Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 150 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Kamis Umanis, 16 januari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Karya Pangurip Gumi

Kembangkan Rumput Laut

Tolak Pabrik Limbah Medis

Serangkaian Karya Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Rabu (15/1) kemarin dilangsungkan upacara Melaspas Pememben Bagia Pulakerti. Ritual ini dimaksudkan untuk melakukan doa dalam rangka mayasa kerthi, ngertiang jagat agar tetap seimbang.

Nusa Penida kembali lirik rumput laut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta juga menyambut keinginan tersebut. Bahkan, ia merencanakan menjalin MoU dengan pengelola koperasi maupun pengepul. Melalui MoU itu Pemkab Klungkung mendorong agar harga di tingkat pengepul maupun distributor itu dibuka secara transparan. KLUNGKUNG | HAL. 7

Sejumlah warga Pengambengan, Rabu (15/1) kemarin mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup Jembrana. Mereka menolak berdirinya pabrik pengolahan limbah medis. Alasannya, karena bertentangan dengan fokus pembangunan di desa yakni perikanan.

TABANAN | HAL. 5

JEMBRANA | HAL. 11

Ketahanan Mental Krama Bali Makin Terdegradasi

Banyak kasus bunuh diri terjadi di Bali. Di tahun 2019 tercatat ada 117 kasus bunuh diri. Pelaku yang sekaligus korban berasal dari berbagai latar belakang. Tingginya angka bunuh diri menunjukkan gejala makin terdegradasinya ketahanan mental krama Bali. Pola hidup yang makin modern dan kehidupan individualitis menggerogoti kesehatan mental. Peran serta semua pihak mencegah terus meningkatnya kasus bunuh diri sangat diperlukan.

B

unuh diri sesungguhnya bukan hanya masalah kriminalitas melainkan lebih luas merupakan persoalan kesehatan mental, baik individu maupun masyarakat. Karena itulah bunuh diri menjadi gejala sosial dari masyarakat sejauh mana kesehatan dan ketahanan mentalnya. Pengamat pendidikan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Rabu (15/1) kemarin mengungkapkan, banyaknya kasus bunuh diri di Bali menunjukkan bahwa ketahanan mental masyarakat saat ini semakin terdegradasi alias menurun. Ketahanan mental warga Bali jauh kalah dibandingkan dengan krama Bali terdahulu. Hal ini mungkin disebabkan gaya hidup kekinian yang tak bisa disesuaikan degan kemampuan. Makanya dia mengatakan krama Bali saat ini makin cengeng. Tidak siap menerima kenyataan. Hal. 11 Perkuat Perjuangan

Dokter Bunuh Diri

Dikenal Cerdas dan Ceria DOKTER yang bunuh diri di salah satu hotel di Jalan Teuku Umar, Denpasar dengan inisial IDTW (30) dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan ceria. IDTW merupakan dokter yang sedang melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis jantung. Ia menjadi dokter residen sejak tahun 2018. Di antara empat dokter residen di angkatannya, IDTW satu-satunya perempuan. Saat ini IDTW masuk semester V menjalani pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah. Hal. 11 Jalani Tes

Harian Bisnis Bali Buah Lokal ke Kapal Pesiar PT Pelindo III Benoa memberikan kontribusi terhadap perekonomian Bali. Khususnya di sektor pariwisata, sejumlah kapal pesiar telah berlabuh di Pelabuhan Benoa pada 2019 lalu. Apa lagi yang akan dilakukan?

Banjir di Kenyeri Banyak sepeda motor yang mogok di Jalan Kenyeri, Sumerta Kaja, Dentim, Rabu (15/1) sore. Hujan sekitar dua jam tersebut menyebabkan Jalan Kenyeri seperti sungai. www.denpostnews.com

Tak Mengenal Status Sosial KASUS bunuh diri seorang dokter yang terjadi Selasa (14/1) lalu menjadi gambaran jika kasus bunuh diri tidak mengenal status sosial. Bahkan, semakin berpendidikan dan semakin tinggi status seseorang, menjadikannya semakin sedikit memiliki keberanian untuk mencurahkan permasalahannya. Untuk itu, bagi yang menderita permasalahan dan mulai mengalami tekanan, jangan takut untuk berbicara dengan keluarga atau berkonsultasi ke dokter kejiwaan maupun psikolog. Dengan berbagi permasalahan dan berkonsultasi, akan memberikan jalan keluar dari depresi dan menghindarkan dari perbuatan mengakhiri hidup diri sendiri. Dokter spesialis kejiwaan RSUP Sanglah, Dr. dr. AA Sri Wahyuni, Sp.KJ., Rabu (15/1) kemarin mengatakan, untuk kasus

bunuh diri di Bali kebanyakan terjadi di usia produktif hingga lansia. Latar belakang bunuh diri, jika dari informasi media, kebanyakan dikarenakan penyakit kronis yang tidak sembuh-sembuh, hubungan di dalam keluarga yang tidak harmonis dan berhubungan dengan kondisi sosial ekonomi. Namun jika dilihat dari ilmu kesehatan jiwa, bunuh diri kebanyakan terjadi pada individu yang merasa putus asa dan tidak mampu mengatasi masalahnya. Orang seperti ini biasanya akan tampak baikbaik saja di luar dan melakukan aktivitasnya seperti biasa. Tetapi jika dilihat lebih teliti, akan terlihat keputusasaan dan bingung untuk mengambil keputusan. ‘’Bunuh diri diawali dari depresi. Biasanya jika seseorang sudah depresi berat di mana sudah tidak memikirkan

akibat dan merasa useless atau tidak berguna, maka kematian menjadi pilihan mengatasi masalah. Ini bisa terjadi pada semua individu terutama yang lemah dalam mengatasi masalah. Sedikit saja ada trigger-nya, maka mengarah ke depresi yang bisa berakhir pada tindakan bunuh diri,’’ jelas dr. Sri. Ia melanjutkan, seseorang bunuh diri biasanya karena berpikir sudah tidak ada lagi yang bisa membantunya memecahkan masalah. Karenanya hubungan erat antara keluarga harus selalu terjalin. Hal. 11 Hubungan Keluarga

Polisi Selidiki Kasus Asabri Terkait Jiwasraya, Ditetapkan Lima Tersangka Jakarta (Bali Post) Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa Polri sedang menyelidiki dugaan praktik korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata RI (Asabri) Persero. ‘’Kami sedang melakukan penyelidikan yang berkaitan dengan kasus tersebut,’’ kata Brigjen Argo, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (15/1) kemarin. Pihaknya meminta publik agar bersabar menunggu hasil penyelidi-

kan polisi. ‘’Kita tunggu saja ya seperti apa perkembangannya nanti,’’ katanya. Isu adanya dugaan korupsi di PT Asabri muncul setelah Menko Polhukam Mahfud MD menyebut ada dugaan korupsi di Asabri senilai Rp10 triliun. Sementara Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kini masih mengaudit adanya dugaan kerugian negara di PT Asabri. Sementara itu, Istana Kepresidenan melalui Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman, menyatakan apresiasi atas penetapan lima tersangka sebagai langkah maju penanganan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero). ‘’Mengapresiasi kerja

keras Kejaksaan Agung RI bersama pihak terkait untuk menegaskan penegakan hukum terhadap kasus dengan menetapkan dan menahan lima tersangka,’’ kata Fadroel Rachman dalam pesan singkatnya, Rabu kemarin. Penegakan hukum tanpa pandang bulu ini, sesuai dengan prinsip politik hukum Presiden Joko Widodo. Ia mengatakan Presiden Jokowi senantiasa berpedoman bahwa hukum harus ditegakkan setegaktegaknya karena Republik Indonesia adalah negara hokum, bukan negara kekuasaan. ‘’Terhadap kepentingan masyarakat yang terkait dengan kerugian

finansial, agar dipertimbangkan langkah-langkah terukur memenuhi penyelamatan dana nasabah,’’ katanya. Kejaksaan Agung menahan lima orang yang diduga terlibat dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Mereka adalah mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim, eks Direktur Keuangan dan Investasi Jiwasraya Hary Prasetyo, dan bekas Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan. Selain itu ditahan pula Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk. Benny Tjokro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk. Heru Hidayat. (ant)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

FIGUR Riset Inovatif BADAN Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali merupakan salah satu perangkat daerah baru di lingkungan Pemprov Bali. Utamanya bertugas mengembangkan kebijakan riset yang sifatnya inovatif. Dalam hal ini, hasil risetnya baru, bisa diterapkan, serta bermanfaat secara ekonomi dan sosial di masyarakat. “Kita ini tidak melakukan riset, tapi mengelola sumber daya riset yang ada di perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha. Kita juga melakukan koordinasi dengan lembaga-lembaga riset yang ada di Kementerian,” ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali I Made Gunaja dikonfirmasi, Rabu (15/1) kemarin. Menurutnya, hasil-hasil riset yang dirumuskan menjadi inovasi diharapkan bisa mengakselerasi pembangunan daerah. Saat ini pihaknya masih menyusun panduan riset sebelum nanti menetapkan tema-tema riset sesuai visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Tema riset dirumuskan dari persoalan-persoalan yang dihadapi Bali saat ini. Ada tim pengendali mutu yang terdiri dari kelompok ahli akan mendampingi proses tersebut. Khususnya dalam menentukan proposal mana yang layak didanai. “Karena riset terapan yang nanti dihasilkan diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” jelasnya. Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali ini menambahkan, salah satu riset yang tengah dirancang terkait lahan-lahan yang berpotensi untuk pengembangan tanaman kapas. Ini untuk memenuhi bahan baku benang pada pembuatan pakaian adat Bali. Selain itu, Gubernur Bali juga mengharapkan ada sensus terhadap sumber daya Bali. Mencakup demografi, potensi ekonomi krama Bali, tradisi, seni, budaya, hingga kearifan lokal dengan basis desa adat. “Itu kan belum terkumpul menjadi satu kajian. Kalau bentuknya data, kita akan kembangkan sebagai software, pangkalan data bahwa ternyata di Bali potensi desanya begini,” imbuhnya. Ditegaskan, sensus terhadap sumber daya Bali utamanya mengoptimalkan potensi yang ada di masing-masing desa adat. Jangan sampai tidak nyambung antara keahlian masyarakat di desa adat setempat dengan potensi yang dikembangkan. “Misalnya potensi di situ pertanian, keahlian masyarakat bertani. Jangan sampai nanti kita mengembangkan industri tenun, kan tidak pas dengan kebanyakan masyarakat disitu,” katanya dan menambahkan, Badan Riset dan Inovasi Daerah didukung beberapa bidang, di antaranya, bidang pemerintahan dan pengkajian, bidang prioritas pembangunan, bidang penunjang pembangunan, dan bidang pengelolaan kekayaan intelektual. (rin)

Anggota Dewan Dites Urine

Denpasar (Bali Post) – Upaya mengurangi penggunaan narkoba di masyarakat, BNN Denpasar melakukan berbagai terobosan. Salah satu langkah preventif yang dilakukan, yakni tes urine terhadap para tokoh masyarakat. Rabu (15/1) kemarin, BNN Denpasar menyasar para anggota dewan untuk dites urine. Sedikitnya 28 orang anggota dewan di Denpasar secara bergiliran diambil urinenya. BNN telah menyiapkan tempat urine yang digunakan dewan. “Upaya ini sebagai langkah pencegahan terhadap penggunaan narkoba,” ujar Kepala BNN Denpasar AKBP Hagnyono di sela-sela tes urine di Gedung DPRD Denpasar. Hagnyono mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam mencegah penggunaan narkoba. Pihaknya menyasar ang-

gota dewan untuk tes urine, karena mereka merupakan wakil rakyat yang menjadi panutan di masyarakat. Pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa anggota dewan saja bersih dari narkoba. “Kami berharap masyarakat menjauhi narkoba karena membuat hancur, masa depan suram, serta ancaman kematian akibat narkoba,” ujarnya. Hagnyono menambahkan, pihaknya juga akan menyasar PNS untuk dites urine. Sebelumnya, pada tahun 2019 sedikitnya 1.800 PNS di Denpasar sudah tes urine. Tahun ini pihaknya menargetkan 2.000 PNS untuk dites urine lagi. Salah seorang anggota dewan, A.A. Ngurah Gede Widiada, menyambut baik tes urine yang dilakukan BNN. Bahkan, pihaknya berharap tes urine ini dilakukan secara berkelanjutan. (kmb12)

Bali Post/kmb12

WARGA - Sejumlah warga Penatih dan Penatih Dangin Puri mendatangi Gedung DPRD Denpasar untuk menyampaikan aspirasi soal penolakan pembangunan perumahan.

Tolak Pembangunan Perumahan

Warga Penatih Datangi Dewan

Denpasar (Bali Post) -

Kasus penolakan terhadap pembangunan perumahan di Jalan Trenggana Gang VI, Penatih, terus berlanjut. Meskipun sudah disegel oleh Satpol PP Denpasar, warga tetap berharap pembangunan perumahan dan pembuatan jembatan dihentikan, karena pengembang diduga belum memiliki izin sebagaimana yang ditentukan peraturan yang berlaku. Guna menyampaikan aspirasi ini, sejumlah warga Gang VI Jalan Trenggana, Penatih, dan beberapa warga Penatih Dangin Puri mendatangi Kantor DPRD Kota Denpasar, Rabu (15/1) kemarin. Selain warga, juga hadir Perbekel Desa Penatih Dangin Puri dan Lurah Penatih. Mereka diterima Komisi I dan Komisi III DPRD Denpasar. Dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi didampingi Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara, warga menyampaikan

keberatan atas pembangunan perumaham dan jembatan yang berada di wilayahnya tersebut. Pengembang berencana membangun sedikitnya 58 unit rumah. Pembangunan rumah sebanyak itu dikhawatirkan akan merusak daya dukung lingkungan. Perwakilan warga, I Gusti Made Arsawan, dalam kesempatan itu menyampaikan ada pembangunan perumahan yang ada di Gang VI Jalan Trenggana. Selain itu, juga dibangun jembatan yang menghubungkan dua wilayah,

yakni Penatih dengan Penatih Dangin Puri. Pembangunan rumah ini sebenarnya sudah sejak lama ditolak warga. Terlebih pada awalnya pengembang berencana membangun delapan unit rumah saja. Hanya setelah berjalan lama, tiba-tiba pengembang membangun 58 unit rumah. Penolakan juga disampaikan Perbekel Desa Penatih Dangin Puri, Wayan Kamar. Menurut Kamar, pembangunan perumahan di lahan seluas 40 are tersebut berada di sebalah timur sungai yang

Pengurangan Emisi Karbon Ditargetkan hingga 27 Persen Denpasar (Bali Post) Bali diharapkan berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon secara nasional. Terlebih setelah ada penandatanganan nota kesepahaman tentang pembangunan rendah karbon. Terkait hal itu, Pulau Dewata akan berupaya mengurangi emisi karbon hingga 27 persen seperti target secara nasional. “Target kita tentu saja tidak boleh lebih rendah dari target nasional. Sementara kita pasang sama dengan target nasional, tetapi akan kita review berdasarkan guidance dari Tim Bappenas,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Rabu (15/1) kemarin. Menurut Wiasthana Ika Putra, tim dari Bappenas nanti turun untuk menindaklanjuti nota kesepahaman antara Menteri PPN/Bappenas dengan Gubernur Bali. Mereka akan menganalisa data terkait emisi karbon dan memandu perencanaan pembangunan di Bali ke depan. Dengan demikian, kesalahan dalam membuat

proyeksi dapat ditekan. Implementasinya pun dapat sesuai dengan SOP dalam Paris Agreement. “Dengan analisis yang tepat, target pun akan tepat,” imbuhnya. Wiasthana Ika Putra menambahkan, target nasional memang diupayakan bisa didukung oleh Bali. Sejauh ini kebijakan Gubernur Bali dengan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dinilai sudah tepat karena ramah lingkungan. Artinya, sangat mendukung agar lingkungan alam Bali hijau lewat penerapan energi bersih, penggunaan kendaraan listrik, penanganan sampah, dan pertanian organik. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta mengatakan, emisi karbon salah satunya banyak disumbang oleh sektor transportasi. Saat ini tengah dipersiapkan komite untuk implementasi Pergub Nomor 49 Tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Komite tersebut nantinya

membantu Gubernur Bali untuk penyiapan strategi secara umum di daerah. “Kemudian nanti kalau ada inisiatif dari pihak-pihak, apakah pengelola kawasan, industri, manufaktur atau misalnya juga dari pihakpihak lain itu bisa di-cover dan didiskusikan apa permintaan mereka. Membi carakan bagaimana bisa memfasilitasi untuk percepatan,” ujarnya. Menurut Samsi Gunarta, pihaknya juga akan mengupayakan agar masyarakat bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum. Dorongan untuk menggunakan angkutan umum harus lebih besar. Tahun ini Kemenhub RI sudah mulai mengalokasikan dana untuk perbaikan sistem angkutan umum, terutama by the service angkutan perkotaan. “Selain Sarbagita yang sekarang disubsidi, Kemenhub juga mempersiapkan sekitar Rp50 miliar untuk perbaikan di sistem angkutan untuk Denpasar dan sekitarnya,” jelasnya. (kmb32)

menjadi wilayah Penatih Dangin Puri. Pengembang sejak awal tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga. Apalagi meminta persetujuan. Padahal letak perumahan tersebut sangat dekat dengan pura yang disungsung krama. Mantan prajuru Banjar Palagan, Penatih, Kadek Elis Sumantara, mengatakan sejak awal pembangunan perumahan ini ditolak warga sekitar tahun 2017. Beberapa kali dilakukan mediasi, selalu mendapat penolakan warga. Sampai akhirnya mereka mendatangi dewan. Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Perizinan) Denpasar I.B. Benny Pidana menye-

butkan pembangunan rumah dengan luas lahan 40 are tersebut seharusnya memiliki izin kapling. Namun pihaknya mengaku belum pernah mengeluarkan izin untuk pembangunan perumahan tersebut. Terhadap persoalan ini, Eko Supriadi dan Suteja Kumara mengharapkan ada mediasi yang melibatkan semua komponen agar tidak berlarutlarut. Dikatakan, pihaknya tidak bisa memberikan keputusan, karena sifatnya hanya memediasi. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Perekrutan Pegawai Wajib Lewat BKD Denpasar (Bali Post) Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali sebagai lembaga pengawas pelayanan publik mengingatkan pemerintah daerah terkait proses perekrutan pegawai kontrak atau tenaga harian lepas yang selama ini dilakukan secara diam-diam agar dilakukan secara transparan. Mekanisme rekrutmen pegawai apapun namanya di lingkungan pemerintah daerah agar dilakukan melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Kepala ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab menegaskan hal itu, Rabu (15/1) kemarin. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, yang terjadi selama ini untuk proses perekrutan pegawai kontrak atau tenaga harian lepas (THL) yang dilakukan oleh pemerintah daerah kecenderungannya lebih pada unsur politik. “Hal ini yang perlu dilakukan perbaikan oleh setiap daerah, sehingga bisa lebih mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. Umar Ibnu Alkhatab menegaskan, unsur politik terhadap perekrutan pegawai agar dihilangkan. Keuntungan politik yang didapatkan tidak harus

membagi kue politik terhadap siapa saja. Ke depan, tenaga kontrak agar diminimalkan dan memaksimalkan tenaga PNS yang ada, sehingga mereka yang digaji oleh negara tidak lantas santai-santai di kantor. Umar Ibnu Alkhatab mengakui pihaknya tidak mempunyai data terkait jumlah tenaga kontrak atau nama lainnya yang direkrut di luar PNS. Hal ini dikarenakan ORI bukan lembaga yang harus memiliki informasi terkait jumlah pegawai. Namun, seharusnya data itu dimiliki oleh BKD. “Jika sampai ada BKD tidak memiliki data pegawai PNS maupun yang bukan PNS, berarti ada ketidakharmonisan penataan pegawai di daerah,” jelasnya. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, seluruh perekrutan pegawai wajib melalui mekanisme BKD, memperhatikan kemampuan daerah, dan melakukan perekrutan yang betul-betul berdasarkan analisis BKD. Hal ini untuk menghindari kebocoran APBD, yang ujung-ujungnya akan mengganggu pelayanan pemerintah terhadap publik. (kmb16)

Jadi Kurir Narkoba, Empat Remaja Ditangkap

Bali Post/eka

URINE - Petugas BNN Kota Denpasar mengumpulkan sampel urine anggota DPRD Kota Denpasar, Rabu (15/1) kemarin.

Topik : REmaja jadi kurir narkoba

Denpasar (Bali Post) Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali mengungkap sindikat narkoba yang melibatkan remaja atau anak di bawah umur, beberapa waktu lalu. Pengedarnya seorang pelajar SMK berinisial AB (16) yang ditangkap di tempat kosnya di Jalan Tukad Unda, Denpasar Selatan (Densel). Selain itu juga diringkus DB (13) peserta Program Kejar Paket A, GN (14) tidak sekolah (tamat SD), dan SJ (16) tidak sekolah (tamat SD). Ironisnya, tersangka DB ternyata berstatus residivis. Ia pernah terlibat kasus narkoba. Mereka berperan sebagai kurir. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengatakan, barang bukti yang disita 10 plastik klip berisi sabu-sabu (SS) dengan berat bersih 2,17 gram dan 78 butir ekstasi. Kronologisnya, awalnya ada informasi dari masyarakat di Jalan Tukad Unda, Densel, sering terjadi transaksi narkotika. Selanjutnya dilakukan penyelidikan beberapa hari. Senin pukul 23.30 Wita, tim yang dipimpin Kanit I Iptu Putu Budi Artama ini melihat para pelaku lagi ngumpul di TKP. “Para pelaku langsung ditangkap. Mereka sedang ngumpul di kamar kos AB,” ujar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Rabu (15/1) kemarin. Saat dilakukan penggeledahan badan, kata Ruddi Setiawan tidak ditemukan barang bukti. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di

Bali Post/eka

NARKOBA - Para tersangka narkoba digelandang polisi di Mako Polresta Denpasar, Rabu (15/1) kemarin. kamar kos pelaku dan menemukan barang bukti tersebut. Saat diinterogasi, para pelaku mengaku disuruh oleh bandar yang biasa dipanggil Dogler. “Mereka ini disuruh menempel paket dan mendapat upah Rp100 ribu sekali tempel. Selain itu, mereka juga dapat bonus sabu-sabu untuk dikonsumsi. Tersangka juga menerangkan alasannya mau menjadi kurir karena faktor ekonomi,” katanya. Selain itu, juga ditangkap Harmanto (33) di Jalan Tukad Irawadi, Densel, Sabtu (11/1) lalu. Barang bukti yang diamankan 115 plastik pres berisi SS dengan berat bersih 81,61 gram, dan delapan plastik pres berisi 750 butir

ekstasi (ineks). Pelaku berstatus residivis karena pernah ditangkap kasus narkoba tahun 2014. Saat dilakukan penggeledahan badan pelaku, petugas menemukan barang bukti delapan plastik pres berisi 750 butir ekstasi di saku celananya. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan di tempat tinggal pelaku dan ditemukan 115 plastik pres berisi SS berat bersih 81,61 gram di bak mesin pompa air di depan kamar kosnya. Pelaku yang berperan sebagai kurir telah melakukan lima kali tempelan dan mendapat upah sebesar Rp50 ribu sekali tempel. Sementara Narayana (23) dibekuk di Jalan Danau Tempe, Denpasar Se-

latan. Pada kesempatan itu diamankan barang bukti satu plastik pres berisi SS berat bersih 99,23 gram dan 11 plastik pres warna silver berisi 700 butir ekstasi. Dia mengaku disuruh oleh seseorang yang biasa dipanggil Komang berada di dalam Lapas Kerobokan. Pelaku berperan sebagai kurir dan mendapat upah sebesar Rp1 juta setiap minggu. Pelaku lain yang dibekuk, Sumiarta (23) di Jalan Buluh Indah, Denpasar Barat, dengan barang bukti 35 paket SS dengan berat bersih 68,65 gram. Tersangka Rohmaan (35) dibekuk di Jalan Pura Demak, Denbar, dengan barang bukti 23 plastik klip berisi SS dengan berat bersih 8,67 gram dan 16 butir ekstasi. Tersangka Amir (36) ditangkap di Jalan Pulau Saelus, Denpasar Selatan, dengan barang bukti 11 plastik klip berisi SS dengan berat bersih 5,87 gram dan lima butir ekstasi. Sementara dari tersangka Parwata (27) yang ditangkap di Jalan Puputan Baru, Denpasar Barat, disita 25 paket SS dengan berat bersih 5,40 gram. Tersangka Bambang (38) seorang sopir dibekuk di Jalan Sanitasi, Sidakarya, Denpasar Selatan. Polisi mengamankan barang bukti 17 paket SS dengan berat bersih 6,48 gram. “Ada modus baru yaitu paket sabu-sabu dikemas bungkus khusus mirip permen. Selain itu, dalam kemasan itu beratnya, ada isi angka 1,04 dan seterusnya. Maksudnya berat 1 gram dan 0,4 gram dan seterusnya,” tegas mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Bupati Giri Prasta Hadiri Paruman Agung Desa Adat Kiadan Pelaga ”Prajuru” dengan Masyarakat Harus Bergandengan Tangan, Bangun Keterbukaan Komunikasi ADAT, agama dan budaya bukan hanya menjadi napas kehidupan seharihari orang Bali, tetapi juga merupakan gerbong lokomotif industri pariwisata yang membuat Badung terkenal di dunia internasional. Atas dasar itu, Pemkab Badung mengimplementasikan Program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang mencakup bidang pangan, sandang dan papan, kesehatan dan pendidikan, adat, agama dan budaya, jaminan sosial dan ketenagakerjaan serta pariwisata. Karena landasan ideologis, filosofis, dan sosiologisnya mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan masa kini maupun masa depan, dengan jangkauan yang komprehensif meliputi sektor hulu, tengah, dan hilir, dengan mewujudkannya dalam berbagai bentuk program/kegiatan. Kaitannya dengan usaha

pelestarian adat agama dan budaya yang selama ini menjiwai pembangunan Kabupaten Badung, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Paruman Agung Desa Adat Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Rabu (15/1) kemarin. Pada kesempatan tersebut Bupati Badung melakukan diskusi guna meluruskan persoalan-persoalan yang muncul akibat adanya miskomunikasi antara prajuru desa adat dengan warga setempat. “Prajuru desa adat dengan masyarakat harus bergandengan tangan saling membangun keterbukaan komunikasi agar apa yang menjadi tujuan dan rencana kerja desa adat bisa dieksekusi sesuai keinginan bersama tanpa ada rasa saling mencurigai satu sama lainnya,” paparnya. Menurut Bupati Giri Prasta, tokoh-tokoh adat Kiadan harus mentransformasi pola pikir dari men-

ganut sistem aturan adat kuno dresta menjadi sistem adat yang dinamis agar sesuai dengan kondisi kekinian tanpa menghilangkan esensi dari adat istiadat setempat maupun konsep Tri Hita Karana, agar kondusivitas lingkungan Desa Adat Kiadan selalu terjaga. Diingatkan pula penerapan aturan hukum adat harus sejalan dengan aturan hukum nasional, karena secara hirarki undang-undang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari perda. “Ini penting untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum baru di saat desa adat ingin menerapkan hukum adat guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi di wilayah desa adat setempat.” imbuhnya. Untuk itu, pemimpin masyarakat diminta untuk memiliki sikap yang tegas sesuai dengan aturan, tepat sasaran dalam memetakan persoalan, selalu menjaga

etika dalam bertingkah laku, serta cerdas dalam mencari solusi. Komponen masyarakat adat diharapkan mengedepankan jiwa besar dengan menurunkan ego pribadi agar semua persoalan yang timbul di ranah desa adat dapat dicarikan solusi untuk kebaikan bersama. Untuk mengantisipasi terjadinya persoalan adat di wilayah Kabupaten Badung, Bupati Giri Prasta memberikan mandat kepada Dinas Kebudayaan untuk menyelenggarakan pembinaan tentang manajemen sistem pemerintahan desa adat, manajemen keuangan desa adat maupun manajemen organisasi lembaga desa adat. “Desa adat tidak hanya harus dikuatkan secara kelembagaan, tetapi juga harus dikuatkan perekonomian masyarakatnya dengan menjadikan wilayah Badung Utara sebagai kawasan eco dan agro wisata,”

PARUMAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Paruman Agung Desa Adat Kiadan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Rabu (15/1) kemarin. tegasnya. Paruman tersebut turut dihadiri oleh Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung Gde Eka Sudarwita, Kom-

andan Kodim 1611 Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Camat Petang I Wayan Darma, Danramil Petang I Wayan Suara, Kapolsek

Petang Dewa Made Suriatmaja, serta Pj. Perbekel Desa Plaga dan tokoh serta masyarakat Desa Adat Kiadan. (ad377)

Penjualan Ikan Tangkapan Nelayan Dirancang Secara ”Online” Mangupura (Bali Post) –

Dinas Perikanan Kabupaten Badung berencana membuat aplikasi penjualan ikan secara online, sehingga memudahkan nelayan bertransaksi. Selama ini proses penjualan ikan tangkapan nelayan di Badung dilakukan secara konvensional.

Bali Post/kmb27

MENINJAU - Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana sedang meninjau salah satu tempat pembenihan ikan di Badung.

Beri Pelayanan Prima dan Standar

Karyawan Pengelola Uluwatu dan Labuan Sait Ikuti ”Beauty Class Training”

DALAM memberikan pelayanan yang prima dan standar, karyawan diharapkan mampu berpenampilan menarik, berbahasa dan berinteraksi dengan baik. Selain itu, mereka diharapkan juga berpakaian sesuai ketentuan dan mempunyai body language yang bagus. Untuk itu, dalam rangka ikut mendukung Perda Bali tentang tata laksana berbusana adat Bali, baik dalam bekerja maupun upacara adat, puluhan karyawan terutama karyawan wanita di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu dan Labuan Sait diberikan pelatihan tata rias atau beauty class training, Rabu (15/1) kemarin. Bertempat di Ruang Trainning Kantor Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu, pelatihan ini diikuti oleh puluhan karyawan wanita yang selalu berhadapan langsung dengan pengunjung. Menurut Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana, S.H., kegiatan ini merupakan program kerja tahun 2020. Di samping kegiatan pelatihan tata rias, sebagai program kerja tahun 2020, dalam waktu dekat juga akan dilakukan program pelatihan lainnya, seperti pemantapan bahasa Inggris maupun bahasa asing lain, pelatihan standarisasi announcement/pengumuman, pelatihan pemandu wisata, pelatihan pawang dan pelatihan staf lainnya. Menurut Wijana, hal ini dilakukan dengan tujuan memperkuat pondasi DTW Uluwatu dan Labuan Sait sebagai

pariwisata alam dan budaya. Selain itu, juga membentuk karakter staf yang standar dalam melakukan tugas-tugas pelayanan. “Dengan ini, kami harap mereka bisa berpenampilan lebih menarik dan selalu rapi di samping tata cara berpakaian dalam bekerja,” harapnya. Kegiatan ini, kata dia akan terus dilakukan secara kontinyu dan periodik. Sehingga pelaksanaan penampilan setiap staf wanita yang selalu berhubungan dengan pengunjung tetap standar. Dengan pelatihan ini, semua karyawan diharapkan mempunyai visi yang sama dan standar dalam berpenampilan. Dengan demikian, dapat memberikan service excelent bagi pengunjung, sehingga diharapkan pengunjung puas atas pelayanan dan bisa datang kembali. Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. sebagai pemateri dari Salon Agung menyampaikan, pemahaman terkait berbusana adat Bali yang baik dan benar sangat diperlukan. Mengingat selama ini banyak masyarakat yang asal dalam mengenakan pakaian adat Bali. Pada pelatihan ini, antusiasme peserta sangat tinggi, bahkan sampai petugas kebersihan pun ikut berpartisipasi. Menurut Agung, pelatihan ini baru pertama kali digelar oleh pihak pengelola objek wisata, yakni Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu. Untuk itu, ke depan pihaknya berharap objek wisata lain bisa meniru. Supaya ada standar yang jelas dalam berbusana adat Bali. (k150)

BEAUTY CLASS TRAINING - Karyawan di objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu dan Labuan Sait mengikuti beauty class training, Rabu (15/1) kemarin.

Dikonfirmasi Rabu (15/1) kemarin, Kepala Dinas Perikanan Badung Nyoman Suardana membenarkan perihal tersebut. Menurut mantan Kabag Umum Setkab Badung ini, dengan adanya aplikasi tersebut nelayan dapat bertransaksi meski tengah berlayar. “Kami akan merancang aplikasi penjualan ikan secara online. Jadi, para nelayan sudah bisa bertransaksi dari tengah laut sebelum ikan itu sampai di daratan,” ujarnya. Selain program digitalisasi penjualan, kata Suardana,

pihaknya juga memiliki program jangka panjang untuk mensejahterakan para petani ikan air tawar dan nelayan di Kabupaten Badung, yakni dengan merancang pembuatan pabrik pengolahan ikan. “Hal ini masih kami kaji dulu dengan pihak Balitbang, apakah layak untuk pembangunan tersebut,” katanya. Dijelasakan, pihaknya menargetkan 2 juta benih ikan di tahun 2020 ini. Peningkatan target ini berdasarkan kajian semakin banyaknya kebutuhan benih ikan di masyarakat,

khususnya bagi para kelompok petani ikan. “Tahun 2019 pembenihan ikan sudah melampaui target, yakni target awal hanya 1,3 juta benih dan berhasil mencapai 1,6 juta benih. Tentu hal ini tidaklah cukup, jadi tahun ini ditingkatkan lagi menjadi 2 juta benih,” terangnya. Suardana menambahkan, tercatat sebanyak 55 kelompok petani ikan yang memohon benih hingga Desember 2019. Jika dikalkulasi ada 1,4 juta benih ikan yang diberikan untuk kelompok petani budidaya ikan air tawar per tahun 2019.

“Untuk tahun 2020 ada 2 juta behih ikan yang kami targetkan, yaitu 1,8 juta adalah benih ikan nila, 100 ribu benih ikan lele dan 100 ribu benih ikan kaper,” ujarnya. Menurut Suardana, saat ini pihaknya masih memiliki tiga Balai Benih Ikan (BBI) yang sudah beroperasi. Yakni di Kelurahan Kapal seluas 60 are dan di Desa Petang seluas 20 are. Satunya lagi Balai Benih Ikan di Desa Baha seluas 3 hektar, namun yang di Baha belum rampung. “Untuk yang di BBI Baha, tahun 2019 baru sampai tahap pembuatan kolam dan tahun ini akan dilanjutkan untuk pembangunan fisik berupa kantor dan sejumlah pendukung lainnya,” tegasnya. (kmb27)

Turis Australia Aniaya Sopir Taksi Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Kuta di-back up Satgas CTOC Polda Bali mengamankan turis Australia, Tore Gerard Vincenzo Bempasciuto (23), Selasa (14/1) lalu. Pasalnya, ia menganiaya sopir taksi Saiful Nurokhim (43) hingga mulut korban berdarah. Selain itu, HP milik Saiful juga dirampas dan dibanting hingga rusak. Kejadiannya di depan LXXY Bali Bar di Jalan Legian, Kuta. Pelaku juga memukul sopir taksi lain, Zainal (36), saat berusaha menolong Saiful. Kanitreskrim Polsek

Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa seizin Kapolsek Kompol Teuku Ricki Fadlianshah mengatakan, pada Selasa pukul 04.00 Wita korban sedang mengobrol bersama sopir taksi lainnya di TKP. Berselang 15 menit kemudian datang pelaku jalan kaki bersama teman wanitanya sambil marah-marah. Pelaku mendekati korban dan langsung menyundulkan kepalanya ke muka korban. Setelah itu, HP yang dipegang korban dirampas oleh pelaku dan langsung pergi. “Korban mengejar pelaku karena HP-nya dibawa,” ujar Ika Prabawa, Rabu

(15/1) kemarin. Bukannya mengemba likan HP tersebut, pelaku malah memukul mulut dan mata korban hingga tersungkur di trotoar. “Hasil CCTV yang kami peroleh, terlihat teman wanita pelaku ikut melakukan pemukulan terhadap korban saat tersungkur di trotoar,” kata Ika Prabawa. Setelah puas memukul korban, pelaku membanting HP milik korban hingga pecah berantakan. Teman korban, Zainal (36), berusaha menolong tapi malah dipukul pelaku hingga pelipis kirinya luka. Setelah

memukul Zainal, pelaku berusaha lari tapi terpeleset dan jatuh di trotoar. Pasalnya, trotoar basah karena habis disiram oleh security LXXY Bali Bar sehingga licin. Pelaku langsung bangun dan kabur karena takut dikeroyok teman-tema korban. “Saat melakukan penyisiran di sekitar TKP, pelaku dan teman wanitanya kami temukan sembunyi di lantai tiga gudang Indomart, selatan LXXY Bar. Mereka langsung kami bawa ke Polsek,” kata mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Saat diperiksa, kata Ika

Prabawa, pelaku mengakui memukul kedua sopir tersebut. Ia malah mengaku kehilangan uang dan sebuah Iphone XI. Alasan pelaku menyerang korban karena saat berada dalam salah satu tempat hiburan malam di Jalan Legian, ia merasa ada beberapa orang mengikutinya. Setelah keluar dari tempat itu, ia menyadari HP-nya hilang. Saat berjalan ke arah selatan tepat di depan LXXY, pelaku melihat wajah korban mirip dengan orang yang mengikutinya selama di tempat hiburan malam tersebut. (kmb36)

Sikapi Vila Disewakan untuk ”Gay”

Komisi II DPRD Badung Kumpulkan Instansi Terkait MENYIKAPI viralnya vila yang disewakan untuk pasangan gay di Bali khususnya Badung, Komisi II DPRD Badung mengumpulkan sejumlah instansi terkait di Gedung DPRD Badung, Rabu (15/1) kemarin. Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa dan Ketua Komisi II Gusti Anom Gumanti tersebut dihadiri anggota Komisi II, I Gusti Lanang Umbara, Made Yudana, Nyoman Dirga Yusa, Made Wijaya, I.GAA Inda Trimafo Yudha dan I Wayan Regep, instansi terkait seperti Kepala DPMPTSP Made Agus Aryawan, Kadispar Made Badra, Kasatpol PP Badung IGAK Suryanegara, Kepala Bapenda I Made Sutama, dari Bali Villa Asosiasi, perwakilan Elysien Villa Seminyak, serta PHRI Badung. Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan menyamakan persepsi agar pariwisata Badung ke depannya lebih baik. “Mari kita mencari solusi demi kelangsungan pariwisata. Yang negatif mari benahi bersama. Harapan kita kan pariwisata Badung lebih baik, pendapatan semakin meningkat,” ujarnya. Pihaknya pun tidak memungkiri Badung tidak bisa terlepas dari pariwisata. Namun Suyasa meminta dinas terkait mengambil tindakan terhadap akomodasi yang membawa dampak negatif bagi pariwisata Ba-

dung. “Mohon dicek kembali vila, pondok wisata atau guest house. Apalagi sekarang kenyataannya banyak rumah tinggal yang disewakan tetapi tidak punya izin operasional dan tidak bayar pajak. Perlu juga itu dicarikan solusi,” paparnya. Ketua Komisi II DPRD Badung Gusti Anom Gumanti menerangkan, pemerintah, DPRD serta stakeholder terkait ingin bersama-sama membangun pariwisata Bali ke arah yang lebih baik. Mengenai berita yang sedang viral seperti gay ini, merupakan risiko Bali yang menjadi daerah pariwisata. “Jika dilihat dari kasus ini tidak ada diskriminasi. Pria atau wanita memiliki kesetaraan di mata hukum. Mungkin melanggar norma, namun dalam hukum positif tidak melanggar perundang-undangan. Inilah risiko-risiko dan tantangan kita sebagai daerah pariwisata,” paparnya. Anggota Komisi II Nyoman Dirga Yusa mengungkapkan, Bali memiliki brand pariwisata yakni pariwisata budaya. Jika ada yang sudah terang-terangan merekomendasikan hal-hal negatif, pihaknya meminta instansi terkait menindak tegas. “Yang meninggalkan brand pariwisata budaya harus ditindak tegas. Apalagi vila yang memang sengaja dan benar-benar khusus disewakan untuk gay cabut saja izinnya,” tegasnya. Sementara itu, Made Wijaya mengatakan, ma-

RAPAT - Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa dan Ketua Komisi II Gusti Anom Gumanti memimpin rapat Komisi II DPRD Badung dengan sejumlah instansi terkait di gedung dewan setempat, Rabu (15/1) kemarin. salah gay sangat riskan, jika salah membuat regulasi bahaya untuk pariwisata Badung. Masalah gay ini sudah sangat lama terjadi di wilayah pariwisata. “Orang Bali memiliki budaya sendiri yang harus dijaga. Tetapi orang luar punya budaya sendiri yang berbeda juga dengan kita. Mungkin ke depan keberadaan acaranya yang perlu kita buatkan regulasi agar tidak memengaruhi lingkungan kita,” tukasnya. Di sisi lain, IGAA Inda Trimafo Yudha menerangkan, kasus ini terjadi bukan selalu kesalahan akomodasi pariwisata. Namun terkadang agen perjalanan online-lah yang merangkul dan memberi informasi tanpa sepengetahuan ako-

modasi. “Ini permasalahan yang sangat riskan bagi pariwisata kita. Jadi, kita harus berhati-hati. Tamu yang datang ke Bali kan bermacam-macam, dari segi norma mungkin memang tidak elok, namun dari segi regulasi belum ada mengatur tentang itu,” ujarnya. Sependapat dengan Trimafo, Lanang Umbara juga mengatakan, di beberapa negara pasangan gay dilegalkan. Itulah yang kemudian dibawa ke Bali. Namun, di Indonesia dianggap tidak pantas. “Inilah yang membuat kita dilema sebagai daerah pariwisata. Mari kita adakan kajian khusus. Apakah benarbenar merugikan pariwisata Bali, jika memang merugikan barulah kita tindak sesuai aspek adat, budaya dan hu-

kum,” pintanya. Wayan Regep menambahkan, konsep pariwisata budaya tetap harus dijadikan landasan dalam membentuk regulasi. “Kalo dikatakan ini risiko, iya. Tetapi dari budaya kita ini berlawanan. Tren-tren seperti ini pasti ada, namun konsep pariwisata budaya yang akan kita legalkan bersama,” katanya. Sementara itu, Kadis Pariwisata Badung Made Badra mengatakan, soal pasangan gay di Bali memang baru muncul karena diiklankan dan menjadi ramai di media sosial. “Kelompok-kelompok ini standing power-nya cukup besar. Perlu kita dengar pendapatpendapat lain, dampak apa yang akan ditimbulkan dari isu ini,” ujarnya. (ad364)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kecakapan Komunikasi Mengelola Pasar Digital TIDAK bisa dimungkiri, era digitalisasi membawa berkah pada calon serta para pengusaha kecil pada umumnya. Kemungkinan untuk berkembang sangatlah luas serta lebar mengingat moda media sosial yang sangat beragam memberikan ruang tersebut. Kalau dibandingkan dulu, ketika dunia komunikasi massa tidaklah sehebat sekarang, maka kendala utama adalah permodalan serta peluang untuk pemasaran. Di samping ada faktor internal lain yang melekat pada diri pengusaha kecil itu sendiri. Seperti pengetahuan serta kecakapan soal pengelolaan keuangan serta manajemen. Sekarang hal itu sudah terlewati. Setidaknya peluang serta kemungkinan sudah terbuka. Pengusaha online kita menjual barang di dunia maya. Yang start-up pun sudah pula banyak. Tantangan sekarang adalah kemampuan untuk berkreasi, inovasi serta meningkatkan kompetensi. Jendela untuk berbagi serta mencari ilmu dan tips sudah banyak di media sosial. Mencari sendiri dan menemukan sendiri. Itu salah satu kunci penting. Jangan sampai kesempatan emas ini terlewatkan begitu saja. Sangat sayang kalau tidak ikut berbagi di dalamnya. Lain peran pemerintah serta lembaga terkait di mana? Tentu saja masih ada dan penting. Setidaknya ini memberikan dorongan moral serta finansial. Masih diperlukan dan mutlaklah itu walaupun titik sentralnya tetap pada pengusaha itu sendiri. Pengusaha milenial saat ini cenderung berada pada wilayah UKM. Mereka energik, fleksibel, penuh dengan ide dan sebagainya. Sangat sayang kalau kemampuan ini tidak ditampung dan diberikan saluran yang pas. Apalagi di Bali. Dengan potensi local genius yang ada tentu tidak terlalu sulit untuk lebih mengembangkan lagi. Yang paling dekat tentu yang berkaitan dengan pariwisata kekinian yang mementingkan experience serta hal-hal baru, cenderung anti mainstream dan akrab dengan media sosial. Inilah pasar yang mesti digarap kalangan milenial. Yang pasti pelaku UMKM Bali harus peka pasar dan memiliki daya saing. Kecakapan mengelola pasar juga amat penting. Kecakapan komunikasi jangan diabaikan mengingat di era digital ini kecakapan komunikasi justru sangat strategis. Kecakapan memengaruhi lawan komunikasi termasuk memengaruhi calon pembeli juga diperlukan. Kualitas produk yang bagus tanpa diimbangi kemampuan mempromosikan juga akan menghambat pertumbuhan dan penjualan. Yang pasti harus ada langkah terukur dan keberanian melakukan evaluasi produk dalam merebut pasar digital. Pergeseran selera konsumen yang cepat juga harus diantisipasi.

Tantangan UMKM di Tahun 2020 Secara realita pelaku Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah (UMKM) di tahun 2020 mau tidak mau atau suka tidak suka dipastikan akan menghadapi dampak dari perang dagang Amirika Serikat dengan China termasuk persaingan ekonomi global dan isu terjadinya resesi ekonomi dunia. Untuk menghadapi kondisi tersebut diperlukan strategi pengembangan UMKM yang inovatif, kreatif, berbasis teknologi, dan berbasis kearifan lokal sebagai wujud tantangan UMKM di tahun 2020.

Oleh Bambang Gede Kiswardi dapun kondisi tersebut dapat merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi UMKM dalam upaya untuk meningkatkan dan memberdayakan usaha ekonominya, sehingga mampu berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Ketangguhan dan kemandirian UMKM di tahun 2020 akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional untuk menghadapi perdagangan bebas di tahu 2020, di mana pada tahun tersebut telah disepakati untuk melaksanakan perdagangan bebas bagi ekonomi yang masih berkembang termasuk Indonesia. Sesuai dengan amanat Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVI/MPR-RI/1998 tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah, untuk itu perlu diberdayakan sebagai bagian internal ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peran, dan potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang, berkembang dan berkeadilan. Maka dari itu, perlu peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun para stskeholder terkait sangat diharapkan dapat memberikan pemberdayaan bagi UMKM untuk diselenggarakan secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim usaha yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang seluas-luasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi UMKM dalam mewujudkan pertumbu-

han ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Keberadaan UMKM dalam era ketidakpastian ekonomi dunia dan isu resesi ekonomi dunia juga perdagangan bebas dunia diharapkan mampu menangkap peluang yang baik dan apabila salah dalam mengambil keputusan usaha akan menjadi tantangan yang begitu fatal. Maka dari itu, bentuk tantangan dan peluang yang sangat strategis dalam mengisi persaingan pasar global diharapkan mampu memberikan multiplier effeck bagi UMKM. Tantangan UMKM yang harus ditampilkan untuk menghadapi strategi dalam mengisi keperluan dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun pasar global yaitu UMKM yang memiliki strategi entrepreneurship yang berbasiskan teknologi dan kearifan lokal. Sementara kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, memperlihatkan pertumbuhannya masih sangat lambat, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 mencapai 5,25 persen dan pada tahun 2017 pertumbuhannya mencapai 5,07 persen, sedangkan pada tahun 2018 pertumbuhannya mencapai 5,27 persen, begitu pula pada tahun 2019 diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 5,3 persen. Ini berarti dengan melihat kondisi pertumbuhan ekonomi tersebut akan berdampak juga terhadap pertumbuhan dan perkembangan UMKM pada tahun 2018 sebanyak 59,2 juta orang, sedangkan UMKM yang sudah go online sebanyak 3,9 juta orang di mana pada tahun 2019 UMKM yang akan go online diproyeksikan sebanyak 8 juta orang. Untuk menghadapi tantangan UMKM di tahun 2020 sangat diperlukan persyaratan yang paling

mendasar adalah membangun jiwa dan potensi entrepreneurship bagi pelaku UMKM. Apabila UMKM tidak menguasai jiwa dan potensi entrepreneurship serta demokrasi ekonomi dan demokrasi politik, juga termasuk teknologi dan kearifan lokal akan menjadi tantangan yang cukup serius di antaranya; pertama, lambatnya pertumbuhan dan perkembangan UMKM yang berdampak terhadap rendahnya pertumbuhan ekonomi rakyat yang dirasakan oleh masyarakat sehingga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan turunnya produksi bagi ekonomi rakyat, yang pada gilirannya menyebabkan masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Di samping itu, daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan mundurnya usaha bisnis UMKM karena dampak dari berkurangnya pembeli. Kedua, adanya kekhawatiran dan ketakutan atas keadaan isu resesi ekonomi dunia dan ketidakpastian ekonomi global, sehingga membawa pergeseran terhadap sistem politik ekonomi yang sekaligus berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Karena telah memilih sistem ekonomi kerakyatan yang dilandasi dengan demokrasi ekonomi untuk meniti masa depan yang lebih memberikan harapan. Jadi dengan memilih sistem ekonomi kerakyatan sebagai kekuatan dalam membangun ekonomi yang penuh kesadaran, karena meyakini bahwa sistem ekonomi kerakyatan yang berlandaskan demokrasi ekonomi adalah pilihan terbaik untuk ekonomi jangka panjang. Sekalipun tersedia pilihan lainnya, seperti yang dikehendaki oleh sejumlah elemen masyarakat dengan tuntutan bahwa sudah saatnya pemerintah memperbaiki kebijakan dalam bidang konomi yang memberikan kemudahan

berusaha, prlindungan berusaha, dan perkuatan berusaha bagi plaku UMKM. Karena melalui perbaikan kebijakan di bidang ekonomi akan membawa peran politik sebagai kedok demokrasi, sehingga terjadi tarik ulur kepentingan dalam membangun ekonomi yang berkeadilan. Ketiga, ketergantungan yang tinggi terhadap luar negeri, baik berupa pinjaman maupun investasi sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi perkembangan ekonomi global maupun kondisi politik yang berkembang saat ini. Maka dari itu, diperlukan struktur ekonomi yang memiliki fondasi yang kuat dan kokoh dengan asas gotong royong yang berlandaskan jiwa entrepreneurship, kearifan lokal dan UMKM yang sudah siap go online dengan kekuatan teknologi bisnis. Secara konstitusi kedudukan sistem ekonomi kerakyatan yang berlandaskan demokrasi ekonomi sangatlah kuat dan mampu menata masa transisi selama terjadinya ketidakpastian ekonomi global, supaya manajemen kualiti kontrolnya dalam kebijakan ekonomi betul-betul terjamin dan pada akhirnya akan menjadi era demokrasi ekonomi yang kian solid dan matang setelah melalui tahapan konsolidasi dan pendalaman demokrasi ekonomi yang berkelanjutan sesuai falsafah budaya Indonesia. Keempat, adanya persaingan tidak sehat di antara pelaku-pelaku UMKM yang membawa kepentingan politik dalam menggapai keuntungan, sehingga akan berdampak terhadap ketidakstabilan ekonomi baik secara mikro ekonomi maupun makro ekonomi. Di samping itu, persaingan tidak sehat dalam situasi dan kondisi ketidakpastian ekonomi global, isu resesi ekonomi dunia dan perdagangan bebas global akan berdampak terhadap sulitnya tumbuh bisnis-bisnis baru, karena kecenderungan akan mengganggu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Terkait dengan tantangan tersebut, masih terlihat ada peluang yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM dalam menghadapi tahun 2020 maupun era perdagangan bebas saat ini di antaranya; Pertama, kerangka pola pikir pemberdayaan usaha bagi pelaku UMKM, bahwa dalam

era perdagangan bebas dunia, kegiatan ekonomi akan mengarah pada mekanisme pasar global dan pasar dalam negeri, sehingga diharapkan akan mampu meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi barang dan jasa, dengan demikian dapat memenuhi kebutuhan pasar global dan pasar dalam negeri. Karena semua pelaku UMKM bebas bersaing antara yang satu dengan yang lainnya, dan akan menciptakan pemusatan-pemusatan sesuai dengan kekuatan yang dimiliki oleh setiap pelaku UMKM. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Ketahanan mental krama Bali makin terdegradasi. - Ketahanan ekonomi juga. *** Perbekel mestinya memberikan anggaran tetap pada STT. - Bukan saat pilkades saja. *** Sikapi vila gay, Komisi II DPRD Badung kumpulkan OPD terkait. - Jangan sekadar kumpul.

Pendidikan Promosi Doktor FH Unud

I Ketut Gde Suarnatha Lulus ’’Cumlaude’’

Senator RI Minta Perbekel Beri Anggaran Tetap pada STT

Wedakarna Minta Sekaa Teruna di Bali Bantu ’’Prajuru’’ Adat Hadapi Kaum Radikal Berkedok Pendatang GERAKAN Satyagraha kembali bergerak, yakni mengajak generasi muda milenial di desa-desa untuk membantu prajuru desa adat untuk menghadapi radikalisme khususnya di segmen palemahan dan pawongan. Ini dianggap penting oleh Senator DPD-RI asal Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III, mengingat saat ini negara khususnya di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo sedang gencarnya memerangi radikalisme, khususnya pengusung gerakan Khilafah yang bercita-cita mendirikan negara agama. Demikian diungkapkan Senator Arya Wedakarna (AWK) di hadapan ratusan anggota STT di Kabupaten Klungkung yakni di STDS Banjarangkan, Klungkung dan ST Vidya Graha Paksebali, Klungkung. Dalam perayaan hari jadi STT itu, AWK seperti biasa membakar semangat anak muda dengan gerakan Satyagrahanya, dan meminta kepada anak muda Klungkung untuk membantu negara dalam hal melawan gerakan Khilafah. ‘’Dari berbagai laporan, Klungkung sudah mulai dimasuki oleh gerakan radikal. Lihat saja kondisi di kota Semarapura, bagaimana persaingan ekonomi oleh tamiu sudah mulai mengkhawatirkan. Nilai–nilai toleransi jangan sekadar pemanis, dan pejabat pemerintahan harus langsung menyelesaikan masalah distoleransi. Kehidupan yang damai dan

aman, tidak boleh dihancurkan oleh sekelompok kecil yang mengusung ajaran Khilafah. Mereka bisa masuk di jalur politik, ekonomi, pendidikan dan sosial budaya. Makanya saya dukung pengaturan palemehan dan pawongan di desa adat sesuai dengan Perda Desa Adat No.04/2019 yang digagas Gubernur Koster,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Untuk itu, ia meminta anak–anak muda Hindu untuk bergerak, berani berbicara dan juga berani berdebat agar agama Hindu, budaya Bali dan adat istiadat bisa eksis. ‘’Bung Karno berkata JAS MERAH! Dulu leluhur Hindu di zaman kerajaan berjuang dengan tajamnya ujung tombak dan ujung keris, makanya di Bali ada puputan. Sedangkan leluhur kita di zaman kemerdekaan, leluhur berjuang dengan ujung pena terutama saat menulis teks proklamasi dan konstitusi. Dan zaman sekarang, pemimpin Bali harus berjuang dengan tajamnya ujung lidah dan ujung pena. Ini yang saya anggap sebagai perjuangan yang tidak pernah berhenti. Lihat saja pahlawan nasional dari Bali, Mr. Gusti Ketut Pudja, yang ikut rapat kemerdekaan pada 1945, beliau tegas menolak Piagam Jakarta yang berisi kewajiban syariat bagi agama tertentu, padahal Mr. Pudja adalah satu-satunya orang Hindu pada 1945 rapat

bersama Bung Karno dan PNI untuk mementukan masa depan bangsa. Syukurlah konsep negara agama (khilafah) akhirnya gagal total, salah satu pemicunya adalah keberanian Gusti Pudja yang hebat mandraguna karena berani bicara. Camkan ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Maka dari itu, Senator AWK meminta kepada perbekel di seluruh Bali untuk memiliki hati yang baik untuk bisa memberikan bantuan dana/anggaran tetap bagi kaum STT per tahun-

nya. ‘’Kepala desa adalah jabatan politik, jangan hanya mendekat saat pilkades, tapi berikan komitmen pada STT setiap tahun. Bantu mereka buat acara, bantu mereka program STT. Pusat sudah gelontorkan dana ratusan juta hingga miliaran per tahun, gunakan itu untuk SDM. Jika ada perbekel yang pelit dana, ya… tidak usah dipilih lagi ke depan. Catat dan rekam,’’ pungkas Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad363)

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna saat hadir di acara Sekaa Teruna STDS Banjarangkan dan ST Vidya Graha Paksebali di Klungkung.

SUKSES berprofesi sebagai seorang advokat, tidak menyurutkan niat I Ketut Gde Suarnatha, S.H., M.H. untuk meraih gelar tertinggi akademiknya di bidang hukum. Pria kelahiran Denpasar, 17 Juni 1968 ini melanjutkan pendidikan gelar doktornya (S-3) pada Program Studi (Prodi) Doktor Ilmu Hukum di Fakultas Hukum Universitas Udayana (FH Unud) tahun 2016. Berkat keuletan dan kegigihannya, gelar doktor pun berhasil diraih selama 3 tahun 5 bulan. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Penguatan Pengaturan Daya Saing Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Lokal Dalam Penyelenggaraan Perdagangan Jasa Pariwisata’’, ayah tiga orang anak ini lulus dengan predikat Cumlaude (IPK = 3.98) pada ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum FH Unud, Rabu (15/1) kemarin. Ujian Terbuka Promosi Doktor yang berlangsung selama dua jam ini dipimpin langsung oleh Dekan FH Unud Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. selaku Promotor, Dr. I Ketut Westra, S.H., M.H. selaku Kopromotor I, Dr. I Made Udiana, S.H., M.H. selaku Kopromotor II, serta diuji oleh empat dewan penguji/penyanggah lainnya. Dalam disertasinya, I Ketut Gde Suarnatha mengatakan bahwa di era globalisasi saat ini kegiatan pariwisata tidak dapat dimungkiri telah membawa dampak positif berupa keuntungan di bidang ekonomi, namun juga dapat membawa dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan, tatanan masyarakat, serta nilai-nilai budaya yang menjadi roh dari kepariwisataan Indonesia. Dari sisi ekonomi, kegiatan pariwisata yang melibatkan usaha yang berskala besar

DEWAN PENGUJI - Dr. I Ketut Gde Suarnatha, S.H., M.H. (5 dari kanan) berfoto bersama Dekan FH Unud Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum. (5 dari kiri), Promotor dan Kopromotor, serta para Dewan Penguji seusai Ujian Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukum FH Unud, Rabu (15/1) kemarin. maupun UMKM mempunyai peranan strategis dalam pembangunan ekonomi. Terutama UMKM lokal. Oleh karena itu, UMKM lokal sebagai bagian dari usaha ekonomi kerakyatan penting untuk diberdayakan di tengah arus perkembangan pariwisata. Peran pemerintah sangat penting dalam mendorong agar kegiatan usaha di bidang pariwisata dapat memberi peluang dalam pemberdayaan ekonomi rakyat. ‘’Bila UMKM sebagai bentuk ekonomi karakyatan tidak diberikan peluang dan kurang diberdayakan, maka dia tidak akan mempunyai daya saing ketika berhadapan dengan kekuatan ekonomi global,’’ ujar I Ketut Gde Suarnatha. Dalam penelitiannya ini, ditemukan bahwa konsep UMKM lokal di Bali dalam perdagangan jasa pariwisata beranjak dari adanya prinsip kepariwisataan yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan memberi manfaat untuk kesejahteraan rakyat

berdasarkan proporsionalitas dalam memberdayakan masyarakat setempat. Berdasarkan hal tersebut maka pembentukan konsep UMKM lokal memerlukan prinsip efisiensi berkeadilan dan asas subsidaritas yang menunjukkan keberpihakan pada keselarasan masyarakat setempat menuju kesejahteraan sosial dalam mewujudkan iklim usaha yang adil, kondusif, dan berdaya saing untuk penyangga dan pelestarian kebudayaan sebagai aset sumber daya budaya dalam keberlanjutan kepariwisataan (sustainable tourism). Kendati demikian, faktor-faktor yang melemahkan daya saing UMKM lokal juga ditemukan. Di antaranya faktor identitas UMKM lokal, faktor kemitraan antara UMKM lokal dengan usaha besar, faktor permodalan terhadap UMKM lokal dalam arti sempit, dan faktor kelembagaan UMKM lokal pembentukan komunitas. (ad362)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

”Melaspas Pememben Bagia Pulakerti” Karya Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau

BAGIA PULA KERTI - Rangkaian upacara Melaspas Pememben Bagia Pulakerti Karya Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau.

MASIH serangkaian Karya Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Pelaksanaan ritual Rabu (15/1) kemarin dilangsungkan upacara Melaspas Pememben Bagia Pulakerti. Ketua Umum Panitia Karya Pangurip Gumi yang juga Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan, serangkaian Karya Pangurip Gumi itu baik masyarakat maupun panitia sangat antusias. Karena itu prosesi ritual berjalan lancar dan baik.

“Kami selalu bekerja sama dan melakukan koordinasi sehingga pelaksanaan karya agung dapat berjalan lancar sesuai harapan kita semua,” ucapnya. Wabup Sanjaya mengimbau seluruh masyarakat baik di Tabanan khususnya dan Bali umumnya bersama-sama mendoakan Karya Agung Pangurip Gumi ini agar berjalan antar dan baik. “Mari bersama-sama kita doakan agar karya ini mangda antar labda karya sidaning don,” pintanya. Sanjaya menegaskan,

karya ini merupakan tugas sangat mulia. Tujuannya menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam jagat raya Bali. “Aplikasinya sama dengan apa yang sering disampaikan Gubernur Bali dalam visi-misi membangun Bali. Upacara ini merupakan salah satu bagian implementasi Nangun Sad Kerthi Loka Bali,” imbuhnya. Sementara pihak panitia karya menyatakan ritual ini dimaksudkan untuk melakukan doa bersama kehadapan Ida Sang Hyang

kasnya. Jembatan dan jalan di Desa Bangli, Baturiti itu, kata Gede Partana, merupakan usulan tahun 2018. Namun terealisasi baru di tahun 2019. Jalur sebelum adanya pembangunan jembatan kondisi tikungan dan juga tanjakannya cukup ekstrem. Kemiringan jalannya memang termasuk terlalu curam. Apalagi jalur ini merupakan jalur alternatif jika jalur utama Denpasar-Singaraja atau arah Singaraja menuju kota Tabanan mengalami kemacetan. Dari data Dinas PUPR-PKP, pengerjaan jalan sepanjang 7 kilometer dan panjang jembatan 40 meter dengan lebar 7,2 meter, sudah termasuk trotoar dengan lebar perkiraan 6,2 meter. “Kami minta agar jalan dan jembatan bisa segera rampung,” harapnya. (kmb28)

PENGERJAAN - Pekerja tampak masih melakukan finishing pengerjaan jembatan dan jalan di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti.

Widhi dalam rangka mayasa kerthi, ngertiang jagat (menjaga keseimbangan bumi) agar tetap seimbang dan teratur. Dengan cara menghaturkan berbagai upakara yang berisikan seluruh unsur bumi. “Kita melaksanakan yadnya dengan cara mayasa kerthi, ngertiang jagat agar bisa seimbang dan teratur sesuai keinginan kita bersama,” jelas Ketua Panitia I Karya Agung Pangurip Gumi 2020, I Wayan Arya. Selain dihadiri masyarakat dari berbagai daerah

di Bali dan para panitia, kegiatan Melaspas Bagia Pulakerti Pangurip Gumi itu juga dihadiri jajaran pejabat dan ASN Pemkab Tabanan. Di antaranya anggota DPRD Tabanan I Wayan Edi Nugraha Giri, Sekda I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan A.A. Dalem Tresna Ngurah, dan Camat Penebel IGA Supartiwi, Kabag Humas dan Protokol I Ketut Ridia, beserta seluruh OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan beserta staf. (bit)

Molor, Pengerjaan Jembatan dan Jalan di Desa Bangli Tabanan (Bali Post) Pengerjaan pembangunan paket jembatan dan jalan penghubung antara Banjar Munduk Andong dengan Banjar Titi Galar di Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, molor. Sejatinya pengerjaan proyek itu ditargetkan rampung 20 Desember 2019. Dengan demikian, sudah molor selama 35 hari. Karena itu, durasi pengerjaan kegiatan yang anggarannya bersumber dari BKK Provinsi Bali, namun masuk ke APBD Tabanan itu pun akhirnya diperpanjang hingga 50 hari dari tanggal batas penyelesaian anggaran. Akibat keterlambatan itu, Pemkab Tabanan melalui Dinas PUPRPKP tengah menghitung total denda yang harus dibayar pihak rekanan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Pemukiman (PUPR-PKP) Tabanan I Gede Partana seizin Kepala Dinas PUPR-PKP I Made Yudiana, Rabu (15/1) kemarin menegaskan, pengerjaan jembatan dan jalan di Desa Bangli Kecamatan Baturiti ini merupakan bagian peningkatan jalan Patung Jagung-Titi Galar yang pengerjaannya dimulai sejak 5 Agustus 2019. Target

penye-lesaiannya sampai tanggal 20 Desember 2019. Sumber dananya berasal dari BKK Provinsi Bali, tetapi masuk melalui APBD Tabanan dengan nilai kontrak Rp12.159.728.489, 27. Namun kenyataannya hingga batas penyelesaian jembatan dan jalan itu masih juga ada kegiatan pengerjaan alias belum rampung. “Pihak rekanan mengatakan minggu ini sudah rampung. Saat ini sudah tahap finishing. Tetapi terhi-

tung sejak tanggal 21 Desember 2019 memang sudah kena denda,” terangnya. Nilai dendanya, kata Partana, masih dihitung setelah kegiatan benar-benar rampung. Molornya pengerjaan jembatan dan jalan di Desa Bangli seperti dikatakan pihak rekanan disebabkan faktor curah hujan yang tinggi. “Setelah perhitungan denda, barulah masuk ke masa pemeliharaan selama satu tahun. Setelah itu baru diserahkan ke daerah,” pung-

Posisi Kepala Dinas Kosong BKPSDM Segera Lelang Jabatan Tabanan (Bali Post) Pascaditinggal pensiun I Nengah Sumerta per tanggal 1 Desember 2019, posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan saat ini masih kosong pejabat definitif. Karena itu dalam waktu dekat ini sedang disiapkan lelang jabatan. Namun, sampai saat ini masih menunggu rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) menyusun perencanaan selanjutnya. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan Rabu (15/1) kemarin, posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana saat ini masih diisi pelaksana tugas (Plt) yang dipercayakan kepada Asisten I, Wayan Miarsana. Sesuai Surat Edaran Badan Kepegawaian Daerah nomor 2/SE/VII/2019 tentang kewenangan pelaksana harian dan pelaksana tugas dalam aspek kepegawaian. Salah satu poinnya, pegawai negeri sipil yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas paling lama bisa melaksanakan tugas tiga bulan. Namun dapat diperpanjang tiga bulan lagi. “Kami sudah kirim dokumen lewat Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi (Sijapti). Dan saat ini masih menunggu turunn y a

rekomendasi KASN. Nantinya akan disusun tahapan perencanaan lelang jabatan,” terangnya. Terkait lelang jabatan, posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tabanan ini, kata Sugatra, tentunya sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Pasalnya, sebagai salah satu daerah yang akan menggelar Pilkada 2020. Terkait Pasal 71 UU No 10/2016 disebutkan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri. “Memang mutasi sesuai UU Pilkada itu dilarang, namun pada pasal itu juga disebutkan jika sifatnya urgen agar posisi jabatan tidak lama kosong, tentunya bisa dilakukan. Dengan catatan harus mendapatkan persetujuan resmi Mendagri yang disampaikan melalui Gubernur. Artinya, mutasi itu dilakukan sangat selektif,” ucapnya. Dengan adanya lelang jabatan, kata Sugatra, satu posisi biasanya akan diikuti rotasi/mutasi posisi jabatan lainnya. Jika rekomendasi KASN itu turun, pihaknya langsung melaksanakan perencanaan pansel. (kmb28)

I Wayan Sugatra

KPU Umumkan Perekrutan PPK Tabanan (Bali Post) Berbagai tahapan jelang Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kabupaten Tabanan terus berproses. Seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan mengumumkan perekrutan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), mulai Rabu (15/1) sampai Jumat (17/1). Ketua KPU Tabanan I Gede Putu Weda Subawa mengatakan, setelah tiga hari masa pengumuman yang disebar ke desa maupun via website, pendaftarannya dibuka mulai tanggal 18 sampai 24 Januari 2020. “Jadi, yang ingin mendaftar silahkan datang ke Sekretariat KPU Tabanan setiap jam kerja. Bahkan Sabtu dan Minggu tetap kami layani,” ujar Weda Subawa, Rabu (15/1). Dia mengutarakan, jumlah anggota PPK yang dibutuhkan nanti sebanyak 50 orang. Di tiap– tiap kecamatan akan ditempatkan lima anggota PPK.

“Menjadi seorang penyelenggara pemilu itu perlu integritas kuat. Artinya, bagi siapa saja yang ingin mendaftar jangan melewatkan kesempatan ini,” tuturnya. Persyaratannya, kata Weda, masih bersifat umum. Seperti tidak jadi anggota partai politik. Tidak pernah dihukum dengan keputusan pengadilan minimal 5 tahun. Selain itu, bebas narkoba lewat surat pernyataan dari yang bersangkutan. “Yang ingin berpartisipasi bisa mengambil form di KPU atau mengunduh di web KPU,” terangnya. Minimal usia yang mendaftar PPK itu 17 tahun. Karena itu, mereka yang berstatus pelajar bisa mengikuti rekrutmen PPK. Namun bagi yang belum tamat, mereka harus melampiri surat keterangan dari pihak sekolah. (kmb28)

I Gede Putu Weda Subawa

Sosial

Edukasi Keselamatan Berkendara Pakai Helm ”Aman dan Seru”

MENGAWALI tahun 202 0 , A s t r a M o t o r B a l i melalui tim safety riding bekerja sama dengan Dikmas Dirlantas Polda Bali menyebarkan ‘’virus’’ cari aman di jalan raya. Astra Motor Bali punya visi sama dengan Polda Bali sebagai pelopor keselamatan berkendara. Kegiatan yang dilaksanakan itu bertajuk “Safety Riding For Under Senior High School”. Adapun agendanya mengunjungi SMPK Harapan 2 Untal-Untal yang diikuti 150 siswa kelas IX. Kegiatan itu dilaksanakan 14 Januari 2019 mulai pagi hingga siang hari. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk materi interaktif in class itu dengan mengajak dialog para siswa agar aktif menyebarkan virus cari aman dengan cara memakai helm saat mengendarai maupun berboncengan sepeda motor, agar selalu dengan cara “Aman dan Seru”. Dijelaskan lebih detail pihak pembicara, Aman itu

mengandung arti mereka jadi tahu standar helm yang baik berisi logo standar SNI asli (tercetak bukan stiker/ cat - red). Sedangkan Seru itu, dimaknai memakai helm jadi lebih keren dan modis sesuai gaya anak muda milenial. Pada kesempatan itu pula siswa yang aktif bertanya dan bisa menjawab pertanyaan dari tim safety riding mendapatkan hadiah helm sebagai bentuk edukasi ke siswa tentang pentingnya helm untuk melindungi kepala. Sambutan yang disampaikan Kepala SMPK Harapan 2 Untal-Untal itu, bahwa aturan di sekolahnya semua siswa harus diantar-jemput. Siswa di sana dilarang menggunakan sepeda motor ke sekolah. Jika aturan itu dilanggar maka pihak sekolah akan memberikan sanksi. ‘’Dengan adanya sosialisasi ini, dipercaya sangat membantu menambah wawasan pengetahuan siswa-siswinya akan keselamatan berkendara. Hal itu juga sebagai

bahan pengetahuan uji SIM nantinya,’’ ungkap Ni Made Rai Ermani, S.H., M.M., Kepala SMPK Harapan 2 UntalUntal. Pada kesempatan itu pula disebarkan flyer yang mengedukasikan tentang arti rambu lalu lintas. Selain itu, hal-hal penting kelengkapan berkendara sehingga bisa ditularkan kepada keluarga di rumah. “Penyebaran informasi sejak dini mengenai pentingnya Cari Aman berkendara di kalangan milenial, kami

berharap siswa-siswi nantinya yang akan mengendarai sepeda motor bisa menerapkan pengetahuan keselamatan berkendara. Mereka kami harap selalu ingat pelopor keselamatan berkendara itu dari Honda. Pihak yang berboncengan pun bisa mengingatkan kepada keluarganya atau kerabatnya agar senantiasa menaati rambu-rambu di jalan raya serta selalu ingat safety riding,” pinta Ngurah Iswahyudi selaku Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali. (bns)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Kader PDI-P Kena Sanksi Gianyar (Bali Post) Seorang kader PDIP Gianyar Ketut Sudiasa mengalami nasib apes saat mengikuti rapat kerja nasional (rakernas) partai yang berlangsung di Jakarta, beberapa waktu lalu. Lantaran keluar ruang pertemuan ketika ada pengarahan dari Ketua DPP, kader PDI-P dari Kecamatan Tegallalang itu harus mendapat sanksi. Ketua DPC PDI-P Gianyar I Made Mahayastra membenarkan hal itu, Rabu (15/1) kemarin. Politisi yang akrab disapa Agus Mahayastra ini mengakui satu orang kader-nya yang saat ini menduduki kursi di DPRD Gianyar dikenai sanksi. Sanksi itu diterima lantaran ada di luar ruang pertemuan saat rakernas tengah berlangsung. “Kami

Bali Post/kmb35

Ketut Sudiasa

di Gianyar kena satu (sanksi - red), kebetulan berkeliaran saat ada pengarahan dari DPP,’’ ucapnya.

Sudiasa langsung dikenai sanksi, berupa penurunan jabatan dari posisi sebelumnya. Kader asal Kecamatan Tegallalang itu sebelumnya menjadi Sekretaris Komisi II DPRD Gianyar. “Tidak hanya teguran, tetapi langsung sanksi. Sebelumnya sebagai Sekretaris Komisi II (DPRD Gianyar - red), kami ganti dan copot menjadi anggota biasa,’’ tegasnya. Mahayastra yang juga Bupati Gianyar menambahkan, saat rakernas berlangsung, Sudiasa hanya beberapa meter di luar pintu. Ia dipastikan masih berada di gedung tempat digelarnya rakernas. “Alasannya keluar mungkin makan atau kencing, tetapi itu tidak diterima oleh DPP dan langsung disanksi,’’ tandasnya. (kmb35)

Akses Melewati Jalan Ambles Ditutup Permanen

Bali Post/kmb35

BALIK ARAH – Pengendara sepeda motor berbalik arah karena jalur yang melintasi jalan ambles ditutup permanen. Gianyar (Bali Post) – Pemkab Gianyar akhirnya menutup total jalan ambles di Desa Sukawati menuju Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh. Penutupan itu dilakukan dengan drum hitam ditambah water barrier. Sementara di lokasi jalan ambles diisi pembatas karung berisi pasir. Pantauan Bali Post, Rabu (15/1) kemarin, kondisi jalan yang ambles tampak makin parah, sebab beberapa bagian kembali ambles. Selain itu, sejumlah retakan jalan bertambah lebar. Kondisi ini membuat jalur semakin membahayakan, terlebih kedalaman tebing di sisi timur mencapai 30 meter lebih. Jalan yang ambles sudah dibatasi dengan karung berisi pasir. Sementara itu, di sisi utara dan selatan ruas jalan diisi penutup berupa drum dan water barrier. Di sisi selatan saja dipasang lima water barrier dan tujuh buah drum hitam.

Sejumlah material pun sudah menutup jalur menuju jalan ambles tersebut. Melihat penghalang itu, sejumlah pengendara sepeda motor langsung balik arah. Kadishub Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, pemasangan drum hingga water barrier dimaksudkan untuk menutup permanen jalur tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga keselamatan dengan tidak lagi menerobos penutup jalan. “Sebelum ini ada masyarakat yang memaksa lewat dengan truk, itu kan bahaya. Makanya sekarang ditutup permanen,’’ ujarnya. Selama ini pihaknya sudah memasang rambu plang dilarang lewat, namun sering dilanggar oleh pengendara roda dua dan roda empat. Ia kembali mengimbau masyarakat agar tidak menerobos pembatas jalan yang sudah dipasang demi keselamatan bersama.

Tingkatkan kesadaran bahwa keselamatan itu milik kita semua. Terkait pengerjaan pembangunan jalan alternatif, Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya minta masyarakat bersabar. Dijelaskannya, membangun jalan baru di atas lahan bekas sawah itu membutuhkan waktu untuk pemadatan tanah. “Perlu proses agar tanah tidak labil. Tahun ini mungkin dibentuk badan jalan saja dulu. Kami pastikan batas-batasnya,” katanya. Pihaknya bisa saja bergerak cepat membuat jalan. Namun, bila terburu-buru dikhawatirkan konstruksi jalan justru tidak bagus. “Bisa saja tahun ini (membuat jalan - red) kalau mau kerjanya asal-asalan, tetapi kami tidak ingin seperti itu. Jadi, biar secara alamiah jalan itu memadat dulu,’’ ucapnya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Gusti Ngurah Suwastika menambahkan, pembebasan lahan sudah dirampungkan sejak akhir 2019. Tiga pemilik lahan yang melakukan pembebasan. “Pemilik lahan sudah setuju, jadi pembebasan lahan sudah rampung,” tegasnya. Lahan yang dibebaskan 2.818 meter persegi. Nilai yang dipasang dalam DPA Rp6.960.000.000, namun setelah negosiasi menjadi Rp6.773.200.000 dan sudah dibayarkan ke pemilik lahan. Jadi, ada anggaran Rp186.800.000 yang dikembalikan ke kas daerah. (kmb35)

Bali Post/kmb35

DEKLARASI - Suasana deklarasi pelaksanaan pilkel serentak di Mapolres Gianyar, Rabu (15/1) kemarin.

Jelang Pilkel

Calon Perbekel Diminta Jaga Kondusivitas

Gianyar (Bali Post) –

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kabupaten Gianyar menggelar deklarasi kesepakatan damai pemilihan perbekel (pilkel) serentak 2020, Rabu (15/1) kemarin. Kegiatan yang diikuti puluhan calon perbekel itu diselenggarakan di Gedung Serbaguna Mapolres Gianyar. Seluruh peserta diajak menjaga kondusivitas penyelenggaraan pilkel serentak yang akan berlangsung 19 Januari mendatang. Kegiatan deklarasi dihadiri Bupati Gianyar I Made Mahayastra, S.T. Par., M.AP., Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana, S.IK., S.H., M.H., Dandim 1616 Gianyar Letkol Inf. Frandi Siboro, dan Ketua DPRD Gianyar Drs. I Wayan Tagel Winarta. Dalam nota deklarasi kesepakatan damai itu tercantum enam poin yang dibacakan dan ditandatangani perwakilan calon perbekel. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana mengatakan, deklarasi damai ini diselenggarakan dalam rangka menyatukan persepsi, khususnya dalam pelaksanaan pilkel serentak tahun ini yang diikuti 77 calon perbekel. “Pilkel serentak ini wajib mengutamakan keamanan dan ketertiban. Wajar apabila

ada perbedaan pilihan, tetapi ending-nya apa pun hasilnya wajib kita hormati bersama, karena kita punya tanggung jawab menjaga Gianyar tetap kondusif,’’ katanya. Kondusivitas masyarakat hendaknya menjadi prioritas utama dan harus tetap dipelihara. Terlebih perhelatan politik cenderung dapat menimbulkan gesekan antarpendukung calon yang didasari cara berpolitik tidak sehat, seperti kampanye hitam, politik uang, ujaran kebencian, hoaks dan lainnya. “Ini yang potensial menimbulkan keresahan bahkan dapat menjadi konflik sosial. Untuk itu, kami dari kepolisian sangat mengharapkan peran serta semua pihak khususnya para calon perbekel agar berpolitik secara

santun dan bermartabat sekaligus dapat memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyaraka,’’ ujar AKBP Adnyana. Terkait potensi kerawanan, Kapolres Gianyar mengatakan aparat kepolisian terus berupaya melakukan pencegahan. Ditegaskannya, sampai saat ini 29 desa yang menyelenggarakan pilkel masih kondusif. “Kami terus menyelenggarakan kegiatan kepolisian, baik secara tertutup maupun terbuka untuk mencegah potensi kerawanan. Kami berharap pesta demokrasi berjalan dengan baik,’’ sebutnya. Pihaknya akan menggelar pola pengamanan di setiap TPS dengan menyiapkan satu personel Polri yang melakukan pengamanan. Di

samping itu, menyiagakan personel lain guna mengantisipasi kerawanan. “Yang lain kami siapkan personel dukungan apabila ada kerawanan. Dari seluruh kekuatan Polres Gianyar, dikerahkan dua per tiga untuk pengamanan pilkel,’’ tambahnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengungkapkan, proses pilkel serentak ini sudah disiapkan sejak lama, mulai dari anggaran, regulasi hingga hal-hal yang bersifat teknis. “Karena ini rawan. Bila salah dalam regulasi bisa menimbulkan situasi berkepanjangan,’’ tandasnya. Bupati yang juga Ketua DPC PDI-P Gianyar itu mengakui puluhan kader di partainya mengikuti pelaksanaan pilkel serentak tahun ini. Mereka sudah mundur dari partai dan menyerahkan kartu tanda anggota (KTA). “Kader partai yang maju (pilkel - red) mundur dari partai dan kembalikan KTA. Calon perbekel yang mundur banyak, ada puluhan,’’ jelasnya. (kmb35)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Jaga Keseimbangan Alam

Warga Banjar Sampalan Gelar Ritual ’’Ngadegang’’ MASYARAKAT Banjar Sampalan, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, kembali menggelar ritual Ngadegang. Rangkaian ritual Ngadegang itu diawali prosesi melasti, Rabu (15/1) kemarin. Masyarakat setempat melestarikan ritual suci itu sebagai upaya menjaga keseimbangan alam, agar antara bhuana agung dan bhuana alit itu tetap terjalin harmonis. Dengan demikian diharapkan masyarakat dijauhkan dari segala bentuk bencana di awal dan selama tahun 2020 ini. Ritual ngadegang itu setiap

tahun digelar persisnya empat hari sebelum Tilem Kapitu. Ngadegang diawali upacara melasti yang dilakukan di segara setempat. Seluruh pelawatan seperti Pelawatan Barong Bangkal dan lainnya disucikan di sana setelah diusung krama banjar setempat. Ada juga pelawatan itu di-pundut dari Pura Gunung Hyang. ‘’Upacara ngadegang itu dimaknai untuk mengingatkan umat agar tetap menjaga keharmonisan alam, keseimbangan antara bhuana alit dan bhuana agung,’’ kata Klian Banjar Sampalan I Dewa Made Suarjana.

Usai melasti di segara setempat, seluruh pelawatan di-pundut lagi menuju perempatan desa. Di sana pelawatan dihaturkan caru siap selem berikut segehan agung. Pelaksanaan ritual ini cukup membuat krodit situasi sekitar. Untungnya para pecalang bekerja sama dengan baik, mengatur warga sekitar termasuk kendaraan. Suarjana menegaskan, perlengkapan upacara dan segala persiapan dilakukan secara gotong royong oleh krama setempat. Sehingga seluruh warga nampak terlibat kompak dan penuh semangat mengikuti pelaksanaan upa-

cara itu. Ia menambahkan, pelaksanaan ritual ini sebagai wujud syukur atas karunia yang sudah diberikan alam semesta. Pelaksanaan ngadegang itu, menurutnya, sebagai upaya ngadeg atau menghadirkan Ida Batara melalui kehadiran pelawatan tersebut. Kehadiran Ida Batara di tengah warga, ditandai turunnya hujan. Diharapkan jagat ini selalu landuh, teduh dan penuh kerahayuan. Selain itu kedamaian terjaga selalu memberikan anugerah kepada masyarakat setempat. Wujud syukur warga pun tidak hanya ditandai dalam

Jadi Narasumber KKN IPE

Bupati Suwirta ’’Sharing’’ Kiat Sukses Pelayanan Kesehatan BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Ni Made Adi Swapatni menjadi narasumber Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Tahun 2020 di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar, Rabu (15/1) kemarin. Kegiatan ini untuk memberikan pembekalan sekaligus memperkenalkan upaya Pemkab Klungkung di bidang pelayanan kesehatan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan (KKN) di Kabupaten Klungkung. Turut hadir Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Anak Agung Ngurah Kusumajaya, S.P., M.PH., Wakil Direktur I Poltekkes Denpasar Gusti Ayu Marhaeni. S.KM., M.Biomed. serta para mahasiswa. Bupati Suwirta menyampaikan pada periode pertama kepemimpi-

nannya ditargetkan dapat meningkatkan layanan RSUD Klungkung ke tipe B. Selain itu juga agar menjadi rujukan Bali Timur dalam lima tahun. Namun target itu terwujud hanya dalam tempo waktu tiga tahun masa jabatannya. ‘’Dengan terwujudnya tipe B RSUD Klungkung ini, menjadi lebih memberikan dampak positif terhadap pelayanan kesehatan khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Klungkung,’’ ujar Bupati Suwirta. Lebih lanjut, Bupati juga memperkenalkan program-program kesehatan di Kabupaten Klungkung. Seperti Kris 118, Dorkesmas dan program layanan kesehatan lainnya. Program itu sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya program itu nantinya diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan lebih maksi-

KKN IPE - Bupati Suwirta saat tiba di acara Kuliah Kerja Nyata Interprofessional Education (KKN IPE) Tahun 2020 di Gedung Auditorium Poltekkes Kemenkes Denpasar.

mal kepada masyarakat. ‘’Dengan adanya program-program terobosan itu, terbukti bisa memberikan pelayanan lebih maksimal untuk masyarakat,’’ katanya. Selain itu, Bupati juga berharap kepada para dosen bisa memberikan pembekalan teori service kepada anak-anak. Sebab, menurutnya, yang sangat penting dilakukan di rumah sakit itu, bagaimana dituntut memberikan pelayanan dengan baik alias tidak asal-asalan kepada pasien. ‘’Ikuti kegiatan KKN ini dengan sebaik-baiknya dan selalu tanamkan rasa memiliki di mana pun kalian nantinya ditempatkan. Sikap yang baik itu dilakukan agar kegiatan dapat berjalan maksimal,’’ harapnya. Wakil Direktur I Gusti Ayu Marhaeni, S.KM., M.Biomed. menyampaikan melalui proses pembelajaran Interprofessional Education (IPE) ini, diharapkan berbagai profesi kesehatan dapat menumbuhkan kemampuan antarprofesi, sehingga dapat meningkatkan praktik pada masing-masing profesi. Selain itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini juga diharapkan dapat menjadi media belajar bagi mahasiswa untuk mengaitkan antara dunia akademik-teoretik dengan dunia empirik-praktis bagi pemecahan permasalahan kesehatan masyarakat. Kegiatan KKN ini dimulai dari 13 Januari hingga 8 Februari 2020 mendatang dengan diikuti sebanyak 656 mahasiswa. Adapun tema kegiatan KKN itu ‘’Peningkatan Kemandirian Keluarga Dalam Pencegahan Stunting Melalui Upaya 1.000 Hari Pertama Kehidupan’’. (ad374)

bentuk ritual, tetapi wujud kebersamaan. Sebab, usai ngadegang, dilanjutkan dengan tradisi magibung. Maka ngadegang, tradisi magibung itu juga bermakna sebagai wujud syukur dalam usaha membangun kebersamaan di antara warga sekitar. Tradisi magibung itu biasa juga digelar warga setempat saat acara adat lainnya. Seperti palebon, pawiwahan, otonan dan lainnya. Usai pelaksanaan ngadegang, pelawatan Ida Batara nyejer selama sebelas hari. Ia berharap melalui pelaksanaan ritual suci itu warga dapat hidup tenang dan damai. (gik)

TARI PERSEMBAHAN - Pelawatan saat dipersembahkan caru dan segehan agung sekaligus juga tari persembahan dari warga setempat.

Rumput Laut Diharapkan Berimbas Secara Ekonomi

Dirancang, Transparansi Harga Pengepul dan Distributor

Klungkung (Bali Post) Budi daya rumput laut kembali dilirik masyarakat lokal Nusa Penida. Ini terlihat pada garis pantainya mulai dipadati aktivitas budi daya rumput laut. Tradisi budi daya rumput laut itu sejatinya merupakan warisan masyarakat setempat secara turun-temurun. Agar rumput laut itu berimbas secara ekonomi, Pemkab Klungkung berencana menggelar MoU dengan salah satu koperasi dan sejumlah pengepul. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan hal itu usai kegiatan di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (15/1) kemarin. Pihaknya merencanakan menjalin MoU dengan pengelola koperasi maupun pengepul. Syukur sudah ada sambutan antusias dari mereka. Melalui MoU itu Pemkab Klungkung mendorong agar harga di tingkat pengepul maupun distributor itu dibuka secara transparan. Tujuannya agar pengembangan usaha budi daya rumput laut ini benar-benar dapat dikontrol. Selain itu agar bisa bergerak maju menyejahterakan para petani rumput laut itu sendiri.‘’Pertama, dengan adanya MoU itu kami bisa memantau langsung perkembangan harga pasar, sehingga harga di tingkat petani tidak tertekan terlalu murah. Harga murah itu sering terjadi, sehingga para petani rumput laut kerap mengeluh manakala musim panen tiba,’’ kata Bupati Suwirta. Selain itu, pemkab juga akan dapat mengontrol

RUMPUT LAUT - Salah satu petani panen rumput laut di Nusa Penida.

perkembangan fluktuasi harga di tingkat pengepul maupun distributor. Karena mekanismenya benar-benar dibuka transparan. Inilah tujuannya kenapa ia tergerak melibatkan koperasi melalui MoU itu. Tujuannya untuk mengakomodir keperluan para petani dan menjaga laju perkembangan rumput laut, agar ada progres penjualan lebih baik dari petani, selain pasarnya jelas. ‘’Misalnya, ketika pengepul menjual ke pasar dengan harga Rp24 ribu per kilogram, terus berapa dibeli di tingkat petani? Kalau di sana terjadi selisih harga yang tinggi, maka hal itu harus disikapi pemkab, agar petani juga tidak rugi dengan menjual murah hasil produksinya. Di sinilah perlu kontrol dari kita dalam usaha memperjuangkan nasib petani rumput laut,’’ tegasnya. Selain membuat MoU dengan koperasi dan pengepul, Bupati Suwirta juga berencana membuat pelatihan bagi kelompok masyarakat membuat oleh-oleh khas Klungkung. Oleh-oleh itu dibuat dari bahan dasar rumput laut. Ini yang belum tersentuh sama sekali, sehingga budi daya rumput laut itu kian sulit berkembang, apalagi masuk ke pasar modern. Salah seorang petani rumput laut, Wayan Sulasni, mengatakan sebelumnya selama empat tahun, pekerjaan membudidayakan rumput laut itu sempat ditinggalkan akibat anjloknya harga dan turunnya produksi yang disebabkan serangan hama. Selain itu ada pula isu rumput laut itu tidak berkembang akibat limbah hotel dan restoran. Sejak sekitar sebulan lalu, dirinya bersama anggota kelompok tani rumput laut di Desa Lembongan kembali mencoba membudidayakan rumput laut itu. Dan ternyata berhasil hingga panen. Namun bersama kelompoknya pihaknya sejauh ini membudidayakan rumput laut baru sebatas dijadikan bibit. Belum sampai dipasarkan. Ke depan, jika keperluan bibit telah terpenuhi dan budi daya berhasil, baru hasil panen rumput laut itu dijual dengan harga pasaran sekitar Rp18 ribu/kg dari petani kepada pengepul. (kmb31)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

382 Kilometer Jalan Rusak Berat

Amlapura (Bali Post) Ruas jalan kabupaten di Karangasem yang rusak berat masih cukup panjang. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PURR) Karangasem, jalan rusak mencapai ratusan kilometer yang tersebar di semua kecamatan. Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Wayan Surata Jaya, di Amlapura, Rabu (15/1) kemarin menjelaskan, ruas jalan milik kabupaten panjangnya mencapai 1.202,540 kilometer. Dari jumlah ini, ruas jalan yang kondisinya baik sepanjang 174,45 kilometer, sedang 74,40 kilometer, rusak ringan 88,35 kilometer dan rusak berat 382,53 kilometer. Jalan yang rusak ini tersebar di semua kecamatan. Terkait kemantapan jalan, Kabupaten Karangasem masih berada di bawah kemantapan nasional. Standar atau target kemantapan nasional

adalah 70 persen, sedangkan Karangasem baru mampu mencapai 62 persen. ‘’Itu artinya masih ada 48 persen jalan rusak yang belum ditangani,’’ ucap Surata Jaya. Menurutnya, tahun 2020 ini ada 61 paket pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Jalan yang mendapat perbaikan tersebar di semua kecamatan. Panjang jalan yang diperbaiki tidak sama, lantaran luas wilayah berbeda-beda. Ada pembuatan jalan baru, ada juga peningkatan. Untuk peningkatan adalah jalan yang kondisinya sudah rusak berat. Dia berharap pengerjaan proyek bisa secepatnya dilaksanakan. Akhir Maret atau awal April, proyek-proyek harus sudah mulai berjalan. ‘’Kami harap proses tender berjalan dengan baik. Jika sudah deal, proyek bisa dijalankan. Lebih cepat akan lebih baik,’’ tegas Surata Jaya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

ROBOH - Bangunan yang roboh di Pura Penataran Agung Nangka. Pembangunan pura itu tak masuk dalam rancangan KUA/PPAS 2017.

Robohnya Bangunan di Pura Penataran Agung Nangka

Pembangunan Tak Masuk Dalam Rancangan KUA/PPAS

Amlapura (Bali Post) -

Menindaklanjuti robohnya dua bangunan yang ada di Pura Penataran Agung Nangka, DPRD Karangasem menggelar rapat kerja gabungan dengan OPD terkait, Selasa (14/1) lalu. Pada rapat itu dipaparkan bahwa pembangunan pura tersebut tidak masuk dalam rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2017.

RUSAK – Pengendara sepeda motor melintas di jalan kabupaten yang kondisinya rusak.

Kepala BPKAD Karangasem I Made Sujana Erawan menjelaskan, proses pencairan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) itu diawali dari pengajuan persyaratan dari OPD yang membidangi dan selanjutnya dilakukan koordinasi ke desa setempat. Pencairan dana berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Karangasem, petunjuk teknis dan proposal senilai Rp5,2 miliar. Rinciannya, anggaran Rp4 miliar untuk kegiatan fisik dan sisanya Rp1,2 miliar buat biaya upakara. ‘’Di KUA/

PPAS memang tidak muncul, akan tetapi muncul di pembahasan-pembahasan TAPD. Karena masuk di belanja tidak langsung, sehingga ada di anggaran APBD,’’ ujarnya. Menurut Kadis Kebudayaan I Putu Arnawa, penganggaran untuk pelaksanaan pembangunan pura itu adalah adanya proposal yang masuk dari Desa Bhuanagiri per tanggal 23 September 2017. Setelah dilakukan kajian teknis, proposal yang diterimanya itu ternyata layak diberikan bantuan.

‘’Dinas Kebudayaan hanya memfasilitasi kajian teknis dan juknisnya. Selanjutnya diserahkan ke BPKAD dan langsung ditransfer dari keuangan kepada perbekel,’’ ucapnya. Sementara itu, Perbekel Desa Bhuanagiri I Nengah Diarsa mengaku belum bisa menjelaskan persoalan itu secara rinci, karena dirinya baru menjabat kepala desa. ‘’Jika ingin tahu pastinya, sebaiknya dewan memanggil staf terkait yang terlibat dalam pembangunan,’’ jelasnya.

Karangasem All Star, Veteran FC, Seraya FC, Porseba 80, Tunas Muda, Putra Dewata, Bugbug, Putra Samudra, Seraya FC dan Garuda Timur. ‘’Pada laga pembuka tanggal 18 Januari mempertemukan Karangasem All Star dengan Veteran FC,’’ ujarnya, Rabu (15/1) kemarin. Menurutnya, dalam pelaksanaan turnamen ini tidak ada campur tangan Pemerintah Kabupaten Karangasem. Pasalnya, anggaran yang dipergunakan untuk meny-

elenggarakan murni sepenuhnya dari tim-tim yang terlibat. Masing-masing klub mengeluarkan uang Rp125 ribu setiap kali bertanding. Dana itu dipakai membayar tiga wasit yang memimpin jalannya pertandingan dan konsumsi. Biaya untuk panitia yang betugas di lapangan diambil dari masing-masing tim. Sudiarta menjelaskan, setiap tim akan bermain delapan kali. Jadwal pertandingan Sabtu dan Minggu. Jadi, Rp125 ribu dikalikan delapan kali

tanding. ‘’Ini sudah menjadi kesepakatan semua tim yang ikut berpartisipasi,’’ katanya. Turnamen ini digelar untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali klub-klub sepak bola yang ada di Karangasem. Pasalnya, tim-tim sepak bola di kabupaten ini sangat merindukan sebuah turnamen. Sebab, sejak dua tahun terakhir tidak ada lagi kejuaraan sepak bola di wilayah ini. Turnamen resmi terakhir berlangsung 2017 lalu memperebutkan Piala Bupati Ka-

rangasem. Setelah itu, vakum alias tidak ada kejuaraan lagi. ‘’Kami berharap lewat turnamen Liga Persahabatan ini, perlahan bisa menghidupkan, membangkitkan dan menggairahkan kembali persepakbolaan di Bumi Lahar,’’ ujar Sudiarta. (kmb41)

Bali Post/kmb41

Ketua DPRD I Gede Dana mengungkapkan, kalau mengacu pada aturan, proposal yang masuk pada 23 September 2017 dan dibangun di APBD Induk 2018, secara administrasi menyalahi aturan yang ada. Menurutnya, proposal sebelum pembahasan dilakukan di APBD Induk. ‘’Pembenahan manajemen administrasi perlu dilakuakn, agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari,’’ tegasnya. Wakil Ketua DPRD I Nengah Sumardi juga angkat bicara. Dalam proses mekanisme penganggaran sudah dicantumkan dalam APBD 2017. Akan tetapi ada catatan dari Gubernur Bali yang minta agar tidak membangun di zona Kawasan

Rawan Bencana (KRB) mengingat aktivitas Gunung Agung masih tinggi. Oleh karena itu, lembaga tidak berani memaksakan diri. Bahkan, pihaknya sempat membuat surat pernyataan bersama Forkompinda. ‘’Surat pernyataan itu berbunyi, suatu ketika ada permasalahan, akan menjadi tanggung jawab pihak eksekutif,’’ jelasnya. Sumardi menambahkan, yang menjadi persoalan adalah terkait mekanisme. Pihaknya menilai sangat riskan jika penggunaan anggaran keluar dari mekanisme. ‘’Kita seharusnya bisa mengikuti mekanisme yang ada. Apabila keluar dari mekanisme, akan sangat riskan menimbulkan permasalahan,’’ tandasnya. (kmb41)

Hidupkan Klub-klub Bola, Digelar Turnamen Liga Persahabatan

Amlapura (Bali Post) Sembilan tim berpartisipasi dalam turnamen sepak bola Liga Persahabatan yang akan dilaksanakan di Lapangan Yowana Wijaya, Karangasem, mulai 18 Januari nanti. Kejuaraan ini digelar guna menghidupkan kembali klub-klub sepak bola di Bumi Lahar yang lama mati suri. Ketua Panitia Turnamen Liga Persahabatan I Nengah Sudiarta menyatakan sembilan kesebelasan yang bakal ambil bagian masing-masing

BERPARTISIPASI Tim sepak bola Veteran FC ikut berpartisipasi dalam turnamen Liga Persahabatan.


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Bupati I Made Gianyar Hadiri HUT Ke-30 LPD Desa Adat Jehem

HUT - Bupati Made Gianyar saat memotong tumpeng pada HUT ke-30 LPD Desa Adat Jehem, Selasa (14/1).

BUPATI Bangli I Made Gianyar menghadiri ulang tahun ke-30 Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Jehem pada Selasa (14/1) lalu. Acara peringatan hari jadi LPD Desa Adat Jehem juga dihadiri Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Bangli, Camat Tembuku, Kepala Desa, dan tokoh-tokoh dari lingkungan setempat Desa Jehem. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan keberadaan LPD sebagai lembaga perekonomian desa telah memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Desa Jehem sendiri, termasuk secara lebih luas warga Kabupaten Bangli. Eksistensi LPD memiliki peran dan manfaat sangat strategis

bagi pembangunan sebuah desa adat. Dari segala segi, LPD Jehem memberi banyak manfaat kepada masyarakat. Bukan sebatas pada kegiatan sosial, juga termasuk budaya. Selain itu, LPD Desa Adat Jehem diyakini juga mampu membangkitkan usaha-usaha kecil di masyarakat. Salah satunya secara berkesinambungan memberikan bantuan pinjaman kepada pengusaha rumahan di lingkungan Desa Jehem. Karena itu, Bupati I Made Gianyar sangat bangga dan memberikan apresiasi tinggi kepada LPD Desa Adat Jehem. Pasalnya, setiap tahunnya pendapatan LPD Desa Adat Jehem selalu meningkat. Hal itu karena kesadaran masyarakat Jehem mempercayakan uangnya disimpan

di LPD relatif tinggi. Sudah pasti fanatisme itu sangat bagus supaya LPD Jehem terus menjadi lebih maju. Terkait pengawasan, sejauh ini kontrol yang dilakukan prajuru adat utamanya Bendesa Adat Jehem telah berjalan dengan baik. Dengan transparansi yang diupayakan oleh para pegawai LPD, diharapkan semangat dan kesadaran masyarakat Desa Jehem terus meningkat. Ketua LPD Desa Adat Jehem I Nyoman Dacin menjelaskan, LPD Adat Jehem itu berdiri sejak tahun 1990, tepatnya tanggal 14 Januari 1990 dengan SK No. 36 Tahun 1990. LPD Jehem mempunyai visi mewujudkan kesejahteraan krama Desa Adat Jehem menuju kemandirian desa. Salah

satunya memiliki lembaga perekonomian desa, yakni LPD yang sehat dan produktif. Visi ini sejalan dengan ekspektasi Pemerintah Kabupaten Bangli, yakni membumikan ajaran ‘’Tri Sakti Bung Karno’’ untuk mewujudkan masyarakat Desa Jehem dan Bangli, utamanya lebih baik. Misi pertamanya adalah membangkitkan ekonomi lokal. LPD Desa Adat Jehem yang berdiri tahun 1990 itu mengawali mengelola dana sebesar Rp2.000.000. Kemudian setahun kemudian mendapat bantuan pemerintah sebesar Rp2.500.000, sehingga menjadi Rp4.500.000. Ternyata sampai saat ini per 31 Desember 2019 LPD Desa Jehem telah mempunyai aset sebesar Rp24.077.807.249,20. (ad365)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Pekerja Curi Kerapu Milik Majikan

Singaraja (Bali Post) Aksi nekat dilakukan dua orang pekerja keramba jaring apung di Banjar Dinas Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Gara-gara gaji bulanan kecil, Putu Ardana (23) dan Suriyadi (27) mencuri kerapu yang dibudidayakan majikannya, I Gusti Putu Suwesen (61), asal Tabanan. Keduanya mencuri 275 ekor kerapu dengan berat 384 kilogram. Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Rabu (15/1) kemarin mengatakan, kasus ini terjadi 10 Januari 2020 sekitar pukul 11.15 Wita. Pencurian terungkap ketika karyawan Ketut Bagus Irawan menginformasikan telah menemukan kerapu yang dibungkus dengan karung plastik di pinggir Pantai Desa Pengulon. Saksi kemudian membuka karung tersebut dan menemukan 275 ekor kerapu seberat 384 kilogram. Pemilik kerapu itu tidak diketahui, sehingga saksi melapor ke Polsek Kawasan Laut Celukan Bawang. Bagus Irawan kemudian menginformasikan temuan kerapu itu kepada korban. Setelah korban mengecek, ternyata adalah hasil budidayanya sendiri. Merasa kecurian, korban lalu melaporkan kejadian itu ke polisi. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi, tersangka kasus ini mengarah pada Putu Ardana dan Suriyadi yang sehari-harinya bekerja di keramba milik korban. Keduanya kemudian diperiksa dan mengakui telah mencuri ratusan kerapu milik korban. Kerapu dicuri menggunakan jaring kemudian di-

masukkan ke dalam karung plastik. Untuk menghilangkan jejak, keduanya menaruh kerapu itu di Pantai Pengulon. Rencananya kerapu tersebut dijual dan uangnya dibagi dua. Polisi juga menyita barang bukti jaring, kompresor untuk membantu pernapasan saat menyelam ke dalam keramba dan boks yang berisi kerapu yang sudah diawetkan sebagai barang bukti. “Karena situasi sepi, keduanya menuju keramba dengan boat. Sampai di keramba, Ardana turun menyelam, sedangkan Suryadi di atas menjaga peralatan pernapasan dari kompresor. Ikan yang dijaring kemudian diawetkan dan disimpan sementara ke Pengulon agar tidak dikenali oleh majikannya,” jelas Kompol Widana. Tersangka Putu Ardana mengatakan, selama ini dirinya sudah mengenal seluk-beluk penangkapan kerapu di tempatnya bekerja. Dengan modal itu, dia bersama Suriyadi kemudian menjalankan aksinya menangkap kerapu yang dibudidayakan majikannya. Aksi ini dilakukan karena gaji yang diterimanya masih kurang. Untuk menambah penghasilan, kerapu curiannya itu rencananya dijual. Satu kilogram kerapu dijual Rp25.000. Namun belum sempat menjual, dirinya lebih dahulu ditangkap dan ditahan di sel tahanan polisi. Akibat perbuatannya itu, Ardana dan Suriyadi melanggar Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukum 7 tahun penjara. Sementara ratusan kerapu telah dilelang dan uangnya dijadikan barang bukti dalam persidangan mendatang. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DIAMANKAN - Dua tersangka pencuri kerapu di perairan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dcr Cleaning Service di Jln Petitenget 082210090909

B.BP.004.01.20.0000349

Dcr PRT utk Villa di Batuyang Sukawati tgl dalam 08123806901

B.BP.001.01.20.0000344

International Schooll(Leader Schooll)Bth:Guru Smua Disiplin Ilmu,Admin&Sopir.Perum Dalung Permai G.3 Elit Course Hub:087 712597131/guskabali@gmail.com

B.BP.001.01.20.0000346

!Dicari Arsitek S1 Non/Pengalaman Segera Hub.085333411868

B.BP.166.01.20.0000339

Dicari Wanita PRT tinggal dalam utk Rumah pengalaman Gj 2,5jt SMA/WA 0816571027

B.BP.004.01.20.0000371

Pabrik Tabanan butuh Staff Produksi,llsn Teknologi pangan /Kimia. Hub.Dewi 081236222509

B.BP.031.01.20.0000369

***Instruktur Kursus Mengemudi berpengalamanWA.081239022222

B.BP.001.01.20.0000352

Ruang Lab Jurusan Bimbingan Konseling FIP Undiksha terbakar, Rabu (15/1) kemarin.

Lab Prodi BK FIP Undiksha Terbakar

Singaraja (Bali Post) -

Kebakaran terjadi di Kampus Undiksha, Singaraja, Rabu (15/1) kemarin sekitar pukul 07.50 Wita. Api membakar ruang Lab Prodi Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP). Beruntung api cepat bisa dipadamkan, sehingga tidak merembet ke ruangan lain. Meski demikian, ruang tersebut mengalami kerusakan, sehingga aktivitas perkuliahan dipindahkan sementara ke gedung lain. Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. didampingi Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan FIP I Wayan Widiana menginstruksikan segera dilakukan proses perbaikan gedung. Selain itu, mengawasi jaringan listrik di ruang perkuliahan dan lab, sehingga kebakaran tidak terulang. ‘’Kami instruksikan perbaikan. Perangkat komputer dan jaringan listrik di ruang lab perlu diawasi dan kalau ada kerusakan cepat ditangani,’’ tegasnya. Menurutnya, civitas akademika sedang mengikuti agenda dies natalis, sehingga kuliah tidak terganggu karena kebakaran ini. Salah seorang saksi, Made Astawa, menceritakan sebelum terjadinya kebakaran, dosen dan pegawai sedang beraktivitas serangkaian Dies Natalis ke-27 Undiksha. Sekitar pukul 08.00, suasana berubah panik setelah terdengar suara ledakan keras dari dalam ruang lab. Astawa yang bertugas sebagai waker FIP bersama rekanrekannya lari ke luar gedung.

Tidak disangka, beberapa saat setelah ledakan itu, api besar berkobar. Api cepat membakar bagian dalam ruangan. Khawatir kebakaran bertambah parah, rekannya kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran untuk memohon bantuan pemadaman. Tidak berselang lama, empat unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian. ‘’Diawali suara ledakan keras. Ruang itu kedap suara karena berisi peredam suara. Tidak terlalu lama setelah ledakan, api sudah besar serta membakar ruangan dan peralatan yang disimpan di dalamnya,’’ katanya. Petugas memadamkan api dengan menerjunkan tiga unit mobil pemadam. Dalam ruang lab tersebut terdapat arsip penting, televisi, AC, LCD, komputer, meja dan kursi. Perlengkapan itu gagal diselamatkan. Yang tersisa hanya puing kebakaran. ‘’Tidak bisa diselamatkan karena apinya cepat membesar. Berapa jumlah kerugian, kami belum bisa pastikan,’’ jelas Astawa.

Dicari PRT Diutamakan KTP Bali Gaji 2-2,5Jt.Hub:08123688131

PROPERTY

RUPA-RUPA

DIJUAL TANAH

*Deposito 10%/th bisa ditarik/ bebas finalty WA.081239011111

B.BP.001.01.20.0000343

Dicari Admin & Tukang Potong Jl.Patih Nambi 7A/085100061049

B.BP.001.01.20.0000350

Dicari Manager untuk Toko kain jujur dan pengalaman CV ke calculus2050@gmail.com

B.BP.004.01.20.0000370

PROPERTY

Dcr:Sopir Engkel,Operasional & OB(usia Max 35th) Kirim Lam ke Jl Gn.Soputan I/107.Tl:8466317

Dkk Djl Tnh 2@ Dalung,tmpt bagus 400jt/@ Hp.081999231333

B.BP.001.01.20.0000147

ALUMINIUM

DIJUAL MOTOR SERVICE

Bali Post/ist

Rektor Instruksikan Perbaikan dan Awasi Jaringan Listrik

Dcr Peg.MiniMarket,minSMALam Minimarket 3Tri Jl.D.Tempe Snr

B.BP.001.01.20.0000372

BNNK Genjot Tes Urine Mandiri

TERBAKAR -

DIJUAL TANAH

B.BP.004.01.20.0000375

Jl SHM 39 Are di Babakan Canggu view padi,lok luar biasa,harga pas.Serious only+6281237894646 B.BP.004.01.20.0000368

Tnh 200m2 Jl.Turi Gg.Beji Kesiman 375jt/A Nego 087861524618

B.BP.001.01.20.0000360

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rumah Lt2, 3KT, 2KM,Grs,RT,Lok Prum Oasis Residence Tibungsari Dalung Hub.08124684955 B.BP.001.01.20.0000347

Tak Merembet Menurut Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Nyoman Cantyana, saat dilaporkan api sudah membakar ruangan lab. Barang yang disimpan di dalam ruang belum sempat dievekuasi. Mencegah api merembet ke ruangan lain, pihaknya langsung melakukan pemadaman. Sekitar 1 jam 30 menit kemudian api berhasil dikuasai sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain. ‘’Kami kerahkan empat unit mobil untuk mencegah kebakaran meluas,’’ ujarnya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol Gusti Ngurah Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan. Meski demikian, kejadian ini diduga akibat hubungan arus pendek listrik di ruangan lab tersebut. (kmb38)

B.BP.001.01.20.0000353

KEHILANGAN Hlg BPKBNO.J02669240-ODK5297 DR AN.NI Wayan Budiasih,SE B.BP.001.01.20.0000345

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000105

Singaraja (Bali Post) Pemerintah pusat menginstruksikan instansi pemerintah dan organisasi vertikal di daerah wajib mendukung P4GN untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Salah satunya dengan melakukan tes urine untuk mendeteksi penyalahgunaan narkotika. Hanya, instruksi itu belum sepenuhnya diikuti. Untuk itu, BNNK Buleleng terus menggenjot semua instansi dan organisasi vertikal melaksanakan P4GN. Petugas BNNK melaksanakan tes urine menyasar ASN yang bertugas di Diskes Buleleng, Rabu (15/1) kemarin. Sebanyak 81 sampel urine ASN diuji. Hasilnya, sempel urine itu negatif dari kandungan zat yang mengandung narkotika. Kepala Diskes IGN Mahapratama ikut menguji sempel urinenya. Tes urine ini menggunakan metode rapid test dan teknik tetes. Setiap sampel urine diuji dengan enam parameter yaitu metavitamin, amvetamin, sabu-sabu, kokain, ganja, morfin, dan benzo. IGN Mahapramana mengatakan, tes urine ini adalah yang pertama kali digelar pada awal tahun 2020. Tes dibiayai dari anggaran Diskes untuk mendukung program pemberantasan peredaran narkotika di kalangan ASN. Tes urine ini menunjukkan kepada publik bahwa ASN yang melayani bidang kesehatan harus sehat dan bersih dari segala macam

bentuk narkotika. ‘’Kita harus mendukung P4GN yang dicanangkan pemerintah. Kalau kami sendiri tidak sehat kan lucu. Makanya kami lakukan tes urine ini,’’ jelasnya. Menurut Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa, tes urine mandiri wajib dilaksanakan sesuai UU No.12 Tahun 2019 tentang P4GN. Sejak BNNK dibentuk, tes urine mandiri baru dilakukan organisasi vertikal seperti BPN, Pengadilan Negeri dan Kantor Imigrasi Singaraja. Untuk OPD, baru Diskes, Desa Bungkulan (Kecamatan Sawan), Baktiseraga, (Kecamatan Buleleng), Bengkala (Kecamatan Kubutambahan) dan Desa Bondalem, Banyupoh (Kecamatan Gerokgak). Selain itu, satu perusahaan swasta yaitu SPBE Kubutambahan telah melaksanakan tes urine mandiri. Ia berharap OPD lain di daerah mengikuti langkah yang sudah dilakukan Diskes, sehingga semakin banyak yang melaksanakan tes urine dan peredaran narkotika di kalangan ASN dapat dicegah sedini mungkin. ‘’Undang-undang, Permendagri dan Permendes sudah menginstruksikan mendukung P4GN. Hanya ini belum berjalan semuanya. Mudahmudahan apa yang dilakukan Diskes ini menjadi pelopor untuk lembaga lain melakukan tes urine guna memberantas peredaran narkotika,’’ jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TES URINE - Sebanyak 81 sempel urine milik ASN di Diskes diuji dalam tes urine yang dilakukan BNNK Buleleng.


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Tolak Pabrik Limbah Medis Warga Datangi Kantor Dinas LH Negara (Bali Post) Sejumlah warga Pengambengan yang menolak berdirinya pabrik pengolahan B3 limbah medis mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana, Rabu (15/1) kemarin. Mereka mempertanyakan kelanjutan pendirian pabrik yang dari informasi sedang mengurus amdal. Mereka juga membawa bukti tanda tangan puluhan warga yang menolak pembangunan pabrik tersebut.

Perwakilan warga diterima langsung Kadis LH, Wayan Sudiarta. Dalam pertemuan itu, salah satu warga, Humaidi, membeberkan alasan keberatan warga bilamana ada pembangunan pabrik B3 limbah medis itu. Selain bertentangan dengan apa yang selama ini menjadi fokus pembangunan di desa yakni perikanan, juga kekhawatiran warga karena yang akan diolah merupakan limbah berbahaya dari medis. ‘’Sebelum terjadi, lebih baik mencegah dan berlanjut. Apa yang disebut dan diajukan investor persetujuan warga itu tidak mewakili keinginan kami,’’ ujarnya. Hal serupa juga diungkapkan salah satu perwakilan warga yang menyebutkan bahwa selain ingin image Pengambengan sentra pabrik ikan dan makanan, juga pendidiLIMBAH MEDIS Sejumlah perwakilan warga di Pengambengan yang menolak pembangunan pabrik limbah medis mendatangi kantor Dinas LH.

SDN 6 Dauhwaru Kurang Ruang Belajar Negara (Bali Post) Meski telah mendapatkan bantuan rehab bangunan tahun lalu, SD Negeri 6 Dauhwaru, Jembrana, masih kekurangan ruang kelas. Hal tersebut dipicu jumlah siswa di kawasan LC Dauhwaru ini selalu lebih siswa. Tahun ini sekolah diminta mengusulkan kembali satu ruang belajar bagi siswa. Hal itu didapati saat Bupati Jembrana I Putu Artha bersama OPD terkait memantau keberadaan sekolah (SD Negeri), Rabu (15/1) kemarin. Menurut Bupati, kedatangannya ke sekolah khususnya SD guna melihat sekolah yang mendapat bantuan berupa renovasi gedung tahun anggaran 2019. Bupati Artha meminta keberadaan mes sekolah dan ruang belajar yang rusak agar segera dibongkar dan bisa diusulkan di tahun anggaran 2020 ini. ‘’Bila perlu dibongkar. Usulkan di tahun anggaran 2020 ini, karena SDN 6 Dauhwaru ini merupakan sekolah gemuk yang ada di pusat kota,’’ tukas Bupati. Pemantauan sekolah juga diikuti Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Nengah Wartini dilanjutkan di SDN 7 Penyaringan. Bupati mengimbau kepada Dinas agar bantuan sekolah dari pemerintah pusat melalui provinsi hendaknya disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. ‘’Kalau SDN 7 Penyaringan ini, saya lihat kondisinya masih sangat bagus. Namun demikian SD-SD lainnya masih banyak kondisinya perlu mendapat bantuan. Untuk itu bantuan provinsi melalui anggaran pusat sebelum merealisasikannya semestinya disampaikan kepada OPD yang ada di Kabupaten Jembrana,’’ ujarnya. Ke depan, Bupati Artha juga minta proyek–proyek yang didanai oleh pemerintah pusat melalui Provinsi Bali, khususnya proyek untuk rehab SD untuk dilakukan evaluasi, sehingga proyek-proyek yang direalisasikan nanti tidak mubazir. (kmb26)

Perkuat Perjuangan Padahal yang namanya tantangan hidup makin lama makin berat, sehingga perlu memperkuat perjuangan. Dia melihat anak muda dan orang dewasa saat ini terus digempur oleh pola hidup konsumtif dan modern. Jika tak bisa mengelola diri, bahayanya mereka akan cepat mengambil keputusan jalan pintas yakni bunuh diri. Di sinilah peran guru dan orangtua siswa di rumah mendidik anak muda sekarang untuk tahan mental dan tahan banting dalam kon-

disi apa pun. Mereka harus diajarkan hidup sederhana, sehingga tak masalah jika nanti sudah hidup mapan. Orangtua agar berhenti memanjakan anak berlebihan. Sementara itu tugas guru di sekolah juga mendidik anak-anak untuk pola hidup sederhana, tidak cepat terpengaruh dengan godaan di luar sekolah. Hindari hidup glamor semasih belum bisa menghasilkan uang sendiri. Di sinilah, kata Bagus Ketut Lodji, pentingnya pendidikan karakter. Sekolah harus mengajarkan anak untuk meraih sesuatu melalui perjuangan. (sue)

Menurut Sri, saat ini di masyarakat hubungan keluarga menjadi renggang dan sibuk dengan dirinya sendiri. ‘’Yang dekat jadi jauh. Yang jauh justru jadi dekat. Karena adanya gadget, keluarga menjadi tidak akrab lagi satu sama lain,’’ tuturnya.

Negara (Bali Post) Sejak beberapa bulan ini, warga yang mengurus KTP belum mendapatkan fisik kartu tersebut. Hal tersebut dipicu belum tersedianya blangko KTP. Namun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana tetap melayani warga yang mengurus KTP, baik yang baru dengan perekaman maupun penggantian. Stok blangko KTP yang belum ada ini mengharuskan warga sementara menggunakan Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan dari Dinas Dukcapil Jembrana. Surat tersebut untuk sementara berlaku sebagai pengganti KTP. Dari data yang dihimpun, Rabu (15/1) kemarin, sudah ada 8.015 orang yang KTP-nya belum dicetak karena kekosongan blangko tersebut, sehingga ribuan warga tersebut masih menggunakan Suket. Sedangkan sejauh ini, Dinas sudah mengeluarkan 20.950 Suket. Jumlah itu akumulasi dari tahun 2019 hingga Januari ini.

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pesraman Pemangku & Serati Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Krishna Garuda (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV

11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 11:30 Wita Bali TV Shop Punggung 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop Lutut 15:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita

Sebagian besar KTP sudah dicetak dan diterima warga, hanya tersisa 8.015 yang belum. Sementara itu dari pengamatan, proses pengurusan KTP tetap dilayani seperti perekaman dan lain-lain. Selama sebulan terakhir sudah ada 20 orang yang melakukan perekaman data untuk KTP. Sekretaris Dinas Dukcapil Jembrana Made Cindrayasa membenarkan adanya kekurangan blangko KTP. Sejak bulan November 2019 stok blangko KTP habis, karena itu Dinas menerbitkan Suket bagi warga yang mengurus KTP. Saat ini Dinas sudah mengajukan 4.000 blangko. Namun yang diperoleh terkadang kurang dari pengajuan itu, bahkan bisa separuhnya. Dari data warga yang mendapatkan Suket sebanyak 20.950 itu merupakan akumulasi dari tahun 2019. Sedangkan untuk per bulan Januari tahun ini yang belum mendapatkan 8.015 orang. (kmb26)

PEREKAMAN - Salah seorang warga yang sedang melakukan perekaman data e-KTP. Hingga Januari ini masih ada 8.015 warga yang belum mendapatkan fisik kartu KTP karena kekosongan blangko.

Jalani Tes Koordinator Program Studi (PS) Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) dr. I Nyoman Wiryawan, Sp.JP. mengatakan, untuk menjadi dokter residen atau melanjutkan pendidikan ke spesialis, harus menjalani tes terlebih dahulu. Dokter IDTW merupakan dokter yang mengikuti tes tahun 2017 dan kemudian diterima di tahun 2018. Dalam menjalani tes untuk menjalani pendidikan dokter spesialis di FK Unud bukan saja tes akademik, juga harus menjalani tes kesehatan begitu juga tes psikologi. Jika lulus semua kriteria ini barulah diterima untuk melanjutkan pendidikan menjadi dokter spesialis. ‘’Kalau lulus itu artinya se-

dekati untuk bisa mencurahkan permasalahan. Jika ditemukan gejala ini, segeralah dikonsultasikan ke dokter kejiwaan atau psikologi. ‘’Jangan beranggapan jika datang ke dokter kejiwaan itu berarti gila. Datang berkonsultasi saat mulai depresi itu bisa membantu untuk mendapatkan jalan keluar permasalahannya,’’ ujar dr. Sri. (san)

Kamis, 16 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

kat ini dan nantinya akan mempertemukan langsung atau sosialisasi dari pihak investor. Menurut Sudiarta, rekomendasi alih fungsi lahan itu bukan izin, karena yang mengeluarkan dari pusat. Prosesnya masih panjang dan saat ini dari dua investor masih menuju kajian amdal. ‘’Masih banyak tahapan lagi yang harus dilakukan. Dan masyarakat nanti masih bisa menyampaikan aspirasinya ini kepada mereka,’’ terang Sudiarta. Termasuk terkait keberatan atau penolakan dan alasannya. Dinas juga siap memfasilitasi pertemuan tersebut dan mencari waktu agar masyarakat bisa hadir. Sudiarta juga mengapresiasi kesadaran masyarakat untuk menurunkan spanduk penolakan yang dipasang pada Minggu (11/1) pagi lalu. Dan nantinya aspirasi masyarakat itu bisa disampaikan langsung saat sosialisasi yang dihadiri investor. Apa yang menjadi keinginan warga disampaikan di sana. Dinas sifatnya hanya memfasilitasi. (kmb26)

Blangko KTP Habis 8.015 Warga Masuk Daftar Tunggu

Hubungan Keluarga Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk mencari pertolongan ke ahlinya atau orang yang dekat. Jangan bergantung pada media sosial karena justru akan semakin memberatkan. Apabila ada anggota keluarga sudah mulai terlihat gejala gelisah, pendiam, tidak bersemangat dan bingung serta tidak mau melakukan apa-apa, segera

kan. Ketika ada pembangunan pabrik limbah medis, sangat bertentangan dengan yang sudah ada. Meskipun di lokasi tersebut memang masuk kawasan industri. ‘’Di pondok kami banyak anak yang belajar dari berbagai daerah di Bali. Bagaimana jadinya kalau nantinya di dekat pondok itu ada pabrik limbah?’’ ujar warga tersebut. Warga juga mengaku siap dipertemukan dengan investor apabila akan melakukan sosialisasi lagi. Sebab, mereka selama ini selalu dikatakan telah menyetujui dan ikut sosialisasi. Padahal sebagian besar warga menolak. Perwakilan ini juga mempertanyakan sikap pemerintah daerah terkait rencana pembangunan tersebut. Sebab, sejak awal Bupati Jembrana juga telah mengungkapkan keberatannya akan pembangunan pabrik limbah. Tetapi warga mendapati adanya rekomendasi alih fungsi lahan yang dianggap sebagai izin dari kabupaten. Kadis LH Wayan Sudiarta mengatakan pemerintah mengakomodir aspirasi masyara-

Sanggar Tari Cakra 17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Nuansa Property 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Iuran BPJS Naik 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

hat jiwa dan raga,’’ ujar Wiryawan saat ditemui di Kantor Sekretariat PS Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud di RSUP Sanglah, Rabu (15/1) kemarin. Secara kepribadian, diakui Wiryawan, dirinya tidak terlalu dekat secara personal. Ia biasanya akan berinteraksi jika dokter residennya memerlukan konsultasi ataupun masalah soal pelaksanaan pendidikannya. Namun dari pertemuan beberapa kali, ia melihat IDTW sebagai dokter yang cerdas dan juga kuat secara fisik. ‘’Sebab, untuk menjadi dokter saja saya pastikan orang itu cerdas. Apalagi menjadi dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Bagi pria saja berat untuk menjalani pendidikannya, apalagi perempuan. Jadi saya yakin dokter ini cerdas dan kuat,’’ ujarnya.

Terlebih lagi dari informasi yang ia dengar, selama menjalani pendidikan menjadi dokter residen, IDTW sempat mengandung dan melahirkan anak kedua. Ini tentu cukup berat sebagai dokter residen jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik. ‘’Tetapi dia bisa. Makanya saya bilang dokter ini cerdas dan kuat,’’ imbuh Wiryawan. Me n g e na i I D T W y a ng meninggal karena bunuh diri, diakui Wiryawan, tidak disangka pihaknya. Ia juga mendapatkan informasi dari kolega serta pemberitaan media. Sementara itu dari pengakuan para staf di Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah FK Unud, IDTW dikenal sebagai dokter yang ceria dan suka bercanda. Orangnya juga ramah. (san)


Kamis Umanis, 16 Januari 2020

Tingkatkan Kualitas Wisatawan

BANYAK pelaku pariwisata Bali akhir-akhir ini merasakan kualitas wisatawan yang datang ke Bali makin menurun. Kondisi ini tentunya akan mempunyai dampak bagi ekonomi Bali, bahkan secara umum bagi Indonesia sendiri, terutama dalam perolehan devisa. Untuk itu dibutuhkan sebuah upaya di dalam mengambil kembali potensi wisatawan ‘’berduit’’ untuk datang ke Bali. Salah satu usaha yang kini sedang dirancang adalah membentuk sebuah organisasi yang bertugas mengembangkan dan mempromosikan wisata bisnis meliputi pertemuan, konvensi dan pameran di wilayah Bali yang bersifat nasional maupun internasional. Hal ini terungkap dalam pertemuan promosi pariwisata Bali yang difasilitasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali, Rabu (1 5 /1 ) kem a rin. Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, pembangunan berkelanjutan dalam pariwisata Bali sangat penting. Karena itu, Bali harus dijaga dan dirawat agar dunia bisa menikmati Bali dengan baik. Trisno Nugroho menjelaskan, Bali ingin menarik wi-

satawan yang berkualitas, tourism yang punya uang dan bisnis untuk datang ke Bali, sehingga Bali bisa tumbuh besar, ekonomi Indonesia juga bagus, rupiah stabil karena mendapatkan devisa dari luar negeri. ‘’BaliCeb ini suatu cara untuk Bali lebih berkualitas dan banyak pariwisata yang datang membawa dolar,’’ katanya. Menurut Trisno Nugroho, segmen MICE ada yang bersifat regional maupun global. Untuk yang domestik bisa dilakukan di Jakarta, namun yang bersifat internasional dapat dilakukan di Bali. ‘’Kita harus membujuk kementerian di pusat untuk mengadakannya ke Bali,’’ katanya. (dar)

Batasi Penggunaan Kreator yang Sama PARADE gong kebyar dewasa, wanita, dan anakanak merupakan tiga materi Pesta Kesenian Bali (PKB) yang paling ‘’diburu’’ penikmat seni di Bali dari tahun ke tahun. Sayangnya, karya-karya seni yang ditampilkan dalam parade itu seringkali digarap oleh kreator-kreator seni yang sama. Artinya, satu orang kreator bisa menangani dua atau lebih garapan yang ditampilkan duta seni kabupaten/kota berbeda. Pola berkesenian ‘’borongan’’ seperti ini sangat potensial melahirkan karya-karya seni yang sewarna alias tidak variatif lantaran dibidani oleh orang-orang yang sama. Hal itu tampaknya sangat disadari oleh Kepala Dinas Kebudayaan Bali Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana. Sejak PKB 2019 lalu, pihaknya memang telah mengeluarkan semacam kebijakan untuk membatasi penggunaan kreator yang sama untuk beberapa kabupaten/kota pada parade gong kebyar serangkaian PKB, baik untuk tingkat dewasa, anak-anak maupun wanita. Selain itu, pemilihan penggarap juga diharapkan memanfaatkan seniman setempat. ‘’Mulai PKB 2019 lalu, kami memang melarang ada satu kreator menggarap lebih dari satu duta kabupaten/kota. Pada PKB tahun 2020, larangan itu masih tetap berlaku. Kami ingin para kreator itu konsentrasi pada satu garapan saja, sehingga kualitas karya seni yang dihasilkan maksimal,’’ kata Kun Ad-

nyana, Rabu (15/1) kemarin. Dosen ISI Denpasar yang juga seorang perupa ini mengingatkan, karya seni adalah hasil olah rasa. Apabila tampil sejumlah karya seni yang ditangani oleh orang yang sama, maka ‘’rasa’’ dari karya-karya itu akan cenderung sama. Lebih-lebih jika kreatornya tidak punya waktu yang cukup untuk membedakan ‘’rasa’’ dari garapan yang dibuatnya di sejumlah tempat. Dalam sebuah event dengan setting yang terpusat di suatu lokasi seperti halnya parade gong kebyar PKB, tambahnya, tampilnya karya-karya seni senada akan sangat merugikan bagi grup-grup yang tampil belakangan. Apabila orisinalitas menjadi salah satu kriteria penilaian, boleh jadi grup yang tampil belakangan akan dicap sebagai grup yang meniru sajian grup yang tampil terlebih dahulu. ‘’Pembatasan pemakaian penggarap

Polda Gelar ’’Bali Bhayangkara Valentine Run 2020’’

DALAM rangka meningkatkan pariwisata Bali dan merayanan Valentine Day, Polda Bali menggelar lomba lari bertaraf internasional yaitu ‘’Bali Bhayangkara Valentine Run 2020’’. Kegiatan ini akan dilaksanakan Sabtu (15/2) mendatang. Start dan finis sore hari di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan. Total hadiah yang dipersiapkan sekitar Rp600 juta.

Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra menyampaikan, persiapan kegiatan ini sudah dilakukan sejak satu bulan lalu. ‘’Bulan depan tepatnya tanggal 15 Februari sore hari dilaksanakan ‘Bali Bhayangkara Valentine Run 2020’. Kegiatan ini berskala internasional karena mengundang runner bukan hanya dari Bali, tapi juga dari luar Bali, bahkan luar negeri. Kami

Bali Post/rah

LOMBA - Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Wisnu Putra menjelaskan lomba Bali Bhayangkara Valentine Run 2020, Rabu (15/1) kemarin.

harapkan banyak peserta berpartisipasi untuk meramaikan kegiatan ini,’’ ujar Wisnu Putra, Rabu (15/1) kemarin. Untuk rutenya, kata Wisnu Putra, start di Pantai Mertasari - Jalan Tirta Empul - Jalan Mertasari - Jalan Cemara - Jalan Danau Tamblingan - Jalan Kesari - Jalan Danau Tamblingan - Jalan Cemara - Jalan Mertasari - Jalan Tirta Empul dan finis di Pantai Mertasari. Terkait kegiatan ini, pihaknya akan melakukan penutupan Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, terutama yang masuk rute lomba ini. ‘’Kami akan sosialisasikan kegiatan ini ke masyarakat wilayah Sanur, sehingga pelaku pasar, hotel, pariwisata dan bisnis lainnya tahu akan ada penutupan jalan tanggal 15 Februari mendatang. Grand prize-nya 10.000 dolar Amerika atau setara Rp140 juta,’’ tegas mantan Dirlantas Polda Sulawesi Tenggara ini. Menurut Wisnu Putra, kegiatan ini bertujuan untuk menjaring pelari-pelari domestik, baik lokal maupun nasional agar mampu bersaing dengan

GMC Tundukkan Merpati Bali Denpasar (Bali Post) Usai menggebuk tuan rumah Pekanbaru All Stars dengan skor 28-95, Putu Tiana Widiastari dan kawan-kawan justru harus mengakui ketangguhan lawannya Generasi Muda Cirebon (GMC) dengan skor 75-62 pada Pramusim Piala Srikandi di GOR Remaja Pekanbaru, Riau, Selasa (14/1) lalu. Berkat kemenangan ini, GMC merupakan tim kandidat juara pada ajang pemanasan ini. GMC yang menurunkan skuad andalannya seperti kapten tim Anjelin Rosmika Simanjuntak, Faizzatus Shoimah dan Deniece Adriana Gunarto menguasai pertandingan sejak kuarter pertama. Terbukti GMC unggul 32-26, hingga kuarter ketiga GMC makin melesat dengan skor 54-42, hingga menutup dengan kemenangan 75-62 sampai pertandingan berakhir. Pelatih Merpati Bali Bambang Asdianto Pribadi mengakui GMC wajar menang karena tampil gemilang. Ia mengemukakan, event pramusim ini bertujuan melihat

kemampuan asuhannya selama berlatih empat

b u a n . Ia memuji penampilan asuhannya Dita Pramesti yang mampu menjadi top skor, serta Nabila Madjid yang tampil memukau. Di sisi lain, pelatih GMC Arif Gunarto mengatakan, kemenangan ini karena para pemain mengikuti instruksi pelatih. ‘’Kami mengingatkan kepada anakanak harus solid menjaga benteng pertahanan, namun mereka masih juga membuat kesalahan,’’ ujarnya. (022)

pelari internasional terutama dari Kenya. Ia berharap, melalui kegiatan ini pariwisata Bali akan meningkat. ‘’Tema Bali Bhayangkara Valentine Run 2020 adalah ‘Lari dengan Hatimu’. Silakan mendaftar di http://bhayangkarabali.com. Ada tiga kategori yaitu 5 kilometer, 10 kilometer dan 14 kilometer. Kenapa kami memilih 14 kilometer, karena ingat tanggal 14 Februari adalah Hari Kasih Sayang sesuai tema yaitu ‘Lari dengan Hatimu’. Targetnya 5.000 pelari dan semoga lebih,’’ ungkapnya. Setiap pelari dilengkapi chip atau alat sensor yang terpasang di nomor dada. Tujuannya supaya lomba ini sportif dan tidak ada komplain di kemudian hari. Chip ini membantu panitia memutuskan pemenangnya atau pelari yang pertama masuk garis finis. ‘’Kami berharap kepada masyarakat Bali, Indonesia dan internasional mengikuti kegiatan ini,’’ pintanya. (rah)

Bali Post/ian

GONG KEBYAR - Persembahan seni salah satu duta kabupaten/kota di Bali pada parade gong kebyar PKB. yang sama oleh sejumlah kabupaten/kota juga sangat strategis dalam menumbuhkan keberagaman gaya kreasi seni pada parade lomba gong kebyar. Jika pembatasan ini tidak dilakukan, boleh jadi penonton akan menyaksikan fragmentari dengan penggunaan properti

dan elemen-elemen spectacle yang sama dalam beberapa penampilan sekaa gong kebyar. Akibatnya, mereka yang tampil belakangan akan dicemooh sebagai peniru,’’ tegasnya. Menurut Kun Adnyana, ketentuan tersebut mendapat dukungan dari kabupaten/

kota, sehingga ajang parade gong kebyar ini mampu menjadi arena penumbuhan penggarap-penggarap muda yang tidak saja memahami tradisi tetapi juga mampu mengembangkan konsep dan gaya kekebyaran lebih maju, namun tetap pada konteks gong kebyar. (ian)

Tak Ada Lagi Dualisme TI Denpasar KO NI Kota Denpasar melalui Ketua Umumnya, I.B. Toni Astawa, mengakui kepengurusan Pengkot Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar masa bakti 20192023 resmi dijabat A.A. Putu Suryawan Wiranata. Hal itu dikuatkan dengan keluarnya SK bernomor 14/KONI dps/I/2020. Dengan demikian, tidak ada lagi dualisme kepemimpinan di tubuh induk organisasi taekwondo di ibu kota Provinsi Bali ini. Dikonfirmasi Rabu (15/1) kemarin, Agung Suryawan menuturkan, pihaknya menyusun program persia pan Porsenijar Kota Denpasar yang sudah dimulai untuk persiapan seleksi tingkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga menyusun program konsolidasi internal organisasi dengan penerimaan pendaftaran dojang-dojang yang belum terdaftar. ‘’Kami juga akan menggelar rapat kerja guna mengisi kalender kegiatan 2020,’’ ungkapnya. Yang mendesak, katanya, TI Kota Denpasar akan mengadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) awal Februari nanti. Ia menerangkan, agenda terdekat adalah Piala Wali Kota seraya menyiapkan taekwondoin Kota Denpasar yang akan berlaga pada Porsenijar Bali.

l

DRIBEL - Pebasket Merpati Bali (kanan) mendribel bola diganggu lawannya dari GMC Cirebon.

Sebelumnya, Agung Suryawan terpilih secara aklamasi pada Musorkotlub TI Kota Denpasar pada Desember 2019 lalu. Ia mengharapkan seluruh dojang di Kota Denpasar untuk bergabung dengan TI di bawah kepemimpinannya. ‘’Kami mencatat di Denpasar terdapat 25 dojang dan yang baru bergabung kepada kami 15 dojang,’’ ujarnya. (022)

Bali Post/022

A.A. Putu Suryawan Wiranata

Profile for e-Paper KMB

Edisi Kamis 16 Januari 2020 | balipost.com  

Headline : Ketahanan Mental Krama Bali Makin Terdegradasi

Edisi Kamis 16 Januari 2020 | balipost.com  

Headline : Ketahanan Mental Krama Bali Makin Terdegradasi

Advertisement