Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 313 TAHUN KE 71
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Umanis, 15 Juli 2019
’’Bali Bersih Touring and Fun’’
Sinergi Masyarakat dan Pemerintah Jaga Keseimbangan Alam
LEPAS PESERTA - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Pimpinan KMB melepas peserta ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’ yang diikuti sebanyak 200 biker di Lapangan Lumintang, Denpasar.
Pidato Visi Indonesia Jokowi-Ma’ruf Amin
Bangun SDM, Lawan Pungli dan Pengganggu Pancasila
Jakarta (Bali Post) Sejumlah program kerja membawa Indonesia maju ditegaskan kembali Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dalam acara bertajuk ‘’Visi Indonesia’’ di Sentul International Convention Center (SICC), Minggu (14/7) kemarin. Selain melanjutkan pembangunan infrastruktur, Jokowi juga menegaskan prioritasnya pada sumber daya manusia (SDM). Investasi akan dibuka lebih lebar, segala bentuk pungli akan diberantas dan pengganggu Pancasila tidak akan ditolerir. ‘’Kita akan menggeser, yaitu pada pembangunan sumber daya manusia. Kita ingin memberikan prioritas kepada pembangunan SDM kita,’’ kata Jokowi. Pentingnya pembangunan SDM sesuai dengan janji yang telah disampaikan pada masa kampanye pilpres. Bahkan disebutkan bahwa pembangunan SDM menjadi kunci kemajuan Indonesia maju di masa depan. Dalam bidang ekonomi, periode kedua pemerintahannya, Jokowi akan mengundang investasi yang seluas-luasnya. ‘’Jangan sampai alergi terhadap investasi. Karena dengan investasi maka lapangan kerja akan terbuka sebesar-besarnya,’’ kata Jokowi. Untuk mewujudkan hal ini, semua yang menghalangi akan dipangkas. Secara khusus, Jokowi mengancam birokrasi yang lambat dan berbelit-belit. ‘’Apalagi yang ada punglinya. Hati-hati, ke depan saya pastikan akan saya kejar, akan saya kejar, akan saya kontrol, akan saya cek. Akan saya hajar kalau diperlukan. Tidak ada lagi hambatan investasi, karena ini kunci lapangan kerja yang seluas-luasnya,’’ ujar Jokowi. Selain itu, Jokowi juga menyatakan akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur. Hal ini dilakukan untuk menjadikan Indonesia yang berdaya saing. ‘’Oleh sebab itu kita menyiapkan tahapan besar, pertama pembangunan infrastruktur harus kita lanjutkan,’’ katanya. Menyangkut soal persatuan dan kesatuan negara, Jokowi menegaskan Pancasila adalah ideologi Indonesia. Jokowi menegaskan tak ada toleransi bagi pengganggu Pancasila. ‘’Kita ini memiliki norma-norma agama, memiliki etika dan tata krama ketimuran, memiliki budaya yang luhur. Kita harus ingat ini, Pancasila adalah rumah kita bersama, rumah bersama kita sebagai saudara sebangsa setanah air. Tidak ada toleransi sedikit pun bagi yang mengganggu Pancasila,’’ kata Jokowi. Bagi Jokowi, seharusnya tak ada lagi rakyat Indonesia yang mempermasalahkan Pancasila. Rakyat Indonesia adalah rakyat yang berbhinneka tunggal ika. ‘’Tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak toleran terhadap perbedaan, tidak ada lagi orang Indonesia yang tidak menghargai penganut agama lain, warga lain, suku lain, dan etnis lain,’’ kata Jokowi menegaskan nilai yang harus dianut rakyat Indonesia. (kmb)
Joko Widodo
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Kegiatan ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’ yang diinisiasi Kelompok Media Bali Post (KMB), Minggu (14/7) kemarin dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Lapangan Lumintang, Denpasar. ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’ untuk penyelengaraan yang kedua kalinya ini merupakan bentuk sinergi masyarakat dan pemerintah dalam menjaga keseimbangan lingkungan hidup di Bali. Dalam sambutannya, Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi inisiatif yang dilaksanakan KMB dalam kegiatan Bali Bersih Touring
karena ini memang merupakan salah satu wujud nyata implementasi dari pelaksanaan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Persoalan pencemaran lingkungan di Bali kini makin memperoleh penanganan serius. Tak hanya wacana, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Koster menjelaskan pergub itu bertujuan untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan lingkungan hidup yang sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’.
Tak hanya sampah plastik, polusi udara juga mengganggu keseimbangan lingkungan. Hal itu seringkali diakibatkan oleh banyaknya proses pembakaran di kehidupan sehari-sehari, seperti pembakaran sampah, emisi gas buang kendaraan bermotor atau asap knalpot hingga asap rokok. Keseriusan Gubernur Koster dalam menjaga lingkungan alam Bali akan segera diwujudkan dalam mengurangi pencemaran udara akibat asap kendaraan. Salah satunya dengan menyiapkan peraturan mengenai kendaraan bertenaga listrik. ‘’Ke depan peraturan gubernur mengenai kendaraan listrik sedang disiapkan. Ini
sebagai upaya mengurangi pencemaran udara di Bali,’’ kata Koster. ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’ diikuti sebanyak 200 biker dan finis di Danau Tamblingan, Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Ratusan biker yang berpartisipasi ini, selain dari kalangan umum, juga sebagian besar dari komunitas sepeda motor Honda. Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kota Denpasar, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Sampoerna Untuk Indonesia, Astra Motor Bali, serta sejumlah sponsor lain. (kmb42)
paten Buleleng semakin kering karena kawasan resapan semakin berkurang. Ke depan, untuk mengembalikan kawasan hulu agar tidak gundul, pihaknya memiliki konsep bagaimana membuat petani agar kembali menanam kopi sambil bisa menikmati pariwisata, sehingga kehidupan dari pariwisata nantinya bisa memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan. ‘’Dengan semakin lestari lingkungannya, tentu akan semakin ramai kunjungan wisatanya,’’ pungkasnya. Pihaknya selaku kepala daerah di Buleleng akan berupaya untuk menjaga, mengembalikan, melestari-
kan lingkungan, serta menjaga ekosistem yang ada di Kabupaten Buleleng. Mengingat Kabupaten Buleleng selain memiliki 32 persen luas hutan di Bali, Buleleng juga memiliki 7 kawasan hutan desa yang sudah diberikan izinnya oleh kementerian. Ini, katanya, akan dirawat untuk pemanfaatan dalam rangka mendukung kegiatan kepariwisataan dan lingkungan. Tentu ini tidak bisa dilakukan sendiri, namun juga harus bersama-sama. ‘’Kami berharap ke depan akan semakin banyak lagi perusahaan besar untuk ikut berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan,’’ harapnya. (kmb23)
Jaga dan Lestarikan Kawasan Hulu Bali
Buleleng (Bali Post) -
Hutan di sekitar Danau Tamblingan yang berada di posisi hulu Bali merupakan kawasan resapan air. Sementara Danau Tamblingan termasuk salah satu sumber mata air penting yang menyuplai persediaan air tanah Bali. Keduanya harus dijaga dan dilesarikan melalui berbagai upaya. Di antaranya dengan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan seperti yang dilakukan dalam ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’, Minggu (14/7) kemarin di Danau Tamblingan, Buleleng. Kegiatan yang digelar serangkaian HUT ke-71 Bali Post ini diikuti ratusan biker Bali. Rangkaian kegiatan ‘’Bali Bersih Touring and Fun’’ juga bertujuan untuk memperkenalkan konsep pengurangan risiko kerusakan lingkungan di antaranya melalui pengurangan penggunaan sampah plastik, menjaga hutan sebagai identitas bangsa, hmbauan membuang sampah pada tempatnya dan upaya mengurangi dampak negatif asap rokok. Selain melakukan penanaman ratusan pohon yakni 60 pohon cempaka kuning, 40 pohon ampupu, 25 pohon intaran, 25 pohon majagau dan aksi bersih sampah plastik, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penebaran benih ikan nila sebanyak 10.000 ekor ke Danau Tamblingan. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede
Supriatna serta sejumlah pimipinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Bali Post yang telah memprakarsai kegiatan pelestarian lingkungan ini. Pihaknya berharap dengan adanya kegiatan seperti ini akan semakin banyak lagi orang yang peduli lingkungan dan dengan demikian program Gubernur Bali yaitu ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ benar-benar bisa diimplementasikan untuk menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup di Bali. Dijelaskannya, kawasan
Danau Tamblingan sejak zaman Belanda memang sengaja dibuat kebun kopi untuk menjaga ekosistem dikawasan tersebut. Karena, diakuinya, tanaman kopi merupakan tanaman yang cukup luar biasa sebagai media konservasi untuk hidropolis lahan. Tetapi seperti diketahui, sekarang masyarakat lebih banyak memilih untuk kepentingan ekonomi dengan cara menanam bunga dan sayur yang mengakibatkan kawasan tersebut menjadi gundul. Hal ini, katanya, tentu akan berdampak Kabu-
TEBAR BENIH - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. saat melakukan penebaran benih ikan nila di Danau Tamblingan serangkaian kegiatan Bali Bersih Touring and Fun, Minggu (14/7) kemarin.
Sampah Mesti Diselesaikan di Hulu
MASALAH SAMPAH - Tumpukan sampah di TPA Suwung menimbulkan masalah. Diperlukan penanganan sampah di hulu yakni di rumah tangga, sehingga jumlah sampah yang dikirim ke TPA berkurang. Untuk itulah, Gubernur Bali Wayan Koster akan menerbitkan pergub mengenai pengelolaan sampah di sumbernya.
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster akan memperluas kebijakan untuk pelestarian lingkungan. Pascamengeluarkan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, Gubernur asal Sembiran, Buleleng ini akan segera menerbitkan Pergub tentang Pengelolaan Sampah di Sumbernya agar persoalan sampah selesai di hulu. Tujuannya untuk mengurangi pengiriman sampah ke tempat pembuangan sampah akhir. Selain itu, desa adat di Bali yang mengeluarkan pararem untuk penanganan dan pengelo-
laan sampah akan diberikan penghargaan khusus. Dengan begitu, hanya sedikit sampah tersisa yang dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Tidak hanya lingkungan bersih, kebijakan ini diharapkan pula dapat menciptakan udara yang bersih dan sehat. Rancangan pergub sudah dipresentasikan sebanyak empat kali dan akan dipresentasikan sekali lagi sebelum nanti diajukan ke Kemendagri. ‘’Sampah itu dihasilkan dari berbagai sumber. Oleh ibu rumah tangga, industri, kelompok masyarakat, rumah sakit, sekolah, pasar,
di mana-mana. Nanti siapa yang menghasilkan sampah, dia yang mengelola. Dibuatkan aturannya, SOP-nya, insentif dan disinsentifnya,’’ ujar Koster di Denpasar, belum lama ini. Pengelolaan sampah, lanjut Koster, dibuat bertingkat dan akan dipilah antara sampah organik dan anorganik. Dari tingkat banjar, desa, hingga kecamatan akan dibuat fasilitas untuk penanganan atau pengelolaan sampah. Mana yang bisa didaur ulang, ditabung di bank sampah, atau mana residu yang harus dibuang ke TPA. ‘’Bayangan saya kalau ini berjalan, sampah
ke TPA itu sangat sedikit. Sebagian besar akan terkelola,’’ jelasnya. Menurut Koster, khusus bagi desa adat yang bisa mengendalikan penggunaan sampah warganya dan mengelola sampahnya secara mandiri akan diberikan insentif. Selain itu, desa adat juga didorong untuk membuat pararem pengelolaan sampah. Kemudian bupati/wali kota serta Dinas Lingkungan Hidup dan dinas terkait lainnya akan dikumpulkan dan diminta bergerak lebih masif ke seluruh daerah agar taat melaksanakan Pergub 97. (kmb32)
DENPASAR
2
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Almarhum Prof. I.B. Mantra Raih Penghargaan ”Lifetime Achievements” dari GHE Sukses Bangun Fondasi Pariwisata Bali Berbasis Budaya SIAPA yang tak kenal sosok almarhum Prof Dr. I.B. Mantra? Sosok Gubernur Bali periode 1978-1988 ini memiliki segudang pemikiran dan karya yang masih kita rasakan sampai saat ini. Kendati saat ini beliau telah tiada, karya Ayahanda dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra masih tetap menjadi pedoman dan inspirasi bagi masyarakat Bali. Tak jarang, lantaran karyanya yang memberikan manfaat bagi masyarakat Bali ini mendapat apresiasi banyak pihak. Kali ini, sosok Ida Bagus Mantra (alm) dianugerahi Penghargaan Sepanjang Masa (Lifetime Achievement) oleh Global Hospitality Expert (GHE) serangkaian HUT ke-2 yang diselenggarakan di Soverign Hotel, Sabtu (13/7). Sosok yang dikenal sebagai pendiri
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan pencetus Pesta Kesenian Bali (PKB) ini menjadi satu-satunya penerima penghargaan sepanjang masa. Sedangkan 12 orang tokoh lainnya mendapat anugerah Global Hospitality Award atas pemikiran cerdasnya dalam memajukan pariwisata di Bali dan Indonesia. “Penganugerahan penghargaan sepanjang masa atau lifetime achievement ini kepada almarhum Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali periode 1978-1988, serta tokoh budaya Bali, karena dinilai telah meletakkan pondasi pariwisata Bali yang berbasis budaya dan menjadi taksu pariwisata Bali hingga saat ini,” ujar President Director GHE Agus Yoga Iswara, BBA.,BBM., M.M., CHA. Dijelaskan, GHE sebagai tenaga expert merasa terpanggil untuk menguatkan
kembali ketahanan sumber daya manusia, bukan hanya pada technical skills namun juga pada soft skills dan human skills untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam menjalankan usaha bisnis dengan tanpa merusak atau mengabaikan sisi keunggulan destinasi. “Kita melihat bagaimana alam budaya-seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal, seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat. serta pengaruh dunia digital. Ini perlu disikapi dengan cara pandang yang holistik dan visioner bahwa industri ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kegiatan I Made Ramia Adnyana, S.E., M.M., CHA. menyampaikan, rangkaian
Dorong Masyarakat Kurangi Penggunaan Plastik
Kodam IX/Udayana Gelar ’’Gowes Road Bike 80 Km’’
Denpasar (Bali Post) -
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) sedang merancang peraturan pengenaan cukai pada tas kresek. Rencana ini pun gayung bersambut dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, sehingga penerapannya di Bali dinilai akan lebih optimal.
Bali Post/ist
GOWES - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. memimpin langsung kegiatan Gowes Road Bike 80Km, Minggu (14/7) kemarin. kan dan memasyarakatkan olahraga bersepeda. Di samping itu, kegiatan ini diharapkan sebagai wahana silaturahmi, saling mengenal satu sama lain, saling bertukar informasi sehingga menumbuhkan keakraban dan kebersamaan,’’ tegasnya. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. dalam konferensi persnya mengungkapkan, kegiatan Gowes Road Bike ini menempuh rute sejauh 80 kilometer, yang mengambil titik start di depan Makodam IX/Udayana pada pukul 06.30 Wita. Selanjutnya menuju Jalan Veteran dan Jalan By-pass Ida Bagus Mantra hingga sampai pada pit stop-1 di Goa Gajah dengan jarak tempuh 25,3 kilometer. Setelah istirahat, dari pit stop-1 di tanjakan Goa Gajah menuju pit stop-2 Istana Tampaksiring dengan jarak sejauh 14 kilometer, selanjutnya menuju Pit stop-3 di Bali Bird Park yang berjarak sekitar 30 kilometer dengan melintasi Jalan Raya Tegallalang sampai dengan Jalan Raya Singapadu. Kemudian dari Bali Bird Park menuju titik finis di Makodam IX/Udayana yang ditempuh kurang lebih sejauh 10,7 kilometer melintasi Jalan Raya
Batubulan, Jalan Nangka hingga Jalan Hasanudin. Para peserta finis pada pukul 11.10 Wita. Selain pelaksanaan Road Bike, kata Jonny Harianto, Kodam juga akan menggelar acara yang tidak kalah besar yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 2019, yaitu ‘’Udayana Run 5K & 10K’’ dengan mengambil lokasi di area Pantai Kuta, Badung. Pada kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan RI dan rangkaian peringatan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana ini, para peserta dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu kategori untuk umum, TNI, Polri dan pelajar, dengan hadiah medali bagi 150 finisher pertama, serta total hadiah sebesar Rp 200.000.000. ‘’Untuk itu, kami dari pihak Kodam IX/Udayana berharap kepada rekan-rekan media untuk turut serta membantu mempublikasikan acara tersebut, sehingga acara ‘Udayana Run 5K dan 10K’ ini dapat diketahui dan diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah Provinsi Bali maupun luar Bali,’’ tegasnya. (win)
Sekda Rai Iswara Terima Penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI BERKAT dedikasi luar biasa dalam menyukseskan pembangunan nasional khususnya di bidang perkoperasian, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dianugerahkan penghargaan Satya Lencana Pembangunan dari Presiden RI. Tanda jasa kehormatan ini diberikan saat puncak perayaan Hari Koperasi Nasional ke-72 yang dilaksanakan di GOR Satria Purwekerto, Jawa Tengah, Jumat (12/7). Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution. Nampak hadir Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga didampingi Ny. Bintang Puspayoga, hadir Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Nurdin Halid. Mendampingi Sekda Kota Denpasar, hadir Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Erwin Surya Darmasena dan pelaku
koperasi seluruh Indonesia. Mewakili Presiden RI Joko Widodo, Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang memiliki dedikasi luar biasa dalam menyukseskan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang ekonomi dan pengembangan koperasi. ‘’Selamat kepada seluruh penerima penghargaan, semoga ke depan terus bersemangat dan terus memberikan dedikasi untuk negeri,’’ ungkapnya. Sekda Rai Iswara yang sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM Denpasar ini memang banyak melakukan inovasi, di antaranya program Kredit Tanpa Anggunan (KTA) bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah Bali, Asprindo dan Forum Komunikasi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta inovasi pola pikir pembangunan
PENGHARGAAN - Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden RI di GOR Satria Purwekerto, Jawa Tengah, Jumat (12/7).
Prof. I.B. Mantra (alm)
Cukai Tas Kresek
Peringati HUT Ke-62
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memeriahkan HUT ke-62, Kodam IX/Udayana menggelar ‘’Gowes Road Bike 80 Km’’, Minggu (14/7) kemarin. Peserta Gowes Road Bike yang mengambil start/finis di Makodam IX/Udayana ini diikuti klub-klub bikers se-Jawa Timur, Bali dan NTB. Selain untuk memeriahkan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, kegiatan ini sebagai upaya untuk menggiatkan dan memasyarakatkan olahraga bersepeda. Dengan harapan mampu menjadi wahana silaturahmi, saling mengenal satu sama lain dan saling bertukar informasi, sehingga menumbuhkan keakraban dan kebersamaan. ‘’Olahraga bersepeda jika dijalankan dengan rutin akan sangat bermanfaat bagi kesehatan, di antaranya untuk mengendalikan berat badan, mengurangi risiko penyakit, serta dapat meningkatkan kekuatan dan keseimbangan tubuh, termasuk mengurangi stres,’’ ujar Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I’.P. seusai melaksanakan kegiatan Gowes Road Bike. Selaku Pangdam IX/Udayana dan secara pribadi, Benny Susianto mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada panitia, sponsor, Komite Sepeda Bali dan para undangan yang berpartisipasi meramaikan dan menyukseskan Gowes Road Bike ini. Benny Susianto juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang tergabung dalam klubklub bikers se-Jawa Timur, Bali, dan NTB, seperti kelompok bikers dari Kodam IX/Udayana yang dipimpin langsung olehnya, para bikers dari NTB dengan pimpinan langsung Danrem 162/WB, Polpit (Polda Bali), Cang Gowes Terus (CGT), Rojali (Malang), Gasak, KPSD, WAFCC, XC Bukitoo, SUB Cycling, 46 Cyclist WDR dan Istaring. ‘’Kegiatan Gowes Road Bike ini selain merupakan rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-62 Kodam IX/ Udayana, juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk menggiat-
kegiatan Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 di Bali juga untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata, namun juga dikenal sebagai pencetak dan penyedia sumber daya manusia kepariwisataan yang handal dan kompeten. Karena disadari bahwa keberlanjutan suatu destinasi dan industri pariwisata sangat tergantung pada kualitas SDM yang mengelolanya. “Kegiatan Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 di Bali akan menjadi embrio agenda tahunan ke depannya. Ke depannya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia untuk pemerataan dan menjadi gerakan nasional akan pentingnya pemahaman industri pariwisata sebagai bentuk perekonomian yang berbasis kerakyatan,” pungkasnya. (ad541)
Koperasi. Sebagai salah satu tokoh pembangunan koperasi di Kota Denpasar, Sekda Rai Iswara sebelumnya juga telah menerima penghargaan Bhakti Koperasi dari Kementerian Koperasi RI tahun 2012. Dalam perjalanannya, Rai Iswara juga berhasil meningkatkan komunikasi dan koordinasi para pelaku koperasi dan membentuk Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Koperasi (Simfoni). Rai Iswara saat menjabat Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar juga getol mengkampanyekan program ‘’Panca Modal’’ dalam membangun dan mengembangkan gerakan koperasi di Kota Denpasar. Sebelum diberikan penghargaan Satya Lencana ini, tim verifikasi dari pusat yang terdiri dari Ketua tim Dr. Aida Kusuma, S.Pd., M.Si., Kabag verifikasi GTK Setmilpres, Ratri Wulan Kusumawardani Staf Bagian Verifikasi Setmilpres, Susi Krismiyati, S.E. Analisis Kepegawaian Madya Kemenkop UKM, Bintang Rasisoni, S.Kom., Analisis Pegawai Muda Kemenkop UKM, serta didamping OPD dan jajaran pemangku di bidang koperasi lainnya telah melakukan evaluasi dan penilaian ke daerah. Sementara itu, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan, penghargaan ini tidak saja menjadi kebanggaan diri sendiri namun menjadi semangat untuk meningkatkan berbagai programprogram usaha kecil menengah di Kota Denpasar. ‘’Saya merasa terhormat menjadi penerima penghargaan Satya Lencana Pembangunan ini, juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penghargaan ini juga tidak terlepas dari arahan dan dukungan dari Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara,’’ ujarnya. (ad540)
‘’Pemprov Bali juga Pemkot Denpasar sangat mendukung program eco green. Saya kira ini akan sejalan dengan Bea Cukai sehingga pelaksanaannya betul-betul tidak boleh lagi ada toko atau pasar yang menyediakan kantong plastik. Saya kira ini sejalan dengan rencana Bea Cukai,’’ ujar Kepala DJBC Kanwil Bali Nusa Tenggara Untung Basuki saat acara Bea Cukai on the Street di Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Denpasar, Minggu (14/7) kemarin. Namun, kata Untung Basuki, rencana ini sedang dalam pembahasan dengan DPR. Biasanya sesuai ketentuan, Cukai Tas Kresek ini
akan dipungut di tingkat produsen, sehingga konsumen tidak akan langsung terkena biaya cukai. Selain itu, pungutan di tingkat produsen juga akan memudahkan dalam pemungutan. ‘’Ini sedang dibahas di tingkat pusat, nanti kita tinggal mengimplementasikan saja,’’ katanya. Untung Basuki menambahkan, peraturan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat tidak mudah menggunakan tas plastic, sehingga peraturan ini dapat mengurangi dampak dari bahaya tas plastik. ‘’Kita ingin mengantisipasi bahaya plastik, kita akan mengenakan Cukai Plastik terhadap tas plastik (tas
FM 96,5
Topik : MPLS Wajib Kedepankan Pendidikan Karakter Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
kresek - red),’’ tegasnya. Dari Cukai Plastik ini, kata Untung Basuki, Bea Cukai akan mendapatkan penerimaan. Namun, cukai dari tas kresek ini bukan instrumen penerimaan yang dikedepankan. ‘’Yang kita kedepankan adalah bagaimana mengurangi bahaya kantong plastik, sehingga diharapkan dapat mengurangi konsumsi dari penggunaan tas kresek,’’ tandasnya. Menurut Untung Basuki, DJBC juga berupaya terus menyosialisasikan tugas-tugasnya pada masyarakat. Salah satunya pada acara Bea Cukai on the Street, untuk mencoba lebih menjelaskan tugas dari DJBC. Dari kegiatan yang merupakan kolaborasi tiga kantor yaitu Kanwil Bali Nusa Tenggara, Kantor Pengawasan dan Pelayanan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (KPPBC) Ngurah Rai dan KPPBC Denpasar ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tugas-tugas DJBC sehingga masyarakat akan mendapatkan manfaatnya. Pada beberapa booth pada hari itu, menyediakan informasi tentang bahan kiriman, prosedur kepabeanan, ekspor dan impor, barang bea cukai yang ilegal seperti rokok atau produk hasil tembakau, minuman keras atau beralkohol. (kmb42)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Rai Mantra Rangkul Insan Kreatif Gali Potensi Kota Tua Gajah Mada
JALAN Gajah Mada Denpasar menjadi kawasan wisata kota tua yang dimiliki Kota Denpasar. Sebagai pusat perdagangan dengan keberadaan pasar terbesar, yakni Pasar Badung serta didukung dengan gedung-gedung tua di kawasan Jalan Gajah Mada, Jalan Kartini dan sekitarnya. Walaupun saat ini telah dilakukan beberapa renovasi gedung, tetapi suasana Jalan Gajah Mada tetap menyimpan kenangan sebuah kota tua yang hidup sejak zaman dahulu. Rancangan bangunan khas Bali di kawasan Jalan Gajah Mada masih kental terasa. Pemerintah Kota Denpasar sejak 2008 telah memasang tulisan kawasan heritage Jalan Gajah Mada sebagai petanda bahwa kawasan ini memiliki sejarah dan harus tetap dijaga dan dilestarikan. ‘’Beberapa kawasan wisata Kota Denpasar tampak telah ramai dikunjungi, meliputi Sanur dan kini akan kita hidupkan kembali dengan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada yang merangkul insan kreatif Denpasar,’’ ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat bertatap muka dengan insan kreatif Denpasar di Warung Bendega Renon Denpasar, Jumat (12/7) malam. Acara yang dikemas oleh Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar bersama Dinas Pariwisata Kota Denpasar ini dihadiri ratusan insan muda, meliputi sekaa teruna dari banjar yang berada di kawasan Jalan Gajah Mada, musisi, kreator, hingga akademisi. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra juga menyerahkan surat keputusan kepada kepengurusan Bkarf Denpasar yang dapat mengakomodir insan muda di Kota Denpasar. Rai Mantra mengatakan, kawasan Gajah Mada menyimpan penuh kenangan wisata kota tua yang pernah jaya di masanya. Melalui pertemuan itu, pihaknya mengajak insan kreatif Denpasar untuk bersama-sama melakukan gagasan dan ide kreatif yang akan dilakukan revitalisasi kawasan Jalan Gajah Mada oleh Pemkot Denpasar. Dibutuhkan keterlibatan insan
kreatif Denpasar seperti musisi, penggiat kuliner, arsitektur, hingga kreator-kreator yang telah banyak memberikan kontribusi kepada Kota Denpasar. Seperti halnya kawasan Gang Beji sebagai kawasan kuliner khas nasi jinggo untuk dapat dihidupkan kembali. ‘’Kami ingin membangunan, mengkonsep, hingga menata kembali secara bersamasama insan kreatif hingga keterlibatan sekaa teruna di kawasan Jalan Gajah Mada untuk membangkitkan potensi-potensi yang ada, serta mampu menjadi ruang kreatif dan ekonomi kreatif,’’ ujarnya. Rai Mantra juga memberikan arahan agar nantinya Bkraf Denpasar dapat mengakomodir inovasi dan kreativitas insan kreatif lewat kegiatan musyawarah kreatif yang tak terlepas dari keberadaan komunitas, seperti perfilman, fotografi, musik, motor custom, fashion hingga kuliner. Pemanfaatan ruang kreatif seperti Youth Park Lumintang hingga nantinya akan ada ruang baru yakni Balai Budaya Kota Denpasar, dapat dipergunakan sebagai art space insan muda. ‘’Mari kita bangun ekosistem untuk saling memahami proses antara pemerintah dan insan kreatif untuk memajukan Denpasar
sebagai kota kreatif berujung pada minat wisatawan untuk datang serta dapat meningkatkan pendapatan perkapita,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar Dezire Mulyani didampingi Ketua Pelaksana Bkraf Denpasar I Putu Yuliarta mengatakan, pembentukan Bkraf karena dorongan Wali Kota Rai Mantra lewat visi-misi Denpasar kreatif berawasan budaya yang diyakini saling kait mengkait antara keberadaan budaya dan kreativitas. Lahir sebagai wadah non pemerintah yang disebut Bkraf mengemban visi ekonomi kreatif berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi kreatif di Denpasar. Misi kegiatan rebranding jelajah budaya, aktivasi kreatif, aktivasi banjar sebagai kreatif space, aktivasi kegiatan kampus dan sekolah kreatif, peningkatan jejaring aktivitas komunitas dan program kreatif nasional hingga internasional. ‘’Dari pertemuan ini, kita menguatkan kembali langkah dalam mendukung komitmen Wali Kota Rai Mantra melakukan penataan di Jalan Gajah Mada sebagai kawasan wisata kota tua, serta menggali saran dan masukan dari insan kreatif Denpasar,’’ ujarnya. (ad539)
KREATIF - Wali Kota Rai Mantra bersama insan kreatif pada kegiatan gathering Bkraf Denpasar, Jumat (12/7) malam.
Senin Umanis, 15 Juli 2019
BADUNG 3 RSD Mangusada Gelar ’’Mangusada Clinical Update I’’
Bali Post/ist
BUKA - Sekda Adi Arnawa membuka ‘’Mangusada Clinical Update’’ di ruang pertemuan Kerta Gosana Puspem Badung, Sabtu (13/7).
Diskop Dorong Pertumbuhan Koperasi Sektor Riil BALI saat ini memiliki 4.994 koperasi. Lima puluh persen dari koperasi ini terjun ke jenis koperasi konsumen dan 45 persen merupakan koperasi simpan-pinjam. Hanya sedikit yang terjun ke bidang sektor riil seperti usaha jasa sekitar satu persen, usaha pemasaran sekitar satu persen dan usaha produksi sebanyak tiga persen. Padahal, dengan adanya peraturan gubernur mengenai kewajiban hotel, swalayan dan restoran menyerap produk lokal, menjadi potensi sebuah koperasi yang bergerak di sektor riil mengembangkan usahanya demi kesejahteraan anggotanya. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali saat ini mendorong pembentukan koperasi di Bali untuk terjun ke sektor riil, baik itu usaha produksi, pemasaran maupun jasa. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra mengatakan saat ini koperasi yang ada di Bali masih sangat sedikit terjun ke sektor riil. Dari 4.994 koperasi, yang termasuk koperasi jasa hanya 55 koperasi, koperasi pemasaran sebanyak 74 koperasi dan sebanyak 131 koperasi yang bergerak di bidang produksi. ‘’Kami ingin seiring dengan peraturan Gubernur Bali mengenai produk lokal yang wajib masuk ke hotel, swalayan maupun restoran di Bali, koperasi sektor riil ini lebih banyak terbentuk. Sebab, jika penyerapan produk lokal ini berjalan, ke-
beradaan koperasi sektor riil sangat dibutuhkan sebagai tempat produksi maupun pemasaran,’’ ujarnya. Karena itu, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali saat ini mendorong pembentukan koperasi sektor riil terutama koperasi jenis usaha produksi dan pemasaran. Tahun ini sudah berhasil dibentuk enam koperasi yang terjun ke jenis usaha produksi. Diharapkan ke depan akan semakin banyak koperasi sektor riil yang terbentuk, karena menurut Gede Indra, potensinya sangat bagus. Ia melanjutkan, masih sedikitnya koperasi di Bali yang terjun ke sektor riil karena selain terbentur modal, minat untuk terjun ke sektor riil juga masih sedikit karena mereka tidak melihat adanya peluang. ‘’Mengapa cenderung kecil karena minat kelompok masyarakat yang membentuk koperasi ini masih kurang ke sektor riil dan selama ini dilihat kurang berpotensi. Dengan adanya regulasi Gubernur diharapkan meningkatkan minat ini,’’ ujar Gede Indra.
Dengan semakin banyaknya koperasi terjun ke sektor riil maka produk lokal baik itu dari pertanian, perkebunan maupun peternakan akan semakin banyak terserap dan tersalurkan. Namun, diakui Gede Indra, agar ini bisa tercapai seluruh lapisan harus ikut serta. Misalnya dari sisi petani untuk meningkatkan kualitas produk pertanian maupun perkebunannya maupun dari pihak hotel yang membantu peningkatan kualitas produksi ini di tingkat petani. ‘’Untuk koperasi harus ada dukungan dari anggota untuk membeli produk lokal yang dipasarkan atau dihasilkan oleh koperasinya,’’ jelas Gede Indra. Bagi koperasi yang sudah terjun ke jenis usaha simpanpinjam, lanjut Indra, bisa membuka usaha produksi atau sektor riil lainnya dengan syarat harus mengubah anggaran dasar berdasarkan keputusan rapat anggota. ‘’Apabila koperasi simpanpinjam menambah unit usaha ke usaha produksi atau pemasaran, wajib melakukan perubahan anggaran dasar berdasarkan keputusan rapat anggota. Kita bantu prosesnya dan gratis,’’ ujarnya. Mengenai pendanaan, diakui, untuk koperasi yang baru terbentuk tidak ada bantuan dana dari pemerintah. Namun saat koperasi berjalan dua tahun, jika memang membutuhkan dana ada banyak skema pendanaan yang bisa diambil. ‘’Kalau awal pembentukan memang tidak ada bantuan anggaran. Tetapi jika koperasi sudah berjalan dua tahun dan butuh modal, ada dana bergulir dari Pemprov dan banyak skema pendanaan lain yang bisa diakses,’’ ujar Gede Indra. (kmb24)
Mangupura (Bali Post) Sekda Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa membuka Mangusada Clinical Update I yang ditandai dengan pemukulan gong di ruang pertemuan Kerta Gosana Puspem Badung, Sabtu (13/7). Mangusada Clinical Update dengan tema ‘’Mempersiapkan Generasi Sehat Bebas Ketulian Tahun 2030’’ ini merupakan agenda dari RSD Mangusada dalam serangkaian HUT ke-17 RSD Mangusada. Acara ini di hadiri 470 orang yang berasal dari rumah sakit dan klinik seBali, anggota IDI se-Bali. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur P2PTM Kemenkes RI dr. Cut Putri Arianie, MH.Kes., Ketua Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan
Ketulian dr. Damayanti, Kepala Dinas Kesehatan I Gede Putra Suteja, Direktur RSD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, MPH., Wakil Ketua II TP PKK Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Nesya Yoga Segara, Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwarta, Kepala BPJS Cabang Badung dan dari Civitas Akademika. Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya mengatakan, Mangusada Clinical Update I adalah momen yang tepat menginformasikan kepada dunia internasional bahwa di Pulau Bali khususnya di Kabupaten Badung saat ini sudah memiliki fasilitas kesehatan Standar Internasional (SI). Lebih lanjut Adi Arna-
wa mengatakan, RSD Mangusada telah berhasil melaksanakan operasi pemasangan implant kepada pasien yang mengalami ketulian. ‘’Kami Pemerintah Kabupaten Badung sangat mendukung operasi ini dan akan men-support karena dapat meminimalkan generasi muda Badung yang mengalami ketulian, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Badung. Saya harapkan kepada RSD Mangusada untuk terus melakukan layanan-layanan yang baru untuk mengangkat branding RSD Badung,’’ ungkapnya. Sementara itu, Direktur RSD Mangusada dr. I Nyoman Gunarta, MPH. mengatakan, tema HUT ke-17 Mangusada ‘’Krenovatif: Yang Muda yang Kreatif dan Inovatif’’. Ini be-
rati Mangusada yang kreatif dan inovatif di usia ke-17 RSD Mangusada ini. Operasi Cochlear Implant ini menjadi tonggak bagi Mangusada untuk terus melakukan langkah-langkah inovatif serta saat ini berupaya mencegah ketulian dari saat hamil, tumbuh kembang, deteksi dini agar bisa mengetahui tindak lanjutnya, serta penanganan kepada anak-anak kita yang mengalami ketulian, sehingga tidak sampai terjadi bisu tuli di masyarakat,’’ kata dr. Gunarta. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Badung Adi Arnawa juga menerima bunga dari anak-anak yang telah menjalani operasi Cochlear Implant dan saat ini mereka sudah bisa mendengar seperti anak-anak normal lainnya. (kmb27)
Periksa Kesehatan Babi, Ratusan Dokter Hewan Dikerahkan
Mangupura (Bali Post) –
Kesehatan ternak babi jelang perayaan hari raya Galungan dan Kuningan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung. Pengawasan ini dilakukan menyusul banyaknya pemotongan hewan yang dilakukan secara pribadi maupun kelompok. Pemerintah setempat telah melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi kelayakan daging yang dikonsumsi masyarakat, dengan mengerahkan petugas khusus untuk melakukan pemeriksaan kesehatan babi sebelum pemotongan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gede Asrama mengatakan, pemeriksaan dilakukan serentak di seluruh desa. ‘’Sebelum tim kesehatan hewan turun dilakukan pembekalan
dulu hari Jumat 19 Juli ini,’’ ungkap Gede Asmara, Minggu (14/7) kemarin. Menurutnya, petugas yang dikerahkan mencapai ratusan orang yang terdiri dari dokter hewan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Unud. Standar pemeriksaan yang dilakukan tak jauh berbeda dengan saat pemeriksaan hewan kurban beberapa waktu lalu. Seperti pemeriksaan antemortem (pemeriksaan sebelum kematian) dan postmortem (setelah kematian). Pembekalan mahasiswa
akan dilakukan di kampus FKH Unud. ‘’Kami akan menurunkan petugas yang terdiri dari 32 dokter hewan, 30 petugas teknis dan 100 orang mahasiswa FKH Unud. Jadi tiap desa dan kelurahan ada petugas yang mendampingi pemotongan,’’ terangnya. Dijelaskan, pemeriksaan antemortem untuk melihat ciri-ciri fisik, termasuk sehat tidaknya hewan yang bakal dipotong. Sedangkan pemeriksaan postmortem yang dilakukan ialah berupa
pemeriksaan organ dalam hewan kurban, seperti hati, limpa, dan paru. ‘’Pemeriksaan yang dilakukan sama seperti tahun-tahun sebelumnya,’’ katanya. Kadis Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana memastikan harga kebutuhan pokok di Badung masih relatif stabil. Karena pihaknya rutin setiap minggu sekali memantau perkembangan harga komoditi di Badung. Hanya ada beberapa kenaikan harga, tetapi tidak segnifikan. ‘’Kami sudah rutin menggelar pasar murah melibatkan distributor. Dari pantauan kami masih stabil dan untuk stok sembako masih aman,’’ pungkasnya. (kmb27)
Festival Musik Jadi Magnet Datangkan Wisatawan ke Bali
Bali Post/kmb23
MUSIK - Suasana festival musik yang digelar di Nusa Dua.
Mangupura (Bali Post) Perhelatan festival musik bertaraf internasional memang juga mampu dijadikan magnet mendatangkan wisatawan berkunjung ke Bali. Sepanjang komunitaskomunitas musik di Bali dapat bersama-sama memajukan dunia permusikan tersebut. Hal itu diungkapkan Direktur Konstruksi dan Operasi ITDC Ngurah Wirawan saat ditemui di sela perlaksanaan Bali Blues Festival, Sabtu (13/7), di Pulau Peninsula, Nusa Dua. Dalam kaitan dengan hal tersebut, pihaknya menyebutkan tentunya tidak bisa berjalan sendirisendiri. Namun, dikatakannya, semua pihak tentu harus saling bersinergi satu dengan lainnya. ‘’Sangat bisa. Apalagi Bali telah memiliki branding tersendiri di mata dunia. Komunitas-komuitas musik harus bersatu juga. Terutama dalam upaya memajukan festival musik agar bisa dijadikan sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan di Bali,’’ pungkasnya. Dengan digelarnya festival musik seperti ini, pihaknya yakin Bali akan memiliki kebanggaan tersendiri. Karena telah mampu menggelar perhelatan festival musik bertaraf internasional seperti Bali Blues Festival 2019. Bali Blues Festival 2019 ini merupakan festival yang digelar dengan genre musik blues, akar dari semua genre musik di dunia. Bali Blues telah diselenggarakan yang ke-5 kalinya. Bali Blues telah menjadi acara tahunan yang diselenggarakan oleh ITDC serta didukung oleh komunitas blues di Bali, musisi blues nasional, serta internasional. (kmb23)
Badung Raih MURI Senam Yoga Tertawa Peserta Terbanyak
Bupati Ingatkan Yoga Tertawa Bisa Sembuhkan Penyakit PEMERINTAH Kabupaten Badung bersinergi dengan PT Varash Saddan Nusantara untuk menyehatkan masyakat dalam kegiatan yoga tertawa. Bahkan sinergitas dalam pelaksanaan yoga tertawa dalam Peringatan HUT ke-2 Varash, Pemerintah Kabupaten Badung mendapatkan rekor MURI Senam Yoga Tertawa Peserta Terbanyak. Yoga tertawa yang dilaksanakan Sabtu (13/7) di Lapangan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung itu menghadirkan sebanyak 10.000 peserta. Bahkan turut hadir dalam kegiatan itu yakni Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Pendiri Yoga Tetawa Kadek Siwa Ambara, Presiden Direktur PT Varash Saddan Nusantara Putu Eka Suryawan dan Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo. Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta mengapresiasi adanya yoga tertawa yang sudah dilaksanakan di wilayah Puspem Badung. Ia mengatakan
yoga tertawa tak hanya semacam tertawa, namun juga bagaimana mengolah tubuh untuk menghilangkan penyakit. ‘’Untuk menghilangkan segala jenis penyakit kita juga harus rutin melaksanakan yoga tertawa itu. Saya contohnya punya sakit pinggang, rutin yoga dan bisa sembuh,’’ ungkapnya. Pihaknya juga mengatakan, untuk di Kabupaten Badung sendiri, pelaksanaan yoga tertawa rutin dilaksanakan di wilayah Puspem Badung. Bahkan, menurutnya, semua staf di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Badung juga ikut dalam yoga tertawa itu. ‘’Biasanya kami laksanakan setiap Jumat pagi untuk staf,’’ bebernya. Bupati asal Pelaga itu juga menyampaikan pada bulan September mendatang akan diresmikan gedung balai budaya, dengan begitu pihaknya meminta agar yoga tertawa juga hadir dan ikut memeriahkan acara dalam peresmian gedung tersebut. ‘’Nanti di bulan
September kita resmikan, saya minta peserta juga ikut mengisi kegiatan,’’ pungkasnya. Wakil Direktur MURI Osmar Semesta Susilo juga mengatakan pemberian MURI itu, sudah dipastikan lantaran dinilai dari peserta yoganya yang mencapai 10.000 orang. Menurtnya, rekor MURI ini juga mempromosikan kesehatan dengan menggunakan hal yang dilakukan setiap hari. ‘’Ini yoga tertawa manfaatnya sangat banyak sehingga kami hari ini (kemarin) mengeluarkan rekor MURI. Ini pun sudah kami lihat dan nilai bersama tim,’’ ungkapnya. Ia juga menjelaskan, di Indonesia sebelumnya memang belum pernah ada senam yoga tertawa digunakan dalam jajak pencarian MURI. Sehingga selanjutnya, kata dia, jika ingin memecahkan rekor ini harus melebihi dari sepuluh ribu peserta. ‘’Ini yang pertama kita keluarkan MURI untuk senam yoga tertawa. Jika ada yang
ingin memecahkan rekor harus melebihi dari jumlah yang sekarang,’’ bebernya. Pendiri yoga tertawa Kadek Siwa Ambara pun menjelaskan bahwa yoga tertawa sangat bermanfaat untuk kesehatan. Kata dia, yoga itu akan mempercepat proses penyembuhan kususnya penyakit akibat pikiran atau stres. ‘’Penyakit pikiran ini sangat mendominasi masyarakat sekarang, termasuk prasaan yang bersedih akan menumbuhkan emosi negatif,’’ ujarnya. Lanjut, Kadek Siwa Ambara mengatakan jika emosi negatif muncul maka akan mudah terkena penyakit, seperti permasalahan pencernaan, jantung, saraf dan kadar gula. Penyakit pikiran ini, menurutnya, tidak mudah dideteksi, sehingga perlu dilakukan perubahan penyakit pikiran itu. ‘’Seperti pikiran stres ditenangkan, sedih dibahagiakan tubuh tegang diredaksikan. Sehingga cara yang mudah untuk melakukan itu adalah tertawa,’’ pungkasnya. (ad537)
MURI - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta saat menerima Rekor MURI Peserta Terbanyak Senam Yoga Tertawa di Lapangan Puspem Badung, Sabtu (13/7).
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Hari BPR-BPRS Ulang Tahun Ke-22, HardysCorp Gelar Tirtayatra dan CSR sebagai Wujud Implementasi Ajaran Tri Hita Karana BPR Diharapkan Semakin Dekat dengan Masyarakat UMKM PADA dasarnya ajaran Tri Hita Karana menekankan tiga hubungan manusia dalam kehidupan di dunia ini. Ketiga hubungan itu meliputi hubungan dengan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Konsep Tri Hita Karana ini bahkan diadopsi dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)- Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali. HardysCorp secara rutin bersama perwakilan dari seluruh unit bisnisnya melakukan kegiatan tirtayatra ke pura yang ada di Bali bahkan sampai keluar Bali, guna mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana terhadap keseimbangan alam. Tirtayatra ini juga dibarengi dengan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu pemberian dana punia di masing-masing pura yang dituju. HardysCorp merupakan holding company yang membawahi HardysRetail, HardysMalls, HardysLand, HardysHotels, HardysAgro, HardysFunzone, HardysSolution, dan HardysTrans, didirikan oleh Ir. I Gede Agus Hardiawan dan Ni Ketut Rukmini, S.P. pada 11 Juli 1997. Dalam rangkaian HUT ke-22 HardysCorp yang jatuh pada Kamis, 11 Juli 2019, HardysCorp melaksanakan kegiatan CSR melalui
BEACH CLEAN UP - Pelaksanaan Beach Clean Up dengan tema ‘’Respect for Nature and Keep Our Beaches Clean’’ di Pantai Mertasari, Sanur, bersama perwakilan karyawan-karyawati semua unit bisnis dan generasi penerus HardysCorp. Yayasan HardysFoundation dengan tiga bidang yang menjadi konsentrasi yaitu bidang lingkungan hidup, bidang kemanusiaan, dan bidang kebudayaan & spiritual (sama halnya dengan implementasi ajaran Tri Hita Karana). Kegiatan yang sudah berlangsung dalam rangkaian HUT ke-22 HardysCorp tersebut yaitu tirtayatra ke linggih Ida Ratu Niang Sakti di Pura Gunung Niang, Banjar Gunung Hyang, Klungkung, dilanjutkan ke Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya, Panjer, Denpasar pada Selasa (2/7) yang diikuti oleh karyawan HardysCorp, perwakilan unit bisnisnya, Founder dan generasi muda dan penerus Hardys
Group (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy). Selain tirtayatra bersama, HardysCorp juga melaksanaan Hardys Beach Clean Up dengan tema ‘’Respect for Nature and Keep Our Beaches Clean’’ di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (6/7). Kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi karyawan-karyawati yang ada di HardysCorp dan masyarakat luas akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam ajaran Tri Hita Karana yaitu ketika kita memberi pelayanan kepada alam semesta, maka alam semesta akan memberi pelayanan terbaiknya kepada kita. (ad538)
Melalui #BeatDiabetes, Tropicana Slim Ajak Masyarakat Lawan Hoaks Kesehatan untuk Cegah dan Atasi Diabetes
DALAM rangka memperingati Hari Diabetes Nasional pada 12 Juli 2019, Tropicana Slim mengajak masyarakat Indonesia meningkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan, khususnya terkait diabetes melalui kampanye #BeatDiabetes. Sebagai brand yang sudah lebih dari 40 tahun konsisten menginspirasi masyarakat Indonesia hidup sehat melalui serangkaian produk sehat dan bercita rasa tinggi, tahun ini Tropicana Slim mengadakan #BeatDiabetes sebagai wujud komitmen mengedukasi masyarakat Indonesia agar semakin cerdas memilih informasi yang benar terkait kesehatan, termasuk informasi tentang diabetes. Khusus di Denpasar, bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Minggu (14/7) kemarin, sebanyak 2.000 orang antusias berkumpul dan mengikuti rangkaian kegiatan #BeatDiabetes, termasuk cek gula darah, senam bersama, festival makanan minuman sehat, serta pengundian doorprize. Acara ini dimeriahkan oleh Pegadaian, Yamaha, Le Minerale, Roche Accu Check, Kasih Ibu General Hospital, Sarana Dewata, FORMI Provinsi Bali, Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Bali, mahasiswa Fakultas Kedokteran Unud dan mahasiswa Politeknik Kesehatan Denpasar. Untuk melawan hoaks terkait kesehatan, diperlukan kolaborasi berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, Tropicana Slim berkolaborasi dengan rumah sakit, praktisi kesehatan, restoran/cafe, retailer, komunitas kesehatan, dan masyarakat. Acara melibatkan kurang lebih 20.000 peserta dari berbagai penjuru Tanah Air dan diadakan serentak di 33 kota di Indonesia, meliputi Jakarta, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Purwokerto, Yogya, Surabaya, Malang, Kediri, Medan, Padang, Pematangsiantar, Palembang, Bandar Lampung, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Manado, Palu, Bone, Gorontalo, Denpasar, Mataram, Ambon, hingga Jayapura. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, mengatakan pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan informasi tersebar begitu cepat, termasuk informasi kesehatan. Hanya, banyak informasi tersebut keliru atau biasa
PERHIMPUNAN Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) merayakan Hari BPR-BPRS di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Renon, Denpasar, Sabtu (13/7). Hari BPR–BPRS yang dipusatkan di Bali dihadiri seluruh BPR se-Bali baik staf, karyawan maupun nasabah. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Prof. Dr. Sri Adiningsih mengatakan, fun walk ini adalah acara ketiga yang dilaksanakan BPR–BPRS Nasional. Ia berharap ini akan membuat BPR–BPRS yang sudah eksis di Tanah Air melayani 17 juta nasabah, lebih dikenal lagi karena berada di seluruh Indonesia termasuk di daerah pedesaan. Ia minta masyarakat tidak khawatir ber-bank di BPR karena simpanannya dijamin oleh LPS. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan IV OJK Teguh Supangkat menyatakan, Hari BPR-BPRS merupakan salah satu program Perbarindo untuk meyakinkan masyarakat bahwa BPR merupakan lembaga keuangan yang aman yang dijamin LPS dan terus berkembang. Pertumbuhannya setiap tahun 9–10 persen. ‘’Ini berarti masyarakat sangat percaya pada BPR. Ke depan BPR pun bisa terus maju dan berkembang,’’ ujarnya. Menurutnya, BPR merupakan salah satu aset yang sangat berharga di ranah nasional perbankan, terutama dalam penyaluran kredit mikro, mengingat ranah BPR adalah segmen UMKM, sehingga harus dukung untuk terus berkembang dan maju. Namun, ia berharap BPR agar dikelola dengan profesional dan berintegritas.
DI BALI – Hari BPR-BPRS tahun ini dipusatkan di Bali. Ketua Umum Perbarindo Joko Suyanto mengungkapkan, Hari BPR-BPRS jatuh pada 21 Mei, namun puncak perayaan serentak di seluruh Indonesia dilaksanakan Sabtu (13/7). Puncak perayaan Hari BPR-BPRS dipusatkan di Bali. Melalui kegiatan ini, ia ingin mengenalkan BPR lebih dekat pada masyarakat Indonesia, supaya mereka bisa lebih memahami keberadaan BPR sebagai salah satu institusi perbankan di Indonesia. Dengan mengenal, masyarakat akan semakin percaya dengan BPR. BPR adalah bank yang mempunyai fungsi intermediary financial, yaitu menghimpun dana masyarakat dan menyalurkannya kepada publik. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda menjelaskan, BPR selalu bertumbuh. Pertumbuhan BPR dari sisi aset dan dari DPK sekitar 11 persen. Ini menunjukkan BPR dipercaya oleh masyarakat. Ia berharap lewat kegiatan seperti ini semua BPR lebih dikenal masyarakat, karena BPR adalah ujung tombak pembiayaan terhadap UMKM.
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Herustiati berharap BPR ke depan dapat merangkul kaum milenial yang jumlahnya 30 persen dari jumlah penduduk Indonesia. ‘’Kaum milenial ini digitalisasinya kuat. BPR juga bisa mengakomodirnya dengan digitalisasi sistem perbankan, sehingga bisa menjadi sahabat kaum milenial yang jumlahnya sangat banyak,’’ ujarnya. Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI Ir. I Gede Suratha, M.MA., dari gambaran kegiatan yang dilaksanakan Perbarindo menunjukkan bahwa BPR riil mendampingi masyarakat dari aspek finansial. Dukcapil akan mem-back-up BPR agar nasabahnya riil dengan dukungan data yang benar, data kependudukan tidak palsu. ‘’Kalau BPR nasabahnya banyak palsu mungkin tidak akan bisa berkembang dengan baik. Peran kami adalah memberikan data yang baik, sehingga mendapatkan nasabah yang riil,’’ tandasnya. (ad534)
Dies Natalis XII Stikes Bina Usada Bali
Gelar Pengabdian Masyarakat di Lapangan Lumintang
BUKA - Wakil Ketua Formi Bali Bidang Olahraga Massal Sudiro bersama Marketing Promotion Indonesia Bagian Timur Rully Alfiansyah (kanan) membuka event ditandai dengan pemukulan papan bertuliskan ‘’BeatDiabetes’’. disebut hoaks, sehingga sangat berpotensi merugikan masyarakat. Dikutip dari Litbang Kompas, laporan Kemkominfo terbaru tentang temuan konten hoaks menyatakan hoaks kesehatan menempati peringkat kedua terbanyak setelah hoaks politik, yaitu 126 hoaks kesehatan sepanjang Agustus 2018Februari 2019 (7 bulan). Selain itu, Dewan Pers Indonesia menyatakan 95% informasi kesehatan yang tersebar di WhatsApp adalah hoaks. Melalui kampanye #BeatDiabetes yang diadakan serentak di 33 kota, Tropicana Slim ingin mengajak masyarakat semakin berhati-hati dengan informasi kesehatan yang tersebar, termasuk hoaks tentang diabetes. ‘’Kami juga mengadakan kegiatan senam sehat bersama untuk mengajak masyarakat beraktivitas fisik sebagai salah satu upaya hidup sehat dan mencegah diabetes. Melakukan pemeriksaan gula darah gratis kepada peserta sebagai bentuk deteksi dini diabetes. Pemeriksaan gula darah secara dini dan rutin penting dilakukan mengingat penyakit diabetes tidak memiliki gejala pada tahap awal. Harapannya, para diabetesi dapat memperoleh penanganan sedini mungkin untuk menghindari timbulnya komplikasi. Bagi mereka yang terdeteksi prediabetes juga dapat ditangani segera agar tidak berkembang menjadi diabetes,’’ tambah Rully Alfiansyah, Marketing Promotion Executive PT Nutrifood Indonesia. Menurut dr. Dante Saksono, Sp.PD.-KEMD., Ph.D., Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/
RSCM, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan prevalensi penyandang diabetes telah naik menjadi 8,5% dari 6,9% (Riskesdas 2013). Selain itu, menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017, sebanyak 10,3 juta jiwa masyarakat Indonesia merupakan diabetesi, membuat Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia dengan jumlah diabetesi terbesar. Beredarnya informasi hoaks kesehatan di masyarakat termasuk tentang diabetes, tentunya dapat memperburuk kondisi yang ada. ‘’Inilah mengapa kami mengapresiasi usaha Tropicana Slim untuk terus mengedukasi masyarakat agar lebih cerdas dan berhati-hati dalam menanggapi berbagai isu kesehatan yang beredar di masyarakat, salah satunya melalui acara #BeatDiabetes ini,’’ ujarnya. Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim, menyatakan masyarakat Indonesia juga masih berpersepsi bahwa makanan sehat pasti kalah nikmat dibandingkan makanan tidak sehat. Persepsi ini keliru. Melalui acara #BeatDiabetes, Tropicana Slim menghadirkan festival makanan minuman dengan berbagai sajian makanan minuman bebas atau rendah gula dan tetap nikmat, sehingga dapat menjadi pilihan yang lebih baik bagi diabetesi. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa konsumsi gula harus dibatasi namun rasa manis tetap dapat dinikmati dengan menggunakan pemanis rendah kalori Tropicana Slim. (bns1)
Apresiasi Pelanggan, Telkom Witel Denpasar Gelar ’’IndiHome Gathering Community’’ SERANGKAIAN HUT ke-54 Telkom yang jatuh pada 6 Juli lalu, Telkom Witel Denpasar menggelar IndiHome Gathering Community bertemakan ‘’Digital is Our LifeStyle’’ di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Minggu (14/7) kemarin. Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi Telkom kepada pelanggan Telkom yang terpilih serta bertujuan membangun relationship dengan pelanggan setia. GM Telkom Witel Denpasar Bayun Royong Rohadi menjelaskan, IndiHome Gathering Community ini rutin diselenggarakan Telkom setiap setahun sekali. ‘’Acara Gathering kali ini dikemas dengan konsep outdoor agar pelanggan dapat menikmati alam. Selain ingin memberikan apresiasi kepada pelanggan terpilih, kami juga ingin mendapatkan voice of customer untuk meningkatkan pelayanan Telkom ke depan,’’ ujarnya. Seiring dengan berkembangnya konten digital, Telkom menghadirkan aplikasi myIndiHome dan LinkAja untuk memberikan kemudahkan kepada para pelanggan. ‘’Dengan aplikasi myIndiHome banyak sekali keuntungan yang didapatkan. Pelanggan dapat mendaftar untuk berlangganan IndiHome, cek tagihan, lapor gangguan, melihat info harga-harga paket terkini, upgrade speed, dan menambah channel (Add-On) tanpa harus berkunjung ke Plasa Telkom,’’ papar Bayun. Sementara LinkAja yang merupakan kumpulan dari Financial Technology yang dimiliki oleh BUMN dapat memperlancar transaksi, lebih seru dan bebas
DOORPRIZE - GM Telkom Witel Denpasar didampingi Manager Customer Care Telkom Denpasar (kiri) menyerahan doorprize kepada pelanggan. repot. Dengan LinkAja, pelanggan dapat melakukan transasksi beli pulsa/data, bayar merchant, bayar/beli di HP, belanja online, dan berbagi uang. Acara IndiHome Gathering Community dimeriahkan dengan berbagai games dan doorprize yang dibagikan kepada pelanggan. Adapun doorprize utama berupa dua buah HP dan SmartTV. (bns2)
DALAM rangka merayakan Dies Natalisnya yang ke-12, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bina Usada Bali menggelar acara pengabdian masyarakat di Lapangan Lumintang, Denpasar, Sabtu (13/7). Acara pengabdian masyarakat ini berupa pemeriksaan kesehatan dan cek kesehatan gratis disertai berbagai lomba dan senam zumba. Diharapkan acara yang mengambil tema ‘’Bona Fide For Unity’’ ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua Panitia I Nyoman Arie Sukadi Nugraha mengatakan, sesuai tema acara, hal yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini selain bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, juga dapat mempersatukan seluruh civitas akademika Stikes Bina Usada Bali. Acara perayaan Dies Natalis XII akan kembali berlanjut dalam acara puncak pada Sabtu (20/7) mendatang berupa acara konser. Mengenai Dies Natalis XII, Ketua Stikes Bina Usada Bali Dr. Putu Santika, M.M. mengatakan, selama 12 tahun ini Stikes Bina Usada Bali selalu meningkatkan kualitas untuk menjadi sekolah tinggi kesehatan yang unggul dan dapat dipercaya masyarakat. ‘’Dengan dukungan dan kerja keras semua pihak, kami memiliki keunggulan yang mendapatkan kepercayaan masyarakat. Ini terbukti dari jumlah mahasiswa yang terus meningkat setiap tahunnya,’’ ujarnya. Adapun beberapa keunggulan
PENGABDIAN MASYARAKAT - Dalam rangka merayakan Dies Natalis XII, Stikes Bina Usada Bali menggelar acara pengabdian masyarakat di Lapangan Lumintang, Sabtu (13/7). Stikes Bina Usada Bali adalah lulusannya menduduki peringkat kedua untuk ujian kompetensi di tingkat nasional. ‘’Ini membuktikan bahwa Stikes Bina Usada Bali mengutamakan mutu sehingga lulusan yang dihasilkan berkompeten,’’ jelas Santika. Selain itu, pihak Stikes Bina Usada Bali telah menyiapkan lulusannya untuk diterima di lapangan kerja. Di samping bekerja sama dengan rumah sakit, klinik dan layanan kesehatan lainnya, Stikes Bina Usada Bali menjalin kerja sama dengan enam panti jompo di Jepang. Mahasiswa bisa magang di tempat tersebut dan bahkan jika memenuhi kualifikasi diterima kerja di Jepang. Saat ini Stikes Bina Usada Bali telah mengirim 22 orang lulusannya untuk bekerja di
Jepang dan tahun ini rencananya memberangkatkan sembilan orang lagi. Untuk mendukung peningkatan kualitas Stikes Bina Usada Bali agar menjadi sekolah tinggi yang unggul, menurut Ketua Yayasan Bina Usada Bali Ir. I Putu Geria Astawa, MBA., M.M., pihaknya mendukung dengan menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Seperti tahun ini membangun enam kelas lagi yang disesuaikan dengan penambahan mahasiswa setiap tahunnya. Selain itu, mendukung dalam hal peningkatan kualitas SDM. ‘’Untuk peningkatan kualitas SDM, kami sudah mengirimkan dosen Stikes Bina Usada Bali untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,’’ ungkapnya. (ad530)
BNNK Badung Gelar Operasi Bersinar di Canggu Membangun Desa Bersih dari Narkoba
ANCAMAN narkoba tidak hanya menyerang perkotaan, tetapi sudah merambah pedesaan. Upaya pembangunan desa bersih dari narkoba pun menjadi langkah strategis yang harus direalisasikan demi melindungi desa dari ancaman narkoba. Mengingat hal tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung bersinergi dengan Desa Canggu, TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Badung melaksanakan Operasi Bersihkan Sindikat Narkoba (Bersinar) di tempat kos wilayah Desa Canggu, Minggu (14/7) kemarin. ‘’Operasi Bersinar diawali survei lokasi yang menjadi target atau sasaran oleh Tim Berantas BNNK Badung,’’ kata Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, S.H., M.H. didampingi Perbekel Desa Canggu I Nengah Lana, S.H. dan Kabid Ideologi dan Wasbang Badan Kesbangpol Kabupaten Badung I Made Arnaya, S.Sos. Menurut AKBP Masmini, kegiatan tersebut merupakan upaya untuk menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Desa Canggu. Mengingat penyalahgunaan narkoba kerap kali terjadi di tempat-tempat kos, terlebih Desa Canggu merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Badung. Operasi Bersinar tersebut melibatkan 75 personel yang terdiri atas personel BNNK Badung, perbekel, staf desa serta aparat dari Desa Canggu, Koramil 1611-03/Kuta, Polsek Kuta Utara, Badan Kesbangpol Badung dan Satuan Polisi Pamong Praja Badung. ‘’Dalam operasi kali ini, tim menyasar delapan tempat kos yang berada di wilayah Banjar
TES URINE - BNNK Badung bersinergi dengan Desa Canggu, TNI, Polri dan Satpol PP Kabupaten Badung melaksanakan tes urine dalam Operasi Bersinar di tempat kos wilayah Desa Canggu. Kayutulang, Banjar Pipitan, Banjar Canggu, dan Banjar Padang Linjong. Operasi dimulai pukul 04.30 Wita,’’ ujarnya. Adapun arahan yang disampaikan Masmini, maksud dan tujuan dari pelaksanaan Operasi Bersinar ini untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba di tempat kos. Dalam pelaksanaan tugas agar memperhatikan cara bertindak, etika dan sopan santun serta tidak menimbulkan kegaduhan. ‘’Jika ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkoba dari hasil pemeriksaan urine agar diamankan KTP, selanjutnya dilakukan pendalaman,’’ ungkap AKBP Masmini. Setelah tim melakukan pengecekan tempat kos, dilakukan pemeriksaan urine secara selektif terhadap penghuni tempat kos oleh petugas. Dari 50 sampel urine penghuni kos yang diperiksa, hasilnya satu orang positif amphetamine dan metham-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
petamine, sembilan orang positif methampetamine dan dua orang positif benzodiazepam. Selanjutnya, penghuni kos yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba diarahkan datang ke Kantor BNNK Badung guna dilakukan asesmen dan ditindaklanjuti dengan melaksanakan rehabilitasi. ‘’Kegiatan diakhiri dengan apel konsolidasi seluruh personel. Bapak Perbekel menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Operasi Bersinar. Diharapkan adanya kegiatan berkelanjutan dalam langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di desanya agar masyarakat memiliki sikap tanggap dan daya tolak terhadap segala bentuk ajakan penyalahgunaan narkoba, sehingga terwujud Desa Canggu bersih dari narkoba,’’ papar mantan Kabag Sumbda Polres Badung ini. (ad536)
DAERAH
Senin Umanis, 15 Juli 2019
5
Desa Pakraman Padangtegal Gelar Upacara ’’Sad Kertih’’ Gianyar (Bali Post) – Desa Pakraman Padang Tegal, Ubud, Gianyar menggelar Karya Agung Sad Kertih. Sebagai rangkaian upacara tersebut, dilaksanakan ritual tawur gentuh yang di-puput oleh lima orang sulinggih di catus pata desa pakraman setempat, Minggu (14/7) kemarin. Bendesa Pakraman Padang Tegal I Made Handra menerangkan, Sad Kertih diambil karena pihaknya bersama seluruh krama menjalankan ritual dengan enam unsur tersebut. ‘’Dimulai setahun lalu kami ambil Atma Kertih, kemudin pada 10 Juli 2019 jalankan meras tukad pada lima sungai sebagai simbol Danu Kertih. Kemudian pada 13 Juli kami laksanakan upacara pakelem sebagai simbol Segara Kertih,’’ katanya. Sementara itu, Bhuana Kertih dilaksanakan melalui ritual tawur agung pada catus pata di desa setempat. Upacara ini di-puput empat orang sulinggih dan seorang pemangku. ‘’Selanjutnya di Pura Dalem Agung Padang Tegal digelar padudusan agung sebagai rangkaian Bhuana Kertih,’’ ujarnya. Rangkaian upacara Sad Kertih ini akan digelar hingga 17 Juli mendatang. Tujuan ritual ini sebagai ungkapan terima kasih atas berkah dari alam yang diterima krama Desa Pakraman Padang Tegal. ‘’Upacara ini untuk menjaga keharmonisan dan sebagai wujud bakti kepada Tuhan atas karunianya selama ini,’’ jelas Handra. (kmb35)
RAZIA – Tim gabungan Kecamatan Buleleng melaksanakan razia duktang dan izin usaha kafe di kota Singaraja, akhir pekan lalu.
Bali Post/ist
Empat Duktang Langgar Administrasi Kependudukan
Singaraja (Bali Post) – Tim gabungan Kecamatan Buleleng akhir pekan lalu mengadakan razia menyasar daerah yang dipadati penduduk pendatang (duktang). Hasilnya, ditemukan empat duktang melanggar administrasi. Selain itu, dua usaha kafe (tempat hiburan malam - red) beroperasi tanpa dilengkapi izin dari instansi
terkait. Razia dipimpin Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara bersama Danramil Buleleng Kapten Inf. Rifai dan Wakapolsek Kota Singaraja AKP Nyoman Adika. Anggota tim memeriksa identitas duktang yang tinggal sementara di rumah kos atau rumah kontrakan. Seorang duktang yang ting-
gal di kota Singaraja tidak membawa KTP, sedangkan empat duktang yang bekerja di Buleleng hanya membawa KTP dari daerah asalnya. Duktang tersebut tidak mencari Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD) kepada pemerintah desa atau kelurahan di tempatnya tinggal. Atas pelanggaran itu, petugas memberikan peringatan dan meminta para duktang
segera mengurus dokumen administrasi kependudukan yang legal. Camat Buleleng Dody Sukma mengatakan, razia ini merupakan program terpadu antara pemerintah kecamatan, Koramil Buleleng dan Polsek Kota Singaraja dengan melibatkan Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Kecamatan Buleleng. Upaya ini
untuk menjaga situasi kamtibmas dan setiap duktang wajib mengantongi dokumen administrasi kependudukan yang sah. Sementara itu, dua lokasi kafe belum memiliki izin. Terhadap temuan ini, pihak manajemen usaha tersebut diingatkan agar segara mengurus izin, sehingga usahanya diakui. (kmb38)
terjadi penurunan persentase penggunaan kantong plastik periode Februari sampai April. Persentase penurunan bertambah mencapai 99,60% atau sekitar 12.981.234 lembar dibandingkan dengan data pemakaian kantong plastik pada 2018 atau sebelum Perwali 36/2018 diberlakukan. Selain itu, Pemkot Denpasar mengeluarkan Instruksi Wali Kota Denpasar No. 1 Tahun 2018 tentang Pengurangan Sampah yang mengatur pengurangan sampah termasuk sampah plastik sampai ke tingkat pasar tradisional dan usaha kegiatan lainnya di Denpasar. Melalui penerapan Peraturan Wali Kota Denpasar 36/2018 dan
Instruksi Wali Kota Denpasar 1/2018, volume penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional dan kegiatan usaha lainnya di Denpasar mengalami penurunan dengan persentase penurunan masing-masing 54,26% untuk pasar tradisional dan 86,27% untuk usaha lainnya yang berada di ruas-ruas jalan di Denpasar. ‘’Sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik pada pasar tradisional secara rutin dilaksanakan oleh Tim Pengurangan Sampah Plastik Pemerintah Kota Denpasar bersama Juru Pemantau Lingkungan (Jumali) disertai pembagian tas ramah lingkungan,’’ papar Wisada. (kmb12)
Bali Resik Sampah Plastik Dipusatkan di Pasar Anyar Sari
Denpasar (Bali Post) –
Bali Post/kmb35
TAWUR GENTUH - Suasana ritual tawur gentuh serangkaian upacara Sad Kertih di Desa Pakraman Padang Tegal, Ubud.
Cemburu, Istri Kedua Coba Bunuh Diri Bangli (Bali Post) Diduga cemburu dengan istri pertama suaminya, seorang perempuan di Desa Kedisan, Kintamani nekat mencoba bunuh diri. Korban Ni Putu M (42) mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas sabuk kain di rumahnya. Nyawanya berhasil diselamatkan lantaran sabuk yang digunakan untuk gantung diri putus. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Minggu (14/7) kemarin menuturkan, kasus gantung diri tersebut terjadi pada Jumat (12/7) sekitar pukul 18.30 Wita. Sebelum melakukan aksinya, korban sempat menelepon suaminya, I Nengah Warda (45), yang saat itu berada di wantilan Kedisan. Korban menelepon sambil menangis. Mendengar hal itu, saksi I Nengah Warda kemudian pulang ke rumahnya. Setibanya di rumah, saksi mendapati istrinya sudah dalam keadaan tergantung di kayu plafon menggunakan seutas sabuk sepanjang 3 meter. Terkejut mendapati hal itu, saksi kemudian meminta pertolongan ke Pospol Airud. Bersama petugas Pospol, saksi yang saat itu kembali ke rumah mendapati istrinya sudah berada di lantai dengan posisi terbaring. Diduga korban terjatuh karena sabuk kain yang digunakan untuk gantung diri putus. Oleh para saksi, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kintamani 1 untuk mendapat pertolongan medis. ‘’Korban selamat. Tidak mengalami luka, hanya syok dan saat ini korban dalam keadaan sadar,’’ kata Sulhadi. Berdasarkan keterangan yang dikumpulkan polisi, kasus percobaan bunuh diri tersebut nekat dilakukan korban lantaran kecewa dengan suaminya dan cemburu terhadap istri pertama suami korban. Agar tak mengulangi perbuatannya, petugas pun memberikan himbauan kepada korban dan saksi untuk membicarakan secara baik-baik apabila memiliki permasalahan. (kmb40)
Bali resik sampah plastik sebagai program Pemerintah Provinsi Bali dan Kota Denpasar dalam menjaga alam Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dipusatkan di Kota Denpasar bertempat di Pasar Anyar Sari, Desa Padangsambian, Minggu (14/7) kemarin. Kegiatan ini dihadiri Asisten III Pemerintah Provinsi Bali, pimpinan OPD Pemkot Denpasar, serta ribuan peserta dari unsur TNI, Polri, aparatur desa dan masyarakat setempat. Sebelum pelaksanaan kegiatan memungut sampah plastik, diberikan kantong sampah dan penjepit sampah kepada peserta. Kepala PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan, pihaknya telah melaksana-
kan program Pemkot Denpasar dan Pemprov Bali dalam pengurangan sampah plastik di kawasan pasar rakyat. Komitmen ini terus dilakukan guna memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pedagang dan konsumen di seluruh pasar yang ada di Denpasar. ‘’Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah memilih Pasar Anyar Sari sebagai pusat kegiatan pengurangan sampah plastik di Denpasar. Semoga kegia-
tan ini dapat memberikan dorongan untuk mengajak masyarakat dan pedagang membatasi plastik sekali pakai dalam mewujudkan Bali bebas sampah plastik sekali pakai,’’ ujarnya. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada, dari data survei bahwa sejak Perwali Nomor 36 Tahun 2018 diterapkan, andilnya sangat efektif dalam pengurangan sampah plastik di Denpasar. Pada Mei 2019,
Warung Global
Krama Bali Mesti Dilibatkan Dalam Perputaran Pariwisata PARIWISATA Bali perlu dikembangkan dan berinovasi tanpa menghilangkan kultur yang ada. Bali mesti Balistik dan tidak monoton. Konsep pariwisata yang dicanangkan pemerintah agar dilaksanakan dengan baik. Elemen kebudayaan seperti seni tari, tabuh, upacara adat dan agama, situs bersejarah agar dipelihara, ditata dan dirawat. Pendapat ini disampaikan Budiada di Tabanan dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Sabtu (13/7). Menurut Ardana di Gianyar, semua bidang tersentuh pariwisata namun tidak merata. Yang perlu dicatat adalah masih adanya
masyarakat miskin. Metode pengelolaan pariwisata harus diarahkan ke pengembangan demi kesejahteraan masyarakat. Kepedulian
pemerintah untuk meregenerasi dan mereformasi kepemimpinan dan manajemen pariwisata perlu dilakukan. Yasa di Denpasar menyatakan gemerlap pariwisata dan gemerincing dolar belum menciptakan kesejahteraan bagi krama Bali seluruhnya. Hal ini disebabkan oleh ketidakmerataan. Hanya beberapa daerah yang berenang dengan kemajuan dan kenikmatan dunia pariwisata. Pihak terkait agar bersinergi dengan hotel un-
tuk memajukan pariwisata. Buat aturan permanen dengan tujuan perbaikan dan kesejahteraan rakyat. Pendapat nyaris sama dilontarkan Alit di Karangasem. Hanya beberapa orang dan investor bermodal yang bergelimang harta karena pariwisata. Masyarakat tidak mengecap gemerlapnya sektor ini. Yang paling beruntung adalah pemilik hotel. Krama Bali harus dilibatkan langsung dalam perputaran pariwisata. Pemerintah perlu segera
mencarikan jalan keluar terbaik. Mitha di Badung menilai dunia pariwisata sudah mengubah alam dan keadaan Bali secara cepat, namun tidak diikuti oleh perubahan karakter dan mental masyarakat menuju ke arah itu. Peran pemerintah sangat dibutuhkan dalam melakukan pemerataan roti pariwisata ke seluruh kawasan di Bali. Jangan hanya mengembangkan dan fokus pada satu daerah agar tidak terkotak-kotak. (dika)
OPINI
6
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Cegah Tergerusnya Lahan Pertanian SUDAH menjadi kenyataan bahwa menjadi petani itu menderita di Indonesia. Pekerjaan yang penuh tantangan, mulai dari menanam padi sampai dengan memasarkan gabah. Hasil yang didapatkan pada akhirnya membikin frustrasi. Makanya tak salah, banyak generasi milenial enggan bertani. Mereka lebih memilih menjadi pekerja di kapal pesiar. Bahkan jadi buruh bangunan. Alasannya, hasilnya lebih pasti. Dalam kasus di Bali, persoalan petani sebenarnya tidak begitu rumit, kalau ada sinergi dengan sektor lainnya. Bali mempunyai industri perhotelan yang begitu banyak, dengan turis yang jumlahnya jutaan. Jika ditangani secara benar, profesional dan berkeadilan, tidak ada alasan harga produk pertanian anjlok. Sebab, akan terserap hotel yang jumlahnya ribuan. Namun faktanya, banyak petani yang mengeluh kesulitan menembus pasar di sektor perhotelan. Demikian pula apabila menyasar pasar swalayan. Ada persyaratan khusus yang sering sulit dipenuhi oleh petani. Belum lagi cara pembayarannya yang tidak langsung. Biasanya, petani perlu menunggu tiga bulan untuk memdapatkan uang dari pasar modern yang kini bertebaran di Bali. Permasalahan ini sebenarnya sudah didengar oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Menyusul diterbitkannya Pergub buah lokal. Namun, harus diakui hal tersebut belum sepenuhnya terealisasi. Sekali lagi, intervensi pemerintah untuk membantu petani memasarkan produknya di daerahnya sendiri harus dilakukan. Tidaklah adil kalau petani di Bali tidak mendapatkan pasar layak di daerahnya sendiri. Terbukanya alur perdagangan yang adil secara langsung akan membuka minat bagi masyarakat untuk terjun di bidang pertanian dan perkebunan. Regenerasi petani menjadi isu strategis belakangan ini. Isu ini tentu akan menjadi hal yang sangat mengkhawatirkan bagi Bali jika tak segera dicarikan solusi. Untuk itulah, Bali harus segera bergerak menyelamatkan pertaniannya. Tantangan ini juga akan terasa berat ketika keberpihakan tak dibangun sedini mungkin. Bahkan, jika abai terhadap pertanian Bali bukan hanya ketersediaan pangan yang menjadi ancaman, pelestarian budaya tradisi dan hancurnya tata kelola ruang di Bali juga akan makin terbuka. Maka sangatlah relevan jika ke depan, kita mulai melakukan langkah strategis melakukan upaya proteksi terhadap lahan pertanian Bali. Selama ini, optimalisasi pengelolaan pertanian Bali cenderung hanya nikmat di tataran wacana. Bahkan, politisasi terhadap isu-isu pertanian juga sering dilakukan. Indikator nyata dari keterpurukan pengelolaan sektor pertanian adalah makin menyusutnya lahan pertanian dan cadangan air irigasi menipis. Bisnis air kemasan dengan menggunakan sumber mata air dan air bawah tanah (ABT) justru marak. Air irigasi juga mulai dikelola untuk melayani air bagi pengembangan permukiman baru yang dikelola oleh pengembang. Realita ini tentu merupakan efek dari laju pertumbuhan penduduk Bali dan makin terbukanya Bali sebagai daerah tujuan wisata. Kini, saat pariwisata berbasis pedesaan juga menguat di Bali, potensi tergerusnya lahan pertanian juga menguat. Ini layak dicermati bersama. Banyak wisata desa yang menjadikan lahan pertanian sebagai objek dan pengembangannya membutuhkan fasilitas. Kondisi ini akhirnya membuat lahan pertanian harus dikorbankan untuk parkir, fasilitas pembangunan wisata desa, serta untuk fasilitas penunjang lainnya. Untuk itulah harus ada kajian yang matang untuk menentukan kelayakan suatu desa dikembangkan menjadi wisata desa. Jangan mengejar target terbentuknya wisata desa tanpa melakukan pengawalan yang jelas. Kualitas wisata desa hendaknya memerhatikan aspek-aspek lingkungan. Jangan sampai program pengembangan wisata desa ini justru menghancurkan tata kelola sektor pertanian dan membuat generasi muda menjauh dari pertanian.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dukungan Gerakan Bali Bersih Rasa syukur hidup di Bali, mungkin sudah menjadi bagian banyak orang. Bahkan, rasa syukur itu mungkin diucapkan lebih oleh pelaku usaha yang selama ini menikmati keuntungan di tanah Bali. Tapi kita tak cukup hanya bersyukur. Harus ada kepedulian yang lebih jelas dalam menjaga Bali. Jika memungkinkan perusahaanperusahaan besar di negeri ini juga ikut peduli Bali. Caranya dengan menyalurkan dana-dana sosial dan pembangunan lingkungan untuk Bali. Artinya, untuk menjaga Bali kita perlu gerakan nyata bukan sebatas syukur dan wacana. Yang saya rasakan perlu dukungan lebih adalah gerakan Bali Bersih yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Para pengusaha dan kalangan pariwisata di Bali perlu bersatu untuk ini. Gerakan Suksma Bali yang digagas Pemprov Bali mungkin bisa menjadi wadah yang ideal. Saya berharap gerakan Bali Bersih ini benar-benar membudaya dan terbangun di semua lapisan. Sekarang tinggal kita menumbuhkan kesadaran menjaga Bali. Gerakan Bali Bersih ini saya yakin bisa menjadi kebiasaan dan tanggung jawab moral jika ke depan jadwal gotong royong dilakukan lebih sering di tiap banjar. Artinya, untuk menjabarkan Bali Bersih harus ada komitmen, dukungan dana, serta gerakan yang didasari kesadaran personal. Pemerintah juga harus hadir dalam gerakan ini dengan memberikan contoh kepada publik. I Kadek Suparta Denpasar, Bali
Memikat Kaum Milenial Tekuni Agroekoteknologi Penyusutan lahan pertanian ke nonpertanian di Bali rata-rata berkisar 800-1.000 hektar per tahun. Penyusutan lahan pertanian terjadi terutama di kawasan wisata seperti Kuta, Nusa Dua (Kabupaten Badung), Kota Denpasar, dan Kabupaten Tabanan. Di wilayah Kota Denpasar misalnya, lahan pertanian di wilayah Subak Mergaya, Kecamatan Denpasar Barat menyusut drastis. Jika pada tahun 1976, lahan pertanian di Subak Mergaya 183 hektar, maka pada tahun 2012 menyusut menjadi 90 hektar (Pemkot Denpasar, 2013). Selain di Subak Mergaya penyusutan lahan pertanian juga terjadi di wilayah lumbung padi Bali, yakni di Kabupaten Tabanan. Total luasan sawah di Kabupaten Tabanan tahun 2011 adalah 22.435 hektar, turun menjadi 21.962 hektar tahun 2014, dan 21.089 hektar tahun 2017 (BPS Bali, 2018). Sejalan dengan penyusutan lahan pertanian, kontribusi sektor pertanian untuk PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Bali juga menurun. Sumbangan sektor pertanian untuk PDRB Bali pada tahun 2010 sebesar 17,2 persen menurun menjadi 13,8 persen pada 2018 (BPS Bali, 2018).
Oleh Made Sri Sumarniasih
D
i samping ada-nya penyusutan lahan, sektor pertanian di Indonesia juga mengalami kemandekan (involusi pertanian), menjadikan pertanian hanya sebagai tempat penampungan penduduk yang terus bertambah. Secara alami fenomena involusi pertanian ini terjadi karena di satu sisi luas lahan pertanian bersifat statis, terbatas, bahkan mengalami penyusutan, di sisi lain jumlah anggota keluarga petani terus bertambah. Tanah sepetak yang luasnya kecil milik keluarga petani, harus dibagi-bagi lagi menjadi lebih kecil-kecil untuk dibagikan ke anak-anaknya, agar setiap anggota keluarga yang semakin bertambah banyak itu memperoleh haknya, mendapat jatah untuk hidup meski dengan luasan lebih kecil. Inilah yang dimaksud oleh Geertz (1970) sebagai shared poverty atau kemiskinan terbagi. Fenomena kemiskinan dibagi rata ini diperkuat dengan prinsip mangan ora mangan waton ngumpul (makan tak makan asal kumpul), suatu sistem budaya yang didasari oleh budaya gotong royong, kekerabatan dan semangat komunal yang begitu kental di lingkungan komunitas petani setempat. Budaya petani yang cenderung statis, sulit move on ini menjadikan petani statis, sulit maju dan berkembang. Petani Milenial Sejalan dengan menyusutnya
lahan pertanian, kini pekerjaan sebagai petani hanya ditekuni oleh generasi tua yang berumur 50 tahun ke atas, sedangkan generasi muda Bali, yaitu anak-anak petani enggan menjadi petani melanjutkan profesi orang tuanya. Bahkan saat panen tiba, petani di beberapa kabupaten di Bali, seperti Denpasar, Badung, Tabanan, dan Jembrana mendatangkan tenaga kerja untuk memanen padi dari Pulau Jawa, misalnya dari Banyuwangi. Mengapa generasi milenial Bali enggan menjadi seorang petani? Pertama, keengganan generasi milenial Bali menjadi petani disebabkan oleh faktor gengsi, bertani berkubang lumpur, secara perhitungan ekonomi pengelolaan pertanian tradisional selama ini tidak menjanjikan kesejahteraan. Pendapatan usaha tani yang diperoleh petani tradisional Bali lebih kecil dibandingkan dengan penghasilan di sektor jasa pariwisata dan sektor lainnya. Hal ini secara jelas ditunjukkan oleh perkembangan Indeks Nilai Tukar Petani (NTP). Menurut BPS (2018), perkembangan NTP Bali dalam tiga tahun terakhir yaitu tahun 2016 sebesar 106,19 tahun 2017 sebesar 104,69 dan tahun 2018 menurun menjadi 103,48. NTP Bali yang cenderung menurun mengindikasikan kesejahteraan petani Bali cenderung menurun. Kedua, lebel atau status pekerjaan petani dianggap lebih rendah dan kotor daripada pekerjaan lain-
nya. Kendati memiliki hektaran sawah atau kebun, atau sebagai petani kaya (tuan tanah) namun merasa statusnya masih rendah, dibanding dengan status profesi lainnya. Akibat dari pelabelan “derajat petani yang rendah” ini, sebagian petani menghendaki agar anaknya bekerja di sektor lain, misalnya menjadi TNI, guru, ASN, pegawai bank, pegawai swasta, atau sektor jasa lainnya yang dianggap lebih bergengsi. Ironisnya, upaya memperoleh pekerjaan di luar petani tersebut dilakukan dengan menjual sebagian lahan pertaniannya untuk modal. Agar sektor pertanian tetap eksis atau berkelanjutan, maka dibutuhkan generasi melenial yang mampu menjadi petani masa kini dengan menerapkan teknologi industri 4.0. dan lebih khusus di pertanian dikenal dengan istilah teknologi pertanian 4.0. (Agriculture 4.0). Bali membutuhkan generasi petani milenial yang mampu mengelola sistem pertanian modern sesuai era revolusi teknologi industri 4.0 saat ini yang ditandai dengan digitalisasi dan otomatisasi di segala bidang kehidupan. Generasi milenial Bali harus mempersiapkan skill, memiliki perilaku yang baik (behavioral attitude), memperbaiki kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kompetensi diri di era global. Generasi milenial Bali harus pandai menata diri dan siap berkompetisi secara global. Generasi milenial Bali juga harus
mengambil peran aktif, menjadi pemain (subjek) sesuai minat dan bakat masing-masing. Generasi milenial Bali dituntut mampu berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan inovatif di segala bidang, termasuk mampu mengelola sistem pertanian modern yang lebih berdaya saing. Agroekoteknologi Pada era teknologi 4.0, implementasi agroekoteknologi antara lain adalah: (a) Smart Irrigation System. “Sistem irigasi pintar” ini mampu memantau cuaca, kondisi tanah, penguapan, penggunaan air tanaman dengan kondisi aktual lokasi, dan menyesuaikan jadwal penyiraman secara otomatis. Misalnya, saat suhu di luar ruangan meningkat atau curah hujan menurun, maka pengontrol irigasi pintar akan mempertimbangkan variabel spesifik lokasi, seperti jenis tanah, untuk tingkat aplikasi penyiram. Irigasi pintar, dimanfaatkan untuk mengatur kelembaban tanah sehingga tanah tidak gersang lagi dan dapat menjadi lembab sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pengendali sistem irigasi ini secara signifikan meningkatkan efisiensi penggunaan air di luar ruangan; (b) Smart Green House, adalah rumah yang dilengkapi dengan upaya pengaturan terhadap cahaya, air dan hal yang memengaruhi pertumbuhan tanaman dengan kualitas yang terbaik. Keunggulannya adalah dapat diakses menggunakan Smartphone, dapat diakses di mana saja dan kapan saja asal smartphone terkoneksi dengan internet. Smart Green House sudah diterapkan oleh para petani Israel di lahan gurun berpasir yang menghasilkan berbagai macam produk sayuran dan anggur; (c) Mekanisiasi pertanian, termasuk yang diwujudkan dalam bentuk teknologi. Automatic Tractor, sebuah teknologi di mana petani dapat mengontrol traktor dengan menggunakan remote (remote control). Dalam dasawarsa mendatang, pertanian diharapkan akan direvolusi dengan menggunakan traktor dan robot yang dapat mengemudi sendiri yang dapat melakukan tugas-tugas yang menyita waktu yang seka-
Menghukum Koruptor Terdidik
GODAAN untuk melakukan korupsi di negeri ini hingga kini masih demikian besar. Siapa pun orangnya memiliki peluang untuk tergelincir menjadi koruptor, termasuk para lulusan berbagai perguruan tinggi di negeri ini. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan, mayoritas koruptor di negeri ini adalah lulusan perguruan tinggi. Yang paling banyak ditangkap KPK sejauh ini adalah mereka yang bergelar S-2 (magister), lantas S-1 (sarjana) dan kemudian S-3 (doktor). Adapun koruptor yang lulusan sekolah menengah (SMA dan SMP) yang ditangkap KPK jumlahnya tidak begitu banyak. Kita tentu sedih karena sebagian besar pelaku korupsi ternyata adalah produk perguruan tinggi, yang notabene adalah kalangan terdidik. Diakui atau tidak, sebagian kampus perguruan tinggi kita telah ikut menjadi produsen para koruptor bagi negeri ini. Mungkin salah satu persoalan pokoknya bisa jadi berasal dari makin berorientasinya sistem pendidikan kita pada hasil akhir nan pragmatis berupa perolehan nilai, gelar atau pun selembar ijazah yang bermuara pada keuntungan materi. Padahal, pepatah Latin mengatakan, manusia belajar bukan untuk memperoleh nilai berupa angka-angka yang kadang bersifat relatif dan subjektif. Juga bukan untuk meraih gelar atau menggondol secarik kertas bernama ijazah. Belajar itu adalah proses tanpa
Oleh Djoko Subinarto akhir untuk meraih kemajuan diri insani. Namun, faktanya, sebagian besar lembaga pendidikan kita -- dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi -- justru menanamkan keyakinan bahwa belajar adalah alat untuk mengejar nilai dan surat tanda kelulusan serta penghargaan-penghargaan lain semisal hadiah, pujian, atau pun gelar. Nilai, gelar, maupun surat tanda kelulusan itu kemudian dipakai untuk syarat meraih jabatan dan kekuasaan. Parahnya, karena sejak duduk sebagai siswa hingga mahasiswa pola pemikiran mereka telah berorientasi kepada hasil akhir nan pragmatis, maka tatkala jabatan dan kekuasaan telah digenggam, jabatan dan kekuasaan itu pun lantas sebatas menjadi alat untuk menggapai keuntungan materi demi semata-mata kepentingan pribadi. Tidak lebih dari itu. Sama sekali tidak ada kepentingan lebih besar lagi yang harus diperjuangkan. Lebih parahnya, orientasi hasil akhir nan pragmatis berupa keuntungan materi itu dibarengi dengan budaya instan yang maunya ingin serbacepat. Kedua faktor inilah yang kemudian mendorong sebagian pemegang jabatan dan kekuasaan di negeri ini cenderung mengambil jalan
pintas dalam meraih kekayaan. Salah satu jurusnya adalah dengan melakukan praktik korupsi. Jadi, tak perlu heran, meski mereka berpendidikan tinggi, dengan gelar akademik mentereng, mengerti hukum, baik hukum negara maupun hukum agama, mereka sama sekali tidak sungkan-sungkan, tidak malu-malu, melakukan praktik korupsi lantaran dorongan ingin serbacepat itulah: ingin cepat kaya, ingin cepat mapan, ingin cepat terpandang. Ada yang berkeyakinan, seperti halnya penyakit infeksi, korupsi juga menular. Artinya, virus korupsi bisa menyebar dari satu individu ke individu lainnya atau dari satu kelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lainnya. Menurut Jaderick Pabico (2018), yang menulis makalah bertajuk ‘’Modeling Corruption as a Contagious Disease’’, penularan korupsi dimungkinkan dari adanya interaksi antara para koruptor dengan mereka yang -karena sejumlah kondisi -- rawan berperilaku korup. Dalam konteks Indonesia, contoh nyata kasus penularan korupsi ini salah satunya adalah praktik suap yang melibatkan para terpidana korupsi dengan para petugas lembaga pemasyaraka-
tan (lapas). Alih-alih mampu ikut menegakkan hukum dan keadilan, sebagian petugas lapas kita justru asyik berkolusi dengan para koruptor dengan jalan menerima suap dari para koruptor. Sebagai imbalannya, mereka kemudian memberi kemudahan dan keistimewaan bagi para terpidana korupsi selama menjalani hukuman bui di lapas. Kampus perguruan tinggi, dengan masyarakat terdidik di dalamnya, seharusnya menjadi garda paling depan dalam gerakan antikorupsi. Bukan malah menjadi garda terdepan dalam hal memproduksi para koruptor. Meskipun faktanya hari ini virus korupsi di negeri ini telah menyebar ke berbagai sektor kehidupan, toh karena ia bukan sesuatu yang alamiah dan permanen, kita harus tetap optimistik bahwa tidak ada kata mustahil untuk memberantas dan mencegah virus korupsi sehingga tidak semakin berkembang biak. Untuk itu, mata kuliah pendidikan antikorupsi perlu menjadi mata kuliah wajib di kampuskampus kita. Pada saat yang sama, para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di negeri ini perlu pula menandatangani surat perjanjian berupa kesiapan untuk dicabut gelar akademik dan ijazahnya tatkala suatu saat nanti yang bersangkutan terlibat dalam kasus korupsi.
rang dilakukan oleh manusia; (d) Perlu melakukan penelitian dan pengembangan secara berkesinambungan untuk menciptakan produk pertanian yang unggul, berkualitas dan memiliki daya saing. Untuk menghadapi revolusi industri ini, maka angkatan kerja yang akan menghadapi revolusi industri harus dipersiapkan dengan matang. Caranya dengan meningkatkan keterampilannya untuk memahami penggunaan teknologi atau kemampuan menggabungkan teknologi pada industri nantinya. Hal ini merupakan nilai tambah bagi tenaga kerja sehingga dapat tetap mengikuti perkembangan di industri 4.0. Oleh karena itu, pelajaran mengenai teknologi atau pengaplikasian teknologi pada berbagai kegiatan di sekolah dan di perguruan tinggi serta di masyarakat harus lebih digencarkan dan disosialisasikan. Jadi, prinsipnya untuk memikat generasi milenial bekerja di pertanian harus menerapkan agroekoteknologi 4.0, yaitu pertanian modern berwawasan lingkungan dan menggunakan kemajuan tekologi industri 4.0. Bilamana petani Bali mampu menghasilkan produk pertanian berkualitas dan berdaya saing tinggi, serta mampu memasarkannya di pasar global, maka otomatis kepercayaan diri dan etos kerja kuat petani bisa terbangun. Label petani yang selama ini dianggap sebagai “jenis pekerjaan atau profesi rendahan” bisa disingkirkan sejalan dengan meningkatkan citra positif petani. Jadi, untuk menarik minat generasi muda mau bertani, dengan menjadikan pertanian menjadi industri yang menjanjikan seperti sektor lain yang dikelola secara bisnis dan modern, dan yang tidak kalah penting adalah peran pemerintah dalam memfasilitasi industri 4.0 lewat regulasi dan aturan. Alhasil, ada payung hukum bagi pelaku usaha dan generasi milenial. Penulis adalah doktor pertanian, dosen Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana.
POJOK Jaga alam Bali perlu sinergi masyarakat dan pemerintah. - Perlu komitmen jaga Bali bersama. *** Pelaku IKM di Tabanan diminta persiapkan diri memasuki era industri 4.0. - Era baru di tengah krisis global. *** Alat pengolahan terbatas, hanya 48 persen sampah di Klungkung terkelola. - Klungkung pasti bisa atasi.
Penulis adalah kolumnis dan bloger
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Pelaku IKM Diminta Persiapkan Diri Masuk Era Industri 4.0
Tabanan (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan terus memacu Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk terus mengasah diri dalam pemanfaatan teknologi terkini. Diharapkan ke depan bisa dimanfaatkan untuk upaya mengenalkan produknya. Apalagi saat ini sektor industri memang dituntut sudah harus siap masuk ke era revolusi industri 4.0. Di era inilah kemajuan digitalisasi ditandai dengan maraknya perusahaan berbasis teknologi. IKM pun tentu saja tak luput terkena dampak kemajuan digital. Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan I Gusti Ayu Wiryati Ardiany seizin Kepala Dinas I Gusti
Arya Wardana menerangkan, terkait kesiapan era revolusi industri 4.0 khususnya untuk IKM di Tabanan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi dengan mendorong IKM agar melengkapi izin-izin yang harus dimiliki dalam melakukan usahanya, begitupun terkait dengan membuat kemasan produk yang bisa menarik konsumen, serta promosi melalui pelatihan-pelatihan yang berbasis IT. ‘’Upaya ini untuk mendorong para IKM agar menggunakan peluang yang ada di media sosial untuk memperkenalkan produknya,’’ terangnya, Minggu (14/7) kemarin. Hanya, diakui Gusti Wiryati, sampai saat ini memamg belum diketahui berapa IKM yang dirasa sudah siap dengan pemanfaatan teknologi sesuai
Bali Post/dok
IKM - Tabanan memiliki banyak IKM dengan beragam keunggulan produk yang dimiliki. Bahkan produk IKM Tabanan kerap hadir di tiap pameran, baik provinsi maupun nasional.
tuntutan era tersebut. Di Kabupaten Tabanan sendiri dari data Disperindag, hingga tahun 2018 jumlah IKM sebanyak 938 usaha. ‘’Kalau jumlah IKM yang sudah siap, kami belum bisa mendapat yang pasti karena memang baru persiapan-persiapan, namun melalui Perusda ada beberapa yang sudah via online,’’ ucapnya. Untuk mendorong perkembangan IKM di Kabupaten Tabanan, tiap tahun mereka telah diberikan pembinaan dan pelatihan yang anggaran bersumber dari provinsi. Seperti tahun ini, ada tiga pelatihan yang telah digelar, dengan jumlah peserta 30 orang per pelatihan. Yakni pelatihan pande besi di Batusangiang, pelatihan kemasan dan pelatihan tenun cagcag di Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan. ‘’Tergantung juga anggaran, karena kita usulkan dua tahun lalu ke provinsi, baru dapat tahun ini,’’ ucapnya. Selain pelatihan, bantuan peralatan juga kerap diberikan untuk membantu pengembangan IKM. Baik dari anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat ataupun dari dana APBD. Untuk bantuan alat ini seperti bantuan rumah produksi di Desa Buruan, Kecamatan Penebel dan mesin pembuatan minyak atsiri, bantuan peralatan untuk jajan di Desa Antapan, Kecamatan Selemadeg dan terbaru bantuan pengolahan batok kelapa untuk Kecamatan Selemadeg Barat. ‘’Hibah ke desa disesuaikan dengan kegiatan PIK usulan dari desa pada saat musren,’’ pungkasnya. (kmb28)
Kegiatan Bali Resik Sasar Selemadeg Tabanan (Bali Post) Kegiatan program Bali Resik yang dicanangkan Gubernur Bali terus digaungkan di tiap wilayah. Di Kabupaten Tabanan, kegiatan memerangi sampah plastik serentak dilaksanakan di seluruh kecamatan setiap bulan, kali ini menyasar Kecamatan Selemadeg, Minggu (14/7) kemarin. Sejak pukul 07.00 Wita, ratusan orang dari berbagai komponen masyarakat mulai dari pemerintah, instansi vertikal, siswa, masyarakat umum dan komponen masyarakat lainnya secara serentak bergerak melakukan aksi bersih-bersih sepanjang jalan Denpasar Gilimanuk atau tepatnya masuk Kecamatan Selemadeg, mulai dari Banjar Singin, Desa Selemadeg di bagian timur sampai Desa Antosari di bagian barat. Mereka dibagi disetiap titik dengan menyasar tempat-tempat umum, seperti pasar tradisional Bajera, terminal Bajera, sekitar tempat umum serta kahyangan desa. Dengan membawa karung plastik, para peserta satu-persatu mencari dan memungut sampah yang ada, terutama sampah plastik. Dalam waktu sekejap ratusan karung sampah plastik berhasil dikumpulkan. Selanjutnya dikumpulkan dan diangkut truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan. Kepala DLH Tabanan I Made Subagia mengatakan, kegiatan bersih-bersih sampah plastik yang dilakukan kemarin sebagai bagian untuk menyukseskan program Bali Resik perangi sampah plastik. Diakui, sampah plastik kini menjadi persoalan dan men-
jadi tanggung jawab bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik, serta mengurangi volume timbunan sampah plastik. “Kegiatan ini juga mengedukasi masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, untuk itu kami menyasar pasar dan fasilitas umum lainnya,” ungkap Made Subagia. Tidak hanya di Kecamatan Selemadeg, kegiatan bersihbersih sampah plastik juga dilakukan di seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan. Apalagi Sekda Tabanan juga telah mengeluarkan edaran kepada seluruh camat untuk menginstruksikan seluruh masyarakat melakukan aksi bersih-bersih bersama di lingkungan masing-masing dengan menyasar pura kahyangan, pemaksan serta pura lainnya di setiap desa menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta Purnama. “Kegiatan bersih-bersih ini tidak hanya di Selemadeg, tapi diseluruh Tabanan secara serentak,” ucapnya. Ditambahkan, kegiatan
7
TABANAN
Senin Umanis, 15 Juli 2019
ini terus dilaksanakan setiap bulan secara bergilir dipusatkan di setiap kecamatan. Selain itu, juga diharapkan, dalam aksi bersih-bersih ini juga sekaligus mengedukasi masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Kini juga ada gerakan Ecobrick sebagai salah satu langkah sederhana mengurangi sampah plastik. Dimana seluruh sekolah dan masyarakat diinstruksikan melakukan gerakan ini dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol mineral. Botol yang penuh sampah plastik ini akan dikirimkan ke SD di Mambang untuk membuat tembok panyengker dari botol plastik. Sekolah ini memang dikenal sebagai pelopor gerakan mengurangi sampah plastik dengan melakukan gerakan pemanfaatan kembali, salah satunya memanfaatkan Ecobrick untuk dijadikan tembok. “Ke depan mungkin untuk kanstin (pembatas) taman bisa menggunakan botol plastik ini, bisa portable dan mudah dibersihkan,” pungkasnya. (kmb28)
Bali Post/ist
RESIK - Kegiatan Bali Resik di Kecamatan Selemadeg, Minggu (14/7) kemarin.
Kesal Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Tanam Pisang
Tabanan (Bali Post) -
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, penanganan infrastruktur khususnya perbaikan jalan dilakukan dengan penerapan skala prioritas. Sebagian warga pun bahkan sudah cukup lama menunggu untuk mendapatkan giliran perbaikan jalan rusak di wilayah mereka. Namun karena sudah sekian lama tidak juga terealisasi, warga pun kesal dan melakukan aksi nyeleneh, seperti menanam pohon pisang dan pijer (bibit kelapa) tepat di tengah-tengah lokasi jalan rusak. Seperti yang terjadi di salah satu tanjakan ruas jalan Bajera menuju Desa Wanagiri, Selemadeg. Tepatnya di Banjar Kikian, Desa Pupuan Sawah. Di saat warga Tabanan di hari yang sama sibuk melakukan aksi bersihbersih sampah plastik, sebagian warga di jalur Bajera Wanagiri, Selemadeg justru melakukan aksi nyeleneh tersebut. Mereka menanam pohon pisang dan pijer di sebuah jalan tanjakan yang rusak parah. Bagian aspal semuanya mengelupas, tinggal bebatuan dan tanah. Hal ini memang dirasa menyulitkan bagi pengendara terutama sepeda motor. Kondisi ini sudah terjadi cukup lama dan tidak ada penanganan. Padahal warga sudah berulang kali mengusulkan agar jalur tersebut diperbaiki, namun belum ada respons. Warga sekitar rupanya sudah sangat kecewa dengan kondisi ini. Padahal jalur ini beberapa tahun lalu sudah di hotmix dan yang rusak hanya dibagian tanjakan. Kerusakan ini juga tidak terlepas dari kendaraan dengan beban berat yang lewat. Selain itu, juga tidak ada saluran drainase yang memadai sehingga saat hujan air meluber ke jalan menyebabkan jalan rusak. Camat Selemadeg I Putu Gede Wirawan ketika dikon-
firmasi mengaku juga mengetahui aksi itu. Dia pun mengaku belum mengecek langsung ke lokasi. Namun, menurutnya, secara umum jalan di jalur tersebut relatif bagus. Hanya memang ada beberapa bagian berlubang, karena tidak ada jalur air. Begitupun saat musim hujan tiba, air mengikis. “Memang ada yang rusak di beberapa bagian terutama di tanjakan,” jelasnya. Dikatakan, rusaknya jalan tersebut diduga karena saat pengaspalan (hotmix) tidak dibarengi dengan pembuatan drainase yang memadai. Akibatnya air meluber ke jalan dan merusak aspal. Warga sebenarnya sudah berkali-kali mengusulkan untuk perbaikan, namun karena anggaran daerah yang terbatas, jalur tersebut belum bisa diperbaiki. “Sebenarnya sudah diusulkan dua tahun lalu, bahkan kemarin sudah masuk list, hanya saja ditunda lantaran anggaran daerah defisit,” terangnya. Begitupun saat pengerjaan jalan memang tidak satu paket dengan drainase. “Saya sudah minta staf untuk mengecek langsung, dan meminta sementara dilakukan penambalan dengan limestone agar tidak sampai membahayakan pengendara yang melintas, apalagi di bagian
tanjakan,” ucapnya. Langkah penambalan dirasa sangat pas dilakukan sembari menunggu dinas terkait melakukan penanga-
nan lebih lanjut, agar tidak sampai menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu dihubungi terpisah, Kepala Dinas PUPRPKP I Made Yudiana mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Kabid Bina Marga untuk cek ke lokasi, dan ternyata status jalan di Banjar Kikian, Desa Pupuan Sawah, Selemadeg tersebut adalah jalan desa. (kmb28)
Bali Post/bit
PISANG - Aksi warga menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak sebagai bentuk kekecewaan mereka karena lama belum ditangani.
Kelanjutan RSUD Nyitdah Masuk Proses Tender Tabanan (Bali Post) Finishing pembangunan gedung E RS Nyitdah, Kecamatan Kediri direncanakan sudah mulai dikerjakan pada September 2019. Pasalnya, proyek fisik yang didanai dari BKK Provinsi senilai Rp 20 miliar lebih tersebut sudah masuk proses tender. Seperti disampaikan Kepala Bidang Bangunan dan Gedung Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan Kadek Faridatini Sueca, Minggu (14/7) kemarin, jika tidak ada kendala dalam proses tender diperkirakan pada Agustus sudah didapatkan pemenang, dan September sudah bisa pengerjaan. ‘’Semoga tidak ada kendala, Agustus minimal sudah dapat pemenang, sekarang masih proses tender,’’ terangnya. Lanjut dikatakannya, pembangunan gedung E yang sifatnya tidak multi years tersebut berlantai tiga. Nantinya dengan anggaran dari BKK Provinsi sebesar Rp 20 miliar lebih itu akan dilengkapi beberapa ruangan. Untuk di lantai satu dibangun poliklinik, lantai dua dibangun ruang pemulihan dan laboratorium dan lantai tiga dibangun ruang rawat inap dengan kapasitas 32 bad. Sementara itu dilihat dari website resmi Layanan Pen-
gadaan Secara Elektronik (LPSE), pembangunan lanjutan finising RSUD Nyitdah masih proses tender. Pendaftaran tender akan berakhir tanggal 22 Juli 2019. Dengan nilai pagu sebesar Rp 20.070.000.000 dan nilai HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp 20.069.998.894. Sementara di sisi lain kelanjutan pembangunan RSUD Nyitdah seperti wacana Ketua DPC PDI-P Tabanan yang juga Wabup Tabanan Komang Gede Sanjaya akan dibantu oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Hal ini diakui sebagai reward keberhasilan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Tabanan sebanyak 94 persen. Di mana untuk Tabanan re-
ward yang diberikan sesuai dengan permintaan daerah yakni akan digelontorkan dana pembiayaan kelanjutan pembangunan RS Nyitdah sebesar Rp 250 miliar. Seperti diketahui Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan membatalkan rencana peminjaman multi years ke PT SMI senilai Rp 201 miliar, untuk pembangunan Rumah Sakit Nyitdah. Ini sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah pusat terkait belanja mandatori atau belanja yang diharuskan oleh undang-undang, di mana anggaran infrastruktur dan fasilitas umum (belanja publik) sebesar 25% wajib dialokasikan dari total APBD. Dan kelanjutan pembangunan RS
Nyitdah rencananya akan menggunakan dana mandatori 25 persen dari dana alokasi umum (DAU) yang diterima Pemkab Tabanan. Saat ini sudah ada dua gedung dan satu gedung dalam tahap penyelesaian. Untuk bisa menjadi RS tipe C, masih dibutuhkan empat gedung. Dan operasional di RS Nyitdah pun sudah dijalankan dulu dengan kondisi yang ada saat ini, sembari menunggu pembanguan gedung lainnya yang rencananya akan dibangun untuk melengkapai seluruh fasilitas yang dibutuhkan sesuai standar yang diinginkan. Pemda Tabanan pun menargetkan pembangunan RS Nyitdah rampung 2021 mendatang. (kmb28)
NYITDAH - RSUD Nyitdah yang pembangunannya belum rampung.
Bali Post/bit
BULELENG
8
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Lestarikan Kawasan Buyan-Tamblingan
Galakkan Budi Daya Kopi Sekaligus Menjadi Paket Wisata Singaraja (Bali Post) – Kawasan Danau Buyan di Desa Pancasari Kecamatan Sukasada dan Danau Tamblingan di Desa Munduk Kecamatan Banjar dikenal sebagai kawasan hulu Bali yang disucikan secara niskala. Sejalan dengan perkembangannya, kawasan konservasi ini masih dihadapkan pada masalah kerusakan lingkungan. Di tengah persoalan itu, Pemkab Buleleng menggalakkan penanaman kopi yang sekaligus dijadikan paket wisata baru di Bali Utara. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) usai menghadiri Bali Bersih Touring & Fun tahun 2019 di kawasan Danau Tamblingan, Minggu (14/7) kemarin. Dalam acara ini, Bupati didampingi Wakil Bu-
pati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Gede Supriatna, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Buleleng. Bupati mengatakan, satu ancaman kerusakan lingkungan di kawasan BuyanTamblingan adalah petani di sekitar kawasan konservasi Buyan-Tamblingan melakukan budi daya tanaman yang tidak berfungsi untuk menjaga daerah resapan air. Jika beberapa tahun sebelumnya, petani menanam kopi, namun sekarang diganti dengan membudidayakan bunga pecah seribu, jeruk, dan tanaman hortikultura yang berproduksi singkat. Akibat pola pertanian itu, tanaman kopi yang tadinya menjaga resapan air, sekarang fungsi itu sudah berkurang
dan bahkan hilang. Kondisi ini membuat ancaman kekeringan hingga berdampak pada menyusutnya air Danau Buyan-Tamblingan. “Kita tidak menyalahkan masyarakat karena kepentingan ekonmi, kopi diganti dengan bunga atau jeruk yang notabene lebih memberi keuntungan ekonomis, namun ini tidak bisa dihindari berdampak pada ancaman kekeringan di daerah kita,” katanya. Menurut Bupati, permasalahan pelik itu belakangan mulai ditanggulangi dengan melakukan edukasi kepada warga terkait pentingnya menjaga kawasan konservasi di danau “Kembar” ini. Selain itu, melalui kebijakan pemerintahannya pada periode kedua ini, Bupati menggalakkan petani agar kembali me-
nanam kopi. Untuk memberikan hasil maksimal, bukan saja fokus pada budi daya kopinya, tetapi usaha tani tersebut akan dikembangkan menjadi paket pariwisata buatan di Bali Utara. Dengan cara ini, petani akan mendapatkan hasil tambahan dari kontribusi pengembangan wisata kopi dan tujuan besarnya bagaimana resapan air di kawasan konservasi BuyanTamblingan ini kelestariannya terjaga dengan baik. “Petani yang menanam kopi nantinya akan menjadikan usaha tani sebagai wisata, dan dari program ini saya yakin akan memberi kontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan di daerah konservasi Buyan Tamblingan,” katanya. Di sisi lain, Bupati mengatakan, program menga-
tasi kerusakan lingku-ngan konservasi tidak cukup oleh pemerintah saja. Akan tetapi, dukungan komponen masyarakat dan utamanya pihak ketiga diharapkan ada partisipasi riil. Seperti yang dilakukan Bali Post melalui event Bali Bersih Touring & Fun juga dijadikan program untuk membantu pemerintah menjaga kelestarian hutan dan menjaga ekosistem kawasan Danau Tamblingan dengan menanam pohon dan aksi tebar benih ikan (restocking). “Mudah-mudahan dukungan yang dilakukan Bali Post terus bertambah dan membantu menyosialisasikan program kami dalam lingkungan dan pada intinya komitmen kami menjaga kelestarian ekosistem lingkungan Buyan-Tamblingan. (kmb38)
Bali Post/mud
POHON – Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) melakukan penanaman pohon di kawasan Danau Tamblingan Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Minggu (14/7) kemarin.
GIANYAR
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Aksi Bali Resik di Pantai Lebih
Jumlah Sampah Plastik Turun Drastis Gianyar (Bali Post) Gerakan memungut sampah plastik kembali digelar serentak di Kabupaten Gianyar, Minggu (14/7) kemarin. Pada gerakan yang dipusatkan di Pantai Lebih, masyarakat dari berbagai komponen mengumpulkan 0,4 ton sampah plastik. Jumlah ini menurun dari sejumlah aksi yang digelar sebelumnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengakui sampah plastik yang terkumpul dalam aksi Minggu kemarin hanya 0,4 ton. Dikatakan, jumlah itu menurun drastis dari aksi sebelumnya. ‘’Kesadaran dan aksi rutin secara masif yang dilaksanakan masyarakat Gianyar dalam memerangi sampah plastik mulai menunjukkan hasilnya,’’ katanya. Saat kegiatan di Pantai Siyut beberapa waktu lalu, kata Kujus Pawitra, sampah plastik yang terkumpul mencapai 1 ton dari 3 ton sampah yang terkumpul. Kini sampah plastik yang terkumpul hanya 0,4 ton. ‘’Tidak hanya di bibir pantai, peserta juga kami gerakkan ke lingkungan pemukiman di Desa Lebih. Volume sampah plastik yang kami kumpulkan terus menurun dari sebelumnya,’’ ujarnya. Kujus Pawitra menam-
bahkan, selama ini perburuan sampah plastik dilakukan dengan konsep nyegara gunung. Konsep itu dilaksanakan dengan berburu sampah plastik di kawasan pantai, sungai, lingkungan pemukiman, banjar di semua desa, fasilitas umum, objek wisata hingga ke daerah pengunungan. ‘’Setelah sebelumnya digelar di Payangan atau di daerah pedesaan di dataran tinggi, pagi ini kita kembali ke segara (pantai-red) yang dipusatkan di Pantai Lebih,’’ katanya. Menurut Kujus Pawitra, keberadaan sampah di pantai merupakan salah satu tolok ukur kesadaran masyarakat. Sebab, sampah rumah tangga, pemukiman dan lainnya, khususnya plastik kerap bermuara di pantai yang dikirim melalui sungai. ‘’Syukurnya, sampah plastik di kawasan pesisir Gianyar kini mulai berkurang sehingga pantai mulai nampak bersih dari plastik,’’ katanya. Kujus Pawitra menambahkan, keterlibatan anak-anak dalam gerakan Bali Resik ini juga terus meningkat. Hal ini menjadai harapan utamanya, karena tradisi memerangi sampah plastik memang harus ditumbuhkan sejak dini, yakni mulai dari anak-anak. Sebagaimana kegiatan bersih pantai kali ini, selain siswa
sekolah, peserta dewasa juga menyertakan anak-anaknya untuk ambil bagian. Sebagai wujud apresiasi, pejabat energik inipun membagikan puluhan lusin buku tulis kepada anak-anak saat menyetorkan sampah plastik. ‘’Kebetulan menjelang tahun ajaran baru, kami apresiasi dan memotivasi keterlibatan anak-anak ini dengan pembagian buku tulis,’’ ujarnya. Menurut Kujus Pawitra, pelarangan penyediaan kantong plastik sekali pakai di tempat perbelanjaan, baik pasar modern maupun pasar tradisional serta pembatasan pemanfaatan perabotan plastik di rumah tangga dapat mengurangi volume sampah plastik ini. Namun, pihaknya tidak akan berhenti sampai di sini, karena penyadaran untuk meminimalisasi pemanfaatan produk plastik ini masih membutuhkan proses hingga menjadi sebuah kebiasaan atau mentradisi di masyarakat. ‘’Di beberapa pasar, masih kami temukan satu dua pedagang maupun pengunjung menggunakn kantong plastik ini. Karean itu, kami selalu membagikan kantong belanja ramah lingkungan kepada masyarakat, khususya ibuibu rumah tangga,’’ terangnya sembari membagikan ratusan kantong belanja ramah lingkungan. (kmb35)
Solusi untuk Penyelam yang Kerap Dekompresi
RSU Kasih Ibu Saba Segera Layani Terapi Hiperbarik RUMAH Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Saba gencar mencetuskan berbagai inovasi pelayanan. Kini rumah sakit yang berlokasi di Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar ini akan membuka pelayanan untuk terapi oksigen hiperbarik pada 17 Juli mendatang. Sebelum peresmian itu, RSU Kasih Ibu Saba menggelar seminar awam Terapi Hiperbarik untuk Kecantikan, Kebugaran dan Penyelam, Sabtu (13/7). Direktur RSU Kasih Ibu Saba dr. I Gede Ngurah Buana, M.Kes. menerangkan, terapi oksigen hiperbarik dulu merupkan suatu alat yang hanya digunakan terapi bagi para penyelam yang mengalami dekompresi. Namun sekarang sudah berkembang, terapi hiperbaik ini juga digunakan untuk terapi klinis lainnya. “Misalnya untuk penyembuhan luka, dan sekarang sedang digeliatkan adalah terapi hiperbarik untuk kecantikan dan kebugaran,” katanya.
Melalui terapi ini, kata Buana, RSU Kasih Ibu Saba telah melangkah ke medical tourism. Sebab saat ini banyak wisatawan di Bali maupun Indonesia timur yang menikmati wisata menyelam. Namun mereka kerap kesulitan berobat ketika mengalami dekompresi. “Tidak banyak rumah sakit memiliki terapi hiperbarik ini. Jadi, meraka yang mengalami dekompresi itu sangat kesulitan. Tetapi sekarang tidak perlu bingung, bisa langsung ke RSU Kasih Ibu Saba,” katanya. Dikatakan, di Bali yang memiliki banyak wisata menyelam hanya ada tiga rumah sakit yang memilik alat untuk terapi hiperbarik, yakni RSUP Sanglah dan RS Trijata. “Kita di RSU Kasih Ibu Saba memiliki alat dengan kapasitas enam orang, juga sudah kita rancang agar pengunjung senyaman mungkin, jadi tidak perlu merasa khawatir,” ujarnya. Buana menambahkan, RSU Kasih Ibu Saba bisa melayani pesien tidak hanya dari Bali,
SEMINAR - Suasana seminar awam Terapi Hiperbarik untuk Kecantikan, Kebugaran dan Penyelam di RSU Kasih Ibu Saba, Sabtu (13/7).
namun juga Indonesia khususnya Indonesia Timur. Sebab, RSU Kasih Ibu Saba sudah masuk dalam deretan rumah sakit yang bisa digunakan oleh para penyelam yang memiliki asuransi. “Pada umumnya para penyelam memiliki asuransi, dan kami juga difasilitasi asuransi itu. Nama RSU Kasih Ibu sudah masuk daftar, sehingga tinggal dirujuk,” katanya. Sementara itu, dalam seminar awam Terapi Hiperbarik untuk Kecantikan, Kebugaran dan Penyelam yang di selenggarakan di RSU Kasih Ibu Saba pada Sabtu lalu diisi oleh pemateri dr. Anita Devi, M.Si. Ia mengatakan, terapi hiperbarik awalnya memang untuk penyelam yang kerap naik ke permukaan secara tiba-tiba kemudian mengalami nyeri, paling parah bisa lumpuh sampai tidak sadarkan diri. “Belakangan ilmunya berkambang, terapi hiperbarik ini bisa mengantarkan oksigen sampai 10 hingga 15 kali lipat dibandingkan di luar, jadi sampai ke jaringan tubuh kita oksigen masuk,” katanya. Dikatakan, oksigen dalam tubuh dapat membantu membunuh kuman dan membentuk jaringan baru. “Untuk kebugaran pasien sehat yang sering menghirup udara polusi, dengan terapi ini bisa untuk detok. Sementara untuk kecantikan, terapi ini bisa membentuk kekenyalan kulit,” tandasnya. Ia mengapresiasi dibukanya terapi hiperbarik di RSU Kasih Ibu Saba, terlebih dengan kapasitas pelayanan yang lebih dari rumah sakit lainnya. “Harapan kita dengan dibukanya ini nanti lebih banyak pasien bisa terbantu,” tegasnya. (ad535)
9
MPLS Wajib Kedepankan Pendidikan Karakter
Gianyar (Bali Post) -
Usai berjuang dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), para siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sekolahnya masing-masing mulai Senin (15/7) hari ini. Selain pengenalan lingkungan sekolah, kegiatan MPLS harus mengedepankan pada penanaman karakter siswa. Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Gianyar I Wayan Sadra menegaskan hal itu, Minggu (14/7) kemarin. Menurut Sadra, saat ini pihaknya sedang menyiapkan surat untuk mengingatkan kembali seluruh kepala SD dan SMP di Gianyar agar dalam pelaksanaan MPLS tidak sampai terdapat pengurasan fisik. ‘’Sudah kami garap instruksinya, sebentar lagi akan disampaikan kepada masing-masing sekolah. Tidak ada kegiatan yang terlalu menguras fisik,’’ ujarnya. Sadra mengingatkan, tujuan MPLS adalah untuk pengenalan lingkungan sekolah kepada para siswa baru. Selain itu, bisa diisi dengan pemberian materi terkait pendidikan karakter yang baik kepada siswa baru, serta materi bela negara. Melalui pola itu, ia meyakini penyampaian materi lebih banyak di dalam ruangan. ‘’Harus lebih ditekankan pada pendidikan karakter. Meskipun ada materi di lapangan sedikit, itu lebih pada pengenalan lingkungan sekolah saja,’’ tegasnya. Sadra menambahkan, pelaksanaan MPLS akan berlangsung selama tiga hari. Setelah itu, agar dilanjutkan dengan penyesuaian pembelajaran sesuai kalender pendidikan. Mulai hari pertama sampai ketiga, pihaknya akan memantau pelaksanaan MPLS, dengan langsung turun ke sekolah-sekolah di Kabupaten Gianyar. Apabila ada sekolah yang melanggar instruksi, Sadra memastikan pihaknya akan memanggil kepala sekolah bersangkutan. ‘’Harus diberikan pemahaman agar tidak ada lagi sekolah yang mengisi MPLS dengan aksi perpeloncoan. Tapi, saya rasa di Gianyar tidak ada karena dari tahun ke tahun tidak ada yang sampai di luar ketentuan,’’ ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MPLS - Salah satu SMP negeri di Gianyar sedang melaksanakan geladi pembukaan MPLS, Minggu (14/7) kemarin.
Ruang Tahanan Polsek Sukawati ’’Overload’’ Gianyar (Bali Post) Selama pertengahan Juni hingga Juli 2019, jajaran Polsek Sukawati cukup gencar dalam mengungkapkan kasus
kriminal. Bahkan, tercatat sudah ada 14 tersangka di wilayah Kecamatan Sukawati yang diamankan polisi. Tingginya jumlah tangkapan
Bali Post/kmb35
TAHANAN - Belasan tahanan yang ditahan di Polsek Sukawati, beberapa waktu lalu.
ini membuat ruang tahanan di Polsek Sukawati overload. Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun, S.H. mengatakan, sepanjang Operasi Pekat Agung yang berakhir pada 12 Juli lalu, jajarannya bergerak cepat mengungkap kasus kriminal. ‘’Total ada 14 tersangka. Itu dominan kasus pencurin dan penipuan,’’ ujar mantan Kanit Buser Polres Gianyar itu. Jaya Winangun mengatakan, ruang tahanan Polsek Sukawati saat ini overload. Kapasitas tahanan untuk sel tersebut hanya lima orang, namun saat ini terisi lebih dari jumlah itu. ‘’Kapasitasnya hanya lima tahanan, tapi sudah terisi lebih dari itu. Padahal sebagian juga sudah kita titip di Mapolres Gianyar,’’ katanya. Meskipun overload, kata
Jaya Winangun pihaknya tetap berupaya menjaga kondisi para tahanan. Penitipan sejumlah tahanan di Mapolres Gianyar itu dilakukan untuk menghindari ruang pengap, tahanan tidak bisa tidur, juga dikhawatirkan tahanan kabur. ‘’Kalau overload, khawatir tahanan kabur,’’ ujarnya. Jaya Winangun menambahkan, dari 14 orang tersangka itu terdapat dua wanita harus dititip di Mapolres Gianyar karena Polsek Sukawati tidak memiliki ruang tahanan untuk wanita. Selain itu, pihaknya kini juga mempercepat pengerjaan berkas penyidikan belasan kasus tersebut, sehingga ada satu kasus sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Gianyar untuk selanjutnya bisa mengikuti persidangan. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Vakum 10 Tahun Basudeva Krisna dan Panca Pandawa Makepung Gubernur Cup Kembali Digelar Ikuti Gubernur Cup Negara (Bali Post)– Dari ratusan pasang kerbau peserta Makepung Gubernur Cup 2019, Minggu (14/7) kemarin, empat pasang di antaranya merupakan kerbau milik Putu Darsana. Pria yang berasal dari Banjar Munduk, Desa Kaliakah ini sejak kecil telah berkecimpung dalam tradisi Makepung dan menggeluti Makepung secara turuntemurun dari leluhur. Pada event kali ini, tim dari Desa Kaliakah yang masuk di Ijogading Barat ini menurunkan empat pasang misa (kerbau), tiga pasang di kelompok (kelas) C yakni Panca Pandawa dan satu pasang di kelompok (kelas) A yang dinamai Basudeva Krisna. Di kelas bergengsi (kelompok A) Basudeva Krisna yang mendapatkan nomor 9A berhasil memenangkan balapan. Di empat pasang misa yang diturunkan itu, Darsana yang seorang pengusaha di Denpasar ini memasang masing-masing satu joki. Selain kerbau yang kuat dan handal, peran joki dalam pertandingan ini sangat diperlukan. Joki juga dituntut memiliki stamina fit, kejelian dan taktik dalam balapan, agar tidak jatuh dan dapat mengendalikan misa hingga finish dan menang. Khusus untuk para joki Makepung-nya ini, Darsana memberikan suplemen Madu Bima 99. Madu pahit hitam super ini terbukti menjaga stamina joki dan memenangkan balapan. “Makepung ini merupakan tradisi turun temurun. Termasuk di keluarga
Bali Post/kmb26
BERGENGSI – Sepasang misa (kerbau) Basudeva Krisna yang berhasil memenangkan balapan dalam kelas bergengsi kelompok A dalam Makepung Gubernur Cup, Minggu (14/7) kemarin. kami, sudah mendarah daging. Bukan hanya sekadar menang dan kalah, tetapi bagaimana ikut berpartisipasi,” ujar pria yang pernah berkecimpung dibidang pariwisata ini. Latihan serta perawatan Misa sebelum lomba mutlak dilakukan. Dalam event Gubernur Cup yang digelar di Sirkuit Samblong Ijogading Barat, kelompok yang diikutinya pada event Gubernur Cup, Minggu (14/7) kemarin memenangkan kelas atau kelompok bergengsi (A) dengan skor telak. Meski secara keseluruhan dari tiga kelompok A, B
dan C jumlah skor dimenangkan Ijogading Timur. Pada kelompok A, 10 pasang kerbau yang ikut bertanding di kelas ini, kelompok Ijogading Barat (berbaju dan bendera hijau) memenangkan delapan balapan. Sedangkan lawannya Ijogading Timur (berbaju merah dan bendera merah) yang merupakan tuan rumah, hanya memenangkan dua balapan. Namun di dua kelompok lainnya, yakni kelompok B dan C, Ijogading Timur mendominasi dan meraih skor total 33. Sementara Ijogading Barat 29. (kmb26)
Negara (Bali Post) – Setelah vakum selama sepuluh tahun, event Mekepung Gubernur Cup kembali digelar di era Gubernur Wayan Koster. Event yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Provinsi Bali itu juga dalam memeriahkan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara yang ke-124. Makepung yang digelar di Sirkuit Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Jembrana ini dilepas oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Minggu (14/7) pagi. Makepung Gubernur Cup tahun ini juga disaksikan langsung Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa serta unsur Forkopinda Jembrana hingga usai. Gubernur Wayan Koster juga turut menyerahkan piala kepada masing-masing pemenang lomba, dengan juara umum Ijogading Timur. Tahun ini, Ijogading Timur menerjunkan 116 pasang kerbau, sedangkan Ijogading Barat menerjunkan 146 pasang kerbau. Perlombaan yang dilaksanakan di Sirkuit Samblong tersebut berlangsung seru, joki masing-masing tim saling berupaya keras mengalahkan lawan-lawannya. Belasan ribu penonton termasuk sejumlah wisatawan asing nampak hadir memenuhi sirkuit sepanjang 1.200 me-
ter tersebut. Para joki dari blok Ijogading Barat mendominasi Regu A, sedangkan blok Ijogading Timur sukses mendominasi dua regu, yakni Regu B dan C. Dengan perolehan total skor 33 untuk Ijogading Timur dan skor 27 untuk Ijogading Barat. Salah satu peserta pakepungan asal Kaliakah, I Putu Darsana, menyambut baik digelarnya kembali Makepung Gubernur Cup ini. Menurutnya, pelaksanaan Mekepung Gubernur Cup di Sirkuit Samblong ini sudah baik dan memacu para sekaa untuk lebih berkembang. Gubernur Bali Wayan Koster usai menyerahkan piala mengatakan, digelarnya Makepung Gubernur Cup kembali adalah upaya untuk pelestarian tradisi budaya yang ada di Jembrana. “Ini adalah tradisi unik yang harus kita lestarikan. Tradisi Makepung merupakan warisan budaya yang hanya ada di Kabupaten Jembrana. Jadi patut kita lestarikan dan ke depan akan kita kembangkan terus agar Makepung ini semakin dikenal sehingga pariwisata di Jembrana semakin berkembang,” ujar Koster dan menambahkan, Makepung Cup ini akan dikembangkan lagi seperti melalui Festival Makepung. Apresiasi senada dengan digelar kembalinya event Makepung Gubernur Cup juga disampaikan Wakil Bu-
truk dengan total 90 ekor sapi. Masing-masing truk berisi 15 ekor, 30 ekor, 20 ekor dan 25 ekor sapi. Pemeriksaan dilakukan tepat setelah di loket tiket masuk Pelabuhan Gilimanuk. Selain memeriksa dokumen untuk pengiriman, petugas juga memastikan jumlah sapi dalam truk sudah sesuai. ‘’Seluruhnya memenuhi syarat, dokumen langkap, izin ada dan fisik sapinya sehat. Sesuai kuota dan ketentuan dalam Perda 10 Tahun 2017,’’ terangnya. Sidak ini akan dilakukan sewaktu-waktu khususnya di pintu-pintu keluar Bali. Sesuai Perda Nomor 10 Tahun 2017, pengiriman sapi Bali keluar pulau diperbolehkan asalkan bukan yang produktif. Baik itu sapi betina maupun anak sapi. (kmb26)
SIDAK – Petugas gabungan dari Disnak Provinsi Bali, Dinas Perizinan, Satpol PP dan kepolisian melakukan sidak terkait pengiriman sapi Bali ke luar pulau melalui Gilimanuk.
Bali Post/kmb26
MAKEPUNG - Gubernur Bali Wayan Koster bersama para sekaa makepung pemenang Makepung Gubernur Cup yang digelar di Sirkuit Samblong, Minggu (14/7) kemarin. pati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Menurut Kembang, wujud perhatian Gubernur Bali itu mampu menambah semangat serta gairah sekaa makepung dalam pelestarian seni budaya asli Jembrana. Sebagai pengembangan daya tarik wisata, ia mengusulkan tahun depan agar bisa digelar festival makepung. Festival itu dengan memodifikasi kemasan event tanpa merubah tradisi serta orisinalitasnya. “Kita ingin konsepnya dimodifikasi dengan festival makepung selama tiga hari, jadi ada rangkaiannya. Hari pertama ada festival kuliner, kerajinan serta clothing.
Di sana disajikan berbagai kuliner lokal Jembrana juga berbagai olahan daging kerbau sebagai nilai tambah. Selanjutnya hari kedua ada makepung lampit mempergunakan sawah basah di sekitar sirkuit. Puncaknya barulah ditutup makepung darat,” katanya memaparkan. Kembang mengatakan, tentunya nanti akan ada evaluasi serta catatan yang akan dibahas dalam forum grup diskusi untuk merealisasikannya. Dengan caracara demikian, ia meyakini pelestarian Makepung makin mudah, makin diminati serta budaya asli itu bisa dijaga kelestariannya. (kmb26)
Tim Gabungan Sidak Pengiriman Sapi Bali di Gilimanuk
Negara (Bali Post) -
Tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi Bali, Sabtu (13/7) malam melakukan sidak pengiriman sapi Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Sidak yang melibatkan Dinas Perizinan, Satpol PP Provinsi dan kepolisan ini mengecek kelengkapan perizinan pengiriman sapi Bali ke luar pulau. Tim memastikan pengiriman sudah sesuai dan mengikuti aturan terkait perlindungan sapi Bali. Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali Wayan Mardiana mengatakan, sidak yang dilakukan bersama tim gabungan pada Sabtu malam ini selain mengecek di Gilimanuk juga dilakukan pengecekan di Pasar Beringkit secara acak. Dari sidak ke lapangan, tim gabungan melakukan pemantauan tepat di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk dan diketahui tidak ada indikasi penyimpangan, baik dokumen maupun jumlah sapi yang diangkut. ‘’Semua yang kami cek dokumen sudah
sesuai, begitu pula jumlah sapi yang diangkut untuk dikirim sesuai dengan dokumen,’’ ujarnya. Dari beberapa truk yang diperiksa, kata Mardiana, ada pengiriman dokumen tiga set. Namun, pengiriman menerapkan shift. Ada jeda waktu pengiriman pagi dan siang dengan dokumen yang sama. ‘’Izin dokumennya 45, tapi dikirim dengan dua truk masing-masing 22 ekor dan 23 ekor. Namun waktunya berbeda, pagi dan sore. Ini kita evaluasi,’’ tambahnya.
Semestinya pengiriman dua truk tersebut dilakukan beriringan. Menurut Mardiana, tahun ini kuota sapi Bali yang dikirim keluar Bali sebanyak 31.600 ekor. Kepala Bidang Tramtib Satpol PP Provinsi Bali I Komang Kusumaedi mengatakan, Satpol PP Provinsi Bali memastikan bahwa dokumen izin dan sapi yang akan dibawa keluar Bali sudah lengkap dan sesuai Perda 10 Tahun 2017. Dari hasil sidak di Gilimanuk pada Sabtu sore hingga malam didapati ada empat
Bali Post/kmb26
BPD Bali Cabang Negara Gelar Program Cinta Pasar di Pasar Banjar Tengah
CINTA PASAR – Sejumlah karyawan dan karyawati BPD Bali Cabang Negara seusai kegiatan Program Cinta Pasar di Pasar Anyar Banjar Tengah. Program ini untuk mengenalkan sekaligus menjaring nasabah baru.
BANK Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Negara menggelar kegiatan Cinta Pasar di Pasar Umum Banjar Tengah, Sabtu (13/7). Program Cinta Pasar ini merupakan upaya BPD Cabang Negara guna mendekatkan diri dengan masyarakat khususnya para pedagang dan pembeli di pasarpasar tradisional di Jembrana. Kepala BPD Bali Cabang Negara Ida Bagus Surawan mengatakan, kegiatan Cinta Pasar ini merupakan salah satu bentuk action plan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB)
BPD Bali Cabang Negara. Program Cinta Pasar ini menyasar pasar-pasar di Jembrana secara rutin dan untuk pertengahan 2019 ini menyasar di Pasar Banjar Tengah. ‘’Tujuannya memperkenalkan produkproduk BPD Bali terutama di kalangan para pedagang pasar dan juga upaya meningkatkan pertumbuhan jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK),’’ ujarnya. Kali ini, BPD Bali Cabang Negara sengaja menyasar di pasar Banjar Tengah Negara dikarenakan pasar ini akan
dijadikan pilot project program E-Retribusi Pasar kerja sama Pemkab Jembrana dengan Bank BPD Bali. ‘’Program e-retribusi ini akan diterapkan dan saat ini sudah hampir selesai proses pendataan para pedagang,’’ kata Surawan. Sesuai dengan rencana ERetribusi Pasar ini rencananya akan di-launching Agustus mendatang sebagai kado HUT Kota Negara. Selama kegiatan yang digelar sejak dini hari ketika aktivitas pasar di tengah kota itu ramai, melalui program ini berhasil menjaring
puluhan nasabah baru. Selain itu, para pedagang yang sudah menjadi nasabah BPD Bali juga dikenalkan dengan produk BPD Bali lainnya seperti Tabungan Hari Tua (THT). Untuk menarik dan menghibur para pedagang dan pembeli pasar, kegiatan disertai dengan hiburan rakyat. Selama lebih kurang dua jam, sebanyak 37 orang pedagang membuka rekening di BPD Bali Cabang Negara. Sebelumnya, ada 50 dari 197 pedagang di Pasar Umum Banjar Tengah sudah menjadi nasabah BPD Bali. (ad531)
Senin Umanis, 15 Juli 2019
KARANGASEM
11
BPBD Kembali Distribusikan Air Bersih
Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mendistribusikan air bersih kepada warga. Terakhir, BPBD kembali menyalurkan air bersih kepada warga di Banjar Bau Kawan dan Bau Kangin, Desa Nawakerhi, Abang. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, untuk pendistribusian air bersih kepada warga, pihaknya menjalin kerja sama dengan PMI Karangasem. Untuk distribusi kali ini pihaknya menggunakan
dua unit mobil tangki. ‘’Air bersih yang diangkut menggunakan mobil tangki milik BPBD kita salurkan ke di Banjar Dinas Bau Kangin. Sementara air bersih yang diangkut mobil tangki milik PMI Karangasem didistribusikan ke warga Banjar Bau Kawan. Kita distribusikan air sebanyak 20 ribu liter. Satu unit mobil tangki berisi 10.000 liter air,’’ ujarnya. Arimbawa menambahkan, bila ada permintaan pendistribusian air bersih dari perbekel, maka pihaknya berupaya semaksimal mungkin
untuk membantunya. Tentunya, pihaknya tetap melakukan survei ke lapangan untuk memastikan apakah benar bahwa warga di desa tersebut memang krisis air bersih atau tidak. ‘’Kalau memang ada desa yang warganya kesulitan air bersih kita selalu siap membantunya. Karena sudah memang menjadi kewajiban kita untuk membantu warga bila kekurangan air bersih. Pada intinya, bila ada permintaan air bersih kita siap distribusikan ke warga,’’ jelas Arimbawa. (kmb41) Bali Post/kmb41
Subak dan Kelompok Tani Terima Bantuan Alsintan ALSINTAN - Subak dan kelompok tani di Karangasem saat menerima bantuan alsintan.
Amlapura (Bali Post) Sebanyak 17 subak di Karangasem menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari Dinas Pertanian. Bantuan alat yang diberikan ini diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi pertanian.
Bali Post/kmb41
AIR BERSIH - BPBD Karangasem saat mendistribusikan air bersih ke warga.
Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Wayan Supandi, Minggu (14/7) kemarin mengungkapkan, bantuan alsintan yang diberikan kepada subak meliputi 6 unit traktor, 3 unit cultivator, dan 8 unit power thresher. Kata dia, subak atau kelompok tani yang menerima bantuan ini proposalnya sudah masuk tahun 2018. ‘’Ban-
tuan alsintan ini bersumber dari dana APBN 2019 yang pengadaannya oleh Kementerian Pertanian,’’ ujarnya. Supandi menambahkan, alsintan ini diberikan karena belakangan semakin sulit mencari tenaga kerja di bidang pertanian. Untuk itu, pemerintah meluncurkan program penyediaan dan pengembangan sarana perta-
nian salah satunya pemberian mesin pertanian ini. ‘’Sebelumnya, kita sudah memberikan bantuan alsintan kepada kolompok tani dan subak seperti mesin traktor, thresher, harverter, transplamer, power thresher, handsprayer, corn seller dan cultivator,’’ katanya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri
berharap dengan adanya bantuan alsintan ini, maka petani dapat memperbaiki dan memberikan pembenahan infrastruktur pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian dan swasembada pangan di Karangasem. ‘’Kita juga berharap lewat bantuan ini mampu meningkatkan kemampuan petani dalam meningkatkan produksi dari segi kualitas maupun kuantitas. Serta mampu mempercepat pengelolaan tanah menjadi lebih baik lagi,’’ harap Sumatri. (kmb41)
Pexi Targetkan Dua Emas di Porprov Amlapura (Bali Post) Persiapan terus dilakukan cabor Persatuan Xianggi Indonesia (Pexi) Karangasem jelang hajatan olahraga multi-event dua tahunan Porprov Bali yang bakal berlangsung di Tabanan, September mendatang. Bahkan saat ini, para atlet sudah menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) untuk menghadapi ajang tersebut. Ketua Pengkab Pexi
Karangasem I Nyoman Rauh, Minggu (14/7) kemarin mengungkapkan, jelang menghadapi Porprov nanti, atlet saat ini sudah mulai menjalani pemusatan latihan atau training center (TC). TC mulai dilakukan pada 9 Juli lalu. ‘’Kita telah menghadirkan pelatih master untuk memberikan pelatihan selama empat hari untuk memberikan materi terkait Pexi ini. Dua master yang kita da-
tangkan dari luar Bali yakni Batam yakni Tjong San dan Atong. Mereka full satu hari memberikan materi dari pagi sampai sore,’’ ujarnya. Rauh menambahkan, sebelum menghadapi Porprov nanti, para asuhannya sudah sering megikuti kejuaraan di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan, pada Kejurprov, Juni lalu, atlet Pexi Karangasem berasil mendulang juara II di kategori senior. ‘’Pada
Oktober nanti bakal mewakili Bali di Kejurnas Singkawang. Semoga ajang nanti bisa kembali menorehkan prestasi yang lebih baik,’’ harapnya. Dia menambahkan, dalam ajang Porprov nanti, Karangasem mendapatkan jatah tujuh atlet yang seharusnya diikuti sebanyak 12 orang. Kata dia, dalam Porprov bakal ikut Xianggi cepat beregu dan perorangan putra, Xianggi stan-
dard beregu dan perorangan putra, mix cepat dan mix standard. ‘’Dalam Porprov pelatih menargetkan meraih dua keping medali emas. Target yang dibebankan cukup realistis. Jadi, butuh semangat dan kerja keras agar target bisa dicapai. Semoga saja dengan persiapan yang sudah dilakukan selama ini target tersebut bisa direalisasikan oleh anak-anak,’’ harap Rauh. (kmb41)
Bali Post/kmb41
ARAHAN - Pelatih master Tyong San dan Atong didampingi Manajer dan Ketua Pengkab Pexi Karangasem saat memberikan arahan kepada atlet.
KLUNGKUNG
12
Kabupaten Bandung Tertarik Terapkan TOSS Gema Santi BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung Anak Agung Kirana menerima kunjungan Kerja Pemkab Bandung dipimpin oleh Bupati Bandung Provinsi Jawa Barat H. Dadang M. Nasser bertempat di kediaman Bupati Klungkung Banjar Siku, Kamasan, Sabtu (13/7). Bupati Bandung H. Dadang M. Nasser dalam kunjungannya menyatakan keinginannya untuk mempelajari cara kerja Program Inovasi Pemkab Klungkung yakni TOSS Gema Santi. Dalam implementasinya dapat membantu mengelola sampah di Pemkab Klungkung dan juga menghasilkan energi listrik. TOSS Gema Santi merupakan program inovasi yang sudah dikenal secara nasional.
Pemkab Bandung berencana akan memanfaatkan keunggulan dari Program Inovasi Pemkab Klungkung tersebut, yang nantinya TOSS ini akan digunakan untuk mendukung menyukseskan program Pemerintah Kabupaten Bandung di bidang lingkungan. ‘’Dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia, kami mengharapkan program TOSS dapat membantu pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung dan hasil dari Inovasi TOSS ini dapat digunakan oleh masyarakat dalam bentuk energi listrik,’’ ujar Dadang M. Nasser. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan Program Inovasi Pemkab Klungkung yakni TOSS Gema Santi ini sesungguhnya multifungsi. TOSS memiliki fungsi selain mengatasi permasalah-
KUNJUNGAN KERJA - Rombongan kunjungan kerja Pemkab Bandung saat datang ke kediaman Bupati Suwirta, Banjar Siku, Kamasan. Bupati Bandung H. Dadang M. Nasser dalam kunjungannya menyatakan keinginannya untuk mempelajari cara kerja Program Inovasi Pemkab Klungkung yakni TOSS Gema Santi.
an sampah yang ada di perkotaan juga dapat mengatasi kekurangan pasokan listrik. Bupati Suwirta menambahkan, keunggulan dari program TOSS ini antara lain tidak adanya proses pemilahan. Jadi, sampah akan diolah secara langsung melalui proses peuyeumisasi, briketisasi/ peletisasi, dan gasifikasi, dengan menggunakan bio activator, dalam waktu tiga hari bau hilang, dan dalam waktu sepuluh hari volume sampah sudah berkurang, program TOSS akan menghasilkan briket dan pelet dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk proses memasak dan listrik. Bupati Suwirta mengharapkan Program TOSS dapat diimplementasikan dengan baik di Kabupaten Bandung, sehingga membantu Kabupaten Bandung dalam mengelola Sampah. Bupati Suwirta juga berharap Inovasi TOSS Gema Santi ini bisa menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah. Program seperti TOSS ini tidak hanya menjadi usaha lokal tetapi bisa menjadi skala nasional. Rombongan kunjungan kerja Pemkab Bandung juga mengajak FKPD, FKUB Kabupaten Bandung, dan General Manager Unit Pembangkit dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Listrik Kamojang Budi Wibowo. Turut hadir dalam kegiatan kunjungan kerja tersebut, General Manager PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali IGAN Wardiana Yasa. Seusai melakukan kunjungan kerja, rombongan kemudian mengunjungi TOSS yang berlokasi di Desa Gunaksa. (ad532)
Dibantu TNI Bangun Rumah Baru Nengah Jaga Bersyukur SENYUM sumringah I Nengah Jaga dan keluarga mengembang ketika melihat rumah barunya mulai berdiri. Warga asal Desa Nyanglan Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini, meski tengah dirundung kemiskinan, namun ada kegembiraan tersirat, setelah rumahnya menjadi salah satu sasaran objek program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105 tahun ini. Jaga mengaku bersyukur, karena dengan kesehariannya sebagai petugas kebersihan Desa Nyanglan, jelas tidak sanggup untuk memperbaiki tempat tinggalnya itu. Rasa syukur Jaga diungkapkan saat ditemui di rumahnya, Minggu (14/7) kemarin, seusai pulang kerja sebagai tukang angkut sampah Desa Nyanglan. Keluarga Nengah Jaga dan Made Ortiasih merupakan pasangan suami-istri kurang mampu yang tinggal di rumah yang direhab dalam program TMMD ke-105. Pasutri tersebut tinggal di rumah yang sempit dan nyaris roboh. Dia pun semakin giat mengisi waktu dengan mengumpulkan sampah untuk memperoleh biaya tambahan guna membantu TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke-105 dalam merenovasi rumahnya.
‘’Saya tidak menyangka, TNI melakukan program seperti ini. Saya sangat bersyukur,’’ kata Jaga. Kemiskinan Jaga sudah cukup lama, sehingga dia dan istri tinggal di rumah sederhananya selama bertahuntahun. Kondisi lututnya yang sakit-sakitan membuatnya terbatas dalam melakukan aktivitas. Apalagi, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang angkut sampah dan petugas kebersihan tersebut, hasilnya tidak seberapa. Beruntung istrinya juga giat bekerja sebagai buruh tani untuk mendapatkan pendapatan lebih. Tidak hanya anggota satgas dan warga sekitar yang
membantu Jaga dan keluarganya dalam memperbaiki rumah, Perbekel Desa Nyanglan I Nyoman September pun simpati atas kondisi keluarga Jaga. Bahkan, dia ikut turun langsung membantu Satgas TMMD renovasi rumah keluarga miskin tersebut. Nengah Jaga merupakan satu di antara beberapa warga di Nyanglan yang menerima bantuan serupa dari Pemkab Klungkung. Satu bantuan bedah rumah diprogramkan sejak awal TMMD ke-105. Adapun bentuk bantuan lainnya, seperti satu bantuan jamban diberikan untuk melengkapi fasilitas Pura Pujung Sari di tengah TMMD berlangsung. (gik)
BANTU BANGUN RUMAH - TNI saat membantu warga miskin di Desa Nyanglan membangun rumah dalam agenda TMMD ke-105.
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Tegakkan Perbup tentang Reklame Rokok
Bupati Suwirta Tertibkan Iklan Rokok di Warung BUPATI Klungkung Nyoman Suwirta kian menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam menyelamatkan warga dari ancaman bahaya rokok. Dia terus bergerak melakukan sosialisasi hingga penertiban di setiap tempat dan kesempatan. Seperti yang dilakukan Minggu (14/7) kemarin, Bupati Suwirta melakukan penertiban iklan rokok pada sebuah warung yang ditemuinya saat melakukan aksi Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik. Warung milik Nengah Natra di Jalan Kenyeri Kelurahan Semarapura Klod ini kedapatan tertempel iklan rokok pada sisi luar pintu warungnya. Stiker iklan rokok berukuran 45cm x 30 cm ada yang sudah lama dan beberapa tampak masih baru ini terlihat memenuhi setengah pintu warung yang juga pemilik bengkel cat. ‘’Saya sempat kaget, Klungkung yang sudah menyatakan diri sebagai daerah tanpa iklan rokok dan tertib KTR, ternyata masih ada iklan rokok dan iklan ini tampak masih baru atau baru terpasang,’’ ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta mengaku cukup heran melihat realitas tersebut. Mendapati kondisi itu, Bupati Suwirta bersama beberapa Polisi Pamong Praja yang turut mendampingi, langsung mengambil tindakan dengan membuka paksa stiker iklan rokok tersebut. Sedangkan kepada pemilik warung, Bupati Su-
wirta mengingatkan untuk tidak coba-coba menempel/memasang iklan rokok. Karena Klungkung telah mengikrarkan diri sebagai daerah tertib Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal ini dibuktikan dengan dite-
gakkannya Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang KTR, Perbub Nomor 5 Tahun 2016 tentang Reklame Rokok dan Pelaksanaan KTR serta SK Bupati Nompr 22 Tahun 2017 tentang Tim Pembina KTR.
MEROBEK - Bupati Suwirta saat merobek sendiri iklan rokok yang tertempel di warung-warung warga, di Kelurahan Semarapura Klod, Minggu (14/7) kemarin.
‘’Perda, Perbup maupun SK Bupati ini merupakan langkah awal kita dalam pengendalian para perokok. Saya tidak melarang orang merokok, tetapi mengatur sesuai perda, sehingga bisa menyelamatkan masyarakat yang tidak merokok. Sementara yang sudah merokok bisa mengurangi, bahkan harapan terbesarnya adalah berhenti untuk merokok,’’ ujar Bupati Suwirta. Kepada para distributor maupun produsen rokok, Bupati Suwirta kembali mengingatkan untuk tidak coba-coba memasang iklan rokok dalan bentuk apa pun di wilayah Kabupaten Klungkung. Jika kedapatan tetap melanggar memasang iklan, maka pihaknya tidak segansegan melakukan penerapan sanksi tegas. Sedangkan kepada Satpol PP, dinas terkait dan prajuru desa untuk ikut bersama-sama menertibkan dan lebih menggencarkan lagi penertiban iklan atau reklame rokok. ‘’Mari selamatkan warga di sekitar kita dari ancaman rokok. Perokok pasif juga tidak kalah bahaya, dari dampak orang perokok aktif,’’ tegasnya. (ad533)
Alat Pengolahan Terbatas Hanya 48 Persen Sampah Terkelola
Semarapura (Bali Post) Eks TPA Sente kini dalam fokus penanganan pemerintah daerah. Sampah tersebut tetap diupayakan untuk dikelola, sehingga mampu mengurangi tumpukan sampah yang diproduksi setiap hari yang mencapai 12 truk. Namun, karena keterbatasan alat pengolahan sampah pemerintah daerah baru bisa melakukan pengolahan terhadap 48 persen per hari. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Kirana, Minggu (14/7) kemarin, mengatakan sampah perkotaan yang masuk ke eks TPA Sente berjumlah rata-rata 12 truk. Dari 12 truk tersebut, 2 truk diolah untuk pelet dalam program TOSS, 4 truk dikelola untuk pupuk organic, dan 2 truk yang sudah dipilah untuk (organik) diminta oleh masyarakat sebagai pupuk. Sisanya, 4 truk lagi dipilah oleh pemulung. Karena sisa 4 truk tersebut, biasanya berisi sisa makanan yang bisa dimanfaatkan untuk makanan babi, sisa sayuran untuk makanan sapi, plastik yang biasa didaur ulang untuk dibawa ke bank sampah. ‘’Namun, karena keterbatasan alat pengolah sampah, sampah yang dikelola baru bisa mencapai 48 persen per hari,’’ ujar Kirana. Pemkab Klungkung kini terus meningkatkan keseriusannya dalam pengolahan
sampah. Apalagi, menurut Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 mengenai Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sejenisnya dinyatakan agar dilakukan upaya pengurangan sampah masuk TPA sebanyak 30 persen dan sisanya 70 persen dapat dikelola. Ini juga sejalan dengan Perda Kabupaten Klungkung Nomor 07 Tahun 2014 mengenai Pengelolaan Sampah. Terhadap persoalan ini, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta bersama Sekda Winastra langsung menggelar rapat koordinasi terbatas di Ruang Rapat Praja Mandala, Minggu kemarin. Dalam arahannya, Bupati Suwirta menyampaikan agar instansi terkait segera melakukan koordinasi untuk mencari alat yang kapasitasnya lebih besar, sehingga pengolahan sampah bisa lebih maksimal di Eks TPA Sente. Bali Resik Sampah Plastik Selain terus mematangkan penanganan sampah di eks TPA, perburuan sampah plastik juga terus dilakukan, sesuai dengan program Pemprov Bali dalam Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik. Seperti yang terlihat Minggu kemarin, Pemkab Klungkung memusatkan aksi tersebut di seputar Terminal Semarapura, Pasar Galiran hingga ke permukiman penduduk di
Jalan Kenyeri Lingkungan Galiran dan Jalan Matahari Lingkungan Desa Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod. Aksi melibatkan ribuan peserta terdiri dari TNI, Kepolisian, ASN serta siswa setingkat SMA/SMK. Selanjutnya ribuan peserta bergerak menyebar mengambil sampah plastik. Dalam aksinya kali ini, Bupati Suwirta yang didampingi Ny. Ayu Suwirta bahkan sampai harus masuk ke got untuk memungut sampah plastik. Berkat aksinya itu, tercatat lima kantong besar penuh sampah plastik berhasil dikumpulkan. ‘’Mungkin orang mengira saya melakukan ini semua demi pencitraan. Tetapi kalau
tidak kerja malah dikatakan tidak mau kerja. Biarlah mereka bicara apa, saya melakukan hal semacam ini sudah sejak dulu. Makanya tidak canggung jika harus melakukan kegiatan bersihbersih seperti ini,’’ kata Bupati Suwirta. Selain memungut sampah plastik, Bupati Suwirta juga menegur beberapa pelaku usaha di Jalan Kecubung dan Jalan Kenyeri akibat kedapatan membuang sampah plastik dan pecahan gelas di area pertamanan dan tanah kosong. Dari aksi ini, total sampah plastik yang berhasil dikumpulkan mencapak sekitar 257 kilogram dari aksi serentak di empat kecamatan. (kmb31)
KURANGI SAMPAH - Untuk mengurangi sampah plastik, dibagikan sekitar 2.000 tas belanja kepada masyarakat saat kegiatan Bali Resik Sampah Plastik.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Umanis, 15 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales &Sopir kanvas L300 SMSWA081338085868/081999251555 B.BP.001.07.19.0000399
Dcr Kryawan/ti kerja srbutan Hub.081338085868/081999251555 B.BP.001.07.19.0000396
Dbthkn Salesman 3 Orng,Min.SMA Max30Th.Kend Sendiri & SIM C. Akunting Pria 1 Orng,Min D3 Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.BuluhIndah 75 Dps.T:9072907 B.BP.001.07.19.0000498
SERVICE
Cari Tk Jarit borongan utk garmen Dalung Buduk. Hub:087861703508,081337799215 B.BP.004.07.19.0000514
1.Adm pengalaman,ulet&motivasi 2.Kasir toko.Lam&interview WA 08123817910 Jl.G.Adakasa 35 Dps Bonus Bagi yg berprestasi B.BP.001.07.19.0000471
Cr Sopir Srbt bs matik+PRT wnt bs masak tdr dlm 085238127777 B.BP.004.07.19.0000527
Dcr karyawati Laundry Jl.Pulau Adi I/10 Dps Hub.085738799145 B.BP.001.07.19.0000525
SERVICE
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dcri Karyawan/ti Toko Listrik berpengalaman,Jimbaran,4725905 B.BP.004.07.19.0000411
Dicari 1 SMK Listrik Bisa Komputer,Telp.0361-426189 B.BP.001.07.19.0000508
Dicari Laundry Manager pengalaman min 1th. kirim CV ke careers@adiwanahotels.com / Hub.081904041417
Dcr wnt/pria Adm srabutan.Llsn SMK/SMA,Gaji+bns.BawaLamaran langsung ke Jl.Ratna No.23 Dps B.BP.001.07.19.0000427
Dicari Sopir SIM B1 Lam ke CV. Tristar Jl Cargo 24.Tlp:413324 B.BP.001.07.19.0000467
Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426
Dicr:Pengawas Proyek punya SIM C&A,Security Hub:081236258886 B.BP.001.07.19.0000370
Sales,Sopir,Kpala Bag.Akunting (S1) H.081558096445/4745296
B.BP.004.07.19.0000446
B.BP.001.07.19.0000448
DIJUAL MOBIL
BENGKEL LAS SERVICE
BIRO JASA
KONTRAKTOR
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
KIA
DIJUAL TANAH
Picanto’2006 AT 65 Juta Nego Gass Poll Hub.08123845976
Dijual Tnh 3 are Baturiti Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433
B.BP.001.07.19.0000526
B.BP.004.07.19.0000095
PROPERTY
PROPERTY
DISEWAKAN TANAH
Dikont Tnh Lok Jl.Antasura Dps pgr sungai jln 2M.087761756970 B.BP.001.07.19.0000480
RUPA-RUPA
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.07.19.0000496
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Tnh Pth Nambi,Pgr Jln aspal 4m 2,35A 600Jt Globl 085238127777
BUC.Dijual Rumah Perum Dalung III. Hubungi:081936264166
Hanya 35Jt,10Bln kemudian Anda Sudah Bisa bawa pulang 1 Unit Expander.Perjanjian Notaris. Hub:081915643018/08983164099WA
B.BP.001.07.19.0000439
B.BP.001.07.19.0000500
B.BP.004.07.19.0000528
BANGLI
14
Senin Umanis, 15 Juli 2019
’’Pujawali’’ di Pura Jati Diawali ’’Pepada Atos’’ Bangli (Bali Post) – Pamedek silih berganti memadati areal Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Minggu (14/7) kemarin. Umat pedek tangkil ngaturang bhakti serangkaian upacara pujawali yang digelar di pura setempat. Sesuai dudonan karya, upacara pujawali di Pura Jati diawali dengan prosesi Ida Batara-Batari kodal dilanjutkan lunga ke Parahyangan Pura Jati pada Jumat (12/7) lalu. Selanjutnya pada Sabtu (13/7) lalu dilaksanakan prosesi nuur tirta di Puncak Gunung Batur dan bhakti panganyar. Pada Minggu kemarin, yang merupakan puncak pujawali di Pura Jati, dilaksanakan prosesi pepada atos dan dilanjutkan dengan upacara pujawali. Upacara panyineban akan dilaksanakan pada Senin (15/7) ini, dengan menggelar prosesi mesineb dilanjutkan dengan Ida Batara-Batari budal (kembali) ke Pura Ulun Danu Batur. Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duuran yang ditemui siang kemarin, mengatakan upacara pujawali di Pura Jati dilaksanakan dua hari sebelum Purnama Kasa. Sesuai aedan
karya, pada Senin ini Ida Batara katurang pujawali di Sila Rupit. Keesokan harinya tepat pada rahinan Purnamaning Kasa, Ida Batara katurang pujawali di Pura Puseh. ‘’Jadi, diawali dari hari ini Ida Batara katurang pujawali di Pura Jati, setiap purnama berikutnya upacara terus dilaksanakan tidak pernah putus sampai Purnama Kadasa,’’ terangnya. Terkait dengan pelaksanaan prosesi mapepada atos pada Puncak Karya Pujawali kemarin, Jero Gede Batur Duuran menjelaskan, sarana yang digunakan yakni berupa hewan kambing dan sarana atos serbamentah. Makna dari pelaksanaan mapepada atos adalah sebagai wujud umat membayar kaul sekaligus wujud syukur dan ucapan terima kasih krama kepada Ida Batara yang telah memberikan keselamatan dan kesejahteraan. Melalui pelaksanaan pujawali di Pura Jati, Jero Gede Batur Duuran mengajak umat untuk selalu ngerastiti bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Semoga jagat Bali dan seisinya selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Petani ikan di wilayah Danau Batur waswas. Pasalnya Danau Batur lagi menyemburkan belerang. Kondisi ini berdampak pada terancamnya kehidupan ikan yang banyak dibudidayakan petani dalam keramba jaring apung (KJA).
yaknya kematian ikan akibat belerang, pria yang juga Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangli ini mengaku telah mengurangi kepadatan KJA-nya. Jika biasanya satu lubang KJA diisi hingga 1.000 ekor bibit ikan, jelang bulanbulan munculnya semburan belerang ia menguranginya menjadi 400 ekor bibit. (kmb40)
Bali Post/kmb40
PUJAWALI - Prosesi pepada atos serangkaian pujawali di Pura Jati, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Minggu (14/7) kemarin.
Petani Ikan Waswas Produksi Listrik PLTS Meningkat 52,79 Persen Belerang Muncul Lagi di Danau Batur Bangli (Bali Post) – Produksi listrik yang dihasilkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi meningkat 52,79 persen selama tiga bulan terakhir. Peningkatan terjadi setelah pihak Perusahaan Daerah Bhukti Mukti Bhakti (Perusda BMB) melakukan upaya perbaikan terhadap sejumlah komponen serta pembersihan panel surya yang selama ini kondisinya berlumut dan berkerak. Direktur Perusda BMB Alit Putra, Minggu (14/7) kemarin mengungkapkan, selama ini produksi listrik yang dihasilkan PLTS tidak maksimal. Produksi mengalami penurunan hingga 50 persen dari kondisi normal. Penurunan produksi listrik disebabkan lantaran kondisi panel yang kurang terawat. Ia mengatakan banyak panel surya di PLTS kondisinya berjamur, kotor, hingga berkerak. Selain itu, penyebab lain karena banyaknya pepohonan yang tumbuh rimbun di sekitar lokasi PLTS yang mengakibatkan bayangan pohon menutupi panel surya. ‘’Selain itu, penyebab lainnya karena banyak anjing yang masuk ke areal PLTS dan berjemur di atas panel,’’ ungkap pria yang baru menjabat sebagai direktur Perusda BMB sejak
Maret lalu itu. Untuk mengoptimalkan kembali produksi listrik di PLTS berkekuatan 1 mWp tersebut, pihaknya pun kemudian melakukan sejumlah upaya. Di antaranya dengan melakukan perbaikan terhadap sejumlah komponen alat yang mengalami kerusakan ringan. Selain itu, pihaknya juga melakukan metode pembersihan yang benar terhadap 5 ribu panel surya yang ada, sehingga daya serapnya kembali maksimal. ‘’Kita bekerja sama dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) untuk memangkas pohon-pohon, baik yang ada di areal PLTS maupun luar PLTS, agar bayangan pohon tidak jatuh ke panel. Karena dengan adanya bayangan pohon itu berpengaruh terhadap produksi listrik,’’ terangnya. Pihaknya juga melakukan penutupan tempat yang selama ini menjadi akses masuknya anjing ke areal PLTS. Keberadaan titik air ditambah sehingga memudahkan petugas melakukan pembersihan panel. Untuk menjaga keselamatan karyawan dalam bekerja, Perusda BMB kini membekali karyawannya dengan peralatan keselamatan seperti helm, kacamata, sarung tangan, dan peralatan lain yang mendukung. ‘’Jadi, dengan itu
sekarang karyawan lebih mudah melakukan pembersihan panel dibandingkan dulu,’’ ungkapnya. Sementara itu, disinggung mengenai rencana penambahan panel surya untuk meningkatkan produksi listrik PLTS, Alit mengatakan tidak ada rencana untuk itu. Pihaknya kini fokus melakukan peningkatan produksi dengan upaya perawatan terhadap komponen PLTS. ‘’Upaya kita sekarang sifatnya lebih ke maintenance yang baik. Mengenai penambahan panel belum ada. Karena tidak ada yang perlu ditambah,’’ jelasnya. Alit menargetkan, ke depannya PLTS di Bangklet tidak hanya menjadi penghasil listrik. Namun juga pusat wisata edukasi tentang energi terbarukan. Dikatakannya, selama ini cukup banyak perguruan tinggi maupun sekolah yang mengirimkan mahasiswa atau siswanya untuk belajar ke PLTS. ‘’Kita ingin ke depan, Bangli jadi teknopark. Selain PLTS, ada juga pembangkit listrik energi terbarukan lainnya seperti biomasa dan sampah. Technopark ini bisa diintegrasikan dengan wisata lainnya seperti culturepark, geopark, agropark, dan religionpark,’’ imbuhnya. (kmb40)
Seorang petani ikan di Desa Kedisan, Ketut Jembawa, Minggu (14/7) kemarin mengungkapkan, semburan belerang sudah terjadi sejak Sabtu (13/7) malam. Tandatanda munculnya semburan belerang terlihat dari adanya perubahan warna pada air danau. Ia mengatakan semburan belerang di Danau Batur merupakan fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahun pada bulan Juli hingga Agustus. Sebagaimana pengalamanan tahun sebelumnya, biasanya semburan belerang terjadi paling lama sepekan, atau paling cepat tiga hari. Meski sudah menjadi fenomena rutin, Jembawa mengaku tetap saja khawatir. Ia khawatir ikan yang kini dipeliharanya di KJA banyak mati, seperti pengalaman tahun lalu. Untuk mengantisipasi terjadinya kematian ikan secara sporadis, ia saat ini memilih untuk tidak memberikan makan ikan sebelum fenomena semburan belerang berakhir. ‘’Paling tidak seminggu tidak diberi
makan. Kalau diberi makan, saya khawatir ikannya turun ke dasar danau dan itu menyebabkan potensi kematian ikan besar,’’ jelasnya. Menurutnya, meski tidak diberi makan, ikan di KJA masih bisa tetap bertahan hidup. ‘’Yang berpengaruh hanya perkembangannya,’’ ujarnya. Ia menambahkan, potensi kematian ikan lebih besar terjadi pada usia 4-6 bulan. Di mana pada usia tersebut, ikan sudah siap dipanen. Sementara ikan di bawah 4 bulan potensi kematiannya lebih kecil karena ikan tersebut lebih sering berada di permukaan. Adanya semburan belerang di Danau Batur juga diungkapkan petani ikan lainnya di Desa Buahan, Made Antara. Ia mengatakan semburan belerang yang diketahui terjadi sejak Sabtu (13/7) malam awalnya muncul di kawasan Kedisan dekat dermaga. Kemudian menyebar ke Buahan.
Antara mengatakan hingga Minggu kemarin semburan belerang tidak begitu parah. ‘’Kalau anginnya seperti sekarang, rasanya dua hari saja belerangnya sudah hilang,’’ ujarnya. Untuk mengantisipasi ban-
KJA di Danau Batur, Kintamani.
Bali Post/kmb40
OLAH RAGA
Senin Umanis, 15 Juli 2019
Petenis Rumania Pertama Juarai Wimbledon
London –
Keberhasilan Simona Halep memenangkan grand slam Wimbledon 2019 membuat namanya tercatat dengan tinta emas. Halep menjadi petenis Rumania pertama yang memenangkan trofi di Wimbledon. Duduk sebagai unggulan ketujuh, Simona Halep berhasil mengalahkan Serena Williams di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Sabtu (13/7) malam. Pada pertandingan itu Halep menang telak 6-2, 6-2. Menurut catatan, sebelum Halep, petenis Rumania tersukses di Wimbledon adalah Ilie Nastase. Nastase dua kali tembus final Wimbledon, tepatnya pada tahun 1972 dan 1976. Namun, di dua kesempatan itu Nastase cuma bisa mengamankan predikat runner-up. Tak heran, Simona Halep begitu emosional ketika memenangkan gelar perta-
manya di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London. Ia bahkan menyebut gelar ini sebagai bagian dari mimpinya sejak masik kanak-kanak. ‘’Ini merupakan sesuatu yang sangat istimewa. Saya memimpikan hal ini ketika masih berusia 10 tahun,’’ kata Halep, Minggu (14/7) kemarin. Gelar ini sekaligus wujudkan mimpi ibundanya. Apalagi ibunda bersama keluarganya menyaksikan laga final dari tribun penonton. ‘’Itu adalah mimpi ibuku ketika aku berumur sekitar 10, 12. Dia berkata jika aku ingin melakukan sesuatu di
tenis, aku harus memainkan final Wimbledon. Jadi, hari itu tiba,’’ ungkap petenis 27 tahun tersebut. Halep menuturkan, menghadapi Serena yang diunggulkan dia dituntut bermain agresif. ‘’Saya tahu bahwa saya harus agresif. Saya tidak harus membiarkan dia kembali ke pertandingan karena dia sangat kuat,’’ ujar Halep. ‘’Dia tahu bagaimana mengatur setiap momen. Jadi aku tahu bahwa aku harus bertahan di sana dan itu aku lakukan cukup baik kali ini. Aku sangat yakin itu adalah pertandingan terbaik dalam hidupku,’’ tutupnya. (kmb33/afp)
Simona Halep
Bali Post/afp
Bina Putra Juara Piala Menpora U-12
Tim SSB Bina Putra U-12.
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Putra Denpasar menundukkan Putra Angkasa Kapal dengan skor 2-1 melalui adu penalti pada pertandingan final Piala Menpora U-12 di Stadion Ngurah Rai, Minggu (14/7) kemarin. Kemenangan itu membawa Bina Putra berhak memboyong Piala Menpora U-12 seri Provinsi Bali. Kedua tim tidak mampu mencetak gol selama 2 x 15 menit, sehingga duel dilanjutkan dengan babak adu penalti. Juara III direbut Putra Astina Gianyar usai menang tipis 2-1 atas Mandala United Putih. Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha menerangkan, tiap tim mengirimkan 12 pemain. Pemain yang bertanding di lapangan hijau tujuh orang, sedangkan lima pemain lainnya sebagai cadangan yang wajib diturunkan. Sebagai kampiun, Bali Bina Putra Denpasar berhak mewakili Bali ke seri nasional yang akan dihelat di Stadion Jakabaring, Palembang, Sumsel, pada 14-19 September mendatang. Sementara gelar juara Piala Menpora U-14 diraih Mandala United dan akan
15
Neymar Bikin PSG Kebakaran Jenggot Paris – Neymar sepertinya sengaja membuat klubnya, Paris Saint-Germain (PSG), kebakaran jenggot. Setelah mangkir dari sesi latihan pramusim yang membuatnya dijatuhi sanksi denda, ia kembali berulah. Dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah olahraga baru-baru ini, Neymar menyebut kemenangan 6-1 Barcelona atas PSG sebagai memori terbaik sepanjang kariernya sebagai pesepak bola. Kemenangan sensasional itu dicapai Barcelona di Camp Nou pada 9 Maret 2017, dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2016-2017. Ketika itu Blaugrana tertinggal agregat skor 0-4, mengacu pada hasil di leg pertama. Namun, El Barca berha-
bertarung ke seri nasional di Solo pada 25-30 Agustus. Menurut Ketua Umum Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (Fossbi) Bali I Gede Bagus Putu Krisnaya, turnamen Piala Menpora U-12 seri Provinsi Bali diikuti 47 tim. Peserta bermain di Stadion Ngurah Rai selama dua hari, 13-14 Juli. Pertandingan babak penyisihan berdurasi 2 x 10 menit, sedangkan semifinal dan final berlangsung 2 x 15 menit. (022)
Pemain Mitra Devata Latih SSB Tunas Remaja Rendang Amlapura (Bali Post) – Tim Legenda Mitra Devata yang diperkuat mantan pemain sepak bola papan atas Bali turun ke Kecamatan Rendang, Karangasem, Minggu (14/7) kemarin. Wayan Sukadana dan kawan-kawan memberikan pelatihan singkat kepada pelatih dan anak-anak SSB Tunas Remaja Rendang serta menjalani pertandingan persahabatan berdurasi 3 x 30 menit yang dimenangkan 3-1 di Lapangan Werdi Yowana Singarata, Rendang. Tampilnya para mantan pemain bola terbaik Bali tidak pelak membuat masyarakat Rendang sangat antusias menyaksikan langsung aksi mereka. Pelatihan singkat melibatkan sekitar 50 anak U-10, U-12, dan U-13. Pelatihan diberikan oleh Sukadana dan Ida Bagus Mahayasa. Ketua Umum Tunas Remaja Rendang I Putu Eka Antoni Sukma Jaya mengungkapkan, SSB TRR dibentuk sekitar dua bulan lalu dan akan diresmikan akhir Juli nanti. ‘’Kami senang para pemain legenda Bali itu memberikan ilmunya kepada anak-anak SSB TRR. Ini merupakan kehormatan bagi kami. Kehadiran mereka
sil membalikkan kondisi dan lolos ke perempatfinal dengan agregat skor 6-5. Dalam pertandingan leg kedua itu, Neymar dua kali menjebol gawang PSG. ‘’Apa yang dihasilkan setelah mencetak gol keenam, saya tak pernah merasakan sesuatu seperti itu, itu sangat luar biasa,’’ ucapnya, Minggu (14/7) kemarin. Seolah masih belum cukup, Neymar kembali menggoda PSG saat menjawab apa kenangan terbaiknya di ruang ganti. ‘’Ah, saya tak tahu. Well, ketika kami mengalahkan PSG, itu sangat… kami semua menjadi gila setelah itu! Saya yakin itu adalah perasaan terbaik bagi kami semua,’’ kata Neymar. Namun, tak hanya itu saja kelakuan Neymar yang bisa memicu amarah PSG. Pemain yang sedang dibekap cedera itu kedapatan mengenakan jersey Barcelona dalam video yang diunggahnya ke media sosialnya pada Sabtu (13/7). Semua hal itu lantas mengacu pada satu hal: spekulasi dia kembali ke Barcelona makin kuat. Bagian humas Neymar berusaha memberi bantahan dengan menyebut sang pemain akan kembali ke Paris pada hari ini. ‘’Setelah event ini, dia akan muncul seperti biasanya pada 15 Juli, seperti yang telah diberitahukan kepada PSG pada pekan lalu,’’ demikian pernyataan humas Neymar. Pada akhir pekan ini Neymar masih berada di Sao Paulo, Brazil. Dia hadir dalam turnamen amal 5 vs 5 garapan Neymar Junior Project Institute. (kmb33/afp)
Senin, 15 Juli 2019
sangat memotivasi anak–anak dan para pelatih,’’ tukasnya disetujui Sekretaris Komang Oka Ariana dan salah satu pembina Nengah Subangsawan. Pemilik Legenda Mitra Devata, Purwanto Iman Santoso, berharap pelatihan ini bisa menjadi titik balik kebangkitan pembinaan sepak bola usia dini di Karangasem khususnya SSB Tunas Remaja Rendang. ‘’Kami ingin Karangasem bisa melahirkan pesepak bola seperti halnya Nengah Sulendra (Repot). Banyak pemain asal Karangasem bermain di level nasional, tetapi mayoritas berdomisili di Denpasar, misalnya Made Pasek Wijaya,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PELATIHAN – Pemain Legenda Mitra Devata memberikan pelatihan kepada anak-anak SSB Tunas Remaja Rendang di Lapangan Werdi Yowana, Kecamatan Rendang.
05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Sundara Kanda (2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Yowana Magz Komunitas Aquascape Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Home Shopping
11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (4) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Klip Bali Yowana Live Peran Yowana Membangun ekonomi Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kreasi Anak Tia Agency (2)
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
DW TV Sansekerta Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Diabemed Taksu Dalang Muda, Wayan Nyambu Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Br. Sribupati Caublayu Marga Tabanan (4) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost
SENIN UMANIS, 15 Juli 2019
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Bali Bersih Touring and Fun
Bali Post/eka
Bali Post/edi
HIBURAN - Para biker menikmati hiburan pada Bali Bersih Touring and Fun di Danau Tamblingan, Buleleng, Minggu (14/7) kemarin.
Touring - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama setelah melepas peserta Bali Bersih Touring and Fun di Lapangan Lumintang, Minggu kemarin.
TANAM POHON Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana didampingi Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. dan Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha saat melakukan penanam bibit pohon di tepi kawasan hutan sekitar Danau Tamblingan. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan hulu Bali.
Bali Post/eka
Bali Post/mud
TANDA TANGAN - Para biker membubuhkan tanda tangan pada spanduk Bali Bersih saat Bali Bersih Touring and Fun di Danau Tamblingan, Buleleng, Minggu (14/7) kemarin.
Bali Post/wan
Diangkat dari Babad Bali
SMKN 3 Sukawati Persembahkan Sendratari ’’Dalem Samprangan’’
Bali Post/ist
PKB - Sendratari ‘’Dalem Samprangan’’ persembahan SMKN 3 Sukawati, Gianyar pada penutupan PKB ke-41 di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (13/7) malam.
PASCAWAFATNYA Raja Bali Astasura Ratna Bumi Banten, Patih Gajah Mada dari Majapahit mengangkat anak bungsu Sri Kesari Warmadewa sebagai raja. Hal itu menimbulkan konflik, sehingga timbul banyak pemberontakan di Bali. Demikianlah cuplikan Sendratari berjudul ‘’Dalem Samprangan’’ persembahan SMKN 3 Sukawati, Gianyar dalam acara penutupan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (13/7) malam. PKB yang berlangsung selama empat pekan tersebut resmi ditutup Gubernur Bali Wayan Koster. Penutupan dirangkai dengan peluncuran tema PKB ke42 tahun 2020 yakni ‘’Atma Kertih: Penyucian Jiwa Paripurna’’ dengan melepas anak panah. Tema ini mengandung makna ‘’Maprakerthi
Akasa-Aksara: Penunggalan Akasa-Pertiwi Ngawetuang Kahuripan’’. Drama kolosal yang diangkat dari Babad Bali ini melibatkan sebanyak 130 penari, 70 penabuh dan gerong. Para seniman ini didominasi oleh siswa-siswi kelas X dan XI. Garapan drama kolosal tersebut mampu memukau para undangan dan ribuan penonton yang memadati panggung terbuka Ardha Candra. Sendratari yang berdurasi 1,5 jam ini dipersiapkan sejak April 2019 lalu. ‘’Dari cerita ini dapat belajar menghargai sebuah perbedaan. Apalagi negara kita ini dibingkai dalam perbedaan suku, ras, agama dan antargolongan,’’ ujar penggarap sendratari Dalem Samprangan, I Gusti Ngurah Agung Giri Putra, guru SMKN 3 Sukawati. Kepala SMK Negeri 3 Su-
kawati I Gusti Ngurah Serama Semadi menjelaskan, tema ‘’Dalem Samprangan’’ dipilih sebagai lakon sendratari karena dirasa cocok mewakili tema PKB ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin’’, sekaligus visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Padahal, sebelumnya sempat ingin mengangkat cerita lain, yaitu Babad Gianyar dan cerita pewayangan. Namun, karena dianggap kurang pas, maka dipilihlah judul ‘’Dalem Samprangan’’ yang diangkat dari Babad Bali. Meskipun selalu menjadi pengisi tahunan penutupan PKB, Serama menegaskan bahwa garapan yang dibuat selalu baru dan inovatif. ‘’Kami berani memakai dalang yang tidak itu-itu saja. Tahun lalu lain, tahun ini lain lagi. Garapannya juga selalu ada pembaruan,’’ pungkasnya. (win)