Skip to main content

Edisi Minggu 16 Pebruari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 180 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Paing, 16 Februari 2020 Event MICE Batal

Hari Suci Galungan

Virus Corona membawa korban. Ribuan wisatawan Tiongkok yang rencananya akan mengikuti MICE di kawasan Nusa Dua dibatalkan.

Bagaimana sebenarnya prosesi Hari Suci Galungan? Simak selengkapnya.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Foto Bermodalkan “Smartphone” Ingin punya foto-foto makro menarik hanya bermodalkan kamera smartphone? Baca triknya.

Bali Orti | HAL. 7

Daerah | HAL. 2

285 WNI Dipulangkan Presiden Jamin Semua Sehat

Jakarta (Bali Post)Gembira bercampur sedih. Itulah kesan mendalam ketika WNI yang usai menjalani masa observasi di Natuna, bertemu keluarganya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (15/2) kemarin. Mereka diterbangkan dari Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna. Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, langsung menjemput 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok yang diobservasi di Kepulauan Natuna, Riau selama 14 hari. Dua warga Bali yang ikut dalam rombongan itu belum diketahui apakah dijemput keluarga di Jakarta atau di Bandara Ngurah Rai Bali. Total 285 orang yang pulang tersebut terdiri atas 238 WNI yang tinggal di Provinsi Hubei, 1 WNA (suami dari WNI), 5 anggota tim pendahulu KBRI Beijing, dan 42 orang dari tim penjemput termasuk kru pesawat dan petugas kesehatan, termasuk tiga anak kecil. Jelang kepulangannya, sekitar pukul 12.00 WIB mereka mengikuti acara bersama tim pemulangan. Acara digelar di sebuah hanggar. Mereka memegang

miniatur bendera Merah Putih. Beberapa kali mereka bersorak ceria. Ini sekaligus membuktikan, mereka dalam kondisi sehat. Menurut Menkes, Terawan, di daerah masingmasing mereka akan diperiksa secara berkala untuk memastikan kondisi mereka tetap sehat. “Setelah pulang kita minta untuk dinas kesehatan memantau, namanya surveillance tracking. Itu terus dikerjakan, itu otomatis,” kata Menkes. Tak hanya Menkes, Presiden Jokowi ikut memberi jaminan dan memastikan WNI yang dipulangkan dalam kondisi sehat dan siap kembali berkumpul bersama keluarga. “Kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat ya itu dipastikan bahwa prosedur sudah dilalui dan kembali. Terima apa adanya, enggak ada masalah,” ujar Jokowi. Hal. 11 Berterima Kasih

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

BPM/ant

PULANG - Sejumlah WNI yang diterbangkan dari Natuna tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (15/2) kemarin. Mereka langsung pulang ke daerahnya masing-masing.

Fotografi | HAL. 8

Rekomendasi Balon PDI-P Segera Diumumkan Semarang (Bali Post)Ini kabar yang ditunggutunggu elite PDI-P dan massanya di daerah. Rekomendasi bakal calon (Balon) kepala daerah jagoan PDI-P segera diumumkan mulai pekan depan. Pengumuman para calon kepala daerah ini bakal dibagi dalam tiga tahap. “Dari 270 rekomendasi di Provinsi Kabupaten Kota, akan dikeluarkan mulai minggu depan, berapa jumlahnya tergantung hasil fit and proper test dan mekanisme yang sudah diselesaikan secara administrasi, jadi kita tunggu aja,” kata Ketua DPP PDI-P Bidang Politik dan Keamanan, Puan Maharani, usai membuka Rakerda DPD PDI-P Jawa Tengah di Panti Marhaen Semarang, Sabtu (15/2) kemarin. Pengumuman rekomendasi ini tahap pertama bakal keluar pekan depan. Kemudian tahap kedua pada awal Maret dan tahap ketiga pada akhir Maret. Namun, Puan tak menjawab gamblang soal Puan Maharani

kapan rekomendasi bakal calon kepala daerah Bali dan Solo diumumkan. Di Bali tercatat enam daerah mengadakan Pilkada, yakni Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Bangli dan Karangasem. “Mungkin bisa pertama, kedua, ketiga, tergantung,” ujar Puan. Yang menarik adalah Pilkada Solo. Saat ini ada tiga kandidat dari Solo yang telah mengikuti fit and proper test di DPP PDI-P. Ketiganya yakni putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa. “Dari tiga nama itu kita lihat komitmennya, proses administrasinya sudah selesai belum. Kalau selesai, tidak akan tunggu lama untuk putuskan siapa yang akan dapatkan rekomendasi,” jelas Puan. Hal. 11 Keputusan Partai

Songan Langganan Bencana Desa Songan di Kecamatan Kintamani langganan bencana banjir tiap tahun. Belum lama ini Songan kembali dilanda bencana banjir bandang. Banjir mengakibatkan banyak rumah dan kendaraan milik warga terendam air disertai lumpur. Empat kepala keluarga (KK) pun terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya akibat kejadian itu. Bencana banjir bandang tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi di Desa Songan. Hampir setiap musim hujan, desa yang berada di kawasan Kaldera Batur itu selalu mendapat banjir kiriman dari wilayah hulu. Adapun wilayah banjar di Desa Songan yang terparah dilanda banjir bandang, Jumat (7/2) lalu, yakni di Banjar Hulundanu. Banjir menyebabkan akses jalan utama di wilayah banjar

Kaldera Batur Zona Bahaya Geologi KAWASAN Gunung Batur dan sekitarnya tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya. Kawasan tersebut merupakan satu kesatuan kaldera Batur yang memiliki ancaman bencana tersendiri, sehingga penggunaan dan pengelolaannya saling terkait. “Di sana daerah zona bahaya geologi karena ada kemungkinan terjadinya letusan, kemungkinan longsor, banjir dan juga kemungkinan keracunan air danau. Itu hal yang wajar terjadi,” ujar Dosen Bidang Geomorfologi dari Universitas Udayana, Drs. R. Suyarto, M.Si., belum lama ini. Danau Batur sebagai satu kesatuan kaldera gunung api terlihat ada tiga igir kaldera yang menunjukkan sejarah letusannya. Dari letusan itu meninggalkan material, yaitu material gunung api purba dan material letusannya. Hampir seluruh kaldera Batur merupakan material letusan Gunung Batur. Di bagian selatan Gunung

Batur merupakan material letusan, sedangkan di bagian utara gunung, cenderung masih asli. Materialnya bercampur dari ukuran halus sampai ukuran boulder (batu besar), ada yang tersaring, maupun ada yang tidak tersaring. “Di situ juga ada ditunjukkan dengan adanya lapisan– lapisan sejarah letusan, sehingga materinya seperti itu adalah material yang sangat lolos air, mudah masuk ke tanah,” jelas Ketua Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial ini. Hal. 11 Erosi dan Longsor

setempat tertutup material lumpur hingga setinggi satu meter. Tingginya endapan lumpur sangat menyulitkan warga untuk melewati jalan itu. Tak kalah parah, rumahrumah warga juga tergenang air dan terdampak material lumpur hampir sepinggang orang dewasa. Aktivitas warga menjadi terganggu. Warga juga tidak bisa bekerja lantaran lahan pertanian mereka yang ada di tepi

Danau Batur banyak rusak terseret arus banjir dan terendam lumpur. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli, I Ketut Gde Wiredana, mengatakan banjir bandang yang melanda Desa Songan terjadi akibat terjangan air yang besar dari wilayah atas, yakni Banjar Kayupadi Desa Songan, Desa Belandingan, dan Desa Pinggan. Hal. 11 Dampak Banjir

Rencana Relokasi Tinggal Rencana DESA Songan, Kintamani pernah dilanda bencana tanah longsor tahun 2017 lalu. Longsor yang terjadi di Banjar Bantas kala itu mengakibatkan beberapa rumah warga tertimbun material dan menelan tujuh orang korban jiwa. Kini meski sudah tiga tahun berlalu, bencana tersebut masih menyisakan trauma bagi sejumlah warga di Banjar Bantas. Ketika hujan deras, warga dirundung rasa waswas. Kadus Bantas, Desa Son-

gan B, Putu Gede Suastika, saat diwawancara belum lama ini mengakui hal itu. Dia mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir, Desa Songan dilanda beberapa kali hujan. Hujan paling deras sempat terjadi, Jumat (7/2) lalu, yang mengakibatkan banjir bandang di wilayah Hulundanu. Hujan deras saat itu, diakuinya membuat warganya di Banjar Bantas waswas. Hal. 11 Masih Trauma

Mengenal Rumah ”Saka Roras” di Desa Songan

Warisan Leluhur Itu Kini Hampir Lenyap Akibat tergerus zaman yang semakin modern, banyak adat dan tradisi yang dimiliki sejumlah daerah di Bali kini semakin hilang. Misalnya, rumah tinggal tradisional yang dimiliki warga Desa Adat Songan, Kintamani, Bangli yang disebut saka roras. Rumah warisan leluhur sejak zaman kuno ini kini terlihat bisa dihitung dengan jari. Keberadaannya hampir “lenyap” karena warga setempat lebih memilih membangun rumah yang modern. Pada zaman dahulu, rumah tinggal tradisional warga Desa Songan tidak seperti rumah di desa lainnya. Umumnya desa di Bali memiliki

penataan rumah tinggal dengan menyediakan lahan yang luas dan di dalamnya terdapat bangunan-bangunan yang terpisah. Di Desa Songan, rumah

tradisional tersebut disebut saka roras. Rumah tersebut dibuat dengan bahan kayu, bambu dan atapnya berupa bluu (ilalang). Tidak seperti sekarang bahannya semen, baja, besi atau bahan modern lainnya. Rumah tradisional ini hanya satu atap dan di dalamnya terdapat bagian-bagian yang semuanya memiliki fungsi berbeda-beda. Dalam satu atap rumah itu, disebutkan ada bale bedanginan (tempat suci) bale

patokan (tempat menerima tamu) bale ambenan (tempat anak-anak) dan bale badawa (tempat tidur). Tak hanya itu, juga ada dapur, halaman dan tempat menaruh air serta beras. “Rumah saka roras ini merupakan rumah kuno warisan leluhur. Satu atap, tetapi di dalamnya memiliki fungsi berbeda-beda,” kata Bendesa Adat Desa Songan, Jero Temu, Sabtu (15/2) kemarin. Hal. 11 Persegi Panjang

BPM/jay

SAKA RORAS - Inilah bentuk bangunan tradisional warga Songan, Bale Saka Roras yang kini kian sedikit jumlahnya.


2

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Wali Kota dan Wakil serta Sekda Awali Pelaksanaan Sensus Penduduk ”Online” 2020 di Kota Denpasar SENSUS Penduduk Online Tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) resmi dimulai dan akan berlangsung hingga 31 Maret mendatang. Di Kota Denpasar, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, dan Sekda A.A.N Rai Iswara mengawali pelaksanaan kegiatan 10 tahun sekali ini di kediaman masing-masing, Sabtu (15/2). Ketiganya mengikuti sensus bersama keluarga dengan waktu yang berbeda. Dimulai dari Wali Kota selanjutnya Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Denpasar. Seluruhnya telah berjalan dengan lancar yang dipandu langsung Kepala BPS Kota Denpasar, Eman Sulaiman. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPS Kota Denpasar, Eman Sulaiman, menjelaskan bahwa sebagaimana tertuang dalam Undang Undang no. 16 tahun 1997 tentang Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) diamanatkan untuk melaksanakan Sensus Penduduk sekurang-kurangnya sekali dalam 10 tahun. Dalam perjalanannya, sensus penduduk di Indonesia sudah dilaksanakan sebanyak enam kali sejak Indonesia Merdeka, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, 2000, dan 2010. SP 2020 merupakan sensus penduduk ke-7 yang saat ini sedang berlangsung. “Selain amanat undang-undang, penyelenggaraan sensus penduduk juga direkomendasikan Perserikatan Bangsa Bangsa melalui Principles and Recommendations for Population and Housing Censuses (UN, 2008),” jelasnya. Lebih lanjut dijelaskan, kekuatan data sensus penduduk terletak pada kemampuannya menyediakan data statistik dasar secara komprehensif dengan beragam kompleksitas, perubahan-

SENSUS - Pelaksanaan Sensus Penduduk Online Tahun 2020 di Kota Denpasar, yang dilaksanakan di kediaman Wali Kota Denpasar, Wakil Wali Kota Denpasar, dan Sekda Kota Denpasar, Sabtu (15/3). nya sampai wilayah administrasi terkecil. Data sensus penduduk juga bermanfaat sebagai dasar perhitungan parameter-parameter kependudukan, dan penyusunan proyeksi penduduk. Data sensus penduduk 2020 akan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Salah satu inovasi adalah dalam bidang metodologi sensus, dimana selama beberapa dekade menggunakan metode tradisional, beralih ke metode kombinasi (combined method) melalui pemanfaatan data administrasi kependudukan dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil),” jelas Eman Sulaiman. Pihaknya mengatakan bahwa pemanfaatan data administrasi kependudukan untuk kepentingan sensus sesuai dengan rekomendasi PBB yang menyarankan metode sensus bergeser dari metode tradisional (full canvassing) menuju ke register based cencus. Sehingga tujuan besar SP2020 adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik

penduduk Indonesia menuju “Satu Data Kependudukan Indonesia”. Pihaknya mengatakan, pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 dilaksanakan dengan mencakup WNI dan WNA yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun di Indonesia, dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia (termasuk Korps Diplomatik RI di luar negeri). Dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Sensus Penduduk Online tanggal 15 Februari - 31 Maret 2020, dimana masyarakat secara mandiri melalui akses pada laman https://sensus.bps.go.id/ dan Sensus Penduduk Wawancara pada bulan Juli 2020. Adapun tatacara pelaksanaan Sensus Penduduk Online sebagai berikut, pertama setiap KK agar mempersiapkan NIK, No. KK dan atau surat nikah/cerai. Selanjutnya pengisian sensus penduduk online dimulai dengan masuk ke laman sensus. bps.go.id, masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK) Anda, Klik kotak kosong pada Chapta lalu klik “Cek Keberadaan”. Jika baru per-

tama kali melakukan akses pada sensus penduduk online, buatlah kata sandi dan pilih pertanyaan keamanan yang paling sesuai, lalu klik “Buat Password”, Masukan kata sandi (password) yang telah dibuat sebelumnya, lalu klik “Masuk”. Selanjutnya bacalah panduan awal mengenai pengisian Sensus Penduduk Online, lalu klik “Mulai Mengisi” untuk memulai pengisian sensus penduduk online, pilihlah bahasa yang paling dikuasai untuk mengisi kuesioner. Tedapat 6 pilihan bahasa yang bisa digunakan untuk pengisian. Ikuti petunjuk yang ada dan jawablah seluruh pertanyaan yang diberikan dengan jujur dan sebenar-benarnya, setelah mengisi seluruh pertanyaan, tandai bahwa Anda telah selesai mengisi dengan cara klik tombol “kirim”, untuk mengirimkan data yang telah Anda isi, dan terakhir unduh bukti pengisian atau kirimkan bukti pengisian ke email Anda dengan mengisikan alaman email. “Jika masyarakat memerlukan pendampingan dapat secara langsung menghubingi BPS Kota Denpasar di 0361 418770/0812 2020 7051 atau email: bps5171@bps.go.id,” jelasnya. Sementara, Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, mengajak seluruh masyarakat khususnya Kota Denpasar untuk berpartisipasi mensukseskan pelaksanaan Sensus Penduduk 2020. Tentunya hal ini sangat penting sebagai upaya validasi serta mewujudkan Satu Data Indonesia. “Ayo catatkan diri Anda secara online, atau menerima petugas sensus scara manual pada Bulan Juli 2020, berikan data yang benar, mari bersama mencatat Indonesia, ayo bersama sukseskan sensus penduduk 2020,” ujar Rai Mantra. (ad508)

Dampak Virus Corona

Empat ”Event” MICE Dibatalkan Mangupura (Bali Post) -

Dampak virus Corona, ribuan wisatawan Tiongkok yang rencananya akan mengikuti kegiatan meetings, incentives, conferences and exhibitions (MICE) di kawasan Nusa Dua dibatalkan. Sebanyak 5.200 peserta dari empat event MICE ini sebelumnya dijadwalkan digelar pada bulan Februari di kawasan ITDC Nusa Dua. Managing Director ITDC, I.G.N. Ardita tidak memungkiri kondisi ini. Saat dikonfirmasi, Ardita menyebutkan, memang benar selama bulan Februari ada empat event MICE yang dibatalkan sementara dan di-rescedule. Pembatalan sementara ini, kata dia karena event yang recananya digelar di kawasan The Nusa Dua diikuti peserta dari Tiongkok. Dari empat event ini, diperkirakan rencananya dihadiri sebanyak 5.200 orang. Bahkan potensi se-

belumnya, dari 5.200 orang tersebut, kemungkinan mengajak serta keluarga. Jadi diperkirakan lebih dari itu yang hadir. “Selama bulan Februari ada sebanyak empat event MICE batal dan kemungkinan nanti diagendakan lagi. Karena memang semua pesertanya dominan dari Tiongkok,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (15/2). Namun demikian, meski ada empat event yang batal, kata Ardita pada tanggal 13-15 Februari sudah berjalan dua event MICE berskala Internasional yang

diikuti dari sejumlah negara. Dari dua event ini, diperkirakan ada sebanyak 1.500 peserta yang hadir. Dari 1.500 peserta ini, kata dia kemungkinan juga ada mengajak serta keluarga. “Kalau datang dengan keluarga, kemungkinan lebih banyak dari itu,” bebernya. Saat ini, kata Ardita untuk kunjungan ke Nusa Dua masih didominasi wisatawan Australia. Aktivitas di Nusa dua juga masih bagus di luar wisatawan Tiongkok. Memang diakuinya, pascaditutupnya penerbangan

dari dan ke Tiongkok ada puluhan ribu room night yang dibatalkan. Dari data yang dimiliki pihak ITDC, ada sebanyak 51.000 room night yang dibatalkan hingga bulan April 2020. Untuk langkah ke depan, pihaknya menyebut dari pertemuan seluruh unsur pariwisata sudah mengambil langkah strategis. Ada beberapa di antaranya, yakni optimalisasi market nasional. Ada market yang dulu, seperti Australia yang rencana bepergian ke daerah yang dinyatakan positif Corona bisa digarap dan digaet untuk datang ke Bali. Selain itu, agar event atau rapat yang direncanakan di Indonesia diarahkan ke daerah pariwisata di Bali. (kmb23)

Wisman Tiongkok ”Extend”, Kurangi Potensi ”Loss”

BPM/edi

BERSAMA - Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa (kiri) bersama Ketua BHA, Ricky Putra.

Denpasar (Bali Post) Penutupan sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok membawa dampak bagi Bali. Apalagi jika virus Corona terus mewabah sampai akhir tahun 2020. Pulau Dewata berpotensi kehilangan 18 persen kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok. Mengingat di tahun 2019, negeri Tirai Bambu menyumbang 1.185.519 dari total 6,3 juta kunjungan wisman ke Bali. “Sehingga dalam satu tahun kita berpotensi kehilangan 18 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa di Denpasar, Sabtu (15/2). Lanjut Astawa, sebagian dari wisatawan Tiongkok ada yang memperpanjang masa tinggalnya (extend). Sesuai data Imigrasi, ada sekitar 1.200-an wisatawan Tiongkok yang kini masih berada di Bali. Sebagai contoh, mereka yang awalnya berencana tinggal 5 hari akhirnya memperpanjang menjadi satu bulan. Penambahan lama tinggal ini dikatakan dapat mengurangi potensi kehilangan kunjungan wisman. “Ini khusus yang Tiongkok, kalau wisman dari negara lain saya lihat masih berjalan seperti biasa atau nor-

mal,” jelasnya. Astawa menepis Bali sudah mengalami kerugian hingga triliunan rupiah dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok sebulan terakhir. Berdasarkan data, ada sekitar 20.000 wisatawan Tiongkok yang membatalkan kunjungannya ke Bali. Sedangkan rata-rata pengeluaran atau spending money per 5 hari sekitar 300-500 US dolar (antara Rp 5-7 juta). “Anggaplah Rp 5 juta kali Rp 20 ribu, jadi 1 bulan ini kehilangan sekitar Rp 10 miliar dalam periode peak season untuk wisatawan Tiongkok,” imbuhnya. Ketua BHA, Ricky Putra, berharap pangsa pasar lain seperti Australia, Eropa, Jepang, dan Korea tetap datang ke Bali dan kalau perlu bertambah. Selain itu, diharapkan ada shifting destinasi dari wisman yang tadinya ingin ke Tiongkok menjadi ke Bali ataupun provinsi lainnya di Indonesia. “Tentu hal ini tidak mudah karena memerlukan terobosan, bagaimana kita bisa menambah flight untuk daerah-daerah tersebut, terutama dari US, Middle East, dan juga dari Eropa untuk mengurangi potential loss dan membantu okupansi secara keseluruhan,” ujarnya. (kmb32)

BPM/kmb32

SENSUS - Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho, mendampingi Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk melaksanakan sensus penduduk online.

Gubernur Koster Disensus ”Online” oleh BPS Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali, Wayan Koster, mengikuti hari pertama sensus penduduk online yang dilaksanakan BPS Provinsi Bali di Jayasabha, Denpasar, Sabtu (15/2). Koster antara lain mengisi data secara online seperti alamat, status perkawinan, kewarganegaraan, suku, pendidikan, kepemilikan rumah hingga kebutuhan dasar seperti air dan listrik. “Tadinya kan mau dicantumkan di Jayasabha untuk alamat. Kalau sensus ini kan data yang melekat selama hidup. Kalau Jayasabha kan cuma lima tahun, karena itu saya pilih data alamat di tempat lahir saya, Sembiran,” ujar Koster usai didampingi langsung oleh Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho pada saat melakukan sensus penduduk online. Menurut Koster, pemerintah sangat memerlukan data yang akurat sebagai basis untuk membuat perencanaan dan kebijakan di dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan di seluruh Indonesia. Pihaknya menilai pelaksanaan sensus sudah ada kemajuan dibandingkan dulu yang harus

mengisi formulir. Sekarang dengan dilakukan secara digital disebut akan mempercepat proses dan tahapan sensus itu sendiri. “Ini waktunya 45 hari, mudah-mudahan di Bali jauh lebih cepat karena medannya mudah dijangkau dan relatif sudah melek teknologi,” imbuhnya. Sebagai gubernur, Koster mengaku sangat mendukung upaya pemerintah pusat yang dilaksanakan oleh BPS ini. Sebab pihaknya di daerah juga menginginkan data yang akurat dan memadai untuk membuat suatu perencanaan dan kebijakan tepat, efektif dan bisa menjawab permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Kepala BPS Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan sensus penduduk online adalah yang pertama dilaksanakan di Indonesia mulai Sabtu (15/2) hingga 31 Maret mendatang. Sensus terhadap gubernur merupakan bagian dari upaya mengumumkan kepada publik sekaligus ajakan untuk bersama-sama melaksanakan sensus penduduk online. Sensus penduduk online diharapkan bisa mencapai seluruh penduduk di Bali dan di Indonesia.

“Pada tahun 2019 ini diperkirakan penduduk Bali berkisar antar 4,2 sampai 4,3 juta jiwa. Karena yang disensus adalah keluarga, maka cukup seperempatnya dari itu kirakira 1,2 juta yang diharapkan mengakses sensus penduduk online,” paparnya. Menurut Adi Nugroho, pihaknya juga menitipkan kepada seluruh OPD di Pemprov Bali dan kabupaten/kota untuk memastikan semua pegawai di lingkungannya melakukan pendataan. Selain itu, menyiapkan untuk menurunkan tim melakukan pendampingan di tempat-tempat layanan umum. Seperti misalnya sekolah, perguruan tinggi, mall, pasar dan tempat-tempat berkumpulnya banyak orang. Ini merupakan upaya agar sensus penduduk online mendekati atau bahkan bisa mencapai 100 persen. Selain itu, dipastikan pula soal keamanan data penduduk dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), BPPT, LIPI, Cyber Tim dari Kemenkominfo, hingga Google. “Secara umum upaya pengamanan data sudah dilaksanakan maksimal, “ pungkasnya. (kmb32)

Ciptakan Ekosistem Kreatif

DNA Pamerkan Karya Desain Interior Mahasiswa STD Bali HAMPIR setiap hari Dharma Negara Alaya (DNA) Art and Creative Hub Kota Denpasar ramai dengan berbagai kegiatan kreatif kaum milenial. Bagaimana tidak, gedung ini menawarkan fasilitas kekinian yang dibutuhkan kaum muda, mulai dari suasana kerja di co-working space, ruang baca, ruang audio visual, ruang theater hingga pameran kreatif. Seperti halnya acara Colorful Culture Furniture and Interior Decoration Exibition yang diadakan STD Bali, di Ruang Pameran Darma Negara Alaya, Rabu (12/2). Acara ini dilaksanakan selama 4 hari, mulai dari tangga 12-15 Februari 2020, yang melibatkan para mahasiswa, akademisi, dan praktisi terkait dengan keilmuannya dibidang desain interior. Menurut Rektor STD Bali, Made Arini Hanindharputri, DNA adalah tempat yang sangat representatif dan menjawab kebutuhan kaum milenial. “Ini adalah salah satu wujud nyata dukungan Pemerintah Kota Denpasar terutama Pak Wali Kota terhadap aktivitas kreatif masyarakatnya, salah satunya kami yang memang kampus kreatif merasa sangat didukung,” ungkapnya. Arini berharap ke depan kolaborasi seperti ini terus dilakukan, dan pihaknya selalu siap mendukung segala bentuk kegiatan kreatif di Kota Denpasar, khususnya terkait dengan desain. Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Muhamad Yusril Efendi, mengatakan pihaknya sudah melakukan persiapan cukup lama, dan senang karena pengelola DNA san-

DNA - Wali Kota Denpasar Rai Mantra saat berada di gedung DNA. gat responsif. “Kami koordinasi di gedung ini sangat mudah, jadi dalam proses persiapan sangat lancar,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, bahwa karya-karya yang dipamerkan ini erat kaitannya dengan kreativitas dan penguatan budaya yang divisualisasikan lewat karya. “Teman-teman peserta pameran memiliki story tersendiri dengan karyanya, khususnya tentang filosofi budaya diberbagai daerah di Bali,” ungkapnya. Pihaknya berharap, kegiatan seperti ini terus didukung dan diberikan ruang. “Kami juga berharap kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan, dan bisa bekerja sama terus,” tambahnya. Sementara Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana, didampingi Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar, Putu Lengkong Yuliarta, men-

jelaskan bahwa beragam kegiatan kreatif akan memadati Dharma Negara Alaya Kota Denpasar ini. Seperti pameran desain karya anakanak muda maupun karya dari mahasiswa perguruan tinggi seni, serta sekolah desain. Di samping itu juga menggelar kegiatan seperti Weekand Draw digelar berkelanjutan guna memberikan wadah dan menciptakan ekosistem kreatif di Dharma Negara Alaya. Hal ini tentu sejalan dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan Art and Creative Hub Dharmanegara Alaya ini sebagai upaya berkelanjutan menciptakan ekosistem kreatif. Sehingga mampu memberikan dukungan berkelanjutan terhadap pengembangan orange ekonomi. “Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh, sehingga Dharma Negara Alaya ini mampu menjadi ruang kreativitas di Kota Denpasar,” pungkasnya. (ad505)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Warga Bali yang Pulang dari Natuna

Bukan Orang Sakit Tidak Dipantau

Denpasar (Bali Post) Dua warga Bali yang menjalani observasi virus Corona di Natuna, diperbolehkan pulang, Sabtu (15/2). Karena negatif virus Corona dan statusnya bukanlah orang sakit, dua warga Bali ini tidak dipantau kondisinya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, mengatakan, semua prosedur untuk warga WNI yang menjalani observasi virus Corona tuntas dilakukan. Semuanya sudah dipulangkan ke daerah asal masing-masing termasuk dua warga Bali. Dijelaskan Suarjaya, sudah dipastikan jika seluruh WNI yang diobservasi di Natuna negatif dari virus Corona. Karena negatif dan bukanlah orang sakit, tidak ada perlakuan khusus bagi dua warga Bali ini setelah sampai di Bali. ‘’Mereka juga tidak dipantau karena bukan orang sakit. Penjemputan khusus juga tidak ada. Jadi kedatangan mereka ke Bali seperti biasa,’’ ujar Suarjaya. Sementara itu, untuk dua pasien observasi virus corona yang dirawat di ruang isolasi RSUP Sanglah sejak Selasa (11/2) lalu dinyatakan negatif Corona. Dengan ini, total pasien yang ditangani RSUP Sanglah selama virus Corona merebak tercatat 32 pasien. Dimana 21 pasien bestatus observasi atau pengawasan dan 11 pasien berstatus dalam pemantauan. Menurut Suarjaya, pasien observasi virus Corona yang terakhir dirawat di RSUP Sanglah dinyatakan negatif dari pemeriksaan laboratorium. Dua pasien ini masing-masing dari WNI dan dari Tiongkok. ‘’Hasilnya negatif dan sudah diperbolehkan pulang,’’ ujarnya. Hingga saat ini, Bali sudah mengirimkan setidaknya 14 spesimen untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan semuanya dinyatakan negatif virus Corona. ‘’Dari 70 spesimen seluruh Indonesia, 14 di antaranya dari Bali. Semuanya negatif tidak ada yang positif. Jadi hingga saat ini Bali masih aman dari virus Corona,’’ imbuh Suarjaya. Ia melanjutkan mengenai adanya wisatawan Tiongkok yang positif virus Corona setelah sempat berlibur di Bali ditegaskan Suarjaya penularan terjadi saat wisatawan sudah kembali ke Tiongkok. ‘’Dan hingga saat ini belum ada satupun kasus virus Corona teridentifikasi di Bali, artinya yang bersangkutan tidak membawa/menularkan virus Corona di Bali,’’ tegasnya. (san)

Ditangkap, Residivis Maling di Rumah Sakit Denpasar (Bali Post) Penunggu pasien di RSUP Sanglah resah akibat ulah pencuri. Tim Operasi Sikat Agung langsung menyikapi situasi tersebut dengan melakukan penyelidikan. Alhasil, polisi meringkus pelakunya, yaitu Efendi Adi Sutrisno alias Adi (45) asal Blitar, Jawa Timur, Jumat (14/2) lalu. “Pelaku penah mengambil dompet isi uang milik penunggu pasien Rp 3,5 juta, tapi sudah habis. Pelaku ditangkapnya pukul 18.50 Wita,” kata Dir. Reskrimum Polda Bali, Kombes Andi Fairan, Sabtu (15/2) kemarin. Terkait kasus ini, kata Kombes Andi, baru tiga laporan korban yang diterimanya. TKP-nya di areal ruang tunggu ICU RSUP Sanglah. Kronologisnya, pada Senin (6/1) pukul 04.00 Wita korban I Ketut Wirdana (34) sedang tidur di ruangan tunggu ICU Barat RSUP Sanglah dan menaruh barang HP serta dompet di sebelahnya tidur. Saat terbangun, barang-barangnya tersebut sudah hilang. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Lidik Operasi Sikat Agung 2020 melakukan penyelidikan di sekitar TKP. Keterangan korban dan saksi-saksi, akhirnya petugas mendatakan residivis spesialis rumah sakit. Pada Jumat, polisi menangkap pelaku depan Pasar Sanglah Denpasar. Hasil interogasi, pelaku mengaku mengambil barang-barang penunggu pasien, di antaranya 2 dompet, HP, dan uang Rp 3,5 juta. “Pelaku pernah melakukan hal sama pada tahun 2015 dan sudah menjalani proses hukuman,” ujarnya. (kmb36)

BPM/eka

KUTA - Beberapa wisatawan Asia berjalan sambil melihat suasana Pantai Kuta, Sabtu (15/2) kemarin. Kunjungan wisatawan di pantai ini mengalami penurunan akibat ditutupnya Tiongkok karena virus Corona.

RPJMD Badung Terpengaruh Virus Corona Mangupura (Bali Post) -

Isu virus corona yang berdampak pada realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana (SB). Pasalnya, isu virus mematikan yang melemahkan sektor pariwisata ini berpengaruh terhadap keuangan Badung yang dominan bertumpu pada sektor tersebut. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Badung, Made Wira Dharmajaya, saat ditemui Jumat (14/2) lalu. Menurutnya, fluktuasinya pendapatan Badung kaitan dengan perencanaan pembangunan, Dia mencontohkan saat

ini, di tengah mewabahnya virus Corona, pendapatan Badung dipastikan akan menurun. “Pendapatan dipastikan akan berpengaruh pada perencanaan. Dalam RPJMD selama 5 tahun proyeksi pendapatan dan belanja

sudah dipasang. Namun penajaman tetap dilakukan berdasarkan kondisi eksisting perekonomian,” katanya. Kendati demikian, mantan Sekwan tersebut optimis pembangunan infrastruktur akan terealisasi sesuai

target, karena masih ada waktu hingga 2021. “Kami akan genjot pada 2020 ini dan selanjutnya pada 2021. Dengan sisa waktu ini, kami yakin target infrastruktur bisa tercapai,” tegasnya. Sebelumnya, Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa juga mengatakan isu virus Corona telah membawa dampak negatif terhadap pariwisata di Gumi Keris. Karena itu pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi agar

dampak dari virus tersebut dapat diminimalisir. “Kami telah berkomunikasi dengan bapak menteri pariwisata. Kami sampaikan aspirasi dari stakeholder pariwisata agar ada penerbangan langsung ke Bali pada jalur-jalur baru, agar pihak airlines melakukan kebijakan khusus terhadap harga tiket, dan mendorong kunjungan wisatawan domestik,” pungkasnya. (kmb27)

Pecandu Berat, Wanita Jadi Kurir Kiloan Narkoba Denpasar (Bali Post) Pasangan wanita, Putri Sinta Liliana (27) dan Ikaria Suci Ramadania (22) yang ditangkap Senin (10/2) lalu, kini mendekam di sel Kantor BNNP Bali, Denpasar. Karyawan garmen ini ternyata pecandu berat narkoba, bahkan bongnya menggunakan botol air mineral besar. Selain itu mereka beberapa kali mendapat kiriman paket sabusabu (SS) minimal 1 kilogram. “Bisa saja mereka sengaja ke Bali untuk jadi pengedar. Apalagi mereka pecandu berat narkoba, sehingga kebutuhannya juga tinggi,” kata sumber, Sabtu (15/2) kemarin. Hasil pengembangan kasus ini, kedua wanita diduga lesbian tersebut langsung dipercaya jadi kurir oleh napi, Heri. “Mungkin Heri kenal betul siapa pelaku di kampungnya. Bisa saja Heri menyuruh mereka ke Bali dan dikenalkan ke Aji,” ujarnya. Sebelum ditangkap, pelaku mengambil 1 kilogram SS di dekat hotel di Jalan Mahendradatta, Denpasar. Paket

BPM/ist

DITANGKAP - Residivis pencuri spesialis rumah sakit ditangkap.

barang tersebut dari jaringan lain. “Diduga pelaku ini main di dua kaki,” ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Tim Berantas BNNP Bali menangkap dua pelaku dengan barang bukti SS seberat 2 kilogram bruto, 788 butir ekstasi 70 butir happy five dan kokain 3,6 gram. “Ini pengungkapan luar biasa. Mereka (pelaku) jaringan lapas. Di atasnya mereka ada Heri saat ini mendekam di Lapas Kerobokan. Tapi di atasnya Heri ada seseorang biasa dipanggil Aji. Mereka kenal Heri tapi selanjutnya komunikasi dan dikendalikan Aji. Soal Aji masih pendalaman,” ujar Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Jumat (14/2) lalu. Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai dua wanita, Sinta dan Ikaria yang kos di Jalan Tukad Musi, Renon, Denpasar Selatan. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Berantas dipimpin Kabid AKBP Nyoman

Sebudi dan Kasi Intel Kompol Saifudin Jufri melakukan penyelidikan. Pada Senin (10/2) lalu, petugas membuntuti pelaku menuju arah Kuta mengendarai sepeda motor. Sesampainya di Jalan Polonia, Tuban, Kuta, pelaku membawa sebuah dus. Petugas langung menangkap pelaku dan melakukan penggeledahan. Setelah dus dibuka, terlihat bagian dalam berisi makanan ringan. Namun ketika dibuka seluruh bagian sisi dus ditemukan SS yang dibungkus plastik bening ditutup rapat dan dilem rapi lima sisi bagian dus. Selanjutnya kedua pelaku dibawa ke Kantor BNNP Bali. Setelah ditimbang SS tersebut beratnya 837,66 gram neto. Pengembangan lalu dilakukan ke tempat tinggal pelaku di Jalan Tukad Musi, Denpasar. Setelah dilakukan penggeledahan di TKP, ditemukan barang bukti SS seberat 978,79 gram, ekstasi 788 butir di speaker aktif, dan di atas meja, kokain 7

BPM/rah

BARANG BUKTI - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menunjukkan barang bukti narkoba jaringan lapas. paket kecil seberat 3,6 gram neto dan happy five sebanyak tujuh pepel. “Mereka ini sebagai kurir. Awalnya mereka diberi uang Rp 30 ribu sekali nempel, lalu naik Rp 50 ribu. Aji beri petunjuk untuk tempel paket narkoba lewat google map,” kata mantan Karorena Polda Bali ini. Hasil penyidikan, kedua pelaku ini pengguna aktif narkoba. Mereka ke Bali sekitar satu tahun lalu dan kerja di garmen. Selanjutnya

mereka bertemu dengan Heri karena sama-sama satu kampung di Banyuwangi. “Kalau kirim paket narkoba, mereka berdua berangkat. Karena belum semua paket ditempel, Aji menyuruh agar disimpan di tempat kosnya. Untuk keberadaan Aji masih kami selidiki. Diamankannya barang bukti ini kami menyelamatkan sekitar 18 ribu orang dari penyalahgunaan narkoba,” tegas jenderal bintang satu di pundak ini. (kmb36)

Bermanfaat Dalam Pengambilan Kebijakan

Stok Babi Galungan Aman Bupati Tabanan Ajak Masyarakat Mengisi Sensus Penduduk 2020 Secara ”Online” Denpasar (Bali Post) – Kasus kematian babi yang melanda hampir seluruh Bali, mengundang kekhawatiran menipisnya stok babi. Terutama pada saat Galungan mendatang. Karena kebutuhan akan daging babi cukup banyak. Hal ini ditanggapi Kadis Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, Sabtu (15/2). Warga diminta tidak perlu khawatir karena stok babi mencukupi untuk hari raya Galungan ini. Meski diakui ada penurunan populasi dari 20.000 menjadi 8.500 ekor saja. “Tidak perlu khawatir, karena stok babi cukup,” ujar Ambara Putra. Dikatakan, untuk harga juga tidak perlu ada kekhawatiran akan melambung tinggi. Akibat stok yang dinilai kurang. Saat ini harga masih cukup stabil pada angka Rp 25.000 per kilogram untuk yang makan basah. “Kami sudah pantau harga ke peternak di Kresek, Sesetan, harga masih cukup bagus. Rp 25 ribu untuk ternak yang makan makanan basah,” jelasnya Sebelumnya diberitakan, kasus babi mati yang terjadi di beberapa daerah juga berimbas ke Denpasar. Karena beberapa ternak milik warga ada juga yang mati. Meski tidak mati mendadak, jumlah populasi ternak babi berkurang drastis. Dari awalnya populasi babi di Denpasar mencapai 2.000 ekor lebih, kini tinggal 8.500 saja. Ambara Putra menjelaskan, jumlah populasi babi berkurang akibat adanya babi yang mati, banyak peternak akhirnya menjual babinya. Selama dua bulan terakhir ini, babi yang mengalami sakit mencapai 226 ekor. Kemudian yang mati terdata sebanyak 184 ekor. Beberapa babi yang sakit ada yang sehat kembali. Namun, banyaknya populasi yang berkurang tersebut akibat dijual. Sementara untuk bibit baru tidak dianjurkan selama kondisi dugaan virus yang terjadi pada babi. Meski secara pemeriksaan laboratorium, belum ada yang mengeluarkan hasilnya secara pasti terkait penyebab kematian babi selama ini. (kmb12)

BUPATI Tabanan, Eka Wiryastuti, mengisi sensus penduduk 2020 online pada Sabtu (15/2), di kediamannya. Pengisian sensus penduduk didampingi Kepala BPS Tabanan beserta tim. Sebelum mulai mengisi data melalui website sensus.bps. go.id, Bupati Eka mengisi nomor NIK dan KK terlebih dahulu untuk masuk ke halaman pengisian data. Tampak dengan mudah ia mengisi setiap kolom dan pertanyaan yang muncul. Eka Wiryastuti mengatakan, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sangat penting untuk Pemerintah Kabupaten Tabanan, terutama dalam mengambil setiap kebijakan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengisi sensus penduduk 2020 dengan benar. Apalagi saat ini pengisian sensus penduduk dilakukan secara online sehingga pengisian akan lebih mudah dilakukan. “Dengan sistem online ini, satu yang saya rasakan adalah suatu kemajuan dalam mendatabase kependudukan kita secara

benar dan selanjutnya saya harapkan masyarakat kita mandiri untuk bisa mengetahui dan bisa mendaftar, karena menjadi suatu hal yang wajib dilakukan masyarakat kita,” ujarnya. Ia menilai masyarakat akan mampu mengisi sensus penduduk secara online karena sudah banyak masyarakat yang melek teknologi. Hanya saja, karena sistem pengisian sensus penduduk online ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan, maka ia berharap petugas yang berwenang melakukan sosialisasi dengan massif. “Terutama oleh pihak yang terkait untuk bisa mengajarkan secara online karena saat ini dunia digital sangat penting untuk dipahami. Dengan adanya program ini, kita menyambut dunia digital untuk kepentingan kita bersama di dalam mewujudkan data–data yang benar untuk bisa melanjutkan program secara tepat guna nantinya,” imbuhnya. Selama ini data dari BPS

BPS - Bupati Tabanan, Eka Wiryastuti, berfoto bersama tim pendamping BPS Tabanan usai mengisi sensus penduduk 2020 secara online. digunakan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam membuat program atau mengambil kebijakan sehingga pengisian data yang benar oleh masyarakat menjadi kunci dalam membuat program yang tepat. Kepala BPS Tabanan, Indra Susilo, berharap masyarakat bisa secara mandiri melakukan sensus penduduk online tidak lagi menunggu datangnya petugas sensus.

“Di awal pelaksanaan ini kami mengajak tokoh masyarakat untuk turut serta lebih awal untuk memberikan semangat masyarakat untuk mengisi sensus penduduk secara mandiri,” ujarnya. Dalam sensus penduduk ini, BPS menggunakan basis data dari Dukcapil sehingga diharapkan untuk mewujudkan satu data penduduk Indonesia, tidak lagi dari

dua sumber yaitu data BPS dan Dukcapil. “Sehingga dari satu data penduduk Indonesia bisa dikembangkan program-program secara nasional, terutama kebijakan dalam penyediaan sarana, prasarana pendidikan, kesehatan maupun sosial yang lebih tepat sasaran,” ucapnya. Untuk memastikan, 100 persen penduduk Tabanan tercakup dalam sensus, ada dua tahapan sensus yang dilakukan, yaitu sensus penduduk online yang dilakukan mandiri oleh masyarakat. Sedangkan bagi warga yang belum mampu mengisi, akan ada tahapan kedua di Bulan Juli yaitu, sensus penduduk wawancara. “Masyarakat yang belum ter-cover akan disisir oleh petugas BPS untuk didata secara langsung melalui wawancara,” tandasnya. Dengan sensus online, Indra menilai pengolahan data dan perolehan hasil akan lebih cepat dari konvensional sehingga kebijakan bisa diambil dengan cepat. (ad509)


4

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Trik Tepat Merawat Kesehatan KESEHATAN masyarakat dunia saat ini terasa terancam dengan munculnya virus Corona yang sulit dideteksi penyebarannya. Virus Corona pun menjadi teror yang menghantui seluruh manusia di dunia. Salah satu yang harus disiasati dengan virus ini adalah menjaga keseimbangan tubuh. Juga asupan gizi yang baik, agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Saat ini virus berkembang dengan cepat dan mudah. Mengingat cuaca ekstrem yang sering terjadi, ditambah adanya dugaan kuman yang berevolusi karena perubahan alam. Manusia yang ada di alam pun mau tidak mau harus beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, agar dapat terus bertahan dari evolusi alam yang terjadi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan manusia dalam bertahan adalah dengan memperhatikan alam atau lingkungan, perantara kuman dan manusianya sendiri. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi dan Imunologi RSUD Wangaya, Dr. dr. I Ketut Suryana, SP. PD., K-AI., FINASIM. menjelaskan, penyakit bisa terjadi tergantung dari

kuman itu sendiri baik bakteri, virus atau parasit, tergantung pada lingkungannya, dan tergantung juga pada manusianya. Menjaga kesehatan itu harus dikelola sebaik mungkin, kebersihan, sampah, aliran air, pengelolaan air, dan binatang peliharaannya, semua harus dikelola sebagaimana mestinya. Kuman memang harus dihindari dengan menjaga kebersihan diri sendiri, seperti cuci tangan sebelum makan, mandi yang baik, menggunakan antiseptik atau sabun, termasuk kebersihan pakaian. Keseimbangan Manusia harus menjaga keseimbangan dirinya sendiri baik fisik, mental dan sosial. Sebab sehat itu prinsipnya keseimbangan aktivitas, pola makan dan waktu istirahat, dan pikiran. Untuk menghadapi situasi alam saat ini, menurutnya ketiga faktor itu harus dikelola dengan baik. Seperti saat ini yang sedang mewabah adalah virus, maka yang harus dilakukan adalah menghindari virus tersebut dengan cara melind-

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

ungi diri dengan menggunakan masker, menjaga kebersihan, mengelola lingkungan, dan sebagainya. Sementara menjaga kesehatan fisik dengan makan dan minum yang teratur serta bergizi, bekerja secara enjoy atau dinikmati, waktu istirahat dipergunakan dengan baik. Menjaga keseimbangan alam Bali ternyata bermanfaat untuk manusia itu sendiri, dimulai dari diri sendiri seperti bekerja yang proporsional, makan yang baik, komunikasi dengan lingkungan yang baik agar secara psikologis nyaman. Menghindari penyakit menular tergantun pada faktor host (manusia), agen (penyebabnya), dan faktor lingkungan. Ketiganya harus dikelola dengan baik agar tidak muncul penyakit. Sementara dari sisi manusianya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah makanannya. Gizi Lengkap Dokter Spesialis Gizi RS Bali Mandara, dr. Ni Made Dwi Asti Lestari, M. Kes. Sp.GK., mengatakan, pada prinsipnya manusia harus mengonsumsi gizi yang lengkap dan seimbang, mengandung makro dan mikro nutrient, vitamin, mineral. Makro nutrient di antaranya mengandung unsur karbohidrat kompleks seperti makanan utuh contohnya, nasi, ketela, umbi–umbian, gandum. Sedangkan karbohidrat komplek

MAKANAN - Suplemen makanan bisa dikonsumsi jika kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kurang. Bisa juga dikonsumsi saat seseorang menjalankan aktivitas berlebih yang membutuhkan kandungan gizi lebih banyak, sehingga suplemen makanan bisa membantu mencukupinya. agar dikurangi seperti gula dan sirup. Dalam menjaga daya tahan tubuh tetap fit, menurutnya mengonsumsi protein yang paling penting. Mengingat protein terdiri dari dua jenis, yaitu nabati dan hewani, Dwi menyarankan untuk mengonsumsi kedua jenis protein itu. “Yang utama itu, protein harus cukup baik yang hewani ataupun nabatinya,” ujarnya. Sumber protein hewani bisa dari daging, ikan, telur, dan susu. Sementara kacang– kacangan,

tempe, tahu termasuk sumber protein nabati. Untuk menjaga daya tahan tubuh, sumber protein ini harus ditingkatkan konsumsinya, sementara sumber karbohidrat dan lemak bisa diturunkan. Lemak bisa dari mentega, minyak sayur, zaitun termasuk juga keju. Sumber vitamin dan mineral dari buah dan sayur yang divariasikan, sayur sebanyak 4-5 porsi, buah sebanyak 3-4 porsi. Pemilihan makanan agar dipilih yang alami dan utuh, bukan

makanan jadi, makanan kaleng atau yang diawetkan. “Hindari sumber gula dan lemak tersembunyi seperti minuman rasa– rasa, yang tidak diketahui kandungannya seberapa,” tegasnya. Suplemen makanan bisa dikonsumsi jika kandungan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh kurang. Bisa juga dikonsumsi saat seseorang menjalankan aktivitas berlebih yang membutuhkan kandungan gizi lebih banyak, sehingga suplemen makanan bisa membantu mencukupinya. (may)

Merilekskan Otot Tubuh

Gb IV: Tetaplah duduk bersila namun kedua lengan lurus depan dada serta kedua telapak tangan saling berkait. Condongkan badan ke depan dengan posisi punggung lurus. Tahan 1x8 hitungan lalu tegakkan badan setelah itu ulangi. Dengan melakukan peregangan otot tubuh tiap pagi, maka kebugaran tubuh tetap terjaga sepanjang hari dan salam bugar dari Lala Studio.

MULAILAH aktivitas sehari-hari dengan meregangan otot tubuh dengan posisi duduk agar kebugaran tubuh tetap terjaga sepanjang hari. Regangkan otot bahu, otot lengan, pinggang dan punggung tiap hari sebelum berangkat kerja cukup 15 menit saja. Ikuti peragaan berikut ini bersama Angeline dari Lala Studio.

2 Gb. II: Dengan posisi yang sama namun kedua lengan ditekuk menyilang ke belakang lalu luruskan punggung dan tarik seluruh otot tubuh bagian atas (upper body) ke arah atas.

4

3

1

Gb. III: Untuk meregangkan pinggang, condongkan badan ke arah kiri dengan meluruskan tangan kanan ke atas sedangkan tangan kiri rileks memegang lutut kanan. Tarik tangan kanan ke atas setelah itu rileks dan lakukan juga pada tangan kiri.

Gb. I: Dengan posisi duduk bersila dan kedua siku lengan ditekuk serta kedua telapak tangan diletakkan pada bahu seperti yang nampak pada gambar. Putar kedua bahu ke arah depan 1x8 hitungan lalu belakang juga 1x8 setelah itu naik-turunkan juga pada 1x8 hitungan.

Kisara

Halo sahabat Kisara. Mencintai seseorang tidaklah mudah. Benar tidak? Setiap orang memiliki ekspektasinya masingmasing tentang keinginannya untuk dicintai. Kamu pun memiliki caramu sendiri untuk mengekspresikan cinta pada pasanganmu ataupun orangorang di sekitarmu. Karena pada dasarnya cinta tidak hanya merujuk pada pasangan atau pacar, tapi juga tentang teman, keluarga maupun orang terdekatmu. Banyak dari kita yang masih berpikir bahwa mencintai berarti memanjakan. Tapi, ini gak sepenuhnya benar loh sahabat Kisara. Mencintai gak selalu harus diekspresikan dengan me-

manjakan pasangan, gak harus memberi barang-barang mewah, gak harus selalu ngabarin tiap detik atau harus jalan dan ketemu tiap hari. Nyatanya ekspresi dari cinta itu beragam dan sederhana loh! Menghargai Mengekspresikan rasa cintamu ke orang lain bisa dimulai dengan saling menghargai dan tidak menghakimi orang lain. Semua orang memiliki kekurangan, termasuk dirimu sendiri. Dan pada akhirnya, hanya kamu sendiri yang bisa menentukan apakah kamu mau memperbaiki kekurangan tersebut atau tidak. Jadilah seseorang yang menerima kekurangan orang lain

Mengekspresikan Rasa Cinta dan mendorongnya untuk terus memperbaiki dirinya, terlepas dari segala kondisi dan kekurangan yang dia miliki. Ketika kamu mampu menerima dan menghargai, maka kamu harus mulai untuk memaafkan. Semua orang perlu memaafkan dan dimaafkan. Walau orang lain tidak merasa bersalah, kamu tetap harus memaafkan kesalahannya. Mungkin dia pernah menyakitimu, meninggalkanmu, atau melupakanmu. Akan tetapi, salah satu cara terbaik dan tertulus dalam menunjukkan rasa cintamu adalah dengan memaafkan dan mengikhlaskannya demi kebaikan dirimu dan mereka. Konteks memaafkan mungkin

sangat luas, namun memaafkan maksudnya memberi kesempatan baru pada orang lain tanpa menyakiti dirimu baik secara fisik maupun psikis. Ingatlah bahwa maafmu juga memiliki batas. Mendukung Cara mencintai yang paling baik adalah dengan selalu mendukung. Cinta adalah dukungan terbesar bagi setiap orang. Setiap orang pasti memiliki harapan dan impian untuk masa depannya. Maka dari itu, jadilah seseorang yang bisa mendukung dan mendorongnya untuk mengejar impiannya tersebut. Dari situlah, kamu bisa membina hubungan yang

kuat dengan dirimu, orang lain dan pasanganmu loh. Ketika orang terdekat atau pasanganmu memiliki masalah, kamu sebagai orang tercintanya akan merasa wajib untuk berdiri di sisinya dan menolongnya. Saat kamu mendengar orang lain menjelekkan orang tersayangmu, kamu berusaha membelanya. Begitu pula ketika mereka melakukan kesalahan. Kamu tidak akan ragu untuk memberitahunya dan membuka jalan untuknya memperbaiki kesalahan. Ketika

kamu mencintai seseorang seperti ini, kamu tidak akan takut kehilangan. Kamu akan merasa lebih bahagia karena bisa membagi kasih sayang kepada orang lain. Ingatlah bahwa mencintai dan dicintai adalah harapan semua orang. Ketika kamu ingin mencintai, tunjukanlah rasa cinta dan sayangmu dengan caramu sendiri dan pastikan bahwa hal itu tidak akan melukaimu ataupun orang lain di sekitarmu. Karena cinta harusnya tidak menyakiti siapapun!


5

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Capricorn Peruntungan: Problem yang terjadi dengan rekan sekerja Anda sebaiknya segera diselesaikan, tak perlu menundanya lagi. Pikiran tetap bisa tenang walaupun angan-angan masih belum kesampaian juga. Teruslah melangkah dengan penuh percaya diri, yakinlah hanya dengan kerja keraslah maka semua yang tak mungkin bisa mungkin terjadi dan tercapai. Kesehatan: Ada baiknya Anda mulai mengurangi aktivitas olahraga yang terlampau berat. Asmara: Jangan punya pikiran yang aneh-aneh. Jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah sebagai lakon yang harus dijalani. Aquarius Peruntungan: Sikapi saja semua itu dengan tersenyum, daripada ditanggapi hanya akan bikin masalah bertambah panjang. Minggu ini cukup mujur, hanya Anda perlu mengendalikan emosi yang tampak labil itu. Pasrah saja dan lapangkan hati Anda, pasti segalanya akan berjalan lancar. Kalau sedikit-sedikit tersinggung akan sulit bisa meraih hasil yang lebih baik dibanding minggu-minggu kemarin. Kesehatan: Kondisi badan terus dijaga dengan baik, jangan sampai terus melemah. Asmara: Kurang mulus karena banyak hambatan di sana-sini sehingga harus hati-hati agar tidak tergelincir. Pisces Peruntungan: Usahakan lebih bervariatif dalam bertindak, sehingga tak terkesan monoton dan mudah ditebak. Suasana minggu ini masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, sehingga bila ada keinginan sebaiknya tak perlu ragu menyiapkan konsep untuk segera melaksanakannya. Kesehatan: Berpikirlah ringan dan santai agar hidup ini terasa lebih ringan. Asmara: Makin bertambah mesra dan harmonis. Pertahankan suasana ini dengan selalu sabar dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada. Aries Peruntungan: Minggu ini suasana hati terkadang cukup mengganggu, untuk itu Anda harus lebih berhati-hati karena hal terburuk masih bisa menimpa. Pandai-pandailah mengatur waktu agar tidak terjadi kekacauan dan kerancuan. Kesehatan: Berolahragalah secara kontinu dan benar sehingga kesehatan tetap selalu terjamin. Asmara: hanya dengan kelembutan saja si dia akan bisa terketuk hatinya. Taurus Peruntungan: Tak ada gunanya menutupnutupi kesalahan yang telah dibuat rekan Anda, agar nama Anda tetap bisa bersih dan tidak dicurigai. Hawa kekacauan sudah mulai terasa dan cukup membikin pusing, maka dari itu waspadalah. Kesehatan: Berhentilah merokok bila perlu agar kondisi badan tidak terus menurun. Asmara: Dengarkanlah jika dia berbicara. Jangan sampai Anda menampakkan wajah yang acuh tak acuh, karena itu akan membikin sakit hatinya. Gemini Peruntungan: Jangan berhenti untuk terus berkreasi dan berinovasi. Beragam peristiwa akhir-akhir ini bisa dipetik pelajaran berharga. Walaupun situasi sesulit apa pun jika dihadapi dengan hati yang besar dan tidak pantang menyerah, akhirnya Anda pasti bisa menemukan solusi yang tepat. Kesehatan: Selagi sehat maka perlu menjaga kondisi badan Anda agar tak sampai jatuh sakit. Asmara: Jangan terjebak dalam permainan asmara segitiga karena itu sangatlah memusingkan. Cancer Peruntungan: Karena minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, makanya tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi. Tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang. Jika itu terjadi, sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Asmara: Jagalah hatinya supaya bisa berbunga-bunga terus. Jangan malah anda sakiti dengan kata-kata pedas. Leo Peruntungan: Sekalipun kecil yang namanya persoalan tetap saja harus diselesaikan. Untuk itu, segera selesaikan, jangan tunggu menjadi besar. Minggu ini masih ada rintangan yang harus diwaspadai, walau begitu tak perlu berkecil hati dan tak perlu risau untuk tetap selalu semangat. Kesehatan: Tak perlu terlalu cemas apalagi sampai minum obat-obatan penambah stamina karena hanya akan menimbulkan masalah di kemudian minggu saja. Asmara: Asmara yang mulus mesti dijaga keserasiannya. Kalau ada pihak yang ingin mengacaukan suasana, jangan dibiarkan saja. Virgo Peruntungan: Waspadalah akan tipu muslihat yang dilancarkan oleh orang yang tidak menyukai Anda, jangan mudah percaya dengan setiap omongan yang datang. Hasil dari kerja keras Anda untuk sementara ini memang belum begitu memuaskan, meski begitu jangan berkecil hati, teruslah bekerja keras. Kesehatan: Untuk sementara jangan sering keluar malam agar kondisi badan Anda tidak terus menurun. Asmara: Masih mesra dan harmonis, tinggal bagaimana Anda menjaga emosi. Libra Peruntungan: Jangan cari ribut dengan siapapun karena tak ada untungnya, bila perlu mengalah saja. Tak perlu ragu melangkahkan kaki walaupun hambatan ada di sana-sini. Uluran tangan yang datang sebaiknya disikapi dengan sebaik mungkin. Kesehatan: Di sekitar kaki dan tangan masih terasa pegal-pegal dan cukup mengganggu. Semua itu bisa diatasi dengan terapi pemijatan yang biasa Anda lakukan. Asmara: Agak merenggang, coba selidiki sebab musababnya. Tak perlu malu bila Anda di pihak yang salah. Sadari dan ubah sikap agar hubungan bisa membaik lagi. Scorpio Peruntungan: Jangan cemas sekalipun sepintas terlihat banyak yang antipati dengan Anda karena sebenarnya yang simpatik juga tak kalah banyak. Minggu ini masih penuh dengan masalah yang bisa membuat hati kecewa dan jengkel, maka jaga emosi Anda. Kesehatan: Karena kondisi badan lagi menurun, perlu menjaga stamina agar tetap selalu fit sepanjang waktu. Asmara: Hiasilah hubungan perasmaraan ini dengan sesuatu yang indah dan menyenangkan, bukan dengan suatu olok-olok dan debat mulut yang tiada henti. Sagitarius Peruntungan: Masih ada saja yang usil, maka cobalah sedikit cuek pasti nanti akan tenang dengan sendirinya. Jangan emosi bila dikritik dan jangan cepat lupa diri bila dipuji. Inilah kunci sukses untuk bisa melangkah dan mempertahankan sesuatu yang telah ada ini agar bisa bertahan dan meningkat lagi ke depannya. Kesehatan: Hindari cuaca malam karena sangat tak bersahabat dengan kondisi badan Anda saat ini. Asmara: Berterus terang sajalah agar mingguminggu ke depan bisa lebih tenang dan tak ada ganjalan.

Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 16 - 22 Februari 2020

Perayaan Galungan, Mengalahkan Sifat Buruk di Dalam Diri Ittham yadā yadā bādhā dānavotthā bhavisyati Tadā tadāvatīryāham karisyāmyari-samksayam (Dūrgā Saptaśati 11.55) “Kapan saja dan di mana saja terjadi gangguan atau pun terjadi kesengsaraan akibat dari kekuatan jahat, di sana dan pada waktu itu Aku akan turun ber-avatāra untuk menghancurkan mereka.” Śloka suci di atas dikutip dari pustaka suci Mārkāndeya Purāna, Bab khusus tentang Devī Māhatmyam, lebih dikenal dengan nama Dūrgā Saptaśatī. Pustaka ini sangat terkenal dan menjadi pegangan bagi sebagian besar umat Hindu. Pada kitab lain, terdapat perbedaan kecil namun tidak signifikan apalagi berseberangan arti. Bab ke-9 Kevalāvatāra Prakāśah memperlihatkan perbedaan dengan Dūrgā Saptaśati khususnya pada baris terakhir pada śloka tersebut. Baris karisyāmyari-samksayam pada kitab Dūrgā Saptaśati menjadi hanisyāmi mahāsurān dalam Kevalāvatāra Prakāśah. Keduanya menunjukkan arti yang kurang lebih sama, yaitu berarti (ber-avatāra untuk) menghancurkan musuh. Śloka yang “bernada” sama dapat dijumpai pada Bhagavadgītā, Bab 4 śloka 7, yadā yadā hi dharmasya glānir bhavati bhārata, abhyutthanam adharmasya tadātmanam srjāmy aham, yang berarti “Wahai Arjuna, kapan saja dan di mana saja terjadi kemunduran dalam pelaksanaan ajaran-ajaran kebenaran, dan meningkatnya hal-hal yang bukan ajaran kebenaran, maka pada waktu itu Aku Sendiri akan menjelma (ke dunia ini).” Tujuan agama sejatinya adalah untuk membantu umatnya menjadi lebih kuat lahir batin dan menjadi lebih baik hari demi hari. Kitab suci mengarahkan pada

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa jalan mulia seperti itu, dan tradisi suci juga menuntun orang menuju jalan kebenaran dharma. Agama dan kitab suci tidak mengajarkan orang untuk menjadi ingkar dari jalan kebenaran, meninggalkan jalan dharma (kebenaran) lalu memilih jalan adharma (ketidakbenaran). Perayaan hari suci Galungan bertujuan untuk itu, yaitu mengalahkan adharma melalui dharma. Hari raya Galungan adalah hari raya untuk memperingati kemenangan dharma melawan adharma. Sewajarnya pertanyaan ditujukan kepada diri sendiri; apakah kita sudah mengusahakan untuk menerapkan “inti sari tujuan” dari perayaan hari suci Galungan, yaitu memenangkan dharma melawan adharma? Galungan mungkin bisa dikatakan sebagai hari raya paling meriah yang dirayakan oleh umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali, terutama di masa lalu ketika “kemeriahan” lainnya belum tersedia seperti yang dinikmati pada zaman sekarang ini. Perayaan yang meriah tentu wajar karena sesungguhnya Galungan adalah perayaan hari kemenangan, hari yang penuh suka cita, riang, dan bahagia. Saat menikmati kemeriahan hari raya Galungan umat yang bersungguh-sungguh merayakan Galungan (luar dan dalam), tentunya tidak lupa pada sejarah dan makna hari raya Galungan itu sendiri. Umat Hindu tidak tenggelam pada rutinitas ritual yang datangnya setiap 210 hari sekali. Mereka menyelam lebih dalam pada makna dari hari raya Galungan itu sendiri. Hari raya Galungan merupakan peringatan kemenangan dharma melawan adharma. Umat yang sadar tentu akan

MIMBAR AGAMA

Ignatius Suharto Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dan kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku. (Mazmur 51:3) DALAM mimbar bulan lalu telah dihadirkan Sakramen Baptis, sehubungan dengan Perayaaan Hari Raya Pembaptisan Yesus dan baptis kita masingmasing. Kini kita menghadirkan Sakramen Rekonsiliasi sehubungan dengan sembilan hari lagi kita akan memasuki Masa Prapaskah. Manusia diciptakan Allah terdiri atas jiwa dan raga (tubuh). Kalau begitu, apa yang kita imani selayaknya memancar keluar melalui sikap tubuh.

brolan BALE BANJAR ARIDUS KALAU jadi Hindu jangan jadi orang India! Kalau jadi Islam, jangan jadi orang Arab! Kalau jadi Kristen, jangan jadi orang Yahudi! Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat dan kebudayaan Nusantara yang kaya raya ini! “Untaian kalimat itulah yang dilontarkan Ir. Sukarno yang populer disapa Bung Karno setiap bicara risalah kebangsaan. Wacana tersebut bagi mereka yang punya pikiran dan hati bersumbu pendek atau punya kepentingan politik, sering dipelintir dan menuduh Presiden I RI tersebut rasis dan diskriminatif. Padahal banyak yang tahu kalau BK yang meskipun nasionalis tulen, bukan seorang chauvinis seperti Hitler. Sebab, nasionalisme yang digagasnya

menjadikan perayaan hari suci Galungan sebagai sebuah perenungan yang sangat baik. Sudah waktunya umat bertanya dan mempertanyakan, apakah sudah benar selama 210 hari sebagai orang yang sudah memenangkan dharma dalam melawan adharma? Apakah dalam merayakan Galungan orang sudah menjaga keagungan dharma itu? Setelah merayakan kemenangan dharma, mampukah orang menempatkan diri agar selalu “menang” dalam kehidupan masing-masing untuk hari-hari ke depan? Pertanyaan seperti itu, bagi umat Hindu yang bersungguh-sungguh tetap ingin memajukan dirinya di jalan dharma, harus dilakukan, dan juga harus mendapatkan jawaban. Perenungan, penghayatan serta pengalaman pengetahuan suci jñāna dalam keseharian hendaknya menjadi “pelengkap harus” bagi upacara-upacara keagamaan yang dilakukan dengan śraddhā bhakti atau keyakinan dan rasa bhakti yang tulus serta bersungguh-sungguh. “Ittham yadā yadā bādhā dānavotthā bhavisyati”, kapan saja dan di mana saja terjadi gangguan atau pun terjadi kesengsaraan serta kedukaan akibat dari kekuatan jahat, maka Tuhan Yang Maha Esa melalui cara-cara-Nya akan turun ber-avatāra ke atas muka bumi ini untuk menghancurkan kejahatan. Pesan dari Bhagavad-gītā dan Dūrgā Saptaśati mengenai kemengan dharma melawan adharma dilaksanakan dan diamalkan dalam bentuk perayaan hari suci Galungan. Melalui pelaksanaan perayaan hari suci Galungan umat berusaha “menasihati” dirinya agar selalu awas menjaga serta menegakkan dharma, dalam diri sendiri, lingkungan keluarga, atau pun lingkungan masyarakat yang lebih luas. Memenangkan dharma atas adharma “dalam upacara keagamaan” belum tentu merupakan kemenangan, kecuali ia harus dilengkapi dengan penerapan serta pengamalam pengetahuanpengetahuan suci jñāna. Dalam keadaan seperti itu, kemenangan dharma atas adharma menjadi pasti, karena pengetahuan suci

jñāna akan saling bahu membahu dengan upacara-upacara keagamaan. Keduanya akan saling melengkapi satu sama lain. Penerapan pengetahuan jñāna ada aturan-peraturan serta tata caranya. Demikian pula upacara-upacara keagamaan ada aturan-peraturan serta tata cara yang lengkap tertata dengan rapi sempurna. Menurut lontar Sri Jayakasunu, pada tahun Śaka 1103 dalam pemerintahan Raja Sri Ekajaya, perayaan Galungan sempat dihentikan. Hal ini terjadi hingga masa pemerintahan Sri Dhanadi. Menurut lontar tersebut, sejak dihentikannya perayaan hari raya Galungan maka musibah datang terus menerus secara teratur silih berganti. Disebutkan pula bahwa usia para pejabat kerajaan pada waktu itu menjadi pendek. Sri Jayakasunu, putra Raja Sri Dhanandi, merasa heran mengapa bencana datang tiada henti dan mengapa pula banyak pejabat kerajaan menjadi berumur pendek. Beliau lalu melakukan tapa di Pura Dalem Puri, memuja Dewi Dūrgā, memohon petunjuk untuk mengatasi musibah yang terjadi. Karena kesungguhannya dalam mempraktikkan pertapaannya, maka Sri Jayakasunu kemudian mendapat wangsit dari Dewi Dūrgā agar kembali merayakan hari raya Galungan setiap hari Budha Kliwon Dungulan. Selain itu, sehari menjelang Galungan, agar masyarakat memasang Penjor. Ketika Raja Sri Jayakasunu bertahta pada tahun Śaka 1126 menggantikan ayahndanya, Sri Dhanadi, hari Galungan dirayakan kembali sesuai “perintah” Dewi Dūrgā yang diterimanya. Sehari menjelang Galungan dilaksanakan pula pembersihan diri dengan upacara Byakala untuk melepaskan unsur-unsur negatif dalam bentuk Bhūta Kāla yang disebut sebagai Sang Kāla Tiga, yaitu Bhūta Dungulan, Bhūta Amangkurat, dan Bhūta Galungan. Merayakan hari raya Galungan dengan cara melepaskan unsurunsur negatif berarti mengalahkan hal-hal adharma (ketidakbenaran) melalui jalan dharma.

Sang Kāla Tiga harus dinetralisir, ditenangkan dan dikalahkan pada hari suci Galungan. Dipergunakan kata bhūta untuk menyebutkan Sang Kāla Tiga memberikan pengertian bahwa kekuatan unsur-unsur negatif tersebut sangat kuat serta perkasa. Berhasil menenangkan, melepaskan, mengusir atau memenangkan unsur-unsur negatif yang maha dahsyat tersebut tentu saja merupakan hal yang sangat menggembirakan. Oleh karena itulah kemenangan atas kekuatan dahsyat Bhūta Dungulan, Bhūta Amangkurat, dan Bhūta Galungan disebutkan sebagai kemenangan dharma melawan adharma, dan kemenangan tersebut dirayakan dengan suka cita. Kitab suci menekankan agar kemenangan dharma tetap dijaga. Siapa pun yang menjaga dharma akan dijaga oleh dharma itu sendiri (dharmo raksati raksitah). Melanggar dharma berarti menghancurkan diri sendiri. Perayaan hari suci Galungan memberikan inspirasi dan kekuatan kepada setiap orang untuk menegakkan dharma di dalam diri, dan juga mengalahkan adharma di dalam diri. Orang bijak akan berusaha sekuat dan sebisanya agar dharma selalu menang dalam dirinya. Kemenangan dharma di dalam diri merupakan kemenangan dharma di dalam keluarga, dan akhirnya dalam masyarakat. Mengalahkan sifat-sifat negatif di dalam diri hendaknya menjadi inspirasi perayaan hari raya Galungan. Sebab, ikang dharma ngaranya, bahwa dharma merupakan kapal pesiar besar dan mewah “Viking Star” yang akan menyeberangkan orang dari lautan kesenangan material maha luas (an hetuning banyaga nentasing tasik). Demi mencapai kedamaian dan kebahagiaan sejati, orang hendaknya berusaha mengalahkan sifat-sifat buruk di dalam diri serta memastikan diri agar tidak berpaling dari jalan dharma (haywa anasar sangkeng dharma). Perayaan hari suci Galungan hendaknya memastikan orang untuk “berhenti melakukan hal tidak baik, tetapi tidak berhenti melakukan kebaikan.”

Sakramen Rekonsiliasi

Sebaliknya, apa yang tampak lahiriah, mencerminkan apa yang kita imani di dalam hati. Inilah dasarnya, segala yang menyangkut diri manusia selalu menyangkut dua hal, tubuh dan jiwa, jasmani dan rohani. Dalam kehidupan manusia, kedua hal ini tidak dapat dipisahkan Menurut iman Katolik, Allah menghendaki agar manusia dapat memahami dan mengingini hal-hal ilahi. Sebab, untuk itulah kita diciptakan dan ke sanalah hidup akan berakhir. Rahmat Ilahi ini hanya datang dari Allah, dan kita memperolehnya lewat sakramensakramen. Sakramen mengubah kita secara rohani. Kita diangkat menjadi ilahi agar dapat dibentuk oleh Allah menjadi semakin serupa dengan Diri-Nya. Prinsip ‘tubuh dan jiwa’ ini yang mendasari adanya sakramen di dalam gereja. Gereja yang dijiwai oleh Roh Kristus, juga terdiri atas ‘tubuh’ yang kelihatan, yaitu umat yang dipimpin oleh para pemimpin gereja. Selanjutnya, rahmat Tuhan yang dicurahkan di dalam gereja dapat juga dirasakan secara jasmani di dalam sakramen-sakramen. Karenanya, gereja mempunyai

aspek ilahi dan manusiawi, rohani dan jasmani, yang tak kelihatan dan yang kelihatan, dan semuanya itu dipersatukan di dalam misteri Kristus. Di dalam Kristus-lah segala sesuatu diperdamaikan, dipersatukan dan disempurnakan (cf. Kol 1:19-22). Lewat media, baik koran maupun televisi, setiap hari kita bisa membaca atau menyaksikan berita tentang peristiwa kriminal. Menurut KBBI, kriminal adalah yang berkaitan dengan kejahatan (pelanggaran hukum) yang dapat dihukum menurut undang-undang, pidana. Itu baru aturan duniawi. Menurut aturan surgawi, orang yang melakukan kejahatan disebut sebagai pendosa. Di sana pun ada akibatnya. Akibat paling berat adalah kehilangan keselamatan, artinya ia tidak selamat. Dalam iman Katolik, Allah memberikan rahmat-Nya yang menyelamatkan melalui sakramen-sakramen, sehingga sakramen disebut sebagai sarana keselamatan dari Allah. Bahwa ada orang yang melanggar 10 Perintah Allah, lima Perintah Gereja dan/atau mengingkari panggilan hidupnya, itu artinya ia telah berbuat dosa. Jika ada

semacam konsekuensi dari dosa yang harus ditanggungnya, itu bukan untuk diartikan sebagai hukuman dari Tuhan, melainkan sebagai akibat langsung dari dosa, karena dosa pada hakikatnya memisahkan kita dari Allah. Maka, jika seseorang telah berbuat dosa, ia harus bertobat dengan sungguh dan menerima Sakramen Rekonsiliasi (Pengampunan dosa). Selanjutnya, hendaknya ia memperbaiki hidupnya dengan tekun dan setia menjalani kehidupannya sesuai dengan iman, hukum ilahi dan hukum gerejawi, dengan selalu berusaha memperbaiki diri dengan melakukan perbuatan kasih, bertekun dalam doa dan mati raga. Katekismus Gereja Katolik mengajarkan demikian: Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan ‘siksa dosa abadi’. Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya den-

gan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan Purgatorium (Api Penyucian). Penyuciaan ini membebaskan dari apa yang orang namakan ‘siksa dosa sementara’. Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul (Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820). (KGK 1472-1473) Katekismus Gereja Katolik mencatat bahwa ‘’Di antara tindakan-tindakan peniten (si pengaku dosa), penyesalan menempati tempat pertama. Penyesalan adalah ‘dukacita jiwa dan kejijikan atas dosa yang dilakukan, bersamaan dengan niat untuk tidak berbuat dosa lagi’. Kalau penyesalan itu timbul dari suatu cinta yang melaluinya Allah dicintai di atas segala sesuatu, maka penyesalan tadi disebut ‘sempurna’.

Mangga Busuk Vs Pikiran Kotor bukanlah nasionalisme menyendiri, namun hidup bersama tanpa perbedaan dengan bangsa lain. Harkat dan martabat bangsa yang bermuasal dari tata nilai, budaya dan pandangan hidup Nusantara harus tetap dipegang. Karena itulah BK mengatakan internasionalisme tidak akan bisa hidup subur bila tidak berakar di dalam taman sarinya nasionalisme. Posisi Indonesia yang berada di persilangan samudera dan benua, membuat bangsa ini harus bergaul dan berdamai dengan bangsabangsa di dunia. Satu hal yang patut diingat, dalam pergaulan wawasan kebangsaan terutama berbasis kebudayaan warisan leluhur harus menjadi pegangan. Tanpa pemahaman itu, BK memprediksi bangsa yang dimerdekakan lewat proklamasi yang didengungkan 17 Agustus 1945, akan dibelit dan dicekik Nekolim atau neokolonialismeimperialisme. Penjajahan bentuk baru ini, menurut BK, tidak hadir secara fisik, namun halus nyaris tak kentara, berupa kebudayaan. Ya, imperialisme

budaya!“ urai Rubag. “Benar, Bung Karno sangat mencintai bangsanya, sehingga halaman yang digunakan untuk menulis Sila Kebangsaan, paling banyak dibanding empat sila Pancasila lainnya. Dia tidak ingin bangsanya terpecah-belah oleh ideologi, kepercayaan, budaya dan pandangan hidup impor, namun tetap bersatu di bawah wawasan Nusantara. Sebab, dengan warisan budaya yang kaya-raya dan luhur sebagai modal utama, bangsa kita mampu memahami budaya dan peradaban asing secara bijak dan cerdas. Sebab, BK paham sebelum agama-agama impor datang ke Nusantara, bangsa kita sudah sangat theistik dan hidup harmonis dengan sesama manusia dan ramah pada lingkungan. Kedatangan Hindu, Buddha, Islam, Kristen dan Konghucu memperkaya khasanah budaya Indonesia, sebab kita tidak beradaptasi dan membuang warisan leluhur, namun beralkulturasi dengan kepercayaan baru itu. Itulah makna dari kalimat, tidak menjadi orang India untuk

menganut Hindu, tidak menjadi Arab untuk menganut Islam dan tidak menjadi Barat untuk menganut Kristen. Jadi, kalau benar ada upaya seperti diributkan di medsos belakangan ini, bahwa ada aliran kepercayaan atau sampradaya yang menggerogoti dan melecehkan agama Hindu Bali, bisa dianggap subversif dan berbahaya. Ini mirip organisasi keagamaan yang dilarang dan dibubarkan tahun lalu, karena membawa ideologi khilafah,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Ya, kudengar mereka menuduh tradisi beragama Hindu di Bali sudah seperti mangga busuk. Mereka konon juga menganggap penggunaan hewan untuk upacara korban atau macaru sebagai kebiadaban dan menyarankan agar diganti dengan foto hewan. Hubungan dengan leluhur dianggap tidak sesuai dengan ajarannya dan harus ditinggalkan. Makan daging divonisnya sebagai manusia tidak sadar. Wah, kalau benar begitu pendapatnya, agaknya penganut aliran kepercayaan tersebut seperti gerombolan makhluk yang baru

dicampakkan dari langit. Padahal mereka ikut numpang bertahuntahun di agama yang dilecehkannya. Mereka tidak tahu atau sengaja apatis, kalau tradisi beragama dan beradat di Bali sudah berlangsung sejak 1.000 tahun, yakni sejak Pesamuan Agung di Pura Samuantiga, Gianyar, pada abad ke-10. Saat pemerintahan suami-istri Udayana Warmadewa dan Gunapriya Dharmapatni (989-1011). Pertemuan antara tokoh–tokoh Siwa, Buddha dan Bali Aga ini melahirkan konsep Desa Pakraman, Kahyangan Tiga dan Sanggah Kemulan yang tetap lestari hingga kini. Bahkan, kedatangan Danghyang Nirartha pada abad-15 (1489) memperkaya kehidupan beragama dan upacara di Bali. Aku curiga, jangan-jangan tubuh mereka yang beraroma busuk akibat pikiran kotor, sehingga tradisi beragama di Bali divonis seperti mangga busuk. Kalau begitu, tanam saja durian, siapa tahu bisa berbau harum dan pelihara sendiri! Apalagi kini banyak aliran kepercayaan sudah berubah status jadi agama,“ ujar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Paing, 16 Februari 2020

Rahinan Suci Galungan

Kawijayan Nedunang Sadripu ring Soang-soang Angga GALUNGAN – Pidabdab rerahinan suci Galungan sané rauh nyabran nganem bulan apisan wantah mabina-binayan manut dresta ring sajeroning pakraman. Sakadi sané ketah kapanggihin, kramané jagi maturan ka pura-pura ring wewidangannyané soang-soang. RERAHINAN suci wantah rahina sané kapikayunang becik lan mabuat sajeroning krama magama, punika raris kadabdabang antuk makudangkudang jalaran utawi tatatiti manut kapatutan wiadin tetuek agamannyané soangsoang. Ring agama Hindu pamekas ring Bali, rerahinan suci wantah kapanggihin manut patemon Saptawara sareng Pancawara miwah Wuku sané raris ngamedalang rerahinan antuk upacara lan pidabdabnyané soang-soang. Minakadi rerahinan Galungan sané jagi rauh punika wantah rerahinan suci sané rauh nyabran Buda Kliwon wuku Dungulan

sané raris kapakélingin pinaka rahina kawijayan Dharma saking Adharma saha dados rahina ring krama ngaturang suksmaning manah majeng Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk sekancan waranugrahaidané. Ring rerahinan Galungan, ketah kapanggihin ramia pisan kahananipun. Sakéwanten sapatutné kramané pamekas para yowanané patut nguningayang sapunapi indik kawijayan sané kabaosang. Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Bidang Agama lan Kasulinggihan ngandika, kawijayan sané kabaos lan kapatingetin

Ngabut Pénjor Nénten Dados Ngawag

SAMPUN kauningayang, sajeroning pidabdab rerahinan suci Galungan akéh cihnannyané, sinalih tunggil marupa kawéntenan sarana pénjor pinaka niyasa kasukerthan lan karahajengan jagat. Kawéntenannyané satmaka ngawinang bungah pidabdab rerahinan suci sané rauhipun nganem bulan apisan punika. Manut Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, ring masané nguni krama jagi maménjor tatkala Galungan Nadi utawi Galungan sané sinarengan sareng rahinan Purnama kémanten. Nanging kabaosang malih antuk Ida nancebang pénjor nyabran Penampahan Galungan inucap wantah becik saha niyasa kahanan pakramanné mangkin sampun becik pisan. Yadiastun asapunika, pidabdab ngabutnyané nénten dados ngawag, wénten tata-titi ipun. Minakadi patut wawu kaabut ring rahina Buda Kliwon Pegatwakan tur nénten dados lintang saking galah sanja antuk pidabdab ngabut-nancebang ping tiga sadurung kabusbus pinaka niyasa kramané sampun prasida kukuh saking gegodan Sang Kala Tiga. Wus punika wawu kaebahang kaja utawi kangin pinaka pangeluhur tur leluu ipun kabusbus tur katunjel ring lebuh beneng selagan pamesuan pinaka ngwaliang ring Durga Bucari utawi déwaning prawatek bhuta. Dados taler kamargiang antuk ngambil akidik kémanten pinaka jejatonan. Wusan punika buk ipun kasiratin antuk tirta pamralina sané katunasang ring kemulan, taksu utawi panungun karang raris kasambehang ring natah paumahan. Song pénjor inucap kaaturang nasi kepel tetiga pinaka upah-upah ring pertiwi. Indik tiingipun sujatiné patut katunjel, nanging dados kagenahang kémanten. “Wénten taler kahanan krama nénten prasida maménjor, punika nénten ja iwang tur dados kagentos antuk nancebang pénjor ring telenging ati. Inggih punika antuk setata maparilaksana melah, makenyem, setata matetulung sané becik saha nénten maparilaksana nyakitin krama lianan,” Ida Pinandita nartayang. (was)

Basa Bali

AKSARA BALI

phoria utawi bungah ramia pidabdabnyané kémanten tan pasarengin antuk pikayunan lan pangéling-éling indik tetuek rahinan suci inucap. Sios punika, akéhan pidabdabnyané kamargiang antuk upacara sané bungah nénten kasarengin antuk pidabdab mulat sarira mangda prasida ngasorang kahanan Sadripu ring soangsoang angga mangda prasida becik dados Sad Guna minakadi krodha mangda prasida dados mawiguna lan mapikolih becik. “Galungan wawu katelebin tetuek lan daging tattwanipun wantah nganem bulan apisan. Sujatiné punika patut kamargiang sarahina mangda

Sadripu ring angga sarira prasida dados Sad Guna, nénten setata ngantosang galah nganem bulan,” baos Ida. Malih Ida ngwewehin, ring rahinan suci Galungan pangrastiti katurang majeng ring Ida Hyang Pramesti Guru antuk upakara utawi banten minakadi canang meraka, canang sari, canang lenga wangi, burat wangi, penek, pasucian, sodan, banten guru saha kajangkepang antuk aturan sasidan-sidan manut désa mawacara wiadin taler ngaturang sesodan ka pura-pura ring sawewidangan pakraman. Nanging wénten kahanannyané pidabdab mau-

pakara lan maupacara ring rahinan Galungan nénten kamargiang sangkaning makudang-kudang pariindikan. Minakadi sangkaning cuntaka utawi wénten krama sané kalayusekaran utawi padem. Yéning kawéntenannyané asapunika, sinah pidabdanyané nénten prasida kamargiang sakadi sané patut sajabaning wantah ngaturang puja Trisandhya saha ngamargiang pamuspan katur majeng ring Ida Sanghyang Widhi Wasa ring merajan, nénten kantos ka merajan ageng, dadia, paibon napi malih kantos ka pura désa. Kahanan punika satmaka cihna yéning Galungan

wantah rerahinan suci sané patut setata kamargiang lan kadabdabang antuk pidabdab ring soang-soang wewidangan kasarengin taler antuk pangéling-eling indik tattwanipun yadiastun kawéntenan saking rerahinan inucap sampun nglintangin makudang-kudang masa lan galah sané setata magentosan kahananipun. “Malarapan antuk rahinan Galungan, kramané prasida nedunang kahanan Sadripunnyané soang-soang sané kalanturang antuk ngamargiang Tri Kaya Parisudha utawi mapikayunan, mabebaosan lan maparilaksana sané becik,” baos Ida. (was)

Eédan Rerahinan Galungan

Bencingah

Kruna

nyabran rahina Galungan sujatiné wantah kawijayan ring krama duaning sampun prasida ngasorang kawéntenan Sadripu ring soang-soang angga saha ngawitin pidabdab ngamargiang parikrama dharma ring kahuripan sarahina. Punika mawinan tatkala krama prasida ngeret pikayunan saha sadripu ring soang-soang angga, sinah krama inucap sampun prasida kawastanin wijaya. Punika sané sujatiné kawastanin antuk ngegalung, boya tatkala kramané prasida ngasorang krama tiosan. Sakéwanten ring masané mangkin sané ketah kapanggihin sajeroning Galungan wantah indik eu-

Kakawitin saking Tumpek Wariga PINAKA sinalih tunggil rerahinan suci Agama Hindu, Galungan wantah rerahinan suci sané nénten rauh maukudan sajabaning mapaiketan sareng rerahinan tiosan pinaka eédan sané nénten prasida kalémpasin. Manut pangandikan Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika, eédan rerahinan suci Galungan kakawitin saking rahina Tumpek Wariga pinaka rahina melah sajeroning pidabdab matani. Duaning krama Bali sujatiné wantah krama agraris sané kantun ketah kamargiang kantos mangkin. Sios punika ring pidabdab upacara tumpek inucap wénten parikrama nguduh sané satmaka miteketang ring tetanduran yéning malih selaé rahina wantah rerahinan Galungan mangda becik tur mabuah nged. Punika matetuek yéning rahina inucap kanggén nandur sekancan pikayunan lan parikrama becik nyanggra Galungan. Risampuné rauh ring rahina Wraspati Wagé wuku Sungsang, kabaosang antuk

rahina Sugihan Jawa, nanging Jawa inucap nénten maartos Pulo Jawi sajabaning wantah maartos “jaba”. Rahina inucap kanggén krama mareresik ring natah, ngresikin pura lan merajan saha kalanturang antuk marerebu saha ngaturang banten manut saking loka dresta soang-soang nanging sané utama majanten kadagingin antuk upakara pabyakala lan prayascita anggén ngresikin jagat jagi nyanggra Galungan. Bénjangnyané ring rahina Sukra Kliwon wuku Sungsang, kabaosang antuk rahina Sugihan Bali pinaka rahinan sané kanggén krama ngamargiang pabersihan ring angga sarira antuk upakara pabyakala lan prayascita miwah upakara tiosan manut saking dresta ring wewidangan irika. Risampuné rahina Redité Pahing wuku Dungulan kawastanin antuk rahina Panyekeban, rahina sané kanggén krama ngawitin nyekeb biu mangda prasida nasak tur becik ri kala Galungan. Nanging tetuek ra-

Dura désa

hina inucap wantah ngentosang sekancan bikas kaon mangda dados becik sakadi sesenggak saking nyekeb biu “luas mabaju gadang mulih mabaju kuning”. Duaning warna gadang inucap pinaka cihna kadurmanggalan dadosné patut kasekeb mangda magentos dados kuning utawi becik. Risampuné rahina Soma Pon wuku Dungulan kawastanin rahina Panyajaan sané ketah kanggén krama pinaka rahina ngawitin magegoréngan sekancan jaja Bali anggén upakara minakadi jaja begina, jaja uli barak lan putih, makarya satuh miwah sané tiosan. Punika taler madué tetueknyané, jaja begina satmaka niyasa mangda kramané setata éling ring geginan utawi kapatutan manados manusa sané madué tiga kapiutangan utawi Tri Rna minakadi Dewa Rna, Pitra Rna lan Rsi Rna. Sakéwanten yéning indik jaja uli, mangda kramané setata uning tur éling indik uli dija pangrauh utawi wit ipun dados prasida manumadi ring mercapadané puniki.

“Punika kasinahang saking kalih soroh jaja uli sané ketah kanggén inggih punika jaja uli putih sané maartos kama petak utawi Purusa utawi i bapa lan jaja uli barak kasumba wiadin barak gula Bali pinaka niyasa saking kama bang utawi Pradana utawi i mémé. Dadosné jaja uli wantah niyasa saking makekalih reraman iraga,” baos Ida. Bénjangnyané rahina Anggara Wagé wuku Dungulan pinaka rahinan Penampahan, kanggén krama nampah bawi sané ulam ipun jagi kanggén upakara. Punika taler mawit saking kruna “nampa” sané artosipun nampi utawi nyanggra Galungan ring rahina Buda Kliwon wuku Dungulan sané jagi kamargiang antuk ngaturang makatah upakara lan ngamargiang upacara manut dresta soang-soang wewidangan. Ring rahina Wraspati Umanis wuku Dungulan kawastanin antuk Umanis Galungan pinaka rahina masimakrama lan saling delokin antuk tetujon ngrumaket-

ang malih paiketan manyama braya pinaka niyasa kawijayan sané becik. Risampuné rahina Saniscara Pon Dungulan, kawastanin rahina Pamaridan Guru pinaka rahina nunas wara nugraha utawi nyurud surudan duaning sampun prasida ngasorang Sadripu, ring rahina Redité Wagé Kuningan utawi rahina Ulihan wantah ngawaliang malih pidabdab kawijayan inucap saha ngranjing ring rahinan Pemacekan Agung utawi Soma Kliwon wuku Kuningan pinaka rahina nancebang lan ngukuhang malih pikayunan, wus punika rahina Saniscara Kliwon wuku Kuningan kawastanin rahina Kuningan. Bénjangnyané, Redite Umanis wuku Langkir pinaka rahinan Umanis Kuningan. “Makasami eédan inucap raris kapuputang ring rahina Buda Kliwon wuku Pahang utawi Buda Kliwon Pegatwakan antuk pidabdab ngabut pénjor sané sampun katancebang sadurung Galungan,” Ida nlatarang. (was)

BAhAsa INDONESIA

1. gujeg

1.

guj)g/,

rebut

2. gulak

2.

gulk/,

ukuran

3. gulem

3.

gu2m/,

mendung

4. gulet

4.

gu2t/,

gulat

5. gulgul

5.

gulá¡l/,

ganggu

6. gulu

6.

glu,

leher

7. guluk

7.

guluk/,

kompak

8. gulung

8.

gulu*,

gulung

9. gumana

9.

gumn,

sengaja

10. gumuk

10. gumuk/,

gunduk

Bau Nyalé, Dresta Ngejuk Cacing ring Mandalika MAOSANG indik Pulo Lombok, jakti nénten prasida kalémpasang saking dresta unik sané kaduénang. Akéh dresta lan budaya sané kantun kalestariang ring Lombok. Sinalih tunggilnyané Dresta Bau Nyalé. Dresta inucap wantah pakaryan ngejuk cacing laut antuk tangan. Dresta inucap wantah kamargiang apisan nyabran warsa. Nyalé wantah aran soroh cacing laut olih krama Lombok sané kaprecaya pinaka panyutirupan saking Putri Mandalika. Sinunggil putri sané listuayu

sané mamilih ngentungang raga ka tengahing pasih. Sangkaning Putri Mandalika kalintang jegég, akéh pangéran sané nresnain saha marebut nuénang Mandalika. Sangkaning nénten meled wénten biyuta, Mandalika mamilih ngentungang raga ka tengahing pasih. Carita indik Putri Mandalika punika sampun kasub ring sajebag Pulo Lombok kantos rauh ka Pulo Sumbawa. Yadiastun sakadi punika, durung wénten bukti sejarahnyané. Antuk nge-

juk nyalé, krama ngartosagn sampun matemu sareng Putri Mandalika sané nyuti rupa dados nyalé (cacing). Punika ngawinang, nyabran dresta Bau Nyalé kamargiang, akéh krama ketog sémprong ka pasih pacang ngejuk cacing inucap. Tatacara ngejuk nyalé punika ketah kamargiang antuk ngawigunayang jaring tur kamargiang ngedaslemah kantos semengan. Kawantu antuk sénter pinaka sundih, krama sayaga ngejuk cacing sané mawarna-warni punika

ring pasisi pasih. Nyalé sané wantah cacing laut punika yéning katilik saking wentuknyané pateh sakadi cacing tanah, sakéwanten warnannyané matios-tiosan. Wénten mawarna barak, kuning, gadang, selem, miwah warna tiosan mawinan ri sampuné akéh polih tur kapupulang pacang makanten mawarna-warni. Antuk kulit sané belig, nyalé madaging makatah protéin, karbohidrat, zat besi, miwah fosfor. Punika ngawinang wus ngejuk cacing-cacing inucap,

krama pacang makarya olahan cacing minakadi kadadosang pépés sané kakaput antuk daun pisang, kadagingin kuah santen utawi kadagingin sambel. Sambel nyalé kasub kawastanin Bokosawu Nyalé. Dresta Bau Nyalé wantah sinalih tunggil dresta krama agraris ring Lombok. Akéh kidiknyané cacing sané wénten ring pasisi pasih nyabran warsa, kangken pinaka pracihna akéh kidiknyané asil pamupu sané pacang kapolihang krama petani irika. (pusat data/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Paing, 16 Februari 2020

TENGAI tepet, ainé sedek ngentéra. Biasé kebus makudus. Ombaké makepung kepungan makuus nyujuh pasisiné ané putih mulus. Para torisé masasah majemuh mapas matan ai matatakan sarung panté dogén. Awakné kanti barak biing cara kulit guling. Mirib di guminé kapah maan majemuh madéngdéng cara dini. Torisé makalukan, ada ané nyatua makedékan ajak timpal-timpalné, ada sedek mapijet utawi maurut tunduné, ada masé ané jalan-jalan nuluh pasisiné ngajanang ngelodang sambilanga nadtad cicing ané buluné gémbrong. Kéto masé dagang-dagangé pabriak pabrarak. Ada dagang minuman dingin, ada ngadep sarung panté, dagang kacamata, dagang layangan, magenep éndah mikatin pipis para torisé ané maliah ngembahin Pasisi Kutané. Uling taun pitung dasa suba kasub ka sajebag jagat, tamuné teka sing pegat-pegat, sing sandang sambat liuné. Biasé putih, pasisi dangsah, disamping ento ombakné masé luung anggon main surfing. Makudang pacentokan surfing kadén suba adaanga dini, skup nasional wiadin skup internasional. Nak nyéwaang papan surfing liu. Makita malajah surfing masé ada, mayah perjam. Ento makrana kayang jani Pasisi Kutané nu miik ngalub adané, yadiastu suba taén kabom tekén jadma corah Imam Samudera ajak konco-konconé. Nang-

Pasisi Kuta

I Ketut Aryawan Kenceng ing sing taeé lakar nyerah, setata makenyem bungah, ngetohin jengah. Para tamuné nu demen malali malilacita mai, apabuin yén masan liburan jeg magejegan raméné. I Madé Mangsi dagang acungé ané wed uling Suwung Kauh iteh nanjaang dagangané ané marupa togog-togogan ngajanang ngelodang. Sabilang tamu paekina tanjénina. “Statue Sir, cheap price!” “Beli satu Pak, Buk, patung bagusbagus!” kéto ia iteh matanja, sing taén nawang kenyel, sawireh tuah ené dogén pangupa jiwané sadinadina utawi payuk jakané sarahina. Apa krana ia kaukina I Madé Mangsi sawiréh kulitné selem denges cara mangsi. Sabilang wai kaseduh kebus matan ai. Mirib ada suba limang tiban ia dadi dagang acung. Suba kenyel ia ngasukang lamaran pang maan dadai pagawé negeri kéwala sing taen katerima. Mula kéweh cara janiné ngalih gaé pang dadi pagawé negeri yén sing ngelah pis gedé, yén sing ngelah nyama dadi pangedé ané lakar néngténgang jamboté, jeg kéweh. Suatu hal yang mustahil kéto anaké ngoraang. Ento makada ia las kenehné

maceleban dadi dagang acung apang ngidaang meli baas sawai-wai, pang ngidaang masé anggon masesana di banjar sotaning dadi jadma Bali. “Ba ada payu Dé?” patakon I Ketut Kacrut dagang layangan ané wed uli Seminyak. “Kondén Tut, kénkén ditu ba ada payu,” pasaut I Made Mangsi sambilanga ngelap peluh di gidatne aji topong ané sesai anggona. “Suba, mara maan pagarus abesik Dé.” “Tamuné pait-pait jani Puk Tut.” “Nah sabar, nyén nawang bénsep ada rejeki Dé,” sambilanga ngedetngedetin layangané ané ngapirpir tempuh angin. I Madé Mangsi nglautang majalan nuluh pasisiné ngajanang. Kebusé nyansan ngutgut nyigit. Dagang minuman dinginé batan punyan ketapangé lega makejit. Dagangané lais lantih. “Plait your hair! Plait your hair!” kéto Luh Kendri tukang plintir utawi tukang képang bok maekin tamuné bajang-bajang ajaka dadua ané sedek negak di biasé ngorta. Kéto masé timpalné ané ajaka abanjar Nyoman Santi nu iteh ngurut tundun Mr. Robert tamu Australia langganané uling ipidan, ané suba ping pitu teka ka Bali. Makejang iteh ngatipuk ngalih isin basang, magarangin merta ané masambeh di guminé, anggon ngidupin déwék muah kulawarga. Pang ngidaang payuk jakané makedus. Pang

7

sing idupé kanti layu dudus. “How are you, Sir?” I Made Mangsi maekin tamu muani setengah baya ané sedek maca buku negak di bangkuné. “Good thanks, how much that one?” tamuné masaut sambilanga nujuhang togog ané marupa nak mencar. “Cheap, Sir, only five hundred thousand rupiah.” “Hmmm…..what about three hundred?” tamuné nawah. “No, sorry, Sir, last price is four hundred.” “Ok deal,” tamuné nyeluk pipis di kantong celanané. “Where are you from, Sir?” I Made Mangsi basa basi matakon. “Amerika,” pasaut tamuné sambilanga nyerahang pis satusan patpat tur nyemakin togogé ané suba mabungkus aji koran. “Thank you, Sir. Have a nice holiday,” I Made Mangsi nyalamin tamuné “You’re welcome,” tamuné makenyem. Buka otonin bé guling kenehné I Made Mangsi mara payu dagangané. Ada masé anggona mayah cingkreman di banjarné ané suba nunggak duang sangkepan. Tamu uling dija sing ada dini di Pasisi Kuta? Uling dija-dija ada, kadaut angob ningalin kaluihan pasisiné. Suba kaloktah. Melah makenyah, tongos nginyah. Cara gula madu, liu semuté teka ngrunyung nglidu. Nyansan nyanjaang nyansan ngliunang tamuné teka, ada padidi, ada ngajak pasangan, ada masé ngajak rombongan, utamané murid-murid sekolah ané sedek tamasya. Apabuin jani masan liburan. Montor mobil makacakan cara saang, démpét madérét di sisin margané sisi kangin. Tukang parkir keprat-keprit. Tujuan anaké teka malali ka Pasisi Kuta sing ada lén tuah pang maan mabalih matan ainé makiré engseb di langité ba dauh, warnané barak masawang kuning. Nglangenin pasaja. Sunarné ngrédép duur pasihé ané ngléncok, sing ada nyamén pada. Risedek ento majarag tamuné lakar mapotrék utawi selfie ané trend cara janiné pang ada unggaha ka facebook utawi media social ané lénan. Makébék ceklak-ceklék ngoding magaya sambilanga makedékan kakak-kékék. Mula saja Pasisi Kutané luung luih. Mula saja miikné ngalub ngatih.

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;mijil/. Pupuh Mijil 15 eyn&zsÓË\iwn)\)nê±kÓi,

Yéning nyastra Ngiwa Nengen yukti,

sk&hwkÉ)eko,

enmw[ÕelonÓ(tnætulis/,

eynã;bh*m\)b)kinÞ\it/,

]sÓËÁk×ren,

ds(enwnÓ;pÞ)kutus/.

m\Ñ]sÓËenek\inßhurip/,

Mangda sastrané kéngin mahurip,

kimã¡hin/`,a,

m\Ñgn)pædumÀk×ren,

dedosÀipunÐli;dssiki,

punikkpli;,

punika kapalih,

limlimhek;hipun/.

-0-

I Gede Gusman Adhi Gunawan

Satua

Sangkaning Rasa Jengah LULUSAN Pascasarjana ISI Surakarta puniki prasida ngripta karya-karya inovatif taler kekinian majalaran Sanggar Seni Gumiart druényané. Minakadi, daweg acara Festival Seni Bali Jani, akéhnyané nemnem garapan seni kontémporer asil karyan dané molihang uratian sané becik saking para pamiarsa. Dané sampun akéh ngripta sesolahan miwah makudang-kudang sesolahan dané prasida dados jayanti ring dura Bali. Taler ketah péntas ring dura negara. Kocap, manados pangripta tari metu sangkaning rasa jengah sané karasayang daweg dané kuliah. I Gede Gusman Adhi Gunawan, S.Sn.,M.Sn, sapunika aran jangkep seniman muda sané kreatif sajeroning ngripta makudang-kudang sesolahan puniki. Pangawit anggané nelebin widang seni tari sankaning ketahnyané manggihin sang rerama, ibun dané ring

Galuh Payuk (12) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) MARA dingeha ada arah-arah, lantas Ni Luh Gading ngomong tekén Mén Tiwas, “Ih Mémé, tiang ja baang ngayah ka puri, Mémé jumah ngijeng!” Masaut Mén Tiwas, “Ih awak cenik sada pangkah dogén, apang ada kedékina, anak liu ditu ngayah, kadén buka dini suung.” Ngomong buin Luh Tiinggading, “Nah baang ja nah Mé nah. Apang nawang tiang puri. Gaénang men tiang elu cenik.” “Nah kéto ja kema, nyen da kual di puri, nyen menggahina tekén Anaké Agung.” Ditu lantas Mén Tiwas ngalih buluh kadampalan alawas lakar baanga pianakné. Buin mani semengan Ni Luh Gading ngomong tekén méménné, “Ih Mémé, kema ja uligang tiang sera nyang asibak, lakar anggon boréh!” Masaut Mén Tiwas tengkejut, “Yéh né kénkén sih I Cening dadi sera anggon boréh? Nyén ya kodag baana timpalé maekin. “Nah té kema gaénang!” Kéto omong Luh Gadingé, lantas Mén Tiwas nguligang sera. Suba pragat, lantas Luh Gading maboréh, laut majalan. Kacarita sesubané neked di puri, makejang anaké uyut nekep cunguh, ngorahang Luh Gading mabo sera, kéné munyiné, “Dong klamakan dogén Mén Tiwas, pesu-pesuané amonto cenikné. Ngaba lu pabungbungan, tur mabo sera. “Né kemo laku, sing kodag baan ngadek !” Luh Gading lantas nyrutcut ngalih tongos suung. Ditu ia nebuk padidiana. Buin akejepné lantas rauh Siramadéwiné, wiréh mireng anak uyut. “Ih apa sih kauyutang aah, magarapan, yén magarapan ja selegang, da mayus omong dogén kéto,” kéto pangandikané, lantas ada anak masaut, “Sampunang ja menggah, indayang ja cingakin, pesu-pesuan Mén Tiwasé, kalud lu aji pabungbungan, buin mabo sera. Dong jegég san gobané.” Ni Luh Gading mendep dogén. (Masambung)

sanggar tari. “Satios ketah nyaksiang, ibun tiang taler ketah memaksa tiang. Punika sané ngawinang tiang malajah ngigel. Ibu nika keras tur tegas, ngawinang tiang pamuput malajah ngigel sareng guru-guru sané umandel,” baosnyané. Akéh sesolahan sané kaplajahin, minakadi malajah Tari Kebyar Terompong ring Alm. Ngurah Suparta, murid Mario saking Tabanan. Malajah ring Pak Purwanto saking Singapadu. Kantos prasida nyarengin lomba masolah sajeroning acara Porseni sané nuntun dané dados juara I tingkat Kabupaten Karangasem miwah ring Tingkat Provinsi Bali. Satios punika taler ngamolihang Juara II Lomba Tari Kebyar Terompong tingkat Provinsi Bali sané kamargiang olih Pemerintah Kabupaten

Tabanan. “Mawit irika tiang malajah Tari Jauk ring Nyoman Cerita, Tari Tani miwah Tari Nelayan ring Ibu Arini. Tiang akéh madué guru tari. Jakti, daweg punika tiang seneng dados pragina. Tiang taler naen marasa elek daweg SMP santukan akéh sané maguyonan ring tiang yéning anak lanang seneng ngigel kabaosang bancih,” dané ngwewehin. Ri sampuné ngranjing SMP, Gusman sayan nguningin kawéntenan pragina-pragina professional santukan mapupul sareng Sangar CW ring Ubud sané becik. Mawit irika dané uning ring pragina-pragina senior. Punika ngawinang Gusman sayan nelebin widang seni tari tur risampuné tamat saking SMA 1 Karangasem dané nglanturang kuliah ring ISI Denpasar. “Kampus seni punika boya wantah ngajahin ngigel, nanging taler makarya sesolahan. Tiang nénten madué pengalaman ngripta sesolahan, mawinan tiang marasa pinaka mahasiswa sané pinih belog. Nanging aget, wus semester 4 tiang sayan semangat malajah ngripta sesolahan,” baosnyané. Lanang sané embas ring Gianyar, 3 Juli 1987 puniki setata éling ring pabesen ibun dané, samian pakaryan mawit saking nénten sida kakaryanin. Yéning sampun kaambil, sinah kasuén-suén sayan dangan kamargiang. Punika sané ngawinang Gusman sayan semangat tur muktiang kabisan dané ri kala nyarengin ujian TA tur ngamolihang biji sané pinih becik. Daweg punika dané ngripta sesolahan bebarisan sané mamurda Duta Wisaya. “Sangkaning punika tiang polih bonus nglanturang ka Pascasarjana ISI Surakarta Solo nelebin widang ilmu penciptaan tari,” dosen IKIP PGRI Bali puniki nguntatin.(kmb)

saking awak reko,

né mawasta lontar tan patulis,

yén bahbahang mangebekin langit,

sastra aksarané,

dasarné wantah plekutus.

kimbuhin Tha Dha,

mangda ganep padum aksarané,

dados ipun kalih dasa siki,

lima lima akéh ipun.

Saking Langit Bali Canang Sarinem magibeh tebel bibih maénci majeljel numpel bibih margi ponikem tukiyem pariyem sarinem ngagem ngengkem kenyem jembor jimbar maambu sabun cempaka sandat irika masebun pacah kumitir sareng maklebun kembang rampé milet ngrembun makudang kranjang ngébek jaba sisi canang mapupuk sari nem warni kasorohang wong dwipajawi kakasorang jadma duradési truna-truni wargi Bali sang pacang ngaturang bakti ngandelang antuk meli tan oneng nués burat wangi tan uning nanding canang sari napi malih ngardi pajati ngulati bukti piranti yukti ngukuhang dasar mawidhi duh praya engseb Hyang Baskarapati sandiakalaning banten bumi ring nusa santi I Madé Suarsa


8

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Aku Mata Waktu

Aku bukan merah-merah mawar Aku bukan putih-putih melati Aku adalah debu Di antara bongkahan-bongkahan batu yang angkuh

- Djoko Kandung

melaju di depan mata waktu kenang menjelma perang usai dendam dibasuh dalam sisa perkabungan

Kubisikkan pada angin yang berembus Jangan! jangan kaubawa terbang diriku Tinggi melayang jauh Lalu kauhempaskan aku sebegitu rendah dan jatuh

luka membekas begitu pekat mengental dalam saraf organ duka dikerat dan diketam lalu hujam mata pisau dalam kepala anak adipati pertama

Aku adalah debu Di antara bongkahan-bongkahan batu yang angkuh Alina Sukesi Madiun, 2020

lalu luka menjadi simbol kudeta atas nama takdir tuhan keris dihujamkan

Sungai Kota

Ahmad Radhitya Alam Blitar, 2019

Memoar Kegamangan hitam putih rinai tiga lipatan menyingsing tirai menyelip jalan-jalan tikus dan terharap doa terbungkus pada pedal jengki karat sesaat bulan terlihat matahari terbekap sarung-sarung tenun yang kainnya menjuntai tertegun hawa dibungkus peci hitam-cokelat memeluk pekatnya keringat permadani hijau kesederhanaan pada sebuah frasa terngiangkan bila mana elusan telapaknya telah dirasa engkau akan menembus pori-pori bertanya pada yang tersisa cara menyampur lara dalam peluh keluh memoar kegamangan dalam duduk bersender sila tertekuk di dalam gelas bening itu circa terbuaikan mengingat senyum sinis yang bebas terbakar kulihat bagaimana hati bergetar yang resonansi dikalahkan seperempat cerutu hangusnya korek kayu dalam ikatan rindu

Kumuh nan bau air sungai kota Membunuh ikan-ikan juga para pencarinya Minum tak ada pada kamus mata mereka Bersih kian terdengar asing di telinga Tidur! Lapar! Haus! Terbengkalai tak terurus! Gemericik tawa racun terus datang Suara cerobong di udara terdengar sayu Dengan asap hitam pekat Undang malaikat maut mendekat. RM. Maulana Khoerun Pemalang, 2019

Kaki Puisi seperti kaki puisi engkau mengembara dari kota ke kampung mencari diksi juga lapisan sunyi yang membekap usiamu jangat demi jangat hangat demi hangat dengan napas yang raung sejumlah pesakitan yang kerap hinggap

di mana seonggok memori hanya sesaat jumpa keakraban dipertemukan bukan berarti harapan diduakan

di punggung orang kata-kata mengerang berdesakan menembus matamu yang telah menjelma kolam tanpa ikan

Ahmad Radhitya Alam Blitar, 2019

Alexander Robert Nainggolan 2019

Foto Makro Bermodalkan â&#x20AC;?Smartphoneâ&#x20AC;?

Morning Activity karya I Wayan Sumatika

INGIN punya foto-foto makro menarik tapi tidak memiliki kamera DSLR dan lensa makro? Jangan putus asa dulu. Awalnya teknik fotografi makro ini memang khusus ditekuni oleh para pengguna kamera DSLR maupun mirrorless yang dilengkapi dengan lensa khusus makro. Namun dengan makin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, foto makro juga bisa dihasilkan hanya dengan bermodalkan kamera smartphone. Saat ini banyak sekali kamera smartphone yang sudah dilengkapi fitur makro bawaan dari pabrikannya. Fitur ini membuat para pengguna smartphone bisa memotret objek dari jarak yang sangat dekat untuk mendapatkan detail yang tinggi dengan ketajaman yang tetap terjaga. Sayangnya pengguna smartphone masih jarang memanfaatkan fitur ini. Tertarik untuk menciptakan foto-foto makro hanya bermodalkan kamera smartphone? Berikut tips yang bisa dijadikan panduan agar hasil foto-foto makro Anda lebih maksimal dan layak untuk diapresiasi. Langkah pertama, aktifkan terlebih dahulu fitur modus Makro dan HDR pada kamera smartphone. Sebenarnya hanya bermodalkan fitur tersebut kita sudah bisa mendapatkan foto-foto makro dengan kualitas yang cukup baik. Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, Anda bisa menambahkan aksesori berupa lensa makro khusus untuk ponsel.

Penambahan lensa makro ini akan sangat membantu saat melakukan pemotretan objek dari jarak dekat dengan kualitas gambar yang tajam, detail, dan ukurannya sesuai dengan objek aslinya. Lensa yang harganya sangat terjangkau ini bisa dipasang dengan mudah, yakni dengan cara dijepitkan di bodi ponsel. Selain itu, saat memotret makro juga sangat disarankan meningkatkan kecerahan layar ponsel karena opsi itu akan mempermudah melihat areal fokus pada foto. Penggunaan fitur Makro juga memungkin Anda untuk mengatur aperture (F), kecepatan (S) dan ISO sesuai dengan keperluan. Pada fotografi makro kita cenderung menggunakan aperture dengan angka tinggi (F/12F/22) untuk mendapatkan gambar dengan detail merata dan tajam. Jika objek yang difoto bergerak aktif, misalnya serangga, kecepatan (S) bisa diatur diangka 1/500-1/1000. Sedangkan untuk mengeksekusi serangga yang sedang terbang, pengaturan kecepatan (S) bisa lebih tinggi dari itu, atau disesuaikan dengan karakter/perilaku terbang serangga tersebut. Sedangkan pengaturan ISO mengikuti F dan S sehingga foto yang dihasilkan tidak under exposure (terlalu gelap) maupun over exposure (terlalu terang). Setelah peralatan siap, jangan buru-buru melakukan pemotretan. Terlebih dahulu perhatikan arah cahaya. Cahaya yang berlawanan

Menjaga Sarang karya I Wayan Sumatika

The Beauty of Yellow karya I Wayan Sumatika

Mempertahankan Teritorial karya I Wayan Sumatika

dengan kamera atau backlight, bisa menghasilkan foto yang lebih indah dan berdimensi. Namun lensa kamera tidak boleh dihadapkan langsung ke matahari, karena hal itu akan menghasilkan foto siluet. Ingat, saat menggunakan fitur Makro, jangan melakukan zooming atau perbesaran dari kamera ponsel, karena kualitas foto yang dihasilkan tidak akan maksimal. Jika Anda melakukan zoom, maka objek tersebut sudah tidak pada ukuran yang sebenarnya. Solusinya, dekatkan kamera sedekat mungkin dengan objek yang dipotret dengan fokus tetap terjaga. Apabila jarak kamera dengan objek terlalu dekat, maka otomatis lensa kamera tidak akan mau fokus. Sama halnya dengan memotret menggunakan DSLR/mirrorles, kejelian memilih sudut atau angle pemotretan dan pemahaman tentang komposisi yang baik bersifat wajib dalam memotret menggunakan kamera smartphone. Maka dari itu, pahamilah seni atau segi artistik dalam fotografi agar Anda dapat menghasilkan foto yang layak untuk dipamerkan. Tentunya, tidak ada yang baku dalam hal ini karena setiap fotografer memiliki imajinasi dan kreativitas tersendiri dalam berfotografi. Dengan banyak berlatih dan rajin membuka referensi dari fotografer-fotografer yang reputasinya sudah diakui di jagat fotografi, niscaya foto-foto yang Anda hasilkan akan makin meningkat kualitasnya. (ian)


9

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali Dukuh Penaban Kembangkan Museum Lontar DESA Adat Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem, terus berupaya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki untuk pengembangan desa tersebut. Bahkan, saat ini bisa dikatakan Desa Dukuh Penaban merupakan satu-satunya desa yang ada di Bumi Lahar yang berhasil mengembangkan potensi yang dimiliki untuk menghasilkan pemasukan ke desa adapt, yakni lewat pengembangan desa wisata museum lontar. Bendesa Adat Dukuh Penaban, I Nengah Suarya, mengatakan, pengembangan desa wisata lontar mulai dirancang sejak tahun 2017. Kata dia, di dalam perjalan, pihaknya terus berinovasi melakukan pembenahan untuk mendukung perkembangan museum lontar yang dibangun. “Museum lontar yang dibangun, saat ini mulai dilirik oleh pengunjung. Tidak hanya pengunjung domestik, namun pengunjung

wisman juga mulai berdatangan untuk mengetahui dan belajar lontar di sini,” ucapnya. Suarya menambahkan, jika dikaitkan dengan program pemerintah Provinsi Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mewujudkan Bali Era Baru, Desa Adat Dukuh Penaban ini telah mengimplementasikan program tersebut secara riil dikaitkan dengan penggunaan Bahasa Bali yang tertuang di dalam bahasa lontar. “Museum lontar ini bisa dikatakan satu-satunya desa adat di Karangasem yang mendukung kebijakan pemerintah Provinsi Bali. Bahkan, sebelum kebijakan itu diberlakukan, kita sudah lebih dulu menerapkan hal itu,” katanya. Keberadaan museum lontar ini,

Kata Suarya, juga untuk menumbuhkembangkan Bahasa Bali baik kepada warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Karena, pihaknya ingin minimal mereka mengenal aksara Bali. Makanya, setiap ada anak-anak yang melakukan kunjungan, pihaknya selalu memberikan sejarah dan visi misi museum. Bahkan, setiap pengunjung, mereka wajib untuk menuliskan namanya di atas lontar dengan memakai aksara Bali. Bila mereka tak mengerti, maka sudah ada pemandu yang membantu untuk menuliskan namanya dengan aksara Bali di kertas daun lontar. “Ini merupakan tantangan dan daya tarik pengunjung. Karena setiap pengunjung namanya disimpan di museum ini,” pungkasnya. Untuk pelestarian lontar-lontar, Suarya menegaskan, pihaknya telah membuat klinik lontar. Di dalam klinik lontar ini, prioritas pekerjaannya tiga jenis, yakni konservasi atau merawat lontar, pengembangan digitalisasi serta cara merawat lontar itu sendiri. “Klinik juga memberikan

pendampingan tentang penerjemahan lontar dengan jemput bola. Ketika lontar itu disakralkan dan tidak mau dibawa ke mana-mana, kita selalu mencoba untuk meminta supaya lontar bisa dipelajari dan dilestarikan di museum. Karena desa adat berupaya mengikuti perkembangan zaman. Sehingga desa adat tidak hanya bisa berbicara tradisi masa lalu saja, namun bisa mengikuti perkembangan sesuai dengan Tri Hita Karana,” tegasnya. Terkait dengan masalah menjaga lingkungan, Suarya menjelaskan, pihaknya telah melakukan penanaman pohon upakara jenis kelapa. Dimana kelapa ini sangat dibutuhkan untuk segala kebutuhan upacara keagamaan. Selain itu, pihaknya juga telah menanam obat-obatan yang termuat dalam lontar yang ada di musem Dukuh Penaban. Meski belum begitu banyak tanaman yang dikembangkan, akan tetapi dalam perjalanan, pihaknya bakal terus melakukan pengembangan tanaman obat-obatan ini. Untuk itu, pihaknya

diisi dengan macecimpedan dan bebanyolan. Bulan Bahasa Bali di SMP PGRI 9 Denpasar sepenuhnya dikoordinir oleh OSIS SMP PGRI 9 Denpasar yang dipimpin I Gede Yusa Nugraha, didampingi guru pembina yang juga seorang dalang, Komang Wardana, S.Pd. I Gede Yusa Nugraha mengung-

kapkan, Bulan Bahasa Bali kali ini diformat berbeda dengan nuansa humor. Makanya digelar lomba macecimpedan, bebanyolan, menulis aksara Bali, dan lagu pop Bali. Agenda ini diapresiasi positif oleh Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si. Dia mengaku bersyukur memiliki Gubernur Bali, Wayan Koster, sangat tepat dan cerdas mengeluarkan pergub soal bahasa Bali dan busana Bali. Justru inilah yang dia tunggu-tunggu guna nindihan bahasa dan sastra Bali. Makanya warga sekolah sangat antusias mengikuti Bulan Bahasa Bali 2020 bersamaan dengan purnama. Dengan agenda ini, kata pangelingsir Puri Padang Luwih Dalung ini, kita tak boleh lupa berbahasa Bali sekaligus mengajegkan Bali. Jangan sampai turis asing lebih pintar berbahasa Bali. Ide kreatif anak-anak OSIS dia acungi jempol. Sebab mereka ikut membangkitkan budaya macecimpedan dan bebanyolan sebagai media mengasah otak dan logika

serta hiburan zaman dulu warga Bali. Lagi pula peserta bebanyolan tampil seadanya, tanpa kostum penari dan topeng, namun mampu mengocok perut penonton. ‘’Jadi murah, tepat sasaran dan edukatif,’’ tegasnya. Di macecimpedan dan bebanyolan, siswa dilatih beradu argumentasi dan mengambil keputusan yang tepat, berpikir kritis, logis dan berani mengeluarkan pendapat secara komunikatif. Yang dipentingkan adalah mereka tampil percaya diri dan berani tampil di depan umum. Soal rahina

BPM/nan

KUNJUNGAN - Wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Museum Lontar Dukuh Penaban. memberikan ruang kepada warganya maupun masyarakat yang lain, bagi yang memiliki tanaman obat bisa disumbangkan. “Kita ingin, tanaman itu menjadi tanaman warga. Kita akan terus coba kembangan itu ke depannya,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, dengan pengembangan wisata musuem lontar ini, banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya ibu-ibu PKK. Karena, setiap ada kegiatan di museum ini, untuk

konsumsi makan, minum disajikan oleh mereka. Di samping itu membuka lapangan pekerjaan untuk warga. Pasalnya, setiap ada pembangunan untuk tukangnya memperdayakan warga Desa Adat Dukuh Penaban. Kini warga diberikan ikut bersama-sama menjual desanya. Artinya, mereka bisa menawarkan museum lontar kepada masyarakat untuk bisa menarik para pengunjung agar lebih banyak lagi pengunjung yang datang ke museum ini. (nan)

Melestarikan ’’Macecimpedan’’ Hingga ’’Bebanyolan’’

‘’Apa anak cenik makeber ngaba sundih. Jawabannya kunangkunang’’. Itulah salah satu dialog lomba macecimpedan siswa SMP PGRI 9 Denpasar belum lama ini. Mereka terlibat dalam Bulan Bahasa Bali guna mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Bahkan anak-anak sekolah ini jauh lebih kreatif membuat lomba, yakni

BEBANYOLAN - Siswa SMP PGRI 9 Denpasar terlibat lomba bebanyolan serangkaian Bulan Bahasa Bali.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Krywn Utk Jg Stand Makanan Lok.Jl.Kamboja sblh BRI, Dps serius kerja Hub.082332784948 B.BP.001.02.20.0000369

Dcr Tng Serbtn bs nyopir pny SIM A&C. Krm CV ke Tutmak Rest Ubud. WA:082145764990 B.BP.004.02.20.0000502

Dcr sgr Accounting,jjr, disipln peng1th.ditmptkan diLabuan Bajo krmCv ke:hrdbali2019@gmail.com

B.BP.001.02.20.0000340

Dicari Accounting, utk villa Uma Giri, di Laplapan Ubud, Hub.0811397337

B.BP.004.02.20.0000405

Dicari PRT tinggal dalam, umur 25-35, pengalaman, gaji 2Jt. hub.081999371348

B.BP.004.02.20.0000264

Urgent Dicr Staf produksi bisa Jahit Tangan Gaji & Jam Kerja Menarik 085100574646(No SMS) B.BP.001.02.20.0000510

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Dijual Avanza 2013 Silver 081339686024

mabasa Bali dilakukan warga sekolah tiap Kamis dan purnama termasuk kepada siswa nonHindu. Mereka memiliki rasa toleransi yang tinggi, bahkan yang muslim saat sembahyang Jumat juga diberi kebebasan mengenakan busana sembahyangnya. Saat bulan puasa digelar buka puasa bersama di sekolah. Ini bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. S M P PGRI 9 Denpasar sudah mengimplementasikan N a n gun Sat Kerthi L o k a Bali se-

cara konsekuen. A.A. Ketut Sumitra didampingi Waka I Gusti Ngurah Pada Parnawa, S.Pd. dan I Gusti Ngurah Made Sudarmana, S.Pd., menambahkan tiap jeda semester warga sekolah terlibat lomba majejahitan, ngelawar dan membuat uparengga lainnya. Purnama tilem sembahyang bersama. Dalam pelestarian lingkungan, Jagat Kerthi, warga sekolah diajak keliling memungut sampah secara rutin dan memilah sampah organik-non-organik. Jnana Kerthi diisi dengan bakti sosial dan bantuan bagi korban bencana. Sementara pemberdayaan SDM diisi dengan siswa dan guru dilatih pendidikan IT, mengajar dan ulangan berbasiskan IT. Siswa dan guru dikursuskan bahasa Inggris di luar jam pelajaran. Wana Kerthi dengan memperbanyak membuat ‘’hutan’’ sekolah berupa kebun kelas dengan sistem organik dari tempurung kelapa. Sekolah tak menghasilkan limbah berbahaya. Atma Kerthi diisi oleh guru dengan matirtayatra ke sejumlah pura di Bali. (sue)

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUMAH

SINGARAJA

BU Rumah Jl.Ayani Tag2 3Kmr Luas 2Are 425Jt Hub.081775103480

Disewakan Rmh 1KT,RT,Gdg,Dpr Hub.082147849488/082144022528

Tnh Wanagiri, Puncak 10A, 20A, 30A Harga Rp.25Jt/A 0811398154

B.BP.004.02.20.0000501

B.BP.001.02.20.0000410

B.BP.001.02.20.0000256

B.BP.001.02.20.0000506

Djl Rmh Jln utama Siulan No.41 Penatih Dangin Puri, Dentim. Ls Bangunan 13440M, LT 250M2. 081337622117/081916980169 TP

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000815

PROPERTY

PROPERTY DIJUAL TANAH

DISEWAKAN TOKO

KEHILANGAN

BU Tanah Jl.Cargo Ubung 1,5Are 375Jt semua Hub.082144442900

Disewakan toko lokasi Legian Hub.081 999 89 6464

Hlg BPKB No.B0196130-O DK 658CJ AN.Felicitas Primastuti

B.BP.001.02.20.0000492

B.BP.001.02.20.0000507

B.BP.001.02.20.0000326

B.BP.001.02.20.0000390

LOKER

SERVICE LOKER RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL RUMAH MAKAN

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET

HARIAN DENPOST

RADIO GENTA

PAKET

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


10

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Makna ’’Valentine Day’’ Pujaniya Metta

Ciptakan Lagu Kasih Sayang VALENTINE Day yang diperingati setiap 14 Februari seolah-olah hari miliknya kaula muda. Berbagai cara dilakukan untuk membuktikan rasa kasih sayangnya kepada orang tercinta, terutama kepada pasangan masing-masing, seperti memberikan boneka dan bucket bunga. Namun, ada juga yang memaknai hari kasih sayang tersebut dengan melakukan hal-hal yang tidak sewajarnya dengan pasangannya. Lalu, bagaimana tanggapan anak muda tentang makna Valentine Day yang dirayakan, Jumat (14/2) lalu? Menurut Pujaniya Metta, Valentine Day tidak harus selalu memberikan kasih sayang dengan pasangan kekasih atau pasangan suami istri, namun juga dengan orang-orang yang kita sayangi, seperti orangtua, kakak, adik, guru, dan teman-teman. Sebab, memberikan kasih sayang kepada semua orang yang kita cintai adalah makna sesungguhnya dari Hari Valentine. Apalagi, menurut penyanyi cantik kelahiran 7 Februari 1993 ini, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Misalnya dengan memberikan perhatian atau care kepada seseorang, sudah termasuk salah satu ungkapan bahwa kita sayang terhadap orang itu. Untuk menghindari agar

Valentine Day tidak dimaknai dengan melakukan hal-hal negatif, kaula muda harus diarahkan menjadi kreatif. Generasi muda harus menggunakan sisi kreativitasnya dalam sebuah karya. “Misalkan, karena saya berprofesi sebagai penyanyi mungkin dengan cara menciptakan sebuah lagu tentang kasih saying, lalu menyanyikannya ke orang-orang yang kita sayang. Atau mungkin memberikan co ke la t unt uk orang-orang yang kita sayangi. Apalagi kita ketahui val-

entine identik dengan pemberian cokelat dan bunga,” ujar Metta, Sabtu (15/2) kema rin. (win)

Ni Luh Putu Indah Wahyuni

Momen Kebersamaan

Hal senada juga diungkap dara cantik Ni Luh Putu Indah Wahyuni. Mahasiswi jurusan Sastra Jawa Kuna di Fakultas Ilmu Budaya Unud ini mengatakan, Valentine Day merupakan salah satu momen kasih sayang yang bisa dirasakan. Namun, kasih sayang tersebut tidak hanya untuk diri sendiri atau dengan pasangan, namun juga dengan orang lain yang disayang. Apalagi momen Valentine Day sangat cocok untuk menikmati kebersamaan bersama keluarga, sahabat, dan teman. Selain itu, Valentine Day juga bisa untuk melakukan kegiatan positif, seperti acara bakti sosial, diskusi bareng, launching buku, bedah buku, dan kegiatan apa saja untuk menikmati momen ini, terutama kebersamaannya. “Soalnya aku juga penikmat dan sangat menghargai momen. Jadi, menurutku, mau merayakan atau enggak, mau kasi hadiah atau enggak, terpenting kita dapat momen kebersamaannya, lewat cara apa pun sebisanya kita. Bagiku tiap hari adalah hari kasih sayang. Kita harus menebar kasih sayang sepanjang hari,” ungkapnya. (win)

I Gusti Ngurah Sudiana

Mirip Tumpek Krulut Valentine Day jika dihubungkan dengan kepercayaan Hindu di Bali, maka mirip dengan perayaan Tumpek Krulut yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Krulut setiap enam bulan sekali. Pada Tumpek Krulut dewa yang dipuja yaitu Sanghyang Iswara dalam wujud nyatanya upacara dilakukan pada gamelan. Sanghyang Iswara diyakini sebagai penguasa suara, sehingga wujud kasih sayang yang paling nyata dapat dilihat dari kata-kata dan perilaku. Sebab, semakin menyejukkan katakata yang diucapkan akan membuat damai bagi mereka yang mendengarkan. Kata lulut artinya kasih sayang atau tresna, atau sudah lebur menjadi satu. Apalagi dalam Hindu pelaksanaan hari kasih sayang tidak saja pada hari Tumpek Krulut, namun juga pada semua tumpek. Mulai dari Tumpek Landep (kasih sayang dalam wujud pikiran dan bhakti), Tumpek Wariga (kasih sayang kepada tumbuh-tumbuhan), Tumpek Kuningan (kasih sayang dalam wujud kebijaksanaan), Tumpek Uye (kasih sayang kepada binatang dan makhluk hidup lainnya) hingga Tumpek Wayang (kasih sayang dengan seni). “Dalam konteks Hari Valentine, hanya Tumpek Krulut yang paling mendekati nilainya sebagai hari kasih sayang. Apabila dilihat dari maknanya, umat Hindu hendaknya mempraktikkan nilai hari Tumpek Krulut atau Valentine dalam kehidupan sehari-hari melalui ajaran Tri Kaya Parisudha, Tri Hita Karana, Tatwam Asi, Catur Paramitha, dan Para Artha, yaitu kasih, punia, dan bhakti. (win)

Tebar Kasih Sayang Setiap Hari SEBAGAI hari kasih sayang, Valentine Day mempunyai makna utama. Bagi banyak kalangan, merayaan Valentine Day tidak ada yang salah dan tidak perlu dipermasalahkan, sepanjang sayang itu benar-benar diterapkan. Sebab, kasih sayang universal dan bisa banyak memunculkan kreativitas. Sepasang kekasih yang selama ini tidak pernah mengekspresikan kasih sayangnya bisa diungkapkan saat Valentine Day. Kasih sayang juga bisa diekspresikan kepada orangtua, kakek, nenek, keluarga, sahabat, guru, rekan kerja, dan siapa saja. Begitu indah jika ini benar-benar ditebar bersamasama. Kasih sayang sebaiknya ditebar setiap hari, tetapi perlu juga diekspresikan kuat di suatu momentum. Demikian diungkapkan dr. Made Oka Negara, M.Biomed., FIAS, dosen Fakultas Kedokteran Unud. Menurutnya, Valentine Day awalnya juga budaya, tetapi mengglobal dilakukan di seluruh dunia. Kalau dihubungkan dengan budaya Bali, sebenarnya orang Bali sudah memiliki tradisi luhur untuk menyayangi dan peduli. Tri Hita Karana, sayang kepada Tuhan, sayang kepada sesame, serta sayang kepada lingkungan dan alam. Ketua Asosiasi Seksologi Bali ini mengatakan, kalau ada yang bisa disetarakan dengan Hari Kasih Sayang adalah Tumpek Krulut. Saniscara Kliwon Wuku Krulut awalnya adalah per-

ingatan kasih sayang dengan berdoa kepada Betara Iswara, tetapi dalam praktiknya menyempit menjadi mengupacarai gamelan. Akan tetapi apa pun tradisinya, apakah itu lokal atau mengglobal, selama tujuan dan dilakukan untuk menghargai sesama, itu adalah hal yang baik. Bisa menghargai dan menyayangi orang banyak adalah sangat mulia. Yang perlu diantisipasi adalah efek samping yang tidak diharapkan. Itu bisa terjadi pada berbagai event dan perayaan apa pun. Contoh yang tidak diharapkan adalah Valentine Day dijadikan kesempatan untuk melakukan hubungan seksual sebelum waktunya, misalnya pada remaja usia sekolah. Atau jor-joran berbelanja, membeli kado buat pacar dengan berbohong meminta uang kepada orangtua. “Edukasi yang benar tentang kasih sayang, cinta dan edukasi seks sehat, perlu diberikan dengan gencar terutama buat remaja,’’ kata pengurus PKBI Bali ini. Menurutnya, kalau selama ini sampai ada yang melarang atau mencap buruk Hari Kasih Sayang, bisa jadi itu karena masalah perbedaan

pandangan. Sebagian karena sentimen agama yang melihat Valentine Day hanya dari sudut efek buruk tadi. Sebagian merasa perayaan ini bukan berasal dari tradisi agamanya. Ini terlalu berlebihan tetapi jika meyakini itu karena merupakan kepercayaan silakan dijalani. Kembali lagi, kasih sayang itu universal, milik siapa saja. Selama niat dan ditujukan dengan baik, itu juga sesuatu yang baik. Jika ada yang keliru dalam pelaksanaannya, tinggal diperbaiki dengan edukasi atau mungkin juga sanksi yang wajar dan disepakati bersama. Sebagai analogi, pisau berguna untuk memotong sayur dan daging saat memasak, tetapi jika keliru memakainya bisa mencelakai. Tetapi, apakah penggunaan pisau harus dilarang? Begitu sederhananya. Setiap orang, lanjut Oka Negara, harus berperan dalam pengawasan pelaksanaannya, tidak cuma Valentine Day. Sekarang justru lebih berbahaya remaja-remaja yang berpaham radikal. Ini perlu diawasi lebih kencang. Pengawasan terbaik adalah edukasi dan komunikasi yang

tepat. Orangtua berkomunikasi yang tepat dengan anak. Guru mengedukasi yang baik ke murid. Masyarakat memperhatikan lingkungan sekitar. Meminimalisasi hoax yang beredar di media sosial juga perlu gencar dilakukan semua pihak. Misalnya mitos tentang berhubungan seks saat Valentine Day, jika tidak direspons dengan edukasi yang baik bisa memunculkan risiko kehamilan tidak diinginkan dan infeksi menular seksual, terutama pada remaja. (dar)

BPM/dar

dr. Made Oka Negara


INspirasi

Minggu Paing, 16 Februari 2020

Erosi dan Longsor

Dari Hal. 1 Material letusan berupa pasir sangat rawan adanya bahaya erosi maupun longsor. Ini pula yang mungkin menyebabkan Desa Songan yang berada di sebelah timur Gunung Batur sering mengalami bencana. Apalagi jika tanamannya hilang atau berkurang, maka potensi longsor maupun potensi erosi besar. “Karena sifatnya seperti itu, sehingga ketika terjadi curah hujan ekstrem dan sekarang memang material jenuh air, sehingga terjadi banjir bandang seperti BPM/ina

BANJIR LUMPUR - Banjir lumpur menjadi langganan warga Songan, Kintamani setiap musim hujan. Tampak warga masih membersihkan lumpur pada bencana belum lama ini dan rumah rusak saat bencana tahun 2017.

Dampak Banjir

Dari Hal. 1 Untuk menangani dampak banjir, sehari setelahnya petugas gabungan dari TNI/Polri, Kementerian PU marga jalan Nasional Bali Timur, BPBD Provinsi, BPBD Kabupaten bersama masyarkat melaksanakan operasi. Secara bahu membahu petugas bersama masyarakat melakukan pembersihan di akses-akses yang tergenang air pekat bercampur lumpur. Beberapa alat berat diturunkan di lokasi untuk membersihkan endapan lumpur. Namun demikian sampai sepekan berlalu, penanganan dampak banjir terhadap sejumlah fasilitas yang terdampak belum sepenuhnya bisa selesai. Gde Wiredana mengatakan, sampai Kamis (13/2) baru fasilitas umum seperti jalan, yang sudah selesai ditangani. Sementara fasilitas pribadi, yakni rumah warga masih ada beberapa yang belum selesai tertangani. “Karena terlalu banyak rumah yang terdampak, belum bisa kami tan-

gani semua,” ujarnya. Untuk membantu penanganan, alat berat pun masih disiagakan di Songan. Selain banjir bandang, Desa Songan juga rawan tanah longsor. Sebagaimana yang diungkapkan Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa. Dikatakannya, bahwa sesuai dengan rencana kontijensi yang dimiliki BPBD Bangli, Desa Songan juga termasuk wilayah yang tinggi berisiko tanah longsor dan gunung api. Desa Songan juga memiliki risiko kebakarann hutan dan lahan. Padatnya rumah penduduk di wilayah desa setempat menyebabkan Desa Songan memiliki risiko kebakaran pemukiman. Buat Tanggul Banjir bandang yang terjadi di Desa Songan, selama ini menjadi bencana rutin tahunan bagi warga di Desa Songan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Bupati Bangli, I Made Gianyar,

Dari Hal. 1 Bagaimana tidak, warga masih ingat betul bagaimana dampak yang ditimbulkan akibat musibah longsor yang pernah menerjang Banjar Bantas. “Warga masih trauma dengan kejadian 2017 lalu,” ujarnya. Dia menyebutkan saat ini terdapat 26 KK yang tinggal di Banjar Bantas, di sekitar lokasi yang dulu dilanda musibah longsor. Pascamusibah longsor terjadi, pemerintah telah merencanakan 26 KK tersebut untuk direlokasi ke tempat yang aman. Namun demikian, rencana itu tinggal rencana. Sampai sekarang rencana itu belum bisa terwujud karena masih berproses. Pihaknya hanya bisa berharap rencana relo-

kasi bisa segera terealisasi secepatnya sehingga warga tidak lagi waswas setiap kali hujan deras. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, Ketut Agus Sutapa, seizin Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Ketut Gde Wiredana, menjelaskan bahwa sampai saat ini rencana relokasi masih berproses. Pihaknya masih memenuhi syarat-syarat atas terbitnya izin prinsip dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, nomor s.184/men.Lhk/ Setjen/Pla.2/5/2018 tertanggal 9 Mei 2018 tentang tukar menukar kawasan hutan untuk penduduk korban bencana alam di Dusun Bantas, Desa Songan B.

Keputusan Partai Dari Hal. 1 Puan Maharani meminta seluruh kader PDI-P di Jateng untuk menerima keputusan partai dengan lapang dada. Menurut dia, siapa pun yang mendapat rekomendasi dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri harus diperjuangkan untuk memenangkan Pilkada 2020. “Saya enggak mau ada yang setengah kopling. Siapa pun yang dapat rekomendasi, semua harus siap memperjuangkan. Saya optimistis Jateng tetap menjadi kandang banteng. Kita targetkan kemenangan di Jateng 75%,” tutur Puan. 45 Rekomendasi Terpisah, Ketua DPP PDI-

P Bidang Pemenangan Pemilu, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, mengatakan rekomendasi pertama yang keluar pekan depan terdiri dari 45 rekomendasi. Namun, Bambang belum mau bicara soal tanggal pasti pengumuman rekomendasi itu. Dia menegaskan PDI-P berupaya merampungkan pengumuman rekomendasi enam bulan sebelum Pilkada serentak, 23 September 2020. Kemudian, pihaknya akan fokus pada persiapan pilkada bagi paslon di masing-masing wilayah. Baginya, persiapan merupakan kunci kesuksesan pilkada. “Kita akan fokus pada 5,5 bulan ke depan setelah pengumuman rekomendasi. Kami harus optimis dan berjuang maksimal,” tegas dia. (kmb)

Dari Hal. 1 Ia mengatakan di rumah tinggal itu, warga menatanya menjadi satu unit atau massa tunggal, tidak dipecah-pecah ke dalam beberapa bangunan yang seperti pada pola natah atau halaman. Rumah tinggal warga Desa Songan ini berbentuk persegi panjang

dengan jumlah tiang atau saka dua belas, yang setiap bagian/ruang yang dibentuk oleh saka tersebut menjadi sebuah ruang yang mewadahi fungsi masing-masing. Di lihat dari segi budaya, ide pembuatan rumah saka roras ini, para pendahulu berpikiran bahwa bagaima-

merencanakan membuat tanggul di wilayah hulu. Menurutnya, penanganan banjir di hulu jauh lebih bagus dari penanganan banjir di hilir. “Karena ini masalah tahunan, kita sudah perintahkan Bapedda dan Dinas PU untuk buat studi kelayakan (FS/feasibility study) berikutnya DED. Nanti di beberapa desa, di tiap aliran sungainya kita buatkan tanggul,” terangnya. Tanggul tersebut nantinya akan berfungsi untuk menampung kiriman air dan lumpur dari wilayah atas ketika terjadi banjir. Saat air dan lumpur telah memenuhi satu tanggul, maka air dan lumpur yang tak tertampung akan tumpah ke tanggul lainnya. “Sehingga di hilir, tidak akan terjadi banjir lumpur, tapi hanya banjir air,” terangnya. Menurut Gianyar, selain mampu mengatasi permasalahan banjir di Desa Songan, pembuatan tanggul tersebut juga dapat bermanfaat untuk pertanian di seki-

tarnya. Air dan lumpur yang tertampung di tanggul dapat dimanfaatkan bagi petani ketika musim kemarau. Diakuinya, pembuatan beberapa tanggul untuk mengatasi banjir bandang di Songan itu adalah pekerjaan besar. Mengingat kemampuan keuangan Bangli yang masih terbatas, Made Gianyar merencanakan akan memohon bantuan pembiayaan ke Pemerintah Pusat, provinsi dan beberapa kabupaten lainnya seperti Badung, Denpasar dan Gianyar. Sementara itu, Anggota DPRD Bangli, Gede Tindih, berharap segera ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi banjir di Desa Songan. Menurut wakil rakyat asal Desa Songan itu, dalam upaya mencegah banjir, tidak saja menjadi tugas pemerintah namun juga masyarakat. Diperlukan kesadaran dalam menjaga lingkungan sehingga bencana banjir tidak terus terulang tiap musim hujan. (ina)

Disebutkan, syaratsyarat yang harus dipenuhi yakni menyerahkan lahan pengganti berupa areal penggunaan lain yang sudah clear dan clean. Menanggung biaya tata batas terhadap kawasan hutan yang disetujui dan lahan pengganti yang diusulkan. Melaksanakan tata batas terhadap kawasan hutan yang disetujui. Menyediakan biaya dan melaksanakan reboisasi serta pemeliharaan tanaman terhadap lahan pengganti. Membayar provisi sumber daya hutan dan ganti rugi tegakkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Syarat lainnya, yakni menyerahkan surat jaminan

berbentuk akta notaris yang berisi apabila di kemudian hari usulan lahan pengganti terdapat cacat tersembunyi bersedia untuk mengganti lahan pengganti sesuai dengan ketentuan peraturan perudang-undangan. Membuat surat pernyataan fakta integritas antisuap serta menandatangani berita acara tukar menukar kawasan hutan. “Untuk proses yang kami jalani saat ini baru di poin dua, melakukan tata batas. Kami juga melibatkan Tim BPKH Wilayah VII Denpasar, yang merupakan UPT Kementerian KLH RI,” jelasnya. Pihaknya akan terus mengupayakan seluruh proses bisa segera tuntas sehingga warga bisa direlokasi. (may)

Masih Trauma

itu. Tapi akhir-akhir ini pola curah hujannya memang agak berbeda,” ungkapnya. Mengingat kegiatan yang ada di sana untuk pariwisata seperti adanya resto apung, maka perlu diperhatikan daya dukung, serta keramba yang ada agar diperhatikan agar tidak mengganggu kualitas air danau. Kegiatan apapun yang ada dikawasan tersebut baik pertanian maupun pemukiman juga akan memperbesar potensi longsor. “Kegiatan apapun yang mengganggu

lahan akan memperbesar potensi erosi, longsor. Misalnya membuka lahan di igir–igir walaupun kecil tapi sangat berpengaruh,” imbuhnya. Potensi bencana di kawasan tersebut menurutnya wajar terjadi. Meski datangnya lebih cepat atau lebih lama. “Kejadian yang terjadi saat ini memang harus terjadi, karena daerah itu memang seperti itu. Jadi kalau manusia menempati di situ harus berani mengambil risiko, karena memang alamnya seperti itu,” pungkasnya. (may)

Kanker Bisa Sembuh, Jika Datang pada Stadium Awal Denpasar (Bali Post) Keterlambatan pasien kanker datang ke pelayanan kesehatan masih menjadi kendala penanganan penyakit ini hingga sekarang. Sebanyak 70 persen pasien kanker payudara di Indonesia datang pada stadium 3 dan 4. Sedangkan di negara barat, pasien kanker stadium 1 telah mencapai 40 persen. Padahal sudah ada teknologi untuk skrining atau deteksi dini adanya kanker. “Kalau stadium 3 dan 4 sulit sekali disembuhkan. Stadium 1–2, saya yakin bisa sembuh. Apalagi teknologi dan obat–obat kita sudah canggih. Bahkan kesembuhan orang kanker lebih bagus dari orang penyakit rematik, orang sakit rematik tidak akan sembuh,” ungkap pendiri RS Prima Medika, Prof. Dr. dr. Tjakra Wibawa Manuaba, Sp.B., K.Onk., Sabtu (15/2), saat perayaan HUT Endrawati Cancer Center RS Prima Medika. Keterlambatan pasien datang ke pelayanan kesehatan, salah satunya karena ketidaktahuan pasien. Selain itu, juga ada ketakutan untuk operasi, kemoterapi, radiasi, dan ada juga yang mencari pengobatan alternatif. “Ini yang beratnya kita di sini, karena pengobatan alternatif masih merajalela di Bali, masih banyak dicari penderita kanker. Kita survei, mereka 5–8 kali berpindah dari tempat terapi satu ke terapi lainnya, sebelum datang pada kita,” ujarnya. Ada tiga kanker yang bisa dideteksi dini, yaitu kanker usus besar, kanker leher rahim, dan payudara. Ketiganya, memiliki cara untuk

mendeteksi dini dan jika diobati, pasien akan membaik. Kanker lain yang bisa dideteksi dini adalah kanker prostat dengan PSA (prostat specific antigen) dan pemeriksaan dengan laboratorium tumor marker. Namun juga ada beberapa kanker yang sulit dideteksi, seperti kanker hati, kanker lambung, kanker pankreas. “Kanker ini tidak terlihat, jadi pada waktu dia memberikan tanda–tanda seperti pada waktu kanker hati kondisinya bengkak, besar, lemas, baru dia tahu kanker hati,” ungkapnya. Menurutnya, kanker hati juga bisa didiagnosis lebih awal berdasarkan data riwayat pasien, seperti riwayat hepatitis B atau C. Karena orang dengan riwayat hepatitis berisiko terkena kanker hati. Lanjut Prof. Cakra, pada awal pertumbuhannya, kanker bersifat asimptometik, tidak memberikan gejala termasuk kanker payudara dan kanker leher rahim. “Tapi begitu dia memberikan gejala, biasanya itu sudah terlambat,” ujarnya. Yang masih menjadi pertanyaan adalah, penderita kanker di Indonesia banyak ditemukan pada usia muda. Sebesar 80–90 persen usia penderita kanker di atas 4050 tahun. Namun 10 persen kanker bisa didapatkan pada usia muda. “Itu yang biasanya ada hubungan dengan genetik, jadi kankernya memang diturunkan dari orangtuanya. Tapi kita sedikit ada perbedaan di Indonesia atau di Bali ini, kanker usus besar, kanker payudara, yang kena itu pada umumnya masih

muda–muda. Jadi masih umur di bawah 50 tahun. Padahal kalau di negara barat, yang banyak kena kanker payudara di atas 50–60 tahun, jadi segmen kita lebih muda. Ini yang menjadi pertanyaan kita sekarang ini,” bebernya. Disebutkan, kanker selain bisa dideteksi juga bisa dikurangi risikonya dengan pola hidup sehat. Dengan mengikuti pola hidup sehat yang benar dan baik, minimal bisa mengurangi risiko kanker 20–30 persen. Tapi bukan berarti tidak bisa kena kanker, karena penyebab kanker pada umumnya multi faktor, tidak hanya gaya hidup, tapi juga makanan dan virus. Direktur RS Prima Medika, dr. Putu Dian Ekawati, MPH. mengatakan, pihaknya memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari. Beberapa kegiatan telah dilakukan dalam memperingati Hari Kanker Sedunia, seperti kunjungan ke rumah singgah Yayasan Peduli Anak Kanker Bali, melakukan kegiatan edukasi pada masyarakat terkait dengan pencegahan kanker secara dini, meningkatkan kualitas dokter yang ada di RS Prima Medika untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker dan puncaknya pada Sabtu (15/2), yaitu gathering terhadap survivor dan fighter, pasien dan komunitas penderita dan pejuang kanker yang ada di Kota Denpasar dan sekitarnya. Momen ini digunakan untuk memperluas pengetahuan agar masyarakat di Bali khususunya, agar semakin cerdas melakukan deteksi dini terhadap kanker. (kmb42)

Berterima Kasih Dari Hal. 1 Juru Bicara Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, kemarin menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah menjadi tuan rumah bagi WNI dari Wuhan untuk menjalani transit observasi. Ia menyebutkan Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Kesehatan beserta seluruh Kementerian Koordinator, Kementerian dan Lembaga terkait sesuai Inpres Nomor 4/2019 menjamin bahwa semua WNI tersebut dalam keadaan sehat walafiat. WNI juga telah menjalani program transit observasi di Natuna sesuai dengan protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Keyakinan

Persegi Panjang na warga setempat ingin adanya satu rumah yang dapat menampung segala keperluan mereka. Akan tetapi, kata dia, rumah saka roras sekarang ini sudah hampir punah akibat tergerus zaman. Tahun 1960-an, masih banyak warga yang membangun

tersebut dinyatakan kembali oleh Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah mengikuti semua proses protokol kesehatan dari WHO pada Jumat, 14 Februari 2020 di Magelang,” katanya. Mereka juga sudah melalui proses pemantauan dan tetap akan dilakukan set elah m ereka kem ba li ke daerah masing-masing. “Mari kita semua dengan hati dan tangan terbuka menyambut kembali kehadiran saudara-saudari kita kembali ke dalam kehidupan bersama kita,” katanya. Wakil Presiden Ma’ruf Amin sebelumnya juga telah meminta seluruh masyarakat yang berada di 29 provinsi tak takut menerima WNI yang telah dikarantina di Natuna. (ant/kmb)

rumah seperti itu. Kini, keberadaannya bisa dihitung dengan jari. “Sudah jarang ada rumah saka roras. Paling yang masih ada hanya beberapa. Sebab, banyak warga membangun rumah modern dengan mengor bankan rumah saka roras tersebut,” ucapnya. (jay)

BPM/may

KANKER- Suasana peringatan Hari Kanker Sedunia di RS Prima Medika.

Minggu, 16 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Poco Poco GWR Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar

10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Burung Cendrawasih Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Yan Se Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation The Buzzbomb Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kris - Kriminal Sepekan Solusi Alternatif Marion Sam


MINGGU PAING, 16 Februari 2020

Bulu Tangkis Piala Asia

Faktor Mental, Penyebab Kekalahan Jonatan

Jakarta (Bali Post) –

Faktor mental sebagai penyebab kekalahan Jonatan Christie di partai kedua dari Lakshya Sen yang membuat India bisa menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada babak semifinal Kejuaran Bulu Tangkis Piala Asia Badminton Asia Team Championships 2020 di Rizal Memorial Stadium Manila, Filipina, Sabtu (15/2) kemarin. Jonatan ditundukkan Lakhsya Sen dengan dua gim langsung 18-21, 20-22, dalam laga selama 45 menit. “Bisa samasama kita lihat sendiri, tadi masalah di mentalnya. Kalau Jonatan merasakan ada beban, semua juga sama merasakan beban. Ini jadi pelajaran baru bagi Jonatan,” kata pelatih

tunggal putra PP PBSI, Hendry Saputra Hendry, melalui keterangan resmi di Jakarta. Performa Jonatan memang tidak sesuai harapan pada pertandingan yang berlangsung. Sejak dimulai gim pertama ia sudah tertinggal dalam perolehan angka, sehingga harus menyerah dari pemain ranking

37 dunia tersebut. Ketika ditanya soal kemungkinan Jonatan kurang pemanasan, karena partai pertama berlangsung begitu cepat, Hendry mengatakan bahwa itu tidak bisa dijadikan alasan. “Seharusnya tidak boleh seperti itu. Mau di kejuaraan apa pun, apalagi ini kejuaraan penting, harus siap. Kalau lihat penampilannya, Jonatan kurang tenang,’’ lanjut Hendry. Poin pertama tim Indonesia diraih dari Anthony Sinisuka Ginting setelah mengalahkan Sai Praneeth dengan skor 21-6. Memasuki gim kedua, Praneeth mengundurkan diri karena mengalami cedera. “Dengan lawan mundur seperti ini saya tidak perlu menguras tenaga dan bisa simpan energi kalau besok main lagi. Tapi sebenarnya saya mau main hari ini, mau mantapkan lagi mainnya,’’ ujar Anthony. Tim putra Indonesia kembali unggul 2-1 atas India melalui kemenangan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang mengalahkan M.R. Arjun/Dhruv Kapila dengan

skor 21-10, 14-21, 23-21. Hendra/Ahsan menang relatif mudah di gim pertama. Di gim kedua, The Daddies kesulitan menghadapi perubahan permainan lawan dan ketinggalan 5-11. Kesalahan beruntun dilakukan Hendra/Ahsan hingga mereka harus kehilangan gim kedua. Akan tetapi Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai keempat tak sanggup mempertahankan keunggulan yang dikemas Indonesia atas India sebelumnya. Pada laga tunggal putra ketiga ini, India mencuri angka dan menyamakan kedudukan 2-2 setelah wakil Indonesia itu ditundukkan Subhankar Dey 17-21, 15-21 dalam waktu 49 menit. Indonesia masih berpeluang maju ke babak final melalui ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon yang bertemu Lakshya Sen/ Chirag Shetty. Apabila lolos ke final, Indonesia akan bertemu Malaysia yang menundukkan Jepang 3-0 di babak empat besar. (ant) (ant)

Ida Bagus Gede Ganaputra Karang

Dari Pembalap Jadi Kades MANTAN pembalap (drag racer) menjadi kepala desa (kades). Inilah sosok Kades Dangin Puri Kauh, Denpasar Utara, Ida Bagus Gede Ganaputra Karang. Ia terjun dalam balapan sekitar tahun 1998 silam. “Saya pertama kali ikut balapan menunggang VW Kodok di Jalan Gatsu Barat,” kenang pria kelahiran Denpasar, 18 Februari 1981 ini. Oleh karena terganjal faktor fasilitas jalan, Ganaputra kembali ikut lomba drag racer di Jalan Sunset Road pada 1999. Akan tetapi lomba ini batal digelar, padahal pesertanya cukup banyak. Meskipun drag races jarang dilombakan, kegemarannya berlatih olahraga ini tetap dilanjutkan di Jalan Sunset

Road. Namun, kejuaraan drag racer sangat langka di Pulau Dewata. Suami dr. Ida Ayu Indira Mandini Manuaba, Sp.OG., dan ayah dua anak ini kemudian beralih ke reli wisata dan selanjutnya memutuskan berpaling ke kontes modifikasi. “Dunia saya hanya berkutat pada otomotif,” ucapnya. Ia menggelar kontes modifikasi pertama di Mall Bali Galeria. Pesertanya lebih dari 100 kontestan. Sukses menggelar kejuaraan pertama, dia kembali menyelenggarakan kontes modifikasi dengan peserta dari luar Bali di Jalan Kartika Plaza, Kuta, pada akhir 2002. Celakanya, sebelum hajatan digelar terjadi bom Bali I. Kendati demikian, acara tetap diadakan. Ganaputra makin men-

dalami dunia modifikasi mobil. Ia mengikuti Pembinaan Teknis (Bintek) di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dia juga dipercaya menjadi juri di Kuala Lumpur dan Johor Baru (Malaysia) kemudian keliling Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, Malang, dan Makassar. “Sampai sekarang pun saya tetap menjadi juri kontes modifikasi mobil,” jelas pria asal Geria Tampakgangsul ini. Mantan Kadus Tampakgangsul ini didesak tokoh masyarakat untuk maju dalam Pilkades tahun lalu. Alhasil dirinya unggul dibandingkan pesaingnya dan dilantik menjadi Kades Dangin Puri Kauh Masa Bakti 2019-2025. Ia memimpin 1.724 KK, 107 KK di antaranya masuk kategori Rumah Tangga

Miskin (RTM) yang kini disebut Keluarga Penerima Manfaat (KPM). “Saya bertekad mengentaskan kemiskinan warga desa,” ungkap Ganaputra yang juga Humas KONI Bali. (nel)

KONI Tolak Surat Pengunduran Diri Atlet

Ketut Suwandi

BPM/022

Denpasar (Bali Post) – Pengajuan surat pengunduran diri atlet ke KONI asal selama ini hanya dipakai kedok untuk melancarkan hengkang ke daerah lain. Cuma trik untuk melegalkan perpindahan. Selanjutnya atlet bersangkutan mengajukan surat mutasi untuk membela daerah yang dituju. Hal itu dikatakan Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, usai memimpin Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Denpasar beberapa hari lalu. Oleh karena itu, pihaknya dengan tegas menolak surat pengunduran diri atlet yang sekadar dipakai untuk heng-

kang. “Kami akui cukup banyak atlet yang mengajukan surat pengunduran diri ke KONI asal, kemudian berlaga di Porprov membela daerah baru atau KONI yang dituju,” paparnya. Menurutnya, atlet yang mengundurkan diri sebagai atlet semestinya pensiun. Bukannya menyusul dengan surat perpindahan membela kabupaten yang dituju pada cabor yang sama. Untuk itu, pihaknya tidak mau menerima lagi surat pengunduran atlet yang dipakai trik untuk memuluskan langkah mutasi. KONI Bali juga bertekad meminimalisasi perpindahan atlet, termasuk melacak surat

berikut dokumen penting lainnya. “Jika menemukan KTP, KK, atau surat perpindahan penduduk yang palsu, kami akan laporkan ke pihak berwajib, sebab merupakan tindak pidana. Olahraga menjunjung tinggi sportivitas, bukan kecurangan,” tegasnya. Oleh sebab itu, Suwandi mengingatkan batasan mutasi tetap setahun sebelum Porprov Bali. Di samping itu, tidak ada toleransi lagi pengajuan protes tarik ulur atlet yang melewati batas waktu. “Kami ingin selama pelaksanaan Porprov tidak ada lagi protes tentang keabsahan atlet,” tandasnya. (022)

Sahabat Semarang dengan skor 51-45 pada pertandingan Piala Srikandi Seri II di

GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Jumat (14/2) lalu. Merpati menang berkat strategi pelatih Bambang Asdianto Pribadi yang menginstruksikan asuhannya mengunci poros permainan Sahabat yang bertumpu pada Dyah Lestari dan Yuni Anggraeni. Menurut Bambang Asdianto, asuhannya tampil enjoy, sebab mampu menerapkan instruksi pelatih. Selain itu, kerja sama antarlini dan suplai bola berjalan lancar. “Pemain kami, Jisanceghi mampu mengganggu lawannya, Yuni,” ungkapnya dihubungi usai pertandingan. Kadek Sanis Jisanceghi mengemban tugas mematikan gerak langkah Yuni. Jisanceghi berhasil membuat Yuni tidak nyaman,

sehingga sering membuat kesalahan sendiri. Strategi ini cukup jitu. Terbukti, forward Merpati, Dora Lovita, sering melakukan terobosan dan mampu mengemas 15 poin. Jisan juga tampil gemilang dengan meraup 11 angka. Di kubu Sahabat Semarang, Dyah Lestari dan Yuni Anggraeni menjadi pemain paling produktif dan penyumbang poin tertinggi. Dyah mengoleksi 21 poin, sedangkan Yuni 14 angka. Pada kuarter pertama Merpati tertinggal 10-11. Setelah itu mereka bangkit sehingga unggul 23-19 di kuarter kedua, 42-34 pada kuarter ketiga dan menutup kemenangan dengan skor 51-45 pada kuarter terakhir. (022)

Kunci Lawan, Merpati Menang

Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali mengalahkan

BPM/ist

LOMPAT – Pemain Merpati Bali (kuning) sambil melompat menyarangkan bola ke jaring saat melawan Sahabat Semarang.

Berlin – Striker remaja Norwegia, Erling Braut Haaland, membuat sembilan golnya dalam enam pertandingan untuk Borussia Dortmund setelah mencetak gol lagi dalam kemenangan 4-0 atas Eintracht Frankfurt dalam lanjutan kompetisi Liga Jerman di Signal Iduna Park, Sabtu (15/2) kemarin. Setelah gol oleh Lukasz Piszczek dan Jadon Sancho, Haaland menunjukkan penyelesaian klinis sebelum Raphael Guerreiro menambahkan gol keempat. Haaland sekarang memiliki delapan gol dalam lima pertandingan liga, ditambah satu di Piala Jerman. Pria 19 tahun itu kemudian digantikan 12 menit sebelum pertandingan berakhir dan mendapat tepuk tangan meriah dari 81.000

penonton. Kemenangan meyakinkan ini mengangkat Dortmund ke posisi kedua klasemen sementara Bundesliga. Mereka duduk satu poin di belakang pemimpin Bayern Munich yang bermain melawan Cologne pada Minggu ini. Dortmund mengoleksi poin 42, sedangkan Bayern mengumpulkan 43. “Menjaga mereka tetap nol sangat penting. Kami tidak memberi mereka banyak peluang,’’ ujar pemain belakang Dortmund, Mats Hummels. Sementara itu, Atletico Madrid bermain imbang 2-2 di kandang Valencia untuk menjaga tim Diego Simeone di urutan keempat klasemen di La Liga dengan nilai 40 menjelang kunjungan ke Liverpool dalam Liga Champions minggu depan. “Kami berada di jalan yang benar. Itu adalah pertandingan penting dengan banyak peluang mencetak gol untuk kedua belah pihak,” komentar Simeone. Marcos Llorente membuat tim tamu memimpin lebih dulu sebelum sundulan jarak dekat Gabriel Paulista membuat Valencia kembali selevel. Gelandang Ghana Thomas Partey membuat Atletico kembali di depan, tetapi mampu disamalan oleh gol Geoffrey Kondogbia. (afp/kmb)

Erling Braut Haaland

Perbasi Diminta Tunda Kualifikasi Piala Asia Jakarta (Bali Post) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sepakat meminta penyelenggaraan kualifikasi bola basket Piala Asia 2021 (FIBA) ditunda sebagai bentuk antisipasi terhadap wabah virus Corona. Rekomendasi penundaan itu disampaikan langsung lewat dua surat, baik dari Kemenpora bernomor 2.14.9/SET/ II/2020 maupun Kemenkes bernomor SR.04.01/C. II/539/2020. Surat Kemenpora yang ditandatangani Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto merujuk pada pernyataan Kemenkes meminta Perbasi selaku tuan rumah penyelenggaraan FIBA Asia menunda dan menunggu hingga ada konfirmasi lebih lanjut terkait aspek keamanan dan

kesehatan. “Kemenpora selaku lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang keolahragaan sebagaimana tersebut dalam UU BN No.3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional menginstruksikan untuk menunda pelaksanaan kegiatan FIBA Asia Qualifiers di Indonesia”. Sementara itu, surat dari Kemenkes yang ditandatangani Sekjen Kemenkes Oscar Primadi menyatakan bahwa instruksi penundaan itu menjadi langkah dalam mewaspadai mekanisme penularan yang belum terkonfirmasi hingga saat ini. Mengingat hingga saat ini penularan masih terjadi, Kemenkes menginstruksikan agar penyelenggaraan Kualifikasi FIBA Asia ditunda hingga penanganan kasus wabah virus Corona

mendapat sisi terang. Timnas basket putra Indonesia dijadwalkan menjamu Korea Selatan dan Filipina dalam kualifikasi FIBA Asia 2021. Kedua laga tersebut akan digelar di Mahaka Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 20 dan 23 Februari 2020. Timnas basket putra Indonesia juga bergabung dengan Thailand di Grup A kualifikasi FIBA Asia 2021. Dalam persiapan menghadapi kualifikasi Piala Asia 221, timnas putra Indonesia turun dalam ajang Indonesian Basketball League (IBL) 2020. Menggunakan nama Indonesia Patriots, timnas memimpin klasemen sementara dengan raihan 18 poin hasil 10 kali bertanding, yaitu delapan kali menang dan dua kali kalah. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 16 Pebruari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu