16 HALAMAN
NOMOR 175 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
GUBERNUR KOSTER TEGASKAN KOMITMEN PERKUAT LPD
Denpasar (Bali Post) -
Materi Ranperda tentang Desa Adat sejatinya tidak hanya soal Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Namun, hal ini rupanya cukup menyita perhatian, terutama menyangkut rencana perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa dan rencana pembentukan Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA). Untuk meluruskan pemahaman di masyarakat, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar kegiatan ramah tamah dengan LPD di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (15/2) kemarin. Sedikitnya ada 1.100 orang pengurus LPD di Bali hadir dalam kegiatan ramah tamah tersebut. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, LPD adalah kekuatan ekonomi untuk membangun dan memperkuat desa adat. Para prajuru atau pengurus LPD bahkan disebut sebagai pahlawan ekonomi desa adat. ‘’Ramai diberitakan di media massa seolah-olah Bapak Gubernur akan menghapuskan LPD. Padahal itu sama sekali tidak benar,’’ ujarnya. Dewa Indra menegaskan, semangat Gubernur adalah memperkuat LPD dan men-
jamin agar LPD ke depan tetap kuat. Bahkan semakin kuat posisinya. Dikatakan, desa adat dengan segenap institusi di dalamnya termasuk LPD tidak boleh seperti saat ini saja. Pasalnya, dinamika kehidupan terus berubah dan berkembang semakin maju. ‘’Kalau desa adat tidak diperkuat, posisinya tidak semakin diberdayakan, bukan tidak mungkin ke depan akan semakin lemah kemudian semakin tertinggal,’’
LPD di Bali
1.433
Total aset
Rp 21 triliun
Tenaga Kerja
8.000 4.000 Pengawas Pegawai
internal
LPD beraset di atas Rp 50 miliar, sebanyak 90 menguasai 60 persen dari total aset LPD. LPD beraset antara Rp 10 miliar sampai Rp 50 miliar sebanyak 300. LPD beraset di bawah Rp 5 miliar sebanyak 900.
jelas mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini. Ketua Lembaga Pemberdayaan LPD (LP-LPD) I Nyoman Arnaya mengatakan, saat ini tercatat ada 1.433 LPD di seluruh Bali dengan total aset Rp 21 triliun. Aset tersebut hampir menyamai Bank BPD Bali, bahkan lebih besar. Sebab, dari Rp 24 triliun aset BPD Bali, Rp 4 triliun merupakan dana LPD di bank tersebut. Hal. 15 Menjaga Kepercayaan
"LPD tetap bernama Lembaga Perkreditan Desa seperti sekarang. Namun untuk jangka panjang ketika LPD tidak terjaga lagi oleh regulasi di atasnya, kemudian bubar, Koster meminta agar para pengurus LPD tidak menyalahkan dirinya."
PM Singapura Jenguk Ibu Ani
Intrusi di Bali Meluas
Perang Tarif Kamar Hotel di Ubud Pertumbuhan hotel yang tidak terbendung di kawasan wisata Ubud membuat perang tarif kamar di kampung turis tersebut sangat ketat. Ironisnya, sejumlah hotel melati banting harga sewa hingga Rp 200 ribu per hari. Bahkan akibat tidak kuat dengan persaingan, ada hotel melati yang disulap menjadi hostel dengan harga Rp 50 ribu per bed. Halaman 9
Jalan Lingkar Barat di Badung
Pungutan Retribusi di Kintamani
Rencana pembangunan jalan lingkar barat Tanjung Benoa, Badung terus dimatangkan. Saat ini, instansi terkait tengah mengurus perizinannya. Menurut rencana, dalam pembangunannya nanti diperlukan normalisasi pesisir yang mengalami abrasi. Halaman 3
Pemungutan retribusi yang dilakukan sekelompok orang mengatasnamakan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) terhadap wisatawan ke Kintamani saat dini hari, diakui Direktur Badan Pengelola Pariwisata BUGG I Gede Wiwin Suyasa. Halaman 14
Tawarkan Satu Pasal Terkait LPD
GUBERNUR Bali Wayan Koster sempat memberikan dua pilihan kepada para prajuru atau pengurus LPD se-Bali dalam kegiatan ramah tamah di Jaya Sabha, Denpasar, Jumat (15/2) kemarin. Pertama, LPD tetap bernama Lembaga Perkreditan Desa seperti sekarang. Namun untuk jangka panjang ketika LPD tidak terjaga lagi oleh regulasi di
atasnya, kemudian bubar, Koster meminta agar para pengurus LPD tidak menyalahkan dirinya. Pilihan pertama ini langsung dijawab ‘’ya’’ oleh para pengurus LPD yang hadir. ‘’Bapak bisa bilang ‘ya’ sekarang, tapi bapak juga bisa dengan mudah lari dari tanggung jawab,’’ jawab Koster. Untuk pilihan kedua,
Koster menawarkan nama Labda Pacingkreman Desa yang diatur dengan perda tersendiri. Namun, rencana pembentukan LOKA (Lembaga Otoritas Perekonomian Adat) akan dihilangkan. ‘’Praktiknya seperti sekarang, tapi bernama kearifan lokal, kemudian diatur dengan hukum adat. Keluar kita dari UU ini (UU No.1 Tahun 2013 tentang LKM - red) dan
lebih berkelanjutan, terproteksi,’’ jelasnya. Kendati demikian, Koster rupanya tidak ngotot memaksakan nama Labda Pacingkreman Desa. Selagi masih nyaman dengan nama Lembaga Perkreditan Desa, mantan anggota DPR-RI ini mengikuti kemauan para prajuru LPD. Hal. 15 Raperda Desa Adat
Jokowi Bantah Tudingan Prabowo Soal Harga Beras Tertinggi di Dunia
PM Singapura Lee Hsien Loong beserta istrinya, Ho Ching, dan Wakil PM Singapura Teo Chee Hean beserta istrinya menjenguk Ani Yudhoyono di National University Hospital, Singapura, Jumat (15/2) kemarin pukul 11.45 waktu setempat. Berdasarkan siaran pers yang diterima dari DPP Demokrat di Jakarta, Jumat kemarin, kedua pemimpin Singapura beserta istri menjenguk dan menyapa Ani Yudhoyono dari kejauhan. Mereka didampingi Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) beserta istri Aliya Rajasa. Mereka menyampaikan ucapan penyemangat dan doa agar Ani Yudhoyono lekas sembuh. Hal. 15 Sahabat SBY
Kebutuhan air bersih meningkat. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan penduduk dan juga laju investasi infrastruktur pariwisata cukup pesat. Ini membuat pemanfaatan air bawah tanah yang berlebih, menyebabkan di beberapa wilayah di Bali terjadi intrusi (masuknya air laut ke darat). Halaman 2
Bali Post/rin
RAMAH TAMAH - Gubernur Bali Wayan Koster menggelar kegiatan ramah tamah dengan pengurus LPD di rumah jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Jumat (15/2) kemarin.
Joko Widodo
Prabowo
Bengkulu (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut harga daging dan beras di Indonesia termasuk yang termurah di dunia jika dibandingkan dengan negaranegara lain. ‘’Coba dicek di seluruh dunia itu harga (daging dan beras) kita di seluruh dunia ada pada posisi yang seperti apa. Kita ini termasuk memiliki harga yang termurah di dunia. Baik itu yang namanya beras maupun yang namanya daging,’’ kata Presiden Jokowi setelah membuka acara Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu, Jumat (15/2) kemarin. Menurut mantan Gubernur DKI ini, harga-harga komoditas tersebut di Indonesia hanya kalah murah dibandingkan dengan negara-negara tertentu saja. Selebihnya, harga itu lebih kompetitif bahkan lebih murah. ‘’Kita itu mungkin hanya kalah murahnya jika dibandingkan dengan 1, 2, 3, 4, 5, 6 negara. Sri Lanka kita kalah murah, Bangladesh kita kalah murah. Kemudian mana lagi? Vietnam kita kalah. Tapi untuk yang lainlain kita masih lebih murah,’’ katanya. Ia juga menegaskan harga daging di Indonesia pun bervariasi tergantung kualitas dan
kebutuhan yang diinginkan oleh konsumen. ‘’Untuk daging, daging itu kan tergantung mau pilih yang mana. Ada yang Rp 80 ribu, ada. Ada yang Rp 120 ribu, ada. Yang wagyu, Rp 500 ribu juga ada,’’ katanya. Saat ditanya terkait tudingan harga yang mahal, Jokowi mempersilakan untuk mengecek sendiri ke lapangan. ‘’Ya… coba dicek sendiri,’’ katanya. Demikian pula Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, Arya Sinulingga, membantah pernyataan capres RI Prabowo Subianto soal harga beras dan daging. ‘’Prabowo mengatakan bahwa harga beras tertinggi di dunia dan daging tertinggi di dunia. Padahal dari data yang ada, jelas sekali bahwa Indonesia itu harga beras nomor 80, itu artinya yang nomor satu tertinggi, 80 itu terakhir,’’ ujar Arya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat kemarin. Dia menekankan harga beras di Indonesia Rp 12.000 per kg, atau lebih murah dibandingkan Jepang yang mencapai Rp 59.000 per kg. ‘’Prabowo kembali menakut-nakuti dan membuat data bohong. Itu sangat berbahaya untuk bangsa,’’ katanya. Menurutnya, harga beras di
Indonesia hanya lebih mahal daripada Polandia yang seharga Rp 11.857, serta Vietnam, Nepal, Kazhakstan dan sebagainya. ‘’Untuk di Asia Tenggara saja, kita termasuk rendah. Bahkan dibanding Thailand pun, kita masih lebih rendah. Jadi kalau dikatakan Pak Prabowo bahwa Indonesia paling mahal harga beras, ini beras apa? beras mana? Pak Prabowo ini tahu tidak harga beras? Dia pernah beli beras? Jangan buat kebohongan-kebohongan lagi,’’ ujar Arya. Demikian pula dengan harga daging, kata Arya, tingkat harga daging di Indonesia masuk peringkat ke-49 dari 89 negara. Harga daging termahal di dunia, menurutnya, ada di Swiss yang mencapai Rp 675.000 per kg, serta Hongkong mencapai Rp 276.000 per kg. Dia mengajak seluruh pihak menjadikan Pemilu 2019 bersih dan jujur, tidak menakut-nakuti dengan berita bohong. Sebelumnya, calon presiden (capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut harga beras dan daging di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah. (ant)
Geothermal
Kalau Tak Penuhi Syarat Jangan Dibicarakan Lagi ’’Kalau tidak memenuhi syarat, daripada menganga tidak karuan seperti sekarang itu, tutup segera. Jangan dibicarakan lagi itu.’’ I Nyoman Adi Wiryatama ’’Secara regulasi, itu kan sudah ada penolakan dari dewan dan gubernur. Itu harus dipikirkan alternatif energi yang lain.’’ Bali Post/dok
I Ketut Kariyasa Adnyana
Bali Post/dok
Denpasar (Bali Post) Kajian tentang geothermal harus dilakukan secara mendalam dan jangan setengahsetengah. Salah satu energi baru terbarukan itu bisa saja diterapkan di Bali kalau memang dapat memenuhi kebutuhan listrik, dengan catatan lingkungan tetap terjaga. Tetapi kalau dari hasil evaluasi ternyata sebaliknya, proyek itu mestinya tidak perlu dibicarakan lagi. ‘’Kalau tidak memenuhi syarat, daripada menganga tidak karuan seperti sekarang itu, tutup segera. Jangan dibicarakan lagi itu,’’ tegas Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Jumat (15/2) kemarin. Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, geo-
thermal selama ini memang dianggap sebagai sumber energi ramah lingkungan. Namun, Bedugul yang menjadi lokasi geothermal merupakan daerah hulu. Di sana terdapat hutan dan danau yang harus dijaga dan dilindungi agar tidak sampai rusak. ‘’Secara regulasi, itu kan sudah ada penolakan dari dewan dan gubernur. Itu harus dipikirkan alternatif energi yang lain,’’ ujarnya. Menurut Kariyasa, Bali dapat mengembangkan pembangkit listrik tenaga gas, tenaga surya (matahari), tenaga air, bahkan tenaga angin untuk alternatif lain energi baru terbarukan. Bisa juga dengan mengolah sampah menjadi energi. Kendati untuk memperoleh energi
dari sampah ini perlu dilakukan kajian amdal untuk menekan dampak terhadap lingkungan. Sebagai destinasi pariwisata dunia, pulau dewata tidak mungkin akan dikorbankan untuk masalah energi. ‘’Tinggal sekarang teknologi, investor, dan biaya. Memang biayanya mungkin lebih besar, karena geothermal selama ini kan dianggap murah,’’ imbuh politisi PDI-P ini. Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat rupanya masih belum menyerah untuk menghidupkan lagi geothermal. Kali ini lewat Komisi VII DPRRI dengan dalih Bali akan menghadapi persoalan besar yakni defisit energi pada 2024 jika tidak ada pembang-
kit baru. ‘’Disampaikan oleh PLN tadi tentu menganalisis pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali yang cukup besar, tetapi pasokannya terbatas,’’ ujar Ketua Komisi VII DPRRI Gus Irawan Pasaribu saat melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Bali, Kamis (14/2). Kendati sudah ada interkoneksi Jawa-Bali, Gus Irawan menyebut pasokan listriknya masih terbatas di 350 MW. Solusi yang disiapkan PLN pun masih bersifat jangka pendek seperti mobile power plant dan marine power plant. Sementara untuk mewujudkan geothermal, terkendala masalah budaya. Padahal, menurutnya, suatu proyek besar secara umum pasti memunculkan pro dan kontra. (kmb32)
DENPASAR
2 FIGUR
Lestarikan Subak Melalui Lomba ’’Lelakut’’
Inkubator Bisnis LULUSAN perguruan tinggi di Bali setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan semakin banyaknya perguruan tinggi yang ada. Hal ini tentu menyebabkan persaingan dalam merebut dunia kerja semakin ketat. Oleh karena itu, sejak di bangku kuliah mahasiswa harus diberikan pembekalan mental dan skill kewirausahaan, sehingga saat mereka lulus siap bekerja, bahkan menciptakan lapangan pekerjaan. “Kami di Universitas Warmadewa memiliki ribuan student body, sebab kami menyadari tidak semua lulusan kami akan bisa diterima dengan mudah sebagai pegawai negeri sipil seperti keinginan sebagian besar generasi milenial dewasa ini,” ujar Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM., Jumat (15/2) kemarin. Mengantisipasi hal itu, pihaknya bersama Rektor Unwar tengah fokus membangun lembaga pusat karier dan inkubator bisnis (inbis) dengan tujuan menanamkan serta menumbuhkan mental dan skill wirausaha bagi peserta didiknya. Lembaga ini bertujuan menakar potensi mahasiswa, sehingga setelah lulus nanti mereka sudah punya gambaran ke mana akan berlabuh. Bahkan pihaknya mengarahkan seluruh mahasiswanya dari berbagai fakultas untuk proaktif berkonsultasi di lembaga tersebut. Dikatakan, incubator binis didirikan bagi mahasiswa yang ingin berwirausaha sambil kuliah dan setelah lulus bisa melangsungkan usahanya tersebut. Dalam bisnis ini, mahasiswa dituntut kreatif mengambil peluang-peluang usaha, terutama sektor usaha kecil dan menegah. Apalagi sesuai dengan arahan Presiden, Kementerian Koperasi dan UMKM, serta pihak Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKKPB) mendorong hal ini guna untuk mengejar rasio jumlah wirausaha di Bali dan nasional. Ia menegaskan, mahasiswa dari setiap fakultas di Unwar memiliki peluang usaha yang sama, tidak terbatas hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi saja. “Kami dorong agar semua mahasiswa terlibat. Tidak hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi. Sebagai contoh, mahasiswa Fakultas Teknik itu bisa memasarkan desainnya lewat incubator binis,” tegasnya. (win)
Pasutri Jual Tembakau Gorila ke Mahasiswa Denpasar (Bali Post) Pasangan suami-istri (pasutri), Firman Agung (19) dan Yuniar Dita (22), digerebek di kamar kosnya di Jalan Tegal Dukuh, Denpasar Barat, Rabu (6/2) lalu. Pasalnya, Firman bersama istri sirinya ini menjadi pengedar tembakau gorila lewat online. Sasarannya dominan kalangan mahasiswa dan pekerja. Seperti tersangka narkoba lainnya, kaki dan tangan Firman dirantai seperti teroris. Hal ini dilakukan Polresta agar dia jera. ‘’Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali. Modusnya, pelaku memesan dan mengedarkan tembakau gorila ini lewat online,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatresarkoba Kompol Aris Purwanto, Jumat (15/2) kemarin. Menurut Ruddi Setiawan, penangkapan pelaku berawal dari informasi masyarakat di Jalan Tegal Dukuh, Denpasar Barat, sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya, selama beberapa hari petugas melakukan penyelidikan di TKP. Setelah ciri-ciri pelaku sudah dikantongi, pada Rabu (6/2) pukul 21.30 Wita, petugas melihat pelaku di TKP dan langsung ditangkap. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar pasutri ini. Di kamar tersebut, polisi
menemukan barang bukti berupa 193 paket tembakau gorila siap edar dengan berat bersih 448,92 gram. ‘’Istrinya (Yuniar - red) bertugas mengemas tembakau gorila ini menjadi paket siap edar. Sedangkan Firman bertugas memesan dan menempel paket narkotika ini. Sekali pesan, pelaku mendapat kiriman sekitar 500 gram dan modalnya Rp 13 juta. Dalam setahun, pelaku mendapat kiriman lima kali,’’ kata mantan Kapolres Badung ini. Pelaku mengaku barang tersebut adalah miliknya yang dibeli lewat online. Paket tembakau gorila ini dikirim lewat jasa ekspedisi. Dari bisnis ilegalnya ini, pelaku mendapatkan keuntungan per paket Rp 300 ribu. Mereka mengaku nekat mengedarkan barang terlarang tersebut karena faktor ekonomi. ‘’Dari pengungkapan kasus ini, kami menyelamatkan 2.500 jiwa generasi muda dari bahaya narkoba,’’ ucap mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. Ruddi Setiawan mengimbau kepada pengguna narkoba termasuk tembakau gorila supaya berhenti mengonsumsi barang terlarang ini. Pasalnya, pihaknya akan terus menyelidiki baik pengedar, pengguna maupun bandar narkoba. ‘’Kami juga akan menyelidiki transaksi narkoba lewat online,’’ tegasnya. (kmb36)
Bali Post/kmb36
PASUTRI - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan merilis pengungkapan kasus tembakau gorila yang melibatkan pasangan suami-istri.
Topik : Intrusi di Bali Meluas
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
PEMERINTAH Kota Denpasar melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar terus gencar melakukan upaya penguatan program Subak Lestari yang mengedepankan kebudayaan dan kearifan lokal. Salah satunya yakni menggelar lomba lelakut (petakut) secara berkesinambungan. Seperti yang dilakukan di Subak Intaran, Sanur Kauh, Jumat (15/2) kemarin. ‘’Ini merupakan suatu bentuk program Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga kebudayaan dan kearifan lokal yang dirangkai dengan perayaan HUT ke-231 Kota Denpasar,’’ ujar Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Menurut Jaya Negara, pergeseran alih fungsi lahan dan berubahnya pola budaya agraris masyarakat merupakan sesuatu yang tak bisa dihindarkan. Menanggapi fenomena ini, perlu lebih digencarkan inovasi seperti urban farming dan pertanian hidroponik yang tidak memerlukan lahan banyak, namun mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian yang sesuai. Di samping itu, dalam lomba kali ini dengan keterlibatan generasi muda dalam penguatan budaya mampu memberikan inovasi dan kreativitas yang baik. Jaya Negara juga mengharapkan lomba ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan lewat kemasan kreatif melibatkan anak-anak serta sekaa teruna di banjar-banjar. Ketua Majelis Madya Subak Kota Denpasar Wayan Jelantik mengatakan, pelaksanaan lomba lelakut, pindekan, dan sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di Kota Denpasar. Kegiatan ini diikuti perwakilan subak dari setiap kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian HUT Kota Denpasar sebagai langkah menjaga kebudayaan. ‘’Pelaksanaan lomba lelakut, pindekan, dan sunari ini diharapkan mampu merangsang kreativitas sekaa-sekaa subak maupun sekaa teruna yang berpartisipasi di dalamnya, di samping memberikan pemahaman tentang filosofi lelakut, pindekan, dan sunari yang harus dijaga,’’ ujar Wayan Jelantik. (ara) SUNARI - Salah satu sunari yang diikutkan dalam lomba kemarin.
Intrusi di Bali Meluas Denpasar (Bali Post) –
Kebutuhan air bersih terus mengalami peningkatan. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan penduduk dan juga laju investasi infrastruktur pariwisata, khususnya di Bali Selatan cukup pesat. Di samping berdampak positif terhadap perekonomian Bali, juga berdampak negatif akibat laju investasi tersebut. Salah satunya pemanfaatan air bawah tanah yang berlebih, menyebabkan di beberapa wilayah terjadi intrusi air laut. Hal ini terungkap pada penyampaian hasil penelitian tentang air di Bali yang dilakukan Politeknik Negeri Bali bekerja sama dengan Yayasan Idep Selaras Alam, Jumat (15/2) kemarin. Dari hasil penelitian, kawasan yang terjadi intrusi air laut semakin meluas. Tim Peneliti dari Politeknik Negeri Bali Ir. Surya Negara dan Ir. Wayan Wiraga dalam pemaparan hasil penelitiannya kemarin mengungkapkan, secara umum telah terjadi intrusi air laut di beberapa lokasi yang menjadi sampel penelitiannya. Bahkan dibandingkan dengan hasil
penelitian yang dilakukan KLHS Bali pada tahun 2010, terjadi perubahan pada titik intrusi. Pada hasil penelitiannya, intrusi mengalami perubahan dan lebih banyak ditemukan. Seperti Tabanan dan Karangasem juga ditemukan terjadi intrusi air laut. Kendati demikian, tim mengakui belum ada yang melakukan penelitian secara detail, seberapa besar penu-
runan kualitas air tanah, seberapa jauh instrusi air laut maupun penurunan muka air tanah akibat eksplorasi yang tinggi pada kawasan-kawasan yang dijadikan sampel. Perlu dilakukan penelitian lebih mendalam tentang kondisi air tanah di daerah Bali, khususnya pada kawasan dengan eksplorasi air tanah yang tinggi tersebut. Tujuannya untuk dapat mengetahui dengan
pasti, seberapa besar penurunan kualitas air, seberapa jauh intrusi air laut dan besarnya penurunan muka air tanah. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Tim Peneliti dari Politeknik Negeri Bali merekomendasikan beberapa langkah yang perlu diambil. Di antaranya, sesegera mungkin melakukan tindakan yang dianggap perlu untuk menahan laju intrusi air laut agar tidak masuk lebih jauh lagi ke dalam wilayah daratan. Harus segera dilakukan upaya khusus untuk mengembalikan keberadaan air tanah, tidak hanya pada daerah yang mengalami intrusi air laut namun juga pada daerah-daerah imbuhan
dengan cara memasukkan air permukaan secara sengaja ke dalam tanah yang salah satunya melalui pembuatan sumur-sumur imbuhan. Perlu juga upaya untuk melarang Topik : pemanfaatan air tanah untuk keperluan industri pada daerah-daerah dengan kategori imbuhan utama dan membatasi pemanfaatannya hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik. Selanjutnya, hentikan izin eksplorasi air tanah pada daerah yang telah mengalami intrusi. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Turis Penampar Petugas Imigrasi Banding Denpasar (Bali Post) Turis asal Inggris yang menampar petugas Imigrasi Ngurah Rai yang divonis bersalah dan dihukum enam bulan penjara, Auj-E Taqaddas, akhirnya menyatakan banding. Hal itu dibenarkan oleh JPU I Nyoman Triarta
Kurniawan, Jumat (15/2) kemarin. Sebelumnya, wanita yang bekerja sebagai peneliti di bidang biologi itu memang mencak-mencak dan tidak terima dihukum enam bulan. Persisnya, dia mesti dibebaskan karena petugas
Imigrasilah yang bersalah hingga dia harus melakukan penamparan. Taqaddas menyatakan banding dalam waktu sepekan setelah usai putusan. Karena terdakwa banding, maka jaksa juga menyatakan banding atas putusan enam bulan terse-
but. Sebelumnya, Taqaddas sempat tiga kali ditunda persidangannya. Bahkan turis asal Inggris itu sempat menjadi buronan sebelum akhirnya ditangkap di Lippo Mall, Kuta. Taqaddas sempat diborgol karena melakukan
perlawanan. Bahkan saat di Pengadilan Negeri Denpasar dan saat berada di dalam mobil kejaksaan, dia terus berteriak mengatakan aparat penegak hukum di Indonesia korup dan mendoakan Indonesia kena bencana. (kmb37)
Seluruh ’’Stakeholder’’ Bergandengan Atasi Masalah Penumpukan Sampah di TPS PENUMPUKAN sampah di beberapa TPS di Kota Denpasar yang diakibatkan oleh adanya aktivitas penataan TPA dengan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Suwung, menjadi perhatian serius semua pihak. Tak hanya Pemkot Denpasar, seluruh elemen yang tergabung dalam Sarbagita turut berkolaborasi guna mengatasi permasalahan ini. Beragam upaya pun dimaksimalkan guna mengatasi penumpukan sampah di beberapa TPS yang tidak hanya terjadi di Kota Denpasar saja. Kadis PUPR Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi didampingi Kasatker Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkugan Permukiman I.B. Lanang Suardana serta seluruh stakeholder saat dijumpai di TPA Suwung, Jumat (15/2) kemarin, tidak menampik bahwa penumpukan sampah di beberapa TPS merupakan dampak dari penataan TPA Suwung. Di mana dari penataan ini beberapa akses jalan menuju TPA menjadi tidak berfungsi serta berkurangnya lahan yang dapat digunakan untuk membuang sampah. ‘’Yang dulunya terdapat banyak akses jalan, dan dapat membuang di mana saja di kawasan TPA, kini hanya
ada dua akses. Dari 32 hektar lebih luas TPA, saat ini yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah hanya tiga hektar saja. Sisanya sedang dilaksanakan penataan,’’ jelasnya. Kendati demikian, pihaknya berharap semua pihak memaklumi kondisi ini untuk sementara waktu. Penumpukan sampah di TPS merupakan akibat adanya pengaturan waktu pembuangan sampah di TPA Suwung. ‘’Walaupun TPA beroperasi 24 jam penuh, namun untuk menghindari adanya penumpukan armada di kawasan TPA, maka pembuangan dari TPS dan kelompuk swakelola diatur jamnya,’’ ujar Astawa Riadi. Astawa Riadi menambahkan, penataan ini merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan. Mengingat volume sampah akan terus tumbuh setiap hari. Dengan adanya pengolahan sampah menjadi listrik melalui PLTSa ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah di TPA Suwung, selain dengan metode sanitary landfill. ‘’Kami berharap untuk sementara waktu semua pihak agar maklum serta menaati aturan pembuangan sampah yang berlaku demi kelancaran pembuangan ke TPA mela-
lui pola yang sudah diatur,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada yang juga ada di lokasi TPA mengatakan, pelayanan yang telah dilaksanakan selama ini khususnya di Kota Denpasar sudah optimal. Bahkan perubahan penanganan sampah oleh masing-masing swakelola sudah optimal. DLHK dinilai sudah sangat siap dalam penerapan program penghentian pengangkutan sampah dari pinggir jalan ini. Sehingga penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti halnya swakelola yang dilaksanakan di masing-masing desa dapat terus dimaksimalkan. Wisada mengatakan, untuk menangani pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA, DLHK menyiagakan sedikitnya 70 truk angkut yang tersebar di 17 TPS di Kota Denpasar. Namun pihaknya tak menampik masih banyak laporan masyarakat yang mengatakan pasca-adanya penghentian pengangkutan pinggir jalan, menyebabkan sampah di TPS menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan. ‘’Dari sisi personel, fasilitas dan armada pengangkutan kita sudah siap, dan itu sudah optimal, mengingat saat ini volume sampah di
Denpasar jumlahnya kurang lebih 800 ton per hari,’ paparnya. Wisada menekankan, pihaknya bersama seluruh stakeholder terkait tidak hanya berpangku tangan. Beragam upaya terus dimaksimalkan guna mengatasi permasalahan melubernya sampah di TPS ini. Adapun beberapa upaya yang telah dilaksanakan, yakni pengaturan jam dan sirkulasi pembuangan sampah ke TPA Suwung, pembuatan akses jalan baru menuju TPA, serta menambah eskavator yang bekerja sama
dengan Waskita Karya dan Kementerian PUPR. Pihaknya juga berharap masyarakat dapat memaklumi kondisi ini sementara waktu. ‘’Kami berharap masyarkat untuk bersabar dan maklum, serta menaati aturan pembuangan sampah dan ikut serta mengurangi sampah dengan memilah dan mengolah sampah itu sendiri mulai dari hulu. Saat ini kami telah berkoordinasi dengan semua pihak terkait, sehingga penanganan sampah untuk sementara waktu dapat dimaksimalkan,’’ ungkapnya. (ad540)
SAMPAH - Situasi pembuangan sampah di TPA Suwung, Jumat (15/2) kemarin.
BADUNG
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
3
Bali Post/eka
KOPI - Seorang petani di Kiadan, Petang, tengah merawat tanaman kopinya. Produk kopi Badung Utara mulai banyak diminati masyarakat dan wisatawan, bahkan biji kopi di wilayah Petang telah diekspor ke beberapa negara.
Rencana Pembangunan Jalan Lingkar Barat Tanjung Benoa
Pemkab Ajukan Permohonan Izin Normalisasi Pesisir
Mangupura (Bali Post) -
Rencana pembangunan jalan lingkar barat Tanjung Benoa terus dimatangkan. Saat ini, instansi terkait tengah mengurus perizinannya. Menurut rencana, dalam pembangunannya nanti diperlukan normalisasi pesisir yang mengalami abrasi. Jalan lingkar barat tersebut dirancang untuk mengantisipasi kemacetan dan memperlancar sirkulasi lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan wisata Tanjung Benoa. Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, tidak ada pembe-
basan lahan untuk proyek tersebut. Namun pihaknya akan melakukan normalisasi kawasan yang mengalami abrasi. Mengingat,
bibir pantai yang dulu lebar, kini pasirnya hilang akibat abrasi. Normalisasi pesisir inilah yang akan dimohonkan izinnya ke Pemprov Bali.
SOSOK Jurnal Internasional ANTUSIASME dosen untuk melakukan penelitian terus meningkat. Kondisi ini didukung pendanaan yang meningkat setiap tahunnya. Seperti di Universitas Udayana (Unud), saat ini para dosen mulai tertarik mengikuti kompetisi di tingkat nasional. Para dosen berlomba untuk bisa memenangkan skema penelitian. Ketua LPPM Unud Prof. Dr. dr. I Gede Rai Maya Temaja, M.P. menyebutkan, tahun ini pihaknya menargetkan 950 judul penelitian dan pengabdian. Dari jumlah itu, 150 di antaranya merupakan pengabdian dan 800 merupakan penelitian. Tahun 2018 jurnal internasional yang sudah tercatat 1.423 judul. Jumlah itu jauh melampaui target yang ditetapkan Rektor, yaitu 430 jurnal internasional. ‘’Untuk tahun ini kami menargetkan 500 jurnal internasional,’’ ungkapnya. Guna meningkatkan minat penelitian dosen, terutama dosen muda, pihaknya terus melakukan coaching pembuatan dan penulisan proposal penelitian. Sedangkan untuk dosen senior akan diberikan antara lain pendampingan jurnal, pendampingan buku ajar atau modul lain. ‘’Unud juga memberikan insentif untuk jurnal internasional hingga senilai Rp 25 juta,’’ katanya. (edi)
Disbud Matangkan Syarat Lomba Ogoh-ogoh
I.B. Anom Bhasma
Mangupura (Bali Post) Kepedulian Pemkab Badung terhadap kreativitas generasi muda patut diacungi jempol. Salah satunya, mendukung kreativitas ogoh-ogoh dalam memeriahkan pangerupukan atau sehari jelang Nyepi, dengan menggelar lomba ogoh-ogoh. Hanya saja tak semua hasil karya seni sekaa teruna bisa diikutkan dalam lomba. Pemerintah setempat akan menetapkan syarat ogoh-ogoh yang akan diberikan penilaian mulai dari segi bahan, cara pembuatan hingga hasil akhirnya. ‘’Ogoh-ogoh akan dilombakan. Jadi dibuat harus memenuhi ketentuan,’’ ungkap Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung Ida Bagus Anom Bhasma, belum lama ini. Pejabat asal Desa Taman, Abiansemal itu merinci, persyaratan dan ketentuan ogoh-ogoh yang harus dipenuhi dalam pembuatan. Di antaranya, ogoh-ogoh harus menggambarkan sosok bhuta kala, tidak bermuatan politik, tidak mengandung unsur pornografi, berbau SARA dan tidak menggunakan bahas styrofoam. ‘’Ada ketentuan dan persyaratannya nanti. Sekarang persyaratan ini sedang dibahas dan dimatangkan oleh tim. Yang jelas, ogoh-ogoh tidak boleh bermuatan politik, porno dan berbahan styrofoam,’’ terangnya. (kmb27)
‘’Karena lokasi yang berada di air itu kewenangannya ada di provinsi, sedangkan untuk daratan barulah merupakan kewenangan kabupaten,’’ katanya sembari menambahkan, terkait izin normalisasi, Bupati Badung sudah mengusulkan dan bersurat ke Pemprov Bali. Dijelaskannya lebih lanjut, jalan ini akan melingkar di ujung Jalan Segara Geni
dengan total panjang 4,5 km. Dari panjang tersebut, sepanjang 2 km di antaranya akan berada di kawasan mangrove dan 2,5 km di bibir pantai hasil normalisasi. Untuk yang melintas di mangrove, kata Surya Suamba, jalannya harus melayang, atau menggunakan tiang pancang. ‘’Panjang mangrove yang kena sepanjang 2 km dengan
lebar 30 meter. Sedangkan sebagian badan jalannya berada di darat atau lahan normalisasi,’’ jelasnya. Terkait usulan agar jalan lingkar ini terhubung dengan jalan tol, dia menyebutkan itu bisa saja dilakukan. Tetapi kalaupun tidak, hal itu tidak masalah. ‘’Yang paling penting saat ini adalah aktivitas masyarakat untuk pariwisata
bisa hidup. Dalam artian, sirkulasi lalu lintas bisa lebih lancar dibandingkan sekarang,’’ ujarnya. Pada pengerjaannya nanti, sekaligus akan dilakukan normalisasi terhadap Pulau Pudut yang saat ini sudah mengalami abrasi parah. Selain itu, juga akan dibuatkan kantong-kantong parkir di sekitar kawasan tersebut. (kmb23)
Oknum Jasa Pengangkut Sampah Catut Nama DLHK Mangupura (Bali Post) Penipuan dengan mengatasnamakan instansi tertentu, masih saja terjadi. Seperti yang dialami Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Salah seorang oknum yang bergerak di bidang jasa pengangkutan sampah, mengelabui beberapa korban di kawasan Seminyak, Kuta. Dalam menjalankan aksinya, oknum ini mengaku bekerja sama dengan DLHK Badung untuk memberikan jasa bidang penanganan sampah. Pemilik tempat usaha diberikan surat dan harus membayar tanda jadi sebesar Rp 700.000.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan, Jumat (15/2) kemarin menjelaskan, terbongkarnya aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum jasa pengangkut sampah ini berawal dari laporan seorang pemilik hostel di Legian. Pemilik hostel mengadu ke DLHK terkait sampah di tempat usahanya yang masih menumpuk karena belum diangkut. Bahkan sampai dua pekan, sampah di tempat usahanya belum juga diangkut oleh oknum tersebut. Dalam perjanjian yang dilakukan oleh pihak hostel,
oknum jasa pengangkut sampah itu membawa-bawa nama DLHK Badung. Diungkapkannya, laporan masyarakat tersebut baru masuk pada Kamis (14/2) sore. Pemilik tempat usaha sekaligus korban menghubungi dirinya terkait sistem penanganan sampah. Untuk itulah dirinya langsung menyatakan bahwa itu penipuan. ‘’Kita tidak ada kerja sama dengan jasa sampah dan mematok tarif segitu. Intinya, bahwa itu murni penipuan dan harus segera ditindaklanjuti,’’ tegasnya. Dalam kesepakatan dengan oknum tersebut, pengambilan sampah dikatakan akan
dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam. Namun selama dua pekan berlalu, oknum tersebut tidak mengangkut sampah. ‘’Saya pun sudah menyarankan agar kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta guna ditindaklanjuti. Soalnya ini sudah tidak benar,’’ kata Eka Merthawan. Selain berkoordinasi dengan korban, DLHK Badung juga akan melaporkan kasus pencatutan nama DLHK ini ke Polsek Kuta. Sebab, akibat ulah oknum tertentu, DLHK Badung dirugikan dan dicap tidak becus dalam mengurus sampah. Apalagi korban diperkirakan mencapai belasan orang. (kmb23)
Bupati Giri Prasta Hadiri Pelantikan BPC Hipmi Badung
Harapkan Hipmi Cetak Lebih Banyak Pengusaha Muda JAJARAN Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Badung periode 2018-2021 secara resmi dilantik oleh Ketua Umum BPD Hipmi Bali I Gusti Nyoman Darmaputra, Jumat (15/2) kemarin, bertempat di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Jajaran yang dilantik di antaranya sebagai Ketua Umum BPC Hipmi Badung I Putu Gede Putra Adnyana, Sekretaris Umum I Kadek Edi Rusnawan dan Bendahara Umum I Ketut Subawa, beserta pengurus lainnya. Turut hadir di acara tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Ketua Dekranasda Badung Ny. Seniasih Giri Prasta serta para Pengurus BPC Hipmi se-Bali. Ketua Umum BPC Hipmi Badung I Putu Gede Putra Adnyana dalam sambutannya mengatakan, sebagai pengusaha pejuang, dan pejuang pengusaha, maka sudah saatnya Hipmi membantu Bupati Badung dalam mewujudkan ekonomi Badung yang lebih mapan dan hebat. ‘’Kami berharap ke depannya Hipmi untuk dapat diberikan kesempatan dalam mengisi pembangunan Badung,’’ ujarnya.
PELANTIKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri pelantikan BPC Hipmi Kabupaten Badung periode 2018-2021 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Jumat (15/2) kemarin. Dijelaskannya lebih lanjut, Hipmi merupakan perkumpulan para pengusaha muda dengan sistem kaderisasi, jadi ketua umumnya tak ada yang dua periode. Ia juga bertekad dalam kepemimpinannya, ia ingin menyebarkan virus wirausaha muda untuk berwirausaha dengan slogan “Kita Muda Siap Berkarya”. Hal senada disampaikan Ketua Umum BPD Hipmi Bali I Gusti Nyoman Darmaputra. Menurutnya, sebagai kabupaten dengan PAD terbesar di Bali, Kabupaten
Badung memiliki UKM terbanyak. Dengan kolaborasi antara Hipmi Badung dengan Pemerintah Daerah, maka akan terjadi peningkatan PAD jauh lebih tinggi. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengatakan, Hipmi yang merupakan generasi milenial yang melek teknologi. Untuk itu, Pemkab Badung turut memfasilitasi keperluan generasi saat ini. ‘’Jangan sampai pemerintah gaptek teknologi. Kami di Kabupaten Badung telah meny-
iapkan Badung Smart City dan melakukan pembenahan dan inovasi terhadap teknologi. Kalau tidak, kita akan digilas oleh teknologi,’’ ungkapnya. Bupati Giri Prasta berharap agar Hipmi dapat mencetak lebih banyak pengusaha muda di Kabupaten Badung. ‘’Hipmi sangat dibutuhkan untuk mewujudkan lebih banyak lagi masyarakat milenial menggeluti usaha, sehingga Hipmi dapat menjadi tuan di rumahnya sendiri,’’ harap Bupati Giri Prasta. (ad547)
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
IHDN Denpasar Gelar Konferensi Internasional
Memasyarakatkan dan Mempraktikkan Weda dalam Kehidupan Sehari-hari INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menyelenggarakan Konferensi Internasional Enlivening Vedic Bali pada Jumat (15/2) kemarin di Ruang Wiswasaba, Kantor Gubernur Bali, Denpasar. Konferensi internasional ini mendatangkan pembicara dari Maharishi University of Management, USA, Dr. Bevan Morris. Ia membawakan tentang model kehidupan vedic yang modern di jantung Amerika. Selain itu juga ada Dr. Graeme Lodge, Dr. Lee Fergusson, Dr. Appachanda Thimmaiah, dan Ruben Sanchez Yepez. Rektor IHDN Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengatatakan konferensi internasional ada kelanjutan dari konferensi teologi dunia yang dilaksanakan pada Mei lalu. Kemudian dilanjutkan dengan Konferensi Internasional Enlivening Vedic Bali. Tujuan dilaksanakan Konferensi Enlivening Vedic Bali adalah untuk memasyarakatkan dan mempraktikkan Weda dalam kehidupan sehar-hari. ‘’Karena di Bali sebenarnya praktik Weda sudah berjalan. Cuma bagaimana tentang tattwa-nya, pengetahuan tentang Weda ini agar nyambung antara praktik dan teorinya,’’ jelasnya. Weda tidak hanya dipraktikkan di Bali tetapi seluruh dunia. Maka dari itu pembicara yang diundang saat ini Dr. Bevan Morris yang membuat kampus, pertanian, peternakan dan sebuah kota tentang Weda. Beliau menerapkan Weda murni dalam pertanian, peternakan, teknologi dan sebagainya. ‘’Ini yang membuat kita sangat tertarik untuk mengundang beliau datang. Bagi kita di kampus IHDN tidak hanya berbicara dalam tingkat lokal, nasional tetapi jaringan kita harus berkembang di tingkat internasional. Karena
kita ingin IHDN go international,’’ tandansya. Ia ingin kampus IHDN menjadi pusat kajian Weda dan pusat praktik Weda. Maka dari itu di IHDN dikembangkan agar mahasiswa memahami sloka–sloka Weda, praktiknya dalam kehidupan kampus dan di masyarakat. ‘’Ini akan menjadi identitas bagi umat Hindu di Indonesia dan Bali pada khususnya,’’ ujarnya. Konten ini sangat berkaitan dengan visi-misi Gubernur Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’. Ini yang akan menjadi hasil yang membanggakan karena Weda akan dipraktikkan di seluruh dunia, termasuk di Bali. ‘’Supaya kita bisa melihat praktik Weda di Amerika, Belanda, Kanada dan Australia,’’ bebernya. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan konten Enlivening Vedic ini sejalan dengan visi-misinya yaitu Nangun Sat Kertih Loka Bali. Artinya, menjaga keharmonisan
dan kesucian alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala dan niskala. Ia menyambut positif konferensi internasional ini dengan membahas Weda. Ia yakin nilai–nilai Weda akan menjadi basis yang bisa memperkuat paradigma, konsep pembangunan Bali di masa yang akan datang. IHDN sebagai lembaga pendidikan Hindu yang memegang peranan penting dalam membangun nilai–nilai agama bagi masyarakat Bali akan ditingkatkan statusnya menjadi Universitas. Jika sudah menjadi universitas, ia akan mendukung penuh IHDN Denpasar ini. Ia berharap IHDN berdaya guna dan berhasil guna supaya kampus tidak seperti menara gading, namun berada di tengah–tengah masyarakat, ikut men-support kehidupan masayrakat Bali agar lebih berkualitas. (ad542)
MEMBUKA - Gubernur Bali membuka konferensi internasional enlivening Vedic Bali.
25 Tahun Jaga Kualitas
PT Tatalogam Lestari Kembali Raih ’’Top Brand Award’’ MEMASUKI tahun 2019, PT Tatalogam Lestari kembali meraih penghargaan Top Brand Award untuk tiga merek produknya. Dua produk untuk kategori genteng metal, MULTI ROOF dan SAKURA ROOF, serta satu produk untuk kategori rangka atap baja ringan bermerek TASO. Penghargaan Top Brand Award 2019 yang diberikan Frontiers Consulting Group dan Majalah Marketing ini merupakan apresiasi terhadap merek-merek yang tergolong sebagai merek teratas yang merupakan pilihan utama pelanggan dan pasar. Top Brand Award diberikan kepada merek yang memenuhi kriteria Top of
Mind Share, Top of Market Share dan Top of Commitment Share di kategorinya masing-masing. Pemenang Top Brand Award ditentukan melalui riset yang dilakukan dengan melibatkan lebih dari 15.000 responden dari berbagai kalangan di Indonesia. ‘’PT Tatalogam Lestari berhasil meraih 8 kali berturut-turut penghargaan Top Brand Award. Produk kami selalu berada di tempat teratas untuk kategori genteng metal dan rangka baja ringan,’’ kata Stephanus Koeswandi, Vice President PT Tatalogam Lestari, di Hotel Mulia Jakarta, Kamis (14/2). Dikatakan Stephanus Koeswan-
FOTO BERSAMA - Board of Director PT Tatalogam Lestari berfoto bersama perwakilan Authorized Reseller seusai menerima Top Brand Award 2019.
di, genteng metal dan baja ringan produksi Tatalogam dari segi kualitas sudah tidak diragukan lagi karena pengalamannya di pasar ini sudah selama 25 tahun. Eksistensi dari tahun 1994 silam bisa terus bertahan karena melakukan inovasi yang berkelanjutan. ‘’Inovasi produk tersebut juga diperkuat dengan strategi lainnya yaitu mendekatkan produk Tatalogam ke konsumen, dengan memaksimalkan peran Authorized Reseller, karena Authorized Reseller kami sudah tersebar di seluruh pelosok Indonesia,’’ tambahnya Selain memaksimalkan peran Authorized Reseller, Tatalogam juga tidak kenal lelah dalam mengedukasi konsumen tentang keunggulan genteng metal dan baja ringan produknya dan menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi tenaga pemasang baja ringan. Untuk tahun 2019 ini, bekerja sama dengan Kementerian PUPR menyelenggarakan Program Sertifikasi Tenaga Pemasang Baja Ringan. Program ini bertujuan untuk mencetak tenaga pemasang baja ringan yang cakap, profesional, cerdas dan mempunyai sertifikat kompetensi. Dengan target mencetak 1.000 tenaga pemasang baja ringan di tahun 2019, program ini telah dilaksanakan di Tangerang, Bekasi, Lampung dan Yogyakarta, serta akan menyusul penyelenggaraannya di kota-kota lain di Indonesia. (bns1)
Bali Post/rah
DIBAKAR - Tersangka Kurniawan Risdianto memusnahkan ganja dengan cara dibakar.
Ganja 23,7 Kg Dimusnahkan Denpasar (Bali Post) Pemusnahan barang bukti 57 paket ganja dilakukan BNNP Bali, Jumat (5/2) kemarin. Barang bukti ganja seberat 23,7 kilogram milik Kurniawan Risdianto (42) tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin insenerator di Kantor BNNP Bali di Jalan Kamboja, Kerenang, Denpasar. Kabid Berantas BNNP Bali AKBP Ketut Arta seizin Kepala Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan kegiatan ini merupakan serangkaian tindakan penyidik untuk memusnahkan barang sitaan. Pelaksanaannya dilakukan setelah ada penetapan dari Kepala Kejaksaan Negeri Denpasar.
Barang bukti tersebut, menurut Arta, milik tersangka Kurniawan Risdianto. ‘’Pelaku ditangkap di Jalan Danau Poso, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Barang bukti yang disita narkotika golongan I jenis tanaman berupa ganja sebanyak 32 paket dengan berat keseluruhan 20.265 gram brutto atau 18.631 gram netto,’’ ujarnya. Selain itu juga disita barang bukti yang ditemukan di tempat kos lantai dua milik pelaku di Jalan Pulau Roti Gang Panda, Desa Pedungan, Denpasar Selatan. Di kamar tersebut, petugas mengamankan ganja sebanyak 25 paket dengan berat keseluruhan 3.588,25 gram brutto atau 3.277,52 gram netto.
Saat ditangkap di Sanur, pelaku bersama tersangka Muh Haryono. Namun tersangka Haryono sebatas memuluskan pengambilan paket ganja tersebut di perusahaan jasa pengiriman barang. Seperti diberitakan, Tim Berantas BNNP Bali dipimpin Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri berhasil menggagalkan peredaran ganja 25 kilogram brutto asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (6/1) lalu. Ganja tersebut dipesan napi Lapas Kerobokan berinisial RZ dan dikirim lewat jasa pengiriman paket. Terkait kasus ini, petugas menangkap dua kurir, Kurniawan Risdianto dan Muh Haryono. (kmb36)
Wilayah Perbatasan Rawan Penyelundupan Denpasar (Bali Post) Di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste hingga saat ini rawan penyelundupan. Penyelundupan itu seperti bahan bakar minyak (BBM) dan sering diungkap anggota TNI yang tugas di sana. Oleh karena itu, Kodam IX/Udayana menggandeng pihak Bea dan Cukai untuk mencegah penyelundupan tersebut. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Bali, NTB dan NTT Untung Basuki, Jumat (15/2) kemarin di Makodam, Denpasar, berharap adanya kunjungan tersebut dapat menjalin dan meningkatkan sinergitas, keakraban dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Termasuk dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing. Di samping itu, kata Mayjen Benny Susianto, ke depan antarinstitusi dapat saling bertukar informasi terkait tugas masingmasing di lapangan, baik pihak Bea dan Cukai dengan satuansatuan TNI terdekat untuk dapat dilakukan lebih intensif lagi. Dengan demikian, TNI dapat memberikan dukungan sesuai dengan fungsi TNI dalam menjaga keamanan wilayah Bali, NTB dan NTT agar tetap terjaga. ‘’Terutama di wilayah perbatasan negara Indonesia dengan negara Timor Leste tentunya sangat rawan dengan masalah penyelundupan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Kapendam
IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. mengatakan anggota Pos Napan Bawah Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN bertempat di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, NTT, berhasil menggagalkan penyelundupan 31 jeriken yang berisi 215 liter BBM. BBM yang diamankan tersebut 95 liter premium, 90 liter solar dan 30 liter minyak tanah. Diduga BBM tersebut akan diselundupkan ke wilayah Timor Leste melalui jalan tikus yang ada di desa tersebut. ‘’Enam anggota Pos Napan Bawah yang dipimpin oleh Wadanpos Serda Endrik sedang melaksanakan patroli dari patok
ke patok. Tidak jauh dari patok pertama yang telah dilewati anggota pos menemukan timbunan yang ditutupi dahan-dahan pohon dan cukup mencurigakan,’’ ujarnya. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dan ternyata ada 31 jeriken isi BBM. Anggota tersebut berupaya mencari pemilik barang tersebut tetapi hasilnya nihil. ‘’BBM tersebut diamankab di Pos Napan Bawah. Sesuai rencana akan dibawa ke Makosatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan prosedur,’’ ungkap Kolonel Jonny. (kmb36)
Bali Post/ist
AUDIENSI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat menerima audiensi Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB dan NTT Untung Basuki di Makodam, Denpasar.
Dermatitis Seboroik, Sering Terjadi tetapi Disepelekan APA itu dermatitis seboroik? Mengapa kita perlu mengetahi apa itu dermatitis seboroik? Dr. I GAA Mini Laksmi yang bertugas di Puskesmas Tembuku I Bangli mengatakan, dikarenakan minimnya pengetahuan masyrakat terhadap penyakit tersebut. Dermatitis seboroik adalah penyakit yang membuat kulit kering dan mengelupas. Dermatitis seboroik menyebabkan kulit mengelupas dan merah. Penyakit ini biasanya terjadi pada kulit berminyak dan sering terjadi pada wajah, dada dan punggung. Namun penyakit ini juga dapat terjadi pada area kulit tebal dan kering. Gejala dapat ringan hingga berat. Penyakit ini tidak menular, dan tidak memengaruhi kondisi kesehatan umum Anda, namun dapat memengaruhi penampilan dan membuat Anda tidak nyaman. Dermatitis seboroik biasanya bertahan lama dan membutuhkan terapi beberapa kali. Seberapa umumkah dermatitis seboroik? Dermatitis seboroik merupakan penyakit yang cukup sering terjadi. Semua orang dapat menderita penyakit ini, khususnya yang menderita penyakit mental atau sistem imun lemah. Anda dapat mengurangi kemungkinan penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko Anda.
Tanda-tanda & Gejala Apa saja tanda-tanda dan gejala dermatitis seboroik? Sebagian besar bagian tubuh dapat terkena dermatitis, namun daerah yang paling sering yaitu kulit kepala, bulu mata, alis, dan sisi hidung Anda. Dada atas, punggung dan banyak bagian tubuh lain yang berminyak, seperti lipat paha, ketiak juga dapat terkena. Gejala dapat berupa ketombe, ruam popok, kulit kering mengelupas, sisik berminyak, gatal ringan, ruam, kulit seperti lilin (khususnya di belakang telinga), dan kulit memerah (khususnya sekitar hidung dan di tengah dahi). Dermatitis seboroik dapat terjadi pada area tubuh lain. Umumnya penyakit ini terjadi pada area kulit seperti kulit kepala, alis, kelopak mata, hidung, bibir, di belakang telinga, saluran telinga luar dan daerah dada. Gejala umum dermatitis seboroik, menurut dr. Laksmi, sapaan akrabnya, minimal masyarakat mengetahui apa saja gejala secara umum. Antara lain lesi kulit, pampak plak pada area yang luas, kulit berminyak, tampak kulit bersisik putih atau kekuningan dan mudah mengelupas, gatal, kulit kemerahan, rambut rontok. Kapan saya harus periksa ke
dokter? ‘’Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan pasien kepada saya,’’ ungkap dr. Laksmi. Jadi bila anda merasakan gejala di bawah ini seperti sulit tidur dan konsentrasi pada pekerjaan sehari-hari, bingung dan cemas berlebihan dengan penyakit, Anda mengira terkena infeksi kulit. Mengobati sendiri di rumah namun tidak ada perbaikan. Apa penyebab dermatitis seboroik? Penyebab dermatitis seboroik belum diketahui. Meski begitu, penyakit ini dapat berhubungan dengan sistem imun yang lemah, kurang nutrisi, masalah sistem saraf, jamur malassezia yang muncul pada kulit berminyak, inflamasi akibat psoriasi, musim. Penyakit ini dikatakan sering bertambah buruk saat musim semi dan dingin. Pada bayi, buffalo shit dapat muncul akibat hilangnya hormon secara bertahap dari ibu sebelum kelahiran. Apa yang meningkatkan risiko saya untuk dermatitis seboroik? Memiliki penyakit saraf dan mental sebelumnya, seperti penyakit parkinson dan depresi. Sistem imun melemah seperti penerima transplantasi yang pernah atau terinfeksi HIV/AIDS, pankreatitis alkohol dan beberapa kanker lain, gagal jantung kongestif, penyakit endokrin yang menyebabkan
obesitas, seperti diabetes. Menggaruk atau apa pun yang membuat kulit wajah Anda terluka akan membuatnya lebih rentan dan berisiko tinggi dermatitis seboroik. Obat & Pengobatan Apa saja pilihan pengobatan saya untuk dermatitis seboroik? Terapi tergantung dari dermatitis Anda dan tingkat keparahannya. Sampo khusus sering digunakan untuk bayi dan dewasa dengan dermatitis seboroik di kepala. Jika sisik tidak halus, Anda dapat menggunakan beberapa tetes minyak mineral dan
menggosoknya pada kulit kepala sebelum keramas. Pada kasus yang lebih berat, dokter dapat memberikan sampo atau krim mengandung selenium sulfida yang poten, ketokonazole atau kortikosteroid. Dokter dapat memberikan krim mengandung imunomodulator untuk terapi inflamasi. Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk dermatitis seboroik? Dokter akan mendiagnosa dermatitis seboroik berdasarkan riwayat dan observasi area lesi kulit Anda. Dokter dapat melakukan pemeriksaan darah dan mengambil sampel kulit untuk
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
diperiksa jika diagnosis tidak jelas atau kondisi Anda tidak membaik. Nah, untuk anda yang ingin melakukan pengobatan di rumah adapun saran saya yaitu gunakan pelembab untuk melembabkan kulit Anda dengan sabun dan sampo setiap hari sesuai anjuran dokter. Anda harus keluar setiap hari. Sinar matahari dapat membantu menghilangkan gejala Anda. Disampaikan juga oleh dr. Laksmi, waktu berjemur dan jangan lupa menggunakan tabir surya. l dr. I GAA Mini Laksmi
DAERAH
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
5
Watsons Tambah Gerai di Bali
GUNTING PITA - Lilis Mulyawati, Presiden Direktur Watsons Indonesia, jajaran manajemen Watsons, pihak landlord Discovery Mall Bali serta artis Nana Mirdad menggunting pita tanda diresmikanya Watson Discovery Bali.
WATSONS sebagai leading health and beauty retail di Indonesia dengan gembira kembali meresmikan toko Watsons ke-100 yang berlokasi di Mall Discovery Kartika Plaza, Bali. Penambahan toko Watsons ini merupakan toko yang ke-6 di Bali, setelah sebelumnya di Warung Made Bali, Legian, Seminyak Square, Batu Bolong, dan Plaza Renon. Acara peresmian Watsons Discovery Kartika Plaza, Bali ini dihadiri oleh artis ternama Nana Mirdad sebagai icon influencer yang sangat peduli kecantikan dan kesehatan. Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Lilis Mulyawati, Presiden Direktur Watsons Indonesia, serta jajaran manajemen Watsons, Jumat (15/2) kemarin. ‘’Kami mengucapkan terima kasih untuk dukungan para pelanggan setia, rekanrekan bisnis dan semua pi-
hak yang turut memberikan support untuk Watsons sehingga perkembangan Watsons sedemikian signifikan sejak tiga tahun terakhir ini sehingga kita bisa kembali meresmikan gerai ke-6 ini di Bali. Bali merupakan destinasi wisata yang sudah mendunia dan setiap harinya banyak sekali turis, baik lokal maupun internasional yang berkunjung. Watsons berupaya untuk turut mendukung pariwisata di Bali dengan melalui keinginan untuk melengkapi kebutuhan dasar di bidang kecantikan dan kesehatan yang dibutuhkan baik oleh masyarakat lokal Bali maupun turis lokal untuk look good feel great,’’ ungkap Presiden Direktur Watsons Indonesia Lilis Mulyawati di tengahtengah acara peresmian Watsons. Dalam rangka peresmian gerai ini, Watsons Mall Teras Kota mengadakan program belanja berhadiah menarik
berupa pemberian Watsons travel pillow gratis untuk 100 pelanggan pertama yang berbelanja minimum Rp 500.000. Watsons yang juga memiliki produk Promo opening sale up to 50%, mulai dari Buy 1 Get 1 Ellips, Banana Boat up to 30%, Maybelline 25%, dan Eternal Leaf. Acara grand opening semakin heboh dengan adanya zumba yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta. Melalui kegiatan ini, Watsons ingin mengajak semua masyarakat, khususnya di Bali, untuk turut menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang serta tampil prima. Peserta yang mengikuti acara ini merupakan konsumen loyal Watsons yang sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Kami berharap kehadiran Watsons di Bali dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Bali dan juga turis yang datang berkunjung. (ad549)
Nyoman Sudharma Jabat Direktur Utama BPD Bali Lestara Direktur Kredit
Denpasar (Bali Post) Setelah setahun lebih mengikuti proses pemilihan dan tes yang panjang, akhirnya pada Kamis (14/2) Nyoman Sudharma ditetapkan sebagai Direktur Utama BPD Bali dan Lestara sebagai Direktur Kredit. Sementara Sumanaya harus mengikuti proses dari awal lagi untuk dapat menjadi Direktur Bisnis Non-Kredit (BNK). ‘’Pak Sumanaya sebelumnya mengikuti proses seleksi menjadi Direktur Kredit, namun OJK sudah memberi keputusan dan RUPS LB kemarin juga sudah menetapkan kedua direksi kita,’’ kata Anak Agung Made Agung, Kabag Humas BPD Bali, Jumat (15/2) kemarin. Sehingga untuk sementara Nyoman Sudharma selain menjadi Direktur Utama juga menjadi Plt. Direktur BNK. Komisaris Utama BPD Bali I Ketut Nurcahya mengatakan RUPS LB telah menetapkan dan menyerahterimakan Made Lestara Widiatmika, S.E. seb-
agai Direktur Kredit, sehingga Direktur Operasional BPD Bali I.B. Setia Yasa tidak lagi merangkap jabatan. Sementara I Wayan Sutela Negara ditetapkan sebagai Direktur Kepatuhan Bank BPD Bali, dan I Nyoman Sudharma sebagai Direktur Utama BPD Bali. Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, rencana bisnis bank (RBB) BPD Bali telah dibahas bersama OJK, termasuk dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster. Semuanya akan dilakukan demi peningkatan kapasitas BPD Bali sebagai agen pembangunan. Ini sesuai visi BPD Bali untuk meningkatkan keunggulan dunia usaha di Bali utamanya UMKM. Potensi besar di sektor industri kreatif juga akan diselaraskan dengan menggandeng lembaga keuangan mikro seperti bekerja sama dengan BPR hingga membangun kerja sama dengan BUMDa dan BUMDes sesuai yang diharapkan dengan Gubernur Bali. (kmb42)
Banyuwangi Buka Lowongan 988 Tenaga Kontrak
Banyuwangi (Bali Post) Lowongan Pegawai Negeri Sipil (PNS) terbuka lagi di Kabupaten Banyuwangi. Tahun ini, Banyuwangi membuka lowongan 988 pegawai kontrak atau Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Perekrutan ini ditujukan bagi tenaga honorer eks kategori II (K-2). Dari sekian formasi lowongan yang dibuka, paling besar bagi tenaga guru. Rinciannya, tenaga guru 848 orang, tenaga kesehatan 82 orang dan tenaga penyuluh pertanian 52 orang. ‘’Semua formasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayaangunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) dan mempertimbangkan kebutuhan pegawai di lingkungan Kabupaten Banyuwangi,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Jumat (15/2) kemarin. Ditambahkan Anas, pihaknya telah menyiapkan anggaran gaji dan tunjangan bagi pegawai PPPK ini. Dijelaskan, mengacu pada Surat Edaran (SE) Men-PAN RB, setiap daerah yang membuka lowongan PPPK ini wajib menyiapkan anggaran gaji dan tunjangan mereka dari APBD masingmasing. ‘’Banyuwangi tidak ada masalah. Kebutuhannya sekitar Rp 40 miliar untuk gaji mereka. Semua sudah kami siapkan. Tren pendapatan daerah meningkat, termasuk target tahun ini yang meningkat dari tahun sebelumnya,’’ jelas Anas. Pos anggaran dari APBD, katanya, mampu membiayai
gaji para PNS kontrak tersebut. Anas berharap perekrutan PPPK ini mampu meningkatkan kualitas sektor pendidikan, kesehatan, dan pertanian di Banyuwangi. ‘’Kami sengaja membuka kesempatan ini bagi para honorer K-2 agar kinerja mereka juga lebih optimal. Jangan sampai kinerjanya sama saja, padahal gajinya sudah naik,’’ kata Anas. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Banyuwangi Nafiul Huda menambahkan, perekrutan PPPK kali ini khusus diperuntukkan bagi tenaga honorer eks K-2 yang masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan memenuhi persyaratan perundang-undangan. Selain terdaftar dalam database BKN, honorer eks K-2 yang bisa mendaftar seleksi PPPK harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. ‘’Saat ini mereka yang memenuhi syarat untuk melamar PPPK ada sekitar 1.800 orang. Mereka nanti berhak mengikuti tes seleksi,’’ kata Huda. Khusus jabatan guru, lanjutnya, memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S-1) dan masih aktif mengajar. Sedangkan tenaga kesehatan, memiliki kualifikasi pendidikan minimal Diploma Tiga (D-3) bidang kesehatan dan mempunyai STR yang masih berlaku. Sedangkan penyuluh pertanian, kualifikasi pendidikan minimal Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang pertanian atau Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) ditambah sertifikasi bidang pertanian. (udi)
Bali Post/udi
CPNS - Tes penerimaan CPNS di Pemkab Banyuwangi, belum lama ini.
Bali Post/dok
SAPI - Beberapa ekor sapi yang dijual di Pasar Beringkit.
2019, Populasi Sapi Diprediksi Bertambah Denpasar (Bali Post) -
Hasil dari inseminasi buatan (IB) program Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) pada 2018, diperkirakan akan lahir 75.000 anak sapi. Namun dari 95.000 sapi betina yang di-IB, target kelahiran sapi 80% atau 80.000 anak sapi. Dengan demikian dari 526.000 sapi yang ada saat ini, diprediksi populasi sapi akan bertambah lagi. Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali Drh. IKG Nata Kesuma, M.MA. mengatakan, secara keseluruhan pada 2018 populasi sapi Bali meningkat, dari 507.000 pada 2017 menjadi 526.000 pada 2018. Semua sapi tersebut adalah sapi asli Bali yang merupakan plasma nutfah. ‘’Semua sapi Bali, tidak ada sapi dari luar Bali.
Karena Perda 10 Tahun 2017 mengamanatkan tentang pengelolaan sapi Bali dan pelestarian plasma nutfah,’’ ujarnya, Selasa (12/2). Dari IB yang dilakukan pada 2017, lahir 50.000 anak sapi pada 2018. Pada 2019 diperkirakan anak sapi yang lahir meningkat. Dari 93.000 sapi betina yang di-IB, diperkirakan lahir 75.000 anak sapi. Namun, ia menargetkan 80% sapi betina yang di-IB,
dapat melahirkan anak sapi yaitu sebanyak 80.000 ekor. ‘’Sesuai Permentan 48 Tahun 2016, mewajibkan semua sapi betina wajib bunting maka dilakukan program Upsus Siwab ini,’’ tandasnya. Dengan penambahan sekitar 80.000 anak sapi yang lahir, berarti akan ada lagi peningkatan populasi sapi Bali, ditambah dengan sapi yang kawin alami. ‘’Dengan tambahan populasi, otomatis
dapat meningkatkan jumlah sapi yang dipotong khususnya sapi jantan. Dengan tambahan sapi yang bisa dipotong berarti semakin banyak yang bisa dijual, yang ujung-ujungnya meningkatkan kesehjahteraan petani,’’ tandasnya. Untuk memperkuat populasi sapi, khususnya sapi Bali, sapi betina produktif tidak boleh dipotong. Ini diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2014. Sedangkan usia sapi betina yang boleh dipotong adalah sapi betina yang sudah 8 kali beranak, secara fisik sudah tidak produktif, dan ada gangguan reproduksi
dan usianya diperkirakan di atas 8 tahun. ‘’Memang amanat UU dilarang melakukan pemotongan sapi betina produktif. Bukan di Bali saja tapi di seluruh Indonesia,’’ pungkasnya. Selain menjaga populasi sapi, menurutnya, pentingnya melakukan seleksi pembibitan, dan mengetahui dengan jelas asal-usul sapi betina itu, karena dengan demikian nilainya bisa mahal. ‘’Sehingga pendataan silsilah pada sapi menjadi sebuah kebutuhan. Dengan tahu silsilah, sapinya unggul, orang akan tertarik membeli sapi yang sudah jelas,’’ jelasnya. (kmb42)
Aniaya Warga hingga Tewas
Bapak dan Anak Dituntut Tiga Tahun Denpasar (Bali Post) Peristiwa penganiayaan yang dilakukan orangtua dan anaknya, I Made Rai Arta dan I Kade Yoga Adi Antara, memasuki tahap tuntutan. Dalam sidang Kamis (14/2) kemarin, terdakwa dinyatakan bersalah melalukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Sebagai korban dalam perkara ini yakni I Wayan Winarta yang saat itu mengemudikan traktornya. JPU I Nyoman Triarta Kurniawan di hadapan majelis hakim
pimpinan Ida Ayu Adnyadewi menyatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti melanggar ketentuan Pasal 351 ayat (3) jo Pasal 55 ayat (1) KUHP. Terdakwa pun masingmasing dituntut tiga tahun penjara. Sebelumnya dalam surat dakwaan disebut, peristiwa itu terjadi 10 Oktober 2018 di Desa Munggu, Mengwi. Sore itu kedua terdakwa melihat korban I Wayan Winarta melintas di perempatan Munggu sedang mengangkut gabah. Rai Arta kemudian menghampiri korban sembari me-
minta korban berhenti dan menanyakan urusan uang. Korban minta waktu karena sedang mengangkut gabah, sembari tetap menjalankan traktornya. Namun terdakwa Rai Arta kembali mencegat dan korban terus melaju. Saat itulah terdakwa marah dan menampar pipi korban sambil meminta korban diam. Beberapa detik kemudian terdakwa kembali memukul dada korban. Atas aksi itu, anak terdakwa I Kade Yoga Adi Antara (terdakwa II) datang dan ikut menendang perut dan
juga memukul pipi kanan korban. Korban pun tersungkur dan menggigil hingga kejang-kejang. Melihat korban terkapar dan kejang-kejang, terdakwa panik dan minta pertolongan. Tak lama datang ambulans dan petugas medis. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong dan beberapa saat kemudian dinyatakan meninggal. Hasil visum di RSUP Sanglah menerangkan penyebab kematian adanya pendarahan dalam rongga kepala yang diakibatkan kekerasan. (kmb37)
OPINI
6
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Memangkas Beban Negara
KORUPSI masih menjadi masalah kronis di lingkaran birokrasi di negeri ini. Bahkan, yang lebih membudaya adalah pungutan liar. Dulu, kutipan liar kepada masyarakat yang berurusan dengan birokrasi menjadi hal yang biasa. Bahkan, sampai ada istilah kalau bisa dipersulit mengapa dipermudah. Ungkapan ini adalah potret birokrasi masa lalu dengan berbagai pola layanannya kepada publik. Bahkan, budaya pungli juga melahirkan banyak calo di lembaga-lembaga layanan publik. Ini tentu merupakan pola layanan publik yang jauh dari harapan. Maka sangat tepat jika berbagai bentuk pungli dan korup di lingkungan harus segera ditindak. Oknumnya juga harus didepak. Namun, mendepak birokrat kotor dan korup bukanlah perkara mudah di negeri ini. Walaupun ada ketentuan hukum, namun masih banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendapat pengayoman dari atasanya. Ada kecenderungan tindakan korup yang dilakukan oknum PNS tersebut juga berkaitan dengan ‘’pendapatan’’ atasannya. Jika kondisinya seperti ini maka sangatlah wajar jika pemecatan terhadap PNS korup menjadi sulit. Bahkan, ada PNS yang korup sempat kembali ke jabatannya dan menikmati fasilitas negara. Ini jelas menjadi beban negara. Saat ini, pemecatan terhadap birorasi yang korup memang masih berjalan lamban. Banyak ASN koruptor yang kasusnya telah memiliki kekuatan hukum tetap masih mendapatkan gaji dari negara. Pemerintah harus segera mencari solusi yang tepat dan cepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga 29 Januari 2019, total PNS terlibat tindak pidana korupsi (tipikor) berkekuatan hukum mencapai 2.357 PNS. Dari jumlah tersebut, baru 478 PNS yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat atau 20,28%. Rinciannya, 49 PNS kementerian/lembaga dan 429 PNS daerah. Berarti masih ada 1.879 PNS yang belum dipecat. Masalah lambatnya pemecatan ASN koruptor harus menjadi atensi khusus semua pihak yang terlibat. Ada banyak beban bagi negara jika lambat melakukan eksekusi terhadap PNS korup. Pertama, selain citra birokrasi tak akan kunjung bersih, para aparatur korup ini berpotensi menularkan perilakuknya kepada PNS lainnya. Jika ini terjadi maka ada kecenderungan akan makin banyak PNS yang berpeluang melakukan korupsi. Tindakan yang tidak tegas kepada PNS yang korup berpotensi ditiru PNS lainnya. Ini akan membuat upaya untuk menuju pemerintahan yang bersih dan profesional akan makin sulit. Selebihnya, jika PNS korup tak segera dipecat, mereka akan menjadi beban negara. Mereka akan tetap menerima gaji padahal tindakan telah merugikan negara. Untuk itulah adalah tepat jika PNS korup terlebih telah memiliki hukum tetap dikeluarkan dari jajaran birokrasi. Atau PNS bersangkutan jangan lagi melakukan perlindungan dengan alasan apa pun. Semua hendaknya bergerak pada upaya membangun PNS bersih dan jujur. Pemerintah mestinya bisa bertindak tegas untuk menyelesaikan masalah tersebut tanpa perlu berlarut-larut. Ketidaktegasan pemerintah terhadap PNS koruptor yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) ini akan menimbulkan preseden buruk terhadap pemberantasan korupsi. Langkah pembiaran tersebut akhirnya tidak menimbulkan efek jera sama sekali. Karena memang sanksinya sangat tidak tegas. Bagaimana tidak enak, meski sudah dipenjara tetap menerima gaji dari negara. Seharusnya, aparat yang terlibat melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang sangat memalukan. Apalagi, dari kajian atau penyelidikan sementara alasan yang dikemukakan benar-benar tidak masuk akal. Jadi, banyak PNS koruptor tidak diberhentikan segera karena salah satunya ada perasaan sungkan atau tidak enak terhadap teman kerja atau mantan atasan. Alasan yang sangat tidak masuk akal. Bagaimana tidak. Pejabat tersebut berani mengabaikan kepentingan negara hanya gara-gara sungkan terhadap temannya yang seharusnya dipecat karena terlibat korupsi. Yang ditunggu masyarakat adalah aksi tegas dan cepat para pejabat terkait untuk memecat para PNS koruptor.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Urusan Sampah Tak Pernah Tuntas Penanganan masalah sampah di Bali terkesan tak pernah tuntas. Selalu ada gagasan baru dan wacana baru. Namun, yang jelas sampah tak tertangani dengan baik. Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPA) berskala regional juga tak mengatasi masalah. Buktinya, masalah sampah terus menjadi perdebatan. Protes juga telah dilakukan berulang kali oleh masyarakat, namun sistem penanganan sampah tetap saja seperti apa adanya. Contohnya, sampah di Pasar Kreneng, Denpasar tetap saja meluber tanpa ada solusi. Bisa jadi satu saat luberan sampah ini menutup jalan lintasan yang ada bahkan meluas hingga lokasi pedagang. Wacana lainnya adalah menjadikan sampah sumber energi. Kenyataannya tak ada yang berjalan optimal. Semua berhenti pada tahap sosialisasi proposal dan program. Sebagai penduduk pendatang di Denpasar, saya sempat mendengar puluhan proposal yang diajukan ke meja birokrat juga tak ada yang jalan. Artinya, penanganan sampah tak kunjung tuntas. Kini, ada wacana penanganan sampah swakelola dengan membagi beban penanganan sampah ke masyarakat. Program ini mestinya efektif mengurai tumpukan sampah di TPA. Kenyataannya sama saja, pembuangan sampah ke TPA tetap saja bermasalah. Rencana mengorbankan areal mangrove untuk TPA kini berembus. Program ini juga saya khawatirkan hanya menjadi cara baru untuk melakukan penguasaan lahan mangrove. Jangan-jangan dengan dalih membuat TPA baru, reklamasi dilakukan. Ini namanya mengatasi masalah sampah dengan mengorbakan lingkungan. Mudah-mudahan Bali segera bisa melakukan solusi terbaik mengatasi masalah persampahan. I Gede Sudarmaja Denpasar, Bali
Langkah Cepat Pecat PNS Koruptor Pemerintah sebaiknya melakukan langkah cepat memecat para pegawai negeri sipil (PNS) koruptor. Membiarkan mereka masih berstatus PNS, bukan saja membebani keuangan negara, tetapi juga mencederai rasa keadilan masyarakat. Kendatipun sudah ada surat bersama dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin, serta Kepala Badan Kepegawaian Negara Bima Haria Wibisana yang isinya memberikan batas waktu hingga 31 Desember 2018 kepada para pejabat pembina kepegawaian di daerah maupun di pusat untuk memecat para PNS koruptor, toh hingga kini banyak PNS koruptor masih belum dipecat.
Oleh
Djoko Subinarto Merujuk pada data dari Badan Kepegawaian Negara, hingga 29 Januari 2019, total PNS yang terlibat tindak pidana korupsi berkekuatan hukum tetap mencapai 2.357 PNS. Dari jumlah tersebut, baru 478 PNS yang sudah dijatuhi sanksi pemecatan atau baru 20,28%. Dengan demikian, berarti masih ada 1.879 PNS koruptor yang belum dipecat. Tentu saja, ini sangat merugikan keuangan negara. Pasalnya, negara masih harus mengeluarkan uang untuk menggaji mereka saban bulan plus dengan berbagai tunjangan mereka. Katakanlah, dengan penghasilan paling rendah yaitu Rp 5 juta saja, maka negara sedikitnya harus mengeluarkan uang Rp 9,4 miliar untuk menggaji para PNS koruptor yang belum dipecat itu. Menurut Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, PNS adalah setiap warga negara Republik Indonesia yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan negara atau, diserahi tugas negara lainnya dan digaji berdasarkan
peraturan perundangan yang berlaku. Berdasarkan Pasal 2 ayat (2) Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999, PNS di negeri ini terbagi ke dalam dua kategori, yaitu Pegawai Negeri Sipil Pu-
jang, memperoleh uang pensiun ketika mereka sudah tidak bekerja lagi serta beban pekerjaan yang dinilai tidak terlalu berat -- belum lagi SK PNS yang bisa digunakan sebagai jaminan untuk mengajukan permohonan
Merujuk pada data dari Badan Kepegawaian Negara, hingga 29 Januari 2019, total PNS yang terlibat tindak pidana korupsi berkekuatan hukum tetap mencapai 2.357 PNS. Dari jumlah tersebut, baru 478 PNS yang sudah dijatuhi sanksi pemecatan atau baru 20,28%. Dengan demikian, berarti masih ada 1.879 PNS koruptor yang belum dipecat. sat dan Pegawai Negeri Sipil Daerah. Buat kebanyakan orang di negeri ini, menyandang status sebagai PNS merupakan hal yang justru paling diidamidamkan. Adanya gaji rutin tiap bulan, plus sejumlah tunjangan, memiliki jatah libur yang pan-
fasilitas pinjaman ke bank -menjadikan PNS adalah pekerjaan yang diimpi-impikan bagi kebanyakan orang di negeri ini. Bahkan, banyak juga orangtua yang berharap mendapat mantu seorang PNS. Masih banyaknya orang di
negeri ini yang mengharapkan untuk bisa menjadi PNS bisa dilihat dari selalu antusiasnya para pencari kerja setiap ada pembukaan lowongan PNS. Tidak sedikit yang bahkan terpaksa kasak-kusuk mencari bekingan atau mengeluarkan uang pelicin demi bisa lolos untuk menjadi PNS. Tak sedikit pula yang malah menjadi korban calo yang mengaku-ngaku bisa meloloskan mereka yang ingin menjadi PNS, asalkan mampu menyediakan sejumlah uang. Selain jumlahnya dianggap masih terlalu gemuk sehingga kerap membebani keuangan negara, kinerja serta produktivitas PNS di negeri kita dinilai pula masih rendah. Malas, sering mangkir, tidak produktif adalah cap yang sering dialamatkan kepada para PNS di negeri ini. Padahal, kita tidak boleh menutup mata karena, tentu saja, ada juga PNS yang rajin dan produktif di negeri ini. Jika ditelisik lebih jauh, terdapat beberapa hal yang menyebabkan kinerja dan produktivitas PNS di negeri ini masih rendah. Salah satunya sistem perekrutan PNS yang umumnya masih kurang transparan, berbau berkolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN). Hal lainnya adalah sistem remunerasi (penggajian) PNS yang dilakukan hanya berdasar pada golongan dan durasi masa kerja, dan bukan berdasar pada kinerja serta prestasi kerja. Dengan demikian, PNS malas yang suka mangkir, tanpa prestasi apa pun, tetap bakal mendapat gaji pokok yang sama besarnya dengan PNS yang rajin dan berprestasi, sepanjang golongan dan lama masa kerja mereka sama. Selain itu, sistem penga-
Kearifan Lokal dalam Memaknai Kasih Sayang
HARI kasih sayang yang dirayakan di seluruh dunia, berawal dari kisah hidup seorang biarawan Katolik yang wafat menjadi martir. Dia dihukum mati oleh Kaisar Claudius II karena menentang peraturan yang melarang pemuda Romawi menjalin hubungan cinta dan menikah karena mereka akan dikirim ke medan perang. Ia meninggal pada 14 Februari 269. Valentine dimakamkan di Gereja Praksedes Roma. Pada tahun 496, Paus Gelasius I menyatakan 14 Februari sebagai hari peringatan Santo Valentine. Valentine’s Day sepantasnya tidak terbatas pada ungkapan-ungkapan kasih sayang, tema-tema dan nuansa romantis, dan lain sejenisnya. Sebab, terkesan selama ini momen ini ’’bercita rasa Barat’’, krisis makna dan mengalami keterbatasan daya semangatnya. Ada sisi lain di mana kasih sayang itu diterjemahkan di tengah kegelisahan sosial, menyangkut problem kehidupan bersama. Momen Valentine’s Day perlu didaratkan dengan contoh penerapannya dalam konteks lokal. Adalah komunitas Jawa Mataraman, yang memiliki kekhasan praktik hidup mencintai profesi, keluarga, dan khususnya memuliakan kebaikan. Tanpa bermaksud mengultuskan subetnik Jawa ini, namun kekhasan hidup komunitas Mataraman tampaknya menarik untuk dikaitkan dengan perayaan Valentine’s Day yang dewasa ini krisis makna. Rasa ikut memiliki, ikut bertanggung jawab, dan mawas diri terhadap hal apa pun di keseharian, hemat penulis adalah hal esensi yang semakin terlepas dari penerjemahan Valentine’s Day era modern ini. Kebiasaan menjaga tradisi 3 dharma itu, yang paralel dengan semangat Valentine’s Day, masih dijumpai di kalangan tetua komunitas Jawa Mataraman. Buah dari penerapan
Oleh
I Dewa Gde Satrya nilai kebajikan tersebut, yang secara intensif ditanamkan lewat pendidikan keluarga generasi Mataraman terdahulu, kualitas hidup keturunan Mataraman cenderung memiliki citra positif. Di antaranya, tidak bercerai, jujur – di beberapa organisasi keturunan Mataraman dipercaya sebagai bendahara, tidak berutang, citra hidup guyub, unggahungguh yang kental dalam berelasi, hormat kepada orangtua, dan pendidikan anak-anak Mataraman sebagian besar berhasil (berpendidikan tinggi dan berprestasi secara akademik). Komunitas Jawa Mataraman memiliki pengalaman dalam memimpin, mulai ranah sosial yang kecil hingga ranah kehidupan bernegara. Mulai era Bung Karno (Blitar dan Bali), SBY (Pacitan) dan Boediono (Blitar), hingga Jokowi (Solo), komunitas Mataraman menduduki posisi terhormat di masyarakat dan bangsa. Kepemimpinan komunitas Mataraman hanyalah salah satu contoh betapa kebudayaan Jawa dan sub-sub kebudayaannya yang mayoritas berada di Jawa Timur bagian selatan, layak menjadi inspirasi bagi perjalanan hidup bangsa ini. Di sisi lain, komunitas Mataraman cenderung dikenal eksklusif. Pada awalnya tempat hunian komunitas ini berkumpul di satu atau beberapa lokasi. Kalau berada di satu lokasi, masyarakat umum menyebut sebagai kampung Mentaraman. Di tempat tinggal komunitas Mataraman di Blitar dan Tulungagung, misalnya, dijumpai peninggalan rumah khas dan pusaka Mataraman, seperti tombak, payung, dan keris. Secara umum, arsitektur rumah mencontoh rumah
tinggal di Kotagede, Yogyakarta dan Surakarta. Ciri-ciri rumahnya dikenali melalui tata letak ruang, pintu, jendela, cat dan hiasan/interior rumah. Rumah mereka umumnya sederhana tidak mewah, kebersihan rumah selalu dijaga, dinding rumah ditempeli hiasan-hiasan yang khas termasuk foto-foto para pinisepuh yang merupakan pendahulu mereka yang mengenakan pakaian kebesaran adat berupa blangkon serta beskap model Ngayogyakarta. Karakteristik budaya Mataraman selain dideteksi lewat arsitektural tempat tinggal juga dapat dideteksi lewat cara berpakaian (busana tradisional), bahasa yang digunakan (cenderung halus), makanan khas (cenderung manis), cenderung indogam (menikah dengan sesama Mataraman), dan egaliter. Komunitas Mataraman memahami kodrat manusia tidak bisa dijadikan satu, memang harus berbeda. Jadikanlah sebuah perbedaan menjadi sebuah kekuatan, bukan perpecahan. Nilai luhur yang diterapkan di keseharian itu merupakan bentuk penghormatan terhadap fakta pluralitas masyarakat Indonesia. Kiranya, inspirasi nasihat Pangeran Samber Nyawa amat kuat pengaruhnya. Kiranya semangat melokalkan pengaruh Barat seperti perayaan Valentine’s Day dengan mengambil contoh nilai hidup Jawa ini menjadi penting untuk mencari relevansi dan kontekstualitas di kehidupan saat ini. Lebih-lebih, agar tidak terlepas dengan jati diri keindonesiaan kita, tanpa memandang Jawa atau non-Jawa. Selamat hari Valentine.
wasan PNS yang rendah berkontribusi pula terhadap buruknya kinerja dan produktivitas para PNS kita. Masih adanya para PNS koruptor yang belum dipecat merupakan hal yang semestinya mendorong pemerintah kita untuk secepatnya membenahi sistem informasi dan administrasi kepegawaian di negara ini. Uang negara jangan sampai dihambur-hamburkan hanya untuk menggaji para koruptor, yang sangat merugikan negara. Selain langsung memecat para PNS yang jelasjelas telah melakukan tindak korupsi dan perkaranya sudah inkracht, pemerintah sebaiknya segera memperbaiki sistem perekrutan PNS dengan selalu mengedepankan transparansi, kompetensi dan persaingan terbuka, sehingga hanya mereka yang terbaiklah yang layak lolos diangkat menjadi PNS. Pada saat yang sama, sistem promosi dan penggajian PNS juga perlu diubah, yakni berdasar pada kinerja serta prestasi. Dengan demikian, hanya mereka yang berprestasi dan memiliki kinerja yang baik yang nanti memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan promosi dan mendapatkan gaji maupun tunjangan yang lebih tinggi. Hal krusial lainnya adalah tersedianya sistem informasi dan pangkalan data (data base) yang selalu dimutakhirkan terkait dengan status PNS, deskripsi kerja mereka serta penggajiannya, sehingga keberadaan tiap-tiap PNS di mana pun di negeri ini senantiasa terawasi. Penulis adalah kolumnis dan blogger
POJOK Gubernur Wayan Koster tegaskan akan perkuat LPD. - Tidak membuat gaduh. *** Hasil penelitian perguruan tinggi, intrusi di Bali meluas. - Ancaman alam. *** Perang tarif kamar hotel di Ubud makin sengit. - Perang di manamana.
Penulis, Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya, meneliti Etos Dagang Jawa-Mataraman
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
SOSOK Lengkapi Pelayanan PENYAKIT gigi dan mulut tidak hanya sekadar caries atau gigi berlubang maupun radang gusi. Ada penyakit tingkat lanjut yang bisa membahayakan jika tidak ditangani seperti tumor jinak, patah tulang mandibular hingga kista. Di Tabanan, untuk kasus-kasus tingkat lanjut, biasanya puskesmas akan merujuk pasien ke BRSU Tabanan. Sayangnya selama ini BRSU Tabanan terpaksa merujuk pasien ke RSUP Sanglah karena tidak memiliki dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial. Direktur BRSU Tabanan dr. Nyoman Susila, Jumat (14/2) kemarin mengatakan, selama ini kasus gigi yang ditangani oleh pihaknya masih terbatas karena yang melayani adalah dokter gigi umum. Sementara kasus-kasus tingkat lanjut terpaksa dirujuk ke RSUP Sanglah karena ketiadaan SDM. Berdasarkan data, tahun 2018 ada 11 kasus pasien penyakit gigi yang dirujuk ke RSUP Sanglah. Mengingat kebutuhan perawatan yang memerlukan tindakan dokter spesialis, pihaknya pun berusaha melengkapi pelayanan ini. Akhirnya tahun ini BRSU Tabanan memiliki dokter gigi spesialis bedah mulut dan maksilofasial. ‘’Saat ini dokternya sedang menunggu surat tanda registrasi dan surat izin praktek. Jika sudah, maka siap melayani di poliklinik gigi BRSU,’’ ujar Susila. Tidak hanya memenuhi SDM, untuk bisa memberikan pelayanan dokter gigi spesialis, BRSU Tabanan juga sudah menyiapkan peralatan. Meskipun jenis pelayanannya baru, Susila menyatakan ini sudah masuk dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). ‘’Tetapi tentu harus sesuai prosedur. Untuk pasien JKN, sebelumnya harus mendapatkan rujukan sesuai indikasi medis di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas ataupun dokter praktik swasta. Tetapi jika pasien umum, bisa langsung datang tanpa rujukan,’’ ujar Susila. (san)
Bali Post/bit
PENYULUH PERTANIAN - Sejumlah petugas penyuluh pertanian saat mencari kejelasan mengenai perekrutan PPPK di kantor BKPSDM Tabanan.
Rencana Perekrutan PPPK
Belum Diumumkan, Sudah Banyak Honorer K-2 Teregistrasi ”Online”
Tabanan (Bali Post) -
Beberapa waktu lalu ramai pemberitaan di media sosial tentang perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2019. Dari informasi yang beredar tersebut, juga disebutkan detail terkait persyaratan dan formasi yang akan dibuka. Namun BKPSDM Tabanan hingga Jumat (15/2) kemarin belum menerima penjelasan dan petunjuk teknis mengenai hal itu dari BKN. Nyoman Susila
Bali Post/san
Cegah Penularan Rabies, Masyarakat Jangan Buang Anjing Sembarangan Tabanan (Bali Post) Salah satu penyebab penyebaran rabies di Bali adalah masih adanya anjing liar. Keberadaan anjing liar dipicu masyarakat yang membuang anjingnya dengan alasan tidak mampu memelihara. ‘’Masih ada masyarakat yang membuang anjing baik di pasar, kuburan atau tempat sampah. Ini yang menjadi kontribusi penambahan anjing liar,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Nyoman Budana, Kamis (14/2). Data tahun 2018, dari 50.406 ekor anjing yang divaksin, jumlah anjing liar yang divaksin dengan yang dipelihara hampir sama banyaknya. Oleh karena itu, Budana berharap masyarakat semakin sadar agar tidak meliarkan anjing atau membuang anjingnya sembarangan. Sebab, hampir sebagian besar kasus gigitan anjing positif rabies karena anjing liar atau tidak ada pemiliknya. ‘’Selain itu, selama Bali belum bebas rabies disarankan untuk tidak membawa masuk anjing dari luar Tabanan, kecuali anjing tersebut memiliki riwayat vaksinasi yang jelas,’’ ujar Budana. Mengenai target vaksinasi anjing di Tabanan tahun 2019, lanjut Budana, mencapai 55.447 ekor atau sesuai estimasi populasi anjing. Hanya saja diakuinya Tabanan tahun ini hanya menganggarkan dana pengadaan vaksin anti rabies pada anjing sebanyak 9.300 dosis. Kekurangannya akan ditambah dari bantuan Pemprov Bali. Pihaknya berharap pertisipasi masyarakat agar membawa anjing peliharaannya ke bale banjar untuk divaksin. Pihaknya akan membuat jadwal vaksinasi di setiap desa. ‘’Kami tidak ingin sampai ada anjing yang kelewatan dan tidak divaksin. Kami berharap kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi,” tegasnya. Vaksinasi massal akan dilakukan serentak di seluruh Bali mulai pertengahan Maret sampai pertengahan April. Vaksinasi dilangsungkan selama sebulan penuh. (kmb24)
Dari pantauan di lapangan, sejumlah pegawai honorer dengan status K-2 baik dari tenaga pendidik maupun tenaga penyuluh, tampak silih berganti mendatangi kantor BKPSDM Tabanan untuk mendapatkan kejelasan terkait perekrutan PPPK 2019. Bahkan ada di antara mereka yang telah membawa berkas bukti registrasi dan persyaratan yang dibutuhkan sesuai yang tercantum dalam situs portal resmi BKN-RI. Mereka bingung dan resah lantaran persyaratan berkas yang telah disiapkan belum bisa diverifikasi. Ini karena BKPSDM Tabanan belum
mendapatkan petunjuk resmi dari pusat, sehingga belum bisa memprosesnya. Salah seorang petugas penyuluh pertanian, Dewa Made Suardana mengatakan, ia bersama sejumlah rekannya bermaksud menyetorkan berkas syarat pendaftaran PPPK. Sebelumnya ia telah mendaftar di situs SSCASN. BKN.go.Id dan mendapatkan kartu pendaftaran SSP3K 2019. Hanya saja BKPSDM Tabanan belum bisa memverifikasi berkas lantaran belum ada petunjuk resmi terkait perekrutan tersebut. ‘’Katanya berkas kami belum bisa diperiksa karena antara pusat dan BKPSDM Tabanan
belum klik,’’ imbuhnya. Dengan kondisi tersebut, Suardana yang warga Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti ini pun mengaku kebingungan dan resah. Sebab sesuai dengan jadwal yang didapat dan beredar di internet, batas verifikasi berkas administrasi adalah 10 hingga 17 Februari. Mereka khawatir tidak bisa mengikuti perekrutan PPPK yang telah ditunggu-tunggu tersebut. ‘’Saya harap bisa segera ada kejelasan. Apalagi berkas sudah siap dan kami juga sudah mengabdi sejak tahun 2008 atau sekitar 9 tahun,’’ ujar Suardana.
teknisnya seperti apa. Jadi, memang belum ada pengumuman resmi,’’ tegasnya. Jika sudah ada petunjuk resmi, Tabanan memang akan memberikan kesempatan merekrut PPPK karena Bupati dan Sekda memberikan dukungan penuh dengan menyiapkan anggaran. Kabid Formasi BKPSDM Tabanan Luh Putu Mahadi Santi Dewi menambahkan, sesuai surat Menpan dan RB, untuk Tabanan yang bisa mendaftar sebanyak 236 orang. ‘’Jadi pusat yang menentukan siapa yang bisa mendaftar. Kalau memang ada yang sudah bisa terdaftar dan mendapatkan kartu pendaftaran, bisa saja pelamar sudah terdaftar di sana. Tetapi kembali lagi kami memang belum dapat petunjuk resmi sehingga harus menunggu,’’ jelasnya. (kmb28)
Tinggi, Tingkat Ketaatan Tera dan Tera Ulang
IRT Curi Celengan Tetangga
Tabanan (Bali Post) Seorang perempuan asal Desa Kalibaru Wetan Kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Tutuk Suciati (38), nekat mencuri celengan berisi uang tunai belasan juta rupiah di rumah kos di Jalan Teratai Gang XI No. 5, Banjar Dukuh Desa Dauh Peken Kecamatan Tabanan. Ibu rumah tangga (IRT) ini mencuri celengan milik Eko Widianto (32), tetangga kosnya, ini dengan alasan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. Belum sempat menikmati hasil curiannya, Tutuk telah diringkus polisi. Ia beserta barang bukti diamankan di Polsek Kota Tabanan untuk proses lebih lanjut. Kapolsek Kota Tabanan Kompol I Wayan Nuriata menerangkan, pada Jumat (15/2) kemarin sekitar pukul 08.30 Wita, korban seperti biasa berangkat kerja ke bengkel. Sementara istri korban, Indah Kusuma Wardani serta anaknya yang masih bayi, sekitar pukul 10.20 Wita berkunjung ke kontrakan adiknya yang berjarak kurang lebih 25 meter dari tempat tinggalnya. Kesempatan itupun digunakan oleh pelaku untuk melancarkan aksinya, apalagi jendela kamar korban dalam kondisi rusak. Tutuk dengan mudah masuk ke dalam kamar korban dan mengambil celengan plastik yang diletakkan di dalam lemari pakaian. Celengan itu selanjutnya disembunyikan oleh pelaku ke dalam ember warna putih bekas cat. Sekitar pukul 11.00 Wita, Indah Kusuma kembali ke kamar kosnya dan melihat jendela kamar dalam keadaan sedikit terbuka. Ia pun mengecek lemari dan ternyata celengannya sudah tidak ada. Ia langsung menghubungi suaminya dan melaporkan hal ini ke Polsek Tabanan. Setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Tabanan melakukan olah TKP. Petugas melakukan penyelidikan dan meminta keterangan para saksi, hingga akhirnya kecurigaan mengarah pada pelaku yang kos di kompleks tersebut. Pelaku disebutkan sering bersih-bersih di areal tempat kos. Benar saja, setelah diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. ‘’Saat dimintai keterangan oleh tetangga korban, pelaku sempat menunjukkan gelagat aneh dan gugup sehingga petugas curiga. Setelah dilakukan pendalaman, ia mengakui perbuatannya dan langsung kami amankan,’’ ucap Kapolsek Nuriata. Pengakuan pelaku juga diperkuat saat petugas melakukan penggeledahan dan menemukan bukti celengan. Di dalam celengan tersebut terdapat uang Rp 11.250.000. Pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Pelaku disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (kmb28)
Hal serupa disampaikan I Nyoman Sukania. Pria asal Banjar Kerobokan Desa Mekarsari Kecamatan Baturiti ini mengaku bingung dengan perekrutan PPPK. Ia pun berharap segera mendapat kejelasan supaya tidak terlambat melakukan pendaftaran, mengingat pihaknya dan rekan kerja sesama penyuluh pertanian di Tabanan sudah mengabdi selama 9 tahun. ‘’Kami berharap dapat kejelasan. Mumpung ada kesempatan. Kalau mencari PNS sudah tidak bisa,’’ tegas Sukania. Sementara itu, Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra menjelaskan, belum ada petunjuk teknis resmi dari pusat, meskipun peserta sudah mendapatkan kartu pendaftaran. ‘’Kami sudah koordinasi ke BKN dan juga memang belum dapat jawaban jelas serta petunjuk
Bali Post/bit
CEK RUANGAN - Sekda Tabanan I Gede Susila saat mengecek salah satu ruangan di kantor Bupati Tabanan.
Sekda Sidak Ruangan dan Kebersihan
Tabanan (Bali Post) Sekda Tabanan I Gede Susila mengelilingi sejumlah ruangan di kantor Bupati Tabanan, Jumat (15/2) siang kemarin. Pada kegiatan tersebut, Susila yang baru menjabat satu bulan lebih tersebut mengecek kondisi ruangan khususnya terkait kebersihan. Didampingi ajudannya, Susila satu persatu memasuki ruangan. Sontak saja kedatangannya ini mengejutkan sejumlah pegawai. Mengingat saat itu sebagian besar pegawai Pemkab Tabanan sudah pulang karena hari pendek. Sesekali Susila menyapa para pegawai yang masih bertugas serta melihat papan jadwal pejabat di masing-masing ruangan.
Susila mengatakan, dirinya hanya ingin lebih mengenal dan mengetahui ruangan yang ada. ‘’Kalau dulu saya tahunya hanya Dinas Pendidikan saja, sekarang biar tahu juga ruangan yang lainnya,’’ katanya sembari menambahkan, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan sidak ke kantor OPD. Terkait kegiatan yang dilakukan atasannya, ajudan Sekda Tabanan I Gusti Agung Gede Yasa Wiratma mengatakan, kunjungan ini memang tidak direncanakan sebelumnya. ‘’Bapak Sekda cek ruangan, rata-rata gedung yang baru selesai renovasi kemarin. Memang banyak yang belum dilengkapi AC, jadi suasana gerah,
dan rencananya akan segera dianggarkan agar pegawai di tempat itu bisa nyaman bekerja,’’ terangnya. Selain itu, prihal kebersihan dan penempatan berkas juga sempat mendapatkan sorotan. Karena masih banyak rak dan berkas yang belum teratur. ‘’Perintahnya tadi agar dirapikan biar tidak jadi sarang nyamuk dan tikus,’’ ucapnya. Ditambahkan Gede Yasa Wiratma, sebelum menjabat Sekda, Susila saat menjabat Kepala Dinas Pendidikan Tabanan juga getol turun inspeksi ke sekolah-sekolah untuk melihat perkembangan pendidikan serta persoalan yang dihadapi untuk segera dicarikan solusinya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Sejak tahun 2014, kewenangan pelaksanaan metrologi legal berupa tera, tera ulang dan pengawasan kemetrologian ada di Pemkab/Pemkot. Dalam hal ini, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah bisa menjalankan kewenangan ini sejak tahun 2018. Namun informasi mengenai pelimpahan wewenang ini belum merata sehingga Disperindag terus melaksanakan sosialisasi ke masyarakat. Seperti pada Kamis (14/2) lalu, Disperindag Tabanan melangsungkan sosialisasi tersebut. Di acara tersebut terungkap, pada dasarnya kesadaran masyarakat terutama pelaku usaha yang menggunakan alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP) di Tabanan cukup tinggi. Sayangnya Tabanan masih kekurangan SDM maupun peralatan untuk bisa melayani tera dan tera ulang. Kasubdit Penegakan Hukum dan Bimbingan Operasional Kemetrologian Direktorat Metrologi Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Ake Erwan yang bertindak sebagai narasumber dalam acara tersebut mengatakan, tera atau tera ulang UTTP sangat penting dilakukan baik itu oleh pelaku usaha yang memakai UTTP seperti pedagang di pasar tradisional, SPBU maupun layanan publik seperti rumah sakit dan kantor pos. Selain untuk memberikan pelayanan dan perlindungan konsumen, tera ulang ini juga sebagai jaminan bahwa pengukuran yang dilakukan sudah tepat sesuai standar. Ini tentu akan menjaga image dari pelaku usaha yang menggunakan UTTP ini. ‘’Apabila UTTP-nya tidak berfungsi baik, tentu image terhadap usaha akan menjadi tidak baik lagi di mata masyarakat,’’ ujarnya. Dalam sosialisasi tersebut, ia juga ingin memberi-
kan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat jika layanan tera atau tera ulang saat ini sudah diambil alih oleh Pemkab/Pemkot sehingga tidak harus melalui Pemprov lagi. ‘’Meski prosedurnya sama, tetapi layanan menjadi lebih dekat dan lebih cepat,’’ ujarnya. Ia menilai, tingkat kesadaran masyarakat Tabanan dalam melakukan tera atau tera ulang sudah baik. Hanya Tabanan masih memerlukan tambahan SDM dan alat sehingga pelayanan tera ulang bisa lebih meningkat. Sementara itu, Kasi Pelayanan Tera/Tera Ulang Disperindag Tabanan Ni Putu Erna Susanti mengatakan, tujuan sosialisasi kemetrologian adalah memberikan pemerataan informasi tentang pelayanan tera atau tera ulang dan dampak hukum jika pemilik UTTP tidak melakukan kewajibannya melakukan tera atau tera ulang secara berkala. Menurutnya Disperindag sudah melalukan pelayanan meski dengan personel dan standar yang terbatas. Saat ini pihaknya secara umum sudah mampu melakukan tera dan tera ulang untuk UTTP di pasar tradisional, SPBU hingga timbangan elektronik. Pihaknya pun tengah menambah lingkup pemeriksaan ke Direktorat Metrologi Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga serta menambah peralatan. ‘’Tabanan memiliki dua usaha yang memakai timbangan jembatan yaitu usaha pencampuran aspal dan SPBE. Jika timbangan jembatan ini tidak di tera ulang, maka akan menimbulkan multiplier effect. Karenanya, agar bisa melakukan layanan tera ulang untuk timbangan jembatan, kami tahun ini sedang berusaha untuk menambah lingkup layanan serta melengkapi peralatan,’’ jelasnya. (kmb24)
BULELENG
8
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Gaji Kecil, Nekat Curi Udang Milik Majikan
Singaraja (Bali Post) – Nasib sial dialami seorang pekerja tambak PT Menjangan Mas di Banjar Dinas Garuda, Desa Pejarakan, Gerokgak. Pekerja DM (24) asal Sumbawa ditangkap karena mencuri udang milik majikannya sendiri sebanyak 23,71 kilogram setara harga Rp 1 juta lebih. Pencurian itu ia dilakukan, konon karena gajinya kecil alias tak cukup untuk biaya hidup keluarganya. Namun, sayang, belum sempat menjual udang hasil curiannya, dia justru ditangkap Unit Reskrim Polsek Gerokgak, bersama petugas keamanan di perusahaan setempat. Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Widana, S.H. didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (15/2) kemarin, mengatakan, kasus ini terjadi Sabtu (9/2) lalu, sekitar pukul 19.00 Wita. Berawal ketika saksi yang juga pekerja di perusahaan tambak udang itu masing-masing M. Zainudin (28) asal Pekalongan Selatan dan Hariyadi (39) asal Boyolali, tidak sengaja di sekitar kolam itu menemukan tumpukan karung berisi udang yang sudah dijaring dari kolam. Curiga dengan temuan itu, keduanya kemudian memastikan keamanan di semua areal tambak seluas 1,5 hektar. Saat itu, saksi menemukan DM sedang menangkap udang di kolam. Mengetahui pencurian itu, saksi melapor ke Mapolsek Gerokgak. Tidak berselang lama, Unit Reskrim Polsek Gerokgak, tiba di lokasi dan langsung mengamankan DM. Dari yang bersangkutan, polisi menyita barang bukti karung berisi 23,71 kilogram udang hasil tangkapan di kolam dan peralatan penangkap udang. “Yang bersangkutan sengaja beraksi ketika terjadi pergantian petugas jaga di kolam. Awalnya, saksi menemukan karung di bibir kolam. Setelah karung itu dicek, ternyata berisi udang. Karena curiga saksi melaporkan kejadian ini. Selanjutnya, kita periksa yang bersangkutan. Kita temukan udang itu disembunyikan di sekitar lokasi, selanjutnya langsung kami amankan,” katanya. Dari interogasi di lokasi kejadian, kata Kompol Widana, DM mengaku mencuri udang milik majikannya sendiri. Dia menangkap udang itu di kolam kemudian memasukkan ke dalam karung. Aksinya berjalan mulus karena dia telah menguasai teknik menangkap udang yang siap jual. Rencananya, udang curiannya itu dijual ke pasar di Desa Pejarakan. Namun, rencananya gagal karena terlebih dahulu tertangkap aparat. Selain itu, polisi juga mendapat keterangan kalau sejak bekerja di perusahaan tahun 2016 lalu, DM sering mencuri udang di kolam tambak majikannya itu. Hanya, aksinya itu tidak tertangkap, karena dia mencuri udang rata-rata antara 5 sampai 10 kilogram. “Sejak dia bekerja di sana sering mencuri, tetapi waktu itu mengambil udang sedikitsedikit. Hasil curian yang tertangkap itu paling banyak, sehingga perusahaan dirugikan lebih dari Rp 1 juta,” katanya. Sementara itu, DM di hadapan polisi mengakui perbuatannya mencuri udang milik majikannya itu. Dia terpaksa mencuri karena gaji untuk memelihara udang itu hanya Rp 950.000 sebulan. Gaji segitu tidak cukup apalagi untuk membiayai keluarganya di kampungnya Sumbawa. Untuk sehari-hari sendiri saja masih kurang. Karena tidak ada pilihan lain, sehingga dia nekat mencuri guna mendapatkan uang tambahan. “Sejak bekerja di sana gajinya tidak cukup. Apalagi saya tulang punggung keluarga, sehingga terpaksa harus mencuri guna menambah penghasilan untuk keluarga. Saya menyesal karena merugikan majikan yang memberi pekerjaan,” katanya. (kmb38)
Bali Post/ist
CURI UDANG – Untuk menutupi gaji bulanan yang relatif kecil, seorang pekerja tambak DM (24) asal Sumbawa nekat mencuri udang milik majikannya.
Bali Post/kmb38
UNDANG BENDESA ADAT - Kepala BNNK AKBP Gede Astawa mengundang para klian desa/bendesa adat se-Buleleng, Jumat (15/2) kemarin.
50 Desa Pakraman Susun ’’Awig-awig’’ Antinarkoba
Singaraja (Bali Post) – Dukungan desa pakraman ikut ambil bagian dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika semakin serius. Paling tidak wujud dukungan itu dituangkan warga dengan menyepakati pararem dan penandatanganan awig-awig antinarkotika. Di Buleleng terdapat 169 desa pakraman. Dari jumlah itu, ada 50 desa pakraman telah menyusun pararem antinarkoba. Disepakati, pada pararem itu tidak memasukkan sanksi kasepekang (diusir - red) bila ada krama desa terlibat kejahatan narkotika. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng AKBP Gede Astawa mengungkapkan hal itu saat mengundang para klian desa pakraman/bendesa adat pakraman seBuleleng ,Jumat (15/2) kemarin. Keterlibatan desa pakraman dalam pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika, kata AKBP Astawa, dinilai efektif. Ini karena, hukum adat di desa pakraman itu sendiri ditakuti. Regulasi adat ini mampu mengikat disiplin setiap krama desa itu sendiri. Karena itu, kebijakan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali melibatkan desa pakraman dalam ikut ambil bagian pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Salah satu wujud dukungan itu adalah ada kesiapan desa pakraman membuat pararem yang kemudian ditindaklanjuti menandatangani awig-awig
antinarkotika. Sejak BNNK dibentuk sampai sekarang, 50 desa pakraman di Buleleng sudah menyepakati penyusunan awig-awig antinarkotika. Sembari menunggu pengesahan secara keseluruhan oleh BNNP Bali bersama Gubernur Bali Wayan Koster, sekarang pihaknya terus mendorong agar desa pakraman yang belum secepatnya menyepakati penyusunan pararem tersebut. “Nyaris sudah setengahnya menyusun dan menyepakati pararem itu. Itu artinya, desa adat itu mendukung pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Desa adat yang belum, terus didorong agar sebelum pengesahan oleh pimpinan dan Gubernur,’’ katanya. Program Rehabilitasi Perwira asal Desa Temukus, Banjar itu menambahkan, selain menyepakati
pararem itu prajuru di desa pakraman juga diminta aktif menyadarkan krama desa yang mengetahui pecandu narkotika untuk melapor ke BNNK. Langkah ini bukan melaporkan pecandu itu sendiri, tetapi BNNK akan melakukan program rehabilitasi, sehingga pecandu maupun pengedar yang merupakan korban kejahatan narkotika itu tidak lagi tergantung narkotika atau obat-obatan terlarang itu. Dukungan ini sangat diharapkan karena berdasarkan data terakhir, di Buleleng sekarang ada 98 penyalahgunaan narkotika sedang menjalani proses hukum. Kebanyakan dari pelaku ini ada di Kecamatan Buleleng. Puluhan pelaku kejahatan ini akan direhabilitasi setelah mereka menjalani proses hukum dengan tuntas. “Kalau menemukan pecandu, apalagi pengedar, lapor ke BNNK . Mereka tidak akan diproses hukum, tetapi diobati melalui rehabilitasi. Khusus yang sedang diproses hukum, kita menunggu sampai kasusnya tuntas kemudian baru direhab. Beberapa di antaranya sudah ada yang mengajukan permohonan rehab. Dampak habitual akibat pengaruh narkotika itu bisa dihilangkan hanya dengan rehabilitasi,” katanya. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng Dewa Putu
Budarsa mengatakan, semua desa pakraman di daerahnya menyepakati mendukung BNNK memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Hanya, masih ada desa pakraman yang belum menyusun karena berbenturan dengan agenda yang lebih penting di desa pakraman bersangkutan. Desa pakraman yang sudah menyusun pararem dan ditindaklanjuti penandatanganan awig-awig secara umum. Materi pararem itu sudah sangat baik. Hal itu sudah sejalan dengan kebijakan BNNK memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Hanya, pihaknya sengaja melarang, prajuru membuat pararem awig-awig tentang sanksi kasepekang, jika ada krama desa diketahui terlibat kejahatan narkotika. Alasan sanksi sosial ini tidak diakomodir, karena hukum nasional sudah mengatur hukuman bagi pelaku penyalahgunaan narkotika. “Khusus kasepekang itu memang saya tidak kasidimasukkan dalam pararem. Mengacu pada hukum nasional sudah ada sanksinya baik bagi pengguna atau pengedar narkotika. Sedangkan materinya secara umum sudah baik dan mengena. Substansinya mendukung kita melakukan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika,” katanya. (kmb38)
Penambahan Kelistrikan di Bali
Wajib Perhatikan Kelestarian Lingkungan
Singaraja (Bali Post) – Ketersediaan listrik di Bali belakangan ini menjadi perhatian serius jajaran PT PLN (Persero). Saat ini, PLN sedang menambah kapasitas cadangan energi listrik di Bali. Penambahan cadangan listrik itu melalui pembangunan jaringan inter koneksi Jawa – Bali. Sebelumnya, proyek ini dibangun melintasi Teluk Segara Rupek. Selain itu juga melewati hutan lindung di Desa Sumberkelampok, Kecamatan Gerokgak. Karena hal itu ditolak, maka PLN memindahkan proyek ini ke perbatasan antara Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) dengan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Di lokasi proyek yang baru, PLN membangun tower yang lebih pendek. Kemudian dari Ketapang menuju Bali,
akan dibangun jaringan kabel bawah laut. Jaringan itu seperti yang sudah ada sekarang. Perubahan konstruksi itu dijamin tidak akan mengganggu lingkungan dan industri pariwisata. Menyusul proyek itu, Jumat (15/2) kemarin, Komisi VII DPR-RI meninjau pelaksanaan proyek dan mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, Gerokgak. Rombongan Komisi VII bersama Direksi PLN disambut Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dan Direksi PT General Energi Bali (GEB). Ketua Komisi VII DPR-RI H. Gus Irawan Pasaribu mengatakan, keperluan energi listrik di Bali terus meningkat. Ini tidak lepas karena Bali sebagai kawasan wisata dunia. Karena itu, kawasan
ini perlu cadangan listrik yang andal. Dirinya tidak ingin karena persoalan listrik, kemudian memicu persoalan pelik di Pulau Dewata. Jika ada masalah listrik, secara otomatis pasti akan berdampak pada situasi nasional. Untuk itu, road map penambahan cadangan kelistrikan di Bali melalui inter-koneksi Jawa – Bali harus didukung. Meski demikian, PLN yang ditugaskan negara pengembangkan pembangkit atau penguatan jaringan yang sudah ada wajib memerhatikan kelestarian lingkungan alam di Bali. “PLN punya road map mengatasi kelistrikan di Bali. Nah itu nanti dibahas lagi. Tentu Bali sebagai daerah wisata, aspek lingkungan itu menjadi soal penting. Karena itu, harus diperhatikan. Kita ingin energi dan dampak
lingkungan itu baik dan terjaga. Karena itu, semuanya harus dipertimbangkan,” katanya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, sesuai usulan dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali, pihaknya mengusulkan kawasan Buleleng Barat itu sebagai zona pengembangan ekonomi terpadu. Artinya, di kawasan ini pengembangan industri berskala besar pasti akan dilarang. Sebaliknya, industri sebagai pendukung pariwisata dan pertanian, justru dapat dilakukan dan diperbolehkan. Untuk itu, dalam pengembangan cadangan kelistrikan oleh PLN atau pembangunan pembangkit, pihaknya menyatakan agar memerhati-
Bali Post/kmb38
KUNJUNGAN KERJA – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menerima kunjungan kerja (kunja) Komisi VII DPR-RI, Jumat (15/2) kemarin. kan kelestarian lingkungan. Bahkan, di Buleleng Barat yang merupakan wilayah konservasi laut, juga menjadi kawasan relegius. Alasannya, banyak pura besar berdiri
di sana. Sehingga dirinya meminta agar kawasan konservasi lingkungan, jangan sampai terganggu investasi, baik energi maupun bidang lainnya.
“Saya jaga sekali hal itu. Saya tidak ingin secara psikologis masyarakat ada yang terganggu adanya investasi kelistrikan atau yang lainnya,” tegasnya. (kmb38)
Sidang Pelanggaran Administrasi Pemilu ----
Tiga Caleg DPRD dan DPR-RI Diberikan Teguran Tertulis
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada dua oknum calon legislatif DPRD Buleleng dari Partai Golkar Buleleng PG dan GW. Selain itu, satu lagi caleg DPR-RI dari Partai Demokrat GNW juga dijatuhi sanksi teguran tertulis. Ketiganya dinyatakan terbukti melanggar administrasi pemilu. Lalu, bagaimanakah janji dan harapan ketiga caleg itu setelah mendapatkan teguran tertulis itu?
Bali Post/kmb38
TEGURAN TERTULIS - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada oknum caleg DPRD Buleleng PG dan GW, caleg DPR-RI GNW. Ketiganya melanggar administrasi pemilu karena saat kampanye tidak mencari surat pemberitahuan di kepolisian setempat. SIDANG pembacaan keputusan itu dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa yang juga Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugiardana. Anggota Majelis Pemeriksa Wayan Sudira dan Made Carna Wirata juga dilibatkan pada sidang tersebut. Pelapor dihadiri ang-
gota Panwascam Banjar Putu Arya Bagia dan anggota Panwascam Seririt I Gede Agus Arimbawa. Sementara, terlapor caleg Partai Golkar PG hadir langsung di tengah persidangan. Sedangkan, GW tetap tidak hadir, karena masih mengikuti kunjungan
kerja di luar daerah, dan caleg DPR-RI GNW mengutus tim suksesnya Made Sarjana. Putu Sugiardana usai sidang, Jumat (15/2) kemarin, mengatakan sebelum membacakan keputusan, pihaknya bersama anggota Panwascam Banjar dan Panwasacam Seririt, telah melakukan rapat pleno. Keputusan rapat pleno, itu dituangkan untuk dua oknum caleg DPRD Buleleng dan seorang caleg DPR-RI. Sesuai keputuan itu, Bawaslu menyatakan PG, GW, dan GNW terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (P-KPU) No. 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu pasal 29 ayat (1) yang berbunyi Petugas Kampanye pertemuan tatap muka wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia setempat. Bahkan, pemberitahuan itu ditembuskan kepada KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan/atau KPU/KIP Kabupaten/Kota, Bawaslu Provinsi, dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota, sesuai tingkatannya. Atas pelanggaran regulasi itu, Bawaslu menjatuhkan sanksi teguran tertulis kepada ketiga oknum caleg tersebut. Selain
itu, ketiganya diingatkan agar tidak mengulangi pelanggaran yang pernah dilakukan sebelumnya. “Kami sudah putuskan bahwa yang bersangkutan itu terbukti melanggar regulasi yang ada. Sanksi yang kami berikan juga sesuai pelanggarannya. Kita berharap sanksi itu merupakan pelajaran berarti agar mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama,” katanya. Di sisi lain, Dosen Hukum Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja ini meminta kepada jajaran pengurus partai politik, caleg, maupun calon perseorangan untuk DPD-RI, agar menaati semua regulasi dalam setiap tahapan pemilu. Bahkan pada masa sisa waktu kampanye sampai masa tenang, pihaknya mengharapkan setiap kegiatan apakah itu kampanye, rapat-rapat, dan simakrama agar mencari surat pemberitahuan tertulis kegiatan kampanye itu kepada kepolisian terdekat. Tujuannya agar kampanye yang merupakan kegiatan terstruktur para caleg itu mendapat pengamanan polisi. Pastinya lagi pelaksanaannya mengikuti regulasi yang ada. “Kami mengajak semuanya
khususnya pada sisa masa kampanye memanfaatkan kesempatannya dengan baik. Setiap melaksanakan kampanye itu wajib memberitahukan secara tertulis. Hal itu bukan kita bermaksud mencampuri kampanye itu. Tetapi merupakan bagian pengawasan kampanye sesuai aturan yang sudah dibuat. Sehingga kawan di kepolisian bisa memberikan pengamanan dengan baik,” jelasnya. Caleg DPRD Buleleng PG usai mendengarkan keputusan sidang ajudikasi itu menyatakan menerima keputusan terseebut. Bahkan, berjanji tidak akan mengulangi kembali. Dirinya mengaku tidak mengetahui secara detail terkait aturan secara legal wajib mencari surat pemberitahuan ke kepolisian. Bahkan, sebelum memulai simakrama dengan pendukungnya, PG mengaku tidak sempat diberi tahu terkait aturan itu oleh Panitia Pengawas Desa/Kelurahan (PPDK). “Kalau saja sebelum saya menghadiri pertemuan itu dikasi tahu bahwa ada aturan, saya batalkan pertemuan dengan pendukung. Tetapi sanksi ini kami terima. Selanjutnya, saya berjanji taat dengan apa pun aturan yang sudah ditetapkan itu,’’ ujarnya (mud)
GIANYAR
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
9 ’’Karya Padudusan lan Ngusaba Dalem’’ di Pura Dalem Pekung Payangan
Bali Post/kmb35
PERSEMBAHYANGAN - Suasana persembahyangan serangkaian Karya Padudusan lan Ngusaba Dalem di Pura Dalem Pekung, Banjar Payangandesa, Desa Melinggih, Jumat (15/2) kemarin.
SOSOK Atasi Pelanggaran Parkir PELANGGARAN parkir di Ubud memang patut menjadi perhatian semua komponen. Sebab, kelancaran arus lalu lintas di kawasan itu tentu akan menimbulkan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung. Hal ini pula yang menjadi perhatian Kepala Lingkungan (Kaling) Padangtegal Mekarsari Dewa Gede Putra Utama yang baru dilantik di Wantilan Pura Desa lan Puseh Padangtegal, Jumat (15/2) kemarin. Usai dilantik, ia mengaku beberapa tugas akan dikerjakannya, terutama pembenahan di internal lingkungan. Program kerja ke depan, dia akan meminta masukan para tokoh masyarakat di desanya. “Di samping itu, yang menjadi perhatian sekarang kan parkir liar di Ubud. Itu sebenarnya tugas Dinas Perhubungan, tapi saya imbau warga untuk menaati aturan parkir supaya tertib. Yang parkir liar biasanya dari luar, bukan warga kami,” katanya. Dalam pemilihan Kaling Banjar Padangtegal Mekarsari, Desa Pakraman Padangtegal, Kelurahan Ubud pada 13 November 2018, ia sukses meraih suara terbanyak. Kaling di Banjar Padangtegal Mekarsari mempunyai dua fungsi, yakni sebagai klian dinas di Kelurahan Ubud merangkap klian adat di Desa Pakraman Padangtegal. Sebagai daerah yang terletak di jantung Ubud dengan objek wisata Monkey Forest, jabatan level klian inipun menjadi rebutan banyak orang. Saat pemilihan klian, ada empat calon yang maju. Setiap calon itu diajukan oleh masingmasing tempek (kelompok warga) yang berjumlah empat tempek. Yakni, Nyoman Purnata dengan 16 suara, I Wayan Suwistra dengan 15 suara, I Ketut Gede Kochiana dengan 46 suara dan Dewa Gede Putra Utama dengan suara terbanyak 69 suara. “Saya maju ini bukan kehendak saya, ini dorongan masyarakat. Saya di sini ngayah,” ujarnya. Pria kelahiran 20 Juni 1986 ini mengaku menang berkat kesehariannya yang bisa bergaul dengan siapa saja. Diakuinya, saat pemilihan, lawanlawannya itu berusia di atas 50 tahun. Sebagai klian berusia 32 tahun, ia mematahkan tradisi yang berlaku di desanya. Tidak saja jadi klian termuda di banjarnya, dia dipastikan sebagai klian termuda di Kelurahan Ubud dan juga Desa Pakraman Padangtegal. (nik)
Hotel Melati Berubah Jadi Hostel
Gianyar (Bali Post)-
Pertumbuhan hotel yang tidak terbendung di kawasan wisata Ubud membuat perang tarif kamar di kampung turis tersebut sangat ketat. Ironisnya, sejumlah hotel melati banting harga sewa hingga Rp 200 ribu per hari. Bahkan akibat tidak kuat dengan persaingan, ada hotel melati yang disulap menjadi hostel dengan harga Rp 50 ribu per bed (tempat tidur - red). Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengungkapkan hal itu, Jumat (15/2) kemarin. Menurut Ari Brahmanta, saat ini di kawasan wisata Ubud telah terjadi persaingan harga yang sangat ketat. Bahkan kondisi ini mengakibatkan kamar di Ubud terjual begitu murah. ‘’Semakin murah, karena tumbuhnya kamar tidak terkendali,’ katanya. Ari Brahmanta mengatakan, dulu pembangunan akomodasi pariwisata di Ubud khususnya hotel dan vila, pasti dirancang berwawasan lingkungan dan budaya. Namun sekarang dengan berdirinya budget hotel di kawasan Ubud dan sekitarnya ini, sudah secara signifikan mengubah image Ubud. ‘’Sekarang mulai terasa dengan tumbuhnya budget hotel sudah menyerang homestay dan hotel melati, sehingga harga kamar jadi turun sig-
nifikan,’’ katanya menyesalkan. Ari Brahmanta mengatakan, pembangunan budget hotel memprioritaskan efisiensi, sehingga dapat memaksimalkan jumlah kamar. ‘’Dengan efisiensi, jumlah kamar bisa banyak, serta menjual lebih murah. Dengan harga murah, jelas pilihan wisatawan ke budget hotel. Akibatnya, mau tidak mau pengusaha hotel melati dan homestay memosisikan diri menjadikan harga lebih rendah,’’ katanya. Ari Brahmanta mencontohkan, untuk hotel melati dulu kisaran harga kamar antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta per kamar. Namun sekarang harga kamar hotel melati sudah jatuh di kisaran Rp 500 ribu ke bawah. ‘’Bahkan ada yang Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Itu harga kamar hotel melati di Ubud,’’ katanya. Ari Brahmanta menambahkan, tidak hanya hotel melati, saat ini homestay juga mengalami kondisi serupa. Sementara harga homestay paling rendah Rp 250 ribu, tapi sekarang sudah Rp 150 ribu sampai Rp 100 ribu. Mengatasi kompetisi harga, bahkan ada yang mengambil
Kerugian Ratusan Juta Rupiah Bangunan yang terbakar meliputi bangunan dapur berukuran 3 x 6 meter dan gudang berukuran 4 x 6 meter milik I Wayan Ekawana. Akibat kejadian ini, pria berusia 55 tahun itu mengalami kerugian sekitar seratus juta rupiah. Api juga membakar bangunan rumah kosong berukuran 10 x 15 meter milik I Nyoman Purna (64). Akibat kejadian ini, ia mengalami kerugian Rp 500 juta. Kemudian kebakaran ini
Karya Padudusan lan Ngusaba Dalem di Pura Dalem Pekung Banjar Payangandesa bertujuan untuk memohon kerahayuan jagat dan lebih mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi melalui sarana upacara. Sesuai RAB, Karya Padudusan lan Ngusaba Dalem ini menghabiskan dana Rp 250 juta, yang bersumber dari urunan sukarela krama dan bantuan dari pemerintah. ‘’Warga di luar desa pakraman juga sangat banyak membantu, terutama bantuan wewalungan sarana upakara yang merupakan aturan sejumlah warga di sekitar desa pakraman,’’ katanya. Menurut Darma, Pura Dalem Pekung merupakan pura tertua yang ada di Desa Pakraman Payangandesa yang di-sungsung oleh sekitar 300 kepala keluarga yang terhimpun dalam satu desa pakraman. (kmb35)
Perang Tarif Kamar di Ubud
Sejumlah Bangunan Terbakar Gianyar (Bali Post) Warga Ubud dikejutkan dengan musibah kebakaran yang menimpa sejumlah bangunan di Lingkungan Ubud Kaja, Kecamatan Ubud, Jumat (15/2) kemarin. Dugaan sementara, kebakaran ini dipicu oleh dupa sisa persembahyangan yang ditinggal dalam keadaan menyala. Tidak ada korban jiwa dalam musibah terbut. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
KRAMA antusias mengikuti Karya Padudusan lan Ngusaba Dalem di Pura Dalem Pekung, Banjar Payangandesa, Desa Melinggih, Payangan. Jumat (15/2) kemarin, digelar upacara tawur. Sementara puncak karya akan berlangsung, Selasa (19/2) mendatang. Ketua Panitia Karya sekaligus Bendesa Pakraman Payangandesa I Nyoman Darma mengatakan, dudonan karya sudah dimulai sejak Sabtu 12 Januari 2019 lalu, dengan prosesi upacara Nyukat Genah yang di-puput oleh Ida Pedanda dari Geria Babakan. Sedangkan upacara Tawur pada Jumat kemarin di-puput oleh Ida Peranda Gede Jelantik Giri dan Ida Pedanda Gede Rai Gunung Ketewel. Sedangkan puncak karya Padudusan jatuh pada Selasa (19/2) dan Nyineb pada Minggu (24/2) mendatang. Darma menjelaskan,
juga meludeskan bangunan piyasan dan lumbung padi milik I Wayan Arsana (46). Korban mengalami kerugian sekitar Rp 150 juta. Kebakaran ini pertama kali diketahui Putu Raka, sekitar pukul 14.30 Wita, Jumat kemarin. Saat itu Putu Raka melaksanakan persembahyangan di gudang miliknya dengan menghidupkan dupa. Selanjutnya, ia menuju rumahnya yang berada di sebelah timur gudang. Berselang 30 menit,
Bali Post/kmb35
KEBAKARAN - Sejumlah warga saat mengecek lokasi kebakaran di Lingkungan Ubud Kaja, Jumat (15/2) kemarin.
ia kembali ke gudang tersebut. Namun ia melihat kobaran api yang cukup besar berasal dari bangunan gudang tersebut. Kobaran api itu dengan cepat merembet ke bangunan rumah kosong yang berada di sebelah selatan gudang tersebut. Termasuk bangunan piyasan milik I Wayan Arsana. Putu Raka langsung memanggil suaminya, I Wayan Ekawana. Selanjutnya, warga sekitar yang terkejut dengan kejadian ini langsung membantu proses pemadaman api dengan peralatan seadanya. Beberapa menit kemudian, enam unit mobil pemadam kebakaran Pemkab Gianyar tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman bisa dirampungkan sekitar pukul 16.30 Wita. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, api diduga berasal dari dupa yang dihidupkan oleh Putu Raka saat menghaturkan sesajen di gudang, yang menjadi tempat sarana banten. “Dugaan karena korban meninggalkan dupa persembahyangan di gudang dalam keadaan menyala,” katanya. (kmb35)
strategi dengan mengubah homestay menjadi hostel. ‘’Akibatnya, sekarang hostel di Ubud makin tumbuh, karena hostel satu kamar bisa 10 orang. Kalau homestay satu kamar 200 ribu. Dengan adanya hostel, tamu bayar bisa murah dengan per bed bisa hanya Rp 50 ribu,’’ bebernya. Salah satu pemilik hotel melati A.A. Gde Pringga Baskara mengakui karena harga hotel melati sudah terlalu murah, ada sejumlah pengusaha yang mengubah kamar menjadi hostel. ‘’Ada yang dulunya hotel melati tapi enggak jalan. Akhirnya menjadi hostel, karena hostel lebih lancar dapat wisatawan,’’ ujarnya. Sebagai pengusaha hotel melati, Pringga Baskara mengaku dulu menjual kamar dengan harga Rp 500 hingga Rp 850 ribu. Namun saat ini menjual kamar hotel melati Rp 500 ribu ke atas sudah tidak bisa. ‘’Hotel yang bagus pun dijual di bawah satu juta rupiah. Makanya sekarang saya terendah jual kamar Rp 300 ribu, kalau di atas 500 wisatawan sudah tidak mau,’’ keluhnya.
Bali Post/kmb35
PARIWISATA - Salah satu akomodasi pariwisata di kawasan Ubud. Dengan berjamurnya budget hotel dan hostel, kata Pringga Baskara, secara signifikan mengubah image Ubud yang sebelumnya desa wisata. Bila kondisi ini terus berlanjut, tentu Ubud akan terus dijual semakin murah. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali
Anak Agung Ngurah Wiraputra mengatakan, perang tarif berarti musibah bagi pelaku pariwisata itu sendiri. Ia mengimbau agar perkembangan hospitality menganut konsep pada kawasan dan kenyamanan. ‘’Karena dalam bisnis hospitality kenyamanan harus menjadi prioritas,’’ katanya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Sulitnya Mencari Bambu di Daerah Asal Jegog Jegog salah satu kesenian khas Bali Barat belakangan mengalami dilema. Bukan karena kurangnya perhatian pelestarian dan pembinaan pada kesenian ini. Perhatian berbagai pihak termasuk pemerintah pada kesenian alat musik bambu ini sudah cukup tercurah. Bahkan sejumlah event festival dan acara selalu disertakan gambelan Jegog. Hanya yang saat ini patut menjadi perhatian adalah ketersediaan bahan baku alat musik bambu ini. Para perajin gambelan Jegog sejak beberapa tahun ini sudah kesulitan mencari bahan bambu dari daerah Jembrana sendiri. Khususnya bambu petung yang ukuran diameternya paling besar, semakin jarang bahkan sulit ditemukan di Gumi Makepung yang menjadi daerah asal muasal alat musik Jegog. Para perajin terpaksa harus mencari keluar Jembrana, seperti Tabanan dan Karangasem, bahkan diluar Bali. Sejumlah seniman Jegog ditemui belum lama ini mengakui bahan bambu yang digunakan untuk instrumen di posisi paling belakang itu memang sulit diperoleh. Padahal bambu itu du-
lunya mudah ditemui di pinggiran hutan di Jembrana. “Sekarang hampir tidak ada (bambu petung), harus memesan keluar,” ujar Oka, pemain Jegog asal Kelurahan Sangkaragung. Ketika gamelan bambu itu pecah, maka akan kesulitan dan biayanya cukup besar untuk mengganti. Apalagi saat pementasan dilakukan mabarung (bertarung) antar-sekaa. Saat mabarung, sekaa harus menyiapkan cadangan gamelan sewaktuwaktu bambu pecah. “Ini menjadi suatu dilema bagi kita semua, dulu masih banyak bambu ukuran besar yang tumbuh dan gampang dicari di Jembrana,” ujar salah satu seniman Jegog, Gede Oka Artha Negara. Karena kurangnya bambu ini, ia bersama ayahnya saat itu sampai harus menanam banyak bibit pohon bambu berbagai jenis di lahannya. Penerus Pekak Jegog ini mengungkapkan, untuk gambelan Jegog tetap harus berlanjut dan berkesinambungan, peran pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan. Terutama penyelamatan gamelan berbahan baku bambu ini. Harus dicari sebab, mengapa bambu-bambu ukuran besar tidak bisa tumbuh lagi. Apalagi dulu Jembrana adalah hutan yang luas/besar sehingga bambu tumbuh subur saat itu. Di zaman sekarang sudah mulai beralih. Kawasan yang dulunya rimba hutan kini sudah banyak bangunan. Atau mungkin juga banyak mulai
industri bermunculan dan limbah yang mengotori lingkungan. Sulitnya mendapatkan bambu juga diakui Ketut Dernen, seniman penyetel gamelan Jegog asal Pancardawa, Kelurahan Pendem. Penerima penghargaan Satya Laksana Dharma Kusuma tahun 2013 ini mengungkapkan, Gamelan Jegog memiliki keistimewaan. Bambu yang digunakan pun juga harus yang terpilih. Selain perangkat yang besar, nada suara lazimnya berubah saat berganti cuaca/ iklim. Misalnya, ketika alat musik bambu itu dibawa ke daerah dataran tinggi yang dingin, ketika ditabuh suaranya pasti berubah. I Ketut Daton, seniman tabuh Jegog dari Desa Kaliakah, ditemui beberapa waktu lalu juga mengakui sulitnya memperoleh bahan bambu petung itu. Saat ini untuk mencari bambu yang berukuran besar tidak lagi bisa diperoleh di Jembrana. “Tiing Petung hanya masih bisa diperoleh di Tabanan, itupun kualitasnya tidak sekuat bambu dulu,” terangnya. Namun untuk bambu jajang atau santang (lebih kecil) untuk suwir, kantil dan barangan masih bisa diperoleh. (olo) KESULITAN BAMBU – Sejumlah seniman memainkan alat musik Jegog. Saat ini para seniman dan khususnya perajin mengalami dilema, karena sulitnya mencari bambu di daerah asal Jegog sendiri.
Bupati Tegaskan Tak Larang Pasien JKN Dirujuk ke RS Swasta
Negara (Bali Post) Mulai bertambahnya RS swasta yang melayani rujukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ditanggapi positif pemerintah daerah. Bahkan, Bupati Jembrana I Putu Artha mempersilakan seluruh masyarakat Jembrana peserta JKN memilih rujukan di RSU mana saja yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, termasuk RS swasta. Apalagi saat ini kepesertaan JKN di Jembrana sudah mencapai 99 persen dari total jumlah penduduk. Bupati Jembrana I Putu Artha, Jumat (15/2) kemarin, mengakui pihaknya sempat menerima keluhan dari sejumlah rumah sakit swasta di Jembrana mengenai proses rujukan faskes puskesmas yang diarahkan ke RSU Negara saja. Padahal sejatinya tidak ada kebijakan pemerintah maupun aturan yang mengharuskan seperti itu. Bupati menegaskan siapa pun masyarakat yang sudah terlayani JKN untuk memilih rujukan yang terbaik, termasuk bila pilihannya ke RSU swasta. “Silakan memilih faskes rujukan yang kualitas pelayanannya
terbaik. Tidak ada kami mengarahkan seperti itu dan tidak ada aturannya,” terangnya. Bupati juga mengaku telah memanggil Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana dr. I Putu Suasta untuk jangan mengeluarkan kebijakan dan semestinya harus lapor ke Bupati dulu. “Setiap membuat komitmen atau statemen harus izin dulu (ke pimpinan),” tegas Artha. Apa pun latar belakang masyarakat peserta JKN, baik penerima bantuan iuran (PBI) dan non PBI, tidak boleh diarahkan
Bali Post/kmb26
PENGENALAN – Sejumlah anak usia dini di salah satu TK di Jembrana menaiki alutsista yang dimiliki Yonif Mekanis 741/GN, Panser Anoa. Upaya ini sebagai bentuk pengenalan kepada masyarakat
Kunjungi Markas Yonif 741/Garuda Nusantara
Anak-anak TK Dikenalkan Alutsista dan Naik Panser
Negara (Bali Post) – Puluhan anak Taman Kanak-kanak (TK) mendatangi Markas Batalyon Infanteri Mekanis 741/Garuda Nusantara, Jumat (15/2) kemarin. Anak usia dini dari salah satu TK di Kabupaten Jembrana ini selain untuk pengenalan Yonif, juga tentang satuan dan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dimiliki oleh Yonif Mekanis 741/GN. Anak-anak dikenalkan terkait senjata dan kendaran tempur Panser Anoa 2 AP. Tidak hanya mengenalkan alutsista saja, para calon penerus bangsa ini juga mengikuti games yang membuat anak-anak jadi terhibur dan gembira. Setelah kegiatan pengenalan satuan dan alutsista selesai, puluhan anak-anak itu juga ikut mencoba menaiki Panser Anoa 2 AP dan berkeliling lapangan
Batalyon Infanteri Mekanis 741/Garuda Nusantara. Dansi Intel Serka Dedi Mulyadi mewakili Danyon 741 mengatakan kegiatan teritorial ‘’Joyride’’ dengan peserta para anak usia dini ini merupakan pengenalan kepada masyarakat terkait Yonif. Mulai dari tugas dan fungsi, serta alutsista yang dimiliki. Tanpa mengesampingkan keramahan, kenyamanan dan dibalut dengan kegiatan-kegiatan yang membuat anak-anak merasa senang. Komang, salah satu guru yang mendampingi mengungkapkan kesan yang dirasakan anak-anak dan para guru, ternyata tentara itu tidak hanya jago perang melainkan juga ramah pada masyarakat. Pihaknya berharap dengan upaya yang dilakukan ini bisa lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. (kmb26)
harus ke RSU Negara. Bila itu dilakukan, dikhawatirkan RSU Negara tidak akan memiliki motivasi bersaing dengan rumah sakit yang lain (swasta). “Kalau pelayanannya sudah bagus, pasti akan dicari,” tambah Bupati Artha. Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Singaraja Elly Widiani mengatakan, terkait pelayanan faskes rujukan tidak ada aturan yang mengatur harus ke salah satu RSU, walaupun RSU daerah. Diakuinya, pihaknya sempat menerima keluhan semacam itu dari rumah sakit swasta. Jumlah
pasien BPJS Kesehatan ke RSU swasta sedikit. Namun setelah pihaknya melakukan sharing ke Dinas Kesehatan dan pimpinan daerah, tidak ada aturan tertulis seperti itu. Semestinya memang antara RSU swasta dan daerah bisa sama. Apalagi dari data per Februari 2019, kepesertaan JKN masyarakat Jembrana paling tinggi di Bali. Yakni mencapai 99 persen sehingga upaya Universal Health Coverage (UHC) sudah terpenuhi. Dari 326.092 jiwa, sudah 323.023 jiwa menjadi peserta JKN. Hanya sekitar 3.069 orang yang belum. Jembrana juga memiliki berbagai faskes mulai tingkat pertama, klinik pratama hingga RSU. Untuk puskesmas 15, DPP 15, dokter gigi 4, klinik TNI/Polri 2, klinik pratama 1, RSU swasta 3 dan satu RSU Pemerintah. (kmb26)
Bali Post/kmb26
IRD - Salah satu layanan IRD di RSU Negara yang sempat disebutkan sebagai rujukan utama bagi pasien JKN yang ditanggung pemerintah. Namun kini Bupati Artha menegaskan siapa pun masyarakat peserta JKN dipersilakan memilih faskes yang terbaik termasuk RS swasta
Artha-Kembang Berbagi Kasih Peringati HUT Ke-3 Kepemimpinannya
MEMASUKI HUT ke-3 Kepemimpinannya periode II, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Ny. Ari Sugianti dan Sekda I Made Sudiada beserta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Jembrana berbagi kasih yang diawali dengan menyerahkan bantuan kepada wanita rawan sosial ekonomi sebanyak 60 orang di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno usai melaksanakan senam bersama, Jumat (15/2) kemarin. Usai dari GKBK, Bupati Artha mengunjungi Pasar Umum Negara guna menyerahkan bantuan celemek kepada sejumlah pedagang sebagai sarana berjualan. Kesempatan itu juga dimanfaatkan untuk berbincang santai dengan sejumlah pedagang, sembari mendengarkan berbagai aspirasi maupun keinginan mereka. Artha berharap bantuan celemek itu bisa digunakan pedagang saat melayani pembeli agar lebih bersih serta sehat. Tak hanya
berhenti di situ, berbagi kasih pun dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Negara dengan bagi–bagi bingkisan berupa parcel kepada pasien kelas III termasuk pasien yang baru melahirkan.
Di sela–sela kunjungannya, Bupati Artha mengatakan dalam memperingati HUT ke-3 Kepemimpinannya periode kedua, pada 17 Pebruari nanti, tak hanya diisi dengan berbagai hiburan,
BERBAGI KASIH – Bupati Artha menyerahkan bingkisan kepada pasien kelas III di RSU Negara dalam rangkaian HUT ke-3 Kepemimpinan Artha-Kembang (Abang) di periode II.
akan tetapi juga kegiatan sosial seperti bantuan bedah rumah, bedah warung maupun bantuan kemanusiaan bagi warga kurang mampu yang membutuhkan. ‘’Pada HUT kepemimpinan kali ini selain diisi dengan berbagai hiburan tetapi juga dengan berbagi kasih kepada masyarakat yang membutuhkan atau kurang mampu, dan ini rutin kita laksanakan tiap tahunnya,’’ ucap Artha. Melalui perhatian itu, Artha juga berharap bisa memberikan motivasi kepada
pasien agar terus semangat, cepat sembuh dan bisa beraktivitas kembali. ‘’Semoga melalui kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang menerima,’’ imbuh Artha. Sementara seorang ibu penerima bantuan, Made Murni, mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. ‘’Saya sangat berterima kasih kepada Pemkab Jembrana atas perhatiannya selama ini kepada kami maupun masyarakat Jembrana,’’ kata ibu yang baru melahirkan anak pertamanya tersebut. (ad541)
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Karangasem
11
Jebol, Jalan Utama Penghubung Selat-Rendang Amlapura (Bali Post) Akibat terus diguyur hujan lebat, membuat akses jalan utama penghubung antara Kecamatan Selat dan Rendang itu jebol. Kondisi itu membuat arus lalu lintas menjadi terganggu. Berdasarkan pantauan, jalan yang jebol itu mencapai empat meter. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, di lokasi jalan jebol itu telah dipasang police line. Itu dirancang agar pengendara mengetahui di tempat itu ada jalan jebol. Selain dipasangi police line, juga dipasangi satu drum warna merah, juga pelang berisi imbaun kurangi kecepatan. Pengendara yang datang dari arah Selat maupun Rendang bila berpapasan, harus ada salah satu yang menghentikan laju kendaraannya. Karena jalan itu tidak bisa dilintasi secara bersamaan. Salah seorang warga, Wayan Winarta, mengatakan jalan itu sudah jebol sekitar dua hari lalu. Sebelum jalan itu jebol, di wilayah Selat memang terus dilanda hujan lebat. “Jalan yang jebol itu lumayan parah. Pengguna jalan sedikit terganggu. Karena bila berpapasan terutama kendaraan roda empat harus ada yang mengalah,” ujarnya. Arus lalu lintas di jalur Selat-Rendang itu kata Winarta, memang padat. Ditambah lagi banyak truk galian C yang membawa material pasir, batu, koral melintas di jalur tersebut. Untuk itu, pihaknya hanya berharap jalan jebol itu bisa segera diperbaiki. “Kalau jalan milik kabupaten, harus dinas terkait di kabupaten berwenang
memperbaiki. Kalau jalan ini milik provinsi, provinsi yang bertanggung jawab membenahi. Bila tidak segera diperbaiki, maka jalan jebol itu akan bertambah parah. Apalagi sekarang hujan lebat masih terus berlangsung. Bila jalan itu terusmenerus diguyur hujan, maka bias-bisa jebolnya akan semakin melebar,” katanya. Kabid Bina Marga PURP Karangasem I Ketut Prama Budarta mengatakan, akses jalan yang jebol itu mi lik pemerintah provinsi. Sehingga yang bertanggung jawab memperbaiki jalan itu menjadi kewajiban provinsi. “Semoga jalan jebol itu dapat segera diperbaiki. Mengingat jalan merupakan akses utama warga,” katanya. (kmb41)
JALAN JEBOL - Akses jalan penghubung Selat - Rendang jebol sehingga menyulitkan arus lalu lintas dari kedua arah.
Bali Post/kmb41
Karangasem Jadi Tuan Rumah Festival Kelapa Internasional
Bali Post/kmb41
SIDANG TUNTUTAN - Nengah Rumana saat kembali menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Karangasem, Jumat (15/2) kemarin.
Rumana Dituntut Dua Bulan Penjara Amlapura (Bali Post) Setelah menjalani beberapa kali sidang, Jumat (15/2) kemarin oknum perbekel yang tersangkut kasus pelanggaran pemilu kembali menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Karangasem. Dalam sidang tuntutan tersebut, Rumana dituntut dua bulan penjara dan juga denda Rp 2 juta subsider satu bulan. Sidang itu dipimpin Gede Putra Astawa, dengan anggota Gusti Putu Yastriyani dan Ni Made Kushandari. Pada pembacaan surat tuntuntan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Made Santiawan, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana umum. Pasalnya, ada tindakan sengaja terdakwa itu menguntungkan salah satu peserta pemilu. Seh-
ingga sangat rasional dan memenuhi unsur hukum, menuntut terdakwa Nengah Rumana dengan pidana penjara selama 2 bulan dan denda Rp 2 juta subsider 1 bulan kurungan. Kuasa hukum terdakwa, Komang Artawan, merasa keberatan dengan tuntutan JPU itu. Artawan tetap menyatakan kliennya itu tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah bersalah melakukan tindak pidana yakni dalam wujud melakukan kampanye di Masjid Jami Al-Abror. Karena itu, pihaknya meminta agar kliennya Nengah Rumana, dibebaskan dari segala tuntutan hukum. Selain itu, juga agar nama baik terdakwa dipulihkan karena selama ini sudah tercoreng. Sidang akan dilanjutkan 18 Februari 2019, dengan agenda pembacaan putusan. (kmb41)
KABUPATEN Karangasem mendapat kehormatan sebagai tuan rumah ajang Festival Kelapa Internasional ke-3 tahun 2019. Sebagai persiapan, Jumat (16/2) kemarin telah dilaksanakan rapat pemantapan koalisi pemerintah kabupaten dengan daerah-daerah sebagai penghasil kelapa atau Kopek di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Rapat itu dihadiri Ketua Umum Kopek Bupati Gorontalo Prof. Dr. Nelson Pomalingo, M.Pd., Forkompida Kabupaten Karangasem, Bupati Indragiri Hilir H. Muhammad Wardan, Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Safrial, M.S., Bupati Agam Indra Carti, Bupati Kepulauan Sula Hendrata Thess, Bupati Buol Amirrudin Rauf, Bupati Maluku Tenggara Barat Petrus Fatolon, Bupati Penajam Paser Utara H. Abdul Gafur Mas’ud, S.E. dan perwakilan bupati lainnya serta Direktur International Coconut Community (ICC) yang diwakili Alit Firmansah, Direktur World Coconut Center yang diwakili Mr. Jeremy Hick, Direktris Multistrada Agro International Dr. Kartika Diananingsih, Direktur Executive Sawit Watch Inda, Ketua Umum HIPKI (Himpunan Industri Pengolah Kelapa Indonesia) Rudy Handiwijaya, Direktur Politani Samarinda Dr. Hamka Nukaya, S.TP., M.Sc., Sekda Kabupaten Karangasem, Tim Ahli, Staf Ahli, Asisten dan seluruh OPD lainnya. Acara itu dimeriahkan tarian Puspa Redaya dan pemukulan gong tanda pembukaan rapat oleh Ketua Umum Kopek. Rapat pemantapan koalisi pemerintah kabupaten penghasil kelapa atau Kopek itu dibuka Ketua Umum Kopek Nelson Pomalingo sekaligus Bupati Gorontalo didampingi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Pada acara itu hadir di antaranya Bupati Indra Giri
Hilir, Bupati Agam, Bupati Kepulauan Sula, Bupati Buol, Bupati Maluku Tenggara dan sejumlah perwakilan bupati anggota Kopek se-Indonesia International Coconut Community World Coconut Centre dan pengusaha kelapa di Indonesia. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan luas wilayah Karangasem 83.954 hektar terdiri dari 8 kecamatan 78 desa/kelurahan 190 desa pakraman. Dengan luas sawah 7.151 hektar dan sisanya merupakan lahan kering seluas 67.569 hektar. Jumlah tanaman kelapa sampai tahun 2017 di Karangasem tercatat 18.290 hektar. Kelapa itu akan terus dikembangkan. Seperti jenis kelapa-kelapa eksotik yakni genjah dan kelapa upacara. Tahun 2017 sudah ditanam
kelapa seluas 150 hektar. Sedangkan tahun 2018 seluas 250 hektar dan tahun 2019 akan ditanam lagi 200 hektar. Sejatinya kelapa telah menjadi bagian penting masyarakat Bali dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk keperluan adat dan agama. ‘’Mengatasi ketersediaan kelapa itu sejak 2017 Pemkab Karangasem telah mencanangkan kegiatan penanaman sejuta kelapa genjah. Seperti kelapa genjah orange Bali, kuning, kelapa salak, kelapa kopyor, entog dan yang lainnya. Ke depannya kami akan terus berusaha memperbaiki agribisnis kelapa itu terutama sektor hilirisasi kelapa dengan konsep pengolahan kelapa sistem zero waste. Artinya semua komponen kelapa itu bisa diolah dan dapat menghasilkan nilai tambah,’’
ujar Mas Sumatri. Ketua Umum Kopek Nelson Pomalingo menyambut baik bergabungnya Kabupaten Karangasem di Kopek ini. Karangasem akan menjadi contoh sinergi apik pertanian kelapa dan pariwisata. Karangasem juga akan menjadi museum hidup kelapa di Indonesia. ‘’Festival Kelapa Internasional ke-3 di Karangasem ini akan berlangsung tanggal 4-7 September mendatang,’’ katanya. Pomalingo menambahkan, Festival Kelapa Internasional yang ke-3 di Karangasem ini tentunya sangat berbeda dengan pelaksaan Festival Kelapa Internasional yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Hal itu disebabkan Festival Kelapa Internasional kali ini akan dikolaborasikan dengan Festival Subak Karangasem, yang su-
dah ada sebelumnya dan sudah terbukti sukses. Bedanya Festival Kelapa Internasional yang ke-3 di Kabupaten Karangasem ini akan menampilkan gelar teknologi dari berbagai komoditi hortikultura, tanaman pangan, peternakan, perikanan dan berbagai varietas kelapa lokal Indonesia, kelapa genjah Indonesia dan yang paling spesial adalah kelapa upacara (kelapa maadan). Gerakan menanam kelapa maadan ini mendukung program Taman Bumi Banten Pemerintah Provinsi Bali. Keberadaan kelapa di Bali sesungguhnya sangat sakral. Alasannya, kelapa itu dipergunakan sebagai material upakara penting sebagai persembahan banten suci di pura dan upacara-upacara penting lainnya untuk adat dan agama di Bali. (ad551)
RAPAT KOPEK - Rapat pemantapan koalisi pemerintah kabupaten penghasil kelapa atau Kopek dibuka secara resmi Ketua Umum Kopek Nelson Pomalingo sekaligus Bupati Gorontalo didampingi Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri.
KPPS Bisa Hentikan Pencoblosan Saat Pemilu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, KPU Karangasem bersama BPBD Bali serta BPBD Karangasem melaksanakan rapat koordinasi terkait skenario pencoblosan bila Gunung Agung erupsi. Rakor itu digelar di Posko Induk Pasebaya Agung di Desa Duda Timur, Selat. Alasannya, saat ini, status gunung tertinggi di Bali itu masih level III (Siaga - red) dan kapan saja bisa terjadi erupsi. Lalu, bagaimanakah solusi efektif dari rakor untuk mengatasi masalah itu?
Bali Post/kmb41
RAPAT KOORDINASI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali, KPU Karangasem bersama BPBD Bali serta BPBD Karangasem melaksanakan rapat koordinasi terkait skenario pencoblosan bila Gunung Agung erupsi, di Posko Induk Pasebaya Agung di Desa Duda Timur, Selat.
RAPAT koordinasi itu dihadiri Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan dan anggota Komisioner A.A. Nakula. Hadir juga Kepala Pelaksana BPBD Bali Made Rentin, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Ketua KPU Karangasem Gede Krisna Adi Widana dan jajaranya serta Ketua Pasebaya Agung dan sekretarisnya I Gede Pawana dan I Wayan Suara Arsana beserta sejumlah relawan. Ketua KPU Bali Dewa Gede Agung Lidartawan mengatakan kalau pihaknya telah
memiliki skenario jika terjadi erupsi besar manakala Pemilu berlangsung. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KPU Karangasem. “Saat ini, kita hanya memerlukan data penduduk di zona dengan radius bahaya 6 km,” ujarnya. Lidartawan menambahkan, warga pada radius terdampak itu, akan dilakukan pergeseran. KPU juga akan menyesuaikan. Termasuk melakukan pemindahan TPS. Ke mana TPS itu dipidahkan, direkomendasikan agar lokasi TPS itu harus representatif. KPU daerah, kata Lidart-
awan, juga tetap menyiapkan blangko A5 atau blangko pindah pemilih. Ini dilakukan untuk pengungsi mandiri yang pindah atau mengungsi ke kerabatnya. “Bila warga mengungsi bersama-sama bisa dilakukan pergeseran dengan pemindahan TPS,” katanya. Pejabat asal Bangli itu menjelaskan, bila saat pencoblosan, Gunung Agung itu erupsi besar maka pencoblosan di radius bahaya terdampak itu bisa dihentikan. Pihak yang berhak menghentikan pencoblosan itu berada di tangan Ketua KPPS di TPS setempat. “Yang bisa menghentikan dan melanjutkan kembali pencoblosan adalah Ketua KPPS setempat. Nantinya akan dibahas detailnya seperti apa. KPU juga akan datang ke 28 desa terdampak di lereng Gunung Agung,” tandas Lidartawan. Lebih lanjut dikatakan, sejatinya ia sempat mendapatkan masukan dari Kapolres Karangasem dengan TPS
Mobile. Hanya, hal ini sulit diwujudkan. Pasalnya, harus jelas pemilihnya dan juga siapa KPPS-nya. “Kita tetap bekerja sama dengan BPBD Karangasem, BPBD Bali, dan Pesebaya Agung, supaya pemilu di Karangasem tetap sukses dan berjalan aman,” tegas Lidartawan. Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana mangaku jika Pasebaya Agung siap berpartisipasi saat pelaksanaan pemilu nanti. “Kita Pasebaya siap menyukseskan pemilu ini,” katanya. Kalak BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa menjelaskan kalau PBPD Karangasem sudah punya sistem yang akan diambil jika terjadi erupsi. Metodenya menggunakan sistem pengungsian berbasis banjar. Mekanismenya, warga dipindahkan dari banjar satu ke banjar lainnya yang lebih aman. Dengan demikian, akan gampang melakukan pendataan. Termasuk soal TPS dan data pemilih di TPS tersebut. (nan)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Hasil Sidak Bupati Suwirta
Kafe Ditertibkan, Prostitusi Pindah ke Warung
Semarapura (Bali Post) Sejak Pemkab Klungkung serius memerangi praktik prostitusi, kafe remangremang terus diawasi bahkan ditutup paksa. Namun kini, praktik tersebut berubah bentuk menjadi prostitusi yang transaksinya dilakukan melalui warungwarung kecil di pinggir jalan sepanjang Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra Klungkung. Hal ini dibuktikan langsung Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat melakukan sidak bersama Satpol PP Pemkab Klungkung, Jumat (15/2) kemarin, menyasar warung-warung kecil di sepanjang jalur By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di Desa Negari. Ketika menginvestigasi salah satu warung yang dicurigai menjadi tempat prostitusi, PSK setempat dikatakan sempat berkelit. Dilihat dari luar, sekilas memang tidak nampak ada kegiatan prostitusi di tempat tersebut. Tetapi, Bupati Suwirta nekat masuk ke sejumlah kamar dan jeli hingga memeriksa tempat sampah. Rupanya, di antara tisu-tisu bekas di sana, ia nekat membuka satu per satu tisu tersebut. Ternyata di sanalah ditemukan sejumlah kondom bekas, yang diduga baru saja dipakai oknum pria hidung belang untuk berhubungan badan dengan PSK setempat. “Setelah ditemukan kondom, yang perempuan tidak bisa
mengelak lagi. Akhirnya, mengakui melakukan praktik prostitusi di warung tersebut,” tegasnya. Dia pun meminta perempuan itu, menghentikan seluruh kegiatan serupa dan pulang ke kampungnya. Sebab, Pemkab Klungkung sejak awal sudah berkomitmen untuk memberantas seluruh bentuk kegiatan prostitusi, guna menekan angka penderita HIV/AIDS yang belakangan meningkat di Klungkung. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bahwa memerangi praktik prostitusi tidak bisa dilakukan secara sporadis. Namun, harus berkelanjutan, sampai tidak ada tempat bagi PSK melanjutkan praktik
SOSOK Keselamatan Berlalu Lintas
MENJELANG puncak kegiatan Millennial Road Safety Festival di Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (17/2) besok, Polres Klungkung mempersiapkan diri dengan maksimal agar beban tugas berjalan lancar. Ini adalah momen membangkitkan kesadaran generasi muda agar tertib berlalu lintas di jalan raya guna mencegah dampak buruk kecelakaan lalu lintas. “Personel yang terlibat pengamanan agar langsung mengetahui di mana tempatnya bertugas, apa yang harus diperbuat dan kepada siapa harus melapor bila ada masalah,” terang Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana saat memimpin apel persiapan pengamanan di Mapolres Klungkung, Jumat (15/2) kemarin. Kapolres juga ingin memastikan kesiapan personel dan kendaraan yang digunakan saat pengawalan para peserta yang akan mengikuti kegiatan Millennial Road Safety Festival. Demikian juga beberapa arahan terkait pelaksanaan di lokasi dan parkir yang disiapkan untuk peserta dari Polres Klungkung. “Saya ingin acaranya lancar, tidak ada teguran apa pun dari pimpinan satuan atas,” tegasnya. Kapolres kembali mengingatkan agar beramai-ramai bersama keluarga hadir dalam puncak kegiatan Millennial Road Safety Festival untuk Polda Bali. Millennial Road Safety Festival merupakan kampanye keselamatan berlalu lintas yang secara spesifik ditujukan pada kelompok milenial yang berusia 17-35 tahun. “Kami ingin generasi muda milenial bisa membudayakan tertib lalu lintas,” katanya. Pihaknya mengajak generasi milenial untuk mengutamakan keselamatan dengan tertib lalu lintas di jalan raya. Sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi muda atau generasi milenial. Apalagi, setelah melihat para korbannya adalah generasi muda, pada usia milenial. Pihak kepolisian ingin menjadikan generasi muda sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. (gik)
esek-esek di seluruh wilayah Klungkung. Bupati Suwirta mengaku sejak awal sudah mencurigai adanya perubahan bentuk pelayanan seks bebas, setelah semua kafe esek-esek di seluruh Klungkung, hingga ke Kepulauan Nusa Penida dilakukan penertiban besarbesaran. “Ternyata, tidak hanya kebijakan pemerintah yang berinovasi. Praktik prostitusi juga berinovasi,” kata Bupati Suwirta usai sidak di Desa Negari. Melihat hasil ini, pihaknya berjanji akan terus mengawasi sebaran PSK yang sebelumnya bekerja di kafekafe, agar tidak membuka praktik serupa di tempat lain. Pihaknya juga akan
terus menelusuri opsi-opsi lain yang dilakukan PSK tersebut. “Kami akan datangi warung-warung yang lain. Kecurigaan kami, warung lainnya juga begitu. Tunggu saja. Kami tahu, mereka juga memikirkan cara lain agar bisa bekerja lagi. Tetapi, saya siap menindak sampai tidak ada tempat berpraktik seperti itu lagi,” tegas Bupati Suwirta asal Ceningan ini. Sebelumnya, Bupati Suwirta menggebrak seluruh kafe untuk menutup praktik prostitusi sampai menimbulkan banyak komplain dari para pemilik kafe. Mereka diminta untuk mengubah fungsi kafe plus prostitusi menjadi kafetaria biasa dengan batas jam buka sampai pukul 22.00 Wita. Jika tidak, para pemilik itu, tidak akan pernah lagi memperoleh izin dari pemerintah daerah. Kebijakan seperti ini ditegaskan Bupati Suwirta, semata-mata untuk melindungi masyarakat Klungkung dari penyakit menular HIV/ AIDS, khususnya generasi muda. (kmb31)
Bali Post/kmb31
TEMUKAN KONDOM - Bupati Suwirta saat menemukan sejumlah kondom habis pakai yang terbungkus tisu di tempat sampah.
Jelang Pemilu, FKUB Minta Waspadai Isu Intoleransi Semarapura (Bali Post) Isu agama kerap digunakan sebagai alat memecah kebinekaan warga. Ini membuat warga yang berbeda dasar keyakinan rentan tersulut perpecahan. Dalam menyambut momen pemilu serentak 2019, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali meminta umat beragama mewaspadai gerakan isu intoleransi ini, agar mampu menciptakan suasana pemilu yang aman, damai dan lancar.
Demikian terungkap dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klungkung di Ruang Rapat Kantor Kementrian Agama Klungkung, Jumat (15/2) kemarin. Wakil FKUB Bali yang hadir dalam kesempatan itu, Gusti Made Ngurah, mengingatkan bahwa saat ini masyarakat masih sangat rentan dengan isu-isu intoleransi hingga radikalisme. Jangan sampai masalah
intoleransi ini ditunggangi pihak tertentu yang membawa misi perpecahan di tengah masyarakat. Terlebih menjelang momen Pemilu 2019. Sehingga, ia mewanti-wanti agar momen seperti ini tentunya sangat tepat bila dimanfaatkan oleh mereka yang bersentuhan langsung mengawal kerukunan umat beragama, untuk menyusun sebuah upaya dalam merawat dan mempererat kerukunan. ‘’Kerukunan itu
suatu hal yang sangat penting dan bersifat dinamis. Salah satu cara merawat kerukunan, yakni dengan selalu bermusyawarah. Kerukunan itu harus dijaga, diperlihara dan dikembangkan,’’ ujar Gusti Made Ngurah. Ketua Panitia Muskab Ketut Ardana menjelaskan, agenda ini mengevaluasi dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban Pengurus FKUB terdahulu, memilih ketua dan anggota FKUB
Terkait TOSS
Pemkab Matangkan Lagi Kerja Sama dengan STT PLN PROGRAM inovatif Pemkab Klungkung Tempat Olah Sampah Sementara (TOSS) sudah ditetapkan ke dalam Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. Sebelumnya, Inovasi TOSS ini merupakan kerja sama antara Pemda Klungkung, STT PLN, IP dan PLN menyangkut penelitian, pengembangan, sosialisasi, pendampingan, konsultasi, pengelolaan, dan pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan. Hasil olah sampah melalui TOSS yang dapat menghasilkan pelet ini nantinya bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor memasak manual dan juga bisa digunakan sebagai pembangkit listrik dengan gastifire serta gasnya bisa digunakan langsung untuk kompor gas. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam pertemuannya dengan pihak terkait, Jumat (15/2) kemarin, menyampaikan perlunya mematangkan lagi kerja sama yang sudah dibuat. Bupati Suwirta meminta Sekolah Tinggi Teknik-PLN (STT PLN) menyusun perencanaan agar TOSS bisa meraih penghargaan lagi. Terobosan yang telah disiapkan yakni ke depannya pemkab akan menyediakan
tanah tiga hektar. Di tempat tersebut akan dibuat pengelolaan sampah melalui recycle, selain menghasilkan pelet juga ada pupuk anorganik kyiosaki sehingga TOSS akan menjadi sesuatu yang luar biasa. “Hari ini, kami lebih mematangkan lagi TOSS yang sudah jadi barang, di mana sudah mendapatkan penghargaan benar-benar bisa menjadi sesuatu yang lebih luar biasa,” Ujar Bupati Suwirta Bupati Suwirta juga berharap ke depannya STT PLN bisa mendata berapa ton sampah yang masuk ke klungkung dan berapa ton sampah yang dihasilkan menjadi pelet, sehingga pemerintah bisa meningkatkan mesin yang lebih besar. “Tetap mantapkan koordinasi- koordinasi dengan STT PLN, Indonesia Power dan PLN sehingga program inovasi ini lebih matang,” imbuh Bupati Suwirta Arif Hidayat dari STT PLN mengatakan siap mendukung dan mematangkan lagi inovasi TOSS ini, sehingga apa yang diinginkan Pemkab Klungkung tetap menjadi kebanggaan masyarakat Klungkung dengan slogan “Dari Klungkung untuk Indonesia”. (ad 545)
USAI PERTEMUAN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai pertemuan dengan pihak STT PLN terkait perencanaan program TOSS ke depan.
TOLERANSI - Salah satu wujud toleransi antarumat beragama yang masih utuh di Klungkung terlihat dalam kegiatan festival nyurat aksara Bali di depan Monumen Puputan Klungkung, belum lama ini. Dalam menyambut momen pemilu serentak 2019, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali meminta umat beragama mewaspadai gerakan isu intoleransi, agar mampu menciptakan suasana pemilu yang aman, damai dan lancar.
Klungkung periode 2019-2024, serta menyusun program kerja lima tahun dan rekomendasi. Hadir dalam kesempatan itu para pimpinan lembaga umat beragama, utusan dari masing-masing umat beragama berjumlah 37 orang, Pengurus FKUB sebelumnya, Dewan Penasihat, dan wakil FKUB Provinsi. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat hadir di tengah muskab juga menegaskan bahwa agama harus steril dari kepentingan politik. peran FKUB sebagai salah satu pilar penting agar senantiasa mengembangkan kedamaian dan kerukunan. Sehingga penting bagi FKUB untuk melakukan berbagai upaya untuk meredam setiap potensi konflik yang disebabkan karena isu intoleransi. ‘’Memelihara kerukunan sejak awal di tengah rentannya potensi konflik, jauh lebih tepat daripada bertindak setelah kekhawatiran itu terjadi,’’ tegas Bupati Asal Ceningan ini. Indonesia dengan ratusan suku bangsa dengan agama yang berbeda-beda, tetapi tetap dengan tujuan sama, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Demikian juga dengan di Klungkung juga sama, dengan kondisi warga dari berbagai daerah dan beda agama. ‘’Perbedaan bisa dikelola. Ini akan menjadi sebuah kekuatan dalam membangun daerah. Tetapi, apabila perbedaan ini tidak dikelola dengan baik, apalagi di biarkan berjalan liar tanpa ada yang mengendalikan, tentu akan menjadi sesuatu yang mengancam proses pembangunan itu sendiri,’’ ujar Bupati Suwirta. (kmb31)
Program Bedah Desa Pemkab Klungkung Dilirik Pemkab Ponorogo PROGRAM inovasi Pemkab Klungkung yakni Bedah Desa menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Kabupaten yang posisinya berada paling barat dari Provinsi Jawa Timur ini ingin mengetahui dan mempelajari lebih dalam program inovasi gagasan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dengan melakukan studi tiru ke Kabupaten Klungkung, Jumat (15/2) kemarin. Program Bedah Desa menjadi perhatian banyak pihak, karena sejak dirintis Bupati Suwirta, telah banyak menjawab tuntas persoalan setiap desa. Melalui program ini, pemerintah daerah menggali setiap persoalan, menindaklanjutinya langsung oleh OPD terkait sehingga persoalan langsung tereksekusi. Program ini pun berjalan dengan konsisten menyasar seluruh desa agar penanganan permasalahan tertangani dengan baik dan terintegrasi. Program ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Suwirta, menyelesaikan persoalan sampai ke akarakarnya. Rombongan dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ponorogo Agus Pramono, diterima Sekda Kabupaten Klungkung I Gede
Putu Winastra di ruang rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Klungkung. Hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana Wayan Suteja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan A.A. Ngurah Kirana,
Dinas Pariwisata Klungkung dan instansi terkait. Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra di hadapan rombongan menjelaskan gambaran umum Kabupaten Klungkung. Kabupaten dengan empat kecamatan dan satu-satunya kabupaten yang memiliki wilayah kep-
ulauan ini telah berhasil meraih berbagai penghargaan. Di bawah kepemimpinan I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta selaku bupati dan wakil bupati, Kabupaten Klungkung menciptakan berbagai program inovasi yang beberapa di antaranya telah diakui secara nasional.
STUDI TIRU - Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra saat menerima cenderamata dari Pemkab Ponorogo, Jawa Timur yang melakukan kunjungan studi tiru terkait program pemerintah yang telah berjalan di Kabupaten Klungkung.
Satu program inovasi yang diciptakan untuk mengetahui kondisi dan situasi di masyarakat adalah program Bedah Desa. Di hadapan rombongan, Sekda Putu Winastra menggambarkan program inovasi ini. ‘’Jadi, melalui bedah desa ini kita turun untuk menginventarisir permasalahan dan potensi di desa,’’ jelasnya di hadapan rombongan. Meski tidak serta merta bisa menyelesaikan masalah, tetapi melalui bedah desa setidaknya pemerintah mengetahui kondisi data dan fakta di lapangan. ‘’Penanganan masalah yang kita temui bisa dilakukan dengan skala penanganan jangka pendek, menengah, dan penanganan jangka panjang,’’ sebutnya. Sementara itu, Sekda Ponorogo Agus Pramono menyebutkan kunjungannya ke Kabupaten Klungkung adalah untuk melakukan studi tiru terkait program pemerintah yang telah berjalan di Kabupaten Klungkung. Beberapa program yang akan dipelajari yakni pengembangan desa wisata, pengelolaan BUMDes, penanganan sampah dan pemerintahan desa. ‘’Satu yang menarik yang ingin kami pelajari juga adalah program bedah desa ini,’’ sebutnya. (ad543)
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.08
Sardine Restaurant Looking for Hostess, Kitchen Cleaning Must Speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail : sardine@sardinebali.com
B.BP.141.02.19.0000537
Dcr penjaga kios kopi di Pantai Sanur Hub.087854015171 B.BP.004.02.19.0000442
Dibutuhkan: PT.Seven Dreams Nusa Penida Koordinator Lapangan (Korlap), Syarat: - Pria/30-50th - Minimal SMU CV kirim ke Email : contact7dreamsnp@gmail.com HP:082327774066 B.BP.001.02.19.0000269
Dibutuhkan Segera: PT Seven Dreams Nusa Penida,Supervisor, Teknik Bidang MEP. Syarat : - Pria / 30-50th - Berpengalaman min 3th CV kirim ke Email : contact7dreamsnp@gmail.com HP.082327774066
B.BP.001.02.19.0000270
!!!Dibutuhkan Sopir Pribadi. Umur 30-35thn,SIM.A,Bw lamaran langsung ke Jl.Prof.IB.Mantra No.89 Whatsapp.08873318173
B.BP.004.02.19.0000526
Cari SPG Prmpuan,SMA Sederajat Max.25Th,utk Reso di Danau Tamblingan Sanur,087761524497
B.BP.004.02.19.0000342
Dcr Office Boy/Girl Max30Th Bs bawa Sepeda Mtr.Rajin & Jujur Bawa Lamaran ke Banoli Motor Jln.Buluh Indah No.75 DPS Telp:0361-411964-413964-418642
B.BP.001.02.19.0000470
Dcr Staff bs Komputer,Bhs Ing, Serius Bkrj Min.SMK Sdrjt, Bali Silver Sukawati 081239235236
B.BP.004.02.19.0000527
Dcr Tng Buka Psg Ban Mobil, Max.30Th Faslts:Gaji,Insentif,Mess Bawa Lamaran ke : Banoli Motor Jln.Buluh Indah No.75 Dps Telp:0361-411964-413964-418642 B.BP.001.02.19.0000469
Dcr sgr Accounting.PT.Bali Top Changer, min D3/S1 Akuntansi, Hub:087860605702/085737758573 Email:andri.bathonk@gmail.com B.BP.001.02.19.0000511
DIJUAL RUKO
DIJUAL RUMAH
SERVICE
SERVICE
Dcr Adm max.30th wnt CV.SIP Gatsu I/5, 081936550777/412288 B.BP.001.02.19.0000539
Dcr sgr Guru Wanita Lok.Bangli Max D1 Hub.082236571647
Dicari Marketing Hub:0361-485849/085101421578 B.BP.001.02.19.0000509
Dicari Sopir SIM B Hub:0361-485849/085101421578
B.BP.163.02.19.0000491
B.BP.001.02.19.0000508
Dcr: Digital Marketing.Sy:Male/ Female,Sarjana Komputer/Setara Paham Web Design,Aktif Sosmed, SEO/SEM,English.Lamaran + CV: official.balioffice@gmail.com
Dicari Sopir Truk Berpenglaman SIM B1,Jln Hayam Wuruk 244 Dps
B.BP.001.02.19.0000388
Dcr:Legal Drafter u/Law Office Syrt:Female/Male,Sarjana Hukum English(Oral/Written).Lam+CV: aya@vlobali.com / (0361) 759722 B.BP.001.02.19.0000387
Dcri Waiter Min Exp 1 Th, bisa Bahasa,Singgle,Pls Sent CV to anthonic@monsieurspoon.com or +62 819-9907-7316 B.BP.004.02.19.0000480
Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman.Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839 B.BP.001.02.19.0000533
Dibthkan Segera Waiter/ess, Orange T.Umar 48.(229551) B.BP.004.02.19.0000478
Dibutuhkan : 1.Accounting & Tax(Acct) 2.Warehouse Admin (WA) 3.QC Furniture&Handicraft (QC) 4.Packing Furniture & Handicraft(P).Berpengalaman Minim 2 Tahun Bahasa Inggris Minimum Pasif Kirim CV ke : info@asean-sourcing.com B.BP.004.02.19.0000529
B.BP.001.02.19.0000507
Distributor Bth: 1.Salesman/ Girl,Penghasilan ±10Juta 2.Sopir SIM B1 Jl.Bedahulu IV No.12 Dps/herryy.hr@gmail.com B.BP.004.02.19.0000532
Experience store Manager needed for fashion boutique in Nusa Dua area,Min 3yrs experiences,Female,Age Min 30yrs. CV:Pinkelevenbali@gmail.com B.BP.001.02.19.0000510
Office staff female needed for adv firm in Kuta, good English computer literate, max .27yo. Fresh graduate welcome. Send Application,Photo,CV to GM: vacancyforlife@gmail.com B.BP.004.02.19.0000524
Perusahaan Minuman Ternama Bth Asst.GA,Sales,Sopir.Gaji + Fas memuaskan.Hub.0361-466447 Jl.Tunjung Kuning No.1 Dps B.BP.001.02.19.0000476
Seminyak Restaurant is Looking For Dinning Manager Must Speak English Experienced Please Send Photograph and CV at Email : johndory2013@yahoo.com B.BP.141.02.19.0000536
PT.BCP Renon Bth Adm,Wnt,Mnrik Min.SMA / SMK. WA:08123690511
B.BP.004.02.19.0000531
Sgr Admin unt Kontraktor SMU/S1 Excel Words Jl.Pulau Galang No.28 Tlp.484670
B.BP.004.02.19.0000528
Travel Company looking For Reservation Staff, Female, Single,max 28 y.o,min 1 year experience,Good English,Send CV to :hrd@pactobali.com
B.BP.001.02.19.0000522
Urgently Needed HR Manager Male/Female,Max 45years Old Minimum 5years Experience in Simi liar Position has HR Certifed Good English Strong Leadership Please Send Your Update CV to diani.cahayu@aphic.id/9365999
B.BP.154.02.19.0000538
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
PT.Dipo Star Finance,Mits Mirage’16,L300’17,FE’71’18 dan FE74’14 Lihat Mobil 18-21 Feb Penawaran 22 Feb’19 Tlp.265007
B.BP.001.02.19.0000523
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
TOYOTA
Fortuner G Lux AT’2009 Hitam istimewa Hub.081337948889 B.BP.001.02.19.0000417
PROPERTY BUC-Griyaloka Tbn Uk.45/91m2 Rp.410Jt Nego, 081932236003
Dijual Tanah 7,3 are di Teras Ayung,Harga Istimewa,Hub. Pemilik Lgsg di 081916227770
B.BP.004.02.19.0000530
B.BP.001.02.19.0000327
Dijual Rmh KT4,KM3,KP1,Luas Tnh 1,55Are Jl.Bajataki V No.1 Dijual Rmh Luas Tnh 1Are ada Hal Blkg Jl.Mudutaki VI/Kav Hub.082340968266/087861762330
JualTanah SHM 30are,Lok Pantai Pasut-Kerambitan-Tabanan,Harga Bs Nego Hub.Ranti 081337759880
B.BP.001.02.19.0000460
Rmh 1,78M2 Puri Mumbul NusaDua Hrg750JtNego.Hb:081999441665 B.BP.001.02.19.0000517
RmhLT1,50M2,3KT,2KM,Grse.Jln P.Moyo I Gg.II/2:081236821880 B.BP.001.02.19.0000518
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
Avanza G’2011 Silver metalik Tgn 1, pribadi Hub.08123812253
PROPERTY
Lexus LX 570 F-Sprt Nov’14 Pth Mutiara KM41Rb Full Ori Air Susp Service Teknisi Lexus Tyt Dijamin Puas Langka(Unit di Dps) Hp:081999399566/0817561500
Djl Cpt Tnh 464m2 Jl.Puri Mertasari Hub.081280595906
B.BP.001.02.19.0000471
DIJUAL TANAH
Dijual Kav Anturan Buleleng DP 10% Bunga Krd 1% per bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.01.19.0000863
DIJUAL RUMAH
TOYOTA
B.BP.001.02.19.0000467
PROPERTY
DIJUAL TANAH
B.BP.004.02.19.0000535
Djl Tnh 1Are Jl.Batu Intan III Batubulan Hub.081338797212 B.BP.004.02.19.0000525
B.BP.001.02.19.0000515
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
BU.Dikont Rumah Jl.Waribang Gg.Bekul No.17 Dps 5KT,3Km,2GM L.2200WPDAMHub.081337628397 B.BP.001.02.19.0000148
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Dikontrakn Ruko 2Lt Jln.Gunung SalakN.22BAbasan085237077978 B.BP.001.02.19.0000519
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijl/kont Ruko 3Lt, Sisa 4 unit Jl.Mahendradata H.085237077978 B.BP.001.02.19.0000520
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.01.19.0001032
BANGLI
14
Sabtu Paing, 16 Februari 2019
Sukseskan TMMD di Desa Peninjoan
PROFIL
Bupati Made Gianyar Ikut Turun Tangan Ratakan Jalan
’’Refreshing’’ ke Kebun DI tengah kesibukannya menjalani aktivitas di lembaga pengawasan pemilu, Ketua Bawaslu Bangli I Nengah Purna selalu menyempatkan diri untuk refreshing. Bukan dengan pergi jalan-jalan ke tempat wisata seperti kebanyakan orang, melainkan menengok dan merawat tanaman jeruk dan kopi yang ada di kebunnya. “Kalau sudah ada waktu luang di hari libur seperti hari Minggu, biasanya saya selalu sempatkan diri ke kebun. Kalau sudah dapat lihat tanaman di kebun, pikiran jadi refresh lagi, jadi tenang,” kata pria asal Desa Pengotan Bangli ini, Jumat (15/2) kemarin. Sebagai anak petani, Komisioner Bawaslu kelahiran 1 Oktober 1972 ini mengaku sudah akrab dan terbiasa mengurusi tanaman di kebun sejak kecil. Memangkas dan menyemprot tanaman agar tetap tumbuh subur dan sehat menjadi aktivitas yang disukainya sedari kecil. Sebelum aktif di lembaga pengawasan, Purna juga gemar beternak sapi. Baginya beraktivitas di kebun sangat menyenangkan, di samping menghasilkan. “Sekarang karena pekerjaan lumayan padat, harus ngantor pagi dan kadang pulang malam, belum lagi kalau lembur, saya sudah tidak tidak bisa pelihara sapi lagi. Karena kalau pelihara lagsung harus punya waktu cari rumput setiap hari. Sekarang ke kebun kalau ada waktu luang saja,” ujarnya. Meski sejak kecil hobi berkebun, ayah empat anak ini mengaku tak pernah memiliki cita-cita menjadi petani sukses. Justru saat muda dirinya ingin menjadi perawat. Akan tetapi saat menempuh pendidikan dirinya malah mengambil jurusan pariwisata. “Setelah tamat sempat mengelola koperasi, sebelum kemudian mulai berkecimpung di lembaga pengawasan sejak tahun 1999,” kenang kakek satu cucu ini. (ina)
BUPATI Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., M.Kn. didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ir. I.B. Gde Giri Putra, M.M. dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangli, Jumat (15/2) kemarin, menghadiri Karya Bhakti Pra-Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku. Dalam kegiatan ini, Bupati Made Gianyar dan jajaran ikut turun tangan meratakan badan jalan dan membersihkan drainase. Turut hadir Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto, unsur TNI/ Polri dan ASN di lingkungan Pemkab Bangli serta masyarakat setempat. Made Gianyar mengatakan, sebagai bupati yang lahir dari desa, ia memiliki komitmen membangun desadesa di Bangli agar lebih maju. Oleh karenanya, saat pertama kali dilantik sebagai Bupati Bangli, ia membuat kebijakan membangun Bangli dari desa dan membangun desa dari keluarga, dengan berbagai program unggulan, seperti Gerbangdessigot, Gerbang Gita Santi, ADD yang besar dan hotmix masuk desa. Ia juga menyampaikan rasa bangganya karena program membangun Bangli dari desa yang sudah berjalan di Kabupaten Bangli sejak 2011,
diikuti oleh Presiden Joko Widodo melalui Nawacitanya yang nomor tiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dan membangun Indonesia dari desa. Diceritakannya, dulu program hotmix masuk desa sempat diragukan oleh beberapa pihak. Ternyata sekarang tidak hanya jalan kabupaten yang ada di desa yang sudah di-hotmix, tetapi juga jalan kabupaten yang ada di banjar-banjar. ‘’Dulu target saya hanya jalan kabupaten di desa dan jalan menuju kantor desa yang akan di-hotmix. Astungkara ternyata sekarang jalan antarbanjar juga sudah dihotmix. Saya jamin jalan desa dan kota di Kabupaten Bangli tidak ada perbedaan, semua di-hotmix,’’ terangnya. Bupati Bangli juga meminta masyarakat bisa membangun pola pikir yang baik dengan meminimalisasi kata tidak bisa. Ia mencontohkan, kalau dari awal masyarakat bilang tidak bisa, pasti jalan karya bhakti TMMD ini tidak akan pernah ada. Karena masyarakat bilang bisa, maka jadilah jalan TMMD hasil kolaborasi TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. ‘’Untuk kemajuan dan hal-hal yang baik, saya minta masyarakat hilangkan kata tidak bisa. Diajak ini tidak bisa, diajak itu tidak bisa. Mulai sekarang harus katakan bisa, bisa dan bisa. Kata tidak hanya untuk narkoba, kekerasan, terorisme, dan korupsi,’’ tuturnya.
RATAKAN JALAN - Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Sekda I.B. Gde Giri Putra ikut turun tangan meratakan badan jalan dan membersihkan drainase saat Karya Bhakti Pra-TMMD ke-104 di Desa Peninjoan, Jumat (15/2) kemarin. Made Gianyar menambahkan, konsep jalan yang dibangun melalui TMMD sekarang lebih lengkap. Karena setelah jalan dibangun, tidak berhenti sampai pada pemasangan batu gladak saja, tetapi sampai dilapen. Sementara itu, Dandim 1626 Bangli Letkol Cpn. Andy Pranoto mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang sudah mengikhlaskan tanahnya dijadikan akses
jalan TMMD. Setelah jadi nanti, jalan sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 5 meter ini akan memberikan manfaat yang besar untuk kemajuan perekonomian masyarakat Desa Peninjoan. Menurutnya, tujuan utama kegiatan TMMD bukan hanya menyasar pembangunan fisik jalan yang menghubungkan Banjar Tampuagan dengan Banjar Penarukan, tetapi bagaimana TNI bisa meles-
tarikan semangat gotong royong kepada masyarakat sebagai warisan leluhur. Gotong royong merupakan modal utama untuk bisa meningkatkan stabilitas di masing-masing wilayah. Karena alasan inilah, TNI terus melakukan TMMD, sebab sasarannya tidak hanya pembangunan fisik, tetapi tidak kalah pentingnya bagaimana menanamkan dan melestarikan semangat gotong royong. (ad544)
Tabrak Anjing, Perawat Patah Tulang
Bangli (Bali Post) – Seorang perawat mengalami patah tulang dan luka-luka pada bagian wajahnya, setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak seekor anjing yang tiba-tiba menyeberang jalan. Kecelakaan tersebut terjadi di jalur Susut menuju Bangli tepatnya di Banjar/Desa Tiga, Kecamatan Susut, Jumat (15/2) pagi kemarin. Peristiwa itu terjadi pukul 08.15 Wita. Kecelakaan berawal saat korban AAA Dian Kusuma Sari asal Desa Apuan hendak pulang ke rumahnya setelah tugas malam di Puskesmas I Susut. Saat melintas di jalan raya Kayuabua, korban yang mengendarai Scoopy DK 3326 PN tiba-tiba melihat seekor anjing nyelonong ke tengah jalan. Korban yang terkejut tak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan langsung menabrak anjing tersebut hingga membuatnya jatuh terpental. Kerasnya benturan mengakibatkan korban mengalami luka di bagian wajah, benjol di dahi, patah tulang di tangan kanan, serta patah gigi. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kecelakaan tunggal yang dialami perawat puskesmas tersebut sudah ditangani Unit Laka Lantas Polres Bangli. Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena korban kurang hati-hati mengendarai sepeda motor. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PENELOKAN - Sejumlah wisatawan menikmati parorama alam Gunung dan Danau Batur dari objek wisata Penelokan, Kintamani.
Diperpanjang, Waktu Pemungutan Retribusi Pariwisata di Kintamani
Bangli (Bali Post) –
Adanya aktivitas pemungutan retribusi yang dilakukan sekelompok orang dengan mengatasnamakan Badan Pengelola Pariwisata Batur Unesco Global Geopark (BUGG) terhadap wisatawan yang berkunjung ke Kintamani saat dini hari, diakui Direktur Badan Pengelola Pariwisata BUGG I Gede Wiwin Suyasa. Dia mengatakan pemungutan retribusi terhadap wisatawan di jalur Penelokan itu mulai dilakukan Badan Pengelola Pariwisata BUGG sejak Senin (11/2) lalu.
Bali Post/kmb40
CEK KORBAN - Petugas kepolisian mengecek kondisi korban kecelakaan tunggal yang dirawat di rumah sakit.
Dihubungi Jumat (15/2) kemarin, Wiwin Suyasa menjelaskan pemungutan retribusi terhadap wisatawan yang berkunjung ke Kintamani bukanlah hal baru, melainkan sudah ada sejak lama. Hanya, baru sejak 11 Februari lalu, pungutan retribusi mulai ditangani Badan Pengelola Pariwisata BUGG, setelah adanya penyerahan pengelolaan pariwisata Kintamani dan petugas pungut oleh Pemkab Bangli. Dikatakannya, sebelumnya pemungutan retribusi pariwisata di Kintamani ditangani langsung Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli. Karena keterbatasan kemampuan, pemungutan retribusi hanya bisa dilakukan Disparbud mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita. Kemudian sejak pengelolaan diserahkan ke Badan Pengelola Pariwisata BUGG, waktu pemungutan retribusi diperpanjang mulai pukul 01.00 hingga pukul 19.00. Ini dilakukan sebagai upaya mengoptimalisasi pendapatan daerah dari sektor pariwisata. “Sementara ini, upaya optimalisasi yang kami lakukan dengan memperpanjang jam buka loket.
Jadi, pemungutan retribusi ini bukan hal baru. Pelaksananya (petugas pungut) juga masih orang-orang yang sama,” jelasnya. Besaran retribusi yang dikenakan terhadap wisatawan yang berkunjung ke Kintamani masih tetap sama. Sesuai perda, wisatawan asing dikenakan Rp 30 ribu per orang, sedangkan wisatawan domestik Rp 15 ribu per orang. Mengenai lokasi pemungutan yang dipertanyakan sejumlah pelaku pariwisata lantaran dilakukan di pinggir jalanan menurun di Penelokan, Wiwin menyatakan
pihaknya saat ini sedang melakukan penataan, termasuk membangun pos pungut. Pemungutan retribusi juga tetap dilakukan di beberapa pos pungut yang sudah ada. “Di sana (Penelokan) sudah ada pos pungut, tapi barangkali masih dibangun,” ujarnya. Disinggung tentang pemungutan retribusi pariwisata di Kintamani tahun 2019, ia mengungkapkan sesuai harapan bupati, pihaknya di Badan Pengelola Pariwisata menargetkan bisa menghasilkan pendapatan Rp 15 miliar. Angka ini lebih besar Rp 4 miliar daripada tahun sebelumnya saat pengelolaan masih dilakukan Disparbud. Untuk mencapai pendapatan Rp 15 miliar per tahun, rata-rata dalam sehari Badan Pengelola Pariwisata harus bisa memungut retribusi Rp 20-25 juta. “Dari pukul 01.00
sampai 08.00 rata-rata 400 wisatawan yang kami bisa punguti retribusi,” ungkap Wiwin. Sebelumnya diberitakan, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengaku akan segera menggelar pertemuan dengan sejumlah instansi terkait untuk membahas keberadaan Badan Pengelola Pariwisata BUGG bentukan Bupati Bangli. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti aduan dari sejumlah pelaku pariwisata di wilayah Kaldera Batur, Kintamani, yang mempertanyakan adanya pungutan retribusi pariwisata dari sekelompok orang terhadap wisatawan dengan mengatasnamakan Badan Pengelola Pariwisata. Pungutan retribusi dipertanyakan lantaran dilakukan di pinggir jalan pada dini hari dan tanpa adanya sosialisasi. (kmb40)
Disdikpora Proses ’’Regrouping’’ Dua SD di Desa Dausa Bangli (Bali Post) – Rencana Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli meregrouping (menggabung) SD 3 Dausa dengan SD 1 Dausa di Kecamatan Kintamani, belum terwujud. Penyebabnya, masyarakat di Dusun Cenigan masih menginginkan kegiatan belajar mengajar di SD 3 Dausa tetap dilanjutkan, sampai seluruh siswa yang tersisa tamat sekolah. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Sute-
ja, Jumat (15/2) kemarin, mengatakan pihaknya merencanakan me-regrouping dua sekolah tersebut karena jumlah siswa di SD 3 Dausa sangat sedikit. Saat ini, sekolah yang berada di Dusun Cenigan itu hanya memiliki 12 orang siswa yang duduk di jenjang kelas berbeda. Minimnya jumlah siswa di SD tersebut karena daya dukung siswa yang ada sedikit. ‘’Populasi penduduk di Dusun Cenigan sangat kecil, sehingga hanya sedikit siswa yang
bersekolah di sana,’’ teranganya. Oleh karena jumlah siswa sangat minim, Suteja menilai pelayanan yang diberikan pihaknya menjadi kurang efektif. Menurutnya, untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada 20 orang di satu kelas dan dua siswa di satu kelas tidak ada bedanya. Di sisi lain, dalam memberikan pelayanan pendidikan, guru yang ada harus bolakbalik dari SD 1 Dausa ke SD 3 Dausa. ‘’Selama ini,
guru-guru di SD 1 Dausa bergilir mengajar ke SD 3 Dausa, karena hanya ada satu kasek dan satu GTT di sana. Jadi, hanya ada dua orang yang menetap di sekolah tersebut. Karena itu, kami rencanakan untuk regrouping,’’ katanya. Dalam proses regrouping yang sudah dilakukan sejauh ini, Disdikpora tidak serta merta bisa menyatukan kedua sekolah tersebut. Suteja mengungkapkan, masyarakat di Dusun Cenigan belum siap jika SD 3
Dausa di-regrouping. Alasannya, jarak menuju SD 1 Dausa cukup jauh. Masyarakat Cenigan masih mengharapkan kegiatan belajar mengajar di SD 3 Dausa tetap dilanjutkan sampai seluruh siswa yang tersisa tamat sekolah. ‘’Karena ada permohonan masyarakat agar sekolah itu tetap dilanjutkan, kami masih akan layani sampai seluruh anakanak di sana tamat. Kalau sudah tidak ada siswa lagi, kami akan lakukan regrouping,’’ ujarnya. (kmb40)
Nyoman Suteja
Bali Post/kmb40
15
Sabtu Paing, 16 Februari 2019 PUNIA PURA BESAKIH DOMPET PUNIA PURA BALI POST BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) I Nyoman Murtha Sindhu Dharmawan I Wayan Wendra Nyoman Adi Arnawa Tjok Bagus Wira Pe AA Kompiang Arian I Nyoman Budi Kert I Made Sudiarta I Ketut Sukanada I Gede AAN Noji Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp 1.000.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 250.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 55.555
Belajar Kelompok, Siswi SD Tewas Tenggelam Mangupura (Bali Post) -
Siswi SD kelas V, Ni Ketut Ferrari Valentibu Putri (11), meninggal setelah tenggelam di kolam renang Villa Cleopatra di Banjar Dawas, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Jumat (15/2) kemarin. Korban datang ke TKP untuk belajar kelompok.
Rp 3.305.555 Rp 2.050.000 Rp 5.355.555
PUNIA PURA LEMPUYANG LUHUR DOMPET PUNIA PURA BALI POST BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon di Wa ke no 081-658-1142) Ni Luh Gede Dwi Put Wayan Sukianten Ni Wayan Suryani Nyoman Adi Arnawa Anak Agung Kom I Nyoman Budi Kert Komang Juliana Put I Gede AAN Noji DH I Made Sudiarta I Ketut Sukanada Ida Bagus Kresna R Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya
Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp
500.000 500.000 500.000 500.000 200.000 100.000 100.000 100.000 100.000 100.000 50.000
Rp 2.750.000 Rp 4.500.000 Rp 7.250.000
PUNIA PURA DANG KAHYANGAN ER JERUK, SUKAWATI DOMPET PUNIA PURA BALI POST BCA CABANG DPS NO:040-3966000 (Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418) I Nyoman Budi Kert Rp 100.000 I Gusti Kade Agus Rp 50.000 Jumlah penerimaan hari ini Rp 150.000 Jumlah penerimaan sebelumnya Rp 2.150.000 Jumlah penerimaan seluruhnya Rp 2.300.000
Dari Hal. 1
Sabtu, 16 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 16:00 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:30 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Reigiusitas di Zaman Global (5) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Senam BL Bali Channel Tourist TV Kartun Aranya Kanda (2) Belajar Menggambar Menggambar Payung Galeri Musik Bali Channel Tourist TV Dharma Wacana Widya Jnana Kerthi Mepala Sukertaning Pemangku (1) Bali Channel Tourist TV Klip Bali DW TV Klip Bali Yowana Magz Juara Speech Contest SMA 2 Tabanan Parameter Lila Cita Sanggar Semara Ratih Kerobokan (2) Nangun Yadnya Karya Pujawali, Pura Dalem Siwa Gaduh, Klungkung Puja Trisandya Seputar Bali Malam Giliran Anda Orti Bali Satu Jam JEBRESS Classic Bali TV Lila Cita Calonarang Niscaya Lingga - Nircaya Lingga Pr. Dalem Bajangan Br. Kebon Nyitdah Tabanan (5) Berita dan Bincang Terkini Folk Song
Itu sebabnya dalam Ranperda tentang Desa Adat memuat Pasal 95 yang berbunyi, Perda No.3 Tahun 2017 tentang LPD tetap berlaku sepanjang belum ditetapkan perda yang mengatur tentang Labda Pacingkreman Desa. ‘’Kan solusi yang bagus ini yang saya tawarkan. Nanti suatu saat kalau sudah sadar, baru kita masuk. Kalau tidak, ya… biarin aja yang ada sekarang. Kan begitu maunya,’’ jelas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Pilihan tersebut akhirnya disepakati, karena dengan adanya Pasal 95 pada Bab XVIII tentang Ketentuan Penutup dalam Ranperda tentang Desa Adat, Perda tentang LPD (Lembaga Perkreditan Desa) tetap berlaku. Namun pasal itu juga bisa menjadi payung hukum jika kelak disepakati adanya perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa. Sebelum memberikan pilihan tersebut, Koster sudah menjelaskan bahwa perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa bukanlah untuk menghilangkan jejak sejarah. Melainkan untuk memperkuat posisi LPD ke
Bali Post/ist
LOKASI TENGGELAM - Di kolam ini Ni Ketut Ferrari Valentibu Putri tenggelam.
Dari Hal. 1 Kemudian, LPD mampu menyerap 8.000 pegawai dan 4.000 pengawas internal. Di sisi lain, LPD juga perlu menjaga kepercayaan masyarakat adat yang menaruh dana Rp 18 triliun di LPD. ‘’Jika ini kita abaikan maka yang paling rugi adalah krama adat Bali, bahkan kita bisa membuat krama adat Bali menjadi miskin kalau salah dalam memahami tentang LPD Bali,’’ ujarnya. Arnaya menambahkan, LPD saat ini terbagi menjadi tiga kelompok. Pertama, kelompok LPD besar yang asetnya di atas Rp 50 miliar berjumlah 90 LPD dan menguasai 60 persen dari total aset LPD. Kedua, kelompok LPD dengan aset antara Rp
Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Anom Putu Gede Anom Dananjaya didampingi Kanitreskrim Iptu Androyuan Elim mengatakan, korban tinggal di Perumahan Dalung Permai Blok HH, Desa Dalung, Kuta Utara. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 17.00 Wita,’’ ujar Iptu Elim. Dari kesaksian Dian Sapta Maya Sari (33), korban merupakan teman anaknya. Korban datang ke vila tersebut untuk belajar kelompok. Namun, Dian sempat melihat korban berjalan menuju kolam. ‘’Waktu itu saksi (Dian) melarang korban untuk mandi mengingat kolamnya dalam dan airnya kotor,’’ tegasnya.
Menjaga Kepercayaan
10 miliar sampai Rp 50 miliar yang berjumlah tidak lebih dari 300 LPD. Ketiga, kelompok LPD dengan aset di bawah Rp 5 miliar yang jumlahnya hampir 900 LPD. ‘’Dari sisi kesehatan LPD, masih banyak yang perlu kita perbaiki karena tidak semua LPD dalam kondisi sehat. Masih perlu kita bangun bersama-sama,’’ jelasnya. Menurut Arnaya, pihaknya bersama BKS-LPD kini sedang membangun konsep Stiti Loka LPD Bali. Artinya, bagaimana menjaga, melindungi, mengayomi LPD Bali. Jika konsep ini bisa dipadukan dengan visi Gubernur, pihaknya meyakini LPD bisa menguasai Bali yang sesungguhnya.
‘’Ketika berbicara LPD, ada tiga komponen yang harus dilihat. LP-LPD, BKS-LPD, dan LPD. Tiga komponen ini adalah benang tridatu dari LPD Bali. Konsep kita menjaga LPD Bali adalah bagaimana LPD Bali itu modern, dinamis, tradisional, tetapi tetap mataksu sehingga taksu Bali terjaga dari LPD,’’ terangnya. Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan mengatakan, LPD saat ini membutuhkan adanya peningkatan kualitas SDM untuk IT dan pengembangan sarana kantor dalam blue print LPD lima tahun ke depan. Perbaikan kualitas, dikatakan, lebih penting ketimbang meributkan soal nama LPD. (kmb32)
Raperda Desa Adat
depannya. Mengingat, nama Lembaga Perkreditan Desa sejatinya lekat dengan nomenklatur perbankan. Saat ini, LPD memang dikecualikan dalam UU tentang LKM. Tetapi saat UU itu nanti dicabut, posisi LPD akan menjadi lemah bahkan hilang karena tidak memakai nama kearifan lokal dengan hukum adat. ‘’LPD masih bisa dikecualikan karena dia berada di rumah desa adat. Beda dengan Lumbung Pitih Nagari, namanya bukan nomenklatur perbankan tapi menggunakan nama kearifan lokal dengan hukum adat. Dia lolos ini, ada atau tidaknya UU LKM, dia tetap eksis,’’ jelasnya. Itu sebabnya, lanjut Koster, LPD mesti dikeluarkan dari ranah UU LKM agar bisa terus selamat ke depannya. Di sisi lain, LPD memang dibentuk dengan awig-awig dan pararem. Tetapi operasional dan tata kelolanya tidak menggunakan hukum adat. Hal ini pun dapat menjadi masalah, karena LPD suatu saat bisa digugat ke Mahkamah Agung. Kalau ada penyimpangan atau korupsi, maka yang memproses adalah Tipikor, Polda, dan Kejaksaan.
‘’Ini bahaya. Maka dari segi nama pun dia harus lebih aman menggunakan nama kearifan lokal berdasarkan hukum adat. Saya tawarkan namanya Labda Pacingkreman Desa. Tata kelolanya, operasionalnya juga menggunakan hukum adat,’’ terangnya. Koster berharap tidak ada lagi polemik yang muncul setelah adanya kesepakatan terkait LPD. Sebab, ribut-ribut soal LPD telah menutupi banyak materi penting dalam Ranperda tentang Desa Adat yang dirancang untuk memperkuat desa adat di Bali. Diwawancara terpisah, Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali I Nyoman Parta membenarkan pembahasan Ranperda tentang Desa Adat terganggu oleh polemik tentang LPD. Padahal,
LPD hanya bagian kecil dari persoalan yang diatur di dalam ranperda tersebut. Namun kini setelah ada titik temu, pembahasan ranperda bisa dilanjutkan kembali. ‘’Terlalu banyak hal yang sangat saya yakini akan memperkuat desa adat ke depan yang ada di dalam Ranperda Desa Adat ini. Cuma jadi kabur, jadi tidak kelihatan garagara polemik tentang LPD,’’ ujarnya. Parta mencontohkan materi Ranperda terkait Desa Adat sebagai subjek hukum. Materi ini dikatakan penting agar desa adat, salah satunya, tidak lagi dihantui oleh OTT Tim Saber Pungli. Kemudian menyangkut posisi harta-harta milik desa adat yang akan diatur dengan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). (kmb32)
Dari Hal. 1
arga. Setelah menjenguk Ani Yudhoyono, kedua tokoh Singapura beserta istri sempat berbincang-bincang dengan SBY, AHY dan EBY serta didampingi pula oleh Hatta Rajasa dan Dino Patti Djalal di ruangan transit. (ant)
Sahabat SBY
Pertemuan itu dikabarkan berlangsung secara kekeluargaan karena baik PM dan Wakil PM Singapura beserta istri merupakan sahabat SBY, Ani Yudhoyono dan kelu-
Setelah itu Dian menuju dapur untuk memasak. Dia kaget setelah mendengar teriakan anaknya kalau korban tenggelam di kolam. Dian langsung minta tolong kepada warga setempat. Seorang warga, I Gede Putu Atnyana (38), langsung nyemplung ke kolam, lalu mengevakuasi korban ke atas kolam. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Mangusada, Kapal, Badung. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. ‘’Jenazah korban langsung dibawa keluarganya ke Buleleng,’’ kata sumber. (kmb36)
WARUNG GLOBAL
Cari Alternatif Lain Penuhi Pasokan Listrik di Bali LAMA tak terdengar, proyek geothermal Bedugul kini mencuat kembali. Dengan dalih Bali akan mengalami defisit listrik pada 2024, maka harus segera dibangun pembangkit listrik untuk memenuhi pasokan listrik di Pulau Dewata. Pendengar Radio Global 96,5 FM kaget sekaligus khawatir alam Bali dikorbankan lagi akibat ulah proyek yang akan mengeruk perut bumi ini. Dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan langsung Global 96,5 FM, Jumat (15/2) kemarin, Kawan Global menyarankan agar mencari alternatif energi terbarukan lainnya yang lebih ramah lingkungan. Lalu apa saja yang diusulkan oleh Kawan Global, berikut rangkuman opini selengkapnya. Sebagai warga Hindu, Fera di Tabanan mengingatkan bahwa Pulau Bali ini sakral dan suci. Untuk itu diharapkan jangan sembarangan mengerjakan proyek apalagi sampai mengebor perut bumi. Ia khawatir seperti kasus Lapindo di Jawa. Sebaiknya mencari alternatif lain untuk memenuhi pasokan listrik di Bali. ‘’Serba salah.’’ Demikian Lilis di Tabanan. PLN harus berbuat apa sehingga Bali tak defisit listrik pada 2014 mendatang, sementara pemerintah menolak geothermal. Alternatif pembangit listrik lain itu harus dijelaskan, agar PLN tak merasa serba salah. Apalagi PLN sering kena umpatan. Ia menyarankan sebaiknya mendatangkan para ahli terkait hal ini, di mana bisa melakukan pengeboran sebagai pembangkit listrik yang dianggap tidak merusak lingkungan.
Febri di Denpasar menambahkan bahwa hal ini memunculkan dilema bagi PLN, satu sisi harus menyediakan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan. Ia setuju agar para ahli menengahi persoalan ini. Selama ini kebutuhan listrik Bali juga dipasok dari Jawa. Jika harus membuat pembangkit sendiri, Ari di Karangasem berharap agar membuat pembangkit yang ramah lingkungan misalnya dari sampah, diubah menjadi energi listrik atau lainnya. Ditambahkan Budiada di Tabanan, dengan dalih defisit listrik, Bali yang kecil ini mau dibor. Jangan korbankan alam, sebaiknya cari alternatif lainnya. Sementara Made Jujur di Tabanan mencurigai bahwa ada yang aneh ketika proyek geothermal ini muncul lagi, a d a y a n g ke r a s h a t i i ngin menggolkan proyek ini. (sikha p)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
SAbtu Paing, 16 Februari 2019
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Liga Eropa
Chelsea Redakan Tekanan Malmo – Chelsea merebut kemenangan 2-1 atas tuan rumah Malmo (Swedia) pada laga pertama babak 32 besar Liga Eropa, Jumat (15/2) pagi kemarin. Hasil ini meredakan tekanan pada pelatih Maurizio Sarri menyusul kekalahan memalukan 0-4 di Bournemouth dan 0-6 dari Manchester City di Liga Utama Inggris. Ross Barkley membawa Chelsea unggul pada tanda setengah jam dan Olivier Giroud menambahkan kedua pada menit ke-58. Malmo mendapat secercah harapan lewat Anders
Bali Post/afp
33 POIN – Julius Randle menyumbang 33 poin untuk New Orleans Pelicans.
Pelicans dan Knicks Akhiri Kekalahan
New Orleans Julius Randle membuat 33 poin dan 11 rebound, sedangkan Jrue Holiday mencetak 32 poin untuk New Orleans Pelicans ketika mengatasi Oklahoma City Thunder dengan skor 131-122 pada lanjutan kompetisi NBA, Jumat (15/2) kemarin. Kemenangan itu harus dibayar mahal oleh Pelicans karena Anthony Davis meninggalkan lapangan akibat cedera bahu pada akhir babak pertama. Tidak diketahui apakah cedera itu akan membuatnya absen dari pertandingan all-star NBA di Charlotte, North Carolina, pada Senin nanti. Davis selesai dengan 14 poin selama 15 menit bermain. Pelicans sebelumnya kalah delapan kali dalam 12 pertandingan menjelang istirahat tahunan dan laga all-star. ‘’Kami harus siap untuk yang ini, yang terakhir sebelum istirahat. Kami keluar dan berjuang keras melawan tim hebat,’’ ujar Holiday. Di kubu Thunder, Russell Westbrook melanjutkan penampilannya yang menakjubkan. Ia memperpanjang rekor liga dengan triple-double ke-11 berturut-turut dengan mencetak 44 poin, 14 rebound, dan 11 assist. Itu adalah kali ke-12 dalam karier Westbrook mencetak setidaknya 40 poin dalam triple-double. Itu menempatkannya di posisi kedua di bawah bintang Houston Rockets, James Harden, untuk poin triple-double 40 poin terbanyak dalam sejarah NBA. Selasa lalu, triple-double Westbrook melawan Portland Trail Blazers memperpanjang rekornya menjadi 10 pertandingan, mematahkan sembilan rekor beruntun Wilt Chamberlain pada 1968. Di tempat lain, Dennis Smith mencetak 19 poin ketika New York Knicks mengakhiri 18 kekalahan beruntun dengan kemenangan 106-91 atas Atlanta Hawks. Ini adalah kemenangan pertama mereka sejak 4 Januari ketika mengalahkan Los Angeles Lakers. ‘’Sudah lama kami mendapat kemenangan. Kami harus mengunci,’’ tegas Smith. Sementara itu, Orlando Magic mematahkan 13 kekalahan beruntun dengan menundukkan Charlotte Hornets 127-89. Terrence Ross menyumbang 21 poin untuk Magic. (ant/afp)
Christiansen setelah berhasil melewati kiper Kepa Arrizabalaga untuk bekal pada pertandingan kedua di Stamford Bridge pekan depan. Chelsea menghadapi Manchester United di Piala FA pada Senin nanti, sebelum menantang City lagi di final Piala Liga pada 24 Februari. ‘’Saya senang karena kami bermain dengan percaya diri. Ini tidak terlalu
mudah setelah pertandingan terakhir (dikalahkan City). Saya selalu percaya diri tetapi kadangkadang melakukan pendekatan yang salah sehingga harus berhati-hati di setiap pertandingan,’’ kata Sarri yang meninggalkan Gonzalo Higuain dan Eden Hazard di bangku cadangan, kepada BT Sport. Sebaliknya, Arsenal menderita kekalahan mengejutkan 0-1 dari tuan rumah BATE Borisov (Belarusia). Selain itu, strikernya Alexandre Lacazette dikeluarkan karena menyikut Aleksandar Filipovic pada lima menit tersisa yang membuatnya absen dari laga kedua di London. Gol tunggal kemenangan BATE dihasilkan Stanislav Dragun. Pelatih Arsenal, Unai Emery, kini hanya menang dua kali dalam sembilan per-
tandingan tandang terakhir.
Celtic Petualangan Celtic (Skotlandia) di Eropa tampaknya akan berakhir setelah di kandang sendiri kalah 0-2 dari Valencia. Denis Cheryshev dan Ruben Sobrino menyumbangkan gol untuk klub Spanyol ini untuk memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi enam pertandingan. Celtic yang diasuh Brendan Rodgers sekarang memiliki tugas berat pada pertandingan kedua di Spanyol, 21 Februari mendatang. ‘’Ini adalah kinerja yang mengecewakan. Ketika Anda melakukan sejumlah kesalahan yang kami buat dengan operan sederhana, Anda menjadi sedikit aman dan itulah kisah pertandingan kami. Malam ini kami memberi tekanan pada diri kami sendiri,’’ sebut Rodgers. Di tempat lain, Napoli memulai kehidupan tanpa pencetak gol terbanyak Marek Hams i k
Jakarta BNI 46 ke Final
GOL – Oliver Giroud (kiri) dan Ross Barkley mencetak gol kemenangan Chelsea atas Malmo.
Mitra Devata Kenang Sony Kawiarda
Mangupura Bali Post) – Mantan pemain sepak bola Bali yang bergabung dalam tim Legenda Mitra Devata melanjutkan petualangannya bertanding di wilayah Pulau Dewata. Kali ini mereka memilih berlaga melawan FC Penyarikan Nusa Dua di Lapangan Putra Perkanthi Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Rabu (13/2) lalu. Pertandingan persahabatan ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena Mitra Devata tidak diperkuat
pelatih merangkap pemain Made Sony Kawiarda yang telah berpulang pada 30 Januari lalu. Untuk mengenang rekannya yang mantan punggawa timnas ini, pemain Mitra Devata mengheningkan cipta sejenak menjelang laga. FC Penyarikan bermaterikan para pemain berusia 22 tahun. Bermain 2 x 40 menit, mereka yang unggul stamina harus mengakui keunggulan Mitra Devata dengan skor 1-8. Mitra Devata membuat tiga gol di babak pertama, sedangkan
lima lainnya plus satu-satunya balasan FC Penyarikan lahir di paruh kedua. Gol pembuka dan kedua Mitra Devata dibuat Anggo Julian. Selanjutnya Rafik Armawan mencetak tiga gol. Lewat serangan dari lapangan tengah, FC Penyarikan berhasil mempertipis ketinggalan menjadi 1-5. Gol keenam Mitra Devata lahir akibat bunuh diri pemain bertahan FC Penyarikan. Komang Mariawan menghasilkan gol ketujuh dan gol penutup Mitra Devata dipersembahkan Made Mutram. (022)
Satgas Antimafia Bola Geledah Apartemen Plt. Ketum PSSI
Jakarta (Bali Post) – Satgas Antimafia Bola menggeledah unit apartemen milik Plt. Ketua Umum (Ketum) PSSI Joko Driyono untuk mencari barang bukti terkait penyidikan kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional. ‘’Ya benar, penggeledahan di apartemen Saudara Joko Driyono,’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo melalui pesan singkat, Jumat (15/2) kemarin. Penggeledahan dilakukan Kamis (14/2) malam. Unit apartemen yang digeledah adalah Apartemen Taman Rasuna, Tower 9 Lantai 18 Unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sejumlah barang bukti yang disita dari lokasi tersebut di antaranya satu laptop beserta charger, satu Ipad beserta charger, dokumendokumen pertandingan, buku tabungan, kartu kredit, uang tunai, empat struk bukti transfer, sembilan ponsel, satu bundel dokumen PSSI, satu buku catatan warna hitam, satu buku, dua flashdisk, satu bundel surat, dua lembar cek kuitansi dan satu bundel dokumen. Di bagian lain, Kejaksaan Agung RI menerima 15 berkas perkara kasus dugaan tindak pidana pengaturan pertandingan sepak bola di Liga Indonesia dari Satuan Tugas Antimafia Bola Mabes Polri, Rabu (13/2) lalu. ‘’Ada lima semua kaitannya dengan mafia bola. Sebagaimana prosedur perkara biasa ketika mereka melakukan penyidikan, selesai penyidikan kemudian diserahkan ke jaksa penuntut umum dan kami teliti,’’ ujar Jaksa Agung H.M. Prasetyo di Gedung Kejagung, Jakarta. Menurut Prasetyo, setelah diteliti apabila memenuhi syarat, materi akan dinyatakan lengkap, sebaliknya apabila belum akan diberi petunjuk. Untuk masing-masing berkas berkara telah ditunjuk tim jaksa penuntut umum pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum yang beranggotakan lima orang jaksa. (ant)
yang pindah ke Cina berkat kemenangan 3-1 di kandang FC Zurich (Swiss). Lorenzo Insigne yang menggan- t i k a n Hamsik sebagai kapten, mencetak g o l pembuka disus u l gol dari Jose Callejon dan Piotr Zielinski. Inter M i l a n m e n g klaim kemenangan 1-0 d i Rapid V i enna (Austria) kendati tanpa Mauro Icardi yang dicopot dari jabatan kapten karena pertikaian kontrak. Lautaro Martinez mencetak gol tunggal Inter dari titik penalti. Sevilla mengambil langkah besar menuju babak 16 besar lewat kemenangan 1-0 atas Lazio di Roma. Dalam laga lainnya, Benfica memukul tuan rumah Galatasaray 2-1, Salzburg (Austria) dikalahkan Club Brugge (Belgia) 1-2 dan 10 pemain Sporting Lisbon ditundukkan 1-0 oleh Villarreal. (afp/kmb)
MUNDUR - Petenis Rusia Maria Sharapova ketika melawan Ashleigh Barty pada pertandingan turnamen Australia Terbuka di Melbourne. Sharapova mengundurkan diri dari WTA Indian Wells Open karena mengalami cedera bahu.
Malang (Bali Post) – Tim bola voli putra Jakarta BNI 46 memastikan tiket final Proliga 2019 setelah mengempaskan juara bertahan Surabaya Bhayangkara Samator dengan skor 3-0 (25-19, 25-17, 25-19) pada babak empat besar putaran kedua di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (15/2) pagi kemarin. Kemenangan ini mengantarkan Sigit Ardian dan kawan-kawan kokoh di puncak klasemen dengan nilai 11, sekaligus mengulang kemenangan atas Samator pada laga empat besar putaran pertama di Kediri pekan lalu. Saat itu, Jakarta BNI unggul dengan skor 3-1. Sebaliknya bagi Samator, kekalahan ini membuat kesempatan mereka menjejak partai final semakin berat karena baru memiliki nilai 3 dengan menyisakan dua laga. Tim putra Jakarta Pertamina Energi memanaskan persaingan perebutan tiket final Proliga 2019 setelah mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-0 (25-20, 25-22, 25-21) pada Jumat sore. Kemenangan ini menjadi yang pertama diraih tim asuhan Putut Marhaento di final four, setelah pada putaran pertama di Kediri pekan lalu dihabisi lawan-lawannya. Dengan dua laga tersisa, Jakarta Pertamina yang memiliki poin sama 3 dengan Surabaya Bhayangkara Samator, masih berpeluang menuju partai puncak menyalip Bank SumselBabel yang mengumpulkan nilai 7. Syaratnya, dua laga tersisa harus sapu bersih, sembari berharap Bank SumselBabel terjegal dari lawan-lawannya. Basket Tim Bogor Siliwangi mengalahkan Hangtuah 81-74 pada hari pertama seri kedelapan Liga Bola Basket Indonesia (IBL) Pertamax 2018-2019 di GOR UNY, Yogyakarta, Kamis (14/2). Martavious Irving memimpin perolehan Bogor Siliwangi dengan membuat 45 poin, 8 rebound dan 1 assist. Di kubu Hangtuah, Jarad menjadi yang terbaik dengan torehan 29 poin, 20 rebound dan 4 assist. Pada laga lainnya, Pelita Jaya (PJ) takluk dari Prawira Bandung dengan skor 68-82. Brachon Griffin menjadi pengumpul poin terbanyak Prawira dengan torehan 23 poin, 7 rebound dan 6 assist. Sementara di PJ, center Nate Barfield menyumbangkan 16 poin, 6 rebound dan 1 assist. (ant)
Polda Bali Gelar Kejuaraan Tenis Meja Valentine Day
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka menjaga NKRI dan menyukseskan Pemilu 2019, Polda Bali menggelar Kejuaraan Tenis Meja Valentine Day Cup 2019 di Gedung Olahraga Divia Cita Polda Bali, Mako Brimob Tohpati, Denpasar Timur, yang dibuka Jumat (15/2) kemarin. Kejuaraan diikuti 90 orang dari Sulawesi Utara, Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Peserta memperebutkan hadiah Rp 35 juta untuk juara I, Rp 10 juta buat juara II, Rp 5 juta bagi juara III, sedangkan juara IV mendapatkan hadiah Rp 2 juta. Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana selaku Ketua Panitia mengatakan, digelarnya kejuaraan ini bertujuan memacu semangat dan membangkitkan kembali gairah olahraga tenis meja khususnya di Provinsi Bali. Selain itu, sebagai ajang menggalang
dan menumbuhkan jiwa persatuan serta kesatuan di masyarakat. Menumbuhkan jiwa kebersamaan dan kerja sama dalam segala hal pada kehidupan sehari-hari. Paling penting adalah menjaring bibit unggul atlet tenis meja di Bali. Menurut Kombes Sudana, Kapolda sangat mengapresiasi kejuaraan ini, panitia dan seluruh pihak atas dedikasi dan upayanya, sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar. “Jika kejuaraan ini mampu menarik minat kaum milenial untuk berolahraga sehat, kami akan canangkan kejuaraan ini secara berkelanjutan,” ungkapnya. Mantan Kapolresta Denpasar itu berharap seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas. “Kemenangan adalah hasil akhir yang harus diraih dengan cara baik, tanpa mencoreng nilai-nilai luhur olahraga,” tutur Sudana yang juga mantan Kabid Propam Polda Bali. (kmb36)
Bali Post/ist
TENIS MEJA - Polda Bali menggelar Kejuaraan Tenis Meja Valentine Day Cup 2019.