Skip to main content

Edisi Senin 16 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 121 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

SENIN KLIWON, 16 DESEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Cek Bangunan Pasar Badung

Puting Beliung di Bongkasa

Alih Fungsi Lahan di Ubud

Belum setahun diresmikan Presiden RI Joko Widodo, dinding pilar Pasar Badung sudah jebol. Ambruknya salah satu ornamen yang terbuat dari bata merah yang melingkari dinding fondasi itu membuat Kejari Denpasar harus turun melakukan pengecekan.

Bangunan bale saka enem di Desa Bongkasa, Abiansemal, roboh diterjang puting beliung, Minggu (15/12) kemarin. Rusaknya bangunan milik Wayan Racem (65) terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di tengah guyuran hujan disertai angin kencang. BADUNG | HAL. 3

Alih fungsi lahan di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi. Terlebih di kawasan Ubud, kian marak areal persawahan dijadikan akomodasi. Pemerintah pun diharapkan segera ambil langkah jitu. Jika tidak, sektor agraris akan terus terkikis hingga habis.

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 6

PARIWISATA

Domestik Masih ’’Masalah’’ Tahun 2019 tinggal 15 hari lagi. Pemerintah pusat menargetkan Bali dikunjungi 8 juta wisatawan asing. Sementara Bali hanya menargetkan 7,2 juta orang. Apakah target itu kini sudah tercapai?

KUNJUNGAN WISMAN T KUNJUNGAN WISMAN

arget wisman yang dipatok pemerintah pusat dinilai terlalu optimistik. Sebab, wisatawan ke Bali setiap bulannya ratarata 500.000 orang. Jika tiap bulan hanya mampu mendatangkan 500 ribuan, maka dalam setahun Bali hanya mampu menggrab 6 juta wisman. Jika tiap bulan Bali kedatangan 600 ribu wisman maka dalam setahun Bali hanya mampu mendatangkan 7,2 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, setelah pulih dari kelesuan di awal 2019, sejak Juni wisman sudah menunjukkan peningkatan. Puncaknya pada Juli - Agustus. Namun pada September - Oktober turun, karena memasuki low season, tetapi masih di atas level tahun lalu. Melihat akumulasi Januari sampai Oktober, ada peluang capaian kunjungan wisman tahun 2019 akan melampaui tahun 2018. ‘’Tetapi menengok angka TPK (Tingkat Penghunian Kamar) hotel, situasi pemulihan belum terlihat penuh. Ada isyarat bahwa lemahnya kunjungan wisatawan domestik belum kembali seperti sebelum ada pelemahan,’’ ungkapnya. Hipotesis yang bisa disodorkan salah satunya adalah ada kondisi yang memengaruhi kunjungan wisatawan domestik ke Bali, yang berlangsung sejak akhir tahun 2018 lalu hingga Oktober 2019. ‘’Apakah itu harga tiket penerbangan (domestik)? Kiranya bisa dijadikan bahan perenungan, khususnya bagi pihak yang dekat dengan penanganan masalah kepariwisataan,’’ selorohnya. (may)

oktOBER 2018 517.889 oktOBER 2018 517.889 septEMBER 590.565 septEMBER 20192019 590.565 oktOBER 2019 568.067 oktOBER 2019 568.067

Amerika Serikat Amerika Serikat Inggris Inggris 4,364,36 % % 4,64 4,64 %% ’’Tetapi menengok angka tingkat penghunian kamar hotel, situasi pemulihan belum terlihat penuh. Ada isyarat bahwa lemahnya kunjungan wisatawan domestik belum kembali seperti sebelum ada pelemahan.’’

Tertinggi Tertinggi berdasarkan berdasarkan negara asal negara asal

Australia Australia India5,73 5,73 India %% 19,6319,63 % % Tiongkok Tiongkok 19,59 19,59 % %

TPK Hotel berbintang TPK Hotel berbintang SeptEMBER 2019SeptEMBER 63,22 % 2019 63,22 % OktOBER 2019 OktOBER 63,30 % 2019 63,30 % menginap Lama menginap tamuLama asing oktOBER 2019tamu asing oktOBER 2019 rata - rata : 3,21 harirata - rata : 3,21 hari

TPK hotel nonbintang TPK hotel nonbintang SeptEMBER 2019SeptEMBER 35, 74 % 2019 35, 74 % OktOBER 2019 OktOBER 34,86 % 2019 34,86 %

Lama menginap tamuLama asing okt 2019 tamu asing okt 2019 menginap rata - rata 3,00 harirata - rata 3,00 hari

Adi Nugroho Kepala BPS Bali

BWF 2019

Ahsan-Hendra Juara

GANDA putra Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses menjuarai BWF World Tour Finals 2019. Pasangan itu menaklukkan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang) 24-22, 21-19 di Tianhe Gymnasium, Minggu (15/12) kemarin. Ini adalah gelar ketiga Ahsan/Hendra di BWF World Tour Finals setelah sebelumnya memenangkan edisi 2013 dan 2015. Sementara itu, pebulu tangkis tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting gagal merebut gelar juara pada BWF World Tour Finals 2019 setelah di final dikalahkan Kento Momota (Jepang) melalui rubber game 21-17, 17-21, 14-21. Pada pertandingan tersebut, Anthony harus melalui pertandingan dramatis melawan peringkat satu dunia itu dengan sering terlibat adu pukulan jarak dekat di depan net sejak gim pertama hingga gim ketiga, dilansir bwfbadminton.com. Anthony langsung memberikan tekanan di gim pertama, begitu juga Momota yang membalas pukulan dengan keras. Hingga interval gim pertama, kedua pemain masih saling mengejar skor hingga akhirnya Anthony mencetak angka kemenangan di gim pembuka. Hal. 11 Berikan Tekanan

Kehilangan Target Semester Pertama

Denpasar (Bali Post) Dinas Pariwisata Provinsi Bali masih yakin bisa mencapai 6,4 juta kunjungan wisman hingga akhir 2019. Sekalipun di semester pertama sempat tertatih-tatih mengejar target lantaran ada pemilu serentak. Disusul kemudian bencana gempa di sejumlah daerah di Indonesia, ancaman keamanan berupa bom, hingga isu RUU KUHP. ‘’Memang kendalanya kemarin kan kita melaksanakan pilpres dan pileg, sudah kehilangan target itu di semester pertama. Belum lagi suasana kegempaan, kemudian ada ancaman keamanan adanya bom di Sumatera Utara, kemudian ada isu-isu RUU KUHP,’’ ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, Minggu (15/12)

kemarin. Menurut Astawa, kompetitor turut mem-blow up hal tersebut sehingga memengaruhi tingkat kedatangan wisman ke Indonesia, termasuk Bali. Namun sampai Oktober 2019, kunjungan wisman ke Bali sudah tercapai 5,2 juta. Bila melihat data sebelumnya, kunjungan wisman di bulan November dan Desember masing-masing adalah 500 ribu. Namun, setiap tahunnya ada tren peningkatan sekitar 10 persen. ‘’Anggap kalau 10 persen, berarti kan dapat 550 ribu. Kalau dikali dua bulan (November dan Desember - red), kan dapat 1,1 juta, itu ditambah 5,2 juta berarti kan dapat sekitar 6,3 juta. Tapi siapa tahu tanggal 25 itu tahu-tahu dapat 600 ribu, berarti

sekitar 6,35 - 6,4 juta kira-kira dapatlah,’’ papar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali ini. Sementara untuk kunjungan wisatawan nusantara, Astawa memperkirakan tercapai sekitar 10 jutaan sampai akhir tahun. Astawa menambahkan, kunjungan wisatawan ke Bali salah satunya memang berkorelasi dengan pendapatan dari pajak hotel dan restoran (PHR). Akan tetapi, PHR selama ini masuk ke PAD kabupaten/kota. Sementara bagi provinsi, multiplier effect yang ditimbulkan sektor pariwisata utamanya banyak menciptakan lapangan pekerjaan. Di antaranya guide, travel agent hingga pegawai hotel dan restoran. (kmb32)

’’Memang kendalanya kemarin kan kita melaksanakan pilpres dan pileg, sudah kehilangan target itu di semester pertama. Belum lagi suasana kegempaan, kemudian ada ancaman keamanan, adanya bom di Sumatera Utara, kemudian ada isu-isu RUU KUHP.’’ Bali Post/afp

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

I Putu Astawa Plt. Kadis Pariwisata Bali

Masih Lesu PENGAMAT pariwisata Bagus Sudibya menilai target pemerintah sifatnya terlalu optimistik atau terlalu over confident. Namun dalam kenyataannya tidak mencapai sasaran karena menjadi sporadis. Target realistis pencapaian Bali, menurut Sudibya, 6,2 juta - 6,5 juta. Bagus Sudibya Menurutnya, dalam menentukan target kunjungan, harus menentukan pendekatan yang digunakan, apakah kualitatif atau kuantitatif. Sehingga bisa membuat masterplan atau roadmap yang jelas diikuti kebijakan yang komprehensif. Misalnya kebijakan airlines, marketing, sales and promotion, menentukan destinasidestinasi penyumbang wisatawan yang jelas, membuat study comparison dengan pesaingpesaing Bali dan Indonesia serta melakukan analisis SWOT terhadap target yang tidak tercapai. Meski (sesuai data statistik) kunjungan wisman ke Bali 2019 sudah pulih, namun pariwisata Bali masih terasa lesu. Terlihat dari realisasi pajak hotel di Denpasar yang belum mencapai target. Begitu juga PHR Badung yang belum mencapai target Rp 4,6 triliun karena realisasinya baru mencapai Rp 3,9 triliun. Bisa jadi kelesuan ini terjadi akibat dari lesunya ekonomi global, sehingga memengaruhi wisman enggan mengeluarkan uang untuk traveling. Jika pariwisata ini mampu digarap secara benar dan optimal, Indonesia bisa menjadi negara maju melalui penyokong utama pariwisata. Kontribusi pariwisata terhadap devisa sekitar Rp 200 triliun, Rp 100 triliunnya masuk ke Bali, maka itulah kontribusi Bali terhadap pendapatan nasional. (kmb42)

Gempa di Filipina Harian Bisnis Bali Koperasi Didorong Salurkan KUR Kementerian Koperasi dan UKM terus mendorong koperasi simpan pinjam (KSP) untuk ikut serta sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya KSP di Bali yang memiliki potensi tinggi, sehingga diharapkan tidak dengan koperasi daerah lainnya. Mengapa? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Geliat Rumput Laut di Nusa Budi daya rumput laut kembali menggeliat di Nusa Penida, Klungkung. Hal ini terlihat di Desa Batununggul.

www.denpostnews.com

Terasa Sampai Sulut Jakarta (Bali Post) – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,9 terjadi Minggu (15/12) kemarin pukul 13.11.54 WIB akibat sesar lokal di Mindanao, Filipina, guncangannya terasa hingga Melonguane, Sulawesi Utara (Sulut). ‘’Setelah dimutakhirkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 6,8,’’ kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.64 LU dan 125.24 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 334 km arah barat laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 37 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hipo-

senternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal di wilayah Mindanao. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser mendatar (Strike Slip Fault). Guncangan gempa dirasakan di daerah Sangihe II - III MMI MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. (ant)

Bali Post/afp

ROBOH - Gempa mengguncang Mindanao, Filipina, Minggu (15/12) kemarin. Gempa berkekuatan 6,8 SR menghancurkan sejumlah bangunan.


Senin Kliwon,16 Desember 2019

FIGUR Merawat Laut ANGGOTA Komisi VI DPR-RI, I Nyoman Parta, mengkritik jajaran direksi PT Pelindo III lantaran tidak merawat kebersihan Pelabuhan Benoa. Padahal keluhan tentang joroknya Pelabuhan Benoa sudah muncul sejak dulu. Namun tidak pernah ditanggapi oleh pihak direksi. “Mereka tidak mengerti betapa pentingnya laut bagi orang Bali. Laut itu dirawat, jangan ikannya saja diambil, pajak dan retribusinya diambil, tapi lingkungannya tidak dirawat,” ujarnya, Minggu (15/12) kemarin. Menurut politisi PDI-P ini, Pelindo III bukanlah perusahaan kacangan. Salah satu BUMN ini memiliki pendapatan yang besar. Komitmen untuk merawat lingkungan seharusnya juga kuat. Terlebih Pelabuhan Benoa merupakan tempat bersandarnya cruise selain tempat untuk keberangkatan kapal-kapal pengangkut ikan yang diekspor. Penumpang cruise atau kapal pesiar umumnya adalah wisatawan yang secara ekonomi lebih mapan. “Jadi, mereka para wisatawan butuh kenyamanan. Pelindo ini sudah banyak mengecewakan masyarakat Bali. Lautnya diuruk, mangrovenya mati, lingkungannya jorok tidak terawat,” jelasnya seraya mengatakan, pihaknya akan membahas masalah ini dengan Pelindo III saat melakukan kunjungan kerja ke Bali, Kamis (19/12) mendatang. (rin)

JEBOL - Kondisi dinding pilar bangunan Pasar Badung yang jebol. Padahal, pasar ini baru saja beroperasi.

Indeks Kerukunan Beragama

Bali Peringkat Ketiga Denpasar (Bali Post) Kementerian Agama Republik Indonesia merilis Indeks Kerukunan Beragama Tahun 2019. Bali dalam indeks tersebut berada di peringkat ketiga, setelah Papua Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dibandingkan dengan Indeks Kerukunan Beragama pada tahun 2017 dan tahun 2018, tahun ini Indeks Kerukunan Beragama di Bali turun peringkat. Menurut Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, S.Pd., M.Ag., menurunnya indeks tersebut tak bisa dijadikan indikator penurunan kerukunan beragama secara nyata. Khususnya di Bali, indeks tersebut sangat dinamis mengingat masyarakat di Bali yang heterogen. “Bali ini kan sangat dinamis, karena wilayah pariwisata. Setiap saat itu bisa berubah. Jangankan dalam kurun waktu tahunan, setiap detik saja bisa berubah karena tingkat heterogenitas ini sangat menentukan,” kata Lastra usai menghadiri Musyawarah Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali, Sabtu (14/12). Indeks tersebut, kata Lastra, tidak bisa dijadikan indikator kerukunan. Kendati demikian, Lastra mengatakan pihaknya tetap berupaya menjaga keruku-

nan beragama di Bali untuk mendukung pembangunan pada tahun 2020. Salah satunya menyemangati moderasi beragama untuk menepis paham radikalisme, ekstremisme, dan hoax. Moderasi beragama ini dengan melakukan interaksi kepada masyarakat untuk memaparkan semangatsemangat kerukunan beragama. Lastra mengatakan ada tiga program yang akan disasar Kemenag, meliputi pemerintahan, pendidikan, dan keagamaan. “Moderasi artinya, agama jangan dibawa terlalu ke kiri yang arahnya ekstrem, atau ke kanan terlalu fanatik. Sehingga kami ingin agama itu ditempatkan di posisi yang sebenarnya dan untuk kebaikan manusia,” jelasnya. Ia menyebutkan, agama adalah bersifat terberi, bukanlah pilihan karena telah ditentukan Tuhan, sehingga manusia tidak harus membeda-bedakan agama. Edukasi tentang agama ini menurutnya juga penting dilakukan sejak usia dini dengan menggunakan pendekatan yang sesuai kebutuhan masyarakat. “Ke depan kegiatan yang bersifat kolaboratif inilah menjadi satu cara yang barangkali sangat baik dilakukan. Sehingga anak-anak mengenal satu sama lain,” tegasnya. (kmb16)

PERBANKAN

Bali Post/kmb16

Kejari Cek Jebolnya Dinding Pilar Pasar Badung Denpasar (Bali Post) Banyak pihak yang kaget dengan kualitas dinding pilar Pasar Badung. Belum ada setahun diresmikan Presiden RI Joko Widodo, tepatnya 22 Maret 2019, dinding pilar tersebut sudah jebol. Ambruknya salah satu ornamen yang terbuat dari bata merah melingkari dinding fondasi itu membuat Kejari Denpasar harus turun melakukan pengecekan. Apalagi informasi yang didapat bahwa di sejumlah dinding di beberapa tempat juga mengalami kerusakan. Rencana turunnya kejaksaan, sekaligus sebagai pendamping di Tim Penga-

wal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D), dibenarkan Kasiintel Kejari Denpasar I Gusti Ngurah Agung Ary Kusuma. “Ya, besok (hari ini - red) kami akan turun,” ujar

Ary Kusuma, Minggu (15/12) kemarin. Menurut Ary Kusuma, Kejari Denpasar akan melakukan pengecekan dengan melibatkan tim. Dalam pembangunan Pasar Badung, Kejari Denpasar memang merupakan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah, dan Pembangunan Daerah (TP4D). Saat Komisi III Denpasar melakukan inspeksi mendadak (sidak), kata Ary Kusuma, tim dari Kejari Denpasar juga turut serta. Bahkan pihaknya sudah rapat dengan

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar serta rekanan yang mengerjakan. Rapat tersebut digelar Jumat (13/12) lalu. “Hasil rapat dengan Dinas PUPR disepakati akan membuat kajian dengan melibatkan para ahli. Kami segera melakukan kajian terkait jebolnya tembok tersebut,” ujarnya. Saat disinggung kemungkinan pihak kejaksaan melakukan investigasi dan membawa kasus ini ke tahap penyelidikan, Ary Kusuma

mengatakan semuanya tergantung pada hasil kajian tim yang turun ke lapangan. Pihaknya memerlukan informasi dan data yang akurat untuk melakukan kajian. “Apakah memang ada kesalahan pada perencanaan dan pelaksanaannya atau memang murni karena pergeseran struktur tanah,” jelasnya. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Simulasi CAT untuk Pelamar CPNS Denpasar (Bali Post) Sebagai upaya untuk memberikan kesempatan uji coba tes bagi pelamar CPNS Kota Denpasar Tahun 2019, Pemkot Denpasar melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional X menggelar simulasi Computer Assisted Test (CAT). Kegiatan yang dibuka secara gratis bagi seluruh kalangan umum ini digelar di kawasan Youth Park, Taman Kota Lumintang Denpasar, Minggu (15/12) kemarin. Sejak pagi hari, silih berganti masyarakat atau pelamar hadir untuk mengikuti simulasi CAT ini. Tercatat 224 peserta yang telah melaksanakan pendaftaran pada

kegiatan tersebut. Sambil menunggu giliran uji coba, seluruh peserta juga disuguhkan hiburan musik dan lagu-lagu. Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana didampingi Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi mengatakan, pelaksanaan simulasi CAT ini sebagai upaya untuk memberikan kesempatan bagi pelamar CPNS untuk mencoba pelaksanaan sistem CAT. Sehingga sebelum memasuki tes yang sesungguhnya, mereka yang mendaftar telah memiliki pengalaman dan referensi. “Adapun materi dalam simulasi ini, yakni tes Seleksi Kompetensi Dasar (TKD) yang meliputi

Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP),” ujarnya. Sudiana menambahkan, simulasi CAT ini terlaksana atas kerja sama Pemkot Denpasar dengan BKN Regional X. Sarana dan prasarana yang diperlukan dipersiapkan oleh BKPSDM, sedangkan untuk server dan soal disiapkan oleh BKN. Pelaksanaan simulasi ini, selain dapat menjadi referensi bagi pelamar terkait materi dan jenis soal, juga dapat menjadi sarana untuk mengukur waktu, sehingga dalam menjawab soal nantinya dapat maksimal sesuai dengan waktu yang ditentukan. “Dari kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan pelamar CPNS,

sehingga dalam pelaksanaan tes yang sesungguhnya nanti dapat dimaksimalkan,” ujar Sudiana. Salah seoarang peserta, Ni Made Yusi Lestari, yang melamar pada formasi guru kelas di SDN 14 Padangsambian mengatakan, kegiatan ini

sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan. “Saya mengikuti kegiatan ini untuk mengetahui teknis seleksi karena baru pertama kali ikut seleksi CPNS. Tentunya kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan,” katanya. (kmb12)

Topik : KeDATANGAN WISATAWAN DOMESTIK KE BALI TURUN

BRI Rayakan HUT Ke-124

Semarak Pesta Rakyat Simpedes dan BRIFFest DALAM rangka HUT ke-124, Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Denpasar menyelenggarakan serangkaian acara terdiri dari BRI Family Day Festival (BRIFFest) dan Pesta Rakyat Simpedes (PRS) di Lapangan Bajra Sandi, Renon, Minggu (15/12) kemarin.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster tersebut, juga dihadiri Direktur Jaringan dan Layanan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto, Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia, Kepala Audit Intern BRI Wilayah Denpasar Joni Alwadris,

para pejabat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, nasabah BRI, pekerja BRI, dan keluarga pekerja BRI se-Bali. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan, dalam menyambut HUT ke-124 BRI yang jatuh pada tanggal 16

MEMBUKA - Gubernur Bali membuka kegiatan BRIFFest dan PRS BRI dalam rangka HUT ke-124 BRI.

Desember 2019, diadakan bermacam-macam kegiatan, seperti SportArtcular (Pekan Olahraga dan Seni), BRI Family Day Festival (BRIFFest) yang dilakukan pada hari itu dan upacara syukuran HUT BRI yang akan digelar Senin (16/12) hari ini. ‘’HUT kali ini memang spesial karena dirangkaikan dengan Pesta Rakyat Simpedes yang dibuka langsung oleh Gubernur Bali Bapak Wayan Koster,’’ ujarnya. Menurut Subagia, PRS merupakan program tahunan yang pertama kali dilakukan pada 2008 dan digelar untuk menjangkau masyarakat khususnya yang berdomisili di areal rural. PRS ini merupakan satu rangkaian besar dalam memperingati HUT ke-124 BRI yang merupakan program nasional berupa kegiatan seremonial dari Panen Hadiah Simpedes untuk nasabah Tabungan BRI Simpedes. Tahun ini Panen Hadiah Simpedes dilaksanakan di 100 titik di seluruh Indonesia. Untuk Kantor Wilayah BRI Denpasar terpilih lima kota penyelenggara, dimulai dari Kota Amlapura, dilanjutkan dengan Singaraja, Mataram, Kupang dan berakhir hari ini di Kota Denpasar. Kota Denpasar se-

bagai ibu kota Provinsi Bali dipilih karena merupakan pusat perekonomian dan pariwisata yang tercermin dengan banyaknya jumlah unit kerja BRI, yakni empat kantor cabang yaitu Kantor Cabang Denpasar Gajah Mada, Denpasar Gatot Subroto, Denpasar Renon, dan Kuta dengan 43 kantor BRI unit. Direktur Jaringan dan Layanan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto menambahkan, PRS merupakan rangkaian perayaan HUT ke-124 BRI yang saat ini mengusung konsep 6P. Hal inilah yang mampu menyalurkan semangat berbagi suka se-Indonesia sehingga menjadi tema PRS tahun ini. Adapun konsep 6P tersebut adalah Pawai, Panggung, Pojok X’sis, Peduli, Pasar, Panen. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab sosial BRI kepada masyarakat, BRI juga menyalurkan dana CSR dalam berbagai program. Di antaranya program konservasi sungai di 19 titik lokasi se-Indonesia. Untuk Kanwil BRI Denpasar dilakukan di satu titik lokasi sungai di Bali. Program Pelatihan 10.000 UMKM se-Indonesia. Untuk Kanwil BRI Denpasar dilaksanakan di lima titik

lokasi, Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Sumbawa (NTB), dan Kota Kupang. Program Padat Karya di 50 titik lokasi se-Indonesia. Kanwil BRI Denpasar dilakukan di tiga titik lokasi, meliputi Pembangunan Balai Subak untuk krama Subak Bonnyuh Sari Kabupaten Gianyar, pembangunan jalan Desa Giri Sasak Kabupaten Lombok Barat NTB, dan pembangunan jalan Kelurahan Airmata Kota Kupang. Program pembangunan 200 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Untuk wilayah Kanwil BRI Denpasar dilakukan di 15 titik lokasi, yang terdiri dari lima titik lokasi di Bali, lima titik lokasi di NTB, dan lima titik lokasi di NTT. Kemeriahan HUT ke-124 BRI dan PRS diawali dengan fun walk yang melibatkan pekerja dan keluarga pekerja BRI se-Bali, Zumba bersama, penyerahan Panen Hadiah Simpedes semester I tahun 2019 berupa dua unit mobil kepada dua nasabah Simpedes yang beruntung, penyerahan bantuan CSR Pembangunan Gedung Kantor Majelis Desa Adat Provinsi Bali sebesar Rp 2,5 miliar kepada Bendesa Agung MDA Provinsi Bali, penyerahan bantuan 150 paket sembako gratis ke-

pada masyarakat Denpasar total senilai Rp 22,5 juta, dan pengundian hadiahhadiah menarik PRS untuk masyarakat. Tidak hanya itu, sepanjang satu hari tersebut masyarakat juga dimanjakan dengan hiburan pawai PRS, penampilan dari Joni Agung & Double T, dan ditutup dengan penampilan artis nasional Siti Badriah. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, program BRI yang berpihak kepada pengembangan usaha kecil, menengah itu menurutnya luar biasa dan bisa memfasilitasi dan memberdayakan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia dan khususnya di Bali. ‘’Saya sangat mendorong dan mendukung agar BRI tumbuh semakin kuat di Provinsi Bali, dapat dukungan dari masyarakat Bali, dan saya mengimbau masyarakat Bali agar juga menyisihkan uangnya untuk ditabung ke BRI sebagai bagian dari upaya bersama kit a unt uk m em p erkua t peran dari Bank BRI Kanwil Bali, sehingga kita juga bisa berharap kontribusi BRI terhadap masyarakat Bali akan makin meningkat, dan juga dalam rangka meningkatkan produk berorientasi ekspor,’’ ujarnya. (ad390)


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Perayaan Tahun Baru

Kerawanan Diprediksi Menjelang Subuh Wabup Suiasa Hadiri ”Karya” Mangupura (Bali Post) Polres Badung saat perayaan tahun baru memprioritaskan pengamanan di wilayah Kuta Utara dan Abiansemal karena rawan macet dan gangguan kamtibmas. Kerawanan tersebut diprediksi menjelang subuh atau mulai pukul 01.00 Wita, Rabu (1/1). Hal ini terungkap saat Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi bertemu dengan Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya dan Kasatlantas Iptu Debi Wiharjayadi, Sabtu (14/12). Menurut Roby Septiadi, kemacetan tersebut akan terus terjadi jika tidak ada solusi dari instansi terkait. “Karena kapasitas jalannya sudah tidak berimbang dengan volume kendaraan. Seperti Ja-

karta, apa pun yang dibuat tetap macet karena kapasitas jalan tidak berimbang dengan volume kendaraan,” tegasnya. Kalau mau pelebaran jalan di Jalan Raya Canggu-Tanah Lot, kata Roby Septiadi, kecil kemungkinan bisa terwujud karena harga tanah sangat mahal. Oleh karena itu, pihaknya hanya mampu melakukan pengaturan supaya bisa mengurai kemacetan. Namun pihaknya menjamin saat Nataru kamacetan tidak sampai parah. Pasalnya, pihaknya a ka n b e rsinergi dengan instansi terkait guna melakukan berbagai upaya mengantisipasi kemacetan di titik-titik yang selama ini

AKBP Roby Septiadi

Bali Post/kmb36

sering terjadi. Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya menegaskan, kemacetan yang terjadi di wilayahnya pada jam-jam tertentu saja. Oleh karena itu, pihaknya mengerahkan anggotanya untuk mengatur lalu lintas. “Pada tahun baru seluruh anggota saya kerahkan untuk mengatur lalu lintas. Kalau ada polisi yang jaga, tidak ada kemacetan,” katanya. Terkait hasil evaluasi kasus lakalantas tahun 2019, menurut Roby Septiadi, terjadi penurunan. Pada tahun 2018 terjadi 222 kasus lakalantas, korban meninggal 57 orang, luka berat 11 orang dan luka ringan 327 orang. Sedangkan tahun 2019 terjadi 186 kasus lakalantas, 54 korban tewas, 11 luka berat dan 276 luka ringan. Hasil evaluasi penanganan kasus tindak pidana umum selama 2019, tercatat 408 laporan, berhasil diungkap 295 kasus dan tunggakan kasus 113. Dibandingkan tahun 2018, ada 468 laporan, berhasil diungkap 274 kasus dan tunggakan 194 kasus. Jumlah kasus menonjol yaitu curat 64 laporan, berhasil diungkap 43 kasus. Untuk kasus curas 13 laporan dan diungkap tujuh kasus. Sementara kausus curamor ada 47 laporan dan berhasil diselesaikan 25 kasus. Untuk kasus penganiayaan berat terjadi satu kasus dan terungkap. Sedangkan kasus narkoba selama 2019 ditangkap 109 pelaku, terdiri dari 101 WNI dan satu WNA. (kmb36)

Puting Beliung Robohkan ”Bale Saka Enem” di Bongkasa Mangupura (Bali Post) Bangunan bale saka enem di Desa Bongkasa, Abiansemal, roboh diterjang angin puting beliung, Minggu (15/12) kemarin. Rusaknya bangunan milik Wayan Racem (65) terjadi sekitar pukul 15.00 Wita di tengah guyuran hujan disertai angin kencang. Kejadian tersebut dilaporkan Kaling Banjar Teguan, Nyoman Sueca. Mendapat informasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung langsung turun ke lokasi bencana. Hasil pendataan, bale saka enem yang memiliki panjang enam meter dan lebar empat meter baru saja direnovasi dua tahun lalu. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, Ni Nyoman Ermy Setiari mengatakan, BPBD Badung sudah melakukan pendataan terkait bencana yang dialami I Wayan Racem. “Bangunan tersebut

baru direnovasi dua tahun lalu. selain bale saka enem yang hancur diterpa angin puting beliung, tembok marajan-nya juga ikutan roboh,” ujarnya. Ermy Setiari menambahkan, kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta. “Selain di Desa Bongkasa, bencana

juga terjadi di Desa Sibanggede yakni bencana pohon tumbang yang menutupi jalan serta atap rumah milik I Ketut Lanus. Tidak ada korban jiwa dalam bencana pohon tumbang tersebut, namun diperkirakan kerugian mencapai Rp 5 juta,” katanya. (kmb27)

Bali Post/ist

ROBOH - Bale saka enem milik I Wayan Racem roboh diempas angin puting beliung, Minggu (15/12) kemarin.

di Desa Adat Peminge

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Segara Kerti Dirgayusa Bumi lan Padudusan Agung di Pura Desa, Puseh lan Bale Agung, Desa Adat Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (14/12).

KARYA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Segara Kerti Dirgayusa Bumi lan Padudusan Agung di Pura Desa, Puseh lan Bale Agung, Desa Adat Peminge, Kecamatan Kuta Selatan, Sabtu (14/12).

Mangupura (Bali Post) – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Badung dan sekitarnya memicu terjadinya gelombang air laut. Alhasil sampah terempas gelombang hingga membanjiri sepanjang pantai di Gumi Keris. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan mengakui telah mengerahkan personel guna membersihkan sampah berupa rumput laut dan plastik yang memenuhi bibir pantai. ‘’Karena hujan lebat serta gelombang besar, sampah kiriman mulai ada. Seperti di Kudeta Seminyak, namun belum banyak sekitar 0,5 ton. Kebanyakan rumput laut dan 20 persen plastik,’’ ungkap Eka Merthawan, Minggu (15/12) kemarin. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, Eka Merthawan mengimbau kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang akan beraktivitas di pantai lebih berhatihati. Sampah kiriman akibat fenomena angin barat ini diprediksi akan berlangsung hingga Februari mendatang.

Komunitas GAS Petang Nyatakan Kebulatan Tekad Dukung Penuh Giriasa Dua Periode Petang, Made Ordin, menyatakan kebulatan tekad itu mengemuka bukan hanya karena dirinya kader PDI Perjuangan. ‘’Bapak Nyoman Giri Prasta selaku Bupati bersama Wakilnya, Bapak Suiasa, memang memikirkan dan berbuat untuk kesejahteraan rakyat. Kami merasakan betul itu,’’ katanya dengan mimik serius. Ordin merinci kebijakan Bupati Giri Prasta mulai dari program pendidikan, kesehatan, sosial, agama, hingga pembangunan fisik seperti pura dan balai banjar. ‘’Masyarakat benar-benar merasa diperhatikan. Di bidang pendidikan para pelajar dibantu laptop. Di bidang kesehatan juga ada, bahkan masyarakat yang menunggui ke-

DUKUNG GIRIASA - Komunitas GAS Kecamatan Petang menyampaikan kebulatan tekad mendukung penuh Giriasa dua periode di Pondok Wana, Banjar Kiadan, Petang, Sabtu (14/12).

paten Badung juga menyerahkan punia sebesar Rp 1,8 miliar. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan karya yang dilaksanakan masyarakat Desa Adat Peminge. Selaku guru wisesa, Pemerintah Kabupaten Badung ditegaskannya sangat berkomitmen dalam mendukung upacara yadnya yang dilaksanakan masyarakat. Melalui momentum pelaksanaan karya tersebut, pihaknya mengajak masyarakat Peminge untuk ngrastiti bhakti ring Sang Hyang Widhi agar tercipta kedamaian dan kerahayuan jagat, bukan hanya di Peminge, namun di seluruh Kabupaten Badung. ‘’Semangat persatuan kesatuan dan ketulusan hati masyarakat dalam melaksanakan upacara agama akan menciptakan keagungan yadnya yang dilaksanakan,’’ ujar Suiasa. Sementara itu, Bendesa Adat Peminge Made Warsa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang telah membantu dan hadir di Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Tawur Balik Sumpah Utama Segara Kerti Dirgayusa Bumi lan Padudusan Agung di Pura Desa, Puseh lan Bale Agung, Desa Adat Peminge. Pihaknya juga menyampaikan karya ini dilaksanakan dari tanggal 24 Oktober 2019 sampai tanggal 25 Januari 2020. (ad393)

Sampah Kiriman Mulai Menghantui

POLITIK

DUKUNGAN Komunitas GAS (Golak and Sahabat) terhadap kepemimpinan paket Giriasa menyebar semakin luas. Kali ini Komunitas GAS Kecamatan Petang membulatkan tekad untuk mendukung penuh paket Giriasa memimpin Badung dua periode. Bertempat di Pondok Wana, Banjar Kiadan, Petang, Sabtu (14/12) lalu, seratus lebih anggota Komunitas GAS tersebut menyatakan siap memenangkan paket Giriasa. Pasalnya, GAS yang dikomandoi oleh I Ketut Golak, S.H. menilai pembangunan di Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta dan Wakil Bupati Suiasa (Giriasa) sangat berhasil. Koordinator GAS Kecamatan

Turut hadir dalam karya tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung Wayan Luwir Wiana, Lurah Benoa Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Peminge Made Warsa, beserta tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa didampingi DPRD Kabu-

luarganya opname diberikan bantuan. Jadi, program beliau benarbenar promasyarakat,’’ katanya. Karena itulah, mantan Kades Plaga itu mengaku ikut bergabung dengan GAS, karena sebagai masyarakat Plaga memiliki persamaan tujuan untuk memenangkan Giriasa dua periode. Ia menyatakan sepakat dalam mendukung Giriasa dua periode dengan GAS yang mempunyai prinsip ‘’GAS full, rem blong, asah udeg’’. ‘’Dalam mendukung Giriasa dua periode, Gas full maksudnya maju terus, rem blong artinya tanpa ada sekat untuk mencapai tujuan, dan asah udeg maksudnya bergerak dengan tekad bulat untuk mendukung Giriasa dua periode,’’ katanya. Sementara itu, Ketut Golak menyatakan sosialisasi dukungan tersebut sebagai implementasi aspirasi masyarakat yang menilai totalitas Giriasa memimpin Badung dalam mensejahterakan rakyat Badung. Ia menegaskan, kepemimpinan Giriasa tidak perlu diragukan lagi. Dirut Perumda Tirta Mangutama (PDAM) Badung itu mengatakan, Giri Prasta benar-benar serius memikirkan dan berbuat untuk kepentingan masyarakat, bukan hanya Badung, tetapi juga masyarakat Bali. ‘’Giriasa sekenseken saja, beneh-beneh. Itu aspirasi masyarakat, jangan dibelokkan. Aspirasi masyarakat harus diprioritaskan. Masyarakat sudah merasakan apa yang dikerjakan petahana. Perbedaan itu pasti ada, tetapi tetap dalam koridor berpolitik santun,’’ katanya seraya hanya tersenyum ketika ditanya apa maksudnya aspirasi masyarakat jangan dibelokkan. (ad387)

‘’Kami mengimbau pengunjung untuk berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ katanya. Dalam rangka menjaga kebersihan pantai akibat siklun angin barat, kata mantan Kabag Humas Badung ini, pihaknya telah melibatkan pelaku pariwisata yang akan membantu tim DLHK dalam membersihkan sampah kiriman. ‘’Pelaku pariwisata sudah kami libatkan. Mereka akan bertugas membantu tim kami membersihkan sampah kiriman di masing-masing zona,’’ katanya. Menurut Eka Merthawan, keterlibatan pelaku pariwisata dalam menanggulangi sampah kiriman diwajibkan. Pihaknya selaku leading sector dalam membersihkan kawasan Badung juga harus tetap siaga. ‘’Kami sudah buatkan perencanaan dalam

menanggulangi sampah musiman ini,’’ katanya. Dalam kebersihan pantai di Badung, kata Eka Merthawan, pihaknya telah membagi 10

zona kawasan Pantai Barat Badung, yakni zona I depan kuburan keramat hingga Echo Beach Bali hingga Zona X dari batas Pantai Kedonganan dan Jimbaran hingga Four Season. ‘’Setiap pos sudah ada penanggung jawabnya. Jadi, terintegrasi penangananya,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

SAMPAH - Sampah kiriman mulai menghantui Kabupaten Badung, Minggu (15/12) kemarin. DLHK Badung mulai siaga mengatasi permasalahan tersebut.

HUKUM Konferda INI Pengda Badung

Notaris Harus Kreatif dan Inovatif di Era Industri 4.0 IKATAN Notaris Indonesia (INI) Pengurus Daerah (Pengda) Badung, Sabtu (14/12) menggelar kegiatan Konferensi Daerah (Konferda) dengan tema “Kreatif & Inovatif dalam Menjalankan Jabatan sebagai Notaris Profesional di Era Industri 4.0”, di Harris Hotel Sunset Road. Konferda yang merupakan kegiatan rutin setiap tiga tahun sekali ini dibuka oleh Ketua Pengurus Wilayah (Pengwil) Bali Ikatan Notaris Indonesia Wayan Muntra yang ditandai dengan pemukulan gong. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Pengwil IPPAT Bali serta undangan dari seluruh Pengda INI dari seluruh Bali. Menurut Ketua Pengurus Wilayah Bali Ikatan Notaris Indonesia Wayan Muntra, Konferda INI merupakan proses pergantian kepemimpinan di tingkat kabupaten/kota bagi notaris dalam perkumpulan sesuai AD/ART. Kegiatan ini merupakan hal yang dalam pengelolaan organisasi merupakan kegiatan biasa. Dikatakan, penekanan dalam Konferda INI adalah dilakukan pembekalan dan penyegaran ilmu pengetahuan bagi para notaris khususnya di Kabupaten Badung. “Harapan kami di pengurus wilayah Bali, tentunya dengan diadakannya Konferda ini, dalam tiga tahun ke depan diharapkan ada terobosan dan inovasi baru dari ketua yang terpilih. Yang tentunya menjunjung tinggi harkat martabat para notaries, khususnya di Kabupaten Badung,” harapnya. Terkait proses pemilihan, kata Muntra, di internal Ikatan Notaris Indonesia daerah Badung sebetulnya selalu mengedepankan musyawarah dalam melakukan pemilihan Ketua Pengurus Daerah. Pihaknya di pengurus Wilayah Bali mengharapkan agar siapapun yang terpilih nanti,

baik itu secara musyawarah maupun votting, tentu mereka merupakan rekan atau saudara di organisasi. “Tentu kami juga berharap siapapun yang terpilih nanti agar bisa mengemban tugas dan amanah dari organisasi Ikatan Notaris Indonesia Daerah Badung,” tegasnya. Ketua Pengda Badung Ikatan Notaris Indonesia Periode 2017-2019 Bf. Harry Prastawa, S.H. mengatakan, Konferda merupakan agenda rutin organisasi yang digelar setiap tiga tahun sekali sesuai AD/ART. Melalui pergantian pengurus nanti, pimpinan yang baru terpilih diharapkan bisa menjadi ujung tombak dari kegiatan organisasi ke depan. Oleh karena itu, sesuai tema yang diusung, penimpin yang terpilih harus kreatif, dinamis. Sehingga dengan adanya perkembangan ekonomi, teknologi, seluruh anggota Ikatan Notaris Indonesia bisa menanggapinya. Ia menjelaskan, sampai saat ini jumlah anggota Ikatan Notaris Indonesia Penurus Daerah Badung

mencapai 157 orang. Jika dibandingkan dengan seluruh daerah di Bali, Badung memiliki jumlah anggota yang paling besar. “Dengan jumlah anggota paling besar, kami berharap juga diikuti dengan keterampilan anggota yang semakin mumpuni dalam pelayanan kepada masyarakat,” harapnya. Ketua Pengda Badung INI terpilih Putu Ngurah Aryana mengatakan, dalam menjalankan program ke depan pihaknya berharap dukungan dari seluruh anggota notaris Badung. “Kami berharap seluruh anggota memberi dukungan agar program tiga tahun ke depan bisa berjalan dengan baik,” ujarnya. Selain konferda, ada juga kegiatan internal, yakni konsolidasi ke dalam untuk pengembangan ilmu pengetahuan. Setiap anggota notaris harus bisa melayani masyarakat dengan baik, melalui kegiatan pelatihan-pelatihan. Selain itu juga diisi dengan kegiatan refleksi akhir tahun. (ad391)

KONFERDA - Ketua Pengurus Wilayah Bali Ikatan Notaris Indonesia Wayan Muntra membuka Konferda INI Pengda Badung, Sabtu (14/12).


Senin Kliwon, 16 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Pariwisata Jangan Sampai Matikan Bali PARIWISATA telah berkontribusi pada Bali. Baik dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun penghasilan masyarakat. Itu sudah terbukti. Namun bukan berarti Bali harus mendewakan pariwisata. Bukan pula menjadikan pariwisata menginjak-injak sektor lainnya. Sebab, Bali juga memiliki pertanian. Bali memiliki industri kecil. Ketiganya harus berjalan beriringan, saling mendukung dan tidak saling mematikan. Ketika alih fungsi lahan pertanian berlangsung marak, budaya bercocok tanam di lingkungan masyarakat makin tergerus, konsekuensinya, nilai solidaritas atau kesetiakawanan sosial makin menurun. Sebaliknya, budaya baru kesetiakawanan sosial mulai diukur melalui pendekatan status sosial. Celakanya, status sosial yang dibangun untuk merawat solidaritas itu cenderung bermotif ekonomi. Penghargaan terhadap seseorang mulai menggunakan ukuran budaya baru yang bernama uang atau pangkat. Benar bahwa pariwisata mengandung potensi kemakmuran. Tetapi pada sisi lainnya mengandung potensi penghancur yang amat dahsyat. Proses kehancuran Bali merupakan efek dari cara kerja kapitalisme yang menyusup ke dalam berbagai kemasan konsep dan instrumen ideologi, seperti: pembangunan, pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan konsep pasar. Pembangunan pariwisata menyerap gagasan kapitalisme secara total dan tanpa rem. Bangunan pariwisata Bali seharusnya mulai direvitalisasi agar kembali menimbang kekuatan budaya. Pariwisata Bali jangan sampai menimbulkan gegar budaya bagi generasi baru. Ada banyak ide ketika kita membicarakan masalah pariwisata. Pada masa lalu, Bali diperkenalkan sebagai daerah tujuan wisata internasional. Keunikan budaya menjadi daya tariknya. Interaksi sosialnya yang masih mementingkan keselarasan hidup dengan alam menjadi pedomannya. Mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya untuk Bali tentu akan berdampak pada keselarasan alam. Demikian pula ketika di Bali dijejali wisatawan, tentu akan berbanding lurus dengan penyediaan fasilitasnya, berbanding lurus dengan tanaga kerja yang diperlukan. Terakhir akan berbanding lurus pula dengan kerusakan alamnya. Untuk mencegah semua itu terjadi, maka harus kembali menghitung daya dukung Bali. Kembali menghitung antara penghasilan yang didapat dengan kerusakan yang ditimbulkan. Bali tentu tidak perlu banyak wisatawan. Apalagi Bali telah menganut konsep pariwisata yang berkelanjutan. Inilah yang harus dijaga, sehingga pariwisata memberikan berkah pada manusianya sekaligus memberi berkah pada alam lingkungannya.

Menyoal Isu ’’Overtourism’’ Visi Indonesia 2045 dalam bidang pariwisata menyebutkan bahwa Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata utama di Asia dan dunia dengan 73,6 juta wisatawan mancanegara dan pertumbuhan devisa 4,9% per tahun, menjadi pemacu bahwa Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan sektor itu. Namun, dari target secara kuantitas itu, kini Bali sebagai bagian dari Indonesia tengah menghadapi isu bahwa Bali sebagai salah satu destinasi tak layak untuk dikunjungi pada tahun 2020 versi Fodor’s No List 2020, diduga merupakan dampak overtourism.

Oleh Dwi Yustiani, S.ST. aru saja Bali diduga tengah berhasil keluar dari kondisi pariwisata yang menurun. Badan Pusat Statistik Provinsi Bali telah merilis angka kumulatif wisman yang datang langsung ke Bali periode Januari-September 2019 mencapai 4.672.230 kunjungan, sementara pada periode yang sama di tahun 2018 kunjungan wisman tercatat sebanyak 4.647.040 kunjungan. Tentu kondisi ini menunjukkan peningkatan setinggi 0,54 persen. Jika merujuk ke data sebelumnya, jumlah wisman Januari hingga Agustus 2019 turun sedalam -0,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018, ini merupakan hal yang menggembirakan, karena Bali mulai bangkit dari masalah turunnya kuantitas wisman yang berkunjung ke Bali. Namun, sebuah website Fodor’s Travel yang menyajikan kontenkonten wisata yang layak untuk dikunjungi dan disoroti menyebutkan bahwa Bali masuk Fodor’s No List 2020 atau Bali masuk ke dalam daftar tempat yang perlu dipikirkan untuk dikunjungi. Mengapa perlu dipikirkan untuk dikunjungi, ternyata pihak dunia tengah menyoroti permasalahanpermasalahan yang mendera Bali salah satunya etika pelancong yang tidak hormat terhadap situssitus suci keagamaan, lingkungan seperti pengelolaan sampah plastik yang belum optimal, bahkan politik. Tetapi ada tujuan di balik konten tersebut, pada dasarnya no list tersebut bermaksud untuk menyoroti bahkan mengimbau, bukan sebuah larangan untuk datang, tetapi menyarankan bahwa pulau indah ini harus kita kunjungi dengan bertanggung jawab. Tentu hal ini kembali membuat pariwisata Bali sensitif. Sensitif ini bisa jadi membuat kunjungan

wisman menurun, tetapi bisa jadi akan membuat kunjungan wisman ke Bali lebih berbudaya dan bertanggung jawab, atau bisa jadi keduanya. Namun, efek overtourism yang disebutkan dalam koten opini tersebut juga menjadi sorotan dunia, bahkan oleh Conde Nast Traveller memasukkan Bali sebagai dalam daftar 15 tempat yang bergulat dengan overtourism. The World Travel & Tourism Council dalam sebuah studi yang berjudul ‘’a study on the effect of overtourism’’ menyatakan bahwa tantangan dari overtourism antara lain penduduk lokal yang mulai terasing, pengalaman wisata yang terdegradasi, beban infrastruktur yang berlebihan, dan kerusakan alam. Oleh karena itu, overtourism bukan hanya merujuk ke kuantitas jumlah wisman yang datang dalam jumlah banyak, namun cenderung lebih banyak ke dampak dari kedatangan wisatawan. Tidak hanya Bali yang mengalami hal tersebut, Angkor Wat misalnya. Salah satu situs warisan dunia UNESCO di Kamboja yang paling banyak dikunjungi tengah ‘’menderita’’ karena kepopularitasannya sendiri. Membeludaknya kunjungan ke tempat wisata ini memberikan dampak bahwa terjadi kerusakan pada kuil, dan belum lagi krisis air yang disebabkan oleh kekeringan dan akan lebih terasa karena air dimanfaatkan lebih banyak untuk kebutuhan hotel, tentu dampaknya akan terasa ke masyarakat di sekitarnya. Tidak hanya Angkor Wat. Hanoi Train Street juga mengalami dampak overtourism. Pengalaman bidikan fotografi yang menakjubkan dapat diperoleh pada objek wisata ini, namun di balik itu semua terjadi pergolakan yang berbahaya karena jalur kereta yang masih aktif dan digunakan oleh masyarakat Hanoi tersebut dihalangi oleh banyaknya wisa-

tawan yang berlalu-lalang bahkan mengambil foto di lokasi tersebut. Tentu sangat membahayakan. Tidak hanya itu, keresahan akibat kelakuan wisatawan yang di luar batas norma pun menjadi salah satu dampak dari overtourism. Betapa tidak, viralnya kelakuan turis yang memasuki tempat suci di Bali dengan memanjat tempat ibadah, atau beberapa kasus ada yang merusak tempat suci merupakan cerminan dampak overtourism yang dapat mengganggu stabilitas penduduk lokal Bali. Keresahan yang disebabkan bisa saja menghasilkan persepsi turis dan turisme merupakan sebuah hal yang negatif, mengganggu. Perkumiene dan Pranskuniene (2019) menyatakan bahwa overtourism merupakan sebuah pertarungan antara hak untuk bepergian (right to travel bagi wisatawan) dan hak untuk tinggal (right to live bagi penduduk lokal). Jadi dapat disimpulkan bahwa overtourism tidak hanya semata-mata kuantitas wisatawan yang membeludak, namun lebih ke dampak multiplier yang ditimbulkan, apakah ke sisi lingkungan, stabilitas penduduk lokal, dan permasalahan moral yang bisa saja menimbulkan perspektif negatif terhadap turisme itu sendiri. Namun di luar itu semua, mari kita telisik Bali itu sendiri yang tentunya membedakan dengan destinasi lainnya di dunia ini. Bali merupakan sebuah pulau indah, yang merupakan paket lengkap sebuah perjalanan wisata di negeri ini. Bali memiliki keindahan alam, subak, gunung, geopark, garis pantai, persawahan, cagar alam, Bali pun memiliki wisata buatan seperti desa wisata, agrowisata, dan Bali tentu memiliki khazanah budaya yang sangat menjunjung tinggi originalitas. Kepariwisataan Bali dikatakan memiliki paket lengkap karena telah menjunjung

kepariwisataan berbasis masyarakat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Oleh rakyat berarti budaya yang ditimbulkan karena sebuah hasil cipta, rasa, dan karsa masyarakat Bali itu sendiri, dan untuk rakyat berarti bahwa upaya untuk melestarikan budaya sehingga menjadi sebuah pariwisata yang berkelanjutan (sustainable tourism) telah diaplikasikan, seperti contoh masuknya Desa Pemuteran dan Desa Penglipuran sebagai Top 100 Destinasi Berkelanjutan Dunia di tahun 2019. Dengan berdasar pada kelebihan tersebut, sudah banyak pencapaian Bali yang disebut sangat bergantung pada sektor pariwisata. Kedatangan wisman langsung ke Bali di bulan September 2019 mencapai 590.565 kunjungan, naik 6,24 persen dibandingkan kedatangan wisman langsung ke Bali di bulan September 2018 yang tercatat sebesar 555.903 kunjungan. Aroma pulihnya pariwisata Bali telah tercium. Merujuk pada data BPS, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara internasional ke luar negeri secara kumulatif Januari hingga September 2019 juga menunjukkan peningkatan setinggi 7,23 persen jika dibandingkan keadaan di periode yang sama di tahun 2018. Hal ini memberi sinyal positif bahwa pariwisata Bali kembali bergeliat. Sensitivitas pariwisata Bali terhadap isu-isu yang menerpa seperti dugaan overtourism, sampah plastik, dan keamanan, tentu akan berdampak Bali yang ekonominya sebagian besar bertumpu pada pariwisata. Data BPS mengenai pertumbuhan ekonomi Bali menunjukkan bahwa secara struktur ekonomi Bali pada triwulan III 2019 didominasi oleh usaha berkategori penyediaan akomodasi dan makan minum, atau berkontribusi sebesar 23,59 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Bali triwulan III 2019 (y-o-y), sektor pariwisata yang dalam hal ini diwakili oleh kategori penyedia akomodasi dan penyedia makan minum tercatat menjadi sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,19 persen. Data ketenagakerjaan Bali pun berbicara secara unik. BPS merilis data tingkat pengangguran terbuka di bulan Agustus 2019 tercatat sebesar 1,52 persen, naik dibandingkan bulan Agustus 2018 yang tercatat sebe-

sar 1,37 persen. Jumlah penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja di bulan Agustus 2019 tercatat sebanyak 2.428.679 orang, turun dibandingkan bulan Agustus 2018 yang tercatat sebanyak 2.490.870 orang. Jika dilihat menurut kategorinya, justru beberapa kategori menunjukkan peningkatan salah satunya pada kategori penyediaan jasa akomodasi dan penyedia makan minum, yang pada bulan Agustus 2018 tercatat sebanyak 318.574 orang, naik menjadi 318.711 orang di bulan Agustus 2019. Beberapa sinyal kuat ini menunjukkan bahwa pariwisata memegang kunci perekonomian Bali secara dominan, dan apabila ada gejolak pada sektor tersebut dampak yang ditimbulkan bisa sangat luas. Penulis, fungsional Statistisi pada Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

POJOK

Badung optimistis capai target kunjungan 6 juta wisman. - PHR merosot. *** Petani di Klungkung kembali tekuni budi daya rumput laut. - Laut sumber kehidupan. ***

Kemajuan pariwisata sebabkan alih fungsi lahan di Ubud tinggi. - Pertanian makin tergerus.

Pendidikan Promosi Doktor Unhi Denpasar

I Gusti Ayu Suasthi Lulus ’’Cumlaude’’

Musda dan Seminar Ilmiah DPD IPAI Bali

Tingkatkan Kompetensi Tenaga Penata Anestesi

MENINGKATKAN kompetensi dan kualitas tenaga penata anestesi sekaligus melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan periode 2019-2023, DPD Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) Bali mengadakan musda dan seminar ilmiah yang berlangsung selama dua hari sejak Sabtu (14/12) hingga Minggu (15/12) kemarin. Pelantikan kepengurusan DPD IPAI Bali dilaksanakan Minggu kemarin yang dirangkaikan dengan acara seminar ilmiah dengan tema ‘’Optimalisasi dan Harmonisasi Hubungan dengan Mitra Kerja Dalam Upaya Peningkatan Mutu Layanan di Fasilitas Kesehatan’’. Ketua Umum DPP IPAI Dra. Dorce Tandung, M.Si. mengatakan IPAI adalah organisasi profesi kesehatan yang berfungsi sebagai pembina tenaga penata anestesi yang terhimpun dalam organisasi ini. ‘’Salah satu kegiatan IPAI adalah melakukan pembinaan dalam rangka pengembangan profesi berkelanjutan di mana seorang penata anestesi sesuai aturan perundangan dan Anggaran Dasar serta Anggran Rumah Tangga, secara berkala harus dikembangkan kompetensinya sesuai dengan perkembangan iptek yang begitu cepat. Sehingga ke depan dalam melakukan fungsinya sebagai mitra pendamping dokter spesialis anestesi bisa melakukan-

nya secara profesional dan bertanggung jawab,’’ jelas Dorce. Ia melanjutkan, saat ini total tenaga penata anestesi di Indonesia yang telah tercatat sebanyak 6.350 orang. Jumlah ini diakuinya belum memenuhi rasio ideal penata anestesi yang dibutuhkan untuk setiap rumah sakit atau kamar operasi. Dorce menjelaskan, idealnya satu dokter spesialis anestesi setidaknya harus didampingi dua penata anestesi. Namun saat ini baik dari dalam pemenuhan rasio ideal kebutuhan untuk dokter spesialis anestesi yang ada di Indonesia sampai memenuhi kebutuhan minimal rumah sakit hingga sekarang belum bisa terpenuhi. Sementara itu, dr. Gede Budiarta, Sp.An.,KMN. mengatakan, sebagai dokter spesialis anestesi yang berpatner dengan penata anestesi tentunya mengingatkan patner kerja yang berkompeten dan berkualitas. ‘’Karena itu saya sangat mendukung acara seminar ilmiah ini. Sebab, bisa semakin meningkatkan kualitas dan kompetensi penata anestesi yang ada saat ini,’’ ujarnya. Ia juga mengakui jika saat ini kebutuhan ideal penata anestesi masih belum mencukupi. Ia berharap ke depan, kekurangan ini bisa dipenuhi sehingga bisa semakin menerapkan patient safety ke masyarakat dan kemudian mengarah ke pa-

LANTIK - Ketua Umum DPP IPAI Dra. Dorce Tandung, M.Si. melantik Pengurus DPD IPAI Bali periode 20192023, Minggu (15/12) kemarin. tient satisfied. Ketua DPD IPAI Bali Ketut Setiabudi, S.ST., M.Si. menambahkan, mengenai kekurangan tenaga penata anestesi di Bali, saat ini sudah ada perguruan tinggi yang membuka jurusan khusus untuk menghasilkan SDM penata anestesi yaitu D-4 Anestesi. Diharapkan lulusan dari D-4 anestesi ini akan memenuhi kebutuhan akan SDM penata anestesi. ‘’Saat ini memang demand atau kebutuhannya tinggi tetapi jumlah tenaganya terbatas. Idealnya satu dokter spesialis anestesi didampingi dua penata anestesi. Atau minimal satu kamar

operasi ada satu penata anestesi. Tetapi kondisi saat ini tiga kamar operasi memiliki dua penata anestesi, sehingga masih kurang,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, ke depan IPAI Bali juga mendorong penata anestesi yang ada di Bali untuk meningkatkan kompetensinya serta memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Penata Anestesi (SIPA). ‘’IPAI juga bertugas memfasilitasi penata anestesi untuk memiliki STR dan SIPA, sehingga dipastikan kompetensi dan keamanannya di mata hukum saat melakukan tugasnya,’’ papar Setiabudi. (ad19)

UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor Pendidikan Agama Hindu pada ujian terbuka promosi doktor, Sabtu (14/12) lalu. Dia adalah Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si. yang merupakan salah satu dosen Diperbantukan (Dpk) Unhi Denpasar yang membidangi ilmu Psikologi Pendidikan. Dengan semangat, ketekunan, serta keuletannya dalam menempuh pendidikan doktor, ibu dari empat orang anak ini dinyatakan lulusan dengan predikat Cumlaude. Dalam disertasinya, I Gusti Ayu Suasthi mengangkat penelitian tentang ‘’Ideologi Tri Hita Karana Dalam Membangun Perilaku Religius pada Grihastha Asrama di Desa Sukawati, Gianyar’’. Istri dari Dr. Drs. Pande Ketut Suastawa, M.S. ini merupakan Doktor ke-73 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. I Gusti Ayu Suasthi menjelaskan bahwa Tri Hita Karana mengandung nilai-nilai Hindu yang mendorong kebaikan dan kasih sayang. Di samping juga merawat lingkungan alam dengan kemurahan hati untuk mencapai keharmonisan, kedamaian, dan kebahagiaan. Ajaran Tri Hita Karana dapat dipahami sebagai salah satu tujuan pembangunan untuk mencapai kehidupan bahagia bersama (jagaditha). Namun, Grihasta Asrama yang merupakan tahapan kehidupan rumah tangga, saat ini orientasinya tampak berbeda. Ada beberapa gejala dari pengaruh mod-

ernisasi terhadap sikap dan perilaku Grihasta Asrama di Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Sehingga ideologi Tri Hita Karana sangat penting untuk membangun perilaku religius pada Grihasta Asrama di Desa Sukawati. Sebab, dikatakan, membangun perilaku religius pada Grihasta Asrama di Desa Sukawati amat penting, karena pada aspek parhyangan terus dibangun pemahaman akan sradha bhakti para Grihasta Asrama terkait dengan ngaturang ayah-ayahan dan yadnya. Sementara pada aspek pawongan sudah tampak semakin kondusif kehidupan sosial grihasta asrama yang menerapkan tat twam asi dan vasudeva kutumbhakam. Sedangkan pada aspek palemehan para grihasta asrama memiliki

kesadaran akan manfaat ambal-ambal atau telajakan sebagai area terbuka hijau, kesadaran tentang memilah sampah organik dan anorganik, serta kesadaran tentang pengurangan penggunaan sampah plastik. ‘’Semua yang dilakukan oleh para Grihasta Asrama di Desa Sukawati telah berimplikasi terhadap keberlangsungan aspek religius, sosial, dan budaya pada kehidupan masyarakat di Desa Sukawati,’’ ujar alumni Unpad Bandung ini. Ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung selama dua jam ini dipimpin langsung oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. selaku Promotor, Dr. Ni Putu Suwardani, M.Pd. selaku Kopromotor, dan diuji 6 dewan penguji lainnya. (ad389)

UJIAN - Dr. Dra. I Gusti Ayu Suasthi, M.Si. (tengah) berfoto bersama Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (4 dari kanan) dan para dewan penguji seusai ujian terbuka promosi doktor, Sabtu (14/12).

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Sosok Sukseskan Dua Agenda Besar TAHUN 2020 hanya tinggal hitungan minggu. Tahun depan Kabupaten Tabanan memiliki dua agenda besar, yakni Karya agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel dan Pilkada Tabanan. Terkait dua agenda tersebut khususnya Karya Agung di Pura Luhur Batukau, yang puncaknya rahina Wrespasti Umanis wuku Dungulan atau Kamis (20/2) mendatang, Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. mengajak seluruh semeton Tabanan, Bali dan Nusantara untuk bersama-sama mayasa kerthi menyukseskan karya agung tersebut. Betapa tidak, karya agung ini tidak digelar secara periodik namun berdasarkan pawuwus Ida Batara. Artinya, pelaksanaannya sangat pingit, suci sekaligus langka. “Bersyukurlah kita hidup saat ini karena bisa menyaksikan bahkan terlibat langsung dalam Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukaru tahun 2020,” ungkapnya. Pengurip Gumi sebagai nama karya agung yang sangat suci dan langka di Pura Luhur Batukaru disebutnya memiliki makna yang sangat dalam, yakni sebagai karya agung yang bertujuan menyucikan jagat atau alam semesta. Pura Luhur Batukaru merupakan salah satu pura sad kayangan Bali. Di pura tersebut berstana Ida Batara Mahadewa atau Ida Batara Hyang Tumuwuh, sebagai lambang kesuburan jagat alam raya Tabanan dan Bali. Digelarnya karya agung, Pura Luhur Batukaru sebagai stana Ida Batara Hyang Tumuwuh atau Ida Batara Mahadewa menandakan memiliki fungsi penting dan strategis bagi keberlangsungan hidup di jagat ini. “Banggalah jadi orang Tabanan yang ngempon khayangan jagat Pura Luhur Batukaru, mengingat Ida Batara yang berstana di pura tersebut memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan hidup umat manusia dan seisi jagat,” sebutnya. Sementara terkait Pilkada Tabanan 2020, Wabup Sanjaya mengajak masyarakat Tabanan menyukseskannya sehingga pesta demokrasi itu mampu melahirkan pemimpin yang sesuai pilihan. Tidak kalah pentingnya sesuai spirit fungsi Ida Batara yang berstana di Pura Luhur Batukaru, yakni seorang pemimpin yang menjaga keberlangsungan hidup semeton Tabanan serta mampu menjadikan beragam potensi yang tumbuh sebagai sumber untuk kesejahteraan masyarakat. (bit)

Jelang Nataru, Polisi Periksa Duktang dan Pengendara Tabanan (Bali Post) -

Menjelang hari raya Natal dan pergantian tahun, jajaran kepolisian gencar melakukan giat cipta kondisi (cipkon). Salah satunya menyasar tempat kos. Satu per satu kartu identitas penghuni tempat kos diperiksa oleh petugas. Seperti yang dilakukan Sabtu (14/12) malam, petugas menyasar sejumlah tempat kos di seputaran Pasar OB di Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken. Giat cipkon duktang tersebut dipimpin Waka Polres Tabanan Ni Nyoman Sukerti S.H. didampingi Kapolsek Kota Kompol I Nyoman Sukanada, S.H., M.H. Kegiatan melibatkan 48 personel gabungan yang terdiri atas 40 Polri, 4 pecalang, 3 staf desa, dan 1 Bhabinsa. Petugas menyasar tempat kos satu per satu. Lokasi itu memang dikenal banyak didatangi oleh penduduk pendatang, lantaran adanya aktivitas pasar yang menjual pakaian bebas. Dari 151 warga yang diperiksa, sebanyak 149 orang telah melengkapi diri dengan kartu indentitas seperti KTP dan Kipem yang masih berlaku. Sementara dua orang belum memiliki identitas dan hanya mempunyai surat keterangan tinggal. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta saat dimintai konfirmasinya Minggu (15/12) kemarin, membenarkan adanya giat cipkon di wilayah Desa Dauh Peken. Petugas mengecek identitas penduduk pendatang di sejum-

lah tempat kos. “Dari laporan yang kami terima, ada dua orang warga yang tidak melengkapi diri dengan kartu identitas. Mereka hanya memiliki surat keterangan tinggal, sehingga selanjutnya keduanya diserahkan ke aparat desa,” terangnya. Dikatakannya, cipkon ini bertujuan menjaga kamtibmas jelang Natal dan Tahun Baru 2020. Kegiatan dilaksanakan untuk mengetahui situasi kondisi di setiap wilayah Polres Tabanan. Petugas juga memberikan dan menitipkan pesan-pesan kamtibmas serta mengimbau warga agar selalu melengkapi diri dengan kartu identitas. Giat cipkon juga menyasar pengendara. Petugas mengecek kelengkapan surat berkendaraan dan kelaikan kendaraan. Mereka juga diminta mengantisipasi premanisme dan selalu waspada terhadap aksi kejahatan. “Segera lapor ke kantor polisi terdekat, apabila menjadi korban atau menemukan aksi kejahatan,’’ ujar Budiarta. (kmb28)

Ekonomi

Agro Industri

HUT XXXI, LPD Pecatu Hadirkan E-Link Mobile LPD Desa Adat Pecatu pada Sabtu (14/12) menggelar HUT XXXI di Lapangan Kuru Setra, Desa Adat Pecatu. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pengundian tabungan, deposito, Sibernas dan kredit berhadiah ke-17, serta berbagai acara seperti fun walk, safari kesehatan, gebyar HUT, kuliner rakyat serta hiburan rakyat. Acara dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang sekaligus membuka kegiatan dengan pemotongan tumpeng, didampingi Perbekel Desa Pecatu I Made Kariana Yadnya, Camat Kuta Selatan I Made Widiana, undangan serta krama Desa Adat Pecatu. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa mengapresiasi apa yang telah dicapai LPD Desa Adat Pecatu. Atas nama pemerintah sekaligus krama, dirinya mengu-

capkan terima kasih dan apresiasi terhadap kinerja LPD Pecatu, karena telah memberikan kontribusi positif dan produktif dalam pencapaian ekonomis dan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Kepala LPD Desa Adat Pecatu I Ketut Giriarta mengungkapkan, sesuai dengan tema ‘’Lewat Digitalisasi Layanan LPD Kita Tingkatkan Perekonomian Kerakyatan’’, LPD Desa Adat Pecatu siap menghadapi tantangan di era digital. Untuk itu, pada kesempatan yang sama juga diluncurkan aplikasi digital E-link LPD Pecatu Mobile. Dikatakannya, LPD sebagai usaha desa adat di bidang keuangan memberikan produk layanan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama dalam transaksi nontunai melalui E-link LPD Pecatu.

HUT LPD PECATU - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa (tengah) memotong tumpeng pada perayaan HUT XXXI LPD Desa Adat Pecatu.

“Transaksi nontunai sebagai sebuah kebutuhan saat ini. Kami bekerja sama dengan Bank BPD Bali dengan E-link LPD-nya dan dengan bank umum lainnya dalam rangka membangun ekonomi kreatif serta memberikan kemudahankemudahan dan layanan terbaik kepada krama Pecatu,” ucapnya. Diungkapkannya, sebagai daerah pariwisata, sektor Usaha Mikro Kecil di Pecatu bertumbuh dan bisa bersaing. Banyak krama sebagai pelaku utama dan itu menjadi sasaran LPD Pecatu dalam meningkatkan daya saing usaha yang tentunya didukung oleh pelayanan prima dari LPD Pecatu. “Melalui E-link LPD Pecatu membuka kredit online, bayar merchant, agen laku pandai dan aplikasi ini sudah berjalan lebih mudah, cepat dan efisien dalam bertransaksi,” ujarnya. Selain pembelanjaan online melalui E-link LPD Pecatu, juga bisa membayar PDAM, telekomunikasi, PBB, PHR, listrik dan lainnya, sehingga pelayanan LPD terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. “Sesuai rencana kerja, LPD Pecatu selalu mengembangkan produk-produk unggulan yang bisa diterima oleh masyarakat dan tepat sasaran. Sebagai daerah tujuan wisata, potensi Pecatu mengembangkan akomodasi usaha kerakyatan sangat besar. LPD juga akan mendukung pertumbuhan di sektor ekonomi kecil seperti perkebunan, pertanian, dan peternakan di Desa Adat Pecatu,” pungkasnya. Klian Desa Adat Pecatu I Made Sumerta menambahkan, selaku wakil krama sebagai pemilik LPD pihaknya mendukung penuh inovasi yang dilakukan LPD Pecatu melalui produk E-link LPD Pecatu. (kmb/k150)

Bali Post/ist

PERIKSA IDENTITAS - Petugas gabungan memeriksa kartu identitas penghuni tempat kos di seputaran Pasar OB di Banjar Tegal Belodan, Desa Kauh Peken.

HUT Ke-3 Cau Chocolates

Petani Tersenyum, Ditargetkan Tembus Pasar Eropa PERUSAHAAN cokelat PT Cau Chocolates International yang berpusat di Desa Cau, Kecamatan Marga, Tabanan, merayakan HUT ke-3 di Swissbell Hotel Rainforest Sunset Road, Sabtu (14/12) malam. Perayaan HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Founder Cau Chocolates Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si. sebagai rasa syukur. Pada perayaan yang dihadiri perwakilan dari Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Lanang Aryawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Putu Astawa, hingga petani kakao di Tabanan dan Jembrana ini, dilaunching tiga produk terbaru dari Cau Chocolates. Founder Cau Chocolates Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si. mengatakan, perusahaan cokelat yang dirintisnya resmi berdiri sejak tahun 2017. Dalam pengelolaannya, pihaknya mengambil model kemitraan dan bukan jual beli, sehingga antara perusahaan dan petani tidak saling menekan. Apalagi Cau Chocolates berkomitmen “senyum Cau Chocolates, senyum petani kakao Bali”. Cau Chocolates didirikan untuk memberikan kemudahan akses bagi petani kakao lokal dalam menyalurkan hasil pertaniannya. Alhasil, pada tahun 2019 ini perusahaannya ditetapkan sebagai lembaga ekonomi petani terbaik nomor satu di Indonesia. “Untuk penjualan saat ini 30 ekspor dan 70 persen domestik. Ke depan kami ingin membalik, 70 ekspor sesuai program pemerintah dan

30 domestik,” tandas Alit Artha Wiguna. Dikatakannya, sampai saat ini ekspor cokelat produksi Cau Chocolates baru merambah Singapura, Malaysia, dan Australia. Ke depan ditargetkan bisa menembus pasar Eropa. Apalagi Cau Chocolates telah memiliki tiga produk baru yang mencirikan tiga kabupaten di Bali sebagai penghasil kakao, yakni Jembrana, Tabanan, dan Buleleng. Diharapkan produk baru ini akan menjadi kebanggaan masyarakat Bali di kancah dunia. Terlebih perusahaan Cau Chocolates tidak hanya memproduksi, tetapi juga memiliki misi sebagai tempat destinasi dan rekreasi wisatawan. Sebab, Cau Chocolates sangat dekat dengan Desa

Jatiluwih yang merupakan salah satu Warisan Budaya Dunia yang dilindungi UNESCO. Kadis Perindag Provinsi Bali I Putu Astawa merasa bangga terhadap Cau Chocolates yang telah ikut berkontribusi meningkatkan denyut perekonomian Bali. Apalagi produk-produk yang dihasilkan juga sebagai salah satu implementasi dari Pergub Nomor 99 Tahun 2018 untuk penggunaan produk lokal Bali. Pihaknya pun sangat berterima kasih karena telah memperkenalkan Bali dan petani kakao Bali ke dunia internasional. “Tentu ini bisa menciptakan lapangan kerja serta bekerja sama dengan petani kakao kita di Tabanan dan Jembrana, kami sangat mengapresiasi,” pungkasnya. (ad386)

POTONG TUMPENG - Founder Cau Chocolates Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si. memotong tumpeng sebagai rasa syukur pada HUT ke-3 Cau Chocolates di Swissbell Hotel Rainforest Sunset Road, Sabtu (14/12) malam.


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

SOSOK Tinggalkan Sejumlah PR KAPOLRES Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo dalam waktu dekat akan dimutasi ke Jawa Tengah dengan jabatan baru sebagai Wadirintelkam Polda Jateng. Selama 1,8 tahun memimpin kepolisian di Kabupaten Gianyar, AKBP Priyanto sudah menorehkan prestasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari pemerintah pusat. Di sisi lain, perwira melati dua di pundaknya ini juga menyisakan cukup banyak PR. AKBP Priyanto mengaku sudah menerima telegram rahasia terkait mutasi tersebut. Kapolres Gianyar akan dijabat AKBP I Dewa Made Adnyana yang kini masih bertugas sebagai Kasubbagrim Biro SSDM Polda Bali. “Menjelang operasi pengamanan Nataru (Natal dan Tahun Baru), Kapolres Gianyar bukan lagi saya,” katanya. Ia mengaku meninggalkan sejumlah kasus yang belum terungkap. Seperti kasus pencurian di sejumlah vila hingga kasus WNA hilang yang sampai saat ini belum ditemukan. “Kasus WNA yang hilang, itu menjadi tunggakan kami. Karena depresi akibat gagal pacaran di luar negeri, lalu holiday di Bali, tapi cuma sehari di vila langsung hilang sampai sekarang,” ucapnya. Selain itu, pihaknya menyisakan kasus sengketa lahan. Misalnya kasus Pakudui yang sudah berlangsung sejak 2012, hingga kini belum terselesaikan. “Katanya mau damai dan mau eksekusi, ternyata ada gugatan lagi. Ya, gugatannya kami ikuti terus,” jelasnya. Sementara terkait kasus di Selasih yang terjadi beberapa waktu lalu, saat ini sudah berangsur damai. Petani diizinkan tetap menggarap lahan sebelum ada akomodasi. “Lahan tetap digarap masyarakat, tetapi tanamannya sawah. Nanti pihak owner akan membangun resort view-nya sawah,” tandasnya. (nik)

JADI VILA - Sawah yang ada di salah satu subak kawasan Desa Sayan, Kecamatan Ubud, beralih fungsi menjadi vila.

Bali Post/kmb35

Tinggi, Alih Fungsi Lahan di Ubud Gianyar (Bali Post) – Alih fungsi lahan di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi. Terlebih di kawasan Ubud kian marak areal persawahan dijadikan akomodasi. Pemerintah harus segera mengambil langkah jitu terkait kondisi ini. Jika tidak, sektor agraris akan terus terkikis hingga habis. Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. I Wayan Windia mengungkapkan hal itu, Minggu (15/12) kemarin. Dikatakannya, khususnya di wilayah Ubud, alih fungsi lahan persawahan dijadikan akomodasi terpantau ekstrem. Pasalnya, setiap tahun ada akomodasi baru yang dibangun. Terlebih di areal Kelurahan Ubud, hampir tidak ada lagi kawasan persawahan, karena sudah disulap menjadi hotel, vila, dan restoran. “Minggu lalu saya ikut rapat di Pemkab Gianyar membahas rancangan tata ruang. Dikatakan Ubud areal sawahnya nol. Kalau di kota Ubudnya mungkin ya, tetapi di kawasan pinggir Kecamatan Ubud masak tidak ada sawahnya. Itu kelihatan sekali

akan dirancang pakai hotel semua atau vila, sedangkan saya yang bina Subak Desa Lodtunduh Ubud seluas 30 hektar,” bebernya. Terkait pembangunan akomodasi yang tidak terhenti, Prof. Windia menyebut ada sejumlah penyebab, mulai dari susahnya mendapatkan air hingga airnya tercemar sampah atau limbah. Selain itu, petani harus membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang tinggi, sedangkan hasil panennya tidak seberapa. Petani harus diberikan kebebesan dalam konteks pelestarian areal persawahan. Dalam arti, tidak perlu membayar PBB atau PBB lahan pertanian dibayarkan oleh pemkab. Ditambahkannya, saat ini pemerintah telah memberikan

bantuan Rp 50 juta per subak setiap tahunnya. Seharusnya bantuan itu dimanfaatkan dalam melakukan prosesi ritual yang ada setiap piodalan di Pura Ulun Suwi masingmasing subak. Karena pengakuan terhadap subak oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) melihat petani yang mengatur irigasi bersamaan dengan dilakukannya ritual di Pura Ulun Suwi. Kondisi saat ini dirasakan sebagai tantangan Bali ke depan, terutama terkait sistem Subak. Meski demikian, ia menegaskan Subak di Bali tidak boleh hilang, apalagi di Ubud harus tetap ada meski daerah pariwisata. “Setiap hektar sawah mampu menahan air 3 ribu ton. Kalau tidak

ada sawah bisa longsor jadi air bah, terlebih sawah juga bisa dijadikan pemandangan yang dicari turis ke Bali. Fungsi lainnya memang tidak kelihatan, tetapi sejatinya sangatlah penting,” tandasnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada 2014 luas lahan pertanian di Kabupaten Gianyar 15.526 hektar. Setiap tahun terus terjadi penyusutan lahan pertanian. Terbukti data BPS terakhir pada 2018 mencatat luas lahan pertanian di kawasan seni ini tinggal 13.690 hektar. Bila dihitung selang waktu empat tahun 2.000 hakter lebih lahan pertanian yang beralih fungsi. DPRD Gianyar berupaya mengatasi tingginya alih fungsi lahan, salah satunya dengan menyiapkan Perda Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B). “Banyak lahan pertanian yang tergerus akibat alih fungsi. Perda ini sangat diperlukan agar pertanian tetap ajeg di

Kabupaten Gianyar,” jelas anggota dewan I Made Budiasa, beberapa waktu lalu. Dikatakannya, DPRD Gianyar segera mengesahkan perda PLP2B. Saat ini ranperda tersebut masih dalam tahap verifikasi di provinsi, tinggal menunggu persetujuan Gubernur Bali. Jika tidak ada halangan, sidang paripurana akan dilangsungkan 16 Desember untuk mengesahkan ranperda tersebut menjadi perda. Poin penting yang diatur dalam ranperda tersebut adalah bebas pajak untuk tanah pertanian. Hal ini sesuai petunjuk kementerian bahwa di Kabupaten Gianyar ada ribuan hektar lahan yang wajib dilindungai. Luas lahan yang dilindungi disesuaikan dengan kemampuan APBD. “Pusat merekomendasikan 7.000 hektar, namun dikembalikan sesuai kemampuan APBD. Nanti akan dinaikkan bertahap,” ujarnya. (kmb35)

Masyarakat akan Swadaya Sosial CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Bongkar Pasar Bona Berencana Bali Resik Sampah Plastik

Gianyar (Bali Post) – Pemkab Gianyar berencana merevitalisasi Pasar Desa Bona pada 2020. Pembangunannya menggunakan APBD Gianyar sebesar Rp 3 miliar. Nilai itu lebih kecil daripada alokasi anggaran Rp 6 miliar yang sempat didengungkan dari APBN. Sementara masyarakat yang mengetahui adanya keterbatasan anggaran memilih akan membongkar sendiri sisa bangunan yang terbakar pada tahun 2018. Bendesa Desa Pakraman Bona I Gusti Nyoman Yasa membenarkan sisa bangunan Pasar Bona bakal dibongkar secara swadaya oleh masyarakat setempat. Hal ini mengingat minimnya anggaran dari APBD yang dialokasikan untuk revitalisasi pasar itu tahun depan. “Ya, nanti kita bersama masyarakat swadaya meratakan bangunan yang telah menjadi puing-puing itu,’’ ujarnya, Minggu (15/12) kemarin. Selain karena terbatasnya anggaran, pembongkaran secara swadaya ini dilakukan sebagai wujud partisipasi masyarakat membangun Pasar

Di Kawasan Pura Dang Kahyangan Jati Jembrana

Bali Post/kmb35

TERBAKAR - Salah satu sudut Pasar Umum Bona pascaterbakar pada 2018. Bona. “Biar tidak semua dibebankan ke pemerintah. Biar tidak sedikit-sedikit pemerintah. Partisipasi masyarakat penting untuk mendukung program pemerintah,” jelasnya. Bendesa yang juga anggota DPRD Gianyar Fraksi PDI-P ini menegaskan, masyarakat tidak menuntut terkait anggaran yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan Bupati I Made Agus Mahayastra kala pasar tersebut terbakar. Masyarakat hanya minta pembangunan Pasar Bona segera terealisasi. “Tidak harus itu (Rp 6 miliar-

red). Kalau diberikan segitu (Rp 3 miliar - red), ya... segitu saja kita terima,” ucapnya. Sebelumnya pemerintah menjanjikan pembangunan kembali Pasar Bona akan dilakukan 2019. Kala itu didengungkan anggaran Rp 6 miliar yang bersumber dari APBN melalui dana Tugas Pembangunan (TP) yang didapat oleh Pemkab Gianyar. Namun hal tersebut tidak kunjung terealisasi. Akhirnya pembangunan kembali Pasar Umum Bona dianggarkan melalui APBD dengan total Rp 3 miliar. (kmb35)

HARDYSCORP yang didirikan oleh putra Bali, Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy, pada 11 Juli 1997, saat ini telah melepaskan seluruh aset unit bisnisnya guna menyelesaikan kewajiban kepada seluruh krediturnya. Akan tetapi HardysCorp tetap melakukan CSR HardysPeduli yang dilaksanakan melalui HardysFoundation dengan mendukung program Pemerintah Provinsi Bali untuk mewujudkan cita-cita dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali yang terkonsep dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Implementasi dari konsep Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda ini juga tercantum dalam 9 Pilar HardysCorp. Melalui CSR, HardysPeduli ikut melaksanakan secara nyata program Pemerintah Provinsi Bali yaitu Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik dan menunjukkan bahwa Bali terus ber-

benah untuk masalah sampah plastik di tengah masifnya pemberitaan media asing yang mencantumkan Bali dalam daftar destinasi wisata yang tidak layak dikunjungi tahun 2020. CSR HardysPeduli kali ini melaksanakan kegiatan di kawasan Pura Dang Kahyangan Jati, Jembrana pada Sabtu (14/12) lalu. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri oleh perwakilan Keluarga HardysCorp, rekanan bisnis, masyarakat setempat dengan mengajak anak-anak karyawan, generasi muda HardysCorp, Hillary Angelina Gardenia Hardy (Hillary Hardy saat ini bersekolah di Grade 11 UWC SEA Singapore), Lilly Harmony Hardy dan Jasmine Lovely Hardy (keduanya bersekolah di GMIS Bali) untuk mendapatkan edukasi secara nyata di lapangan. Konsep CSR HardysPeduli adalah mengutamakan pemberian bantuan dalam bentuk

CSR HARDYSPEDULI - Pelaksanaan kegiatan CSR HardysPeduli Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik di Kawasan Pura Dang Kahyangan Jati, Jembrana, Sabtu (14/12) lalu. Jnana Yadnya melalui proses edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya dilaksanakan di public area atau kawasan wisata, HardysCorp juga melaksanakan CSR di tempat ibadah. Melalui CSR HardysPeduli diharapkan mampu membangun partisipasi masyarakat terutama generasi muda untuk berperan

aktif dalam perlindungan lingkungan hidup dan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yang berlandaskan Tri Kaya Parisuda yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad388)


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Hasil Panen Bagus, Petani Kembali Tekuni Budi Daya Rumput Laut Semarapura (Bali Post) Rumput laut sudah sejak dulu menjadi andalan warga di daerah pesisir Kecamatan Nusa Penida. Hampir sebagian besar warga di sana bekerja sebagai petani rumput laut. Tetapi sejak dua tahun terakhir, budi daya rumput laut itu mulai merosot akibat meningkatnya pariwisata, sehingga petani tidak lagi melakukan budi daya rumput laut itu. Namun, di tengah kepungan pariwisata itu, masih ada sejumlah warga yang bertahan. Mereka tidak mau warisan leluhurnya itu punah, karena itu budi daya rumput laut itu terus dilakukan. Bahkan, memasuki akhir tahun ini para petani mulai bisa menikmati masa panen. Belakangan ini banyak petani tidak melanjutkan budi daya rumput laut, Alasannya, hasilnya terus-menerus menurun. Faktor alam dan juga ragam penyakit

rumput laut itu menjadi kendala tersendiri bagi petani. ‘’Saya sejak tahun 2000 sudah menggeluti budi daya rumput laut itu. Tahun 2017 sempat memutuskan berhenti. Namun, setelah melihat budi daya rumput laut di Lembongan prospektif baik, kemudian saya memutuskan terjun lagi,’’ kata salah satu petani rumput laut di Desa Batununggul, Nusa Penida, Nyoman Landep, Minggu (15/12) kemarin. Keberhasilan budi daya rumput laut di Desa Lembongan menginspirasi kembali dirinya menjalani profesi jadi petani rumput laut itu. Hasilnya petani rumput laut di Lembongan jadi pilot project Kecamatan Nusa Penida. Pascaberhentinya petani melakukan budi daya, memberikan gambaran budi daya rumput laut itu masih layak dilanjutkan. Bahkan hasilnya cukup bagus. Sehingga dia kembali mengefektifkan lahannya seluas

lima are mengusahakan budi daya rumput laut itu. Ia mengatakan rumput laut yang dikembangkan di sana adalah jenis katoni. Tetapi jenis katoni ini terlihat berbeda dari jenis sebelumnya berwarna merah. Bibit yang didatangkan dari Lombok dan Sumbawa ini, menurutnya, potensial dan cocok dikembangkan di Nusa Penida. Tidak hanya Landep, petani lainnya yang sempat berhenti, juga mulai terjun lagi melakukan budiaya. ‘’Petani lain juga minta bibit ini untuk dikembangkan. Saya sangat antusias melihat hasil panen kali ini. Mudah-mudahan petani lainnya membudidayakan rumput laut itu,’’ kata mantan Bendesa Kutapang ini. Landep menambahkan, berkembangnya pariwisata itu sesungguhnya lebih cocok ditekuni kaum milenial. Sedangkan

orangtua yang sudah berumur 50 tahun ke atas tidak bisa mengakses dampak pariwisata secara berarti. Ujung-ujungnya, mereka para petani itu terjun kembali ke budi daya rumput laut. Alternatif itu merupakan jalan realistis. Karena itu, Landep berharap perkembangan pariwisata di Nusa Penida itu disinergikan secara nyata. Misalnya, ada destinasi baru berupa pariwisata aktivitas petani rumput laut. Adanya sinergi atau mutual simbiosis antara pariwisata dan petani rumput laut merupakan terobosan kreasi dinamis yang cukup menjanjikan. ‘’Kolaborasi wisata alam dan aktivitas petani rumput laut itu tentu akan memberikan nuansa baru pariwisata di Nusa Penida. Petani yang sudah lanjut usia pasti juga akan menerima dampak positifnya,’’ tutup Landep. (kmb31)

PANEN RUMPUT LAUT - Landep dan petani lainnya usai melakukan panen rumput laut.


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Gede Dana Diundang Jadi Narasumber Akademis

Dipilih sebagai Ketua Himpunan Alumni STKIP Agama Hindu Amlapura KETUA DPRD Karangasem I Gede Dana ditunjuk menjadi Ketua Himpunan Alumni STKIP Agama Hindu Amlapura. Selain didaulat menjadi ketua, pada kesempatan itu Gede Dana sekaligus diundang sebagai narasumber seminar akademik di kampus STKIP Agama Hindu, Sabtu (14/12). Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura I Wayan Dwija memberikan apresiasi positif kepada Ketua DPRD KaranNARASUMBER - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana diundang sebagai narasumber pada seminar akademik, Sabtu (14/12) lalu. Selain itu, Gede Dana juga dipilih sebagai Ketua Himpunan Alumni STKIP Agama Hindu Amlapura.

Cek Narkoba dan HP Petugas Geledah Kamar Tahanan Anak Amlapura (Bali Post) Petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Karangasem menggeledah kamar yang ditempati para tahanan anak– anak, Sabtu (14/12) lalu. Pada sidak itu petugas tidak menemukan barang-barang berbahaya seperti senjata tajam, apalagi narkoba dan senjata api. Hanya menemukan barang-barang tidak berbahaya seperti sendok, alat cukur kumis, pulpen, dan batu kecil. Kasi Pengawasan dan Penegakan Disiplin Putu Asrawan didampingi Kasubsi Pendidikan dan Bimkemas Edy Palgunadi mengungkapkan, sidak alias razia itu dilakukan dalam upaya penguatkan integritas dan peneguhan komitmen tahanan anak-anak. Pihaknya benar-benar ingin melepaskan lapas itu dari HP, narkoba dan barang lainnya yang tidak diperbolehkan ada di dalam lapas. ‘’Dari hasil sidak ini petugas tidak menemukan ba-

rang berbahaya seperti senjata tajam, narkoba. Petugas hanya mendapatkan uang, tali, batu kecil, pengurisan, sendok dan pulpen,’’ ujarnya. Asrawan mengatakan, jumlah tahanan anak di LPKA Kelas II Karangasem ini sebanyak 31 orang. Tahanan anak di bawah umur 25 orang. Sedangkan anak dewasa di atas 17 tahun sampai di bawah 21 tahun 6 orang. Mereka menjalani tahanan akibat melakukan berbagai aksi melawan hukum. Seperti penganiayaan, pencurian, kasus penyalahgunaan narkoba bahkan ada pembunuhan. ‘’Anak yang menjalani hukuman paling lama sel a m a t ujuh t a hun. Mer eka melakukan tindakan kriminalitas perampokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Ada juga anak menjalani tahanan dua bulan. Bahkan ada satu tahanan tinggal sehari lagi sudah bisa menghirup udara bebas,’’ jelasnya. (kmb41)

gasem itu yang terpilih dan menjadi Ketua Alumni STKIP Agama Hindu Amlapura. Menurutnya, sejauh ini organisasi alumni itu sudah tiga kali dibentuk. Dengan dipilihnya ketua yang baru, diharapkan mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan, dengan dasar saling mendukung mulai ide, motivasi, sehingga bisa lebih menghargai dan mengapresiasi antarsesama alumni. ‘’Dengan berkumpul dan bertatap muka antara alumni dengan mahasiswa aktif, maka semoga dapat lebih merekatkan hubungan kekeluargaan antaralumni dan juga dengan mahasiswa,’’ harap Wayan Dwija. Dwija menambahkan, alumni STKIP Agama Hindu Amlapura itu berdiri sejak tahun 1984. Sampai ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama hingga kini menjadi STKIP Agama Hindu. STKIP

Agama Hindu ini telah memiliki empat prodi, yakni Prodi Agama Hindu, Pendidikan Bahasa Bali, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ‘’Kami berharap, peran alumni dapat menjadikan STKIP Agama Hindu Amlapura ini terus tambah berkembang,’’ harapnya. Ditunjuknya dirinya sebagai Ketua Himpunan Alumni kata Ketua DPRD Karangasem merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi dirinya. Terlebih lagi, diberikan kepercayaan mengisi seminar akademik di hadapan alumni dan mahasiswa. ‘’Ini suatu kehormatan buat saya pribadi. Semoga nanti saya biasa memberikan sesuatu yang terbaik selama menjadi ketua,’’ jelasnya. Dana menambahkan, alumni memiliki peran strategis untuk pengembangan kampus

terkait peningkatan mutu dan berbagai kegiatan UKM-UKM, sehingga mahasiswa bisa lebih kreatif dan produktif. Alumni wajib mendorong dan memotivasi mahasiswa aktif agar mereka berprestasi dan memiliki kompetensi yang mempuni, sehingga kelak mampu eksis dan berjuang dalam kehidupan dan dunia kerja secara lebih baik. Dirinya berharap alumni dapat mengembangkan jaringan dan membangun pencitraan institusi di luar. ‘’Keberadaan alumni di berbagai bidang usaha, lapangan pekerjaan dan institusi pendidikan dapat memberikan gambaran nyata dunia kerja sekaligus memberikan inspirasi kepada mahasiswa-mahasiswi. Apalagi banyak alumni yang sudah merebut prestasi dan sukses dalam meniti karier, baik itu di instansi pemerintahan maupun swasta,’’ paparnya. (ad384)

Jelang Pilkada 2020

Partai-partai Mulai Rapatkan Barisan Amlapura (Bali Post) Setelah sebelumnya dua partai yakni Partai Golkar dan Demokrat berencana berkoalisi dengan Partai NasDem. Kembali empat partai merapatkan barisan jelang pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati 2020 mendatang. Dengan tambahan empat partai yang siap merapatkan barisan bersama NasDem itu, tercatat sudah enam partai berencana berkoalisi dengan NasDem.

Bali Post/kmb41

RAPATKAN BARISAN - Empat partai politik merapatkan barisan ke Partai NasDem jelang Pilkada 2020.

Empat partai menyusul merapatkan barisan dengan Partai NasDem yakni Partai Perindo, PKS, Gerindra dan Hanura. Sebelumnya adalah Partai Demokrat dan Golkar. DPW Partai NasDem Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, saat ini ada empat partai yang siap berkoalisi dengan Partai NasDem. ‘’Kami sudah menjalin komunikasi dengan semua partai yang satu visi dan bertekad berkoalisi dengan NasDem pada Pilkada 2020,’’ ujarnya. Pihaknya berencana menjalin komunikasi lebih intens lagi. ‘’Berharap sudah ada keputusan politik awal Januari 2020 mendatang,’’ ujarnya. Sekwil Partai Perindo Provinsi Bali I Nyoman Widana menjelaskan, ka-

lau Partai Perindo merupakan partai nasionalis. Karena itu, pihaknya siap bergabung dengan siapa saja, bila samasama punya ideasi berbuat terbaik dalam upaya membangun Karangasem. ‘’Partai Perindo siap menyumbang pikiran, tenaga dan semangat kebersamaan membangun Karangasem,’’ katanya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan pihaknya bukan saja bertekad maju lagi, melainkan siap memenangkan petarungan di Pilkada 2020 nanti. Dia punya optimisme tinggi bisa memimpin Karangasem untuk kedua kalinya. ‘’Saya ingin mengabdi secara tulus ikhlas dan tanpa pamerih untuk Karangasem,’’ ujarnya berjanji. (kmb41)

Petani Desa Datah Sambut Hujan Turun dengan Menanam Singkong Musim hujan memang ditunggu-tunggu masyarakat Karangasem. Lebih-lebih masyarakat yang bermukim di daerah kering, termasuk Desa Datah di Kecamatan Abang. Hujan benar-benar menjadi berkah buat para petani di sana. Seperti di Desa Datah, petani bahkan menyambut dengan penuh semangat turunnya hujan. Warga pun ramai-ramai menanam singkong. Kenapa justru petani memilih menanam singkong di Datah?

Bali Post/kmb41

SIDAK - Petugas LPKA Kelas II Karangasem saat melakukan sidak di kamar tahanan anak-anak.

PETANI Wayan Mudana mengatakan pascaturun hujan dirinya bercocok tanam singkong di desanya, Datah. Hujan yang turun seakan membawa berkah bagi petani. Setelah lama penantian itu akhirnya turun, maka dirinya menyalurkan profesinya lebih semangat sebagai petani. Pilihan tanamannya adalah singkong. Singkong salah satu tanaman yang baik ditanam di musim hujan itu. ‘’Memang sudah lama tidak bisa bercocok tanam singkong akibat kemarau panjang,’’ ujar Wayan Mudana. Kenapa menanam singkong? Karena rasa singkong Desa Datah itu legit dan enak. Bisa jadi, karena tanah di kampungnya itu memang karakternya cocok ditanami singkong. ‘’Pengala-

man mengajarkan singkong adalah salah satu tanaman baik di Datah,’’ ujarnya. Memang sebelumnya cukup lama dirinya tidak bisa bercocok tanam, karena untuk menanam singkong itu perlu air relatif memadai. Nah sekarang air hujan sudah mulai turun. Maka dirinya pun tidak mau membuangbuang waktu lagi, dan langsung menanam singkong itu. Bukan hanya Wayan Mudana menunggu musim penghujan dan tidak sabaran menanam singkong. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana juga bersemangat menanam singkong. Dia mengaku punya lahan pertanian kosong. Selama musim kemarau panjang, tanah tidak bisa ditanami apa-apa. ‘’Setelah

SPESIALIS STANDAR/MODIF INTERIOR MOBIL & SALON MOBIL DETAIL

PROMO SPESIAL AKHIR TAHUN DAPATKAN

DISKON 15 s/d 25% UNTUK PEMBELIAN PAKET COVER JOK + KARPET MOBIL DAN

NANO CERAMIC COATING PROMO TERBATAS!! *Syarat dan ketentuan berlaku

JOK SEMI (KULIT) SARUNG/PATEN KARPET DOOR TRIM DASBOARD (BUNGKUS/CAT) PLAFON

- POLES BODY / PAINT PROTECTION (NANO CERAMIC COATING) - POLES KACA MU K A TU & LITA - CLEANING INTERIOR TEW S R BER JAMIN GAR - CLEANING MESIN ANS I - PEREDAM

READY STOCK SARUNG JOK & KARPET! AVANZA, INNOVA, X PANDER, XENIA, MOBILIO, APV, R3

JL. GUNUNG AGUNG 183 DENPASAR - BALI Telp. 424390, 428288, WA: 081999564360, 08118400723 www.nyamanautomotive.com autonyaman.bali Auto Nyaman

L.0000848-BLS

hujan turun kami langsung menanam ubi alias singkong,’’ ujarnya. Musim penghujan, kata Gede Dana, merupakan suatu berkah bagi masyarakat yang selama ini sulit mencari air. Salah satunya warga di Desa Datah, Abang sudah bisa menggarap lahan kosong yang ada dengan menanami singkong. Karena singkong memang sangat cocok di desanya. Musim hujan juga sebagai pertanda musim bercocok tanam. Di sela-sela menjalani rutinitas pihaknya menyempatkan diri beraktitivas di kebun. ‘’Walaupun tidak begitu banyak, masih bisa dimanfaatkan sekadar menambah keperluan rumah tangga walau sekadar menanam ubi singkong,’’ ucap pria yang kini

Bali Post/kmb41

TANAM SINGKONG - Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bercocok tanam singkong pascaturun hujan. Ketua DPRD Karangasem itu. Gede Dana menambahkan, sebagai petani turun ke ladang bukan hal asing baginya. Sebab, ia terlahir dari orangtua petani. Jabatannya sebagai Ketua DPRD Karangasem, diakuinya, hanya faktor nasib selain sedikit ada usaha ekstra keras. ‘’Darah petani mengalir dari orangtua saya yang juga seorang

petani. Dengan senantiasa turun ke ladang, sejatinya ada nilai-nilai yang bisa diwariskan kepada anak-anak dan cucu itu, agar mereka tidak melupakan lahan pertanian yang ada. Bagaimanapun lahan itu harus diolah dengan baik. Dengan ada komoditas maka bisa memberikan efek konstruktif secara ekonomis,’’ ujarnya. (nan)


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Jaga Sumber Air Bali

Bupati Made Gianyar Ajak Masyarakat Tanam Bambu BUPATI Bangli I Made Gianyar mengajak masyarakat Bangli, khususnya yang ada di kawasan Kitamani, ikut menanam pohon bambu sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga hutan dan sumber-sumber air di Bali. Menurutnya, selain sebagai tanaman penyangga jurang, bambu juga merupakan jenis tanaman yang sangat berguna untuk menarik dan menyimpan air tanah. Hal itu disampaikan Bupati Made Gianyar saat melaksanakan kegiatan penanaman bambu, kerja sama antara Pemkab Bangli dengan Yayasan Kryasta Guna di jaba Pura Dalem, Desa Bunutin, Kintamani, Minggu (15/12) kemarin. Acara ini juga dihadiri sejumlah pimpinan OPD terkait, Ketua Yayasan Kryasta Guna Wayan Gunarta, dan masayarakat Desa Bunutin. Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menekankan, melalui kegiatan menanam bambu ini, ia ingin mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kawasan Kintamani sebagai daerah penyangga air di Bali. Menurutnya, jika kawasan Kintamani sampai beralih fungsi dan hutanhutan di sini mulai ditebangi, tidak bisa dibayangkan bagaimana ke depan Bali akan mengalami krisis air. ‘’Memang saya sempat mengeluarkan ancaman, kalau sebagai daerah konservasi, Bangli tidak diperhatikan Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten yang berke-

pentingan dengan sumber air dari Bangli, maka saya akan meng-urug sungai dengan sampah. Itu kan hanya sebatas ancaman, agar Bangli bisa lebih diperhatikan. Faktanya sekarang kan saya dan masyarakat menanam bambu untuk melestarikan sumber air di Bali, mohon juga pengertian Bapak Gubernur Bali dan bupati yang daerahnya berkepentingan air dari Bangli,’’ pintanya. Ia juga menambahkan, saat ini fenomena yang terjadi pada masyarakat Kintamani, khususnya di daerah aliran sungai (DAS), mereka banyak menebang pohon bambu dan diganti dengan tanaman jeruk. Ia berpendapat, hal itu wajar saja, karena masyarakat beranggapan dengan menanam jeruk, hasil yang mereka dapatkan secara ekonomi jauh lebih besar dari menanam bambu. Sebagai Bupati Bangli, ia juga tidak bisa melarang masyarakat yang mau mengganti tanaman bambunya dengan jeruk. Ia berpendapat, mungkin solusi untuk masalah ini Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten yang berkepentingan akan air dari Bali bisa menyiapkan insentif bagi masyarakat yang mau menanam bambu pada lahan milik pribadinya, atau desa yang bisa menjaga hutan desa. ‘’Mungkin solusi yang bisa dicoba untuk mengatasi permasalahan ini (krisis hutan bambu), Bapak Gubernur Bali dan para bupati bisa meyiapkan insentif bagi petani yang

mau menanam dan memelihara hutan bambu. Setiap menanam bambu, berikan mereka insentif. Paling tidak insentif yang diberikan sesuai dengan pendapatan mereka jika menanam jeruk. Jika penghasilannya sama, tentu mereka tidak akan menggati bambu dengan jeruk,’’ terangnya. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga mengingatkan masyarakat Bangli akan pentingnya menjaga hutan desa. Meskipun kenyataannya saat ini banyak hutan desa yang pohon-pohonnya mulai ditebangi, namun Bupati Made Gianyar tetap menggugah kesadaran tokoh dan masyarakat agar mulai menanami hutan desa dengan bambu atau pepohonan lain. Dengan begitu, sumber air akan terjaga dan tidak tertutup kemungkinan akan muncul sumber-sumber air baru di Bangli. Sementara itu, Plt. Kadis Pertanian Perkebunan dan Perhutanan (PKP) Kabupaten Bangli I Wayan Sarma mengatakan, penanaman bambu merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Bangli bekerja sama dengan Yayasan Kryasta Guna. Sedikitnya ada sekitar 18 ribu bambu yang sudah ditaman sejak tahun 2013. Tujuannya, selain menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya fungsi bambu sebagai tanaman penyangga, juga untuk mengembalikan peran Bangli sebagai kabupaten penghasil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). (ad382)

BAMBU - Bupati Bangli I Made Gianyar saat melaksanakan kegiatan penanaman bambu kerja sama antara Pemkab Bangli dengan Yayasan Kryasta Guna, di jaba Pura Dalem, Desa Bunutin, Kintamani, Minggu (15/12) kemarin.

Delapan Warga Songan Digigit Anjing Liar Bangli (Bali Post) –

Delapan warga Desa Songan, Kintamani dilaporkan menjadi korban gigitan anjing liar, Sabtu (14/12) lalu. Kedelapan korban tersebut telah mendapat penanganan di Puskesmas Kintamani V.

Bali Post/ist

VAKSINASI - Petugas melakukan vaksinasi anjing di Bangli, beberapa waktu lalu.

Kepala Puskesmas Kintamani V drg. Wayan Subawa dihubungi Minggu (15/12) kemarin membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan delapan warga yang menjadi korban gigitan anjing itu berasal dari wilayah Banjar Hulundanu dan sekitarnya. Mereka telah ditangani dengan diberikan vaksin antirabies (VAR). Subawa mengaku telah menghubungi dokter hewan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) pascakasus gigitan anjing tersebut. Di sisi lain, dia mengatakan persediaan VAR di Puskesmas Kintamani V saat ini tinggal tersisa enam dosis. ‘’Besok kami akan mengambil tambahan vaksin lagi ke Dinas Kesehatan,’’ ujarnya. Sementara itu, dihubungi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan Dinas PKP Kabupaten Bangli drh. Sri Rahayu mengatakan pascamendapat laporan adanya kasus gigitan anjing di Songan, pihaknya telah turun mengambil sampel otak anjing yang meng-

gigit warga. ‘’Kemarin malam sampel otaknya sudah diambil dan rencananya sekarang atau besok akan dibawa ke BBVet Denpasar,’’ terangnya. Sri Rahayu menyebutkan, dari laporan sementara yang diterimanya di grup WhatsApp, jumlah warga yang menjadi korban gigitan sebanyak lima orang. Semua korban gigitan anjing telah mendapat penanganan di puskesmas yang ada di wilayah setempat. Disinggung mengenai program vaksinasi rabies, Sri Rahayu mengatakan saat ini semua desa di Kabupaten Bangli sudah terlayani vaksinasi. Termasuk Desa Songan. Hanya, dia tidak memungkiri di lapangan masih ada saja beberapa ekor hewan penular rabies yang terlewati dan belum sempat tervaksin. ‘’Di Songan kan wilayahnya banyak hutan, jadi agak kesulitan petugas kita nangkap,’’ ujarnya. Masih banyaknya hewan yang diliarkan warga juga diakuinya menjadi kendala dalam pelaksanaan vaksinasi rabies massal selama ini. (kmb40)

Ratusan Ruang Kelas Rusak

Pemkab Andalkan Bantuan Pusat

Bangli (Bali Post) Ruang kelas di sejumlah Sekolah Dasar (SD) dan SMP di Kabupaten Bangli banyak yang rusak. Data yang dimiliki Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli menunjukkan ruang kelas yang kategori rusak mencapai ratusan unit. Untuk perbaikan bangunan sekolah, Disdikpora Bangli saat ini hanya mengandalkan dana bantuan dari pemerintah pusat. Berdasarkan data, ruang kelas rusak ringan 837 unit, rusak sedang 28 unit, rusak berat 34 unit. Sedangkan yang kategori ruang kelas baik 572 unit. Beberapa sekolah yang memiliki ruang kelas rusak berat di antaranya SMPN 5 Kintamani, SDN 3 Tiga, SMPN 1 Bangli, dan SDN 5 Kawan. Sementara yang rusak ringan di antaranya dimiliki SMPN 3 Bangli, SDN 1 Demulih. Kadisdikpora Bangli I Nengah Sukarta mengatakan data tersebut sesuai dengan data pokok pendidikan (dapodik) masing-masing sekolah.

Untuk perbaikan sekolah rusak, pihaknya telah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat melalui aplikasi Krisna (Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran). Namun, tidak semua usulan disetujui. Dari Rp 20 miliar yang diusulkan untuk kegiatan tahun 2020, hanya Rp 8,4 miliar yang mendapat persetujuan. ‘’Jumlah itu untuk beberapa kegiatan. Khusus untuk pembangunan fisik anggarannya hanya sebesar Rp 4,7 miliar,’’ ungkapnya. Menurut Sukarta, selain karena anggara pusat terbatas, yang jadi pertimbangan lain sehingga pusat memberikan bantuan dengan nilai tersebut kemungkinan karena melihat tingkat kerusakannya. Oleh pusat seluruh usulan yang masuk diverifikasi dengan menjadikan dapodik sebagai data dasar. Di mana dalam dapodik juga dilengkapi foto kerusakan bangunan. Setelah kerusakan mendapat perbaikan, maka sekolah diimbau memperbaiki data dapodiknya sesuai kondisi real terbaru. (kmb40)

Bali Post/kmb40

I Nengah Sukarta


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Buleleng Krisis Tenaga PPNS Singaraja (Bali Post) Selain kekurangan tanaga pendidik (guru - red), Buleleng hingga sekarang masih kekurangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS). Masalah ini terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Sementara upaya menambah PPNS sendiri selalu gagal. Selain karena formasi dari pemerintah pusat terbatas, namun pelamar yang ikut seleksi banyak yang tidak lulus. Kepala B a d a n

Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnaya, Minggu (15/12) kemarin, tidak menampik di daerahnya masih krisis PPNS. Wisnawa mengatakan, upaya menambah PPNS sejauh ini sudah dilakukan. Seperti tahun 2018 yang lalu, BKPSD mengusulkan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB). Saat itu Buleleng mengusulkan 4 orang PPNS. Hanya, setelah mengikuti tahapan seleksi semua pelamar ternyata tidak lolos seleksi. Setelah gagal, tahun ini Wisnaya menyebut pemerintah daerah kembali mengusulkan 4 orang calon PPNS. Setelah mengikuti seleksi, dua orang dinyatakan lulus. Dengan tambahan dua orang itu, sekarang hanya ada 4 orang PPNS. Satu orang ditugaskan di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan satu orang lagi ditugaskan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sementara dua orang PPNS hasil

rekrutmen terbaru ditugaskan di Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng. “Dari dulu formasi terbatas, dan selalu kami mengusulkan namun setelah tes banyak yang tidak lulus,” katanya. Menurut Wisnawa, tahun 2020 nanti pihaknya kembali mengusulkan PPNS baru. Sesuai dengan alokasi anggaran, BKPSDM mengajukan 4 orang PPNS ke Men-PAN RB. Jumlah itu sesuai kajian analisa beban kerja. “Kalau analisa beban kerja untuk PPNS ini sangat diperlukan karena sebagai eksekutor penegakan peraturan daerah (perda). Semoga disetujui dan yang melamar nanti lolos seleksi,” jelasnya. Menyusul krisis PPNS sempat mendapat sorotan DPRD Buleleng. Ini karena banyaknya perda dan regulasi lain perlu peran PPNS yang ditugaskan untuk melaksanakan amanat perda itu sendiri. Kalau masalah ini tidak dicarikan jalan keluarnya, dewan khawatir kalau penegakan perda dan aturan lain tidak optimal. Untuk itu, dewan mendesak agar krisis ini segera diatasi dengan menambah jumlah PPNS itu sendiri. (kmb38)

Bali Post/mud

DRAINASE - Dinas PUPR Buleleng menyiagakan puluhan petugas darinase untuk mencegah terjadinya banjir saat musim hujan.

Antisipasi Banjir Dinas PUPR Siagakan Petugas Drainase Lapas Belum Tetapkan DPO Soal Napi Kabur

Singaraja (Bali Post) -

Singaraja (Bali Post) Pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singaraja belum menetapkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap narapidana (napi) Gede Ngurah Darma Yasa alias Ngurah (45) yang kabur dari lapas beberapa bulan lalu. Saat ini lapas hanya menunggu sampai DPO ditetapkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusua (Kemenkum ham) Bali. Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Singaraja Nyoman Ladra, akhir pekan lalu mengatakan, sejak napi Gede Ngurah kabur, pencarian dan meminta bantuan dari personel Reskrim Polres Buleleng sudah dilakukan dengan maksimal. Sayang pengejaran itu belum mem-

buahkan hasil maksimal. Dari hasil pencarian, Ladra menyebut ada dugaan kalau Gede Ngurah bersembunyi di dalam hutan. Bahkan hutan yang dijadikan tempat persembunyian itu berbatasan dengan Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan. Bahkan upaya pencarian dengan meminta petunjuk kepada para normal (balian - red) juga ditempuh. Petunjuk dari orang pintar itu menyebutkan kalau yang bersangkutan bersembunyi di hutan. “Pencarian masih terus dilakukan kerja sama dengan Bhabinkamtibmas dan aparat desa yang mengetahui keberdaan napi bersangkutan untuk melapor ke lapas,” katanya. Menurut Ladra, sejak Gede Ngurah kabur, dari

informasi di lapangan menyebutkan di sekitar daerah asalnya kembali marak aksi pencurian. Untuk itu, dirinya mengimbau siapa pun warga kalau mengetahui informasi terkait yang bersangkutan diminta agar melaporkan kepada aparat terdekat. Di sisi lain, Ladra menyebut sisa masa hukuman yang harus dijalani oleh Gede Ngurah akan berakhir sekitar delapan bulan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pencarian bekerja sama dengan semua pihak. “Kalau nanti ditemukan dan sisa hukumannya akan dijalani, dan dikenakan sanksi sesuai standar oprasional prosedur (SOP), akan ditahan di sel dan hak-haknya seperti resmisi dan tidak diberi izin besuk,” jelasnya. (kmb38)

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Distributor Brosur ke hotel” Hub. 081237768888

Urgent!!!! Dicari Staf Admin dan Stock Controller Good English H.085100574646 (noSMS)

Dcr Staff kitchen utk masakan Jepang, u/wil.Canggu min.SMK / sederajat Hub.081237170506

Dibutuhkan Segera Buttler utk Homestay Baru di Nusa Dua. Hub:081237330307/085625071097

Cr Tk.Jahit&Tk.Patrun u/Garmen Jl.Pemuda IV/17 Renon T.236453

Dicari Segera Satpam u/Travel Agent Hub:0361-729196/729197

Dcr 2Sales,2Operation, 2Driver Travel Hub.0361-235700

Kuta Spv.Bartder-Cook-Waiter/s Kasir-IT-Salon-PRT,08123807241

B.BP.001.12.19.0000326

B.BP.001.12.19.0000377

B.BP.803.12.19.0000363

B.BP.154.12.19.0000370

B.BP.001.12.19.0000368

B.BP.001.12.19.0000302

B.BP.001.12.19.0000360

Restaurant Seminyak Mertanadi 50 Cari pizzamakers 7 cookers Telp:081239655350/08123808039 B.BP.004.12.19.0000343

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.12.19.0000376

G.01

BIRO JASA

Hujan yang mulai turun mulai diantisipasi jajaran Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Mengantisipasi banjir terutama yang sering terjadi di dalam kota Singaraja, puluhan petugas drainase dikerahkan. Personel itu dikerahkan untuk memelihara darinase dengan mengeruk sedimentasi, sehingga kedalaman saluran tetap terjaga. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Nengah Budiarta akhir pekan lalu mengatakan, saat ini pihaknya mempekerjakan petugas sebanyak 84 orang. Pekerja dan mandor drainase itu disebar pada 14 wilayah. Masingmasing wilayah ada kelompok tenaga drainase dan diawasi oleh mandor drainase. Menurut Budiarta, dari 14 wilayah, empat berada di Seririt, Lovina, Pancasari dan Kubutambahan. Sisanya ada di wilayah kota Singaraja. Pembagian wilayah itu sesuai berdasarkan jalur drainase yang ada. “Kita sudah cover dari Seririt, Lovina, Pan-

casari, wilayah kota sampai ke Kubutambahan,” katanya. Dari jumlah petugas drainase tersebut dianggap masih cukup. Ini karena wilayah yang ditangani hanya sampai di Seririt. Untuk wilayah barat yang melewati Seririt, memang ada drainase, tetapi kewenangannya Pemerintah Pusat melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida. Petugas drainase ini juga dibantu dengan kegiatan pembersihan melibatkan para ASN membersihkan jalur drainase yang dibagi menjadi 10 zona. Pembersihan ini kerja bersama antarinstansi untuk mengantisipasi ter-

jadinya genangan pada saat musim hujan datang. “Kita tidak bisa bekerja sendiri, tapi kolaborasi juga antarinstansi. Termasuk dari masyarakat sendiri. Jangan membuang sampah sembarangan, khususnya di jalur-jalur drainase,” jelasnya. Selain dilakukan pembersihan, pengerjaan infrastruktur drainase juga terus dilakukan. Proyek yang dananya dari APBD dilaksanakan di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Sesuai kontrak, pengerjaan proyek itu rampung pada tanggal 28 Desember 2019. Sedangkan untuk yang dikerjakan BWS

Sales Marketing, Admin Editing, Welder Las Pipa : 08510317222

PROPERTY

PROPERTY

B.BP.001.12.19.0000309

Segera ART/Pembantu pengalaman tidur dalam 082146439562 B.BP.001.12.19.0000379

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUKO

Rumah3Lt (LT=375M2; LB=700M2. Jl.Sesetan Dps-Bali(Ada Rooftop) 7KT;7KM;1Gudang;Grs;Sumur Bor; Listrik=23000VA.H:085238725119

Dijual Ruko Tukad Yeh Aya Dps DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.11.19.0000720

B.BP.159.12.19.0000364

B.BP.001.12.19.0000263

RUPA-RUPA

DISEWAKAN RUMAH

B.BP.001.12.19.0000378

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

B.BP.001.12.19.0000381

SERVICE

BENGKEL LAS SERVICE

KEHILANGAN Tlh Hlg SHM No.1859 L.3470m2 A/N I Nym Nyanggel Br.Berawantangi Taman Ds Tukadaya Melaya Hub:08123953223

PROPERTY Dikont Rumah cck utk Kantor Jl.Seruni 21 Hub:0361-226816

Bali Penida yaitu sodetan di daerah Baktiseraga, Jalan Serma Karma menuju Jalan ahmad Yani. Sodetan yang dikerjakan BWS mencegah banjir yang terjadi ketika hujan. Proyek ini sedang dikerjakan dan ditargetkan tuntas pada bulan ini. Sementara itu, data dihimpun di Badan Penanggulangan Bencama Daerah (BPBD) Buleleng menyebutkan, selain banjir, bencana alam yang perlu diwaspadai seperti tanah longsor, angin puting beliung, dan gelombang pasang. Saat ini BPBD sejauh ini sudah melakukan persiapan seperti menyiagakan personel posko siaga bencan alam dan peralatan pendukung. Selain itu, sosialisasi waspada bencana alam dan membentuk relawan siaga bencana di desa-desa rawan terjadi bencana alam. (kmb38)

SERVICE Free

n

Desig

Money Back Guarantee

RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris) 085102796346 B.BP.001.12.19.0000380

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.12.19.0000212


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Kapolres Cek Kesiapan Jalur di Gilimanuk

Gerai Uang Elektronik agar Diperbanyak

Negara (Bali Post) Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) Polres Jembrana mengintensifkan pengamanan. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah di Pelabuhan Gilimanuk. Pasalnya selain untuk jalur masuk Bali, Pelabuhan Gilimanuk juga menjadi jalur utama kendaraan ke Pulau Jawa, sehingga diperkirakan kendaraan akan menumpuk pada akhir liburan Nataru nanti.

PNS - Gathering BPD Bali dengan ratusan calon pensiunan PNS di lingkup Pemkab Jembrana dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha dan Sekda Jembrana I Made Sudiada serta Kepala BPD Bali Cabang Negara I.B. Surawan.

BPD Bali Cabang Negara Gelar ’’Gathering’’ dengan Calon Pensiunan Pemkab Jembrana

B A N K Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Negara menyelenggarakan gathering dengan calon pensiunan PNS di lingkup Pemkab Jembrana, Jumat (13/12), di Aula Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana. Gathering yang dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha, Sekda Jembrana Made Sudiada, Asisten I Setda Jembrana I Nengah Ledang dan perwakilan PT Taspen Cabang Denpasar ini diisi dengan sejumlah informasi terkait layanan BPD Bali dan peluang kewirausahaan bagi purnatugas. Kepala BPD Bali Cabang Negara Ida Bagus Surawan mengatakan, gathering dengan ratusan calon pensiunan ini merupakan bentuk layanan dan kerja sama Bank BPD Bali dengan Dinas BKPSDM Jembrana, Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Jembrana, PT Taspen Denpasar serta support dari Asuransi Bangun Askrida. BPD Bali mengajak dan membantu para PNS menyiapkan masa pensiun dan hari tua yang lebih baik, salah satunya dengan mengembangkan wirausaha. Sehingga harapannya para PNS yang akan pensiun bisa mendapatkan tambahan penghasilan selain gaji pensiun bulanan. Sesuai dengan tema yang diangkat yakni ‘’Sejahtera di Purnatugas untuk Menyongsong Lembaran Baru Pascapurnatugas dengan Semangat Kewirausahaan Bersama Bank BPD Bali’’. ‘’Kami menyadari bahwa masa purnatugas atau masa pensiun bukan akhir

dari proses aktivitas dan kreativitas. Pengabdian tidak berhenti hanya karena memasuki purnatugas, tapi setelah masa pensiun kami harapan bahwa semangat dan optimisme tetap menyala,’’ terang I.B. Surawan. Sekurangnya 128 orang PNS yang akan memasuki purnatugas atau pensiun mulai bulan Januari 2020 sampai dengan bulan Juni 2020 dari semua OPD di Pemkab Jembrana mengikuti gathering tersebut. Selain pemaparan informasi tentang persiapan pengajuan pensiun dan ketaspenan dari PT Taspen Denpasar, juga diisi dengan informasi kewirausahaan yaitu budi daya ikan air tawar dengan metode bioflok skala rumah tangga serta jaringan pemasarannya dari Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Jembrana. I.B. Surawan juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Jembrana yang selama ini sudah mempercayakan pengelolaan kasda Pemkab Jembrana melalui Bank BPD Bali begitu pula jajaran PNS yang sudah mempercayakan Bank BPD Bali sebagai mitra kerja, baik dalam transaksi jasa perbankan maupun memanfaatkan produk-produk Bank BPD Bali. ‘’Harapan kami memasuki masa pensiun masih tetap mempercayakan pembayaran gaji pensiunan nanti melalui Bank BPD Bali. Kami juga meminta support kepada PT Taspen Denpasar dapat mempercayakan Bank BPD Bali sebagai mitra bayar pensiunan. Hal

ini seiring dengan arah kebijakan Bank BPD Bali di tahun 2020 yaitu meningkatkan kemampuan sebagai agent of regional development,’’ pungkas Surawan. Bupati Jembrana I Putu Artha menyambut baik kegiatan gathering yang diselenggarakan Bank BPD Bali ini, terutama bagi para ASN di lingkup Jembrana menjelang pensiun. Dengan adanya pengetahuan ini para PNS yang menjelang pensiun mulai bisa mempertimbangkan kegiatan apa yang sebaiknya dilakukan sesuai dengan kemampuan bakat dan minat. ‘’Kami berharap kepada saudara calon pensiunan PNS nantinya sudah pensiun sebagai PNS bukan berarti sudah berhenti berkarya. Usia tidak menjadi hambatan kita semua untuk terus berusaha walaupun usia sudah tua bukan berarti tidak produktif lagi,’’ terang Bupati Artha. Melalui kegiatan gathering ini Bank BPD Bali menawarkan program kewirausahaan dengan tujuan memotivasi agar menjadi wirausaha dan membuka usaha, sehingga dapat mandiri secara finansial serta mengurangi risiko penurunan kesehatan dan mental karena tetap produktif di hari tua. Wirausaha pintar akan membawa efek berganda tidak hanya untuk ASN dan pensiunan tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan pemberdayaan masyarakat di lingkungannya, sehingga kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh ASN dan pensiunan. (ad383)

Pembangunan Pusat Kuliner Gilimanuk Molor Negara (Bali Post) Pembangunan pusat kuliner betutu di eks Terminal Gilimanuk hingga Minggu (15/12) kemarin masih pengerjaan. Sejumlah bangunan masih dilakukan servis dan areal tempat parkir belum diaspal, meski sudah pemadatan dasaran. Penataan kawasan kuliner yang menelan anggaran hingga Rp 4,6 miliar bersumber dari APBD Jembrana ini sejatinya sudah habis 14 Desember lalu. Bila dilihat dari

surat perintah kerja (SPK) 17 Juni 2019 dengan waktu pengerjaan 180 hari. Namun hingga kemarin salah satu proyek strategis penunjang Daerah Tujuan Wisata (DTW) Gilimanuk itu belum rampung 100 persen. Dari informasi, proyek ini juga di bawah pengawasan tim pengawal, pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) Kejari Jembrana. Terkait keterlambatan ini, Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas Pekerjaan Umum

Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jembrana I Ketut Antara mengatakan, penataan eks Terminal Gilimanuk sudah selesai hingga batas pengerjaan 14 Desember. Tetapi, diakui belum 100 persen selesai. Hanya dipastikan per hari kemarin atau Minggu sudah selesai. Dan, menurutnya, dinas tidak menambah waktu dan meminta rekanan lembur sehingga pekerjaan bisa selesai 100 persen. (kmb26)

Berikan Tekanan

Memasuki gim kedua, giliran Momota yang langsung memberikan tekanan kepada pebulu tangkis asal Cimahi, Jawa Barat itu. Pola permainan Momota yang cenderung bertahan di gim pertama berubah menjadi

menyerang dan memberikan dropshot kepada Anthony. Meski bisa memberikan perlawanan melalui pengembalian pukulan jarak jauh yang apik, namun Anthony kesulitan saat mendekati sektor net dan berulang kali membuat kesalahan berupa bola yang keluar lapangan atau membentur jaring.

Dengan Anthony yang kesulitan meladeni permainan lawannya, Momota pun mulai menambah angka demi angka hingga akhirnya menyabet gelar juara BWF World Tour Finals 2019. Dengan hasil ini maka Momota mencatatkan 11 kemenangan dari 15 pertemuannya dengan Anthony. (ant)

Senin, 16 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati Banten (5) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bala Kanda Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini

11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati Banten (6) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shopping 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Gemilang Prestasi SMAN 1 Ubud 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif KPU Kab. Badung 17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:00 Wita Sansekerta

18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita

22:00 Wita 22:05 Wita

23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Perempuan Bali Bicara Peran Ibu di Era Milenial Diabemed Taksu Lilik Jayaningsih Puger, Keliling Dunia Perkenalkan Seni Tari Seputar Bali Terkini Lila Cita Caloanarang I Binor Poh Gading (4) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV

Guna memastikan jalur antisipasi kemacetan sudah sesuai, Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa, Minggu (15/12) kemarin mengecek langsung jalur rekayasa lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk. Kapolres didampingi Kabag Ops Polres Jembrana Kompol I Wayan Sinaryasa dan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP I Gusti Nyoman Sudarsana mengawali pengecekan di Terminal Kargo di wilayah Gelung Kori, Gilimanuk. Di tanah lapang seluas 3 hektar ini nantinya akan bersih dari kendaraan truk yang biasa parkir. Sehingga kendaraan yang akan keluar Bali, sebelum masuk jalur ke Pelabuhan Gilimanuk akan ditampung di areal ini. Diperkirakan bisa menampung sekitar 1.000 lebih mobil. Sementara untuk truk, bus dan sepeda motor diarahkan langsung menuju Pelabuhan Gilimanuk di jalur utama. Selanjutnya, saat pengecekan di Pelabuhan Gilimanuk, Kapolres bertemu

Bali Post/olo

NATARU - Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Wibawa mengecek kesiapan jalur untuk arus balik pada libur Nataru mendatang. dengan Supervisor Pelabuhan Gilimanuk Made Jana juga mengecek pembelian tiket dengan uang elektronik. Selain terkait kesiapan loket, Kapolres juga meminta penjualan dan pengisian uang elektronik agar di luar pelabuhan, sehingga krodit di pintu masuk bisa ditekan. ‘’Kami harap ASDP juga

menyosialisasikan kepada masyarakat untuk mempersiapkan sejak awal uang elektronik, sehingga tidak menumpuk di sini (krodit), karena sekarang sistem cashless (nontunai),’’ ujar Kapolres. Terkait masukan ini, dari ASDP akan mempertimbangkan termasuk memberi pelayanan jemput bola ke

kendaraan sebelum masuk ke pintu masuk pelabuhan. Made Jana juga menyebutkan untuk kesiapan armada, ASDP menyiagakan 56 kapal penumpang. Namun yang akan melayani 32 kapal. Ketika terjadi kepadatan kendaraan maka akan diberlakukan percepatan bongkar muat kapal. (kmb26)


Senin Kliwon, 16 Desember 2019

Kodam IX/Udayana Hijaukan Pantai Mertasari

Denpasar (Bali Post) -

Ribuan masyarakat bergabung dengan personel TNI berkumpul di Taman Inspirasi Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Minggu (15/12) kemarin. Mereka berkumpul untuk mengikuti berbagai kegiatan, di antaranya menanam 2.000 bibit pohon mangrove. Penghijauan yang digelar Kodam IX/Udayana ini sebagai jawaban soal isu masalah sampah yang terus merebak. ‘’Kita tahu Bali digoyang terus dengan isu sampahnya. Kita jawab tidak usah pakai kata-kata, tapi dengan perbuatan yaitu hijaukan Bali ini,’’ tegas Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di sela-sela acara memperingati Hari Juang TNI-AD di Taman Inspirasi Pantai Mertasari, Sanur. Penghijauan dengan menanam 2.000 bibit pohon mangrove ini sebagai wujud kepedulian TNI-AD khususnya Kodam IX/Udayana terhadap lingkungan. Apalagi masalah lingkungan menjadi isu menarik bagi perkembangan dunia pariwisata Bali. Kegiatan

penghijauan tersebut dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman dan pejabat penting lainnya. Komponen masyarakat termasuk pelajar turut andil dalam kegiatan bakti sosial tersebut. Dalam memperingati Hari Juang TNI-AD kali ini, Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto memohon doa restu agar prajurit TNI-AD terus mampu memberikan kontribusi positif serta terbaik untuk bangsa dan negara ini dalam perjalanan pengabdiannya. ‘’Khusus kepada Bali supaya mampu meningkatkan kontribusi pariwisata melalui peran

Sp

dan fungsi kami,’’ harapnya. Terkait situasi menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, mantan Wadanjen Akademi TNI ini menyampaikan, situasi Bali masih aman dan kondusif. Sedangkan jumlah personel yang akan dikerahkan untuk pengamanan Nataru sekitar 3.000 orang personel khusus di Bali. ‘’Kalau total personel untuk Bali dan Nusra saat Natal dan Tahun Baru sebanyak 6.400 orang. Kami mengimbau kepada masyarakat supaya merayakan Nataru dengan damai,’’ pinta mantan Panglima Divif 2/Kostrad ini. (kmb36)

Pendidikan

Gowes Bike For Bali 2019 Diikuti Wakasad ’’Sinterklas’’ Kodam Udayana Berbagi Kasih

Bali Post/rah

GARIS FINIS - Peserta Gowes Bike For Bali 2019 digelar Kodam IX/Udayana mencapai garis finis di Pantai Mertasari, Sanur, Minggu (15/12) kemarin. Denpasar (Bali Post) Gowes Bike For Bali 2019 digelar Kodam IX/Udayana, Minggu (15/12) kemarin, berlangsung sukses. Olahraga bersepeda menempuh jarak 72,7 kilometer dalam rangka memperingati Hari Juang TNI-AD ini diikuti Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, termasuk puluhan pejabat dan anggota dari Mabes TNI-AD. Peserta yang ikut gowes sekitar 300 orang, mengambil start di GOR Praja Raksaka, Denpasar Selatan, menuju depan Mako Brimob di Jalan Supratman (Pit Stop I) - Pit Stop II di Yonzipur 18/YKR Gianyar - Jalan By-pass Ida Bagus Mantra - Jalan By-pass I Gusti Ngurah Rai, dan finis di Pantai Mertasari, Sanur,

Bali Post/kmb36

MENANAM – Wakasad Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman menanam bibit pohon bakau di Taman Inspirasi Pantai Mertasari, Sanur, Minggu (15/12) kemarin.

Denpasar Selatan. Di tempat istirahat, Wakasad dan Pangdam bersama peserta lainnya menebarkan kasih sayang dengan membagikan sembako kepada petugas kebersihan atau penyapu jalan dan masyarakat lain sebanyak 1.500 bingkisan. Wakasad Letnan Jenderal TNI Tatang Sulaiman mengatakan, TNI-AD dalam rangka memperingati Hari Juang menggelar berbagai kegiatan serempak di seluruh Indonesia, di antaranya bakti sosial, pengobatan massal, operasi bibir sumbing, penghijauan dan olahraga yaitu gowes. ‘’Hampir seluruh Kodam di Indonesia menggelar acara ini. Saya mendapat undangan dari Pangdam IX/ Udayana untuk gowes di Bali. Saya membawa 70 personel dari Mabes TNI-AD. Lumayan medannya, menarik, jalannya bagus, cocok olahraga wisata.

Bisa berolahraga dan berwisata,’’ ujarnya. Letnan Jenderal Tatang Sulaiman menyampaikan, saat singgah di tiga titik istirahat, ia bertemu dengan masyarakat dan membagikan bingkisan sembako. Jenderal bintang tiga di pundak ini mengimbau kepada prajuritnya harus giat berolahraga agar menjadi sehat. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengungkapkan jumlah peserta hanya bisa diakomodir 300 orang, sehingga banyak yang tidak kebagian padahal peminatnya banyak. Tantangannya adalah rute menurun dan datar, tapi cuaca panas dan mampu waktu tempuh 2,5 jam. ‘’Sampai saat ini saya belum menerima laporan ada hal-hal yang merugikan pesonel atau kecelakaan di jalan. Mudah-mudahan tidak ada. Karena temanya Hari Juang Angkatan Darat, kami sepanjang jalan menebar kasih sayang kepada saudara-saudara kita yang selama ini berjasa menjadikan Bali sebagai tempat wisata yang nyaman dan bersih, yaitu petugas kebersihan atau penyapu jalan. Kami juluki mereka pejuang pariwisata Bali. Tanpa mereka, Bali mungkin sulit bersaing sebagai destinasi wisata dunia,’’ ujarnya. Kepada prajurit, kita ingin menjadi Sinterklas bukan arti mau sombong. Sinterklas Kodam Udayana bersepeda berbagi kasih. (kmb36)

New Media College Raih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional

NEW Media College Bali mengukir prestasi dengan meraih predikat A, Akreditasi Satuan dari Badan Akreditasi Nasional. Dengan demikian, New Media College sudah terakreditasi secara institusi berikut seluruh jurusan di dalamnya. Y a ng l e b i h m e m b a nggakan, New Media College menjadi lembaga pendidikan profesional pertama di Bali yang mendapatkan pengakuan Akreditasi Satuan melalui proses panjang dengan menggunakan standar penilaian baru. Beberapa komponen penilaian akreditasi meliputi kompetensi lulusan (SKL), isi dan proses pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana-prasarana, manajemen pengelolaan, pembiayaan hingga penilaian pendidikan. Mencakup juga penilaian pada komponen terserapnya lulusan di dunia kerja serta tanggapan dari pengguna lulusan. Di usia 18 tahun, New Media College tetap memegang visi ‘’Setting Standard for the Industry’’ yang artinya sistem pendidikan yang diterapkan disesuaikan dengan perkembangan

dunia industri, kurikulum yang selalu di-update untuk merespons kebutuhan dunia kerja akan sumber daya yang andal, baik hardskill maupun softskill. Direktur New Media College Kadek Sudrajat, S.Kom. menyampaikan, mutu pendidikan adalah hal yang tidak bisa ditawar-tawar. Oleh karena itu, pengembangan sarana fisik dan nonfisik terus dilakukan. New Media College memiliki delapan Program Pendidikan Profesional satu tahun yakni Desain Grafis Multimedia & Animasi, Desain Interior Arsitektur, Fashion Design, Public Relation & Digital Marketing, Komputer Akuntansi & Perpajakan, Administrasi Rumah Sakit & Perhotelan, Secretary Office & Manajemen serta Web Programming & Mobile Apps. Di tahun angkatan 2020/2021, ada dua jurusan baru Program Pendidikan Profesional 2 tahun yakni Komputer Akuntansi Perpajakan dan Public Relation & Digital Marketing. New Media College telah resmi ditunjuk sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tidak hanya itu,

SERTIFIKAT AKREDITASI - Penyerahan sertifikat akreditasi dari Sekretaris BAN PNF Provinsi Bali Drs. Komang Saptono (tiga dari kiri) kepada Direktur New Media College Kadek Sudrajat, S.Kom. (empat dari kiri). New Media College sedang mempersiapkan diri untuk menjadi TUK Digital Teknologi Bisnis. Sebagai bentuk komitmen terhadap motto ‘’Kuliah singkat cepat kerja’’, New Media College memiliki divisi Relationship & Job Carrier untuk membangun networking dengan instansi lain, menyalurkan PKL serta penyaluran kerja untuk mahasiswa dan lulusan. Menyambut tahun ajaran 2020/2021, New Media College memiliki program NMC Youth Scholarship, pemberian beasiswa 100 persen

atau gratis biaya pendidikan yang dapat diikuti oleh seluruh pelajar SMA/SMK. Seleksi penerima beasiswa akan dilakukan pada 2327 Desember 2019. Info lebih lengkap ada di website newmed.ac.id atau Instagram @newmediacollege, Fanpage FB New Media College Bali. Dapat juga dengan menghubungi telepon 03612096093 atau 0813 3966 7272 serta datang langsung ke kampus New Media College di Jalan Tukad Barito No. 5X, Panjer, Denpasar, Bali. (ad392)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 16 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu