Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Tidak Boleh Ada Selain Merah Putih Tabanan (Bali Post) Bali menguatkan kembali pesan tentang nasionalisme. Kali ini diprakarsai Kapolda Bali dengan membentangkan kain merah putih sepanjang 1945 meter, Rabu (14/8) kemarin, di sepanjang areal persawahan di DTW Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Pembentangan kain merah putih serangkaian peringatan Hari Kemerdekaan bangsa Indonesia ke-74. Namun event ini tidak bertujuan untuk memecahkan rekor Muri tetapi menegaskan jika hanya bendera Merah Putih yang pantas dan satu-satunya boleh berkibar di bumi Indonesia.
MERAH PUTIH - Pembentangan kain merah putih sepanjang 1.945 meter di area persawahan DTW Jatiluwih memecahkan rekor Muri atas pembentangan kain merah putih terpanjang di hamparan persawahan.
Enam Masalah PEMBANGUNAN Bali termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari berkah pariwisata yang menjadi motor penggerak ekonomi. Bali yang tidak memiliki sumber daya alam, dapat menikmati kemajuan ekonomi berbekal keunikan budayanya. Tingkat kemakmuran yang lebih baik
bagi penduduk Bali ditandai dengan rendahnya tingkat kemiskinan. Namun tidak berarti Bali tidak memiliki masalah. Pariwisata yang menjadi lokomotif juga menimbulkan ekses negatif. Ada setidaknya enam masalah besar yang kini membelit Bali. Keenam permasalahan di
Bali itu terbagi ke dalam bidang ekonomi, pertanian, infrastruktur wilayah, jumlah penduduk, lingkungan, dan sosial budaya. Pertama, masalah di bidang ekonomi adalah kantong kemiskinan yang masih ditemukan di Bali, yaitu di daerah Buleleng, Karangasem, Jembrana, Klungkung, dan Bangli. Kelima daerah ini menjadi penyumbang tingkat kemiskinan di Bali. Penyebab daerah-daerah tersebut menjadi kantong kemiskinan karena ketimpangan sektor pariwisata yang lebih berkembang di Bali Selatan. Kedua, dari bidang pertanian, di mana pendapatan daerah dari sektor pertanian Bali masih rendah. Pariwisata telah memancing manusia Bali tidak lagi ke pertanian. Banyak yang menekuni menjadi pekerja atau hidup dari pariwisata. Hal ini karena sektor pariwisata mendatangkan hasil lebih besar dan lebih cepat. Idealnya sektor pertanian bisa menyeimbangi pariwisata yang sudah mencapai 70 persen. Hal. 15 Tergantung Pariwisata
Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose dalam kesempatan tersebut mengatakan Bali adalah garda terdepan atau wajah dari Indonesia. Dari Bali biasanya disuarakan soal perdamaian dan toleransi. Maka dari Bali pula disuarakan mengenai empat konsensus dasar bangsa Indonesia yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Lewat kegiatan ini disuarakan, jika tidak ada bendera lain yang boleh berkibar di negara Indonesia selain Merah Putih, tidak boleh ada ideologi lain selain Pancasila, tidak boleh ada sumber hukum lain selain UUD 1945 dan tidak boleh ada bentuk negara lain selain NKRI. ‘’Jika ada yang berusaha mengubah itu maka akan berhadapan dengan rakyat Indonesia, TNI dan Polri,’’ tegas Golose. Lewat kegiatan ini, diharapkan bisa memberikan panutan kepada generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa dalam mem-
pertahankan dan menegakkan empat konsensus dasar bangsa Indonesia. Lebih lanjut mengenai kegiatan pembentangan kain merah putih sepanjang 1.945 meter di areal persawahan DTW Jatiluwih melibatkan 1.700 personel Polri, delapan orang tokoh agama dan 45 personel TNI yang menandakan tanggal hari kemerdekaan NKRI. ‘’Kegiatan ini melibatkan Polri, tokoh agama dan TNI yang mengartikan simbol perdamaian dan menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang besar dan kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia dengan kultur dan budaya yang dimilikinya,’’ tegas Golose. Sementara dipilihnya DTW Jatiluwih sebagai tempat kegiatan, karena sebagai daerah wisata dengan hamparan sawah terasering yang melambangkan kemakmuran. Terlebih DTW Jatiluwih adalah warisan budana dunia (WBD) yang dimiliki bangsa Indonesia. (kmb24)
Segera Tuntaskan UU Provinsi Bali
’’Nunggu DPR-RI yang baru, karena kalau di DPR yang lama tidak selesai, harus diajukan ulang.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali telah memasuki usia ke-61. Sejumlah masalah masih membelit terutama ketimpangan pembangunan. Kabupaten/kota yang diberkahi pariwisata diliputi kemakmuran. Sementara yang jauh dari pariwisata masih menjadi kantong-kantong penduduk miskin. Mengatasi ketimpangan, maka Bali perlu dikelola
secara khusus. Undang-undang (UU) Provinsi Bali harus segera dituntaskan k a r e n a akan menjadi dasar pengelolaan B a l i dalam satu-kesatuan. Namun sejumlah masalah nampaknya masih menghadang terutama terkait kesepakatan bupati/wali kota di Bali. Desakan penuntasan segera UU Provinsi Bali disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Bali I Ketut Kariyasa Adnyana di tengah ingar-bingar peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, Rabu (14/8) kemarin di Denpasar. Kariyasa Adnyana mengingatkan Bali sampai saat ini masih memiliki masalah klasik untuk menyelesaikan ketimpangan pembangunan. Investasi yang mayoritas ada di Bali Selatan, menimbulkan masalah sosial di daerah-daerah yang memiliki banyak kantong kemiskinan seperti Bali Utara dan Bali Timur. Belum lagi soal pelestarian adat dan budaya sebagai roh pariwisata Bali yang membutuhkan biaya besar. ‘’Konsep Undang-undang Provinsi Bali harus secepatnya diselesaikan oleh daerah, karena undang-undang ini akan menjadi nilai lebih un-
tuk mendapatkan bantuan, perlindungan,’’ ujarnya. Hingga saat ini, lanjut Kariyasa, RUU Provinsi Bali belum diajukan ke pusat. Pihaknya melihat ada kemandekan, bisa jadi karena belum ada kesepakatan antara gubernur dan bupati/ wali kota se-Bali. Mengingat, Kabupaten Badung dulu menganggap apa yang menjadi haknya akan hilang dengan adanya RUU tersebut. Anggota DPR-RI terpilih ini pun meminta agar gubernur dan bupati/wali kota se-Bali kompak, sehingga RUU bisa cepat diselesaikan. Setelah duduk di Senayan, politisi PDI-P ini berjanji akan memperjuangkan RUU ini bersama anggota DPR-RI terpilih lainnya dari Bali d a n DPD.
‘’Kompak dulu di daerah, jangan mementingkan ego kabupaten. Kita mementingkan Bali. Kalau nanti ini bisa diselesaikan, kami yakin bisa mendatangkan keuntungan,’’ jelasnya. Mengenai rencana pungutan kepada wisatawan, Kariyasa menyebut tinggal dicarikan regulasi yang tepat. Apalagi sebetulnya, mayoritas wisatawan asing tidak keberatan mengeluarkan dana untuk menjaga Bali. Biaya untuk pelestarian adat dan budaya memang tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada masyarakat Bali saja. Hal. 15 Budaya Asing
’’Konsep Undang-undang Provinsi Bali harus secepatnya diselesaikan oleh daerah, karena undangundang ini akan menjadi nilai lebih untuk mendapatkan bantuan, perlindungan.’’ I Ketut Kariyasa Adnyana Sekretaris Komisi III DPRD Bali
Sampah Penghambat Indonesia Jadi Bangsa Maju Denpasar (Bali Post) Permasalahan sampah berdampak tidak hanya pada isu kesehatan, pariwisata dan perekonomian, tetapi juga harga diri kita sebagai sebuah bangsa. Karena itulah perlu ada langkah dari pemuda Bali menangani isu sampah agar bisa ditiru oleh kota-kota lain. Hal itu dikatakan Diaz Hendropriyono, Staf Khusus Presiden, di sela-sela talkshow, Rabu (14/8) kemarin di Sanur. Dikatakannya, Indonesia terinspirasi oleh pergerakan progresif masyarakat di Pulau Bali ini lewat visi serta aksi nyata untuk menjadikan Bali sebagai wilayah terdepan dalam isu penanganan sampah. ‘’Permasalahan
sampah dapat menghambat Indonesia untuk mencapai cita-cita pendiri bangsa menjadi bangsa yang maju,’’ katanya. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra pada kesempatan tersebut mengatakan, meskipun keluhan dari masyarakat sudah banyak, namun pemerintah tidak bisa terburu-buru dalam penanganan sampah. Pengelolaan sampah membutuhkan pembangunan ekosistem sehingga pengelolaan sampah dapat berkelanjutan. ‘’Kota Denpasar sendiri telah berhasil menurunkan penggunaan kantong plastik hingga 99,60 persen dalam waktu kurang dari satu tahun,’’ pungkasnya.
Sementara itu, Komang Sudiarta dari Komunitas Malu Dong mengatakan, mindset setiap orang dalam memperhatikan lingkungan tergantung dari individu masing-masing. Terkait isu tersebut, pihaknya menyebarkan mindset bahwa semua masalah tidak ada tantangannya asal serius. ‘’Masalahnya saat di sekolah, di pedalaman bahkan tong sampah saja tidak ada bagaimana masyarakat mau belajar memilah sampah,’’ katanya. Diaz Hendropriyono bersama dengan Bali Export Development Organization (BEDO), sebuah lembaga swadaya masyarakat di Bali, dan 100 pelaku UMKM asal
Bali, dan komunitas pemuda Bali yang bergabung dalam acara kali ini, terus mendorong peluang pemanfaatan sampah. Hal. 15 Bernilai Ekonomi MASALAH SAMPAH - Salah satu sudut di TPA Suwung. Sampah menjadi salah satu masalah pelik bagi Bali. Sampah merupakan penghambat Indonesia menjadi bangsa maju. Peran seluruh warga diperlukan untuk mengatasi masalah sampah, sehingga tidak semuanya bermuara ke TPA.
2
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Prosesi Pemakaman Almarhum Frans Bambang Siswanto
FIGUR Sidang Maraton
DPRD Bali masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menuntaskan delapan rancangan perda sebelum pelantikan anggota dewan terpilih yang direncanakan 2 September mendatang. Penyelesaian ranperda merupakan bentuk dukungan dewan terhadap Gubernur, dengan membuat peraturan sebagai landasan kerja orang nomor satu di Bali itu. ‘’Gubernur mempunyai visi yang bagus, ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Itu luar biasa membangun Bali secara keseluruhan, sekala dan niskala. Itu tentunya tidak mudah, karena membangun harus dilandasi oleh suatu aturan yang bagus juga,’’ ujar Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama usai memimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali di Gedung DPRD Bali, Rabu (14/8) kemarin. Sampai 20 Agustus nanti, kata dia, DPRD Bali mengejar rampungnya delapan ranperda. Bila perlu, sidang paripurna akan dilakukan secara maraton pagi atau malam. Ranperda yang paling strategis adalah revisi Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali. Regulasi ini tidak mudah untuk diselesaikan karena keragaman Bali itu sendiri. “Satu kabupaten dengan kabupaten lain kan sangat berbeda. Kita sudah lama makan waktu. Isu ketinggian bangunan yang krusial itu kita sempat tinggalkan dulu, yang penting yang secara garis besar kita bisa jalan,” jelasnya. Politisi PDI-P asal Tabanan ini menambahkan, ada pula Ranperda Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali 2019 yang harus segera diketok palu. Mengingat, masa berlakunya hanya empat bulan. Kalau sampai terlambat, apa yang dirancang dalam APBD tidak bisa dieksekusi. Ke depan, DPRD Bali juga memiliki tugas untuk memperbaiki regulasi yang sudah ada sekarang. Sebab, dasar aturan yang masih lemah rentan menimbulkan masalah. “Seperti tadi disebutkan turis di Bali itu aneh-aneh, kayak orang gila, karena length of stay-nya panjang. Tidak diawasi tinggal di mana, kerjaannya apa, terus uangnya habis. Ini kan dasarnya ada aturan kita yang masih lemah. Ke depan perlu dibuat aturan untuk mengawasi orang asing dengan lebih baik,” tegas mantan Bupati Tabanan dua periode ini. (rin)
RATUSAN sahabat, kerabat, tokoh dan masyarakat mengikuti prosesi pemakaman almarhum Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M. di Kertha Semadi, Mumbul, Badung, Rabu (14/8) kemarin. Jenazah almarhum yang tiba di pemakaman sekitar pukul 11.00 Wita langsung ditaburi bunga oleh para sahabat, kerabat, tokoh dan masyarakat saat diusung menuju tempat pemakaman. Pada prosesi pemakaman yang dipimpin Pastor Paul, jenazah almarhum didoakan oleh enam pemuka agama dari FKUB Provensi Bali. Sejak kedatangan jenazah Frans Bambang Siswanto pada 9 Agustus, berbagai elemen masyarakat terus memberikan penghormatan pada almarhum. Ini merupakan kebahagian tersendiri, juga sekaligus sebagai tanggung jawab moral bagaimana jejak-jejak kehidupan yang ditinggalkan almarhum yang harus dijaga keberlanjutannya. Hal tersebut diterangkan Sudiarta Indrajaya, salah satu sahabat almarhum yang diminta mengkoordinir prosesi pemakaman. Prosesi pemakaman hari ini, Sudiarta Indrajaya yang kerap disapa Sin ini memaparkan, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka pukul 08.00 Wita menuju Gereja Katedral, Denpasar. Di gereja dilakukan upacara Misa, sebagai penghormatan. Keluarga dan kerabat sangat berbahagia atas kesempatan yang berharga diberikan pihak gereja. Menurut Sin,
Pariwisata Memerlukan Situasi Aman Denpasar (Bali Post) Bali merupakan destinasi pariwisata terkenal di dunia. Sedangkan pariwisata memerlukan situasi yang aman dan kondusif. Oleh karena itu, Korem 163/Wira Satya bersinergi dengan instansi terkait berupaya menjaga Pulau Dewata ini tetap aman dan kondusif. “Pariwisata memerlukan situasi aman dan kondusif agar wisatawan domestik dan mancanegara senang, happy di Bali. Apalagi menurut Gubernur Bali, 68 persen PAD Bali dari sektor pariwisata. Untuk itu, mari bersama-sama menjaga Bali tetap aman dan kondusif,” ujar Dandrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. A.M. Suharyadi, S.IP., M.Si. usai sertijab Dandim 1611/Badung, Dandim 1616/ Gianyar, Dandim 1626/Bangli, penyerahan tugas Kasiintel dan Kasiter Korem di Makorem, Denpasar, Rabu (14/8) kemarin. Kepada pejabat yang baru, yakni Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf. Frandi Siboro dan Dandim 1626/Bangli Inf. Himawan Teddy, Danrem berharap sebagai
SERTIJAB - Dandim 1611/Badung yang baru Kolonel Inf. Puguh Binawanto menerima ucapan selamat usai sertijab di Aula Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Rabu (14/8) kemarin. Komandan Satuan harus mem- Darat menaikkan status Kodim bina dan menempatkan anggota Badung dari Tipe B ke A. Selain sebagai roh dalam pembinaan. itu, Kodim tersebut mewilayahi Jangan anggota dijadikan seper- Kabupaten Badung dan Kota ti anak yatim piatu kehilangan Denpasar merupakan sentralnya induk. Sedangkan dalam kon- Provinsi Bali,’’ tegasnya. teks kewilayahan, masyarakat Sementara soal status Korem sebagai roh dalam pembinaan. 163/Wira Satya, Kolonel SuharyArtinya, para Dandim bersinergi adi menyampaikan, kebijakan dengan komponen di daerah tertulis belum ada terkait keseperti kepolisian dan pemda naikan status dari Tipe B ke A. membangun wilayah. Namun isunya akan dinaikkan Apa pertimbangannya sehing- statusnya sehingga nantinya ga Dandim Badung berpangkat Danrem berpangkat Brigjen TNI. Kolonel? ‘’Pimpiman Angkatan (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Pergantian logo merupakan momentum bagi Gojek untuk mengokohkan diri sebagai karya anak bangsa yang mampu menjadi platform teknologi on-demand terdepan di Asia Tenggara. Melalui semangat kebaruan, Gojek membawa pesan kebersamaan untuk perubahan positif bagi bangsa dengan melaksanakan kirab secara nasional dalam kegiatan bertajuk ‘’Merajut Nusantara’’. Menurut Alvita Chen selaku Senior Manager Corporate Affairs Gojek, kirab Merajut Nusantara ini diselenggarakan mulai dari titik paling timur dan paling barat Indonesia, yaitu Kota Sabang dan Merauke. Yang kemudian akan dibawa menyusuri kota-kota di Indonesia dan berakhir di Jakarta, tepat pada perayaan
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. ‘’Semangat baru dan pesan kebersamaan sengaja kami gaungkan dalam momentum pergantian logo ini. Sebagai karya anak bangsa, Gojek ingin terus berkembang bersama aset bangsa lainnya dan berkiprah di level internasional tanpa harus melupakan identitas Merah Putih tempat di mana Gojek berasal,’’ ujar Alvita Chen, Rabu (14/8) kemarin. Pergantian logo Gojek yang diumumkan pada Juli lalu merupakan tonggak sejarah yang menandai evolusi Gojek. Dari layanan ride-hailing, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang, dan uang. Dalam periode Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform Gojek melesat hingga 1.100 persen, atau 12
Bali Post/kmb36
Merajut Nusantara Sebarkan Semangat Kebaruan dan Pesan Kebersamaan
Bali Post/kmb23
LOGO - Pergantian logo merupakan momentum bagi Gojek untuk mengokohkan diri sebagai karya anak bangsa yang mampu menjadi platform teknologi on-demand terdepan di Asia Tenggara.
Topik : SAMPAH PENGHAMBAT INDONESIA
JADI BANGSA MAJU
kali lipat. Gojek yang dimulai dengan 20 mitra pengemudi, kini telah bermitra dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, 400 ribu mitra merchant dan 60 ribu penyedia jasa di Asia Tenggara. ‘’Pencapaian Gojek merupakan bukti kepercayaan mitra, konsumen, partner bisnis, dan investor terhadap visi dan model bisnis yang kami kembangkan,’’ tegas Alvita Chen. Leo Wibisono Arifin selaku District Head of Bali & Nusa Tenggara mengungkapkan, salah satu inspirasi terbesar dari evolusi logo baru Gojek adalah mitra-mitra driver yang sejak awal menjadi penggerak bagi perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Mereka berani berkembang, menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi, sehingga bisa diandalkan oleh semua lapisan masyarakat kapan pun, di mana pun untuk kemudian naik kelas bersama ekosistem Gojek. Sejak awal kehadirannya, kata Leo Wibisono Arifin, Gojek mempunyai visi untuk naik kelas bersama mitra driver. Gojek berupaya memastikan tersedianya pendapatan yang berkesinambungan bagi mitramitranya. Caranya dengan terus meningkatkan kualitas produk dan layanan, sehingga Gojek dapat menjadi aplikasi ondemand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbesar di Indonesia. I Wayan Sunarja, selaku mitra driver Gojek Denpasar turut berbagi pengalamannya. Sebelum menjadi mitra driver Gojek, ia merupakan teknisi sepeda motor yang berambisi untuk membuka bengkel, namun terkendala modal. ‘’Sejak saya bergabung dengan Gojek, saya jadi bisa nabung untuk modal buka bengkel. Selain karena penghasilan bertambah tiga kali lipat, Gojek juga membantu menekan biaya operasional sehari-hari melalui program Gojek SWADAYA,’’ ujarnya. (kmb23)
Prof. Dr. Ir. Anastasia Sulistyawati, istri almarhum menjadi arsitek dari gedung Gereja Katedral dan almarhum Frans Bambang Siswanto merupakan projek manager pembangunan tersebut. Atas jasa-jasa tersebut, jenazah almarhum diberikan penghormatan di gereja sebelum diberangkatkan ke pemakaman di Mumbul. ‘’Atas jasa-jasa beliau, diberikan penghormatan. Beliau didoakan Misa sebelum menuju pemakam di Mumbul,’’ ujarnya. Sesampainya jenazah di Kertha Semadi, Sin menambahkan, iring-iringan disambut dengan gamelan angklung. Ini dikarenakan, semasa hidupnya almarhum sangat mencintai budaya Bali, menaruh perhatian besar terhadap nilai-nilai adat dan agama yang ada di Bali. ‘’Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu, khususnya hari ini dari FKUB Provensi Bali, enam pemuka agama mendoakan beliau ke alam surga yang sangat membahagiakan,’’ tegasnya. Sementara itu, Paulus Hery Aryanto yang merupakan salah satu menantu almarhum menuturkan, almarhum selalu mengajarkan untuk mengasihi orang lain dan menghormati budaya lain. Almarhum meninggalkan banyak kesan yang positif dan sangat mendalam bagi banyak orang. ‘’Di pemakaman ini, kami benarbenar sadar bagaimana bahwa seorang ayah itu, benar-benar meninggalkan kesan yang
Bali Post/eka
PEMAKAMAN - Prosesi pemakaman almarhum Dr. Ir. Frans Bambang Siswanto, M.M. di Kertha Semadi, Mumbul, Badung, Rabu (14/8) kemarin. positif bukan hanya untuk keluarga, tetapi untuk banyak orang. Kami bangga punya ayah seperti Pak Frans, dan kami akan terus berusaha untuk bisa meneruskan legacy ini,’’ ujarnya. Hal senada juga disampaikan putra pertama almarhum, Putu Agung Prianta saat ditemui usai acara pemakaman. Agung menceritakan, banyak hal positif yang telah diajarkan almarhum pada keluarga. Membimbing untuk selalu meberikan nilai positif pada orang lain, untuk berusaha hidup bermasyarkat dengan
baik, dan lainnya. ‘’Jadilah orang yang bisa memberi nilai tambah terhadap orang lain,’’ katanya. Pada kesempatan tersebut, Agung juga mengucapkan terima kasih pada semua masyarakat, teman-teman, saudara dan organisasi-organisasi yang sudah hadir dan meberikan support, doa, tenaga dan waktu pada prosesi ini. Terkait keinginan dan cita-cita almarhum, Agung mengatakan almarhum memiliki beberapa cita-cita yang masih tertunda. Seperti meningkatkan pendidikan ma-
syarakat. Untuk cita-cita ini telah diterapkan dengan membuat pendidikan Politeknik Internasional Bali (PIB) di Nyanyi, Tabanan. Kemudian ingin menyehatkan masyarakat dengan senam AW S3 (Sehat, Semangat, Senang), dan keinginan almarhum untuk mensejahterakan masyarakat melalui koperasi. Di mana, ke tiga cita-cita almarhum tersebut tengah di dalaminya. ‘’Yang saya harus dalami, untuk saya bisa mengerti, untuk saya bisa menerapkan cita-cita papa yang ketiga ini,’’ katanya. (eka)
Ikut Pilkel
Petahana Hanya Cuti Denpasar (Bali Post) – Tahap demi tahap pemilihan perbekel (pilkel) di Denpasar mulai berjalan. Setelah jajaran dewan telah menetapkan perda pilkel, kini panitia pemilihan sudah mulai bekerja. Bahkan, Kamis (15/8) hari ini sudah mulai masa pendaftaran. Bagi perbekel yang aktif bisa maju kembali ikut “bertarung” dengan calon lainnya. Perbekel petahana yang maju lagi sebagai calon tidak harus mundur dari poisisi yang dijabatnya kini. Mereka hanya cukup cuti. Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana mengatakan hal itu, Rabu (14/8)kemarin. Menurut Alit Wiradana, saat ini pihaknya telah melakukan persiapan pemilihan perbekel yang akan dilakukan secara serentak, Oktober mendatang. Kini sudah memasuki tahap pendaftaran. Dikatakan, sebanyak 23 desa akan melakukan pemilihan
pemimpin desa, 28 Oktober 2019 mendatang. Perbekel yang masih menjabat diwajibkan untuk melakukan cuti pascapenetapan calon. Jumlah calon di masingmasing desa, kata dia, minimal ada dua calon yang nantinya ditetapkan pada
September 2019. Pembukaan pendaftaran yang sekaligus penjaringan ini akan dilaksanakan selama 11 hari, yakni hingga tanggal 25 Agustus 2019. Mereka yang mendaftar bisa dari unsur masyarakat, tokoh masyarakat, dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau dari perbekel yang akan berakhir masa jabatannya hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan ketentuan minimal tamatan SMP. Calon dari ASN yang mendaftar calon perbekel wajib ada pemberitahuan dan izin dari pimpinan masing-masing OPD. Alit Wiradana menambahkan, masing-masing panitia pemilihan di desa akan membuka pendaftaran mulai hari ini. Waktu pendaftaran
dibuka cukup panjang untuk menghindari adanya calon tunggal. Penetapan dilakukan September untuk memberikan tenggang waktu bagi pelamar jika memang ada desa yang hanya memiliki satu calon. Perpanjangan tersebut diberikan untuk menghindari adanya kotak kosong dalam pilkel. ‘’Jika memang salah satu desa belum memenuhi, kami berikan waktu lagi. Paling tidak minimal dua calon, kalo tidak begitu kan melawan kotak kosong,’’ jelasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Rai Mantra Jadi Narasumber ”Workshop’’ Dengar Yang Muda Paparkan Tips Pengurangan Sampah Plastik dan Inovasi si Darling KOMITMEN Pemerintah Kota Denpasar dalam mengatasi permasalahann sampah, utamanya sampah plastik mendapat apresiasi dari beragam kalangan. Bahkan, Pemerintah Pusat turut menaruh perhatian serius untuk mengentaskan permasalahan sampah, khususnya sampah plastik. Kota Denpasar pun menjadi role model percontohan penanganan sampah berbasis komunitas. Serangkaian workshop bertajuk ‘’Dibuang Sayang’’ yang digagas Komunitas Dengar Yang Muda Vol. XVI, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didapuk menjadi salah satu narasumber bersama Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropryono di Rumah Sanur Creative Hub, Rabu (14/8) kemarin. Selain itu, kegiatan yang dihadiri oleh puluhan kawula muda, aktivis, serta komunitas lingkungan ini turut menghadirkan tiga narasumber lainnya, yakni Jeff Kristianto dari Komunitas Bedo, Komang Sudiarta dari Komunitas Malu Dong, Pande Gede Bayu dari pengusaha pariwisata dan I Gede Ngurah Widiadnyana selaku Somia Design. Dalam kesempatan tersebut, Rai Mantra turut meninjau pameran karya tas daur ulang, produk kerajinan dan beragam karya lainnya. Dalam diskusi tersebut, Wali Kota Rai Mantra menjelaskan bahaya plastik serta alasan terkait keseriusan Kota Denpasar dalam pengurangan sampah plastik. Ia merinci satu per satu alasan mengapa berani mengambil keputusan yang cenderung dianggap kurang populer ini. ‘’Biar saja tidak populer. Yang penting kami di Kota Denpasar terus berkomitmen untuk menyelamatkan bumi dan orang banyak,’’ ujarnya. Rai Mantra menambahkan, Perwali Nomor 36 Tahun 2018 yang dikeluarkan Wali Kota Denpasar memang bukan tanpa alasan. Beragam alasan melatari keluarnya Perwali yang mengatur penggunaan plastik sekali pakai ini. Seperti halnya hasil penelitian yang dilaksanakan di sebuah sungai kecil, yakni Tukad Tag-Tag, Denpasar Utara. Di mana, dari hasil tersebut banyak ditemukan sampah plastik yang didominasi
NARASUMBER - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber serta meninjau stan kerajinan pada ‘’Workshop’’ Dengar Yang Muda Vol. XVI di Rumah Sanur Creative Hub, Rabu (14/8) kemarin. oleh tas kresek, sedotan, bungkus sabun, dan lain sebagainya yang sebagian besar akan bermuara di lautan. ‘’Sebelum terbit Perwali, kami melakukan penelitian terlebih dahulu, sehingga tepat sasaran jika nanti menjadi acuan dalam pengambilan keputusan,’’ jelasnya. Terbitnya Perwali ini, kata Rai Mantra, merupakan suatu langkah preventif dalam mengurangi sampah plastik di Bali, khususnya Kota Denpasar. Sehingga dengan membatasi penggunaannya, masyarakat nantinya akan terbiasa untuk tidak menggunakan plastik dan dapat menyelamatkan banyak orang. Rai Mantra menambahkan, sejak diterbitkanya Perwali Nomor 36 Tahun 2018 ini, pengurangan sampah plastik di Kota Denpasar sangat signifikan. Seperti halnya toko modern dan pusat perbelanjaan yang mengalami penurunan sampah plastik sebanyak 99,16 persen,
di pasar rakyat 54,26 persen, toko/warung sebanyak 86,36 persen. ‘’Penurunan hingga saat ini sudah signifikan, bahkan untuk memberikan efek jera kita telah lakukan sidang tipiring dengan mengambil tempat di banjar-banjar,’’ tegasnya. Staf Khusus Presiden RI Diaz Hendropryono mengatakan, Dengar Yang Muda merupakan sebuah komunitas yang telah berdiri sejak 2017 lalu. Beragam kegiatan dilaksanakan yang mengkhusus untuk memberikan ruang bicara bagi anak muda. Kali ini di Bali, diskusi difokuskan pada permasalahan sampah serta beragam usaha yang dilaksanakan oleh komunitas, pemerintah dan masyarakat Bali. “Kami sangat mengapresiasi masyarakat Bali, khususnya Bapak Wali Kota dan semoga Denpasar dapat menjadi contoh kota lainnya dalam menjaga lingkungan serta mengatasi sampah,’’ ujarnya. (ad459)
BADUNG
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
3
Peringatan Hari Jadi Ke-61 Provinsi Bali di Badung
Jadi Pemantik untuk Memperkuat Komitmen Bersama
APEL - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa berjabat tangan dengan para undangan usai menjadi inspektur upacara saat apel peringatan hari jadi ke-61 Provinsi Bali di Lapangan Puspem Badung, Rabu (14/8) kemarin.
UPACARA peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali di Kabupaten Badung dilaksanakan di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Mangupraja Mandala, Rabu (14/8) kemarin. Selaku inspektur upacara, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Apel HUT Provinsi Bali yang tahun ini mengambil tema ‘’Semangat Kerja Tulus dan Lurus’’ diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Badung, pimpinan dan anggota DPRD Badung, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta organisasi wanita di Kabupaten Badung, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemkab Badung, ASN serta anggota TNI dan Polri. Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Wabup Suiasa menyampaikan bahwa, menjadikan peringatan hari jadi Provinsi Bali ke-61 ini sebagai momentum untuk mulat sarira dan berbahagia sekaligus memahami dan memaknai perjalanan panjang Pemerintah Provinsi Bali dalam menjalankan dinamika pemerintahan. Di usia 61 tahun, bagi instansi pemerintah merupakan
usia sudah dewasa, sehingga sudah sangat matang dan berpengalaman melaksanakan manajemen pembangunan daerah, serta mengelola perubahan dan dinamika kemasyarakatan yang bergerak sangat cepat. ‘’Peringatan hari jadi ini merupakan momentum evaluasi atas pelaksanaan program pembangunan secara menyeluruh. Evaluasi atas sinergi yang telah terbangun, serta evaluasi atas capaian hasil-hasil pembangunan yang selanjutnya akan menjadi pijakan dalam melanjutkan pembangunan ke depan,’’ jelasnya. Lebih lanjut disampaikannya, visi pembangunan Provinsi Bali yaitu ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana menuju Bali Era Baru yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno. Ditemui usai upacara, Wabup Suiasa menyampaikan, perin-
gatan hari jadi Provinsi Bali yang ke-61 di Kabupaten Badung harus dimaknai sebagai momen untuk memotivasi dan sebagai pemantik untuk memperkuat komitmen bersama. Sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan secara menyeluruh, Provinsi Bali bersama kabupaten/kota akan memperkuat untuk membangun koordinasi, komunikasi, konektivitas dan sinergitas dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Provinsi Bali. Tentu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Badung ingin lebih mempunyai peran dan berkontribusi positif dan produktif dalam suksesnya setiap pembangunan di Bali. ‘’Kami sadar betul dan telah sepakat mengelola dan menata Pulau Bali untuk kemajuan Bali ke depan sesuai dengan visi dan misi Gubernur Bali yaitu ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru. Maka tentu kita harus saling melakukan inovasi dan pembaruan di berbagai aspek demi terwujudnya visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali,’’ kata Wabup Suiasa. (ad454)
E-Parkir akan Diterapkan di Pasar Beringkit
Mangupura (Bali Post) –
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung akan melengkapi Pasar Beringkit dengan parkir elektronik atau e-Parkir. Rencananya, sistem ini diberlakukan pada September mendatang. Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, I Made Sukantra, saat dikonfirmasi Rabu (14/8) kemarin membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, sistem digital ini menyerap anggaran hingga Rp 300 juta. ‘’E-Parkir ini bertujuan me-
ningkatkan pendapatan,’’ ujarnya. Selain bertujuan me ningkatkan pendapatan, penerapan e-Parkir juga bertujuan mempermudah proses pemungutan retribusi di lapangan. Sistem ini lebih efektif, efisien dan mampu
menghindarkan kemungkinan adanya kecurangan petugas maupun pengunjung dalam hal retribusi. Kendati telah berbasis elektronik, pihaknya mengakui tidak menerapkan tarif parkir progresif. Terlebih, Pasar Beringkit menjadi pas-
ar pertama yang menerapkan e-Parkir di Badung. Sembilan pasar lainnya akan menyusul, menyesuaikan dengan kemampuan keuangan perusahaan pelat merah itu. “Anggaran sekitar Rp 300 juta, salah satunya berupa pengadaan alat. Alat masih pengadaan dengan rekanan. Sedangkan tarif masih tetap belum progresif. Namun, saya yakin pendapatannya berlipat-lipat,’’ jelasnya.
Sebelumnya, Perumda Pasar Mangu Giri Sedana juga telah menerapkan eRetribusi atau Sistem Iuran Pengelolaan Pasar Elektronik (SIPPE) di Pasar Umum Beringkit. Sistem ini yang mengajak pedagang setempat untuk melakukan transaksi non-tunai. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa yang hadir saat peluncuran sistem tersebut mengatakan, pi-
Hujan Lebat SDN 5 Jimbaran Kebanjiran
Mangupura (Bali Post) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Badung akan merancang layanan tambahan bagi penyandang disabilitas netra. Program ini sesuai mandat UU No. 8 Tahun 2016 tentang Hak Penyandang Disabilitas. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Badung Ni Wayan Kristiani mengatakan, terwujudnya braille corner di Badung menjadi cita-cita instansi yang dipimpinnya. ‘’Ini sesuai undang-undang tentang penyandang disabilitas yang harus memperoleh aksesibilitas pelayanan publik dan memperoleh informasi dalam berbagai hal termasuk informasi bahan bacaan,’’ ungkap Wayan Kristiani, Rabu (14/8) kemarin. Menurutnya, pihaknya ingin melakukan sesuatu agar bisa memberikan perhatian lebih bagi masyarakat penyandang tunanetra. Pihaknya tidak ingin
Penjual Kosmetik Ilegal Diganjar Empat Bulan Penjara
Bali Post/asa
CMYK
sinya,’’ ujarnya. Disebutkan, sistem eRetribusi ini sangat bermanfaat untuk Pemerintah Kabupaten Badung karena prinsip transparansi bisa dilaksanakan sehingga dapat membangun sistem kontrol internal. ‘’Sistem ini dapat menghindari adanya penyimpangan dalam pengelolaan retribusi di dalam perusahaan daerah pasar,’’ tegasnya. (kmb27)
Dinas Perpustakaan Rancang Pojok Baca untuk Tunanetra
Mangupura (Bali Post) Hujan yang terjadi Rabu (14/8) dini hari, membuat halaman SDN 5 Jimbaran yang beralamat di Jajan Pemelisan Agung, Jimbaran, tergenang air. Bahkan, banjir dikabarkan mulai muncul sejak hujan lebat yang mengguyur pada Selasa (13/8) lalu. Ironisnya, peristiwa semacam itu ternyata bukan yang pertama kali, melainkan sudah berkali-kali. Kejadian ini disebut-sebut kerap terjadi pascapembangunan sebuah gedung baru di sebelah selatan sekolah tersebut. Guru SDN 5 Jimbaran Nyoman Sumantra mensinyalir bahwa pembangunan gedung pada tahun 2016 itu berpengaruh besar pada potensi munculnya genangan. Mengingat pembangunan itu juga disertai pavingisasi yang menutup sejumlah sumur resapan. ‘’Sebelum pembangunan, di sini sebenarnya sudah ada sejumlah sumur resapan. Tapi setelah dilakukan pavingisasi, sumur-sumur itu banyak yang ikut tertutup,’’ terangnya. Selain itu, rendahnya posisi lahan juga dirasa memberikan pengaruh yang mengakibatkan air hujan di sekitar ikut masuk ke area sekolah. Namun demikian, pihak sekolah kabarnya sudah berupaya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Termasuk melalui pengajuan usulan pada musrenbang Kelurahan Jimbaran. ‘’Melalui musrenbang sudah diusulkan pembuatan drainase dan beberapa sumur resapan,’’ paparnya. Kepala Lingkungan Menega Nyoman Darma Arsana membenarkan adanya usulan tersebut. Kata dia, pengajuan usulan melalui musrenbang itu sudah beberapa kali dilakukan. ‘’Kalau tidak salah, penanganan permasalahan ini sudah sejak tiga tahun lalu kita usulkan melalui musrenbang,’’ tegasnya. Akibat kondisi itu, rencana pelaksanaan kegiatan lomba-lomba menyambut HUT ke-74 RI menjadi terganggu. Terpaksa, kegiatan dialihkan ke pantai. Untuk mengatasi genangan air, petugas BPBD Badung melakukan pengurasan agar aktivitas belajar dan mengajar kembali normal. (kmb23)
SIDANG - Terdakwa Imelda Siti Dahuri saat menjalani sidang di PN Denpasar, Rabu (14/8) kemarin.
haknya sangat mengapresiasi penerapan e-Retribusi, karena penerapan transaksi secara elektronik juga dapat mendukung pembangunan Badung Smart City. ‘’Selain itu, sistem ini juga dapat menghindari peredaran uang palsu di pasar yang ada di Badung. Dengan semakin berkembangnya teknologi, masyarakat kami juga harus bisa mengikuti teknologi itu untuk kemudahan transak-
Majelis hakim pimpinan I G.N. Putra Atmaja menjatuhkan vonis empat bulan penjara kepada terdakwa Imelda Siti Dahuri. Pada sidang di PN Denpasar, Rabu (14/8) kemarin, penjual kosmetik ilegal yang juga pemilik Imel Kosmetika tersebut dihukum lebih ringan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, JPU Ni Made Suasti Ariani menutut delapan bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan kurungan. Walau dihukum setengah dari tuntutan, jaksa menerima putusan hakim. Dalam sidang yang terbuka untuk umum itu, majelis hakim juga menjatuhkan
pidana denda sebesar Rp 5 juta. Jika tidak sanggup dibayar, maka Imelda akan dipidana tambahan selama satu bulan kurungan. Dalam perkara ini, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah karena mengedarkan kosmetik tanpa dilengkapi izin edar, sebagaimana diatur dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI. No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Terdakwa asal Banyuwangi itu sebelumnya ditangkap petugas Balai Besar POM Provinsi Bali. Di kios kosmetik milik terdakwa, petugas mendapatkan 37 jenis kosmetik yang tidak berlabel izin Balai POM alias ilegal. (kmb37)
Bali Post/ist
SEDOT AIR Petugas BPBD Badung melakukan penyedotan air yang menggenangi halaman SD 5 Jimbaran, Rabu (14/8) kemarin.
ada jarak antara penyandang disabilitas tunanetra dengan masyarakat normal. ‘’Saya tergelitik untuk berbuat sesuatu agar dapat menuntun dan membantu penyandang disabilitas untuk belajar membaca dan menulis,’’ ujarnya. Pihaknya akan membentuk braille corner atau pojok baca bagi tunanetra di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Badung guna mewujudkan kesetaraan dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas sensorik netra melalui literirasi braille. Diprogramkan pula membuat kelompok belajar braille bagi tunanetra termasuk melayani perpustakaan keliling bagi tunanetra. Pihaknya juga akan menggandeng anggota Pertuni yang sudah bisa membaca dan menulis untuk diajak bergabung dan diajak berkeliling sebagai motivator bagi yang lain. ‘’Kami ingin menyadarkan masyarakat bahwa yang mempunyai keterbatasan ini pasti punya kelebihan,’’ jelasnya. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Senator Rapat Maraton dengan OJK, Bank BUMN dan Perkim Se-Bali
Wedakarna Ingatkan Perbankan Tidak Persulit Krama Bali Ajukan Kredit Perumahan
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya memenuhi janjinya untuk mengadakan pertemuan lanjutan dengan instansi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan juga bank-bank BUMN di Bali yakni BTN, Bank Mandiri, Bank BNI 1946, Bank BRI, termasuk mengundang BPD Bali dalam rangka fungsi pengawasan UU, khususnya terkait dengan perumahan bersubsidi. Secara politik sikap AWK tegas yakni mendukung pembatasan alih fungsi lahan terkait dengan perumahan bersubsidi di Provinsi Bali, selain AWK sangat getol untuk lebih mendorong para pengembang memprioritaskan orang Bali, khususnya krama adat setempat dan berharap agar pihak perbankan meringankan syarat warga lokal dalam mencari perumahan. ‘’Saya banyak mendapat laporan kalau krama Bali banyak dipersulit dalam pengajuan kredit KPR di beberapa bank. Hari ini saya akan cari tahu apa penyebabnya. Saya harap pihak perbankan di Bali tidak diskiriminatif dan melayani masyarakat adat dengan sebaik-baiknya. Jika ada syarat yang kurang agar bantu dibimbing sesuai aturan dan perundang-undangan. Tapi pesan saya jangan terlalu kaku, harus dinamis menghadapi orang Bali. Kalau tidak ada orang Bali
yang berupacara adat, maka Bali tidak akan maju seperti sekarang ini. Berani menjadi pimpinan bank di Bali, artinya berani mendukung orang-orang lokal. Jika tidak mau, ya… silakan bekerja di provinsi lain. Jadi perlu wawasan yang lebih Pancasilais, khususnya bagian analis kredit di perbankan,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia merasa kecewa karena selain masalah KPR ini, juga adanya dugaan penyaluran kredit KUR yang masih dirasa kurang maksimal, khususnya dalam menggaet pengusaha muda Bali di desa-desa. ‘’Selain masalah KPR, banyak masukan kredit KUR belum memuaskan krama Bali. Saya rasa ada oknum di perbankan yang tidak mau orang Bali maju dan mendapat bagian dari lebih Rp 4 triliun dana KUR untuk Bali. Saya perlu periksa apakah ada gerakan radikalisme berkedok ekonomi di Bali? Kita segera sikapi,’’ tegas Gusti Wedakarna yang di hadapan OJK juga meminta moratorium bank-bank bernuansa agama tertentu di Bali yang mengancam eksistensi LPD dan BPR di Bali. Selain tema di atas, AWK juga membahas kemungkinan digunakannya rekomendasi LPD, khususnya untuk warga yang akan mengajukan kredit rumah. ‘’Tadi saya sudah sampaikan jangan khawatir
dengan orang Bali. Berurusan sama orang Bali itu mudah. Mereka tidak akan lari dari tanggung jawab. Profil mereka baik, alamat banjar adat lengkap, aset di desa jelas dan mereka tercatat sebagai warga adat dan dadia serta orang Bali punya filosofi Karmapala. Jadi dipastikan tingkat kepatuhannya akan sangat tinggi. Jika ada orang Bali mengajukan KPR dan juga KUR, yakinlah mereka akan melakukan hal itu dengan tanggung jawab,’’ jelas Gusti Wedakarna yang menggagas perjanjian LPD dengan organisasi perumahan untuk syarat rekomendasi dalam hal analisis kredit. Hal senada juga ia ungkap saat bertemu dengan Dinas Perumahan dan Permukiman tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Di mana DPD menggandeng REI dan OJK dalam pertemuan tersebut. Sejumlah rekomendasi DPD Bali terkait usulanusulan dari REI itu di antaranya DPD menyetujui usulan terkait harga rumah bersubsidi dinaikkan dari kisaran Rp 140 juta menjadi Rp 190 jutaan. Kemudian DPD meminta Perkim Provinsi menyusun pedoman regulasi yang seragam terkait tumpang tindihnya aturan antarkabaten/kota yang menyulitkan pengusaha. Begitu juga DPD meminta pemerintah menurunkan jumlah pajak penjual dan pembeli yang saat ini masih di kisaran 5
Tes Seleksi Mahasiswa Baru Diikuti 36 Orang
Terakreditasi A, Prodi S-2 Seni ISI Denpasar Perketat Kualitas TAHUN akademik 2019/2020, Program Studi (Prodi) Seni Program Magister (S-2) Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (PPs ISI) Denpasar menggelar penerimaan mahasiswa baru gelombang I angkatan IX. Sebanyak 36 orang calon mahasiswa baru Program Magister dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mengikuti tes tulis pengetahuan dasar seni (wawasan seni, filsafat seni dan estetika seni) pada Senin (12/8) lalu. Dilanjutkan tes wawancara di ruang kelas Pascasarjana ISI Denpasar, Rabu (14/8) kemarin. Hasil tes seleksi ini akan diumumkan pada 21 Agustus mendatang. Ketua Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. mengatakan target mahasiswa tahun akademik 2019/2020 adalah 50 orang. Oleh karena itu, pihaknya membuka pendaftaran gelombang II yang dimulai 12-20 Agustus 2019. Untuk tes seleksi tertulis dan wawancara gelombang II akan dilaksanakan pada 21 dan 22 Agustus 2019 dan hasilnya akan diumumkan pada 26 Agustus. Dikatakan, Program S-2 Seni ISI Denpasar menjadi incaran dan favorit bagi lulusan sarjana seni di Indonesia, terutama Indonesia bagian tengah. Hal ini disebabkan ISI Denpasar satu-satunya memiliki program magister seni. ‘’Perguruan tinggi lain kan baru S-1 saja di bidang seni, dan kalau yang bidang umum itu sudah ada sampai S-3. Kita satu-satunya memiliki program S-2 Seni untuk Indonesia
TES WAWANCARA - Ketua Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar Dr. I Ketut Sariada, S.ST., M.Si. bersama beberapa mahasiswa baru saat tes wawancara seleksi penerimaan mahasiswa baru angkatan IX tahun 2019, Rabu (14/8) kemarin. bagian tengah,’’ tandas Sariada. Selain itu, dari segi sarana dan prasarana Program S-2 Seni PPs ISI Denpasar telah dilengkapi fasilitas gedung dan ruang kelas yang memadai. Selama mengikuti perkuliahan selama dua tahun dengan 44 SKS, mahasiswa difokuskan pada seni yang berbasis penciptaan dan keilmuan seni yang unggul untuk menyikapi tuntutan internal dan eksternal tentang kebutuhan sumber daya dan perkembangan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan harapan lulusan mampu mencipta dan mengkaji budaya nusantara melalui pendekatan interdisipliner dan multidisipliner yang memiliki berbagai kompetensi. Sejak dibuka pada tahun 2011, Prodi Seni S-2 PPs ISI Denpasar telah mempunyai alumni seban-
yak 212 orang. Jumlah ini telah memenuhi target yang direncanakan sesuai dengan visi untuk menjadikan Prodi Seni S-2 sebagai pusat unggulan (centre of exellence) melalui kegiatan penciptaan, penelitian, yang inovatif dan kreatif berdasarkan potensi seni budaya berbasis kearifan lokal berwawasan universal pada tahun 2020. Bahkan, sejak tahun 2017 lalu, Prodi S-2 Seni PPs ISI Denpasar telah terakreditasi A. ‘’Walaupun kita satu-satunya program magister seni yang ada di Indonesia bagian tengah, kita tetap menjaga kualitas. Meskipun di awal-awal antara kualitas dan kuantitas harus seimbang, tetapi setelah terakreditasi A kita perketat kualitasnya,’’ pungkasnya. (ad461)
Ujian Promosi Doktor Fakultas Pariwisata Unud
I Made Sudjana Lulus dengan Predikat ’’Cumlaude’’ DI USIANYA yang senja bukan menjadi halangan bagi I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan meraih gelar doktor. Menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) sejak 2010 silam, tentu gelar kepariwisataan menjadi relevan yang harus dimilikinya. Meskipun ia sempat mengenyam pendidikan Akta IV Jurusan Pendidikan Kepariwisataan di IKIP Malang dan lulus pada tahun 1984. Kemudian pria berusia 69 ini melanjutkan S-1 Ekonomi di Universitas Udayana (lulus tahun 1987) dan S-2 Pemasaran di Universitas Airlangga (lulus tahun 1995). Dengan berbagai pengalaman mengajar, hasil karya ilmiah dan berbagai prestasinya di bidang pariwisata serta kegigihannya, kini Sudjana berhasil meraih gelar doktor pariwisata di Fakultas Pariwisata Unud. Bahkan, dalam ujian terbuka promosi doktor pariwisata yang digelar di Gedung Program Pascasarjana Unud, Rabu (14/8) kemarin, pria kelahiran Tabanan, 10 September 1950 ini berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,78. Mengangkat disertasi berjudul ‘’Strategi Pengembangan Kawasan Sanur Menuju Destinasi Pariwisata Berkelanjutan’’, Sudjana merupakan doktor pariwisata ke-33 di lingkungan Fakultas Pariwisata Unud. Terkait judul disertasinya, Sudjana mengatakan Sanur merupakan salah satu kawasan wisata di Bali, selain Kuta, Nusa Dua, dan Ubud yang berkembang stabil sejak awal tahun 1950 sampai sekarang. Bahkan, saat ini Sanur tengah menuju konsolidasi. Oleh karena itu, Sanur mempunyai peran strategis untuk
persen. Selain itu, DPD menyetujui aturan yang mem-blacklist para pengembang yang tidak konsisten terhadap pengembalian PSU (prasarana-sarana utulitas) dalam jangka waktu tertentu, serta mempermudah proses hak budget atas per kapling kepada pengembang. Tak hanya itu, DPD tetap mendukung proses pembangunan perumahan hanya pada daerah nonproduktif, termasuk agar pengembang memberikan penghormatan terhadap aturan desa adat. Menariknya dalam pertemuan di hadapan pejabat pemerintah se-Bali, Senator AWK menyampaikan sikapnya ke depan usulan dan ide terkait dengan rumah vertikal mau tidak mau harus disetujui. Sebab, kebutuhan Bali mendesak, namun dengan beberapa catatan salah satunya adalah payung hukum yang jelas. ‘’Tidak usah sampai mengubah ketinggian bangunan misalnya. Cukup ada aturan jelas untuk huniah vertikal. Itu akan jadi solusi baik. Selama ini, condotel bisa dibangun, rusun lima lantai milik instansi pemerintah bisa dibangun kok. Kenapa harus khawatir. Buatkan payung hukum asal melindungi kesucian pura dan wilayah adat, maka akan saya setujui,’’ ungkap Senator AWK peraih 742.781 suara tertinggi dalam sejarah Bali di Pemilu 2019 lalu ini. (ad462)
SATYAGRAHA - Senator AWK didampingi Elyanus Pongsoda (Kepala OJK Wilayah VIII), Pande Agus Widura (Ketua DPD REI Bali), Pimpinan Wilayah Bank BUMN dan Dinas Perkim se-Bali saat RDP terkait rumah bersubsidi.
Poltekkes Kemenkes Denpasar Lepas 160 Lulusan Pengembangan Pariwisata Kesehatan POLTEKKES Kemenkes Denpasar, Rabu (14/8) kemarin melaksanakan acara pelepasan 160 lulusan Prodi D-3 Reguler angkatan ke-31 serta Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetik angkatan ke-2, serta Program RPL D-3 Gizi dan Program Sarjana Gizi Alih Jenjang di aula kampus di Jalan Sanitasi No. 1, Sidakarya, Denpasar Selatan. Kegiatan tersebut juga dirangkai pengambilan sumpah profesi dan pengukuhan sebagai Alumni Gizi Bali serta peringatan HUT ke-34 Pendidikan Tinggi Tenaga Gizi Bali. Adapun lulusan terbaik Prodi D-3 Gizi yaitu Ni Made Dewi Purnamasari, A.Md.Gz. dengan IPK 3,95, Komang Frily Permatasari, A.Md.Gz. dengan IPK 3,91 dan Ni Luh Nita Septiana, A.Md.Gz. dengan IPK 3,88. Sedangkan lulusan terbaik Prodi D-4 Gizi yaitu Wijayanti Dyah Ayu Puspita, S.Tr.Gz. dengan IPK 3,911, Kadek Heppy Gita, S.Tr.Gz. dengan IPK 3,907 dan I Gusti Agung Ayu Rathmaryanti, S.Tr.Gz. dengan IPK 3,901. Direktur Poltekkes Kemenkes Denpasar Anak Agung Ngurah Kusumajaya, S.P., MPH. menyampaikan 160 lulusan tersebut tediri dari 65 lulusan Ahli Madya Gizi Diploma 3 dan 95 lulusan Sarjana Terapan Gizi. ‘’Lulusan kami ini sudah pasti dibutuhkan di masyarakat, juga di puskesmas, rumah sakit dan perusahaan swasta. Kebutuhan tenaga gizi bisa dipenuhi lulusan kami,’’ ujarnya. Saat ini lulusan Poltekkes Kemenkes Denpasar juga fokus dalam kesehatan pariwisata. Artinya, Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang memang juga penting mendapat perhatian. Beberapa permasalahan yang muncul di antarnya bagaimana penyedia makanan harus ke arah gizi. Perlu dipromosikan bahwa tenaga gizi bisa memegang peran penting di hotel dan restoran.
UPACARA PELEPASAN - Poltekkes Kemenkes Denpasar, Rabu (14/8) kemarin melaksanakan upacara pelepasan lulusan Prodi D-3 Reguler serta Program Sarjana Terapan Gizi dan Dietetik, Program RPL D-3 Gizi dan Program Sarjana Gizi Alih Jenjang. ‘’Ke depan pariwisata kesehatan mulai menarik dikembangkan di Bali. Artinya beberapa kasus lansia asing ingin berlibur di Bali, tentunya memperhatikan penanganan soal makanan,’’ katanya. Untuk itu mahasiswa Poltekkes Kemenkes Denpasar dididik, selain teori juga praktik yang cukup sehingga mereka kompeten, bermutu dan berkualitas. Dengan demikian siap bersaing di pasar kerja. Pengembangan-pengembangan ke depan juga harus dipikirkan, terutama masalah gizi dan fokus bagaimana pengembangan dalam hal catering gizi atau hal lainnya. ‘’Terlihat jelas lulusan kami mampu memenuhi keinginan atau kebutuhan masyarakat seperti penyuluhan dan konsultasi.Tentunya keahlian-keahlian tersebut sudah dibekali kepada mereka sehingga lulusan kami sangat baik,’’ tandasnya. Selain itu, pihaknya siap membantu masyarakat terutama
masyarakat Bali bagaimana bisa hidup sehat, gizi seimbang dan bahagia. Terhindar dari penyakit, terutama yang tidak menular seperti kegemukan atau hipertensi atau gagal ginjal. Sementara itu, Ketua Jurusan Gizi Dr. Ni Komang Wiardani, S.ST., M.Kes. mengatakan jumlah lulusan Jurusan Gizi hingga 2019 sebanyak 1.385 orang. Yang membanggakan, kata Wiardani, lulusan tahun-tahun sebelumnya semua terserap di lapangan kerja, baik di pemerintahan maupun swasta. Untuk jumlah mahasiswa per Januari 2019 sebanyak 480 orang, terdiri dari Prodi D-3 Gizi 176 orang dan Prodi Sarjana Terapan Gizi serta Dietetik 305 orang. ‘’Mudah-mudahan lulusan kami ini sukses dalam dunia kerja dan selalu berkreativitas. Meningkatkan kualitas diri di tengah persaingan global dan siap menghadapi revolusi industri 4.0,’’ ujarnya. (ad455)
Politeknik Kesehatan Kartini Bali Gelar Wisuda XII
DOKTOR - Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. (tengah) bersama Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. beserta seluruh keluarga besara STPBI berfoto bersama seusai ujian terbuka promosi doktor pariwisata, Rabu (14/8) kemarin. menjadi destinasi pariwisata yang berkelanjutan dari aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. ‘’Dari hasil penelitian ini saya ingin Sanur memiliki daya tarik sebagai tempat tinggal yang nyaman untuk tetap dipertahankan secara berkelanjutan. Untuk bisa berkelanjutan, tentu tiga aspek harus dipenuhi, yaitu bermanfaat secara ekonomi kepada masyarakatnya, sosial budaya harus tetap dipertahankan, dan lingkungannya juga harus tetap dipertahankan kebersihan dan keasriaannya,’’ ujarnya. Dengan gelar doktor yang diraihnya ini, suami dari Ni Ketut Wiryatiningsih berharap agar para dosen, khususnya di lingkungan STPBI termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, menjadi seorang dosen tidak cukup dengan gelar magister (S-2) saja, tetapi minimal bergelar dok-
tor (S-3), sehingga ke depan bisa menjadi guru besar. Apalagi, STPBI saat ini tengah mengusulkan untuk menjadi institut dan dibutuhkan dosen-dosen berkualifikasi S-3. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun sebagai penyelenggaran pendidikan tinggi STPBI Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengaku bangga dengan bertambahnya tenaga pengajar bergelar doktor di STPBI. Diharapkan ini menjadi motivasi kepada tenaga pengajar lainnya agar terus meningkatkan kualitas jenjang pendidikannya. Apalagi, pihaknya mendorong dan men-support para dosen STPBI untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan harapan, STPBI segera meningkatkan statusnya menjadi Institut Pariwisata Internasional yang di dalamnya didukung tenaga pengajar yang profesional minimal dengan gelar doktor. (ad453)
POLITEKNIK Kesehatan Kartini Bali kembali melakukan wisuda terhadap para mahasiswanya. Kali ini terbilang istimewa, karena wisuda kali ini seiring dengan peningkatan status dari akademi menjadi politeknik. Wisuda kali ini Politeknik Kesehatan Kartini Bali berhasil melepaskan 74 mahasiswanya. Menariknya, lulusannya ini sudah berhasil terserap di dunia kerja. Direktur Politeknik Kesehatan Kartini Bali Gusti Ayu Martha Winingsih, S.ST., M.M., M.Kes. yang ditemui di sela-sela kegiatan wisuda, Rabu (14/8) kemarin, mengungkapkan sebanyak 74 mahasiswa dari program studi D-3 Kebidanan diwisuda. Dari jumlah itu, sebanyak 30 orang mahasiswa yang dilepas tersebut merupakan penerima beasiswa dari pemerintah Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Martha Winingsih mengatakan lembaga pendidikan yang dipimpinnya ini sebelumnya bernama Akademi Kebidanan Kartini Bali. Namun, kini setelah naik status menjadi Politeknik, program studinya pun mulai bertambah. Kali ini ada dua program studi baru, yakni Diploma 4 Manajemen Informasi Kesehatan (Rekam Medis) dan Diploma 4 Promosi Kesehatan. ‘’Ini sesuai dengan SK No. 1265/KPT/1/2018
WISUDA - Suasana Wisuda XII Politeknik Kesehatan Kartini Bali di Sanur, kemarin. tertanggal 28 Desember 2018 tentang Izin Perubahan Bentuk Akademi Kebidanan Kartini Bali menjadi Politeknik Kesehatan Kartini Bali di Kota Denpasar,’’ katanya. Dijelaskan, dengan penambahan berbagai fasilitas pendukung serta tanaga pendidik yang memadai, pihaknya yakin lembaga pendidikan di bidang kesehatan ini mampu menjadi yang terbaik. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya minat masyarakat untuk menjadikan Politeknik Kesehatan Kartini Bali ini sebagai tempat untuk menuntut ilmu. ‘’Kami terus berupaya untuk
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
meningkatkan kualitas SDM, seperti saat ini sudah mengirim dua dosennya untuk mencari jenjang S-3 di sebuah universitas di Makasar,’’ katanya. Pada wisuda kali ini, tercatat sebagai lulusan terbaik yakni Putu Dian Pani Rahayu dengan IPK 3,75, disusul Desak Putu Sutami dengan IPK 3,67, dan Ni Made Novi Antari Putri Arta dengan IPK 3,57. Wisuda tersebut juga dihadiri Ketua LLDikti Wilayah VIII, Dinas Kesehatan Bali, pimpinan sejumlah rumah sakit, serta sejumlah pengurus Yayasan Kartini Bali dengan Ketua Dr. Dra. Wayan Karthi Suthardjana, M.M. (ad701)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Ekonomi Biaya Tinggi Harusnya Tak Ada Lagi ERA pemerintahan Presiden Joko Widodo pada periode pertama bisa kita lihat bagaimana pembangunan infrastruktur digenjot secara ‘’terstruktur, sistematis, dan masif’’. Titik-titik yang dulunya tidak tersambung kini mulai terhubung. Daerah-daerah yang dulunya tidak terjangkau, kini mulai mengenal moda transportasi. Daerah-daerah yang dulunya terpencil, kini sudah terbuka dan membuka diri. Ruang gerak mulai dilebarkan. Tujuannya jelas, pemerintah lewat pembangunan infrastruktur ingin menggenjot ekonomi lebih kencang dan roda perekonomian menjadi lebih laju putarannya. Tidak hanya di Pulau Jawa, titik-titik itu mulai dihubungkan, tetapi juga sampai di Papua. Semakin menyatunya simpul-simpul itu menjadi sebuah rantai yang utuh maka akan memudahkan sektor perekonomian bergerak secara leluasa. Dampak ikutannya adalah ekonomai semakin bergairah, daya beli meningkat, daya saing menguat, dan masyarakat tidak lagi atau terlalu dibebani oleh ekonomi biaya tinggi akibat tingginya biaya transportasi serta logistik. Sebegitu jauh, pemerintah memang berhasil, tetapi mesti dilakukan lagi upaya-upaya yang lebih keras serta tegas agar jalan ini lancar. Tidak ada lagi oknum-oknum yang bermain untuk kepentingan sendiri atau kelompoknya. Sementara pada periode kedua pemerintahannya ini, tentu episode soal infrastruktur itu akan dilanjutkan lagi sambil tentu saja membenahi sektor-sektor lain. Sebab, akan percuma saja kalau yang lainnya tidak terurus. Memang, sebagai negara kepulauan, kondisi geografis ini akan menjadi hambatan. Rentang serta luas wilayah juga akan memberi pengaruh. Namun, sepanjang itu ada komitmen serta integritas dari pemerintah serta pihak-pihak terkait maka soal apa pun, logistik bahan pangan, manufaktur, serta sektor jasa akan terkoreksi nilainya jika sampai ke tangan masyarakat yang memerlukan. Biaya-biaya yang tidak perlu bisa dipangkas. Pelabuhan-pelabuhan mesti ditata sehingga lama waktu (dwelling time) tidak lagi terlalu lama sehingga menyebabkan harga lebih melambung. Sikap serta integritas aparat pun mesti dibuat lempeng, tidak berkelok-kelok. Soal mental juga masih menjadi masalah. Di tengah kompleksnya masalah yang ada serta membelit, Presiden Jokowi serta kabinetnya harus menunjukkan bahwa dia memang pantas untuk melanjutken ke periode yang kedua. Kalau ada yang bilang, edisi kedua hanya untuk lehaleha, tentu sangat tidak benar. Harus lebih keras kerjanya. Harus lebih cerdas kerjanya. Tidak cukup hanya kerja, kerja, dan kerja. Di tingkat lokal, apa yang dilakukan Gubernur Wayan Koster soal memotong variabel ekonomi biaya tinggi bisa dilihat salah satu contohnya. Sebagai daerah pariwisata yang punya daya tarik menyebar, pembangunan shortcut tentu salah satu ide bagus. Di samping sebuah gagasan besar untuk membangun bandara baru di kawasan Bali Utara. Tentu tidak ingin para wisatawan terjebak kemacetan parah sehingga waktu mereka banyak terbuang sia-sia. Tentu tidak ingin melihat mereka batal ke suatu objek wisata gara-gara jalan satu-satunya ke sana rusak parah. Pembangunan infrastruktur juga penting. Tidak hanya jalan raya, jalan tol, atau apa pun itu. Juga bagaimana membangun kesinambungan titik-titik serta jalur wisata yang ada sehingga terjadi pemerataan. Aksesibilitas tidak cukup ampuh untuk menggiring mereka ke sana. Juga mesti dimbangi oleh integritas semua pihak, khususnya insan pariwisata untuk membangun sebuah link yang mampu mencapai wilayah ini sampai ke ujung.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Semangat 17 Agustusan Semarak perayaan 17 Agustusan mulai terasa di kota-kota kecamatan. Nuansa Merah Putih sudah menjadi pemandangan utama. Kreativitas menyambut 17 Agustus juga marak. Mulai dari lomba gerak jalan inovatif hingga lomba-lomba lainnya. Ini saya rasakan sangat positif untuk menghibur masyarakat juga mengingatkan mereka tentang pentingnya memperkuat nasionalisme. Hal lain yang saya rasakan adalah ornamen gapura kini juga mulai jarang menggunakan gabus. Anyaman dari pelepah kelapa kini mendominasi. Ini secara tak langsung lebih kelihatan nuasa Balinya dan lebih ramah lingkungan. Bahkan, hiasan gapura dengan pelepah kelapa ini melatih anak-anak membuat kelabang, satu ketermapilan yang mungkin makin jarang ditekuni generasi milenial. Makanya, saya sangat setuju jika untuk lomba-lomba ke depan, ada lomba membuat kelabang. Ini akan melatih kepekaan anak mengayam dan memang diperlukan untuk mendukung kegiatan ritual. Hal lain yang saya usulkan jika memungkinkan nanti ukuran bendera yang dipasang di muka-muka rumah agar diseragamkan. Ini untuk menambah kesan indah dan kesetaraan. Saat ini, ada bendera terlalu besar dan ada juga bendera kecil yang dipasang. Benderabendera yang sudah lusuh hendaknya juga diganti dengan yang baru. Selamat 17 Agustus, semoga kita semakin harmonis dan damai menjaga NKRI. I Putu Trinatha Gianyar, Bali
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Memupuk Kinerja Manufaktur Indonesia Headline Purchasing Managers ‘IndexTM (PMITM) Indonesia dari Nikkei secara berkala naik dari 49,9 pada Januari menjadi 50,1 Februari, terlepas dari level 50,0 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi dalam aktivitas manufaktur, kenaikan ini juga menunjukkan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam sektor secara umum. Ada kondisi stagnan dalam industri manufaktur pada kuartal pertama 2019. Namun, peningkatan ini memberikan sinyal positif untuk memulai tahun, sedangkan rata-rata triwulanan untuk tiga bulan terakhir 2018 adalah yang terendah sejak awal tahun. Indikator PMI lainnya menunjukkan prospek yang cerah untuk sektor ini pada tahun 2019.
S
Oleh I Dewa Made Agung Kertha Nugraha
ektor manufaktur Indonesia telah meningkat pada tingkat rata-rata 5,5% per tahun dan belum kembali dinamis sejak tahun 2001 yang mendekati 30%, senilai 20,5% dari PDB (2018). Pemerintah menganggap area manufaktur akan menjadi generator pertumbuhan ekonomi baru untuk Indonesia dan karenanya akan fokus pada pengembangannya dalam lima tahun ke depan. PDB dari data manufaktur di Indonesia menunjukkan penurunan sekitar Rp 553.239,30 miliar pada kuartal keempat 2018 dari Rp 559.726,80 miliar pada kuartal ketiga 2018. PDB dari manufaktur di Indonesia rata-rata Rp 463.676,70 miliar dari 2010 hingga 2018, mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 559.726,80 miliar pada kuartal ketiga tahun 2018 dan rekor terendah Rp 371.813,30 miliar pada kuartal pertama 2010. Data Bank Dunia menunjukkan sebagian besar penurunan Indonesia di pasar ekspor global
disebabkan oleh ekspor produksinya, yang porsinya menurun tidak seperti orientasi ekspor lainnya di kawasan ini. Pangsa pasar Indonesia dalam ekspor manufaktur global adalah 0,6% pada tahun 2016, jauh lebih rendah dari puncak 0,8% pada tahun 2000 dan bahkan lebih rendah dari pangsa 0,7% pada tahun 1993. Data baru yang dikumpulkan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa bagian terbesar dari biaya logistik untuk produsen Indonesia adalah karena transportasi, terutama transportasi darat dan laut, dan biaya dalam penjualan manufaktur lebih tinggi di Indonesia daripada di Vietnam dan Thailand. Insentif untuk menggunakan transportasi jalan sebagai lawan dari transportasi laut, termasuk subsidi disel dan penegakan aturan keselamatan jalan yang terbatas, berkontribusi pada masalah kemacetan jalan. Selain itu, kesenjangan infrastruktur yang tinggi juga terdapat di pelabuhan, terutama di pelabuhan sekunder atau kelas dua, yang memperlambat
operasi pelabuhan dan membuat pelabuhan tidak dilengkapi dengan baik untuk memenuhi permintaan yang diharapkan dalam waktu singkat. Biaya tinggi ini mengurangi kemampuan perusahaan untuk sepenuhnya mengeksploitasi skala ekonomi, bahkan di dalam ekonomi pulau-pulau besar di Jawa dan Sumatra. Denda konektivitas lebih besar di daerah pinggiran, di mana upaya pemerintah untuk mensubsidi pembangunan sektor swasta tanpa integrasi menyeluruh dari daerah-daerah ini dengan pusat sebagian besar telah gagal (Rothenberg et al. 2017). Dari sisi logistik, Indonesia masih memiliki problem tingginya biaya logistik, yakni menyumbang 23,5% dari penjualan manufaktur pada 2017 dan masih tertinggal di belakang negara-negara ASEAN lainnya, misalnya Vietnam (25%), Thailand (13,2%), Malaysia (13%), dan Singapura (8,1%). Ini berarti Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah yang besar untuk mengatasi dan menekan biaya logistik. Selain biaya logistik
dan transportasi yang tinggi, masalah seperti regulasi dan hambatan birokrasi, infrastruktur yang tidak memadai dan buruk, serta produktivitas tenaga kerja yang rendah juga tentu memberikan efek negatif dalam manufaktur kita. Masalahmasalah ini telah berkontribusi menghambat kinerja manufaktur Indonesia untuk tumbuh dengan cepat. Sektor swasta memainkan peran penting dalam membantu pemerintah meningkatkan kinerja manufaktur. Sektor swasta dianggap memainkan peran dalam tata kelola kota, mereka memengaruhi apakah daerah perkotaan berkembang secara inklusif dan berkelanjutan. Mereka memengaruhi pengurangan kemiskinan, pendorong kerapuhan sosial dan konflik seperti pengangguran dan ketidakstabilan sosial ekonomi. Dalam bidang logistik dan transportasi, inovasi telah dilakukan dan sampai pada pembangunan fourthparty logistics (4PL), yang mengintegrasikan kompetensi 3PL dan organisasi lain untuk merancang, membangun, dan menjalankan solusi rantai pasokan yang komprehensif. Seorang kontraktor umum 4PL akan mengelola 3PL lainnya, pengemudi truk, forwarder, agen rumah adat, dan lainnya, pada dasarnya mengambil tanggung jawab untuk proses yang lengkap bagi pelanggan dan membantu salah satu proses pembuatan. Yang terpenting, kunci produktivitas dan efisiensi bukan hanya regulasi dan teknologi canggih, tetapi sinergi antara sektor swasta dan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi untuk mendukung partisipasi sektor swasta dalam tata kelola kota.
Membina kemitraan dan strategi pengembangan ekonomi lokal (LED) yang menggabungkan keterampilan, sumber daya, dan gagasan lokal untuk merangsang ekonomi lokal, memungkinkannya merespons secara inovatif terhadap perubahan ekonomi nasional dan global. Strategi LED yang efektif akan mengembangkan dan memelihara infrastruktur dan layanan, mempromosikan dan memperluas bisnis yang ada, mengatasi ketidakefisienan dalam ekonomi lokal, mempromosikan pengembangan sumber daya manusia, untuk membantu kelompok rentan khususnya untuk berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja. Mendorong pengembangan masyarakat dengan memperkuat bisnis dan koperasi masyarakat, sistem pertukaran lokal dan kredit informal, dll. Untuk memungkinkan sektor swasta agar terlibat adalah dengan mempertimbangkan insentif yang mendorong partisipasi sektor swasta. Penelitian Bank Dunia (2005) menunjukkan reformasi hukum dan peraturan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan dan meningkatkan dampak sektor swasta. Dengan memiliki kemitraan swasta dan publik (public private partnership) yang kuat antara swasta dan pemerintah, kita dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, mengurangi biaya, dan mendorong kinerja manufaktur Indonesia. Penulis, Perencana Strategis Senior di PT Serasi Autoraya, anak perusahaan solusi transportasi dan logistik Grup Astra. Dosen Manajemen Strategis dan Ekonometrika di Indonesia Banking School.
Kaum Milenial Masuk Dunia Kerja ZAMAN terus berubah, bila Anda saat ini berada di usia 40 tahun ke atas, akan terasa cukup canggung ketika harus bekerja sama atau sedang mengerjakan proyek bersama kaum muda milenial yang berumur di bawah 30 tahunan. Ada satu cerita saat seorang CEO perusahaan terkenal di Indonesia sedang menyampaikan speech di depan seluruh karyawannya tentang perkembangan bisnis & challenge perusahaan untuk tahun depan. Saat itu juga ada seorang milenial yang asyik mengetik di SmartPhone-nya. Sang CEO pun murka, ”Heyyyy! Siapa kamu? CEO sedang speech kok kamu malah ngetik di smartphone! Tidak sopan!” Sang milenial menjawab, ”Saya pikir yang bapak sampaikan itu keren banget pak. Langsung saya sampaikan di Twitter saya & FB saya. Langsung ada ratusan yang follow. Dan banyak yang bilang ke saya di sana, katanya CEO saya keren dan inspiring banget pak. Saya pikir hal-hal begini harus saya sampaikan ke banyak orang Pak. (Dia mengatakan itu sambil menunjukkan smartphone yang layarnya memang menunjukkan Twitter-nya. CEO itu pun merasa tertampar, karena telah berprasangka buruk kepada anak milenial itu. Suasana seperti itu banyak terjadi saat ini. Banyak sekali generasi “tua” gagal memahami perilaku generasi milenial & menilai mereka sebagai tidak sopan. Padahal sebenarnya memang communication dan personality style yang berbeda telah muncul. Mereka perlu tantangan yang berbeda setiap saat. Hal ini sama persis seperti anak lulusan universitas ternama yang baru saja viral & di-bully oleh masyarakat karena menolak tawaran gaji Rp 8 juta. Namun kenyataannya tidak sedikit
Oleh Adrid Indaryanto, S.H., M.M. dari alumni senior dari Universitas yang sama, bekerja dan memiliki upah kurang dari Rp 8 juta, namun alumni senior tersebut tak ada masalah, ditambah sulitnya mencari pekerjaan yang layak dan gaji yang tinggi untuk saat ini. Mereka berbeda, dan jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi sebelumnya. Jangan pernah membandingkan mereka dengan generasi jadul yang mau melakukan pekerjaan yang sama bertahun-tahun. Jangan menyamakan mereka dengan orang-orang tekun yang mau dibayar murah untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan. Mereka kreatif, mereka cerdas, dan mereka merasa berhak mendapatkan penghargaan yang lebih tinggi, karena mereka bekerja keras dengan cerdas. Perlu diingat, pada masa depan, customer Anda adalah generasi milenial. Berarti Anda harus mengenal mereka, agar produk-produk kita mampu menarik perhatian mereka. Pada masa depan (sebentar lagi), talent-talent Anda dan leader-leader Anda adalah generasi milenial. Kalau Anda gagal mengerti mereka, mereka tidak akan mau join pada perusahaan Anda. Ingat, mereka punya pilihan, dan kalau kita tidak mampu memahami mereka, mereka akan lebih memilih untuk join ke perusahaan lain, (Anda mungkin hanya akan mendapatkan pekerja yang kelas 2 atau kelas 3 secara quality) dan kalau yang terbaik akan join perusahaan saingan Anda, Anda malah repot nantinya. Dan inilah mengapa semua leader, bukan hanya CEO, tapi semua team leader/supervisor
harus benar-benar mampu mengerti dan menginspirasi milenial. Tetapi milenial itu sering pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain hampir setiap tahun. Keluhan itu justru menunjukkan bahwa Anda tidak mengenal mereka. Karena kalau Anda mampu mengenal mereka dan menginspirasi mereka, mereka akan menjadi karyawan yang paling loyal, berprestasi maksimal dan berpotensi menjadi leader. Mereka loncat karena Anda/ kita yang tidak mampu menginspirasi mereka. Kita wajib kembangkan generasi milenial, karena potensi mereka yang hebat (smart, fast and digitally connected). Tetapi juga kita harus mengenali karakter mereka yang harus kita kembangkan (communication style, kesabaran, dan teamworking). Tetapi bagaimana Anda akan mengembangkan mereka kalau Anda tidak mengenal mereka? Lakukan beberapa hal di bawah ini. (1) Sediakan waktu untuk mereka. Habiskan waktu bersama mereka. Ikuti gaya dan style mereka. Hangout dan ngopi bersama mereka bila perlu. Ini akan berguna untuk membuka dan mencairkan pembicaraan, You did it for your customer, why you would not do it for your talents? (2) Dengarkan mereka. Pada saat Anda bertemu dengan mereka, wajar sekali bila mereka ingin mendengarkan pengalaman Anda, dan Anda juga ingin sharing pengalaman Anda, cobalah untuk mengajukan beberapa pertanyaan sederhana seperti; Hobi Anda apa? Apa mimpi atau cita-cita yang ingin Anda capai dalan hidup, sebenarnya Anda paling suka pekerjaan dengan nature seperti apa?” Namun, Anda harus
lebih banyak mendengarkan mereka. (3) Mengerti mereka. Next step, catatlah dan tariklah benang merah dari apa yang Anda dengarkan. Dan buatlah analisis dan kesimpulan: apakah sebenarnya yang penting bagi mereka, apakah yang menjadi mimpi dan citacita mereka, suasana kerja seperti apa yang mereka inginkan, apa yang mereka ingin banggakan kepada teman-teman mereka? dan seterusnya. (4) Membantu mereka. Setelah Anda mengerti cita-cita dan impian mereka, bantulah mereka untuk mewujudkannya. Pinjamkan buku Anda. Kirim mereka ke training-training yang akan membuat mereka berkembang. Berikan mereka project dan assignment yang membuat mereka berkembang, dan bukan hanya pekerjaan rutin yang memang harus dikerjakan setiap hari. Selain itu, (5) Bekerja dengan mereka. Bekerjalah bersama mereka. Artinya, kalau lagi bekerja dengan mereka anggaplah mereka sebagai kolega yang selevel, dan mintalah pendapat mereka juga. Jangan sampai mereka hanya disuruh-suruh. Ingat, they are smart, fast and digitally connected. Berarti mereka punya banyak ide baru, berdasarkan pengetahuan yang mereka dapatkan dari digital world. Get their ideas, use and experiment their ideas. (6) Belajar dari mereka. Kita kan juga perlu untuk meningkatkan dan meng-update kemampuan kita kan? Padahal, mungkin saja milenial itu lebih mengerti dan lebih update tentang Fintech, Digital marketing, Data analytic, Artificial Intelligences, Cognitive flexibility, Gamification dll. Ada baiknya kita bisa belajar dari mereka. Konsepnya berubah dari mentoring menjadi reverse-mentoring (yang tua belajar dari yang muda), atau
bahkan lebih baik lagi mutualmentoring (saling mengisi). Jadi ingat ya, untuk menarik generasi milenial, kembangkan mereka dan membuat mereka loyal di perusahaan Anda, lakukan enam hal di atas. Hal tersebut juga bisa kita gunakan untuk mengerti tentang anakanak kita dan kerabat kita yang usia milenial. Pada akhirnya, Anda wajib mengerti tentang mereka, sebelum Anda menginspirasi mereka. Penulis, pemerhati bidang ketenagakerjaan
POJOK
Pariwisata memerlukan situasi aman. - Rakyat juga ingin aman. ***
Enam Srikandi DPRD Klungkung siap perjuangkan peran perempuan. - Peran wanita Bali. ***
Sampah jadi penghambat Indonesia jadi bangsa maju. - Mentalitas sampah lebih menghambat.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Tangani Bara Api di Gunung Batukaru
Warga Angkut 100 Jeriken Air ke Puncak Tabanan (Bali Post) -
Meskipun kebakaran di kawasan Gunung Batukaru sudah berhasil dipadamkan, namun warga Desa Wongaya Gede bersama petugas tetap bersiaga. Sebagai langkah kesiagaan, Kamis (15/8) hari ini, warga bersama petugas mengangkut air seratus jeriken untuk memadamkan bara api yang masih tersisa di areal kebakaran.
KOORDINASI - Koordinasi prajuru desa adat dengan Camat Penebel, BPBD Tabanan, Danramil Penebel, serta kepolisian dalam memutuskan pemberangkatan warga ke puncak atau lokasi kebakaran Gunung Batukaru untuk memadamkan bara api yang dilaporkan masih menyala hingga Rabu (14/8) kemarin.
Bendesa Adat Wongaya Gede I Ketut Sucipto, Rabu (14/8) kemarin, mengatakan proses mengangkut air tersebut dilakukan hari ini pada pukul 00.00 Wita. Warga bersama petugas kembali naik ke lokasi kebakaran dengan membawa air dan dua alat semprot padi. ‘’Ada seratus jeriken dengan kapasitas 5 liter per jeriken dibawa ke kawasan kebakaran. Sebab, dari laporan meski api sudah padam masih ada bara yang tersisa,’’ ujar Sucipto. Sebenarnya, api sudah dinyatakan padam pada penanganan pertama saat kebakaran terjadi. Tetapi dari laporan terakhir didapatkan informasi bahwa bara api masih terlihat terutama di areal terjal. ‘’Warga yang mengecek kembali ke
Tabanan (Bali Post) Tabanan masuk sepuluh besar kabupaten/kota di Indonesia yang memiliki Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) tertinggi. Untuk mempertahankan dan meningkatkan IPKM ini, tantangan yang harus dihadapi Tabanan adalah menurunkan kasus penyakit tidak menular yang saat ini justru mengalami peningkatan. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Rabu (14/8) kemarin, mengatakan IPKM Tabanan tahun 2018 adalah 0,7293 atau meningkat dari IPKM tahun 2013 dengan nilai 0,6826. Meski IPKM tahun 2018 secara
keseluruhan naik di Indonesia, namun pada sub-indeks penyakit tidak menular mengalami penurunan. Artinya, ada peningkatan kasus penyakit tidak menular di masyarakat. Mengenai hal ini, Suratmika menjelaskan, penyakit terbanyak saat ini tidak lagi diisi penyakit menular tetapi penyakit tidak menular. ‘’Terbanyak saat ini adalah hipertensi. Kemudian ada stroke, diabetes, dan jantung,’’ ujarnya. Peningkatan kasus penyakit tidak menular menandakan masyarakat masih kurang sadar dalam hal penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena itu, untuk menekan angka kasus
kabupaten/kota dengan nilai IPKM tertinggi menggambarkan jika program untuk pembangunan kesehatan di Tabanan sebagian besar tercapai. ‘’IPKM berfungsi mengetahui pencapaian kesehatan di suatu wilayah,’’ ujarnya. Lanjut Supardi, IPKM 2018 disusun dengan memanfaatkan sumber data Riskesdas 2018, Susenas Maret 2018 terintegrasi Riskesdas 2018, dan pendataan Potensi Desa (Podes) 2018. IPKM 2018 dihitung dengan menggunakan model IPKM yang dikembangkan tahun 2013. Indeks ini mengikutsertakan 30 indikator kesehatan yang dikelompokkan menjadi tujuh sub-indeks. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Batas waktu pendaftaran lelang jabatan di lingkungan Pemkab Tabanan semakin dekat. Tetapi hal tersebut tidak mengurungkan minat pelamar untuk mendaftar. Jika sebelumnya dua orang sudah mendaftar, maka pada Rabu (14/8) kemarin, ada empat orang mendaftar dan membawa berkas ke kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan. Dengan demikian, sampai saat ini, ada enam orang yang mendaftar seleksi jabatan Kepala Dinas (Kadis) di Tabanan. Empat pelamar yang mendaftar kemarin adalah Camat Selemadeg Timur I Gusti Putu Ngurah Darma Utama yang melamar menjadi Kepala Dinas Perhubungan, disusul Kabag Humas Setda Tabanan I Putu Dian Setiawan yang melamar menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Infomatika. Selanjutnya, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) I Wayan Sukanrayasa
melamar posisi Kepala Dinas Pendidikan. Pendaftar terakhir adalah Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika I Wayan Suradigama yang melamar menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Kepala Bidang Formasi BKPSDM Tabanan Luh Putu Mahadi Santi Dewi mengatakan, pelamar lelang jabatan saat ini sudah bertambah dan totalnya enam pelamar dari awalnya cuma dua. Dari enam pelamar ini, empat di antaranya sudah menyerahkan berkas lengkap dan tinggal menunggu pengumuman administrasi, Jumat (16/8) besok. ‘’Berkas yang telah lengkap ini sudah diserahkan ke Pansel untuk verifikasi. Tinggal tunggu pengumuman administrasi bagi yang sudah daftar membawa berkas lengkap,’’ imbuhnya. Mahadi menerangkan, pendaftaran masih dibuka sampai besok. Meskipun diakui pendaftar masih sedikit, dia meyakini pendaftar akan bertambah. ‘’Saya yakin bertambah. Sebab memerlukan waktu untuk
Bali Post/san
Penyakit Tidak Menular Tantangan Tingkatkan IPKM penyakit tidak menular, Dinas Kesehatan Tabanan senantiasa melakukan sosialisasi PHBS. Selain itu, ada kunjungan jajaran Puskesmas ke rumahrumah penduduk untuk memeriksa kesehatan masyarakat. ‘’Dalam pemeriksaan ini akan diketahui potensi terjadinya penyakit tidak menular maupun menular. Masyarakat akan diberikan sosialisasi dan diberikan pengarahan untuk melakukan pengobatan dan pencegahan dini,’’ ujar Suratmika. Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya mengatakan, pencapaian Tabanan yang masuk dalam sepuluh
Bertambah, Pendaftar Lelang Jabatan Kadis
CMYK
Bali Post/san
BAWA BERKAS - Pelamar lelang jabatan membawa berkas ke kantor BKPSDM Tabanan, Rabu (14/8) kemarin. melengkapi berkas dan ada yang menunggu hari baik untuk mendaftar,’’ ujarnya. Namun, apabila ada salah satu jabatan yang dilelang ini tidak memenuhi kuota
minimal yaitu harus ada empat pendaftar, pengumuman pendaftaran akan diperpanjang khusus untuk jabatan yang kuotanya belum terpenuhi. (kmb24)
lokasi mengatakan bara api ini menyala ketika ada angin menimbulkan percikan api,” ungkap Sucipto. Agar tidak kembali terjadi kebakaran, pihaknya sesuai hasil koordinasi dengan Camat Penebel, BPBD Tabanan, Danramil Penebel dan kepolisian, memutuskan memberangkatkan warga ke puncak gunung atau lokasi kebakaran. Warga yang berangkat adalah warga Desa Adat Jatiluwih, Desa Adat Penatahan, Desa Adat Tengkudak dan Desa Adat Wongaya Gede. Pemberangkatan warga ke areal kebakaran di Gunung Batukaru pada tengah malam dengan pertimbangan penanganan lebih optimal dibandingkan jika diberang-
katkan pada sore hari. ‘’Kalau sore sampai di atas malam dan pasti dingin serta gelap. Warga menjadi tidak optimal menangani api. Kalau berangkat tengah malam maka sampainya pagi sehingga lebih terang dan penanganan api optimal,’’ tutur Sucipto. Apabila langkah yang dilakukan warga ini tidak berhasil dalam menangani bara api, penanganan akan dikembalikan ke Pemkab Tabanan. Dia menambahkan, berdasarkan informasi warga yang turun dari penanggulangan kebakaran, hingga siang kemarin, masih ada empat orang di puncak gunung untuk memantau bara api. Mengenai dugaan penyebab kebakaran karena ada ulah pendaki yang membakar sam-
pah dan membuat api unggun, tim Inafis Polres Tabanan sudah melakukan penyelidikan ke lokasi kebakaran pada Selasa (13/8) lalu. Hanya, untuk hasilnya masih menunggu perkembangan. Kasatreskrim Polres Tabanan AKP I Made Prama seizin Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa menjelaskan, untuk mengetahui sumber api yang menyebabkan kebakaran di Gunung Batukaru, pihaknya sudah melakukan pengecekan ke TKP dan melakukan identifikasi. Sesuai penyelidikan awal, untuk sementara belum ditemukan penyebab munculnya api. Karena di lokasi hanya ditemukan kebakaran rimbunan pohon pakis. Sejauh ini, belum ditemukan adanya bekas puntung rokok ataupun bekas pembakaran sampah di titik api. ‘’Jadi, ini masih proses penyelidikan. Perkembangan akan saya laporkan,’’ tegasnya. (kmb24)
Wisuda Sarjana XXXIV IKIP Saraswati Tabanan Tingkatkan Kompetensi Tenaga Pendidik
IKIP Saraswati Tabanan menggelar Wisuda Sarjana XXXIV, Kamis (15/8) hari ini, di Inna Grand Bali Beach. Sebagai salah satu lembaga perguruan tinggi yang menghasilkan tenaga pendidik dalam hal ini guru, IKIP Saraswati Tabanan memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berkompeten. Untuk mencapai hal itu, selama dalam proses belajar di IKIP Saraswati, mahasiswa tidak hanya diberikan pendidikan formal tetapi juga softskill serta kepribadian yang diperlukan untuk menjadi tenaga pendidik berkualitas. Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd. mengatakan, saat ini kualitas tenaga pendidik dalam hal ini guru ditentukan oleh kompetensinya. Ada empat kompetensi guru yang harus dimiliki yaitu kompetensi profesional, kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Kompetensi pedagogik dan profesional saat ini masih rendah. Berdasarkan data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di bidang pedagogik dan profesional tahun 2013 dan 2015, rata-rata nasional untuk kedua bidang kompetensi tersebut adalah 45,82 dan 53,02. Angka ini masih di bawah standar kompetensi minimal nasional yaitu 55. IKIP Saraswati Tabanan telah melakukan sejumlah upaya agar bisa menghasilkan guru berkompetensi. Salah satunya, sebelum mahasiswa lulus, mereka diberikan kursus di bidang komputer, bahasa Inggris, dan kewirausahaan. ‘’Semua hal dalam empat kompetensi guru yang harus dimiliki kita berikan selama mereka menimba ilmu di IKIP Saraswati,’’ ujarnya. Kata dia, hal yang paling
sulit adalah kompetensi kepribadian. Sebab, untuk membentuk kepribadian ini tidak bisa hanya dengan belajar teori tetapi mahasiswa harus dibimbing dan dibina oleh tenaga pengajar yang berkualitas dan ada peran serta orang tua. Untuk kualitas dosen, Dewa Oka menegaskan, IKIP Saraswati memilikinya dan terus mendorong peningkatan kualitas dosen. Hal ini dibuktikan pada tahun akademik 2018/2019, dosen di IKIP Saraswati memperoleh 17 hak kekayaan intelektual (HKI). Untuk rasio dosen dengan mahasiswa di IKIP Saraswati Tabanan adalah 1:6. Tahun akademik 2018/2019 IKIP Saraswati Tabanan memiliki 349 mahasiswa sementara untuk dosen yaitu 37 dosen tetap dan 18 dosen yayasan yang ber-NIDN dengan kualifikasi pendidikan magister dan doktor. ‘’IKIP Saraswati saat ini m e m i liki satu o r a n g guru besar dan dua orang sedang proses pengusulan guru besar. Ada delapan dosen doktor dan lima orang sedang studi program doktor,’’ ujar Dewa Oka. Pada wisuda ke-34 diluluskan sebanyak 82 orang sarjana yang terdiri
Rektor IKIP Saraswati Tabanan Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd.
dari 15 orang dari Fakultas Pendidikan IPS, 38 orang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra dan 29 orang dari Fakultas Pendidikan MIPA. Wisudawan yang mendapatkan IPK tertinggi untuk masingmasing jurusan adalah Putu Dana Kartika dengan IPK 3,93 dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Ni Putu Mas Adi Wiratni dengan IPK 3,92 dari Jurusan Pendidikan Biologi, Ni Nyoman Tri Anita Putri dengan IPK 3,79 dari Jurusan Pendidikan Matematika, Ni Nyoman Nurmayanti dengan IPK 3,60 dari Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Elsa Muliati Asut dengan IPK 3,50 dari Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan IPK 3,50 dan I Putu Semara Putra dari Jurusan Pendidikan Sejarah dengan IPK 3,20. (ad049)
BULELENG
8
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
170,45 Hektar Sawah Kekeringan
Petani Kurang Tertarik Ikuti Program AUTP Singaraja (Bali Post) –
Meskipun sudah digulirkan beberapa tahun lalu, nampaknya petani di Buleleng belum banyak yang melirik untuk menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Buktinya, sejak program ini digulirkan, petani dari kelompok subak di daerah ini yang menjadi peserta masih terbatas. Kondisi ini tentu saja sangat disayangkan, karena program ini seharusnya dapat meringankan beban petani ketika mengalami gagal panen saat kemarau panjang seperti tahun ini. Saat ini, kelompok subak di lima kecamatan di Buleleng mengalami kekeringan dengan luas mencapai 170,45 hektar.
Bali Post/kmb38
KEKERINGAN – Kemarau panjang di Buleleng mengakibatkan 170,45 hektar sawah di Buleleng kekeringan. Kondisi ini menimbulkan tanaman gagal panen.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta usai sidang di DPRD Buleleng, Rabu (14/8) kemarin, mengatakan AUTP digulirkan untuk membantu petani dalam menekan kerugian hasil usaha tani yang dikelolanya. Ini dibuktikan pembayaran premi bulanan sebagian besar disubsidi oleh pemerintah daerah, sehingga petani membayar premi AUTP hanya Rp 31.000 setiap 1 hektar untuk satu kali musim tanam. Kalau usaha tani mereka mengalami kerusakan dengan persentase 75 persen, petani diberikan dana pertanggungan sebesar Rp 6 juta. “Tidak dimanfaatan dengan optimal, padahal preminya sangat murah dan ketika
terjadi kerusakan tanaman mendapat dana pertanggungan yang lumayan untuk dijadikan modal untuk penanaman di musim berikutnya,” katanya. Menurut mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekkab Buleleng ini, ketika kemarau seperti sekarang ini, seharusnya petani bisa memanfaatkan AUTP itu. Pasalnya, pada kemarau tahun ini, subak di Kecamatan Sawan, Buleleng, Sukasada, Banjar, dan Kecamatan Busungbiu sekarang mengalami kekeringan. Dari data di Distan menyebut, total sawah yang dilanda kekeringan luasnya mencapai 170,45 hektar. Dari jumlah itu, kerusakan tanaman bervariasi mulai
dari ringan seluas 93,45 hektar, sedang 26,00 hektar, berat seluas 6,40 hektar, dan puso 44,60 hektar. Khusus untuk kerusakan ringan dan sedang, masih dimungkinkan untuk memelihara tanaman sampai memasuki masa panen. Hanya, untuk tanaman dengan kerusakan berat dan puso dipastikan petani mengalami gagal panen. “Itu data terbaru dan kekeringan ini bisa saja bertambah mengikuti situasi karena musim kemarau diprediksi akan berlangsung hingga beberapa bulan ke depan,” jelasnya. Di sisi lain, Sumiarta mengatakan, kekeringan tidak dapat dihindari karena karena debit air turun. Selain itu, kebiasaan petani yang ter-
kesan memaksa untuk tetap menanam padi di musim kering. Padahal, petani seharusnya sekarang menanam palawija dan kacang-kacangan, tetapi dipaksakan menanam padi karena air irigasi dinilai masih mencukupi. Setelah masa penanaman, justru debit air menyusut, sehingga terjadi kekeringan di lima kecamatan itu. Atas kondisi ini, petani dipastikan akan menelan kerugian. Hal ini bertambah parah, petani tidak mengikuti program AUTP, sehingga kerugian ini pun tidak bisa ditangani dengan optimal. Untuk itu, ke depan, pihaknya menyarankan petani mengikuti program AUTP yang digulirkan pemerintah. “Kalau saja mengikuti AUTP kemungkinan kerugian yang dialami sekarang bisa ditutupi dari pertanggungan pihak asuransi, namun karena sedikit yang ikut jadi tidak bisa semua petani yang mengalami kekeringan itu bisa dibantu dari program ini,” jelasnya. (kmb38)
Bupati PAS Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan ASN Buleleng Singaraja (Bali Post) – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyatakan akan terus berusaha mening-katkan kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya di Buleleng. Ini dilakukan agar para ASN di Bali Utara terus meningkatkan kinerja pemerintahan. Hal itu disampaikan Bupati yang akrab disapa PAS itu guna menanggapi desakan anggota DPRD Buleleng agar pemerintah membayar tambahan penghasilan pegawai (TPP) atau tunjangan kinerja (tukin) kepada para PNSD pada gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR), atau yang dikenal dengan gaji ke-14 tahun 2019, Rabu (14/8) kemarin. Bupati mengatakan, dalam peraturan bupati (perbup) tentang gaji ke-13 dan ke14 sebenarnya sudah memasukkan komponen TPP ke dalam pemberian gaji ke-13 dan THR. Namun, diakuinya bahwa dalam perbup dimaksud masih mengacu pada ketentuan pada tahun 2018. Tetapi, ada aturan
lain yang terbit pada tahun 2019 ini yang mengatur pemberian gaji ke-13 dan THR itu. Pemberian komponen TPP yang identik dengan tukin memang belum diberikan untuk sementara waktu. Hal itu mengingat masih adanya perbedaan pemahaman atas pengertian masing-masing istilah. Tukin, adalah pemberian tunjangan untuk kinerja yang terukur. Sedangkan sampai saat ini, di Buleleng belum menerapkan sistem tukin itu. “Akhirnya benar, turun SE Mendagri tahun 2019 yang menyebutkan tidak ada komponen itu (tukin) dalam gaji ke-13 dan ke-14,” tegasnya. Bupati menyesalkan bahwa permasalahan seperti ini menjadi rawan masuk ke ranah politik. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh jajaran ASN di Buleleng agar tidak terpengaruh dengan pernyataanpernyataan provokatif seperti itu. Dirinya juga mengingatkan seluruh ASN agar tetap bekerja di jalur yang benar, sehingga prestasi yang sudah dicapai
oleh Buleleng selama ini bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan. “Mari kita bekerja sesuai dengan aturan dan regulasi yang benar, jangan sampai kita terpengaruh dengan persoalan semacam ini,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada menjelaskan, adanya perbedaan ketentuan yang mengatur pemberian gaji ke-13 dan ke-14 tahun 2018 dengan tahun 2019. Pada tahun 2018, dalam peraturan yang mengatur tentang pemberian gaji ke-13 dan THR memang menyebutkan adanya komponen tambahan penghasillan PNS Daerah (PNSD)/ tunjangan kinerja dalam pemberian gaji ke-13 dan THR tahun 2018. Sedangkan PP No. 35 Tahun 2019 yang mengatur pemberian gaji ke-13 dan PP No. 36 Tahun 2019 yang mengatur tentang pemberian THR, tidak menyebutkan adanya komponen tunjangan kinerja atau TPP dalam pemberian kedua tambahan penghasilan itu pada tahun 2019. “Komponen gaji ke-13 dan
Diduga Sering Memukul Siswa
Komite Sekolah Adukan Oknum Guru Singaraja (Bali Post) Pengurus Komite SDN 2 Sinabun, Kecamatan Sawan mengadukan salah seorang oknum guru di sekolah tersebut. Oknum tersebut diduga sering melakukan tindakan kekerasan fisik kepada siswa. Atas ketidaknyamanan situasi belajar mengajar itu, komite memgadukan hal itu ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Komite meminta agar guru yang bersangkutan dipindahkan, sehingga tidak mengganggu situasi di sekolah setempat. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Rabu (14/8) kemarin, diduga permasalahan ini diawali pada overload kapasitas ruang kelas siswa. Siswa yang duduk di kelas III sekolah setempat berjumlah 49 orang. Tadinya, siswa itu dibagi dalam dua kelas. Namun karena salah seorang guru sudah pensiun akhirnya kelas digabung menjadi satu. Situasi ini membuat jumlah siswa yang terlalu banyak,
menyebabkan proses belajar mengajar menjadi tak efektif. Proses belajar yang tak efektif, diduga memicu oknum guru menjadi stres karena beban tugas menjadi terlalu tinggi. Akibatnya, oknum guru tersebut diduga pernah memukul siswanya yang belum mampu memenuhi standar pembelajaran. Bahkan, ada siswa yang mengaku dipukul menggunakan batang sapu lidi. Ketua Komite SDN 2 Sinabun I Nyoman Supartha mengatakan, tercatat ada delapan orang siswa yang mengadu menjadi korban kekerasan fisik di sekolah mereka. Para orangtua mereka kemudian mengadu pada komite. Menindaklanjuti hal itu, komite kemudian melakukan mediasi bersama oknum guru Selasa (13/8) lalu. Saat mediasi, oknum guru itu mengaku melakukannya dengan alasan agar anak bersangkutan bisa belajar lebih rajin. Pasalnya, siswa tersebut masih belum mampu membaca. “Anak-anak trauma dan
minta pindah sekolah. Komite berusaha memfasilitasi keluhan orangtua, supaya tidak timbul keresahan,” katanya. Setelah menelusuri informasi lebih lanjut, ternyata banyak siswa lain yang mengaku pernah menjadi korban. Supartha tidak tahu pasti apa pemicu guru tersebut melakukan pemukulan. Apakah terkait jumlah siswa yang terlalu banyak, atau memang berkaitan dengan karakter guru yang bersangkutan. “Komite sudah bersurat ke Disdikpora, kalau bisa oknum guru bisa dipindah. Sebab anak-anak di sini sudah takut,” jelasnya. Kepala Disdikpora Buleleng Gde Dharmaja membenarkan telah mendapat pengaduan komite sekolah. Hanya, pihaknya belum berani mengambil keputusan dan menunggu hasil penelusuran lebih lanjut. “Nanti kami telusuri permasalahannya seperti apa,” tegas mantan Kepala Badan Perencana Pembangunan Penelitian dan Pengembngan (Bappeda Litbang) ini. (kmb38)
THR tahun ini hanya meliputi unsur gaji pokok/uang representasi, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan/tunjangan umum yang sudah melekat pada gaji yang dibayarkan setiap bulan. Tunjangan kinerja atau TPP tidak masuk,” katanya. Hal itu diperkuat lagi dengan terbitnya SE Mendagri No. 188.31/3889/SJ tanggal 15 Mei 2019 yang juga menyebutkan komponen yang sama dalam pemberian gaji ke-13 dan THR PNS. Oleh karena itu, dalam pencairan gaji ke-13 dan THR kepada para PNSD di Kabupaten Buleleng tidak termasuk tunjangan kinerja atau TPP. Tunjangan kinerja sendiri menurut PP No. 35 dan 36
Tahun 2019 adalah tunjangan yang diberikan berdasarkan kelas jabatan dengan mempertimbangkan penilaian reformasi, capaian kerja organisasi dan capaian kerja individu. Ada banyak daerah di Indonesia yang belum menerapkan sistem pemberian tunjangan kinerja tersebut, termasuk Pemkab Buleleng. “Kami sudah bersurat ke kemendagri untuk menanyakan masalah ini. Namun sampai sekarang belum ada jawaban tertulis . Hal ini (pemberian TPP) harus dicermati secara hati-hati, karena kami tidak mau melabrak aturan yang berlaku,” tegasnya. (kmb38)
Putu Agus Suradnyana
Bali Post/kmb38
GIANYAR
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
9
Diikuti Ribuan Krama
Puncak Karya Dirgayusa Bumi Desa Adat Beng dan Gianyar PUNCAK Karya Dirgayusa Bumi di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Beng dan Desa Adat Gianyar berlangsung Rabu (14/8) kemarin. Ribuan krama Desa Adat Beng, Kelurahan Beng dan Desa Adat Gianyar, Kelurahan Gianyar, Kecamatan Gianyar, antusias mengikuti puncak upacara tersebut. Bendesa Adat Beng I.B. Putu Bawa mengatakan, upaPUNCAK KARYA - Krama melaksanakan upacara serangkaian puncak karya di Pura Dalem dan Prajapati Desa Adat Beng dan Gianyar.
cara besar yang dilaksanakan di Pura Dalem dan Prajapati setempat merupakan Karya Dirgayusa Bumi, Tawur Agung, Pedanan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Ngusaba Dalem lan Pitra ring Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Pakraman Beng lan Gianyar. “Ini merupakan upacara yang melibatkan seluruh krama dari Desa Adat Beng dan Desa Adat Gianyar,” katanya didampingi Bendesa Adat Gianyar Dewa Made Suardana serta Manggala Prawartaka Dewa Made Sutanaya dan I Wayan Sudamia. Berbagai rangkaian karya besar ini sudah berlangsung sejak beberapa bulan lalu,
hingga puncak karya jatuh pada Buda Umanis Medangsia. Sejak Rabu pagi kemarin sekitar pukul 07.00 Wita, berbagai rentetan upacara sudah terlaksana, seperti Mendak Siwi. Upacara dilanjukan dengan Piodalan Padudusan Alit. Memasuki Rabu siang, krama pangayah mulai menggelar puncak Karya Ngenteg Linggih Padudusan Agung Ngikup. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Mapeselang Majejiwan Ngindang. “Hingga Rabu sore barulah dilaksanakan upacara Mamasar,” katanya. I.B. Putu Bawa berharap, dengan suksesnya pelaksanaan upacara ini, Ida Batara yang berstana di Pura Dalem
dan Prajapati memberikan kesejahtaraan kepada seluruh umat. “Semoga warga saya di dua desa adat ini supaya rahajeng, kemudian seluruh masyarakat Gianyar, Bali hingga nusantara supaya aman dan damai,” katanya. Sebelumnya, Manggala Prawartaka Desa Adat Gianyar Dewa Made Sutanaya didampingi Manggala Prawartaka Desa Adat Beng I Wayan Sudamia menerangkan, Pura Dalem dan Prajapati ini memang di-emong oleh dua desa pakraman, yakni Desa Adat Beng dengan enam Banjar dan Desa Adat Gianyar dengan 12 Banjar. “Dengan jumlah KK seluruhnya sebanyak 2.973
KK,” katanya. Estimasi biaya yang dipergunakan untuk keseluruhan rangkaian upacara ini Rp 3,8 miliar. Dikatakan, dana itu bersumber dari urunan masing-masing pangempon sebesar Rp 1 juta. “Di luar itu merupakan upaya panitia melalui punia dari pemerintah serta sejumlah donatur,” katanya. Karya ini dilaksanakan setelah penataan bangunan dan palinggih di Pura Dalem lan Pura Prajapati setempat. Dikatakan, terakhir kali upacara serupa sempat digelar pada 1966 silam. “Yang jelas terakhir karya serupa digelar 53 tahun lalu. Itu sekitar tahun 1966,” katanya. (ad460)
SOSOK 152 Kali Donor Darah NYOMAN Ardana merupakan seorang pensiunan polisi yang rutin mendonorkan darahnya. Hingga kini, ia tercatat sudah mendonorkan darah 152 kali. Pria asal Desa Melinggih Kelod ini mengaku rutin melakukan donor darah untuk kemanusiaan. “Saya tergugah membantu orang lain yang membutuhkan darah. Apalagi setiap rumah sakit selalu kekurangan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Sampai saat ini, masih banyak orang yang membutuhkan darah, terlebih bagi orang yang sakit tertentu darah itu sangat berarti,” katanya, Rabu (14/8) kemarin. Menurutnya, sejak SMA ia memang bergabung dalam Palang Merah Indonesia (PMI). Ia mulai mendonorkan darah sejak usia 22 tahun. Hingga kini usianya yang menginjak 71 tahun, ia sudah melakukan donor sebanyak 152 kali. “Saya mengikuti donor darah sejak usia 22 tahun,” ujarnya. Secara umum, kata dia, di Bali ketersediaan darah masih kurang dari kebutuhan yang ada. Ia pun merasa terpanggil untuk terus mensosialisasikan pentingnya donor darah. Berkat konsistensinya itu, kini ia menjadi Ketua Penasihat di Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Provinsi Bali. Bahkan, ia pernah mendapat tanda kehormatan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2013 lalu. Sebagai bentuk perhatiannya kepada masyarakat di banjarnya sendiri, ia sudah membentuk unit donor darah di Banjar Pengaji, Desa Melinggih Kelod. Unit donor darah itu terbentuk sejak empat tahun lalu. “Tujuannya agar mereka yang membutuhkan darah terbantu. Bukan saja untuk mencari darah, namun tujuannya agar sesekali warga bisa memberikan darahnya juga secara sukarela melalui donor tersebut,” tegasnya. (nik)
RAPAT - Fraksi gabungan Gerindra dan PKPI saat menggelar rapat perdana di Gedung DPRD Gianyar, Rabu (14/8) kemarin.
Gerindra dan PKPI Bentuk Fraksi Gabungan
Gianyar (Bali Post) -
Kader Partai Gerindra dan PKPI Gianyar sudah memastikan membentuk satu fraksi gabungan di DPRD Gianyar. Fraksi dengan sebutan Fraksi Indonesia Raya ini dipimpin oleh kader PKPI, Ngakan Ketut Putra. Kalangan DPRD yang tergabung dalam fraksi ini sudah menggelar rapat perdana, Rabu (14/8) kemarin. Ngakan Ketut Putra menerangkan, terbentuknya fraksi ini untuk memperluas ruang gerak dalam memenuhi aspirasi masyarakat. “Ini tidak ada tentang nilai tawar. Kami hanya ingin lebih bebas dalam memenuhi aspirasi masyarakat Gianyar ke arah yang lebih
baik,” katanya. Sesuai kesepakatan, Ngakan Ketut Putra memang dipercaya sebagai Ketua fraksi gabungan ini. Namun, kepemimpinan itu tidak berlaku penuh selama lima tahun. “Sesuai poin tiga surat pernyataan kesepakatan, jabatan Ketua Fraksi Indonesia
cmyk
Raya dibagi menjadi dua periode, yaitu setengah periode untuk PKPI, dan setengah periode untuk Gerindra,” ujar anggota DPRD asal Lingkungan Sampingan, Kelurahan Gianyar itu. Sementara pada poin keempat surat kesepakatan antara dua partai ini menyatakan,
untuk tim ahli fraksi diberikan kepada Gerindra atau ditentukan dalam musyawarah. “Untuk satu orang tim ahli fraksi diserahkan kepada bapak I Wayan Tagel Arjana,” katanya. I Wayan Tagel Arjana merupakan Ketua DPC Partai Gerindra Gianyar. Tim ahli fraksi asal Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud ini juga merupakan mantan anggota DPRD Gianyar periode 2004-2009, dan DPRD Bali 2009-2014. Ia juga anggota DPRD Bali 2014-2019
dari Partai Gerindra. Namun, ia gagal lolos ke DPRD Bali melalui Gerindra pada Pileg 2019. Menurut Ngakan Ketut Putra, pihaknya kini mempersiapkan penempatan anggota DPRD utuk mengisi posisi di masing-masing komisi. Namun, untuk penempatan itu, pihaknya akan menggelar rapat susulan. “Ada beberapa strategi dalam menempati pos tertentu. Penempatan itu akan ditentukan dalam rapat khusus di fraksi,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
PRABAWA NATHA
Kewibawaan Pemimpin Menuju Jembrana Maju dan Sejahtera
Kota Negara memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-124 tahun. Pada peringatan tahun ini, kembali digelar Festival Jembrana dengan tema besar Prabawa Natha. Secara menyeluruh tema itu memiliki makna Kewibawaan Pemimpin Menuju Jembrana Maju dan Masyarakat yang Sejahtera. Tema ini mengandung makna bahwa kewibawaan dan kharisma kepemimpinan itu senantiasa sejalan dan selaras dengan tatanan nilai-nilai adat dan budaya yang ada di kalangan masyarakat. Melalui tema itu juga diharapkan segala pengambilan kebijakan, lebih mengutamakan keinginan dan kehendak untuk kepentingan
masyarakatnya di atas kepentingan pribadi. Filosofi Tri Hita Karana juga senantiasa menjadi acuan dalam setiap kegiatan pembangunan dan perbaikan di segala bidang, yang dituangkan dalam berbagai program. Perjuangan mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Jembrana
dengan senantiasa menjaga keselarasan alam. Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan perekonomian. Di antaranya optimalisasi potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan di bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar, serta meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik. Tekad Pemerintah Kabupaten Jembrana itu juga sejalan dengan upaya Pemerintah Pusat dalam mewujudkan
Program Nawacita yang salah satunya Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. “Kita semua harus bersyukur atas keberhasilan yang kita capai dalam pembangunan Kota Negara dan Kabupaten Jembrana. Perlu diingat keberhasilan itu bukanlah upaya individu, kelompok, maupun golongan semata. Namun keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh masyarakat Jembrana tanpa terkecuali, sesuai dengan perannya masing-masing,” terang Bupati Artha. (olo)
Tiga Festival Cerminkan Peradaban Jembrana Tumbuhkan Ikatan Emosional dan Rasa Bangga Momen peringatan HUT ke-124 Kota Negara diharapkan mampu menumbuhkan ikatan emosional serta memperdalam rasa bangga sebagai masyarakat Jembrana. Ikatan itu dalam wujud rasa kebersamaan dan sinergitas segenap komponen masyarakat Kabupaten Jembrana, dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, pemberian pelayanan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Dengan demikian, Kabupaten Jembrana, Kota Negara dan kehidupan masyarakatnya menjadi semakin baik dan sejahtera. Peringatan HUT digelar sejak 2 Juli 2019 diawali matur piuning ke sejumlah Pura, hingga ditutup nanti pada 1 September dengan Pawai Budaya Jembrana. Selain bagian evaluasi dan koreksi, pada peringatan HUT Kota juga mengajak segenap lapisan masyarakat
Jembrana bergembira dalam berbagai kegiatan, merayakan hari jadi Kota Negara tercinta. Untuk itu, sejumlah kegiatan telah disusun panitia yang berasal dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Jembrana. Peringatan akan berlangsung sebulan penuh, menampilkan 55 jenis kegiatan. Mulai dari pertandingan olahraga, kegiatan lomba, pentas seni budaya serta pameran kerajinan sehingga diharapkan seluruhnya turut berpartispasi. “Kita ingin momen peringatan HUT Kota Negara ke-124 ini mampu mempersatukan. Menampilkan potensi seni budaya serta kreativitas wilayah masing–masing, wujud dukungan serta komitmen pemerintah daerah akan pelestarian nilai-nilai budaya serta sejarah Jembrana,“ ujar Bupati Jembrana I Putu Artha
Puncak HUT Kota Pada Puncak HUT Kota, 15 Agustus hari ini, akan diisi berbagai kegiatan. Diawali jalan santai berhadiah dengan start dan finish di Gedung Kesenian Ir. Soekarno dirangkai dengan pembukaan Festival Jembrana. Pada waktu bersamaan juga digelar berbagai lomba dan pameran. Mulai Lomba Panjat Pinang, Lomba Penjor, Pameran UMKM, Clothing (distro), pameran fotografi dan kuliner khas Jembrana (betutu, bendu, lawar klungah dan kelepon). Siangnya, masyarakat Jembrana dapat menyaksikan Pawai Dokar yang akan mengambil rute di seputaran Kota Negara. Berlanjut pada malam harinya, mulai pukul 20.00 Wita pementasan Puncak HUT Kota. Sejumlah band lokal dan nasional serta lawak akan mengisi acara puncak malam ini. Di antaranya J-Rock, Vana Band, Tri Puspa, Mr. Rayen dan hiburan lawak Dadong Rerod Cs. (olo)
Kota Negara, Ibu Kota Jembrana
Kamis, 15 Agustus hari ini, Kota Negara memasuki usia yang ke-124 tahun. Sejak munculnya Staatsblad Van Nederlandsch - Indie Nomor 175 Tahun 1895, Negara menjadi ibu kota Daerah Bagian Afdeling Jembrana yang sebelumnya bergabung menjadi satu ibu kota dengan Singaraja. Sejak itu pula, dimulailah nama ibu kota Negara untuk Daerah Bagian Afdeling Jembrana. Munculnya nama Jembrana sendiri berasal dari kawasan hutan belantara(Jimbar-Wana) yang dihuni raja ular (Naga-Raja). Sifat-sifat mitologis dari penyebutan nama-nama tempat telah mentradisi melalui cerita turun-temurun di kalangan penduduk. Munculnya nama-nama Jembrana dan Negara hingga sekarang, memiliki arti tersendiri dari perspektif historis. Jembrana dengan ibu kotanya Negara senantiasa terpatri dalam lembaran sejarah pemerintah di Jembrana, baik dalam periode Pendudukan Jepang (1943-1945), periode Republik Indonesia (1946-1950) maupun pada waktu kembali ke periode bentuk Negara Indonesia Timur (1946-1950) maupun pada waktu kembali ke periode bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (1950-1958). Jabatan Bupati Kepala Daerah Swatantra Tingkat II Jembrana untuk pertama kalinya dijabat oleh Ida Bagus Gede Dosther dari tahun 1959 sampai tahun 1967. Dapat dikatakan bahwa, sejak gelar “Bupati” yang mengepalai pemerintahan di Daerah Tingkat II Jembrana untuk pertama kali diberlakukan pada tahun 1959 sampai saat ini, nama Negara sebagai ibu kota Daerah Kabupaten Jembrana tetap dilestarikan. (olo)
Pada 2019 ini, Jembrana menyiapkan tiga Festival yang menggambarkan kesenian, tradisi serta peradaban masyarakat Jembrana. Diawali dengan Festival Jegog yang digelar dalam rangkaian HUT Kota Negara selama dua hari (30-31 Agustus 2019) di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Festival ini diawali dengan FGD yang diikuti para pakar baik akademisi, praktisi serta seniman jegog. Mengenai sejarah lahirnya kesenian Jegog di Jembrana, cara membuat dan ngelaras gamelan Jegog
hingga penciptaan tabuh dan tari dalam kesenian Jegog. Hari kedua mempertunjukan performa gamelan jegog dari yang klasik sampai kolaborasi Jegog modern. Terakhir di hari ketiga menampilkan jegog massal dengan melibatkan 75 sekaa jegog mengiringi masingmasing jegog 5 penari dan tiga pangibing. Sedang untuk Festival Makepung dirancang mulai dari ritus Budaya perawatan kerbau sampai pelaksanaan makepung. Baik makepung lampit atau-
pun makepung sirkuit. Festival ketiga yang digelar pada akhir tahun adalah Festival Teluk Gilimanuk. Festival digelar di Teluk Gilimanuk pada akhir November 2019 menampilkan ritual bahari melalui lomba sampan tradisional dan perahu hias. Kesenian yang ditampilkan selain kesenian lokal juga kesenian Banyuwangi. Ketiga Festival ini digelar guna memperkenalkan potensi Pariwisata Jembrana melalui Kebudayaan khas daerah Jembrana dan peradaban masyarakat Jembrana. (olo)
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
KARANGASEM
11
Bendesa Adat Dukuh Penaban Sabet Penghargaan Silpakara Nugraha
Sebagai Cambuk untuk Terus Berinovasi dan Berkreativitas
Bali Post/kmb41
GELADI BERSIH - Kegiatan geladi bersih untuk persiapan acara pelantikan anggota DPRD terpilih Kamis (15/8) ini.
Hari Ini, 45 Anggota Dewan Terpilih Dilantik
Amlapura (Bali Post) -
Sebanyak 45 anggota dewan terpilih periode 2019-2024 bakal dilantik pada Kamis (15/8) ini. Sehari sebelum acara pelantikan, seluruh anggota dewan terpilih mengikuti acara geladi bersih di Gedung DPRD Karangasem, Rabu (14/8) kemarin. Sekwan DPRD Karangasem I Wayan Ardika usai geladi bersih mengungkapkan, jika persiapan untuk pelantikan untuk 45 anggota dewan terpilih sudah siap dilakukan. Kata dia, sebelum acara pelantikan dilakukan, telah dilakukan geladi bersih untuk memantapkan proses jalannya pelantikan. “Acara geladi bersih diikuti oleh seluruh anggota DPRD terpilih. Untuk pelantikan besok (hari ini - red) semua sudah siap. Mulai dari sound system maupun petugas yang bertugas saat pelantikan sudah semuanya siap, tidak ada masalah. Semoga saat acara resmi, semua petugas bisa menjalankan tugas masing-masing dengan baik sesuai dengan tugas yang diberikan,” ujarnya. Ardika menambahkan, untuk seragam yang dipergunakan anggota terpilih saat pelantikan mempergunakan pakain adat Bali. Untuk baju semua anggota dewan mempergunakan baju warna putih termasuk anggota dewan perempuan. Sementara untuk bawahan dan udeng bebas. “Untuk para pendamping saat pelantikan pakaiannya bebas
menyesuaikan,” katanya. Dia menjelaskan, acara pelantikan akan mulai dilakukan pukul 11.00 Wita.
Ardika menambahkan, sebelum pelantikan, lebih dulu dilakukan upacara majaya-jaya di Padmasana Kantor DPRD
Karangasem pukul 08.00 wita. “Kami minta semua anggota dewan sebelum pukul 08.00 Wita sudah berada di kantor DPRD Karangasem untuk mengikuti upaca majaya-jaya. Jangan sampai molor akibat dewan terlambat datang,” tegas Ardika. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Prestasi gemilang kembali ditorehkan Bendasa Adat Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem, I Nengah Suarya. Setelah sebelumnya sukses mendulang penghargaan K. Nadha Nugraha 2019, dan kali kini dirinya kembali mendulang penghargaan dari Provinsi Bali yakni penghargaan Silpakara Nugraha 2019. Ini merupakan penghargaan kedua yang diterima pada tahun ini. Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya, Rabu (14/8) kemarin, mengungkapkan dirinya mengaku sangat bangga kembali mampu mendapatkan pengharagaan dalam lomba iptek di kategori kreativitas dan inovasi masyarakat ini. Sebab, ini merupakan penghargaan kedua yang diterimanya pada tahun 2019 ini. Suarya menambahkan, penghargaan yang didapatnya itu bukan merupakan miliknya saja, melainkan ini merupakan hasil kerja keras masyarakat Dukuh Penaban yang selama ini sudah berjuang dengan keras dan semangat di dalam menciptakan hasil karya yang bernilai budaya. Sebab, pemberdayaan bisa menghidupkan sendi-sendi perekonomian masyarakat. “Jujur, saya tidak per-
nah membayangkan akan mendapatkan penghargaan ini. Karena saya hanya ingin melakukan sesuatu dengan konsisten dan ikhlas. Tetapi, pada akhirnya ada yang mengapresiasi semua upaya yang dilakukan lewat penghargaan ini,” katanya. Atas kembalinya mendapatkan penghargaan ini, jelas Suarya, bakal dijadikan sebagai cambuk untuk terus berinovasi dan berkreativitas lebih baik lagi ke depannya. Pihaknya ingin terus mengajak masyarakat Karangasem untuk dapat menggali potensi-potensi yang dimiliki demi kemajuan Karangasem. Terlebih, saat ini
sudah ada komunitas kreatif di Karangsem, sehingga komunitas ini bisa terus menggali potensi-potensi yang ada di Bumi Lahar untuk dikembangkan ke depannya. “Saya ingin para generasi muda Karangasem bisa terus berkreativitas dan berinovasi. Karena untuk sebuah prestasi harus membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Jadi, lewat penghargaan ini, ke depannya harus lebih meningkatkan diri bertanggung jawab apa yang telah dilakukan sebelumnya. Sehingga masyarakat bangga apa yang dibangun oleh masyarakat itu sendiri,” jelas Suarya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PENGHARGAAN - Bendesa Adat Dukuh Penaban I Nengah Suarya saat menerima penghargaan Silpakara Nugraha dari Pemerintah Provinsi Bali.
KLUNGKUNG
12
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
DPRD Klungkung yang Baru Siap Buka Lembaran Baru Hubungan eksekutif dan legislatif dalam beberapa pekan terakhir sempat memanas. Ini membuat situasi di antara kedua lembaga ini terkesan tidak harmonis. Situasi demikian menjadi perhatian lembaga legislatif pada periode anyar 2019-2024 yang baru dilantik, di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, Rabu (14/8) kemarin. Ketua DPRD Klungkung sementara, A.A. Gde Anom, berjanji akan membuka lembaran baru, sinergi dengan eksekutif untuk mengawal dan mendorong terwujudnya setiap kepentingan masyarakat. Sebanyak 30 anggota DPRD Klungkung terpilih, dilantik dalam kegiatan Rapat Paripurna Peresmian Pengangkatan dan Pengucapan Sumpah/Janji DPRD Klungkung Masa Jabatan 2019-2024. Pada acara itu hadir pula anggota keluarga mereka dan para tokoh masyarakat, seperti bendesa dan pejabat terkait. Pelantikan ini sarat akan harapan baru pada anggota dewan baru, di tengah semakin kompleksnya tuntutan masyarakat. Anom ingin membangun keharmonisan dengan eksekutif, karena tanpa itu musta-
hil menciptakan proses pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat. Dia menegaskan, tidak menghiraukan intrik politik apa yang sudah terjadi selama periode sebelumnya. Pihaknya tidak mau terseret dalam situasi demikian, karena tidak mencerminkan marwah sebuah hubungan yang baik dalam menuntaskan suatu persoalan prinsip pemerintahan. “Kami tidak peduli situasi lima tahun lalu. Kami hanya memikirkan bagaimana kami bekerja selama lima tahun ke depan. Sebagaimana pen-
Desa Gunaksa Punya Tiga Anggota Dewan Semarapura (Bali Post) Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, berpenduduk cukup padat. Selama ini, desa ini lebih banyak dikenal lantaran banyak megaproyek, seperti Pelabuhan Gunaksa, TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) dan lainnya. Di sisi lain, dalam pemilu serentak tahun ini, Desa Gunaksa patut bangga, karena mampu melahirkan tiga anggota dewan sekaligus. Dua anggota dewan kabupaten dan satu anggota dewan provinsi. Dua anggota dewan Klungkung tersebut adalah incumbent dari Partai Golkar Wayan Mardana dan dari PDI-P Nengah Ariyanta. Satu lagi untuk anggota DPRD Bali yang lolos adalah dari Partai Gerindra, Ketut Juliarta. Ketiganya nampak akrab, usai dua anggota DPRD Klungkung dilantik di Balai Budaya Ida I Dewa Istri Kanya, Rabu (14/8) kemarin, ditemani Perbekel Gunaksa Ketut Budiarta. Ditanya mengenai Gunaksa yang mampu melahirkan tiga dewan, menurut Ketut Budiarta, itu sebagai wujud komunikasi yang baik, antara tokoh yang bertarung. Demikian pula tim pemenangan masing-masing. Sehingga ke depan Desa Gunaksa lebih mudah untuk memperjuangkan program-programnya kepada pemerintah daerah. Baik di Klungkung maupun Provinsi Bali. Lahirnya tiga anggota dewan dari Desa Gunaksa ini cukup unik. Sebab, ketiganya datang dari partai yang berbeda. Arianta dari PDI-P, Mardana dari Golkar dan Juliarta dari Gerindra. Apalagi, saat itu ada pilpres, yang membuat mereka juga harus bisa merebut suara masyarakat pada basisnya. Terlebih, Juliarta dan Arianta datang dari banjar yang sama, yakni Banjar Nyamping. Sedangkan Mardana dari Banjar Tengah. “Melahirkan tiga dewan, itu biasa saja. Tetapi, apa yang bisa mereka perbuat bagi desa setelah dilantik, itu yang kami tunggu, sehingga desa semakin maju. Kami yakin akan berimbas pada desa,” kata Budiarta. Dalam pileg serentak 17 April lalu, antusias masyarakat Desa Gunaksa yang menjadi calon ke legislatif Klungkung sebanyak 9 orang. Namun, hasilnya hanya Ariyanta dan Mardana yang lolos. Sedangkan yang maju ke provinsi dari Gunaksa hanya Ketut Juliarta saja lewat kendaraan Gerindra. Berdasarkan perolehan penghitungan suara sesuai hasil pleno dan telah diresmikan, Nengah Ariyanta, incumbent dua periode (2009-2014 dan 2014-2019) ini, berhasil meraup 2.184 suara saat pemilu serentak. Sedangkan Wayan Mardana, incumbent (2014-2019) memperoleh 1.791 suara. Dengan perolehan suara tersebut ditambah suara komulatif partai di Dapil Dawan, mereka kembali menduduki kursi DPRD Klungkung, lima tahun ke depan, periode 2019-2024. Sementara I Ketut Juliarta yang sebelumnya menjabat sebagai anggota DPRD Klungkung, lolos ke DPRD Provinsi Bali dengan perolehan 7.383 suara. Meskipun beda partai, ketiganya tetap berkomitmen untuk mengabdikan diri kepada masyarakat, termasuk di desanya sendiri karena sudah diberikan kepercayaan. “Setelah diberikan kepercayaan, tentu kami harus memberikan kontribusi untuk masyarakat. Kami tetap berupaya menjalin komunikasi yang baik, meski beda partai,” kata Ariyanta. (kmb31)
CMYK
galaman saya ketika menjadi pimpinan dewan, seharusnya antara eksekutif dan legislatif ada keharmonisan dalam satu visi untuk membangun daerah,” tegas legislator yang juga Ketua DPC PDI-P Klungkung ini. Jika sudah memahami bagaimana hubungan kedua lembaga, maka segala kekurangan di antara kedua lembaga dapat disikapi dengan baik, bukan malah membuat situasi memanas, membuat kepentingan masyarakat terkesan terkesampingkan. Setelah pelantikan, dia bersama unsur pimpinan
dan anggota dewan lainnya, segera melakukan langkahlangkah. Langkah pertama, akan segera membentuk tatib dewan, membentuk AKD (Alat Kelengkapan Dewan) hingga membentuk komisikomisi. Selain itu, tugas dewan baru yang harus segera dituntaskan, adalah tunggakan dewan sebelumnya yang belum menuntaskan pembahasan APBD Perubahan. “Ini harus kami kebut, sehingga awal September pembahasan sudah dapat dituntaskan. Ego pribadi agar dihilangkan. Kedepankan kepentingan masyarakat. Termasuk juga mengenai APBD Induk 2020,” tegasnya. Sementara itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta usai mewakili Gubernur Bali saat hadir di tengah acara pelantikan, mengatakan ini menjadi puncak serangkaian
pemilu serentak. Sebagai wahana demokrasi yang mempresentasikan kedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila. Ini menjadi titik awal bagi lembaga DPRD Klungkung yang baru. Ia menegaskan, setelah pelantikan ini agar semua pihak melupakan perbedaan. Datang dari warna partai apapun, setelah dilantik dan menunaikan tugas, semuanya semestinya mengutamakan kepentingan bersama untuk membangun daerah. “Membangun daerah tidak mesti menjadi bupati, atau anggota dewan, dari masyarakat biasa juga bisa. Asalkan punya niat dan komitmen mengabdi kepada masyarakat di sekitarnya. Kuncinya adalah melupakan perbedaan dan mari larut dalam satu visi mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. (ad456)
SEMENTARA - Serah terima pimpinan dewan dari Wayan Baru sebagai Ketua Dewan periode sebelumnya kepada A.A. Gde Anom sebagai Ketua Dewan sementara.
Enam ”Srikandi” di DPRD Klungkung Semarapura (Bali Post) Setelah melewati pileg serentak, sebanyak 30 anggota terpilih akhirnya dilantik dalam acara Rapat Paripurna Peresmian Pengangkatan dan Pengucapan Sumpah/ Janji DPRD Klungkung Masa Jabatan 2019-2024, di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (14/8) kemarin. Pada periode kali ini, lembaga legislatif diisi lebih
banyak Srikandi atau tokoh perempuan daripada periode sebelumnya. Tercatat ada enam legislator perempuan yang meramaikan kursi legislatif. Keenam Srikandi tersebut antara lain Ni Ketut Suwerni (PDI-P - incumbent), Sri Handayani (Hanura - incumbent), Ida Ayu Made Gayatri (NasDem - incumbent) Ketut Sukarni (PDI-P - new comer),
Bali Post/gik
SRIKANDI - Para Srikandi (kiri-kanan), Sri Handayani, Ida Ayu Made Gayatri, Ketut Sukarni, Luh Andriani dan Ketut Martini usai pelantikan di Balai Budaya.
Luh Andriani (Hanura - incumbent) dan Ketut Martini (Gerindra - new comer). Mereka kompak hadir tampil cantik dalam acara tersebut, mengenakan kebaya putih. Setelah acara pelantikan, mereka nampak berkumpul dan berkomunikasi satu salam lain, agar saling mengenal sebagai keterwakilan perempuan di kursi legislatif. Salah satu dari mereka, Ida Ayu Made Gayatri, menyampaikan bahwa dalam diskusi mereka sesama Srikandi Dewan Klungkung, sepakat bahwa hak-hak masyarakat khususnya perempuan harus diperjuangkan bersama. Tokoh perempuan harus berani berbicara, bukan hanya sebagai pelengkap kursi atau keterwakilan perempuan saja. “Saat berjuang (pileg), kami memang beda warna partai. Tetapi, ketika sudah masuk ke dalam lembaga, sebagai refresentasi masyarakat, mesti harus bersatu,” kata Gayatri, politisi NasDem dari Dapil Kecamatan Banjarangkan. Demikian juga politisi Sri Handayani. Ia sepakat me-
lebur diri dalam semangat yang sama, dalam mengawal kepentingan perempuan. Agar perempuan juga semakin yakin punya wakil yang bisa memperjuangkan aspirasi mereka di lembaga legislatif periode ini. Selain persoalan perempuan, Gayatri juga menyoroti persoalan narkoba yang semakin merusak mental generasi muda Klungkung. Sebab, belakangan ini sudah semakin mengkhawatirkan di Klungkung. Satu kasus terakhir, adalah tertangkapnya anak pejabat saat pesta narkoba di kamar kos
kekasihnya. Ini sebagai isu strategis untuk mendesak eksekutif dan lembaga terkait memiliki langkah yang lebih efektif dalam menekan peredaran gelap narkoba. Bukan langkah normatif, yang hanya itu-itu saja. Selain itu, ada banyak persoalan umum lainnya yang ingin dia dorong di lembaga legislatif agar segera direalisasikan eksekutif. Seperti penataan Goa Jepang dan ragam persoalan lain pada dapilnya di Kecamatan Banjarangkan, sebagai pintu masuk Klungkung dari barat. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Acc berpengalaman u/ Pajak Villa Call (0361)4741681
Carnival Cruises Urgently look for all pos FB Service,FB Prod uct & Hotel Dept,pls bring CV to Official Agent PT.LARP/Bali Safe Jl.Sekar Tunjung XV/3 Dps Tlp.466344 Mobile:081237723021
Dcr Pelaksana Proyek Hub.0361-8444275/081236850477
B.BP.001.08.19.0000433
Cr Sales, Kepala Adm S1 Akuntansi H.081558096445/4745296
B.BP.001.08.19.0000357
Dcr 3Tk Msk, 2Tk Kbn,2Stpam.Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh 21X Kerobokan 4731979 / 736353
B.BP.154.08.19.0000295
BIRO JASA
B.BP.004.08.19.0000437
B.BP.001.08.19.0000358
Dcr Staff Enginering u/Hotel & Villa krm ke: info@balibmc.com
B.BP.001.08.19.0000418
Dcr karyawan/ti serabutan,Kios Bunga,Sim C Hub:085100463365
B.BP.001.08.19.0000442
Dcr:Sopir Prbd Pengalaman Man/ Matic,KTP Bali.Hub:0811399886
Dibthkn Staff Adm (Operasional) Pria, D3/S1, English, Excel & Word Ppt.Kirimkan CV ke PT AP, Jl.By Pass Ngurah Rai No.1 B-3 Simp.Dewa Ruci,Kuta Telp.0361-767571 B.BP.004.08.19.0000443
Dicari Admin Wanita yang Menguasai Akuntansi. Hubungi:0361-462902 (Jam kerja) B.BP.001.08.19.0000381
Dicari PRT rajin & jujur, mkn+ + tdr dlm bs Hub:081999938615
Dicari tenaga administrasi bisa akunting. Email ke hrdumaleopold@gmail.com
BIRO JASA
BIRO JASA
B.BP.001.08.19.0000415
B.BP.001.08.19.0000440
B.BP.001.08.19.0000448
Sopir,Tng Serabutan, ART Tnggal Dalam & Pengawas :085103167222 B.BP.001.08.19.0000416
Villa In Canggu is looking for maid who know to cook western food and driver who can do little gardening and pool.Good English. No Calls only write on whatsApp 08123809593
G.01
DIJUAL MOBIL
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
HONDA
DIJUAL TANAH
CRV’16 matic 2,0 as.Bali Putih KM.18.000 HP.0811397898 B.BP.001.08.19.0000425 TOYOTA
Toyota Altis Th 2012 Tipe 2.0V Hrg 165 Jt Nego. Hb:081239559559 B.BP.001.08.19.0000417
B.BP.001.08.19.0000447
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
Informasi pasang iklan Telepon
PROPERTY DIJUAL TANAH
T.Kav 4A area Villa dkt Pantai Tabanan Brt 125Jt/A 085257539923 B.BP.167.08.19.0000439P
KURSUS
Tanah 2,21 Are Jl.Lapangan Celuk (Jl.Klaci)Lbr 6 Mtr Harga 450Jt/Are Nego H:081237044471
PROPERTY DIJUAL RUKO
BUC Djl Ruko LT3,Jl.Diponogoro Megah Blok A 23, Depan Ramayana Bali Mall H:081246606659 Nego B.BP.001.08.19.0000432
B.BP.001.08.19.0000420
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dijual cpt rmh di Jl.Pulau Menjangan,Denpasar.LT/LB235m2 /200m2. 4KT-3KM. Garasi 2+1. Hdp Timur. Hub:08128021661 B.BP.031.08.19.0000441
SERVICE
BIRO JASA
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.08.19.0000162
KEHILANGAN Hlg BPKB No.I 06628503-O-O DK1318CM An.I.G.A.MD.Dwisri Okadharma L. Denpasar B.BP.001.08.19.0000423
SERVICE
14
BANGLI
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Bupati Made Gianyar Pimpin Apel HUT Ke-61 Provinsi Bali
HUT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat memimpin apel peringatan HUT ke-61 Provinsi Bali di Lapangan Kapten Mudita, Rabu (14/8) kemarin.
BUPATI Bangli I Made Gianyar memimpin pelaksanaan apel peringatan Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali di Lapangan Kapten Mudita, Rabu (14/8) kemarin. Apel dihadiri Forkompinda, pimpinan OPD, dan diikuti seluruh pegawai, TNI/Polri serta pelajar di Kabupaten Bangli. Peserta apel peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Bali kemarin menggunakan busana adat Bali. Sambutan Gubernur Bali yang dibacakan Bupati Bangli I Made Gianyar pun menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia. Disampaikan Bupati Made Gianyar, visi pembangunan Provinsi Bali yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali� melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Visi tersebut mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala niskala menuju kehidupan
krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yaitu berdaulat secara politik, berdiri secara ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah dan terintegritas dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945. Bali Era Baru diwujudkan dengan menata secara fundamental dan komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yaitu alam, krama dan kebudayaan Bali berdasarkan nilai-nilai Tri Hita Karana. Guna mewujudkan keharmonisan alam, kesejahteraan krama dan kelestarian kebudayaan Bali, berbagai regulasi dan program telah diselesaikan dan dilaksanakan. Sehubungan dengan telah berlakunya sejumlah peraturan daerah dan peraturan gubernur, Gubernur mengajak krama Bali dan semua
pihak terkait agar benar-benar menaati dan melaksanakan peraturan tersebut demi masa depan Bali yang lebih baik. Disampaikan juga, guna mewujudkan visi pembangunan Bali dan demi keutuhan Bali, maka pembangunan Bali harus diselenggarakan secara terpola dan terintegritas dengan pendekatan satu-kesatuan wilayah, yaitu satu pulau, satu pola dan satu tata kelola. Gubernur mengajak semua kepala daerah kabupaten/kota se-Bali dan semua pihak, hilangkanlah egoisme wilayah dan egoisme sektoral. Seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali, instansi vertikal di Bali, bupati/ wali kota, camat, lurah dan kepala desa, bendesa hingga prajuru desa adat dan klian banjar seluruh Bali, serta masyarakat Bali diminta untuk bekerja keras dan berusaha sesuai swadharma masing-masing, ikut bergotong royong membangun Bali. (ad451)
CMYK
15
Kamis Paing, 15 Agustus 2019
Peringatan Hari Pramuka Dipusatkan di Bangli
Sedana Arta: Pramuka Pencetak Kader Pemuda Andal
WISUDA - Suasana Wisuda Ke-10 Stikes Bina Usada Bali, Rabu (14/8) kemarin di Westin, Nusa Dua.
Stikes Bina Usada Bali Wisuda 580 Lulusan
STIKES Bina Usada Bali, Rabu (14/8) kemarin menggelar wisuda dan angkat sumpah Ahli Madya Kebidanan, Sarjana Keperawatan dan Profesi Ners tahun akademik 2018/2019. Bertempat di Westin Nusa Dua, wisuda yang ke-10 ini diikuti sebanyak 580 orang. Melalui wisuda kali ini, Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Ir. I Putu Santika, M.M. berharap ke depan Stikes Bina Usada bisa menjadikan sekolah yang unggul terpercaya. Selain itu, juga secara bertahap bisa berkembang hingga di nasional. Bahkan lulusan Stikes Bina Usada Bali diarahkan untuk bisa go international. ‘’Sekarang sudah banyak, ada sekitar 18 mahasiswa yang sudah di luar Bali dan kebanyakan ada di Jepang,’’ katanya. Ke depan, pihaknya terus mempersiapkan para lulusan supaya semakin banyak mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Memang saat ini baru bekerja sama dengan Jepang. Selain Jepang, saat ini juga ada tawaran dari Belanda dan juga Australia. Meski demikian, pihaknya mengaku
masih konsentrasi untuk kerja sama dengan Jepang. ‘’Setelah itu baru kemudian kita coba untuk menjajaki yang lain,’’ pungkasnya. Diungkapkannya, di Bali sendiri kebutuhan perawat dan bidan masih cukup banyak, sehingga sebetulnya saat ini masih konsentrasikan di Bali. Namun apabila nanti akan go international, tetap akan membawa budaya Bali. ‘’Yang kami inginkan lulusan bidan dan perawat ini kan jadi pelayan publik. Pelayanan publik itu ada tiga konsepnya. Pertama dari segi knowledge sangat bagus, kedua skill-nya merawat dan ketiga yaitu sikap dan perilaku,’’ ujarnya. Tiga konsep itu, kata Santika, sangat penting karena mereka akan menjadi pelayan publik. Yang paling penting diperhatikan saat menjadi pelayanan publik ini yaitu bagaimana sikap keramah-tamahan. Kemudian kecerdasan dan ketepatan di dalam melakukan suatu perawatan. ‘’Yang terpenting adalah skill ilmu pengetahuan keperawatan dan kebidanan. Terutama skill atau
keterampilan dalam merawat dan ilmu kebidanan. Yang terakhir adalah sikap perilaku dalam melayani harus bagus,’’ paparnya. Jika dibandingkan dengan kampus lain, Santika menyebutkan dari segi kurikulum di Stikes Bina Usada Bali memang sama yaitu berbasis kompetensi. Namun yang membedakan yaitu sekitar 20 persen berupa kandungan capaian pembelajaran. Yang berbeda di Stikes Bina Usada Bali yaitu ada materi entrepreneur dan kemampuan berbahasa asing. ‘’Di sini juga kita bisa selipkan karakter entrepreneur adalah bagaimana menjadi seorang pelayan kepada pelanggannya,’’ ucapnya. Dipaparkannya, untuk lulusan Stikes Bina Usada Bali memang sudah 98 persen lebih diserap di dunia kerja. Yang menggembirakan adalah bahwa bidan lulus bidang profesi di Stikes Bina Usada wajib ada uji kompetensi nasional. Dalam hal ini, Stikes Bina Usada Bali berhasil meraih nomor 2 secara nasional untuk peserta yang di atas 100. (ad452)
Bernilai Ekonomi Khususnya sampah plastik agar tidak mencemari lingkungan dan dapat men-
jadi produk bernilai ekonomi tinggi lewat inovasi dan kreativitas. Acara talkshow menghadirkan empat narasumber yaitu Komang Sudiarta dari
Komunitas Malu Dong, Pande Gede Bayu Antariksa dari pengusaha pariwisata, Jeff Kristianto dari BEDO, dan I Gde Ngurah Widiadnyana dari Somia Design. (kmb23)
Budaya Asing ‘’Akibat pariwisata itu kan banyak terjadi degradasi, di samping dampak positifnya. Materialistis, banyak budaya asing masuk, kejahatan, kerusakan lingkungan, pelecehan tempat suci. Ini yang harus menjadi pemikiran,’’ pungkasnya. Gubernur Bali Wayan Koster tak menampik bila tantangan terbesar Bali saat ini adalah predikatnya sebagai destinasi pariwisata dunia. Di sana-sini telah banyak terjadi sesuatu yang kurang mengenakkan, sehingga penyelenggaraan kepariwisataan di Bali harus ditata secara lebih baik dengan
Kamis, 15 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pemangku lan Serati (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Tanaman Obat dan Tanaman Hias 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pemangku lan Serati (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Dunia Kita 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita DW TV 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Wirata Parwa (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Rusun di Bali Untuk Siapa 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
satu regulasi. Berkaitan dengan RUU Provinsi Bali, Koster membantah bila provinsi dan kabupaten/kota tidak kompak. Bupati/wali kota se-Bali justru sudah menyatakan setuju dan dokumen RUU sudah lengkap. RUU belum diajukan lantaran menunggu pelantikan DPR-RI terpilih. ‘’Nunggu DPR-RI yang baru, karena kalau di DPR yang lama tidak selesai, harus diajukan ulang,’’ ujarnya beralasan.
Terkait Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, Koster mengaku ingin membangun spirit baru bahwa keseluruhan kinerja dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Bali secara sekala niskala mesti dibangun dengan satu niat yang tulus dan lurus. Sekaligus memiliki komitmen sama untuk mewujudkan visi daerah yang sudah dijabarkan dalam program di semua sektor. (kmb32)
PERINGATAN Hari Pramuka ke-58 yang digelar di Lapangan Kapten Mudita, Bangli, Rabu (14/8) kemarin, berlangsung semarak. Acara peringatan Hari Pramuka tersebut diisi pawai sepeda hias, devile dan sejumlah atraksi yang dibawakan ribuan anggota Pramuka dari Kwarcab Bangli dan perwakilan Pramuka dari kabupaten lainnya di Bali. Acara dibuka Wakil Bupati Bangli yang juga Ketua Kwarcab Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Ditemui di sela-sela acara kemarin, Wabup Sedana Arta mengatakan Hari Pramuka Nasional bertepatan dengan hari jadi Provinsi Bali. Pada tahun ini, peringatan Hari Pramuka di Provinsi Bali dipusatkan di Kabupaten Bangli. ‘’Kita Kwarcab Bangli baru pertama kali mengadakan acara Hari Pramuka yang difokuskan Kwarda Bali di Bangli. Maka dari itu kita benar-benar serius menyiapkan acara ini. Dan kita targetkan hari ini, kota Bangli bisa cokelat secara total,’’ kata Sedana Arta. Kurang lebih ada 6 ribu Pramuka berkumpul di Lapangan Kapten Mudita kemarin. Penyelenggaraan acara kemarin, kata Sedana Arta, adalah bentuk keseriusan Kwarcab Bangli dalam membangun generasi muda dan karakter anak-anak muda ke depan. Sebab, menurutnya, salah satu benteng negara Republik Indonesia adalah pemuda. ‘’Sesuai tema Hari Pramuka kali ini adalah siap sedia membela NKRI sampai mati. Ini artinya kita harus cetak kader-kader pemuda yang andal salah satunya melalui Pramuka,’’ jelasnya. Pihaknya berharap ke depan Pramuka semakin hidup dan bergairah sehingga ke depan kejayaan Pramuka
PAWAI - Wabup Sang Nyoman Sedana Arta saat melepas pawai sepeda hias di Lapangan Kapten Mudita, Rabu (14/8) kemarin. akan kembali ke semangat yang sejati. Sedana Arta merencanakan acara peringatan Hari Pramuka seperti kemarin, ke depannya bisa dilaksanakan secara rutin setahun sekali. Tidak saja di Lapangan Kapten Mudita Bangli, namun juga di tempat lainnya. ‘’Suatu saat saya ingin mengajak Pramuka mendaki Gunung Batur dan tempat lain. Prinsipnya, kita sangat mendorong kegiatan Pramuka ini, karena begitu banyak tantangan pemuda sekarang. Pramuka adalah salah satu kegiatan positif yang jauh dari narkoba dan pergaulan salah,’’ kata Sedana Arta. Sekretaris Kwarcab Bangli I Nengah Wikrama
menambahkan, adapun b eb era p a keg ia t a n ya ng dilaksanakan untuk memperingati Hari Pramuka ke-58 Provinsi Bali yang dipusatkan di Kabupaten Bangli, di antaranya lombalomba yel-yel, LKBB, suvenir, dan lomba pioneering. Dilaksanakan juga kegiatan resik sampah plastik melibatkan seluruh anggota Pramuka Kwarcab Bangli dari pagi hingga sore. Ditampilkan juga devile dan atraksi dari gugus depan tingkat siaga, penggalang dan penegak serta atraksi dari satuan karya serta gelar senja yang diisi atraksi dan ditutup dengan api unggun serta pentas seni budaya. ‘’Peserta untuk
seluruh rangkaian kegiatan ini mencapai 6.800 Pramuka. Yang saat ini berkumpul di Lapangan Kapten Mudita, Pramuka dari seluruh Bangli, dan beberapa perwakilan dari kwarcab lain di seluruh Bali,’’ terangnya. Disampaikan Wikrama, tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan kemarin adalah untuk menggiatkan kegiatan kepramukaan dalam rangka meningkatkan pendidikan karakter generasi muda. ‘’Harapan ke depan dengan kegiatan ini para Pramuka Bangli khususnya dan Bali menggiatkan diri lebih tinggi dalam bidang kepramukaan, sehingga tercipta karakterkarakter yang positif,’’ imbuhnya. (ad457)
Tergantung Pariwisata
Artinya, pendapatan dari pertanian harusnya bisa mendekati sekitar 50 persen, sehingga ketergantungan kepada pariwisata dapat diminimalisir. Tergantung dengan pariwisata sangat tidak sehat, mengingat sektor ini sangat fluktuatif dan rentan. Masalah ketiga adalah dalam soal infrastruktur transportasi di mana masalah kemacetan lalu lintas
di Denpasar, Badung, dan Gianyar yang makin hari makin parah. Sebuah penelitian terhadap wisatawan asing yang dilakukan oleh Unud mengenai pendapat mereka tentang Bali, ada jawaban yang menarik. Bali sangat macet. ‘’Motorcylce everywhere!’’ Masalah keempat adalah krisis air. Kekurangan air bersih juga terjadi di manamana, sehingga penyiapan air bersih harus bisa teratasi tahun depan. Bahkan Bali diprediksi akan mengalami defisit air bersih hingga
mencapai jutaan kubik. Berkurangnya daerah resapan diduga menjadi pemicu karena tingginya alih fungsi lahan. Inilah yang menjadi masalah kelima Bali. Tingginya laju alih fungsi lahan sawah di Bali menjadi masalah lingkungan hidup. Sawah beralih fungsi 661 hektar per tahun. Sementara hutan rakyat beralih fungsi hingga 820 hektar per tahun. Msalah keenam, terkait bidang sosial budaya. Kerasnya pengaruh budaya global memengaruhi jati diri
dan karakter orang Bali. Bali, seperti yang ditulis Andrian Vickers, adalah benteng terbuka. Lagi-lagi pariwisata menjadi pemicunya. Keenam masalah tersebut nampaknya akan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah. Meskipun tidak mudah, momentum peringatan hari jadi Provinsi Bali penting dimaknai dalam konteks penuntasan masalah, atau setidak-tidaknya meminimalisir dampaknya. (ata)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KAMIS PAING, 15 Agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Anak Agung Bagus Sudarma
Undagi Andal dan Penari Profesional SENIMAN serba bisa Anak Agung Bagus Sudarma (58) menjadi salah satu dari total 9 orang penerima Penghargaan Seni Dharma Kusuma Tahun 2019. Penghargaan dalam bentuk piagam, medali emas dan uang tunai diserahkan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Peringatan Hari Jadi Ke-61 Provinsi Bali, di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (14/8) kemarin. ‘’Saya mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian yang sangat luar biasa dari Pemprov Bali dan juga Kabupaten Badung. Bagai menemukan satu kebaikan yang luar biasa,’’ ujar pria yang akrab disapa Gung Bagus ini usai menerima penghargaan. Gung Bagus selama ini dikenal sebagai undagi andal serta penari profesional. Seniman kelahiran 21 November 1960 ini sudah menunjukkan
bakat pada seni pahat sejak masih remaja. Keahliannya kian terasah usai menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Seni Rupa jurusan Seni Patung pada tahun 1981. Karya-karyanya semakin matang seiring dengan pertambahan usianya. Salah satu yang terkenal adalah kemampuannya dalam membuat bade. Sudah ratusan bade maupun lembu digarapnya dalam berbagai bentuk dan ukuran. Termasuk karya prestisiusnya berupa bade tumpang sia yang digunakan pada palebon di Puri Mengwi tahun 2000. Karya bade, lembu, singa dan gajah mina buatannya juga dipamerkan di Museum Kotapraja Delft Belanda. Selain itu, Gung Bagus juga sering dipercaya memperbaiki ataupun membuat tapakan sesuhunan berupa Rangda, Barong, Arca maupun Pratima. Kary-
Tak Ingin Ada Eksploitasi Sapi
Gung Rahma Buat Aksesori dari Lem Tembak
KULIT sapi kerap dipakai sebagai bahan dasar pembuatan hiasan (accecories) pada kostum tari dan properti tari. Namun, kebutuhan ini sekaligus membuka jalan untuk lebih mengeksploitasi hewan pemamah biak tersebut. Dari sinilah, Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, S.Sn., M.Sn. memiliki ide untuk memakai bahan dasar lain yakni lem tembak. Inovasi pria yang akrab disapa Gung Rahma ini bahkan mengantarkannya meraih anugerah Silpakara Nugraha kategori Kreativitas dan Inovasi Masyarakat di Bidang Ipteks tahun 2019 dari Bappeda Litbang Provinsi Bali. Gung Rahma menerima tanda penghargaan insigne emas dan Piala Silpakara Nugraha yang diserahkan langsung Gubernur Bali Wayan Koster dalam Peringatan Hari Jadi Ke-61 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Rabu (14/8) kemarin. Hasil karya pria asal Puri Muncan Kapal, Mengwi, Badung ini berupa teknik kreatif pembuatan hiasan (accecories) pada kostum tari dan properti tari. Secara khusus, terkait dengan kreativitas dan inovasi teknologi pelestarian dan pengembangan seni budaya Bali. ‘’Di sini mempergunakan lem tembak sebagai bahan pembuatan aksesoris tari. Saya tidak menggunakan bahan dari kulit sapi karena menghindari eksploitasi sapi itu sendiri. Makanya saya coba menggunakan teknik yang lain,’’ tuturnya usai menerima anugerah Silpakara Nugraha. Gung Rahma mengaku ingin berkontribusi pula dalam upaya pengurangan timbulan sampah plastik sekali pakai. Namun, ia tak menampik bila lem tembak terbuat dari plastik. Justru lewat inovasinya, penggunaan plastik secara langsung diubah fungsinya dengan kreativitas. Lem tembak juga mudah dicari dan lebih murah dari kulit sapi. ‘’Okelah kalau tradisi yang di Pura-pura, yang memang sakral, kita tetap menggunakan bahan kulit sapi, tidak masalah. Yang ini maksud saya untuk mengurangi, karena dalam pembuatan ogoh-ogoh misalnya, juga ada beberapa yang memakai hiasan menggunakan kulit sapi,’’ jelasnya. Menurut Gung Rahma, penggunaan lem tembak tidak mengurangi esensi dasar hiasan Bali itu sendiri. Teknik kreatif membuat hiasan dari lem tembak ini sebetulnya telah dicetuskannya sejak 2014 dan sudah memiliki HaKI sejak 2016. Sejumlah pemuda di banjar-banjar maupun komunitas bahkan sudah ikut mengaplikasikannya. Ia berharap generasi muda bisa lebih kreatif dan bisa menemukan inovasi lain yang lebih bagus. ‘’Walaupun sudah dipatenkan, bukan berarti saya melarang orang lain menggunakan teknik saya. Justru saya sangat senang sekali kalau memang generasi muda siapa pun itu menggunakan teknik saya dengan bagus. Saya akan berterima kasih sekali,’’ imbuhnya. (rin)
anya berupa pratima dapat ditemui di Pura Simpangan Kekeran yang ia buat pada tahun 2008 lalu dan membuat Arca di Pura Khayangan Tiga Desa Ungasan Jimbaran pada tahun 2006. Gung Bagus mengaku sangat berbahagia kalau karya-karyanya bisa dihargai dan apalagi disembah. Pria yang bertugas di SMP 2 Mengwi ini menginginkan anak-anak didiknya bisa mengikuti jejaknya. Dengan demikian, mereka bisa ikut berperan aktif melestarikan budaya Bali. Sementara di bidang seni tari, seniman asal Puri Muncan Kapal, Mengwi, Badung ini lebih banyak mengabdikan kemampuannya menari untuk ngayah wewali di berbagai pura. Selain itu, ia juga kerap mengikuti berbagai festival tari baik di kabupaten maupun di tingkat provinsi. Ayah dua orang anak ini
bahkan pernah menjadi partisipan dalam pertukaran budaya di kota Nishiarita, Provinsi Saga, Jepang. Ia juga membentuk Sanggar Yudistira di Banjar Muncan, Kapal, dengan harapan bisa mengimplementasikan kemampuan yang ia miliki demi terus tumbuhnya seniman-seniman baru di era yang akan datang. Bakatnya dalam dunia seni pun diwarisi putra-putrinya, Anak Agung Gede Agung Rahma Putra dan Anak Agung Mas Sudarningsih yang kini lebih dikenal melalui komunitas ‘’Pancer Langiit’’ di Kabupaten Badung. (rin) PENGHARGAAN - Gung Bagus saat menerima Penghargaan Seni Dharma Kusuma tahun 2019 dari Gubernur Bali Wayan Koster.
KULINER KESEHATAN
Olah Ampas Jamu Jadi Boreh Berkhasiat TOP IN VASI PENGOBATAN tradisional sampai saat ini masih dipilih sebagian masyarakat Bali untuk mengatasi sejumlah penyakit. Selain meminum jamu, cara pengobatan yang dilakukan yakni dengan mengoleskan boreh pada bagian tubuh yang sakit. Boreh adalah ramuan tradisional yang dibuat dari aneka rempah. Penggunaan boreh dapat memberikan efek hangat pada bagian tubuh yang sakit. Di Desa Demulih, Susut, Bangli terdapat seorang warga yang memproduksi boreh. Dia adalah I Wayan Widana. Pria yang sudah sejak lima tahunan lalu memproduksi jamu serbuk tradisional kemasan, mulai memproduksi boreh sejak dua tahunan terakhir. Widana menuturkan, produk boreh buatannya yang diberi label Boreh Bali Usada diproduksi menggunakan bahan ampas sisa pengolahan jamu. Menurutnya, ampas sisa pengolahan jamunya layak untuk digunakan lantaran baru melalui proses penyaringannya sekali. Unsur zat yang terkandung dalam ampas jamu masih ada. ‘’Ampas jamu itu saya sinergikan lagi dengan sembilan macam rempah, di antaranya pala, kapulaga, cengkeh, merica hitam, babakan kayu jabon, dan beberapa rempah lainnya,’’” terangnya.
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Boreh Bali Usada dibuat tidak sembarangan. Dalam memproduksi boreh, Widiana selalu memperhatikan dewasa ayu. Komposisi bahan juga tetap diperhatikan. Tidak boleh ada satu pun bahan yang kurang. Tujuannya untuk mempertahankan kualitas boreh buatannya. ‘’Tidak diproduksi setiap hari. Sekali produksi hanya buat sekitar 100 kilogram,’’ terangnya. Boreh Bali Usada buatannya berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Seperti bengkak yang disebabkan karena radang ginjal, radang hati, rematik, asam urat dan lainnya. Boreh buatannya juga baik digunakan untuk menormalkan kelenjar susu bagi ibu-ibu menyusui. ‘’Satu lagi khasiat unggulannya yaitu bagi laki-laki yang mengalami pelemahan sistem di organ vital,’’ jelasnya. Cara pemakaian Boreh Bali Usaha cukup mudah. Boreh tinggal dicampur air hangat atau arak dengan kadar alkohol yang tidak terlalu tinggi. Atau bisa juga Boreh Bali Usada dicampurkan dengan minyak VCO untuk minyak urut. Saat digunakan Boreh Bali Usada awalnya akan memberikan efek dingin, lalu hangat selang beberapa menit kemudian. Semua produk jamu maupun boreh buatannya telah mengantongi izin dari pemerintah. Selama ini produk buatannya tidak hanya diminati masyarakat lokal namun juga luar negeri. Pemasaran produk Boreh dan Jamu Usada Bali selama ini dilakukan Widiana secara online. Bagi konsumen yang ingin mendapatkannya, bisa juga dengan datang langsung ke rumahnya di Desa Demulih. Per satu kotak isian 150 gram, Boreh Bali Usada dijual seharga Rp 45 ribu. (ina)
PENDIDIKAN
’’Recovery’’ Kredit Bermasalah SENIMAN Melalui Gugatan Sederhana
DALAM mengoptimalkan recovery kredit dengan maksimal nilai kredit sampai dengan Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah), BPD Bali melakukan kerja sama penyelesaian kredit bermasalah melalui mekanisme gugatan sederhana. Rabu (13/8) kemarin, bertempat di Hongkong Garden Restaurant, Jalan By-pass Ngurah Rai, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama pemberian layanan hukum tentang gugatan sederhana dan sosialisasi gugatan sederhana antara Bank BPD Bali dengan Pengadilan Tinggi Denpasar. Acara dihadiri Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Ida Bagus Djagra, S.H., M.H., Ketua Pengadilan Negeri seluruh Bali, Direksi Bank BPD Bali dan seluruh Kepala Cabang Bank BPD Bali. Direktur Utama Bank BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. m e n gatakan ini beranjak dari diterbitkannya Peraturan M a h k a m a h A g u n g (Perma) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Cara Gugatan Sederhana. Perma ini memberikan manfaat yang sangat besar sebagai salah
satu instrumen bagi Bank BPD Bali untuk memperoleh pengembalian kredit yang telah diberikan terhadap debiturdebitur yang tidak beretikad baik untuk melaksanakan kewajibannya. Gugatan sederhana menjadi suatu terobosan di bidang hukum bagi BPD Bali dalam mendapatkan pemasukan atau recovery kredit dalam jangka waktu relatif singkat dibanding dengan upaya gugatan jasa melalui peradilan. Setelah acara penandatanganan kesepakatan bersama, dilanjutkan dengan acara sosialisasi yang bertajuk ‘’Gugatan Sederhana’’, dengan pembicara hakim Pengadilan Tinggi Denpasar Dr. Ifa Sudewi, S.H., M.H. dan Ketua Peradi Bali Nyoman Budi Adnyana, S.H. Acara sosialisasi mengenai gugatan sederhana dimaksudkan untuk menyelaraskan pemahaman dan pengetahuan bagi Pimpinan Kantor Cabang Bank BPD Bali seluruh Bali dan Lombok terkait penyelesaian kredit bermasalah melalui mekanisme gugatan sederhana untuk mengoptimalkan recovery kredit dengan maksimal nilai kredit sampai dengan Rp 200.000.000. Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Ida Bagus Djagra, S.H., M.H. mengatakan, lahirnya gugatan sederhana ini berawal dari tahun 1980-an, disadari dengan ketidakadilan dalam penanganan perkara. Perkara yang simpel mestinya dapat diselesaikan dengan singkat malah ribet. Melalui studi banding dan penelitian cukup lama, sehingga keluarlah Perma No.2/2015. Akan tetapi, langkah awal yang mesti dilakukan dalam penyelesaian perkara ini adalah dengan memaksimalkan upaya damai melalui proses mediasi. (bns1) cmyk
KESEPAKATAN - Penandatanganan kesepakatan bersama pemberian layanan hukum tentang gugatan sederhana dan sosialisasi gugatan sederhana antara Bank BPD Bali dengan Pengadilan Tinggi Denpasar.