Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Utak-atik KDB, ’’Undang’’ Bencana Baru KDB di Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK) jangan diubah dulu. Sebab, KDTWK tidak sekadar kawasan pariwisata strategis, juga memiliki fungsi perlindungan. Baik terhadap budaya maupun lingkungan hidup di Bali. Usulan penambahan KDB menjadi maksimal 40 persen justru memiliki potensi untuk mendegradasi. Apalagi, Bali mengalami persoalan alih fungsi lahan. Bencana banjir, krisis air, itu sudah terjadi. Kalau pengetahuan itu ada, teknologi itu ada, kenapa tidak itu diatasi dulu. Jangan mengundang bencana baru. Demikian rangkuman pendapat Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Universitas Udayana I Made Sudarma dan Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko, Jumat (14/12) kemarin. Kepala PPLH Unud I Made Sudarma menegaskan, KDTWK tidak sekadar kawasan pariwisata strategis, juga memiliki fungsi perlindungan, baik terhadap budaya maupun lingkungan hidup di Bali. Kalau sekarang ada keinginan untuk menambah Koefisien Dasar Bangunan (KDB) di KDTWK, itu artinya areal terbuka akan berkurang. “Kalau KDTWK itu misalnya ada di catchment area, itu kan tentu daerah tangkapan air hujan menjadi berkurang,” ujarnya. Terlebih dalam revisi Perda No.16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali, lanjut Sudarma, rencana penambahan KDB menjadi maksimal 40 persen itu dari luasan persil yang dikuasai. Dengan 10 persen
saja, kemudian ada banyak persil dan masing-masing diberikan toleransi 10 persen, itu sudah cukup banyak memunculkan areal tertutup. “Apalagi ditingkatkan (menjadi 40 persen). Catchment area pasti tersebar lokasinya. Makanya menurut saya, kenapa hal-hal yang memang mempunyai fungsi terhadap budaya dan lingkungan hidup itu harus ditambah lagi KDBnya,” imbuhnya. Kata Sudarma, KDTWK yang utamanya memiliki fungsi perlindungan lingkungan hidup mestinya tidak perlu diobrak-abrik lagi KDB-nya. Kawasan tersebut jangan seluruhnya dieksplore untuk kepentingan pariwisata. Apalagi, KDTWK itu meru-
pakan catchment area atau daerah pelestarian. Belum lagi bicara desa wisata atau ekowisata. “Kenapa kita tidak mengeksplore keunikan atau kekayaan, ataupun potensi yang ada di daerah sana itu. Jangan ditujukan untuk fisik bangunan. Ada atraksi yang bisa ditambahkan, sehingga fungsi perlindungan budaya dan lingkungan hidup itu tidak berkurang,” paparnya. Sudarma menambahkan, harus ada kajian daya dukung sebagai landasan KDB di KDTWK bisa dinaikkan. Mengingat, Bali selama ini tidak pernah memiliki justifikasi berupa analisis tentang daya dukung tersebut. Hal. 15 Kepentingan Pariwisata
Bali Post/dok
BENCANA - Sejumlah warga dan petugas BPBD melakukan evakuasi di Pura Teratai Bang, Bedugul, saat bencana longsor tahun lalu. Banyak yang menduga longsor akibat kawasan hulu hancur.
Bali Pariwisata Budaya, Jangan Korbankan Lingkungan
” Jangan semua daerah dieksploitasi untuk kepentingan pariwisata. Bali itu jangan crazy. Lingkungan itu dampaknya akan lama, baik dampak kejadiannya maupun dampak pemulihannya. Itu masalahnya. Lingkungan tidak pernah marah seketika itu. Tapi kalau dia sudah marah, pemulihannya itu perlu sekian generasi.”
KOEFISIEN Dasar Bangunan (KDB) yang diusulkan maksimum 40 persen dinilai akan membuat Pemerintah Daerah kesulitan pada saat investor mengajukan izin untuk perluasan bangunan
I Made Sudarma Kepala PPLH Unud
”Bencana banjir, krisis air, itu sudah diprediksi dan sudah terjadi. Bali sudah digempur banjir, terutama di daerah selatan. Kalau pengetahuan itu ada, teknologi itu ada, kenapa tidak itu diatasi dulu. Jangan mengundang bencana baru.” Suriadi Darmoko Dewan Daerah Walhi Bali
Pemutihan PKB Berakhir Penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berakhir Jumat (14/12) kemarin. Perolehan sampai Kamis sudah hampir Rp 155 miliar dari target Rp 96 miliar. Untuk jumlah kendaraan ada 307 ribu lebih dari target yang dipasang 201 ribu unit kendaraan. Jadi lebihnya 106 ribu, tidak main-main. Halaman 2 Pemberantasan Petasan Perayaan malam tahun baru identik dengan pesta. Perayaan pergantian tahun kerap disalahgunakan dengan perilaku negatif seperti mabuk-mabukan hingga penggunaan narkoba. DPRD Badung pun mendukung upaya Polresta Denpasar memberantas peredaran narkoba dan petasan. Halaman 3
Diuji Penyebab Keluarkan Api dan Aroma Tiner Polres Buleleng menindaklanjuti peristiwa dugaan keracunan akibat minuman yang dialami Perbekel Desa Jineng Dalem Ketut Ardika. Sampel sisa minuman pun sudah dikirim ke Labfor Polda Bali. Polisi sempat menyaksikan cairan minuman itu ketika dituangkan kemudian disulut korek api, ternyata disambar api. Halaman 8 Warga Kurang Mendukung Penanganan Banjir Upaya pemerintah Kabupaten Jembrana menangani banjir sudah terus dilakukan seperti dengan memperbaiki saluran drainase. Sayangnya tidak semua warga memberikan dukungan. Selain itu perilaku warga yang enggan menjaga kebersihan drainase juga menjadi penyebab makin parahnya banjir saat hujan deras melanda. Halaman 10
maksimum 40 persen. “Walaupun itu maksimum, sebaiknya jangan sampai 40 persen,” kata Prof. I Wayan Ramantha, pengamat ekonomi dari Universitas Udayana, Jumat (14/12) kemarin. Mengingat revisi Perda baru draf, maka ia mengusulkan KDB agar dibuat 20 persen. Sehingga dengan demikian usulan perubahan Perda terakomodasi dan di sisi lain kekhawatiran masyarakat juga terakomodasi. Karena untuk kepentingan pariwisata sekalipun, pariwisata Bali yang berbasis budaya sehingga tidak perlu pembangunan yang luas. Sehingga ancaman
kerusakan lingkungan bisa diantisipasi. Bali memiliki budaya Tri Hita Karana (THK) sehingga dalam hal ini, khususnya palemahan harus dilestarikan. “Jadi, penentuan maksimum menjadi 20 persen itu juga dalam rangka menunjang pariwisata budaya, lebih khusus lagi untuk implementasi THK pada sub-palemahan,” imbuhnya. KDB maksimum 40 persen akan lebih memfasilitasi pembangunan pariwisata. Padahal, ekonomi Bali yang saat ini didominasi pariwisata juga tidak baik dalam perekonomian suatu daerah. Hal. 15 Perkuat Pertanian
Pelambatan Ekonomi Cina, Imbas Rupiah Jakarta (Bali Post) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore kemarin, melemah 108 poin ke posisi 14.607 dibandingkan sebelumnya 14.499 per dolar AS. “Ekonomi Cina kembali menjadi perhatian pelaku pasar, indikator ekonomi negara itu mengalami pelambatan sehingga membebani pergerakan mata uang di kawasan,” kata pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova di Jakarta, Jumat kemarin. Ia mengemukakan pelambatan itu kemungkinan karena perang dagang dengan Amerika Serikat. Pertumbuhan produksi industri Cina pada November melambat menjadi 5,4 persen dibandingkan tahun lalu. Ia menambahkan Cina merupakan
salah satu mitra dagang Indonesia. Jika ekonomi negara itu mengalami perlambatan maka negara mitra dagang akan terkena imbasnya. Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama di kawasan Asia seiring fokus pelaku pasar bergeser ke ekspektasi kenaikan suku bunga AS. “Ketidakpastian terhadap outlook kebijakan the Fed pada tahun depan cukup terasa sehingga mata uang berisiko menjadi kurang diminati,” katanya. Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari ini (14/12), tercatat mata uang rupiah melemah menjadi 14.538 dibanding sebelumnya (13/12) di posisi 14.536 per dolar AS. (ant)
Rully Nova
Pesisir dan Laut Hadapi Ancaman Kerusakan dan Pencemaran Solusinya, Indonesia Tawarkan ’’Bali Declaration’’
KUTA - Pembersihan sampah di Pantai Kuta, baru-baru ini.
Bali Post/par
Jakarta (Bali Post) – Pesisir dan laut dengan keragaman, keunikan ekosistem, dan kekayaan jenis serta keunikan sumber daya genetika yang sangat tinggi, menghadapi ancaman pencemaran dan kerusakan lingkungan. Ancaman pencemaran dan kerusakan itu bersumber sekitar 80 persen dari aktivitas di daratan sehingga telah menimbulkan masalah nutrient, air limbah (waste water), sampah laut (marine litter), micro-plastics dan emerging issues lainnya. Persoalan tersebut juga mencuat dan menjadi pembahasan oleh delegasi dari berbagai negara pada Konferensi Perubahan Iklim yang sedang berlangsung di Katowice, Polandia. Demikian keterangan pers yang diterima di Jakarta,
Jumat kemarin. Penyelenggaraan “High Level Dialog on the Integrative Global Agenda to Protect the Marine Environment from Land-Based Activities” pada 12 Desember 2018 di Paviliun Indonesia, Katowice, Polandia, bertepatan dengan pertemuan ke-24 para pihak Konferensi Perubahan Iklim (COP 24 UNFCCC). Ini merupakan dialog tingkat menteri dalam upaya inisiatif Indonesia untuk melaksanakan langkah konkret dalam menangani pencemaran dan kerusakan lingkungan laut. “High Level Dialogue” merupakan tindak lanjut pertemuan The Fourth Intergovernmental Review Meeting on the Implementation of the Global Programme of Action for the Protection of
the Marine Environment from Land-based Activities (IGR-4) di Bali, pada 31 Oktober-1 November 2018 yang telah menghasilkan “Bali Declaration”. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengatakan, berbagai aktivitas di daratan telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan laut. “Yang pada akhirnya telah menurunkan kualitas serta fungsi ekosistem laut,” kata Siti Nurbaya. Menurut Siti Nurbaya, Indonesia telah melakukan inisiatif untuk mengurangi sampah, khususnya sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025. Indonesia juga telah meluncurkan Rencana
Aksi Nasional untuk mengurangi limbah plastik melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh semua pemangku kepentingan. Selain itu, Indonesia juga melakukan inisiatif melalui komitmen 156 perusahaan besar untuk mengurangi sampah plastik. Terkait hal itu, Indonesia telah menerapkan Program Penilaian Kinerja Lingkungan oleh Perusahaan (PROPER) yang telah menghasilkan pengurangan beban pencemaran dalam jumlah yang signifikan. “Sebanyak 437 perusahaan hijau telah melaporkan 8.474 kegiatan yang didedikasikan untuk pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) target ke-14,” ungkap Siti Nurbaya. Hal. 15 Lintas Negara
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
FIGUR Fokus Jalin Komunikasi JABATAN sebagai Kepala OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara, Jumat (14/12) kemarin resmi disandang Elyanus Pongsoda. Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara ini menggantikan Hizbullah yang kini menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Bank 1 OJK Pusat. Mengawali tugasnya di tempat yang baru, ia mengaku akan fokus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengelola perekonomian dan perbankan. “Akan menata segala aspek aktivitas seluruh perekonomian Bali sehingga bisa tumbuh lebih baik,” katanya seusai acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kantor OJK Regional 8 Bali Nusra, Jumat (14/12) kemarin. Dikatakan, saat ini pertumbuhan kredit sedang melambat. Maka dari itu, ia akan melakukan analisa terlebih dahulu sektor apa yang melambat. “Apakah sektor properti, UMKM, atau pariwisata?” ujarnya. Kemudian, strateginya melalui Tim Percepatan Akses Keuangan daerah (TPAKD) bekerja sama dengan dinas-dinas untuk menggenjot penyaluran kredit. Dengan bekerja sama dengan dinas, maka akan didapatkan data calon penerima KUR yang bisa dibiayai. Seperti BPD Bali tahun 2019 menargetkan penyaluran KUR Rp 1 triliun. Menurutnya, ini target yang besar sehingga ia juga akan melakukan monitoring. “Saya berharap penyaluran kredit bisa lebih banyak ke sektor produktif, seperti industri kreatif dan perikanan,” katanya penuh harap. (may)
Bali Post/eka
PAJAK - Pascapemutihan, Bapenda dan kepolisian menjadwalkan razia besar-besaran untuk menyadarkan masyarakat akan kewajiban membayar pajak.
Pemutihan PKB Berakhir
Bapenda dan Kepolisian Siap Gelar Razia Besar-besaran Denpasar (Bali Post)-
Kebijakan pemutihan yakni pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berakhir, Jumat (14/12) kemarin. Pemutihan dilakukan selama empat bulan penuh sejak 13 Agustus lalu, berdasarkan Pergub Nomor 55 Tahun 2018. Pascapemutihan, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali dan kepolisian sudah menjadwalkan razia besar-besaran per Januari 2019.
Diintensifkan, Pembinaan Jumantik Mandiri PEMKOT Denpasar menilai penurunan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Denpasar terjadi berkat meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan peran juru pemantau jentik (jumantik). Camat Denpasar Barat AAN Made Wijaya mengatakan hal itu, Jumat (14/12) kemarin. Wijaya mengatakan, adanya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan serta peran jumantik yang aktif memantau lingkungan turut berkontribusi terhadap penurunan kasus demam berdarah di Denpasar setiap tahunnya. Untuk itu, ia berharap agar masyarakat senantiasa menjaga kebersihan. Petugas jumantik juga diminta supaya terus meningkatkan pemantauan lingkungan, serta mendata kawasan rawan demam berdarah di perkotaan. “Kami sangat mengapresiasi kerja keras para jumantik, sehingga jumlah kasus DBD di Kecamatan Denbar menurun signifikan. Bahkan peran jumantik ini telah membentuk jumantik mandiri, seperti di Desa Dauh Puri Klod,” ujarnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan, jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2017 menurun sebanyak 67,5 persen dibandingkan tahun 2016. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras para jumantik yang mampu membina masyarakat untuk menjadi jumantik mandiri.
Dikatakan, saat ini jumlah jumantik di Kota Denpasar sebanyak 474 orang. Dari jumlah tersebut telah mampu membentuk 143.745 kepala keluarga (KK) jumantik mandiri yang telah dilatih. Dengan keberadaan jumantik mandiri tersebut masyarakat semakin mengetahui dan sadar bahaya kasus DBD di Kota Denpasar. Di samping membentuk kader jumantik mandiri di masing-masing desa dan kelurahan, kata Sri Armini pihaknya telah membentuk jumantik mandiri di beberapa sekolah dasar. Menurutnya, terhitung mulai tahun 2018 telah terbentuk 4.140 kader jumantik mandiri dari 34 sekolah dasar di Kota Denpasar. Meski penurunan kasus DBD terus terjadi, Pemkot Denpasar tetap akan melaksanakan penyemprotan (fogging) massal. Pasalnya, dikhawatirkan akan terjadi banyaknya genangan air pada musim penghujan atau selama November hingga Desember. Kontainer, selokan, tempat-tempat plastik atau pun kaleng bekas, kulit buah-buahan, lobang batu dan lainnya, dinilai dapat menjadi tempat pengumpul genangan air. “Hal itu tentunya menjadi tempat yang sangat potensial bagi nyamuk Aedes aegypti untuk bersarang dan berkembang biak yang berakibat pada meningkatnya penularan penyakit DBD, sehingga sering kali menimbulkan kejadian luar biasa (KLB),” ujar Sri Armini. (kmb12)
Kepala Bapenda Provinsi Bali I Made Santha mengatakan, pihaknya berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. “Perolehan hari ini (Jumat-red) belum kita record. Data terakhir kemarin (Kamisred) sudah hampir Rp 155 miliar dari target Rp 96 miliar. Untuk jumlah kendaraan ada
307 ribu lebih dari target yang dipasang 201 ribu unit kendaraan. Jadi lebihnya 106 ribu, tidak main-main,” ujar Santha, Jumat (14/12) kemarin. Menurut Santha, target berhasil terlampaui lantaran pihaknya mengoptimalkan petugas samsat door to door. Pelayanan langsung ke masyarakat tidak mengenal
hari libur. Masyarakat yang tidak bisa bertransaksi di hari Minggu, dibantu untuk transaksi hari Senin. Perolehan pendapatan dari kebijakan pemutihan ini pun berdampak signifikan terhadap pendapatan daerah provinsi. “PAD (Pendapatan Asli Daerah-red) kita kan terdiri dari lima unsur pajak,
yakni PKB, BBNKB, PBBKB, pajak rokok, dan pajak air permukaan. Tidak semuanya bisa mencapai 100 persen, misalkan pajak rokok. Jadi itu disubsidi silang dengan PKB agar perolehan PAD kita 100 persen yang berarti fiskal daerah kita sehat,” jelasnya. Pasca pemutihan, lanjut Santha, Bapenda dan kepolisian sudah menjadwalkan razia besar-besaran per Januari 2019. Razia ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan kewajiban mereka membayar pajak. Selain itu, pihaknya juga ingin terus membenahi database kendaraan di Bali.
Pasalnya, di dalam database saat ini masih ada tercatat kendaraan-kendaraan yang sudah dimutasi ke luar Bali. “Dengan pola pemutihan, kemudian razia gabungan kita tingkatkan, serta pelayanan door to door, harapan kami adalah database kita juga sehat. Kita tahu berapa potensi kendaraan di Bali, dan di mana saja kendaraan itu tersebar,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446
Sidang Ismaya dan Kawan-kawan
Kemenag Kota Terdakwa Hadirkan GPS Denpasar Raih WBK dan Pakar Hukum Pidana
Denpasar (Bali Post)Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Denpasar yang berada di bawah naungan Kemenag RI, meraih penghargaan Kawasan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Republik Indonesia. Diraihnya penghargaan nasional itu tak lepas dari polesan tangan serta pemikiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar Komang Sri Marheni, S.Ag., M.Si., bersama tim di lingkungan kerjanya. Dalam acara coffee morning Jumat (14/12) kemarin, Sri Marheni begitu semangat memompa semangat ASN di lingkungan Kemenag Kota Denpasar. Bahkan sebagai abdi negara, wanita yang pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenang Karangasem itu sempat membacakan puisi yang bertemakan “Abdi Negara”. Saking bangga serta terharu karena mendapat dukungan dari sesepuhnya di Kakanwil Agama Provinsi Bali, Sri Marheni sempat menangis haru, hingga harus diambilkan tisu oleh stafnya. “Penghargaan ini berkat kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas dari seluruh ASN di Kementerian Agama Kota Denpasar,” tegasnya. Sri Marheni mengajak seluruh lapisan ASN untuk melakukan perubahan dalam pelayanan publik, mulai dari diri sendiri, yakni soal maindset dan daya kerja. Dijelaskan, indikator dalam meraih WBK itu prosesnya sangat panjang. Yakni, mulai penetapan pilot project dengan beberapa indikator yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah manajemen perubahan, tata laksana organisasi, dan perubahan pada ASN. Setelah berhasil meraih WBK, tahun depan pihaknya masih punya tanggung jawab yang mesti diselesaikan. Yaitu terkait peraihan WBBM yakni Wilayah Birokrasi Bersih Mandiri dan Melayani. (kmb37)
Denpasar (Bali Post)Sidang perkara dugaan melawan pejabat negara (pemerintah) dengan terdakwa calon anggota DPD-RI I Ketut Putra Ismaya Jaya dan dua rekannya I Ketut Sutama dan I GN Endrajaya alias Gung Wah, Kamis (13/12) lalu berlangsung hingga larut malam. Gede Pasek Suardika (GPS) yang diajukan sebagai ahli oleh pihak terdakwa selesai memberikan keahliannya hingga pukul 22.00 Wita. Saksi dan ahli lainnya juga dimintai keterangan dan pendapatnya hingga larut malam. Dalam sidang Kamis malam, setidaknya ada empat saksi yang dihadirkan di muka persidangan yang diketuai majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra didampingi IGN Putra Atmaja dan Ketut Kimiarsa. Selain GPS, ada ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Unud Dr. I Gusti Ketut Ariawan, S.H., M.H. Dalam sidang tersebut, GPS dijadikan ahli dalam kapasitasnya terkait penyusunan Undang-Undang Pemilu. Saat masih tercatat sebagai anggota DPR-RI periode 2009-2014, dia berada pada posisi sebagai Wakil Ketua Panja RUU Pemilu yang kini berlaku sebagai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Sedangkan ahli pidana Dr. Ariawan banyak memberikan penjelasan perihal hukum acara terkait perkara yang tengah membelit Ismaya dan kawankawan. Mulai dari proses laporan, penyidikan, sampai ketiga terdakwa ditetapkan sebagai tersangka. Keterangan GPS di muka persidangan cukup nyambung dengan eksepsi yang disampaikan oleh tim kuasa hukum terdakwa Mudita dan kawan-kawan. Yakni, perkara Ismaya dan kawan-kawan ini dibawa ke pidana pemilu. Dalilnya, perkara
ini berawal dari penurunan baliho Ismaya dalam posisinya sebagai calon anggota DPD-RI di Jalan Cok Agung Tresna. GPS menjelaskan soal penundukan semua pihak terhadap UndangUndang Pemilu. Dalam penjelasannya saat menjawab pertanyaan kuasa hukum terdakwa, undang-undang pemilu yang bersifat lex specialis berlaku saat tahapan pemilihan digelar. Setiap tahapan pada masing-masing komponen pemilu berbeda-beda. Di tingkat pelaksana, tahapan sudah mulai berlaku sejak penyusunan program. Di tingkat pemilih, tahapan mulai berlaku pada saat pendataan pemilih. Pada peserta pemilu, tahapannya ketika pendaftaran. Ketika tahapan pemilu sudah berlaku di tiap komponennya, maka semua aturan yang berlaku merujuk pada UndangUndang Pemilu. “Bukan yang lain. Kalau menggunakan yang lain berarti melanggar Undang-Undang Pemilu,” tegasnya. GPS menambahkan, pelaksanaan pemilu di tingkat KPU dilakukan dengan sosialisasi. Sedangkan dalam hal pengawasan dan penegakan hukum menjadi ranah tanggung jawab Bawaslu. “Jadi, penegakan hukumnya dilakukan oleh Bawaslu. Kalau ada yang sisi lainnya, bersama Sentra Gakumdu. Di sana ada polisi dan jaksa,” tegasnya. Ketentuan UndangUndang Pemilu ini juga berlaku pada baliho atau spanduk yang masuk kategori alat peraga kampanye atau APK. “Kalau APK penggunaannya di fase kampanye. Di luar itu (fase kampenye) jelas pelanggaran. Tapi pelanggaran pemilu. Bukan pelanggaran pidana lain. Itu prinsipnya. Jadi, pelanggaran pemilu dibawa ke pidana umum, salah penerapan hukum jadinya,” tegasnya. (kmb37)
Eksepsi Ditolak, Kasus ”Sweeping” Diskotek Pyramid Berlanjut Bali Post/kmb12
JUMANTIK – Peran Jumantik yang aktif memantau lingkungan berkontribusi terhadap penurunan kasus demam berdarah.
(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5
Topik : pemutihan pajak kendaraan bermotor berakhir Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post)Mantan manajer Diskotek Pyramid, David Rizky (30) asal Jakarta, sempat menolak dakwaan jaksa. Dia mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa terkait tujuh butir ekstasi yang ditemukan di sebuah loker. Namun majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa menolak eksepsi yang diajukan pihak terdakwa, karena disebut sudah masuk pokok perkara. “Ya, eksepsi kami ditolak. Majelis hakim minta lanjutkan perkara ini,” kata kuasa hukum terdakwa Agus Gunawan Putra dan I Nyoman Gede Murdiana, Jumat
(14/12) kemarin. Sebelumnya aparat kepolisian melakukan sweeping di Diskotik Pyramid di Jalan Dewi Sri, Kuta, Badung. Di sebuah loker saat itu polisi menemukan tujuh butir pil ekstasi. Manajer (kini mantan) Pyramid David Rizky (30) asal Jakarta dijadikan tersangka (kini terdakwa). Dalam dakwaannya 13 November 2018, atas tujuh butir pil ekstasi itu terdakwa David dijerat dua pasal sekaligus, yakni Pasal 114 dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yang ancaman hukumannya minimal empat tahun. Mendengar dakwaan jaksa,
David Rizky didampingi kuasa hukumnya Agus Gunawan Putra dan kawan-kawan mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa, karena dakwaan jaksa dinilai ada beberapa kejanggalan dan juga dituding dakwaan jaksa tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap. Namun itu sekarang tidak terbukti, karena dakwaan jaksa dianggap sudah sesuai dengan aturan perundangundangan. Pihak terdakwa menilai, berdasarkan pertimbangan yuridis, jaksa mestinya menyebut dan memastikan milik siapa loker tempat ditemukannya tujuh butir ekstasi
oleh polisi di diskotik tersebut. “Jaksa juga harus bisa jelaskan, siapa yang mengetahui, melihat terdakwa menyimpan ekstasi itu di loker karyawan,” jelas Agus Gunawan. Alasan lainnya, saat penggeledahan, barang bukti yang disita polisi tidak melekat atau tidak ada pada genggaman atau penguasaan David. “Mestinya juga harus ada sidik jari atas barang bukti yang diajukan,” tegasnya kembali. Lantas, mengapa terdakwa bisa diajukan ke persidangan? Agus Gunawan menyampaikan, David dijadikan terdakwa karena atas keterangan
satu orang saksi karyawan Diskotik Pyramid yang menyebutkan bahwa tujuh butir ekstasi warna kuning itu milik David Rizky. Padahal, sebut dia, satu saksi bukanlah saksi atau unus testis nullus testis. Artinya, dalam suatu pemeriksaan harus ada lebih dari seorang saksi. Jika hanya ada satu saksi saja, maka kesaksiannya tidak dapat diterima (unus testis nullus testis). Namun, apa yang disampaikan kuasa hukum terdakwa ditolak hakim. Hakim menyebut itu sudah masuk pokok perkara, sehingga harus dibuktikan di depan pengadilan. (kmb37)
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
BADUNG
3
Wabup Suiasa Serahkan Penghargaan WP Terbaik 2017
PENGHARGAAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menyerahkan penghargaan kepada WP terbaik di Kabupaten Badung Tahun 2017 di Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung, Jumat (14/12) kemarin. WAKIL Bupati Badung Ketut Suiasa menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak (WP) terbaik di Kabupaten Badung Tahun 2017, di Kantor Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung, Jumat (14/12) kemarin. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Gatriwara Ny. Putu Parwata, Ketua Partisipasi Publik untuk Perempuan dan Anak (Puspa) Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Kepala Bapenda Badung I Made Sutama, Vice President Bank Mandiri Area Badung Kuta Raya Region XI Bali dan Nusa Tenggara, CEO
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), CEO PT. Bank Negara Indonesia (Persero) serta pimpinan asosiasi dan stakeholder pariwisata. Kepala Badan Pendapatan Daerah/Pasedahan Agung Kabupaten Badung yang juga Ketua Tim Pemberian Penghargaan kepada WP Terbaik di Kabupaten Badung Tahun 2017 I Made Sutama mengungkapkan, penghargaan kepada WP terbaik untuk jenis Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan dan PBB-P2 ini merupakan wujud apresiasi dan terima kasih Pemerintah Kabupaten Badung kepada
para WP yang sudah patuh melaksanakan peraturan perundang-undangan. ‘’Acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan Bank Mandiri dengan tujuan untuk kemudahan layanan bagi wajib pajak, seperti kemudahan untuk update data, akurasi data, percepatan dan termasuk juga kemudahan dari para wajib pajak dalam mengecek datanya, apakah pembayaran pajaknya sudah rampung atau belum. Kepada wajib pajak daerah terbaik diberikan piagam penghargaan dan trofi patung kayu dengan lambang daerah Kabupaten Badung,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Made Sutama menyampaikan, penghargaan WP untuk kategori tingkat kepatuhan terbaik jenis hotel bintang 5, peringkat pertama diraih Melia Bali Hotel/Bali Sol, hotel bintang empat diraih Holiday Inn Resort Bali Benoa, hotel bintang 3 diraih Ibis Styles Bali Kuta Cicrle dan hotel nonbintang diraih Kupu-kupu Jimbaran & Spa Loccitane. Pada kategori vila diraih Villa Seminyak Estate & Spa. Untuk restoran diraih Bali Nusa Dua Convention Center, hiburan diraih Park 23 XXI dan untuk spa diraih Spring.
Sementara untuk kategori wajib pajak daerah dengan tingkat penyetoran terbaik jenis hotel bintang 5 diraih The Ritz Carlton Bali, hotel bintang empat diraih Bali Dynasty Hotel, hotel bintang 3 diraih Club Med Bali dan hotel nonbintang diraih Febri’s Hotel. Untuk vila diraih Blue Point Bay Villas & Spa, restoran diraih Potato Head Beach Club, hiburan diraih Jenja dan untuk PBB-P2 diraih PT Angkasa Pura 1 (Persero). Wa kil B up a t i B a d ung Ketut Suiasa dalam sambutannya menyampaikan, p e m b e ria n p e ng ha rg a a n atau reward merupakan salah satu bentuk apresiasi dari pemerintah daerah kepada segenap WP yang telah melaksanakan kewajibannya dengan disiplin, penuh tanggung jawab dan menunjukkan prestasi yang cenderung meningkat. ‘’Ajang penganugerahan penghargaan ini ditujukan untuk memotivasi wajib pajak agar dengan kesadaran penuh melaksanakan kewajiban perpajakannya,’’ ujarnya. Lebih lanjut disampaikan Suiasa, penghargaan ini juga bertujuan mempererat hubungan kemitraan strategis antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan para komponen pelaku pariwisata serta seluruh WP. (ad553)
Bali Post/wan
SAMPIAN - Menjelang hari raya Galungan, sampian penjor dan perlengkapan upacara lainnya banyak diburu pembeli. Momen ini menjadi berkah tersendiri bagi para penjual sampian penjor seperti di seputaran Jalan Raya Kapal, Mengwi.
Dewan Dukung Upaya Pemberantasan Narkoba dan Mercon Mangupura (Bali Post)–
DPRD Badung mendukung upaya Polresta Denpasar memberantas peredaran narkoba dan petasan. Langkah ini guna mengamankan perayaan malam tahun baru 2019. Hal itu terungkap dalam pertemuan antara Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua Nyoman Karyana dan Ketua Komisi I Wayan Suyasa dengan Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan, di DPRD Badung, Jumat (14/12) kemarin. Putu Parwata mengatakan, perayaan malam tahun baru identik dengan pesta. Perayaan detik-detik pergantian tahun ini kerap disalahgunakan dengan prilaku nega-
Bali Post/par
KUNJUNGAN - Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua Nyoman Karyana dan Ketua Komisi I Wayan Suyasa menerima kunjungan Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan, di ruang kerja dewan, Jumat (14/12) kemarin.
tif seperti mabuk-mabukan hingga penggunaan narkoba. ‘’Karena itu kami di dewan sangat mendukung Polresta mengambil langkah tegas memberantas peredaran narkoba, termasuk petasan yang kerap menimbulkan masalah setiap malam pergantian tahun,’’ ungkapnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara itu mengajak seluruh aparat keamanan untuk bersinergi dengan pemerintah mengamanakan wilayah Bali, khususnya Badung. Dengan kondisi yang kondusif diharapkan sektor pariwisata yang menjadi tulang pung-
Jelang Tutup Tahun, Dispar Harap-harap Cemas Mangupura (Bali Post)– Dinas Pariwisata (Dispar) Badung harap-harap cemas di penghujung tahun ini. Pasalnya, hingga November jumlah kunjungan wisatawan mencapai 6.045.979 orang atau masih kurang 454 ribu lebih untuk memenuhi target kunjungan 2018 sebesar 6,5 juta orang. Meski demikian, Kadispar Badung Made Badra tetap mengaku optimis target mampu dipenuhi hingga tutup tahun. Sebab, kekurangan kunjungan akan tertutupi pada Desember. ‘’Menjelang minggu ke 3-4 akan naik secara siginifikan menjelang libur Natal dan tahun baru. Apalagi rata-rata kedatangan Wisatawan mancanegara per hari di bulan Desember 14-15 ribu,’’ ujar Made Badra, Jumat (14/12) kemarin. Menurutnya, target kunjungan 2018 sebesar 6,5 juta wisman akan tercapai hingga akhir tahun. Dipaparkannya, pada September kunjungan wisatawan mencapai 587.698 orang, Oktober 548.161 orang dan November 559.124 orang. ‘’Untuk tahun 2019 target kunjungan kembali ditingkatkan menjadi 6.850.000 kunjungan,’’ katanya. Seperti diketahui, tingkat kunjungan wisman Tiongkok pada September menempati urutan teratas dengan jumlah 127.533 orang, disusul Australia sebanyak 112.208 orang, Jepang sebanyak 27.893 orang, Inggris yaitu 27.582 orang dan Jerman 24.973 orang. Pada Oktober kendati mengalami penurunan kunjungan, turis Tiongkok tetap teratas. Pada November kunjungan wisman asal Tiongkok kembali menyusut 7-8 persen. ‘’Ada penurunan kedatangan wisatawan asal Tiongkok. Kami telah berupaya melakukan pemulihan dengan langsung bertandang ke Tiongkok guna berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Bapak Wakil Gubernur bersama Dinas Pariwisata Provinsi dan BPPD baru datang dari Tiongkok melakukan pemulihan dan pendekatan dengan Pemerintah Tiongkok,’’ ujarnya. Disebutkannya, penutupan toko-toko yang dinyatakan terkait praktik Bali dijual murah, berdampak kepada kunjungan wisatawan Tiongkok. Sebab, pemerintah Tiongkok juga ikut menyetop travel-travel di negaranya yang disinyalir terlibat. ‘’Namun kami harapkan dengan adanya upaya pemulihan ini akan meningkatkan kedatangan wisatawan khususnya middle high, tegasnya. (kmb27)
Bali Post/ina
FESTIVAL - Kabid Pemasaran dan Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dewa Ayu Laksmi (tengah) saat menghadiri Bali Overseas Leaders Festival, belum lama ini di Nusa Dua.
Wisata MICE Terus Berkembang Mangupura (Bali Post)Pariwisata Bali saat ini tidak sebatas leisure, tetapi juga meeting, incentive, convention and exhibition (MICE). MICE bahkan berkembang dari tahun ke tahun. Hal itu dibuktikan dengan semakin banyaknya perusahaan dunia mempercayakan Bali sebagai pusat peluncuran produk baru mereka. Kabid Pemasaran dan Promosi Pariwisata pada Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dewa Ayu Laksmi pada Bali Overseas Leaders Festival, belum lama ini menyampaikan kondisi tersebut merupakan hal yang sangat positif bagi Bali. Bahkan ia yakin ke depan Bali bisa dikembangkan sebagai destinasi peluncuran produk. ‘’Ya kita pasti senang ya, kita wellcome sekali. Ke depan juga kita mempersilakan kalau memang Bali merupakan pilihan untuk lokasi peluncuran sebuah produk, peluncuran brand-
ing itu sangat bagus. Kita ambil contoh Venesia, Italia atau Paris yang dipilih dan memiliki nama untuk keberlanjutan dari sebuah produk,’’ katanya. Menururnya, Bali bisa saja menjadi destinasi peluncuran produk. Hal itu merupakan bagian dari MICE yang harus digarap mulai sekarang. ‘’Apalagi kalau bicara brand asal Tiongkok, negara dengan penduduk terbesar di dunia. Kalau dapat lima persen atau paling jelek satu persen saja dari jumlah penduduk, tentu keuntungan sangat besar bagi Bali. Ini harus kita garap lebih baik,’’ ucapnya. Ke depan ia berharap semakin banyak brand dunia mempercayakan peluncuran produk baru di Bali. Selain memperkokoh citra Bali, kepercayaan itu dipastikan mampu mempercepat upaya pemerintah mengatrol kunjungan wisatawan mancanegara. Tahun 2019
pemerintah menargetkan 8 juta wisatawan ke Bali. ‘’Angka itu kita harus isi. Mau tidak mau itu sudah harus, dan untuk pemenuhan itu India dan China kita akan fokuskan. Begitu juga dengan programnya kementerian, China dan India itu yang harus digarap dengan serius,’’ terangnya. Sementara itu, General Manager Bidadari Tour & Travel Sumariyanto mengatakan, event Bali Overseas Leaders Festival diikuti 600 peserta dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Pesertanya mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas yang memiliki spending money yang besar atau lebih dari USD 1.000 per kunjungan. ‘’Ke depan juga akan sangat banyak wisatawan Tiongkok berkelas seperti ini datang ke Bali. Karena Bali pulau yang sangat luar biasa dan potensial sekali,’’ jelasnya. (kmb23)
gung pendapatan masyarakat bisa meningkat. ‘’Kami akan mendorong terjalinnya sinergi antara pemerintah, kepolisian dan pemangku keamanan lainnya dalam mengamankan Bali terutama Badung. Bagaimanapun juga kalau rasa aman dan nyaman terwujud, otomatis ekonomi akan meningkat dan tentunya pendapatan pemerintah juga turut naik,’’ tegasnya. Sementara itu, Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan mengapresiasi komitmen Dewan Badung dalam mendukung upaya memberan-
tas narkoba dan menertibkan penjualan petasan yang marak menjelang perayaan malam Tahun Baru 2019. ‘’Kami larang penjualan mercon. Kalau kembang api, harus memiliki izin. Ini untuk mengamankan perayaan malam tahun baru. Terlebih peredaran narkoba yang merusak generasi kita,’’ tegasnya. Pihaknya juga akan mengerahkan tim dalam pengamanan perayaan malam tahun baru di pusat-pusat keramaian. Termasuk pesta kembang api yang akan diselenggarakan Pemkab Badung pada malam pergantian tahun di Pantai Kuta. ‘’Kami akan mengerahkan personel untuk mengamankan perayaan itu, karena Kuta pasti akan padat dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Ini perlu mendapatkan atensi,’’ ujarnya. (kmb27)
info seremoniAL
4
A Kompetisi ”Bamboo Architecture” Internasional di Cina Mahasiswa FT Unwar Sabet Juara I K SEBUAH prestasi prestisius, sudah memiliki 25 hasil karya peserta di dalam negeri. SebeProgram Studi Arsi- yang didaftarkan di HAKI. “Saya lum ke Cina, tim Unwar harus T mahasiswa tektur Fakultas Teknik Univer- berharap setelah ini akan lahir mengikuti seleksi di Jakarta. “Di Warmadewa (FT Unwar) banyak prestasi serupa di tingkat Jakarta, kami menyabet banyak I sitas baru-baru ini menyabet juara I nasional maupun internasional,” juara, mulai juara 1, 2 dan 4. Tapi dalam ajang kompetisi “Guang- harapnya. hanya yang juara 1 berangkat ke Kong-Macao InterDosen pendamping, Gede Raka Cina,” imbuhnya. V dong-Hong national Student Construction Gunawarman, S.T., M.T., menMahasiswa FT Unwar yang Competition & Tianhua Bamboo gatakan tim FT Unwar meraih terdiri dari I Gede Putu Ryan Design Competition” juara I dengan mengikutkan Surya Pratama, I Putu Nova I Architecture di Guangdong, Cina. Prestasi desain “The Umbrella of Bird Prasetya, Gede Bayu Arya Putra, internasional tersebut Nest”. Berdasarkan penilaian I Made Artha Krisiantara, dan I T tingkat diraih setelah mengalahkan 10 tim juri desain yang mereka buat Wayan Widhi Arsana berada di perguruan tinggi lainnya dari bentuknya cukup sederhana, Cina dari tanggal 1-8 Desember negara. namun pengerjaannya sangat 2018. “Kami harus mengerjakan A berbagai Atas prestasi yang diraih terse- rumit. Karya tersebut memberi- sendiri desain bambu ini dari Rektor Unwar Prof. dr. kan perpaduan estetika, bentuk, tanggal 2-7 Desember. Kami S but, Dewa Putu Widjana, DAP&E., struktur, dan kesempurnaan sempat merasa down karena tim S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Sp.ParK., didampingi Wakil Rektor I Ir. I Wayan Kaca, M.Si., dan Wakil Rektor II Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., serta dihadiri Wakil Dekan II FT Unwar Dr. I Nengah Sidarta, S.T., mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian prestasi internasional yang diraih mahasiswanya itu. Pihaknya berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi dan mendorong mahasiswa lainnya untuk bisa berkarya dan dikompetisikan di tingkat internasional. “Saya bangga kalian sudah meraih prestasi yang sangat prestisius dan jadi kebanggaan tersendiri bagi Unwar. Semoga prestasi ini bisa jadi inspirasi bagi mahasiswa lain,” ujar Prof. Widjana saat menerima mahasiswa yang baru kembali dari Cina di Ruang Rapat Rektor, Jumat (14/12) kemarin. Meskipun telah meraih prestasi internasional, namun pihaknya berpesan agar mahasiswa bersangkutan tidak merasa puas diri, melainkan dapat terus berkarya untuk mengharumkan nama Unwar. Apalagi, dengan prestasi tingkat internasional tentu akan dapat mendongkrak prestasi Unwar untuk penilaian akreditasi pada tahun berikutnya. Selain itu, pihaknya juga berharap agar hasil karya para mahasiswa tersebut dicarikan hak patennya. Sebab, sampai saat ini, Unwar masih minim hak paten atas hasil karya. Namun, Unwar
visual yang menarik. “Dewan juri mengatakan desain tersebut bisa dirasakan dengan suara. Air hujan jatuh melalui bagian atas angin dan jatuh ke angin lonceng di dalam, memberi orang pengalaman penuh ruang, penglihatan, dan pendengaran yang menjadi keunggulannya,” tutur Raka Gunawarman. Dosen pendamping lainnya Ni Wayan Nurwarsih, S.T., M.T., menambahkan sebelumnya desain yang dilombakan tersebut sudah pernah mengalahkan banyak
lain sudah selesai lebih dahulu, apalagi kami terkendala bahasa di sana. Selain itu, kami juga gak fokus, karena mikirin tugas di kampus,” ungkap Ryan, salah seorang mahasiswa. Ryan juga mengaku tidak menyangka akan bisa meraih juara. Namun, hal tersebut membuat mereka semakin semangat untuk berkarya ke depannya untuk mengharumkan nama Unwar, Bali dan Indonesia pada umumnya di kancah kompetisi internasional. (ad552)
JUARA - Rektor Unwar, Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK., didampingi Wakil Rektor I, Ir. I Wayan Kaca, M.Si., Wakil Rektor II, Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., dan Wakil Dekan II FT Unwar, Dr. I Nengah Sidarta, S.T., saat menerima pendamping dan mahasiswa FT Unwar yang berhasil menyabet juara I Kompetisi “Bamboo Architecture” Internasional di Cina, Jumat (14/12) kemarin.
Menambah Barisan Doktor
Perkuat Kepercayaan Publik Kuliah di STIMI Handayani Denpasar LULUSAN STIMI Handayani Denpasar, Dr. Dra. Ketut Karwini, M.M., pada Sidang Terbuka Doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) di Kampus FEB Unud, Jalan Sudirman Denpasar, Jumat (14/12) kemarin, menambah jajaran dosen bergelar doktor di STIMI Handayani Denpasar. Kelulusan Dr. Karwini yang kini juga menjabat Wakil Ketua I STIMI Handayani Denpasar ini tentunya akan memperkuat barisan dosen dan akan semakin meningkatkan kepercayaan publik kepada Sekolah Tinggi Manajemen pertama di Bali ini. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., mengatakan Yayasan Handayani sebagai Badan Penyelenggara STIMI Handayani Denpasar merasa sangat berbahagia dan bersyukur dengan kelulusan Dr. Karwini. Dr. Karwini merupakan dosen yang menerima beasiswa dari Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar untuk menempuh studi Program Doktor. “Semakin banyak doktor yang dimiliki akan semakin baik bagi perguruan tinggi kami ke depannya,” ujar Dr. Radendra, Jumat (14/12) kemarin. Ketua STIMI Handayani Denpasar, Dr. I.B. Gede Udiyana, menambahkan selain doktordoktor yang telah dimiliki, beberapa dosen STIMI Handayani juga sedang menempuh studi
doktor dan segera akan menyusul Dr. Karwini. Di antaranya, I d a A y u Ko m a ng J uni a si h, Seri Astini, dan Mahanavami. Dikatakan, secara persentase STIMI Handayani memiliki persentase dosen doktor relatif tinggi di antara beberapa kampus lain. Dr. Radendra menambahkan jika ketiga dosen tersebut segera menjadi doktor, maka dapat dikatakan seperempat atau 25 persen dari seluruh dosen tetap STIMI Handayani Denpasar adalah bergelar doktor. Dan itu adalah persentase yang tinggi dari keseluruhan dosen tetap dari sebuah perguruan tinggi. Radendra berharap, penambahan barisan dosen yang bergelar
doktor ini akan meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang diselenggarakan Yayasan Handayani yang pada gilirannya juga meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada lembaga, serta dapat meningkatkan kontribusi optimal lembaga kepada bangsa tercinta. Prof. Wardana sebagai Promotor dari Promovenda Dr. Karwini mengatakan kegigihan dan ketekunan merupakan salah satu modal penting penyelesaian studi. Disampaikan makna disertasi yang telah disusun Dr. Karwini akan dapat memberikan kontribusi bagi khazanah penelitian terkait partnership di bidang perbankan, khususnya BPR. (ad555)
UJIAN - Ketua Yayasan Pendidikan Handayani, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. (lima dari kiri) berfoto bersama dengan doktor baru, Dr. Ni Ketut Karwini, M.M. (tengah membawa bunga) usai Ujian Terbuka Promosi Doktor di FEB Unud, Denpasar, Jumat (14/12) kemarin.
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
Dua Prodi FKG Unmas Raih Akreditasi A MENJELANG akhir semester gajil 2018, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar meraih prestasi luar biasa. Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM PT Kes) memberikan akreditasi A untuk dua prodi di FKG yakni Prodi Sarjana Kedokteran Gigi dan Prodi Profesi Dokter Gigi. SK LAM PT Kes diserahkan Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG., kepada Rektor Unmas, Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., saat acara syukuran HUT ke-32 Ceremonial Versa Dentistry, Jumat (14/12) kemarin. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Dekan Dewa Made Wedagama kepada Rektor Made Sukamerta. Rektor Made Sukamerta memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja keras dekan beserta jajarannya dan stakeholders yang mampu meraih akreditasi A. Apa yang dicapai harus tetap dipertahankan selama lima tahun ini dengan hasil sempurna. ‘’Saat akreditasi, saya melihat jajaran FKG Unmas sangat kompak. Saya saja tak menduga kedua prodi meraih akreditasi A,’’ tegasnya. Namun, rektor meminta FKG Unmas jangan cepat puas, dengan mengawasi terus penjaminan mutu. Alasannya, tuntutan ke depan makin berat, FKG Unmas harus mempertanggungjawabkan akreditasi A kepada publik. Salah satu PR FKG Unmas yakni menjadikan RSGM Unmas meraih predikat paripurna. Untuk itu, RSGM yang dikelola oleh yayasan dan Unmas memerlukan terobosan baru. Jika kampus Unmas sudah direlokasi ke Padanggalak, kampus Kamboja akan full dipakai untuk FKG, RSGM dan Farmasi.
AKREDITASI - Dekan FKG Unmas, Dewa Made Wedagama, menyerahkan SK LAM PT Kes. kepada Rektor Made Sukamerta atas diraihnya akreditasi A dua prodi FKG Unmas. Dengan demikan, FKG Unmas akan menjadi PT ternama di Indonesia. Dekan FKG Unmas, Dewa Made Wedagama, mengungkapkan rasa syukurnya karena dua prodi di FKG Unmas serentak meraih akreditasi A dari LAM PT Kes. Biasanya satu prodi di fakultas meraih A yang lainnya B. Makanya dia menilai prestasi yang diraih luar biasa karena hanya dipersiapkan selama setahun mampu meraih akteditasi A untuk Prodi Sarjana Kedokeran Gigi dan Prodi Profesi Dokter Gigi. Dengan nilai akreditasi A, kata dia, banyak memberi implikasi bagi kemajuan FKG Unmas. Pertama, FKG Unmas yang dulu hanya menampung 80 lulusan SLTA setiap tahunnya, kini bisa merekrut 150 mahasiswa baru. Kedua, sangat positif bagi alumni karena dengan akreditasi A akan dikejar oleh pemakai lulusan karena nilai berstandar sangat baik. Selain itu, bantuan dana pusat akan mengalir ke FKG Unmas, termasuk makin banyaknnya jalinan kerja sama
internasional akan semakin padat. Dekan Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG., didampingi WD I Dr. drg. Michammad Taha Ma’ruf, M.Erg., WD II drg. I Gusti Agung Ayu Hartini, M.Biomed., dan WD III drg. Ni Putu Widani Astuti, M.Kes., mengungkapkan akreditasi A ini adalah harapan yang ditunggu-tunggu sejak lama. Dia juga bersyukur, sejak dua tahun memimpin FKG Unmas sudah mampu menggerakkan semua kekuatan untuk meraih akteditasi A. Satu PR besar FKG Unmas yakni menjadikan RSGM Unmas sebagai rumah sakit pendidikan berstatus paripurna. Hingga kini, FKG Unmas Denpasar sudah meluluskan Sarjana Kedokteran Gigi (SKG) sekitar 1.350 dan tingkat profesi yaitu dokter gigi sebanyak 1.110. Yang membanggakan, penyebaran dokter gigi lulusan FKG Unmas Denpasar bekerja di luar negeri yaitu di Malaysia, Belanda, dan Timor Leste serta tersebar di seluruh Indonesia. (ad551)
PSWPA Unud Gelar Seminar Ilmiah Peringati Hari Ibu UNIVERSITAS Udayana (Unud) melalui Pusat Studi Wanita dan Perlindungan Anak (PSWPA), Jumat (14/12) kemarin, menyelenggarakan seminar ilmiah dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember. Bertempat di gedung Widya Sabha Kampus Unud Jimbaran, seminar ini mengambil tema “Penguatan Ketahanan Budaya Menuju Indonesia yang Sejahtera, Berdaulat dan Berdaya Saing”. Menurut Ketua Panitia Seminar, Putu Saroyeni Piartrini, seminar ini bertujuan untuk mensyukuri warisan nilai-nilai suri teladan semangat dari para ibu yang sudah menghadirkan Indoneaia hari ini yang merdeka, bersatu dan berdaulat dan untuk memberikan kesempatan merefleksikan penghargaan atas apa yang sudah diwariskan menjadi pegangan dalam menjaga Indonesia. “Dalam aspek budaya, harus tetap dilestarikan, karena budaya adalah identitas kita,” ujarnya. Rangkaian acara peringtan Hari Ibu 2018 ini, kata Saroyeni sudah dilakukan sejumlah kegiatan. Di antaranya bakti sosial ke Panti Werdha Wana Seraya yang diisi dengan kegiatan kesehatan. Selain itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan perempuan berdedikasi keilmuan Udayana yang diberikan kepada Dr. Ir. Pande Ketut Diah Kencana, M.S., dan Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S. Seminar ilmiah ini diikuti mahasiswi, dosen, darmawanita Unud, darmawanita seluruh kabupaten/kota, pimpinan organisasi wanita di Bali dan 54 tokoh alumnus Unud. Kepala Biro Akademik Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat I Gusti Ngurah Indra Kecapa mewakili Rektor Unud, pada
SEMINAR - Ketua TPKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, (tengah) berfoto bersama dengan penerima penghargaan perempuan berdedikasi keilmuan Udayana saat menghadiri seminar ilmiah, Jumat (14/12) kemarin. kesempatan tersebut sangat mengapresiasi kegiatan ini. Melalui tema ini, pihaknya berharap adanya penguatan budaya menuju Indonesia yang berdaulat. Para ibu diharapkan tidak hanya bekerja, namun juga menyatukan keluarga sekaligus Indonesia dalam wadah NKRI. “Sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Bali, sesuai dengan visi yaitu unggul mandiri dan berbudaya, tentu sangat relevan dengan seminar ini,” ucapnya. Sementara Ketua TPKK Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster, yang menjadi pembicara pada seminar tersebut menyampaikan, Bali tidak memiliki sumber daya alam (SDA). Namun, Bali memiliki SDM yang luar biasa. Yang
mana, pariwisata menjadi sumber ekonomi, menerapkan pariwisata budaya. “Orang datang ke Bali tidak ingin menikmati hal yang sudah dimiliki di negaranya. Namun yang dicari adalah seperti apa taksu orang Bali melalui budaya Bali,” katanya. Produk budaya yang adiluhung bila tidak dipelihara oleh orang yang hidup di dalamnya, maka akan terjadi pengikisan. Ke depan itu harus dibenahi dengan serius. “Bali harus tetap mengedepankan arus budaya dalam mengelola pariwisata yang merupakan penghidupan di Pulau Dewata. Karena Bali tidak mempunyai sumber daya alam seperti yang dimiliki daerah lain di nusantara,” ujarnya. (ad281)
PDSRI Gelar Kongres Nasional XIII
Selain Pemilihan Ketua Baru, Juga Dilakukan ”Scientific Meeting” PERHIMPUNAN Dokter Spesialis Radiologi Indonesia (PDSRI) melaksanakan Kongres Nasional XIII selama tiga hari, mulai 13 - 15 Desember di Hotel Stones, Legian, Bali. Tema yang diangkat yaitu “Emergency Radiology Diagnosis and Therapeutic”. Ketua Panitia Kongres Nasional PDSRI XIII dr. Firman Parulian Sitanggang, Sp. Rad (K) RI mengatakan, pada Jumat (14/12) kemarin, merupakan pembukaan Kongres Nasional PDSRI XIII. Ini adalah pertemuan semua PDSRI. Selain melaksanakan kongres memilih ketua baru juga dilakukan scientific meeting. Scientific meeting ini ada workshop yang diikuti 86 peserta dan dilaksanakan pada Kamis dengan animal lab di Pantai Nyanyi, Tabanan.
Sedangkan pada Jumat (14/12) kemarin, mulai dilakukan scietific meeting sampai Sabtu (15/12) ini. Peserta yang ikut 800 orang. Setelah scientific meeting masuk ke sidang komisi untuk pertanggungjawaban pengurus yang lama dan pemilihan pengurus baru. Scientific meeting ini bertemakan “Emergency Radiologi Diagnostic dan Terapeutic”. “Jadi, selain untuk imaging untuk mendiagnosa penyakit, juga berkembang untuk pengobatan,” jelasnya. Ketua Umum PDSRI Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) RI mengatakan tujuan dari scientific meeting ini untuk meningkatkan pengetahuan dari para dokter radiologi, baik dalam bidang radiodiagnostic maupun di bidang terapinya. Ini dilakukan supaya
membuka wawasan baru, khususnya pada acara ini mengenai emergency radiologi. Banyak kasus emergency yang terlambat penanganan karena diagnosisnya belum bisa ditegakkan dengan cepat dan tepat. Dengan penegakan diagnosis dengan cepat dan tepat, maka keselamatan pasien maupun juga pemulihan pasien bisa dilakukan dengan segera. Tema scientific meeting ini mencakup bermacam-macam kasus emergency, mulai dari paru-paru tersumbat, perdarahan di usus dan serangan di otak. “Apa pun yang menyangkut emergency dan melibatkan emergency akan diungkap di sini,” imbuhnya. Diagnosis yang tepat menjadi kunci sukses terapi, terutama ditunjang keputusan diagnostik dari radiologi. “Tanpa diagnosa
yang tepat, terapi yang diberikan bisa salah. Malah bisa memberatkan pasien. Bisa mengancam jiwa pasien,” ujarnya. Dokter radiologi berjuang dengan peralatan yang ada. Namun, pihaknya berharap peralatan radiologi diperbarui, mengikuti perkembangan yang ada. Pada hari itu juga diluncurkan inovasi teknologi CT-Scan dan Ultrasound terbaru di Indonesia oleh Siemens Healthineers. Country Lead Siemens Healthineers Indonesia Alfred Fahrinher mengatakan inovasi terbaru dari Siemens Heathineers akan membantu para profesional medis dan penyedia layanan kesehatan untuk mengambil langkah selanjutnya ke arah tersebut guna meningkatkan nilai dan mentransformasi praktis medis bagi pasien di Indonesia. (ad554)
KONGRES - Asisten Pemerintahan & Kesra Sekda Provinsi Bali membuka Kongres Nasional PDSRI XIII dengan pemukulan gong didampingi Ketua Panitia dan Ketua Umum PDSRI.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
daerah
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
Manajemen Astra Motor Bali Serahkan Honda Forza kepada 20 Pemesan Pertama ASTRA Motor selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Bali secara resmi memperkenalkan dan sekaligus menyerahkan Honda Forza 250 kepada 20 konsumen pemesan pertama. Penyerahan Skutik premium Honda Forza dilaksanakan di Mall Bali Galeria (MBG), Jumat (14/12) kemarin. Sejak diperkenalkan di pameran GIIAS Agustus lalu, Honda Forza 250 cukup menarik minat konsumen Indonesia. Begitu juga dengan konsumen wilayah Bali. Bahkan, jumlah inden sudah mencapai 70 unit. Region Head Astra Motor Bali, Ronaldo Widjaja mengatakan, penyerahan secara resmi Honda Forza ini mencerminkan animo tinggi konsumen Bali untuk memiliki Honda Forza. ”Saat ini, semakin banyak pencinta motor skutik premium khususnya di Bali. Tercatat sekitar 72 konsumen yang indent Honda Forza di 6 wing dealer dan 1 big wing wilayah Bali sejak Agustus yang lalu,” ujar Ronaldo. Desain mewah dan prestisius dari Honda Forza dilengkapi kombinasi digital panelmeter yang memiliki informasi lengkap seperti indikator HSTC, indikator perawatan, trip meter, indikator konsumsi bahan bakar, kecepatan dan RPM. Model global skutik besar Honda ini mengusung mesin berperforma tinggi di kelasnya 250cc SOHC liquid cooled PGM FI dengan tenaga maksimum 17,3 kW/7500 rpm. Kenyamanan berkendara
HONDA FORZA - Jajaran manajemen Astra Motor Bali berfoto bersama dengan konsumen pertama pembeli Honda Forza, Jumat (14/12) kemarin, di MBG. pada Honda Forza hadir dengan disematkannya ban tubeless ukuran 120/70 dengan ring 15 M/C untuk ban depan dan 140/70 dengan ring 14 M/C untuk ban belakang. Sementara itu, pada bagian pengereman, skutik besar ini dilengkapi cakram depan dan belakang yang menggunakan sistem ABS 2 Channel. Pada bagian tata cahaya, skutik besar ini telah menggunakan LED yang tersemat di semua titik pencahayaan mulai dari lampu depan, lampu belakang dan lampu yang terdapat pada cover spion. Selain memberikan pencahayaan lebih baik, penggunaan teknologi ini membuat tampilan semakin mewah. Honda Forza tersedia dengan tiga warna eksklusif yaitu Pearl Horizon White, Sword Silver Metallic, dan Mat Gunpowder Black Metallic yang dipasarkan dengan harga On The Road (OTR) Bali sekitar Rp 79.700.000.
Konsumen yang berminat dapat mengunjungi 6 Wing dealer Kharisma Perkasa Dewata, Made Ferry Motor, Heronusa Tuban, MKM Jimbaran, Asaparis Imambonjol, 63 Sejahtera Singaraja serta 1 Big Wing dealer Honda Astra Motor Center Denpasar. Menurut salah satu konsumen asal Australi, Disyon Gahezy Rungkang, pihaknya memang suka produk Honda. Dirinya memilih Forza karena memiliki fitur-fitur canggih. Tidak hanya itu, dari segi bentuk juga unik. Hal senada disampaikan I.B. Eka Erawan. Selaku pembeli pertama Honda Forza, dirinya mengatakan Forza merupakan motor skutik premium honda dengan fitur, style milenial. Dari mesin sangat mumpuni, sehingga tidak ragu lagi untuk dibawa touring jauh. “Sejak pameran IIMS, saya sudah jatuh cinta pada Honda Forza,” ujarnya. (bns1)
Supatrayasa Jabat GM Garuda Regional 3 Denpasar (Bali Post) Perombakan terjadi pada pimpinan Garuda Indonesia Regional 3 yang meliputi Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. I Wayan Supatrayasa kini resmi menjabat sebagai General Manager (GM) menggantikan Joseph Adrian Paul. Penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan pisah sambut pun dilakukan di Kantor Garuda Indonesia Bali, Jalan Sugianyar No. 5 Denpasar, Kamis (13/12). Supatrayasa sebelumnya menjabat sebagai Vice President Marketing, menjadi Regional CEO Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Region Garuda Indonesia. Menurut Supatrayasa sebagai tujuan wisata ternama di dunia, Bali telah lama dikenal akan potensi alam dan budayanya. Potensi Bali begitu besar serta
pertumbuhan bisnis yang tinggi. Untuk itu, Bali dipercaya menjadi hub dan pusat region Jawa Bali dan Nusa Tenggara. Sebelumnya, Garuda Indonesia Regional 3 dipusatkan di Surabaya. Namun sekarang dipindahkan ke Bali. Pemindahan Regional 3 yang meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara dalam rangka upaya Garuda Indonesia untuk memperkuat Bali sebagai hub, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional. Selanjutnya, acara pisah sambut tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang dalam sambutannya memberi apresiasi kepada Garuda Indonesia. Ia berharap dapat melakukan peningkatan dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun wisatawan internasional. (kmb42)
Musim Hujan, Petani Kopi Kesulitan Keringkan Hasil Panen
Banyuwangi (Bali Post) Musim hujan tak hanya rawan bencana. Bagi petani kopi, musim hujan menjadi musibah. Mereka kesulitan mengeringkan hasil panen. Padahal, memasuki musim panen raya. Seperti dikeluhkan para petani kopi di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Maksun (60), salah satu petani mengaku musim panen raya kopi dimulai bulan Juli hingga November. Celakanya, memasuki November, musim hujan sudah datang. Berlanjut hingga Desember. Akibatnya, hasil panen tak bisa dikeringkan dengan cepat. Sebab, terganjal cuaca. Pengeringan yang tak maksimal, berimbas pada kualitas kopi. Tentunya, berdampak pada harga. “Puncak panen kopi dimulai Juli sampai November. Ketika musim hujan, kami bingung menjemur kopi. Padahal, panen melimpah,” keluhnya Jumat (14/12) kemarin. Padahal, kata Maksun, kualitas kopi warga cukup baik. Hasil panen juga melimpah. Namun, ketika terganjal cuaca, kualitas produksi tak bisa maksimal. Kondisi ini diamini Plt. Kepala Desa Kalibaru Wetan, Muji Purwanto. Pejabat ini mengatakan selama ini warganya banyak mengandalkan pertanian kopi. Lahan yang digarap adalah milik Perhutani. Luasnya 2.700 hektar, dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Lahan itu digarap oleh 334 kepala keluarga. Sistemnya tumpangsari, tanpa mengurangi tegakan tanaman hutan. “Masalahnya memang kerap terganjal cuaca,” jelasnya. Ditambahkan, harga kopi lumayan bagus. Kopi biasa dijual Rp 5.000 hingga Rp 5.200 per kilogram untuk kategori asalan dan Rp 5.800 hingga Rp 6.000 per kilogram untuk kategori petik merah. Sedangkan gabah (kopi kering) biasa dijual dengan harga Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per kilogram untuk kategori asalan, Rp 28.000 untuk kategori bagus. Menurut Muji, keluhan para petani terjawab setelah
Bali Post/udi
KOPI - Petani kopi di Kalibaru, Banyuwangi sedang panen raya, belum lama ini. mendapat bantuan mesin dari Kementerian Percepatan Desa Tertinggal (PDT). Mesin pengering dan pengolah kopi dikelola bersama petani setempat. “Harapannya para pekebun kopi mendapat nilai
lebih dari usahanya sehingga perekonomian mereka meningkat,” kata Muji. Nantinya, pengolahan kopi tak hanya dikeringkan, namun dikemas dalam bentuk siap seduh alias kopi bubuk. (udi)
5 Beroperasi Sejak 2013
Kini, Pabrik Minyak Kutus Kutus Produksi Sejuta Botol Per Bulan BEROPERASI sejak 2013, usaha minyak herbal Tamba Waras Kutus Kutus berkembang dengan sangat cepat. Saat ini, pabrik minyak Kutus Kutus di Gianyar mampu memproduksi 1 juta botol per bulan. Omzet kotornya tidak main-main mencapai Rp 230 miliar per bulan. Menurut Pendiri sekaligus Penemu Minyak Tamba Waras Kutus Kutus, Servasius Bambang Pranoto, di sela-sela HUT ke-5 dan peresmian pabrik baru Kutus Kutus di Desa Bakbakan, Gianyar, Sabtu (8/12), minyak Kutus Kutus tercipta bukan murni dari niat untuk bisnis. Namun, ditemukan formulanya tersebut saat ia menderita sakit. “Kutus Kutus ini ada karena saya sakit. Waktu itu, saya ingin mencari apa yang bisa menyembuhkan penyakit saya. Dan saya akhirnya bisa sembuh dari apa yang saya buat. Kemudian saya perdagangkan. Mulai 2013 diperdagangkan secara komersial sampai sekarang 2018, penjualannya terus meningkat dengan jumlah reseller lebih dari 3.000 orang se-Indonesia,” ujar Bambang yang pernah menderita lumpuh ini, namun berhasil sembuh dengan minyak yang diciptakannya. Bahan minyak Kutus Kutus, sebut Bambang, berasal dari bahan-bahan yang ada di tanah Indonesia. Semua rempah-rempah dan bahan lainnya murni berasal dari Indonesia. Minyak Kutus Kutus menggunakan 49 jenis bahan tanaman obat. Semua bahannya merupakan tumbuhan dan tidak ada bahan kimia atau bebatuan. “Minyak Kutus Kutus ini saya temukan saat saya
menderita sakit. Melalui sebuah eksperimen dengan menggunakan tubuh saya sendiri sebagai bahan percobaan. Tapi jauh sebelumnya saya memang telah mempelajari pengobatan herbal dan selalu menggunaan bahanbahan herbal untuk mengatasi gangguan kesehatan yang saya alami,” ujarnya. Bambang mengakui untuk mencapai hasil seperti saat ini tidaklah mudah, perlu perjuangan keras. Pertama kali membuat ratusan botol minyak Kutus Kutus, tidak ada yang membeli alias tidak laku. “Produksi pertama 500 botol tidak laku. Kemudian setelah berjalan, produksinya naik terus. Mulai 2016 meningkat 20 ribuan botol. Pada 2017 naik 70 ribu botol dan 2018 naik seratus ribuan botol serta mulai Oktober dan November 2018, sudah bisa produksi satu juta botol
per bulan dengan omzet penjualan kotor Rp 230 miliar per bulannya. Ini luar biasa untuk sebuah perusahaan sederhana,” ujar pria yang sebelum tinggal di Gianyar, lama bekerja sebagai seorang profesional sebuah perusahaan internasional di Belanda. Ia menilai sebaiknya semua keluarga punya minyak Kutus Kutus sebagai P3K di rumahnya. Cukup dengan minyak Kutus Kutus sudah bisa mengatasi masalah kesehatan sederhana di keluarga, mulai balita sampai lansia. “Ibu-ibu muda yang mempunyai balita kini semua memakai minyak Kutus Kutus untuk atasi gangguan seperti pilek, batuk, atau panas. Juga gangguan seperti sakit gigi, tempel lima menit sudah hilang sakitnya,” kata Bambang yang merupakan penemu, peracik, founder, pembuat, dan inova-
tor dari produk Kutus Kutus yang kini mempekerjakan 100 orang pegawai itu. Saat ini, kata Bambang, ada kecenderungan kalangan atas sudah mulai menggunakan minyak Kutus Kutu. Dalam acara dr. OZ di televisi, minyak yang dipakai adalah minyak Kutus Kutus. Artis terkenal juga sudah banyak yang memijat anaknya dengan minyak Kutus Kutus. Manfaatnya hampir semua penyakit bisa disembuhkan, baik ringan dan berat. Penyakit stroke bisa disembuhkan tapi tidak bisa seratus persen. Minyak Kutus Kutus juga menggantikan minyak telon. Balita dibalur minyak Kutus Kutus setelah mandi. “Peluang bisnis minyak herbal masih luar biasa, karena hampir di setiap daerah ada. Sejak Kutus Kutus ada, semua beralih ke Kutus Kutus seperti di Makassar. Di Bali hampir setiap tempat ada reseller. Jadi, masih sangat besar peluang bisnisnya, dalam waktu dekat produksi kami akan naik menjadi 2 juta botol per bulan,” terangnya. Minyak Kutus Kutus membantu kesehatan keluarga mulai asam urat, rematik, kesemutan, nyeri sendi, gangguan pencernaan, wasir, vertigo, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya. “Minyak Kutus Kutus merupakan perpaduan teknik pengobatan Indonesia, India, dan China. Menggunakan rempah asli Indonesia dikombinasikan dengan minyak dan dalam pengaplikasiannya dibalurkan pada titiktitik meridian tubuh. Minyak Kutus Kutus dipakai dengan cara dibalur, digosok merata di anggota tubuh tertentu,” paparnya. (ad550)
brana, dan Desa Busung Biu, Singaraja, terutama untuk kambing peranakan etawa (PE). Sedangkan kambing lokal akan dikembangkan di Karangasem. Tahun 2019, Bali mendatangkan kambing bibit PE dari daerah Jawa Timur sekitar 1.000 ekor, yang difasilitasi Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk pengembangan peternakan kambing di Busung Biu Buleleng, Kecamatan Tegalalang Gianyar dan Kawasan Bebandem Karangasem. Sementara tahun 2019, ia akan melakukan inventarisasi wilayah yang berpotensi dikembangkan peternakan kambing yang khusus untuk sarana upacara seperti kambing bulu hitam. “Tahun 2019, Pemda Bali fokus mengembangkan peternakan kambing untuk upakara,” imbuhnya. Untuk pengembangan peternakan kambing, masyarakat perlu didorong. Karena ada beberapa daerah yang belum terbiasa memelihara kambing dengan alasan nonteknis. Padahal, potensi daerahnya cukup bagus. Seperti tersedianya HPT (Hijauan Pakan Ternak). Maka dari itu diperlukan penyuluhan pada masyarakat. Peternakan kambing di-
katakan sangat ekonomis dan menguntungkan lantaran modalnya kecil dan penjualannya cepat. Sehingga perputaran modal peternak cepat kembali. Modal membeli bibit kambing antara Rp 1,5 juta - Rp 2 juta. Dalam waktu 4 bulan, kambing sudah siap menghasilkan anak kambing untuk dijual. Selain itu, biaya pakan hijauannya juga tidak terlalu membutuhkan biaya banyak, seperti daun kaliandra, daun gamal, indigovera, nangka serta dedak sebagai pakan tambahan. “Ini lebih ekonomis karena pakan enggak beli,” tandasnya. Jika dijual, kambing bisa laku Rp 2,5 juta. Tidak hanya penggemukan kambing, pembibitan kambing juga menjanjikan. “Kalau pembibitan dalam waktu 3 - 4 bulan sudah beranak,” tandasnya. Diband ingkan d engan peternakan sapi yang lebih padat modal, jangka waktu pemeliharaan lama yaitu setahun. Meski peternakan kambing belum berkembang dengan baik, masyarakat peternak Bali sudah mulai beternak secara terintegrasi vertikal. Integrasi vertikal artinya integrasi yang dilakukan dengan satu komoditas peternakan, dengan jenis ternak yang berbeda. Misalnya peternak
memelihara ayam untuk mendapatkan hasil harian berupa telur. Peternak juga memelihara babi/kambing untuk mendapakan hasil bulanan, dan terakhir petani pasti memelihara ternak sapi untuk mendapatkan hasil periode tahunan dengan nilai cukup besar untuk keperluan yang lebih besar. Sambil menunggu investasi sapi, petani bisa memelihara kambing. Karena dalam waktu 6 bulan, bisa mendapatkan hasil. Untuk memenuhi kebutuhan bulanan, petani bisa beternai babi, dan untuk mendapatkan hasil harian, petani memelihara ayam buras yang menghasilkan telur. “Sehingga petani bisa hidup setiap hari, setip bulan, dan setiap tahun,” bebernya. Menurutnya, jika peternak dengan lahan yang terbatas agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, sistem peternakan integrasi vertikal merupakan solusinya. Masyarakat Bali pun dikatakan telah menerap kan peternakan vertikal ini. “Secara umum sistem peternakan masyarakat sudah seperti ini. Kalau petani pelihara sapi, babi, ayam buras. Kebutuhan yang membuat dia berusaha secara harian, bulanan, tahunan,” ujarnya. (kmb42)
KUTUS KUTUS - Pendiri sekaligus penemu Minyak Tamba Waras Kutus Kutus, Servasius Bambang Pranoto
Bali akan Kembangkan Peternakan Kambing
Denpasar (Bali Post) Bali memiliki potensi pengembangan peternakan kambing. Sebab, peluang pasar kambing di Bali cukup menjanjikan. Di sisi lain, pengembangan kambing masih ada kendala nonteknis yaitu karakteristik peternak di Bali belum berkembang dengan baik. “Kondisi ini berkaitan dengan sosial budaya masyarakat peternak dan minat memelihara kambing masih kurang,” kata Drh. IKG Nata Kesuma, MMA., Kepala Bidang Pembibitan dan Produksi Ternak, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali, Kamis (13/12). Rata-rata pemasukan kambing dari luar Bali 3.000 - 3.500 ekor setiap bulan. Belum lagi menjelang hari Idul Adha, pemasukan meningkat dua kali lipat sekitar 5.000 ekor. Hal ini disebabkan persediaan kambing di Bali masih kurang karena populasi belum banyak. Oleh karena itu, pihaknya akan mengembangkan program meningkatkan peternakan kambing terutama kambing potong, disamping juga kambing untuk keperluan upacara agama. Pengembangan peternakan kambing ini akan dilakukan di lokasi sentra pengembangan seperti daerah Pupuan, Tabanan, Jem-
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menggali Pesan dari Kearifan Lokal KEARIFAN lokal nampaknya menjadi bagian yang memberikan sumbangan inspirasi pengetahuan kepada masyarakat modern. Beberapa waktu lalu terdengar kabar apabila negara tetangga bersedia membayar mahal naskah-naskah tradisional yang ada di wilayah Pulau Sumatera. Catatan yang pernah terdengar adalah bahwa di dalam naskah tradisional tersebut tersimpan berbagai kekayaan intelektual yang mampu memberikan inspirasi kepada ilmuwan untuk membuat terobosan dalam bidang ilmu pengetahuan maupun industri. Karena itulah kemudian banyak yang bersedia memberi naskah-naskah tradisional tersebut. Cerita-cerita masa lalu, tulisan sansekerta, juga pertunjukan drama, akan memungkinkan bagi masyarakat untuk membuat terobosan baru. Cerita tentang manusia yang mampu menangkap petir misalnya, dapat memberi inspirasi kepada ilmuwan untuk menangkap petir sungguhan dan menyimpan energio yang melimpah dari petir tersebut untuk disimpan dan kemudian dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Tentu saja hal ini berguna bagi masyarakat luas. Kearifan lokal yang dimiliki Bali boleh dikatakan sebagai sumber daya yang masih tersimpan yang belum dimanfaatkan secara baik. Maka ke depan, menjadi tugas kita untuk mencoba mencari pengetahuan dari kearifan lokal ini dengan mencoba menerjemahkan lontar-lontar yang ada dan kemudian menafsirkan dari kekayaan yang tersimpan itu. Kita mengatakan kearifan ini sebagai sumber daya karena ia mampu menggerakkan, bahkan mensejahterakan bagi umat manusia. Pekerjaan kita sekarang ada mencoba secara arif untuk menghilangkan kesalahn-kesalahan pendapat di masa lalu. Misalnya dengan mengatakan bahwa tulisan-tulisan tersebut sakral sehingga tidak boleh dibaca, dan apalagi diterjemahkan. Ini boleh dikatakan sebagai pendapat yang keliru, dan perlu mendapat pelurusan. Bukan tidak mungkin leluhur kita menyediakan demikian banyak cerita atau naskah, dengan tujuan untuk memberikan pengetahuan kepada generasi keturunannya. Tujuannya adalah untuk maju dan mampu menghadapi tantangan zaman. Jadi penerjemahan dan penafsiran itu layaknya sangat diperlukan. Kita di Bali juga mempunyai demikian banyak ritual yang seharusnya dapat memberikan pengayaan kepada kita semua, baik dalam bentuk pemaknaan maupun etika yang dapat dipakai oleh generasi baru. Sayang sekali ritul itu dibiarkan begitu saja terselenggara tanpa dicari makna yang sesungguhnya. Katakanlah ritual solsolan (yeng menggunakan bebek) saat tiga bulan, mempunyai makna yang luar biasa tinggi. Jika ditafsirkan, ritual ini memunyai makna sebagai sebuah pesan kepada sang balita agar di masa depan nanti mampu bekerja maksimal, mencari nafkah dan pengupa jiwa di mana saja di muka bumi ini, tetapi dengan cara-cara yang bersih. Bebek ketika mencari makanan akan menenggelamkan leher dan kepalanya, tetapi makanan yang didapatkan adalah makanan yang bersih. Inilah pesan positif dari ritul tersebut. Akan tetapi, dalam ritual yang kita lihat, bebek itu hanya diayunkan saja kepada sang balita. Padahal jika diucapkan dengan kata-kata akan banyak yang mengerti dan menjadi pesan sosial kepada masyarakat agar tidak korupsi. Kearifan lokal Bali memang banyak yang bermakna tinggi hanya kita masih tidak terlalu menggali secara mendalam. Marikita gali makna tersebut demi kemanfaatan bersama.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Transportasi untuk Anak Kita Sebuah terobosan baru yang digulirkan oleh Bupati Gianyar, Mahayastra adalah pengadaan transportasi gratis kepada anak-anak sekolah di Kabupaten Gianyar. Hal ini tentu memberi keringanan kepada para orangtua siswa yang mempunyai anak sedang menuntut ilmu di sekolah. Di samping memberi keringanan terhadap orangtua siswa, program ini juga mempunyai dampak yang sangat positif terhadap keamanan, kenyamanan, keselamatan berlalu lintas di jalan raya. Sebelum diterapkannya transportasi gratis, hampir semua siswa menggunakan sepeda motor ke sekolah. Hal ini berisiko bagi siswa. Namun setelah diamati ternyata program transportasi gratis yang digulirkan oleh Bupati Gianyar belum dimanfaatkan secara maksimal oleh anak-anak sekolah. Masih banyak juga yang naik sepeda motor ke sekolah. Hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor, seperti anak tersebut susah diatur oleh orangtuanya, atau tidak mengindahkan seruan dari sekolah ataupun dari pemerintah. Kebanyakan siswa yang naik sepeda motor ke sekolah setelah pulang dari sekolah mereka tidak langsung pulang namun mereka lebih suka keluyuran. Faktor orangtua juga berpengaruh. Kadangkala ada orangtua yang suka pamer mereka memberikan kebebasan kepada anaknya untuk naik sepeda motor ataupun mobil ke sekolah biar kelihatan paling super. Faktor petugas keamanan itu sendiri kadang kita lihat di jalan raya banyak siswa naik sepeda motor yang tidak memperhatikan keselamatan berlalu lintas, banyak pelanggaran belum cukup umur, tidak pakai helm, suara knalpot keras, surat tidak lengkap. Semua ini kadang dibiarkan oleh petugas keamanan. Nah, melihat kondisi yang terjadi di lapangan seperti itu, untuk memantapkan pelaksanaan program pemerintah yang sangat baik tersebut, maka kerja sama perlu ditingkatkan. I Nyoman Teken Br. Suwat Kaja, Gianyar
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
’’Nangluk Merana’’ Zaman Kekinian Beberapa waktu lalu masyarakat Bali menyelnggarakan upacara nangluk merana. Ini merupakan ritual tradisional masyarakat Hindu Bali. Beberapa desa pakraman menyelnggarakan ritual itu. Termasuk juga desa pakraman yang ada di kota. Ritual ini di masa lalu lebih akrab dilakukan di sawah karena lebih ditujukan untuk memberantas hama yang mengganggu kehidupan padi. Akan tetapi kiranya sekarang, di zaman modern ini ritual nangluk merana juga dilakukan di rumah-rumah dan di jalan raya (perempatan jalan).
Oleh GPB Suka Arjawa
K
iranya ada pergeseran atau malah perluasan terhadap makna nangluk merana tersebut. Beberapa ruas jalan umum, menjadi macet dan membuat kegiata sosial malah terganggu. Karena peralatan upacara dipersiapkan pagi hari, dan itu merupakan hari kerja, banyak pengguna jalan yang terhambat menuju kantor. Padahal saat ini absen yang berlaku adalah absen elektronik yang tidak bisa ditipu lagi. Di sisi lain, karena upacara ini diselenggarakan oleh dan di desa pekraman, maka di beberapa tempat ada kewajiban bagi warga untuk hadir. Padahal hari penyelenggaraan itu merupakan hari kerja. Lalu, bagaimana kita harus menyikapi ritual tradisional ini agar tidak terlalu berbenturan dengan realitas sosial kekinian, dan apalagi generasi baru yang sering disebut generasi milenial tersebut. Nangluk merana merupakan seremonial tradisional, yang dari sisi namanya ada dan dipraktikkan di Bali. Arti sederhana yang tersirat adalah memberantas penyakit (menaklukkan merana -- bahasa Bali dan Indonesia). Akan tetapi pada budaya-budaya lain praktik ritual tradisional yang berorientasi menolak bala juga ada. Dari sisi makna, ritual itu adalah upaya menyeimbangkan kehidupan sosial, tidak terganggunya komponen sosial lain dari ancaman penyakit atau gangguan apa pun. Dari titik tersebut, upacara nangluk merana memang tidak seharusnya hanya dilakukan di sawah
saja tetapi ladang, sungai, pekarangan rumah dan sebagainya. Semuanya berpotensi tergaggu oleh penyakit, baik penyakit biologis maupun penyakit sosial. Akan tetapi, pemaknaan kata ‘’merana’’ oleh masyarakat Bali tradisional, lebih tertuju kepada penyakit pada tumbuh-tumbuhan. Karena itu ritual ini lebih tertuju pada upacara yang diselenggarakan di sawah dan kebun. Bahwa ritual tersebut banyak dilakukan di sawah di masa lalu, membuktikan babwa Bali dikenal sebagai pulau sawah dan padi, sekaligus memperlihatkan sawah dan padi merupakan wilayah utama orientasi kehidupan masyarakat Bali. Bertani sawah merupakan mata pencaharian masyarakat Bali di masa lalu. Ritual nangluk merana juga memberikan pesan lain kepada kita. Salah satu peristiwa penting di masa lalu yang mempunyai tujuan untuk mengusir hama di sawah adalah diundangnya raja atau keturunan raja ke daerah pertanian (sawah) apabila keseimbangan dirasa terganggu. Ketergangguan itu misalnya disebabkan oleh merajalelanya hama tikus. Kiranya ini juga dapat digolongkan sebagai nangluk merana. Ritual ini mempunyai penampilan massal. Pusat dari massal itu adalah raja atau keturunannya. Masyarakat akan tumpah ruah di sekitar raja tersebut. Raja dipandang sebagai ahli yang mampu menghilangkan merana. Boleh dikatakan inti dari keahlian raja adalah doa dan segala sarana yang menyertai ritual itu, juga sebagai pendukung dan pelengkap doa tersebut. Rakyat yang ada di sekitar raja
(yang jumlahnya menyemut) siap untuk menyambut raja dan mengantarkannya utuk menyebar keahliannya itu menuju wilayah merana. Ada juga persona karismatis raja sebagai inti keahlian tersebut. Untuk menyebar hal itu, rakyat akan mengusung raja. Karena di masa lalu pertanian yang menjadi sumber dari daya sosial itu, maka raja diusung ke sawah. Sentuhan ahli dan personifikasi kekuatan karismatis itu diwujudkan bukan sekadar dengan doa tetapi juga sentuhan langsung, seperti menggoyangkan tanaman padi atau mencuci anggota badan raja di sawah. Harus diakui ini juga merupakan metode untuk menambah keyakinan diri masyarakat petani untuk bercocok tanam dan menumbuhkan energi positif untuk menambah semangat bercocok tanam. Energi tersebut berguna untuk meningkatkan produksi padi. Secara jujur harus diakui fenomena tentang nangluk merana yang disebutkan di atas merupakan fakta sosial tradisionalitas, yang mungkin telah tidak sesuai dengan fenomena sekarang di zaman milenial ini. Akan tetapi dalam konteks sosiologis, justru fakta sosial tersebut mempunyai manfaat besar. Ritual, dalam konteks kekinian dapat dikatakan sebagai sebuah pengingat, bahan penyadaran bagi generasi baru dan generasi terbaru. Manfaat terbesar dari ritual pada konteks modernisasi adalah pengingatan dan penyadaran tersebut. Karena itu, sebuah ritual jangan hanya diselenggarakan dan diwujudkan saja, apalagi secara ngawur dan besar-besaran. Ritual itu harus dipelajari, dipikirkan,
disimak, dan direnungkan. Dari situlah kemudian dicari makna dan artinya. Dari sini akan muncul penyadaran untuk selanjutnya menginspirasi membuat terobosan. Kita melihat ritual tradisional itu sebagai sumber daya yang mengaktifkan. Ritual tradisional yang hanya ditampilkan belaka, apalagi dengan gengsigensian tanpa makna adalah sebuah pemborosan segala macam. Dengan demikian, ada berbagai penafsiran yang dapat dimanfaatkan sampai bergenerasi terhadap upacara nangluk merana di masa lalu. Upacara tersebut tidak lain adalah sebuah kesadaran dan penyadaran kelemahan manusia terhadap alam. Merana (merane) yang merajalela di sawah adalah kuasa alam. Karena itu, upaya untuk menjaga keseimbangannya adalah memberikan tanggung jawab kepada sang pemimpin, yang tidak lain adalah raja untuk mengembalikan keseimbangan itu. Kesadaran kelemahan tersebut bersifat massal, yaitu dari masyarakat petani. Raja, dalam pemahaman sosial-tradisional adalah representasi alam, bahkan representasi Tuhan. Dengan demikian, rajalah yang diserahi tanggung jawab untuk mengobati alam dengan berbagai merana tersebut. Perwujudannya di masa lalu adalah mengusung raja dengan diiringi oleh rakyat menuju tempat dim ana merana (hama itu) ada, entah di sawah atau kebun. Dan doa-doa yang dipan jatkan raja dipandang dan dipercaya mampu mengusir merana hama sehingga keseimbangan alam kembali normal. Core-nya adalah raja dengan doa dan mantra, sedanagkan pheriferal-nya adalah rakyat. Fenomena demikian memberikan penafsiran berbeda tetapi makna yang sama untuk generasi sekarang. Di zaman perkembangan ilmu pengetahuan dan demokrasi, raja tidak dipandang sebagai perwakilan Tuhan atau alam di bumi, tetapi itu berpindah ‘’secara demokratis dan humanis’’ kepada umat manusia dengan
Isu Lingkungan dalam Pemilu 2019 SALAH satu isu besar yang sering termarginalkan dalam setiap pemilu adalah lingkungan. Lingkungan cenderung dijadikan objek jarahan pejabat dan politisi. Eksploitasi lingkungan jamak diandalkan demi mengumpulkan modal berkompetisi di pemilu sekaligus untuk mengembalikannya. Sangat jarang parpol dan caleg berani berjualan visi hijau. Praktik pemilu justru dilakukan dengan abai terhadap kelestarian lingkungan. Pembangunan berkelanjutan menjadi pepesan kosong jika tanpa dimulai dengan implementasi pemilu hijau atau ramah ekologi. Paling tidak terdapat dua tuntutan dalam pemilu hijau, yaitu secara prosedural dengan pelaksanaan kampanye ramah lingkungan serta secara substansial berupa komitmen politik hijau. Salah satu prinsip kampanye adalah ramah lingkungan. Indikator ramah lingkungan yang sederhana adalah kampanye yang minim sampah. Di tengah suasana berebut suara terbanyak, parpol dan caleg diprediksi akan bebas berlomba menyebar atribut sesuai keinginan dan kemampuan. Fenomena ini menunjukkan iklim positif secara politik, tetapi mengkhawatirkan secara ekologis. Atribut kampanye yang umum digunakan adalah bendera, baliho, umbul-umbul atau rontek, spanduk, leaflet, stiker, kaos, dan lainnya. KPU telah menetapkan 16 parpol sebagai peserta Pemilu 2019. Ratusan ribu orang akan bersaing sebagai caleg DPR, DPRD Provinsi, DPRD Ka-
Oleh Ribut Lupiyanto bupaten/kota, dan DPD-RI. Jika setiap caleg memasang bendera, ditambah caleg memasang baliho, spanduk, dan/ atau lainnya, maka dipastikan akan sangat semrawut pemasangannya. Keterbatasan ruang atau jalan akan berdampak pada semrawutnya pemasangan atribut. Sangat mungkin pemasangan akan berjejal rapat dan satu titik menumpuk banyak atribut. Belum lagi, pemasangan masih berebut lokasi strategis dan tempat legal sesuai peraturan bupati/wali kota. Wajar, jika hasilnya atribut di jalan akan berpotensi menjelma jadi sampah visual. Ramah lingkungan merupakan tanggung jawab parpol serta penyelenggara pemilu dan pemerintah. Pertama, parpol sudah saatnya menjadikan desain ramah lingkungan sebagai jurus kampanye. Dimulai dari hal-hal sederhana, seperti minimalisasi atribut berbahan plastik, tidak memasang atribut di pohon apalagi dengan paku, tidak mengganggu lalu lintas, minimalisasi sampah di setiap event, serta melakukan pengelolaan baik pra, saat, maupun pascakampanye. Kedua, bagi penyelenggara pemilu perlu mengatur, mengawasi, hingga memberi sanksi atas pelaksanaan kampanye agar ramah lingkungan. KPU diharapkan dapat mengatur pemasangan atribut secara bersama dari seluruh parpol pada titik-ti-
tik yang ditentukan. Bawaslu memiliki ranah kontribusi pada pengawasan dan evaluasi peraturan ini. Ketiga, pemerintah memiliki ruang tanggung jawab dan wewenang berkontribusi. Pemerintah daerah melalui peraturan bupati/wali kota dapat mengatur lokasi dan zona pemasangan alat peraga kampanye. Agar optimal dan tidak terkesan membatasi hak parpol berkampanye, maka perlu koordinasi intensif antara pemerintah daerah, KPU, dan parpol. Jika sampah pemilu telanjur berserakan di ruang publik, maka sanksi harus jelas dan tegas. Selanjutnya yang paling penting adalah bagaimana menangani sampah tersebut secara terpadu. Strategi dan orentasi upaya penanganan mesti berpihak pada masyarakat. Pemilu menuntut hadirnya kampanye sebagai wahana pendidikan politik. Komitmen parpol dan caleg kaitannya dengan pengelolaan lingkungan dan SDA diharapkan dapat mewarnai proses kampanye. Beberapa indokator dapat menuntun kita menilai komitmen politik hijau. Pertama, visi dan misi. Komitmen politik akan hadir jika parpol dan caleg memiliki visi-misi hijau. Visi hijau merupakan fondasi yang secara eksplisit menyatakan kepedulian lingkungan dan berisi mimpi terkait masa depan lingkungan. Misi hijau menjadi jabaran praktis
mengenai langkah yang akan dilakukan untuk membuktikan bahwa visinya realistis. Kedua, rekam jejak. Rekam jejak kepedulian lingkungan penting untuk meyakinkan penilaian bahwa janji yang selama ini didengungkan tidak menjadi isapan jempol semata. Jejak kepedulian dapat direkam pada masa lalu dan masa sekarang calon pemimpin. Misalnya dalam kampanye sekarang sudahkah dilakukan dengan ramah lingkungan. Jika kurang peduli terhadap sampah, merusak pohon, atau lainnya, maka susah diharapkan komitmen mendatangnya. Ketiga, inovasi program kerja. Konservasi lingkungan butuh terobosan inovatif agar lebih efektif. Mimpi hadirnya pemilu hijau dapat terwujud tergantung pada komitmen parpol, keseriusan penyelenggara pemilu, kontribusi pemerintah daerah, dan partisipasi masyarakat. Sekarang saatnya menakar serta menantang parpol dan caleg mana yang sanggup merealisasikan kampanye ramah lingkungan serta berkomitmen dalam politik hijau. Kita tunggu parpol dan caleg mana yang kreatif mendesain kampanye ramah lingkungan hingga berkomitmen memperjuangkan isu lingkungan dalam agenda politiknya. Kedaulatan ada di tangan rakyat. Isu lingkungan dapat menjadi pertimbangan penilaian parpol dan caleg mana yang layak dipilih.
kemampuan berpikirnya. Jadi, ilmu pengetahuan, akal, teknologi dan perkembangan budayalah yang akan mengembalikan harmonisasi alam. Dengan demikian, doa dan mantra dari raja di masa lalu, akan digantikan oleh ilmu pengetahuan untuk menghilangkan merana. Secara ‘’demokratis’’ juga mantra-mantra tersebut dapat dikuasai, didebat dan dikembangkan oleh rakyat. Raja bisa jadi hanya simbol atau ditransfer menjadi bupati, camat, bendesa atau gubernur dan presiden. Maka untuk nangluk merana di zaman sekarang, yang dijemput atau diundang adalah mereka yang menguasai ilmu pengetahuan atau keterampilan untuk menghilangkan merana yang ada. Itu digenggam oleh para ahli yang ada di berbagai kantor, perguruan tiggi atau lembaga penelitian. Merekalah pemilik mantra-mantra. Mereka adalah ahli pertanian, ahli penanggulangan banjir, dokter ahli, ahli penanganan konflik dan sebagainya. Masyarakat tetap hadir, juga menyemut. Tetapi kehadiran mereka di gedung untuk mendengar transfer pengetahuan dan keterampilan dari ahli. Di sinilah ada penyerapan mantra, dan bahkan dapat mendebat atau menyumbangkan mantra berdasarkan pengalaman diri. Ini merupakan perbedaan mantra masa lalu yang boleh dikatakan dimonopoli raja. Mantra zaman sekarang, ditransfer dan memperkaya diri. Kini masyarakatlah yang menjadi agen langsung untuk menaklukkan merana yang ada. Bagaimana dengan ritual? Ritual tetap perlu sebagai pengingat kuasa alam terhadap manusia. Tetapi tidak perlu dibesar-besarkan. Ia harus disederhanakan. Biaya dapat dialihkan untuk mengundang para ahli agar masyarakat cerdas dan mampu bertindak mandiri. Penulis, staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana. Banyak melakukan penafsiran ulang dan penyederhanaan terhadap seremonial Bali
POJOK Indonesia tawarkan ‘’Bali Declaration’’ atasi pencemaran laut. -Contoh aksinya dari Bali. *** KDB diutak-atik, berarti ‘’mengundang’’ bencana baru di Bali. -Targetnya hanya untung. *** PAD Bali bertambah Rp 155 miliar dari pemutihan pajak bermotor. -Rakyat kecil biayai pemerintah Bali.
Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
7
TABANAN
Pohon Ancak Timpa Bale Bengong di Alas Kedaton
TUMBANG - Petugas BPBD Tabanan bersama polisi dan masyarakat membersihkan puingpuing bangunan dan batang pohon yang tumbang di areal parkir DTW Alas Kedaton.
pertama kali oleh pengelola DTW Alas Kedaton I Wayan Semadi pada Kamis sekitar pukul 21.30 Wita. Tiba-tiba pohon ancak berdiameter 40 cm di depan kantor sekretariat tumbang dan bale bengong tersebut. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, setelah mendapat laporan, petugas TRC BPBD langsung meluncur ke lokasi kejadian. Petugas pun langsung melakukan pembersihan. ‘’Evakuasi kami lakukan dengan Polsek Marga dan masyarakat,’’ ungkapnya. Ditambahkannya, bale saka pat tersebut rusak berat akibat tertimpa pohon. ‘’Harus bangun total. Kerugian sampai Rp 35 juta,’’ tegas Trisna. (kmb28)
masing-masing usaha penggilingan maupun pedagang masih mencukupi,’’ ujarnya. Selain mengurangi serapan, musim hujan menyebabkan kualitas panen di Kabupaten Tabanan sedikit berkurang dari sebelumnya. Salah satunya terlihat dari kadar air gabah yang berada di angka 25-30 persen. Kadar air sebesar ini menyebabkan kualitas dan kuantitas gabah tidak sebagus biasanya.
Kondisi tersebut membuat harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan. Harga gabah yang sebelumnya Rp 5.200 per kg, sekarang turun dan berada di kisaran Rp 4.900 hingga Rp 5.000 per kg. ‘’Meski harga turun, patokan tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang dibanderol Rp 3.700 per kg di tingkat petani,’’ ujarnya. (kmb24)
Tabanan (Bali Post)Sebuah pohon jenis ancak tumbang dan menimpa bale bengong di areal parkir DTW Alas Kedaton, Banjar Batan Wani Desa Kukuh Kecamatan Marga, Kamis (13/12) malam. Tumbangnya pohon ancak ini dikarenakan akar pohon yang sudah lapuk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Dari informasi yang dihimpun, pohon tumbang diketahui
Bali Post/ist
Musim Hujan, Perpadi Tak Maksimal Serap Gabah Petani Tabanan (Bali Post)-
Musim hujan saat ini menyebabkan serapan gabah petani oleh Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) di Kabupaten Tabanan tidak maksimal. Meski demikian, stok beras di pasaran dipastikan tidak terganggu dan harganya stabil. Ketua Perpadi Tabanan I Ketut Sukarta, Jumat (13/12) kemarin mengungkapkan, serapan gabah di luar program Gerbang Pangan Serasi tidak maksimal sejak November lalu. Hal ini dikarenakan musim hujan yang mem-
buat pengusaha penggilingan padi harus berhitung dengan minimnya luas lantai jemur dan tidak adanya mesin dryer atau pengering gabah. ‘’Hampir sebagian besar pengusaha penggilingan padi di Tabanan tidak punya dryer.
Ini yang selalu menjadi masalah saat musim hujan. Dari 70 anggota Perpadi, hanya 15 yang memiliki mesin dryer,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, saat musim hujan petani saja sulit memanen padi apalagi Per-
padi yang harus menjemur gabah sebelum lanjut ke proses penggilingan. ‘’Akhirnya dengan kondisi tersebut, kami terpaksa mengurangi serapan gabah,’’ tuturnya. Di luar musim hujan biasanya proses penjemuran gabah memakan waktu 1-2 hari. Namun saat musim hujan, prosesnya memakan waktu hingga satu minggu. Itupun kemungkinan belum kering maksimal.
Polisi Prioritaskan Keamanan Objek Wisata dan Tempat Ibadah Tabanan (Bali Post)Kepolisian merapatkan barisan dengan menggandeng para penegak hukum lainnya untuk melakukan pengawasan dan pengamanan hari besar keagamaan dan tahun baru. Untuk lebih menguatkan titik-titik pengamanan, pada Jumat (14/12) kemarin digelar rapat koordinasi (rakor) Operasi Lilin Agung 2018 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019. Rakor dipimpin Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa di Rupatama Polres Tabanan. Turut hadir dalam rakor tersebut, Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail, Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, perwakilan Kodim 1619/ Tabanan, Kapolsek jajaran Polres Tabanan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa menyampaikan, di penghujung tahun ini banyak momen penting
bagi masyarakat seperti Natal, Galungan dan tahun baru. Untuk itu, Polri melaksanakan Operasi Lilin Agung 2018 di seluruh Indonesia. Hal ini juga terkait peningkatan kunjungan wisatawan ke Bali khususnya Tabanan. Mengawali Operasi Lilin Agung 2018, terlebih dahulu akan dilakukan Operasi Cipta Kondisi guna mengantisipasi kerawanan kamtibmas di wilayah hukum Polres Tabanan. ‘’Harapan saya, Operasi Lilin Agung 2018 kali ini agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,’’ tegasnya. Operasi ini terbilang istimewa. Hal ini mengingat ada sasaran khusus, anggaran khusus hingga personel khusus. Tujuannya tiada lain menjaga kamtibmas. Operasi Lilin Agung 2018 berlangsung 21 Desember 2018 sampai dengan 3 Januari 2019. Sejumlah pos pengamanan akan disiagakan. Pos dimaksud yakni Pos TAC Megati, Pos Adipura Tabanan dan Pos Patung
Bali Post/bit
RAKOR - Rakor pengamanan Nataru di Kabupaten Tabanan. Jagung. Penambahan personel juga akan dilakukan di Tanah Lot. Wakapolres Kompol Rahmawaty Ismail mengimbau semua pihak terkait agar selalu berkoordinasi dengan baik agar Operasi Lilin Agung 2018 bisa berjalan dengan baik, guna melancarkan dan memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam merayakan Nataru 2019 dan Galungan. ‘’Bagi para Kapolsek yang memi-
liki gereja di wilayahnya, agar mendata kembali dan mengecek situasi agar umat Nasrani bisa melaksanakan persembahyangan dengan aman,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyampaikan, Pemkab telah menggelar pertemuan dan memberikan imbauan ke masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. (kmb28)
Beternak Kodok Lembu
Petani di Penebel Pasok Dua Ton dalam Sebulan
PETANI harus mampu berinovasi dan tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Jika ingin maju, petani harus melihat peluang dan tidak hanya sekadar menanam padi. Inilah yang menjadi pendorong petani asal Banjar Pande Desa Jegu Kecamatan Penebel, I Wayan Nuastra terjun ke usaha ternak kodok lembu. Berawal dari 25 ekor kecebong, saat ini ia memiliki ribuan ekor kodok lembu, bahkan bisa mensuplai bahan baku frogleg atau masakan khas daging kodok lembu sebanyak dua ton dalam sebulan. Pengembangan kodok dengan nama latin Rana Catesbeina ini ditekuni Nuastra sejak tahun 1980. Ketika itu ia membeli 25 ekor kecebong seharga Rp 5 ribu per ekor. Dari yang jumlahnya hanya sedikit itu, sekarang Nuastra sudah mengembangbiakkan kodok lembu dalam 106 kolam petak ukuran 1x1,25 meter. ‘’Totalnya ada delapan ribu ekor sekarang,’’ ujarnya. Kodok lembu yang ia ternakkan ini indukan jantannya berasal dari Amerika Latin dan indukan betina dari Taiwan. Beternak kodok ia pilih untuk memaksimalkan fungsi lahan yang luasnya tidak seberapa. ‘’Selain itu memang saya hobi dan tertarik dengan
hewan ini. Terlebih dapat informasi, ternak kodok ini punya potensi ekspor,’’ ujarnya. Nuastra melanjutkan, dari kecebong sampai panen membutuhkan waktu empat bulan. Jika sudah melewati waktu empat bulan ini, panen bisa dilakukan tiap hari. Tetapi biasanya pengepul yang datang untuk membeli kodoknya seminggu sekali. Harga per kilogram hidup dijual Rp 50 ribu. ‘’Dari informasinya, pengepul menjual ke restoran dan konsumen lainnya Rp 70 ribu perkilogram,’’ ujarnya. Jika ditotal dalam sebulan, Nuastra memasok kodok lembu sebanyak dua ton. ‘’Kodok ini yang dicari dagingnya
Penurunan serapan gabah selama musim hujan mencapai 25 persen dari ratarata serapan yang biasanya mencapai 10 ton per hari. ‘’Kemungkinan penurunan serapan ini akan berlangsung selama musim hujan ini. Meski begitu, penurunan serapan ini tidak berdampak pada suplai beras di pasaran. Itu pula dibuktikan dengan harga beras yang masih stabil, karena stok beras di
Baru 17 Desa Ajukan Permohonan Pendampingan ke TP4D Tabanan (Bali Post)Kesalahan pengelolaan dan penyimpangan Dana Desa menghantui para Perbekel dan perangkat desa. Sebab, sedikit saja terjadi kesalahan penggunaan, mereka harus berurusan dengan hukum. Selain itu, aturan terkait pengelolaan Dana Desa sering berubah. Guna mengantisipasi penyimpangan, Perbekel diimbau meminta pendampingan pada Kejaksaan lewat tim Pengawal, Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D). Salah satu tugas TP4D yaitu mengawal dan mengamankan pengelolaan Dana Desa. Namun, dari 133 desa di Kabupaten Tabanan, baru 17 desa yang telah mengajukan permohonan pendampingan TP4D. ‘’Memang baru segitu yang minta pendampingan TP4D. Namun saya yakin desa lainnya juga telah mendapatkan pendampingan dari tim pemerintah daerah,’’ ucap Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati, belum lama ini. Dalam melakukan pendampingan, dia mengakui tim mengalami sedikit kendala. Salah satunya permohonan pendampingan dari aparat desa yang masih bersifat global. Semestinya permohonan pendampingan lebih spesifik, misalnya terkait pembangunan yang sedang dirancang Ni Wayan Sinaryati
Bali Post/san
KODOK LEMBU - Wayan Nuastra dengan ternak kodok lembunya. atau favoritnya frogleg untuk dijadikan kuliner,’’ ujarnya. Hingga saat ini pemasaran daging kodok ini masih di wilayah Bali. untuk luar Bali memang ada permintaan, namun ia takut tak bisa memenuhi jumlah pesanan yang begitu besar. Permintaan daging kodok biasanya berasal dari wisatawan Jepang dan Tiongkok. Daging kodok memiliki kandungan koles-
terol sangat rendah sehingga sangat cocok untuk masyarakat yang sedang mengalami kolesterol tinggi, namun tetap ingin mengkonsumsi daging. Ke depan Nuastra berencana menangani pemasaran ternak kodoknya sendiri. Dalam artian, tanpa melalui pengepul lagi. ‘’Akan saya cari pasarnya sendiri dan langsung masuk hotel sendiri,’’ ujar Nuastra. (san)
sehingga jelas rekam jejaknya sejak dari perencanaan sampai pembangunan rampung. ‘’Setelah ada permohonan, kami sudah turun langsung lakukan pendampingan. Hanya saja kebanyakan masih bersifat global dan tidak spesifik. Itu yang menyulitkan kami,’’ katanya. Sinaryati juga mengimbau kepada seluruh Kepala Desa atau Perbekel dan perangkat desa agar tidak ragu untuk memanfaatkan komunikasi dalam pengelolaan keuangan desa bersama TP4D. ‘’Yang paling penting adalah upaya agar bisa dilakukan pencegahan secara preventif maupun persuasif
agar tidak terjadi penyimpangan Dana Desa,’’ imbuhnya. Dikatakannya lebih lanjut, seorang Kepala Desa harus selalu bertanggung jawab dalam setiap tahapan pengelolaan Dana Desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban. Dengan adanya TP4D, paling tidak para Perbekel bisa selalu mengelola keuangan sesuai aturan. Melalui pendampingan hukum, diharapkan Pemerintah Desa bisa memanfaatkan semaksimal mungkin keuangan desa untuk kepentingan masyarakat, tanpa bermasalah dengan hukum. Namun ditegaskannya, untuk pengawalan dan pengamanan juga harus disertai komitmen Perbekel untuk menciptakan tata pemerintahan yang baik dan bebas dari korupsi. ‘’Tapi seandainya setelah ada pengawalan dan pengamanan tetap ada oknum yang melenceng dan melakukan penyimpangan, tentunya akan tetap ditindak secara hukum. Kita kembalikan ke Kepala Desa, ada tidak niatnya. Ada kemauan tidak menciptakan tata pemerintahan yang b a i k , ’ ’ tegasnya. (kmb28)
BULELENG
8 SOSOK Bangun Sinergi TIM Penggerak (TP) PKK Buleleng belakangan ini gencar merealisasikan Dasa Wisma dan 10 program PKK. Agar program itu terealisasi kongkret bukan sebatas dilakukan kader PKK baik kabupaten, kecamatan dan desa, namun diperlukan kerja sama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait. Ketua TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana mengatakan, sejak memimpin PKK Dasa Wisma dan 10 program pokok PKK telah dilakukan dengan baik oleh kader PKK. Satu prestasi diraih TP PKK Desa Penuktukan, Tejakula. Kader PKK dari Buleleng Timur itu terpilih menjadi duta Provinsi Bali pada lomba KB Kesehatan Tahun 2018. Kader PKK ini pun sukses menjadi terbaik di kecamatan, kabupaten dan di Bali melalui lomba Posyandu dan kesehatan reproduksi wanita. Hanya saja, hal itu masih perlu dioptimalkan lagi. Ini karena TP PKK sendiri tidak mengelola dana seperti OPD, yang rutin menerima dana APBD. “Pada situasi ini kami harus berkreasi bagaimana agar program pokok PKK atau Dasa Wisma itu bisa berjalan kongkret,” katanya. Pelaksanaan program PKK itu kata Aries Suradnyana, bisa dikerjasamakan dengan OPD terkait di daerah. Artinya, program yang sudah disusun itu dilaksanakan oleh OPD melalui anggaran yang dialokasikan pemerintah. Beberapa kali cara ini sudah dijalankan dan telah memberikan hasil positif. “Sinergi dengan OPD ini harus kita jalankan. Kita siapkan program dan dijalankan oleh OPD terkait yang notabene mereka mengelola anggaran,” jelas suami Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana ini. (mud)
Suara Buleleng Dukung Pabrik Pengolahan Gabah BULELENG menampakkan sinyal perkembangann yang signifikan di bidang industri. Faktanya, Gubernur Bali akan membangun pabrik pengolahan gabah. Hal itu sangat bagus, karena itu pihaknya sangat mendukung apa yang disampaikan Gubernur Bali terkait pengembangan pembangunan di Buleleng. Diharapkan, pihak pemangku kebijakan agar menyetop pengalihan fungsi lahan yang produktif menjadi perumahan. Dengan cara itu, pemerintah tidak ada kesan menghilangkan Buleleng sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Pengawasan lahan produktif harus ketat. Hal itu penting, agar kita mampu menunjukkan kepada daerah lain sebagai pusat daerah pertanian dan juga perkebunan. Gede Merta, Celuk Buluh
Pemanfaatan Optimal Fungsi Terminal SEPERTI kita ketahui, di Buleleng ada tiga terminal, yakni Terminal Penarukan, Terminal Banyuasri, dan Terminal Sangket. Pihaknya berharap kepada pihak terkait untuk mengembalikan eksistensi terminal yang ada agar berfungsi seperti dulu lagi. Jangan lagi ada pelanggaran dari pengguna terminal, utamanya menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal, sehingga hal itu akan merugikan pihak-pihak lainnya yang terlibat di dalam terminal. Pasek Sujana, Bantang Banua
Potensi Pertanian Sangat Besar DENGAN akan dibangunnya pabrik pengolahan gabah di Buleleng, diharapkan ke depan Buleleng mampu menunjukkan dirinya sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Selain itu juga melakukan pengawasan terhadap pengembang agar tidak memanfaatkan lahan produktif untuk diubah fungsinya menjadi perumahan. Jika itu terjadi, kesan Buleleng sebagai daerah pertanian hilang. Pemanfaatan fungsi terminal, diharapkan pemangku kebijakan agar lebih tegas mengatur para pengguna terminal supaya tidak melanggar ketentuan yang ada. Salah satunya agar tidak menurunkan dan menaikkan penumpang di luar terminal. Gung Surya, Lovina
Pengembangan Kawasan Celukan Bawang CELUKAN Bawang akan difungsikan sebagai kawasan pariwisata oleh Bupati Buleleng. Demikian paparannya di Sidang DPRD Bali berkaitan adanya perubahan RDTR Bali. Namun, di satu sisi sangat berharap seperti apa yang telah dicanangkan sejak awal, yakni Celukan Bawang akan dimanfaatkan sebagai kawasan industri. Jika kawasan itu kemudian diubah menjadi kawasan pariwisata, sudah pasti hal itu perlu mendapatkan kajian mendalam. Sudah perlu redesain agar kawasan itu bisa mendukung dikembangkan sektor kepariwisataan. Kita ketahui di wilayah Buleleng Barat juga sedang dikembangkan daerah tujuan wisata. Nah, hal itulah memerlukan kajian lebih mendalam. Apakah nantinya dimanfaatkan sebagai wilayah industri penunjang kepariwisataan atau bagaimana ke depannya? Nang Mologan, Mayong
Perlu Pendataan Program KIS BERHARAP kepada pihak aparat terkait baik di tingkat paling bawah maupun aparat yang langsung menangani masalah KIS agar lebih memperhatikan masyarakat. Sebab, mayoritas warga di Desa Juanyar belum tersentuh KIS. Apa sebetulnya persyaratan mendapatkan KIS itu? Selain itu juga soal galian kabel yang saat ini dilakukan pihak rekanan PLN. Proyek PLN saat ini adalah penanaman kabel tegangan tinggi. Hal itu memang perlu mendapatkan perhatian. Alasannya, di wilayah padat lalu lintas apalagi jalannya sempit, proyek galian kabel PLN itu sangat terganggu. Bagaimana caranya agar pihak rekanan PLN itu mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, sehingga tidak mengganggu jalur lalu lintas pada jam-jam tertentu yang sangat ramai dan padat. Lalu, terkait program interaktif Singaraja FM, dia sangat mendukung. Apalagi interaktif itu mengundang narasumber, sehingga apa yang menjadi harapan masyarakat bisa tercapai, utamanya menyentuh keinginan warga masyarakat itu sendiri. Ketut Arimbawa, Juanyar
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
Tak Serahkan Berkas Administrasi Sendiri
Ketua LPPM Gagal Lewati Penjaringan Bacalon Rektor Singaraja (Bali Post) – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Pendidikan Ganedha (Undiksha) memasuki tahapan penjaringan dan penyaringan bakal calon (bacalon) rektor. Hasilnya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Undiksha) Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa gagal melewati tahapan penjaringan bacalon. Prof. Astra gagal dalam kompetisi ini gara-gara tidak menyerahkan sendiri secara langsung berkas administrasi pada tahapan pendaftaran. Saat itu, dia menyetorkan berkas pendaftaran ke sekretariat panitia melalui stafnya. Atas fakta ini, sekarang empat orang bacalon saja yang berkompetisi memperebutkan “kursi” Rektor Undiksha. Bacalon itu yakni Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) Undiksha Dr. I Gede Sudirtha, Kepala Unit Pengembangan
Karier dan Kewirausahaan Mahasiswa Dr. I Gusti Lanang Agung Parwata, Wakil Rektor III Undiksha Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, dan Rektor incumbent Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. Ketua Senat Akademik
Undiksha Prof. Dr. Nyoman Sudiana didampingi Ketua Panitia Pilrek Prof. Dr. Nyoman Dantes, Jumat (14/12) kemarin, mengatakan, Astra Wesnawa tidak memenuhi ketentuan dalam proses penyetoran berkas administrasi. Dari petunjuk teknis penjaringan dan pemilihan rektor diatur bahwa calon dari internal kampus wajib menyetorkan berkas pendaftaran secara langsung. “Dalam rapat senat diputuskan satu peserta gagal. Sesuai ketentuan, pendaftaran dan penyerahan berkas harus dilakukan secara langsung oleh peserta,” katanya. Menanggapi hasil penjaringan dan penyaringan itu,
Ketua LPPM Undiksha Prof. I Gede Astra Wesnawa menerima dirinya tidak lolos penjaringan dan penyaringan bacalon rektor. Dia mengaku tidak mencermati regulasi yang ada. Kendati gagal dalam tahapan pilrek, pihaknya berkomitmen membangun dan memajukan Undiksha. “Saya kurang mencermati regulasi itu, sehingga staf saya yang menyetorkan administrasi pendaftaran itu. Tapi saya menerima keputusan senat dan panitia. Pilrek ini saya harapkan menghasilkan pemimpin yang terbaik untuk lembaga dan utamanya memberi perhatian pengembangan penelitian akademik, utamanya di
Ditemukan, 24 Kasus Positif Rabies pada Anjing Singaraja (Bali Post) – Kasus gigitan anjing yang menularkan virus rabies di Buleleng nampaknya masih tergolong tinggi. Dari catatan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng terbukti ditemukan 24 kasus positif rabies pada anjing. Temuan anjing positif tertular virus berbahaya itu terjadi di beberapa desa di Bali Utara. Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) Distan Buleleng Drh. Wayan Susila, belum lama ini mengatakan, temuan anjing yang positif tertular virus rabies itu berawal dari laporan kasus gigitan kepada manusia di suatu desa. Dari laporan itu, pihaknya kemudian menurunkan tim khusus untuk menelusuri kasus gigitan anjing itu. Tim juga mengambil sempel otak anjing yang kemudian diuji di Balai Besar Viteriner (BB-Vet) Denpasar. Dari penelitian sempel otak anjing, menunjukkan hasil positif tertular rabies. “Hasil penelusuran setelah ada laporan gigitan anjing sampai bulan ini ada 24 kasus gigitan anjing positif tertular virus rabies. Lokasinya menyebar di beberapa kecamatan di Buleleng,” katanya. Pria yang juga menjadi Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Buleleng itu menambahkan, dari catatan kasus anjing positif rabies menunjukkan bahwa anjing di Buleleng berpotensi tertular virus rabies. Untuk itu, tidak henti-hentinya pemerintah mengajak masyarakat yang memelihara anjing agar memperlakukan
hewan peliharaannya dengan baik. Cara ini dapat dilakukan dengan mengikat atau mengandangkan anjing peliharaan selain merawat dengan baik. Pemilik juga diimbau agar rutin mencari suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) baik disediakan di Distan. “Laporan kami melakukan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) tujuannya agar anjing yang sudah tertular itu tidak mengigit anjing-anjing lain. Kami juga menyarankan agar warga memeli hara anjing itu dengan baik, jangan sekali-kali anjing itu diliarkan,” pintanya. (kmb38)
LPPM,” katanya. Gagalnya satu peserta membuat pilrek akan diikuti empat orang bacalon. Keempatnya itu lolos penjaringan dan penyaringan. Selanjutnya, para bacalon itu mempresentasikan visi dan misi di hadapan perwakilan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), senat, serta civitas akademika. Presentasi visi misi 8 Januari 2019 mendatang. Setelah presentasi visi misi, selanjutkan dari bacalon dipilih tiga orang saja. Kemudian, dari tiga orang terpilih itulah yang akan berlaga pada Pilrek Undiksha yang akan dihelat 29 Januari 2019 nanti. (kmb38)
Dewan Sahkan Tiga Ranperda Jadi Perda Singaraja (Bali Post) – Di pengujung tahun ini DPRD Buleleng mengesahkan tiga rancangan peraturan daerah (ranperda) menjadi peraturan daerah (perda), Kamis (13/12) lalu. Melalui sidang paripurna, dewan mengesahkan tiga regulasi baru, yakni Perda Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas. Perubahan atas Perda No. 10 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa, dan Perubahan Kedua atas Perda No. 24 tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Sidang paripunra itu dipimpin Ketua DPRD Gede Supriatna bersama wakil ketua dan anggota dewan. Dari pihak eksekutif dihadiri Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ketua Panitia Khusus (Pansus) satu Nyoman Gede Wandira Adi mengatakan, pemerintah daerah ke depan memberikan jaminan kesetaraan, kesamaan, dan partisipasi yang melekat pada penyandang disabilitas. Untuk menjamin hak-hak penyandang disabilitas, dewan mengusulkan agar pemerintah menyusun Peraturan Bupati (Perbup) tentang pedoman teknis. Pedoman itu sebagai regulasi turunan perda yang sudah disahkan. Ketua Pansus II, Gusti Made Artana, sependapat dan menyetujui Perubahan Perda No. 10 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa dan Perubahan Perda No. 24 tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Ini karena, pihak eksekutif dan legislatif dalam rapat menyetujui pengesahan perda tersebut. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.O.G mengatakan, usulan dewan itu akan dipertimbangan. Pihaknya akan melakukan perbaikan, baik terhadap aspek normatif, substantif, dan legal drafting, dalam implementasi regulasi itu agar tepat sasaran. (kmb38)
Sisa Minuman Diperiksa di Labfor Polda Bali
Diuji, Penyebab Keluarkan Api dan Aroma Tiner JAJARAN Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng menindaklanjuti peristiwa dugaan keracunan akibat minuman yang dialami Perbekel Desa Jineng Dalem, Kecamatan Buleleng Ketut Ardika. Buktinya, sampel sisa minuman yang sudah disita dari lokasi kejadian, itu dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali. Pengumpulan keterangan saksi-saksi itu terus dilakukan guna mengungkap dugaan keracunan termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian tersebut. Lalu bagaimanakah kelanjutan penyidikan kasus itu?
Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumerjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (14/12) kemarin mengatakan, sampel minuman itu sedang dikirim ke Labfor Polda Bali. Sisa minuman itu setelah kejadian disita anggota Bhabinkamtibmas Desa Jineng Dalem. Bahkan saat itu, polisi sendiri menyaksikan cairan minuman itu ketika dituangkan kemudian disulut korek api, ternyata disambar api. Atas kejadian itu, sisa minuman itu kemudian diamankan sebagai barang bukti. Setelah diamankan di Unit Reskrim Polres Buleleng, kemarin sisa minuman itu dikirim ke Labfor Polda Bali. Sebelum memutuskan menguji sisa minuman yang konon mengeluarkan aroma mirip lem pipa atau tiner (bahan pengencer cat-red), anggota Reksrim Polres sempat berkoordinasi ke Labfor Polda. “Kasus itu masih tahap pendalaman pemeriksaan bukti di lapangan. Sisa minuman itu memang sudah kita amankan dari lokasi kejadian. Kita kirim agar sampel itu diuji di labpor. Diperkirakan, seminggu ke depan hasilnya akan disampaikan,” katanya. Iptu Sumarjaya mengatakan, sisa minuman itu diuji di labfor untuk mengetahui dugaan kandungan bahan berbahaya yang menyebabkan terjadi keracunan yang diderita korban Ketut Ardika. Uji ini juga memastikan aroma minuman mirip aroma lem pipa atau seperti tiner. “Tentu hasil uji labfor kita pakai acuan menindaklanjuti kejadian ini. Demikianlah mekanisme penyidikan,” jelasnya. Selain polisi, dugaan keracunan akibat minuman itu disikapi Loka POM
Bali Post/kmb38
TUNJUKKAN FOTO MINUMAN – Anak korban dugaan keracunan akibat minuman, Gede Ari Suardika, menunjukkan foto minuman yang diminum ayahnya, Selasa (11/12) lalu. Sisa minuman itu diuji ke Labfor Polda Bali. Buleleng. Hanya saja, staf pengawas lapangan Loka POM itu gagal mengambil sisa minuman yang dijual di warung tempat korban membeli minuman itu, Selasa (11/12) lalu. Dari penelusuran di dua warung di Desa Jineng Dalem itu pengawas lapangan Loka POM Buleleng tidak mendapatkan sisa minuman yang belum terjual. Ini karena sisa stok minuman yang dijual pedagang pengecer atau biasa disebut pengampas
sudah diambil pihak supplier minuman tersebut. Selain itu, pedagang di desa ini umumnya membeli minuman dalam jumlah minim. Meski demikian, anggota pengawas di lapangan ini sudah mengumpulkan keterangan dari korban pemilik warung. Keterangan itu akan ditindaklanjuti untuk materi penyidikan lebih jauh terkait kondisi produk minuman yang diedarkan ke pedagang pengecer itu. (mud)
GIANYAR
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
9
SOSOK Ajak Masyarakat Berhemat PEMADAMAN listrik secara bergilir kini menghantui masyarakat di wilayah Gianyar. Bahkan, kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga awal Januari 2019 mendatang. Kondisi ini terjadi lantaran sedang dilaksanakan pemeliharaan tiga unit mesin pembangkit di PLTU Celukan Bawang. Manajer Area PLN Rayon Gianyar, Anggoro Fajar Gandajati, mengakui terjadi beberapa kali pemadaman di kawasan seni ini. Dikatakan, kondisi ini akan berlangsung hingga awal Januari 2019. “Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan tiga unit mesin pembangkit di PLTU Celukan Bawang secara bergantian sampai dengan 4 Januari 2019,” katanya, Jumat (14/12) kemarin. Ia menjelaskan, perbaikan tersebut dilakukan untuk penguatan sistem kelistrikan di Bali menjelang tahun 2019. Upaya peningkatan keandalan terus dilakukan, baik dari sisi pembangkit, transmisi hingga distribusi. Hal tersebut telah dilakukan oleh PLN baik dengan pemeliharaan maupun penambahan jaringan. “Khusus di sisi pembangkitan, peningkatan keandalan terus dilakukan melalui pemeliharaan mesin-mesin pembangkit secara berkala. Pemeliharaan juga diatur secara bertahap agar pembangkit-pembangkit besar tidak keluar sistem secara bersamaan,” jelasnya. Menurut pria murah senyum ini, pemeliharaan ini akan mempengaruhi pasokan listrik di seluruh wilayah Bali termasuk Kabupaten Gianyar. Menyikapi kondisi tersebut, ia mengajak segenap komponen masyarakat melakukan penghematan. “Kami mohon kerja sama seluruh masyarakat untuk mengurangi pemakaian listrik 10 hingga 20 persen terutama pada jam beban puncak, yakni dari pukul 18.0022.00 Wita,” katanya. Mengurangi pemakaian listrik, kata dia, dapat dilakukan dengan cara menyalakan lampu secukupnya, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, menggunakan peralatan elektronik berdaya besar seperti setrika, mesin cuci, rice cooker, hairdryer, microwave hanya di pagi hari. “Menghindari terjadinya pemadaman bergilir, kami harap masyarakat dapat berhemat,” tandasnya. (nik)
LONGSOR - Sejumlah petugas BPBD Gianyar melakukan proses evakuasi saat terjadi bencana longsor, beberapa waktu lalu.
Sepanjang 2018, Gianyar Diguncang 246 Bencana Gianyar (Bali Post)-
Ratusan bencana sudah terjadi di Kabupaten Gianyar. Berdasarkan rekapitulasi data kejadian bencana alam yang diterima BPBD Kabupaten Gianyar, sepanjang Januari hingga November 2018 lalu sudah terjadi 246 bencana. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan agar bencana tersebut tidak sampai memakan korban jiwa. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan hal itu, Jumat (14/12) kemarin.
Tekan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Pemerintah Terapkan Program ”Three Ends” Gianyar (Bali Post)Mengurangi kekerasan terhadap perempuan, pemerintah kini menerapkan program Three Ends. Tujuannya, agar masyarakat ikut mencegah dan menyosialisasikan gerakan “Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia serta akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan”. Kepala Dinas Pemberdayaan
Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gianyar Cokorda Gede Bagus Lesmana Trisnu mengatakan hal itu, Jumat (14/12) kemarin. Untuk percepatan dan efektivitas pelaksanaan program tersebut, kata Lesmana Trisnu, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Namun, harus bahu-membahu dengan masyarakat guna menggalang dukungan semua komponen. Dikatakan, di Kabupaten Gianyar per Desember 2018 tercatat sebanyak 57 kasus kekerasan, di mana 24 kasus terjadi pada perempuan dan 33 terjadi pada anak-anak. “Saya harap, kita semua ikut terlibat secara aktif mendukung setiap program dari pemerintah dalam upaya mengakhiri budaya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” kata Suardana. Sementara itu, beberapa tahun sebelumnya, seperti pada 2015 tercatat ada dua perempuan yang mengalami kasus KDRT. Pada 2016 meningkat signifikan menjadi 12 perempuan, 2017 tercatat ada 15 perempuan dan hingga Agustus 2018 ini tercatat ada 17 kasus KRDT yang melibatkan perempuan. “Ini sama seperti kasus anak, peningkatan ini terjadi karena mulai timbul kesadaran hukum akan kasus KDRT, sehinggga lebih mudah kami tangani,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Menurut Oka Digjaya, laporan bencana paling banyak terkait pohon tumbang 113 kali kejadian, bencana tanah longsor 70 kejadian, bencana banjir 48 titik, termasuk bencana lain-lain tercatat 13 bencana, seperti keracunan dan kecelakaan. Ratusan bencana itu terjadi hampir di seluruh kecamatan. Dikatakan, bencana tanah longsor paling banyak terjadi di kawasan utara, yakni Keca-
matan Payangan 12 kejadian, Kecamatan Tegallalang 17 kejadian, dan Kecamatan Tampaksiring 15 kejadian. Sementara kejadian pohon tumbang paling tinggi terjadi di Kota Gianyar mencapai 23 kejadian. Sedangkan bencana banjir, dominan terjadi di Kecamatan Sukawati sebanyak 17 titik dan Kecamatan Blahbatuh 15 titik. Oka Digjaya mengatakan, kerawanan bencana di Gi-
anyar termasuk kategori sedang. Namun dengan jumlah ratusan bencana dalam setahun itu, masyarakat diminta lebih waspada. “Kalau kita semua tanggap, menghadapi bencana itu tidak terlalu sulit. Tapi untuk skala besar tentu tidak bisa diprediksi, minimal ada antisipasi,” ujarnya. Menurut Oka Digjaya, salah satu bentuk antisipasi tersebut adalah menjaga
kebersihan lingkungan dan melakukan pemangkasan pohon. “Tahun 2018 ini, anggaran pemangkasan pohon memang dihapus. Tahun depan, kami pastikan ada, sehingga ada antisipasi kejadian pohon tumbang,” jelasnya. Dalam hal menangani bencana, kata Oka Digjaya, pihaknya diperkuat dengan personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Setiap regu terdiri dari 10 orang. Namun dalam keadaan darurat, seluruh tim bisa terjun melakukan evakuasi. “Pascaterjadinya bencana, BPBD Gianyar dalam waktu dekat ini akan menyerahkan bantuan dana terhadap 97 bangunan rumah
maupun tempat suci yang terdampak bencana gempa tanggal 5 Agustus 2018 lalu yang berpusat di Lombok,” katanya. Selain bencana tanah longsor, banjir dan pohon tumbang, kata Oka Digjaya, sepanjang 2018 ini BPBD Gianyar juga menangani bencana lain. Misalnya, kejadian terowongan jembatan tersumbat, evakuasi korban jatuh, tenggelam, bunuh diri, keracunan siswa, dan kecelakaan. Sedangkan dampak gempa bumi menimbulkan korban luka berat tiga orang, kerusakan bangunan pemukiman 124 unit, dan kerusakan bangunan fasilitas umum sebanyak 81 unit. (kmb35)
Persiapan ”Palebon Panglingsir” Puri Blahbatuh
Hari Ini Digelar Upacara ”Mapajati”
Bali Post/kmb35
BADE - Pengerjaan bade serangkaian palebon Panglingsir Puri Blahbatuh hampir rampung 100 persen. Gianyar (Bali Post)Berbagai persiapan masih diselenggarakan di Puri Blahbatuh, untuk Palebon Panglingsir Puri Blahbatuh, I Gusti Ngurah Djelantik, yang puncaknya akan digelar, Selasa (18/12) mendatang. Pada Saniscara Wage Julungwangi atau Sabtu (15/12) hari ini akan digelar upacara Mapajati ring Kahyangan. Putra almarhum, A.A Ngurah Kakarsana, menerang-
kan, berbagai rangkaian upacara untuk palebon Panglingsir Puri Blahbatuh generasi XXIV ini sudah digelar sejak beberapa minggu lalu. Seperti upacara Nuasen Nanceb di areal Puri Blahbatuh yang digelar, (8/12) lalu. “Setelah parum dengan keluarga besar Puri Blahbatuh, kami langsung menggelar berbagai persiapan upacara palebon,” ujar Ngurah Kakarsana, Jumat (14/12) kemarin.
Serangkaian upacara palebon ini juga sudah digelar upacara nyuci dengan mengambil lokasi di Griya Kekeran. Selanjutnya pada Anggara Kliwon Julungwangi atau Selasa (11/12) dilaksanakan upacara ngaturang pada di Pura Gedong dan Merajan Beji. Keesokan harinya upacara dilanjutkan dengan upacara Nunas Toya Hening. “Sementara Saniscara besok (hari ini-red), kami meng-
gelar upacara Mapajati ring Kahyangan, Nyalon, Munggah ring Jangga Waru. Upacara ini di-puput Ida Pedanda Putu Gunung,” jelasnya. Keesokan harinya juga akan digelar upacara Nunas Toya Hening Panebusan di Beji Puri Ageng Blahbatuh. Selanjutnya, pada Soma Pon Sungsang atau Senin (17/12) akan digelar upacara Pamerasan Puja Pralina di Puri Ageng Blahbatuh. Memasuki puncak palebon pada Anggara Pahing Sungsang atau Selasa (18/12), akan diawali dengan Masudha Bumi di areal Setra Blahbatuh, Mlaspas Pakoleman di perempatan Agung Blahbatuh yang di-puput Ida Pedanda Putu Gunung. Pada Selasa siang akan dilaksanakan prosesi palebon dengan mengusung jenazah menggunakan bade dengan ketinggian 24 meter menuju Setra Ageng Blahbatuh. Usai prosesi tersebut, langsung dirangkaikan dengan dengan upacara Nganyut ke Pantai Saba. Sementara itu, pengerjaan bade sudah hampir rampung 100 persen. Uniknya, bade ini tidak menggunakan tumpang. “Bade ini tidak pakai tumpang, karena padma negara, seperti padmasana tapi makereb,” kata Ngurah Kakarsana. Saat hari H, kata Ngurah Kakarsana, bade dengan bobot sekitar 15 ton ini akan
diusung dari Puri Blahbatuh ke arah barat menuju Setra Ageng Blahbatuh. Kegiatan mengusung bade itu akan dibagi dalam 10 etape. Untuk satu kali etape akan diusung oleh 300 krama. “Sehingga, akan ada sekitar 3.000 krama yang ikut mengusung bade menuju Setra Ageng Blahbatuh,” katanya memaparkan. Ngurah Kakarsana menambahkan, 3.000 krama ini berasal dari 12 Banjar. Delapan banjar di antaranya ada di Desa Blahbatuh, sementara sisanya seperti Banjar Blangsinga, Bona dan lainnya. “Selain bade, krama juga akan dibagi untuk mengusung lembu menuju setra,” ujarnya. Ngurah Kakarsana mengakui, palebon seperti ini kemungkinan akan menjadi daya tarik wisata. Terlebih, Puri Blahbatuh saat ini sudah dibuka untuk wisata. “Memang ada sejumlah asosiasi pariwisata yang menanyakan, dan sudah kita sampaikan rangkaian acaranya,” katanya. Dalam penyelenggaraan palebon ini, kata Ngurah Kakarsana, pihaknya hanya menjalankan tradisi untuk Panglingsir Puri Blahbatuh yang meninggal. “Kami hanya berupaya menjalankan tradisi, sebagai persembahan terakhir untuk almarhum,” tegasnya. (kmb35)
Jaga Keamanan Jelang Pemilu 2019
Polisi Datangi Komunitas Muslim Gianyar (Bali Post)Personel Binmas Polres Gianyar melakukan koordinasi dengan komunitas Muslim yang ada di kawasan Gianyar, dengan mengambil lokasi pertemuan di Lingkungan Bukit Jati, Kelurahan Samplangan, Gianyar, Kamis (13/12) malam. Dalam pertemuan yang dipimpin Kasat Binmas Polres Gianyar AKP. Gede Endrawan itu, masyarakat dari komunitas muslim diimbau untuk membantu menjaga kondusivitas
menjelang penyelenggaraan Pemilu 2019. Pada kesempatan itu, AKP Gede Endrawan, menyampaikan pesan terkait nilai-nilai dan rasa toleransi antara sesama umat. Hal ini disampaikan untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. “Indahnya perbedaan serta penghargaan antarsesama umat beragama dalam rangkaian Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) amat
penting dipahami semua komponen,” katanya. Pria asal Buleleng ini juga mengajak warga muslim untuk menyukseskan Pemilu 2019 yang meliputi Pilpres dan Pileg. Diharapkan, pemilu mendatang bisa berjalan dengan aman dan damai. ”Perbedaan itu biasa. Jangan sampai perbedaan pilihan politik mengorbankan semuanya, baik rasa kebangsaan dan persaudaraan di antara anak bangsa,” kata mantan Kapolsek Payan-
gan. Dalam pertemuan dengan warga muslim itu, AKP Endrawan juga mengingatkan masyarakat untuk waspada dengan keberadaan penduduk pendatang yang tidak jelas identitasnya. “Penduduk yang tidak jelas harus diwaspadai, karena ada kekhawatiran yang seperti ini membawa modus-modus propaganda untuk memecah-belah persatuan bangsa, termasuk juga modus kejahatan lainnya,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PERTEMUAN - Suasana pertemuan personel Binmas Polres Gianyar dengan komunitas Muslim, Kamis (13/12) malam.
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
SOSOK
Peran Perempuan Sebagai istri, selain mendampingi suami juga mempunyai tanggung jawab berperan dalam membangun masyarakat. Terlebih lagi menjadi istri dari suami yang bertugas sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Penasihat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jembrana, Ny. Ari Sugianti Artha, di sela-sela peringatan Hari Ibu dan HUT Dharma Wanita di Jembrana. Kepada anggota Dharma Wanita Persatuan, Ny. Ari Sugianti Artha juga minta agar mereka mampu sebagai pendamping dan mendukung keberhasilan suami. “Dharma Wanita yang notabene organisasi dari istri PNS, memiliki peran yang sangat strategis. Keberhasilan program pemerintah dalam keluarga anggota Dharma Wanita tentu menjadi istri yang mampu sebagai pendamping dan mendukung keberhasilan suami. Serta turut berkiprah dalam mengambil bagian dalam upaya membangun Jembrana,” terang penggagas tarian Cempaka Putih ini. Ny. Ari Sugianti Artha berharap agar ibu-ibu senantiasa berjalan bersama, memberikan support dan energi positif bagi suami. Agar para suami dapat melaksanakan tugas dan panggilannya sebagai seorang abdi negara, pelayan masyarakat dengan penuh rasa tanggung jawab dan tulus. Dalam perayaan Hari Ibu dan Dharma Wanita di Jembrana disertai dengan lomba Penyuluhan pola Asuh Anak (olo)
BENDUNG - Salah satu bendung yang telah dikeruk karena sedimentasi untuk mengatasi banjir.
Bali Post/olo
Warga Dinilai Kurang Mendukung Penanganan Banjir Negara (Bali Post) Upaya pemerintah Kabupaten Jembrana menangani banjir sudah terus dilakukan seperti dengan memperbaiki saluran drainase. Sayangnya tidak semua warga memberikan dukungan. Selain itu perilaku warga yang enggan menjaga kebersihan drainase juga menjadi penyebab makin parahnya banjir saat hujan deras melanda. Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Darwin, Jumat (14/12) kemarin mengatakan, sejatinya sudah sejak
10 tahun ini program penanganan banjir dilakukan secara bertahap. Melalui pembangunan saluran drainase dan di antaranya telah mampu mengatasi banjir. Titik banjir itu sebagian besar berada di permukiman penduduk yang berulangkali terdampak genangan air. Namun berbagai upaya yang dilakukan pemerintah penanganan banjir tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat. Darwin didampingi Kepala Bidang Sumber Daya Air, Wayan Widnyana mencontohkan ada
beberapa titik drainase yang mampet karena kurang aktifnya partisipasi masyarakat. Bahkan pernah ada upaya penanganan membangun drainase justru ditolak warga dengan alasan meminta ganti rugi. Padahal itu untuk kepentingan umum. Akhirnya penanganan tersendat. “Bukan kita membela diri, tapi faktanya memang begitu. Ada yang ditolak oknum warga, padahal sebelumnya desa sudah mengajukan (drainase),” tandasnya. Meluapnya air di kawasan
permukiman menurutnya juga disebabkan tidak maksimalnya fungsi saluran drainase. Di beberapa saluran drainase dipersempit untuk kepentingan pribadi bahkan ada yang ditutup. Hal itu berdampak pada aliran air, belum lagi sampahsampah yang tersumbat dan sedimentasi sungai. Saat ini untuk titik banjir tersebar di 15 titik. Selain di Kecamatan Negara, di Kecamatan Jembrana di antaranya Kelurahan Dauhwaru, Kelurahan Pendem, Kelurahan Loloan
Timur, Desa Dangintukadaya dan Desa Budeng. Di Kecamatan Mendoyo Penyaringan, Yehembang, Rambutsiwi serta di Kecamatan Pekutatan yakni Desa Gumbrih. Selain pembuatan drainase, juga dilakukan pengerukan untuk normalisasi sungai dan bendung. Belasan desa/kelurahan di Jembrana masih tercatat sebagai daerah rawan banjir. Penanganan banjir di 15 titik rawan banjir itu diprioritaskan secara bertahap termasuk pada 2019 nanti. (kmb26)
Tanggapi Keluhan Soal Galian C di Nusasari
Pengelola Sudah Berizin dan Lakukan Perbaikan Jalan Negara (Bali Post) Keluhan jalan rusak dampak lalu lalang truk dari galian C di Desa Nusasari disikapi pihak pengelola. Pihak pengelola yang beroperasi sejak Januari lalu telah melakukan perbaikan jalan agar kerusakan tidak parah. Selain itu pengelola telah mendapatkan persetujuan dari banjar-banjar dan desa yang dilalui. Sehingga izin dari provinsi, yakni Izin Usaha Pertambangan (IUP) telah dikantongi per 23 Juli 2018 lalu.
Bali Post/ist
GOTONG ROYONG - Karya bakti atau gotong royong dilaksanakan jajaran TNI, Polri, dan masyarakat Pengambengan Negara di Pura Dang Khayangan Pura Jati.
Sesuai dengan IUP Operasi Produksi Khusus untuk Penjualan yang dikantongi, dari total luas lahan 15.600 m2 yang digunakan untuk area tambang 5.000 m2. Dan izin bernomor 540/11887/IV-B/DISPMPT telah diperpanjang Juli lalu dan berlaku hingga Juni 2019. Pengelola usaha galian C, Kadek Kumbang Rijasa, Jumat (14/12) kemarin mengatakan, selaku putra asli Nusasari, sejak sebelum beroperasi sudah mengadakan kesepakatan dengan pamucuk adat Banjar Nusasari dan Nusasari Kelod terkait aktivitas galian C itu. Dan pihaknya secara rutin memperbaiki jalan sesuai kesepakatan sebelumnya. “Tidak seperti di tempat lain (galian C), saya juga warga di sini. Sekiranya jalan mulai rusak, saya tanggung jawab memperbaiki,” tandasnya. Perbaikan itu menurutnya tidak harus menunggu sebulan atau waktu tertentu. Tetapi pemeliharaan mengikuti kondisi situasi ketika jalan dinilai sudah tidak bagus, langsung ditambal dengan aspal. Pengelola bertanggung jawab memperbaiki karena tidak dapat dipungkiri, dampak dari aktivitas kendaraan yang melintas merusak jalan umum. Dalam perbaikan itu, pihaknya juga melibatkan masyarakat setempat untuk memperbaiki. Diberitakan sebelumnya, warga di Nusasari mengeluhkan adanya aktivitas galian C yang berdampak pada jalan rusak. Karena hal tersebut, warga juga mempertanyakan izin galian C tersebut. Perbekel Nusasari Wayan Ardana mengungkapkan, pihak pengelola telah memperpanjang izin penambangan tersebut dan sebelumnya juga mendapat restu dari tokoh masyarakat serta banjar setempat. Khususnya Banjar Nusasari dan Nusasari Kelod yang menjadi perlintasan truk-truk angkut material. Pihak pengelola telah melakukan kesepakatan dengan banjar, salah satu kesepakatannya, yakni memperbaiki jalan yang rusak. Sehingga perpanjangan izin sudah diajukan kembali. (kmb26)
Tingkatkan Toleransi
Dandim Ajak Warga Muslim Gotong Royong di Pura Jati Negara, (Bali Post)Guna meningkatkan toleransi antarumat beragama, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Jumat (14/12), memimpin langsung kegiatan Karya Bakti (gotong royong) pembersihan di Areal Pura Jati, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Gotong Royong selain melibatkan jajaran Kodim 1617/Jembrana, juga Polsek Negara dan segenap masyarakat Desa Pengambengan yang sebagian besar umat muslim. Upaya ini menurut Dandim juga merupakan bentuk toleransi antarumat beragama karena yang menjadi sasaran karya bakti adalah areal Pura Dang Kahyangan yakni Pura Jati. Dandim 1617/Jembrana mengatakan, kegiatan gotong royong peduli lingkungan juga dilakukan mengingat saat ini memasuki musim penghujan sehingga bahaya banjir dapat diantisipasi. Di samping itu gotong royong ini untuk memperingati Hari Juang Kartika ke-73. Kegiatan gotong royong katanya bertujuan untuk menggugah kembali adat dan tradisi nenek moyang untuk lingkungan supaya bersih, sehat dan asri. Serta merasakan kepekaan dan kepedulian bagi masyarakat dan seluruh stakeholder yang ada di Jembrana agar lebih lebih peduli untuk menjaga tempat ibadah yang sudah terkenal dengan banyaknya kunjungan umat Hindu, baik dari dalam kota maupun luar kabupaten yang datang silih berganti. Perbekel Pengambengan Samsul Anam mengapresiasi kegiatan gotong royong tersebut. “Ke depan akan diagendakan untuk melaksanakan pembersihan lingkungan (gotong royong) bersama Tripilar Desa (Kades, Babinsa dan Bhabinkamtibmas), terutama di tempat yang rawan banjir di desa kami,” tandasnya. (kmb)
PERBAIKI JALAN – Pihak pengelola galian C saat melakukan perbaikan jalan yang dilintasi truk-truk angkut material di Nusasari belum lama ini. Pihak pengelola mengaku telah mengantongi IUP-OP Provinsi dan berlaku hingga Juni 2019.
Pengamanan Lalu Lintas Nataru
Polres Siapkan Enam Pos Pam dari Pekutatan hingga Melaya
Negara (Bali Post) Polres Jembrana merancang pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait. Guna menyamakan persepsi antarinstansi, rapat koordinasi (rakor) digelar di Rupatama Polres Jembrana, Jumat (14/12) kemarin dipimpin langsung Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih. Rakor ini melibatkan Pemkab Jembrana, Kodim 1617/ Jembrana, MPAG Jembrana, PHDI Jembrana, Kementrian Agama, ASDP Gilimanuk, Basarnas, Senkom, Dishub, Wadanyon C Brimob Gilimanuk. Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih mengatakan,
rapat koordinasi ini untuk menyamakan persepsi dan menjalin sinergitas sehingga perayaan natal dan tahun baru dapat berjalan dengan aman dan lancar, umat yang merayakan hari natal dapat melaksanakannya dengan penuh khidmat. Dipaparkan Kapolres, dalam pengamanan Nataru Polri menggelar operasi terpusat “Operasi Lilin Agung 2018” selama 12 hari mulai 21 Desember 2018. Dalam operasi tersebut, Polres Jembrana membuat 6 pos pengamanan (Pam), di antaranya masingmasing satu pos di Pekutatan dan wilayah Mendoyo. Serta dua pos Pam di wilayah Negara dan Melaya. Sedangkan untuk
di Gilimanuk khusus dibuat pos terpadu dan satu pos pelayanan. Di Gilimanuk ditekankan agar Polsek setempat dan Brimob serta instansi terkait lainnya melakukan pengamanan khususnya arus lalu lintas kendaraan ke Bali yang diprediksi akan meningkat. Selain itu jalur Denpasar - Gilimanuk di wilayah Jembrana juga menjadi atensi karena jalan di jalur utama itu sudah banyak yang rusak, mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Menurut Kapolres, perayaan Nataru ini sedikit berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan perayaan umat Hindu
hari raya Galungan. Sehingga diharapkan seluruh stakeholder menjalin kerja sama agar pelaksanaan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Pihak ASDP Gilimanuk mengungkapkan untuk antisipasi kenaikan jumlah kendaraan yang menyeberang pelabuhan telah bersiap. Baik sarana dan prasarana termasuk kapal yang dioperasikan. Sementara itu perwakilan dari gereja mengungkapkan, terkait dengan perayaan Natal ada 33 Gereja yang akan melaksanakan kegiatan dan berkoordinasi dengan bhabinkamtibmas serta pengamanan dari Polres Jembrana. (kmb26)
Bali Post/olo
RAKOR– Rakor pengamanan Nataru dan Galungan di Jembrana dipimpin Kapolres Jembrana kemarin. Polres menyiagakan enam Pos Pam disepanjang jalan Denpasar-Gilimanuk dari Pekutatan hingga Melaya untuk kelancaran arus kendaraan
Karangasem
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
11
Entaskan Angka Kemiskinan Bupati ”Launching” Bantuan Pangan Non Tunai Amlapura (Bali Post)Jumlah masyarakat penerima manfaat di Karangasem tercatat sebanyak 22.771 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Jumlah KPM itu mengalami peningkatan lebih kurang 800 KPM bila dibandingkan KPM Bansos Rastra sebelumnya sebanyak 21.834 KPM. Demikian dilaporkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari, Jumat (14/12) kemarin. Bupati Gusti Ayu Mas Sumatri akhinya me-launching
program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Program yang digulirkan itu merupakan salah satu cara mengentaskan kemiskinan secara lebih berarti di Gumi Lahar. Menurutnya, program BPNT merupakan bantuan pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat melalui mekanisme akun elektronik. Bantuan itu hanya digunakan membeli pangan di e-warong yang ditetapkan pemerintah. ”Ini adalah wujud kepedulian
Bali Post/kmb41
SERAHKAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menyerahkan kartu ATM kepada penerima secara simbolis untuk transaksi pembelian pangan di e-warong, Jumat (14/12) kemarin.
pemerintah kepada rakyatnya untuk pengentasan kemiskinan secara terpadu,” ucapnya. Kepada masyarakat penerima BPNT, Mas Sumatri melarang masyarakat yang menerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menukar beras dan telur jadi uang tunai. “Jangan coba-coba berkolaborasi dengan warung untuk menukar bahan menjadi uang. Ini tidak boleh,” katanya sembari meminta progam BPNT itu harus diawasi bersama, agar bantuan dari pemerintah benarbenar tersalur tepat sasaran dan bermanfaat. Kepala Dinas Sosial Karangasem Ni Ketut Puspa Kumari menjelaskan, tujuan program BPNT ini selain meningkatkan ketepatan kelompok sasaran, memberikan gizi lebih seimbang. Diberikan banyak pilihan dan kendali kepada rakyat miskin. Program ini juga mendorong usaha eceran rakyat. Di samping itu memberikan jasa keuangan pada rakyat miskin, selain mengefektifkan anggaran. Penyaluran bantuan non tunai juga diharapkan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan dan kemampuan ekonomi penerima manfaat. (kmb41)
Benih Karper dan Nila Ditebar di Candidasa
Amlapura (Bali Post)Benih Ikan Air Tawar karper dan nila ditebar di Kolam Lotus Candidasa, Jumat (14/12/) kemarin. Bibit ikan itu ditebar sebagai upaya optimal meningkatkan potensi ikan air tawar di wilayah Karangasem. Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi mengatakan hajatan itu dikaitkan dengan pengukuhan Hari Nusantara. Jadi setiap tanggal 13 Desember Hari Nusantara mulai diperingati sebagai salah satu Hari Nasional. Substansinya sebagai penegasan untuk pengingat bahwa Indonesia merupakan Negara Kepulauan terbesar di dunia. Pada kesempatan itu, Adnya Mulyadi mengimbau masyarakat atau kelompok nelayan yang sudah berbadan hukum agar bisa membentuk Koperasi Nelayan atau koperasi budidaya ikan air tawar. ‘’Usha
dalam bentuk koperasi bisa dipertanggungjawabkan secara legal,’’ ujar Adny Mulyadi. Penebaran benih ikan, kata Adnya Mulyadi sebetulnya untuk meningkatkan potensi ikan air tawar yang ada di wilayah Karangasem. Dipercaya, pengembangan perikanan budidaya air tawar itu akan memberikan nilai tambah buat masyarakat. Bibit yang ditebar itu meliputi ikan karper dan ikan nila,” katanya. Pemerintah telah memfasili-
tasi kartu Kusuka untuk para pengusaha di bidang perikanan. Kartu Kusuka adalah kartu usaha kelautan dan perikanan. Dikatakan, setiap KKP memfasilitasi kredit dengan bunga murah 4 persen. Fasilitas ini bisa diupayakan dengan modal bunga murah untuk mendukung usaha kelompok perikanan. “Masyarakat yang bergerak di bidang perikanan wajib memiliki kartu Kusuka,” pinta Adnya Mulyadi. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TEBAR - Pemerintah Daerah Karangasem menebar benih ikan air tawar di Kolam Lotus Candidasa, Jumat (14/12/) kemarin.
Bali Post/kmb41
KLARIFIKASI ASN - Salah seorang ASN yakni I Komang Eka Putra Bakti mengikuti klarifikasi terkait video mempromsikan salah satu caleg di media sosial Facebook di Kantor Bawaslu Karangasem, Jumat (14/12) kemarin.
Promosikan Video Caleg di Medsos
Bawaslu Panggil Oknum ASN Amlapura (Bali Post)Badan Pengawas Pemilu (Bawasu) Karangasem melakukan pemanggilan terhadap salah seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) atas nama I Komang Eka Putra Bakti. Pemanggilan, Jumat (14/12) kemarin tujuannya untuk klarifikasi. Pemanggilan itu karena yang bersangkutan telah melakukan promosi mengajak masyarakat mencoblos salah satu nomor urut caleg di media sosial. Kordiv Hukum Data dan Informasi Bawaslu Karangasem I Kadek Puspa Jingga, mengatakan pemanggilan seorang ASN itu dilakukan untuk dimintai keterangan terkait unggahan video promosi atau ajakan ASN tersebut mencoblos salah seorang caleg Dapil IV Nomor urut 11 atas nama I Made Agus Kertiana disalah satu medsos Facebook, berapa hari lalu. Apa yang dilakukan merupakan sikap ketidaknetralan seorang ASN. Klarifikasi itu dipimpin langsung Ketua Bawaslu I Putu Suastrawan. Puspa Jingga menam-
bahkan, sesuai PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilu. Aturannya ASN dilarang berpolitik, mengajak atau mengarahkan termasuk memilih seseorang dalam kegiatan pemilu. Dan Pasal 283 UU Nomor 7 tahun 2018 juga dinyatakan pejabat negara dan/ atau pejabat struktural dan/atau pejabat fungsional dalam jabatan negeri dan atau ASN dilarang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadapt peserta pemilu. Larangan itu meliputi pertemuan, ajakan
imbauan, seruan atau pemberian barang kepada ASN dalam lingkungan kerja, keluarga dan masyarakat. Pada intinya seorang ASN itu harus netral. “ASN yang kita panggil tersebut kesehariannya bertugas di Kantor Camat Abang. Pemanggilan itu dilakukan mulai pukul 12.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita di Kantor Bawaslu Karangasem,” ujarnya. Pada klarifikasi yang dilakukan kemarin, Jingga menegaskan, ASN yang bersangkutan mengakui membut video itu sebanyak dua kali untuk caleng Partai
Nasdem Dapil IV Rendang I Made Agus Kertiana. Dan saat diklarifikasi, yang bersangkutan mengakui satu video direkam oleh dirinya sendiri mengajak mencoblos nomor urut II Made Agus Kertiana. Sedangkan video kedua direkam temannya. Video itu dibuat saat di sela-sela menghadiri HUT STKIP Amlapura, belum lama ini. “Dia membantah bermaksud mempromosikan caleng itu. Awalnya video itu dibuat bercanda-canda. ASN itu melihat seniman asal Bangle mempromosikan caleng itu, maka dia ikut-ikutan mempromosikannya. Atas kejadian itu, yang bersangkutan juga mengakui ceroboh. Dia menyatakan tidak memikirkan dampak video itu,” jelas Puspa Jingga. (kmb41)
1.800 Bibit Kelapa Genjah Ditanam di Sepanjang Jalan Amlapura (Bali Post)Sebanyak 1.800 bibit kelapa genjah ditanam sepanjang jalan di Dusun Guminten, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, setelah dibuka program TMMD, belum lama ini. Penanaman kelapa itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan produksi kelapa genjah untuk upakara di Gumi Lahar. Kadis Pertanian Karangasem I Wayan Supandi, Jumat (14/12) kemarin mengungkapkan, jumlah bibit pohon kelapa genjah yang di tanam di sepanjang jalan sebanyak 1.800 buah. Penanaman kelapa itu dilakukan secara gotong royong melibatkan staf Dinas Pertanian, warga Dusun Guminten, pegawai di Kecamatan Rendang, Sidemen, siswa SMP 1 Sidemen, Koramil Sidemen, asisten I dan Kadis DPMD. Hadir juga staf Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian. “Dari jumlah bibit pohon yang ditanam, 800 bibit dari Dinas Pertanian. Dan 1.000 bibit merupakan bantuan CSR,” ujarnya. Dipilihnya Dusun Guminten sebagai lokasi penanaman bibit kelapa gejah, kata Supandi karena akses jalan di Dusun Guminten baru saja dibuka program TMMD. Agar indah dan produktif, maka instansinya berpartisipasi dalam penanaman pohon kelapa genjah,
termasuk juga di areal pura. “Upaya yang kita lakukan sebagai satu kesatuan aktivitas di satu lokasi. Itulah partisifasi kita menanam bibit kelapa genjah ini,” katanya. Pembibitan kelapa genjah ini juga sebagai upaya mengembangkan kelapa genjah di Karangasem yang masih sangat minim. Padahal keperluan kelapa untuk pelaksanaan upacara kea-
gamaan sangat tinggi. Dalam pemenuhan kelapa, selama ini kebanyakan didatangkan dari luar kabupaten. Dengan adanya menanaman kelapa genjah, maka ke depannya perlahan bisa memenuhi keperluan kelapa daksina sebagai sarana upacara agama di Karangasem. “Kita tahu betapa pentingkan kelapa untuk kegiatan keagamaan. Selama ini ke-
lapa daksina selalu kekurangan, utamanya setiap hajatan upacara keagamaan. Karena itu masyarakat kita dorong penanaman kelapa genjah. Setiap tahunnya harus diusahakan ada pembibitan kelapa. Termasuk demplot kelapa genjah. Sehingga hasil demplot itu nantinya akan disebar agar dapat dikembangkan masyarakat sendiri,” jelas Supandi. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TANAM - Dinas Pertanian Karangasem saat melakukan penanaman bibit kelapa genjah di sepanjang jalan di Dusun Guminten, Desa Sidemen, Kecamatan Sidemen, Jumat (14/12) kemarin.
Kisah Warga Miskin di Abang
Atap Bocor, Air Hujan Masuk Kamar Warga miskin di Karangasem yang belum tersentuh bantuan relatif banyak. Salah satunya I Made Dira (52) yang hidup bersama istri, Ni Made Sari serta anaknya, Gede Agus Sugiantara. Keluarga miskin itu tinggal disebuah gubuk kecil di Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Abang. Mereka menempati rumah yang tidak layak huni. Bahkan sudah sejak belasan tahun. Atas kondisi rumahnya itu, mereka tentu sangat berharap mendapatkan atensi sekaligus kontribusi dari pemerintah daerah. Bagaimanakah kehidupan sehari-hari keluarga sederhana ini? BERDASARKAN pantaun keluarga miskin, Made Dira menempati gubuk berukuran 4 x 3 meter yang berdiri ditanah milik orang lain. Kondisi gubuk memang sangat memprihatinkan. Atapnya yang terbuat dari asbes sudah bocor. Air mengalir ke kamar saat turun hujan. Sebagian dinding berisi
bedeg. Lantai gubuknya beralaskan tanah. Terdapat dua kamar pada gubuk semi permanen itu. Satu kamar tidur satu lagi dapur. Kondisi gubuk sangat berantakan. Barang bekas, pakaian, serta kantong plastik bergelantungan disetiap sudut. Sampah potongan daun lontar berserakan menghiasi
kamar sempit itu. Made Dira menuturkan, hidup serba kekurangan sudah dialami sejak belasan tahun. Tempat tidurnya hanya beralaskan kasur tipis yang tebalnya 3 centimeter. Tempat tidur seluas 2 x 2 meter itu ditempati tiga orang. Dengan ukuran kamar sempit dirinya beserta istri dan anaknya tak leluasa ketika tidur. “Kalau kondisi panas kadang saya tidur diluar,” ungkap. Gubuk reot yang kini ditempatinya memang sudah tidak layak lagi. Pasalnya, sejumlah bangunannya sudah rusak. Salah satunya atap rumah bocor. Ketika turun hujan tetesan air kadang masuk ke dalam. Atas kondisi itu, anaknya beserta istrinya sering mengeluh akibat kedinginan. “Atapnya dari bambu sudah
mulai rapuh. Khawatir roboh, makanya banyak dibuat penyangga yang diletakkan dibagian atap. Semoga tidak terjadi sesuatu yang buruk,” harap Made Dira . Untuk memenuhi semua keperluannya sehari-hari, dirinya hanya mengandalkan upah meburuh bangunan, itupun saat ada proyek. Ketika tidak ada proyek terpaksa menganggur. Upah proyek hanya dapat Rp 60 ribu per hari. Kadang istri utang ketika kebutuhan sehari-hari habis. “Saya sama sekali tidak dapat bantuan dari pemerintah. Baik bantuan BPJS Kesehatan dan bantuan beras miskin. Padahal saya sangat berharap sekali ada perhatian dari pemerintah sekadar memberikan bantuan,” jelas Dira. Kepala Dusun Bias I Made Arta menjelaskan, jumlah warga di Bias sekitar 495
KK. Sementara KK miskin sekitar 30 KK. Pasangan Dira dan Sari termasuk kriteria KK miskin. Keluarga itu memang luput dari bantuan pemerintah daerah (pemda). Sejatinya pihak desa sudah berulang kali memasukkan namanya sebagai penerima bantuan. Entah kenapa tiap keluar data penerima bantuan, nama Made Dira tidak masuk. Herannya, KK yang menerima bantuan dari keluarga berada, alias mampu. “Kami sudah kirim berulang kali datanya, tetapi tidak muncul dari data yang dikeluarkan pusat. Harapanya, mereka bisa mendapat program raskin, Kartu Indonesia Sehat atau bedah rumah. Dari segi kelayakan memang tempat tinggalnya saat ini sudah sangat tidak layak ditempati,” jelasnya. (eka)
Bali Post/kmb41
BERHARAP BANTUAN - I Made Dira (52) saat sedang duduk di dalam rumah. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah.
KLUNGKUNG
12 SOSOK Benahi KUD Bakas
Masyarakat umum mengenal koperasi dalam dua jenis, yakni koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi unit desa (KUD). Model KSP kini sudah berkembang masif dengan unit usaha utama berupa Unit Simpan Pinjam (USP). Sementara KUD sempat jadi tren tahun 1978-an sebagai instrumen swasembada pangan era Orde Baru, namun kemudian mengalami kemunduran. Kabupaten Klungkung memiliki KUD yang masih tetap eksis sampai sekarang, tetapi mengalami masalah pada pengurusnya, seperti KUD Bakas, Kecamatan Banjarangkan. Lembaga dewan mendorong agar KUD Bakas bisa dibenahi total, agar bisa eksis seperti dulu, baik dalam menyelenggarakan usaha penggilingan padi atau rice milling unit (RMU), distribusi pupuk atau sarana produksi padi atau pertanian. Demikian diungkapkan legislator Partai Gerindra dari dapil Kecamatan Banjarangkan, Wayan Widiana, saat rapat kerja dengan eksekutif, belum lama ini. Permasalahan KUD ini sempat mendapat atensi serius oleh Komisi II DPRD Klungkung, hingga memanggil OPD terkait. Rencananya, dalam waktu dekat legislator di Komisi II akan datang guna memastikan kondisi terakhir KUD Bakas. Politisi asal Desa Bakas ini, berharap agar KUD ini yang dulu unit pelayanannya mampu melayani hampir di seluruh Kecamatan Banjarangkan, dapat aktif dan terurus dengan baik. “Eksekutif berwenang melakukan pembinaan. Tetapi, sejauh mana upaya itu, ini yang kami tunggu,” kata Widiana, asal Banjar Peken, yang menggantikan legislator sebelumnya, I Wayan Kicen Adnyana, yang tersandung kasus bansos fiktif. (gik)
26 Koperasi Kolaps, Pemerintah Upayakan Pembinaan Semarapura (Bali Post)Kabupaten Klungkung dikenal dengan gerakan koperasinya. Bahkan, berulang kali memperoleh penghargaan nasional, hingga menjadi tujuan studi banding banyak daerah. Tetapi, dari 132 unit koperasi di Bumi Serombotan, ternyata masih ada 26 koperasi yang kolaps. Mengatasi persoalan ini, pemerintah daerah akan mengupayakan pembinaan hingga rencana pemberian dana bergulir. Kabid Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi, Dinas Koperasi UKM, dan Perdagangan Klungkung, Cok Oka Adnyana, Jumat (14/12) kemarin, mengatakan, koperasi yang tidak aktif, tidak bisa dibiarkan begitu saja. Tentu pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan. Setelah itu baru diputuskan, apakah koperasi yang bersangkutan layak dibantu atau sekalian dibubarkan. “Kalau berturut-turut tiga kali tidak RAT (Rapat Anggota Tahunan), maka tentu harus dibubarkan. Dengan catatan, tidak lagi ada hutang-piutang. Pembubaran itu opsi terakhir, kalau masih bisa diperbaiki, kan lebih bagus,” kata Cok Oka Adnyana, saat menerima kunjungan Dekopinda Kota Padang di Dekopinda (Dewan Koperasi Indonesia Daerah) Klungkung. Pembinaan yang dimaksud, bisa berupa evaluasi terhadap pengurusnya. Kemudian pembinaan unit usahanya, barangkali kenapa sampai tidak berjalan sesuai spirit koperasi, hingga pemberian dana bergulir. Pihaknya juga menggandeng Dekopinda Klungkung, untuk memberikan penyuluhan kepada anggotanya, maupun tergabung dalam pembinaan terhadap unit usaha koperasi yang tidak berjalan. Dalam beberapa tahun ini, dia menegaskan, dana bergulir yang dimaksud ini belum bisa disalurkan. Sebab, terbentur aturan penerima bantuan harus memiliki badan hukum. Terkait rencana pemberian dana bergulir ini, pihaknya mengatakan, pemerintah daerah sudah menyiapkan Peraturan Daerah yang sedang digodok dengan legislatif. Di sana, kata dia, diatur lebih teknis lagi mengenai penyaluran dana bergulir ini. Termasuk persyaratan koperasi yang layak mendapatkannya dan apa sanksinya jika dana bergulir itu tidak dimanfaatkan dengan benar oleh koperasi penerima. Jika aturan ini cepat dibahas dan disahkan, maka rencana untuk pembinaan koperasi dengan yang tidak aktif melalui dana bergulir bisa dilakukan lebih cepat. Data koperasi dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Klungkung, per 30 November menunjukkan dari total 132 koperasi, jumlah anggotanya mencapai 49.809 orang anggota. Data ini menujukkan kesadaran berkoperasi di Klungkung cukup tinggi. Dengan jumlah koperasi sebanyak itu, total karyawannya mencapai 921 orang. Koperasi ini berasal dari modal sendiri sebesar Rp 104,3 miliar, modal luar 382,2 miliar dengan total volume usaha Rp 518,08 miliar. Sementara total SHU (Sisa Hasil Usaha) Rp 12,4 miliar, dengan total aset mencapai Rp 487,9 Cok Oka Adnyana miliar. (kmb31)
Tertibkan APK, Bawaslu Dituding Plinplan
Semarapura (Bali Post)Bawaslu Klungkung akhirnya melakukan penertiban terhadap APK (Alat Peraga Kampanye), Jumat (14/12) kemarin. Penertiban menyasar Kecamatan Banjarangkan dan Kecamatan Klungkung dengan menggandeng petugas Satpol PP. Proses penertiban APK ini sempat mendapat protes dari pengurus partai, karena merasa memasang APK sudah sesuai aturan, tetapi tetap kena penertiban dari Bawaslu. Protes tersebut terjadi ketika petugas berupaya menertibkan APK di Desa Takmung, Banjarangkan. Saat itu, Made Sugiantara, seorang pengurus partai politik yang menjadi bagian tim sukses caleg Golkar mengatakan, sebelumnya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu. Oleh Bawasalu dikatakan boleh memasang APK di tempat pribadi, asalkan mendapatkan izin dari pemilik tempatnya. Tetapi, faktanya APK calegnya tetap saja diturunkan paksa. “Kalau begini, kan Bawaslu terkesan plinplan,” kata Pengurus Partai Golkar Kecamatan Banjarangkan ini. Dia nampak kesal, setelah petugas Satpol tetap menurunkan paksa APK calegnya. Dia menganggap Bawaslu tidak konsisten menerapkan aturan. Meski mendapat protes dari warga, Bawaslu dan Satpol PP tetap melakukan penurunan APK yang dinilai melanggar, yakni APK yang dipasang di luar zona yang telah ditentukan. Termasuk APK berupa baliho yang dipasang di tembok Puri Agung Klungkung juga diberangus. Sebelumnya
pemilik baliho juga protes dikatakan melanggar, karena sudah mendapat izin dari pemilik tempat. Salah satu Komisioner Bawaslu Klungkung, Tjokorda Parta Wijaya, menyatakan, adanya protes saat penertiban itu hal biasa. Dia mengaku tetap bertindak sesuai regulasi dan tahapan peringatan yang sudah dijalankan. Ada puluhan APK yang diturunkan paksa. Sebagian besar, APK yang ditertibkan, pemasangannya karena melanggar zonasi. Mengenai APK yang ditertibkan meski sudah dipasang dengan izin pemilik tempat pribadi, dia menegaskan, sehar usnya caleg DPRD Provinsi dan caleg DPR RI, dipasang tandem dengan caleg DPRD Kabupaten. Proses penertiban menurutnya bukan dilakukan secara tiba-tiba. Sebelumnya sudah ada mekanisme yang ditempuh lembaga. Salah satunya, berkoordiansi dengan petugas penghubung atau LO (liaison officer) di setiap partai, untuk menindaklanjuti APK miliknya yang menurut Bawaslu melanggar aturan. “Bisa jadi penyampaian ke LO ini yang tersumbat. Artinya
memasukkan KTR ke dalam Perarem (aturan tambahan awig-awig) di setiap Desa Pakraman di Kabupaten Klungkung. “Jadi, dengan begini, gerakan kita kuat,” kata Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, saat menerima rombongan The Union Tobacco
PENJELASAN - Bupati Suwirta saat memberi penjelasan kepada rombongan The Union Tobacco Control dipimpin Dr. Kerta Duana, di objek wisata Kertagosa, Rabu (12/12) sore.
gar, supaya menurunkan sendiri APK miliknya. “Ini kesannya jauh lebih baik, ketimbang diturunkan paksa petugas Satpol PP,” tegasnya. (kmb31)
tidak sampai pesannya dari Bawaslu ke caleg. Ini yang menyebabkan terjadi miskomunikasi,” katanya. Penertiban ini sebagai langkah awal Bawaslu dalam menegakkan aturan. Meski terjadi protes, Parta Wijaya menegaskan, pihaknya akan meneruskan langkah penert-
PENERTIBAN- Bawaslu bersama petugas Satpol PP saat melakukan upaya penertiban APK yang dinilai melanggar. Muncul protes dari pengurus parpol yang menyebutkan Bawaslu plinplan dalam menegakan aturan pemasangan APK.
Ibu-ibu Serbu Pemeriksaan IVA dan Pap Smear Semarapura (Bali Post)Puskesmas I Banjarangkan mendadak ramai dipadati ibuibu, Jumat (14/12) kemarin. Kedatangan mereka setelah mendengar informasi ada pemeriksaan IVA dan pap smear secara gratis oleh YKI Cabang Klungkung. Mereka rupanya khawatir terjangkit kanker serviks yang belakangan mulai marak terjadi pada ibu-ibu yang mengabaikan kesehatan organ vitalnya. Setidaknya ada 110 ibu-ibu yang datang ke Puskesmas I Banjarangkan. Di sana, mereka dilayani satu per satu dengan baik. Beruntung, hasilnya seluruhnya negatif. Sekretaris Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Klungkung Anak Agung Istri Anom Ratnadri, menyatakan penyuluhan dan pemeriksaan IVA secara rutin diadakan setiap tahun. Ini sudah menjangkau daerahdaerah pedesaan. Sebab, kesadaran warga khususnya ibu-ibu masih minim. Pemeriksaan IVA dan Pap smear untuk mendeteksi adanya kanker leher rahim/ kanker serviks. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita. Kanker serviks tidak menimbulkan
gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Sehingga sebaiknya wanita diminta melakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini. Kanker serviks, umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut. Saat itu, proses
Control dipimpin Dr. Kerta Duana, di objek wisata Kertagosa, Rabu (12/12) sore. The Union Tobacco Control terdiri dari berbagai organisasi kesehatan, dan beberapa akademisi, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kota se-Indonesia. Unsur serupa dari Singapura juga ikut di dalamnya. Pengimplementasian KTR dalam regulasi, antara lain dengan membuat payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pembinaan dan Pengawasan KTR. Langkah lainnya dalam pengendalian produk tembakau tersebut adalah komitmen penertiban iklan rokok di Kabupaten Klungkung, melalui Perbup Nomor 5 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pemasangan Reklame. Pemkab Klungkung dalam pengimplementasiannya melakukan sosialisasi, implementasi, pengawasan dan penegakan peraturan yang berlaku sebagai langkah nyata yang dilakukan secara berkesinambungan. Bupati Suwirta mengharapkan melalui Kunjungan Rom-
pengobatan akan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih tinggi. Namun, dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya, dengan melakukan deteksi dini dan pemberian
vaksinasi. “Pemeriksaan IVA dan pap smear sebagai pencegahan terhadap kanker serviks, harus dioptimalkan melalui beberapa strategi dan gerakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya. Ketua YKI Klungkung Ayu
PEMERIKSAAN- Ibu-ibu mengikuti program pemeriksaan IVA dan pap smear di Puskesmas I Banjarangkan yang digelar secara gratis oleh YKI Cabang Klungkung.
Sterilkan Klungkung dari Iklan Rokok dan Libatkan Desa Adat
Pemerintah daerah menambah daya dorong kebijakan KTR ini, dengan penertiban reklame iklan rokok, sehingga Klungkung steril dari iklan rokok. Kebijakan ini didukung dengan pola panutan dan juga peran adat yang mendukung dengan
iban pada kecamatan lain, seperti Kecamatan Dawan dan Nusa Penida. Dia berharap adanya kesadaran masing-masing caleg yang APK-nya dinilai melang-
Khawatir Terkena Kanker Serviks
Optimalkan Kebijakan KTR
Melawan maraknya perokok memang tidak mudah. Pemkab Klungkung sudah membuat perda, perbup hingga gencar melakukan sosialisasi mengenai kawasan tanpa rokok (KTR). Tetapi, itu belum cukup membuat gerakan menjauhi rokok ini tuntas dan efektif. Ada satu opsi yang bisa dilakukan, yakni menjalim kerja sama dengan desa adat.
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
bongan The Union Tobacco Control ini, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat di Indonesia tentang bahaya merokok. Pengendalian produk tembakau tidak sepenuhnya bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Tetapi dukungan dan komitmen masyarakat juga sangat dibutuhkan. “Kuncinya adalah bagaimana kita membangun kesadaran warga soal bahaya merokok,” tegasnya. Dr. Kerta Duana menyatakan, sengaja datang khusus ke Klungkung, untuk menggali pengetahuan mengenai pengimplementasian Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kebijakan yang pro terhadap Kesehatan dan melindungi generasi muda dari bahaya merokok. Tujuan lain dari rombongan adalah untuk sharing pengalaman dan mendapatkan bukti implementasi dari kebijakan Kawasan Tanpa Rokok yang diterapkan. “Satu hal yang tidak kami temukan di sini, selain regulasi adalah bagaimana masuk ke tengah masyarakat melalui desa adat dengan peraremnya. Sehingga, kebijakannya menjadi masif,” katanya, seraya menegaskan ini bisa jadi opsi bagi daerah lain di Indonesia. (gik)
Suwirta mengatakan, ibu-ibu tidak usah tabu lagi dengan kegiatan pemeriksaan IVA maupun pap smear ini. Apalagi masih menyimpan rasa malu. Menurutnya, kesehatannya harus tetap dijaga sejak dini, agar setelah usia lanjut tidak menjadi masalah baru. “Lebih baik mencegah daripada mengobati,” tegasnya. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta berharap YKI terus berkomunikasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung serta organisasi bidang kesehatan yang ada di Kabupaten Klungkung. Selanjutnya YKI dapat berkolaborasi melalui kegiatan kesehatan sehingga dampaknya lebih efektif. Seluruh pimpinan lembaga yang disebutkan bupati juga hadir di Puskesmas I Banjarangkan. Seperti Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Klungkung Ni Nengah Suratni, Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Klungkung dr. I.B. Sukadana, SP.OG dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni. (kmb31)
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dicari Tenaga Security Sebyk 3 Orang Hub.082111032679 Lsg ke:Jl.Danau Poso 35 Sanur
B.BP.004.12.18.0000241
Production Assistant Garment Factory(Paham:Costing,Pattern, Cutting,Sewing)WA.085100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000507
Dcr Satpam Serabutan u/Kantor Min30Th Diutmakan pny SIMA Hub. WA 081237417275/081999980516
B.BP.166.12.18.0000546
Bth Sopir Pribadi Pglmn 5Thn Matic Max.34Th 081338341856
B.BP.154.12.18.0000534
Butuh Pria/Wnt tdk ada Anak. Bkrja Serabutan di Villa DaerahUluwatuHub:081238952112
B.BP.031.12.18.0000543
Butuh Staff Admin untuk PT Toursm/Pakaian di Kuta - Wanita,Umur 25-45, D3/S1 - Pengalaman Min 3Th Kirim CV ke:craftexb@gmail.com
B.BP.004.12.18.0000421
Butuh:Kontraktor Konstruksi Baja Gedung,Hub: Dewi Hp:081236222509 B.BP.031.12.18.0000540
Cr Tenaga Adm S1 Semua Jurusan Gaji Memuaskan T.08179752136 B.BP.014.12.18.0000537
Dcr QS Lulusan Poltek Bangunan u/Kontraktor Kayu Hub.08180558 5472/hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.12.18.0000517
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
Dbthkn Sgr.Mandor/Borong Kerja u/Villa Penglaman 10Th hasil Bagus Serius WA.08113809949
B.BP.004.12.18.0000538
Dbthkn:1.Sopir,Helper & Kep. Gudang Sy:SMA,SIM B,Bisa Komp 2.Admin & Sales Sy:Min D1,Bisa Komp.Lam ditujukan ke Kantor PT.Oasis Waters Internataional Jl.Raya Yeh Gangga, Br.Tonja, Ds.Gubug Tabanan Bali,Phone: (0361)4790525-26 Up Ibu Yudek Email:oasis_owibali@yahoo.com
B.BP.004.12.18.0000535
Dcr 3 Tng PRT Wnt Berpglmn Tgl dlm,Tlp.082111032679 atau Dtg Lsg ke Jl.D.Poso 35 Sanur
B.BP.004.12.18.0000018
Dcr Admin,Supir,Sales Tk Bangunan,Hub:08123676218
B.BP.004.12.18.0000422
Dcr Sales/Marketing Luar Syarat:P/W Max 35th,Pend.Min SMA Sdrjt,Pnglmn di Bidang Marketing Min.1th,Diutmkn Jika Pny Pnglmn di Hotel/Spa/Modern Market.Gaji Mulai 2,7Jt - 6Jt Komisi Blnan+Bns Tahunan,Ramah Luwes,Pintar Bergaul,Bs Melobi Pny Motor Sendiri+SIM C.Krm CV ke:hrd.tokogayathri@gmail.com
B.BP.001.12.18.0000399
Dicari Sgr Staf Kirim Aki Jl.Cargo Indah Dps Hb:085100535516 B.BP.001.12.18.0000524
Dicari Manajer Koprasi 081338097333/0361-9004879
B.BP.001.12.18.0000529
DIJUAL RUMAH
DibthknBranchManager&Kep.Depo S1,Pglmn Sale Marketing.Hub: PT.Oasis Waters Internasional Jl Raya Yeh Gangga,Br Tonja,Ds Gubug Tbn.Phne:0361-4790525-26 Pos 82115.UP Ibu Yudek Email:oasis_owibali@yahoo.com
Yamaha Bisma Dcr: 1.SMA/D1/S1 Ek/IT 2.Mekanik(2th) 3.Supir SIM B1 Hub.T.Umar 142 Dps
B.BP.001.12.18.0000448
B.BP.001.12.18.0000311
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799
Need Marketing Staff.Must Speak English.Have Worked as Marketing with References Position will be with an Advertising firm in Bali.Good Salary & Commission.Email to vacancyforlife@gmail.com with Application,References & Salary Expectation
B.BP.004.12.18.0000536
B.BP.001.12.18.0000497
SMK di Dps Bth:Staf Training & Pelatihn,BK,Pengajar Bilingual Honor Mnrik&Kesempatan Terbang Gratis E:tugasbali@yahoo.com
Dibutuhkan Supplier Jahit, Tukang Potong & Tukang Patrun untuk Garment di Kerobokan Berminat Hub No.(0361)730450 / +6287860980233 (Whatsapp)
B.BP.001.12.18.0000361
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
B.BP.004.12.18.0000510
Dibutuhkan Tukang Kebun Freeland,Daerah Ungasan Hubungi 081238952112
G.02
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818
G.03
B.BP.031.12.18.0000542
Dicari PRT wanita untuk di Kuta jjur tgg jwb bs mebanten KTP Bali Hub.081337318292 segera
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818
Gandhi School looking for: Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,A Music Teacher Asistant,A Physical Education Teacher With Basket Ball Experience.Send CV to email:principal@gandhibali.org or Call 0361-239744
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
G.04
B.BP.154.12.18.0000548
G.05
B.BP.001.12.18.0000525
Staf Produksi (Tabanan),Lulusan Mesin/Listrik/Kimia/Tataboga Hub:Dewi,Hp:081236222509 B.BP.031.12.18.0000539
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
G.01
Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com G.06
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Sekolah di Jimbaran Cari: Guru Matematika,Bhs.Ing.(SD) Olah Raga (W),Maintenance AC Sent:schoolhrdbali@hotmail.com
B.BP.004.11.18.0001061
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Jual Hilux DCab 2012 Manual, Prbdi,Silver Gold, 230 Jt nego 08123807171
B.BP.004.12.18.0000511
DISEWAKAN TANAH Batubulan 66are Riverside Lease Hold w/Large Kitchen/ Food Prod Area + Showroom/ Resto, Offices Parking. Call.Agung 081338310399
B.BP.001.12.18.0000499
DIJUAL RUKO Dijual/Kont Ruko Lt2 Jl.Gunung SalakN.22BAbasan085237077978
B.BP.166.12.18.0000545
Dijual/Kont Ruko Lt3 Jl.Mahendradata Denpasar,085237077978
B.BP.166.12.18.0000544
Jual/Sewa Ruko Cristal Square Citraland.Hub:081236772457
B.BP.001.12.18.0000354
DIJUAL TANAH Djl Tnh P.Bungin 5mnt Spng 6 10mnt Bypass 800Jt 08111072500 B.BP.001.12.18.0000398
Djl Tnh pgr pntai, Grokgak Sgrja L50A Tlp.081805625285
B.BP.004.11.18.0001063
DIJUAL TANAH 20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007,No Brokerage
B.BP.004.12.18.0000509
DISEWAKAN TEMPAT Toko Sblh Parkir Krisna Oleh2 Jln Dewi Sri.Hub:081236772457 B.BP.001.12.18.0000355
RUPA-RUPA Atasi Rumah Bocor,Talang,Dak, Dinding,Pemopo H.082377442962 B.BP.001.12.18.0000547
KEHILANGAN Hlg Buku KIR Mbl Chevrolet’10 DK 287 IC An.I Putu Resmawan B.BP.001.12.18.0000528
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.12.18.0000197
SEMINAR Mengenal lebih detail Vasayo dg Teknologi ADT(Advance Delevery Technology)Liposume&Smart Enzime Delevery dlm Suplemen dibahas lsg dg pakarnya Edward Sardjono (International Brand Partner) Ikuti Seminar Sehat Vasayo(Gratis)Minggu 16 Des’18 di POP Hotel T.Umar-Dps(14.00) Pendaftaran 082144036503(Maya) B.BP.001.12.18.0000549
BANGLI
14
Sabtu Wage, 15 Desember 2018
Eksekusi Lahan di Banjar Pule Diwarnai Tangis Histeris
Bali Post/kmb40
EKSEKUSI - Suasana proses eksekusi lahan di Banjar Pule, Kelurahan Kawan, Bangli, Jumat (14/12) kemarin.
Tiga Warga Tangkas Digigit Anjing Diduga Rabies Bangli (Bali Post) –
Tiga warga Banjar Tangkas Desa Susut, menjadi korban gigitan anjing liar yang diduga rabies. Ketiganya digigit pada hari yang sama, Kamis (13/12). Petugas dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) telah melakukan eksekusi sekaligus mengambil sampel otak anjing tersebut guna dilakukan uji laboratorium. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jumat (14/12) kemarin, ketiga warga yang menjadi korban gigitan anjing, yakni I Ketut Budiarta (65), Made Arya Putra (3), dan I Ketut Mongklok (68). Korban I Ketut Budiarta (65) digigit anjing liar berwarna hitam itu sekitar pukul 06.00 wita saat sedang berolahraga. Korban mendapat gigitan pada bagian betis kaki kirinya hingga mengalami luka. Pascakejadian itu, korban langsung mendatangi RSU Bangli untuk mendapatkan VAR. Selanjutnya sekitar pukul 11.00 wita, anjing yang sama mengigit seorang balita Made Arya Putra. Anak dari Nengah Surniati ini digigit anjing saat sedang bermain di halaman rumahnya. Korban digigit pada bagian pantat sebelah kanannya hingga mengalami luka. Oleh keluarganya korban langsung dilarikan ke RSU Bangli untuk mendapatkan penanganan medis. Tak berhenti di situ, sekitar pukul 14.00 wita, anjing liar itu kembali mengigit warga lainnya yakni I Ketut Mongklok. Korban diserang anjing itu saat hendak membersihkan kandang babi. Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian betis sebelah kiri. Saat ini korban telah mendapat penanganan di RSU Bangli. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sukartana saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya kasus gigitan anjing yang dialami tiga warga di Banjar Tangkas, Desa Susut. Pascamendapat laporan kejadian itu pihaknya langsung menurunkan petugas untuk mengeliminasi sekaligus mengambil sampel otak anjing pengigit itu untuk selanjutnya diuji laboratorium. Itu dilakukan untuk memastikan anjing yang mengigit tiga warga itu positif terjangkit rabies atau tidak. “Sore itu juga kami lang-
sung ambil sampelnya dan dibawa ke lab. Mudah-mudahan nanti malam hasilnya keluar,” jelasnya. Selain melakukan pengambilan sampel otak anjing, pascakejadian itu pihaknya juga melakukan emergency vaksinasi. Tujuannya untuk mencegah meluasnya penyebaran virus rabies. Sukartana mengatakan bahwa wilayah Banjar Tangkas masuk zona merah rawan rabies. Untuk itu pihaknya telah memerintahkan timnya bergerak melakukan vaksinasi di wilayah setempat dan sekitarnya tanpa menunggu jadwal. (kmb40)
KORBAN - Bocah korban gigitan anjing liar di Banjar Tangkas Desa Susut.
Kopi Kintamani
Permintaan Tak Sebanding dengan Produksi
Bali Post/rina
I Wayan Jamin
Bangli (Bali Post) Permintaan pasar terhadap kopi Kintamani cukup tinggi. Bahkan cenderung mengalami peningkatan. Namun, tingginya permintaan tak sebanding dengan produksi kopi yang dihasilkan petani di Bangli. Hal itu
diakui anggota DPRD Bangli yang juga petani kopi I Wayan Jamin, Jumat (14/12) kemarin. Dikatakannya, selama ini permintaan pasar terhadap kopi Kintamani belum sepenuhnya bisa dipenuhi petani. Kondisi itu terjadi lantaran produksi kopi masih belum maksimal. Diakuinya, beberapa tahun lalu banyak petani kopi di Bangli yang menebang tanaman kopinya dan menggantinya dengan tanaman jeruk lantaran nilai jualnya lebih menguntungkan. Namun, kini harga kopi sudah membaik seiring meningkatnya permintaan kopi. Bahkan karena tingginya permintaan menyebabkan petani kewalahan memproduksi kopi. Guna menjaga produksi kopi tetap stabil dan meningkat, Jamin mengaku hanya bisa memberikan saran agar petani tetap mengembangkan kopi. Politisi asal Desa Landih, Bangli
ini juga mengaku telah berupaya melakukan pembinaan ke sejumlah kelompok. Pembinaan diakuinya cukup berhasil karena belum ada petani binaannya yang merabas tanaman kopinya. Pihaknya meyakini ke depan akan lebih banyak lagi petani yang kembali menanam kopi. “Petani kopi kita minta jangan putus asa dalam menanam kopi. Sebab kopi di pasaran tergolong stabil. Tinggal kita selaku produsen yang melakukan berbagai upaya untuk menaikkan harga itu,” ujarnya. Menurutnya, untuk menaikkan harga jual kopi, cara yang harus dilakukan petani adalah dengan tidak menjual kopi dalam bentuk gelondongan tetapi yang sudah diolah. Misalnya, dalam bentuk green bean. Dalam bentuk ini kopi ditawarkan bisa laku lebih mahal. Per kilogramnya laku dengan harga sekitar Rp 100 ribu. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Proses eksekusi lahan yang dilakukan PN Bangli, di Banjar Pule, Kelurahan Kawan, Bangli, Jumat (14/12) kemarin diwarnai tangis histeris dari keluarga tergugat. Bahkan salah satu anggota keluarga tergugat yang tak terima rumahnya dibongkar, sempat bersitegang dengan petugas. Berdasarkan pantauan, eksekusi lahan rumah yang selama ini ditempati keluarga tergugat Wayan Wirta berlangsung mulai pukul 11.00 wita. Proses eksekusi lahan rumah yang berlokasi di selatan Pasar Kidul, Bangli itu mendapat penjagaan ketat dari petugas Polres Bangli. Dalam proses eksekusi tersebut, salah seorang anggota keluarga tergugat sempat marah-marah dengan petugas. Bahkan karena tak bisa menahan emosinya, seorang ibu-ibu yang juga keluarga tergugat menangis histeris hingga pingsan. Meski demikian, proses eksekusi tetap berlanjut. Rumah yang berdiri di lahan seluas 10 are itu dibongkar dengan menggunakan satu unit alat berat. Menurut informasi di lapangan, kronologis eksekusi rumah ini bermula dari adanya gugatan dari penggugat atas nama Sayang Darmaja. Dia
menggugat lahan rumah yang dihuni oleh keluarga tergugat yakni Wayan Wirta, Nyoman Ruja, Nyoman Windia, dan Wayan Wirka pada tahun 2008. Dalam gugatan itu, penggugat yang merupakan ahli waris dari lahan tersebut memenangkan perkara ini sesuai keputusan PN Bangli tahun 2009. Tergugat yang tak terima kemudian mengajukan proses banding. Proses hukum terus berlanjut ke tingkat yang lebih tinggi dengan waktu yang cukup lama. Hingga pada akhirnya, perkara dimenangkan penggugat dan proses eksekusi terlaksana, Jumat (14/12) kemarin. Panitera PN Bangli Nyoman Sudarsana mengatakan, pihaknya melaksanakan eksekusi terhadap lahan seluas 10 are ini untuk menjalankan perintah undang-undang, yaitu tentang keputusan pengadilan Negeri Bangli, Pengadilan Tinggi, dan Pengadilan tingkat kasasi. Sesuai keputusan, penggugat berhak mewarisi dan menguasai tanah sengketa itu. Sebelum eksekusi dilakukan, PN Bangli telah memberikan tenggang waktu kepada tergugat untuk menyerahkan lahan itu dalam keadaan kosong. “Namun dari pihak tergugat tidak mau melaksanakan sendiri. Karena sudah diberikan tenggang waktu yang be-
gitu lama, sehingga kami dari PN Bangli melaksanakan isi putusan tersebut atas perintah penetapan ketua pengadilan,” katanya. Dia menyebutkan tenggang waktu yang diberikan yakni tiga kali delapan hari dan dihitung sejak aanmaning pertama. Sementara itu kuasa hukum tergugat Wayan Ardika menyayangkan proses eksekusi kemarin. Namun demikian pihaknya mengaku tidak punya kapasitas untuk menolak amar putusan tersebut. Dikatakan Ardika, pascaeksekusi dilakukan keluarga kliennya kini bingung harus tinggal di mana karena lahan tersebut telah ditempati sejak lama dari tahun 1942 dengan status lahan ayah desa (AYDS). Dalam rapat yang sempat dilakukan di kelurahan sebelum eksekusi berlangsung, hal itu sempat ditanyakannya namun tidak mendapat jawaban. Sebagai tindak lanjut dari eksekusi ini, pihaknya berencana melakukan upaya hukum lain. “Kami akan melakukan upaya-upaya yang sifatnya pelaporan secara hirarki. Tindakan-tindakan yang salah menurut kami seperti tidak adanya aanmaning akan kami laporkan, tidak adanya sita terhadap objek ini juga akan kami laporkan,” katanya. (kmb40)
Salip Mobil, Pelajar Tabrak Pejalan Kaki Bangli (Bali Post) – Kasus kecelakaan lalu lintas kembali terjadi. Kali ini kejadiannya di Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Bangli, Jumat (14/12). Seorang pelajar SMK yang mengendarai sepeda motor Yamaha N Max, menabrak pejalan kaki hingga mengalami lukaluka. Kasus kecelakaan tersebut ditangani Satlantas Polres Bangli. Kecelakaan lalu lintas itu terjadi sekitar pukul 07.00 wita. Kejadian berawal saat sepeda motor Yamaha N Max warna hitam DK 15505 PS yang dikendarai I Kadek AW, pelajar asal Desa
Demulih, melaju dari arah selatan menuju utara. Setibanya di TKP, sebuah mobil yang ada di depan kendaraan Kadek AW berhenti untuk memberikan kesempatan kepada pejalan kaki Ni Ketut Murdiani menyeberang. Namun, hal itu ternyata tidak disadari AW. Pelajar itu kemudian berusaha mendahului mobil yang ada di depannya. Ketika menyalip, di saat yang bersamaan Murdiani menyeberang. Kecelakaan pun tak terhindarkan. Kendaraan AW menabrak tubuh Murdiani. Akibat kejadian itu, keduanya mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya. Korban Murdiani mengalami luka lecet pada
UMUMNYA, seseorang yang mengemban tugas menjadi pemangku adalah orang-orang yang sudah berusia dewasa atau tua. Namun, tidak demikian dengan di Desa Pakraman Batur, Kintamani. Di desa ini banyak pemangku yang usianya masih muda. Salah satunya Pelinggih Dane Jro Kelodan Pura Tuluk Biyu Batur. Pelinggih Dane Jro Kelodan merupakan salah satu dari enam pemangku yang duduk dalam struktur pemucuk Pura Tuluk Biyu Batur. Pelinggih Dane Jro Kelodan yang bernama walaka
Komang Andre Anantaputra kamadeg (dinobatkan) sebagai pemangku di usianya baru 16 tahun. Pemangku yang kini masih duduk di bangku kelas XII SMA 4 Singaraja itu menjalani prosesi pamadegan (penobatan) sebagai pemucuk Pura Tuluk Biyu Batur belum lama ini. Pelinggih Dane Jro Kelodan mengungkapkan tak pernah terlintas sedikit pun di pikirannya, dirinya akan mengemban tugas mulia sebagai pemucuk Pura Tuluk Biyu Batur seperti yang dijalaninya saat ini. Dirinya mengaku sempat terkejut ketika di-padik ke Singaraja usai prosesi nyanjan (pemilihan pemangku secara niskala) yang dilaksanakan krama Desa Pakraman Batur September lalu. “Sangat terkejut ketika dipadik ke Singaraja. Sempat ada keraguan dalam hati saya. Tapi sepanjang perjalanan pulang ke Batur, saya berpikir dan saya nyatakan siap,” katanya saat ditemui di Pura Tuluk Biyu Batur belum lama ini. Dengan kedudukannya saat ini sebagai Pemucuk Pura Tuluk Biyu Batur, Pelinggih Dane Jro Kelodan mengaku tentu dirinya harus banyak
dahi kanan, bengkak pada pelipis mata kanan dan benjol pada kepala belakang hingga harus dirawat di RSU Bangli. Sementara AW mengalami luka robek pada bibir dalam bagian bawah, luka lecet pada bibir bagian atas, dan telah mendapatkan perawatan di RSU Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Bangli. Menindaklanjuti laporan itu, petugas dari Satlantas Polres Bangli telah turun ke TKP. “Kasus kecelakaan itu sudah ditangani petugas,” kata Sulhadi. (kmb40)
”Pamucuk” Pura Tuluk Biyu Batur
Bali Post/rin
Pelinggih Dane Jro Kelodan
belajar bersikap dan memperdalam kerohanian. Meski kini mengemban tugas sebagai Pemucuk, namun dirinya memastikan tidak akan mengganggu aktivitasnya sebagai pelajar. Baginya apapun tugas yang dilaksanakan dengan dasar hati yang tulus ikhlas akan dimudahkan-Nya dan berjalan lancar. Pengalamannya sebagai Ketua OSIS di sekolahnya saat masih duduk di kelas XI, akan dijadikannya bekal untuk memimpin dan menjalani tugas dan kewajiban sebagai pemucuk Pura Tuluk Biyu Batur. (rina)
15
KPK Panggil Empat Tersangka Kasus Suap PN Jaksel “Penyidik dijadwalkan memeriksa empat orang tersangka kasus suap terkait putusan perkara perdata di PN Jakarta Selatan tahun 2018,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Yuyuk Andriati, saat dikonfirmasi, di Jakarta, Jumat (14/12) kemarin. Empat tersangka itu, yakni hakim PN Jakarta Selatan, Iswahyu Widodo (IW), dan Irwan (I), Muhammad Ramadhan (MR), sebagai panitera pengganti PN Jakarta Selatan, dan Arif Fitrawan (AF) seorang advokat. Dalam penyidikan kasus itu, KPK masih terus mendalami peran para tersangka
hakim PN Jakarta Selatan terkait proses sidang gugatan perdata yang ditanganinya. Selain itu, KPK juga mendalami terkait proses penerimaan dana dari para pihak kepada para hakim tersebut. Dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada Selasa (27/11), KPK menetapkan dua hakim yaitu Iswahyu Widodo dan Irwan sebagai tersangka penerima suap bersama panitera Muhammad Ramadhan karena diduga menerima suap sekitar Rp 650 juta dalam bentuk 47.000 dolar Singapura (sekitar Rp 500 juta) dan Rp 150 juta dari advokat Arif Fitrawan dan
seorang pihak swasta Martin P. Silitonga (MPS). Pemberian suap dalam perkara ini terkait dengan penanganan perkara nomor 262/Pid.G/2018/PN Jaksel dengan penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V. Dongen dan turut tergugat PT Asia Pacific Mining Resources (APMR) dan Thomas Azali agar majelis hakim membatalkan perjanjian akuisisi PT Citra Lampia Mandiri (CLM) oleh PT APMR di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Perkara perdata tersebut didaftarkan di PN Jaksel pada 26 Maret 2018 dengan nomor perkara 262/ Pid.G/2018/PN Jaksel dengan para pihak yaitu penggugat Isrulah Achmad dan tergugat Williem J.V. Dongen turut terguat PT APMR dan Thomas Azali.
Malang (Bali Post) – Pemerintah akan membangun atau merevitalisasi 999 pasar rakyat baik secara fisik maupun nonfisik pada 2019 untuk menuntaskan target revitalisasi 5.000 pasar rakyat. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan pada 2019, pihaknya akan melakukan revitalisasi fisik pasar dengan membangun pasar rakyat prototipe tipe C, yang dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana Tugas Pembantuan (TP). “Kami yakin, target pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat dapat tercapai dan memenuhi target 5.000 pasar rakyat,” kata Tjahya.
Tjahya menjelaskan, sebanyak 184 pasar rakyat akan direvitalisasi menggunakan dana TP dengan anggaran mencapai Rp 1,159 triliun. Sementara sisanya atau 815 pasar lainnya, akan menggunakan alokasi DAK, dengan total anggaran Rp 1,302 triliun. Sebagai catatan, pasar rakyat dengan tipe C merupakan pasar dengan luas lahan kurang lebih 500 meter persegi dengan jumlah pedagang minimal 50 dan beroperasi dua kali sepekan. Sedangkan revitalisasi nonfisik pasar rakyat, Kementerian Perdagangan akan mengambil beberapa langkah. Di antaranya melakukan pelatihan pengeloaan manajemen
pasar untuk 300 pengelola pasar rakyat, melakukan kegiatan aktivasi-aktivasi di pasar untuk menarik konsumen supaya berbelanja di pasar rakyat. Selain itu, melakukan kegiatan sekolah pasar ke para pedagang untuk meningkatkan kemampuan pedagang dalam berdagang dan melayani para konsumen dengan standar yang lebih baik, dan melakukan pelatihan e-pembayaran atau retribusi kepada pengelola pasar dan pedagang. “Kemudian, melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dan pengelola pasar untuk mendapatkan Sertifikasi Pasar Rakyat berstandar SNI 8125,” kata
Jakarta (Bali Post) -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil empat tersangka kasus suap terkait putusan perkara perdata di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan tahun 2018.
Gugatan tersebut adalah gugatan perdata pembatalan perjanjian akuisisi PT CLM oleh PT APMR. Selama proses persidangan, diindikasikan pihak penggugat melakukan komunikasi dengan Muhammad Ramadhan selaku panitera pengganti PN Jaktim sebagai pihak yang diduga sebagai perantara terhadap majelis hakim yang menangani perkara di PN Jakarta Selatan. Diduga terjadi aliran dana yaitu pada 22 November 2018 terjadi transaksi transfer dari Martin P. Silitonga ke rekening Mandiri atas nama Arif Fitrawan sebesar Rp 500 juta. Selanjutnya pada 27 November 2018, Arif Fitrawan melakukan penarikan total Rp 500 juta di tiga kantor cabang Mandiri. (ant)
Tjahya. Selain itu, Kementerian Koperasi dan UKM juga melakukan program revitalisasi pasar rakyat, namun jumlahnya tidak sebanyak yang berada di bawah tanggung jawab Kementerian Perdagangan. Sehingga, secara keseluruhan pada 2019 akan ada pembangunan atau revitalisasi pasar rakyat 1.037 pasar. Dalam kurun waktu 20152019, total pendanaan untuk melakukan pembangunan dan revitalisasi pasar rakyat mencapai Rp 12,74 triliun, dengan total jumlah pasar yang direvitalisasi 5.218 pasar, atau di atas target yang ditetapkan yakni 5.000 pasar rakyat. (ant)
Pemerintah Tuntaskan Target Revitalisasi 5.000 Pasar Rakyat
Kepentingan Pariwisata
Oleh karena itu, KDB di KDTWK jangan diutak-atik lagi sebelum ada kajian yang mendukungnya. “Jangan semua daerah dieksploitasi untuk kepentingan pariwisata. Bali itu jangan crazy. Lingkungan itu dampaknya akan lama, baik dampak kejadiannya maupun dampak pemulihannya. Itu masalahnya, lingkungan tidak pernah marah seketika itu. Tapi kalau dia sudah marah, pemulihannya itu perlu sekian generasi,” tandasnya. Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko menegaskan, KDB di KDTWK jangan diubah dulu. Apalagi, Bali kini mengalami persoalan alih fungsi lahan. Berdasarkan data yang beredar, alih fungsi sudah mencapai 1.000 hektar per tahun termasuk pada lahan pertanian. Sementara rencana menambah KDB jelas mengakomodir pemanfaatan yang lebih luas di KDTWK. Itu artinya, instrumen tata ruang justru tidak digunakan untuk melindungi Bali. “Ide itu sebenarnya tidak perlu lagi dilontarkan, karena yang dilakukan oleh Pemprov
Bali seharusnya melindungi KDTWK yang ada itu dengan membatasi pemanfaatannya. Kalau dalam Perda No.16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali disebutkan 10 persen, ya dibatasi segitu saja,” ujarnya. Suriadi menambahkan, usulan penambahan KDB menjadi maksimal 40 persen justru memiliki potensi untuk mendegradasi. Begitu juga pada rencana menaikkan KDB dari 40 persen menjadi maksimal 50 persen pada Kawasan Strategis Pariwisata Daerah (KSPD). Rencana kenaikan yang hanya 10 persen ini pun bisa berdampak signifikan. Terlebih selama ini, fakta mengenai perbandingan ruang terbuka dan tertutup apakah masih lebih banyak ruang terbuka atau justru ruang terbuka telah dilampaui oleh ruang tertutup, tidak pernah diketahui. Mantan Direktur Eksekutif Walhi Bali ini pun menyentil pernyataan Gubernur Bali Wayan Koster terkait pemahaman yang harus dinamis menyangkut tawaran eksekutif menaikkan KDB hingga 40 persen di KDTWK. Terlebih, ilmu pengetahuan juga terus berkembang. Terutama dikaitkan dengan
kekhawatiran merusak Bali, ketersediaan air bersih, dan potensi bencana lantaran berkurangnya ruang terbuka hijau. “Bencana banjir, krisis air, itu sudah diprediksi dan sudah terjadi. Bali sudah digempur banjir, terutama di daerah selatan. Kalau pengetahuan itu ada, teknologi itu ada, kenapa tidak itu diatasi dulu. Jangan mengundang bencana baru,” jelasnya. Menurut Suriadi, kalau teknologi sudah dikuasai, mestinya tidak ada lagi banjir di Bali. Di sisi lain, teknologi pun memiliki keterbatasan. Setidaknya pada anggaran untuk mengaplikasikan teknologi tersebut. Oleh karena itu, teknologi jangan dijadikan sebagai ilusi untuk meloloskan perluasan KDB. Hal lain yang juga disoroti adalah masalah ketersediaan air. Mengingat, ada banyak studi yang menyatakan Bali akan mengalami krisis air. Sebagai contoh, studi Kementerian Lingkungan Hidup tahun 1995 menyatakan Bali akan mengalami krisis air pada 2015. Lalu studi BLH Bali yang memprediksi krisis air bersih pada 2025. “Kita sedang melihat dua data ini. Kalau
kemudian di tahun 2025 air bersihnya sedikit, lalu dalam krisis kuantitas ini juga terjadi krisis kualitas, kita mau pakai apa? Seharusnya, pemprov itu berpikir tentang investasi lingkungan atau memperbesar porsi anggaran untuk pemulihan lingkungan. Termasuk menjadikan instrumen tata ruang sebagai alat kontrol dan perlindungan Bali,” ujarnya. Sebelumnya, Gubernur Wayan Koster tak menampik menawarkan KDB maksimal 40 persen dari sebelumnya 10 persen. Pertimbangannya, pemprov ingin menjadi lebih akomodatif. Dalam hal ini, mengakomodasi berbagai kepentingan dengan tetap melihat kapasitas ruang. “Kan tawaran, kan nanti namanya juga proses pembahasan ya silakan di situ berunding,” katanya. Ia juga mempersilakan DPRD Bali mengundang para pakar untuk merundingkan apa yang terbaik bagi Bali terkait materi revisi Perda No.16 tahun 2009 tentang RTRWP Bali itu. Khusus mengenai KDB di Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), imbuhnya. (kmb32)
LONGSOR - Alat berat membersihkan material longsor yang menghantam tiga unit kendaraan di Jalur Lintas Padang - Jambi, Panorama II Sitinjau Lauik, Padang, Sumatera Barat, Jumat (14/12) kemarin. Longsor terjadi pada Kamis (13/12) malam tersebut mengakibatkan satu unit bus, truk, dan minibus terseret ke pinggir jurang dan membuat lima orang luka-luka serta satu orang meninggal dunia.
Warung Global
Penertiban Tajen Jangan pada Momen Tertentu Saja
MENJELANG Natal dan Tahun Baru (Nataru), aparat kepolisian menggelar operasi cipta kondisi (cipkon). Dalam operasi itu petugas membubarkan arena judi tajen di kawasan Jalan Tukad Oos Renon Denpasar Selatan. Tak bisa dimungkiri, Bali memiliki tradisi unik yaitu tajen. Sangat banyak yang terlibat dalam hobi satu ini. Lalu bagaimana tanggapan pendengar Radio Global 96,5 FM terhadap hal ini? Berikut rangkuman opini pendengar dalam acara acara Warung Global Jumat (14/12) kemarin. Menurut pengakuan Wayan Darmaya di Seririt, sejak dirinya belum lahir, sudah ada tajen. Maka dari itu, ia mengusulkan tajen dilegalkan saja. Bebotoh nau, pedagang semangat, aparat nyaman tidak dicurigai. Tarik retribusi dan pajak resmi. Judi tak bagus, berdosa katanya. Demikian Ketut Mursi di Denpasar. Tapi menggerebek judi sama saja melakukan pekerjaan sia-sia. Sekarang ditertibkan, besok atau lusa
ada tajen lagi. Sebaiknya diatur saja waktu dan tempatnya jangan sampai mengganggu kenyamanan warga. Dalam tajen, ada perputaran ekonomi di sana. Demikian Ayu di Petang. Yang jelas, jangan sampai ada yang dirugikan juga. Jadi, sebaiknya tempatnya diatur, jangan mengganggu warga, waktunya jangan terlalu sering. Awasi bila perlu. Tapi ia juga tak setuju gara-gara tajen, kehidupan rumah tangga jadi hancur. Fera di Tabanan menambahkan, apa pun boleh dilakukan asal jangan keterlaluan. Jika judi sudah meresahkan, sebaiknya ditertibkan saja. “Kapahin, johin, saruan bedik,” demikian Werdha di Gianyar. Setelah dibubarkan oleh aparat, judi tajen berjalan lagi. Ia mengibaratkan tajen, penyakit masyarakat ini sudah stadium tinggi, susah “diobati”. Banyak yang hidup dari arena tajen itu. Jika pemerintah ingin melegalkan, ya legalkan saja, jangan di satu wilayah ditertibkan, sementara di wilayah
lain dilarang. Jadi, kesannya setengah legal. Ada yang heran dan merasa miris dengan judi tajen ini. Ia adalah Made Jemet di Denpasar. Merasa aneh sebab ada yang suka melihat hewan (ayam) mati di arena tajen dan kehilangan uang banyak karena ditaruhkan dalam arena judi tersebut. Jangan jadikan judi (tajen) sebagai sebuah hobi. Sebaiknya alihkan ke hobi lainnya yang lebih bermanfaat. Senada dengan Arya di Denpasar, judi telah mengorbankan harta benda, jadi memang judi bisa membuat miskin. Ia juga menyarankan kalau mau menghibur diri, cari yang positif dan tidak meresahkan warga. Ia bahkan berpesan tak ada yang kaya lantaran berjudi. Yuli di Tabanan berharap agar penertiban jangan hanya di momen tertentu, jelang Nataru atau hari besar lainnya. Harus rutin dilakukan penertiban penyakit masyarakat ini. Kalau sudah seperti itu, sebaiknya judi dilegalkan saja, demikian Febri di Denpasar. (sikha p)
Lintas Negara Pada acara High Level Dialog tersebut, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa “Bali Declaration” merupakan
solusi negara-negara anggota dalam menangani masalah pencemaran dan kerusakan pesisir dan laut. Sumber pencemaran itu berasal dari berbagai kegiatan yang berasal dari daratan dan bersifat
lintas negara. Karena itu, perlu didukung kerja sama antarnegara melalui peningkatan kapasitas, pengetahuan, dan keterampilan serta alih teknologi. (ant)
Perkuat Pertanian Seperti di Bali tidak boleh menggantungkan pada satu sektor seperti pariwisata yang sangat dominan seperti sekarang. Harus ada diversifikasi, misalnya memperkuat pertanian dengan cara sentuhan teknologi dan pasar. Gubernur Bali sebelumnya telah menggagas Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) sekarang ditambah men-
jadi Simantri Pasti (Pasar dan Teknologi Industri). Dari sisi pemasaran dibantu dan teknologi industri juga dibantu. “Tata cara pengolahannya supaya pertanian menjadi komoditas yang bernilai tambah tinggi. Jadi, ada sentuhan teknologi industri. Misalnya saat ini penghasilan ketela yang sudah produktivitasnya tinggi diolah menjadi keripik singkong yang bisa digunakan sebagai konsumsi pariwisata. Sehingga ketela menjadi bernilai tambah
tinggi, ditambah pasarnya dibantu. Pada akhirnya, sektor pertanian terangkat,” bebernya. Dengan adanya diversifikasi sumber ekonomi, maka pada suatu saat ketika terjadi bencana alam, produk pertanian ini bisa diekspor atau diperdagangkan ke luar provinsi. “Sehingga kita tidak hidup dari satu sektor saja. Jadi, ada pengembangan sektor yang lain seperti pertanian dan sektor industri kreatif,” tandasnya. (kmb42)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu WAge, 15 Desember 2018
Liga Eropa
Bali Post/ist
LEPAS - Ketua Umum FOKBI Bali Cok Ace melepas atlet yang akan mengikuti lomba senam poco-poco Nusantara di Jakarta.
FOKBI Bali Ikuti Poco-poco Piala Ibu Negara
Denpasar (Bali Post) Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia (FOKBI) Bali mengirimkan atletnya guna mengikuti lomba senam poco-poco Nusantara memperebutkan Piala Ibu Negara RI di Gedung Mahaka Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (16/12) besok. Tim dilepas Ketua Umum FOKBI Bali Cok Ace di Denpasar, Jumat (14/12) kemarin. Ketua Harian FOKBI Bali Adolfina Grace Tangkudung mengemukakan, FOKBI Bali
mengikuti lomba senam pocopoco Nusantara kategori profesional dengan melibatklan sembilan atlet. ‘’Atlet yang kami terjunkan merupakan mahasiswa ISI dan IKIP PGRI Bali. Mereka ditangani pelatih Kadek Suardana,’’ katanya. Persiapan atlet poco-poco FOKBI Bali sangat mepet karena baru berlatih dua pekan. Kendati demikian, mereka diharapkan bisa tampil maksimal dan memberikan kado terbaik buat Bali. ‘’Lomba senam poco-poco ini levelnya tingkat nasional,’’ jelas Grace. (022)
Kevin/Marcus Mundur Guangzhou – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang akrab disapa Minions, mundur dari kejuaraan World Tour Finals 2018 di Guangzhou, Cina, akibat cedera otot leher yang dialami Marcus. Minions semestinya menghadapi pasangan Han Chengkai/Zhou Haodong pada laga ketiga Grup A, Jumat (14/12) kemarin. “Otot leher Marcus ketarik pada pertandingan kemarin. Kami khawatir kondisinya semakin parah sehingga kami memutuskan mereka mundur,” kata pelatih ganda putra Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Aryono Miranat seperti tercantum dalam situs resmi PBSI yang diterima di Jakarta. Dalam pertandingan kedua Grup A, Kamis (13/12), Kevin/ Marcus kalah dari pasangan Li Junhui/Liu Yuchen (Cina) 18-21, 22-24. Marcus mengakui rasa sakit pada otot lehernya sudah terasa sejak pertandingan pertama menghadapi
Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark). Indonesia juga kehilangan peluang dari ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan untuk lolos babak penyisihan Grup B. Hendra/Ahsan kalah dari pasangan Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin (Taiwan) pada laga ketiga dengan skor 21-13, 18-21, 14-21. Di bagian putri, Greysia Polii/Apriyani Rahayu ditundukkan Yu Yue/ Li Yinhui (Cina) 18-21, 7-21 pada penyisihan Grup A. Sementara tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dihentikan Son Wan Ho (Korsel) 11-21, 10-21 dalam laga penyisihan Grup A. (ant)
Spanyol Loloskan Tiga Wakil Madrid – Spanyol meloloskan paling banyak wakil ke babak 32 besar Liga Eropa yang menuntaskan pertandingan penyisihan grup, Jumat (14/12) dini hari kemarin. Tiga klub asal negara Matador melaju ke fase berikutnya yaitu Villarreal, Sevilla, dan Real Betis. Spanyol diikuti Inggris, Jerman, dan Austria yang sama-sama diawakili oleh dua tim. Villarreal, Sevilla, dan Betis berhasil melangkah ke 32 besar setelah menjadi jawara di grupnya masingmasing. Villarreal yang membutuhkan kemenangan sukses menundukkan Spartak Moskow (Rusia) 2-0 di Stadion de la Ceramica. Villarreal lolos sebagai jawara Grup G dengan raihan 10 poin, didampingi wakil Austria, Rapid Wina (10). Sevilla (12) melaju dari Grup J setelah meraih kemenangan 3-0 atas klub Rusia, FK Krasnodar. Laga lainnya antara Akhisarspor dan Standar Liege berakhir imbang tanpa gol. Sevilla menjadi juara grup mengungguli Krasnodar berbekal agregat pertemuan kedua tim 4-2. Sementara Betis menjadi juara Grup F. Di Grup H, Eintracht Frankfurt (Jerman) sukses melakukan sapu bersih kemenangan dalam enam pertandingan di fase penyisihan setelah menjungkalkan Lazio 2-1 di Roma. Kedua tim sudah dipastikan lolos ke babak 32 besar sejak beberapa pertandingan sebelumnya. Frankfurt di puncak dengan raihan 18 poin, diikuti Lazio (9) di urutan kedua. Bayer Leverkusen berpesta gol dengan kemenangan 5-1 di markas AEK Larnaca dalam pertandingan Grup A. Klub Jerman ini mengamankan tiket ke 32 besar sebagai pemuncak klasemen grup dengan koleksi 13 poin. FC Zurich (10) mendampingi Leverkusen berkat hasil imbang 1-1 di markas Ludogorets Razgard. Chelsea ditahan imbang 2-2 oleh tuan rumah Vidi FC dalam pertandingan Grup L di Budapest. Hasil imbang ini tidak berpengaruh bagi pasukan Maurizio Sarri yang telah memastikan melaju ke putaran 32 besar sebagai juara grup dengan koleksi 16 poin. Arsenal yang tampil di hadapan publik Stadion Emirates, London,
meraih kemenangan tipis 1-0 atas wakil Azerbaijan, FK Qarabag. Gol semata wayang tuan rumah dicetak Alexandre Lacazette. Arsenal tak tergoyahkan di puncak klasemen akhir Grup E . Sebanyak 24 klub melaju ke babak 32 besar adalah Leverkusen, Zurich (Grup A), Salzburg, Celtic (Grup B), Zenit, Slavia (Grup C), Dinamo Zagreb, Fenerbahce (Grup D), Arsenal, Sporting CP (Grup E), Betis, Olympiakos (Grup F), Villarreal, Rapid (Grup G), Frankfurt, Lazio (Grup H), Genk, Malmo (Grup I), Sevilla, Krasnodar (Grup J), Dynamo Kyiv, Rennes (Grup K), Chelsea, BATE (Grup L). Delapan tempat lagi diisi oleh Club Brugge (Belgia), Inter Milan (Italia), Napoli (Italia), Galatasaray (Turki), Benfica (Portugal), Shakhtar Donetsk (Ukraina), Viktoria Plzen (Ceko) dan Valencia (Spanyol) yang menempati peringkat ketiga penyisihan grup Liga Champions. (ant/rtr/kmb)
KONTROL BOLA – Pemain sayap Chelsea Willian mengontrol bola pada pertandingan kontra Vidi FC, Jumat (14/12) kemarin.
Saling Mengalahkan Delapan Tim U-10 Melaju di Piala Bupati Badung
Mangupura (Bali Post) Saling mengalahkan terjadi pada pertandingan hari pertama kejuaraan kabaddi Piala Bupati Badung 2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Jumat (14/12) kemarin. Setelah sama-sama menjalani dua laga, tim putra dan putri Badung, Denpasar, Gianyar, dan Klungkung berpeluang besar melaju ke babak semifinal. Di bagian putra, Badung menekuk Jembrana dengan skor 42-20, Klungkung menundukkan Gianyar 3932 dan Gianyar sukses mengalahkan Denpasar 33-30. Di sektor putri, Gianyar mengatasi Klungkung 2111, Denpasar menaklukkan Tabanan 40-20, Klungkung bangkit menekuk Tabanan 39-23, Denpasar menang atas Badung 31-26 dan Badung mengungguli Tabanan 45-9. Kejuaraan yang berlangsung hingga Sabtu (15/12) ini, melibatkan enam daerah yakni tuan rumah Badung, Denpasar, Klungkung, Gianyar, Jembrana, dan Tabanan. Sementara Buleleng, Karangasem, dan Bangli absen. Ketua Panpel Kadek Sudarma Hariawan menyatakan, kejuaraan ini mempertandingkan kategori U-18 mengingat skuad tim Porprov Badung usianya sudah melebihi 18 tahun. ‘’Jadi, kami melakukan peremajaan dan regenerasi pemain,’’ tutur Ketua Harian Pengkab Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Badung ini. Ia tidak mempermasalahkan tim Badung diperkuat pemain U-18, meskipun peraturan di Porprov berusia U-23. Sebab, kabaddi Badung menjadi juara umum pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar dengan mendulang 2 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Tim bayangan Porprov Badung akan dibentuk Januari 2019
mendatang, sedangkan tim definitif ditetapkan April 2019. Khusus menghadapi Piala Bupati Badung ini, pihaknya menyiapkan atlet selama tiga bulan. ‘’Meskipun bermaterikan pemain muda, kami tetap optimis mengingat para pemain ditangani pelatih Halus Suhandana, kapten timnas kabaddi Indonesia pada Asian Games 2018,’’ ujar Sudarma. (022)
Denpasar (Bali Post) Delapan tim SSB U-10 melaju ke babak delapan besar pada Festival Sepak Bola Pespa Padangsambian di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Jumat (14/12) kemarin. Timtim tersebut adalah tuan rumah Pespa melawan Badak Putra Buduk, Putra Perkanthi Jimbaran meladeni Putra Bali Nine (PBN), Mandal Putra berjumpa Neo Star dan Bina Putra bertemu Damar Cakti. Ketua Panpel A.A. Putu Sudirka Yoga Semadi mengemukakan, babak delapan besar, semifinal, dan final digelar Senin (17/12) lusa
supaya stamina dan fisik para pemain kembali bugar. ‘’Hal inilah yang membedakan Festival Pespa dibandingkan turnamen lain. Kami tidak mengejar target agar pertandingan tuntas dalam sehari,’’ ucap pria yang akrab disapa Gung Civic ini. Pada babak penyisihan grup, tiap pul dihuni empat tim. Para pemain tampak kepayahan saat melakoni partai ketiga yang masing-masing berdurasi 2 x 10 menit. Tim-tim yang tersingkir tercatat PSG Academy, Putra Tresna Celuk dan Denpasar, Jima, Purnama, Birlian, dan Putra Pegok. (022)
James Harden
Bali Post/afp
James Harden Cetak 50 Poin Houston – James Harden mencetak 50 poin yang membawa Houston Rockets mencetak kemenangan 126111 atas LeBron James dan Los Angeles Lakers pada lanjutan pertandingan kompetisi NBA, Jumat (14/12) kemarin. Harden juga membuat 11 assist dan 10 rebound untuk triple-double keduanya musim ini dan menghasilkan 50 poin keduanya sejauh ini. Rockets memimpin liga musim lalu dengan 65 kemenangan musim reguler, tetapi kini berada di klasemen terakhir Wilayah Barat. “Jujur, kami ada di lubang sekarang. Anda melihat klasemen, kami berada di posisi ke-14, agak menyedihkan. Kami harus mengetahuinya, kami akan terus berjuang menembusnya,” ujar Harden. Cedera pada awal musim dan penambahan pemain baru berkontribusi pada awal musim yang goyah, tetapi dia tetap yakin Rockets dapat menjadi kekuatan di Wilayah Barat. “Saya hanya percaya dan percaya pada semua orang saya. Kami akan terus membangun,” tambahnya. Chris Paul menambahkan 14 poin dan 9 assist, Clint Capela menyumbang 16 poin dan 14 rebound serta Danuel House menambah 15 poin dari bangku cadangan untuk Rockets. Sementara James memimpin Lakers dengan 29 poin dan Kyle Kuzma menambahkan 24. Dalam pertandingan lainnya, Phoenix Suns menundukkan Dallas Mavericks dengan skor 99-89, Orlando Magic mengatasi Chicago Bulls 97-91 dan San Antonio Spurs mengalahkan LA Clippers 125-87. (afp/kmb)