Skip to main content

Edisi Minggu 16 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

PENGHARGAAN - Tenaga Ahli Kemenpar, Prof. I Gde Pitana, menyerahkan penghargaan kepada tokoh yang berjasa dalam berbagai bidang. Salah satunya diberikan kepada Pimpinan KMB, Satria Naradha, kategori media dan informasi di acara Suksma Bali Night 2018, Sabtu (15/12) kemarin.

Bali Menjadi ’’Center of Excellence’’ Pariwisata

Mangupura (Bali Post) -

Selama ini, sektor pariwisata menjadi motor perekonomian Bali dalam beberapa dasawarsa. Dengan pariwisata, Bali memang lebih baik dibandingkan dengan provinsi lain di tanah air dilihat dari berbagai indikator makro. Seperti pendapatan per kapita, persentase pengangguran, persentase penduduk miskin, indeks pembangunna manusia dan indeks kebahagiaan Bali lebih tinggi dari provinsi lain. Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang

Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata Kementerian Pari-

Menjadi ’’Problem Solving’’ Budaya dan Agama PEMPROV Bali segera mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Desa Adat dalam Paruman Agung Krama Bali di Pura Samuan Tiga, Gianyar beberapa waktu lalu. Ranperda yang terdiri atas 19 bab dan 99 pasal ini, mengatur soal kedudukan, status, dan penetapan desa adat. Sebagai kesatuan masyarakat hukum adat dan subjek hukum, desa adat mempunyai sistem pranata kelembagaan sendiri, wilayah tertentu, harta kekayaan sendiri, dan berhak mengatur parahyangan, pawongan, dan palemahan, serta mengurus rumah tangganya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan payung hukum untuk menjaga eksistensi kearifan lokal budaya Bali. Pengamat Budaya, Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si., menjelaskan desa adat yang kemudian berkembang disebut desa pakraman oleh masyarakat Bali merupakan salah satu lembaga tradisional yang namanya digali dari nilai kearifan lokal Bali. Bahkan, istilah desa pakraman diperkenalkan sejak tahun 2001 sebagai padanan kata untuk menyebut desa adat di Bali. Menurutnya, desa pakraman memiliki arti lebih luas dibandingkan desa adat. Sebab, desa pakraman ruang lingkupnya sangat luas, meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Artinya, desa pakraman tidak hanya berkenaan dengan kebiasaan (tradisi), tetapi juga masyarakat dengan lembaga yang mendukung, struktur masyarakat, sistem tata kelola pemerintahan, regulasi, kependudukan, dan lainnya. Namun, penamaan desa pakraman hanya berlaku secara lokal di Bali, secara nasional lembaga ini lebih lumrah disebut desa adat. Oleh karena itu, sangat tepat untuk memperkuat desa adat. Apalagi, pada era globalisasi seperti saat ini, orang-orang menilai bahwa perekonomian di Bali sudah bagus dibandingkan daerah lainnya. Namun, kedudukan desa adat di Bali sejatinya masih lemah. Sebagai contoh, saat terjadinya kasus operasi tangkap tangan (OTT) perangkat desa adat oleh Polda Bali. Hal. 11 Masih Lemah ayo

wisata, Prof. Dr. I Gde Pitana, M.Sc., saat menghadiri Suksma

budaya

Bali Night 2018, Sabtu (15/12) kemarin di BNDCC, Nusa Dua. Meski demikian, kata Pitana, pembangunan pariwisata juga membawa dampak negatif yang harus disikapi bersama termasuk isu sampah plastik yang menjadi konsep paiketan krama Bali. Bali sebagai pulau kecil mempunyai keterbatasan sumber daya, oleh karenanya

agama

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Mega Ancam Pecat Kader Korupsi Medan (Bali Post) Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membawa pesan dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat menggelar rapat koordinasi pemenangan Pemilu 2019 di Kota Medan, Sumatera Utara, Sabtu (15/12) kemarin. Hasto mem-

bawa amanat dari Megawati, agar para kader menjauhkan diri dari perilaku korupsi. “Mari buat komitmen. Bu Mega berpesan jangan salah gunakan kekuasaan untuk korupsi,” kata Hasto saat membacakan pesan dari Megawati. Hal. 11 Modernisasi Organisasi

Desa Adat Diperkuat Ikuti Zaman ’’Now’’ Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Desa Adat yang disusun eksekutif Pemprov Bali akan mengatur semua aspek di desa adat. Mulai dari aspek ekonomi, keamanan, kebudayaan, pendidikan, hingga hukum dan peradilan. Ranperda ini juga akan menggantikan Perda No.3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman.

adat

semangat !!!

harus dikelola dengan bijak agar kesejahteraan masyarakat bisa berkelanjutan. “Keberlanjutan merupakan salah satu kata kunci pembangunan termasuk pembangunan pariwisata Bali dan Indonesia secara keseluruhan,” tegasnya. Hal. 11 Serahkan Penghargaan

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

pelemahan

pewongan

desa adat

KALAU dulu Perda Desa Pakraman itu hanya 19 pasal, 9 bab, sekarang sudah menjadi 99 pasal, 18 bab. Jadi, secara rigid sekarang itu desa adat diperkuat lagi. Dengan perda ini nanti, kita harapkan desa adat memang benar-benar kuat dan lebih kuat dari sekarang, ujar Bendesa Agung Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesa, yang dikonfirmasi Sabtu (15/12) kemarin. Menurut Jero Suwena, di dalam draf ranperda juga mengatur tentang status dan ke-

wenangan desa adat yang jelas. Termasuk perekonomian desa adat, dan druen atau kekayaan desa adat. Rancangan perda tentang desa adat telah mengakomodir seluruh keputusan pesamuhan agung sejak 2006 hingga 2017. “Jadi, perda tentang desa pakraman akan diganti karena substansinya lebih dari 50 persen sudah diganti, ditambah dan dihilangkan,” imbuhnya. Jero Suwena menambahkan, desa adat dalam rancangan perda juga akan melaksanakan pendidikan atau pasraman yang berbasis Hindu. Kemudian yang paling utama, posisi atau kedudukan (linggih, red) desa adat dibuat sejajar dengan desa dinas. Namun, dipastikan tidak ada tumpang tindih, karena tugas pokok desa adat menyangkut adat, agama, dan budaya. Hal. 11 Desa Dinas

Tajen Bisa Dijadikan ’’Income’’ Desa Adat BANYAK masyarakat yang kecewa pihak kepolisian sukses menekan praktik premanisme, namun gagal memberangus judi tajen di Bali. Buktinya, ada puluhan titik tajen di Denpasar berjalan aman setiap harinya. Hanya arena tajen di Renon yang belum lama ini diobok-obok Dalmas Polda

perkuat lagi !!!

Bali. Sementara yang lain seperti di Abiantubuh Kesiman, Merta Jaya, Jineng Dalem, Ngayasan, Sanur dan tempat lain di Bali masih lancar-lancar saja. Padahal, aparat kepolisian sedang menjalankan operasi Nataru dewasa ini. Yang menarik, kebanyakan arena judi tajen ini dikelola oleh kelompok, bukan oleh desa adat atau banjar adat. Kondisi di Denpasar berbeda dengan di Gianyar. Di daerah seni ini, kebanyakan tajen dikelola oleh banjar/desa adat yang menggali dana untuk pembangunan. Jelas income tersebut masuk ke kas adat. Terhadap fenomena ini, pengamat hukum adat, Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H,. M.H., mengungkapkan harus dilihat dari dua sisi. Jika kita sepakat tajen adalah judi, harus dilarang. Namun, jika seperti sekarang ada kesan pembiaran, sangat masuk akal juga tajen bisa dijadikan salah satu income desa adat. ‘’Itu kalau dari segi perspektif sosiologis, namun dari segi yuridis, jika tajen dianggap judi, ya harusnya diberangus,’’ tegasnya. Wakil Rektor I Unmas ini meluruskan jika kita sepakat tajen adalah bagian dari pendapatan ekonomi dan desa adat memiliki hak otonomi, mestinya tajen bisa dimanajemen dengan baik. Dengan demikian, keuntungan tak lagi masuk ke kantong pribadi atau kelompok. Namun, dia menyarankan penerimaan dari tajen bisa dijadikan solusi terakhir karena masih banyak cara terhormat desa adat menggali dan mengembangkan sektor perekonomiannya. Hal. 11 Bantuan Pemerintah


2

Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

Sejak Sakit, Almarhum Vakum dari Dunia Politik SEMENJAK sakit, almarhum Drs. A.A. Arka Hardiana, M.M., vakum dari dunia politik. Almarhum lebih konsentrasi dengan usaha dan bisnisnya, antara lain hotel salah satunya Melasti Beach Resort Hotel dan SPBU. “Sebelumnya, beliau aktif berpolitik. Beliau dari Partai Golkar,” kata Ruth Penny Sihombing, S.H., istri almarhum, yang ditemui di rumah duka, Jero Majelangu Margaya, Pemecutan, Jalan Imam Bonjol No.605, Denpasar, Sabtu (15/12) kemarin. Almarhum Arka dikenal sebagai sosok yang tegas. Tidak hanya dalam menjalani hidup berumah tangga tetapi juga dalam profesinya sebagai pebisnis dan politikus. Pada usia yang ke-67 tahun, almarhum divonis menderita kanker hati stadium 4. Pada saat itu gejala yang muncul, tangan kuning dan gatal - gatal, tidak nafsu makan, mual, muntah, dan diare. Penyakitnya baru diketahui setelah stadium 4 lantaran dari pemeriksaan tim medis tidak menemukan penyakit yang diderita almarhum. Akhirnya, almarhum dibawa ke Mount Elizabeth Hospital di Singapura. Dari sanalah diketahui almarhum menderita kanker hati stadium 4. Sejak saat itulah, pengobatan rutin dilakukan. Semua keluarga fokus terhadap pengobatan almarhum. “Hampir dua tahun, kita tinggalkan semuanya, karena fokus merawat

Pohon Tumbang Timpa Lima Kios di Pasar Amlapura

Amlapura (Bali Post) -

Hujan lebat yang terjadi terus menimbulkan bencana. Selain tanah longsor juga mengakibatkan bencana pohon tumbang. Di Karangasem, pohon tumbang terjadi di Pasar Amlapura Barat, Kelurahan Karangasem mengakibatkan sejumlah kios milik pedagang rusak berat akibat ditimpa pohon tersebut. Akibat kejadian itu, pemilik warung mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah.

Istri dan anak almarhum bapak, bolak-balik Singapura hampir setahun. Dari Januari 2018, pengobatannya di Jakarta, bolak-balik juga. Jadi, sudah semua waktu dan energi terkuras untuk pengobatan bapak,” tutur Jero Sandat Hardy, nama panggilannya. Pada awal diketahui penyakitnya, almarhum masih tetap kuat. Namun sejak menjalani kemoterapi hingga 20 kali justru membuat kondisinya tambah drop. “Selama sakit, bapak tetap berkegiatan cuma dari sini (rumah) ke hotel, atau kalau bapak ingin makan apa, kita kemana gitu. Yang penting apa keinginan bapak, kita ikutin,”

BPM/may

ungkapnya. Almarhum yang pernah menjabat DPR RI tahun 2009 -2014 ini akhirnya tak kuasa menahan penyakitnya. Pada usia ke-68 tahun, tepatnya 3 Desember 2018, almarhum meninggalkan anak dan cucunya. Dari pernikahan pertamanya, almarhum dikaruniai 4 anak dan dari istri kedua dikaruniai satu anak yang bernama Anak Agung Ngurah Arya Gauthama Hardy (10). Upacara palebon almarhum yang sempat menjadi pengurus di PHRI dan Kadin Bali ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 Desember nanti di Setra Badung. (may)

Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, Sabtu (15/12) kemarin, mengungkapkan, pohon tumbang sudah terjadi Jumat lalu. Kata dia, karena pohon tumbang ukurannya cukup besar dan alat yang dimiliki terbatas, maka tidak mampu dilakukan penanganan saat itu secara tuntas, sehingga dilanjutkan kemarin. “Pohon yang tumbang tingginya mencapai 15 meter. Untuk penanganan tersebut kita terjunkan sejumlah petugas. Sekarang penanganan sudah selesai dilakukan,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, akibat kejadian tersebut, sedikitnya lima bangunan kios milik pedagang mengalami kerusakan yang cukup parah. Kios yang rusak tersebut di antaranya milik Ida Ayu Nyoman Suriati, Ni Wayan Retiasih, Ni Nyoman Sudiasih. Jelas dia, mengingat kondisi kios rusak, maka dagangan

Bangli (Bali Post) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit tiga warga di Banjar Tangkas, Desa Susut. Hasilnya, anjing tersebut positif terjangkit rabies. “Sesuai hasil uji lab yang kita lakukan di Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar, hasilnya positif rabies,” kata Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, Wayan Sukartana, Sabtu (15/12) kemarin. Dikatakan Sukartana, pascakasus gigitan anjing di Banjar Tangkas, pihaknya telah melakukan penelusuran terhadap anjing-anjing yang disinyalir sempat kontak dengan anjing penggigit itu. Sedikitnya, ada tiga ekor anjing yang dieliminasi kemarin. Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus rabies di wilayah Banjar Tangkas dan sekitarnya, pihaknya mengaku akan segera melakukan tindakan vaksinasi dan penyisiran anjing liar. Rencananya, kegiatan itu akan dilakukan dalam waktu dekat, sebelum hari raya

Galungan. Mengenai rencana itu, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan kepala dusun setempat. Sukartana mengatakan bahwa sebelum kasus gigitan terhadap tiga warga di Banjar Tangkas muncul, sejatinya pihaknya sudah sempat melakukan vaksinasi massal di wilayah Susut termasuk Banjar Tangkas sekitar satu bulanan lalu. Kemungkinan saat vaksinasi dilakukan, anjing penggigit yang positif rabies itu luput dari sasaran petugas. Dalam pelaksanaan vaksinasi dan penyisiran nanti, pihaknya sangat mengharapkan kerja sama seluruh masyarakat untuk mengeluarkan anjingnya agar bisa divaksin petugas. Sebelumnya diberitakan tiga warga di Banjar Tangkas Desa Susut, menjadi korban gigitan anjing liar yang diduga rabies. Ketiganya digigit anjing pada hari yang sama, Kamis (13/12). Ketiga warga yang menjadi korban gigitan anjing yakni I Ketut Budiarta (65), Made Arya Putra (3), dan I Ketut Mongklok (68). Korban I Ketut Budiarta (65) digigit

anjing liar berwarna hitam sekitar pukul 06.00 wita saat sedang berolahraga. Korban mendapat gigitan pada bagian betis kaki kirinya hingga mengalami luka. Pascakejadian itu, korban langsung mendatangi RSU Bangli untuk mendapatkan VAR. Selanjutnya sekitar pukul 11.00 wita, anjing yang sama menggigit seorang balita, Made Arya Putra. Anak dari Nengah Surniati ini digigit anjing liar saat sedang bermain di halaman rumahnya. Korban digigit pada bagian pantat sebelah kanannya hingga mengalami luka. Oleh keluarganya, korban langsung dilarikan ke RSU Bangli untuk mendapatakan penanganan medis. Tak berhenti di situ, sekitar pukul 14.00 wita, anjing liar itu kembali menggigit warga lainnya yakni I Ketut Mongklok. Korban diserang anjing liar saat hendak membersihkan kandang babi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka di bagian betis sebelah kiri dan telah mendapat penanganan di RSU Bangli. (kmb40)

Peringati Hari Juang Kartika Ke-73

Momen Introspeksi Diri Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Juang Kartika yang ke-73 tahun 2018, Kodam IX/Udayana melaksanakan upacara di lapangan Praja Raksaka Kepaon, Denpasar Selatan. Momen ini diharapkan untuk introspeksi diri, tetap lurus ke depan untuk memantapkan langkah bersama dalam mewujudkan TNI AD yang kuat, tangguh, modern dan profesional. Dalam apel ini, Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto membacakan amanat Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang intinya menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan setinggi-tingginya kepada segenap anggota TNI AD dan PNS jajaran TNI AD atas pengabdiannya selama ini. Sesuai tema yang diusung “TNI Angkatan Darat Mengabdi dan Membangun Bersama Rakyat” sangat tepat untuk merepresentasikan komitmen personel TNI AD dalam mengemban amanat perjuangan dan membela kepentingan seluruh rakyat Indonesia. “Torehan tinta emas peristiwa Palagan Ambarawa dalam sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, menunjukkan kesemestaan perjuangan kemerdekaan yang melibatkan para pemuda serta masyarakat Ambarawa melawan kekuatan

yang ada di dalam kios untuk sementara ini dipindahkan oleh pemilik warung dibantu petugas BPBD ke tempat lain. Salah seorang pemilik warung, Ni Nyoman Sudiasih, mengungkapkan, kejadian pohon tumbang terjadi sekitar pukul 06.00 wita. Kata dia, saat kejadian di warung

masih sepi karena pagi. Kalau siang kejadian ini, banyak warga yang tertimpa pohon. Mengingat, pada siang hari, banyak warga yang lalu lalang di tempat ini. “Semua kios mengalami rusak berat karena hancur ditimpa pohon. Barang sudah mulai dipindahkan sejak ke-

jadian. Tetapi belum semuanya bisa dipindahkan, karena hujan. Hari ini (kemarin, red), saya pindahkan lagi. Bahkan karena diguyur hujan, ada sejumlah dagangan mengalami kerusakan. Atas kejadian ini, kerugian saya sekitar belasan juta rupiah,” ujar Sudiasih. (kmb41)

Bangun Pariwisata Bali yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Hasil Uji Laboratorium

Anjing Penggigit Tiga Warga Tangkas Positif Rabies

BPM/kmb41

KIOS - Pohon tumbang di Pasar Amlapura Barat menimpa sejumlah kios milik pedagang hingga rusak berat.

Gubernur Bali dan AMPB Deklarasikan Pariwisata Budaya Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster bersama Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) yang terdiri dari berbagai stakeholders pariwisata dan komponen masyarakat Bali mendeklarasikan pariwisata budaya Bali, Jumat (14/12) malam, di atas kapal Bounty Cruise. Ini merupakan komitmen bersama untuk membangun pariwisata Bali yang lebih berkualitas dan berkelanjutan, dengan menjaga alam dan budaya Bali. Hal itu karena pariwisata sudah menjadi tumpuan kehidupan masyarakat Bali dan pilar utama perekonomian Bali. “Pariwisata betul-betul memiliki posisi yang sangat strategis, penting. Sekaligus juga ini menjadi warning buat kita semua. Karena 70 persen nasib perekonomian Bali ini ada di tangan dunia pariwisata,” kata Koster. Menurutnya, masyarakat dan pemerintah harus secara bersama-sama menjaga keberlanjutan sektor pariwisata Bali. Karena kalau sektor pariwisata ini terganggu atau tidak bisa berjalan secara berkelanjutan, maka perekonomian Bali akan terganggu pula. Dan tentu dampaknya tingkat kesejahteraan masyarakat juga terganggu, karena banyak yang menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut. Didampingi Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Arta

BPM/eka

PARIWISATA - Gubernur dan Wakil Gubernur Bali bersama Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB) membahas pariwisata Bali di Bounty Cruises, Jumat (14/12) malam. Ardhana Sukawati (Cok Ace), Koster menerangkan, dengan memiliki alam yang indah, keunikan dan kaya akan budaya, serta keramahtamahan sumber daya manusianya membuat Bali ini beberapa kali menjadi tujuan pariwisata terfavorit dunia. Oleh karena itu, pariwisata di Bali harus menyatu dengan alam, manusia, dan budayanya. Yang artinya, ketiga hal tersebut tidak boleh jalan sendiri-sendiri, dan harus ditata dalam satu sistem pola pembangunan, agar pariwisata Bali bisa lebih baik lagi. “Jadi sebenarnya, yang

menjadi faktor determinan untuk perekonomian Bali, untuk kehidupan masyarakat Bali adalah alamnya, manusianya, dan budayanya,” tegasnya. Untuk membangun dan menata Bali ke depan, Koster menambahkan bahwa ia mulai menyiapkan sejumlah regulasi, seperti perda tentang desa adat, pergub berbusana adat Bali, pergub tentang bahasa, aksara dan sastra Bali, pergub tentang pembatasan timbulan sampah plastik satu kali pakai, pergub tentang pengelolaan sampah dari hulu sampai ke hilir, pergub tentang

konservasi sumber daya air, perda pemajuan kebudayaan Bali, perda penyelenggaraan kepariwisataan Bali secara menyeluruh, dan lainnya. Sejalan dengan pemerintah, AMPB ingin menjadikan pariwisata Bali yang berkualitas dan berkesinambungan. Seperti disampaikan Ketua AMPB Gusti Kade Sutawa. AMPB juga akan mendukung semua langkah yang diambil Pemerintah Provinsi Bali. Hal itu dikarenakan keinginan bersama untuk menata pariwisata Bali. “Ada banyak hal yang menyangkut pariwisata Bali yang perlu diselesaikan secara gotong royong. Karena kompleks permasalahannya,” paparnya. Menyambung hal tersebut, salah satu pelaku pariwisata, Gede Wirata, menambahkan bahwa masyarakat pariwisata di Bali ingin bersatu dalam menghadapi gejolak pariwisata. Mengenai pernyataan Gubernur Bali, ia mengaku bahwa banyak pelaku pariwisata yang terkaget-kaget atas program yang akan diambil Gubernur Bali ke depannya. Ini akan menjadi suatu komitmen untuk mendukung penuh langkah-langkah tersebut dalam membuat pariwisata Bali lebih berkualitas. “Bahwa pariwisata tahun 2019 ke depan sudah mempunyai titik yang jelas,” ucap Gede Wirata. (kmb19)

Angin Puting Beliung Terjang Wilayah Pendem Sejumlah Rumah Warga Rusak

BPM/ist

APEL - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto memimpin apel memperingati Hari Juang Kartika yang ke-73. kolonial Belanda,” ujarnya. untuk veteran PKRI. Tentu saja dengan semanSelain itu, ada bakti sogat patriotisme, nasionalisme, sial kesehatan, donor darah, keberanian, keikhlasan, ser- penghijauan/penanaman ta kerelaan berkorban dalam pohon, karya bakti pembermenghadapi musuh yang jauh sihan lingkungan tempat lebih kuat. Atas perjuangan para ibadah dan ziarah, baik di pejuang bersama rakyat seh- wilayah Bali, Nusa Tenggara ingga mampu mempertahankan Barat, dan Nusa Tenggara kemerdekaan Indonesia. Timur. Pangdam menambahkan, “Kami mohon agar Bangmemperingati Hari Juang sa Indonesia khususnya Kartika tahun ini, beberapa masyarakat Bali Nusra, menkegiatan sudah dilaksanakan doakan agar TNI senantiasa di wilayah Kodam IX/Udaya- dapat mengemban tugasnya na. Kegiatan tersebut antara dengan baik bersama-sama lain rehabilitasi rumah tidak dengan rakyat,” ujarnya. layak huni, untuk di Bali ada Usai upacara dilanjutkan 19 unit rumah para veteran dengan syukuran di GOR PKRI, di NTB ada 20 unit Praja Raksaka ditandai denrumah untuk para korban gan pemotongan tumpeng. bencana alam gempa bumi Acara ini merupakan ungkadan di NTT ada 3 unit rumah pan rasa syukur. (kmb36)

Negara (Bali Post) Bencana angin puting beliung terjadi di wilayah Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Jumat (14/12) lalu. Angin puting beliung merusak sejumlah rumah warga. Selain itu, juga merusak kantin sekolah dan kebun pisang. Rumah milik Nengah Dandra (56), seorang buruh warga Lingkungan Pancardawa, Kelurahan Pendem Jembrana roboh akibat diterjang angin puting beliung. Korban mengaku saat kejadian, hujan turun deras disertai angin kencang. Tiba-tiba atap bangunan semipermanen yang digunakan sebagai rumah tempat tinggal terbang dan terhempas. Akibat musibah itu, Dandra mengalami kerugian Rp 10 juta. Selain rumah Nengah Dandra, tercatat ada dua rumah warga lainnya, yakni rumah Ketut Tirta di Lingkungan Pancardawa dengan kerugian Rp 5 juta dan dapur milik Ketut Semo warga Lingkungan Pendem Kelurahan Pendem yang atap rumah serta dapurnya rusak diterjang

BPM/kmb

RUSAK - Angin puting beliung yang menerjang wilayah Kelurahan Pendem, Jembrana, Jumat petang, mengakibatkan sejumlah rumah rusak. angin puting beliung dengan kerugian Rp 1 juta. Guna meringankan beban korban angin puting beliung di Kelurahan Pendem, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila, Sabtu (15/12) kemarin, menyerahkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, alat

masak, terpal, selimut dan pakaian. Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga merusak kantin SDN 1 Pendem dengan kerugian Rp 3 juta. Tidak ada korban dalam bencana di Kelurahan Pendem tersebut. Selain merusak sejumlah

rumah dan kantin sekolah, angin puting beliung juga merusak kebun pisang milik warga. Eko Susila mengharapkan warga di musim sekarang ini agar lebih waspada dan tanggap bencana. Karena bencana tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. (kmb)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

3


4

Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

Kesehatan Gigi dan Mulut

Berhubungan dengan Penyakit Kencing Manis dan Kardiovaskuler Kesehatan gigi dan mulut sangat berkaitan dengan penyakit kencing manis dan kardiovaskuler (jantung). Karena dengan penyakit kencing manis akan memudahkan bakteri menghasilkan zat dari hasil oksidasi. Zat ini menyebabkan kerusakan pada jaringan penyangga gigi. Ketua Perhimpunan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung Drg. Agus Sundia Atmaja, M.Erg., menjelaskan, penyangga gigi adalah jaringan yang memegang gigi dalam rahang. “Sehingga orang yang kencing manis yang tidak terkontrol sering ditemukan giginya goyang tanpa penyebab padahal tidak ada karies, rusak atau benturan,” ungkapnya. Maka dari itu orang diabetes tidak bisa memakai implan, karena dengan adanya diabetes kerapuhan tulang belakang sangat besar. “Kalau ditanami implan (benda asing yang ditanamkan ke dalam rahang),

gigi implan dan rahang tidak akan mau menyatu. Karena ada kerapuhan pada tulang. Makanya orang yang kencing manis adalah orang yang kontra indikasi untuk implan, lebih baik memakai gigi palsu yang bisa lepas pasang dan dibersihkan,” jelasnya. Selain itu implan sangat mahal. Jika ada yang menawarkan implan gigi dengan biaya murah, patut berhati – hati. Karena implan adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh, yang bisa ditolak. “Paling satu atau dua tahun pemasangan implan, akan kembali goyang,” pungkasnya

MULUT - Mulut adalah pintu masuk benda luar masuk ke tubuh. Bahkan mulut lebih kotor dari lubang lainnya. Makanya orang yang punya penyakit gigi dan mulut cenderung akan mempunyai tendensi untuk penyakit yang lain. Implan Indikasi pemasangan implan: 1. Rahang harus kuat. 2. Tidak ada penyakit sistemik– sistemik, seperti kencing manis. 3. Kehilangan gigi karena trauma biasanya dipasang implan. Pada saat implan gigi, pasien akan dipasangkan bone graft. Bone graft tidak akan mau menyatu dengan rahang jika seseorang menderita diabetes. Hal itu karena ada bakteri dan kekompakan tulang dari penderita diabetes tidak seperti kekompakan orang normal. Selain kencing manis, kondisi gigi dan mulut juga mempengaruhi seseorang mengalami penyakit jantung (kardiovaskuler). Orang yang mengalami sakit jantung terutama sub bakterial adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh infeksi bakteri. “Penyakit itu awalnya adalah orang yang tidak memperhatikan kesehatan gigi dan mulut. Misalnya, gigi berlubang, karies gigi yang dibiarkan sampai habis sendiri,” ujarnya. Dalam gigi ada pembuluh darah, saraf dan pembuluh limfe. Saraf ini berhubungan dengan saraf batang otak. Lokasi saraf – saraf itu menyebar di seluruh tubuh.

Diabetes Mellitus ”The Silent Killer” Diabetes Mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah dan disertai dengan gejalagejala lainnya. Penyakit ini sering dijumpai didalam kehidupan seharihari, akan tetapi kita umumnya belum memahami secara benar mengenai penyakit ini sehingga penanganannya pun menjadi terlambat. Berdasarkan data IDF 2014, saat ini diperkiraan 9,1 juta orang penduduk didiagnosis sebagai penyandang DM dan jumlahnya akan terus bertambah. Dengan angka tersebut Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia ,dari penderita diabetes mellitus yang didapatkan, 30.4% telah terdiagnosis sebelumnya, dan 69,6% tidak terdiagnosis. Terdapat beberapa faktor risiko dalam penyakit ini seperti faktor keturunan diabetes dalam keluarga, usia lanjut, kebiasaan merokok, obesitas / kegemukan, darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik. Penyakit ini ditandai dengan gejala-gejala, seperti penurunan berat badan secara berangsur-angsur tanpa penyebab yang jelas, nafsu makan yang meningkat dan disertai rasa lemas, sering merasa haus, keinginan buang air kecil yang meningkat biasanya pada malam hari, merasa sering kesemutan pada kaki dan tangan, penglihatan menurun dan terganggu, luka yang sulit kering atau sembuh. Gejala Apabila kita menjumpai gejala- gejala seperti yang disebutkan di atas ada baiknya jika kita mengecek kadar gula dan berkonsultasi ke fasilitas kesehatan terdekat. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara: pemeriksaan gula darah sebaiknya dilakukan minimal 1x

dalam setahun. Latihan yang dianjurkan adalah latihan dengan frekuensi 3 -5x seminggu sekitar 30 – 45 menit, seperti jogging, jalan cepat, bersepeda santai, dan berenang. Pengaturan pola makan dengan frekuensi 3x sehari dengan komposisi makanan dapat berupa karbohidrat yang cukup, rendah lemak, rendah kadar garam, dan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur. Hindari merokok dan minuman beralkohol. Mengkontrol penyakit-penyakit lain seperti : hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi. Namun apabila sudah terdiagnosis kencing manis, penanganan kencing manis pun harus secara menyeluruh dari semua aspek seperti obat-obatan, pengaturan gaya hidup dan penanganan dari komplikasi-komplikasi yang ada. Komplikasi pada kencing manis dapat berupa meningkatnya penyakit jantung dan stroke, kerusakan syaraf pada kaki yang dapat meningkatkan kejadian luka di kaki, kebutaan pada mata, gagal ginjal dll. Akhir kata penyakit kencing manis bukanlah merupakan penyakit yang harus ditakuti. Umumnya dengan pengenalan akan penyakit ini dengan lebih awal dapat mencegah komplikasi-komplikasi yang akan timbul. Pengaturan pola hidup sehat baik melalui pola makan sehat dan aktifitas fisik yang baik dapat mencegah penyakit ini.

Pembuluh darah juga begitu, letaknya menyebar. Sementara jantung adalah pusat dari pemompa pembuluh darah. “Penyakit jantung sub bacterial ini penyebabnya adalah gigi yang tidak dirawat. Tapi prosesnya lama. Walaupun ada bakteri dalam darah, peredaran darahnya lancar, dia tidak akan timbul penyakit jantung. Tapi begitu ada sumbatan di pembuluh darah dan bakteri ikut tersangkut di situ, bakteri ini asalnya dari mulut, maka akan menimbulkan gangguan,” bebernya. Gigi dan Mulut Proses bakteri gigi dan mulut yang mempengaruhi penyakit jantung ini prosesnya lama, antara 5 -10 tahun. Maka dari itu ketika orang terkena penyakit jantung, juga akan dikonsulkan ke dokter gigi. “Namun ini dikatakan terlambat, karena bakterinya sudah menyebar,” pungkasnya. Itulah pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mulut adalah pintu masuk benda luar masuk ke tubuh. Bahkan mulut lebih kotor dari lubang lainnya. “Makanya orang yang punya penyakit gigi dan mulut cenderung akan mempunyai tendensi untuk penyakit yang lain,” tandasnya. Penyakit jantung juga berkaitan dengan

hipertensi. Apalagi jika penyakit jantung karena ada sumbatan di dalam pembuluh darah, sehingga jantung bekerja jantung dengan keras, terjadilah hipertensi. “Makanya orang yang hipertensi tidak bisa melakukan pencabutan gigi. Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung apalagi sedang dalam perawatan tidak bisa melakukan pencabutan gigi. Karena orang dengan penyakit jantung akan diberikan obat pengencer darah agar peredaran darahnya lancar. Maka dari itu orang yang menderita jantung, perdarahannya akan hebat hingga menyebabkan kematian,” jelasnya. Begitu juga dengan penderita hipertensi. Penderita akan diberikan anastesi. Jika melakukan pencabutan gigi, maka akan terjadi perdarahan hebat. Di samping itu, penderita hipertensi yang mendapat terapi anestesi akan membuat adrenalinnya terpacu. Ini menyebabkan jantungnya juga akan terpacu dalam memompa pembuluh darah. Sehingga pembuluh darah bisa pecah. “Jika pembuluh darah pecah di bagian lain selain otak tidak apa. Namun jika pembuluh darah pecah di otak maka terjadi strok disebut stroke haemoragic,” tukasnya. (may)

Senam Poco-Poco GWR (6)

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

Di pagi yang cerah ini marilah kita berlatih senam Poco-Poco GWR untuk sesi pendinginan. Gerakan yang sangat mudah dilakukan ini merupakan edisi terakhir Senam Poco-Poco GWR, yang berdurasi 6 menit. Baiklah ikuti contoh peragaan di bawah ini bersama instruktur Elin dari Lala Studio.

Gb. III : Gerakan lari di tempat dengan siku lengan kanan ditekuk depan dada kepalan di atas sedangkan siku lengan kiri ditekuk dengan kepalan di depan dada. Sambil memutar badan ke arah kanan (hit 1-8).

3

1

ldr. Daniel Matius

4

Gb. I : Gerakkan kaki kanan dari depan lalu ke kanan seirama dengan lengan kanan disilangkan depan perut, lengan kanan di depan lengan kiri 2x lalu kiri juga 2x dan ulangi hingga total gerakkan 8 hitungan.

2

Gb. II : Membuka kaki kanan dan kaki kiri menyusul dengan lengan kanan lurus ke atas dan lengan kiri di samping tubuh, ulangi ke arah kiri (hit 1-8).

Gb. IV : Setelah hitungan ke-8, buka kedua lengan ke atas dan membuka kedua kaki. DIABETES - Berdasarkan data IDF 2014, saat ini diperkiraan 9,1 juta orang penduduk didiagnosis sebagai penyandang DM. Terdapat beberapa faktor risiko dalam penyakit ini, seperti faktor keturunan, usia lanjut, kebiasaan merokok, obesitas / kegemukan, darah tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, pola makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik.

Kisara

Dengan latihan yang rutin, kebugaran tubuh tetap terjaga dan salam bugar dari Lala Studio.

Bijak Gunakan ”Instagram”

Hai Kakak Kisara, perkenalkan namaku Eca, aku baru selesai UAS nih Kak, jadi masih masa-masa sekolah hanya untuk main aja hehehe. Oya Kak, aku mau bertanya nih, aku punya teman namanya Ria. Dia itu anaknya emang suka banget nyanyi dan make-up tebal padahal hanya untuk ke sekolah saja. Ria juga suka banget mengunggah semua foto dan video dirinya ke Instagram. Pada suatu ketika sebelum UAS Ria mengunggah video dirinya yang membuat tutorial make-up gitu di Instagram. Menurut aku sih tidak ada yang aneh Kak, tapi teman-teman satu sekolah langsung memenuhi kolom komentar Ria di Instagram. Bahkan ada yang sampai memaki dan mengatakan jika Ria itu sok cantiklah, sok centillah hingga dia dibilang wanita malam Kak. Sejak kejadian itu tiba-tiba Ibu Ria datang ke sekolah dan bilang jika Ria tidak mau sekolah karena malu. Aku ingin membantu Ria Kak, supaya dia mau sekolah lagi, kira-kira bagaimana ya caranya menghadapi orang-orang yang suka mengejek Ria itu? Terima kasih Kak. Hallo Eca, wah kamu baik sekali ya peduli dengan temanmu. Nah sebelum Kakak memberitahumu cara menghadapi anak-anak yang suka mengejek teman, bagaimana kalau kita bahas dulu tentang cyberbullying. Jadi temanmu yang bernama Ria itu sedang mengalami cyberbullying. Cyberbullying itu merupakan penggunaan teknologi yang dimanfaatkan untuk mengancam,

Kupon

mempermalukan, mengintimidasi atau mengkritik orang lain. Cyberbullying walaupun dilakukan melalui internet atau dunia maya juga bisa berakibat fatal kepada si penerima. Kenapa? Di era sekarang, dunia maya dan dunia nyata itu bahkan sulit untuk dibedakan karena saling berkaitan satu sama lain sehingga dunia maya

bisa berdampak secara langsung di dunia nyata. Contohnya, temanmu yang menerima ejekan dari Instagram. Dia jadi merasa minder, selain itu akibat lain dari bullying adalah depresi, penurunan rasa percaya diri, pemalu, penyendiri, kemerosotan prestasi di sekolah dan mungkin bisa mengakibatkan bunuh diri. Nah, untuk menghindari hal tersebut kamu harus membantu temanmu Ria dengan cara mengajaknya untuk melakukan aktivitas yang positif dan mengasyikan, bantu dia untuk menemukan kembali rasa percaya dirinya. Kamu juga bisa melibatkan orangtuanya untuk memberi dukungan pada Ria. Selain itu cara untuk mengatasi saat ada yang melakukan tindakan cyberbullying yaitu : Jangan Pedulikan Mereka Kamu tidak perlu merespons setiap komentar yang bersifat intimidatif, mencaci, mengejek, menghina, dan juga mencela. Jika kamu bereaksi, pelaku cyberbully-

ing akan puas dan akan terus-menerus melakukan hal ini. Lambat laun, mereka akan lelah dan jenuh untuk mem-bully kamu. Jangan Balas dengan Ledekan Mengalah bukan berarti kalah. Jika kamu bereakasi dengan membalas atau mengejek balik maka kamu tidak ada bedanya dengan mereka. Simpan Semua Bukti “Cyberbully” Jika sudah melewati batas toleransi, kamu bisa melaporkan cyberbullying yang kamu atau temanmu alami kepada pihak yang berwajib dan ingat simpan buktinya ya! Nah, kurang lebih begitulah tips dan trik yang bisa Kisara berikan untuk kamu, ya! Semoga Ria bisa kembali menemukan kepercayaan dirinya dan kembali berkarya.


5

Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

Capricorn Bersikap kritis itu memang tidak salah asalkan didasarkan pada rasio yang ada dengan tidak melibatkan terlalu banyak perasaan, karena kalau perasaan yang memegang peranan maka bisa lain lagi ceritanya nanti. Tak perlu takut dimusuhi orang kalau itu memang realita yang ada. Asmara: Masih penuh dengan kegembiraan. Aquarius Jangan terlena dengan hawa malas yang muncul di minggu ini, cobalah tetap concern dengan urusanurusan yang sudah seharusnya cepat diselesaikan. Jika ada yang berusaha memancing konfrontasi sebaiknya dihindari saja, karena tidak ada untungnya. Asmara: Cukup tenang dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pisces Masih santai dan rileks karena memang tidak ada sesuatu masalah yang berat d iminggu ini. Kalau sudah begini sebaiknya Anda enjoy saja dan berusaha menikmatinya dengan tidak mencari-cari masalah dan kesibukan baru. Asmara: Buat apa masalah kecil dipermasalahkan, karena itulah yang bikin suasana jadi panas terus. Aries Cobalah untuk tidak banyak pikiran jika tidak ingin badan capek dan jatuh sakit, karena jika sampai terjadi maka akan menambah rumit persoalan saja. Tetaplah bersikap lepas dengan selalu berpikiran santai tetapi tetap waspada. Asmara:Tidak perlu emosi hadapi semua itu dengan kesabaran, pasti nanti akan berlalu dengan sendirinya. Taurus Benar-benar mengesankan kesuksesan di hari-hari kemarin, tetapi untuk saat ini sudah lain lagi ceritanya, maka dari itu keprofesionalan dalam berkerja sebaiknya tetap dijaga, agar sesuatu yang sudah baik itu tidak sampai mengalami kemunduran. Asmara: Keakraban dan keharmonisan masih terlihat dan terasa di minggu ini. Gemini Jangan terlalu rewel nanti partner Anda malah bingung sendiri harus berbuat apa, pandai-pandailah mengarahkan ke arah yang lebih baik dengan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna dan dipahami. Asmara: Masih menjengkelkan dan itu hanya masalah sepele yang sebenarnya bisa diatasi jika mau sedikit mengerti. Cancer Kesempatan yang ditunggu-tunggu ternyata hasilnya jauh dari harapan, walau begitu jangan patah semangat tetaplah konsentrasi pada pekerjaan yang sedang dihadapi saat ini dan tidak perlu meratapi yang sudah terjadi. Asmara: Sepusing apapun urusan di luar sebaiknya jangan dicampuradukkan ke dalam hubungan asmara, bisa kacau jadinya. Leo Kesempatan itu masih ada dan selalu menanti Anda, namun yang perlu diperhitungkan adalah rival-rivalnya belum tentu semanis senyumnya. Semua akan berjalan damai dan sukses asalkan Anda lihai dan efisiensi. Asmara: Datangnya suara-suara burung yang sifatnya ingin memecah belah hubungan Anda berdua lebih baik tidak sedikit pun ditanggapi. Virgo Keputusan yang sudah bulat jangan disangsikan lagi, Jika mantap silakan maju teruskan dan wujudkan dengan penuh keyakinan tanpa ada rasa goyah karena berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Semua itu hanya sensasi belaka. Asmara: Tiada yang perlu diragukan lagi sebab cintanya sangat tulus untuk Anda seorang. Libra Sekalipun nampaknya ide-ide baru Anda kurang mendapat respons positif namun jangan terlalu berputus asa dulu sebab di minggu ini bintang Libra lagi jaya-jayanya, sehingga kalau mau terus berusaha maka tidak akan kesulitan untuk menuai hasil yang cemerlang dan memuaskan. Asmara: Ubahlah kebisaan memanjakan diri apalagi manja-manja sebab bisa mendatangkan kejengkelan bagi si Dia.

Scorpio Teruskan semangat juang tanpa pamrih karena hanya dengan bersikap seperti itulah akan dapat menghasilkan buah yang bisa dibanggakan dan menimbulkan kebahagiaan tersendiri di sudut hati yang dalam, walaupun itu sudah lama berlalu namun pahalanya masih tercatat sehingga di minggu ini karma baik akan datang menolong. Asmara: Jika punya gagasan sebaiknya dikonfirmasikan dulu, tak perlu khawatir akan ditolak, karena semua mendukung rencana Anda tersebut. Sagitarius Di minggu ini Dewa Penolong masih berpihak pada Anda. Oleh sebab itu segera saja memperjuangkan segala sesuatunya yang belum terselesaikan, mumpung sikon minggu ini sangat mendukung. Untuk mendapatkan kekuatan dalam berjuang, harus ada keyakinan. Asmara: Dalam kehidupan dunia fana ini tiada satu persoalan pun yang langgeng dan abadi, oleh sebab itu tiada salahnya kalau Anda selalu bersiap diri.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 16 - 22 Desember 2018

Dalam ”Shanti” Menanti ”Gita Jayanti” gitasraye’ham tisthami gita me paramam grham gita-jnanam samasritya trilokim palayamy aham (Sri Vaisnaviya Tantra Sara 46)

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

“Aku berada di dalam Bhagavad-gita dan Bhagavadgita adalah tempat tinggalKu yang utama. Aku memelihara ketiga dunia dengan ajaranajaran kekal dari Bhagavadgita.” Seorang ibu-ibu warga negara Polandia memberikan kepada saya kitab yang sangat bagus bernama Sri Vaisnaviya Tantra Sara, menjelaskan perihal keagungan Bhagavad-gita. Berbeda dengan Gita Mahatmyam oleh Sankaracarya yang jumlahnya hanya 7 bait, Sri Vaisnaviya Tantra Sara berjumlah 85 sloka. “Aham tisthami”, Tuhan Yang Maha Esa bertempat tinggal, dan rumah tempat tinggal-Nya yang maha utama “paramam grham me” adalah Bhagavad-gita. Tuhan memelihara seluruh Tri Loka (alam Bhūh, Bhuvah, Svah) melalui ajaran-ajaran suci Bhagavadgita (gita-jnanam samasritya aham trilokam palayami). Dapat dikatakan, tanpa Bhagavad-gita kebesaran Hindu tidak akan secemerlang seperti sekarang ini. Hindu mendapat tempat terpandang disebabkan ajaran-ajaran mulia Bhagavad-gita. Beberapa hari lagi umat Hindu di seluruh dunia akan merayakan Gita Jayanti, Hari Bhagavad-gita. Seperti halnya peringatan Hari Lahir Panca Sila, Hari Kemerdekaan (baca: Hari Lahir) Negara Kesatuan Republik Indonesia, diperingati dalam semangat bhakti yang tinggi untuk menghormati Panca Sila dan Negara Kesatuan Republik

Indonesia, seperti itu pula Gita Jayanti diperingati oleh umat Hindu di dunia dalam semangat bhakti yang tinggi. Banyak non-Hindu memperingati Gita Jayanti di negara-negara Eropa, Russia, Amerika, Afrika dan lainlain. Hal itu terjadi karena pesan atau ajaran Bhagavad-gita yang bersifat universal menyebabkan orang-orang yang bahkan tidak beragama Hindu pun memperingatinya dengan sepenuh hati dan rasa bhakti. Umat Hindu Dharma di tanah air seharusnya sudah tidak ketinggalan dalam memperingati Gita Jayanti. Imbauan untuk merayakan kemunculan Bhagavad-gita (Gita Jayanti) sudah kami dengungkan sejak tahun 1980-an. Pada tahun 2004 kami menyebarkan informasi tentang Gita Jayanti lebih luas lagi sehingga umat mulai merayakannya di tempat masing-masing, baik secara berkelompok maupun sendirian atau bersama keluarga di rumah. Hal ini merupakan suatu perkembangan positif dan sangat baik. Orang-orang mulai menempatkan Bhagavad-gita menjadi sesuatu yang terpenting dalam hidupnya. Sejak dahulu kami mengharapkan Gita Jayanti suatu waktu akan diperingati oleh umat Hindu Nusantara. Sebab, Bhagavad-gita merupakan kitab suci bukan saja bagi umat Hindu di dunia, tetapi juga bagi umat Hindu Dharma di Indonesia, sesuai keputusan Paruman Parisada Dharma Hindu Bali di Campuhan, Ubud pada tahun 1961. Sampai hari ini, masih banyak

umat Hindu Dharma di tanah air yang belum mengenal apa lagi merayakan atau memperingati hari suci kemunculan Bhagavadgita. Sedangkan dalam kelompok kecil setiap tahun kami sudah menyelenggarakan peringatan hari suci turunnya Bhagavad-gita yang dinamakan Gita Jayanti, khususnya sejak berdirinya Paramadhama ashram di padanggalak pada tahun 2006, kami memperingati Gita Jayanti lebih teratur dan bersama-sama dalam jumlah peserta lebih banyak. Kini saatnya umat mengenal Gita Jayanti lebih mendalam lagi. Peringatan Gita Jayanti pertama kali diselenggarakan oleh umat Hindu Dharma Indonesia di wantilan Pura Besakih pada tahun 2014 yang lalu. Ada panitianya, dan diselenggarakan bersama dan/atau dihadiri oleh pejabat lembaga umat Hindu Dharma seperti Ditjen Hindu, PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia), dan lain-lain. Tentu berbeda memperingati hari lahir Bhagavad-gita dengan memperingati hari lahir orangorang kesayangan. Memperingati hari lahir kesayangan “membantu” keterikatan duniawi tumbuh bertumbuh, sedangkan memperingati hari muncul Bhagavad-gita akan mengkikis dosa dan karma. Sebagaimana Tuhan ber-avatara dalam bentuk aksara sebagai Omkara, dan avatara Tuhan dalam bentuk mantram sebagai Gayatri, demikian pula selain sebagai Sabda Tuhan “Sabda Brahman”, Bhagavad-gita juga merupakan “avatara” Tuhan dalam bentuk pustaka suci. Tahun 2018 ini, Gita Jayanti jatuh pada tanggal 18 Desember. Ada pula yang memperingatinya pada tanggal 19 Desember 2018. Gita Jayanti memperingati turunnya Bhagavad-gita yang disampaikan oleh Sri Krsna kepada Arjuna di tengah-tengah medan perang Kuruksetra sekitar 5120 tahun yang lalu. Peringatannya

tidak berdasarkan pada kalender Gregorian melainkan berdasarkan perhitungan kalender India, kalender Vaidika yang mempergunakan perhitungan posisi bumi terhadap bulan dan matahari. Gita Jayanti jatuhnya pada hari Ekadasi Sukla Paksa di bulan Margasirsa. Dari sekian banyak Ekadasi (hari kesebelas), dengan nama dan kemuliaan berbeda, Ekadasi pada hari Bhagavad-gita diwejangkan bernama Moksada Ekadasi, atau juga dinamakan Vaikuntha Ekadasi, yaitu pelaksanaan Ekadasi yang akan memberikan pembebasan dari kesengsaraan berupa lingkaran punarbhava, lingkaran kelahiran dan kematian yang tiada putusnya. Ekadasi ini juga dinamakan Mauni Ekadasi, yaitu Ekadasi yang dilaksanakan sambil melakukan sumpah suci Mauna Brata, tidak berkata-kata selama 24 jam. Pengertiannya, Mauna dalam hal ini adalah sumpah suci untuk “libur” dari pembicaraan hal-hal duniawi tetapi sibuk berkata-kata ke dalam diri, sibuk bercakap-cakap dengan sang diri di dalam. Hanya cara itu yang akan memberikan hasil berupa moksa/pembebasan dari kedukaan, sehingga Ekadasi hari ini dinamakan Moksada Ekadasi. Jika Ekadasi ini dilaksanakan dengan baik dan patuh, secara spiritual pahalanya sangat kuat karena mampu membebaskan orang dari kesengsaraan duniawi. Biasanya, pada hari Gita Jayanti umat menyelenggarakan diskusi-diskusi Bhagavad-gita dan pertunjukan seni budaya yang bersifat agama spiritual. Terutama sekali pada hari munculnya Bhagavad-gita agar diusahakan yang menyampaikan adalah orang suci yang sudah lelap hidupnya di dalam Bhagavad-gita. Mendengarkan ajaran dan nyanyian suci Bhagavad-gita dari orang suci seperti itu akan mampu menyentuh lalu menggetarkan hati dan jiwa orang sehingga terjadi

proses pengkikisan karma-karma di dalam diri yang bersangkutan. Getaran sloka-sloka suci Bhagavad-gita mampu menyentuh dan merasuk ke dalam diri orang sampai menembus bawah sadar sehingga menjadi jaminan karma-karma tersentuh dan terkikis. Asubha-karma (karma tidak baik) akan tereliminasi atau ter-delete dari dalam diri sehingga orang bisa melewati hidupnya di dalam pencarian spiritual dengan cara lebih mudah dan lebih mulus. Sedangkan subha-karma (karma baik) akan dibersihkan, disucikan, dan dimurnikan menjadi karma yang akarma, yang terbebas dari sentuhan aksi-reaksi material yang merupakan penyebab dari timbul dan berkelanjutan proses punarbhava, putaran kelahiran dan kematian berulangkali. Dengan demikian, peringatan dan perayaan Gita Jayanti bukanlah aktivitas dunia material melainkan aktivitas spiritual. Oleh karena muatan Gita Jayanti adalah spiritual, maka segala yang dilakukan dan dipertunjukkan pada hari itu haruslah menjadi sebuah persembahkan kepada sang “Pawejang” Bhagavad-gita, yaitu Bhagavan Sri Krsna. Peringatan Gita Jayanti juga hendaknya dipergunakan sebagai kesempatan mulia untuk mengangkat hidup spiritual masing-masing. Sebab, kesempatan berkumpul dengan orang-orang yang mendalami kesucian Bhagavad-gita dan spiritual merupakan kesempatan sangat jarang sekaligus sangat mulia. Kesempatan tersebut patut dipergunakan dengan jeli hanya demi memuliakan hidup spiritual. Sebab, dimana Bhagavad-gita dibaca, dipelajari, diajarkan, dan didiskusikan maka Tuhan Yang Maha Kuasa Sri Krsna akan hadir dengan penuh suka cita bersama dengan kekuatan sakti-Nya (yatra gita-vicaras ca pathanam-pathanam tatha modate tatra sri krsno bhagavan radhaya saha).

MIMBAR AGAMA

Pesan Sidang Panggilan Gereja Melindungi Hak Asasi Manusia

Ignatius Suharto Mengingat mahapentingnya pesan dari KWI ini (bagi umat Katolik khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya), maka pesan panggilan Gereja ini kami persembahkan lewat mimbar ini menjelang hari raya Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Saudara-saudari yang terkasih Kami, para Uskup yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyelenggarakan sidang pada tanggal 5-14 November 2018 di Bandung. Sidang tahun ini dimulai dengan seminar sehari bertema Keterlibatan Gereja dalam Melindungi Hak Asasi Manusia. Dengan seminar tersebut, kami dan peserta lain semakin memahami kondisi hak asasi manusia (HAM) di Indonesia, menyadari panggilan Gereja untuk mewartakan Kabar Gembira dan peran serta Gereja yang lebih nyata dalam melindungi hak asasi manusia. Kita bersyukur kepada Allah karena bangsa Indonesia telah menerima dan memberikan penghargaan yang tinggi terhadap hak asasi manusia. Ditetapkannya Pancasila sebagai ideologi bangsa menggambarkan bahwa para pendiri bangsa ini mempunyai komitmen besar untuk menjunjung

Sabar dan Welas Asih Mata adalah panglima hati! Apapun dikerjakan akan menciptakan misteri dalam hati. Gembira, sedih, pedih, pilu, dan ironi! Jika ingin hidup tanpa musuh dan masalah, kendalikanlah hati, karena bisikan hati bisa menggiring orang ke jurang kehancuran. Ujaran tersebut tidak keluar dari bibir seorang filsuf, agamawan atau penutur kejernihan, tapi dari Host atau tuan rumah sebuah tayangan misteri dan alam astral di sebuah stasiun TV swasta. Kuduga kalimat terlontar karena pengalamannya dalam berhadapan dengan banyak orang dari berbagai karakter dan perilaku. Khususnya mereka yang menganut aliran gaib, baik ilmu hitam maupun putih. Juga para korban praktik teluh, pelet, pesugihan dan sejenisnya dalam dunia supranatural. Dalam acaranya, dia selalu ditemani seorang indigo yang paham alam astral, yakni

tinggi hak asasi manusia. Kini penghargaan terhadap hak asasi manusia itu secara lebih tegas tertuang dalam UU No.39 Tahun 1999. Hak asasi manusia dipahami sebagai seperangkat hak yang melekat dalam diri manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu, hak-hak tersebut wajib dihormati dan dilindungi karena merupakan pemberian dari Tuhan dan bukan hadiah dari siapa pun. Pemerintah berupaya untuk memenuhi hak asasi manusia tersebut dengan membangun berbagai macam infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, bandara, dan pasar di berbagai daerah, terutama di daerah terluar di negeri ini. Dari sisi hukum, pemerintah juga melakukan revisi UU KUHP dan UU Anti Terorisme serta menertibkan berbagai peraturan yang kurang menghormati hak asasi manusia. Kerja keras pemerintah tersebut perlu dihargai dan didukung demi terwujudnya kehidupan bersama yang semakin bermartabat. Kendati demikian, kami menyadari dan melihat bahwa hak asasi manusia belum sepenuhnya terlindungi. Kita masih menyaksikan adanya pelanggaran hak asasi manusia berat masa lalu yang belum diselesaikan secara tuntas, maraknya berbagai bentuk kekerasan dan intoleransi serta belum terpenuhinya hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup

brolan BALE BANJAR ARIDUS alam yang paling dekat dengan dunia fisik yang dihuni manusia. Indigo bukan ilmu atau kemampuan yang bisa dipelajari, namun melekat saat seseorang lahir. Kemampuan melihat masa lalu, sekarang dan meramal hal-hal yang belum terjadi. Khususnya yang niskala atau tak kasat mata! Bagi yang terbiasa berpikir dan bertindak ilmiah, ada yang menganggap ucapan dan perilaku seorang indigo, tidak masuk akal bahkan bohong. Sebab mereka hanya percaya pada hal-hal yang bisa dilihat, diraba, diterawang

layak. Bahkan saat ini ada kecenderungan bahwa pendapat pribadi atau kelompok tertentu ingin dipaksakan sebagai “hak asasi.” Padahal hak asasi harus menjamin kebutuhan dasar semua orang dan bukan kepentingan pribadi atau kelompok saja. Kondisi hak asasi manusia yang masih memprihatinkan itu tidak lepas dari kurangnya pemahaman masyarakat tentang hak asasi manusia, lemahnya integritas para penegak hukum dalam melaksanakan undangundang serta berbagai kepentingan politik dan ekonomi yang diperjuangkan dengan menghalalkan segala cara. Situasi tersebut telah melahirkan penderitaan fisik dan psikis yang berkepanjangan, memudarkan semangat hidup, dan mengecilkan harapan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik. Saudara-saudari yang terkasih Gereja sebagai persekutuan umat beriman sekaligus bagian dari bangsa Indonesia dipanggil untuk ikut terlibat dalam mempromosikan, memperjuangkan, dan melindungi hak asasi manusia. Gereja mengakui, menghormati, dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan kesadaran bahwa semua manusia adalah citra Allah. Konsili Vatikan II, dalam dokumen Kegembiraan dan Harapan (Gaudium et Spes) dengan amat jelas menyatakan bahwa “semua manusia mempunyai jiwa berbudi dan diciptakan menurut citra Allah, dengan demikian mempunyai kodrat

serta asal mula yang sama. Mereka semua ditebus oleh Kristus dan mengemban panggilan serta tujuan ilahi yang sama pula. Maka harus semakin diakuilah kesamaan dasariah antara semua orang” (GS 29). Dalam dokumen tersebut, Gereja Katolik dengan amat tegas menolak berbagai bentuk diskriminasi berdasarkan jenis kelamin, suku, agama, budaya, bahasa, warna kulit dan kondisi sosial. Bahkan Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Galatia dengan amat jelas menyatakan bahwa “tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, tetapi semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Gal 3:28). Gereja diutus untuk terlibat dalam penegakan hak asasi manusia sebagai bagian dari pewartaan Kabar Gembira. Keterlibatan Gereja tersebut makin tegas dalam Ajaran Sosial Gereja (ASG) yang membahas tentang martabat manusia, akal budi, suara hati, dan kebebasan. Bahkan ASG tersebut turut mempengaruhi isi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada tahun 1948.1 Gagasan yang amat cemerlang tersebut merupakan hasil refleksi yang panjang dan mendalam terhadap ide-ide persamaan hak, demokrasi, dan persoalan buruh dalam terang Kitab Suci, Tradisi dan Ajaran Gereja sendiri. Dengan memahami manusia

sebagai pribadi yang luhur beserta segala hak dan kewajibannya, Gereja menegaskan bahwa berbagai cara dan bentuk perendahan pribadi manusia tidak bisa diterima. Saudara-saudari yang terkasih, Gereja berkewajiban untuk menghargai hak asasi manusia dengan membangun persaudaraan yang inklusif dan bijak di tengah masyarakat yang majemuk ini dengan keyakinan bahwa semua orang meskipun berbeda-beda mempunyai martabat yang sama. Menghargai hak asasi manusia berarti menerima dan memaknai perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang harus disyukuri dan mendorong setiap pribadi untuk saling mendekatkan diri satu dengan yang lain. Penghargaan terhadap hak asasi manusia ini sekaligus menegaskan kepada kita akan kewajiban-kewajiban dasar yang harus kita laksanakan demi tegaknya hak asasi manusia itu. 1 Bdk. Mary Ann Glendon, “ The Influence of Catholic Social Doctrine on Human Rights”, Journal of Catholic Social Thought, Vol.10, No.1, 2013.pp.70-71 Tegasnya, kita wajib menghormati hak asasi orang lain dan mematuhi kesepakatankesepakatan dasar yang berlaku di negeri ini. Gereja bersama dengan lembaga keagamaan lainnya tetap berkomitmen membangun kerja sama untuk menyerukan suara kenabian demi terwujudnya penghargaan dan perlindungan hak asasi manusia.

dan dirasa, sedangkan yang supranatural dianggap tahyul atau halusinasi bahkan delusi. Mungkin saja kalau tidak khawatir distigma komunis atau marxis, Tuhan yang tidak bisa dibuktikan keberadaan-Nya pun diabaikan atau diingkari,” komentar Rubag. “Bagian akhir argumenmu cukup menarik! Aku punya teman, yang dulu saat masih muda dan energik serta sukses dalam usaha, sama sekali tidak percaya ikhwal transendensi. Bila aku bercerita tentang niskala atau keberadaan roh, serta merta dia terbahak atau ngeledek dengan ucapan, takhyul menghalangi kemajuan Bro! Barubaru ini aku terperanjat melihat ulah dan tutur katanya, yang 180 derajat berubah. Malah dia lebih ekstrem dari aku saat menuturkan masalah yang tidak kasat mata. Dari penuturannya, aku mahfum, kalau dia sempat terlibat pengalaman spiritual yang tidak bisa dielakkannya. Dia harus nyungsung atau melayani makhluk astral dalam pengobatan dan konsultasi spiritual bagi yang memerlukan, bila ingin melanjutkan hidup. Aku tidak menanyakan

detil masalah yang menimpanya, namun dia mengaku menyesal mengabaikan saranku dulu, tentang dekonstruksinya Derrida. Bila tidak yakin terhadap suatu hal, pesanku dulu, jangan ujugujug mengatakan tidak percaya, sebaiknya tunda untuk percaya. Mungkin saja apa yang tidak dipercayai sebelumnya, tiba-tiba karena sesuatu yang sulit dipahami, menjadi kenyataan. Jangan sampai dikatakan menjilat ludah sendiri!“ tutur Kadek Wahyudita. “Meskipun aku tidak menekuni ilmu kebatinan atau hal-hal yang bersifat supranatural, namun secara intuisi, aku percaya adanya alam astral di luar alam fisik yang kita huni ini. Tetapi tidak semua ucapan paranormal, orang yang mengaku sebagai penekun supranatural aku anggap benar. Seperti saranmu, aku tunda untuk percaya. Itulah sebabnya aku tertarik mengikuti tayangan dunia misteri yang menghadirkan seorang indigo, seperti dituturkan Rubag. Cukup banyak penganut aliran hitam yang mungkin karena tidak bisa mengendalikan hati, ingin men-

galahkan dan menantang Sang Indigo. Sayang, sampai saat ini nyaris semua gagal, lalu dengan tertunduk lesu meninggalkan panggung. Kendati saat datang mereka seperti mencak-mencak dan berteriak menantang lawannya, yang tetap tampak kalem dan sopan. Padahal sebelum adu kebolehan berlangsung, baik host maupun Si Indigo menyatakan bahwa acaranya bukan untuk memamerkan kehebatan, tapi buat mencari solusi bagi yang mengalami gangguan makhluk astral atau terkena ilmu pelet, guna-guna dan teluh. Namun para penantang tetap bersikukuh ingin menunjukkan kesaktian dan yakin bisa mengalahkan . Akhirnya aku menarik kesimpulan, Si Indigo rupanya mampu menjaga hati dan mengendalikan makhluk astral yang menemaninya, agar tidak emosi dan arogan. Sabar dan welas asih adalah rahasia kemenangannya. Kalau saja para politisi kita meniru sikap dan perilaku si Indigo, kontestasi kekuasaan akan menjadi sangat bermartabat di tahun 2019,“ ujar Nyoman Sudiantara.


Bali

6

Redité Kliwon, 16 Desember 2018

Ngwangun Palinggih Méru

Kadasarin antuk Makudang-kudang Sastra Agama SAKADI sané ketah kapanggihin ring kahuripan krama sané magama Hindu ring Bali, sekancan pariindikan sané kamargiang wiadin kapanggihin nénten tios wantah daging tetamian budaya saking para panglingsir nguni. Sangkaning kantun becik

kamargiang kantos mangkin, sinah makudang-kudang parindikan sané sampun kamargiang saking nguni ngawinang krama Bali n é

kantun eling ring witnyané saha prasida nyinahang cihnanyané manados krama Hindu sakadi napi sané kamargiang olih para panglingsir. Punika taler manados sinalih tunggil cecihnan tatkala kasaihang sareng krama saking dura désa. Nénten akidik parindikan sané katami ring kramané saking panglingsir nguni, minakadi sané marupa pidabdab upacara yadnya wiadin makudang-kudang soroh sesolahan. Wénten taler sané marupa piranti sakadi kasenian ukir-ukiran wiadin wewangunan kuna sané madué parindikan seni miwah daging tattwa agama. Wénten taler sané marupa soroh-soroh wewangunan sané mabuat sajeroning pidabdab yadnya agama, sinalih tunggilnyané marupa palinggih méru. Méru wantah sinalih tunggil wewangunan suci utawi palinggih sané kaepah dados tigang pahan inggih punika

dasaran, pangawak, miwah tukub utawi raab sané matumpang-tumpang antuk wilangan sané setata gasal, luiré; tumpang siki, tiga, lima, pitu, sia, miwah tumpang solas. Wénten taler sané matumpang kalih. Kruna méru mawit saking sinalih tunggil gunung sané wénten ring India inggih punika Mahaméru sané kajantenang pisan pinaka linggih utawi genah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Punika sané raris dados tetulad saking para panglingsir krama Hindu Bali makarya wewangunan méru antuk wangun sané manut saking dasar-dasar sastra wantah nulad saking sané wénten ring suargaloka. Ngeninin indik raabipun, ketah kakaryanin saking duk antuk dasar palinggih punika kakaryanin saking batu miwah sané siosan tur pangawaknyané kakaryanin saking kayu. Ring makudang-kudang wangun méru utamanipun sané wénten ring Besakih, pangawaknyané ketah kakaryanin saking paras wiadin bata tur agengan wangun ipun katimbang sané kakaryanin saking kayu.

Ngeninin indik kawigunanipun wantah pinaka genah nyiwi wiadin nyumbah Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan prabawa Ida wiadin genah nyiwi para Déwa Pitara utawi panglingsir sané sampun maraga suci. Sakéwanten tios saking pabinayan genah kawangunnyané minakadi ring Pura Kahyangan Jagat wiadin ring Pura Kawitan, pabinayan kawigunan méru punika prasida kaselehin saking daging ukiran ring wangunipun. Sané ketah kapanggihin ring méru sané kanggén nyiwi Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah sekancan prabawa Ida, tios saking agengan wantah ring dasaranipun jagi kadagingin antuk ukiran marupa badawang nala kalilit antuk kalih naga. Indiké punika kabaosang Dr. Ni Made Sri Putri Purnamawati, manggalaning Program Studi S3 Ilmu Agama ring IHDN Denpasar. Dané maosang, ngawigunayang ukir-ukiran badawang nala kalilit naga ring dasaran méru pateh sakadi sané kawigunayang ring padmasana. Méru taler padmasana wantah niyasa saking jagat taler sekancan dagingnyané. Pabinayanipun, méru wan-

tah wewangunan suci sané tattwanipun kabakta olih Ida Mpu Kuturan ka Bali, sakéwanten padmasana wantah kabakta olih Ida Dang Hyang Nirartha. Dané malih maosang, ngaryanin méru kadasarin antuk makudang-kudang sastra agama, minakadi sastra Asta Kosala-kosali antuk nabdabang sikutnyané tur lontar Dewa Tattwa ngeninin indik pedaginganipun. Wénten taler sastra utawi lontar Andabhuana sané nartayang indik dagingdaging tattwa sajeroning méru punika. Wénten taler lontar Tantu Pagelaran sané nartayang indik gunung pinaka lingga acala saking méru inucap. “Tios ring sastrané punika, wénten taler lontar Dharma Sunya sané maosang indik Ida Bhatara Siwa sané taler kasiwi ring méru miwah lontar Usana Bali ngeninin indik pidabdab kawéntenan méru ring Bali. Punika sami wantah dasar saking ngwangun méru sané nénten dados ngawag sajabaning patut kadasarin tur nganutin saking makudangkudang parindikan mangda becik kawigunayang pinaka genah nyiwi Ida Sanghyang Widhi Wasa,” sapunika dané nartayang. (was)

Bencingah

Prasida Manunggal ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Tumpang ring Palinggih Méru, Niyasa Dasa Aksara SAMPUN kabaosang i wawu, méru wantah wewangunan suci sané mabuat sajeroning kauripan krama Hindu utamanipun ring Bali. Duaning wewangunan sané tattwanipun kabakta olih Ida Mpu Kuturan ka Bali manados sinalih tunggil sarana sané mabuat sajeroning pidabdab upacara yadnya nyiwi Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kawéntenanipun nénten wantah manados sinalih tunggil cecihnan ring pura utamanipun pura-pura ageng sané wénten ring Bali, nanging taler kapanggihin sajeroning pura kahyangan désa sané kasungsung olih krama banjar adat taler désa pakraman. Sios punika, ring pura kawitan, ngeninin indik pasametonan warga miwah ring sanggah gedé lan paibon taler kapanggihin wewan-

gunan méru sané kanggén nyiwi para déwa pitara sané sampun maraga suci. Sinalih tunggil cecirén saking wewangunan méru wantah raab sané matumpuktumpuk utawi sané ketah kasengguh antuk tumpang. Tios kawangun tur becik kadabdabang, wangunipun taler ngerucut tan bina sakadi wangun gunung. Tumpangtumpangan inucap sujatinné wantah niyasa saking panglukunan Dasaksara utawi paitehan dasa aksara suci Ida Sangh Hyang Widhi Wasa sané ngeninin indik para dewata Dikpala utawi sané ketah kawastanin antuk Dewata Nawa Sanga. Sa sané mateges Iswara, Ba utawi Brahma, Ta inggih punika Mahadewa, A utawi Wisnu, I inggih punika Siwa pinih luhur utawi Zenit, Na utawi

Dura désa

Mahesora, Ma sané mateges Rudra, Si sané tegesipun Sangkara, Wa utawi Sambhu miwah Ya utawi Siwa ring genah pinih sor utawi Nadir. Makadasa dewata punika wantah niyasa Ida Bhatara Siwa pinaka manggalaning jagat tur makakutus ring pangider bhuana punika wantah déwatannyané. Ni Made Sri Putri Purnamawati maosang, tumpang méru i wawu wantah pralambang aksara suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Minakadi ring méru tumpang lima niyasa Panca Aksara, luiré; Sa Ba Ta A I. Ring méru tumpang solas wantah Panca Aksara kadagingin malih antuk Na Ma Si Wa Ya miwah Ong. Malih dané moasang, tumpang punika nénten wantah pralambang aksara suci kémanten, nanging taler niyasa

parindikan tiosan. Minakadi méru tumpang siki niyasa Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kaniyasayang antuk aksara Om. Méru tumpang kalih pinaka niyasa saking Purusa miwah Pradana. Méru tumpang tiga wantah niyasa Paramasiwa, Sadasiwa lan Siwa. Méru tumpang lima niyasa lelima pangider jagat utawi kaja kelod kangin kauh miwah tengah. Wénten taler méru tumpang pitu pinaka niyasa saking Sapta Dewata miwah Sapta Rsi, sané matumpang sia wantah niyasa saking Déwata Nawa Sanga tur pinih untat utawi tumpang solas wantah niyasa Ida Bhatara Siwa ring Sunyaloka. Malih dané maosang, ngwangun tur nglinggihang méru antuk tumpang-tumpangipun kaadungang malih antuk kasidan-sidan para

panyungsung pura. Minakadi conto ring wewidangan sanggah gedé sané kasungsung tur kaaci olih krama kulawarga kémanten ketah kapanggihin méru tumpang kalih utawi tiga. Mabinayan sareng palinggih méru ring pura ageng saha makéh krama panyungsung minakadi Pura Besakih wiadin Pura Danu Beratan irika majanten prasida kawangun méru tumpang solas. “Punika taler kadungang sareng kasidansidan kramané ngwangun upacara, napi prasida nyungsung taler ngaryanin upacara nganutin saking akéh tumpangipun. Duaning sakadi sané kajantenang, upacara sané kamargiang ring sanggah gedé sinah mabinayan sareng sané kamargiang ring Pura Besakih,” dané nguningayang. (was)

Pepunden Hyang Dharma

Masan ”Nyaleg”, Ramia Karauhin Pinaka Genah ”Ngalab Berkah” MAKUDANG-kudang genah ring wewidangan Blambangan, Banyuwangi ring masané nguni, akéh pisan madué pepunden sané katamiang saha katengetang olih kramané irika. Minakadi pepunden Hyang Dharma ring Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo. Petilasan sané kajantenang

sampun wénten saking masan Majapahit punika kasiwi olih krama sané jagi nunas paica, napi malih ring masan nyaleg sakadi mangkin. Wangun pepunden Hyang Dharma kasinahang sakadi batu malémpéngan sané ageng, genahnyané wantah ring tengah-tengah dusun pamekas ring karang kas désa.

BPM/udi

PEPUNDEN -Pamangku sané taler juru kunci nujuhang pepunden Mbah Dharma ring Dusun Sukorejo, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi.

Nampek saking pepunden inucap kawangun Pura Hyang Dharma. “Pepunden puniki wantah tetamian saking masané nguni, kocap druén saking masan Majapahit,” asapunika pabaos juru kunci taler pamangku ring pura irika, Romo Mangku Gondo Utomo, wawu puniki. Lanang sané sampun lingsir puniki malih maosang, nénten wénten sesuratan kuna sané maosang utawi nartayang indik pepunden Hyang Dharma. Kocap sané kapertama ngamanggihin pepunden punika mawasta Mbah Darma tur makéh pisan parindikan soléh ring genah inucap. Sinalih tunggilnyané tatkala warsa 1980 wénten krama dura desa sané numbas genah utawi karang genah pepunden inucap kapanggihin. Raris taru bingin ageng sané mentikipun nampek saking pepunden inucap kapunggel, sakéwanten sané soleh wantah sang sané numbas karang inucap raris padem sakulawarga. Pamu-

putné malih karang punika katumbas tur kanggén karang kas désa. “Saking nguni pepunden inucap katengetang pinaka genah nunas paica. Krama sané jagi ngwéntenang karya majanten jagi maturan mriki,” baosnyané. Sios saking krama wewidangan irika, ring makudang-kudang galah makéh pisan krama tios sané ngrauhin wewidangan pepunden inucap. Sané rauh wénten saking para caleg wiadin calon kadés sané jagi masaing ring widang politik. Napi malih sané dumun akéh krama sané nunas karahayuan seger oger ring pepunden puniki. “Yéning mangkin akéh sané kantun rauh, saking Bali miwah wewidangan tios ring Indonesia taler akéh,” basonyané. Akéhan sané rauh mrika ring raina Wraspati peteng sané raris ngamargiang “selametan” saha “berdoa”. Wénten taler sané magadang kalemah. Tios marupa batu ageng,

pepunden Mbah Dharma punika taler kaiter antuk batu sané alitan malih asia. Yéning dumun Gondo maosang, pepunden punika naenin jagi kaurug sakéwanten malih kapanggihin kahanan sané soleh. Pamuputné kantos mangkin, pepunden inucap kantun becik kalestariang tur nyabran warsa kramané ngamargiang “selametan” ring genah pepunden inucap. Pepunden punika sané taler manados cikal bakal saking desané, aran Désa Sukorejo kaambil saking kalih kecap kruna Basa Jawa inggih punika Suko sané maartos bagia tur Rejo sané maartos ramia. Nampek pepunden punika taler kapanggihin Tukad Suko sané toyanipun nénten naenin nyat nyabran warsa. Kramané nyantenang yéning toya punika sané ngicénin kasukertan ring krama desané, duaning krama irika akéhan sané makarya dados petani. Sios punika krama Hindu ring desa inucap taler ngwangun pura ring samping pepunden. (udi/uma)

PALINGGIH méru sampun kauningin krama Hindu pinaka sinalih tunggil wewangunan suci nyiwi linggih Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan prabawa Ida. Sios punika, manut sané kauningayang tur kajantenang olih makudang-kudang krama utamanipun sang sané ngamargiang kadyatmikan, méru taler manados sarana ngamargiang paatur-atur utawi “komunikasi” majeng ring jagaté sami. Dr. Ni Made Sri Putri Purnamawati maosang, méru taler tumpang-tumpangnyané punika wantah niyasa pangkedpangkedan pidabdab nuju genah kasunyatan utawi genah utama Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané sinalih tunggil tattwanipun kasinahang antuk wangun gunung utawi lingga acala. Parindikan punika satmaka cihna yéning kawagedan para panglingsiré ageng tur incep pisan ring sastra agama, duaning dané makasami prasida nyinahang méru pinaka wewangunan sané madaging antuk tetuwek gunung sané kasuciang. Napi malih antuk tegehipun matumpang 11 pinaka muncuk sané pinih ageng. Sangkaning punika para ratuning jagat ring masané nguni meled pisan prasida kantos ring muncuk sané pinih luhur saha polih nunas ica miwah prasida nunggal ring Ida Bhatara Siwa pinaka prabawa Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané kajantenang malinggih irika. Sangkaning punika, tumpang 11 nénten kapanggihin ring méru sané wénten ring pura kémanten nanging taler kapanggih ring bade, sakéwanten nénten kakaryanin antuk lakar duk. Pangaptinnyané nénten tios mangda Ida sané kapalebonang punika prasida gelis mamargi becik saha nunggal ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Punika mawinan tattwa tumpang méru ring pura masaih sareng tumpang sané kakaryanin ring bade, antuk pangapti mangda prasida nunggal ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sakéwanten upacara miwah upakara saking palebon sané mabadé tumpang 11 sinah agengang tur makéhan katimbang sané ngawigunayang badé matumpang kidikan,” dané nartayang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

banyol

1.

bezol/,

2.

baca

2.

bc,

3.

bacak

3.

bck/,

4.

bacakan

4.

bckn/,

5.

bacin

5.

bcin/,

6.

bacol

6.

becol/,

7.

bada

7.

bd,

8.

badih

8.

bdi;,

9.

badik

9.

bdik/,

10.

badil

10. bdil/,


Redité Kliwon, 16 Desember 2018

SORÉNÉ ento Wardana nindakang batis nyujur umah timpal leketné, Darta adanné. Tuah ditu ia nyidaang ngempahang sekancan sekel kenehné. Yén pineh-pinehina sujatiné gedé gati utangné tekén timpalné ané magaé di kantor désa ento. Utang ané lakar abana mati mapan utangé ento utang budi, tusing dadi bayah aji pipis. Jani ia tangeh yéning ia tusing lakar nyidaang sakayang-kayang dratdatdrutdut kema-mai padaduanan. Manian disubané makurenan sinah lakar pada ijek ngrambang kulawarga padidipadidi. Yadiastun suba takeha buka kéto, tusing nyidaang ia ngengkebang rasa kuciwané tatkala ningeh timpalné ené lakar énggal ngantén. “Aksamaang, icang ngamalunin,” kéto raos Darta disubané maan ngorta kangin kauh di ruang tamu. “Ajak nyén? Métri apa Darsini?” “Ajak Gung Yuni.” “Seken ené?” “Seken, War.” “Ah, icang sing percaya,” Wardana nungkasin sinambi nyemak gitar tur pesu nyujur téras. Ditu sambilanga negak nyujukang entud ia lantas genjrang-genjréng sakita kenehné. Darta maekin lan negak disampingné. “Icang sing ja macanda, War,” ucap Darta alon sambilanga mandrengin muan Wardana. Wardana marérén magending tur nyadahang gitar di temboké. “Bas nékat cai. Sing pinehin cai panadiné nyaan? Ingetang nyén Gung Yuni ento?” “Icang nawang, War. Apa pelihné? Icang ajak Gung Yuni nak pada demen.” “Dadi cai ngraos kéto, kéwala pikobet ané lakar arepin cai sing ja ingan buka raos cainé.” “Kénkén ja panadiné lakar arepin icang.” “Dar, reraman cainé kadén parekané Gung Rai ipidan. Sing padalem cai? Sing kapineh ban cai kénkén menggahné Gung Rai yéning sentanané plaibang pianak parekané? Pasti reraman cainé lakar pisuha. Dadi ati cai lakar ningalin reraman cainé ketoanga?” “Reraman icangé suba nawang lan suba siaga ngarepin.” “Béh, ia cumpu tekén cai?” “Maluné sing, kéwala disubané orahang icang, icang lakar ngantung awak yéning sing nyidaang majangkepan ajak Gung Yuni, pamuputné ia maserah kén icang.” “Sing madaya icang yéning cai momo buka kéto!” “Men sing kéto kan sing payu icang ngantén?” Punyan kembang kertas di malun teras umahné Darta moyogan ampehang angin. Matan ainé suba makiré engseb. Langité ba dauh masawang kudrang. Busan-busan ada kedis cangak makeber ngliwat di malun umahé. Kahanan buka kéto satondéné setata nglangenin Wardana, sakéwala jani karasa lén. Abedik tusing makrana ia liang mapan kapineh baana buin kejep dogén ia lakar kélangan timpal ajaka gradag-grudug. “War, nyak cai nulungin icang?” “Nulungin kénkén?” “Nyaan cai ané mlaibang Gung Yuni nah.” “Kénkén?!” Wardana makesiab.

Nyastra

Nyerod Ketut Sugiartha “Gung Yuni nagih apang cai ja ané nyemput.” “Eda! Icang sing nyak. Nak lén gén idihin tulung.” Darta majujuk. Uli sebengné ngenah ia suba kuangan daya. Makadadua limané celepanga ka kantong jalérné laut pesu mulihan, osah minehin kénkén baan madaya apang tusing buung ngantén. “Soalné, sing ada ané percayain icang lénan kén cai,” kéto lantas ia ngraos. “Nah, sing kénkén, yén cai mula sing nyak nulungin....” Wardana kaselek di tongosé linggah. Ia meled matulung sakéwala jejeh. Kapineh baana kénkén bayané yéning ada nak nepukin ia mlaibang GungYuni. Apabuin ané nepukin Gung Ngurah, rakané ané gedé ganggas tur dadi atlét yudo ento. Bisa-bisa ia pantiganga kanti remuk tulangné. Nanging Darta suba satmaka nyamané padidi ané ping kuda kadén suba nulungin paukudané. Ia marasa lek yéning kanti nulak pangidih timpalné. Pidan buin lakar ada galah ngwales kamelahan-kamelahan Darta yén tusing jani? “Kénkén carané?” ucap Wardana mabalik. “Cai nyak?” Darta nyaeng paningalan Wardana. “Nguda sing, bas timpal gati.” “Suksma,” Darta nepok-nepok tundun Wardana. “Jemput Gung Ayu di restoran tongosné magaé.” “Di Candidasa? Béh, di tongos ramé buka kéto?” “Jelap di tongosé ané ramé, pang saru.” Wardana mandrengin Darta aslabsaban satondéné manggutan nyiriang ia resep lan sanggup nyemak gaéné totonan.

“Buin pidan?” “Nyaan orahina ya.” Tusing buka ané jejehina, acara ngrorod Darta ajak Gung Yuni majalan antar. Ia nyidang mlaibang Gung Yuni nganggon motor tan paalangan. Saja ada orta yéning Gung Rai menggah lan ngamuk, sakéwala ragané ngamuk di jeroné dogén, ngabas entik-entikan bunga tur mantigang paso. Rabiné tuah ngomél maselselan, tusing madaya yéning Gung Yuni lakar nyerod. Ada rasa bangga nylusup ka atin Wardana tatkala ningalin Darta ajak Gung Yuni masanding di dina pasakapané. Ia marasa satmaka dadi pahlawan krana ulian déwékné Darta lan Gung Yuni sida majangkepan. “Cai bin pidan lakar ngantén?” Darta kisi-kisi dugas Wardana nyalamin. “Eda antianga kanti boké mauban,” Gung Yuni ngimbuhin. “Astitiang gén,” saut Wardana bawak. Wardana nadaksara inget tekén Padmi, gélané ané endepina dugas ngajakin ngantén. Ulian jengah tusing sautina Padmi magedi tan papamit lan kayang jani tusing taén katemu buin. Eda ja katemu saling makabar dogén tusing taén. Wardana marasa buka layangan pegat taliné, klimpang-klimpeng kema-mai tusing karuan unduk. Ia setata bimbang tusing ngelah pasaut sabilang ada nak nakonin buin pidan lakar ngantén. Ia padidi tusing resep tekén paukudané nguda dadi tusing bani ngantén. Teka uli magaé sanjané ento, ia ngurung déwék di kamar kanti makapeteng. Kanti dapetanga Ayu majujuk di obag-obagé. “Dadi Ayu macelep?” “Asané tiang ten taén némbang,” War-

dana masaut sinted. “Adi tumbén?” “Lakar nyilih buku.” “Ambil padidi.” Ayu nu majujuk di tongosné. “Adi cara togog?” Ayu nyaeng muan Wardana satmaka meled ngraos sakéwala ané caenga mendep dogén. Wardana jelap malaksana buka kéto mapan durian ené ia marasa sekel tékén Ayu, pagawé kantor pos ané ngekos jumahné. “Ngudiang maca buku, melahan pacaran,” Wardana nyimbing. “Nyén pacaran?!” Ayu sengitan. “Nyén sané pepes lalinina kén Mardawa?” “Ngawag!Ayu nyak maraosan ulian ia timpal beliné. Ayu sing taén ngorahin ia mai. Yén sing ulian ngajinin beli, ipidan ia suba tundung Ayu.” “O, kénten?” Pasaut Wardana ané bawak ngaé Ayu gregetan. Ayu ngon nguda dadi Wardana nadaksara matingkah tawah, masesimbing. Yén Ayu teka nyilih buku biasané langsung jemakanga, tusing taén tundéné nyemak padidi. Makelo endepina pamuputné Ayu ngraos bangras, “Nak kénkén sé sujatiné beli ené?” Tusing ngantiang pasaut, Ayu laut ngilang ka kamarné. Wardana makesiab. Nguda tumbén Ayu ngraos bangras buka kéto? Meled nawang Wardana lantas bangun uli kursiné, kadropon nindakang batis nyujur kamar Ayu ané tongosné di bucu. Yadiastun sunaran lampuné remrem, pedas tingalina ada koper selem di malun jelanan kamar Ayu. Wardana inget ento tusing ja lénan tekén koper ané abana tekén Ayu dugas mara majumu kos ditu. Sagét ada kleteg tawah nongsok tangkahné. Uluatiné nadaksara geduhgeduh tusing karuan. Ada rasa semang di kenehné. Ngénggalang ia maekin kamar Ayu. Ditu lantas tingalina Ayu sedeng mataki-taki sinambi sengi-sengi, pipiné belus. “Ayu?” Mapan tusing ada pasaut Wardana macelep ka kamar maekin Ayu. “Kar kija niki?” “Pindah,” saut Ayu tan pamatolihan. “Adi pindah?” “Ngudiang men dini ngaé sakit keneh dogén.” Wardana maekin Ayu buin atindak. Tatkala Ayu makipekan, Wardana ngisi palané. Muan Ayu ané belus usapa aji limané. Ayu nguntul kimud. Banban Wardana laut ngraos, “Sujatiné tiang demen kén Ayu, nanging pedalem tiang Ayu nyerod.” “Eda ja ngraos. Kema mulih, umbah batisé laut sirep.” Ayu nampokang liman Wardana laut kadropon pesu, sakéwala Wardana becat nyekel limané tur kedenga kanti buin marep-arepan. “Ayu demen ten ajak tiang?” Ayu nguntul tan pasaut. Wardana makenyem, suba bani mastiang yéning Ayu sujatiné tresna masi tekén déwékné. Suud niman gidat Ayu aslabsaban, Wardana laut pesu nyemak koper abana ka tengah. Disubané mabalik ka kamarné padidi, ia mapinehpineh apa perlu mlaibang Ayu lan ngidih tulung tekén Darta? -0-

Gung Dé

Satua

Waged Magendér Wayang

I Raré Angon (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) YADIAPIN kéto, ené Bapa ngamaang Cening manik sesirep, apang prasida Cening nganteg ka pucak. Pradé di malipetané Cening lantas katangehan, ubera Cening tekén rangsasané. Ené buin Bapa maang manik pangalang-alang, manik tiing, manik blabar, manik api, anggon ngentungin i rangsasa. Yan ento tuara nyidayang, ené manik atmané entungin, pedas i rangsasa mati. Nah kema Cening majalan, eda Cening sumangsaya!” Majalan lantas I Raré Angon ngaba manik liu pesan. Suba neked di bongkol gunungé, nepukin lantas ia macan pagereng. Entungina lantas manik sesirep, pules lantas macané makejang. Buin majalan ia ngamenékang, nepukin koné ia lelipi gedé-gedé, entungina lantas sesirep. Pules lelipiné makejang. Tanggu duur nepukin koné I Raré Angon rangsasa dadua luh muani, entungina manik sesirep. Pules lantas rangsasané makadadua. Suba pada pules gegebagané makejang, prasida lantas I Raré Angon katepuk tekén I Lubang Kuri. Ngon I Raré Angon tekén warnan I Lubang Kuriné, sajaan patuh buka goban gegambaran di pangangonan. Ditu I Raré Angon nuturang uncuk I Lubang Kuri, mawanan ia teked kema. Ajakina lantas I Lubang Kuri ka negara, bakal katur tekén Ida Anaké Agung. I Lubang Kuri saturut. Suba koné kéto, majalan lantas ajaka dadua nganuunang. Mara pesan neked di patengahan gunungé, bangun rangsasané makadadua pagelur nugtug I Raré Angon. Ditu lantas I Raré Angon ngulahang lantas majalan suba paek rangsasané entungina lantas manik tiing, dadi tiing ategal melat pajalan i rangsasané. Tusing aatanga tekén rangsasané, kroboka dogén tiingé ento. Entungina lantas manik blabar dadi blabar endut, masi tuuka dogén tekén i rangsasa. Buin lantas entungina manik api, dadi api makobar-kobaran melat pajalan i rangsasané. Ento masi tusing aatanga tekén i rangsasa, kroboka dogén. (Masambung)

A.A. Gede Bagus Mas Weda Ananta asapunika aran jangkep yowana sané seneng ring makudang-kudang soroh gegambelan tradisional Bali puniki. Soroh gambelan inucap minakadi; gendér wayang, angklung, gong kebyar, suling, rindik miwah sané siosan. Nénten wantah seneng, ring yusa sané kantun wimuda puniki dané ketah kapanggihin ngaturang ayah magambel. Saking makudang soroh gambelan sané kasenengin, dané pinih waged ring gambelan gendér wayang, “Tiang ketah nyarengin lomba, pamekas lomba magendér wayang,” baos dané kalem. Sakadi napi sané kasinahang Gung Dé – asapunika dané ketah kasambat, polih nyarengin makudang-kudang lomba magendér wayang. Sané ngawi angob, ring lomba sané kamiletin, yowana sané seneng magambel, ngambar miwah memancing puniki setata molihang jayanti. “Tiang nyuksmayang pisan sangkaning prasida dados jayanti nyabran ngamiletin lomba. Sané pinih utama, tiang polih pengalaman santukan manut tiang, pengalaman wantah guru sané pinih becik,” baos Gung Dé sumeken. Ring warsa 2017 lintang, Gung Dé prasida jayanti ring makudang-kudang pacentokan. Minakadi Juara II Lomba Gendér Wayang se-Bali ring IHDN Denpasar Mei 2017, juara II Lomba Gendér Wayang se-Bali STIKI Denpasar, Agustus 2017, juara III ring Lomba Gendér Wayang se-Bali (Piala Bupati Badung) – Gita Adikara Art Festival ring Nusa Dua, September 2017, juara I ring Lomba Gendér Wayang (Piala Walikota) tk. SD – AKBP Festival ring Br. Pekandelan Sanur, November 2017 miwah pinaka Penampilan Terbaik I ring

Parade Gendér Wayang ring Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, 2017. Yowana sané meled dados dokter puniki nyantenang, ring lomba sané sampun kasarengin, dané pinih seneng ri kala ngamiletin lomba sané kamargiang ring Br. Pekandelan, Sanur Kaja. Duaning tatkala punika dané kadadosang nyelehin panganggé miwah pepayasan sané jagi kawigunayang preragan. “Yén dados baosang tiang, tiang marasa andel ring raga nyarengin lomba daweg punika. Tios becik nabdabang raga, tiang taler kaicén nyelehin panganggé sané jagi kawigunayang. Tatkala punika, tiang taler prasida ngamolihang juara I,” baosnyané bangga. Oka A.A. Ketut Gede Aryateja, S.T. miwah Gusti Agung Eka Pramasari, S.T., puniki taler nyantenang yéning anggané sampun ketah ngendér wayang saking kantun mayusa limang warsa. Sakéwanten ngawit kantun mayusa kalih warsa sampun seneng maplalian céng-céng ring gegambelan baleganjur. Makasami punika sangkaning kasokong tur kaabih olih makekalih rerama sané makarya pinaka arsitek. “Ajik sané panabuh gegambelan angklung miwah kendang ketah ngicén tiang inspirasi,” baos yowana sané sampun waged nabuhang 40 tembang gendér puniki makenyem. Gung Dé taler malajah ngambelang rindik saking kelas IV, yadiastun nénten naenin nyarengin lomba ngrindik, nanging dané ketah ngambelang rindik ring makudangkudang acara. Rai saking A.A. Istri Agung Mas Anindya Pramadevi punika taler malajah nyuling suling Bali antuk nada pentatonis. Tatkala ngayah dané ketah ngendér tatkala wénten upacara masangih, piodalan miwah ngiring sesolahan wayang kulit. Katakenin indik paplajahan sekolah, Gung Dé sané meneng ring Br. Pekandelan, Desa Sanur Kaja, Denpasar puniki maosang, malajah wantah parindikan sané pinih utama. “Yéning makarya tugas utawi PR, punika margiang tiang risampuné budal saking sekolahan. Petengnyané wawu tiang malajah indik paplajahan sané bénjang,” baos dané nguntatin.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 35.skth&prÁtiti, Sakatahing para atiti, mkskuæienútÓm, maka saksiné utama, pÉjskuæib)enÑsen, praja saksi bendésané, mnusskuæir&ddê, manusa saksi ring dadia, prjnlnÐwul, parajana lan kaula, edwskuæienhê*guru, Déwa saksiné Hyang Guru, kpuputÀnÓ¡kædnÑ. kapuput antuk padanda.

Saking Langit Bali Yéh Sarat Kudiang jani makenyem Yéning bedaké tan painem Hulwan tiwas tetanem Ngatebén sayan resem Tan pakenyem sinah ocem Langité gulem remrem Gunung kélangan alas kayu Danu ejohin taksu Ulian inpestoré duég ngrayu Matetanjén pipis liyu Tan papikir ida-idu Uyak pipis kenehé nglulu Uling-uling Masan ujan setata paling Ngalih embahan yéhé ening Wiréh bales ngembidang abing Tanah ganjih tan padinding Bias batu ulung pagliling Nyén jani lakar pelihang? Masan ujan setata mlegéndahang Ujan angin pragat mlabarang Ulian déwék tan papineh panjang Nguwad-nguwadang karang Tegal carik bayahang utang Buka ipian Jatuh masané buin pidan Tatkala tukad lan telabahan Tuah membah bebasuhan Klebutan dadi rebutan Pancoran mowah tritisan I Gede Suwartama

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

lKadek Wara Urwasi

GENESIS

inilah lembar kehidupan yang ingin kukisah padamu sejarah sederhana tentang penciptaan berikut deru liku dan harapan

Pembacaan Puisi NYOMAN WIRATA 19 Desember 2018 Peluncuran Buku SINDU PUTRA KIKI Sulistyo 20 Desember 2018 pukul 19.30 Wita di Jatijagat Kampung Puisi -109

jika bisa, ingin kucerita saja lewat simfoni namun tak cukup ia menafsir kekuatan, ketekunan pun keindahan para penciptaku kala itu yang gairah bengalnya anugerahiku untuk lahir betapa kini aku bagai gadis molek cantik berdiri di panggung dunia bukan hanya kumpulan tanah dan batu memecah pelan di bawah matari terik aku begitu hidup, karena pikir manusia hidupkanku hingga tercipta tarian ini dalam diam maka mari berjalan, di antara keteguhan musim padi hingga kedalaman hutan muda beserta kebaikan alam sebab kubangun rumah ini penuh puisi, dimana kau dapat bertandang dimana ku bisa menebar sayang bukalah mata dan pikirmu aku mengundangmu

MENJADI DEWASA kudapatkan matahari di dadaku jiwaku adalah lahan kosong kuingin beri angin, air dan panaskan dada dengan matahari itu kuingin tanam benih-benih kedewasaan menangis dengan semestinya tertawa dengan sewajarnya jiwaku terbang, lewati musim yang kering, basah berlumut ke pantai, ke titik tertinggi dunia biar cedera hati, lalu legam biar kutahu rasa tiada nafas hingga saat tanganku melahirkan bunga-bunga keemasan tiap kelopaknya kubagi pada angin nyanyi, nyanyikanlah kematangan nurani sebab telah kulemahkan ego jiwaku kini menari-nari di dahan rindang taman pikirku

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2018

l Ternyata 3 Baris Puisi Besar SP-1928, 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

16 Agustus 2020

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Desember-Rememberance 27 in 73â&#x20AC;Ś, 73 in 27

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik â&#x20AC;&#x153;Kartunâ&#x20AC;? ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Ikhsan Dwiono

Bagong Soebardjo

dr. Ketut Ngurah

Fotografi

Aura Karismatik Perempuan Bali dalam Fotografi Fashion

Menurut dosen Juru- Sumber Pencahayaan san Fotografi FSRD ISI Cok Puspawati Nindhia meDenpasar ini, kata taksu nambahkan, ada beberapa arah berarti kekuatan batin sumber pencahayaan yang biasa atau kekuatan spiritual diterapkan dalam fotografi fashion. yaitu kekuatan dalam diri Pertama, front light (pencahayaan yang memancarkan peso- dari arah depan). Sumber cahaya na, daya pukau, wibawa, terletak di depan objek foto. Lampu dan sekaligus karisma. berada di belakang atau berdekaSementara iswari dalam tan dengan posisi kamera. Sudut bahasa Sansekerta berar- antara objek foto dan kamera tidak ti pemimpin, ratu, atau lebih dari 15 derajat. Pencahayaan penguasa yang memiliki ini akan menghasilkan foto yang daya tarik keindahan relatif tanpa bayangan, sehingga Taksu Iswari 1 tersendiri. Maka tidak ja- tercipta efek yang mengurangi tekskarya Cok Puspawati Nindhia rang perempuan sebagai tur objek yang difoto. Pencahayaan PROSES globalisasi dan pesat- simbolis keindahan. Selain sebagai front light ini biasanya digunakan nya perkembangan industri pariwi- simbol keindahan, perempuan untuk menonjolkan make-up model sata menyebabkan masyarakat Bali juga menjadi lambang ketulusan serta untuk menampilkan objek tidak lepas dari pengaruh-pengaruh dan kasih sayang. Seorang perem- foto dengan kulit halus dan warna kebudayaan luar. Pengaruh tersebut puan dicirikan dengan pribadi yang make-up yang natural. Kedua, side akan membawa perubahan-peruba- feminin, anggun, light (penca- Taksu Iswari 2 han yang mendasar dalam berb- serta elegan. h a y a a n d a r i karya Cok Puspawati Nindhia agai kehidupan masyarakat Bali, Oleh sebab itu arah samptermasuk di dalam tata busana, dengan busana ing). Pencahay- cahaya yang diletakkan di bawah model-model pakaian serta riasan yang dikenakanaan dari arah akan menghasilkan arah pencahaypakaian. Modifikasi tata rias yang nya, perempuan samping dapat aan yang disebut bottom light atau saat ini menjadi trend cenderung berusaha untuk dihasilkan bila base light. Cara pencahayaan sepmengutamakan kesan mewah dan selalu menunsudut sumber erti ini banyak digunakan sebagai glamor yang terkadang meneng- jukkan identitas cahaya, posisi fill-in light (cahaya pengisi) untuk gelamkan kecantikan alami dari jati diri mereka. Yaitu, keibuan, objek foto dan mengurangi kontras dari main light perempuan Bali. posisi kamera (cahaya utama). Melihat fenomena seperti ini, kelembutan dan Kelima, back light (pencahayaan adalah 45-90 deCok Puspawati Nindhia mencoba k e a n g g u n a n rajat. Side light dari arah belakang). Pencahayaan mengingatkan kembali atau beru- yang mempundapat diletak- dari arah belakang ini disebut sepaya memberikan penyadaran yai karisma. Cok Puskan di samping bagai back lighting. Arah sumber bagi perempuan Bali melalui karya kiri atau kanan cahaya ini letaknya berlawanan seni fotografi fashion dengan kon- pawati Nindhia objek foto. Efek dengan posisi kamera. Posisi sumsep Taksu Iswari. Sebuah konsep m e n g a t a k a n , yang dihasilkan ber cahaya diletakkan di belakang perkembangan fashion perempuan fotografi fashion adalah menon- objek, dipantulkan atau langsung Bali yang memancarkan aura karis- adalah genre jolkan bentuk mengenai objek. Efek yang dihasilkmatik dalam menghadapi pengaruh fotografi yang dan permukaan an secara umum akan menciptakan globalisasi tanpa meninggalkan ditujukan untuk menampilatau tekstur silhuet, atau objek dikelilingi oleh kekayaan budaya Bali. kan pakaian dan Taksu Iswari 3 objek foto ini. rim light yakni cahaya yang ada barang-barang karya Cok Puspawati Nindhia Ini disebabkan di sekitar objek foto. Perlu diperfashion lainnya. Pada umumnya, karena bayangan yang kuat dari hatikan juga bahwa cahaya yang fotografi fashion terfokus pada pak- sumber cahaya. Efek ini dipakai langsung mengenai kamera akan aian atau aksesoris yang dikenakan bila ingin menampilkan profil dan menimbulkan pantulan cahaya model. Para fotografer cenderung menonjolkan lebih banyak karakter dan flare (masuknya cahaya yang menggunakan pencahayaan yang dan profil objek yang di foto. Misal- tidak diinginkan). Untuk itu, arah sumber cahaya dari belakang harus dramatis. Ditegaskan, peranan nya pada foto-foto potrait. cahaya dalam fotografi sangat pentKetiga, top light (pencahayaan dikontrol dengan baik. (ian) ing untuk menghasilkan foto yang dari arah atas). Ini dibaik. Seorang fotografer selain lakukan dengan menemharus memperhatikan kualitas patkan sumber cahaya cahaya, juga harus memperhatikan di atas objek yang akan arah dan efek yang dihasilkan dari difoto sehingga arah casumber cahaya, baik cahaya alam haya jatuh dari atas. (matahari) maupun cahaya bua- Arah pencahayaan ini tan (artifisial). Perngertian arah akan memberikan efek pencahayaan adalah bagaimana yang dramatis. Efek top memosisikan sumber cahaya ter- light dapat dibandinghadap objek yang akan difoto. kan dengan cahaya maSedangkan efek pencahayaan tahari yang terpancar adalah menyangkut akibat yang pada tengah hari. ditimbulkan dari memosisikan Keempat, bottom Taksu Iswari 4 sumber cahaya tersebut terhadap light (pencahayaan dari Taksu Iswari 5 karya Cok Puspawati Nindhia objek yang akan dipotret. arah bawah). Sumber karya Cok Puspawati Nindhia


Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Padi Handycraft Store & Reflexology Nusa 2 Needs: Opr.Spv,Visual Merchandise,GRO, Therapist Reflexology.Send to corp-hrm@tropicalgroupbali.com

B.BP.101.12.18.0000576

Urgent, Butuh Waitress,Cook, Kasir, Bar Hub.082147844242

B.BP.001.12.18.0000327

Production Assistant Garment Factory(Paham:Costing,Pattern, Cutting,Sewing)WA.085100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000507

Dbthkn SPG & Kasir u/Toko Baju Daerah Tuban,Jimbaran,Gn.SanghyangKerobokan.Hb:08123816377 B.BP.001.12.18.0000503

Dbthkn:1.Sopir,Helper & Kep. Gudang Sy:SMA,SIM B,Bisa Komp 2.Admin & Sales Sy:Min D1,Bisa Komp.Lam ditujukan ke Kantor PT.Oasis Waters International Jl.Raya Yeh Gangga, Br.Tonja, Ds.Gubug Tabanan Bali,Phone: (0361)4790525-26 Up Ibu Yudek Email:oasis_owibali@yahoo.com B.BP.004.12.18.0000535

Dbtuhkan Karyawati Petshop Jl.Tkd. Irawadi XX/3 Gj .2,3Jt 082145700800

Butuh Staff Admin untuk PT Toursm/Pakaian di Kuta - Wanita,Umur 25-45, D3/S1 - Pengalaman Min 3Th Kirim CV ke:craftexb@gmail.com

Dbtuhkan Tenaga Wanita Jasa kantin 2 Org Dapur 2 Org 081916132720/081236390947

Tropic &Ocean Spa in Nusa Dua Looking for:Receptionis, Hairdresser,Therapist.Send CV corp-hrm@tropicalgroupbali.com

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

B.BP.004.12.18.0000421

B.BP.101.12.18.0000575

B.BP.001.12.18.0000564

B.BP.001.12.18.0000567

G.05

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH DIJUAL MOBIL

Dcr Sales/Marketing Luar Syarat: P/W Max 35th,Pend.Min SMA Sdrjt, Pnglmn di Bidang Marketing Min.1th,Diutmkn Jika Pny Pnglmn di Hotel/Spa/Modern Market.Gaji Mulai 2,7Jt - 6Jt Komisi Blnan+Bns Tahunan,Ramah Luwes,Pintar Bergaul,Bs Melobi Pny Motor Sendiri+Sim C.Krm CV ke:hrd.tokogayathri@gmail.com B.BP.001.12.18.0000399

Dcri Sgra Sopir Prbdi bs Matic Hub No.085738296095 B.BP.004.12.18.0000514

Dibutuhkan Sales L/P Perush Aksesoris,Kirim CV ke: trendy. accessories2001@gmail.com B.BP.166.12.18.0000579

Dicari Manajer Koprasi 081338097333/0361-9004879 B.BP.001.12.18.0000529

Tropical Group Looking for:Corp S&M Mgr,Corp Exc,Sous Chef, Sales Exc,IT Spv, Asst.Acct,Mgr, Acct.Spv,Acct Staff.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.com

B.BP.101.12.18.0000577

DIJUAL RUMAH

Tropical Rest Looking for:Rest Manager,Sous Chef,SCDP,GRO, Waiter,Cook.Send CV: corp-hrm@tropicalgroupbali.com B.BP.101.12.18.0000574

Dicari Sopir yg Berpengalaman untuk Pribadi Hub.08123677999 B.BP.001.12.18.0000571

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.01

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dcr QS Lulusan Poltek Bangunan u/Kontraktor Kayu Hub.08180558 5472/hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.12.18.0000517

Dcr sopir & Serabutan SIM A/ B, Admin Bs.komputer, 081239530052 B.BP.001.12.18.0000580

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com G.06

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04

Dicari Sopir syrt: pddk min SMA/ SMK, laki2, punya SIM A, umur maks 25 tahun, belum berkeluarga. Lamaran lengkap sgr dibawa ke Jalan Kepundung 67A Denpasar (isi kode SOPIR) G.07

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL NISSAN

Navara Sport Version Manual 2014 Hrg 230Jt & Hilux DCab Manual 2012 230Jt WA.08123807171 B.BP.004.12.18.0000570 MERCEDEZ

BUC Mercy C180 Th’2002 Hub:08113931127 B.BP.001.12.18.0000405

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH

RUANG USAHA

Dijual Rmh 2Lt,LT 160M2,2200W, SHM,4KT,2KM,AC,Jl.BungTomoIB Hub.085737644033/085737070107

Djl Bangunan 2Lantai, Jl.Raya Jemursari Sby Strategis cocok u/Kntr Cab,BU Hub:08123321223

B.BP.001.12.18.0000560

DISEWAKAN TANAH Batubulan 66are Riverside Lease Hold w/Large Kitchen/ Food Prod Area + Showroom/ Resto, Offices Parking. Call Agung 081338310399 B.BP.001.12.18.0000499

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 85Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.12.18.0000406

B.BP.031.12.18.0000541

KEHILANGAN Hilang BPKB No.J05495072-O DK 4467 OS A.n.Sulistyowati. B.BP.001.12.18.0000530

IMB No.115/2017 An:Hermiyati. Jln.Mandiri Gg. Taman Griya V/9.Tuban-Kuta,Dps Bali B.BP.001.12.18.0000556

Tlh Hlg STNK DK 5756 DG A/N. A.A.Sagung Putri Indriyani Hub.087860151171/087760124270 B.BP.001.12.18.0000578

Djl Tnh P.Bungin 5mnt Spng 6 10mnt Bypass 800Jt 08111072500

Tlh Hlg Srtfkt SHM No.731 Ds Ungasan A/N Wowor Wienfred F.

B.BP.001.12.18.0000398

B.BP.001.12.18.0000565

20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007,No Brokerage

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.004.12.18.0000509

B.BP.001.12.18.0000197

BIRO JASA


10

Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

Mendatar: 1. Mau kemana? 5. Pena 8. Badan Intilijen Pusat A.S. 9. Bagian babak dalam lakon sandiwara/film 11. P utus sama sekali 12. Sandiwara tragedy karya Shakespeare 13. Hanya satu-satunya ; Lain dari pada yang lain 15. Eceran 18. Gampang 19. Pegawai negeri sipil saat ini 21. Mampir 22. Nyanyian untuk paduan suara 24. Daftar 26. Salah satu bentuk prosa 28. Satelit komunikasi domestic Indonesia 31. Perahu panjang dan sempit seperti lesung 32. Genderang 34. Bob …….., Pebisnis Indonesia. 35. Binatang seukuran tikus besar, pemakan rumput dan sayur. 36. Angka yang dilambangkan dengan bulatan 37. Lekuk atau jeluk (Tanah) 38. Penghasut Menurun: 1. Benda langit yang memancarkan gelombang radio 2. Salah satu kendaraan umum 3. Arah ; Tuju 4. Pisau Bedah 5. Persalinan 6. Bencana 7. Merek Mobil 10. Paku 14. Kata sapaan untuk wanita bersuami 16. Kandungan gas mesin yang dibuang ke udara 17. Berada dalam kesadaran atau pikiran 20. Buah-buahan rebus yang dibubuhi gula 23. Tidak bernoda 24. Siarkan 25. Jadwal 27. Jambu biji (Bali) 28. Rapat atau sidang (Bali) 29. Benda keramat dan bertuah 30. Tidak professional 33. Tampang ; Potongan ; Bentuk

BPM/ist

APRESIASI - PBB mengapresiasi upaya, kinerja dan kepemimpinan Indonesia di bidang perlindungan lingkungan laut.

PBB Puji Upaya Indonesia Lindungi Laut PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mengapresiasi upaya kinerja dan

kepemimpinan Indonesia di bidang perlindungan lingkungan laut. “Kami

berterima kasih kepada Indonesia yang telah menyelenggarakan pertemuan

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melakukan identifikasi terhadap barang bukti kulit harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) hasil sitaan dari dua tersangka di Kabupaten Aceh

Selatan pada 14 Juli 2018. “Identifikasi lanjutan terhadap kulit harimau Sumatera ini untuk melaksanakan pemeriksaan melalui pengukuran,” kata dokter hewan BKSDA Aceh, drh. Taing Lubis, usai

melakukan identifikasi kulit harimau tersebut di Aceh Besar, pekan ini. Ia memperkirakan usia harimau Sumatera itu 10-12 tahun berjenis kelamin jantan dengan tinggi satu meter dan panjang

penanganan sampah di laut dan menghasilkan Bali Declaration,” kata UN Assistant Secretary-General Dr. Satya S. Tripadi dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (14/12) lalu. Pernyataan disampaikan dalam High Level Dialog on the Integrative Global Agenda to Protect the Marine Environment from LandBased Activities pada 12 Desember 2018 di Paviliun Indonesia, Katowice, Polandia, bertepatan dengan pertemuan ke-24 Para Pihak Konferensi Perubahan Iklim (COP 24 UNFCCC). Ini merupakan Dialog Tingkat Menteri dalam upaya inisiatif Indonesia untuk melaksanakan langkah konkret untuk menangani pencemaran dan kerusakan lingkungan laut. High Level Dialogue merupakan tindak lanjut pertemuan The Fourth Intergovernmental Review Meeting on the Implementation

Diidentifikasi Kulit Harimau Sumatera Hasil Sitaan di Aceh

BPM/ant

IDENTIFIKASI - Dokter hewan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh identifikasi lanjutan terhadap barang bukti kulit harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Aceh Besar, Aceh, Rabu (12/12).

dua meter. “Pemeriksaan terhadap kulit harimau Sumatera melalui pengukuran dan bentuk sayatan dan segala perubahan yang terjadi terhadap kulit harimau itu didokumentasikan dalam bentuk berita acara identifikasi,” kata dia. Ia mengatakan kulit harimau Sumatera hasil sitaan tersebut akan disimpan di BKSDA Aceh, sembari menunggu keputusan kepala balai berdasarkan instruksi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kulit harimau Sumatera tersebut disita dari dua tersangka penjual, yakni Sarkawi (41) dan Sabarudin (43) di Kabupaten Aceh Selatan pada 14 Juli 2018. Kedua orang itu berdasarkan putusan Nomor: 127/Pid.BLH/2018/PN Tapaktuan telah divonis pidana kurungan selama empat tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider empat bulan kurungan tambahan bila denda uang tidak dibayar. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tapak Tuan, Aceh Selatan memvonis keduanya sebagai melanggar Pasal 40 Ayat (2) Jo Pasal 21 Ayat (2) Huruf d Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990. (ant)

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 377 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 22 Desember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 30 Desember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 375 Mendatar: 1. DEDEMIT 5. BANGSAT 9. NANAR 10. RRR 11. BEBER 12. ALA 13. ANE 14. ASTEK 16. LAMBE 19. KAUSA 21. BELIKAT 23. AMBIVOR 25. KONTRAS 29. INGATAN 31. PAING 32. KOMPI 35. SEBUN

38. KIE 39. SHE 40. TIDAR 41. LAI 42. TADAH 43. SEMPRIT 44. LANGGAS Menurun: 1. DENDA 2. DONAT 3. MARAK 4. TIRAKAT 5. BERAKSA 6. NOBEL 7. SEBUM 8. TURNE 15. SUE

of the Global Programme of Action for the Protection of the Marine Environment from Land-based Activities (IGR-4) di Bali, pada 31 Oktober hingga 1 November 2018 yang menghasilkan Bali Declaration. Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Mr. Yoshiaki Harada sangat mendukung Indonesia dan negara-negara Asia lainnya untuk mengatasi sampah, termasuk sampah di laut. “Jepang akan mendukung dari segi pengetahuan dan teknologi penanganan sampah di laut,” ungkapnya. Harada mengapresiasi inisiatif Indonesia dalam penanganan permasalahan lingkungan laut. Hal serupa juga disampaikan Direktur Lingkungan Hidup dan iklim Kementerian Lingkungan dan Pertanian Georgia, Ms. Nino Tkhilav dan Perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, Mr. Julian Hasers. (ant)

17. AJI 18. BEO 19. KALAP 20. AMONG 22. LAN 24. VAT 26. OTO 27. TIP 28. SATELIT 29. INISIAL 30. ACU 32. KETUS 33. MADAM 34. IKRAR 35. SETAN 36. BEDAG 37. NAHAS

Pemenang TTS No. 375 1. Dwi Ladyanti Br.Sala, Desa Abuan, Kec. Susut, Kab.Bangli (HP:081-999-353-XXX) 2. Ni Ketut Sinta P. Jl.Gunung Sanghyang Gg.Pajajaran, SDN 9 Padangsambian, Denpasar Barat (HP:085-338-274-XXX) 3. Ni Wayan Suwati Jl.Gadung Gg.IV No.10, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-333-898-XXX) 4. I Wayan Deresta Br.Bajing, Desa Tegak, Kec.Klungkung, Kab. Klungkung (HP:081-338-872-XXX) 5. Ni Nyoman Lami Jl.Raya Mengwi No.89, Sembung, Mengwi, Kab.Badung (HP:082-145-865-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Sukawati Alamat : Lingk.Padangkerta Kelod, Desa Padangkerta, Kec.Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081-805-559-XXX)


Minggu Kliwon, 16 Desember 2018

Pengembangan PLTU Celukan Bawang

Cegah Gangguan Lingkungan, Investor Diminta Gunakan Bahan Bakar Gas

Singaraja (Bali Post) – Buleleng belakangan ini diincar oleh investor yang mengembangkan usaha bidang energi listrik. Butinya, investor telah menanamkan investasinya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Sejalan dengan investasi energi itu tidak menutup kemungkinan memicu gangguan lingkungan. Tidak ingin ancaman pencemaran lingkungan itu terjadi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali meminta agar investor menggunakan bahan bakar gas. Pemanfaatan bahan bakar gas ini meskipun lebih mahal dibandingkan batu bara, namun lebih ramah lingkungan dibandingkan memakai batu bara. Setelah pembangunan tahap pertama rampung dan pembangkit beroperasi, sekarang PLTU sedang mempersiapkan pengembangan kapasitas pembangkit tahap dua. Konon, investor sudah mengantongi Izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Menyusul rencana itu, belakangan muncul desakan agar pengembangan tahap II itu memakai bahan bakar gas. Dikhawatirkan pembangkit dengan bahan bakar batu bara seperti yang sudah dilakukan tahap pertama berpotensi akan menimbulkan pencemaran

BPM/ kmb38

Wayan Koster

lingkungan. Gubernur Bali Wayan Koster belum lama ini meminta agar investor memikirkan dampak jangka panjang terhadap kondisi lingkungan. Pasalnya, pemakaian batu bara berpotensi menimbulkan ancaman pencemaran lingkungan. Gubernur mencontohkan, dampak paling dirasakan adalah perubahan suhu di daerah sekitar pembagkit termasuk pencemaran yang bersumber dari limbah pembakaran batu bara itu sendiri berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan. Untuk itu, pengusaha seharusnya tidak hanya mencari untung dan mengabaikan dampak lingkungan dan sosial di masyarakat. “Jangan nyari untung saja di Bali, rusaknya kita yang dikasi. Kalau mau mengembangkan pembangkit silakan pakai bahan bakar gas. Ini masalah serius kalau bisa silakan jalan tapi kalau

BPM/ kmb38

Dr. Gede Made Metra

tidak kami akan keluarkan keputusan lain,” katanya. Terkait Amdal yang sudah terbit, Gubernur mengatakan, hal itu masih memungkinkan untuk dilakukan peninjauan kembali. Dari proses ini, peluang merevisi Amdal bisa dilakukan dan investor harus berkomitmen memakai gas untuk pengembangan kapasitas pembangkit tahap berikutnya. Sementara, pengoperasi pembangkit tahap pertama tawaran untuk beralih dnegan bahan bakar gas dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun ke depan. “Kami ingin udaranya biar bersih dan bebas polisi, sehingga kita minta gunakan gas dan tinggalkan batu bara, dan kami targetkan pengalihan ini dilakukan dalam tiga tahun ke depan,” jelasnya. PLTU Celukan Bawang beroperasi 2015 lalu. Pengoperasian tahap pertama, pembangkit ini menghasilkan daya listrik 380 Mega Watt (MW). Produksi energi sebesar itu dihasilkan dengan membakar 5.200 ton batu bara setiap hari. PLTU kemudian merencanakan mengembangkan kapasitas pembangkit sebesar 2 kali 330 MW. Pegembangan tahap dua ini telah menempuh perizinan dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat perencanaan akan direalisasikan. Menanggapi keinginan Gubernur itu, akdemisi Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja Dr. Gede Made

Desa Dinas

Sedangkan desa dinas memiliki tugas pokok sesuai UU No.6 tahun 2014 yaitu bidang pemerintahan dinas, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan. “Disebut dengan sistem dualitas, bukan sistem dualisme. Masing-masing mempunyai tugas pokok, fungsi dan peranan, yang tujuannya sama yaitu membangun desa dan diharapkan dalam perda itu ada sumber-sumber pendapatan dari APBN dan APBD secara jelas,” jelasnya. Desa adat, lanjut Jero Suwena, juga akan mendapat tugas perbantuan dari pemerintah. Seperti pemerintah meminta desa adat ikut membantu penanganan rabies, narkoba, premanisme, atau HIV/AIDS. Selain itu, desa adat harus mengikuti zaman now yakni memiliki kantor dan sekretariat dengan staf yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan memimpin desa adat. Selama ini, hanya beberapa desa adat di daerah kota yang memiliki kantor. Sedangkan yang lainnya masih banyak tidak memiliki kantor. Justru desa dinas yang memiliki kantor dengan memakai tanah milik desa adat. Para tokoh masyarakat juga sudah membuat deklarasi Samuan Tiga. Isi deklarasi itu yakni setuju dengan Ranperda Desa Adat yang dirancang oleh eksekutif Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster. Kedua, mendukung program Pemprov Bali dalam menguatkan

dan melindungi desa adat, termasuk adat, budaya Bali yang berdasar Agama Hindu. Ketiga, mendesak DPRD Bali untuk memprioritaskan pembahasan ranperda tentang desa adat. “Harapan kita paling lambat Februari 2019 sudah rampung, jadi mendesak agar memprioritaskan untuk menangani masalah perda ini,” tandasnya. Kaji Mendalam Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengaku sependapat dengan rencana perda tentang desa adat. Kendati, pihaknya masih belum membaca draf rancangan perda tersebut, apakah untuk merevisi perda tentang desa pakraman atau merupakan rancangan yang memang baru sama sekali. Atau justru revisi perda tentang desa pakraman menjadi perda tentang desa adat. “Kalau rancangan perubahan dari desa pakraman menjadi desa adat, h e n d a k nya dikaji betul, terutama referensi yang dijadikan dasar pertimbangan, karena istilah desa

pakraman yang banyak ditemukan di prasasti-prasasti seperti prasasti Bebetin, disebutkan istilah-istilah pakraman,” ujar politisi Golkar ini. Kalau yang dimaksud adalah desa adat, lanjut Sugawa Korry, sudah tentu harus dicarikan referensi yang dijadikan dasar. Terutama yang lebih memberikan kekhususan, keunikan, dan ciri khas sebagai sebuah kearifan lokal Bali. Keputusan tentang hal ini harus cermat dan diterima semua pihak. Beberapa substansi terkait materi revisi, misalnya tentang mekanisme pemisahan atau pemekaran desa pakraman, sumber dana dan mekanisme pengelolaan anggaran, kewenangan desa pakraman dalam pengelolaan dan pengembangan ekonomi masyarakat, serta kewenangan dan keterkaitan desa pakraman terhadap sosial kemasyarakatan seperti penanggulangan HIV/AIDS, pemberantasan narkoba, dan lain-lain. Mengenai desa adat yang juga akan melaksanakan pendidikan, pihaknya akan mengkaji dan mempelajari

Metera menilai wajar kalau pemprov waswas terhadap ancaman pencemaran lingkungan kalau pembangkit menggunakan bahan bakar batu bara seperti yang dilakukan pada tahap pertama. Untuk memperkuat keinginan itu, pihaknya menyarankan pemprov bisa saja membuat kebijakan yang berlaku di Bali dalam bentuk peraturan hukum. Untuk melakukan hal itu, perlu dilakukan kajian hukum dengan detail. Rektor Unipas ini mengatakan, keinginan Gubernur itu perlu dikoordinasikan dengan baik bersama pihak investor. Ruang ini bukan untuk saling mengutarakan pandangan tanpa kajian, namun pemerintah dan investor harus berkomitmen agar kepentingan investasi berjalan tanpa menimbulkan gangguan lingkungan yang berdampak bagi masyarakat terutama di sekitar pembangkit. Gede Made Metera mengatakan, Bali yang mengandalakan industri pariwisata rentan akan terdampak terkait gangguan lingkungan akibat investasi di bidang energi. Sementara, industri pariwisata sendiri membutuhkan pasokan listrik. Atas kondisi ini antara kepentingan menjaga lingkungan dengan ketersediaan listrik harus berjalan beriringan. Untuk itu, pihkanya menilai pemakaian bahan bakar gas memungkinkan dilakukan karena lebih efisien dibandingkan batu bara. “Ya kalau batu bara lebih murah dibandingkan gas. Kita ketahui gas itu lebih efisien untuk bahan bakar pembangkit dan dampak lingkungannya tidak seperti dengan pemakaian batu bara,” jelasnya. (kmb38)

terkait relevansi, manfaat, dan keterkaitannya dengan mekanisme kerja instansi terkait. “Muaranya harus saling mendukung dan saling memperkuat dan jangan terjadi tumpang tindih. Misalnya dalam hal sumber dana desa pakraman adalah bantuan dari pemerintah daerah, yang bersumber dari APBD,” jelasnya. Sugawa Korry menambahkan, desa adat selama ini diberikan bantuan anggaran melalui BKK. Sebab, bantuan dalam bentuk hibah tidak bisa diberikan berturut-turut setiap tahun. Sedangkan konsekuensi melalui BKK, dana tersebut harus dikelola oleh dan melalui aparat desa dinas. “Masalah sering terjadi ketika penafsiran antara desa pakraman dengan kepala desa dan aparatnya berbeda. Hal ini harus dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya. (rin)

Serahkan Penghargaan Ditambahkannya, Bali diharapkan bisa menjadi center of excellence pembangunan pariwisata berkelanjutan. Bukan saja dari pendidikan atau keilmuan pariwisata, namun juga living laboratory atau laboratorium hidup bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan. “Bali diyakini menjadi the center of excellence, quality and sustainable tourism destination. Yang tentunya bermuara pada kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali. Bali yang shanti dan jagadhita,” harapnya. Pada Suksma Bali Night 2018 ini, Pitana juga menyerahkan penghargaan kepada komponen yang berperan dalam kemajuan pariwisata Bali. Di antaranya untuk kategori pariwisata diberikan kepada Tjok. Oka Artha Ardana Sukawati dan I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. Kategori lingkungan diberikan kepada Wayan Aksara sebagai Trash Hero

Indonesia dan Melati dan Isabel Wijsen. Kategori seni dan budaya diberikan kepada Prof. Dr. I Made Bandem, Pande Wayan Sutedja Neka, dan Nyoman Nuarta. Kategori industri kreatif diberikan kepada Made Yani, pendidikan kepada I Made Sujana dan Prof. Dr. A. Sulistyawati. Untuk kategori media dan informasi diberikan kepada Pimpinan Kelompok Media Bali Post, Satria Naradha. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan, Tri Hita Karana merupakan fondasi bagi pembangunan pariwisata yang berkualitas berkelanjutan dan berdaya saing. Konsep Tri Hita Karana sudah dikenal masyarakat dunia karena mencakup semua elemen penting dalam kehidupan yakni parahyangan, palemahan, dan pawongan. “Konsep ini menjadi tuntunan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali,” katanya. Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang gencar mengembangkan pelayanan kepariwi-

sataan yang berkualitas dan berbudaya sebagai upaya untuk mendatangkan wisatawan dan pangsa pasar kelas menengah ke atas. Bukan lagi berdasarkan kuantitas namun pariwisata dengan wisatawan yang lebih berkualitas ramah lingkungan dan bermanfaat untuk masyarakat Bali yang sebanyakbanyaknya. “Mengembangkan pariwisata berkualitas, tidaklah mudah. Diperlukan kerja sama lima elemen pariwisata. Di antaranya pemerintah, industri pariwisata, akademisi, media massa, dan masyarakat,” ucapnya. Kegiatan Suksma Bali 2018 memiliki tiga agenda utama. Yang pertama adalah world clean up day yang dilakukan pada 15 September 2018 dengan melibatkan 27.699 peserta di seluruh Bali Nusa Penida dan Lembongan. Suksma Bali berkomitmen untuk pelestarian alam Bali dengan fokus objektif pada pengurangan penggunaan barang dan peralatan berbahan dasar plastik sekali pakai. (kmb23)

Bantuan Pemerintah Makanya, dia setuju Ranperda soal Desa Adat ini juga memberi peluang desa adat menerima bantuan pemerintah berupa dana APBD dan APBN serta sektor penerimaan lainnya. Wiryawan menilai komitmen pemerintah pusat masih setengah hati dalam memberikan perlindungan terhadap masyarakat hukum adat. Dibuktikan RUU Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat belum juga disahkan. Hal ini juga disebabkan,

tidak semua daerah getol memperjuangkan RUU ini karena tak memiliki kepentingan dan desa adat di daerahnya. Dengan Ranperda Desa Adat yang diusulkan Pemrov Bali, kata dia, membuktikan adanya komitmen kuat pemerintah memperkuat desa adat. Yang utamanya lagi sekali, kata dia, adalah konsistensi yakni perlunya payung hukum adanya pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat. Sebelumnya, tajen juga pernah diusulkan untuk diperdakan menjadi atraksi budaya. Namun, banyak ditentang

oleh tokoh agama. Seperti Ketua MMDP Buleleng Dewa Putu Budrasa karena Ranperda tentang Tajen dipastikan menimbulkan dampak negatif di kalangan masyarakat. Bila tajen yang ada unsur judinya diatur perda, sama saja dengan memberi keleluasaan masyarakat untuk berjudi. Hal itu juga ditolak Ketua PHDI Buleleng Dewa Nyoman Suardana. Alasananya karena generasi muda Bali bisa saja akan terpengaruh dan terbiasa dengan kehidupan berjudi apakah itu tajen, domino, cap jeki, atau judi-judi lainnya. (sue)

Modernisasi Organisasi Dalam acara itu, Hasto menayangkan video terkait pernyataan Megawati di salah satu acara partai. Video itu menampilkan pernyataan Megawati terkait komitmen untuk melaksanakan modernisasi organisasi. Salah satu potongan pernyataan tersebut, juga tegas

Megawati meminta para kadernya berkomitmen terhadap antikorupsi. “Siapa berbuat (korupsi) itu pecat. Keluarkan dia dari PDI Perjuangan,” tegas Megawati. “Betapa malunya Kalian itu, seumur hidup mukanya tercoreng (kasus korupsi). Apa tak sayang Kalian sama anak istri Kalian ya,” tegas Mega. Hasto menambahkan, perintah dari sang ketua umum

Hal ini membuktikan bahwa keberadaan desa adat dalam mengelola daerahnya masih lemah tanpa adanya payung hukum yang jelas. “Kita tidak mau menjadi orang Bali, tetapi menjadi budak di rumah sendiri. Seakanakan kita terhukum karena melakukan sesuatu di rumah sendiri. Itu kan aneh sehingga perlu dibuatkan payung hukum. Meskipun prosesnya panjang. Nah di perda inilah hal itu diperkuat lagi,” tandas Kaprodi Magister Administrasi Publik PPs Unwar ini. Kelemahan lain yang dihadapi desa adat saat ini adalah terkait upacara Pitra Yadnya. Dikatakan, saat ini

banyak masyarakat yang beralih melakukan kremasi untuk pembakaran jenazah sanak saudara. Hal ini tentu merongrong eksistensi dan nilai budaya Bali. Padahal, Desa adat mempunyai peran penting dalam proses upacara Manusa Yadnya ini. Desa Adat seharusnya memberikan solusi terbaik (problem solving) dalam hal budaya dan agama agar pengabenan dengan segala makna dan nilainya bisa dilaksanakan sesuai dengan budaya leluhur. Lebih jauh dikatakan, ke depan, tantangan desa adat beserta warga masyarakatnya sangat berat dalam menjaga eksistensi agama dan budaya. Sebab, desa adat merupakan pilarnya Bali

Masih Lemah

wajib dilaksanakan. Tidak ada toleransi bagi siapa pun kader, ketika terjerat kasus korupsi. Sekadar diketahui untuk di Provinsi Sumatera Utara saja, KPK telah membongkar kasus korupsi bersama yang menjerat puluhan anggota DPRD. Belum lagi, terhitung kasus korupsi sembilan kepala daerah yang turut diproses aparat hukum. (ant)

dalam melestarikan dan memajukan agama dan budaya. Apabila desa adatnya kuat, maka agama dan budaya Bali akan kuat dalam menghadapi tantangan globalisasi. “Ingat, semakin tinggi pohon itu, semakin banyak buahnya, semakin rimbun daunnya, sangat menarik bunganya, maka akar (agama sebagai rohnya Bali, red) dan batangnya (desa adat, red) harus kuat,” ujarnya. Oleh karena itu, sebagai orang Bali jangan hanya berorientasi pada kepuasan jasmani dan materiil, tetapi keseimbangan mental dan spiritual harus dibangun. Sehingga, nilai-nilai kebudayaan yang ada di Bali tetap eksis meskipun arus globalisasi sangat deras. (win)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu KLiwon,

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

16 Desember 2018

Liverpool Vs Manchester United

Posisi Klasemen Bukan Patokan Liverpool–

Liverpool akan menjamu sang rival Manchester United di Anfield pada matchweek 17 Premier League 2018/2019, malam nanti. Untuk partai penuh gengsi bertajuk North West Derby ini, perbedaan performa maupun posisi di klasemen sementara sepertinya tak bisa dijadikan patokan. Liverpool belum terkalahkan di Premier League musim ini, dan memimpin klasemen setelah pekan lalu sukses menggusur Manchester City dari puncak. The Reds unggul 16 poin atas United, yang saat ini berada di tangga ke-6. Melihat performa, pasukan Jurgen Klopp juga lebih meyakinkan. Mereka selalu menang dalam empat laga terakhirnya di semua kompetisi, mencetak delapan gol dan hanya sekali kebobolan. Salah satu pemain Liverpool yang paling bersinar beberapa pekan terakhir ini adalah Mohamed Salah. Dia menyarangkan hat-trick kontra Bournemouth di liga akhir pekan kemarin, lalu mencetak gol tunggal penentu kemenangan atas Napoli di Liga Champions yang memastikan kelolosan Liverpool ke babak 16 besar. Namun kemenangan atas Napoli itu harus dibayar mahal dengan cederanya dua pemain bertahan Liverpool, yakni Trent Alexander-Arnold dan Joel Matip. Anda tahu apa yang akan dihadapi. Kami memiliki kecepatan yang cukup bagus juga, jadi kami tidak perlu takut pada apa pun, tetapi kami harus sadar akan bahaya mereka,” kata bek Liverpool, Van Dijk, Sabtu (15/12) kemarin. “MU punya pemain yang bagus, terutama di depan. Jadi kami harus siap untuk itu, tetapi selain itu kami harus memainkan permainan kami, pastikan kami mengontrolnya

dan bikin mereka di bawah tekanan,” sambungnya. Tengah pekan kemarin United juga memainkan laga terakhirnya di fase grup Liga Champions, dan kalah 1-2 melawan tuan rumah Valencia. United sejatinya bisa bermain tanpa beban, karena sudah pasti lolos ke babak 16 besar, tapi tim pelapis yang diturunkan Jose Mourinho ternyata tampil jauh di bawah harapan. Paul Pogba juga gagal menunjukkan kalau dia pantas kembali starting XI dalam waktu dekat. Pelatih MU Jose Mourinho mengaku ingin segera melupakan kekalahan itu dan berkonsentrasi melawan Liverpool. “Kami memang mendapat hasil positif saat melawan Liverpool musim lalu dengan kemenangan kandang serta hasil imbang di tandang,” kata Mourinho. “Catatan itu semua sudah menjadi masa lalu dan tak ada hubungannya dengan laga nanti,” ujar Mourinho. Liverpool punya peluang bagus untuk meraih tiga poin. Hanya saja Liverpool juga perlu ingat kalau mereka kerap kesulitan setiap kali berhadapan dengan Red Devils. Liverpool tanpa kemenangan dalam delapan laga terakhirnya melawan United di Premier League, di mana The Reds kalah 5 kali dan 3 kali seri. Liverpool juga tanpa kemenangan dalam empat laga kandang terakhirnya melawan

United di kompetisi ini. Bahkan trio Liverpool: Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane tidak pernah mampu berbuat banyak melawan Manchester United. Entah bagaimana caranya, Mourinho dan Manchester United selalu mampu membuat Salah, Firmino, dan Mane tidak berkutik. Ketiga bintang Liverpool itu tidak pernah mampu mencetak gol atau pun assist melawan Manchester United ketika memperkuat Liverpool dan klub lainnya di Liga Primer Inggris dari total kombinasi 855 menit. Tidak dipungkiri lagi kehadiran trio Salah-Firmino-Mane sangat penting buat gol. Delapan gol dari tiga laga terakhir Liverpool, Salah dan Firmino mencetak lima di antaranya. Catatan itu menunjukkan betapa pentingnya penampilan Salah, Firmino dan Mane di lini depan untuk menghadapi Manchester United. Namun Liverpool kini diterpa badai cedera, terutama di sektor pertahanan. Namun krisis pemain di kubu United masih jauh lebih parah. Victor Lindelof, Alexis Sanchez dan Marcus Rojo masih cedera. Sementara itu, Luke Shaw, Anthony Martial, Chris Smalling, Matteo Darmian dan Diogo Dalot kondisinya meragukan. Terlepas dari absennya sejumlah pemain kunci, laga Liverpool vs Manchester United dipastikan akan tetap berlangsung menarik. (kmb33/afp)

Perkiraan Susunan Pemain Liverpool (4-3-3): Alisson; Robertson, Van Dijk, Lovren, Milner; Keita, Henderson, Wijanldum; Mane, Firmino, Salah. Manajer: Jurgen Klopp. United (4-3-1-2): De Gea; Shaw, Jones, Bailly, Young; Matic, `Fellaini, Herrera; Lingard; Rashford, Lukaku. Manajer: Jose Mourinho. STATISTIK Head-To-Head (Premier League) Pertandingan: 52 Liverpool menang: 13 Gol Liverpool: 57 Imbang: 11 United menang: 28 Gol United: 75. 5 Pertemuan Terakhir 10-03-2018 United 2-1 Liverpool (EPL) 14-10-2017 Liverpool 0-0 United (EPL) 15-01-2017 United 1-1 Liverpool (EPL) 18-10-2016 Liverpool 0-0 United (EPL) 18-03-2016 United 1-1 Liverpool (UEL). 5 Pertandingan Terakhir Liverpool 29-11-2018 PSG 2-1 Liverpool (UCL) 02-12-2018 Liverpool 1-0 Everton (EPL) 06-12-2018 Burnley 1-3 Liverpool (EPL) 08-12-2018 Bournemouth 0-4 Liverpool (EPL) 12-12-2018 Liverpool 1-0 Napoli (UCL). 5 Pertandingan Terakhir United 28-11-2018 United 1-0 Young Boys (UCL) 02-12-2018 Southampton 2-2 United (EPL) 06-12-2018 United 2-2 Arsenal (EPL) 08-12-2018 United 4-1 Fulham (EPL) 13-12-2018 Valencia 2-1 United (UCL).

Kings Nyaris Tumbangkan Warriors

Tim Kabaddi Denpasar Borong Piala Bupati Badung

BPM/ade

Mangupura (Bali Post)Tim kabaddi putra dan putri Kota Denpasar sukses mengawinkan gelar pada kejuaraan kabaddi U-18, memperebutkan Piala Bupati Badung di GOR Purna Krida, Kerobokan, yang berakhir Sabtu (15/12) kmarin. Untuk tim putra Denpasar menang tipis atas tuan rumah Badung 44-43, sedangkan di sektor putri Kota Denpasar juga unggul tipis dari Gianyar dengan skor 31-30. Juara III putra direbut Gianyar dan Klungkung, sementara juara III putri diraih Badung dan Klungkung. Ketua Panpel Kadek Sudarma Hariawan menyatakan, berdasarkan hasil kejuaraan ini, pihaknya bisa mengevaluasi permainan tim Badung. Yang membanggakan, kami sudah punya tim untuk skuad Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. ‘’Untuk pembentukan tim Porprov, tentu masih mengalami tambal sulam pemain,’’ ujar Ketua Harian Pengkab federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI). Selain itu, pihaknya juga berniat menambah porsi latihan bagi tim Porprov Badung, mengingat selama ini jadwal latihan hanya tiga kali dalam sepekan. ‘’Frekuensi latihan akan kami tingkatkan menjelang pelaksanaan Porprov tahun depan. Apalagi pelatih Badung adalah kapten timnas Asian Games, Halus Suhandana,’’ terang Sudarma. Panpel juga menetapkan Tabanan sebagai tim favorit, serta predikat pemain terbaik disandang Gede Darmawan (Badung) dan Komang Febriyanti (Gianyar). (022)

PERAYAAN - Ribuan Suporter fanatik Persija Jakarta, The Jakmania mengawal konvoi pemain dan ofisial Persija Jakarta, Sabtu (15/12) kemarin.

Pawai Juara Persija Tanpa Simic, Xavier, dan Rohit Chand Jakarta– Pawai juara Liga 1 2018 Persija Jakarta tiba di Balai Kota DKI Jakarta. Tak terlihat tiga pemain pilar Macam Kemayoran. Arakarakan juara Persija, Sabtu (14/12) kemarin heboh sejak pagi. Pintu 1 di kompleks Gelora Bung Kanro (GBK), Senayan, Jakarta Pusat dipadati The Jakmania. Barisan pagar betis supporter Persija tak putus hingga Balai Kota. Pemain yang menumpang bus tingkat yang dimodifikasi dengan atap terbuka

tampak ceria. Kemeriahan tak berkurang kendati tiga pemain asing Persija tidak hadir. Mereka adalah Marko Simic, Jaimerson Xavier, dan pemain terbaik Liga 1 2018, Rohit Chand. Hanya satu pemain asing Persija Jakarta yang mengikuti pawai yakni Renan Silva. Selebihnya pemain-pemain lokal dari mulai Bambang Pamungkas hingga Riko Simanjuntak. Direktur Utama Persija Jakarta Gede Widiade membenarkan hal itu. “Semua pemain asing sudah pulang kampung, kecu-

ali Renan Silva. Dia masih ikut parade,” kata Gede. “Kalau pemain lokal ada semua di bus. Coach Stefano Cugurra Teco juga ada,” ujarnya menambahkan. Pawai Persija Jakarta sudah dimulai sejak pukul 8.30 WIB. Mereka sudah bergerak dari pintu 1 Gelora Bung Karno menumpang bus Persia Jakarta. Kemudian memasuki jalan Jenderal Sudirman, M.H Thamrin, dan tiba di Balai Kota, disambut oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (ant)

Denpasar (Bali Post)Pembalap Pande Made Jaya Sedana Putra (Denpasar) dan Aprilia Sonnya Ciptaningrum (Rosbad Putra Mataram Yogyakarta) keluar sebagai juara kateggori pemula putra dan putri, pada kejuaraan Criterium terbuka Bali Open Criterium 2018, di jalan raya seputaran Renon, Sabtu (15/12) kemarin. Untuk juara II pemula putra Nyoman Dio Yudha Prawira (Badung), kemudian juara III Putu Arya Mertayasa (Denpasar), juara IV Dimas

tegar Bagaskara (Buleleng), dan juara V Kadek Agus Adi Putra (Klungkung). Di sektor pemula putri, juara II Sayu Bella Sukma Dewi (Denpasar), kemudian juara III Fitri Lailatullia (Jembranan), dan juara V Ni Kadek Sinta Widiantari (Tabanan). Sementara untuk kategori master, juaranya Alvin Firlandi disusul Sebastian Varguese, Mat Nur, Peter Collis, dan Agus Wilyam. Ketua Penprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali Wayan Mariyana Wandhira, mengemukakan para peser-

ta umumnya antusias memacu sepeda balapnya di jalan raya seputaran Renon. Bahkan para pembalap mengusulkan supaya agenda Bali Open Criterium ini dijadikan kalender rutin tiap tahun. ‘’Kami juga menyambut gembira demi program sport tourism,’’ ujar Wandhira. Hanya dirinya memaklumi akibat penutupan jalan Raya Puputan, menyebabkan terjadinya kemacetan dikawasan Renon. Kendati demikian, Wandhira mengakui penyelenggaraan event ini tertib dan tak terjadi kecelajkaan. (022)

Golden State– Sacramento Kings nyaris membuat kejutan pada laga NBA, Sabtu (15/12) siang. Kings hampir mengalahkan juara bertahan NBA Golden State Warriors sebelum akhirnya kalah tipis 125-130. Berkunjung ke Golden 1 Center, Warriors mengawali laga NBA ini dengan baik. Stephen Curry dan kawan-kawan terus memimpin sejak awal. Kuarter pertama dimenangi Warriors dengan 42-38. Memasuki kuarter dua, keunggulan Warriors makin membesar. Pasukan Steve Kerr ini bahkan sempat unggul sampai 16 poin sesaat sebelum jeda babak pertama. Warriors nampak akan menang mudah. Pasalnya, di kuarter tiga mereka terus mempertahankan margin keunggulan di atas 10 angka. Kings baru mulai bangkit di akhir kuarter tiga. Mereka memangkas jarak menjadi enam poin saat kuarter tiga berakhir. Kings makin meningkatkan serangan di kuarter empat. Hasilnya, Kings bisa mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul. Dimotori De’Aaron Fox dan Buddy Hield, Kings bahkan mampu unggul sampai 10 poin. Dalam situasi genting, mental juara Warriors berbicara. Jump shot Fox membuat Kings unggul dua poin dengan tersisa 46 detik lagi. Warriors langsung membalas lewat tembakan tiga angka Klay Thompson. Setelah itu Warriors terus menjauh berkat empat eksekusi free throw Curry. Curry menjadi bintang kemenangan Warriors dengan 35 poin, disusul Kevin Durant dengan 33 poin. Di kubu Kings, Fox meraih 25 poin dan sembilan assists. Sedangkan Hield menghasilkan 27 angka. (kmb33/afp)

Pande Made Jaya dan Aprilia Juara

BPM/ ist

FINAL - Laga final antara tim kabaddi putra Denpasar melawan Badung pada Piala Bupati Badung di GOR Purna Krida Kerobokan, Sabtu (15/12) kemarin.

Klay Thompson

BPM/afp


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 16 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu