Skip to main content

Edisi Minggu 16 Juni 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Jokowi Buka PKB Ke-41

Tebarkan Spirit Kedamaian dan Toleransi

Denpasar (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 sekaligus melepas pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (15/6) kemarin. Kali ini, Jokowi tidak saja mengajak serta Ibu Negara Iriana Joko Widodo, juga anak-anaknya yakni Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu, menantunya Selvi Ananda dan Bobby Nasution, serta cucucucunya, Sedah Mirah Nasution (anak Kahiyang-Bobby) dan Jan Ethes (anak Gibran-Selvi). Kehadiran Jan Ethes dan Sedah Mirah seolah menjadi penanda bahwa Jokowi tengah berupaya memperkenalkan budaya Bali yang adiluhung sebagai salah satu kekayaan bangsa Indonesia kepada anak dan cucunya. PKB yang biasanya dibuka secara resmi di Panggung Terbuka Ardha Candra Art Center, kini beralih di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar. Pembukaan PKB sekaligus dirangkai dengan pelepasan pawai. Saat tiba di area pawai, Jokowi yang didampingi Mendikbud Muhadjir Effendy, Gubernur Bali Wayan Koster disambut dan diiringi oleh barisan penari pendet dan baris gede. Sementara ibu negara, Iriana Joko Widodo, sudah tiba terlebih dulu didampingi Ny. Putri Suastini Koster. “Punapi gatrane? Becik nggih? Dumogi para semeton rahajeng sareng sami,” kata Jokowi saat menyapa masyarakat. Setelah menyapa masyarakat dengan bahasa Bali tersebut, Jokowi langsung membuka PKB tanpa kata sambutan. Alasannya, Presiden tidak ingin berlama-lama memberikan sambutan, karena Gubernur Bali telah memaparkan secara jelas terkait PKB. Rupanya Jokowi tak langsung memukul kulkul, namun terlebih dulu mengucapkan

“matur suksma” dan sempat “curhat” bahwa ia selama ini cukup kesulitan melafalkan ucapan terima kasih dalam bahasa Bali tersebut. “Karena bahasa daerah kita ini lebih dari 1.100. Jadi kalau saya keliru, salah, mohon dimaafkan. Terutama yang matur suksma ini sulit sekali buat saya. Keliru terus,” jelasnya yang kemudian memukul kulkul sebagai tanda pembukaan PKB sekaligus pelepasan pawai. Ucapkan Selamat Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster pada awal sambutannya sempat mengucapkan selamat kepada Jokowi yang terpilih kembali menjadi Presiden RI berpasangan dengan Ma’ruf Amin. Masyarakat Bali disebut telah mendukung penuh pasangan Jokowi-Ma’ruf lewat perolehan suara 91,68 persen. Persentase ini tertinggi di Indonesia. ‘’Kini, masyarakat Bali berdoa untuk Bapak Presiden beserta keluarga agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk memimpin bangsa dan negara lima tahun

ke depan guna mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia,” ujarnya. Menurut Koster, PKB merupakan wahana pelestarian dan pengembangan seni budaya masyarakat Bali. Tahun ini, PKB dilaksanakan sesuai visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Secara keseluruhan, format penyelenggaraan PKB tahun ini ditata secara kreatif dan inovatif sebagai bagian dari implementasi kebijakan yang diatur dalam Pergub Bali. Di antaranya, lanjut Koster, Pergub No.79 tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Pergub No.80 tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Pergub No.97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, serta Pergub No.99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Hal. 11 Membumikan Pancasila

BPM/eka

BUKA PKB - Presiden RI Joko Widodo didampingi Gubernur Wayan Koster memukul kulkul saat membuka PKB ke-41 di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Sabtu (15/6) kemarin.

Properti Dibuat Ramah Lingkungan

BPM/eka

LAMBAIKAN TANGAN - Presiden Joko Widodo bersama Iriana Widodo dan keluarga, Gubernur Wayan Koster dan Putri Suastini Koster melambaikan tangan pada masyarakat yang menonton pawai PKB, Sabtu (15/6) kemarin.

PKB di Daerah Terkesan Milik Pegawai Pemda Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadikan seni sebagai ikonnya, dengan tetap menyediakan ruang dan waktu untuk unsur-unsur budaya lainnya, seperti tradisi, ekonomi kreatif dan jenis kerajinan lainnya yang bernapaskan Hindu. “PKB ini betulbetul menjadi pesta budaya rakyat untuk kesejahteraan rakyat Bali,” ujar budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka,

I Kadek Satria

M.Si., Sabtu (15/6) kemarin. Keberpihakan Gubernur Bali, Wayan Koster, kepada rakyat Bali tampak pada PKB tahun ini dengan dibebaskannya biaya sewa bagi para perajin Bali yang memanfaatkan stan pameran. Sebagai konsekuensinya, barang-barang yang dijual relatif menyesuaikan dengan harga standar, sehingga masyarakat mampu membelinya.

A.A. Gde Raka

Tema yang diangkat adalah Bayu Pramana: “Memuliakan Sumber Daya Angin”, kata Gung Raka bisa dijadikan refleksi diri bahwa saat ini banyak terjadi pencemaran udara yang dipicu oleh asap kendaraan bermotor, sampah, asap pembakaran sampah, terutama di perkotaan dapat berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Sementara itu, pengamat budaya yang juga dosen filsafat Unhi Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., mengkritisi gaung PKB di daerah/kota masih sepi dan terkesan milik Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai pemerintah daerah (pemda). Hal ini dikarenakan semua SKPD kabupaten/kota terlibat di dalamnya. Sedangkan, masyarakat biasa hanya fokus pada festival gong kebyar. Padahal, jika gaung masyarakat daerah tinggi dalam PKB ini, tentu akan dapat menyejahterakan masyarakat daerah. Hal. 11 Libatkan Masyarakat

PROPERTI pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 secara umum didominasi bahanbahan alami seperti janur dan bunga segar. Seperti properti panggung kehormatan, sudah dibuat ramah lingkungan. Namun, belum sepenuhnya memakai bahan-bahan ramah lingkungan. Seperti logo kabupaten, masih ada kontingen yang memakai styrofoam. “Jadi, memang tidak bisa sepenuhnya. Memang berpulang pada kontingen itu. Tapi secara umum jauh lebih dominan yang ramah lingkungan,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan “Kun” Adnyana, di sela-sela pawai

PKB ke-41, Sabtu (15/6) kemarin. Kun mengaku sudah mengonfirmasi beberapa kepala dinas kebudayaan kabupaten yang masih menggunakan styrofoam. Utamanya untuk logo kabupaten/kota. Properti tersebut sebetulnya sudah dipakai tahun lalu. Pada PKB kali ini dipakai lagi karena alasan keterbatasan dana. “Untuk ke depan harus lebih baik lagi. Jadi, yang sudah kita sepakati agar dijadikan pijakan untuk menata pawai ke depan lebih ramah lingkungan,” imbuhnya. Hal. 11 Jajan Sarad

BPM/eka

SARAD - Jajan sarad ramah lingkungan dari Kabupaten Gianyar.

Hindari Praktik Sekaa Pesanan

SETIAP tahun, Pemprov Bali menggelar agenda Pesta Kesenian Bali (PKB). Ada sebuah kejenuhan di tengah masyarakat, karena konsep dan model kesenian yang tampil itu-itu saja. Salah satu tokoh budaya di Klungkung, I Ketut Dewa Soma, Sabtu (15/6) kemarin, tak menampik situasi ini. Menurut-

nya, semestinya pemerintah khususnya Dinas Kebudayaan dan lembaga akademis lainnya, mampu memberdayakan seni tradisi yang lain di Bali. Sebab, yang terjadi saat ini bahwa seniman yang tampil itu-itu saja. Sehingga muncul kesan PNS-lah yang mengelola, mengatur, dan menunjuk duta-duta seni itu. Bukan berdasarkan

kemauan sekaa itu. “Sekarang kan yang terjadi, mana sekaa yang bisa diajak kerja sama alis pesanan, itu-itu saja yang sering ditampilkan sepanjang tahun. Padahal, potensi kesenian banyak sekali. Mereka juga seharusnya punya ruang pada momen PKB,” katanya. Pemerintah bisa melaku-

kannya dengan memberikan dana pembinaan, dan mempercayakan mereka mengelolanya lewat sekaa-sekaa yang memiliki potensi kesenian yang khas. Bukan justru sebaliknya, pemerintah yang mengelola dari awal sampai akhir sekaa tersebut. Hal. 11 Itu-itu Saja

Bangli Prioritaskan Seniman Cilik, Denpasar Libatkan Lintas Generasi

BPM/eka

PAWAI – Tari kipas, duta Kota Denpasar pada pawai PKB, Sabtu (15/6) kemarin.

Kabupaten Bangli menghadapi kendala berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB). Kendalanya karena keterbatasan anggaran. Dalam PKB ke-41, Bangli memberi kesempatan lebih kepada senimanseniman anak untuk ikut tampil. Sementara itu, Denpasar melibatkan seniman lintas generasi.

KABID Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli Nyoman Wiradana mengatakan, Bangli absen dalam beberapa materi. Salah satunya materi film dokumenter. Selain karena keterbatasan anggaran, alasan lain Bangli ingin berpartisipasi pada materi-materi kesenian yang baru seperti wayang parwa anak dan melukis anak. Pemkab Bangli ingin memberi kesempatan kepada seniman-seniman anak di Bangli untuk ikut tampil dalam PKB melalui materi itu. Hal. 11 Materi Baru


2

Minggu Paing, 16 Juni 2019

Panggil Ortu Siswa JUMAT dan Sabtu (15/6) kemarin, adalah hari berbahagia bagi siswa karena saatnya menerima hasil pembelajaran selama setahun. Momentum ini dipakai oleh Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., untuk memanggil orangtua siswa. Selain mewajibkan siswa mengajak orangtuanya mengambil nilai rapor, sejumlah ortu juga diajak berdialog oleh Ketut Suarya guna meningkatkan disiplin belajar siswa. ‘’Tak ada konseling, namun dialog humanis sebagai bentuk perhatian sekolah kepada nasib masa depan siswa Bali,’’tegas Ketut Suarya menjelang keberangkatannya ke Thailand, Sabtu (15/6) kemarin. Orangtua yang diajak dialog hanya yang anaknya sedikit bermasalah dengan tingkat kehadiran siswa saat jam belajar. Bukan karena soal nilai rendah dan pelanggaran lain, melainkan guna menegakkan disiplin siswa. Sebab, sekolah yang dipimpinnya mengedepankan pendidikan karakter mulai dari disiplin diri, menanamkan sikap bertanggung jawab demi masa depan gemilang. Alasan Suarya kepada orangtua siswa, bahwa masa pendidikan di SMA/SMK adalah usia emas guna menggapai masa depan emas juga. Jika di usia ini siswa tak terarah, dikhawatirkan akan bisa mengganggu masa depannya nanti. Apalagi pendidikan di SMK yang mengedepankan vokasi dan keterampilan harus dipakai sebaik-baiknya untuk mengisi diri. Disiplin diri dan belajar adalah kunci suksesnya. Sedangkan soal keberangkatannya ke Thailand guna meneken kerja sama sister school dengan sekolah di Thailand. (sue)

HUT Ke-17, RS Prima Medika Gelar Donor Darah Denpasar (Bali Post) Serangkaian HUT ke17, RS Prima Medika Denpasar menggelar bakti sosial berupa donor darah bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali pada Jumat (14/6) lalu. Acara donor darah berjalan lancar, bahkan Direktur RS Prima Medika dr. Putu Dian Ekawati, MPH., ikut donor darah. Peserta donor darah yaitu dari masyarakat umum, pribadi, beberapa karyawan RS Prima Medika dan rekanan Prima Medika. Dian Ekawati mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah berpartisipasi dalam acara bakti

sosial donor darah. “Karena setetes darah Anda semua sangat berarti bagi saudarasaudara kita yang membutuhkan,” ujarnya. Dalam kegiatan donor darah tersebut, ditarget mendapatkan 70 orang pendonor. Namun, dalam tahap seleksi pendonor dikatakan banyak yang gugur. Sehingga total pendonor yang didapatkan 66 orang, tujuh orang di antaranya gagal dan 59 orang lolos. Sebanyak 59 orang ini terdiri dari golongan darah A sebanyak 8 orang, golongan darah B 18 orang, golongan darah O 30 orang, dan golongan darah AB 3 orang. (kmb42)

PAWAI - Duta Republik Rakyat Tiongkok pada pawai PKB XLI di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Sabtu (15/6) kemarin.

BPM/eka

Sidak di Pelabuhan Benoa

Tanpa KTP, Empat Penumpang Diamankan Denpasar (Bali Post) -

Guna mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) secara ilegal di wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Satpol PP, kepolisian, dan KPKL kembali menggelar sidak di Pelabuhan Benoa, Sabtu (15/6) kemarin. Pelaksanaan sidak yang kali ini masih serangkaian arus balik Lebaran tersebut menyasar kapal penumpang KM Wilis yang membawa sedikitnya 440 penumpang. Dari kegiatan tersebut berhasil dipetakan enam orang dengan identitas non-KTP elektronik serta tak mengantongi identitas kependudukan. Namun, dua orang dilepaskan lantaran terdapat penjamin. Sedangkan

empat orang diserahkan ke Satpol PP lantaran tidak mengantongi identitas diri. Kadis Dukcapil Kota Denpasar I Dewa Gede Juli Artabrata didampingi Kabid Pendataan Penduduk Disdukcapil Kota Denpasar Ni Luh Lely Sriadi di sela-sela pendataan mengatakan, pendataan penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk yang ilegal serta meng-

etahui jumlah penduduk Kota Denpasar sebelum dan pasca-arus balik Lebaran 2019 ini. “Total enam orang yang didata ini, mereka tidak mengantongi E-KTP, tetapi ada yang membawa KTP Non- elektronik, Kartu Keluarga, dan bahkan ada yang membawa SIM atau STNK, jadi enam orang ini tetap kita data kembali sebagai upaya tertib

administrasi. Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk,” jelasnya. Lebih lanjut, ia mengatakan, selain untuk pengendalian penduduk di Kota Denpasar, kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mensosialisasikan kepada penduduk pendatang bahwa E-KTP itu sangat penting. Pihaknya juga mengaku t ela h m ensosia lisa sika n kepada pihak-pihak yang melayani jasa penyeberangan untuk mengimbau penumpangnya untuk melengkapi diri dengan E-KTP.

“Untuk itu, saya imbau agar semua penduduk ke mana pun tujuannya harus membawa E-KTP, dan kepada seluruh pelabuhan agar ikut mensosialisasikan tertib administrasi dari keberangkatan,” imbaunya. Sementara salah satu penumpang, Devita, mengaku tidak membawa E-KTP lantaran datang ke Bali untuk mendaftar kuliah. Dirinya mengaku hanya membawa ijazah untuk persyaratan mendaftar kuliah. “Saya hanya membawa ijazah untuk mendaftar kuliah, kalau E-KTP saya tidak bawa,” kata Devita. (kmb12)

SMP PGRI 3 Denpasar Dukung Pemilihan SAB dan GAB

Jadi Sekolah Bersih, Terapkan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Denpasar (Bali Post) SMP PGRI 3 Denpasar (Spiga) dikenal sekolah yang secara konsisten memperkuat karakter budaya Bali. Makanya sekolah ini siap mendukung pemilihan Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) yang diadakan Kelompok Media Bali Post (KMB). Program sekolah ini mendukung program Kota Denpasar sebagai kota bersih sampah plastik dan menjadi ‘’Sekolahku Rumahku’’. Selain itu, program OSIS SMP PGRI 3 Denpasar dikenal memperkuat visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Di antaranya menjadi green school (sekolah hijau) serta memperkuat karakter budaya Bali. Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., mengungka pkan, untuk mendukung program Gubernur dan Den-

pasar sebagai kota budaya, tiap tahun digelar Festival Budaya Spiga. Festival Budaya Spiga 2019 belum lama ini menampilkan berbagai jenis potensi seni siswa sekolah. Diawali dengan tari kebesaran SMP PGRI 3 Denpasar ‘’Aswalalita’’, bondres, cak, joged, tari saman, tari mapadendang, giring-giring, dan jaipongan. Juga ditampilkan silat, tari kewer-kewer, dan lagu pop Bali. Keunggulan inilah yang membuat sekolah ini dikejar oleh calon siswa baru. Ternyata sekolah di kawasan Jln. Gunung Agung ini berawal dari sekolah kecil. SMP PGRI 3 Denpasar bisa berdiri seperti sekarang berkat perjuangan guru-guru SMPN 4 Denpasar. Namun, ide pendirian tak lepas dari ide Dr. I Made Suada, S.Pd., M.M., M.Si. Pada tahun 1985, dia dipercaya menjadi Ketua Ranting PGRI di SMPN

4 Denpasar dan Pengurus Cabang PGRI Badung bidang Pendidikan dan Generasi Muda. Kebetulan Made Suada juga tokoh pramuka ternama. Saat itu, ia melihat banyak siswa tak tertampung di SMPN 4 Denpasar kemudian menggalang kekuatan guru mendirikan sekolah PGRI dengan nama SMPN PGRI 5 kelas jauh. Sekolah ini sempat diprotes oleh kepala sekolah lainnya, akhirnya diberi nama SMP PGRI 9 kelas jauh bertempat di SMPN 4 Denpasar. Setelah izinnya diurus sekolah ini diberi nama SMP PGRI 10 Badung di Tulangampiang tanpa kata kelas jauh, namun masih nebeng di SMPN 4 Denpasar. Dia pun menggalang dana dari guru-guru untuk membeli lahan sendiri di Padangsambian dan Gunung Agung. Dia berani memotong honor guru untuk bisa membeli

lahan lima are, selama setahun. Akhirnya, tahun 1989, sekolah ini berdiri di Gang V Gunung Agung. Bersamaan dengan itu Badung dan Denpasar berdiri sendiri sehingga YPLP memberi nama SMP PGRI 3 Denpasar. Gedung baru di atas lahan 10 are ini diresmikan Wali Kota Made Suwendha. Bayangkan modal awalnya hanya 120 siswa, kini berkembang menjadi seribu siswa dengan kepemilikan lahan 28 are. Makanya Made Suada yang juga Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali, tak pernah merasa akan memiliki sekolah ini. Dia selalu eling dengan kawitan SMPN 4 Denpasar dan perjuangan gurunya. Kini, SMP PGRI 3 Denpasar menjadi sekolah unggul, bersih, dan berbudaya karena dikelola secara profesional. Mereka diproses secara berkualitas,

digembleng dalam disiplin, jujur dan bertanggung jawab serta ilmu meditasi yang memadai. (sue)

Dr. I Made Suada

BPM/sue

Pembuatan SK Wajib Secara ’’Online’’

BPM/may

Denpasar (Bali Post) Mendukung Denpasar sebagai kota smart city semua Organisasi Perangkat Daerah terus berupaya untuk melakukan program kegiatannya lebih dan lebih mudah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya seperti yang dilaksanakan Bagian Hukum Setda Kota Denpasar dalam membuat produk-produk hukum telah dirancang secara online “Si Dandaniti”. Untuk mengetahui sejauh mana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) telah memanfaatkan sistem online tersebut, Bagian Hukum melakukan evaluasi terhadap SK yang diterbitkan masing-masing OPD.

Kabag Hukum Gde Kagung Putra didampingi Kasubag Dokumentasi Bagian Hukum Rai Budiarsa di Ruang Praja Madia, Jumat (14/6) lalu, mengatakan, semua OPD dalam membuat SK wajib melalui online. Hal ini selain lebih mempermudah dalam proses pengecekan juga mempercepat dari proses waktu. “Dengan adanya pembuatan SK secara online untuk mengoreksinya, kami bisa melakukan tanpa harus terbatas waktu,” ujarnya. Meski demikian, Kagung Putra menekankan setiap SK kegiatan tidak berlaku surut. Artinya, SK yang dibuat harus sebelum dilaksankan kegiatan. Hal ini untuk meng-

hindari kesalahan di kemudian hari. “Pada intinya, kami Bagian Hukum siap berbagi dalam membuat SK sehingga tidak melanggar aturan yang berlaku,” ujarnya. Lebih lanjut, Kagung Putra menambahkan untuk penyusunan produk hukum daerah telah ditetapkan sesuai dengan UU No. 12 tahun 2011 yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No.80 tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah. Produk hukum yang dibuat harus dapat menjamin kepastian hukum dalam memberikan pelayanan umum serta menjamin hak asasi masyarakat. Dalam mem-

buat produk hukum daerah harus memenuhi tiga persyaratan yaitu syarat filosofis, sosiologis, dan yuridis. Syarat filosofis produk hukum yang dibuat menjamin keadilan, sedangkan syarat sosiologis diharapkan bahwa suatu produk hokum dihasilkan sesuai dengan keinginan masyarakat sedangkan syarat yuridis berkaitan dengan harapan produk hukum yang dibuat. Melalui sosialisasi ini aparatur khususnya pegawai yang menangani penyusunan produk hukum di masing-masing OPD mengetahui teknik penyusunan hukum secara benar. Sosialisasi dilaksanakan untuk memberikan arah dan

pemahaman terkait pembentukan peraturan daerah perundang-undangan, khusus penyusunan produk hukum daerah. Di samping itu, untuk mencari masukan terkait permasalahan OPD dalam membuat produk hukum daerah. Sosialisasi dilaksanakan dengan menyasar seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Sehingga diharapkan OPD dapat membuat kebijakan dan prosedur mekanisme pembentukan perundangundangan. Dalam pembuatan SK secara online melalui program “Si Dandaniti” sehingga dalam pembuatan produk hukum dapat dilaksanakan lebih cepat. (kmb12)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 16 Juni 2019

Mahasiswa ITEKES Bali Ikuti Seminar Internasional

PROFIL Sistem Pengupahan INDONESIA selama ini dari hasil riset dan kajian akademis tidak memiliki sistem pengupahan. Adapun yang diterapkan selama ini adalah jenis upah, seperti upah minimum, upah minimum sektor, struktur skala upah dan sebagainya. Hal ini menyebabkan banyak perusahaan yang seharusnya bisa mengupah karyawan jauh di atas upah minimum justru mengupah karyawannya sesuai upah minimum karena dianggap tidak melanggar aturan. Karenanya, dengan sistem pengupahan diharapkan bisa menertibkan perusahaanperusahaan dalam menggaji karyawannya sesuai kapasitasnya. Hal ini dipaparkan Dr. I Wayan Gede Wiryawan, S.H., M.H., akademisi Universitas Mahasaraswati spesialis dibidang ketenagakerjaan. Ia melanjutkan, jika bicara soal sistem pengupahan maka menyangkut tiga hal. Pertama harus dibuatkan regulasi khusus yang mengatur sistem pengupahan ini. Ke dua, harus dibuatkan personel baik sebagai pelaksana maupun pengawas dan, ke tiga diharapkan dengan aturan secara khusus ini akan terbentuk kultur budaya. ‘’Jadi ada kultur dimana saat kita bicara upah, ini lo ada yang diatur dalam sistem pengupahan dimana di dalamnya menetapkan siapa yang harus menerapkan upah minimum, siapa yang harus menerapkan upah minimum sektor dan siapa yang menerapkan struktur dan skala upah, bahkan yang tertinggi dalam teori pengupahan itu adalah upah layak,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, dari hasil penelitian yang dilakukannya, diketahui bahwa jika berbicara jenis upah yang diatur dalam regulasi tanpa ada sistem yang menyeluruh, maka yang terjadi upah minimum akan berubah menjadi upah rata-rata. Bahkan dibeberapa tempat menjadi upah maksimum bukan minimun. Selain itu, banyak perusahaan yang seharusnya bisa memberikan upah jauh di atas upah minimum akan menurunkan upahnya ke upah minimum karena berpikir tidak ada yang dilanggar. Disinilah peran pemerintah untuk membuat sistem pengupahan sehingga jelas siapa yang harus menerapkan upah minimum, siapa yang menerapkan upah minimum sector, dan siapa yang menerapkan struktur skala upah. Karena, tambah Wiryawan, ada perusahaan yang jumlah pekerjanya 1.000 orang tetapi menerapkan upah minimum selama berpuluhpuluh tahun untuk pekerjanya. Saat ini Bali sedang merancang ranperda penyelanggaraan ketenagakerjaan. Wiryawan berharap dalam ranperda tersebut akan dimasukkan mengenai sistem pengupahan sehingga kewajaran dan keadilan dalam pengupahan tenaga kerja terjadi di Bali. (san)

Peringatan HUT Ke-49

Astra Motor Terus Berusaha Berikan Kontribusi Terbaik

Tabanan (Bali Post)Pada usia ke-49 ini ada banyak hal baru yang sudah dan akan dikerjakan Astra Motor dalam menyikapi perubahan serta perkembangan bisnis. Melalui semangat “Melaju Bersama” dan sebagai wujud tanggung jawab sosial ke masyarakat, beberapa kerja sama stategis telah dilakukan. Hal itu diungkapkan Region Head Astra Motor Bali, Wahyudi Saputra disela puncak acara perayaan ulang tahun, Sabtu (15/6) di gudang Megati Astra Motor, Selemadeg Timur, Tabanan. Ditegaskannya, memasuki usia ke 49 tahun Astra Motor terus berusaha memberikan kontribusi terbaiknya melalui produk serta layanan sebagai upaya memenuhi kebutuhan dan impian pelanggan. Tidak hanya itu, Astra Motor terus melakukan perbaikan untuk memastikan semua proses bisnis berjalan sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. “Di usia yang tidak muda lagi, Astra Motor bisa tetap agile menghadapi perubahan dan tantangan yang

ada, dan terus bisa menciptakan prestasi bisnis yang membanggakan, dan satu yang pasti di Astra Motor selalu berikan terbaik untukmu,” ucap Wahyudi. Bertepatan dengan peringatan ulang tahunnya ke-49 tahun, Astra Motor Bali bersama dengan seluruh karyawannya merayakan hari dengan berbagai aktivitas. Di antaranya zumba, donor darah, games kebersamaan, donasi ke panti asuhan “SOS Children Village” Bantas Tabanan. Selain itu kunjungan dari relasi, media, finance company dan jaringan Honda di Bali turut meramaikan puncak acara perayaan ulang tahun yang di lakukan dengan pemotongan tumpeng. Sementara Astra Motor Singaraja, pada Minggu (16/6) hari ini juga menggelar event serangkaian HUT Astra Motor yang dikemas dalam acara show room event dan night service. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan acara nonton bareng Moto GP, service murah dan flash sales. (bns)

ASTRA - Region Head Astra Motor Bali, Wahyudi Saputra (kiri) bersama jajaran menyerahkan donasi ke panti asuhan “SOS Children Village” Bantas Tabanan disela puncak acara perayaan ulang tahun Astra Motor, Sabtu (15/6).

Perlunya Membangun Kebanggaan Bekerja di Luar Negeri INSTITUT Teknologi dan Kesehatan Bali (ITEKES Bali) terus menggenjot iklim akademik bidang profesinya. Sabtu (15/6) kemarin 100 mahasiswa keperawatan dan kebidanan ITEKES Bali mengikuti seminar internasional bertema ‘’Woman Health 2019 Years”. Seminar dibuka Dr. Lili Nurlaili, M.Ed., selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI di Manila. Rektor ITEKES Bali I Gede

Putu Darma Suyasa, S.Kep. MNg.,Ph.D., mengatakan seminar sehari ini bertujuan untuk mendapatkan update terbaru tentang kesehatan wanita sehingga para peserta dapat peningkatan pengetahuan dan wawasan mahasiswa keperawatan dan kebidanan untuk dapat bersaing di era global. Seminar ini diselenggarakan atas kerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI Manila.

Tampil sebagai pembicara Elvira L. Urgel. Ph. D., Dean School of Nursing Centro Escolar University Philippines dan IGA Dwina Mastryagung, M.Keb., Ketua Prodi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan ITEKES Bali . Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedubes RI di Manila, Lili Nurlaili mengungkapkan SDM perawat RI harus belajar banyak dari Philipina, karena keunggulan

KENANG-KENANGAN - Rektor ITEKES Putu Darma Suyasa didampingi wakil rektor dan pembicara menyerahkan kenang-kenangan kepada Atase Dikbu RI di Manila, Lili Nurlaili.

mereka menguasai 2/3 pasar kerja di luar negeri. Bahkan Philipina dikenal sebagai mercusuarnya perawat di Asia karena pendidikannya yang bermutu. Makanya, kata dia kerja sama RI-Philipina yang sudah terjalin sejak 70 tahun dimanfaatkan untuk menyiapkan SDM perawat RI berdaya saing internasional. Ketika ditanya kunci sukses Philipina, Lili Nurlaili mengatakan sistem pendidikan keperawatannya mengacu pada tes NCLEX syarat bekerja ke luar negeri yang hanya dilakukan di lima negara. Ketika dicoba di Indonesia, ternyata belum ada yang lulus. Setelah dianalisa, ternyata perawat RI belum menguasai bahasa Inggris yang baik, khususnya pada istilah dalam keperawatan. Kedua, perawat kita belum terbiasa dengan cara berpikir analitis dan mendeskripsikan pekerjaannya, sehingga unggul di kognitif namun gagal kalau disuruh mengerjakan. Di Philipina materi perkuliahan satu semester, dua bulan teori dan empat bulan praktik. Ketiga, warga Philipina memiliki kebanggaan kalau keluarganya bekerja di luar negeri. Jauh berbeda dengan Indonesia yang ingin keluarganya bekerja dekat dengan rumah. ‘’Budaya inilah yang perlu dibangun di Indonesia,’’tegasnya. Dia mengaku bangga bah-

wa ITEKES Bali termasuk kampus terbaik dalam mutu dan sarpras serta dalam memanajamen kampus. ITEKES Bali akan mampu sejajar dengan kampus di Philipina mencetak SDM yang mau bekerja di luar negeri. Menanggapi hal itu, Rektor Putu Darma Suyasa mengatakan ITEKES Bali lewat seminar dan mengirim 10 mahasiswanya ke Philipina juga untuk mengintip keunggulan mereka dalam mencetak perawat berdaya saing internasional. Dia setuju, salah satu kelemahan SDM perawat Indonesia adalah dalam penguasaan bahasa asing. Untuk itu diperlukan review kurikulum yang menekankan pada penguasaan kompetensi daripada kognitif, lebih banyak mahasiswa diajak berpikir analisis dan komfrehensif. Soal bahasa, kata dia ITEKES Bali sudah memiliki pusat bahasa asing. Tinggal sekarang merubah mindset mahasiswa dan keluarganya untuk bangga memiliki anak bekerja di luar negeri. ‘’Kami sudah lakukan dengan mengirim lulusan ke Jepang, Belanda dan Jerman,’’tegasnya. Putu Darma Suyasa tak setuju jika semua perawat terbaik dikirim ke luar negeri. Alasannya, negara juga memerlukan model pelayanan terbaik dari SDM terbaik. ‘’Jadi perlunya keseimbangan,’’ tegasnya. (ad351)

Pelantikan Pengurus dan Seminar IHKA Bali

Layanan “House Keeping” Tak Tergantikan oleh Tenaga Robot INDONESIAN House Keepers Association (IHKA) Badan Pimpinan Daerah (BPD) Bali melaksanakan pelantikan pengurus BPD Bali pada Sabtu (15/6). I Nyoman Sugiarta yang semula menjabat sebagai Ketua BPD IHKA Bali beberapa kali periode, tahun ini menyerahkan jabatan pada Made Suarsa. Pada hari itu juga dilaksanakan seminar nasional dan exhibition. Seminar tersebut mengangkat tema Transformers Leadership 4.0 for Tourism. Nyoman Sugiarta mengatakan, ini merupakan acara tahunan IHKA Bali, karena setiap tahun IHKA Bali rutin melakukan seminar dan exhibition. Namun tahun ini karena ia terpilih sebagai Ketua Harian Badan Pengurus Pusat (BPP) IHKA. Sehingga Ketua BPD IHKA Bali diserahkan ke pejabat sementara Made Suarsa yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua IHKA Bali. Jabatan ini dipegang sampai akhir masa jabatan. Selain pelantikan pengurus, juga dilaksanakan seminar yang bertemakan Transformers Leadership 4.0 for Tourism. Dari seminar ini diharapkan dapat mengembangkan dan mensinergikan knowledge para house keeper agar bisa mengikuti perkembangan zaman. Dari seminar ini juga diharapkan dapat men-update

informasi dan perkembangan dalam dunia house keeping. Perkembangan teknologi seperti tenaga robot yang mengambil peran manusia dalam beberapa pekerjaan diharapkan bisa diantisipasi. “Ini (tenaga robot) akan mempengaruhi jumlah orang atau pekerja ke depannya, tapi saya yakin untuk di Bali yang namanya service akan selalu berhubungan dengan manusia,” pungkasnya. Tidak semua pekerjaan dalam bidang pariwisata khususnya dalam bidang house keeping bisa digantikan robot, karena emosional service-nya akan terasa berbeda. “Jika penggunaan robot dilakukan dalam hal pelayanan pariwisata tidak ada emosional connection dengan orang. Tapi kalau kita ngomongin service, service adalah tentang manusia,” tandasnya. Meski perkembangan tersebut tidak bisa dihindari, namun ia yakin Bali bisa mempertahankan personal service sehingga pelayanan yang diberikan stakeholder pariwisata Bali akan terasa berbeda. “Kita tidak mengikuti zaman begitu saja, tapi kita seleksi, mana yang bisa dan yang mana kita gunakan,” ujarnya. Dengan tetap mempertahankan personal service, dinilai akan menjadi daya tarik tersendiri, karena pelayanan

ini akan menjadi keunikan yang dimiliki Bali. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, IHKA memiliki posisi yang strategis dalam kelanjutan sebuah industri hotel. Karena dilihat dari jumlah tenaga yang bekerja di hotel, hampir 50 persen adalah anggota IHKA. Anggota IHKA diminta memahami dinamika pari-

wisata, karena house keeper ujung tombak pelayanan pariwisata. Meskipun ada front liner namun peran front liner hanya sebentar ketika bertemu tamu di awal. Namun untuk seterusnya, selama tamu tinggal akan selalu berhubungan dengan house keeping. “Jadi kita berharap ke depan IHKA terus meningkatkan profesionalismenya, terus meng-update diri ter-

kait perkembangan pariwisata tidak hanya lokal, nasional tapi juga perkembangan pariwisata global. Sehingga kita tidak tertinggal dari perkembangan pariwisata dunia itu sendiri,” pungkasnya. Untuk dapat mengikuti perkembangan pariwisata dunia dan nasional, tentu pemanfaatan teknologi menjadi suatu keniscayaan dan keharusan. (ad352)

IHKA - Wagub dan Ketua Harian BPP IHKA melantik pengurus BPD IHKA Bali.

Bali Skinhead Jambore #5

Padukan Konser Musik, Tato, hingga Aktivitas ”Barber Shop” Denpasar (Bali Post)Bali Skinhead Jambore #5 (kelima) akan digelar kembali Minggu (16/6) hari ini di Garden Groove, di Jalan Tukad Balian Renon Denpasar. Acara komunitas ‘sub kultur’ yang dikemas berbeda karena dipadukan dengan konser musik, tato, hingga aktivitas barber shop atau tukang cukur, tidak hanya diramaikan peserta dari Bali dan Pulau Jawa. Kegiatan ini juga akan dihadiri komunitas skinhead dari Singapura dan Manado. Ketua Panitia Bali Skinhead Jambore #5, Lalu Hendryawan, mengatakan Bali Skinhead Jambore #5 tahun 2019 dikemas berbeda dengan kegiatan serupa yang digelar sebelumnya. Menurutnya, kali ini akan hadir dengan tema dan konsep serta kemasan baru yang dibikin unik. Selain musik juga ada “booth” tato, ada “booth” barber shop, mulai siang sampai malam. “Juga ada aksi DJ (disc jockey) dengan kemasan menarik. Dengan

tema Sambung Rasa Sambung Saudara, acara ini tidak dipungut karcis alias gratis,” ujarnya Sabtu (15/6). Konsepnya, kata dia benarbenar beda. Jika sebelumnya hanya konser musik, kali ini ada kegiatan tato dan barber shop (cukur rambut). “Setelah 10 tahun sempat vakum, kali ini kita ajak semuanya terlibat

dari setiap kota di Indonesia, sekalian untuk silaturahmi juga pasca-Lebaran,” ujarnya. Kata “Skinhead”, kata Henry merujuk pada komunitas kelas pekerja yang memang suka bekerja keras dengan identitas kepala botak dengan alasan agar praktis saat bekerja. Sementara kaitan dengan musiknya, yakni punk, ska,

hingga reggae, hal itu merupakan hiburan kelas pekerja saat usai bekerja. Eka Waves, President Indonesia Sub Culture (ISC) Chapter Bali yang akan mengisi acara tato dalam kegiatan ini mengatakan sangat senang dengan adanya keterlibatan Indonesia Sub Culture (ISC) dalam acara ini.

BPM/kmb23

JAMBORE - Personel Bali Skinhead Jambore #5 (kelima) yang akan menggelar kegiatannya, Minggu (16/6) hari ini.

“Sub Culture itu adalah suatu budaya yang berbeda. Sama halnya dengan komunitas skinhead, tato juga merupakan sub culture, karena tidak semua orang suka skinhead yang identik dengan kepala botak dan punk, dan juga tidak semua orang suka tato. Musik punk dan tato yang merupakan sub culture, selama ini sering diidentikkan dengan dunia kriminal, padahal tidak demikian sebenarnya. Malahan artis tato Indonesia sudah sering membawa harum nama Indonesia dalam berbagai kontes tato di luar negeri,” ucapnya. Bali Skinhead Jambore #5 2019 ini diperkirakan akan dihadiri minimal 1.000 orang pengunjung dengan menampilkan sebanyak 22 band beraliran punk, oi, ska, skapunk, hingga reggae. Band-band yang akan tampil mulai siang hingga malam hari ini berasal dari Bali, Lombok, Bandung, Jakarta, Singapura, Cimahi, Bogor, Solo, Jogja, Blitar, Sidoarjo, Malang, dan Manado. (kmb23)


4

Minggu Paing, 16 Juni 2019

”Rwa Bhineda”

Keseimbangan Atas Dasar Keserasian dan Keselarasan

“Rwa bhineda merupakan konsep dasar dengan dua perbedaannya mengikuti setiap kelahiran manusia sebagai makhluk hidup di dunia ini. Makanya tidak salah, serta bukan tanpa dasar atau alasan, jika di Bali manusia mempunyai sebutan “jelema”, yaitu sebagai makhluk hidup didasari atas jele-melah (baik-buruk) yang akan dihadapi dan dijalaninya. Walaupun ada sebutan “manusa”, yaitu sebagai makhluk hidup seharusnya manusia itu “manut sesana” dengan manuting sesananing agama. Namun, lebih menonjol jelemelah-nya bahkan lebih banyak jele ketimbang melah-nya, sehingga memunculkan sebutan baru berupa “jatma” yaitu roh yang lahir kembali” Rwa bhineda. Itulah konsep dasar yang selalu mengikuti setiap kelahiran manusia ketika melangkahkan seribu gerakan kaki menjalani sandiwara di panggung kehidupan yang amat luas ini. Rwa bhineda menjadi teman kehidupan manusia yang tidak pernah memikirkan apalagi memandang manusia itu di mana, sedang apa, serta dengan siapa. Seolah-olah rwa bhineda itu menjadi sahabat sejati yang dengan setianya menemani manusia dalam keadaan suka maupun duka. Kenyataan itulah yang menyatakan bahwa rwa bhineda diibaratkan seperti bayangan (lawat) setiap manusia yang selalu muncul dan mengikuti setiap gerakannya dalam keadaan apapun.

Sebenarnya kata rwa bhineda itu berasal dari dua kata yaitu rwa dan bhineda. Rwa berasal dari kata rua, dalam hukum persandian pertemuan vokal ‘u’ dan ‘a’ menjadi ‘w’, sehingga ditulis rwa yang berarti dua, dan bhineda berarti berbeda atau perbedaan. Rwa bhineda merupakan dua perbedaan yang menjadi dasar berbedanya sesuatu hal. Mendengar kata perbedaan, tentu pikiran mengarah pada perpecahan atau kehancuran. Namun, perbedaan dalam rwa bhineda merupakan konsep dasar keseimbangan untuk mencapai keharmonisan yang didasari atas keselarasan dan keserasian pada makrokosmos (bhuana agung) maupun mikrokosmos (bhuana alit). Hal

tersebut menyatakan bahwa rwa bhineda mempunyai peranan penting dalam mengharmoniskan lingkungan (alam semesta) maupun manusia jika perbedaan itu diindahkan, disatukan, serta dihormati. Namun sebaliknya jika perbedaan itu dicampahkan dalam artian menjunjung salah satu perbedaannya, maka kehancuran akan menghampiri, perpecahan pun menanti. Contoh kecil perbedaan dalam rwa bhineda adalah kelahiran manusia yang ditakdirkan antara menjadi lakilaki atau perempuan. Secara umum kelahiran manusia pasti antara berjenis kelamin laki-laki dan perempuan sebagai manusia normal, bukan manusia sempurna (manusia

HINDU - Rwa bhineda sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Seperti halnya dengan kata selem-putih yang tidak saja merujuk pada warna antara hitam dan putih, namun juga menunjukkan antara sifat baik dan buruk seseorang. Seorang balian yang sering didengar mengganggu atau merusak kebahagian bahkan ‘ngulahpati’ seseorang dikatakan menekuni ilmu hitam atau aji pangiwa. Begitu pula sebaliknya seseorang dengan ikhlas membantu orang, bahkan mampu mengobati orang yang sakit dikatakan beraliran putih. Namun sesungguhnya keberadaan orang yang menyakiti dengan orang yang mengobati, atau antara aliran selem (hitam) dengan aliran putih merupakan konsep rwa bhineda sebagai bentuk keseimbangan yang sering disebut dengan istilah isin gumi. tidak ada yang sempurna). Umat Hindu di Bali jika telah cukup umur bertemu yang didasari atas “jatuh karma” menyatukan diri berupa ikatan dengan upacara pawiwahan. Mereka pun telah dikatakan masomah. Kata masomah berasal dari kata dasar somah dan berawalan ma-. Awalan mamenyatakan melakukan suatu pekerjaan, sedangkan kata somah berasal dari kata sa dan umah, persandian ‘a’ dan ‘u’ menjadi ‘o’, sehingga menjadi somah. Sa dalam ketekan Bali berarti satu dan umah merupakan kata dalam bahasa Bali berarti rumah. Sehingga menjadi kata somah berarti satu rumah. Dengan demikian masomah merupakan melaksanakan upacara pawiwahan untuk menyatukan diri berada dalam satu rumah antara lakilaki dengan perempuan yang disaksikan oleh prajuru untuk dapat dikatakan sah secara agama maupun secara adat. Uraian tersebut menyatakan bahwa perbedaan antara laki-laki dengan perempuan dapat bersatu membentuk keluarga kecil yang seimbang yang disebut dengan masomah. Setelah masomah mereka pun dapat menghasilkan keturunan sebagai penerus untuk menjaga keseimbangan di dunia ini. Begitu pula atas dasar persatuan tersebut mereka menjadi anggota krama banjar maupun krama desa untuk menjaga keseimbangan eksistensi banjar maupun desa. Sehingga perbedaan laki-

laki dan perempuan bukan merupakan suatu perpecahan, namun sebaliknya merupakan keseimbangan yang didasari atas keselarasan dan keserasian membangun keluarga. Begitu pula rwa bhineda sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Seperti halnya dengan kata selem-putih yang tidak saja merujuk pada warna antara hitam dan putih, namun juga menunjukan antara sifat baik dan buruk seseorang. Seorang balian yang sering didengar mengganggu atau merusak kebahagian bahkan ngulahpati seseorang dikatakan menekuni ilmu hitam atau aji pangiwa. Begitu pula sebaliknya seseorang dengan ikhlas membantu orang, bahkan mampu mengobati orang yang sakit dikatakan beraliran putih. Namun sesungguhnya keberadaan orang yang menyakiti dengan orang yang mengobati, atau antara aliran selem (hitam) dengan aliran putih merupakan konsep rwa bhineda sebagai bentuk keseimbangan yang sering disebut dengan istilah isin gumi. Sehingga tidak dapat dipungkiri setiap banjar, desa, maupun keluarga pasti ada saja anggotanya yang bersifat baik atau sebaliknya buruk. Alam Kelahiran manusia ke alam nyata ini pun tidak bisa lepas dengan konsep rwa bhineda. Walaupun kelahirannya “melalung” (tidak merujuk pada

Paha Kencang dan Padat

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

POSTUR tubuh yang oke menunjang penampilan prima bagi setiap wanita. Oleh sebab itu dengan berlatih mengencangkan paha misalnya, dapatlah memperoleh

1

Gb.I : Berdiri tegak bertumpu pada kaki kiri sedangkan kedua siku lengan ditekuk belakang kepala. Angkat tekuk kaki kanan dan gerakkan naik-turun pada 2x8 hitungan setelah itu lakukan juga pada kaki satunya dengan hitungan yang sama pula.

Kisara

2

G b . II : T e t a plah berdiri tegak dengan bertumpu pada kaki kiri dan kedua telapak tangan di pinggang. Tarik kaki kanan lurus ke samping dengan posisi badan tetap tegak dan tidak goyang. Lakukan 2x8 hitungan setelah itu lakukan juga pada k a k i kiri.

merasa dirinya sempurna yang selalu memandang orang lain lebih buruk atau lebih rendah daripada dirinya. Seperti sesenggakan Bali yang mengatakan “nolih untu pisaga nanging tusing nyidang nolih untune pedidi”, selanjutnya ditambahkan dengan kata “masuluh”. Artinya selalu melihat keburukan orang lain namun tidak pernah melihat keburukannya sendiri, untuk dapat melihat keburukannya harus instropeksi diri dengan istilah kerennya “mulat sarira”. Uraian tersebut menyatakan bahwa kelahiran manusia tidak mutlak baik atau melah namun juga diimbangi dengan keburukan atau jele, begitu pula sebaliknya. Untuk itu jangan merasa bangga atau besar kepala ketika merasa diri “di atas”, karena suatu saat nanti pasti akan “di bawah”. Jangan ketawa berlebihan ketika mendapatkan kebahagian, karena suatu saat nanti air mata pasti akan mengalir membasahi pipi mengiringi duka yang menyelimuti hati. Semua kehidupan ini membawa jele melah sebagai bekalnya. Ini sesuai ungkapan orang Bali yang mengatakan “amungken liangne amunto sebetne”, artinya seberapa bahagianya sebegitu pula deritanya, hanya hari sebagai perantara waktu yang menentukan kapan gilirannya. Sebab semuanya akan mendapatkan giliran yang sering disebut dengan “duman idup”. l I Gede Pariadnya

senam lulusan Lala Studio yang telah memiliki sertifikat dan sebagai peraih Piala Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

3

4

Gb. IV : Ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar lalu naik turunkan badan pada hitungan 2x8 setelah itu lakukan juga pada kaki kiri yang di depan.

Gb. III : Kedua kaki ditutup rapat dan kedua siku lengan ditekuk depan dada. Tekuk kedua lutut dengan menggerakkan badan naik-turun pada hitungan 2x8.

Luangkan waktu untuk berlatih agar memperoleh paha yang kencang padat berisi dan salam bugar dari Lala Studio.

Kupon

Bahayakah Pornografi?

“Hai Kak, aku Reno (17th). Mau tanya dong Kak, nonton film ‘biru’ itu boleh gak sih Kak sebenernya? Kan zaman sekarang banyak situs-situs porno yang gampang diakses. Ada gak sih bahaya kalau kita nonton film biru? Mohon dijawab Kak. Makasi. Hai Reno, salam kenal ya. Terima kasih sudah mengirim pertanyaan yang luar biasa ke Kisara. Nah topik ini pasti menarik banget ya, terutama buat remaja yang baru mengenal istilah fim porno. Sebenernya film ‘biru’ atau film porno boleh gak sih ditonton? Seberapa perlu? Dan ada gak sih efeknya buat diri kita? Beralasan rasa ingin tahu, banyak remaja yang mengakses film biru (porno) untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Kemudahan mengakses internet serta fasilitas berupa gadget yang dimiliki hampir

paha yang kencang, padat dan berisi, latihan pun sederhana serta lakukan dengan rutin tiap hari. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ladita Prida, instruktur

hal bersifat negatif, tetapi pada kata melah dan luung), bukan berarti manusia itu bisa lepas dan menjauhi rwa bhineda dalam kehidupannya. Mungkin kata “melalung” dalam kelahiran manusia yang diimplisitkan dengan tidak berbusana diartikan sebagai manusia itu lahir tidak berbekal apa-apa secara materi. Namun setelah besar keberadaannya tidak lagi “melalung” melainkan mengikuti serta memenuhi berbagai kebutuhannya. Pada saat inilah manusia khususnya di Bali mempunyai berbagai sebutan, seperti “manusa” yaitu kelahiran manusia itu manut sesana, “jelema” yaitu manusia itu lahir membawa jele melah, serta jatma yaitu atma atau roh yang lahir kembali (jatma: ja = kembali, atma = roh). Jelema menunjuk seseorang didadasari atas kehadirannya membawa sifat jele kelawan melah atau antara baik dengan buruk. Sebutan ini yang menyatakan manusia tidak bisa lepas dengan konsep rwa bhineda sebagai dua perbedaan yang selalu melekat pada dirinya. Sehingga seberapa baik atau melah keberadaan manusia itu pasti ada jele-nya atau buruknya. Begitu pula sebaliknya seberapa buruk atau jele orang itu pasti ada baiknya atau melah-nya. Hal ini sesuai dengan ungkapan yang menyatakan manusia itu tidak ada yang sempurna. Namun keangkuhan serta kesigug-an manusia itu merasa dirinya paling baik, bahkan

setiap anak membuat remaja rentan sekali terpapar bahaya pornografi. Sayangnya hanya sedikit orangtua yang melakukan kontrol terhadap gadget yang dimiliki anak-anaknya. Padahal tanpa pengawasan orangtua, dampak pornografi akan semakin meluas. Melihat kondisi saat ini, sudah seharusnya orangtua merasa khawatir dan memberikan perhatian lebih terhadap bahaya pornografi yang mengancam masa depan anak-anak, calon penerus bangsa ini. Sebenarnya, film biru boleh diakses dalam konteks media pembelajaran di

sekolah, kampus atau institusi pendidikan seksual dan reproduksi, yang tentunya harus dibimbing dan diawasi oleh orang tua, guru maupun orang dewasa yang mampu mengontrol rasa ingin tahu dan perilaku remaja. Mengakses film biru sekali, atau dua kali tidaklah masalah, asalkan mendapat pengawasan dan tidak terjadinya kecanduan. Ketika remaja sampai pada level kecanduan akibat terpapar film biru, di sinilah masalah yang muncul. Baik pada masalah kesehatan mental maupun masalah terhadap perilaku remaja. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan di Jerman, ditemukan bahwa “mempunyai kebiasaan menonton film

dewasa atau blue film secara intens bisa membuat volume otak di daerah sekitar striatum – daerah yang berkaitan dengan motivasi pada seseorang, akan mengalami penurunan dan bahkan mengalami penyusutan”. Di sisi lain, penelitian dari Journal of Sexual Medicine berbicara dengan menonton film dewasa maka akan membangkitkan gairah seksualitas yang tinggi pada seseorang, bahkan bisa membuat sel-sel pada otak menjadi aktif. Dampak yang juga ditimbulkan film biru atau film dewasa antara lain: film dewasa membuat penonton membutuhkan stimulasi seksual yang jauh lebih tinggi sehingga ingin terus melakukan hubungan seksual yang lebih ekstrem. Pontensi menumbuh-

kan praktik sadomasokistik atau perilaku seksual yang menyimpang dengan melibatkan kekerasan pada sang pecandu blue film. Dampak lainnya dari menonton film dewasa yaitu dapat mengganggu seseorang lupa akan tanggung jawab, kurangnya jam tidur dan rasa diabaikan oleh pasangan. Berkurangnya relasi dengan orang lain juga merupakan salah satu dampak negatif yang bisa dirasakan karena terlalu sering menonton film dewasa tersebut. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi anak di usia remaja di zaman yang serba canggih ini. Kemudahan informasi dan teknologi hendaknya digunakan untuk hal positif yang tidak merugikan diri sendiri.


5

Minggu Paing, 16 Juni 2019

Capricorn Keresahan yang Anda rasakan di minggu-minggu yang lalu, kini terasa lebih gencar dan seakan-akan siap menghantam diri Anda. Maka dari itu persiapkan hati dan pikiran agar bisa lebih tenang dan berhati-hati dalam bertindak dan mengambil keputusan. Di sektor keuangan pengeluaran masih sulit untuk diredam walau begitu order baru mulai bermunculan. Asmara: Sudah jalannya begini ini yang harus dijalani dengan hati yang lapang dan penuh syukur. Aquarius Jangan menyepelekan ganjalanganjalan yang terjadi dengan relasi Anda, cobalah dihadapi dengan serius dan segera diselesaikan jangan biarkan berlarut-larut. Hindari berkata tanpa pikir panjang agar masalah tidak sampai timbul hanya karena ucapan sendiri. Di sektor keuangan tak perlu mengobral dana jika tidak ingin pusing di emudian hari. Asmara: Semua itu tidak terlepas dari sikap Anda sendiri yang terlalu dingin dan kurang bisa menciptakan suasana yang hangat dan romantis. Pisces Inilah minggu terbaik dan termujur selama sebulan ini, yang mana segala urusan tampak berjalan lancar dan hampir tiada hambatan yang begitu berarti dan Anda bisa lebih enjoy dan tenang melaksanakan semua rencana yang sempat tertunda beberapa waktu. Di minggu ini hindari memberi pinjaman karena akan sulit untuk diharapkan kembalinya. Asmara: Walau ada sedikit selisih pendapat akan tetapi itu semua tidak mengurangi kemesraan Anda padanya. Aries Masih cukup ada rintangan yang harus diwaspadai walau begitu tak perlu berkecil hati dan tak perlu risau akan ejekan yang muncul. Sekalipun ada yang tidak suka dengan diri Anda, akan tetapi selama Anda bisa menjaga prestasi kerja maka mereka tidak akan bisa melakukan apa-apa. Asmara: Jagalah selalu keserasiannya, kalau ada pihak yang ingin mengacaukan suasana jangan dibiarkan. Taurus Hasil kerja keras Anda akhir-akhir ini masih belum begitu memuaskan, namun tak perlu berkecil hati, teruslah bekerja keras dan tinggalkan kemalasan. Tak perlu kecewa dengan keputusan dari atasan, terima saja dan jadikan itu cambuk untuk Anda melangkah lebih maju. Di sektor pengeluaran masih dalam batas kewajaran. Asmara: Hubungan perasmaraan Anda masih mesra dan harmonis. Gemini Di minggu ini zodiak Anda tampak bersinar dengan terang dan berada pada posisi yang cukup bagus, sehingga sesulit apapun permasalahan itu akan dapat ditemukan solusi yang tepat. Hilangkan keraguan, ada baiknya Anda konsisten dengan apa yang Anda ucapkan sendiri. Pemasukan cukup bagus tinggal bagaimana Anda mengaturnya. Asmara: Bila si dia sudah tidak respect dengan seseorang sebaiknya Anda hindari saja orang itu. Cancer Perbintangan Anda di minggu ini cukup bagus dan berprospek sekali untuk melakukan kegiatan yang penting sekalipun. Tak perlu ragu walau Anda baru saja melewati jalan berliku yang selama ini cukup merepotkan. Ada orang yang iri dengan diri Anda, tak perlu ditanggapi secara serius. Asmara: Selama tidak ada yang mau berkorban maka tetap saja suasana akan seperti ini. Leo Ancaman bisa saja datang justru dari orang yang selama ini Anda kenal akrab, tak perlu cemas yang penting kewaspadaan tetap selalu dijaga. Jangan mudah membicarakan masalah pribadi kepada siapa saja. Apa gunanya menuruti gengsi kalau akhirnya keuangan Anda menjadi kacau balau. Asmara: Jika ada masalah usahakan jangan sampai bocor keluar. Virgo Jangan terhalusininasi dengan situasi yang sepintas tampak tenang tersebut karena ancaman angin tampak sewaktu-waktu akan datang mengusiknya. Maka dari itu jangan enak-enakan, segeralah persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Di sektor keuangan pengeluaran masih sulit untuk dibendung, walau begitu tetaplah melakukan pengetatan. Asmara: Meskipun akhirakhir ini menjengkelkan, ada baiknya tak terlalu ditanggapi dengan emosi, bersabar sajalah dulu. Libra Jangan mengobral janji walaupun di saat itu Anda merasa mampu untuk melaksanakannya. Karena jika sekali saja tidak kesampaian maka akan besar pengaruhnya terhadap kredibilitas Anda. Konsentrasilah pada pekerjaan jangan sampai pikiran terpecah. Pemasukan masih bisa diharapkan akan dapat meraih hasil lebih besar dibanding minggu kemarin. Asmara: Pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam hidup ini, untuk itu binalah hubungan perasmaraan Anda seindah mungkin. Scorpio Harus bisa lebih berhati-hati, terutama terhadap relasi Anda sendiri yang selama ini cukup bisa dipercaya dan diandalkan. Cobalah untuk selalu melakukan kontrol kepada siapa saja sekalipun kepada bawahan. Pemasukan masih lumayan lancar walaupun semua itu diraih dengan kerja keras. Asmara: Jangan biarkan kesalahan di masa lalu terulang kembali di masa sekarang ini. Sagitarius Kritikan yang datang dari orang lain bisa untuk mengkontrol tingkah laku diri sendiri. Maka dari itu jika dikritik sebaiknya bisa disikapi dengan hati yang lapang sekalipun kritikan itu tidak terkesan membangun. Dahulukan rasio daripada perasaan agar karier Anda bisa selamat. Asmara: Selama Anda bisa menyelami hatinya, maka perasaan jengkel dan benci kepadanya akan cepat hilang.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 16 - 22 Juni 2019

Meninggalkan Enam Kelemahan demi Kesuksesan sat-dosah puruseneha hatavya bhutimicchata nidra tandra bhayakrodha alasyam dirgha-sutrata

Redaktur Khusus

(Vidura Niti 1.83)

WAKYA

“Terdapat enam sifat tidak menguntungkan yang harus ditinggalkan oleh mereka yang menginginkan kemuliaan hidup di dunia ini, yaitu sifat penidur, sifat acuh tak acuh, kecemasan, kemarahan, kemalasan, dan suka menunda-nunda pekerjaan.” Terdapat enam kelemahan atau kecendrungan tidak baik yang dimiliki oleh semua orang di dunia ini. Keenam kelemahan tersebut hendaknya segera ditinggalkan oleh mereka yang menginginkan kemuliaan hidup di dunia ini. Kelemahan pertama dinamakan Nidra alias penidur merupakan kecendrungan yang segera perlu ditaklukkan oleh mereka yang menginginkan kemuliaan hidup di dunia ini, baik kemuliaan hidup untuk diri sendiri maupun kemuliaan hidup demi yang lain. Orang harus mengatasi, melawan, dan mengalahkan sifat penidur ini. Tuhan memberikan kelelahan yang cukup waktu untuk menghalaunya dengan cara tidur. Akan tetapi, berlebihan tidur tentu saja tidak baik. Berdasarkan penelitian, tidur berlebihan dapat mengakibatkan sakit kepala, depresi, obesitas, sakit jantung, diabetis, bahkan kematian lebih awal. Penidur sangat tidak baik untuk pembentukan diri. Setiap orang hendaknya meninggalkan kebiasaan tidur berlebihan. Semua orang mempunyai waktu sangat terbatas untuk dipergunakan dalam banyak kegiatan dan tujuan. Tidur berlebihan tanpa sadar orang sudah memboroskan waktu berharga hidup manusianya. Menghitung waktu dalam sehari, berapa jam dipergunakan untuk tidur, berapa untuk melakukan ini dan itu, akan memperlihatkan orang se-

weda

Darmayasa

benarnya memboroskan waktu sangat banyak. Orang kehilangan “intan berlian” hidup yang tiada nilai harganya. Sudah terbukti penidur itu tidak punya masa depan. Berlebihan tidur mengurangi gerak menyebabkan daya tahan tubuh melemah. Menurut penelitian, segala jenis penyakit dengan mudah datang menjadi tamu dalam diri untuk memerintah dan mengacaukan hidup orang. Tidur berlebihan mengakibatkan sifat-sifat lebih yang seharusnya dapat dipergunakan untuk mengangkat hidup serta menciptakan masa depan cemerlang akan segera menghilang dan menghalangi tumbuhnya sifatsifat mulia lainnya, sebagaimana Gaguritan Sucita menyebutkan “yaning ngundape ulurin, elah i sadripu tumbuh”, apabila rasa kantuk dituruti (dengan tidur semaunya) maka akan membangkitkan sifat-sifat Sad Ripu (enam musuh yang ada dalam diri). Arjuna adalah contoh sosok yang telah mampu mengendalikan rasa kantuknya sehingga tidak menjadi seorang penidur. Kemampuannya untuk mengendalikan rasa kantuk menyebabkan Arjuna bergelar Gudakesa. Sebagai ksatria, Arjuna selalu siaga dalam segala keadaan. Pekerja yang menginginkan kesuksesan, siswa/mahasiswa yang menginginkan kesuksesan dalam studi, tentu harus mengalahkan kebiasaan tidur berlebihan. Orang-orang cerdas dan mereka yang menginginkan masa depan cemerlang akan segera meninggalkan kebiasaan tidur berlebihan. Sifat kurang baik yang kedua yang menghalangi orang mencapai kemuliaan hidup dinamakan Tandra yang merupakan sifat

tak acuh, tidak perduli terhadap hidup. Tandra mengantarkan orang pada kehidupan yang acuh tak acuh, abai, lalai, dan ”nyaman tidak aman” alias tanpa masa depan. Tandra meliputi kesadaran orang sehingga berbuat sesuka hati tanpa perduli masa depan dan lingkungannya. Bagi mereka yang penting adalah hari ini, saat ini hati merasa senang. Kelemahan ketiga adalah Bhayam, artinya kecemasan. Kata bahaya dalam bahasa Indonesia berasal dari kata bhaya/bhayam ini. Mereka yang hidupnya selalu berada dalam kecemasan akan terjauhkan dari kemuliaan hidup. Mereka yang selalu cemas tidak akan pernah melihat keberhasilan ke depan. Mereka menutup percaya diri yang merupakan senjata utama untuk mencapai keberhasilan, sebaliknya mengisi dengan kecemasan yang sangat tidak bermanfaat dalam meraih keberhasilan hidup. Mereka yang selalu berada dalam kecemasan tidak akan bisa berbuat apa-apa, baik untuk sekarang maupun masa mendatang. Orang hendaknya membuat pondasi kuat di masa sekarang ini di mana ia sedang hidup, sedang berada dan sedang nyata-nyata ada. Pondasi kuat ini akan memastikan terbentuknya masa depan yang kuat dan cemerlang. Jika setiap saat hidup dilewatkan dalam kecemasan, maka orang tidak akan sempat melakukan apa pun. Bahkan segala jenis masalah serta penyakit akan berdatangan untuk menambah halangan serta rintangan dalam usaha menciptakan masa depan cemerlang. Membaca Bhagavadgita secara teratur setiap hari juga merupakan salah satu cara untuk menjauhkan diri dari segala kecemasan dan bahayabahaya (bhaya-sokadi-varjitah). Kelemahan berikutnya adalah Krodhah (kemarahan). Semua mengetahui dengan pasti bahwa kemarahan yang tidak terkontrol akan menghalangi orang untuk menjadi “orang jadi”. Kemarahan menggagalkan masa depan dalam segala kemuliaan. Beberapa hari lalu penulis

menjelaskan kepada seorang pemilik hotel bintang lima terkenal di beberapa negara di Eropa dan Russia bahwa kemarahan itu tidak salah. Kemarahan tidak jelek. Kemarahan merupakan karunia dari Tuhan YME. Sangat banyak keberhasilan bagus tercapai melalui pemanfaatan kemarahan dengan baik dan di jalan yang benar. Orang yang mempunyai kemarahan biasanya mempunyai prinsip kuat serta tegas dalam hidupnya. Oleh kerena itulah para ksatria terkenal temperamental, yang disebabkan hanya oleh kurang penataan atau kontrol kemarahan. Bagaimana memanajemen kemarahan, itu yang perlu dipelajari oleh para ksatria sehingga kemarahannya akan menjadi pencipta kemuliaan, baik untuk diri sendiri maupun untuk yang lain. Kemarahan yang tidak terkontrol akan menghancurkan diri sendiri dan juga yang lain. Kemarahan tidak terkontrol sering menghabiskan energi tanpa batas. Orang yang mengumbar amarah mudah mendapat serangan penyakit. Bhagavad-gita menyebutkan, kemarahan yang tidak terkontrol akan menyebabkan orang menjadi terbingungkan. Pikiran dan kecerdasan alias akal sehat tidak akan bekerja dengan baik. Seorang pemarah tidak terkontrol akan menjadi orang bodoh di hadapan anak-anak dan istri atau bawahannya (jika itu di tempat kerja). Bhagavad-gita juga menyebutkan kemarahan merupakan salah satu dari tiga gerbang menuju neraka (trividham narakasyedam). Kelemahan berikutnya adalah Alasyam (malas, lamban). Alasyam dimiliki oleh hampir semua orang pada zaman serba nyaman sekarang ini. Setiap orang menginginkan hidup yang nyaman dan rileks. Orang-orang tidak menyadari bahwa di dalam kenyamanan itu ternyata ada ketidakamanan dalam segala hal. Mereka yang memahami kekurangan fatal kenyamanan akan selalu menghidari hidup yang nyaman santai. Alasyam menutup tumbuh berkembang-

nya semangat hidup, semangat membentuk masa depan lebih baik. Sifat Alasyam juga menghalangi tumbuh berkembangnya segala sifat mulia dari dalam diri orang. Banyak siswa/mahasiswa dengan kecerdasan tajam akhirnya berhasil hanya menjadi pekerja biasa atau tukang sapu di kantoran demi sesuap nasi. Penyebabnya? Karena mereka menyia-siakan semangat juangnya dalam kenyamanan hidup. Sejak kecil mereka terbiasa dengan segalanya tersedia sebelum meminta atau begitu meminta orang tua segera memenuhi permintaannya. Anak-anak yang tidak terbentuk dengan baik seperti itu bahkan melipat selimutnya pun tidak bisa. Merapikan tempat tidur baru bangun pun ia “tidak mampu” lagi. Mereka menutup rapat semangat juang untuk menjadi lebih baik, atau menjadi terbaik. Pidato berapi-api Bung Karno tidak menyentuh mereka sama sekali, bahwa Bung Karno meminta kepada anak-anak muda agar menggantungkan cita-citanya tinggi di langit. Resi Canakya mengatakan, bagi pemalas tidak akan ada pengetahuan dan mereka kehilangan masa depan. Dalam tradisi Weda, para pelajar (brahmacari) harus didisiplin oleh gurunya. Hanya melalui disiplin guru, siswa/mahasiswa bisa menjadi “orang” di masa depan. Akhirnya, kelemahan keenam yang menurut Arya Vidura menghalangi kemuliaan adalah Dirgha-sutrata. Dirgha artinya panjang, memanjang, sutra artinya tali (karet). Mereka yang mengulur-ulur waktu dalam menyelesaikan setiap pekerjaannya akan menghalangi hadirnya kesuksesan dalam hidupnya. Dirgha-sutrata, setiap pekerjaan akan ditunda, “O, ini saya kerjakan nanti saja, pekerjaan ini saya kerjakan besok saja, toh stornya hari Senin nanti.” Sesungguh-sungguhnya, kebiasaan Dirgha-sutrata alias menundanunda pekerjaan merupakan kebiasaan sangat tidak baik dan penggagal kesuksesan. Mereka yang berhasil meninggalkan Sat-dosah akan mencapai segala kesuksesan, keberhasilan, kemuliaan, dan masa depan yang cemerlang.

MIMBAR AGAMA Allah Bapa menyebut Yesus sebagai Anak-Nya yang terkasih, yaitu pada waktu pembaptisan Yesus (lih. Luk 3: 22) dan pada waktu Yesus dimuliakan di atas gunung. (lih. Mat 17:5). Yesus juga menyatakan keberadaan Diri-Nya yang telah ada bersama-sama dengan Allah Bapa sebelum penciptaan dunia (lih. Yoh 17:5). Kristus adalah sang Sabda/ Firman, yang ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah, dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan (Yoh 1:1-3). Tidak mungkin Yesus menjadikan segala sesuatu, jika Ia bukan Allah sendiri. Selain menyatakan kesatuanNya dengan Allah Bapa, Yesus juga menyatakan kesatuan-Nya dengan Roh Kudus, yaitu Roh yang dijanjikan-Nya kepada para muridNya dan disebut-Nya sebagai Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, (lih. Yoh 15:26). Roh ini juga adalah Roh Yesus sendiri, sebab Ia adalah Kebenaran (lih. Yoh 14:6). Kesatuan ini ditegaskan kembali oleh Yesus dalam pesan terakhirNya sebelum naik ke surga, “… Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus…”(Mat 28:18-20). Trinitas adalah suatu misteri, dan Tuhan menginginkan kita berpartisipasi di dalam-Nya agar dapat semakin memahami misteri tersebut. .Memang pada akhirnya

Trinitas hanya dapat dipahami dalam kacamata iman karena ini adalah suatu misteri (KGK 237.), meskipun ada banyak hal juga yang dapat kita ketahui dalam misteri tersebut. Manusia dengan pemikiran sendiri memang tidak akan dapat mencapai pemahaman sempurna tentang misteri Trinitas, walaupun misteri itu sudah diwahyukan Allah kepada manusia Selanjutnya, pemahaman kita akan kehidupan Trinitas akan bertambah jika kita mengambil bagian di dalam kasih Trinitas itu, seperti yang dikehendaki oleh Tuhan. Peran Sakramen dan Doa Di sinilah pentingnya peran Sakramen dan doa: Sakramen Pembaptisan merupakan rahmat awal, ‘gerbang’ yang memungkinkan kita mengambil bagian dalam kehidupan ilahi Kemudian, Sakramen Ekaristi mengambil peranan utama, karena di dalamnya kita menyambut Kristus sendiri, dan dengan demikian kita mengambil bagian di dalam kehidupan Allah Tritunggal melalui Tuhan Yesus. Di sinilah juga pentingnya peran penghayatan akan Sakramen Perkawinan, sebab di dalam Perkawinan, kita melihat bagaimana hubungan kasih antara suami dan istri yang direncanakan oleh Allah untuk menjadi gambaran akan kasih Allah Tritunggal. Demikian pula, kasih Allah Tritunggal pula yang

mengilhami Sakramen Tahbisan Suci, karena melalui Tahbisan Suci, para imam dipanggil untuk meniru teladan hidup Yesus, terutama dalam hal mengasihi, yaitu dengan memberikan diri kepada Allah dan sesama secara total. Memang, pada dasarnya sakramensakramen adalah ‘sarana’ yang diberikan oleh Allah kepada kita, agar kita dapat mengambil bagian di dalam kehidupan ilahi-Nya. Kesimpulan Melihat begitu dalamnya kehidupan batin Allah, hati kita melimpah dengan ucapan syukur. Sebab kehidupan batin tersebut tidak hanya ‘tertutup’ bagi Allah sendiri, namun Ia ‘membuka’ kehidupan-Nya agar kita dapat mengambil bagian di dalamnya. Allah sesungguhnya tidak ‘membutuhkan’ kita, sebab kasih-Nya telah sempurna di dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus. Namun justru karena kasih yang sempurna itu, Ia merangkul kita semua, jika kita mau menanggapi panggilan-Nya. Mari bersama kita berjuang agar lebih menghargai rahmat Allah yang terutama dinyatakan di dalam sakramensakramen, terutama sakramen Ekaristi, sehingga kita dapat semakin menghayati persatuan kita dengan Kristus, yang membawa kita kepada persatuan dengan Allah Tritunggal: Bapa, Putera dan Roh Kudus. Dengan persatuan dengan Allah ini, kita mencapai puncak kehidupan spiritualitas, di mana kita dimampukan oleh Allah untuk mengasihi Dia dan sesama.

kata-katanya jauh lebih vulgar dan kasar, bila tidak sabar dan berpikir panjang, bisa terpancing ikut berkomentar. Tidak jarang komunikasi saling ejek dan tantang berujung maut di dunia nyata atau masuk bui bila dilaporkan ke polisi dengan tuduhan melanggar UU ITE. Jadi dunia maya yang digandrungi banyak orang akibat kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, ternyata lebih berbahaya daripada dunia nyata. Mirip rimba raya, yang selain dihuni banyak jenis satwa liar, juga onak-duri dan tumbuh-tumbuhan beracun, bila tidak hati-hati bisa membahayakan diri sendiri,” papar Rubag. “Kalau boleh kukatakan, dunia yang dikatakan telah berperadaban tinggi karena didukung iptek supercanggih, justru lebih berbahaya daripada dunia purba. Alam purba hanya menyasar makhluk bertubuh raksasa yang arogan dan kejam untuk dibinasakan, sehingga kita mengenal fosilnya saja. Ini juga

difantasikan lewat filem layar lebar dengan bentuk yang cukup seram yakni dinosaurus dan gajah putih yang disebut mamooth. Kedua jenis makhluk ini punah, sedangkan yang lebih kecil hingga semut masih eksis jadi penghuni bumi. Kalau dianalogikan dengan situasi dan kondisi sekarang, justru yang bersebutan ‘ orang besar ‘ justru selamat dan aman, malah menginstruksikan para begundalnya menghabisi yang lebih lemah atau mengorbankan rakyat kecil demi kedigjayaannya. Aku tonton di TV dan baca di media daring, ada sembilan orang berstatus rakyat tewas dalam kerusuhan. Kemudian ada 4 tokoh nasional dan seorang direktur lembaga survei diincar untuk dibunuh. Syukur para begundal yang ditugaskan untuk mengeksekusi berhasil ditangkap pihak kepolisian. Celakanya, tragedi tersebut diduga terkait dengan ajang pemilihan pemimpin negeri atau Pilpres. Sadar atau tidak para pelaku kerusuhan,

terutama otaknya, telah mencederai demokrasi, yang selalu digembar-gemborkan dalam setiap pidato. Mudahmudahan komedihoror di ranah politik ini, segera bisa diungkap aktor intelektual dan penyandang dananya,“ ujar Made Surjanegara. “Apa pun karya dan kreasi manusia mengandung dua sisi atau rwa-bhineda, ada unsur positif dan negatifnya. Berkat iptek di bidang komunikasi dan informasi yang dijejali sibernetika, karena jejak-jejak digital yang sulit dihapus, membuat skenario jahat bisa diungkap lebih cepat. Ada pihak yang menganggap internet dengan semua variannya sebagai super panopticon, namun karena digunakan secara positif jadi sangat berguna buat menjaga keamanan dan ketertiban. Panopticon adalah istilah untuk menara pengawas di tengah-tengah bangunan penjara berbentuk bundar. Pan berarti semua, optic adalah melihat, jadi panopticon berarti mengawasi secara menyeluruh.

Peran Sakramen dalam Memahami Trinitas Ignatius Suharto Kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita Yesus Kristus. (Romo 5:1) HARI ini, Minggu 16-062019, kami umat Kristiani dengan kasih-Nya dikaruniai kesempatan dan diundang untuk merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus. Dengan kasih kami pun, kami menjawab undangan-Nya. Dengan judul “Trinitas: Satu Tuhan dalam Tiga Pribadi”, tulisan Stefanus Tay,MTS dan Ingrid Listiati,MTS di Katolisitas. org cukup luas dan mendalam. Demi pembaca BPM, maka kami ringkaskan dari tulisan tersebut. Jika ingin mendalaminya silakan membaca aslinya berikut dengan komentar-komentarnya. Iman Kristiani mengajarkan Allah yang Esa. Namun bagaimana mungkin Allah yang Esa ini mempunyai tiga Pribadi? Untuk memahami hal ini memang diperlukan keterbukaan hati untuk memandang Allah dari sudut pandang yang mengatasi pola berpikir manusia. Jika kita berkeras untuk membatasi kerangka berpikir kita, bahwa Allah harus dapat dijelaskan dengan logika

Panopticon Maya KOMEDIHOROR merupakan oksimoron yang menjadi genre dalam seni pertunjukan. Grup lawak Srimulat paling sering menggunakan genre ini dalam menyajikan kisah, sehingga cerita yang sebenarnya horor, namun membuat penonton terpingkal. Sekarang grup legendaris di tanah air tersebut seakan pudar, karena beberapa tahun tidak pernah muncul lagi di layar kaca. Sebaliknya genre serupa hadir buat para pemirsa TV, yang justru dilakoni para elite politik dan pemburu kekuasaan dalam bungkusan reality show. Sebab industri hiburan bukan hanya menyajikan keindahan, keceriaan dan kebahagiaan, ironisnya kengerian, kekasaran dan kerusuhan pun dikomodifikasi menjadi hiburan. “Memang tidak semua orang menyukai hiburan yang tidak menghibur yang ditampilkan di

manusia semata-mata, maka kita membatasi pandangan kita sendiri, sehingga kehilangan kesempatan untuk melihat gambaran yang lebih luas tentang Allah. Kita dapat mencoba memahami Trinitas, walaupun pada akhirnya harus kita akui bahwa adanya tiga Pribadi dalam Allah yang Satu ini merupakan misteri yang tidak cukup kita jelaskan dengan akal, sebab jika dapat dijelaskan dengan tuntas, maka hal itu tidak lagi menjadi misteri. St. Agustinus bahkan mengatakan, “Kalau engkau memahami-Nya, Ia bukan lagi Allah”. (St. Agustinus, sermon. 52, 6, 16, seperti dikutip dalam KGK 230.) Dasar dari Kitab Suci dan Pengajaran Gereja Yesus menunjukkan persatuan yang tak terpisahkan dengan Allah Bapa, “Aku dan Bapa adalah satu” (Yoh 10:30); “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” (Yoh 14:9). Di dalam doaNya yang terakhir untuk muridmurid-Nya sebelum sengsaraNya, Dia berdoa kepada Bapa, agar semua murid-Nya menjadi satu, sama seperti Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (lih. Yoh 17: 21). Dengan demikian Yesus menyatakan Diri-Nya sama dengan Allah: Ia adalah Allah. Hal ini mengingatkan kita akan pernyataan Allah Bapa sendiri, tentang ke-Allahan Yesus sebab

brolan BALE BANJAR ARIDUS layar kaca, sehingga banyak yang mengaku mengaso menonton TV. Mereka lari ke hiburan lain yakni ke handphone berbasis android. Meskipun di situ juga ada sejenis komedihoror, khususnya di medsos, namun ada banyak pilihan lain yang membuat hati senang. Sebab di medsos yang memiliki beberapa varian, suasana saling ejek dan saling bully antara para netizen, tidak ubahnya seperti debat kusir di TV. Malah di medsos


Bali

6

Redité Paing, 16 Juni 2019

Baris Memedi

Sesolahan Tenget ring Raina ”Gedé Gaé” DRESTA wantah sinalih tunggil druén krama sané prasida dados kalewihan miwah cihna saking wewidangan irika. Dresta sané katami ketah dados jalaran matingetin kahanan sané naenin kapanggihin utawi kamargiang ring masanné nguni sané raris kapatingetin kantos mangkin. Makatah dresta sané kamargiang olih krama Hindu utamanipun ring Bali majanten madué tetujon lan tetueknyané soang-soang. Akéh taler madaging tattwa-tattwa sastra agama. Punika mawinan nénten arang dresta inucap kamargiang sajeroning upacara yadnya, sinalih tunggilnyané marupa Baris Memedi. Baris Memedi wantah sinalih tunggil dresta sesolahan saking wewidangan Désa Pakraman Jatiluwih sané kamargiang tatkala upacara ngabén wiadin ngabén massal. Manut Jero Mangku Pura Balé Agung Désa Jatiluwih, Jero Mangku I Ketut Darmadi, S.H., dresta sané katengetang tur munggah ring Lontar Tattwa Atma Pretangsa indik Sanghyang Atma nuju Sunyaloka punika wantah kamargiang ring raina “Gedé Gaé” utawi araina sa-

durung palebon utawi pangabénan kamargiang. Ri kala punika kamargiang makatah parikrama, minakadi nyiramang layon utawi nyiramang sekah yéning ngabén massal. Ri kala sekah rauh saking pasiraman raris kasanggra antuk dééng, ogohogoh, raris mawali ka merajan utawi merajan ageng tur kalinggihang ring genah sané sampun kasayagayang. Risampuné malinggih wawu sesolahan baris memedi kakawitin pinaka cihna sesolahan sané katur majeng ring para Raja Déwata utawi atman saking para panglingsir sané jagi kaupacarain. “Punika wantah cihna sesolahan saking panjak duén Ida Bhatara sané malinggih utawi mapawayangan ring Taman Sétra utawi tengahing setra majeng ring Ida Raja Déwata. Wusan punika manut saking sané kajantenang olih kramané, Ida Raja Dewata jagi nuju Sunia Loka ring jam 00.00 Wita tur kaénter miwah kajagra antuk para baris memedi inucap,” baos dané. Punika satmaka nyinahang yéning becik-kaon parikrama Sanghyang Atma nuju Sunia Loka wantah nganutin saking sapunapi ilén-ilén pamargi ring raina gédé gaé

Nénten Dados Ngawag Kasolahang DRESTA tetamian budaya saking para panglingsiré sané kantun becik kamargiang ring masané mangkin patut setata kalestariang kahananipun. Sinalih tunggil parikrama sané minab prasida kamargiang wantah nyolahang ring genah lan galah sané sapatutné. Sios punika taler antuk nyinahang parikrama inucap ring makatah genah kanggén nyinahang ring krama akéh wiadin saking dura désa utawi dura negara, minakadi marupa sesolahan sinah kasolahang pinaka sinalih tunggil pidabdab pariwisata budaya. Sakéwanten nénten makasami dresta kekunan utamanipun sané marupa sesolahan prasida kasolahang ring makatah genah yadiastun tetujonipun wantah nyinahang tur nglestariang kawéntenan dresta inucap. Sinalih tunggilnyané marupa Baris Memedi sané manut Jero Mangku I Ketut Darmadi sampun kamargiang saking nguni pinaka reruntutan upacara ngabén. Dané maosang, para panglingsir irika saking nguni namiang dresta inucap ring krama Jatiluwih sinambi mapiteket mangda sesolahan punika nénten kasolahang maidehan napi malih kanggén balih-balihan ring genah tios saking upacara pangabénan. Duaning dresta inucap wantah dresta sané madaging antuk makatah tattwa sastra agama lan katengetang pisan pidabdabnyané. Katakénin indik pikayunan jagi nyinahang punika ring drama tari wiadin ring sesolahan tiosan, dané sané kantun dados PNS ring Dinas Koperasi lan UKM Kabupaten Tabanan puniki malih maosang, dumun wénten sané meled sakadi punika napimalih pemerintah meled taler ngamargiang dresta inucap ring genah tiosan tur kanggén taler balih-balihan pariwisata budaya mangda sayan akéh kauningayang olih krama dura désa miwah dura negara. Nanging parikrama inucap nénten prasida kamargiang duaning makatah pisan sarana lan parindikan sané nénten prasida kadagingin wiadin kapanggihin tatkala dresta sesolahan inucap kasolahang ring genah lan galah sané tios saking parikrama upacara ngabén. “Sampun majanten nénten prasida becik parikrama nyolahang dresta inucap yéning nénten wénten parikrama Ida Raja Dewata jagi kapralina tur nuju sunialoka manut saking katattwan dresta puniki. Sios punika, manawita kanggén sesolahan pariwisata budaya sinah méwéh ngrereh leluun sétra sané jagi kanggén pepayasan utama lan manados pakem saking dresta sesolahan puniki. Asapunika malih pidabdab upacara lan upakara ngrestitiang sané wantah patut kamargiang ring taman sétra utawi tengahing setra, nénten prasida kamargiang ring genah tiosan,” Jero Mangku nugesang. (was)

Kruna AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1.

cuka

1.

cuk,

cuka

2.

cumpu

2.

cumæu,

setuju

3.

cungih

3.

cu\i;,

sumbing

4.

cuntaka 4.

cunÓk,

berkabung

5.

cupar

5.

cup(,

pelit

6.

cupit

6.

cuupit/,

sempit

7.

cureng 7.

cuÏ*,

pelototi

8.

curiga

8.

curig,

keris

9.

cutak

9.

cutk/,

petak

10. cutet

10. cut)t/,

MEMEDI – Pinaka sinalih tunggil wangun sesolahan sané katengetang pisan, baris memedi wantah sesolahan tetamian saking para panglingsir Desa Jatiluwih sané setata kasolahang tatkala wénten upacara ngabén ring wewidangan irika

Nyolahang Baris Memedi

Bencingah

Basa Bali

inucap. Ngeninin indik akéh pragina sané masolah ring sesolahan tenget inucap wantah nénten kajantenang akéhipun sajabaning patut setata ganjil duaning tatkala masolah para pragina inucap jagi mabarisan dados kalih tur sané asiki dados panamprat sané rauhipun pinih ungkur antuk tetujon jagi ngamecikang kahanan para pragina tatkala sampun nadi. Sané dados panamprat punika makta klakat sané sampun kadagingin antuk plawa lan bunga sané kasinahang pinaka sarana becik wara nugraha saking Ida Bhatara ring Taman Setra. Kawigunannyané, napak pragina baris memedi sané sampun nadi mangda wusan nadi mawali malih ka sétra pinaka genah pangawit sesolahan inucap kamargiang nglanturang sapunapi paileh parikrama yadnya sané patut kamargiang. “Punika mawinan dresta baris memedi puniki kaucap madué kalih kawigunan. Pinaka unén-unén majeng Raja Déwata antuk sesolahan sané soléh miwah banyol, tur dados pangénter utawi nyagra Sang Raja Déwata nuju Sunia Loka,” Jero Mangku nartayang. (was)

ringkas

Sampun Karauhan Ngawit Mapayas SESOLAHAN baris memedi wantah dresta sané katengetang duaning kamargiang pinaka runtutan pangabénan ring Desa Jatiluwih. Indik tengetipun prasida kasaksiang ri kala sesolahan inucap kasolahang. Tatkala wénten krama sané meled “mecadinin” utawi ngulgul pidabdab dresta inucap pastika kadukain. Yadiastun wantah mapikayunan nénten becik kémanten ring sesolahan inucap jagi kauningin

olih pragina baris tur krama inucap jagi karereh yadiastun genahipun doh. Krama sané mapikayunan asapunika jagi kacandain minakadi kaigelang miwah sané siosan sané majanten ngawinang krama i wawu rumasa kimud duaning ketara ring ajeng krama akéh madué pikayunan nénten becik. Punika mawinan nénten wénten krama sané bani mecadinin wiadin mapikayunan nénten becik ri kala dresta tenget inu-

SETRA – Risampunné pidabdab upacara ring taman sétra lan matur uning ring pangulun sétra kamargiang, raris para praginané jagi mapayas ngawigunayang sarana leluu sétra utawi makatah sarana sané kapanggihin sawewengkon sétra irika. Nénten wantah don-donan nanging taler kasa anggén malelet sawa sané sampun sué mapendem manawita kapanggihin jagi kaanggén

cap kasolahang. Ngeninin indik pangawit sesolahan, sampun majanten kadasarin utawi kakawitin antuk upacara lan ngaturang upakara pangrestiti majeng ring Ida Bhatara sané malinggih utawi mapawayangan ring taman sétra utawi ring tengahing sétra. Jero Mangku Ketut Darmadi maosang, wusan punika wawu matur uning ring Prajapati utawi ring Pangulun Sétra yéning dresta baris memedi jagi kamargiang. Sarana sané kawigunayang wantah upakara sapatutnyané sané kalanturang antuk nunas wara nugraha marupa “bangket” sané kakaryanin saking pamor tur kadagingin ring soangsoang gidat praginané. Tatkala punika raris kasinahang malih tengetnyané duaning wusan kabangketin raris pragina inucap satmaka karauhan nanging nénten sakadi karauhan kraik-kraik sajabaning wantah ngraris mapayas raga soangsoang nganggén sarana marupa leluun setra wiadin sakatah sarana sané prasida kapolihang ring wewidangan setra inucap tan pawéntenan antuk rasa takut wiadin kimud. Nénten wantah marupa don-donan wiadin kraras kémanten, nanging kasa sané kapanggih tatkala mungkah bangbang utawi gegumuk

taler jagi kambil kawigunayang pepayasan. Nénten arang taler kramané sampun makta makatah sarana tiosan saking jero soang-soang jagi kawigunayang ngimbuhin pepayasan antuk leluu sétra punika. Wusan para pragina mapayas, wawu malih ngaturang pamuspan sané kaénter antuk pamangku sané ngamongang utawi “ngempu” sesolahan inucap. Risampuné masegehan wawu pragina inucap mamargi ka genah utawi kalangan masolah sané sampun kajantenang. “Ring Jatiluwih, parikrama ngabén nénten maborbor, sakéwanten mapendem utawi matanem kémanten. Punika mawinan wénten parikrama mungkah gegumuk jagi kanggén mendem bénjangnyané tur ketah prasida kapanggihin kasa leletan saking sawa sané sampun mapendem dumunan raris kanggén papayasan,” baos dané. Dané malih maosang, tatkala pidabdab masolah sampun ring pamucuk pidabdab sesolahannyané, sinah para pragina baris memedi inucap jagi nadi raris rauh penamprat sané makta klakat ring tanganipun tur napak sekancan pragina baris memedi sané nadi. Wusan katapak, makasami pragina inucap malaib jagi

Dura désa

Wayang Timplong Nganjuk

Ngwedar Satua-satua Panji WAYANG Timplong wantah sinalih tunggil kabudayaan sané wénten ring wewidangan Nganjuk, Jawa Timur. Wayang puniki madué cihna sané khas pisan saihang ring wayang tiosan. Ketah sané kauningin, wayang kakaryanin saking kulit beburon, nanging Wayang Timplong kakaryanin saking kayu, inggian kayu waru, mentaos, utawi kayu pinus. Indik peméntasan Wayang Timplong puniki sampun manados dresta tumurun antuk carita sané kawedar ngeninin indik satuasatua Panji. Wentuk Wayang Timplong masaih sareng Wayang Klitik, sané minayang wantah saking satua sané kawedar. Wayang Klitik ketah nyaritayang indik carita-carita Menak, yéning Wayang Timplong akéhan ngwedar satua-satua Panji utawi sejarah Kerajaan Kediri. Peméntasan kabudayaan sané mawit saking wewidangan Dusun Kedung Bajul, Desa Jetis, Kecamatan Pace, Kabupatén Nganjuk, Jawa Timur puniki matiosan sareng pe-

méntasan wayang sakadi sané ketah kauningin. Wayang kulit kasolahang olih dalang taler kawantu olih akéh panjak miwah kairingang gamelan. Matiosan sareng Wayang Timplong, sang dalang wantah kawantu olih limang diri panjak pinaka pangiring sané nyuarayang gamelan. Adiri panjak nepak kendang, kalih diri nyuarayang kenong, adiri nyuarayang gambang, miwah sané malih adiri nyuarayang gong alit. Akéh sané maosang, aran Wayang Timplong mawit saking suara “plong… plong… plong…” sané metu saking suaran gambang pinaka pangiring sesolahan wayang inucap. Satios gambang, wénten taler gamelan pangiring tiosan minakadi kenong, gong, miwah kendang. Mawit warsa 1990-an eksistensi kabudayaan Wayang Timplong sayan rered. Kantos mangkin, sayan arang yowanané sané seneng ring peméntasan Wayang Timplong sangkaning keni ius panglimbak teknologi sané sayan canggih. Mawinan punika, kawéntenan

Wayang Timplong sayan ical. Sané mangkin, peméntasan Wayang Timplong wantah prasida kapanggihin ri kala acara bersih desa, nénten samian désa taler ngamargiang kasenian inucap. Antuk kawéntenané punika, para yowana ring Nganjuk ngawit éling nglestariang kabudayaan Wayang Timplong. Makudang-kudang utsaha sampun kamargiang, minakadi maprekanti sareng pemerintah irika. Kasenian inucap ngawit kasolahang ri kala wénten acara-acara ageng, pinaka panyambut tamiu agung, kapéntasang ri kala wanti warsa kabupatén, acara-acara pesta rakyat, festival, miwah acara

tiosan. Satios matetujon nglestariang kasenian Wayang Timplong, taler ngukuhang rasa manyama pantara krama taler pemerintah irika mawinan metu paiketan becik pantara krama taler pemerintah. (pusat data/ berbagai sumber)

mapupulan malih ring taman setra sané kalanturang antuk katurang upah marupa ganjaran utawi segehan miwah kajangkepang antuk bébék masambléh. Riwusan punika raris pidabdabnyané kalanturang antuk matebusan sané tetujonipun ngawaliang atman sang sané madué angga sarira tur rencangan Ida sané masolah antuk ngrangsuk ring angga pragina mawali ka genahnyané soang-soang. Para pragina sané nénten eling ring napi sané kamargiang raris nglukar busanannyané sami jagi kakutang tur sinarengan masiram sinambi malukat ring tukad sané kalanturang antuk maprayascita, mabyakaonan miwah ngaturang sembah pangubhakti duaning parikrama dresta baris memedi inucap sampun becik mamargi. “Ring genah utawi kalangan masolah taler katunasang panyengker saking Ida Bhatara ring Taman Setra antuk tetujon wantah nyengker ring sawewengkon genah masolah mangda nénten wénten kapanggihin parindikan utawi parikrama sané nénten patut tur nénten becik. Irika kamargiang parikrama upacara antuk panyambléhan maulam bébék,” Jero Mangku nartayang. (was)


Nyastra

Redité Paing, 16 Juni 2019 YÉNING bisa té ngeling, bekut-bekut kanti bengul nyen sandalé nika ngeling. Sandal jepit babelian mara, apasang. Tatakan di duurné putih, tatakan di beténé gadang. Tali masih gadang. Kedas ladné. Mangkin makapasang betén ba duur ura getih barak makanaran. Makapasang kari di lima kenawan Wayahan Supaté. Tekek gati baana ngisiang. Tanggar wénten anak nagih nyuang, mirib. Yéning bisa té mapangidihan, makapasang sandal jepité nika mapangidihan tekén kuluk bang bungkemé né macéhcéh yéh matanné, ngulun-ulun malisah di samping Wayahan Supaté. Pang isinina pangidihné, ngidih olas, pang ten kanti pucingina. “Olasin kai, Kuluk” “Kénkén, Sandal?” “Pakpak benyah-latigang kai.” “Sangkan kéto té?” “Lacur bangka kai kepit di guminé.” “Sing kakeneh baan kai.” “Kai né makada kepit tungkas. Sing kanggo bibih dogén matungkas. Sing kanggo lima batis dogén matungkas. Gegaman makéla. Angkihan anggona guyu, tulus ngemasin. Dija aget kainé kepit di guminé? Sing ada kai, sing ada tungkas.” “Da naké kéto. Mirib suba pamamitné ditu. Sing gati dadi kelidin mirib.” Sandal jepit babelian mara, apasang. Kuluk bang bungkem malisah ngulunulun. Luh Surat gerung-gerung mangelingin Wayahan Supat. Atelahan bayu Gedé Sukat nyagur gidat Madé Selaté. Krura gedeg basangné. Nyerengkunuk Madé Selat. Ten gati maplawanan. “Nah té! Kedék guminé jani!” Gedé Sukat nyongkok di samping Wayahan Supaté. “Alihang mobil. Ajak ka rumah sakit.” Nyoman Sarat mageluran ngidih tulung. Sira kapa né gelurina. Di buka kéntené, adan dadi sampingang, tegak dadi kutang, lima batis kapucuk. Gedeg lega ten ngelah tongos. Asah guminé. “Da ajaka kija-kija. Nak suba pragat.” Nyoman Sarat maakang tujuh ka cunguh Wayahan Supaté. Ten gati wénten angsengan anget. Usudina tangkah Wayahan Supaté, ten gati wénten klebuhklebuh. “Mangkin kénkén abet tiangé, Guru?” “Tulungin guru, Man, pratéka panak guruné. Di pertiwi apang ngayah malu.” Kari bengong Nyoman Sarat, kari paling kenehné. Yén ten kisidang, padalema Wayahan Supat kari di tanahé. Yén kisidang, wénten mirib ané lakar nekedang kija perahné. Marma keneh Gedé Sukaté nepukin Madé Selat ngenjuhang handphone tekén Nyoman Sarat, ngidih tulung apang nélpun ka Polsék, apang nekedang lepet sengkalané di karang Gedé Sukaté. Belbelan tangkah Gedé Sukaté. Ketut Sirat ngelut Luh Surat. Paturu ngeling. Paturu gerung-gerung. Ketut Sirat kélangan anak cerik, Luh Surat kélangan kurenan. Mimih! “Mémé, tulungin tiang, Mémé. Tulungin tiang. Mati tiang mangkin. Lakar tutug tiang beli Wayahan. Lakar tutug tiang, Mé.” “Ka ampiké ajak I Luh, Mé. Johang malu jak i Wayahan.” Nyoman Sarat ngusuh-usuhin batis Wayahan Supaté. Makaduang anéh kari anget. “Kéné pamamit cainé. Sing gati cai bisa

Sepit Komang Berata mapilih. Bes mara ituni té cai ajak gelahé makedékan.” Pabaliha muan Wayahan Supaté, ngeloh yéh paningalan Nyoman Saraté. “Tulungin Mémé, Man.” Luh Surat nglemet, ten inget tekén raga. Ceteng bayun Nyoman Saraté, pedidina nyidaang baana nyangkol ngajak Luh Surat ka ampiké. Pasaréanga di baléné. Anak cerik Luh Suraté ané mara abatu boncol nika, ané déréng seken nawang madan babuk dalem, mentis makada keneh grengetan, ingkeg-ingkeg ngeling nyagjag laut menék ka basang Luh Suraté, sengi-sengi ngelut mémé. Madé Selat nyagjag sig Gedé Sukaté. Geluta batis Gedé Sukaté. Slegut-slegut Madé Selat ngeling. “Pelih tiang, Guru. Pelih tiang.” Marawat-rawat sayang Wayahan Supaté tekén Madé Selat. Marawatrawat sayang Madé Selaté tekén Wayahan Supat. Makaka-adi, manyama ajak dadua, paturu muani, ten taén mapiri-pirian. Mendep jana Gedé Sukat, ten gati makrisikan limanné japitui batis gelut buah basang. Dija ngalih bagia yén getih abungbung marengkah kanti ngemasin? Sang Jogormanik, Sang Suratma, titi ugal-agil, tegal panangsaran, jambangan kawah, marawat ampun ngati-ati di kadrikaan. Ngulap-ulapin nagih jagjagin. “Ajak tiang mati, Beli. Ten kasupatan bikas tiangé. Padalem naké tiang.” Sangkola, geluta, diman-dimana, suuna batis Wayahan Supaté makaduang anéh. Benyah latig keneh Gedé Sukaté.

Kénten baana ngrastitiang kurenan, anak cerik, mantu, cucu, ampun patuh baana, lepet masih tepuk. Cerik ten dadi belas, kija-kija bareng-bareng, cara patapan sepit, koné. Di buka mangkiné, sepité ngamahin anéh. Beneng baleman nyibakang sepité. Puun anéh, tileh anéh sepité. Sandal jepit maprebutin. Sandal jepit! Jeg nista gati rebaté. Ten gati wénten bakat cegekang. Yén marebat marebutang gumi né lakar tama, mas mirah né aluh baan mipisang, pipis ngebekin rekening; misian rebaté. Rasané mara ibi Gedé Sukat mituturin Wayahan Supat mituturin Madé Selat apang melah-melah manyama, apang cara sepité, yén puun apang paturu puun, yén tileh apang paturu tileh. Lega keneh Gedé Sukaté, ngelah anak cerik dadua, muani-muani, makadadua ngidep munyi, kija-kija kapah mabelasan, masaré dadi abalé saling gelut. Belat lemah belat peteng, paturu ngelah kurenan, paturu ngelah anak cerik. Durinan Madé Selat makurenan, Wayahan Supat ané durinan ngelah anak cerik. Anak cerik Madé Selaté ampun pada masekolah, anak cerik Wayahan Supaté déréng seken nawang madan babuk dalem. Kanggo umah kari dadi akarang, paon kari dadi abesik, sanggah masih kari dadi abesik; swarga idupé di guminé. Kadirasa abatekan sabatina aji batu amun gemelé, ten makipekan. Makepug cantingé di genuké, baan tumbéné, masanget-sangetan makepug. Canting benyah, genuk masih benyah. Gedeg basang Madé Selaté, asanglapan

makebris banteh. Mamegeng Wayahan Supat plagéndahang adi. Ulihan ten maplawanan metu banteh Madé Selat. Ten maan singsé makelid, ngemasin gegaman dadi pamamit Wayahan Supaté. Ulihan sandal jepit apasang prebutang paturu anak cerik, anaké cerik paturu masadu tekén mémé, mémé paturu masadu tekén kurenan, wénten ané makebris gedeg nampi pasadu, wénten ané nyapsapang nampi pasadu, lepet masih tepuk. Ten kanti belat atengah jam ulingé Nyoman Sarat nélpun ka Polsék, ajak apleton gerun polisiné nekain Gedé Sukat. “Okané jagi ajak titiang ka rumah sakit, jagi otopsi dumun, Guru.” “Sampunang, Pak. Pianak titiangé jagi pratékan titiang.” “Wantah asapunika, nawegang titiang nunas Guru tanda tangan ring suraté puniki.” Ngejer liman Gedé Sukaté nyemakin pulpén. Ngejer liman Gedé Sukaté ngorékang pulpén. Tulén pakembar di gocékan. Siap kalah, taji tumpur, krépé uwék, kayang guwungan pakpak cicing. Camput. “Kénkén niki, Guru, ampun dadi pratéka Beli Wayahan?” Angen gati Nyoman Sarat nepukin bes makelo Wayahan Supat di tanahé. “Asapunapi puniki, Bapak?” Gedé Sukat nakonin polisiné. “Durus, Guru. Okan guruné, I Madé, jagi ajak titiang ka Polsék, jagi tahan titiang.” “Icén dumun titiang nyarengin mratéka belin titiangé, Pak.” Madé Selat nyakupang lima mapangidihan tekén polisiné. Polisiné ngipekin Gedé Sukat. “Baang tiang bareng mratéka beli Wayahan, Guru. Nawegang, Guru.” Polisiné ngélahin, Gedé Sukat ngélahin. Bareng Madé Selat nyangkol ngisidang Wayahan Supat ajaka ka baléné di ampiké. Nyongkok Madé Selat di batarané, ten léb-léb paliatné uli di muan Wayahan Supaté. Makaduang anéh liman Madé Selaté anggona nekep tatun Wayahan Supaté né kari kebrus-kebrus pesu getih. Gedé gati pangacep Madé Selaté. “Ampunang naké mati, Beli. Bes kénten té seger muan beliné. Anak ngelimuh seming nyen muanné. Maduuhan naké, Beli.” Ngumikmik Madé Selat ten makiselkiselan uli di samping Wayahan Supaté. Pecik-pecika pagelangan liman Wayahan Supaté, sina misi tutur odahné, nyak idup Wayahan Supat. “Tepu gati beli, tebek acepok ngemasin. Mih! Sangkan baang té beli kalahang adi. Ampunang naké mati. Beli mati, ajak naké tiang mati. Ampunang malu mati, idup malu beli. Yéning pengkung pang mati, idup naké malu beli, jemakanga ya gegamané ané anggon tiang nebek beli. Nika anggon beli nebek tiang pang kanti mati. Pang inggas. Pang cara sepité koné. Idup mati bareng-bareng. Nggih naké beli, idup malu. Akejep dogén té.” Pragat mretéka Wayahan Supat, borgol nyangkling liman Madé Selaté, lakar ajaka ka Polsék. Kedék-kedék Madé Selat negak di mobil polisiné. Kemak-kemik patijelatu. Polisiné saling kipekin. Pagerung mémé, kurenan, anak cerik Madé Selaté mangelingin. Magerung mobil polisiné makaad, buung ajaka ka Polsék, payu di rumah sakit jiwa Madé Selat kingsananga. Sepité amah api anéh, amah tetani anéh. -0-

I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga

Satua

Akéh Sawitra, Akéh ”Pengalaman”

I Belog Mantu (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) ADA reko satua anak truna ubuh padidian, madan I Belog. Krana madan I Belog, baan gobanné buka anak belog-belogan, nanging sujatiné ia ririh madaya. Sakéwala anaké tusing ja ada ngeh tekén ia madaya ririh, apan gobané mongo buin jenengné moyo. Di bebanjarannyané sada paek tekén umahné, ada anak ngelah pianak luh suba daa aukud madan Luh Sari. Ni Luh Sari ento anut madan sari, gobanné sapatut, bikasné melah, magarapan ia jemet tur pakenehné alus. Ni Luh Sari ento sayanganga pesan tekén reramanné luh muani, sawiréh bisané ngaba awak daa jeben, seleg mangleganin keneh reramanné. Liu pesan pada trunané mabudi tuara nyidayang. Baan pagehné tekén awak. I Belog milu kena kasih kenehné tekén Ni Luh Sari, sakéwala sukeh baana ngenehang. Tau tekén awakné lacur dadi jlema jelék, tusing ia bani taén paek tekén Ni Luh Sari kaling ké bakal malaksana, mamunyi, maliat ia di arepan anak liu tusing juari. Di katujuné ia kema nganggur, pragat ngejoh-ejoh ia nongos mangelén-elén. Dayané apang eda kanti ketara ia mabudi tekén Ni Luh Sari. Kacarita jani I Belog mangéka daya satingkahné bakal ka umah Luh Sari mangguran, apang maan jalaran ia bakal juari mamunyi tekén Ni Luh Sari. Né jani I Belog ngalih kakul pang liu ka cariké. Suba maan lantas tebeka, isinné déngdénga kanti tuh ngritik. Suba tuh lantas nyahnyaha, melahanga pesan lebengné, ingenan ada asangkop. Suba suud I Belog nganyahnyah kakul, lantas kakulé lebeng ento bongkosa aji kambené. Laut ia majalan nganggur kema kaumahné Luh Sari, sambilanga mamungut kakulé manyahnyah totonan. (Masambung)

ANAK lanang puniki bagus tur alep, setata makenyem taler ajér ring anak tiosan. Yéning wénten anak tios sané nakénin, panyawisné setata alep tur matata basa sané becik. Napimalih, risampuné ipun polih makudang-kudang pengalaman sangkaning ketah nyarengin lomba magending, ipun sayan ajér tur setata maparilaksana becik majeng anak tiosan. “Tiang marasa sayan seneng tur bagia risampuné ketah ngamiletin lomba wiadin péntas magending. Satios akéh pengalaman anyar, akéh taler tiang madué sawitra anyar,” baosnyané makenyem. I Kadek Bayu Satya Wiguna Prayoga, asapunika aran panjangnyané. Murid kelas VI SD Cipta Dharma Denpasar puniki maosang, akéh ius becik sané karasayang mawit ipun ketah magending. Minakadi sayan disiplin, akéh madué sawitra, mandiri, bertanggung jawab, miwah sayan jemet malajah. Anak alit sané embas ring Denpasar, 17 Maret 2007 puniki taler maosang, kasenengan magending punika metu risampuné ipun ngranjing ring kelas IV. Ri kala wénten acara péntas ring sekolahipuné, ipun kasokong olih bapanipuné nyarengin péntas magending. Pangawitné ipun nenga-nenga, nanging sayan sué ipun marasa sayan seneng. “Daweg punika tiang magending lagu ‘Ngarap Ogoh-ogoh’. Ri kala péntas samian maosang becik, para panonton taler makanten seneng,” baosnyané. Delon – sapunika ipun ketah kasambat salanturnyané sayan nincapang kawagedan ring widang olah vokal. Ipun taler ketah ngamiletin pacentokan mangda s a y a n u n i n g ring kabisan sané kaduénang. S a k i n g m a k u d a n g kudang lomba s a n é kamiletin, ipun ketah molihang juara, minakadi pinaka Juara 2 miwah Juara I Lomba Me-

nyanyi Solo Putra Tingkat SD PSR Kota Denpasar warsa 2018 miwah 2019, taler Juara II Pemilihan Bintang Lagu Pop Bali Tingkat AnakAnak Putra Kabupaten Badung warsa 2018 lintang. Boya wantah ring widang lomba, pianak pasangan I Made Astra Prayoga S.Pd - Ida Ayu Agung Ekasriadi S.Pd., M.Hum puniki taker kaprecaya pinaka penyanyi cilik sané péntas ring Parade Lagu Pop Daerah Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) warsa 2018 pinaka duta Kabupaten Badung. “Ring PKB mangkin, tiang taler polih galah sané pateh,” weweh Delon. Delon sané meled manados musisi puniki nlatarang, ring PKB warsa 2018 lintang, ipun péntas pinaka backing vocal “Lagu Kembang Rampe” miwah “Permata Khatulistiwa”. Ring PKB warsané mangkin, ipun pacang magending sareng penyanyi cilik tiosan. “Lagu sané pacang katembangang kantun rahasia…,” baos Delon makenyem. Satios waged magending, Delon sane taler seneng main drum miwah keyboard puniki taler waged ring widang seni tiosan, minakadi masolah. Ipun prasida nyolahang makudang-kudang tari Bali minakadi Baris Tunggal miwah Gopala. “Seni punika ngawi bagia,” baosnyané nguntatin. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 7.hudu;m\С,

Uduh Mangku, sir\)nh*puniki,

sira ngenahang puniki, m\Ñtts/,

mangda tatas, npiwigunnñ,

napi wigunannya, m\Ñb)cikænemæen,

mangda becik panampéné, m\ÑennÓ)nuæl;surup/,

mangda nénten salah surup, phicenlinÓ*luwi;,

paicané lintang luwih, edm\Сrrisßtur,

Dé Mangku raris matura, du;rtuedwenhsu*,

duh ratu Déwané asung, gumnÓiewnÓ)nÀ¡tusn/,

gumanti wénten utusan, hsÞiybn/, asliaban,

mrupwnrputi;,

marupa wanara putih, mkÓbtuenpunik.

makta batuné punika.

Saking Langit Bali Toya Mawisya Duké rihin sarwa minané tinglis nglangi Dinding watuné kiderin pici-pici Ton wewulakan madaging terestes Tukad telabahé toyanné ening deres Mamancing dados swagina selid sanja Majalan luas sampun masadya basa Mapan tuara kirang ulamé kal teda Mamilih ulam nganggoang kita Mangkin mancingé tuara nglega Nyabran luas setata mamega Mapan tukad telabahé toyané ireng Nora muponin sat madi wisyanin wereng Tukadé napiké mangkin sampun mati? Toyané macampuh kecoran kamar mandi Lad bebasuhan turmaning ampas dapur Limbah olahan pabrik tahu sami macebur Jerih yéning bakal masileman Nyawat ulam napimalih makereman Maumbahan taler ical ambahan Nukad rihin wantah dados kengetan I Gedé Suwartama


8

Minggu Paing, 16 Juni 2019

Sajak-sajak Gm. Sukawidana Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

mestinya tak ada tangis dan air mata duka karena kau tahu bumi dengan air mata langit membasuh perih nanah luka di tubuhnya yang kau tikamkan bertahun-tahun denpasar 2017

Mengupacarai Kelahiran si Anak Lanang

Windhu Sagara

telah kusadap sebagian gelap malam dan kutempel di kening sendiri mengapa tak nampak juga kelip bintang

yang selalu disenandungkan kanak kanak? wahai, seteruku! mantra apa jimat apa yang kau rapalkan buat menangkar anak-anak peri dalam lingkaran api magis? para kerabat menabuh bebatuan di sunyi malam sambil sesekali bersorak gaduh memanggil - manggil para peri mengapa si anak lanang belum juga pulang dari mengayau? sementara musim meminang akan segera berlalu dalam perapian malam bayangku jatuh lekat menyatu di tanah ni dirah wadon melepas teluh meningkap kalangan (buik rajah cucuk kuning matanya nanar menanti tantangan siapa yang akan jadi pecundang?)

I Wayan Nuriarta

Upacara Terakhir

Upacara Bumi

duh! Diamlah ada seteru menyelinap di balik bayangku mencari - cari darah tembunimu mencari - cari ubun-ubunmu duhai anak lanangku diam sajalah! karena aku pakembar brumbun sangkur dengan tajian temberang saatnya nanti aku akan menyongsongnya dalam kalangan ini buat kusapuh semua mala dari para seteru ini kalangan semesta tempat pertaruhan hidup mati duhai anak lanangku masa perjakamu penuh kilatan api kuberi kau bekal serupa jimat gelang perunggu dengan rajahan magis huruf purba di kepalamu kulingkari mahkota pucuk ilalang kata nenekmu kau siap ke padang kuru mengeja setiap langkah menjaga nyawa dari para seteru duhai anak lanangku begitulah aku mengupacaraimu agar nanti kau bercerita pada anak cucumu gria wayahan blahbatuh, maret 2019

Cok Padmanaba

(“lata mahosadhi, kau harus tahu tanah moyangmu adalah tanah tembunimu sendiri tanah yang diupacarai!”) (1) dari balik kabut siapa memainkan bayangku serupa anak lanang yang menenggak bergantang tuak berselancar menunggang birahi ombak terhempas di pasir-pasir pesisir serangan kerut wajah nelayan di sini nampak semakin kusut dan keruh tergusur setapak demi setapak dari tanah moyang yang disengketakan (2) ini hari jangan ada yang mengirim seteru buat anak cucu di atas kulit biawak ku tulis mantra purba dengan huruf purba kau membacanya berulang-ulang luruh tenung sakti balian kiwa para peri menampakkan pasang air payau akar bakau menyusup ke sumsum - sumsum senja matahari begitu kelam menggantung di langit jingga para nelayan pesisir Teluk Benoa tak tahu mesti di mana menambatkan sampan jalan pulang di tepi muara tak nampak lagi setelah kabut kegelapan menutup kaki langit (3) duh! bapa rembang! bapa rembang! sesaat setelah bumbang ditabuh di bale banjar ke mana made teruna menabuh gambelan? ke mana ni nyoman bajang menari rejang? pratima para dewa telah kembali ke bale agung dengan upacara masegeh bulan teronggok di padang - padang senyap bulakan tak lagi menampung mata air asap pedupaan menjadi redup dan aku kehilangan rona langit perang pandan orang - orang pedalaman bali tak mengucurkan darah buat membasuh luka tanah moyang (4) duh! anak lanangku! saat gerhana di puncak meru tabuhlah lesung di pekarangan rajah lidahmu rajah ubun - ubunmu panggillah bulan! panggillah matahari! rapal mantra - mantra purba dengan suara paraumu halau semua seteru jimatmu benang tridatu dan tapak silang di ulu hati jika malam semakin berkabut dan mantra para seteru semakin mengental sulut api sorot matamu nyalakan perapian leluhur jadikan padang kuru karena ini pertaruhan terakhir antara kau dan seterumu menjaga tanah yang memeram tembunimu duh made teruna! duh ni nyoman bajang! akankah kau menyerahkan begitu saja apa yang masih tersisa dari sisa yang terampas? (5) di wajah tuaku tergurat kegetiran hidup anak cucu tanpa tanah moyangnya (pesisir serangan, 2014 denpasar, maret 2018)

Fotografi Memahami Komposisi ”Rule of Thirds” RULE of thirds merupakan salah satu prinsip komposisi fotografi yang paling populer di kalangan fotografer. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimbangan elemen foto sehingga penampilan foto secara keseluruhan enak dilihat. Secara sederhana, komposisi rule of thirds adalah membagi bidang foto menjadi tiga bagian yang sama besar baik secara vertikal maupun horisontal. Dengan begitu, akan ada sembilan area yang sama besar dan memiliki pertemuan empat titik. Keempat titik pertemuan yang diwarnai merah (foto Kepak Sayap Belibis-red) bisa disebut sebagai empat titik mata. Dalam teori komposisi rule of thirds, dengan menempatkan point

Perayaan Maulid Adat karya Gede Sudika Pratama of interst atau bagian paling menarik dari sebuah foto di salah satu titik tersebut, maka komposisi foto secara

My Idol karya Gabriella Okki Alfian

keseluruhan menjadi lebih seimbang dan enak dilihat. Namun, tidak mutlak keempat titik itu harus diisi

secara bersamaan. Cukup diisi salah satunya. Pilihlah elemen yang paling menarik sebagai point of interest, bisa berupa objek manusia, binatang maupun benda mati. Secara natural, ketika kita menikmati sebuah foto, maka mata kita akan tertuju pada salah satu titik merah tersebut dibandingkan pada pusat titik tengah foto. Sehingga, foto yang disusun dengan komposisi rule of thirds cenderung lebih enak dilihat karena sejalan dengan cara mata kita melihatnya. Dalam penerapan komposisi rule of thirds, ada tiga hal prinsip yang harus diperhatikan sebelum memutuskan menekan shutter kamera. Pertama, point of interest

Menuju Pulau Impian karya Gede Lila Kantiana

Kepak Sayap Belibis karya I Wayan Sumatika yang bisa dianalogikan sebagai “pelaku utama” dalam foto tersebut. Dengan begitu, bagian ini merupakan elemen paling menarik dalam foto

tersebut. Kedua, bagilah foto dalam viewfinder menjadi persimpangan seperti gambar di atas. Ketiga, tentukan di sebelah mana point of interest

ditempatkan sehingga foto secara keseluruhan menjadi seimbang dan menarik dilihat. Selamat berlatih komposisi rule of thirds! (ian)

Sasak Old Woman karya Made Adi Dharmawan


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 16 Juni 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

*Job Australi Korea Jpang WA:08 563925015 FB:Kadek Kizuna Bali

Admin/Accounting Compt+Inggris Good Sal. Call/WA 081338502000

Dibthkan tkg Patrun/Pola full time,di Panjer, 081246737376

B.BP.001.06.19.0000355

Cr Pembantu RT Gj .1,5-3Jt,Tdr Dlm.H:0361-487706/085222555444

B.BP.001.06.19.0000336

Cr Spa Therapist u/ org asing bpglm bs mani+padi,mssge,dll Gj .bgs 081 238 4388 63 Sanur

B.BP.004.06.19.0000345

Dibthkan Sgr Cleaning Service u/ RT/Penginapan,Driver pglmn ada SIM, tau jln. 085238311111

B.BP.001.06.19.0000348

Dcr Org bs Bhs Jepang P/L Kerj diRmh bs Internet.085337254964

B.BP.001.06.19.0000191

Dcr Sopir Pribadi Jln.Raya Mas Ubud Gianyar Hub:081239319997 B.BP.001.06.19.0000260

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.166.06.19.0000356

B.BP.001.06.19.0000118

Dcr IT dan kasir toko, penddkn: min SMU/SMK (kasir), min Diploma (IT), umur maks. 25thn, belum menikah. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps atau email: kkb_pusat@yahoo.com G.02

Dicari Penjaga Catering dan Tukang masak Cewek tinggal dalam Hub:082147222258 B.BP.001.06.19.0000346

Ubud Raya Resort bth Posisi Markting,Acctg,FO,Chef,Scurity H.Keeping,Driver, 0818359084 B.BP.001.06.19.0000353

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Urgent Dibuka Diklat&Lowongan Kerja Di Kapal Pesiar di Kantor Dps.087860422207/0361-4783437 B.BP.001.06.19.0000341

Dicari Bidan/Perawat 3Jam/Hari Jaya Giri III/22.089682828229 B.BP.001.06.19.0000298

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 2,8 Are Lok.Pusat Kota Jl.Salya Dps Hub.08113801500 B.BP.001.06.19.0000296

Jual Tanah T.Badung,Umalas,Jl. Ratna,Br.Semer, 08123940424 TP B.BP.001.06.19.0000326

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Rumah Lt.2 Jln.Tukad Balian Renon Hub.085100888379 B.BP.004.06.19.0000347

Jual rumah T.75, KT.2/km.1 LT.100 LB.75,Jln.Padang Griya Perum. Sastraloka B-8. T.087787138529 B.BP.004.06.19.0000305

KEHILANGAN Hilang BPKB No.E8054925-O DK 3341 DD An.I Nyoman Sudana B.BP.001.06.19.0000289

Hlg BPKB NO.H04333220-O DK 680 XB AN. I Ketut Angpribawa,SE B.BP.001.06.19.0000339

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id


10

Minggu Paing, 16 Juni 2019

Mendatar: 1. Tokoh atau Pemimpin dalam suatu perkumpulan 6. Tanda ; Alamat (Bali) 9. Ayah dari bapak atau ibu 10. Suara kuda 11. Merah tua 13. Perhelatan olahraga antar bangsa 16. Mata uang jaman dulu 18. Tempat singgah 22. Seia sekata ; Bersatu hati 24. Merek kamera 26. Kaki tangan asing 27. Sebab dari segala sebab 31. Sebuah kabupaten di provinsi Sumatera Barat 33. Aluminium silikat alami 34. Berdaya guna ; Efisien 37. Klub sepakbola professional Inggris 40. Mendayung ; Mengayuh 41. Kakak 42. Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia

Berpeluang Terjadi Kepunahan Lokal, Delapan Kantong Gajah Riau Kritis ORGANISASI perlindungan satwa WWF menyatakan delapan kantong gajah yang menjadi habitat asli bagi gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) kondisinya kini kritis dan kian memprihatinkan sehingga berpeluang terjadi kepunahan lokal, karena perubahan bentang alam yang membuat konflik dengan manusia makin sering terjadi. “Kantong gajah sudah banyak beralih fungsi. Yang berbentuk hutan makin se-

dikit, karena menjadi perkebunan kelapa sawit dan hutan tanaman industri. Hal inilah yang membuat konflik gajah dengan manusia tidak bisa dihindari dan makin sering terjadi,” kata Humas WWF Program Riau, Syamsidar, Jumat (14/6). Ia menyatakan alih fungsi hutan di kantong gajah juga kian mengancam kelestarian satwa dilindungi itu. Berdasarkan survei WWF, populasi gajah di sejumlah kantong tinggal segelintir

dan berpeluang terjadi kepunahan lokal (local extinction). Seperti di kantong gajah Rokan Hilir, kata dia berdasarkan survei tinggal satu individu tersisa, begitu juga di kantong Batang Ulak. Kemudian di kantong Mahato-Barumun tinggal tiga individu dan kantong gajah Balai Raja hanya lima individu. “Seperti di Mahato itu tiga individu yang tersisa semuanya betina, tidak ada peluang reproduksi lagi dan

Tahun

PEMILIHAN SISWA DAN GURU

AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post

Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249

Syarat : -

-

-

Kirim copy prestasi ke Siswa dan Guru SD, email : siswaajegbali@gmail.com SMP, SMA/SMK se-Bali guruajegbali@gmail.com bisa mengirim data diri atau Juara I - Harapan III wakil sekolah lewat online. Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri

Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019

AjegSiswa

siswaajeg guru_ajegbali

siswaajeg.bali.3 guruajegbali

DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

UNMAS DENPASAR

PAUD PAUD PAUD TK SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR

SD SD SD SD SD SD SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 SARASWATI 5 SARASWATI 6 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP/SLUB SMA/SLUA SMK SMK SMF/SMK SMP SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 PGRI 2 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP SMK SMK PGRI 3 PGRI 3 PGRI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR

ITEKES BALI

PENGURUS CABANG KOTA PGRI PROVINSI DENPASAR PGRI BALI

Ketentuan Menjawab

Menurun: 1. Kota di Negara bagian A.S.Michigan 2. Berkelakuan buruk 3. Tidak ; Bukan 4. Yang ditakuti koruptor 5. Baik ; Bagus 6. Bersifat seperti air 7. Kegemaran 8. Pegawai pemerintah 12. Berjalan dengan menempelkan perut ke tanah 14. Penyakit yang ditularkan oleh kutu tikus 15. Makna 17. Anak laki-laki 19. Instalasi pengeboran minyak 20. Berarti laki-laki (Sunda) 21. Kerajaan tempo dulu yang kira-kira terletak di Peru saat ini 23. Hambur (kan) ; Serak (kan) (Bali) 25. Tarik (Bali) 26. Tanaman hias berbunga 28. Bilik kecil dan sempit di bui 29. Bakteri berbentuk silinder 30. Salah satu pulau terbesar di Raja Ampat 32. Negara di Afrika yang beribukota Lilongwe 35. Air sadapan mayang enau 36. Merek keyboard 38. Superman is dead 39. Sana ; Disana

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 402 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 22 Juni 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 30 Juni 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 400 Mendatar: 1. WAWASAN 5. MEMOAR 8. UREA 10. PEDANDA 11. PATRIOT 12. NAIF 13. NPA 15. URUS 17. SUGRIWA 20. OBOR 21. KALBU 22. PIE 23. OKTAF 25. EYEL 26. LABORAN 30. ANOM 31. OME (OTITIS MEDIA EFUSI) 32. ASAM 33. ANATOMI 34. BESTARI 35. ARYA

36. ANGKOT 37. NIRMALA Menurun: 1. WAPRES 2. WEDANG 3. SUNGAI 4. NUANSA 5. MAAF 6. MERKUROKROM 7. RITUS 9. EPISODE 14. PROBLEMATIK 16. UTSAWA 18. ULASAN 19. WO 22. PELESIR 24. BA 26. LIMBAN 27. BOKSER 28. REBANA 29. NARITA 30. ASANA 32. AMAT

Pemenang TTS No. 400 1. I Wayan Sadia Kawasan Gondol, Jl.Raya Gerokgak No.126, Desa Penyabangan, Kec.Gerokgak, Kab.Buleleng (HP:081-338-872-XXX) 2. Ni Putu Febiana Kusuma Dewi Jl.Raya Ulakan, Kab.Karangasem (HP:081-337-683-XXX) 3. Ni Nyoman Jati Jl.Nangka Utara Gg.Nangka No.5, Denpasar Utara, Denpasar (HP:081-237-471-XXX) 4. I Ketut Sedana Lingk.Jero Kuta, Desa Jimbaran, Kec.Kuta Selatan, Kab.Badung (HP:081-999-404-XXX) 5. Ni Luh Nicky Oktari Br.Munduk, Desa Pohsanten, Kec.Mendoyo, Kab.Jembrana (HP:081-236-155-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Sukawati Alamat : Lingk.Padang Kerta Kelod, Kel.Padang Kerta, Kec. Karangasem, Kab.Karangasem (HP:081-805-559-XXX)

bisa terjadi apa yang disebut local extinction,” katanya. Namun, katanya populasi gajah Sumatera masih cukup banyak di kantong gajah Giam Siak Kecil yang mencapai 50-60 individu. Kemudian di kantong Tesso

Nilo Utara 30-38 ekor dan Tesso Nilo Tenggara 50-60 ekor. Hanya saja, kata dia kondisi kantong Tesso Nilo juga memprihatinkan sehingga rawan terjadi konflik dengan manusia, seperti yang kini

terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu. Enam ekor gajah liar berkeliaran di kebun warga selama dua pekan terakhir dan meresahkan masyarakat setempat. Ia mengatakan perlu ada upaya bersama agar menghindari

atau minimal menekan konflik gajah dengan manusia. Pemegang izin konsesi perkebunan dan kehutanan yang berada di area kantong gajah perlu menerapkan manajemen perlindungan terhadap satwa bongsor itu. (ant)

HAID disebut juga menstruasi atau datang bulan adalah perubahan normal (fisiologis) dalam tubuh perempuan yang terjadi secara berkala akibat pengaruh hormon reproduksi. Hormon adalah zat kimia yang berfungsi membawa pesan kimiawi dari satu sel ke sel lainnya yang diproduksi oleh kelenjar endokrin dalam organ otak, yakni: hipotalamus dan hipofise (pituitary). Peranan hormon bagi tubuh sangat krusial dalam mengatur suasana hati/mood (psikologis), membedakan bentuk tubuh fisik pria dan perempuan (fisik), mengontrol kinerja organ-organ reproduksi (sistem reproduksi) dan berbagai fungsinya dalam metabolism tubuh. Setiap perubahan pada keseimbangan hormon dalam tubuh dapat menimbulkan perubahan situasi dan kondisi tubuh. Organ pengendali produksi hormon tubuh ada dalam otak, sehingga setiap penggunaan otak/pikiran berlebihan dapat memicu salah satunya gangguan haid. Haid dinyatakan teratur bila siklusnya berlangsung antara 21-35 hari sekali, dengan lama 2-7 hari, kondisi diluar siklus tersebut dapat dinyatakan sebagai gangguan haid bukan penyakit. Produksi haid dikendalikan oleh sistem hormon yang dikenal dengan poros H-H-O (HipotalamusHipofise-Ovarium/organ otak dan indung telur) yang diperankan melalui sistem hormonal. Jika dalam kondisi otak stres/pikiran sibuk, maka pada perempuan sering terjadi gangguan haid dengan berbagai variasinya, dari tidak ada haid, haid sedikit, bahkan haid banyak dan lama, tak beraturan.

Kondisi terlambat haid/ telat haid atau tidak dapat haid di siklus haid normal, bukan selalu penanda kehamilan, bisa akibat terganggunya mekanisme/sistem kerja hormon pengatur haid ,salah satunya oleh faktor stres/pemakaian pikiran/otak berlebihan yang memicu terjadinya gangguan sistem poros pengatur haid sehingga haid tidak terjadi pada siklus bahkan beberapa siklus haid yang dikenal sebagai amenorea sekunder, yaitu: suatu kondisi tidak adanya haid pada siklusnya, padahal sebelumnya haid normal saja. Pada kasus Policystic Ovarii Syndrome (PCOS) juga terjadi amenorea sekunder/tidak haid, disertai tanda wajah berjerawat, pertumbuhan rambut meningkat (hirsutism) berkumis, berbulu lebat di lengan, kaki, sekitar wajah, dipenuhi rambut seperti pria, kelebihan berat badan (obesitas), gangguan kesuburan (infertilitas), kesulitan mendapatkan kehamilan/ infertil, kelainan kulit, terkadang dengan disertai terjadinya perdarahan uterus disfungsional. Lemak tubuh yang berlebihan ini memberi konsekuensi terjadinya resistensi insulin, tubuh hipertensi, kadar lemak dan gula darah meningkat, risiko penyakit diabetes mellitus, penyakit jantung coroner, dan karsinoma endometrium. Perubahan di kulit dapat terjadi akantosis nigrikans, keadaan klinis penanda adanya hiperinsulinemia. Kelainan seboroik/bersisik/ ketombe pada kulit dan rambut serta kebotakan dengan pola seperti yang ditemukan pada pria. Selain itu gangguan haid dapat juga terjadi dalam bentuk haid yang terlalu lama, banyak, berulang kali tak teratur dikenal sebagai abnormal uterin bleeding

(AUB)/perdarahan uterus (rahim) disfungsional (PUD). Berbagai manifestasi tidak adanya haid bukan selalu sebagai tanda hamil, namun ada banyak kasus memberi gambaran tidak haid menyerupai suatu kehamilan. Pada pasangan yang sangat merindukan kehamilan disebut sebagai pseudosiesis, yaitu : suatu kondisi merasa diri hamil dengan ciri-ciri/ gejala seperti kehamilan, ada mual, muntah, mengidam, pusing, bahkan perut dirasakan tampak membesar, dan sebagainya, namun sesungguhnya tidak hamil, hanya psikologis merasa hamil. Jadi telat haid tidak selalu suatu kehamilan, bisa juga gejala/ tanda dari gangguan haid. Bagaimana mengenalinya? Sudah tentu dengan memeriksakan setiap keluhan yang ada ke pusat layanan kesehatan untuk memastikan penyebabnya, jangan apriori agar tidak salah sangka apalagi berburuk sangka pada perempuan yang belum menikah/belum pernah kontak seksual ada praduga hamil,

padahal hanya sebatas gangguan haid saja. Pemeriksaan fisik menjadi penting, jika diperlukan dapat dilengkapi dengan pemeriksaan penunjang (USG/Ultrasonografi) untuk menyingkirkan faktor lain penyebab telat haid. Dalam kondisi tidak hamil pada USG tidak ditemukan adanya gambaran kantong hamil (Gestasional Sac/GS) di rahimnya, hal ini dapat menyingkirkan tanda pasti kehamilan (GS). Pada keadaan tertentu pemeriksaan kadar hormone diperlukan. Semoga bermanfaat.

Telat Haid Apa Penanda Pasti Hamil ?

dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis


Minggu Paing, 16 Juni 2019

Badung Anggarkan Rp 7 M untuk PKB Mangupura (Bali Post) – Kabupaten Badung akan tampil maksimal di ajang PKB kali ini. Anggaran PKB tahun ini mencapai Rp 7 miliar. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, Ida Bagus Bhasma, menjelaskan, duta kesenian gong kebyar, baik anak-anak, dewasa, maupun wanita telah diberikan pengarahan khusus. Pasalnya, gong kebyar ini tidak dilombakan lagi di daerah sebelum tampil ke PKB. “Khusus untuk lomba gong kebyar, kami ambil dari juara-juara tingkat kabupaten sebelumnya. Karena tidak ada lomba lagi (di tingkat kabupaten - red) kita pakai itu. Terutama untuk gong kebyar wanita dan anak-anaknya,”

kata birokrat asal Desa Taman, Abiansemal ini. Dia berharap, para seniman Gumi Keris bisa tampil maksimal, sehingga bisa memberikan tontonan dan hiburan bagi rakyat Bali. Terlebih, dana pendukung

kegiatan ini tidak sedikit, yakni mencapai Rp 7 miliar. Ditambahkannya, rekonstruksi Sekaa Gambuh Tumbak Bayuh, Mengwi, kembali dipentaskan pada PKB ke-41. Pertunjukan serupa sempat ditampilkan pada PKB ke-36

Materi Baru

“Jadi, kita pilih materimateri baru. Kita coba beri kesempatan kepada seniman untuk tampil dalam materi baru itu. Materi yang sudah sering kita ikuti, sementara kita istirahatkan dulu,” jelasnya. Sementara untuk mendukung pelaksanaan PKB tahun ini, Bangli menyiapkan anggaran Rp 1,7 miliar. Sementara itu, Denpasar ingin menampilkan duta seni secara maksimal dengan menggelar PKB di tingkat kota. Kadisbud Kota

Denpasar, IGN Bagus Mataram, mengatakan, pada PKB kali ini Kota Denpasar kembali mengirimkan duta keseniannya secara penuh untuk mengikuti ajang kesenian tahunan ini. Bahkan, seniman yang terlibat bukan saja anak-anak muda, tetapi lintas generasi. Artinya, selain anak muda, duta kesenian Denpasar juga melibatkan para seniman yang usianya sudah lanjut. Tidak kurang dari 3.000 seniman dari berbagai cabang kesenian diturunkan sebagai duta seni Denpasar. Pada PKB Denpasar telah d i t a m p ilkan tiga sekaa,

yakni Sekaa Baleganjur “Janari Adhimukti” Desa Pakraman Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat yang dalam PKB Provinsi Bali akan mengikuti materi kategori lomba. Selain sekaa baleganjur akan ditampilkan juga sekaa gong kebyar dewasa Sapta Yowana Kanti Kelurahan Sumerta Denpasar Timur yang akan berdampingan dengan Sekaa Gong Semara Pegulingan Kerthi Yasa, Banjar Suwung Batan Kendal Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. “Ketiga sekaa beda generasi ini menampilkan be-

Itu-itu Saja

Akhirnya, yang tampil setiap tahun itu-itu saja. Tidak hanya bentuk keseniannya yang sama, bahkan orangnya yang pentas juga itu-itu saja. Dewa Soma menyadari, ini bukan proses yang mudah. Cara ini memang memerlukan proses panjang, sebagai bentuk pembinaan dan pelestarian berkelanjutan. Pemerintah mesti turun ke lapangan mendata semua sekaa dan potensi seni yang ada di desa-desa dan masih layak dilestarikan. Hasil pendataannya, mesti ditindaklanjuti dengan penganggaran untuk biaya pembinaan dan pelestariannya. “Berikan sekaa itu yang mengelola tanpa keterlibatan pemerintah. Biar tidak kesannya, pemerintah ngasi anggaran, pemerintah yang membina, pemerintah pula yang memakai. Kalau konsepnya begini, maka yang mendapat pembinaan pasti subjektif,” tegasnya. Khusus mengenai pelaksanaan PKB, menurutnya

Libatkan Masyarakat Faktor lain penyebab sepinya gaung PKB yang melibatkan masyarakat biasa, karena semua SKPD ambil bagian di dalamnya. Hal ini terkesan PKB di daerah milik PNS. Oleh karena itu, pemerintah harus bisa lebih mendekatkan PKB kepada masyarakat, menggali potensi seni dari bawah, sehingga menjadi kebanggaan bagi masyarakat. Di samping juga melakukan sosialisasi dengan media desa pakraman yang dilibatkan dalam PKB, sehingga lebih diketahui oleh masyarakat desa pakraman bersangkutan. (win)

format dasarnya sudah cukup bagus. Tetapi, banyak hal yang masih perlu disempurnakan. Sebab, bila tujuannya menjaga tetapi banyak yang tidak terjaga, dengan masuknya berbagai aliran baru yang bukan sesungguhnya tradisi budaya Bali. Bila tujuannya memberdayakan, tetapi di satu sisi banyak tak berdaya karena minimnya anggaran yang diberikan. Malahan ada yang tidak terjamah. Sedangkan jika sasarannya melestarikan tentu harus didukung prasarana, personel, dan pendanaan.

Pihaknya meminta Dinas Kebudayaan, Listibya, ISI, perlu bersinergi. Turunlah langsung ke lapangan, karena masih banyak seni tradisi yang perlu diberdayakan untuk kelestariannya. Selanjutnya berikan bantuan dana motivasi, kemudian siapkan mereka untuk tampil pada PKB tahun berikutnya. Bahwa PKB itu yang terlibat harus warga secara merata, untuk menghapus kesan PKB itu untuk PNS. Dewa Soma mengapresiasi tema yang diangkat tahun ini ‘’Bayu Pramana’’

di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali. Selain itu, tradisi Mekotek dati Munggu akan dibawakan dalam bentuk drama kolosal. Selain tradisi Mekotek, pihaknya juga akan melibatkan sekitar 4.862 seniman untuk menghibur rakyat Bali. “Kalau dulu, Mekotek ditampilkan dalam pawai, sekarang kami bawakan dalam pragmen tari kolosal Makotek yang merupakan tradisi ciri khas Kabupaten Badung dari Desa Munggu,” ujar I.B. Bhasma. (kmb27)

berapa garapan di antaranya Bayu Bajra, Kebyar Siar Siur, Kebyar Bang, Pratidnya, Tari Kesari Gandrung, Tabuh Kreasi Ngelindur Nada dan Tabuh Langsing Tuban,” ungkap Mataram. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, akan berupaya terus membina sekaa kesenian yang ada di Kota Denpasar. Di samping juga melestarikan, menggali potensi serta mengembangkannya. Seniman di Kota Denpasar terus diperhatikan oleh Pemkot Denpasar melalui pembinaan yang berkelanjutan. (ina/ara)

memiliki makna memuliakan kekuatan angin, sebagai salah satu unsur panca maha bhuta. Bukan saja memuliakannya, tetapi juga menjaga alam ini dari polusi udara akibat globalisasi. Wujud konkretnya yakni dengan menjaga kelestarian hutan, gunung, danau, laut dan sebagainya. Kurangi pabrik-pabrik yang dapat menimbulkan polusi udara, pencemaran, limbah dan sebagainya. Jika ini bisa dilaksanakan, tentu akan berdampak pada bersihnya udara yang kita hirup setiap hari. (gik)

Jajan Sarad Kabupaten Gianyar merupakan salah satu kontingen yang sudah sepenuhnya memakai properti berbahan ramah lingkungan. Untuk hiasan kereta yang membawa gamelan, tampak memakai hiasan janur dan bunga. Paling menarik adalah logo kabupaten, dibuat memakai jajan sarad yang biasa digunakan untuk banten. “Bikin jajan ini waktunya cuma tiga hari saja. Full begadang, dari kemarin saya belum tidur. Kira-kira ada 25 orang yang mengerjakan,” ujar konseptor properti dari jajan sarad, Made Giri. Menurut Giri, bahan dasar jajan sarad yang dipakai logo adalah tepung beras dan tepung ketan ditambah pewarna makanan. Pria yang berprofesi sebagai artist kitchen di hotel ini mengaku setuju dengan

penggunaan bahan-bahan organik untuk properti PKB. Baik pada saat pawai maupun pementasan. “Saya setuju. Di rumah juga memilah plastik, bahkan di desa pun sudah mulai begitu,” jelasnya. Konseptor Pawai Kontingen Gianyar, Kadek Sulastra, mengatakan, janur juga dipakai sebagai bahan utama properti kereta dorong gamelan. Bahan ramah lingkungan seperti janur memang lebih sulit dirangkai untuk menjadi properti. Tingkat kerumitan yang sangat tinggi itu tidak dibarengi dengan ketahanan janur. Artinya, janur tidak bisa dirangkai jauh-jauh hari karena berisiko layu. “Kita cuma dapat waktu tiga hari saja untuk pengerjaannya,” ujarnya. Hanya Dua Minggu Sementara itu, ratusan penari pendet dan baris gede menyambut dan mengiringi kedatangan Pres-

iden RI Joko Widodo saat hendak membuka PKB ternyata diminta secara mendadak. “Ini permintaannya mendadak, persiapan hanya sekitar dua minggu,” ungkap Ketua Program Tari SMK Negeri 3 Sukawati Gianyar, Siluh Putu Adi Indrayani. Menurut Siluh, ini adalah kali pertama SMK Negeri 3 Sukawati terlibat dalam pawai. Sekolah ini biasanya hanya ikut mengisi pementasan di Art Center, khususnya pada saat penutupan PKB. Kendati mendadak, persiapan yang cukup singkat tak menjadi halangan untuk menampilkan suguhan terbaik. Apalagi, penampilan siswa disaksikan langsung oleh orang nomor satu di negeri ini. “Menari bagi anak-anak memang sudah bidangnya. Jadi, hanya tinggal menyocokkan komposisi,” jelasnya. (rin)

Membumikan Pancasila Selain itu, PKB juga menjadi wujud nyata upaya m em b um ika n nila i-nila i Pancasila 1 Juni 1945 di Bali. Utamanya di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. “Dinamika politik itu memang sering kali membelah kehidupan masyarakat. Tetapi, jangan lupa ada seni yang dapat menyatukan kita kembali,” jelas Ketua

DPD PDI-P Bali ini. Koster mengajak semua pihak untuk menebarkan spirit kedamaian dan toleransi dalam kebinekaan guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah pawai berakhir, Presiden beserta rombongan langsung menaiki mobil hias menuju Kantor Gubernur Bali. Seluruh keluarga Jokowi termasuk Jan Ethes tampak mengenakan busana adat Bali. Sebelum naik ke mobil hias, Jokowi seperti biasa, secara spon-

tan mendekati masyarakat dan menyalami mereka. Di atas mobil hias, Jokowi tampak menuntun Jan Ethes agar melambaikan tangan ke arah masyarakat. Saat turun di depan Kantor Gubernur, Jokowi kembali mendekati masyarakat, menyalami mereka dan bahkan melayani swafoto. Sementara masyarakat, tak peduli harus berdesak-desakan ataupun berhadapan langsung dengan aparat demi melihat sang pemimpin negara. (kmb32)

Minggu, 16 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan, Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (2) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Bugar Lansia Indonesia 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Kartun

09:30 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita

Krishna Garuda (1) Belajar Menggambar Menggambar Peternakan Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya mamungkah Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Mupuk Pedagingan, Tawur Pedanan lan Nawa Gempang (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali

15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Dian, Trisna STE Indi Band Generation Gek Atu Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida (2) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Paing, 16 JUNI 2019

Aqua Danone Nations Cup 2019

32 Tim Melaju ke Babak Selanjutnya

BPM/ist

TURNAMEN - Suasana turnamen U-12 di Stadion Ngurah Rai, Sabtu (15/6) kemarin.

Denpasar (Bali Post)Tercatat 32 tim dari berbagai SSB melaju pada turnamen U-12 Aqua Danone Nations Cup 2019, babak final regional Bali di Stadion Ngurah Rai, Sabtu (15/6) kemarin. Ke-32 tim yang melaju adalah Integral Lombok A melawan Guntur, Bangli United Hitam meladeni Pakargent B, Putera Pegok A berjumpa dengan Bina Putra Merah, Bali United bertemu Singa FC Gianyar. Jima Putra Dalung mela-

wan Putra Mumbul Mawar, AKD Bebek Bengil Barak berjumpa dengan Bina Lestari, Mandala United A melawan Infa Mataram, Balga United meladeni Putra Singasari. Putra Dewata Bali melawan Bangli United Putih, Putra Tresna berjumpa dengan Wisnu Putra, NEO Star Putih bertemu MIFA, SSB Luwus melawan PRABAR, Jima Putra Dalung Putih melawan GFC Warriors, Guntur Lenju bertemu Pespa A, Mandala

Copa America 2019

Menang Besar, Brazil Dicemooh Sao Paolo–

Meski menang telak, Timnas Brazil tetap mendapat cemoohan supporter saat menggulingkan Bolivia di Grup A Copa America 2019, Sabtu (15/6) kemarin. Pelatih Brazil, Tite tidak kaget dengan reaksi para supporter tersebut. Tim Samba memang mengawali pertandingan di Cicero Pompeu de Toledo Stadium tersebut dengan kurang meyakinkan. Meskipun langsung mendominasi pertandingan, Brazil tak kunjung mendapat gol. Peluang Timnas Brazil selalu mentah karena lemah dalam penyelesaian akhir. Peruntungan Brazil baru berubah di babak kedua. Dua gol dari Philippe Countinho (menit ke-50 dan 53) serta gol Everton Soares lima menit sebelum bubaran memastikan Brazil memastikan poin penuh pada laga pembuka Copa America 2019. Saat ditanya tentang cemoohan penonton, Tite menanggapi dengan tenang. “Kami merasakannya. Para pemain muda merasakannya. Pelatih merasakannya,” ujar Tite seusai pertandingan. “Saat berada di klub besar, ketika kadang kala Anda tak impresif, maka pemainnya tak berharap fans akan mengerti. Mereka akan dicemooh. Ketika Anda mengumpan bola kembali ke belakang dari full back ke bek tengah, kemudian kiper, h a l p e r t a m a yang

Anda dengar adalah cemoohan. “Kami perlu memahami. Jika kami bisa menyerang dan menciptakan peluang, mereka

akan bertepuk tangan,” imbuh Tite. Timnas Brazil terpaksa tampil tanpa bintang Paris Saint-Germain, Neymar yang sedang cedera pada Copa Amerika edisi ini. Meskipun demikian, tim raksasa

Amerika Selatan itu tetap percaya diri mengincar trofi Copa America untuk kali kesembilan. Kapten Timnas Brazil, Dani Alves, juga bisa memahami tindakan para supporter Brazil yang mencemooh mereka. “Hal seperti ini normal terjadi di Sao Paolo. Banyak fans klub-klub, jadi rumit bermain di sini. Tapi kami menunjukkan punya kara-

kter,” kata Alves. “Ada moment ketika Tite berteriak dan kami tak bisa mendengarnya. Rasanya akan berbeda di Bahia. Orang-orang merindukan Timnas Brazil. Tentu saja akan lebih berbeda di sana,” imbuhnya. Brazil akan kembali beraksi pada lanjutan Grup A Copa Italia 2019 melawan Venezuela, Rabu (19/6) mendatang.

Countinho Gemilang Keraguan mengiringi langkah Philippe Coutinho yang diplot menjadi tulang punggung Timnas Brazil di Copa America 2019, menyusul absennya Neymar. Namun Coutinho memberi bukti dengan tampil gemilang dengan mencetak dua gol. Gol tersebut juga membungkam keraguan para supporter Brazil. Fans sempat mencemooh karena Tim Samba tampil buruk pada babak pertama. “Kadang kala normal jika fans mencemooh tim. Mereka ingin kami bermain bagus dan menang,” kata Coutinho. “Ini laga yang sulit, seperti layaknya laga pembuka. Sangat penting bagi kami meraup

kemenangan pertama ini,” imbuh mantan pemain Liverpool tersebut. Coutinho mendapat peluang besar menjadi tulang punggung tim setelah Naymar absen karena cedera engkel dua pekan sebelum turnamen bergulir. Tak sedikit suara yang meragukan kemampuan Coutinho menggantikan peran Neymar. Apalagi sang pemain gagal bersinar di Barcelona sepanjang musim lalu. Masa depannya di Barcelona juga menjadi bahan spekulasi. Namun, Coutinho tidak berkecil hati. Kesempatan sekecil apa pun dimanfaatkan dengan baik, seperti saat menghadapi Bolivia. Dia memegang penuh kendali kreasi permainan Brazil di laga pertama penyisihan Grup A tersebut. Praktis hanya Richarlison yang mampu menyaingi permainan impresif Coutinho. Philippe Coutinho mampu memainkan peran sebagai tumpuan tim. Timnas Brazil dominan dalam penguasaan bola hingga mencapai 74 persen. Kemenangan atas Bolivia juga menjadi awal manis dalam perjuangan Timnas Brazil memburu gelar Copa America untuk kali pertama sejak 2007. (kmb33/afp)

Marquez Waspadai Duo Ducati

GOL - Penyerang Brazil Philippe Coutinho mencetak gol ke gawang Bolivia dalam laga pembuka Copa America 2019, Sabtu (15/6) kemarin. Penyerang Barcelona tersebut menjadi bintang dalam laga itu dengan mencetak 2 gol sekaligus membawa Selecao menang 3-0 atas lawannya.

Catalunya– Pembalap Repsol Honda, Marc Marquez sangat waspada terhadap para rival jelang bergulirnya MotoGP Catalunya, hari ini. Termasuk memantau kiprah duo rider Ducati, Andrea Dovizioso dan Danilo Petrucci yang bisa menyulitkan peluangnya jadi juara. Marquez menikmati latihan bebas, dengan hasil yang tidak konsisten. Pada FP1 MotoGP Catalunya dia menempati posisi pertama, tapi terpuruk di urutan ke-17 pada FP2. Dovizioso dan Petrucci sebenarnya juga menuai hasil

yang tak terlalu impresif. Dovi menghuni posisi keempat dan kedua pada FP1 dan FP2. Sedangkan Petrucci hanya menempati posisi ke-18 pada FP1, namun memperbaiki hasil dengan menghuni urutan kedelapan pada FP2. Namun kedua pembalap tersebut tetap dianggap sebagai ancaman serius bagi Marquez. Alasannya, Ducati berhasil merajai balapan MotoGP Catalunya dalam dua musim terakhir. Dovi menang pada 2017, sedangkan setahun berselang podium tertinggi jadi milik Jorge Lorenzo. “Kami tahu Ducati sangat kuat dan cepat di sini dalam beberapa tahun, terutama dua tahun terakhir. Mereka pembalap yang akan sulit

dikalahkan. Saya rasa tahun ini akan kembali sulit,” kata Marquez, Sabtu (15/6) kemarin. “Kami harus mencari solusinya. Pembalap Yamaha juga tak terlalu jauh. Sangat penting menganalisis segalanya dan bekerja menghadapi balapan,” ujar juara dunia lima kali MotoGP ini. Sama seperti Valentino Rossi, Marquez juga menyoroti rendahnya grip di Sirkuit Catalunya, Spanyol. “Sepertinya tahun lalu level gripnya lebih bagus, dan kami semua sedikit kesulitan. Saya hanya fokus ke ban depan. Di sini sangat berat. Saya menerapkan taktik yang sedikit berbeda untuk mendapatkan hasil 100 persen saat balapan,” tutupnya. (kmb33/afp)

Putra Matador melawan PSG Akademi Bali, Damar Cakti melawan Semarapura United A. Koordinator Wilayah (Korwil) Bali Ida Bagus Purnaya menjelaskan ke3 2 t i m a ka n b e r t a n d i n g hari ini. Pada babak final regional kemarin dimeriahkan 48 tim, terdiri atas Bali 39 tim dan NTB 9 tim. Tim juara akan mewakili Bali dan NTB ke final nasional di Jakarta pada Juli mendatang. “Tahun lalu

juaranya Putra Dewata Bali (PDB) melaju hingga babak 8 besar di putaran nasional. Kami harap wakil Bali dan NTB berprestasi lebih baik lagi pada tahun ini” ujar IB Purnaya. Dijelaskannya, tiap tim mendaftarkan 12 pemain dan yang turun di lapangan hanya 8 pemain. Masingmasing pertandingan berdurasi 1x15 menit. “Event ini untuk menampung bibit pesepak bola kelahiran 2007 dan 2008” ucapnya. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 16 Juni 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu