Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Belasan Warga Jepang ’’Madiksa’’ Mangupura (Bali Post) – Madiksa adalah upacara sakral bagi umat Hindu. Upacara terakhir untuk menjadi seorang sulinggih atau pendeta ini biasanya hanya dapat dilakukan bagi orang yang telah melewati jenjang sebagai bhawati. Menariknya, upacara sakral tersebut juga dilakukan oleh 13 warga Jepang di Geria Agung Bangkasa, Bongkasa, Abiansemal, Senin (14/1) malam. Mereka adalah Ida Pandita Mpu Minako Wira Raga Manuaba, Ida Pandita Mpu Naoko Siwa Paraga Manuaba, Ida Pandita Mpu Akiko Kusuma Daksa Manuaba, Ida Pandita Mpu Junichi Wiswa Mitra Manuaba, Ida Pandita Mpu Kumi Yawakerta Parama Manuaba, dan Ida Pandita Mpu Yoshinori Kamya Yoga Manuaba. Kemudian
ada Ida Pandita Mpu Chikako Sanaka Dharmita Manuaba, Ida Pandita Mpu Tokina Daksa Vigneswara Manuaba serta Ida Pandita Mpu Yusaka Mudgalya Daksa Manuaba. Selanjutnya Ida Pandita Mpu Chie Astra Wakra Manuaba, Ida Pandita Mpu Norihiko Soma Parama Daksa Manuaba, Ida Pandita Mpu Eiko Dattatreya Manuaba, dan Ida Pandita Mpu Kumi Gangga Daksa Manuaba. Sedangkan satu bhawati atas nama Megumi Suzuki. Putra mendiang Ida Sinuhun Siwa Putra Prama Daksa Manuaba, I Gede Sugata Yadnya Manuaba, mengatakan belasan warga Jepang tersebut telah melewati berbagai prosesi. Awalnya mereka disahkan sebagai penganut agama Hindu melalui proses Sudhi Widani beberapa tahun lalu.
Setelah itu, naik menjadi bhawati hingga di-diksa menjadi sulinggih. ‘’Mereka sudah melewati sejumlah proses hingga bisa di-diksa. Mereka sadar dengan dirinya. Serupa dengan diksa pada umumnya. Termasuk seda raga yang menjadi tahapan diksa,’’ ungkapnya. Salah satu sulinggih yang terlibat dalam padiksan Ida Pandita Mpu Daksa Yaksa Acharya Manuaba menjelaskan, prosesi dwijati sangat sakral. Dwijati adalah kelahiran kedua kali bagi seorang manusia. Kelahiran pertama, yakni dari rahim ibu atau biasa disebut istilah kelahiran biologis. Sementara kelahiran kedua dari pengetahuan yang diturunkan sang nabe atau disebut kelahiran dari segi ideologis. Disebutkan, proses diksa
melewati proses menghidupkan inilah yang namanya dwija. ‘’Jadi sulinggih ini diseda raga dulu, dimatikan. Kemudian dihidupkan kembali oleh nabe-nabenya. Ini yang disebut dengan dwija. Ada juga pengertian dwijati, setelah lahir dari ibu, kemudian lahir Weda, pengetahuan dari nabenabenya,’’ jelasnya. Proses menghidupkan kembali, tegasnya, bukan hal yang sepele. Ida Pandita mengatakan, memerlukan nabe yang memiliki tabungan karma baik yang cukup banyak. Karena itu, ceritanya Krishna saat menghidupkan janin yang kemudian lahir menjadi Parikesit, tenaganya terkuras. Dia lemas, habis energinya. ‘’Jadi ini memerlukan tabungan karma baik yang cukup banyak untuk melakukan padiksan,’’ tegasnya. (kmb27)
Bali Post/ist
DWIJATI - Belasan warga Jepang mengikuti upacara ‘’madwijati’’ di Geria Agung Bangkasa, Bongkasa, Abiansemal, Senin (14/1) malam.
Legalkan Miras Tradisional
Hasil Survei
60% Wisman Siap Bayar Kontribusi TAHUN 2015 lalu, Universitas Udayana bekerja sama dengan Conservation International (CI) Indonesia melakukan kajian terkait bersedia atau tidaknya wisatawan membayar inisiatif konservasi (willingness to pay). Dalam hal ini, bagaimana Bali menghimpun dana untuk penyelamatan alam dan budaya seperti spirit dalam Ranperda tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali. Hasilnya, 60 persen wisatawan mancanegara (wisman) bersedia membayar kontribusi itu. Besaran kontribusi yang bersedia dibayar setelah dirata-ratakan sebesar 13 dolar. Sementara wisatawan nusantara atau domestik yang bersedia membayar hanyalah 40 persen dengan besaran rata-rata Rp 20 ribu. ‘’60 persen dari kalangan wisatawan nusantara tidak bersedia membayar kontribusi,’’ ungkap Sekretaris Puslit Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana Ida Bagus Gde Puja Astawa saat Rapat Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan bersama eksekutif serta Kelompok Ahli Pembangunan dan Kelompok Ahli Hukum Pemprov Bali di DPRD Bali, Selasa (15/1) kemarin. Hal. 15 Pajak Hotel
Hemat Devisa dan Buka Lapangan Kerja
MIRAS selama ini dipersepsikan negative, namun dalam dunia pariwisata justru diperlukan. Tidak hanya diminati wisatawan asing, miras juga digemari wisatawan domestik. Dengan adanya rencana pengembangan miras tradisional, maka akan mampu mensubstitusi miras yang selama ini impor akan bisa dipenuhi di dalam negeri sendiri. Selain itu, juga menguatkan produk lokal khususnya Bali. Di Jepang produk lokal miras yang terkenal yaitu sake, di negara belahan barat produk mirasnya yang terkenal wine. Semua produk miras tersebut telah menjadi budaya di negara tersebut. Pelaku pariwisata sekaligus Owner Bagus Discovery Group Bagus Sudibya mengatakan,
harus dipahami bahwa di dunia pariwisata, miras adalah sesuatu yang telah menjadi kebutuhan wisatawan. Wisatawan dari Eropa, Amerika, Australia, New Zealand, Jepang, Taiwan, Cina, Korea dan bahkan wisatawan domestik menyukai minuman keras secara terkontrol. ‘’Kalau di Eropa dan
Amerika miras menjadi kultur,’’ ungkapnya, Senin (14/1), ditemui di Bagus Agro Pelaga. Jika dihitung, devisa yang sangat sulit dikumpulkan selama ini, banyak digunakan untuk mengimpor miras seperti wine. Hal. 15 Kuras Devisa
Lindungi Para Perajin Arak
Bali Post/ist
RAPAT - Suasana rapat Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan.
Karya Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Agung lan Mupuk Padagingan digelar di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati, Gianyar. Puncak upacara akan berlangsung Buda Kliwon Pahang, 30 Januari 2019. Serangkaian upacara tersebut Bali Post membuka dompet punia pura. Punia bisa langsung dibawa ke Bali Post Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer melalui Dompet Punia Bali Post BCA CABANG DPS NO:0403966000. Bukti transfer mohon difax ke 0361-227418. Ketut Rp Ketut Winatha Rp Gusti Angga Panji Rp Jumlah penerimaan hari ini Rp Jumlah penerimaan sebelumnya Rp Jumlah penerimaan seluruhnya Rp
100.000 100.000 50.000 250.000 400.000 650.000
Siap Introspeksi Diri Denpasar (Bali Post) Ketiga ormas yakni Laskar Bali, Baladika, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB) mengapresiasi pertemuan dengan Gubernur menyikapi surat rekomendasi Kapolda Bali. Ketua Harian Baladika Bali Gus Ari menyebut surat Kapolda untuk Gubernur merupakan sebuah bentuk kritik bagi Ormas Baladika. Sebagai masyarakat Bali yang taat hukum, pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi instruksi dan arahan. ‘’Ini juga bentuk motivasi bagi kami untuk memperbaiki diri lebih baik lagi,’’ ujarnya, kemarin. A.A. Suma Widana selaku Ketua Dewan Pembina Laskar Bali mengucapkan terima kasih kepada Gubernur dan Kapolda lantaran sudah memberikan ruang untuk introspeksi diri. Untuk kesalahan yang sudah dibuat, pihaknya pun menyampaikan maaf. Termasuk maaf kepada masyarakat Bali secara umum. ‘’Kami dukung penuh pro-
gram Kapolda terutama pemberantasan premanisme, kami sangat mendukung, pemberantasan narkoba, kami sangatsangat setuju,’’ ujarnya. Suma Widana menambahkan, internal ormas akan berbenah. Yakni dengan memberikan rambu-rambu tegas dan menertibkan anggota agar beretika, dan sopan santun kepada masyarakat umum. Kalau ada masalah pribadi, agar jangan membawa nama ormas. Sekretaris Umum PBB Putu Gede Mahardika mengatakan, ormas sebagai bagian dari krama Bali sebetulnya ingin mendedikasikan dan mengabdikan diri untuk Bali. Selama ini pun pihaknya beberapa kali telah melakukan kegiatan sosial di masyarakat. Pihaknya pun sepakat, ke depan akan membuat kegiatan bersama dengan ormas lain di Bali. ‘’Kami apresiasi langkah Gubernur mengundang kami semua,’’ ujarnya. (kmb32)
Upaya melegalkan industri minuman keras (miras) lokal saat ini sudah dalam proses pengkajian Perusda Bali dan Kelompok Ahli Pemprov Bali. Upaya melegalkan miras lokal ini untuk memberdayakan produk lokal dan mengurangi ketergantungan produk luar negeri. Lalu apa tanggapan anggota DPRD Bali soal itu? Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan secara pribadi sangat setuju dengan upaya Perusda dan Gubernur untuk melegalkan industri miras. Sebab, miras saat ini sudah ada dalam tata niaga. ‘’Di mana, siapa saja, umur berapa boleh minum, itu yang kita perketat sekarang mestinya. Bukan perusahaannya kita urus,’’ ujar mantan Bupati Tabanan ini. Wiryatama menambahkan, miras di Bali kebanyakan disuplai dari luar alias impor. Hampir 10 persen cost yang dikeluarkan hotel adalah untuk miras, menyamai bahkan melebihi pengeluaran untuk beras, ketan, sayur, dan telur. Kata Adi Wiryatama, setiap kemajuan pasti membawa dam pak. Demikian pula soal miras. Tinggal
sekarang memikirkan cara untuk mengurangi dampak negatifnya. ‘’Kalau memang arak Bali itu mau dilegalkan dan dikontrol lebih bagus lagi. Saya setuju, karena dengan liar sekarang berapa kadarnya kita tidak tahu kan. Ada arak api, yang penting tidak ada arak oplosan,’’ jelas politisi PDI-P ini. Anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana mengatakan, rencana Perusda melegalkan industri miras, itu sah-sah saja. ‘’Sepanjang nanti kan ada ketentuannya yang diatur. Sekarang saja kan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia mendapat pengecualian tentang miras. Bisa dijual di hotel, kalau di tempat lain kan tidak boleh karena UU,’’ ujar politisi PDI-P ini. Hal. 15 Produksi Lokal
’’…upaya ini merupakan tiga langkah maju yang dilakukan. Yaitu dapat menghemat devisa dan membuka lapangan pekerjaan serta Bali akan semakin kompetitif di dalam dunia pariwisata.’’ Bagus Sudibya
Enam Industri Mikol di Tabanan Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki enam industri minuman berakohol (mikol) yang secara keseluruhan menyerap sebanyak 259 tenaga kerja. Dari data Disperindag Kabupaten Tabanan, industri tersebut satu berlokasi di Kecamatan Kerambitan, Selemadeg Timur (2), Tabanan (1), dan dua lagi di Kecamatan Kediri. Seluruhnya memproduksi mikol golongan B dan C dengan bahan dasar fermentasi beras dan buah. Selama setahun total produksi mencapai 28,6 juta liter. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan I Gusti Ayu Wiryati Ardiany seizin Kepala Disperindag Tabanan I Gusti Arya Wardana, Selasa (15/1) kemarin, mengatakan bahan baku mikol di Tabanan memang kebanyakan dari fermentasi beras dan ada juga dari buah. Dan untuk izin industri untuk pengolahan produksi memang dikeluarkan dari pusat. ‘’Enam industri mikol ini semuanya
legal dan sudah berizin,’’ jelasnya. Meski telah mengantongi izin industri dari pusat yang berlaku setahun, industri mikol ini juga wajib memiliki SITU Mikol dan SIUP Mikol yang dikeluarkan oleh Badan perizinan Tabanan, mengingat lokasi produksi berada di wilayah Kabupaten Tabanan. ‘’Mereka setiap enam bulan juga wajib menyerahkan laporan produksi, baik ke provinsi maupun daerah sebagai bentuk pengawasan agar kapasitas produksi tidak melebihi batas maksimum yang telah diizinkan oleh pusat,’’ terangnya. Dikatakannya, karena ini merupakan industri dengan kapasitas besar maka untuk pembinaan merupakan kewenangan provinsi, sedangkan daerah hanya bertugas melakukan pengawasan. Mengenai sasaran penjualan dari industri mikol yang ada di Tabanan, menurut Gusti Ayu Wiryati, tiap-tiap industri memiliki pasar sendiri. Hal. 15 Kewenangan Pusat
Kapolda Bali Rekomendasi Pembekuan, Gubernur Hanya Beri SP Tiga Ormas
Bali Post/ist
PETINGGI ORMAS-Gubernur Bali Wayan Koster diapit petinggi tiga Ormas di Bali usai pertemuan di kantor Gubernur, Selasa kemarin.
GUBERNUR Bali Wayan Koster memilih berbicara dari hati ke hati dengan tiga pimpinan ormas di Bali. Ketiganya; DPP Laskar Bali, DPD Keluarga Suka Duka Baladika Bali, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB) diterima di Kantor Gubernur Bali, Selasa (15/1) sore kemarin. Upaya ini dilakukan untuk menindaklanjuti Surat Kapolda Bali Nomor: R/846/IV/2017/Bidkum tanggal 21 April 2017, yang salah satunya merekomendasikan pembubaran ketiga ormas besar tersebut. ‘’Berkenaan dengan rekomendasi Bapak Kapolda untuk membubarkan tiga ormas ini, tentu kami harus menyikapi dengan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan,’’ ujar Koster. Menurut Koster, hanya Laskar Bali dan Baladika yang terdaftar di Kesbangpol Provinsi Bali. Laskar Bali terdaftar sejak 7 Oktober 2014 dan Baladika sejak 26 Oktober 2015. Sementara PBB terdaftar di Kesbangpol Kota Denpasar. Ketiga ormas ini tidak bisa serta merta dibubarkan. Dalam UU tentang Ormas yang baru yakni UU No.16 Tahun 2017 juga tidak disebutkan mengenai pembubaran. Hal. 15 Rugikan Masyarakat
’’Berkenaan dengan rekomendasi Bapak Kapolda untuk membubarkan tiga ormas ini, tentu kami harus menyikapi dengan kewenangan yang diatur dalam peraturan perundangundangan.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
DENPASAR
2
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Tak Berizin, Warung Kopi Kebun Disegel Denpasar (Bali Post)– Tindakan Satpol PP Denpasar melakukan penegakan hukum terhadap pelanggar perda dilakukan secara bertahap. Mulai dari melayangkan surat peringatan, hingga penyegelan. Sayangnya, tindakan penyegelan yang dilakukan tidak maksimal. Seperti yang terlihat di Warung Kopi Kebun, Jalan Tukad Melangit, Panjer. Meski warung tersebut disegel, namun tetap bisa buka. Pemilik Warung Kopi Kebun Putu Hendra Eka yang ditemui di sela-sela penyegelan yang dilakukan Satpol PP Denpasar, Selasa (15/1) kemarin, mengaku heran dengan sanksi yang diberikan. Karena hanya berdasarkan pengaduan masyarakat, usaha kecilnya tersebut langsung disegel. ‘’Ini karena ada pengaduan di Pro-
Denpasar, Satpol PP langsung melakukan tindakan,’’ ujarnya. Meski disegel, Hendra Eka mengaku akan tetap membuka warungnya. Karena saat ini pihaknya bersama beberapa rekannya baru memulai usaha kecil tersebut. ‘’Kalau mau bersikap adil, semua dong usaha yang tak berizin disegel. Saya kira di sini banyak yang belum berizin dan buka hingga dini hari,’’ ujarnya kesal. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Denpasar Made Poniman mengatakan, usaha Warung Kopi Kebun ini sudah mendapat peringatan secara bertahap. Bahkan, pemilik warung juga sudah sempat disidang tipiring. ‘’Karena sudah mendapat peringatan tiga kali dan masih ada keluhan warga, kami langsung tindak dengan penyegelan. Usaha ini juga belum mengantongi izin,’’ ujar
mantan Lurah Serangan ini. Di sisi lain, Lurah Panjer Made Surayanata mengatakan, usaha ini sering dikeluhkan warga karena buka hingga subuh. Selain itu, dari tempat ini juga sering memutar musik dengan menggunakan pengeras suara, sehingga menimbulkan suara bising. Terlebih saat malam hari, suara musik yang sangat keras itu sangat mengganggu warga di sekitarnya. ‘’Ini yang sering mendapat keluhan warga sekitar di sini,’’ ujar Suryanata. Sebelum melakukan penyegelan terhadap Warung Kopi Kebun ini, Satpol PP juga sempat membuka segel bangunan di Jalan Kresek, Sesetan. Pembukaan segel ini dilakukan karena pemilik bangunan sudah melakukan mediasi serta melengkapi izin bangunan. (kmb12)
PENYEGELAN - Tim Penegak Perda Kota Denpasar melakukan penyegelan terhadap Warung Kopi Kebun di Panjer, Selasa (15/1) kemarin.
Pelindo Akui Sudah Terima Permohonan Walhi KIP Lakukan Mediasi
Denpasar (Bali Post) -
Sidang ajudikasi nonlitigasi penyelesaian sengketa informasi yang dimohonkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bali terhadap Pelindo III (termohon) Cabang Benoa, akhirnya berlangsung Selasa (15/1) kemarin. Agenda persidangan adalah pemeriksaan pendahuluan. BHAKTI PUJAWALI - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat mengikuti bhakti pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Selasa (15/1) kemarin.
Pemkot Denpasar ”Ngaturang Bhakti Pujawali” di Pura Luhur Uluwatu
RANGKAIAN puncak upacara pujawali di Pura Luhur Uluwatu, Desa Adat Pecatu, Badung yang bertepatan dengan Anggara Kasih Medangsia, Selasa (15/1) kemarin, berjalan dengan lancar. Pura yang terletak di ujung selatan Pulau Bali di atas anjungan batu karang yang terjal dan tinggi, serta menjorok kelaut ini merupakan Pura Sad Khayangan sebagai penyangga sembilan mata angin di Pulau Bali. Dalam puncak pujawali tersebut hadir di tengah ribuan pamedek dari berbagai daerah rombongan dari Pemkot Denpasar yang dipimpin langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, guna melakukan persembahyangan di Pura Luhur Uluwatu. Hadir pula pada kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra dan Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Serangkaian pujawali tersebut, Wali Kota Rai Mantra bersama Wakil Wali Kota Jaya Negara serta Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara turut mulang pakelem di segara Pura Luhur Uluwatu sebagai persembahan untuk menjaga keseimbangan alam semesta. Pangempon Pura Luhur Uluwatu yang merupakan Panglingsir Puri Jro Kuta IGN Jaka Pratidnya yang kerap dipanggil Turah Joko mengatakan, acara diawali dengan prosesi nedunang Ida Batara Dewa Agung Sakti dari Pura Pererepan Desa Adat Pecatu yang selanjutnya menuju Pura Luhur Uluwatu. Kemudian dilanjutkan prosesi
ngaturang pujawali Ida Batara ring Luhur Pura Uluwatu yang di-puput oleh Ida Pedanda Gede Putra Arimbawa Geria Tegal Sari dan Ida Pedanda Geria Tampakgangsul. Jaka Pratidnya menambahkan, setelah pujawali dilaksanakan, sekitar jam delapan malam Ida Batara Dewa Agung Sakti mewali ke Pererepan Payogan masing-masing yang berada di Desa Adat Pecatu. Pada Rabu (16/1) sampai dengan Jumat (18/1) akan dilanjutkan dengan bhakti panganyar oleh Kecamatan Petang, Kecamatan Mengwi dan Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung. Prosesi panyineban Ida Batara dimulai pukul 09.00 Wita setelah itu dilanjutkan dengan upacara pangilen-ilen dan pedatenga. “Dengan melakukan srada bhakti kehadap Ida Hyang Widhi Wasa, mudah-mudahan kita di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya dijauhkan dari kebencanaan serta diberikan kekuatan dan keselamatan sehingga semua umat bisa rahayu,” ujarnya. Jaka Pratidnya menambahkan, Puri Agung Jro Kuta dan Puri Agung Jambe Celagigendong Denpasar memperoleh tugas mangempon Pura Luhur Uluwatu sampai kini. Sedangkan warga Desa Pakraman Pecatu yang terdiri dari Banjar Kauh, Banjar Tengah dan Banjar Kangin berstatus sebagai pangemong. Ketiga banjar ini mendapat tugas yang digilir setiap enam bulannya. Sebelum melaksanakan pujawali di pura setempat, pihak desa adat dan kedua puri pangempon pura melakukan koordinasi komunikasi terkait pelaksanaan upacara, serta penyiapan sarana dan prasarana untuk kelengkapan upacara.
Jaka Pratidnya juga turut mengimbau masyarakat yang hendak tangkil dan memohon tirta wangsupada sedianya menyiapkan tempat tirta yang ramah lingkungan dan dibawa dari rumah masing-masing. “Untuk mengurangi penggunaan plastik, kami turut mengimbau kepada pamedek saat nuur tirta Ida Batara agar membawa tempat yang ramah lingkungan, tidak diperkenankan lagi menggunakan plastik,” tegasnya. Bendesa Pakraman Pecatu I Made Sumerta pada kesempatan turut mengimbau kepada masyarakat dan penyedia jasa pariwisata terkait pelaksanaan pujawali. Di mana sebagai salah satu destinasi wisata di Pulau Bali, tentu diharapkan para wisatawan untuk menyesuaikan dengan menggunakan pakaian adat madya selama pelaksanaan pujawali. “Kami mengimbau kepada seluruh pihak, khususya wisatawan untuk menaati aturan selama pelaksanaan pujawali hingga panyineban,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, pujawali ini merupakan momentum bagi seluruh masyarakat untuk menjaga keharmonisan antara parahyangan, palemahan, dan pawongan sebagai impelementasi dari Tri Hita Karana. Selain itu, Rai Mantra juga turut mengapresiasi penerapan upaya pengurangan plastik di Pura Uluwatu yang digagas pangempon dan pangamong pura. “Dengan pelaksanaan pujawali ini, mari kita tingkatkan rasa sradha bhakti kita sebagai upaya menjaga harmonisasi antara parahyangan, pawongan, dan palemahan sebagai impelementasi Tri Hita Karana,” tegasnya. (ad603)
Denpasar (Bali Post)Oknum anggota polisi yang berdinas di Polresta Denpasar, Aiptu Bob Zery, diadili di PN Denpasar, Selasa (15/1) kemarin. Ia Diduga terlibat dalam perkara sabu-sabu (SS). Dalam sidang pimpinan majelis hakim Wayan Kimiarsa kemarin, terdakwa tidak
sendirian. Namun bersama Gede Soma Budiartana. JPU Made Lopi Pusnawan sempat menunjukkan barang bukti dan ditanyakan apakah SS tersebut merupakan miliknya. SS itu diakui barang bukti milik terdakwa. SS itu dibeli dengan cara patungan. Pengakuannya dibeli dari AA
seharga Rp 750 ribu. Paket SS itu dipecah menjadi lima dengan berat bersih 0,38 gram. Penangkapan oknum polisi bernama Bob itu berawal dari tes urine BNNK Badung. Dari hasil tes tersebut diketahui urine terdakwa positif mengandung zat narkotika. BNNK kemudian melakukan pendalaman. Salah satunya mendatangi rumah terdakwa di Jalan Teuku Umar Barat, Gang Kertapura, Denpasar Barat. Ketika petugas mengetuk pintu rumah terdakwa, petugas melihat Bob dan Gede Soma membuang sesuatu dari ventilasi jendela kamar di lantai dua. Bungkusan itu jatuh di genteng rumah lantai satu. ‘’Setelah dibuka, dalam bungkusan tisu tersebut terdapat lima plastik klip bening berisi sabu-sabu,’’ tandas jaksa. (kmb37)
Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polisi Diadili
819446 / 081337032965
Topik : OKNUM POLISI RAMPOK MINIMARKET
Setelah sidang dibuka Ketua Majelis Komisioner Komisi Informasi Publik (KIP) Bali Agus Astapa didampingi anggota Gusti Ngurah Wirajasa dan Ketut Suharya, pihak Pelindo III yang diwakili tiga orang sebagai pemegang kuasa, yakni Suryo Khasabu, Tri Sakti Ambarwati dan Astrid Fitria Kasih dari PT Pelindo Pusat yang ada di Surabaya, Jawa Timur, akhirnya memperlihatkan surat kuasa. Sementara dari pihak Walhi Bali tetap diwakili I Wayan Adi Sumiarta dan I Made Juli Untung Pratama. Dalam sidang tersebut pada pokoknya menyatakan bahwa pihak Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa mengakui sudah menerima permohonan dari pihak Walhi Bali. Hanya surat permohonan dari Walhi Bali tidak disampaikan oleh Pelindo III Cabang Benoa kepada Pelindo Pusat. Sedangkan yang berhak atas pemberian izin atau permo-
honan informasi itu hanya bisa diberikan oleh Pelindo Pusat. Seluruh Informasi Publik termasuk sengketanya diambil alih oleh pusat karena di cabang termasuk di Cabang Benoa III, belum memiliki Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Sehingga terjadi ketimpangan soal permohonan informasi itu, karena Pelindo Pusat tidak menerima penyampaian permohonan dari Walhi Bali dari surat yang diterima Pelindo III Cabang Benoa. Pelindo Pusat baru mengetahui ada permohonan itu saat kasus ini diajukan ke KIP Bali. Jadi, diakui ada miskomunikasi antara Pelindo III Benoa dan Pelindo Pusat. Suryo Khasabu menambahkan, selain mengajukan surat yang harus diteruskan ke pusat, pihak pemohon diharapkan mengisi formulir yang ada di Pelindo Pusat. Formulir itu berisi tentang alasan dan tujuan pihak pemohon meminta informasi terkait proyek
reklamasi yang dimaksud. Termasuk menyertakan identitas diri kalau sebagai organisasi atau LSM resmi berbadan hukum supaya menyertakan bukti yang disahkan oleh Kemenkum HAM. ‘’Kalau semua sudah terpenuhi dan sampai pada kami, pasti kami tanggapi,’’ ujarnya. Sementara itu, dari pihak Walhi Bali menerangkan bahwa dalam surat di awal sudah dijelaskan alasannya yakni terkait dampak lingkungan. Atas pengakuan itu, sidang kemarin langsung melakukan mediasi antara pemohon informasi (Walhi Bali) dengan termohon (Pelindo). Sebagai mediator adalah Widiana Kepakisan dari KIP Bali. Sekitar pukul 13.00 Wita kemarin Ketua Majelis Komisioner KIP Bali Agus Astapa mengatakan, mediasi yang dilakukan gagal mencari titik temu, sehingga sidang akan dilanjutkan dengan sidang ajudikasi nonlitigasi. ‘’Nanti akan dipanggil ulang ked-
ua belah pihak,’’ kata Agus Astapa seraya mengatakan, sidang rencananya dilanjutkan Rabu (23/1) mendatang. Sebelumnya pihak Walhi Bali dalam sengketa informasi itu setidaknya ada enam poin yang dimintakan kepada pihak Pelindo III selaku penggagas reklamasi Pelabuhan Benoa. Enam poin dimaksud adalah Walhi Bali meminta data izin lokasi kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo Ill Cabang Benoa, izin pelaksanaan, Kerangka Acuan Amdal, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL), Ringkasan Eksekutif Kegiatan Reklamasi dan izin lingkungan pelaksanaan kegiatan reklamasi pengembangan Pelindo III Cabang Benoa. Walhi Bali sudah dua kali bersurat, namun tidak ada tanggapan dari pihak Pelindo III, sehingga Walhi Bali memilih membawa persoalan ini ke KIP Provinsi Bali. (kmb37) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446
Bali Post/eka
SIDANG – Suasana sidang sengketa informasi publik antara Walhi Bali Dengan PT Pelindo III Benoa di Komisi Informasi Provensi Bali, Selasa (15/1) kemarin.
KPU Kekurangan 1.545 Kotak dan Bilik Suara
Denpasar (Bali Post) – Pesta demokrasi semakin dekat. Namun, hingga kini belum semua logistik diterima Komisi Pemilihan Umum (KPU) di masing-masing daerah. Termasuk KPU Kota Denpasar. KPU Kota Denpasar masih kekurangan 1.545 bilik suara dan kotak suara yang akan dipakai saat pemilihan umum mendatang. Kekurangan tersebut karena adanya penambahan 105 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kota Denpasar, dari 1.632 TPS menjadi 1.737 TPS. Ketua KPU Kota Denpasar I Wayan Arsa Jaya mengatakan hal itu, Selasa (15/1) kemarin. Menurut Arsa Jaya, saat ini pihaknya sudah mengusulkan adanya penambahan
TPS di seluruh Kota Denpasar ke KPU RI. Dengan penambahan itu otomatis akan menambah bilik dan kotak suara yang akan dipakai saat pileg dan pilpres mendatang. Dikatakan, kebutuhan logistik kotak suara di Denpasar sebanyak 8.933. Namun yang baru diterima sebanyak 8.169, sisanya sebanyak 764 masih dalam tahap pengajuan. Sementara untuk bilik suara KPU membutuhkan 6.948 bilik. Dengan banyaknya kebutuhan tersebut, pihaknya masih menggunakan bilik aluminium sesuai dengan ketentuan yang ada. Bilik aluminium yang masih dimanfaatkan yakni sebanyak 5.847. Sementara bilik suara dengan menggunakan karton hanya menerima se-
banyak 320 buah. Sisanya akan diusulkan sebanyak 781 bilik. Arsa Jaya mengungkapkan, kebutuhan kotak suara tersebut akan dibagi ke TPS sebanyak 1.737 dikalikan 5 kotak suara per TPS dengan total 8.685 kotak. Untuk PPK sebanyak 243 kotak suara di 4 kecamatan, dan 5 Kotak di KPU. Selasa kemarin, KPU Kota Denpasar juga melakukan rapat koordinasi dengan jajaran Pemkot Denpasar bersama instansi terkait lainnya. Rapat koordinasi kemarin juga dihadiri Ketua KPU Provinsi Bali Dewa Agung Lidartawan, unsur Kepolisian, TNI, Kejaksaan serta para kepala desa/ lurah, camat, dan Bawaslu Kota Denpasar.
Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam kesempatan ini memberikan arahan agar semua stakeholder terkait senantiasa mendukung pelaksanaan Pemilu 2019 dan bekerja secara profesional. Tugas yang diberikan harus dilaksanakan dengan baik dan tulus, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Ia mengigatkan, hal-hal yang perlu diinventarisasi yang diarahkan oleh KPU harus segera diidentifikasi. ‘’Siapa yang berbuat apa itu harus jelas, sehingga tugas dan fungsi dapat dilaksanakan dengan baik. Yang penting dikomunikasikan agar semua berjalan dengan baik sesuai dengan sandaran aturan,’’ tegasnya. (kmb12)
BADUNG
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
3
Tiga Tahun Badung Tanpa Adipura Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten Badung lagi-lagi tidak meraih penghargaan Adipura. Setidaknya, tiga tahun berturut-turut sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan ini lepas dari genggaman. Berdasarkan data Bali Post, penghargaan Adipura terakhir yang diterima Kabupaten Badung diperoleh pada era pemerintahan Bupati Gde Agung, yakni pada 2015.
Bali Post/kmb23
PUJAWALI - Prosesi mulang pakelem serangkaian puncak pujawali di Pura Uluwatu, Selasa (15/1) kemarin.
”Pujawali”, Ribuan ”Pamedek” Padati Pura Uluwatu
Mangupura (Bali Post) Bertepatan dengan rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (15/1) kemarin berlangsung puncak pujawali di Pura Uluwatu. Ribuan pamedek memadati pura tersebut untuk melakukan persembahyangan. Menurut Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pangempon Pura Uluwatu I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya atau akrab dipanggil Turah Joko, rangkaian puncak pujawali diawali dengan mundut Ida Batara Agung Sakti dari Pura Parerepan, Pecatu. Prosesi patirthaan ini di-puput oleh dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa dari Geria Sari Denpasar dan Ida Pendanda Gede Made
Karang dari Geria Karang Tapakgangsul Denpasar. Dikatakannya, Ida Batara akan nyejer selama tiga hari, sampai dengan hari Jumat(18/1). Kepada para pamedek, pihaknya menyampaikan, saat pujawali dan seterusnya, pihak panitia tidak akan menyediakan kantong plastik untuk nunas tirtha. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunakan plastik di kawasan Pura Uluwatu. “Masing-masing pamedek kami harap untuk membawa tempat tirtha sendiri dari rumah masing-masing,” ujarnya. Terkait retaknya tebing Pura Uluwatu, pihaknya meminta agar warga tidak khawatir. Pihak panitia su-
dah melakukan antisipasi. Diungkapkannya, sejak tahun 1992, setiap piodalan pamedek diarahkan untuk melakukan persembahyang di madya mandala. Karena kondisi di utama mandala memang tidak bisa menampung banyak orang. “Kami harap pamedek melakukan persembahyangan di madya mandala,” harapnya. Hal senada disampaikan Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta. Pihaknya menyampaikan, untuk di utama mandala daya tampung hanya 25-30 orang. Untuk itu pamedek diharapkan untuk maklum dan bisa melakukan persembahyangan di madya mandala. Pihaknya kembali men-
egaskan, kepada pamedek agar tidak menggunakan kantong plastik untuk nunas tirtha saat melakukan persembahyangan. Sebagai solusi, pamedek diharapkan membawa tempat untuk nunas tirtha, namun bukan plastik sekali pakai. Selain itu Bendesa yang juga anggota DPRD Badung mengimbau krama pamedek agar bisa ikut berperan menjaga kebersihan dan kesucian pura dan kawasan Pura. Seusai melakukan persembahyangan, pamedek diharapkan agar membawa sisa sarana upakara yang telah terpakai atau membuang pada tempat sampah yang telah disediakan. (kmb23)
Bupati Badung Hadiri ’’Karya Pasupati Purana’’ di Pura Penepi Siring Warung Babakan
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri Karya Pasupati di Pura Penepi Siring Warung dan Pura Wates Banjar Adat Babakan, Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Senin (14/1) lalu. Dalam kesempatan tersebut Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung I Nyoman Sandra, dan I Gede Ariantha, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, Perbekel Desa Canggu I Nengah Lana, Bendesa Adat Canggu I Nyoman Sujapa serta Klian Adat dan Dinas se-Desa Adat Canggu. Bupati menyerahkan Pasupati Purana kepada pangempon Pura Penepi Siring Warung. Purana Pura merupakan sejarah yang memuat tentang pembangunan Pura, Palinggih, Ista Dewata (Dewa Sungsungan), Odalan, Aci (upacara dan upakara), masyarakat pangempon, pamaksan, dan laba pura. Purana tersebut dapat pula memberikan informasi mengenai kepemangkuan, memuat macam pantangan yang harus ditaati, serta berbagai kewajiban yang harus dilaksanakan di pura itu, atau hal yang dianggap penting untuk dicatat dan disampaikan kepada generasi berikutnya. Bupati Giri Prasta mengatakan, purana ini harus dijaga dengan baik dan benar, karena sejarah di Bali yang pertama adalah puri yang kedua ada pura, ketiga ada
PURANA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima Purana Pura sebelum diserahkan kepada pangempon pura saat Karya Pasupati di Pura Penepi Siring Warung dan Pura Wates Banjar Adat Babakan, Desa Adat Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Senin (14/1) lalu. purana, keempat ada puruhita dan kelima ada para. Puri di dalamnya mengandung sejarah, selanjutnya pura juga ada sejarahnya bahkan Pura Dalem Penepi Siring Warung ini memiliki sejarah, dan itu sudah ada dari 341 tahun yang lalu. ‘’Itulah warisan leluhur kepada semeton yang ada di Babakan Desa Canggu ini dan yang harus kita lestarikan,’’ jelasnya. Dijelaskan bahwa tanggung jawab bupati selaku pemerintah yaitu untuk meringankan beban masyarakat, bukan hanya di Babakan saja, namun di seluruh Kabupaten Badung. Bila perlu Badung Angelus Buana yaitu Badung Berbagi dari Badung untuk Bali. Pemerintah akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, karena pemerintah
paham bahwa umat Hindu khususnya, banyak waktunya habis di adat dan juga banyak uang habis untuk kegiatan yadnya. Untuk itu pemerintah membantu itu semua, agar dapat mengurangi beban masyarakat. ‘’Saya berharap warga masyarakat Canggu beserta tokoh-tokoh masyarakat Canggu dapat bersatu. Saya yakin rasa sagilik saguluk saluwung luwung sabayantaka dapat terwujud. Inilah tatanan yang harus kami buat dengan baik sehingga generasi yang ada di Babakan, Canggu akan menjadi pewaris, ke depannya dapat melestarikan dan ikut dalam menjalankan tatanan dresta, pararem serta awig-awig. Inilah yang harus dikuatkan oleh desa adat,’’ terangnya. Bendesa Adat Canggu I
Putu Parwata
Nyoman Sujapa mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung, di mana pada tahun 2017 telah memberikan dana sebesar 1,2 miliar untuk membangun wantilan di Pura Dalem Penepi Siring. Diketahui di Canggu ada tiga pura sebagai panyibeh atau pembatas bumi yaitu yang pertama adalah Pura Kahyangan Jagat Batu Bolong yang di-empon oleh tiga Banjar di antaranya Banjar Pipitan, Umabuluh dan Kayu Tulang. Kedua, Pura Batu Mejan yang di-empon oleh dua banjar yaitu Banjar Canggu dan Banjar Padang Linjong, dan yang terakhir adalah Pura Dalem Penepi Siring Warung yang menjadi perbatasan antara Kecamatan Kuta Utara dan Kecamatan Mengwi. Purana Pura Dalem Tepi Siring ini dilontari oleh Bendesa Adat Kapal I Ketut Sudarsana yang mengetahui sejarah dan sastra berdirinya Pura Penepi Siri Warung tersebut. I Nyoman Sujapa berharap kepada Pemerintah Kabupaten Badung selanjutnya agar dapat membantu pembangunan Pura Dalem Penepi Siring Warung, yaitu tembok panyengker, serta peralatan tabuh seperti Gong Gede dan Adi Mardangga. ‘’Kami berharap semoga generasi muda dapat selalu mengajegkan purana tersebut dan menjadikan sebagai media pendidikan serta pembelajaran, karena Purana Pura Dalem Penepi Siring itu adalah proses yang melahirkan pura dari abad ke-17 yang merupakan warisan benda purbakala,’’ jelasnya. (ad600)
Bangun Kebersamaan Menuju Kota Cerdas KENDATI indeks kebahagiaan masyarakat Badung tinggi mengalahkan nasional, namun perlu juga dipikirkan untuk mencerdaskan masyarakat, agar pencapaian kota pintar di Kabupaten Badung bisa terwujud. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat dihubungi, Selasa (15/1) kemarin. Alumni Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini mengatakan, secara sosiologi tidak ada memang kecerdasan sempurna pada sebuah kota. Tetapi yang dimaksud kota pintar ini adalah masyarakatnya yang cerdas, bukan kotanya. Jadi mari dimulai mematangkan perencanaan bersama-sama warga dan komunitas untuk meningkatkan inovasi. ‘’Badung memiliki program yang sangat baik, dan sudah dirasakan masyarakat, bahkan kita harapkan berkelanjutan,’’ ujar Parwata. Lebih lanjut Sekretaris DPC PDI Perjuangan ini mengatakan, secerdas-cerdasnya kota, semangat kebersamaan tidak boleh dilupakan. ‘’Roh kota cerdas atau smart city
ini bukan seberapa gampang dan masifnya koneksi internet, penerapan berbagai aplikasi serta aneka platform digital, tapi gunakanlah teknologi informasi untuk membangun semangat komunitas. Jadi semangat kebersamaan adalah modal untuk pembangunan,’’ paparnya. Ia juga mengatakan, sehebat-hebatnya program dan kebijakan, selama tidak menjawab kebutuhan atau jalan keluar masalah warganya, maka belum bisa disebut sebagi wujud pembangunan yang cerdas. ‘’Ke depan kita harapkan programprogram yang dirancang bisa menjadi stimulus bagi masyarakat untuk berkreasi,’’ harapnya. Menurutnya, peran lingkungan sangat berpengaruh terhadap program pemerintah untuk menjadi kabupaten cerdas. Karena itu, lingkungan tidak boleh apatis, namun harus aktif berkomunikasi dengan pemerintah. ‘’Jangan pernah berprasangka buruk sebelum memahami program pemerintah. Mari kita bangun kebersamaan mewujudkan Badung yang hebat,’’ pungkasnya. (ad597)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung I Putu Eka Merthawan saat dikonfirmasi, Selasa (15/1) kemarin, mengakui prihal tersebut. Kegagalan meraih Adipura lantaran Badung tidak memiliki Tempat Pembuangan akhir (TPA) yang menjadi salah satu syarat dalam Adipura. ‘’Tahun 2014 Badung sebagai terbaik untuk kategori kota kecil, dan yang tahun 2015 terbaik kedua tingkat nasional. Tapi saya tidak terpangaruh, dapat (penghargaan Adipura) atau tidak,’’ ujarnya. Menurutnya, penilaian Adi-
pura terus berubah setiap tahun dan semakin kompleks, sehingga berbeda dengan penilaian yang sebelum-sebelumnya. Contohnya, kepemilikan TPA yang sebelumnya tidak menjadi prioritas kini menjadi persyaratan utama, sehingga sangat wajar bila Badung gagal meraih penghargaan Adipura sejak terakhir tahun 2015. ‘’Tapi bagi saya Adipura hanya formalitas, buat apa kita dapat Adipura, kalau Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) masih banyak,’’ ucapnya. Birokrat asal Sempidi itu menyebutkan tengah memper-
siapkan diri untuk penilaian pada tahun 2019. Dengan pengolahan yang telah dilakukan, pihaknya sangat yakin pada penilaian Adipura tahun ini, Kabupaten Badung masuk penilaian. ‘’Kami di Badung telah berhasil mengolah sampah sekitar 20 persen dari total sampah 286 ton per hari. Komponen inilah yang mampu mengurangi membuang sampah 20 persen ke TPA,’’ jelasnya seraya menambahkan, Badung telah memiliki 200 bank sampah berbasis PKK, hampir 225 bank sampah yang ada di sekolah, serta bank sampah yang dikelelola mandiri dan swasta. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Kasus perampokan kembali terjadi di wilayah Kuta. Kali ini Mini Mart di Jalan Nakula, Seminyak, Kuta, Selasa (15/1) kemarin dirampok. Pelakunya diduga oknum polisi berinisial Bripda YKD (23). Informasi diperoleh di lapangan, pelaku merupakan personel Polda Bali ini awalnya minum miras. Setelah itu pelaku beralamat di Jalan Kenyeri Denpasar ini jalan-jalan mengendarai Honda Vario. Setibanya di TKP, pelaku berhenti dan melihat botol kosong. Botol tersebut dipecahkan lalu dibawa masuk ke Mini Mart dan diacungkan kepada karyawan, Agus. Setelah itu pelaku menyuruh korban mengeluarkan uang dari laci. “Di laci meja ada uang Rp 441.000. Uang tersebut langsung diambil pelaku,”
kata sumber. Terkait kasus ini, anggota Inafis Polresta Denpasar melakukan olah TKP, siang kemarin. Selain itu petugas juga melaksanakan prarekonstruksi dan peran korban serta pelaku digantikan karyawan Mini Mart yang lain. Dari pantauan di TKP, saat prarekonstruksi tersebut pelaku diperankan karyawan Mini Mart datang ke TKP. Selanjutnya dia memecahkan botol lalu dipakai menodong korban (perannya digantikan teman kerjanya) yang berada di meja kasir. Selanjutnya pelaku masuk ke belakang meja kasir lalu memiting leher korban. Sempat terjadi pergulatan sehingga membuat barang dagangan yang dipajang di sana berantakan. Setelah itu pelaku kabur tapi dikejar oleh korban. Se-
tibanya di teras Mini Market, korban melempar pelaku menggunakan helm. Pelaku berhasil diamankan warga dan beberapa menit kemudian datang anggota Polsek Kuta. Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek. Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan saat dikonfirmasi mengatakan kasus tersebut ditangani Polsek Kuta. Sementara Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ika Prabawa belum bisa dimintai konfirmasi. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan itu bukan perampokan, tetapi pencurian dengan ancaman kekerasan karena pengaruh alkohol. Dia tidak merencanakannya, melainkan menemukan pecahan botol di depan minimarket. (kmb36)
Oknum Polisi Rampok Mini Mart
Bali Post/rah
PRAREKONSTRUKSI - Prarekonstruksi perampokan Mini Mart di Jalan Nakula, Seminyak, Kuta digelar Selasa (15/1) kemarin.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
RS BaliMéd Rayakan HUT Ke-11
Target Meningkatkan Mutu dan Layanan bagi Peserta JKN HARI ulang tahun (HUT) RS BaliMéd jatuh pada 8 Januari 2019 dan dirayakan pada Minggu (13/1). Perayaan HUT dipusatkan di parkir belakang rumah sakit tersebut. Berbagai kegiatan dilaksanakan seperti persembahan lagu dari karyawan, dance dari karyawan, dan pemotongan tumpeng. Acara berlangsung meriah karena semua karyawan terlibat. Ketua Panitia Made Adi Krisna Dwipayana, S.E., M.Par. mengatakan, rangkaian acara HUT telah dimulai sejak Oktober lalu. Acara pertama adalah tirtayatra ke Pura Andakasa dan Pura Silayukti, seminar ilmiah ‘’Mendeteksi Ketulian pada Usia Dini’’, baksos kepada para veteran sekaligus memperingati Hari Pahlawan, donor darah, lomba video terkreatif terfavorit dan acara keakraban antarkaryawan yaitu ‘’Lomba Gerak dan Lagu Mars BaliMéd’’. Terakhir adalah acara puncak HUT tanggal 13 Januari 2019. Kata Krisna, rangkaian acara yang dilaksanakan merupakan bentuk apresiasi kepada owner, konsultan, dan seluruh karyawan yang selama ini sudah bersama-sama memajukan RS BaliMéd. Kegiatan ini juga sebagai momen untuk meningkatkan sinergi antarunit dan semua elemen baik PT, BDM, rumah sakit serta anak perusahaan. Dengan begitu akan semakin mempererat kebersamaan dan kekeluargaan di kalangan karyawan, pemilik perusahaan, dokter konsultan, konsumen dan masyarakat umum. Direktur RS BaliMéd dr. Oka Dharmawan mengatakan, semakin bertambahnya usia, RS
HUT - RS BaliMéd merayakan HUT ke-11. Rumah sakit ini berupaya meningkatkan mutu dan layanan bagi peserta JKN. BaliMéd semakin maju dan jaya. Setengah dasawarsa tepatnya tahun 2014, RS BaliMéd ikut mendukung program nasional dengan menjadi provider BPJS Kesehatan. Hingga saat ini 70 persen pasien rawat jalan RS BaliMéd adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Namun diakui pasien rawat inap hampir 75 persen naik kelas, sisanya sesuai hak. ‘’Mereka yang semula menggunakan BPJS Kesehatan saat rawat jalan, karena ingin kamar yang sendiri saat rawat inap maka naik kelas. Jadi pasien share biaya dengan BPJS Kesehatan,’’ ujarnya. Seiring perkembangannya, RS BaliMéd terus berbenah. Layanan dan fasilitas ditingkatkan. Tidak hanya peralatan medis, namun jiwa melayani dengan hati juga berupaya diterapkan. ‘’Program JKN memberikan warna baru bagi
layanan rumah sakit. Kita belajar mengefisiensi operasional. Kita belajar untuk lebih meningkatkan mutu layanan. JKN ini betul-betul mengubah seluruh mindset berpikir kita di layanan rumah sakit,’’ ungkapnya. Maka dari itu tahun 2019, dr. Oka Dharmawan tegas menjawab target yaitu meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien. Ini juga diamanatkan oleh Kemenkes dan program JKN. ‘’Kita sangat mendukung program JKN. Karena ikut serta menolong masyarakat, menolong masyarakat yang dulunya tidak bisa berobat dan sekarang bisa berobat dengan kartu JKN. Kita sebagai wahana pelayanan tinggal mencoba menjadi lebih efektif dan lebih efisien dalam seluruh aspek layanan, sehingga cocok dengan era JKN,’’ bebernya. (ad598)
IHKA Bali BPC Sanur, Denpasar dan Karangasem Gelar ’’Bed Making & Towel Art Competition 2019’’ BERTEMPAT di SMK Negeri 3 Denpasar, IHKA Bali BPC Sanur, Denpasar, Karangasem menggelar sebuah event dengan nama ‘’Bed Making & Towel Art Competition 2019’’, Sabtu (12/1). Ketua Panitia Made Suhartana mengatakan event ini bertujuan untuk memberikan ruang sharing skill dan knowledge serta ruang berkompetisi anak-anak sekolah perhotelan dan karyawan hotel. Event ini diikuti 34 karyawan hotel/vila dan 26 anak-anak SMK/ Diploma yang dibagi menjadi tiga kategori lomba yaitu kategori A untuk karyawan hotel/vila di area Sanur dan Denpasar, kategori B untuk karyawan hotel/vila di area Klungkung, Bangli dan Karangasem, serta kategori C untuk anak-anak SMK/Diploma yang ada di area kategori A dan B. Suhartana menyebutkan event ini juga didukung para vendor sebagai sponsor yang secara reguler men-support setiap kegiatan IHKA Bali. Event ini dibuka I Nyoman Sugiarta, CHT. selaku Ketua BPD IHKA Bali. Dalam sambutannya, ia mengatakan event ini sebagai salah satu wujud nyata pelaksanaan konsep Tri Hita Karana yaitu pawongan yang mana bertujuan untuk meningkatkan kualitas tenaga perhotelan yang ada di Bali. Dengan adanya event seperti ini diharapkan agar peserta dapat mengeluarkan kreativitasnya,
EVENT - IHKA Bali BPC Sanur, Denpasar, Karangasem ketika menggelar sebuah event dengan nama ‘’Bed Making & Towel Art Competition 2019’’, Sabtu (12/1). sharing skill dan knowledge serta mengasah mental setiap individu. Sebagai tenaga kerja di bidang hospitality, ia juga menekankan pentingnya terus berinovatif, creative dan attention to detail untuk meningkatkan guest satisfaction. Ia juga mengatakan event IHKA Bali reguler dilaksanakan agar tetap bisa menjalin hubungan yang baik dengan akademisi (sekolah perhotelan), antarhotel itu sendiri dengan tujuan mempersiapkan SDM Bali siap bersaing di dunia industri hospitality. Event ini berlangsung dalam satu hari penuh dan sangat meriah karena para peserta membawa pendukungnya/supporter untuk mendukung peserta kompetisi. Sebagai juara I kategori
A yakni I Made Selamet Atmaja (Maya Sanur), juara II Komang Sudarjana (Oasis Lagoon Sanur) dan juara III I Putu Oka Ariana (Sanur Prime Plaza Hotel). Sedangkan pada kategori B, juara I Kadek Agus Juliarta (Ashyana Candidasa), juara II I Putu Widi Artana (Rumah Luwih) dan juara III I Komang Sulatra (Whyndam Tamansari Jivva). Untuk kategori C, juara I I Kadek Medi Sudana Putra (SMKN 5 Denpasar), juara II I Putu Agus Eka Jaya (SMK PGRI 5 Denpasar) dan juara III I Nengah Endrawan (SMKN 1 Tembuku, Bangli). Event ini ditutup dengan penyerahan hadiah dan trofi kepada para pemenang. (ad557)
2019, Bali Ditargetkan 8 Juta Wisman Seluruh ’’Stakeholder’’ Mesti Bersatu Padu
Denpasar (Bali Post) Pada tahun 2018 lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sekitar 6,3 juta orang. Namun hanya terealisasi sekitar 6,1 juta orang. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Di antaranya erupsi Gunung Agung, terjadinya gempa bumi di Lombok, dan beberapa bencana lain yg terjadi di Tanah Air. Selain itu, juga disebabkan menurunnya kunjungan wisatawan asal Tiongkok karena kasus adanya travel asal Cina yang menjual paket murah, sehingga Pemprov Bali yang didukung stakeholder dan pemerintah Cina mengambil tindakan tegas dengan cepat menghentikan praktik paket murah tersebut. ‘’Ke depan kasus-kasus seperti itu harus selalu diawasi agar Indonesia, khususnya Bali, tidak menjadi objek bisnis murahan yang merugikan pemerintah dan pariwisata Bali. Kasus-kasus seperti ini juga wajib diawasi, baik yang dilakukan pebisnis pariwisata luar negeri maupun bisnis pariwisata bodong alias tanpa izin yang dilakukan pebisnis dalam negeri,’’ kata pengamat pariwisata Putu Anom, Selasa (15/1) kemarin. Hal tersebut sangat penting dilakukan. Mengingat di tahun 2019 ini Kementerian Pariwisata RI menargetkan kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 20 juta orang. Dan Bali ditargetkan bisa memenuhi sekitar 40 persen, yakni sekitar 8 juta orang wisman. Menurut Anom, untuk bisa mencapai target tersebut tidaklah mudah. Sebab, tidak hanya target yang bisa terpenuhi dari segi kuantitas, melainkan sangat penting memperhatikan kualitas wisatawan. Baik dari tingginya tingkat pengeluaran wisatawan maupun kepedulian wisatawan tersebut untuk ikut menjaga alam dan budaya Bali yang adiluhung. Pengusaha dan masyarakat Bali juga sangat diharapkan serta wajib untuk menjaga alam dan budaya Bali. Sebab, saat ini dampak yang dirasakan dari pariwisata tidak hanya positif, tetapi juga negatifnya. Selain itu, untuk bisa mencapai target tersebut kegiatan promosi sangat perlu disinergikan antara kabupaten/kota dengan
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Akhirnya, Daihatsu Resmi Luncurkan Grand New Xenia SETELAH ditunggu kehadirannya, akhirnya Daihatsu resmi meluncurkan Grand New Xenia untuk menjawab tingginya animo masyarakat terhadap produk MPV yang andal. Peluncuran ini diselenggarakan pada Selasa, 15 Januari 2019 di Daihatsu Astra Biz Center, BSD, Tangerang. Peluncuran ini juga diadakan bertepatan dengan 15 tahun hadirnya Xenia di Indonesia, sesuai dengan tagline ‘’Terbukti 15timewa’’. Grand New Xenia menghadirkan varian baru dengan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i, sesuai dengan permintaan masyarakat yang menginginkan performa mesin yang lebih bertenaga. Hadir dengan konsep Modern, Tough &Sporty, Grand New Xenia tampil lebih modern, gagah, juga memperlihatkan sisi sporty sehingga tampak lebih dinamis. Pada sisi eksterior, Grand New Xenia tampil lebih stylish dengan desain baru pada sisi bumper depan, belakang, serta alloy wheel, memberikan tampilan yang lebih dinamis. Desain baru lampu depan (headlamp) dan belakang, serta penggunaan LED Headlamp, membuat tampilan menjadi modern, pencahayaan lebih terang, fokus, namun tetap hemat daya. Pada sisi interior, Grand New Xenia juga memberikan suasana kabin berbeda, yakni new 2 tone colors, desain Center Cluster dengan sentuhan black piano, dipadukan teknologi kekinian digital AC memberikan kesan mewah dan kemudahan bagi penggunanya. Pada sisi audio, Grand New Xenia menawarkan 2-DIN touch screen audio di semua varian. Pada beberapa varian, audio sudah didukung oleh teknologi konektivitas yang dapat
menghubungkan audio dengan smartphone. Dengan disematkannya tombol pengaturan audio pada posisi stir kemudi, power outlet pada baris pertama dan kedua, audio speakers di 6 titik, semakin memberikan kenyamanan dan keasyikan tersendiri saat digunakan berkendara. Dengan adanya shark fin antena, selain lebih stylish, juga menghasilkan kualitas suara yang jernih. Grand New Xenia juga dilengkapi dengan rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti-Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD). Grand New Xenia juga memiliki total 8 pilihan warna, yang di antaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pearl White, Bronze Metallic, dan Blue Metallic. Disusul 5 warna lainnya, yakni Icy White, Classic Silver, Dark Red Metallic, Dark Grey Metallic, dan Midnight Black. Grand New Xenia hadir dengan total 10 varian, dengan harga yang dimulai dari Rp 183.350.000 sampai Rp 228.950.000. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas kesetiaan dan kepercayaan masyarakat terhadap Daihatsu. Sebagai Sahabat Keluarga, Xenia telah terbukti keistimewaannya dan keandalannya selama 15 tahun. Kami berharap, Grand New Xenia dapat menjadi mobil MPV terbaik pilihan keluarga dan masyarakat Indonesia,’’ ujar Tetsuo Miura, President Director of PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
Astra Motor Bali Serahkan 24 Unit Motor Supra X 125 PGM-FI ke PT Pos SEBAGAI bentuk hubungan kerja sama dalam hal pengadaan unit motor untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional, Astra Motor Bali melakukan serah terima bantuan penyerahan (banpen) 24 unit motor Supra X PGM-FI yang sudah dicat orange ke PT Pos Gianyar. Acara penyerahan secara langsung diterima oleh Kepala Cabang Kantor Pos yang dilaksanakan 12 Januari 2019 berlokasi di halaman kantor PT Pos Gianyar. Selain penyerahan motor, juga diperkenalkan tentang company profile Astra Motor serta sosialisasi tentang Astra Motor Values program yang merupakan bentuk benefit yang diberikan Astra Motor Bali untuk karyawan PT Pos. Di antaranya special price untuk karyawan PT Pos, service kunjung bagi yang tidak memiliki waktu luang ke AHASS, Semeton Honda Bali Card dengan manfaat disc service dan spare part serta disc di tenant yang bekerja sama, informasi serta edukasi mengenai safety riding dan cari_aman serta layanan emergency Honda Care 24 jam. Setelah penjelasan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan plakat Astra Motor Value sebagai simbolis kesepakatan kepada PT Pos. Usai penyerahan motor, seluruh karyawan PT Pos langsung diajak mengendarai motor Supra X PGM-FI untuk city touring. Dalam kegiatan touring ini didukung juga dengan kehadiran komunitas Semeton PCX Gianyar yang turut mendampingi keliling kota Gianyar dan finis di Urbana Resto Ubud. Suasana kekeluargaan terlihat sesampainya di Urbana Resto Ubud yang dibalut dengan
BANTUAN- Astra Motor Bali saat melakukan serah terima bantuan penyerahan (banpen) 24 unit motor Supra X PGM-FI yang sudah dicat orange ke PT Pos Gianyar. sesi sharing dan evaluasi safety riding saat touring tadi. Supervisor Group Customer Astra Motor Bali Abdul Hafiz Mugni mengatakan, terpilihnya Honda Supra X 125 PGM-FI merupakan salah satu bentuk kepercayaan terhadap kualitas produk dan layanan purnajual Honda serta benefit yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen. ‘’Kami berterima kasih atas kepercayaan PT Pos memilih Supra X PGM-FI sebagai kendaran operasional, selain bahan bakarnya irit kendaraan ini memiliki performa tinggi, kualitas mesin yang tangguh, dan ramah lingkungan. Teknologi PGM-FI yang diaplikasikan dalam model ini mampu menyumbang emisi bersih melalui perpaduan sensor cerdas dan catalytic converter yang mampu menekan emisi gas buang,’’ ungkap Hafiz.
Banyak kesan positif yang disampaikan baik dari pihak PT Pos maupun dari komunitas Semeton PCX Gianyar yang keseluruhan pesertanya sebanyak 85 orang memeriahkan acara ini. ‘’Dengan kegiatan ini menjadi pembuka hubungan kerja sama yang baik antara Astra Motor dengan PT Pos. Kami sangat senang karena dapat mengikuti touring langsung setelah penyerahan motor. Semoga kegiatan ini berkelanjutan karena sebagian besar karyawan PT Pos memiliki hobi touring,’’ ungkap I Gusti Ngurah Alit Suryawan selaku Kepala PT Pos Gianyar. Program Banpen ini sama dengan pembelian unit motor baru, sehingga seluruh motor Supra X PGM-FI mendapatkan layanan purnajual sesuai standar garansi yang tertera di buku service. (bns2)
Fraksi Golkar Cermati Pembahasan Sejumlah Ranperda
Putu Anom provinsi, beserta stakeholders pariwisata yang dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan pembenahan intrastruktur yang menunjang aktivitas pariwisata di semua wilayah di Bali. ‘’Semoga di tahun 2019 ini banyak event MICE yang dilangsungkan di Bali dan diperlukan peningkatan kreativitas daya tarik wisata. Asalkan tidak bertentangan dengan budaya Bali. Promosi juga diusahakan tepat sasaran kepada calon-calon wisatawan yang potensial di berbagai negara agar promosi pariwisata efisien dan efektif,’’ pungkas mantan Dekan Fakultas Pariwisata Unud ini. (win)
PEMBAHASAN sejumlah ranperda di DPRD Bali mendapat perhatian semua anggota DPRD Bali. Bahkan, Fraksi Golkar secara khusus meminta anggotanya melakukan langkah-langkah proaktif untuk berkoordinasi dengan semua elemen masyarakat, termasuk eksekutif untuk kepentingan lahirnya regulasi yang efektif bagi Bali. Ketua Fraksi Golkar DPRD Bali Dr. Ir. I Made Dauh Wijana, M.M., Selasa (15/1) kemarin mengaku sudah menggelar rapat dengan anggota fraksinya. ‘’Kami sudah rapat koordinasi dengan seluruh anggota Fraksi Golkar. Ini sesuai arahan Plt. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Sumarjaya Linggih,’’ jelasnya. Dikatakannya, Plt. Ketua DPD meminta seluruh anggota fokus dan proaktif membahas ranperda yang sangat strategis yaitu Ranperda Desa Adat, Rranperda Kontribusi Wisatawan, Ranperda RPJMD Semesta Berencana dan RPJP. Dalam koordinasi tersebut se-
mua angota siap dan kompak melaksanakan tugas dimaksud. Dikataknnya, Fraksi Partai Golkar di DPRD Bali tentu ingin ranperda yang dibahas benarbenar bisa menjadi regulasi yang efektif dalam membangun ke depan. ‘’Era baru Bali ke depan menjadi harapan terjadinya perbaikan di semua sektor. Golkar berkepentingan terhadap lahirnya regulasi yang bisa menjadi payung hukum dalam pengelolaan desa adat, termasuk pola strategis pembangunan Bali ke depan,’’ jelasnya. Dauh Wijana mengatakan, materi ranperda hendaknya benar-benar dicermati semua anggota fraksi agar nantinya bisa memberikan masukan, kritik termasuk usul saran untuk penyempurnaan ranperda yang kini dibahas. ‘’Ada sejumlah item dalam ranperda yang memerlukan perhatian serius karena bersifat krusial dan sensitif dalam mengelola sosial budaya, kearifan lokal, ekonomi termasuk pos pendapatan dan kontribusi bagi daerah. Fraksi
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Golkar tentu berharap semua yang bersifat krusial bisa dikelola dengan pendekatan aspiratif demi kesejehatraan krama Bali ke depan,’’ paparnya. Ia menengaskan, semua anggota fraksi siap menjabarkan arahan Plt. Ketua DPD Golkar Bali dan kompak. Terkait Ranperda Desa Adat, Fraksi Golkar menyoroti beberapa hal. Antara lain perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat yang mana perda sebelumnya mengubah dari desa adat ke desa pekraman. Dan sekarang balik lagi ke desa adat. Menyangkut perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkrem D e s a , F r a ks i Go l ka r b e l u m sependapat karena perubahan nama tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan tafsir baru yang dapat merugikan eksistensi dari LPD itu sendiri. Keberadaan LOKA yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pembangunan LPD dan BUPDA sebaiknya yang diperlukan memperkuat lembaga yang telah dimiliki LPD dengan meningkatkan SDM-nya. (kmb)
DAERAH
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
5
Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Umalas Kangin Mangupura (Bali Post) – Aliran sungai di bawah jembatan Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, Kuta Utara dipenuhi sampah. Tumpukan sampah kiriman setinggi bibir jembatan menghambat arus aliran Sungai Yeh Poh ini. Kepala Lingkungan (Kaling) Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, I Made Suarka, mengakui telah melaporkan kondisi tersebut ke instansi terkait. Namun hingga kini belum mendapatkan penanganan, padahal pihaknya khawatir jika tingginya gundukan sampah merusak jembatan. ‘’Saya sudah pernah mengirim surat permohonan untuk bantuan mengangkat sampah itu ke DLHK Badung, namun
surat dikembalikan dan diminta diserahkan ke PUPR Badung. Jadi surat permohonan sudah dikirim ke dinas itu tahun lalu,’’ ujar Made Suarka, Selasa (15/1) kemarin. Menurutnya, tumpukan sampah yang makin tinggi membuat warga khawatir akan menutup aliran sungai tersebut. Sebab, jika arus air di hulu deras maka diprediksi jembatan yang ada di atas tumpukan sampah tersebut akan ambruk. ‘’Ada tiang penyangga yang ada di tengah-tengah jembatan, jadi sampah tersangkut di sana. Karena itu kami mohon dinas terkait segera mengambil tindakan,’’ katanya. Dijelaskan, jembatan yang
Bali Post/eka
SAMPAH - Seorang warga melihat tumpukan sampah yang menghambat aliran sungai di jembatan Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, Badung, Selasa (15/1) kemarin. Tingginya tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan akan menyumbat aliran air sungai.
dibangun secara swadaya masyarakat sekitar 1981 ini mengalami keretakan pada bagian ujung timur. Jembatan yang merupakan akses utama masyarakat dan wisatawan ini sempat diajukan ke Pemkab Badung untuk mendapat bantuan renovasi jembatan. ‘’Sempat ada info kalau di 2018 akan dipugar, namun belum terealisasi. Beberapa kali petugas juga sempat meninjau jembatan dan sungai tersebut, namun belum ada tindakan,’’ katanya. Kabid SDA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Badung Anak Agung Dalem mengatakan belum mendapatkan laporan terkait adanya tumpukan sampah di sungai tersebut. Namun pihaknya memerintahkan jajarannya untuk segera turun membersihkan timbunan sampah tersebut. Akhirnya Dinas PUPR Badung langsung respons cepat, turun ke lapangan untuk membersihkan sampah tersebut kemarin. Anak Agung Dalem mengakui sampah yang terbawa arus hingga menyumbat aliran sungai banyak terjadi. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah. Ia mengimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempatnya. (kmb27)
Menunggu Izin Rampung, Insinerator Angkasa Pura I Diharapkan Tak Dioperasikan
Mangupura (Bali Post) Lantaran belum dilengkapi dokumen perizinan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung meminta agar operasional alat pembakar sampah (insinerator) milik PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai tidak dioperasikan. Pihak DLHK berharap alat ini agar tidak dioperasikan sampai ada izin resmi. Menurut Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan saat meninjau langsung, Selasa (15/1) kemarin, pihaknya melakukan penghentian operasional secara sementara atas dasar Undang-yndang 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Niat Angkasa Pura I untuk membuat insinerator sebenarnya kami apresiasi. Tapi sayang, sudah hampir empat tahunan beroperasi, belum juga memiliki legalitas. Padahal ini harus ada izinnya, bukan sembarang dibakar,’’ ungkapnya. Dikatakan, untuk izinnya memang di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Tetapi pengawasannya juga ada pada pemerintah kabupaten. ‘’Jadi tentu ini akan kami laporkan juga kepada pusat bahwa seperti inilah keadaannya,’’ ucapnya. Selama insinerator itu dihentikan operasionalnya, Eka Merthawan menawarkan sebuah solusi untuk menyikapi masalah sampah di bandara. Utamanya untuk jenis sampah yang biasanya dibakar menggunakan insinerator. Solusi itu berupa penerjunan bank sampah, mengacu pada Peraturan Bupati Badung Nomor 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle melalui Bank Sampah. ‘’Tadi katanya yang banyak dibakar di sini adalah kertas. Jadi nanti kami akan
Bali Post/kmb23
INCINERATOR - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan bersama Camat Kuta Selatan dan jajaran melakukan pengecekan lokasi insinerator milik AP I, Selasa (15/1) kemarin. beli sampah di sini. Itu adalah solusi. Dan mengacu undangundang, tentunya penghasil sampah harus memilah sampahnya. Tidak bisa asal dibakar sembarang seperti itu. Kan akan lebih bagus jika sampah bisa dijual ketimbang dibakar,’’ ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan untuk proses perizinan memang sedang berproses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Ia mengatakan, pihak DLHK memang dalam rangka melakukan fungsi pengawasan. Diakuinya, insinerator ini memang tidak pernah dioperasikan untuk pengelolaan sampah, karena izinnya masih proses. Selain meninjau insinerator milik AP I, di lokasi lain pihak DLHK juga melakukan penutupan tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang berada di lingkungan Angga Swara, Jimbaran. TPS liar yang berada di Jalan Tukad Nangka, lingkungan Angga Swara, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan atas nama pengelola I Wayan Darma akhirnya ditutup secara permanen, karena terbukti melanggar UU No. 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.
Eka Merthawan yang hadir pada penutupan tersebut menyampaikan pihaknya akan mencarikan solusi. Kepada pengelola sampah yang lain, Eka berharap agar ikut menaati aturan. Yaitu memiliki jasa sampah di wilayahnya serta membuang sampah ke tempat yang resmi. ‘’Kami akan melakukan revolusi pengelolaan sampah di sini melalui Jimbaran bersih,’’ ujarnya Sementara itu, pengelola tempat sampah I Wayan Darma mengatakan dengan ditutupnya lokasi TPS ini, pihaknya akan mengikuti aturan tersebut. Namun pihaknya berharap agar ada solusi ke depannya. ‘’Yang terpenting agar ada solusi. Kalau ini sampai tidak ada solusi masyarakat akan kesulitan,’’ ujarnya. Pihaknya sebelumnya mengontrak lahan selama satu tahun dengan luas lahan 5 are untuk tempat pembuangan sampah ini. Dikatakan, lokasi ini baru dibuka enam bulan lalu. Saat ini pihaknya mempekerjakan sebanyak 28 orang dengan jumlah armada sebanyak 14 kendaraan. Untuk pelanggan, ada sejumlah perumahan di kawasna Jimbaran serta vila, restoran dan warga di sekitar lingkungan. (kmb23)
Empat Tempat Usaha di Umalas Terbakar
Mangupura (Bali Post) Warga di Jalan Umalas 1, Banjar Umalas Kangin, Kerobokan, Selasa (15/1) kemarin pukul 05.30 Wita dihebohkan dengan peristiwa kebakaran di tempat usaha. Tempat usaha tersebut, Le Moulin Restaurant milik Ludovic asal Prancis, Sananta Galery milik I Komang Sujendra, Toko Kerai milik Buhari, dan Banun Artshop milik Alwi Assegaf. Diduga penyebab kebakaran tersebut karena korsleting listrik. Informasi yang dihimpun, dari keterangan saksi Taufik yang merupakan karyawan Mini Mart di Umalas 1, api terlihat di Restoran Le Moulin sekitar pukul 05.30 Wita. Selanjutnya api merembet ke bagian dinding serta atap yang terbuat dari kayu dan alang-alang. Selanjutnya Taufik berteriak minta tolong ke masyarakat sekitar TKP untuk memadamkan api. Api diduga berasal dari Restoran Le Moulin dan melalap dinding dan atap restoran yang terbuat dari kayu serta ilalang. Berhubung saat kejadian angin berembus kencang, api merembet tempat usaha lainnya. Gede Agus (18), karyawan Sananta Galery, mengatakan awalnya dia tidur di TKP dan pukul 05.30 Wita ada warga yang menggedor-gedor pintu galeri tersebut. Agus diberi
Bali Post/eka
KEBAKARAN - Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Badung berusaha memadamkan bara api pada puingpuing kebakaran di Umalas Kangin, Kerobokan Kelod, Badung, Selasa (15/1) kemarin. tahu Restoran Le Moulin terbakar. Dia bergegas bangun lalu menelepon pemilik galeri, I Komang Sujendra. Agus juga menyampaikan pihaknya tahu terjadi kebakaran di Restoran Le Loulin, Senin (14/1) pukul 15.00 Wita di bagian atap. Namun informasi karyawan restoran tersebut api sudah padam. Sementara karyawan Toko Kerai, Ahmad Soni (46), mengatakan melihat kobaran api merembet menuju tempat kerjanya, dia langsung membangunkan teman kerjanya. Selanjutnya mengevakuasi satu unit mobil dan beberapa sepeda motor. Akibat kejadian itu, api melalap sebagian kamar tidur dan kamar mandi. Kerugiannya
diperkirakan Rp 10 juta. Menurut Alwi Assegaf (64), pemilik Banun Artshop, api melalap satu teras bangunan rumah Cina dan 20 buah daun pintu joglo. Dia memperkirakan kerugian yang dialami Rp 500 juta. Pejabat BPBD Kabupaten Badung I Wayan Wirya mengatakan pihaknya mengerahkan 9 unit mobil pemadam. Sebelum melaksanakan pemadaman, petugas BPBD melaksanakan pemutusan arus listrik guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pukul 07.30 Wita api berhasil dipadamkan. ‘’Indikasi awal karena korsleting listrik,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta. (kmb36)
Bali Post/san
DIARE - Salah satu pasien diare yang dirawat.
Dinkes Tabanan Tetapkan Banjar Sandan KLB Diare Tabanan (Bali Post) -
Ratusan warga Banjar Sandan, Desa Bangli, Tabanan, mengalami diare. Diduga penyebab diare ini karena air yang diminum tanpa dimasak. Akibat peningkatan kasus diare ini membuat Banjar Sandan, Desa Bangli ditetapkan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) diare. Kepala Bidang Penanganan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan dr. Ketut Nariana membenarkan penetapan KLB tersebut. ‘’Secara program kasus diare di Banjar Sandan, Desa Bangli dinyatakan KLB. Khusus di daerah itu saja,’’ ujarnya, Selasa (15/1) kemarin. Ia melanjutkan, suatu daerah ditetapkan KLB jika terjadi peningkatan kasus dua kali lipat dari biasanya atau dari ada menjadi ada. Menurutnya, kasus diare di Banjar Sandan ini mencapai ratusan dan meningkat dua kali dari biasa sehingga dinyatakan KLB. Dinas Kesehatan melalui
puskesmas telah melakukan penanganan, baik pembinaan dan pengobatan bagi penderita. ‘’Dari penelurusan, terjadinya kasus diare ini karena warga minum air mentah dan belum dimasak,’’ ujarnya. Dari informasi yang diperoleh, warga mulai menderita diare sejak Minggu (13/1) sore. Ketika itu sejumlah warga memilih untuk berobat ke seorang bidan setempat karena tak tahan dengan sakit perut yang dialami. Jumlah penderita diare semakin bertambah dan pada Selasa (15/1) sudah tercapai 105 orang. Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas
Mangupura (Bali Post) Seorang pelajar SMA swasta di wilayah Kuta Selatan ditangkap anggota Satresnarkoba Polres Badung, Jumat (11/1) lalu. Pelakunya berinisial KH (16) dan diciduk di Jalan Tegal Permai, Dalung, Kuta Utara. Tersangka KH menjadi anggota jaringan napi salah satu lapas di Bali sejak setahun lalu. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatresnarkoba AKP Djoko Hariadi, Selasa (15/1) kemarin, mengaku prihatin karena KH masih di bawah umur sudah terlibat bisnis narkoba. ‘’Pelaku ini sudah setahun jadi pengedar narkoba. Dia juga sebagai pengguna barang terlarang ini,’’ ujarnya. Selain menangkap pelaku, petugas mengamankan barang bukti sembilan paket sabu-sabu (SS) seberat 5,71 gram brutto dan dua butir ekstasi. ‘’Dia ini berasal dari keluarga broken home,’’ tegas Kapolres Yudith. Terungkapnya kasus ini berawal dari ditangkapnya tersangka Ni Made MA (18) di jalan menuju salah satu perumahan di Sempidi, Kamis (18/1) lalu. Dari MA, petugas menyita satu paket SS seberat 0,33 gram brutto dan empat butir ekstasi. Dari pengakuan
MA, dia membeli barang terlarang ini dari KH. Selanjutnya KH dipancing untuk transaksi. ‘’Kami menunggu pelaku KH dari pukul 01.00 sampai 05.00 (Wita),’’ tambah AKP Djoko. Akhirnya KH menyepakati lokasi transaksi di Jalan Tegal Permai, Dalung. Begitu pelaku datang, AKP Djoko bersama anggotanya keluar dari tempat persembunyian. Melihat polisi, KH asal Kutsel ini langsung kabur dan akhirnya berhasil diringkus. Polisi juga meringkus mantan dosen KG (54) di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan barang bukti satu paket SS seberat 0,60 gram di saku celana pelaku. ‘’Kami juga menangkap seorang residivis berinisial BB usia 20 tahun. BB ditangkap di Jalan Padangsambian,’’ ujarnya. AKBP Yudith juga merilis menangkapan warga negara Jepang, TT (56), Jumat (11/1) pukul 18.00 Wita. TT dibekuk di salah satu kamar hotel di Jalan Gunung Soputan, Denpasar. Hasil penggeledahan di kamarnya, polisi menemukan empat paket SS seberat 9,33 gram, lima butir ekstasi dan satu paket ganja seberat 4,20 gram. ‘’Kalau tersangka TT ini
Denpasar (Bali Post) Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diagendakan mengunjungi Bali pada bulan Maret mendatang. Sebelum kedatangan Prabowo, calon wakil presiden yang mendampingi Prabowo, Sandiaga Uno, dijadwalkan lebih dulu ke Bali pada bulan Februari. Sandiaga rencananya mengunjungi 11 titik di lima kabupaten/kota. Demikian terungkap dalam acara Silaturahmi Polda Bali dengan Tim Pemenangan PrabowoSandi di Denpasar, Selasa (15/1) kemarin. ‘’Sekarang ini kita belum melihat jadwal pastinya beliau (Prabowo - red). Seperti Pak Sandi, tahu-tahu datang. Kemarin Bu Titik (Titik Soeharto - red) datang, inilah kita mengoordinasikan kepada keamanan bahwa ada kegiatan. Relawan kami bergerak masing-masing walaupun sudah ada koordinasi,’’ ujar Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi di Bali, Ida Bagus Putu Sukarta. Sukarta mengapresiasi adanya undangan silaturahmi dari Polda Bali dengan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi, khususnya Partai Gerindra. Terlebih, tujuan dari acara ini adalah untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman, damai,
dan demokratis. ‘’Mudah-mudahan ke depan apa yang kita citacitakan bersama menghasilkan pemimpin-pemimpin, baik yang legislatif maupun eksekutif, presiden dan wakil presiden yang betul-betul pilihan rakyat Indonesia,’’ harapnya. Di sisi lain, Sukarta mengaku sudah memberikan pengarahan kepada tim pemenangan, khususnya kader Partai Gerindra agar jangan pernah mendiskreditkan lawan. Kemudian, jangan pernah membuat berita hoax. Sesuai arahan dari Capres Prabowo Subianto, seluruh kader Gerindra agar menyampaikan gagasan-gagasan dengan cermat kepada masyarakat. Selanjutnya biarkan masyarakat yang menilai dan memilih siapa yang layak untuk menjadi pemimpin negara ini ke depan. ‘’Itulah pesan dari Bapak Prabowo Subianto. Mudahmudahan masyarakat kita sudah semakin cerdas di dalam memilah dan memilih, melihat program-program dan perencanaan-perencanaan yang dilakukan oleh masing-masing kandidat pilpres,’’ papar Ketua DPD Partai Gerindra Bali ini. Dari hasil berkeliling ke seluruh Bali, Sukarta meli-
Kesehatan Tabanan I Nengah Suarma Putra mengatakan, dari 105 pasien diare, 46 di antaranya mengalami diare pada Minggu (13/1), 56 orang pada Senin (14/1) dan hingga Selasa siang kemarin sebanyak 3 orang. Dari jumlah tersebut, 9 orang di antaranya sempat dirawat. Rinciannya, 6 orang di antaranya dirawat di Puskesmas Baturiti I, 1 orang di klinik, rumah sakit swasta 1 orang, dan satu orang di BRSU Tabanan. ‘’Sebagian besar dirawat jalan. Rata-rata kondisinya sudah mulai membaik,’’ katanya. Salah seorang warga Banjar Sandan, I Ketut Yastini (33),
merasakan sakit perut sejak Minggu (13/1). ‘’Gejala awalnya panas, lemas, perut terasa mules, pusing dan mendadak mencret. Sehari bisa 4 sampai 5 kali bolak-balik ke kamar mandi,’’ katanya. Menurutnya, faktor penyebab bukan dari makanan. Keluarga makan dengan lauk tahu, tempe, ikan dan sayur seperti biasa. Hal yang sama juga dialami warga lainnya, I Ketut Suarnata (48). Dirinya terkena penyakit diare sejak Senin (14/1) dengan gejala perut mules, disertai panas, badan lemas, pusing hingga harus bolak-balak kamar mandi untuk buang air. Suarnata mengatakan, petugas medis sudah datang ke rumahnya untuk mengambil sampel air minum dan makanan. Menurutnya, kejadian ini baru pertama kali terjadi di desanya. (kmb24)
Setahun, Pelajar SMA Jadi Pengedar Narkoba
Bali Post/rah
TERSANGKA - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menunjuk tersangka KH berstatus pelajar (pakai zebo) jadi pengedar narkoba. sudah lima tahun tinggal di Bali. Dia ini seorang musisi,’’ tegasnya. Seorang disc jocky (DJ) PS (22) dibekuk di Jalan Tangeb Munggu, Abianbase. Pasalnya PS kedapatan membawa satu paket SS seberat 0,35 gram. Polisi juga meringkus satpam hotel GAD (40) di Jalan Gambuh, Denpasar. Pasalnya di saku celana belakang ditemukan dua paket SS seberat 0,55 gram. Tersangka KA (31) juga sebagai satpam dibekuk di Jalan Pantai Pandawa, Kutsel, karena membawa dua paket SS seberat 0,35 gram disimpan di dalam tas pinggangnya.
Seorang wanita RN (40) juga menjadi pengedar narkoba di wilayah Denpasar. Akibat perbuatannya itu, RN ditangkap di Jalan Pulau Galang Gang Penataran Sari, Pemogan, Denpasar. Empat butir ineks disita dari pelaku. ‘’Dari pengungkapan seminggu terakhir, kami menangkap enam pengedar dan tiga pengguna. Saya tegaskan lagi bahwa Polres Badung terkait penanganan kasus narkoba tidak pandang bulu, baik yang masih di bawah umur maupun sudah uzur. Untuk itu jangan coba-coba dengan narkoha,’’ tegasnya. (kmb36)
hat ada perkembangan jumlah relawan Prabowo-Sandi di Bali. Utamanya relawan dari masyarakat yang bukan kader Partai Gerindra. Saat ini pihaknya masih melakukan pendataan relawan agar jelas dan terakomodir seluruhnya. Data tersebut nantinya juga akan diinformasikan kepada Dir. Intelkam Polda Bali. ‘’Kita harapkan menang di Bali. Menang itu silakan jabarkan. Menang itu kalau menang di Indonesia, berarti menang di Bali,’’ pungkasnya. Sementara itu, Dir. Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Drs.
Wahyu Suyitno mengatakan, semua pihak termasuk jajaran Tim Pemenangan PrabowoSandi agar menjaga Bali tetap aman, sejuk, dan kondusif. ‘’Semua pihak mesti tetap menjaga keamanan Bali. Tetap bisa mewujudkan Bali yang damai,’’ ujarnya. Wahyu mengharapkan adanya kerja sama informasi dari masyarakat. Termasuk tim pemenangan capres dan cawapres di Bali. ‘’Jangan dikira intel itu tahu semua. Tidak ada apa-apa kami, jika tidak ada kerja sama dan informasi masyarakat,’’ jelasnya. (kmb32)
Polda Bali Silaturahmi dengan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi
Bali Post/kmn32
SILATURAHMI - Suasana silaturahmi antara Polda Bali dan Tim Pemenangan Prabowo-Sandi di Bali.
OPINI
6
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tak Sekadar Pergub PERGUB No. 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian masih layak diperbincangkan. Pergub ini merupakan angin segar di awal tahun 2019 khususnya bagi para petani di Bali. Pergub ini dapat menjadi salah satu pilar bagi pembangunan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Namun, apakah konsep ini akan mampu diimplementasikan di lapangan? Kita masih perlu menunggu waktu. Bagi pemerintah sangat gampang membuat pergub. Namun, bagaimana melaksanakan dan mengawasi pergub inilah yang sulit. Makanya banyak orang asing mengkritik Indonesia yang sangat bagus dalam perencanaan, namun buruk dalam pelaksanaan dan pengawasannya. Pergub 99/2018 tentu kita tak mau demikian. Pemerintah perlu melengkapi pergub ini dengan perangkat lembaga dan SDM-nya serta aturan teknisnya. Siapa yang akan melaksanakan dan siapa yang mengawasi jika ada pelanggaran. Pertama, jika bermuara pada peningkatan petani Bali, siapa yang akan mengawasi masuknya produk pertanian luar Bali yang sebenarnya sudah diproduksi oleh petani Bali. Ini perlu dikontrol juga agar tak sampai jauh panggang dari api. Kesejahteraan bagi petani Bali hanya dapat jargon, sedangkan yang mengisi produk Bali adalah produk pertanian luar Bali. Kedua, pemerintah harus menyeleksi SDM yang memasok produk pertanian ke hotel dan restoran. Dalam pergub diatur pemerintah telah mengatur agar produk-produk lokal petani dapat diserap industri, hotel, restoran, vila, dan swalayan di Bali dengan harga yang layak ekonomis. Terlebih lagi, diberikan kesempatan kepada Perusahaan Daerah untuk membeli produk-produk tersebut. Nah, ini pertanda positif apalagi Perusda Bali selama ini diakui Gubernur terus merugi. Bahkan, untuk menggaji karyawan harus minta ke APBD. Yang jelas yang namanya Perusda tak ada kata rugi, karena mereka mengurus dan mengelola aset daerah yang potensial. Sangat wajar Perusda mengembangkan sayap ke daerahdaerah sebagai pembeli, pengepul, dan menyalurkan produksi pertanian petani Bali. Bagi petani yang kesulitan dana, Perusda bisa bekerja sama dengan LPD dan desa adat dengan bentuk pinjaman ringan. Pemerintah mesti tetap memberikan asuransi bagi petani yang gagal panen. Hanya dengan demikian anak muda Bali akan bangkit menjadi petani. Yang jelas, kita perlu kembali membangun sektor pertanian secara serius, bahwa semua harus mendukung pertanian. Kita harus berani mengambil kebijakan bukan lagi pertanian mendukung pariwisata, namun pariwisatalah yang mendukung pertanian. Kebijakan dan program-program pemerintah harus bermuara pada sektor pertanian mengingat perannya yang sangat vital bagi kehidupan masyarakat sebagai bagian memaknai jargon pertanian sebagai tulang punggung perekonomian. Artinya, sektor pertanian wajib menjadi sasaran utama bagi sektor-sektor lain. Melalui sistem agrobisnis, pemerintah wajib merancang adanya peningkatan nilai tambah bagi setiap pelakunya, khususnya para petani Bali. Petani tidak semata-mata ditempatkan sebagai produsen tetapi lebih diorientasikan pada aspek bisnis terhadap produk-produk yang dihasilkannya, seperti produkproduk pangan, hortikultura, peternakan, perikanan, dan perkebunan. Hal ini untuk mewujudkan pertanian berdaulat dan berbasis kesejahteraan petani. Selama pertanian tak mampu membuat petaninya sejahtera, anak muda dipastikan tak melirik sektor ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Perubahan Nama LPD Belakangan, wacana perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) ramai di media massa. Menurut saya, sebagai sebuah ruang diskusi, perdebatan ini tetap menarik. Berubah atau tidak itu tentu akan tergantung keputusan lembaga politis di DPRD Bali. Sebagai lembaga yang berwenang membuat perda dan berkoordinasi dengan semua komponen, saya berharap DPRD Bali mendengarkan semua aspirasi dan dasar atau logika perubahan nama tersebut. Jika Perda Desa Pakraman yang kini digodok nanti mengatur tentang LPD tentu ada baiknya juga nama-nama disesuaikan. Namun, menurut saya semua tergantung kesepakatan bersama. Jangan gara-gara nama nanti kita berpolemik sepanjang tahun. Ruang diskusi yang kini terbuka di publik silakan manfaatkan secara maksimal untuk kepentingan Bali ke depan. I Putu Trinatha Gianyar, Bali
Anomali Cuaca di Bali Cuaca di Bali belakangan ini tak menentu. Hujan dan suhu panas sangat terasa. Bahkan, waktu terang atau siang hari di Bali terasa lebih panjang. Sekarang pukul 18.30 sore hari suasananya masih terang. Dulu pukul 17.00 saja, suasana Bali sudah terasa nyaris gelap. Apakah perubahan cuaca ini karena memang siklus alam atau memang ada faktor lain. Adakah hubungannya Gunung Agung yang kembali erupsi terhadap suhu panas di Bali. Saya berharap informasi tentang cuaca lebih sering dipublikasikan agar masyarakat lebih waspada. Terlebih saya baca di koran ada angin puting beliung di wilayah Gianyar. Mudah-mudahan kita semua selamat saat Bali mengalami anomali cuaca seperti saat ini. Ngakan Wirdana Denpasar, Bali
Pergub 99/2018 Pilar Pendapatan Petani Bali Setiap tahun keperluan terhadap produk lokal, seperti sayur dan buah-buahan semakin meningkat terutama menjelang dan saat hari-hari besar (hari raya) dan events tertentu. Permintaan yang tinggi sering dan dibarengi oleh adanya kelangkaan produk mengakibatkan harga produk-produk tersebut menjadi meningkat. Sementara di sisi lain, pada saat terjadi panen raya, petani-petani sangat merasakan dampaknya karena mereka menerima harga yang sangat rendah.
Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA.
K
ondisi ini jika dibiarkan akan berdampak pada kurang terangkatnya kesejahteraan petani dan dapat menjadi disinsentif bagi petani untuk berproduksi. Oleh karena itu, terobosan baru Gubernur Bali melalui Pergub No. 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian merupakan angin segar pada awal tahun 2019 khususnya bagi para petani di Bali. Pergub ini dapat menjadi salah satu pilar bagi pembangunan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Pemerintah telah mengatur agar produk-produk lokal petani dapat diserap industri, hotel, restoran, vila, dan swalayan di Bali dengan harga yang layak ekonomis. Terlebih lagi, diberikan kesempatan kepada Perusahaan Daerah untuk membeli produkproduk tersebut. Kondisi ini sejalan dengan Undang-undang No. 19/2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, khususnya pasal 3 yang menyebutkan bahwa tujuan perlindungan dan pemberdayaan petani adalah untuk (i) mewujudkan kedaulatan dan kemandirian petani dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan, kualitas, dan kehidupan yang lebih baik; (ii) menyediakan prasarana dan sarana pertanian yang dibutuhkan dalam mengembangkan usaha tani; (iii) memberikan kepastian usaha tani; (iii) melindungi petani dari fluktuasi harga, praktik ekonomi biaya tinggi, dan gagal panen;
(iv) meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani serta kelembagaan petani dalam menjalankan usaha tani yang produktif, maju, modern, dan berkelanjutan; dan (v) menumbuhkembangkan kelembagaan pembiayaan pertanian yang melayani kepentingan usaha tani. Pergub ini ditujukan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani melalui terbentuknya keterkaitan antara pertanian dengan pariwisata dengan sistem dan regulasi. Oleh karena itu, Pergub ini sangat bagus diterapkan dengan syarat adanya pengawasan yang ketat dan sanksi sehingga masing-masing pihak dapat memainkan perannya (petani dan kelompok petani sebagai produsen, hotel, restoran dan lain sebagainya sebagai buyer, dan perusda sebagai perantara). Oleh karena diperlukan adanya dukungan oleh berbagai pihak termasuk konsumen produk-produk lokal tersebut. Dalam upaya untuk mewujudkan keberhasilan tujuan Pergub ini, maka sangat memerlukan adanya penguatan program pertanian inklusif yang artinya bahwa pembangunan pertanian tersebut harus mengintegrasikan antara sektor-sektor di hulu, sektor pertanian (pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan) dan sektor-sektor di hilir (pengolahan, penyimpanan, kemasan pemasaran). Pemerintah sebagai regulator kebijakan pendukung pertanian inklusif, termasuk dengan lembaga penelitian. Pihak-pihak yang terkait dalam
pertanian inklusif ini agar duduk bersama untuk menetapkan model bisnis yang memberikan gambaran adanya peran masing-masing pihak dan keuntungan ekonomis bagi mereka sebagai insentif untuk menjamin keberlanjutan rantai pasar yang menguntungkan. Pertanian inklusif ini diarahkan untuk meningkatkan pendapatan para petani, peternak, nelayan, pemelihara ikan melalui peningkatan produktivitas lahan, tenaga kerja, dan produk, serta menjamin kualitas produk yang dibutuhkan oleh pasar (konsumen) melalui peningkatan nilai tambah pada setiap aktor pasar di dalam rantai nilai produk-produk lokal tersebut. Oleh karena itu, sektor-sektor di hulu wajib menyediakan berbagai sarana dan prasarana produksi termasuk alat dan mesin pertanian yang tepat untuk para petani (kelompok petani) dalam upaya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya. Dalam penyediaan dan pemanfaatan sarana dan prasarana produksi ini, pemerintah atau lembaga penelitian atau lembaga swadaya masyarakat perlu memberikan atensi teknis melalui penyuluhan dan pelatihan sehingga kapasitas (pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis, administrasi, keuangan dan manajemen) petani menjadi semakin kuat. Pendampingan-pendampingan pada awal sangat dibutuhkan dalam menjamin terbentuknya kemitraan bisnis yang saling menguntungkan antara petani/kelompok petani dengan perusahaaan penyedia sarana, prasarana dan alat, serta
mesin pertanian. Sementara itu, pihak buyer diwajibkan memiliki peran untuk memberikan informasi pasar (jumlah, mutu, harga produk) yang dibutuhkan pasar kepada para petani/kelompok petani. Informasi ini akan menjadi sangat signifikan terhadap keberlanjutan kemitraan antara petani/kelompok petani dengan pihak-pihak perusahaan (hotel, restoran, perusda, dsb). Mereka agar menyiapkan SOP produksi dan pascapanen sehingga kualitas yang diminta dapat disediakan atau dipenuhi oleh petani/ kelompok petani. Penguatan pemanfaatan sistem informasi dan teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan guna memudahkan adanya akses terhadap informasi pasar (harga) dan teknologi budi daya. Peran lain dari buyer ini adalah dapat melakukan pengolahan produkproduk pertanian (terutama pada saat panen raya) menjadi berbagai bentuk olahan yang menarik bagi konsumen. Dengan demikian, para petani masih diharapkan untuk memperoleh harga yang layak ekonomis pada saat produksinya melimpah. Aktivitas pascapanen ini sangat signifikan terhadap keberlangsungan pertanian inklusif yang telah dibangun. Pemerintah senantiasa berperan dalam membuat kebijakankebijakan yang mendukung berjalannya pertanian inklusif ini. Misalnya adanya kredit, subsidi, kebijakan penyuluhan, irigasi dan lain sebagainya. Kebijakan mengenai perencanaan produksi juga sangat dibutuhkan terutama yang berkenaan dengan penetapan zona atau sentra produksi komoditas tertentu, selain kebijakan informasi tentang prediksi kebutuhan berbagai jenis produk pertanian selama satu tahun yang dirinci setiap bulannya. Sebenarnya, pergub ini hanya salah satu bagian untuk meningkatkan pendapatan petani. Dalam pertanian inklusif, peran konsumen sangat penting.
Melawan Budaya Kemiskinan K e m iskin a n m e n j a d i musuh bagi umat manusia. Miskin identik dengan keterbatasan atau malah ketidakberdayaan. Miskin secara material menjadi masalah karena seseorang akan berhadapan dengan berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Tanpa akses memadai terhadap kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja, kompetensi dan kualitas diri seseorang akan terpuruk. Ia tak sanggup bersaing, terpinggirkan, dan pada gilrannya akan menjadi beban sosial. Masalah menjadi makin kompleks, sebab si miskin akan melahirkan generasi miskin pula. Sejumlah ahli menyatakan hal ini sebagai cycle of poverty (lingkaran kemiskinan) atau poverty trap (jebakan kemiskinan). Bila populasi kemiskinan semacam ini terus tumbuh pada suatu negara, maka sama saja menyemai bom waktu. Gelembung kemiskinan akan memupuk ketidakadilan, mengancam ketertiban sosial, dan bahkan efektif meruntuhkan wibawa negara. Itulah beberapa alasan set-
Oleh Koesworo Setiawan iap rezim di berbagai belahan dunia tidak pernah menghapus agenda pemberantasan kemiskinan dari prioritas kebijakan nasional. Di Indonesia, pemberantasan kemiskinan bahkan mendapat landasan hukum yang amat kokoh. Pembukaan UUD 1945 secara terang-benderang mengamanatkan penyelenggara negara untuk memajukan kesejahteraan umum. Pasal 34 Ayat (1) UUD 1945, menggariskan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara. Maka mudah dipahami bila setiap pergantian kekuasaan tidak berarti merevisi program pemberantasan kemiskinan dari urutan teratas. Di era pemerintahan Jokowi-JK, usaha percepatan pengurangan kemiskinan gencar dilakukan. Di Kementerian Sosial, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi sarana efektif menurunkan kemiskinan. Ada juga program yang memperkuat keberfungsian so-
sial gelandangan dan pengemis melalui Program “Desaku Menanti” sebagaimana diresmikan kemarin di Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Sejauh ini prosentase kemiskinan terus menurun. Data Badan Pusat Statistik menyatakan, prosentasi kemiskinan menurun dari 10,12 persen pada September 2017, menjadi 9,82 persen pada Maret 2018. Pemerintah mengklaim, untuk pertama kalinya tingkat kemiskinan satu digit. Pengurangan kemiskinan memang bukan usaha yang mudah, tantangannya sangat kompleks dan butuh pendekatan multisektoral. Masalahnya akan lebih rumit bila dalam diri seseorang tumbuh apa yang disebut sebagai budaya kemiskinan. Ruby K. Payne dalam bukunya “A Framework for Understanding Poverty” (2005), menyebutkan, sekelompok orang miskin secara bergenerasi karena tata
nilai dan kepercayaan dalam diri mereka, yang memenjarakan mereka menjadi orang miskin. Pandangan Payne banyak mendapat kritik. Meski demikian, kita harus akui tidak sedikit kelompok masyarakat yang punya mental miskin – istilah lain dari budaya kemiskinan. Yakni mereka yang menikmati pemberian, tanpa terpacu dengan usaha keras mengubah nasibnya dengan keringat dan air mata. Pemberitaan media mengabarkan sebagian warga Banjar Munti Gunung, identik dengan profesi pengemis. Pernyataan ini mungkin tidak sepenuhnya benar. Namun, bila sesuai kenyataan, maka pandangan Payne sejalan dengan kenyataan empirik. Itu artinya, paradigma penanganan kemiskinan harus diubah. Alih-alih menyalurkan bantuan finansial dan mendirikan sarana fisik, semua elemen bangsa harus tergerak, merubah mental pengemis, menjadi mental kaya.
Pergub No. 99/2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian merupakan angin segar pada awal tahun 2019 khususnya bagi para petani di Bali. Pergub ini dapat menjadi salah satu pilar bagi pembangunan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani. Pemerintah telah mengatur agar produk-produk lokal petani dapat diserap industri, hotel, restoran, vila, dan swalayan di Bali dengan harga yang layak ekonomis. Terlebih lagi, diberikan kesempatan kepada Perusahaan Daerah untuk membeli produkproduk tersebut. Konsumen perlu diberikan edukasi agar memberikan apresiasi terhadap produk-produk pertanian yang berkualitas yang telah dihasilkan oleh para petani. Misalnya melalui gerakan konsumsi produk lokal, dan memiliki wilingness to pay yang tinggi terhadap produkproduk yang berkualitas tersebut. Ini berarti kesadaran dan apresiasi konsumen akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi petani untuk berproduksi secara baik untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan kepuasan yang tinggi pada konsumen. Sehingga pendapatan petani akan semakin tinggi. Penulis, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra dan Wakil Ketua Perhepi Bali
POJOK Hasil survei, 60 persen wisman setuju kontribusi jaga budaya Bali. - Tinggal jalan saja. *** Data BPS Bali, jumlah orang miskin di Bali pada 2018 menurun. - Prestasi hebat. *** Kapolda rekomendasi pembekuan, Gubernur hanya beri SP tiga ormas. - Lebih gampang buat pergub plastik.
Penulis Dosen FISIP Universitas Djuanda Bogor Pengamat Sosial, Politik dan Komunikasi
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
7
TABANAN
Jalan Licin, Daihatsu Taff Terjun ke Tegalan Tabanan (Bali Post) -
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Senin (14/1), menyebabkan sejumlah ruas jalan dalam kondisi licin dan berbahaya bagi kendaraan yang melintas. Seperti yang terjadi Senin malam sekitar pukul 20.30 Wita, mobil Daihatsu Taff DK 1038 GZ yang dikemudikan I Gusti Ade Ari Pratama (26) terjun bebas ke tegalan warga Banjar Seronggo, Desa Pangkung Karung, Kecamatan Kerambitan. Kecelakaan baru diketahui Selasa (15/1) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Beruntung korban selamat dan hanya mengalami luka robek di kepala.
MOBIL - Sejumlah warga melihat kondisi mobil yang terjun ke tegalan warga.
Bali Post/kmb28
Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian kendaraan ini datang dari arah timur menuju barat (Desa Pangkung Karung menuju Desa Kukuh). Namun saat tiba di lokasi kejadian, diduga pengemudi asal Banjar Sangging, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan yang kesehariannya tinggal di Banjar Jambe, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan ini tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya lantaran jalan licin. Mobil yang dikendarainya pun tergelincir dan terjun bebas ke tegalan warga dengan kedalaman sekitar 3 meter. Beruntung Ari Pratama selamat dan hanya mengalami luka robek di kepala belakang. Bahkan usai kejadian tersebut ia masih dalam kondisi sadar dan bisa naik lalu meminta pertolongan ke warga. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana menjelaskan, kecelakaan terjadi karena murni out of control (OC). Saat korban melintas jalannya licin setelah seharian diguyur hujan deras. ‘’Diperkirakan korban tidak bisa menguasai kend-
Diduga Kelelahan, Sopir Meninggal di Truk
SOSOK Kembangkan Produk Olahan Bawang Putih SELAIN beras merah, wilayah Penebel juga kaya akan produk pertanian lainnya, seperti bawang putih dan kelapa. Masyarakat didorong untuk membuat produk olahan dari bawang putih maupun kelapa agar hasilnya lebih maksimal. Camat Penebel IGA Supartiwi, Selasa (15/1) kemarin mengatakan, selain padi Penebel juga menghasilkan bawang putih Bali. Produknya ada di Desa Babahan. Menurutnya, masyarakat Desa Babahan saat ini mengembangkan bawang putih menjadi bawang fermentasi yang disebut black garlic yang berfungsi untuk kesehatan. Meski sudah memiliki kemasan yang baik, menurut Supartiwi pihaknya mendorong Desa Babahan untuk mengurus izin Pangan Industri Rumah Tangga (IPRT). Dengan adanya IPRT, maka produk akan diakui kualitasnya dan bisa dipasarkan lebih luas. ‘’Saat ini produknya sudah memiliki IPRT. Jika ada IPRT maka kandungan yang ada di dalam produk diketahui, terjamin dan dipastikan kualitasnya. Sehingga bisa dipasarkan lebih luas,’’ ujarnya. Selain bawang putih Bali yang diolah menjadi black garlic, lanjut Supartiwi pihaknya juga sedang mendorong beberapa desa melalui BUMDes-nya untuk mengolah kelapa menjadi VCO. Saat ini ada tiga desa yang menghasilkan produk VCO yaitu Desa Tengkudak, Desa Utu dan Desa Babahan. Dalam membantu produk unggulan setiap desa, menurut Supartiwi pihaknya selalu membantu dengan memfasilitasi agar produk tersebut bisa memiliki legalitas sehingga aman ketika diperjualbelikan. ‘’Kami sifatnya mendorong dan melakukan fasilitasi agar dalam pengurusan legalitas ini tidak menyulitkan bagi pelaku usaha,’’ ujarnya. Jika sudah mengurus izin, tentunya produk tersebut dipastikan keamanan serta diketahui kandungan dan manfaatnya. Selain itu, juga kata Supartiwi selain memfasilitasi dalam hal pengurusan legalitas, pihaknya juga mendorong setiap desa untuk memperkenalkan produknya ke pameran-pameran dalam setiap kegiatan baik yang dilakukan oleh pihak Kecamatan maupun Kabupaten. ‘’Diharapkan dengan fasilitasi yang diberikan ini bisa mendorong desa untuk membuat produk unggulan sehingga bisa memajukan perekonomian masyarakat di desa tersebut,’’ ujarnya. (san)
araan karena tergelincir. Setelah diperiksa, korban tidak dalam kondisi mabuk ataupun dugaan mengantuk, jadi murni karena jalan licin dan kurang hati-hati,’’ jelas Kompol Suana. Bahkan usai kecelakaan pengemudi yang belum memiliki pekerjaan ini dalam kondisi sadar dan meminta pertolongam warga, lalu dibawa ke Rumah Sakit Wisma Prashanti. Sedangkan mobilnya ditinggal sehingga Selasa pagi baru diketahui ada kecelakaan. Sementara saat coba dikonfirmasi di Rumah Sakit Wisma Prasanti sekitar pukul 10.00 Wita, oleh petugas medis korban dikatakan sudah pulang, karena hanya mengalami luka robek di kepala belakang. ‘’Setelah mendapatkan pemeriksaan, sudah langsung pulang tadi pagi (Selasa - red),’’ ujar dokter jaga. Sementara itu, dari pantauan di lokasi kejadian, mobil korban menjadi tontonan warga yang melintas. Rencananya mobil tersebut akan diderek. (kmb28)
Bali Post/kmb28
UJI KELAIKAN - Petugas saat melakukan uji kelaikan kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Tabanan.
Dianggarkan Rp 1,8 Miliar, Dishub Tambah Alat Uji Kendaraan Tabanan (Bali Post) Satu unit peralatan uji kendaraan (uji kir) tahun ini direncanakan dipasang di lokasi uji kendaraan bermotor di Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan. Pengadaan peralatan uji kendaraan tersebut, saat ini masih persiapan proses lelang. Nilai anggaran yang dipasang sebesar Rp 1,8 miliar. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan Drs. I Made Agus Hartawiguna, Selasa (15/1) kemarin mengatakan, penambahan alat uji kir ini nantinya akan dilengkapi dengan elektronifikasi sistem sehingga lebih mempermudah dalam memberikan pelayanan kepada pemohon. Dari data yang ada, dalam sehari rata-rata jumlah kendaraan yang dilakukan pengujian di angka 80 sampai 100 unit kendaraan, didominasi angkutan barang. ‘’Untuk pengadaan alat uji, saat ini sedang mempersiapkan tender, target pertengahan tahun sudah
ada alatnya,’’ terangnya. Namun demikian, sembari menunggu pemasangan penambahan alat uji, alat uji lama tetap dimanfaatkan. Selama ini, lanjut kata Agus, untuk kegiatan pengujian kelaikan kendaraan bermotor belum maksimal lantaran alat uji yang dimiliki be lum lengkap. ‘’Saat ini baru terpasang dan terkalibrasi yaitu axl load (timbangan) dan break tester (tes pengereman),’’ jelasnya. Untuk memenuhi alat uji dasar di tahun ini akan dilengkapi beberapa alat uji lainnya, seperti side slip tester with XG cabinet, gas analyzer with XG cabinet, diesel smoke tester, headlight tester, dan sound level tester. ‘’Sekalian nantinya kami akan lakukan elektronifikasi sistem, jadi lebih praktis lagi pelayanan ke masyarakat pemohon,’’ ucapnya. Menurutnya, penambahan alat uji ini merupakan upaya Pemkab Tabanan melalui Dishub untuk mewujudkan
pelayanan pengujian kendaraan, dalam menciptakan kendaraan yang berkeselamatan. ‘’Selama ini tetap dilayani dengan memanfaatkan tenaga petugas, sehingga akurasi dalam korelasi pelaksanaan pengujian belum optimal,’’ terangnya. Hal senada disampaikan petugas pengujian Ketut Pujiantara. Menurutnya, meski selama ini sudah ada alat uji kelaikan kendaraan, memang belum bisa sepenuhnya maksimal. Bahkan untuk pengujian juga ada bagian yang masih dicek secara kasat mata. Bahkan untuk pengujian emisi gas buang masih bekerja sama dengan pihak ketiga. Di satu sisi jumlah kendaraan yang melakukan uji laik kendaraan rata-rata mencapai 100 unit tiap harinya. ‘’Jadi nanti jika sudah datang penambahan alat uji, tentu sangat membantu sekali apalagi akan dilakukan secara sistem sehingga lebih praktis dan mudah,’’ ucapnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Gusti Ngurah Arjana (66), sopir asal Tulikup, Gianyar, ditemukan meninggal di dalam truknya di gudang UD Surya Abadi di Banjar Sembung Meranggi, Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Selasa (15/1) kemarin. Belum diketahui penyebab pasti kematian korban. Dari informasi yang dihimpun, Minggu (13/1) sekitar pukul 18.00 Wita korban masuk gudang mobil Surya Abadi dan memarkir truk nopol DK 8971 OB pegangannya di garasi gudang, menunggu bongkar muatan semen. Pada Senin (14/1) sekitar pukul 19.00 Wita korban masih tampak berkumpul bersama para sopir truk di ruang istirahat sembari menonton televisi. Pada pukul 21.00 Wita, korban memutuskan kembali ke dalam truk untuk istirahat. Selanjutnya pada Selasa (15/1) sekitar pukul 03.30 Wita saksi Wayan Suardana saat bertugas jaga malam masih melihat tangan dan kaki korban bergerak saat tidur di jok truk. Saksi kemudian memindahkan truk yang parkir di samp-
ing truk pegangan korban. Sekitar pukul 09.00 Wita saksi I Kadek Rai Sukanada (30) asal Banjar Sembung Meranggi, petugas jaga pagi, hendak mengeluarkan truk yang parkir di depan truk korban. Saksi bermaksud membangunkan korban dengan cara mengetuk pintu mobil. Namun korban tidak bangun. Selanjutnya saksi memegang kaki korban hendak membangunkannya, namun sudah terasa dingin. Saksi kemudian memanggil sopir lain yang ada di gudang untuk sama-sama melihat kondisi korban. Saat diperiksa ternyata korban sudah meninggal. Kasus tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kerambitan. Kapolsek Kerambitan Kompol I Wayan Suana ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Begitu mendapat laporan pihaknya bersama anggota dan tim medis dari Puskesmas Kerambitan I langsung ke lokasi. “Dari hasil olah TKP, visum serta keterangan saksi, korban diduga kelelahan sehingga akhirnya meninggal di dalam truk saat istirahat,” terangnya. (kmb28)
Kampung KB, Pengentasan Kemiskinan Versi BKKBN Tabanan (Bali Post) Salah satu program pengentasan kemiskinan dari Presiden RI Jokowi adalah kampung KB. Dalam membentuk kampung KB, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya pemakaian alat kontrasepsi non-MKJP yang lebih tinggi dibandingkan MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang), jumlah pasangan usia subur (PUS) yang banyak, serta pencapaian KB-nya masih rendah. Kampung KB ini dibentuk di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Di Tabanan kampung KB pertamakali dicanangkan di Desa Belalang Kediri di tahun 2016. Pada tahun 2018 setiap kecamatan memiliki satu kampung KB. Setelah hampir dua tahun dilaksanakan, kampung KB ini mulai menunjukkan hasil, di mana pemakaian MKJP men-
galami peningkatan. Begitu juga dengan kesejahteraan masyarakatnya. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana I Nengah Sumerta, Selasa (15/1) kemarin, mengatakan kampung KB ini adalah langkah mengentaskan kemiskinan versi BKKBN. Selain di Desa Belalang Kediri, kampung KB juga ada di Desa Lumbung Kauh (Selemadeg Barat), Desa Wanagiri Kauh (Selemadeg), Desa Tibu Biu (Kerambitan), Desa Dauh Peken (Tabanan), Desa Cau Blayu (Marga), Desa Rejasa (Penebel), Desa Candikuning (Baturiti), Desa Sai (Pupuan) dan Desa Gadungan (Selemadeg Timur). Tidak hanya berkaitan dengan KB, dalam mengentaskan kemiskinan versi BKKBN di kampung KB dilakukan koordinasi dengan
OPD terkait. ‘’Misalnya, jika di kampung KB ini belum punya kelompok ternak, maka kami dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana akan memfasilitasi ke Dinas Pertanian. Atau kampung KB ini memerlukan akses jalan, maka akan difasilitasi ke Dinas PUPR. Tujuannya adalah bagaimana mengentaskan kemiskinan secara bersama-sama,’’ jelas Sumerta. Sementara pihaknya memberikan edukasi ke masyarakat mengenai manfaat dari MKJP sehingga pemakaian MKJP bisa meningkat dan tentu juga meningkatkan pemakaian kontrasepsi. Selain itu, aseptor diberikan pembinaan bagaimana merencanakan keluarga yang sejahtera. Sebab, pada intinya pemerintah tidak membatasi masyarakat untuk memiliki anak hanya dua, tetapi
bagaimana menciptakan keluarga yang sejahtera melalui perencanaan keluarga. ‘’Di sini aseptor dibina untuk bisa melakukan perencanaan dalam rumah tangga menuju keluarga sejahtera,’’ jelas Sumerta. Hasilnya, bisa terlihat terutama di Desa Belalang Kediri yang menjadi desa pertama yang dicanangkan menjadi kampung KB. Pada tahun 2016, dari 469 PUS yang memakai MKJP terdata 135 atau 28,78 persen, dan angka ini mengalami peningkatan menjadi 165 yang memakai MKJP dari 495 PUS atau 33,33 persen. Keluarga Sejahtera 1 (KS1) atau keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologisnya (socio psyhological needs), seperti
kebutuhan pendidikan, KB, interaksi dalam keluarga, interaksi dengan lingkungan tempat tinggal dan transportasi juga mengalami penurunan karena kesejahteraannya meningkat. Dari data pada tahun 2016 keluarga yang masuk KS 1 137 orang dan tahun 2018 mengalami penurunan menjadi 115. ‘’Dari data tidak ada keluarga yang masuk dalam PraKS tetapi ada yang masuk dalam KS 1 dan dari tahun 2016 hingga tahun 2018 keluarga yang masuk dalam KS 1 ini mengalami penurunan. Artinya, keluarga mengalami peningkatkan kesejahteraan,’’ jelas Sumerta. Untuk tahun 2019, kampung KB ini tetap menjadi program unggulan. Menurut Sumerta, banyak desa di Tabanan yang berkeinginan menjadi kampung KB. (kmb24)
Bali Post/ist
TRUK - Korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di jok truk pegangannya.
BULELENG
8
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Bali Post/kmb38
RTRWP BALI – Pansus Revisi Perda RTRWP Bali menggelar sosialisasi di Kabupaten Buleleng, Selasa (15/1) kemarin.
Revisi Perda RTRWP Bali
Buleleng Usulkan KDB 20 Persen Revisi Perda Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali yang bergulir di DRPD Bali dijadikan kesempatan Pemkab Buleleng mengajukan sejumlah usul penyempurnaan penataan ruang yang lebih fleksibel. Buleleng meminta agar pada daerah tertentu tingkat Koefisien Dasar Bangunan (KDB) bisa 20 persen. Ini dilakukan guna mencegah pemanfaatan ruang di daerah rawan bencana. Selain itu, jarak sempadan pantai juga diusulkan agar ditentukan pemerintah daerah berdasarkan kondisi terkini di wilayah masing-masing. Lalu, bagaimanakah tanggapan Ketua Pansus RTRWP Bali atas usulan Bupati Buleleng itu? BEBERAPA usulan diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ketika pansus melakukan sosialisasi revisi Perda RTRWP Bali ke Buleleng, Selasa (15/1) kemarin. Rombongan
pansus dipimpin Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama didampingi Ketua Pansus Ketut Kariasa Adnyana. Bupati mengatakan, daerahnya dikenal dengan istilah nyegara gunung, ada
batasan bukit dan laut. Pada topografi Buleleng, ada kondisi daerahnya bukan saja rawan terjadi tanah longsor, juga banjir, dan bencana gelombang pasang. Meski daerah rawan bencana, beberapa daerah itu memiliki potensi besar membangkitkan perekonomian. Kalau pengembangan wilayah tidak dikendalikan dengan baik, maka pada musim cuaca ekstrem, bisa saja pengembangan potensi itu terganggu. Bahkan, hal itu bisa mengancam keselamatan akibat bencana alam. Untuk mengendalikan kerawanan itu, tingkat KDB di daerah tertentu perlu diatur dengan baik. Pengaturan ini diusulkan pada revisi Perda RTRWP.
Idealnya, ditetapkan 20 persen. Ini artinya, setiap pengembangan di daerah tertentu itu wajib melakukan pemeliharaan ruang dengan membuat vegetasi tanaman sebagai daerah resapan air, dengan besaran sesuai persentase yang diatur perda. “Sekarang ini, ada 10 persen. Bahkan, nol persen juga ada. Kita banyak punya daerah terjal, tanah labil seperti di Desa Gitgit, Desa Pancasari Kecamatan Sukasada, dan daerah Kecamatan Banjar atas. Kalau pembangunan tidak ditata dan KDB-nya tidak diatur, maka daerah kami bisa saja habis jadi bangunan,” katanya. Selain itu, Bupati mengusulkan agar dalam revisi
kan kembali sampah yang dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. Sedangkan, recycle adalah mengolah kembali atau daur ulang sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. “Kita dorong dengan usulan bantuan TPS-3R itu mengurangi masuknya sampah di TPA,” katanya. Ariadi menambahkan, dari 148 desa dan kelurahan di Buleleng telah mengoperasikan 25 TPS3R. Dari puluhan TPS-3R itu beberapa di antaranya tidak aktif. Pasalnya, terkait sumber daya manusia (SDM). Dia mencontohkan, TPS-3R kurang efektif karena SDM dari Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan relatif kurang optimal. Selama ini, pengelolaan TPS-3R itu sepenuhnya dilakukan desa bersangkutan. Kabupaten hanya memfasilitasi saat pembangunan dan pemasangan alat-alat dan juga pendampingan. “Tujuan TPS-3R itu agar kita bisa menangani sampah itu sesuai konsep 3R. Artinya, sampah yang kita pilah ini kemudian olah lagi,” jelasnya. (kmb38)
Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan DPRD Buleleng Polres Buleleng Polsek Tejakula Polsek Kubutambahan Polsek Sawan Polsek Singaraja
3477 22713 22510, 21841 28541 23012 24900 22566
mungkin jarak paling dekat 50 sampai 75 meter. Bahkan, kalau kajian daerah tidak memungkinkan di pesisir ada pembangunan, maka kita tidak berikan izin membangun,” jelasnya. Menanggapi usul tersebut, Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali, Ketut Kariasa Adnyana, mengatakan, usulan menyangkut tingkat KDB di daerahdaerah tertentu dipersilakan diatur pemerintah kabupaten dan kota. Ruang bagi kepala daerahlah yang menentukan sempadan pantai itu diberikan dalam pembahasan RDTR. Terkait tingkat KDB, politisi asal Desa Busungbiu itu mempersilakan kepala daerah yang memang memiliki daerah
dengan topografi tanah labil, ruang yang wajib dihijaukan lebih dari 20 persen. “Tidak harus 20 persen seperti usul Bupati Buleleng, bisa saja lebih karena bencana seperti tanah longsor ini pemicunya karena aktivitas pembangunan dan tutupan vegetasi tanaman pada daerah dengan kemiringan tinggi. Provinsi sudah punya regulasi di daerah mana dilarang pembangunan hal itu sudah diatur di RTRWP itu,” katanya. Demikian halnya, penetapan jarak sempadan pantai, pansus memberikan ruang lebar kepada kepala daerah, untuk menentukan berapa jarak ideal sesuai kondisi di daerah yang diatur di RDTR-nya. (mud)
Pasar Tradisional Didorong Buka 24 Jam
Pembangunan TPS-3R Digenjot Singaraja (Bali Post) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) dan Pemrosesan Akhir Sampah yang sering disebut TPS-3R terus digenjot oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng. Ini dilakukan karena program itu sangat efektif mengurangi volume sampah yang ditimbun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemkab di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Tahun ini, DLH mengusulkan dua desa mendapatkan bantuan pembangunan TPS dan Pemrosesan Akhir Sampah. Kedua desa itu masing-masing Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng dan Desa Sepang, Kecamatan Busungbiu. Kepala DLH Buleleng Putu Ariadi Pribadi, Selasa (15/1) kemarin, mengatakan usulan dua desa tersebut telah diusulkan ke pemerintah pusat. Desa yang diusulkan wajib memiliki tempat pembangunan TPS. Sedangkan, pemerintah hanya menyediakan biaya pembangunan dan peralatan sebesar Rp 350 juta. TPS-3R merupakan kegiatan terpadu dalam mengelola sampah sampai proses akhir. Tiga R yakni reuse, reduce, dan recycle. Reuse berarti mengguna-
RTRWP Bali pihaknya diberikan kewenangan mengatur sendiri terkait penentuan jarak sempadan pantai. Ini dilakukan karena, dari fakta yang terjadi sekarang ini, jarak sempadan pantai diatur pada jarak tertentu. Namun realitasnya, ketetapan itu tidak berlaku optimal. Justru, pemanfaatan ruang di pesisir pantai itu semakin liar. Bupati mengusulkan, jarak sempadan pantai diatur di daerah melalui regulasi turunan Perda RTRWP Bali yakni Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). “Dari perkembangan lima tahun terakhir itu, kerusakan pantai karena abrasi, sehingga nanti sesuai kondisi di lapangan kita yang atur
Singaraja (Bali Post) – Keberadaan toko modern berjejaring sering memunculkan polemik di masyarakat. Ini karena secara regulasi pembukaan toko modern itu diatur oleh peraturan daerah. Dalam pelaksanaannya dinilai memicu masalah. Sebab, kehadiran toko modern itu dikhawatirkan mematikan keberadaan pedagang pasar tradisional.
Bali Post/ kmb 38
Putu Agus Suradnyana
Tidak ingin sering terjadi polemik berkepanjangan, pedagang pasar tradisional didorong bersaing secara sehat. Salah satu caranya dengan beroperasi selama 24 jam penuh. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu, Selasa (15/1) kemarin. Sejak empat bulan terakhir ini, pemerintah mempertimbangkan penerbitan izin toko modern berjejaring di daerahnya. Ini dilakukan untuk mengakomodasi semua pihak. Sebab, kehadiran toko modern memang sering menimbulkan polemik di masyarakat. Dibandingkan harus mempermasalah-
kan kehadiran toko modern itu, Bupati mengajak pedagang kecil dan pedagang di pasar tradisional untuk bersaing secara sehat. Persaingan ini bisa dilakukan dengan cara pedagang lokal itu beroperasi sampai 24 jam. “Kalau desa membutuhkan, apalagi pariwisata berkembang di desa itu, perlu ada toko buka 24 jam. Tapi kita masih pertimbangkan mengikuti syarat seperti jauh dari pasar, tidak mematikan pedagang lokal,” katanya. Bupati mengajak masyarakat tidak melihat dampak toko modern akan mematikan pedagang
lokal itu sendiri. Akan tetapi, harus dilihat dari pengembangan aktivitas yang sampai larut malam. Apalagi, daerahnya menjadi pengembangan pariwisata, sehingga toko beroperasi 24 jam diperlukan. Peluang itu harus ditangkap oleh pedagang lokal untuk bersaing sehat dengan toko modern. “Pedagang lokal dan pasar tradisional apa bisa beroperasi selama 24 jam. Jika bias, hal itu malah akan lebih fair. Kalau dagang nasi, dagang klontong itu bisa buka 24 jam, maka bisa saja izin toko modern itu tidak dibuka,” tegasnya. (kmb38)
Penyidik Tetapkan Tersangka MA Kasus Ganti Rugi Kantor Perbekel Celukan Bawang
Singaraja (Bali Post) Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng mengintensifkan penyidikan pembayaran ganti rugi pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Kabar terbaru beredar, tim penyidik telah menetapkan tersangka berinisial MA. Penetapan tersangka itu, setelah tim penyidik menemukan adanya kelebihan anggaran yang berpotensi menjadi kerugian negara. Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pindana Khusus (Pindsus) Wayan Genip sei-
zin Kajari Buleleng Wahyudi, Selasa (15/1) kemarin, membenarkan pihaknya telah menetapan satu orang tersangka terkait dana ganti rugi pembangunan gedung kantor perbekel itu. Wayan Genip mengatakan, MA ditetapkan jadi tersangka sejak 3 Januari 2019 lalu. Pertimbangannya karena tim penyidik mendapatkan selisih dana Rp sebesar 295 juta lebih dari dana pembangunan gedung kantor perbekel yang baru itu. Kelebihan dana itu berpotensi menjadi kerugian negara. Hal itu
terungkap setelah tim penyidik meminta keterangan saksi ahli. Selain itu, tim penyidik juga diturunkan mengorek data dan fakta di lokasi pembangunan gedung kantor Perbekel Desa Celukan Bawang. Dalam waktu dekat, tersangka MA itu rencananya akan dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. ‘’Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa kita tuntaskan. Sekarang kami melengkapi berkas pemeriksaan saksi-saksi,’’ katanya. Dugaan kasus ini be-
rawal ketika investor PT General Energi Bali (GEB) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Celukang Bawang, yang sekarang telah beroperasi. Tahun 2014 silam, investor menyerahkan ganti rugi bangunan gedung kantor perbekel yang terkena jalur proyek PT GEB. Lahan kemudian dibeli di Dusun Celukan Bawang, di mana luasnya sama dengan areal kantor perbekel desa lama di Dusun Pungkukan. Dalam proses pembangunan kantor perbekel itu PT GEB juga menyerahkan dana
ganti rugi. Kabarnya, dana ganti rugi bangunan kantor desa itu sekitar Rp 1,1 miliar. Dan dana itu dibayarkan melalui rekening pribadi. Sayangnya, pembangunan itu tidak melalui proses tender di lembaga resmi. Namun dilakukan dengan cara penunjukan langsung (PL). Rekanan yang ditunjuk langsung itu kemudian mengerjakan pembangunan pagar pembatas gedung kantor perbekel itu. Ada dugaan kuat pembangunan itu tidak sampai menghabiskan biaya Rp 1 miliar. (kmb38)
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
GIANYAR
9 Atap Gudang Penyimpanan Logistik Pemilu Bocor, KPU Sediakan Ember
Bali Post/kmb35
LOGISTIK - Sejumlah petugas menyiapkan logistik Pemilu 2019 di gudang penyimpanan di Stadion Dipta, Selasa (15/1) kemarin.
Curi Uang Rp 28 Juta, Qufron Ditangkap Gianyar (Bali Post) Polisi menangkap pelaku pencurian Muhamad Qufron, Senin (14/1). Pelaku berusia 31 tahun ini diketahui mencuri uang milik bosnya sebesar Rp 28 juta. Uang puluhan juta itu digunakan untuk berfoya-foya dengan pacarnya. Dikonfirmasi Selasa (15/1) kemarin, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi didampingi Kanit Reskrim Iptu Gusti Winangun mengatakan, pelaku beraksi di lokasi proyek di Banjar Tagtag, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Jumat (11/1) lalu. Saat itu pelaku melihat kunci motor bosnya nyantol. Selanjutnya ia membuka jok motor tersebut. Di dalam jok motor itulah pelaku asal Jember ini menemukan tas milik bosnya yang berisi uang tunai Rp 28 juta. ‘’Rencananya uang itu untuk keperluan membayar tukang. Tapi malah diambil semua oleh pelaku,’’ ujarnya. Berdasarkan laporan korban I Gede Agus Suardita, pelaku dua hari bekerja di lokasi tersebut. Setelah mencuri pelaku langsung pulang ke Jawa. Akhirnya polisi melakukan pengejaran ke Jawa, tapi pelaku balik lagi ke Bali. Berdasarkan pengembangan, rupanya pelaku pindah kos ke Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati. Pelaku akhirnya ditangkap, Senin (14/1) lalu. ‘’Dari pengembangan, akhirnya kami temukan di kosnya. Kami tangkap tanpa perlawanan,’’ jelasnya. Berdasarkan hasil interogasi terhadap pelaku, uang Rp 28 juta yang diambil itu hanya tersisa sekitar Rp 400 ribu. Sisanya dari dibelikan sepeda motor Honda Scoopy DK 3150 EV warna putih seharga Rp 12 juta, dibelikan handphone, dan helm. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun. Sementara itu Qufron mengaku hanya iseng mengecek isi jok motor majikannya itu. Dikatakan, uang curian selain dibelikan benda, juga dipakai berfoya-foya. ‘’Saya pakai menyewa hotel bersama pacar saya,’’ ujarnya. Di hotel yang disewanya itu Qufron juga memberikan pacarnya sebuah handphone. Pelaku yang mengaku baru pertama kali melakukan tindak pidana ini mengaku menyesali perbuatannya. ‘’Saya ke sini niatnya kerja. Saya tidak tahu kalau sampai bisa ditangkap. Saya menyesal,’’ tandasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Penyiapan logistik Pemilu 2019 di gudang penyimpanan di Stadion Kapten Dipta yang disewa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar kini terganggu oleh atap yang bocor saat hujan lebat. Akibatnya, pihak KPU harus menyediakan ember untuk mengamankan logistik tersebut dari tetesan air hujan. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris KPU Gianyar Melgia Van Harling mengatakan, saat ini tahapan pengelolaan logistik memang sudah dimulai. Pekan ini dilakukan pelipatan sampul yang diterima. KPU melibatkan tenaga dari masyarakat sebanyak 10 orang. “Lima hari ke depan, pelipatan sampul sudah selesai,” kata Melgia Van Harling, Selasa (15/1) kemarin. Saat ini, kata Melgia Van Harling, logistik pemilu yang sudah tersedia, di antaranya kotak suara, sampul, tinta dan alat kelengkapan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Untuk keamanan, siang ada pengawas gudang dan malam ada tenaga pengamanan,” ujarnya. Melgia Van Harling mengakui ada kendala yang kini dihadapi, khususnya saat hujan lebat. Atap gudang di Stadion Dipta men-
galami kebocoran. “Memang ada titik kebocoran, kami upayakan antisipasi kebocoran itu menggunakan ember untuk menampung air hujan,” katanya. Menghadapi kondisi ini, pihaknya sudah menyediakan beberapa ember untuk menampung air hujan di titik-titik yang bocor. Sementara untuk logistik yang berbahan kertas, pihaknya sudah memindahkannya ke posisi yang lebih aman. “Masih ada titik yang tidak bocor, maka kami geser logistik ke tempat yang tidak kena air. Tidak ada logistik yang rusak,” tegasnya. Melgia Van Harling mengaku sudah beberapa kali memperbaiki lokasi rembesan air di bagian atas. Namun, tetap saja bocor. Diperkirakan, kondisi ini bersumber dari bekas lubang baut kursi penonton yang saat terkena air merembes ke bawah. “Kami tidak mau mempermasalahkan kebocoran itu, karena kami meminjam ini. Jadi, kami memilih mencari gudang yang representatif. Kami sudah dapat gudang di Peteluan Bangli,” jelasnya. Sesuai rencana, logistik di Stadion Dipta akan pindah ke gudang baru, Februari mendatang. “Nanti semua logistik di sini akan dipindahkan ke gudang baru,” tegas Melgia Van Harling. (kmb35)
Pascahujan Lebat Disertai Angin Kencang
BPBD Data 34 Titik Bencana
Gianyar (Bali Post) Pascahujan lebat disertai angin kencang Senin (14/1) lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar masih melakukan evakuasi material hingga Selasa (15/1) kemarin. Berdasarkan data rekapitulasi, tercatat ada 34 titik bencana yang ditangani petugas. Dominan dari bencana itu diakibatkan oleh pohon tumbang.
Bali Post/kmb35
RUSAK - Seorang warga meninjau bangunan Pura Subak Tegal yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang.
Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, hingga Selasa kemarin pihaknya masih melakukan evakuasi di sejumlah titik bencana. Khususnya material pohon tumbang yang merusak bangunan. “Selasa pagi kami juga melakukan evakuasi di seputaran Kelurahan Semplangan. Ada empat titik pohon tumbang yang dievakuasi,” ujarnya. Oka Digjaya menambahkan, BPBD Gianyar sudah merekap akibat bencana hujan lebat yang disertai angin kencang tersebut. Berdasarkan hasil rekap itu, total ada 34 titik bencana. Dari jumlah itu, tercatat 27 titik bencana pohon tumbang. “Sembilan di antara bencana pohon tumbang itu menimpa bangunan dan kendaraan milik warga. Sementara yang lainnya hanya menghalangi akses jalan, dan sudah dievakuasi
petugas TRC (Tim Reaksi Cepat - red),” katanya. Oka Digjaya menambahkan, kerusakan sejumlah bangunan akibat tertimpa pohon tumbang itu mengakibatkan kerugian material yang cukup besar. Seperti pohon tumbang yang merusak bale kulkul, candi bentar, bale gong, perantenan Pura Subak Tegal, Kelurahan Samplangan. “Total kerugian belum direkap sepenuhnya. Diperkirakan kerugiannya cukup tinggi terutama yang merusak tempat suci, kendaran dan rumah pribadi milik warga,” ujarnya. Hujan lebat disertai angin kencang tersebut juga merusak bale gong di Desa Pakraman Bona, serta sanggah milik Wayan Sujana yang roboh di Desa Pakraman Bona. “Ada pula satu orang warga yang tewas tersetrum listrik. Korban Pande Nyoman Sampun
Suparta tewas tersetrum listrik saat memperbaiki kabel yang tertimpa pohon. Sedangkan pengendara motor Ni Kadek Purwaningsih harus mendapat perawatan di rumah sakit karena tertimpa pohon,” kata Oka Digjaya memaparkan. Dikonfirmasi terpisah, Pekaseh Subak Tegal Ketut Widarsana mengatakan, pohon beringin tumbang dan menimpa Pura Subak Tegal di Kelurahan Semplangan. Dikatakan, pohon beringin setinggi 15 meter itu tumbang tepat saat hujan lebat dan menimpa bale kulkul, candi bentar dan bale gong. “Bale kulkul di lokasi ini sebenarnya sedang dalam tahap pengerjaan dengan anggaran bansos. Meskipun sekarang bagian atap bale kulkul mengalami kerusakan, pengerjaan berupa menempel ukiran akan tetap dilanjutkan, karena sudah masuk anggaran,” ujarnya. (kmb35)
Berkeliaran di Kantor Bupati, ODGJ Diamankan
Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar meringkus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Selasa (15/1) kema-
rin. ODGJ bernama Putri ini diketahui kerap berkeliaran di lingkungan Kantor Bupati Gianyar. Bahkan, wanita berusia 25 tahun asal Lombok ini kerap meminta uang dan makanan ke-
Bali Post/kmb35
DIAMANKAN - Petugas Satpol PP saat mengantarkan Putri ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem. ODGJ ini diamankan saat berkeliaran di Kantor Bupati Gianyar.
pada staf di Kantor Bupati. ODGJ ini diketahui sering berkeliaran di Kantor Bupati Gianyar. Bahkan petugas Satpol PP Gianyar sudah mengamankan Putri sebanyak tiga kali. “Dia sudah sering kami amankan dan dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Bali melalui Dinas Sosial Kabupaten Gianyar,” jelas petugas Satpol PP Gianyar, Wayan Nasta. Menurut Nasta, Putri sering datang ke Kantor Bupati Gianyar dan meminta sejumlah uang dan makanan kepada pegawai yang dilihatnya. Selasa kemarin dia mengganggu petugas Satpol PP yang sedang menggelar apel. “Di hadapan petugas yang apel, dia berteriak minta makan,” ujarnya. Mengetahui Putri megalami gangguan jiwa, kata Nasta, petugas Satpol PP langsung melakukan penangkapan. Saat diamankan, Putri sempat menolak diajak ke RSJ Bangli. “Dia minta diantar pulang ke Lombok dan minta kepada petugas agar dirinya diantar ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem,” katanya. Nasta menambahkan, Putri selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial Kabupaten Gianyar untuk kemudian dikirim ke Dinas Sosial Provinsi Bali. ”Petugas kemudian mengantar Putri ke Pelabuhan Padangbai bersama petugas Dinas Sosial Kabupaten Gianyar,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENGECEK - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengecek kondisi Pasar Desa Batuyang, Selasa (15/1) kemarin.
Rampung, Proyek Revitalisasi Pasar Desa Batuyang
Gianyar (Bali Post) Proyek revitalisasi Pasar Desa Batuyang, Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati sudah rampung. Bupati Gianyar I Made Mahayastra meresmikan pasar tersebut, Selasa (15/1) kemarin. Dengan rampungnya proyek revitalisasi yang menghabiskan anggaran Rp 1,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, Pasar Desa Batuyang diharapkan mampu bersaing dengan pasar modern berjejaring.
Bendesa Adat Batuyang I Made Parko mengatakan, pasar rakyat berlantai dua seluas 600 meter persegi ini memang menjadi kebutuhan krama Desa Adat Batuyang sejak lama. “Baru tahun ini bisa terwujud berkat dukungan krama dan Pemkab Gianyar,” katanya. Parko mengatakan, krama desa adat kini bisa memasarkan hasil pertanian, peternakan dan kerajinan serta berbagai komoditi lainnya, seperti sembako di pasar yang
memiliki 13 kios dan 16 los. “Kami berharap pasar ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, pembangunan pasar rakyat memang menjadi komitmen Pemkab Gianyar untuk pemberdayaan masyarakat pedesaan. Dikatakan, saat ini sudah ada 45 pasar rakyat yang tersebar di seluruh pedesaan. “Dari jumlah itu, saat ini ada yang sedang direnovasi secara bertahap dan diharapkan
semua rampung tahun ini, sehingga mampu bersaing dengan toko modern,” ujarnya. Mahayastra mengaku optimis pasar ini akan bisa bersaing dengan pasar modern, karena pasar rakyat sudah dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan. “Seperti jarak antarpedagang sudah diatur, adanya saluran pembuangan, dan pencahayaan yang baik, sehingga selalu terjaga lingkungan yang bersih,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
SOSOK Aspirasi Perangkat Desa Adanya rencana revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 47/2015 tentang perubahan atas PP nomor 43/2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU nomor 6/2014 tentang Desa disambut baik perangkat desa di Kabupaten Jembrana. Sejak beberapa tahun ini para perangkat desa mengharapkan adanya penyesuaian atau kenaikan gaji seiring dengan tugas dan tanggung jawab mereka. Termasuk para perbekel atau kepala desa yang tergabung dalam Forum Perbekel Kabupaten Jembrana. “Sangat bagus, kalau ada itu (penyesuaian tentang hak perangkat desa). Karena tugas dan tanggung jawab kepala desa dan perangkat desa serta staf desa semakin bertambah,” ujar Ketua Forum Perbekel Kabupaten Jembrana Gede Suardika. Suardika yang menjabat Perbekel Yehembang Kangin ini mengungkapkan aspirasi ini sejatinya sudah sering disampaikan ke pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif. Bahkan dalam rapat paripurna telah diperkuat adanya pandangan sejumlah fraksi di DPRD yang setuju adanya peningkatan kesejahteraan Kepala Desa, Perangkat Desa dan Staf desa. Ternyata aspirasi ini juga disokong oleh pemerintah pusat dan menurutnya ini bak gayung bersambut. “Dengan penyetaraan gaji dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan jaminan kesehatan, tentu akan memberikan semangat perangkat desa dalam melayani masyarakat,” ujar Alumni SMA N 1 Mendoyo ini. Bilamana nantinya hal tersebut terwujud, mantan Wakil Klian Subak Yehembang ini berharap perangkat desa semakin memperkuat kinerja pemerintahan desa. “Harus fokus bekerja untuk kemajuan desa dan menjadikan desa mandiri,” pungkas Suardika. (olo)
Oknum PNS Hadiri Kampanye, Bawaslu Layangkan Surat Pemanggilan
Negara, (Bali Post) Imbauan Bupati Jembrana I Putu Artha agar PNS menjaga netralitas saat proses Pemilu 2019 tampaknya diabaikan oknum PNS. Demikian juga sudah ada larangan keras bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk terlibat dalam kampanye partai politik. Namun demikian ternyata ada juga oknum PNS yang melanggar. Bawaslu Jembrana menemukan dugaan pelanggaran oknum pegawai negeri sipil (PNS) yang menghadiri kegiatan yang diduga kampanye salah satu calon legislatif. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan, Selasa (15/1) kemarin mengatakan, dugaan pelanggaran menjadi temuan jajaran pengawas Kecamatan Jembrana, terkait dengan kegiatan salah satu caleg di Desa Perancak. Dari informasi, salah satu PNS, yang masih menggunakan baju dinas menghadiri kegiatan tersebut. Pande mengatakan dengan adanya temuan tersebut, pihaknya melakukan pendalaman dengan pengumpulan data dan
fakta dugaan pelanggaran PNS yang bertugas di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Mendoyo. Bawaslu Jembrana juga dalam waktu dekat akan memanggil oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial KS yang diduga menghadiri kampanye salah satu calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Golkar. Dikatakan Pande, oknum tersebut akan dipanggil untuk klarifikasi. Surat pemanggilan sudah dilayangkan Selasa siang. “Pemanggilan dilakukan Kamis besok,” katanya. Dugaan kampanye dilakukan di sebuah warung lesehan di ujung Perancak. Pihaknya belum bisa menentukan apakah yang bersangkutan melakukan pelanggaran terhadap undangundang Pemilu, atau Aparat Sipil Negara (ASN). Pande mengatakan, dugaan kampanye oleh caleg DPR RI dilakukan pada hari Sabtu (12/1) siang sekitar pukul 11.00 Wita. Data dan fakta, serta hasil klarifikasi tersebut katanya nanti untuk menentukan adanya dugaan pelanggaran yang dilakukan. (kmb)
Bali Post/ist
IKAN ILEGAL – Truk yang mengangkut puluhan drum plastik berisi ikan dari Jawa Timur diamankan di Gilimanuk lantaran tak mengantongi dokumen karantina atau ilegal.
Lima Ton Ikan Ilegal Diamankan di Gilimanuk
Negara (Bali Post) -
Pengiriman komoditi karantina berupa ikan tanpa dokumen (ilegal) digagalkan petugas di Gilimanuk, Selasa (15/1) kemarin. Sebanyak lima ton ikan jenis ikan semar dan ikan blo yang sudah dalam kondisi busuk itu ditemukan dalam drum-drum plastik yang diangkut truk dari Tuban, Jawa Timur. Rencananya ikan busuk tersebut akan dikirim ke Pengambengan, Jembrana. Dari pemeriksaan yang dilakukan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk bersama petugas Karantina Ikan Wilayah Kerja Gilimanuk di Pos II (pintu masuk Bali), diketahui pengiriman tersebut tanpa dokumen yang sah dari karantina asal. Terungkapnya komoditi karantina ikan ilegal ini bermula dari pemeriksaan yang dilakukan petugas sekitar pukul 08.15 Wita. Salah satu truk yang keluar dari kapal, diperiksa petugas yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Gilimanuk AKP I Komang Mulyadi. Di dalam truk dengan no polisi L 9114 AY ini, petugas mendapati puluhan drum plastik yang tidak diketahui
isinya. Namun di antaranya muncul bau busuk. Kemudian, petugas meminta sopir truk, Abdul Qodir Jaelani (49) untuk membuka drum tersebut. Ternyata di dalam drum itu terdapat ikan-ikan. Polisi bersama petugas dari Karantina Ikan Wilker Gilimanuk kemudian menanyakan dokumen pengiriman antarpulau komoditi karantina itu. Namun, ternyata tidak ada dokumen
yang dibawa untuk pengiriman itu. Penanggung Jawab Wilker Gilimanuk I Wayan Diana Saputra mengungkapkan, dari pemeriksaan komoditi berupa ikan itu seharusnya dilengkapi sejumlah dokumen. Total ada 42 drum plastik berisi sekitar 5 ton ikan. Dokumen itu menurutnya wajib dimiliki untuk memastikan kesehatan ikan tersebut.
Komoditi ikan merupakan salah satu pembawa parasit atau penyakit yang bisa mengganggu kesehatan manusia. Karena itu, sebelum dibawa dari satu pulau ke pulau lainnya, diedarkan dan dikonsumsi oleh khalayak, maka diperlukan pemeriksaan kelayakan atau kesehatan oleh dokter hewan. Hasil pemeriksaan itulah sebagai dasar dikeluarkannya sertifikat Kesehatan Karantina oleh Petugas Karantina Ikan setempat. “Kami selalu berkoordinasi dengan Polsek Gilimanuk untuk back-up pemeriksaan di pelabuhan Gilimanuk. Tujuannya untuk mencegah dan meminimalisir komoditi ilegal masuk wilayah Bali,” tandas Diana.
Selanjutnya setelah diamankan, polisi menyerahkan pengemudi dan kendaraan berikut barang muatannya ke Kantor Karantina Wilker Gilimanuk guna proses lebih lanjut. Dari informasi, ikan-ikan itu milik H. Tining dibawa dari Tuban tujuan Pengambengan. Sesuai yang diatur oleh UU RI No. 16 Tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, setiap pengiriman hewan, ikan dan tumbuhan, bahan hewan, hasil bahan hewan, ikan dan tumbuhan dari satu pulau ke pulau lainya harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari daerah asal. Atau lazim disebut sertifikat kesehatan karantina hewan. (kmb26)
Jelang Akhir Pemberkasan CPNS, Satu Orang Belum Registrasi Negara (Bali Post) – Sehari menjelang akhir tahap pemberkasan CPNS Pemkab Jembrana 2018 yang jatuh Rabu (16/1) hari ini, masih ada beberapa peserta yang lolos seleksi belum melengkapi berkas. Dari informasi di panitia, hingga Selasa (15/1) kemarin ada 8 orang dari 181 CPNS Pemkab Jembrana yang belum lengkap berkasnya. Bahkan satu di antaranya belum datang sama sekali. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jembrana Made Budiasa mengungkapkan, dari delapan CPNS yang lolos itu satu belum hadir baik
registrasi atau penyerahan berkas. Namun, panitia masih menunggu sesuai jadwal akhir pada Rabu hari ini. Sejatinya ada waktu pemberkasan sejak Senin (7/1) lalu. Dan selama waktu yang diberikan itu sudah ada sebanyak 180 dari 181 orang yang dinyatakan lulus sudah datang. Bila hingga batas waktu yang ditentukan tidak datang, ada perpajangan waktu hingga 10 hari. Namun, bila dalam perpanjangan waktu itu masih tidak registrasi maka dinyatakan mengundurkan diri. Meskipun ada penambahan waktu, panitia tetap berharap CPNS yang belum regristasi itu hadir
pada Rabu ini. Disinggung jabatan apa yang belum regristasi itu, Budiasa belum mengetahui pasti. Tetapi bila melihat yang melakukan registrasi mendekati batas waktu terakhir tahap pemberkasan, didominasi dari luar Bali. Seperti kemarin, tercatat ada 3 orang CPNS asal Sumatera dan Sulawesi yang baru datang menyerahkan berkas. Sementara untuk tujuh orang CPNS sudah registrasi, hanya saja kelengkapan berkas masih kurang. “Kurangnya berkas itu tidak terlalu fatal. Misalnya foto dan berkas yang dikumpulkan dengan diketik, semestinya ditulis
tangan,” terangnya. Panitia menurutnya juga membantu apabila ada kesalahan yang bisa diperbaiki misalnya peserta salah print. Panitia bahkan menyiapkan printer untuk perbaikan. Namun untuk yang sifatnya prinsip, misalnya legalisir ijazah dan lainnya harus dicari. “Kalau legalisir kan harus cap basah, kalau ada yang tidak (cap basah), ya kami minta untuk memenuhinya,” ujarnya. Tahap pemberkasan ini merupakan tahap seleksi akhir. Sebelumnya ratusan CPNS ini lolos dari seleksi tahap awal mulai pendaftaran hingga Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). (kmb26)
Negara, (Bali Post) Kecelakaan maut terjadi di Jalan Denpasar- Gilimanuk, Selasa (15/1) pagi di Km 110-111 sebelah barat Kantor Persil Melaya, Dusun Tetelan Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana. Seorang gadis pengendara motor tewas setelah sebuah mobil dari arah berlawanan menabraknya. Pengendara
mobil lalai karena mengemudi sambil menerima telepon. Kecelakaan terjadi antara mobil Toyota Kijang Innova hitam DK 1533 FK yang dikemudikan Nasrudin (51), seorang PNS dari Lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk, dengan sepeda motor Honda Vario DK 5686 ZT, yang di kemudikan Ni Luh Kadek
Sasih Ayu Dwiyanti (21) dari Banjar Candikusuma, Desa Candikusuma, Melaya. Dari informasi kecelakaan itu berawal ketika mobil Kijang itu bergerak dari timur. Sesampai di TKP yakni sebelah barat kantor persil Melaya situasi jalan lurus datar mendekati tanjakan landai dan tikungan tajam ke kiri dari arah timur,
diduga sambil menerima telepon/HP sehingga mobil mengambil haluan ke kanan. Mobil masuk jalur kanan dan tidak dilihat dari arah yang berlawanan dari barat ke timur bergerak sepeda motor Vario sehingga terjadi tabrakan pada posisi jalur jalan sebelah kanan dari arah timur. Akibatnya pengendara sepeda motor Vario tersebut bersama kendaraannya terpental keluar dari jalan. Akibat kecelakaan itu korban Ni Luh Kadek Sasih Ayu Dwiyanti kepala kirinya luka, pinggul patah, paha kiri patah dan meninggal di tempat. Sementara mobil mengalami kerusakan pada bagian kanan depan hancur dan ban kanan depan pecah dengan kerugian Rp 5 juta. Sedangkan sepeda motor ringsek bagian depan sampai belakang dengan kerugian Rp 10 juta. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Kecelakaan akibat kurang hati-hatinya pengemudi mobil. Kini kasusnya ditangani di Polres Jembrana. (kmb)
Nyetir Sambil Terima Telepon, PNS Tabrak Gadis hingga Tewas
Bali Post/olo
ROBOH – Sejumlah APK peserta pemilu yang roboh nampak dibiarkan. KPU menyebut pemeliharaan dan penggantian APK menjadi ranah peserta pemilu.
Diterjang Hujan Disertai Angin, Banyak Baliho Caleg Roboh Negara (Bali Post) – Alat Peraga Kampanye (APK) calon Legislatif (caleg) yang sudah mulai terpasang di sejumlah titik z o na p e m a sa ng a n rusa k akibat roboh diterjang angin dan hujan deras. Dari pengamatan Selasa (15/1) kemarin, di sepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk, dari Pengeragoan hingga Negara lebih dari lima baliho roboh. Bahkan di antaranya sudah robek. Namun, meskipun kondisinya sudah rusak, terkesan dibiarkan saja. Sehingga justru terkesan tak tertib. Seperti yang terlihat di salah satu zona pemasangan di Penyaringan, tepatnya timur Jembatan Tukad Biluk Poh. Di lokasi yang wilayahnya sempat diter-
jang banjir bandang itu, ada dua baliho yang ambruk sekaligus. Bahkan tiang penyangga baliho itu sudah patah dan untuk memperbaikinya harus diganti. Selain di Penyaringan, di Pengeragoan, wilayah perbatasan Jembrana-Tabanan juga beberapa baliho ambruk. Di kawasan perbatasan objek wisata Yeh Leh ini banyak terpasang APK sebagian besar baliho. Begitu halnya di beberapa titik di Kecamatan Mendoyo dan Pekutatan juga banyak baliho caleg yang ambruk. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, terkait APK ini posisi KPU hanya melakukan pencetakan dan menyerahkan ke parpol. Sementara untuk selanjutnya,
baik itu pemasangan, pemeliharaan dan penggantian merupakan ranah parpol. “Itu sudah ranah parpol,” terang Tangkas. Termasuk untuk penggantian bila ada yang rusak atau roboh, menjadi tanggung jawab pemasang. Berbeda halnya dengan APK yang menyalahi aturan. Sebelumnya, terkait APK menyalahi aturan, KPU Jembrana menyurati puluhan peserta pemilu 2019 di Jembrana untuk menurunkan karena menyalahi aturan yang ditetapkan. Upaya itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Bawaslu Jembrana dimana ditemukan banyak APK yang memasang menyalahi aturan. Seperti memasang di pohon dengan cara dipaku. (kmb26)
Bali Post/ist
HANCUR - Mobil Kijang Innova yang bagian depannya hancur karena menabrak pengendara sepeda motor hingga tewas.
Karangasem
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
SOSOK Dorong Pembangunan TPST PERMASALAHAN sampah memang menjadi momok setiap kabupaten di Bali. Sampah tidak pernah habis dibahas, tidak terkecuali di Karangasem. Untuk menangani sampah perlu dilakukan terobosan dan langkah-langkah konkret. Camat Karangasem Cokorda Alit Surya Prabawa menegaskan, setiap desa perlu didorong membangun Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Dengan cara itu, dipercaya sampah rumah tangga itu dapat diolah dengan lebih baik. Sejauh ini, memang sudah ada sejumlah desa yang membangun TPST ini untuk pengelolaan sampahnya yang lebih memadai. Desa-desa yang telah memiliki TPST ini di antaranya Desa Bugbug, Tumbu, Kelurahan Karangasem, dan Desa Seraya Tengah. “TPST itu sejatinya sangat bagus. Sebagai camat, saya sangat mendukung bahkan mendorong pembanguan TPST ini terkait penanganan sampah itu,’’ ujar Cok Alit Surya Prabawa. Adanya TPST dipercaya sampah-sampah yang dihasilkan desa itu bisa dikelola lebih baik. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk organic dan sampah plastik bisa dijual. Hanya, selama ini, pengelolaan sampah di TPST belum berjalan efektif. Alasannya, karena ada beberapa kendala terkait pengelolaan secara berkesinambungan. ‘’Ada kendala dalam hal pengelolaannya,’’ tambahnya. Terutama perihal sarana dan prasarana. Seperti TPST di Desa Bugbug dan Desa Seraya Tengah, belum mampu berjalan efektif. Termasuk TPST di Kelurahan Karangasem juga masih diintervensi Dinas Perkim. “Ini yang jadi kendala. Seharusnya, ada pendampingan dari dinas terkait agar pengelolaan sampah itu bisa terus berjalan baik,’’ harapnya. Penanganannya tidak bisa secara parsial. Wajib mendapatkan dukungan penuh semua pihak. ‘’Kita sangat mendorong desa-desa yang belum memiliki TPST, supaya membangun TPST di desanya,’’ ujarnya. Bagi desa-desa yang belum punya TPST, selama ini otomatis membuang sampah di lahan-lahan yang dimiliki. Perlu ada langkah konkret yang dilakukan desa untuk mengatasi masalah sampah ini. ‘’Salah satunya mau tidak mau harus segera mewujudkan pembangunan TPST itu,” ujar Prabawa. (nan)
Antisipasi Pengungsian
KPU Rancang Lokasi Mitigasi TPS di Daerah KRB Amlapura (Bali Post) Sampai saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih cukup tinggi, karena masih berpotensi terjadi letusan pada gunung tertinggi di Bali itu. Karena itu, tidak tertutup kemungkinannya, warga yang bermukim di lereng gunung itu kembali mengungsi, jika aktivitas Gunung Agung terus mengalami peningkatan secara signifikan. Atas kondisi itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem berencana merancang lokasi mitigasi TPS di Kawasan Rawan Bencana (KRB). Ketua KPU Karangasem Gede Krishna Adi Widana, Selasa (15/1) kemarin mengungkapkan, sampai saat ini, aktivitas Gunung Agung memang masih cukup tinggi. Karena itu, tidak menutup kemungkinan warga di sejumlah dusun yang bermukim di Kawasan Rawan Bencana (KRB) itu berpotensi mengungsi bila aktivitas Gunung Agung terus meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya berencana merancang lokasi mitigasi TPS di daerah KRB serangkaian Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. “Kita dari KPU memang merencanakan hal itu. Nanti, kita akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Lembaga yang berkompeten adalah BPBD. Sesuai regulasi, pemerintahlah yang memiliki kewenangan memitigasi warganya harus diarahkan kemana,’’ ujarnya. Namun, ia berharap tidak terulang lagi peristiwa sebelumnya. Sesuai data yang ada, kata Krisna, keberadaan warga
itu tersebar di 28 desa yang berpotensi mengungsi kembali, bila aktivitas Gunung Agung kembali meningkat. Tetapi tidak semua warga di desa itu mengungsi. Hanya ada beberapa dusun yang memang rawan mengungsi bila aktivitas meningkat seperti Desa Besakih adalah Banjar Kesimpar, Selat, Sebudi, Amerta Bhuana, Bebandem ada juga Jungutan, Wanagiri, Budakeling dan dusun lainnya. “Hanya, kita belum bisa pastikan ke mana mereka dan di mana disiapkan TPS itu. BPBD nanti yang akan mencarikan lokasi untuk TPS itu,” jelasnya. Setelah BPBD menetapkan TPS, nantinya KPU akan mengadakan sosialisasi kepada warga yang berada di KRB itu, termasuk kepada partai politik. Hal itu dilakukan, agar masyarakat mengerti dan partai politik bisa menjaga konstituennya. ‘’Sehingga masyarakat bisa tetap memilih saat pencoblosan 17 April mendatang,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Gede Krishna Adi Widana
11
Jembatan Putus ke Pura Tunggul Besi Tak Diperbaiki Warga Sukarela Iuran Buat Jembatan Bambu
Amlapura (Bali Post) Jembatan menuju Pura Tunggul Besi di Dusun Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang putus saat erupsi Gunung Agung, 2017 lalu. Namun, hampir sudah dua tahun berlalu, jembatan yang juga menjadi akses warga itu tidak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Karangasem. Atas kondisi itu, memaksa warga tidak bisa melintasi dengan roda dua apalagi mobil. Warga harus legowo berjalan dengan jarak yang cukup jauh. Kepala Dusun Temukus I Wayan Sudiana mengatakan, jembatan menuju Pura Tunggul Besi itu putus karena diterjang lahar dingin saat erupsi Gunung Agung tahun 2017. Jembatan itu merupakan akses utama warga sekitar tangkil atau sembahyang ke Pura Tunggul Besi. “Awalnya lebar jembatan hanya satu meter. Sekitar tahun 2015, jembatan diperlebar oleh PUPR Karangasem jadi sekitar 4 - 5 meter. Namun, sekarang tanahnya tergerus hingga panjang 10 meteran,” ungkap I Wayan Sudiana. Akibat jembatan putus itu, kata Sudiana, aktivitas warga untuk sembahyang terhambat. Sebab, warga harus berjalan kaki ke Pura Tunggul Besi lantaran kendaraan roda dua apalagi roda empat tidak bisa melintas sama sekali. “Dulu sangat gampang ke pura, karena kendaraan roda dua dan roda empat bisa lewat di atas jembatan,” ungkapnya. Sementara ini, warga secara
swadaya membangun jembatan menggunakan bambu di sekitar sungai. Dananya berasal dari iuran sukarela masyarakat. Langkah ini ditempuh agar akses warga untuk bersembahyang ke Pura Tunggul Besi itu bisa lebih mudah dan tak ada hambatan apa pun. “Kami panitia Pura Tunggul Besi sebetulnya sudah mengusulkan perbaikan ke Dinas PUPR Karangasem. Kami panitia pura berharap agar jalan itu segera dibangun. Itu sangat perlu guna mempermudah akses melintas pamedek ketika ingin sembahyang di Pura Tunggul Besi itu,” tandasnya. Kepala Dinas PUPR Karangasem Ketut Sedana Merta mengaku perbaikan jembatan di Temukus rencananya dilakukan tahun 2019 ini. ‘’Anggarannya diperkirakan Rp 1,4 miliar berasal dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Provinsi, Badung, serta Kota Denpasar,’’ terangnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
JEMBATAN PUTUS - Jembatan penghubung Pura Tunggul Besi di Banjar Temukus Desa Besakih putus saat erupsi Gunung Agung 2017.
Kampung Kesetiakawanan Sosial Desaku Menanti ”Satyadharma Giri Winangun” Diresmikan
DALAM upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Banjar Munti Gunung, dikembangkan program Bimbingan Sosial dan Keterampilan bagi Warga Binaan Sosial (WBS) atau gelandangan-pengemis. Program “Desaku Menanti” itu diresmikan Dirjen Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Kemensos RI Edi Suharto mewakili Menteri Sosial RI, Selasa (15/1) kemarin. Dalam peresmian itu hadir Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna-Sosial Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu, M.M. bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri serta Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa. Peresmian Kampung Kesetiakawanan Sosial Desaku Menanti “Satyadharma Giri Winangun” itu ditandai penandatanganan prasasti dan penyerahan kunci rumah serta pemotongan pita. Hadir juga Ketua DPRD Ngengah Sumardi, Dinas Sosial Provinsi Bali, Sekda Gde Adnya Mulyadi, Kepala Cabang Bank BPD Karangasem, Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Karangasem, Camat Kubu dan OPD terkait lainnya. Direktur Rehabilitasi Sosial Tuna-Sosial Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu, M.M. melaporkan, salah satu persoalan besar di negeri kita adalah kemiskinan. Kemiskinan itu tercermin lewat keberadaan gelandangan dan pengemis. Tunakarya sesungguhnya merupakan kemiskinan. Kementerian Sosial akan menyelesaikan soal tersebut. ‘’Kita memiliki konsep yang terintegrasi dengan program pemerintah daerah,’’ ujarnya.
Program itu substansinya mencabut akar kemiskinan yang dihadapi pemerintah daerah, dengan cara memberikan bimbingan sosial dan skill kepada masing-masing warga. Kemensos juga membantu material rumah Rp 30 juta. ‘’Mari bangkitkan semangat gotong royong warga. Lebih bagusnya gotong royong ini dipimpin Ibu Bupati sendiri,’’ tambahnya. Untuk peralatan rumah tangga Rp 1,5 juta. Selain itu, juga jaminan hidup Rp 25.000 per hari, bantuan ekonomi Rp 5 juta. ‘’Semoga bantuan operasional kepada LKS Bakti Laksana bisa dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya. Tahun 2018, bantuan program itu kata Sony, diarahkan ke Karangasem karena punya kesiapan memfasilitasi lahan. Tidak mungkin program itu diberikan kepada pemerintah yang belum siap. Karangasem tambah Sony, boleh saja prihatin terhadap income yang diperoleh dari Provinsi Bali. ‘’Namun, kita tetap bangga punya bupati wanita yang tangguh. Harusnya lebih semangat, karena program Desaku Menanti ini untuk Karangasem. Semua desaku menanti sudah terlaksana. Kemudian akan kita nilai. Semoga Desaku Menanti di Kabupaten Karangasem menjadi yang terbaik,” harapnya. Pada program inovasi berbasis desa ini, semua program penanganan gelandangan, pengemis dan anak jalanan, memang difokuskan di daerah asal para gelandangan dan pengemis itu sendiri.
‘’Semua kegiatan ini nantinya melibatkan seluruh komponen di daerah asal mereka. Seperti pemerintah daerah, pengusaha (CSR), LSM, dan tokoh-tokoh masyarakat. Inti program ini menciptakan keteraturan sosial melalui peningkatan kontrol sosial dari masyarakat,’’ ujarnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, Kampung Kesetiakawanan Sosial Desaku Menanti ini sesuai dengan namanya. Maka diharapkan program ini memberikan imbas kebaikan sekaligus kebahagiaan bagi masyarakatnya. ‘’Selama ini, warga di sini lebih banyak menggepeng. Mereka bahkan dapat julukan tidak terpuji di masyarakat,’’ ujar Bupati. Dari segi geografis, wilayah tempat program Desaku Menanti ini memang merupakan wilayah pegunungan (Banjar Dinas Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem. Dikatakan, kesejahteraan sosial itu adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spritual dan sosial warganya agar mereka dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya dengan baik. Penyelenggaraan kesejahteraan sosial ini merupakan upaya yang terarah, terpadu dan berkelanjutan dilakukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam bentuk pelayanan sosial guna memenuhi kebutuhan dasar setiap warga negara, yang meliputi rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan social, dan
perlindungan sosial. Melalui kegiatan yang sangat penting ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga (gepeng) bersangkutan, menjalani hidup dan kehidupan lebih memadai. Sesuai data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tahun 2015/2016, jumlah PMKS gepeng yang ada di Kabupaten Karangasem sebanyak 285 jiwa. Dari jumlah itu, yang sudah mendapat penanganan berupa bimbingan dan pelayanan pengembalian ke daerah asal selama lima tahun terakhir, sejak 2012 hingga 2017, secara akumulatif sebanyak 3.378 jiwa. Pelayanan berupa penyediaan akses permodalan kepada eks gepeng melalui program Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna-Sosial dan Perdagangan Orang, (Kementerian Sosial RI) tahun
2016 sebanyak 100 jiwa. Dari total Rp 500 juta bantuan, masing masing warga dapat bantuan permodalan senilai Rp 5 juta. Sedangkan 2017 ditambah bantuan pengembangan Rp 250 juta, kepada 50 jiwa masing-masing menerima Rp 5 juta. Kepala Dinas Kemasyarakatan Desa Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana, mengatakan pada hakikatnya, pembangunan itu mengangkat harkat martabat manusia. Keberhasilan pemimpin dinilai ketika mampu menurunkan tingkat kemiskinan masyarakatnya. “Salah satu caranya mengurangi pengeluaran dan menambah penghasilan mereka. Wajib ada evaluasi terukur, sebab tujuan utamanya sukses desa itu mengnolkan gepeng yang ada di Munti Gunung,” jelasnya. (ad601)
PERESMIAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Direktur Rehabilitasi Sosial TunaSosial Kemensos RI Dr. Sonny W. Manalu saat peresmian Bimbingan Sosial dan Keterampilan bagi Warga Binaan Sosial (WBS) atau gelandangan-pengemis melalui Program “Desaku Menanti”, di Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem, Selasa (15/1) kemarin.
Dodol, ’’Wine’’, dan Kopi Biji Salak
Inovasi Petani Atasi Jebloknya Harga Saat Panen Raya Terbitnya peraturan Gubernur Bali terkait pemanfaatan buah lokal diharapkan bisa menjadi angin segar bagi petani salak di Kabupaten Karangasem. Pasalnya, potensi perkebunan salak di Bumi Lahar seperti Sibetan, Bebandem, dan daerah lainnya, diprediksi sangat bagus ke depannya. Karena itu, tanaman salak perlu dikelola dengan baik. Dengan terbitnya pergub itu diharapkan dapat menguntungkan petani salak di Karangasem. Lalu, dalam bentuk apa kreasi dan inovasi petani salak itu dalam upaya mengantisipasi jebloknya harga buah lokal terutama saat panen raya?
JUAL SALAK - Petani saat hendak menjual salak hasil panen.
Bali Post/kmb41
P E R B E K E L Desa Si betan, Karangasem, I Made Beru Suryawan, mengungkapkan selama ini nyaris setiap musim panen raya salak, petani mengeluh. Masalahnya, tiap panen raya, harga salak pasti turun bahkan sering jeblok. Mirisnya, harga salak per kilogram di tingkat petani sangat rendah, bisa mencapai Rp 600. Terkadang petani
membuang bahkan tidak memanen buah salaknya di kebun. Terutama kebun salak yang jauh dari jalan raya. Hal itu rasional, karena harga jual salak itu tidak mampu menutupi ongkos panen, dan juga biaya pengangkutan hingga ke pasar. ‘’Belakangan, harga salak lebih baik. Selain salak itu sudah mulai dipak saudagar, juga dipasarkan sebagai
buah segar ke NTB dan luar Karangasem. Ada juga pengusaha lokal di Sibetan yang mengirim buah salak yang sudah diawetkan hingga ke Jakarta,’’ ungkapnya. Pria asal Banjar Pengawan, Sibetan itu menambahkan, sejumlah kelompok tani juga sudah mampu mengolah pascapanen salak. Ada yang membuat salak awetan menjadi salak kering, dodol salak, wine salak atau kopi biji salak. ‘’Dengan pergub pemanfaatkan buah lokal, kami harapkan pelaksanaannya berjalan baik. Semoga juga buah salak banyak diserap kalangan hotel, restoran, dan perkantoran di Karangasem dan Bali, khususnya. Sehingga setiap panen raya, harga salak tidak jeblok lagi. Kami harapkan petani salak, makin sejahtera,’’ katanya. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem I Wayan Supandi mengatakan, potensi perkebunan
salak di Karangasem cukup besar. Populasi salak di Karangasem lebih dari delapan juta pohon. Dalam beberapa tahun ini, harga buah salak sudah lebih baik dari zaman dulu yang kerap jeblok saat panen raya. Penyebabnya, sudah ada beberapa kelompok tani yang mengolah salak menjadi olahan dan kemasan yang dikreasi pascapanen. Di antaranya salak kering, wine salak, serta salak dijual atau dikirim ke luar Karangasem. Bahkan, ada yang dikirim ke luar Bali dalam bentuk buah segar atau daging salak yang diawetkan. “Ada beberapa hektar kebun salak dialihfungsikan kembali menjadi sawah. Pasalnya, harga beras atau gabah lebih bagus dibandingkan buah salak. Namun, khususnya di Desa Duda, Selat perubahan dari kebun salak ke sawah tersebut tidak terlalu banyak,” jelasnya. (nan)
KLUNGKUNG
12
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
PELABUHAN SAMPALAN - Suasana Pelabuhan Rakyat Sampalan yang akan dijadikan salah satu titik awal pembangunan pelabuhan segitiga emas yang akan menghubungkan kepulauan Nusa Penida dengan Klungkung daratan.
SOSOK Dukung Siswa Berprestasi Sejumlah siswa kini sedang dipersiapkan secara khusus untuk membawa mandat daerah dalam ajang Porprov Bali 2019. Sekolah harus mendukung penuh, sebab memang tidak mudah mencetak atlet berprestasi. Apalagi, di tengah persaingan yang semakin ketat. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pendidikan Klungkung I Ketut Sukma Sucita saat mendampingi enam atlet bulu tangkis bertemu Bupati Klungkung, Selasa (15/1) kemarin. Menurutnya, saat ini merupakan momentum kebangkitan olahraga di Bumi Serombotan, khususnya bulu tangkis dengan kepengurusan yang baru, begitu pula dengan keseriusan dan terobosan yang dinilai menjanjikan. Suksma Sucita yang juga pegiat bulu tangkis ini melihat ada dukungan yang besar dari instansi terkait, seperti dinas, kalangan guru/sekolah hingga orang tua atlet. Mereka sepakat untuk mendukung sepenuhnya apa yang menjadi program pengembangan atlet. Sukma Sucita semakin yakin, dengan adanya dukungan penuh pemerintah daerah, bulu tangkis tahun ini akan mampu berbicara banyak dalam kancah persaingan Porprov Bali. “Komitmen pemerintah daerah saya lihat cukup besar. Selain mendorong sekolah agar tidak membebani siswa, atlet berprestasi juga berkesempatan direkrut menjadi tenaga kontrak. Ini ditunggu-tunggu sejak awal, penghargaan yang jelas dari pemerintah daerah,” kata Sukma Sucita, yang juga kini duduk sebagai legislator DPRD Klungkung dari Partai NasDem ini. Sebagai Ketua Dewan Pendidikan Klungkung, dia mengaku sangat mendukung seluruh program pengembangan atlet berusia belia. “Apalagi sesuai program, akan diadakan Kelas Olahraga mulai dari SMP karena untuk berhasil tidak semata bagus dalam akademik, tetapi ada peluang besar pada bidang non-akademik,” tegas tokoh pendidikan ini seraya berharap dalam ajang Porprov Bali nanti ada oleh-oleh satu atau dua mendali, baik mendali perunggu, perak bahkan emas. (gik)
2020, Semua Desa Adat Memiliki ’’Awig-awig’’ Tertulis Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menargetkan tahun 2019, sudah terdata desa-desa yang belum maupun yang sudah memiliki awig-awig. Dia menugaskan Dinas Kebudayaan supaya 2019 seluruh desa sudah terdata mana yang sudah memiliki awig-awig maupun yang belum, serta purana pada masing-masing pura. Sehingga tahun 2020 semua desa pakraman sudah memiliki awig-awig dan pura yang ada juga dilengkapi dengan purana. Demikian disampaikan Bupati Suwirta, usai melakukan pengukuhan Awig-awig Desa Pakraman Mincidan, Desa Sulang, Kecamatan Dawan di Pura Puseh dan Bale Agung, Selasa (15/1) kemarin. Pengukuhan dilaksanakan bertepatan dengan pujawali di pura setempat yang dilaksanakan setiap rahina Anggara Kasih Medangsia. Selain disaksikan seluruh krama Desa Pakraman Mincidan, pengukuhan awig-awig juga dihadiri Tim Peneliti Awig-awig yang terdiri dari Staf Ahli Bidang Hukum, Kabag Hukum, Kabag Kesra, Departemen Kementrian Agama dan MUDP. Menurut Bupati Suwirta, setiap desa wajib memiliki awig-awig yang merupakan pedoman bagi krama adat da-
lam melaksanakan konsep Tri Hita Karana yang disesuaikan dengan desa mawacara dan dharma agama di desa pakraman atau banjar pakraman masing-masing. “Awig-awig yang sudah ditetapkan ini nantinya harus bisa dipergunakan dengan baik. Hal yang paling terpenting selalu mengajarkan generasi muda tentang peraturan awigawig ini, agar generasi muda bisa semakin tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan bermartabat serta berguna bagi pembangunan di desa,” ujar Bupati Suwirta. Awig-awig ini juga supaya disalin ke dalam tulisan latin dan bahasa seharihari, sehingga mudah dipelajari dan dipahami semua orang. Sementara itu, Bendesa Desa Adat Mincidan Wayan Wiyasa menyampaikan terima kasih kepada Pemda Klungkung dan Tim Penyusun Awig-Awig sehingga desanya berhasil memiliki awig. Wayan Wiyasa mengaku sebelumnya Desa Adat Mincidan belum memiliki awigawig, hanya sebatas dresta. Menurutnya, perkembangan zaman seperti saat sekarang sangat diperlukan awig-awig untuk mempertahankan dan memperkuat desa pakraman serta adat budaya setempat. (kmb31)
PUJAWALI - Pengukuhan awig-awig yang dilaksanakan bersamaan dengan pujawali di pura setempat.
Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Perlu Rp 153 Miliar lanjutnya, Bupati Suwirta dalam waktu dekat akan datang langsung ke Bappenas, untuk menyampaikan kembali isi proposal pembangunan pelabuhan segitiga emas itu. Pihaknya mengaku menunggu momen yang tepat ke pusat, di tengah situasi politik nasional menjelang pemilu. Pelabuhan segitiga emas nantinya berfungsi sebagai gerbang perekonomian Nusa Penida yang akan memperkuat konektivitas ekonomi Klungkung Daratan dengan Nusa Penida. Mulai
dari Pelabuhan Pesinggahan (Klungkung), Sampalan (Nusa Penida) dan Bias Munjul (Nusa Ceningan). Berdasarkan perencanaan, proyek ini setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp 153 miliar. Ini yang membuat Pemkab harus berjuang untuk menanti kucuran dana dari pemerintah pusat. Ia menargetkan di tahun 2020 nanti, setidaknya ada satu pelabuhan di antara ketiga itu yang terealisasi. Tidak hanya karena membludaknya penumpang, menggeliatnya pariwisata
di Nusa Penida juga menjadi dasar kenapa pembangunan pelabuhan segitiga emas ini harus dipercepat. Pariwisata yang berkembang, harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur dan SDM yang memadai. “Ini juga menjadi catatan bagi saya, bagaimana mengembalikan orang lokal, termasuk perbaikan infrastruktur, pelabuhan dan paling penting adalah sistem atau badan pengelola pariwisata Nusa Penida harus segera diwujudkan,” imbuhnya. Suwirta mengaku akan mereview kembali seluruh proses yang sudah berjalan dari pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, sebelum menuju Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional). Sebab, menurut
PADUDUSAN AGUNG - Bupati dan Wakil Bupati saat mengikuti persembahyangan serangkaian Karya Padudusan Agung di Pura Goa Lawah.
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menghadiri sekaligus muspayang upacara Padudusan Agung Pura Sad Kahyangan Goa Lawah, Desa Pakraman Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Selasa (15/1) kemarin. Upacara digelar setiap enam bulan sekali bertepatan dengan pujawali pada rahina Anggara Kliwon Medangsia. Selain dipadati ratusan pamedek, upacara ini juga dihadiri Ida Dalem Smaraputra. Upacara Padudusan Agung dipuput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Istri Anom Keniten dari Geria Jumpung Anyar Dawan Klod dan Ida Pedanda Darma Sogata dari Geria Wanasari Karangasem. Menurut Bendesa Desa
Pakraman Pesinggahan I Wayan Sujana didampingi Panitia Upacara Putu Juliadi, upacara Padudusan Agung Pura Sad Kahyangan Goa Lawah dilaksanakan setiap enam bulan sekali bertepatan dengan Pujawali pada rahina Anggara Kliwon Medangsia. Upacara berlangsung selama tujuh hari dengan prosesi terakhir, yakni Nyineb pada Selasa (22/1) mendatang. Diharapkan melalui upacara ini seluruh umat senantiasa diberikan kerahayuan, keselamatan dan keharmonisan alam dengan segala isinya. “Semoga melalui upacara ini Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu memberikan kerahayuan kepada umatnya,” ujar Sujana. Ia menambahkan, beber-
Semarapura (Bali Post) Rencana pelabuhan segitiga emas menjadi prioritas dalam lima tahun ke depan. Feasibilty Study (FS) dua lokasi sudah lebih dahulu diselesaikan, untuk selanjutnya diharapkan bisa mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat. Diperkirakan dana yang dibutuhkan mencapai Rp 153 miliar. Diharapkan pendanaan dapat dibantu pemerintah pusat. Rencananya, Pemkab Klungkung akan memulai pembangunannya dari Pelabuhan Sampalan, yang ditargetkan tahun depan sudah bisa proses pengerjaan fisik. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta saat ditanya mengenai progres program strategis yang menghubungkan tiga pulau besar wilayah Kabupaten Klungkung tersebut, Selasa (15/1) kemarin. Sebelumnya proposal lengkap telah disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo. Sebagai tindak
Suwirta, tidak ada lagi kendala teknis di daerah. Sekarang tinggal mendorong pemerintah pusat dengan berbagai cara untuk segera merespons usulan pemerintah daerah terhadap urgennya pelabuhan segitigas emas ini. Perbekel Pesinggahan Nyoman Suastika sebelumnya juga menyampaikan agar pelabuhan segitiga emas segera direalisasikan. Sebab, salah satunya akan direalisasikan di Desa Pesinggahan. “Kami dari desa sudah menyiapkan areal tanah seluas setengah hektar di sana. Ditambah areal tanah pemkab seluas 40 are. Kami berharap ini segera terwujud, sehingga bisa memberikan imbas bagi pembangunan wilayah kami. Areal itu bisa lebih produktif,” katanya. (kmb31)
apa rangkaian upacara telah dilakukan sebelumnya. Di antaranya Melasti di Segara Goa Lawah, Mapepada dan Pakelem yang dilaksanakan pada Minggu (13/1) lalu. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan terima kasih kepada pangempon maupun panitia karya yang telah mempersiapkan upacara ini dengan baik. Bupati berharap apa yang menjadi tujuan dari Yadnya ini agar dilandasi dengan ketulusan sehingga umat dan alam beserta isinya selalu mendapat anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Semoga apa yang dilaksanakan hari ini selalu mendapat anugerah dari Ida Sang Hyang Widi Wasa,” ujar Bupati Suwirta. (ad599)
Bupati Suwirta dan Wabup Kasta ”Muspayang” Padudusan Agung Pura Sad Kahyangan Goa Lawah
Jelang Porprov, Atlet Bulu Tangkis TC di Yogyakarta Sekolah Diminta Berikan Dispensasi Semarapura (Bali Post) Kepengurusan baru PBSI Klungkung, memberi peluang baru bagi capaian prestasi atlet bulu tangkis Bumi Serombotan. Ini akan dibuktikan pada ajang olahraga Porprov Bali 2019 nanti. Jelang Porprov Bali 2019, atlet Bulu Tangkis Klungkung akan menjalani Training Camp (TC) selama 3 bulan di Yogyakarta, sejak 17 Januari besok. Ketua PBSI Klungkung, Nyoman Widana, Selasa (15/1) kemarin, mengatakan pihaknya ingin menggenjot kemampuan para atlet ini. Dengan TC diharapkan kemampuan para atlet dapat berkembang dan mampu berbicara banyak dalam ajang Porprov Bali nanti. “Sekarang TC dulu tiga bulan. Kemudian pulang. Dua bulan sebelum Porprov Bali, kami matangkan lagi kemampuan atlet dengan TC lagi,” kata Widana, seraya mengatakan untuk medali, pihaknya belum ada target khusus. Namun, di sisi lain TC ini masih menyisakan masalah lain. Lamanya kegiatan tersebut dikhawatirkan akan menurunkan prestasi akademik para atlet, mengingat seluruh atlet ini masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
Keenam atlet tersebut, yakni Sang Putu Hendra Aditya Jyoti (17) dan Ketut Riski Ernawati (17) pelajar SMA N 1 Semarapura, Kadek Santhy Pratiwi (20) mahasiswi Universitas Ganesha Singaraja, Risthy Nur Fadillah (12) siswa SMPN l Semarapura, Dewa Ayu Yunika Risma Pramesti (10) siswa SDN l Semarapura Klod dan Komang Andika Saputra (10) siswa SDN 1 Semarapura Kangin. Atas persoalan tersebut, enam orang atlet didampingi Ketua KONI Klungkung, Wayan Subamia dan Pengurus PBSI Klungkung bertemu Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Selasa kemarin. Mereka ingin meminta petunjuk dan solusi. Mengenai permasalahan prestasi akademik, Bupati Suwirta sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Dewa Gde Darmawan, diminta berbicara dengan pihak sekolah, untuk memberikan kebebasan kepada pada atlet. Dewa Gde Darmawan yang ikut dalam pertemuan itu, menyambut baik bakat anak-anak di bidang olahraga. Dia mengaku sudah mengumpulkan para kepala sekolah untuk membuat program di bidang olahraga bagi
atlet yang memiliki prestasi di bidang olahraga tertentu. Khusus kepada siswa yang dikirim TC, pihaknya sudah menginstruksikan agar diberikan dispensasi selama mereka mengikuti TC. Sehingga, para atlet bisa fokus mengembangkan kemam puan diri. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia, bersyukur
semua pihak mendukung penuh TC ini. Pemusatan latihan diperlukan agar selama para atlet bulu tangkis ini bisa mencapai batas maksimal kemampuannya, sebelum mengikuti ajang yang mempertaruhkan nama besar daerah. Dia sepakat, siswa dan mahasiswa dimohonkan dispensasi sebagai solusi terbaik bagi para atlet
dan kelanjutan pendidikannya Dalam pertemuan di ruang rapat Bupati Klungkung ini hadir pula anggota DPRD Klungkung, Ketut Sukma Sucita yang juga selaku Dewan Pendidikan Klungkung. Dia berharap babak baru PBSI Klungkung ini, mampu diisi dengan prestasi gemilang. (kmb31)
BERTEMU BUPATI - Para atlet bulu tangkis dan pengurus PBSI Klungkung saat bertemu Bupati Suwirta untuk meminta petunjuk terkait pelaksanaan TC di Yogyakarta guna persiapan Porprov 2019.
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dibutuhkan Segera Accounting Pengalaman Min 2Th Hub. Email:putribintangbali@ gmail.com WA.081353770406
B.BP.004.01.19.0000479
Dicari Tukang Setrika untuk Villa Almt:Jln.Kesambi Gg. Kesambi Indah No.22 Kerobokan Hub:081337542061/081381302935
B.BP.001.01.19.0000580
Cleaning Service,SMA,P/W,28th, Lam:Polo Batubulan,Telp.290189
B.BP.001.01.19.0000570
Cr Pgw Admin Wnt.SMK/D1 Buluh Indah 18 H:082240787147
B.BP.004.01.19.0000587
Cr Wanita Muda,Mnarik bs B.Ing AkuntngCV:nexky1975@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000480
Dbthkn Cleaning Srvc & Penjaga Kost Tnggl dlm H.085838399110
B.BP.004.01.19.0000592
Immediately needed Waiters/ sses &Helper interview 21/1/19 Dubai,Kuwait& Cruise L./PT.MM. Mandiri/Ms.Wawas 082144243866
Dcr Acc+Pjk S1Acc, Writer D3, Web-Design hrd@melali-mice.com
Admin Garment Production Hub: Call/WA: 085100050706 Email: hrd@buddhawear.com
Dcr Krywn HK.Krm lam ke Sylvia Bali Jl.Tkd Baru Timur,Pemogan
B.BP.004.01.19.0000579
B.BP.004.01.19.0000582
BPR KAS Mencari Security pglmn Min.2 thn Hub.081339403582
B.BP.001.01.19.0000576
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat.Line WA081375409869&087754689692
B.BP.004.01.19.0000530
Cari Sopir Srbt bs metik + PRT wnt tgl dlm Hub.085238127777 B.BP.004.01.19.0000578
Dcr Guru PAUD Senang Anak,Bisa Kerja Team,S1(Kependdkan+Non) Hub.082145707300/085237089296
B.BP.001.01.19.0000280
B.BP.004.01.19.0000497
Dcr Hair Stylish/Capster Gj. 2Jtan Keats Sgr 081907775248
B.BP.154.01.19.0000591
B.BP.001.01.19.0000517
Dcr Penjaga Catering & Sopir Fas:Tgl Dalam Hub.081237002020
B.BP.001.01.19.0000572
Dcr Serabutan/Packing Garment, Jl. Patih Nambi 7A.085100061049
B.BP.001.01.19.0000554
Dcr Sopir SIM A Hub.Pertokoan Grand Sudirman Blok B-25 Dps
B.BP.001.01.19.0000439
Dcr Supir, Min SMA, Pglm 2Thn Dcr PRT,Tidur dlm,085829145389 B.BP.004.01.19.0000496
Dibthkn Staf Laundry Pria/Wnt u/Vila di Area Seminyak.Bpglmn UpahMemuaskn.Tlp.0361-289742 CV:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000317
BENGKEL LAS
Dcr Acct+Sopir u/Travel Min1Th D3,S1 English+Comp T.287555 Emil:ptworldsurfaris@gmail.com
B.BP.001.01.19.0000518
Dicari 1 Tng Wnt & 1 Tng Pria Bisa Nyopir u/Kerja Dag.Bumbu Rempah2.Hub:081999596522/Dtg Lngsng Ke Jl .Pidada II/17 Ubung
B.BP.001.01.19.0000558
Prshn Konstruksi bth Structure Engineer Dip/S1 Teknik Sipil. astina28@yahoo.com Jl.Muding Mundeh II No.1 HP.081936256259
B.BP.001.01.19.0000589
Restau Krobokan,Cr laki2 Baker Pastry,Tanpa Pglmn dilatih dg Cara Profesional, 087861378730
B.BP.001.01.19.0000515
Dicari Staf Toko Pria Wanita Max.30Th Hub.08123813891
Salon&Butik Bth Staf Salon&Serabutn.Gji1,5-2Jt*085934778271
Dicari Sopir dump truk utk Nusa Penida 081230649181
Yayasan Sinar Harapan Bali Membutuhkan Staf Pengajar Dgn Kreteria MIn S1,Berkomitmen,Memiliki Ketrampilan Berkomunikasi dan Interpersonal yg Baik, Pengalaman Tidak Di utamakan Alamat:JL.Taman Sari Madu No.6 Kerobokan Kelod Badung.Email: yayasansinarharapanbali@gmail. com/WA:081999066615
B.BP.154.01.19.0000588
B.BP.004.01.19.0000583
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2Jt SMS WA 0816571027
B.BP.004.01.19.0000534
Dicr Adm.Wanita Bag.Kasir Max Umur.40Th(Gaji,UM,THR).BawaCV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.Hub:085921213232
B.BP.001.01.19.0000552
Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak di Canggu.T:0361-8446108
B.BP.001.01.19.0000566
Dicr Security.Hub:PT.BPR Raga Jayatama Bt.Bulan.Telp.298277
B.BP.001.01.19.0000573
Dicr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:247111
B.BP.001.01.19.0000569
B.BP.001.01.19.0000520
Satpam Waker. Lamaran datang langsung ke Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818 G.07
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Sales Mrkting Instlasi Gas LPG Gaji+BBM+Bonus.WA:085103167222
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
DIJUAL MOBIL
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
B.BP.001.01.19.0000313
G.02
B.BP.001.01.19.0000436
ALUMINIUM BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Ymh Bisma Dicr:1.SMA/SMK/D1/S1 Ek Hub:T.Umar 142 Dps
B.BP.001.01.19.0000556
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.03
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.06
DIJUAL MOBIL TOYOTA
AvanzaG’2009 Slvr Asli Bali Mls Prbd.082341251453/081933610070 B.BP.004.01.19.0000596
DISEWAKAN RUMAH Dkntrkn: Rmh Lt2.Jl.Tukad Gangga Dps.Hub.0361 228667. B.BP.004.01.19.0000448
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
Dijual Rmh Kuta Residence Lt2. Jl.Bay Pass Ngurah Rai, Pesanggaran,Dps.H.0361 228667. B.BP.004.01.19.0000451
!!BUC Rumah Lantai 2 di Renon Dkat Fujihome 4KT,081936200063 B.BP.821.01.19.0000561
Jual Rumah Jl.Pulau Ayu T.Umar DpsLT185m23KTH0895376021036 B.BP.166.01.19.0000593
Rumah Dijual Lt.270M2,Lb.154M2 SHM, IMB.Jln Tanimbar I/1 Denpasar.Hub:081236488162(TP) B.BP.001.01.19.0000564
DISEWAKAN RUKO Dkntrkn 2 unit ruko Lt3, di Grand Sudirman Blok A No.39 sama No.40 Dps.H.0361 228667.
B.BP.004.01.19.0000449
DIJUAL TANAH Dijual murah:Tnh Kav.Jl.Gunung Salak,Tegal Lantang, Hub.0361 228667.
B.BP.004.01.19.0000450
1Ha, 30Jt/A,di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.01.19.0000563
Dijl Tanah 30Are,1020M2,8440M2 diKubuKarangasem.081265022695
B.BP.001.01.19.0000513
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.01.19.0000106
Djl Box Pendingin u/Mitsubishi 6 rd, Hub.081353099090 B.BP.001.01.19.0000567
Rmh Anda Mau Dsita,Dlelang,Km BntS/dCair,Bs KPR.085951555989 B.BP.001.01.19.0000565
KEHILANGAN Hilang BPKB No.O04487920-O DK 3771 AAO An.Zainul Mustakim B.BP.001.01.19.0000555
Hilang BPKBNosin:F10A1A119384 DK 1898 IV An.I Nyoman Tirtha Hub.08123814733 B.BP.001.01.19.0000575
Hlg BPKBNo.F3044651-Oan.Made Yani Budikuntari, 081236762273 B.BP.001.01.19.0000560
Hlg BPKB No.J05008894-O DK 2973 OS An.Kop Bali Segara Noka B.BP.001.01.19.0000559
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.12.18.0000878
PENGUMUMAN
Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Talang,Dll(Daris)085102796346
Akuisisi PT.Dewata Properti Sentosa Berkedudukan di Kota Denpasar - Bali.
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
RUPA-RUPA B.BP.001.01.19.0000577
B.BP.001.01.19.0000568
BANGLI
14
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Wabup Sedana Arta Arak Trofi Adipura Keliling Kota UNTUK kesekian kalinya, Kabupaten Bangli berhasil meraih Trofi Adipura dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan yang telah diterima langsung Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta di Jakarta, Senin (14/1) lalu, diarak keliling Kota Bangli, Selasa (15/1) kemarin. Acara pengarakan Trofi Adipura berlangsung semarak dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat Bangli. Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, Trofi Adipura ini merupakan buah dari komitmen Kabupaten Bangli dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kota kecil. Keberhasilan Kabupaten Bangli meraih Trofi Adipura kali ini adalah yang empat kalinya. Ini merupakan sebuah prestasi luar biasa. Trofi Adipura ini bukan satusatunya penghargaan yang diraih Kabupaten Bangli. Masih ada beberapa penghargaan lain yakni Sekolah Adiwiyata
Nasional yang disabet SMPN 2 Bangli dan SMPN 2 Tembuku serta penghargaan Proklim (Program Kampung Iklim) yang diterima Desa Penglipuran. Pada kesempatan tersebut, Wabup Sedana Arta juga menyampaikan amanat Wakil Presiden Indonesia pada saat penyerahan trofi di Jakarta, Senin lalu. Dikatakannya, saat ini dunia telah banyak menghasilkan sampah dan Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah plastik. Hal itu menandakan kebijakan pembangunan saat ini haruslah menjadikan lingkungan sebagai prioritas utama untuk selalu dijaga bersama-sama. Trofi Adipura membuktikan bahwa Kabupaten Bangli berhasil mengatasi permasalahan sampah. Penghargaan ini juga membuktikan bahwa dalam setiap pembangunannya, Bangli selalu memperhatikan keberlangsungan akan lingkungan hidup. “Oleh karena itu marilah kita selalu bersatu untuk men-
jaga lingkungan. Karena apa yang ada adalah titipan untuk anak cucu,” katanya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh jajaran ASN dan pihak lainnya yang telah memberikan hasil kerja yang maksimal dalam menjaga lingkungan. Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kepala SMPN 2 Bangli dan SMPN 2 Tembuku serta Pengelola Desa Wisata Penglipuran yang telah meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata serta Trofi Proklim. Gianyar mengungkapkan, sebagaimana yang diamanatkan oleh Wakil Presiden, seluruh masyarakat Bangli harus dapat mengimplementasikannya dengan baik. Dengan begitu, seluruh program dari pusat bisa nyambung dengan kebijakan pembangunan di Kabupaten Bangli untuk selalu menjaga lingkungan sebagai prioritas dalam setiap pem-
bangunan. Diakuinya, saat ini masih ada sedikit kendala yang dihadapi saat musim penghujan, yakni sering ditemukannya banjir akibat terganggunya saluran air di beberapa titik. “Oleh karena itu, kepada Dinas PU di bawah TAPD untuk menjadikan perbaikan saluran air di kota tahun 2020 menjadi skala prioritas. Ketika tiba saatnya masa jabatan bupati berakhir nanti, saya ingin meninggalkan Kabupaten Bangli dengan rasa bangga karena pembangunan telah dilaksanakan secara merata,” ujar Gianyar. Setelah diarak keliling Kota Bangli oleh Wabup Sedana Arta didampingi Kadis Lingkungan Hidup Ida Ayu Yudi Sutha, Trofi Adipura disambut Bupati Bangli I Made Gianyar di Kantor Bupati Bangli. Turut hadir Sekda Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra, pimpinan OPD, ASN, kepala sekolah dan siswa SMPN 2 Bangli dan SMPN 2 Tembuku. (ad602)
ANGKAT TROFI - Bupati dan Wakil Bupati Bangli mengangkat Trofi Adipura usai diarak keliling Kota Bangli, Selasa (15/1) kemarin.
Warga Terunyan Khawatirkan Longsor dan Air Bah Susulan Bangli (Bali Post) –
Sejumlah warga di Desa Terunyan, Kintamani kini dihantui rasa cemas pascaterjadinya longsor dan air bah yang dipicu hujan deras, Senin (14/1) sore. Warga khawatir akan terjadi longsor dan air bah susulan saat hujan kembali melanda wilayah setempat. Meski demikian, warga yang rumahnya di dekat lokasi longsor memilih tetap tinggal di rumahnya masing-masing.
TERTUTUP - Kondisi jalan di Desa Terunyan yang tertutup material pasir dan lumpur.
Bali Post/kmb40
Pemkab Segera Turunkan Alat Berat Bangli (Bali Post) P e m e r i n t a h K a b u p a ten (Pemkab) Bangli segera menurunkan dua unit alat beratnya untuk menangani longsor yang terjadi di wilayah Banjar Cemara Landung, Desa Terunyan, Kintamani. Selain melakukan pengerukan material yang menimbun jalan, petugas juga akan menormalisasi saluran air dari bukit menuju danau yang mendangkal akibat tertimbun material. Rencana itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli I Wayan Karmawan saat dihubungi, Selasa (15/1) kemarin. Dikatakannya, siang kemarin pihaknya bersama Bupati, Bappeda dan Dinas PUTRPerkim sudah turun langsung ke lokasi untuk meninjau dampak dari longsor yang terjadi, Senin
(14/1) sore lalu. Hanya, Bupati Bangli I Made Gianyar tak bisa sampai di lokasi karena terhadang longsoran batu besar yang jatuh dari Bukit Abang di wilayah Desa Buahan. Dijelaskannya, dari hasil peninjauan diketahui bahwa melubernya longsoran material hingga mengenai beberapa rumah penduduk dan ladang warga disebabkan oleh kondisi saluran air dari atas bukit menuju danau mengalami pendangkalan. Atas kondisi itu, sebagai langkah darurat, Bupati Bangli telah memerintahkan tim untuk segera menurunkan alat berat ke lokasi. Sesuai perintah bupati, saluran air yang mendangkal tertimbun material akan dikeruk menggunakan ekskavator. Rencananya pengerukan dilakukan mulai Rabu (16/1) ini. Terhadap kondisi saluran
air itu, Bupati Made Gianyar juga memerintahkan Dinas PUTRPerkim untuk menyusun kajian pembangunan tanggul saluran air yang permanen tahun 2020 mendatang. Dengan adanya saluran air yang permanen, maka ketika terjadi hujan lebat nanti, air yang datang dari atas bukit bisa mengalir langsung ke danau dan tidak meluber ke samping seperti sekarang. Mengenai penanganan terhadap beberapa titik jalan yang tertimbun material pasir dan lumpur, Karmawan mengatakan Pemkab Bangli juga akan melakukan pengerukan secepatnya. Untuk pengerukan dan pembersihan bakal dikerahkan alat loader ke lokasi. Hingga kemarin Pemkab Bangli belum bisa menurunkan loader karena sedang diperbaiki. “Pengerukan akan dilakukan secepatnya karena ini
sekaligus untuk memperlancar eksavator dibawa ke lokasi,” tegasnya. Sementara itu, pascakejadian longsor tersebut, pejabat asal Desa Selulung ini telah memberikan imbauan kepada masyarakat di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan masih cukup tinggi. “Kami juga imbau agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Abang Batudinding, karena di sana terdapat tebing yang sering mengalami longsor. Dilihat dari kondisi tebingnya, masih berpotensi mengalami longsor susulan,” ujar Karmawan. Pihaknya juga telah mengimbau Perbekel Terunyan untuk berkoordinasi dengan pihak kehutanan, agar kondisi hutan yang kini gundul bisa segera direboisasi. (kmb40)
Sempat Anjlok, Harga Tomat Mulai Membaik
Bali Post/kmb40
PILIH TOMAT - Seorang petani di Desa Kedisan sedang memilih buah tomat untuk dikirim ke pasar.
Bangli (Bali Post) – Harga tomat di tingkat petani yang sempat anjlok, kini sudah mulai membaik. Komoditi pertanian yang banyak dihasilkan petani di wilayah Kaldera Batur itu laku dijual dengan harga Rp 5 ribu per kilogram. Membaiknya harga disebabkan produksi tomat di daerah lain menurun akibat dampak cuaca buruk. Salah seorang petani tomat saat ditemui di Desa Kedisan, Kintamani, Nyoman Sukadana, Selasa (15/1) kemarin, mengatakan naiknya harga tomat sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Kenaikan harga terjadi secara perlahan mulai dari Rp 1.000 per kilogram. “Sebelumnya anjlok Rp 1.000 per kilo, terus naik jadi Rp 2 ribu, Rp 3 ribu dan seterusnya sampai Rp 5 ribu per kilo,” ujarnya. Menurut Sukadana, harga Rp 5 ribu per kilogram sudah tergolong bagus. Dengan harga ini, petani sudah bisa mendapatkan untung yang lumayan dari hasil panennya. Empat hari lalu, harga tomat bahkan sempat tembus Rp 8 ribu per kilogram di tingkat petani. Dikatakannya, membaiknya harga tomat saat ini dipengaruhi oleh cuaca. Seringnya hujan menyebabkan produksi tomat menurun di beberapa daerah lainnya seperti Jawa. Dampaknya, pasokan tomat yang selama ini banyak didatangkan dari Jawa berkurang. “Sedikit pasokan dari luar Bali sekarang. Ini tomat dari sini nanti bisa dikirim sampai ke Jawa,” ungkapnya. (kmb40)
Berdasarkan pantauan, Selasa (15/1) kemarin, beberapa rumah warga terlihat terkena material tanah dan pasir yang longsor dari atas Bukit Abang. Bahkan, sebuah bangunan dapur milik warga terendam material hingga tersisa sebagian. Material tanah, pasir dan bebatuan juga menimbun sejumlah ladang milik warga yang sebagian besar ditanami cabai. Tak hanya itu, longsor yang dipicu hujan deras tersebut mengakibatkan beberapa titik jalan sulit dilalui kendaraan lantaran tertutup material lumpur. Perbekel Desa Terunyan Wayan Arjana saat ditemui di lokasi menyebutkan, sedikitnya delapan rumah milik warga yang terkena material longsor. Dua rumah kemasukan material pasir hingga setinggi 1,5 meter. Luas ladang warga yang tertimbun diperkirakan satu hektar. “Jalan yang tertimbun material pasir dan lumpur ada sekitar tiga titik,” ungkapnya. Dijelaskannya, longsor dan air bah terjadi sekitar pukul 14.50 Wita saat hujan deras berlangsung selama kurang lebih dua jam. Derasnya hujan mengakibatkan material berupa tanah, pasir dan bebatuan jatuh dari atas tebing dan hanyut terbawa air bah. “Sebelum kejadian, tebing yang di atas sudah sempat longsor akibat gempa beberapa waktu lalu. Kemudian terjadi kebakaran saat kemarau hingga menyebabkan hutan gundul. Sekarang saat hujan semua material itu jatuh dan hanyut mengenai rumah dan ladang milik penduduk,” paparnya.
Menurut Arjana, jika tidak ada gempa dan kebakaran hutan, kecil kemungkinan ada longsoran material dari tebing saat hujan melanda. Banyaknya material yang kini menimbun lahan pertanian dan rumah warga disebabkan kondisi jalur pembuangan air dari atas bukit tak berfungsi dengan baik lantaran tersumbat. Ini juga diperparah oleh kondisi saluran air yang terus mendangkal sehingga menyebabkan air bah yang turun membawa material mengalir meluber ke samping. Bantuan Pihaknya telah meminta bantuan ke BPBD dan Dinas PUTRPerkim Bangli agar segera menurunkan alat berat berupa loader dan ekskavator untuk membersihkan material yang menumpuk di jalan dan mengeruk saluran air. Hanya, dari hasil koordinasi yang dilakukannya, dua alat berat yang dimohon itu belum bisa
diturunkan Pemkab Bangli ke lokasi. Alasannya, loader yang dimiliki Pemkab Bangli sedang rusak, sedangkan ekskavator yang ada ukurannya terlalu besar sehingga tidak bisa dibawa ke Terunyan. Arjana berharap selain dilakukan pengerukan jalur air yang memiliki lebar 2 meter itu, Pemkab Bangli membantu membuatkan senderan saluran air permanen. “Mudah-mudahan hari ini (Selasa-red) tidak ada hujan lagi. Kalau hujan dan ada longsoran serta air bah kemungkinan besar penyengker rumah warga di dekat jalur air ini akan jebol,” katanya. Sementara itu, salah seorang warga setempat, I Wayan Permana, yang rumahnya terkena material mengaku khawatir akan adanya longsor dan air bah susulan. Meski demikian dirinya tetap memilih menempati rumahnya pascakejadian. “Saat kejadian kebetulan rumah saya kosong,” ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
CEK - Petugas mengecek saluran air di Desa Terunyan kini dangkal akibat tertimbun material longsor.
15
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
Turun, Penduduk Miskin di Bali BPD Bali Harus Lakukan Pembenahan Denpasar (Bali Post) Jumlah penduduk miskin di Bali menurun sebanyak 3.420 orang menjadi 168.340 orang atau turun 3,91% pada September 2018. Penurunan jumlah penduduk miskin di Bali terus terjadi dari Maret 2017 hingga September 2018. Jumlah ini menempatkan Bali pada posisi kedua terendah jumlah kemiskinan di Indonesia setelah DKI Jakarta. Demikian disampaikan Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho didampingi Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Bali Dedi Cahyono, Selasa (15/1) kemarin. Penduduk miskin berdasarkan penghitungan di tiga periode terakhir menurun. Meski demikian, persentase penduduk miskin di pedesaan masih lebih tinggi
daripada perkotaan. Di kota persentase penduduk miskinnya 3,36%, sedangkan di pedesaan persentase penduduk miskinnya 5,08%, sehingga disparitasnya cukup tinggi. Ada beberapa penyebab kemiskinan terutama dari sisi inflasi di perkotaan, namun di pedesaan terjasi deflasi pada September 2018. Inflasi juga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Pada pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga lebih besar dibandingkan triwulan sebelumnya yaitu dari 5,68% menjadi 6,24%. Jika dilihat dari penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian pada periode Agustus 2018 tercatat lebih banyak dibandingkan Februari 2018. Sedangkan penyerapan tenaga kerja di
sektor konstruksi meningkat di pedesaan yaitu 3,14% dan di perkotaan mengalami penurunan 7,61%. Persentase penduduk miskin di Bali ini dipengaruhi juga oleh upacara keagamaan. Pada September 2018 ada beberapa kegiatan keagamaan Hindu. Itu diduga menyebabkan terjadinya kenaikan Garis Kemiskinan (GK) pada kelompok nonmakanan. Untuk mengukur kesejahteraan dilakukan dengan pendekatan pengeluaran karena jika diukur dari pendapatan masyarakat, lebih susah didapat daripada pengeluaran. Bank Dunia memandu banyak negara termasuk Indonesia mengukur kemiskinan dengan derajat konsumsi. (kmb42)
Produksi Lokal Adnyana menambahkan, miras untuk hotel selama ini ada yang impor dan ada produksi lokal. Kendati untuk miras lokal seperti arak, lebih banyak digunakan untuk kebutuhan yadnya. Perajin arak lokal inilah yang perlu dilindungi. Kalau memang bisa, perlu dibuatkan regulasi untuk mengamankan. Baik untuk potensi pendapatan maupun pemberdayaan pera-
jin arak. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, apabila dilegalkan maka bisa diatur kadar alkoholnya. ‘’Keinginan Pak Gubernur itu agar tidak terlalu beralkohol. Kita kan enak, tapi alkoholnya itu masih dalam batas toleransi untuk peredarannya,’’ ujarnya, Senin lalu. Astawa menambahkan, kadar alkohol inilah yang utamanya masih dikaji oleh
Perusda dan Kelompok Ahli. Mengingat, peredaran miras masih tergolong sebagai negatif investasi. Kalau kadar alkohol bisa di bawah 5 persen, maka miras masih bisa diedarkan. ‘’Terutama sasaran kita adalah pariwisata, karena Bali kan daerah pariwisata. Di satu sisi kan banyak sekali produk beralkohol dari luar masuk Bali. Sedangkan kita punya arak masak tidak bisa (masuk hotel),’’ jelas mantan Kepala Bappeda Litbang ini. (kmb32)
Pajak Hotel Menurut Astawa, wisatawan domestik menolak membayar karena menganggap kontribusi itu sudah termasuk dalam pajak hotel dan restoran, serta semua pengeluaran yang ditimpakan kepada mereka pada saat berwisata. Data ini menjadi menarik, karena rupanya orang Indonesia belum terbiasa diberi tanggung jawab untuk ikut melestarikan alam dan budaya. ‘’Kalau orang asing itu sudah mengerti,’’ jelasnya. Masih terkait hasil kajian, lanjut Astawa, wisatawan asing memilih dua mekanisme untuk membayar kontribusi. Pertama, dijadikan satu dengan visa on arrival. Kedua, dibayar dalam airport tax pada saat mereka pulang ke negaranya. Pada saat studi ini dilakukan, permasalahan yang dihadapi juga sama dengan sekarang. Yakni menyangkut persoalan payung hukum yang belum jelas, sehingga tidak berani memberlakukan kontribusi itu sebagai sebuah regulasi. ‘’Kalau payung hukumnya jelas, ini sifatnya mandatory, wajib. Kalau tidak jelas payung hukumnya, dia donasi, hanya sumbangan, boleh nyumbang boleh tidak. Ini lebih rumit lagi karena sukarela,’’ imbuhnya. Astawa menyebutkan, wisatawan asing lebih memilih agar kontribusi itu sifatnya wajib atau jelas payung huk-
umnya. Bisa lewat visa on arrival atau airport tax. Sebab, penyediaan counter khusus atau box donasi di tempattempat strategis seperti bandara justru akan memperlambat mereka. Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, asosiasi pariwisata di Bali sangat mendukung Ranperda tentang Kontribusi Wisatawan. Sebab, perlu banyak biaya untuk memajukan pariwisata Bali. Kontribusi 10 dolar bagi wisatawan mancanegara juga dinilai tidak terlalu berat. Dari referensi yang ada, sebanyak 60 negara sudah menerapkan kontribusi semacam itu. Bicara kunjungan wisatawan, lanjut Rai Suryawijaya, tahun 2019 ini ditarget sebanyak 6,8 juta wisatawan mancanegara ke Bali dari total 8 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Target ini meningkat bila dibandingkan jumlah kunjungan tahun 2017 sebanyak 5,3 juta dan tahun 2018 sebanyak 6,3 juta dari target 7 juta wisatawan mancanegara. ‘’Kalau kontribusi ini jalan, kita akan bisa mendapatkan income Rp 1,2 triliun dari pariwisata, yang mana akan bisa memberikan multiplier effect bagi wisatawan karena Bali sedang menuju Growth to Quality Tourism,’’ ujarnya. Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali Gusti Kade Sutawa sepakat bila
wisatawan mancanegara tidak akan merasa keberatan memberikan kontribusi. Apalagi, kontribusi semacam itu sudah berlaku di hampir puluhan negara di dunia. ‘’Saya garis bawahi dalam perda ini bahwa kontribusi wisatawan untuk pelestarian lingkungan, alam dan budaya Bali menjadi fokus di sini. Mungkin negara lain pakai green tourism, jadi untuk Bali, alam dan budaya saya rasa sudah tepat,’’ ujarnya. Ketua Pansus Ranperda Kontribusi Wisatawan Ketut Suwandhi mengatakan, kontribusi untuk wisatawan domestik akan ditunda pemberlakuannya. Pihaknya juga akan menggodok apakah akan mengubah wisatawan menjadi pengunjung. Termasuk memperdalam soal besaran kontribusi yang digabung dengan harga tiket pesawat. ‘’Dengan adanya kontribusi, tentu kita harus mempersiapkan diri di Bali ini dari seluruh komponen yang terkait masalah kenyamanan, kebersihan, penataan dalam segala hal, servis yang terbaik,’’ ujarnya. Suwandhi mencontohkan beberapa masukan dalam rapat, seperti tidak boleh ada antrean panjang di airport. Selain itu, kebersihan, kenyamanan, dan keamanan perlu dijaga, sehingga wisatawan merasa wajar membayar kontribusi. Kemudian, menyediakan unit reaksi cepat untuk segera menyelesaikan komplain wisatawan. (kmb32)
Rabu, 16 Januari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Khrisna (2) Bali Channel Tourist TV Inovator Ista Dewata Dua Pura di Kecamatan Mengwi Badung
10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pelatihan Serati Banten (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Healthy Life 15:00 Wita Agrobisnis 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita DW TV
17:30 Wita Kartun Bagus and Friend 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Orti Bali 20:000 Wita Dialog Interakti8f Profit Indonesia 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa 21:30 Wita Mahadewi 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang I Binor Poh Gading (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
Denpasar (Bali Post) BPD Bali harus menjadi regional champion. Maka dari itu perlu pembenahan menyeluruh yang harus dilakukan BPD Bali. Di antaranya memperluas pasar, memperbaiki IT, memperbaiki SDM. ‘’BPD Bali harus jaya di kandang dulu setelah itu baru ekspansi ke luar,’’ kata Elyanus Pongsoda, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Selasa (15/1) kemarin. Terutama sekali soal penguatan jaringan BPD Bali dengan membangun linkage dengan lembaga keuangan lain seperti BPR, LPD, dll. LPD dikatakan potensi yang besar bagi BPD Bali untuk bersinergi membangun perekonomian dan keuangan Bali. Apalagi LPD menyimpan dananya di BPD Bali. Ia berharap pemda membuat kebijakan atau peraturan yang mengharuskan dana LPD disimpan di BPD Bali, sehingga lembaga keuangan Bali akan semakin kuat. Potensi lokal Bali ini diharapkan agar dimanfaatkan oleh BPD Bali, sehingga lebih maju. Ia kha-
watir dengan kekurangan direksi akan memengaruhi kinerja BPD Bali. Benar saja, setahun terakhir pertumbuhan kredit BPD Bali melambat. Jauh tertinggal dibanding bank lainnya. Maka dari itu, Direktur Utama dan Direktur Kredit BPD Bali akan diputuskan dalam waktu dekat. BPD Bali perlu perubahan mindset dalam pengelolaan, baik dalam penyaluran kredit maupun dalam budaya kerja. Tidak hanya menyalurkan kredit konsumsi, namun bergerak door to door menyalurkan kredit produktif. (kmb42)
Elyanus Pongsoda
Kewenangan Pusat Namun sebagian besar disalurkan ke resto, hotel dan beberapa masuk swalayan besar. Sementara untuk pendapatan dari penjualan minuman beralkohol, Kabid
Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani mengatakan, berdasarkan Perda No. 2 Tahun 2016 tentang Minuman Beralkohol, Disperindag hanya mengatur masalah pengawasan penjualan, dan tidak mengatur masalah retribusi. ‘’Minuman berakohol sudah kena
cukai dari pusat. Kewenangan di daerah hanya mengeluarkan izin usaha dan pengawasan peredarannya,’’ ujarnya. Terkait pendapatan atau retribusi dari industri mikol, Kepala Bakeuda (Badan Keuangan Daerah) Tabanan Dewa Ayu Sri
Kuras Devisa
‘’Tatkala kita belum mampu memproduksi wine di Bali, semua wine kita impor dari luar negeri. Devisa yang kita kuras untuk membeli barang-barang itu luar biasa banyaknya,’’ ungkapnya. Jika Bali sudah mampu memproduksi wine, maka uang yang dibelanjakan untuk impor miras bisa disimpan untuk membangun negara untuk sesuatu yang jauh lebih penting. ‘’Itu kan sesuatu yang sebenarnya baik.
Oleh karena itu sebenarnya mari kita terus lanjutkan untuk memproduksi miras itu secara terukur, terarah, terkontrol dengan baik untuk kepentingan pariwisata dan agama. Seperti berem dan arak,’’ ujarnya. Dengan demikian, ia yakin ke depan beberapa jenis minuman yang diimpor atau dibutuhkan selama ini sudah bisa disubstitusi di dalam negeri dan sudah mampu diproduksi sendiri. Namun pemanfaatannya tetap dikontrol dengan baik. Kata Bagus Sudibya, upaya
ini merupakan tiga langkah maju yang dilakukan. Yaitu dapat menghemat devisa dan membuka lapangan pekerjaan serta Bali akan semakin kompetitif di dalam dunia pariwisata. Pengembangan miras tradisional yang selama ini masih tumpang tindih dengan peraturan daerah juga tetap harus dikontrol. Ketika arak diperjualbelikan secara bebas maka perlu kontrol yang jelas. ‘’Sama seperti kita di dunia pariwisata. Mau membuka hotel atau restoran kita harus mencari izin khusus untuk penjualan miras
Rugikan Masyarakat
Namun hanya memberikan surat peringatan (SP) secara tertulis kepada organisasi yang dinilai meresahkan masyarakat. Kedua, mencabut Surat Keterangan Terdaftar jika ada pelanggaran setelah diberikan surat peringatan tertulis. ‘’Terkait dengan hal tersebut, yang kami berikan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada, kami hanya memberikan surat peringatan,’’ imbuhnya. Koster mengingatkan, masa berlaku Surat Keterangan Terdaftar Laskar Bali dan Baladika masingmasing 7 Oktober 2019 dan 26 Oktober 2020. Selama kurun waktu sisa masa berlakunya SKT, ormas dilarang keras melakukan hal-hal yang bisa berpotensi menimbulkan masalah dan merugikan masyarakat. Seperti
pembunuhan, penganiayaan, perusakan, pengancaman, pemerasan, premanisme, penyalahgunaan narkoba dan kegiatan lain yang bertentangan dengan peraturan pemerintah. Jika ternyata melakukan pelanggaran maka gubernur bisa memberikan sanksi administratif berupa pencabutan SKT. Kalau ada oknum anggota ormas melakukan tindak pidana, maka akan dikenai sanksi pidana oleh penegak hukum sesuai kewenangannya. Itu pun setelah diklasifikasi terlebih dulu, apakah hanya dilakukan oleh oknum atau kolektif. ‘’Selain itu, kami juga meminta kepada pimpinan organisasinya untuk membuat pernyataan, sudah ditandatangani tadi oleh ketua dan sekretaris. Kemudian berikutnya melakukan upasaksi secara niskala,’’ imbuh mantan anggota DPR-RI ini. Menurut Koster, tidak
ada orang lahir bercita-cita melakukan kejahatan. Setiap orang pasti ingin berbuat baik dan bermanfaat untuk masyarakat. Di sinilah Koster yang tampak diapit petinggipetinggi ormas seperti Gus Bota dan Gung Alit tak kuasa menahan haru. Air matanya bahkan sampai menetes dan meminta awak media memahami posisinya. Keputusannya hanya mengeluarkan surat peringatan merupakan opsi maksimal yang bisa dilakukannya sebagai gubernur untuk menyikapi surat rekomendasi Kapolda Bali. Keputusan itu pula yang bisa dipertanggungjawabkannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. ‘’Saya sebagai gubernur harus memperlakukan anak-anak ini sebagai anak-anak saya yang harus saya…,’’ katanya terhenti sejenak, sebelum akhirnya melanjutkan ‘’Jadi saya tidak bisa bertindak… apa yang saya lakukan ha-
Budiarti sebelumnya pernah mengatakan jika pajak dari hasil penjualan mikol tidak menjadi kewenangan daerah melainkan kewenangan pusat. Daerah hanya mendapatkan hasil dari pembagian hasil komponenkomponen pajak baik PPN maupun PPh. (kmb28)
dan terkontrol dan kita bertanggung jawab,’’ tandasnya. Di samping itu, pembuat arak tradisional ini nantinya juga perlu meningkatkan kualitas produk agar bisa diterima wisatawan. Ia melihat produk arak dibuat dari tuak. Sebenarnya tuak manis jika pintar mengolah, selain bisa dibuat arak, juga bisa dibuat gula semut. Saat ini gula semut yang dipakai di hotel masih didatangkan dari luar Bali. Padahal harga keekonomiannya sangat tinggi, hanya belum banyak yang tahu. (kmb42)
rus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat maupun kepada yang di Atas, sekala-niskala,’’ jelasnya sembari menahan haru. Koster mengaku bangga dan berterima kasih kepada para pimpinan ormas yang begitu tulus mau menandatangani surat pernyataan tertulis. Kesediaan hadir ke kantor gubernur dan iktikad baik mereka inilah yang membuatnya terharu sampai menitikkan air mata. Terlebih ke depan, ketiga ormas bersepakat akan melakukan kegiatan bersama-sama dalam waktu dekat berupa deklarasi menjaga ketertiban, kenyamanan, keamanan dan kedamaian masyarakat Bali. Utamanya jelang pemilu serentak 2019. Ini sekaligus menjawab persepsi publik bahwa sebetulnya pimpinan ketiga ormas adalah orangorang yang bisa diajak untuk menjaga Bali. (kmb32)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu Umanis, 16 Januari 2019
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
City-Liverpool Bersaing Leonard Siap Beri hingga Akhir Kemampuan Terbaik Piala Asia 2019
Hasil Senin (14/1) Malam Uni Emirat Arab vs Thailand 1-1 Bahrain vs India 1-0 Klasemen Akhir Grup A UEA 3 1 2 0 4-2 5 Thailand 3 1 1 1 3-5 4 Bahrain 3 1 1 1 2-2 4 India 3 1 0 2 4-4 3
Mangupura (Bali Post) – Leonard Tupamahu telah resmi menjadi anggota keluarga besar Bali United sejak Senin (14/1). Bek anyar ini siap memberikan kemampuan terbaiknya apabila mendapat kesempatan bermain dari pelatih Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues alias Teco. ‘’Yang pasti di mana pun saya bermain, saya ingin memberikan kemampuan terbaik yang saya punya. Itu yang selalu saya lakukan sejak 16 tahun lalu saat mulai bermain di dunia sepak bola profesional,’’ ujar Leonard seperti dikutip dari situs Bali United, Selasa (15/1) kemarin. Mantan pemain Borneo FC itu sadar usianya sudah tidak muda lagi. Tetapi apabila mendapat kesempatan bermain dari tim pelatih, ia sangat ingin membantu tim Serdadu Tridatu berprestasi. Leonard juga ingin memberikan keceriaan untuk semua suporter Bali United. Teco disebutnya sosok yang memiliki karakter kuat. Ia cukup yakin pelatih asal Brazil ini bisa membuat Bali United menjadi lebih baik. ‘’Coach Teco adalah pelatih berkualitas dengan karakter yang kuat. Saya pribadi cukup yakin beliau mampu membawa perubahan positif untuk tim,’’ kata Leonard. Ditanya soal suporter Bali United, Leonard mengaku salut dengan militansinya. Ia sangat senang dengan suporter yang selalu mendukung timnya seperti di Bali. Beberapa kali ke Stadion Wayan Dipta, Gianyar, dirinya melihat fans selalu memenuhi stadion dan terus bernyanyi untuk tim. Ini bagus untuk tim Serdadu Tridatu. Gunawan Gunawan Dwi Cahyo menjadi satu-satunya pemain yang tidak hadir dalam perkenalan pemain di Stadion Dipta, Senin (14/1). Pemain belakang ini tidak datang karena baru tiba di Bali, Selasa siang kemarin. Setibanya di Mes Bali United, ia menyatakan kondisinya sudah siap untuk menjalani sesi latihan, namun belum mencapai 100%. ‘’Kondisi saya baru 70% karena di Tanah Suci kemarin saya tidak ada latihan dan lebih banyak melakukan ibadah. Mungkin saya harus memulai dari awal lagi untuk mencapai kondisi dan sentuhan terbaik,’’ tuturnya. Mantan pemain Persija Jakarta ini siap menjalani proses adaptasi bersama rekan-rekannya di tim Serdadu Tridatu. ‘’Yang pasti senang karena di mana pun bermain, kita wajib memberikan kemampuan terbaik. Terkait proses adaptasi, saya rasa tidak akan ada masalah. Kami sebelumnya sudah pernah bertemu baik sebagai rekan atau lawan. Seperti Fadil yang pernah satu tim dengan saya di Mitra K u k a r dan masih banyak lagi,’’ tambah Gunawan. (kmb)
Leonard Tupamahu
Bali Post/ist
Manchester – Manchester City kembali mendekati pimpinan klasemen sementara Liverpool. City yang melakoni laga pamungkas pekan ke-22 Liga Utama Inggris, berhasil meraih kemenangan 3-0 atas tamunya Wolverhampton di Stadion Etihad, Selasa (15/1) pagi kemarin. Laga itu diwarnai dwigol Gabriel Jesus yang satu di antaranya lewat eksekusi penalti, sebuah kartu merah untuk bek Wolverhampton Willy Boly serta gol bunuh diri kapten tim tamu Conor Coady. Hasil ini membuat tim besutan Pep Guardiola yang berada di urutan kedua kini mengoleksi 53 poin dan kembali berjarak empat poin dari Liverpool (57) di puncak klasemen, sedangkan Wolverhampton (29) harus rela turun ke peringkat ke-11. Perburuan gelar juara Liga Inggris antara kedua tim kian memanas pada pekan ke-23 yang berlangsung pekan depan, ketika Liverpool menjamu Crystal Palace di Anfield dan City bertandang ke markas Huddersfield Town yang baru saja berpisah dengan pelatihnya David Wagner. Guardiola mengaku lega dengan keberhasilan timnya memenangi laga kontra Wolverhampton. Pasalnya, jika kalah, Liverpool hampir pasti menjadi juara Liga Inggris. ‘’Jika kami tidak menang, Liverpool pasti juara. Itulah kenapa kami harus menang. Kami meraih angka yang luar biasa setelah apa yang kami lakukan musim lalu. Liverpool sejauh ini tampil lebih baik, namun kami harus bersaing hingga akhir,’’ ujarnya. Di sisi lain, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen tersebut memuji penampilan timnya terutama dalam proses terjadinya gol pembuka keunggulan yang dicetak Gabriel Jesus pada menit ke-10. ‘’Kami mencetak gol pertama lewat pergerakan dan umpan yang luar biasa. Setelahnya kami kerap mencapai sepertiga akhir lapangan dengan mudah, namun tak banyak melakukan pergerakan untuk memanfaatkannya,’’ ungkap Guardiola. Liga Spanyol Real Sociedad melanjutkan momentum positif sejak penunjukan pelatih anyar Imanol Alguacil dengan menundukkan Espanyol 3-2 dalam laga pekan ke-19 Liga Spanyol di Stadion Anoeta, San Sebastian. Penyerang Willian Jose mengemas dwigol dalam kemenangan tersebut melengkapi gol pembuka dari Mikel Merino. Tim tamu hanya bisa membalas lewat Naldo serta
gol bunuh diri Diego Llorente pada pengujung babak pertama.
Hasil tersebut merupakan kemenangan kedua dalam dua pertandingan Liga Spanyol Sociedad di bawah arahan Alguacil serta membuatnya naik ke peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 25 poin, sedangkan Espanyol (24) turun ke urutan ke-10. Patrick Schick memimpin AS Roma mengalahkan Virtus Entella dengan skor 4-0 dalam pertandingan Piala Italia. Schick membuat dua gol, sedangkan Ivan Marcano dan Javier Pastore menyumbang satu gol. Roma selanjutnya bertemu Fiorentina di perempatfinal. Dalam pertandingan yang dimainkan lebih awal, Atalanta meraih kemenangan 2-0 atas tuan rumah Cagliari untuk menuju perempatfinal berhadapan dengan Juventus. Atalanta memastikan kemenangan pada fase akhir laga berkat gol Duvan Zapata pada menit ke-88 dan Mario Pasalic menit ke-90. (ant/rtr)
Jakarta (Bali Post) – Pasangan atlet putri bulu tangkis Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu tidak mematok target gelar juara menghadapi rangkaian turnamen pada 2019 yang dimulai dari Malaysia Masters. ‘’Kami sepakat untuk memulai pertandingan sebagaimana atlet baru. Kami tidak ingin pasang target apa pun. Kami siap melawan siapa pun. Kami juga tidak pasang target khusus di Malaysia,’’ kata Apriyani seperti tercantum dalam situs resmi PBSI yang dipantau di Jakarta, Selasa (15/1) kemarin. Pasangan atlet putri Merah-Putih itu akan berhadapan dengan Ng Wing Yung/Yeung Nga Ting (Hongkong) pada pertandingan putaran pertama yang berlangsung Rabu (16/1) ini. Greysia/Apriani telah mengantongi dua kemenangan dari pertemuan mereka dengan pasangan pemain peringkat 35 dunia itu. Jika lolos ke pertandingan putaran kedua, Greysia/Apriyani akan menghadapi pemenang laga sesama atlet pelatnas PBSI Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai (Thailand). ‘’Kami punya peluang selama mampu menjaga penampilan kami dan lebih meningkatkannya lagi dibanding permainan pada 2018. Kami sudah siap bertanding setelah libur akhir tahun dan sudah mengevaluasi permainan lawan dari pertandingan yang kami jalani pada 2018,’’ ujar Apriyani. Sepanjang 2018, Greysia/Apriyani yang menempati peringkat empat dunia berhasil menjadi kampiun dalam Thailand Terbuka 2018, India Terbuka 2018, serta meraih medali perunggu Kejuaraan Dunia dan Asian Games 2018. Greysia/Apriyani turun bersama lima wakil ganda putri lain Indonesia dalam turnamen Malaysia Masters 2019. Mereka adalah pasangan Rizki Amelia Pradipta/Ni Ketut Mahadewi Istarani, Virni Putri/Della Destiara Haris, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela, dan Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto. Sementara ganda Ribka Sugiarto/Febriana Dwipuji Kusuma. (ant)
DUA GOL – Gabriel Jesus menyumbang dua gol untuk Manchester City ke gawang Wolverhampton dalam kompetisi Liga Inggris.
Satgas Antimafia Bola Geledah Kantor PSSI Jatim Surabaya (Bali Post) – Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Timur yang ada di Surabaya, Selasa (15/1) kemarin. Pantauan di lokasi, terdapat tiga orang petugas dan beberapa staf Asprov PSSI Jatim yang berada di dalam kantor yang terletak di Jalan Ketampon, Surabaya tersebut. Saat dikonfirmasi, salah seorang anggota satgas kemudian menolak kehadiran awak media yang berniat meliput kegiatan mereka dan hanya membenarkan pihaknya tengah melakukan kegiatan operasinya di dalam kantor.
Ia menyebut tak ada satu pun anggota kepolisian yang berhak menjelaskan apa yang sedang dilakukan tim satgas di dalam kantor tersebut. ‘’Kami tidak bisa menjelaskan. Nanti Pak Argo (Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono - red) yang menjelaskan,’’ ujarnya. Yang pasti, katanya, proses yang dilakukan Satgas Antimafia Bola masih tetap dan terus berjalan di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Timur. Ia hanya meminta awak media tak meliput kegiatannya, begitu juga proses pengambilan gambar yang tak diizinkan pihaknya. Sementara itu, Ketua Asprov
PSSI Jatim Ahmad Riyadh saat dikonfirmasi mengaku baru mendapatkan informasi kantornya didatangi oleh petugas satgas melalui stafnya. Kedatangan petugas tersebut memang mencari sejumlah berkas terkait kompetisi Piala Soeratin yang digelar dalam kurun waktu tertentu. Mereka juga mencari dokumen pertanggungjawaban wasit saat Piala Soeratin. Menurut Riyadh, tak semua dokumen bisa diserahkan PSSI ke satgas. Pasalnya, untuk mencari beberapa berkas tersebut, pihaknya membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. (ant)
Naomi Osaka
Sempat Gugup, Naomi Osaka Menang Malbourne – Petenis putri nomor satu dunia Simona Halep maju ke putaran kedua turnamen Australia Terbuka. Petenis Rumania ini menang 6-7 (2/7), 6-4, 6-2 atas Kaia Kanepi dari Estonia, Selasa (15/1) kemarin. Langkah Halep diikuti unggulan keempat Naomi Osaka (Jepang) yang menang dua set langsung atas Magda Linette (Polandia). Juara AS Terbuka itu menundukkan Linette 6-4, 6-2
Greysia/Apriyani Tanpa Target
hanya dalam waktu kurang dari satu jam untuk bertemu dengan Tamara Zidansek (Slovakia) di babak berikutnya. ‘’Saya merasa sangat gugup berjalan ke lapangan tetapi kemudian ketika mulai bermain saya hanya merasa sangat senang dan bersyukur bisa bermain di depan orang banyak,’’ kata Osaka. Di bagian putra, Novak Djokovic (Serbia) memulai upayanya meraih rekor gelar ketujuh dengan mudah setelah mengalahkan Mitchell Krueger
(AS) 6-3, 6-2, 6-2. Petenis nomor satu dunia itu mencapai putaran kedua Australia Terbuka selama 13 tahun berturut-turut. Djokovic yang tampil dalam pertandingan grand slam ke-300 mencatat kemenangan ke-259 dalam pertandingan utama. ‘’Bermain dengannya untuk pertama kalinya saya tidak tahu apa yang diharapkan. Dia sangat kompetitif dan saya harus bekerja keras. Saya menikmatinya, semoga Anda
juga,’’ ujarnya. Djokovic selanjutnya menghadapi Jo-Wilfried Tsonga di babak kedua. Petenis Prancis ini absen tujuh bulan pada 2018 setelah operasi lutut dan membutuhkan wildcard untuk masuk ke turnamen setelah peringkatnya turun di luar 200 besar. Tsonga (33) adalah satu dari tiga pemain yang mencatat kemenangan melawan Djokovic, Roger Federer dan Rafael Nadal. (afp/kmb)
James Harden (kiri)
Bali Post/afp
Harden Cetak 50 Poin untuk Rockets
Houston – James Harden mencetak 57 poin untuk Houston Rockets yang meraih kemenangan 112-94 atas Memphis Grizzlies dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (15/1) kemarin. Ini adalah pencapaian di atas 50 poin ke-11 musim ini, tiga di antaranya milik Harden. ‘’Tidak ada tekanan. Aku melakukan ini untuk mencari nafkah. Aku bersenang-senang dengannya,’’ kata Harden usai pertandingan. Pelatih Rockets, Mike D’Antoni, hanya bisa mengagumi tekad Harden. ‘’Saya tahu dia sangat lelah. Ini sangat mengesankan. Jarang orang bisa melakukan apa yang dia lakukan,’’ ujar D’Antoni yang mencatat kemenangan ke-600 sebagai pelatih. Di New York, D’Angelo Russell mencetak 18 dari 34 poinnya di kuarter ketiga saat Brooklyn Nets mengalahkan Boston Celtics 109-102. Nets mengungguli Celtics 44-21 pada periode ketiga dan mendorong keunggulan mereka menjadi 27 poin di kuarter keempat. Center Jarrett Allen mencetak 19 poin dan 12 rebound, Rodions Kurucs menambah 19 poin bagi Nets yang rekor menang-kalahnya meningkat menjadi 22-23 untuk berada di urutan ketujuh klasemen Wilayah Timur. Buddy Hield mencetak 19 poin untuk memimpin enam pemain Sacramento Kings membuat angka ganda dalam kemenangan 117-105 atas Portland Trail Blazers. De’Aaron Fox menambah 16 poin untuk membantu Kings menang ketiga secara beruntun. Damian Lillard memimpin Blazers dengan 35 poin atau total 12.000 poin sepanjang kariernya. Di Los Angeles, Anthony Davis mencetak 46 poin dan 16 rebound untuk New Orleans Pelicans dalam kemenangan 121-117 atas Clippers. Hasil lengkap: LA Clippers vs New Orleans Pelicans 117-121, San Antonio Spurs vs Charlotte Hornets 93-108, Brooklyn Nets vs Boston Celtics 109-102, Sacramento Kings vs Portland Trail Blazers 115-107, Utah Jazz vs Detroit Pistons 100-94, Houston Rockets vs Memphis Grizzlies 112-94. (afp/kmb)