terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 120 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Hanyut Terseret Arus
Jepret dengan “Smartphone”
Buah pisang tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Mengapa buah ini terkesan wajib tiap upakara?
Hati-hati saat musim hujan beraktivitas di sungai. Warga Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem, Tembuku tewas terseret arus saluran irigasi. Daerah | HAL. 2
Teknologi kamera dalam smartphone kini semakin canggih. Tapi ada syaratnya jika ingin hasilnya bagus.
”The World’s 100 Most Powerful Women” nya yang banyak di bidang perekonomian, tak cuma di negaranya tapi juga dunia. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Keuangan sekaligus Plt. Menko Bidang Perekonomian di era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia dinilai membantu memandu transisi negara dari otokrasi ke demokrasi. Setelah itu, Sri Mulyani menjadi Direktur Pelaksana dan COO Bank Dunia. Ketika bekerja di Bank Dunia, Sri Mulyani juga mempromosikan kesetaraan gender. Sementara pada p e m e r i nt a ha n a wa l Jokowi, Sri Mulyani kembali diangkat menjadi Menteri Keuangan hingga kini. Sebagai Menteri Keuangan, dia dianggap mampu meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi perpajakan dengan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan pajak. Adapun posisi pertama dalam daftar Forbes tahun ini adalah Konselir Jerman, Angela Markel. Markel selama sembilan tahun berturut-turut berada di peringkat puncak daftar tersebut. Sementara posisi kedua hingga 10, yakni Christine Lagarde, Nancy Pelosi, Ursula von der Leyen, Mary Barra, Melinda Gates, Abigail Johnson, Ana Patricia Botin, Ginni Rometty, dan Marillyn Hewson. (kmb)
Tradisi ”Mebat” Tergerus Zaman AKIBAT fungsi balai banjar kini semakin meluas, yakni untuk kepentingan pemasukan bagi banjar, tradisi mebat pun kian tergerus. Alasannya, semua ruang di balai banjar kini sudah terisi, juga untuk menjaga kebersihan balai banjar, krama pun kini semakin jarang menggunakan banjar sebagai lokasi maolahan saat adanya Panca Yadnya. Tradisi mebat di Bali telah dimulai sejak zaman agraris, tepatnya pada masa bercocok tanam. Kegiatannya bersifat spesial, karena dilaksanakan pada saat-saat tertentu, seperti pascapanen dan bentuk kegiatan ritual lainnya sebagai bentuk syukuran atas keberhasilan di sawah. Kemudian dengan
masuknya pengaruh budaya dan agama Hindu, tradisi lokal tetap berlanjut termasuk budaya mebat. Manfaatnya tidak hanya terbatas pada syukuran panen, namun juga tatkala ada kegiatan upacara keagamaan, kerap dilakukan kegiatan mebat sebagai bentuk jamuan kepada mereka yang ikut membantu kegiatan dan bagi para tamu yang diundang menyaksikan kegiatan upacara keagamaan. Hampir semua Panca Yadnya memerlukan kegiatan mebat. Seperti yang masih berlaku di desa-desa. Seolaholah mebat sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan upacara keagamaan di Bali. Hal. 11 Upacara Keagamaan
Fotografi | HAL. 8
Hujan Es Landa Desa Sangketan Penebel
Sri Mulyani
Sri Mulyani
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Buah Pisang
Bali Orti | HAL. 7
Jakarta ( Bali Post)Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali masuk dalam daftar 100 wanita paling berpengaruh di dunia atau The World’s 100 Most Powerful Women 2019 versi majalah Forbes. Dia berada di peringkat ke-76 dalam daftar tersebut. Tahun lalu, dia menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di World Government Summit atas upayanya mengimplementasikan reformasi. Dia juga pernah menjadi Menteri Keuangan terbaik Asia tahun 2006 dari Emerging Markets. Sebelumnya, Sri Mulyani juga pernah berada di posisi 23 dalam daftar wanita paling berpengaruh versi Forbes pada tahun 2008. Sementara kali ini, dia berada di posisi 76. Menteri Keuangan berusia 57 tahun ini menjadi satu dari 100 wanita lain yang berpengaruh di dunia, lantaran pengalaman-
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Tabanan (Bali Post) Hujan es disertai angin kencang melanda sejumlah banjar di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Sabtu (14/12) siang. Fenomena alam ini sempat mengagetkan warga bahkan menimbulkan kerusakan fasilitas umum, seperti tiang wifi di kantor desa setempat. Kepala Kewilayahan Dusun Pekandelan, Desa Sangketan, Nyoman Sukadana, menjelaskan, Sabtu sekitar pukul 13.10 wita di Desa Sangketan Penebel terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Lima menit berselang, Sukadana mendengar ada suara seperti batu berjatuhan di atas genting rumahnya. Sontak ia bersama anak- anaknya mencoba melihat keluar rumah. Rupanya suara tersebut, hujan es dengan ukuran sebesar biji kopi/kacang. “Kejadian ini untuk pertama kalinya saya lihat, bahkan sempat saya videokan,” terangnya. Terkait hujan es ini, lanjut Sukadana, hanya terjadi sekitar lima menit, selanjutnya hujan biasa. Tidak hanya terjadi di Banjar Pekandelan, dari informasi yang didapatkan, fenomena serupa juga terjadi di Dinas Puring bagian selatan. Sementara itu hujan deras disertai angin kencang juga menyebabkan sejumlah ranting pohon berserakan di jalan. “Saya sedang di kantor desa bersama Pak Perbekel mengecek kerusakan pascahujan angin,” ucapnya. Perbekel Sangketan, I Komang Sugiarta alias Mang Gita, membenarkan adanya fenomena hujan es di wilayahnya. Dari informasi yang didapatkannya, fenomena ini terjadi di Banjar Dinas Pekandelan seputaran Pura Luhur Tambawaras dan Banjar Dinas Puring bagian selatan. Hal. 11 Butiran Es
BPM/bit
HUJAN ES - Hujan es terjadi di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Sabtu (14/12) kemarin.
Penyebab Hujan Es
BPM/ist
ES - Butiran es jika terjadi hujan es.
Hujan es merupakan fenomena normal terjadi di wilayah tropis, yang terjadi pada musim pancaroba. Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, I Wayan Winata, menjelaskan hujan es ini disebabkan oleh awan jenis cumulonimbus (awan hitam pekat). Hujan es terbentuk melalui proses kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas titik beku 0°C. Uap air yang melewati lapisan titik beku berkondendasi menjadi kristal-kristal es dan membesar hingga membentuk batu-batu es. Batu es yang jatuh dari awan cumulonimbus ini ketika tidak semuanya mencair dan sampai di permukaan masih berupa butiran es, maka fenomena ini disebut sebagai hujan es atau istilah meteorologinya hail. Hal. 11 Terasa Dingin
Balai Banjar Kini Multifungsi
Balai banjar di Bali awalnya memiliki fungsi sebagai tempat untuk bermusyawarah dan mufakat dari krama banjar. Namun, pada era globalisasi saat ini, banjar-banjar khususnya yang berada di perkotaan menampilkan wajah yang berbeda. Sebagian ruang balai banjar kini berfungsi ekonomis dan edukasi. Jadilah balai banjar yang multifungsi.
BPM/eka
WANGAYA - Banjar Wangaya sebagian menjadi usaha ekonomi.
Pesatnya pertumbuhan penduduk, tingginya demand akan ruang ekonomi akibat munculnya ekonomi kapitalis serta berubahnya pola pikir masyarakat, yakni dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri dengan tuntutan produksi yang tinggi, membuat banjar mengalami reaktualisasi secara fungsional. Maka tidak heran jika banyak balai banjar di Kota Denpasar menjadi sentrum kegiatan ekonomi. Bentuk-bentuk reaktualisasi balai banjar di Kota Denpasar kini digunakan sebagai kantor koperasi, disewakan untuk tempat berdagang, disewakan untuk tempat pelatihan tata rias tradisional Bali,
digunakan sebagai tempat melakukan pencoblosan dan melangsungkan agenda pemerintahan, seperti sosialisasi program dari pPosyandu, PKK, sampai AIDS dan narkoba, dan terakhir digunakan sebagai tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), olahraga, dan tempat resepsi pernikahan. Praktisi Budaya, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H., menilai beralih fungsinya balai banjar menjadi tempat berjualan dan ekonomis tidak menjadi masalah, bahkan hal tersebut merupakan kemajuan yang baik bagi krama banjar. Hal. 11 Kemajuan Zaman
Ketika Balai Banjar Garap Sektor Ekonomi
Banjar agar Dorong Krama Produktif dan Kreatif Balai banjar kini tidak hanya untuk tempat berkumpul warga dan kegiatan sosial dan budaya, namun lebih luas juga untuk kegiatan ekonomi. Perkembangan zaman, membuat banjar mengoptimalkan fungsi banjar agar bernilai ekonomi. Salahkah?
BPM/dok
Mebat - Budaya mebat di balai banjar makin tergerus.
KITA bisa lihat di lapangan Banjar Titih, Banjar Mregan, Banjar Abiankapas Kaja, Pagan Kaja, sejumlah banjar di Renon, kini Kusuma Jati Kesiman bahkan yang sedang dibangun Banjar Kedaton Kesiman diformat sebagian untuk bernilai ekonomi. Pengamat Ekonomi, Viraguna Bagoes Oka, menilai dalam
perjalanannya, tidak bisa dihindari pengaruh perkembangan zaman global juga merasuk ke balai Banjar. Ada nilai–nilai dalam balai banjar yang diikat oleh nilai–nilai sosial, budaya dan agama. Nilai–nilai agama itu mencakup Catur Purusa Artha, salah satunya Dharma. Dalam menjalankan Dharma perlu
dana. “Inilah pergeseran dan tantangan yang berat untuk banjar. Karena dana ini adalah alat untuk menggerakkan nilai-nilai Dharma. Di situlah terjadi godaan, peluang, tantangan bahkan gangguan yang menyebabkan terjadinya pergeseran,” ujarnya, Jumat (13/12). Di era milenial ini, tantangan itu semakin terlihat bahwa semuanya memerlukan biaya. Untuk menjaga nilai budaya dan agama ini merupakan tanggung jawab banjar. Hal. 11 Mampu Beradaptasi
BPM/eka
DIKONTRAKKAN - Bagian bawah Br. Kesuma Jati dikontrakkan untuk usaha.
2
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Tingkatkan Kualitas dan Keharmonian Masyarakat Gedung Parkir Bertingkat KAWASAN pendidikan di Jl. Kamboja Denpasar kini semakin krodit. Hampir semua sekolah dan sejumlah kampus berada di kawasan ini. Badan jalan pun sebagian dipakai untuk ruas parkir sehingga mempersempit jalur yang ada. Jika dulu diusulkan memanfaatkan kantong parkir, kini Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., juga memiliki obsesi untuk mengatasi kemacetan di Jl. Kamboja dengan menyiapkan gedung parkir bertingkat seperti di Bandara Ngurah Rai Denpasar. Rencananya lapangan basket SLUA Saraswati akan dijadikan proyek percontohan. Dengan demikian semua warga sekolah mendapat pelayanan terbaiknya. Selain dinilai efesien dan tak rakus lahan, model gedung parkir bertingkat ini sangat efektif untuk warga Saraswati. Namun idealnya, kata dia, Jumat (13/12) kemarin sebaiknya pemerintah juga mengimbangi dengan menyiapkan kantongkantong parkir di kawasan ini. Rencana ini, kata Bagus Ketut Lodji, akan dilaksanakan jika dengan melakukan relokasi kampus Unmas ke kawasan Padanggalak, namun kawasan ini tetap krodit. Untuk itu dia minta semua komponen memikirkan agar pedestrian Kamboja nyaman dan aman bagi dunia pendidikan. Bisa dengan jalan membuat parkir bawah tanah atau gedung parkir bertingkat seperti di Bandara Ngurah Rai. (sue)
Sisihkan Gaji untuk Bantu Keluarga Disabilitas Mangupura (Bali Post)Musibah kebakaran rumah dialami I Gusti Ayu Anom Dewiani membuat Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi, sangat prihatin. Apalagi Dewiani memiliki putra disabilitas, I Putu Krisna. Untuk itu Roby bersama perwira lainnya menyisihkan gaji untuk membantu meringankan beban keluarga tersebut. Bantuan tersebut diserahkan Kapolres Roby saat mengunjungi rumah Dewiani di Banjar Petang Suci, Desa Petang, Badung, Jumat (13/12) lalu, bahkan Roby sempat menyuapi Krisna. “Kegiatan bakti sosial ini melibatkan pejabat utama Polres Badung, didampingi Kapolsek Petang, AKP I Dewa Made Suryatmaja,” kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede
Oka Bawa, Sabtu (14/12) kemarin. Pada kesempatan baik tersebut, Kapolres Roby menyampaikan kedatangannya beserta jajaran Polres Badung untuk memberikan tali kasih berupa sembako kepada keluarga korban, khususnya untuk Krisna. “Bapak Kapolres berharap mudah-mudahan apa yang disalurkan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban hidup keluarga Dewiani,” ujarnya. Progam bakti sosial tersebut sengaja dibuat dengan cara menyisihkan gaji untuk membeli kebutuhan seharihari, lalu disalurkan kepada yang membutuhkan. “Terkait mempercepat pembangunan rumah korban, Polres Badung siap untuk membantu apapun yang dibutuhkan,” ungkap Iptu Oka Bawa. (kmb36)
Peringati Hari Juang TNI AD 2019
TNI dan Komunitas IOF Gelar Penghijauan dan ”Offroad”
Negara (Bali Post) Memperingati Hari Juang Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2019, Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana bekerja sama dengan Polri, Pemda, masyarakat, IOF dan Komunitas Offroad Laksamana Bali menyelenggarakan Kegiatan Penghijauan dan Offroad di Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Peringatan bertema “TNI-AD adalah Kita” tersebut dibuka langsung Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, Sabtu (14/12) Dalam sambutannya Pangdam IX/Udayana penghijauan yang dilakukan dengan menanam 2.000 pohon, berupa pohon mahoni nangka, cempaka, sirsak, jambu batu dan hintaran di Kecamatan Pekutatan ini melibatkan sejumlah pihak. Upaya penghijauan ini untuk memperingati hari Juang TNI-AD yang tepatnya jatuh pada tanggal 15 Desember 2019. Kegiatan ini merupakan wujud kecintaan TNI kepada pariwisata yang ada di Bali, baik wisata pantai maupun wisata alam. “TNI merasa terpanggil untuk menjaga dan melastarikan alam Bali,” ujar Pangdam. Sementara itu Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok, menyampaikan terima kasih kepada seluruh Offroader dan warga masyarakat Pekutatan yang ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan ini dalam rangka menyambut hari juang TNI- AD tahun 2019. “Ini adalah ajang silaturahmi antara TNI dan seluruh komponen masyarakat. Selamat berjuang dan selamat bertanding, salam Offroad,” ujar Dandim. Melalui peringatan hari Juang TNI-AD tahun 2019 ini, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis antara TNI, dengan seluruh komponen masyarakat terlebih komunitas Offroad di Bali. Selanjutnya setelah penanaman, para Offroader bergerak dengan menempuh jarak sejauh 25 Km dengan menaklukan bukit-bukit terjal dan jalan berlumpur di Pekutatan. (kmb26) POHON Pangdam IX Udayana bersama Dandim saat penanaman pohon di Pekutatan kemarin serangkaian peringatan Hari Juang TNI.
Bali Usada Health Meditation Sasar Banjar-banjar DI tengah kesibukan, tuntutan hidup, dan persaingan semakin ketat memicu kelelahan batin, stres dan tentunya rentan terhadap sakit. Tidak hanya di kota, tekanan ini pun mulai dirasakan masyarakat desa. Untuk menenangkan dan menyehatkan pikiran dan jiwa, bermeditasi menjadi pilihan, tidak hanya generasi tua tetapi juga ke generasi muda. Bali Usada Health Meditation merupakan pusat pelatihan meditasi yang sudah 20 tahun lebih mengajarkan teknik meditasi yang unik dan integratif, sehingga setiap orang yang berlatih meditasi usada dapat menjadi lebih sehat, tenang, dan bahagia. Untuk menyebarkan energi positif dari meditasi ini, Kelompok Media Bali Post (KMB) bekerja sama dengan Bali Usada Health Meditation menggelar acara “One Day Learning Bali Usada Health Meditation”, Sabtu (14/12) di Gedung Pers K Nadha. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan dan disebarluaskan ke banjar-banjar yang ada di Bali. Guru Utama Bali Usada Health Meditation, Merta Ada, mengatakan teknik
meditasi untuk kesehatan yang diajarkan Bali Usada Health Meditation sudah dikembangkan sejak 26 tahun yang lalu. Pada kesempatan saat ini pihaknya bekerja sama dengan KMB menggelar One Day Learning Bali Usada Health Meditation. “Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pengetahuan bermeditasi
kesehatan kepada peserta selama satu hari dan kemudian dilanjutkan di rumah,” ujarnya. Tidak hanya itu, para peserta diharapkan mau menularkan ilmu ini dan menjadi volunter apabila kegiatan ini dilakukan di banjar-banjar maupun desa-desa di Bali. “Kami berencana untuk meluaskan Bali Usada Health
BPM/san
USADA - Pimpinan KMB, Satria Naradha, bersama guru utama Bali Usada Health Meditation, Merta Ada, dalam acara “One Day Learning Bali Usada Health Meditation”, Sabtu (14/12) kemarin di Gedung Pers K. Nadha.
Meditation ini hingga ke banjar-banjar yang ada di Bali bekerja sama dengan KMB. Saya harap para peserta saat ini mau menjadi volunter untuk bersama-sama mengenalkan meditasi untuk kesehatan ini ke masyarakat Bali sehingga tercipta kehidupan yang harmonis dan bahagia,” jelasnya. Pimpinan KMB, Satria Naradha, mendukung rencana ini. Menurutnya KMB, yang mencakup di dalamnya media informasi, seperti Bali Post dan Bali TV bisa bergandengan dengan Bali Usada Health Meditation untuk menyebarkan teknik meditasi untuk kesehatan di seluruh Bali. Diharapkan lewat kerja sama ini akan semakin meningkatkan kualitas hidup dan keharmonian masyarakat Bali baik secara pribadi maupun antara masyarakat maupun ke lingkungan dan alam semesta. Sementara itu manager Bali Usada Health Meditation, Nago Tejena, menjelaskan kegiatan one day learning ini dilaksanakan sejak awal tahun 2019. ‘’Kegiatan ini sudah berlangsung setidaknya 14 kali sepanjang
tahun 2019 meliputi kotakota besar yang ada di Indonesia bahkan di luar negeri,’’ ujarnya. Ia menambahkan program one day learning ini dibuka untuk mengakomodir masyarakat yang ingin belajar meditasi kesehatan Bali Usada dalam waktu yang singkat. ‘’Kegiatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sibuk dan tidak bisa menjalani program Tapa Brata kami dimana berupa retret selama tujuh hari enam malam,’’ ujarnya. Berbeda dengan Usada Tapa Brata yang merupakan program utama Bali Usada Health Meditation, mempelajari latihan meditasi kesehatan secara lebih intensif selama tujuh hari enam malam, maka one day learning ini hanya membutuhkan waktu satu hari. Teknik dasar meditasi kesehatan akan diajarkan dalam satu hari dan kemudian peserta akan dibimbing melalui video maupun secara online di rumah. ‘’Setelah dasarnya diberikan di sini, peserta bisa melanjutkan di rumah. Akan dibimbing melalui video yang diberikan atau melalui media online,’’ ujar Nago. (kmb24)
pak, ber-teduh di salah satu gudang di sebelah timur tempat korban dan saksi bekerja. 15 menit kemudian, karena pohon tumbang di seputaran tempat mereka berteduh, korban dan saksi langsung pergi meninggalkan gudang untuk mencari tempat yang lebih aman. Pada saat itu, tiga teman korban berlari mendahului mencari tempat yang lebih aman. Ketika korban hendak mengikuti, korban terpeleset dan tidak sengaja memegang salah satu kabel penerangan jalan yang posisinya agak rendah akibat tertimpa dahan pohon. Seketika itu juga korban langsung tersengat arus listrik dan mengalami kejang sekitar 5 menit sam-
pai akhirnya korban tidak bergerak dan tidak sadarkan diri. Melihat hal tersebut, teman korban dan termasuk saksi tidak berani membantu dan mendekati korban, mengingat pada saat itu hujan lebat dan pepohonan yang bersentuhan dengan dahan pohon masih dialiri arus listrik. Para saksi kemudian memanggil warga sekitar dan menghubungi pihak kepolisian. “Setelah dilakukan olah TKP serta berdasarkan keterangan saksi-saksi, dan dari hasil pemeriksaan team medis, korban meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik,” kata Sulhadi. (kmb40)
Nyuci di Parit Hanyut Terseret Arus
Bangli (Bali Post) Desak Putu Muliasih (50), warga Banjar Tambahan Bakas, Desa Jehem, Tembuku tewas terseret arus saluran irigasi/parit, Sabtu (14/12) kemarin. Korban berhasil ditemukan warga setengah kilometer dari TKP. Kronologis kejadian bermula saat korban bersama saksi, Dewa Ayu Darmamiati, membersihkan peralatan pakan ayam broiler di sebuah parit yang ada di wilayah banjar setempat sekitar pukul 14.00 wita. Saat sedang mencuci, hujan turun dan secara tiba-tiba air di parit membesar. Derasnya arus membuat korban terjatuh lalu hanyut hingga terbawa ke dalam gorong-gorong jembatan. Melihat kejadian itu, saksi kemudian berupaya mencari pertolongan ke warga lain-
nya. Berselang 45 menit kemudian korban berhasil ditemukan oleh warga berjarak 500 meter dari TKP. Warga selanjutnya membawa korban ke Puskesdes Jehem. Kasubag Humas Polres, Bangli AKP Sulhadi, mengatakan korban sempat ditangani petugas di Puskesmas. Dari hasil penanganan korban diketahui mengalami luka robek di kepala bagian belakang. Diperkirakan luka disebabkan karena benturan batu. Ditemukan juga bekas benturan di atas pergelangan kaki sebelah kiri. Tidak
ditemukan lebam mayat. “Pada saat dibawa ke Pustu Jehem oleh warga korban sudah dalam keadaan meninggal,” kata Sulhadi. Sementara itu, di Banjar Nyalian, Kelurahan Kawan, seorang warga asal Banjar Kikian, Desa Sulahan bernama Ni Wayan Supat, tewas akibat tersengat arus listrik. Kejadian berawal sekitar pukul 14.15 wita saat hujan lebat disertai angin kencang, korban beserta tiga orang temannya, salah satunya saksi I Komang Adi yang bekerja membuat proyek jalan seta-
Peringatan HARKANNAS
PKK Denpasar Raih Peringkat IV Nasional Lomba Masak Kategori Menu Keluarga TIM Penggerak PKK Kota Denpasar sebagai duta Provinsi Bali meraih Juara Peringkat IV (Juara Harapan I) Tingkat Nasional Kategori Menu Keluarga pada lomba masak serba ikan serangkaian Peringatan Hari Ikan Nasional (HARKANNAS) tahun 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta Pusat, Sabtu (14/12). “Sukses meraih peringkat 4 tingkat nasional ini membuktikan bahwa PKK Kota Denpasar bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar mampu mengolah menu ikan dengan baik, bagus dan enak dikonsumsi pada kalangan keluarga,” ungkap Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dhamawijaya Mantra, didampingi Wakil Ketua FORIKAN, Ny. Kerti Rai Iswara. Lebih lanjut Ny. Selly Mantra mengatakan, dengan mengolah menu ikan yang enak dan disukai di kalangan keluarga akan meningkatkan komsumsi ikan sehingga secara tidak langsung dapat mencegah stunting pada anak. Mengingat 1.000 hari kehidupan anak harus mendapatkan asupan gizi yang baik. Ny. Selly juga menjelaskan dalam pencegahan stunting Pemkot Denpasar sejak tahun 2014 telah melaksanakan berbagai
kegiatan mulai dari gerakan edukasi gemar makan ikan (gemarikan), lomba masak serba ikan, bazar gemarikan, kampanye gemarikan, safari gemarikan, sosialisasi gemarikan, pemberian makanan tambahan berbahan baku ikan untuk siswa TK/PAUD. Bahkan dengan adanya gerakan edukasi gemar makan ikan pada perayaan Hari Ikan Nasional mengantarkan Bunda PAUD Kota Denpsar ini meraih Penghargaan HIMPAUDI Award dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Menurut Ny. Selly, dalam rangka hari ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan penghargaan kepada Bunda PAUD karena Bunda PAUD Kota Denpasar telah bersinergi dengan Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar serta HIMPAUDI. Penghargaan untuk Bunda PAUD tujuannya adalah bagaimana kita dapat menyosialisasikan kepada anakanak PAUD. Bahwa 1.000 hari kehidupan asupan yang baik didapatkan dari ikan itu sendiri. Karena ikan banyak mengandung vitamin yang dapat mencerdaskan dan menyehatkan. Selain itu dengan mengonsumsi ikan juga mencegah stunting. Chef sekaligus wakil PKK Kota Denpasar, I Dewa Ayu Made Sudarmi, didampingi
Ni Luh Putu Diantari mengucapkan syukur karena lomba kali ini dapat meraih Peringkat IV tingkat nasional. Menurutnya menu keluarga yang dibuat cukup sederhana, yakni Rolade ikan tenggiri sambal Kemangi. “Sebagai Chef dan anggota PKK Kota Denpasar saya akan terus menyosialisasikan kepada masyarakat agar mengkomsumsi ikan, serta akan mem-
berikan berbagai resep ikan yang mudah dibuat dan enak untuk kalangan keluarga,” ujarnya. Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, yang hadir pada acara tersebut mengatakan, pusat kekuatan ada di pundak ibu-ibu semua. Kalau sudah berkomunikasi dengan baik dengan ibu-ibu PKK, maka lebih dari 80 persen masalah
bangsa bisa selesai. “Saya menyambut baik acara ini dan berharap acara ini tidak hanya serimonial,” ujarnya. Menurutnya melalui lomba masak ikan mencari solusi untuk membangkitkan atau menyelesaikan permasalahan bangsa, salah satunya adalah kerja sama dengan ibu-ibu PKK, karena mereka yang tahu permasalahan sampai pelosok daerah. (ad375)
IKAN - Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan Nasional (FORIKAN) Kota Denpasar, Ny. I.A. Selly Dhamawijaya Mantra, didampingi Wakil Ketua FORIKAN, Ny. Kerti Rai Iswara, foto bersama chef sekaligus wakil PKK Kota Denpasar, I Dewa Ayu Made Sudarmi dan Ni Luh Putu Diantari.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Wage, 15 Desember 2019
KESEHATAN ”Workshop” dan Rakerda DPD IKATEMI Bali
PENDIDIKAN
Tingkatkan Kualitas SDM Elektromedis Wisuda Ke-134 di Era Revolusi Industri 4.0 Unud Lepas 706 Wisudawan
DEWAN Pengurus Daerah Ikatan Elektromedis Indonesia (DPD IKATEMI) Provinsi Bali menggelar workshop dan rakerda di Denpasar, 14-15 Desember 2019. Acara yang dibuka oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Kadek Iwan Darmawan, mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali ini mengangkat tema “Elektromedis Unggul dan Bersatu”. Selain dihadiri Ketua DPD IKATEMI Provinsi Bali beserta jajaran pengurus dan 60 anggota DPD IKATEMI seluruh Bali, juga tampak hadir Ketua GAKESLAB Bali. Ketua DPD IKATEMI Bali I Nyoman Yudiyana, ST., M.T., mengatakan workshop bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas anggota IKATEMI supaya bisa bekerja secara profesional. IKATEMI merupakan wadah bagi elektromedis atau tenaga kesehatan yang bekerja untuk memelihara, memperbaiki, termasuk kalibrasi alat-alat kesehatan. Workshop juga dirangkai dengan rakerda yang wajib dilakukan minimal sekali dalam setahun sesuai AD/ART organisasi. “Rakerda merupakan ajang konsolidasi, saling bertukar pikiran untuk menguatkan internal organisasi. Harapannya, anggota dapat memberikan pelayanan yang optimal dan sesuai standar di tempat kerja masing-masing,” ujarnya. Menurut Yudiyana, penguatan SDM menjadi tantangan terberat di era revolusi industri 4.0 saat ini. Kalau tidak diimbangi dengan edukasi-edukasi, anggota IKATEMI akan sulit untuk bersaing. Apalagi sekarang konsep manual sudah ditinggalkan. Teknologi alatalat kesehatan terus berkembang sehingga harus diimbangi dengan profesionalitas. Tenaga elektromedis mesti merubah pola pikir agar bisa mengikuti zaman. Walaupun hanya beranggotakan 60 orang di seluruh Bali, namun tenaga elektromedis tetap unggul dan bersatu. “Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, SDM kita paling tidak harus mengikuti itu,” jelasnya. Yudiyana menambahkan, Rakerda juga membahas persiapan Musyawarah Daerah untuk pemilihan pengurus baru di tahun 2020. Selain itu, pihaknya juga mengagendakan kegiatan yang
bersifat sosial, kegiatan untuk meningkatkan kapasitas anggota melalui workshop dan seminar, serta merencanakan pameran alat-alat kesehatan di tahun depan dengan konsep hospital expo. “Mudah-mudahan bisa terwujud tahun depan, hospital expo untuk memperkenalkan teknologi alat kesehatan yang berkembang khususnya di Bali. Vendor-vendor yang memiliki teknologi alat kesehatan yang baru bisa dipamerkan di sana,” harapnya. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, dr. Kadek Iwan Darmawan mengatakan, peran tenaga elektromedis di fasilitas pelayanan kesehatan maupun di industry alat kesehatan sangat penting. Utamanya dalam menyiapkan alat-alat kesehatan guna terwujudnya pelayanan kesehatan yang berstandar dan bermutu. “Dengan strategisnya fungsi dan tugas seorang elektromedis, kami harapkan seluruh tenaga elektromedis khususnya di Bali dapat bekerja dengan profesional dan taat dengan aturan-aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya membacakan sambutan tertulis Kepala Dinas Kesehatan
Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya. Di usia yang sudah menginjak 36 tahun pada 4 Desember 2019, lanjut Iwan, keluarga besar IKATEMI agar terus berkarya dan meningkatkan inovasi-inovasi yang dapat berguna untuk nusa dan bangsa. Disisi lain, pihaknya juga mengapresiasi segala upaya IKATEMI Bali dalam meningkatkan kualitas SDM-nya lewat kegiatan workshop, seminar dan lain-lain. “Segala upaya tersebut sudah barang tentu akan berpengaruh pula terhadap meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan di Bali pada khususnya,” jelasnya. Sedikitnya ada empat materi workshop yang diberikan kepada para peserta selama dua hari. Antara lain, materi tentang sistem pencegahan kerusakan alat medis di Critical Care Area RS sesuai dengan British Standard, materi tentang alat laboratorium dasar mengacu Permenkes No.75 Tahun 2014, dan materi tentang IntelliVue Monitoring dan it solution di hari pertama, serta materi tentang pemeliharaan CPAP di hari kedua. Narasumber yang dihadirkan merupakan para praktisi di bidangnya. (ad371)
SEBANYAK 706 wisudawan dilepas Universita Udayana (Unud) pada upacara wisuda ke-134 di gedung auditorium Widya Sabha kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (14/12) kemarin. Mereka terdiri dari empat orang Diploma, 542 orang Sarjana, tiga orang Profesi, 25 orang Dokter Spesialis, 109 orang Magister, dan 23 orang Doktor. Dengan ini total jumlah alumni Unud hingga kini sekitar 94.900 orang. Dalam laporan Wakil Rektor Bidang Akademik Unud, Prof Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara Meng, wisuda kali ini terdapat 70 wisudawan yang meraih predikat dengan pujian, dan 62 wisudawan yang merupakan penerima beasiswa bidikmisi. Pihaknya memberi apresiasi pada wisudawan atas kepercayaan yang diberikan pada Unud sebagai tempat proses pembelajaran di pendidikan tinggi. “Untuk para wisudawan kami berharap, melalui pendidikan telah saudara tempuh, saudara tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga berkehidupan yang cerdas dengan tatakrama yang santun, dan berguna bagi masyarakat,” tegasnya. Wakil Rektor menambahkan, untuk mendapatkan informasi penting yang berupa umpan balik alumni guna perbaikan, pengembangan sistem pengelolaan pendidikan perguruan tinggi, diharapkan peran serta para wisudawan dalam kegiatan tracer study online dari Unud. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp. S(K). menyampaikan, dalam menghadapi perkembangan teknologi yang pesat, Unud terus berbenah diri. Seperti telah melakukan reformasi birokrasi dan menerapkan digitalisasi pada beberapa layanan yang mulai ber-
basis online. Sebuah inovasi sangat dibutuhkan untuk memberikan kemudahan dalam layanan, sehingga menjadi lebih efektif dan efisien. Tidak hanya itu, untuk memastikan kompetensi mahasiswa setelah lulus, Unud telah merancang mata kuliah digital yang nantinya akan membahas hal-hal terkait digital. “Kami sudah merancang satu mata kuliah digital, tentang digital society. Yang tentu nantinya sebagai kompetensi tambahan sehingga mereka bisa beradaptasi dengan pesatnya perkembangan digital,” terangnya. Rektor meyakini bahwa wisudawan telah memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keilmuannya. Yang nantinya diharapkan dapat mengembangkan ilmu tersebut dan tidak terpaku
WISUDA - Prosesi wisuda ke-134 yang dilakukan Rektor Unud di Auditorium Widya Sabha kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (14/12) kemarin.
Tidak Ada Alasan Kekurangan Modal
Koperasi juga Salurkan KUR RAKERDA - Ketua DPD IKATEMI Bali, I Nyoman Yudiyana, ST., M.T.,(kanan) menyerahkan kenang-kenangan untuk Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Diskes Bali, dr. Kadek Iwan Darmawan, usai membuka workshop dan rakerda DPD IKATEMI Bali.
KESEHATAN
Pengobatan Tradisional Jnana Marga
Normal tapi Tidak Normal BANYAK pria kebingungan mendiskripsikan kondisi Mr. P-nya. Dibilang normal, tapi berukuran di bawah rata–rata. Dibilang tidak normal, tapi berfungsi baik. Kondisi ini membuat pria rendah diri dihadapan pasangan. Namun jika solusinya sudah ditemukan, apakah para pria akan membiarkan derita ini tiada akhir? Sebuah ramuan ajaib telah ditemukan bernama Minyak TU (Tambah Ukuran) Janur Sakti dari Pengobatan Tradisional Jnana Marga. Menurut Grand Master Metafisika Kejantanan, penemu Minyak TU, owner yang sekaligus terapis Pengobatan Tradisional Jnana Marga, I Nengah Edy Warsita, awal ditemukannya minyak TU ini hanya diproduksi satu jenis. Namun karena kebutuhan yang berbeda, maka kemudian di produksi menjadi dua jenis, sehingga bisa dipilih sesuai kebutuhan. Berbagai khasiat Minyak TU Janur Sakti, di antaranya tambah ukuran, melawan ejakulasi dini,
dan meningkatkan kemampuan Mr. P. lebih kuat dan tahan lama. Dibuat dari bahan–bahan alami dengan proses tradisional yang higienis, tanpa pengawet dan bahan kimia. Diramu dengan tenaga metafisika sehingga sangat aman dan tanpa efek samping. Hanya dengan cara di urut 3 kali sehari, dalam waktu dua hari hasilnya sudah dapat dibuktikan dan bersifat permanen. Minyak TU Janur Sakti hanya bisa di dapatkan di Pengobatan Tradisional Jnana Marga, Jalan Gatot Subroto I Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Selain Minyak TU Janur Sakti, juga membantu menyembuhkan masalah seksual lainnya, seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, lama tidak memiliki keturunan dan lain-lain. Sudah terdaftar di Diskes, tergabung di IPATRI dan AP3I. Buka dari Senin sampai Sabtu pukul 10.00 sampai 17.00 Wita. (ad374)
Denpasar (Bali Post) Tidak ada alasan kekurangan pembiayaan di Bali. Selain ada Lembaga Jasa Keuangan (LJK) yaitu bank, juga ada LJK non bank seperti koperasi, BPR, Pegadaian. Di setiap desa di Bali juga ada LPD. Sampai saat ini ada dua koperasi penyalur KUR di Bali, yaitu Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa dan Koperasi Simpan Pinjam Guna Prima Dana. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Gede Indra Dewa Putra mengatakan, Kospin Jasa sudah menyalurkan KUR sebesar Rp 205 juta. Sedangkan Koperasi Guna Prima Dana telah menyalurkan Rp 2 miliar. Kospin Jasa sejak dua tahun lalu sudah menyalurkan KUR. Sedangkan KSP Guna Prima Dana
baru tahun ini menyalurkan KUR. Ada 20-an koperasi skala besar di Bali. Koperasi skala besar yaitu anggotanya di atas 1.000, modal di atas Rp 10 miliar, volume usaha di atas Rp 50 miliar. Meski demikian, tidak semua koperasi skala besar itu bisa menyalurkan KUR. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk menyalurkan KUR, di antaranya, NPL, harus ada audit akuntan publik, sistem akuntansinya dan sistem IT-nya harus bisa connect dengan sistem perbankan yang bisa diawasi oleh OJK. Para pengelola dan pengurus koperasi juga harus diseleksi, memiliki sertifikasi kompetensi. “Koperasi yang lolos, justru koperasi yang relatif agak kecil. KSP
RSUP Sanglah Tambah Layanan Kesehatan Tradisional Komplementer Denpasar (Bali Post) Saat ini pemerintah mendorong pengembangan layanan kesehatan tradisional. Untuk itu, RSUP Sanglah sebagai salah satu layanan kesehatan di Bali, mengembangkan layanan kesehatan tradisional komplementer. Setelah mengembangkan layanan kesehatan tradisional berupa jamu, baru-baru ini RSUP Sanglah membuka tiga layanan tradisional baru, yaitu energi prana, akupuntur, dan hipnoterapi. Kasubag Humas RSUP San-
dengan ilmu yang diperoleh, terus berinovasi mulai dari hal yang kecil namun memberikan manfaat, serta berkolaberasi dan mampu memecahkan masalah yang ada. Juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan, mengembangkan ideide kreatif, berani mencoba, terus berusaha, dan pantang menyerah. Ditambahkannya, wisudawan juga diharapkan senantiasa bijak dalam menerapkan ilmu yang telah diperoleh, menggunakannya untuk membangun bangsa, mensejahterakan masyarakat, menjaga keutuhan NKRI berlandaskan ideologi Pancasila, serta menjaga nama baik almamater Unud dimanapun berada. “Menjaga nama baik Universitas Udayana almamater sesuai dengan visi unggul, mandiri, berbudaya,” harap Rektor. (ad369)
glah, Dewa Kresna, Jumat (13/12) mengatakan layanan kesehatan tradisional ini mulai dibuka per 3 Desember 2019. Pada awal dibuka layanan ini sempat digratiskan. Mengenai pembiayaannya sendiri, layanan ini masih masuk dalam pembayaran umum dan belum ditanggung JKN. Meski layanan kesehatan tradisional komplementer, lanjut Dewa Kresna, SDM yang disiapkan semuanya memiliki sertifikasi untuk memberikan layanan ini. Bahkan di
BPM/san
TRADISIONAL - Salah satu layanan kesehatan tradisional komplementer di RSUP Sanglah.
dalamnya ada dokter spesialis. ‘’Selain dokter spesialis yang memang memiliki ketrampilan dibidang pengobatan, juga ditangani oleh tenaga medis kesehatan dan perawat yang sudah punya sertifikat,’’ ujar Dewa Kresna. Adanya layanan kesehatan tradisional komplementer ini merupakan langkah positif sebagai langkah untuk mengintegrasikan antara layanan medis yang ada selama ini dengan pelayanan tradisional. Menurut Dewa, pelayanan tradisional ini telah diatur dalam undang-undang, sehingga legalitas pelayanan ini tak perlu diragukan lagi. “Pelayanan tradisional ini diharapkan mampu memberikan efek sehat pada pasien dalam, artian meski pasien menderita penyakit kronis tetapi kebugaran dan staminanya tetap terjaga. Ini tentu berefek pada kecepatan kesembuhan pada pasien,’’ ujar Dewa. Ia menambahkan, adanya integrasi pelayanan kesehatan tradisional komplementer dengan pelayanan konvensional ini juga diharapkan nanti bisa mendukung tindakan preventif atau tindakan pencegahan agar tidak menjadi sakit. (san)
Gede Indra
BPM/may
Guna Prima Dana asetnya baru Rp 125 miliar, masih kecil. Saya ingin memberi peluang juga karena banyak masukan dari koperasi koperasi yang lain, yang asetnya Rp 200 miliar lebih, minta supaya diuji ulanglah,” tandasnya. Sehingga tidak hanya dilihat dari permodalan, koperasi yang dibolehkan menyalurkan KUR juga dilihat dari tata kelola dan sistem IT. “Meskipun beberapa syarat telah dipenuhi, namun ada beberapa poinpoin tertentu yang tidak bisa mereka penuhi, misalnya NPL-nya di atas tiga persen,” pungkasnya. Untuk dapat bersaing dengan LJK lain, termasuk dalam rangka dapat menyalurkan KUR, ia mengimbau koperasi–koperasi di Bali memperkuat dari sisi internalnya, tata kelola SDM kompetensi audit akuntan publik penilaian kesehatannya dinyatakan sehat, NPL ditekan, pelayanannya prima dan memiliki jaringan IT yang bagus. Penyaluran KUR kini tidak harus datang ke kantor koperasi atau LJK lain. Namun dapat diakses melalui website satu pintu penyalur KUR www.KURBali.com. Dengan demikian akan semakin memudahkan UMKM mengakses permodalan. “Ini dalam rangka untuk meningkatkan literasi, termasuk inklusi keuangan itu. Bukan saja nilai penyaluran KUR yang besar, tapi penyaluran KUR juga agar betul-betul bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas usaha. Apakah benar KUR itu untuk penguatan peningkatan skala usaha atau bagaimana,” ujarnya. Ia meyakini KUR yang disalurkan sangat bermanfaat, apalagi plafonnya ditingkatkan, dan suku bunganya juga diturunkan dari tujuh persen menjadi 6 persen. Maka, tidak ada alasan kekurangan pembiayaan untuk permodalan karena banyak lembaga keuangan dan non bank di Bali. Selain itu, akses mendapatkan permodalan seperti KUR juga kini dipermudah. “Hanya saja, masingmasing ada skema, pola, dan suku bunga yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan,” ujarnya. (kmb42)
Keamanan, Faktor Terpenting Pariwisata Bangli (Bali Post)Keamanan merupakan faktor terpenting dalam menunjang kepariwisataan di Bali. Jika keamanan terjaga, wisatawan pun merasa aman dan nyaman berkunjung ke Bali. Itu disampaikan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, belum lama ini. Kapolres menyampaikan, berkaca pada terjadinya tragedi bom Bali silam. Pascakasus itu terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Bali secara signifikan, sehingga berpengaruh terhadap situasi perekonomian di Bali. “Hal tersebut membuktikan bahwa keamanan merupakan faktor penting di bidang pariwisata, jika keamanan terjaga wisatawan pun merasa aman dan nyaman berkunjung ke Bali,” ujarnya.
Mantan Kapolres Mappi ini berharap dengan digelarnya operasi Cipkon Agung II selama tujuh hari, dari tanggal 12 hingga 19 Desember 2019 dapat memberikan kontribusi yang positif pada sektor kepariwisataan di Bangli. Dirinya pun menekankan kepada anggota yang terlibat operasi agar melaksanakan tugas sesuai aturan yang ada untuk menghindari terjadinya kesalahan prosedur. “Laksanakan tugas dengan penuh semangat dan pengabdian yang tulus sehingga pelaksanaan BPM/kmb40 operasi dapat maksimal,” AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan tandasnya. (kmb40)
4
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Trik Tepat Mencegah Anemia ADA empat problem gizi di masyarakat yang menjadi fokus program pemerintah, yaitu stunting, mal nutrisi (badan kurus dan obesitas), dan anemia. Keempatnya terkait seperti lingkaran setan. Anemia paling sering dijumpai pada remaja di Indonesia adalah anemia defisiensi besi. Anemia jenis ini timbul akibat berkurangnya penyediaan besi, karena cadangan besi kosong, akhirnya pembentukan hemoglobin (Hb) berkurang.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUP Sanglah, dr. Syuma Adhy Awan, M. Kes., Sp.GK., menjelaskan anemia dapat diketahui dari pemeriksaan fisik dan mengukur kadar Hemoglobin (Hb) darah. Untuk memeriksakan Hb bisa dilakukan di mana saja dengan mudah dan murah. Diagnosa anemia jika Kadar hemoglobin remaja usia 12-15 tahun dan wanita dewasa tanpa kehamilan kurang dari 12,0 gram/dL dan untuk wanita hamil kurang dari 11 gram/dL. Gejala anemia dikenal dengan istilah 5L, yaitu letih, lemah, lesu, lelah, lalai. Gejala lainnya, mata berkunang – kunang, napasnya pendek, lemas tiba–tiba, gampang mengantuk dan sulit berkonsentrasi. Manisfestasi klinis khusus anemia akibat kekurangan zat besi jika Hb kurang dari 7-8 g/dl, ditemukan kelopak mata bagian dalam dan jaringan di bawah kuku berwarna pucat, kuku sendok (spoon nail), kuku menjadi rapuh mudah patah, bergaris-garis vertikal dan menjadi cekung, rambut rapuh dan halus, atropi papila lidah sehingga lidah tampak licin dan mengkilat,
stomatitis angularis (cheilosis), yaitu adanya peradangan pada sudut mulut sehingga tampak sebagai bercak berwarna pucat keputihan. Remaja Remaja adalah masa emas yang sangat berharga, karena peralihan menuju ke dewasa. Untuk menjadi dewasa yang berkualitas, maka problem kesehatan masa remaja harus diatasi. “Kalau dia kondisinya bagus merupakan calon pemimpin dan penggerak pembangunan di masa depan. Masalahnya masih banyak problem anemia pada remaja,” ungkapnya. Besi merupakan bagian dari molekul hemoglobin, dengan berkurangnya besi maka sintesa hemoglobin akan berkurang dan mengakibatkan kadar hemoglobin akan turun. Hemoglobin merupakan bagian penting bagi tubuh manusia, karena berfungsi mengantarkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh sel di seluruh jaringan tubuh menghasilkan energi.
Menurutnya, anemia harus menjadi perhatian khusus pemerintah daerah dan menjadi prioritas pembangunan karena banyak menyebabkan penyakit. Pada remaja, yang paling umum dilihat adalah kemampuan belajar akan menurun, terganggu aktivitas sehari–harinya, daya tahan tubuhnya menurun. Dampak anemia berisiko pada saat kehamilan dan melahirkan, setiap tahunnya, terjadi 500 ribu kematian ibu setelah melahirkan di seluruh dunia, sebanyak 20-40 persen. Anemia adalah penyebab utama kematian tersebut. Anemia juga berkontribusi memengaruhi tingkat kecerdasan intelektual bayi. Dari penelitian yang dilakukan, 1 dari 4 remaja perempuan terdeteksi anemia. Meskipun stunting , gizi buruk dan obesitas sudah menurun berdasarkan data Riskesdas 2013 – 2017, namun anemia masih perlu mendapat perhatian. Penyebab anemia diakibatkan berbagai faktor, seperti kekurangan asupan protein, asam folat, vitamin B12, dan zat besi. Selain itu berkurangnya zat besi juga diakibatkan perdarahan pada remaja putri karena menstruasi dan masa pertumbuhan yang membutuhkan energi sangat besar. Di samping juga ada penyebab karena kecacingan dan faktor genetik seperti talasemia. Angka Kecukupan Gizi Asupan energi atau gizi yang tidak seimbang pada remaja, akan berpengaruh pada masa pertumbuhan remaja. Sehingga sangat penting pemahaman nutrisi dan gizi. Setiap individu berbeda kebutuhannya. “Kita kebanyakan dokter fokus mengobati, meskipun sudah memberikan saran nutrisi. Tapi sering kurang menjelaskan lebih detail bagaimana
kok sedang atau 150 gram sedangkan buahnya bisa didapatkan dari pepaya sejumlah 150 gram, atau 2 jeruk ukuran sedang 110 gram, atau pisang ambon 1. “Plus cuci tangan dengan sabun sebelum makan, minum cukup air putih minimal 8 gelas disertai aktivitas fisik paling tidak 30 menit tiap hari,” imbuhnya.
menghitung kebutuhan energi harian, karena tiap orang kebutuhan berbeda–beda,” ujarnya. Pada anak laki dan perempuan usia di bawah 2 tahun kebutuhan kalori dan nutrisinya sama. Kebutuhannya akan menjadi berbeda ketika memasuki masa remaja mulai dari 13 tahun. Remaja laki-laki dan perempuan juga berbeda kebutuhan nutrisi makro dan mikronya, tergantung berat badan, tinggi badan, usia dan aktivitasnya. Berdasarkan angka kecukupan gizi (AKG) untuk komunitas kebutuhan kalori remaja putri usia 13–18 tahun, berkisar 2.125 kalori, sedangkan remaja laki-laki umur 13–15 tahun sebesar 2.475 kalori dan remaja lakilaki usia 16–18 tahun, kebutuhan kalorinya bisa sampai 2.675 kalori. Makanan yang dimakan harus mengandung unsur gizi lengkap seperti anjuran pemerintah. Berdasarkan AKG, kebutuhan karbohidrat remaja laki-laki, 340 gram, dan perempuan 292 gram. Kebutuhan protein pada remaja laki-laki, 72 gram, remaja perempuan 69 gram, kebutuhan lemak pada remaja lakilaki, 83 gram dan perempuan 71 gram. “Lemak jenuhnya tidak boleh lebih dari 7 persen,” imbuhnya. Kebutuhan zat gizi mikro, zat besi pada remaja laki-laku usia 13 – 15 tahun, 19 mg, dan perempuan 26 mg. Kebutuhan zat besi remaja laki-laki usia 16 – 18 tahun, 15 mg dan perempuan 26 mg. “Perempuan lebih banyak membutuhkan zat
Minum Tablet Penambah Darah Pemerintah memiliki program untuk pemberian tablet penambah darah bagi remaja. Anjuran minum tablet penambah darah, satu tablet, seminggu. Minum tablet penambah darah tidak dianjurkan bersamaan dengan minum teh, kopi, atau susu. Karena minuman tersebut dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh. Selain itu yang juga penting diperhatikan adalah, kebutuhan kalori dan zat gizi pada remaja harus tercukupi dulu. Karena zat besi memerlukan protein globin sebagai transport sehingga kebutuhan protein wajib terpenuhi agar tablet tambah darah berfungsi optimal. Beberapa remaja mengeluhkan jika minum tablet penambah darah, merasa mual dan feses berwarna hitam. Untuk mengurangi mual maka dianjurkan makan sebelum minum tablet penambah darah. Dan juga minum dengan air jeruk (vitamin C) karena membantu penyerapan tablet tambah darah. Sementara feses yang berwarna hitam, tidak berbahaya kata dr. Syuma karena merupakan mekanisme tubuh dalam mengatur kelebihan asupan zat besi. Tubuh memiliki mekanisme tersendiri untuk menyerap zat besi sesuai dengan kebutuhan. Sehingga kelebihan zat besi masuk dalam tubuh, akan dikeluarkan lewat feses. Jika diambil benang merahnya, penanganan anemia zat besi tentunya dengan memperbaiki kualitas nutrisi dengan gizi seimbang. Edukasi yang berkesinambungan mengenalkan anemia dan pengaruhnya pada remaja khususnya wanita dan bagaimana memilih nutrisi yang tepat amat sangat berpengaruh menurunkan dan memperbaiki insiden dan prevalensi anemia pada remaja wanita. (may)
besi, karena masa pertumbuhan dan banyaknya darah yang hilang karena menstruasi,” imbuhnya. Contoh Menu Setelah tahu kebutuhan nutrisinya, baru menyediakan bahan makanan. Contoh menu makan khusus pada remaja perempuan dengan gizi seimbang (sesuai isi piringku). Dari toal harian sebesar 2.125 kalori, jika makan besar 3 kali (pukul 06.00, 13,00, 19.00), tiap kali makan membutuhkan kalori sebesar 700 kalori. Untuk mendapatkannya bisa menggunakan ukuran piring dengan diameter 22 cm. Isi piring dibagi menjadi dua. Sisi kanan piring, 2/3-nya berisi sayuran dan 1/3 buah. Di sisi kiri 2/3 berisi karbohidrat dan 1/3 berisi lauk-pauk. Sumber makanan pokok (karbohidrat) berupa nasi 150 gram (sama dengan 3 centong nasi atau 1 ¼ gelas air mineral ukuran 220 ml). Nasi bisa diganti dengan mie kering, 75 gram atau kentang 3 ukuran sedang seberat 300 gram. Sumber proteinnya didapatkan dari lauk pauk hewani dan nabati. Sumber protein hewani dapatkan dari ikan kembung, tongkol, tuna berat 75 gram, setara dengan daging ayam tanpa kulit 80 gram, 2 potong daging 70 gram atau 1 butir telur ayam 55 gram. Untuk sumber protein nabati didapat dari tahu berat 100 gram atau tempe 50 gram. Kebutuhan vitamain dan mineral didapatkan dari sayuran dan buah. Sayuran sebanyak 1 mang-
Asyiknya Latihan Bareng (3) Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
MELUANGKAN waktu di hari-hari sibuk untuk berlatih menguatkan otot perut, mengencangkan paha, lengan, kaki menjadi pilihan karena tak terasa latihan bareng
menjadi makin asyik juga dengan posisi duduk di lantai. Ikuti contoh berikut ini bersama Sariwangi dan Tikno dari Lala Studio.
3 Gb. III: Tikno berdiri dengan meluruskan kaki kanan ke belakang,
1
sedangkan kaki
Gb. I: Sariwangi dan Tikno saling berhada-
kiri ditekuk sedikit,
pan dan lakukan gerakan yang sama, yaitu
Sariwangi melaku-
kaki kanan luruskan ke arah serong kiri
kan gerakan yang
bersamaan dengan mengayunkan kedua
sama dengan Andre
lengan mengikuti irama musik. Lakukan 2x8
pada hitungan 2x8.
hitungan.
4
Gb. IV: Tikno menekukkan kedua siku lengan dan kedua kaki, sedangkan Sariwangi meluruskan kaki kanan ke samping kanan bersa-
2
maan dengan menekukkan kedua siku lengan
Gb. II: Tikno berdiri tegak dengan kaki kanan lurus
ke samping. Lakukan
ke kanan jinjit bersamaan dengan menekukkan
gerakan ini 2x8 hitun-
tangan kanan, tangan kiri pada pundak Sariwangi,
gan dengan santai dan
sedangkan Sariwangi mengangkat tekuk kaki kanan
gembira.
bersamaan dengan menekukkan kedua siku lengan.
Hari-hari penuh keceriaan dengan melakukan senam bareng dan salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
Kisara SELAMA ini sudah banyak pandangan mengenai si anak tengah yang beredar di masyarakat. Anak sulung dikenal sebagai pelindung keluarga dan memiliki jiwa pemimpin, sedangkan anak bungsu dikenal sebagai anak yang manja. Lalu bagaimana dengan anak kedua atau anak tengah? Konon katanya, anak tengah cenderung merasa kurang mendapatkan perhatian dari orangtua, dibandingkan dengan anak pertama dan bungsu, dan cenderung membangkang serta sulit diatur. Tetapi, apakah hal ini memang benar dirasakan oleh si anak tengah, atau hanya sekadar mitos belaka? Menjadi anak tengah atau anak kedua selalu memiliki ‘stigma’ tersendiri dari masyarakat. Beberapa orang mengatakan fakta anak kedua memiliki karakter yang sulit karena mereka sering tidak mendapatkan perhatian yang cukup karena diambil oleh si sulung dan si bungsu.
Menurut salah satu ilmuwan psikologi, Alfred Adler, yang juga seorang dokter medis berpendapat bahwa urutan kelahiran punya andil dalam menentukan kepribadian dari seseorang. Menurut Alfred, anak tengah cenderung memiliki sifat pendiam, berwatak keras, cerdas, kompetitif, sulit bergaul dengan keluarganya dan lebih aktif di lingkungan pertemanan dan sosialnya. Sindrom Kesulitan bergaul dengan keluarga ini diakibatkan adanya rasa segan dan tidak sama dengan perlakuan orang tua terhadap dirinya dan saudara-saudaranya yang men-
Anak Tengah
Si Pembangkang dan Keras Kepala gakibatkan anak tengan atau anak kedua cenderung menjauh dari keluarganya. Kondisi inilah yang kemudian nge-tren disebut Second Child Syndrome atau Sindrom Anak Tengah. Sindrom anak tengah adalah perasaan pengecualian yang muncul dari diri anak tengah atau anak kedua. Efek ini terjadi karena anak pertama lebih rentan menerima tanggung jawab. Dengan demikian memiliki hak-hak istimewa (berdasarkan prinsip moral menjadi yang tertua), sedangkan anak yang paling muda dalam keluarga lebih cenderung menerima indulgensi. Anak kedua (atau anak tengah) tidak lagi memiliki status mereka sebagai bayi/anak kecil, dan dibiarkan tanpa memiliki peran yang jelas dalam keluarga atau merasa “diting-
galkan”. Meskipun digunakan untuk menjelaskan perilaku anak, sindrom anak tengah ini tidak benar-benar merupakan suatu gangguan klinis. Perilaku Pada dasarnya, sindrom anak tengah bukanlah penyakit klinis, namun bentuk perilaku anak untuk ingin diperhatikan. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memperhatikan perubahan perilaku anaknya dan bukan menstigma si anak tengah. Namun tentu saja, kamu (jika kamu adalah anak tengah) penting untuk mencoba berbaur dan belajar untuk memahami situasi lingkunganmu. Karena perubahan harus dimulai oleh dua pihak, bukan hanya satu.
Para orang tua juga penting untuk memperlakukan anak secara sama rata untuk menghindari sindrom ini. Nyatanya, sindrom ini tidak hanya berlaku bagi si anak kedua atau si tengah saja, bisa dialami anak selanjutnya juga loh. Dan … di balik sifatnya yang katanya suka membangkang dan menentang, Alfred menyatakan bahwa anak tengah juga cenderung memiliki perasaan yang lembut, mudah terbawa perasaan, perhatian dan penyayang. Bahkan tidak jarang jika si anak tengah atau anak kedua ini bisa mengatasi krisis identitasnya. Ia cenderung akan tumbuh menjadi pribadi yang dewasa, kuat dan penengah di antara saudaranya.
5
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Capricorn
Peruntungan: Penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berprestasi dengan penuh keyakinan diri dan hindari. keraguan yang timbul. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar, bukan tidak mungkin kesehatan Anda akan kembali terganggu. Untuk itu, hindari tidur terlampau malam jika bukan karena urusan yang benar-benar penting. Cinta: Hilangkan segala keluh-kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus-menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel. Aquarius
Peruntungan: Di pertengahan bulan ini bila ada peluang segera saja tindak lanjuti, jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi mujur-mujurnya. Kesehatan: Jaga stamina dengan tidak melakukan aktivitas yang cukup berat dan menguras tenaga. Cinta: Tergantung diri Anda pribadi. Jika mampu menyerap segala keinginannya, tentu saja ketulusan cintanya dapat dijaga terus. Pisces
Peruntungan: Janganlah bermuka dua agar tak terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap fokus dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi, tak perlu tengok kanan kiri. Kesehatan: Perut Anda baru sembuh sehingga perlu dijaga sedemikian rupa agar tak sampai kambuh kembali. Cinta: Jagalah hatinya supaya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda sakiti dengan kata-kata pedas. Aries
Peruntungan: Tidak perlu tergesa-gesa meluaskan jalur usaha Anda. Semua itu lagi perlu dukungan dan pemikiran yang matang. Kesempatan untuk maju tidak datang begitu saja, sehingga selagi situasinya mendukung maka harus bisa memanfaatkannya. Kesehatan: Cukup banyak kegiatan yang harus Anda lakukan minggu ini, sedangkan untuk istirahat kurang begitu cukup sehingga kondisi badan menjadi mudah terganggu. Cinta: Ada pihak ketiga yang sengaja mengobokobok hubungan Anda berdua, untuk itu berhati-hatilah. Taurus
Peruntungan: Peluang masih terbuka lebar dan cukup menjanjikan. Hanya, permasalahan yang Anda hadapi minggu ini cukup lumayan rumit sehingga perlu kesabaran dan kejelian dalam mencari jalan keluarnya. Kesehatan: Jagalah kondisi badan dengan seksama walaupun kesibukan tampak tinggi minggu ini. Cinta: Jangan suka bicara ngelantur, karena itu hanya akan membikinnya jengkel. Gemini
Peruntungan: Jangan mudah tertipu oleh berbagai tipu muslihat yang seharusnya bisa Anda hindari, jika mau bersikap lebih tegas dan tak mudah percaya dengan berbagai pujian manis yang Anda terima. Kesehatan: Perbanyaklah beristirahat minggu ini, tak perlu ikut kegiatan yang terlalu menguras stamina. Cinta: Ada perkembangan yang lebih menyenangkan, sehingga suasana menjadi lebih ceria dan membahagiakan. Cancer
Peruntungan: Tak perlu ragu melangkah maju walaupun situasi masih kurang mendukung. Sebaiknya tetap jalankan segala rencana yang lagi berjalan dengan pengawasan yang ketat. Kesehatan: Boleh saja mengkonsumsi makanan pedas akan tetapi jangan terlalu over karena bukan tidak mungkin penyakit perut Anda akan kambuh kembali. Cinta: Ada baiknya Anda diam bila perselisihan pendapat itu sudah mulai memuncak. . Leo Peruntungan: Berhati-hatilah dalam membuat keputusan penting. Sebaiknya benar-benar telah ditimbang, sehingga tidak sampai menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Kesehatan: Aktivitas yang cukup berat itu sebaiknya bisa diimbangi dengan pola makan yang benar-benar memenuhi gizi, jangan hanya berpedoman dengan selera. Cinta: Suasana bertambah ceria karena ada kabar atau sesuatu hal yang cukup menggembirakan dan melegakan hati. Virgo
Peruntungan: Untuk saat ini ada baiknya Anda mengalah saja. Tak perlu mempertahankan pendapat yang jelasjelas ditentang oleh banyak orang, walaupun itu merupakan rencana Anda yang matang sekali pun. Kesehatan: Kondisi badan minggu ini cukup baik. Hanya, terkadang aktivitas berat cukup memforsir tenaga dan pikiran ,sehingga perlu beristirahat yang cukup. Cinta: Berilah si dia kepercayaan, tidak perlu Anda kekang dan mengawasinya terus-menerus. Libra
Peruntungan: Tak ada gunanya Anda berbicara yang terlampau tinggi di depan orang banyak, karena itu akan semakin memperlemah posisi diri Anda saja. Usahakan bicara yang lebih singkat, tetapi jelas dan padat. Kesehatan: Jika rasanya badan sudah capai sebaiknya tak perlu dipaksa. Cobalah beristirahat sejenak karena itu akan sangat membantu bagi pengembalian kondisi badan Anda. Cinta: Tidak ada yang berubah, suasananya masih cukup membahagiakan. Scorpio
Peruntungan: Minggu ini tidak ada yang perlu dicemaskan karena segala pekerjaan berjalan lancar dan tiada masalah. Berusahalah menepati janji dan jangan sekali-kali mengingkarinya. Bukankah kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan apa pun juga. Kesehatan: Biasakan makan di rumah, dan jika terpaksa carilah makanan yang mengindahkan faktor kebersihan. Cinta: Tidak ada gunanya membatasi segala ruang geraknya, taruhlah kepercayaan padanya. Sagitarius
Peruntungan: Berhati-hatilah dan mulailah waspada karena peruntungan mulai bergeser dari posisinya ke arah bawah dari putaran roda kehidupan. Jika ingin tetap sukses, harus tingkatkan prestasi kerjanya dan lakukan efisiensi waktu setepat mungkin agar tidak ada waktu yang terbuang percuma. Kesehatan: Saatnya istirahat. Sebaiknya jangan digunakan untuk main apalagi kalau sekadar tak enak dengan ajakan teman. Cinta: Belajarlah dari kesalahan-kesalahan di masa lalu, jangan sampai Anda ulangi lagi.
Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku :15-21 Desember 2019
Mengendalikan yang Tak Terkendalikan Yogaścitta-vrtti nirodhah (Patañjali Yoga Sūtra 1.2)
Redaktur Khusus
”Yoga berarti menghentikan atau menghalangi gerak-gerik pikiran.”
WAKYA
Pengetahuan tentang yoga diberikan oleh berbagai kitab suci dan lontar-lontar, yang semuanya mengarah pada tujuan pembebasan dari kesengsaraan material atau moksa. Maharesi Patañjali dalam karyanya Yoga Sūtra Patañjali menjelaskan tentang yoga sebagai teknik untuk mengendalikan gerak-gerik atau kerlap-kerlip manah (pikiran). Pada sūtra di atas istilah Sanskerta yang dipergunakan adalah nirodhah yang berarti menghentikan atau menghalangi. Sedangkan istilah cittavrtti berarti kerlap-kerlip atau gerak-gerik pikiran, dan yoga dimaksudkan untuk menghentikan atau menghalangi citta-vrtti tersebut. Artinya, jika orang mempraktikkan yoga, teknik yoga mana pun pasti pada akhirnya mengarah pada pengendalian gerak-gerik pikiran. Citta adalah manah. Dalam bahasa-bahasa selain Sanskerta, tidak ada dan/atau tidak cukup kata atau bahkan kalimat untuk menjelaskan perbedaan istilah-istilah seperti citta, manah, dan lain-lain. Secara umum, manah (pikiran) adalah citta (pikiran yang sedikit mengarah ke kecerdasan), buddhi (kecerdasan), dan ahamkāra (ego) merupakan empat bagian dalam sang diri. Jadi, manah dan citta dalam bahasa-bahasa dunia selain Sanskerta, khususnya dalam bahasa Indonesia, dapat diartikan pikiran. Sesuai sūtra di atas, ketika orang mempraktikkan yoga berarti ia harus berusaha menghentikan gerak-gerik pikiran. Terhadap hal ini, pada awalnya penulis tidak setuju dengan istilah nirodhah yang berarti menghentikan atau menghalangi citta-vrtti
weda
Darmayasa
(gerak-gerik pikiran). Penulis lebih “nyaman” dengan kata “mengendalikan”. Akan tetapi, penulis berpikir, “Siapakah aku yang meragukan istilah teknis yang dipergunakan oleh seorang maharesi seperti Maharesi Patañjali?” Pada suatu ketika penulis menemukan dalam Bhagavadgītā kalimat “yathā dīpo nivastastho nengate…”, yang artinya, bagaikan nyala lampu (lilin) yang tegak berdiri tanpa tergoyahkan, demikianlah keadaan pikiran, terbebaskan dari kerlap-kerlipnya, dan menjadi tenang, damai, tanpa tergoyahkan sama sekali. Kerja pikiran tidak dapat dihentikan tetapi kerlap-kerlipnya dapat dihentikan sebagaimana keberadaan api tidak bisa dihilangkan tetapi liak-liuk nyalanya dapat dihentikan dengan cara tidak membiarkan dia berada di tempat yang anginnya bertiup kencang. Demikian pula halnya dengan liak-liuk, riak-riak, kerlapkerlip, loncatan dan lompatan pikiran dapat dihentikan melalui teknik tertentu dalam tuntunan Guru. Akan tetapi, kerja api tidak bisa dihentikan, kerja manah (pikiran) tidak dapat dihentikan melainkan dapat dikendalikan, atau ditata, yang dalam bahasa “now”-nya “mind management” harus diterapkan. Manah menunjuk pada pikiran yang mempunyai kecendrungan selalu goyah dan bersifat tidak tetap. Pikiran tidak pernah berada pada tempat yang tetap dan ajeg. Ia selalu memilih tempat yang tidak pernah nyaman untuk tinggal berlama-lama. Itulah pikiran. Ia tidak berpuas hati tinggal berlama-lama di tempat yang sama dan juga tidak akan membiarkan yang lain tinggal ajeg atau berlama-lama
di satu tempat dengan tenang dan bebas dari kegelisahan. Pikiran tidak pernah bisa tenang tetapi juga tidak akan pernah memberikan yang lain hidup tenang, damai, tanpa kegelisahan dan kecemasan. “Kepuasan” pikiran terletak pada ketidakpuasan dan kegelisahan. Ia akan selalu berusaha menciptakan ketidaknyamanan dan kegelisahan dalam dirinya dan juga pada mereka yang berdekatan dengannya. Jika orang tidak berhati-hati berdekatan dengan pikiran maka pikiran akan menjadi pengendali (baca: perusak) dari segala dan semua. “Cañcalam hi manah” memastikan bahwa pikiran tidak pernah bisa tinggal di satu tempat dengan nyaman dan aman. Itulah sifat asli dari pikiran. Memahami sifat asli pikiran seperti itu maka orang akan berusaha memperkuat diri agar tidak dikendalikan oleh pikiran yang tidak terkendalikan. Orang-orang bijaksana memahami dengan jelas sifat asli sang pikiran. Mereka akan berusaha mengendalikan pikirannya dalam segala hal dan juga dalam segala keadaan. Para yogi berusaha mengendalikan kerlap-kerlip atau gebuan-gebuan pikiran dengan cara mempraktikkan yoga (yogaścitta-vriti nirodhah). Pikiran yang dikendalikan dengan baik akan berubah total dari bersifat pengobrakabrik dan penghancur menjadi “dewa penyelamat” yang sangat berkuasa serta sangat baik hati. Pikiran yang terkendalikan dengan baik memberikan kemajuan dalam segala hal, baik material maupun spiritual bagi mereka yang tanpa lelah berusaha untuk mengendalikan pikirannya. Memiliki kecenderungan kuat sebagai penghancur, pikiran mempunyai pengaruh yang sangat dahsyat tanpa tanding. Akan tetapi, ketika ia berhasil dikendalikan dengan baik maka ia akan berbalik 180 derajat menjadi “dewa kebaikan”. Sebaliknya, setelah dapat dikendalikan dengan baik maka ia akan menjadi “hamba” yang sangat setia pada tuannya,
dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh pikiran. Ia menjadi sedemikian kuatnya untuk mengubah segala kegagalan menjadi keberhasilan, menyulap segala tangis menjadi tawa, mengangkat hidup orang dari keterpurukan terbawah mencapai kesuksesan teratas. Di lain pihak, demikian pula, tidak ada yang tidak dapat dihancurkan oleh pikiran yang tidak terkendalikan. Ia menjadi musuh yang sangat berbahaya dan tidak terkalahkan (kāma-rūpam durāsadam). Berhati-hati dan selalu awas dalam keadaan jaga merupakan cara sangat baik serta pasti untuk menjadikan diri selalu berhasil menghadapi segala bentuk masalah atau tantangan dalam hidup. Pikiran dapat menjadi kawan, jika ia dapat dikendalikan dengan baik dan bijak. Pikiran juga dapat menjadi lawan/ musuh yang sangat berbahaya jika ia tidak dikendalikan dan diarahkan dengan baik pada hal-hal positif melalui praktikpraktik agama spiritual. Kecenderungan pikiran yang “pramāthi, balavat dan drdham” (kuat, kaku, dan harus dituruti) menyebabkan orang terserongkan sehingga tidak dapat mempergunakan viveka atau daya nalar dengan baik. Kehilangan daya nalar viveka menyebabkan orang menjadi tidak mampu melihat kebenaran dan berbagai kemuliaan hidup. Bahkan kemuliaan bisa dilihat terbalik sebagai kekurangan dan penderitaan. Pikiran yang tidak terkendalikan dengan baik menjadi penghalang dalam usaha untuk mencapai segala keberhasilan dalam hidup, baik keberhasilan material maupun pencapaian spiritual. Oleh karena itulah orang-orang suci dan kitab-kitab suci Veda selalu menganjurkan agar orang berusaha mengendalikan pikirannya sedemikian rupa tanpa lelah, sekali pun upaya untuk mengendalikan pikiran merupakan usaha yang dapat dikatakan sangat tidak mungkin untuk dilakukan. Mengingat kuatnya “kuasa” pikiran dan ketidakmungkinan untuk mengendalikannya
maka kitab suci Bhagavadgītā mengumpamakan sebagai usaha untuk mengendalikan angin (dengan tangan), alias sia-sia. Mempertimbangkan kekuatan maha dahsyat sang pikiran serta kelemahan diri sebagai insan manusia, maka dapat dikatakan adalah “impossible” orang dapat mengendalikan pikiran, bagaikan tidak mungkin mengendalikan angin (vāyuriva suduskaram). Setiap umat Dharma Sanatana hendaknya selalu berusaha untuk mengendalikan manah atau pikiran yang merupakan raja dari ekādaśendriya atau sebelas indria yang mewakili seluruh indria lainnya. Hal ini dibenarkan oleh pustaka suci Sārasamuccaya bahwa pikiran adalah pusat dari indriaindria (apan ikang manah ngaranya, ya ika witning indriya), dan juga sangat berperan dalam menggerakkan indria-indria. Oleh karena itu, Sārasamuccya menekankan agar pikiranlah yang hendaknya paling awal harus dikendalikan (matangnyan ikang manah juga prihen kahrtanya sakareng). Lontar Wrhaspati Tattwa pun setuju dan mengingatkan hal yang sama bahwa pikiran merupakan penyebab dan alat untuk mencapai alam-alam surga (ikang citta hetu nikang ātman pamukti swarga), tetapi pada saat yang sama pikiran juga bisa menjadi penyebab orang turun meniti pencapaian alamalam bawah atau neraka (citta hetu ning ātma tibeng neraka). Sedangkan para resi maharesi dan para yogi mengarahkan pengendalian pikirannya demi pencapaian tujuan akhir dari dharma, yaitu pencapaian Sang Sangkan Paraning Dumadhi atau tercapainya moksa, bebas dari kesengsaraan material (citta hetunyan pamanggihaken kamoksan mwang kalepasan, nimittanya nihan). Pikiran yang sifatnya tidak terkendalikan, jika berhasil dikendalikan dengan baik maka ia akan menjadi tali kendali yang sangat berkuasa untuk mengarahkan gerak laju “para kuda” indriaindria pengendali kendaraan Sang Ātmā.
MIMBAR AGAMA
Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan Js. Ang Cuan Yen PERILAKU bakti dan rendah hati adalah menyangkut hubungan yang paling pokok dan paling dekat dalam kehidupan tiap manusia, menyangkut kewajiban mengabdi, menghormati dan mencintai ayahbunda dan kewajiban mencintai saudara-saudara. Karena jalinan kedua hubungan ini paling
brolan BALE BANJAR ARIDUS ZAMAN adalah jangka waktu yang panjang atau pendek menandai sesuatu masa. Yang menandai zaman adalah aktivitas atau kegiatan manusia, yang kemudian menjadi petanda. Secara garis besar zaman terkait kegiatan manusia setelah mengenal peradaban diawali dengan Zaman Nomaden, Zaman Agraris, Zaman Industri yang lazim disebut Zaman Modern. “Modern berarti ‘kesekarangan‘ yang merujuk sesuatu yang terkini. Ada yang berpendapat zaman modern dimulai sejak mesin cetak ditemukan, diikuti mesin uap dan segala jenis alat bantu manusia untuk meringankan pekerjaannya, hingga World Wide Web, pascapenemuan
dekat dan paling pokok, maka dalam moral agama Khong Hu Cu menjadi dasar dan landasan untuk pembinaan diri dalam jangkauan yang lebih luas dan kompleks. Mengzi berkata, “Mencintai orangtua itulah Cinta Kasih, dan hormat kepada yang lebih tua itulah Kebenaran” (Mengzi VII A:15). ‘’Mengabdi kepada siapakah yang terbesar? Mengabdi kepada orangtua itulah yang terbesar. Menjaga apakah yang terbesar? Menjaga diri itulah yang terbesar. Orang yang tidak kehilangan diri dan dapat mengabdi kepada orangtua, aku pernah mendengar. Tetapi orang yang kehilangan diri dapat mengabdi kepada orangtua, aku belum pernah
mendengar“ (Mengzi IV A:19). ‘’Cinta Kasih itulah Kemanusiaan dan mengasihi orangtua itulah yang terbesar” (Zhong Yong XiX:5). Semoga beberapa ayat suci di bawah ini dapat menambah pengertian kita tentang Bakti dan Rendah Hati. “Seorang yang dapat berlaku Bakti dan Rendah Hati, tetapi suka menentang atasan, sungguh jarang terjadi. Tidak suka menentang atasan, tapi suka mengacau, ini belum pernah terjadi. Maka seorang Junzi (dibaca cuince: susilawan) mengutamakan pokok, sebab setelah pokok tegak, Jalan Suci akan tumbuh dengan sendirinya. Laku Bakti dan Rendah Hati itulah pokok peri Cinta Kasih“ (Lun Yu Suci I:2).
“Seorang Muda, di rumah hendaklah berlaku Bakti, di luar hendaklah bersikap Rendah Hati, hati-hati sehingga dapat dipercaya, menaruh cinta kepada masyarakat dan berhubungan erat dengan orang yang berperi Cinta Kasih. Bila telah melakukan hal ini dan masih mempunyai kelebihan tenaga, gunakanlah untuk mempelajari Kitab-kitab” (Lun Yu I:6). “Hati-hatilah saat orangtua meninggal dunia dan jangan lupa memperingati sekalipun telah jauh. Dengan demikian akan tebal Kebajikan“ (Lun Yu I:9). “Laku Bakti ada tiga tingkat. Yang terbesar memuliakan orangtua, kedua tidak memalukan orangtua dan paling
bawah, hanya dapat memberi perawatan. Seorang anak berbakti dalam mengabdi kepada orangtua. Di dalam rumah ada rasa hormat, di dalam merawat sungguh-sungguh berusaha dapat membahagiakan, pada saat orangtua menderita sakit ada keprihatinan, pada saat orangtua meninggal benarbenar ada rasa duka, dan dalam menyembahyangi benar-benar ada rasa sujud (Xiao Jing X). Usia ayah-bunda tidak boleh tidak diketahui, di satu pihak boleh merasa gembira, di lain pihak harus merasa khawatir. Jadi, berbakti dan rendah hati adalah sesuatu hal yang pokok dan mulia. Pikirkanlah dari mana sumbernya, ketika Anda meminum air“. Shanzai
Zaman Jahiliyah Modern komputer. Gerakan menuju masyarakat modern disebut modernisasi, yang mentranformasi keadaan dari primitif dan terkebelakang ke arah lebih baik, yakni kehidupan masyarakat yang maju, berkembang dan makmur. Nah, ketiga hal inilah yang menjadi esensi ideologi modernisme yang digembar-gemborkan para dedengkot modernisasi di Era Pencerahan atau Aufklarung di abad ke-18. Dengan bangganya mereka mengumandangkan, guna meraih citacita modernitas yakni maju, berkembang dan makmur, masyarakat harus bersemangat merevisi kepercayaankepercayaan tradisional dan harus berpikir ilmiah. Positivisme yang menjadi kiblat berpikir membuat modernisme meruyak ke seluruh aspek kehidupan. Memang benar, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kehidupan lebih mudah karena yang dulu sulit dilakukan jadi gampang dikerjakan. Ada hal penting yang tidak pernah terp ikirka n oleh p encet us
modernisme, bahwa sepanjang abad ke-20 terjadi tiga perang besar yakni Perang Dunia I dan II serta Perang Dingin, yang merenggut nyawa jutaan manusia. Apakah gampang hidup harus diimbangi dengan mudah mati?“ tanya Rubag mengakhiri paparannya. “Bahkan, setelah Perang Dingin usai dengan dirobohkannya Tembok Berlin tahun 1989 diikuti bubarnya Uni Soviet tahun 1991, meletus lagi perang sporadis bernuansa agama. Ya, awal abad ke-21 diwarnai hancur-leburnya Menara Kembar World Trade Center New York, 11 September 2001. Bali juga kena imbas dua kali yakni 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005. Ada yang mengatakan itu kelanjutan dari Perang Salib (10951492) yang terbagi atas 9 jilid, namun mengaso sebelum Zaman Aufklarung dimulai. Namun, ilmuwan politik Amerika Serikat Benjamin Barber menulis perang yang juga diselingi tindakan bom bunuh diri tersebut dalam sebuah buku berjudul Jihad vs Mc-
Worlod. Kalau boleh kutafsir, perang tersebut adalah resistensi terhadap globalisasi yang dipelopori AS dan para sekutunya yang diberi nama McWorld, yang celakanya kita di Bali tidak ikut urusan juga terkena imbas. Menyimak kejadian-kejadian yang terjadi di dunia belakangan ini, lewat TV dan internet, aku sepaham pendapat beberapa ilmuwan yang mengatakan, proyek modernisasi mengalami kegagalan. Sebab, modernisasi hanya mengasah otak, sedangkan perilaku dan budi pekerti dibiarkan tumpul. Akibatnya, seperti pertanyaanmu, hidup gampang, mati pun mudah,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Modernisasi memang menghasilkan sainstek yang mengagumkan, terutama yang disebut world wide web yang kini lebih diefektifkan produk termutakhir modernisme bernama android. Kotak kecil yang membopongnya bernama telepon seluler bisa ditaruh di kantong, membuat orang mampu berhubungan dengan siapa pun di dunia, kapan dan
di mana saja. Kotak ajaib itu mengambil alih fungsi banyak produk modern lain seperti kamera, TV, tape recorder, telepon rumah dan umum, kantor pos, bahkan dengan muatan virtual yang dikandungnya juga mengusir dunia nyata. Tanpa sadar manusia digiring untuk berperang dengan akal sehat dan nuraninya, terutama lewat games online, tayangan kekerasan dan pornografi. Perang ini jauh lebih hebat daripada perang yang kalian ulas tadi, karena zaman modern telah berubah menjadi zaman tak menentu atau uncertainty age. Benar dan salah, baik dan buruk, kawan dan lawan, sudah tidak jelas bedanya. Aku khawatir kalau Zaman Tak Menentu ini menjadi titik balik peradaban yang menggiring manusia ke Zaman Jahiliyah Modern. Artinya, melakukan tindakan barbar atau tidak beradab atas bantuan produk teknologi modern. Semoga kecenderungan ini diantisipasi pihak-pihak yang berkompeten!“ ujar Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Wage, 15 Desember 2019
Biu, Daging Upakara Cihna Mulat Sarira
KAHURIPAN krama majanten nénten prasida kapasahang saking sapunapi kawéntenan jagat utawi pinih alitnyané kawéntenan wewidangan saking genah kramané. Punika prasida kacingak ring sapunapi ipun setata ngaptiang kahanan palemahan sané becik saha prasida kaolah mangda mapikolih manut sakadi sané kaaptiang. Punika mawinan kahanan krama nénten becik manawita palemahan nénten becik kaupapira. Kahanan krama sané nénten prasida lémpas saking kawéntenan palemahan ketah kasinahang antuk pidabdab krama makarya upakara wiadin ngamargiang upacara yadnya sané kajantenang malarapan antuk makudang-kudang daging utawi asil sané kapolihang saking palemahan. Sinalih tunggil pikolih utawi asil palemahan sané ketah kapanggihin ring wewidangan pakraman Hindu utamanipun ring Bali minakadi makatah soroh biu. Woh-wohan punika ketah kapanggihin ring teba wiadin tegalan sané kadruénang olih krama wiadin ring abing miwah sisin tukad. Kawéntenan biu nénten prasida kapasahang saking kahuripan magama krama Hindu utamanipun ring Bali, duaning sios saking kaajeng biu inucap taler kawigunayang sajeroning upacara yadnya pinaka daging bebantenan. Ni Kompyang Ratna kra-
ma taler Jero Sarati ring Br. Kuwum, Desa Kuwum, Mengwi, Badung maosang, ngawigunayang biu ring upakara wantah parindikan sané sampun katamiang saking para panglingsiré nguni. Minakadi conto ring upakara pras ajengan daksina, banten suci, canang raka miwah sesodaan sané katur nyabran rahina Galungan. Ring sarana minakadi gebogan lan jerimpen, banten bebangkit miwah pulagembal taler nganggén biu. “Ngawigunayangnyané taler kadungang antuk wangun upakara sané kakaryanin. Manawita banten inucap alit sinah prasida mabulihan wiadin maiis. Yéning sarana minakadi gebogan pinaka sarana upakara sané agengan, majanten maijasan. Makasami gebogan madaging antuk biu sajabaning wantah banten sebelan,” baosnyané. Sajeroning rahina suci Galungan wénten rahina éédan upacaranipun sané katujuang ring biu inggih punika ring rahina panyekeban. Tatkala punika kramané nyekeb biu sané jagi kanggén upakara ring rahina Galungan. Manut pangandikan Ida Pinandita Drs. I Ketut Pasek Swastika pinaka Wakil Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, pidabdab nyekeb biu ring rahina panyekeban madaging sasenggakan “luas mabaju gadang mulih mabaju kuning”. Tetuek ipun sujatiné,
Kanggén Galeng Sawa NGAWIGUNAYANG sarana marupa woh-wohan wantah mabuat pisan sajeroning upakara sané katurang ring upacara yadnya Hindu utamanipun ring Bali. Napi malih woh-wohan biu antuk makatah sorohnyané sampun ketah kapanggihin ring upakara antuk makudang-kudang tata cara ngawigunayang manut soroh upakara sané kakaryanin. Wénten sané kanggén antuk wangun maijasan, wénten sané mabulihan tur wénten taler sané maiis tipis. Nénten arang taler kapanggihin soroh-sorohan biu sané nénten dados kanggén ring makudang-kudang upakara biasa sajabaning wantah ring upakara-upakara sané lianan. Manut Ni Kompyang Raka, soroh biu dang saba nénten dados kanggén ring banten-banten sané jagi katurang munggah utawi katur ka luhur asapunika taler ring banten bebangkit. Sakéwanten yéning upakara utawi banten sané jagi katur ring sor utawi betén minakadi ayaban betén miwah caru wawu dados nganggén biu dang saba. Yéning soroh biu batu sinah arang buahnyané kanggén ring upakara sajabaning wantah donnyané kémanten duaning kaucap becik tur alus. Malih dané maosang, soroh biu kayu ketah kanggén ring makudang-kudang upakara utawi banten, taler ring pakraman aler prasida kanggén sarana galeng tatkala mandusang sawa tur kasarengang ri kala sawa inucap magulung utawi maringkes. Biu kayu sané kanggén wantah biu sané kantun matah antuk akéh bebulihan ring aijasnyané wantah 11 bulih. Yéning lebih mangda kakepuk. “Sisan kakepukan inucap nénten dados kanggén upakara yadiastun nénten kasarengang utawi durung polih kanggén sarana galeng sawa. Sisan kepukan punika sapatutné kakutang utawi dados taler kajeng duaning durung kanggén ring pidabdab ngayehang sawa,” baos sané. (was)
Basa Bali
1. gegawan
AKSARA BALI
1. g)gwn/,
2. gegéndong 2. g)egenÑ*o,
BAhAsa INDONESIA
senjata pengemis
3. gegeng
3. g)g%,
4. geginan
4.
g)ginn/,
pekerjaan
5. gegison
5.
g)gieson/,
bergegas
6. gegonjakan 6. g)egozékn/,
BIU – Kawéntenan woh-wohan inggih punika biu majanten setata kapanggih ring sajeroning upakara sané jagi katurang ring sajeroning upacara yadnya. Ngawit saking upakara sané alit minakadi canang meraka kantos sané agengan minakadi gebogan sekancan parindikan sané nénten becik utawi kaon mangda kagentosin utawi kaicalang mangda prasida becikan malih tatkala nyanggra Galungan. Gadang
punika wantah niyasa saking kaon utawi kadurmanggalan, punika mawinan banten durmanggala jagi nganggén klungah sané mawarna gadang tios saking banten
prayascita sané nganggén klungah mawarna kuning. “Pidabdab panyekeban inucap kabaosang pinaka ra hina kramané ngamargiang mulat sarira duaning jagi nyanggra
rerahinan Galungan. Kaptiang mangda kramané prasida “luas mabaju gadang” utawi ngicalang sekancan kaon ring pikayunannyané raris “mulih mabaju kuning” utawi nag-
ingin sekancan pikayunan, pabaos lan parikrama sané becik ring soang-soang angga saha nyelehin sané becik lan sané kaon,” pangandikan Ida Pinandita. (was)
Biu Lalung
Bencingah
Kruna
BPM/was
kokoh
lelucon
7. gegitik
7. g)gitik/,
8. gejer
8. g)j$,
getar
9. gelahang
9. g)lh*,
miliki
10. gelem
10. g)2m/,
sakit
tongkat
Kapatutan ring Sanggah Surya PUYAN biu wantah sinalih tunggil tetanduran sané kaucap mabuat sajeroning pakraman. Tetanduran punika makasami daging ukudannyané prasida kanggén. Minakadi buahnyané, don, gedebong sané akéh madaging toya kantos kulit utawi klopékannyané becik mawiguna ring pakraman. Asapunika taler ketah kapanggihin ring upacara yadnya Hindu pamekas ring Bali sané jagi nganggén biu miwah punyannyané manut upakara sané kakaryanin taler eédan karya yadnya sané kamargiang. Punika satmaka cihna yéning tetanduran inucap mawiguna ring pakraman. Pidabdab ngawigunayang biu utamanipun ring upacara yadnya wénten sané kawastanin antuk biu lalung, punika biu sané nedeng mentik jagi kadagingin utawi kagenahang ring sanggah surya pinaka upakara risajeroning upacara yadnya. Biu lalung inucap wantah biu sané aijengnyané madaging antuk dua utawi telung ijas sané aijasnyané wantah madaging antuk pat-
pat utawi limang bulih kémanten. Sané taler mautama ring biu lalung, biu inucap kantun neket ring bantangnyané sané alit tur kantun madaging don miwah pusuhnyané. Sakéwanten pusuh biu lalung inucap wantah pusuh sané doh genahnyané saking buah pinaka cihna yéning biu inucap nénten prasida mabuah malih tios saking dadua utawi telung ijas kémanten. Yéning pusuhnyané atep sareng buahnyané sinah biu punika kantun prasida mabuah akéhan malih saking tigang ijas. Punika mawinan biu inucap nénten adung yéning jagi kanggén biu lalung. Manut sané ketah kapanggihin ring pakraman, biu lalung ketah kadagingin ring adegan sanggah surya ring upacara yadnya taler kadagingin antuk don péji, don ancak taler don bingin. Indik upacara sané nganggén sarana biu lalung wantah upacara yadnya sané maupakara bebangkit. Soroh biu sané kanggén biu lalung makatah sorohipun, sajabaning biu batu miwah biu dang saba. Dr.
Dura désa
Drs. I Gusti Made Ngurah, M.Si. budayawan sané taler Wakil Ketua FKUB Bali maosang, sané ketah kanggén wantah biu sané bulihannyané cenik-cenik minakadi biu mas miwah biu susu. Ngawigunayang biu lalung ring sanggah surya sakadi punika kaucap mabuat pisan duaning sanggah surya madué kapatutan pinaka ulu sajeroning upakara sané katurang. Yéning banten ayaban wantah angga utawi pangawak saking upakara yadnyané, majanten batis yadnyané wantah ring makatah upakara sané magenah ring sor minakadi panggungan, caru, segehan rumasuk saté gelar sanga. “Kapatutannyané ring ulu upakara patut kadagingin antuk aturan utawi sarana upakara biu lalung. Punika satmaka cihna asil utawi pikolih palemahan sané durung kagarap utawi kagulgul olih manusané utawi satmaka tetanduran biu sané kantun maurip sakadi ring palemahan utawi matandur ring tanah,” dané nartayang. (was)
BPM/was
LALUNG – Tios saking kaanggén pinaka daging upakara, biu ketah taler kaanggén pinaka daging ring sajeroning sanggah surya. Inggih punika ketah kawastanin antuk biu lalung sané madaging antuk buahnyané, don, bantang miwah pusuhnyané
Pawai Jempana
Dresta ”Unik” sané Kantun Kalestariang INDONESIA wantah Negara sané ngajiang kawéntenan dresta saha adat-istiadat samian kramané. Nyabran suku taler ras sané wénten ring sajebag Jagat Indonesia madué awig-awig, dresta wiadin tradisi, miwah adat-istiadat sané kaupapira saha kalestariang kawéntenannyané. Kahanan sané mabina-binayan punika sané ngawinang Indonesia sané “utuh” ngemit kebhinekaan. Kasengguh pinaka sinalih tunggil kasugihan nusantara, dresta ring soang-soang wewidangan nerus kalestariang saha kalimbakang kawéntenannyané. Sakadi sinalih tunggil dresta “unik” sané wénten ring Bandung. Krama Bandung sané akéhan wantah suku Sunda kantun ngukuhang saha nglestariang kawéntenan tradisi suku saking Jawa Barat puniki. Sinalih tunggil dresta “unik” sané wénten ring Bandung kantun kamargiang kantos mangkin mawasta dresta “Pawai Jempana”. Pawai Jempana wantah sinalih tunggil pawai sané kamargiang krama Bandung pamekas suku Sunda sak-
ing nguni pinaka tetamian para lelingsirnyané. Mabinayan sareng pawai ring wewidangan tiosan, ring Bandung para krama pacang makta tandu ageng sané madaging makatah asil gumi miwah makudang-kudang soroh ajengan. Jempana punika sané pacang kategen sajeroning pawai sané kamargiang. Jempana wantah “miniatur” asil gumi sané kakaryanin sakadi umah-umahan jangkep madaging tumpeng, ajengan, miwah asil gumi. Wentuknyané taler matios-tiosan. Minakadi mawentuk umah, sepeda, lelakut, beburon, miwah wentuk tiosan sané ngulangunin. Pawai Jempana puniki ketah kamargiang sajeroning acaraacara ageng minakadi syukuran, makélingin Hari Kemerdekaan Republik Indonesia nyabran tanggal 17 Agustus, makélingin HUT Kota Bandung, miwah acara-acara tiosan. Boya wantah Pawai Jempana kémanten, ring acara inucap ketah kairingang antuk arak-arakan tetabuhan seni musik inggian musik tradisional miwah modern. (pusdat/ berbagai sumber)
Nyastra
Redité Wage, 15 Desember 2019
PIRANG dina kunang lawas késah saking pucak Gunung Agung, ring bangkiang bukit wates wewengkon Badung-Tabanan, Pak Rai lan parajurit pangiring masanekan ajebos, antuk lesuné tan kadi-kadi, panesé kadi baa api. Tan panantara.... “…wus mamaca, macepol niwang I Sampik, ciri suba kalah…, ciri suba kalah…, ciri suba kalah… mémé bapannya nungkulin, mangeling masesambatan. Nyén ja ngawé, awanannya cai mati…, ciri suba kalah…ciri suba kalah…ciri suba kalah…” Doh nrawang angawang-awang saking sisin jurang, tan kapialang kapireng kantos ka bukit alang-alang. Sinambi nyriokang bangkiang, ngetisin basang, antuk senengé kalintang wusan nandur kacang, kenyang liang Pekak Kléntang matembang maskumambang, indik Babah Sampik natar ten nawang, niwang, kajangkik bajang jegég angayang-ayang, Nonah Ing Taé tangkah kembang, bangkiang rengkiang, bokong bengkang, gitar Spanyol upamayang. Satepung pinaro yuta tan wénten manah panembang maskumambang masesimbing, nanging karnan Pak Rai sakadi katating, antuk lengkara ciri suba kalah…ciri suba kalah…ciri suba kalah… kadi paling, boding-bading, galak nyicing, awanti-wanti kapiragi mimbuh suling. “Saya tidak boleh kalah… Saya tidak boleh kalah… Saya tidak boleh kalaaaah….!!! Pak Rai gregetan, nengkik jroning tuas, sakémaon gelis enduh, doning paragayan dharma dayuh. Dané mastikayang yudha ageng nglawan NICA pacang gelis makeplag. Mawekas-wekas ring parajurit pangiring sané tan mawiwit saking tentara, mangda mawali ka désa soang-soang. Ring désa sesiliban nglawan NICA, mapakéling ring krama désa pecak anték-anték NICA, mangda mawali ka NKRI. “Tiang jagi ngiring!” “Sing dadi ajak liu maperang. Mulih ka désa, ditu maperang! Ajak kramané mesikang keneh nglawan NICA!” “Siap Komandan…!!!” “Siap Komandan…!!!” “Siap Komandan…!!!” Yadiastun aturé ring ajeng Pak Rai siap komandan, nanging ring ungkurungkur, Madé Sanggra lan timpaltimpalnyané, Ketut Dharmayudha, Wayan Japa, Ketut Debot, Nyoman Pica, Wayan Suraja, Ketut Lama, Madé Suta, Ketut Sandi, Ida Bagus Madé Cakra, Madé Yid, Ngakan Putu Gita, Ketut Taweng, mameled nerus ngiring Pak Rai nglanturang long march kantos dija ya, yadiastun ka tanggun urip ké sapisanan, satapak tan pacang mawedi. “Nggra, kéto masé timpal-timpal ajak makejang. Beneh saja baos Pak Rai. Singkuh yan maperang ajak liu, apa buin benya sing lapah ngabetang bedil. Jani lan mulih ka désa. Ditu sesiliban nglawan NICA, mapainget tekén nyama-nyama apang suud maroang tekén musuh.” Panua parajurit, Ketut Gdé Dharmayudha mapiteket. “Mara teked jumah, tondén ngomong apa-apa suba tangkep NICA? Sing kéto
Nyingkir-2 (Ciri Suba Kalah…???) I Madé Suarsa nyen?” Madé Sanggra nyaurin. “Saja buka raos Sanggrané Pak Tut.” “Lipi ngalih gegitik.” “Tulén ngejotang bangké mulih.” Sambung-sinambung selegenti nibakang pamineh mamanah nerus ngiring nyarengin Pak Rai. “Jangan banyak bicara!!! Prajurit tunduk kepada pimpinan. Ngerti!!!” Ketut Dharmayudha nengkik. “Siaaaaaapppppp…!!!” Wenginé punika Pak Rai kairing Gusti Putu Wisnu, Gusti Wayan Debes, Gusti Ngurah Bagus Sugianyar, lan sia dasa kalih malih parajurit nglanturang pamargi ngauh-ngauhang. Madé Sanggra lan parajurit tiosan matilar nyempiar nyatur désa niri-niri, nerus nedun bukit, menék jurang tuun pangkung, ngungsi désa soang-soang ring Tabanan, Badung, Gianyar, Bangli, Buléléng, miwah sané tiosan. Sayan sué sayan doh mapasahan. Wénten sampun napak désa padidi,
sakémaon akéhan wawu satenga pamargi, drika-driki ngempi, asah idup kalawan mati. Ring kubu tengah sawah, ring jaba pura, méh wénten ring tengahing sétra, taler wénten prasida nylupsup ka pakubon krama désa, sané tan kauningin désa napi. Masaput sarung kromo nyrangcang, bangun tatas lemah jagi nginang, kabangunin kukuruyukan ayam nyihnayang galang, Pan Neka makesiab ngaton jadma lanang, pules geris-geris ring bataran jinengé nylempang, dingin nylupsup sumsum nyegut tulang tan karasayang. Tan kamanah antuka, amunika patpat ipun ngelah asu galakgalak pisan, asiki ko nénten wénten sané ngongkong, sapatekan jadma bok lantang angapang-apang. Malah asuné makapatpat sareng medem ngandang, geris-geris ngiderin tamiu tan kaundang. “Né sinah jadma beneh-beneh. Yan saja jlema jelé, méh suba telah garang cicing.” Kadi asapunika pepojolan Pan Neka makeneh jroning ati.
“Merdéka…!!!” Madé Sanggra ngrenyit bangun, sesampun uning sang adrebé umah nekain. “Merdéka.” “Désa napi niki?” “Bélok Sidan. Ragaé panyingkiran?” “Nggih. Sampunang keras-keras, pang ten katanggehang!” “Sira, sakéng dija?” “Tiang Sanggra, saking Sukawati Gianyar.” Sami wargi Bélok Sidan polih araharah, wénten parajurit sedek niti bukit saking Karangasem ngauh-ngauhang. Mangda sayaga nampa nampi sang parajurit pradé kampih, napak madunungan ring pakubon wargi. Punika mawinan Pan Neka jeg purun nebag, yéning Madé Sanggra panyingkiran. Pan Neka, Mén Neka, Madé Sanggra, nyiup kopi pait padum abumbung nyagleh tan embuh, séla kutuh gebuh mimbuh taluh puwuh. “Pan Neka, Mén Neka, né suba nyaluk peteng. Tiang nglanturang pajalan, takut katanggehang yén makelo dini. Yan suba tegteg guminé, kema mlali nganginang ka Sukawati nah!” Alas kopi tan patepi ngajakin ngempi, sawah linggah matempah singgah, pangkung lengkung ngungkung nglingkung, jurang bengang ngumbang simpang,… sami tan sida munggelin manah Madé Sanggra nyuun perintah Pak Rai, gegelisan nyujur désa soang-soang. Langit kangin pangguh mabang ngipuh, ring Désa Blahkiuh rauh, lampah Madé Sanggra asedah apuh, sesamén panyingkiran ngiring lampah I Gusti Ngurah Regig Sugriwa patut mupuh. Wénten puri maroang musuh, tan patut karuruh, ring puri tiosan malabuh. “Nggra…Nggra…Nggra….to purin iyangé. Mai, ngoyong malu di puri, nyanan peteng nganginang!” “Siap! Yén sami puri-puri ring Bali mapikayun jegjeg sakadi Ratu, aman Jagat Baliné, ten nyidaang penjajahé ka Bali.” “Clebingkah batan biu Nggra. Ngalih selah padidi payu.” “Sapunapi ya nasib timpal-timpalé Tu? Neked dija ipun mangkin?” “Nggra…sing nyandang benya sangsaya. Prajurit sing taén kuangan daya, ngalih sraya, ngelidin baya.” Saksat kasiratin tirta amreta sanjiwani manah Madé Sanggra polih labuh baos sabuh wacana sang maraga pradnyan I Gusti Ngurah Regig Sugriwa, Panglingsir Puri genah ipun mengkeb sadurung nglanturang pajalan. Samisami panyingkiran, pariangen taler dané ngaksi I Sanggra berag ringkih, nanging katos kadi tingkih, luih sutindih ring mérah putih, yadiastun drikadriki kampih. “Nggra, da benya kanti nyerah!” “Siap.” “Di Binoh liu ada timpal.” “Siap.” “Cerik-ceriké apang mabesikan, nglanturang perjuangan!” “Siap.” “Hati-hati! Merdeka!!!” “Merdéka!!!” -0-
I Putu Wira Dharma Putra Gunawan
Satua
Makarya Sinduk lan Pipet Tiing
Galuh Payuk (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) NANGING Ida masih langgeng pesan tekén yasa, tusing ja makejahan nyang agigis. Lantas aliha Ida Anaké Agung Istri, plisahina raganidané baan Sang Kalimandu, nanging masih tuara melutang apa. Déning suba kanti kenyel Sang Kalimandu ngoda Ida Sang makerti, masih tuara mintulin buina suba sanja, lantas malipetan buin ia ka Suargan. Katuturang tekén Ida Bhatara buaté ia tuara mrasidayang ngoda. Nanging masih patuh buka unduk Sang Kalimanduné tuara melutang apa. Dadi Ida Bhatara nglunganin tur Ida nyuti rupa dadi Pranda putus. Sarauhidané ditu lantas Ida malinggih ring pucak binginé sarwi nguncarang Wéda. Buin akejepné lantas ujan bunga miwah sarwa miik-miik. Duaning kéto, lantas Ida Anaké Agung nglesuang kerti, sarwi Ida muspa tur matur ring Ida Bhatara, “Inggih Ratu Bhatara, titiang ngaturang sembah ring Palinggih Bhatara, kénak Cokor I Déwa ngiangin titiang, déning wénten sané lungsur titiang ring Palinggih Bhatara.” Ngandika Bhatarané, “Men apa buin kuangan, suba amonto kasukan Sang Prabuné, jani apa buin katagih?” Matur Sang Prabu, “Wiakti katah pisan sampun swécan Cokor I Déwa ring titiang, sakéwanten sané asiki, manik majalan Cokor I Déwa durung ngicén titiang. Inggih yan wantah Palinggih Bhatara lédang punika sané lungsur titiang.” (Masambung)
YÉNING wénten galah embang, yowana bagus puniki sinah ngambar, nénten arang taler maplalianan Légo wiadin ngakit Gundam. Sakéwanten yening sampun nyarengin lomba, kahanan inucap mabinayan pisan. Napi malih tatkala ipun nyarengin Inovation Award sané raris dados Juara I Kategori Inovasi Alat tatkala nyarengin lomba Karya Ilmiah Cilik (KIC) ring Kota Denpasar. “Nénten naenin tiang mapikayun jagi dados jayanti, napi malih pamilet tiosan sami becik,” baosnyané makenyem. I Putu Wira Dharma Putra Gunawan, asapunika aran siswa kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar puniki. Tatkala nyarengin lomba inucap, ipun makarya sinduk lan pipet saking tiing sané akéh kawigunanipun, duaning sinduk inucap sané prasida kawigunayang dados pipet. Ipun ngaryanin sinduk antuk tiing sané majanten kabaos “ramah lingkungan” utawi nénten ngawinang cemer. “Tiang rumasa seneng antuk napi sané sampun sarengin tiang. Puniki anggén tiang pangawit nglimbakang penelitian mangda prasida nyarengin lomba sakadi puniki bénjang pungkuran,” baosnyané. Ipun sané embas ring Gianyar, 7 Desember 2001 puniki taler waged nyurat Aksara Bali ring lontar. Yadiastun méwehan katimbang nyurat ring kertas, nanging kara-
sayang satmaka nantang pikayunannyané sané ngawinang ipun marasa liang. “Kaaptiang pidabdab sané becik taler tangan sané lemes mangda prasida ngamolihang sesuratan lontar sané becik. Budaya Bali wantah tetamian panglingsir sané patut kalestariang. Sampunang kimud mlajahin Budaya Bali, duaning sujatiné ngawinang pikayunané liang,” ipun nyumekenang. Lanang kalem sané ketah kasambat Putu Wira puniki naen nyarengin Olimpiade IPA lan Matematika pinaka peplajahan sané pinih becik ngicénin ipun préstasi tur setata ngawinang ipun ngranjing “tiga besar” ring kelasnyané. Yowana sané meled dados dokter puniki wantah anak alit sané disiplin, rajin lan tegas sangkaning punika ipun kajudi dados ketua kelas. Putra kapertama I Putu Adi Nurjaya Luh Made Windusari puniki setata kréatif. Yadiastun kabaos pinaka “anak rumahan” sangkaning arang maplalianan, nanging ipun setata nincapang kawagedannyané saha ngaryanin ekspérimén wiadin mautsaha ngarayanin pariindikan sané anyar. “Tiang marasa adénan nyoba katimbang nénten,” baos lanang sané seneng ngajeng ulam mujair nyatnyat lan gurami goréng puniki kalem. Makéh pisan préstasi sané sampun kapolihang Putu Wira, minakadi Juara I Lomba Membaca Aksara Bali tingkat SD, Porseni Kota Denpasar (2019), Juara II Lomba Nyurat Aksara Bali Tingkat SD, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali (2019), Juara I Lomba Inovation Award Tingkat SD, Denfes Kota Denpasar (2019) miwah Juara III Lomba Kana Cup, STIBA BALI (2019). (kmb)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 30.ennÓ)nÀiw*pnÑiknuæ*mhmuni, Nénten iwang pandikan Sang Maha Muni, eynßeyog,
yén mayoga, g)nehpunik,
genahé punika, b\)tæisnæ\rueh,
banget pisan pangaruhé, mwinnÉ&h\áhiku, mawinan ring angga iku, ewnÓ)nÇkÉkunÑlini, wénter Cakra Kundalini, \wituæk&muldr,
ngawit saking Muladara, mg)n;r&tul*hiku;, magenah ring tulang ikuh, \u\áh*kenÓosÐpuck/, ngunggahang kantos ka pucak, r&pbhn/, ring pabahan, mhunÑgÀ¡nÑgnê±kÓi, maundag-undagan yukti, ennÓ)nÑedosÐliwtn/.
nénten dados kaliwatan.
Saking Langit Bali Jangkrik Nuluh Rurung Wengi bintangé pakenyit Ngyasain wenginé kelang sunaran sasi Swaran jangkrik mangangklung Ngedig-ngedigin bungbung ‘Sasi wimba haneng gata mesi banyu’ Wirama tan malih katembangang Tengahing bungbung jangkrik kapetengan Jangkrik tengahing latri Tinglis swarané mangrikri Nitenin rurungé langkung Sayan edoh ia manambung Sang pisarat Alon-alon nuluh rurung Kapetengan tatkala wengi Lawat sundihé pinaka titi Ngetut genah jangkrik mangrikri Tengahing bungbung jangkrik kapetengan ‘Sasi wimba haneng gata mesi banyu’ Wirama tan sida katembangang Swaran jangkrik mangangklung Rurungé mawali mamung I Gede Suwartama
8
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Reinkarnasi Api
Sajak Kwaci
Desember tua Langit di atas selat Sunda kehilangan biru Kumulus menyaput
Demi seorang pelamun Matahari menyamar sebagai bunga Berkelopak kuning berbiji tetes air Langsing di jendela
Bulan samar Elang laut bergegas ke pulau asing Tanpa rencana
Kelak, sebelum mati, seseorang memetik Di tembok belah bau kapur Waktu berhitung dengan memutar dirinya Tapi bukan gasing Terlilit dan terlempar berkali-kali
Sebab abu menjadi hujan Sebab belerang sangit menuba laut Dari kepundan muda mekar kembang api Tangkainya menancap jantung Maka kulit punggungmu, Krakatau Lepuh Seperti luka kami
Dari bungkus-bungkus terbuka Kita terus mencecap biji-biji masin Agar percakapan menemukan jalannya Berliku-liku
Perahu sungsang Pesisir Banten amuk tsunami Menumpah amis kakap merah Kembung banjar, selar batang, kerapu, cumi, kerang hijau
lArnata Pakangraras 2019
Sunyi
Sekumpulan belia, hempas! Ayah, ibu dan segenap kenangan angin garam Di Tanjung Lesung sepasang kekasih Dijemput takdir yang tak pernah berkabar Ratusan jejak kaki di pasir melela Tak menemukan pemiliknya lagi
Sisa angin malam Ada sayup, lalu kata-kata padam Cahaya bulan menggumam Di kejauhan Mantra daun, pepohonan Adalah doa lumut-lumut kenangan
Tubuh purbamu punah, Krakatau Tapi yang meleleh dari dadamu adalah susu Tapi yang mengalir dari garbamu adalah darah Menemukan pembuluh nadi Pada legam tubuh anak kandungmu Anak Krakatau
Memijar antara langkah kaki Lelaki mabuk Lalu-lalang dalam mimpi Dikalahkan kantuk
lArnata Pakangraras
Jika esok masih sunyi Artinya kita sama mabuknya Jua mengalah pada kantuk
Musim Nelayan
lI Wayan Esa Bhaskara (2019)
Aku melihat geletar di tubuh nelayan Menyampaikan surat-surat basah berlatar ombak Di dalamnya berisi ikan terjungkal Terperangkap oleh tangkul dan jermal.
Do’a Paripurna Selamat menikmati sepi, Dik Dari aku yang merindukan matamu Untuk sebuah kabar gelap Menyerupai jalan, kenangan, bahkan luka-luka. Selamat merindukan sunyi, Dik Kali ini aku kabarkan sebuah usaha mendesah air mata Merangkul hina waktu Dalam tabah bermunajatkan do’a. Selamat menempuh bahagia, Dik Sebab di mataku sepanjang sungai mengalir Sejauh arah berjalan memeluk sunyi Mengisyaratkan kepergian menghinakan diri. lKhofiyono Bali, 2019
fi a gr
to o F
Memaksimalkan Hasil Foto dengan Kamera ”Smartphone”
Jika cucur di tiang berkembang Dan angin bertiup dengan kencangnya, Ada lembah yang sesak oleh air mata mereka Sebab, semarak ramai pesta gelombang Hanya mengisyaratkan perahu tenggelam. Ia berlayar mengarungi takdir kematian Memanggang rindu pada halaman rumah Tempat anak-anak mereka bermain hujan Saat langit memeluk erat gumpalan awan. Hingga pada akhirnya Arus laut kembali keruh berlumut, berputar Meredakan angin, meneduhkan gelombang Dan perahu-perahu pulang menuju dekapan pantai.
TEKNOLOGI kamera yang “tertanam” dalam smartphone kini semakin canggih. Saat ini, rata-rata kamera smartphone memiliki resolusi yang relatif tinggi, bahkan lebih tinggi dari 4023 x 3024 piksel, sehingga peluang untuk menghasilkan foto-foto dengan kualitas yang baik cukup besar. Namun harus diingat, resolusi tinggi itu tentu tidak akan ada artinya jika Anda tidak melengkapi diri dengan pengetahuan tentang komposisi dan teknik fotografi yang baik. Jika Anda serius menjadi fotografer dengan “bersenjatakan” smartphone, belajarlah dasar-dasar dalam komposisi foto, seperti golden ratio, golden triangles dan sebagainya. Pengetahuan tentang kaidah-kaidah komposisi ini akan sangat membantu membuat foto yang lebih “rapi” dan terlihat lebih kuat. Berikut tips praktis untuk memaksimalkan hasil foto dengan kamera smartphone. Sebelum melakukan pemotretan, pastikan lensa kamera smartphone dalam kondisi bersih. Sebaik apapun kita memotret dan sebagus apapun objek yang difoto, tapi jika lensa kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat Handphone kita lama berada di kantong, maka kotoran lama-kelamaan akan menempel di lensa kamera. Oleh karena itu, sempatkanlah membersihkan lensa dari kotoran sebelum memotret. Gunakan kain lembut untuk membersihkannya. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata. Tak kalah pentingnya, kenali waktu jeda shutter. Kamera smartphone memiliki waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Dalam ranah fotografi, kondisi ini disebut shutter lag. Tidak seperti kamera DSLR yang mampu secepat kilat mengambil foto setelah kita memencet shutter, smartphone umumnya lumayan lelet. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah menekan shutter. Hindari Menggunakan Zoom.
lKhofiyono Bali, 2019
Yang harus diingat, jangan sekali-kali menggunakan zoom. Biasanya, lensa di kamera smartphone memilik panjang focal atau focal lenght 25-28 mm yang dalam ranah fotografi dikenal sebagai lensa sudut lebar. Itulah yang menyebabkan objek menjadi terlihat lebih kecil dibandingkan sebenarnya. Melihat kenyataan ini, Anda sering tergoda untuk melakukan pinch to zoom agar objek terlihat lebih besar. Hindarilah menggunakan zoom, karena zooming secara digital seperti ini layaknya Anda melakukan cropping foto di komputer. Hasilnya, resolusi foto menjadi turun dan terpotong. Semakin dahsyat kita melakukan zoom, maka makin besar pula degradasi resolusi foto. Jadi, berusahalah untuk memotret dengan jarak sedekat mungkin dengan objek sehingga tidak perlu melakukan zooming. Tak kalah pentingnya, selalu gunakan fasilitas resolusi paling tinggi yang ada pada smartphone. Semakin tinggi resolusi, maka semakin tinggi kualitasnya. Untuk mendapatkan foto yang tajam, saat menekan shutter kamera, tangan tidak boleh bergetar atau terguncang. Hal ini juga berlaku mutlak saat Anda memotret dengan smartphone. Semakin stabil kamera semakin bagus dan tajam foto kita. Jadi, usahakan agar tangan tidak bergetar saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkanlah benda yang lebih stabil di sekitar Anda sebagai sandaran. Misalnya, meja dan tembok untuk membantu kestabilan tangan. Bahkan bila perlu pergunakan tripod khusus untuk Handphone. Saat melakukan pemotretan, sebisa mungkin manfaatkanlah cahaya alami yang ada di sekitar untuk memastikan cahaya yang menerangi objek foto mencukupi. Dengan begitu, Anda tetap berpeluang mendapat foto yang tajam dan jelas. Pastikan juga Anda memahami dari mana cahaya berasal untuk menghindar dari masalah-masalah seperti backlight. Selamat berkreativitas dengan kamera smartphone! (ian)
Rejang Dancers karya I Wayan Sumatika
Derap Makepung karya I Wayan Sumatika
Kadal Ekor Rumput karya I Wayan Sumatika
Happiness karya I Made Yasa Winangun
9
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Diduga Tidak Patuhi ”Pararem” Ratusan ”Pangempon” Pura Hentikan Proyek Denpasar (Bali Post) Pangempon Pura Sat Kayangan Penida, Sabtu (14/12) kemarin menghentikan proyek yang ada di sana. Satu hal yang menjadi alasan warga adalah pemilik proyek diduga tidak mematuhi pararem Pura Desa Adat, yang salah satunya berkaitan dengan pembangunan di dekat Pura Sad Kayangan.
BPM/ist
PURA - Pangempon Pura Sat Kayangan Penida, Sabtu (14/12) kemarin menghentikan proyek yang berada di dekat pura.
ARTIS
Ketua panitia Wayan Tiase di dampingi beberapa Prajuru dan beberapa bendesa adat serta pangempon pura di Denpasar, kemarin mengatakan pihaknya terpaksa bersama masyarakat turun ke tempat proyek untuk melakukan penghentian. Sebab proyek bangunan milik pangembang itu berada di kawasan pura tersebut. Pangembang, persi warga tidak menghargai pararem pura di sana yang sudah dipasang di enam titik di lingkungan pura. Yang dipasang itu sebagai imbauan berupa berita acara paruman. Atas ketidak patuhan pada pararem, pihak warga kecewa. Warga juga menceritakan bahwa dalam sejarah, para pendahulu atau tetua sangat menyucikan kawasan linggih Ida Sesunan Betara Lingsir Dangyang Dukuh Jumpungan. Pendeta sakti ini diketahui pertama kali menghuni pulau Nusa Penida. Dangyang Dukuh
Jumpungan diketahui tinggal di pesisir pantai barat Nusa Penida yang sekarang dikenal sebagai Banjar Penida Desa Sakti Kecamatan Nusa Penida. Sebelum Ida Betara bertapa di puncak mundi, Dangyang Dukuh Jumpungan yang tidak lain merupakan leluhur Ida Batara Ratu Gede Dalem Ped. Menghormati para leluhur inilah semua pihak harus mematuhi aturan atau pararem yang merupakan sebuah keputusan mengikat. “Jika pengembang tidak ikut menjaga awig lan pararem pura, kami pun kecewa,” kata prajuru adat. Hingga akhirnya proyek pun dihentikan. Dan sejumlah perwakilan penggarap yang didatangi warga langsung mau menghentikan proyek. Apakah itu sifatnya sementara, atau akan ada jawaban lain dari pengembang? Di samping itu, untuk tetap menjaga kawasan suci, pemerintah
dalam hal ini PHDI ikut membantu warga pangempon untuk menjaga Prasasti Kuno Nusa Penida. warga tidak menampik jika semua manusia butuh uang. “Namun lebih penting itu menjaga tetamian leluhur, dan tidak juga menjaga bhakti kita pada tuhan dengan menjaga kesucian linggih tuhan,” tandas Wayan Tiase. Dia menambahkan, jika tempat suci atau parahyangan tuhan tidak dijaga, maka ternodalah bhakti manusia pada sesuunan yang mungkin akan membuat tuhan murka dan pasti akan terjadi mala petaka di muka bumi ini. Karena itu pula, pangempon berharap pemerintah tidak serta-merta memberikan pada pengembang. “Kami warga pangempon pura sangat berharap pada pemerintah untuk sadar. Jangan sampai bumi tempat kita berpijak ditenggelamkan oleh sang pencipta,” pinta warga lainnya. (kmb37)
Gusti Ayu Nyoman Sri Mabinda Devi
”Bali Kedas Sampah Plastik” SALAH satu penyanyi anak-anak yang bergabung dalam Bali Kumara generasi 7, Gusti Ayu Nyoman Sri Mabinda Devi, menghadirkan sebuah lagu berjudul “Bali Kedas Sampah Plastik’’. Lagu ini merupakan bentuk dukungan Mabinda untuk mendukung program Pemerintah Provinsi Bali guna mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai untuk menjaga keasrian lingkungan. “Lagu Bali Kedas Sampah Plastik isinya sangat hangat dengan situasi Bali saat ini serta visi pemerintah dalam membatasi penggunakan plas-
tik, karena sudah menjadi ancaman yang sangat serius bagi Bali. Karenanya, perlu gerakan bersama untuk menyadari bahaya sampah plastik dan gerakan bersih-bersih sampah plastik ke seluruh pelosok tanah Bali yang kita sayangi ini,” ujar pencipta lagu sekaligus penggagas Bali Kumara, I Komang Darmayuda, Jumat (13/12). Lagu “Bali Kedas Sampah Plastik” dikemas ala lagu barat yang di dalamnya terdapat unsur ngebeat dan ngerap, tetapi tetap mengedepankan nuansa Bali. Sebab, Mabinda sejak kecil senang dengan lagu barat. Bahkan,
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr sgr Staff Logistik Kantor Kontraktor Hub.081916276090
Bth ASS Marketing Manager,Bisa Bhs. Inggris, Lam.Jl.Tkd .Badung 18/9 WA. 08113893338
Dcr sopir Jl.Bedahulu XII/18 Dps,081338644411,08111444827
B.BP.001.12.19.0000285
Dcr 2Sales,2Operation,2Driver Travel Hub.0361-235700 B.BP.803.12.19.0000363
Dcr Distributor Brosur ke hotel” Hub. 081237768888 B.BP.154.12.19.0000370
Dcr Staff kitchen utk masakan Jepang, u/wil.Canggu min.SMK / sederajat Hub.081237170506
B.BP.004.12.19.0000340
B.BP.001.12.19.0000331
Dicari Segera!! Tenaga Administrasi Wanita mengerti Office Word Dan Excel Minimal lulusan SMA/SMK Maksimal 30 tahun Hubungi: 085339465188(WA) E:sutraindahdekorasi@yahoo.com B.BP.001.12.19.0000362
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.12.19.0000368
DIJUAL RUMAH
SERVICE RUPA-RUPA
sebelum bergabung di Sanggar Seni Cressendo “Griya Musika Sukawati”, gadis cilik kelahiran Denpasar, 1 Juni 2006 ini, tidak suka dengan lagu-lagu Bali. “Awalnya Mabinda hanya suka nyanyi lagu-lagu barat, tidak suka dengan lagu-lagu Bali. Sungguh miris mendengarkan curhat ortunya kepada saya setahun lalu. Lalu, Mabinda mencoba nyanyi lagu Bali saat lomba lagu-lagu Bali Kumara generasi 5. Di sana mulai terbuka wawasannya,” jelas Darmayuda. Melihat kemampuan bernyanyi lagu
Restaurant Seminyak Mertanadi 50 Cari pizzamakers 7 cookers Telp:081239655350/08123808039 B.BP.004.12.19.0000343
Need S1 Pria berpengalaman perkantoran+ lapangan,bersedia bekerja dgn team.Kirim CV ke PO BOX 3471 Dps B.BP.001.12.19.0000308
PT.BPR Pande Artha Dewata membutuhkan segera:Kepala Bagian Pembukuan,Kepala Kantor Kas,AO (Account Officer):Pendidikan S1,Dll.Kirim CV ke Jalan Diponegoro No.162 Denpasar Telp.(0361) 223740-264236 B.BP.001.12.19.0000330
BIRO JASA
Dicr Karyawan/ti Gaji 2,4Jt/Bl Langsung ke Jln.Arjuna 49 Dps B.BP.001.12.19.0000297
Ubud Raw Urgently seeking:shop staff for Canggu shop Speak English,fun personality send CV to olivia@ubudraw.com B.BP.004.12.19.0000269
Pizza Hut Bali membutuhkan Karyawan/ti Berpenampilan Menarik Tinggi badan Pria Min.160CM,Wanita 155CM,Umur 18-22Thn.Gaji UMK,Catering,Jamsostek,Asuransi Kesehatan & Bonus.Lamaran dibawa langsung ke Pizza Hut Terdekat. B.BP.001.12.19.0000336
BIRO JASA
Bali yang semakin baik, kedua orangtuanya, I Gusti Made Subasga dan Nengah Purihati, mengajak Mabinda berlatih teknik vokal di Sanggar milik I Komang Darmayuda tersebut. Di sana Mabinda berlatih bersama anakanak Bali Kumara lainnya. Bertemu dengan banyak teman, siswi kelas VIII di SMPN 4 Denpasar ini akhirnya bertambah cinta terhadap lagu-lagu Bali. Bahkan, ia meraih juara harapan I lomba mennyanyi dalam rangka HUT Kota Denpasar yang diselenggarakan oleh PV Pro Prabaswari Production. (win)
Cr Tk.jahit & Tk.Patrun u/Garmen Jl.Pemuda IV/17 Renon, T.236453 B.BP.001.12.19.0000377
Dcr Urg Hskp/butler utk Sminyk /Umalas Hub Agung 082146584344 or agung@balimanagement.villas B.BP.803.12.19.0000283
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Disewakan/DijualRumahNyaman & Tenang di Gatsu Tengah Gang Intan Sari No.5 H.08123010090 B.BP.001.12.19.0000333
Over kontrak Kos2an 11 Kmr Jl. TkdBadungRenon,H.085100888379 B.BP.004.12.19.0000373
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUKO
Gebyar Rmh Hrg 300Jt.C/K Perum Medahan dkt Bypas.085934331615
Dijual Ruko Seririt Singaraja DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.004.12.19.0000299
Gebyar Rmh Permnen Jl.Ry Bitra Pacung Gyr Terbts.085934331615
B.BP.004.11.19.0000718
B.BP.004.12.19.0000300
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijl Tanah 1,8Are Jl .Goa Gong Jimbaran. Hub:081338319558 B.BP.001.12.19.0000365
Djl Tnh 95 m2 Peguyangan Kaja Hub:081237173666 B.BP.001.12.19.0000282
KEHILANGAN Hilang Buku IMB No.1092TH,2009 AN.Syahadah Noor Al Aeini B.BP.001.12.19.0000335
Hlg BPKB No.L-07088416-O DK 8591 VW A/N.I Made Purwa B.BP.001.12.19.0000366
10
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Mendatar : 1. Genit; suka bergaya 4. Salah satu Kabupaten di Bali 7. Kamu 8. Sejuk; segar 11. Paman (Inggris) 13. Senapan mesin otomatis 15. Rematik 17. Racun hama 21. Tablet 22. Ongkos 23. Undian 25. Kerabat kerja 28. Sangat luas (Hutan) 33. Merk Elektronik 35. Lipatan kedua tangan diatas perut 37. Binatang berduri 39. Kembali pokok; tanpa laba 40. Goyah; goyang (Bali) 41. Tawaran untuk mengajukan harga 42. Kiasan untuk belum berpengalaman
Pergantian Musim, Siklus Satwa Liar Masuk Permukiman ADA siklus setiap tahun berbagai jenis satwa liar masuk ke permukiman padat penduduk, yang disebabkan habitatnya semakin terhimpit oleh pertumbuhan pembangunan untuk kepentingan manusia. Siklus tersebut biasanya terjadi di setiap pergantian musim pada wilayah permukiman penduduk yang berbatasan dengan hutan atau habitat satwa liar. “Fenomena yang belakangan terjadi adalah masuknya kawanan ular kobra di sejumlah perkampungan di Jakarta dan Jember, Jawa Timur,” ujar Dr. Boedi Setiawan, M.P., drh., pengamat satwa liar dan pengajar di Departemen Klinik Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya beberapa hari lalu. Cak Boeseth, sapaan akrabnya, menjelaskan, fenomena itu terjadi karena sekitar tiga bulan yang lalu merupakan musim kawin ular kobra. Sekarang ini bertepatan dengan awal musim hujan, telurtelurnya mulai menetas dan
insting anak-anak ular kobra mencari makan sekaligus kehangatan di luar habitatnya yang telah rusak akibat perkembangan pembangunan, dengan masuk ke perkampungan padat penduduk. Dalam tiga bulan terakhir, berbagai jenis satwa liar diberitakan masuk ke permukiman padat penduduk di sejumlah wilayah Indonesia. Pada akhir November lalu kawanan gajah liar diberitakan merusak 14 unit rumah penduduk di Kampung Rime Raya, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh. Gajah Sumatera liar, pada awal Desember ini terlihat berkeliaran di Mandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Sementara seekor bekantan jantan pada Oktober lalu diberitakan masuk ke perkampungan warga di Mantuil, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Cak Boeseth memastikan ada kesalahan tata ruang yang menyebabkan berbagai satwa liar tersebut pada siklus tertentu masuk ke permu-
kiman padat penduduk demi bertahan hidup. “Mungkin karena pertumbuhan penduduk semakin meningkat, otomatis kebutuhan rumah juga meningkat. Artinya, di sini memang ada lahan-lahan yang harus dibatasi, tidak semua lahan dibuat perumahan,” katanya. Menurutnya, mesti ada lahan yang dipertahankan untuk pertanian dan sebagainya sehingga masih menyisakan habitat untuk satwa-satwa liar yang selama ini menjadi korban dari pertumbuhan pembangunan. Cak Boeseth mengimbau jika ada kawanan satwa liar masuk ke permukiman warga agar tidak dibunuh. Warga diminta menghubungi petugas rescue di instansi perlindungan masyarakat (linmas) yang ada di tiap daerah. Biasanya petugas ini dibantu oleh petugas pemadam kebakaran yang telah dilatih untuk mengevakuasi dan mengembalikan satwa liar yang memasuki perkampungan penduduk tersebut ke habitatnya. (ant)
Menurun : 1. Rempah pengisi rokok 2. Regu 3. Nyenyak 4. Berlubang sampai kesisi yang lain 5. Negara tetangga kita 6. Binatang kecil pemakan kertas, dsb. 9. dibalik; hanya 10. Batu permata 12. Salah satu permainan judi 14. Apik; teratur 16. Kota besar di Jepang 18. Penyakit perut menular mirip kholera 19. Jalur arena balap 20. Deras (Bali) 21. Alur cerita 24. Mutlak; sepenuhnya 26. Langsing 27. Tak sadarkan diri 29. Pinjaman (Inggris) 30. Pulau kecil (Bali) 31. Pertolongan (INggris) 32. Zat kimia yang merupakan hidroksida dari logam tertentu 34. Sering 36. Bagian paling belakang tubuh binatang 38. Ayah (Inggris)
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 426 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 21 Desember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 29 Desember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 424 Mendatar : 1. MANTAP 4. KAPILER 7. KARO 8. SEKRUP 11. KANON 13. PANITIA 15. NIKEL 17. ORANGUTAN 21. APE 22. KES 23. PUB 25. ISA 28 & 40. INDONESIA – RAYA 33. ETIKA
35. OGRABME 37. ANARKI 39. LANOZ 41. ALBINO 42. SUHARTO Menurun : 1. MUSTANG 2. TUR 3. PKPA 4. KONTRA 5. PUKANG 6. RENDANG 9. KEOK 10. UPIL 12. NEST
14. NJOP 16. EKSPO 18. RESMI 19. NURI 20. UMPAT 21. ANTE 24. BIODATA 26. SEBELAH 27. BALI ZOO 29. DIVA 30. NIOK 31. SAR 32. AMBLAS 34. IKON 36. GIRO 38. REI
Pemenang TTS No. 424 1. I Made Wijana Jl.Sultan Agung No.43, Amlapura, Kab.Karangasem (HP:087-762-857-XXX) 2. I Wayan Murjana Br.Gunung, Abiansemal, Kab.Badung (HP:081-338-412-XXX) 3. Ni Luh Putu Suwantari Jl.Palguna Gg.Tutut Taun No.06, Sukawati, Kab. Gianyar (HP:081-916-538-XXX) 4. I Dewa Ayu Damiati Br.Penarukan, Desa Bungbungan, Kec.Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:087-861-111-XXX) 5. I Gede Okky Sukrasena Jl.Sudirman No.149, Dauhwaru, Kab.Jembrana (HP:081-246-656-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : NI WAYAN RIANAWATI Alamat : Jl.Hangtuah No.46, Desa Sanur, Denpasar Selatan, Denpasar (HP:081-805-513-XXX)
Puluhan Ribu Babi Mati di Sumut
DINAS Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Utara mencatat hingga Jumat (13/12) sebanyak 27.070 ekor babi di Sumut mati akibat virus hog cholera atau kolera babi. Babi yang mati tersebut menyebar di 16 kabupaten yakni di Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Samosir, Simalungun, Pakpak Bharat, Tebing Tinggi, Siantar dan Langkat. “Kematiannya terjadi sangat cepat. Dalam satu hari angka kematian yang dilaporkan 1.000-2.000 ekor. Ini data yang kita terima dari DKPP,” kata Kepala Balai Veteriner Medan Agustia. Pihaknya yakin masih ada warga yang tidak melaporkan kematian babinya karena
faktor jarak atau lokasi dan menguburnya secara swadaya. Ke-16 kabupaten/kota itu memang kantong ternak babi atau populasi babi di Sumut. Angka kematian tersebut sudah dilaporkan ke Direktur Kesehatan Hewan dan Dirjen Peternakan setelah dilakukan analisis menyeluruh dari beberapa komponen, yakni hasil uji lab terdapat reaksi terhadap Afrikan Swine Fever (ASF). Kemudian kajian secara epidemologi, terkait dengan mulai kapan terjadi, berapa yang mati dan sakit, dan terkait pola dan penyebarannya. “Untuk menyatakan apakah kematian babi di Sumut diakibatkan ASF, keputusannya ada di Jakarta. Declare atas penyebab kematian babi di Sumut dampaknya besar,” ujar Agustia. (ant)
Seekor Orangutan Dilepasliarkan
BPM/ant
KOBRA - Petugas Dinas Pemadam Kebakaran menangkap seekor ular king kobra di kawasan permukiman warga Jakasampurna, Bekasi, Jawa Barat.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara melakukan pelepasliarkan seekor orangutan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis) yang usianya diperkirakan 40 tahun. Pelepasliaran orangutan berjenis kelamin jantan yang dinamai Paya ini dilakukan di Kawasan Hutan Konservasi Cagar Alam Sibual-buali, Desa Sumuran, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin lalu. Orangutan yang memiliki berat 46 kilogram tersebut sempat menjalani masa rehabilitasinya di Pusat Karantina
Orangutan Batu Mbelin Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. “Orangutan itu dirawat setelah KSDA Wilayah III Padangsimpuan melakukan identifikasi bersama Tim HOCRU (Human Orangutan Conflict Response Unit) YOSLOIC (19/9). Selanjutnya Orangutan Tapanuli itu dibawa ke Pusat Rehabilitasi Orangutan Sumatera (PKOS) SOCP di bawah perawatan tim dokter hewan Andika Pandu,” jelas Kepala BBKSDA Sumut, Dr. Hotmauli Sianturi. Evakuasi dilakukan setelah sehari sebelumnya tim mendapatkan laporan
masyarakat Aek Batang Paya, Kecamatan Sipirok, yang menemukan satu individu orangutan terluka. Orangutan Paya mengalami luka di daerah frontal (tulang dahi) dana pangkal lengan bagian bawah (axilla) dan tulang cranium (kepala) akibat sesuatu benda, sempat dirawat medis sekitar dua bulan. Terkait seberapa jauh urgensi orangutan terhadap ekosistem, Hotmauli Sianturi mengatakan sangat penting karena peran orangutan yang membuat hutan ini ada. “Banyak yang tidak menyadari bahwa orangutan yang
menyebarluaskan bibitbibit yang ada di hutan dan menjaga keseimbangan ekositem khususnya di bentang hutan Batang Toru,” terangnya. BBKSDA berharap ke depan konservasi satwa liar termasuk orangutan bisa lebih terjaga. Pembangunan sah-sah saja, tetapi kelestarian ekosistem harus terjaga demi keberlangsungan kehidupan ke depan. Individu orangutan yang dilepasliarkan oleh BBKSDA Sumut di daerah Tapanuli baru kali ini setelah pelepasliaran orangutan di daerah Dairi dan daerah TNGL. (ant)
Meditasi, Salah Satu Potensi ’’Wellness Tourism’’ di Bali MEDITASI merupakan teknik latihan konsentrasi yang digunakan untuk meningkatkan taraf kes-
adaran, yang selanjutnya d a p a t membawa prosesproses mental lebih terkontrol secara sadar. Saat orang melakukan meditasi, frekuensi getaran gelombang otak turun, napas akan melambat, dan oksigen yang dipakai menjadi hemat. Gelombang otak tersebut akan mencapai
alam bawah sadar, gelombang otak mendatar dan berada pada keadaan alpha. Kea d a a n ini d ina m a ka n homeostatis atau seimbang, sehingga otak akan mengeluarkan hormon endorphin dan terjadilah self healing. Meditasi selain bisa digunakan untuk mengurangi stres dan hipertensi, tentu-
nya dapat sebagai perkembangan wellness tourism. Wellness tourism saat ini perlahan sudah mulai muncul dan menjadi tren di masyarakat, salah satunya yang dilakukan di Thailand dengan walking meditation. Orang Thailand menemukan bahwa mereka secara alami tertarik pada meditasi jalan,
karena merasa lebih mudah dan lebih alami daripada meditasi duduk. Ketika duduk mereka merasa tegang, mudah terganggu dan pikiran tidak tenang. Di Bali sudah ada beberapa yang mulai mengembangkan wellness tourism, seperti Bali Usada Health Meditation yang memiliki
lebih dari 127.000 sahabat meditasi. Kegiatan meditasi Bali Usada sudah tersebar ke seluruh Indonesia, seperti Jakarta, Medan, Palembang, bahkan ke luar negeri, seperti Inggris, Jerman, dan Selandia Baru. Pemerintah dirasa perlu meningkatkan wellness tourism di Bali dengan cara lebih gencar
mempromosikan meditasi ke mancanegara. I Nyoman Wira Wicaksana, Dewa Ayu Bintang Kartika, Putu Rhea Sanchia, PI Budiapsari. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa.
INspirasi
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Pengawasan BUMN Dikritik Erick Thohir Ubah CSR BUMN
Jakarta (Bali Post)Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta kasus dugaan penyelundupan barang mewah di pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 harus diinvestigasi dan diusut tuntas. Bahkan, siapa saja yang terlibat juga harus diproses secara hukum sebagai efek jera. “Menurut saya harus diinvestigasi apakah ada pelanggaran hukum atau tidak, mesti diusut tuntas. Siapa pun yang terlibat mesti diusut tuntas,” kata Ketua Komisi V DPR, Lasarus, Sabtu (14/12) kemarin. Menurut dia, proses hukum perlu dilakukan sebagai efek jera. Sebab, Garuda Indonesia sudah menjadi maskapai kepercayaan masyarakat. Maka, amat disayangkan kelakuan direksinya malah seperti itu. “Direksi itu gajinya gede, apa yang kurang. Aparat penegak hukum investigasi habis. Siapa pun yang terlibat mesti dihukum supaya ke depan jangan lagi terulang,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengkritisi pengawasan Kementerian BUMN era Rini Soemarno masih longgar. Makanya, ia meminta Erick Thohir untuk membenahinya. Fadli juga menyebut pemerintah telah menjadikan BUMN sebagai mesin pencetak utang, misalnya atas nama pembangunan infrastruktur. Makanya, hal ini perlu segera dievaluasi. Sementara itu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, ingin akan mengubah alokasi program CSR (corporate social responsibility) BUMN untuk bidang pendidikan dan lingkungan hidup. “Kalau
Upacara Keagamaan
Dari Hal. 1 Mebat sangat logis dilakukan, karena setiap ada kegiatan upacara keagamaan selalu menyertakan warga sesuai dengan keperluan tenaga dan hubungan kekeluargaan yang mengikatnya. Mebat dapat dilakukan dari tingkat keluarga, warga dusun, dan warga desa adat, dan bentuk kegiatan lainnya. Seperti, syukuran atas keberhasilan kegiatan tertentu, kegiatan sosial magibung, dan bentuk lainnya. Namun, belakangan ini dengan adanya perubahan pola hidup dari agraris ke industri, secara evolusi budaya mebat tergerus, bahkan di beberapa tempat ada yang tidak melaksanakannya. Dengan alasan menghemat waktu dan biaya. Selain memang karena budaya makan daging, lawar, sate, dan bentuk olahan lainnya sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, sehingga tidak dipandang istimewa lagi. Hal itu
yang menyebabkan sebagian warga menganggapnya mebat untuk kepentingan menjamu warga yang ngayah (di tempat suci), nguopin (untuk keluarga, teman, dan relasi lainnya) tidak penting. Kendati demikian, tanpa mengurangi makna dari kegiatan upacara keagamaan yang diselenggarakan. Mebat dilaksanakan hanya untuk kepentingan melengkapi kebutuhan upacara keagamaan. Bagaimana dengan Bali yang menjadikan budaya diberi spirit agama Hindu sebagai komoditas daya tarik wisata? “Jelas kita sudah kehilangan aset budaya sebagai pendukung kegiatan tatacara upacara keagamaan dalam kapasitasnya sebagai daya tarik wisata,” tandas Budayawan Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si. Gung Raka berharap pemeritah dalam hal ini pemerintah daerah baik pemprov maupun pemkab/pemkot harus bijak
jalankan fungsi balai banjar yang sesungguhnya. Sebab, balai banjar merupakan pusat informasi dan pendidikan, sehingga lewat balai banjar segala informasi terkait kehidupan sosial masyarakat bisa diperoleh lewat balai banjar. “Sepanjang balai banjar berfungsi untuk kepentingan kramanya, seperti kepentingan sosial, budaya, agama, ekonomi, tradisi adat, dan politik, itu adalah nilai lebih dari fungsi balai banjar,” ujarnya. Sementara itu, guru besar IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Made Surada, M.A., mengatakan, apabila fungsi balai banjar tidak digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat banjar atau lebih berorientasi pada uang, maka kembalikan fungsi balai
banjar seperti sedia kala sebagai tempat kegiatan pelestarian dan belajar bermasyarakat. Menurutnya, fungsi utama balai banjar sebagai tempat untuk bermusyawarah dan mufakat dari krama banjar. Bahkan, di pagi hari balai banjar juga kerap dipakai tempat berjualan makanan tradisional. Menjelang tengah hari para orang tua berkumpul di balai banjar bercengkrama sambil mengeluselus ayam, balai banjar sebagai ajang yang baik (saat itu) untuk berkomunikasi antarwarga. Sedangkan pada sore hari balai banjar berfungsi sebagai tempat belajar makekidung, mawirama, berlatih menari dan menabuh gamelan. Yang perlu diluruskan jangan semua fungsi sosial itu hilang digantikan fungsi ekonomis, tandanya. (win)
Mampu Beradaptasi
Dari Hal. 1 Untuk menjalankan tanggung jawab ini, balai banjar diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Untuk itulah, dibuat usaha– usaha yang bisa menghasilkan dana untuk menunjang kegiatan budaya dan agama. Menjawab tantangan perkembangan zaman ini, banjar harus mampu beradaptasi. Termasuk mendorong kramanya untuk beradaptasi menjadi krama yang produktif dan kreatif. Sehingga fungsi banjar selain berfungsi sosial, agama dan budaya juga bernilai ekonomi, namun yang dapat memberi kemanfaatan bagi warga. Yang penting, kata dia, jangan sampai orientasinya bergeser hingga terjadi penyimpangan. Akhirnya semua dikomersialkan. Mulai dari menyewakan laba pura, menyalahgunakan lahan milik banjar, milik adat, milik desa, termasuk komersialisasi aset banjar. ’’Jangan semua akhirnya menggunakan jalan pin-
menyikapinya. Jangan dianggap sepele, mengingat mebat merupakan salah satu aset budaya yang di dalamnya tersembunyi nilai toleransi, kebersamaan, jaringan, penghargaan, persaudaraan, dan bentuk lainnya yang memiliki nilai peradaban tinggi. Apalagi, belum tergerusnya subak sebagai organisasi sosial-religius yang mengurus soal irigasi yang sesungguhnya sudah hidup, tumbuh, berkembang dengan suburnya sejak zaman bercocok tanam. Kemudian sejak pemerintahan Marakatta (abad 11) mendapat perhatian intensif dan dikelola secara profesional di zaman Anak Wungsu dan berlanjut terus sampai memasuki era modern. “Nasib mebat dan subak ada di tangan pengambil kebijakan. Upaya apa yang harus dilakukan agar tetap eksis tentu ada solusi untuk menyelamatkannya,” tegasnya. (win)
Kemajuan Zaman
Dari Hal. 1 Artinya, sepanjang fungsifungsi utama dari balai banjar tetap berjalan. Apalagi masyarakat Hindu Bali selalu mengikuti kemajuan zaman, namun tetap memegang teguh kebudayaan leluhur. “Yang menjadi keliru adalah apabila balai banjar ini digunakan sepenuhnya untuk memenuhi tuntutan ekonomi, apalagi digunakan sebagai tempat berjualan sate,” tandas dosen filsafat Unhi Denpasar ini. Terkait balai banjar digunakan sebagai tempat kegiatan sosial, seperti sosialisasi program dari Posyandu, PKK, sisialisasi AIDS dan narkoba, tempat Pendidikan Anak Usia Dini, olahraga, dan tempat resepsi pernikahan, menurut Satria adalah hal yang seharusnya dilakukan untuk men-
lihat (CSR) pendidikan baru 22 persen. Apalagi, untuk lingkungan hidup baru 1 persen,” katanya saat acara “Milenial Fest 2019” di Jakarta, Sabtu kemarin. Padahal, kata dia, sekarang sudah eranya green energy, dan presiden juga segera meluncurkan biodiesel 30 persen (B30) yang lebih ramah lingkungan. Artinya, kata dia, BUMN harus satu visi dengan pemerintah, salah satunya melalui alokasi CSR yang lebih difokuskan untuk pendidikan dan lingkungan hidup. Erick belum memastikan perubahan besaran alokasi CSR untuk pendidikan dan lingkungan hidup, tetapi yang jelas akan di-
tas untuk bisa menggerakkan fungsi banjar dengan cara yang salah,” bebernya. Dia mengingatkan jangan semua aset banjar dikontrakkan. Padahal dari kontrak itu ada simpul–simpul kerawanan. Jika dikontrak 30 tahun, generasi berikutnya tidak siap menerima hal tersebut, dan masih ada kerawanan lainnya, tambahnya. Simpul–simpul kerawanan akan terjadi jika pemanfaatan peluang yang tidak memikirkan jangka panjang dan holistik sehingga memberi ancaman bagi generasi berikutnya. Agar dapat memberi kemanfaatan ekonomi bagi warga maka perlu keterbukaan, transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola aset dan keperluan banjar. “Jika hal itu sudah dilakukan, nilai–nilai luhur pasti akan tumbuh dalam mengambil sikap,” tukasnya. Menurut Perbekel Desa Kesiman Kertalangu, I Made Suena, S.T., karena situasi dan kondisi saat ini, yang menye-
babkan balai banjar dibangun ada bagian bisnisnya, namun fungsi utama dari balai banjar tersebut sebagai ruang pertemuan, tempat sangkep. Sehingga tidak ada permasalahan adat yang timbul akibat dibuatnya bagian bisnis di balai banjar tersebut. “Di samping itu juga, tetap kami harapkan, jika seandainya harus membuat bagian bisnis di balai banjar, segi arsitektur Balinya mohon tetap dijaga,” imbuhnya. Desa, kata dia, selalu berupaya membangun krama agar produktif dan kreatif serta tumbuh jiwa entrepreneur melalui kegiatan–kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan keterampilan. Terbentuk kelompok-kelompok usaha di masing–masing banjar dengan harapan warga banjar bisa mempunyai jiwa entrepreneur. ‘’Jika ada bagian banjar yang difungsikan sebagai tempat komersil maka warga banjar sendirilah yang memanfaatkannya,” tandasnya. (may)
Minggu, 15 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Nangun Sad Kerthi loka Bali Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Ikan
10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 17:00 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (5) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Inovator
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quiz (BBQ) BBPOM Eps 2 Kris Samatra Artis Bali Rocktober dan Tika Pagraky Indi Band Generation Merat Akustik dan The Overnote Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang I Binor Poh Gading (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
perbesar persentasenya. “Pendidikan dan lingkungan lebih dibesarkan. Sekarang kan 22 persen untuk pendidikan. Kalau bisa 30 persen, lalu ‘green’ dari 1 menjadi 5 persen, dalam lima tahun ke depan kan bagus,” katanya. Erick tidak menyalahkan alokasi CSR yang sudah berjalan selama ini di kalangan BUMN karena setiap jangka waktu tertentu pasti terjadi paradigma. Ia mencontohkan perkembangan zaman yang menjadikan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi (IT) saat ini lebih besar ketimbang perusahaan-perusahaan lainnya. “Boleh dong menteri yang baru pengen ‘shift’ lebih pada pendidikan, supaya generasi muda Indonesia punya kemampuan lebih baik. Alhamdulillah di sini lulus kuliah semua, Tetapi di luar sana banyak yang kurang,” kata Erick. (kmb/ant)
BPM/ant
DIALOG - Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan peserta Milenial Fest 2019 di Jakarta, Sabtu (14/12) kemarin.
Dari Hal. 1
Terasa Dingin
Butiran Es
Bila batu es yang jatuh dan sebelum mencapai permukaan tanah semuanya mencair maka air hujan cenderung terasa dingin. Dikatakannya, fenomena hujan es dapat terjadi pada masa peralihan seperti saat ini. Hal ini dikarenakan udara lembab yang terangkat akibat pemanasan udara yang tinggi dekat permukaan akan naik hingga mengalami kondensasi. Karena pengangkatan udara sangat kuat, maka butir-butir air terus naik sehingga
berubah fase menjadi es sejalan dengan menurunnya suhu terhadap ketinggian. Saat banyaknya butiran es yang terangkat, maka akan terjadi dua hal, yaitu coalition (penggabungan) dan collision (benturan). Pada coalition, maka butiran-butiran es tersebut bergabung sehingga volumenya menjadi lebih berat. Sehingga saat jatuh ke permukaan, materinya tidak habis menguap tetapi jatuh sebagai hujan lebat dan butiran es atau hailstones. (win)
Dari Hal. 1 “Menurut warga yang merekam awalnya hujan biasa, lalu mereka masuk rumah. Tiba-tiba kedengaran suara seperti ada benda berjatuhan di genting rumahnya, kemudian mereka keluar rumah dan melihat ada banyak butiran es sebesar ukuran biji kopi,” terangnya. Bagi Mang Gita, fenomena hujan es pernah disaksikannya langsung sekitar 20 tahun silam. (kmb28)
Minggu Wage, 15 Desember 2019
Liga 3 Grup E
Dua Gol Repot Menangkan Perseden
Denpasar (Bali Post) –
Perseden Denpasar memetik kemenangan 2-0 (1-0) atas Persidago Gorontalo pada lanjutan pertandingan babak Grup E, Babak 32 Besar Kompetisi Liga 3 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (14/12) kemarin. Kedua gol diborong pemain belakang Nengah ‘Repot’ Sulendra. Hasil ini membawa Tim Laskar Catur Muka meraup poin 3 dari dua kali turun dan tinggal berhadapan melawan Matra Mamuju di tempat yang sama pada Senin (16/12) besok. Pada laga pertama tiga hari lalu, Perseden ditundukkan tuan rumah Persijap Jepara. Perseden yang menurunkan trio bomber Nurul Ulum,
Reza Yulian dan Yusron Hamid, mengobrak-abrik benteng pertahanan Persidago yang dijaga Andi Hasan, Fahmid Polutu dan Abdul Haris Wenas sejak menit awal. Repot yang bermain sebagai bek rajin membantu serangan. Ia kemudian berhasil menuntaskan sepak pojok lewat sepakan jitu yang mengoyak gawang Persidago
yang dikawal Billy Aguw pada menit ke-32. Pada paruh kedua, Repot tetap naik membantu rekanrekannya di lini depan. Alhasil ia kembali mampu menjebol jala Persidago pada menit ke-52. Unggul 2-0, Perseden makin gencar melancarkan serangan. Mereka menguasai jalannya pertandingan yang membuat skuad Persidago
bertahan total. Sampai wasit Hafizullah Faridh (Bandung Barat) meniup peluit panjang, skor tetap 2-0 untuk Perseden. Manajer Tim Perseden A.A.N. Alit Wiartha yang dikontak dari Denpasar menjelaskan asuhannya layak menang. Apalagi perjuangan Made Antha ‘Mucin’ Wijaya dan kawan-kawan di lapangan hijau disaksikan langsung Ketua Umum KONI Denpasar I.B. Toni Astawa. “Sebenarnya anak-anak bisa unggul lebih dari dua butir gol,” ungkap pria yang akrab
disapa Agung Guntur ini. Menurut pelatih Perseden Wayan Sukadana, keberhasilan timnya berkat tampil menyerang sejak menit awal, sehingga tidak memberi kesempatan lawan untuk melancarkan serangan balasan. “Anakanak bermain sesuai instruksi pelatih dan mampu menekan pertahanan lawan sepanjang pertandingan,” tuturnya seraya berharap Mucin dan kawan-kawan mampu menaklukkan Matra Mamuju pada laga penyisihan terakhir. (022)
Pejudo Bali Dipatok Empat Emas di PON Denpasar (Bali Post) Atlet judo Bali sukses menyumbangkan tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu untuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina. Emas dipersembahkan Ni Kadek Anny Pandini, Gede Ganding Kalbu Soethama, dan Gede Agastya Dharma Wardana, perak dihasilkan nomor beregu putra, sedangkan perunggu diperoleh I Dewa Ayu Mira Widari dan I Gusti Ayu Putu Guna Kakihara. Keberhasilan itu diharapkan berlanjut pada PON 2020 di Papua. Sebab, KONI Bali mematok cabang olahraga (cabor) judo mendulang empat emas di Papua. ‘’Doakan saja, mudah-mudahan bisa terealisasi,” ucap Waketum I Pengprov PJSI Bali, Nengah Sudiartha, di Denpasar, Sabtu (14/12) kemarin. Akan tetapi pejudo Bali yang berlaga pada SEA Games Filipina mendapat iming-iming dan tawaran menggiurkan dari beberapa provinsi. “Saya mendapat informasi demikian,’’ tegasnya. Menurutnya, duit bukanlah satu-satunya tujuan atlet judo Bali. Yang terpenting adalah suasana nyaman, keakraban dan kekeluargaan yang dirasakan di lingkungan judo Pulau Dewata. Ia mencontohkan Kadek Anny Pandini yang tercatat dua kali menyabet emas pada hajatan multievent dua tahunan antarnegara se-Asia Tenggara. Anny pernah bertugas di Jabar, namun tidak mengajukan mutasi dan tetap setia mengusung bendera Bali pada berbagai ajang. Menurut Sudiartha, Bali meloloskan 19 pejudo ke PON 2020. Namun hanya 16 atlet yang bakal berlaga di Bumi Cendrawasih. Sebab, tiap provinsi hanya dibolehkan mengirim seorang pejudo dalam satu kelas. Anny Pandini dan kawan-kawan akan menjalani pemusatan latihan mulai Januari 2020. (022)
Kodam Gelar Kejuaraan Basket
Denpasar (Bali Post) Memeriahkan Hari Juang TNI AD Tahun 2019 dan berpartisipasi dalam menyukseskan program pemerintah di bidang olahraga, Kodam IX/Udayana menggelar kejuaraan bola basket nasional. Ajang ini memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana dan ASW Cup (All Star Winner). Kapendam IX/Udayana, Kolonel Kav. Jonny Harianto G., S.I.P., Sabtu (14/12) kemarin mengatakan, pertandingan dilaksanakan mulai Senin (16/12) hingga Sabtu (21/12) di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar Selatan. Kejuaraan diikuti 19 klub asal Bali, Surabaya, Makassar, Lampung, NTB, NTT dan Blitar. “Ke-19 klub sudah mendaftar dan menyatakan siap berjuang menjadi yang terbaik. Pertandingan dibagi menjadi beberapa kategori, di antaranya kelompok umur 10 campuran diikuti 5 klub, kelompok umur 14 putra dan putri 11 klub, kelompok umur 18 putra dan putri 7 klub serta umum putra 3 klub,” tegasnya. Kapendam berharap pertandingan basket yang digelar Kodam IX/Udayana dapat dijadikan motivasi dan ajang pencarian bibitbibit pebasket. Selain itu, sebagai contoh penyemangat bagi instansi dan masyarakat lainnya untuk turut serta menyukseskan program pemerintah, khususnya di bidang olahraga. (kmb36)
Anthony Sinisuka Ginting
BPM/afp
Anthony Ginting ke Final Guangzhou – Pemain tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, akan menghadapi Kento Momota dari Jepang pada babak final Tur Dunia BWF di Guangzhou, China, Minggu (15/12) ini. Kedua pemain lolos setelah mengalahkan lawan-lawannya pada semifinal, Sabtu (14/12) kemarin.
Anthony Ginting yang menempati peringkat delapan dunia putra memastikan tempat di partai puncak usai merebut kemenangan 21-15, 21-15 atas Long Long (China). Sementara Momota, pebulu tangkis nomor satu dunia saat ini mengalahkan Wang Tzu-wei (Thaiwan) 21-17, 21-12 di semifinal. Dalam 14 pertemuan
selama ini, Momota menang 10 kali atas Ginting. Di tunggal putri, Chen Yufei (China) akan berhadapan dengan Tai Tzuying (Thaiwan) di final. Chen mengalahkan Akane Yamaguchi (Jepang), 21-18, 21-9, sedangkan Tai menundukkan Nozomi Okuhara (Jepang) 21-15, 21-18 di semifinal. (afp/kmb)
Kadek Swartama
Tanggung Jawab TIM sepak bola Pra-PON Bali gagal merebut tiket ke PON XX/2020 di Papua. Sebagai tuan rumah, Bali menjadi juru kunci di bawah NTT yang lolos ke Papua dan NTB yang bercokol di urutan kedua pada klasemen akhir Zona Regional Bali-Nusa Tenggara. Pelatih Kepala Tim Pra-PON Bali Kadek Swartama mengaku paling bertanggung jawab atas kegagalan itu. “Jangan menyalahkan pihak lain, saya yang paling bertanggung jawab,” kata pria kelahiran Ubud, Gianyar, 1 November 1968 ini. Kadek Swartama menangani tim Pra-PON Bali bersama Ida Bagus Nyoman Mahayasa dan pelatih kiper Made Wardana. Kadek Swartama dipercaya mengarsiteki tim Pra-PON Bali berkat kesuksesannya membawa tim Gianyar mendulang medali emas pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Ia mengaku sudah memilih pemain terbaik yang ada di Bali untuk menghuni skuad Pra-PON. Akan tetapi hal itu ternyata belum menjamin bisa merebut tiket PON. Konsentrasi dan fokus di lapangan hijau sangat menentukan keberhasilan. “Kami berlatih tiga kali seminggu. Di luar lapangan saya tidak bisa memantau apa saja aktivitas pemain, misalnya soal istirahat atau makanan dan minuman yang dikonsumsi,” ungkap suami Luh Putu Leli Purwani yang memiliki tiga anak ini. Kadek Swartama sukses membawa tim Bali ke PON 2008 di Kaltim. Saat itu kesebelasan Pulau Dewata yang dimotori Kadek Sentana dan Nengah Sulendra menahan tuan rumah 1-1. Padahal semestinya Bali unggul karena menguasai permainan dan mengurung lawan. “Persiapan tim selama tiga bulan dan sempat melakukan pemusatan latihan di Surabaya,” jelasnya. (nel)