Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
’’Visi Indonesia’’ Penunjuk Arah Masa Depan Bangsa Jakarta (Bali Post) - Presiden Jokowi memberikan penunjuk arah yang jelas terhadap masa depan bangsa Indonesia melalui pidato ‘’Visi Indonesia’’ yang disampaikan Minggu (14/7). Sikap percaya diri yang ditunjukkan Jokowi saat berpidato memperkuat keyakinan bahwa dalam lima tahun periode kedua kepemimpinannya, sejumlah langkah tegas akan diambil demi membawa Indonesia menjadi bangsa maju. Penekanan pada pentingnya perubahan pola pikir bangsa menunjukkan pemahaman atas masalah mendasar yang dihadapi bangsa ini. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai pidato ‘’Visi Indonesia’’ Presiden terpilih Joko Widodo memiliki sense of direction bagi masa depan bangsa Indonesia, karena berupaya menjawab tantangan kemajuan teknologi dan kompetisi antarbangsa. ‘’PDI Perjuangan memberikan apresiasi atas pidato Pak Jokowi. Visi Indonesia yang disampaikan Pak Jokowi itu menyentuh aspek yang mendasar, bahwa pembangunan manusia Indonesia menjadi kunci bagi seluruh gerak kemajuan,’’ kata Hasto Kristiyanto, di Jakarta, Senin (15/7) kemarin, menanggapi pidato ‘’Visi Indonesia’’ dari Presiden terpilih Joko Widodo, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (14/7) malam. Hasto mengatakan, Joko Widodo dinilai jujur dan melihat secara jernih tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan, den-
DLH Fokus Atasi Buangan Sampah Denpasar (Bali Post) Konservasi sumber daya alam menjadi salah satu program Pemprov Bali lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Mulai dari hutan, sungai, danau hingga laut. DLH tidak sendiri, tetapi melibatkan instansi terkait seperti Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Dinas Kehutanan, serta DLH di kabupaten/kota. Selain itu, mengoptimalkan pula upaya pemberdayaan masyarakat di masing-masing kawasan. ‘’Selanjutnya, ada peran dari LSM yang juga mendorong untuk ikut bersama-sama mengawasi pelaksanaan konservasi sumber daya alam,’’ ujar Kepala DLH Provinsi Bali I Made Teja saat dikonfirmasi, Senin (15/7) kemarin. Teja mengaku sudah membentuk lembaga konservasi untuk membantu pelayanan di bidang lingkungan. Bagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam upaya pelestarian lingkungan, diberikan penghargaan semacam Kalpataru. Berdasarkan data yang diinventarisir DLH, buangan sampah masih terdeteksi pada sebagian dari 22 sungai di Bali. ‘’Tapi lewat program Gubernur Bali resik sampah plastik, kita coba mengupayakan langkah-langkah perbaikan setiap bulannya. Ini bulan keempat pelaksanaannya di seluruh Bali. Kita libatkan masyarakat secara keseluruhan, baik di desa adat, sekolah maupun di lingkungan masing-masing,’’ katanya. Menurut Teja, langkah lain yang dilakukan adalah mengembangkan Desa Sadar Lingkungan (DSL). Saat ini sudah ada 137 DSL yang dikembangkan dengan terus mengupayakan pemberdayaan masyarakat. Diakui, tidak semuanya berjalan dengan baik. Tetapi, kesadaran masyarakat sejatinya mulai meningkat. Terlebih setelah terbit Pergub No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, menjadi lebih menukik untuk mengurangi sampah plastik. ‘’Kita juga dorong desa adat untuk mengembangkan kompos, ada pemilahan sampah, mengoptimalkan bank sampah di masing-masing banjar. Kita dorong sekarang agar masyarakat mampu mengolah sampah pada sumbernya. Dari rumah tangga sudah mengurangi agar sedikit yang ke TPA,’’ tandasnya. (kmb32)
gan menegaskan pentingnya pola pikir baru. ‘’Apa yang ditegaskan oleh Presiden bahwa tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linier, tidak ada lagi kerja rutinitas, tidak ada lagi kerja monoton, tidak ada lagi kerja di zona nyaman, dan ketegasannya bahwa bangsa Indonesia harus berubah, adaptif, produktif, lebih kreatif, dan kompetitif, menunjukkan kuatnya pemahaman terhadap sense of direction tersebut,’’ katanya. Menurut Hasto, PDI Perjuangan juga menilai bahwa menjadi pemimpin itu harus kokoh dalam prinsip, terlebih ketika berkaitan dengan Pancasila dan kebinekaan Indonesia. Pemimpin, katanya, juga harus memegang teguh konstitusi dan menjalankannya dengan selurus-lurusnya. ‘’Prinsip itulah yang ditegaskan Pak Jokowi. Syarat bagi Indonesia Satu adalah Pancasila yang dibumikan dalam seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara,’’ katanya. Hasto mengatakan sikap tegas Presiden yang tidak memberikan ruang sedikit pun terhadap pihakpihak yang mengganggu Pancasila bagaikan national call bagi seluruh lembaga negara, seluruh aparat penegak hukum, dan seluruh jajaran kementerian negara untuk menjalankan kebijakan yang ideologis tersebut. ‘’Dengan menjadikan Pancasila hidup dalam seluruh gerak kehidupan berbangsa, maka Indonesia yang satu, berdaulat, berkemajuan, adil dan makmur bisa kita wujudkan,’’ katanya.
Pemberantasan Korupsi dan HAM Sementara itu, menanggapi kritik sejumlah pihak tentang pidato Jokowi yang tidak menyampaikan visi pemberantasan korupsi dan HAM, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjawab bahwa kedua persoalan tersebut sudah termasuk meski tidak disampaikan secara eksplisit. ‘’Jadi begini, semua tidak disampaikan dalam kata-kata. Presiden mengatakan bahwa semua anggaran dalam APBN harus dapat dipastikan, itu sebuah bentuk agar tidak ada penyimpangan-penyimpangan korupsi, jadi cara memahaminya saya pikir lebih luas,’’ kata Moeldoko di Gedung KSP, Jakarta, Senin (15/7) kemarin. Menurut Moeldoko, secara substansi semua persoalan sudah ada di dalamnya, tidak ada upaya atau niat atau abai terhadap persoalanpersoalan penting tersebut. Ia pun berharap agar masyarakat dapat memahami pidato tersebut dengan lebih komprehensif. ‘’Cara memahaminya adalah bawah pidato tersebut sangat komprehensif untuk menyadarkan kita semua bahwa dunia seperti itu perlu cara-cara yang terus menyesuaikan dengan kondisi, perlu awak-awak yang pemberani, awak-awak yang tidak berpikir monoton, aktor-aktor yang tidak berpikir monoton. Itu rangkaiannya secara substansi sudah luar biasa,’’ tambah Moeldoko. Moeldoko menilai Presiden pun sama sekali tidak mengenyampingkan soal HAM. (ant)
Jangan Permisif terhadap Pelanggaran Tata Ruang Denpasar (Bali Post) Bali tidak sedang baik-baik saja. Kawasan hulu berupa hutan dan danau yang menjadi sumber mata air mengalami eksploitasi sangat tinggi, sehingga nyaris rusak parah. Ironisnya penegakan hukum dan program recovery menjaga kelestarian hutan sangatlah lemah. Untuk itu penegakan hukum harus lebih keras. Pemerintah jangan permisif terhadap pelanggaran tata ruang. Rancangan RTRW juga jangan sampai membiarkan terjadinya kerusakan ekosistem. Demikian disampaikan Ketua Puslit PPLH Unud Dr. Made Sudarma, M.S. yang ditemui Senin (15/7) kemarin. Menurut Sudarma, hutan, sumber mata air (danau) dan daerah aliran sungai (DAS), terutama yang posisinya terletak di hulu Bali kini samakin tereksploitasi. Hutan dan Danau Tamblingan di Kabupaten Buleleng, misalnya. Sebagai salah satu kawasan resapan air dan sumber mata air di Bali, hutan dan Danau Tamblingan, termasuk DAS-nya kini dalam kondisi memprihatinkan. Sementara di sisi lain, program recovery tak sebanding dengan kerusakan yang telah terjadi. Menurut Sudarma, bukti tidak kuat program recovery adalah pada musim hujan air sungai keruh. Sungai keruh karena ada tanah masuk ke dalam aliran sungai dan menjadi pertanda telah terjadi longsor atau erosi. Ini bukti tanah tidak lagi dipegang akar pohon karena
tanamannya diganti tanaman musiman yang tidak kuat menjaga tanah. Misalnya, daerah hulu yang semula ditanami pohon kopi, diganti tanaman musiman, seperti jeruk. Padahal jeruk bukan tanaman yang bagus untuk memegang tanah. Untuk menjaga sungai dan DAS, teknologi saja tidak cukup. Penegakan aturan tata ruang harus diperkuat. Sudarma menegaskan, agar pemerintah jangan permisif terhadap pelanggaran tata ruang, sebab kondisi lingkungan sudah sedemikian mengkhawatirkan. ‘’Rancangan perubahan RTRW Bali jangan sampai merusak ekosistem daerah hulu hanya untuk pengembangn pariwisata, namun diperlukan penerapan aturan atau intrumen baru, yaitu kompensasi imbal jasa lingkungan,’’ tandasnya. Hal. 15 Daerah Tangkapan
Karangasem Luas hutan lindung 14.260,43 hektar. Yang termasuk lahan kritis 3.718 hektar. Klungkung Luas hutan lindung 804,5 hektar (berada di Desa Suana, Sakti dan Nusa Lembongan). Badung Luas hutan lindung 1.767,87 hektar. Sebarannya Desa Plaga 1.126,90 hektar, Taman Wisata Alam Sangeh 13,97 hektar, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai 627 hektar. Tabanan Luas hutan lindung 9.969,15 hektar Denpasar Luas hutan lindung 734,50 hektar. Yang sudah dimanfaatkan 181,90 hektar, sisanya 552,50 termasuk hutan bakau. Hutan Bali Barat meliputi Jembrana dan sebagian Tabanan seluas 66.000 hektar. Sekitar 22.000 hektar merupakan lahan kritis. Buleleng Luas hutan lindung di Buleleng Barat dan Buleleng Timur 51.436,21 hektar (termasuk kategori hutan rawan terbakar). Bangli Luas hutan di Bangli 9.341,28 hektar.
Hari Ini Purnama Sasih Kasa
Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang PUNCAK Karya Ida Batara Turun Kabeh, Tawur Agung, Labuh Gentuh Pura Mandara Giri Semeru Agung yang terletak di Desa Sumber Agung Kecamatan Senduro Kabupaten Lumayang Provinsi Jawa Timur akan digelar bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa, Selasa (16/7) ini. Informasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) PUNCAK KARYA Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) selaku Manggala Karya Ida Batara Turun Kabeh Pura Mandara Giri Semeru Agung Lumajang. Hari ini, Selasa (16/7), bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa merupakan puncak karya, Ida Batara tedun ke Peselang dan nyejer hingga panyineban tanggal 26 Juli 2019.
selaku Manggala Karya, Senin (15/7) kemarin. Lebih jauh Cok Ace menerangkan, karya yang digelar kali ini terbilang upacara besar yang dilaksanakan lima tahun sekali. Menurut Cok Ace, dudonan karya telah diawali dengan matur piuning di Pura Mandara Giri Semeru Agung pada 17 Juni 2019. Selain itu, matur piuning juga dilaksanakan di seluruh Pura Khayangan Jagat yang ada di Bali dan Lombok. Rangkaian upacara yakni pada 10 Juli 2019 dilaksanakan melasti di Watu Klosot, Lumajang yang dilanjutkan dengan upacara Tawur Labuh Gentuh dan Pedanan 13 Juli 2019 yang dihadiri oleh Wakil Bupati Lumajang beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Lumajang dan OPD terkait. ‘’Tanggal 16 Juli 2019 merupakan puncak karya Ida Batara tedun ke Peselang dan nyejer hingga panyineban tanggal
26 Juli 2019,’’ terangnya. Menurut Cok Ace, seluruh rangkaian karya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan maupun penyediaan sarana-prasarana dilakukan secara bersama oleh umat Hindu, baik yang datang dari luar Kabupaten Lumajang (termasuk Bali) maupun umat Hindu yang ada di Kabupaten Lumajang khususnya di Kecamatan Senduro. Hal ini menggambarkan perpaduan antarbudaya setempat dengan umat Hindu lainnya. ‘’Kebersamaan yang dibangun oleh umat dalam menyukseskan rangkaian karya kita harapkan menjadi cermin keseimbangan alam beserta isinya dapat terjalin secara harmoni,’’ imbuhnya. Untuk menyukseskan karya, Cok Ace mengajak umat sedharma untuk ngaturang bhakti ke hadapan Ida Batara Sang Hyang Pasupati yang berstana di Pura Mandara Giri Semeru Agung. (kmb)
DENPASAR
2
Selasa Paing, 16 Juli 2019
FIGUR Belum Mencapai Titik Temu TENAGA magang diatur akan memperoleh uang saku dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, khususnya pada pasal 11. Akan tetapi, besaran uang saku tersebut masih belum mencapai titik temu dalam rapat pembahasan ranperda oleh Pansus bersama serikat pekerja, Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, pengusaha, dan pengamat ketenagakerjaan di DPRD Bali, Senin (15/7) kemarin. Pasalnya, antara serikat pekerja dan perusahaan masih kukuh dengan keinginan masing-masing. “Dari pihak pekerja menuntut minimal sebesar upah minimum di kabupaten/kota. Sementara di perusahaan menganggap dengan besarnya uang saku, nanti dikhawatirkan banyak anak yang tidak bisa magang. Perusahaan tidak mau menerima karena akan membebani perusahaan,” ujar Ketua Pansus I Nyoman Parta dikonfirmasi usai rapat kemarin. Menurutnya, pekerja magang diberikan uang saku dan bukan upah karena bukan pekerja tetap. Pemberian uang saku memang dibebankan kepada pengusaha. Dua kutub pemikiran yang berbeda antara pekerja dan pengusaha membuat rumusan pasal 11 akhirnya belum bisa diselesaikan. “Kami pending dan akan kami bawa dalam rapat berikutnya,” jelasnya. Terkait konflik perburuhan, kata politisi PDI-P ini di tingkat nasional, Polri sudah membangun unit-unit pelayanan khusus untuk itu. Begitu juga pada beberapa Polda di Indonesia. Untuk Bali, pihaknya memohon kepada Kapolda Bali agar menyipkan juga unit khusus dalam melayani konflik perburuhan karena konflik perburuhan di Bali sangat banyak. Menyangkut outsourching misalnya, ada banyak perusahaan outsourching di Bali melakukan penyelundupan hukum. Ada perusahaan yang berdiri di Jakarta, tapi aktivitas kegiatannya di Bali. Kemudian, sebagai penerima kerja hanya sekadar mengambil fee dan tidak jarang memotong gaji orang yang dipekerjakan. (rin)
Bali Post/kmb23
BIBIT - Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan bibit tanaman kepada perwakilan bikers sebelum pelepasan peserta Bali Bersih Touring and Fun di Lapangan Lumintang, Denpasar, Minggu (14/7).
Dewan Kota Setujui Lima Ranperda Denpasar
Apresiasi Transparansi, Akuntabilitas, dan Efektivitas Anggaran
SIDANG - Agenda Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Denpasar dalam sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD I Gusti Ngurah Gede yang dihadiri Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara di Gedung DPRD Denpasar, Senin (15/7) kemarin. DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar menyetujui lima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pemkot Denpasar pada Rapat Paripurna ke-10 Masa Persidangan II di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (15/7) kemarin. Sidang paripurna dipimpin langsung Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Wakil Ketua A.A. Ketut Asmara Putra, Wakil Ketua I Made Mulyawan Arya dan anggota DPRD Kota Denpasar serta Forkompinda Kota Denpasar. Lima ranperda yang diajukan Pemkot Denpasar dapat ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda) Kota Denpasar melalui agenda Pandangan Fraksi DPRD Kota Denpasar. Kelima ranperda tersebut, yakni Ranperda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2018-2029, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pemilihan Perbekel. Selanjutnya, Ranperda tentang Perubahan Atas Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Bangunan Gedung, Ranperda tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Sewakadarma, dan Ranperda tentang Pertanggungjawaban
Pelaksanaan APBD Kota Denpasar Tahun Angaran 2018. Dalam kesempatan tersebut, DPRD Kota Denpasar turut mengusulkan Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega. Pandangan Fraksi diawali dari Fraksi Gerindra yang dibacakan I Kompyang Gede mengatakan bahwa prinsip-prinsip anggaran seperti transparansi, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas anggaran seperti yang sudah dilakukan selama ini dapat terus dipertahankan. Memperhatikan dan menilai kelima ranperda tersebut, maka Fraksi Gerindra dapat menerima dan menyetujui ranperda untuk dapat ditetapkan menjadi perda. Pandangan Fraksi Hanura disampaikan Ida Bagus Ketut Kiana menyampaikan bahwa dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Denpasar Tahun Anggaran 2018, di antaranya telah berjalan prinsip kehatihatian, efisiensi, efektivitas dan ekonomis. Salah satunya dapat dilihat dari pendapatan asli daerah dan terjadi penghematan yang cukup signifikan. Fraksi Partai Golkar lewat pandangan umumnya yang disampaikan I Wayan Suwirya menyatakan bahwa telah ada upaya penghematan anggaran belanja daerah di tahun 2018.
Padangan umum selanjutnya disampaikan Fraksi PDI Perjuangan yang dibacakan I Wayan Sutama menyampaikan Fraksi PDI Perjuangan mengapresiasi capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh kali berturutturut. Padangan umum Fraksi Demokrat yang dibacakan A.A. Gede Putra Ariewangsa menyatakan dapat menerima dan menyetujui kelima Ranperda Kota Denpasar untuk dapat ditetapkan menjadi perda. Jawaban Fraksi Gabungan yang dibacakan I Kadek Agus Arya Wibawa terkait dengan Ranperda Inisiatif DPRD Denpasar tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega sependapat dengan Wali Kota Denpasar. Perlunya kerja keras dan kesepahaman bersama terkait pendataan kelompok bendega serta tata cara pendataannya, termasuk komitmen bersama dalam pendampingan terhadap bendega untuk melaksanakan pelestarian adat dan budaya termasuk dalam penyusunan awig-awig. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, Ranperda tentang Perlindungan dan Pelestarian Bendega secara proses pembentukan perda telah dilaksanakan melalui kerja sama yang baik antara legislatif dengan Pemkot Denpasar. Mulai dari tahap perencanaan sampai dengan pembahasan pengkajian. “Mengingat dalam pendapat akhir fraksi masih ada catatan-catatan yang disampaikan baik berupa usul/ saran maupun komentar, maka terhadap hal tersebut akan saya kaji dan tindaklanjuti sesuai urgensi dan manfaatnya, serta akan dijadikan bahan acuan dalam rangka penyusunan program kerja berikutnya. Koordinasi dan kebersamaan ini perlu secara terus menerus kita tumbuh kembangkan karena kita menyadari bahwa dalam penyelenggaraan tugas umum pemerintah dan pembangunan di masa yang akan datang jauh lebih berat, terlebih dinamika tuntutan masyarakat di berbagai bidang kehidupan baik ekonomi, sosial budaya, maupun ketertiban umum,” ujarnya. (ad566)
Produksi Pertanian Organik Dibayangi Logo dan Sertifikat Bodong Denpasar (Bali Post) -
Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Sistem Pertanian Organik kembali dibahas oleh panitia khusus (pansus) di DPRD Bali bersama eksekutif dan tim ahli, Senin (15/7) kemarin. Dalam pertemuan kemarin, pansus terutama meminta pertimbangan terkait empat hal. Antara lain menyangkut upaya untuk mengubah cara berpikir petani dari sistem pertanian anorganik menjadi organik, ketersediaan sarana produksi pertanian (saprotan), pascaproduksi, dan elemen pendukung lainnya seperti pemasok hasil produksi agar petani tidak dirugikan oleh sistem organik. “Memang nanti dalam sistem pertanian organik ini tidak bisa begitu saja akan terjadi. Harus ada perubahan, karena kalau kita lihat dari sisi tanahnya di Bali kan sudah masalah,” ujar Tim Ahli Pemprov Bali Dr. Luh Kartini. Menurut Kartini, petani yang sudah tahu dan merasakan hasil positif dari pertanian organik tidak akan mau beralih ke pertanian konvensional dengan bahanbahan kimia. Justru mereka akan lebih untung karena bisa membuat pupuk atau pestisida sendiri. Namun, proses mengedukasi petani untuk memahami hal itu membutuhkan waktu panjang. “Pertanian organik bahkan bisa menjadi kurikulum lokal di sekolah,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Kartini, pasar juga harus dibangun karakternya. Perlu ada keberpihakan dari distributor untuk membeli produk petani. Namun yang terjadi sekarang, harga produk pertanian relatif masih murah. Akademisi Universitas Udayana ini mencontohkan murahnya harga jeruk di Bali. “Padahal kita daerah pariwisata, tapi kita tidak melakukan sentuhan. Ini pertanyaan besar bagi mereka (petani-red). Lalu bagaimana dengan Pergub 99, kan itu pertanyaannya,” jelasnya. Menurut Kartini, Bali sejatinya sudah siap untuk menerapkan sistem pertanian organik. Hanya tinggal didorong untuk pelaksanaannya dan
memang butuh kesabaran. Sementara itu, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S. yang juga Tim Ahli Pemprov Bali mengaku sudah melakukan survei dan menemukan sejumlah kasus di lapangan. Dikatakan, keinginan petani untuk menerapkan sistem pertanian organik sangat tinggi. Namun mereka terjebak dengan harga. “Memakai sistem organik atau tidak, harganya sama,” ujarnya. Selain itu, lanjut Supartha, lahan yang digunakan untuk pertanian organik masih lahan pertanian konvensional. Termasuk air yang digunakan. Jadi, di sini yang bisa dikatakan organik hanya pada penggunaan pupuk karena terkadang petani juga masih menggunakan pestisida. “Berikutnya, ada permintaan pasar yang meminta label organik. Ramai-ramai juga petani mengklaim produknya organik, walaupun mereka sesungguhnya tidak melakukan tindakan organik di lapangan,” kata akademisi Universitas Udayana ini. Menurut Supartha, hal itu merupakan bentuk pembohongan publik. Belum lagi sertifikat organik yang dimiliki oleh petani ternyata banyak bodong. Ini bisa dikatakan melanggar hukum, karena begitu mendeklarasikan produknya organik, konsumen yang paham aturan akan merasa aman untuk mengkonsumsi produk tersebut. “Dalam regulasi ini, kita ingin memberikan per-
lindungan kepada produsen atau petani dan konsumen. Memberikan perlindungan kepada petani dari kawasannya, kemudian proses produksinya, saprotannya,” jelasnya. Supartha menambahkan, saprotan juga mengalami permasalahan. Dari hasil survei yang sedang berjalan, ada keterbatasan pupuk organik. Sementara ini, petani hanya mengandalkan Simantri yang sesungguhnya tidak pure organik. Kemudian tidak ada lembaga yang memang betulbetul mendampingi produksi massal pestisida organik. Produksinya hanya ada di spotspot tertentu saja. Begitu juga terkait alat-alat pengendalian yang lain. “Kita tidak bisa berwacana menerapkan sistem pertanian organik bila pupuk tidak siap, kemudian pestisida organik. Dari produksi sampai pemasaran, siapa yang menyediakan? Harus ada lembaga yang memang betul-betul mengawasi ini,” paparnya. Supartha menambahkan,
petani yang dalam prosesnya sudah mau menerapkan pertanian organik tapi tidak bisa mengendalikan hama akan kembali lagi ke pertanian konvensional. Oleh karena itu, kawasan pertaniannya harus diregistrasi dan betul-betul bebas pestisida. Petani juga harus disertifikasi supaya mindsetnya tidak berubah. “Bibit juga masalah mendasar, di mana mencari bibit yang betul-betul tidak tercemar. Sekarang bibit transgenik itu dilarang. Jadi memang tidak sesimpel itu, banyak urusannya. Pasar juga ada yang disebut fair trade,” pungkasnya. Ketua Pansus Ranperda Sistem Pertanian Organik I Gusti Putu Budiarta mengatakan, masalah kelembagaan nanti akan diatur bersama eksekutif. Dinas Tanaman Pangan diharapkan menjadi leading sector, mulai dari sertifikasi hingga pengawasan. “Harapan kita kan nanti dia satu pintu dari sana, biar tidak ada logo-logo yang bersertifikat palsu,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
FM 96,5
Topik : JANGAN PERMISIF TERHADAP PELANGGARAN TATA RUANG Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Pitra Yadnya Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Suyasa Ring Puri Tegeh Kori
Di-”puput” Bhagawan Dalem Upacara Ngajum, Mapetik, Ngaskara Sesuai dengan ”Atiwa-tiwa Warih Dalem”
PURI TEGEH KORI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III sedang melaksanakan prosesi Pitra Yadnya “Majauman” Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry di Puri Tegeh Kori.
SETELAH diadakan upacara Nyiramin lan Ngeringkes rangkaian Pitra Yadnya yang dipersembahkan untuk Sang Palatra Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry Suyasa yang merupakan ibunda dari Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, dilanjutkan pada Senin (8/7) dengan upacara Ngajum, Mapetik lan Ngaskara yang diikuti oleh seluruh keluarga besar Puri Tegeh Kori, termasuk sameton saking Jembrana lan Buleleng. Dipusatkan di Utamaning Madya, upacara dipimpin langsung oleh Ida Shri Bhagawan Dalem Agra Sagening saking Geria Tegeh Kori Sanggulan Tabanan. Selama karya, seluruh upakara dilaksanakan
dengan konsep sederhana tanpa meninggalkan nilai mautama sesuai dengan wasiat Ratu Biang selama hidupnya. Selain itu, mengingat hari baik (dewasa) yang begitu singkat (sesuai petunjuk dari geria) yakni pada tanggal 10 Juli untuk upacara palebon, hal ini mengingat menjelang Galungan, dewasa untuk palebon memang sangat terbatas. Maka dari itu, pihak puri memutuskan bahwa seluruh rangkaian Pitra Yadnya harus tuntas sebelum Galungan sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Panitia Karya Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS yang menyatakan bahwa almarhum (swargi) seakan-akan telah memberikan jalan (margi) agar upacara bisa berjalan
dengan lancar dan singkat. “Kami sebagai pratisentana dari Ratu Biang merasa benar, bahwa kepergian beliau seakan-akan sudah mengatur waktu dan timing yang tepat. Beliau wafat pada tanggal 7 Juli 2019 tepat pada otonan dari cucu kesayangan beliau yakni Puteri I Gusti Ayu Kanaya Tri Bhuwana Tungga Dewi. Dan kini kami polih dewasa yang sangat baik yakni Senin (8/7) untuk Nyiramin Layon, Selasa (9/7) Agnihotra lan Maperas, Rabu (10/7) Palebon dan Sabtu (13/7) Macaru ring Puri. Semuanya sangat sempurna, sehingga saat Galungan sinamian sampun bersih. Semua berkat sweca Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkap Turah Wira Weda.
Hal senada diungkapkan oleh Ida Sulinggih Sri Bhagawan Dalem Agra Sagening yang menyatakan bahwa seluruh urutan karya mengacu pada Atiwa-tiwa Warih Dalem yang mengacu pada keputusan Mahasabha Pasemetonan Ageng Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori. “Beliau, Rai Gusti Wedakarna adalah panglingsir ring organisasi warih Dalem Tegeh Kori, dan tentu beliau harus menjadi teladan dalam pelaksanaan upacara ini. Maka dari itu, kami dari geria memberikan banyak petunjuk bagaimana pelaksanaan upacara yang sesuai dengan kulit, baik dari penggunaan Kajang Kawitan Kesatria Dalem, termasuk juga penggunaan Bade/Wadah dengan simbol tumpang 11
dan Lembu Putih untuk mengantarkan sang Palatra. Astungkara seluruh rangkaian berjalan dengan baik, walau dalam waktu yang sangat mendadak. Niki tidak lepas dari swadharma Ratu Biang selama hidupnya,” ungkap Ida Shri Bhagawan saking Geria Tegeh Kori ring Sanggulan Tabanan. Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry adalah Prameswari dari tokoh PNI Bali Shri Wedastera Suyasa yang juga pendiri dari organisasi Ksatria Dalem Arya Tegeh Kori di Nusantara, serta salah satu pendiri dari Parisada Hindu Dharma di zaman Bung Karno. Beliau wafat pada 7 Juli 2019 di ICU RSUP Sanglah dan sempat menjalani proses pengobatan di Singapura. (ad576)
BADUNG 3 Bupati Giri Prasta Hadiri Karya Pura Agung Pasek Tohjiwa Karangasem
Selasa Paing, 16 Juli 2019
HADIRI KARYA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pelekutus Sasih Menawa Ratna di Pura Agung Pasek Tohjiwa, Banjar Tohjiwa Desa Kertabuana Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, Senin (15/7) kemarin.
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pelekutus Sasih Menawa Ratna Pura Agung Pasek Tohjiwa, Banjar Tohjiwa Desa Kertabuana Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem, Senin (15/7) kemarin. Turut hadir mendampingi Bupati, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Kehadiran Bupati Giri Prasta disambut antusiasme masyarakat pangempon pura setempat. Nampak hadir pula Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama beserta perwakilan Bupati Karangasem. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta melaksanakan persembahyangan bersama dilanjutkan masimakrama dengan sameton Pasek Tohjiwa yang hadir dari seluruh penjuru Bali. Sebagai
wujud sradha bhakti terhadap Sesuhunan Pura Agung Pasek Tohjiwa serta motivasi kepada masyarakat pangempon pura dalam pelaksanaan karya ini, Bupati Giri Prasta menghaturkan punia Rp 50 juta, disusul dengan punia dari Ketua DPRD Provinsi Bali Rp 10 juta. Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa bangga terhadap krama Pasek Tohjiwa. Terlaksananya karya ini merupakan wujud krama Pasek Tohjiwa guyub ring pasemetonan. Lebih lanjut Bupati mengatakan, sebagai umat se-dharma dirinya paham bahwa banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk me-yadnya. ‘’Untuk itu kami sebagai pemerintah hadir dalam kesempatan ini untuk membantu meringankan beban krama sameton Pasek Tohjiwa dalam pelaksanaan
karya ini,’’ terangnya. Terkait rencana pembangunan wantilan pura, Giri Prasta juga sangat mendukung. Wantilan sebagai simbol budaya dan penunjang dari kegiatan keagamaan di Pura Agung Pasek Tohjiwa. Diharapkan pembangunan pura yang sudah dilengkapi Tri Mandala ini, ke depannya akan menjadi salah satu tujuan wisata religius. Ketua Pasek Tohjiwa Provinsi Bali I Gede Putu Kertia didampingi I Wayan Ardika (Sengap Celekontong Mas) yang juga selaku pemangku di pura setempat, mengatakan upacara ini merupakan rangkaian karya agung yang berlangsung tepat pada 18 bulan yang lalu. Lebih jauh disampaikan bahwa dirinya merasa bahagia karena perjuangan
membangun pura dari nol telah berlangsung sejak tahun 1997. ‘’Ini merupakan catatan sejarah bagi warga kami setelah perjuangan selama kurang lebih 22 tahun akhirnya mimpi kami memiliki parahyangan Agung Pasek Tohjiwa terwujud. Ke depan kami juga berharap kepada pemerintah dapat memfasilitasi sarana penunjang kegiatan keagamaan berupa wantilan,’’ ungkapnya. Mewakili sameton Pasek Tohjiwa, Putu Kertia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung dan Ketua DPRD dalam kesempatan ini telah hadir di tengah-tengah masyarakat. ‘’Ini membuktikan pemerintah dan masyarakat telah bersatu,’’ jelasnya. (ad579)
FIGUR Brand Destinasi Wisata BERBICARA mengenai promosi pariwisata, berkaitan erat dengan produk dan destinasi suatu kawasan. Seperti Kabupaten Badung dengan keunikan alam dan budaya, telah secara rutin melakukan promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Meski memiliki keunikan budaya masing-masing, kabupaten/ kota yang ada di Bali memang belum ada yang memiliki image dan positioning di mata dunia. Menurut Pembantu Ketua I STP Bali Ni Made Eka Mahadewi, selama ini BaBali Post/edi dung memang belum mampu mengedepankan image, identity dan positioning produk wisata. Untuk bisa mempromosikan Badung di dunia internasional, Badung harus memiliki posisi di Indonesia dan dunia. Dikatakan Eka Mahadewi, apabila ingin tetap mengedepankan nama Badung dalam setiap promosi, maka ini akan menjadi pekerjaan berat bagi Badung, khususnya Pemkab Badung untuk mewujudkan Badung menjadi sebuah brand ataupun menjadi merek destinasi. Kendala nama yang serupa dengan Bandung, akan menjadikan Badung kesulitan dalam menciptakan identitas produk wisatanya. ‘’Saat kita mempromosikan Badung, mereka malah mempersepsikan dengan nama Bandung. Karena nama Badung hampir mirip dengan Bandung,’’ katanya, Senin (15/7) kemarin. Untuk itu, dalam melakukan promosi pariwisata, pihaknya menyarankan agar tetap mengedepankan nama Bali, bukan malah nama masing-masing kabupaten/kota. Sebab, dalam hal ini Bali bukan sebagai provinsi, tapi Bali sebagai produk wisata yang telah menjadi brand destinasi. ‘’Brand produk inilah harus tetap disertakan oleh Badung atau kabupaten/kota lainnya dalam melakukan promosi,’’ ucapnya. (edi)
Bali Post/edi
SAR - Direktur Operasi SAR Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, S.IP., M.Agr. memberikan keterangan terkait operasi SAR di perairan pada rakor SAR daerah Provinsi Bali, Senin (15/7) kemarin.
Tinggi, Angka Kecelakaan Transportasi Laut
Mangupura (Bali Post) -
Aktivitas wisata di Bali didominasi wisata tirta, seperti diving, snorkeling, parasailing atau watersport lainnya. Segala bentuk aktivitas di daerah perairan tentunya dibarengi risiko yang mengancam keselamatan jiwa manusia.
Bali Post/ist
MPLS - Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika membuka MPLS di SMPN 2 Kuta Utara, Senin (15/7) kemarin.
Pemkab Atensi Khusus MPLS SMP
Mangupura (Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tingkat SMP di Kabupaten Badung menjadi perhatian khusus Pemkab Badung. Pemerintah mengingatkan agar kegiatan MPLS menjadi sarana menumbuhkembangkan kegiatan yang baik sebagai bentuk pendidikan karakter. Adapun jumlah peserta MPLS Badung Tahun Pelajaran 2019/2020 adalah 9.557 orang. Rinciannya, SMP negeri sebanyak 7.320 orang dan SMP swasta sebanyak 2.237 orang. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Badung Ketut Widia Astika menyampaikan, pemerintah mengamanatkan sekolah menjadi taman belajar yang menyenangkan bagi siswa, guru dan tenaga kependidikan. Ini harus terus diupayakan terwujud. ‘’Ada lima nilai utama karakter di antaranya religius, nasionalis, mandiri, integritas dan gotong royong. Diharapkan pembelajaran penguatan pendidikan karakter dapat menghadirkan generasi muda yang berdaya saing dan memiliki karakter positif,’’ ujar Widia Astika, Senin (15/7) kemarin. Menurutnya, penyelenggaraan pengenalan lingkungan sekolah merupakan ajang adaptasi dan memperkenalkan sistem baru bagi siswa. Dengan demikian, siswa baru tidak merasa asing den-
gan lingkungannya. ‘’Dengan motto edukatif, kreatif dan menyenangkan sebagai napas pelaksanaan pengenalan sekolah bagi siswa baru di Badung, saya harapkan dapat menciptakan suasana kondusif dan menyenangkan bagi peserta didik baru,’’ ungkapnya. Hal senada diungkapkan Ketua Panitia MPLS SMP seBadung I Gusti Lanang Bagus Ardhana. Kabid Pendidikan Disdikpora Badung itu menjelaskan, tujuan pengenalan lingkungaan sekolah bagi siswa baru adalah untuk mengenal potensi diri siswa baru, membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah, menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif sebagai siswa baru. ‘’Selain itu, juga untuk mengembangkan interaksi positif antara siswa dan warga sekolah lainnya, serta menumbuhkan perilaku positif seperti kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong,’’ paparnya. (kmb27)
Tahun 2019 hingga saat ini Basarnas Bali tercatat menangani 32 kejadian. 24 di antaranya kondisi membahayakan manusia. Itu merupakan persentase yang cukup besar dan mayoritas merupakan operasi SAR di perairan. Kendala dalam penanganan korban kecelakaan transportasi di laut juga tergolong masih cukup besar. Direktur Operasi SAR Basarnas Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama, S.IP., M.Agr. mengatakan, Basarnas memi-
liki sistem untuk mengidentifikasi dengan cepat korban, terutama korban yang berada di laut. Namun dia mengakui, penggunaan Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) di Indonesia masih sedikit. Padahal semua kapal di atas 30 GT seharusnya dipasangi EPIRB. Alat ini berfungsi mirip Underwater Locator Beacon (ULB) yang ada di kotak hitam di pesawat terbang, karena sama-sama mengirimkan sinyal bila kapal atau pesawat mengalami
keadaan darurat atau kecelakaan. Ditambahkannya, apabila kondisi darurat dinyalakan, alat tersebut akan memancarkan sinyal marabahaya yang diterima dengan satelit, kemudian akan tergambar di kantor pusat kendali. ‘’Apabila kapal yang mengalami kecelakaan tidak dilengkapi alat ini, untuk mengetahui di mana posisi kapal tersebut di laut, tentu akan kesulitan,’’ katanya. Diungkapkannya, semua pesawat terbang dilengkapi
Emergency Locator Transmitter (ELT), sehingga dalam pencarian akan lebih mudah. Untuk populasi alat yang digunakan untuk maskapai penerbangan sebanyak 600 unit. Sedangkan populasi penggunaan EPIRB di Indonesia saat ini masih sekitar 300 unit. Indonesia sebagai negara maritim, katanya, seharusnya memiliki jumlah populasi EPIRB lebih banyak. Seharusnya ribuan EPIRB terpasang untuk kapal di atas 30 GT. ‘’Jadi, kita juga punya alat namanya GPS tracking untuk menuju ke sasaran dengan cepat dan pasti,’’ ucapnya di sela-sela
rapat koordinasi (rakor) SAR daerah Provinsi Bali, Senin (15/7) kemarin di Kuta. Sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 29 Tahun 2014, Basarnas memiliki tugas di bidang SAR terhadap penanganan kecelakaan penerbangan, pelayaran, kecelakaan dengan penanganan khusus, bencana pada tanggap darurat maupun kondisi membahayakan manusia di seluruh wilayah NKRI. Melalui rakor ini, ke depannya antara Basarnas dan instansi atau organisasi terkait lainnya dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara profesional serta proporsional. (kmb23)
Jelang Galungan Stok Babi 7.753 Ekor
Bali Post/eka
MEMOTONG BABI - Tradisi memotong babi secara berkelompok banyak dilakukan umat Hindu di Bali, khususnya di Kabupaten Badung dalam menyambut hari raya Galungan.
Mangupura (Bali Post) Kebutuhan akan daging babi saat perayaan hari raya Galungan, Rabu (24/7) mendatang, dipastikan mengalami peningkatan. Karena itu, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan menyiapkan stok babi mencapai 7.753 ekor. Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Ketut Sudarsana mengatakan, selain mempersiapkan dari segi pasokan, pihaknya juga berupaya memberikan pelayanan dengan menurunkan tim untuk memeriksa kesehatan babi sebelum disembelih. Pemeriksaan akan melibatkan petugas kesehatan hewan dibantu mahasiswa dari Unud. ‘’Jenis babi yang paling banyak tersedia adalah jenis babi putih. Jumlahnya sekarang sekitar 7.753 ekor dengan berat minimal babi yang akan disembelih 100 kg,’’ ujar Sudarsana, Senin (15/7) kemarin. Pada hari raya Galungan dan Kuningan tahun 2018, kata Kepala Dinas Sosial Badung itu, jumlah babi yang dipotong baik secara mandiri maupun kelompok masyarakat mencapai 2.243 ekor. Tahun ini pihaknya memperkirakan jumlahnya akan bertambah
menjadi 2.500 ekor. Terkait harga, Sudarsana menyebutkan masih relatif normal meski permintaan meningkat. Harga di tingkat peternak antara Rp 25.000 sampai Rp 27.000 per kg berat hidup. ‘’Sejauh ini harga di pasaran masih tergolong stabil,’’ terang pria asal Denpasar ini. Bagaimana dengan ancaman virus flu babi? Sudarsana menyebut sejauh ini tidak ditemukan babi sakit karena virus tersebut. ‘’Nanti tim akan mengawasi kesehatan babi sebelum dipotong, sehingga daging laik konsumsi,’’ jelasnya. Seperti diketahui, pada 2017 tercatat jumlah babi sebanyak 70.117 ekor dan 2018 jumlah babi sebanyak 70.356 ekor. Dengan demikian, meningkat sekitar 0,03 persen. Dari angka ini, yang mengalami peningkatan signifikan adalah jenis babi Bali. Pada 2017 jumlahnya hanya 1.740 dan menjadi 3.082 pada 2018 atau meningkat 77,1 persen. Selanjutnya babi saddleback pada 2017 berjumlah 7.997, meningkat menjadi 8.938 ekor pada 2018 atau setara 11,8 persen. Sementara babi jenis landrace justru menurun dari 60.380 pada 2017 menjadi 58.336 ekor pada 2018 atau setara 3,4 persen. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Optimalisasi Tata Kelola SDM
Unud Lakukan Analisis Jabatan dan Beban Kerja UNTUK mewujudkan organisasi yang efektif dan efisien diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan. Dalam rangka memetakan dan menata SDM, khususnya tenaga kependidikan pada jabatan pelaksana, Universitas Udayana (Unud) melaksanakan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang jumlah kebutuhan tenaga kependidikan, efisiensi dan prestasi kerja unit/satuan organisasi/pemangku jabatan, serta pemanfaatannya dalam rangka meningkatkan kualitas aparatur negara. Ketua Tim Analisis Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. menjelaskan, analisis ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dengan melibatkan seluruh unit kerja dalam proses pengumpulan data. Analisis menghabiskan waktu sekitar tiga bulan dengan metode pengumpulan data melalui penyebaran form, wawancara dan observasi. Jumlah tenaga kependidikan (tendik) yang ada sebanyak 1.059 orang dan dari hasil analisis terdapat beberapa sebaran tendik yang tidak sesuai dengan kompetensi, tupoksi dan beban kerja yang ada di unit-unit. Ada yang kelebihan tenaga dan ada yang kekurangan. Untuk itu, tim merekomendasikan agar hasil ABK ini dijadikan salah satu dasar untuk melakukan promosi, rotasi, mutasi dan demosi tendik antarunit kerja yang berada di lingkungan Unud. Laporan hasil analisis diserahkan langsung kepada Rektor Unud oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. I
LAPORAN - Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. I Gusti Bagus Wiksuana, S.E., M.S. menyerahkan laporan hasil analisis kepada Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Gusti Bagus Wiksuana, S.E., M.S. didampingi Kepala Biro Umum Drs. Ketut Amoga Sidi dan Kepala Bagian TU, RT, dan HTL I Wayan Gayun Widharma, S.E., M.Si. yang mewakili Tim Anjab dan ABK bertempat di Gedung Rektorat Kampus Bukit Jimbaran, Jumat (12/7). Wakil Rektor menyampaikan hal ini merupakan salah satu upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) sesuai dengan peta jalan reformasi birokrasi yang telah ditetapkan. Di mana dilaksanakan penataan di delapan area perubahan yang meliputi manajemen perubahan, penataan dan penguatan organisasi, peraturan perundang-undangan, sumber daya manusia, ketatalaksanaan, pengawasan, serta akuntabilitas kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). memberikan apresiasi kepada tim yang telah melakukan analisis. Rektor Raka Sudewi menyampaikan kegiatan ini merupakan implementasi per-
wujudan salah satu pilar dalam mewujudkan visi-misi universitas yakni peningkatan kapasitas sumber daya, dalam hal ini SDM. Tim melakukan analisis dan kajian terhadap jabatan dan beban kerja SDM, khususnya tenaga kependidikan di Unud. Hasil kajian ini akan dijadikan landasan dalam pengambilan kebijakan. Beberapa hal yang akan dilakukan sebagai tindak lanjutnya adalah penempatan SDM sesuai dengan kompetensi dan tupoksinya. Bagi unit yang kekurangan tenaga akan disuplai dari unit yang kelebihan, dan ke depan juga akan dibuat sistem berbasis Teknologi Informasi (IT) yang terkait dengan kinerja pegawai. ‘’Harapannya ke depan hal ini dapat meningkatkan kinerja dari SDM Universitas Udayana,’’ ungkap Rektor Unud. Laporan hasil analisis setebal kurang lebih 2.000 halaman ini juga akan disampaikan kepada para pimpinan fakultas di lingkungan Unud sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja dari unitnya masing-masing. (ad567)
MPLS SMK PGRI 4 Denpasar Dukung Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Siswanya Juara I Silat Tingkat Nasional
SMK PGRI 4 Denpasar tercatat sekolah besar dengan jumlah siswa melebihi 1.000 orang. Tahun ajaran baru ini, SMK PGRI 4 Denpasar menerima 354 siswa. Mereka mengikuti MPLS sejak Senin (15/7) kemarin. MPLS dibuka Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. Mereka yang mengikuti MPLS berasal dari Akomodasi Perhotelan (140), Jasa Boga (169) dan Multi Media (MM) sebanyak 47 orang. Ketua Panitia MPLS Ni Wayan Wida Astuti melaporkan, MPLS kali ini berbasis budaya dan lingkungan. Siswa diajak melakoni budaya adat Bali dalam bentuk pentas seni, berbahasa Bali dan lainnya guna mendukung visi Gubernur Bali Wayan Koster yakni ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Siswa juga diajak aksi kebersihan sekitar sekolah, melakukan baksos di sejumlah pura sekitar Padangsambian dan menyerahkan bantuan berupa sarana kebersihan. Mereka juga diajak membersihkan sampah plastik. Siswa membawa sendiri botol dan tempat makan yang tidak dari kemasan plastik. Bahkan sekolah menyiapkan nasi jinggo yang dibungkus dengan daun. Siswa diberi penghargaan usai tampil dalam aneka budaya Bali, seperti lomba membuat puisi bahasa Bali, lagu pop Bali, janger, kecak, tari Bali dan drama Bali. Kado MPLS SMK PGRI 4 Denpasar tahun ini berupa juara I nasional pencak silat 2019. Prestasi itu diukir Luh Emilia Putri (XIAp3). Dia sukses meraih emas di Malang Open Championship 2019. Turun di kelas D (SMA) dan di final mengalahkan atlet Surabaya. Untuk bisa meraih emas, Emilia memenangkan empat pertandingan. Di babak penyisihan mengalahkan
PERAIH EMAS - Kasek Ketut Suarya bersama Wida, siswa baru dan peraih emas silat nasional di MPLS di SMK PGRI 4 Denpasar. atlet Purwakerto dan dua dari Malang. Selain di Malang, Emilia juga meraih juara III silat Gubernur Bali Cup 2019 dan meraih juara II Wali Kota Cup. Selain itu, tim PMR Fourgriska meraih juara Teladan II SMA-SMK se-Kota Denpasar. Kasek Suarya mengungkapkan, di usia ke-19 SMK PGRI 4 Denpasar tampil lebih dewasa dan bermutu. Lulusan yang dicetak, katanya, juga bermutu. Ini dibuktikan hampir 80 persen siswa kelas XII yang dilepas sudah terserap di dunia kerja. Bahkan, dia menyatakan siswanya siap kerja karena diberi penguatan bahasa asing dan TI. Dia menekankan MPLS kali ini mendukung visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Lewat MPLS, siswa diharapkan berakhlak mulia, disiplin, berlandaskan ideologi Pancasila. Makanya siswa baru sangat pas memilih SMK PGRI 4 Denpasar karena dididik menjadi anak yang cerdas, terampil, berwawasan gobal, namun kuat akar budaya
Balinya. Dengan demikian akan lahir generasi yang tangguh dan pewaris adiluhung budaya Bali. SMK PGRI 4 Denpasar selain terakreditasi A juga sekolah aliansi, ber-ISO 9001-2008 dan sekolah kemitraan. Bahkan belum lama ini menjalin kemitraan dengan college di Thailand. Di tengah persaingan ketat dalam PPDB tahun ini, SMK PGRI 4 Denpasar bersyukur dipercaya masyarakat sehingga sukses merekrut 9 kelas siswa baru. Mereka dibina 73 guru, 23 pegawai sebagai besar guru produktif. Friyandi (alumni SMP Sapta Andika) dan Arindra (SMP GRI 9) Denpasar mengaku tak mencari sekolah negeri lantaran jatuh cinta sejak awal dengan SMK PGRI 4 Denpasar. Alasannya, sekolah ini bagus, juga karena sarprasnya lengkap. Ketua Komite Drs. IGB Wiadnyana, M.M., M.Pd. menambahkan, SMK PGRI 4 Denpasar kini sudah memiliki sarana dan prasarana yang lengkap, tinggal fokus dengan mutu. (ad574)
Undiknas University, PTS Penerima Beasiswa BI Pertama di Indonesia
BANK Indonesia (BI) beserta Komisi XI DPR-RI datang ke Undiknas University Denpasar untuk melaksanakan sosialisasi sekaligus penyerahan program beasiswa kepada mahasiswa. Mengawali kegiatan sosialisasi ini, Rektor Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar menyambut dengan hangat dan sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sosialisasi ini dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Causa Iman Karana, civitas akademika dan seluruh mahasiswa Undiknas sebagai calon penerima beasiswa BI 2019. Pada kesempatan ini, Undiknas University menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) pertama yang terpilih sebagai penerima beasiswa BI skema reguler yang dimulai Juli 2019 dengan upaya untuk meningkatkan prestasi generasi muda dan makin mencerdaskan anak bangsa Indonesia. Pemberian beasiswa ini melalui proses yang tidak mudah. BI melakukan penilaian kepada mahasiswa calon penerima beasiswa yang dilaksanakan pada 20 Juni 2019, berlangsung cukup menegangkan, tetapi mahasiswa Undiknas dapat melaluinya. Asesmen tersebut berbuah hasil
BEASISWA - Penyerahan beasiswa ditandai dengan penandatanganan MoU antara Undiknas University dengan BI yang dilakukan Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. dengan perwakilan dari BI Causa Iman Karana. dan apa yang Undiknas perjuangkan tidak sia-sia. Beasiswa ini diberikan kepada lima program studi yang ada di Undiknas yaitu Program Studi Manajemen, Akuntansi, Ilmu Hukum, Ilmu Komunikasi dan Program Studi terbaru yakni Teknologi Informasi. Penyerahan beasiswa ini ditandai dengan penandatanganan MoU antara Undiknas University dengan BI yang dilakukan Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. dengan perwakilan dari BI Causa Iman Karana
dan disaksikan I Gusti Agung Rai Wirajaya yang sempat menempuh pendidikan di Undiknas. Mahasiswa Undiknas yang terpilih sebagai penerima beasiswa BI, selain mendapatkan dukungan secara materiil, mereka diwajibkan ikut tergabung dalam organisasi penerima beasiswa BI yang bernama Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI). Komunitas ini di bawah naungan BI guna menambah wawasan mahasiswa dalam kegiatan yang bersifat manajerial. (ad577)
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Dilantik Wakil Ketua PT Denpasar
PAI Bali Diharapkan Jalankan Tugas Advokat yang Profesional SEJUMLAH advokat yang tergabung dalam Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Badan Pimpinan Wilayah (BPW) Bali, Senin (15/7) kemarin melakukan sidang luar biasa dan juga dilakukan penyumpahan di Pengadilan Tinggi Denpasar. Mereka yang sudah disumpah resmi menyandang predikat advokat atau pengacara yang sudah dilegalitas melalui berita acara penyumpahan oleh pihak berwenang, dalam hal ini Pengadilan Tinggi (PT). Dalam penyumpahan itu, setidaknya ada enam anggota PAI yang melaksanakan upacara tersebut. Sementara yang melakukan penyumpahan adalah Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar I.B. Djagra, S.H., M.H. Dalam kesempatan yang ditunggu oleh calon pengacara itu, Djagra berpesan agar para anggota PAI yang telah diambil sumpahnya dapat menjalankan tugasnya sebagai advokat yang bersungguh-sungguh sesuai dengan janji advokat. Tidak hanya itu, selaku pucuk pimpinan PT, Djagra berpesan agar dalam menjalankan fungsinya sebagai advokat hendaknya melakukan dengan cara-cara yang profesionalitas. ‘’Kepada anggota PAI yang baru diambil sumpahnya ini agar lebih mengedepankan profesionalitas hukum dalam menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai advokat, bukan menjalankan praktik di luar dari ketentuan hukum,’’ pintanya. Hal itu diingatkannya karena dalam praktiknya, tidak dimungkiri masih banyak advokat yang
PENGAMBILAN SUMPAH - Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar I.B. Djagra, S.H., M.H. foto bersama advokat dari PAI usai pengambilan sumpah kepada enam advokat yang tergabung dalam PAI. menjalankan praktik di luar ketentuan hukum. Hal ini, katanya, yang perlu dibenahi bersama guna mewujudkan keadilan hukum secara profesional sesuai dengan ketentuan dan prosedur hukum. Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PAI Sultan Junaidi, S.Sy., M.H. menyampaikan sedikitnya ada 50 anggota advokat yang siap untuk melaksanakan upacara pengambilan sumpah. Namun karena terbentur waktu, sementara untuk saat ini baru enam anggota saja yang melaksanakan upacara pengambilan sumpah advokat tersebut. Dirinya berharap agar anggota PAI Bali yang telah diambil sumpahnya bisa melaksanakan tugas sesuai dengan fungsinya. Terlebih, mampu dengan sungguh-sungguh membantu kaum marginal yang sangat membutuhkan pendamping atau bantuan hukum. ‘’Jangan lupa untuk membantu kaum termaginal-
kan yang betul-betul membutuhkan bantuan hukum. Demi menegakkan keadilan, jangan menyerah, apalagi takut,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Badan Pimpinan Wilayah (BPW) PAI Bali Wayan Suweta, S.H. menyebutkan dari enam nama advokat yang dilantik, di antaranya Noor Hilyin Handayani, S.H., I Gusti Ngurah Bagus Subagiharta, S.H., Ali Samudera, S.H., Kadek Arjana, S.H., I Nyoman Ngurah Alit, S.H. dan Lukas Koda, S.H. Dipastikan saat ini dari anggota PAI Bali yang sudah dilantik dan diambil sumpahnya ada 25 orang (sudah termasuk dengan 6 orang yang baru diambil sumpahnya). ‘’Untuk di Bali, baru berdiri akhir Desember 2018. Sejauh ini lebih banyak yang ditengahi untuk kasus nonlitigasi atau lebih ke perkara perdata,’’ imbuh Suweta usai menghadiri pengambilan sumpah pada anggotanya. (ad560)
737 Siswa Baru SMK PGRI 3 Denpasar Ikrarkan Antikekerasan
KETIKA sekolah swasta lain berteriak kekeringan calon siswa baru akibat kisruhnya PPDB, akan tetapi tak demikian dengan SMK PGRI 3 Denpasar. Jumlah siswa barunya tetap konstan yakni 737 orang. Semuanya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK PGRI 3 Denpasar sejak Senin (15/7) kemarin. MPLS dibuka Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. ditandai dengan memukul kentongan bersama para wakil kepala sekolah. Sekolah swasta favorit ini mampu merekrut 737 siswa, naik dari tahun lalu yang hanya 690 siswa. Sekaligus yang terbanyak kedua di Bali. Jumlah ini terbagi dalam program keahlian Akomodasi Perhotelan (341) dan Jasa Boga (396). Pelaksanaan MPLS di sekolah ini penuh dengan nuansa kebersamaan dan dilandasi kasih sayang. Sesuai dengan tema ‘’Melalui MPLS Kita Tingkatkan Kemandirian, Disiplin, Persaudaraan dan Kekompakan’’. Yang menarik, 737 calon siswa baru di sekolah ini membacakan ikrar antikekerasan, kejahatan dan penyimpangan seksual. Hal ini dipertegas Madiadnyana agar MPLS di Trigriska ini tak ada unsur kekerasan, kejahatan dan penyimpangan seksual, menghindari tindakan menyakitkan, merendahkan kehormatan diri sendiri dan orang lain. Mereka disiapkan menjadi generasi yang berakhlak mulia, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Madiadnyana menegaskan dirinya bersykur di tengah persaingan yang makin ketat, SMK PGRI 3 Denpasar mampu merekrut siswa
KENTONGAN - Kepala SMK PGRI 3 Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. bersama wakasek memukul kentongan saat membuka MPLS. baru sesuai target. Makanya dia baru dilarang membawa makanan mengatakan calon siswa baru pas dengan kemasan plastik, termasuk memilih SMK PGRI 3 Denpasar air minum. Siswa wajib membawa sebagai studi lanjut guna memper- tas ramah lingkungan dan membasiapkan diri menjadi SDM bidang wa botol minuman sendiri, sekolah pariwisata yang unggul. Selain ber- pun menyiapkan air dan makan ISO 9001-2008, sekolah ini memiliki siang bagi siswanya. Ini yang dia keunggulan guru profesional, dari katakan bagian dari pendidikan 93 gurunya, 50 persen sudah S-2 kasih sayang. Selain itu, guna serta dari kalangan profesional. mendukung visi Gubernur Bali Selain itu, memiliki sarana lab ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. yang lengkap dan suasana belajar Ketua Panitia MPLS I Made yang nyaman serta dikelola secara Sugiartana, S.Par. menjelaskan, profesional. Dia mengaku senang pelaksanaan MPLS selalu menkecenderungan anak muda Bali saat gacu pada tema utama yakni ini memilih jurusan Jasa Boga lan- menumbuhkan generasi muda taran memiliki peluang kerja yang yang Pancasila, menyenangkan dan luas yakni bekerja di hotel, resortan, berwawasan lingkungan. MPLS kapal pesiar dan bekerja mandiri, diisi dengan pengenalan program baik konvensional maupun online. keahlian, struktur dan komponen Dia sengaja memusatkan MPLS sekolah dan organisasi siswa. Siswa di aula gedung baru guna memberi juga dikenalkan tata tertib, pengjabwaban pihaknya tak main-main gunaan lab sekolah hingga aksi menyelenggarakan pendidikan kebersihan lingkungan. Semua berkualitas. pelaksanaan MPLS dikoordinasiDi gedung baru senilai Rp 7 mil- kan oleh pengurus OSIS tanpa ada iar ini akan dilengkapi dengan ru- praktik perpeloncoan. Saat itu juga ang belajar, guru, kelas, lab kitchen dikampanyekan yel-yel SMK PGRI dan restoran sekelas dengan hotel 3 Denpasar ‘’Bersih, Disiplin dan bintang lima. Selama MPLS siswa Berprestasi’’. (ad552)
SMK PGRI 5 Denpasar Sukses Rekrut 968 Siswa Baru Lima Lulusannya Diterima Bekerja di Jepang
SMK PGRI 5 Denpasar sejak dipimpin Dra. Ni Ketut Nuka terus mengalami kemajuan. Jumlah siswa barunya sejak tahun lalu memecahkan rekor terbanyak di Bali. Tahun ini sukses merekrut 968 siswa baru. Mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penuh gembira dan peduli lingkungan sejak Senin (15/7) kemarin. MPLS dibuka Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka didampingi Ketua Komite dan Pembina SMK PGRI 5 Denpasar Drs. I Wayan Darya Kusuma dan Ketua Panitia A.A. Suarjana, ditandai dengan penyematan atribut sekolah dan pelepasan balon. Ketua Panitia Suarjana mengungkapkan, 968 siswa baru ini hasil penjaringan dari 1.664 pendaftar. Mereka terdiri dari 467 siswa untuk Akomodasi Perhotelan dan 501 siswa untuk Jasa Boga. MPLS berlangsung selama tiga hari melibatkan Puskesmas Dentim, Polsek, PSM Sumerta, Polda Bali dan lain-lain. Materinya meliputi pengenalan sekolah, guru, cara belajar, kebersihan lingkungan, narkoba, tertib berlalu lintas dan lainnya. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka tampak tersenyum melihat siswa barunya penuh disiplin dan berwajah cerah mengikuti MPLS. Sekalipun dibuka PPDB gelomang II di SMK negeri, tak satu pun yang hijrah ke sekolah negeri. Ini menunjukkan mereka memilih SMK PGRI 5 Denpasar dengan hati yang tulus, bukan karena teman dan paksaan orangtua siswa. Untuk itu, dia akan membalas dengan pelayanan pendidikan yang penuh kasih sayang. Terhadap membeludaknya siswa masuk ke SMK PGRI 5 Denpasar,
LEPAS BALON - Kasek NI Ketut Nuka bersama Pembina I Wayan Darya Kusuma dan A.A. Suarjana melepas balon saat membuka MPLS SMK PGRI 5 Denpasar. Kasek Nuka mengatakan sudah diantisipasi sejak lama dengan menyiapkan ruang kelas baru dan tambahan lima guru produktif, ahli di bidangnya. Kini sekolah ini memiliki 32 kelas, empat lab hotel, dua lab komputer. Lab ini dipakai untuk UNBK, bahkan ujian semester di sekolah ini sudah menerapkan e-learning. Untuk itu, dia berterima kasih masyarakat tetap mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke SMK PGRI 5 Denpasar. Mereka akan disiapkan menjadi SDM Bali yang profesional di bidang pariwisata. Hal ini dibuktikan 90 persen lulusannya yang dilepas belum lama ini sudah bekerja dan lima orang bekerja di Jepang. Dia menegaskan, MPLS jangan dianggap sekadar formalitas, melainkan sebagai ajang untuk mengolah diri dan sebagai filter menjadi SDM berguna bagi diri, keluarga dan negara. Menjadi insan yang bertanggung jawab dan unggul dalam segala hal. Kasek Nuka didampingi Waka Dra. Tati Rahmawati, Drs. I.B.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Anom, A.A. Gde Agung Udiana Putra, Kaprodi Ni Ketut Sri Padmawati, S.Pd. dan KTU Drs. I Gst. Ngr. Wiranata mengakui masyarakat saat ini semakin cerdas menentukan sekolah. Mereka percaya kalau langsung meninjau fasilitas sekolah. Ini mampu dibuktikan oleh SMK PGRI 5 Denpasar. Ketua Komite Wayan Darya Kusuma juga bersyukur siswa SMK PGRI 5 Denpasar kian meningkat. Selain jumlah siswanya besar, juga memiliki nama besar karena kualitasnya. Dengan tambahan dua lab internasional dan ruang kelas baru, SMK PGRI 5 Denpasar nanti bisa fokus pada peningkatan mutu pendidikan. Apalagi sekolah ini sudah memiliki college kemitraan di Jepang. Begitu juga SMK ini harus padat dengan penguatan life skill dan soft skill guna mencetak lulusan berkualitas. Untuk tampil berkualitas, Darya Kusuma mengatakan tak hanya siswanya yang magang juga gurunya. Hal ini dilakukan guna mengintip perkembangan tuntutan kompetensi di dunia kerja. (ad573)
info seremoniAL
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Dies Natalis I
Universitas Bali Dwipa Luncurkan Buku ’’Satvika Boga’’ DALAM rangkaian Dies Natalis I, Universitas Bali Dwipa meluncurkan buku ‘’Satvika Boga’’. Selain itu, juga diadakan pelatihan pembuatan smoothie kefir pada ibu-ibu PKK Provinsi Bali, Senin (15/7) kemarin. Tema yang diangkat dalam Dies Natalis I ini adalah ‘’Menciptakan SDM yang Kreatif, Innovative, Excellent dalam Mendukung Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Ketua Yayasan Usadha Teknik Bali Dr. Ir. I Wayan Adnyana, S.TT., M.Kn. menyampaikan puncak dies natalis yang jatuh pada 17 Juli akan dilaksanakan di Auditorium Kampus Bali Dwipa lantai empat yaitu berupa sidang senat terbuka. Sidang senat terbuka ini akan diisi dengan orasi ilmiah yang akan disampaikan Prof. Dr. Ir. I Made Gelgel Wirasuta. Materi yang disampaikan mengenai pengembangan potensi kosmetika farmakologi yaitu kearifan lokal Bali. Banyak produk kecantikan yang bisa diolah dari produk-produk alam Bali seperti boreh, aromaterapi. ‘’Ini juga akan menjadi salah satu produk nantinya yang akan bisa kita kembangkan melalui Prodi Farmasi,’’ ungkapnya. Farmasi yang akan dikembangkan di Universitas Bali Dwipa tidak hanya klinis, tetapi juga farmasi yang berkaitan dengan kosmetika farmakologi. ‘’Karena sekarang ini banyak sekali beredar produk kesehatan, kecantikan tapi belum ada kajian ilmiahnya,’’ tandasnya. Dengan dies natalis per-
LUNCURKAN BUKU - Universitas Bali Dwipa ketika meluncurkan buku ‘’Satvika Boga’’, Senin (15/7) kemarin. tama ini, ia ingin menyampaikan pada masyarakat di Bali sudah ada Universitas Bali Dwipa yang sejak awal bersama dengan Penjamin Mutu Prof. Dr. I Nyoman Sucipta dan Rektor serta dosen lainnya, dicanangkan sebagai inovatif kampus. Tujuannya adalah mencetak SDM yang kreatif, inovatif, dan excellent. ‘’Kami mengundang masyarakat, orangtua, anak didik untuk bisa mengenal dan bergabung kuliah di sini,’’ ujarnya. Ia merencanakan kurikulumnya bersifat dinamis yang selalu menerapkan literasi-literasi yang baru sesuai perkembangan ilmu dan teknologi, terutama agar lulusannya bisa merespons perkembangan revolusi industri 4.0 dan bisa menjadi job creator, bukan hanya semata-mata mencetak job seeker. Rektor Universitas Bali Dwipa Dr. Ir. Ketut Surisih, M.App. Sc. mengatakan kegiatan pelatihan pembuatan smoothie kefir pada ibu-ibu PKK ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan perguruan tinggi. Tujuannya untuk mem-
buat kefir dan smoothie kefir. Kefir adalah susu fermentasi yang terbuat susu steril, susu pasteurisasi atau susu UHT yang ditambahkan dengan bibit kefir. Bibit kefir berasal biji-biji kefir yang mengandung bakteri asam laktat dan ragi. Bakteri asam laktat jauh lebih banyak daripada yang terdapat pada yogurt. Manfaat kefir juga lebih bagus dari yogurt yaitu menjaga stabilitas gula darah, menjaga daya tahan tubuh, menurunkan tensi, untuk kecantikan karena berefek pada kulit, mengandung antioksidan, dapat menyembuhkan luka diabetetes, untuk rematik dan kesehatan tulang karena kandungannya mudah diserap tulang. Penasihat sekaligus Tim Penjamin Mutu Universitas Bali Dwipa Prof. Dr. I Nyoman Sucipta menambahkan, buku yang diluncurkan pada hari itu menyosialisasikan tentang manfaat susu utamanya susu dari sapi asli Bali. Berdasarkan penelitian, susu yang dihasilkan dari sapi Bali lebih tinggi kandungan gizinya dibandingkan susu kambing. (ad578)
PSDP STP Bali
Wujudkan Insan Pariwisata Berdaya Juang Tinggi, Kreatif dan Inovatif MEMASUKI tahun ajaran baru, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali, Senin (15/7) kemarin membuka kegiatan masa orientasi untuk mahasiswa baru yang diberi nama Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) Tahun 2019. Mengambil tema ‘’Melalui PSDP 2019, Kita Wujudkan Insan Pariwisata yang Berdaya Juang Tinggi, Kreatif serta Inovatif, sehingga Mampu Bersaing di Era Revolusi industri 4.0’’. Selain untuk memperkenalkan kehidupan kampus, mahasiswa baru juga diberikan pembinaan karakter dengan harapan bisa membentuk sikap dasar profesi di bidang hospitality dan bidang pariwisata bagi mahasiswa baru. Menurut Pembantu Ketua I STP Bali Ni Made Eka Mahadewi, PSDP ini dilakukan untuk membimbing, membina mahasiswa yang akan menjadi para pemimpin pariwisata terbaik di Indoneaia. Kepada mahasiawa yang masuk kali ini diharapkan bisa menjalankan tugasnya dengan baik di industri. ‘’Tentu harapan yang lebih detail lagi, mahasiswa mampu mengerjakaan hal-hal yang berkaitan dengan disiplindisiplin bidang kerja, di bidang kepariwisataan, perhotelan dan usaha perjalanan,’’ katanya. Dikatakannya, yang perlu ditekankan kepada mahasiswa memang yang berkaitan dengan kedisiplinan. Karena disiplin, menurutnya, menjadi sangat penting bagi mereka yang akan
PSDP - Pembantu Ketua I STP Bali Ni Made Eka Mahadewi mengalungkan tanda peserta saat pembukaan kegiatan Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) Tahun 2019, STP Bali, Senin (15/7) kemarin di kampus setempat. bekerja dengan industri dan notabene akan bergabung dengan orang-orang yang memang sudah profesional di bidangnya. Penekanan yang lain yaitu terkait grooming atau penampilan diri karena di dunia industri memang membutuhkan tenaga yang mampu memberikan penampilan yang terbaik. Tidak hanya penampilan diri, namun juga dari segi penampilan karya-karya mereka yang terbaik. Hal penting yang terakhir yaitu terkait greeting. Yaitu bagaimana mereka bisa menyampaikan ucapan salam kepada teman di industri maupun untuk wisatawan. Sementara itu, Ketua Panitia PSDP I Ketut Adhi Astawa, S.E., M.Agb. menjelaskan, kegiatan PSDP tahun 2019 ini diikuti 669 mahasiswa. Dari 669 mahasiswa itu, ada juga diikuti sebanyak 32 orang maha-
siswa yang tahun sebelumnya tidak lulus PSDP. Mereka, kata Adhi, akan mendapat materi pengenalan selama lima hari, mulai 15 Juli sampai 19 Juli. Sedangkan untuk memberikan apresiasi dan evaluasi hasil selama lima hari, pada akhir kegiatan akan digelar kreativitas mahasiswa. Pihaknya menyebutkan kegiatan PSDP ini memang wajib diikuti. Karena ini nantinya akan menjadi persyaratan untuk bisa mengikuti wisuda. Sedangkan terkait tema yang diangkat, pihaknya menyebutkan memang dalam menyambut dunia industri 4.0 harus bergerak cepat. ‘’Kita harus sudah siap lebih awal, baik dari input mereka sampai proses pembelajaran. Semua harus serba cepat. Siapa yang lambat dia pasti akan tertinggal,’’ pungkasnya. (ad570)
5
MPLS di SMPN 2 Denpasar Dukung Nol Sampah Plastik SMPN 2 Denpasar alias Spentwo tahun ini menerima 460 siswa baru. Mereka sejak Senin (15/7) kemarin mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). MPLS dibuka Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir, S.Pd., M.M. didampingi Wakasek Dra. Ni Wayan Muliastini, M.PSi., I Putu Seneng, S.Pd., Ni Putu Ariantini, S.H., S.Pd., M.Pd. dan Farid Ahmad, S.Pd., M.M. Yang menarik pembukaan MPLS di sekolah ini dilakukan bersamaan dengan SMP PGRI 5 Denpasar. Pelaksanaan MPLS ini langsung ditinjau Kabid Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Ketua Panitia MPLS Farid Ahmad menegaskan, MLPS kali ini mengacu kepada tema ‘’Melaui MPLS Kita Tumbuhkan Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’. MPLS dibatasi pukul 13.00 Wita. Materi MPLS meliputi pengenalan SDM guru, fasilitas, dasar kepemimpinn, bela negara, tata krama siswa, ceramah dari kepolisian dan TNI. Menariknya, peserta MPLS membawa mimunan sendiri dari kemasan bukan bahan plastik. Sekolah juga menyiapkan minuman dan snack ringan. Makan siang membawa sendiri namun dikemas dalam bentuk bu-
kan plastik. Cara itu, dikatakan Kepala SMPN 2 Denpasar Mercy Victoria Gigir, sebagai bentuk MPLS yang mendukung nol sampah plastik. ‘’Kami berkomitmen menjadikan sekolah ini nol sampah plastik,’’ tegasnya. Dia sangat bersyukur karena input siswa barunya juga datang dari jalur prestasi, baik di akademis dan nonakademis. Ini adalah modal dasar sekolah ini untuk mempertahankan piala bergilir Porjar dan PSR serta Wali Kota Cup 2019. MPLS di sekolah ini sarat dengan pendidikan karakter, sejuk dan sehat tanpa kekerasan. Saat itu dikampanyekan pelayanan 5-S yakni, sapa, senyum, salam, sopan dan santun. Dia juga meminta semua siswa menaati aturan tata tertib sekolah yang sudah dibagikan. Mereka juga ditekankan menjadi panutan di rumah dengan menjaga nama baik sekolah, dan secepatnya beradaptasi dengan budaya mutu sekolah. Seperti tak boleh datang terlambat, menghormati Catur Guru, bersih dan berprestasi. Sementara baju seragam sekolah diserahkan pengadaannya kepada siswa sendiri, namun komite sekolah juga menyiapkan rekanan yang siap ada di sekolah jika diperlukan. Kasek Mercy menambahkan, usai MPLS, siswa baru SMPN
BUKA MPLS - Kasek Mercy Victoria Gigir saat membuka MPLS SMPN 2 Denpasar. 2 Denpasar juga diajak melakukan upacara sisya upanayana pada 16 Juli. Setelah itu dilakukan tes IQ, minat dan bakat guna melakukan pemetaan kemampuan akademik siswa dan penentuan ekstra peminatan pada 22 Juli 2019 sebelum masuk libur Galungan. Seleksi ini bagian dari tes pemetaan dan penempatan guna membentuk tiga kelas unggulan di Matematika, IPA dan Bahasa Inggris. Langkah ini dilakukan guna mempersiakan calon juara olimpiade. Bahkan, dia bersyukur tahun ini SMPN 2 Denpasar mendapat tambahan enam guru PNS,
sehingga total memiliki 60 guru PNS dan kontrak. Prestasi terbaru, siswanya memboyong juara I, II dan III lomba Yoga se- Bali. Selain juara umum Porjar dan PSR, anak-anak Spentwo juga memboyong juara KSPAN se-Bali, menjadi duta Denpasar di lomba perpustakaan dan segudang prestasi lainnya. Kabid Pembinaan SMP Agung Wiratama menegaskan, pelaksanaan MPLS di SMPN 2 Denpasar sudah berjalan baik sesuai aturan. Yang diutamakan adalah pendidikan karakter dan disiplin siswa serta pengenalan sekolah dan lingkungannya. (ad575)
MPLS Siswa Baru SMP Dharma Wiweka
Melebihi Target, Terapkan Sistem Digital P E N E R I M A A N siswa baru tahun ajaran 2019/2020 SMP Dharma Wiweka, Denpasar, melebihi target. Tahun ini, SMP beralamat di Jalan Pulau Moyo I, Denpasar Selatan, menerima 425 siswasiswi baru. Jumlah tersebut melebih target dari yang direncanakan. Pada Senin (15/7) kemarin dilaksanakan upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Ini salah satu bukti SMP Dharma Wiweka semakin dipercaya masyarakat, apalagi mulai tahun ini diterapkan sistem digital. Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Pedungan, Kades Pemogan, Bedesa Adat Pedungan, Pemogan dan Kepaon, serta sejumlah kepala SD. Ketua Umum Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT(K). menyampaikan, kebetulan juga sekarang ini tahun pelajaran dan pemerintahan baru dimulai. Pemerintah mencanangkan mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas. ‘’Di sinilah peran kami sebagai yayasan berkecimpung dalam bidang pendidikan tentunya ikut ambil bagian dalam program pemerintah sekarang ini,’’ tegasnya. Maka dari itu, menurutnya, anak-anak bangsa tidak saja dibekali pendidikan kompetensi saja, tetapi yang sangat penting adalah pendidikan karakter. Maksudnya karakter kebangsaan Indonesia yang berlandaskan Empat Pilar Kebangsaan. ‘’Maka dari itu kepada guru sebagai pembimbing anakanak kita, dalam MPLS yaitu memperkenalkan kepada siswa baru yaitu lingkungan sekolah yang terdiri dari palemahan, pawongan dan parahyangan,’’ ujarnya.
MPLS - SMP Dharma Wiweka melaksanakan upacara pembukaan MPLS siswa baru 2019/2020 dihadiri pengurus Yayasan Dharma Wiweka ditandai dengan pelepasan balon. Hal ini dipakai suatu kerangka yang dipakai oleh dewan guru dikoordinir pimpinan sekolah memperkenalkan kepada anak didiknya supaya mempunyai suatu wawasan yang luas, bukan wawasan sempit sekali, hanya berkutat di dalam kelas. Inilah harapan yayasan yang tidak keluar dari program pemerintahan periode kedua ini yaitu membangun SDM yang baik untuk memajukan bangsa ini. Sementara dukungan dari yayasan kepada SMP Dharma Wiweka, kata Prof. Siki, melihat program pemerintah dengan adanya sistem zonasi, terjadi kalang kabut yang kuncinya adalah daya tampung daripada sekolah tersebut. Dampaknya adalah kekurangan ruang kelas. Apalagi ada kebijakan baru yaitu rombelnya ditambah. Guna mendukung kebijakan tersebut, pihaknya berpartisipasi menerima siswa-siswi yang tidak tertampung dalam sistem zonasi dengan mendirikan gedung baru dan ruang belajar lebih banyak guna. Sementara itu, Kepala
SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. menyampaikan, proses penerimaan siswa baru tahun ajaran 2019/2020 cukup menggembirakan dan berbangga karena orangtua siswa yang mempercayakan anak-anaknya di SMP ini masih stabil. Stabil dengan bukti siswa baru 425 orang dan jumlah ini melebihi target. ‘’Untuk itu kami atas nama sekolah, seluruh dewan guru mengucapkan terima kasih sekali kepada orangtua siswa baru yang telah mempercayakan anaknya dididik sekolah di SMP Dharma Wiweka,’’ ujarnya. Pihaknya juga berterima kasih kepada Yayasan Dharma Wiweka, terutama Ketua Pelaksana Harian Drs. I Ketut Barusna, M.Pd. yang terus mendorong dan memberi petunjuk agar SMP tersebut tetap berprestasi. Menghadapi zaman digital, pihaknya sudah melakukan workshop guna menjawab pembelajaran bersifat IT. Apa yang telah lakukan dan kerjakan terhadap anak didiknya, orangtuanya tahu persis.
‘’Contoh kecilnya kehadiran siswa kami pukul 09.00 Wita, orangtua yang anaknya sekolah di SMP ini tahu bahwa anak memang di sekolah. Ini kita akses langsung,’’ tegasnya. Dalam proses pembelajaran, evaluasi benar-benar diterapkan langsung dalam bentuk IT. Anak didiknya diarahkan ke ruang Lab Komputer dan di sanalah guru melakukan evaluasi itu sehingga mereka tidak canggung lagi menghadapi ujian UNBK. Terkait karakter, sudah awal dewan guru mendidik anak didiknya menjadi manusia yang memiliki karakter dan budi pekerti yang luhur. Contoh kecil sikap-sikap kesehariannya terus kawal misalnya sembahyang bersama dan pengarahan terkait Empat Pilar Kebangsaan. ‘’Ekskul berdayakan mereka dalam membentuk karakter. Dampaknya tahun ini benar-benar kami rasakan karena SMP ini boleh dikatakan terus menanjak dalam hal prestasi dan kepercayaan masyarakat,’’ tandas Nyoman Mariana. (ad571)
504 Siswa Ikuti MPLS SMK TI Bali Global Denpasar
Tumbuhkan Penguatan Pendidikan Karakter dan Revolusi Mental SEBANYAK 504 siswa kelas X SMK TI Bali Global Denpasar mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan MPLS dipusatkan di GOR Basket Indoor KONI Bali. MPLS SMK TI Bali Global Denpasar mengambil tema ‘’Melalui MPLS yang Sejuk, Sehat dan Berbudaya
Kita Tumbuhkan Generasi Muda Berkarakter dan Peduli Lingkungan’’. Pembukaan MPLS, Senin (15/7) kemarin, ditandai dengan pemukulan gong oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. didampingi Ketua Yayasan Widya Dharma Shan-
ti Drs. IB Dharmadiaksa, M.Si. Ak., Sekretaris Lilis Yuningsih, S.H., M.Kom. dan Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, serta Ketua Komite Drs. Made Subadi, M.Si. Selanjutnya diisi penyematan tanda peserta MPLS oleh Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana,
PEMBUKAAN MPLS - Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. I Made Bandem didampingi I.B. Dharmadiaksa, Lilis Yuningsih, Dadang Hermawan, dan I Gusti Made Murjana membuka MPLS SMK TI Bali Global Denpasar ditandai dengan pemukulan gong.
M.Pd. Kasek Gusti Made Murjana mengungkapkan, selama 12 tahun berdiri, sejak tahun 2006, SMK TI Bali Global Denpasar tetap eksis di bidang teknologi informasi dan komunikasi atau komputer di bawah naungan Yayasan Widya Dharma Santhi. Ini terlihat dari antusias dan minat masyarakat yang sangat besar menititipkan putra-putrinya untuk mengenyam pendidikan di SMK TI Bali Global Denpasar dengan lima jurusan yakni Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia (MM), Animasi dan Desain Komunikasi Visual (DKV). Ia menyebutkan SMK TI Bali Global Denpasar didukung oleh 130 SMP yang tersebar di empat kabupaten/kota, meliputi Denpasar, Gianyar, Badung dan Tabanan, serta daerah lain termasuk luar Bali. Tahun ini jumlah siswa yang mendaftar sejumlah 690 siswa, sedangkan yang diterima sebanyak 504 siswa.
Murjana menambahkan, pelaksanaan MPLS bertujuan mengenali potensi siswa baru, serta membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Selain menumbuhkan motivasi, semangat dan cara belajar efektif, mengembangkan interaksi positif antarsiswa dan warga sekolah, serta menumbuhkan perilaku positif antara lain kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, menghormati keanekaragaman dan persatuan, disiplin, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang memiliki nilai integritas, etos kerja dan semangat gotong royong. Selain itu, sambung Murjana, MPLS juga menumbuhkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagai implementasi Nawacita Presiden Joko Widodo dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dengan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik,
dengan nilai-nilai utama PPK adalah relegius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Murjana menegaskan, SMK TI Bali Global Denpasar mendidik siswa dengan konsep 5S yakni senyum, sapa, salam, sopan dan santun, serta berkarakter. Dengan disiplin diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang berkualitas. Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Prof. I Made
Bandem mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali dan Nusantara, yang mempercayakan SMK TI Bali Global sebagai tempat menuntut ilmu bidang IT atau komputer. Ini menunjukkan para orangtua siswa sangat pas menentukan pilihan di SMK TI Bali Global Denpasar yang dikenal sekolah dengan fasilitas lengkap, gedung megah dan didukung SDM guru dan pelayanan berkualitas dan sungguhsungguh. (ad569)
OPINI
6
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Dana Desa Mencegah Urbanisasi KESEJAHTERAAN masyarakat desa mendapat perhatian bahkan menjadi prioritas program pembangunan pemerintah saat ini. Terbukti hal ini masuk dalam Nawacita, sembilan program pembangunan yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indnesia (NKRI). Sebagai pengejawantahannya, pemerintah pusat merancang dan menggelontor berbagai program pembangunan untuk desa. Mulai dari pembentukan Kube (Kelompok Usaha Bersama), BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), bahkan sampai menggelontorkan dana desa guna menggerakkan dan memajukan perekonomian di perdesaan. Jika perekonomian di perdesaan sudah berdenyut, harapannya tentu kesejahteraan masyarakat di desa meningkat. Selain itu, bergeraknya roda perekonomian di perdesaan akan bisa mencegah dan mengurangi urbanisasi. Selama ini, ketimpangan ekonomi antara di perkotaan dengan di perdesaan telah mendorong berbondong-bondongnya penduduk desa pergi ke kota untuk mengais rezeki. Kota pun menjadi krodit akibat diserbu generasi muda dari perdesaan. Pekerja agraris di perdesaan menjadi kosong dan tidak ada alih generasi yang berdampak perekonomian desa menjadi seperti stagnan. Gelontoran dana desa diharapkan dapat menekan dan mencegah kondisi ini terus berlanjut. Gelontoran dana desa diharapkan mampu menggerakkan perekonomian desa dengan tumbuh dan berkembangnya unit-unit usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja para generasi muda desa. Tentu peran generasi (tenaga kerja) muda dalam mengelola dana desa ini agar benar-benar efektif menggerakkan perekonomian desa. Sangat ironis dan disayangkan, banyak dari dana desa ini justru dikorupsi sehingga tidak mencapai seperti tujuan yang diharapkan. Langkah awal agar dana desa itu benar-benar efektif pengelolaannya sesuai tujuan dan sasaran dan mencegah terjadinya penyelewengan, SDM terutama generasi muda desa haruslah benarbenar dipersiapkan dengan baik. Mengapa SDM muda desa, tiada lain untuk mengurangi dan mencegah arus urbanisasi tadi? Jika di desa tumbuh dan berkembang unit-unit usaha milik generasi muda desa, roda perekonomian desa akan bergerak. Muaranya, kesejahteraan masyarakat di desa juga terangkat. Bahkan, dengan ini diharapkan ada alih generasi tenaga kerja dari selama ini lebih banyak yang sudah tua-tua tinggal di desa ke generasi muda desa. Perencanaan (dari pemerintah pusat) tentu sudah benar-benar matang dan mantap mengenai tujuan penggelontoran dana desa ini. Diikuti pengelolaan oleh SDM-SDM muda desa kreatif yang telah dipersiapkan pula kompetensinya, maka penggelontoran dana desa ini akan benarbenar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat perdesaan. Tentu, semua harus diikuti pengawasan dan audit yang ketat untuk mencegah terjadinya penyelewengan. Untuk tugas ini, layak dibebankan kembali kepada pemerintah sebagai pemberi dana desa tersebut dengan melibatkan perangkat desa setempat. Beberapa desa yang mengelola dan memanfaatkan dana desa ini dengan baik, terbukti mampu menjadi desa yang maju dan berkembang. Bali sebagai daerah pariwisata, bisa mengembangkan desa wisata yang selama ini juga menjadi salah satu program pemerintah daerah setempat. Maju dan berkembangnya desa (wisata), diharapkan benarbenar membawa kesejahteraan bagi masyarakat setempat. Jika kesejahteraan di desa telah terangkat, urbanisasi pun dapat dicegah dan ditekan sehingga tidak lagi terjadi kekroditan di perkotaan. Pemerataan perekonomian dan pembangunan pun dapat terwujud tidak hanya antardesa, tetapi juga antarperdesaan dan perkotaan. Tujuan Nawacita membangun perekonomian bangsa dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa menuju Indonesia sejahtera dapat terwujud.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Karangasem yang menjadi tanggung jawab Desa Pakraman Seraya, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan dana punia kepada umat. Punia dari umat kami yakini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan dana punia dari umat. Dana punia dapat disalurkan ke rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari nomor rekening 4614-01-019031-53-6, BRI unit Subagan, a.n. Panitia Pembangunan Pucak Sari Bhur, Bwah, Swah. Klian Desa Pakraman Seraya, I Made Salin
Menakar Efektivitas Dana Desa Berita tentang penyelewengan dana desa makin marak belakangan ini. Aparat desa terkesan sangat berani menyalahgunakan dana desa yang sebenarnya ditujukan untuk memakmurkan desa agar ketimpangan antardesa kian menyempit. Berdasarkan data ICW, tercatat 96 kepala desa yang terseret kasus korupsi dana desa selama tahun 2018.
Oleh Briliana Wellyanti
K
erugian negara pun tak tanggungtanggung mencapai Rp 37,2 miliar. Pengawasan dan transparansi yang kurang, serta kapasitas aparat desa yang tidak maksimal menjadi salah satu penyebab penyelewengan ini. Lantas, apakah dana desa benarbenar dapat memakmurkan desa sebagaimana yang terukir di dalam “Nawacita”? ‘’Nawacita’’ adalah sembilan program pembangunan yang dicanangkan Joko Widodo yang bertujuan untuk menunjukkan prioritas jalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik, serta mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Di antara kesembilan program tersebut, salah satunya adalah “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah daerah dan desa dalam kerangka NKRI”. Sejarah pemberian dana desa berangkat dari keinginan pemerintah pusat ini untuk mewujudkan pemerataan di wilayah sampai ke level desa. Dikutip dari website Kemenkeu, sasaran dana desa diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yakni meningkatkan pelayanan publik di desa, mengentaskan kemiskinan, memajukan perekonomian masyarakat, mengatasi kesenjangan antardesa dan memperkuat masyarakat desa sebagai subjek dari pembangunan. Desa dapat diartikan sebagai representasi dari kesatuan masyarakat hukum terkecil yang
telah ada dan tumbuh berkembang seiring dengan sejarah kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan kehidupan bangsa. Kebijakan penataan dan pengaturan mengenai desa diwujudkan dengan lahirnya Undangundang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. UU ini juga sebagai dasar pemberian dana desa. Menurut UU ini, Dana Desa diartikan sebagai dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui APBD dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat dan kemasyarakatan. Pada APBN 2019, pemerintah pusat mengalokasikan dana desa senilai Rp 630 miliar untuk seluruh desa di Bali. Nilai ini meningkat 18,65 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya Rp 531 miliar. Jika dibandingkan dengan besaran dana desa di tahun 2015, maka dana desa tahun ini mengalami kenaikan yang cukup fantastis yakni hampir 3 kali lipatnya dari sebelumnya yang hanya Rp 185 miliar. Jika dana desa Rp 630 miliar dan jumlah desa di Bali tercatat 636 desa maka secara ratarata masing-masing desa di Bali mendapatkan dana desa hampir Rp 1 miliar pada tahun 2019. Sejak awal dikucurkan pada tahun 2015 sampai dengan saat ini, total dana desa yang sudah digelontorkan pemerintah pusat untuk seluruh desa di Bali sebe-
sar Rp 2,3 triliun. Lantas setelah kurang lebih tiga tahun berjalan, apakah dana desa telah efektif membangun desa? Cara untuk mengukur efektivitas dana desa dapat dilihat melalui perbandingan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat sebelum dan sesudah dana desa dikucurkan. Indikator kesejahteraan yang akan digunakan antara lain jumlah desa tertinggal, angka kemiskinan desa, dan ketimpangan pendapatan antarpenduduk desa. Indikator jumlah desa tertinggal didapat dari data PODES yang dirilis oleh BPS. Pengategorian desa didasarkan pada IPD (Indeks Pembangunan Desa) yang mencakup beberapa indikator ekonomi maupun budaya. Hasil PODES mencatat bahwa pada tahun 2014 (sebelum dana desa dikucurkan) Bali memiliki 6 desa tertinggal, 530 desa berkembang, dan 100 desa maju. Sedangkan kondisi tahun 2018 (setelah dana desa dikucurkan), seluruh desa di Bali sudah bebas dari predikat “desa tertinggal”, yang tersisa hanyalah desa berkembang 460 desa dan desa maju 176 desa. Penurunan jumlah desa tertinggal selama kurun waktu empat tahun ini merupakan salah satu bukti dana desa telah digunakan efektif oleh desa untuk mengangkat derajat dari desa tertinggal menjadi desa berkembang dan desa maju. Sementara itu, dari sisi indikator kemiskinan, efektivitas dana desa dapat dilihat dari per-
Cara untuk mengukur efektivitas dana desa dapat dilihat melalui perbandingan pertumbuhan kesejahteraan masyarakat sebelum dan sesudah dana desa dikucurkan. Indikator kesejahteraan yang akan digunakan antara lain jumlah desa tertinggal, angka kemiskinan desa, dan ketimpangan pendapatan antarpenduduk desa. bandingan angka kemiskinan sebelum dan setelah dana desa dikucurkan. Angka kemiskinan yang digunakan adalah angka kemiskinan level pedesaan. Angka kemiskinan level pedesaan adalah angka yang menggambarkan jumlah penduduk yang pengeluarannya di bawah garis kemiskinan desa. Berdasarkan data BPS. jumlah penduduk miskin pedesaan di Bali pada tahun 2014 (sebelum adanya dana desa) sebanyak 86 ribu jiwa atau 5,39 persen. Angka ini menurun jika dibandingkan kondisi tahun 2018 atau kondisi setelah dana desa dikucurkan. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2018 hanya tersisa 69 ribu orang saja atau 5,08 persen. Hal ini membuktikan adanya keberhasilan/efektivitas penggunaan dana desa dalam menurunkan jumlah penduduk miskin 17 ribu jiwa selama kurun waktu empat tahun. Selain melalui indikator jumlah desa tertinggal dan kemiskinan, efektivitas dana desa juga dapat diukur melalui indikator ketimpangan, yaitu dengan rasio gini. Nilai rasio gini berkisar antara 0-1. Semakin tinggi
Melawan ’’Hoax’’ di Media Sosial KEBERADAAN media sosial saat ini seakan membawa kita pada situasi tanpa mengenal batas ruang dan waktu dalam berkomunikasi. Kita seakan merasakan kebebasan yang sebebas-bebasnya dalam berkomunikasi. Kondisi ini menjadikan sebuah pesan menjadi liar tak terkontrol sebab si-penyampai pesan tidak perlu lagi bertatap muka dengan penerima pesan yang dimaksudkannya. Situasi ini menjadi rumit ketika oknum-oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi dan berita bohong (hoax) demi kepentingan individu atau kelompok tertentu. Bahkan, tak sedikit yang bertujuan memecah belah bangsa. Kini, informasi atau berita yang dianggap benar tidak lagi mudah ditemukan. Survei Mastel (2017) mengungkapkan bahwa dari 1.146 responden, 44,3% di antaranya menerima berita hoax setiap hari dan 17,2% menerima lebih dari satu kali dalam sehari. Bahkan, media arus utama yang diandalkan sebagai media yang dapat dipercaya terkadang ikut terkontaminasi penyebaran hoax. Media arus utama juga menjadi saluran penyebaran informasi/berita hoax, masingmasing sebesar 1,20% (radio), 5% (media cetak), dan 8,70% (televisi). Hoax juga banyak beredar di masyarakat melalui media online. Penelitian yang dilakukan Mastel (2017) menyebutkan
Oleh Suwanto bahwa saluran yang banyak dipakai dalam penyebaran hoax adalah situs web, sebesar 34,90%, aplikasi chatting (Whatsapp, Line, Telegram) sebesar 62,80%, dan melalui media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dan Path) yang merupakan media terbanyak digunakan yaitu mencapai 92,40%. Sementara itu, data yang dipaparkan Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebut terdapat 800 ribu situs di Indonesia yang terindikasi sebagai penyebar hoax dan ujaran kebencian (Pratama, 2016). Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa kehadiran hoax sangat berbahaya dan berdampak buruk bagi berbagai aspek, seperti politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Penelitian Situngkir (2017) dengan judul “Spread of Hoax in Social Media”. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Twitter, yang merupakan layanan microblogging merupakan salah satu media efektif menyebarkan berita dari orang ke orang dalam kecepatan yang sebanding dengan media massa konvensional. Hoax memiliki cakupan populasi yang besar dalam lima sampai enam kali tweet, dan berpotensi lebih besar secara eksponensial, kecuali media konvensional menghentikan penyebaran hoax tersebut. Sementara itu, Allcott dan
Gentzkow (2017) juga melakukan penelitian berjudul “Social Media and Fake News in the 2016 Election”. Penelitian ini menyimpulkan bahwa platform media sosial seperti Facebook memiliki struktur yang sangat berbeda dari teknologi media sebelumnya (media mainstream). Konten di media sosial dapat disampaikan antara pengguna tanpa penyaringan pihak ketiga, pemeriksaan fakta, atau penilaian editorial. Rata-rata orang dewasa AS membaca dan mengingat urutan satu atau beberapa artikel berita palsu selama masa pemilihan, dengan keterpaparan yang lebih tinggi terhadap artikel pro-Trump daripada artikel pro-Clinton. Seberapa besar dampak hasil pemilihan ini bergantung pada efektivitas paparan hoax dalam mengubah cara orang memilih. Berdasarkan paparan berbagai kajian dan penelitian tersebut membuktikan penyebaran hoax demikian cepat dan meluas, lebih-lebih melalui media sosial. Oleh sebab itu, hal ini tidak boleh dibiarkan, perlu adanya upaya dan strategi di ruang virtual guna menangkal hoax. Untuk menangkal hoax memerlukan langkah nyata di dalam praktik pendidikan, mulai dari pendidikan keluarga, sekolah, sampai lingkungan
masyarakat. Keluarga sebagai pilar pendidikan awal memegang peranan vital menanamkan karakter anak. Orangtua harus bisa menjadi kontrol bagi anak-anaknya dalam penggunaan internet dan medsos. Kenalkan kepada mereka mana konten yang baik-baik dan informasi yang valid. Sementara pendidikan literasi di sekolah bisa dilakukan menggencarkan budaya literasi dan pembelajaran kritis. Masyarakat harus bisa menjadi kontrol dan filter informasi yang beredar. Bila ada situs atau oknum yang menebar hoax, harus segera dilaporkan. Setelah melihat sumber berita (website) dan jika telah dipastikan bahwa berita tersebut adalah hoax, dapat melacak siapa pemilik website tersebut dengan cara mencari IP Address atau cukup menuliskan nama situs web tersebut dalam who.is.net maupun domainbigdata.com misalnya, maka akan diketahui identitas yang cukup lengkap dari pemilik situs web penyebar hoax tersebut. Untuk mewujudkan itu semua tentu perlu adanya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat, harapannya siklus hidup berita hoax dapat dipotong, sehingga tidak menjalar ke mana-mana. Penulis merupakan Peneliti Multiple-Representation Learning di PPs Pend. Kimia UNY, Interdisciplinary Islamic Studies di Fak. Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, dan Culture Studies di UGM
nilai rasio gini menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi. Sebelum bergulirnya dana desa (September 2014), BPS mencatat rasio gini Bali di level pedesaan sebesar 0,337. Sedangkan setelah bergulirnya dana desa (September 2018), angka rasio gini menurun menjadi 0,310. Hal ini menunjukkan bahwa setelah dana desa bergulir, kesenjangan pendapatan masyarakat semakin berkurang. Dari sisi ketimpangan, program dana desa menunjukkan efektivitas yang lebih baik bila dibandingkan dengan sebelum program tersebut bergulir. Jadi, meskipun masih menuai kontroversi terhadap penggunaannya, dana desa terbukti efektif dalam mendongkrak tiga indikator kesejahteraan di Bali. Langkah selanjutnya adalah bagaimana pemerintah melakukan pengawasan dan transparansi yang lebih terhadap penggunaan dana desa ini. Selain itu, pemerintah daerah harus fokus terhadap peningkatan kapasitas aparat desa. Penulis, ASN di BPS Kabupaten Karangasem
POJOK Desa pakraman diminta lestarikan KB Bali. - Buat strategi selamatkan manusia Bali. *** Produksi pertanian organik Bali dibayangi logo dan sertifikat bodong. - Petani dan pedagang agar jujur. *** Dua ton ikan mati akibat semburan belerang di Danau Batur, petani ikan rugi ratusan juta rupiah. - Alam lagi berkarya.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Yudisium Ke-34 IKIP Saraswati Tabanan
Lulusan Tak Hanya Cerdas Intelektual, tetapi Juga Emosional IKIP Saraswati Tabanan menggelar Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke-34, Senin (15/7) kemarin. Untuk yudisium kali ini, dilepas 82 lulusan dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Pendidikan IPS dan Fakultas Pendidikan MIPA. Output yang dihasilkan IKIP Saraswati Tabanan setiap tahunnya selalu berkualitas. Ini bisa dilihat dari IPK yang tinggi untuk setiap fakultas. Selain cerdas secara intelektual, IKIP Saraswati Tabanan juga menghasilkan lulusan yang cerdas secara emosional. Ketua Panitia Yudisium dan Pelepasan Sarjana ke34 IKIP Saraswati Tabanan yang juga Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Dr. I Nyoman Suaka, M.Si. mengatakan, keberhasilan seseorang tidak hanya tergantung dari kecerdasan intelektualnya tetapi juga harus memiliki kecerdasan emosional. ‘’Bahkan tidak jarang orang dengan kecerdasan emosional lebih berhasil dengan orang yang cerdas secara intelektual,’’ ujarnya.
Untuk itu, agar para lulusan IKIP Saraswati Tabanan memiliki kecerdasan emosional selain kecerdasan intelektual, dalam kehidupan kampus mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan diskusi, mengikuti seminar, menjalani bakti sosial di tengah masyarakat sampai mengikuti workshop. ‘’Kecerdasan emosional ini mendorong mahasiswa untuk kreatif, inovatif, bisa bergaul dengan lingkungan serta kompetitif dalam mengikuti kemajuan,’’ ujarnya. Sementara itu, dalam Yudisium ke-34, diluluskan 82 mahasiswa yang terdiri dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni sebanyak 38 masingmasing dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 22 orang dan Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 16 orang. Fakultas Pendidikan IPS sebanyak 15 orang dengan rincian Jurusan Pendidikan Sejarah sebanyak 9 orang dan Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebanyak 6 orang. Fakultas Pendidikan MIPA sebanyak
29 orang dengan rincian Jurusan Pendidikan Biologi sebanyak 13 orang dan Jurusan Pendidikan Matematika sebanyak 16 orang. Lulusan terbaik untuk masing-masing Jurusan adalah untuk Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia terbaik pertama diraih Ni Nyoman Nurmayanti dengan IPK 3,60. Terbaik kedua diraih Ni Made Ayu Suriani dengan IPK 3,53 dan terbaik ketiga diraih Ni Made Ayu Mia Kumala Dewi dengan IPK 3,52. Untuk Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, terbaik pertama diraih Putu Dana Kartika dengan IPK 3,93, terbaik kedua I Nyoman Mertadana dengan IPK 3,76 dan terbaik ketiga Sang Made Citra Garyasa dengan IPK 3,74. Lulusan terbaik Jurusan Pendidikan Sejarah masingmasing terbaik satu diraih I Putu Semara Putra dengan IPK 3,20, terbaik kedua Marselinus Nomor dengan IPK 3,14 dan terbaik ketiga diraih Yuliana Astuti Jeharum dengan IPK 3,09. Lulusan terbaik Jurusan
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk tebaik pertama diraih Elsa Muliati Asut dengan IPK 3,50, terbaik kedua Aloysius Sutri Sensi dengan IPK 3,49 dan terbaik ketiga diraih Emeliana Kue dengan IPK 3,18. Lulusan terbaik Jurusan Pendidikan Matematika untuk terbaik pertama diraih Ni Nyoman Tri Anita Putri dengan IPK 3,79, terbaik kedua Ni Putu Sri Astuti dengan IPK 3,74 dan terbaik ketiga Ni Nengah Surya Eriani dengan IPK 3,70. Sementara lulusan terbaik Jurusan Pendidikan Biologi, terbaik pertama diraih Ni Putu Mas Adi Wiratni dengan IPK 3,92, terbaik kedua Ni Nyoman Tri Purnami dengan IPK 3,76 dan terbaik ketiga diraih Ni Putu Prima Swandewi dengan IPK 3,41. Pada tahun ajaran baru, kata Suaka, IKIP Saraswati masih membuka penerimaan mahasiswa baru gelombang II hingga Rabu (14/8) mendatang. Rencananya akan dibuka penerimaan mahasiswa baru gelombang III. (ad529)
YUDISIUM - Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Saraswati Tabanan Dr. I Nyoman Suaka, M.Si. (kiri) menyerahkan lulusan dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni secara simbolis kepada Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. pada Yudisium ke-34 IKIP Saraswati Tabanan.
Diduga Akibat Belum Disepakatinya KUA-PPAS
Rapat Paripurna Dewan Batal Digelar
Tabanan (Bali Post) -
Rapat paripurna DPRD Tabanan dengan dua agenda yakni penetapan lima Ranperda serta penetapan kesepakatan KUA-PPAS tahun 2020 yang dijadwalkan digelar, Senin (15/7) siang, dibatalkan. Eksekutif yang sudah datang serta anggota dewan pun meninggalkan gedung dewan.
Bali Post/bit
BATAL - Meski sudah dilakukan sejumlah persiapan, rapat paripurna DPRD Tabanan yang dijadwalkan Senin (15/7) kemarin, batal digelar.
Dinas PUPRPKP Uruk Jalan Berlubang di Banjar Kikian
Tabanan (Bali Post) Aksi tanam pohon pisang dan kelapa yang dilakukan warga di Banjar Kikian Desa Pupuan Sawah Kecamatan Selemadeg, akhirnya direspons instansi terkait. Setelah melakukan pengecekan ke lokasi, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), Senin (15/7) kemarin langsung melakukan pengurukan jalan berlubang dengan limestone. Pasca-aksi tanam pohon pisang tersebut viral di media sosial, petugas Dinas PUPRPKP Tabanan mengira lokasi tersebut berstatus jalan desa. Namun setelah dicek ulang, jalan rusak tersebut berstatus jalan kabupaten. ‘’Sementara kami uruk dengan limestone agar tidak membahayakan pengguna jalan, karena posisi lubang pas di jalur tanjakan,’’ beber Kabid Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Wayan Partana. Dikatakannya, jalur tersebut sebenarnya sudah tiga kali diusulkan diperbai, termasuk tahun ini. Bahkan proposal usulan perbaikan sudah ada, namun belum masuk karena anggaran
terbatas sehingga akan diusulkan kembali di APBD Perubahan 2019. ‘’Mudah-mudahan bisa terwujud,’’ ucapnya. Sementara itu, Camat Selemadeg I Gede Putu Wirawan mengatakan, jalur tersebut memang jalur kabupaten yang menghubungkan antardesa. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP dan sudah direspons dengan menguruk jalur tersebut menggunakan limestone. Seperti diberitakan sebelumnya, di tengah keterbatasan anggaran daerah, penanganan infrastruktur khususnya perbaikan jalan dilakukan dengan penerapan skala prioritas. Sebagian warga pun bahkan sudah cukup lama menunggu untuk mendapatkan giliran jalan rusak diwilayah mereka mendapatkan penanganan dari dinas terkait. Namun karena sudah sekian lama tidak juga terealisasi, warga Banjar Kikian pun kesal dan melakukan aksi menanam pohon pisang dan kelapa di jalan yang rusak. Aksi kekecewaan masyarakat ini bahkan sempat viral di media sosial. (kmb28)
Terkait pembatalan tersebut, Sekretaris DPRD Tabanan I Made Sugiarta mengatakan, rapat paripurna ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hanya saja dirinya tidak menjelaskan secara pasti alasan penundaan atau pembatalan tersebut. Sementara itu, dari infor-
masi yang beredar, batalnya rapat paripurna tersebut bukan karena tidak kuorum atau penyebab lain. Namun ada dugaan dewan belum sepakat dengan draft KUA-PPAS yang sejatinya telah dibahas dalam rapat kerja pada Jumat (12/7) lalu antara dewan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah
(TAPD). Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi ketika dikonfirmasi hanya menjawab pembatalan karena perlu adanya penyelarasan sebelum ada kesepakatan. Dia pun meminta TAPD agar melaksanakan rapat internal terlebih dahulu. ‘’Saya minta TAPD rapat
internal dulu agar mampu merespons dan menjawab apa yang menjadi usulan dewan,’’ terangnya. Senin kemarin rencannya digelar dua rapat paripurna. Rapat paripurna pertama beragendakan menetapkan lima buah ranperda menjadi perda yang dijadwalkan pukul 12.00 Wita. Sementara rapat paripurna kedua dijadwalkan digelar pukul 13.00 Wita untuk penetapan KUA-PPAS tahun anggaran 2020. (kmb28)
Padi Diserang Hama
Petani Penebel dan Baturiti Ajukan Klaim AUTP
Bali Post/bit
PETANI - Aktivitas para petani di Kabupaten Tabanan. Sebagai daerah lumbung padi, petani kerap berurusan dengan serangan hama.
Tabanan (Bali Post) Sebagian petani di wilayah Kecamatan Penebel dan Baturiti dibuat resah dengan serangan tikus dan tungro. Para petani di dua kecamatan pun banyak mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) agar kerugian tidak terlalu besar. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, laporan klaim AUTP mencapai 48,37 hektar. Rinciannya, sebanyak 14,77 hektar laporan klaim baru, 7,35 hektar klaim masih diproses dan 26,25 hektar klaim sudah dibayarkan. ‘’Per hektar mereka mendapatkan klaim sebesar Rp 6 juta. Jadi, kalau ditotal untuk pembayaran klaim oleh PT Jasindo selaku pihak asuransi sebesar Rp 290 juta lebih,’’ beber Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Senin (15/7) kemarin. Petani di Kabupaten Tabanan yang lahan sawahnya terkena serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dikatakannya masih bisa
tenang, karena mereka telah mengikuti program asuransi pertanian. Kerugian petani dapat diklaim pembayarannya dari PT Jasindo. Hanya saja, dari target luasan 10 hektar untuk program AUTP ini, baru 1.100 hektar yang terdaftar. Tahun ini sebelum masa tanam pada April lalu, sejumlah petani di kecamatan Penebel dengan luasan 400 hektar sudah terbiasa ikut asuransi dan sudah mendaftarkan AUTP tanpa ada pembiayaan dari APBD. Sedangkan 700 hektar sisanya sudah masuk daftar untuk subsidi dari APBD. ‘’Dengan asumsi rata-rata kepemilikan luas lahan petani di Kabupaten Tabanan seluas 0,3 hektar, artinya ada 1.200 petani yang telah mengikuti program pemerintah pusat ini,’’ terangnya. Wiadnyana menerangkan, pihaknya akan terus menggugah minat petani untuk ikut program AUTP. Karena, ada sebagian petani yang dikatakannya tidak tahu informasi ini dan ada pula kemungkinan petani memang tidak berminat.
‘’Bukan berarti dinas kurang sosialisasi. Sudah hampir tiga tahun sosialisasi ke Pekaseh, sekarang sistem roadshow mengundang Pekaseh serta Perbekel dengan harapan mampu menyampaikan ke kadus dan diteruskan ke petani,’’ ucapnya. Seperti diketahui, AUTP yang merupakan program pemerintah pusat ini memberikan subsidi dengan besaran Rp 180 ribu per hektar. Sebanyak 80 persen disubsidi oleh pemerintah pusat, dan 20 persen dari APBD, dengan target awal untuk luasan 10 ribu hektar. Program inipun sudah dibagi per kecamatan secara porprosional sesuai dengan jumlah lahan sawah. Program ini berlaku untuk penanaman padi pada periode April sampai November 2019, karena Januari sampai April masih menyiapkan administrasi. Tetapi jika ada penanaman di bulan Desember, petani masih boleh mengajukan mendahului pada November, dengan catatan dipastikan pada Desember sudah tanam. (kmb28)
Hanya Dapat Empat Siswa, SMP Saraswati Tabanan Pasrah Tabanan (Bali Post) Antusiasme calon siswa bersekolah di SMP negeri di Tabanan sangat tinggi. Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan pun harus membuat kebijakan penambahan rombel dan pengisian tiap kelas dari yang sebelumnya sesuai juknis berisi 32 siswa, kini menjadi 40 siswa. Namun, kebijakan tersebut justru menjadi hantaman bagi sekolah swasta. SMP Saraswati Tabanan, misalnya, berharap dengan adanya jalur prestasi dan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di sekolah negeri, mereka akan mendapatkan siswa dari mereka yang gagal diterima di sekolah negeri. Sayangnya pada kenyataannya SMP Saraswati Tabanan justru hanya diminati lima siswa. Bahkan dari lima siswa itu, hanya empat siswa yang daftar ulang.
‘’Hanya empat siswa. Itu pun kami akan berkoordinasi dengan pihak yayasan apakah akan terus berlanjut atau bagaimana, kalau semisal memang dilanjutkan. Meski hanya empat siswa, kami siap memberikan pendidikan maksimal. Namun kalau tidak, terpaksa kami kembalikan ke Dinas Pendidikan. Ke mana mereka nanti diarahkan, itu tergantung keputusan yayasan nanti,’’ terang Kepala SMP Saraswati Tabanan Ir. Ayu Arya Semerthi didampingi Wakasek Desak Gede Sri Utami Dewi, Senin (15/7) kemarin. Di sisi lain, mereka mengaku kecewa terhadap kebijakan yang diambil oleh Dinas Pendidikan selaku leading sector terkait penambahan rombel dan pengisian kelas pada PPDB kali ini. ‘’Pastinya komitmen sudah dilanggar. Jika benar sistem dilakukan sesuai juknis dan kami
tidak terima murid, tentu kami terima legowo. Tetapi ini karena di sekolah negeri terus dibuka, kami di swasta seperti diberi harapan palsu,’’ ucapnya. Apalagi pada beberapa kali pertemuan kepala sekolah yang digelar, terus disampaikan bahwa pihak sekolah berkomitmen menjalankan juknis. ‘’Kenyataannya berbeda. Bahkan Dinas Pendidikan berdalih, penambahan rombel dan pengisian kelas itu atas dasar aspirasi masyarakat, lalu kami bukan dianggap masyarakat,’’ ucapnya. Terkait dengan PPDB, sesuai juknis, SMP Saraswati Tabanan memiliki 10 rombel yang siap menampung calon siswa. Bahkan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah juga sudah sempat dipantau langsung oleh Dinas Pendidikan. ‘’Kalaupun hanya dapat tiga atau empat kelas, kami
bisa mendidik mereka dengan baik. Bahkan belum lama ini siswa kami juga berprestasi di OSN,’’ tegasnya. Sementara itu, empat siswa yang terdaftar di SMP Saraswati Tabanan tengah menunggu kepastian akan kelanjutan pendidikan mereka. Ada di antaranya mengaku memilih melanjutkan pendidikan ke SMP swasta lantaran jarak yang dekat dengan rumah. Ada pula yang mengikuti jejak kakaknya yang menjadi alumni di sekolah swasta pertama di Tabanan tersebut. (kmb28) SMP - Kepala SMP Saraswati Tabanan Ir. Ayu Arya Semerthi (kiri) saat berbincang santai dengan empat calon siswa, Senin (15/7) kemarin.
Bali Post/bit
BULELENG
8
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Desa Pakraman Diminta Lestarikan KB Bali Singaraja (Bali Post) – Desa pakraman di Buleleng diminta berpartisipasi aktif dalam melakukan pelestarian adat dan budaya Bali. Salah satunya adalah melakukan program Keluarga Berencana (KB) dengan empat anak. Dahulu di kalangan warga istilah ini dikenal dengan sebutan KB Bali. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. di hadapan ratusan krama Desa Pakraman Sumberkima dan krama Subak Sumber Sari, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Senin (15/7) kemarin. Wabup Sutjidra mengatakan, KB empat anak itu bukanlah sebuah larangan. Hanya, perlu perencanaan yang baik dengan mengatur jarak lahir anak. Sehingga setiap anak bisa terpenuhi kecukupan gizi, kesehatan, serta pendidikannya saat usia sekolah. “Ini perlu disosialisasikan kepada krama semua, agar Ketut itu tidak punah, sekarang saja nama Nyoman sudah mulai langka, apalagi Ketut,” katanya. Selain menyerukan KB empat anak, Sutjidra juga menyoroti pernikahan dini di kalangan generasi muda, khususnya anak perempuan. Harusnya, remaja putri yang
berusia di bawah 20 tahun se b a iknya t idak m engalami kehamilan. Karena, pada usia tersebut organ reproduksi wanita belum matang secara sempurna. Usia terbaik bagi kehamilan adalah antara 20-35 tahun, atau yang lebih dikenal sebagai usia produktif. Untuk itu, para orangtua diminta agar memberikan pemahaman yang baik bagi putraputrinya, sehingga tidak mengalami pernikahan dini. “Bila terjadi pembuahan, di dalam itu (rahim) pasti tidak sempurna juga. Akibatnya, pertumbuhan janin dalam kandungan juga tidak akan sempurna,” jelasnya. Dalam melestarikan adat dan budaya, Sutjidra juga menekankan pentingnya membangun sumber daya manusia orang Bali, sebagai pelaku adat dan budaya itu sendiri. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan instruksi Presiden Jokowi yang menyatakan bahwa generasi muda saat ini harus memiliki SDM yang berkualitas sebagai modal dalam membangun bangsa. “Semua harus direncanakan. Mulai dari sebelum menikah, pada saat hamil, sampai dengan melahirkan, dan ketika anak menjadi balita. Itu harus terus mendapat perhatian yang baik,” katanya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TINDAK LANJUT - Badan Anggaran mengingatkan pemerintah menindaklanjuti LHP BPK terhadap pelaksanaan APBD Buleleng tahun 2018.
Pemkab Tindak Lanjuti Temuan LHP BPK APBD 2018
Singaraja (Bali Post) – Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap APBD Buleleng tahun 2018 telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Ada lima poin temuan dalam LHP itu yang telah ditindaklanjuti sebelum deadline (batas akhir) 60 hari sejak LHP diterima.
dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG.
Bali Post/kmb38
SOSOK Pengembangan Ecotourism PENGEMBANGAN pariwisata di Desa Munduk Kecamatan Banjar terus dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Ketua Pokdarwis Desa Munduk yang juga Ketua Forum Komunikasi Desa Wisata Buleleng Nyoman Sutarya menjelaskan, Munduk memiliki potensi wisata alam mulai air terjun hingga danau. Munduk juga sudah menjadi salah satu desa wisata dari 32 desa wisata di Buleleng. Sejauh ini, potensi wisata sudah dikelola dengan baik. Bahkan, kunjungan wisatawan ke desa ini sekitar 13 ribu orang per tahun. Meski demikian, dia menilai masih cukup banyak potensi yang belum digarap maksimal, contohnya kawasan Danau Tamblingan. “Saya ingin Tamblingan dikelola warga lokal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya di sela-sela Bali Bersih Touring and Fun di kawasan Danau Tamblingan, Minggu (14/7) lalu. Pihaknya merencanakan pengembangan ecotourism di kawasan Tamblingan. Kelestarian alam menjadi syarat mutlak untuk mewujudkannya. Maka pihaknya merencanakan pengembangan kawasan harus memerhatikan kondisi alam. “Camping boleh, tapi jangan dekat Pura Gubug. Mobil jangan sampai masuk kawasan Danau Tamblingan. Kita siapkan transportasi khusus. Intinya, 300 hektar lahan sekitar Tamblingan hanya untuk ecotourism. Saya ingin agar 30 persennya untuk hutan, 10 persen greenbelt berupa tanaman kopi, dan 60 persen untuk nature park misalnya untuk camping,” jelasnya. Lebih lanjut Sutarya mengatakan, pengembangan ecotourism sangat penting dilakukan. Selain demi meningkatkan ekonomi masyarakat, ini juga terkait pelestarian lingkungan. Jangan sampai alam Tamblingan rusak oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. “Sebagai wujud nyata peduli lingkungan, kita juga memiliki program Munduk Bersih Sehat Melaju (MBSM). Tiap Jumat selama tiga tahun terakhir, kita ajak anak muda dan asosiasi pariwisata untuk membersihkan kawasan Tamblingan dari sampah,” ujarnya. (ded)
Tindak lanjut dan rencana aksi untuk memperbaiki temuan itu dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Buleleng di ruang gabungan komisi, Senin (15/7) kemarin. Rapat tersebut dipimpin Ketua Banggar DPRD Gede Supriatna bersama anggotanya. Sedangkan eksekutif dipimpin Asisten Administrasi Umum Gede Suyasa didampingi Kepala Inspektorat Daerah Putu Yasa, dan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Bagus Gede Brata. Ditemui usai rapat, Gede Suyasa mengatakan, sesuai mekanisme setelah menerima LHP pemerintah diberikan batas waktu 60 hari untuk menindaklanjuti temuan itu dan melakukan rencana aksi (program -red). Batas akhir tindak lanjut itu genap 60 hari pada Selasa (16/7) ini. Terhadap hal itu, rencana aksi sudah dilaku-
kan untuk menindaklanjuti dua temuan LHP BPK yang dijabarkan menjadi lima poin temuan. “Besok (Selasa ini) adalah hari terakhir kita menindaklanjuti LHP BPK. Pemerintah sudah menindaklanjuti temuan itu dan menyusun rencana aksi seperti yang diwajibkan,” katanya. Ditambahkan, Banggar DPRD berwenang memastikan, sehingga dalam rapat itu diampaikan bahwa sebelum batas akhir 60 hari, eksekutif sudah menindaklanjutinya. Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng ini, dua temuan dalam LHP BPK itu ada terkait pungutan pajak. Dalam sektor ini, pemerintah belum memungut pajak karena objek pajak bersangkutan belum tercatat sebagai Nomor
Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). Terhadap temuan ini, mulai Agustus 2019, pemerintah memutakhirkan data objek pajak. Rencana aksi ini dijalankan dengan menyempurnakan aplikasi Sistem Manajemen Informasi Objek Pajak. Pemerintah melacak kepastian dokumen pajak berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Nantinya, setiap NIK itu akan diketahui warga yang memiliki SPPT lebih dari satu atau bahkan belum tercatat sebagai wajib pajak. “Pemerintah memutakhirkan kembali data wajib pajak dengan aplikasi. Dan memang baru tiga tahun terakhir ini memakai aplikasi sehingga masih ada yang belum tercatat, sehingga Agustus 2019 ini akan dimutakhirkan kembali,” katanya. Rencana aksi lainnya adalah, Badan Keuangan
Daerah (BKD) diberikan kewenangan melakukan pengawasan pajak. Selain itu, pemerintah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) dan Standar Operasional Prosedur (SOP) terhadap tim teknis lapangan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPPSP) dalam melakukan pemantauan perizinan hotel restoran, dan unit usaha lain. “Selama ini, pemerintah tidak mengatur dan sekarang sudah dibuatkan regulasi dan ditambahkan SOP dalam pemantauan. Sehingga setiap objek pajak yang sudah mengantongi izin, langsung ditindaklanjuti untuk memproses NPWPD, sebagai dasar pungutan pajak oleh pemerintah,” jelasnya. Sementara untuk poin temuan keterlambatan pertanggungjawaban dana hibah, Suyasa menyebut hal itu juga sudah ditindaklanjuti. Pertanggungjawaban ini memang sebelumnya diselesai-
Singaraja (Bali Post) – Warga di Dusun Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Senin (15/7) kemarin, dikejutkan dengan terbakarnya rumah permanen yang juga dijadikan toko. Rumah yang juga dijadikan tempat berjualan dengan tiga lantai itu diketahui milik Jro Nengah Miardi (75). Saat kejadian, bangunan permanen itu sedang kosong karena pemiliknya menghadiri upacara agama di rumah kerabatnya di Kota
Singaraja. Informasi yang dikumpulkan di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangganya sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, warga melihat kepulan asap dari dalam ruangan kamar. Asap semakin menebal dan tidak berselang lama muncul api membubung tinggi membakar bangunan rumah. Api dengan cepat merembet membakar perlengkapan rumah tangga dan barang dagangan milik korban. Up-
aya menyelamatkan barangbarang berharga gagal dilakukan karena api semakin besar. Apalagi, di dalam toko terdapat tabung elpiji yang dijual korban. Untuk memadamkan api, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng mener junkan tiga unit mobil pemadam. Petugas dan warga berusaha memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.00 Wita. Pemadaman yang berlangsung sekitar dua jam itu karena
banyak barang yang mudah terbakar, sehingga api cepat membakar seisi bangunan. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, hasil penyelidikan awal diketahui kebakaran terjadi ketika pemilik rumah Jro Nengah Miardi tidak ada di tempat. Pemilik rumah saat itu menghadiri upacara agama kerabatnya di Kota Singaraja. Korban meninggalkan rumahnya sekitar
kan setelah tanggal 10 Januari 2018 lalu, sehingga dianggap terlambat. Ke depan ini akan diketatkan dengan tertib administrasi keuangan tepat waktu. “Secaraa umum sudah ditindaklanjuti semua dan besok (hari ini, red) kita akan serahkan sebagai komitmen pemerintah dalam memenuhi perintah BPK,” jelasnya. Ketua Banggar Gede Supriatna mengapresiasi keseriusan pemerintah telah menindaklanjuti LHP BPK. Pihaknya terus mengingatkan agar pemerintah menindaklanjuti poin temuan LHP BPK, sehingga predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam pelaksanaan APBD dapat dipertahankan. Supriatna mendorong pemerintah berupaya agar pelaksanaan APBD tanpa catatan. “Tadi sudah dibahas dan pemerintah sudah menindaklanjuti temuan LHP itu dan kami mendorong tahun berikutnya, catatan dalam LHP ini terus dikurangi dan kalau bisa tanpa catatan,” katanya. (kmb38)
Rumah Jro Nengah Miardi Terbakar pukul 08.00 Wita. Sekitar pukul 13.30 Wita, tetangganya menemukan percikan api di salah satu ruang kamar rumah korban. Tidak berselang lama, percikan api membasar hingga membakar seisi rumah. Untuk mengetahui penyebab kebakaran itu, polisi masih mengumpulkan keterangan korban dan saksi lain. Dalam insiden itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TERBAKAR – Rumah yang sekaligus dijadikan toko milik Jro Nengah Miardi, warga Dusun Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada terbakar Senin (15/7) kemarin.
GIANYAR
Selasa Paing, 16 Juli 2019
9
Siswa Baru Diajak ”Mareresik” ke Pura Gianyar (Bali Post) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk siswa baru di SMA/SMK negeri di Gianyar mulai dilaksanakan, Selasa (16/7) hari ini. Di SMKN 1 Gianyar misalnya, selain pengenalan lingkungan sekolah, para siswa juga diajak memerangi sampah melalui aksi mareresik di Pura Silayukti, Karangasem. Kepala SMKN 1 Gianyar Dewa Putu Alit mengatakan hal itu, Senin (15/7) kemarin. Menurut Alit, 323 siswa baru akan mengikuti MPLS di sekolah tersebut selama tiga hari, mulai Selasa (16/7) hari ini. Sementara Senin kemarin, mereka baru mengikuti tahap persiapan. “Kemaren mereka baru tahap persiapan,” ujar pria yang juga Ketua Musyawarah
Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Gianyar ini. Alit mengatakan, di akhir kegiatan MPLS pada Jumat (19/7) mendatang, para siswa akan diajak mengikuti aksi mareresik di Pura Silayukti, Karangasem. Dikatakan, kegiatan ini merupakan implementasi dari Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik. “Di samping menjaga kebersihan lingkungan, kita ajarkan siswa terkait pengabdian ke masyarakat,” katanya. Selama proses MPLS, kata Alit siswa baru lebih banyak mendapatkan materi di dalam kelas. Meliputi kesadaran berbangsa dan bernegara, wawasan wiyata mandala, pengenalan kurikulum, kepramukaan, cara belajar efek-
tif, pembinaan mental, serta sosialisasi program keahlian dan tata krama pendidikan karakter. Ia memastikan selama proses MPLS di SMKN 1 Gianyar tidak ada perploncoan. Peran OSIS hanya mengisi waktu jeda dengan permainan riang gembira. “Tidak ada perploncoan. Kami para guru juga senantiasa melakukan pengawasan,” tegasnya. Alit menegaskan, kegiatan fisik di lapangan berupa pelatihan baris-berbaris. Ditekankan, pelaksanaan kegiatan ini sebagai bagian dari pelatihan disiplin siswa. ”Ini untuk pelatihan kedisiplinan. Apalagi kita punya eskul Paskibraka, jadi sekaligus untuk menjaring sejak awal potensi siswa,” katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan menunjukkan para tersangka kasus pencurian dengan barang bukti sepeda motor.
Operasi Pekat Agung
Bali Post/kmb35
MPLS - Sejumlah siswa baru di SMKN 1 Gianyar mengikuti persiapan MPLS, Senin (15/7) kemarin.
Perajin Gerabah di Desa Pering
Hanya Bekerja Saat Ada Pesanan DESA Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar dulu terkenal sebagai daerah pembuat kerajinan gerabah. Namun kini jumlah perajin makin berkurang. Tingkat produksinya juga turun drastis karena minimnya permintaan. Pemerintah diharapkan bisa mengambil langkah jitu untuk menggeliatkan kembali kerajinan gerabah di desa setempat. Salah satu perajin gerabah, Ni Wayan Doble, mengaku hanya bekerja membuat gerabah saat ada pesanan. Ukuran dan jenis gerabah yang dibuat juga harus menyesuaikan dengan pesanan. “Biasanya menerima order dari krama yang sedang melangsungkan upacara, karena saya hanya membuat gerabah yang digunakan sebagai tempat menanam orti (sarana upacara - red),” kata Doble, belum lama ini. Untuk membuat gerabah, ia hanya bermodal tanah liat. Satu truk tanah untuk bahan gerabah dibeli seharga Rp 400 ribu. “Biasanya beli dari tempat orang yang mengeruk tanah. Sekali beli dua truk dan bisa digunakan sampai dua tahun,” katanya. Menurut Doble, sehari ia memerlukan sekitar tiga karung tanah untuk membuat gerabah. Jumlah itu digunakan untuk membuat dua gerabah ukuran
besar. Doble mengaku dalam sehari hanya mampu membuat dua buah gerabah. “Sehari bisa membuat dua gerabah saja yang prosesnya sudah sampai pembakaran,” katanya. Doble memaparkan, proses pembuatan gerabah cukup panjang. Yakni, dimulai dari mencampur tanah dengan air, membentuk, dan mengeringkan, selanjutnya baru dibakar menggunakan jerami kering agar warnanya kelihatan merah dan kokoh. “Satu gerabah berukuran besar saya jual seharga Rp 125 ribu. Ketika langganan mengambil delapan gerabah,
saya berikan Rp 1 juta,” jelas perempuan berusia 49 tahun tersebut. Menurut Doble, kendala dalam mengerjakan kendi berbahan tanah liat tersebut adalah ketika hujan turun. Karena dalam proses pengerjaan, setelah dibentuk harus dijemur terlebih dahulu supaya kering sedikit baru dihaluskan. Setelah itu baru memasuki proses pembakaran. “Kalau tidak ada hujan, proses pembakarannya sejam saja sudah selesai. Setelah selesai, saya diamkan di rumah tinggal menunggu pembeli atau pemesan,” ujarnya. (nik)
Bali Post/nik
GERABAH - Perajin gerabah, Ni Wayan Doble sedang mengerjakan pesanan pelanggannya di Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh.
Polisi Amankan Sembilan Tersangka
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar mengamankan sembilan orang tersangka kasus pencurian. Mereka ditangkap serangkaian Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Agung 2019 yang berlangsung sejak 27 Juni hingga 12 Juli 2019. Para tersangka ini seluruhnya merupakan pelaku pencurian. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan mengatakan, sembilan tersangka ini sebagian besar ditangkap oleh jajaran Polsek Ubud. Rinciannya, lima tersangka ditangkap oleh Polsek Ubud, Polsek Sukawati satu tersangka, dan Polsek Tegallalang dengan satu tersangka ditambah dua tersangka diamankan oleh Tim Buser Reskrim Polres Gianyar. “Selama pelaksanaan operasi, Polres Gianyar mengungkap 11 laporan polisi dengan sembilan tersangka,” kata Denni Sep-
tiawan, Senin (15/7) kemarin. Berdasarkan penangkapan itu, kata Denni Septiawan, jajaran Polres Gianyar mengamankan sejumlah barang bukti, seperti sembilan unit sepeda motor serta beberapa peralatan elektronik seperti TV. “Kami mengamankan sepeda motor, HP, TV dan modem sebagai barang bukti hasil curian,” katanya. Menurut Denni Septiawan, sembilan tersangka merupakan pelaku dalam kasus curat, curas dan curanmor yang be-
berapa kali beraksi di wilayah Gianyar. Seperti Nofikyansah alias Nofy yang ditangkap oleh jajaran Polsek Ubud, ia sudah beberapa kali beraksi di Gianyar. “Tersangka ini beraksi dengan modus kunci nyantol,” katanya. Tersangka asal NTB itu diamankan dengan lima unit sepeda motor hasil curian di wilayah Gianyar. Pelaku yang diamankan oleh jajaran Polsek Ubud ini juga merupakan residivis spesialis kasus curanmor. “Ia spesialis kasus curan-
mor. Keterangan pelaku ini masih kami lakukan pengembangan, karena ada dugaan dia juga beraksi di luar Kabupaten Gianyar,” katanya. Saat proses pengembangan, kata Denni Septiawan pelaku Nofy sempat berupaya kabur sehingga polisi melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak kaki kanan pelaku. “Kaki kanannya ditembak sebagai tindakan tegas terukur, karena saat pengembangan dia mencoba kabur,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati dikejutkan dengan penemuan mayat di saluran irigasi di areal Subak Nyalungan, Senin (15/7) kemarin. Di lokasi tersebut korban I Wayan Tanggu ditemukan tewas dalam posisi tengkurap. Dugaan sementara, korban meninggal karena kelelahan. Korban berusia 70 tahun ini pertama kali ditemukan oleh rekannya yang juga sesama petani, Senin kemarin sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu petani tersebut bermaksud mengecek perairan subak, namun tanpa diduga melihat korban dalam posisi tengkurap. Kasat Reskrim Polsek Su-
kawati I Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan, berdasarkan pengakuan anak korban, sehari sebelum ditemukan meninggal korban sempat mengeluh tidak enak badan. “Menurut keterangan anak korban, orangtuanya sempat mengaku tidak enak badan,” ujarnya. Jaya Winangun menambahkan, keesokan harinya tepatnya Senin (15/7) sekitar pukul 07.00 Wita, korban berpamitan untuk pergi ke sawah. Namun, pada pukul 08.00 Wita didapatkan informasi oleh anak korban bahwa I Wayan Tanggu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. “Setelah ditemukan, saksi langsung menghubungi kadus,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas I Sukawati, kata Jaya Winangun tidak ditemukan tandatanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban. Namun ada lukaluka di bagian kelopak mata, hidung, serta mulut korban,” ujarnya.
Menurut Jaya Winangun, pihak keluarga sudah menerima kematian korban dengan ikhlas. Jenazah korban langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. “Pihak keluarga sudah mengikhlaskan, ini sebagai musibah,” katanya. (kmb35)
masalah kesejahteraan sosial dan kemiskinan di Kabupaten Gianyar. “Karena memiliki visi misi yang sama di antara keduanya, upaya penanganan masalah kesejahteraan sosial dan kemiskinan ke depan, adanya keterpaduan dan sinergitas di antara kedua pelaku penyelenggara kesejahteraan social,” jelasnya. Acara pengukuhan berdasarkan Keputusan Bupati Gianyar sebagai tindak lanjut dari Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, PP Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial, dan Peraturan Menteri Sosial tentang Pekerja Sosial Masyarakat dan Pedoman Dasar Karang Taruna. Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra seusai mengukuhkan menegaskan, keberadaan organisasi karang taruna bersama dengan pilarpilar sosial lainnya, selama ini telah menjadi mitra kerja dari Pemkab Gianyar dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesejahteraan sosial. “Saat ini adik-adik karang taruna harus merasa bersyukur sudah ada wadah organisasi karang taruna untuk bagaimana kita bisa mengaktualisasikan diri kita, mencari indentitas diri,” katanya. Bupati Mahayastra mencontohkan dirinya, dulu mungkin
hanya bisa sampai pada tingkatan sekaa teruna di tingkat banjar. Sekitar tahun 1990, dirinya sempat juga merasakan bagaimana menjadi ketua muda-mudi di banjar. Di sanalah tempat menimba ilmu, dan belajar berorganisasi, namun sekarang sudah bisa di tingkat kabupaten. “Saat ini adik-adik harus bisa bersyukur sudah ada karang taruna hingga ke tingkat kabupaten. Dulu sekitar tahun 1990-an saya juga sempat menjadi ketua sekaa teruna atau lebih dikenal dengan muda-mudi. Di sanalah tempat saya belajar berorganisasi,” katanya. Bupati Mahayastra menambahkan, lewat organisasi karang taruna, generasi muda dapat bergaul, berorganisasi berkomunikasi dengan sesama anggota karang taruna serta bisa memahami kondisi yang terjadi saat ini. Begitu pula halnya dengan pekerja sosial masyarakat, Bupati Mahayastra berharap bagi yang dilantik saat ini dapat melaksanakan amanah tugastugas pengabdian yang diberikan dengan sebaik-baiknya. “Hidup adalah perjuangan. Perjuangan itu kita tidak tahu ujungnya ada di mana. Namun di manapun ujungnya berada, kalau kita bisa secara sungguh-sungguh dan disiplin nantinya kita bisa menikmati hasilnya kemudian hari,” tegasnya. (ad568)
Petani Tewas di Saluran Irigasi
Bupati Mahayastra Lantik Pengurus Karang Taruna dan IPSM Kabupaten Gianyar Periode 2019-2024 BUPATI Gianyar Made Mahayastra mengukuhkan I Made Suantara sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Gianyar dan I Made Swarka sebagai Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Gianyar periode 20192024 di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Senin (15/7) kemarin. Seperti diketahui, karang taruna memiliki tujuan untuk memberikan pembinaan dan
pemberdayaan para generasi muda sehingga memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan sosial. Seperti ditegaskan Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha, karang taruna merupakan wadah bagi para generasi muda untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang keorganisasian, ekonomi, olahraga maupun seni budaya. Karang taruna sangat efektif
dalam membentuk mental dan karakter generasi muda agar berkepribadian tangguh, memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggi. Watha menambahkan, pengukuhan pengurus karang taruna dan pengurus IPSM Kabupaten Gianyar dan Majelis Pertimbangan Pekerja Sosial Masyarakat dijadikan satu, karena adanya persamaan visi dan misi di antara keduanya dalam upaya penanganan
MELANTIK - Bupati Gianyar Made Mahayastra saat melantik pengurus Karang Taruna dan IPSM Kabupaten Gianyar periode 2019-2024, Senin (15/7) kemarin.
JEMBRANA
10
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Disinyalir Masih Ada Menara Belum Berizin Negara (Bali Post) –
Dinas Penanaman Modal, Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana belakangan melakukan pendataan serta pengecekan sejumlah menara seluler yang tersebar di Jembrana. Teranyar beberapa waktu lalu, tim dari Perizinan turun di sejumlah titik di Kecamatan Melaya. Pendataan ini guna memastikan jumlah menara seluler yang sudah beroperasi dan dipastikan memiliki izin. Pasalnya, selama ini disinyalir masih ada menara bodong tak berizin yang belum terdata di Perizianan. Bahkan beberapa di antaranya muncul laporan dari pihak penyanding yang mengeluhkan adanya menara yang sudah beroperasi. Seperti yang terjadi di salah satu menara di desa pesisir, Kecamatan Jembrana. Menara terpadu ini meski sudah beroperasi, ternyata masih menyisakan permasalahan dengan pihak penyanding. “Tidak sesuai janji sebelumnya di tanah kami. Menara itu sudah beroperasi, tetapi janji kepada penyanding belum dipenuhi meski sudah lewat setahun,” ujar salah seorang warga ditemui belum lama ini. Belum diketahui pasti, apakah menara yang sudah beroperasi hampir setahun itu
sudah berizin resmi dari pemerintah daerah belum. Permasalahan lain, disinyalir ada sejumlah menara yang dipasang namun belum berizin. Pihak vendor penyedia menara terbiasa mendirikan menara sebelum izin komplit turun. Meskipun ada komplain dari masyarakat sekitar, tetap melanjutkan membangun. Kepala Dinas PMPTSPTK Jembrana I Komang Suparta dikonfirmasi terkait menara beberapa waktu lalu mengatakan, pengecekan yang dilakukan tim ini merupakan kegiatan rutin dan salah satu tujuannya untuk pendataan. Terkait jumlahnya, pihaknya belum mengetahui persis karena masih dilakukan pendataan lebih lanjut. Menurutnya, aturan saat ini tidak ada perpanjangan atau kewajiban pihak vendor setiap tahun harus mengurus izin. Karena itu, pihaknya melakukan pendataan lebih lanjut. (kmb26)
MENARA - Salah satu menara seluler yang menjulang tinggi di wilayah Kecamatan Melaya. Dinas PMPTSPTK Jembrana belakangan melakukan pendataan dan pengecekan sejumlah menara seluler di Jembrana.
Menikah Tanpa Seizin Istri Pertama Dituntut 1,5 Tahun Penjara Negara (Bali Post) Kasus poligami tanpa seizin istri pertama kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Senin (15/7) kemarin. Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan itu, dua tersangka yang merupakan suamiistri, I Ketut Gandra (47) dan Ni Putu Sulasih (46) masing-masing dituntut 1 tahun enam bulan dan 1 tahun 4 bulan penjara. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Jembrana menilai dua terdakwa suami- istri ini terbukti bersalah melanggar pasal 279
ayat KUHP, yakni melakukan tindak pidana menikah lagi tanpa izin istri pertama. Kedua terdakwa suami-istri ini dituntut dengan dua berkas berbeda dan sidang digelar bersamaan dengan ketua majelis hakim Haryuning Respanti. Dalam tuntutan terhadap sang suami, JPU Arief Ramadhoni menyatakan terdakwa terbukti secara sah meyakinkan melanggar pasal 279 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas perbuatannya menikah lagi tanpa seizin istri itu, terdakwa dituntut pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, dikurangi masa
tahanan. Sementara istri kedua terdakwa, dituntut jaksa Ivan Praditya Putra dengan pasal 279 ayat 1 ke-2 KUHP. Jaksa menuntut agar terdakwa dipidana penjara 1 tahun 4 bulan dikurangi masa tahanan. Mendengar tuntutan dari JPU tersebut, kedua terdakwa di hadapan majelis memohon keringanan hukuman. Selanjutnya majelis hakim menunda persidangan sebelum nantinya sidang putusan. Diberitakan sebelumnya, dua terdakwa suami-istri ini dipidanakan oleh is-
tri pertama lantaran sang suami melakukan poligami tanpa izin. Kasus ini ditangani polisi pada awal tahun. Terdakwa Ganda menikahi Sulasih, seorang janda tanpa seizin istri pertamanya. Kepada calon istri keduanya itu, terdakwa sang suami mengaku sudah mendapatkan izin dari istri pertamanya untuk menikah. Namun, belakangan terungkap dan istri pertamanya tidak terima. Hingga akhirnya berujung pada pidana dan tak tanggungtanggung, suami-istri kedua itu dilaporkan. (kmb26)
Bali Post/olo
GEPENG – Gepeng yang sempat ditertibkan oleh Satpol PP Jembrana akhirnya dipulangkan ke daerah asal.
Gerombolan Gepeng Diamankan Satpol PP
Negara (Bali Post) Satpol PP Jembrana, Minggu (14/7), menertibkan sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang belakangan menjamur di beberapa tempat umum di Kota Negara. Beberapa yang diamankan, ternyata merupakan orang lama yang sudah berulang kali dipulangkan petugas ke daerah asalnya. Bahkan mereka juga ikut menyertakan anak di bawah umur bahkan balita dalam aktivitas mengemis. Penertiban ini merupakan tindak lanjut dari
laporan masyarakat yang merasa terganggu dengan banyaknya berkeliaran gepeng terutama di tempattempat umum. Seperti di terminal, pasar senggol dan toko-toko. Dari penertiban yang dilakukan, petugas mengamankan belasan gepeng saat berkumpul di Pasar Senggol Negara. Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Jembrana I Kadek Agus Arianta, Senin (15/7) kemarin mengungkapkan, penertiban terhadap gerom-
bolan gepeng menjaring 11 orang. Semuanya berasal dari Karangasem namun tidak membawa identitas. Mereka di antaranya juga menyertakan atau mengajak 4 anak di bawah umur, balita serta dua orang bayi 8 bulan. Ketika diamankan mereka tidak kooperatif dan memilih bungkam. Sudah hampir sebulan ini berkeliling ke sejumlah tempat keramaian di Negara. Mereka tinggal di emperan toko di kala tidak mengemis. Petugas juga mengidentifikasi beberapa orang di
antaranya sudah sering diamankan. Selanjutnya mereka dilimpahkan ke Dinas Sosial Jembrana untuk tindak lanjut, yakni dipulangkan. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Jembrana, Ida Bagus Kade Biksa, mengakui sejumlah gepeng yang telah dipulangkan kemarin itu sudah sering ditertibkan petugas. Begitu mereka dipulangkan, mereka kembali lagi ke Negara dan diamankan lagi. Bahkan mereka kembali ke Negara, juga mengajak gerombolan lainnya. (kmb26)
Bali Post/kmb
OPERASI - Tiga tersangka yang berhasil ditangkap dalam Operasi Pekat Agung 2019 kini ditahan di Polres Jembrana.
Operasi Pekat Agung
Ungkap Lima Kasus Kejahatan
Negara (Bali Post) Jajaran Polres Jembrana melaksanakan Operasi Pekat Agung 2019. Dari operasi tersebut berhasil diungkap 5 kasus kejahatan. Dari 5 kasus tersebut polisi menetapkan 3 orang tersangka dan kini sudah ditahan di Polres Jembrana. Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman, Senin (15/7) kemarin mengatakan, pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2019 yang dimulai dari tanggal 27 Juni sampai tanggal 12 Juli. Polres Jembrana berhasil mengungkap kasus yang menjadi target operasi (TO) dan terdapat lima laporan polisi dengan tiga orang tersangka. Supriadi Rahman mengatakan, dari lima laporan polisi (LP) di antaranya dua laporan polisi sebagai TO, yakni dua kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Didampingi Kasat Reskrim Jembrana AKP Yogie Pramagita, Supriadi Rahman mengatakan, tiga tersangka yang ditahan di antaranya Edi Santosa (49) dari Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Negara, Kadek Hendra Mahardika (21) dari Banjar Pasar Desa Gumbrih, Pekutatan, Gusti Ngurah Ardana (35) dari Lingkungan Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Negara. Pertama, kasus curat sebagai tersangka inisial Edi Santosa dengan pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP, barang bukti berupa satu unit handphone merek Samsung Galaxy S5 warna hitam dan satu unit sepeda motor merek Honda Beat warna hitam nopol DK 3035 ZP berikut kunci kontak. Selanjutnya LP yang kedua
tentang kasus curat sebagai tersangka Ngurah Ardana dengan pasal yang sama, yakni pasal 363 ayat (1) ke 3 KUHP, barang bukti berupa satu unit mesin pemotongan rumput merek Hundai warna orange. Untuk tiga LP lainnya adalah kasus di luar dari TO dan ini merupakan hasil pengembangan serta pengungkapan unit Reskrim Polres Jembrana. Satu kasus pencurian dengan kekerasan (curas), pasal 365 ayat (2) ke 1 KUHP atau pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP, sebagai tersangka dilakukan oleh I Kadek Hendra Mahardika dengan barang bukti berupa satu buah dompet warna coklat, satu buah KTP, satu buah kartu ATM BCA, satu buah kartu ATM Danamon, satu buah kartu BPJS, satu unit handphone merek Vivo V9 warna hitam dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih DK 5962 ZN berikut kunci kontaknya. LP berikutnya pengungkapan kasus curat dengan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan 4 KUHP, sebagai tersangka dilakukan juga oleh I Gusti Ngurah Ardana bersama Mangkok (masih masuk sebagai daftar pencarian orang/DPO), barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 3.000.000 (tiga juta rupiah), LP yang selanjutnya juga tentang pengungkapan kasus curat dengan pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP, sebagai tersangka juga dilakukan oleh I Gusti Ngurah Ardana dengan barang bukti berupa satu buah pisau dapur (sebagai alat untuk memotong vanili di kebun milik korban) dan satu unit sepeda motor yamaha Vixion warna hitam DK 3130 ZE. Tersangka Edi Santosa yang juga seorang residivis
pencurian ditangkap karena mencuri di warung makan Tanjung Cemara milik Naf’an yang ada di Banjar Ketapang, Desa Pengambengan, Negara. Tersangka mencuri satu handphone merek Samsung Galaxy S5 warna hitam. Saat hilang HP tersebut ditaruh di atas freezer tempat ikan di warung makan Tanjung Cemara. Tersangka masuk ke warung makan yang juga dijadikan tempat istirahat oleh korban yang dikelilingi oleh pagar bambu pada waktu malam hari dan mengambil satu unit HP di atas freezer tempat ikan tanpa sepengetahuan pemilik. Tersangka Kadek Hendra Mahardika merampas tas sandang milik Vista Rundra Putri Rinado (27) pada Senin (10/6) dini hari di Jalan Umum Denpasar Gilimanuk Di Desa Pangyangan, Pekutatan. Saat kejadian tersangka menggunakan sepeda motor Honda Beat Warna Putih DK 5962 ZN. Selanjutnya memepet sepeda motor yang dikendarai oleh korban dari sisi sebelah kanan dan langsung mengambil satu buah tas sandang korban dengan cara ditarik dengan keras menggunakan tangan kiri sehingga terputus setelah berhasil tersangka langsung berbalik arah menuju arah barat melarikan diri. Selanjutnya di perjalanan pulang tersangka memeriksa tas yang didapat dan langsung mengambil satu HP merek Vivo warna hitam dan uang tunai Rp 110 ribu dan untuk tas beserta dompet dibuang di sebuah kebun dekat tambak. Sementara tersangka Gusti Ngurah Ardana merupakan pelaku yang melakukan aksinya secara profesional dan berulang. (kmb)
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Karangasem
11
Bali Post/kmb41
HABIS - Stok blangko e-KTP di Disdukcapil Karangasem habis. Kondisi itu membuat petugas tak bisa melakukan pencetakan e-KTP. Tampak petugas Disdukcapil saat menjalankan aktivitas.
Terima Rancangan KUA-PPAS, Dewan akan Bahas Usai Libur Galungan Amlapura (Bali Post) Setelah ditunggu-tunggu, eksekutif akhirnya menyerahkan draf Rancangan KUA-PPAS APBD Induk 2020 kepada dewan. Untuk itu, dewan bakal siap melaksanakan pembahasan secara maraton usai libur panjang serangkaian hari raya Galungan. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Senin (15/7) kemarin mengungkapkan, eksekutif memang telah menyerahkan draf KUA-PPAS APBD Induk 2020 per 12 Juli lalu kepada semua anggota. Pascamenerima draf tersebut, pihaknya langsung melaksanakan rapat adan Musyawarah (Bamus) untuk menyusun jadwal pembahasan tersebut. “Pembahasan akan kita lakukan setelah libur panjang serangkaian hari raya Galungan pada 29 Juli mendatang. Karena penyerahan rancangan secara resmi baru akan dilaksanakan pada 22 Juli mendatang,” katanya. Sumardi menambahkan, untuk KUPA-PPASP Perubahan bakal diserahkan 22 Juli. Kata Sumardi, sesuai amanat Mendagri nomor 33 tahun 2019, APBD Perubahan harus dibahas oleh anggota yang lama. Sebab, kalau menunggu anggota dewan yang baru, maka waktu tidak akan mencukupi. Pasalnya, anggota baru bakal dilantik 15 Agustus. Dan belum lagi pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) yang memakan waktu lumayan lama. “Pembahasan APBD Perubahan ada aturannya. Karena paling lambat pengesahannya dilakukan 30 September mendatang,” tandas Sumardi. Sambungnya, kalau untuk APBD Induk 2020 baru akan dibahas oleh anggota dewan yang baru. Karena minimal satu bulan tahun anggaran yakni November sudah Bali Post/kmb41 harus ketok palu. (kmb41) I Nengah Sumardi
Ratusan Siswa Ikuti Simulasi Evakuasi Mandiri Kebencanaan
Amlapura (Bali Post) Ratusan siswa SD mengikuti kegiatan pelatihan simulasi evakuasi mandiri terkait kebencanaan yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem di SDN 1 Duda Utara, Selat, Senin (15/7) kemarin. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, siswa yang mengikuti kegiatan sosialiasai pelatihan evakuasi mandiri
terkait kebencanaan ini sebanyak 172 siswa. Mereka didampingi guru dan pengawas. “Siswa antusias mengikuti kegiatan ini,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, pelatihan terkait kebencanaan ini sangat diperlukan oleh siswa. Karena dengan adanya kegiatan seperti ini, nantinya bila ada bencana mereka bisa melakukan evakuasi secara mandiri dan mengerti apa
yang mesti mereka lakukan ketika bencana itu terjadi. “Dengan adanya kegiatan ini, maka akan mampu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana gempa bumi dan yang lainnya,” tandas Arimbawa. Sambung dia, pihaknya berharap sekolah juga nantinya dapat melaksanakan kegiatan simulasi ini secara rutin secara mandiri. (kmb41)
Stok Habis, Disdukcapil Tak Bisa Cetak E-KTP
Amlapura (Bali Post) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Karangasem kembali tidak dapat melakukan pencetakan e-KTP untuk warga yang sudah melakukan perekaman data. Itu terjadi lantaran stok blangko e-KTP sudah kosong. Kadisdukcapil Karangasem I Wayan Sumidia, Senin (15/7) kemarin mengungkapkan, untuk saat ini stok blangko e-KTP di Disdukcapil kembali kosong. Kata dia, stok blangko mulai tidak ada sejak Selasa lalu. “Untuk saat ini, kita tidak bisa melakukan pencetakan e-KTP. Sementara untuk perekaman tetap
berjalan,” ujarnya. Sumidia menambahkan, selain stok blangko di Disdukcapil yang habis, stok blangko e-KTP di masing-masing kecamatan juga sudah habis. Atas kondisi tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi ke pemerintah Provinsi Bali untuk mengamprah blangko e-KTP tersebut.
“Kita sudah minta di provinsi. Dan dari provinsi akan memberikan blangko e-KTP sebanyak 500 keping. Rencananya, blangko akan kita ambil pada Rabu saat mengikuti kegiatan rapat di provinsi,” tandas Sumidia sembari mengatakan dengan adanya talangan blangko eKTP dari provinsi itu, nanti-
nya bisa kembali melakukan pencetakan. Dia menambahkan, dengan alokasi 500 keping tambahan blangko tersebut, pihaknya hanya bisa melakukan pencetakan beberapa hari saja. Setelah itu, pasti kembali bakal kehabisan blangko e-KTP. “Tidak kita saja yang mengalami keterbatasan blangko, tapi kabupaten/kota yang lain juga sama. Kalau habis, kita kembali sampaikan ke Provinsi Bali agar kembali diberikan tambahan blangko,” jelas Sumidia. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Kasus penganiayaan yang diduga diawali karena pesta minuman beralkohol jenis tuak, kembali terjadi di Karangasem. I Wayan Giri yang merasa tersinggung karena terus ditantang berkelahi, Sabtu (13/7) lalu, menganiaya kerabatnya sendiri, I Nyoman Sengod asal Banjar Bau Kawan, Desa Nawa Kerthi, Abang, Karangasem, menggunakan gagang cangkul. Selain patah kaki, korban juga menderita sejumlah luka hingga harus dilarikan ke RS Bali Mandara karena dia kriris. Atas peristiwa itu, pelaku penganiayaan diamankan polisi. Pelaku sudah ditetapkan menjadi tersangka. Giri yang merupakan pelaku tunggal sudah dijebloskan ke sel tahanan Polsek Abang. Dari informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan terjadi pada Sabtu (13/7) sekitar pukul 16.30 Wita. Sebelum penganiayaan terjadi, korban I Nyoman Sengod maupun I Nyoman Giri menghadiri upacara pernikahan di rumah I Nyoman Kanten di Banjar Dinas Bau Kangin, Desa Nawa Kerti. Saat menghadiri upacara itu, keduanya mengonsumsi minuman beralkohol jenis tuak. Tak lama, mereka selanjutnya pulang dengan mengendari sepeda motor. Namun, saat di tengah
perjalanan pulang, korban diduga sempat menantang pelaku untuk berkelahi. Setelah itu, pelaku ke rumahnya untuk menaruh sepeda motor sambil mengambil gagang cangkul. Selanjutnya, pelaku langsung mengejar korban yang berada di jalan raya dekat rumahnya. Setelah ketemu, pelaku langsung memukul korban secara bertubi-tubi, hingga membuat korban mengalmi luka serius. Tersangka I Wayan Giri menuturkan, sebelum kejadian, dirinya menghadiri upacara perkawinan di rumah Kanten. Kata dia, di sana korban sempat mengangkat baju untuk mengajak berkelahi. Untuk menghindari terjadinya perkelahian, tersangka pulang naik sepeda motor. Namun, korban disebutkan terus mengajak pelaku berkelahi. “Dia terus bilang payu jani, payu jani, payu jani, di depan rumah. Selanjutnya, saya megambil gagang cangkul dan saya pukul kepala korban beberapa kali hingga tersungkur. Setelah itu, saya pukul kaki dia (korban) dengan gagang cangkul hingga patah,” cerita Giri. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata, Senin (15/7) kemarin mengungkapkan, sebelum kejadian, keduanya memang sempat menghadiri upacara di ru-
mah I Nyoman Kanten yang berada di Banjar Dinas Bau Kangin, Desa Nawa Kerti. Setelah pulang, korban sempat nenantang pelaku untuk diajak berkelahi. Setelah itu, pelaku langsung pulang ke rumahnya untuk mengambil gagang cangkul. Dan tersangka mengejar korban dan langsung memukul secara bertubi-tubi, sehingga korban mengalami luka-luka di bagian kepala dan kaki. “Motif penganiaayaan karena ada dendam sebelum-
nya antara korban dan tersangka. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki patah akibat dipukul menggunakan gagang cangkul. Kini, korban masih menjalani perawatan secara intensif di RS Bali Mandara Denpasar,” tandas polisi. Dalam kasus penganiayaan itu, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat UU pasal 351 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan hingga korban luka berat. (kmb41)
Dihajar Pakai Gagang Cangkul, Sengod Kritis
Bali Post/kmb41
DIAMANKAN - Tersangka I Nyoman Giri saat diamankan oleh petugas Polsek Abang.
Nabung Sejak 1963, Kakek-Nenek Segera Naik Haji
Bali Post/kmb41
SIMULASI - Siswa saat mengikuti kegiatan simulasi kebencanaan.
MIMPI pasangan suami-istri (pasutri) asal Bunya Kangin, Ismail (89) dan istrinya, Adjizah (74), tampaknya segera terwujud. Yakni dengan mengantongi sejumlah dana hasil tabungannya, kakek-nenek yang sudah renta itu tinggal selangkah lagi akan bisa merealisasikan impiannya untuk berangkat naik haji. Perjuangan pasutri itu untuk bisa naik haji membutuhkan waktu yang cukup lama, yakni hingga puluhan tahun. Karena untuk bisa naik haji,
keduanya harus menyisihkan pendapatannya sejak tahun 1963. Mereka terbiasa menyisihkan uang yang kemudian ditabung. Selain itu motifasinya juga sangat keras untuk bisa naik haji. Ditemui di kediamannya, Senin (15/7) kemarin, sejak awal bekerja yakni tahuh 1963, pasutri ini sudah mulai menabung. Awal bekerja, mereka mengais rezeki di Denpasar. Hanya, saat bekerja di Denpasar penghasilan yang didapat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
setiap hari. Akhirnya, pasutri ini memutuskan kembali ke Bumi Lahar, Karangasem. “Saat kembali ke Karangasem, saya menjadi montir sepeda. Setelah itu, saya usai bekerja dan memutuskan untuk membuka bengkel sepeda. Dan sampai saat ini masih tetap membuka bengkel sepeda itu,” ujar Ismail. Ismail menambahkan, dirinya bersama istrinya dari dulu sudah memiliki impian untuk bisa naik haji. Kata dia, untuk bisa menggapai impian terse-
but, dia bersama istrinya mulai menabung sedikit demi sedikit sejak tahun 1963 sampai sekarang. Dan sebentar lagi, impian naik haji akan segera terwujud. Keduanya dijadwalkan akan naik haji di kloter terakhir pada Agustus mendatang. “Saya memiliki niat dan semangat untuk bisa mencapai impian itu dengan berusaha dan kerja keras. Dan saya sangat bersyukur akhirnya impian puluhan tahun untuk bisa naik haji akan bisa dicapai,” ucap Ismail. (nan)
12
KLUNGKUNG
Selasa Paing, 16 Juli 2019
SOSOK Pariwisata Tanpa Peta
KEPULAUAN Nusa Penida berkembang pesat, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun pariwisata setempat. Perkembangan itu juga diikuti dengan ragam persoalan yang muncul di dalamnya. Ini membuat pemerintah daerah terkesan tidak siap menghadapi situasi tersebut, sehingga pariwisata cenderung berkembang liar. Pandangan demikian disampaikan legislator asal Nusa Penida I Made Jana, Senin (15/7) kemarin. Dia khawatir Nusa Penida kian bergerak liar dan ke depan akan sulit untuk mengendalikannya. ‘’Pariwisata kita saat ini seperti peta buta. Ini membuat perkembangan pariwisata cenderung liar. Meski ada Ripda, ini terlihat indah di atas kertas, tetapi belum terlihat di lapangan. Kita perlu peta yang jelas, agar pariwisata itu memiliki arah yang jelas,’’ kata politisi dari Partai Demokrat ini. Melihat permasalahan ini, dia meminta pemerintah daerah punya gambaran jelas yang bisa dipahami bersama tentang konsep pariwisata yang dikembangkan bagi Nusa Penida. Apakah dominan pariwisata budaya, keindahan alamnya atau ada konsep lain. Terus di mana investor boleh berinvestasi dan di mana yang tidak. Sehingga sejak awal sudah ditata dengan matang agar arah pengembangannya juga jelas. Ini tentu arahnya ke depan adalah mendorong meningkatnya PAD bagi pemerintah daerah. Apalagi sekarang sudah diterapkan pengenaan retribusi bagi wisatawan asing. Terkait retribusi ini, pihaknya juga menekankan agar terus diperbaiki pola pemungutannya agar lebih efektif. Demikian juga mengenai PHR (Pajak Hotel dan Restoran). ‘’Saya melihat sendiri ada hotel dan restoran sampai antreannya lapis tiga. Tetapi, PHR yang dari hotel dan restoran itu ternyata tidak dipungut. Ini kan kita yang rugi. Mohon ini menjadi catatan, agar dapat disikapi untuk terus mempersempit celah kebocoran,’’ tegasnya. (gik)
MPLS, Dewan Pendidikan Minta Fokus Pembentukan Karakter
Semarapura (Bali Post) Setelah melewati proses PPDB, hari pertama masuk sekolah diisi dengan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah), Senin (15/7) kemarin. Kegiatan MPLS rentan menjadi ajang untuk perpeloncoan yang dapat menimbulkan kesan negatif. Ini menjadi perhatian serius Dewan Pendidikan Klungkung, agar bukan kegiatan demikian yang ditekankan. Melainkan lebih kepada pendidikan karakter siswa dan pengenalan lingkungan sekolah dengan cara yang humanis. Ketua Dewan Pendidikan Klungkung Ketut Sukma Sucita mengatakan, kasus perundungan antarpelajar, pada dasarnya terjadi ketika siswa diterima, mereka mengalami perundungan itu dan kemudian ada rasa dendam. Ini kemudian kerap menimbulkan keributan yang berlanjut hingga di luar sekolah. Menurutnya, ini harus menjadi catatan kepala sekolah. Jangan sampai ada bentuk kegiatan apapun yang dapat merugikan siswa. MPLS pada intinya memperkenalkan sekolah. Jadi, caranya yang harus dikemas menjadi menarik. Sehingga siswa tertarik dan memberi kesan berarti untuk membentuk kecintaannya pada sekolah. Tidak hanya kepada pihak sekolah, Sukma Sucita juga meminta orangtua siswa memperhatikan anak-anaknya. Sebab, pendidikan karakter juga harus diimbangi dengan pendidikan budi pekerti. Sebab, waktu anak tentu lebih dominan di rumah daripada di sekolah. Selain belajar, ke mana anak pergi setelah dari sekolah, tetap harus diperhatikan. Agar, perkembangan anak selalu dalam kontrol orangtua siswa. “Saya kira dalam sistem pendidikan, kembali penekanannya adalah prioritas pendidikan karakter. Fokus ke sana saja, jangan melenceng dari tujuan utama pendidikan di sekolah,” tegas Sukma Sucita, saat ditemui ketika menghadiri Pembukaan MPLS di SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. Di wilayah Klungkung sudah beberapa kali terjadi kasus perundungan antarsiswa yang sempat menghebohkan dunia maya. Bahkan, saat ini masih ada satu kasus perpeloncoan yang berujung masuk ke ranah hukum, dimana para pelaku dan korbannya masih berstatus pelajar SMP. Guna menghindari peristiwa serupa pihak sekolah, seperti SMA Pariwisata Saraswati Klungkung saat MPLS juga melibatkan sejumlah pihak. Seperti dari pihak adat bahkan dari pihak kepolisian sekaligus untuk memberikan pembinaan. Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata mengatakan, dari ranah adat, pihak sekolah melibatkan majelis desa adat untuk memberikan penyuluhan untuk mempertebal karakter siswa. Demikian juga dengan melibatkan lembaga agama, langsung dari lembaga resmi PHDI. Dengan demikian, konsep MPLS yang terbuka membuat kakak kelas mereka yang menyelenggarakan MPLS tidak ada celah melakukan perpeloncoan. (kmb31)
GABUNGAN - Rapat gabungan eksekutif dan legislatif saat berlangsung di Ruang Rapat Sabha Mandala DPRD Klungkung.
Bali Post/kmb31
Bupati Singgung Hasil Kunker Dewan Memanas
Semarapura (Bali Post) Rapat gabungan eksekutif dan legislatif, Senin (15/7) kemarin, berlangsung tegang. Sejumlah legislator nampak kritis menyikapi berbagai persoalan di lapangan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Di tengah tanggapan Bupati, ia sempat menyinggung hasil kunjungan kerja (kunker) dewan, yang seyogianya tetap disampaikan kepada OPD terkait, agar dapat diterapkan. Namun, respons sejumlah dewan rupanya berbeda. Dewan nampak memanas, karena selama ini mengaku selalu menyampaikan hasil kunker itu kepada OPD terkait dalam sejumlah rapat kerja. Bupati Suwirta cukup tenang menghadapi sikap dewan yang sangat kritis terhadap sejumlah persoalan. Baik itu mengenai pengelolaan pariwisata, gejolak PDNKK, pelayanan PDAM, pelayanan perizinan hingga nasib Dermaga Gunaksa. Namun, sebagai bentuk kemitraan yang baik, di mana pemerintah daerah di dalamnya juga eksekutif dan legislatif, Bupati Suwirta sempat sedikit menyinggung, agar hasil kunjungan kerja ke luar daerah dari legislatif, dapat bermanfaat bagi masyarakat. Agar semangatnya sama membangun daerah menuju Klungkung
Unggul dan Sejahtera. ‘’Barangkali kalau teman-teman dewan ada hasil kunker yang dapat diterapkan di daerah, mari kita komunikasikan agar bisa diterapkan bersama,’’ katanya. Namun, ucapan bernada diplomatis dari Bupati Suwirta itu, justru mengundang reaksi negatif dari sejumlah anggota dewan. Mereka menangkap ungkapan Bupati Suwirta itu sebagai sentimen negatif yang menimbulkan kesan kalau kegiatan kunjungan kerja mereka selama ini hanya menghamburkan anggaran saja. Bahkan, Ketua Dewan Wayan Baru harus
segera meluruskan ungkapan Bupati Suwirta itu, agar tidak terkesan demikian. Ketua Dewan menegaskan, hasil kunjungan kerja, sesungguhnya selalu disampaikan kepada OPD terkait. Baru menduga, sepertinya OPD terkaitlah yang tidak menyampaikannya kepada Bupati. Menurutnya, ini harus diluruskan agar tidak menjadi preseden buruk bagi dewan, agar anggaran tidak dianggap melakukan studi tiru hanya menghamburkan anggaran saja. ‘’Bahkan, saya sendiri sering nelepon langsung pimpinan OPD terkait, tetapi tidak pernah diangkat.
Seperti Kepala Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Kantor Perizinan, juga sama. Silakan tanya langsung sama kadisnya,’’ tegasnya. Legislator lainnya, Komang Suantara, menambahkan hasil studi tiru yang dimaksud, juga direkomendasikan dalam program. Seperti dengan Dinas Pertanian, direkomendasikan untuk mengadakan penelitian angroponik di Nusa Penida. Tetapi, bagaimana tindakan konkretnya di lapangan, dikatakan tidak ada. Demikian juga terkait dengan kondisi jalan, khususnya di Nusa Penida. Hasil studi tiru ke luar daerah, dewan mengarahkan agar melibatkan Pusjatan (Pusat Kajian Jalan dan Jembatan) untuk memperoleh hasil infrakstruktur yang maksimal. ‘’Jangankan bersikap, bersuara saja tidak ada. Kenapa tidak melakukan kerja sama dengan Pusjatan. Padahal, semua fraksi sudah meny-
etujui. Saya katakan Nusa Penida itu (infrakstruktur) sangat buruk. Karena di sanasini kami lihat sudah rusak parah,’’ sorot Suantara, yang membuat situasi memanas. Meski situasi kian memanas, Bupati Suwirta terlihat tetap tenang. Meski dalam kondisi belum pulih sepenuhnya pasca-operasi, dia tetap menerima masukan, baik kritik dan saran yang disampaikan legislatif sebagai bagian dari pemerintah daerah. Dia meminta OPD terkait ke depan agar terbuka dengan legislatif. Jalin komunikasi yang baik dengan legislatif, tindak lanjuti segala rekomendasinya yang sejalan dengan visi pembangunan pemerintah daerah. ‘’Kalau ada teman dewan yang nelepon, tolong diangkat. Saya sendiri pun kadang nelepon pimpinan OPD tidak diangkat langsung. Makanya saya sering share di grup WA,’’ tegasnya. (kmb31)
PDNKK Segera Diaudit Eksternal Semarapura (Bali Post) Perusahaan Daerah Nusa Kertha Kosala (PDNKK) kembali menjadi sorotan. Nasib perusda pelat merah ini sedang terpuruk, apakah tetap dihidupkan atau dipailitkan. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Senin (15/7) kemarin, mengatakan PDNKK akan segera diaudit eksternal untuk memastikan kondisi riil di dalamnya, termasuk aset yang selama ini dikelola karena cukup banyak hingga ke Jakarta. Bupati Suwirta sejak menjadi bupati mengakui sempat berjanji untuk menghidupkannya lagi. Sempat hidup lagi, tetapi akhirnya mati lagi. Bupati menilai OPD tidak kompak khususnya untuk mencari barang perlengkapan kantor di sana, sebagai upaya untuk menghidupkannya lagi. ‘’PDNKK sudah tidak relevan dengan PP, sehingga sempat dibekukan dulu. Akan diaudit dulu, karena ada banyak aset tak jelas. Saya sampai kejar ke
Jakarta. Bahkan, permasalahan aset ini sampai di Polres Klungkung. Apakah akan ada penajaman lebih lanjut di Polres, kami tunggu saja,’’ tegasnya. Selama upaya menghidupkan kembali PDNKK ini, PDNKK sempat bekerja sama dengan Koppas Srinadi. Namun, jalinan kerja sama itu dikatakan menimbulkan sentimen negatif terhadap dirinya, karena ada pandangan Bupati Suwirta mengambil keuntungan dari kerja sama itu, karena dulu Bupati Suwirta besar di Koppas Srinadi. ‘’PDNKK itu sesungguhnya lumbung (pendapatan) kita, kenapa bisa mati? Ini harus dihidupkan lagi, dengan unit percetakannya dan unit usaha lain yang relevan dengan situasi sekarang. Jangan pernah berpikir, bupati ada kepentingan pribadi di sini. Tetapi, jelas harus diaudit dulu,’’ tegasnya. Dewan sejak dulu menginginkan agar PDNKK ini
dipailitkan. Sebab, pengelolaannya sudah tidak bermanfaat bagi daerah. Menurut legislator Komang Suantara, dengan status pailit ini, maka pemerintah daerah bisa menarik kembali seluruh aset yang dikelolanya. Meminta pemerintah daerah serius menyelesaikan persoalan PDNKK ini. Jangan sampai hanya mengurus PDNKK hanyalah sebuah komitmen tanpa hasil. ‘’Bila tidak ada keseriusan dalam membangkitkan PDNKK, dewan jangan ikut alur. Jangan mau dininabobokan. Jangan ikut alur cerita PDNKK yang selalu tanpa ending. Berdasarkan apa, PDNKK ini akan dibangkitkan lagi. Ini harus jelas,’’ tegasnya. Legislator lainnya, Sang Nyoman Putra Yasa, menambahkan OPD harus punya misi yang sama menghidupkan PDNKK ini. OPD harus kompak untuk mengikuti prinsip bupati yang berkeinginan
agar PDNKK ini bangkit lagi. Seluruh aset yang selama ini dikelola juga harus jelas seperti apa nasibnya sekarang. Demikian juga mengenai lapo-
ran keuangan dan rencana eksekutif berikutnya seperti apa. Sehingga ada target yang jelas mengenai nasib PDNKK ke depan. (kmb31)
Bali Post/gik
PDNKK - Salah satu karyawan PDNKK sedang bekerja, ketika PDNKK sedang dalam proses bangkit. Namun, saat ini PDNKK sudah lama tanpa aktivitas karena sejumlah masalah.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Paing, 16 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Guru TK(S1),Pengasuh Daycare (SMA),Adm(SMK).Gj di atas UMK Bw Lam:Permata Bunda Preschool Jl.P.Serangan 15, 081237926429
B.BP.001.07.19.0000545
Acc S1 pnglm. PT.Surya Kencana Jl.A.Yani 195 Dps 081805454591
Dbthkn Salesman 3 Orng,Min.SMA Max.30Th.Kend Sendiri & SIM C. Akunting Pria 1 Orng, Min D3 Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.BuluhIndah 75 Dps.T:9072907
B.BP.001.07.19.0000498
Dcr Karyawan Wnt Srbtn,Tdr+Mkn Dlm Gj s/d 2Jt, T.087861783753 B.BP.001.07.19.0000557
Looking for experienced Chef & Senior Cook. Please contact: 9705771 / 081337688856 Email:info@bali-properties.net B.BP.001.07.19.0000564
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dicari Laundry Manager pengalaman min 1th. kirim CV ke careers@adiwanahotels.com / Hub.081904041417
Dicari Engineering Staff (min berpengalaman 1 thn) CV kirim ke manager@kutaville.com
DIJUAL MOBIL
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300
Picanto’2006 AT 65 Juta Nego Gass Poll Hub.08123845976
DIJUAL RUMAH
KONTRAKTOR
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.07.19.0000510
B.BP.004.07.19.0000446
B.BP.004.07.19.0000558
B.BP.001.07.19.0000426
KIA
B.BP.001.07.19.0000526
ALUMINIUM
BENGKEL LAS
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
NISSAN
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN TANAH
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078
Dikontrak Tanah seluas 5,69 Are, Abang Karangasem. Hub: Depa Apriyasa (087758106045)
B.BP.164.07.19.0000518 DAIHATSU
Espass Box ‘2003 putih, Hub. 082147280999/087860002300 B.BP.001.07.19.0000572
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijl Tnh 2A BU,Rumah 1A BU Dalung Hub.082147454248 B.BP.164.07.19.0000565
B.BP.164.07.19.0000517
Dijual Rumah Sukasada Buleleng DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.19.0000080
BUC.Dijual Rumah Perum Dalung III.Hubungi:081936264166 B.BP.001.07.19.0000439
Rumah Blakang Citra Land 100M2 Lok Strategis,3KT,1RT,2KM,Dpr, Garasi.Hub:085253633843 B.BP.001.07.19.0000546
B.BP.001.07.19.0000553
KEHILANGAN Hilang BPKB Avanza DK 999 MV a.n. I Gede Dedy Suarjaya B.BP.165.07.19.0000479
Hlg BPKB DK 4719 GAB No.I 0959 3571-0 a.n. Wayan Mertanadi B.BP.167.07.19.0000559
KEHILANGAN Hlg BPKBNO.I04690278-ODK5638 CI AN.Desak Nym Tri Ulantari
B.BP.001.07.19.0000544
Hlg Sertifikat Tnh No.HM 00919 Ls 250M2-Kuta An.I Nym Mindera B.BP.001.07.19.0000542
Hlg Srtifikat Tnh No.HGB 00547 Ls 240M2 Kerobokan Kuta Utara Badung An.I Ketut Nugra B.BP.001.07.19.0000543
RUPA-RUPA Cr Lemari/Rak Kaca ex silver/ kosmetik , 0812 3142 3384
B.BP.004.07.19.0000562
BANGLI
14
Selasa Paing, 16 Juli 2019
Dinas PKP Cek Sampel Air Danau
SEHARI pascamunculnya semburan belerang di Danau Batur, sejumlah petugas perikanan dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikananan (PKP) Kabupaten Bangli turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penelitian terhadap air Danau Batur. Kabid Perikanan Nyoman Widiana mengatakan, pascamenerima laporan adanya semburan belerang, pihaknya langsung melakukan pengecekan di tiga titik. Yakni di Buahan, Kedisan, dan Seked. Dalam pengecekan itu, pihaknya melakukan pengambilan sampel air danau di kedalaman 10 meter untuk diteliti. Hasilnya, diketahui bahwa kadar sulfur (belerang) dan fosfor pada air Danau Batur cukup tinggi. Sebaliknya, kadar oksigen yang terlarut dalam air (DO) sagat rendah. Meski demikian berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan, kematian ikan hanya ditemukan terjadi di wilayah Seked, tepatnya di KJA milik Ketut Wania. “Di tempat lain sama sekali tidak ada,” ujarnya, Senin (15/7) kemarin. Terkait fenomena tahunan ini, Widiana mengatakan sebelum memasuki bulan kelima, pihaknya telah menyurati kepala desa dan kelompok pembudi daya ikan untuk melakukan langkah antisipasi. Ia menyebut, sebagaimana pengalaman selama ini semburan belerang biasanya terjadi pada rentang bulan Juni hingga September. “Kami sudah minta kelompok pembudi daya ikan untuk waspada. Dengan cara panen lebih cepat dan hindari penebaran bibit pada bulan itu,” terangnya. Sebagian besar petani ikan di Danau Batur, kata Widiana sudah mengikuti anjuran Dinas. Diperkirakan, semburan belerang di Danau Batur akan berlangsung 10 hari hingga dua minggu ke depan. “Mudahmudahan tidak semakin parah,” terangnya. (ina)
IKAN - Bangkai ikan di KJA.
Semburan Belerang di Danau Batur
Dua Ton Ikan Mati, Petani Rugi Puluhan Juta Rupiah
Bangli (Bali Post) -
Semburan belerang yang kembali terjadi di Danau Batur, Kintamani berdampak pada kematian ribuan ekor ikan yang dibudidayakan petani di keramba jaring apung (KJA). Petani ikan pun merugi hingga puluhan juta rupiah.
Bali Post/kmb40
SAMPEL - Petugas melakukan pengukuran terhadap sampel air Danau Batur.
Wilayah yang paling parah terkena semburan belerang, yakni di Banjar Seked, Desa Batur Tengah. Fenomena semburan belerang menyebabkan ikan mati secara sporadis. I Ketut Wania, petani ikan di Banjar Seked, paling banyak menanggung kerugian akibat fenomena semburan belerang. Sekitar 2,5
ton lebih ikan miliknya yang sudah siap panen, mati. Ditemui Senin (15/7) kemarin, Wania mengungkapkan, semburan belerang di Danau Batur diketahuinya mulai muncul sejak Minggu dini hari. Semburan belerang menyebabkan ikan miliknya banyak yang mati. Kematian ikan secara masal di KJA miliknya diketahui
Senin pagi saat melakukan pengecekan ke kerambanya. “Yang banyak mati ikan yang sudah siap panen umur 7-8 bulan. Dari 34 lobang KJA, yang siap panen ada 2 lobang. Masing-masing lobang isinya ada yang 5 ribu ekor ada 4 ribu ekor,” terangnya. Sementara ikan yang umurnya masih di bawah 4
bulan, kata Wania, masih bisa bertahan hidup. Menurutnya, ikan yang umurnya masih kecil memang lebih kuat bertahan saat terjadi semburan belerang. Sebab, ikan kecil lebih sering berada di permukaan danau. Wania mengatakan, akibat fenomena semburan belerang dirinya kini harus menanggung kerugian hingga Rp 70 juta. Untuk meminimalisir kematian ikan lainnya, ia saat ini terpaksa berhenti beraktivitas di KJA termasuk tidak memberikan pakan
Hingga Akhir Tahun
Retribusi Pariwisata Kintamani Diprediksi Tembus Rp 27 Miliar Bangli (Bali Post) Pendapatan retribusi pariwisata Kintamani diprediksi akan tembus Rp 25-27 miliar hingga akhir tahun ini. Sebab hingga pertengahan tahun ini saja, pendapatan retribusi pariwisata Kintamani yang terkumpul sudah mencapai Rp 15 miliar. Hal itu dikatakan Bupati Bangli I Made Gianyar saat ditemui di objek wisata Penelokan, Kintamani, Senin (15/7) kemarin.
Made Gianyar mengungkapkan bahwa saat ini pendapatan retribusi pariwisata Kintamani sudah luar biasa, sejak pengelolaannya dilakukan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark. Sebelumnya untuk mencapai target pendapatan Rp 15 miliar saja cukup sulit. “Tadi laporan yang saya dapat, (pendapatan retribusinya) sudah luar biasa. Prediksi sekarang akan bisa menembus
Rp 25-27 miliar,” ujarnya. Meski kenaikan pendapatan retribusi pariwisata di Kintamani saat ini cukup tinggi, Made Gianyar tetap meminta badan pengelola untuk terus bekerja profesional dan melakukan pembenahan. Di antaranya dengan menjaga dan menerapkan sapta pesona dengan baik, di antaranya kebersihan, keamanan, keramahtamahannya dan lainnya. “Dengan ditetapkan badan pengelola tentunya
Libatkan Belasan Mahasiswa Asing
STPBI Gelar Pentas Budaya di Penelokan Kintamani
BELASAN mahasiswa asing penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri menampilkan kebolehannya dalam menabuh dan menari Bali di Ampliteather Budaya Geopark Batur Kintamani, Senin (15/7) kemarin. Pentas budaya tersebut digelar Sekolah Tinggi Pariwisata Bali International (STPBI) sebagai bagian dari wujud pengabdian STPBI kepada masyarakat sekaligus upaya promosi destinasi budaya Bali dan Geopark Batur kepada wisatawan. Acara pentas budaya yang bertajuk “Mozaik of Indonesia” itu dilaksanakan STPBI bekerja sama dengan Sanggar Seni Semarandana. Acara pentas budaya dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar, perwakilan Kementerian Luar Negeri, Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark, dan beberapa undangan lainnya. Sejumlah wisatawan asing dan domestik yang berkunjung ke Penelokan, tampak sangat menikmati pementasan budaya yang ditampilkan siang kemarin. Ketua Panitia Program PKM Promosi Destinasi Wisata Kabupaten Bangli Komang Trisna Pratiwi Arcana mengatakan, Tri Dharma Perguruan Tinggi
merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh perguruan tinggi. Salah satunya pengabdian masyarakat. Dalam kesempatan ini STPBI bekerja sama dengan Sanggar Seni Semarandana sebagai sanggar seni yang diberi program oleh Kementerian Luar Negeri untuk memberikan pelatihan seni dan budaya Indonesia terhadap 12 mahasiswa asing penerima BSBI. Melalui pementasan budaya yang digelar kemarin, Program Vokasi STPBI berharap destinasi wisata di Bangli khususnya Kintamani lebih dikenal luas. Predikat global geopark network, kata Trisna Pratiwi, menjadi tantangan tersendiri sebagai destinasi yang mampu bersaing di era revolusi industri yang semakin kompetitif. “Melalui perhelatan budaya ini, STPBI yang bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dalam program BSBI ini berharap mampu memberi manfaat dan mempromosikan Geopark Batur pada khalayak luas dan nilai tambah bagi wisatawan yang berkunjung,” harapnya. Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Drs. I Made Kornelius., M.Pd., CHT. dalam sambutannya menyampaikan, pemerintah Indonesia
saat ini sudah mencanangkan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar setelah migas. Pariwisata ke depannya akan menjadi industri unggulan Pemerintah Indonesia. Oleh sebab itu, pariwisata harus dibangun seutuhnya. Tidak hanya destinasi, pengembangan budaya dan SDM juga harus dilakukan. “Kami berharap apa yang kami laksanakan ini bermanfaat baik bagi masyarakat, pemerintah dan lembaga pendidikan,” terangnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan terima kasih kepada STPBI. Kegiatan pentas budaya yang dilaksanakan STPBI bekerja sama dengan Sanggar Semarandana, dapat menjadi ajang promosi Kintamani kepada wisatawan luas. “Kita sudah lihat tadi semua kegiatan sangat menarik. Kalau tarian Bali ditarikan orang Bali itu sudah biasa. Tapi kalau tarian Bali ditarikan orang asing, luar biasa bagi kita. Keterlibatan 12 mahasiswa asing dalam acara ini tentu menjadi ajang promosi luar biasa bagi kami. Karena mereka bisa ikut mempromosikan Kintamani di negaranya masing-masing,” katanya. Ia berharap kerja sama dengan STPBI bisa terus berlanjut ke depannya. (ad584)
PENTAS - Acara pentas budaya di Ampliteather Budaya Geopark Batur Kintamani, Senin (15/7) kemarin.
masalah-masalah pariwisata harus dihilangkan,” terangnya. Ia mencontohkan seperti penyeberangan wisata ke Terunyan yang sempat mendapat citra buruk di masa lalu karena adanya perlakuan tidak baik terhadap wisatawan, kini harus terus dibenahi dan dihilangkan. Termasuk masalah pedagang acung dan masalah keamanan di Kintamani harus dibenahi dengan kesungguhan dan keuletan.
Dikatakannya, sekarang kunjungan wisatawan tidak saja luar biasa di Penelokan, namun juga di objek wisata yang ada di bawah, seperti di Hot Spring, dan Gunung Batur juga ramai. Karena itu, Gianyar kembali mewanti-wanti agar pengelolaan pariwisata yang kini sudah mulai baik dapat terus ditingkatkan kembali sehingga kunjungan wisatawan ke Kintamani terus bertambah. (kmb40)
I Made Gianyar
ke ikan selama semburan belerang masih ada. “Sebab kalau kita dekati di keramba, ikan akan turun ke dasar danau, dan itu menyebabkan ikan kekurangan oksigen,” jelasnya. Ditambahkannya, semburan belerang ini merupakan fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahunnya. Sekitar dua tahun lalu, semburan belerang di Danau Batur cukup parah. Namun di wilayah Banjar Seked saat itu tergolong aman dari dampak belerang. (kmb40)
Selasa Paing, 16 Juli 2019
INFO SEREMONIAL
Maraknya Aksi Penipuan
MPLS di Perdiknas Denpasar
PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali meminta masyarakat, khususnya para pelamar untuk lebih berhati-hati terkait maraknya aksi penipuan perekrutan yang mengatasnamakan PLN. ‘’Saat ini PLN memang sedang mengadakan perekrutan. Hal ini dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan. Kami harap pelamar lebih teliti,’’ kata Plt. Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya, Senin (15/7) kemarin. Dikatakannya, PLN tidak pernah melakukan korespondensi dan tidak memungut biaya apa pun kepada pelamar yang mengikuti seleksi perekrutan PLN. Selain itu, tidak ada sistem refund atau penggantian biaya transportasi dan akomodasi yang berkaitan dengan pelaksanaan seleksi. ‘’Proses perekrutan PLN hanya dilakukan melalui situs/website rekrutmen.pln.co.id. Tidak ada jalur lain,’’ tegas Arya. Ketika masyarakat kena tipu atau terbawa hasutan pelaku, maka konfirmasinya mesti ke PLN. Modus yang digunakan biasanya pendaftaran dan proses seleksi ditanggung sendiri, setelah lulus biaya akan di-reimberse. Maka masyarakat diminta untuk jeli membaca informasi. ‘’Di zaman milenial ini, semua serba online. Kalau anak-anak milenial pasti sudah paham. Sedikit pun ada perubahan, mereka sudah melihat di sosial media dan website. Semua proses dari pelamaran, perekrutan, mengajukan lamaran, pemenuhan syarat administrasi, tahapan seleksi, semua online dan tidak dipungut biaya,’’ tegasnya. Meskipun penipuan dengan modus seperti ini sudah kerap digunakan, namun tetap saja masih banyak masyarakat yang kena. Karena banyak masyarakat dan orangtua yang berambisi agar anaknya bekerja di PLN. Berdasarkan pengakuan penipu, sudah mencoba menipu beberapa kali, walaupun persentasenya kecil. Meskipun demikian, penipu ini sudah mendapat hasil dari menipu. Segala informasi perekrutan PLN dapat dilihat pada situs resmi www.pln.co.id. Oleh karena itu, beberapa hal yang harus diperhatikan bagi para pelamar kerja di antaranya
PERKUMPULAN Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar menggelar upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di halaman SMK Teknologi Nasional, Senin (15/7) pagi. Pembukaan diikuti ratusan siswa baru, khususnya di dua unit Perdiknas, yakni SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional. Selain upacara bendera, pembukaan juga ditandai dengan penyematan atribut MPLS serta pelepasan balon. Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd. bertindak sebagai pembina upacara mewakili Ketua Perdiknas Denpasar Dr. A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda yang berhalangan hadir. Menurutnya, MPLS tahun ini tidak hanya menitikberatkan pada pengenalan sekolah, ekstrakurikuler, tata krama siswa dan pendidikan karakter. Tetapi menyelipkan pula materi tentang lingkungan sesuai tema MPLS untuk menumbuhkan generasi muda berkarakter dan peduli lingkungan. ‘’Sekarang siswa diharapkan lebih peduli terhadap lingkungan. Apalagi ada peraturan Pemerintah Kota Denpasar untuk menanggulangi sampah plastik,’’ ujarnya. Lewat materi tersebut, lanjut Supadmi, siswa sejak dini diharapkan terbiasa untuk peduli dengan lingkungan. Termasuk mengetahui bahaya sampah plastik. Selain itu, siswa baru utamanya di SMP Nasional juga diberikan materi tentang ceramah narkoba, wawasan berkebangsaan, tertib berlalu lintas dari pihak kepolisian, jumantik (juru pemantau jentik - red) dari puskesmas, cara belajar efektif, serta materi terkait pembelajaran di kelas dan HIV/AIDS dari internal SMP Nasional. ‘’Untuk materi HIV/AIDS, kita sudah punya tutor dari sekolah yang sudah pernah didiklat. Kita minta mereka untuk ikut memberikan materi,’’ imbuhnya. Supadmi menambahkan, MPLS juga diisi dengan kegiatan di lapangan agar siswa lebih mengenal lingkungan sekolah. Termasuk akan mengajak siswa baru untuk terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan di sekitar Panjer, Denpasar, di mana sekolah berada. MPLS dirancang menyenangkan, semangat, dan ceria agar siswa baru lebih mudah beradaptasi di
PLN UID Bali Imbau Pelamar Lebih Waspada
I Made Arya, Plt. Manager Komunikasi PLN UID Bali. adalah PLN tidak bekerja sama dengan pihak lain termasuk biro travel perjalanan untuk program perekrutan, PLN hanya melakukan proses perekrutan melalui situs http://rekrutmen.pln.co.id/, PLN tidak memungut biaya apa pun dalam proses perekrutan, notifikasi pengumuman hasil seleksi dikirim melalui email rekrutmen@pln.co.id dan SMS blast PT PLN. Peserta diarahkan untuk melihat hasil tes secara personal dengan log in ke website http:// rekrutmen.pln.co.id/ pada fitur Pengumuman Tes, masyarakat diharapkan berhati-hati dengan modus penipuan yang memanfaatkan program perekrutan PLN. Saat ini, PLN juga sedang membuka lowongan untuk posisi Manajer Optimalisasi Aset Properti. Pendaftaran dapat dilakukan melalui situs rekrutmen.pln.co.id hingga 22 Juli 2019 mendatang. (ad583)
Daerah Tangkapan
Selasa, 16 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Parameter 11:30 Wita Taksu Dalang Muda, Wayan Nyambu 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara Tebasan Kebuyutan Lumbung Graha 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Alit Sundari (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Durga Kutri 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Sanggar Waringin Manik Suci(1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Menurut Sudarma, mereka yang memanfaatkan jasa lingkungan, seperti air, kesejukan atau keindahan lanskap perlu membayar lewat mekanisme pembayaran jasa lingkungan. Di mana kompensasi tersebut akan dikembalikan sepenuhnya untuk menjaga lingkungan. Sehingga hal ini sejalan dengan PP Nomor 46/2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup. ‘’Jaga dan lestarikan daerah hulu sebagai catchment area, daerah tangkapan air hujan. Untuk itu, ekosistem hutan dan DAS harus dijaga, jangan dieksploitasi untuk peruntu-
kan fasilitas yang menyebabkan ruang terbuka semakin berkurang,’’ tegas Sudarma. Persoalan lain, terjadinya perubahan iklim. Perubahan iklim memang tidak bisa dihindari. Yang bisa dilakukan adalah mitigasi dan adaptasi. Contoh perubahan iklim adalah frekuensi hujan berkurang, namun intensitasnya tinggi. Sekali hujan besar, menyebabkan banjir lantaran air meluncur begitu saja di atas permukaan, tidak terserap oleh akar pohon. Dalam hal ini, Sudarma menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi konservasi. Pengembalian fungsi hutan dan daerah resapan dengan teknologi konservasi perlu lebih gencar dilakukan. (win)
15
Diselipkan Materi Pendidikan Karakter dan Peduli Lingkungan
PEMBUKAAN MPLS - Suasana pembukaan MPLS di lingkungan Perdiknas Denpasar yang menaungi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional. sekolah. Tidak ada perpeloncoan, karena interaksi dibangun seperti keluarga. Orangtua siswa baru bahkan turut diberikan materi parenting, supaya sejalan antara upaya mendidik siswa di sekolah dengan di rumah yang sering dikenal dengan ‘’Sekolahku Rumahku yang Kedua’’. Kepala SMK Teknologi Nasional Ni Nyoman Sulasmini, S.Pd. mengatakan, MPLS di unit SMK diawali dengan perkenalan para guru. Sementara untuk materi kepada siswa baru, hampir sama dengan di SMP Nasional. Seperti tata tertib berlalu lintas, ceramah narkoba, serta tata cara belajar efektif, materi wawasan kebangsaan, kepemimpinan, olahraga gembira dan lingkungan hidup. Berbeda dengan SMP, siswa baru di SMK akan diajak berkunjung ke panti asuhan di hari terakhir MPLS. ‘’Sebagai penutup MPLS akan diisi dengan acara api unggun yang dilaksanakan sore,’’ ujarnya.
Menurut Sulasmini, mayoritas siswa baru kini memilih Program Keahlian Teknologi Informasi Jurusan Multimedia. Lantaran tahun lalu siswa lebih banyak masuk ke Jurusan Teknik Komputer Jaringan. Sementara itu, MPLS di lingkungan Perdiknas Denpasar berlangsung 15-18 Juli 2019. Upacara penutupan MPLS nantinya diisi dengan penampilan bakat siswa baru, dan kemudian diakhiri dengan sisya upanayana pada 5 Agustus mendatang. Secara keseluruhan, ada 254 siswa yang mengikuti MPLS. Masing-masing 62 orang di SMK Teknologi Nasional dan 192 orang di SMP Nasional. Di SMP khususnya, jumlah siswa per rombongan belajar mengikuti aturan pusat yakni 32 orang. Kendati ada penurunan jumlah siswa yang diterima bila dibandingkan tahun lalu, namun unit-unit di Perdiknas ini siap bersaing secara kualitas, baik akademik maupun nonakademik. (ad582)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Paing, 16 Juli 2019
KVB Garap Potensi Wisata Buleleng AKTIVITAS beberapa komunitas di Buleleng mulai menggeliat belakangan ini. Selain komunitas teater, sastra, kesenian dan musik, ada komunitas pencinta mobil tua. Seperti Komunitas Volkswagen Buleleng (KVB) yang terbentuk tahun 2016. Penggiat mobil bermesin belakang ini selain menyalurkan hobi, juga berpartisipasi mempromosikan potensi wisata di Bali Utara. Ketua KVB Agus Patriadi Muliawan, Senin (15/7) kemarin mengatakan, kehadiran komunitas ini berawal dari pertemuan beberapa orang penggemar mobil VW. Dari pertemuan itu, mereka saling tukar wawasan atau pengalaman mengoleksi mobil VW. Dari sana, semakin banyak yang tertarik mengendarai VW, sampai mereka akhirnya membentuk KVB tahun 2016. Mengoleksi mobil VW, kata Agus, tidak sulit karena dari segi perawatan mesin atau bodi bisa dilakukan di bengkel mobil umum. Demikian juga spare part-nya bisa didapat di bengkel umum atau ketika ada pameran. Banyak yang menjual spare part asli bawaan mobil VW itu sendiri. ‘’Awalnya hanya satu
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI
dua dan saling tukar informasi dan banyak yang tertarik, hingga KVB ini terbentuk. Pengalaman saya menggunakan VW tidak seperti pandangan orang akan membuang-buang biaya saja. Tetapi memelihara mobil ini mudah, spare part mudah dan mesinnya tangguh dan tidak kalah dengan mobil buatan terbaru sekalipun,’’ katanya. Menurut Agus, KBV memiliki misi untuk menjalankan hobi untuk mempromosikan potensi pariwisata Buleleng yang terpendam belakangan ini. Dia mencontohkan, ke depan bisa saja pencinta VW berpartisipasi dalam menyediakan akomodasi bagi wisatawan kapal pesiar yang belakangan semakin sering sandar di Pelabuhan Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. ‘’Orang di Bali Selatan bisa memakai mobil tua untuk mengantar wisatawan, KVB ini nantinya akan melakukan hal itu juga. Sebab, belakangan kapal pesiar sudah semakin ramai sandar di Celukan Bawang. Selain itu, event pariwisata lain bisa saja kita garap, sehingga dari hobi bisa berpartisipasi membangun sektor pariwisata itu sendiri,’’ jelasnya. (mud)
BUDAYA
TOURING - Rombongan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dengan mobil VW menuju Danau Tamblingan serangkaian acara Bali Bersih Touring and Fun, Minggu (14/7).
Bumbu Rujak Elmo Utamakan Kualitas KULINER BUMBU rujak sudah jadi, makin banyak tersedia di pasaran. Pencinta rujak pun cukup membeli buah-buahan, kemudian mencampurnya dengan bumbu tersebut. Salah satu bumbu rujak yang beredar di pasaran adalah Elmo, hasil produksi Ni Wayan Sutariani. Dalam memproduksi bumbu rujak, perempuan ini tetap mengutamakan kualitas. Karena, menurutnya, kualitaslah yang akan menentukan pilihan konsumen saat ini dan ke depannya. ‘’Jika kualitasnya bagus, kita tidak akan ditinggalkan,’’ katanya, belum lama ini. Dalam menghadapi persaingan, kualitas menjadi hal yang patut dijaga. Kualitas produk itu meliputi bahan baku, kualitas rasa dan kebersihan. Dengan itu pelanggan akan tahu keunggulan dari produknya. Promosi yang dilakukan selama ini dari mulut ke mulut yang memberikan testimoni positif tentang bumbu rujaknya. Dari promosi ini lumayan membuatnya memperoleh pelanggan baru. Wanita kelahiran 21 Juni 1986 ini mengakui beberapa tantangan memang dihadapi saat ini. Mulai dari tantangan ekstern seperti halnya adanya kompetitor yang juga menyajikan produk sejenis. Di samping itu tantangan intern pun yaitu dari dirinya tak pelak juga menjadi hambatan. Seperti pembukuan, manajemen keuangan termasuk manajemen tenaga kerja. Meski demikian, ibu dua anak ini tetap semangat menghadapi tantangan demi tantangan. Dikatakannya, mimpinya bersama tim dalam pengembangan bisnis ini menjadi motivasi dalam dirinya. ‘’Kami memiliki mimpi yang ingin kami wujudkan bersama, dan itu menjadi penyemangat kami setiap harinya. Walaupun terkadang penjualan lesu, kami tetap berusaha dengan berbagai upaya, karena kami juga melihat tenaga yang kami ajak
dalam usaha ini menggantungkan hidupnya dari usaha ini,’’ terangnya. Pikiran positif dan selalu menjalaninya dengan riang gembira menjadi salah satu cara baginya untuk terus berusaha terutama dalam menawarkan produknya dari satu toko ke toko yang lainnya. ‘’Persaingan itu wajar, kita jalani dengan happy serta diiringi doa,’’ ujarnya. Hal ini pun mampu membuat usaha yang dijalaninya saat ini berkembang cukup baik. Meski jangkauan masih di Bali, namun sejumlah minimarket, toko buah, pasar tradisional dan sarana penjualan lainnya menjadi tempat pemasarannya. Wanita yang juga berprofesi sebagai seorang apoteker ini mengawali bisnis kuliner sejak 2017 lalu. Bersama seorang sahabat, dirinya terus melakukan uji coba produk di awal usahanya dibuka. Butuh waktu cukup lama untuk memberikan kualitas dan rasa terbaik pada produk untuk dipasarkan. Kepengurusan izin usaha juga dilakukan, guna memudahkan dalam pemasaran produk. (may)
KESEHATAN
KULINER TOP
IN VASI
KESEHATAN
WONDERFUL BALI
TOP IN VASI
BUDAYA
WONDERFUL BALI
PENDIDIKAN
BUDAYA
Bali Post/may
BUMBU RUJAK - Sutariani menunjukkan bumbu rujak produksinya.
SENIMAN PENDIDIKAN
Bali Post/eka
Persiapkan Single Duet PENDIDIKAN dengan Fandy ’’Kerispatih’’
SENIMAN PENYANYI Dek Ulik sudah tidak asing lagi bagi pecinta lagu pop Bali. Salah satu diva pop Bali ini memiliki suara khas yang tak pernah dilupakan para penggemarnya. Malang-melintang di industri musik Bali, kini pemilik nama lengkap Ni Made Sustini ini tengah mencoba merambah ke industri musik nasional dengan lirik lagu berbahasa Indonesia. Bahkan, untuk mewujudkan itu, ia tengah mempersiapkan lagu duet bersama vokalis band nasional Kerispatih, Fandy Santoso. Pertemuan antara dua musisi ini bukanlah suatu kebetulan. Mereka dipertemukan oleh Andy Duarsa (produser Dek Ulik) yang kala itu diminta oleh Fandy untuk mencari penyanyi Bali ternama untuk diajak duet. Andy Duarsa menyodorkan nama Dek Ulik yang dianggap akan mampu menghasilkan camestry karya musik dengan Fandy. Dek Ulik yang saat ini tampil modis di akun media sosial, seperti instagram dan youtubenya, awalnya terkejut ditawari duet bersama penyanyi nasional. Bahkan, istri dari Kadek ‘’Lolak’’ Arimbawa ini sempat berpikir jika kabar tersebut hanya guyonan. Bagi Dek Ulik, kesempatan ini merupakan tawaran perdana duet dengan penyanyi nasional, karena sebelumnya ia hanya dikenal duet dengan beberapa penyanyi pria lokal Bali, seperti Widi Widiana. ‘’Saya juga punya lagu solo berbahasa Indonesia, tapi sekarang duet, jadi harus disesuaikan nada dan vokal kami
agar harmonis,’’ ujar Dek Ulik, Minggu (14/7) lalu. Untuk menyesuaikan diri dengan Fandy, Dek Ulik berlatih secara intensif, salah satunya menyesuaikan logat Bali agar sesuai dengan karakter musik nasional. Berduet dengan Fandy, bukan semata untuk popularitas, namun tujuan utamanya adalah ia hanya ingin terus berkarya dan eksis. Beralih ke lagu berbahasa Indonesia, bukan sematamata meninggalkan lagu berbahasa Bali, namun ingin lebih menjawab tantangan masa kini. Dengan harapan bisa menasionalkan lagu-lagu Bali, seperti lagu-lagu daerah lainnya yang menembus industri musik nasional. Kedua penyanyi rupawan ini akan berduet dalam lagu ‘’Di Ujung Kisah Ini’’. Lagu ini tengah proses take vocal yang rencananya dirilis September men-
datang. ‘’Ini lagu bernuansa galau, karena pasar industri musik di Indonesia lebih suka dengan lagu galau dan mudah diterima, terutama anak-anak muda,’’ ujar Fandy. Bagi pria asal Jember, Jawa Timur ini, kolaborasi dengan Dek Ulik merupakan upaya saling menguntungkan. Apalagi, Fandy yang terbilang baru di grup band Kerispatih perlu mengenal beragam potensi musik. Sedangkan bagi Dek Ulik, kolaborasi ini merupakan kesempatan luar biasa untuk kepentingan eksistensi. ‘’Saya tidak menutup diri, saya akui jika suara-suara emas ada di daerah. Hanya
bedanya, tidak semua penyanyi daerah punya kesempatan dikenal nasional. Misalnya lagu ‘Su Sayang’, siapa sangka akan dikenal seperti itu,’’ ujarnya. Fandy juga mengatakan Dek Ulik berpotensi menasional. Indikatornya, ia memiliki karakter kuat, materi lagu yang pas dan juga penggemar fanatik. (win)
DUET - Dek Ulik dan Fandy ‘’Kerispatih’’ segera rampungkan single duetnya.
SMP PGRI 6 Denpasar
Sekolah Kemanusiaan, Kedepankan Empat Pilar Kebahagiaan
SENIMAN
MPLS - Kaur Kurikukum SMP PGRI 6 Denpasar I Made Sudiarta didampingi para kaur dan guru berfoto dengan siswa baru di MPLS SMP PGRI 6 Denpasar.
KELUARGA besar SMP PGRI 6 Denpasar tampak sumringah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru. Pasalnya, sekolah ini sukses menerima 115 siswa baru (tiga kelas) dan naik signifikan dibandingkan tahun lalu 86 siswa. OSIS SMP PGRI 6 Denpasar pun sudah menyiapkan aneka acara yang membuat siswa baru senang mengikuti MPLS. MPLS SMP PGRI 6 Denpasar dibuka Kaur Kurikulum I Made Sudiarta, S.Pd. ditandai dengan penyematan tanda peserta. Ketua Panitia PPDB yang juga Kepala TU Ni Nyoman Pulasari, S.Pd. merasa bersyukur bisa melewati persaingan ketat dengan sekolah negeri dan swasta. Dia bersama OSIS sudah door to door mempromosikan sekolah termasuk di Wiyata Mandala. ‘’Syukur akhirnya kami bisa melalui dengan baik,’’ ujarnya. Ketua OSIS SMP PGRI 6 Denpasar Kadek Suardana mengungkapkan, guna membuat siswa baru senang di MPLS, dia sudah menyiapkan lomba futsal antarkelas, membersihkan sungai di Gang Tamansari. Peserta
diajak main magic stick dan main games dengan tongkat. Juga diajak menyanyi bersama, senam zumba, senam PGRI dan senam kewer-kewer. Yang menarik sekolah ini menerima seorang peserta didik inklusi sehingga total sekolah ini memiliki lima peserta didik inklusi karena masuk siswa berkebutuhan khusus. Makanya I Made Sudiarta menegaskan SMP PGRI 6 Denpasar adalah sekolah kemanusiaan, memberdayakan siswa berkebutuhan khusus menjadi manusia mandiri. Namun mereka tetap diberikan ilmu guna bisa melanjutkan ke SLTA. Sekolah bekerja sama dengan kader Pekerja Sosial Masyarajat (PSM) Desa Dangin Puri Klod guna mendukung sekolah kemanusiaan. MPLS juga berbasis lingkungan. Dikatakan Sudiarta, siswa dan guru wajib membawa botol minuman sendiri guna mengurangi sampah plastik. Selain itu bekerja sama dengan Puskesmas Dentim untuk program Gema Petik, mempersiapkan anak-anak menjadi kader jumantik di keluarga. Made Sudiarta diampingi Wakasek
Ni Nyoman Erawati, S.Pd., Kaur Kurikulum I Made Sudiarta, S.Pd., Kaur Humas Tjok. Istri Tismayanti, S.H., S.Pd., M.Pd., Kaur Kesiswaan Gede Ari Parwatha, S.Pd. dan Kaur Sarana Ni Luh Komang Ayu Sri Melawati, S.Pd. bersyukur dari 158 pendaftar, 115 bertahan karena saking cintanya dengan SMP PGRI 6 Denpasar. Untuk itu, dia berterima kasih masyarakat Denpasar mempercayakan pendidikan anaknya di SMP PGRI 6 Denpasar yang mengedepankan pendidikan karakter dan bahasa asing. Dia juga memaparkan visi Kepala SMP PGRI 6 Denpasar Drs. I Ketut Antara, M.Ag. yang mengedepankan empat pilar kebahagiaan, yakni sembahyang, jujur, disiplin dan tanggung jawab. Untuk itu MPLS mengedepankan kemanusiaan yakni kasih sayang, tanpa kekerasan. Kasek Ketut Antara membenarkan sekolah ini juga menampung sejumlah siswa menyandang disabilitas kategori ringan. Sekolah mempersiapkan berbagai fasilitas seperti gambelan, gender wayang, musik, pramuka, paskibra, dll. (ad580)