Skip to main content

Edisi Kamis 15 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 88 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

’’Shortcut’’ Singaraja-Mengwitani Mulai Dibangun

Investor ke Bali Utara Diyakini Meningkat

PROYEK pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja–Mengwitani tidak lagi menjadi wacana. Rabu (14/11) kemarin, pembangunan proyek tersebut dimulai, ditandai upacara peletakan batu pertama. Acara itu digelar di lokasi proyek shortcut lima dan enam di Desa Pegayaman, Sukasada. Upacara Ground Breaking dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah VIII BaliJatim Ketut Darma Wahana, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna dan undangan lainnya. Gubernur Wayan Koster mengatakan, pembangunan shortcut jalan baru batas kota itu sudah bertahun-tahun menjadi impian masyarakat Buleleng. Persoalan dana,

menjadi hambatan utamanya. Pada awal kepemimpinannya, Koster berhasil mewujudkan keinginan warga dalam upaya memperpendek jarak maupun mengurangi tikungan. Pembangunan di lokasi lima dan enam ini didanai APBD Perubahan. Tahun ini Pemprov Bali kembali mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar untuk menyusun Detail Engineering Desing (DED) di lokasi shortcut tiga dan empat yang berada di wilayah Bedugul, Tabanan. Hal. 15 Kawasan Bedugul

PEMBANGUNAN PROYEK SHORTCUT JALAN Singaraja – Mengwitani Di lokasi lima dan enam, sekarang ada 15 tikungan tajam menjadi lima tikungan dengan panjang 1,9 km. Shortcut perdana ini akan rampung pada Desember 2019. Di lokasi tiga dan empat (wilayah Bedugul, Tabanan) sering macet parah. Pembangunan shortcut 1,2 km disana mengurangi kemacetan sampai 50 persen. Jarak tempuh dari 2,5 jam menjadi 1,5 jam Lokasi Desa Wanasari,Gitgit dan Desa Pegayaman Kec. Sukasada (KM 57+600)

U

ke Singaraja

Panjang Trase Rencana = 1.950 m Panjang Panjang rencana rencana jalan jembatan = 1.740 m = 210 m Lebar perkerasan Legenda: Jalan Nasional Existing = 2 X 3,5 m Trase Terpilih Jembatan Lebar bahu = 2 m

Bali Post/eka

PALEBON - Prosesi palebon permaisuri Raja Denpasar IX Dampati Ida Anak Agung Ayu Oka Pemecutan, Rabu (14/11) kemarin. Layon (jenazah) diberangkatkan dari Puri Agung Denpasar pukul 12.05 Wita menuju Patung Catur Muka dengan menggunakan jempana lelunga. Dilanjutkan menaikkan layon ke parereman (bade) setinggi 18 meter, kemudian diusung menuju tunon (Setra) Badung. Prosesi palebon di-‘’puput’’ Ida Pendada Buda Jelantik Lila Arsa dari Geria Taman Sukawati dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten dari Geria Sari, Tegal.

Bali Post/kmb38

PELETAKAN BATU PERTAMA – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri upacara ground breaking proyek pembangunan shortcut jalan baru batas kota Singaraja– Mengwitani lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Rabu (14/11) kemarin.

Titik shortcut 5 dan 6 ini sepanjang 1,9 kilometer

ke Denpasar

Beri Atensi Penuh Keberadaan PAUD di Bali

Gubernur Koster akan Keluarkan Perda Kewenangan Desa Adat Kelola PAUD PEMBANGUNAN Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia bertujuan untuk mengantarkan anak Indonesia yang cerdas, sehat dan berkarakter. Terlebih di Bali yang kaya akan khazanah budaya, adat dan istiadat maka penanaman pendidikan berbasis karakter budaya sangat penting dikembangkan sejak dini. Untuk itu, keberadaan PAUD di Bali perlu diberikan perhatian baik dalam sumber daya pengajarnya ataupun pendanaan dalam keberlangsungan mengajarnya. Tujuannya agar PAUD di Bali semakin berkembang dan masyarakat mengerti pentingnya kehadiran PAUD untuk menghasilkan generasi emas yang berkualitas. Demikian penegasan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Pelantikan Pengurus Dekranasda Provinsi Bali dan Pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Bali periode 2018-2023 di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/11) kemarin. ‘’Saya lihat keberadaan PAUD di Bali belum begitu optimal. Jadi saya ingin

membangun kembali eksistensi PAUD itu sendiri dengan menyerahkan pengelolaannya kepada desa adat, sehingga bisa diciptakan PAUD berbasis karakter budaya,’’ tegas Koster. Gubernur Koster mengatakan, saat ini pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pengelolaannya diserahkan kepada kabupaten/kota. Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas dan Kejuruan (SMA/K) pengelolaannya sudah berada pada provinsi. Sedangkan pengelolaan pendidikan PAUD tidak menjadi kewenangan provinsi maupun kabupaten. Untuk itu ke depan Wayan Koster akan menerbitkan Peraturan Daerah atau Perda Kewenangan Pengelolaan PAUD kepada Desa Adat sehingga PAUD tersebut dapat dikelola berbasis karakter budaya dengan baik dan nilai input maupun output-nya jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. ‘’Ke depan dalam perda tersebut juga akan saya ang-

garkan untuk operasional PAUD. Jadi guru-guru PAUD kesejahteraannya juga diperhatikan, sehingga semangat mereka dalam mengajar dan memberikan pendidikan karakter untuk anak didiknya dapat dilakukan dengan maksimal,’’ ungkapnya. Di samping itu, ia juga berharap dengan dorongan perda nanti, Bunda PAUD yang sudah dilantik diharapkan dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam menyukseskan keberadaan PAUD di Bali dengan program-program PAUD yang sudah dicanangkan. Dalam acara tersebut, selain dilakukan pelantikan Bunda PAUD Ny. Putri Suastini Koster periode 2018-2023 oleh Gubernur Bali, juga dilaksanakan pelantikan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster. Untuk itu, masih dalam sambutannya, Gubernur Koster meminta kepada

Dekranasda Provinsi Bali agar membantu pemerintah dalam mengembangkan industri kuliner lokal di Bali, baik dari hulu maupun hilirnya. Menurutnya, Bali memiliki potensi pangan yang sangat besar untuk dikembangkan, terlebih Bali merupakan destinasi pariwisata dunia. Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kondisi para produsen petani dan pengusaha kuliner yang ada di Bali. Untuk itu ke depan, ia akan mewajibkan hotel dan restoran yang ada di Bali untuk menggunakan produksi pangan lokal, sehingga produsen lokal Bali dapat terus berkembang, terutama UKM di Bali tidak mati perlahan akibat arus produk luar yang datang ke Bali. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekretaris Daerah Provinsi Bali beserta istri, Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali, serta undangan lainnya. (ad616)

Jadikan Desa Adat Mandiri dan Berkepribadian

Dr. Supartha Djelantik

Prof. Ramantha

DESA adat bukan lembaga preman. Desa adat diakui oleh negara dan mendapat pengayoman yang jelas. Setidaknya itu kita pahami dari berbagai pernyataan tokoh, akademisi dan politisi yang dimuat Harian Bali Post terkait OTT Saber Pungli terhadap sejumlah petugas yang mengelola usaha desa adat. Pandangan ini tentu layak menjadi rujukan, mengingat desa adat memiliki otoritas tersendiri. Desa adat merupakan kesepakatan bersama (kontrak sosial) warga masyarakat hukum adat (MHA) Bali untuk hidup bersama, melahirkan lembaga desa adat. Sebagai lembaga yang memiliki struktur, wilayah dan aturan (awig-awig) dalam mengatur dan mengurus kepentingan warga MHA berdasarkan awig-awig. Dr. Supartha Djelantik, akademisi dari Universitas Warmadewa, kepada Bali Post mengatakan desa adat disebut juga ‘’Republik Kecil’’. Desa adat menganut asas

keharmonisan kehidupan berketuhanan dengan alam semesta yang indah dan masyarakatnya yang religius magis (THK). Sejak zaman Belanda desa (adat) tidak diganggu agar tidak melawan. Negara secara konstitusional harus menghormati kedudukan keistimewaan Bali, dan segala peraturan negara mengenai Bali wajib mengingati hak asal-usul sebagaimana diatur dalam Pasal 18B UUD (perubahan). Dr. Supartha Djelantik menegaskan, desa adat secara konstitusional diakui keberadaannya oleh negara. UUD 1945 pun memberi pengakuan atas keberadaan kesatuan-kesatuan politik tradisi, susunan asli, dan mengingati hak-hak asalusul yang bersumber dari sistem budaya berbagai komunitas masyarakat yang berada di dalam teritorial NKRI. Di mana pengakuan ini tidak terbatas pada aspek kelembagaan saja, tetapi

juga aspek struktur-organisasi, pola perilaku/tradisi, peraturan-peraturannya, serta berbagai hak dan kewajiban yang terkandung di dalam sistem kelembagaannya. Selain itu, karena susunan asli itu dapat dianggap sebagai daerah yang bersifat istimewa, maka perlakuan terhadapnya tentulah bersifat istimewa pula. Artinya, kesatuan-kesatuan teritorial dan sistem kelembagaan yang mengaturnya tidaklah dapat diperlakukan sama pada setiap daerah kesatuan teritorial lain yang tidak mengandung susunan asli dimaksud. Dengan demikian, tersirat, pengaturan itu mengandung maksud adanya otonomi atau kedaulatan dari susunan asli tersebut. Hal. 15 Tatanan Asli

BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama usai acara Pelantikan Pengurus Dekranasda Provinsi Bali dan Pengukuhan Bunda PAUD Provinsi Bali Periode 2018-2023, Rabu (14/11) kemarin.

Hilangkan Tindak Opresif terhadap Pejuang Desa Oleh: Nyoman Dhamantra

Anggota DPR-RI F-PDI Perjuangan

PENANGKAPAN yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Polda Bali atas prajuru desa adat yang sedang melakukan kegiatan pungutan adat di desanya merupakan tindakan aparat yang opresif. Kegiatan pungutan adat itu mungkin memang menyalahi ketentuan dan aturan yang ada, meski itu pun harus dibuktikan melalui proses hukum, khususnya terkait dengan keberadaan Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang Saber Pungli, tetapi yang perlu mendapat perhatian publik, mereka semestinya tidak diperlakukan atau ditangani seperti layaknya preman, maling ataupun koruptor. Apa yang mereka lakukan bukan untuk memperkaya diri sendiri, namun lahir dari sebuah kesepakatan oleh para stakeholder/anggota masyarakat di desa dalam rangka mencari sumber pembiayaan pembangunan desa, akibat dari ketidakmampuan pemerintah

mencukupi anggaran tersebut. Kondisi ini telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama, bahkan bukan menutup kemungkinan kegiatan ataupun kesepakatan itu telah diketahui oleh aparat penegak hukum sejak dulu. Seyogianya dosa sistemik pemerintah itu jangan hanya dibebankan kepada rakyat kecil yang berbekal cita-cita membangun desanya. Dosa itu harus dipikul pemerintah, karena semua itu muncul akibat ketidaksanggupan pemerintah bersama pemda mencukupi kebutuhan anggaran pembangunan, khususnya anggaran pelestarian budaya di tengah gemerlap pariwisata yang sukses menjual budaya dan kearifan lokal yang mereka miliki. Dalam hal ini Pancasila sebagai The way of life atau sumber dari segala sumber hukum kita, seharusnya dapat mengilhami serta menginspirasi persoalan ini. Hal. 15 Penegakan Hukum


DENPASAR

2

Kamis Wage, 15 November 2018

FIGUR Penilaian Koperasi DINAS Koperasi dan UMKM Denpasar sejak 2016 telah melakukan penilaian kesehatan koperasi secara online. Namun, pola penilaian ini terdapat kendala untuk koperasi yang baru dibentuk. Karena mereka belum memiliki program yang sama dengan yang digunakan untuk penilaian online. Karena itu, setiap koperasi yang dinilai kesehatannya diberikan program yang standar. Sehingga dalam penilaian selenjutnya akan lebih lancar lagi. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, S.E., M.Si., belum lama ini mengatakan, setiap tahun penilaian kesehatan koperasi online sebanyak 150 unit. Namun kenyataannya, penilaian kesehatan melebihi target. Seperti tahun lalu dari target 150 koperasi, ternyata ada koperasi yang minta dinilai secara swadaya. Bahkan jumlahnya mencapai 170 koperasi. ‘’Koperasi yang kami nilai lebih fokus kepada koperasi yang belum dikelola profesional dan diutamakan yang pengelolanya belum bersertifikat kompeten. Sambil dilakukan penilaian juga wajib pengelolanya membuat pernyataan akan mengikuti diklat dan uji kompetensi. Hal ini dilakukan demi berkembangnya koperasi yang dikelola,’’ katanya seraya menambahkan, koperasi yang pengelolanya sudah kompeten maka koperasinya akan sehat dan cepat berkembang. Pejabat berkumis lebat ini menambahkan, dalam penilaian secara prinsip memang ada kendala umum yakni beda program. Karena penilaian kesehatan online wajib program manajemennya sama, sehingga sistem komputer akan bekerja lancar dan cepat serta benar. Selain itu, kendala umum juga terjadi pada sumber daya manusia (SDM) yang kebanyakan belum kompeten. Untuk itu, seluruh pengelola koperasi wajib kompeten. Caranya aktif mengikuti diklat uji kompetensi. ‘’Pemerintah juga memfasilitasi diklat uji kompetensi. Namun karena keterbatasan dana, tidak semua dapat dibantu. Kami akan prioritaskan bagi koperasi yang masih kecil. Atau jika belum mampu diklat swadaya dapat mengajukan permohonan ke dinas. Jika ada kegiatan diklat akan diinformasikan ke pemohon,’’ tegasnya. (ara)

Bongkar Plafon, Tukang Temukan Senpi dan Granat Denpasar (Bali Post)Tas kulit berisi satu pucuk pistol cis, magazen dengan 10 butir peluru dan granat nenas ditemukan di rumah di Jalan Gunung Mas IIB, Padangsambian, Denpasar, Selasa (13/11) lalu. Setelah diselidiki, ternyata barang tersebut milik pensiunan anggota TNI yang sudah almarhum. “Rumah itu baru dijual oleh pemilik sebelumnya,” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Rabu (14/11) kemarin. Penemuan pistol dan handak tersebut berawal saat Gede Widarsana membeli bongkaran satu unit rumah tersebut. Waktu dilakukan pembongkaran plafon, tiba-tiba tas tersebut jatuh dan diambil oleh Hasan, tukang atau anak buah Widiarsana. “Tas berisi pistol, magazen dan granat tersebut dibawa pulang. Sesampainya di rumah, Hasan kembali memeriksa isi di dalam tas,” kata Arta Ariawan.

Setibanya di rumah, Hasan kembali mengamati isi tas tersebut. Setelah yakin isi tas itu pistol, magazen dan granat, Hasan langsung menyerahkannya ke Polresta Denpasar, sekitar pukul 22.30 Wita. “TKP sudah dipasang garis polisi. Kami menyelidiki pemilik senpi dan granat tersebut,” ucap Arta. Hasil penyelidikan kasus tersebut, pemilik terakhir rumah tersebut berinisial Dw yang mengaku baru sebulan membeli rumah tersebut. Rencananya rumah tersebut akan direnovasi total dan belum sempat ditempati. Sementara pemilik pertama rumah tersebut, AM, menerangkan senpi dan handak itu milik metuanya, NG (alm) yang semasa hidupnya sebagai anggota TNI dan bertugas di Sulawesi. Pesan dari mertuanya agar barang tersebut disimpan saja karena sudah tidak aktif sebagai kenangkenangan almarhum semasa berdinas sebagai anggota TNI. (kmb36)

Bali Post/ist

RAPAT - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri (tengah) saat membuka rapat Panproggar.

Kodam Canangkan Zona Bebas KKN

Denpasar (Bali Post) Pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) merupakan upaya Kodam IX/ Udayana dalam meningkatkan kinerja. Tujuannya untuk mewujudkan reformasi birokrasi dan merupakan target TNI Angkatan Darat (AD) yang modern. Oleh karena itu, Kodam mencanangkan Zona Integritas dan Bebas KKN. ‘’Zona Integritas dan Bebas KKN ini merupakan salah satu format yang tepat untuk dapat mengembalikan dan meningkatkan wibawa TNI-AD diiringi dengan keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi,’’ ujar Kepala Staf Kodam (Kasdam) IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat membuka rapat Panitia Program dan Anggaran (Panproggar) TW IV Tahun 2018, sekaligus Pencanangan Zona Integritas serta Bimtek Manajemen Risiko di Aula Korem 163/Wira Satya, Rabu (14/11) kemarin. Pencanangan zona tersebut merupakan wujud kesungguhan Kodam IX/Udayana dalam mengukuhkan diri se-

bagai bagian dari TNI-AD yang berkomitmen mencegah KKN. Pada kesempatan tersebut, Kasdam membacakan sambutan Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, rapat Panproggar merupakan forum komunikasi dan koordinasi yang dilaksanakan setiap triwulan. Namun, ia berharap kegiatan ini tidak menjadi kegiatan rutin tiga bulanan untuk sekadar memenuhi program saja. Pada hakikatnya, rapat Panproggar ini merupakan sarana dan forum bagi insan perencanaan untuk saling bertukar informasi untuk merumuskan, menyusun, merencanakan dan mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan. ‘’Kegiatan ini juga sebagai sarana untuk menyiapkan perencanaan tahun anggaran berikutnya, sehingga pelaksanaan program dan anggaran dapat berjalan sesuai dengan target sasaran yang telah ditetapkan oleh pimpinan secara optimal. Selain itu, tidak menghambat pelaksanaan program dan anggaran selanjutnya,’’ ujarnya. (kmb36)

Bali Post/ist

TES - Suasana tes SKD pelamar CPNS Denpasar, Rabu (14/11) kemarin.

Pelamar CPNS Denpasar Ikuti Tes SKD Denpasar (Bali Post) Peserta seleksi CPNS Denpasar yang telah dinyatakan lolos dalam tahap seleksi administrasi, Rabu (14/11) kemarin dilanjutkan dengan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) berbasis CAT (Computer Assisted Test). Pelaksanaan tes SKD ini diselenggarakan selama tiga hari, mulai Rabu (14/11) kemarin dan berakhir Jumat (16/11) besok. Kegiatan ini berlangsung di Makodam IX/ Udayanan Denpasar. Pelaksanaan SKD ditinjau

Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Ketut Mister. Dalam kesempatan itu, Rai Iswara menyampaikan pelaksanaan tes SKD berbasis CAT dilaksanakan selama tiga hari terhitung dari tanggal 14-16 November 2018. Pelaksanaan tes tersebut pada hari pertama dibagi menjadi lima sesi, yakni pada sesi pertama hingga kelima diikuti sebanyak 360 peserta. Di hari

kedua juga dilaksanakan dengan lima sesi dan diikuti 360 peserta per sesi. Sedangkan di hari ketiga dilaksanakan hanya satu sesi dan diikuti sebanyak 301 peserta. ‘’Mengingat banyaknya jumlah peserta, kami membagi setiap harinya menjadi lima sesi yang diikuti sebanyak 360 peserta di setiap sesi. Setiap sesi diberi waktu selama 90 menit dengan jumlah soal sebanyak 100,’’ ujarnya. Rai Iswara menambahkan, formasi CPNS Kota Denpasar tahun 2018 berjumlah 249

formasi, yang meliputi 205 formasi tenaga pendidikan dan 44 formasi tenaga kesehatan. Dengan formasi tersebut, pihaknya berharap dari pelaksanaan tes ini dapat mengisi seluruh formasi yang disediakan Badan Kepegawaia Nasional (BKN). ‘’Kami berharap dari pelaksanaan ini dapat mengisi seluruh formasi yang disediakan BKN, mengingat Pemkot Denpasar sangat memerlukan tenaga pendidikan dan kesehatan tersebut,’’ katanya.

Rai Iswara menambahkan, proses pelulusan pelamar CPNS nantinya murni karena kemampuan dari pelamar itu sendiri. Selain itu, dengan adanya CAT pastinya nilai yang keluar langsung bisa dilihat. ‘’Kami tidak pernah menjanjikan kelulusan pada pelamar CPNS. Semua kelulusan hingga menjadi CPNS murni kemampuan dari pelamar itu sendiri, ditambah dengan adanya sistem CAT yang nilainya langsung keluar,’’ ujarnya. (kmb12)

Potensi UMKM Bali Masih Sangat Besar

Denpasar (Bali Post) –

Potensi menggarap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Bali masih sangat besar. Sebab, Bali merupakan destinasi wisata yang target pasarnya tidak hanya masyarakat lokal, melainkan juga berbagai negara. Regional CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusra Rully Setiawan menegaskan hal itu saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Rabu (14/11) kemarin. Menurut pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Jawa Barat ini, potensi pasar yang sangat besar ini memberikan peluang bagi pelaku UMKM Bali untuk menggarap potensi tersebut. Ia menegaskan, Bank Mandiri berkomitmen dalam menumbuhkembangkan UMKM lewat tiga program, yakni Kredit Usaha Rakyat (KUR), Rumah Kreatif BUMN, dan Wirausaha Muda Mandiri (WMM). Untuk KUR, Bank Mandiri sudah menyalurkan dana sebesar Rp 525 miliar untuk periode Januari-Oktober 2018. ‘’Sektor jasa dan perdagangan yang mendominasi karena Bali ini merupakan destinasi pariwisata,’’ ujarnya. Rully Setiawan menyadari, pelaku UMKM tidak semuanya memiliki akses ke perbankan. Untuk itu, ada program Rumah Kreatif BUMN yang memberikan akses informasi, edukasi, dan pembinaan serta pelibatan wirausaha dalam sejumlah event. Terakhir binaan UMKM Bank Mandiri berpameran selama pelaksanaan IMF-WB Annual Meeting yang berlangsung di Nusa Dua. ‘’Hasilnya cukup banyak. Selain itu, para pelaku UMKM juga tidak hanya dikenal di Bali tapi juga peserta pertemuan yang

berasal dari berbagai negara,’’ kata pria yang sudah tiga kali bertugas di Bali ini. Selain Rumah Kreatif BUMN, kata Rully Setiawan, Bank Mandiri juga mempunyai program Wirausaha Muda Mandiri. Program ini berupaya membantu generasi muda yang memiliki karya inovatif untuk membuat gebrakan usaha. Bahkan setiap tahunnya tiga pengusaha muda akan dikirim untuk berkompetisi secara nasional. ‘’Kami siap membantu, terutama generasi muda yang punya inovasi untuk membuat gebrakan usaha. Di Bali terdapat 55 cabang Bank Mandiri yang siap menjangkau bisnis UMKM. Selain itu, juga ada kantor cabang mikro untuk perdesaan,’’ tegasnya. Viralkan Bali Pada kesempatan itu, Rully Setiawan juga sempat mengutarakan program Bank Mandiri untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan ke Bali. Bank pelat merah ini punya program ‘’Bali Holiday’’ untuk membuat Bali tidak sepi wisatawan. Menurut Rully Setiawan, saat ini Bali memang hampir tidak pernah sepi wisatawan. Namun untuk lebih meningkatkan kunjungan, Bank Mandiri berupaya membantu

Bali Post/kmb18

BERKUNJUNG - Regional CEO Bank Mandiri Regional XI Bali dan Nusra Rully Setiawan (nomor dari tiga kanan) saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Rabu (14/11) kemarin. promosi lewat kerja sama dengan sejumlah merchant di Bali. ‘’Kami punya 106 merchant yang bekerja sama, semuanya merupakan merchant lokal yang sudah punya nama,’’ katanya. Program ini diviralkan lewat seluruh cabang Bank Mandiri di Indonesia. Diharapkan melalui benefit dan privilege yang diberikan pada nasabah dan calon nasabah Bank Mandiri saat penggunaan produk Bank Mandiri di

merchant yang bekerja sama, makin banyak wisatawan yang ke Bali. ‘’Kita berharap dengan adanya gimmick dari merchant dan privilege yang diberikan, nasabah dan calon nasabah Bank Mandiri tertarik pergi ke Bali,’’ ujarnya. Rully Setiawan mengatakan, program yang sudah berjalan ini akan berakhir pada Januari 2019. Bank Mandiri juga melakukan sejumlah kerja sama untuk menggerakkan perekonomian Bali lewat festival

shopping yang menggandeng sejumlah pusat perbelanjaan di Bali. ‘’Kami dalam waktu dekat ini berpartisipasi dalam Bali Great Sale dengan menawarkan sejumlah benefit dan privilege bagi pengguna produk Bank Mandiri maupun calon pengguna,’’ katanya. (kmb18)

Denpasar (Bali Post) Kasus penganiayaan nyaris terjadi di Jalan Pucuk I, Denpasar Timur, Jumat (9/11) lalu. Penjaga vila I Nyoman Suardana (41) mendatangi tempat kerja I Kadek Sudarmayasa (35) di Sekolah Dyatmika di Jalan Pucuk, Denpasar, sambil membawa samurai. Sudarmayasa langsung sembunyi di rumah salah seorang warga, karena diancam mau dibunuh. ‘’Setelah menerima laporan kejadian itu, kami langsung ke TKP. Setelah dilakukan pendekatan akhirnya pelaku menyerah dan langsung kami bawa ke Polsek,’’ tegas Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) AKP Nyoman Karang Adiputra, Rabu (14/11) kemarin. Karang Adiputra memaparkan, kejadian itu sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu

korban sedang berjaga di Pos Spothall Sekolah Dyatmika. Tiba-tiba datang pelaku mengendarai sepeda motor lalu berhenti di depan warung Ibu Is. Korban melihat pelaku menyelipkan senjata tajam di punggungnya dan terus memandang penjaga sekolah tersebut. Perasaan korban mulai tidak enak, lalu dia menelepon temannya, Putu Sudarma, dan menyampaikan kedatangan pelaku tersebut. Sudarma menyuruh korban menyelamatkan diri. ‘’Korban langsung mengunci pintu pos dan bergegas pergi. Pelaku langsung mengejarnya sambil mengeluarkan samurai yang diselipkan di punggungnya,’’ tegasnya. Sambil mengejar pelaku berkata matiang cang ci (saya bunuh kamu) berkalikali sambil menunjukkan

samurai tersebut ke arah korban. Korban yang ketakutan langsung bersembunyi di rumah warga, I Ketut Sudiarta. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Dentim. Setelah menerima laporan kasus tersebut, anggota Unit Reskrim bersama Unit Patroli langsung menuju TKP. Setibanya di sana, petugas berupaya melakukan pendekatan dan menyuruh pelaku menenangkan diri. Upaya polisi tersebut membuahkan hasil, pelaku menyerahkan samurainya. Selanjutnya, pelaku dibawa ke Polsek. ‘’Motif kasus ini karena tersangka merasa sering disindir dan diejek oleh korban. Hal tersebut membuat tersangka tersinggung dan akhirnya melakukan perbuatan tersebut,’’ kata Karang Adiputra. (kmb36)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Diancam dengan Samurai, Penjaga Sekolah Sembunyi

819446 / 081337032965

Topik : 171 Usaha di Gianyar Bodong Bali Post/ist

DITAHAN - Tersangka I Nyoman Suardana ditahan di Polsek Dentim terkait kasus pengancaman.


Kamis Wage, 15 November 2018

BADUNG

Bapenda Cari Celah Pajaki Agen Perjalanan ”Online”

3

Mangupura (Bali Post) –

Pergeseran pola konsumsi masyarakat dari offline ke online menjadi peluang baru bagi Pemkab Badung untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui Bapenda dan Pasedahan Agung, pemerintah setempat tengah mencari celah untuk mengenakan pajak usaha tersebut, terutama di sektor pariwisata.

Bali Post/par

KOORDINASI - Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama berkoordinasi dengan agen perjalanan online, Rabu (14/11) kemarin.

Kepala Bapenda dan Pasedahan Agung Badung I Made Sutama mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi dengan sejumlah penyedia jasa online seperti Agoda.com, Traveloka, dan Tiket.com. ‘’Hari ini (kemarin - red) kami sudah bertemu dengan perwakilan biro perjalanan online untuk mengoptimalisasi potensi pajak daerah melalui kerja sama dengan mereka,’’ ungkap Made Sutama, Rabu (14/11) kemarin. Pertemuan tersebut menghasikan lima kesimpulan. Salah satunya, travel agent online bersedia memberikan daftar usaha akomodasi yang ada di wilayah Kabupaten Badung sebagai referensi dalam rangka menjaring pengusaha yang belum terdaftar sebagai wajib pajak daerah, dan sekaligus sebagai perbandingan tarif usaha akomodasi yang diperjualbelikan. ‘’Kompensasinya kami siap memberikan kemudahan pelay-

anan penerbitan NPWPD kepada perseorangan atau pengusaha yang akan mendaftarkan propertinya dalam rangka registrasi untuk menjadi partner online travel agent,’’ terangnya. Dalam pertemuan tersebut juga terungkap, travel agent online menyediakan jasa pemasaran terhadap properti yang didaftarkan oleh pemilik usaha akomodasi melalui registrasi secara online kepada travel agent online. Dalam registrasi tersebut, salah satu persyaratannya adalah Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang dikeluarkan oleh Kantor Pelayanan Pajak dalam rangka menjalankan kewajiban perpajakan pusat. ‘’Di sini kita minta agar online travel agent mencantumkan syarat Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) dalam form registrasi yang diisi oleh calon partner atau pemilik properti. Kami berharap bisa mengakses transaksi online ini, sehingga

akan menambah wajib pajak baru,’’ tegasnya. Saat ini banyak akomodasi wisata seperti vila belum mengantongi NPWPD. Setelah dikejar dan digali, pihaknya mampu menambah 1.085 wajib pajak baru. Upaya lainnya, Bapenda juga melakukan penilaian PBB dan BPHTB. Satu lagi, akan ada penyesuaian tarif air bawah tanah sehingga mampu mendongkrak pendapatan Badung. Upaya lainnya, pengawasan intensif terhadap pajak online lewat webcam, tapping box dan cash register. Pihaknya juga menggencarkan penagihan tunggakantunggakan pajak. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam rapat paripurna juga menegaskan akan melakukan perluasan data potensi pajak bekerja sama dengan penyedia online travel agent seperti Agoda, Booking.com, traveloka dan sejenisnya. (kmb27)

”Hattrick”, Penurunan Kunjungan Wisman ke Badung Mangupura (Bali Post) – Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Badung tiga bulan berturut-turut mengalami penurunan. Dinas Pariwisata Kabupaten Badung mencatat, dari angka 661.352 orang di Juli 2018, turun menjadi 601.109 orang di Agustus, 587.698 orang pada September dan 548.161 orang pada Oktober. Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra saat dikonfirmasi Rabu (14/11) kemarin, membenarkan adanya penurunan kunjungan wisa-

tawan akibat low season. ‘’Ini sudah menjadi tren, karena tidak terjadi pada tahun ini saja. Namun, November sampai nanti Desember biasanya naik karena puncak musim kunjungan,’’ ujarnya. Kendati demikian, jika dibandingkan dengan capaian 2017, tingkat kunjungan ke Gumi Keris justru mengalami peningkatan. Hanya di Agustus saja mengalami penurunan. Pada Juli 2017 tingkat kunjungan wisatawan ke Badung mencapai 619.325 orang, meningkat dibandingkan periode yang sama

Mangupura (Bali Post) Pengguna Jalan Tol Bali Mandara selama ini banyak yang kesulitan menjangkau Gardu Tol Otomatis (GTO). Akibatnya, hal itu tidak bisa mempercepat waktu transaksi yang tentu mengakibatkan antrean. Untuk membantu mempercepat transaksi, Jasamarga Bali Tol (JBT) membagikan 3.000 tongkat tol (tongtol) secara gratis. Humas JBT I Putu Gandi Ginantra, Rabu (14/11) kemarin mengatakan, dengan pembagian tongtol ini, pihaknya berharap bisa membantu pengguna Jalan Tol Bali Mandara dalam melakukan transaksi. ‘’Ini untuk memberikan kemudahan kepada pengguna jalan tol saat bertransaksi di gerbang tol. Dengan menggunakan tongtol, pengguna jalan bisa lebih cepat untuk bertransaksi,’’ ujarnya. Pembagian tongtol ini juga

merupakan langkah untuk mengedukasi pengguna jalan tol. Dengan menggunakan tongkat tersebut, pengguna jalan tak perlu berusaha mendekati mesin untuk bertransaksi. Dalam hal ini, pengguna jalan cukup menggunakan tongtol. Menurut Gandi, tongtol yang dibagikan ini sudah didesain khusus dan sudah dilengkapi dengan stiker imbauan pada bagian belakang. Imbauan tersebut bertuliskan ‘’Siapkan selalu etoll card dengan saldo yang cukup’’. Pesan tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan pengguna jalan agar selalu memastikan kecukupan saldo saat masuk jalan tol demi kelancaran bersama. ‘’Meskipun ini sudah sejak lama dilakukan sosialisasi, tetapi kami tetap terus melakukannya mengingat masih ada yang belum menyadari pentingnya me-

tahun 2018 menjadi 661.352 orang. Pada Agustus 2017 tercatat 615.861 orang, namun angka ini menurun di periode yang sama tahun ini menjadi 601.109 orang. Kemudian, September tahun 2017 sebanyak 565.573 orang, naik pada periode yang sama 2018 menjadi 587.698 orang, dan Oktober 2017 sebanyak 482.072 orang, namun naik menjadi 548.161 orang pada Oktober ini. ‘’Kalau melihat tren kunjungan wisatawan, tetap didominasi oleh wisatawan asal Tiongkok. Pada bulan Oktober

2018 mereka tercatat sebanyak 118.250 orang, disusul kemudian wisatawan asal Australia 105.263 orang, India 24.732 orang, Inggris 24.220 orang, Jepang 22.653 orang,’’ jelas birokrat asal Kuta itu. Terkait target kunjungan 6,5 juta orang tahun ini, Badra tegas mengiyakan. Bahkan, pihaknya optimis mampu memenuhi target dalam dua bulan ke depan. ‘’Masih ada waktu dua bulan lagi, November dan Desember. Kami yakin karena bulan-bulan tersebut bertepatan pada hari libur,’’ katanya. (kmb27)

KUNJUNGAN - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Tim Kelitbangan Badung mengadakan kunjungan ke Universitas Brawijaya Malang, Selasa (13/11).

Percepat Transaksi, JBT Bagikan Tongtol Gratis Pemkab Badung Segera Wujudkan Agro Techno Park di Petang Wabup Suiasa Kunjungi Universitas Brawijaya

masing-masing URC perangkat daerah. Dengan call centre ini semua layanan kegawatdaruratan maupun layanan pengaduan diintegrasikan, sehingga response time pelayanannya menjadi jelas,’’ katanya. Dia mencontohkan, bila terdapat laporan kejadian di Kuta, call centre akan menghubungi ambulan terdekat dan pihak keamanan, sehingga cepat ditangani. ‘’Selain itu, layanan call centre ini juga sebagai bagian dari promosi wisata, bahwa memastikan Badung siap menangani bila ada kejadian dan pengaduan,’’ tegasnya. (kmb27)

SEBAGAI langkah percepatan mewujudkan Agro Techno Park (ATP) di Badung Utara, Bupati Badung telah menginstruksikan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung untuk melakukan kajian terkait membangun daerah Petang menjadi satu kawasan pertanian yang terintegrasi, dengan mengombinasikan pertanian dengan pariwisata melalui Agro Techno Park. Pendirian ATP ini bertujuan mewujudkan petani yang bahagia dan sejahtera. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Tim Kelitbangan Badung mengadakan kunjungan ke Universitas Brawijaya, Malang. Universitas ini memiliki ATP Cangar Universitas Brawijaya. Rombongan dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa tersebut diterima Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan Universitas Brawijaya Dr. Sihabudin, S.H., M.H. beserta sejumlah petinggi Universitas Brawijaya, Selasa (13/11) di Kota Malang. Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi atas penerimaan tim Kelitbangan Badung di Universitas Brawijaya. Kunjungan ini dalam rangka untuk mengetahui dan mengidentifikasi potensi komoditas unggulan ATP Cangar Universitas Brawijaya. ‘’Hasil dari kunjungan ini akan kami jadikan bahan komparasi sehingga mampu merancang dan memperkaya kajian pengembangan kawasan pertanian terpadu ATP di Kabupaten Badung yang nantinya mengintegrasikan potensi unggulan pertanian dan sumber daya alam dalam satu siklus hulu-hilir secara

berkelanjutan berbasis sumber daya lokal,’’ ungkapnya. Suiasa mengatakan, dalam rangka percepatan kesejahteraan dan kemajuan pemberdayaan masyarakat, salah satu strategi dan pola Pemkab Badung untuk dapat mengemas konsep pertanian yang dipadukan dengan sentuhan teknologi. Di satu sisi, pertanian harus dipertahankan, di sisi lain pariwisata harus dikembangkan agar tidak terjadi kesenjangan. ‘’Dengan membuat Agro Techno Park di Badung utara, diharapkan menjadi sebuah solusi, baik pertanian yang bersifat tradisional dan juga pertanian yang sudah pendekatan pada teknologi. Di mana hasil pertanian itu kita olah menjadi produk olahan, baik dari segi kemasan, pemasarannya, sekaligus sebagai pusat penelitian dan pengembangan dari produk-produk dan bibitbibit pertanian. Hasil produksi ini kita tingkatkan, baik secara kuantitatif dan kualitatif dalam rangka memenuhi komoditas kebutuhan disektor pariwisata,’’ ungkapnya. Kepala Balitbang Badung I Wayan Suambara mengungkapkan, kunjungan ini dapat memberikan inspirasi bagi Pemkab Badung untuk dapat mengadopsi hal yang ada pada Agro Techno Park Cangar. ‘’Cukup banyak varietas yang ditanam. Mereka punya desain, mereka punya laboratorium tentu kita harapkan di kabupaten badung dapat mengadopsi hal yang serupa,’’ paparnya. Di samping kegiatan ini berorientasi bagi peningkatan kesejahteraan petani, tentu diharapkan memberi-

kan dampak positif terhadap perkembangan pariwisata, paling tidak ada tambahan satu destinasi baru di wilayah Badung utara yang merupakan destinasi kombinasi antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Sementara itu, Wakil Rektor II Universitas Brawijaya Sihabudin berterima kasih atas kunjungan Pemkab Badung ke Universitas Brawijaya Malang. Menurutnya, banyak orang mengatakan Universitas Brawijaya Malang adalah kampus yang cukup kecil, namun kampusnya masih asri karena pohon cukup banyak dan besar-besar. Terkait studi banding mengenai badan usaha, dijelaskannya badan usaha baik akademik maupun non akademik di Universitas Brawijaya sudah lama ada. Namun pihaknya merestrukturisasi sekitar empat tahun yang lalu, yang sebelumnya masing-masing itu disebut UPT (Unit Pelaksana Teknis). Begitu pula organisasi dan tata kerja lama tahun 2006, diperbaiki di tahun 2014 dan baru turun di tahun 2015, sekaligus menyusun reorganisasi dari semua kegiatan. ‘’Universitas Brawijaya mempunyai 15 fakultas, satu program dan satu Direktur. Dari semua ini, ada kegiatan penunjang untuk bagaimana kegiatan perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik,’’ jelasnya. Ternyata kegiatan penunjang akademik sangat banyak dan dominan menghasilkan. ‘’Kita strukturisasi hampir mirip dengan badan usaha, sehingga kita sebut badan pengelola unit usaha,’’ tambahnya. (ad604)

Mangupura (Bali Post) Progres penggantian lampu penerangan jalan (LPJ) di sepanjang Jalan By-pass Ngurah Rai, Jimbaran dan Nusa Dua kini sudah mencapai 70 persen. Pemasangan LPJ sebanyak 1.376 buah ini dilakukan di sembilan ruas di kawasan Kuta dan Kuta Selatan. Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, Rai

Twistyanti Raharja, dari sembilan ruas tersebut, dua ruas di By-pass Ngurah Rai dari bundaran Ngurah Rai sampai ITDC, Nusa Dua. Satu ruas di Jalan Raya Pratama sampai Tanjung Benoa. Tiga ruas untuk di Jalan Siligita, satu ruas di Jalan Raya Kampus Unud serta dua ruas di Jalan Uluwatu. Dikatakannya, untuk progres pengerjaan proyek melalui APBD Badung 2017 sebesar Rp 8.916.523.000 ini

sudah mencapai 70 persen. Untuk pengerjaannya, Rai Twistyanti menyebutkan memang saat ini difokuskan pada pemasangan batu sendi pada tiang, serta menunggu sambungan listrik dari PLN. Untuk selanjutnya akan dilakukan pembongkaran tiang yang lama yang tak dipakai. Tiang lama tersebut dicabut karena yang sebelumnya itu menggunakan jenis lampu mercuri. ‘’Rencananya tiang lama nanti

akan dipindahkan untuk pemakaian di tempat lain, karena tiang tersebut masih terhitung aset. Saat ini yang diutamakan adalah pada jalur pariwisata,’’ katanya, Rabu (14/11) kemarin. Sementara untuk perawatan di sepanjang Jalan Sunset Road jumlahnya sebanyak 212 lampu. Target penyelesaian pada 29 November. ‘’Untuk yang di Sunset Road, sudah masuk 90 persen untuk pemeliharaan,’’ tegasnya. (kmb23)

Bali Post/ist

TONGKAT TOL - Petugas menyerahkan tongkat tol gratis kepada pengguna Jalan Tol Bali Mandara. miliki unik saat melintasi tol,’’ katanya. Selain pembagian tongtol, melalui program dalam rangka memperingati HUT ke-7, JBT bekerja sama dengan BRI membagikan uang elektronik (Brizzi) sebanyak 500 keping, juga secara

gratis. Pembagian Brizzi tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi kepada penguna jalan dan untuk meningkatkan kesadaran pengguna jalan tol tentang pentingnya unik dengan saldo yang cukup saat melintas di jalan tol. (kmb23)

Luncurkan ’’Call Centre’’ dan Layanan Pengaduan

Sekda Minta Kominfo Siapkan SOP

Mangupura (Bali Post) – Layanan kedaruratan dan layanan pengaduan dari Unit Reaksi Cepat (URC) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah, termasuk unit layanan dari instansi vertikal yang ada di Badung telah diintegrasikan ke dalam layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Centre 112 dan Layanan Pengaduan 14084. Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan, layanan Call Center 112 siap dilaunching pada puncak HUT ibu kota Badung, Mangupura, 16 November besok. Untuk itu, birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini meminta instansi

terkait yakni Dinas Kominfo menyiapkan SOP yang jelas. ‘’Untuk memperjelas tugas-tugas dari layanan ini, Bagian Organisasi dan Tata Laksana harus segera menyusun SOP. Sehingga pasti siapa yang mengerjakan apa,’’ tegas Adi Arnawa, Rabu (14/11) kemarin. Menurutnya, secara kelembagaan pelayanan 112 telah siap, termasuk masing-masing perangkat daerah terkait telah mengetahui tugasnya. Program ini juga dikoordinasikan dan ada MoU dengan pihak keamanan serta instansi vertikal lain. ‘’Prinsipnya, tanggal 16 November layanan call centre siap di-launching

bersamaan dengan peresmian Badung Command Canter,’’ imbuhnya. Dijelaskannya, terwujudnya call center dan layanan pengaduan ini sudah menjadi komitmen Pemkab Badung dalam upaya meningkatkan response time pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat yang memiliki masalah dengan pelayanan publik di Kabupaten Badung, dapat melaporkan dengan segera. Upaya ini guna menangani pengaduan masyarakat dengan response time yang cepat serta penanganan secara terpadu. ‘’Saat ini pelayanan di Badung masih parsial dari

Bali Post/edi

PEKERJA - Sejumlah pekerja melakukan pemasangan batu sendi pada tiang lampu di Jalan By-pass Ngurah Rai, Rabu (14/11) kemarin.

Progres Pemasangan LPJ 70 Persen


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Layani Penukaran UKA

Kamis Wage, 15 November 2018

Bahas Rasionalisasi Program

BNI Jalin Kerja Sama dengan APVA Komisi I DPRD Badung Gelar Raker dengan Sejumlah OPD BNI menjalin kerja sama dengan APVA (Afiliasi Penukaran Valuta Asing) dalam Bisnis Penukaran Uang Kertas Asing (UKA). BNI ikut berpartisipasi menjadi sponsor dalam acara Rapat Kerja Nasional APVA pada Jumat (9/11) lalu yang diselenggarakan di Denpasar, Bali. Acara ini dihadiri oleh 10 DPD APVA mewakili Afiliasi Penukaran Valuta Asing dari berbagai daerah di Indonesia, juga dihadiri oleh beberapa tamu undangan dari pihak Bank Indonesia, PPATK, BNN dan tamu undangan lainnya termasuk BNI. Vice President Divisi Tresuri BNI Yudhi Zufrial menyampaikan kepada anggota APVA bahwa BNI akan melayani transaksi penjualan dan pembelian UKA dengan memberikan kurs yang kompetitif. BNI juga akan berupaya memberikan layanan prima bagi setiap anggota APVA yang melakukan transaksi di seluruh cabang BNI serta penggunaan salah satu aplikasi digital unggulan BNI yaitu YAP (Your All Payment) yang dapat memudahkan customer APVA dalam bertransaksi cashless payment berbasis QR Code. Lebih lanjut, Yudhi Zufrial menyampaikan bahwa BNI memiliki Treasury Regional Area yang tersebar di 12 kota di seluruh In-

MOU - Penandatanganan MoU kesepakatan bersama dalam Transaksi Penukaran Uang Kertas Asing oleh Ketua APVA Indonesia Paulus Amat Tantoso (kiri) dengan Vice President Divisi Tresuri PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Yudhi Zufrial (kanan) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jumat (9/11), disaksikan Kepala Grup Surveilans KLU dan BNN. donesia yaitu Medan, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, Makassar, dan Manado yang siap memberikan layanan terbaik untuk KUPVA bukan bank di masing-masing kota tersebut. Dalam kesempatan ini, APVA dan BNI menjalin kerja sama den-

gan menandatangani kesepakatan bersama (MoU) sebagai dasar dalam pelaksanaan transaksi penjualan dan pembelian Uang Kertas Asing (UKA) serta bersedia menjadi rekanan dan mitra untuk penggunaan aplikasi YAP sebagai sarana pembayaran bagi anggota APVA yang beroperasional. (ad612)

Komisi II DPRD Badung Rapat dengan OPD Terkait

Ingatkan Program Prioritas Jangan Dipangkas KOMISI II DPRD Badung menggelar rapat dengan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait rasionalisasi RAPBD Badung tahun 2019, Selasa (13/11) lalu di gedung Dewan Badung. Rapat dipimpin Ketua Komisi, I Wayan Luwir Wiana, didampingi I Wayan Mesir, I Nyoman Dirga Yusa, dan Nyoman Oka Widyanta. Hadir pula anggota Komisi Gede Suraharja, I Gusti Ngurah Sudiarsa, Gede Suardika serta beberapa pimpinan OPD terkait. Ketua Komisi II DPRD Badung Wayan Luwir Wiana mengatakan, rapat koordinasi ini perlu dilakukan terkait rasionalisasi yang dilakukan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terhadap RAPBD 2019. ‘’Kami di dewan perlu tahu di programprogram masing-masing OPD yang mana saja yang dirasionalisasi,’’ katanya. Luwir Wiana mengatakan, program-program yang bersifat pelayanan dasar kepada masyarakat agar tetap diprioritaskan. ‘’Program apa saja yang dipangkas. Program prioritas harus tetap dioptimalkan. Kami harap terus ada koordinasi antara OPD dengan kami di dewan,’’ ingatnya. Kepada Dinas Pariwisata, Luwir Wiana memberi masukan guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung, general manager hotelhotel yang ada di Badung agar dilibatkan dalam promosi pariwisata ke luar negeri. Terkait bedah rumah harus jelas aturan mainnya agar tidak menjadi perdebatan di masyarakat. Di sisi lain, Nyoman Dirga Yusa menyatakan RAPBD 2019 telah dilakukan rasionalisasi dari Rp 10 triliun lebih menjadi Rp 7,7 triliun. Ia mengingatkan, Dinas PUPR agar benar-benar menghitung proyekproyek di tahun 2019 mendatang.

RAKER - Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa memimpin raker dengan sejumlah OPD. Raker dihadiri sejumlah anggota seperti Made Ponda Wirawan, Made Subawa, Nyoman Ardana dan Wayan Regep. dipangkas. Menurut Kasatpol PP Suryanegara, Kepala BKPSDM Gede Wijaya usulan proyek pada 2019 mencapai melaporkan sudah ada ketentuan Rp 11,4 miliar. Rasionalisasi senilai belanja pengembangan SDM apara- Rp 2,4 miliar. tur 0,16 persen. Dengan ketentuan Sementara dari BPM PTSP ini, belanja pengembangan SDM dilaporkan, usulan program sebeldari semula Rp 16 miliar menjadi umnya mencapai Rp 14 miliar turun hanya Rp 5,9 miliar. Kepala Catatan menjadi Rp 10 miliar. Program ini Sipil Nyoman Soka melaporkan merupakan prioritas terkait dengan semua program yang dirancang perizinan dan nonperizinan. untuk 2019 merupakan pelayanan Khusus untuk Dinas Pariwisata, langsung kepada masyarakat. Pi- anggaran yang diajukan mencapai haknya malah mengusulkan tam- Rp 90 miliar untuk 11 program bahan peralatan sesuai arahan Men- dan 56 kegiatan. Program ini tak PAN RB berupa kursi disabilitas, ada yang dirasionalisasi, termasuk sofa untuk menyusui, bed single rancangan lima desa wisata dan juga untuk menyusui, penambahan promosi pariwisata ke luar negeri. kamera perekaman e-KTP, serta Khusus di Dinas Kearsipan dan sound system di layanan publik. Perpustakaan, dari Rp 18,8 miliar Di bagian lain, Kepala Kesbangpol mengalami rasionalisasi hanya Rp Linmas Nyoman Suendi memapar- 1 miliar lebih. kan, program yang diusulkannya Semua usulan rasionalisasi tersenilai Rp 6 miliar lebih. Yang bisa tulis tersebut diserahkan kepada dirasionalisasi berupa pengadaan 6 Ketua Komisi I untuk selanjutnya unit komputer senilai Rp 132 juta. dibahas di tingkat pimpinan DeDemikian juga di Satpol PP. wan. (ad606)

BDPHN Anugerah Dana Punia 2018 di Gedung BI

Senator Wedakarna Dorong Peraturan Menteri Agama Terkait Sistem Dana Punia Hindu

RAPAT - Ketua Komisi II DPRD Badung I Wayan Luwir Wiana didampingi I Wayan Mesir, I Nyoman Dirga Yusa, dan Nyoman Oka Widyanta menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait mengenai rasionalisasi yang dilakukan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta terhadap RAPBD 2019. ‘’Pembangunan prioritas dan bersifat urgen mohon tetap diutamakan,’’ katanya. Dirga Yusa menyatakan Badung memiliki sumber pendapatan yang cukup besar dibanding kabupaten lain yang bersumber dari pariwisata. Namun, dirinya mengingatkan agar Badung jangan terlena dengan pendapatan yang besar. Nyoman Oka Widyanta juga menyatakan hal yang sama, PAD di tahun 2018 yang tidak tercapai agar dijadikan sebagai bahan evaluasi penyusunan anggaran di tahun selanjutnya. Skala prioritas agar tetap menjadi perhatian khusus. ‘’Bagaimana caranya mengatur agar tidak terulang kembali. Program-program bersifat urgen agar jangan dipangkas. Proyek-proyek harus diawasi agar kualitasnya bagus,’’ katanya. Nyoman Mesir menambahkan, bekerja sama dengan stakeholder untuk memajukan pariwisata di Ba-

dung sangat penting. Pihaknya juga menginginkan agar pertanian di Badung bisa dijual sebagai pariwisata. ‘’Bagaimana agar petani di Badung terjamin. Pemerintah bisa menyewa lahan pertanian masyarakat untuk dijadikan pariwisata. Dan jangan sampai ada gagal panen,’’ ujarnya. Sementara itu, Kabid Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata Badung Ngakan Tri Ariawan mengatakan, sesuai instruksi Bupati, Dinas Pariwisata tengah menggenjot lima desa wisata di Badung. Pihaknya pun mengatakan sudah berkoordinasi dengan masing-masing desa terkait pengembangan desa wisata dan peningkatan infrastruktur. Kadis Kominfo Wayan Weda Dharmaja mengatakan untuk program-program Diskominfo sifatnya berkelanjutan, yakni pengadaan wifi gratis dan pembangunan CCTV di objek-objek wisata. (ad607)

Wisuda Sarjana Ke-54 dan Magister Ke-26

Unhi Kembangkan Manajemen Data Digital Terintegrasi UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melepas sebanyak 283 orang wisudawan pada upacara Wisuda Sarjana ke-54 dan Magister ke-26 di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur (14/11) kemarin. Rinciannya, 12 orang sarjana dari Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan, 121 orang sarjana dari Fakultas Ekonomi, 14 orang sarjana dari Fakultas MIPA, 25 orang sarjana dari Fakultas Teknik, 62 orang sarjana dari Fakultas Pendidikan Agama dan Seni, 11 orang sarjana dari Fakultas Kesehatan Ayurweda dan 38 orang wisudawan dari Program Magister. Wisudawan terbaik untuk program sarjana diraih I Gede Adi Putra Dwipayana dari Prodi S-1 Pendidikan Agama Hindu dengan IPK 3.85 (Cumlaude). Sedangkan untuk Program Magister diraih oleh Ida Ayu Komang Ratnawati dan I Wayan Niarta dari Prodi S-2 Pendidikan Agama Hindu dengan masingmasing IPK 3.83 (Cumlaude). Hingga saat ini Unhi Denpasar memiliki mahasiswa sebanyak 4.015 orang, yang terdiri dari 1.895 orang lakilaki dan 2.121 orang perempuan. Jumlah ini terdiri dari 3.426 orang S-1, 443 orang S-2 dan 146 orang S-3. Upacara wisuda dihadiri Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D., Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, anggota DPR-RI Komisi X Putu Supadma Rudana, Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, pimpinan PTN dan PTS se-Bali. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan tata kelola universitas yang baik (good university governance)

KOMISI I DPRD Badung yang dikomandoi Wayan Suyasa, S.H., Rabu (14/11) kemarin, menggelar rapat kerja (raker) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Tujuannya untuk membahas rasionalisasi program OPD terkait rasionalisasi RAPBD Badung 2019 dari Rp 10,4 triliun menjadi Rp 7,7 triliun. Selain Ketua Komisi I Wayan Suyasa, raker tersebut dihadiri sejumlah anggota seperti Made Ponda Wirawan, Made Subawa, Nyoman Ardana, serta Wayan Regep. Dari pihak OPD hadir antara lain Kepala BKPSDM Gede Wijaya, Kadis Catatan Sipil, Kepala Kesbangpol Linmas Nyoman Suendi, Kasatpol PP IGAK Suryanegara. Sementara itu, Kadis BPMPTSP, Kadis Pariwisata serta Dinas Kearsipan dan Perpustakaan diwakili masing-masing satu kabidnya. Menurut Suyasa, rasionalisasi sejumlah kegiatan di OPD dipastikan dilakukan terkait dengan rasionalisasi RAPBD 2019 dari sebelumnya Rp 10,4 triliun menjadi hanya Rp 7,7 triliun. Walau terjadi rasionalisasi, Suyasa meminta program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dipastikan tidak dirasionalisasi. ‘’Program yang skala prioritasnya tinggi jangan sampai dirasionalisasi,’’ katanya. Hal senada dikemukakan anggota Komisi I Made Subawa dan Nyoman Ardana. Menurut keduanya, rasionalisasi merupakan jalan terbaik daripada memaksakan diri. Walau begitu, rasionalisasi dilakukan atas dasar kebersamaan. Selanjutnya masing-masing OPD melaporkan anggaran dan program yang diajukan pada RAPBD 2019 termasuk program apa yang akan

SENATOR DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menghadiri acara Anugerah Dana Punia 2018 yang diselenggarakan oleh Badan Dana Punia Hindu Nasional (BDPHN) di Ruang Tirta Gangga Bank Indonesia (BI). Acara tersebut dihadiri oleh ratusan donatur dana punia, baik dari instansi pemerintah, swasta, TNI, Polri dan juga lembaga adat. Anugerah dana punia 2018 tersebut dihadiri pula Drs. A.A. Gede Geriya, M.H., Karo Kesra (Utusan Gubernur Bali), I Made Rai Subawa (Perwakilan Bank Indonesia), Letkol Made Sulantra (Waka Bintal Pangdam IX/Udayana), Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag. (Kasi Kelembagaan Kementerian Agama Provinsi Bali), Drs. I Nyoman Gede Suprapta (PHDI Badung) dan Desak Asti Wijaya, S.E., M.H. (Ketua Umum BDPHN). Dalam laporannya, Desak Asti menyatakan terima kasih kepada lebih dari 4.000 donatur tetap BDPHN yang ada di seluruh Nusantara, yang selalu konsisten mendukung gerakan Satyagraha dalam bidang jnana ini. ‘’Tahun 2018 ini, kami telah mencatatkan jumlah distribusi dana punia yakni mencapai di atas Rp 100 miliar sejak pertama kali BDPHN berdiri pada tahun 2003. Ini menjadikan BDPHN sebagai lembaga dana punia terbesar di Indonesia. Lembaga ini juga sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI serta Direktorat Jenderal Agama Hindu Kementerian Agama RI di pusat. Sejak awal selalu konsisten melaporkan LPJ di Majalah Hindu Nasional yakni Raditya dan juga website BDPHN. Terima kasih atas dukungan semua umat Hindu dan BDPHN fokus terhadap komitmen punia di bidang pendidi-

SATYAGRAHA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam acara Anugerah Dana Punia 2018 di Ruang Tirta Gangga BI. kan serta membantu umat Hindu di luar Bali,’’ ujar Desak Asti Wijaya. Dalam sambutannya, Dr. Arya Wedakarna mewakili DPD-RI memberikan apresiasinya kepada BDPHN yang telah konsisten menjalankan swadharma-nya sebagai pelayan umat dan meminta terus agar fokus pada pemberdayaan manusia khususnya lewat pendidikan. ‘’Hal langka di zaman ini, khususnya di kalangan umat Hindu, yakni sikap konsisten. Banyak organisasi Hindu jarang konsisten dalam hal idealisme, berprogram, menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara transparan dan juga tidak setia pada visi dan misi. Konsistensi adalah kunci keberhasilan sebuah organisasi modern. Saya berpesan pada anak–anak muda yang menjadi pengurus BDPHN dan juga para relawan serta tim, agar fokus membantu pendidikan anak-anak bangsa, karena hanya lewat pendidikan cita-cita mengisi pembangunan Indonesia Merdeka bisa tercapai,’’ ungkap Gusti Wedakarna.

Terkait dengan eksistensi gerakan dana punia Hindu di Nusantara, Senator Arya Wedakarna mendorong agar ke depan memiliki landasan perjuangan yang semakin kuat, yakni UU atau Peraturan Pemerintah minimal setingkat Menteri, mengingat umat lain telah memiliki UU senada. ‘’Di seluruh Indonesia, banyak yayasan Hindu yang bergerak untuk keumatan dan itu perlu pengayoman negara. Maka dari itu, saya dorong agar Dirjen Bimas Hindu Kemenag bisa mendorong lahirnya produk Peraturan Menteri Agama RI yang memberikan pengayoman terhadap misi dana punia. Umat Hindu berhak akan peraturan ini, karena Indonesia adalah NKRI. Ini yang menjadi agenda perjuangan bersama. Semoga menjadi kenyataan karena perlu kerja kolektif. This is Satyagraha,’’ kata Arya Wedakarna yang juga putra dari salah satu tokoh pendiri Parisada Hindu Dharma pada tahun 1959 yakni (Swargi) Shri Wedastera Suyasa. (ad608)

memberdayakan sumber daya manusia khususnya kaum perempuan Hindu Bali dalam meningkatkan kreativitas dan ekonomi mikro dalam keluarga. Melalui kegiatan pengabdian sosial ini juga diharapkan para dosen di lingkungan IHDN Denpasar memiliki tanggung jawab moral sekaligus melaksanakan salah satu unsur tri dharma perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, dan khususnya menekankan pentingnya meningkatkan sradha dan bhakti,’’ ujar Ketua LP2M IHDN Denpasar Dr. Dra. Ni Ketut Srie

Kusuma Wardani, M.Pd. Kegiatan pengabdian sosial tersebut diawali dengan melakukan sembahyang di Pura Banjar Menesa, dilanjutkan dengan pemaparan materi seputar perempuan Hindu di Bali oleh Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. Di akhir acara, Ketua LP2M IHDN Denpasar Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardani, M.Pd. menyerahkan piagam dan cenderamata kepada Klian Adat Banjar Menesa dilanjutkan dengan pembagian seperangkat kain kebaya kepada masing-masing peserta pengabdian sosial. (ad614)

LP2M IHDN Denpasar Gelar Pengabdian Sosial di Balai Banjar Menesa Desa Dharmasaba Badung

WISUDA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa didampingi para Wakil Rektor berfoto bersama wisudawan lulusan terbaik, Rabu (14/11) kemarin. menjadi suatu keniscayaan bagi Unhi Denpasar untuk mampu bersaing di tingkat regional, nasional maupun global. Untuk itu, pihaknya secara terus-menerus menyempurnakan dan meningkatkan mutu tata kelola universitas. Apalagi, perubahan universitas dunia sangat pesat, arus globalisasi serta era revolusi industri 4.0 yang dikenal dengan fenomena disruptive innovation menuntut perguruan tinggi untuk berubah. Universitas dituntut melakukan perubahan program dan layanan yang lebih banyak menggunakan teknologi digital (online). ‘’Menghadapi hal tersebut, kami sedang mengembangkan manajemen data digital yang terintegrasi dalam layanan akademik maupun tata kelola universitas. Di samping juga melakukan kerja sama secara internal dan eksternal dalam menghadapi tantangan ke depan yang semakin besar dan semakin mening-

kat kompleksitas tersebut. Salah satunya menjalin kerja sama dengan Upper Lowa University Amerika untuk mengembangkan program double degree, sebagai antisipasi menangkap peluang masuknya univeritas asing ke Indonesia,’’ ujar Prof. Damriyasa. Dalam hal meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM), dikatakan, Unhi Denpasar akan merancang program pendidikan sarjana dan pascasarjana bagi para pengelola pemerintah daerah provinsi, kabupaten termasuk pemerintah desa dalam kerangka program open extended campuss. Di samping juga menerapkan pembelajaran daring. Program ini akan dirancang untuk mengkaji dan memecahkan persoalan di daerah, di mana mahasiswa tersebut bekerja atau berdomisili, sehingga mahasiswa lebih banyak berada di daerahnya. (ad605)

DOSEN Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar melaksanakan kegiatan pengabdian sosial dengan tema ‘’Pemberdayaan Perempuan Berlandaskan Tri Hita Karana’’ di Banjar Menesa, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Minggu (11/11). Pengabdian sosial yang berlangsung selama dua hari itu diantar langsung Ketua LP2M IHDN Denpasar Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardani, M.Pd. didampingi empat orang dosen terdiri atas Dra. Ni Wayan Sariani Binawati, M.Ag., Dr. Ni Wayan Budiasih, S.Ag., M.Ag., Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si. dan Gek Diah Desi Sentana, S.S., M.Hum. Tim Pengabdian Sosial LP2M IHDN Denpasar diterima langsung Klian Adat Banjar Menesa I Made Muja. Dalam kegiatan itu hadir sebagai narasumber Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par. dan peserta pengabdian sosial terdiri dari 75 ibu-ibu PKK di lingkungan Banjar Menesa, Desa Dharmasaba, Abiansemal, Badung. ‘’Dengan adanya Lembaga Pendidikan Tinggi Hindu seperti IHDN Denpasar, khususnya pada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IHDN Denpasar diharapkan mampu

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


Kamis Wage, 15 November 2018

Daerah

5


OPINI

6

Kamis Wage, 15 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengoptimalkan Potensi Kerja Sama Asia Pasifik KAWASAN Asia Pasifik merupakan kawasan masa depan, demikian para pengamat mengatakan ketika dunia mau memasuki abad ke-21. Dengan gambaran rentang wilayah geografis yang luas dan dibarengi dengan potensinya yang kuat, maka pada era milenial ini, barangkali hal itu tidaklah berlebihan. Jumlah negara di kawasan ini memang tidaklah semaju yang ada di belahan Eropa maupun Amerika. Namun, dengan kekuatan ekonomi yang terus tumbuh, maka tidaklah tepat kalau memandang sebelah mata negara-negara di wilayah ini. Kalaupun sudah ada yang masuk ke jajaran level atas, seperti Jepang, Korea, Cina, ataupun Australia, maka yang berada di bawahnya hanya tinggal masalah waktu untuk menyodok ke atas. Ketika dunia sudah mengarah ke era saling ketergantungan, maka negara-negara di kawasan menjadi sangat berarti. Bukan lagi sekadar noktah kecil di peta yang bisa diabaikan. Mereka punya potensi. Tidak hanya soal kandungan alam tetapi juga tren industri milenial saat ini yakni pariwisata. Tentu Indonesia sebagai bagian di dalamnya, sudah merasakan hal itu. Tinggal sekarang bagaimana pemerintah semakin menegakkan putaran ekonomi serta lainnya di tempat ini untuk tujuan yang saling menguntungkan. Kiblat politik ekonomi bisa saja ke Barat, Amerika, ataupun Cina namun sebagai bagian kawasan Pasifik, Indonesia perlu juga membuka pintunya yang lain untuk melihat kemungkinan yang lain yang tidak kalah menjanjikan. Indonesia sebagai negara kawasan yang punya potensi lebih, bisa memainkan peran yang lebih optimal. Menjalin kerja sama di berbagai bidang. Seperti di sektor kehutanan, perikanan, pertambangan, pariwisata dan lainnya. Khusus untuk pariwisata, beberapa negara kecil di kawasan ini juga sudah maju dalam industri pelesir ini. Katakanlah Australia, Fiji, Selandia Baru, Guam dan lainnya. Bali pun bisa menarik manfaat di dalamnya. Sebagai daerah yang mengandalkan pariwisata kerja sama dengan beberapa negara ini juga penting. Tidak saja dalam hal menggaet turis, tetapi juga memanfaatkan serta meningkatkan kemampuan manajerial pariwisata. Kawasan ini memang sangat menjanjikan. Asia Pasifik memang kawasan masa depan. Tinggal sekarang bagaimana pemerintah menggerakkan pihak terkait untuk memanfaatkan momen serta potensi ini secara optimal. Dengan berbagai persamaan kawasan maka kerja sama antarnegara di kawasan Pasifik Barat Daya sangat mungkin untuk dilakukan. Kerja sama tersebut mempunyai beragam jenis. Demi stabilitas hubungan antar-berbagai negara, kerja sama seharusnya tidak dilakukan secara tunggal. Kerja sama tersebut dapat dilakukan pada bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, sosial, pertanian, sampai dengan kerja sama politik. Kerja sama dengan banyak spektrum ini sebaiknya dibuat terpisah. Artinya, masing-masing bidang dari kerja sama tersebut dibuatkan organisasi tersendiri, misalnya kerja sama ekonomi mempunyai payung organisasi secara mandiri.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pembayaran Samsat di Badung Senin pagi lalu, saya bayar samsat kendaraan roda dua di Polsek Mengwi, Badung. Pembayar pajak banyak yang bingung termasuk saya. Ada apa? Masalahnya sepele. Di sana, ada sejumlah loket, sekitar lima loket dan setiap loket ada petugasnya. Cuma sayang setiap loket tidak ada tulisan atau tanda seperti tulisan loket 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya. Ketika dipanggil oleh petugas para pembayar bingung. Loket mana yang memanggil. Agar tidak bingung dan tidak salah masuk saya sarankan agar setiap loket ada nomornya yang tertempel. Jadi, petugas memanggil umpama yang dipanggil: nomor sekian (yang memegang nomor panggilan) dipanggil oleh loket 1, 2, 3 dst. Apabila saran saya ini dilaksanakan maka nasabah tidak bingung lagi. W. Beratha Yasa Kapal, Badung

Taman Bermain Anak Kebutuhan untuk rekreasi anak dan mencari tempat hiburan anak sering diiringi dengan pengeluaran dana yang tidak sedikit, sehingga para orang tua, hanya dapat menemani anak dalam rumah. Pengeluaran akan terasa mahal bila kita mengantar anak ke tempat game stations dan fasilitas fun sport lainnya. Taman bermain anak yang gratisan tetapi tidak murahan, mungkin bisa menjadi pilihan untuk kita para orangtua. Khususnya untuk parents yang tinggal di Denpasar, silakan mengunjungi Taman Janggan yang berlokasi di sisi timur Lapangan Bajra Sandhi Renon. Terima kasih untuk Pemerintah Provinsi Bali, telah menyediakan taman bermain anak yang modern ini. Harapan kami, taman bermain modern seperti ini dapat dibangun di setiap kota/kabupaten di seluruh Bali. Sementara tempat bermain anak yang old style yang saat ini berada di depan sisi selatan Monumen Bajra Sandhi Renon, mohon untuk segera diganti dengan perlengkapan taman bermain anak yang lebih safety dan ramah lingkungan. Perlengkapan permainan anak diharapkan tidak terbuat dari besi secara langsung, karena efek korosi/karat dapat mengurangi kenyamanan saat anak-anak bermain. Adrid Indaryanto Denpasar, Bali

ASEAN dan Kerja Sama Negara di Kawasan Pasifik ASEAN, perhimpunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, hari-hari ini melakukan pertemuannya di Singapura. Presiden Indonesia Joko Widodo hadir pada pertemuan tersebut dan mengatakan bahwa wilayah Indo Pasifik merupakan lokasi yang sangat penting dalam perjalanan sejarah wilayah pada masa mendatang. Pertemuan di antara negara-negara kawasan ini memang selalu dilakukan setiap tahun dan mendiskusikan berbagai persoalan yang ada. Akan tetapi, apakah ASEAN dapat mewujudkan kerja sama itu secara baik pada masa mendatang, demi soliditas organisasi ini?

Oleh I Nyoman Dirgantara

M

asa depan wilayah Pasifik memang selalu terlihat penting. Jumlah penduduk serta beraneka ragam kekayaan alam yang ada di wilayah ini, memberikan prospek untuk maju bagi wilayah itu selalu terjaga. Ditambah dengan luasnya samudera yang mencakup kawasan ini menambah prospek kemajuan kawasan pasifik. Di barat daya pasifik saja, yang ditempati oleh Indonesia dan Filipina secara wilayah Polinesia, memberikan keragaman kekayaan alam mulai dari besi, batubara, karet, kelapa sawit, hasil perkebunan yang berupa buah-buahan dan berbagai hasil tambang, akan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang ada di wilayah ini. Dengan jumlah penduduk hampir setengah milyar di kawasan Pasifik Barat Daya ini, kekayaan alam itu apabila dimaanfaatkan secara baik, akan memberikan manfaat besar dan kemungkinan tidak akan membuat ketergantungan kepada negara-negara di luar wilayah tersebut. Karena itu, pada titik seperti ini, kerja sama ekonomi antara negara-negara di kawasan Pasifik Barat Daya sangat diperlukan. Ada potensi yang tinggi dari upaya pembentukan kerja sama yang permanen di antara negara-negara ini karena memiliki berbagai macam kesamaan. Sebuah kerja sama akan lebih

mudah dilakukan apabila adanya kesamaan di antara komponen yang hendak melakukan kerja sama tersebut. Pada organisasi jenis dan setingkat apa pun, kerja sama tersebut akan lebih mudah dilakukan apabila mempunyai kesamaan. Di Pasifik Barat Daya, kebudayaan yang melingkupi adalah melayu dan Polinesia. Dua budaya ini berbasiskan gotong royong dan mengedapankan kerja sama sosial. Sebagian bahasa yang dipakai juga sama, yaitu bahasa dengan dasar Melayu. Dan dalam tataran negara, di samping mempunyai latar kerajaan, juga mempunyai kesamaan dalam perkembangan ekonomi, yaitu sebagai negara berkembang. Tidak dapat dilupakan juga, adalah basis pertanian yang menjadi pekerjaan utama warga. Dengan berbagai persamaan seperti itulah maka kerja sama antarnegara di kawasan Pasifik Barat Daya sangat mungkin untuk dilakukan. Kerja sama tersebut mempunyai beragam jenis. Demi stabilitas hubungan antarberbagai negara, kerja sama seharusnya tidak dilakukan secara tunggal. Kerja sama tersebut dapat dilakukan pada bidang ekonomi, kebudayaan, pendidikan, sosial, pertanian sampai dengan kerja sama politik. Kerja sama dengan banyak spektrum ini sebaiknya dibuat terpisah. Artinya, masing-masing bidang dari kerja sama tersebut dibuatkan organisasi tersendiri, misalnya

kerja sama ekonomi mempunyai payung organisasi secara mandiri. Jika salah satu kerja sama mendapatkan guncangan, maka secara teoretis hubungan antarnegara masih dapat dipertahankan melalui kerja sama dari bidang lain. Jadi, banyak kerja sama yang dapat dilakukan oleh negara-negara yang ada di kawasan Pasifik Barat Daya. Organisasi atau lembaga akan memudahkan kerja sama itu dikekalkan. Organisasi inilah yang kemudian mempunyai peran mengikat dari berbagai kerja sama tersebut. Kerja sama yang biasanya mampu menstabilkan hubungan di kawasan adalah kerja sama politik di antara negara-negara. Kerja sama politik ini dapat saja menyangkut organisasi antarparlemen di antara negara-negara Pasifik Barat Daya atau organisasi antarlembaga hukum yang ada. Organisasi-organisasi antarnegara pada bidang politik ini, haruslah lebih spesifik agar hasil dari kerja sama tersebut dapat saling memuaskan dan bermanfaat bagi masyarakat. Di Eropa, dulu

ada kerja sama antarparlemen. Aktivitas kerja sama ini terletak poda saling memberikan informasi, mekanisme pengambilan keputusan atau model-model demokrasi yang diterapkan oleh masing-masing negara. Tentu kerja sama seperti ini saling menghargai kedaulatan negara, misalnya tidak membocorkan dan tidak memberikan informasi tentang rahasia negara. Perhimpunan negara-negara kawasan Asia Tenggara, yaitu ASEAN, merupakan organisasi antarnegara yang ada di kawasan Pasifik Barat Daya. ASEAN sampai saat ini mempunyai anggota sepuluh orang, yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailnad, Filipina, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam. Dengan demikian, apabila hendak melaksanakan kerja sama antarnegara yang melingkup kawasan Pasifik Barat Daya, ASEAN dapat menjadi intinya dan menjadi pelopor dari kerja sama yang hendak dikembangkan. Barangkali yang dimaksudkan oleh Presiden Joko Widodo tentang kawasan Indo Pasifik itu adalah kawasan ASEAN ditambah dengan negara-negara Polinesia yang jumlahnya puluhan. Jika itu yang dimaksudkan maka wilayah Indo Pasifik ini boleh dikatakan sebagai kawasan yang cukup idealis untuk membangun berbagai kerja sama tersebut, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Posisi ASEAN di sini adalah mencoba memberikan argumentasi pengembangan kerja sama tersebut dengan memberikan pengalamannya sejak berdiri

’’Masa depan wilayah Pasifik memang selalu terlihat penting. Jumlah penduduk serta beraneka ragaman kekayaan alam yang ada di wilayah ini, memberikan prospek untuk maju bagi wilayah itu selalu terjaga. Ditambah dengan luasnya samudera yang mencakup kawasan ini menambah prospek kemajuan kawasan pasifik.’’

Penutupan Toko Tiongkok dan Jalan Keluarnya

Instruksi Gubernur Bali Wayan Koster untuk melakukan penutupan toko-toko wisata ilegal tersebut, apalagi ditengarai telah merugikan perekonomian masyarakat Bali layak diapresiasi. Prinsipnya, kita setuju dengan langkah ini. Sebagai praktisi ketenagakerjaan sedang berjuang untuk terus membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan/ income para pekerja semeton Bali kita. Saya pernah melihat langsung aktivitas bisnis Tiongkok ini, mereka juga tidak sedikit melibatkan pekerja kita seperti para sales girl/boy, tenaga security, tenaga housekeeping, drivers, tour guides, pemilik tempat usaha sewa tanah/gedung, serta beberapa suplier lokal dan lain lain. Para tour guides dan sales berbahasa Mandarin cukup banyak dibutuhkan, di antara mereka banyak mantan TKI & TKW yang pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan. Sejak adanya toko-toko Tiongkok ini, mereka mengatakan senang karena tidak perlu jauh- auh lagi kerja di luar negeri. Namun karena praktik tidak sehat khususnya pembayaran dengan sistem Wechat, di mana transaksi dilakukan di Tiongkok, sehingga pemerintah kita dirugikan sisi pajak/pendapatan daerah. Sehingga langkah penutupan bisa menjadi keputusan

Oleh Adrid Indaryanto alternatif. Bali telah populer di daratan Tiongkok, tidak perlu susah-susah lagi kita berpromosi di negara Tirai Bambu tersebut. Kita wajib menjual mahal pulau kita, tetapi kita perlu mengatur kembali desain pariwisata khusus untuk wisatawan Tiongkok ini, agar tetap menjadi sumber pendapatan masyarakat Bali. “Tapi yang kita sasar adalah middle up. Saat melakukan promosi ke Beijing dan Shanghai, kita sudah menandatangani MoU untuk dua juta wisatawan Cina ke sini. Akan tetapi turis-turis yang betul-betul punya duit, berkelas. Yang kita jaga image Bali yang dirusak karena harga sangat murah,” ujar Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. (Bali Post, 9/11). Yuan dan US dolar harus masuk ke pemerintah Bali dan masyarakat Bali, sehingga rupiah kita bisa lebih kuat. Usulan saya, apakah tidak sebaiknya kita alihkan/relokasi saja toko toko Tiongkok ini ke pulau-pulau kecil kita, seperti di Nusa Lembongan, Nusa Penida atau Nusa Ceningan, agar geliat ekonomi daerah tersebut dapat tumbuh lebih cepat. Small Macau seperti di Hongkong akan tercipta,

tahun 1967. ASEAN sebagai sebuah porganisasi yang disebut dengan perhimpunan negaranegara tersebut, telah berdiri sejak tahun 1967 dan sampai sekarang masih berdiri, dan dengan rentang waktu itu, telah berusia 51 tahun, lebih dari setengah abad. Argumentasi yang bisa diberikan ASEAN, paling tidak dengan memberikan masukan bagaimana daya tahan organisasi ini sampai dapat bertahan lebih dari setengah abad dan pada bidang apa kerja sama tersebut dapat berlangsung dengan baik. Sebagai sebuah organisasi, ASEAN mempuyai juga banyak tantangan terutama antarnegara anggota, tetapi tetap mampu memperlihatkan daya tahannya sepanjang perjalanan organisasi tersebut. Konflik antarnegara, seperti antara Indonesia dan Malaysia masalah buruh migran dapat diselesaikan dan tetap tidak berimbas pada organisasi, dan sebaliknya organisasi ini mampu memberikan solusi tambahan agar konflik tersebut tidak berkepanjangan. Yang menjadi tantangan jika kerja sama wilayah Indo Pasifik atau Pasifik Barat Daya ini adalah daya tahan masingmasing negara atas desakan dan campur tangan negara besar dari luar. Harus diakui juga, masingmasing negara di kawasan ini masih mempunyai keterikatan besar secara politik dengan negara-negara di luar kawasan. Maka yang harus diwaspadai adalah bagaimana agar campur tangan itu tidak mampu mengubah kerja sama yang kelak hendak didirikan.

sehingga income masyarakat sekitar dapat bertambah. Suka atau tidak suka wisatawan dunia yang paling bergerak dan paling banyak mengelilingi dunia untuk mengunjungi daerah utama wisata dunia, beberapa tahun terakhir ini adalah wisatawan yang berasal dari Tiongkok. Tidak heran bila fasilitas untuk mendukung kehadiran turis-turis Tiongkok ini, di beberapa negara terus tumbuh seperti tour guides dituntut yang mampu berbahasa Mandarin, Resto yang menyediakan masakan Mandarin, money changer dengan stok yuan dan currency negara setempat yang lebih banyak, literatur brosur wisata yang berbahasa Mandarin, serta toko oleh-oleh yang ada tulisan mandarinnya dan sebagainya. Beberapa keluhan dengan adanya penutupan toko ini, secara tidak langsung berdampak pada para tour guides, pemilik usaha rafting, swing, water support dan penjual di sekeliling tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan Tiongkok tersebut. Menurut catatan Bank Dunia pada 2013 ada 98,1 juta warga Tiongkok yang pelesiran ke seluruh dunia, sementara 2016 menurut catatan China Na-

tional Tourism Administration, diperkirakan jumlah wisatawan asal Tiongkok tembus 121 juta orang. Pada kuartal 1 pada 2016 tercatat ada 59 juta wisatawan yang bertebaran ke seluruh dunia. Pendapatan serta multiplier effect positif harus kita optimumisasikan sementara efek negatifnya sesegera mungkin kita hilangkan. Pendapatan lain yang bisa kita dapat yakni para wisatawan Tiongkok bila menuju lokasi tersebut harus menggunakan speed boat, di mana swasta nasional, Pemda Klungkung dan Pemprov Bali serta masyarakat kita masih bisa mendapatkan hasil dari kedatangan para wisatawan Tiongkok ini. Pembayaran harus dilakukan di tempat dan dilarang dengan sistem digital atau wechat. Bila ketentuan-ketentuan tersebut mereka terima, maka tidak salah bila kita beri kesempatan kembali pada mereka, tentu dengan pengawasan yang ketat. Kesempatan dan peluang jangan diabaikan. Masalah dan kerugian wajib dicarikan jalan keluar. Diskusi dan simakrama oleh para stakeholder yang terlibat perlu segera kita adakan agar mendapatkan jalan keluar terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Bali.

POJOK Shortcut Singaraja-Mengwitani akan tingkatkan investor ke Bali Utara. - Tetap ekonomi Pancasila. *** Desa adat di Bali harus mandiri secara ekonomi dan berkepribadian. - Jangan mau di‘’belog-ajum’’. *** Potensi pengembangan UMKM di Bali masih sangat besar. - Ayo bangkit anak muda Bali.

Penulis, Pemerhati Ketenagakerjaan

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Kamis Wage, 15 November 2018

BUMDa Siap Kelola Akomodasi Pariwisata Bedugul

Bali Post/dok

TRANS SERASI - Pemkab Tabanan melalui Dinas Perhubungan terus berupaya melakukan perluasan jangkauan layanan Trans Serasi.

Layanan Angkutan Siswa Diperluas

Tabanan (Bali Post) DTW Bedugul terus ditata. Namun, ada beberapa fasilitas seperti restoran dan penginapan yang belum bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan daerah. BUMDa Tabanan pun siap mengelola dua fasilitas pendukung tersebut, hanya tinggal menunggu penandatangan MoU dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan. Direktur Perusahaan Daerah Dharma Shantika (PDDS) I Putu Sugi Darmawan, Rabu (14/11) kemarin mengatakan, untuk pengelolaan restoran dan 14 kamar penginapan masih dalam proses, sembari menunggu MoU dengan Dinas Pariwisata. Karena itu adalah aset pemerintah, maka pengelolaannya akan menerapkan sistem sewa. ‘’Besaran nominal masih dalam pembahasan. Intinya kami siap,’’ ungkapnya. Menurutnya, objek wisata Bedugul yang sangat melegenda pada masanya diharapkan akan kembali menggeliat. Apalagi selama tidak dikelola, restoran dan 14 kamar penginapan yang ada di Bedugul

terkesan mati suri. Kunjungan wisatawan pun terus menurun seiring tidak adanya aktivitas wisata di lokasi tersebut. Padahal pemandangan danau dan potensi di Bedugul sangat menarik jika dikelola dengan maksimal. ‘’Ini perlu dukungan semua pihak. Jajaran OPD terkait juga harus bergerak bersama,’’ ucapnya. Kata Sugi Darmawan, inovasi pengembangan kawasan wisata Bedugul tentunya sangat diharapkan untuk lebih menarik minat wisatawan. Misalnya saja menyediakan areal bermain anak ataupun spot selfie yang tengah tren saat ini, di samping mempercantik restoran yang ada. Ditambahkannya, sarana prasarana pendukung restoran seperti meja dan kursi masih lengkap. ‘’Sekarang masih negosiasi dengan pengelola awal karena masih banyak propertinya. Rencana mau dijual ke BUMD. Kami masih nego harga. Intinya, BUMDa siap dan harus berbenah dan memerlukan dana investasi yang lumayan,’’ terangnya. Untuk konsep restoran

yang dikelola BUMDa nanti, Sugi belum mau berkomentar banyak. Namun yang pasti, produk BUMDa serta hasil produksi petani Tabanan akan diserap, khususnya dalam sajian menu makanan. Seperti sayur-mayur yang diharapkan bisa dipasok oleh petani Baturiti, beras dan ikan oleh petani Jatiluwih, serta produk BUMDa lainnya. Disinggung tentang target operasional, Sugi menyatakan Desember ini mengingat menyongsong pergantian tahun, identik dengan tingginya kunjungan wisawatan. ‘’Sambil jalan kami konsep perlahan. Segalanya perlu proses, tidak bisa penyempurnaan dilakukan dalam jangka setahun. Target kami Desember ini sudah mulai, karena mengejar akhir tahun sebagai liburan para wisatawan,’’ ucapnya. DTW Bedugul sudah dibuka kembali untuk umum awal November ini. Hanya saja belum optimal, mengingat wisatawan yang berkunjung baru bisa menikmati pemandangan saja tanpa adanya fasilitas apapun. (kmb28)

2019, Sasar Selemadeg dan Selemadeg Timur Tabanan (Bali Post) -

kau 15 sekolah, dengan kapasitas keterisian bahkan lebih dari 100 persen. ‘’Terkadang kami masih kewalahan juga, karena peminatnya terus meningkat,’’ ucapnya. Dia menambahkan, untuk progress penambahan layanan di Selemadeg Timur, nantinya angkutan siswa program inovatif Pemkab Tabanan menyiapkan 13 unit armada untuk SMPN 2 Seltim dan lima unit ar-

mada untuk SMPN 1 Selemadeg. ‘’Untuk armada kita kerja sama dengan angkot milik warga. Memang untuk program ini kami selalu memberdayakan warga lokal dalam operasional angkutan siswa, sehingga angkot milik warga juga tidak mati suri,’’ terangnya. Trans Serasi merupakan salah satu inovasi Pemkab untuk mengurangi angka kecelakaan dan kemacetan di Tabanan. Dengan adanya program Trans Serasi dapat mengurangi angka kemacetan, kecelakaan, kenakalan dan kasus pelecehan di Tabanan, khususnya yang kerap terjadi pada anakanak. (kmb28)

Tabanan (Bali Post)Rumah merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat. Namun tidak semua warga Tabanan memiliki rumah atau rumah yang layak. Karena itu Pemkab Tabanan melaksanakan program bedah rumah. Tahun ini tercatat 18 rumah dibedah dengan anggaran dari APBD Tabanan dan 75 rumah dari APBD Provinsi Bali. Bupati Tabanan Ni putu Eka Wiryastuti saat meresmikan bedah rumah APBD Kabupaten Tabanan 2018 Menuju Tabanan Serasi milik Ida Bagus Made Oka di Banjar Padang Aling, Desa Cau Blayu, Marga, Rabu (14/11) kemarin, mengatakan bedah rumah ini akan dilanjutkannya sampai finishing yakni pema-

sangan keramik dan pengecatan tembok. ‘’Ke depan program bedah rumah ini kita finish-kan saja, yakni sampai diplester dan dikeramik,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan menerangkan, masih ada kekurangan dan masih banyak PR yang belum terselesaikan dalam hal bedah rumah. Untuk itu pihaknya akan berusaha melaksanakan program ini dengan baik. Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat bahumembahu mengentaskan kemiskinan. ‘’Karena untuk mengatasi kemiskinan di daerah bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas semua pihak,’’ ujarnya. (kmb24)

Layanan angkutan siswa di Kabupaten Tabanan atau Trans Serasi terus diperluas. Bahkan di APBD Perubahan 2018 kembali dianggarkan Rp 450 juta untuk penambahan layanan di tiga kecamatan, yakni Pupuan, Baturiti dan Kerambitan. Tidak hanya itu, Trans Serasi juga tengah berancang-ancang membuka trayek menyasar Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Timur, hanya saja masih terbentur anggaran. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Harta Wiguna, Rabu (14/11) kemarin menyampaikan, hingga saat ini cakupan pelayanan angkutan siswa ini sudah menyasar tujuh kecamatan. Tiga kecamatan yang belum yakni Selemadeg, Selemadeg Barat dan Selemadeg Timur. Untuk penambahan armada tahun ini yang menyasar tiga kecamatan yakni Kerambi-

tan, Pupuan dan Baturiti, masing-masing SMP 4 Pupuan sebanyak delapan unit armada, SMP 3 Baturiti 10 unit armada dan SMPN 1 Kerambitan 11 unit armada. ‘’Penambahan armada ini sudah jalan sejak awal bulan November,’’ ucapnya. Dengan penambahan armada di tiga sekolah tersebut, total keseluruhan armada Trans Serasi sebanyak 177 unit dan telah menjang-

Bedah Rumah, Pemkab Anggarkan untuk 18 Unit

Bali Post/san

BEDAH RUMAH - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat meresmikan bedah rumah APBD Tabanan 2018, Rabu (14/11) kemarin, di Marga.

Kantongi KIS, Lansia Sebatang Kara Belum Terima Rastra NI Ketut Kartini alias Mek Wati (65) menyusuri halaman rumah peninggalan orangtuanya di Banjar Benane Kelod, Desa Buruan, Kecamatan Penebel. Janda ini hidup sebatang kara lantaran kedua anaknya sudah memiliki keluarga masing-masing dan tiga saudara kandungnya tinggal jauh di luar Kabupaten Tabanan. Tak banyak yang bisa ia lakukan dengan keterbatasan tenaga. Sebagian kondisi bangunan rumahnya sudah rusak. Ia tidak punya kamar mandi. Untuk buang air besar, Men Wati mengandalkan telabah di dekat rumahnya. Beruntung anak perempuannya yang tinggal di Kecamatan Penebel kerap datang untuk sekAdar memberikan beras atau lauk sehari-hari. Rasa kurang nyaman karena harus merepotkan putrinya, kerap menghinggapi pikirannya. Maklum saja, kehidupan putrinya juga kurang begitu baik. Atas dasar itulah ia berharap ada bantuan pemerintah untuk bisa meringankan beban hidupnya. Meski sudah mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang baru diterimanya tahun 2018, khususnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di puskesmas, Men Wati berharap juga bisa mendapatkan bantuan lainnya seperti Bantuan

Pangan Non Tunai (BPNT) atau rastra. Sayangnya meski pihak desa sudah mengusulkan sejak tahun 2017, nama Men Wati belum masuk dalam data penerima BPNT. Perbekel Desa Buruan I Wayan Edy Suryawan mengatakan, pihaknya telah mengajukan permohonan Men Wati beberapa kali sejak tahun 2017. Bahkan hal ini sudah ditindaklanjuti dengan kunjungan petugas PKH dan Dinas Sosial. ‘’Sudah kami ajukan beberapa kali, tetapi tidak masuk k r i teria.

Apa kriterianya, saya juga kurang tahu, karena itu ada di PKH. Namun untuk KIS sudah keluar tahun ini. Saat ini yang diminta kan BPNT, dan ini sudah mendapat perhatian Dinas Sosial langsung,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan I Nyoman Gde Gunawan membenarkan jika petugasnya telah melakukan pengecekan langsung pascamendapatkan laporan. Hasilnya memang yang bersangkutan telah mengantongi KIS. Secara prinsip, jika warga telah mendapat KIS, tentunya BPNT atau rastra juga pasti dapat. Hanya saja memang yang terjadi data di pusat terkadang tidak sinkron dengan yang diusulkan daerah. Kasus ini tidak hanya terjadi pada Men Wati saja, melainkan juga dialami salah seorang warga dari Kecamatan Marga. ‘’Kadang data ada, tetapi tidak masuk dalam basis data terpadu yang dikeluarkan oleh pemerintah. Inilah yang akan kita usulkan. Sama dengan kasus di Cau Marga, dapat KIS tetapi tidak dapat rastra,’’ terangnya. Gunawan menjelaskan, persoalan semacam ini muncul karena berkaitan dengan sistem informasi kesejahteraan sosial yang ada di pusat. ‘’Kami di daerah sifatnya hanya bisa mengusulkan. Sistem datanya ada di pusat dan keputusan bukan ada di ranah Dinas Sosial. Artinya, untuk data ini kami sudah usulkan ke pusat agar segera ditindaklanjuti, jadi mohon bersabar,’’ katanya. (kmb28)

KIS - Men Wati menunjukkan KIS yang baru diterimanya tahun ini.

Bali Post/san

BONSAI - Wakil Bupati Tabanan saat melihat koleksi bonsai pada pameran dan kontes bonsai, Selasa (13/11) lalu.

Budi Daya Bonsai, Hobi yang Bisa Jadi Peluang Bisnis

BONSAI adalah pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Hanya orang yang benar-benar memiliki hobi saja yang umumnya terjun ke budi daya bonsai. Sebab, dalam budi daya bonsai ini memerlukan bakat, ketekunan dan kesabaran. Namun, meski hanya berasal dari hobi, budi daya bonsai menyimpan potensi bisnis yang besar. Tidak hanya pelaku budi daya saja yang bisa mencicipi nilai ekonomis dari bonsai, tetapi pelaku sektor lain. Hal ini dipaparkan Ketua Persatuan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Tabanan Wayan Suprananda saat ditemui di sela-sela Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2018 di Lapangan Dangin Carik, Tabanan, Rabu (14/11) kemarin. Ia mengatakan, tidak sedikit pelaku budi daya bonsai yang awalnya hanya karena hobi bisa menjual bonsai hasil perawatannya dengan harga puluhan hingga ratusan juta. ‘’Sebab, ada beberapa masyarakat yang suka keindahan bonsai tetapi tidak memiliki keinginan untuk budi daya bonsai. Merekalah yang biasanya membeli bonsai. Tetapi ada juga transaksi jual beli antara pelaku budi daya bonsai itu

sendiri,’’ ujar Sukrananda. Harga jual bonsai di pasaran juga tidak pernah jatuh dan stabil meski sudah sekian lama budi daya ini berkembang. Hal ini dikarenakan dalam membuat satu bonsai memerlukan ketekunan dan kesabaran selama bertahun-tahun dan tidak berhenti agar bisa tetap mempertahankan keindahan bonsai tersebut. Karena usaha dan waktu yang dihabiskan inilah, membuat harga bonsai tidak pernah jatuh dipasaran. Ia menambahkan, budi daya bonsai juga ternyata memberikan peluang bisnis bagi sektor lain, seperti kerajinan keramik hingga sektor penghasil pupuk organik. ‘’Pot sebagai tempat menanam bonsai harganya cukup mahal. Untuk media tumbuhnya juga memerlukan pupuk organik. Banyak sektor yang berkaitan yang bisa mendapatkan keuntungan dari budi daya bonsai ini,’’ jelasnya. Tidak hanya peluang bisnis jual beli bonsai, pelaku budi daya bonsai yang benar-benar menekuni bidangnya bisa membuka peluang usaha sebagai trainer bonsai. Terkadang ada masyarakat yang ingin menikmati keindahan bonsai di rumahnya, tetapi tidak tahu cara atau tidak punya waktu untuk merawatnya. Trainer inilah yang bisa memenuhi

kebutuhan tersebut. Wakil Ketua PPBI Cabang Tabanan Made Baktiyasa menambahkan, dalam budi daya bonsai, pohon yang hendak dijadikan miniatur adalah jenis pohon yang memiliki kayu keras, seperti beringin, jambu, asem dan pohon berbatang keras lainnya. Cara mendapatkan pohon ini bisa dengan cara mengambil pohon di alamnya. ‘’Tetapi di Bali sangat susah untuk melakukan pendongkelan ini. Biasanya yang didongkel adalah tanaman yang masih kecil,’’ ujarnya. Jika tidak dengan cara mendongkel, bisa membuat bibitnya dengan cara penyetakan maupun menumbuhkannya dari biji. Sayangnya, untuk pembuatan bahan bonsai ini masih belum ada di Bali dan baru dikembangkan di Jawa. Selain pohon lokal, ternyata ada juga bonsai yang diimpor seperti jenis anting putri dan sianci. Pameran dan kontes yang dibuka oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya diikuti setidaknya 350 bonsai dari berbagai daerah. Penilaian dalam kontes meliputi empat kriteria yaitu gerak dasar, kematangan, keserasian dan penampilan. Acara ini berlangsung hingga 18 November. (san)

Tabanan (Bali Post) Salah satu produk unggulan BUMDes di Tabanan adalah kopi bubuk robusta. Setidaknya ada empat BUMDes di Pupuan yang terjun ke dalam pengolahan kopi bubuk ini, yaitu di Desa Munduk Temu, Desa Pajahan, Desa Batungsel dan Desa Kebon Padangan. Selain sudah punya merk dan pasar sendiri, kopi hasil olahan BUMDes ini juga dijual melalui BUMDa dalam hal ini PDSS Tabanan dengan harapan ada peningkatan penjualan. Sayangnya jumlah yang disalurkan PDDS masih sangat terbatas dan karenanya BUMDes berharap jumlah ini bisa ditingkatkan. Hal ini dipaparkan Perbekel Munduk Temu I Nyoman Wintara, beberapa waktu lalu. Menurutnya, saat ini permintaan kopi bubuk produksi BUMDes di Desa Munduk Temu yang dinamakan Kopi Leak oleh PDDS Tabanan baru

mendatangkan hasil sebesar Rp 3 juta per bulan. Padahal pihaknya berharap PDDS mampu menyerap kopi sesuai kemampuan BUMDes. ‘’Kami dari BUMDes di Munduk Temu sebenarnya bisa menghasilkan setidaknya 3 kwintal per hari. Tetapi serapan ke PDDS tidak sampai sebesar itu,’’ ujarnya. Menanggapi hal ini, Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan, Rabu (14/11) kemarin mengatakan serapan kopi bubuk robusta Tabanan memang masih terbatas. ‘’Baru beberapa toko yang melakukan repeat order,’’ ujarnya. Menurutnya, persaingan menjual kopi bubuk di pasaran sangat ketat. Untuk kopi bubuk robusta asal Pupuan saja ada lebih dari satu item. Belum lagi kopi robusta dari daerah luar. Di sisi lain, beberapa konsumen lebih menyukai kopi Arabica. Meski demikian pihaknya tetap melakukan terobosan untuk bisa mempromosikan kopi bu-

buk Robusta asal Pupuan ini. Salah satunya dengan membuka coffee shop dengan kopi yang semuanya dari produk BUMDes di Tabanan. Mengenai pemasaran kopi bubuk produksi BUMDes melalui PDDS Tabanan, setiap bulannya mencapai 150 kilogram atau Rp 15 juta. Kasubag Pengembangan Infrastruktur yang juga Ketua Pokja Kopi PDDS Tabanan I Putu Febriana mengatakan, kopi bubuk yang dipasarkan melalui PDDS berasal dari empat BUMDes yaitu BUMDes Tugu Sari Pajahan, BUMDes Batu Mesari Batungsel, BUMDes Sri Sedana Munduk Temu dan BUMDes Jaya Abadi Kebon Padangan. Dalam memasarkan kopi bubuk dari empat BUMDes ini, PDDS melakukan kerja sama dengan 219 rekanan di area Sarbagita baik berupa outlet, retail, supermarket, pasar oleh-oleh dan hotel. (kmb24)

PDDS Diharapkan Serap Lebih Banyak Kopi Produksi BUMDes


BULELENG

8

Kamis Wage, 15 November 2018

Jelang Pilrek Undiksha Tahun Depan

Disebarkan Pengumuman ke 201 Perguruan Tinggi Singaraja (Bali Post) –

Masa jabatan Rektor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja periode 2015-2019 berakhir April 2019. Kendati masih sekitar tujuh bulan, namun pengumuman perekrutan pucuk pimpinan di Kampus Seribu Jendela itu sudah mulai digeber. Tahapan pilrek itu akan diawali pendaftaran bakal calon (bacalon) rektor. Untuk menjaring peserta, pihak panitia malah sudah menyebarkan undangan ke 201 perguruan tinggi di Indonesia. Ketua Panitia Pilrek Undiksha Prof. Dr. Nyoman Dantes, Selasa (13/11) lalu, mengatakan tahapan pilrek itu mengacu pada Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No. 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Permenristekdikti No. 21 Tahun 2018 dan juga Peraturan Senat Undiksha No. 5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Penjaringan, Penyaringan dan Pemilihan Rektor Undiksha periode 2019-2023.

Pemilihan rektor itu berdasarkan syarat dan ketentuan lainnya. Seperti kandidat rektor itu harus memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen jenjang akademik paling rendah lektor kepala. Berusia paling tinggi 60 tahun saat berakhirnya masa jabatan rektor, memiliki pengalaman manajerial sebagai ketua jurusan atau ketua lembaga minimal dua tahun di perguruan tinggi negeri atau paling rendah pejabat eselon II-a di lingkungan instansi pemerintah, dan berpendidikan minimal doktor (S-3).

Mekanisme pilrek mendatang terbilang berbeda dari pemilihan sebelumnya. Pasalnya, kali ini Undiksha membuka pendaftaran secara terbuka. Utusan Menristekdikti juga punya hak suara 35 persen. Sedangkan sisanya 65 persen berasal dari suara anggota senat. “Kami harap banyak dosen yang mendaftar. Dengan banyak figur menjadi pertimbangan pasti akan lebih baik. Peserta pilrek itu tidak saja dari lingkungan kampus kita (Undiksha), tetapi bisa juga

dari luar Undiksha. Terpenting akademisi dan harus bergelar doktor (S-3). Pengumumannya sudah kita sebar ke 201 perguruan tinggi negeri di Indonesia,” katanya. Terkait formulir pendaftaran, adwal penjaringan, format pernyataan dan informasi lengkap, Prof. Dantes menyebut, peserta dapat mengunduh pada situs http://pilrek.undiksha.ac.id. Bisa juga mengambil langsung ke Sekretariat Pilrek Undiksha. Pendaftaran bacalon dimulai 8 sampai 29 November 2018. Setelah itu, tahapan Seleksi administrasi dilakukan tanggal 30 November - 7 Desember 2018. Hasil penjaringan diumumkan 14 Desember 2018. Selanjutnya, 8 Januari 2019, presentasi visi, misi dan pemaparan program kerja bacalon. Seluruh kandidat

Bali Post/kmb38

Prof. Dr. Nyoman Dantes

akan dinilai anggota senat Undiksha. Tahapan terakhir yaitu pemilihan dan penetapan calon rektor pada 29 Januari 2019 mendatang. (kmb38)

Simulasi Penanganan Gempa Libatkan Karyawan Hotel Singaraja (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melaksanakan simulasi penanganan bencana gempa dan tsunami menyasar karyawan salah satu hotel di Lovina, Rabu (14/11) kemarin. Sebelumnya, yang diedukasi kalangan pelajar dan instansi pemerintahan. Simulasi diawali sosialisasi potensi bencana gempa dan tsunami yang tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi. Peserta simulasi diajarkan teknik penyelamatan diri dan menolong korban lain yang luka-luka. Peserta diajarkan menyelamatkan diri dan membantu korban setelah hotel tempat mereka bekerja itu dilanda gempa bumi. Jalannya simulasi mengundang perhatian banyak pihak. Wisatawan yang bisa jadi jarang mendapat tontonan

seperti itu di negerinya, mereka jadi tertarik mengikuti praktik simulasi itu. Berkat segala sesuatu dipersiapkan secara baik dan arahan ketika simulasi juga bagus maka program simulasi itu mengena atau nge-match dengan apa yang dirancang sebelumnya. ‘’Tidak pelak, simulasi itu menarik perhatian wisatawan yang sedang menginap di hotel tersebut,’’ ujar Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila. Simulasi itu merupakan edukasi untuk menyebarluaskan wawasan tentang kewaspadaan dan tanggap bencana alam. “Simulasi gempa ini mengedukasi semua elemen masyarakat guna mengurangi jatuhnya korban jiwa. Karena itu, warga harus tanggap dan waspada ketika terjadi bencana alam seperti gempa,’’ jelasnya. (kmb38)


Kamis Wage, 15 November 2018

GIANYAR

9 Pohon Kelapa Timpa Kabel PLN

SOSOK

Pola Hidup Sehat SEKDA Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memulai pola hidup sehat. Apalagi kesadaran untuk berperilaku hidup sehat ini juga tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Hidup Sehat yang diprakarsai oleh Presiden RI Joko Widodo. Menurut pejabat bertubuh jangkung ini, saat ini Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan permasalahan kesehatan, seperti tingginya angka kurang gizi, penyakit menular dan tidak menular. Hal inilah yang harus diselesaikan jika ingin meningkatkan kualitas kesehatan. “Pemerintah pusat secara khusus menekankan pada seluruh puskesmas di Indonesia agar mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki dalam rangka menyelesaikan permasalahan kesehatan di daerah masingmasing,” katanya, Rabu (14/11) kemarin. Ia mengatakan, puskesmas harus terus menggaungkan perilaku hidup bersih dan sehat. Bahkan saat ini alokasi anggaran di bidang kesehatan yang telah disiapkan pemerintah cukup besar. Khusus di Kabupaten Gianyar, gerakan untuk menciptakan lingkungan bersih dan sehat sejak dulu telah ditanamkan kepada masyarakat. “Di Gianyar ditanamkan melalui perilaku membiasakan diri tidak membuang air besar sembarangan,” ujarnya. Bahkan pihaknya menggelar deklarasi desa stop buang air besar sembarangan di Kabupaten Gianyar. Deklarasi yang dilakukan oleh 14 desa se-Kabupaten Gianyar itu menegaskan jika di wilayah desa masih ada warga yang buang air besar sembarang tempat, siap dikenakan sanksi. (nik)

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani

- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020

Bali Post/ist

TUMBANG - Petugas BPBD Gianyar saat menangani pohon kelapa yang tumbang menimpa kabel PLN di wilayah Desa Batuan, Sukawati, Rabu (14/11) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Musim penghujan mulai memicu bencana alam. Seperti pohon tumbang yang terjadi di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Rabu (14/11) sekitar pukul 13.45 Wita. Pohon kelapa yang tumbang ini sempat membuat geger warga setempat lantaran menimpa kabel listrik. Pohon tumbang inipun langsung mendapat penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar. Kepala BPBD Kabupaten Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, pohon kelapa itu tumbang dengan posisi melintang di badan jalan, sehingga sempat membuat mobilitas pengguna jalan terganggu. Apalagi pohon itu juga menimpa kabel PLN. “Begitu mendapat informasi, kami langsung mengerahkan personel TRC BPBD Kabupaten Gianyar. Sekitar pukul 14.50 Wita pohon kelapa yang tumbang menimpa kabel PLN itu sudah bisa ditangani, sehingga arus lalu lintas kembali lancar,” katanya. Oka Digjaya mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan bencana pohon tumbang. Berdasarkan data BPBD Gianyar, sepanjang 2018 hingga Juni lalu, secara keseluruhan tercatat ada 140 bencana alam yang terjadi di tujuh kecamatan. Di antaranya, 70 bencana pohon tumbang yang paling banyak terjadi di wilayah Kecamatan Gianyar dengan 15 kejadian, Kecamatan Tampaksiring dengan 12 kejadian, Kecamatan Sukawati dan Payangan masing-masing 11 bencana pohon tumbang. Sementara di tiga kecamatan lainnya masih nihil. Sedangkan sepanjang 2017 tercatat 153 bencana alam. Di antaranya, 74 bencana pohon tumbang, 30 bencana banjir dan 49 bencana tanah longsor. (kmb35)

171 Usaha di Gianyar Bodong Gianyar (Bali Post) Mengoptimalkan penerimaan pembayaran pajak daerah, Pemkab Gianyar berupaya melakukan penelusuran usaha yang ada di wilayahnya. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Gianyar yang melakukan penelusuran menemukan hasil yang mencengangkan, di mana terdapat 171 usaha yang belum memiliki izin dan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). Ratusan usaha yang belum berizin alias bodong ini didominasi usaha akomodasi. Kepala BPKAD Gianyar Wayan Ardana mengatakan, pemerintah saat ini memang tengah berupaya mengoptimalkan penerimaan pembayaran pajak daerah. Khususnya dengan menyasar kebocoran potensi pajak. “Makanya kami melakukan pendataan usaha yang belum memiliki izin dan NPWPD. Jumlahnya mencapai 171 usaha,” kata Ardana, Rabu (14/11) kemarin. Menurut Ardana, 171 usaha bodong itu me-

mang didominasi akomodasi berupa hotel, restoran, wahana wisata hingga pengelolaan air bawah tanah (ABT). Dikatakan, BPKAD kini berupaya melakukan pendekatan terhadap seratus lebih usaha tersebut agar mengurus izin dan mendaftarakan NPWPD. “Kami juga sudah mengedarkan surat undangan kepada usaha yang belum berizin ini untuk mengikuti acara sosialisasi pada 23 November mendatang,” katanya. Ardana mengatakan, usaha yang belum memiliki izin namun usahanya sudah berjalan tetap akan dikenakan pajak. Hal ini sudah didasarkan pada perda Kabupaten Gianyar tentang pajak. “Jadi, mereka ditagihi pajak karena

sudah melakukan transaksi terhadap konsumen. Misalnya, penjualan tiket masuk objek wisata itu dikenakan pajak 12 persen,” ujarnya. Ardana menambahkan, sejumlah objek wisata yang belum memiliki izin di Kabupaten Gianyar sudah memberlakukan aturan ini sejak 2018. “Mulai tahun ini sudah diberlakukan. Jadi walau belum memiliki izin, mereka tetap dikenakan pajak,” katanya. Selain usaha yang belum berizin, BPKAD Kabupaten Gianyar juga mengedarkan Surat Edaran Nomor 430/4519/ BPKAD tentang Optimalisasi Penerimaan Pembayaran Pajak Daerah. Dikatakan, sudah ada 2.813 usaha wajib pajak yang disurati oleh BPKAD

Gianyar. “Kami juga sudah melakukan sosialisasi terhadap ribuan usaha yang merupakan waib pajak ini agar mereka membayar pajak sesuai ketentuan,” tegasnya. Apabila ribuan wajib pajak ini tidak memenuhi kewajiban, kata Ardana, maka sesuai poin 4 isi surat edaran itu, BPKAD akan mendatangi usaha tersebut untuk melakukan audit, dan dilanjutkan dengan pemasangan stiker atau spanduk tanda penunggak pajak, serta diumumkan melalui media massa. “Rencanya juga akan dibeberkan di media massa, sehingga masyarakat luas tahu,” katanya. Ardana menegaskan, BPKAD Gianyar tahun ini memasang target pajak sebesar Rp 805 miliar. Hingga 31 Oktober lalu capaian pajak sebesar Rp 613 miliar, sehingga untuk memenuhi target itu pihaknya masih kekurangan Rp 192 miliar. “Kami optimis sebelum akhir tahun ini bisa memenuhi target Rp 805 miliar tersebut,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10 Belum Kantongi IMB

Satpol PP Hentikan Pembangunan Perumahan di Baluk Negara (Bali Post) Satpol PP Jembrana, Rabu (14/11) kemarin mengecek adanya pembangunan perumahan di Desa Baluk, Kecamatan Negara. Dari pengecekan sejumlah bangunan berupa rumah tinggal yang lokasinya dikelilingi areal sawah ini belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Perwakilan pihak pengembang kepada petugas mengatakan, mereka baru sebatas mengantongi izin prinsip peruntukan perumahan. Sedangkan untuk IMB bangunan perumahan belum ada. Padahal sudah ada sekitar 3 bangunan rumah yang berdiri. Saat petugas turun kemarin, tidak ada aktivitas pembangunan. Karena belum ada IMB, pihak pengembang diminta sementara tidak melanjutkan pembangunan. Dari informasi petugas, lahan seluas 3.860 m2 di Banjar Baluk II tersebut akan dibangun perumahan 25 unit lebih. Kepada petugas pihak pengembang baru menunjukkan Surat Keterangan Tata Ruang nomor 650/256/SKTR/ PUPRPKP/2018 dan Izin Lokasi. Selain itu juga ditunjukkan Surat Keterangan Rencana Kabupaten (SKRK) nomor 5/SKRK/IX/2018. Dalam poin III SKRK ada keterangan khusus yang mensyaratkan penampilan bangunan harus memper-

HENTIKAN – Sejumlah bangunan rumah untuk perumahan di kawasan Baluk II, Desa Baluk, Kecamatan Negara kemarin dicek Satpol PP Jembrana. Lantaran tak mengantongi IMB, pihak pengembang diminta untuk menghentikan sementara pembangunan. hatikan kaidah estetika bentuk, karakteristik arsitektur tradisional Bali dan lingkungan sekitarnya. Serta mempertimbangkan kaidah pelestarian terhadap arsitektur lokal. Setiap bangunan dan persilnya juga wajib mengelola air hujan dengan menyediakan sumur serapan air hujan. Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi kepada wartawan

kemarin membenarkan dari pengecekan ternyata bangunan untuk perumahan itu belum memiliki IMB. Semestinya sebelum dibangun, sudah dilengkapi dengan izin bangunan. “Kita minta agar jangan dulu dilanjutkan pembangunan sebelum ada IMB,” terang Rai Budhi. Sesuai Perda nomor 3 tahun 2017 tentang Bangunan Gedung, sebelum dibangun wajib mengantongi IMB. (kmb26)

Tarma mengatakan, puluhan suporter itu diamankan berdasarkan informasi dari masyarakat. Dari 22 orang di antaranya 2 orang perempuan dan 20 orang laki-laki. Mereka diamankan lantaran tidak membawa identitas diri karena setelah diperiksa hanya satu orang membawa identitas yang lainnya bodong. Selain itu mereka tidak membawa perbekelan yang cukup serta meresahkan masyarakat lantaran nekat menghadang kendaraan

terutama truk yang melintas. Guna mengantisipasi adanya bonek yang membawa senjata tajam maupun senjata api, petugas Satpol PP Jembrana melakukan pemeriksaan terhadap tas yang dibawa bonek tersebut. Agar tidak mengganggu keamanan di Bali, setelah diperiksa dan diberikan pembinaan, 22 bonek yang diamankan tersebut kemudian dipulangkan paksa ke daerah asal melalui Pelabuhan Gilimanuk. (kmb)

Lagi, Gerombolan Suporter Bola Dipulangkan Satpol PP

Negara (Bali Post) Sebanyak 22 orang suporter sepak bola diamankan di pos pemeriksaan KTP di Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (14/11) kemarin. Gerombolan suporter bola tersebut berusaha masuk ke Bali dan akan menonton pertandingan sepak bola di Stadion I Wayan Dipta Gianyar yang akan digelar Minggu (18/11) nanti. Mereka masih berusia belasan tahun dan berasal dari Sidoarjo. Kabid Penegakan Perda Satpol PP Jembrana I Made

Kamis Wage, 15 November 2018

Minim Siswa dan Atap Kelas Hancur SD Negeri 1 Yehembang Kauh akan Di-”regrouping”

Negara (Bali Post) -

Nasib SD Negeri 1 Yehembang sungguh memprihatinkan. Bangunan sekolah tertua di Desa Yehembang Kauh ini di bagian atap hampir semua ruangan kelas hancur. Atap bangunan berbahan kap baja ini mengalami keropos, sehingga banyak plafon yang jebol. Selain itu SD Negeri yang berada di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh ini juga minim siswa. Menurut guru yang mengajar, keseluruhan siswa dari kelas I hingga kelas VI hanya ada 34 orang. Untuk kelas VI hanya ada dua orang siswa. Terbanyak jumlah murid ada di kelas III, yakni 9 orang. Kondisi ini mempengaruhi dalam membuat kelompok belajar. Untuk tenaga mengajar, sekolah ini memiliki 4 guru PNS serta masing-masing satu guru abdi dan kontrak. Plt. Kepala Sekolah Made Sariasih mengakui dengan minimnya jumlah siswa ini berdampak pada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang juga minim. Biaya operasional sekolah pun menjadi minim. Tahun depan dana yang dikelola hanya berkisar Rp 27 juta. Sementara banyak

yang diperlukan untuk mengelola sekolah. Akibat kerusakan atap sekolah, siswa juga sering memanfaatkan ruang lain, seperti perpustakaan untuk belajar. Dari informasi terakhir memang sekolah ini rencananya akan di-regrouping (digabung) dengan SD lain. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga (Dikpora) Dewa Putu Wardana Astawa dikonfirmasi membenarkan sekolah tersebut akan di-regrouping dengan sekolah terdekat. Karena itu, bangunan sekolah ini tidak diperbaiki meskipun banyak rusak. Dengan kondisi tersebut, sekolah dasar negeri ini tahun ajaran baru nanti tidak akan menerima siswa baru.

MINIM SISWA – Sejumlah siswa kelas IV SD Negeri 1 Yehembang Kauh yang sedang belajar di dalam kelas. Sekolah ini sangat minim siswa sehingga rencananya akan di-’’regrouping’’. Untuk regrouping menurutnya masih menunggu sampai seluruh siswa habis atau lulus. Sekretaris Komisi A DPRD Jembrana Ketut Sadwi Darmawan mengatakan, regrouping memang solusi agar guru-guru bisa mengajar lebih efektif. Apalagi dengan siswa yang minim tentu guru tidak efektif dalam mengajar sehingga mempengaruhi insentif

yang diterima guru. Dalam regrouping memang ada kendala dari masyarakat biasanya dimana menyekolahkan anak lebih jauh dan pertimbangan sekolah yang penuh sejarah. Namun demi kepentingan dunia pendidikan, regrouping bukan sesuatu yang tabu dan perlu duduk bersama dalam melakukan sosialisasi. (kmb26)

Berlubang dan Sering Akibatkan Kecelakaan

Warga Pasang Bendera di Tengah Jalan Negara (Bali Post) Akibat berulangkali menjadi penyebab kecelakaan, sejumlah warga memasang portal dan bendera merah putih di tengah jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Sebual, Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana, Selasa (13/11). Pemasangan ini dilakukan selain sebagai penanda jalan rusak, juga bentuk protes jalan nasional yang sering rusak. Khususnya di titik jembatan Sebual itu. Sudah banyak korban pengguna jalan yang terjatuh karena jalan rusak di ujung jembatan itu. Padahal juga sudah beberapa kali diperbaiki namun hanya pemeliharaan dengan menambal. Sejumlah warga yang ditemui Rabu (14/11) kemarin mengungkapkan sebelum dipasangi tanda peringatan itu beberapa kali penggendara sepeda motor jatuh. “Sehari ini sudah ada tiga pemotor yang jatuh, jalannya rusak di tengah,” ujar salah seorang warga. Agar tak kembali menelan korban pengendara jatuh, warga

BENDERA - Portal dan bendera merah putih dipasang di tengah jalan nasional Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Sebual, Jembrana. Warga sengaja memasang lantaran jalan terus berlubang dan mengakibatkan korban pengendara motor terjatuh. sengaja memasang portal water barrier dan dipasang bendera merah putih. Mereka berharap agar jalan rusak itu segera diperbaiki dan jangan hanya ditambal yang ujungnya rusak lagi. “Ini kan bekas tambalan yang kemarin, sekarang hujan lagi rusak,” ujar Gus Demian, salah seorang pengendara motor yang sering melewati jalan

tersebut. Situasi jalan yang rusak ini berada di jalur lurus tanpa hambatan. Sehingga pengendara motor sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan tidak tahu di tengah jalan ada jalan berlubang. Bahkan sebelumnya muncul gundukan aspal yang rusak di tengah jalan

arah Denpasar itu. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 03, Cekik-Batas Kota Tabanan pada Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III, Gede Agus Punarta dikonfirmasi kemarin mengaku segera menindaklanjuti jalan rusak di Sebual tersebut dengan pemeliharaan jalan. “Kontraktor hari ini sudah mau perbaiki dan bawakan aspal, kemarin sempat kita rekon,” tandasnya. Diakui memang titik jalan di jembatan Sebual ini sering terjadi kerusakan, karena itu dilakukan pengecekan sebelumnya. “Mungkin dulu di dalamnya ada airnya, karena itu kita lihat dulu. Infonya jalan ini dulu merupakan pelebaran jembatan,” tambah Punarta. Diduga karena ada air inilah yang mengakibatkan jalan tersebut sering pecah ketika usai diperbaiki. Namun perbaikan menurutnya masih seperti sebelumnya yakni pemeliharaan rutin. BPJN menindaklanjuti agar jalan tidak berlubang seperti sekarang ini. (kmb26)


Kamis Wage, 15 November 2018

KARANGASEM

MMDP Ingatkan ’’Pararem’’ Produk Desa Adat

SOSOK

Jangan Bertentangan dengan Hukum Positif

Bertemu Presiden GUNA menggali permasalahan di desa, Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) diundang Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta, Senin (12/11) lalu. Agenda itu dihadiri 31 pimpinan daerah. Mereka diundang guna mendiskusikan berbagai permasalahan di daerah. Pertemuan ini memiliki arti sangat strategis untuk memecahkan permasalahan daerah secara langsung. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri untuk menyampaikan berbagai permasalahan di daerahnya. Seperti minimnya jumlah ASN hingga kesejahteraan ASN perlu ditingkatkan. Bupati berharap adanya peningkatan kesejahteraan. Alasannya, mereka adalah kunci kesuksesan berbagai program di daerah. Bupati juga melaporkan rencana Karangasem menjadi tuan rumah Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dan agenda Koalisi Kabupaten Penghasil Kelapa (Kopek) 2019, karena menjadi perhatian dunia internasional. Disinggung kesiapsiagaan penanganan bencana dari ancaman erupsi Gunung Agung, Mas Sumatri berharap terus mendapat antensi pemerintah pusat. Investasi, isu hoax, dan ekonomi kreatif juga dibahas pada pertemuan itu. Bupati menyatakan siap selalu mengawal kebijakan pusat mempermudah masuknya investasi agar bisa mendorong perkembangan perekonomian pusat dari daerah. Itu merupakan pertemuan kelima terbatas yang dilakukan Presiden dengan kepala daerah. Melalui pertemuan ini, Bupati Mas Sumatri bersyukur bisa berhadapan langsung dan berbicara lugas mengenai kepentingan Karangasem. Dia yakin, usai pertemuan itu, pemerintah pusat segera menindaklanjuti apa yang menjadi penanganan prioritas di Karangasem. (gik)

Amlapura (Bali Post) -

Adanya titik damai antara aparat penegak hukum dengan desa pakraman di Bali disambut baik Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Karangasem, Dr. Wayan Artha Dipa. Dia mengingatkan agar setiap desa pakraman tidak keluar dari frame hukum positif yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini. Misalnya, saat membuat pararem, jangan sampai produk pararem oleh desa adat itu bertentangan dengan undang-undang, perda maupun bentuk aturan negara lainnya. Demikian penegasan Ketua MMDP Wayan Artha Dipa menyikapi polemik adanya prajuru desa pakraman yang ditangkap Tim Saber Pungli. Terkait persoalan itu, Artha Dipa yang ditemui Rabu (14/11) kemarin menegaskan, MMDP Karangasem sudah menggelar rapat pengurus MMDP. Salah satu poin hasilnya yakni seluruh bendesa adat dipanggil untuk diberikan penekanan serupa. Jangan sampai desa adat itu membuat pararem yang keluar dari bingkai-bingkai hukum positif yang masih berlaku di NKRI. “Minggu pertama Desember, kami akan kumpulkan seluruh bendesa, dalam acara pasamuan madya. Di sana akan kita bahas persiapan panca wali krama, sekaligus disikapi perkembangan desa adat

PDAM Bangun 1.500 Sambungan MBR Ajukan Penyertaan Modal Rp 4,5 Miliar

PDAM Karangasem mengajukan penyertaan modal Rp 4,5 miliar kepada Pemkab Karangasem. Dana ini akan dipergunakan memperkuat jaringan PDAM. Sebab, masih banyak warga Karangasem yang belum terlayani dengan sambungan air bersih PDAM. Apakah ada program istimewa khususnya kepada warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu? DIREKTUR PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi, Rabu (14/11) kemarin, mengatakan tahun 2019, PDAM Karangasem merencanakan melakukan 1.500 sambungan untuk warga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di seluruh kecamatan yang ada di kabupaten paling timur di Bali itu. Biaya setiap sambungannya Rp 3 juta. Melihat angka keperluan sambungan

11

itu, total dana yang diperlukan mencapai Rp 4,5 miliar. Singarsi menambahkan, ini sebagai upaya PDAM Karangasem terus memperkuat jaringan pelayanan air bersih di Karangasem. Penambahan sambungan itu sebagai salah satu program masyarakat berpengasilan rendah (MBR). Terkait masalah sambungan itu nantinya akan melibatkan konsultan. Sasaran-

nya, masyarakat yang belum mandapatkan sambungan air PDAM. Syaratnya harus ada jaringan PDAM di dekat konsumen yang mengajukan. Bisa saja PDAM membangun jaringan menggunakan dana yang diajukan oleh konsumen secara berkelompok. Misalnya, satu gang ada 30 sambungan. Sedangkan jaraknya satu kilometer dari jaringan induk PDAM, maka PDAM tidak masalah membangun jaringannya. “Jaringan PDAM ini akan diperkuat hingga ke pedesaan,” kata Singarsi. Potensi yang dimanfaatkan bukan saja air permukaan, air Telagawaja dan juga sumur

bor akan dimaksimalkan oleh PDAM. PDAM juga telah melakukan kerja sama dengan pengelola Air Telagawaja. Caranya, PDAM itu membeli air pipa Telagawaja. Jaringan yang ada di dekat pipa Telagawaja itu juga bisa dilakukan sambunan MBR ini. Jaringan Telagawaja itu saat ini diakui masih ada kendala. Pipa induk besar tidak kuat, sehingga sering meledak. Selain itu, air juga belum bisa masuk sampai ke Kubu dan Abang. Khusus Kecamatan Kubu, pihaknya juga tengah melakukan pendekatan kepada kelompok yang memanfaatkan

sumur bor. Jika warga memberikan izin PDAM akan mengelolanya dengan membangun sambungan baru ini. Sejauh ini, PDAM Karangasem punya 35.600 pelanggan. Sedangkan, volume air yang dikelola PDAM masih sekitar 3.000 sambungan lagi. Hal itu akan dimaksimalkan hingga mencapai 1.500 sambungan MBR. Sedangkan, sisanya merupakan sambungan reguler PDAM. (gik) JARINGAN PDAM – Salah satu jaringan PDAM Karangasem sedang diperbaiki.

saat ini. Kita tekankan agar pararem itu jangan sampai berbenturan dengan undang-undang maupun perda,” tegasnya. Dia sudah menyampaikan hal itu kepada Wakil Gubernur saat audiensi. Menurutnya, kekuatan desa pakraman tetap menjadi benteng terakhir menjaga keajegan Bali. ‘’Semua pihak sudah bersepakat, agar kelestarian desa pakraman itu harus dijaga bersama-sama. Kita harus siap menghadapi segala bentuk pelemahan dari luar,’’ ujarnya. Hal itu sejalan dengan apa yang disampaikan Ketua DPRD Karangasem, bahwa untuk melakukan pungutan warga yang datang dari luar desa ini, wajib aturan itu harus diatur perda. Belum cukup pararem atau perdes yang merupakan produk desa dinas. ‘’Sebab,

perdes hanya boleh mengikat warga di desanya sendiri, bukan pengunjung dari luar desa. Inilah yang harus selaras dengan perda,’’ ujar Sumardi. Sumardi meminta eksekutif menggunakan momentum itu untuk melakukan pembenahan agar desa adat tidak berbenturan dengan aparat penegak hukum. Apalagi, sebelumnya Bupati Karangasem sudah membuat MoU dengan seluruh desa adat di Karangasem. (kmb31) ‘’Semua pihak sudah bersepakat agar kelestarian desa pakraman itu harus dijaga bersama-sama. Kita harus siap menghadapi segala bentuk pelemahan dari luar.’’ Ketua MMDP Karangasem Dr. Wayan Artha Dipa


KLUNGKUNG

12

Kamis Wage, 15 November 2018

Soal TPA Sente

Bali Post/win

PANJI-PANJI - Bupati Suwirta saat melepas Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai kemudian diarak keliling kota Klungkung, Rabu (14/11) kemarin.

Tiba di Kabupaten Klungkung

Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai

Semarapura (Bali Post) Kegiatan mengenang perjuangan salah satu Pahlawan Nasional yang berasal dari Bali I Gusti Ngurah Rai dilakukan dengan menyelenggarakan Kirab Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai ke seluruh Bali. Kirab Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai, Rabu (14/11) kemarin, tiba di Kabupaten Klungkung. Penyerahan Pataka Panji-panji dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai dari Kabupaten Karangasem kepada Kabupaten Klungkung dilakukan pada saat upacara di Lapangan Puputan Klungkung dan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara ini diikuti sejumlah komponen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, TNI, dan siswa-siswi di Kabupaten Klungkung, serta disaksikan Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi. Tidak ketinggalan, para veteran dan pejabat di jajaran lingkungan kabupaten. Dari perkataan Pahlawan I Gusti Ngurah Rai mengenai bagaimana I Gusti Ngurah Rai mempunyai tekad yang kuat dan tidak ada kompromi, “Kami harus menuntaskan dan menyelesaikan penderitaan rakyat” yang dibacakan pada saat upacara tersebut, Bupati Suwirta mengatakan, pada zaman sekarang, tidak harus diimplementasikan dalam artian harus berperang melawan musuh, tetapi diimplementasikan dengan sikap melawan diri sendiri dan melawan kemiskinan. Apalagi, dikatakan bahwa saat ini bukan zamannya penjajah berasal dari negara lain, melainkan dijajah kemiskinan dan kebodohan. “Tentu ini dapat dilakukan dengan berlandaskan program-program yang dibuat Pemkab merupakan makna sesungguhnya dari kata-kata beliau (I Gusti Ngurah Rai - red),” ujar Bupati Suwirta.(win)

Masyarakat Paham Setelah Bupati Beri Penjelasan Semarapura (Bali Post) -

Menindaklanjuti protes masyarakat mengenai TPA Sente yang sudah ditutup sejak 31 Desember 2017 lalu, namun masih dipergunakan sebagai tempat pembuangan sampah, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana mengadakan pertemuan dengan masyarakat Dusun Sente untuk mengklarifikasi mengenai TPA Sente di Ruang Rapat Kantor Camat Dawan, Rabu (14/11) kemarin. Pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana mengatakan bahwa terdapat dasar hukum sesuai Permen PU Nomor 3 Tahun 2013 Bab V pasal 61 mengenai penyelenggaraan persampahan yang dijadikan dasar TPA Sente tidak ditutup, dikarenakan Perda RTRW masih berlaku, bahwa TPA untuk di Kabupaten Klungkung masih menggunakan TPA Sente, belum ada TPA pengganti, dan kondisi TPA masih memungkinkan untuk direhabilitasi/revitalisasi. Oleh karena itu, per 31 Desember 2017 TPA Sente dialihfungsikan menjadi TOSS, di mana sampah yang ditampung di eks TPA merupakan sampah dari perkotaan. Sampah tersebut akan diolah menjadi pupuk organik dengan menggunakan metode Osaki yang hasilnya diberikan ke masyarakat

secara gratis, dan diolah menjadi pelet dengan metode peyeumisasi. Pemkab Klungkung berencana menjadikan Eks TPA Sente menjadi pusat Studi TOSS untuk Kabupaten/Kota yang ingin menerapkan TOSS di Kabupaten/Kota di Indonesia. I Gede Susila, salah satu masyarakat yang hadir pada pertemuan tersebut, mengatakan bahwa eks TPA Sente masih sering mengeluarkan asap. Namun ketika ditanya balik oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, I Gede Susila tidak bisa menyatakan secara pasti keberadaan asap tersebut. “Kemungkinan mengeluarkan asap tetapi dengan volume yang lebih sedikit,” jawab I Gede Susila dengan sedikit ragu. Klian Banjar Sente I Nengah Surata mengakui adanya kesalahpahaman antara masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten mengenai alih fungsi eks TPA

Sente menjadi TOSS akibat kurangnya sosialisasi dari aparat Desa Pikat. “Kami masyarakat hanya mengetahui bahwa TPA ditutup, dan meminta agar Dinas atau aparat setempat terkait untuk kembali melakukan sosialisasi ke masyarakat,” ujar I Nengah Surata. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyatakan bahwa eks TPA Sente memang ditutup sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang kemudian beralih fungsi menjadi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang artinya sampah kota memang dibawa ke eks TPA Sente yang kemudian diproses untuk dijadikan sumber tenaga penghasil listrik dan bahan bakar memasak. Hal ini sudah disosialisasikan ke masyarakat sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 28 Desember 2017 dan pada saat penutupan TPA Sente yang dilaksanakan pada

KLARIFIKASI - Bupati Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Ngurah Kirana saat mengadakan pertemuan dengan masyarakat Dusun Sente untuk mengklarifikasi mengenai TPA Sente di Ruang Rapat Kantor Camat Dawan, Rabu (14/11) kemarin. tanggal 31 Desember 2017 lalu. “Masyarakat Dusun Sente mengalami miss communication tentang sosialisasi alih fungsi eks TPA Sente, padahal surat undangan dari pemkab mengenai sosialisasi sudah diberikan, tetapi Perbekel Pikat tidak hadir dalam membantu pemerintah menyebarkan informasi ke masyarakat, seperti saat ini,” ujar Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai menghadiri

pertemuan tersebut. Bupati Klungkung menugaskan kepada aparat desa untuk melakukan sosialisasi tentang pertemuan hari ini ke masyarakat Dusun Sente. Dan Menugaskan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan untuk terus memantau situasi eks TPA Sente. “Kritik itu bagus bagi pembangunan daerah, tetapi harus disertai data yang akurat,” tukas Bupati asal Desa Ceningan Nusa Penida ini. (ad610)

Program Inovatif Klungkung Dinilai Tim Pusat Kemendagri Semarapura (Bali Post) -

Bali Post/win

LAPENDER - Sekda Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra saat meluncurkan program inovasi Lapender di depan Monumen Puputan Klungkung, Rabu (14/11) kemarin.

Program Inovasi Lapender

Upaya Tingkatkan Karakter dan Kontrol Perilaku Menyimpang Siswa Semarapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Klungkung terus berupaya memperluas program inovasinya. Salah satunya pada bidang pendidikan karakter dengan meluncurkan atraksi wisata pendidikan, yaitu Laboratorium Pandidikan Karakter (Lapender). Program ini digagas kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan, yang bertujuan untuk menguatkan pendidikan karakter secara optimal, serta menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk mempermudah internalisasi karakter dalam diri siswa. Sekda Kabupaten Klungkung Gede Putu Winastra

menyambut baik inovasi tersebut. Menurutnya program ini sebagai kebijakan terpadu di dalam penguatan pendidikan karakter untuk terciptanya atraksi wisata pendidikan. Selain untuk mengontrol dari perilaku-perilaku yang menyimpang atau bersifat negatif, program ini juga bisa mempertahankan, sekaligus meningkatkan kualitas SDM masyarakat Klungkung. “Ini merupakan salah wujud komitmen Pemkab Klungkung untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Klungkung dan melahirkan SDM yang berkualitas,” ujar Gede Putu Winastra saat meluncurkan program inovasi Lapender di depan Monumen

Puputan Klungkung, Rabu (14/11) kemarin. Sementara itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan menjelaskan, program inovasi Lapender dirancang untuk menunjang pembentukan pendidikan yang berkarakter dengan bertumpu pada kearifan lokal yang tidak hanya menciptakan suasana menyenangkan, tetapi juga berkontribusi pada sektor pariwisata dengan mengutamakan atraksi wisata. Apalagi program ini berupa atraksi wisata pendidikan, seperti tari-tarian, dolanan, melukis wayang kamasan, gender, rindik, nyurat Aksara Bali, paduan seruling, dan makidung. (win)

Sejumlah program inovatif milik Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali dinilai Tim Pusat dalam ajang Indeks Inovasi Daerah 2018 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Tiga orang penilai yang berasal dari Balitbang Kemendagri, yakni Jerry Walo, Adi Suhendra, dan Alvina Tea K., yang diterima langsung oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kepala Bapperlitbang Wayan Wasta, serta para Kepala Perangkat Daerah lainya di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (14/11) kemarin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, sudah sejak awal kepemimpinannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipacu untuk melahirkan program inovatif. Bahkan, beberapa program merupakan buah pemikiran dari Bupati Suwirta sendiri. Pada tahun 2016 dengan semangat Gema Santi seluruh program ini diluncurkan dan telah berjalan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Dua program inovatif bahkan sudah lolos dan meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik 2018 pada 7 November lalu di Jakarta. Bupati asal Desa Ceningan, Nusa Penida ini berharap semua program dapat berjalan dengan baik dan bahkan mampu menjadi rujukan nasional. “Penghar-

gaan bukanlah tujuan utama dalam menciptakan semua inovasi ini, namun dengan penghargaan dan pengakuan telah menjadi pemicu kami untuk berbuat dan melayani masyarakat lebih maksimal,” ujar Bupati Suwirta kemarin. Sementara itu, Ketua Rombongan tim penilai, Jery Walo, mengatakan, Indeks Inovasi Daerah merupakan himpunan inovasi daerah yang telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai sebuah bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan Penilaian dan Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah Inovatif ini dimaksudkan agar dapat mendorong kompetisi positif antarpemerintah provinsi dan antarpemerintah kabupaten/ kota dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan guna terwujudnya kesejahteraan rakyat. Lebih lanjut dikatakan, bahwa inovasi daerah juga harus memenuhi persyaratan seperti memiliki kebaharuan dan keunikan sebagian atau keseluruhan, program telah berjalan 2 tahun, dan bukan merupakan kegiatan yang sedang direncanakan atau sedang dikerjakan. Selain itu, kegiatan dibiayai dengan dana APBD dan atau dari sumber pembiayaan lain yang sah serta memberikan dampak serta manfaat bagi daerah dan masyarakat serta

PROGRAM INOVATIF - Bupati Suwirta saat menjelaskan program-program inovatif yang ada di Kabupaten Klungkung kepada Tim Penilai Pusat Indeks Inovasi Daerah 2018 yang diselenggarakan oleh Kemendagri di ruang rapat Kantor Bupati Klungkung, Rabu (14/11) kemarin. bersifat keberlanjutan. Jerry Walo menambahkan bahwa dirinya diperintahkan untuk terjun ke Kabupaten Klungkung karena Klungkung memiliki sejumlah inovasi yang orisinal. Bahkan, menurutnya inovasi Klungkung berpotensi untuk juara. Pada ajang ini Pemkab Klungkung mengirim dan mendaftarkan 10 program inovatif dari 8 OPD. Di antaranya, Dinas Pertanian dengan program Beli Mahal Jual Murah (Bima Juara), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan dengan Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dengan program

Gerakan Gemar Membaca (Gema Arca), Badan Penanggulangan Bencana Daerah dengan program Hallo BPBD 23000, Dinas Perhubungan dengan program Angkutan Siswa Gratis, Dinas Kesehatan dengan program Kring Sehat 118 (KRIS 118), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) dengan program Sirenbangda, serta tiga buah program dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, yakni Belananda, Kawi Smara dan Predator. Dalam proses penilaian tersebut, para Kepala Perangkat Daerah mempresentasikan programnya masing-masing di hadapan para tim penilai. (ad609)


Kamis Wage, 15 November 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Di Cr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886

B.BP.004.11.18.0000542

Sardine Restaurant Looking for Cook,Kitchen Cleaning Must Speak English Mail : sardine@sardinebali.com Telp.733617 Jl.Petitenget 21

B.BP.141.11.18.0000549

BVC Kerja luar Negri resmi biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri no pdidikan Hotel pkebunanResto pasti brangkat Line WA.081375409869&087754689692 B.BP.004.11.18.0000452

Coco Group Bali membuka peluang kerja untuk posisi: 1.Buyer Manager Grosir 2.Asst. Grosir Manager 3.Supervisor Grosir 4.Sopir No.1 & 3 minimal mempunyai pengalaman 1 th di bid.grosir KrmLam:hrm@cocogroupbali.com recruitment@cocogroupbali.com

B.BP.803.11.18.0000532

Cr Waiterss,Cuci Piring u/Rest di Sanur.08123614559(Dharsana)

B.BP.001.11.18.0000471

Dcr Drafter & Pelaksana Proyek Hub.085103472500 B.BP.001.11.18.0000579

Dicari SPG,Wnt Max 28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5 Juta.Hub.Lusi(082144355655)

B.BP.001.10.18.0000900

Dcr SPG Max 21th Gaji+Bonus+ THR Hub.Novi 087762447047 Lokasi Kuta dan Seminyak B.BP.001.11.18.0000572

Dcr Sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin B.BP.001.11.18.0000529

Di Bthkn Sales Marketing A&C Wedding&Organizer,Min SMA, Pengalaman Diutamakan,LamDibw Ke:Jl.Gn.Tangkuban Perahu No.86 C Dps,Hub:082146985758 B.BP.001.11.18.0000587

Dibutuhkan Wanita Multitalenta u/Front Office & Satpam dengan Ijazah Satpam,Sdh Brpnglmn Sbg Tng Satpam.Bawa Lmrn ke:Stikes Bali,Jl.Tkd Balian No.180 Dps B.BP.001.09.18.0001159

Dicari tukang perak segera, Usia max 35 Th. hub.08113990076 B.BP.004.11.18.0000496

Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk. Kirim Jl.Ry Sempidi No.2 Dps B.BP.001.11.18.0000357

Urgent 4Bedroom Luxury Villa in Ubud looking for Butler must be good English & able to serve Breakfast.Send your CV to: manager@villanagaputih.com Mobile: 082 144 726 617 B.BP.001.11.18.0000445

Tk Retail di Jimbaran Bth Back Office / Admin (4Jt/Bln) CV Krm ke bagkidsbali@gmail.com B.BP.004.11.18.0000602

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.01

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dicr Waiterss&Cook u/Resto di Seminyak.Krm CV ke Warung Ocha, Jl Raya Seminyak 52 Kuta atau Email:warungocha@yahoo.co.id B.BP.001.11.18.0000519

Djl Tanah 14800 m2,Lok:Bukit Cinta,Ubud,Gianyar,08123665546

G.04

Tnh Pinggir Jalan 17A/Rp.200Jt /A,Ng Sebatu Gyr/088219124095

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Pick Up Th2018,STNK Hidup,Pth, Kredit,Unit Mulus,KM Rendah Hub.8495821/081999064002 B.BP.001.11.18.0000591 TOYOTA

Tyt Calya G Mnl Hitam Th’16 DK KM.6000122Jt Hub:081558727329

B.BP.001.11.18.0000574

B.BP.001.11.18.0000589

Looking SPG For Boutique At Maldives Country 18-30 Yr Old Fluent In English.Email CV To: reyyy_2003@yahoo.com Contac :Bu Ketut 08123890647

DIJUAL MOTOR HONDA

Djl Honda Bently S110 1975 Mls Ori 16,5Jt Kolektor08553788088 B.BP.166.11.18.0000603

B.BP.001.11.18.0000536

DIJUAL RUMAH

Jl Rmh LT 3,8are Lt2 F.Furnish Jl.Gn.Karang Hub.087861919888

B.BP.031.11.18.0000546

B.BP.001.11.18.0000597

Nike Villas Sanur Urgently Need 1 Security Staff. Please Send CV to us in Jalan Bumi Ayu No.19 Sanur or Email to: info-b@nikevillas.com For more Information Please dial to 0361 286911 / 286912

DIJUAL TANAH

Djl Tanah 10 Are Buduk Vila 2A Dalung.Hub.082147454248BUC B.BP.164.11.18.0000601

Dijl Tanah Kav,Jl Imam Bonjol& Padang Griya Hub.0811398086 B.BP.001.11.18.0000578

B.BP.004.11.18.0000540

B.BP.001.11.18.0000504

Ymh Bisma Dicr:1.Sopir SIM B1 2.SMK/IT Hub.T.Umar 142 Dps B.BP.001.11.18.0000469

DIJUAL RUMAH

Luxury Private Villa Looking For Butler,Good Looking,Fluent In English Please Send Your CV To : umahdibeji@hotmail.com B.BP.001.11.18.0000528

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

Dijl Tnh kav di Cekomaria Hub. 081805460556/085857011909 B.BP.001.11.18.0000596

Dijual Cpt Tnh 2Are di Sanur, SHM,Strategis Hub.0811398772 B.BP.001.11.18.0000599

PENGUMUMAN

B.BP.012.11.18.0000595

B.BP.001.11.18.0000477

BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.11.18.0000008

DIJUAL PERUSAHAAN Dijual Perusahaan Interior, Costumer Expat,Workshop 9 Are, Kuta.Hub wiyanichu@gmail.com

B.BP.004.11.18.0000593

JASA KONTRUKSI Rumah Bocor,Renovasi,Desain, Las, Sumur Bor Hub:081338848318

B.BP.001.11.18.0000492

Servis Rumah/Vila,Borong Bangunan,Design.081239460955

B.BP.004.11.18.0000545

Looking for Housekeeping, Villas in Seminyak. E:info@kem balivillas.com P:081294794608

Tng Serabutan&Tk.Jarit Garment Jl.PemudaIV/17 T.236453/264637

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

G.02

Garmen Kami Membutuhkan Segera 1.Sekretaris,Bisa Excel & Bhs Inggris 2.Staff Quality Control Yg Berpengalaman 3.Cleaning Service Wanita Bagi Yg Serius Silahkan Bawa CV Ke Jl.Batas Dukuhsari 38X Telpon: 8474108-8474099

Informasi pasang iklan Telepon

KEHILANGAN

Hlg BPKBNo.C8750305-ODK5468 AAT A.n Yayuk Partiningsih B.BP.001.11.18.0000576

HlgBPKBNo.E9183834-ODK1848 B An.Kadek Sukarda,SE

B.BP.001.11.18.0000582

HlgBPKBNo.F3775540-ODK1675 AM An.I Wayan Ekamara

B.BP.001.11.18.0000583

HlgBPKBNo.L09812717-ODK860 BP A.n Surip. Sanur Dps B.BP.001.11.18.0000577

Telah Hilang Sertifikat Tanah HM No.12272 Luas:200 M2 An.Ngurah Budiastika.Bagi yg menemukan Hub.087861341056 B.BP.001.11.18.0000581

PENGUMUMAN Pengumuman Berdasarkan hasil RUPS LB Tgl. 07-11-2018 PT.Indo Jaya Bawana brkddkan di Kab.Bangli tlh dibubarkan.U/Pemberesan dpt Hub.Sdr.I Wayan Kesuma Yasa Dsn/Br.Temen,Susut-Bangli dlm waktu 60 hari sjk pngmman ini dimuat dlm srt kbr ini. Bali,14-11-2018.Ttd Direksi B.BP.004.11.18.0000592

Kepada Direktur dan Ahli Waris PT.Gajah Cinta Bunga (Resto Fat Gajah),Agar Segera Menghubungi PT.Alamboga Internusa,0361720200 untuk Segera Menyelesaikan Kewajiban Hutang. Terima Kasih B.BP.001.11.18.0000518


BANGLI

14

Kamis Wage, 15 November 2018

Ditimpa Beringin, Padmasana dan Bale Pawedaan Rusak

Bali Post/nan

TUMBANG - Pohon beringin tumbang menimpa Padmasana dan bale pawedaan di Pura Griya Sakti, Desa Apuan, Susut.

TPP Pegawai RSU Bangli Januari-Juni Belum Cair Bangli (Bali Post) Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSU Bangli belum menerima Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) periode Januari sampai Juni 2018. Padahal, TPP periode Juli hingga September sudah dibayarkan. Wadir Umum Keuangan dan SDM RSU Bangli I Putu Ganda Wijaya, Rabu (14/11) kemarin,

mengakui jika TPP JanuariJuni untuk 426 ASN memang belum dibayarkan. Hal ini lantaran adanya perubahan Perbup. Akibat perubahan tersebut, belum dimungkinkan untuk melakukan amprah rapelan pembayaran TPP Januari sampai Juni. ‘’Untuk menindaklanjuti pembayaran itu, LO-nya baru turun per 6 November 2018 ini. Sehingga

dengan terbitnya rekomendasi LO ini, maka kita akan langsung mengambil langkah-langkah untuk segera dapat melakukan pencairan TPP dan jaspel. Masih ada waktu untuk melakukan pembayaran tersebut, sebab pembayaran itu paling lambat sampai 28 Desember. Waktu yang ada ini kita maksimalkan untuk mengurus semua hal agar pembayaran itu bisa cepat dilakukan,’’ ujarnya. Sementara untuk pembayaran periode Juli sampai September sudah dilakukan. Anggaran yang disediakan sebesar Rp 12.683.875.000. Sedangkan yang sudah terbayarkan baru Rp 2.336.674.958. Sedangkan jasa pelayanan (jaspel) periode Januari sampai Maret dan Juli sampai September telah dibayarkan. Sisanya yakni April, Mei, Juni sampai saat ini masih belum dibayarkan. Lebih lanjut dia mengimbau pegawai agar lebih bersabar menunggu TPP. Diharapkan semua bisa menghormati dan mengikuti prosedur yang berlaku. Jangan sampai lambannya pencairan TPP mengakibatkan pelayanan ke masyarakat. (kmb41) I Putu Ganda Wijaya

Bangli (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Bangli pada Selasa (13/11) malam, mengakibatkan pohon beringin tumbang dan menimpa palinggih Padmasana dan bale pawedaan di Pura Griya Sakti, Desa Apuan, Susut. Kerugian material akibat kejadian itu mencapai ratusan juta rupiah. Prajuru Pura Griya Sakti, Ida Bagus Kartika, mengungkapkan dirinya mengetahui pohon beringin itu tumbang pada Rabu (14/11) kemarin sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu dia datang ke pura untuk mempersiapkan perlengkapan pembuatan ukiran pasir melila di pesamuhan. Ketika masuk pura, dia terkejut lantaran melihat beringin yang berada di sebelah selatan pura sudah roboh dan menimpa Padmasana dan bale pawedaan. ‘’Saya langsung melaporkan hal tersebut kepada perbekel,’’ ujarnya. Perbekel Apuan I Made Cerita mengungkapkan,

Antara. Pada Oktober lalu, petani bawang merah di kawasan Kaldera Batur, Kintamani sempat merana. Pasalnya harga jual bawang merah pada musim panen saat itu anjlok. Bawang merah yang biasanya bisa dijual di harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram, hanya laku dijual Rp 3 ribu per kilogramnya. Menurut beberapa petani, anjloknya harga ter-

waspada memasuki musim penghujan ini. Kita juga berharap warga bisa senantiasa memberikan informasi jika di wilayah tersebut ada longsor maupun pohon tumbang sehingga kita bisa secara bersama-sama melakukan penanganan bencana tersebut,’’ katanya. Pria asal Selulung, Kintamani itu menambahkan, selain itu pihaknya juga telah mengirimkan surat kesiapsiagaan menghadapi bencana di musim penghujan kepada Dinas PU, Satpol PP dan camat se-Bangli. Diharapkan, para camat mampu menindaklanjutinya dengan mensosialisasikan surat tersebut ke masing-masing desa di wilayahnya. Mengingat tingkat kebencanaan di Bangli cukup tinggi, pihaknya juga berharap ke depannya masalah anggaran bisa ditingkatkan lagi untuk melengkapi sarana prasarana sebagai penunjang dalam penanganan kebencanaan. (kmb41)

Lahan Tak Memadai

Tak Satu pun Puskesmas Penuhi Syarat Jadi RS

Bangli (Bali Post) -

bangun RS, yang juga penting untuk disiapkan adalah SDM dan peralatan medis. Disinggung mengenai adanya keinginan Bupati membangun RS di Pasar Yangapi, Tembuku, Nadi mengatakan, itu memungkinkan untuk diwujudkan. Sejauh ini pihaknya belum melakukan langkah apapun terkait rencana itu karena belum mendapat perintah secara langsung dari Bupati. Menurutnya, dibandingkan di lokasi lainnya, RS lebih cocok dibangun di wilayah Kintamani. Pertimbangannya karena penduduknya di Kintamani lebih banyak dan secara geografis wilayahnya juga lebih luas. ‘’Di samping itu,

karena di Bangli kan sudah ada rumah sakit,’’ kata Nadi. Sebagaimana diketahui, rencana Pemkab Bangli meningkatkan status puskesmas menjadi RS tipe C muncul sejak adanya pemberlakuan rujukan online berjenjang oleh BPJS. Dengan sistem rujukan online berjenjang tersebut, masyarakat yang butuh rujukan saat berobat di fasilitas kesehatan tingkat pertama tidak bisa langsung dirujuk ke RSU Bangli, melainkan harus dirujuk terlebih dahulu ke fasilitas kesehatan lanjutan yang punya klasifikasi tipe C. Sementara di Kabupaten Bangli, jumlah rumah sakit tipe C masih terbatas. Saat ini hanya ada satu RS tipe C yang menjadi rujukan yakni BMC, sementara rumah sakit tipe C lainnya berada di wilayah Gianyar dan Klungkung. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Terpidana kasus penyelundupan narkoba Bali Nine, Renae Lawrence, bakal dibebaskan dari Rutan Kelas II Bangli pada Rabu (21/11) mendatang. Masa hukuman selama 13 tahun untuk pria asal Australia itu akan berakhir. Hal itu diucapkan Kepala Rutan Kelas II B Bangli I Made Suwendra, Rabu (14/11) kemarin. Suwendra mengatakan, Reane menjalani masa penahanan di rutan ini sekitar empat tahun lalu. Sebelum di Bangli, yang bersangkutan menjalani hukuman di Lapas Kerobokon dan Rutan Negara. ‘’Selama menjalani masa hukuman di rutan ini, yang bersagkutan menjalaninya dengan baik. Berdasarkan laporan dari petugas di rutan ini, sikapnya juga baik selama di sini,’’ katanya. Dia menjelaskan, tidak ada

yang sifatnya khusus terkait pembebasan Renae. Karena pembebasan akan dilakukan sesuai SOP. Sebelum membebaskan yang bersangkutan, pihaknya melakukan koordinasi dengan bersurat terlebih dahulu dengan pihak Imigrasi Denpasar. Saat pembebasan nanti, pihak Imigrasi bakal datang menjemput Renae. ‘’Saat bebas nanti kita akan buatkan berita acara dengan membuat surat keterangan bebas karena sudah selesai menjalani masa pidana. Setelah itu pengambilan sidik jari,’’ ujarnya. Untuk pengamanan, tidak ada hal khusus yang dilakukan pihak rutan. ‘’Masalah sistem pengamanan, kita kurang tahu. Nanti minta keterangan langsung dari pihak Imigrasi. Karena terkait ini, kewenanagnya ada di Imigrasi,’’ tegasnya. (kmb41)

Rencana Pemkab Bangli meningkatkan status puskesmas menjadi rumah sakit (RS) cukup sulit diwujudkan. Hal yang menjadi kendala utama yakni luas lahan puskesmas yang tidak memadai untuk dijadikan RS. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi saat dihubungi Rabu (14/11) kemarin mengatakan, untuk menaikkan status puskesmas menjadi RS dibutuhkan kajian yang matang. Salah satu hal yang pertama diperhatikan adalah soal ketersediaan lahan. Nadi mengatakan, dari 12 puskesmas di Bangli, tidak ada satupun yang memenui syarat menjadi RS. Sebab lahan yang dimiliki masingmasing puskesmas cukup terbatas. Yang paling luas lahannya hanya sekitar 20 are. Sementara sesuai syarat, luas lahan untuk RS harus lebih dari itu. ‘’Kalau puskesmas dinaik-

kan menjadi rumah sakit, kita harus membangun puskesmas baru sebagai penggantinya. Jadi tidak boleh ada puskesmas yang hilang,’’ ujarnya. Dibandingkan menaikkan status puskesmas, yang lebih memungkinkan untuk dilakukan Pemkab Bangli untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat adalah dengan membangun RS baru. Namun, pembangunan RS juga perlu kajian mendalam menyangkut berbagai hal oleh tim. ‘’Terutama soal kesiapan lahan. Itu penting di awal sehingga tidak jadi masalah. Kalau lahan sudah siap dan pasti, kita bisa urus syarat lainnya,’’ kata Nadi. Selain lahan, dalam mem-

Terpidana Bali Nine Segera Dibebaskan

Harga Bawang Merah Membaik Bangli (Bali Post) – Sempat anjlok di harga Rp 3 ribu per kilogram pada bulan lalu, harga bawang merah di tingkat petani kini sudah membaik. Bawang merah yang dihasilkan petani di kawasan Kaldera Batur, Kintamani sekarang laku dijual petani dengan kisaran harga Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu. Salah seorang petani bawang di Desa Songan, Jro Miana mengatakan, kenaikan harga bawang merah terjadi secara bertahap. Setelah sempat anjlok, harga bawang merah naik menjadi Rp 9-10 ribu per kilogramnya dan terus naik hingga menyentuh kisaran Rp 19 ribu per kilogram. ‘’Naiknya sudah sekitar sepuluh harian, Dengan harga segitu, sudah cukup bagus,’’ ungkapnya, Kamis (14/11) kemarin. Menurut Miana, membaiknya harga bawang merah disebabkan banyak bawang merah hasil panen petani yang dijadikan bibit oleh pemerintah untuk disumbangkan ke kelompok-kelompok tani. Di samping itu, karena pengaruh cuaca. Akibat kemarau panjang, banyak petani yang gagal panen sehingga berdampak pada berkurangnya produksi bawang merah. Selain Miana, naiknya harga bawang merah di tingkat petani juga diakui petani lainnya di Desa Buahan, Made Antara. Dia mengatakan, harga jual bawang merah di tingkat petani untuk kualitas medium berkisar Rp 12 ribu hingga Rp 15 ribu. Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Menurut Antara, meski mengalami kenaikan, harga jual bawang merah saat ini masih tergolong biasa saja. Idealnya, harga jual bawang merah bisa dikatakan menguntungkan petani jika harganya di atas Rp 22 ribu per kilogram. ‘’Dengan harga yang sekarang, untung, tapi tidak terlalu banyak,’’ kata

mendapat laporan itu, pihaknya langsung meng hubungi BPBD Bangli untuk membantu memotong dahan pohon beringin tersebut. ‘’Selain dari petugas BPBD, untuk membersihkan pohon juga dibantu dari petugas kepolisian dibantu masyarakat,’’ jelasnya. Kalak BPBD Bangli I Wayan Karmawan didampingi Kasi Kedaruratan dan Logistik I Ketut Agus Sutapa menerangkan, belakangan ini memang mulai turun hujan lebat disertai angin kencang yang memicu tanah longsor dan pohon tumbang. Dengan kondisi ini, pihaknya mulai menyiagakan petugas untuk melakukan penanganan jika terjadi bencana. Selain itu, pihaknya juga mulai mengaktifkan relawanrelawan kebencanaan yang ada di setiap desa di Bangli. Termasuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait ketika ada bencana. ‘’Kita imbau kepada seluruh masyarakat supaya tetap

jadi karena masa panen yang bersamaan dengan petani bawang merah di daerah luar sehingga menyebabkan stok bawang merah melimpah. Tak hanya harganya yang merosot, bawang merah hasil panen petani juga tidak ada yang membeli. Dengan harga yang terjun bebas saat itu, banyak petani yang terpaksa menyimpan hasil panennya di rumah sambil menunggu harga membaik. (kmb40)

Bali Post/nan

JENGUK - Ibu kandung Renae Lawrence yakni Beverly Ann bersama adik tirinya saat menjenguk Renae di Rutan Kelas II Bangli, Rabu (14/11) kemarin.


15

Kamis Wage, 15 November 2018

Pertama di Dunia

ASEAN Teken Perjanjian Pengembangan E-Commerce

Singapura Sejak Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) didirikan pada 1967, ASEAN telah membangun komunitas ekonomi regional yang stabil, terbuka, dan inklusif, yang membawa pertumbuhan dan kemakmuran bagi masyarakat di kawasan. ASEAN pun siap untuk menjadi ekonomi tunggal terbesar keempat di dunia pada tahun 2030, setelah Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Cina. Sementara itu, ASEAN adalah pasar internet tercepat di dunia, dengan 330 juta pengguna. Pada tahun 2025, ekonomi internet di ASEAN akan menjadi empat kali lipat menjadi 200 miliar dolar AS dari saat ini 50 miliar dolar pada tahun 2017. Dengan perdagangan elektronik (e-commerce) diperkirakan akan tumbuh menjadi 88 miliar dolar. Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan populasi yang muda dan serta melek teknologi menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, didukung oleh peningkatan investasi infrastruktur teknologi informasi oleh baik pemerintah maupun bisnis. Potensi perdagangan elektronik (e-commerce) di kawasan ini telah menarik banyak pendatang asing, seperti Amazon dan Alibaba yang didirikan di wilayah tersebut. Untuk meningkatkan pertumbuhan e-commerce di kawasan Asia Tenggara, para

menteri ekonomi ASEAN menegaskan komitmen mempromosikan dan memfasilitasi inovasi dan pergerakan e-commerce. Ini dilakukan dengan menandatangani Perjanjian Pengembangan Niaga Elektronik (ASEAN Agreement on E-Commerce). Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-33, di Singapura. Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita mengatakan perjanjian tersebut pertama kalinya dilakukan di dunia yang ditandatangani dalam konteks regional Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTA) untuk memfasilitasi dan menciptakan lingkungan yang inovatif bagi perkembangan e-commerce. Ketentuan pada perjanjian ini mengatur perdagangan lintas batas antarnegara anggota ASEAN, lokalisasi fasilitas komputerisasi, serta mendorong negara-negara di

kawasan ASEAN untuk mewujudkan sistem pembayaran elektronik yang aman dan saling terintegrasi satu sama lain. ASEAN yakin bahwa implementasi perjanjian ini membuat perekonomian Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya akan tumbuh pesat. Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN Indonesia itu mengatakan perjanjian tersebut memberi ruang bagi seluruh anggota ASEAN untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis e-commerce dengan menerapkan kebijakan nasional masing-masing yang sejalan dengan perjanjian ini. Ia juga meyakini bahwa dampak positifnya akan signifikan bagi Indonesia, sebab pada saat yang bersamaan Indonesia juga sedang mendorong tumbuhnya aktivitas bisnis, termasuk skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) seperti usaha rintisan. (ant)

Terios 7 Wonders 2018

Benteng VOC yang Bersejarah dan Hutan Bakau Kayeli

EKSPEDISI Terios 7 Wonders kembali digelar Daihatsu menempuh perjalanan selama sembilan hari, 10 – 18 November 2018. Kegiatan itu bertajuk ‘’Moluccas Next Chapter’’, menjelajahi tiga pulau utama Provinsi Maluku yakni Pulau Buru, Ambon, dan Seram. Setelah berkunjung ke Danau Rana di Namlea, Buru pada hari sebelumnya, tim ekspedisi melanjutkan perjalanan menuju ke destinasi ketiga yakni Desa Kayeli. Walaupun masih dalam satu pulau yang sama (Pulau Buru), belum ada akses jalan yang langsung menghubungkan antara Namlea dan Kayeli, sehingga tim ekspedisi memutuskan untuk menggunakan kapal menuju Kayeli di pagi hari, menempuh perjalanan selama satu jam sembari melihat keindahan laut sekitar. Sesampainya di pelabuhan tim ekspedisi bergerak menuju salah satu situs bersejarah yang ada di Kayeli, yakni Benteng Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC), yang memakan waktu perjalanan selama 30 menit sejak turun dari pelabuhan. Situs ini dibangun pada abad ke-17. Tim Terios 7 Wonders bertemu dengan Ibrahim Wael, yang merupakan putra dari

TERIOS - Lima deretan mobil Terios dengan latar belakang keindahan Pantai Kayeli. Raja Kayeli generasi ke-12. Dulunya ibu kota Pulau Buru adalah di Kayeli, namun tanah di desa ini mengalami kenaikan ketinggian akibat banjir dan pergeseran lempengan bumi dalam kurun waktu yang lama, sehingga menyebabkan setengah bagian dari tembok benteng ini tertutup, dan membuat kegiatan pemerintahan dialihkan ke Namlea. Setelah dari benteng VOC, ekspedisi dilanjutkan kembali menuju pantai Kayeli. Selama perjalanan, tim menelusuri hutan bakau menggunakan perahu kecil kurang lebih sepanjang 2 km. Hutan bakau ini sangat penting untuk manahan ombak dan mengurangi abrasi. Beberapa binatang hidup di hutan ini seperti kep-

Kawasan Bedugul

Total anggaran pembebasan lahan lokasi shortcut dari APBD provinsi untuk lokasi satu, dua, tiga, empat, tujuh, delapan, sembilan, dan lokasi sepuluh dirancang Rp 200 miliar. Pembangunan sarana ini, kata Gubernur, tidak hanya untuk kelancaran transportasi, juga akan menarik investor berinvestasi di Bali Utara. Dampak lainnya, jalan baru batas kota ini juga bisa dijadikan penunjang wisata. Teru-

tama di kawasan Bedugul dan Danau Beratan. Jalan baru itu layak dijadikan paket wisata menarik. Kata Gubernur, transportasi Singaraja-Denpasar sering dikeluhkan warga. Dengan shortcut itu waktu tempuhnya bisa diperpendek menjadi 1,5 jam dari sebelumnya 2,5 jam. ‘’Dengan demikian investor pasti juga akan lebih banyak datang ke Buleleng,’’ tegasnya. Kepala BPJN Wilayah VIII Ketut Darma Wahana mengatakan, lokasi shortcut lima dan enam ini yang paling ekstrem. Kondisi jalan sekarang

Tatanan Asli

Dalam masyarakat dengan susunan asli itu memiliki wujud kelembagaan dan kewajiban yang khas, yang berbeda dengan wujud kelembagaan, tatanan hak dan kewajiban yang berada di luar kesatuan daerah yang dimaksud. Karenanya, sesuatu aturan yang datang dari luar susunan asli itu tidaklah relevan diberlakukan di dalam tatanan susunan asli tertentu. Kalaupun aturan-aturan baru tersebut ingin diberlakukan ke dalam tatanan ‘’susunan asli’’ itu, pemberlakuan itu mestilah atas izin warga ‘’susunan asli’’ itu sendiri atau disesuaikan dengan aturan asli tersebut. Menyadari kedudukan desa adat dalam perkembangan dunia digital dan tantangan kemandirian secara ekonominya, ahli ekonomi Unud Prof. Dr. Drs. I Wayan Ramantha, M.M.Ak. mengingatkan agar desa adat menuju langkahlangkah strategis dalam kemandirian dan membentengi dirinya. Desa adat harus menuju identitasnya secara bermartabat dengan melakukan penguatan diri secara ekonomi dan tetap berbudaya. Selain

ekonomi, desa adat harus juga memperkuat SDM-nya sehingga mempunyai daya saing baik skala nasional maupun internasional. Desa adat juga harus dikelola dengan pendekatan nurani, sehingga dalam mendapatkan sumber-sumber pendanaan bisa dilakukan secara legal. ‘’Saya menyadari kini banyak tantangan membangun dan menjaga desa adat. Namun, tantangan itu mestinya membuat kita lebih inovatif dan kreatif mengelola desa adat,’’ ujarnya. Ia mengatakan untuk menjadikan desa adat bermartabat, bisa dilakukan dengan pemberdayaan potensi desa adat. Salah satunya dengan membentuk badan usaha desa adat. Selama ini desa adat mengelola lembaga keuangan Lembaga Perkreditasn Desa (LPD). Ini mungkin merupakan salah satu sumber permodalan membentuk usaha desa pakraman. ‘’Lembaga usaha desa adat mestinya terpisah dari LPD. Jangan LPD diarahkan membentuk badan usaha,’’ ujarnya. Ia berpandangan, sebaiknya desa adatlah membentuk badan usaha yang bergerak pada sektor produk dan jasa. Salah satu peluang usaha

iting bakau, dan buaya yang ukurannya hampir menyamai perahu yang digunakan oleh tim. Dengan ground clearance dan air intake yang tinggi, membuat Terios sangat tangguh dalam melewati medan jalan yang berat, juga melewati banjir. Terios juga dilengkapi dengan Around View Monitor, yaitu kamera mundur yang memberikan visibilitas luas dengan sudut pandang 360 derajat, sehingga pengemudi lebih mudah melihat kondisi sekeliling mobil saat melakukan manuver. Terios cocok untuk dibawa berpetualang, sehingga Terios sangat cocok untuk menjadi DNA (Daily New Adventure) masyarakat Indonesia. (bns1) ini di lokasi lima dan enam itu ada 15 tikungan tajam. Setelah shortcut dibangun, tikungan dikurangi menjadi lima tikungan dengan panjang 1,9 kilometer. ‘’Rekanan akan merampungkan shortcut perdana itu Desember 2019 mendatang,’’ tambahnya. Lokasi shortcut ekstrem lainnya di lokasi tiga dan empat (wilayah Bedugul, Tabanan). Lokasi shortcut ini pada kondisi sekarang kerap kali memicu kemacetan parah. Pembangunan shortcut 1,2 km di sana sasarannya dapat mengurangi kemacetan parah sampai 50 persen. (kmb38) pedesaan yang bisa dibentuk adalah pasar yadnya. Penelitian membutikan bahwa 32 persen pengeluaran masyarakat adat untuk kepentingan ritual. ‘’Ada banyak ruang yang bisa dilakukan desa adat untuk menuju kemandirian ekonomi. BUMDes adat ini penting dibentuk untuk memayungi semua usaha desa adat dalam mengelola pendapatan. Termasuk dalam hal ini mengelola usaha dari desa wisata,’’ ujarnya. Selama ini objek desa wisata dominan dikelola oleh desa adat. Objek wisata desa inilah nantinya dibuatkan aturan pengelolaan untuk menjadikan usaha ini legal. ‘’Kemandirian desa adat akan membuat kita berkepribadian secara budaya. Dengan caracara ini intervensi terhadap desa adat bisa kita tekan,’’ jelasnya. Prof. Ramantha juga berharap edukasi untuk pemberdayaan desa adat mestinya menjadi komitmen semua pihak. Pemimpin mestinya hadir sebagai pengayom, bukan malah membuka ruang masuk intervensi ke desa adat. ‘’Otoritas desa adat haruslah dihormati semua elemen yang ada di Bali,’’ sarannya. (dir)

UKPHI PNB Gelar Pelatihan Pengembangan Internasionalisasi SDM Tenaga Kependidikan UNIT Kerja Sama Pemberdayaan Aset dan Hubungan Internasional (UKPHI) Politeknik Negeri Bali (PNB), Rabu (14/11) kemarin menggelar pelatihan pengembangan internasionalisasi sumber daya manusia (SDM) tenaga kependidikan. Bertempat di Gedung Widya Guna Kampus PNB, pelatihan ini diikuti 51 orang tenaga kependidikan di lingkungan PNB. Menurut Ketua UKPHI PNB Nyoman Indah Kusuma Dewi, S.E., M.BA., Ph.D., pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa internasionalisasi bukan untuk dosen maupun mahasiswa saja. Namun, menurutnya, seluruh civitas akademika perlu memahami hal itu. Pemahaman ini perlu dimiliki untuk mencapai visi dari PNB. Kegiatan yang baru pertama kali digelar ini diharapkan seluruh tenaga kependidikan bisa memahami terkait internasionalisasi. Mereka juga diharapkan bisa memberi pelayanan yang berstandar internasional. ‘’Bukan hanya kurikulum yang berstandar internasinal, namun juga pelayanan harus berstandar internasional,’’ pungkasnya. Pembantu Direktur IV Politeknik Negeri Bali Ir. I Gede Made Oka Aryawan, M.T. yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Internasionalisasi perguruan tinggi, dikatakannya, memang tidak bisa dihindari. Kegiatan ini, kata Oka, merupakan salah satu upaya

PELATIHAN - Suasana pelatihan pengembangan internasionalisasi SDM tenaga kependidikan yang digelar UKPHI PNB, Rabu (14/11) kemarin. untuk menuju hal itu. Ini sesuai dengan visi dan misi PNB yaitu menjadikan perguruan tinggi vokasi terdepan dan memiliki lulusan profesional berdaya saing internasional. ‘’Kita garis bawahi yang memiliki lulusan berdaya saing internasional. Semua ini diharapkan sudah tercapai sesuai Rencana Strategis (Renstra) PNB di tahun 2025,’’ harapnya. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh UKPHI PNB tentunya sangat mendukung visi dan misi tersebut. Dalam menghadapinya, bukan hanya tenaga pendidik yang harus berinternasionalisasi, namun tenaga kependidikan juga ha-

rus minimal memiliki wawasan internasionalisasi. ‘’Apalagi di Bali internasionalisasi itu sudah mengglobal. Mau tidak mau, kita tidak bisa menghindari hal tersebut,’’ pungkasnya. Internasionalisasi perguruan tinggi, kata Oka, mencakup empat hal. Yaitu internasionalisasi kurikulum, internasionalisasi tenaga pendidik, internasionalisasi tenaga kependidikan dan internasionalisasi mahasiswa. Dalam menyambut internasionalisasi perguruan tinggi, tidak bisa hanya menyiapkan SDM saja. Namun juga perlu disiapkan sarana dan prasarana untuk menuju hal

itu. ‘’Upaya itu sudah dilakukan di PNB,’’ ujarnya. Untuk itu semua lini yang ada di PNB memang harus memiliki visi yang sama, tujuan yang sama yaitu internasionalisasi. Kalau untuk dosen, hampir semua yang ada di enam jurusan di PNB, penelitian yang dilakukan sudah bekerja sama dengan pihak luar negeri. Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya Psikolog Dra. Retno Indaryati, M.Kes. dari Unud, Drs. I Ketut Tika, M.A. dari Undiksha, Trianasari, Ph.D., CHE. dan perwakilan dari PNB Kadek Eni Marhaeni, S.E., M.M. (ad611)

Penegakan Hukum Dengan melakukan penanganan yang lebih mengedepankan semangat permufakatan dan asas kekeluargaan serta gotong royong, demi sebuah suksesnya upaya penegakan hukum yang cerdas dan berkeadilan, di tengah jeritan serta beban ekonomi rakyat. Pendekatan dan sentuhan seperti itulah diharapkan oleh para pendiri bangsa dilakukan oleh para pemimpin rakyat, dan itu akan membedakan dengan aturan yang sengaja dibuat

kontradiktif dengan aspirasi ataupun dinamika yang ada di masyarakat, dengan penanganan yang opresif seperti yang pernah dilakukan oleh rezim penjajah di negeri ini. Pemimpin di Bali tidak boleh cuci tangan dengan dalih akan menyiapkan aturannya di kemudian hari. Situasi ini menuntut pemimpin harus senantiasa berdiri tegak di depan rakyat, dengan tidak membiarkan mereka menanggung dosa sistemik itu, dengan melepaskan mereka teraniaya oleh aturan yang ada. Aparat penegak hukum jangan ditempatkan sebagai

lembaga penuntut rakyat semata, tetapi harus dijiwai sebagai lembaga pengayom dan penuntun rakyat. Perpres No. 87/2016 tentang Saber Pungli yang dibuat dengan semangat mengatasi distorsi di dalam sistem birokrasi yang ada, jangan membuat aparat penegak hukum gagal paham atau kebablasan memahami semangat itu. Tindakan sapu bersih pungutan liar ini diharapkan dapat membersihkan penghambat yang ada pada dunia pendidikan, kesehatan, kelautan, kehutanan, kepolisian dan sebagainya dari semua anasir

buruknya. Perseteruan dan kriminalisasi masyarakat adat di Bali semakin menunjukkan betapa dibutuhkannya undangundang terkhusus guna dapat melindungi masyarakat adat. Harus dipahami jalan untuk melawan radikalisme hanya dapat dilakukan dengan tidak membiarkan adat dan budaya bangsa yang majemuk ini tergerus oleh zaman, dan itu hanya dapat berlangsung ketika pemerintah dan masyarakat adat mampu membangun komunikasi yang konstruktif. (*)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Wage, 15 November 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Ranieri Kembali ke Inggris London – Claudio Ranieri kembali ke Inggris. Pelatih asal Italia ini mendapat kepercayaan menjadi pelatih baru Fulham menggantikan Slavisa Jokanovic. Jokanovic asal Serbia yang membawa Fulham masuk ke level utama Liga Inggris melalui playoff musim lalu, gagal mengangkat performa klub London ini sehingga berada di dasar klasemen dengan hanya satu kali menang dalam 12 laga. Hal itu membuat Ketua Fulham Shahid Khan merasa perlu melakukan perubahan. ‘’Saya tidak mengantisipasi harus membuat keputusan terkait Slavisa dan berharap tidak ada situasi di mana saya harus menggantinya. Tapi kiprah kami musim ini membuat saya membuat keputusan yang menur u t saya tepat

saatnya, demi para pemain, klub dan para suporter kami,’’ kata Khan, Rabu (14/11) kemarin. Ranieri membuat kejutan ketika berhasil mengantar Leicester City menjadi juara Liga Inggris tahun 2016. Ia sempat berpindah-pindah klub dan terakhir di Nantes (Prancis). Pelatih berusia 67 tahun ini pernah menangani Valencia, Atletico Madrid, Juventus, AS Roma, Inter Milan serta empat tahun di Chelsea. ‘’Membuat suatu perubahan tanpa punya jawaban tepat untuk rencana ke depan bukanlah pilihan. Jadi, dengan siapnya orang sekaliber Claudio Ranieri menerima tantangan kami, itu menyenangkan dan penting. Claudio adalah pelatih yang siap untuk Liga Inggris, terutama cocok dengan apa yang sedang

kami perlukan saat ini di Fulham. Kerjanya bersama Leicester cukup melegenda serta pengalamannya bersama Chelsea dan klub-klub besar Eropa,’’ jelas Khan. Ranieri akan dihadapkan dengan tugas berat untuk membuat perubahan di Fulham dan menghindarkan klub ini dari posisi bawah di liga. “Adalah kehormatan menerima ajakan tuan Khan dan menerima kesempatan untuk memimpin Fulham, klub fantastis yang memiliki tradisi dan sejarah,” katanya. Tujuan utamanya di Fulham bukan hanya bertahan di Liga Primer. “Kami harus setiap saat menjadi lawan tangguh dan harus sukses. Skuad Fulham memiliki talenta yang luar biasa yang berkebalikan dengan posisi klub di liga. Saya tahu tim ini sangat mampu menunjukkan performa yang lebih baik, yang akan kami benahi langsung ketika mempersiapkan diri untuk menjamu Southampton di Cottage,” tegas Ranieri. Pemain Asing Sebagai upaya menangani dam-

Tim Woodball Junior Tim Putra Ladeni Brunei di SEATTA Ditarget Juara di Kejurnas Denpasar (Bali Post) Bali menurunkan 14 atlet senior yang terdiri atas 7 putra dan 7 putri serta delapan pemain junior U-17 (4 putra dan 4 putri) pada Kejurnas Woodball di Balikpapan, Kaltim, 17-20 November nanti. Tim senior ditargetkan bisa bersaing ketat dengan Jateng, sedangkan tim junior dipatok menjadi juara umum. Tim junior diberi target tinggi karena sudah beberapa kali sukses menjuarai ajang kejurnas. Sementara tim senior diprediksi bersaing ketat dengan Jateng, namun peluang menyabet juara umum tetap terbuka lebar. ‘’Kami optimis tim junior mampu merebut gelar juara umum,’’ tutur pelatih woodball Bali A.A. Rai Suteja di Denpasar, Rabu (14/11) kemarin. Ia percaya dengan kemampuan asuhannya, sebab mereka direkrut melalui seleksi ketat dan bertahap serta menjalani persiapan maksimal menjelang kejurnas. Apalagi atlet Bali turun pada semua nomor perorangan, ganda, beregu dan mix stroke serta fair way, sehingga kans merebut medali cukup banyak. Ketua Harian Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Bali Maryoto Subekti menjelaskan, atlet yang diterjunkan di kejurnas dijaring melalui Porprov Bali, sirkuit bulanan dan kejuaraan Piala Margarana. Dalam sirkuit yang digelar tiap bulan, seluruh Pengkab dan Pengkot IWbA diwajibkan mengirim tiga atlet terbaiknya. Usai kejurnas, pihaknya akan menjaring 15 pemain putra dan 15 putri. Sementara sirkuit tetap digulirikan dengan memberlakukan sistem promosi dan degradasi. ‘’Dari sini akan ditetapkan 10 pemain putra dan 10 putri. Tim definitif ini dipersiapkan berlaga pada ajang Pra-PON dan PON,’’ sebut Maryoto. (022)

PCI Bali Panggil Atlet yang Mundur

Gianyar (Bali Post) Mediasi antara Pengprov Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Bali, Pengkab dan Pengkot PCI, KONI kabupaten/kota dan KONI Bali menyepakati 13 atlet cricket Bali yang mundur dan ternyata membela Papua (12) dan DKI Jakarta (1) dipanggil kembali guna memperkuat Pulau Dewata. Menurut Ketua Harian Pengprov PCI Bali Made Erawan, Ketua Umum Pengprov PCI Bali Cokorda Ibah Kertyasa telah memanggil ke-13 atlet agar bersedia kembali membela Bali. ‘’Mereka yang menyatakan mundur supaya membuat surat pernyataan bersedia membela Bali lagi,’’ jelasnya di Gianyar, Rabu (14/11) kemarin. Pihaknya membatasi pembuatan surat pernyataan selama dua pekan atau sampai Minggu (18/11) mendatang. Akan tetapi hingga kemarin belum ada atlet yang menyetor surat pernyataan bersedia mengusung bendera Bali lagi. Sebelumnya ke-13 pemain itu membuat surat pernyataan mundur sebagai atlet dan diteken oleh PCI Bali. Namun, kenyatannya mereka bukannya mundur atau pensiun sebagai atlet, melainkan membela Papua dan DKI pada Kejurnas Cricket di Bali pada akhir Juni hingga awal Juli lalu. Di bagian lain, Sekum KONI Bali IGN Oka Darmawan menyatakan telah berkoordinasi dengan PCI Bali dalam upaya merangkul kembali atlet yang hijrah. Selain itu, menjalin kerja sama dengan Pengkab dan Pengkot PCI terutama yang atletnya mundur. ‘’Kami harap mereka bersedia kembali membela Bali,’’ ujarnya. Beberapa hari lalu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menegaskan, surat pengunduran atlet disetujui PCI Bali. Artinya, mereka sudah bukan lagi atlet, namun malah membela Papua dan DKI pada kejurnas. ‘’Semestinya kalau mereka membela daerah ain, harus melalui mutasi bukan mundur atau pensiun jadi atlet,’’ tandasnya. (022)

Denpasar (Bali Post) Tim nasional tenis meja beregu putra Indonesia meladeni Brunei Darussalam di Grup A pada hari pertama kejuaraan tenis meja Asia Tenggara bertajuk ‘’11th South East Asian Table Tennis Association (SEATTA) Championship’’ di GOR Merpati, Denpasar, Kamis (15/11) ini. Sementara timnas putri melawan Filipina di Grup B. Pelatih Timnas Indonesia Tony Meringgi menilai tim putra berpeluang besar memenangkan pertandingan pembuka. Sebab, pada turnamen Cina Terbuka bulan lalu, Timnas Merah Putih mampu menggebuk Brunei 5-0. ‘’Peluang timnas putri juga terbuka, mengingat Filipina tanpa diperkuat petenis meja andalannya Selesta karena cedera,’’ tuturnya di Denpasar, Rabu (14/11) kemarin. Di sisi lain, Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno usai membuka kejuaraan menjelaskan, di antara 10 pemain yang membela Indonesia di Asian Games 2018, hanya dua yang berlaga pada SEATTA. Pihaknya tak mempermasalahkan itu karena delapan pemain yang tampil sudah menjalani persiapan matang. ‘’Kami menurunkan pemain di bawah usia 20 tahun,’’ ujarnya didampingi Wakil Ketua Pengprov PTMSI Bali I.B. Toni Astawa. Pemain timnas yang ambil bagian di SEATTA juga dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Asia di Bali tahun depan, turnamen di Hongaria dan Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. (022)

Ketua Umum PP PTMSI Oegroseno (kiri) dan Wakil Ketua PTMSI Bali I.B. Toni Astawa.

Jakarta (Bali Post) – Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti meminta para pemainnya tidak jumawa setelah berhasil memetik kemenangan perdana di Grup B Piala AFF 2018 dengan menaklukkan Timor Leste 3-1, Selasa (13/11) malam. ‘’Kami harus tetap fokus menatap laga berikutnya,’’ ujar Bima Sakti usai laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Ia menegaskan, kemenangan melawan Timor Leste belum memastikan apa-apa bagi timnya. Apalagi setelah pertandingan tersebut, Indonesia akan menghadapi laga berat melawan Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11) lusa. Meski demikian, Bima tetap bersyukur dengan kemenangan dari Timor Leste. Selain membuka kemungkinan lolos ke semifinal, tiga poin itu berarti besar karena dipersembahkannya untuk masyarakat Indonesia yang menjadi korban bencana tsunami dan gempa bumi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah. ‘’Semoga kemenangan di Piala AFF ini membuat masyarakat di sana semangat untuk kembali bangkit,’’ tutur pelatih berusia 42 tahun ini. Menurut pemain sayap Andik Vermansah, kemenangan atas Timor Leste adalah berkat kerja keras seluruh pemain. ‘’Semua bermain bagus dan bekerja keras demi meraih kemenangan

untuk Indonesia,’’ katanya. Menurut pemain berusia 26 tahun ini, timnas Indonesia bertanding dalam tekanan yang amat tinggi. Hal itu terbukti dari betapa sulitnya mereka membongkar pertahanan lawan, terutama di babak pertama. Itulah mengapa Andik sangat bersyukur Indonesia akhirnya mampu menuntaskan laga dengan kemenangan 3-1. ‘’Alhamdulillah kami meraih kemenangan meski ini laga sulit. Permainan kami pun mungkin kurang enak dilihat. Namun kami minta masyarakat tetap optimistis terhadap kami dan terima kasih untuk semua dukungan yang sudah diberikan,’’ sebutnya. Andik tampil sangat baik dalam laga kontra Timor Leste. Meski tidak mencetak gol, dia terlibat dalam dua gol Indonesia yang dicetak Alfath Faathier dan Stefano Lilipaly (penalti). Atas performanya tersebut, Andik mendapatkan gelar pemain terbaik. Namun, pemain yang pernah merumput di Liga Super Malaysia bersama tim Selangor FA dan Kedah FA ini justru memuji Riko Simanjuntak sebagai sosok yang mengubah permainan Indonesia. Riko masuk pada menit ke-56 menggantikan Febri Hariyadi. Gol-gol Indonesia tercipta ketika dia berada di lapangan. ‘’Saya salut sama Riko. Dia mampu meningkatkan daya serang kami ketika masuk ke lapangan,’’ tutur Andik. (ant)

Bali Post/022

Indonesia Fokus Hadapi Thailand

Bali Post/ant

BALAS - Pemain Timnas Indonesia membalas sambutan penonton usai mengalahkan Timor Leste dalam laga lanjutan Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11) malam.

pak Brexit dan meningkatkan kuantitas pemain lokal, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) berencana mengurangi jumlah pemain asing dalam tim Liga Utama Inggris menjadi 12 dari 17. Demikian laporan surat kabar Times. Proposal yang akan diajukan ke klub pada minggu ini, bermakna bakal adanya perubahan signifikan pada sejumlah pihak. Sebanyak 13 klub memiliki lebih dari 12 pemain asing di tim utama mereka musim ini. Jika klub gagal mencapai kesepakatan dengan FA tentang Brexit, mereka bisa menghadapi skenario tidak ada kesepakatan. Artinya, semua pemain UE harus memenuhi kriteria yang sama dengan yang dilakukan pemain non-UE sekarang untuk mendapatkan izin kerja. ‘’Kami terus bekerja dengan Liga Primer, EFL (Liga Sepak Bola Inggris) dan berbagai departemen pemerintah, termasuk DCMS (Departemen Digital, Budaya, Media dan Olahraga), Kantor Dalam Negeri dan Keuangan selama periode konsultasi ini,’’ ujar seorang juru bicara FA kepada Reuters. (ant/rtr)

Fajar/Rian Melaju

Hongkong – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mampu melewati laga pertama turnamen bulu tangkis Hongkong Terbuka 2018 setelah menang atas pasangan Rusia Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov di Kowloon, Rabu (14/11) kemarin. Seperti dipantau di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Fajar/Rian melaju setelah menang dengan skor 25-23, 21-19 selama 34 menit permainan. Hasil ini membalas kekalahan Fajar/Rian atas Ivanov/Sozonov pada turnamen Jerman Terbuka 2015. ‘’Kami harus bermain dengan pola permainan yang berbeda dengan turnamen Cina Terbuka di Fuzhou karena kondisi lapangan di sini lebih berangin. Kami mencoba selalu permainan depan net,’’ kata Rian seperti tercantum dalam situs PBSI. Meskipun menang dalam dua game, pasangan Indonesia peraih gelar juara Malaysia Masters 2018 itu mengaku tidak puas dengan penampilannya karena masih membuat kesalahan-kesalahan sendiri. Sementara itu, ganda putri Indonesia Putri Syaikah/Nita Violina Marwah melaju ke babak ketiga usai menundukkan Madouc Linders/Meike Versteeg (Belanda) 21-7, 21-8 selama 24 menit pada ajang BWF World Junior Championship 2018 yang berlangsung di Ontario, Kanada. Ganda putri Indonesia lainnya Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga melangkah ke babak ketiga usai menundukkan Asmita Chaudhari/Annie Lado (Inggris) 21-15, 21-9. Agatha/Fadia berhadapan dengan Lucie Krpatova/Katerina Zuzakova (Ceko) pada putaran berikutnya. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook