’Guru Piduka’’ Tengah Malam Semarapura (Bali Post) Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan secara sekala. Sebagaimana kepercayaan masyarakat Bali, antisipasi juga ditempuh lewat jalur niskala. Pemkab Klungkung langsung menggelar upacara Guru Piduka, Senin (16/3) kemarin di mana proses persembahyangannya dilakukan tepat pada tengah malam di Pura Penataran Ped, Nusa Penida. Persembahyangan yang dipimpin pemangku pura berlangsung tepat pukul 00.00 Wita. Sesuai urutannya, persembahyangan malam itu dimulai dari Pura Segara, Pura Taman, Pura Ratu Gede dan Pura Penataran Agung, di lingkungan Pura Penataran Ped. Meski persembahyangan
ketiga sempat tertunda akibat hujan deras yang mengguyur Pulau Nusa Penida malam itu, tidak menyurutkan niat pelaksanaan upacara ini. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, mengatakan upaya ini penting dilakukan untuk memohon kepada para leluhur agar senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan dan kerahayuan kepada umat manusia. Setelah upaya-upaya sekala dilakukan, maka selanjutnya adalah berserah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, agar seluruh umat manusia diberikan perlindungan dan dihindarkan dari segala ancaman Covid-19 ini. Proses persembahyangan baru selesai sekitar pukul
01.00 Wita. Sejumlah pejabat terkait juga nampak hadir untuk bersama-sama mendoakan keselamatan di Pura Penataran Ped, yang dikenal sebagai linggih Ida Batara Ratu Gede Mas Macaling ini. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Selain menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan juga harus diperhatikan sebaik-baiknya. Sebab, seluruh upaya antisipasi yang dilakukan Pemkab Klungkung akan terasa siasia, bila masyarakat tidak peka mengabaikan instruksi dan imbauan yang sudah dikeluarkan sejak Covid-19 ini mewabah di banyak negara. (kmb31)
Disdik Keluarkan SE Belajar di Rumah Sampai 30 Maret
Semarapura (Bali Post) Menyikapi wabah Covid-19, Dinas Pendidikan (Disdik) Klungkung akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang pembelajaran di rumah, Senin (16/3) kemarin. SE dengan Nomor : 421/1038/DISDIK, menyatakan untuk satuan PAUD, SD, SMP, atau yang sederajat mulai melakukan pembelajaran di rumah sejak 18 Maret hingga 30 Maret 2020. Pembelajaran di rumah itu menggunakan E-Learning atau Online/Media Belajar Digital. Kepala Disdik Klungkung, Dewa Gde Darmawan, Senin (16/3) pagi, mengatakan kebijakan ini diambil setelah turunnya SE Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19) pada Satuan Pendidikan. Surat Bupati Klungkung Nomor 443.33/868/ Dikes tanggal 9 Maret 2020 tentang Protokol Pemerintah untuk Covid-19 serta Hasil Rapat Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Bali. Darmawan menambahkan, dalam rangka melaksanakan pembelajaran online, Satuan Pendidikan atau sekolah dapat memanfaatkan sistem pendidikan secara daring. Antara lain Google Indonesia, Kelas Pintar, Microsoft Quipper, Ruang Guru, Sekolahmu dan Zenius. Selain melaksanakan sistem itu, proses pembelajaran dapat juga memanfaatkan Networking Pembelajaran Berbasis WhatsApp dan Email. Peserta didik, guru dan orangtua dapat membentuk jaringan pelayanan pembelajaran dan pelayanan informasi kesehatan peserta didik, dalam melaksanakan model pembelajaran
di rumah. Sehingga tidak keluar rumah, kecuali untuk pemeriksaan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan yang mendesak. Kepala Satuan Pendidikan diminta mengarahkan orangtua peserta didik untuk memastikan putra/putrinya melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah masing-masing dan membatasi kegiatan di luar rumah. “Kepala Satuan Pendidikan, Pendidik dan Pengawas, harus bisa memastikan pelaksanaan kagiatan pembelajaran di rumah berjalan dengan baik. Bahkan harus dilaporkan secara periodik kepada kepala dinas,” katanya. Khusus Kepala Bidang PAUD dan PNF (Pendidikan Nonformal) serta Kepala Bidang Dikdas, diminta melaksanakan pengendalian pelayanan pendidikan. Terus melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk dikoordinasikan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui LPMP Bali, guna menentukan langkah-langkah lebih lanjut. Pelaksanakan pembinaan prestasi olahraga tetap dilaksanakan untuk kebugaran dan persiapan kompetisi, Namun tetap memperhatikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pendidik dan tenaga kependidikan juga bisa melakukan pelayanan pendidikan dengan mengedepankan PHBS. “Kegiatan yang melibatkan orang banyak, seperti rapat-rapat, seminar pelatihan dan lain-lain juga ditunda sampai 30 Maret,” tegasnya. (kmb31)
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Selama ”Dirumahkan”
Siswa Diberikan Tugas Secara ’’Online’’ dan ’’Offline’’
Amlapura (Bali Post) Merebaknya penyebaran virus Corova atau Covid-19, membuat Pemprov Bali mengeluarkan kebijakan bahwa semua jenjang pendidikan di kabupaten/kota, melaksanakan proses pembelajaran di rumah. Upaya itu dilakukan sebagai langkah mengantisifasi semakin meluasnya penyebaran Covid-19 ini di masyarakat. Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, Senin (16/3) kemarin mengatakan, surat edaran tentang pelaksanaan pembelajaran di rumah sudah diterima pada Minggu (14/3) lalu. Kata Kartika, untuk mengimplementasikan keputusan tersebut, pada Senin (16/3) kemarin, pihak sekolah sudah diminta menyosialisasikan hal itu.
“Kebijakan ini sudah disampaikan kepada kasek dan para guru. Selanjutnya disosialisasikan kepada siswa di masing-masing sekolah. Untuk tugas yang diberikan kepada siswa memang lewat daring atau online. Bagi siswa yang tidak punya HP atau tak ada jaringan internetnya, maka mereka belajarnya offline lewat penugasan,” ucapnya. Kartika menambahkan, dengan terbitnya edaran itu, seluruh kasek memastikan guru memberi tugas kepada siswa selama belajar di rumah secara online. Selain itu, seluruh kasek juga diminta mengingatkan siswa agar membiasakan dan menerapkan pola hidup sehat. “Tadi siswa masih sekolah sebentar untuk diberikan sosialiasi terkait pelaksanaan pem-
belajaran di rumah. Setelah itu, siswa langsung dipulangkan lebih awal,” kata Kartika. Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, menerangkan selama siswa dirumahkan, pihaknya meminta kepada orangtua turut mengawasi putra-putrinya. Selain itu, orangtua juga diminta selalu mengajari anaknya pola hidup sehat, berikan pemahaman yang baik tentang cara mencegah virus Corona. “Anak-anak masih perlu kita berikan perhatian lebih agar mampu menjaga pola hidup sehat. Ini dilakukan supaya bisa terhindar dari serangan Covid-19. Dan selama di rumah, anak-anak diharapkan bisa memanfaatkan waktu ini lebih banyak bersama keluarga. Hindari bepergian ke tempat-
Upacara ”Negtegang” Digelar Hari Ini Amlapura (Bali Post) Merebaknya penyebaran kasus Covid-19 tidak memengaruhi pelaksanaan upacara Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem. Mengawali upacara tersebut, Selasa (17/3) hari ini akan digelar upacara negtegang. Ketua Panitia karya IBTK, Jro Mangku Widiartha, Senin (16/3) kemarin mengatakan, kendati isu penyebaran kasus Covid-19 semakin meluas, akan tetapi tidak sampai mengganggu pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK). “Karya tetap jalan. Bahkan besok (Selasa - red) akan dilaksanakan upacara negtegang sebagai simbol dimulainya upacara. Selain negtegang, juga akan digelar upacara ngaturang pamiyut, ngunggahang sunari dan pangrajeg lan pangemit karya,” kata Widiartha. Widiartha menambahkan, dengan kondisi sekarang ini, bahkan ada pangrastitinya pada 24 Maret mendatang saat upacara Tawur Labuh Gentuh. Imbauan dari PHDI juga ada. Di mana seluruh bendesa se-kabupaten/kota nunas tirta. Sebelum upacara Tawur Tabuh Gentuh digelar, maka tirta itu lebih dulu diupacarai di tempat pelaksanaan Tawur Labuh Gentuh. Setelah itu, baru akan dibawa ke masing-masing desa adat, kecamatan dan kabupaten/kota. “Itu dilakukan untuk ngrastiti bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa terkait wabah virus Corona yang semakin meluas saat ini. Diharapkan lewat itu maka krama tetap sehat dan terhindar dari virus tersebut,” jelasnya. Perlu diketahui, serangkaian upacara, yakni pada 21 Maret (mapiuning maider), 23 Maret (mapepada lan bumi sudha, mem-
Bali Post/kmb41
PULANG - Siswa di salah satu SMP di Karangasem saat dipulangkan lebih awal. Selama 14 hari ke depan, para siswa akan melaksanakan proses belajar mengajar di rumah.
Pemkab Bentuk Satgas Penanggulangan Covid-19
Amlapura (Bali Post) -
Menyikapi semakin merebaknya virus Corona (Covid-19), Pemkab Karangasem mengambil langkah konkret dalam mengantisipasi kasus tersebut. Pemkab bakal membentuk satgas penanggulangan penyebaran kasus tersebut. Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Senin (16/3) kemarin mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat Forkompinda untuk membahas masalah ini. Kata dia, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi penyebaran kasus Covid-19 ini. “Kita sudah membahas bagaimana merumuskan
posko sebagai tempat untuk menerima masukan dari masyarakat. Sehingga masyarakat nanti mendapatkan penjelasan masalah Covid-19 ini,” katanya. Mas Sumatri menjelaskan, pihaknya juga merumuskan terkait dengan penanganan secara sekala dan niskala. Mulai dari sarana prasana, karena Karangasem bukan
menjadi RS rujukan. Sedangkan, untuk niskala-nya dengan melakukan upacaraupacara seperti saat erupsi Gunung Agung. Pihaknya juga membahas masalah rencana kerja sesuai dengan tupoksi. Dan membentuk satgas yang nantinya bisa menginformasikan masalah kesehatan. Termasuk mengontrol kegiatan siswa belajar di rumah.
“Para OPD juga membuat surat edaran, termasuk juga sekda. Surat edaran ini dikirim ke camat dan bendesa adat guna menjalin komunikasi agar secara bersama-sama mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 ini,” katanya. Dia menjelaskan, untuk menindaklanjuti arahan Pemprov Bali, kegiatan yang melibatkan banyak orang juga bakal ditunda. Di antaranya perayaan HUT Satpol PP dan Damkar. Termasuk, meniadakan car free day (CFD) untuk semantara waktu. (kmb41)
Dewan Tunda Sejumlah Kegiatan Bali Post/kmb41
Jro Mangku Widiartha
ben), 24 Maret (tawur tabuh gentuh), 27 Maret (panglemek tawur tabuh gentuh), 4 April (nuur tirta, nedunang Ida Batara), 5 April (melasti ke Tegal Suci), 6 April (mapepada memben), 7 April (puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh), 8 sampai 28 April (panganyar lan panyineb). (kmb41)
Ogoh-ogoh Ramah Lingkungan Berbahan ”Sambuk” Amlapura (Bali Post) Kreativitas dan inovasi terus ditunjukkan anak-anak muda di Karangasem. Dalam pembuatan ogoh-ogoh yang akan diarak saat Pangerupukan serangkaian hari raya Nyepi ini, mereka memilih bahan yang ramah lingkungan. Seperti ogoh-ogoh yang dibuat STT Darma Bakti, Banjar Juwuk Legi, Desa Duda Timur, Selat. Para pemuda ini membuat ogoh-ogoh berbahan sambuk atau serabut kelapa yang sudah kering. Sang pembuat, I Made Suarimbawa, Senin (16/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya memilih bahan ramah lingkungan lantaran ingin menunjukan bahwa STT Darma Bakti cinta terhadap lingkungan. Apalagi, sekarang ini, pencemaran lingkungan ada di mana-mana dan salah satu penyebabnya adalah sampah plastik. “Ogoh-ogoh yang kami buat berbentuk monyet,” katanya. Selain itu, kata Suriambawa, pihaknya membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan ini lantaran lebih mudah didapat. Di samping itu pemakaian bahan baku tersebut sebagai upaya untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap lestari. Sebab, kalau memakai bahan baku styrofoam dapat mencemari lingkungan sekitar karena sulit terurai sehingga mencemari lingkungan sekitar. Dia menjelaskan, dengan memakai bahan baku sambuk ini, proses pembuatan ogoh-ogohnya diakui memang sedikit lebih lama ketimbang membuat ogoh-ogoh dengan bahan yang lainnya. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan ogoh-ogoh ini sekitar dua bulan. Karena, sebelum dibuat serabut kelapa lebih dulu harus dihaluskan sesuai dengan ukuran dan dibentuk. “Kalau kelapa sudah halus dan dibentuk sedemikian rupa, baru serabut kelapa dipasang di anyaman bambu yang sudah dibentuk. Untuk bahan serabut kelapa yang dipakai didapat dari warga sekitar. Jumlahnya sekitar seribu butir buah kelapa,” tegas Suarimbawa. (kmb41)
tempat keramaian yang berpotensi menyebarkan virus Covid -19,” tegas Mas Sumatri. Mas Sumatri menambahkan, selama pelaksanaan pembelajaran di rumah, nantinya akan ada tim yang melakukan pemantauan untuk memastikan kegiatan siswa selama belajar di rumah. Jangan sampai, kegiatan ini, malah dijadikan momentum untuk melakukan aktivitas yang lainnya. “Nanti akan ada koordinatornya siapa yang akan mengontrol mereka belajar di rumahnya. Untuk memastikan apakah mereka bejalar atau tidak, melalui sistem. Apakah nanti lewat WhatsApp atau yang lainnya. Ini sedang diupayakan seperti apa teknisnya,” jelas Sumatri. (kmb41)
Bali Post/kmb41
OGOH-OGOH - STT Darma Bakti, Banjar Juwuk Legi, Desa Duda Timur, Selat membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan.
Amlapura (Bali Post) Sesuai instruksi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali agar menunda kegiatan yang melibatkan orang banyak, ditanggapi DPRD Karangasem. Wakil rakyat ini mengaku akan menunda sejumlah kegiatan seperti rapat dan lainnya. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 semakin meluas. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, Senin (16/3) kemarin. Ia mengatakan, pihaknya akan mengikuti instruksi dari Pemprov selama 14 hari ke depan untuk menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang. Mulai dari rapat-rapat, termasuk perjalanan dinas keluar daerah. “Penundaan ini untuk sementara waktu, yakni hingga 30 Maret mendatang,” katanya. Ia menambahkan, terkait hari raya Nyepi, menurutnya tetap dilaksanakan seperti biasa. Hanya saja, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang berlebihan. Untuk pengarakan ogoh-ogoh saat Pangrupukan juga bisa dilakukan secara sederhana. “Intinya jangan melibatkan orang terlalu banyak. Setelah kegiatan, warga harus menjaga fisik
agar tetap sehat,” terangnya. Selain itu, pihaknya juga menanggapi masalah pelajar yang sudah mulai dirumahkan. Terhitung Senin (16/3) kemarin, seluruh siswa di semua jenjang pendidikan mulai melaksanakan pembelajaran di rumah masing-masing. Mengenai hal ini, dewan meminta supaya ada pengawasan untuk memastikan para siswa telah mengikuti kebijakan yang ditetapkan. Ia menilai langkah pemerintah untuk melaksanakan pembelajaran di rumah selama 14 hari mendatang, dinilai sudah tepat. “Kami berharap, nantinya ada pengawasan oleh guru untuk memantau anak didiknya selama belajar di rumah. Agar didampingi supaya mereka lebih serius dalam belajar. Jangan sampai momen ini disalahgunakan oleh para siswa. Mereka malah jalan-jalan dan berinterksi dengan orang banyak,” ucapnya. Selain guru, orangtua siswa juga harus ikut mengawasi. Dalam proses belajar nanti, yang paling penting para guru harus sudah merancang tugas-tugas yang akan diberikan kepada anak didiknya selama belajar di rumah. “Dalam kurun waktu dua pekan ini, sudah harus ada tugas yang diberikan. Sehingga, setiap harinya sudah terjadwal dengan baik. Baik yang datang atau online mapuan yang offline,” imbuhnya. (kmb41)
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Bupati Ingatkan Pegawai Tetap Kerja dari Rumah Bangli (Bali Post) –
Seluruh pegawai Pemkab Bangli yang diberikan kebijakan melaksanakan tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan di rumah, diminta agar benar-benar menjalankan pekerjaannya dari rumah. Jangan justru ada yang memanfaatkan kebijakan itu untuk tujuan lain, seperti liburan atau jalanjalan ke luar daerah. “Tolong istirahat di rumah sambil bekerja. Pekerjaan apa yang bisa dikerjakan maka kerjakanlah. Walaupun di rumah harus tetap memikirkan pekerjaan di kantor,” pinta Bupati Bangli I Made Gianyar, Senin (16/3) kemarin. Sesuai surat edaran (SE) yang diterbitkannya tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran virus Corona itu, disebutkan pada poin kedua tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintahan oleh
para pegawai diupayakan dilaksanakan di rumah. Kecuali yang berkaitan pelayanan publik secara langsung. Yang harus bekerja di kantor, diutamakan para pejabat struktural terutama para pimpinan unit kerja. Pelaksanaan ketentuan itu diatur para pimpinan instansi vertikal, pimpinan perangkat daerah Kabupaten Bangli dan perbekel se-Kabupaten Bangli. Kebijakan itu berlaku mulai tanggal 16-30 maret 2020. “Perlu saya tekankan ini
dalam rangka mempercepat pulihnya wabah virus Corona,” terangnya. Di sisi lain, menurut Made Gianyar, bekerja dari rumah juga merupakan bagian dari rencana ke depan. Dengan semakin majunya perkembangan dunia, ke depan diyakini semua pekerjaan maupun pembelajaran bisa dilakukan dari rumah. “Sekarang kan karena sistemnya yang masih belum memadai,” katanya. Selain kebijakan pegawai bekerja
dari rumah, dalam SE tersebut Bupati juga mengintruksikan agar kegiatan belajar mengajar bagi siswa/siswi mulai dari PAUD-SMP itu, dilaksanaan di rumah dengan menggunakan media pembelajaran secara daring/ online. Made Gianyar mengakui pihaknya tidak bisa melakukan pengawasan terhadap seluruh pegawai maupun siswa yang diberikan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah. Karena itu Bupati meminta kesadaran dari seluruh pihak, agar Bangli terhindar dari penyebaran wabah corona. “Kalau diawasi, kan perlu ada yang keliling. Itu tidak bisa dilakukan. Perlu kesadaran masing-masing. Misalnya, orang tua yang
anaknya diliburkan sekolah, agar mengecek dan memantau aktivitas anaknya di rumah,” terangnya. Bupati dua periode itu menambahkan dalam SE yang diterbitkannya itu, pihaknya juga meminta agar semua restoran/pasar modern/pasar tradisional/toko/tempat keramaian/pelayanan public wajib melaksanakan penyemprotan disinfektan. Dia menegaskan seluruh poin dalam SE yang diterbitkan itu adalah menindaklanjuti SE Gubernur. “Saya ada tambahkan satu poin pada poin ke enam, yakni agar semua tempat usaha dan tempat keramaian milik swasta itu, agar bertanggung jawab melakukan penyemprotan disinfektan,” pinta Bupati. (kmb40)
Ruang UKS SD 3 Pengotan Terbakar Bangli (Bali Post) Sekolah Dasar (SD) 3 Pengotan, di Banjar Padpadan, Desa Pengotan, mengalami kebakaran, Senin (16/3) pagi. Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan mes guru. Mes guru itu sehari-hari difungsikan sebagai ruang UKS dan gudang. Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 08.50 Wita. Awalnya para guru dan murid sedang melaksanakan kegiatan gotong royong alias bersih-bersih di belakang sekolah. Beberapa menit kemudian, murid yang berada dalam halaman sekolah itu berteriak-teriak karena terkejut melihat ada api membubung ke atas. Mendengar teriakan siswa, para guru dan saksi lainnya bergegas ke halaman sekolah. Dilihat api sudah membesar di atas
plafon mes guru. Selanjutnya pihak sekolah meminta pertolongan kepada warga dan menghubungi pemadam kebakaran Pemkab Bangli, Polsek Bangli serta PLN untuk membantu memutuskan aliran listrik. Kepala SD 3 Pengotan, I Ketut Delemdem, dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, bangunan mes guru yang terbakar itu selama ini difungsikan sebagai ruang UKS dan gudang. Di dalamnya terdapat sejumlah peralatan seperti alat-alat olahraga dan buku-buku yang sudah tidak terpakai. Lokasi mes yang terbakar itu berdekatan dengan ruang kelas III. Kata Delemdem, kebakaran berhasil dipadamkan dua jam kemudian. Proses pemadaman dibantu warga, kepolisian dan petugas damkar. “Kondisi bangunan sudah
ludes. Saat ini masih dilakukan pemadaman karena kayu yang terbakar api itu masih ada yang hidup,” ujarnya. Pihaknya mengaku tidak tahu pasti pemicu kebakaran di sekolahnya itu. Kerugian akibat musibah itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, mengatakan musibah kebakaran itu menyebabkan mes guru yang dipergunakan untuk gudang itu ludes. Peralatan yang tersimpan di dalamnya, seperti alat bed, kasur, alat penimbangan juga hangus terbakar. Petugas kepolisian sudah melakukan olah TKP di tempat kejadian. “Dugaan sementara pemicu kebakaran itu akibat korsleting listrik karena di tempat tersebut tidak ada giat memasak,” kata Sulhadi. (kmb40)
TERBAKAR - Kondisi bangunan di SD 3 Pengotan yang terbakar, Senin (16/3) kemarin.
Bangli (Bali Post) – Sebaran pegawai tidak tetap (PTT) di masing-masing OPD tidak merata alias jomplang. Karenanya Komisi I DPRD Bangli berencana akan memanggil Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk diajak rapat kerja. Ketua Komisi I DPRD Bangli, Satria Yudha, ditemui usai rapat kerja belum lama ini mengatakan pengamatan pihaknya selama ini sebaran PTT di masing-masing OPD tidak merata. Ada OPD, yang jumlah pegawainya overload. Sebaliknya, ada OPD yang justru kekurangan pegawai. Dia mencontohkan seperti di Dinas Perhubungan (Dishub). Sesuai penyampaian Kadishub saat rapat kerja, Satria Yudha mengatakan dinas tersebut kekurangan banyak tenaga staf. Hal itu membuat kinerja Dishub menjadi tidak optimal. Politisi PDI-P asal Susut itu mengaku bahwa dalam rapat kerja dengan BKD belum lama
ini pihaknya sudah sempat meminta data pegawai untuk mengetahui data riil dan sebaran di masing-masing OPD. Kini pihaknya pun berencana akan memanggil BKD kembali untuk diajak rapat kerja. Termasuk mengundang semua OPD. Dari rapat itu pihaknya bisa tahu OPD mana saja yang memang benar-benar kekurangan pegawai dan mana yang selama ini overload. Untuk kemudian dievaluasi dan disebar sesuai kebutuhan. Dengan demikian masing-masing pegawai juga punya kinerja yang jelas. “Kami akan optimalkan sebarannya. Harus merata sesuai kebutuhan masing-masing OPD. Karena kalau melakukan pengangkatan kan sudah tidak mungkin,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dishub Bangli I Gede Redika mengakui bahwa pihaknya saat ini kekurangan banyak personel. Banyak pegawai Dishub yang pindah saat mutasi
belum lama ini. Diungkapkannya di bidang lalu lintas, saat ini terdapat 15 orang pegawai. Empat di antaranya pejabat. Enam lainnya bertugas mengawal kegiatan Bupati dan Wakil Bupati. “Nah sisanya sekarang lagi 5 yang tugas di lapangan, sedikit sekali,” ujarnya. Menurutnya, idealnya
jumlah staf di bidang tersebut ada satu pleton atau sekitar 20 orang. Terkait kekurangan personel tersebut, Redika mengaku pihaknya sudah mencoba mengusulkan penambahan ke BKD. Menurutnya kekurangan pegawai tidak hanya di Dishub saja, namun di beberapa OPD lainnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Sebaran PTT di Masing-masing OPD Jomplang Nihil, Anggaran Promosi Produk UKM
Cegah Penyebaran Corona
Pengarakan Ogoh-ogoh Sebatas Lingkungan Banjar PARISADA Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli mengimbau agar pengarakan ogoh-ogoh saat hari Pangerupukan nanti hanya dilakukan sebatas di lingkungan banjar masing-masing. Imbauan itu sebagai langkah riil mengantisipasi adanya penyebaran virus Corona di masyarakat. Lalu bagaimanakah halnya dengan pelaksanaan melasti di Bangli? Ketua PHDI Kabupaten Bangli I Nyoman Sukra saat ditemui di kantornya, Senin (16/3) kemarin mengatakan, imbauan itu sudah disampaikan ke seluruh bendesa, agar pengarakan ogoh-ogoh itu hanya dibatasi di lingkungan banjar. Sebab, sudah kadung buat (ogohogoh). Malah kalau memungkinkan tidak ada mengarak ogohogoh. Imbauan soal pembatasan pengarakan ogoh-ogoh itu, jelas S u k r a , bertujuan mengu-
rangi adanya interaksi langsung dan mengurangi berkumpulnya orang banyak. Ini sesuai arahan dan petunjuk dari pusat baik pemerintah maupun PHDI dalam upaya pencegahan penyebaran virus Corona itu. Dalam pertemuannya dengan bendesa tersebut, pihaknya juga kembali menekankan agar pembuatan ogoh-ogoh itu tidak bernuansa politik. “Soal waktu pengarakan, sudah dari dulu dibatasi. Pelaksanaannya dari sore sampai jam 9 malam,” terangnya. Sukra juga menyampaikan hasil paruman sulinggih kemarin. Di tengah situasi seperti sekarang ini dengan mewabahnya virus Corona, masyarakat diim-
bau tidak melaksanakan melasti sampai keluar desa. Apalagi melibatkan banyak umat sebagaimana kegiatan melasti sebelumnya. “Jadi istilahnya nyangku. Hanya pemangku dan beberapa warga saja yang nunasang,” terangnya. Atau bisa juga dengan ngubeng yaitu melasti di pura. Hal itu menurutnya tidak mengurangi makna melasti. Saat pelaksanaan upacara tawur agung panyepian nanti, masyarakat juga diminta ngaturang bhakti atau banten tambahan. Mengenai apa saja bakti tambahannya, hal itu telah dituangkan, pihaknya dalam surat yang nanti diedarkan ke seluruh desa adat. Menurut mantan Kadisdikpora Bangli itu, adanya tambahan banten yang dihaturkan saat tawur agung itu merupakan langkah antisipasi penyebaran wabah dari sisi niskala. “Di Bali, wabah itu disebut merana. Untuk menanggulanginya ditambahkan banten-nya saat pelaksanaan upacara tawur itu,” kata Sukra. (ina)
Bangli (Bali Post) Terbatasnya anggaran yang ada, membuat Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli tak bisa berbuat banyak mempromosikan produk UKM melalui kegiatan-kegiatan pameran. Untuk mengenalkan produk UKM yang dihasilkan masyarakat Bangli itu, dinas tersebut hanya bisa mengandalkan event pameran yang diadakan Pemerintah Provinsi Bali. Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli, Luh Ketut Wardani, mengakui hal itu belum lama ini. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir ini, anggaran promosi UKM nihil. Itu dikarenakan anggaran yang dimiliki Pemkab Bangli sangat terbatas. Anggaran yang dialokasikan guna keperluan promosi UKM
sering terkena rasionalisasi, untuk menutupi kekurangan dana. Sejatinya promosi melalui kegiatan pameran itu, kata Wardani sangat perlu dilakukan dalam upaya membantu mengenalkan dan memasarkan produk UKM masyarakat. “Memang promosi lewat pameran itu tidak bisa hasilnya seperti makan cabai. Tetapi tetap perlu dilakukan. Alasannya, di sana ada kesempatan mengenalkan produk-produk UKM itu. Kalau tidak dikenalkan maka otomatis tidak akan ada yang tahu produk UKM itu,” ujarnya. Terlebih tidak semua pelaku UKM di Bangli itu bisa mempromosikannya lewat IT. Mantan Kabag Ekonomi itu mengatakan, karena nihil anggaran promosi, pihaknya selama ini sering numpang promosi lewat pameran yang diadakan pemerintah
Provinsi Bali. Tahun ini rencananya Pemprov Bali akan mengadakan pameran di Malang, Jawa Timur. UKM Bangli yang akan diikutsertakan dalam pameran itu, terutama yang produknya sesuai kebutuhan masyarakat di sana. Selain mengandalkan Pemprov Bali, pihaknya juga mengandalkan kegiatan pameran yang diadakan perusahaan-perusahaan. Dikatakan Wardani selama ini terdapat beberapa UKM yang sering diajak ikut pameran oleh perusahaan-perusahaan. “Seperti Telkom, kalau ada event di luar, salah satu UKM kita yang jadi binaannya biasanya diajak ikut pameran,” terangnya. Pihaknya berharap ke depan Pemkab Bangli bisa memiliki anggaran yang cukup untuk memfasilitasi kegiatan promosi produk UKM itu. (kmb40)
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Bertambah, PDP Corona di RSUD Buleleng
Singaraja (Bali Post) -
Bali Post/kmb38
TUTUP - Pasar Rakyat Desa Giri Emas tutup setelah belasan pedagang berjualan di tempat lain.
Pasar Rakyat Giri Emas Ditinggalkan Pedagang
Singaraja (Bali Post) Perintah daerah sudah membangun pasar rakyat di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Namun pasar itu justru tidak ditempati pedagang. Sepinya pengunjung, menjadi alasan belasan pedagang memilih berjualan di tempat lain. Akibatnya, bangunan pasar itu terkesan mubazir karena ditinggalkan pedagang. Pantauan di lapangan, Minggu (15/3), semua kios di los pasar ini terlihat kosong. Praktis tidak ada aktivitas di pasar ini. Sementara, areal di sekitar bangunan pasar mulai tumbuh rumput dan semak liar. Jaringan air bersih di setiap kios juga sudah lama mati. Bahkan, spanduk yang bertuliskan ‘’Pasar Rakyat Desa Giri Emas’’ telah lama terlepas. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta, tidak menampik kalau Pasar Rakyat Giri Emas tidak ditempati pedagang. Sudiarta mengatakan, pasar ini selesai dibangun tahun 2018 lalu melalui proyek revitalsiasi pasar tradisional dengan sumber dana APBN. Saat ini, bangunan ini masih tercatat sebagai aset pemkab. Sekarang, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) sedang memproses penyerahan aset kepada pemerintah Desa Giri Emas. Los pasar ini sudah pernah ditempati oleh sekitar 15 orang pedagang tradisional. Belasan orang pedagang ini aktif berdagang hanya beberapa
bulan saja. Mulai tahun 2019 seluruh pedagang malah meninggalkan kios di pasar rakyat tersebut. Upaya pembinaan oleh perangkat desa setempat sudah ditempuh, tetapi hal itu tidak membuahkan hasil. Sejak itu, semua pedagang akhirnya berdagang ke tempat lain dan sebagian kembali berjualan di pasar tenten lama di dekat Bale Banjar Desa Giri Emas. Satu-satunya alasan mengapa pedagang tidak berjualan di pasar itu, karena lokasinya dinilai tidak strategis. Ini dibuktikan pengunjung sedikit, sehingga sebagian besar pedagang sering merugi karena dagangannya tidak laku terjual. ‘’Setelah diresmikan, sudah ada pedagang yang menempati. Tapi mulai tahun lalu pasarnya sudah sepi seperti sekarang ini. Dari koordinasi ke desa pedagang kembali jualan di pasar tenten dan ada berdagang ke lokasi lain,’’ katanya. Menurut Made Sudiarta, setelah ditinggalkan oleh pedagang, pihaknya sekarang terus mencari jalan keluar agar fasilitas itu bisa dimanfaatkan sesuai fungsinya. Bersama pemerintahan desa, pihaknya akan melakukan pembinaan dan mengajak masyarakat pedagang berjualan di pasar tersebut. Selain itu, akan dilakukan koordinasi dengan Desa Sangsit yang notabene mengelola pasar yang kini dijejali pedagang. Tujuannya pedagang yang tidak tertampung di Pasar Desa Sangsit agar diarahkan berdagang ke pasar rakyat Desa Giri Emas. (kmb38)
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
We Are Luxury Villa Sanur Looking for candidate Engineering/ Maintenance,Housekeeping must be English Speaking. Contact gedeptbali@gmail.com / phone 0361-284069, 081337293191
3PRT/bs msk,3 Tk.Kbn,1 sopir, 2 Satp.Hub.Vila Ayu Br.KuwumKauh II/21XKrbk4731979/082147463111 B.BP.154.03.20.0000449
Dcr T.Sipil, Account & Admin, max. 30th English Aktif. cvnusamandiribali@gmail.com B.BP.001.03.20.0000432
Dcr:FO,BB,HK,Driver,Enginering Loundry,Scurity u/Htl E:neware nahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.03.20.0000450
Dibutuhkan PRT Cewek u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.03.20.0000431
B.BP.001.03.20.0000433
RSUD Buleleng kembali menerima Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang diduga tertular virus Corona. Yakni seorang pasien laki-laki yang masuk Istalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, Senin (16/3) dini hari kemarin. Setelah diperiksa, kondisi pasien ini menunjukkan gejala mirip tertular Covid-19 seperti batuk, pilek, dan suhu badan yang meningkat. Hasil rontgen menunjukkan pasien mengalami radang paru-paru skala ringan. Dengan demikian hingga saat ini, RSUD Buleleng sudah menerima tiga pasien PDP yaitu seorang wanita berusia 25 tahun, WNA 72 tahun, dan terbaru seorang laki-laki usia 35 tahun. Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. ditemui di lobi Kantor Bupati membenarkan ada penambahan PDP yang dicurigai tertular virus Corona. Saat yang bersangkutan menjalani perawatan awal di ruang isolasi di IGD, selain batuk dan pilek, hasil rontgen menunjukkan pasien itu mengalami radang paru-paru skala ringan. Karena gelaja itu mirip dengan penularan Covid-19, sesuai prosedur tetap (protap) penanganan pasien terinfeksi virus Corona, maka yang bersangkutan itu dirawat di ruang isolasi
Lely I RSUD. ‘’Jadi benar ada tambahan PDP dan ini setelah yang bersangkutan menunjukkan gejala mirip seperti tertular Covid-19,’’ katanya. Di sisi lain, Gede Wiartana mengatakan, dari hasik tracking yang dilakukan, pasien memiliki riwayat bepergian ke luar negeri. Dari penelusuran itu, yang bersangkutan ini bekerja di kapal pesiar. Saat berada di luar negeri sudah mengeluh suhu badannya naik turun. Yang bersangkutan kemudian memutuskan pulang ke Buleleng pada 14 Maret 2020 yang lalu dan
MITSUBISHI
Xpander Ultimate Hitam’18 Asli Bali Samsat panjang Jock Lederpro Karpet Dasar Tangan Pertama 08123914709 B.BP.001.03.20.0000434
han APD bagi petugas medis I rumah sakit tersebut. Di tempat terpisah, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Buleleng agar segera mendata jumlah naker asal Buleleng yang bekerja di luar negeri. Ini menyusul penyebaran wabah virus Corona belakangan ini. Apalagi, kasus terbaru seorang pekerja kapal pesiar asal Buleleng dirawat di ruang isolasi RSUD karena menunjukkan gejala mirip dengan tertular virus Corona. Dalam situasi ini tidak menutup kemungkinan banyak permintaan naker meminta kembali pulang ke Buleleng. Sementara terhadap keluarga pasien maupun orangorang yang pernah berinterkasi dengan pasien, Sutjidra mengaku sudah dilakukan pelacakan. (kmb38)
Biayai RS Giri Emas Tangani Pasien Covid-19
Pemkab Siapkan Anggaran Rp 10 Miliar Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk Rumah Sakit Pratama Giri Emas yang dijadikan rumah sakit isolasi pasien Covid-19. Dengan demikian, dalam waktu dekat pasien yang menunjukkan gejala tertular virus Corona atau Covid-19 akan dirawat di rumah sakit isolasi ini. Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyampaikan itu usai memimpin rapat koordinasi dengan OPD terkait menyikapi penyebaran wabah virus Corona, Senin (16/3) kemarin. Keputusan mengalokasikan dana penanganan wabah virus Corona ini sudah dikomunikasikan dengan DPRD Buleleng. Anggaran itu untuk memenuhi kebutuhan alkes dan perlengkapan pen-
dukung di rumah sakit isolasi. Dana sebesar Rp 10 miliar ini bersumber dari dana tanggap darurat bencana alam. Selain itu, ada juga penghematan tender proyek infrastruktur dan juga pengalihan beberapa program di OPD yang bisa ditunda. Dengan dukungan dana sebesar itu, Bupati menjamin dalam waktu dekat ini, kebutuhan utama di rumah sakit isolasi untuk pasien yang terinfeksi virus Corona dapat dipenuhi. Dengan demikian, begitu ditemukan kasus suspect atau bahkan sampai positif Covid-19, penanganannya akan langsung di rumah sakit isolasi itu. ‘’Setelah Komite Medik RSUD kami tugaskan meninventarisir kebutuhannya, sekarang kami sudah koordinasi dengan DPRD dan sepakat untuk mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar.
PROPERTY
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
Hlg BPKB No.H07720945-O, An.I MadeSukarata,Hub.081337474973
Dijual tanah 1&2 are aspek Perum Dentim, 081 337 141817
Kebutuhan itu akan dipenuhi, sehingga penanganan pasian suspect atau positif menjadi optimal,’’ katanya. Dikatakan, pencegahan virus Corona di tingkat desa, pemerintah setempat juga dianjurkan memakai dana bencana. Minimal dana pembelian disinfektan untuk penyemprotan pencegahan Covid-19. Seluruh upaya dilakukan sampai ke tingkat paling bawah. Para camat mengkoordinir untuk seluruh kegiatan pencegahan di desa-desa.
RAKOR - Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Sekkab Buleleng Gede Suyasa memimpin rapat koordinasi penanganan wabah virus Corona, Senin (16/3) kemarin.
Sekolah Diliburkan Sementara itu, hasil pertemuan dengan para kepala sekolah diputuskan Proses Belajar Mengajar (PBM) di semua jenjang pendidikan, diliburkan dari 16 sampai 30 Maret 2020. Kebijakan ini sesuai Surat Eda-
ran No. 420/990/ PEM/III/2020 tanggal 16 Maret 2020. Selain itu, pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) yang dijadwalkan dilaksanakan pada Maret 2020 diundur sampai waktu yang tidak ditentukan. Selain menghentikan PBM,
Bali Post/kmb38
pemerintah juga memutuskan rangkaian kegiatan HUT ke-416 Kota Singaraja tahun 2020 ini tidak digelar. Semua kegiatan yang telah disusun, dibatalkan untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19. (kmb38)
B.BP.001.03.20.0000435
HlgBPKB&STNK01490360,NopolAG 9586RLAn/Uminatun081244908999
B.BP.001.03.20.0000455
Sale Tanah di Canggu LT 1.1Are Akses Jln.6 Meter,Aspek.Hrg Global 700jt, WA:087761724888
B.BP.001.03.20.0000429
PENGUMUMAN
B.BP.004.03.20.0000350
DIJUAL MOBIL
sampai di Singaraja pada Minggu (15/3) dini hari. Karena merasakan tidak enak, yang bersangkutan dengan sadar memeriksakan kesehatan ke rumah sakit. Dari keterangan pasien, juga mengaku kalau kondisi kesehatannya terganggu sejak 5 hari lalu ketika masih berada di luar negeri. ‘’Jadi dari riwayatnya ketika di luar negeri pasien sudah mengeluh demam dan suhu tubuh naik dan sempat minum obat penurun panas sampai akhirnya tiba di Buleleng dan masuk ke IGD dan sekarang kita nyatakan PDP,’’ jelasnya.
Di sisi lain, Gede Wiartawa mengatakan, saat ini sampel hapusan tenggorokan pasien sudah diambil. Sempel itu dikirim ke Balitbang Kemenkes RI di Jakarta untuk memastikan apakah pasien terpapar Covid 19 atau tidak. Terkait dengan stok Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas medis, Gede Wiartana menyebut, sementara ini stok APD masih tersedia. Ini dilakukan dengan membeli langsung melalui anggaran di rumah sakit. Sementara itu, usulan bantuan penambahan dari Diskes Bali, saat ini belum direalisasikan. Dengan semakin masifnya penyebaran wabah Virus Corona, pihaknya berharap ada penambahan APD dalam jumlah memadai. Apalagi, rencana pengoperasian rumah sakit isolasi di Rumah Sakit Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan, perlu ada penamba-
Kepada Yth,Para Pemilik Saham PT.Gieb Indonesia.Sehubungan dengan pencatatan kepemilikan Saham agar bisa Mendaftarkan kembali sesuai bukti kepemilikan saham yg dimiliki dalam waktu selambat-lambatnya 30 hr sejak tanggal pengumuman ini.
KEHILANGAN Hlg BPKB DK 1311 HH No.K067849 89-O An.I Nengah Wiasa B.BP.167.03.20.0000441
Hlg BPKB No.H05654482-O DK 8080 FU, An.Ni Ketut Nariani B.BP.001.03.20.0000440
B.BP.001.03.20.0000436
KURSUS
RUMAH MAKAN
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
denpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Selasa Paing, 17 Maret 2020
US SMA dan UNBK SMK Ditunda
Negara (Bali Post) Kendati beberapa sekolah diliburkan dampak Covid-19, sejumlah instansi pelayanan di Jembrana masih masuk seperti biasa. Seperti di Pemkab Jembrana, seluruh OPD masih menjalankan aktivitasnya seperti hari aktif biasa. Namun di beberapa kantor OPD berinisiatif mengurangi pencegahan dengan berbagai tindakan. Mulai membiasakan salam cakupan tangan, hingga pemasangan hand sanitizer di ruangan-ruangan. Seperti di ruangan Protokol dan Humas. Di pintu masuk dan keluar disediakan hand sanitizer untuk setiap orang yang masuk dan keluar ruangan. ‘’Kita sediakan hand sanitizer untuk antisipasi kebersihan tangan,’’ ujar Kasubag Humas I Putu Wiswa Abhijana. Protap pembersihan tangan ini dilakukan untuk semua orang yang masuk dan keluar ruangan. Sementara itu, dari pengamatan sejumlah sekolah mulai TK hingga SMA/SMK nampak sepi. Beberapa siswa masuk hanya beberapa menit dan kemudian diinformasikan oleh guru untuk pulang. Siswa diminta belajar di rumah selama 14 hari ke depan (hingga tanggal 30 Maret). Seperti yang dilakukan di SMAN 2 Negara. Para siswa kelas XII semestinya Senin ini masih menjalani Ujian Sekolah (US). Namun karena ada instruksi dari Dinas Pendidikan Provinsi maka US yang tinggal dua hari itu diundur. ‘’Tadi semua memang datang (siswa). Kita kumpulkan dan kita umumkan untuk belajar di rumah melalui secara online di website yang disediakan,’’ ujar Kepala SMAN 2 Negara Wayan Sudiarta. Meskipun para siswa belajar di rumah, para guru dan pegawai TU tetap masuk. Di sekolah ini juga menerapkan penyediaan hand sanitizer dan tempat cuci tangan. Sementara itu di seluruh SMK di Jembrana juga meliburkan siswanya. Termasuk para siswa kelas XI yang sedang praktik juga ditarik agar belajar di rumah. Kepala SMK 4 Jembrana (kesehatan) Made Sudianta, Senin kemarin mengungkapkan, kebijakan meliburkan para siswa ini juga diterapkan di SMK kesehatan tersebut. Bahkan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang sedianya dimulai Senin kemarin hingga Kamis mendatang ditunda. ‘’Ya, kita tunda mengikuti kebijakan provinsi, siswa semua belajar di rumah. Termasuk yang praktik kita tarik,’’ ujarnya. Di SMK yang berada di Melaya ini hampir sebagian besar siswa kelas XI melakukan praktik di unit-unit kesehatan seperti RSU Negara, apotik dan puskesmas. Mulai Senin kemarin para siswa itu ditarik dan diminta belajar di rumah seperti siswa lainnya. (kmb26)
Langsung Mematikan Dunia Usaha Keluarnya wisatawan yang sudah berada berhari-hari di Gili secara otomatis mematikan usaha hotel dan restoran seketika. ‘’Saya mau menghadap Pak Gubernur terkait penutupan tiga Gili ini. Kita perlu petunjuk teknis yang jelas,’’ tegas Kusnawan. Menurut Kusnawan, pelaku wisata masih kebingungan antara pengumuman dengan pelaksanaan. Tamu juga demikian, sehingga seketika mereka memilih eksodus dari Gili. ‘’Ini tamu-tamu sudah eksodus keluar Gili. Habis keluar semua hari ini (kemarin), karena pengumuman besok (hari ini) tutup,’’ sebutnya. Dengan penutupan 14 hari dan eksodus, Kusnawan memastikan seluruh hotel di bawah asosiasi GHA akan merumahkan karyawan. ‘’Pasti akan seperti itu (merumahkan karyawan). Harusnya sebelum diumumkan, diperhitungkan teknis pelaksanaan di lapan-
gan, sehingga tidak menimbulkan kepanikan,’’ tandasnya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KLU, Vidi Ekakusuma, mengamini kebijakan directif Presiden RI Joko Widodo lanjut ke Gubernur NTB dan Bupati KLU, tidak dipahami dengan baik. Penutupan akses masuk dimaksudkan untuk memutus rantai inkubasi virus Corona yang berpotensi muncul dari wisatawan yang masuk. ‘’Kalau yang sudah ada di Gili bisa kita pantau bersama oleh Diskes, Syahbandar, Kepolisian dan instansi lain yang terlibat. Jadi mereka tidak harus keluar,’’ katanya. Vidi menambahkan, kebijakan larangan masuk Gili berlaku mulai Selasa (17/3) hari ini. Sementara dari jumlah wisatawan yang masih berada di tiga Gili, terpantau sekitar 1.738 orang. ‘’Dengan informasi penutupan, mungkin mereka pikir tidak bisa keluar Gili selama 14 hari. Padahal tidak demikian,’’ tandasnya. (ari)
Belum Ada Kebijakan Tutup Wilayah Gubernur Bali Wayan Koster juga menegaskan, Bali sampai saat ini belum mengeluarkan kebijakan penutupan atau isolasi wilayah. ‘’Belum, itu berat urusannya kalau sampai lock,’’ tegasnya. Menurut Koster, tidak ada daerah di Indonesia yang melakukan lockdown. Apalagi Bali yang merupakan destinasi wisata dunia. Kemudian juga kebutuhan pokok di sini datang dari luar Bali maupun luar negeri. ‘’Kalau lock saya kira itu
Selasa, 17 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mendem Pedagingan Padudusan Alit Wraspati Kalpa Agung (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Indonesia Network Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Berita Terkini Halo Kamtibnas Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali
bahaya. Pemerintah pusat saja belum, masak kita melakukan lock. Tidak mungkinlah itu,’’ jelasnya. Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, akumulatif pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Bali saat ini tercatat 75 orang sesuai data per Senin (16/3). Dari jumlah itu, 52 di antaranya negatif, 1 positif dan meninggal dunia, dan 22 pasien masih dirawat serta menunggu hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI. ‘’Astungkara belum ada yang positif lagi, kecuali yang satu itu,’’ imbuhnya. (kmb32) 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Berita Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Berita Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Berita Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Berita Terkini 17:05 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Ista Dewata Pura Dang Kahyangan Prapat Agung 21:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:00 Wita Berita Terkini 22:05 Wita Folk Song 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Berita Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam
Rapat Antisipasi Covid-19
Dewan Tekankan Pengawasan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) Kondisi pasien dalam pengawasan (PDP) Convid-19 di RSU Negara sudah membaik dan sebenarnya sudah bisa pulang. Akan tetapi pihak RSU masih melakukan perawatan di ruang isolasi karena terbentur Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan Corona yang masih menunggu hasil laboratorium di Jakarta. ‘’Pasien sudah membaik dan sudah bisa pulang, tetapi kami masih menunggu hasil lab, karena SOP-nya seperti itu,’’ ujar Direktur RSU Negara I Gusti Oka Parwata saat menjawab pertanyaan DPRD Jembrana dalam rapat koordinasi penanganan Corona, Senin (16/3) kemarin di Gedung DPRD. Oka Parwata juga memastikan RSU Negara siap untuk menangani pasien serupa dengan fasilitas yang ada. Sejumlah masukan juga disampaikan DPRD Jembrana. Mulai terkait penanganan, langkah antisipasi (penyemprotan disinfektan) hingga kebijakan untuk mengantisipasi berkembangnya virus ini. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Pelabuhan Gilimanuk. Seperti diketahui, pelabuhan ini merupakan pintu masuk orang, kendaraan dan barang dari Pulau Jawa. Rapat koordinasi yang dipimpin Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi secara garis besar membahas tentang penanganan Corona (Covid-19) di Kabupaten Jembrana. Sebelumnya diketahui ada pasien pengawasan asal Negara dan saat ini masih dirawat. Rapat dilakukan DPRD Jembrana dengan sejumlah OPD terkait seperti Dinas Kesehatan, RSU Negara, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga serta Sekretariat Pemkab Jembrana. Dalam rapat ini juga dipertanyakan terkait ketersediaan masker dan hand sanitizer. Asisten I Setda Jembra-
RAPAT - Rapat koordinasi DPRD Jembrana bersama OPD terkait mengenai penanganan Corona. na I Nengah Ledang memaparkan beberapa upaya dilakukan untuk antisipasi penyebaran virus Corona ini. Baik kebijakan di satuan pendidikan hingga langkah antisipasi lainnya seperti penyemprotan disinfektan di tempat wisata. Termasuk
antisipasi di Pelabuhan Gilimanuk dengan pemeriksaan suhu tubuh penumpang oleh petugas. Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan olahraga Jembrana Ni Nengah Wartini mengatakan, untuk kebijakan satuan pendidikan
terutama TK hingga SMP sesuai instruksi kepala daerah dan provinsi selama 14 hari belajar di rumah. ‘’Yang di kewenangan kami baik TK, SD dan SMP kita minta belajar di rumah selama 14 hari terhitung Senin ini (kemarin - red). Sedangkan
Bali Post/olo
SMP yang mengikuti ujian tengah semester masih tetap masuk,’’ tandas Wartini. Sementara untuk tingkat SMA sesuai instruksi Dinas Pendidikan Provinsi belajar di rumah menggunakan sistem online yang sudah disediakan. (kmb26)
Politik The Sukarno Center Sambangi Kepala Intelijen Keamanan Mabes Polri
Demi Jokowi Aman hingga 2024, Sukmawati Dukung Kapolri Terkait Deradikalisme
SETELAH menyambangi Try Sutrisno dan jajaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Jenderal TNI (Purn) Wiranto (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden/Wantimpres), Prof. Mahfud MD (Menkopolhukam), Mayjen TNI Nyoman Cantiasa (Danjen Kopassus), Jenderal TNI Andika Perkasa (Kepala Staf Angkatan Darat/ Kasad), petinggi The Sukarno Center Tampaksiring diterima oleh petinggi Mabes Polri di sela-sela kegiatan kebangsaan di Jakarta. Rombongan diterima oleh Komjen Polisi Drs. Agung Budi Maryoto (Kepala Badan Intelijen Keamanan) yang didampingi oleh Dr. Rudy Heriyanto (Kadivkum Mabes Polri) beserta jajaran. Pada pertemuan itu, Sukmawati Soekarno Putri menyampaikan sejumlah program kebangsaan yang akan digagas oleh The Sukarno Center Tampaksiring tahun 2020 yang semuanya bermuara pada tujuan mengamankan Presiden Joko Widodo hingga tahun 2024. ‘’The Sukarno Center memberikan dukungan terhadap eksistensi kepemimpinan Pres-
iden Joko Widodo hingga tahun 2024. Kami merasa banyak pihak ingin membuat Indonesia gaduh dan tidak fokus dalam pembangunan termasuk bekas HTI yang sudah dibubarkan beberapa waktu lalu. Untuk itu The Sukarno Center akan bersinergi dengan pemerintah dan sifatnya membantu pemerintah pusat dalam program deradikalisasi. Kita paham bahwa ke depan khususnya Pemilu 2024 kaum khilafah akan menunggangi tahun politik 2024, apalagi di sana ada suksesi kepemimpinan nasional. Jadi Presiden Jokowi harus benar-benar dijaga saat ini,’’ ungkap Sukmawati Soekarno Putri. Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Arya Wedakarna (President The Sukarno Center) yang turut mendampingi Sukmawati. AWK menyatakan bahwa gerakan radikalisme ini sudah memakai berbagai jubah dalam menjalankan misinya, dan semuanya bermuara pada kejatuhan kepemimpinan nasional saat ini. ‘’Framing atau pemetaan yang dilakukan oleh The
Sukarno Center sudah kita lakukan dan dari gejala yang ada, pascadibubarkannya HTI oleh Menkopolhukam, saat ini sel–sel HTI sudah masuk ke berbagai bidang. Mereka menyamar menjadi praktisi hukum, mereka berkedok ekonomi dan menguasai sistem ekonomi, mereka ada di dunia pendidikan, sehingga membuat anak–anak bangsa semakin eksklusif dan terpapar. Salah satu contohnya ada Salam Pramuka yang menyebut kafir tempo hari. Begitu juga kami sudah menyampaikan banyaknya simpatisan dari gerakan radikal dan khilafah ini ada di jajaran ASN di berbagai eselon, dan mungkin termasuk oknum TNI dan Polri. The Sukarno Center sebagai pendukung Presiden Joko Widodo mempunyai obligasi moral untuk membantu beliau. Kita hanya punya waktu empat tahun hingga 2024 untuk membereskan hal ini. Semua demi tegaknya Pancasila,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga seorang Senator DPD-RI asal Bali ini. (ad457)
MARHAENIS – Sukmawati Soekarno Putri (Dewan Pembina The Sukarno Center), Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna (President The Sukarno Center) bersama Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto (Kabaintelkam Mabes Polri) dan Dr. Rudy Heriyanto (Kadivkum Mabes Polri) di Jakarta.
Akan Alami Kehancuran Dalam rangka mewujudkan cita-cita tersebut, kebijakan-kebijakan yang konstruktif serta partisipasi aktif masyarakat perlu terus digali, dikembangkan, dilaksanakan dan dikelola secara gotong royong. Disrupsi sosial sendiri pada tingkat yang parah diandaikan sebagai suatu kondisi di mana kehidupan suatu komunitas mengalami disfungsi dan cepat atau lambat mengalami kehancuran. Fenomena komunal ini terjadi karena perubahan atau transformasi yang radikal, yakni ketika berbagai alat, cara atau pranata lama yang pernah mapan ditinggalkan oleh anggota komunitas dan mereka beralih menggunakan alat, cara dan pranata baru. Penyebab langsung disrupsi sosial yang paling kasat mata adalah bencana alam, perpindahan manusia dalam jumlah besar, perubahan ekonomi, teknologi, dan demografi yang cepat, serta adanya berbagai kebijakan publik yang dirasa kontroversial, mengganggu atau tidak diterima masyarakat. Ikhtiar merawat dan mencerdaskan kehidupan ma-
syarakat ini harus diarahkan pada pengembangan kualitas dan daya jangkau pendidikan berbasis dan demi modal sosial Bali. Artinya, pendidikan, baik secara formal maupun informaltradisional, harus mencerdaskan masyarakat supaya tak hanya mampu menghidupi diri secara ekonomi tetapi juga mampu melakukan fungsifungsi sosio-kultural dan politik secara efektif. Ke-Bali-an, ke-Indonesiaan dan Kekinian Pada tataran praktis, sistem, model atau bentuk pendidikan berbasis modal sosial di Bali menurut pendapat saya, paling kurang harus berdasar pada ke-Bali-an dan ke-Indonesia-an. Di tengah revolusi industri yang terus bergerak cepat dari waktu ke waktu, perlu tentu saja dimasukkan aspek kemoderenan atau kekinian. Aspek ke-Bali-an saya taruh di depan tentu saja bukan karena paham sektarian. Akan tetapi, dengan berpijak pada konsep pendidikan modern, konteks sosio-kultural lokal merupakan salah satu aspek yang paling sering diabaikan, ketika ia justru amat penting. Perkembangan kecerdasan
anak-anak usia dini sampai sekolah menengah, sebagai contoh, secara psikologis sangat tergantung pada intensitas dan kualitas interaksi sosio-kultural di mana mereka sehari-hari menjalani kehidupan. Dalam konteks ini, ke-Hindu-an adalah ideologi sekaligus kultur yang menjadi sumber ajaran dan inspirasi utama. Pendidikan Bali tak boleh lepas dari Tattva (filosofi), Susila (etika), dan acara (ritual) yang telah berkembang selama berabad-abad dan membentuk tatanan sosial yang kokoh dan menjadikan Bali seperti yang dikenal saat ini. Demikian juga, ke-Bali-an terkait dengan identitas kultural dengan mana anak-anak Bali mengenal diri dan dikenal secara sosial. Model pendidikan yang abai dengan identitas kultural berarti menyia-nyiakan salah satu aspek terpenting yang menjadi pijakan, rujukan atau perspektif yang berguna dalam membangun rumah sosial di mana pun manusia hidup. Begitu pula, orang Bali yang terasah ke-Bali-annya sejak awal berpotensi untuk memiliki ownership yang lebih kuat terhadap tanah dan budaya leluhur mereka.
Terkait ke-Indonesia-an, kata kuncinya adalah multikulturalisme. Ke-Hindu-an Bali, yang secara kultural tentu saja memiliki perbedaan dari ke-Hindu-an di India, jelas-jelas sejalan dengan prinsip kebinekaan. Bali adalah Indonesia dan di sini hidup berbagai kelompok masyarakat dengan berbagai latar-belakang secara berdampingan, aman dan damai. Pendidikan Bali harus terus mengokohkan dan mengembangkan kehidupan sosial berbasis ajaran Hindu yang terbuka, ramah, saling menghormati dan berbasis gotong royong. Konsep ke-Indonesia-an, yang berintikan kehidupan dalam kebinekaan, adalah juga senjata ampuh di tengah kecenderungan mudahnya terjadi konflik sosial dalam situasi disruptif. Pendidikan Bali, dengan kekhasan Hindunya, oleh karena itu harus terus-menerus mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan mengelola konflik secara kultural. Sementara terkait aspek kemodernan atau kekinian, pendidikan Bali tak boleh lepas dari perkembangan dan kemajuan zaman. Supaya mampu
menjadi sokoguru sosial --di tengah dinamika sosio-ekonomi saat ini dan pertimbangan masa depan-- pendidikan Bali harus dibuat relevan, kontekstual, dan fungsional. Tetapi, perlu dicatat, pertimbangan akan aspek kekinian harus betul-betul didialogkan dengan aspek sosio-kultural supaya tidak membuat pendidikan Bali kehilangan akar tunggang yang menjadi nyawanya. Sebagai catatan akhir, keberlanjutan dan perkembangan pendidikan Bali akan sangat tergantung pada keberadaan sistem yang dinamis dan responsif. Dinamika sistem itu sendiri akan ditentukan oleh keberadaan berbagai lembaga, swasta ataupun negeri, yang memiliki infrastruktur fisik dan sumber daya manusia yang profesional. Belajar dari keberhasilan di negara-negara maju, adalah keberadaan guru-guru dan dosen yang mampu menjadi agen perubahan sosial yang akan menggerakkan sistem pendidikan tersebut supaya efektif. Penulis, Purnawirawan TNI-AD, Gubenur ABN NasDem
Selasa Paing, 17 Maret 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
PURA PUSEH – Sejumlah palingih di Pura Puseh Desa Adat Banyubiru.w
Bali Post/olo
Desa Adat Banyubiru Bangkit Bangun ’’Parahyangan’’
DESA Adat Banyubiru, salah satu desa adat di Kecamatan Jembrana. Desa adat ini memiliki areal pertanian yang cukup luas. Praktis, sebagian besar krama-nya bermata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan. Selain itu ada yang menggeluti sektor usaha kecil seperti pembuatan sarana upakara hingga jajanan. Desa Adat Banyubiru sedang bangkit membangun parahyangan. Bagaimana desa adat ini bergotong royong membangun parahyangan? B e n d e s a A d a t B a n y ubiru I Nyoman Jaya Dratha mengatakan, Desa Adat Banyubiru memiliki lima banjar adat yaitu Banjar Adat Banyubiru Kangin, Banyubiru Kauh, Banjar Berawansalak, Banjar Yeh Anakan serta Banjar Pebuahan. Desa adat ini sedang membangun parahyangan yakni Pura Dalem yang mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. ‘’Candi bentar dan tembok panyengker Pura Dalem masih dalam pengerjaan. Astungkara 2021 nanti selesai,’’ ujar mantan Klian Banjar Adat ini. Sejatinya untuk wewangunan sudah selesai semua. Namun pada akhir 2019 lalu terjadi bencana kebakaran di Pura Puseh. Akibat kebakaran itu, 7 palinggih yang terbakar. Tahun ini mulai dibangun kembali secara Gotong royong. Tidak hanya berupa dana, dukungan krama juga berupa tenaga, bahan dan kayu. Dari tujuh palinggih yang terbakar, sudah tiga diper-
baiki. ‘’Masih ada empat palinggih. Kami juga telah mengajukan permohonan bantuan karena musibah kebakaran ini. Kami juga rencanakan tahun 2021 sudah selesai,’’ ujarnya. Dikatakannya, program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sangat tepat dalam menjaga eksistensi desa adat, terkait dengan parahyangan, pawongan dan palemahan. Program ini juga mencakup awig-awig yang menata desa adat. Terkait parahyangan , saat ini Desa Adat Banyubiru berusaha bangkit dari musibah yang dialami di parahyangan. Sehingga sektor pembangunan fisik diprioritaskan terutama perbaikan pura. Meski prioritas, sejumlah program juga tetap dijalankan meskipun baru perencanaan. Seperti rencana pembangunan PAUD berbasis Hindu dan pasar desa adat yang ke depannya untuk menopang perekonomian krama. Pasar adat ini nantinya akan dibangun di tanah pelaba desa adat
Akademika
’’Concern’’ Bidang Pertanahan
PROGRAM Studi Magister Ilmu Hukum (Prodi MIH), salah satu dari 7 Prodi yang dikembangkan Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar). Prodi yang berdiri sejak 2012 ini concern pada bidang pertanahan dan investasi yang merupakan penjabaran dari Pola Ilmiah Pokok Unwar berbasis Ekowisata. Kaprodi MIH Unwar Dr. Simon Nahak, S.H., M.H. mengatakan Prodi MIH Unwar merupakan satu-satunya Prodi MIH se-Indonesia yang memiliki konsentrasi hukum pertanahan dan investasi. Ini membuat MIH Unwar diminati masyarakat. ‘’Banyak persaingan justru bagus, tidak stagnan jadinya. Persaingan itu memunculkan banyak strategi, dan keunggulan kami sudah jelas,’’ ujar Simon Nahak, belum lama ini. Persoalan tanah, lanjut praktisi hukum asal NTT ini, sangat kompleks. Terlebih di Bali yang notabene hukum adatnya sangat kuat. Hal ini menyebabkan potensi sengketa tanah, seperti penyerobotan, sertifikat ganda serta penyelahgunaan hak orang lain sangat besar. Untuk itu, pihaknya siap mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menyelesaikan sengketa tersebut di jalur hukum untuk memenuhi rasa keadilan pihak bersengketa. Selanjutnya, potensi konflik pada sektor investasi juga tidak kalah besar. ‘’Tanah dan investasi ini tidak bisa dipisahkan. Investasi pasti dilakukan di atas tanah. Jadi kami betul-betul serius mendidik mahasiswa untuk menguasai kedua bidang tersebut,’’ tandasnya. Berdiri sejak tahun 2012, pihaknya mengaku telah meluluskan lebih dari seribu alumnus yang berlatar belakang anggota Polri, Badan Pertanahan, advokat, jaksa, pegawai pemerintah, dan para praktisi hukum lainnya. Secara tidak langsung, Simon mengatakan alumnusnya turut serta menyukseskan pembangunan di negeri ini, karena tersebar di seluruh daerah di Tanah Air. (win)
seluas 34 are. Pembentukan BUPDA juga akan difokuskan pada usaha kecil menengah. ‘’Kami masih rancang, salah satunya pasar adat dan pengembangan usaha kecil krama seperti pembuatan kelengkapan upakara dan jajan. Tapi untuk saat ini kami prioritaskan pembangunan parahyangan,’’ tambahnya. L P D Banyubiru sebagai Labda Pacing-
kraman Desa, menurutnya, juga sangat membantu krama dan desa adat. Bahkan kini LPD Banyubiru masuk peringkat ke-5 di kecamatan dan peringkat ke-20 dari 64 LPD di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 60 persen dari Sisa Hasil Usaha (SHU) LPD juga mampu menunjang pembangunan fisik desa adat. (surya dharma)
Jakarta (Bali Post) WHO telah menyatakan wabah virus Corona (Covid-19) sebagai pandemi global. Hingga Senin (16/3) kemarin terdapat 117 kasus pasien positif Corona di Indonesia. Lima orang di antaranya meninggal dunia. Melihat kondisi ini, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama) memberikan imbauan kepada seluruh pengurus dan anggota Kagama untuk secara bersama-sama mengatasi penyebaran wabah virus Corona. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana, Senin kemarin. Ari mengatakan ada enam imbauan yang mesti dilakukan sebagai upaya mengatasi penyebaran wabah virus Corona (Covid-19). Pertama, melakukan social distancing untuk mencegah penularan Covid-19. ‘’Caranya dengan menjaga jarak ketika berinteraksi dengan orang lain, mengurangi pertemuan, menghindari tempat berkumpulnya orang banyak. Serta sedapat mungkin melakukan aktivitas kegiatan dan pekerjaan dari rumah,’’ jelasnya. Kedua, menunda pelaksanaan kegiatan Kagama yang mengumpulkan orang banyak, seperti menyelenggarakan acara diskusi, seminar, pelatihan, kopdar, rapatrapat kerja, musda, muscab, serta acara pelantikan. Hal itu mesti dilakukan sampai wabah Covid-19 bisa terkendali dengan baik. ‘’Semua program kegiatan ditunda dulu. Koordinasi program dan konsolidasi kepengurusan Kagama dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan media sosial yang tersedia,’’ terang Koordinator Staf Khusus Presiden ini. Imbauan ketiga, ujar Ari,
agar masyarakat selalu menjaga hidup sehat dengan melaksanakan arahan WHO/ Kementerian Kesehatan RI. ‘’Pertama, dengan sering cuci tangan menggunakan sabun/ hand-rub berbasis alkohol. Kedua, menggunakan masker bila batuk atau pilek, atau menggunakan tisu sekali pakai dan membuangnya di tempat tertutup. Ketiga, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, memperbanyak sayur, dan buah. Keempat, rajin olahraga dan istirahat yang cukup. Kelima, bila batuk dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan,’’ tambahnya. Lebih lanjut, pada imbauan keempat, pria kelahiran Ubud, Bali ini meminta untuk mendoakan saudara-saudara kita yang meninggal akibat serangan Covid-19 maupun yang saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena terinfeksi. ‘’Secara khusus mohon doa untuk kesembuhan Wakil Ketua Umum PP Kagama/ Menteri Perhubungan RI Pak Budi Karya Sumadi yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 dan saat ini sedang dalam perawatan di rumah sakit,’’ kata Ari. Imbauan kelima, Ari menyebut agar kita saling menguatkan, bersatu, menjaga kekompakan, serta aktif mengajak masyarakat agar tetap tenang. ‘’Masyarakat diminta tidak mudah terprovokasi dan termakan kabar kibul (hoax). Juga
membantu pemerintah dalam edukasi, deteksi, dan reaksi cepat serta mitigasi ikutannya sebagai dampak penyebaran wabah virus Corona,’’ ucap Ari. ‘’Terakhir, kami meminta semua bentuk partisipasi aktif untuk membantu penanganan penyebaran virus Corona, harap dikoordinasikan dengan pemerintah daerah serta dilaporkan ke Posko Kagama-UGM Sinergi Atasi Covid-19,’’ pungkas alumnus Fisipol UGM ini. (kmb)
Cegah Tertular Covid-19 Lakukanlah ’’WUHAN’’ dr. Ni Luh Putu Eka Arisanti, Sp.P.
Dihentikan, Aktivitas Pendidikan di RSUP Sanglah
Denpasar (Bali Post) RSUP Sanglah mulai menghentikan seluruh kegiatan pendidikan dan praktik yang dilakukan peserta didik, menyusul merebaknya virus Corona (Covid-19). Hal ini dilakukan guna menjaga keamanan peserta didik. ‘’Saat ini semua bentuk kegiatan pendidikan dan praktik lapangan oleh peserta didik dihentikan untuk sementara, sampai waktu yang ditentukan kemudian. Kecuali para residence yang langsung menangani pasien,’’ kata Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes., Senin (16/3) kemarin. Dikatakan Sudana, mulai Minggu (15/3) di lingkungan RSUP Sanglah sudah dilakukan penyemprotan disinfektan, terutama di tempat-tempat yang rawan
Kagama Keluarkan Enam Imbauan Atasi Virus Corona
virus. Desinfeksi di ruangan isolasi Nusa Indah, terus dilakukan tiga kali sehari. Guna memberikan dukungan kepada petugas yang memberikan perawatan di ruang isolasi Nusa Indah, pihaknya terus memberikan support khusus. Yakni dengan memberikan asupan gizi yang bervariasi setiap saat dan pemberian vitamin-vitamin tambahan untuk menjaga stamina para petugas. ‘’Dengan demikian para petugas diharapkan tetap semangat dan tetap bugar melayani pasien dalam pengawasan Covid-19,’’ harapnya. Dikatakan, hingga Senin (16/3) ada 11 orang pasien dalam pengawasan Covid-19 dirawat di rumah sakit ini. Dari jumlah itu, 5 orang WNI dan dan 6 WNA. Dari 11 pasien ini, semuanya menunggu hasil lab dari Badan Litbangkes Jakarta. ‘’Sementara saat ini semua kondisi pasien membaik dan diharapkan hasil lab negatif dan bisa segera dipulangkan,’’ ucapnya. (kmb23)
SAAT ini masyarakat di dunia sedang dihebohkan dengan munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Infeksi tersebut dikenal dengan nama Covid-19. Sejak ditemukannya kasus pertama di Wuhan, Tiongkok, 31 Desember 2019, penyakit ini telah menjangkiti seluruh dunia. WHO pun akhirnya mendeklarasikan Covid-19 sebagai pandemi dunia. Hingga tanggal 15 Maret 2020 kasus terkonfirmasi sudah tersebar di lima benua di dunia. Coronavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit dengan spektrum yang luas mulai dari flu hingga penyakit yang lebih parah. Seringkali jenis virus ini ditularkan melalui hewan ke manusia, namun saat ini terdapat bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia. Seperti pada wabah lainnya, Covid-19 akan berakhir ketika sudah terdapat banyak orang yang memiliki imunitas terhadap virus ini. Hingga saat ini belum terdapat obat atau vaksin yang dapat mencegah serta mengobati infeksi Covid-19, oleh karena itu pengetahuan mengenai keluhan dan tindakan-tindakan yang dapat menurunkan risiko penularan perlu diketahui guna menurunkan angka penularan Covid-19 di masyarakat. Terdapat beberapa hal penting mengenai Covid-19 yang harus kita ketahui. Pertama, masa inkubasi virus ini adalah 1 - 12,5 hari. Jadi, bila memiliki riwayat bepergian ke negara terjangkit atau kontak dengan kasus positif Covid-19 dan dalam 14 hari mengalami keluhan pernapasan segeralah periksakan diri ke tenaga kesehatan. Kedua, mode penularan virus melalui tetesan kecil cairan (droplet) yang disebarkan oleh orang terkena, kontak dengan sekresi pernapasan pasien, serta permukaan dan peralatan yang terkon-
taminasi. Sehingga menjaga jarak sejauh 2 meter dengan penderita batuk/flu, rajin mencuci tangan, serta membersihkan (dekontaminasi) permukaan benda secara berkala dengan disinfektan yang sesuai menjadi hal yang sangat penting. Ketiga, kita juga harus mengetahui gejala-gejala infeksi Covid-19. Gejala dapat diawali dengan demam, kemudian muncul batuk kering, lalu setelah satu pekan dapat mengakibatkan sesak napas dan beberapa pasien memerlukan perawatan di rumah sakit. Gejala lainnya yang dapat muncul adalah sakit kepala, bersin, pilek, dan pada kasus yang berat dapat terjadi gagal ginjal. Radang paru-paru dan bronkitis terjadi pada tahap lanjut infeksi Covid-19. Keempat, saat ini sangat penting untuk memperlambat penyebaran Covid-19 dengan menghindari tempat keramaian dan hindari kegiatan kumpul-kumpul bersama. Masyarakat lebih baik diam di rumah daripada bepergian. Tindakan tersebut disebut dengan social distancing. Social distancing sangat bermanfaat untuk mengurangi laju penularan Covid-19, sehingga tidak terjadi lonjakan kasus yang tinggi dalam satu waktu yang kemudian menyebabkan tidak cukupnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menangani lonjakan kasus tersebut. Sehingga akan berdampak pada terdapatnya kasus yang tidak dapat tertangani di fasilitas kesehatan. Bagi masyarakat yang tetap harus melakukan kegiatan di luar rumah, pada tanggal 5 Maret 2020 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan surat imbauan mengenai upaya pencegahan penularan Covid-19 di tempat kerja. Menjaga area kerja dan fasilitas bersama tetap bersih dan higienis merupakan hal terpent ing. Selanjutnya, menye-
diakan akses cuci tangan berupa air mengalir dan sabun atau hand sanitizer di tempat-tempat umum area kerja seperti pintu masuk, pintu rapat, lift, toilet, dan lainnya dan menyediakan masker bagi pegawai atau tamu yang memiliki gejala batuk/pilek dan demam juga sangat disarankan. Meningkatkan budaya hidup bersih dan sehat juga merupakan hal yang harus diperhatikan. Budaya hidup bersih dan sehat dapat dilakukan dengan: 1) cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau hand sanitizer secara rutin; 2) batasi menyentuh wajah (hidung, mulut, mata) sebelum mencuci tangan; 3) tetapkan etika batuk (tutup hidung dan mulut dengan tisu atau lengan atas bagian dalam); 4) gunakan masker jika batuk dan flu; 5) batasi berjabat tangan; 6) tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi seimbang, minum air yang cukup dan aktivitas fisik selama 30 menit/hari; dan 7) jaga jarak dengan rekan kerja yang sedang demam/batuk/bersin. Perusahaan juga harus ikut serta memantau karyawannya yang kembali dari negara yang terjangkit. Lalu, apa saja langkahlangkah yang dapat kita lakukan untuk menurunkan risiko penularan Covid-19? Ingatlah kata-kata W U H A N . W-ajib cuci tangan, U-sahakan masker, H-arus cek temperatur tubuh secara rutin, A-was, jangan berkerumun atau berkumpul, dan N-oda wajah usap dengan tangan yang bersih. Penerapan 5 langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan laju penularan Covid-19. Bila memiliki keluhan seperti yang telah disebutkan sebelumnya dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit atau kontak dengan kasus positif Covid-19, segeralah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan dan jangan lupa gunakan masker.*