20 HALAMAN
NOMOR 314 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu paing, 16 juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
18 Kapal Terbakar Pati (Bali Post) Kebakaran hebat terjadi di alur Sungai Silugonggo, Desa Bakaran, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (15/7) kemarin. Sebanyak 18 kapal nelayan terbakar. Hingga pukul 16.40 WIB, api belum berhasil dipadamkan. Upaya pemadaman terus dilakukan petugas agar tidak merembet ke kapal lain yang bersandar di tempat itu. Jumlah kapal yang ikut terbakar hingga kini mencapai 18 unit kapal. Tiga orang nelayan mengalami luka bakar serius sehingga dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Budi Agung Juwana. Hal. 19 Masih Dievakuasi
BPM/ant
TERBAKAR - Sebanyak 18 kapal hangus terbakar di Sungai Silugonggo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu (15/7) kemarin. Kebakaran diduga akibat proses pengelasan di area kapal tersebut.
Sembilan Persen Pelajar Anti-Pancasila
Surabaya (Bali Post) Menteri Sosial yang juga Ketua Yayasan Taman Pendidikan dan Sosial Nahdlatul Ulama (YTPSNU) Khadijah Surabaya, Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan pernyataan mengejutkan. Dia mengungkapkan saat ini 9 persen pelajar Indonesia ternyata sudah masuk kelompok anti-Pancasila. Kondisi ini menurut Khofifah adalah tantangan yang tidak ringan. ‘’Ini PR kita. Saya ketemu yang dideportasi dari Turki, yang anak-anak dan ibu-ibu dikirim Densus ke Kemensos. PR kita adalah tidak mudah kafirkan. Kita bersyukur ada NU yang ajarkan tawassuth, tawazun, iktidal, dan mabadi khoiro ummah. Itu PR agar orang tidak mudah berguru kepada gadget yang tidak jelas sanad atau perawi. Karena kalau soal agama bisa berbahaya,” tuturnya ketika
berkunjung di Surabaya, Sabtu (15/7) kemarin. Khofifah menguatkan para guru, memastikan para guru, untuk membangun sinergi antara programprogram yang mempunyai penguatan keagamaan dengan program yang terkait dengan bidang studi. “Untuk itu, guru yang mengajar gravitasi, juga mengajarkan proses gravitasi itu dari Tuhan,” katanya. Dia menegaskan, saat ini penguatan agama di Khadijah sudah
Aksi Kriminalitas Remaja Cenderung Berkelompok “NEGARA sangat sibuk membentuk lembaga yang katanya bergerak untuk melindungi anak, tapi tak punya acuan yang jelas dalam penerapannya”. Itulah ungkapan seorang pemerhati sekaligus wanita yang sangat concern dalam membela kaum anak-anak. Sosok yang khawatir itu adalah Siti Sapurah. Apa yang dikhawatirkan terhadap perilaku anak tersebut memang cukup beralasan. Setiap hari, pekerjaannya hanya ngurus anak. Itu dapat dilihat dari aktivitasnya di pengadilan. Apalagi saat ini, Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, sudah mempunyai sidang khusus anak. Hampir setiap Minggu, ada saja anak-anak menjelang remaja yang menjalani proses persidangan. Mereka ada sebagai pelaku dan banyak pula sebagai korban. Namun dari data yang ada, anak-anak dan remaja justru lebih banyak sebagai pelakunya. Aksi kriminalitasnya cenderung dilakukan secara berkelompok. Misalnya melakukan penjambretan berkelompok, pencurian sepeda motor, pencurian rumah kosong hingga menjadi pelaku penganiayaan atau pengeroyokan. Hal. 19 Berurusan dengan Hukum
BPM/dok
VIDEO - Video games kekerasan merangsang anak berbuat serupa.
Tak Bisa Hanya Serahkan kepada Guru
AKSI kriminal yang dilakukan oleh anak di bawah umur kembali terjadi. Terhangat mengenai anak anggota DPRD Bali yang menjadi salah satu pelaku penusukan Prajurit TNI Prada Yanuar Setiawan (20) hingga tewas. Padahal usianya baru menginjak 16 tahun. “Pertama secara hukum, ini harus diproses. Apa pun yang menimbulkan korban nyawa harus diproses secara hukum. Soal bagaimana prosesnya kan silakan penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian yang sudah menangani,” ujar Ketua DPD PDI-P Bali, Wayan Koster, yang dikonfirmasi Sabtu (15/7) kemarin. Koster memang turut menaruh perhatian pada kasus ini. Terlebih, anggota DPRD Bali yang merupakan ayah pelaku merupakan kader PDI-P. Hal. 19 Proses Hukum
berjalan sehingga tidak perlu lagi mendiskusikan Full Day School. Sementara itu, Habib Abdurrahman Al-Attas dalam ceramah halalbihalal menyampaikan, nabi sudah menggambarkan orang yang tahu agama tetapi mudah mengkafirkan orang lain sebagai orang yang belajar agama tanpa guru. “Nabi Muhammad yang dibangun yang pertama adalah masjid, bukan rumah. Artinya, ilmu agama itu penting,” kata dia. Dia mewanti-wanti untuk was-
pada terhadap ilmu agama yang berasal dari gadget karena rujukan ilmiahnya tidak jelas. Oleh karena itu, pendidikan agama adalah penting. “Yang juga penting doakan umat untuk kawal akhlak umat agar mereka belajar Alquran tapi isi Alquran bisa masuk ke hatinya sehingga tidak hanya paham Alquran tapi tetap mudah mengkafirkan,” ujar Habib Abdurrahman. Hal. 19 Blokir Telegram
BPM/dok
PANCASILA - Pelajar ini patut dicontoh mengampanyekan Pancasila.
Remaja Bali Kian beringas
DUNIA pendidikan di Bali tercoreng akibat ulah oknum siswa SMA menganiaya prajurit TNI hingga tewas. Kejadian ini jelas membuat kita prihatin dan tidak percaya bila remaja usia 16 tahun bisa melakukan aksi sadis tersebut. Kasus ini terjadi di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta Selatan, depan SPBU Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, Minggu (9/7) lalu. Siswa salah satu SMA swasta di Denpasar berinisial DKDA (16) menusuk dada TNI AD Prada
Yanuar Setiawan (20). Teman-teman DKDA juga mengeroyok rekan Yanuar, Johari hingga kondisinya kritis. DKDA sendiri merupakan anak anggota DPRD Bali. Terkait kasus ini, penyidik Satuan Reskrim Polresta Denpasar menahan enam orang yaitu berinisial CI, RA, DKDA, KCA, KTS, dan FH. Terkait kasus tersebut, pemerhati masalah sosial, Prof. Dr. Rai Setiabudhi, S.H., M.H., Sabtu (15/7) kemarin, mengatakan, kenakalan remaja di era modern
ini sudah melebihi batas kewajaran. Banyak anak-anak di bawah umur sudah mengenal rokok, narkoba, seks disertai perilaku brutal. Bahkan sampai melakukan perbuatan yang sangat mengerikan yaitu menghilangkan nyawa orang lain. Dalam kriminologi, Prof. Rai melanjutkan, biasanya dibedakan menjadi dua kategori pelanggaran atau kejahatan yang dilakukan remaja. Pertama, pelanggaran status misalnya kabur dari rumah, bolos sekolah, minum minuman
keras, seks, membangkang di sekolah maupun terhadap orangtua. Sementara yang kedua, pelanggaran indeks yaitu sudah termasuk perilaku kriminal karena sudah sangat membahayakan dan merugikan orang lain. Pelanggaran indeks ini misalnya mencuri, menyerang, memperkosa, menganiaya, bahkan sampai membunuh. Dengan kata lain, aksi kekerasan remaja Bali kian beringas. Hal. 19 Kenakalan Remaja
Didampingi Bapas PENYIDIKAN kasus pembunuhan Prada Yanuar Setiawan mesti hati-hati dan menggandeng instansi terkait. Selain Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), petugas harus berpedoman pada Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Sampai saat ini, penyidik tinggal melengkapi berkas berita acara pemeriksaan (BAP) dan selanjutkan akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Denpasar. “Tinggal pemberkasan saja. Semua sudah ada, alat bukti dan rekonstruksi juga sudah,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto Sabtu (15/7) kemarin. Selama menjalani proses pemeriksaan, kata Kompol Aris, sesuai aturan tersangka di bawah umur didampingi petugas Balai Pemasyarakatan (Bapas). Hal itu dilakukan selain prosedurnya demikian, juga menjaga psikis anak tersebut. “Bagaimanapun mereka masih di bawah umur,” kata mantan Kapolsek Denpasar Selatan ini. Bagaimana dengan tempat penahanannya? Manta Kapolsek Denpasar Selatan ini menegaskan mereka ditempatkan di sel Siaga Reskrim sehingga tidak bergabung dengan tahanan dewasa di Rutan Mapolresta. “Kami berharap kasus ini secepatnya bisa dilimpahkan ke kejaksaan. Selama proses penyidikan berlangsung tidak ada kendala dan semua berjalan lancar,” tegasnya. (rah)
BPM/dok
REKONSTRUKSI - Pelaku pembunuhan oknum TNI saat menjalani rekonstruksi belum lama ini.
Mengapa Remaja Gampang Berbuat Kekerasan?
Akibat Games Kekerasan atau Di-’’backing’’ Orang Lain Kasus kekerasan yang dilakukan geng motor yang dimotori oleh pelajar terus bermunculan di tengah masyarakat Bali. Tidak hanya menyasar masyarakat biasa, namun tindakan kekerasan sudah menyasar aparat TNI. Selain membuat keresahan di masyarakat, tentu hal tersebut mencoreng dunia pendidikan.
PENGAMAT pendidikan, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., mengatakan ada beberapa faktor yang menyebabkan kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak muda, salah satunya adalah pengaruh perkembangan dan kecanggihan teknologi yang menyebabkan anak muda saat ini bebas mengakses apa saja dari genggaman tangannya melalui gadget. Padahal, anak muda sendiri sedang mencari sistem nilai (values) dalam dirinya, karena belum
mempunyai ketahanan nilai. Di sisi lain, orangtua juga terlalu cepat dan mudah menganggap anak remaja mereka sebagai pemilik “hak” seperti orang dewasa. “Perlu dikaji, mengapa anak muda gampang berbuat kekerasan. Apakah karena media yang mereka akses, game-game yang memuat kekerasan dan lainnya, sehingga mereka menjadi banal (tidak sensitif, merasa biasa) dengan kekerasan. Hal. 19 Antikekerasan
Radendra Suastama
Swardhana
DAERAH
2 Tak Ada Alasan Putus Sekolah
Bangli (Bali Post) Sudah cukup banyak program yang selama ini dibuat pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten untuk menekan angka putus sekolah. Dengan banyaknya pogram itu, maka sejatinya tidak ada alasan lagi bagi anak usia sekolah tidak melanjutkan sekolahnya. Hal itu dikatakan Bupati BPM/kmb40 Bupati Bangli Bangli I Made GianI Made Gianyar yar dalam wawancara belum lama ini. Made Gianyar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangli selama ini telah menetapkan kebijakan, di mana sebagian uang rakyat di APBD dipergunakan untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun dan rintisan wajib belajar 12 tahun. Selain itu, untuk meningkatkan pendidikan masyarakat, Pemkab Bangli telah bekerja sama dengan Bank Pasar Bangli, sebuah lembaga pendidikan swasta, dan yayasan pengiriman tenaga ke luar negeri, melalui skim dana bergulir, peningkatan biaya pendidikan, biaya pengiriman 30 juta melalui kredit tanpa agunan dan dicicil setelah bekerja dengan bunga ringan 6% setahun. “Pemkab Bangli juga memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kuliah di perguruan tinggi negeri yang bekerja sama dengan Pemda Bangli seperti Unud, Undiksa, IHDN, ISI Jurusan Tari dan Kerawitan, UGM, IPB, ITS, Unram, Rp 1 juta per bulan,” terangnya. Terhadap anak-anak dari daerah terpencil seperti Terunyan dan Songan, Pemkab Bangli juga memberikan beasiswa kuliah di jurusan kesehatan, baik kebidanan dan keperawatan. Beasiswa ini diberikan untuk menyiapkan anak-anak tersebut sebagai tenaga yang akan mengisi puskesmas pembantu (pustu) yang ada di balik bukit. “Bangli juga punya program Nyama Anyar, dan Oka Anyar untuk mencegah angka drop out. Bila dilihat program pemerintah, tidak ada alasan anak usia sekolah tidak bisa bersekolah,” jelasnya. (kmb40)
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Polda ’’Sweeping’’ Geng Motor
Diamankan Sajam dan Rantai Kalung Denpasar (Bali Post) -
Kapolda Bali dalam waktu dekat membentuk tim khusus menangani kejahatan jalanan terutama geng motor. Sebelum tim tersebut dibentuk, 25 personel Subdit IV Direktorat Intelkam Polda Bali mensweeping kelompok pemotor dalam rangka mengantisipasi geng motor Jumat (14/7) hingga Sabtu (15/7).
Tim dipimpin Kasubdit IV Direktorat Intelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa. Sweeping tersebut dimulai pukul 23.30 wita di seputaran Denpasar dengan sasaran utama yaitu geng motor dan preman. AKBP Gede Dartiyasa, Sabtu (15/7) kemarin, mengatakan, pihaknya menggelar sweeping sambil mengimbau sekelompok remaja yang masih berkumpul hingga larut malam. Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal yang dilakukan oleh kelompok preman maupun geng motor. Dengan demikian diharapkan tercipta situasi kamtimbas yang kondusif. “Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melintas atau yang sedang bepergian pada malam hari. Kejahatan jalanan seperti jambret, silet paha, balap liar, dan pemalakan diduga dilakukan geng motor,” ujarnya. Usai melaksanakan apel, seluBPM/ist ruh personel langsung bergerak SWEEPING - Tim Subdit IV Direktorat Intelkam Polda Bali menggelar sweeping geng dan melakukan sweeping. Saat motor. melakukan penggeledahan terha-
dap geng motor di salah satu posko ormas terbesar di Bali di Jalan Salawati, Teuku Umar, Denpasar, diamankan 17 anggota yang sedang pesta arak. Dari pemeriksaan di dalam posko, polisi berhasil mengamankan 1 buah rantai kalung, 1 buah mata tombak, dan 3 botol arak. Selanjutnya, polisi bergerak menuju Jalan Teuku Umar Barat, Jalan Mahendradata, dan Jalan Gatot Subroto Barat. Saat menyisir Jalan Gatot Subroto Barat, Sabtu (15/7) sekitar pukul 03.00 wita, polisi kembali mendapatkan kelompok geng motor dan ABG yang sedang nongkrong. Dari pemeriksaan, polisi berpakaian preman ini tidak menemukan adanya senjata tajam dan barang mencurigakan lainnya. “Kami memberikan pembinaan dan imbauan agar tidak membawa sajam serta minum miras. Mereka langsung dibubarkan dan disuruh pulang ke rumah masing-masing dan tidak mengulangi kegiatannya karena sangat merugikan pengguna jalan lainnya,” tegas Dartiyasa. (kmb36)
Pengurus IDI Cabang Denpasar 2017-2020 Dilantik
BPM/kmb23
TERMINAL - Terminal keberangkatan di Bandara Ngurah Rai.
Bandara Ngurah Rai
Semarakkan Musim Panas dengan ’’Summer Rainbow Holiday’’
Mangupura (Bali Post) Liburan musim panas (Summer Holiday) di beberapa negara, menjadi berkah untuk kunjungan wisatawan ke Bali. Pada bulan JuliAgustus ini, merupakan liburan musim panas di wilayah Eropa. Sedangkan untuk Australia liburan musim panas pada bulan Juni- Juli. “Kami dari Angkasa Pura I memprediksi mulai Juni-Agustus, lonjakan penumpang masih stabil di Internasional. Karena Summer Holiday cukup panjang,” ujar Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, Sabtu (15/7) kemarin. Dikatakannya. Pada semester 1 tahun ini, penumpang yang datang melalui bandara Ngurah Rai, masih didominasi oleh penumpang Tiongkok, sebesar 25 persen dari total penumpang yang ke Bali. Untuk kunjungan terbanyak kedua yaitu Australia dan nomor 3 adalah India. Sedangkan untuk penumpang Eropa, secara keseluruhan tidak terlalu dominan. Total penumpang dari negara Eropa masih kalah dengan Tiongkok. Menurutnya, dari data yang ada, lima tahun terakhir, wisatawan Australia memang mendominasi. Tapi peningkatannya stabil yaitu 1 – 1,5 persen. Sedangkan peningkatan penumpang Tiongkok melonjak drastis. Bahkan pertumbuhan setiap bulannya 10-15 persen. “Sampai bulan Juni, Tiongkok mendominasi sebesar 25 persen dari total penumpang di Bandara Ngurah Rai,” paparnya. Pada liburan musim panas kali ini, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, ditampilkan dekorasi penuh warna serta diorama unik bertema “Summer Rainbow Holiday” yang dapat membuat atmosfir liburan tepi pantai semakin terasa. “Dalam menyambut suasana liburan musim panas ini kami sengaja menampilkan berbagai dekorasi seperti hanging summer rainbow dan diorama unik bertema swing chill, holiday in Bali serta beach chill yang dapat membuat penumpang merasakan suasana liburan yang santai dan menyenangkan,” katanya. Tak hanya itu, adanya ornamen seperti pohon kelapa, papan surfing ala peselancar dan aneka bean bag warna warni membuat lokasi terasa meriah dan iconic untuk dijadikan lokasi selfie atau foto bersama sebelum lepas landas ke kota tujuan. “Kami juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik sekaligus menghibur seperti acoustic band modern dance flash mob dan beragam games activity menarik,” tambahnya. Perayaan Summer Holiday yang berlokasi di Terminal Keberangkatan Domestik dan Internasional ini dilangsungkan pada tanggal 15-16 Juli 2017. (kmb23)
Dirangkai Seminar Ilmiah Menjawab Tantangan Dokter Indonesia Terkini Denpasar (Bali Post) Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Denpasar periode 2017-2020 resmi dilantik oleh Ketua IDI Cabang Bali di Gedung Sewaka Dharma, Denpasar, Sabtu (15/7) kemarin. IDI Cabang Denpasar kini dinakhodai oleh dr. I Gusti Agung Ngurah Anom, MARS, menggantikan dr. I Ketut Suyasa, Sp.B, Sp.OT (K). Pelantikan pengurus baru dirangkai pula dengan Seminar Ilmiah “Menjawab Tantangan Terkini Dokter Indonesia, dari Kompetensi hingga Etik-Medikolegal”. Ketua IDI Cabang Denpasar, dr. I Gusti Agung Ngurah Anom, MARS mengaku bangga lantaran hampir semua anggotanya bekerja di dalam pelayanan kesehatan yang sudah terakreditasi. Artinya, para dokter di IDI Cabang Denpasar sudah bekerja sesuai dengan standar dan kaidah sehingga masyarakat Denpasar bisa mendapatkan pelayanan yang prima dan bermutu. “Selanjutnya tetap tantangan kita ke depan adalah MEA, ke-
mudian JKN. Ini kita harapkan semua dokter tetap menjaga kompetensinya untuk meningkatkan profesionalitasnya,” imbuhnya. Ketua IDI Cabang Bali, Dr. Kompiang Gautama, Sp.A., mengingatkan pengurus baru agar jangan pernah melupakan sumpah dokter. Yakni menganggap teman sejawat sebagai saudara kandung. Kemudian, di era media sosial yang penuh dengan kesimpangsiuran, para dokter hendaknya menjadi garda terdepan menjaga empat pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI). “Saya mengucapkan terima kasih kepada dr. I Ketut Suyasa sudah mengatur organisasi IDI Denpasar ini dengan sedemikian baiknya sehingga siapa pun yang jadi ketua akan tidak terlalu berat bebannya. Dokter Anom saya juga tahu sejak mahasiswa memang aktif dari dulu,” imbuhnya. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra berharap IDI Cabang Denpasar ke depan
bisa lebih baik lagi. Mengingat, keberadaannya selama ini sudah banyak memberikan kontribusi bagi pemerintah Kota Denpasar. “Tentunya kami sangat apresiasi dan sangat kami hormati sekali karena sudah banyak public value yang muncul dan bisa kita gunakan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan perkotaan di bidang kesehatan,” ujarnya. Sementara itu, seminar menghadirkan pembicara Dr. Daeng M. Faqih, S.H., M.H. (Ketua Elect PB IDI) dengan materi “Etik Medico Legal”, Prof. Dr. dr. Nancy Margarita Rehatta, Sp.An, KIC, KNA (Divisi Pendidikan Konsil Kedokteran Indonesia) dengan materi “Revisi SKDI 2012 dalam Perspektif Dokter di Faskes Primer”, dan Dr. dr. Henry Salim Siregar, Sp.OG (K) (Bidang Kajian dan Advokasi Kebijakan Kedokteran Masa Kini dan Mendatang PB IDI) dengan materi “Telaah Kritis terhadap Eksistensi IDI dan KKI Pasca Uji Materi UU Praktek Kedokteran”. (kmb32)
KARYA – Hasil karya siswa-siswi di SLB Bangli.
BPM/nan
Karya Seni Siswa-siswi SLB
Tampilkan Motif Berbeda untuk Tarik Minat Konsumen
BPM/kmb32
LANTIK - Pengurus IDI Cabang Denpasar saat dilantik oleh Ketua IDI Cabang Bali. Acara ini juga dihadiri Wali Kota Denpasar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dirut RS Sanglah, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unud dan Unwar, serta Ketua IDI Cabang se-Bali.
Bangli (Bali Post) Karya seni yang dihasilkan siswa-siswi di Sekolah Luar Biasa (SLB) Bangli patut diperhitungkan. Sebab, semua hasil karya yang dibuat oleh siswa-siswi yang berkebutuhan khusus seperti keben, destar, endek, dan hasil karya yang lainnya di sekolah tersebut mampu menampilkan bentuk motif gambaran yang berbeda dengan hasil karya di luar. Inovasi itu dilakukan untuk memberikan tampilan yang berbeda kepada konsumen. Guru seni lukis SLB Bangli I Ketut Gede Susana mengatakan, hasil karya yang dihasilkan anak didiknya memang tidak sama dengan yang ada di luar. Pasalnya, pihak sekolah berupaya mencari inovasiinovasi yang berbeda dengan produk yang ada di luar. Sehingga, hasil karya siswanya yang hendak dipasarkan bisa dilirik oleh konsumen. “Kalau kita di sini selalu ingin membuat sesutu yang beda dengan produk yang di luar. Karena hasil karya siswa-siswi di sini khusus berbeda dari yang lainnya.
Motif gambaran yang dibuat lain dari yang lain, sehingga dengan motif yang berbeda, maka bisa menarik minat konsumen untuk membelinya. Intinya, motif yang kita tawarkan berbeda dari kebanyakan,” ungkap Susana belum lama ini. Dia menambahkan, dengan motif-motif gambaran yang berbeda membuat konsumen lebih tertarik. Seperti saat pameran yang diikutinya di Bandung, Jawa Barat belum lama ini. Banyak hasil karya siswanya yang dipamerkan seperti keben, destar, endek, dan kerajinan yang lainnya yang laku terjual. Itu menandakan ivovasi yang dibuat cukup menarik konsumen untuk membeli hasil karya anak didiknya. “Saat itu keben, destar, endek banyak yang laku terjual. Karena pembeli sangat senang dengan keunikan polesan lukisan yang dibuat anakanak. Termasuk endek juga banyak diminati. Sebab, motif gambar di endek memakai prada. Mungkin karena unik makanya banyak yang berminat,” jelas Susana. (nan)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Klinik Jnana Marga Menjaga Kepercayaan dengan Mutu dan Legalitas
KESEHATAN adalah kebutuhan dan hak setiap orang. Kesehatan adalah kunci utama kebahagiaan dan aset paling berharga dari kehidupan seseorang. Itulah sebabnya kesehatan dihargai cukup mahal. Saat seseorang terganggu kesehatannya, maka mereka akan mencari cara untuk memulihkan kesehatannya dengan menjalani pengobatan. Selain pengobatan medis yang makin hari makin berkembang, salah satu metode pengobatan yang menjadi pilihan masyarakat adalah pengobatan tradisional. Selain harganya terjangkau, pengobatan tradisional ini di yakini minim risiko atau tanpa efek samping. Apalagi sepuluh tahun belakangan ini makin santer terdengar ajakan untuk back to nature, sehinggu memicu menjamurnya klinik tradisional. Apapun pilihan masyarakat, apakah medis atau tradisional itu sah–sah saja. Sebagai konsumen, masyarakat harus jeli dan cermat memilih penyembuhan secara tradisional. Karena bukan hanya tubuh dan kesehatan, nyawapun bisa menjadi taruhannya jika salah memilih. Salah satu cara atau upaya untuk menentukan kualitas praktek klinik pengobatan tradisional adalah dengan melihat aspek legalitasnya. Apakah klinik tersebut legal dan mengantongi izin praktek resmi dari pemerintah dan pejabat yang berwenang? Untuk menjawab dan menghilangkan keraguan masyarakat pada jumat (14/7) lalu, Klinik Jnana Marga mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan Kodya Denpasar. Kunjungan kali ini berkaitan dengan perpanjangan izin Klinik
Jnana Marga yang sudah diperpanjang beberapa kali sejak didirikan tahun 2008 lalu, sesuai aturan dan arahan dari dinas terkait. Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual yang juga terapist Klinik Jnana Marga, I Nengah Edy Warsita menyampaikan, bahwa segala persyaratan yang diperlukan untuk perpanjangan izin sudah lengkap serta sudah lulus uji kompetensi. Ini membuktikan bahwa Klinik Jnana Marga telah banyak berkontribusi dan patut diperhitungakn peran sertanya dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya masalah yang berhubungan dengan kesehatan seksual laki–laki. Selain mengedepankan keamanan, kenyamanan dan kepercayaan, kesembuhan pasien adalah hal utama. Yang tak kalah penting, legalitasnya dapat dipertanggungjawabkan. Lebih jauh Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali mengungkapkan bukti lain, sejak di buka tahun 2008 hingga kini tetap eksis melakukan praktek penyembuhan dengan metode pengobatan energi Janur Sakti dan kekuatan Piramida yang berfungsi untuk menyembuhkan bermacam masalah seksual pria, seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hyperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Juga mampu menangani, memperbaiki dan menenangkan pikiran yang kacau dan menyembuhkan pikiran–pikiran yang sakit. Itulah sebabnya klinik dengan izin no 448.3/3.PT.29.VI.12/ DIKES. Dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI) ini setiap hari selalu ramai pasien dari berbagai daerah di Bali bahkan luar Bali. Jnana Marga Training Centre Metafisika Indonesia Bali juga membuka dan memberikan pelatihan dan aktivasi energi metafisika. Energi ini berfungsi untuk mengendalikan ejakulasi, menguatkan kerja jantung dan ginjal. Karena untuk mendapatkan seks sehat dan berkualitas antara kinerja jantung dan ginjal harus selaras dan harmoni. Selain itu energi ini berfungsi untuk kesehatan secara menyeluruh. Beralamat di jalan Gatot Subroto I gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600. Buka setiap hari Senin–Sabtu, pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad1247)
TOPOTELS- Ramada Encore Bali Seminyak Operated by Topotels merupakan Ramada Encore pertama di Indonesia. Hotel ini terletak di Jalan Dewi Saraswati III, Seminyak, Kuta, Badung.
Berakhir Pekan Bersama Ramada Encore Bali Seminyak INGIN berlibur akhir pekan menyenangkan bersama dengan teman atau keluarga? Ramada Encore Bali Seminyak operated by Topotels adalah pilihan yang tepat. Hotel yang terletak di Jalan Dewi Saraswati III, Seminyak, menyediakan kolam renang yang super fantastis dan makanan yang lezat di Mahadewi Restoran. Baik kolam renang maupun restorannya bisa diakses oleh siapa saja yang tidak menginap di Ramada Encore Bali Seminyak. Bagaimana caranya untuk bisa mengakses kesana? Apakah itu satu tempat yang sama atau terpsiah? Umu Kulsum Sastroatmodjo selaku Marketing Communications Manager dari Ramada Encore Bali Seminyak, Sabtu (15/7) kemarin mengatakan bahwa Mahadewi Restoran memiliki pemandangan langsung ke kolam renang yang memiliki ukuran 2.200 m2. Dengan interior yang bertemakan Retro style dan atmosphere tenang dan ramah akan membuat semua tamu nyaman dan senang ketika duduk bersantai di restoran dan bermain di kolam renang. Dengan harga paket yang terjangkau, sebesar Rp 95.000/ orang sudah bisa mendapatkan akses langsung ke kolam renang, di samping itu juga dapat handuk berenang, menu Easy Bite serta Exotic Fruit Tea. Mahadewi Restoran juga menyediakan beragam menu pilihan untuk makan siang. Pengunjung akan merasakan sensasi yang luar
biasa, perpaduan antara lezatnya makanan, pelayanan yang ramah serta suasana yang menyenangkan. Untuk bisa mendapatkan akses itu sangatlah mudah. Tim dari Ramada Encore Bali Seminyak akan selalu siap sedia membantu. masyarakat hanya perlu mengirimkan pesan atau menelpon ke hotel secara langsung. Masyarakat bisa menghubungi telepon +62 361 474 1400. Jika hanya ingin sekadar hang out bersama teman atau keluarga, pihak pengelola mempersilahkan datang langsung ke Mahadewi Restoran untuk mendapatkan semua informasi. Tak hanya restoran dan kolam renang saja, tetapi pengunjung juga bisa mendapatkan akses ke Madhavi Spa, Ramada Encore Bali Seminyak untuk menghabiskan akhir pekan. “Memanjakan tubuh anda ketika berlibur adalah pilihan yang bijak. Anda mengetahui apa yang dibutuhkan oleh tubuh Anda setelah bekerja selama satu minggu penuh. Bagi Anda yang memahami maknanya me time tentu akan menghabiskan waktu untuk bersantai entah itu di restoran, kolam renang atau Spa,” jelas dia. Informasi lebih lanjut mengeni Ramada Encore Bali Seminyak, jam buka kolam renang pukul 9.00 hingga 21.00 Wita. Juga tersedia untuk dewasa dan anak-anak. Di Mahadewi Restoran juga tersedia untuk kebutuhan sarapan, makan siang dan makan malam. Jam buka Madhavi Spa dari pukul 08.00 hingga 22.00 Wita. (bns1)
Daerah
3
Sembahyang di Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek di Punduk Dawa Bupati Eka Ingatkan Semangat Gotong Royong KOMITMEN Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mendukung dan membantu proses pembangunan Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bethara Mpu Ghana di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung terus diwujudkan. Pada Jumat (14/7), Bupati Eka menyempatkan diri melakukan persembahyangan di tempat suci semeton Pasek tersebut. Bupati Eka juga memantau langsung jalannya pembangunan pura yang sampai sejauh ini terus berlangsung. Selain Bupati Eka, dalam kesempatan itu hadir juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama beserta rombongan. Sedangkan dari Pemkab Tabanan hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Alit dan beberapa stafnya. Kegiatan Bupati Eka di pura tersebut diawali dengan persembahyangan bersama di madya mandala. Kemudian disusul dengan persembahyangan di utama mandala yang posisinya berada pada ketinggian kurang lebih sepuluh meter. Kehadiran Bupati Eka disambut keluarga besar sameton Pasek. Beberapa di antaranya Ketua Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi Provinsi Bali Wisnu Bawa Temaja, Ketua Panitia Pembangunan Pura I Gede Muliarsana, Ketua Dulang
Mangap I Ketut Denia beserta ratusan orang anggotanya yang kebetulan saat itu sedang mengikuti upacara majaya-jaya. Tidak ketinggalan juga puluhan sulinggih yang memimpin prosesi majaya-jaya, salah satu organisasi dari Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Eka menegaskan komitmennya untuk tetap membantu proses pembangunan Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bethara Mpu Ghana. Terlebih dirinya bersama ayahandanya yang juga Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama berasal dari klan yang sama. Terkait itu, Bupati Eka meminta kepada seluruh sameton Pasek untuk tetap menjaga tali persaudaraan dan soliditas. Terlebih saat ini warga Pasek sedang membuat tempat suci besar. “Saya himbau agar tetap menjaga rasa gotong royong. Apa yang kita idamkan dan cita-citakan, seperti sekarang ini yakni membangun tempat suci, pasti akan terwujud bila kita saling gotong royong,” ujarnya. Secara pribadi dirinya juga sudah siap untuk membantu pembangunan gedong simpen di areal pura tersebut. Bantuan pembangunan salah satu tempat suci yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 385 juta itu akan segera direalisasikan.
BUPATI - Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ditemani sejumlah pejabat termasuk Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama melakukan persembahyangan bersama di Pura Penataran Agung Catur Parahyangan Ratu Pasek Linggih Ida Bethara Mpu Ghana di Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. “Sesegera mungkin akan direalisasikan. Di luar itu, Pak Adi (Nyoman Adi Wiryatama) juga akan ikut berusaha membantu di DPRD Bali dengan mengupayakan adanya BKK (Bantuan Khusus Kabupaten). Kalaupun tidak bisa BKK, akan diupayakan lewat hibah bansos DPRD Provinsi,” paparnya. Sebelumnya, Ketua Panitia
Pembangunan Pura I Gede Muliarsana menjelaskan kegiatan yang telah terlaksana antara lain pembangunan empat palinggih utama mandala dan pelinggih Ida Bethara Ghana di madya mandala. Ke depannya, kegiatan akan dilanjutkan dengan pembangunan meru tumpang lima dan tujuh, gedong simpen dan gedong pepelik. (ad1246)
Astra Motor Bali Gelar ”All New Scoopy Trendsetter Day” Bersama Komunitas
Bali Post/eka
MOU - Penandatanganan MoU Kepala Pabrik Aqua Mambal, Forcy Tjandra dengan Kelompok Tani dan Subak Mambal pada Festival Budaya Pertanian Badung di Plaga, Sabtu (15/7) kemarin.
Teken MoU, Aqua Mambal Bantu Pembelian Beras Sehat Mangupura (Bali Post)PT Tirta Investama (Aqua Mambal) menandatangani kesepahaman (MoU) dengan Kelompok Tani Mambal Lestari dalam pembelian beras sehat, Sabtu (15/7) kemarin. MoU tersebut dilakukan di acara Festival Budaya Pertanian ke-6 di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Badung. Dalam festival yang berlangsung dari 15 hingga 18 Juli itu, Aqua Mambal mengambil peran penting. Yakni Aqua Mambal mengajak Kelompok Tani Mambal Lestari sebagai binaan dalam program CSR, di samping pakaseh Subak Mambal, perkumpulan Janma dan enam orang siswa SD 2 Belok Sidan di Banjar Jempanang. Selain penandatanganan MoU, juga dilakukan penandatanganan berita acara komitmen bersama antara Aqua Mambal dan Subak Mambal untuk pelaksanaan program pendampingan pertanian sehat dan ramah lingkungan di Subak Mambal. Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan beasiswa dari Aqua kepada salah satu dari enam anak penerima beasiswa insentif pohon 2017 dari Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan. Kepala Pabrik Aqua Mambal Forcy Tjandra menjelaskan, kegiatan ini adalah wujud kepedulian
perusahaan terhadap lingkungan sekitar. “Kami tidak hanya ingin meraih sukses di bidang ekonomi. Namun juga berkomitmen pada kontribusi sosial masyarakat di lingkungan sekitar kami. Hal yang sama juga berlaku pada setiap pemangku kepentingan yang terlibat,” jelasnya. Aqua Mambal memiliki program Mambal Lestari dengan pendekatan pengelolaan dan perlindungan sumber daya air dan pemberdayaan masyarakat dari area hulu, tengah hingga hilir. Saat ini pihaknya baru mendorong 133 petani dari 416 anggota petani Subak Mambal yang tergabung dalam Kelompok Tani Mambal Lestari. Dengan luas lahan 38,24 hektar dari 185 hektar luasan lahan di Subak Mambal untuk mengolah lahannya secara sehat dan ramah lingkungan. “Harapan kami, dengan tersedianya jaringan pasar petani lebih termotivasi untuk mengolah lahannya secara sehat dan ramah lingkungan,” tuturnya. Kadis Pertanian dan Kehutanan (distanhut) Badung IGAK Sudaratmaja menyampaikan terima kasih kepada Aqua Mambal yang telah melakukan pendampingan kepada masyarakat, khususnya petani Subak Mambal dan anak-anak di Banjar Jempanang. (kmb42)
MEMPERCEPAT silaturahmi dan memberikan apresiasi kepada komunitas Honda, Astra Motor Bali menggandeng Komunitas Honda Scoopy Bali Club bergabung dalam kegiatan All New Scoopy Trendsetter Day. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk city rolling, gathering serta sharing dan discuss seputaran komunitas dan tren yang terkini. Acara yang dilaksanakan Sabtu (15/7) kemarin, melibatkan sekitar 50 bikers. All New Scoopy Trendsetter Day dibuka dengan edukasi keselamatan berkendara yang tetap mengusung tema kampanye “Cari_Aman”, yang di sampaikan oleh instruktur safety riding Astra Motor. Selanjutynya dilakukan kegiatan city rolling dengan titik start Astra Motor CokroaminotoGatot Subroto - Nangka Selatan – Patimura - Letda Made Putra - P.B Sudirman – Renon – By-pass Sanur dan berakhir di Cafe Kopi Panas Kertalangu. Sesampainya di lokasi seluruh peserta city rolling di ajak untuk istirahat sejenak dan berbagi informasi seputaran produk, tehnologi dan tren antar anggota komunitas. Untuk memeriahkan suasana komunitas juga di berikan kuiz seputar produk scoopy yang sudah diperkenalkan di Bali April lalu. “Kegiatan ini merupakan rang-
kaian dari pengenalan All New Scoopy yang telah diluncurkan di Bali dan sekaligus menjadikan Honda Scoopy semakin dekat dengan gaya anak muda. Kami melihat konsumen Honda scoopy series merupakan pribadi yang trendi, dinamis dan berkarakter yang cukup spesial,” ungkap Ngurah Iswahyudi selaku PIC Safety Riding dan Comunity. All New Honda Scoopy hadir semakin sempurna melalui penyematan fitur baru. Panel meter elektrik hadir dengan panel LCD baru yang menampilkan odometer dan indikator bahan bakar serta fitur baru ECO Indicator yang mendukung upaya pengendara untuk menghemat bahan bakar. Power charger baru yang terdapat di dalam console box dapat dimanfaatkan oleh pengendara untuk pengisian baterai ponsel. Model ini juga mengaplikasikan velg baru 12 inch dan ban tubeless baru yang lebih lebar menghasilkan jarak terendah ke tanah 3 persen lebih tinggi (143mm) untuk menghadirkan kenyamanan dan rasa aman pengendara. All New Honda Scoopy hadir dalam delapan varian warna yang terbagi dalam tiga tema yaitu sporty, stylish dan Playful. Di wilayah Bali skutik ini dipasarkan dengan harga Rp 18.750.000. (bns2)
ASTRA - Astra Motor Bali menggandeng Komunitas Honda Scoopy Bali Club bergabung dalam kegiatan All New Scoopy Trendsetter Day di Denpasar, Sabtu (15/7) kemarin.
Di Belok Sidan
KKN Unud Bantu Petani Kembangkan Hidroponik
Mangupura (Bali Post)KKN Universitas Udayana di Belok Sidan, membantu petani setempat mengembangkan pertanian hidroponik. Salah satu program kerja KKN Unud tersebut adalah pembuatan dan pameran hidroponik dalam Festival Budaya Pertanian yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Badung. Karena Festival Budaya Pertanian dilaksanakan pada 15-18 Juli, maka KKN Unud yang seharusnya dimulai sejak 22 Juli dimajukan khusus di Desa Belok Sidan. “Dari mahasiswa khususnya pertanian turut membantu petani di sini untuk membuat hidroponik sebagai pembaharuan pertanian di Desa Belok Sidan,” kata Guntur Dirga Saputra, Wakil Koordinator KKN Desa Belok Sidan, Sabtu (15/7). Keunggulan hidroponik, kata dia tanamana lebih sehat. Tidak terlalu menggunakan banyak lahan dan merupakan pembaharuan teknologi pertanian.
Tenaga teknis pertanian Made Darma menambahkan, sebelumnya warga di Desa Belok Sidan
menerapkan pertanian biasa. Namun tahun 2013, beberapa warga asing datang ke tempat-
Bali Post/eka
FESTIVAL - KKN PPM Periode XV Unud di desa wisata Belok Sidan pada Festival Budaya Pertanian Badung di Plaga, Sabtu (15/7) kemarin.
nya, mengajarkan tentang pertanian hidroponik. Sejak saat itu, pertanian hidroponik mulai dikembangkan. Komoditas yang bisa ditanam adalah sayuran, tomat, cabai, dll. Total wilayah yang dikembangkan sekitar 15 hektar. Sedangkan hidroponik baru dikembangkan hanya di Banjar Lawak, Desa Belok Sidan. “Ke depannya diharapkan dapat diteruskan dan dilanjutkan oleh banjar lainnya,” harap dia. Diakui dengan pertanian hidroponik hasilnya meningkat dan lebih cepat. Hasil pertanian hidroponik dalam waktu sebulan sudah bisa dipanen. Sedangkan jika ditanam di lahan biasa, setelah tiga bulan baru bisa dipanen. Kelebihan lainnya adalah tahan dari hama. “Tanaman yang ditanam biasa banyak mengandung zat kimia, karena tanpa zat kimia kita tidak bisa menghasilkan apa-apa. Sedangkan dengan hidroponik, tanpa kimia pun bisa hidup,” paparnya. (kmb42)
4
Minggu Paing, 16 Juli 2017
MEDIA SOSIAL - Membaca kehidupan manusia dalam media sosial maka yang tampak adalah hanya materi teks dan gambar semata, yang memang merambat ke atau dari kehidupan real. Teks dan gambar menjadi subjek yang terlegitimasi. Ucapan hari ulang tahun atau pernikahan di media social, misalnya. Sudah cukup sopan merayakan ulang tahun dengan gambar (kue dan lilin). Tidak ada rasa bersalah manusia ketika banyak peristiwa sosial ditransformasi menjadi peristiwa sosial di sosial media.
Imajinasi dan Teknologi
HIDUP di saat ini adalah hidup yang penuh dengan hal-hal, yang kadang kalau dipikirkan tidak masuk akal. Semua kehidupan bisa berubah dengan cepat dan tanpa logika. Semua itu dimulai dengan pesatnya perkembangan teknologi. Detak hidup berubah dengan cepat dan tak terduga. Karena teknologi juga permusuhan, terorisme bisa berkembang. Merenggut hidup dan kehidupan, kalau dipikirkan rasanya tidak masuk akal. Di tengah kemudahan. Ada teror yang berdetak! Semakin tidak mungkin dipungkiri, teknologi media sosial yang sedemikian personal telah tertransplantasi pada diri manusia. Teknologi ini berpengaruh kuat mengendalikan sikap dan perilaku manusia secara revolusioner. Hubungan manusia dan teknologi telah berbalik. Manusia telah menjadi bagian dari teknologi ini, bahkan menyatu dengan pikiran dan hatinya. Dalam periode singkat terjadi pergeseran, dari manusia pengguna teknologi menjadi yang sebaliknya, teknologi ini yang menggunakan manusia. Menurut sejarah, semua teknologi diciptakan untuk manusia tetapi kini manusia ada bagi teknologi. Hal ini merupakan salah satu kehebatan teknologi media sosial dibandingkan teknologi lain yang telah ada, seperti bola lampu atau transportasi. Mungkin karena dimensi teknologisnya mampu bersenyawa dengan naluri sosial manusia, karena berbasis pada
naluri manusia sebagai makhluk komunikasi. Pengaruh hebat teknologi media sosial tampak pada terbentuknya sikap atau perilaku mekanik manusia, yang tampak sebagai ketergantungan atau kecanduan. Teknologi ini menjadikan manusia mesin biologis. Manusia berperilaku mesin. Hal ini tampak pada sejumlah fakta sebagai berikut. Asosial Manusia semakin asosial, yang pada kenyataannya menjadi penerimaan bersama, karena hubungan mereka dengan manusia sekitar direduksi oleh teknologi media sosial. Gerombolan manusia sosial dan fisik ketika suatu waktu dan pada suatu tempat, hanya semua karena mereka sedang mereduksi satu sama lain; karena setiap di antara mereka sedang berada dalam dunia yang diciptakan oleh media sosial. Manusia memang tetap menjalin hubungan sosial tetapi hubungan sosial nirtubuh atau tanpa kehadiran badan. Telah terjadi perubahan makna hubungan sosial di antara manusia. Manusia benar-benar hidup di dalam dunia teks. Yang ada hanya teks (kata dan gambar). Teks dan gambar menggantikan tubuh manusia. Manusia memiliki tingkah laku baru, seperti tidak bisa lepas dari perengkat komunikasi selular. Mereka dikendalikan oleh gadget. Menjadikan gadget sebagai pengganti mata dan mulut. Sebelum menikmati makanan, terlebih
dahulu yang mencicipi makanan ini adalah “mulut” kamera di gadget. Manusia selalu ingin menghadirkan (eksis) dirinya di dalam dunia media sosial atau hadir sebagai realitas teks. Hal ini wujud ekistensi baru manusia di era teknologi media sosial. Dalam hubungan sosial dengan orangorang dekat secara fisik, manusia enggan menghadirkan dirinya karena perilaku asosial baru dan hubungan sosial yang berjarak, memasuki keterasingan baru yang berbeda dengan konsep alianansi manusia menurut pandangan Marxis. Teknologi media sosial mengendalikan manusia, dalam bentuk banyak perilaku manusia yang telah distandarkan atau dimekanisasi oleh teknologi yang dijalankan manusia, seperti dalam penggunaan ikon-ikon emosi atau berbagai gambar. Manusia sudah mengubah emosinya menjadi emosi instan atau emosi mekanik. Tidak perlu lagi menguraikan perasaan secara verbal, cukup dengan mengambil ikon-ikon emosi dalam dunia media sosial, dari kesedihan hingga pujian. Memang terjadi pendangkalan namun diterima sebagai sisi lain intanisasi dan mekanisasi emosi. Dulu kehidupan instan tidak sanggup menyentuh emosi manusia tetapi kini lewat teknologi media sosial, manusia telah menjalani kehidupan emosional instan yang hebat. Materi Teks Jika kita membaca kehidupan manusia dalam media sosial maka
yang tampak adalah hanya materi teks dan gambar semata, yang memang merambat ke atau dari kehidupan real. Teks dan gambar menjadi subjek yang terlegitimasi. Coba lihat ucapan hari ulang tahun di media sosial. Sudah cukup sopan merayakan ulang tahun dengan gambar (kue dan lilin). Begitu pula ketika sebuah upacara pernikahan terjadi, cukup menghadirkan teks dan gambar, yang menjadi konvensasi setara dengan kehadiran secara sosial. Tidak ada rasa bersalah manusia ketika banyak peristiwa sosial ditransformasi menjadi peristiwa sosial di sosial media. Memperhatikan kehebatan media sosial dalam mengubah pola hubungan sosial dan perilaku manusia, maka inilah sebenarnya wujud globalisme personal. Manusia berpeluang saling berhubungan secara bebas dan personal dengan siapapun, di manapun, dan kapan saja. Batas sosial dan politik tidak mampu mengatur hubungan manusia saat ini. Teknologi media sosial mampu menghadirkan dan mempertemukan manusia dengan caracara baru yang murah dan cepat, serta tanpa risiko. Negaranya tibatiba hilang dari pikiran seseorang atau menjadi barang titipan dalam sebuah peristiwa olah raga. Dalam globalisme personal, manusia hadir sebagai manusia, tanpa ras, agama, warna kulit. Migrasi Kelak manusia sama sekali akan diam secara sosial. Migrasi hanya terjadi dalam dunia media
sosial. Bukankah ini penghematan energi ketika dunia terancam kehabisan sumber energi fosil? Mobilisasi hanya terjadi di dalam media sosial. Dalam kondisi ini teks dan gambar semakin penting dan dipercaya. Bahkan akan menjadi energi baru. Tidak perlu lagi bepergian secara badani ke seluruh pelosok dunia karena bisa digantikan oleh migrasi tekstual dan gambar. Penerbangan tidak banyak dibutuhkan lagi karena manusia tidak bepergian secara nyata. Semua kegiatan bisa dilakukan dari rumah yang terpencil. Inilah dunia baru manusia ketika mereka telah berubah menjadi teks dan gambar. Teks dan gambar menjadi eksistensi baru. Teks dan gambar bukan lagi representasi realitas manusia tetapi realitas itu sendiri. Teks dan gambar bukan lagi pembekuan atau konstruksi realitas manusia tetapi adalah manusia itu sendiri. Secara fisik, kehidupan manusia teks dan gambar sangat aman. Mereka tidak mungkin menjadi korban ledakan bom teroris, terancam rasa tidak aman ketika melakukan penerbangan, dirampok di tengah jalan, diracuni, dan lain sebagainya. Tetapi ancaman kejiwaan atau emosional tetap ada. Inilah bahaya yang akan dialami manusia teks dan gambar. Filsafat Yang ada adalah kehidupan di alam media sosial. Kehidupan yang dipahami saat ini menjadi kehidupan subordinasi (kehidupan
konvensional). Kehidupan dunia sosial menjadi acuan. Kehidupan di dalam media sosial mungkin jawaban terhadap pemikiran filsafat di masa lampau, bahwa teknologi komunikasi yang menghadirkan dunia media sosial, mencipta apa yang dulu diistilahkan dengan utopi atau utopia. Dalam dunia media sosial, apa saja bisa terjadi. Demikian pula apa yang dinilai tidak mungkin terjadi (sebagai utopia) bisa diwujudkan di dalam dunia media sosial lewat teks dan citra. Pada periode di masa silam, manusia hidup dalam alam cerita yang dimungkinkan oleh daya imajinasi manusia. Kini, imajinasi digantikan oleh teknologi komunikasi dalam media sosial. Teknologi ini menggantikan konsep imajinasi manusia dan teknologi adalah kenyataan. Tapi manusia lupa, di dalam tekologi ini imajinasi sesungguhnya tetap ada. Tanpa imajinasi, daya yang membawa manusia ke dimensi waktu dan tempat yang lain, tidak bisa terjadi. Kehidupan teks dan gambar dalam media sosial benar-benar sebagai transformasi dunia cerita. Dulu dunia cerita hanya ada dan milik tokoh-tokoh cerita itu. Tetapi kini, teknologi media sosial membawa manusia ke dalam realitas imajinasi teknologis. Dulu teknologi mengubah imajinasi manusia menjadi kenyataan. Kini teknologi mengubah kenyataan menjadi imajinasi. l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
Sekilas Tentang Penyakit Hordeolum atau Bintitan HAMPIR setiap orang di Indonesia pernah mendengar atau mengetahui bintitan atau timbilan yang secara medis disebut dengan hordeolum. Hordeolum merupakan penyakit infeksi pada kelenjar kelopak mata, baik itu kelenjar kelopak mata bagian atas ataupun kelenjar kelopak mata bagian bawah. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja mulai anak-anak hingga orang dewasa. Kelenjar kelopak mata tersebut meliputi kelenjar Meibom, kelenjar Zeis dan Moll. Hordeolum disebabkan karena adanya penyumbatan pada kelenjar minyak yang terletak di tepi kelopak mata. Kelenjar ini menghasilkan minyak dan penyumbatan akan menghambat kelancaran drainase kelenjar. Nah, jika ada bakteri yang terjebak di dalam kelenjar yang tersumbat maka akan mudah terjadi infeksi. Bakteri yang biasanya menyebabkan infeksi ini adalah Staphylococcus aureus dan Moraxella. Infeksi Berdasarkan tempatnya, penyakit ini ada 2 jenis, yaitu hordeolum interna dan hordeolum eksterna. Hordeolum interna adalah infeksi yang terjadi pada kelenjar meibom. Pada hordeolum interna benjolan mengarah ke arah konjungtiva (selaput kelopak mata bagian dalam). Sedangkan hordeolum eksterna adalah infeksi yang terjadi pada kelnjar Zeis dan Moll. Pada hordeolum eksterna benjolan mengarah ke kulit kelopak mata (palpebra) Tanda dan gejala hordeolum sangat mudah dikenali, yaitu adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas ataupun bagian bawah yang berwarna kemerahan. Biasanya penderita penyakit ini mengeluh adanya sesuatu yang mengganjal pada mata yang bertambah
mengganjal jika menunduk, nyeri jika ditekan, dan kadang–kadang mata berair. Sembuh Penyakit ini biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 1 sampai 2 minggu, namun tidak jarang memerlukan pengobatan secara khusus seperti obat topikal (salep atau tetes mata) maupun kombinasi dengan obat antibiotika oral (diminum). Untuk penatalaksanaan hordeolum di antaranya adalah, kompres hangat selama 10 – 15 menit 3 sampai 4 kali sehari, kemudian bisa juga diberikan antibiotik topikal (salep, tetes mata), misalnya gentamycin, polimyxin B. Jika hordeolum tidak menunjukkan perbaikan dengan antibiotika topikal maka obat antbiotik oral dapat diberikan, misalnya ampicillin atau erythromycin. Adapun penatalaksanaan lain yang dapat dilakukan, yaitu insisi (penyayatan). Insisi dilakukan apabila hordeolum belum menunjukkan perbaikan setelah pemberian antibiotic topikal dan antibiotic oral (biasanya dalam 2 – 4 minggu) dan apabila hordeolum sudah membesar atau sudah menunjukkan fase abses (bernanah). Dengan insisi nanah atau isi hordeolum dapat dikuras sehingga mempercepat proses penyembuhan. Mengucek Jika Anda terkena hordeolum hindarilah menekan ataupun mengucek–ucek hordeolum. Jangan pernah memencet atau menusuk hordeolum biarkan hordeolum pecah dengan sendirinya lalu bersihkan dengan kasa steril. Jagalah kebersihan wajah dan biasakan mencuci tangan sebelum menyentuh wajah agar hordeolum tidak mudah berulang. l dr. Kadek Jaya Wiguna, S.ked
MATA - Tanda dan gejala hordeolum sangat mudah dikenali, yaitu adanya benjolan pada kelopak mata bagian atas ataupun bagian bawah yang berwarna kemerahan. Biasanya penderita penyakit ini mengeluh adanya sesuatu yang mengganjal pada mata apalagi saat menunduk, nyeri jika ditekan, dan kadang–kadang mata berair.
PROGRAM - Semua vaksin yang digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung, yang telah berpengalaman selama lebih 120 tahun, diawasi oleh ahli-ahli vaksin WHO. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan digunakan oleh 132 negara lain, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam serta tidak dikembangkan di janin anjing, babi, maupun manusia yang digugurkan.
Beban Imunisasi di Indonesia IMUNISASI merangsang kekebalan spesifik di dalam tubuh bayi, anak dan remaja, sehingga mampu melawan penyakit-penyakit yang berbahaya, mencegah sakit berat, cacat dan kematian bahkan mencegah terjadinya wabah penyakit yang berbahaya. Kepedulian masyarakat akan pentingnya imunisasi berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit saat ini dan akan datang, baik dalam hal penyakitnya, kematian, dan kecacatan, bahkan masalah ekonomi. Simposium Imunisasi ke-2 yang diselenggarakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui Satuan Tugas Imunisasi IDAI, bekerja sama dengan IDAI Cabang DKI Jakarta pada tanggal 19 November 2010, menyampaikan bahwa newborn survival, penyakit infeksi, dan nutrisi masih menjadi masalah kesehatan utama pada anak di Indonesia saat ini dan salah satu bagian terpenting dari Program Nasional Bagi Anak Indonesia adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita. Imunisasi merupakan salah satu upaya yang terbukti efektif secara ilmiah untuk pencegahan penyakit infeksi berat, di samping pemberian Air Susu Ibu selama 6 bulan, nutrisi seimbang, peningkatan higiene perorangan dan lingkungan yang juga merupakan kebutuhan dasar kesehatan anak secara umum yang harus dipenuhi. Para orang tua selayaknya menjadikan imunisasi
satu dari berbagai hak anak yang harus diberikan kepada anak. Dengan imunisasi, anak terhindar dari kesakitan, kecacatan bahkan kematian yang dapat disebabkan oleh penyakit-penyakit yang sebenarnya dapat dicegah oleh imunisasi seperti Hepatitis B, TBC, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, Pneumonia dan Meningitis yang disebabkan Hemofilus tipe b. Tetapi belum semua orang tua paham pentingnya imunisasi bagi bayi. Fakta itu terlihat dari angka drop out bayi dari program pemberian vaksin tahun lalu. Ada 343 ribu bayi atau sekitar 5-7 persen yang tak lagi memperoleh hak dasar mereka. Berdasar data WHO-Unicef (Juli 2016), angka drop out Indonesia jauh lebih tinggi daripada negara-negara tetangga seperti India dan Timor Leste. Perkembangan Sementara dalam perkembangannya, banyak isu yang beredar yang membuat berbagai kalangan masyarakat resah dan ragu untuk dapat mengikuti program pemerintah ini. Berbagai isu mengenai halal tidaknya suatu imunisasi, vaksin palsu, maupun efek samping imunisasi mempengaruhi pengambilan keputusan masyarakat yang tidak jarang diasumsikan tanpa bertanya kepada ahli terlebih dahulu. Pro dan kontra yang berkembang di masyarakat seharusnya dapat diluruskan oleh semua tenaga medis yang terlibat langsung, seperti dokter, perawat, dan bidan. Semua vaksin yang
digunakan oleh program imunisasi di Indonesia adalah buatan PT Biofarma Bandung, yang telah berpengalaman selama lebih 120 tahun, diawasi oleh ahli-ahli vaksin WHO. Vaksin-vaksin tersebut dibeli dan digunakan oleh 132 negara lain, termasuk 36 negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam serta tidak dikembangkan di janin anjing, babi, maupun manusia yang digugurkan. Menyikapi keraguan masyarakan akan vaksin palsu, vaksin asli dapat didapatkan di puskesmas maupun rumah sakit pemerintah yang terdekat. Sedangkan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) biasanya terjadi panas, sakit di tempat suntikan, bengkak, kemerahan yang berlangsung maksimal 5 hari merupakan reaksi pascaimunisasi yang normal. Untuk mengatasinya dapat diberikan obat penurun panas. Reaksi berat seperti rewel, menangis terus menerus, kejang, harus segera diperiksakan pada fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Layanan Selain imunisasi rutin yang sudah dilaksanakan selama ini, pemerintah menambah layanan dengan beberapa jenis imunisasi baru. Beberapa vaksin tersebut adalah vaksin measlesrubella (MR), vaksin pnumococcus, vaksin JE (Japanese encephalitis) dan vaksin HPV. l dr. Jessica Irawan
5
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Resensi Buku
Memahami Tajen di Bali Judul Buku : Tajen, Sabung Ayam Khas Bali Penulis: I Dewa Alit Udayana Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 96 hal
BUKU ini sesungguhnya sangat menarik jika dibaca ulang, karena cara pandang penulis berbeda dari cara pandang orang banyak tentang budaya tajen di Bali. Sejak awal penulis buku ini terobsesi untuk merevitalisasi kearifan lokal Bali, terutama yang terkait dengan ternak dan peternakan atau yang lebih luas lagi terkait dengan agro kompleks. Sudah sangat dipahami bahwa ritual Hindu di Bali, penggunaan ternak sebagai sarana upacara Yadnya hampir tidak terpisahkan. Tajen nampaknya bermuatan kontroversial. Jika berbicara tajen, banyak cerita di dalamnya. Bahkan banyak juga pertanyaan: Apakah tajen merupakan bagian dari budaya Bali? Jawabannya, pasti tidak. Budaya berasal dari paduan kata budi dan daya, senantiasa berkonotasi baik. Tetapi tajen justru memiliki konotasi yang berbeda. Kalau tabuh rah adalah bagian dari budaya terkait dengan ritual keagamaan Bali. Buku ini menawarkan beragam pemikiran unik yang menarik untuk didiskusikan kembali dan layak jadi koleksi. (osi)
Resensi Film
Ketika Teknologi Merenggut Hidup Manusia Judul Film : The Circle Sutradara: James Ponsoldt Pemain : Emma Watson, Tom Hanks, John Boyega, Karen Gillan, Bill Paxton, Ellar Coltrane, Patton Oswalt Tayang : 2017
“The Circle” film yang diadaptasi dari sebuah novel laris, Dave Eggers. Bercerita tentang seorang wanita yang bernama Mae (Emma Watson). Mae bekerja pada sebuah perusahaan teknologi tingkat tinggi ‘The Cirle’, perusahaan ini milik Eamon Bailey (Tom Hanks). Eamon Bailey telah membuat sebuah terobosan di dunia bagi seluruh manusia karena perusahaan ini dapat memantau seluruh kejadian dari yang terjadi dan semua manusia tidak dapat menyembunyikan rahasia apapun. Namun, karena ini juga, semuanya menjadi begitu transparan dan membuat bahaya bagi semua orang karena dapat melihatnya. Kehidupan semua orang diketahui orang banyak, sampai urusan tempat tidur bisa diakses orang banyak. Film ini layak untuk ditonton ketika teknologi ibarat air bah yang menggerus seluruh lini kehidupan alamiah manusia. (osi)
Sepotong Kue dan Seorang Pembunuh
CERPEN
Oleh Surya Gemilang Kedua manusia itu sungguh lucu. Maksudku, si Ibu dan si Anak. Di meja makan, terdapat sepotong kue. Dan, mereka saling mengalah untuk tidak memakannya. Kelucuan itu bermula dari dirayakannya ulang tahun si Bapak—tiga hari yang lalu—dengan sebuah kue yang dipotong menjadi enam bagian sama besar—jadi, si Ibu, si Anak, dan si Bapak masing-masing mendapat jatah dua potong kue. Sebelum berangkat ke kantor, si Bapak telah menghabiskan seluruh kue jatahnya. Si Anak pun demikian sebelum berangkat ke sekolah. Tetapi, si Ibu hanya memakan satu potong untuk sarapan, sementara sisanya, rencananya, akan ia makan nanti malam—agar ia tak perlu makan nasi; agar program dietnya berhasil. Sepulangnya si Anak dari sekolah, ia mendapati sisa kue jatah si Ibu ketika membuka lemari es. Si Ibu, di saat yang hampir sama, mendapati si Anak sedang menatapi kue jatahnya di lemari es dengan raut wajah yang menunjukkan bahwa ia sangat ingin memakannya. Kemudian si Anak menutup lemari es dan berusaha untuk melupakan kue itu; bila ia memakannya, ia berpikir bahwa dirinya begitu jahat kepada ibunya. Sementara itu, si Ibu berpikir bahwa dirinya begitu berdosa jika tak menyerahkan sepotong kue jatahnya kepada si Anak yang tampak begitu menginginkannya. *** Usai makan malam tanpa si Bapak—yang rupanya lembur hari itu—si Ibu mengeluarkanku dari lemari es. “Makanlah ini,” ucapnya seraya meletakkanku di hadapan si Anak. “Tinggal satu potong lagi. Nanggung.” “Tapi ini bukan jatahku,” balas si Anak, pura-pura kurang senang. “Bukankah Ibu baru makan sepotong?” “Tapi potongan terakhir ini untukmu.” “Tidak. Ini buat Ibu saja.” Si Anak merasa tergelitik oleh kepalsuan dirinya sendiri. Si Ibu terdiam sejenak. Ia enggan merasa berdosa; karena itu, ia akhirnya berkata, “Kalau begitu, biar Bapak yang memakan ini. Bukankah orang yang berulang tahun berhak mendapat jatah lebih?” Bapak tidak mungkin menolak jika ditawari potongan terakhir ini, batin si Anak. Otaknya lalu berputar cepat. “Berarti, kue ini harus menunggu hingga besok, kan, Bu? Apa kue ini tidak keburu rusak?” “Seharusnya, sih, tidak jika disimpan di lemari es.” Otak si Anak berputar cepat lagi. “Bu, bagaimana kalau kue ini kita bagi jadi dua, lalu kita habiskan bersama?” Walaupun sedikit jahat, setidaknya aku tidak jahat-jahat amat terhadap Ibu. “Tidak ada bagian untuk Bapak?” “Kalau dibagi tiga, Bu, pasti jadinya akan sangat kecil. Bukankah kita jadi tidak enak terhadap Bapak jika cuma memberinya bagian yang sangat kecil, sehingga kesannya kita membagikan ampas saja?” Tapi aku akan tetap merasa berdosa kalau mengambil setengah dari keinginan anakku. “Kalau begitu, kau bagi sepotong kue ini dengan Bapak saja.” *** Pada pagi sepulangnya aku dari kantor—setelah semalam lembur— kudapati istri dan anakku duduk berhadap-hadapan di meja makan, dengan sepotong kue—kue ulang ta-
hunku!—di antara mereka. “I’m home!” ucapku sambil duduk di meja makan. Mereka diam. Mereka diam. Seperti tak menyadari kehadiranku di sini. “Kalian sudah selesai sarapan?” ucapku lagi. Mereka diam. Mereka diam. Seperti tak menyadari bahwa ada suara yang memasuki lubang telinga mereka. “Hei! Kenapa kalian seperti patung?” Mereka diam. Mereka diam. Baru kusadari, cream di sepotong kue itu sudah lumer—menjadi seperti kuah di piringnya—layaknya sudah berjam-jam dibiarkan tidak di dalam lemari es. “Kalau kalian tidak berminat dengan sepotong kue itu, boleh aku memakannya?” Mereka diam. Mereka diam. Ah! Kenapa baru kusadari sekarang?! Mereka pasti seperti itu karena ingin memberikanku kejutan lagi! “Baiklah,” kataku, pura-pura kesal. “Kalau kalian tidak mau bicara padaku, aku akan diam di kamar dan tidur saja.” *** Sebangunnya aku pada pukul 3 sore, kudapati istri dan anakku masih duduk di meja makan, berhadaphadapan, saling diam. Kejutan macam apa yang akan mereka persembahkan untukku? pikirku. Ah, tidak mungkin mereka bertahan dengan posisi seperti itu lebih dari satu jam! Sebelumnya, pasti mereka dapat bergerak, hanya saja kembali ke posisi itu ketika mendengar suara aku yang terbangun. Tapi, kuakui niat mereka yang besar—pakaian yang melekat di tubuh mereka pun masih sama seperti yang mereka kenakan ketika aku baru pulang dari kantor. Sepotong kue itu masih berada di meja makan, di antara mereka. “Aku mandi dulu,” ucapku, purapura tak memedulikan apa yang mereka berdua perbuat. *** Istri dan anakku sudah tak berada di meja makan lagi sekeluarnya aku dari kamar mandi. Mereka menghilang entah ke mana—kemungkinan besar mereka nanti akan muncul dari titik yang tidak terduga untuk mengejutkanku, mungkin sambil meneriakkan, “Kejutan kedua!!!” Dan, sepotong kue itu masih berada di sana. Seperti tadi. Hanya saja cream-nya tidak lagi menjadi kuah di piring. Cream-nya telah kembali melapisi tubuh kue itu, seakan kue tersebut baru beberapa detik berada di luar lemari es. Setelah meletakkan handuk di jemuran, aku duduk di meja makan, menghadap sepotong kue itu. “Aku makan kuenya, ya!” ucapku dengan lantang. Tiba-tiba ponselku berbunyi. Aku pun melangkah ke kamarku, meraih ponselku yang berbunyi, menatap layarnya selama beberapa detik— Ah! Kekasihku menelepon! Ia pasti mengajakku bertengkar lagi!—memutuskan panggilan, mematikan ponsel, dan kembali ke hadapan sepotong kue itu. Aku pun memakan kue itu. Aku pun memakan kue itu. Aku pun muntah di tempat. Aku pun muntah di tempat. “Hei! Apa yang telah kalian campurkan ke kue ini?!” teriakku pada anak dan istriku yang entah di mana. “Ini tidak lucu, tahu!” Sekonyong-konyong ingatlah aku akan rasa menjijikkan macam apa yang bersemayam di sepotong kue itu.
“Jangan kalian mengerjaiku seperti ini!” aku berteriak lagi kepada anak dan istriku—aku begitu marah. “Sudah bagus aku mengizinkan kalian untuk bergentayangan di sini! Sudah bagus pula aku masih menganggap kalian berdua sebagai bagian dari keluargaku!” Tak ada jawaban dari siapa pun.
Tak ada jawaban dari siapa pun. Mudah-mudahan, pacarku yang sekarang tak perlu bernasib seperti anak dan istriku hanya gara-gara kami bertengkar. (Mudah-mudahan pula aku sanggup mengendalikan diri kali ini.) Sebab, aku tak ingin merasakan busuk darahnya di kue ulang tahunku tahun depan!
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. M. Iskandar
K. Ngurah
Wied. N
Dewa Komang Mahadewa Ikhsan Dwiono
Afrizal
6 Capricorn Peruntungan : Teringat akan pengalaman di masa lalu sah-sah saja asalkan tidak sampai menimbulkan perasaan sedih yang berlarut-larut. Jadikan itu motivasi dan rambu-rambu untuk bisa berlaku lebih hati-hati dan mantap lagi. Karier : Tak perlu minder dalam bergaul, cuek saja. Yang penting Anda tetap tunjukkan prestasi kerja yang bagus. Kesehatan: Omongan yang menyakitkan hati sebaiknya tak perlu dimasukkan hati. Anggap semua itu merupakan lika-liku kehidupan yang harus dijalani dengan sabar. Keuangan: Bila tak benar-benar penting sebaiknya jangan ambil tabungan Anda, agar tak kebiasaan nantinya. Cinta: Apa mau dikata kalau itu sudah keputusannya. Carilah hikmah dari semua ini. Aquarius Peruntungan: Kecerobohan dan sikap meremehkan sebaiknya diperhatikan betul-betul. Jangan sampai sikap tersebut menghancurkan kesuksesan yang tinggal di depan mata itu. Karier: Teruslah melakukan terobosan-terobosan yang mampu untuk memberi warna pada karier Anda nantinya. Kesehatan: Jangan terlalu mendengarkan orang, sehingga Anda mengabaikan nasihat dokter Anda sendiri, agar tidak timbul penyesalan di kemudian hari. Maka tak ada salahnya jika Anda selalu konsultasikan dengan dokter Anda. Keuangan: Masih belum rezeki Anda. Untuk itu tak perlu terlalu disesali karena masih banyak kesempatan yang akan dapat Anda raih nantinya. Cinta: Ada pihak ketiga yang mulai usil, berhati-hatilah. Pisces Peruntungan: Lihatlah dan sadarlah dengan apa yang telah Anda lakukan di minggu-minggu kemarin. Cepatlah lakukan koreksi walau semua itu harus mengorbankan sesuatu yang penting dan cukup berharga. Karier: Kesempatan untuk meraih posisi cukup terbuka lebar. Kesehatan : Jangan tinggal diam jika dirasa badan ada kejanggalan. Lebih baik segera Anda konsultasikan dengan dokter Anda, sehingga bisa jelas permasalahannya. Keuangan: Cukup ada dana untuk membeli barang, walau begitu ada baiknya jika Anda tak terlalu obral dalam mengeluarkan dana. Cinta: Kurang begitu harmonis. Walau begitu cobalah untuk selalu memperbaikinya. Aries Peruntungan: Tataplah masa depan dengan optimis dengan bermodalkan ketegaran dari semua permasalahan dan cobaan yang cukup berat dan selama ini menerpa Anda. Karier: Tak perlu berputar-putar dalam berbicara. Ada baiknya Anda berbicara langsung to the point agar orang lain lebih segan pada Anda. Kesehatan: Badan Anda minggu ini tampak lemah dan terasa kurang bergairah. Jika sudah begitu Anda harus lebih bisa pasang strategi agar di awal bulan ini prestasi kerja Anda tetap terlihat bagus dan kesehatan tetap terjamin. Keuangan: Jangan beri pinjaman kepada siapa saja jika tidak ingin pusing di lain minggu. Cinta: Hanya dengan pengertian maka hubungan cinta akan tetap bisa terjaga dengan menyenangkan Taurus Peruntungan: Ingatlah bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Maka dari itu tak perlu terus meratapi kegagalan yang juga pernah dialami oleh semua orang. Yakinlah bahwa hanya dengan kegagalanlah pintu kesuksesan akan semakin terbuka. Karier: Jangan takut untuk terus bergerak dan berspekulasi di minggu ini. Kesehatan: Kondisi badan lagi loyo sehingga tak heran jika gairah kerja juga menurun. Jika ada waktu senggang sebaiknya tak perlu segan untuk beristirahat saja. Keuangan : Hasil yang diharapkan masih jauh dari harapan. Walau begitu income di minggu ini sudah cukup membikin tenang. Cinta: Jangan terlalu percaya dengan ucapan orang luar agar hubungan dengannya bisa tetap tenang dan terjaga. Gemini Peruntungan: Hilangkan semua perasaan ragu dan bimbang dalam menyikapi setiap kesempatan yang muncul di minggu ini. Teruslah lakukan gerak dan pikir cepat agar kesempatan yang lewat di depan mata itu tidak terbuang percuma. Karier : Tidak ada pantangan untuk melakukan manuver-manuver yang berbahaya sekalipun. Karena bintang Anda lagi mujur-mujurnya. Kesehatan : Rongrongan dari saudara Anda sendiri cukup membuat sakit hati Anda. Tak perlu dimasukkan hati karena hanya akan bikin penyakit saja. Keuangan: Tetap saja sulit untuk lepas dari pemborosan karena selalu ada saja pengeluaran yang harus dilakukan. Cinta: Lebih hangat dan mesra, sehingga terasa enggan untuk berpisah dengannya walau sekejap mata. Cancer Peruntungan: Kekecewaan akan semakin dekat dengan diri Anda, jika tidak bisa menjaga sikap dalam menyikapi suatu harapan yang tampaknya tinggal di depan mata. Karier: Bisa saja yakin dan berambisi. Akan tetapi, sebaiknya jangan sampai takabur, karena jika sampai meleset maka dampaknya akan terasa lebih menyakitkan. Kesehatan: Biar pekerjaan setumpuk jika sudah waktunya istirahat lebih baik istirahat saja daripada dipaksakan malah membikin badan menjadi sakit. Keuangan: Terima saja apa adanya. Tak perlu punya pikiran yang macam-macam apalagi sampai ingin jual barang. Cinta: Coba pandangi diri Anda, dan cobalah untuk bersyukur. Leo Peruntungan: Apa mau dikata kalau begini jalan yang harus dilalui. Penuh kelok dan liku-liku tajam yang tentunya cukup berbahaya jika tidak hati-hati. Apalagi sampai bersikap sembrono dan terkesan meremehkan. Karier: Di minggu ini Anda telah memasuki medan yang cukup berbahaya untuk itu berhati-hatilah. Kesehatan : Kebugaran tampaknya perlu Anda cermati. Jangan hanya menuruti selera makan saja tanpa memikirkan dampak pada tubuh Anda. Keuangan: Tetap saja sulit lepas dari bayang-bayang pemborosan walau Anda telah berlaku hemat sekalipun. Cinta: Tekanan-tekanan yagn dialaminya akhirakhir ini cukup membawa dampak hubungan cinta Anda dengannya. Untuk itu cobalah lebih mengerti dengan kondisinya saat ini. Virgo Peruntungan: Terapkan langkah panjang dalam upaya untuk meraih kesempatan yang sudah di depan mata itu. Jangan terlalu banyak pikir apalagi sampai memakan waktu yang lama karena kesempatan itu bisa hilang begitu saja diterpa angin. Karier: Atasan masih segan dengan Anda, walau begitu sebaiknya segera Anda rubah sikap yang selama ini selalu berseberangan dengannya. Kesehatan: Cuaca malam tak bersahabat dengan diri Anda. Untuk itu usahakan hindari angin malam di kala tidur. Keuangan: Tampak lebih stabil dan lancar, sehingga bisa bernapas lega. Cinta: Cobalah mau mengerti dengan kondisinya saat ini, agar suasana tetap bisa terjalin mesra. Libra Peruntungan: Belum terlambat untuk bersikap lebih tegas, apalagi kans untuk maju masih terbuka lebar. Maka dari itu segera ubah sikap kepribadian Anda untuk bisa bertindak lebih mantap dan tidak terombang-ambing oleh angin kepentingan orang lain yang tentunya hanya akan merugikan saja. Karier: Waspadalah terhadap orang yang selama ini bermuka manis dengan Anda, jangan sampai masalah pribadi masuk telinganya. Kesehatan: Tetap saja jika terlambat makan perut terasa melilit. Dan itu sudah pertAnda Anda mulai kena gejala maag. Keuangan: Jangan lupakan kebutuhan penting Anda, lebih baik segera saja diselesaikan. Jangan tunda nanti. Cinta: Sedikit menjengkelkan, walau begitu teruslah bersabar dan jangan terlalu menuruti panasnya hati. Scorpio Peruntungan : Tak perlu segan untuk merealisasikan rencana Anda. Tak perlu takut sebab di minggu ini peruntungannya cukuplah mujur. Begitu juga hubungan kerja dengan teman lama akan berlangsung dengan baik dan lancar. Karier : Tantangan semakin keras, untuk itu tingkatkan semangat kerjanya agar lebih giat lagi. Kesehatan : Hindari makan cepat saji jika kebugaran tubuh Anda sulit untuk dikendalikan. Keuangan: Tidak ada masalah, hanya saja jangan terlalu boros. Cinta: Tak perlu bicara yang dapat memicu pertengkaran. Carilah topik yang ringan dan menyenangkan saja. Sagitarius Peruntungan: Usahakan tak banyak omong jika tak perlu agar kesalahan ucapan tak dijadikan penghalang bagi jalan Anda. Sekalipun peruntungan cukup mujur, jika tak bisa membawa diri maka bukan tak mungkin peluang akan menjadi bencana. Karier: Turuti saja perintah atasan dan tak perlu Anda membantahnya sekalipun diri Anda mempunyai alasan yang cukup kuat. Kesehatan: Kurang bisa dijamin jika Anda kurang bisa perhatian dengan kondisi badan Anda. Untuk itu perlu sekali Anda mengatur waktu dengan seefisien mungkin. Keuangan: Berhematlah dengan tidak berfoya-foya, membeli barang-barang yang kurang begitu penting. Masih banyak kebutuhan yagn harus Anda penuhi. Cinta: Cobalah Diasuh Oleh Anda merenung, apa yang sudah Anda Putri Wong Kam Fu perbuat untuknya sehingga apa pantas Berlaku : 16 - 22 Juli 2017 jika harus menuntut terlalu jauh.
DIMENSI
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Empat Ratus Ribu Jenis Manusia Catur āśῑti lakṣāṇi Catur bhedāś ca jantavaḥ Aṇḍajāḥ svedajāś caiva Udbhijjāś ca jarāyujāḥ
Redaktur Khusus
(Garuḍa Mahā Purāṇa, Uttara Khaṇḍa 12.2)
WAKYA
“Terdapat 8.400.000 (delapan juta empat ratus ribu) jenis makhluk hidup ciptaan tuhan, terbagi dalam empat jenis kelahiran; (1) yang terlahirkan melalui telur, (2) melalui keringat, (3) melalui biji benih, dan (4) yang terlahirkan melalui kandungan.” Menurut kitab Garuḍa Mahā Purāṇa di atas, seluruh makhluk hidup di alam ini dibagi dalam empat jenis kelahiran. Pertama, ada yang dilahirkan ke alam ini melalui kelahiran aṇḍajā, atau kelahiran telor, dikeram lalu lahir menetas seperti jenis burung dan lain-lain. Jenis kelahiran kedua adalah kelahiran svedajā, yaitu kelahiran melalui keringat, seperti beberapa jenis cacing dan serangga. Kelahiran ketiga adalah melalui biji benih yang dinamakan kelahiran udbhijjā, seperti berbagai jenis pohon dan tumbuhan. Kelahiran keempat adalah kelahiran melalui kandungan. Manusia termasuk kelahiran jenis nomer empat yang dinamakan jarāyujā, yaitu kelahiran melalui kandungan. Masing-masing jenis kelahiran tersebut, misalnya makhluk ciptaan yang dilahirkan melalui telor banyaknya adalah 2.100.000 (dua juta seratus ribu) jenis (ekaviṁśati lakṣāṇi aṇḍa-jā). Kelahiran jenis lainnya memiliki jumlah yang sama yaitu 2.100.000 jenis. Akan tetapi, dari seluruh jenis makhluk hidup, yang mendapatkan kelahiran sebagai manusia sangatlah sulit dan langka adanya (sarveṣām eva mānuṣatvaṁ jantūnāṁ hi durlabham). Ketika berada di dalam kandungan ibu, sang ātmā selalu mencakupkan tangannya memohon pengampunan dan agar diizinkan lahir dengan selamat ke dunia ini untuk melanjutkan perjalanan spiritualnya. Berada dalam kandungan, ātmā biasanya masih mampu mengingat pengalaman hidup pada kelahiran-kelahirannya terdahulu. Ātmā menyadari sudah cukup banyak mengabaikan kesempatan hidup manusianya. Kesempatan demi kesempatan terabaikan begitu saja. Demi mendapatkan berbagai jenis kesenangan sementara yang membutakan matanya dari penglihatan spiritual, ātmā mengabaikan
weda
Darmayasa tujuan hidupnya di dunia, yang adalah untuk kembali kepada asal muasal kelahirannya, yaitu Hyang Paramakawi. Kebanggaan demi kebanggaan dunia menyebabkan ātmā melupakan tujuan sejati kelahiran manusianya. Ia melupakan betapa penting serta mulianya kelahiran menjadi manusia. Dari 8.400.000 jenis makhluk hidup di muka bumi ini, 400.000 jenis adalah kelahiran jenis manusia. Pencapaian salah satu badan manusia dari kelahiran 400 ribu jenis manusia ini merupakan pencapaian sangat langka menurut kitab suci Veda. Sarveṣām eva mānuṣtvaṁ jantūnāṁ hi durlabham – dari seluruh jenis makhluk hidup, mendapatkan kehidupan manusia itu sangatlah sulit. Dan ia sangatlah mulia. Karena, hanya hidup manusia sajalah yang bisa menjadi alat untuk meningkatkan kelahiran-kelahiran berikutnya. Hidup menjadi manusia dapat mengangkat hidup ke tingkat-tingkat surga atau dapat meruntuhkan hidup ke tingkat-tingkat rendahan, yaitu ke alam-alam neraka. Akan tetapi, bagi mereka yang sudah tercerahkan oleh pengetahuan suci jñāna, mereka akan memanfaatkan hidup manusianya demi pencapaian mokṣa atau pembebasan kekal abadi dari segala jenis kesengsaraan. Kitab Sārasamuccaya memberikan arah penekanan yang sama akan penting serta berharganya hidup manusia ini. Ia merupakan sādhana atau alat ampuh untuk mengantarkan orang pada alam-alam surga atau pun mokṣa. Namun jika kurang berhati-hati, maka hidup manusianya dapat pula mengantarkan kepada kejatuhan menuju alam-alam neraka. “Ri sakwehning sarwabhūta, iking janma wwang juga wenang gumawayaken ikang śubhāśubha-karma, kuneng panentasakena ring śubha-karma juga ikang aśubha-karma phalaning dadi wwang.” “Dari seluruh makhluk hidup, hanya yang terlahir menjadi manusia saja yang dapat melaksanakan perbuatan baik dan perbuatan tidak baik. Sesungguhnya, demi terleburnya
perbuatan tidak baik ke dalam perbuatan baiklah keutamaan terlahir menjadi manusia.” Kutipan “ri sakwehning sarwabhūta”, dari kitab Sāra-samuccaya ini menunjukkan seluruh makhluk hidup ciptaan tuhan yang ada di atas muka bumi ini. “Ri sakwehning sarwa-bhūta” - dari seluruh makhluk hidup, tidak terkecuali, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak (cara acara), dari seluruhnya itu, ri sakwehning, yang namanya makhluk hidup di alam māyāpada ini (sarwa-bhūta), hanya mahkluk hidup yang berbadan manusia sajalah yang mempunyai kesempatan indah untuk mengangkat taraf kehidupannya. Ditegaskan bahwa “iking janma wwang juga wenang” - hanya manusia sajalah yang dapat melakukan perbuatan baik dan mulia (śubha-karma), dan juga perbuatan-perbuatan tidak baik serta tidak mulia (aśubhakarma). Kata sarwa-bhūta perlu mendapatkan perhatian lebih. Mendengar kata “bhuta”, biasanya pikiran orang langsung tertuju kepada para makhluk hidup yang “tidak kelihatan”, yang berbau “syerem” gentayangan, atau pasukan-pasukan (unen-unen) Ida Baṭhāra. Tentu saja kata bhūta juga menunjuk kepada para makhluk seperti itu. Namun, apa yang disebutkan di dalam kitab Sāra-samuccaya ini adalah para makhluk hidup yang jumlahnya sangat banyak tiada terhitung. Kitab suci Viṣṇu Purāṇa juga menyebutkan bahwa terdapat jumlah jenis makhluk hidup di dunia ini sebanyak 8.400.000 jenis: Terdapat jumlah 900.000 (sembilan ratus ribu) jenis makhluk hidup yang hidup di dalam air (jala-jā nava-lakṣāṇi) seperti ikan-ikan dan lain-lain. Ada 2.000.000 (dua juta) makhluk hidup yang tidak bergerak (sthāvara) seperti pepohonan dan tumbuhan-tumbuhan lainnya (sthāvara lakṣa-viṁśati). Terdapat 1.100.000 (satu juta seratus ribu) jenis makhluk hidup jenis serangga dan reptil (kṛmayo rudra-saṅkhyākaḥ). Terdapat 1.000.000 (satu juta) jenis burung-burung (pakṣῑnām daśalakṣaṇam), ada 3.000.000 (tiga juta) jenis binatang-binatang (trimsal-lakṣāṇi paśavah), dan manusia sendiri jumlahnya ada 400.000 (empat ratus) jenis (catur-lakṣāṇi mānuṣāḥ). Sarwa-bhūta yang dimaksudkan di sini adalah sebanyak jumlah jenis makhluk hidup seperti yang disebutkan oleh kitab suci Viṣṇu Purāṇa tersebut. Dari seluruh jenis makhluk ciptaan tuhan (sakwehning sarwa-bhūta) yang jumlahnya 8.400.000, hanya makhluk hidup
yang dilahirkan sebagai manusialah merupakan kelahiran yang sangat utama. Ia berada di barisan terdepan karena hanya manusia yang dapat melaksanakan perbuatan-perbuatan śubha dan aśubha-karma. “Iking janma wwang juga”, - hanya makhluk hidup jenis manusia saja, “wenang gumawayaken” - dapat atau mampu melaksanakan perbuatan-perbuatan śubha dan aśubha-karma (ikang śubhāśubha-karma). Kuneng..... phalaning dadi wwang..., namun sesungguhnya.... itulah manfaat serta keutamaan menjelma menjadi manusia, suatu kelahiran yang sungguh-sungguh sangat amat sulit didapatkan. Bhagavata Purāṇa menyebutkan bahwa kesempatan untuk lahir sebagai manusia merupakan kesempatan yang sangat langka didapatkan (durlabhaṁ manuṣaṁ janma). Walaupun hidup manusia ini sangat singkat, yang Sārasamuccaya mengatakan “tan pahi lawan kedapning kilat” – usia hidup manusia yang sangat singkat tiada bedanya dengan kerlipan kilat menyambar, hanya beberapa detik saja. Namun demikian, hidup manusia yang sangat singkat tersebut sangatlah penuh makna (tad apy adhruvam arthadam), karena ia dapat menyelamatkan hidupnya dan mencapai pembebasan dari kesengsaraan dunia material. Kesempatan yang tidak didapatkan oleh jenis makhluk hidup lainnya. Lalu, apa itu śubha-karma, apa itu aśubha-karma, bagaimana aśubha-karma terleburkan ke dalam śubha-karma? Dan manusia yang berada di dalam tingkat kesadaran bagaimanakah yang termasuk memenuhi syarat untuk meleburkan aśubha-karma ke dalam śubha-karma? Kata śubha berarti baik, mulia, sejahtera, penuh karunia. Śubhakarma berarti perbuatan-perbuatan yang baik, mulia, penuh berkah dan mensejahterakan baik diri sendiri maupun yang lain. Sedangkan aśubha-karma berarti sebaliknya. Dalam artian biasa, perbuatan śubha-karma yang dilakukan semakin banyak semakin kuat untuk meredam perbuatan aśubha-karma. Akhirnya sesuai dengan tujuan Catur Puruṣārtha (dharma, artha, kāma, dan mokṣa), maka hidup manusia hendaknya dipergunakan untuk melakukan perbuatan yang mengatasi perbuatan śubhakarma maupun aśubha-karma demi pencapaian “mokṣārtham”, pembebasan yang kekal abadi. Dengan demikian, hanya salah satu dari empat ratus ribu jenis manusia akan dapat menjadi mokṣa-sādhana alias alat ampuh untuk mencapai pembebasan.
MIMBAR AGAMA
Ketika Musim Hujan Tiba Redaktur Khusus MIMBAR
BUDDHA Dhana Putra KETIKA musim hujan tiba, tumbuhan akan mulai bermunculan kembali. Tunas-tunas muda akan tumbuh. Tanah menjadi lebih berair, lebih mudah gembur, lebih mudah untuk ditanami. Musim hujan mungkin menjadi salah satu musim yang sedang ditunggu-tunggu oleh para petani. Bagi umat Bubdha, khususnya para bhikkhu, musim hujan adalah saatnya untuk berdiam diri di sebuah vihara selama tiga bulan pertama dan saatnya untuk mencari bahan jubah di bulan keempat atau bulan terakhir musim hujan. Tidak melakukan perjalanan panjang ke luar, namun lebih banyak melakukan perjalanan ke dalam diri. Tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang, walaupun kita tidak berada di India. Perhitungan musim hujan dimulai sehari setelah purnama di bulan asalha (dikenal dengan hari asadha) dan berakhir tiga bulan (kalender lunar) berikutnya, tepat saat purnama. Untuk tahun 2017, masa vassa berlangsung sejak tanggal 9 Juli hingga 5 Oktober 2017 mendatang. Di masa silam, banyak orang yang enggan bepergian di musim hujan. Jalanan yang becek dan berlumpur tidak sesuai untuk melakukan perjalanan. Selain itu, banyak makhluk kecil yang berkeliaran di tanah dan tunas tumbuhan yang mulai tumbuh. Ketika kita berjalan, tumbuhan dan hewan kecil tersebut bisa terinjak, menjadi rusak atau mati. Pada awalnya para bhikkhu tetap melakukan perjalanan di musim hujan. Namun, setelah mempertimbangkan masukan dari masyarakat, Buddha Gotama akhirnya menetapkan masa vassa. Para bhikkhu tidak di-
perkenankan melakukan perjalanan untuk tiga bulan pertama. Hanya diperkenankan di satu bulan terakhir yang dikenal sebagai bulan kathina. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh para bhikkhu selama tiga bulan. Setidaknya untuk melatih diri dan mengembangkan batin. Pada umumnya, bhikkhu yang lebih senior mempunyai tugas untuk memberikan pelajaran tentang vinaya dan komponen dhamma yang lain sehingga para bhikkhu muda mendapat tambahan pengetahuan dan pikirannya tidak goyah dalam menjalani kehidupan sebagai samana. Para bhikkhu mempunyai kesempatan untuk berlatih diri, terutama melatih meditasi dalam
keseharian. Kesempatan seperti ini sangat jarang terjadi karena banyak tugas dalam melayani umat yang harus dilakukan. Sejumlah bhikkhu bertekad untuk tidak berpergian (walaupun diijinkan dengan syarat dan ketentuan tertentu yang sudah ditetapkan) namun menggunakan waktu yang ada untuk berlajar dan berlatih. Umat juga mempunyai kesempatan yang sangat besar untuk berbuat baik, terutama memberikan empat kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh para bhikkhu. Kesempatan seperti ini juga jarang terjadi, apalagi dalam jangka waktu yang panjang. Di sisi lain, ada juga umat yang memanfaatkan keberadaan
para bhikkhu dengan berbuat baik. Misalnya mengundang para bhikkhu untuk menerima dana makan siang, meminta membaca paritta manggala dan sebagainya. Hal seperti ini tentu saja tidak salah, namun di sisi lain dapat mengganggu proses latihan yang sedang dilakukan oleh bhikkhu tersebut. Ada juga yang tetap tidak bersedia menerima undangan dan sebagainya, hanya fokus pada latihan untuk diri sendiri. Sebagai umat Buddha, kita perlu menyokong keberadaan para bhikkhu yang sedang menjalankan masa vassa. Juga perlu menjaganya dengan baik sehingga para bhikkhu mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk melatih diri, menata batin, dan belajar dhamma, sesuai dengan tugasnya yang paling mendasar. Selamat menjalankan masa vassa kepada para bhante, guru kami dalam dhamma.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) PUTU Geanka Kamania Romi adalah cucu dari Romi Sudhita. Buah hati pasangan Deksa Prima Romi (27) dan Made Leita Anistiawati (26) itu belum bisa menyampaikan cita-citanya. “Karena usianya baru lima bulan. Ngomong saja belum bisa,” ujar sang kakek, Romi Sudhita, yang beralamat di Jalan Srikandi Singaraja tersebut.
Asung kerta wara nugraha... telah berjalan lancar Upacara, “Macolong, Nelubulanin dan Ngotonin” ananda I Gede Prabu Abimanyu. Semoga menjadi anak yang baik dan berbakti kepada orangtua dan negara!!!
Redité Paing,16 Juli 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Ida Bagus Alit
Tetandingan Banten Caru SAJERONING agama Hindu, wénten limang soroh yadnya sané patut kamargiang olih krama sané kawastanin Panca Yadnya, luiré; Dewa, Pitra, Manusa, Rsi miwah Bhuta Yadnya. Sajeroning parikramanipun, majanten ngawigunayang beburonan pinaka étéh-étéh banten utawi upakara. Sakéwanten yéning maosang indik Bhuta Yadnya, majanten wénten parikrama pacaruan sané ngawigunayang blulang beburon utamanipun ayam ring tetandingan bantennyané. Ida Bagus Alit, panglingsir Gria Anyar Manuabha Baha maosang, banten caru wantah banten sané kadasarin antuk beburon ayam. “Ring Bali wénten soroh ayam Gemerot, soroh ayam sané kantun nguda sakéwanten durung naenin malumbahan. Soroh ayam punika sané ketah kawigunayang dados ayam caru. Warna sané kanggén nganutin caru sané kamargiang,” baos dané. Dané sané taler ketah ngwacén miwah nyalin lontar puniki maosang, wénten taler caru Manca Sata inggih punika caru sané ngawigunayang limang soroh ayam luiré ayam putih ring Kangin, ayam biing ring Kelod, selem ring Kaja, putih siungan utawi bulu jalak ring Kauh miwah brumbun ring Tengah. Tetandingan minakadi kéténgan, wangkonan miwah bayuhan taler kakaryanin nganutin urip pangider bhuwana. Caru ayam putih tetandingannyané sarwa lima, déwannyané Iswara, ancangan Ida mawasta Sang Bhuta Janggitan. Yéning caru ayam biing tetandingan utawi kéténgannyané sarwa sia, déwania Brahma antuk ancangan Ida mawasta Sang Bhuta Langkiran. Yéning caru ayam putih siungan tetandingannyané sarwa pepitu, déwania Mahadewa antuk ancangan Ida Sang Butha Lembukania. Caru ayam selem tetandingannyané sarwa patpat, déwania Wisnu, ancangan Ida Sang Bhuta Taruna, “Ring tengah wantah caru ayam brumbun kakaryanin antuk tetandingan kutus tanding tur déwania Ida Bhatara Siwa antuk ancangan Ida mawasta Sang Bhuta Tiga Sakti,” asapunika dané nlatarang. (was)
I Nyoman Kunuk
Pasuécan Hyang Widhi MADUÉ beburon sané mabuat sajeroning upacara yadnya wantah ngawinang bagia majeng krama Bali. Duaning sang sané nuénang beburon inucap taler prasida nyarengin parikrama karya kantos mamargi becik sakadi sapatutné. Minakadi nuénang sampi gading utawi sampi sané kuku, tanduk, cunguh, bibih miwah layahnyané mawarna coklat-gading. I Nyoman Kunuk, petani saking Br. Kekeran, Selanbawak, Marga, Tabanan puniki maosang, sampi gading druénnyané ketah kawigunayang sajeroning parikrama Nyekah utawi Ngerit kanggén ngiterin wewidangan yadnya utawi kawastanin Purwa Daksina, boya dados caru. Manut dané, Sampi gading punika lekad durung prasida kajantenang sakadi druénnyané sané lekad saking sampi biasa. Asapunika taler manawita inannyané wantah sampi gading nanging durung majanten sampi sané kalekadang jagi pateh sampi gading. “Punika wantah pasuécan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané nénten prasida katunas utawi kaaptiang sajabaning wantah prasida kasuksmayang kémanten,” baos dané makenyem. Dané sané embas ring Marga, 16 Mei 1947 puniki malih maosang, parikrama ngupapira sampi gadingnyané nénten mabinayan sareng sampi siosan, sakéwanten genahné patut kapasahang saking sampi biasa. “Sampi puniki nénten jagi adol. Manut tutur panglingsiré, yéning sampi gading mati sinah blulang utawi kulitnyané patut kagenahang ring klumpu utawi jineng. Santukan yéning nénten kagenahang irika kajantenang kahanan ring paumahan jagi buut utawi nénten becik,” asapunika dané negesang. (was)
(85)
BPM/was
ULAM – Sajeroning upacara yadnya majanten kapanggih beburonan sané kadagingin ring bebantenan pinaka jejangkepanipun. Wénten sané kawigunayang pinaka ulam, wénten taler karereh blulangipun pinaka panyangkep upakara.
Beburon Sajeroning Upacara Yadnya
Pinaka Ulam Banten utawi Kablulangin
SAYAN nglintang kahanan jadmané majanten kawéntenan kahuripan krama utamanipun ring Bali taler nglimbak sané sinalih tunggil kasinahang antuk kawéntenan miwah kawecikan téknologi sané sayan nincap. Sios punika sayan akéh krama Bali sané meled ngicalang pabaos “nak mula keto” ring pakraman malarapan antuk urati ring sekancan parindikan sané sampun katami saking nguni. Minakadi indik makudang-kudang soroh kasenian sané sampun ketah nyarengin krama Bali miwah makudang-kudang soroh sima adat sané sampun kamargiang saking panglingsirnyané nguni. Asapunika taler indik bebantenan miwah kawigunan beburon tatkala kamargiang upacara yadnya. Tatkala maosang indik bebantenan, kapanggihin makudang-kudang soroh ulam saking
beburonan sané kawigunayang pinaka tetandingan. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., budayawan taler panyurat makudang-kudang buku agama saking Désa Beng, Gianyar puniki maosang, ring makatah parikrama upacara yadnya agama Hindu ring Bali majanten kawigunayang makéh soroh ulam dados sesaji utawi tetandingan ring makudang-kudang soroh bebantenan. Minakadi ring banten peras miwah tebasan sané majanten kadagingin antuk ulam ayam matunu pinaka pajangkep banten inucap. Malih dané maosang, indiké punika taler munggah sajeroning Rg Weda sané nartayang mangda ulam sané kapanggang punika becikan nénten kakutang sajabaning katurang dumun majeng ring Ida Bhatara. Punika satmaka nugesang yéning beburon sané kawigunayang dados
ulam wantah mabuat pisan ring makudang-kudang banten sakadi kawigunan sekar ring tetandingan canang. “Ngeninin indik soroh sané kawigunayang, manut sané munggah ring Manawa Dharmasastra wantah beburon sané kaupapira minakadi ayam, bébék miwah bawi tur kadabdabang manut saking sima utawi dresta taler soroh upacara yadnya sané kamargiang,” baos dané. Budi Adnyana malih maosang, tios pinaka ulam banten, wénten taler beburon minakadi sampi utawi kebo sané katampah tur kautamayang blulang utawi kulit sané kantun madaging bulu kantos tenggeknyané. Punika ketah kawigunayang dados titi mamah utawi aled panyekjek tatkala Ida Bhatara Tedun ring upacara Ngusaba utawi Mamungkah. Tatkala kamar-
giang upacara Bhatara Turun Kabeh, titi mamah sakadi punika taler kawigunayang dados panyekjek sadurung pratima Ida Bhatara munggah ka balé paselang. Punika wantah sima sané kamargiang manut tutur indik Raksasa Mahisasura sané kapademang olih Ida Bhatari Durga. Sajeroning upacara yadnya taler kamargiang pacaruan sané majanten ngawigunayang ayam sané katampah tur kablulangin pinaka dasar caru. Indik soroh ayam sané kawigunayang, manut Ida Bagus Alit, panglingsir Gria Anyar Manuabha Baha, wantah kaadungang sareng pangider-ider bhuwana. Ring parikrama caru siosan minakadi caru Wraspati Kalpa majanten kadagingin malih antuk ulam utawi blulang beburon sios kanggén nyarengin blulang ayam inucap saha manut sapunapi pangandika
Ida Pedanda. Minakadi kucit butuan ring caru sané kagenahang ring Kaja, angsa kampid selem ring Kauh, angsa putih ring Kangin miwah kuluk bang bungkem ring caru sané marep Kelod. Sios punika ayam inucap wénten taler kawigunayang ring upacara manusa yadnya inggih punika upacara bebayuhan. Manawita otonan rauh ritepengan Purnama sinah bebayuhan inucap ngawigunayang ayam putih sané katurang ring Ida Bhatara Siwa Raditya. Sakéwanten yéning Tilem jagi ngawigunayang ayam selem, banten katurang majeng ring Ida Sanghyang Ratih. “Ayam ring banten bebayuhan kadadosang ulam panggang utawi betutu duaning risampuné wusan kamargiang parikrama mabayuh, surudannyané kaajeng olih sang sané kabayuh,” asapunika dané nartayang. (was)
Ngawigunayang Beburon Kantun Idup
Kanggén Iber-iber miwah ring Mapurwa Daksina SAKADI sané sampun kauningayang, beburon ketah kawigunayang pinaka ulam banten minakadi ring banten tebasan utawi banten peras. Beburon sané kawigunayang dados ulam panggangan inucap akéhan minakadi ayam, nanging ketah taler ngawigunayang ulam bebek utawi bawi sané taler kadadosang olahan minakadi sesate utawi sané siosan. Sakéwanten beburon sané kawigunayang sajeroning upacara yadnya nénten makasami jagi matampah, wénten taler ngawigunayang beburon sané kantun idup. Ida Bagus Alit maosang, ayam ketah kawigunayang dados iber-iber sané jagi kasinturang utawi kalébang risampuné wusan wadah utawi badé ngiterin setra utawi pamuunan ping tiga. Punika tetujonnyané ngrerehang tetenger pamargi, ayam inucap sané kocap jagi ngicén pamargi majeng ring Sang Atma tatkala mawali ka Sunyaloka. Ayam sané kawigunayang akéhan wantah ayam putih sané taler kasarengin antuk kedis. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H. taler maosang, ayam miwah bébék taler nénten katampah tat-
kala parikrama upacara Déwa Yadnya. Soang-soang krama sané makta bébék miwah ayam solsolan punika taler makta tatedanipun sané marupan beras putih miwah kuning. “Bébék wantah panabdaban taler niyasa Satwika, ayam wantah niyasa Rajas miwah raga pinaka parikrama ngardi jagat taler sekancan dagingnyané. Yéning beras putih miwah kuning wantah niyasa rasa bagia miwah kasukertan,” baos dané. Budi Adnyana malih maosang, sajeroning upacara Pitra Yadnya taler kamargiang parikrama Mapurwa Daksina utawi Murwa Daksina, ngiterin genah upacara manut sakadi pitehan jam utawi saking kiwa ka tengen. Beburon sané ketah kawigunayang inggih punika kebo putih. Parindikan sané pateh kabaosang I Nyoman Kunuk, krama saking Br. Kekeran, Selanbawak, Marga, Tabanan sané madué sampi gading, ring parikrama upacara Ngerit utawi Nyekah, ketah kamargiang parikrama Purwa Daksina sané ngawigunayang sampi gading. Punika kamargiang antuk nuntun utawi
LUH Mega nglanturang, “Kénten masih yén mapitutur ten sanget bertéori. Yén mula bunga di natahé, tetanduran dadi obyék tuturné. Yén maang siap, kuluk ngamah, kasih sayang tekén ubuhan dadi tuturné. Kayang medem, bangun, madaar bisa dadi obyék tutur. Yén lakar masaré ingetang ragané ngorain nyamané patpat nundun, eda kanti bangun kalahang cerukcuk. Kadén taén tiang ngwada masakan Ibuné bas lalah, kuangan uyah kanti ngambul? Malah tiang opaka kén Tungurah, “Luh jegég nguda ngopak, patuté bersyukur Ibuné suba ngaénang dedaaran. Iraga teka nyaplok, sing ngargain anak tuyuh. Cobak I Luh masak wadana tekén kurenané kénkén? Kalud suba cukup tuyuh magaé eda buin sakitina atinné. Jeg terima saking tulus apa ya sediaanga.” Kéto pandikané ngawé tiang sedih maselselan,” baosné Luh Méga macarita. “Oooh kéto, pantesan raganné sing taén nulak apa buin ngwada ajeng-ajengané?” pasaurné
Nyoman Padmini. Gusti Ngurah Jelada sagét rauh macelana péndék raris sareng malinggih di terasé saha ngédéngang raporné. Luh Méga ngelisang masalinan ka kamarné. “Niki Pak, Bu rapor tiangé. Asil Ibuné ajak Bapak ngempu tiang malajah driki.” “Mimiih luar biasa becikné Tungurah, med tiang ngantosang driki makita ningalin, mara medal. Matur suksma taler Luh Méga nyidaang polih ranking II saking malajah sareng Tungurah,” aturné Nyoman Padmini sareng Gedé Dauh nyalamin Gusti Ngurah Jelada. “Nggih wawu kari nerima telpon lan SMS saking timpaltimpal tiangé di Denpasar.” “Nah, lamun kénten mangkin ngajeng dumun ka paon. Ituni mantuk saking kantor Bapak numbas saté kambing. Énggalin Luh iring Tungurah ngajeng!” baos Noman Padmini. Luh Méga medal saking kamarné matekep botol nyrengseng nutug Ngurah Jelada. Ring saluné dapetanga sodaané sampun cumawis matu-
BPM/was
MAPURWA DAKSINA- Beburon taler kawigunayang pinaka sinalih tunggil parikrama sajeroning upacara yadnya. Minakadi ayam miwah bébék solsolan tatkala ngiterin pelinggih utawi sampi gading ring parikrama mapurwa daksina. nedehang sampi ngitehin balé pradnyan ping tiga saha patut alon-alon mangda kasa putihkuning mrepat beten sané madaging antuk slaka miwah sané siosan prasida kajekjek olih sampi gading inucap. Nyoman Kunuk malih maosang, manut saking sané kajantenang olih krama, sampi gading punika wantah niyasa sampi utawi lembu Nandini,
patapakan utawi palinggihan Ida Bhatara Siwa. Tatkala parikrama inucap kamargiang kocap ipun jagi kalinggihin olih sang atma sané kasekahang mangda prasida nuju Siwaloka. Ri kala ngamargiang sampi punika patut pisan kairingang antuk kekidungan Aji Kembang sané katembangang olih krama irika miwah olih dané. “Sané taler kajantenang
olih kramané inggih punika tatkala parikrama Purwa Daksina kamargiang, kaptiang mangda sampi gading inucap meju utawi ngenceh ring genah upacara. Punika kaucap becik pisan. Sangkaning punika ketah kramané nunas tai miwah enceh sampi gadingé punika jagi kasambehang ring cariknyané soang-soang,” baos dané makenyem. (was)
dung saji. Sang kalih mukak alon-alon. “Ngiring dong Tungurah, béh sate kambing warung Nikmat pasti jaen san,” baosné Luh Méga nyodaang ajengan saha rawon mawadah jembung, raris negak ring bangkuné. “Ngujang Luh sing bareng negak di saluné. Dugas mulih ngorang lakar magibung,” baosné Ngurah Jelada tedun, nanging Luh Mega bangun makenyem ngalem ngambil naré kebatina daun pisang, raris dagingina ajengan, jangan urab, sambel goréng ati, pésan lawar miwah sesaté. Ring tengah-tengah rawoné mawadah jembung madaging sinduk bébék. “Nggih, kanggéang niki anggén tatakan magibung pakalihan. Kadén sakadi ring Karangasem biasanné asela sareng kutus?” baosné Luh Méga negak matimpuh ring saluné sada singkuh santukan nganggén celana. Ngurah Jelada raris ngesop ajengan saha ngaud sesaténé, nanging Luh Mégan-
tari nuléngék nonton carané ngesop ajengan. Ngurah Jelada raris ngepel ajengan ngesopin Luh Méga. Malih ambilanga saté, raris rawon aséndok anggéna nulud. Luh Méga ten nyidaang makelid nginyukang ajenganné. “Bééh, Tungurah tumbén ngesopin, alon-alon naké. Niki saténé alot nanging jaen san rasanné,” aturné Luh Méga kadi sayutin. Raris ngepel ajengan ngesopin Ngurah Jelada. Pamuputné sang kalih saling sopin. Nanging tan maa Luh Méga nyegut tanganné Tungurah. “Mimiih ... aduuh, ngujang jerijin tiangé cegut Luh?” duuhané alon saking seneng. “Tungurah nakal ngujang cunguh tiangé sopin? Awas nyanan ané mancung nika lakar cegut, mara énak kan?” baosné Luh Méga ngambil saté kambing kalih tusuk geresina. “Nyén nolak cegut-cegutan? Sing dadi ngamaluin suud, tiang enu seduk Luh.” “Tiang sampun wareg terus
seksekin Tungurah. Mangkin rarisang dumun ngajeng, tiang nongosin sambilang majambalan,” baosné saha tetep ngesopin Gusti Ngurah Jelada. “Tiang masih suba wareg, jani jemak pada masopan apang telah sibarengan suud. Saténé dadi jambal,” baosné Ngurah Jelada saha nyiup rawoné ring jembungé. Nyoman Padmini sagét macelengus ngranjing napetang sang kalih magibung sambil macanda. “Ooh, pantesan makelo anaké ngajeng. Magibung kok niki ten makaukan.” Baosné. “Nggih Bu, ituni suud nerima rapor kadung majanji magibung cara Karangaseman, kanti nelahang nasi abasi. Saking koangan saté liman tiangé ceguta kén I Luh,” baosné Ngurah Jelada makenyem. Luh Méga mrusutang raris ngimpek pupunné Ngurah Jelada. “Sira ngaturin ngesopin cunguh tiangé?” baosné Luh Méga ngusapin cunguhné. (Masambung)
Upacara
8
Redité Paing,16 Juli 2017
Bebantenan Tetuek Mapuja Tri Sandya RING agama Hindu pamekas ring Bali, ketah sadurung ngamargiang pamuspan kawawanin antuk mapuja Tri Sandya. Tri Sandya mawit saking kalih kruna, inggih punika; tri mateges tiga miwah sandya mateges galah. Mawinan kacutetang Tri Sandya mateges persembahyangan sané kamargiang ping tiga araina nganutin galah inggian semeng, siang, miwah nyoréang. Manut Svami Sathya Narayana sané pinaka guru kerohanian ring India, puja Tri Sandya kamargiang ring galah semeng ri kala endag surya (Brahma Muhurta) kasengguh Pratasewana, matetujon ngukuhang guna sattwam sajeroning ngamargiang kahuripan ngawit semeng kantos wengi. Galah siang utawi tajeg surya kasengguh Madya sewana matetujon ngeret guna rajas mangda nénten ngwetuang parilaksana sané nénten manut. Galah soré kasengguh Sandya sewana matetujon ngeret guna tamas inggih punika rasa mayus miwah katambetan. Puja Tri Sandya kakawitin antuk nguncarang “OM” ping tiga. Om kauncarang ping tiga, kapertama nyinahang aksara Ang, kaping kalih nyinahang aksara Ung, miwah kaping tiga nyinahang aksara Mang. Nyabran bait mantram puja Tri Sandya taler kakawitin antuk nguncarang “OM” Susunan Puja Tri Sandya Mantram Tri Sandya boya karangan, sakéwanten marupa susunan sané kaambil saking aspek-aspek sajeroning Hindu. Mantram Puja Tri Sandya kapah dados nem bait, luiré: Bait kapertama, kaambil saking Gayatri Mantram. Bait kaping kalih kaambil saking Narayana Upanisad (Weda Sruti) sané matetujon ngredana Narayana, prabhawan Hyang Widhi, mangda i manusia setata katuntun ngamargiang dharma. Bait kaping tiga kaambil saking Siva Stava (Weda Smrti) sané nyinahang Ida Sang Hyang Widhi antuk makudang-kudang pungkusan, minakadi; Siva, Mahadeva, Isvara, Paramesvara, Brahma, Wisnu, Rudra, Purusa. Bait kaping pat, kaping lima, miwah kaping nem kambil saking Veda Parikrama sané madaging indik kahanan i manusa ring jagaté puniki sangkaning papa miwah klésa yéning selehin saking ajahan spiritual. Tetuek Om Santih Santih Santih Om, uncaran OM – Santih – Santih – Santih – OM mateges: santih sané kapertama mateges nunas mangda i manusa doh saking kahanan awidya. Santih sané kaping kalih mateges nunas mangda i manusa kadohang saking bencana utawi baya sané metu sangkaning manusa, beburon, miwah sarwa tumuwuh utawi sané kasengguh Adi Bhautika. Santih sané kaping tiga mateges nunas mangda i manusa kadohang saking bancana. Antuk punika prasida kacutetang, tetuek sajeroning ngamargiang Pura Tri Sandya inggih punika parikrama nyuciang angga mangda prasida ngeret sahananing parilaksana kaon sané metu sangkaning ius guna miwah nincapang sifat-sifat positif (sattwam) sajeroning angga mawinan metu kahuripan sané lewih becik, tentrem, sukerta, raharja. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
DOLANAN - Dolanan ketah kapentasang ring Pesta Kesenian Bali. Dolanan wantah plalianan tradisional sané kaadung sareng gambelan gong kebyar.
Dolanan, Plalianan Alit-alit Pinih Jangkep
BPM/dok
SAJABANING plalian tradisional, Bali akéh madué plalian lianan sané arannyané mabinayan, ketah taler kacentokang. Dolanan sinalih tunggil plalianan tradisional sané pinih jangkep, santukan sajeroning dolanan satios alit-alité maplalianan taler madaging tembang miwah kairingang antuk gong kebyar. Manut Drs. Madé Taro, dolanan sujatiné rumasuk tarian
mawinan kasolahang kairingang Gong Kebyar. Indiké punika sangkaning ring sesolahan dolanan madaging carita saha ngambil dolanan pinaka lakon. Samian unsur sajeroning dolanan manut dané katon harmonis, pantara unsur tabuh, lagu, materi (bahan permainan), miwah busana sané kawigunayang. “Sané cingak titiang sajeroning dolanan wantah harmonisasi sekancan unsur inucap,”
baos dané. Dané ngwewehin, sajeroning dolanan, tabuh, gending, busana wantah rumasuk unsur sané nyokong dolanan inucap. “Sajeroning tarian dolanan, sané pinih kasinahang wantah plalianan/permainan,” teges dané. Sajeroning tarian dolanan, dané nlatarang samian unsur inucap jangkep. Samian unsur wénten, pantara tabuh, gerakan permainan patut adung sareng
Pendidikan Karakter sajeroning Plalian Tradisional PLALIAN (permainan) wantah parindikan sané pinih raket sareng anak alit. Nanging, mangkin anak alit ngawit kilangan genah, pinaka genah maplalian tradisional. Pangrauh plalian modérn minakadi game online mangkin kasenenging pisan saihang ring plalian tradisional sakadi méong-méongan, goak-goakan miwah sané tiosan. Plalian tradisional wiadin plalian modern, makekalih madué kawigunanan, utamannyané pinaka hiburan, ngawi liang. Sakéwanten yéning selehin saking nilai pendidikannyané, ring plalianan tradisional akéh wasana becik sané prasida kapolihang, akéh madaging nilai-nilai pendidikan pamekasnyané nilai pendidikan karakter. Inggian becik masawitra, gradag-grudug sareng sawitra tur uning kahanan sosial ring pakraman. Plalian tradisional utawi sané taler kaloktah pinaka permainan tradisional Bali, manut pelestari saha sané urati ring plalian tradisional Bali, Drs. Made Taro, wawu puniki nguningayang, sajeroning plalian tradisional munggah nilai pendidikan sané inggil, rumasuk pendidikan karakter. Wénten proses nguningin timpal (sosial), wénten kebersamaan, kejujuran, kreatifitas, tanggung jawab, percaya diri, berkepribadian, perkembangan émosi miwah sané tiosan. “Punika sinunggil nilai becik sané mautsaha katumbuhang sajeroning alit-alité saking plalian tradisional sané kalaksanayang,” tegesnyané. Pengasuh Sanggar Kukuruyuk puniki ngwewehin, sapunika akéhnyané kawigunan miwah piteket moral sané prasida kapolihang ring
plalian tradisional puniki. Nguningayang indiké punika prasida dados bekel majeng alit-alité ngarepin idup riwekasan. Tios punika prasida ngawinang alit-alité uning tur seneng maplalian tradisional. Yadiastun maplalianan tradisional, nénten pacang ngawinang kasengguh kuna. Saking koléksi permainan tradisional sané sampun kaduénang Pekak Taro, dané sampun ngripta sawatara limolas soroh plalian tradisional anyar kanggén ngwewehin wilangan plalian tradisional sané sampun wénten. Limolas plalian anyar punika wantah permainan tradisional kréasi baru sané madué cihna tradisional, boya modérn. Dané negesang, sané kabaos plalian madué cihna tradisional inggih punika madaging sakatah sifat, minakadi cihna
tembang miwah kasokong antuk busana sané anut. Dolanan, manut dané sané mangkin taler sering ngripta lagu miwah cerita rakyat, ngawit kaloktah sesampun wénten Pesta Kesenian Bali (PKB). Dolanan dados kabaosang seni kreasi anyar sané ngutamayang tarian. Sajeroning dolanan, wénten nilai kasenian sané inggil. Tari dolanan punika, manut dané becik kaicén majeng
alit-alit ngawit yusa Paud sané taler becik kaajahin permainan tradisional Bali. “Samaliha Paud akéh sampun prasida péntas ring kalangan umum. Satios punika, peméntasan dolanan boya wantah kasenengin alit-alit kémanten, anak lingsir taler seneng. Akéh nilai becik sané kapolihang olih alit-alité saking parikrama sané taler becik,” baosnyané. (uma)
Satua
sederhana. Cihna Koléktif (maplalianan sareng akéh, nénten padidi, kainggilannyané inggih punika madué nilai sosial). Cihna proses (plalian tradisional setata madaging proses, umpaminipun mabedil-bedilan, sadurungnyané wénten proses ngrereh bambu, wénten usaha kréatif, éksperimén, évaluasi). Cihna rékréatif (plalian tradisional tetujonnyané ngawi anak seneng, nénten pinaka pakaryan, nanging pinaka hiburan). “Wénten akéh wasana becik sané wénten sajeroning plalian tradisional sané nénten prasida kapolihang alit-alité ring plalian modérn minakadi game online. Malarapan uning plalian rakyat inucap, alit-alité pacang madué rasa ngajiang kearifan lokal sané kaduénang,” baos dané nguntatin. (uma)
Ida Bhatara Gana
Olih : Madé Taro
BPM/ist
TRADISIONAL - Ular naga wantah sinalih tunggil plalianan tradisional sané ketah kamargiang alit-alité daweg dumun. Plalianan puniki mangkin sampun arang kapanggihin.
YUKTI, napi sané karincikang saha katarka mamargi! Nadaksara para prajurit Raksasa Nilarudraka numunin ngrejek Swargaloka. Para prajutit Raksasa Nilarudraka sakadi macan sané ganas pisan. Aget para prajurit ring Swargaloka sané kapucukin Ida Bhatara Indra sampun sayaga nglawan. Samian sinarengan nganggar pedang, nglepas panah miwah tumbak. Ring makudangkudang genah, wénten prajurit saking Senapura sané sampun pajlémpang. Prajurit Senapura sané sampun nénten prasida nandingin prajurit Swargaloka sakakidik magirig. Kala punika taler rauh Raksasa Nilarudraka. Ipun ngamuk, samian panah sané kalepas keni sasaran. Mangkin para prajurit Swargalokané sané pajlémpang tur makirig. Ida Bhatara Wrespati sagerehan nguningayang atur indik kahanané punika majeng ring Ida Bhatara Gana. Mirengang aran Raksasa Nilarudraka, untun Ida Bhatara Gana ngretek sangkaning krodanidané kalintang. Sagerehan Ida ngambil kapak tur mobos nuju genah Raksasa Nilarudraka. Tetujonnyané wantah mademang raksasa inucap. Ring ajeng Raksasa Nilarudraka, Ida nantangin sinambi ngayun-ngayunang kapak sané baktana. Raksasa Nilarudraka sampun uning yéning sané ring ajengipuné wantah putran Ida Bhatara Siwa. Antuk punika, digelis Ipun nglepas panahipuné sané pinih sakti. Pang! Panah punika mlesat tur nepet keni taring Sang Hyang Gana. Putran Ida Bhatara Siwa punika tengkejut manggihin taringidané képéh tur mental. Ring tengah-tengah suryakan meseh sané nyadcadin, Ida Bhatara Gana nunas waranugraha ring ajinidané, Bhatara Siwa. Wus punika, Ida nganampekin Raksasa Nilarudraka. Pangawit Ida ngawi Raksasa Nilarudraka mangda patitolih. Ring galah sané becik, Ida Bhatara Gana nibakang kapakidané ring raksasa inucap. Ngresresin pisan! Sahasa tenggek Raksasa Nilarudraka mental sinarengan bah ka tanahé. Ring genahé punika Raksasa Nilarudraka mati. Para prajurit Raksasa Nilarudraka sané kantun urip sagerehan malaib patikaplug. Samian nylametang raga tur mawali ka Senapura. Kahanan genah payudan sané mamanes sahasa mauwah kabekin antuk suryak girang. Samian nganampekin tur meluk Sang Hyang Gana. Sangkaning ida, kahanan Swargaloka mawali trepti tur mawibhawa. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 16 JULI 2017
9
SPORT
Federer ke Final Wimbledon HAL 12
Bottas Kena Penalti pada Balapan GP Inggris
Silverstone Pebalap Mercedes asal Finlandia, Valtteri Bottas mendapat penalti 5 place grid alias mundur lima posisi pada balapan GP Inggris, hari ini karena mengganti gearbox pada mobilnya. Dengan demikian, Bottas dipastikan bakal memulai balapan lima posisi lebih ke belakang dari hasil kualifikasi yang diraihnya, Sabtu (15/7) kemarin. Bottas sendiri berhasil meraih catatan waktu tercepat keempat di sesi kualifikasi Bottas mencatat hasil sangat baik pada hari pertama GP Inggris tahun ini. Dia berhasil mencatat waktu putaran tercepat pada sesi latihan bebas kesatu FP 1 dan FP 2. Pada FP 1, Bottas mencatat waktu putaran 1 menit 29,106 detik, sedangkan pada FP 2, juara GP Rusia dan GP Austria itu membukukan waktu putaran 1 menit 28,496 detik. Menilik dua hasil tersebut, kans Bottas untuk menguasai FP 3 dan kualifikasi terbilang besar. Namun pergantian gearbox yang berujung pada penalti mundur lima posisi membuat kans Bottas untuk meraih kemenangan back to back menjadi kecil. Padahal, dalam empat seri balap terakhir Bottas tercatat sebagai pebalap yang paling banyak mendulang poin. Dia finis di urutan keempat pada GP Monako, menjadi runner-up pada GP Kanada dan GP Azerbaijan dan menjuarai GP Austria. Melalui hasil tersebut, Bottas kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara pebalap dengan 136 poin. Dia tertinggal 35 poin dari Sebastian Vettel (Ferrari) dan 15 poin dari rekan setimnya, Lewis Hamilton. Pergantian gearbox bukanlah hal baru bagi kubu Mercedes. Sebelumnya tim berjulukan The Silver Arrow itu sudah mengganti gearbox pada mobil Hamilton pada GP Austria. (kmb33/ap)
Hamilton Rebut “Pole” di Silverstone
Silverstone –
Valtieri Bottas
BPM/rtr
McLaren Perlu Perubahan Radikal
London – Tim McLaren F1 butuh revolusi besar yang terdiri dari sebuah kejutan dan masa depan, jika ingin juara dunia formula 1 dua kali, Fernando Alonso tetap bertahan di McLaren pada musim 2018 mendatang. Hal ini diungkapkan oleh manajer Alonso, Flavio Briatore. Masa depan Alonso di Formula 1 masih belum diputuskan di tengah banyaknya spekulasi terkait di mana dirinya akan berlabuh setelah menelan banyak kekecewaan bersama timnya saat ini McLaren-Honda. Menurut Briatore, McLaren perlu membuat langkah maju secara besar-besaran untuk mempertahankan driver berbakatnya itu, selain itu McLaren memang membutuhkan sebuah revolusi untuk kebaikan tim itu sendiri. “Kita tidak ingin bersama sebuah tim, di mana kita tidak memiliki kesempatan untuk menang,” kata Briatore, Sabtu (15/7) kemarin. “Driver seperti Fernando seharusnya berada dalam tim yang setidaknya memiliki kemungkinan untuk memperjuangkan podium. Dan saya yakin manajemen McLaren telah berjuang sangat keras untuk memiliki situasi yang seperti itu,” imbuh Briatore. “Jika McLaren bisa kompetitif maka Fernando akan merasa sangat betah di McLaren. Jadi kami akan melihat perkembanganya dalam beberapa bulan sebelum liburan musim panas. Sesuatu harus berubah dan itu dibutuhkan kerja sama dengan manajemen McLaren untuk mencari solusinya. Ini tim hebat, nama yang bagus sayang sekali jika mereka harus mengalami situasi ini,” tutupnya. Memang berbagai usaha telah dilakukan oleh Mclaren. os Honda F1, Yusuke Hasegawa berkata: “Pada seri Azerbaijan, kami mampu meraup poin pertama pada tahun ini. Dan saya pikir raihan itu telah membawa sedikit suasana positif ke dalam tim kami. “Kami juga telah menguji coba unit mesin terbaru, Spec 3 yang dilakukan oleh Fernando. Kami bisa mengonfirmasi adanya tambahan tenaga. “Kami telah menyelesaikan proses konfigurasi di markas, menggunakan data-data yang telah kami peroleh. Kini kami siap membawa mesin Spec 3 yang akan dipakai kedua pembalap kami. Saya pikir kami telah semakin kompetitif dan saya sudah tidak sabar untuk melihat performa kami di Austria,” imbuhnya. Direktur balap McLaren, Eric Boullier berkata bahwa timnya merasa optimistis dengan peluang mereka di sisa musim F1 tahun ini. Kami tidak pernah mengambil jeda dalam usaha pengembangan sepanjang musim ini. Hasil di Azerbaijan memang bukanlah sesuatu yang bisa kami rayakan secara besar-besaran. Tapi itu menjadi tanda bahwa apa yang kami kerjakan telah bekerja dengan baik dan kami mampu memanfaatkan peluang yang ada,” ujar Boullier. McLaren sebelumnya sempat digembar-gemborkan akan merajut kembali hubungan mereka dengan Mercedes, jika kemitraan mereka dengan Honda berakhir. Tapi menurut salah satu sumber, skuat asal Woking itu kini juga sedang mencoba menjalin kerja sama dengan Ferrari. Jika McLaren mendapat pasokan mesin dari Ferrari, maka Mercedes bisa memasok mesin mereka ke Sauber. Langkah tersebut juga terbilang cukup masuk akal, mengingat salah satu pembalap junior mereka, Pascal Wehrlein sedang membalap di tim asal Swiss itu. (kmb33/rtr)
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton kembali meraih pole positition setelah menjadi yang tercepat di sirkuit Silverstone, Inggris. Hamilton berhasil merebut pole position setelah menjadi yang tercepat pada babak kualifikasi, Sabtu (15/7) kemarin dengan catatan waktu 1 menit 26,600 detik. Posisi kedua dan ketiga ditempati duo Ferrari, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Sementara rekan setim Hamilton, Valtterri Bottas bercokol di urutan keempat. Bottas yang merupakan pebalap tercepat keempat akan memulai balapan di posisi kesembilan akibat menerima hukuman mundur lima posisi start. Hukuman itu dikarenakan Mercedes mengganti gearbox mobil yang dikendarai Bottas saat sesi latihan kemarin. Pada sesi kualfikasi pertama, Fernando Alonso tampil luar biasa dengan menjadi pebalap tercepat mengalahkan
Lewis Hamilton dan Valterri Bottas. Pada sesi ini driver Red Bull, Daniel Ricciardo langsung tersingkir karena hanya menempati posisi ke-20 dan tak bisa lanjut ke kualifikasi kedua. Memasuki sesi kualifikasi kedua, seluruh pebalap F1 mengganti ban mereka dengan tipe slick. Hamilton dan Bottas saling bersaing ketat pada lima menit awal untuk memperebutkan posisi pertama.
Hasil Kualifikasi Selengkapnya 1 Lewis Hamilton Mercedes 1m26.600s 2 Kimi Raikkonen Ferrari 1m27.147s 3 Sebastian Vettel Ferrari 1m27.356s 4 Max Verstappen Red Bull/Renault 1m28.130s 5 Nico Hulkenberg Renault 1m28.856s 6 Sergio Perez Force India/Mercedes 1m28.902s 7 Esteban Ocon Force India/Mercedes 1m29.074s 8 Stoffel Vandoorne McLaren/Honda 1m29.418s 9 Romain Grosjean Haas/Ferrari 1m29.549s 10 Valtteri Bottas Mercedes 1m27.376s
0.547s 0.756s 1.530s 2.256s 2.302s 2.474s 2.818s 2.949s 0.776s
Selain kedua pebalap tersebut, beberapa driver seperti Vettel, Max Verstappen dan Nico Hulkenberg sempat mencatatkan waktu terbaik dengan selisih cukup dekat dengan Hamilton. Bahkan Vettel sempat mengkudeta posisi Bottas di urutan kedua lima menit sebelum sesi kualfikasi kedua berakhir. Pada sesi kualfikasi kedua, lima driver kembali tereliminasi yakni Jolyon Palmer,
Daniel Kvyat, Fernando Alonso, Carlos Sainz dan Felippe Massa. Kejutan berhasil ditunjukkan pebalap McLaren Honda, Stofel Vandoorne yang untuk pertama kalinya berhasil melaju ke kualifikasi ketiga musim ini. Persaingan sepuluh pebalap pada sesi kualifikasi ketiga terbilang cukup ketat, karena selisih waktu yang hanya berjarak 0,020 detik antara Hamilton yang berada di posisi terdepan dengan Vandoorne di posisi paling buncit pada lima menit pertama. Jarak waktu mulai melebar ketika Hamilton dan Vettel saling bersaing untuk memperebutkan posisi start paling depan. Kejutan kembali datang
jelang berakhirnya sesi kualifikasi ketiga. Raikkonen yang catatan waktunya sebelumnya ada di posisi keempat, langsung menyodok ke urutan kedua. Namun Raikkonen tetap tak berhasil menggeser Lewis Hamilton di posisi pertama dan driver asal Inggris itu berhak atas pole position. Kendati sukses mengamankan pole position, sesi kualifikasi tak berjalan semulus yang dibayangkan buat Hamilton. Pembalap berusia 32 tahun ini terlibat insiden dengan pembalap Haas Ferrari, Roman Grosjean. Ia diduga sengaja memblok laju mobil Grosejan saat sesi kualifikasi berlangsung. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Harga Walker Terlalu Mahal
PINDAH - Leonardo Bonucci ketika membela Tim Nasional Italia. Bonucci resmi pindah ke AC Milan.
BPM/ap
Belanja Besar-besaran
Milan Belum Selesai
Milan – Belanja besar-besaran dilakukan AC Milan di bursa transfer musim panas ini. Rossoneri baru saja merampungkan proses transfer Leonardo Bonucci dari Juventus dan Lucas Biglia dari Lazio. Setelah tujuh musim membela Juventus, Bonucci sepakat bergabung dengan Milan dengan nilai transfer 42 juta Euro, Sabtu (15/7) kemarin dan menandatangani kontrak lima tahun. Kabarnya dia menerima €7,5 juta per tahun, yang membuatnya menjadi salah satu bek dengan gaji tertinggi di Serie A. Bonucci akan segera melakoni tes medis bersama Rossoneri. Demikian halnya dengan Biglia. Pemain internasional Argentina ini sudah menyapa fans di Westin Palace Hotel dan segera melakoni tes medis. Sudah puaskah Milan? Ternyata belum. Rossoneri masih akan memburu pemain. Kali ini, di posisi striker. Milan memang membutuhkan striker. Sebab, Carlos Bacca diprediksi akan hengkang dan Gianluca Lapadula siap melakoni tes medis bersama Genoa. Milan membidik mesin gol Torino, Andrea Belotti. Rossoneri berharap Torino mau menurunkan harga Belotti, yang saat ini sebesar 100 juta Euro. Kedua klub sebenarnya sudah terus semakin mendekat untuk mencapai kesepakatan dan peluang terwujudnya transfer tersebut juga terbuka karena Belotti telah mengakui
dirinya adalah penggemar Milan. Presiden Torino, Urbano Cairo mengaku akan membahas masa depan Andrea Belotti dengan berbicara secara langsung. “Saya akan berbicara dengan Belotti untuk mengetahui apakah dia bahagia atau tidak untuk bertahan di Torino. Saya akan menemui dia dalam pemusatan latihan Torino di Bormio” kata Cairo Ada rumor, Torino menginginkan pemain Milan sebagai bagian pertukaran. Pelatih Torino, Sinisa Mihajlovic ingin bereuni dengan M’Baye Niang dan Gabriele Paletta yang merupakan anak asuhannya di Milan. Torino menginginkan dua pemain tersebut, ditambah 80 juta Euro. Milan mengajukan tawaran 40 juta. Kabarnya kedua kubu akhirnya sepakat di tengah-tengah, seharga 60 juta Euro. Selain Belotti, Milan juga masih belum berhenti mengejar striker Real Madrid, Alvaro Morata. Milan mencoba memanfaatkan rekrutan teranyar mereka, Leonardo Bonucci untuk meyakinkan striker 24 tahun itu agar mau bergabung dengan Milan. Bonucci dan Morata pernah bekerja sama di Juventus selama dua tahun (2014-2016). AC Milan yakin bisa menda-
patkan Morata setelah dua pesaingnya, Manchester United dan Chelsea mulai berhenti memburu penyerang Timnas Spanyol itu. MU sudah mendapatkan Romelo Lukaku dari Everton, sementara Chelsea lebih menginginkan striker Borussia Dortmund, Pierre Emerick Aubameyang. Setelah bertahun-tahun tertidur di bursa transfer, Rossoneri kini seakan bangkit dan langsung jor-joran. Tak heran fans AC Milan begitu bergairah menyambut musim depan. Belanja besar-besaran ini juga jadi bukti komitmen pemilik baru Rossoneri, Yonghong Li. Sejak awal taipan asal Tiongkok memang berjanji bakal habis-habisan di bursa transfer. Ia ingin mengangkat prestasi Rossoneri yang terakhir kali main di Liga Champions pada 2013/2014. Sejauh ini AC Milan sendiri telah mendapatkan delapan pemain anyar, selain Bonucci dan Biglia. Mereka adalah Andrea Conti, Ricaro Rodriguez, Fabio Borini, Mateo Musacchio, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, Andre Silva, dan terkini kakak Gianluigi Donnarumma, Antonio Donnarumma. Seperti kita tahu, uang dapat mendorong klub menjadi
sukses. Contoh saja Chelsea, Manchester City, hingga Paris Saint-Germain yang menjelma jadi kekuatan menakutkan di Benua Biru. Hal ini sepertinya bakal terjadi di Milan, namun jangan lupa tentang Financial Fair Play (FFP). Financial Fair Play (FFP) yang dicetuskan Michel Platini yang membatasi manuver transfer klub top Eropa. Tujuannya mulia, untuk menyehatkan finansial kesebelasan-kesebelasan Eropa dan agar tak terjadi ketimpangan antar kesebelasan tersebut. Lewat aturan Financial Fair Play, setiap kesebelasan Eropa wajib menyeimbangkan neraca keuangan mereka. Ini artinya klub harus hitung-hitungan dulu sebelum berbelanja pemain. Karena, jika teledor atau tidak sesuai rencana keuangan, maka kesebelasan bisa melanggar FFP yang tentunya hukuman sudah menanti. Maka dari itu Milan perlu berhitung dalam belanja pemain. Dalam beberapa tahun terakhir Milan acap kesulitan soal dana. Mereka akhirnya ditinggalkan sejumlah pemain bintang demi uang segar. Kini dengan dana yang didapat dari pemilik baru, Milan mulai kembali mendatangkan pemain-pemain terbaik. Bukan tak mungkin musim depan Rossoneri bakal langsung meraih Scudetto dan kembali ke Liga Champions. (kmb33/ap)
London Mantan penyerang Tottenham Hotspur dan tim nasional Inggris, Gary Lineker menyindir nilai transfer Kyle Walker ke Manchester City. Menurut Lineker, bek kanan tersebut terlalu mahal bagi pemain yang tidak bisa melakukan umpan silang. “Bek Kyle Walker menjadi pemain bertahan termahal dengan 50 juta pound. Bayangkan, betapa mahalnya dia jika bisa umpan silang,” kata Lineker di akun media sosial Twitter-nya seperti, Sabtu (15/7) kemarin. Walker yang berusia 27 tahun ini meninggalkan Tottenham setelah tampil di 228 pertandingan. Hampir enam tahun ia bersama klub asal London tersebut. Nilai kontrak Walker selama lima tahun di City membuat ia menjadi pemain bertahan termahal saat ini. Manchester City menyepakati nilai kontrak sebesar 45 juta pound ditambah bonus lima juta pound. Nilai tersebut mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang David Luiz pada 2014 ketika pindah dari Paris Saint-Germain ke Chelsea. Saat itu, total nilai tranfer Luiz juga mencapai 50 juta poundsterling setelah bonus. Tahun lalu City juga membayar Everton sebanyak 47 juta pound untuk John Stone. Base Soccer Agency yang menaungi Walker menyatakan kesepakatan ini memecahkan rekor nilai tranfer pemain
bertahan dan pemain asal Inggris. Walker akan bergabung dengan tim utama City di tur pramusim mereka. Ia akan menggunakan nomor punggung dua. Walker mengaku bangga dengan kepindahannya. Ia memuji-muji manajer City, Josep Guardiola yang dianggap sebagai salah satu manajer dengan reputasi terbaik di dunia. “Saya senang bisa menandatangani kontrak untuk City dan tak sabar untuk segera memulai segalanya.
Pep Guardiola adalah salah satu manajer paling dihormati di dunia,” ucap Walker. Walker diboyong City setelah gagal mendapatkan Dani Alves, yang justru memilih bergabung dengan Paris Saint-Germain. Ia jadi rekrutan ketiga City setelah kiper Ederson dan gelandang Bernardo Silva. Musim lalu Walker bermain sebanyak 33 kali di liga untuk Spurs dengan melakukan 100 clearance, tujuh block, 36 intersepsi serta lima assist. (kmb33/ap)
Barcelona – Barcelona memilih Nelson Semedo sebagai solusi untuk mengatasi kelemahan di posisi bek kanan. Apa yang membuat Blaugrana akhirnya menjatuhkan pilihan kepada pemain asal Portugal itu? Sejak kepergian Dani Alves pada musim panas tahun lalu, sektor bek kanan menjadi salah satu titik lemah Barca. Sergi Roberto yang digeser ke posisi tersebut, tak mampu menyamai level Alves. Sementara itu, Aleix Vidal dihantam cedera parah dan harus absen berbulanbulan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Barca mendatangkan Semedo dari Benfica. Blaugrana rela mengeluarkan uang 30 juta euro untuk memboyong pemain berusia 23 tahun itu.
Akan tetapi, sebelum mendapatkan Semedo Barca sebenarnya sempat diisukan mendekati Hector Bellerin. Namun, karena Arsenal tak mau melepas Bellerin, Barca pun harus mencari buruan lain. Sekretaris Tim Utama Barca, Robert Fernandez mengakui bahwa klubnya memang melirik pemainpemain lain di posisi bek kanan. Namun dia tak mau menyebut Semedo sebagai pilihan kedua. “Saya tak ingin bicara soal pilihan-pilihan pertama. Saya tak pernah melihat sesuatu sebagai rencana A, rencana B. Nama Nelson muncul sangat awal karena dia punya kekuatan fisik dan teknis yang kami perlukan dan saya pikir dia tak akan punya masalah apapun dalam beradaptasi,”
ujar Fernandez, Sabtu (15/7) kemarin. “Ya, kami memang memantau pemain-pemain lain, tapi Nelson adalah pemain yang sudah lama kami pantau dan kami akhirnya memutuskan bahwa dia adalah yang kami butuhkan,” tambahnya. Terkait alasan memilih Semedo, Fernandez mengatakan, “Kami memilihnya karena dia muda, punya masa depan cerah dan sudah main di level atas selama satu setengah tahun,” kata dia. Barcelona mengikat Semedo dengan kontrak berdurasi lima tahun. Artinya, sang pemain menjadi milik Barcelona hingga Juni 2022. Pada musim 2016-2017, pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut mencatatkan 46 penampilan dan menyumbang dua gol untuk Benfica. Jumlah penampilan tersebut membuktikan kalau Semedo telah siap untuk bermain di level kompetisi tertinggi. “Saya berterima kasih kepada Barcelona atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan. Saya sangat bangga bisa mengenakan seragam Barcelona,” kata Semedo. “Saya akan melakukan segalanya untuk klub ini. Meskipun baru bergabung, saya sudah cinta dengan Barcelona. Mereka adalah klub terbaik di dunia,” imbuhnya. Semedo akan menghadapi tugas berat untuk menyamai performa Dani Alves. (kmb33/ap)
Kyle Walker
Alasan Barca Pilih Semedo
MU Masih Butuh Dua Pemain Lagi
Los Angeles – Manchester United sudah merekrut Victor Lindelof dan Romelu Lukaku di bursa musim panas. Manajer MU Jose Mourinho merasa mereka belum mencukupi kebutuhan tim. Lindelof didatangkan MU dari Benfica seharga 31 juta pound sterling, sebulan silam. Pemain Swedia itu diproyeksi akan menjadi tandem Eric Bailly di lini belakang. Setelah Lindelof, Setan Merah belanja besar dengan menggaet Romelu Lukaku dari Everton yang ditebus seharga 75 juta poundsterling. Penyerang Belgia ini diharapkan bisa menjadi solusi atas kesulitan MU mencetak gol di sepanjang musim lalu. “Kami tidak menutup pintu belanja. Kami tidak senang dengan hanya mendapatkan Lukaku dan Lindelof. Kami butuh pemain lagi,” Kata Mourinho, Sabtu (15/7) kemarin. “Kami menginginkan empat pemain. Jadi saya bisa
saja bilang 50 persen pekerjaannya sudah selesai, tapi saya tidak akan mengatakan demikian karena untuk merekrut pemain itu sulit. Mungkin kami tidak mendapatkan dua pemain, mungkin hanya satu, tapi kami butuh satu pemain untuk memberi kami opsi lebih dan keseimbangan. Kami memiliki para pemain di skuat yang tidak bisa bermain untuk beberapa bulan ke depan para pemain seperti Marcos Rojo, Ashley Young,” imbuh Mourinho. Salah satu incaran Mu adalah Ivan Perisic. Indikasi merapatnya pemain asal Kroasia itu ke Manchester United semakin hari semakin kuat. Setiap hari selalu ada kabar yang menunjukkan kabar tersebut. Calcio Mercato melaporkan, hari ini Perisic sudah meninggalkan camp atau tempat pemusatan latihan Inter Milan. Ditengarai dia akan segera terbang ke Inggris untuk melakukan tes me-
dis bersama Setan Merah. Sebelumnya, tanda bakal hengkangnya pemain berusia 28 tahun tersebut terlihat dari sebuah foto seluruh skuat Inter di Riscone, Italia. Perisic seolah sengaja memilih posisi paling kanan, dengan jarak yang sedikit menjauh. Meski Perisic masih berfoto dengan seluruh penggawa Inter. Namun saat ini baik dari pihak si pemain dan pihak MU sudah menyepakati transfer secara personal. Untuk pemain yang mendekati usia 30 tahun, MU rela membayar mahal. Sebab, dalam proses negosiasi, manajemen Inter bersikeras tak akan melepas Perisic di bawah harga Rp 775 miliar. Selain itu sang penjaga gawang, David de Gea kemungkinan akan hengkang. Dave (sapaan De Gea) memang menjadi target utama Real Madrid sejak beberapa tahun belakangan. Musim panas ini kembali menjadi momentum Los Blancos melaku-
kan berbagai cara dan usaha, demi bisa mendaratkan kiper tim nasional Spanyol itu ke Santiago Bernabeu. Bahkan Madrid mau menebus De Gea dengan harga 50 juta pound. Sadar akan besarnya minat Madrid memboyong De Gea, MU kini sedang melakukan langkah antisipasi. MU kembali menghidupkan perburuan kiper Leicester City, Kasper Schmeichel. Kiper yang juga anak dari penjaga gawang legendaris MU, Peter Schmeichel itu kini menjadi kandidat tunggal pengganti De Gea. Sebab kandidat lainnya, Gianluigi Donnarumma telah memperpanjang kontrak bersama AC Milan. Untuk bisa merekrut Schmeichel, MU sudah menyiapkan dana sebesar 30 juta pound. Jika ini terjadi MU akan mendapat untung sebesar 30 juta pound, karena MU mematok harga 60 juta pound untuk Madrid jika mau mendapat De Gea. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
LATIHAN - Pelatih Manchester United Jose Mourinho memimpin timnya dalam latihan jelang laga uji coba di Los Angeles, AS.
BPM/ap
BPM/ap
Nelson Semedo
Klopp Tidak Khawatir Performa Timnya
Wigan – Liverpool cuma berimbang saat berujicoba di Wigan Athletic. Juergen Klopp menyebut secara performa Liverpool sudah cukup baik. Liverpool bermain imbang 1-1 saat berujicoba ke DW Stadium, Sabtu (15/7) dini hari kemarin. Si Merah tertinggal lebih dulu lewat Alex Gilbey, sebelum kemudian dibalas oleh Mohamed Salah. Klopp mengakui seharusnya Liverpool bisa bikin banyak gol di laga ini. Tapi lebih dari itu, dia menegaskan fokusnya di tahap ini baru membangun kebugaran pemain. “Anda bisa melihat bahwa penampilan tim jelas tak sebaik itu. Tapi penting bagi semua pemain ini mendapatkan menit bermain. Seperti yang bisa Anda bayangkan, saya tak mau antusias berlebihan soal performa, tapi penampilannya ya, oke lah,” kata Klopp di situs resmi klub. “Terutama di babak pertama, kami bisa saja mencetak gol jauh lebih banyak dan babak kedua kami tentu saja seharusnya bisa mencetak gol, jadi ya oke saja. Tapi Wigan melakukan pekerjaan yang amat bagus, mereka punya tim bagus dengan para pemain bagus nan muda.” “Jadi laganya tak semudah itu. Tapi ini satu laga lainnya, tanpa cedera, jadi bagus,” tandasnya. Liverpool sebelumnya menang 4-0 dalam ujicoba pertamanya melawan
Jurgen Klopp
BPM/rtr
Tranmere Rovers. Selanjutnya anak-anak Merseyside ini akan terbang ke Hong Kong untuk tampil di turnamen Premier League Asia Trophy. Lawan pertama Liverpool adalah Crystal Palace dengan dua peserta lain adalah Leicester City dan West Bromwich Albion. Setelah itu Hertha Berlin, Bayern Munich, dan Athletic Bilbao jadi lawanlawan berikutnya di sisa pramusim.
Klopp pun mengaku tak khawatir dengan minimnya aktivitas belanja Liverpool. Sejauh ini The Reds baru meresmikan Mohamed Salah dari AS Roma dan Dominic Solanke dari Chelsea. Liverpool memang jadi salah satu klub yang pasif di bursa transfer musim panas. Everton bahkan sudah membelanjakan 100 juta pound, begitu pula Manchester City yang memboyong Ederson hingga Kyle Walker. Walau minim aktivitas, Klopp mengaku komite transfer The Reds sudah menunaikan tugasnya. Manajer kelahiran Stuttgart itu tak khawatir dengan pergerakan The Reds musim ini. “Jika ada fans yang berpikir, ‘Apa yang dilakukan tim lain dan mengapa kami tak melakukan apa pun’, saya tak bisa membantu. Maaf,” ungkapnya. “Kami tak bisa membeli pemain hanya karena tim-tim lain membeli pemain. Kami melakukan bisnis kami sebaik yang kami bisa dan kami yakin dengan cara kami bekerja. Fans gugup? Maaf, saya tak perlu menulis pesan untuk hal ini. Saya tidak gugup, mungkin itulah pesannya,” kata Kloppo. Laskar Anfield diklaim sedang mendekati Virgil van Dijk (Southampton) dan Naby Keita (RB Leipzig). Ada pun tuntutan harga tinggi untuk kedua pemain membuat The Reds belum mencapai kesepakatan. (kmb33/rtr)
Minggu Paing, 16 Juli 2017
11
GELANGGANG
Kenshi Bali Sabet 9 Emas di Kejurnas Antarkota Denpasar (Bali Post)-
Kenshi Bali mendulang sembilan keping emas yang dipersembahkan tiga emas oleh kenshi Denpasar, ditambah keshi Badung menyabet enam emas pada Kejurnas Antarkota Shorinji Kempo Terbuka Wali Kota Cup Tangerang III/2017, di GOR Damyati, Tangerang, Sabtu (15/7) kemarin. Kenshi Denpasar peraih emas yakni Nadya (51 kg), Ratih Saraswati, Nadya, Kartika, Rosi (embu beregu putri), Rosi dan Ratih Saraswati (embu berpasangan I DAN), serta Diliana juara tiga (54 kg). Kenshi Badung peraih
emas adalah Faris Nardi (65 kg), Naris (60 kg), Zainudin (55 kg), Winda (57 kg), Rudi dan Wolter (embu berpasangan I DAN), Faris dan Naris (embu berpasangan I kyu), serta Penti juara tiga (60 kg). Untuk atlet Denpasar,
Nadya di final mengalahkan Fatimah (Indramayu), Embu beregu Agung Ratih dan kawan-kawan meraup (poin 267,5 mengalahkan Mataram yang meraih nilai 264, serta Kota Kupang (260,5) yang menduduki juara III.
Embu berpasangan putri I DAN Rosi dan Agung Ratih merebut poin 263, disusul Jakarta Selatan (260,5) juara II dan juara III Lampung (255,5). Untuk atlet Badung, Faris Nardi juara 65 kg di final menundukkan Juan (Kota Tangerang), sebelumnya Faris juga menaklukkan Yoga sabda (Banyumas). Naris juara 60 kg pasca di final mengalahkan Lasim jati (Kota Kupang), Naris
sebelumnya juga menundukkan Herdy (Lampung). Kenshi Zainudin juara 55 kg, usai di final menundukkan Adrianus (Sorong), sebelumnya Zainudin menundukkan Hermanusa (Kota Kupang). Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy yang dikontak kemarin menyatakan, prestasi atlet Pelatda lumayan bagus dan Badung menerjunkan 20 kenshi. (022)
JUARA — Kenshi asal Denpasar Nadya (kanan) dinyatakan juara di kelas 51 kg, pasca di final menaklukkan lawannya Fatimah (Indramayu) pada KejurBPM/wan
SMES - Seorang petenis melakukan smes, pada Kejurnas Tenis Junior 2017, di Lapangan Tenis KONI Bali, yang berakhir, Minggu (16/7) ini.
Petenis Made Diah Juara KU-10
Denpasar (Bali Post)Petenis Made Diah Putri Utari, keluar sebagai juara tunggal KU-10 dalam Kejurnas Junior 2017, setelah di final mengalahkan Satya Rikayanti (Bangli) dengan skor 8-5, Sabtu (15/7) kemarin. Untuk tunggal putra KU10, final mempertemukan Gung De Agung (Denpasar) melawan Ngurah Surya Narendra. Di semifinal Gung De Agung menundukkn Andy Hartama (Gianyar), sedangkan Ngurah Surya mengalahkan Theo Putra (Denpasar). Untuk KU-12 juara tunggal putri Koming Happy Sehati, setelah di final mengalahkan Ni Putu Silvia Paramita dengan skor 8-2. Di sektor tunggal putra KU-12, mempertemukan Dio Pradita jumpa Made Saputra Dwipayana. Juara tunggal KU-14 Agus Dwiky pascamenundukkan Christopher Tanjung di laga pamungkas dengan skor 6-2, 6-1. Juara tunggal putri KU-14, Komang Gina Kusuma usai mengalahkan Putu Kevalaih Kirana di final dengan skor 6-1, 6-2. Juara tunggal KU-18 Ayu Risma setelah di final menaklukkan Erika Hesta 6-3, 3-6 (5). Juara ganda putra KU-10 Gusti Ngurah Surya/Krisna Budi Wardana pascamengalahkan Gung De Agung/Tjiu Andi 8-6, Juara ganda putri KU-12 A.A. Seri Pradnya/Kadek Hema C usai menundukkan Koming Happy Sehati-Ida Ayu Eka hintya 8-4. Juara ganda putra KU-12 Gede Krisnaldi/ Dio Pradita menundukkan Made Saputra Dwipayana/ Deovan Gita 8-5. Juara ganda putra KU-14 Agus Dwiky/Ferdiansyah Dwi Efendi pascamenaklukkan Agassi Nida/Anandana Adi Guna 6-3, 6-3. Juara ganda putri KU-16 Made Adnyani/Komang Gina usai di final menundukkan Ayu Natasya/Putu Kevalaih Pribadi 6-1, 6-1. (022)
Mitra Devata Taklukkan Gandena Klungkung
Semarapura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata berhasil menaklukkan lawannya Gandena Klungkung dengan skor 6-1, dalam latih-tanding di Lapangan Paksebali Klungkung, Sabtu (15/7) kemarin. Uji coba dengan sistem 3x30 menit. Pada 30 menit pertama Gandena yang diperkuat sederet pemain muda berupaya mengambil inisiatif serangan, namun mereka lemah pada penyelesaian akhir (finishing) hingga belum mampu mencetak gol. Sebaliknya, Mitra Devata yang diperkuat pemain berpengalaman melakukan serangan melalui sayap yang menukik ke jantung pertahanan Gandena. Alhasil Mitra Devata unggul 2-0 berkat sepakan Komang Mariawan dan Nyoman Rafik Armawan. Pada 30 menit kedua Mitra Dewata tampil trengginas. Gempuran bertubi-tubi yang dilancarkan para pemainnya mampu menjebol tiga butir gol ke gawang Gandena. Ketiga gol kemenangan Mitra Devata dilesakkan Wayan Kartadnya (2 gol) dan Komang Mariawan (1 gol). Sekalikali Gandena juga berupaya melakukan serangan balik, namun serangannya senantiasa kandas dipatahkan barisan pertahanan Mitra Devata. Pada 30 menit ketiga, Mitra Devata menggantikan tujuh skuadnya. Tim Gandena pun mampu mencetak satu gol ke gawang Mitra Devata, tetapi mampu dibalas satu gol dari Mitra Devata, hingga skor imbang 1-1 dan total secara keseluruhan Mitra Devata unggul 6-1. Sebelumnya Mitra Devata juga menang 6-2 atas lawannya PS Putra Kelana U-21 dalam uji coba di Lapangan Wirayuda, Kelan, Badung, Jumat (14/7) lalu. (022)
nas Terbuka Antarkota Shorinji Kempo Wali Kota Tangerang Cup III./2017, di GOR Damyati, Tangerang, Sabtu (15/7) kemarin.
“Tour de Flores”
Pembalap Indonesia Menangi Etape Kedua Ende (Bali Post)Pembalap Indonesia Muhammad Imam Arifin memenangi etape kedua, lomba balap sepeda jalan raya internasional Tour de Flores yang finis di Kota Ende, Sabtu (15/7) kemarin. Pembalap dari KFC Cycling Team Indonesia itu menempuh jarak 142,8 kilometer dari Kota Maumere menuju Ende, dalam waktu empat jam, dua menit dan delapan detik. Posisi kedua ditempati oleh pembalap dari tim Futuro Pro Cycling Australia Nick Miller, disusul pembalap Felipe Marcelo dari tim 7-Eleven Fili-
pina dan Thomas Lebas dari Prancis di urutan ketiga dan keempat. Kemenangan pembalap Indonesia di ajang Tour de Flores disambut ribuan warga yang memadati Lapangan Pancasila, Kota Ende, tempat finis peserta. Bupati Ende Marcelinus YW Petu menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Imam Arifin pada etape kedua ini berhak atas gelar pembalap terbaik, untuk kategori peserta Indonesia dan Asia. “Luar biasa, saya senang sekali. Ini perjuangan bersama rekanrekan kami di KFC Cycling Team,”
kata Imam setelah menyelesaikan lomba tersebut. Sementara gelar raja tanjakan diberikan kepada Keisuke Aso Jepang dan best sprinter kepada Hyeongmin Cho dari Korea Selatan. Setelah dua etape, klasemen sementara lomba dipimpin oleh Nick Miller dari Selandia Baru yang memiliki catatan waktu tujuh jam 30 menit 58 detik. Ia berhak memakai rompi kuning untuk etape selanjutnya dari Ende ke Mbay (83.3 km). Imam Arifin sementara menduduki urutan kedua dalam klasemen umum. Juara etape pertama, Drew Morey
dari Terengganu Cycling Team merosot ke urutan 10 klasemen umum. Untuk kategori tim, Kinan Cycling Team dari Jepang menempati urutan pertama disusul KFC Cycling Team Indonesia dan 7-Eleven Team Filipina. Pada etape kedua, sebagian besar rute yang harus dilalui peserta merupakan kawasan pengunungan diselingi tikungan-tikungan tajam. Salah satu rute terberat dan penuh tanjakan adalah di sekitar kawasan wisata Danau Kelimutu, di mana beberapa pembalap tidak dapat melanjutkan lomba. (ant)
Gol Riky Menangkan Putra Pemenang
Denpasar (Bali Post)Gol semata wayang Riky di menit ke-32 membawa kemenangan Putra Pemenang atas lawannya Putra Pegok 1-0 (1-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 3 Rayon Bali, Grup B di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (15/7) kemarin. Gol Riky sukses menjebol gawang Putra Pegok yang dikawal Indra Bayu. Padahal, sejak menit ke-12 Putra Pemenang hanya bermain dengan sepuluh pemain, sebab Adi diusir wasit Gede Selamat akibat akumulasi kartu kuning. Sebelumnya Adi menerima kartu kuning pertama pada menit ke-10. Tertinggal 0-1, Putra Pegok berupaya menyamakan kedudukan.
Bahkan Putu Pelut Hariyanto dan Agus sanjaya berkal-kali mengancam gawang Putra Pemenang yang dikawal Eka. Akan tetapi, lini belakang Putra Pemenang bermaterikan Darson dan Alip main sapu bersih, hingga serangan yang digalang pemain Putra Pegok mudah dipatahkan. Sampai pertandingan berakhir, Putra Pemenang tetap unggul 1-0. Manajer Tim Putra Pemenang Elim Petra mengakui pihaknya bersyukur asuhannya bisa memetik kemenangan, walaupun harus bermain dengan sepuluh pemain. ‘’Saya patut mengacungi jempol kepada para pemain, karena perjuangannya yang
BAYANG — Pesepak bola Putra Pemenang (kanan) menggiring bola dibayangi lawannya, Putra Pegok pada Kompetisi Liga 3, Grup B di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (15/7) kemarin.
gigih hingga akhir pertandingan,’’ tuturnya. Di sisi lain, pelatih Putra Pegok Komang Agus Budiarta, mengakui asuhannya terkesan meremehkan lawan. Selain itu, skuadnya juga tak lengkap, sebab dua pilarnya Puyra Windu dan Kevin tak bisa datang, hingga mempengaruhi kekuatan tim. Hasil lainnya di Grup A, PS Gianyar juga unggul 1-0 atas lawannya Undiksha Singaraja, di Lapangan Yoga Perkanth, Jimbaran, Badung. Sebiji gol kemenangan PS Gianyar dicetak Kadek Adi S. di menit ke-72. Gocekan Kadek Adi yang mengarah ke gawang gagal diselamatkan kiper Undiksha Ryan Dharma. (022)
BPM/wan
SALING JEPIT—Dua pejudo saling membanting lawannya, bahkan sampai di matras keduanya saling jepit dan melakukan kuncian pada Bali Open International Judo Championship 2017, di GOR Lila Bhuana, yang beakhir, Minggu (16/7) ini.
Pejudo Satria Jaya U-16 Sumbang Emas Denpasar (Bali Post)Pejudo dari Satria Jaya Judo Club Denpasar untuk kategori U-16 menyumbang emas pada Bali Open International Judo Championship 2017, di GOR Lila Bhuana. Mereka adalah Putu Eka januarta di kelas -46 kg, Made Bagus Nava Gupta Gunamarta (+81 kg), Nyoman Insan Dori Soetama (-43 kg), serta dina Amalia (63) kg. Pejudo India juga mendulang emas seperti Harsh Tokas di kelas -55 kg, Jyoti Tokas di
kelas +63 kg. Pejudo dari SMAN Olahraga Jatim yang merebut emas seperti Adam Jaya (-73 kg), Bagus Tri (-60 kg). Judoka lain peraih emas adalah M. Jamil Reza (PPLP Bogor) di kelas -50 kg, Fajar Wira Kurniawan (Bogor), Dilla Puspita Supriyadi (-41 kg), Kadek Desi Kartika Sari (Akeno Sport Judo) di kelas -45 kg, Kom Hwee Ru (Singapura) di kelas -52 kg, Nursalwa Agustina (Bogor) di kelas -48 kg, Nadia Husnia (PPLP Banten). (022)
12
LAGA
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Federer ke Final Wimbledon
London Roger Federer melaju ke final Wimbledon 2017, dengan mengempaskan Thomas Berdych tiga set langsung 7-6 (6-4) 7-6 (6-4) dan 6-4. Kemenangan dalam tiga set ini membuat Federer belum kalah satu set pun dalam perjalanannya di turnamen lapangan rumput tersebut. Petenis Swiss ini melakukannya di usia 36 tahun. Pertandingan antara Federer dan Berdych sendiri berlangsung alot. Berdych yang memiliki servis keras dan tajam sering kali merepotkan Federer ketika sedang menyajikan bola pertama. Sama seperti Federer, Berdych juga memiliki permainan serve and volley yang kerap membuat sang lawan harus bergerak dari satu ujung lapangan ke ujung lainnya untuk mengejar bola. Tak ada reli-reli panjang pada pertandingan ini. Tapi kedua petenis selalu mampu memanfaatkan keunggulan ketika mengambil bola pertama. Terbukti dua set pertama harus ditentukan dengan sistem tiebreak, karena kedua petenis samasama tak bisa mematahkan servis lawan. Dalam hal inilah Federer tampak lebih unggul karena ia mampu unggul jauh di awal, sehingga menutup kedua tiebreak dengan nyaman. Di set ketiga, Federer akhirnya mendapat break tepatnya pada gim ke-7 sehingga kedudukan menjadi 4-3. Dari sana ia tak terbendung dan dengan cepat menyelesaikan set ketiga dengan skor 6-4. Di final Federer akan bertemu Marin Cilic yang di semifinal mengalahkan Sam Querrey 6-7(6), 6-4, 7-6(3), 7-5. Cilic sebenarnya tak masuk daftar kandidat juara, namun memberi kejutan dengan melangkah hingga final. Pada babak semifinal dia memetik kemenangan setelah memenangi pertarungan ketat kontra Sam Querrey dengan skor 6-7 (6), 6-4, 7-6 (3), 7-5. Cilic mengakhiri pertandingan dengan membukukan 25 aces dan memenangi 88 persen
poin pada servis pertamanya. Cilic juga mengemas 70 winner dan hanya 21 kali kesalahan sendiri. “Sulit dipercaya. Sepanjang turnamen ini saya memainkan tenis yang sangat hebat,” kata Cilic, yang menjadi petenis kedua asal Kroasia yang mencapai final nomor putra di Wimbledon sejak Goran Ivanisevic pada 2001. Federer bukan hanya mengamankan tiket final, tapi juga mengukir rekor lolos ke final Grand Slam sebanyak 29 kali. Dia juga menjadi petenis tertua kedua yang lolos ke final Wimbledon, yaitu pada usia 35 tahun. Posisi pertama pada kategori ini ditempati Ken Rosewall yang lolos ke partai puncak Wimbledon pada usia 39 tahun. “Saya merasa tersanjung kembali berada di final. Saya menikmati kegembiraan bermain di Centre Court lagi. Saya tak menyangka bisa kembali terjadi lagi. Saya senang punya waktu libur sehari untuk merefleksikan apa yang telah saya lakukan di turnamen ini,” kata Federer. Usia Roger Federer tak lagi muda meskipun sejauh ini belum ada tanda-tanda ia ingin gantung raket. Sang istri rupanya bakal berperan besar dalam keputusan seputar hal itu. Pada awal Agustus mendatang peraih 18 titel grand slam nomor tunggal putra itu sudah akan genap berusia 36
tahun, kendati pun sejauh ini Federer belum memperlihatkan tanda-tanda berhenti. Sejauh ini Federer memang tampak masih penuh antusiasme bermain tenis. Tapi pria Swiss itu juga bersikeras kalau Mirka yang jadi istrinya dan ibu dari keempat anaknya memainkan peran besar dalam karier dirinya. “Tanpa dirinya saya tak bisa melakukan ini semua,” kata Federer. “Jika ia bilang, semisal, “Aku tak mau bepergian lagi”. Maka saya akan menjawab, “Oke, karierku selesai”. Sesederhana itu. Jadi ia merupakan kunci utama dari ini semua. Tapi saat ini ia masih senang melakukannya, tidak secara mingguan karena bepergian seperti itu kelewat berat dengan adanya empat anak kami. Tapi lebih seperti saya ke Stuttgart dan Halle sendirian. Kini kami bersamasama di sini. Kami bersenangsenang,” imbuhnya. “Jadi ia sudah memberikan dukungan luar biasa buat saya. Ia yang terbaik. Saya gembira ia memberi izin untuk mengejar impian kami, karena ia berada di dalamnya sama seperti saya kendati pada sisi berbeda. Ia tak lagi habishabisan mencurahkan diri ke tenis seperti pernah dulu ia lakukan,” tuturnya. Pada final yang akan berlangsung Minggu, Federer punya kesempatan untuk merebut gelar Grand Slam ke-19 dan gelar Wimbledon ke-8. (kmb33/rtr)
London Ingin Gantikan Silverstone
London – British Racing Drivers Club, pemilik sirkuit Silverstone telah mengambil langkah untuk tidak menggelar balapan F1 Grand Prix Inggris lagi selepas musim 2018, karena mengalami kerugian. Dengan keputusan tersebut, tidak ada lagi raungan jet darat F1 di Inggris. Mengetahui kabar tersebut, Wali Kota London Sadiq Khan membuka diri agar ajang balap F1 tetap bisa digelar di Inggris dan London menjadi lokasi balapnya. Sang Wali Kota pun dengan senang hati siap untuk melakukan pembicaraan dengan pihak F1. “Jelas, apabila masalah perundingan sudah dibatalkan dengan Silverstone, saya senang untuk berbicara dan mendengarkan F1,” kata Khan, Sabtu (15/7) kemarin. Menurut Khan terdapat sejumlah rintangan yang harus diatasinya, akan tetapi sama sekali tidak ada alasan untuk tidak bisa melampaui keinginannya menggelar balapan F1 di London di masa mendatang. Khan sendiri mengakui bahwa dirinya telah bertemu dengan pimpinan F1 yang
Sadiq Khan
BPM/rtr
baru. “Mereka sangat menyenangkan, mereka memiliki ide yang luar biasa,” kata dia. “Dan jika mereka ingin melakukan pembicaraan dengan saya, saya sangat senang untuk berbicara, mendengarkan dan bekerja sama dengan mereka untuk mewujudkannya,” sambungnya. “Mari kita tunggu dan lihat F1 baru saja keluar dari kesepakatan dengan Silverstone. Namun kenyataannya begitu banyak penggemar F1 di Lon-
don,” katanya lagi. Pada awal pekan ini London sudah menjadi tuan rumah untuk demonstrasi F1 jelang GP Silverstone. Ibu Kota Inggris itu juga berpeluang untuk mengisi lubang yang bakal ditinggalkan Silverstone, setelah GP Silverstone tahun depan. Setelah Turki, Korea, hingga Malaysia. Kini masalah dana dihadapi oleh pengelola sirkuit Silverstone. Terdapat biaya tambahan lima persen yang harus dibayar Silverstone pada setiap tahunnya untuk menjadi tuan rumah salah satu seri F1. Itu berarti, biaya dari 11,5 juta poundsterling pada tahun 2010 akan naik menjadi 16,2 juta poundstering untuk 2017. Sedangkan untuk musim 2026, atau tahun terakhir kontrak yang seharusnya biayanya akan mencapai 25 juta poundsterling. “Kami pandai mengorganisir acara dengan aman. Saya yakin kami bisa membuat semua orang aman di London dan kami akan memastikan bahwa acara tersebut berhasil. Saya yakin F1 bekerja sama dengan kami di masa depan bisa memiliki balapan F1 di London,” tutup Khan. (kmb33/ap)
BPM/rtr
Roger Federer
Marquez Berbagi Kesuksesannya di Jerman Sachsenring Pebalap Repsol Honda Marc Marquez punya rekor sempurna di seri Jerman. Pada balapan terakhir sebelum jeda kejuaraan, Marquez meraih kemenangan keduanya di 2017 lewat penampilan yang dominan di Sachsenring, awal bulan ini. Start dari urutan terdepan, rider Spanyol itu melaju mulus untuk finis pertama dengan keunggulan tiga detik dari Jonas Folger dan 11,5 detik dari rekan setimnya Dani Pedrosa. Ke m ena ng a n t erse b ut merupakan yang kedelapan berturut-turut bagi Marquez di Jerman di semua kelas. Sejak berkarier di dunia balap motor pada 2008, Marquez hanya dua kali gagal juara di sana, di dua tahun pertamanya saat masih membalap di kelas 125cc. Dengan meraih 25 poin tambahan, Marquez kini memimpin klasemen sementara dengan perolehan 129 poin, unggul lima poin dari Maverick Vinales, enam poin dari Andrea Dovizioso dan 10 angka dari Valentino Rossi. Marquez mengungkapkan faktor-faktor yang membuatnya sulit dikalahkan di Sachsenring. “Sachsenring adalah sebuah sirkuit yang jarang, berbeda, sebuah lintasan yang tidak ada duanya di kejuaraan,” ungkap Marquez, Sabtu (15/7) kemarin . “Anda harus berkendara sedikit berbeda dengan saat melaju di lintasan lain, dan dalam hal adaptasi itu aku cukup cepat. Dan ada juga fakta bahwa lintasannya berlawanan dengan arah jarum jam. Aku justru lebih
baik di tikungan ke kiri dari pada tikungan ke kanan,” imbuhnya. Balap MotoGP akan bergulir lagi pada awal Agustus di Brno, Republik Ceko. Balapan musim ini memang sangat ketat. Dari sembilan balapan yang telah berjalan, keempat pebalap teratas pernah jatuh dan gagal finis. Kendala motor dan ban, serta kemampuan pebalap yang merata diyakini Marquez menjadi penyebab ketatnya persaingan. Sementara itu, ada pun kecenderungan yang tak biasa di mana para pebalap
dari tim satelit seperti Johann Zarco, Jonas Folger, Danilo Petrucci dan Cal Crutchlow sering meramaikan perburuan kemenangan di dalam balapan. “Kupikir karena duaduanya. Di dalam pandanganku, sekarang lebih ketat dari pada saat pertama aku tampil di MotoGP di 2013,” nilai Marquez. “Saat itu di sebuah akhir pekan yang buruk di sebuah balapan yang buruk, Anda berada di posisi ketiga atau empat. Sekarang di dalam akhir pekan yang buruk, Anda bisa tercecer di peringkat
Marc Marquez
10,” katanya lagi. “ECU tunggal telah banyak membantu untuk mempersempit perbedaan di antara motor-motor yang berbeda, tapi juga di antara motor dengan merk yang sama. Performa di antara motor pabrikan dan satelit sejauh ini seimbang dan hal ini membuat para rider sep erti (Johann) Zarco, (Cal) Crutchlow, para pebalap yang tidak dibekali dengan peralatan pabrikan tapi memiliki motor yang amat sama dengan yang resmi,” tutupnya. (kmb33/ap)
BPM/ap
Sastra
Redité Paing,16 Juli 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 14
SAKADI ring désané siosan, sanunggil karang paumahan madrebé Merajan Kamulan. Wantah agengan akidik umahné, wénten sané kantos madrebé Merajan Pajenengan. Malih ngagengang, wénten kantos ngarya Merajan Ageng. Sané pinih agenga punika kantos sampun kasengguh pura. Baosanga naler mapangkusan Pura Panti utawi Pura Dadya. Sayan ngagengang madrebé parahyangan, sinah sayan ngagengang prabéa sané jagi telas sanunggil pujawali. Banten, wewalén, caru, pamuput karya, panyanggra, kopi, gula, sanganan, lawar, sajengan, guling, gibungan, sinah sayan ngagengang panelasé. Napi malih laba druén parahyangané sampun telas kaadol antuk pangelingsiré utawi pangemponé mangkin. Dum, makasami maedum. Sampun warisan kaskayan pangelingsiré telas maedum, kantun naler kirangan. Raris, laba parahyangané malih edum. Kantun malih kirangan? Karang paumahané broncah edum. Kantun kirangan? Nénten wénten mawasta kirangan wantah indriané tuukin! I Kaki Dengkil iteh ngamanahang anaké ngwangun pujawali wenginé puniki. Ngudiang pujawaliné kawangun saking rihin? Ngudiang sayan sué sayan riet pujawaliné, sayan ngakéhang? Ngudiang sanunggil pujawali makasami ngwilangin prabéa? Napi sayuwakti pujawaliné sané agung-agung punika ngawinang jagaté sukerta. Makasami pitakéné punika kocap sampun katakénang duk Aswamédha Yadnyané ring Kuruksetra rihiné. “Da suba kenehanga makejang ento. Nyanan lantang mlémad dadi satuané. Sajan té, melahang ngenehang. Apa pujawaliné meratin warginé, apa tusing? Apa disubané pujawaliné usan ngawinang warginé nyansan gemuh landuh? Apa nyansan muredang? Nyansan tiwas nékték?” Asapunika I Kaki Dengkil ngwawanin mamanah wenginé puniki. Sapunapi indik ngwangun pujawaliné punika? Rihiné, anaké ngwangun pujawali aluh-aluhan pisan. Makasami piranti pujawali utawi upakarané kakaryanin sareng-sareng ring banjar utawi genah siosan. Méweh pisan manggihin istri-istriné ngarya piranti pujawali utawi yadnya masarengan ring genahé sané patut. Piranti pujawali tur yadnyané sampun kaargain antuk jinah sané mangkin. Paling aget, wantah bantené kaakit ring genah pujawali tur yadnyané siosan. “Lamun kéto, suba obah jagaté uling panepasé ené? Pantesan anaké ngwangun pujawali utawi yadnya ngadep carik? Men, to makejang apang mabeli? Waluya ngelah ron, busung, nyuh, don di abiané, nyén orahin ngarap apang dadi banten? Waluya ngelah baas-ketan asil cariké di delod pasar, nyén orain ngolah apang dadi jaja gina, iwel, lapis, tur ané lénan?” Asapunika I Kaki Dengkil ngalaca-laca mangdané uning asapunapi sané ngawanang anaké marasa sayan abot ngaturang pujawali tur yadnyané siosan. Sampun kantos asapunika mangkin pakibeh jagaté? Punika té sané ngawinang malomba warginé ngadol tegal carik riantukan ngwangun pujawali utawi yadnya? Kamula asapunika sané naan piragina antuk I Kaki Dengkil. Désa delod gumi Tepisiringé kocap ngwangun Ngusaba Nini sesampuné ngadol bangket druén désa. Wantah asapunika, sampunang ja I Lecir, I Kocong, I Dauh sané nénten makarya pucingina ngadol bangket ulian kedeh manahné ngabénang lantur ngrorasang méménné sané ngaonin dawegé puniki. Malih pidan gubernuré ngadol gumi mangda mrasidayang mancawali krama ring Besakih? “Lamun kéto, sajan pujawali tur yadnyané meratin warginé? Méméh… kéweh né… lamun piranti yadnyané maargain baan pipis, tusing ké agamané masé maargain baan pipis?” Nglintang sampun mangkin panepas I Kaki Dengkilé. Napi puniki santukan sampun nyansan ngwengiang? Sampun sayan ngiapang paningalané? Lén sampun pitakéné wayah pisan, mangkin pujawali tur yadnyané kapadayang sareng rasa agama. Kaadukang sareng prabéa. Wantah sumeken kayunang, saking rihin kamula pujawali utawi yadnyané nelasang prebéa. Binané, wantah rihiné prabéané katinimbang antuk lakar sané manggén pujawali tur yadnyané, sané mangkin lakaré punika kaargain antuk jinah. Magilihan sareng pikamkamé punika, sujatiné I Kaki Dengkil kenjekan ngamanahang indik asapunapi kawéntenan warginé sesampuné ngamargiang pujawali utawi yadnya. Sapunapi sayan gemuh landuh utawi sayan muredang? Sayan niwasang? “Né ané patut manahanga tekén Angawaraté, apang micaang baos, micaang tutur apa adané, apang warginé sumeken ngrasaang pujawali tur yadnyané sujatiné tusing ja rasa bhagia ané ngawang-awang! Nak saja, pujawali tur yadnyané ngawinang guminé landuh nyen! Nak saja nyen pujawali tur yadnyané tusing ja lakar ngawinang tiwas nékték di kawekasan! Apa panepasné? Kenehang padidi!” Asapunika I Kaki Dengkil ngamikmik mabaos. Kocap ngingihang pujawali tur yadnyané mabuat, boya ja ngawang-awang rasa bhagiané kasengguh. Wantah sampun asapunika, kocap Sang Angawarat sampun manggehang Sang Wijayasastra. (Jelantik)
Galang Bulan Nyoman Manda JANI katuju galang bulan di Balé Banjar Nyebeh sekaa deha trunané suba pada ramé teka. Pada girang makejang nuju ka balé banjaré. Sekaa gongé suba klenang-klenong tur gupek céngcéng gong suba majegur nyinahang sekaané suba jangkep. Praginané suba pada makumpul negak di plangkané grangganggrenggeng kangin kauh ngitungang satuané wiadin tingkah igelé ané bakal adungang jani. Wayan Runaka enu mapitungan ajak juru ugalé. Ia nabdabang pamesoné. Suud kéto lantas ia bangun majujuk di tengah-tengah laut mamunyi alon. “Nah sameton ajak makejang lan jani jumunin muruk. Jani kacaritayang Dewi Sita sedek ring Udiana kairing antuk dayangdayangé.” Wayan Runaka laut nundén Luh Nerti apang bangun madabdabang kéto masi ané dadi dayang-dayang. Luh Nerti kelad-keled lek. Enu masih negak
nguntul. “Enggalang naké Luh, enu masih ngoyong.” Wayan Runaka buin mamunyi. “Nagih dandan Yan.” Nyoman Sari ngulgul. “Sing ja kéto, padingehang anaké gambelané kondén maancaban pesu!” Luh Nerti bangun maakin Wayan Runaka. “Kéto naké mara madan Rama ajak Sita.” Gambelan suba dabdab nganutin pameson-pameson ané suba kapigumang. Luh Nerti majujuk di samping Wayan Runaka kadampingin timpal-timpalné ané dadi dayang-dayang. “Ngigel naké Luh.” Yan Runaka ngorahin gelanné ngigel. Luh Nerti ngigel alus tur dabdab makenyem manis nyemita. Binar paningalané ngaras keneh, sapolah tingkahé anut tekén gobanné. Wayan Runaka nolih tur ngorahin paileh pajalan apang nyak anut tekén gambelané.
13
“Kija jani lakun tiang Yan?” ngandeg Luh Nerti krana tusing kena baana kénkén nugtugang igel nganut tekén gambelan. Gambelané masi enu ngalih-ngalihin paileh. “Adané mara muruk kanggoang malu amoné alih-alihin buin apang nyak adung gambelan ajak igel tur katuntun masi baan munyin dalangé.” Wayan Runaka nolih timpalné ané negak di samping juru kendangé. “Tiang masi enu nginget-ngingetang,” masaut Ketut Togog, dalang ané masi dadi guru seni di SMP Kintamani. Ia guru seni tamatan Kokar dadi baan unduk nalangin suba cager krana di sekolahné masi suba taén ngaé sendratari Ramayana. “Lan jani tugtugang Rama, Laksemana ajak Dewi Sita di tengah alasé. Déwi Sita ngedotang kijang kencana,” dini ngenah manying tur tresnan Luh Nérti marep tekén Wayan Runaka. Déwi Sita sada manying tur nagih ngeling yén sing alihanga kijang kencana. Wayan Runaka ané dadi Rama masi seken sebeng sayangné apa buin munyin dalangé misi-misi seken ngulgul aji basa campuran Indonesia.... sayang... jangan nangis aku pasti carikan kijang untukmu...... makejang anaké masuryak makuuk, ané mabalih dadi magrunyung makejang. Wayan Runaka dadi marérén tur mamunyi marep dalangé: “Eda anaké isinina banggi… dadi campah sendratari klasiké.” “Nah binjahan jumunin, kadung nyerod abedik,” masaut dalangé. “Jeg kéto dalangé!” Nimbal masi Luh Nerti. “Dalangé dueg mula saja kéto,” ngugul masi Nyoman Sari. “Nah jani ané lénan jemak apang pada maan muruk maadungan.” Wayan Runaka ngaukin ané lénan. Selegenti praginané bangun nganutin pameson satua ané dabdabanga tekén Wayan Runaka ajak juru gambelé. Liu masi ada pajugjagé, makejang maang pamineh apang nyak masi sada luung sendratariné japin ja anggo di pabanjaran duén. Suba sawatara jam solas peteng suud suba mauruk buin mani bakal lanturang buin. Makejang magrudugan bakal mulih. Pada ngantosang timpal. Ané biasa ada ngatehin tenang-tenang duén. Kéto masi Luh Nérti. Luh Nérti tusing makéséran uling tegakné setonden teka Wayan Runaka. Ia suba majanji bakal atehanga mulih. “Malunan nah Luh,” ada timpalné ngulgul. “Lacuran iraga sing ada anak ngatehin,” Nyoman Sari teka majujuk di sampingné.
“Béh munyi duén, ento nyén kaja kauh?” ia nyeledét sig anak truna ané teka nganggo jaket dril. Nyoman Sari kenyem-kenyem kadén ia kalahina. “Lan mulih Nyoman,” anak truna totonan ngajakin Nyoman Sari mulih. Nyoman nguntul majalan, Luh Nerti matengkem nanging sing runguanga krana limané suba kedenga ajaka mulih. Ia patuh duén demen saling gulgul. Lantas teka Yan Runaka krana suba suud mapiguman ajak timpal-timpalné baan unduké muruk tunian. Mara Yan Runaka teka Luh Nerti ngénggalang bangun apang sing bas peteng di balé banjaré. “Mai naké Luh,” Yan Runaka maekin Luh Nérti. “Lan!” Bareng majantéran ia majalan ajaka truna, tusing ja cara imalu lek majalan majantéran ajak dadua. Jani suba biasa yén bajang truna-truni saling mapaakan yén majalan apabuin yén suba ada munyin kedis ngatengkung koné suba pada adung semuné bakal matemu. “Dadi makelo pesan Beli nyatua, lek atiné tekén timpalé makejang suba pada mulih.” “Enu ja ada masi dorian,” Wayan Runaka nuding timpalné ané enu dorian saling antosang.” “Kéné peteng pesan.” “Luh nyeh?” Yan Runaka nandan liman gelanné majalan mirig rurung. Cicingé ngongkong dinginé ngereng. “Ngudiang nyeh yén suba ngajak Beli.” “Kadén Beli nyeh,” Wayan Runaka ngusap pipin gelanné. “Nyeh saja abedik,” Luh Nerti démpét majalan sada cara nylélég takut katanjung batu di rurungé. “Dadi kéto?” “Sing dadi nak nyeh?” ia neneng paningalan gélanné. “Dadi apa kranané?” “Baana Rama joh-joh moros kijang kencana,” Luh Nerti nyigit lengen gélanné. “Koné Sita dot kidang kencana, suba Rama ngaliang.” “Saja ja mula kitan Dewi Sita nanging Rama cara jani anak lén.” “Ené Rama apa kasatuang?” Yan Runaka ngisi jagut gelanné tur nekep bibih gelanné aji limanné krana satuané suba len nglantur. “Ené Rama ané gisi tiang limané, panahné usil kema mai” “Nyén ngorahang kéto?” “Tiang,” Luh Nerti ngambul ngambrés majalan maluan. Munyiné serak. “Dadi Luh kakéné?” Yan Runaka ngelut gelanné, untung di rurungé suba suung tusing ada anak liwat.
Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ sakadi asapunika bebaosan Ida Sang Prabhu Krishna majeng ring Ida Maharsi Utanka, raris sané mangkin kabaosang kawéntenan Ida Sang Prabhu Janamejaya matakén majeng ring Sang Maharsi Sampayana. Sakadi asapuniki pangandikanidané, “Nawegang Sang Maharsi sané mautama Maharsi Sampayana, sayuwakti titiang meled pisan mangda nguningin kautaman Ida Maharsi Utanka sané prasida lémpas ring bhisama saking Ida Bhatara Wisnu. Sané banget tunasang titiang, asapunapi sujatiné kawisésanidané saha saking napi kawisésané punika kapolihang?” Sakadi asapunika pangandika saha pitakén Ida Sang Prabhu Janamejaya majeng ring Ida Maharsi Sampayana. Ida Sang Maharsi nyawis antuk manah sané hening tatkala punika. “Nawegang Sang Prabhu, sujatiné Ida Sang Maharsi Utanka sayuwakti dahat mawisésa sangkaning sampun ngelarang tapa brata sané dahat ageng saha sampun molihang waranugrahan saking para déwatané. Sané kapertama, sané dahat mautama inggih punika sangkaning kawéntenan Ida Sang Maharsi Utanka dahat teleb saha bhakti majeng ring para guru sané sampun mapaica kaweruhan majeng ring angganidané. Punika sané mawinan Maharsi Utanka nénten pisan naenin obah saha nénten malih ngamargiang sesana sajabaning sané sampun kacumawisang olih gurunidané. Ngantos mangkin katelebanidané punika sané ngawinang sami para sisya ring sajebag jagaté ngutamayang saha ngaptiang kautaman sakadi kawéntenan Ida Maharsi Utanka, duaning kawisésanidané ngwetuang sami sida kapolihang sajeroning sané kaptiang. Punika sané mawinan Mahaguru Gautama dahat seneng saha bagia antuk tapa bratanidané majeng Ida Maharsi Utanka. Ida Mahaguru Gautama dahat angayubagia majeng ring Maharsi Utanka sangkaning nénten naenin obah saha lempas ring sapituduh sang maraga guru, setata satya, jujur, turmaning nénten tempal. Asapunika taler sangkaning bhaktinidané sané nénten malih nenga-nenga saha setata ngutamayang sané maraga guru. Kadirasa sampun panyiuan sisya sané sampun kajahin saha sampun mawali nuju genahnyané nénten pisan wénten sané ngasorang bhaktin Ida Maharsi Utanka. Punika sané mawinan sangkaning kautaman Ida Maharsi Utanka ngawinang lédang Ida Sang Mahaguru Gautama nénten ngicénin Maharsi Utanka ninggal pasraman. Ngantos lingsir Ida setata satya tur teleb majeng ring sang maraga guru, kantos Ida Sang Maharsi nénten malih éling ring angga sarirannyané sané sampun lingsir sangkaning sampun sué mabhakti majeng ring sang guru. Ring manahidané wantah ngayunin bhakti majeng sang guru yadisatun ngantosin pati ring kauhripanidané.” Wénten silih sinunggil satua sané nyihnayang kautamanidané sakadi ring sor puniki. Sedek dina anu, kacaritayang Ida ngruruh tarus yadnya ring tengahing wana sané pacang kawigunayang ngamargiang yadnya utama. Raris sesampuné molihang, Ida mawali nuju pasraman saha nadtad taru sané sampun sayaga. Tatkala punika, ida sampun dahat kenyel nuju tengahing wana, wastu sampun banget ngaptiang sahananing ajengan. Makasami punika nénten malih kapikayunin olih Ida, sangkaning teleb ring bhakti. Sesampuné rauh ring genah pasraman, Ida raris ngenahang taruné punika ring genah sapatutnyané, nanging tatkala punika taler Ida keni
pinyungkan, rambutidané sané sampun maketu sakadi dwijati sinarengan runtuh sareng taru ageng punika. Makasami rambutidané jatuh ka pertiwi. Irika raris ida dahat sungsut sangkaning sampun nénten malih sida ngayunin sami punika. Raris ida hening ring pikayunan. Irika ida rumasa ring yusa sampun lingsir. Ida mulat sarira sinambil ngetélang toyan panonidané sangkaning teleb ring pikayunan lingsiré punika. Ida nénten prasida ngeret pikayunan sungsutidané tatkala punika. Yéning kapikayun, tatkala punika ida nénten mrasidayang ngayunin déwék luih saha ngeret sahananing pikayunan sané engsek. Irika raris tangisidané dahat, nénten sida kasilibang. Ida Maharsi Gautama sané pinaka gurunidané madué anak alit sané dahat listu ayu. Ida Maharsi Gautama ngandikain putrinidané mangda ngrumrum kawéntenan Ida Brahmana Utanka. Irika raris Putrin Ida Brahmana Gautama rauh ring ajeng Maharsi Utanka saha ngusap toyan panonidané. Antuk tanganidané sané dahat rsik mulus mudak angrawit, sakémaon wénten sané dahat ngawinang angob. Toyan panon Ida Maharsi Utanka punika dahat panés ngawinang tangan anak sané alit ayu punika sakadi kaborbor agni ageng! Digelis toya panoné punika karuntuhang ring pertiwi. Pertiwiné taler nénten pisna prasida nyangga saha nampi sané wénten tatkala punika. Panés bara wyakti toyan panon Ida Maharsi Utanka sané sedeng sungsut. Irika raris Ida Brahmana Gautama dahat lédang saha banggi santukan sampun madué sisya sané mawisésa sakadi asapunika. Guru Gautama raris nampekin saha ngandika alus manis majeng Maharsi Utanka. “Uduh Cening sisyan Bapa sané mautama, napi mawinan Cening sungsut rahat sakadi asapuniki? Degdegang kayun I Déwané. Aturang sané mangkin napi sané wénten. Satuayang sané mangkin majeng ring Bapa, Bapa sayaga nampinin!” Mirengang sakadi asapunika pangandikan alus Ida Brahmanna Gautama, Ida Maharsi Utanka mapikayunan saha ngaturang sembah majeng ring Ida Hyang Guru Gautama. Sakadi aspauniki aturidané. “Mawit saking dumun, ngantos mangkin, titian sayaga saha mangubhakti majeng ring palungguh I Ratu sané dados gurun titiang! Titiang setata ngaturang napi luir sané patut tur sida aturang titiang majeng sang guru. Wyakti wantah palungguh I Ratu sané wénten ring angga sariran titiangé. Wyakti ngantos lingsir titiang sampun ngaturang bhakti majeng ring singgih I Ratu. Punika sané ngawinang titiang éling ring pikayunan indik saking riin titiang sampun bhakti majeng ring I Ratu, sampun taler titiang nelasang udeg sangkaning bhakti. Punika taler kawéntenan palungguh I Ratu nénten ngicénin titiang ninggal pasramané puniki, saha titiang nénten naenin uning ring asapunapi kawéntenan jagaté tios ring genahé puniki. Minab sampun wénten satus warsa titiang sampun wénten iriki antuk kapitresnan palungguh I Ratu. Wyakti sampun akéh sisyané sané rauh iriki, saha sampun taler muputang saluiring kawisésan mawali ka genahnyané soangsoang. Sujatiné wénten panyiuan brahmana sané wénten iriki saha sampun kaicén ninggal pasramané. Punika mawinan meled manah titiang nguningin indik asapunapi mawinan palungguh Ratu nénten ngicén titiang ninggal pasraman?” (Masambung)
***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Janamejaya
“Makejang bajang-bajang ané muruk gisi Beli.” “Kénkénang Beli koné ané ngurukang yén sing gisi kadéna panguruké mabina-binaan.” Yan Runaka nyangetang ngelut gelanné. “Padang bajang-bajangé di abian?” “Dini di désané.” “Sing dadi anaké cemburu Luh.” “Krana tresnan tiang..... sing nyidaang tiang nepukin Beli manying-manyingan ajak anak lén”. “Luh dadi sing mamunyi kéto, Beli ené nyén ané ngelahang,” ia laut nyangetang ngelut bangkiang gelanné arasa bibihné. Marérén ia di batan jempinisé. “Dadi Luh nengil, Beli nyén ané ngelahang?” nyangetang ia niman gelanné kanti Luh Nérti tusing nyidayang maangkian. “Beli.” “Luh…” mabesikan semara ngelut kenehné. Binar-binar bintangé di langit tuun di ulu atiné ajaka dadua. Luh Nerti ngelut bangkiang gelanné cara tan sida mapalasan. “Yén saja Beli gelah tiang, eda anaké Beli nyakitin keneh tiangé. Sing bisa tur sing nyidaang tiang nepukin Beli ngenemin anak lén.” “Kénkénang Beli baan matingkah,” ia ngaras pipin gelanné. “Beli,” Luh Nérti enduk munyiné nagih ngeling. “Sing dadi Luh bas sangsaya.” “Beli tiang bas kaliwat tresna tekén Beli, eda nyén tiang kutanga.” “Sing dadi Luh mamunyi kéto, yén taén ké Beli masolah jelé mara pantes Luh mamunyi kéné.” “Tiang takut Beli, liu anaké demen tekén Beli, tiang takut kalahin Beli.” Luh Nérti ngeling sigsigan. Wayan Runaka ngusap yéh paningalan gélanné tur alus ngesun bibihné kadi tamulilingan ngisep sari. Luh Nerti ngelut baong gelanné pagantungan kenehné. Dinginé ngereng bintangé ngancan rudu. Sada makelo ia masolah buka kéto kadi Sang Ratih Semara ring tengahing udiana. “Luh lan mulih, kéné bas peteng makelo mémén Luhé ngantosin nyap-nyap nyén anak tua jumah,” ia nandan liman gelané. “Lan Beli” majantéran ajaka dadua nuju umahné Luh Nerti. Teked di pamesuné Yan Runaka ngisi pipin gelanné. “Nyanan ngipi bareng ajak Beli ngalih saang,” Luh Nerti kenyemkenyem duén macelep mulihan, Yan Runaka lantas magésonan mulih.
Permendikbud 17/2017 mangda alit-alité élah polih sekolah sané sugih maliah sané napi ten ngelah doh magenah atawa umah alangkah rapot mérah rapot melah pemerintah ngicén pakebiah anggén abah-abah wargi ten makerah ten ngadol sawah malah campah salah tingkah ngusap-usap tangkah rumasa lapah malangkah, kalah rumasa bekel begah, benyah rumasa rapot méwah, bencah rumasa pas tegak umah, punah ring kota sekolah begah, désa langah ah tawah-tawah Indonesia boya éropah I Madé Suarsa
Kruna
14
I Nyoman Sujana ”Kenyem”
Cerakén
Sumeken kala Malajah
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
NELEBIN widang kreativitas seni, nénten wantah metu sangkaning keturunan. Prasida taler sangkaning kahanan genah meneng sané ebeking kasenian. Sané pinih utama wantah kateleban, kasumekenan taler jemet ri kala majalah. Parindikan inucap sané karasayang I Nyoman Sujana, pelukis mimitan Banjar Kutuh, Desa Sayan, Ubud, Gianyar. Sajeroning asil lukisannyané, dané lewih ketah nyinahang indik kahanan palemahan, minakadi kahanan kahuripannyané daweg alit sané seneng malali ka tukadé miwah maplalianan ka carik. Asil lukisan inucap ketah kapamerang inggian ring Bali, dura Bali, rauh ring dura negara. Mawinan prasida kasengguh, anggané prasida malancaran ka dura negara sangkaning lukisan. Lanang sané embas ring Gianyar, 9 September 1972 puniki ketah pisan makenyem, semitané taler kalem pisan. Daweg kantun alit, kahanan kahuripané keni ius Ubud sané kasub pinaka Désa Seni. Daweg punika ring Ubud akéh krama sané nglukis antuk gaya Young Artist. Sangakning parindikan inucap, anggané marasa seneng manggihin kawéntenan sakadi punika. Napi malih pekaknyané wantah pinaka tukang ukir. Mawinan makéh parindikan seni sané prasida kapanggihin
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 3. prputÉienmesod,
Para putriné masoda,
lyuben,
layubané,
khj%pini;rihin/, kahajeng pinih rihin,
he\ánæn)gÓ)gnÐyun/,
anggén panegtegan kayun,
\izÇ)p*ydñess,
ngincepang yadnya sésa,
s(wpÉni,
sarwa prani,
cn*miw;s)g)hn/,
YADISTUN sampun lingsir, nénten ngawinang rasa éling A.A. Gede Bagus Netra ring widang pendidikan ical. Napi malih antuk kahanan panglimbak pendidikan ring désannyané ring Sukawati, Gianyar sampun sayan becik sakadi mangkin. Yadiastun mangkin nénten akéh madué galah embang napi malih anggané dados tokoh puri, punika nénten ngawinang manah dané surud ngayah ring widang pendidikan. Pamekas majeng alitalit saking Désa Sukawati sané sampun ngranjing ring SMP. Agung Netra – asapunika dané ketah kasambat sujatinné wantah sinalih tunggil penggagas utawi pencetus kawangun SMP Widya Suara sané wantah druén Désa Adat Sukawati. Dané maosang sampun seneng ring widang pendidikan ngawit saking kantun yowana, punika minab sané ngawinang akéhan parikrama miwah tugasdané dados Pegawai Negeri Sipil (PNS) akéhan ring widang pendidikan saha ngawinang pensiunan Karo Humas dan Protokol Pemprov Bali puniki akéhan kauningayang olih krama utamanipun ring para pendidik. Nénten bungah mapanganggé, polos tur rambut sayan mutihang miwah kantun enerjik yadiastun nénten kari wimuda wantah satmaka dados cihna tokoh Puri Sukawati puniki. Yadiastun asapunika, dané setata ngamedalang pikayunan sané vi-
canang miwah segehan, smã)luæhu(nsikun&.
sambel sahur nasi kuning. 4. b)k)elmli;esody*, Bekelé malih sodayang,
m\ÑwÏg/,
mangda wareg,
rsnñenme\dnin/,
rasannyané mangédanin,
mulryunnuæ*rtu,
mula rayunan Sang Ratu,
ydêsÓ¡nã)bckn/,
yadiastun bebacakan,
dg&crik/,
daging carik,
n\&eholhenksub/,
nanging olahané kasub, kc&shu(miw;j\n/,
kacang saur miwah jangan,
sionér tatkala marerembugan indik pendidikan. “Akéh pisan pikobet sané patut katepasin ring widang pendidikan Indonesia sané mangkin miwah riwekasan, asapunika taler ring Bali. Nénten rauh saking luar, nanging pikobet inucap taler akéh sané medal saking tengah. Dadosné punika sapatutné sampun becik kapikayunin mangda prasida karerehang panépasnyané,” baos dané. Dané sané embas ring Sukawati, 23 Maret 1947 puniki risampuné dados PNS ngawitin swadharmanyané dados pagawé ring SMAN 2 Denpasar. Kasuén-suén sangkaning kauningayang dédikasi taler loyalitas sané becik sareng pimpinan, dané kagenahang ring SMAN 4 Denpasar dados KTU sané kabaosang pinaka “tantangan” anyar majeng ring rabi A.A. Mas Istri Agung puniki. Prasida becik membina ngawinang dané kasenengin saha ngawinang parikrama sané kamargiang prasida becik. Pamuputné SMAN 4 Denpasar prasida dados sinalih tunggil SMA Negeri favorit. Sangkaning raket sareng wartawan tur éling ring pabuat informasi sané becik majeng ring krama ngawinang dané kajudi dados Kasubag Penerangan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud) Bali. Risampuné sué dados partner para wartawan, Agung Netra kadadosang Kepala
Isin Gumi
epsnÞenáoer\nÐ)r&.
pésan lan goréngan kering.
Yatna Ngawigunayang ”Media Sosial” NGAWIT wénten internét, jalinan komunikasi sayan nglimbak tur sayan bebas. Pungkuran puniki, wénten média sosial (médsos) sané dados ajang komunikasi pinih lais. Soroh média sosial makéh pisan saha sayan ngawinang krama marasa kalangen kantos lali ring swadarma yéning sampun sibuk sareng médsos-nyané. Yéning kapikayunin, kawéntenan média sosial banget mawiguna sajeroning ngrereh gatra pinih anyar, ngrereh sawitra anyar, mabebaosan sareng sawitra sané meneng doh, miwah pinaka genah maadolan
online. Akeh kaonnyané yéning iwang ngawigunayang. Akéh krama sané marasa pocol sangkaning iwang utawi kirang becik ngawigunayang média sosial. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 12 Juli 2017 lintang. Wiguna, Sambangan Yukti akéh sampun dados korban saking iwang ngawigunayang média sosial. Tambis samian kalangan sida dados korban. Minakadi pemerasan,
pemerkosaan, miwah penipuan. Indiké puniki sampun ketah kaortiang ring makudang-kudang media masa. Iriki iraga patut éling miwah becik ngawigunayang média sosial. Gung Dé, Singaraja Sujatiné media sosial punika wénten kalih sisi, sisi becik prasida kawigunayang ngrereh pasawitran utawi nanjaang barang-barang sané pacang kaadol. Saking média sosial puniki prasida gelis kauningin produk-produk anyar sané kapromosiang santukan gelis
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
mamurug
1.
mmurug/,
1. melanggar
2.
ngredana
2.
\Êdn,
2. memuja
3.
paripurna
3.
pripU(x,
3. sempurna
4.
pungkusan
4.
pu\Сsn/,
4. gelar, julukan
5.
punyu
5.
puzu,
5. payah, letih
6.
rahayu
6.
rhyu,
6. selamat
7.
raksa
7.
rk×,
7. simpan
8.
reged
8.
Ïg)d/,
8. kotor
9.
rejek
9.
Ïj)k/,
9. serang
10.
Ïsik/,
10. bersih
10. resik
ka dura negara, minakadi ring Jakarta, Surabaya, Jogjakarta, Singapora, China, Malasyia, Sweden, Korea, miwah Myanmar. Parindikan sané ketah kalukis akéhan nyinahang indik palemahan miwah makarya. Utamanipun palemahn ring wewidangannyané meneng. Mawit saking Tukad Ayung, tetaruan, batu-batuan, miwah kahanan tiosan. Satios palemahan, kahanan dané daweg alit taler ketah kalukis. “Daweg alit tiang sering maplalianan ka genah-genah sané kantun asri, minakadi ring Tukad Ayung, ring carik, miwah tegalan sané kaebekin antuk tetaruan,” tutur dané. Sajeroning nglukis manut Sujana, sané kapertama patut kapikayunin wantah indik napi sané pacang kalukis. Salanturnyané wantah nyayagayang piranti nglukis, minakadi; potlot, warna, kuas, miwah piranti tiosan. Sajeroning nagingin warna, nglukis ring kertas miwah ring kanvas pastika matiosan. Ring kertas, warna sané kawigunayang wantah cat air, yéning ring kanvas ngawigunayang cat acrylic utawi oil. “Mangda molihang asil lukisan sané becik, kayun nglukis taler sané pacang kalukis mangda pateh. Kala punika asil lukisan pacang makanten becik,” dané nguntatin. (bud/uma)
Ngélingang Panglimbak Pendidikan
taler kaicén manglayub,
daweg punika. “Dumun tiang seneng ngambar ring natah umah sané dumun wantah tanah. Tiang nganggén tanah pinaka genah ngambar, mangda prasida sakadi krama Ubud daweg punika sané seneng nglukis. Parindikan inucap nyabran raina margiang tiang, mawinan metu pikayunan prasida nglukis, napimalih ri sampun polih plajahan ngambar ring sekolahan,” dané nyaritayang. Santukan anggané jemet nyarengin parindikan nglukis daweg SD miwah SMP yadiastun arang nyarengin pacentokan, anggané marasa nyantep nglanturang masekolah ring Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Ubud antuk ngambil jurusan tradisi. “Irika akéh tiang polih paplajahan indik seni lukis, inggian teori miwah praktek salami petang tiban,” lanang sané kasub antuk aran Sujana Kenyem puniki ngwewehin. Santukan marasa durung jangkep ngamolihang paplajahan daweg SMK, anggané nglanturang ngranjing ring STSI sané mangkin mawasta ISI Denpasar. Suami Ni Made Soni puniki kuliah antuk prabéa néwék sané kapolihang saking asil ngadol lukisan ring paméran. Mawit ring SMSR kantos ring STSI, Sujana ketah nyarengin pameran inggian ring Bali rauh
A.A. Gede Bagus Netra
t2(khiecnß\Þyub/,
Redité Paing,16 Juli 2017
Bahasa Indonésia
pisan nyebar. Kémahon taler tan akidik oknum sané ngawigunayang media sosial antuk tetujon ngrereh untuk majeng padéwékannyané. Mawinan i krama katuntut mangda bijak ngawigunayang média puniki. Putra, Pengastulan Ri kala masawitra nglintang média sosial sampunang keliwatan. Sampunang taler ngugu rayuan sané janten sampun pacang manis miwah becik-becik sané kemedalang. Santukan yéning iraga sampun lélor, élah pacang keni bogbog. Nengah Sudiasa, Seririt Conto sané ngawinang seIndonésia ramia metu biyuta wawu-wawu puniki, Ahok mabui sané kakawitin saking média sosial, sané kaunggah Budi Yani. Mangkin taler maurusan sareng ukum. Antuk makudang conto miwah akéhnyané korban, parindikan sakadi puniki patut kanggén paplajahan mangda kapungkuran nénten mawali wénten biyuta sangkaning media sosial. Surya Putra, Lovina Ri kala curhat sampunang bes lebih sané ngawinang iraga ngantos inguh, saha kayun kayun nagingin napi sané dados kayun sawitra sané kajak chattingan. Iraga sampunang gelis madalem yéning sawitra sané nembe chatting ngangken ngarepin pikobet utawi meled nyelang jinah. Samian punika patut kapinehin antuk logika, sadurung iraga dados korban media sosial. (ama)
Monumen Bajra Sandhi. Pamuput dané kajudi dados Karo Humas Pemprov Bali. Sakéwanten samian punika nénten ngawinang parikrama saraina dané magentos duaning sampun raket sareng wartawan sinah punika kanggén dasar dané jagi ngamargiang swadharma dados Karo Humas Pemprov Bali. “Tiang setata misadia kagenahang tur kajudi ngamargiang swadharma ring dija kémanten, duaning nénten wénten sané méweh yéning sampun seleg malajah. Utamannyané wantah setata malajahang raga,” baos dané sumeken. Nyingakin kahanan pendidikan sané mangkin, Agung Netra marasa sebet napi malih indik kawéntenan guru sané sujatiné wantah lokomotif kabecikan kahanan pendidikan miwah pengajaran. Makudangkudang kapatutan sané nabdabang indik tugas guru makéh ngamedalang pikobetan anyar. Minakadi kabaosang dané indik kapatutan ngajahin 24 jam pinaka kapatutan utama kanggén ngamolihang sertifikasi guru. Manawita jam ring sekolah guru inucap sampun wénten 24 jam aminggu sinah nénten dados kapiambengan, sakéwanten yéning kirang sinah guru punika patut mautsaha preragan ngrereh genah ngajahin siosan mangda prasida dados 24 jam. Sané ngawinang sebet inggih punika tatkala wénten guru ring Tabanan sané patut taler ngajahin ring Denpasar duaning kakirangan galah utawi durung polih galah 24 jam. “Sapatutné punika nénten kapanggih yéning kapatutan inucap prasida fléksibel. Nénten wantah indik jam ngajahin kémanten, nanging patut kacingak taler tugasnyané siosan sané taler ngeninin indik parikrama pendidikan,” asapunika A.A. Gede Bagus Netra nartayang. (ast/was)
Macecimpedan, Sastra Klasik Marupa Pitakén Tradisional MACECIMPEDAN daweg dumun ketah pisan kamargiang olih alit-alit, anom-anom kantos anak lingsir. Daweg dumun kahanan kahuripan krama pamekas ring Bali durung ramia sakadi mangkin. Sané mangkin, akéh pisan wénten hiburan minakadi hiburan ring tipi, hapé, utawi genah-genah tiosan, makéh soroh plalianan minakadi game online sané prasida ngawi alit-alit lali ring galah malajah, genah malali miwah kawéntenan teknologi sané sayan nglimbak. Matiosan pisan sareng dumun. Daweg dumun, santukan nénten wénten hiburan alit-alité ketah maplalianan ring lapangan, ring carik, ring telabah, utawi mapupul ring natah paumahan sareng timpal-timpalnyané tiosan. Plalianan sané ketah kamargiang minakadi galah-galahan, mengkeb-engkeban, macipatan miwah sané tiosan. Wénten taler alit-alit sané maplalianan sinambi malajah macecimpedan sané ring bahasa Indonésiané kasengguh teka-teki. Yéning selehin mangkin, arang kapanggihin alit-alité sané uning cecimpedan utawi macecimpedan, sajabaning
ri kala wénten pacentokan macecimpedan kémanten. Boya wantah alit-alit, para yowana taler anak lingsir sampun arang macecimpedan. Macecimpedan wantah kasenian sastra klasik pinaka pitakén tradisional utawi tekateki tradisional sané kalaksanayang pinih akedik olih kalih diri utawi kalih kelompok sané saling takénin, saling sautin. Cecimpedan punika pinaka tebak-tebakan sané prasida “mengasah otak” sinambi macanda, maplalianan, makedékan taler ri kala malajah. Cecimpedan kruna lingganipun “cimped” sané kadwipurwayang (reduplikasi) dados “cecimped” raris polih pangiring –an. Macecimpedan punika boya wantah prasida kamargiang olih alit-alit kémanten, nanging prasida taler
kamargiang olih para yowana kantos anak lingsir sané daweg dumun ketah kamargiang ring kulawarga, pagubugan, miwah ri kala maplalianan. Wénten nilai lokal sané madaging ring macecimpedan. Nilai sané kapolihang saking macecimpedan, minakadi utamannyané wantah pengetahuan umum, sajabaning punika imajinasi alit-alité taler sayan ageng. Siosan punika, akéh nilai kearifan lokal sané taler prasida kapolihang saking macecimpedan. Saking macecimpedan prasida kapolihang nilai pergaulan, cecimpedan pinaka media pergaulan. Daweg dumun, muda-mudiné malajah masawitra, ngibur déwék miwah anak tiosan antuk macecimpedan. Dewi H. Yanti
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 16 Juli 2017
BANGSA MAINAN… AKU ADA EMPAT. Aku pertama adalah aku yang bersilaturahmi denganmu dan menulis untukmu. Aku yang kedua yang berjalan menuntunku dari depanku. Aku yang ketiga adalah aku yang menguntitku di belakang langkahku. Aku yang keempat adalah aku yang mengawasiku dari tengah khalayak, masyarakat, ummat dan bangsaku. Ada aku yang kelima, ia ‘’pancer’’ku, tetapi ia bukan aku, melainkan Aku. LIMA HARI yang lalu aku berhenti mengirimkan tulisan kepadamu, karena aku yang di depanku berhenti melangkah. Bahkan ia membalikkkan badan, menghadap ke arahku, dan mencegar langkahku. Dengan sorot mata yang sangat menusuk jiwaku ia berkata: ‘’Apa gunanya tulisan-tulisan itu? Memangnya siapa kamu, sehingga begitu mantap dan sembong mengemukakan ini dan itu? Kamu pikir ada yang penting dari tulisanmu, yang dibutuhkan oleh bangsa dan ummatmu? Apa? Kalian memerlukan dua hari panjang untuk mengkomunikasikan itu, termasuk untuk menanam Pohon Khilafah.’’ Hari ini kimia tanah peradabannya belum kompatibel. TERNYATA aku yang menguntifku berhenti jauh di belakangku. Ia berteriak: ‘’Kamu mengurusi ombak-ombak di permukaan laut, kemudian relief dan teksture bebatuan di
dasar laut. Padahal maslaahnya terletak di gelombang besar di tengah keduanya.’’ Disusul oleh suara dari aku di tengah orang banyak: ‘’Kalian diadu-domba. Kalian diseret untuk mempertengkarkan hal-hal yang sama sekali tidak perlu dipertengkarkan. Kalian dibikin sibuk untuk bermusuhan, saling membenci dan baku-hina, sehingga kalian terlena harga kekayaan kalian dicuri.’’ BADANKU demam. Panas dingin menggulung bergantian. Aka nada apa ini? Akan segera ataukah masih ada waktu untuk bersiap-siap? HATIKU lumpuh. Mental luruh. Aku sedang kehilangan kuasa atas diriku sendiri. Tak kupunyai wibawa a tas keadaaanku sendiri. Akalku tak berdaya untuk mencerdasi dalam maupun luarku. Aku sedang hancur. Hidupku ditindih oleh tumpukan bongkah-bongkah batu, reruntuhan kegagalanku. MEREKA bertiga menyerbuku bergantian. MEMANGNYA KAMU INI SIAPA? Kamu piker kamu sesuatu di pandangan bangsa dan negaramu? Kamu sangka ada yang merasa perlu mendengarkanmu? Kamu sudah tua. Kamu sudah ketelingsut di masa silam. Mata uang pikiranmu tak di zaman ini’’ KAMU PIKIR ada penduduk Negerimu hari ini bisa kamu paksa untuk melihat jauhjauh dan berpikir dalam-dalam seperti di tulisanmu? Kamu berada di tengah masyarakat yang fokusnya adalah mencari keuntungan
Sastra Desa, Sebuah Tawaran 1)… l
Pasar Paling Potensial Iklan….
Pada tahun 90-an, budayawan Emha Ainun Nadjib menyatakan “kredo”nya yang terkenal, yaitu, “Indonesia bagian penting dari desa saya.” Ungkapan itu tidak hanya menyangkut pengakuan eksplisit Emha tentang cikal-bakal dirinya sebagai “budayawan ndeso” namun berkorelasi dengan sikap sosio-politik seorang Emha. Dalam batas tertentu “kredo” tersebut mewakili keadaan kolektif kita. Saat atmosfir keindonesiaan terasa ke pelosok, baik lewat “pembayangan” ala Ben Anderson maupun “formalism” seperti identitas di selembar KTP. DRsa-nya Emha di Menturo, Jombang merupakan representasi desa-desa lain di tanah air, dan Emha merupaka protetipe kita sebagai warga desa. Keadaan tahun 90-an itu saya rasa kini masih relevan . Desa, secara geografis-administratif berada dalam lingkup NKRI, sedangkan dalam struktur pemerintahan berada di urutan buncit (hanya setingkat di atas RT/RW),. Namun mengapa dianggap sebaliknya? Tidak lain, dalam tataran riil hidup keseharian berbangsa dan bernegara, Indonesialah yang sesungguhnya merasuk ke dalam desa-desa kita. Berbagai persoalan (di lingkup) keindonesiaan, pertama-tama dirasakan dan berefek kepada kehidupan desa. Taroklah kenaikan harga-harga kebutuhan pokok, masyarakat desalah yang banyak menanggung efek karenakita tahu lebih 60 persen penduduk Indonesia tinggal di desa. Begitu pula ketika tata niaga hasil bumi timpang, distribusi barang tak merata dan pembangunan infrastruktur/fasilitas tak adil, desa yang pertama menanggung beban. Berbagai produk hukum dalam bidang agraria, mengena pada kehidupan sosialkultural desa. Pertambangan dan perkebunan, misalnya, berhubungan langsung dengan soal agrarian, sebutlah kepemilikan lahan pertikulir vspemodal, tanah adat atau lahan ulayat yang tak jarang menjadi sumber sangketa. Undang-
undang mengenai struktur desa, memunculkan keseragaman system antara satu daerah dengan daerah lain, sehingga daerah yang memiliki system pemerintahan local terpaksa tunduk jika tak mau beresiko kekurangan anggaran. C o nt o h nya sist em na g a ri d i Minangkabau (Sumbar). Pada Orde Baru, nagari diubah menjadi desa/kelurahan. Secara eksistensial lebih beruntung era Orde Lama, karena nagari dibiarkan menjalankan fungsi adat dan administrasinya. Bahkan meminjam ungkapa Jakob Sumardjo, pada zaman kolonial system pemerintahan adat malah dibiarkan eksis, tidak diubah. Pada masa Reformasi, orang-orang kembali ke nagari, dan pemerintah pusat membuka jalan secara lempang. Tapi eforia itu tidak bertahan lama. Ketika pemerintah mengucurkan dana melalui sistem ”anggaran per desa”, nagari yang merupakan kumpulan dari beberapa desa tentu saja dihitung tetap satu nagari (atau satu desa), sehingga anggaran yang didapat selalu lebih sedikit. Maka kembalilah mereka ke system desa, dimana nagari dipecah-pecah lagi menjadi desa, dan nagari tinggal nama dalam acaraacara adat saja. Ini juga yang terjadi dengan banjar di Bali atau geumpang di Aceh. Seiring dampak-dampak itu, desa masih terus diandalkan sebagai pemasok kebutuhan pokok warga negara, utamanya dalam hal kebutuhan pangan. Sandang dan papan, dalam batas tertentu juga diambil dari sumber-sumber alam yang ada di desa-desa. Tak terkecuali dalam hal tenaga kerja, desalah penyumbang terbesar di negeri ini. Di sisi lain, bukankah desa pula yang menjadi sasaran penyebaran produk-produk konsutif berbagai jenis dan merk? Dan itu arti ya, warga desa menjadi objek pasar paling besar dan paling potensial bagi produk-produk barang pabrikan, hiburan ala ibukota, dan gempuran empuk iklan-iklan… l Raudal Tanjung Banua
Terminal Perhentian Maha Akhir l Melampaui Pilihan Surga vs Neraka
MANA lebih elok, surga atau neraka? Ajaran hidup Bali tradisi ternyata tidak memilih satu pun. Bukan surga, apalagi neraka. Tradisi ajaran Bali justru menawarkan pilihan yang melampaui polarisasi dua kutub itu. Itulah jalan pulang kembali ke sang Maha Asal Segenap Keber-ADA-an. Itulah tujuan terpuncak segenap rangkaian perjalanan sang atma. Maka itu ajaran Bali tradisi tak mencitacitakan surga sebagai tujuan final, apalagi neraka. Tujuan final hidup adalah penyatuan kembali dengan sang Mahasumber Mahasuci-murni. Surga maupun neraka, dalam visi Bali tradisi, hanyalah halte tempat bus berhenti sementara buat menaikkan maupun menurunkan penumpang berupa karma baik atau karma tak baik. Setelah penumpang berupa karma baik atau karma tak baik itu dinaikkan atau diturunkan di halte perhentian sementara, sopir bus pun melanjutkan perjalanan selanjutnya, selanjutnya, dan selanjutnya. Begitu terus berulang. Bus berhenti permanen dan sopir turun dari bus, manakala sudah sampai di Terminal Akhir. Itulah terminal Keberangkatan Maha Awal sekaligus Terminal Perhentian Maha Akhir. Itulah sang Mahasumber Mahasuci-murni segenap perjalanan. Karena itu, pertanyaan mendasarnya pun
menjadi begitu sederhana: apakah makna agama bagi kehidupan jika tak merespons Kesucian, Dia Yang Mahasuci, dengan aksi nyata dalam kehidupan nyata? Tentu banyak pilihan jalan, banyak pintu menuju Terminal Perhentian Final itu. Secara kelembagaan dinamakan agama. Agama-agama ada sebagai pilihan beragam jalur-jalur arah perjalanan bagi para pejalan untuk sampai di Terminal Akhir itu. Bila praktik keagamaan secara kelembagaan lantas melahirkan perilaku penuh kepura-puraan, ujaran kebencian, jor-joran dalam semangat kenafsuan dan kebodohan, penghinaan pada pilihan jalur-jalur lain, sangat mungkin tak bakal menerbitkan surga, sebaliknya justru menghamparkan derita neraka nyata di Bumi. Bentuk neraka nyatanya itu berupa kebencian antarpemilih jalan, penghinaan pada keberagaman. Bahkan sampai pada pemiskinan, pengangguran, kriminalitas tinggi, hingga penghancuran Ibu Bumi. Bila demikian halnya, masihkah orangorang yang dinamakan ataupun menamakan dirinya sebagai tokoh agama berhak mengikrarkan diri sebagai penyelamat, pemberi jalan pembebasan? Bahkan penjamin bebas masuk ke Surga? l deprabas
Surat Nikah Kebangsaan….
l (Asalkan Kekasih Tak Marah Padaku)
sesaat, mengejar laba materi satu da langkah, emastikan untuk berkuasa atau sekurangkurangnya ndompeleng penguasa. Kamu piker ada satu huruf yang kamu tuliskan yang bisa menyentuh hati mereka? Kamu pikir adalah kata atau kalimatmu yang membuat pikiran mereka gelisah?’’ SEMUA YANG BERLANGSUNG INI bukan perkara kebenaran, melainkan soal kekuasaan. Ini semua politik, bukan nilai. Tidak ada masalah Pancasila, Islam, Bhinneka Tunggal Ika, yang ada adlaah perebutan kuasa dan harta benda.’’ MEREKA sedang memperebutkan kemenangan, bukan mencari kebenaran. Pemerintah, pada pejabat, aktivis, lembaga-lembaga, media dan semua yang bersuara, tidak sedang mencari apa yang terbaik bagi masa depan bangsa Indonesia. Melainkan sedang meneret dan diseret unuk jangan sampai dikalahkan.’’ KALIAN SEMUA sedang dipermainkan oleh beberapa orang. Oleh hanya sejumlah ogang di Balairung Kerajaan. Mereka merancang pertengkaran di antara kalian. Mengaransir route isyu-isyu dan adeganadegan konflik yang satu dua tahun ini kalian nikmati. Mereka ciptakan idiom. Istilah, jargon, yel atau berbagai jenis sesumbar yang membuat kita merasa sedang bertentangan, membenci, memusuhi, mengkriminalisasi, melakukan pembunuhan karakter Kalian adalah bangsa mainan...’’’ DEMAMKU meningkat. Panas dingin menggulung bergantian. Aka ada apa ini? Akan segera ataukah masih ada waktu untuk bersiapsiap? Hahaha. Memangnya mau ada apa? Fala ubali.. Aku gak patheken! Seumur hidup tak pernah mau aku bertengkar dengan siapapun karena karierku adlaah bertengkar melawan diriku sendiri, melawan aku, aku dan aku. Aku tidak pernah menulis apa-apa,’’ aku bangkit meladeni mereka, ‘’Aku hanya dititipi tulisan. Meskipun kalian melarang sudah ada di tanganku titipan tulisan ‘’Surat Nikah Kebangsaan,’’ Pasca Abad 21: Silahkan Memasuki Silmi,’’ ‘Mencintai Indonesia Besar,’’ ‘’Kalau Kekasih Disakiti,’’ Bertanam Ksatria’. Beberapa lagi, ‘Membaca Iqra’hari ini sampai ke 140, dan nanti malam launching buku 309 tulisan Daur ‘Anak Asuh Bernama Indonesia,’ Iblis Tak Butuh Pengikut’ dan lain-lain. Terserah sikap kalian. Kalau marah, yang berkewajiban kena marah bukan aku, melainkan Aku. TIBA-TIBA terdengar suara Aku, tertawa terbahak-bahak dari langit. Disusul suara terompet, sedikit akan panjang…. l Emha Ainun Nadjib Menuju SURAT NIKAH KEBANGSAAN Yogya 12 Juni 2017 l Asrina Novianti Hujan Pagi hujan pagi tak sempat kautulis sebagai puisi dan langit padam jalanan penuh kubang genangan rebah telanjang
AKU TIDAK MAU ‘’mupus’’: menganggap tak ada sesuatu yang sebenarnya masih mengendap di dasar jiwa. Pura-pura tidak melihat ada sekam di ruang gelap batin bangsaku. Yang sewaktu-waktu akan menyala jadi api, meskipun hari ini sedang seakan-akan mereda. MAKA aku terus bertengkar melawan tiga aku-ku. Biarlah aku berempat menjadi kubangan api, untuk turut bersedekah menyerap bara api dari jiwa gelisah bangsaku. PADA 17 Ramadlan tahun-2 Hijriyah, Kanjeng Nabi melansir terminology yang luar biasa: ‘’Kita aru menyelesaikan perang kecil, dan sekarang kita masuki perang besar.’’ Padahal Perang Badar yang barusan usai, sedemikian dahsyat. Suatu pertempuran di mana Allah ‘’melanggar’’ segala Ilmu Militer manusia dan ‘’mengejek’’ semua logika peperangan. SEDANGKAN aku yang hanya berempat, tak pernah selesai bertengkar memperebutkan siapa di antara kami yang ‘’aku nafsu’’, siapa ‘’aku iman’’. Yang mana ‘’aku kegelapan’’ dan ‘’aku tercerahkan’’. Bagaimana mempetakan aku benar akusalah aku-balik aku-buruk aku-pecinta aku-pembenci, juga aku-mengAllah akumemberhala. BISA DIBAYANGKAN semrawutnya ribuan ‘’aku’’ dalam atlas Bhinneke Tunggal Ika: tuding menundingnya pasti jauh lebih gaduh. Sekam-sekam permusuhan, kebencian dan rasa tidak aman, tak pernah aman, tak pernah benar-benar padam. Bahkan senyatanya: ‘’perang besar melawan nafsu’’ itulah sejatinya pilar bangunan Bangsa dan Negaraku. 313 PRAJURIT BADAR, dengan kwalitas personil yang tidak memadai secara militer, da peralatan perang yang sangat minimal, menang melawan 1.200 pasukan Sekutu, dengan rumus yang tidak pernah disebut oleh buku Perang zaman apapun . Yakni ‘’Innama tunshoruna wa turhamuna wa turzaquna bidli’afaikum’’: KALIAN dilimpahi pertolongan, kemenangan dan rizki oleh Allah, karena kalian maju perang demi membela rakyat yang dilemahkan. MUHAMMAD SAW ‘’nekad’’ menjanjikan rumus itu ketika berpidato di depan pasukan Badar sebelum pertempuran. Beliau tahu itu iirasional bagi logika manusia dan kehidupan di dunia. Maka kepada Allah beliau menyampaikan pernyataan: ‘’In lam takun ‘alayya Ghodlobun fala ubali’’: Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, wahai Kekasih, hamba tak perduli pada nasib hamba di dunia. Hamba ikhlas kalah, hancur dan mati- ‘’asalkan Kekasih tidak marah kepadaku’’. DAN TERNYATA dimensi hubungan cinta dengan ‘’harga mati’’ semacam itu yang membuat Sang Kekasih melimpahkan kemenangan. Tetapi, di antara aku berempat ini: yang mana yang dilimpahi kemenangan, dan yang mana yang dimurkai? AKU BERKATA KEPADAKU: ‘’Aku justru sangat tahu bahwa sebenarnya tak ada masalah dengan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Islam, Khilafah, Pluralitas, Toleransi dan semuanya. Itu semua hanya diperalat untuk proses adu-domba demi
mencapai kepentingan suatu golongan. Sejarah Bangsa Indonesia dikacau dan dirusak oleh suatu golongan. Seperti Bangsa Indonesia dikacau dan dirusak oleh suatu golongan’’ AKU YANG di antara khalayak menyodok: ‘’Tapi beberapa kali Sampeyan menulis sangat serius hal-hal yang menyangkut Pancasila , sehingga kami mendapat kesan bahwa Sampeyan terseret oleh rekayasa isyu yang menyebarkan anggapan bahwa ada masalah dengan Pancasila. Padahal sudah 72 tahun Pancasila hidup baik-baik saja.’’ ‘’SEOLAH-OLAH ADA ancaman serius terhadap Pancasila kesepakan kebangsaan dan kenegaraan kita,’’ aku yang di depanku menambahkan,’’ sehingga di sana sini diselegarakan peneguhan kembali tekad terhadap lestarinya Pancasila. Dan yang dianggap ancaman itu adalah Islam’’ AKU YANG di depan menambahi, ‘’Bahkan Sampeyan sedang menyiapkan seri-seri panjang tulisan tentang Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, hubungannya dengan Agama, Islam, Khilafah, Jawa….’’ Aku mempertahankan diri: ‘’Lho aku kenal Pancasila sejak mulai mengenal huruf di masa kanak-kanak. Dan secara alamiah aku terus bersabar menjalani proses untuk mematangkan Pancasila kehidupanku. Karena Pancasila adalah Surat Nikah Kebangsaan yang aku berada dan terikat di dalamnya, meskipun hanya sebagai rakyat kecil’’. TETAPI AKU-AKU ITU terus membombardir: ‘’Tulisan-tulisan Sampeyan sengaja atau tak sengaja membuat yang membacanya merasa di bawah sadarnya bahwa bangsa kita sedang mempertengkarkan Pancasila. Bangsa Indonesia dan Ummat Islam tiba-tiba bergerak menuju anggapan dan kepercayaan bahwa Pancasila alamatnya di sini, sementara Islam alamatnya di sana. Bahwa Kaum Muslimin adalah ancaman bagi Bhinneka Tunggal Ika…’’ KARENA MEREKA tak henti-hentinya menyerbu, akupun baloik menerjang mereka dengan tiba-tiba bersuara keras, mengaji murottal membacakan Surat AtTin: ‘’Demi pohon Tin, demi pohon Zaitun, demi Gunung Sinal dan demi Negeri gemah ripah loh jinawi…’’ ‘’Apa itu!’’, aku yang dikhalayak meneriakiku. ‘’TIN ADALAH POHON YANG TUMBUH di wilayah Budha Gautama memproses pencarian hidupnya. Zaitu adalah perkebunan di perkampungan Isa Yesus. Bukit Sinin, Tursina, padang Sinai, adalah arena pergolakan dan perjuangan Musa. Al-Balad al-Amin adlaah gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo dalam pengayoman Muhammad saw di Mudinah. Hanya karena keseriusan konsep dan hidayah tertentu Allah bersumpah atas empat hal sekaligus. Peradaban Abad-21 sekarang ini sedang berjalan lamban meenuju awal kesadaran Tin. Perhatikan kegelisahan hati ummat manusia di Eropa dan Amerika. l Emha Ainun Nadjib Menuju: PASCA ABAD-21 Yogya Juni 2017.
tiba-tiba kangenmu mekar entah buat siapa hujan pagi bayangan matahari hanya temaram merupa malam kabut melintas di matamu berlarian mengejar ingatan
Heri Windi Anggara (Denpasar) yang berulangtahun hari ini bersama Ayu Diah Cempakadewi (Gianyar) dan Wayan Westa (Klungkung)
Neraka Nyata di Sekitar Kita l Merespons Mahasuci dalam Setiap Insan
IDEALNYA dengan bus dan jalur pilihannya, para pejalan sampai di Terminal Terakhir dengan selamat, hati lapang, penuh rasa girang. Kenyataannya, kerap kali bus tak sampai di Terminal Tujuan Terakhir. Entah karena tabrakan, tergelincir, ban kempes, mesin macet, hingga kehabisan bahan bakar. Atau bahkan ada yang tersesat hingga akhirnya belok arah, dan batal menuju Terminal Tujuan Terakhir yang semula telah dicita-citakan. Eloknya, dengan agama yang diyakininya masing-masing orang tersadar bangkit dari tindakan berdasar kebodohan dan kenafsuan menuju watak kebaikan, bergerak dari kebenaran lebih rendah menuju kebenaran lebih tinggi hingga mencapai keparipurnaan. Kenyataannya, tidak sedikit manusia justru berkubang dari kekeliruan kecil ke kesalahan besar, bergerak dari perilaku rendah malah menjadi terjerembab ke perilaku lebih dina lagi bagi kehidupan bersama. Tak sedikit pula yang sudah berada di posisi lebih tinggi tak terpanggil mengulurkan tangan buat mengangkat sesama yang terpagut siksa derita, sebaliknya malah abai sekitar, lalu bernikmat girang sendiri. Tak pelak bila neraka itu terasa kian nyata dalam kehidupan manusia kini, justru karena diciptakan oleh sebagian besar manusia lewat pikir, kata, dan laku tak anut dengan hukum dasar Ibu Alam Semesta. Tanah, air, dan udara yang menghidupi malah dikotori, bahkan diracuni dengan limbah kimia, sampah plastik, hingga gas buangan. Adalah logis bila tanah, air, dan udara pun beracun. Lahan pertanian dan humus yang memeluk melindungi Ibu Bumi, kian tipis, hingga bencana alam mendera sambung-sinambung. Beragam wabah penyakit bertebaran, melewati batas pulau, batas negara. GURU BESAR dari Oberlin College, Profesor David Orr, menggeber data menakutkan: jumlah sperma laki-laki di dunia telah turun 50 persen sejak 138 tahun terakhir.
Air susu perempuan sering mengandung lebih banyak racun tinimbang yang diizinkan dalam susu instan. “Saat mati, tubuh manusia mengandung cukup banyak racun dan metal berberat jenis, yang digolongkan sebagai limbah berbahaya,” David Orr mengingatkan dalam Sacred Energies. Kenyataan-kenyatan baru demikian memang belum pernah dihadapi agama-agama dan peradaban tua mana pun di dunia itu. Namun kenyataan-kenyataan demikian justru tampak kian jamak bersanding sekaligus bertanding, tarik-menarik, dengan panorama lain kehidupan: pergelaran upacara keagamaan riuh, tempat-tempat pemujaan anyar dan mentereng bertaburan sekaligus sesak oleh pemeluk agama, perayaan harihari keagamaan kian mewah berwah-wah, justru di tengah ancaman kualitas kedalaman rasa kemanusiaan, lingkungan hidup, dan spiritualitas yang kian merapuh. Adakah agama-agama kini masih dapat diandalkan mampu memberi jawaban serta harapan ke arah kebaikan dan perbaikan kehidupan ke depan? Harapan belum habis, memang—asalkan semua pihak mau merunduk rendah hati. Tak hanya menjanjikan surga, elite agama kini sepatutnya lebih rendah hati, menunduk mengulurkan tangan dan menggerakkan kaki buat mengangkat mereka yang terjerembab di kawah neraka nyata kehidupan, mengubah orang agar bergerak ke arah kebaikan. Itu memungkinkan jika praktik keagamaan dilakonkan lebih tulus, murni, jujur dalam semangat membangkitkan rasa cinta kemanusiaan dan kealaman justru sebagai bentuk pengamalan nyata rasa bakti kepada sang Pencipta Ibu Alam Semesta yang telah mengasuh dan menghidupi manusia. Apakah makna agama bagi kehidupan jika tak merespons Kesucian, Dia Yang Mahasuci dalam setiap insan, dengan aksi nyata dalam kehidupan nyata? l deprabas
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA – 2017 Ngampoeng Seni JKP-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l Sangkan Paraning Dumadi bagi yang Terpanggil Sepenanggungan l
KAMIS Pon, 27 Juli 2017 Riki Dhamparan Putra, Dayu Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Dwitra Ariana, Marewo Jatendra, Putu Wirata Dwikora, Wulan Saraswati, Made Gunawan, GM Sukawidana, Heri Anggara, Helmi Haska, Angga Wijaya, DS Putra, Rukmi Wisnu Wardani, Balawan, Achmad Marzuki, Sindu Putra, Goenawan Mohamad, Setya Nugraha, Remy Sylado, Tirtayasa, Raka Santeri, Hamka, Yudha Bantono, Nugroho Notosusanto, Dwitanaya, Zaim Rofiki, Suryadi, Sukoco, Sukarelawanto, Pramono, Hanafi, Meidi Loekito, Ersa Sasmita, Nermi Silaban, Made Susanta, Nanang Suryadi, Joan Valentina, Abdul Muis, Ketut Jaya, Ayu Diah Cempakadewi, Tarmizi, Ersa Sasmita, Pasek Suardika, Jasmin Okubo, Setya Nugraha, Anwar Juliadi, Arsiawan Adi, Lailatul Kiptiyah, Tuti, Dirgha, Melati Suryadarmo, Tirtayasa, Agus Sarjono, Angga Wijaya, Salman Yoga, Saiful Badar, DP Arsa, Ayat Katili, Herdiman, Dwitra J. Ariana, Arika Mihardja SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling BALI… Jaga dikota masing masing sampai Desember 2017 KEJUTAN Apresiasi 2017 Buleleng – Karangasem Kardanis Mudawi Jaya Sliding Bali Timur JAGA di Jatijagat Kampung Puisi – 109 SETIAP tanggal 27 TIAP bulan, Menjelang 230 Tahun DENPASAR nonstop 24 jam TANPA jeda… MENGUKUR 2017, PELUANG 2018…. Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Rai Sri Aritni DIATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai Solo – Run 2017 – 2018. Siapkan Pasfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.
Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!
NASIONAL
16
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Peternak Minta Karantina Tak Asal Loloskan Daging Luar Bali
Denpasar (Bali Post) Perhimpunan Peternak Ayam Bali (PPAB) berharap pemerintah baik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Disperindag, Pemerintah Kabupaten/Kota, Balai Karantina dapat membantu peternak lokal agar dapat bangkit. Derasnya arus daging yang masuk dari Jawa ke Bali sangat mudah diperoleh izinnya dari Pemerintah Kabupaten/Kota. “Kami berharap, Balai Karantina bisa membantu lebih maksimal,” kata I Ketut Yahya Kurniadi, SKH, Ketua Perhimpunan Peternak Ayam Bali (PPAB), belum lama ini. Acuan yang digunakan Balai Karantina dalam memasukkan daging dari luar Bali adalah Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari daerah sumber dan surat rekomendasi dari karantina asal daging. Sedangkan per 1 Juni, rekomendasi masuknya daging diperoleh dari Dinas PKH Provinsi Bali. Sehingga diharapkan, Balai Karantina, memasukkan poin rekomendasi dari Dinas PKH Bali dalam mengizinkan masuknya daging ayam dari Jawa. Untuk itu, ia berharap agar Peraturan Gubernur (Pergub) tentang lalu lintas daging segera ditandatangani. “Protap karantina, kalau ada SKKH dan rekomendasi
pasti diizinkan. Izin pemasukan daging didapat dari Dinas Peternakan kabupaten/kota dulu, tapi sekarang rekomendasi dari Dinas PKH Provinsi. Berarti izin pemasukannya ketat, sehingga Karantina jangan meloloskan begitu saja,” terangnya. Selain itu, Dinas PKH diharapkan mempunyai data yang valid yang terhadap produsen DOC dan produsen ayam hidup. DOC adalah penentu jumlah daging yang beredar sehingga dua produsen DOC harus dipantau betul. Dua produsen DOC yang ada di Bali mampu menghasilkan DOC 6 juta ekor per bulan, di mana 4,5 juta ditebar di Bali dan sisanya untuk pasar Lombok, NTT, dan NTB. Selain dua pabrik tersebut, juga ada DOC dari luar Bali sebesar 1 juta. Sehingga total produksi per bulan 5,5 juta. “Jadi, produksi per hari
adalah 172.000 ekor. Sedangkan kebutuhan Bali adalah 170.000-180.000 ekor dalam kondisi normal,” ungkapnya. Ia menduga, overdaging ayam yang terjadi karena over-DOC. Mengingat DOC yang dari luar Bali sulit diukur. “Apakah benar 1 juta atau ada DOC illegal yang masuk,” selorohnya. Selain itu, ada kemungkinan, DOC yang ditetaskan di Bali, produksinya lebih. Salah satu produsen DOC memproduksi 3,5 juta DOC per bulan. Dari 3,5 juta, 1 juta harus dijual di luar Bali sehingga DOC yang boleh beredar di Bali hanya 2,5 juta. “Tapi apakah benar itu dibuang ke luar Bali atau tidak,” ujarnya. Maka dari itu, pihaknya pemerintah bertindak tegas dan memperketat proses masuk DOC dan pendataan DOC yang beredar di Bali. (kmb42)
BPM/ant
TERNAK AYAM - Peternak ayam asal Bali ternyata harus bersaing dengan suplai daging ayam dari luar Bali.
RUU Penyelenggaraan Pemilu
Mayoritas Fraksi di DPR Cenderung Pilih Paket A Jakarta (Bali Post) Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Penyelenggaraan Pemilu, Lukman Edy, mengatakan meski segala kemungkinan bisa terjadi, namun peluang untuk kemenangan opsi A cukup besar kalau dilakukan voting (pemungutan suara) atas lima isu krusial RUU Pemilu pada 20 Juli mendatang. Menurutnya, kuatnya kecenderungan pilihan pada Paket A terlihat dari kekuatan dukungan partai koalisi pemerintah. Dia memperkirakan tujuh parpol bisa bergabung untuk memenangkan pilihan yang mematok presidential threshold sebesar 20%-25% tersebut. “Kalau saya ditanya bisa Paket A, C, atau D yang menang. Tapi Paket A tampaknya lebih kuat dan didukung bisa hingga tujuh parpol,” kata Lukman di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/7) lalu. Lukman menjelaskan, pada rapat Pansus RUU Penyelenggaraan Pemilu, Kamis (13/7) lalu, fraksifraksi di internal Pansus dan pemerintah telah sepakat
pengambilan keputusan terhadap lima isu krusial dibuat dalam lima paket opsi pilihan dan akan diputuskan pada rapat paripurna tanggal 20 Juli 2017 mendatang. Menurutnya, lima opsi paket tersebut disusun berdasarkan lima isu krusial yang hingga saat ini belum sepakat, yakni sistem pemilu, metode konversi suara, alokasi kursi pada penataan daerah pemilihan, dan parliamentary threshold, dan presidential threshold. Mengenai sikap ngotot pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, terkait pasal mengenai ambang batas pencalonan pengajuan presiden (presidential threshold) harus di angka 20 % suara sah atau 25 % perolehan kursi DPR, Lukman yang juga Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengungkapkan sebenarnya partainya menginginkan presidential threshold harus makin kecil dan ambang batas parlemen makin besar untuk kemajuan konsolidasi demokrasi. “PKB berpandangan, kemajuan konsolidasi demokrasi
terletak pada semakin rendahnya presidential threshold dan parliamenetary threshold makin besar,” kata Lukman. Dengan demikian, masyarakat diberikan banyak pilihan untuk menentukan pemimpinnya. “Juga makin bagus konsolidasi demokrasi ketika partisipasi publik untuk cari pemimpin semakin dibuka, semakin lebar. Dan pengambilan keputusan di
parlemen semakin sederhana,” sebutnya. Pansus RUU Pemilu menyepakati 5 paket isu krusial yang dibahas dalam rapat pansus kemarin. Tetapi, rapat tersebut gagal mencapai mufakat. Oleh sebab itu, lima isu krusial dalam pembahasan RUU Pemilu akan diputuskan dalam rapat paripurna yang digelar pada 20 Juli 2017. (kmb4)
Lima Paket: Paket A: Presidential threshold (20-25 persen), parliamentary threshold (empat persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (saint lague murni). Paket B: Presidential threshold (nol persen), parliamentary threshold (empat persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (quota hare). Paket C: Presidential threshold (10-15 persen), parliamentary threshold (empat persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (quota hare). Paket D: Presidential threshold (10-15 persen), parliamentary threshold (lima persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-8 kursi), metode konversi suara (saint lague murni). Paket E: Presidential threshold (20-25 persen), parliamentary threshold (3,5 persen), sistem pemilu (terbuka), alokasi kursi (3-10 kursi), metode konversi suara (kuota hare).
Wapres Ajak Jihad dengan Memajukan Pendidikan
Wakil Presiden Jusuf Kalla
BPM/ant
Padang (Bali Post) Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menangkal penyebaran radikalisme di internet. “Dewasa ini paling ekstrem penyebarannya adalah dengan teknologi. Karena itu, Pak Menkominfo harus mengejar radikalisme di internet, bagaimana kita mengejar bersamasama ke situ,” katanya di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sumatera Barat, Sabtu ( 15/7) kemarin. Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Jumat (14/7), telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram yang semula dapat diakses melalui PC karena mengandung konten radikalisme, ekstremisme, hingga yang mengarah pada terorisme. Menurut Wapres, radikalisme sengaja disebarkan kepada anak-anak muda dengan mencuci otak mereka bahwa ada jalan pintas mencapai surga dengan jihad. Paham seperti itu tidak bisa diperangi dengan kekerasan namun dengan memberikan pencerahan melalui pendidikan yang baik. “Radikalisme tidak akan selesai dengan membaca deklarasi bersama, radikalisme baru selesai dengan memberikan pendidikan yang baik, memberikan contoh yang baik, memberikan ajaran agama yang benar. Karena itulah, universitas itu penting untuk menetralkan dan meredamkan cara berpikir generasi muda kita,” kata dia. Ia mengemukakan itu menyusul Deklarasi Anti-Radikalisme yang dilakukan rektor universitas negeri dan swasta dari Sumatera Barat, Jambi, dan Riau di UNP. Wakil Presiden juga mengimbau generasi muda di Indonesia berjihad memajukan pendidikan dengan giat belajar menuntut ilmu. “Kalau orang semangat tanpa ilmu, dia meledak-ledak, berilmu tanpa semangat dia bergerak tanpa dinamika. Oleh karena itu, tetaplah memajukan pendidikan karena itu juga bagian dari jihad,” kata dia. (ant)
Kapolri Dianugerahi Bintang Kebesaran Brunei Darussalam
Jakarta (Bali Post) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dianugerahi Bintang Kebesaran Negara Brunei Darussalam, yakni Paduka Keberanian Terbilang. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Rikwanto di Jakarta, Sabtu (15/7) kemarin, menyebutkan anugerah ini membuat Kapolri berhak menyandang gelar Dato Paduka Seri. “Pemberian penghargaan ini disematkan langsung oleh Sultan Hassanal Bolkiah di Istana Nurul Imam, Bandar Seri Begawan,” tutur Rikwanto. Menurut dia, pemberian penghargaan bintang kebesa-
ran ini sebagai rangkaian acara Hari Ulang Tahun ke-71 Sultan Hasanah Bolkiah. Selain Kapolri, Sultan
Hasanah Bolkiah juga menganugerahkan bintang yang sama kepada Panglima Tentara Diraja Malaysia. Menurut Rikwanto, dalam acara penganugerahan itu, Kapolri didampingi Irwasum Polri Komjen Pol. Dwi Priyatno, Kabaharkam Polri Komjen Pol. Putut Bayu Seno, Asops Irjen Pol. Unggung, AsSDM Polri Irjen Pol. Arif Sulistyanto dan Kadivhubinter Polri Irjen Pol. Syaiful Malta. Pemberian penghargaan tidak hanya disaksikan lingkungan Kesultanan Brunei, namun juga dilihat 5.000 tamu undangan dari berbagai negara, ujar Rikwanto. (ant)
Jakarta (Bali Post) Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) DPR menerima aspirasi baik yang pro maupun kontra terhadap penggunaan hak penyelidikan DPR tersebut. Jumat (14/7) lalu di Gedung KK I Kompleks Parlemen, Jakarta, Ketua Pansus Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa menerima perwakilan PP Pemuda Muhammadiyah yang menolak Angket KPK. Bentuk penolakan berupa petisi online kepada Pansus dari situs change.org yang berhasil mengumpulkan 45.111 suara masyarakat yang mendukung KPK. Direktur Madrasah AntiKorupsi PP Pemuda Muhammadiyah Virgo Sulianto Gohardi mengatakan, 45 ribu
suara tersebut menunjukkan sikap tidak ikhlas jika anggaran dari pajak rakyat dipakai untuk Pansus ini. “Kami melihat bahwa Hak Angket yang memang kewenangan bapak-bapak (DPR) telah melawan nalar publik. Maka dari itu, kami keberatan karena kami melihat ini, disinyalir menghalangi pemberantasan korupsi,” kata Virgo. Ia berharap Pansus Angket KPK bisa bekerja sesuai koridornya, yakni membenahi kinerja KPK jauh lebih baik ke depannya. Sehingga, apa yang dirasakan masyarakat adanya pelemahan terhadap lembaga antirasuah tersebut tidak terjadi. “Niat saya hanya bisa mempercayai niat bapakbapak (DPR) sekalian. Keta-
tanegaraan kita membuka check and balance antara sesama lembaga, tidak menata mana yang super power dan tidak memiliki power,” imbuhnya. Ketua Pansus Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa, yang menerima kotak mengatakan siapa pun bisa memberikan saran dan kritikan atas terbentuknya hak angket. Namun, dia mengingatkan Pansus tetap akan menjalankan tugasnya sebagaimana yang telah diatur dalam ketentuan perundangan dan memberikan hasilnya sebagai rekomendasi kepada pemerintah. “Kami akan tetap berjalan sesuai dengan aturan undang-undang dan kami siap konsisten di Pansus ini,” kata Agun. (kmb4)
Bojonegoro (Bali Post) PDI-P Jawa Timur menargetkan menang di 12 kabupaten dan kota dari 18 Pilkada di provinsi ini pada 27 Juni 2018. Hal itu ditekankan Ketua DPD PDI-P Jawa Timur Kusnadi di Bojonegoro, Sabtu (15/7) kemarin. Dia meminta kader PDI-P di Jawa Timur bersatu memenangkan Pilkada Jawa Timur pada Juni 2018. “Kalau di internel gontok-gontokan mana bisa menang,” ujarnya. Dia menyatakan PDI-P
tetap mengedepankan kader internal dalam Pilkada Jawa Timur, meskpun kader di luar partai terbuka untuk diusung sepanjang di daerah setempat tidak ada kader partai yang layak ditampilkan. Ia membandingkan dalam Pilkada di 19 daerah di Indonesia pada 2015, partainya menang di 13 daerah dan hanya dua daerah yang tidak mengusung kadernya. Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Hasto Kristiyanto menyatakan batasan calon bupati,
calon wakil bupati, atau calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung partai harus ditinjau secara objektif karena berdasarkan kehendak rakyat. “Meskipun kader sendiri juga tetap dibatasi harus berdasarkan kehendak rakyat,” tegas dia. Sekjen DPP PDI-P Hasto Kristiyanto, didampingi Ketua DPD PDI-P Jatim Kusnadi, selain melakukan konsolidasi partai di Bojonegoro, juga ke Lamongan dan Bondowoso. (ant)
Tito Karnavian
BPM/ant
DPR Terima Petisi ’’Online’’ Tolak Angket KPK
PDI-P Targetkan Menang di 12 Pilkada di Jatim
Minggu, 16 Juli 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Wariga (6) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Kartika Mandala 09.30 Belajar Menggambar
Menggambar Kebun Binatang 10.05 Education On Bali TV 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif HUT Ke-7 Klub Kuda Besi 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Wariga (7) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator
17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Sunari Petak (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Bakbakan Gianyar (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita PKK Banjar Buruan (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Menanga(5)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 16 Juli 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Privat Villa Looking for Female Housekeeping Age Max 30,Must Speak English Call:085237256305 / 081246378545 No SMS
B.BP.001.07.17.0001031
Perush.Distribusi di Dps,Bth: Sales. Lmrn + CV + Foto ke: sales@gap-indo.com Telp (0361)8495805,0812-3661-0053
B.BP.004.07.17.0001243
Dibthkan Serabutan Laki,Tidur dalam,Uluwatu 082236635607
Dcr Bag.Adm,SMA/SMK,wanita bs komptr.Lam:tanaya@indo.net.id
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dicari karyawati u/Admin/marke- La Divo Barbershop Membutuhkan ting,single,min D1, komunikatif Segera 2 Orang Barberman/ B.BP.001.07.17.0001212 B.BP.004.07.17.0001200 B.BP.001.07.17.0001087 B.BP.001.07.17.0001086 Lamaran lsng dibawa ke Istana Babrbergirl,2orang Staff Salon *****We Are Hiring for Fun, Area Cord Pria,SIM A,min 1Th Dcr Bar,Waiter/ess,Bar Waiter, Dcr Segera Tukang Kayu Meubel Buah Jl.Buluh Indah 777 Dps Berpengalaman,dapat Gaji Pokok Energetic,Friendly&Attractive Cook Helper,Pengalaman. Berpengalaman di Jimbaran HariB.BP.004.07.17.0001117 Ops,CV:hrd@dewatatransport.com Telp.0361-438517,081339685779 Uang Makan,Service yg Menarik, B.BP.001.07.17.0001102 Girls who like to Earn Great Ari Putri Hotel,Jl.Cemara an/Borongan Hub:087860943789 Dicari Tenaga Administrasi B.BP.141.07.17.0001129 B.BP.001.07.17.0001245 B.BP.001.07.17.0001098 Pls Call/WA:082145589849 Cari Personalia(W)Berpengalaman, Br.Semawang,Sanur 08976778714 B.BP.101.07.17.0001236 Money.Height Min.160cm,Fluent Syarat: Dicari Lulusan Dicari Kary-Laki2(PS3&4)bisa Dicari:Hairdresser untuk spa B.BP.004.07.17.0001125 Bijaksana,tegas.Usia Min 28 Dcr Sgr Mekanik Mobil/Truck B.BP.004.07.17.0001184 English is a must.Send Your CV to - Perempuan SMA Akutansi,L/P,Usia Min Tinggal-Dalam Hub 085238807734 di Canggu Telp.0811399130,Email: Lamaran u/Cozy Spa @BatuBelig Kirim ke Yasmin Silver Jl.Gn. Penglmn 08123662764/087855681012 Dcr Guru B.Indo,PKN,IPS,IT,PAI B.BP.001.07.17.0001016 Spa Reception,Lulusan SMA dan PT.Balinesia Jl.Kayu Aya No 104X, - Min.Lulusan SMA/SMK 18Th,Lam ke PO Restu Mulya estheticdayspa79@gmail.com B.BP.001.07.17.0000735 Andakasa Gg.I No.3X (Blkb PAUD.Krm CV ke Harapan Mulia Dicari Operator Rental PS,Shif B.BP.001.07.17.0000242 Ada Ijazah,Niat Bekerja Gj 2,2 Seminyak,(0361)738720/21 - Di Utamakan bisa Komputer Jl.P.Kawe 32 Dps Telp.0361234950 Dcr Sopir Daerah N.Dua bs sdkt Pagi,bs Komputer 085737300777 Indosat Gatsu) Tlp.415796/ School,Jl.Pura Demak No.19 Dps B.BP.141.07.17.0001201 B.BP.001.07.17.0000853 - 3,8Jt Lgs Dtg ke Cozy Batu Karma Group Hotel Bali Kirim Lamaran ke: Inggris Hb.08123971833/773599 B.BP.001.07.17.0001237 B.BP.001.07.17.0001196 ani@yasminsilverbali.com Dicari Pembantu Dcr Karyawan untuk AdminisMembutuhkan tenaga Marketing Belig TiapHari 081238506644/55 Srijaya Aluminium B.BP.101.07.17.0001235 Dcr Marketing Forwarding Dicari PRT Tinggal Dlm Hub B.BP.001.07.17.0001013 B.BP.001.07.17.0001011 Rumah Tangga Hub.08123914782 trasi wanita Hub.0817307166 Tamatan SMA/sederajat Dcr Sopir pengalaman tdk diuta- 085288082327/085237305656 Jl.Maruti No.33,Denpasar Barat Hub.08124695374/4721178 Cr Adm,Cust.Service,Tele markeB.BP.004.07.17.0001221 B.BP.164.07.17.0001240 Looking for Transportation Mgr Berbahasa Inggris Aktif Gaji Tlp.0361-426590 B.BP.001.07.17.0001094 mkan 081337648255/087862225887 B.BP.001.07.17.0001185 ting(single),Sopir u/Furniture Urgent Design Graphic Dibthkan Perawat utk Klinik Please send your CV Email: B.BP.154.07.17.0001144 pokok 2,5juta perbulan komisi B.BP.001.07.17.0001014 Dcr PRT Tnggl dlm Gaji 1,5jt Dicari Staf Pengawas, Kirim sekretaris.jetwings@hotmail.com (Cekomaria)Hub.08113880884 English,Contact 081239327552 Kecantikan area RSUD Sanglah Dcr Tng Krj Tmt Jur.Sekretaris bonus harian/mingguan BPJS Dcr Krywn u/Nirmala Supermarket lamaran ke Tangkuban Perahu B.BP.004.07.17.0001029 B.BP.001.07.17.0001089 Jl.Bung Tomo 1F,081805619554 B.BP.001.07.17.0001188 Hub: dr.Lina 082112773777 S1 Sipil,SMK Bgn,SMA IPA,Mknik B.BP.001.07.17.0001084 datang langsung ke PT Royal Segera Waitress Mammamia Rest Gg.SD 11-13 No.17 Banjar Teges !Dcr 3 orang Guru PAUD Dcr SPB/SPG/Surveyor utk Kuta Bg.Store Manager&Mekanik B.BP.820.07.17.0001190 Alat Berat, Hub:08113975654 Dcr Sales Counter,Sopir ,Gdg Jln Legian 191 Gj.pokok+Service Resort International Blok F8A Padang Sambian email: (Play Gorup & TK) utk sekolah di Area Bs.Ing,pnmpln mnrk,ramah, Dicari sebanyak2nya Penjahit Engineering Krm Lam ke B.BP.001.07.17.0000995 CV Tristar Jl.Cargo 24/413324 + tunjangan Hub.085647119728 Kuta Square Hub WA cornelius_17dc@yahoo.com Dalung Hub.085100861502 dtg lsg ke Jl.Kediri 36A Tuban u/Garment,Canggu Pantai Brawa Jl.Kampus Unud No.81 Jimbaran/ Dibutuhkan 2 Tukang Masak B.BP.001.07.17.0001137 B.BP.154.07.17.0001232 B.BP.004.07.17.0001242 B.BP.166.07.17.0001244 Gj.2,2jt+Bns+THR,082247790029 081999295392 Jendrabali Lt.2 Pepito Sprmkt 750150 Emailke:manhrd.nirmalasuperma Untuk Warung Hub:082144536053 Ymh Bisma dcr:1.Supir Sim B1 Dcr Sales&Merchandaiser Laki2 Dicari Supir Pribadi B.BP.004.07.17.0000935 B.BP.001.07.17.0001057 B.BP.154.07.17.0001234 Sardine Restaurant Looking B.BP.001.07.17.0001179 rket@gmail.com T.0361-8953838 2.Mekanik Hub.T.Umar 142 Dps Hub.081236772457 maxs.30th pengalaman min.1thn Urgent Looking Sales,Senior WaiAdmin&AccountDIII/S1Pnglaman Dcr Adm Sales Counter wanita for Hostess,Busboy, Female B.BP.001.07.17.0001223 Dicari Satpam Pria/Wanita.Lmrn B.BP.001.07.17.0001113 B.BP.001.07.17.0001210 U/Sales, Bawa Lamaran ke tress,Bartender fresh graduated. Nadya Garment Jl.BejiAyu9 Smyk max 30th Pend.min D3 bawa Cook Helper Must Speak English dbw ke Rosani Hotel Jl.Melasti Dbthkan sgr “Staff Bartender” re’FREZZ Spa Bth Terapis Cewek Dicr Guru SD dan Guru semua PT.Banoli Motor Send CV to info@kayunresto.com 18-27Th,Pnghasilan Min 6-10Jt/Bl -Sunsed Road 082340290123 Lamaran ke PT.Banoli Motor, Jl.Petitenget 21 Tlp.733617 Gg.Lebak Bene, Kuta Tlp. u/Rest.Kuta,Pglmn 1th,max 30th bid utk Bimbel area Tabanan Jl.Buluh Indah 75 Dps 0361974741 /nadyashopbali@yahoo.com Jl.Buluh Indah 75 Dps Mail:sardine@sardinebali.com 0361761042/082147231199 CV ke:info@mnm-concepts.com H:081805360099/085829036897 HUb:Juni Eka 081239-539-239 B.BP.141.07.17.0001128
Dcr Administrasi Min SMA bali.tropicalline@gmail.com
: : : :
B.BP.001.07.17.0000907
B.BP.001.07.17.0000908
Dbth Tng Produksi u/Percetakan Laki2 Hub:Diponegoro 51.228872
Dicari Battler untuk Villa Exclusive di Canngu Gaji 6,5jt, wanita setengah baya,pengalaman kerja dihotel/villa,lancar Inggris bs Nyetir H.081337775758
B.BP.001.07.17.0001080
B.BP.820.07.17.0001189
B.BP.001.07.17.0001097
B.BP.001.07.17.0000239
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA
SUZUKI
TOYOTA
Honda HRV E AT Putih’2016 AsBali KM5Rb Hub.0811395948
Jual APV arena GX 2011 silver & burgundy 081805608587
Rush tipe S’2007 automatic,Htm Original,siap pake,08123890466
Jazz RS’2009 Silver Manual Bs Tukar,085100856999 Pribadi
TOYOTA
Yaris S Limited’2011 AT 150Jt Bs Tukar,085100871119 Pribadi
B.BP.141.07.17.0001222
B.BP.141.07.17.0001203 KIA
KIA Rio’14 Pth,BMW318’97,Mercy Cabrio00,CRV09 Pth081807779807 B.BP.001.07.17.0001216 MITSUBISHI
PT.Dipo Star Finance.20 Mits FE HDX Th15 2 Mits FE 71 Th16 17-21 Juli 2017.T.0361-265007 B.BP.001.07.17.0001010
B.BP.001.07.17.0001103
Avanza G MT’2010 Hitam barang terawat samsat baru,0818354141
B.BP.001.07.17.0001205
Info Toyota Bali Dp 600Rb/Hari www.bali-toyota.com
B.BP.001.07.17.0001206
Jl Tyt IST BuiltUP’05 AT Hitam Orisinil 95Jt Hub.0817367246
B.BP.001.07.17.0001195
Rush S Automatic Th 2012 Tgn 1 Putih Hub.087862270180 BUC
B.BP.001.07.17.0001183
B.BP.164.07.17.0001239
B.BP.141.07.17.0001202 MERCEDEZ
Mercy C240’05 Htm Sgt Mls Tgn1 AsDK KM25Rb+Smpn,081239099990 B.BP.001.07.17.0001227
DICARI MOBIL Dcr:Avanza,Xenia,Nissan,Suzuki Terios,Rush,dll.H.085100421453 B.BP.164.07.17.0001241
Rmh 2KT KitchenSet Asri Tenang Nyaman ditinggali 0811395051
DICARI MOTOR Dcr Motor Bekas Segala Merk Jmpt 082340857099/087860002630
DISEWAKAN RUMAH 2Lt 3KT KMdlm Lux Komp Elit,Renon Laksamana XIIA/9 0811395051 B.BP.001.07.17.0001225
DIJUAL RUMAH Rmh Jl.Nangka Utr Gg.Sari Indah LT203m2 lok.Strgs-Pojoknyaman & Aman.Fas Lgkp Hub Segera 081934303083 Tnp Prntra B.BP.001.07.17.0001192
BIRO JASA
DIJUAL TANAH KONTRAKTOR Jl Tnh Jepun Pipil-Gatsu Timur Kontraktor Spesialis Rmh Mewah 750Jt/A x 9A;Dewi Sri 2-Legian dg Sistm Cost&Fee 081239099990 Rmh Mwh Style Vila 10A SHM ada Dijual Tanah Luas 338m2,Jalan B.BP.001.07.17.0001229 Gdng+Kntr di Dps,081239099990 Pemuda II Renon Dps Harga Nego 1,5M/A x 6,4A Hub:08113899108/ B.BP.001.07.17.0001228 BC HP081236083110/082236348281 08123817654 B.BP.001.07.17.0000904 RUPA-RUPA B.BP.001.07.17.0001178 DIJUAL TANAH Tanah Luas 1,65Are Jln.Raya Djl Tnh 2 Are Lok.Jl.Sekar Bimbingan Kilat Masuk Kedokteran Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & Batubulan Hub:089654738 Tunjung Utama Hub:081338542300 Swasta,081337338887 Segera 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.07.17.0001187 B.BP.001.07.17.0001199 B.BP.001.07.17.0001173 B.BP.001.07.17.0000903 Tnh Kav mrh siap bgn Cash/Krdt Djl Tnh Kwanji Kaja 1,25A SHM PELUANG USAHA *Tnh 1A,370,Jl6m CempakaDalung sblh Joger Luwus 087861740859 Hub:081237666809, 081238920022 hrg Global 520Jt Ng,0818621551 B.BP.167.07.17.0001018 Buka Outlet Melia Laundry. B.BP.164.07.17.0001238 B.BP.001.07.17.0001002 Sistembagihasil.Email:melia DIJUAL RUKO Jl Tnh 31A 26Jt/Are dkt Air BU Jl Tnh SHM Lok.Bdg Sltn laundry@dps.centrin.net.id Br.Kutuh Bukit L.4,5Are Hrg.450/ Panas Penebel&Tnh 1,75A 475Jt/Are 3 Ruko+Rmh Lantai 2 Penamparan B.BP.001.07.17.0000769 Jl.Mkr Pamogan 081236069509 6Are Bs TT Tanah,085100856999 are nego Hub.08123983641 KONTAK JODOH B.BP.001.07.17.0001085 B.BP.001.07.17.0001214 B.BP.141.07.17.0001204 Bule mapan want to meet girl GEBYAR ASTRA DAIHATSU SERVICE DIJUAL MOBIL orang bagus NICK 081337777205 PU. G MAX B.BP.001.07.17.0001226
B.BP.001.07.17.0001209
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389 / 081236774491 C.0000953-brj
SERVICE
CENTRAL JAYA Service Bergaransi Kerja ditempat
M.CUCI KULKAS FRESEER W.HEATER CHILLER
AC
082339189900 C.0000662-srv
Dijl Tnh Kapling LT.107m2 Lok. Batubulan Kangin,081339103131
B.BP.001.07.17.0001099
B.BP.154.07.17.0001233
� Free tour ke Jepang � Kredit Max 6 th � Bisa T. Tambah XENIA � Free Souvenir Menarik DP.8Jt � Ready Stock NEW AYLA DP 13 Jt/ Angs. 2JT-an � KTP Luar BISA
DP. 5 Jt-an
AYU HITA
WA. 081 999 497 797 085 100 848 837
LILA
081 353 013 881 WA. 087 862 126 999
BIRO JASA Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & Bulanan NPWP SIUP 081338344155
B.BP.001.06.17.0001934
AC
C.0000403-mbl-1
INTERIOR
TOYOTA All New INNOVA
AVANZA DP
11
DP
40
Jtan
Jtan
32 Jtan
DISC s/d All New Fortuner DP
60 Jtan
ALL NEW
SIENTA DP
12 Jtan
BISA TUKAR TAMBAH
BUNGA 0,4%, TENOR S/D 7 TAHUN, PROSES CEPAT & MUDAH
081 999 757 333 // 081 239 907 194 C.0000426-mbl
REKREASI
18
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Cahaya gemerlap 4. Cat pengkilap kayu 8. Sediaan dari getah rami yang dapat mempengaruhi akal dan perilaku 11. Atlet tenis 13. Diri pribadi/aku 14. Pasawat pancar gas 15. Yang dilakukan anggota koperasi tiap tahun 16. Turun naiknya nada lagu yang beraturan 18. Dibalik: Bunyi 20. Judul lagu karangan Ismail Marzuki 22. Orang yang bekerja sama dengan pihak lain/musuh 27. Lenyap 28. Stadium dewasa serangga setelah bermetamorfosa 29. Gedung yang dihancurkan dengan tubrukan pesawat udara di AS 30. Enam (Bali) 31. Yang harus dimiliki sebelum membangun rumah/gedung 32. Memiliki daya tarik yang khas 34. Secara hukum 36. Ilmu urai tubuh 37. Merah keungu-unguan
2
3
8
9
4
10
5
11
14 16
18
19
20
21
22
23
24
27
28 29
30 31
32
33
34
36
35
37
KUPON TTS No.304 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 304 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 22 Juli 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 30 Juli 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
32. Alkali 33. Makian 34. Nobel 35. Insang 36. Mualim Menurun: 1. Kabuki 2. Mantap 3. Rol 4. Tenggat 5. Sabang 6. Taurus 7. Lagonder 10. Onta 13. Anti
BPM/kmb
Pokdarwis Banu Sejahtera Kembangkan Wisata “Green Cliff” dan asing. Karena itu keuntungan ini mesti kita manfaatkan karena banyak hal yang bisa ditawarkan kepada masyarakat umum, maupun wisatawan asing seperti membangun tempat wisata destinasi baru semacam Green Cliff ini,” tandas Kembang. Wakil Ketua Pokdarwis B a n u S e j a h t e r a Wa y a n Nerden, Sabtu (15/7) ke-
26
15
17
GREEN - Objek Wisata “Green Cliff” yang kini banyak dikunjungi di Jembrana.
setempat guna menambah fasilitas yang ada maupun biaya perbaikan. Bagi pengunjung yang lapar maupun haus, mereka juga bisa membeli makanan maupun minuman yang telah disediakan warga sekitar. “Kita ingin melalui tempat ini ada pemasukan bagi warga sekitar sekaligus mendukung pembangunan pariwisata yang tengah digaungkan Pemkab Jembrana,” ujarnya. Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan sangat mengapresiasi inisiatif yang dikembangkan Pokdarwis Banu Sejahtera Banjar Bangli Desa yehembang Kangin. Bahkan berkat inisiatif serta antusiasme warga, Pokdarwis ini juga disebutnya terpilih mewakili Jembrana dalam lomba Kelompok Sadar Wisata tingkat Provinsi Bali. Hal ini disebutnya juga sejalan dengan program pemerintah yang tengah membangun pariwisata. Dengan semangat serta antusias yang begitu tinggi dari kelompok, ia juga optimis hal ini akan mendongkrak target wisata secara keseluruhan di Jembrana. Wa b u p b e r h a r a p a p a yang dilakukan Pokdarwis Banu Sejahtera ini bisa diikuti oleh pokdarwis lainnya di Jembrana. Pihaknya akan senantiasa melakukan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku pokdarwis. “Lokasi Jembrana sebagai salah satu pintu gerbang pulau Bali sangat potensial menjadi daerah transit maupun dilintasi para wisatawan domestik
25
13
Mendatar: 1. Kompor 5. Sentul 8. Omega 9. Banyol 11. Balung 12. Tangan 14. Buin 15. Implan 18. Gres 19. Toksoid 20. Kelakar 24. Onak 26. Gairah 30. Uang 31. Editor
selfie. Rencana ini juga lahir berkat dorongan dari pihak Pemkab Jembrana melalui Dinas Pariwisata Budaya, di mana pembangunan pariwisata merupakan salah satu target prioritas yang ingin dikembangkan. Dari hasil rapat–rapat banjar serta desa setempat disepakati membangun tempat ini secara swadaya bahkan tukangnya pun berasal dari banjar setempat. Menggunakan lahan milik taman nasional Bali Barat, bangunan itu berdiri di tepi tebing dengan panjang lintasan 60 meter serta tinggi 10 meter. Di atasnya juga dibangun bangunan berupa gazebo serta tiga buah kursi panjang yang memudahkan pengunjung berfoto. “Butuh waktu selama 1,5 bulan proses membangun sampai bisa difungsikan seperti sekarang ini. Kita berharap tempat ini bisa menjadi alternatif wisata serta ramai dikunjungi, yang berimbas pada pemasukan bagi banjar kami,” harap Sukanta. Ia juga menambahkan “Green Cliff” ini sengaja dibangun agak tinggi serta memanjang agar masyarakat lebih leluasa menyaksikan pemandangan. Selain itu, guna menambah indah suasana di malam hari, spot “Green Cliff” ini sudah dilengkapi dengan terangnya lampu mercuri. Untuk menikmati pemandangan yang luar biasa indah ini, masyarakat yang berkunjung cukup dikenai sumbangan parkir serta iuran sukarela. Dananya akan dikelola banjar
7
12
Jawaban TTS No. 302
LAYAKNYA kabupaten lainnya di Bali, Jembrana juga patut bersyukur karena dianugerahi kekayaan akan keindahan alamnya. Potensi itulah yang coba ditangkap kelompok masyarakat yang tergabung dalam Pokdarwis Banu Sejahtera Banjar Bangli yang mengeksplore keindahan alam di daerahnya dengan membangun spot selfie “Green Cliff”. Yakni sebuah tempat rekreasi sekaligus destinasi wisata baru yang berlokasi di Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo. Bangunan ini menelan biaya Rp 117 juta yang berasal dari swadaya serta sumbangan donatur maupun pihak desa. Keseluruhan materialnya berasal dari alam dengan bahan bambu dan kayu sehingga kesan alaminya tetap terjaga. Dari ketinggian, masyarakat akan disuguhi panorama alam berupa hamparan bukit Yeh Sumbul serta Sungai Pangkung Jelati yang tepat melintas di bawahnya. Pemanfaatan objek wisata ini diresmikan penggunaannya oleh Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Jumat (23/6) lalu. Acara ini juga dihadiri Kadis Pariwisata dan Budaya Nengah Alit, Camat Mendoyo Gede Sujana, Perbekel Yehembang Kangin I Gede Suardika serta perangkat desa serta banjar setempat. Ketua Pokdarwis I Gede Sukanta mengatakan ide pembangunan tempat ini diambil dengan adanya trend yang sebagian besar masyarakat saat ini doyan
6
SPT2017
Menurun: 1. Pacar 2. Dibalik: Terkutuk/ sangat jahat 3. Datuk 5. Ini (Bali) 6. Aman/damai 7. Polisi rahasia 9. Dibalik: Harus dilakukan 10. Selalu baik (Bali) 11. Ibu kota Papua Nugini 12. Jumlah secara keseluruhan 17. Jenis angin tahunan 19. Dibalik: Mati 21. Judul lagi dari grup band Malaysia “The Search” 22. Negara dengan ibu kota Zagreb 23. Bayangan (Bali) 24. Yang dilakukan orang malam hari 25. Bulan ke-9 tahun Hijriah 26. Salah satu jenis kopi yang umum 33. International Business Machines 35. Sawah (Bali)
1
TTS Bali Post
marin juga menambahkan rata-rata pendapatan setiap hari pascaperesmian “Green Cliff” Rp 1 juta. “Jika hari libur seperti libur panjang kemarin mencapai Rp 9 juta,” jelasnya. Untuk menjaga keamanan pihaknya melakukan pengecekan setiap hari. Demikian juga pengunjung yang naik ke tangga juga dibatasi. (kmb)
14. Bebali 16. Mio 17. Lisong 19. Tabulasi 21. Eigo 22. Aga 23. Alibaba 24. Ongkos 25. Keling 27. Arja 28. Rasial 29. Hatnem (Mentah) 33. MLM
Pemenang TTS No. 302 I Made Dresta Jl. Raya Besakih No.106, Selat, Klungkung I Gede Widya Mahastira SDN 4 Temukus, Br. Labuan Aji, Temukus, Kec. Banjar, Singaraja I Made Sudirna Jl. Akasia XVI, Gang Celuring No.1, Denpasar 80235 (Hp: 085 238 118820) Ni Wayan Wiriani Br. Kesiut Kelod, Desa Kesiut, Kerambitan, Tabanan 82261 Wayan Agus Mertayasa Br. Dinas Pudeh, Desa Tajun, Kec. Kubutambahan, Buleleng (Hp: 087 861 133 793) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Putu Agung Satria Permawa Alamat : Br. Wongaya Bendul, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan
19
Minggu Paing, 16 Juli 2017
Berurusan dengan Hukum Dari Hal. 1
Bahkan saat ini, sedang hebohnya seorang anak yang masih berstatus pelajar terlibat kasus pembunuhan oknum anggota TNI. Miris memang. Di usianya yang masih belia sudah berurusan dengan hukum, bahkan mereka menunggu dipenjara. Apa yang salah dengan generasi penerus bangsa ini? Aktivis anak sekaligus akademisi yang sudah lama bergelut dengan dunia anak, Siti Sapurah, berpendapat banyak faktor yang membuat anak gagal dan terjerumus ke lembah hitam. Di samping pendidikan adalah faktor orangtua. ‘’Faktor internalnya tak bisa lepas karena pola asuh dan pola didik orangtua terhadap anak sejak dini. Orangtua cenderung permisif terhadap anak yakni melakukan pembiaran,’’ tandas aktivis yang akrab disapa Ipung tersebut. Dia mencontohkan, minimnya perhatian orangtua dapat dilihat dalam tahap pengawasan. Yakni, orangtua kurang perhatian terhadap anak. Terkadang orangtua tidak mengetahui dengan siapa anaknya bergaul di luar rumah. Sampai jam berapa anak-anak berada di luar rumah. “Karena jika anak sebagai pelaku, banyak kejadiannya di jam-jam tengah malam. Itu artinya, orangtua tak pernah memerhatikan kamar anaknya, apakah anaknya berada di dalam kamar atau tidak,” ucap Siti Sapurah. Sedangkan secara fsikologis, orangtua tidak mau jujur. Misalnya di saat anak-anak perlu sesuatu, orangtua cenderung memberi janji. Namun, di saat anak-amak menagih janjinya, tidak bisa memberi. Maka anak mejadi frustrasi dan mencari pembenaran di luar dengan caranya sendiri. Karena anak-anak di usia tanggung cenderung mencari identitas diri secara berlebihan. Jika itu sampai terjadi, maka akan terjadi eksploitasi yang berlebihan, yang bisa dilakukan si anak sendiri maupun dengan media orang lain. Bahkan, si anak mau dipakai objek atau sasaran, untuk menguntungkan orang lain. Begitu juga karena faktor ekonomi. Intinya, pola asuh yang salah, anak anak mudah mendapatkan pengaruh yang salah di luar rumah. Ketika anak-anak merasa bertemu dengan temannya yang senasib, atau merasa tidak mendapatkan perhatian dari orangtuanya, mereka akhirnya mencari perhatian orang lain agar orangtua menjadi sayang. Fatalnya, si anak bisa mencari perhatian dengan cara melakukan tindakan kriminal, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak dipenuhi orangtua. ‘’Artinya dengan egonya si anak, mereka bisa mengatakan pada publik bahwa mereka mampu melakukan tanpa bantuan dari orangtua. Itu bisa dilakukan jika orangtuanya tak memenuhi kebutuhan sebagaimana yang dijanjikannya. Dan si anak menganggap bahwa mereka bisa memenuhi kebutuhannya tersendiri,’’ urai Ipung. Yang perlu digarisbawahi, bahwa dalam kenakalan remaja atau aksi kriminalitas pada anak, tidak selamanya orangtua yang pisah menjadi pemicu anak gagal. Banyak orangtua yang masih bersatu, namun anak-anaknya tetap melakukan perbuatan kriminal. Orangtua tak mutlak bersalah, namun andilnya sangat besar. Begitu juga dengan media. Media, khususnya sajian tontonan yang mendidik, juga mempunyai andil sebagai
pemicu kenakalan remaja dan anak-anak. Karena sampai saat ini, film atau sinetron menjadi tontotan yang berbau kekerasan masih menjadi dominasi tanpa adanya sensor dari pihak berwenang. Orangtua tidak punya waktu full mengawasi saat anak-anak nonton di rumah. Apabila serial film ditonton dalam kurun waktu lama, apalagi sampai menjadi pengidola, maka akan membentuk karakter anak. Jika ini terjadi, sangat sulit anakanak akan kembali pada posisi yang sebenarnya. Lantas, bagaimana soal anak yang menjadi korban? Berdasarkan data yang ada, jika anak yang menjadi korban kebanyakan kasusnya mengarah pada seks. Atau menjadi korban kekerasan seks. Pemicunya tak lain adalah kurangnya pendidikan seks sejak dini, semestinya anak-anak diberi pengertian secara dini bagaimana melindungi dirinya sendiri, khususnya dalam menjaga organ tubuh vital. “Persoalan yang ada, masyarakat Indonesia masih menganggap terlalu dini pendidikan seks tersebut. Padahal, itu sangat penting untuk kehidupan dewasa ini. Misalnya dijelaskan terhadap anak, bagian mana tubuh tak bisa disentuh orang lain, kecuali dirinya sendiri,” tandas Ipung. Dalam konteks ini, orangtua juga mempunyai peran yang sangat besar. Bahkan perlu ditanamkan kejujuran, sehingga memunculkan hal positif. “Jika orangtua tidak jujur, maka anak akan menjadi pembohong,” jelasnya. Dia berpendapat, orangtua harus rela siapkan waktu minimal 10 menit setiap hari, untuk melakukan percakapan dengan si anak. Mereka ngapain saja di sekolah, apa yang dikerjakan bersama temanya, permainan apa yang dilakukan, serta obrolan positif lainnya. Jika orangtua permisif, maka anak-anak cenderung dibiarkan berkembang sesuai alamnya tanpa ada pengawasan dan tanpa batasan norma yang seharusnya sejak dini harus ditanamkan pada anak-anak. Misalnya norma agama, etika, sosial dan hukum. Anak-anak ditanamkan karakter yang bertanggung jawab. Misalnya jika anak pacaran, dilarang melakukan hubungan seks, atau hubungan suami istri karena dilarang etika dan agama. Menyikapi persoalan kenakalan remaja termasuk anak terlibat aksi kriminalitas, kata dia, negara tidak boleh berdiam. Negara harus bertanggung jawab pada anak baik sebagai pelaku kriminal maupun korban. Negara telah melahirkan UU No. 35 tahun 2014 sebagaimana yang telah diubah dengan UU No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, juga UU sistem peradilan pidana anak No. 11 tahun 2012. Implementasi kedua UU tersebut belumlah maksimal karena tidak dilengkapi insfrastruktur yang harus dibangun untuk menyelamatkam anak pascamereka menjadi pelaku maupun sebagai korban. Negara sampai saat ini belum mempunyai LPSK dan LPKA yang cukup untuk merehabilitasi anak yang menjadi pelaku pascamenjalani pemidanaan. Padahal dalam UU Sistem Peradilan Anak, ada dua lembaga yang wajib untuk melakukan pengawasan selama enam bulan ke depan, sebelum anak itu kembali bersosialisasi di masyarakat. Yakni ada Bapas dan dari Depsos. Namun hal ini belum berjalan efektif hingga sekarang. Jika semua SKPD berjalan sesuai tupoksinya, anak Indonesia bisa diselamatkan. (asa)
Blokir Telegram Dari Hal. 1
Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme, salah satunya ajakan untuk membuat bom. “Yang kita blokir itu pada aplikasi di web,” kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu kemarin. Menteri menjelaskan pemblokiran Telegram harus dilakukan karena banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan negatif. Konten negatif yang dimaksud antara lain propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, gambar tak senonoh, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia. “Di telegram, kami cek ada 17 ribu halaman mengandung terorisme, radikalisme, membuat bom, dan lainnya, semua ada. Jadi harus diblokir, karena kita anti-radikalisme,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA itu. Pencipta Telegram sendiri, Pavel Durov, sudah angkat bicara. Ia mempertanyakan masalah pemblokiran yang diklaim tanpa pemberitahuan dan koordinasi. Kominfo sedang meminta telegram untuk menertib-
kan konten yang berbau radikalisme dan terorisme. Dia juga menegaskan pihak Telegram harus mematuhi aturan-aturan hukum yang ada di Indonesia. Didukung BNPT Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendukung langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram. Jaringan kelompok radikal memang memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan paham dan perekrutan. “Saya kira ini perlu kita support. Tidak hanya BNPT, media, masyarakat juga perlu men-support. Memang kalau kita lihat positifnya disayangkan, tapi kalau ada negatifnya buat apa,” kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris, Sabtu kemarin. Irfan mengatakan pemblokiran Telegram merupakan salah satu upaya menangkal terorisme. Selain itu, perlu tetap diantisipasi jika kelompok radikal kembali menggunakan langkahlangkah konvensional dalam menyebarkan pahamnya. “Sudah lama sebenarnya kita ketahui bahwa semua medsos sarat dengan penyebaran kebencian dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok radikal, tapi BNPT kan bukan badan penindakan, hanya aduan, merumus-
kan, dan deradikalisasi,” ujarnya. Irfan mengingatkan kelompok teroris menggunakan segala cara untuk menyebarkan ideologinya dan merekrut anggota baru. “Mereka kan bukan orang bodoh, mereka orang cerdas, mereka gunakan segala hal untuk perekrutan. Ini kan bukan barang yang diserahkan, tapi pikiran yang dimasukkan, nggak perlu pertemuan,” tuturnya. Jajaran Polri juga mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram. Langkah itu merupakan upaya mencegah penyebaran paham radikal yang dilakukan kelompok teroris. “Kita dukung langkah itu karena memang kita tahu Telegram banyak digunakan kontenkontennya yang kurang layak bisa membahayakan masyarakat, yang kurang memahami bisa terpapar,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Sabtu kemarin. Setyo menyebut ada beberapa dugaan kenapa Telegram banyak digunakan kelompok radikal untuk menyebarkan paham. Salah satunya komunikasinya yang mudah dilakukan. “Ya mungkin salah satu alasannya adalah kapasitasnya besar, kemudian komunikasinya tepat dan mudah digunakan, menggunakannya mudah,” ujarnya. (ant/ kmb)
Kenakalan Remaja Dari Hal. 1
“Melihat kejadian akhirakhir ini rupanya pelanggaran indeks ini yang semakin meningkat, baik kuantitas maupun kualitasnya,” ujarnya. Berdasarkan teori, ia menegaskan, ada beberapa faktor penyebab terjadinya kenakalan kelompok remaja, antara lain kurangnya komunikasi antara anak dengan orangtua. Ditambah lagi, kedua orangtuanya menjalankan kesibukannya masing-masing sehingga lupa menanamkan nilai-nilai moral dan sosial kepada anaknya. Seringkali orangtua kurang memberikan kasih sayang dan contoh yang baik kepada anaknya. Kurang pengawasan terhadap pertemannya, aktivitasnya baik di sekolah maupun di lingkungan luar
sekolah, memberikan kebebasan dan fasilitas yang berlebihan. Faktor lain menjadi pemicu mereka bisa brutal yakni dampak negatif dari perkembangan iptek, kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai dasar keagamaan dan di sekolah juga kurang mendapat bimbingan kepribadian. Solusinya adalah selalu komunikasi dua arah antaranak dan orangtua, berikan perhatian dan kasih sayang. Jangan diberikan kebebasan dan fasilitas berlebih, tetap diawasi tapi jangan dikekang. Perbaiki metode pebelajaran agama serta perlu bimbingan kepribadian di sekolah. “Perlu mendukung hobinya dan ataupun mengembangkan bakatnya. Orangtua harus
Proses Hukum Dari Hal. 1
Pihaknya mengaku sudah berbicara dengan pria berkepala plontos itu agar sepenuhnya menyerahkan sang anak pada proses hukum. Selain itu, ayahnya juga diminta melakukan pendekatan dengan keluarga korban. “Ya supaya diadakan pendekatan kekeluargaan, berdamai, tentu harus ada konsekuensi yang ditanggung misalnya untuk biaya penguburan, upacara, dan lainnya supaya dipikirkan oleh keluarga pelaku. Harus bertanggung jawab, termasuk juga korban yang di rumah sakit supaya ditanggung,” imbuh Anggota DPR RI ini. Koster mewanti-wanti agar kasus serupa tidak terjadi pada anak di bawah umur lainnya. Tentu di sini pendidikan memegang peranan penting. Baik pendidikan di sekolah maupun di rumah oleh orangtua. Dalam hal ini, orangtua tidak bisa hanya menyerahkan masalah pendidikan anak kepada guru di sekolah.
“Pengawasan terhadap anak didik kita di sekolah itu harus semakin kuat dan agar anak-anak itu betul-betul menjadi anak yang baik, menjadi anak yang belajar dengan rajin dan mengurangi tindakantindakan kriminal seperti itu dan tidak semestinya itu terjadi pada anak-anak di bawah umur,” jelasnya. Kasus yang sudah kadung terjadi ini, lanjut Koster, merupakan pelajaran bagi para pendidik atau guru dan juga orangtua agar lebih ketat mengawasi anakanaknya. Jangan sampai anak di bawah umur mempunyai akses untul membawa senjata tajam. “Itu di rumah anak harus diawasi, diperiksa kamarnya, tasnya segala macam, isinya apa. Jangan sampai nanti membawa senjata tajam apalagi membawa narkoba dan sebagainya,” ujarnya. Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, peran keluarga memang tidak bisa dilepaskan be-
menjadi tempat curhat yang nyaman bagi anak,” ungkap dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana ini. Perilaku seperti ini bisa dialami siapa saja, tidak mesti anak pejabat. Namun mengingat usia mereka masih di bawah umur, aparat penegak hukum diharapkan mematuhi prosedur dan aturan yang berlaku. Hukum sudah membedakan sistem peradilan anak dengan peradilan dewasa. Demikin juga seharusnya LP anak beda dengan dewasa, jangan sekali-kali digabung. Perbedaan lainnya adalah anak lebih banyak dibina dan diawasi dan ke depan diharapkan ada pidana pengawasan. “Jadi, anak yang dipidana selalu ada dalam pengawasan dengan metode sesuai dengan psikologi anak,” ucap Prof. Rai. (rah)
gitu saja pada seorang anak. Kendati, anak itu sudah memasuki bangku sekolah dan mendapat didikan guru. Keluarga dalam hal ini ayah dan ibu tetaplah yang utama memberikan pendidikan dan menanamkan budi pekerti pada anak. “Dinas Pendidikan, baik di Provinsi Bali maupun kabupaten/kota tidak menuntut anak itu ‘jadi’ karena sekolah, tetap perannya keluarga. Sekolah itu menumbuhkan, keluarga menanam. Kalau keluarga menanam, berarti sampai sepanjang hayatnya,” ujarnya. TIA menambahkan, sampai kapan pun keluarga tetap bertanggung jawab terhadap penanaman budi pekerti di samping sekolah. Oleh karena itu, setiap sekolah memiliki Komite Sekolah yang salah satu tujuannya mengoordinasikan hal itu. Termasuk menguatkan peran keluarga agar tidak hanya menyerahkan anak kepada sekolah. Pasalnya, penyelenggaraan pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada para guru saja. (kmb32)
Masih Dievakuasi Dari Hal. 1 Danramil Juwana, Kapten (Inf) Yahudi, menyebutkan korban saat ini masih dalam tahap evakuasi. Diperkirakan, jumlah korban bisa bertambah, mengingat proses evakuasi masih berlangsung. “Untuk korban yang dilarikan ke rumah sakit sudah tiga orang. Namun sampai saat ini, identitas korban belum diketahui. Mereka bekerja sebagai motoris (operator) kapal di salah satu kapal yang terbakar,” ungkapnya. Di lokasi kejadian, dikerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman berlangsung cukup sulit, lantaran kondisi kapal yang berdempetan dan tiupan angin yang cukup kencang. (ant)
Antikekerasan Dari Hal. 1 Secara psikologis, ketika unsur kekerasan terbiasa terpapar sejak usia dini, maka tidak ada rasa antipati atau penolakan terhadap kekerasan. Semestinya, dunia pendidikan harus membuat kita merasa tak suka atau anti pada kekerasan,”tandas Radendra. Lebih lanjut dijelaskan, kekerasan memang salah satu benih sifat makhluk hidup yang kadang diperlukan ketika membela diri dan memertahankan hidup. Namun, kekerasan yang menjurus pada sifat agresif, maka hak tersebut menunjukkan ketidakwajaran. “Pembiaran anak-anak bermain game bernuansa kekerasan atau menonton video sosial berunsur kekerasan adalah sesungguhnya sebuah kejahatan atau proses peracunan, bahkan banalisasi kekerasan kepada anak. Apalagi, sistem nilai anak dan remaja dibentuk oleh informasi apa yang mereka terima. Informasi yang tidak terseleksi akan membuat mereka menganut tata nilai yang tidak sesuai dengan nilai sosial, bahkan nilai hukum dan nilai kebajikan,” ujarnya. Radendra berharap dunia pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membentuk pribadi dan karakter generasi muda yang lebih baik yang berlandaskan pada nilai-nilai kebajikan dan antikekerasan. Sementara itu, Kriminolog Dr. Gde Made Swardha-
na, S.H., M.H., berpendapat kekerasan yang muncul dalam diri anak muda perlu disikapi dengan cermat dan tidak boleh menyalahkan salah satu pihak, seperti peran orangtua, dunia pendidikan, ataupun masyarakat, bahkan perkembangan iptek. Namun, tindakan kekerasan muncul didasari adanya backing yang kuat di luar anak tersebut, sehingga, hukum dianggap tidak berdaya. “Anak yang keluyuran hingga larut malam jelas tidak memiliki tujuan positif, karena tidak ada hal yang dikerjakan, kecuali berpikiran untuk hal-hal negatif, seperti kebut-kebutan dan mikol yang memunculkan tindakan kekerasan pada anak tersebut,” ujarnya. Upaya yang dilakukan adalah mencegah anak-anak berkeliaran melalui operasi atau razia oleh aparat keamanan termasuk pecalang dengan menegakkan hukum melalui pendekatan persuasif. “Bila anak melakukan kejahatan harus dilihat kejahatan apa yang dilakukan. Bila kejahatan ringan masih bisa melalui restoratif justice atau diversi dengan memanggil para pihak yang terlibat dan menyelesaikannya. Apabila kriminal berat seperti pembunuhan, pengniayaan hingga luka berat dan mati, maka hukum harus dilaksanakan tanpa memilih apakah dia anak pejabat, penguasa, pengusaha, maupun anak pemulung,” ujarnya. (win)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu PAING, 16 Juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Gitaris Tohpati dan Sandhy Sandoro
Meriahkan Sanur Mostly Jazz Festival
BPM/kmb23
JAZZ - Penampilan Gitaris Tohpati pada perhelatan Sanur Mostly Jazz Festival, Sabtu (15/7) kemarin.
Senjata Makan Tuan brolan BALE BANJAR ARIDUS PAKAR sosiologi politik, McIver, pernah berpendapat, bahwa manusia adalah makhluk, sesuai sebutannya sebagai Homo Faber dan Homo Ludens, merajut jaring-jaring kehidupan, yang tidak jarang hasil tenunannya menjerat dirinya sendiri. Tenunan yang dimaksud merupakan metafora buat hasil cipta, rasa, dan karsa yang disebut kebudayaan. “Karena cuma satu-satunya species di muka bumi yang memiliki kebudayaan, manusia dikatakan makhluk paling sempurna ciptaan Tuhan. Keistimewaan anatomi yang dilengkapi alat-alat tubuh yang fleksibel, seperti tangan dan kaki untuk bekerja dan bermain. Alat ucap yang lengkap untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Kapasitas otak hebat yang membuatnya tak hentihenti berpikir, melahirkan ungkapan, manusia adalah ukuran segalanya. Namun bila semua kelebihan dan kesempurnaan tersebut tidak dibatasi sendiri oleh manusia, hasil kerja dan pikirnya akan menjeratnya, seperti sinyalemen McIver. Senjata makan tuan adalah kiasan untuk fenomena ini. Sebab kebudayaan, menurut Eric B. Siraev dan David A. Levy, seperangkat sikap, perilaku dan simbol-simbol yang dianut sekelompok masyarakat yang kemudian dikomunikasikan atau diwariskan dari generasi ke generasi berikut. Sikap, jelas mereka, meliputi keyakinan, nilai, pengetahuan, opini, khayalan dan segala variannya. Perilaku dikendalikan berbagai norma, adat, tradisi, kebiasaan, dan gaya hidup. Simbol sebagai pengejawantahan manusia sebagai homo symbolicum, gemar menggunakan metafora dalam bentuk benda, suara, warna, dan isyarat untuk menyampaikan maksudnya. Jadi, kebudayaan memiliki batasan yang sangat kompleks karena menyangkut semua kegiatan manusia, baik yang sengaja dipikirkan sebelum berbuat atau terjadi di luar kehendak namun menginspirasi untuk dikembangkan menjadi penemuan. Seperti apel yang jatuh ke tubuh Isaac Newton, melahirkan teori gravitasi,“ papar Rubag. “Ya, modernisasi yang lahir lewat zaman Pencerahan-lah yang membuat kebudayaan memiliki definisi begitu kompleks. Segala varian ilmu pengetahuan melaju cepat dengan hasil teknologi canggih berbasis positivisme, sedangkan hal-hal berbau metafisik disingkirkan. Benar, lewat Revolusi Industri, segala hal yang sebelumnya sulit dilakukan jadi gampang, termasuk kemampuan manusia menginjakkan kaki di
bulan. Tanpa sadar, manusia telah kehilangan kemanusiaannya secara perlahan, karena mereka menganggap diri mampu menjangkau langit dengan Menara Babel palsu yang dibangun Iptek super canggih. Mereka lupa kisah yang ada di buku suci, bahwa leluhur mereka yang dulu sangat sombong, akhirnya tercerai berai akibat dikibas Tuhan saat berhasil menjangkau lapisan terbawah langit. Boleh saja kisah ini dianggap dongeng atau takhayul, namun terpampang jelas di sebuah ayat buku suci, yang hingga kini masih diyakini sebagian besar umat yang menganutnya. Sebab, ada sebuah negara yang pernah berstatus adidaya karena berpaham ateisme, akhirnya berantakan sebelum berusia seabad, sedangkan agama sebagai tuntunan manusia untuk berperilaku tetap eksis selama ribuan tahun. Kembali pada masalah manusia yang tercerai berai di muka bumi setelah Menara Babelnya dikibas Tuhan, menyebabkan mereka selanjutnya hidup di dunia secara bersuku-suku, berbangsabangsa dengan segala ragam budaya yang diwarisinya. Jadi, tidak mungkin kebudayaan bersifat homogen. Kalau serupa bisa, tapi tidak sama!“ ujar Made Surjanegara. “Benar, modernisasi membuat hidup lebih mudah, namun mati pun lebih gampang! Sebelum mesin pembunuh berbasis Iptek tercipta, yang menjadi korban pertempuran hanya yang terlibat dalam perang dan jumlahnya sedikit, karena senjatanya cuma pedang, tombak dan panah. Namun sejak Alfred Nobel berhasil menemukan dinamit, seiring Revolusi Industri, berbagai alat pembunuh beramu nisi mesiu diciptakan orang. Ironisnya, warisan Nobel yang bertumpuk diwakafkan pada setiap ilmuwan yang berhasil menemukan sesuatu secara ilmiah, meski ada yang menolak menerima Hadiah Nobel, karena asalusul penghargaan itu. Memang terkesan ad-hominem, namun bila dipikir secara mendalam, yang menolak hadiah perlu juga dipahami idealismenya. Kita simak saja korban nyawa dan kerugian harta benda akibat Perang Dunia sejak awal
abad ke-20, juga Perang Dingin dan terakhir perang di Timur Tengah yang oleh Benjamin R. Barber diistilahkan dengan McWorld versus Jihad. Terdesaknya kelompok Islamic State Iraq and Syria atau ISIS di kawasan Irak dan Suriah, melahirkan teroris jenis baru yang bertindak tanpa jaringan atau lepas dari struktur dan koordinasi kelompok. Belajar merakit bom dari internet dan didorong fanatisme buta pada ideologi tertentu, mereka melakukan tindakan brutal secara individual, sehingga diberi julukan lone wolf atau serigala tunggal. Tragedi berdarah sudah terjadi di beberapa kawasan dunia akibat serangan lone wolf, seperti di Inggris, Prancis, dan juga di Indonesia. Itu sebabnya, aku mengatakan modernisasi membuat hidup lebih mudah, tapi mati pun lebih gampang!“ komentar Anom Wijaya. “Tidak salah bila kini tersebar pendapat yang mengatakan, modernisasi adalah proyek kemanusiaan yang gagal, karena pencerahan yang diusungnya ternyata justru menghasilkan kegelapan. Sumber daya alam yang menjadi tumpuan hidup manusia, banyak yang hancur dan terkikis demi memenuhi libidinal ekonomi dan kekuasaan segelintir orang. Pembunuhan berorientasi kekuasaan dan politik, lebih mendominasi relasi antara manusia, sedangkan hukum yang dibuat untuk menertibkan keliaran manusia seperti tidak berfungsi semestinya. Karena itulah, muncul gerakan postmodernisme yang dipelopori ilmuwan yang skeptis terhadap modernisme dan antikemapanan. Mereka tidak percaya lagi pada positivisme, yang mengabsolutkan setiap teori dan memonopoli kebenaran. Mereka berpendapat, kebenaran bersegi banyak, sesuai dengan tafsir yang menilainya. Sehingga tidak zamannya lagi orang yang karena punya titel akademik mentereng, mengatakan pendapat orang lain, salah atau keliru. Mungkin karena ingin menyanggah batasan kebudayaan yang begitu kompleks dan sulit dihafal, lalu ada yang mendefinisikan kebudayaan adalah facebook, tweeter, dan instagram! Karena ada pakar kajian budaya mengatakan, kebudayaan merupakan segala hal yang dialami seharihari, yang di dalamnya ada
PERHELATAN Sanur Mostly Jazz Festival membuat kawasan pariwisata tepi pantai ini lebih berwarna dan berbeda dari hari biasa. Ratusan penonton yang didominasi wisatawan mancanegara menikmati sajian dari para musisi jazz di dua panggung yang ditata apik di pinggir pantai, Griya Santrian Resort. Hari kedua, perhelatan Sanur Mostly Jazz Festival, Sabtu (15/7) kemarin, semakin membuat penonton terhanyut dengat dengan penampilan gitaris Tohpati yang membawakan beberapa komposisi dari album solonya. Sajian musik Tohpati dan band pun membuat romantis senja di Pantai Sanur. Sebagai gitaris andal, Tohpati pernah merilis sejumlah album bersama grup seperti Simak Dialog, Halmahera, dan Trisum. Ia juga dikenal melambungkan sederet penyanyi pop Indonesia selama dekade ini. Sebelumnya, Pergelaran pada
unsur produksi, distribusi, konsumsi, dan perebutan makna serta pengaruh,“ ungkap Wayan Wijaya. “Kalau yang dipakai membuat batasan postmodernisme, definisi itu sah-sah saja dan tidak perlu dibantah. Sebab bagi postmois, tidak ada wacana dominan atau doxa dan heterodoxa atau subordinan. Apalagi sekarang, tidak ada lagi tokoh, baik politik, sosial maupun agama yang kata-kata, perilaku dan sikapnya sebagai orthodoxa, bisa dijadikan panutan dan teladan. Cuma, pencetus definisi kebudayaan adalah facebook, tweeter, dan instagram harus hati-hati. Di zaman sekarang, semua varian internet yang kau sebut adalah panopticon, karena ada undang-undang yang mengaturnya. Panopticon
hari kedua dimulai pada pukul 16.30 wita menampilkan Sandy Winarta Trio. Embusan angin pantai seolah berkejaran dengan irama drum yang dipukul ritmik oleh Sandy, musisi kelahiran Denpasar, alumnus Australian Institute of Music, Sydney, Australia dan New School for Jazz and Contemporary Music di Manhattan, New York, AS. Musisi Ito Kurdhi yang tampil berikutnya merasa bahagia karena tiga hari sebelumnya meluncurkan album ‘‘Terbang Melayang’’. “Ya, saya bersyukur bisa tampil di ajang ini sekalian untuk memperkenalkan dan promosi album baru,” kata pembetot bass yang pernah tampil di sejumlah festival ini. Yang membuat suasana festival kian panas adalah kehadiran Sandhy Sandoro. Kelincahan gerak dan kekhasan vokalnya serta lirik yang cocok di kala hati galau, membuat sebagian penonton tak tahan untuk bergoyang. Ia membawakan
berarti mengawasi semuanya, pan berarti seluruhnya, optic adalah melihat. Panopticon awalnya merupakan nama sebuah menara di sebuah penjara berbentuk bundar, yang digagas Jeremy Bentham tahun 1875. Tujuannya, jumlah sipir yang sedikit bisa mengawasi perilaku narapidana yang banyak, karena dari puncak menara para sipir bisa mengamati semua tindak-tanduk yang diawasi. Facebook, tweeter, dan instagram adalah panopticon dunia maya, yang bisa mengawasi semua perilaku dan ocehan para netizen dan pengguna hand phone berbasis android. Kepala penjaranya ada di Falcon Air Force, Colorado Spring, Ascension Island Hawaii, Diego Garcia dan Kwajalein, yang dihubungkan
beberapa lagu dari sederet albumnya Why Don’t We (2008), Jazz In The City with Sandhy Sondoro (kompilasi) (2009), Sandhy Sondoro (2010), Find The Way (2012), Vulnerability (2014), Berlin! Berlin! Lck Lieb Dir So Sehr (2016), dan Love Songs (2016). Musisi dan penggagas Sanur Mostly Jazz Indra Lesmana sungguh berbahagia bisa menghadirkan para tokoh jazz tanah air dalam festival perdana yang merupakan bagian dari Sanur Village Festival ini. Ia berjanji akan mengawal acara ini menjadi agenda tahunan dan akan memberikan apresiasi para musisi jazz lintasgenerasi. “Atmosfer Sanur yang sangat cocok dengan audiens jazz membuat saya yakin kawasan ini akan menjadi destinasi musik jazz dan ikut mewarnai perjalanan wisata budaya yang telah berlangsung puluhan tahun,” katanya Sabtu (15/7) malam. (kmb23)
Global Position System (GPS) lewat satelit. Senjata bisa makan tuan, bila kita tidak
bisa memaknai secara holistik definisi kebudayaan,“ kata Komang Puji. (aridus)