Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Saatnya Parpol Korupsi Didiskualifikasi dari Pemilu
Jakarta (Bali Post) Ketum PPP Romahurmuziy alias Rommy ditetapkan sebagai tersangka suap oleh KPK. Rommy juga dipecat dari PPP karena diduga menerima duit terkait seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kementerian Agama (Kemenag). Maraknya korupsi di sektor politik harus diikuti dengan sanksi tegas yakni parpol korupsi didiskualifikasi dari Pemilu. Saat ini, KPK sudah menjerat lima orang nomor satu di partai politik, yakni Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Teranyar, Tim Satgas KPK menangkap Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romy. Ketua KPK, Agus Ra hardjo, menuturkan, untuk membuat efek jera atau mencegah korupsi yang melibatkan parpol, dapat dilakukan dengan mendorong diberlakukannya aturan yang keras. Parpol yang terlibat korupsi saatnya didiskualifikasi dari kepesertaan pemilu. “Parpol itu bisa diskualifikasi tidak ikut pemilu. Ini hal-hal yang perlu didorong ke depan,” kata Agus. Selain Ketum PPP Romahurmuziy (RMY), dua orang lainnya yang menjadi tersangka adalah Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin. Hal. 11 Terima Suap
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
KPK Bidik Peran Menag
Jakarta (Bali Post) Sekjen PPP, Asrul Sani, enggan berkomentar soal peran Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin terkait kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama. Ia mengklaim selama ini, kerja Lukman bagus. “Saya juga tak ingin komentar. Tapi asas praduga tak bersalah kan melekat. Pak Lukman selama ini merupakan salah satu menteri, figur yang tidak mau begituan. Itu jelas. Makanya kinerja beliau kan bagus. Bahwa ada hal-hal terjadi, itu di luar dugaan kita semua,” kata Asrul di DPP PPP, Sabtu (16/3) kemarin. Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mas-
tuki, membenarkan bahwa Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) M. Nur Kholis Setiawan sempat mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kedatangan M. Nur Kholis Setiawan untuk mengklarifikasi penyegelan ruang kerja Sekjen dan Menteri Agama oleh petugas KPK. Apakah KPK juga sedang membidik peran Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin? Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan tersangka kasus korupsi jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag), Romahurmuziy, tidak mungkin bekerja sendirian. Hal. 11 Memperkaya Penyelidikan
Ketut Widnya Pastikan Bimas Hindu Bersih Jakarta (Bali Post) Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama (Dirjen Bimas Hindu Kemenag), I Ketut Widnya, memastikan tidak ada jual beli jabatan alias bersih pada direktorat yang dipimpinnya. Penegasan menyusul operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melibatkan penyelenggara negara yaitu anggota DPR RI merangkap Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy), jajaran pejabat di Kemenag yang diduga menjadi penerima suap, serta pihak swasta yang diduga selaku pemberi suap. Hal. 11 13 Nama
ROMPI - Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/3) kemarin.
I Ketut Widnya
Pasar Tradisional Perlu Ditata
Untungkan Pedagang Pelataran Dewasa ini, semua pemkab dam pemkot di Bali melakukan revitalisasi pasar tradisional. Memang pasar yang dulunya terkesan kumuh menjadi lebih bersih dan rapi. Namun di balik itu, banyak pedagang yang dirugikan.
Bangli-Klungkung Andalkan Retribusi Pasar RETRIBUSI pasar menjadi andalan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli. Total ada empat pasar rakyat yang selama ini
dikelola oleh pemerintah setempat dengan penerimaan mencapai Rp 1 miliar lebih. Hal. 11 Empat Pasar
BPM/wan
TUTUP - Banyak pemilik toko dan kios menutup usaha karena sepi pembeli.
PELATARAN - Pedagang Kreneng perlu ditata lagi.
di
pelataran
BPM/wan
Pasar
LIHAT saja fakta di sejumlah pasar yang telah direvitalisasi. Pedagang lama yang dulu memiliki los luas kini mendapat jatah sempit demi memperbanyak pendapatan. Justru para pedagang yang mendapat los dan kios ini kini dirugikan. Tokonya sepi karena ternyata hampir semua pasar diserbu oleh pedagang pelataran. Mereka menawarkan produk lebih murah dan dekat dengan pembeli, hanya membayar karcis masuk. Pembeli pun enggan naik ke lantai II atau III atau ke pasar induknya. Padahal, mereka membayar retribusi harian, sewa los dan kontrak los dan kios. Makanya jangan heran toko dan kios di sejumlah pasar di Denpasar banyak yang tutup karena kalah bersaing dengan pedagang pelataran yang jumlah pemasukannya juga tak jelas. ‘’Saya sudah tutup setahun lalu, karena kalah bersaing dengan pedagang di pelataran pasar,’’ tegas Men Murdi, salah seorang pedagang di Pasar Kreneng. Kondisi ini juga menyebabkan areal pelataran lantai II di Pasar Ketapian, tak mau
Revitalisasi Pasar
ditempati pedagang agar tak kalah bersaing dengan pedagang pelataran. ‘’Enak jualan di palataran, sudah murah, gampang didekati konsumen,’’ kata pedagang lainnya.
Sementara konsumen juga ingin serbacepat. Begitu turun dari kendaraan, sudah bertemu pedagang dan produk yang diinginkan. Hal. 11 Tetap Eksis
Semua Andalkan Dana Pusat KEBERADAAN pasar tradisional potensial menopang pundi-pundi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun sangat disayangkan, semua program revitalisasi pasar tradisional baik yang dikelola pemda, desa dinas, maupun desa pakraman, di Buleleng dan Tabanan mengandalkan dana pusat. Misalnya mengejar Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN. Belum ada programnya murni dari pendapatan pasar untuk pasar itu juga. Di Buleleng tercatat 94 pasar yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng, desa dinas, dan desa pakraman. Data di Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin)
Buleleng menunjukkan dari seluruh pasar tradisional yang ada, 15 pasar dikelola oleh PD Pasar menampung 6.275 pedagang. Sedangkan pasar tradisional yang dikelola oleh desa dinas dan desa pakraman sebanyak 79 pasar menampung 3.526 pedagang. Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Ketut Suparto, M.M.A., Sabtu (16/3) kemarin, mengatakan, dari jumlah pasar dan pedagang yang menyewa fasilitas seperti los, kios, dan rumah toko (ruko), para pedagang dikenakan retribusi, cukai harian, dan sewa tempat. Hal. 11 Setoran PAD
Denpasar Melejit, Jembrana Gagal Dongkrak PAD Program revitalisasi pasar rakyat (tradisional) dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap roda perekonomian masyarakat. Di Denpasar, program ini melejit dengan mampu menaikkan omzet para pedagang, sedangkan di Jembrana gagal mendongkrak PAD.
PROGRAM revitalisasi pasar rakyat yang dilakukan Denpasar berbuah manis dengan berhasilnya menyabet penghargaan terbaik tingkat nasional. Tiga pasar rakyat yang ada di Kota Denpasar mendapat penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo yakni Pasar Agung Peninjoan sebagai Pasar dengan Pengelola Terbaik Nasional, diterima Kepala Pasar Agung, Nyoman Suwarta. Pasar Nyanggelan Panjer, dan Pasar Poh Gading menerima penghargaan terbaik pasar Standar Nasi-
onal Indonesia (SNI) tipe IV mutu I se-Indonesia. Program revitalisasi pasar rakyat yang dilakukan Pemkot Denpasar ini sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat pedagang sehingga nantinya dapat menumbuhkan perekonomian rakyat. Hingga saat ini, hampir keseluruhan pasar rakyat di Kota Denpasar telah tersentuh program revitalisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Denpasar. Hal. 11 Program Berkelanjutan
BPM/wan
NYAMAN - Suasana nyaman berbelanja di Pasar Kerta Biaung.
2
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
SMK PGRI 2 Denpasar Arahkan Lulusannya Garap Sektor Informal Denpasar (Bali Post) Ilmu marketing adalah kunci sukses untuk meraih masa depan di bidang pekerjaan apa saja. Termasuk diperlukan ketika membuka usaha sektor informal di Bali. Hal inilah yang diperkuat Kepala SMK PGRI 2 Denpasar, Drs. I Wayan Ginastra, M.M., sehingga lulusannya tak sampai ada yang menanggur. Lulusan SMK PGRI 2 Denpasar dikenal laris di dunia kerja. Kasek Wayan Ginastra mengungkapkan untuk program keahlian Pemasaran dia sampai kehabisan stok lulusan guna memenuhi permintaan stakeholders. Namun sangat disayangkan, peminat ke Pemasaran masih minim. Makanya pada PPDB 2018, SMK PGRI 2 Denpasar di Jl. Gunung Lempuyang Gang Bromo Monang-maning dan di. Jl. Tukad Kresek, Batankendal akan menerima 2 kelas untuk Pemasaran dan 4 kelas untuk Administrasi Perkantoran, dan 4 kelas Akuntansi. Dia menegaskan lulusannya laris di dunia kerja karena memiliki program unggulan. Jurusan Akuntansi, Pemasaran, dan Administrasi Perkantoran yang diperlukan di semua sektor kehidupan dibekali ilmu marketing. Apalagi hanya SMK PGRI 2 Denpasar yang membuka program keahlian bisnis dan ekonomi di Denbar dan Densel. Dia mempertegas SDM akuntansi yang dicetak tak hanya mahir dalam tata buku namun juga mengurus perpajakan. Sedangkan, program Pemasaran diborong oleh pemilik toko modern di Bali. Namun, banyak juga lulusannya membuka usaha secara online dan menggarap sektor informal di Bali. ‘’Yang terakhir ini kami galakkan agar SDM Bali tak kalah cepat menggarap sektor informal di rumahnya sendiri dibandingkan penduduk pendatang,’’ tegas Wayan Ginastra Sabtu (16/3) kemarin. Ginastra didampingi Waka Kurikulum Drs. I Nyoman Wirajaya, Waka Ke- siswaan Drs. I Made Sudarsana, Waka Sarpras Drs. I Ketut Kariana, M.Pd., dan Waka Humas Dra. Ni Made Sulatri, mengaku mengambil langkah berani dengan memperbanyak jumlah guru produktif dari pelaku usaha. Alasannya, ilmu di SMK sebagian besar berupa kompetensi. Tahun ini, 265 siswa kelas XII SMK PGRI 2 Denpasar mengikuti USBN pada 11-19 Maret masing-masing AP (100), Pemasaran ( 21) Akuntansi (144). UKK diadakan 1-7 April 2019 sedangkan UNBK dijadwalkan 25-28 Maret 2019. Sejak tahun lalu, sekolah ini menggelar UNBK mandiri dengan 90 unit komputer. Sekolah yang kini sedang membangun parahyangan dan RKB ini akan merekrut 4 kelas untuk AP, Pemasaran sebanyak dua kelas dan empat kelas untuk Akuntansi. (025)
Susun Program Tematik
Gubernur Bentuk 25 Tim
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali, Wayan Koster, mengumpulkan para akademisi dan tokoh-tokoh yang ahli di bidangnya masing-masing di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3) lalu. Para akademisi dan tokoh-tokoh tersebut selanjutnya dibagi dalam beberapa tim untuk menyusun rancangan peraturan daerah, rancangan peraturan gubernur, dan program tematik Pola Pembangunan Semesta Berencana Provinsi Bali. Menurut Koster, pertemuan dengan para akademisi dan tokohtokoh juga untuk menyamakan persepsi. Terutama agar mereka memahami apa visi dan misi gubernur yang kini sudah menjadi visi dan misi daerah Bali. Mengingat, pembentukan tim-tim ini merupakan upaya untuk mengakselerasi pembuatan kebijakan guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Semua kebijakan yang strategis, permanen, dan berkelanjutan memerlukan adanya payung hukum agar dalam pelaksanaannya tidak putus di tengah jalan atau dijalankan dengan seenaknya. “Itulah dasarnya kenapa perlu dibuatkan peraturan, baik itu Perda maupun Pergub,” ujarnya. Koster menambahkan, tim-tim yang sudah dibentuk nantinya bertugas menyusun 5 rancangan Perda dan 17 rancangan Pergub selama 2019 ini. Sementara untuk program tematik, ada 25 tim yang ditugaskan untuk menyusun. Di antaranya, menyusun Peta Jalan Pencapaian Target RPJMD Semesta Berencana 2018-2023, Pengembangan SDM Bali Unggul, serta Konsep Perlindungan Kawasan Suci Besakih. “Saya berharap tim-tim ini bisa segera bekerja menyusun peta dan mengidentifikasi masalah yang akan diatur di dalam peraturan daerah maupun peraturan gubernur serta program tematik,” imbuhnya. (kmb32)
BPM/eka
BERBUIH - Seorang warga memancing ikan di aliran Tukad Badung, Denpasar yang sedang berbuih, Sabtu (16/3) kemarin. Kondisi ini terjadi akibat air Tukad Badung telah mengalami pencemaran dari berbagai limbah, baik limbah rumah tangga maupun industri.
Dihantam Gelombang Tinggi
Nelayan Terombang-ambing 13 Jam Amlapura (Bali Post) Akibat dihantam gelombang pasang setinggi 2-4 meter saat mencari ikan di tengah laut, perahu milik seorang nelayan, I Nyoman Radin (36), asal Banjar Dinas Tirta Sari, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem mengalami rusak parah. Korban terombangambing di rumpun di tengah laut selama 13 jam. Korban baru dapat dievakuasi oleh tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD Karangasem, Sat Polair Polres Karangasem selama tiga jam yakni pukul 10.00 wita, Sabtu (16/3) kemarin. Korban berhasil dievakuasi dengan kondisi selamat. Dalam pencarian tersebut dilakukan oleh puluhan petugas. Pencarian korban ke tengah laut menggunakan satu kapal patroli milik Sat Polair Karangasem dan satu rubber boat milik Basarnas. Proses pencarian oleh petugas sekitar tiga jam. Sebab, kondisi gelombang di tengah laut sangat tidak bersahabat. Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengevakuasi korban. Tapi, setelah melakukan pencarian selama tiga jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi ke bibir pantai. Setelah turun dari kapal, korban disambut isak tangis haru oleh pihak keluarga. Ipar korban, Ni Ketut Musti, mengatakan, korban melaut untuk mencari ikan pada Jumat malam pukul 20.00 wita. Kata dia, dirinya mendapatkan informasi dari seorang nelayan bila jukung korban terhempas akibat diterjang gelombang tinggi pukul 24.00 wita. “Yang ngasi saya informasi adalah nelayan lain Ketut Arsana,” ucapnya. Dia menjelaskan, setelah mendapatkan informasi, dirin-
ya bersama keluarga yang lainnya sempat panik. Pasalnya, dirinya belum mendapatkan informasi keadaan korban setelah perahunya dihantam gelombang di tengah laut. “Saya dan keluarga sempat panik. Kaena saya baru dapat informasi dini hari tadi bahwa korban masih selamat bertahan di rumpon di tengah laut. Setelah itu saya baru sedikit lega. Sementara itu, korban I Nyoman Radin menuturkan, dirinya berangkat melaut sekitar pukul 20.00 wita. Kata dia, saat berangkat menuju ke tengah laut cuaca masih bagus. Tapi, jelang satu kilometer dari lokasi untuk mencari ikan, tiba-tiba cuaca buruk, angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 3-4 meteran. Saat itu, gelombang besar langsung menghantam perahunya hingga ceik depan dan belakang patah dan terbalik di tengah laut. ”Saya berangkat untuk mencari ikan tidak sendirian, melainkan dengan nelayan yang lain sebanyak tujuh orang. Di tengah laut, perahu saya
EVAKUASI - Petugas Gabungan saat mengevakuasi korban dari tengah laut. dan nelayan lainnya yang tujuh orang ini sempat bergandengan. Tapi, karena gelombang tinggi menerjang perahu, akhirnya tali putus sehingga perahu saya dengan perahu nelayan yang lainnya berpisah. Karena dihantam dan saya terjatuh ke laut. Karena rumpun dekat sekitar 10 meter, saya yangsung berenang menuju rumpon untuk menyelamatkan diri,” jelasnya. Dia menuturkan, dirinya di rumpun terombang-ambing selama 13 jam. Di rumpun dirinya ditunggui oleh Nyo-
man Pasek dan Nonok. “Saya ditunggui keponakan sampai pagi. Setelah itu, langsung datang petugas gabungan dan langsung mengajak saya ke pesisir,” papar Radin. KBO Sat Polair Karangasem, Ipda Made Darsa mengungkapkan, jika selama pencarian pihaknya memang menemukan sejumlah kendala. Pasalnya, saat melakukan pencarian di tengah laut gelombang tinggi mencapai 2-4 meter dan anginnya cukup kencang. Hanya, berkat keyakinan dan kerja keras, akhirnya korban ber-
BPM/kmb41
hasil ditemukan dalam kondisi selamat. ”Kita temukan korban di jarak 18 mil atau sejauh 40 kilometer dari bibir laut. Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka, mengatakan, pihaknya turun untuk melakukan pencarian sekitar pukul 07.00 wita. Kata dia, penemuam korban di rumpon. “Petugas gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban ke bibir pantai pukul 10.00 wita dalam kondisi sehat,” jelas Eka. (kmb41)
Lomba Ajeg Bali di SMPN 3 Denpasar
Diduga Terpeleset, Berharap Bisa Diakomodasi di Jalur Prestasi PPDB Seorang Kakek Ditemukan Tewas
BPM/sue
JAUK MANIS - Kepala SMPN 3 Denpasar, Wayan Murdana, bersama peserta lomba jauk manis pada HUT ke-40 SMPN 3 Denpasar.
Denpasar (Bali Post) Semua ruang kelas dan aula di SMPN 3 Denpasar, Sabtu (16/3) kemarin, dipadati siswa SD dan masyarakat. Mereka antusias mengikuti berbagai lomba bernuansa ajeg Bali serangkaian HUT ke-40 SMPN 3 Denpasar. Lomba ini sudah menjadi agenda tahunan bagi SMPN 3 Denpasar yang dikenal dengan sebutan Spentri. Waka Kesiswaan Spentri, I Wayan Sumiara, mengungkapkan lomba ajeg Bali yang digelar meliputi lomba melukis, masatua Bali, menulis aksara Bali, pidarta dan masatua Bali, membaca puisi, macepat, jauk manis dan makendang tunggal, magender wayang, ngerindik dan tari Bali. Lomba ini melibatkan 247 seniman cilik SD se-Bali. Para peserta mengaku antusias mengikuti lomba jika meraih juara berharap bisa diterima langsung di SMPN 3 Denpasar. Namun saying, aturan juknis Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tak mengatur soal hasil lomba oleh sekolah kecuali para juara Porjar dan Porseni. Hal ini dibenarkan Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi., padahal
siswa yang juara di akademis dan non-akademis benar-benar teruji untuk tim olimpiade, LKTI serta Porseni Kota Denpasar. Untuk itu, dia berharap kuota 5 persen jalur prestasi di PPDB juga diserahkan perekrutannya oleh sekolah sesuai dengan hasil lomba. ‘’Lomba ini kan hasilnya objektif, mestinya ikut diakui apalagi yang direkrut sesuai keperluan sekolah,’’ tegasnya. Murdana yang juga Ketua MKKS SMP Kota Denpasar ini mengatakan jika tahun ini tak bisa diakomodir, pada PPDB tahun depan bisa dipikirkan. Demikian juga untuk tingkat SMA-SMK, sehingga lomba HUT sekolah benar-benar diikuti secara serius. Pada bagian lain, lomba ajeg Bali ini guna memperkuat pendidikan karakter siswa dan mendukung Denpasar sebagai kota budaya. Bahkan materi lomba, kata dia, disesuaikan dengan materi di PSR Kota Denpasar sehingga secara langsung bisa dijadikan ajang pemanasan bagi SD di Denpasar sebelum terjun ke PSR. Makanya dia mengatakan ajang ini juga sebagai evaluasi hasil pembinaan ekstra seni budaya di SD. (025)
Tabanan (Bali Post) I Wayan Mereg, kakek berusia 71 tahun asal Banjar Dinas Pinge, Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Sabtu (16/3) kemarin, ditemukan tergeletak di sebelah sungai atau Tukad Yeh Kajang, dalam kondisi sudah meninggal dunia. Dari informasi yang dihimpun korban memang kerap hilang dari rumah dan dalam kondisi sakit. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta menerangkan, sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 03.00 wita, anak korban bernama I Nyoman Kantun Arimbawa (48) mendengar suara batuk-batuk korban dari dalam kamar, habis itu ditinggal tidur sekitar pukul 06.00 wita anak korban ngecek keberadaan korban di kamarnya ternyata sudah hilang, sehingga anak korban bersama keluarga berpencar mencari keberadaan korban. Sekitar pukul 11.30 wita, korban ditemukan oleh warga bernama Made Suardana sudah dalam keadaan terlentang di atas jembatan Pura Beji kepala menghadap ke barat namun saksi tidak dapat mengecek kondisi korban dan saksi langsung menyampaikan kepada anak korban selanjutnya bersama-sama menuju TKP. Setelah dicek oleh anak korban, ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan bekas luka di kepala bagian belakang diperkirakan akibat jatuh dan berbenturan dengan beton. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban dan keluarga korban sudah mengikhlaskan karena sudah lama sakit dan sering hilang dari rumah dan menolak dilakukan autopsi. “Umurnya sudah lansia jadi ketika berjalan diduga terpeleset lalu jatuh dan ada luka di kepala korban,” jelasnya. Dengan kondisi korban yang kerap kali hilang dan sudah sakitsakitan, keluarga sudah mengikhlaskan korban, menolak untuk dilakukan autopsi dan segera akan dilakukan proses penguburan. (kmb28)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Wisuda Ke-130
Unud Lepas 1.179 Wisudawan SEBANYAK 1.179 wisudawan dilepas Rektor Universitas Udayana (Unud) pada acara wisuda ke-130, Sabtu (16/3) kemarin di Gedung Auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran. Para wisudawan tersebut dari jenjang Doktor 24 orang, Magister 126 orang, Spesialis 40 orang, Profesi 165 orang, Sarjana 797 orang, dan Diploma 27 orang. Sehingga jumlah keseluruhan Unud memiliki alumni hingga kini sekitar 90.094 orang. Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng., menyampaikan laporan bahwa jumlah wisudawan kali ini didominasi kaum perempuan yang jumlahnya 637 orang, sedangkan wisudawan laki-
laki 542 orang. Dengan ratarata IPK 3,63 untuk kaum perempuan dan rata-rata IPK laki-laki 3,48. Selain itu, lama studi yang ditempuh wisudawan perempuan lebih singkat dibandingkan wisudawan laki-laki. Pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor berharap agar melalui pendidikan yang telah ditempuh, para wisudawan tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan saja, tetapi juga mampu berkehidupan yang cerdas dengan tata krama yang santun dan berguna bagi masyarakat. Dalam sambutan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K), menyampaikan bahwa sebagai institusi pendidikan, Unud terus giat berbenah agar
menghasilkan lulusan yang profesional, unggul, mandiri, dan berbudaya. Baik melalui tata kelola, sumber daya, pelaksanaan Tri Dharma maupun peningkatan sarana prasarana. Serta selalu berupaya mendorong fakultas untuk memotivasi mahasiswanya agar dapat lulus tepat waktu. Program internasionalisasi telah dilakukan melalui pembinaan beberapa program studi untuk mengikuti sertifikasi internasional, seperti AUN-QA. Unud juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi baik dalam maupun luar negeri untuk mendukung program tersebut. Selain itu, Unud secara berkesinambungan memberikan bekal dalam pengem-
WISUDA - Rektor Unud mewisuda sejumlah lulusan terbaik pada wisuda ke-130 di Auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (16/3) kemarin.
bangan soft skill mahasiswa melalui Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan serta Inkubator Bisnis. Ini merupakan langkah nyata agar para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi menjadi pencipta lapangan kerja. Pusat pengembangan karier dan kewirausahaan juga telah menggelar Udayana career days. Ini merupakan bursa lowongan kerja bagi alumni melalui kerja sama dengan beberapa perusahaan swasta yang membutuhkan tenaga kerja. Sebagai upaya dalam memperoleh umpan balik dari para alumni untuk perbaikan serta pengembangan kualitas dan sistem pendidikan, Unud sendiri menggelar tracer study. Rektor Unud menambahkan, nantinya setelah kembali ketengah-tengah masyarakat diharapkan para wisudawan senantiasa taat dan setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, negara dan pemerintahan Republik Indonesia. Serta mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni demi kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Selalu menjaga martabat dan nama baik almamater, bekerja keras, tekun, tertib, disiplin, jujur, objektif dan penuh rasa tanggung jawab. Mampu menjadi SDM yang unggul, mandiri dan tentunya berbudaya. Dengan kopetensi yang dimiliki mampu bersaing dan terus mengembangkan diri. Memiliki rasa tanggung jawab atas keilmuan, menekankan pentingnya nilai-nilai yang berkaitan dengan ahklak dan moral. Hal itu karena budaya akademik adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. (ad453)
Pemerintah Kolombia akan Kunjungi Bali Denpasar (Bali Post)Pemerintah Kolombia dalam waktu dekat berencana melakukan kunjungan resmi ke Bali. Termasuk bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mempererat hubungan. Hal ini disampaikan Duta Besar Kolombia Juan C. Valencia saat menemui Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Tamu Gubernur, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/3) lalu. Menurut Juan, di bulan Maret ini ada sebanyak 27 wali kota se-Kolombia yang berencana untuk melakukan studi banding ke Bali.
Kemudian pada bulan April giliran Menteri Luar Negeri (Menlu) Kolombia Maria Angela Holguin yang akan melihat Bali dari dekat. Rencana kunjungan Menlu Kolombia ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Kolombia yang sedang mendorong orange economy atau ekonomi kreatif. Bali dinilai sebagai salah satu daerah yang berhasil mengembangkan ekonomi kreatif dengan sangat baik. “Beliau (Menlu Kolombia) ingin melihat Ubud dan berkunjung ke destinasi-destinasi wisata lain yang berhasil di Bali,” ujarnya. Juan menambahkan, pemerintah
Kolombia juga ingin belajar bagaimana mengelola ecotourism. Ke depan Bali juga diharapkan bisa melakukan kerja sama sister city dengan salah satu destinasi wisata andalan di Kolombia, yakni Kota Cartagena. Cartagena adalah salah satu destinasi wisata yang terletak di kepulauan Karibia yang terkenal dengan bangunan bersejarah. “Kita ingin sama-sama belajar tentang pariwisata,” jelasnya. Di bidang pendidikan, lanjut Juan, pemerintah Kolombia juga menawarkan untuk memberikan kursus bahasa spanyol gratis selama empat
bulan untuk masyarakat Bali. Tahun lalu program ini sudah dijalankan di ITB. Jika bisa dilakukan di Bali, tentu dapat menambah keterampilan para pemandu pariwisata di Pulau Dewata. Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana kedatangan tamu negara ke Bali. Ia menyatakan akan dengan senang hati bertemu dengan Menlu Kolombia pada bulan April mendatang. “Sebuah kehormatan dan saya pasti akan menerima kedatangan beliau di pulau dewata ini,” kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. (kmb32)
Sinyal 4G LTE Smartfren Selimuti Pantai Pandawa Bali
MELIHAT tingginya industri pariwisata di Bali, khususnya di kawasan wisata Pantai Pandawa, Kabupaten Badung, Bali, PT Smartfren Telecom, Sabtu (16/3) mengumumkan hadirnya jaringan 4G LTE Smartfren di lokasi tersebut, sebagai bagian dari dukungannya terhadap industri pariwisata Bali. Hal ini sekaligus sebagai kelanjutan dari komitmen Smartfren untuk ikut serta mensukseskan program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. “Setelah sebelumnya, kami melakukan beberapa kegiatan, seperti sosialisasi terkait anti kantong plastik, anti hoax, anti narkoba, dan anti internet boros untuk mendukung program pemerintah daerah Bali. Kali ini kami kembali melakukan tindakan nyata dengan hadir di pantai Pandawa Bali, tentunya dengan hadirnya Smartfren, kami harapkan dapat membantu industri pariwisata di Bali semakin berkembang,“ ujar Michael Yoe, Region Head Bali Smartfren. Smartfren juga menghad-
irkan beragam pilihan paket yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan industri pariwisata, misalnya menghadirkan kartu khusus bagi masyarakat Bali, serta program gratis sekeluarga. Dimana pelanggan baru cukup membeli satu kartu perdana GSM Super 4G Kuota 30 GB dan langsung berhak mendapatkan maksimal hingga tiga kartu perdana Bali. “Dengan hadirnya produk ini, tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat Bali untuk mempromosikan kekayaaan wisatanya,” tambah Roberto. Kehabisan kuota? Jangan khawatir, Smartfren juga menyediakan beragam pilihan paket isi ulang dengan kuota super besar “Super 4G Kuota”, mulai dari “Super 4G Kuota” 10 GB, seharga Rp 30.000,-. “Super 4G Kuota” 16 GB, seharga Rp 40.000,-. “Super 4G Kuota” 30 GB, seharga Rp 60.000,-, dan “Super 4G Kuota” 60 GB, seharga Rp 100.000,-. Pelanggan Smartfren di Bali dilayani lewat tiga galeri Smartfren yang berada di Jalan Pulau Kawe, Sunset Road, dan juga Singaraja.
Seperti diketahui, PT Smartfren Telecom Tbk (IDX:FREN) merupakan salah satu perusahaan penyedia layanan telekomunikasi terdepan di Indonesia untuk segmen ritel dan korporat. Smartfren mulai beroperasi di Indonesia sejak tahun 2011. Pada tahun 2015 Smartfren berinovasi dengan meluncurkan layanan 4G LTE Advanced pertama di Indonesia, sekaligus menjadi operator 4G terdepan yang memiliki jangkauan 4G LTE terluas di Indonesia saat ini. Di awal tahun 2016, Smartfren kembali mencetak sejarah sebagai perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang menyediakan layanan Voice over LTE (VoLTE secara komersial). Serta menjadi perusahaan komunikasi yang memiliki jaringan 4G LTE Advanced terluas di Indonesia. Smartfren menawarkan beragam produk serta layanan data dan suara, solusi bisnis dan layanan digital. Smartfren merupakan salah satu unit dari kelompok usaha Sinarmas. (bns)
Perbaiki Kabel Tewas Tersetrum Listrik Tabanan (Bali Post)Diduga kurang berhatihati saat bermaksud hendak memperbaiki kabel listrik yang tertimpa pelapah kelapa, Ni Made Sitiari, petani asal Banjar Dinas Dayang, Desa Mundeh Kauh, Sabtu (16/3) tewas tersetrum. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta menerangkan, dari keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian atau sekitar pukul 08.30 wita korban diketahui hendak membeli minyak goreng ke warung terdekat.
Namun saat melintasi lokasi kejadian atau sekitar 50 meter sebelah utara dari rumah korban, korban melihat ada kabel listrik tertimpa pelapah kelapa. Diduga saat itu korban hendak memperbaiki kabel yang tertimpa pelapah tersebut, namun korban kurang hati-hati dan justru memegang bagian kabel listrik yang robek. Sehingga tanpa sengaja kawat tembaga yang masih teraliri listrik dipegang oleh tangan kiri korban yang menyebabkan korban tersengat listrik.
Seketika korban pun roboh, sampai akhirnya ditemukan oleh salah seorang warga Desak Nyoman Yulia Prapti Ningsih yang saat itu kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Melihat ada sosok tergeletak, saksi pun berusaha mendekat dan setelah mengetahui kondisi korban dan mengenal korban, ia pun menyampaikan kepada orangtua korban dan suami korban. Dengan bantuan beberapa warga masyarakat korban dibawa ke Puskesmas Selbar, namun
oleh petugas Puskesmas disampaikan bahwa korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya pelapor menyampaikan peristiwa tersebut ke Polsek Selemadeg Barat. “Korban kurang berhatihati dan memegang kabel hingga tersetrum listrik,” ucapnya. Dan pihak korban menyatakan keberatan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan menerima kejadian ini sebagai musibah. (kmb28)
BPM/kmb
PUJAWALI - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat pujawali dan Mendem Padagingan, Sabtu (16/3) di Pura Dalem Bagawan, Banjar Bagawan, Kecamatan Denpasar Selatan.
”Pujawali” di Pura Dalem Bagawan Pedungan Dihadiri Wawali Denpasar
LISTRIK - Lokasi korban tewas tersetrum listrik.
BPM/ist
Denpasar (Bali Post)Warga Banjar Bagawan Kecamatan Denpasar Selatan menggelar upacara Pujawali Melapas dan Mendem Padagingan, Sabtu (16/3). Pelaksanaan puncak upacara di-puput Ida Padanda Bang Buruan dari Geriya Muding Sari Denpasar. Persiapan upacara sudah di laksanakan oleh warga masyarakat sejak jauh hari sebelum puncak acara ini digelar. Tampak sejak pagi warga masyarakat dengan berpakaian adat telah bersiap melaksanakan rentetan puncak upacara. Tampak juga ditampilkan Tari Topeng Wali. Prosesi puncak acara ini dihadiri Wakil Wali Kota (wawali) Denpasar IGN Jaya Negara, serta tokoh masyarakat desa setempat. Wakil Wali Kota Jaya Negara menyambut baik pelaksanaan upacara dan
berkesempatan untuk mendem padagingan di dua palinggih yang di pelapas. Diharapkan dari pelaksanaan upacara ini warga setempat dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Semoga pelaksanaan upacara ini sesuai harapan kita bersama dalam meningkatkan sradha bhakti dan manyama braya warga desa setempat,” ujar Jaya Negara. Sementara Ketua Panitia pelaksana upacara Pujawali Made Sutama mengatakan, bahwa pelaksanaan upacara Melapas lan Mendem Padagingan bertepatan dengan piodalan pada rahina Tumpek Kandang, Sabtu kemarin. Dari pelaksanaan upacara ini, pihaknya bersama warga pangempon Pura Dalem memiliki tujuan untuk dapat secara bersamasama meningkatkan rasa
manyama braya dan rasa pasemetonan hingga memohon kesuburan dan kerahayuan jagat. “Kita berharap dalam pelaksanaan upacara ini dapat meningkatkan peraketan pasemetonan, salulunglung sabayantaka, pakedek pakenyem,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, bahwa pelaksanaan upacara ini juga memiliki harapan warga pangempon pura dapat turut serta dalam mendukung pembangunan di Kota Denpasar. Pihaknya bersama warga masyarakat juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkot Denpasar yang turut serta dalam mendukung pelaksanaan upacara ini. Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat pangempon Pura Dalem ini dapat tercapai sesuai tujuan dari pelaksanaan upacara ini. (kmb12)
4
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Presbiopia
MATA adalah salah satu organ yang cukup vital pada tubuh manusia dan termasuk salah satu indera penglihatan. Beberapa gangguan terhadap penglihatan banyak terjadi, mulai dari gangguan ringan hingga gangguan yang berat yang dapat mengakibatkan kebutaan. Gangguan penglihatan yang pasti akan dialami oleh setiap orang adalah gangguan penglihatan akibat usia lanjut, yaitu presbiopia atau dikenal sebagai mata tua. Presbiopia adalah termasuk dalam gangguan refraksi, dimana gangguan refraksi yang tidak terkoreksi merupakan gangguan penglihatan terbanyak di seluruh dunia, diikuti oleh katarak dan glaukoma. Presbiopia adalah gangguan akomodasi akibat lensa mata menjadi kaku pada usia lanjut, yaitu umumnya mulai terjadi sejak usia 40 tahun. Yang dimaksud dengan gangguan akomodasi lensa di sini adalah gangguan kemampuan lensa untuk mencembung, sehingga bayangan sinar yang masuk ke mata dapat jatuh tepat pada retina. Pada waktu melihat dekat, misalnya membaca buku, jarak objek yang dilihat kurang lebih 30 cm. Ini membutuhkan perubahan kelengkungan lensa, agar bayangan yang masuk ke mata membuat fokus jatuh tepat pada retina. Proses Proses melihat dimulai saat mata menangkap cahaya yang memantul dari suatu objek. Cahaya tadi akan menembus selaput bening mata (kornea), dan diteruskan ke lensa yang terletak di belakang selaput pelangi (iris). Kemudian, lensa akan meneruskan cahaya agar fokus ke retina, yang akan mengubah cahaya menjadi sinyal
listrik. Sinyal listrik ini akan dikirim ke otak, yang akan memproses sinyal menjadi sebuah gambar. Lensa mata dikelilingi otot yang bersifat elastis, sehingga bisa mengubah bentuk lensa untuk memfokuskan cahaya. Namun seiring bertambahnya usia, otot di sekitar lensa mata akan kehilangan elastisitasnya dan terjadi gangguan kontraksi otot siliaris. Kondisi mengerasnya otot-otot lensa itu lah yang menyebabkan presbiopia. Lensa menjadi kaku dan tidak bisa berubah bentuk, membuat cahaya yang masuk ke retina tidak fokus. Presbiopi berkembang secara bertahap, karena itu seseorang kadang baru menyadari gejalanya mulai usia 40 tahun. Gejala yang dirasakan oleh seseorang yang menderita presbiopia adalah penglihatan kabur ketika melihat dekat, setelah membaca terasa lelah, mata berair, dan sering terasa perih, membaca dilakukan dengan menjauhkan kertas yang dibaca, dan terdapat gangguan pekerjaan terutama pada malam hari dan perlu sinar lebih terang untuk membaca. Kondisi Presbiopia tidak dapat dicegah, tetapi kondisi ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh dan diberikan kacamata dengan lensa koreksi yang sesuai dengan usia penderita. Kacamata merupakan koreksi kelainan
Gangguan Penglihatan Akibat Usia Lanjut
BOLA MATA - Struktur bola mata normal dan presbiopia. refraksi yang paling aman dan sederhana. Jenis lensa dan besar yang diberikan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan. Alternatif koreksi kelainan refraksi selain kacamata adalah lensa kontak, atau prosedur bedah refraktif.
Tetap Fit di Usia 50 Tahun
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
SEHAT dan bugar milik kita semua. Betapa tidak, hanya dengan melakukan latihan ringan setiap pagi sebelum berangkat beraktivitas maka kebugaran tubuh tetap terjaga dari waktu ke waktu.Cukup dengan menggerakkan otot lengan, kaki, pinggang dan betis dengan hitungan semampunya
serta diiringi musik pilihan yang sedang ngetren agar latihan jadi mengasyikkan. Janganlah menghentakkan gerakan agar terhindar dari cedera, namun lakukan dengan rileks bersama keluarga. Baiklah ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ibu Agung Suci dari Lala Studio.
3
2
Gb. III : Untuk lengan dan paha, kedua kaki tutup rapat dan sedikit ditekuk, sedangkan lengan kanan lurus ke samping kiri dan siku lengan kiri ditekuk dan menahan lengan kanan. Tahan pada 1x8 hitungan setelah itu rileks sebentar dan ulangi hingga beberapa kali.
Gb. I : P o s i s i b e r d i r i t e g a k dengan kedua kaki dibuka dan kedua lengan lurus ke atas sambil menarik napas sedalam mungkin,lalu turunkan kedua lengan sambilmengeluarkan napas. Lakukan beberapa kali hingga terasa oksigen sudah cukup untuk tubuh.
1
Gb. II : Tetaplah berdiri namun dengan berat badan bertumpu pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan lurus menyerong ke arah kiri dan kedua siku lengan ditekuk depan dada. Gerakkan kaki kanan ke arah samping kanan setelah itu kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan hingga 2x8 hitungan setelah itu lakukan juga pada kaki satunya dengan hitungan yang sama pula.
Kupon Dengan melakukan gerakan yang sederhana namun dilakukan dengan rutin dan rileks maka kebugaran tubuh tetap jadi milik Anda serta salam bugar dari Lala Studio.
Kisara
Pro Pacaran - Pacaran itu adalah proses mengenal seseorang dan juga belajar untuk mengatur emosi dan bekerja sama. Nah, jika kamu berpacaran sehat maka banyak banget manfaat yang bisa kamu ambil, loh! - Prestasi belajar semakin meningkat. Kok bisa? Ya bisa dong kalau kamu pacarannya positif dan saling mendukung satu sama lain untuk menjadi versi terbaik dari diri kalian masing-masing! Misalnya nih, kamu menikmati waktu
diatas. Apabila sudah didiagnosis presbiopia oleh dokter, wajib untuk kontrol setiap 2 tahun sekali untuk mengetahui apakah terdapat perubahan ukuran lensa koreksi. ldr. Ayu Diah Permatasari, S. Ked.
Sifilis, Berbahayakah? Sifilis adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi ini biasanya didapat melalui kontak langsung dengan luka atau cairan tubuh yang terinfeksi sifilis dalam aktivitas seksual. Luka bias terdapat di bagian tubuh mana saja, namun paling sering pada alat kelamin, area mulut, dan anus. Selain itu, penyakit ini juga menular secara transplasental dan tranfusi darah, serta pernah dilaporkan pemakaian jarum suntik bersama. Setiap tahun, diperkirakan enam juta kasus baru sifilis secara global pada usia 15-49 tahun. Setelah kontak dengan individu yang terinfeksi sifilis, diperlukan waktu 10-90 hari biasanya tiga minggu untuk menimbulkan gejala. Terdapat beberapa stadium sifilis; sifilis primer, sekunder, laten, dan tersier. Gejala awal disebut dengan sifilis primer yang ditandai dengan adanya luka datar merah kehitaman pada kulit ataupun alat kelamin yang kemudian berkembang menjadi luka dengan dasar bersih dan tepi menonjol yang disebut chancre. Lesi ini tidak nyeri bila tidak ada trauma. Kadang ditutupi oleh lapisan kekuningan. Luka ini dapat membaik3-6 minggu tanpa pengobatan dan 1-2 minggu bila diobati dan sembuh tanpa bekas luka. Pada 60%-70% kasus sifilis primer terdapat pembesaran kelenjar getah bening yang tidak nyeri. Sekunder Sifilis sekunder terjadi akibat penyebaran parasit ke seluruh tubuh sehingga muncul keluhan yang lebih banyak. Pada stadium ini terdapat lesi pada kulit dan mukosa yang sering disertai pembesaran kelenjar getah bening dan adanya pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan sifilis. Lesi pada kulit dan mukosa memiliki bentuk yang beraneka ragam, dapat berupa bercak kemerahan yang
mendatar maupun menonjol tidak gatal di tubuh, tangan, kaki, telapak tangan dan telapak kaki, lidah, wajah, sekitar anus, alat kelamin; bercak kemerahan yang bersisik, adanya kebotakan dengan pola tertentu seperti gigitan ngengat. Stadium ini dapat diikuti oleh stadium laten atau tanpa gejala dengan adanya hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan sifilis dan belum pernah diobati. Bukan berarti infeksi hilang, namun tidur untuk sementara, setelah 2-3 tahun akan berkembang ke fase tersier. Stadium Sifilis tersier adalah stadium yang paling berbahaya, ditandai dengan adanya lesi peradangan pada berbagai organ tubuh, seperti jantung,saraf, tulang, mata, telinga, kulit dan struktur lain yang disertai bukti laboratorium yang menunjukkan sifilis. Dapat terjadi kerusakan pada otak, gangguan pada mata, pendengaran. Kerusakan pada tulang rawan hidung. Pemeriksaan untuk mengetahui adanya sifilis ada berbagai macam, salah satunya adalah tes serologi. Tes ini untuk mengetahui reaksi tubuh terhadap parasit yang masuk. Tes serologi dapat berupa tes serologi untuk non treponema, seperti VDRL (Veneral Disease Research Laboratory) dan RPR (Rapid Plasma Reagin) yang menjadi reaktif 4-5 minggu setelah infeksi dan tes serologi untuk treponema, seperti TPHA (T.pallidum Haemagglutination test), TPPA, MHA-TP, EIAs, FTA-ABS. Terapi terhadap sifilis tidak hanya ditujukan kepada individu yang menderita sifilis tetapi juga kepada pasangan seksualnya. Infeksi ini dapat dicegah dengan tidak melakukan hubungan seksual yang berisiko, skrining terhadap ibu hamil karena bayi juga dapat tertular sifilis dari ibu yang mengidap sifilis. ldr. Luh Gede Melia Puspita Sari
4 Gb. IV : Dengan posisi yang sama dengan gb. III, kedua lengan ditekuk dan jari-jari saling berkaitan lalu tarik kedua siku lengan ke arah kanan hingga terasa tarikan pinggang kiri setelah itu lakukan arah kebalikannya, yaitu tarikan pinggang kanan. Lakukan bergantian kanan dan kiri pada beberapa kali hitungan.
SIFILIS - Sifilis adalah salah satu penyakit infeksi menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh Treponema pallidum. Infeksi ini biasanya didapat melalui kontak langsung dengan luka atau cairan tubuh yang terinfeksi sifilis dalam aktivitas seksual.
Pacaran Itu Penting
“Hai Sahabat Kisara. Perkenalkan namaku Isvara berumur 19 tahun dengan status single sejak lahir. Nah, aku pengen nanya ke sahabat Kisara nih. Menurut sahabat Kisara, pacaran itu penting gak sih? Sekian dari aku. Mohon dijawab. Terima kasih!” Hai Isvara. Terima kasih sudah mengiriman pertanyaanmu ke Kisara ya. Nah sekarang mari kita bahas seputar pacaran. Dikutip dari ensiklopedia Indonesia, pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang biasanya berada dalam rangkaian tahap pencarian kecocokan menuju kehidupan berkeluarga yang dikenal dengan pernikahan.
Oleh karena presbiopia dapat diderita oleh siapa saja, terutama saat usia lanjut yaitu usia diatas 40 tahun, alangkah baiknya melakukan pemeriksaan ke dokter spesialis mata, apalagi jika sudah mengalami gejala-gejala yang sudah disebutkan
pacaran dengan belajar, jalan-jalan ke perpustakaan, mencoba hal-hal baru yang menambah wawasan kalian. - Memiliki teman sharing yang dipercaya. - Pacaran selain diajak senang-senang, juga bisa diajak berbagi cerita sedih atau kesal, lo. Kamu bisa cerita ke pacar kamu apa aja masalah atau hal-hal yang kamu sedang lakukan atau kata lainnya curhat ke pacar. Kedengarannya asik, kan? Hal ini juga baik untuk kesehatan kamu karena kamu jadi gak memendam masalahmu sendiri. Sayangnya kalau masalahnya itu karena pacar ya repot juga, ya! Eits, tapi kalau masalahnya sama pacar, ingat untuk berkomunikasi terbuka sama doi ya, gak usah pakai kode-kodean! - Memiliki banyak teman dan pergaulan. Saat kamu memiliki pacar yang beda sekolah ataupun kampus, tentu saja kamu akan menambah teman dari seko-
lah/kampus yang berbeda, kan? Apalagi kalau hobi kalian beda, makin luas lagi tuh pergaulan kalian! - Memiliki motivator setia! Nah, pacar juga bisa jadi motivator, loh! Dia bisa menyemangati kamu untuk tetap berusaha dan tidak menyerah untuk menggapai impian-impian kamu. Jadi semangat, ya? - Merasa disayangi dan belajar menyayangi. - Pacaran itu berarti kita belajar untuk menyayangi dia dan menerima kasih sayang dari dia. Intinya disayangi dan menyanyangi. Kedengarannya sih gampang, padahal itu susah loh. Kamu akan belajar untuk memperhatikan dan peduli dengan orang lain dan bahkan kamu akan belajar untuk lebih mencintai dan menyayangi diri kamu sendiri, loh! Kok bisa? Iyap, karena dalam proses menyayangi orang lain kita pasti akan sadar bahwa kita juga butuh dan wajib menyayangi diri kita sendiri. Kalau belum sayang sama diri sendiri, memang bisa sayang sama orang lain?
Kontra Pacaran Kalau ada yang setuju pacaran pasti ada juga yang gak setuju sama pacaran. Ya, kan? Eh tapi gak apa-apa sih, karena setiap orang kan punya pendapatnya masing-masing. Nah beberapa kerugian kalau kamu pacaran, apalagi pacaran yang tidak sehat : - Prestasi akan menurun Kalau ini kebalikan sama manfaat pacaran, ya. Kenapa bisa prestasi menurun? Ya bisa saja kalau pacar kamu memberi kamu pengaruh yang negatif. Misalnya, saat pacaran dia hanya ngajak kamu main games, jalan-jalan, makan, dan nonton tanpa pernah ngajak belajar bareng ataupun ngasih kesempatan untuk kamu belajar. - Pergaulan jadi sempit Dampak buruk pacaran apalagi kalau pacar kamu seseorang yang protektif tentu saja pergaulan kamu jadi semakin sempit. Ke sini gak boleh, ke sana gak boleh, ke mana-mana harus ditemani sama pacar. Huft, bete deh! Nah sahabat Kisara kalau cari pacar harus yang mau memberi ruang
untuk berkembang ya, bukan yang selalu membatasi kamu. - Seks Berisiko . Saat kamu dan pacar kamu salah menafsirkan arti cinta dengan hubungan seksual maka pacaran sangat berdampak negatif buat kamu. Jadi carilah pacar yang memiliki visi dan misi yang sama, ya! - Stres dan Emosional. Kalau pacar kamu bisanya bikin kesal saja ya wajar kamu jadi stres ya. Tetapi kamu harus ingat bahwa komunikasi itu sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi dan emosi di antara kalian. - Boros Pacaran pasti gak bisa dipungkiri lagi kalau kalian jadi sering jalan-jalan atau menghabiskan waktu dengan pacar, kan? Pasti kalian juga akan keluar uang untuk kegiatan-kegiatan tersebut. Kalau kalian gak bisa kontrol pengeluaran kalian untuk pacaran, kalian bisa jadi boros dan gak bisa nabung deh untuk diri kalian sendiri. Jadi, ingat berhemat, ya guys! Itu dia beberapa pro dan kontra pacaran ya sahabat Kisara.
5
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Capricorn Bersikaplah tegas dan tak perlu memberi toleran kepada orang yang jelas-jelas menginjak harga diri Anda. Tak perlu takut akan risiko yang akan Anda tanggung, untuk itu belajarlah mandiri dengan tidak terlalu menggantungkan harapan pada orang lain dan di minggu inilah saat yang baik untuk Anda memulainya. Mengenai keuangan meski lagi tersendat tetapi itu bukan berarti seret, karena masih harus sabar menunggu dana yang macet. Asmara: Apa ruginya berkorban demi kebahagiaan si dia selama itu tidak menyalahi dari norma-norma ketimuran. Aquarius Rintangan masih tetap saja menghambat laju karier dan bisnis Anda. Pertahankan motivasi Anda jangan sampai mengalami penurunan karena bagaimanapun juga langkah Anda ke depan masih sangat panjang dan penuh dengan liku-liku. Di minggu ini pemasukan masih terbilang lancar walaupun kebutuhan cukup tinggi, agar harapan Anda bisa menjadi kenyataan maka mau tidak mau Anda harus lebih banyak berhemat lagi. Asmara: Jangan lari dari kenyataan yang ada, terbuka saja kepadanya. Pisces Pertahankan langkah dan metode yang telah Anda pergunakan selama ini, karena kenyataannya cukup sesuai dengan kondisi sekarang ini sehingga sangatlah disayangkan jika Anda memakai metode baru yang tentunya harus dimulai dari awal lagi. Mengenai pemasukan masih stabil dan tidak sampai memusingkan. Bila ada keinginan membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda agar tak mengalami masalah di kemudian hari. Asmara: Jangan terus menerus memarahinya dengan omongan yang keras bahkan menjurus kasar. Aries Jangan keburu nafsu untuk mendapat keuntungan besar, semua itu ada temponya yang harus dijalani dengan kesabaran dan ketenangan. Sedikit banyak keuangan Anda akan terganggu karena munculnya kebutuhan mendadak yang tak Anda sangka sebelumnya, meskipun income masih lumayan lancar di minggu ini. Asmara: Jagalah keharmonisan percintaan Anda berdua dengan selalu berbuat yang terbaik dan menyenangkan bagi kedua belah pihak. Taurus Posisi perbintangan Anda di minggu ini tampak pada posisi yang bagus dan menguntungkan sehingga tak heran jika banyak muncul order-order baru yang tak Anda sangka sebelumnya. Pemasukan yang Anda harapkan dapat terealisasi di minggu ini, tinggal bagaimana Anda mengalokasikannya dengan benar dan tak sampai terjadi pemborosan. Asmara: Apa gunanya mempercayai ucapan dari luar sana sedangkan kebenarannya belum tentu bisa dipegang. Gemini Saat ini perbintangan Anda ibaratnya lagi melalui jalan berliku-liku yang kanan kirinya adalah jurang yang sangat dalam. Ini pertanda bahwa Bintang Gemini harus bisa menahan diri, jangan menuruti emosi biarkan segalanya berjalan apa adanya yang penting Anda tetap yakin dengan langkah yang Anda jalankan saat ini. Asmara: Si dia sangat menarik hati dan pikiran Anda, sehingga wajar saja jika sulit untuk menghilangkan bayang-bayang wajahnya. Cancer Perbintangan Anda di minggu ini masih mujur dan beruntung, yakinlah dengan suara hati yang muncul, tak perlu ragu jika hati sudah merasa pas dan optimis. Mengenai keuangan, tak terlalu memusingkan karena memang ada dana berlebih yang bikin hati tenang dan damai. Asmara: Tak perlu berdebat terus hanya karena omongan yang tak prinsip dan tidak ada untungnya itu. Leo Masih ada kerikil-kerikil tajam yang cukup mengganggu perjalanan Anda. Untuk itu sekalipun di atas kertas rencana Anda dapat berjalan dengan mulus, sebaiknya Anda juga mengantisipasi faktor x yang mungkin bisa timbul secara mendadak. Asmara: Cintanya cukup tulus, untuk itu positive thinking sajalah dan hilangkan segala pikiran buruk mengenai dirinya. Virgo Di minggu ini keuangan masih lancarlancar saja dan tidak ada hambatan yang memusingkan, bila ingin spekulasi juga tidak ada masalah. Jangan frustasi! langkah Anda ke depan masih jauh dan cukup banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Tetaplah optimis dan yakin bahwa langkah Anda telah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada. Asmara: Binalah komunikasi sebaik mungkin agar kemesraan tetap terjalin dengan baik. Libra Jangan menyepelekan persoalan yang muncul di minggu ini, ada baiknya segera diselesaikan jangan sampai kemakan waktu yang tentu saja akan semakin sulit untuk diselesaikan. Optimislah bahwa Anda akan bisa meraih hasil lebih di minggu ini karena masih banyak order yang bisa Anda kerjakan. Asmara: Debat mulut masih sulit untuk dihindari dan itu semua kembali kepada diri Anda, mau tidak mengalah agar hubungan bisa terjalin mesra lagi. Scorpio Perlihatkan mental juara Anda, buat apa takut menghadapi tantangan sekalipun itu cukup berat. Maju terus pantang mundur, yakinlah bahwa hanya dengan kerja keraslah maka kesempatan Anda untuk meraih sukses tetap terbuka lebar. Asmara: Dekati keluarganya agar hubungan Anda dengannya tetap terjalin aman-aman saja. Sagitarius Di minggu ini ada saja pengeluaran yang harus Anda lakukan sekalipun income masih cukup tinggi. Untuk itu cobalah berpedoman pada anggaran yang telah disusun, jangan terlalu mengikuti keinginan hati jika tak ingin pusing ke depannya nanti. Asmara: Jika si dia lagi ngomel sebaiknya Anda diam saja, tak perlu menanggapinya agar suasana bisa mencair kembali.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 17 - 23 Maret 2019
Menjadi ”Monyet” dan ”Kucing” di Tangan Tuhan Sarva-dharman parityajya mam ekam saranam vraja Aham tvam sarva-papebhyo moksayisyami ma sucah (Srimad Bhagavad-gita 18.66)
Redaktur Khusus
“Tinggalkanlah perlindungan pada segala kewajiban dharma tetapi berlindunglah sepenuhnya hanya satu kepada-Ku. (Maka) Aku akan membebaskan engkau dari segala dosa, dan janganlah khawatir.”
weda
Sloka bagian akhir dari Bhagavad-gita ini sangat penting diberikan perhatian khusus. Ia menjanjikan pembebasan dari segala dosa dan mengantarkan abdi Tuhan pada pembebasan kekal abadi atau moksa. Akan tetapi, jika orang salah mengartikan atau memahami, terlebih jika memahami hanya berbekal kamus Bahasa Sanskerta-Inggris, maka pastilah arti, makna dan pemahaman menjadi sangat berbeda bahkan bertentangan arah. Bisa jadi orang akan mencurigai dirinya diarahkan oleh Bhagavad-gita untuk meninggalkan segala agama dengan mengutip “sarva-dharman parityajya”, mengingat kata dharma pada umumnya diterjemahkan sebagai agama, padahal bukan. Kata dharma mengandung pengertian sangat luas dan mendalam. Orang diarahkan agar tidak terlalu terikat pada kewajiban-kewajiban material, sebaliknya agar berlindung penuh hanya pada Tuhan Yang Satu, Tuhan Yang Esa. Penekanannya adalah penyerahan diri sepenuhnya di Kaki Padma (Carana Paduka) Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, tanpa syarat. Setiap orang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan. Ada banyak cara dianjurkan untuk menyerahkan diri kepada Hyang Parama Iswara, Tuhan Yang Maha Kuasa. Berbagai perguruan spiritual dan/atau sistem filsafat Veda mengajarkan hal yang sama tetapi dengan cara yang berbeda-beda.
Beberapa perguruan bahkan mengajarkan teknikteknik spiritual secara lebih mendetail berupa penjelasan dan paparan ajaran spiritual yang sangat langka, tinggi, sakral serta mendalam. Secara umum, semua akhirnya sampai pada titik puncak, yaitu: menyerahkan diri sepenuhnya di bawah Kaki Padma Tuhan Yang Maha Esa. Itulah kunci spiritualitas untuk mengarahkan praktik spiritual mencapai kemajuan sempurna di dalam pencarian Kebenaran Sejati. Banyak istilah Sanskerta dipergunakan untuk menyebutkan penyerahan diri totalitas pada Tuhan, antara lain Atmanivedanam, Atmasamarpanam, Prapatti, Saranagati, dan lain-lain. Ada 2 contoh menarik diberikan di sini perihal bagaimana cara berserah diri sepenuhnya pada Tuhan, yaitu: satunya dinamakan Markatanyaya atau Markata-kisora-nyaya (logika monyet), sedangkan satunya lagi dinamakan Marjara-nyaya atau Marjara-kisoranyaya (logika kucing). Selain sebutan Vanara, monyet juga disebut Markata. Bayi monyet (Markata Kisora) menggelayut memegang eraterat badan ibunya, dan ibu monyet dengan santai melompat di atas pohon dari satu ranting ke ranting lainnya, seolah-olah ia abai menjaga anaknya. Bayi monyet memegang ibunya dengan kuat, erat dan penuh keyakinan bahwa ia selamat dalam naungan ibunya. Di lain pihak, ibu monyet kelihatan santai, seolah-
olah tidak menghiraukan anaknya yang menggelayut dan memegang badannya. Analogi itu adalah contoh pertama tentang cara penyerahan diri “Atmasamarpanam” kepada Tuhan, dikenal sebagai Markata-kisora-nyaya (logika bayi monyet). Pada penyerahan diri Markata-kisora-nyaya, abdi Tuhan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan tanpa memikirkan hal-hal lain selain kepasrahan kepada-Nya dan berpegang erat-erat pada Tuhan, seperti apa yang dilakukan bayi monyet pada induknya, yaitu berpegang erat-erat pada badan ibunya. Bayi monyet tidak pernah meninggalkan pegangannya dan ia merasa aman berpegang (baca: berlindung penuh) pada ibunya. Demikian pula abdi Tuhan merasa aman dalam berlindung dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Contoh kedua adalah Marjara-kisora-nyaya atau logika kucing. Anak kucing tidak melakukan apa-apa, sama seperti ibu dari bayi monyet yang juga tidak melakukan apaapa dan membiarkan bayinya dengan susah payah berpegang erat pada badannya. Pada Marjarakisora-nyaya terjadi sebaliknya. Ibu Kucing akan mencengkeram bayinya dengan mulutnya. Meskipun anak-anak kucing dipegang dan dicengkeram oleh mulut ibunya, tepatnya oleh gigi induknya, namun mereka merasa nyaman dan aman. Cengkeraman mulut Ibu Kuc-
WAKYA Darmayasa
ing ternyata memberikan rasa aman dan nyaman kepada bayi kucing. Demikian, ada dua cara untuk tetap berlindung penuh pada Tuhan, yaitu: Tuhan memegang kita (1), atau kita yang berpegangan erat pada Tuhan (2). Keduanya sama tetapi juga berbeda. Ketika sraddha, bhakti dan penyerahan diri sepenuhnya terjadi maka kedua logika tersebut menjadi sama arti, makna dan tujuan. Perbedaan terjadi ketika sraddha, bhakti dan penyerahan diri belum menjadi kuat serta belum matang totalitas. Khususnya pada Markata-kisora-nyaya, ketika manusia berusaha memegang Tuhan maka kecendrungan pengingkaran bisa terjadi. Begitu manusia mendapatkan nama, harta dan jabatan atau kesenangan-kesenangan material lainnya maka ia bisa berpaling serta melepaskan pegangannya dari Tuhan. Sebaliknya, jika Tuhan yang memegang abdi-Nya, sekuat apa pun sang abdi berusaha untuk melepaskan diri dari Tuhan, sama sekali ia tidak akan pernah berhasil melepaskan dirinya karena Tuhanlah yang memegang dia, menjaga, memelihara dan melindungi insan-Nya secara sempurna. Perumpamaan di atas merupakan contoh yang sangat baik tentang cara berserah diri totalitas kepada Tuhan, sepenuhnya tanpa rasa takut. Namun, oleh karena keterbatasan sebagai insan manusia maka orang akan merasa Tuhan itu sangat jauh. Orang tidak bisa meme-
gang (berlindung pada) Kaki Padma Tuhan dengan cara yang seharusnya dilakukan. Orang akan kelihatan seolah-olah menyerahkan diri, berlindung atau memegang Kaki Padma Tuhan hanya ketika dia menghadapi kedukaan dan masalah-masalah. Penyerahan diri yang benar bukanlah penyerahan diri pada keadaan duka saja. Dalam suka dan dalam duka orang harus tetap menyerahkan diri kepada Tuhan, tanpa syarat dan batasan dalam bentuk apa pun. Ketika sedang berduka dan menghadapi masalah berat maka orang seolaholah menyerahkan diri pada Tuhan. Itu merupakan hal yang normal atau biasa. Akan tetapi, ketika sedang dalam keadaan suka, senang, sukses dalam segala tugas dan pekerjaannya, maka orang akan tetap berlindung pada Kaki Padma Tuhan. Itulah penyerahan diri totalitas yang murni yang dinamakan Atmasamarpanam, Atmanivedanam, Prapatti atau Saranagati. Orang hendaknya tidak menyerahkan diri pada Tuhan secara berpurapura, yaitu menyerahkan diri kepada Tuhan hanya ketika mengalami tantangan, cobaan dan masalah-masalah. Orang harus memastikan dirinya benar-benar menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dalam segala keadaan tanpa syarat dalam segala bentuk, baik dalam suka maupun dalam duka. Orang yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan dalam suka atau pun dalam duka (sukham va yadi va duhkham), menerima semua dan segala dalam kesadaran yang sama, maka dia disebut sebagai seorang Yogi Utama (sa yogi paramo matah). Demi pencapaian halhal atau tujuan material orang tidak akan mampu menyerahkan diri
sepenuhnya pada Kaki Padma Tuhan. Penyerahan diri totalitas yang dinamakan Atmasamarpanam sama sekali tidak ada hubungan dengan hal-hal atau tujuan-tujuan material. Secara spiritual orang hendaknya menyerahkan diri 101% pada Tuhan karena itulah penyerahan diri yang sesungguhnya. Setiap orang hendaknya berusaha menjadikan diri sebagai orang yang tepat dan layak untuk dipegang oleh Tuhan seperti induk kucing yang memegang anak-anaknya. Dalam hal ini, Tuhan tidak akan memberikan karunia khusus tanpa alasan kepada orang, kecuali kepada orang suci bijaksana yang memiliki kesucian dan kemampuan spiritual luar biasa, seperti para Maharesi, Yogi, Tapasvi, dan Muni. Secara umum, Tuhan tetap memberikan karunia kepada setiap makhluk-Nya tanpa diskriminasi sedikit pun. Namun, untuk dapat dipegang secara khusus oleh Tuhan, orang perlu mempersiapkan diri menjadi orang yang layak (supatra) menerima karunia khusus tersebut dari Hyang Karuna Sindhu, Tuhan Lautan Karunia. Penyerahan diri terjadi semasih abdi Tuhan menempatkan kesadarannya dalam kedudukan seimbang bernama tatastha. Jika menyimpang dari kesadaran tatastha maka ia akan menganggap diri sebagai pelaku (Karta), lalu menjadilah ia penikmat (Bhokta). Atma yang menjadi Karta dan Bhokta akan terperangkap dalam jala khayalan bernama Mayajala dalam putaran suka-duka dan pahit-manis kehidupan material silih berganti tanpa henti. Penyerahan diri Marjarakisora-nyaya atau pun Markata-kisora-nyaya tidak akan pernah terjadi pada diri penikmat duniawi, Karta atau Bhokta.
MIMBAR AGAMA
Rezeki Seorang Rendah Budi Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) Manusia sebagai makhluk sosial yang hidup bermasyarakat, hidup adalah mengemban Firman Suci Tuhan, mengembangkan benihbenih kebajikan menjadikan hidup ini bermakna berperilaku sebagai insan berbudi luhur, bukan menjadi seorang Rendah Budi. Seorang insan berbudi luhur menuntut diri sendiri, seorang rendah budi hanya menuntut orang lain (Kitab Sabda Suci Jilid XV Ayat 21). Dalam tiap kesempatan seorang rendah budi akan selalu berusaha mencari keuntungan dengan
berbagai alasan. Kadang-kadang terhindar dari tanggung jawab memperoleh sesuatu yang bukan menjadi haknya. Saat menerima pembayaran uang pengembalian bisa saja kurang alasan tidak ada uang receh, dalam tugas pelayanan sering kali ogah-ogahan, malas harus ada imbalan ekstra dengan alasan sibuk dan sebagainya. Minta imbalan sering kali merasa kurang, gaji tidak cukup lalu dengan berbagai cara berbuat curang, berlaku licik termasuk memperdaya orang, termasuk mengharapkan belas kasihan orang lain, lalu menjadi pengemis dengan meninggalkan pekerjaan yang ada. Mengapa? Karena penghasilan menjadi pengemis lebih besar. Inilah jalan pintas yang dianggap lebih menguntungkan, demikian pula dengan kelicikan memperdaya orang
lain agar dapat memperoleh sesuatu, pura-pura lupa dan lalai dalam memenuhi tugas dan kewajiban. N a b i b e r s a b d a : Seorang Rendah Budi tidak mempunyai rasa malu, tidak Berperi Cinta Kasih dan tidak takut tidak berdasar kebenaran. Tanpa melihat keuntungan tidak mau peduli, ia tidak akan memperbaiki diri kalau tidak diperingatkan. Dengan peringatan-peringatan kecil ia akan hati-hati terhadap larangan-larangan yang besar itu menjadi rezeki orang yang Rendah Budi (Kitab Perubahan Babaran Agung V Ayat 37) Seorang Rendah Budi bukan saja inkar dari Jalan Suci, tetapi sangat hina dan menjatuhkan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang seharusnya hidup mengemban Firman
Tuhan dan mengembangkan benih-benih kebajikan mencerminkan Watak Sejati. Yang mana berarti telah menyia-nyiakan Karunia Pemberian Tuhan. Hanya segitulah Rezeki Seorang Rendah Budi , yang sepintas nampak mudah diperoleh dan selalu lancar tetapi hanya terbatas sekadar mempertahankan hidup. Kong Du Zi bertanya: Semua ialah manusia mengapa ada yang menjadi orang besar dan ada yang menjadi orang kecil? Meng Zi menjawab: Orang yang menurutkan bagian dirinya yang besar akan menjadi orang besar, yang hanya menurutkan bagian dirinya yang kecil akan menjadi orang kecil. Ada kemuliaan Karunia Tuhan dan ada kemuliaan pemberian manusia, cinta kasih, kebenaran, satya, dapat dipercaya dan gemar akan kebaikan
dengan tidak merasa jemu itulah kemuliaan Karunia Tuhan, Kedudukan Raja Muda , Menteri, Pembesar itulah pemberian manusia. Orang Jaman Dahulu Membina Kemuliaan Karunia Tuhan dan Kemudian Memperoleh Kemuliaan Pemberian Manusia. Orang Jaman Sekarang Membina Kemuliaan Karunia Tuhan Untuk Mendapat Kemuliaan Pemberian Manusia, Lalu Dibuanglah Karunia Pemberian Tuhan. Sungguh Tersesatlah Jalan Pikirannya Karena Akhirnya Ia Akan Kehilangan Semua ( Kitab Mengzi Vi Ayat 16 ). Oleh karena itu selaku insan manusia janganlah lupa akan Karunia Tuhan yang mana: Hidup sebagai insan berbudi luhur, atau ingkar dari Jalan Suci hidup dengan Rezeki Seorang Rendah Budi. Shanzai
Semut Mendahului Hobbes S e ca r a a l a m i a h , m a nusia bukanlah makhluk sosial! Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri, selalu mengejar kesenangan maksimal, sebaliknya menghilangkan apa pun yang tidak disukainya. Termasuk memusnahkan apa saja yang menghalanginya untuk meraih kesenangan. Segala cara digunakan agar hidup senang, kendati harus merampas kesenangan orang lain. Karakter alami ini melahirkan ungkapan, homo homini lupus, manusia adalah srigala bagi manusia lainnya. Renungan yang berasal dari konsep Thomas Hobbes tentang manusia merasuki benak Rubag pada hari Nyepi lalu, kendati dia berencana puasa berpikir atau amati kayun. Ternyata otak otonom, tidak bisa diperintah oleh apa pun, sehingga berpikir tidak bisa dilarang. Meskipun hari itu dia tidak bisa ngobrol dengan orang lain, dia berdialog dengan otaknya sendiri. Sebenarnya dia ingin
brolan BALE BANJAR ARIDUS merefleksi diri mengingat usianya sudah berkepala tujuh, seturut tema Nyepi sebagai hari mulat sarira. Tapi otaknya secara otoriter menyodorkan pikiran Hobbes, ikhwal manusia. Mungkin saja otaknya mengkhawatirkan kecenderungan manusia akhir-akhir ini yang kembali rindu pada sifat alami. Padahal hobi manusia untuk saling melenyapkan seperti di Era Barbar sudah diredam oleh lahirnya Kontrak Sosial dan Negara Modern. Bahkan dengan kesepakatan berda-
mai dan hidup bersama secara harmonis serta saling tolong, manusia lalu diberi predikat makhluk sosial. Itulah yang mencegah manusia terlibat dalam perang antara semua melawan semua atau bellum omnium contra omnes dan tidak mengikuti jejak dinosaurus dan mamooth yang punah. Episentrum konflik sosial dan politik di dunia adalah manusia, begitu adagium yang dilontarkan Hobbes. Itu disebabkan oleh nafsu yang menjadi sumber gerak manusia, yang sering diwujudkan atas bantuan akal dan kepintaran. Sayang, untuk menyalurkan libidinal, akal budi kerap tidak diikut-sertakan sehingga sering berujung konflik, bahkan perang. Bahayanya, nafsu adalah benda abstrak yang bersegi banyak. Salah satu segi nafsu yang menimbulkan konflik dan bila dibiarkan berkembang menjadi perang adalah hasrat untuk dihormati dan bila mungkin, ditakuti. Itu disebut megalomania, yang di Bali diungkapkan dengan adigang,
adigung, adiguna! Merasa paling besar, paling terhormat dan paling berguna, sedangkan orang lain dianggap inferior atau golongan rendahan. Celakanya, sikap megalomania dianggap merupakan puncak kesenagan atau kebahagiaan tertinggi, menyebabkan pengidap virus ini menjadi makhluk asosial. Rupanya otak Rubag mencatat dan menyimpan di slot memorinya kalau virus megalomania mengalami pandemic belakangan ini. Berdalih menggunakan hak demokrasi, hujatan, fitnah dan kabar bohong disemburkan nyaris tanpa jeda dan di sembarang tempat. Pengidap megalomania merasa diri sangat berkuasa dan punya privelese untuk menstigma saingannya atas nama demokrasi. Ironisnya, ketika ujaran kotor dibalas , kendati dengan bahasa lebih sopan, seketika Si Megalom menganggap dirinya dizalimi dan segera melapor ke pihak berwajib. Playing victim menjadi semacam mode akhirakhir ini, sehingga hamba
hukum jadi sibuk merngurus hal-hal yang lucu. Padahal akal budi mewanti-wanti setiap orang, bila tidak ingin dicubit, jangan mencubit duluan. Saat menggagas konsep negara agar manusia tidak bertindak anarkhis dan mau menang sendiri, Hobbes menulis buku panduan bertajuk ‘Leviathan‘. Di situ ada risalah yang mewanti-wanti orang yang bersikap megalomania. Alam membuat semua manusia sama dalam kemampuan fisik maupun inteligensi. Orang yang tampak paling lemah pun punya kemampuan untuk membunuh yang paling kuat dengan muslihat tertentu atau bersekutu dengan orang lain untuk melakukannya. Agaknya semut mendahului Hobbes langsung dengan praktek tanpa teori. Nyelusup ke lubang kuping gajah sehingga hewan raksasa tersebut mampus dengan kepala pecah akibat dibentur-benturkan ke pohon dan batu karena telinganya gatal disengat semut.
Bali
6
Redité Umanis, 17 Maret 2019
Ogoh-ogoh Mabulu Lontar
Bencingah
Nyinahang Kawéntenan Aksara Bali ring Pakraman TETAMIAN budaya saking para panglingsir patut setata kalestariang mangda nénten ical. Indiké punika sampun kamargiang ring Bali utamanipun sané marupa basa, aksara, miwah sastra Bali. Lontar sané madaging antuk makudangkudang sastra agama wiadin tutur lan tattwa sané wénten ring pakraman taler kauratiang saha kabecikang malih mangda kahananipun setata becik tur prasida sué tuuhnyané miwah katamiang daging sastra lewihnyané. Yéning dumun, don lontar kawigunayang sarana masesuratan, nangi n g ring masané mangkin don lontar kawigunayang makarya makudangkudang pariindikan. Minakadi sarana makarya pepayasan, makarya penjor, miwah sarana seni sané kadagingin antuk sesuratan maksara Bali. Sinalih tunggilnyané prasida kapanggihin ring ogoh-ogoh gegarapan ST. Dharma Sentana, Br. Babakan, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung sané mamurda “Saraswati Prajapati”. Wangunnyané marupa Ida Bhatari Saraswati antuk kalih rupanipun ngamedalang lontar madaging sastra tur ngamedalang Banaspati Raja sané mabulu lontar saha masurat antuk basa Bali sané magenah ring ajeng Saraswati. I Putu Arif Suciawan, S.Pd., manggalaning Sanggar Segitiga Sama Kaki taler “konséptor” lan angga sekaa ST. Dharma Sentana puniki maosang, ngaryanin
Nguratiang Dasar lan Tetujon
MAKARYA seni patut setata kamargiang antuk pikayunan liang saha alon-alon sinambi sumeken nguratiang indik dasar-dasar seni mangda napi sané kakaryanin prasida nganutin sakadi sané kaaptiang. Sakadi punika pidabdab sané kamargiang I Putu Arif Suciawan, S.Pd. sané setata mapikayunan yéning ngamedalang pakaryan utawi gegarapan seni minakadi ogoh-ogoh ring Br. Babakan, Canggu satmaka nyarengin pidabdab “ujian akhir”. Samian pakaryan patut kamargiang antuk manah liang sada alon-alon, nanging patut sumeken. Minakadi tatkala ipun sareng sekaa teruna ring banjarnyané makarya ogoh-ogoh “Saraswati Prajapati”, ring Banaspati Raja sané magenah ring arepnyané punika madaging antuk kancut sané tatkala kacingak wantah kancut biasa kémanten. Nanging nagingin kancut punika napi malih nagingin rerajahannyane, sinah patut urati ring dasar taler tetujon sané sampun kapastikayang. Mangda napi sané kadagingin nénten ngawag satmaka ulah-ulah kakaryanin kémanten saha ngawinang wangun ogoh-ogoh inucap nénten pangus, nénten becik sakadi napi sané sampun kaaptiang. Ipun malih nartayang, minakadi ring wangun lontar sané makebat taler madaging api ring arep kalih Saraswati, punika majanten kakaryanin antuk dasar lan tetujon sané sampun kapastikayang. Kasidhian sastra tan bina sakadi api utawi “energi” sane madaging ring sajeroning sastra miwah niyasa saking Prajapati. “Satios punika, tiang taler nyinahang utawi ngawigunayang makudang-kudang wangun sanjata ring Saraswatinyané sané taler kaambil saking makudang-kudang dasar. Rumasuk sanjata trisula asibak sané tatkala karereh dasar ipun manut saking katattwan ring India wantah jakti kabakta olih Ida,” asapunika manggalaning Sanggar Sama Kaki puniki nartayang. (was)
ogoh-ogoh madaging antuk bulu saking lontar masurat Aksara Bali punika matetujon nyinahang tur ngajegang kahanan Aksara Bali ring pakraman utamanipun ring para yowana sawewidangan Banjar Babakan, Canggu, Kuta Utara. Mangda makasami uning tur éling malih indik nyurat Aksara Wianjana utawi Anacaraka malarapan antuk parikrama nyurat Aksara Bali ring bulu lontarnyané. Parindikan nyurat punika akéhan kamargiang olih para truni taler alit-alit SD miwah SMP sawewidangan banjar irika. Sané kasurat ring don lontar inucap luiré lengkara utawi kruna sané kapikayunin antuk Aksara Bali, dados aran soang-soang, pangapti miwah sané siosan pinaka jalaran malajah nyurat Aksara Bali. “Ngaryanin ogoh-ogoh mabulu lontar satmaka pidabdab tiang sareng sekaa nyinggihang saha nyuksmayang kawéntenan lontar inucap. Duaning lontar wantah sarana sané mabuat, madaging antuk kaweruhan. Napi malih wénten sané kadulurin antuk upakara tatkala lontar katedunang,” baosnyané. Akéh don lontar sané kawigunayang pinaka bulun ogoh-ogoh Banaspati Raja, Arif Suciawan maosang akéhnyané 5000 bidang. Kasuratin antuk Aksara Bali olih sekaa truni miwah alit-alit sané nyarengin nyurat prasida muputang don lontar kantos 100 bidang nyabran wengi. Sangkaning punika, parikrama masesuratan sané pinih sué. Kapuputang kantos kalih minggu tur manados pidabdab sané pinih méweh ring parikrama makarya ogoh-ogoh inucap. Sios saking nyurat , sinah jagi kagenahang ring awak ogoh-ogohnyané tur tatkala wénten kasinahang bolong patut katémpélin malih antuk don lontar sané samput masurat. Napi malih tatkala bulu lontar inucap kasinahang kirang adung sareng agem Banaspati Raja, sinah bulu-bulu inucap kalepas saha jagi kajumunin kapasang ring pangawaknyané. Soroh lontar sané kawigunayang makarya bulu punika, ipun maosang wantah akidik ngawigunayang ental Bali duaning durung masannyané sinah méweh kapolihang. Sangkaning punika, lontar sané kawigunayang wantah lontar Sumbawa miwah lontar Madura sané akéhan kapanggihin tur dangan katumbas. “Yadiastun ngawigunayang don lontar tur kasurat antuk Aksara Bali, nénten ngawinang ogoh-ogoh puniki tenget, duaning aksara sané kawigunayang wantah aksara Anacaraka antuk sesuratan kruna lan lengkara sané biasa. Duaning sampun kajantenang mangda nénten madaging antuk sesuratan aksara, kruna utawi lengkara sané katengetang ring pakraman,” Arif Suciawan nugesang. (was)
Wangun Ogoh-ogoh
Ngamedalang Tattwa Kadasarin Antuk Sastra Agama SAKADI mangkiné, ogohogoh sampun manados pakaryan seni sané jagi kapanggihin tur kakaryanin oleh para yowana nyanggra rerainan Nyepi. Ogoh-ogoh inucap raris kabakta ngiterin sawewengkon banjar wiadin désanyané soang-soang. Ring kahananné mangkin, ogoh-ogoh taler kamedalang sajeroning parikrama lomba sané kabiji ring sahananing wangun, pepayasan miwah makudang-kudang kahanan tiosan. Sakéwanten, tios ngambil makudang-kudang referensi, makudang-kudang wangun ogoh-ogoh sané sayan akéh punika taler kakaryanin ma-
dasar antuk makudang-kudang tattwa sastra agama. Kahanan punika nyinahang yéning ogohogoh ring kahananné mangkin nénten dados pakaryan seni kémanten, nanging pinaka sarana ngicénin paplajahan wiadin niwakang tattwa indik filsafat lan teologi Agama Hindu. Punika sané kasinahang saking ogoh-ogoh sané mamurda “Saraswati Prajapati”. Nyinahang sapunapi prabawa Saraswati sané matiosan saking sané ketah kapanggihin ring pakraman utawi sekolah. Indiké punika kabaosang Arif Suciawan kapolihang saking sastra lontar sané kaicén olih
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1. biuh
1.
biyu;,
banyak
2. biyur
2.
biiyu(,
gempar
3. biyut
3.
biyut/,
kacau
4. blabar
4.
bÞb(,
banjir
5. bobab
5.
ebobb/,
bohong
6. bodri
6.
ebodÎi,
sombong
7. bogolan
7.
eboegoln/,
narapidana
8. bongol
8.
eboe\ol/,
tuli
9. boya
9.
eboy,
bukan
10. brana
10. bÎn,
kekayaan
sawitranyané sané taler tatas teleb ring sastra lontar saking wewidangan Kesiman. Madasar punika raris kamedalang kalih wangun Saraswati sané mabinayan. Kapertama, Saraswati sané marupa anak istri jegég, makta genitri, miwah sané siosan manut saking kahanan sané ketah kapanggih ring pakraman pinaka niyasa saking kalewihan. Malih siki, wangun Saraswati sané kasinahang ring dasar sastra marupa Ida Hyang Saraswati aéng tur macaling taler malinggih ring Prajapati pinaka pamralina. Ring arep kekalih Saraswati punika kawangun ogoh-ogoh
marupa Banaspati Raja, nyama pinih raket saking soang-soang jadma. Manut sakadi sané munggah ring Lontar Barong Swari, Banaspati Raja katunasang ring Prajapati mangda kayun tedun nyengker jagaté sami tatkala rauh grubug wiadin mrana ring carik miwah ring pakraman. Tatkala punika medal Ida Sang Banaspati Raja nyomya sahananing mrana tur kaon sawewidanganné irika. Punika mawinan Banaspati Raja ketah kakaryanin dados patapakan sesuhunan ring pura saha kasungsung olih pakraman antuk tetujon mangda ledang Ida nreptiang jagaté.
Napi malih ring sasih tenget, sinah Ida kaaturang napak pertiwi tur mamargi malancaran sawewidangan banjar miwah desa. “Tetuek saking ogoh-ogoh mabulu lontar puniki wantah tatkala kramané becik ngaci tur nyiwi Ida Hyang Saraswati saha becik nelebang paican Ida marupa kaweruhan, sinah kaweruhan punika jagi tumurun tur manados panyengker sané nyagra padéwékan iragané utawi kramané soang-soang tan bina Banaspati Raja nyengker kahanan jagaté mangda setata rahayu,” baosnyané. Tetuek tiosan sané kasinah-
ang saking wangun ogoh-ogoh sané ketah madaging antuk sesuratan kruna taler lengkara antuk Aksara Bali, tattwa indik rwabinédha utawi kalih pariindikan sané mabinayan nanging setata madampingan nénten prasida kapasahang ring sekancan daging jagaté asapunika taler ring kaweruhan. Tatkala kaweruhan katedunang tur kaicén ring jadma, kaweruhan punika kahanannyané wantah “netral” tur nénten becik miwah nénten kaon. Santukan becik lan kaon kaweruhan punika nganutin sapunapi krama sané kaicén waranugraha inucap mapari-
Dura désa
krama. Parindikané punika sané meled kasinahang saking kalih soroh prabawa Ida Hyang Saraswati punika. “Sakadi dasar sastra sané kaicén ring titiang, tatkala kaweruhanné tumurun tur kaicénin, becik utawi kaonnyané jagi nganutin saking sapunapi pikayunan wiadin pidabdab krama sané nunas paica inucap. Punika wantah cihna yéning rwabinédha setata saling jangkepin. Sangkaning punika patut pisan kapanggihin kawéntenan makekalih inucap mangda nénten ngawinang kahananné kaon tur saling gulgul,” Arif Suciawan maosang. (was)
”Perang Api” Dresta Hindu ring Lombok sané Kantun Kalestariang
AKÉH dresta/tradisi Hindu sané wénten ring sawewidangan Indonesia. Nénten wantah ring Bali, ring dura Bali minakadi ring Lombok taler madué dresta sané setata kamargiang nyabran warsa. Krama Hindu ring Lombok madué dresta sané mawasta “Perang Api”. Dresta Perang Api sané kamargiang pantara kalih banjar krama Hindu ring Cakranegara puniki sampun kamargiang turun tumurun saking abad kaping 16 saha kukuh kalestariang kantos mangkin. Dresta Perang Api utawi masiat api puniki wantah sinalih tunggil dresta sané kamargiang turun tumurun olih krama Hindu ring Lombok mapaiketan ring raina Nyepi. Dresta puniki ketah kamargiang risampuné
parade ogoh-ogoh utawi ring raina Pangrupukan nyoréang. Dresta puniki ketah kamargiang ring pasimpangan Tugu Tani, Kota Mataram. Perang Api puniki kamargiang olih kalih pupulan krama Hindu, pantara krama Hindu ring wewidangan Negara Sakah nglawan krama Hindu ring wewidangan Sweta. Sareng kalih sekaa puniki pacang saling siatin ngawigunayang senjata “bobok” (danyuh mapesel) sané kaborbor. Siat inucap kakawitin yéning bobok sané kabakta sampun kaborbor. Yéning sampun wénten krama sané nyerah kalah, pasiat inucap pacang kapuputang olih para pecalang. Yadiastun makanten sakadi mamusuhan, saling siatin, saling borbor, nanging samian krama sané ngamargiang
dresta Perang Api puniki nénten wénten sané mauyutan, nénten wénten saling cureng. Sami adung masameton, manyamabraya. Risampuné dresta inucap wusan kamargiang, krama sané nyarengin pacang mawali budal antuk rasa masameton sané sayan raket. Manut kapercayan umat Hindu ring Lombok, Perang Api matetuek pinaka panulak bala, nyomya Bhutakala saha sahananing reget ring jagaté puniki. Masiat ngawigunayang api kapalih santukan api nyinahang rasa semangat. Satios punika, Perang Api puniki kamargiang matetujon nyuciang jadma saking kahanan kaon sané wénten ring soang-soang angga, pamekasnyané sadurung ngamargiang Catur Brata Panyepian.
Pamargin Perang Api puniki taler nénten ngawag kamargiang. Krama sané nyarengin dresta inucap patut becik nyayagayang angga. Nénten madué pikayunan kaon pacang mencanén krama tiosan. Santukan punika, sadurung Perang Api kakawitin, para pecalang nyelehin bobok sané kabakta krama mangda nénten madaging piranti-piranti mangan sané
prasida mencanén krama. Majalaran dresta inucap, krama kaaptiang madué pikayunan sané ning suci nirmala taler kadohang saking sekancaning mala. Umat Hindu ring Lombok taler ngaptiang, dresta sané kamargiang turun tumurun puniki tetep lestari saha kapikukuhang pinaka cihna ngrumaketang rasa manyamabraya. (pusdat/ berbagai sumber)
Redité Umanis, 17 Maret 2019 DITU di dagang bakso babiné. Yadiastun ramé anaké mablanja, nanging sepi karasa. Pasliwer anaké macelep lan pesu tusing runguanga. Suung mangmung kenehné. Puyung…. Ibi sanja kurnané ajak ngorta tusing pati rungu. Tusing ada pajalan. Seed baan nakonin tuah mendep. Sebeté, Jengahé…. Tileh, kurnané tusing rungu. Men kudiang? Suba tusing nyidayang ngulehang, ené pajalan ané lakar laksanayang. Sambil makembeng-kembengan yéh paningalanné Luh Ani, ia enu tileh negak marep kelod. Luh Ani negak di tegakan paling kangina. Bakso ané suba pesena enu tileh. Kondén maan kacicipin. És juuk di duur méjané kanti suba meliah ulian és batuné suba telah. Luh Ani paling, kenehné inguh. Tangkahné runtag. HP-né enu tileh gisina. Ada nomer WA lakar hubungina, nanging Luh Ani kondén ngetik apa-apa. Enu tileh nomer lan foto anak muani ngenah di layar HP-né. Luh Ani enu inget tekén omongan pisagané tatkala déwékné tedun ngayah di désa. “Mihhh kondén nyai nyidayang ngelah panak? Tusing bekung miribang nyai? Suba telung tiban ngantén kayang jani kondén ngelah buah pitresnan anaké makurenan.” Omongan pisagané ento tusing nyidayang baana ngengsapang. Tusing pisaga di désa dogén ngomong kéto. Nyama dadia lan banjarané patuh patakoné. Apa buin nuju kundangan patakoné ané patuh. Pragat nakonang unduk ngelah panak. “Apa dadi tagiang apang énggal ngelah panak. Apa ngelah panak patuh tekén meju, mara sakit basangé lantas pesuang. Mula saja tusing ngelah sikut anaké matakon. Tusing ngitungang kénkén keneh anaké ané tusing nyidayang ngelah panak takonin kéto. Tusing sebet kenehné? Tusing kabilbil anaké? Apa buin misi ngorahang bekung. Apa mirib jlemané ané matakon tusing naar nasi, kanti tusing ngelah sikut lan papineh lakar matakon?” Magejulan basangné Luh Ani yén suba ada matakon kéto. Nanging makejang ento yéning dadi baan engkebanga. Edot saru-saruanga. Ulian bes sesainé anaké matakon buka kéto, kéweh pesan nyaruang. Apa buin Luh Ani mula ngedot pesan ngelah panak. Ada ajaka ngedumang sebet lan liang. Ada anggona nyaruang sebet kenehné. Sawiréh panak ento satmaka ubad. Panak ento kasugihan ané tusing nyidayang baan nyambatang. Lega lan liang pesan kenehé yén teka uling magaé suba pagpaga ngajak panaké. Amun encén kenyelé yén suba panaké ada di sampingé, prajani ilang. Apa buin rasa sebet lan pakéweh idupé. Yadiastun idupé tuara baan arta brana, yén suba tepuk panaké seger tur setata liang ento satmaka jiwa pramana idup. Men, kakéné idupé tusing ngelah panak apa artiné? Arta brana ané gelahang lan tambunang tusing ada ajiné. Luh Ani inget dugasé mara ngantén mula tusing kadasarin baan beling malu. Luh Ani ajak kurnané mula ngaptiang ngelah panak suputra. Sawiréh panak ané suputra ento wit uling kama bang lan kama petak ané suci. Smertiné tuah kama bang lan kama petak ané suba kaupacarain lan kasuciang baan mantra Sang Dwijati. Suba maan natab byakala tur maan upasaksi uling tri upasaksi. Apang pajalan nangun grhastha asrama saja maan restu. Tusing cara pajalan anaké ngantén buka jani ané kadasarin baan beling malu. Ngantén ulian ngulurin kama lan indria. Ngantén ulian ngisinin liang, boya kadasarin baan komitmen nangun grahastha asrama. Sawiréh swadharma nangun grhastha asrama boya tuah ngelah sentana dogén. Swadharma nangun grahastha asrama sujatiné kéweh pesajan. Sang alakirabi wenang suba bisa membina rumah tangga, nglaksanayang idup makrama lan ngamargiang Panca Yadnya. Ento sujati kautaman nangun grhastha asrama. Apang tusing nyanan ngantén ulian ngisinin kama tur beling malunan, bisa panaké ané lekad totonan kasengguh anak diadiu,
Nyastra
Nyilih I Nyoman Agus Sudipta sawiréh wit uling kama keparagan. Ané kasengguh kama keparagan tuah kama bang lan kama petak tusing suci. Apa buin ngaé panak enu matunangan lantas malaksana di betbeté, di kamar kos-kosan utawi nyéwa hotél ané statusné kondén makurenan. Luh Ani sanget pesan ngresepang tutur guruné ipidan dugasé ajaina paplajahan agama indik Catur Asrama. Ento ané makada déwékné tusing sanget bani ngulurin semara dugasé matunangan. Nanging disubané unduké cara ené ané nibenin, cara ada keneh nyesel. Buin ulehulehanga kenehné apang nyidayang sabar. Nyansan teleb mabhakti lan mapangapti ring Hyang Widhi. Mula ngalih panak ané suputra kéwehan. Miribang Hyang Pitara ané lakar ngetisang bulu numadi enu ngantré ditu apang maan giliran numadi. Ento anggona ngégarang kenehné. Luh Ani nyansan sebet lan frustasi kenehné disubané uling asil mapréksa di dokter kandungan ané sujatiné makada tusing nyidayang beling tuah kurnané. Dokteré ngorahang kurnané mandul. Ipidan dugasé truna kurnané taén matrabrakan kanti ngencehang getih. Apa ento mekada kurnané mandul? Luh Ani mireng orta keluarga kurnané liu ngelah musuh. Liu ané gedeg lan iri, sawiréh kulawargané mula sugih. Tanah linggah, apa buin tegal lan carik. Kurnané masih manyama muani pedidina. Ento mekada wenang ngelah sentana apang ada ngwarisin makejang. Nyama warisné liu ané tusing demen. Apa ento ané mekada kurnané mandul apang camput sentanané? Apang nyanan makejang gelah-gelah kurnané nyidayang juanga ajak nyama warisné? Matuané taén ngentenin apang nyidayang énggal ngelah sentana. “Kénkén patutné, kija laku maubad, masalah béya eda kanti jejeh.” Kéto raos matuané ané muani ipidan nuturin lan ngorahin.
Luh Ani taén mireng ada istilah pinjam jago yén basa baliang nyilih muani. Ipidan unduké ento lumrah kalaksanayang. Biasané ané kasilih enu panyamaan. Panak ané kalekadang ento kadadiang panak kandung ané sah. Unduké ento ané nawang tuah pihak purusa dogén. Tusing dadi anak lén nawang, nyanan panak ané lekad ento bisa kasambat panak bebinjat. “Apa unduké ené lakar nyidayang kalaksanayang? Nyén lakar bani nglaksanayang?” Luh Ani dikenehné matetimbang buka kéto. Luh Ani maan ningeh orta, timpalné ané ajaka magaé madan Dayu Candra sujatiné rabiné mandul. Begeh timpalné ngortaang prerai okané Dayu Candra tusing ada mesib mantas agigis ngajak ajikné. Orahanga okané ento mesib ngajak tunangané Dayu Candra ané ipidan putusina ulian béda kasta. Dayu Candra madué oka tuah asiki, buina lanang. Okané ento kasayangang pesan di gria. Sawiréh okané ento lakar dadi pewaris di gria. Rabiné Dayu Candra masameton lanang ajaka padidina. Mireng ortané ento mentik di kenehné Luh Ani edot malaksana buka pajalanné Dayu Candra. “Iraga dadi wong sudra ngujang jejeh malaksana kakéto? Dayu Candra ané kasta Brahmana bani malaksana kéto apang tusing sebet lan kéweh idupné. Nyén ané nawang? Ttuah déwéké padidi ngajak anak muani ané ngelah bibité. Katimbang kakéné dogén bakatang. Sebet, sakit kenehé.” Kéto mentas papineh di kenehné Luh Ani, nanging déwékné enu marasa jejeh yén katara. “Yén maorahan ngajak kurnané apa lakar setuju? Yadiastun ané mekada tusing ngelah panak tuah anak muani. Nanging ané dadi buah bibih tuah anak luh. Ané pelihanga tuah anak luh ané kasengguh bekung. Apa makejang anak luh buka kéto?” Ngrémon Luh Ani padidina. Matuané setata melihang Luh Ani ané sambata bes keliwat kenyel magaé. Taén Luh Ani oraina suud magaé dadi pegawé negeri. Oraina ngajuang pénsiun dini. “Tusing tawanga kéweh pesajan ngalih pagawé negeri. Anaké apang maan kanti bani nombok panyatusan yuta. Iraga maan ulian murni, jani mara kakéné tepuk kéwehé oraina suud magaé. Buin pidan lakar kénkén masa depan idupé?” Sujatiné Luh Ani dot nuturang makejang ané mekada déwékné tusing nyidayang beling. Nanging pedalema kurnané jengah. Nyanan nglampus kurnané bunuh diri. Ento ané jejehanga. Luh Ani lantas inget ngajak tunangané ipidan ané putusina ané sujatiné enu demen ngajak Luh Ani. Yéning ngajak tunangané ipidan bapané Luh Ani tusing setuju ulian orahanga tunangané ento brandalan sawiréh di awakné misi tato tur magaé di pariwisata. Ipidan taén Luh Ani hubungina lewat messenger, nanging tusing runguanga. Lantas dija kadén mantan tunangané ento maan nomer WA-né Luh Ani. Dugasé duang minggu Luh Ani maan kiriman chat di WA-né uling mantanné, nakonang kabar. Kayang jani tusing balesa. Nanging sekaté mireng orta indik okané Dayu Candra, lantas Luh Ani ngedot nyambung orta ngajak mantanné. Luh Ani lantas kemu ka dagang bakso babiné pedidina. Sujatiné Luh Ani dot janjian ngajak mantané ditu di dagang bakso babi delod tongosné magaé. Suba lantas negtegang bayu lan keneh, Luh Ani ngwales WA mantanné. “Kabar tiangé jelék Beli. Nyidayang Beli matemu di dagang bakso babi tongos biasané iraga katemuan ipidan.” WA-né suba makiriman lan suba bacana. Buin jebosné ada walesan. “Nyidayang Luh, antosang buin molas menit Beli neked ditu.”
Ria Andayani
Satua
Waged Matembang lan Masesolahan
I Sigir Jlema Tuah Asibak (7) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) TUTUGANG satuané, jani suba makelo I Truna Bagus jumahné, ngomong ia tekén méménné kéné, “Mémé jani icang suba kelih, icang makeneh tekén anak luh. Alihang icang tuah anak luh!” Masaut méménné, “Aruh Déwa Ratu, nyén men anaké alih mémé? Kéné lacur méméné biin belog. Anak kénkén ya I Cening maan, ané kéto anggon mémé mantu!” Masaut pianakné, “Nah lamun kéto, nongos mémé jumah, depang icang luas ka alasé masemadi. Madak ada paican Widhi, dong maan icang anak luh.” Kéto ia I Truna Bagus, méménné jejeh atinné buin makelo lakar kalahina, ngeling ia sok malengok. Panakné ngedas lemah majalan luas, ngungsi alas gunungé gedé. Kacarita teked di alasé gedé, ada tongos melah lantas ditu ia mayasa, matapa ngredana Ida sané malinggih di pucuk gunungé. Suén-suén rauh Ida Bhatara marupa anak lingsir, ngadeg di arep Trunané. Raris Ida mangandika kéné, “Mangujang cai Truna dini pang makelo? Ento kema laku ditu karman cainé! Ratuné ditu madué putri adiri jegég pesan, ené ajinné kakéwehan nglawan musuhé sakti ngamaya-maya. Raksasané galak buin aéng suba ngratu dini di alasé. Ento apang sida baan cai ngamatiang, nelahang sekancan raksasané totonan, cai maan upah okan ratuné ento tur cai nyilurin dadi ratu ditu, ngrahayuang guminé. Nah né baanga cai panugrahan manik sakecap sidhi mandi. Nah dong selépang layah cainé!” Mara kéto pangandikan anaké lingsir, selépanga layahné lantas kecuhina baan anaké lingsir nikaanga ngelekang. Gelekanga baan I Truna Bagus tur ia ngaturang bakti, nunas pasuécan Ida Bhatara. Bhatarané raris ilang tan parawat matra buin. I Truna Bagus majalan nuut tuduh Widhiné ngelod kanginang. (Masambung)
SOANG-SOANG yowana majanten madué kawagedan sané matios-tiosan. Wénten sané waged masolah, magending, magamel, miwah waged matembang. Kawagedan inucap satios kasinahang sajeroning nyarengin pacentokan utawi ngaturang ngayah, pungkuran puniki ketah taler kasinahang ring media sosial, inggian facebook wiadin youtube. Parindikan punika nyinahang pisan utsaha para yowanané sajeroning nglimbakang saha nglestariang kawéntenan seni lan budaya Bali. “Seni lan budaya Bali patut kalestariang saha kalimbakang. Iraga pinaka yowana sané patut nglestariang,” baos Ria—sapunika ipun ketah kasambat. Yowana antuk aran panjang Ni Wayan Ria Andayani puniki maosang, sajeroning nglestariang seni lan budaya Bali, sampunang wantah sawates wacana. Patut wénten parikrama saha utsaha sané kamargiang. Sujatiné, para yowanané sané pinaka penerus, sané patut nglestariang seni lan budaya Baliné mangda ajeg kantos kawekas. Satios waged mageguritan wiadin makekawin, anak istri sané embas ring Denpasar, 18 Maret 1996 puniki taler waged magendér wayang miwah masesolahan. Akeh taler sesolahan sané karipta, minakadi; sesolahan Palégongan Kumara Dika, sesolahan Légong Wali, sesolahan Ginatria, sesolahan Nara Puja, sesolahan Palégongan Juan miwah sesolahan kontemporer sané mamurda Mapineh. Ria taler ngripta sesolahan sané kakaryanin sareng timpal-timpalnyané ri kala polih kelas koreografi ring ISI Denpasar. Sajeroning kawagedan matembang, Ria taler ketah nyarengin pacentokan. Minakadi ngamiletin Utsawa Dharmagita tingkat Provinsi Bali 2018 sané sampun lintang. “Ring utsawa punika, tiang durung prasida molihang juara. Yadiastun nénten prasida molihang juara, pengalaman anyar sané polihang tiang. Dumogi tiang prasida malih ngamiletin pacentokan sakadi puniki,” baos yowana sané meneng ring Br. Kanginan, Désa Besan, Kecamatan Dawan, Klungkung puniki makenyem. Ria malih ngwewehin, pinaka yowana Bali, sampunang pisan kémad nelebin saha nglestariang seni lan budaya Bali. Ingian punika masesolahan, matembang, makekawin, macepat, magamel, wiadin seni tiosan. Yéning sampun kayun malajah, majanten pacang waged ring widang sané kaplajahin. “Iraga pinaka yowana Bali, wantah kapatutan nglestariang seni lan budaya Bali. Dumogi sayan akéh yowana Bali sané kayun nelebin widang seni lan budaya Bali,” ipun ngaptiang. (uma)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 48. eynæuniksomæunæ\ái;,
Yén punika sampun panggih,
ennÓ)enÙnÓ)nuæenhiw*,
hs&k(ymuleketo,
tnæk(yt2(dm*,
\j)\*ydinßk)nÓ,
ennÓ)nß\win*s)duk/,
s*hê*a(mm\uduh*.
nénten wénten sané iwang,
asing karya mula kéto,
tan pakarya taler damang,
ngajengang yadin makenta,
nénten mangawinang seduk,
Sang Hyang Dharma manguduhang.
-0-
Saking Langit Bali Ring Danu Batur Maraga sunar Tan papajar Ring Danu Batur tuturé nglantur Indiké lacur Pamuput atur Paplajahan toya Carita benéga Mapas dresta Ngaréka daya Sulur dados apul Atur magentos kembul Solah maunteng ambul Ring Danu Batur Tata titiné luntur Déwa-déwiné ungkur Nilarwati
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Impossible lan I’m Possible
Negative Campaign lan Black Campaign
Sampunang iju-iju suksekel Uju-uju kanilbil belbel Makamben di sunduk mapariselsel Rumasa lampah lumpuh keni ganjel Sakite skeet suun apesel Atikul atukel Rong kori gingsul magangsel Embahan toyane maempel Semu mel Sami mael Kalaning magarang bekel Ngururh sekul ngrereh sambel Ring jagat majaljal jeljel Jadma ampel-ampel Sayuta matikel-tikel
Car Free Day lan Car Everyday
Sampunang malih uel-uel Wusan matajen magecel Gatel ngurik udel Kutang kenyel Mayus tunjel Tamtamin solah igel Tumtumin gong gamel Nyenggel angsel Andel Sida kendel Ica engkel Sampunang rumasa kapintel Tan wenten sane impossible I’m possible Sami sida kagambel
Sabeh-sabeh yata panes banteng Saking budha cemeng ngantos budha cemeng Saking semeng ngantos tengah lemeng Saking tengah lemeng ngantos semeng Salaksa majeljel monotr alit ageng Ngebekin margi ngindeng-indeng Gering magarang magerung gerang-gereng Maluab dot malaib ngacueng Kemawon sami ngubeng kablenegbeng
SUBA LIWAT
Murid Geginae dadi murid Sadina-dina ka sekolah Patut tuah malajah Dasarin baan keneh jengah Minehang tutur guru Anggon sepat siku-siku Apang dadi manusa sadhu Sida anggen matetulung Apa buin nukungin urip Ento tuah mautama Yadiastun deweke tiwas Yening sida ngawe liang Sakewala eda bonggan Apa buin misi sombong Apang tusing kucap pocol Malaksana tuah abot Patut kukuh ngaba papineh Kupinge apang sengeh Eda nut ane lengeh Bisa nemu pakaweh
Car everyday sane maimbang Nguyeng tempeh ring margi lemah peteng Mangde denpasar mabading badeng I Made Suarsa Denpasar
Kudiang buin mangalih Lemahe ane dibi Yening suba kadung pelih Lamun apa ja ririhe
SAKING MANAH SUJATI
Tuara buungan lakar maguyang Di natahe buka lemah Tuara ada ane ngerunguang Katadah baan kalamaya
Witnyane saking budi Pratingkahe pinaka bukti Hyang Widhi punika saksi Wanah tresna ngalebur iri
Sawireh keto eda dengang Ngana pamireh ngawag-ngawag Apa buin melaksana ngrampag Bikase mangodang-odang
Pamucuk idep pinaka sari Ilang kroda punika cirri Ening manah nyuhjuh sepi Lan bani ngetoh pati
I Nyoman Nuadiana, S.Pd., S.Si. Denpasar
Tongose joh sane kaungsi Ngaruruh sunia wantah padidi Kaucap sarwa dadi Nanging napi sane katampi Mirib saja liang disini
I Nyoman Nuadiana, S.Pd., S.Si. Denpasar
Terang-terang yen wenten kirang Kruna-kruna yen wenten tuna Sambung-sambung yen wenten limbung Imbuh-imbuh yen wenten embuh Kawenang ngonang ngranang menang Sane tan kawenang I Made Suarsa Denpasar
Amunika margine linggah lempeng Metu cupek tur capeng Montor bontok dawa neng apeneleng Sami brangseng Uat baong kenceng Saling nengneng saling cureng Saling peleng saling kampleng Nigtig bel kemprang kempreng Kuping empeng sirah pengeng Kota dados geseng Kari saling pakereng Numbas montor seneng-seneng Yadiastun mael nglueng Car free day kauleneg Ngindengang montor patut pitet kengkeng Mangde denpasar sareng keneng-keneng
I Made Suarsa Denpasar
Merta masambeh durusang rereh Wija kasaur gelisang lungsur Wiji mauyag encolang nyagjag Kursi akeh incegang okeh Singasana pasti asiki Durusang ungsi Antuk kaluhuran budi
runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail
Coming on Age in Balidwipamandala...
I Nyoman Nuadiana, S.Pd., S.Si. Denpasar
16 Agustus 2019
l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit
16 Agustus 2020
Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2019 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Januari-Rememberance 53 in 61…, 61 in 53
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Fotografi ”Newborn Photography”
Mengabadikan Momen Menggemaskan si Kecil Sleeping Beauty karya I Gede Lila Kantiana
I Wayan Nuriarta Fell Asleep karya Nyoman Arya Suartawan
Cok Padmanaba
Dhais. Us.
MENGABADIKAN tingkah polah bayi di hari-hari awal pascakelahiran yang di dunia fotografi dikenal dengan newborn photography kini sedang trend. Momen-momen usia awal si kecil memang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja. Makanya, tidak mengherankan jika banyak pasangan muda yang rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk membayar jasa fotografer profesional demi mendapatkan momen-momen berharga tersebut. Bagi pecinta fotografi yang tertarik terjun ke jasa newborn photography, berikut tips yang bisa dijadikan panduan untuk mendapatkan foto-foto bayi yang menggemaskan. Memotret bayi tentunya tidak segampang memotret orang dewasa maupun objek lainnya. Di samping memiliki peralatan fotografi yang memadai, juga diperlukan keterampilan khusus dan tentunya kesabaran yang ekstra tinggi karena bukan perkara mudah membuat
Still Sleepy karya I Gede Lila Kantiana
bayi mau berpose seperti yang kita tapi tetap dengan pose yang menggekehendaki. Waktu ideal unuk melakumaskan dan variatif. Mengatur posisi kan newborn photography adalah saat bayi ini tidak boleh sembarangan dan bayi berusia antara lima hari hingga tetap harus memperhatikan estetika. 14 hari. Pada rentang usia tersebut, Jangan memaksakan bayi berpose biasanya kegiatan menyusu sudah aneh-aneh, apalagi jika pose itu riskan stabil, sehingga bayi cepat merasa membuatnya cedera. Bayi sebenarnya kenyang dan tali pusarnya sudah banyak memiliki pose uniknya sendlepas. Selain itu, di usia ini bayi baniri. Anda bisa melihat karya-karya yak menghabiskan waktunya dengan fotografer spesialis newborn photogtidur sehingga sangat fleksibel untuk raphy untuk mendapatkan referensi melakukan berbagai pose. pose-pose unik bayi tersebut. Ingat, Terkait kamera, memang tidak ada patokan masalah keamanan dan keselamatan harus menggunakan kamera berharga mabayi mutlak menjadi perhatian utama hal. Penentu bagus tidaknya hasil newborn photography tentu saja tergantung dari keterampilan dan kreativitas dari sang fotografer. Namun, untuk mendapatkan hasil terbaik, penggunaan kamera DSLR full frame dengan fixed lens 50 mm f1.4 sangat direkomendasikan untuk memotret bayi. Sedapat mungkin manfaatkanlah cahaya alami atau sinar sinar matahari dalam pemotretan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan bayi. Apabila cahaya alami tidak mendukung dan tidak ada lampu yang mendukung, loBaby Jay kasi pemotretan bisa karya Nyoman Arya Suartawan dilakukan di dekat jendela yang besar karena bisa memberikan tampilan selama pemotretan. Kreatiflah mencoba pencahayaan yang sangat alami. berbagai angle atau sudut pemotretan Sebelum melakukan pemotretan, untuk memperoleh hasil foto terbaik. pastikan bayi dalam kondisi kenyang. Untuk memperkuat penampilan bayi Satu hal yang bisa mengganggu sesi agar tampil makin menggemaskan, pemotretan adalah apabila bayi rewel. pilih aksesoris lucu sebagai pemanis si Salah satu penyebab bayi rewel adalah bayi. Beberapa orang akan kesulitan lapar. Karena itu pastikan bayi tidak membedakan bayi laki-laki dan peremlapar. Berikanlah air susu ibu (ASI) puan karena saat baru lahir mereka terlebih dahulu sebelum menggelar memang sulit dibedakan. Gunakanlah sesi pemotretan. aksesoris lucu tersebut menandakan jenis kelamin mereka. Misalnya, bando Pastikan Keamanan Bayi berbunga-bunga untuk bayi perempuan Selanjutnya, aturlah posisi bayi atau hadirkan mobil-mobilan kecil unagar benar-benar merasa nyaman, tuk bayi laki-laki. (ian)
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Supir pribadi daerah Pecatu, Bs Matic. 08123800983
B.BP.004.03.19.0000419
Wooden house manufacture & sourcing company, need experience Sales & Marketing. Computer skill and good English. Please send C.V. to: adi@naturalhousebali.com
B.BP.004.03.19.0000404
Dcr Waiter/ss, Asisten Tk.Masak daerah Legian Hub:081212810595 B.BP.001.03.19.0000286
Dicari Segera House Keeping, Team Work,Kerja Keras, Jujur Krm CV : rismasata@gmail.com B.BP.001.03.19.0000381
RUPA-RUPA
Cr Ksr,Pramuniaga Toko Dapurku Jl.WRSupratman275,GjUMK+THR Bns.081939084292/085792825977
B.BP.001.03.19.0000320
Dbthkn Sgr Admin:S1 Akuntansi, IPK 3.00,Pnglmn 2Th & Sales Horeca:SMU,SIM C,punya Motor, Pnglmn 2Th.CV ke Jl.Nangka Utara 273B,Koja,Denpasar atau hr.trimila@gmail.com Max 24/3
B.BP.004.03.19.0000408
DcrAdmin,good English,Computer Internet, Communication max. 30th Hub.085100619419 B.BP.001.03.19.0000449
Dcr beberapa tenaga untuk tim Sukses, tau wilayah Badung, Kirim CV ke Raya Kuta No.168 Email: rec.dianagrp@gmail.com
B.BP.004.03.19.0000326
Dcr tng IT bisa buat&mengelola Website min.D3 Teknik Informatika.Lam ditujukan ke PT.Multi Bali Abdi Jl. Tkd Badung IVX:A No.16A. Telp/WA:081342407993
B.BP.001.03.19.0000403
KURSUS
Bth:Sopir Terapis Receptionist Cln Srv Hub:8475903(Lluvia SPA
B.BP.004.03.19.0000457
B.BP.001.03.19.0000356
Dibthkn Sgr Gardener Berpglmn Bw CV Lgsg ke Villa Plawa Asri Smnyak. Call 081805670532
PT.HM Looking For Staff Admin Stock,Female,D1-S1.Send CV: (0361)4735705/WA:08123853981
Dicari Sopir Logistik Kontraktor Hub.081239693760
B.BP.004.03.19.0000451
B.BP.001.03.19.0000271
Dicari Guru English, B.Bali, Tematik u/SD.Bawa Lamaran ke SD Bhaktivedanta Dharma Shcool 2.Jln.Tukad Balian,Renon,Dps Hubungi:085101561816
B.BP.001.03.19.0000397
DIJUAL MOBIL
BAHAN BANGUNAN
DIJUAL MOBIL
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA)
DIJUAL RUMAH SERVICE
Adm Mkt & Teknisi 08185556633 /evalynapatrechia@yahoo.com
B.BP.001.03.19.0000401
B.BP.001.03.19.0000434
Dicari Sopir.Hub:081338644411 Jln.Bedahulu XII No.18 Dps
B.BP.001.03.19.0000437
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
RUPA-RUPA
TOYOTA
DIJUAL TANAH
Inova Disel 09 Bln 3 samsat baru AsBali AT silver hrs laku sblm jam 3sore 081238626681 BU
Dijual Tnh 2A di Sanur SHM Rp.825 Jt/A Belakang RS Bali Mandara Hub:0811398772
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns
B.BP.004.03.19.0000455
Avanza Veloz 1.5 AT Th 2014 Tgn 1 Hitam.Hub:087862270180 B.BP.001.03.19.0000436
Kijang Kapsul Th 1997, Abu2 Metalik, Hubungi:085737205331 B.BP.001.03.19.0000429
PROPERTY
B.BP.001.03.19.0000442
Jual Tnh 1.5 Are Jln. Buluh Indah Dps Hp.081237549299 B.BP.001.03.19.0000445
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Jual Rmh Elit Banyuwangi Kota dkt Pantai,082237670250 Elena B.BP.001.03.19.0000331
Tukang Kebun untuk Villa Pribadi di Canggu,(Full/Half Day),Hub:WA.085100050706
1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No.2 sdh tmbk kllg.085101818655
Rumah Type 36/80 Harga 200 Jt Sembung-Mengwi.Hp:082145612209
B.BP.154.03.19.0000454
B.BP.001.03.19.0000441
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.03.19.0000447
DIJUAL TANAH
B.BP.001.03.19.0000456
Jasa Renovasi,Finising,Cat,Psg Krmik,Plpon,dll.WA081818125588 B.BP.001.03.19.0000435
KEHILANGAN Hlg Srtifikat Tnh No.Hak M.470 L800M2 an.Ida Bagus Gde Ardana B.BP.001.03.19.0000367
PELUANG USAHA Over kontrak bisnis agen JNE Alamat Jl.Ry Payangan Kab. Gianyar Hub. 081249679995 B.BP.031.03.19.0000446
10
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Mendatar: 1. Penerapan ; Pelaksanaan 5. Suling tradisional Minangkabau 9. 20-an (Bali) 10. Pita cukai 11. Kotor ; Buruk (Bali) 13. Sri Langka 15. Dibalik ; Ruang kemudi pesawat udara 16. Salah satu jeram terbesar di dunia 17. Aliran air yang deras di sungai 19. Bagian dari wajah 20. Ukiran wajah Kala 21. Timbul mendadak dan cepat memburuk 22. Linggis 25. Sekolah pertanian menengah atas 28. Gundul 30. Penyanyi cilik yang menyanyikan lagu “Cit Cit Cuit’ 31. Perputaran 32. Jaminan kesehatan nasional 34. Tempat berlabuh 35. Bentuk terikat yang artinya di dalam 36. Terdiri dari jenis, sifat dan macam yang sama 37. Penyaringan ; Pemilihan
Pilih Mana Bersalin Normal ataukah Sesar? KEHAMILAN dan persalinan hendaknya di pandang sebagai sesuatu hal yang membahagiakan dan membanggakan, bukan mencemaskan apalagi menakutkan. Ada yang menyebutkan menjadi perempuan sejati adalah ketika ia bisa mendapatkan kehamilan dan melahirkan secara normal melalui vagina, tanpa operasi sesar. Betapa membahagiakan bagi perempuan ketika diizinkan hamil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Cara mensyukurinya adalah dengan memelihara kehamilan sebagai anugerah terindah, terlebih ibu hamil bangga bisa melahirkan normal, bukan “mencita-citakan” bedah sesar dari awal kehamilan karena alasan “instan”, seperti faktor karier/pekerjaan, sekolah, dll. Jalan bedah sesar di tempuh hanya atas indikasi medis, kondisi dimana ibu hamil dan atau janin tidak bisa melahirkan melalui vagina
(normal) akibat berbagai factor, antara lain: faktor Ibu (tinggi badan ibu kurang dari 145 cm, panggul sempit, riwayat bersalin sesar disertai pecah ketuban sebelum waktu, penyakit-penyakit atau gangguan pada ibu yang berkaitan dengan kehamilan), faktor janin (bayi besar lebih dari 4000-4500 gram, bayi gawat/fetal distress, kehamilan kembar/ ganda/presentasi bokong/ kaki, letak janin melintang), faktor ari-ari (letak plasenta menutupi total jalan lahir, perdarahan pervaginam oleh faktor ari-ari). Bedah sesar dapat dikatakan sebagai senjata pemungkas “pasupati” bagi seorang Dokter, dimana tidak setiap waktu bisa dikeluarkan dan digunakan hanya pada situasi dan kondisi “mendesak,” yang mengharuskan Dokter untuk menyelamatkan ibu dan atau bayi, bukan semata atas permintaan ibu apalagi suami atau keluarga, walaupun di kondisi tertentu masih diperbolehkan, asal pasien dan keluarga telah mendapatkan penjelasan
yang cukup (informed), sehingga memahami apa yang disampaikan Dokter, dan telah menandatangani persetujuan tindakan medis (consent) bedah sesar atas permintaan (Sectio Caesarean (SC) on request). Menurut The American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) tahun 2006 tindakan bedah sesar atas permintaan pasien tidaklah melanggar etik, asalkan Dokter yang menanganinya telah memberi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai prosedur dan risiko bedah sesar, seperti: dapat terjadi kematian ibu dan/atau janin, masuknya air ketuban ke sirkulasi darah ibu (emboli paru), infeksi, perlengketan, komplikasi pembiusan, hingga kemungkinan sesar ulangan di masa datang. Di Indonesia Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI)/ Perkumpulan Dokter Spesialis/Subspesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan seluruh Indonesia tahun 2011 menyatakan bahwa bedah sesar atas permintaan pasien bukanlah suatu pelanggaran
Menurun: 1. Tamasya 2. Daerah diseputar kutub utara 3. Bukan yang asli 4. Bunga tasbih 5. Pertemuan ; Kongres (Bali) 6. Lanjut usia 7. Tontonan ; Pertunjukkan 8. Kelompok tata surya dan kabut-kabut langit 12. Jual 14. Tidak ternoda ; Suci 15. Pembajak sawah 18. Salah satu titel Strata Dua 19. Perguruan tinggi swasta 22. Alat salat 23. Panca warsa 24. Diulang berarti ; Perasaan yang terpendam 26. Pencemar lingkungan bila sampahnya tak ditanggulangi dengan benar 27. Gambar bergerak terbentuk dari sekumpulan gambar 28. Paha hewan, sapi, kambing dsb. 29. Suka memperhatikan kepentingan umum 32. Enak ; Nikmat (Bali) 33. Celaka ; Sial etik, selama telah dilakukan informed consent khusus, meliputi: ada surat persetujuan tindakan bedah sesar dengan format khusus, telah ada penjelasan langsung oleh Dokter yang akan melakukan tindakan, dan didampingi saksi dari pihak Dokter, juga pihak pasien, mencakup: permintaan tertulis pasien untuk dilakukan tindakan bedah sesar, Dokter telah menjelaskan kondisi pasien yang sebenarnya bisa dilakukan persalinan normal, dan bedah sesar tidak lebih baik dibandingkan normal, serta risiko yang dapat timbul pada ibu dan/atau janin berkaitan dengan tindakan bedah sesar. Jika pasien, suami, dan keluarga tetap memilih bedah sesar, maka operasi bisa dilakukan. Tindakan bedah sesar on request ini hanya dikerjakan jika usia kehamilan sudah cukup bulan (38-39 minggu) dengan perkiraan berat badan janin lebih dari 2.500 gram.
Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 388
Jawaban TTS No. 388
1. Suparti Jl.Raya Denpasar Gilimanuk, Pupuan Sawah, Desa Bajera, Kec.Selemadeg, Kab.Tabanan (HP:083-114-280-XXX) 2. I Made Wiranata Br.Dukuh, Desa Bebandem, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem (HP:081-337-378-XXX) 3. Ni Made Satya Ayuni Jl.Tukad Balian, Renon, Denpasar (HP:085-337-010-XXX) 4. I Wayan Murda Jl.Tunjung Tangi, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-738-283-XXX) 5. Bagus Yasa Br.Bernasi Buduk, Desa Buduk, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:081-338-710-XXX)
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 390 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 23 Maret 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 31 Maret 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Mendatar: 1. HARKAT 2. ALUMNI 8. REONG 9. GLIA 10. UNRI (UNIVERSITAS RIAU) 11. DOI 12. ASRAMA 14. NIF 15. FILSUF 18. INSANI 20. NAIL 21. IDOLA 23. KUE 24. WNA 26. SKALA 29. ISME 30. IRATNU (UNTARI) 32. WALAKA 33. SKA 34. PUSAKA 35. DOT 36. BABE 37. EDAN
38. TEROR 39. ABORSI 40. MELATI Menurun: 1. HALUSINASI 2. KALI 3. TRADISI 4. KOMINFO 5. AGRAFIA 6. ULTRASONIK 7. INKA 9. GRAFIK 13. MIN 16. ILUSTRATOR 17. UDIK 19. INTERVENSI 22. LOLA 25. ASAGAN 26. SUSANTI (SUSI SUSANTI) 27. AWADARA 28. ALOTERM 31. RUU 34. PENA 36. BAAL
1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ahmad Fausi Alamat : Dsn.Dami, Desa Jangkar, Kec.Jangkar, Kab.Situbondo, Jatim (HP:082-145-865-XXX)
Kondisi klinis Ibu dan/atau janin mesti dicermati sebagai faktor penentu proses persalinan mana yang akan dilakukan. Hendaknya jangan apriori, jalan bersalin mana yang akan di tempuh sepanjang atas indikasi medis, dan/ atau sosial tertentu masih dimungkinkan. Ungkapan jika memang indikasi bedah sesar mengapa mesti lahir normal, jika memungkinkan bersalin normal mengapa mesti bedah sesar? Jadi tindakan bedah sesar atas indikasi medis, dan etis menjadi langkah tepat dalam pengambilan keputusan proses persalinan mana yang akan di tempuh. Semoga bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG (K), M.M. Akademisi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas WarmadewaFounder BBM, BincangBincang Medis
Bali Zoo Terima Kunjungan Kerja Wali Kota Banjarmasin BALI Zoo menerima kunjungan Wali Kota Banjarmasin, Bapak Ibnu Sina, S. Pi, M.Si beserta jajaran dinas terkait. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda kerja pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang bertujuan untuk mempelajari lebih dalam mengenai sistem pengelolaan objek wisata di Bali, khususnya di Bali Zoo dan juga bertukar informasi mengenai potensi Kota Banjarmasin untuk mengembangkan lembaga konservasi seperti Bali Zoo. Bapak Ibnu Sina dan tim meluangkan waktu berkeliling di Bali Zoo untuk melihat berbagai macam satwa, seperti Orangutan, Beruang Madu, Gajah Sumatra dan satwa eksotik lainya. “Manajemen Bali Zoo menyambut baik kunjungan Bapak Wali Kota beserta jajaranya dengan harapan kedepannya dapat bekerjasama dalam bidang pengelolaan pariwisata ataupun pengelolaan satwa. Kami sangat mengapreasi kedatangan Bapak Wali Kota karena sudah menjadikan Bali Zoo
sebagai contoh lembaga konservasi yang berhasil melindungi satwa dan memiliki pengelolaan baik yang nantinya akan dicoba untuk diterapkan di Kota Banjarmasin” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo Dalam kesempatan tersebut Ibnu Sina menuturkan
bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin akan menjadikan Bali Zoo sebagai rujukan untuk pengembangan objek wisata berbasis edukasi serta referensi untuk pengelolaan lembaga konservasi di Banjarmasin yang dikenal sebagai kota“Seribu Sungai”. Bali Zoo memiliki lebih
dari 500 ekor satwa eksotik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Beragam aktivitas dari show burung, foto bersama satwa jinak, naik gajah hingga berenang di kolam Jungle Splash dan berkeliling dimalam hari dengan program berkeliling malam juga tersedia. (r)
Minggu Umanis, 17 Maret 2019
Gunung Agung Kembali Erupsi
’’Pamedek’’ Tetap Ramai ’’Tangkil’’ ke Besakih Amlapura (Bali Post) Gunung Agung pada Jumat (15/3) malam kembali mengalamai erupsi dengan mengeluarkan kepulan asap hingga 1.000 meter. Kendari kembali erupsi, namun tidak memengaruhi pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) di Pura Besakih. Pada, Sabtu (16/3) kemarin, pamedek masih terlihat ramai untuk melakukan persembahyangan ke Pura Besakih. Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha, Sabtu (16/3) kemarin, mengungkapkan, memang benar Gunung Agung kembali mengalami erupsi kemarin (Jumat, red). Kendati demikian, kembalinya erupsi gunung tertinggi di Bali itu tidak ada
pengaruh terhadap pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama di Besakih. ”Tidak ada pengaruhnya meski kembali erupsi. Masyarakat sudah terbiasa melihat Gunung Agung erupasi. Lain kalau dulu, warga cepat panik kalau gunungnya
erupsi. Pelaksanaan upacara tetap berjalan seperti biasa,” ujarnya. Kepala Subdi Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana mengatakan, Gunung Ahung kembali mengalami erupsi skala kecil pukul 18:27 wita. “Kini,
Terima Suap
Dalam perkara ini diduga Rommy bersama-sama dengan pihak Kementerian Agama RI menerima suap untuk memengaruhi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag, yaitu Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur, sambung Syarif. Terkait OTT ini, tim KPK mengamankan uang total Rp 156.758.000 dari sejumlah orang yang diamankan.
Rommy dijerat dengan pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Sedangkan Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Romahurmuziy resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PPP. Ketua Majelis Pertimbangan PPP Suharso Monoarfa ditunjuk sebagai
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketum PPP pengganti Rommy. “Pertama pemberhentian terhadap Ir. H. Romahurmuziy, berdasarkan Anggaran Dasar/Rumah Tangga karena beliau terkena kasus, memberhentikan sebagai ketua umum. Kedua, kita juga menyepakati pengurus harian bersama pengurus yang hadir untuk mengangkat Bapak Suharso Monoarfa sebagai Plt. ketua umum,” kata Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Amir Uskara
erupsi sudah berakhir. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 1 menit 23 detik,” ujarnya. (kmb41) semalam. Mengaku Dijebak Sementara itu, Romahurmuziy mengaku dijebak dalam kasus dugaan suap seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Namun, KPK menegaskan tak ada jebak-menjebak. “Soal dijebak, menurut saya, tidak ada sama sekali, karena (bila dijebak, red), itu ada orang KPK pura-pura menjebak beliau, itu tidak ada,” tegas Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif. (kmb/ant)
Program Berkelanjutan Wali Kota Denpasar, Rai Mantra, mengatakan bahwa revitalisasi pasar menjadi program berkelanjutan di Kota Denpasar. Tidak hanya merevitalisasi fisik, namun juga memerhatikan pengelolaan dan juga menyentuh sisi manajerial. Hingga saat ini telah melakukan revitalisasi terhadap 30 pasar rakyat. Plt. Kadis Disperindag Kota Denpasar I.B. Anom Suniem menambahkan jumlah pasar yang telah direvi-
talisasi di Denpasar menggunakan dana APBD maupun APBN sebanyak 30 pasar. Khusus untuk revitalisasi pasar menggunakan dana TP Kementerian sebanyak 11 pasar. Dengan direvitalisasi pasar tradisional yang dulunya terkenal dengan becek kini menjadi bersih, rapi dan tertata dengan baik. Bahkan, pengelolaan manajemen para pedagang tertata dengan baik sehingga omzet mereka mengalami peningkatan yang luar biasa. Program revitalisasi pasar
tradisional yang dilakukan selama ini, dinilai memberikan dampak positif bagi pedagang dan pembeli di sekitar pasar tersebut. Bahkan, sejumlah pasar tradisional yang dilakukan program ini telah menunjukkan peningkatan omzet yang signifikan. Misalnya Pasar Agung, Peninjoan, Pasar Sindu, Sanur, dan Pasar Renon, menunjukkan perkembangan yang meningkat ketika pasar tersebut direvitalisasi. Pasar Agung yang sebelum direvitalisasi tahun 2011, omzet per bulannya Rp
2-3 miliar, tahun 2014 menjadi Rp 14 miliar dan 2018 Rp 196 miliar. Di Jembrana Sejak tahun 2014 secara bertahap pasar-pasar umum di Jembrana direvitalisasi. Saat ini, dari 10 pasar umum sudah 9 pasar direvitalisasi. Secara fisik dan kenyamanan, terasa lebih baik bagi pedagang maupun pembeli. Namun, untuk manajemen mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi pasar ternyata belum terlihat(ara/olo)
Tetap Eksis Seiring perkembangan zaman, pasar tradisional pun berkembang dinamis. Kalau dulu masuk ke pasar belum tertata dengan bagus, baik jalan maupun aksesnya serta pedagangnya, tapi sekarang pemerintah kabupaten/kota mulai bergerak merevitalisasi pasar, tidak hanya infrastruktur tapi juga sistem serta SDM. ‘’Jika ditanya, apakah pasar tradisional bisa eksis? Jawabannya ya, karena segmen pasar tradisional berbeda dengan pasar modern,’’ tegasnya. Masyarakat masih menginginkan adanya transaksi tawar-menawar yang hanya bisa dilakukan di pasar tradisional. Masyarakat yang masuk ke pasar tradisional
pun sekarang merasa lebih nyaman. Pasar tradisional menjual segala jenis barang kebutuhan sehari-hari yang bisa diakses oleh segala kalangan masyarakat. Pasar tradisional juga menjual komoditas pertanian serta bahan-bahan upakara yang belum tentu dijual pasar modern. Pasar tradisional di Bali masih tetap lestari. Seperti Pasar Kreneng dan Pasar Badung yang sudah tertata sedemikian rupa tidak tergerus oleh pasar modern. “Konsumen yang datang ke pasar tradisional akan berbeda tujuannya dengan yang datang ke pasar modern. Walaupun datang ke pasar modern dengan konsep one stop shopping tidak hanya berbelanja tapi juga ada kegiatan lainnya seperti hiburan dan sebagainya, namun pasar
tradisional akan tetap eksis,” tegasnya. Di luar negeri ia melihat, dengan majunya pasar modern, pasar tradisional justru semakin tetap terjaga dan dipertahankan. Di pasar tradisional menjual komoditas petani lokal sehingga membantu petani lokal, juga ada kesenangan atau hiburan tersendiri seperti tour agrotourism. “Itu yang saya lihat di kota-kota besar di luar negeri seperti Amerika, Eropa,” tuturnya. Di Bali pun, ia meyakini akan demikian. Karena pasar tradisional semakin ditata dengan baik, seperti di sepanjang aliran Tukad Badung ditata dengan baik bisa dipakai untuk objek wisata. Tukad Badung yang berada berdampingan dengan Pasar Badung menjadi daya tarik tersendiri,
tidak hanya berbelanja tapi juga menikmati kondisi pasar dan sungai. Setelah revitalisasi dilakukan, kini muncul fenomena baru pedagang. Pedagang di pasar tradisional Bali tidak hanya diisi pedagang lokal Bali tapi juga pedagang pendatang dari luar Bali. Bahkan, mereka menjual bahan-bahan untuk upakara keagamaan Hindu seperti canang, bunga, dan janur. Pasar yang sudah direvitalisasi ini diharapkan dijaga keberlangsungannya. Tidak hanya oleh pengelola pasar dan pedagang tapi juga oleh konsumen. Meski dinamakan pasar tradisional dan sekarang disebut pasar rakyat, pengelolaannya pun perlu dilakukan secara modern mengikuti perkembangan pasar. (may/sue)
BPM/kmb41
RAMAI - Pamedek masih ramai tangkil untuk melakukan persembahyangan pasca- Gunung Agung kembali mengalami erupsi.
Setoran PAD Khusus untuk pengelolaan pasar tradisional oleh PD Pasar, selama ini, penentuan nilai setoran PAD ditentukan sesuai regulasi yang ada. Dari total keuntungan selama setahun, PD Pasar wajib menyetorkan keuntungannya dalam bentuk PAD 55 persen. Bupati Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutdjira) semakin intens menyiapkan infrastruktur pasar tradisional. Kebijakan ini dijalankan melalui program revitalisasi pasar tradisional. Sampai tahun ini, pasar tradisional dibawah pengelolaan PD Pasar Buleleng hanya tinggal dua pasar yang belum direvitalisasi. Dua pasar tersebut yakni Pasar Anyar dan Pasar Buleleng. Sementara, pada tahun ini, Pasar Banyuasri mulai direvitalisasi secara multiyears. Menginjak tahun 2020 nanti, pemerintah daerah menyusun perencanaan untuk merevitalisasi Pasar Anyar dan Pasar Buleleng. Kebijakan revitalisasi juga menyasar pasar tradisional yang dikelola desa dinas dan desa pakraman. Sampai tahun ini, Disdagprin menuntaskan revitalisasi pasar tradisional di pedesaan sebanyak 23 pasar desa. Untuk tahun ini, dengan kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN, Pasar Desa Pangkung Paruk, Seririt, dan Pasar Desa Sawan akan direvitalisasi. Sedangkan, pasar desa yang belum direvitalisasi itu bukan karena persoalan ketersediaan anggaran, tetapi penyebabnya program revitalisasi ini wajib mengikuti
Empat Pasar
Minggu, 17 Maret 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Dharma Santhi (3) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Zumba BHA 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Kartun Sabha Parwa (2) 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Kreasi Tumbuhan 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Ocydia Home Shopping 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Folk Song 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (4) 12:30 Wita Ocydia Home Shopping 13:00 Wita Bali Channel Tourist TV 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Harmoni Bali Mitos seputar Osteoarthritis Pada Sendi Lutut 17:00 Wita Inovator 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Kris 20:00 Wita Samatra Artis Bali Trio Gelatik dan Shanty Dewi 21:00 Wita Indi Band Generation Manik 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Denkayu (madri Pralaya) (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nengah Sudibya, menyebutkan, empat pasar rakyat potensial penyumbang PAD Bangli yakni Pasar Kidul di Kecamatan Bangli, Pasar Kayuambua di Kecamatan Susut, Pasar Singamandawa di Kecamatan Kintamani, dan Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku. Dari keempat pasar tersebut, Pasar Kidul menjadi pasar yang paling besar menyumbang pendapatan, disusul Pasar Kintamani, Kayuambua, dan Yangapi. Sudibya mengatakan besaran pendapatan yang dihasilkan dari pemungutan retribusi keempat pasar tersebut terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2018, total pendapatan dari empat pasar itu mencapai Rp 1.733.350.000, naik dari tahun 2017 yang hanya Rp 1,4 miliar dan tahun 2016 Rp 1,2
miliar. Ke depan, pendapatan yang dihasilkan dari pemungutan retribusi pasar ini dipastikan meningkat setelah dioperasikannya Pasar Loka Crana yang tuntas dibangun pemerintah akhir tahun lalu. Dalam upaya mendorong kenaikan pendapatan retribusi sekaligus meningkatkan pergerakan perekonomian di Bangli, Pemkab Bangli melalui Disperindag selama ini rutin merevitalisasi pasar yang ada. Tak hanya pasar rakyat yang dikelola pemerintah, namun juga pasar-pasar desa dengan menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat. Revitalisasi yang dilakukan di samping membangun fisik, juga dalam bentuk pembinaan terhadap pengelola dan pedagang pasar. “Setiap tahun selalu ada saja pasar yang kita revitalisasi,” ujarnya. Sudibya mencontohkan, pada tahun 2019, ada tiga pasar yang direvitalisasi yakni Pasar Singamandawa, Pasar Desa Manikliyu, dan Pasar Desa Pengotan menggunakan
Dana Alokasi Khusus (DAK). Di Klungkung Pendapatan dari sektor pengelolaan pasar, menjadi salah satu andalan pemerintah daerah Klungkung. Melihat potensi besar itu, maka proses revitalisasi pasar terus dilakukan pemerintah daerah. Tahun ini, UPT Pasar Klungkung diharapkan mampu memenuhi target pendapatan Rp 7,15 miliar. Guna memaksimalkan potensi pendapatan dari sektor pengelolaan pasar, UPT Pasar Klungkung mulai memberlakukan penerapan E-Retribusi. Pendapatan dari sektor pasar dan parkir setiap tahunnya terus meningkat. Data statistik UPT Pasar Klungkung menunjukkan pemenuhan target selalu tercapai setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, target pendapatan pasar mencapai Rp 6,01 miliar, sementara realisasinya Rp 6,03 miliar. Tahun 2017, target pendapatan retribusi pasar Rp 6,11
miliar realisasinya Rp 6,28 miliar. Sementara tahun 2018, target retribusi pasar Rp 6,15 miliar terealisasi Rp 6,57 miliar. Kepala UPT Pasar Klungkung, Komang Widiyasa Putra, Sabtu (16/3) kemarin, mengatakan UPT Pasar Klungkung mengelola tujuh pasar. Di antaranya, Pasar Umum Semarapura, Pasar Umum Galiran, Pasar Senggol Semarapura, Pasar Grosir, Pasar Umum Kusamba, Pasar Senggol Kusamba, dan Pasar Umum Mentigi. Ada juga pendapatan dari listrik kios. Realisasi penerimaan retribusi pasar hingga akhir Februari, tercatat sudah mencapai Rp 1,37 miliar atau 19,25 persen. Untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor pasar, UPT Pasar Klungkung mulai memberlakukan E-Retribusi. Kebijakan E-Retribusi mulai resmi diberlakukan Maret ini. Dengan penerapan ERetribusi ini, diharapkan tidak lagi terjadi kebocoran pendapatan. (ina/gik)
persyaratan teknis seperti luas lahan minimal lima are. Sementara faktanya, pasar desa tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Tak Capai Target Kabupaten Tabanan masih mengandalkan PAD dari retribusi pasar. Dari 13 pasar ini menyumbangkan PAD Rp 4.684.146.300. Kepala Bidang Perdanganan Dinas Perindustrian dan Perdanganan Tabanan, Primayani, menyatakan, pencapaian PAD dari retribusi pasar ini 99,76 persen dari target. Ada pun pasar yang retribusinya tidak mencapai target adalah Pasar Tabanan dari target Rp 1,1 miliar tercapai 88,62 persen atau Rp 1 miliar serta Pasar Bajera dari target Rp 435 juta tercapai 97,17 persen atau Rp 422 juta. Sementara 11 pasar lainnya pencapaian retribusinya 100 persen bahkan lebih. Tidak tercapainya target retribusi di Pasar Tabanan dan Bajera menurut Primayani dikarenakan kondisi pasar yang
tidak tentu. ‘’Ramai dan sepinya pasar tidak tentu. Selain itu pula karena adanya kenaikan target di APBD Perubahan dan karena waktu yang sedikit agak sulit mengejar target ini,’’ jelas Primayani. Untuk bisa mencapai target retribusi pasar yang ditetapkan pada tahun 2019 ada beberapa langkah yang dilakukan Disperindag. Salah satunya berjuang ke pusat untuk mendapatkan dana revitalisasi pasar. Untuk tahun ini, Pemkab Tabanan mendapatkan bantuan dari dana DAK pusat dengan besaran pagu Rp 1,9 miliar yang akan dialokasikan untuk menuntaskan revitalisasi Pasar Kediri. Selain Pasar Kediri, sedang diperjuangkan dana pusat adalah Pasar Baturiti yang rusak karena gempa beberapa waktu lalu. Untuk Pasar Baturiti saat ini dalam proses review di pusat. Tinggal pemkab memperjuangkan untuk Pasar Dauh Pala, Pupuan, dan Bajra yang semuanya belum direvitalisasi. (mud/san)
Memperkaya Penyelidikan Oleh sebab itu, KPK bakal memperkaya penyelidikan terhadap pihak lain termasuk Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. “Tentang keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, pada kesempatan ini KPK masih berupaya untuk memperkaya semua informasi yang berhubungan dengan kasus ini,” ujar Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menjawab pertanyaan wartawan, kemarin. “Karena kita tahu persis bahwa saudara RMY itu kan
tidak memiliki kewenangan untuk mengurus secara langsung yang berhubungan dengan itu jabatan-jabatan tertentu. Oleh karena itu, tidak mungkin dikerjakan hanya sendiri,” kata Laode lagi. KPK menangkap Romi pada Jumat (15/3) di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, di Sidoarjo pukul 09.30 WIB. KPK sudah mengumumkan mendapat barang bukti uang Rp 156,75 juta. Romi dan sejumlah tersangka lainnya akhirnya tiba di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta Selatan sekitar pukul 20.00 WIB. (kmb)
13 Nama Selain Rommy dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin, dari 13 nama yang ditangkap dan dibawa dari Polda Jawa Timur terdapat nama Ni Made Dewi Suryani ke Rumah Tahanan (Rutan) KPK. “Kasus itu kan di direktorat lainnya ya. Kalau kita di Hindu, saya pastikan tidak ada. Saya juga kaget mengapa bisa terjadi seperti ini,” ucap Ketut Widnya yang diminta konfirmasinya di Jakarta, Sabtu (16/3) kemarin. Penjelasan disampaikan Ketut Widnya sebelum mengikuti rapat bersama jajaran
Kemenag yang dipimpin langsung Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kantor Kemenag membahas OTT tersebut. “Sore ini, kami semua kumpul mau rapat. Semua jajaran. Setelah rapat mungkin akan ada penjelasan dari Pak Menteri,” sebut Ketut Widnya. Bantahan dari Ketut Widnya tersebut sekaligus mengkonfirmasi tentang sosok Ni Made Dewi Suryani yang masuk dalam daftar pihakpihak yang diamankan tim KPK dalam jual beli jabatan di Ditjen Bimas Hindu yang dipimpinnya. “Saya tidak mengenal yang bersangkutan. Kasus ini sangat mengejutkan,” tegas Ketut Widnya. (kmb4)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu umanis, 17 Maret 2019
GP Australia
Hamilton Raih ”Pole Position” Melbourne–
Pebalap Mercedes Lewis Hamilton berhak atas pole position F1 GP Australia setelah memenangkan pertarungan sengit melawan rekan setimnya, Valtteri Bottas, Sabtu (16/3) kemarin. Bottas menorehkan waktu 1 menit 20,598 detik dan sempat menjadi pembalap dengan catatan waktu tercepat. Namun kemudian Lewis Hamilton berhasil mengalahkan catatan waktu itu dengan torehan 1 menit 20,486 detik. Catatan waktu Hamilton tak lagi sanggup digusur oleh pembalap lain, sehingga Hamilton berhak atas pole position GP Australia. Dengan keberhasilan Hamilton meraih pole position, maka Hamilton sudah delapan kali meraih pole position GP Aus-
tralia. Ia menyamai rekor Michael Schumacher dan Ayrton Senna sebagai pembalap dengan jumlah pole terbanyak dalam sebuah seri F1. “Selalu terasa sangat menyenangkan memulai balapan dari depan. Meskpun demikian, saya harus tetap
waspada dengan tim-tim lainnya,” ujar Hamilton usai sesi kualifikasi Posisi ketiga GP Australia akan ditempati oleh Sebastian Vettel yang menyelesaikan kualifikasi dengan catatan waktu lebih lambat 0,704 detik dari Hamilton.
Bali Menjadi Perhentian Terakhir UEFA Champions League Trophy BADUNG – Perhelatan UEFA Champions League (UCL) Trophy Tour Presented by Heineken® mengakhiri turnya di Indonesia dengan kapten legendaris tim nasional Italia dan Juventus FC, Alessandro Del Piero yang menyapa para penggemar dan mempersembahkan piala asli Liga Champions UEFA di Bali, Sabtu (16/3) kemarin. “Heineken® selalu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi para pencinta Liga Champions Eropa. Heineken® menawarkan pengalaman #unmissable, melihat Piala Liga Champions UEFA secara langsung serta mendapatkan tanda tangan salah satu legenda kompetisi tersebut. Pastikan Anda tidak melewatkan momen ini,
karena Bali merupakan kota terakhir yang dikunjungi. Kami juga sangat senang melihat antusiasme para penggemar sepak bola di Bali selama acara ini berlangsung,” ungkap Mariska Van Drooge, Marketing Director PT Multi Bintang Indonesia Niaga, bagian dari Heineken Company. Dalam tur Piala Liga Champions UEFA 2018/19, Heineken® mengusung tema “Unmissable”, yang berasal dari keyakinan bahwa setiap pertandingan Liga Champions UEFA memiliki berbagai momen berharga yang dapat dinikmati fans sepak bola. Heineken® menghidupkan kembali momen-momen berharga ini dengan memberikan kesempatan tidak terlupakan para penggemar
sepak bola di seluruh dunia untuk berada dekat dengan Piala Liga Champions yang sangat ikonis dan juga bersama legenda sepak bola. Alessandro Del Piero yang dianggap sebagai salah satu pemain terbaik pada generasinya, mengungkapkan kegembiraannya dapat mengunjungi Bali. “Saya sangat senang berada di Bali sebagai ambassador UEFA Champions League Trophy Tour presented by Heineken®. Bertemu para pendukung serta menikmati pantai di Bali yang sangat indah menjadikan hari-hari saya di Bali sangat istimewa. Saya juga sudah tidak sabar untuk bermain bola bersama pemain-pemain Indonesia di pantai Bali yang sangat terkenal,” tutup Del Piero. (r)
Pebalap Red Bull Racing, Max Verstappen ada di posisi keempat, disusul Charles Leclerc dari Ferrari di posisi kelima. Duo Haas F1 Team, Romain Grosjean dan Kevin Magnussen bakal start dari posisi keenam dan ketujuh. Pembalap McLaren, Lando Norris start di posisi kedelapan, disusul Kimi Raikkonen (Alfa Romeo) dan Sergio Perez (Racing Point) di posisi kesembilan dan kesepuluh. F1 GP Australia merupakan seri pertama F1 2019. Pada dua
musim terakhir, pembalap Ferrari Sebastian Vettel jadi yang terbaik di seri ini. (kmb33/afp)
BPM/afp
Lewis Hamilton
SMK PGRI 2 Denpasar Miliki Atlet Karate dan Pesilat Tangguh Denpasar ( Bali Post)Siswa SMK PGRI 2 Denpasar selain disiapkan menjadi SDM siap kerja sesuai keahliannya, juga gudangnya atlet berprestasi. Sekolah ini memiliki atltet andalan Bali yang menjuarai di berbagai kejuaraan. Ade Ramadhan meraih juara I di Kejuaraan Kapolda Bali perorangan. Dia juga meraih juara II di kategori komite di ajang yang sama. Bahkan di ajang itu dia bersama rekannya juga menyabet juara II seni beregu. Sekolah ini juga memiliki pesilat tangguh. Di kejuaraan pencak silat Pendekar Cup belum lama ini pesilatnya Ni Made Anis Ardiani meraih perak, dan dua perunggu masing-masing oleh Ni Made Dian Nita Sari dan Desak Ariesta. Masih di silat, Diky Wahyudi meraih emas di Wali Kota Cup. Emas juga dipersembahkan pesilat Murcolis Majib dan perak oleh Prabowo Raharjo. Waka Kesiswaan SMK PGRI 2 Denpasar Drs. I Made Sudarsana, Sabtu (16/3) kemarin mengungkapkan, sekolah memberi ruang dan waktu bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan potensinya. Hampir setiap minggu siswanya mempersembahkan piala kepada sekolah di akademis dan non-akademis. Untuk di akademis, siswanya Komang Erika Pratiwi meraih juara I melukis baligrafi se-Denpasar, juara III atas nama Erika Indriyati Korri di ajang minat baca. Untuk lomba kompetensi siswa (LKS) se- Kota Denpasar, meraih juara III bidang pemasaran oleh Aris Sukreni, juara III Administrasi Perkantoran oleh Dian Novianti, dan Harapan II akuntansi oleh Aris Mariati. Made Sudarsana menambahkan, semua siswa berprestasi digembleng lewat ekstra di sekolah dengan mendatangkan pelatih berprestasi Bali. Bahkan kini sekolahnya sedang mengembangkan olahraga wordball dan gateball. (025)
Catur Walikota Cup Diikuti 120 Peserta Dibuka Sekum KONI Denpasar
TURNAMEN Catur Walikota Cup X 2019 yang dirangkaikan HUT ke-231 Kota Denpasar dibuka Sekretaris Umum KONI Denpasar I made Erwin Suryadarma Sena, di SD 19 Dauh Puri, Denpasar Barat, Sabtu (16/3) kemarin. Erwin Suryadarma Sena didampingi Humasnya Dewa Gede Rai, mengatakan Walikota Cup ini diharapkan akan melahirkan bibit-bibit atlet handal yang akan dipersiapkan sebagai pelapis seniornya. Dengan demikian, regenerasi pecatur akan tidak terputus. ”Kami minta semua pihak memanfaatkan Walikota Cup ini, karena event ini bertujuan mencari bibit-bibit atlet muda potensial untuk persiapan regenerasi penerus,’’ kata Erwin Suryadarma. Dia berharap para pecatur dari kelompok junior sampai remaja agar rajin berlatih untuk menggapai cita-cita sebagai atlet berprestasi daerah maupun nasional. Karena olahraga catur merupakanolahraga asah otak, maka para pecatur yang bertanding harus memiliki itelegensi yang bagus. ”Kami harapkan kepada pengurus
MAIN CATUR – Sekretaris Umum KONI Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena bersama Ketua Panitia I Wayan Sukerena bermain catur disaksikan Humas KONI, Dewa Gede Rai sekaligus membuka Catur Walikota Cup X di SD 19 Dauh Puri, Denpasar Barat, Sabtu (16/3) kemarin. Percasi Kota Denpasar benarbenar mempersiapkan atlet yang bakal diterjunkan di arena Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Mudah-mudahan catur menyumbangkan medali emas lebih banyak dari yang direbut pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar,’’ ucap Erwin Suryadarma. Sementara ketua Panitia I Wayan Sukerena didampingi Sekretaris Umum Pengkot Percasi Kota Denpasar dr. Dewa Gede Adi Palguna, mengungkapkan Catur
Walikota Cup diikuti sebanyak 120 pecatur, terdiri dari kelompok pelajar SD diikuti 46 pecatur putra-putri, SMP diikuti 45 pecatur putra-putri, dan SMA/ SMK 29 pecatur putra-putri. Ketiga kelompok pelajar ini masing-masing dicari juara I-III dan harapan satu sampai tiga, guna dipersiapkan menjadi pecatur pelapis seniornya agar regenerasi tidak mandeg di tengah jalan. ”Kami harapkan lewat Walikota Cup lahir bibit-bibit pecatur berprestasi bagus. Para
pecatur yang tampil sebagai juara akan kami proyeksikan terjun di arena Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang,’’ kata Sukerena. Dia menjelaskan, event catur tahunan ini dipakai memantau pecatur-pecatur junior hingga remaja berprestasi untuk dipersiapkan tampil dalam berbagai event di kejurprov catur maupun kejurnas. Mempersiapkan pecatur handal tidak bisa satu atau dua bulan, melainkan harus dibina dari sejak usia dini. ”Kami harapkan lewat Walikota Cup ini lahir pecatur-pecatur junior dan remaja handal yang akan diadu dengan senior guna pembentukan tim difinitif tim catur Porprov Bali nanti,’’ ujar Sukerena. Dia menegaskan, pecatur junior khususnya kategori putri yang tampil sebagai juara I sampai III dan harapan di Walikota Cup akan menjalani seleksi bersama pecatur senior guna membentuk tim catur Denpasar dipersiapkan terjun di Porprov Bali di Tabanan. Mengingat pertarungan pecatur di event dua tahunan antar-kabupaten/ kota se-Bali nanti cukup ketat, sehingga pecatur dipersiapkan
mulai sekarang sebelum pembentukan tim inti. Seleksi para pecatur lebih ketat agar yang lolos memiliki kualitas, disiplin, dedikasi dan loyalitas terhadap daerah yang dibelanya. ”Kami akan terus pantau pecatur yang dipersiapkan tampil di Porprov. Jika ada pecatur kurang disiplin menjalani latihan akan diganti dengan pecatur yang berprestasi di Walikota Cup,’’ paparnya. Dewa Adi Palguna menambahkan, atlet yang sudah lolos seleksi pembentukan tim difinitif akan ditanamkan disiplin agar menjadi pecatur yang memiliki kepribadian yang bagus dan semangat bertanding agar dapat mempersembahkan medali yang dicanangkan pengkot Percasi Kota Denpasar di Porprov nanti. Kalau anakanak disiplin menjalani latihan, saat bertanding niscaya medali yang diharapkan akan dapat digapai. ”Kami harapkan para pecatur disiplin, patuh dan taat pada aturan saat menjalani latihan dan bertanding. Jangan sampai mengabaikan hal-hal yang sudah digariskan oleh aturan,’’ harap Adi Palguna. (022)
Peran Keluarga dan Motivasi Menjadi Kekuatan Utama Badung (Bali Post)– Keluarga menjadi sumber motivasi utama bagi Alessandro Del Piero dalam mengarungi kariernya sebagai pemain sepak bola. Demikian terungkap dalam wawancara eksklusif Bali Post dengan legenda Juventus tersebut, Sabtu (16/3) kemarin. “Selain motivasi dari dalam diri, dukungan dari keluarga sangat penting. Jika saya tidak didukung keluarga, mungkin saya tidak menjadi seperti sekarang,” ujarnya. Pria berusia 44 tahun itu juga menjelaskan, passion atau hasrat untuk menjadi yang terbaik juga sangat penting. Del Piero mengaku ketika masih bermain, dia selalu meminta kritik dan masukan dari pelatih agar menjadi lebih baik. “Saya beruntung sempat dilatih beberapa pelatih hebat seperti Giovanni Trapattoni, Marcelo Lippi, dan Fabio Capello. Mereka memberikan saya banyak ilmu, mulai dari dasar sepak bola seperti menahan bola hingga bagaimana bermain dengan sistem. Itu adalah hal luar biasa yang mungkin tidak didapatkan pemain lain,” kata del Piero. Seperti diketahui, nama del Piero sangat me-
legenda di dunia sepak menyepak si kulit bundar. Pemain kelahiran 9 November ini telah meraih hampir semua tropi yang ada. Mulai dari Juara Piala Dunia tahun 2006, Juara Liga Champions 1996/97 hingga enam kali juara Serie A bersama Juventus. Memang di klub berjuluk La Vecchia Signora itulah karier Del Piero berkembang hingga mencapai puncak. Kini Juve hampir memastikan diri untuk menjadi juara Seri A musim ini, dan telah melaju ke babak 8 besar Liga Champions. Ditanya terkait peluang mantan klubnya itu untuk menjadi juara Liga Champions, sang striker mengaku sangat optimis. “Meskipun akan melawan klub hebat seperti Manchester City di laga selanjutnya, namun saya yakin Juve akan lolos dan menjadi juara. Kami memiliki banyak pemain hebat seperti Ronaldo dan Dybala yang akan menjadi kunci kemenangan,” tutupnya. Selama berada di Bali, Del Piero akan melakukan berbagai kegiatan, diantaranya meet and greet untuk fans Juventus serta bermain sepak bola di pantai Petitenget. (kmb33)
BPM/kmb33
WAWANCARA - Sesi wawancara eksklusif Bali Post dengan Legenda Juventus Alessandro Del Piero, Sabtu(16/3) kemarin
ATLET - Waka Kesiswaan Made Sudarsana bersama atlet Ade Ramadhan dan Erika Pratiwi.