Skip to main content

Edisi Rabu 15 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kemenpar Puji Keberanian Bali Jadi Pionir Bahas Dana Kontribusi Wisatawan WACANA pungutan dana kontribusi untuk wisatawan yang melancong ke Bali, tengah dikaji dan selanjutnya diharapkan bisa dijalankan secara maksimal, baik untuk kepentingan Provinsi Bali secara umum, wisatawan serta seluruh stakeholder pariwisata. Terkait dengan pengkajian ini, Staf Ahli Bidang Pemasaran Pariwisata Kementerian

KONTRIBUSI - Gubernur Koster foto bersama usai rapat Penerapan Kontribusi kepada Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Nusantara melalui Peraturan Daerah tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali, Selasa (14/5) kemarin.

Pariwisata (Kemenpar) RI Prof. Gede Pitana secara terbuka memuji dan mengapresiasi keberanian Bali yang menjadi pionir untuk pembahasan kebijakan ini. ‘’Kebijakan ini sangat logis dan realistis. Berdasarkan kajian di negara-negara lain hampir semua sudah menerapkan kebijakan ini. Contohnya green tax di Maldives dan Monaco,’’ ujar Pitana dalam Rapat Penerapan Kontribusi kepada Wisatawan Mancanegara dan Wisatawan Nusantara melalui Peraturan Daerah tentang Kontribusi Wisatawan untuk Pelestarian Lingkungan Alam dan Budaya Bali, bertempat di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha, Selasa (14/5) pagi. Pihak Kemenpar RI telah menindaklanjuti wacana kebijakan ini, dengan melakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder pariwi-

sata, termasuk media dan masyarakat. ‘’Harus diakui pada awalnya akan ada respons negatif, tapi saya kira ke depannya tidak akan ada masalah. Yang penting, harus ada dampak pada masyarakat, jangan hanya pemerintahnya saja,’’ tegas Pitana. Begitupun masalah besaran pungutan kontribusi, Pitana mengusulkan agar bisa disosialisasikan dan dibebankan secara bertahap kepada masyarakat, dimulai dari besaran kecil dan meningkat dalam jangka waktu tertentu. ‘’Paling masuk akal juga kontribusi ini dibebankan pada akomodasi, untuk cakupan wisatawan yang lebih luas,’’ kata akademisi Universitas Udayana ini. Hal. 15 Lestarikan Alam

’’Urgensi penerapan dana kontribusi bagi wisatawan tersebut, selain untuk memelihara alam dan budaya juga punya tujuan penting untuk membenahi berbagai sektor untuk menjamin kenyamanan wisatawan selama berwisata ke Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Pemukulan Sesama Kader PDI-P di DPRD Bali

Berawal dari Ribut-ribut di Grup WA

Denpasar (Bali Post) DPRD Bali tiba-tiba dihebohkan dengan peristiwa pemukulan sesama anggota dewan, Selasa (14/5) kemarin. Anggota Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai memukul anggota Komisi III Kadek Diana hingga berdarah. Peristiwa terjadi di ruang sidang utama, menjelang rapat paripurna. Kedua anggota dewan ini sama-sama merupakan kader PDI-P. Diana bahkan menjabat Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Bali. Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengatakan, ia yang mengantar Diana ke RS Bali Mandara. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk rasa tanggung jawab terhadap anggotanya di Komisi III. Ia pun membenarkan Diana mengalami luka terbuka di pelipis kanan. ‘’Peristiwanya bagaimana saya tidak tahu. Tetapi begitu saya melihat (Diana berda-

rah), rasa tanggung jawab sebagai ketua komisi ya… saya langsung ambil saudara saya itu, saya bawa ke RS,’’ ujarnya. Selama perjalanan ke rumah sakit, Tamba menyebut Kadek Diana tidak menceritakan persoalan yang terjadi antara dirinya dengan Dewa Rai. Sementara itu, Direktur RS Umum Bali Mandara dr.

Darmayasa membenarkan Kadek Diana, anggota DPRD Bali, masuk RSBM pada Selasa (14/5) pukul 10.43. Kadek Diana diantar temannya, Nengah Tamba, sesama anggota DPRD Bali juga. ‘’Memang betul Bapak Diana diantar Pak Tamba ke IGD,’’ uajrnya. Diakuinya, ada luka di pelipis kiri pasien. Usai mendapat perawatan luka, pasien langsung bisa pulang.

Wayan Koster Segera Berikan Teguran Keras

KASUS pemukulan di DPRD Bali yang melibatkan dua anggota Fraksi PDI-P disesalkan Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama. Keduanya menyatakan segera menuntaskan kasus tersebut, baik secara kekeluargaan maupun kepartaian. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengaku terkejut dengan peristiwa pemukulan yang melibatkan Dewa Rai dan Kadek Diana. Saat kejadian, ia tidak menyaksikan langsung karena tengah bersama Wakil Gubernur Bali sebelum memulai rapat paripurna. ‘’Kalau saya

melihat, sedapat mungkin saya lerai. Tapi saya mohon kepada kedua belah pihak itu, kita dari satu lembaga, marilah kita jaga nama lembaga ini bersama-sama. Kalau ada salah paham, mari kita selesaikan dengan kepala dingin,’’ ujarnya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, lanjut Wiryatama, pemukulan dipicu adanya kesalahpahaman. Sudah sejak lama keduanya tidak akur di grup WhatsApp (WA) internal Fraksi PDI-P. Mantan Bupati Tabanan ini pun sudah menasihati agar keduanya tidak ribut-ribut di WA. Terlebih, memperhatikan kondisi psikis Dewa Rai yang gagal kembali duduk di kursi dewan. Ditambah ada anggota keluarganya tertimpa masalah. ‘’Kalau bisa janganlah sampai terjadi begitu lagi,’’ imbuhnya. Wirya t a m a mengaku a k a n mengajak keduanya berbicara

saat situasi sudah tenang. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan apakah kasus tersebut akan masuk ke Badan Kehormatan Dewan. Selain di lingkup dewan, keduanya juga akan dipanggil oleh Ketua DPD PDI-P Bali. ‘’Pak Ketua DPD PDI-P Bali akan memanggil, pasti itu. Karena saya lapor tadi, beliau sedang rapat. Saya juga dalam keadaan mau ke Bedugul ada Bu Mega masih di sini,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Bali Wayan Koster menegaskan bila dirinya akan memberikan teguran keras kepada Dewa Rai dan Kadek Diana. ‘’Ya, ditegur dengan sekeras-kerasnya. Masak jadi anggota DPRD berantem,’’ katanya. Informasi yang beredar, Kadek Diana disebut-sebut menyinggung Dewa Rai terkait kehadiran dalam sidang atau rapat paripurna pada grup WA Fraksi PDI-P Bali. Dalam salah satu chat-nya, politisi asal Gianyar itu juga menyatakan siap membuktikan bahwa dirinya bertanggung jawab dan gentle. Termasuk bila ada yang ingin menantang berkelahi. Hal itu pun ditanggapi oleh Dewa Rai dengan menantang balik untuk membuktikan siapa yang lebih gentleman. (kmb32)

‘’Langsung pulang, tidak ada rawat inap,’’ imbuh Darmayasa. Pasien kemudian dilakukan visum. Sesuai SOP RSBM, pasien wajib divisum. ‘’Jadi setiap ada kejadian, kita visum, foto, lengkap. Jika hasil visum itu diperlukan dia sudah siap dengan hasil visumnya. Kita jaga-jaga,’’ imbuhnya. (kmb32/kmb42)

Kadek Diana Lapor Polda Bali

Dewa Rai Minta Maaf pada Publik dan Partai

POLITISI PDI-P yang juga anggota Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana melapor ke Polda Bali. Pelaporan itu pascadipukul oleh Dewa Nyoman Rai sebelum Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (14/5) kemarin. Akibat pemukulan tersebut, pelipis Diana harus mendapatkan lima jahitan saat ditangani di RS Bali Mandara. ‘’Saya tidak melihat arahnya datang dari mana, tiba-tiba dia melakukan pemukulan. Tidak ada ngomong, saya melihat tidak, dia ngomong juga tidak. Tibatiba saya sudah merasakan pelipis saya dipukul,’’ ujar Diana kepada wartawan. Menurut Diana, Dewa Rai memukul dengan tangan kosong. Namun politisi PDI-P asal Gianyar ini tidak tahu jika rekannya sesama kader PDI-P itu memakai cincin atau tidak. Ia sendiri merasa tidak ada masalah dengan Dewa Rai. Khususnya bila dikaitkan dengan percakapan di grup WhatsApp (WA) Fraksi PDI-P Bali. Saat melapor, I Kadek Diana didampingi pengacaranya, I Gede Narayana. Ia juga membawa hasil visum

dari RS Bali Mandara. ‘’Dia memukul dua kali mengenai pelipis saya,’’ ujarnya usai melayangkan laporan. Diana menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya, berawal saat dia sedang duduk dan ngobrol bersama 10 anggota DPRD di pendopo depan pintu masuk sembari menunggu sidang peripurna. ‘’Saya duduk menghadap ke utara agak nyamping dan tibatiba merasakan pelipis ada yang memukul dengan sangat keras. Saya pun bangun kemudian menoleh ternyata ada dia (Dewa Nyoman Rai). Saya tanya kenapa memukul dan dibilang kalau saya ada menantang. Saya tidak menantang dia,’’ ujarnya. Pelapor tidak mengetahui pasti pemicu masalah hingga dipukul oleh Dewa Nyoman Rai. Seingatnya, sebulan lalu atau sebelum pencoblosan pemilu, ia sempat jalan bareng dengan terlapor. ‘’Saya tanya ke dia kira-kira bagaimana peluang pileg yakin lolos apa tidak. Dia jawab, raga sing sanget sing (saya tidak terlalu),’’ ucapnya. Mendengar jawaban terse-

Cacar Monyet Bisa Sembuh Dalam Waktu Tertentu Denpasar (Bali Post) Cacar monyet (Monkeypox) yang terdeteksi pada warga negara Nigeria di Singapura sempat menghebohkan Batam dan Indonesia umumnya. Namun cacar monyet bukan penyakit yang bersifat fatal, hanya dampak estetikanya tidak bagus. Akademisi Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan, jika virus cacar monyet ini mengenai hewan monyet tidak masalah. Yang bermasalah

ketika mengenai manusia, karena akan berdampak pada estetika yang tidak bagus. Disebut cacar monyet karena memang ditemukan awalnya pada monyet. Namun bukan monyet yang hidup di alam, melainkan monyet untuk penelitian di laboratorium. Asal penyakit ini dari Afrika, namun ditemukan pertama justru di Denmark pada monyet yang akan digunakan untuk penelitian. ‘’Cacar monyet memang bisa menyerang manusia, dan memang ada letupan kasus yang agak banyak pada

manusia tapi tidak begitu fatal sebetulnya. Cuma kelihatannya memang tidak enak dipandang, estetika kurang bagus,’’ ungkapnya, Selasa (14/5) kemarin. Penularan penyakit ini tidak harus dari monyet namun bisa dari hewan pengerat lain seperti tikus dan tupai. Penularan juga bisa terjadi dari mengonsumsi daging dari hewan liar di Afrika. Selain itu juga bisa menular melalui air liur dan bisa menular melalui goresan atau luka pada tubuh. ‘’Penularannya bisa juga dari

Dewa Nyoman Rai

Kadek Diana

orang ke orang tapi jarang,’’ cetusnya. Meski ditularkan oleh hewan (zoonosis), namun dikatakan penyakit ini belum pernah ditemukan pada hewan di Indonesia. Di negara lain pernah ditemukan yaitu di Amerika pernah dilaporkan ,baik pada manusia dan hewan. Sama dengan cacar lain, cacar monyet juga menimbulkan benjolan namun agak besar dari cacar biasa. Jika benjolannya pecah dapat menyebar ke area lainnya di

tubuh. Bisa mengenai seluruh tubuh yaitu tangan, kaki, dan wajah. Sebelumnya, Dirjen P2P Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono mengatakan, Monkeypox sebagian mengarah kepada self limiting deseases yang artinya penderita bisa kembali normal dalam kurun waktu tertentu jika daya tahan tubuhnya baik. ‘’Tapi sekarang WHO mengidentifikasi, mengingatkan bahwa penyakit ini menular,’’ ungkapnya. (kmb42)

but, Diana meminta Dewa Rai agar serius dan maksimal berjuang untuk bisa lolos. ‘’Setelah obrolan itu, saya beberapa kali sempat bertemu lagi dengan dia. Saya rasa tidak ada masalah pribadi. Hanya setelah memukul, saya tanya dan dia bilang ada menantang,’’ ungkapnya. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja mengatakan, laporan I Kadek Diana masih dalam tahap penyelidikan. ‘’Laporannya sudah masuk dan masih dalam penyelidikan,’’ ungkap Hengky Widjaja. Saling Tantang Dikonfirmasi terpisah, Dewa Rai mengaku hanya reflek memukul Diana. Hal ini berawal dari sebulan lalu, lantaran Diana mengajaknya berkelahi di grup WA Fraksi PDI-P Bali. Namun saat itu, anggota Komisi I DPRD Bali ini masih mengalah dan tidak ingin ribut. ‘’Dalam hati kecil tetap berontak, cuma buat apa kita ribut. Nah, sudah sebulan, tadi cuma reflek saja. Begitu melihat dia, dia juga melihat saya, sudahlah saya pukul lang-

sung,’’ ujarnya. Menurut Dewa Rai, Diana sempat membalas sampai ada memar di tangannya. Kalau memang dianggap salah, ia meminta maaf kepada publik dan partai atas perbuatannya memukul Diana. Mengenai laporan Diana ke polisi, politisi PDI-P asal Buleleng ini langsung menyerahkan kepada pengacaranya. Sebab, ia bersama pengacaranya juga berniat melaporkan Diana ke polisi. ‘’Berawal di WhatsApp, Dewa Rai ditantang diajak berkelahi. Saling tantangmenantang itu kejadiannya. Ada itu WA-nya, sudah sebulan yang lalu. Pas acara sidang, mereka duduk itu saling pandang dan saling menantang satu sama lain, sehingga terjadi perkelahian. Dia luka, Dewa Rai juga luka tangannya. Sama-sama luka, sama-sama lapor polisi sekarang ini,’’ ujar pengacara Dewa Rai, Gusti Agung Dian Hendrawan. Menurut Hendrawan, keduanya sama-sama bersalah dan harusnya bisa saling memaafkan satu sama lain. (kmb32)

Puan Maharani Calon Ketua DPR

Puan Maharani

Jakarta (Bali Post) Ketua PDI-P nonaktif Puan Maharani digadang-gadang menjadi kandidat terkuat sebagai Ketua DPR-RI. Puan mengaku patut berbangga apabila ada perempuan menjadi Ketua DPR-RI, sebab akan terukir dalam sejarah sebagai perempuan pertama yang duduk sebagai Ketua DPR-RI. Hal. 15 Posisi tertentu


DENPASAR

2

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Wujudkan Bali Bersih

Konsep Pengurangan Risiko Solusi Atasi Masalah Rokok

Denpasar (Bali Post) -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali tengah berupaya mewujudkan program Bali Bersih melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dicanangkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Diperlukan upaya pengendalian dan pencarian solusi, terutama pada sektor lingkungan dan kesehatan dari berbagai pemangku kepentingan agar keseimbangan alam serta kesejahteraan masyarakat Bali tercapai. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali 2018, angka prevalensi perokok di Bali tercatat mengalami peningkatan. Angka perokok remaja dari 2016 yang berjumlah 11,2 persen naik pada 2017 hingga 14,1 persen. Jumlah perokok yang tinggi dipastikan dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan ekosistem lingkungan, khususnya pada kualitas udara, karena asap yang dihasilkannya. Dilansir dari Greenpeace, pada pertengahan Juli 2018, Bali khususnya Denpasar, memiliki kualitas udara yang buruk dengan nilai mencapai 155. Kondisi ini tentunya berbahaya bagi kesehatan masyarakat karena menurut indeks pencema-

ran udara, nilai di atas 100 memiliki efek buruk bagi kesehatan manusia. Peneliti Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) dan Ketua Koalisi Indonesia Bebas TAR (KABAR) Dr. drg. Amaliya, M.Sc., Ph.D. menjelaskan, masyarakat perlu mendapatkan edukasi mengenai zat berbahaya yang terkandung dalam asap rokok. Untuk itu, perlu adanya dukungan dari Pemprov Bali untuk memperkenalkan konsep pengurangan risiko bagi rokok melalui produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran melainkan pemanasan sehingga menghasilkan uap bukan asap. Dengan demikian, produk tersebut tidak menghasil-

Jumlah Angkot Makin Menipis Denpasar (Bali Post) – Minat warga Kota Denpasar untuk menggunakan kendaraan umum semakin memprihatinkan. Hal ini bisa dilihat dari kondisi angkutan perkotaan (angkot) yang ada di kota ini terus berkurang. Aktivitas angkot di beberapa terminal sepertinya sudah tidak berdenyut lagi. Ironisnya, jumlah pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat. Kondisi ini bila tidak diantisipasi dengan tepat, maka ancaman kemacetan di ruasruas jalan akan semakin parah. Dikonfirmasi, Selasa (14/5) kemarin, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Denpasar I Ketut Sriawan didampingi Kabid Transportasi Hari Edi mengakui jumlah armada angkot terus menyusut. Jika sebelumnya jumlah angkot mencapai ribuan, kini setiap tahun terus menyusut. Bahkan, tahun ini jumlah angkot hanya tersisa 283 unit saja. “Pada 2016 lalu jumlahnya masih 500 unit, kini semakin berkurang,” katanya. Menurut Sriawan, banyak hal yang menyebabkan angkot semakin ditinggalkan oleh para penumpangnya. Salah satunya, yakni konektivitas trayek yang belum memadai. Karena itu, kini pihaknya telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memberikan program khusus untuk angkutan umum ini kepada Denpasar. Karena pusat telah memiliki program

angkutan umum yang akan diberikan kepada beberapa daerah saja, termasuk Denpasar. Sriawan menegaskan, Pemkot Denpasar akan komit untuk menggarap transportasi berkelanjutan, salah satunya angkot. Artinya, bagaimana nanti warga kota bisa menikmati pergerakan dengan memanfaatkan angkot. “Peningkatan kualitas SDM angkot ini salah satu upaya untuk menuju ke arah itu,” katanya. Sriawan menambahkan, ada tiga faktor yang menyebabkan keberhasilan angkutan umum agar bisa dimanfaatkan masyarakat, yakni SDM, kendaraan dan konektivitas. Pada 2020 nanti, pihaknya akan mencoba untuk menerapkan moda baru angkutan umum yang lebih refresentatif bagi warga Denpasar. “Mudah-mudahan, usulan ini bisa segera direalisasikan oleh pusat, sehingga bisa dicoba nanti,” katanya. Sebelumnya, Pemkot Denpasar juga telah meluncurkan armada pengumpan TransSarbagita bagi masyarakat. Namun, angkutan ini juga tidak mendapat respons yang positif. Padahal, angkot ini tidak berbayar alias gratis. Rendahnya kesadaran warga untuk menggunakan angkutan umum akan berdampak pada ancaman kemacetan di kota berpenduduk 877.544 jiwa ini semakin besar. (kmb12)

Kuasai 200 Butir Ekstasi

Pria Asal Lotim Dihukum 11 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Pria asal Selong, Lombok Timur (Lotim), Nusa Tenggara Barat (NTB), terdakwa Abdul Manan alias Andi (23), Selasa (14/5) kemarin dihukum selama 11 tahun penjara. Ia diajukan ke kursi pesakitan karena kepemilikan sabu-sabu (SS) seberat 30,42 gram dan ekstasi sebanyak 200 butir. Vonis itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Dina K Sitepu sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum 15 tahun. Namun, soal lamanya putusan majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara, tidak sependapat. Majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 11 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar dengan ketentuan apabila

tidak dibayar maka diganti dua bulan penjara. Hakim I Dewa Made Budi Watsara menyatakan, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan atau menguasai narkotika golongan I bukan tanaman sebagaimana dakwaan alternatif I JPU. Perbuatannya melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas putusan ini, Andi yang didampingi penasihat hukum Fitra Oktora dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima. Sementara, pihak JPU masih pikir-pikir. (kmb37)

Topik : PEMUKULAN DI DPRD BALI

kan TAR dan berbagai zat kimia berbahaya bagi tubuh manusia. “Perilaku merokok tidak serta merta dapat diubah secara singkat. Untuk itu, konsep pengurangan risiko dapat berdampak lebih efektif dibandingkan larangan merokok. Pemerintah dapat belajar dari beberapa negara yang telah menerapkan pendekatan ini, salah satunya Inggris yang terbukti berhasil menerapkan konsep pengurangan risiko secara efektif,” kata Amaliya dalam diskusi Forum Wartawan Berdiskusi (FWB) di Denpasar, Selasa (14/5) kemarin. Dengan menerapkan konsep pengurangan risiko dan berkat adanya produk tembakau alternatif, Inggris telah sukses menurunkan

jumlah perokoknya hingga 14,9 persen pada 2017. Sebelumnya, pada 2012, jumlah perokok di Inggris mencapai 19,3 persen dari total populasi dewasa. Ketua Asosiasi Vaporizer Bali (AVB) I Gde Agus Mahartika menambahkan, masyarakat Bali terutama perokok dewasa berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai konsep pengurangan risiko dan produk tembakau alternatif. Hal ini sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pasal 4C dari undang-undang tersebut menyatakan, konsumen berhak memperoleh informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa. “Konsep pengurangan risiko bukan hanya terkait kesehatan dan keselamatan, melainkan terdapat aspek lain yang sangat penting, yaitu hak asasi manusia dan hak konsumen,” ujarnya. Tak hanya dari aspek

kesehatan dan hak konsumen, Agus Mahartika meminta Pemprov Bali juga memperhatikan dari sisi ekonomi, sosial dan hukum dari produk tembakau alternatif. Kehadiran produk tembakau alternatif turut mendorong pertumbuhan UMKM di Bali yang berdampak terhadap terbukanya lapangan pekerjaan baru. Selain itu, dari sisi aturan, diharapkan produk tembakau alternatif diatur secara terpisah dan tidak rokok. Agus Mahartika berharap Pemprov Bali segera membuat aturan khusus untuk produk tembakau alternatif, termasuk peringatan kesehatan yang berbeda dari rokok, penjualan, promosi, iklan, sponsorship, tempat penggunaan, serta batasan usia penggunaan sehingga para produsen dan konsumen mendapatkan kepastian hukum. Terlebih karena produk tersebut tidak hanya memberikan potensi manfaat bagi perokok dewasa tapi juga

Bali Post/kmb42

BERDISKUSI - Forum Wartawan Berdiskusi membahas Wujudkan Bali Bersih Melalui Ekosistem yang Sehat “Pengurangan Risiko Tembakau sebagai Solusi Mengatasi Masalah Rokok di Bali”, Selasa (14/5) kemarin. bagi lingkungan di sekitarnya. “Kontribusi produk tembakau alternatif yang terbukti efektif terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat perlu disambut baik oleh pemerintah dengan menghadirkan aturan yang berbeda dan tidak seketat rokok. Hal ini

karena risiko kesehatannya juga jauh lebih rendah dibandingkan dengan rokok,” tutupnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Rai Mantra Buka Rapat Kerja Pemkot Denpasar Tahun 2019

Selaraskan Program Pembangunan Dukung Pengembangan SDM Berkualitas PEMKOT Denpasar secara berkelanjutan terus mendukung selarasnya pembangunan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kota. Guna mewujudkan hal tersebut dilaksanakan Rapat Kerja Pemerintah Kota Denpasar Tahun 2019 yang dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Gedung Sewaka Mahotama, Graha Sewaka Dharma, Lumintang, Selasa (14/5) kemarin. Hadir sebagai narasumber Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Dirjen Bina Bangda Kementerian Dalam Negeri RI R. Budiono Subambang. Hadir pula pada kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, anggota DPRD Kota Denpasar, Forkompinda Kota Denpasar serta seluruh stakeholder di Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya menekankan, rapat kerja ini merupakan momentum untuk terus menggali aspirasi dari beragam stakeholder terkait. Sehingga pembangunan di Kota Denpasar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan tepat sasaran. ‘’Tentunya rapat kerja ini wajib kita manfaatkan sebagai ajang untuk bersinergi dan menyelaraskan program dan inovasi pembangunan Pemkot

RAPAT KERJA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat pelaksanaan Rapat Kerja Pemkot Denpasar Tahun 2019 di Gedung Graha Sewaka Dharma, Selasa (14/5) kemarin. Denpasar yang sesuai dengan pola pembangunan nasional dan provinsi,’’ jelasnya. Rai Mantra menambahkan, beberapa hal penting menjadi fokus pembangunan saat ini. Hal ini meliputi pemerataan pembangunan, peningkatan sumber daya manusia (SDM) serta pertahanan dan keamanan. Hal ini sesuai dengan fokus pembangunan nasional dengan menciptakan generasi emas Indonesia pada tahun 2045 mendatang. ‘’Pemerataan pembangunan dan reformasi birokrasi harus tumbuh dalam mendukung pemben-

tukan SDM Indonesia yang berkualitas menuju generasi emas di tahun 2045 sesuai dengan program nasional,’’ jelasnya. Rai Mantra juga turut mengapresiasi jajaran Pemkot Denpasar yang secara serius terus berupaya untuk menciptakan perencanaan yang tepat guna dan bermanfaat. Hal ini terbukti Pemkot Denpasar mampu meraih penghargaan nasional Perencanaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2019 ini. ‘’Untuk mewujudkan pemerataan pembangunan yang mendukung pengembangan

SDM ini, Pemkot Denpasar telah merancang program inklusif yang berpegang teguh pada prinsip Sewaka Dharma yang memberikan kemanfaatan langsung bagi masyarakat,’’ terangnya. Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan, rapat kerja ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan Pemkot Denpasar dengan menghadirkan seluruh stakeholder terkait. Hal ini sebagai upaya untuk menyerap aspirasi dari berbagai pihak sehingga

pembangunan keberlanjutan di Kota Denpasar dapat dilaksanakan dan tepat sasaran. ‘’Kegiatan rutin ini dilaksanakan guna menyerap masukan dan usulan dari berbagai steakholder sesuai dengan fokus pembangunan Pemerintah Pusat yakni pemerataan pembangunan untuk memberikan dukungan terhadap pertumbuhan masyarakat yang berkualitas,’’ ujarnya. Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah Dirjen Bina Bangda Kementrian Dalam Negeri RI R. Budiono Subambang mengatakan, ada empat pilar dalam penyelenggaraan pemerintahan. Yakni landasan hukum, data dan informasi, SDM, sarana prasarana dan anggaran. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas motto pembangunan Sewaka Dharma yang digaungkan Kota Denpasar serta komitmen penyediaan big data sebagai landasan dalam penyusunan program dan inovasui berkelanjutan. ‘’Kami mengapresiasi upaya untuk mewujudkan big data melalui Damamaya, karena ini merupakan instrumen penting dalam penyelenggaraan pemeritahan dan pembangunan berkelanjutan yang tapat sasaran dan memberikan kemanfaatan,’’ paparnya. (ad587)

DRIVER STORY Indri Mantari

Selesaikan Kuliah S-2 dengan Ngojek INDRI Mantari Momo Umbu Lado (29) sejak Juli 2018 memutuskan bergabung menjadi driver Gojek. Ia hidup tanpa orangtua di Bali. Orangtuanya tinggal di Sumba Timur, NTT. Sejak lima tahun lalu, ia hijrah ke Bali untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Hidup jauh dari orangtua tidaklah mudah. Ia harus mandiri dalam berbagai hal, mulai dari mengurus diri sendiri hingga mencari uang. Demikian pula untuk menambah-nambah uang kuliahnya, Indri harus kuliah sambil bekerja. Berbagai pekerjaan pernah dilakoninya mulai dari SPG, marketing, sales hingga surveyor. Semua dijalani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya di Bali. Meski orangtuanya menanggung biaya kuliahnya di Bali, namun ia tetap ingin bekerja agar banyak pengalaman bisa diperolehnya. ‘’Saya ingin banyak pengalaman. Uang kuliah ditanggung sih,’’ katanya, belum lama ini. Menjadi driver Gojek sudah keinginannya cukup lama karena dengan menjadi driver ia bisa mengatur waktunya lebih fleksibel. Apalagi, ia sedang mengikuti

pendidikan tentu pendidikannya menjadi nomor satu. ‘’Ketika mau kerja, ya… hidupkan aplikasi. Tapi kalau mau kuliah atau mau libur, tinggal matikan aplikasi,’’ katanya. Mahasiswa S-2 Ekonomi Manajemen Universitas Udayana yang sudah masuk tahap akhir studi ini kini sedang mencari-cari pekerjaan. Belum ada perusahaan yang tepat baginya untuk bekerja. Maka dari itu, ia memutuskan ngojek. Awalnya ia tidak percaya dengan hasil menjadi driver Gojek. Ia semula berpikir hasil ngojek pasti tidak sebanding dengan jerih payahnya bekerja. Namun setelah dicoba, hasilnya memuaskan. Paling tidak Rp 100.000-Rp 200.000 bisa ia dapat dalam sehari. Itu pun ia bekerja tidak dalam keadaan terpaksa. ‘’Dari dulu sudah ingin bergabung di Gojek namun masih terkendala dengan kuliah,’’ ujarnya. Wanita asal Sumba Timur, NTT ini merasa bisa mengatur penghasilan yang diinginkan dari menjadi driver Gojek. ‘’Penghasilan bisa saya atur sendiri. Kalau mau dapat banyak, ya… kerja full seharian. Kalau mau Rp 100.000Rp 200.000, kerjanya setengah

hari saja tidak masalah. Jadi, tidak tertekan,’’ tegasnya. Sehari-hari ia biasa bekerja dari pukul 10.00 sampai pukul 19.00 Wita. Dalam rentang waktu itu, ia bisa mendapat Rp 500.000 per hari. Jika mencapai 25 poin, maka bonus pun bisa diperolehnya. ‘’25 poin itu bisa 17 orderan atau lebih tergantung nilai orderannya,’’ imbuhnya. Pada hari libur atau weekend, ia mulai bekerja dari pukul 17.00 Wita bisa sampai tengah malam, karena jam-jam itu menurutnya banyak pengguna jasa Gojek. Aplikasi Gojek ini dikatakannya sangat membantu, karena ia tidak perlu menawarkan pada orang untuk layanan jasa ojeknya. Aplikasi telah bekerja mencarikan orderan pada driver-driver Gojek. Persentase keuntungan antara driver dengan perusahaan Gojek pun setimpal. Dari pembayaran customer atas jasa Gojek, driver mendapat 80 persen, sedangkan perusahaan Gojek 20 persen. ‘’Kalau ojek konvensional, kita mesti menawarkan jasa ojek pada customer. Sedangkan dengan aplikasi Gojek, kita tidak perlu menawarkan lagi. Kalau ada orderan, langsung jalan,’’ jelasnya.

Menurutnya, sangat menguntungkan menjadi driver ojek dengan aplikasi, karena sangat memudahkan para driver. Selain kepastian orderan, juga tarif sudah jelas ditentukan. Sehingga tidak ada yang dirugikan, baik konsumen maupun driver. Tarif pun tergantung jarak tempuhnya. (ad232)

Indri Mantari Momo Umbu Lado


BADUNG

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

3

Otban Wilayah IV Cek Keamanan Penerbangan Mangupura (Bali Post) – Mengantisipasi tingginya lonjakan lalu lintas penerbangan, serta untuk menjamin keamanan penerbangan, PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai beserta Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah IV, Selasa (14/5) kemarin menggelar inspeksi keamanan penerbangan dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran 2019. Menurut Kepala Seksi Keamanan Penerbangan dan Pelayanan Darurat Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Martinus Hutasoit, inspeksi keamanan bandara ini untuk menindaklanjuti Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU.211/8/11/DJPU. DKP-2019. Fokus inspeksi adalah 6 critical elements yaitu program keamanan bandar udara atau airport security programme, kewenangan dan tanggung jawab, SOP keamanan bandara, kompetensi personel, quality control dan implementasi di lapangan. ‘’Inspeksi kali ini memang agak berbeda dengan inspeksi yang biasa dilakukan, karena kita harus menetapkan target atau

due date untuk mitigasi, jika ada hal yang ditemukan di lapangan,’’ ujarnya. Pihaknya berharap, masing-masing stakeholder dapat mempersiapkan dokumen dan operasional guna keperluan inspeksi. Kemudian dari airlines diharapkan melakukan peningkatan kualitas agar sesuai dengan Airline Security Programme (ASP) serta dari sisi customs, immigration and quarantine (CIQ) untuk dapat mendukung kegiatan ini. Tujuannya agar kolaborasi dalam keamanan bandar udara ini dapat berjalan dengan baik. Menyambut libur Idul Fitri 1440 H, PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai akan membuka posko terpadu angkutan udara Lebaran. Posko akan beroperasi 29 Mei hingga 13 Juni. Posko ini akan didukung oleh sejumlah instansi anggota komunitas bandar udara. Pendirian posko bertujuan memantau operasional bandara agar dapat berjalan lancar, tertib, dan aman dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran 2019. (kmb23)

Bali Post/dok

TAMAN AYUN - Sejumlah wisatawan berkunjung ke Pura Taman Ayun. Pemkab Badung memutuskan menaikkan tarif masuk DTW, yang salah satunya Taman Ayun, guna mendongkrak pendapatan daerah.

Tarif Masuk DTW Dinaikkan

Mangupura (Bali Post) -

Pemkab Badung memutuskan menaikkan tarif masuk Daya Tarik Wisata (DTW) di Kabupaten Badung. Kebijakan ini ditempuh guna mendongkrak pendapatan kabupaten terkaya di Bali ini.

Bali Post/ist

INSPEKSI - Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV menggelar inspeksi keamanan penerbangan dalam rangka kesiapan angkutan Lebaran 2019, Selasa (14/5) kemarin.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, Selasa (14/5) kemarin, mengatakan peninjauan besaran retribusi tempat rekreasi dan olahraga sudah berdasarkan kajian yang matang. Pertimbangan yang menguatkan, hampir 8 tahun Pemkab belum pernah menaikkan tarif DTW. ‘’Kami terakhir menetapkan tarif retribusi objek wisata tahun 2011. Jadi, sudah layak ada evaluasi, peninjauan. Selain juga tak dipungkiri untuk meningkatkan pendapatan daerah,’’

TPS Liar di Kekeran Kembali Beroperasi

Mangupura (Bali Post) Kasus pembuangan limbah medis di TPS liar di Desa Kekeran, Mengwi, beberapa waktu lalu telah berujung pada penutupan TPS tersebut. Namun, TPS tersebut kini kembali dimanfaatkan warga sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga. Masyarakat berdalih, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung hingga kini belum merealisasikan truk pengangkut sampah sehingga mereka terpaksa mengaktifkan kembali TPS itu. Padahal, TPS itu dinyatakan sebagai TPS liar yang tidak sesuai dengan UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Berdasarkan catatan Bali Post, ketika kasus sampah medis mencuat awal tahun 2019, desa setempat dijanjikan akan diberikan pendampingan oleh DLHK Badung. Sampah-sampah milik masyarakat Desa Kekeran rencananya diangkut oleh DLHK dengan diberikan truk pengangkut sampah untuk dibuang langsung ke TPA Suwung. Namun hingga saat ini tak ada satu pun truk DLHK yang mengambil sampah di

Desa Kekeran. Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda saat dikonfirmasi, Selasa (14/4) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Bahkan, pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Pasalnya semenjak kejadian ditemukannya sampah medis, sudah ada penyampaian dari Kepala DLHK Badung yang melarang pembuangan sampah di TPS tersebut. ‘’Hingga kini belum ada pengangkutan sampah dari DLHK. Sesuai dengan komitmen dari DLHK, akan memberikan armada untuk pengangkutan dari sampah rumah tangga yang ada di Desa Kekeran,’’ ujarnya. Alhasil, pihaknya tetap membuang sampah di TPS liar tersebut. Kendati demikian, Suarda mengakui sampah yang dibuang tersebut merupakan sampah sisa bekas diolah dan juga sampah limbah. ‘’Kami akan menganggarkan armada di desa secara langsung pada anggaran perubahan 2019 nanti, jika memang seandainya itu tidak ada solusi,’’ tegasnya. Pihaknya berharap, Pemkab Badung bisa memfasilitasi desa dalam pengadaan TPS. Setidaknya setiap kecamatan ada satu TPS, sehingga bisa

ujar Badra. Menurutnya, kenaikan tarif retribusi akan diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan sarana prasarana penunjang objek wisata. Dengan begitu, diharapkan target pendapatan dari retribusi tahun 2019 sebesar Rp 129 miliar dapat tercapai. ‘’Kami memiliki 39 DTW, hanya 6 yang dikenakan tarif retribusi. Sisanya gratis. Namun, pelayanan dan fasilitas penunjangnya selalu kami tingkatkan,’’ tegasnya. Dijelaskannya, penetapan kenaikan retribusi objek

wisata berdasarkan Perbup Badung No. 17 Tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. ‘’Perbup ini ditandatangani Bapak Bupati Badung tertanggal 27 Maret lalu,’’ kata Badra. Lebih jauh diterangkannya, terdapat 6 tarif tempat rekreasi yang diatur dalam Perbup ini, dari total 39 DTW yang ada di Badung. Yaitu, Sangeh untuk dewasa domestik tarif masuknya Rp 15 ribu per orang dan mancanegara Rp 30 ribu per orang. Sedangkan untuk anak-anak do-

mestik sebesar Rp 5 ribu per orang dan mancanegara Rp 15 ribu per orang. Tarif yang sama juga berlaku untuk di Taman Ayun. Di objek wisata Uluwatu, dewasa domestik dikenakan Rp 30 ribu per orang, mancanegara Rp 50 ribu per orang, anak-anak domestik Rp 20 ribu per orang dan anak-anak mancanegara Rp 30 ribu per orang. Air Terjun Nungnung berlaku untuk dewasa domestik sebesar Rp 10 ribu per orang dan mancanegara Rp 20 ribu per orang. Sedangkan anak-anak domestik Rp 5 ribu per orang mancanegara Rp 5 ribu per orang. Di Pantai Pandawa, dewasa domestik dikenakan Rp 8

ribu per orang, mancanegara Rp 15 ribu per orang, anakanak domestik Rp 4 ribu per orang dan anak-anak mancanegara Rp 10 ribu per orang. Sementara di Labuan Sait, dewasa domestik dikenakan Rp 10 ribu per orang, mancanegara Rp 15 ribu per orang, anak-anak domestik Rp 5 ribu per orang dan anakanak mancanegara sebesar Rp 10 ribu per orang. ‘’Untuk tarif retribusi Waterblow akan diatur sendiri. Saat ini sedang dibahas di Bagian Hukum,’’ sebutnya seraya menambahkan, pihaknya kini tengah melakukan uji petik pengenaan tarif retribusi Waterblow untuk mengetahui tanggapan dari wisatawan. (kmb27)

Karya ”Melaspas Petapakan” Pura Rambut Siwi Desa Getasan

lebih cepat desa membuang sampahnya. Dihubungi terpisah, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan membantah telah menjanjikan truk pengangkut sampah. Menurut birokrat asal Sempidi, Badung ini, bantuan kendaraan yang diberikan hanya sekedar opsi, sehingga pihaknya mengaku tetap masih menunggu tindak lanjut Pemerintah Desa pada anggaran perubahan. ‘’Kami rencananya akan mengambil residu sampah. Itu baru opsi. Semua ini belum bisa kami lakukan karena keterbatasan kami. Jadi itulah sebabnya kami berikan toleransi TPS yang dianggap liar tersebut beroperasi,’’ terangnya. Ditanya apakah penggunaan TPS liar itu tidak memperpanjang pelanggaran, begitu juga memperparah kerusakan lingkungan? Ia dengan tegas mengatakan benar. Hanya saja pihaknya mengaku belum menemukan solusi terkait hal tersebut. ‘’Ini opsinya tidak ada. Kalau kita tutup itu, di mana mereka akan membuang sampah? Karena layanan DLHK belum sampai di sana,’’ tegasnya. (kmb27)

Wabup Suiasa Serahkan Bantuan Hibah Bupati Badung Rp 1,875 Miliar

MASYARAKAT krama pangempon Pura Rambut Siwi, Desa Adat Getasan, Kecamatan Petang, Badung, sejak tahun 2018 melakukan perbaikan atau ngodak petapakan di pura tersebut. Perbaikan petapakan berupa barong, rangda dan pratima ini menggunakan bantuan hibah Bupati Badung sebesar Rp 1.875.000.000. Serangkaian rampungnya ngodak petapakan ini, pada Senin (13/5) lalu, bertepatan dengan rahina Soma Ribek, krama Desa Adat Getasan menggelar upacara ngeratep lan melaspas di Pura Rambut Siwi, Desa Getasan. Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung I.B. Sunarta dan I Nyoman Suka, Camat Petang I Gede Sudarwita, tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta dan I Gusti Lanang Umbara, panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, prajuru adat dan dinas serta masyarakat se-Desa Getasan. Dalam kesempatan tersebut, Wabup Suiasa melaksanakan persembahyangan bersama. Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menyampaikan apresiasi atas semangat krama pangempon Pura Rambut Siwi, Desa Getasan karena sudah berhasil menyelesaikan prosesi ngodak petapakan di Pura Rambut Siwi, Desa Getasan. Atas nama Pemkab Badung, pihaknya mengaku sangat mendukung pelaksanaan yadnya suci ini,

apalagi serangkaian untuk perbaikan petapakan yang notabene menjadi sesuhunan sungsungan masyarakat Desa Adat Getasan. ‘’Kami memberikan apresiasi atas semangat krama Desa Adat Getasan khususnya pangempon Pura Rambut Siwi karena sudah berhasil melaksanakan proses ngodakan petapakan. Dan hari ini bisa dilaksanakan upacara pamelaspas,’’ ujarnya. Atas nama Pemkab Badung, pihaknya pun menegaskan komitmen untuk membantu dan meringankan beban masyarakat terutama dalam urusan beryadnya. Suiasa pun berharap serangkaian selesainya ngodak petapakan di Pura Rambut Siwi ini, masyarakat Getasan dan

masyarakat Badung secara umum diberikan kerahayuan dan kerahajengan. ‘’Kami mengajak masyarakat untuk senantiasa melaksanakan yadnya suci dengan tulus ikhlas, menggunakan konsep gotong royong dan mengedepankan persatuan dan kesatuan,’’ kata Wabup Suiasa. Serangkaian karya ini, Wabup Suiasa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah Bupati Badung tahun 2018 sebesar Rp 1.875.000.000 dan dana pujawali sebesar Rp 25 juta. Bantuan diterima oleh panitia karya. I Putu Arya selaku Klian Adat Banjar Kauh, Desa Getasan menyatakan, ngodak atau perbaikan petapakan di Pura Rambut Siwi sepenuhnya menggunakan bantuan hibah

Bupati Badung tahun 2018 sebesar Rp 1.875.000.000. Adapun petapakan yang diperbaiki meliputi petapakan Batara Ratu Sakti berupa barong serta dua Ratu Mas berwujud rangda dan pratima. ‘’Ngodak Petapakan Ida Batara di Pura Rambut Siwi, Desa Getasan sudah dilakukan sejak tahun 2018 dan sekarang setelah selesai dilanjutkan dengan melaksanakan upacara ngeratep dan melaspas,’’ ujarnya. Lebih lanjut pihaknya pun menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Badung. Pasalnya, untuk biaya prosesi ngodak petapakan dan biaya upakara sepenuhnya ditanggung Pemkab Badung melalui bantuan hibah Bupati Badung tahun 2018. ‘’Ngodak petapakan ini menghabiskan dana sebesar Rp 1,875 miliar. Dimana dana ini sepenuhnya merupakan bantuan hibah Bupati Badung tahun 2018,’’ kata Putu Arya. Sementara untuk rangkaian karya melaspas dan piodalan sudah dimulai sejak 24 April lalu diawali matur piuning di Pura Rambut Siwi, kemudian dilanjutkan pada Jumat (10/5) dengan mendak prerari (tapel) di Pura Batan Bingin, Pejeng, upacara ngeratep dan melaspas pada Senin (13/5). Puncak piodalan Ida Batara Katuran Tebasan pada Rabu (15/5) hari ini, nyineb pada hari Sabtu (18/5) dan terakhir pada Senin (20/5), Ida Batara akan kairing lunga ke Pura Rambut Siwi, Jembrana. (ad584)

Sarjana. ‘’Lulusan SMK itu masih dominan yaitu sekitar 3,9 persen,’’ katanya, Selasa (14/5) kemarin. Ditambahkannya, angka pengangguran di Kabupaten Badung adalah yang paling rendah dibandingkan kabupaten/ kota lainnya di Bali. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga, di Kabupaten Badung tingkat pengangguran mencapai 0,44 persen.

Pengangguran ada yang berasal dari tamatan SMK, Diploma maupun Sarjana. ‘’Bervariatif, tidak hanya didominasi oleh tamatan SMK saja,’’ katanya. Untuk menekan jumlah pengangguran di Badung, pihaknya terus melakukan pelatihan seperti menjarit, perbengkelan, las dan sebagainya. Diharapkan pascapelatihan, peserta dapat mengembangkan keahliannya khususnya untuk mem-

buka usaha. Menurut Oka, kondisi kerja di Badung berbeda dengan kabupaten lain di Bali. Naik-turunnya angka pengangguran juga dipengaruhi faktor eksternal. Faktor eksternal inilah yang sulit diprediksi dan diantisipasi. Meski demikian dia meyakini, apabila tidak ada faktor eksternal yang mempengaruhi, pengangguran bisa ditekan dengan lebih efektif. (kmb23)

SERAHKAN BANTUAN - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menyerahkan bantuan hibah Bupati Badung tahun 2018 sebesar Rp 1.875.000.000 secara simbolis kepada prajuru Pura Rambut Siwi Desa Getasan.

Tekan Pengangguran, Pemkab Gencarkan Pelatihan

to:tps ran Bali Post/par

TPS LIAR - TPS liar di Desa Kekeran kembali digunakan untuk tempat membuang sampah.

Mangupura (Bali Post) Angka pengangguran di Bali saat ini sebesar 1,37 persen. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan nasional. Seperti yang disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si., angka pengangguran di Bali masih didominasi kalangan terpelajar. Lulusan SMK masih mendominasi, disusul dari Diploma 1, 2 dan 3 dan yang ketiga dari


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Temukan Metode Rekayasa Nutrisi Pangan

Fakultas Farmasi Unmas Raih Juara Karya Ilmiah Tingkat Nasional dalam Bidang Penelitian FAKULTAS Farmasi Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar menorehkan prestasi setelah mahasiswanya berhasil meraih medali perak dalam lomba karya ilmiah tingkat nasional. Medali tersebut direbut pada ajang Final Youth National Science Fair (YNSF) 2019 yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) di Gedung Gymnasium UPI Bandung dari tanggal 10-12 Mei lalu. Tim peneliti yang diketuai I Gede Bayu Somantara dengan anggota Ni Wayan Nadia Vrinda Devi dan I Wayan Jagadhita Utama Putra sukses meraih gelar juara II setelah bersaing dengan tim dari perguruan tinggi lainnya pada ketegori penelitian ilmu hayati. Penelitian yang dibimbing dosen Farmasi Bahan Alam Putu Era Sandhi Kusuma Yuda, S.Farm., M.Phil.Apt. ini mampu menarik perhatian juri melalui hasil penelitian yang didapatkan. Penelitian telah berhasil menemukan sebuah metode yang sangat sederhana dalam mengolah makanan pokok menjadi makanan yang mampu mengurangi risiko penyakit kencing manis dan hiperkolesterol melalui penambahan bahan-bahan yang bersifat alami. Hasil penelitian tersebut sangat berpotensi untuk diterapkan masyarakat luas dalam upaya meningkatkan kesehatan. YNSF 2019 merupakan ajang final kompetisi kreativitas dalam bidang penelitian dan invention yang diikuti 97 tim dari research competition dan 29 tim dari invention competition dari seluruh Indonesia. Ajang ini juga bertujuan menjaring tim peneliti muda Indonesia untuk berlaga di ajang kompetisi sains dan invensi tingkat internasional. Dewan juri berasal dari ilmuwan, dosen dan praktisi penelitian yang menilai seluruh aspek mulai dari ide penelitian, metodologi, penguasaan masalah, ketajaman analisis serta kreativitas poster dan komunikasi peserta. Keberhasilan yang diraih mahasiswa Fakultas Farmasi Unmas ini tidak terlepas dari dukungan Dekan Fakultas Farmasi Unmas I Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt. bersama wakil

MEDALI - Dekan Farmasi Unmas Agus Sunadi Putra bersama mahasiswa peraih perak penelitian ilmu hayati tingkat nasional. dekan dan kaprodi. Dekan telah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi yang dimiliki mahasiswa maupun dosen melalui ajang kompetisi ilmiah, dengan demikian dapat memberikan prestasi bagi lembaga. Keberhasilan perolehan medali dalam bidang penelitian ini menyusul prestasi sebelumnya, di mana Fakultas Farmasi Unmas telah berhasil meloloskan sebanyak sembilan proposal penelitian pada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kemenristekdikti. Berkat peraihan medali perak pada kompetisi tersebut, tim mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ajang karya ilmiah mahasiswa tingkat internasional yaitu OKSEEF 2020 di Turki. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Farmasi Unmas mampu bersaing di level nasional dan global. Dekan Agus Sunadi Putra menambahkan, Fakultas Farmasi Unmas Denpasar saat ini memiliki dua Program Studi yaitu Diploma 3 Farmasi dan Program Sarjana Farmasi. Melalui penguatan sarana dan prasarana riset serta didukung oleh dosen yang berkualitas, kampus ini terus berupaya untuk menjadi perguruan tinggi farmasi yang terdepan dalam bidang pengembangan ilmu kefarmasian serta menghasilkan lulusan yang dapat bekerja sama sekaligus bersaing secara global dan mampu

memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Pembinaan penalaran mahasiswa menjadi salah satu fokus pembinaan para dosen dengan menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan kondusif di lingkungan kampus. Selain itu, kurikulum yang diterapkan telah disesuaikan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan mengedepankan aspek budaya dan teknologi sesuai dengan arah perkembangan revolusi industri 4.0 saat ini. Untuk pendukung tujuan tersebut, saat ini Fakultas Farmasi Unmas tengah menyiapkan gedung baru yang nantinya akan menjadi laboratorium unggulan dalam bidang penelitian dan juga pembelajaran praktikum. Bagi pelajar lulusan sekolah menengah yang ingin bergabung sebagai mahasiswa di Fakultas Farmasi Unmas saat ini Program Studi Sarjana Farmasi dan Program Studi Diploma Tiga Farmasi Fakultas Farmasi Unmas telah membuka pendaftaran mahasiswa baru dari jalur prestasi (PMDK) dan jalur reguler (Tes SPMB) yang dibuka hingga bulan Juli 2019. Info selengkapnya dapat menghubungi Kampus Fakultas Farmasi Unmas di Jl. Kamboja No.11A Denpasar atau mengunjungi website-nya di www. farmasisaraswati.ac.id. (ad586)

SMP PGRI 1 Denpasar Lepas 356 Lulusan

Rekrut 11 Kelas, Warga Monang Maning Diberi Keringanan Khusus KEPALA SMP PGRI 1 Denpasar Dr. I Nengah Sukama, S.Pd., M.M., Selasa (14/5) kemarin melepas 356 siswa kelas IX SMP PGRI 1 Denpasar. Pelepasan ditandai penyerahan siswa kepada Ketua Komite Dra. Ni Wayan Suciati. Pelepasan siswa kelas IX juga dihadiri Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Saat itu juga dipentaskan berbagai atraksi seni dan budaya semua ekstra di sekolah tersebut. Nengah Sukama mengungkapkan, lulusan SMP PGRI 1 Denpasar dikenal unggul dalam disiplin, pendidikan karakter dan akademik. Makanya hampir 70 persen lulusannya bisa diterima di SMA dan SMK negeri di Bali. Berkat unggul dalam disiplin dan pendidikan karakter ini juga membuat SMP PGRI 1 Denpasar diminati masyarakat. Dua hal ini yang membuat siswa sekolah ini banyak mencetak prestasi di Denpasar dan Bali. Nengah Sukama didampingi para Waka I Made Adnyana Putra, S.Pd., Drs. I Gst. Ngr. Made Wiarsa, I Nyoman Budiarta, S.Kom. dan I Gst Nyoman Oka Wiratma, S.Pd. menyerahkan penghargaan bagi 10 peraih nilai USBN terbaik yakni Chandra Dewi, Nadya Pardnya Dewi, Sri Wulandari, Yunda Lestari, Suta Dharmawan, Sthira Candra, Abdullah Deanova, Vernanda Wiratama, Hilda Nurihayati dan Salsabila. Juga diserahkan penghargaan bagi siswa dan guru berprestasi di akademik dan nonakademik. Kasek Nengah Sukama menegaskan, mendidik insan cerdas itu penting, namun lebih penting lagi mencetak lulusan yang berbudi

PELEPASAN - Kasek I Nengah Sukama didampingi Madiadnyana saat melepas siswa kelas IX SMP PGRI 1 Denpasar. pekerti baik dan berintegritas. Makanya dia bersama guru terus memberi motivasi siswa kelas IX untuk berkompetisi meraih nilai USBN dan UNKP setinggi-tingginya. Nilai UNKP ini bisa dijadikan bekal untuk mencari studi lanjut. Tahun ini, sekolah di kawasan Perumnas Monang Maning ini akan menerima 11 kelas siswa baru. Nengah Sukama mengatakan sejumlah calon siswa sudah mendaftarkan diri sejak Maret lalu. Sekalipun akan dioperasikan SMPN 13 Denpasar di kawasan Denbar, namun SMP PGRI 1 Denpasar sudah mempersiapkan diri menghadapi persaingan berupa pelayanan yang berkualitas. Kemudian semua siswa kelas VII dan IX masuk pagi. Bagi warga Monang Maning dan sekitarnya, diberikan keringanan khusus. Bagi KK kurang mampu akan dibantu lewat dana BOS dan anggaran sekolah. Di antaranya yang memiliki saudara kandung diberikan keringanan 25 persen dari uang gedung. Sementara siswa yang berprestasi diberikan bonus oleh

sekolah sebagai bentuk reward guna memotivasi siswa lain berprestasi. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana mengakui kualitas pendidikan di SMP PGRI 1 Denpasar setara dengan sekolah negeri. Sekolah ini sejak lama dikenal mengelola pendidikan berkualitas dan sungguh-sungguh memberi pelayanan terbaik. Makanya masyarakat Denpasar diminta menentukan pilihan SMP PGRI 1 Denpasar. SMP PGRI 1 Denpasar tetap mengedepankan proses berkualitas, dikelola dengan manajemen terbaik dan SDM guru yang profesional. Setelah itu diikuti dengan penyediaan sarana, pelayanan berkualitas, sekolah bersih serta program pengembangan diri. Dia setuju program unggulan SMP PGRI 1 alias Grisa berupa disiplin dan pendidikan karakter di sekolah ini dipertahankan. ‘’Jika sudah terpenuhi, walaupun ada SMP negeri lagi, masyarakat akan memilih SMP PGRI 1 Denpasar,’’ tegasnya. (k250)

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

IHDN Denpasar Gelar Wisuda XXVII

Wisudawan Berasal dari Berbagai Tokoh Sukses MELEPAS sebanyak 103 orang wisudawan, Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Wisuda XXVII di Inna Grabd Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (14/5) kemarin. Jumlah tersebut terdiri dari 43 orang dari Fakultas Dharma Acarya, 13 orang dari Fakultas Brahma Widya, 14 orang dari Fakultas Dharma Duta, 20 orang Program Magister (S-2) Program Pascasarjana dan 13 orang Program Doktor (S-3) Ilmu Agama. Tiga lulusan terbaik diraih Dewi Yunairi, S.Fil. dari Prodi S-1 Filsafat Hindu dengan IPK 3,97 (cumlaude), Ni Komang Ari Pebriyani, S.S., S.Pd.. M.Pd. dari Prodi Magister Pendidikan Bahasa Bali dengan IPK 4,00 (cumlaude), dan Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr. dari Prodi Doktor Ilmu Agama dengan IPK 3,75 (cumlaude). Sementara rata-rata IPK Program Doktor 3,63, Program Magister 3,77 dan Program Sarjana 3,49. Hingga saat ini jumlah alumni IHDN Denpasar sebanyak 9.408 orang. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengaku bangga karena di antara 103 orang wisudawan kali ini banyak tokoh masyarakat, anggota TNI, Polri, pemangku kebijakan, pegawai bank, serta wirausaha sukses. Hal ini dikarenakan IHDN Denpasar masih menjadi pilihan tokoh-tokoh penting dalam menempuh pendidikan tinggi. Bahkan, untuk wisuda periode berikutnya telah meluluskan mantan Gubernur Bali Mangku Pastika dan tokoh puri. Tentu hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi IHDN Denpasar untuk mencetak lebih banyak lagi sumber daya manusia (SDM), sehingga bisa diterima di dunia kerja. Apalagi agama mampu memayungi segala jenis profesi. Ketua PHDI Provinsi Bali ini berharap animo masyarakat agar terus tumbuh dalam belajar agama, baik secara lansung di IHDN maupun melalui latihan-latihan yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) yang bertujuan memberikan ilmu

WISUDA - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. melepas wisudawan pada upacara Wisuda XXVII IHDN Denpasar di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur, Selasa (14/5) kemarin. sebagai bekal mencapai tujuan hidup sesuai ajaran dharma. Apalagi, fasilitas yang disediakan sangat memadai, seperti free WiFi untuk menunjang proses pembelajaran. Bahkan, proses belajar mengajar jarak jauh dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi telah diterapkan. Sehingga antara dosen dan mahasiswa tidak harus bertemu bertatap muka saat memberikan dan menerima matakuliah. Soal target mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 ini, Sudiana mengaku telah mengantongi 472 mahasiswa baru pada gelombang pertama. Tentu hal ini dikarenakan segala sistem yang diterapkan di IHDN Denpasar berbasis digital yang serba online. ‘’Pendaftar pada gelombang pertama 662 orang, namun yang lolos testing hanya 472, karena kami sangat selektif dan ketat.

Untuk gelombang kedua sudah banyak yang antre, sehingga kami optimis target 800 mahasiswa baru tercapai,’’ tegasnya. Saat ini, IHDN Denpasar sudah mendeklarasikan diri menjadi ikon kampus kerukunan di Indonesia pertama yang disaksikan oleh 17 perguruan tinggi seluruh Indonesia dan seluruh rektor universitas yang ada di Bali. Upaya ini dilakukan untuk memajukan IHDN Denpasar menjadi universitas berbasis agama Hindu di Bali ke depannya. Pihaknya berharap para wisudawan tidak hanya ahli bidang ilmu keagamaan, namun juga mampu menjadi entrepreneurship. Sebab, dalam perkuliahan mereka telah diberikan bekal dalam dunia entrepreneur. Sehingga mereka bisa memberikan sesuatu yang positif terhadap dirinya dan masyarakat. (ad583)

SMKN 4 Denpasar Atasi Angka Pengangguran

Raih Ranking V Terbaik di Bali, Dua Siswanya Duta Bali di LKS Nasional SMKN 4 Denpasar dikenal sebagai lembaga pendidikan menengah kejuruan yang banyak mencetak human capital berkualitas bagi Bali. Lulusannya dikenal berdaya saing tinggi, sukses bekerja, melanjutkan studi dan menjadi wirausaha alias BMW. Selasa (14/5) kemarin, Kepala SMKN 4 Denpasar Dra. Luh Ketut Anggreni, M.Pd. melepas 343 siswa kelas XII yang lulus 100 persen. Acara pelepasan di Gedung Ksirarnawa dihadiri Kasi Kurikulum Disdik Provinsi Bali I Gede Agus Rai, S.Sn., M.Sn. Siswa yang dilepas dari program keahlian Jasa Boga, Tata Busana dan Akomodasi Perhotelan. Pelepasan ditandai dengan penyerahan siswa kepada Wakil Ketua Komite Drs. I Wayan Pugra. Kepala SMKN 4 Denpasar Luh Anggreni juga memaparkan kabar baik bahwa pada UNBK 2019 SMKN 4 Denpasar meraih ranking kelima terbaik rata-rata UN di Bali. Sedangkan tahun lalu meraih ranking ke-8 di Bali. Tiga siswanya meraih nilai 100 yakni Putu Juniawan, Adi Guna Artawan dan Arinda Widyasari. Prestasi teranyar dua siswanya menjadi duta Bali di LKS tingkat nasional yakni Ni Putu Diah Lestari (resetoran servis) dan Ni Made Noviastari (fashion teknologi). Dia menegaskan, SMKN 4 Denpasar mengedepankan pendidikan berkualitas dengan didominasi pendidikan vokasi menyiapkan lulusan siap bekerja dan bekerja mandiri. Makanya siswa yang dilepas 80 persen sudah bekerja, 10 persen menciptakan lapangan kerja alias job creator sesuai program keahliannya. Makanya Anggreni menegaskan lulusannya yang job creator ikut memecahkan angka pengangguran di Bali. Bahkan sekolahnya memiliki

LEPAS - Kepala SMKN 4 Denpasar Luh Ketut Anggreni saat melepas 343 siswa kelas XII. unit usaha bidang catering, busana adat Bali, laundry hingga florist. Yang istimewa, lulusan Tata Boga dan Akomodasi Perhotelan sudah dilengkapi dengan sertifikat kompetensi. Bahkan labnya dibantu pemerintah Austria. Makanya dia membantah lulusan SMK mendominasi angka pengangguran di Bali. Khusus untuk SMKN 4 Denpasar, siswanya sebelum tamat sudah banyak yang bekerja dan bisnis secara online. Apalagi untuk program keahlian jasa boga dan tata busana sangat laris di pasar kerja dan menjadi pengusaha mandiri. Kini SMKN 4 Denpasar menjajaki sistter school dengan sekolah di Thailand. Untuk mendekatkan lulusan dengan dunia industri, SMKN 4 Denpasar, katanya, juga rutin menggelar job fair. Agenda ini dinilai sangat tepat guna mengurai angka pengangguran lulusan SMK di Bali. Pengangguran terjadi karena adanya kesenjangan informasi dunia kerja dengan pencari kerja. Ketua Panitia I Made Suarta, S.Pd., M.Pd. menjelaskan, sejum-

lah siswanya tak bisa menghadiri pelepasan karena sedang bekerja. Ini menandakan lulusan SMKN 4 Denpasar sebelum tamat sudah bekerja. Saat itu, Kasek Luh Anggreni didampingi para waka I Made Suarta, S.Pd., M.Pd., Dra. Ni Nyoman Santiasih, M.Pd., I Putu Suyasa, S.Pd., Dra. A.A. Ayu Oka bersama Prodi AP Miswati, S.Pd., M.Pd., Kaprodi Boga Dra. Ni Wayan Mudiani, dan Kaprodi Busana IA Yuli Astuti, S.Pd., M.Pd. serta Koordinator Umum Ishaz Jafar Nasution menyerahkan penghargaan lima terbaik peraih nilai UNBK, masing-masing Desy Natasia Putri, Yoga Saputra, Gayatri, Wulan Tanjung Sari dan Gede Ariana. Kasi Kurikulum Gede Agus Rai mengaku bangga SMKN 4 Denpasar konsisten memberi penguatan di bidang kewirausahaan. Dengan demikian SMKN 4 Denpasar ikut berperan mengurangi angka pengangguran dengan menciptakan lapangan kerja baru. Ini sebagai bukti bahwa sekolah ini sudah tepat menerapkan K-13. (ad585)

Tingkatkan Pemahaman Kepalangmerahan, Narkoba dan HIV/AIDS

PMI Badung Gelar ’’Gathering’’ Milenial

SERANGKAIAN HUT ke-156 Palang Merah Sedunia yang diperingati tiap tanggal 8 Mei, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Badung menggelar gathering milenial kepalangmerahan, narkoba dan HIV/AIDS di SMAN 1 Abiansemal, Badung, Selasa (14/5) kemarin. Kegiatan yang diikuti puluhan siswa SMA di Badung Utara, dibuka Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika. Gathering milenial tersebut juga dihadiri perwakilan dari Kecamatan Abiansemal, Koramil Abiansemal, Polsek Abiansemal, UPT Disdikpora Abiansemal, Perbekel Blahkiuh, Kepala SMAN 1 Abiansemal, Kepala Markas PMI

Badung beserta jajarannya. Pihak PMI Badung mendatangkan tiga narasumber untuk meningkatkan pemahaman para siswa SMA. Di mana penyampaian kepalangmerahan dilakukan Taufan Kristanto dari PMI Provinsi Bali, narkoba dipaparkan Ni Luh Putu Sarti dari BNNK Badung, dan HIV/AIDS diterangkan Arya Theda Subrata dari KPA Badung. Gathering milenial ini untuk membangun sinergitas antarjejaring kepalangmerahan, utamanya antar-palang merah remaja. Meningkatkan kesadaran kepalangmerahan, kesiagaan bencana, meningkatkan kesetiakawanan

sosial, dan terus membina agar menjadi generasi yang sehat. Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R Swandika di sela-sela kegiatan. Menurutnya, di samping menjadi pintar, cakap dan cerdas, generasi muda harus juga sehat. Sesuai dengan misi Pemerintah Kabupaten Badung, yakni menciptakan Badung yang sehat dan cerdas. Di sini, di samping materinya kepalangmerahan, juga diberikan materi antinarkoba dan terbebas dari HIV/AIDS. ‘’Karena untuk hidup sehat, darah sehat, itu adalah darah yang bebas narkoba, bebas HIV/AIDS,’’ terang Kompyang Swandika.

Ditambahkan, gathering seperti ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Nantinya pelaksanaan akan dilakukan di wilayah Badung Selatan. Dari kegiatan ini diharapkan para kader muda mampu menjadi ujung tombak kemanusiaan dalam meningkatkan kesetiakawanan sosial. Adanya gathering milenial ini, Kepala SMAN 1 Abiansemal Drs. I Made Kupasada, M.Pd. menyampaikan rasa terima kasih dan bangga. Diharapkan kegiatan seperti ini hendaknya rutin diselenggarakan dan intensitasnya lebih ditingkatkan karena anakanak muda masih labil.

PMI BADUNG - Ketua PMI Kabupaten Badung Kompyang R. Swandika membuka gathering milenial kepalangmerahan, narkoba dan HIV/AIDS di SMAN 1 Abiansemal, Badung, Selasa (14/5) kemarin. Adanya masukan-masukan dan pencerahan dari narasumber yang berkompeten, diharapkan para generasi muda dapat ke arah yang lebih positif. Juga nantinya para

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

siswa yang ikut dalam sosialisasi ini dapat menyampaikannya kembali di rumahnya masing-masing dan di masyarakat di mana pun mereka berada. (ad582)


DAERAH

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

5

FIGUR Paham Hukum Peradilan INDONESIA adalah negara hukum. Segala sesuatunya harus tunduk dan patuh terhadap hukum. Oleh karena itu, sebagai lulusan fakultas hukum, sarjana hukum harus paham tentang hukum. Terutama bagaimana cara beracara di persidangan sesuai alurnya dikemas dengan materi dan praktik yang baik dan benar. Di samping juga harus mampu membuat produk hukum yang sesuai dengan kebutuhan bangsa. ‘’Pelatihan-pelatihan untuk penerapan atau kemahiran praktik hukum, apakah itu di bidang pidana, bidang perdata, tata usaha negara, militer, agama dan lain sebagainya termasuk Mahkamah Konstitusi ini sangat diperlukan setiap tahunnya agar mahasiswa atau civitas Fakultas Hukum, khususnya di Universitas Warmadewa semakin membumi dan dikenal masyarakat luas,’’ ujar Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, belum lama ini. Apalagi, dikatakan, FH Unwar oleh Kemenristekdikti diharuskan untuk mencetak SDM yang bukan hanya memahami ilmu pengetahuan tentang ilmu hukum, namun juga diharapkan mahir menerapkan hukum itu sendiri. Baik hukum positif maupun hukum dalam pengertian yang luas. Sehingga ketika dihadapkan pada kasus tertentu bisa diproses menjadi sebuah perkara hingga pada putusan. Oleh karena itu, FH Unwar membentuk WMCC (Warmadewa Moot Court Community) sebagai corong mempersiapkan kader-kader mahasiswa agar menginisiasi berbagai kegiatan praktik hukum. Baik untuk peningkatan pemahaman mahasiswa juga mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti lomba-lomba peradilan semu yang biasanya diselenggarakan atas kerja sama dengan Mahkamah Agung maupun Mahkamah Konstitusi. Di samping juga mempersiapkan calon-calon penegak hukum untuk meningkatkan tiga kemampuan soft skill. Yaitu, olah fikir (cognitive skill), kemampuan komunikasi (communication skill), dan psikomotorik skill. ‘’Lulusan mahasiswa hukum harus mampu menjawab persoalan yang riil ada di pengadilan dan mereka bisa memberikan ulasan, sehingga ini akan menjadi sosial kontrol bagi pengadilan dalam menegakkan hukum. Minimal mereka berpartisipasi dan berinteraksi langsung dengan perangkat pengadilan agar memahami bagaimana tata cara alur persidangan yang sesungguhnya,’’ pungkasnya. (win)

Wajib Akreditasi

RS Diingatkan Jangan Sampai Terlambat Denpasar (Bali Post) Undang-undang mewajibkan rumah sakit (RS) untuk melakukan akreditasi. Akreditasi ini juga menjadi salah satu syarat agar dapat bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Namun, karena terbatasnya tenaga surveyor membuat jadwal survei dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) molor. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, RS yang baru harus mengikuti akreditasi paling lambat dua tahun. Di Bali ada beberapa RS baru yaitu RS Umum Bali Mandara, RS PTN Unud, RS BaliMed Karangasem, dan RS BaliMed Buleleng. Sedangkan RS yang sudah akreditasi dan akan reakreditasi diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri minimal tiga bulan sebelum masa berlaku sertifikat akreditasi habis. ‘’Idealnya sih enam bulan, tapi proses administrasi itu harus sudah berjalan tiga bulan sebelum selesainya akreditasi. Kalau ini tidak dilakukan, kemungkinan dia akan terlambat,’’ ujar Suarjaya, Senin (13/5). Terlambatnya RS melakukan reakreditasi akan berdampak pada peserta BPJS Kesehatan. Salah satunya akan terjadi kekacauan sistem rujukan. ‘’Ya betul, seperti kemarin itu di RSUD Karangasem ada sedikit gejolak. Tapi, kami sudah ingatkan dengan edaran juga bahwa jangan sampai telat,’’ tegasnya. Suarjaya mengatakan, akses RS di Bali cukup baik sehingga pihaknya tidak khawatir masyarakat akan kesulitan dalam mendapatkan RS rujukan atau pelayanan kesehatan tingkat lanjutan. ‘’Sekarang kalau dari Sidemen, tidak perlu sampai ke Karangasem, tapi bisa ke Klungkung yang aksesnya terdekat,’’ ujarnya. Menurut Suarjaya, akreditasi lebih banyak pada teknis adiministratif sehingga ada upaya untuk bisa mempersiapkan diri lebih baik lagi. ‘’Jangan sampai telat, karena yang diakreditasi tidak hanya Bali. Sedangkan jumlah surveyornya terbatas, sehingga perlu waktu untuk mereka melakukan akreditasi,’’ katanya mengingatkan. Tahun ini banyak RS yang harus melakukan reakreditasi untuk bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, RS di Bali sudah jauh-jauh hari melakukan persiapan reakreditasi. Dengan akreditasi, arah RS dan pelayanan kesehatan di Indonesia akan semakin jelas ke depannya. Namun, dia mengakui saat ini sedang masa transisi menuju tertib administrasi dan tertib layanan, sehingga dalam memenuhi kewajiban akreditasi maupun reakreditasi agak sedikit kacau. Menurut Wiryana Patra Jaya, di Indonesia ada 2.800 RS yang juga harus mengikuti akreditasi. Namun dengan jumlah surveyor yang terbatas, maka jadwal untuk survei ke RS menjadi molor. Tiga bulan sebelum berakhir masa berlaku akreditasi, RS harus sudah mengajukan diri. Namun, terkadang jadwal akreditasi dari KARS terlambat. Jika akreditasi menjadi standar pelayanan kesehatan di RS, maka ke depan surveyor perlu ditambah. Di samping itu, Wiryana Patra Jaya melihat surveyor KARS merupakan orang-orang pensiunan RS atau instansi kesehatan dengan usia di atas 40 tahun. Sehingga untuk melakukan akreditasi pada RS di seluruh Indonesia akan kewalahan. Apalagi dalam waktu satu minggu, mereka harus melaporkan hasil surveinya. Wiryana Patra Jaya mengatakan, persentase RS yang terakreditasi di Bali cukup tinggi dibandingkan wilayah lainnya di Indonesia. Di Bali, 96 persen RS dari 65 RS sudah terakreditasi, tinggal reakreditasi jika masa berlaku sertifikat akreditasinya habis. Ia menargetkan semua RS di Bali sudah terakreditasi pada 2019, termasuk RS Pratama. (kmb42)

Siaga Darurat Bisa Dibiayai DSP Denpasar (Bali Post) Permasalahan klaim biaya rumah sakit pengungsi Gunung Agung akhirnya dibahas dalam rapat koordinasi di ruang rapat Sekda Kabupaten Karangasem, Selasa (14/5) kemarin. Rapat itu berjalan alot. Namun sayangnya, BPKP Perwakilan Bali tidak diundang dalam rapat yang masih belum final tersebut. Kepala BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan ada sejumlah pointer tuntutan ataupun informasi dari rumah sakit terkait permasalahan klaim. Di

antaranya biaya penanganan pengungsi selama ini dicatat sebagai piutang. Meskipun belum bisa dibayar, pihak rumah sakit ingin segera ada pihak yang mengakui piutang dimaksud. ‘’Timbul pertanyaan, siapa yang berutang kepada rumah sakit,’’ ujarnya. Pointer lainnya, lanjut Rentin, BPKP dalam melakukan review ternyata tidak melibatkan rumah sakit. Namun, rumah sakit hanya dimintai data dan itu pun masih banyak data yang tidak sesuai. BPBD Provinsi Bali pun diminta untuk tu-

sampai ‘’main mata’’ dengan warga asing. Harus didata dan diidentifikasi, demikian menurut Ketut Mursi di Denpasar. Dikatakan, aparat kita harus objektif. Warga asing harus dipantau, harus ikut aturan yang berlaku. Tidak tegasnya aparat karena kita masih menganggap

masih kurang sinkronnya data, maka perlu pertemuan kembali dengan mengundang BPKP,’’ jelasnya. Rentin menambahkan, sedikitnya ada dua hal yang perlu dikonfirmasi dengan BPKP. Pertama, siaga darurat juga bisa dibiayai Dana Siap Pakai (DSP). Kedua, pengungsi tidak semuanya dari Kawasan Rawan Bencana (KRB) karena situasi saat itu, yang di luar KRB juga mengungsi. ‘’Sambil berproses DSP, bantuan masyarakat sebesar Rp 3,1 miliar yang dihimpun BPBD agar segera

dikoordinasikan payung hukumnya. Kemungkinan bisa dipakai bilamana DSP mentok dengan pertimbangan BPKP,’’ tambahnya. Selain itu, lanjut Rentin, Dinas Kesehatan Provinsi Bali agar dapat memfasilitasi penyusunan SOP rumah sakit dalam menangani korban bencana lintas kabupaten/ kota. Pimpinan rapat yakni Asisten I Pemkab Karangasem Wayan Sutapa juga memohon agar pertemuan antara rumah sakit dan BPKP difasilitasi oleh BPBD Provinsi Bali. (kmb32)

80 Persen Penyelundupan Narkoba Lewat Laut

Denpasar (Bali Post) -

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggandeng Universitas Udayana (Unud) untuk bersama melaksanakan progam pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala BNN Komjen Pol. Heru Winarko dan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). disaksikan Gubernur Bali Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., Selasa (14/5) kemarin di Ruang A.A. Made Djelantik Fakultas Kedokteran Unud. Saat memberikan kuliah umum, Kepala BNN RI Komjen Pol. Drs. Heru Winarko, S.H. menyampaikan 80 persen penyelundupan narkoba terjadi di wilayah laut. Selain itu, di Indonesia terdapat banyak jalan tikus yang digunakan pengedar untuk menyelundupkan narkoba. Sedangkan perkembangan prevalensi penyalahgunaan narkoba selama tahun 2008, 2011, 2014 dan 2017 berdasarkan hasil kerja sama antara BNN dengan UI diperoleh angka prevalensi di Indonesia berada di kisaran angka 1,7 hingga 2,2 persen atau 3-5 juta jiwa. ‘’Strategi BNN melalui pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi, tahun ini merupakan tahunnya milenial, sehingga BNN melakukan pendekatan milenial melalui media sosial,’’ ujanya. Dalam kuliah umum tersebut, Komjen Heru menyampaikan fenomena narkoba jenis NPS yang beredar di Indonesia bersumber dari luar negeri. Kebijakan penanganan terhadap bandar narkoba yaitu hukuman

mati dan perampasan aset dalam bentuk TPPU. ‘’Ke depannya kerja sama yang sudah terjalin ini akan terus dikembangkan dengan menitikberatkan upaya pencegahan narkoba di lingkungan kampus dinilai sangat penting dilakukan. Menyongsong kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi 2030 mendatang, diharapkan para generasi muda bebas dari narkoba,’’ ungkapnya. Sementara BNN menyadari peran mahasiswa dalam P4GN sangat penting, terutama terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, serta pengabdian ke masyarakat. Mahasiswa sebagai penerus bangsa harus dibentengi dari peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengapresiasi penyelenggaraan penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Koster sangat mendukung upaya P4GN di Provinsi Bali di mana akan melibatkan semua pihak termasuk desa adat dengan menggunakan pararem desa adat. Hal ini

Aparat Jangan ’’Main Mata’’ dengan WNA

Made Bimasena di Gianyar berharap agar penerapan aturan harus tegas. Warga asing yang datang ke Bali bermaksud baik atau tidak. Misalnya apakah mereka mau bekerja, berbuat kriminal, mengedarkan narkoba dan lainnya, kita tidak tahu. Untuk itu, aparat berwenang jangan

run tangan membantu agar masalah klaim rumah sakit ini tidak berlarut-larut. ‘’Mengingat Gunung Agung masih mengancam, maka peserta rapat minta ada SOP khusus penanganan pengungsi di rumah sakit agar permasalahan tidak terulang,’’ imbuhnya. Terhadap seluruh pointer tersebut, Rentin menyebut BNPB meminta bantuan review kepada BPKP lantaran memegang prinsip menjaga akuntabilitas meskipun dalam keadaan darurat. ‘’Sebelum bisa diakui piutang dan siapa yang berutang, serta

Banyak Jalur Tikus

Warung Global

DESA diminta mendata warga negara asing (WNA) yang ada di wilayah masing-masing. Setelah didata, selanjutnya bagaimana? Demikian salah satu pertanyaan yang dilontarkan Kawan Global saat bergabung dalam acara dialog Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (14/5) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya.

Bali Post/dok

ERUPSI - Gunung Agung ketika erupsi beberapa waktu lalu.

mereka itu banyak bawa uang ke Bali. Jadi, intinya objektif menilai warga asing di Bali, tanya untuk apa ke Bali. Sementara itu, Fera di Tabanan menilai bahwa orang Bali sangat polos. Jadi kesannya enggan dan diam. Malas kalau ribu-ribut. Namun, ia menilai memang harus jelas keberadaan warga asing di Bali. Sementara Made Depa di Baturuti mengaku setuju dengan pendataan WNA secara rutin agar mudah mengawasi mereka. Menurut Werdha di Gianyar, warga asing yang datang ke Bali banyak bawa uang. Jadi

pasti berbuat baik. Ia harap sistem kerja mangawasi warga asing ini jangan bertindak setelah kejadian. Aturan jangan tajam ke dalam, tapi tumpul ke luar. Kalau didata, selanjutnya bagaimana? Jangan hanya didata saja. Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Lain halnya dengan Nyoman Mastra di Gianyar. Ada turis menikah dengan warga lokal, mestinya langsung berubah kewarganegaraannya. Sementara di Bali sudah diterima di adatnya. Turis itu bekerja di Bali. Ini harus diurus kewargangeraannya. (sikha)

Bali Post/ist

NOTA KESEPAHAMAN - Penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala BNN, Komjen Pol. Heru Winarko dan Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). secepatnya akan dijadikan program di Provinsi Bali. Program pemberantasan narkoba sangat penting di mana Bali adalah destinasi wisata dunia tentu saja rawan terhadap penyalahgunaan narkoba dan sangat merugikan penduduk Bali. Walaupun tingkat ketahanan narkoba sangat tinggi di Bali, namun korban narkoba ini harus bisa terus ditekan karena menyebabkan loss generation dan hal ini tidak

bisa biarkan. ‘’Kelebihan Bali dari daerah lain adalah adanya 1.900-an desa adat di Bali. Saat ini sedang dibuat peraturan untuk menjadikan desa adat sebagai pilar pemberantasan narkoba melalui pararem dan dipayungi oleh peraturan daerah,’’ ujar Gubernur Koster. Sementara itu, Rektor Unud Prof. Raka Sudewi dalam sambutannya menyampaikan, kerja sama ini sangat

penting bagi Unud, terlebih terkait Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dunia pendidikan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus terhadap bahaya narkoba. Saat ini banyak mahasiswa sebagai penyalah guna narkoba. Hal ini sangat mengkhawatirkan dan sudah tentu perguruan tinggi harus menjadi garda terdepan dalam melindungi peserta didik dari bahaya narkoba. (kmb)


OPINI

6

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Perjanjian Perkawinan Wanita Bali DALAM agama Hindu dan di Bali belum dikenal istilah perjanjian perkawinan sebelum kedua pasangan menikah. Hal inilah yang memperlemah posisi kaum wanita Bali yang selalu menjadi korban akibat keretakan rumah tangga. Seolah-olah mereka tak memiliki hak atas kekayaan bersama. Kondisi ini didukung juga oleh budaya patrilinial yang memberi kedudukan laki-laki yang utama. Makanya, ada kesan krama Bali (baca: Hindu) tak lengkap rasanya jika tak memiliki anak laki-laki sebagai pewaris. Pewaris ini harus diartikan hak dan kewajiban atau sanan atau tetegenan. Nyaris kaum wanita Bali bisa dikatakan sebagai kelompok yang menerima saja. Diceraikan juga ya, dikembalikan ke rumah asalnya tak masalah. Apalagi krama Bali sampai saat ini sangat kuat kekerabatannya. Apa pun perlakuan suami terhadap anak perempuannya siap ditanggung keluarga asal. ‘’Jangankan manusia utuh, berupa mayat pun akan kami terima’’. Demikian semangat krama Bali belapati dengan keluarganya. Terlepas dari itu, seharusnya mereka juga memiliki hak atas hak guna kaya selama menikah. Namum, hal ini juga jarang disentuh krama Bali lantaran tak mau ruwet berhubungan dengan aspek hukum. Kini, muncul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 69/ PUU/XII/2015 berdampak besar terhadap perkembangan hukum di Indonesia, terutama terkait dengan hukum perkawinan dan kepemilikan hak kebendaan di Indonesia. Putusan ini tak hanya mengatur kawin campur WNI dan WNA juga soal harta kekayaan setelah pernikahan. Ini kabar baik bagi kaum wanita Bali jika perusahaan suaminya pailit, bahwa aset milik istri tak boleh ditarik oleh negara. Namun, semua ini harus dituangkan dalam perjanjian perkawinan. Sedangkan secara nasional hukum perkawinan di Indonesia diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 (UU Perkawinan). Khusus terkait perjanjian perkawinan, diatur bahwa perjanjian perkawinan hanya dapat dibuat sebelum atau pada saat perkawinan dilangsungkan. Perjanjian perkawinan ini dikenal sebagai pre-nuptial agreement atau pre-marital agreement (dikenal singkat sebagai pre-nupt). Masalah akan timbul lagi, sepanjang perjanjian perkawinan tersebut tidak dicatatkan atau didaftarkan, maka perjanjian perkawinan tersebut tidak dianggap sah. Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apakah perjanjian perkawinan tersebut sudah dicatatkan? Sepanjang belum dicatatkan di notaris atau di Pengadilan Negeri tempat pasangan suami-istri tersebut berdomisili, selamanya tak bernilai apa-apa bagi kaum wanita Bali. Apalagi wanita Bali dikenal polos-polos, jarang menuntut hak guna kaya atau warisan. Nah, pemerintah akhirnya memberikan solusi. Khusus terkait pencatatan pelaporan perjanjian perkawinan di Catatan Sipil, telah dikeluarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Departemen Dalam Negeri nomor 472.2/5876/ DUKCAPIL tanggal 19 Mei 2017 yang ditujukan kepada semua kepala dinas kependudukan dan catatan sipil (dukcapil) kabupaten/kota di seluruh Indonesia, yang mengatur bahwa dukcapil sebagai instansi pelaksana atau unit pelaksana teknis (UPT). Berdasarkan hal ini akan dibuat catatan pinggir pada register akta dan kutipan akta perkawinan, sedangkan atas akta perkawinan yang diterbitkan oleh negara lain namun perjanjian perkawinannya dibuat di Indonesia, pelaporannya dibuat dalam bentuk surat keterangan. Hal ini berlaku bukan saja pada pembuatan perjanjian perkawinan, namun juga atas perubahan dan pencabutan perjanjian perkawinan secara umum. Kaum wanita Bali bisa memanfaatkan kebijakan ini untuk menjamin masa depan keluarga.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Sampah Masalah Kita Bersama Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata terfavorit di dunia telah memberikan manfaat secara ekonomi pada masyarakat Bali khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Agar Bali tetap ajeg dan terus dapat memberikan manfaat bagi kehidupan kita ke depan, maka ada beberapa faktor penting yang harus menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat yaitu antara lain faktor keamanan, kebersihan (sampah), dan keindahan (tata ruang). Namun, beberapa tahun belakangan ini, para pelaku pariwisata sangat mengeluh tentang banyaknya sampah yang berserakan baik di daratan maupun di pantai-pantai. Jika sampahsampah ini tidak ditangani secara cerdas, maka hal ini akan dapat mengancam masa depan kepariwisataan Bali. Menurut pendapat saya dalam rangka menanggulangi sampah tersebut ada beberapa langkah yang perlu dilakukan yaitu antara lain, (1) Perlu adanya kerja sama lintas sektoral antara pemerintah kabupaten/kota di seluruh Bali karena sampah yang ada di Pantai Kuta bukan saja berasal dari daerah Badung, akan tetapi juga berasal dari daerah-daerah lain di luar Badung. (2) Setiap kepala keluarga diberikan dua kantong sampah oleh pemerintah dengan rincian, satu kantong sampah untuk sampah organik dan satu lagi untuk sampah anorganik (plastik), sampah-sampah anorganik tersebut dibeli oleh pemerintah. (3) Melakukan edukasi menyeluruh perihal tentang sampah pada masyarakat dan anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi. (4) Bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan perlu diberikan sanksi. Drs. I Nyoman Bintara Br. Pengiasan, Mengwi, Badung

Perjanjian Kawin, Titik Temu Politik Agraria Berbicara soal perkawinan memang selalu identik dengan janji-janji kebahagiaan. Dalam suatu perkawinan, sepasang insan secara sadar berkomitmen untuk menuju ke destinasi terindah duniawi. Indah bukan? Namun tidak demikian benar sepenuhnya. Akan selalu ada pasang-surut maupun konflik dalam suatu rumah tangga. Tak jarang, berakhir untuk menyudahi ikatan yang telah dibuat terdahulu. Beberapa pasangan yang akan atau telah menikah memilih untuk mengambil tindakan preventif untuk mengantisipasi konflik dalam rumah tangga dengan membuat perjanjian perkawinan.

Oleh I Komang Divo Mahayakti Heriadi, S.H., M.Kn.

J

auh sebelum diundangkannya Undang-undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan), masyarakat kita masih asing dengan instrumen hukum satu ini. Khususnya bagi kalangan masyarakat di negara dengan adat dan budaya timur yang sarat akan nilai etika. Di beberapa kasus, pembicaraan soal rencana pembuatan perjanjian perkawinan tak ayal mendapat penolakan baik dari salah satu pasang calon pengantin maupun dari calon besannya. Perjanjian semacam ini lebih mengatur pada hal-hal yang bersifat materialistis, dan cenderung memuat visi yang tidak baik. Namun, seiring meningkatnya angka perceraian, sebagian pihak memilih untuk membuat perjanjian ini sebelum perkawinan dilangsungkan. Hal ini dimaksudkan apabila terjadi perceraian, maka akan mempermudah pembagian harta gono gini tanpa harus berselisih panjang di meja pengadilan. Bagi kalangan pengusaha, perjanjian kawin ternyata menjadi

hal yang positif. Ketika seorang suami tergabung dalam struktur badan hukum usaha, misalnya Perseroan Terbatas, maka segala harta atau aset yang ia tempatkan di badan usahanya akan terpisah dengan harta sang istri. Karena dengan diadakannya perjanjian kawin berupa pisah harta, maka antara harta suami dan istri menjadi terpisah. Jadi, ketika terjadi situasi sang suami mengalami kepailitan dan harta perusahaannya disita/dilelang, maka harta istri tidak turut terseret di situ. Pascaputusan MK Perjanjian kawin adalah perjanjian yang dibuat oleh calon suami-istri, sebelum atau pada saat perkawinan dilangsungkan untuk mengatur akibat-akibat perkawinan terhadap harta kekayaan mereka. (Soetojo Prawirohamidjojo; 1986). Dalam suatu perjanjian kawin, tidak melulu mengatur soal harta benda, ada hal-hal lain yang dapat diperjanjikan misalnya tentang kekerasan dalam rumah tangga, hak untuk melakukan aktivitas tertentu, dan hal penting lainnya. Pascadike-

luarkannya Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor: 69/ PUU-XIII/2015 tanggal 21 Maret 2016 tentang Perjanjian Kawin/ Postnuptial Agreement ternyata timbul beberapa persoalan. Dalam diktum putusannya khususnya frasa yang menyatakan bahwa pada waktu sebelum dilangsungkan atau selama dalam ikatan perkawinan kedua belah pihak atas persetujuan bersama dapat mengajukan perjanjian tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan atau notaris, atau dengan kata lain perjanjian kawin dapat dibuat sebelum dan setelah perkawinan dilangsungkan dan mulai berlaku sejak perkawinan dilangsungkan, kecuali ditentukan lain dalam Perjanjian Perkawinan. Jika para pihak tidak jeli, maka pembuatan postnuptial agreement tanpa ditentukan penegasan keberlakuannya, maka keberlakuan perjanjian dimaksud akan berlaku surut (retroaktif). Dalam posisi sekarang, terjadi perubahan paradigma akibat putusan MK tersebut. Sedari awal, putusan MK tersebut didasarkan

Bagi kalangan pengusaha, perjanjian kawin ternyata menjadi hal yang positif. Ketika seorang suami tergabung dalam struktur badan hukum usaha, misalnya Perseroan Terbatas, maka segala harta atau aset yang ia tempatkan di badan usahanya akan terpisah dengan harta sang istri. Karena dengan diadakannya perjanjian kawin berupa pisah harta, maka antara harta suami dan istri menjadi terpisah. Jadi, ketika terjadi situasi sang suami mengalami kepailitan dan harta perusahaannya disita/dilelang, maka harta istri tidak turut terseret di situ. oleh adanya gugatan dari seorang warga negara Indonesia dan menikah dengan warga negara asing yang merasa hak konstitusionalnya terlanggar. Karena dengan posisi demikian, ia tidak dapat memiliki aset tanah dalam bentuk hak milik. Memang jika memerhatikan konsep hukum agraria, khususnya pada Pasal 21 ayat (1) Undang-undang Pokok Agraria bahwa hanya warga negara Indonesia yang dapat mempunyai hak milik. Ada beberapa kejadian, misalnya seorang WNA menikah dengan WNI tanpa perjanjian kawin kemudian memiliki hak atas tanah dengan status hak milik. Begitu mereka menikah sebenarnya telah terjadi percampuran harta dalam perkawinan. Secara normatif menurut Pasal 21 ayat (3) Undang-undang Pokok Agraria, maka tanah tersebut hapus karena hukum dan tanahnya jatuh pada negara. Ketentuan

Musim Kemarau Setelah Siklon Tropis Lili PADA tanggal 9 Mei 2019 Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarkan informasi kemunculan Siklon Tropis Lili. Siklon tropis ini pada tanggal 9 Mei 2019 berada pada posisi Laut Timor bagian utara, sebelah timur Timor Leste atau sekitar 560 km sebelah timur Laut Kupang (sumber : www. bmkg.go.id). Siklon Tropis yang memiliki arah gerak barat barat daya dengan kekuatan 35 knot (65 km/jam) ini membawa dampak terhadap cuaca di Indonesia. Siklon Tropis ini memberikan dampak terhadap cuaca di Indonesia berupa hujan dengan intensitas sedang–lebat dan angin dengan kecepatan 48 km/jam yang dapat berpeluang terjadi di wilayah NTT bagian timur dan Maluku bagian barat daya. Tidak hanya itu, siklon tropis ini menyebabkan ketinggian gelombang hingga 4,0 meter yang menurut BMKG berpeluang terjadi di selatan Bali–Selat Lombok, perairan selatan P. Sawu, Laut Timor selatan NTT. Bahkan, gelombang tinggi di perkirakan hingga 4,0–6,0 meter yang berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Sermata–Kepulauan Letti, Laut Timor selatan Timor Leste, Laut Arafuru bagian barat. Meskipun demikian, diperkirakan intensitas Siklon Tropis Lili ini menurun dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke barat menuju wilayah Timor Leste. Berdasarakan peta pola hujan di wilayah Indonesia, khususnya wilayah Jawa, Bali, NTT, NTB, dan Kepulauan Maluku Tenggara sudah memasuki musim kemarau. Pola hujan di wilayah tersebut merupakan pola hujan jenis monsun. Pola hujan monsun, yang wilayahnya memiliki perbedaan yang jelas antara periode

Oleh Rino Wijatmiko Saragih, S.Tr. musim hujan dan periode musim kemarau kemudian dikelompokkan dalam Zona Musim (ZOM), tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan bulan Desember, Januari, Februari merupakan musim hujan, dan bulan Juni, Juli, Agustus merupakan musim kemarau). Namun, karena adanya gangguan cuaca berupa Siklon Tropis maka terjadi peningkatan curah hujan di beberapa wilayah yang dilalui siklon tersebut, khususnya wilayah sekitar Maluku Tenggara yang mengalami kenaikan curah hujan. Lalu sampai kapan curah hujan meningkat, tergantung dari durasi Siklon Tropis tersebut ada di wilayah itu. Siklon Tropis Lili tersebut memasuki masa punah apabila pusat siklon yang hangat mulai menghilang, tekanan udara meningkat dan wilayah dengan kecepatan angin maksimum meluas dan melebar menjauh dari pusat siklon. Tahap ini dapat terjadi dengan cepat jika Siklon Tropis melintas di wilayah yang tidak mendukung bagi pertumbuhannya, seperti misalnya memasuki wilayah perairan lintang tinggi dengan suhu muka laut yang dingin atau masuk ke daratan. Dari citra satelit dapat terlihat jelas bahwa wilayah konvektif Siklon Tropis tersebut berkurang, dan sabuk perawanan perlahan menghilang. Sampai saat ini, pola Siklon Tropis kemungkinan akan menurun setiap harinya. Dengan adanya fenomena cuaca regional ini memang sangat memungkinkan dapat mengganggu

pola curah hujan di wilayah yang dilalui. Selain itu, banyak wilayah yang dilalui oleh Siklon Tropis ini sendiri mengalami gangguan cuaca seperti banjir di wilayah Saumlaki. Untuk wilayah laut yang dilalui oleh siklon ini juga mengalami peningkatan gelombang yang sangat signifikan yang diperkirakan berpeluang terjadi di wilayah terdekatnya yaitu Laut Timor selatan Timor Leste, Laut Arufuru bagian barat dan perairan Kepulauan Sermata– Kepulauan Letti yang diperkirakan ketinggian gelombang hingga 6,0 meter. Ketinggian gelombang yang cukup signifikan ini sangat berbahaya sehingga saran keselamatan yang diberikan oleh BMKG bagi para nelayan yang untuk tidak melaut di sekitar wilayah Siklon Tropis Lili, dan juga berbahaya bagi kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar bagi kapal yang berlayar pada ketinggian gelombang hingga 6,0 meter ini. Selain itu, kehadiran Siklon Tropis ini juga mengakibatkan terganggunya penerbangan yang melalui wilayah tersebut. Cuaca yang buruk, jarak pandang yang sangat pendek mengakibatkan beberapa penerbangan dapat menunda keberangkatan untuk take off maupun landing demi keselamtan penerbangan tersebut. Siklon Tropis tersebut memang sangat berbahaya efeknya baik di darat, laut, maupun di udara, karena gugusan awan pada Siklon Tropis sendiri sebagian besar terdiri dari awan konvektif. Awan ini dapat mengakibatkan cuaca buruk, angin kencang, dan bah-

kan apabila hujan terus-menerus terjadi bisa mengakibatkan banjir. Untuk mengetahui pergerakan awan dan tutupan awan dapat diakses pada website bmkg pada citra satelit yang di-update setiap sepuluh menit. Berdasarkan peta prakiraan gelombang signifikan pada tanggal 12 Mei 2019 untuk wilayah yang saat ini dilalui oleh Siklon Tropis Lili sekarang ini yaitu wilayah perairan sekitar Timor Leste memiliki tinggi gelombang hingga 3,0 meter. Prakiraan ketinggian gelombang ini mulai menurun dibandingkan pada saat tanggal 9 Mei 2019, di mana Siklon Tropis masih sangat giat atau matang. Ketinggian gelombang yang menurun ini kemungkinan mengindikasikan bahwa Siklon Tropis Lili yang saat ini ada semakin melemah. Semakin melemahnya siklon ini memungkinkan bahwa keadaan cuaca semakin membaik dan pola hujan munson di wilayah tersebut kembali normal. Kemungkinan puncak musim kemarau di wilayah Jawa, Bali, NTT, NTB, dan Maluku Tenggara mungkin terjadi pada bulan Juni, Juli, dan Agustus. Diharapkan kepada masyarakat agar selalu mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi pada wilayah masing–masing, dan juga jangan mempercai informasi perubahan cuaca atau fenomena cuaca yang bersumber dari sumber yang tidak jelas. Selalu terima informasi cuaca, iklim dan informasi gempa, serta kualitas udara yang cepat, tepat, akurat, luas dan mudah dipahami yang bersumber dari BMKG.

ini tidak dapat disimpangi dan sifatnya memaksa. Kembali jika dihubungkan dengan putusan MK tersebut, terdapat kerancuan di situ. Jika perjanjian kawin yang dibuat setelah perkawinan, terhadap harta yang diatur diberlakukan surut, maka ada pihak ketiga yang dirugikan. Kerugian yang dimaksud tidak harus dalam bentuk orang perseorangan, akan tetapi negara juga termasuk sebagai pihak yang dirugikan. Banyak pihak menghindari tanahnya jatuh ke negara dengan menerapkan pola semacam ini. Namun, sekalipun suatu tanah diputuskan jatuh pada negara, sejatinya ada beberapa mekanisme dan prosedur hukum yang dapat ditempuh walau sedikit melalui proses yang panjang. Tanah yang telah jatuh pada negara, dapat dimohonkan kembali oleh pihakpihak sesuai dengan haknya dengan catatan selalu memerhatikan ketentuan hukum agraria nasional. Penulis, Legal Officer Bank Swasta

POJOK Pemukulan di DPRD Bali libatkan sesama anggota Fraksi PDI-P. - Sesama saudara. *** Rumah sakit jangan sampai terlambat melakukan akreditasi. - Jangan sampai rumah sakit ikut ‘’sakit’’. *** Kemenpar puji keberanian Bali jadi pionir bahas dana kontribusi wisman. - Pionir untuk jaga budaya bangsa.

Penulis, Forecaster Stasiun Meteorologi Dumatubun - Tual

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Plafon Perpustakaan Rusak

Program Baca di SDN 3 Kukuh Dihentikan Sementara Tabanan (Bali Post) -

Rusaknya plafon gedung perpustakaan SDN 3 Kukuh, Kecamatan Marga, membuat program baca setiap Sabtu harus dihentikan sementara. Meski atap gedung perpustakaan yang dibangun tahun 2013 itu masih cukup kuat karena terbuat dari baja ringan, namun para guru tetap khawatir sewaktu-waktu bagian plafon lainnya roboh sebab sudah ada retakan baru pada bagian plafon yang masih kuat. Dari pantauan di lapangan, kondisi gedung perpustakaan ini sejatinya masih cukup kokoh. Hanya, tembok bagian atas depan sudah dipenuhi lumut lantaran kondisi gedung yang lembap karena bersebelahan dengan tegalan milik warga. Koleksi buku berjejer rapi. Sementara plafon bagian utara sudah terdapat bekas perbaikan lantaran pernah jebol tiga bulan lalu. Kepala SDN 3 Kukuh Marga, Ni Nyoman Sudi Ratnadi, menyampaikan gedung perpustakaan ini dibangun tahun 2013 secara swadaya yang dikomandoi oleh Komite Sekolah. Perpustakaan sangat menunjang proses belajar mengajar khususnya dalam program Calistung. Pihak sekolah pun menerapkan program baca setiap Sabtu bagi para siswa secara ber-

giliran masing-masing kelas yang tujuannya untuk menambah wawasan. Saat jam istirahat pun, para siswa kerap memanfaatkan waktu luangnya di perpustakaan. ‘’Sebenarnya, bangunan ini atapnya cukup kuat, hanya plafonnya belakangan ini rusak. Kemungkinan ada kucing yang mengejar tikus di atas, jadi cepat rusak,’’ ucap Sudi Ratnadi, Selasa (14/5) kemarin. Plafon rusak ini baru diketahui Selasa pagi saat siswa kelas VI ingin melakukan kegiatan bersih-bersih usai ujian sekolah. Terkait kerusakan tersebut, Sudi Ratnadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Ketua Komite. ‘’Rencananya besok (hari ini - red) akan datang ngecek, karena yang bersangkutan masih ada acara di Denpasar,’’ katanya.

Guna mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, untuk sementara siswa belum diperbolehkan ke perpustakaan. ‘’Karena ada retakan baru di plafon lainnya, takutnya jatuh juga, sementara perpustakaan kita tutup dulu sampai diperbaiki,’’ terangnya. Sementara itu, dari ribuan koleksi buku, diakuinya ada sekitar ratusan yang sudah rusak. Buku-buku tersebut sudah disimpan dengan baik dan tercatat dalam aset sekolah. Pengadaan buku perpustakaan selama ini berasal dari dana BOS dan ada pula pemberian dari Perpustakaan Daerah. ‘’Kami masih kekurangan koleksi buku khususnya buku pelajaran, karena banyak anak-anak yang meminjam. Bahkan, bukunya terkadang sampai rusak,’’ jelasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Setelah hampir setahun berjuang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan akhirnya mendapatkan dana revitalisasi Pasar Baturiti dari pemerintah pusat. Pagu anggaran revitalisasi Pasar Baturiti mencapai Rp 4 miliar yang bersumber dari dana TP. Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Tabanan Primayani, Selasa (14/5) kemarin mengatakan, Pasar Baturiti sebenarnya sudah pernah direvitalisasi tahun 2014. Namun, karena gempa Lombok tahun 2018, bangunan di pasar tersebut mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan. Disperindag kemudian kem-

bali mengajukan permohonan dana revitalisasi ke pusat. Proyek revitalisasi Pasar Baturiti sedang dalam penyusunan DED. Karena keterbatasan dana, tidak semua bagian pasar direvitalisasi, melainkan hanya pada bagian yang rusak. Kata Primayani, bagian yang rusak ini adalah tempat para pedagang los berjualan. Agar pasar lebih rapi, rencananya tempat dagang dalam bentuk los yang ada di bagian depan akan dipindahkan ke tengah sementara yang dalam bentuk kios akan dibangun di depan. ‘’Setelah DED selesai, akan dilakukan tender. Jika proses tender lancar,

Juli sudah kontrak dan Agustus sudah terealisasi pembangunannya,’’ jelas Primayani. Ia melanjutkan, dari pagu Rp 4 miliar, dana untuk pembangunan fisik menca p a i R p 3 .7 5 0 . 0 0 0 .0 0 0 . Nantinya bangunan yang direvitalisasi akan menampung 36 pedagang kios dan 174 pedagang los. Selain Pasar Baturiti, tahun ini Disperindag juga telah mengajukan revitalisasi untuk Pasar Bajera. Primayani mengatakan, Pasar Bajera sebenarnya sudah mendapatkan dana revitalisasi yang bersumber dari DAK dua tahun lalu. ‘’Tetapi dana tersebut hanya bisa merevitalisasi setengah dari Pasar Bajera sehingga

tahun ini kami usulkan lagi dan sedang kami koordinasikan dengan pemerintah pusat,’’ ujarnya. Setelah revitalisasi Pasar Baturiti dan Pasar Bajera rampung, masih ada lima pasar tradisional di Kabupaten Tabanan yang memerlukan revitalisasi karena kondisinya sudah tidak representatif. Untuk itu, Disperindag Tabanan s u d a h m e n g a j u k a n a n ggaran untuk tahun 2020 ke pemerintah pusat untuk revitalisasi tiga pasar yaitu Pasar Sayur Baturiti, Pasar Dauh Pala, dan Pasar Pupuan. Sementara untuk dua pasar lainnya yaitu Pasar Candikuning dan Pasar Kerambitan, diajukan melalui DAK. (kmb24)

Tabanan (Bali Post) Peran PKK sangat sentral dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, sehingga pemerintah harus membantu menyukseskan program-program yang diusung oleh Tim Penggerak PKK. ‘’Organisasi PKK merupakan organisasi yang sangat strategis yang mampu menyentuh lapisan masyarakat terbawah. Apabila tidak dikelola dengan baik, tentunya menjadi kerugian bagi masyarakat Bali,’’ kata Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster dalam

harmonisasi dan sinkronisasi gerakan PKK serta kunjungan ke rumah contoh Hatinya PKK di Desa Cepaka Kecamatan Kediri, Selasa (14/5) kemarin. Menurutnya, berbagai hal yang dilakukan Tim Penggerak PKK tujuannya tiada lain untuk mewujudkan 10 Program PKK yang dari dulu telah didengung-dengungkan agar tidak menjadi slogan semata tapi harus diterapkan di masing-masing desa. ‘’Saya ingin 10 program PKK tidak hanya diucapkan oleh ibu-ibu, tetapi diwujudkan

di antaranya Gerakan Puspasari melalui halaman asri, teratur, indah dan nyaman (Hatinya) PKK,’’ tegas Ny. Putri Koster. Dia berharap ibu-ibu PKK khususnya di perdesaan menata pekarangan agar tetap asri dan bermanfaat. ‘’Saya harap ibu-ibu rajin menata pekarangan rumah. Yang terbaik akan diberikan reward study banding ke Thailand terkait pertanian,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kediri Ny. Rai Murdika menanggapi arahan dari

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Pihaknya akan melakukan pembinaan ke rumah-rumah. ‘’Agar yang lain kena imbas Hatinya PKK, sehingga tanah pekarangan yang ada semua penuh dengan tanaman yang bermanfaat,’’ ucapnya. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia telah memikirkan perencanaan dan pelaksanaannya. Dikatakannya, PKK Kediri termasuk desadesa yang ada di Kediri mempunyai program arisan yang di dalamnya akan diberikan contoh cara menata pekarangan. (kmb24)

RUSAK - Plafon gedung perpustakaan SDN 3 Kukuh Marga yang mengalami kerusakan.

’’Black Garlic’’ Desa Babahan

Serap 600 Kg Bawang Putih Lokal Tabanan (Bali Post) Desa Babahan Kecamatan Penebel di awal 1980-an terkenal sebagai penghasil bawang putih lokal. Namun, bawang putih lokal ini lama-kelamaan tergeser dengan jenis bawang impor yang sekarang banyak ditemukan di pasaran. Beberapa petani fanatik masih mempertahankan bibit murni dari bawang putih lokal ini dan menanamnya setiap tahun dengan tujuan komoditas ini tidak punah. Dari keinginan petani untuk mempertahankan varietas lokal bawang putih ini memunculkan ide membuat produk olahan black garlic. Tujuannya, meningkatkan nilai jual sehingga semakin banyak petani yang mau menanamnya. Ketua BUMDes Babahan yang juga pencetus pembuatan black garlic di Desa Babahan, Wayan Putra Sedana, Selasa (14/5) kemarin, mengatakan pihaknya telah melakukan pelatihan pembuatan black garlic di masing-masing banjar di Desa Babahan. Mereka yang berminat lantas diajak membentuk usaha yang dikoordinir dalam satu kelompok. ‘’Saat ini, sudah ada satu kelompok terdiri dari 27 orang. Masing-masing dari mereka baik personal maupun berbanyak, memproduksi black garlic,’’ ujarnya. Dalam menyerap produksi bawang putih lokal dari petani di Desa Babahan, baik BUMDes dan kelompok, sepakat mengenai harga pembelian yang ditetapkan di atas harga pasar. ‘’Sesuai kesepakatan, harga bawang putih lokal dibeli ke petani sebesar Rp 45 ribu per kilogram,’’ ujar Putra Sedana. Pada panen bawang putih lokal di Desa Babahan tahun

Bali Post/san

PELATIHAN - Pelatihan membuat black garlic di Desa Babahan beberapa waktu lalu. 2018, terserap setidaknya 600 kg bawang putih. Dari jumlah tersebut, 300 kg di antaranya sudah diolah menjadi black garlic. Mengenai penjualan, pihaknya menyerahkan pada masing-masing anggota kelompok. Bagi yang sudah memiliki pasar dipersilakan menjual langsung, tetapi dengan harga sesuai kesepakatan. Produk black garlic Desa Babahan dijual seharga Rp 150.000 per botol ukuran 100 ml. Bentuk produk black garlic Desa Babahan lebih menyerupai selai dibandingkan produk black garlic lain yang biasanya utuh. ‘’Produknya berbentuk selai karena bawangnya dikupas kemudian diolah dan ditambahkan madu. Sehingga produk ini lebih tahan lama dan lebih banyak khasiatnya untuk kesehatan,’’ jelas Putra Sedana. Sementara BUMDes Babahan biasanya mengambil lima botol dari masing-masing produsen black garlic. BUMDes juga menyiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi black garlic. ‘’Jadi,

usaha BUMDes selain memasarkan produk black garlic juga menjual peralatan yang dibutuhkan dalam membuat black garlic,’’ ujarnya. Karena modal yang terbatas, promosi black garlic Desa Babahan masih sebatas dari mulut ke mulut. Belum bisa disalurkan ke toko modern meski sudah memiliki Izin Pangan Rumah Tangga (IPRT) dan izin dari MUI. Menurut Putra Sedana, agar mampu menembus pasar modern, memerlukan modal yang besar baik dalam memenuhi syarat maupun kontinuitas produk. Di sisi lain, bahan baku black garlic juga terbatas. Dengan adanya produk black garlic ini diharapkan akan lebih meningkatkan dan mengamankan harga jual bawang putih lokal di pasaran dan menjadi pemicu petani lain untuk menanam bawang putih lokal. Menurut Sedana Putra, efeknya sudah mulai terlihat. Petani sudah mulai berkeinginan menanam bawang putih lokal di Desa Babahan. (kmb24)

Bali Post/bit

Pasar Baturiti Dapat Dana Revitalisasi Rp 4 Miliar

Kader PKK Diminta Tata Pekarangan Rumah

Curi Itik, Pasangan Selingkuh Dihakimi Massa Tabanan (Bali Post) Pasangan tanpa ikatan suami-istri alias selingkuh, I Wayan Artana (40) dan Ni Nengah Widnyani (44), asal satu banjar yakni Banjar Dinas Babahan Kanginan Desa Babahan Kecamatan Penebel harus merasakan dinginnya sel Polsek Tabanan. Keduanya diamankan polisi lantaran nekat mencuri itik di kandang milik I Wayan Mardika di Banjar Bongan Jawa Kangin Desa Bongan, Tabanan. Aksi nekat keduanya dipicu lantaran faktor ekonomi. Bahkan saat melakukan aksinya pada 2 Mei dini hari, keduanya sempat dihakimi warga sebelum diserahkan ke kantor polisi. Kanitreskrim Polsek Kota Tabanan Iptu I Nyoman Artadana didampingi Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta saat rilis kasus, Selasa (14/5) kemarin membeberkan, keduanya merencanakan pencurian saat tinggal di rumah kos di Jalan Anyelir, Banjar Dukuh Desa Dauh Peken, Tabanan. Nengah Widnyani sebelum-

nya meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan suaminya. Keduanya pun sudah menjalin hubungan sekitar dua tahun, hingga akhirnya terbentur masalah ekonomi, lantaran penghasilan Wayan Artana sebagai sopir di sebuah toko bangunan tidak mencukupi untuk kehidupan sehari-hari. ‘’Dari sanalah muncul niat kedua pelaku melakukan pencurian di wilayah Bongan, di sebuah kandang milik warga setempat. Satu pelaku melakukan aksinya mengambil itik dengan cara melompati jaring kandang, sementara yang perempuan menunggu di luar kandang memegang karung plastik,’’ terang Iptu Artadana. Gerak-gerik pelaku, kata Artadana, sudah diintai oleh pemilik kandang maupun masyarakat setempat. Hal ini mengingat kasus pencurian itik terjadi hampir tiga kali pada April lalu, dengan total ratusan ekor yang hilang dan kerugian sekitar Rp 6,5 juta. ‘’Pelaku mengaku hanya mengambil 15 ekor itik pada

tanggal 19 April. Saat itu dilakukan seorang diri dan dijual di Pasar Hewan Kediri dengan harga Rp 20 ribu per ekor. Itu jauh di bawah harga normal, rata-rata Rp 50-60 ribu per ekor,’’ terangnya. Berhasil melancarkan aksi pertama, pelaku pun kembali melakukan aksinya pada 2 Mei, bersama dengan pasangan selingkuhnya. Namun, belum sempat menikmati hasilnya, keduanya ditangkap oleh warga yang saat itu mengikuti acara adat di banjar setempat. Artadana menerangkan, awalnya pada 2 Mei sekitar pukul 01.00 Wita, Mardika, pemilik kandang melihat kedua pelaku datang dengan berjalan kaki dari arah timur. Sesampainya di sebelah selatan kandang itik, pelaku terlihat melompati jaring kandang setinggi kurang lebih 1 meter. Sementara pelaku lainnya berdiri di pinggir kandang memegang karung plastik. Pelaku Artana dengan posisi membungkuk mengambil salah satu itik dengan tangan

kanan dan membuat itik yang lain ribut. Melihat hal itu, pemilik kandang yang sudah sejak awal mengawasi pelaku berteriak maling sambil berlari ke arah pelaku. Mendengar teriakan itu, kedua pelaku pun berusaha melarikan diri dan dikejar oleh korban. Sayangnya pelaku justru sempat dihakimi warga yang mengakibatkan pelaku Artana mengalami luka bengkak pada bagian mata dan wajah. Sementara Ni Nengah Widnyani mengalami bengkak pada kepala bagian atas. Nengah Widnyani, ibu dari tiga orang anak ini, mengaku menyesal atas perbuatan yang pertama kali dilakukannya itu. Ia pun tak kuasa menahan air matanya saat kembali digiring ke sel Polsek Kota Tabanan. ‘’Saya janji tidak akan melakukannya lagi,’’ ucapnya. Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP jo pasal 53 KUHP dengan ancaman hukum tujuh tahun penjara. (kmb28)

Bali Post/bit

PENCURIAN - Kedua pelaku pencurian itik saat rilis kasus yang digelar Humas Polres Tabanan, Selasa (14/5) kemarin.


BULELENG

8

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

HILANG SAAT MANCING - Anggota Pos SAR Buleleng menurunkan boat guna melakukan operasi pencarian nelayan Kadek Ariasa (35), warga Dusun Dauh Margi, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng yang dilaporkan hilang saat mancing Senin (13/5) lalu.

Mancing di Laut, Perahunya Ditemukan di Kubutambahan

Nelayan Segara Gunung Pemaron Dikabarkan Hilang

Singaraja (Bali Post) – Seorang nelayan, Kadek Ariasa (35), warga Dusun Dauh Margi, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng dikabarkan hilang setelah mancing di laut lepas, Senin (13/5) sore lalu. Ariasa yang masuk anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Gunung Desa Pemaron itu diketahui hilang, setelah perahu bersama perlengkapan mancingnya ditemukan di perairan Desa/Kecamatan Kubutambahan, Selasa (14/5) kemarin. Belum diketahui pasti penyebab korban hilang itu. Tetapi diduga kuat, bapak dua anak itu mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang dari lokasi mancing di laut lepas. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, kabar tidak baik diterima keluarga dan kerabatnya setelah ada nelayan dari Kubutambahan menyampaikan penemuan perahu milik korban. Saat ditemukan, perahu tanpa awak itu masih berisi perlengkapan pancing dan boks berisi ikan yang diduga hasil tangkapan korban. Temuan itu, kemudian dilaporkan kepada personel Polisi Perairan (Polair) Polres Buleleng. Laporan itu diteruskan ke Pos SAR Buleleng. Pihak keluarga korban mengenali perahu itu memang milik korban. Pencarian ke tengah laut langsung dilakukan saat itu juga. Sampai siang kemarin, keberadaan korban belum ditemukan. Tak pelak situasi ini membuat keluarga, kerabat, dan sesama anggota nelayan terpukul. Saudara besannya, Putu Ardika menceritakan, korban bersama kakaknya Putu Sukiada (40) sepakat berangkat mancing ke tengah laut. Meski sepakat melaut, namun korban memilih menurunkan jukung lebih awal sekitar pukul 16.00 Wita. Karena lokasi mancingnya berbeda, kakaknya menyusul beberapa menit kemudian.

Setelah larut malam, korban tidak kunjung pulang ke rumahnya. Biasanya korban kembali dari tengah laut saat tengah malam. Sementara, kakaknya sudah kembali ke daratan. Saat ditanya terkait kondisi korban, sang kakak mengaku tidak bertemu saat di laut. Justru, saudara kandungnya itu terkejut setelah mengetahui korban tidak pulang ke rumahnya. Mendapat kabar itu, Ardika bersama istri korban Ni Luh Sukertiasih panik. Mereka meminta tolong rekannya membantu mencari korban. Hingga siang kemarin, korban belum ditemukan. Kemudian kabar tidak baik semakin menguat lantaran perahu milik korban itu ditemukan terdampar di Pantai Kubutambahan. HP-nya Tak Aktif “Sebelum berangkat, saya melihat dia, katanya mancing bersama kakaknya di lokasi berbeda. Biasanya malam hari sudah balik. Tetapi sampai dini hari tadi tidak ada kabarnya. Hand phone-nya tidak aktif. Sedangkan, perahunya ditemukan nelayan di Kubutambahan,’’ ujarnya. Namun bagaimana sejatinya kondisi korban

itu, apa masih selamat atau tidak, belum diketahui pasti. Selain sudah dilaporkan kepada petugas berwenang, kata Ardika, rekan sesama nelayan sudah berusaha keras ikut mencari ke tengah laut. Dengan menggunakan dua perahu, nelayan mencari korban menyusuri lokasi rumpon (rumah ikan -red) yang sering dijadikan lokasi mancing korban. Sayangnya, upaya itu belum berhasil menemukan korban. Bahkan, pihak keluarga pun langsung menempuh cara niskala dengan melakukan upacara ngulapin. Harapannya agar ada titik terang dan lebih cepat korban bisa ditemukan. “Rekan sesama nelayan sudah ikut mencari tapi tidak berhasil. Saya berharap saudara kami segera pulang dalam keadaan selamat,” harapnya. Koordinator Pos SAR Buleleng Dewa Hendri mengatakan, laporan kejadian itu diterima kemarin sekitar pukul 10.30 wita. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengumpulkan keterangan keluarga korban dan anggota nelayan. Dari data lapangan itu, pihaknya menerjunkan delapan personel SAR melakukan

operasi pencarian dengan kapal boat. Dari daratan pecarian pada hari pertama, sudah mencarinya hingga dua mil. Tahap awal pencarian fokus melacak koordinat penemuan perahu yang diduga milik korban. Nantinya, dari koordinat tersebut, dilakukan penyisiran. “Sesuai regulasi operasi pencarian berlangsung tujuh hari setelah laporan kejadian diterima. Tahap awal, kami melacak koordinat penemuan perahu korban. Apa pun hasilnya, kami evaluasi dulu untuk melakukan penyisiran tahap lanjutan,” katanya. Selain melacak koordinat lokasi korban, Dewa Hendri menyebut pihaknya masih menggali data lapangan. Itu dilakukan guna memastikan penyebab korban itu hilang. Dari keterangan awal, cuaca pantai saat korban melaut dalam kondisi normal. Namun, beberapa nelayan menyebut ketinggian gelombang di tengah sekitar satu meter bahkan disertai angin kencang. Selain itu, pihaknya menemukan kondisi perahu dan perlengkapan mancing milik korban masih utuh. Bahkan, di dalam perahu itu terdapat boks berisi ikan yang diawetkan dengan es batu. Dengan fakta itu, diperkirakan korban dalam perjalanan ke daratan. “Informasinya, pergerakan arus kuat sekali dan ombak setinggi satu meter. Kami tidak berani berandaiandai dulu. Kami masih fokus melanjutkan pencarian bersama Polair dan personel BPBD Buleleng,” jelasnya. (kmb38)

Tahun 2018, Ariasa Sempat Dihantam Ombak

SEJAK menjadi nelayan, Kadek Ariasa (35), warga Dusun Dauh Margi, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng itu pernah mengalami kecelakaan saat berlayar di laut. Ketika itu, dia mamancing ke lokasi rumpon. Perahu yang biasa digunakan melaut itu dihantam ombak besar, sehingga dia terjatuh ke laut. Kakak korban, Komang Sarianing (43), menuturkan walau pengalamannya pernah dihantam ombak, tetapi sang adik tidak patah semangat. Pekerjaan nelayan yang penuh risiko itu tetap dilakoninya untuk menghidupi kebutuhan hidup istri Luh Kertiasih dan dua orang anaknya. Kejadian itu dialami sekitar tahun 2018 lalu. Korban saat itu melaut bersama rekan-rekanya. Namun, tidak disangka, ombak menerjang sehingga saudaranya itu terjatuh ke laut. Beruntung, saat itu Ariasa masih selamat setelah berhasil kembali naik ke atas perahu. “Tidak tahu persis kejadian itu. Adik saya menyebut kalau waktu itu pernah jatuh ke laut setelah jukungnya dihantam ombak. Saat itu, adik saya memang selamat. Tidak tahu kok sekarang kembali mengalam kejadian seperti ini,” ujar Sarianing dengan mimik sedih. Selain pengalaman pernah terjatuh dihantam ombak, sebelum melaut Senin (13/5) sore lalu, adiknya itu juga sempat datang menemuinya. Saat itu, saudaranya membayar uang pinjaman Rp 50.000. Atas pembayaran utang itu, dirinya mulai sedikit merasakan kondisi tidak baik. Namun karena adiknya baik-baik melunasi utang, perasaan tidak baik itu dianggap angin lalu saja. Setelah mengetahui adiknya belum juga kembali ke rumahnya, dia kemudian sangat terkejut teringat akan perasaan sedih sebelumnya. Kemudian, dirinya tidak kuasa menahan kesedihan. Atas kejadian ini, Sarianing dan keluarganya berharap korban bisa segera ditemukan. Apalagi, adiknya itu dikenal sebagai sosok kepala rumah tangga yang bertangung jawab, berjuang untuk kehidupan istri dan dua orang anaknya. “Dia memang pernah pinjam uang Rp 60.000. Sebelum mancing dia memberi uang Rp 50.000 kemudian langsung berangkat. Saya tidak menyangka, kalau perasaan aneh saat memberi uang itu ternyata adik kami tidak pulang sampai sekarang,” jelasnya. (mud)

Bali Post/mud

UPACARA NGULAPIN - Keluarga dan kerabat korban nelayan di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng melakukan upacara ngulapin untuk memohon petunjuk pencarian nelayan yang hilang setelah mancing di laut pada Senin (13/5) sore lalu.

Panel MCB Korsleting Nyaris Picu Kebakaran

Telepon Penting BULELENG SMS Pengaduan

3477

DPRD Buleleng

22713

Polres Buleleng

22510, 21841

Polsek Tejakula

28541

Polsek Kubutambahan

23012

Polsek Sawan

24900

Polsek Singaraja

22566

Singaraja (Bali Post) – Gara-gara panel MCB korsleting nyaris memicu percikan api kebakaran di sebuah toko kue terkenal di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng Senin (13/5) tengah malam lalu. Kejadian itu sempat membuat karyawan toko dan warga yang melintas saat itu terkejut mengetahui peristiwa tersebut. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan sebelum ke-

jadian, aktivitas di toko kue itu berjalan seperti biasa. Sekitar pukul 23.00 Wita, penanggung jawab karyawan Tika saat itu berancang-ancang menutup tokonya. Namun secara tidak sengaja panel MCB yang dipasang di luar ruangan toko itu mengeluarkan asap tebal. Khawatir memicu percikan api, kejadian itu langsung dilaporkan kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Tidak berselang lama, satu regu Dam-

kar dengan cepat mendatangi lokasi kejadian. Selain itu, petugas PLN juga langsung memutus jaringan listrik di toko tersebut. Tidak berselang lama, percikan api di panel MCB itu langsung dipadamkan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APR). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada Selasa (14/5) kemarin, membenarkan telah menerima laporan kejadian tersebut. Saat anggotanya

tiba di lokasi kejadian kata Sugiartha, sudah ditemukan panel MCB milik PLN yang terpasang di luar ruangan toko itu memunculkan percikan api. Mencegah api itu membesar, pihaknya kemudian melakukan pemadaman dengan APR. Sekitar 15 menit setelah kejadian itu, percikan api tersebut berhasil dipadamkan, setelah petugas PLN memutus sementara jaringan listrik di toko tersebut. “Karena cepat dilaporkan, kami

dengan cepat bisa memadamkan api di sana (panel MCB), sehingga tidak sampai memicu percikan api lebih besar,” katanya. Terkait penyebab panel MCB itu terbakar, mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol Sekkab Buleleng itu mengaku kemungkinan percikan api itu karena rangkaian panel MCB itu korsleting. Namun, penyebab pasti terjadinya percikan api itu masih dalam penyelidikan polisi dan petugas PLN. (kmb38)

Truk Terbalik

Sembilan Sekaa Jegog Terluka Sembilan penumpang truk menjadi korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat out of control (OC) di Jalan Singaraja – Pelapuan, km 35, wilayah Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu, Selasa (14/5) kemarin. Para penumpang yang merupakan Sekaa Jegog asal Kabupaten Jembrana itu mengalami luka serius. Pasalnya, truk yang ditumpangi itu terbalik di lokasi kejadian. Lalu, bagaimanakah kronologi kejadian itu sehingga membuat seniman sekaa jegog asal Jembrana itu truknya terbalik? DARI data yang diperoleh di Unit Lalu lintas (Lantas) Polsek Busungbiu, sembilan korban lakalantas itu diketahui Sekaa Kesenian Jegog yang akan pentas di Dusun Bukit Telu, Desa Pelapuan. Mereka itu masingmasing Gede Suantara (35), Putu Gede Widia Aristya (19), Made Perdian Ardinata (16), Putu Ardi (16), Ketut Nandra (56), Putu Bagus Sukma (10), Putu Agus Asta Biara (25), Made Sutama (46), dan Made Sudarsana (46). Beberapa korban lakalantas itu harus menjalani

opname di rumah sakit. Pasalnya, seniman itu mengalami luka serius. Sedangkan korban lainnya hanya menjalani rawat jalan. Kapolsek Busungbiu AKP Made Agus Dwi Wirawan seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, lakalantas itu berawal ketika truk berpenumpang itu datang dari Jembrana menuju Pelapuan. Memasuki lokasi kejadian dengan medan jalan menanjak, tiba-tiba truk DK 8654 WO yang dikemudikan I Made Yasa (55)

asal Jembrana itu tidak mampu melaju. Bahkan, mesinnya tibatiba mati. Atas kondisi itu, pengemudi kemudian berusaha menginjak rem agar truk itu berhenti sempurna. Namun nahas, truk itu bukannya berhenti, namun malah mundur. Pengemudi kembali berusaha mengendalikan truk, namun gagal karena rem truk itu sama sekali tidak berfungsi normal alias blong. Beberapa meter dari posisi awal itu truk mundur kemudian terperosok ke kali dengan kedalaman sekitar dua meter. Truk itu akhirnya terbalik dan bagian depannya menghantam pohon kelapa. Sembilan orang penumpang mengalami luka ringan maupun luka berat. Sedangkan pengemudi truk dalam kondisi sehat, tak luka sedikit pun. Beberapa perangkat gamelan Jegog yang diangkut rusak berat karena alat musik dari bambu itu berbenturan saat truk itu terbalik. “Laporan kejadian kami terima, anggota lantas mendatangi TKP

dan melakukan pemeriksaan. Kemudian juga membantu pengobatan korban ke rumah sakit. Beberapa korban harus opname. Sedangkan sisanya ada yang dirawat jalan karena benturan ringan saat kejadian,” katanya. Terkait penyebab, AKP Dwi Wirawan mengatakan, kasus lakalantas ini murni kasus out of control. Namun, pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ini karena keterangan sementara disebutkan saat truk itu mundur, pengemudi mengatakan kalau rem truknya blong. Untuk membuktikan kondisi itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pascakejadian itu, badan truk dievakuasi dari lokasi kejadian. Proses evakuasi itu disaksikan warga yang penasaran setelah mengetahui kejadian tersebut. Selama evakuasi, arus kendaraan dari kedua arah terganggu. Namun, hal ini telah diatensi personel Lantas Polsek Busungbiu yang sigap mengatur arus lalu lintas itu. (mud)

Bali Post/ist

TRUK TERBALIK - Truk yang mengangkut sembilan penumpang terbalik di Jalan Singaraja – Pelapuan, KM 35, wilayah Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu Selasa (14/5) kemarin.


GIANYAR

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

9

Hari Ini, Puncak Karya di Pura Gunung Lebah Gianyar (Bali Post) Bersamaan dengan hari raya Pagerwesi, Rabu (15/5) ini, diselenggarakan puncak Karya Pujawali Pedudusan Agung di Pura Parahyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah. Sejumlah rangkaian upacara sudah digelar, seperti upacara Mapada Agung yang dilaksanakan Selasa (14/5) kemarin. Upacara Mapada Agung ini di-puput oleh Ida Pedanda Buda Tebasaya. Pangempon pura Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati ditemui di sela-sela upacara Selasa kemarin menjelaskan, rangkaian karya kali ini merupakan kelanjutan dari karya yang digelar di pura tersebut pada lima tahun lalu. “Setelah lima tahun dari Panca Wali Krama, sekarang dilanjutkan,” jelasnya. Pria yang akrab disapa Cok De ini menambahkan, berbagai rangkaian upacara sudah digelar sejak Buda Umanis 1 Mei 2019 dengan upacara Nuasen Karya di Pura Payogan Agung Gunung Lebah. Dilanjutkan dengan Negtegang dan Nyangling pada Buda Pon 8 Mei dan upacara Melasti dan Mapakelem ke Pantai Masceti diselenggarakan pada Soma Pon 13 Mei lalu. “Upacara Melasti dan Pakelem di Pantai Masceti diikuti seluruh krama panyungsung Pura Payogan Agung Gunung Lebah,” kata Panglingsir Puri Ubud yang juga Dosen Fakultas Ekonomi Unud ini.

Sementara itu, Selasa kemarin diselenggarakan upacara Mapada Agung. Dalam upacara ini dilakukan penyucian kembali terhadap sarana upakara berupa wewalungan yang akan digunakan saat puncak karya. Wewalungan itu meliputi kerbau, kambing, babi, itik, penyu dan lainnya. “Semua disucikan kembali untuk persiapan puncak karya,” jelas Cok De. Menurut Cok De, Pura Gunung Lebah di-empon oleh Puri Ubud, khususnya tiga Panglingsir Puri yakni Tjokorda Gde Putra Sukawati, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Tjokorda Gde Raka Sukawati. “Sebagai kahyangan jagat, memang pura ini dulu di-empon orangtua kami dan sekarang ini kami teruskan,” ujarnya. Berdasarkan purana, kata Cok De, pura ini dahulu menjadi tempat semadi Rsi Markandya usai melakukan perjalanan dari Gunung Agung, dilanjutkan dengan merabas hutan ke arah barat. Tepat di ujung bukit paling selatan ada pertemuan dua sungai, yang di sisi timur disebut Tukad Wos Kangin, di sisi barat disebut Tukad Wos Kauh atau Tukad Wos Kawan. Pertemuan kedua sungai itu lalu diberi nama pacampuhan, yang sama artinya dengan panunggalan yang artinya bersatu. “Di sinilah dulu Rsi Markandya mayoga atau semadi, setelah dari Besakih,” jelasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

WEWALUNGAN - Suasana upacara menyucikan wewalungan di Pura Payogan Agung Gunung Lebah, Selasa (14/5) kemarin.

2020, RPH Temesi Ditargetkan Beroperasi

Bali Post/kmb35

TIM - Suasana pembentukan tim media sosial melibatkan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, camat, BUMD, dan RS Sanjiwani di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (14/5) kemarin.

Respons Keluhan Masyarakat

Pemkab Bentuk Tim Media Sosial

Gianyar (Bali Post) Demi memberikan respons yang cepat terhadap keluhan masyarakat di media sosial, Pemkab Gianyar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika membentuk tim media sosial. Pembentukan tim melibatkan seluruh Organiasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Gianyar, camat, BUMD dan RS Sanjiwani itu dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar Cokorda Rai Widiarsa P. di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (14/5) kemarin. Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Government Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar I Wayan Manik Suhartanta, S.Kom. mengatakan, pembentukan tim media sosial guna mempercepat informasi pembangunan Pemkab Gianyar melalui media sosial, menangani keluhan masyarakat, serta meluruskan pemberitaan yang tidak benar (hoax). Tim ini terdiri dari utusan masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Gianyar, camat, BUMD, RSUD Sanjiwani yang nantinya mengelola media sosial masingmasing OPD. “Dengan dibentuknya tim ini, akan memudahkan komunikasi antar-instansi guna memberikan respons yang cepat terhadap keluhan-keluhan masyarakat di media sosial maupun klarifikasi terhadap hoax,” tujarnya. Manik Suhartanta menambahkan, dalam waktu dekat juga akan dilaksanakan bimbingan teknis aplikasi pengaduan Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) dengan mendatangkan narasumber dari Kemenpan-RB dengan kanal pengaduan lapor.go.id. “Nanti pengaduan masyarakat di media sosial juga akan integrasikan ke aplikasi tersebut,” katanya. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar Cokorda Rai Widiarsa P. mengatakan, berkembangnya media sosial sebagai sarana interaksi antarmanusia telah membawa paradigma baru dalam proses interaksi antara pemerintah dan masyarakat luas. Pemerintah Republik Indonesia melalui penerbitan Permen PAN RB Nomor 83 Tahun 2012 tentang Pedoman Pemanfaatan Media Sosial Instansi Pemerintahan telah berupaya menyikapi fenomena yang terjadi. Peraturan ini menjelaskan tentang tata cara dan etika menyebarluaskan informasi dan kebijakan pemerintah sesuai dengan OPD masing-masing kepada publik, menampung dan mengolah aspirasi masyarakat, serta membangun kepercayaan publik guna menjaga citra dan reputasi pemerintah. “Menyikapi hal tersebut, Pemkab Gianyar berupaya membentuk tim reaksi cepat media sosial sekaligus admin lapor Aplikasi pelaporan online yang diluncurkan Men-PAN RB,” ujarnya. Rai Widiarsa menambahkan, tim ini nantinya mempunyai tugas utama untuk menjadi saluran (perantara) setiap laporan ke atasan yang bersangkutan di masing-masing OPD terhadap setiap keluhan masyarakat di media sosial yang dikelola oleh Pemkab Gianyar. “Tim ini nantinya mengelola informasi utamanya keluhan-keluhan masyarakat yang berkembang di media sosial untuk selanjutnya diteruskan kepada atasan masing-masing, sehingga mendapat respons yang cepat dari OPD bersangkutan,” tandasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Rumah Potong Hewan (RPH) di Desa Temesi, Gianyar yang beberapa tahun mangkrak akhirnya dikaji kembali. RPH ini rencananya dihibahkan dari Pemprov Bali ke Pemkab Gianyar. Usai proses itu, diperkirakan RPH ini akan kembali beroperasi pada 2020 mendatang. Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gianyar Drs. Gede Widarma Suharta mengatakan, RPH ini rencannya dikelola oleh Perumda Gianyar. Bahkan, rencananya dijadikan pusat produksi daging sapi di Bali. “Dari provinsi, RPH ini ditunjuk sebagai tempat pembuatannya. Sedangkan Pemkot Denpasar rencananya ditunjuk sebagai tempat pemasarannya sejenis supermarket daging,” ujar Widarma Suharta, Selasa (14/5) kemarin. Widarma Suharta menambahkan, pihaknya masih memproses pengkajian. Salah satunya, melakukan survei ke RPH yang lama mangkrak tersebut.

Selain itu, mengecek bangunan dan peralatan yang masih bisa digunakan, apa saja yang harus diganti dan harus dibeli. Berdasarkan kajian itu akan bisa dipastikan anggaran yang akan dibutuhkan untuk perbaikan. Terkait status kepemilikan tanahnya, kata Widarma Suharta, saat ini masih milik Pemkab Gianyar. Sementara peralatan sebelumnya diperoleh dari pusat, sedangkan bangunannya milik provinsi. Ke depan, rencananya semua aset tersebut akan menjadi milik Pemkab Gianyar. Hal ini sedang dikerjakan oleh bidang aset. “Secara prinsip tidak masalah, tinggal administrasi saja,” ujarnya. Melalui APBD juga disiap-

RPH TEMESI - Kondisi RPH Temesi yang sudah lama mangkrak. kan dana penyetaraan Rp 3 miliar. Menurut Widarma Suharta, dana penyetaraan itu sudah ada, hanya tinggal menunggu pencairan. Apabila sudah beroperasi, RPH ini akan menyalurkan daging ke sejumlah akomodasi seperti hotel dan restoran yang ada di wilayah Gianyar, khususnya Ubud. Hal

ini mengingat adanya Pergub yang mendukung pemanfaatkan produksi lokal Bali. Widarma Suharta mengatakan, kendala yang diperkirakan terjadi adalah terkait bahan baku sapi yang didatangkan dari luar Bali. Ia berharap, nantinya terdapat kebijakan yang mengurangi pengiriman

Kredit Fiktif Dominasi Kasus LPD

Bali Post/kmb35

sapi yang masih hidup ke Bali, sehingga tidak akan merusak pasar dari RHP itu sendiri. “Kalau daging dibawa dari luar kan otomatis harganya semakin tinggi juga. Namun, kemarin sudah ada komitmen dari pusat yang akan membuat regulasi sebagai pembatasan sapi hidup ke Bali,” katanya. (kmb35)

Gianyar dan Buleleng Paling Banyak Masuk Tipikor SELAIN bansos, penyalahgunaan wewenang dan perbuatan melawan hukum dalam menggarap proyek pemerintah di beberapa daerah di Bali, kasus korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) ternyata juga banyak masuk Pengadilan Tipikor Denpasar. Ada dua yang mencolok sebagai modus yang dilakukan pelaku. Pertama adalah kredit fiktif, kedua adalah pemberian pinjaman tanpa agunan dengan jumlah yang fantastis. Sejumlah pengurus LPD, yang sumber pendanaan LPD berawal dari bantuan Pemda, banyak yang menyalahgunakannya hingga berujung pada pidana korupsi. Dari beberapa perkara yang masuk ke Pengadilan Tipikor Denpasar, memang kasus LPD Kapal, Badung yang paling heboh. Selain itu, ada kasus LPD Belaluan, Gianyar dengan terpidana I Ketut Manuaba yang rumahnya sempat ingin diratakan massa. Berdasarkan catatan perkara di Pengadilan Tipikor Denpasar, kasus korupsi LPD justru banyak terjadi di Kabupaten Gianyar. Selain kasus LPD Belaluan, juga ada kasus LPD Suwat. Tiga orang didudukkan di kursi pesakitan. Mereka adalah mantan Ketua LPD Suwat Sang Ayu

Raiyoni. Selain itu, ada Ni Nyoman Nilawati alias Man Tok dan Ni Made Sutria alias Bu Kadek alias Bu Sembung yang sebelumnya menjabat kasir di LPD Suwat. Mereka oleh majelis hakim Tipikor Denpasar dinyatakan terbukti bersalah. Raiyoni dihukum 20 bulan penjara, denda Rp 50 juta dan membayar uang pengganti Rp 443.949.508. Ni Nyoman Nilawati alias Man Tok oleh hakim dihukum selama satu tahun penjara denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan. Vonis yang sama diterima Ni Made Sutria alias Bu Kadek alias Bu Sembung yang sebelumnya menjabat kasir di LPD Suwat. Dia divonis bersalah dalam dakwaan subsider dan dipenjara selama satu tahun dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan. Selain LPD Suwat, yang masuk Tipikor juga LPD Pacung. Mantan Bendesa Adat Pacung yang kemudian menjadi Ketua LPD Pacung, Kelurahan Bitera, Kecamatan Gianyar, Nyoman Jaya juga diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Jauh sebelum kasus tersebut, Pengadilan Tipikor juga menyidangkan perkara korupsi LPD Kerta, Payangan. Mantan Ketua LPD Kerta I Ketut Kurniawan divonis dua tahun penjara. Sisanya masing-masing

A.A. Gede Raka Ambara Putra (kasir), Ni Wayan Rusnadi (staf pembukuan) dan Ni Wayan Yuliantari (kolektor tabungan) divonis satu tahun penjara. Beralih ke Buleleng, di Bumi Panji Sakti itu juga banyak kasus LPD, baik yang berujung di Pengadilan Tipikor maupun yang akhirnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Kasus yang masuk ke Pengadilan Tipikor, antara lain kasus LPD Banyualit di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng dengan terdakwa saat itu, mantan Ketua LPD Banyualit Jero Gede Sudiarsa. Nilai korupsinya mencapai Rp 1,863 miliar. Oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar, Jero Gede Budiasa kemudian dipidana penjara selama 5,5 tahun. Masih dalam kasus LPD, I Gusti Nyoman Sutapa alias Gusti Topong (53) yang diadili karena kasus korupsi di LPD Sinabun, Sawan, Buleleng juga divonis hukuman empat tahun dan enam bulan penjara. Vonis itu lebih ringan 2,5 tahun dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut supaya terdakwa dihukum tujuh tahun penjara. Dari Singaraja juga ada kasus LPD Desa Pakraman Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng. Sebagai terdakwa

Pemangku Pura Puseh Jadi Korban Hipnotis

kala itu adalah mantan Ketua LPD, I Cening Wartana (55). Dia disebut menyalahgunakan kewenangannya dengan cara pemberian kredit yang tidak sesuai prosedur. Akibatnya, LPD mengalami kerugian keuangan Rp 2.415.500.000. Kasus lainnya ada di LPD Desa Pakraman Sega, Abang, Karangasem. Terdakwanya adalah I Wayan Sumadiyasa (43). Yang paling heboh adalah kasus LPD Kapal yang nilai kerugiannya disebut-sebut mencapai belasan miliar rupiah. Setiap persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar, warga Kapal selalu memadati ruangan sidang. Mantan Kepala LPD Desa Kapal, Drs. I Made Ladra (53), dipidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun). Majelis hakim juga menghukum terdakwa dengan membayar denda Rp 500 juta subsider empat bulan kurungan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, majelis hakim juga mewajibkan Ladra membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 1.796.916.100. Uang tersebut harus dibayarkan setelah sebulan keputusan berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar, maka harta bendanya dilelang untuk membayar uang pengganti. Jika masih tidak

cukup, maka diganti hukuman penjara dua tahun. Sementara lima kolektor yakni Ni Kadek Ratna Ningsih (38) Banjar Tegal, Kelurahan Kapal, Badung. Dia adalah kolektor (kini mantan) LPD Kapal. Kedua adalah Ni Wayan Suardiani (36) Banjar Pnaglan, Kapal yang saat ini sebagai pegawai kontrak di RSUD Badung, yang sebelumnya juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Ketiga Ni Made Ayu Ardianti (42) Banjar Titih, Kapal. Dia juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Lalu Ni Nyoman Sudiasih (36) Banjar Lagon, Kapal. Wanita tamatan SMK ini juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Terakhir adalah Ni Luh Rai Kristianti (50) asal Lingkungan Banjar Celuk, Kapal yang juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Mereka hingga saat ini masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dari belasan pelaku tindak pidana korupsi di LPD yang masuk Pengadilan Tipikor Denpasar, modus pelaku paling banyak adalah menggunakan kredit fiktif, pemberian kredit dalam jumlah banyak tanpa agunan atau tanpa melalui prosedur yang jelas, dan juga pencairan kredit serampangan tanpa syarat apa pun. (asa)

Pelaku Larikan Perhiasan Emas dan Uang

Gianyar (Bali Post) Seorang pemangku Pura Puseh Desa Sayan, Kecamatan Ubud menjadi korban hipnotis oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya, Selasa (14/5) kemarin. Pelaku berhasil menyikat sejumlah perhiasan emas milik korban Jero Mangku Made Nyantug yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 10 juta. Polisi yang menerima laporan ini masih melakukan

penyelidikan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban Jero Mangku Nyantug terkena hipnotis oleh pelaku yang diketahui berjumlah dua orang. Awalnya, dua pelaku ini datang dengan mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan warung korban. Kala itu, pelaku berpura-pura membeli bubur dan beralasan sedang sakit gigi. Tanpa rasa curiga, korban

pun menyiapkan bubur. Setelah disajikan, pelaku menanyakan korban apakah punya emas. Pertanyaan tersebut dilontarkan pelaku dengan alasan akan didoakan agar warungnya lebih laris. Tanpa pikir panjang, korban langsung berlari ke rumah mengambil perhiasan, kemudian diberikan kepada pelaku. Perhiasan yang berhasil dilarikan pelaku, meliputi kalung emas seberat 13 gram, cicin

emas, gelang emas, dan uang Rp 875 ribu. Total kerugian yang dialami korban sekitar Rp 10 juta lebih. Kejadian ini lantas dilaporkan ke aparat terdekat. Kanit Reskrim Polsek Ubud Iptu Dewa Paramartha membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Masih kami selidiki. Mudah-mudah, pelaku segera tertangkap,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

HIPNOTIS - Jero Mangku Made Nyantug, korban hipnotis di Desa Sayan, Selasa (14/5) kemarin.


JEMBRANA

10

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

SOSOK Sembahyang Bersama Perayaan kelulusan SMA/SMK di Jembrana di sejumlah sekolah dilakukan dengan berbagai cara positif. Seperti dengan kegiatan persembahyangan bersama untuk mengucapkan syukur. Dari ribuan siswa SMA/SMK, Kabupaten Jembrana berhasil 100 persen lulus. Hal positif yang dilakukan seperti yang diterapkan di SMAN 1 Negara. Di sekolah yang berada di Dauhwaru ini seluruh siswa yang lulus diberitahukan pengumuman di areal sekolah mengenakan pakaian adat. Selain itu, mereka juga sebelumnya diberikan pembinaan dari kepolisian agar dalam perayaan tidak melakukan hal yang melanggar hukum. Termasuk aksi corat-coret dan konvoi di jalan raya. “Kami berikan mereka pembinaan melibatkan polres,” ujar Kepala SMAN 1 Negara, I Putu Prapta Arya. Pihak sekolah sengaja meminta para murid yang lulus ini mengenakan pakaian adat menghindari aksi corat-coret untuk perayaan. Kasek yang pernah menyandang predikat Kasek Teladan ini mengatakan siswa diberikan kesempatan ke sekolah untuk bersembahyang dan bersyukur atas keberhasilan mereka melaksanakan ujian dan lulus. Secara umum di Jembrana menurut Prapta Arya yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Jembrana ini juga 100 persen lulus. Beberapa siswa SMAN 1 Negara yang meraih nilai tertinggi menurutnya juga diberikan penghargaan dari sekolah. Pihaknya berharap agar para siswa tertib dan senantiasa bersyukur atas yang dicapai. (olo)

Bali Post/kmb26

CALON TENAGA KERJA – Sejumlah warga asal Penyaringan, calon tenaga kerja yang menuntut kejelasan keberangkatan mereka dan pengembalian uang yang telah disetor.

Tak Kunjung Diberangkatkan ke Afrika

Sejumlah Calon Tenaga Kerja Tuntut Pengembalian Uang Negara (Bali Post) –

Sejumlah warga di Mendoyo yang dijanjikan untuk menjadi tenaga kerja di Afrika, Selasa (14/5) kemarin mempertanyakan kejelasan nasib mereka kepada agen penyalur tenaga kerja. Apalagi mereka sebelumnya telah memberikan uang yang diminta untuk persyaratan rata-rata Rp 6,2 juta per orang. Mereka menuntut uangnya dikembalikan.

Gelar Operasi Yustisi

Polsek Negara dan Satpol PP Jaring Lima Orang Tanpa SKTS Negara (Bali Post) Polsek Kota Negara bersama Satpol PP Kecamatan Negara, Selasa (14/5) kemarin menggelar operasi yustisi ke sejumlah tempat kos dan rumah kontrakan di Banjar Tengah. Sedikitnya lima lokasi tempat kos di Kelurahan Banjar Tengah dan Lelateng disasar petugas yang dipimpin langsung Kapolsek Kota Negara, Kompol Ketut Maret. Dari kegiatan yustisi ini, petugas mendapati lima orang penduduk pendatang (duktang) penghuni kos tanpa mengantongi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Mereka selanjutnya diberikan pembinaan dan sanksi administrasi sesuai dengan Perda terkait kependudukan. Dari lima lokasi tempat kos yang disasar, sebagian besar dalam keadaan kosong (tanpa penghuni). Namun beberapa penghuni kos yang mengetahui adanya operasi yustisi itu, sempat bersembunyi di dalam kamar. Ketika petugas menyambangi kamar kos, pintu dalam keadaan tertutup dan terkunci. Petugas curiga lantaran ada sandal atau sepatu di depan pintu yang menandakan ada penghuni. Kendati beberapa kali pintu kamar digedor, tidak ada jawaban. Hingga akhirnya petugas terus menggedor dan didapati ada penghuni yang keluar. Begitu keluar, mereka kemudian dimintai KTP dan SKTS. Dari tiga tempat kos, di antaranya petugas mendapati lima orang duktang yang bekerja dan tinggal lama di Jembrana namun belum mengurus SKTS. Mereka di antaranya berasal dari Jawa Timur dan Bandung. Seperti yang diungkapkan salah satu duktang asal Jawa Timur mengaku bekerja di salah satu tempat karaoke di Negara. Perempuan ini mengaku belum mengantongi SKTS yang dimaksud petugas, meskipun bisa menunjukkan KTP. Karena melanggar kependudukan, kelimanya kemudian dibawa ke Kantor Camat Negara untuk diproses lebih lanjut. “Operasi yustisi ini untuk antisipasi gangguan keamanan dan ketertiban umum. Di samping juga antisipasi penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Jembrana,” terang Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret. Menurutnya operasi yustisi semacam ini dilakukan secara rutin hingga sebulan ke depan. Sementara itu, Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Kecamatan Negara I Gede Ariadi sebelumnya juga memberikan pembinaan kepada kelima orang pelanggar kependudukan itu. Sesuai peraturan daerah (perda) nomor 3 tahun 2015 tentang Administrasi Kependudukan. Dimana setiap duktang yang menetap dan bekerja di wilayah Jembrana semestinya memiliki SKTS. Bila mereka tidak melengkapi, dikenai denda Rp 50 ribu per orang. (kmb26)

Bali Post/kmb26

OPERASI – Petugas dari Polsek dan Satpol PP Kecamatan melakukan operasi yustisi gabungan ke sejumlah tempat kos dan kontrakan di wilayah hukum Polsek Negara.

Sedikitnya ada delapan orang dari Desa Penyaringan yang hingga kini belum jelas nasibnya. “Terakhir ketemu kami dijanjikan tanggal 30 April kemarin, tapi sampai sekarang belum. Kalau tidak jelas kami minta pengembalian uangnya,” ujar I Made Ogita (30), salah seorang calon tenaga kerja. Awalnya pihak penyalur yang tinggal di Awen, Kelura-

han Lelateng ini menjanjikan warga-warga ini bekerja di Afrika di proyek bangunan vila. Warga tergiur sampai nekat meminjam uang, lantaran gaji per bulannya hingga Rp 10 juta per orang. Terakhir bertemu dengan pihak penyalur pada akhir Mei lalu, para calon tenaga kerja ke Afrika ini diminta untuk melunasi semua biaya. Nilai Rp 6 juta lebih per orang

itu dirinci untuk biaya pengurusan paspor, PJTKI dan setoran ke pihak penampung tenaga kerja di Afrika. Tetapi meskipun sudah berjalan sampai setahun, janji keberangkatan tak kunjung datang. Bahkan mereka curiga, karena tak ada tanda-tanda apapun yang sudah diurus untuk keberangkatan. Mereka sudah beberapa kali dijanjikan dan setiap pertemuan antara

pihak penyalur dan tenaga tidak ada kejelasan. Hingga terakhir, pihak penyalur menjanjikan pada 30 April. Dan bila tidak ada kejelasan, pihak penyalur bersedia mengembalikan seluruh uang yang disetorkan sebelumnya. Para calon pekerja ini ratarata mengaku mendapatkan uang untuk disetor dari meminjam uang. Informasi di lapangan selain ketujuh warga banjar Tembles, ada beberapa warga lainnya yang juga mengalami hal yang sama. Sementara Gusti Ngurah Kamayana pihak yang dituntut calon naker dikonfirmasi melalui telepon, mengaku

bukan sebagai penyalur. Pihaknya hanya membantu pengurusan tenaga kerja ke dua lokasi di Afrika Selatan. Terkait sejumlah warga di Penyaringan Banjar Tembles, ia memastikan pada 28 Mei 2019 akan diberangkatkan. Menurutnya pengurusan tiket sudah selesai 26 Mei. Memang dari 13 orang dari Penyaringan (Tembles dan Penyaringan), beberapa disebutkan ada yang mundur. Terkait hal tersebut, uang warga yang mundur itu akan dikembalikan. Tetapi dengan konsekuensi ada pengurangan dari yang disetorkan ke pihak agen. (kmb26)

Minim Bekal dan Tanpa Kartu Identitas

Belasan Remaja Asal Surabaya Dipulangkan

Bali Post/kmb26

CEK JALUR MUDIK – Sejumlah petugas gabungan dari Polda Bali, Polres Jembrana, Perhubungan dan Balai Jalan melakukan pengecekan jalur mudik di wilayah Jembrana hingga ke Gilimanuk.

Cek Kondisi Jalur Mudik

Pengerjaan Jembatan Tukadaya Diminta Dihentikan Sementara Negara (Bali Post) – Petugas gabungan dari Polda Bali, Dinas Perhubungan dan Balai Jalan serta Dinas PUPRPKP Jembrana, Selasa (14/5) kemarin, meninjau kon disi jalan yang digunakan jalur mudik Lebaran. Jalur Denpasar-Gilimanuk arah menuju ke Gilimanuk ini didapati sejumlah titik masih mengalami kerusakan dan bergelombang. Tim gabungan ini juga mengecek langsung kondisi jembatan Tukadaya yang saat ini masih dalam pengerjaan jembatan kembar. Di lokasi ini dikhawatirkan akan ada kepadatan kendaraan, lantaran masih adanya pengerjaan meskipun tidak mengganggu jalur. Dari pengamatan sejak masuk di perbatasan Jembrana-Tabanan, tim gabungan ini dengan mengendarai kendaraan menyusuri jalur mudik hingga ke Gilimanuk sepanjang kurang lebih 60 kilometer. Selama perjalanan di jalan nasional itu, masih ditemui beberapa titik jalan yang bergelombang dan dinilai berbahaya bagi

pengendara kendaraan. Petugas juga sempat berhenti di proyek pembangunan jembatan kembar di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Di sini petugas gabungan mendapatkan informasi bahwa diperkirakan pengerjaan baru selesai pada Desember nanti. Sehingga pada arus mudik tahun ini, pengerjaan masih berlangsung. Agar tidak menjadi hambatan, petugas menilai perlunya penghentian pengerjaan sementara saat arus mudik nanti. Paling tidak delapan hari sebelum hari H atau H-8. Sementara itu di Gilimanuk, petugas juga mengecek kondisi terminal kargo yang berada di sebelah Gelung Kori. Seperti tahun sebelumnya, rencananya lahan lapang seluas 3 hektar ini akan digunakan untuk menampung kendaraan pemudik, khususnya roda empat agar tidak terjadi kemacetan panjang. Diperkirakan, areal ini bisa menampung hingga ribuan kendaraan roda empat. Kabag Ops Polres Jem-

brana Kompol M. Didik Wiratmoko mengatakan, selain mendapati jalan bergelombang, juga masih ditemui rambu lalu lintas yang kurang di sepanjang jalur mudik jalan Denpasar-Gilimanuk. Terkait hal tersebut, petugas berharap kekurangan rambu dan lampu penerangan ini agar dipenuhi. Kasi Manajemen Rekayasa Lalulintas, Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Jembrana Gusti Ngurah Antara Yasa mengatakan, bila dinas Perhubungan masih mendata jumlah lampu penerangan jalan di sepanjang jalur mudik. Setelah itu akan segera diperbaiki. Selain lampu penerangan, Dinas Perhubungan juga akan segera memasang hampir 40 rambu lalu lintas sepanjang jalur mudik menuju Pelabuhan Gilimanuk. Rencananya untuk Polres Jembrana, untuk memperlancar jalur lalu lintas akan membangun 5 sampai 6 pos pantau dan satu pos pelayanan. Khususnya di titit-titik rawan lakalantas. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Gerombolan remaja tanpa identitas yang hendak masuk Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (14/5) kemarin terjaring petugas di Pos KTP. Belasan remaja asal Surabaya ini mengaku kepada petugas hendak ke Gianyar. Namun setelah dicek mereka masuk ke Bali sebagian besar dari gerombolan itu tidak membawa identitas dan tanpa bekal. Mereka mengaku bisa sampai ke Bali dengan menumpang kendaraan yang melintas tujuan ke Bali. Gerombolan ini datang secara bertahap dua kali pada Selasa pagi. “Pertama empat orang, kedua datang lagi gerombolan lebih banyak lagi, tujuh orang. Semuanya remaja,” ujar Kepala Bidang Trantib Satpol PP Jembrana Kadek Ariyanta seizin Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Rai Budhi. Total ada 13 orang yang

akhirnya dipulangkan setelah sebelumnya diberikan pembinaan oleh petugas di Pos KTP. Mereka mengaku masuk ke Bali hendak menuju ke Gianyar. Selain tidak memiliki identitas mereka juga masuk ke Bali tanpa cukup bekal. Rencananya mereka hendak mencari tumpangan lagi selama di perjalanan hingga akhirnya sampai di tujuan. Oleh petugas, mereka dipulangkan dengan langsung diantar petugas sampai ke kapal yang hendak ditumpangi ke Ketapang. Menghindari hal yang diinginkan di sepanjang jalan hingga ke tujuan. Sebab dari kejadian sebelumnya, gerombolan serupa sering dikeluhkan warga. “Semuanya langsung dipulangkan, untuk memastikan diantar sampai ke kapal,” ujarnya. Belum jelas apa kepentingan gerombolan remaja ini ke Gianyar. (kmb26)

Bali Post/kmb26

DIPULANGKAN– Gerombolan remaja asal Jawa Timur yang masuk ke Bali tanpa bekal dan identitas dipulangkan petugas saat terciduk di Pos KTP kemarin.


Karangasem

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

11

Dana Kebencanaan Gunung Agung Belum Terbayarkan

Klaim di RSUD Capai Rp 1,4 Miliar Lebih

Amlapura (Bali Post) Dana kebencanaan erupsi Gunung Agung sejak September tahun 2017 hingga pertengahan Mei 2019 ini belum terbayarkan. Bahkan hingga kini, klaim yang ada di RSUD Karangasem mencapai Rp 1,4 miliar lebih. Kondisi itu membuat operasional rumah sakit terganggu. Pihak rumah sakit berharap klaim itu dapat segera dibayarkan. Dirut RSUD Karangasem I Wayan Suardana mengungkapkan klaim dana kebencanaan erupsi Gunung Agung itu tahun 2017 sampai sekarang ini be-

lum terbayarkan. Klaim dana kebencanaan erupsi Gunung Agung itu yang belum terbayarkan di RSUD Karangasem sebesar Rp 1.423.148.600. ‘’Sampai sekarang belum ada kejelasannya. Karena itu, bagaimana prosedur dan dari mana

sumber dana untuk pembayaran klaim itu belum ada kepastiannya,’’ jelas Suardana. Suardana menambahkan, karena itu pihaknya tidak tahu siapa yang akan membayarkan klaim itu. Apakah BNPN atau BPBD Karangasem. Atas kondisi itu, ia tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa berharap klaim ini segera dibayarkan. Sebetulnya, sudah cukup lama tidak menuai kejelasan terkait klaim ini. ‘’Tidak hanya di RSUD Karangasem ada klaim yang belum dibayar. Juga hampir di semua kabupaten, sama belum dibayarkan,’’

tegasnya. Dengan belum dibayarkan klaim ini, tambah Wayan Suardana, maka sangat berpengaruh terhadap sisi kinerja RSUD yang dipimpinnya. Artinya, berpengaruh terhadap persediaan obat-obatan, makanan pasien, pemeliharaan gedung, dan kegiatan lainnya. Sebab, pengeluaraan rumah sakit itu saat ini sudah tidak ada subsidi dari pemerintah daerah. Biaya operasional rumah sakit itu murni mengandalkan hasil dari pendapatan pasien. ‘’Kami hanya bisa berharap klaim itu segera dibayarkan,’’ ujar Suardana. (kmb41)

2019, Disdikpora Berencana Bangun Tiga SMP

Lahan di Abang Masih Tahap Koordinasi dengan Provinsi

I Wayan Suardana

Bali Post/kmb41

Buka Puasa Bersama

Jaga Kerukunan dan Toleransi Umat

Amlapura (Bali Post) Polres Karangasem melaksanakan buka puasa bersama dengan unsur Forkompinda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan anak yatim piatu di Mapolres Karangasem, Selasa (14/5) kemarin. Acara itu dihadiri Wakil Bupati Karangasem dan Ketua DPRD Nengah Sumardi. Kapolres Karangasem AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom mengatakan, kegiatan buka puasa bersama ini dirangkaikan dengan pelaksanaan bulan puasa. Lewat kegiatan ini, pihaknya berharap tetap dapat menjaga kerukunan dan toleransi antar-umat beragama di Karangasem. “Selamat menjalankan ibadah puasa 1440 Hijriah. Semoga melalui kegiatan ini, amal ibadah kita diterima

dengan baik. Acara ini bermanfaat buat kita semua,” ujar Kapolres. Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa mengatakan, pembangunan di bidang agama sangat penting. Jalinan persaudaraan melalui perbedaan agama dipercaya dapat membentuk iman yang tangguh. Kondisi seperti ini terus diupayakan guna menjaga dan mempererat tali persaudaraan. Persatuan umat beragama sangat perlu terus dijalin dengan baik, agar tidak menimbulkan gesekan antarsesama. Wabup berharap umat Muslim ikut membangun Karangasem. ‘’Mari bersamasama redam dengan baik jika ada gejolak di masyarakat. Jaga persatuan, hindari perpecahan,” pinta Artha Dipa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

BUKA PUASA - Acara buka puasa Polres Karangasem bersama Forkompinda, toga, tomas, dan anak yatim piatu, Selasa (14/5) kemarin.

Bali Post/kmb41

SIDAK GALIAN C - Petugas Satpol PP Provinsi Bali bersama Satpol PP Karangasem saat sidak galian C yang belum berizin di Sebudi, Selat.

Tingkatkan PAD dari Sektor Galian C

BPKAD Dorong Pengusaha Urus Izin Penambangan Amlapura (Bali Post) Sampai saat ini masih cukup banyak pengusaha galian C di Karangasem yang belum mengantongi izin penambangan. Kondisi itu, membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor galian C itu menjadi menurun drastis. Atas situasi itu, Pemkab Karangasem melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mendorong pengusaha galian C yang belum mengantongi izin penambangan itu, agar segera mengurus izin tersebut. Kepala BPKAD Karangasem I Nengah Mindra, Selasa (14/5) kemarin, mengungkapkan sampai saat ini, memang masih banyak terdapat pengusaha galian C yang belum mengantongi izin penambangan. Atas kondisi itu, pihaknya belum bisa memungut pajak dari sektor galian C tersebut. ‘’Sekarang belum kita bisa pungut pajak galian C. Sebab, jika daerah ingin mengenakan pajak itu, maka mereka para pengusaha itu harus mengantong izin operasional. Setelah itu, baru bisa dimasukkan dan ditetapkan sebagai wajib pajak,’’ ujar Mindra. Aktivitas penambangan di Karangasem ini kata Midra, cukup banyak. Penambangan itu dilakukan di sejumlah wilayah. Seperti Selat, Bebendem, Abang, dan Kubu. Saat ini, pengusaha galian C kata Midra, yang telah mengantongi izin penambangan baru

40 pengusaha saja. Maka dari itu, pihaknya mendorong para pengusaha yang belum memilik izin itu supaya bisa mengurus izin tersebut. Sehingga aktivitas yang dilakukan manjadi legal. ‘’PAD dari sektor galian C ini memang masih ada. Tetapi jelas menurun dibandingkan sebelumnya. Karena cukup banyak pengusaha galian C yang belum memiliki izin,’’ tambahnya. Karena itu, para pengusaha galian C yang belum mengantongi izin itu didorong supaya segera bisa mengurus izin. Pengurusan izin itu ada di Pemerintah Provinsi Bali. Setelah banyak yang mengurus izin galian C itu dipercaya pendapatan dari hasil galian C itu kembali meningkat. Kepala Satpol PP Provinsi Bali I Made Sukadana menjelaskan, selama ini para pengusaha galian C itu memang kesulitan mengurus izin akibat terganjal perubahan aturan. Dengan turunnya Instruksi Bupati No. 2 Tahun 2018 tentang Penerbitan Izin Pemanfaatan Ruang atau Arahan Pemanfaatan Ruang, Rekomendasi Pemeriksaan Dukumen Lingkungan dan Izin Lingkungan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan, maka pihaknya mendesak para pengusaha yang selama ini belum mengantongi izin supaya segera mengurus izin penambangan.

Untuk mengurus izin ini, kata Sukadana, memang diakui memerlukan waktu yang tidak sebentar. Pihaknya masih memberikan kelonggaran waktu atau permakluman kepada pengusaha untuk mengurus izin sampai Juli 2019 ini. ‘’Kami minta kepada seluruh pengusaha yang belum memiliki izin galian C itu supaya benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan tersebut untuk mengurus izinnya,’’ ujarnya. Tolerasinya enam bulan para pengusaha mengurus izin itu. Tetapi kalau sampai batas waktu itu, mereka belum juga mengantongi izin, maka akan dilakukan tindakan tegas. ‘’Kita tak lagi mau kompromi. Kami tidak segan-segan menindak tegas mereka. Kita juga memiliki tugas melakukan penertiban bagi pengusaha yang melanggar hukum itu,’’ tegasnya. Kepala Satpol PP Karangasem I Ketut Wage Saputra juga mengatakan hal serupa. Pihaknya meminta para pengusaha sadar dan segera mengurus izin itu. Bagi pengusaha yang membandel, memang akan ditindak tegas. ‘’Jadi, batas waktu yang diberikan sampai enam bulan. Mohon jangan di sia-siakan. Lewat dari waktu itu, kita tidak segan-segan membawa para pengusaha galian C itu agar diproses secara hukum,’’ tegas Wage Saputra. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Jumlah siswa SD yang lulus setiap tahunnya di Karangasem cukup banyak. Kondisi itu, membuat SMP yang ada tidak cukup menampung semua siswa lulusan SD itu. Mengatasi persoalan itu, Pemkab Karangasem melalui Disdikpora berencana membangun tiga SMP yakni di Karangasem, Rendang, dan juga Abang. Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika didampingi Kabid SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga I Wayan Sarya mengatakan, siswa SD yang tamat dan ingin melanjutkan ke jenjang SMP setiap tahunnya mencapai 7.562 orang. Sedangkan jumlah SMP yang tersedia saat ini 54 sekolah. Dengan jumlah itu dianggap belum mampu mengakomodir semua lulusan SD terserap di SMP itu. “Jumlah siswa yang tamat SD diterima di SMP jauh tidak seimbang. Akibat kondisi itu, beberapa sekolah terpaksa harus menerapkan sistem doble shift,’’ ujar I

Gusti Ngurah Kartika. Saat ini, sekolah yang menerapkan doble shift itu adalah SMP 1 Rendang, SMP 1 Kubu, SMP 1 dan 2 Selat, SMP 1 Sidemen, SMP 1 Bebandem, SMP 1 Manggis, SMP 1 dan 2 Amlapura, serta SMP Negeri 1 dan 2 Abang. Atas kondisi itu, kata Kartika, Pemkab Karangasem melalui Disdikpora berencana membangun tiga gedung SMP, masing-masing di Kecamatan Rendang, Karangasem, dan Abang. Sebab, siswa tamatan SD di kecamatan itu membeludak. Dengan dibangunnya sekolah di sana, nantinya, sekolah yang overload siswanya bisa diarahkan ke sekolah yang baru. “Khusus untuk pembangunan sekolah SMP di Abang, lokasi tanah yang diajukan adalah milik Pemprov Bali. Kita berharap pembangunan sekolah itu di lahan milik provinsi,’’ pintanya. Pihaknya berharap hal itu bisa disetujuai Gubernur Bali I Wayan Koster. Apalagi Gubernur benar-benar ingin memajukan pendidikan di Bali. Semoga bisa disetujui. Kabid SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, I Wayan Sarya, menambahkan, opsi rencana pembangunan SMP baru itu merupakan solusi agar semua siswa tamatan SD itu bisa diakomodir. ‘’Tahun ini akan dibangun SMP baru di Kecamatan Abang. Pasalnya, saat ini sekolah di SMPN 1 Abang itu hanya memiliki 16 ruang belajar. Sedangkan siswa yang diterima 31 rombel,’’ tambahnya. Karena itu, sekolah di sana terpaksa menerapkan sistem double shift. (kmb41)

I Gusti Ngurah Kartika

Perajin Arak Apresiasi Rencana Gubernur Legalkan Arak Tradisional Produksi arak itu disebutkan merupakan tradisi leluhur warga Bali yang diwarisi secara turun-temurun sejak dulu. Sebelumnya, Gubernur Bali I Wayan Koster sempat mewacanakan melegalkan arak tradisional Bali itu. Rencana itu sudah pasti langsung mendapat apresiasi positif dari warga Karangasem. Di mata perajin, eksistensi arak tradisional itu dinilai layak dipertahankan sebagai salah satu budaya dan usaha menjaga tradisi Bali. Lalu, sejauh manakah produksi arak yang dilakukan perajin arak tradisional di Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen itu? SEPERTI diungkapkan perajin arak I Nengah Tirtayasa dari Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen, Karangasem, pihaknya sudah pasti menyambut baik wacana Gubernur Bali I Wayan Koster yang berencana melegalkan arak tradisional itu. Dengan arak tradisional itu dilegalkan maka arak tradisional yang dibuat warganya itu akan memiliki payung hukum. ‘’Perajin akan merasa aman, nyaman, dan lebih giat lagi menyuling arak yang diolah dari bahan nira itu,’’ ujarnya. Apalagi, perajin arak di Desa Tri Eka Bhuana itu sudah ada sejak lama. Hal itu sebetulnya merupakan aktivitas keseharian warganya yang diwarisi dari leluhurnya secara turun-temurun. Karena itu, bagi warganya membuat arak merupakan mata pencahariannya. Melalui upaya membuat

arak tradisional itu, kemudian dijual dan akhirnya warga di sana bisa memenuhi segala kebutuhan sehari-harinya. “Jujur, saya pribadi menyambut baik rencana Gubernur melegalkan arak itu. Kalau memang benar ingin melegalkan arak tradisional ini, supaya bisa secepatnya direalisasikan,’’ pintanya. Dengan adanya payung hukum itu, maka pihak perajin tidak akan waswas ditangkap ketika memproduksi dan juga menjual arak. Sebab, selama ini, arak dianggap minuman berakohol. Karena itu selalu dilarang untuk dijual dari pihak kepolisian. ‘’Dari jumlah penduduk sekitar 2.600 jiwa mayoritas warga di sini berkecimpung sebagai perajin arak tradisional,” ujarnya. Kepala Desa Tri Eka Bhuana Ketut Derka mengatakan, dari 2.600 jiwa warganya me-

mang sebagian besar sebagai perajin home industry arak tradisional. Sebelumnya, ada Spa international yang melakukan tes terhadap arak tradisional di desa ini. Dari hasil tes yang dilakukan, ternyata ada sepuluh kandungan zat, antara lain untuk peremajaan kulit, dan obat menghilangkah rematik terkandung pada arak tradisional di Desa Eka Tri Bhuana itu. “Dari sepuluh kandungan yang ada pada arak itu manfaatnya untuk kesehatan yakni peremajaan kulit. Selain itu, sebagai obat menghilangkan rematik. Jika dicampur dengan rempah-rempah yang baik, arak itu bisa dijadikan sebagai minuman berguna,’’ tambahnya. Ternyata arak yang diproduksi warganya itu, malah sudah dipasok ke hotel-hotel di Bali maupun luar Bali. (nan)

MENGOLAH ARAK - Perajin arak tradisional di Karangasem saat mengolah arak.

Bali Post/kmb41


KLUNGKUNG

12

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

SOSOK Komitmen Tuntaskan Infrastruktur

WILAYAH kepulauan Nusa Penida sudah jauh berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan wisatawan juga semakin meningkat. Sejumlah objek wisata kian ditata agar layak dikunjungi wisatawan. Salah satu aspek pentingnya adalah akses jalan. Menurut Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dibandingkan sebelumnya, akses jalan di Nusa Penida sebagian besar sudah tertangani. Dia menyadari tentu ada akses jalan yang belum tertangani. Namun, pihaknya menegaskan penanganan akses jalan tentu menggunakan skala prioritas. Guna menindaklanjuti penuntasan penanganan akses jalan, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman agar segera menurunkan tim untuk melakukan inventarisir panjang jalan yang belum terselesaikan di Nusa penida, sehingga ke depan mudah ditindaklanjuti. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat di sejumlah desa, seperti warga di Dusun Sebunibus, Desa Sakti, yang bergotong royong secara swadaya memperbaiki jalan yang sedikit rusak. Namun, Bupati Suwirta meminta jangan kemudian upaya itu dianggap sebagai akibat pemerintah daerah tidak bekerja menuntaskan permasalahan jalan. “Kalau mau jujur, perubahan Nusa Penida itu sekarang amat jelas. Tolong pula hargai perubahan positif itu sebagai kerja keras pemerintah daerah,” tegas Bupati Suwirta menjawab sorotan masyarakat setempat, Selasa (14/5) kemarin. Pihaknya berharap masyarakat Nusa Penida bisa belajar objektif dan utuh melihat sebuah persoalan. Jangan karena ada jalan yang diperbaiki, ada yang tidak, kemudian menimbulkan ketidakpuasan, dan menganggap pemerintah daerah tidak bekerja. Apalagi, yang mengembangkan wacana itu sesungguhnya tidak ikut bekerja, namun hanya larut dalam persoalan medsos saja. Sebab, menurut Bupati Suwirta, setiap realisasi program, apalagi itu Infrakstruktur tentu harus direalisasikan secara bertahap. (gik)

Jelang Idul Fitri, Polisi Siapkan Operasi Cipta Kondisi Semarapura (Bali Post) Polres Klungkung siap menggelar Operasi Cipta Kondisi Agung 2019. Operasi dilakukan mulai Selasa (14/5) sampai Selasa (21/5) mendatang. Operasi Cipta Kondisi dimaksudkan untuk memastikan keamanan menjelang perayaan Idul Fitri 1440 H. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana usai apel gelar pasukan di Mapolres Klungkung, Selasa (14/5) kemarin, menyampaikan bahwa Operasi Cipta Kondisi melibatkan 41 personel. Operasi ini, sasarannya adalah segala bentuk pelanggaran yang dapat mengganggu pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat selama menjelang perayaan Idul Fitri. Terlebih, situasi nasional belum total pulih dari isu-isu panas tentang politik. “Kami mengedepankan

upaya preemtif, preventif dan penegakkan hukum secara selektif. Semua upaya itu, didukung dengan kegiatan intelijen,” katanya. Sudana meminta jajarannya dalam pelaksanakan agenda ini, agar selalu melakukan koordinasi dan tetap solid. Sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran. Dia menegaskan, tidak boleh ada gangguan apapun, dalam perjalanan umat melaksanakan Idul Fitri. Selain keamanan, juga utamanya kelancaran lalulintas menjelang arus lebaran dan ancaman laka lantas. “Dengan segala keterbatasan sarana, kami tetap dapat memberikan yang terbaik untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat,” tegas Kapolres. (kmb31)

Bali Post/gik

MATA AIR - Akses menuju sumber mata air Guyangan, Nusa Penida yang berlokasi dekat bibir pantai. Sumber mata air ini rencana dibuatkan sambungan baru sepanjang 700 meter ke Karangsari, Suana.

Pariwisata Berkembang Pesat

PDAM Siapkan Jaringan Baru di Nusa Penida

Bali Post/kmb31

”Perkembangan pe-

Bali Post/kmb31

PENGARAHAN - Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana saat memberikan pengarahan menjelang Operasi Cipta Kondisi Agung 2019.

sat pariwisata, membuat kami kewalahan melakukan penyediaan air bersih. Makanya kami butuh jaringan baru dari Guyangan.” Wayan Renin Suyasa

Usai Pileg, Dewan Kendur Ngantor

Semarapura (Bali Post) Kehadiran oknum anggota dewan usai pileg mulai kendur. Mereka mulai terlihat jarang ngantor dan mengikuti kegiatan-kegiatan resmi di lembaga dewan. Situasi demikian menjadi sorotan Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru. Bahkan, terhadap situasi itu, Wayan Baru menegaskan hak kunker bagi oknum anggota dewan yang malas ngantor bisa saja dicoret. Dalam tatib, Wayan Baru menegaskan pihaknya sebagai pimpinan dewan punya hak untuk tidak memberikan surat keluar saat kunker bagi oknum dewan yang dinilainya malas. Sikap demikian dimunculkan Wayan Baru, Selasa (14/5) kemarin, setelah dalam beberapa kali rapat, kehadiran para legislator sangat minim, seperti saat pelaksanaan sidang paripurna maupun saat rapat Banmus DPRD Klungkung. Dia mengingatkan agar seluruh legislator tetap menjalankan tugasnya dengan baik, sampai akhir masa tugas pada periode ini. Jangan sampai anggota dewan periode ini menimbulkan kesan tidak baik di masa akhir tugasnya sebagai wakil rakyat. Pihaknya mengaku sudah mengingatkan secara personal setiap anggota dewan itu agar mampu mempertanggungjawabkan tugasnya sebagai etika, moral maupun politik.

Demikian juga bagi yang sudah lolos kembali, diingatkan agar memberikan kesan baik. Sehingga lembaga dewan sebagai lembaga terhormat, tetap dipandang baik di kalangan konstituennya masing-masing. Artinya, seluruh legislator punya kewajiban menjaga nama baik lembaga. Namun, Baru menolak membeberkan identitas oknum yang disebutnya malas ngantor. Selain itu, Wayan Baru tetap berusaha positif melihat seluruh anggotanya. Selain yang memang malas, ada pula legislator yang tidak ngantor karena ada kegiatan lain. Total ada 30 anggota dewan di DPRD Klungkung. Pada

pileg tahun ini, dipastikan hampir separuh kursi lembaga legislatif ini bakal diisi wajah baru. Pemilu legislatif 2019, nampak amat sulit bagi para imcumbent. Sebab, hampir 50 persen incumbent, dari total 30 kursi anggota DPRD Klungkung, rontok oleh kehadiran para caleg baru maupun caleg muka lama yang baru nyaleg lagi. Kursi legislatif dipastikan didominasi dari partai besar, seperti PDI-P dan Gerindra. Bedanya, kursi ketua dewan bakal diisi legislator dari PDI-P, setelah berhasil menambah dua kursi lagi menjadi sepuluh kursi. Sementara Gerindra hanya bertahan dengan delapan kursi. (kmb31)

Wayan Baru

Bali Post/kmb31

Semarapura (Bali Post) Pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida, membuat PDAM cukup kewalahan melakukan penyediaan air bersih. Pelayanan PDAM pun sempat terganggu, seperti di Desa Suana, sehingga belakangan menimbulkan keluhan. Untuk mengatasi itu, PDAM Klungkung berencana membangun sambungan jaringan sepanjang 700 meter, dari mata air Guyangan. Direktur PDAM Klungkung, Wayan Renin Suyasa, Selasa (14/5) kemarin, mengaku sudah konsultasi dengan UPT SPAM Guyangan Provinsi Bali, Selasa (14/5) kemarin. Pertemuan itu, khusus membahas menurunnya debit air di Karangasari, Desa Suana, akibat meningkatnya penggunaan debit air, karena pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida. Sebab, suplai PDAM di Karangsari yang bersumber dari jaringan Penida, sudah menurun. Bahkan, pada jam tertentu pelanggan set-

empat tidak mendapatkan air. “Perkembangan pesat pariwisata, membuat kami kewalahan melakukan penyediaan air bersih. Makanya kami butuh jaringan baru dari Guyangan,” katanya. Sambungan jaringan sekitar 700 meter, akan melalui Dusun Pengaud. Terkait rencana ini, pihaknya mengaku sudah menyusun perencanaan dengan menugaskan staf teknis sejak seminggu lalu. Namun belum dapat diperkirakan berapa anggaran yang akan dihabiskan dari rencana tersebut. Usulan pembangunan jaringan ini, akan segera disampaikan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Renin Suyasa menambahkan, selain di Karangsari, saat ini, khusus wilayah Nusa Penida, ada tiga desa yang belum dilayani sambungan PDAM. Antara lain, Desa Sekartaji, Tanglad, Pejukutan. Sementara, warga setempat dilayani UPT Provinsi Bali, karena

belum ada sambungan rumah. Warga setempat sementara masih dilayani dari sumber air Reservoar 6 di Tanglad secara gratis. Ke depan, setelah ada optimalisasi mata air Guyangan, baru nanti akan diarahkan ke sana. Pemerintah daerah menargetkan tahun 2020 semua desa sudah terlayani air PDAM. Renin mengatakan, saat ini jumlah pelanggan PDAM di Nusa Penida sebanyak 5.906 sambungan. Dengan presentase cakupan pelayanan mencapai 63,98 persen, dari total seluruh warga di Nusa Penida. Sementara, secara keseluruhan di Klungkung, total layanan mencapai 33.095 sambungan, dengan presentase pelayanan mencapai 94,61 persen. Menurutnya, sesungguhnya perkembangan pelayanan PDAM khususnya di Nusa Penida sudah berkembang cukup pesat. Dia menegaskan, sebelum dirinya menjabat direktur, Nusa Penida itu total sambungan

baru 2.700 sambungan rumah. Atau cakupan layanannya baru 16 persen. Sementara sekarang sudah mencapai 63,98 persen. Ini dicapai karena mayoritas hibah air minum difokuskan semua di Nusa Penida. Bahkan, tahun ini PDAM Klungkung menargetkan bisa menambah 1.000 sambungan baru lagi. Renin berharap penilaian terhadap kinerja PDAM sebaiknya harus objektif. Bahkan, selain memaksimalkan sumber mata air Guyangan, optimalisasi mata air Penida sudah berulang kali dilakukan, dengan menambah daya, hingga pompa yang lebih besar. Sebelumnya, Bupati Suwirta meminta Direktur PDAM untuk berkantor di Nusa Penida. Sebab, belakangan ada banyak komplin terhadap pelayanan di Nusa Penida. Ini terungkap saat Bupati Suwirta mengadakan kegiatan Temu Wirasa di Nusa Penida, Senin (13/5) lalu. (kmb31)

Dugaan Penganiayaan

Dua Guru Dimintai Keterangan

Semarapura (Bali Post) Sat Reskrim Polres Klungkung terus memproses laporan orangtua pelajar SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, atas dugaan penganiayaan saat pelepasan siswa, belum lama ini. Setelah menerima laporan, dua guru setempat dipanggil penyidik Sat Reskrim Polres Klungkung, untuk dimintai keterangan, Selasa (14/5) kemarin. Selain dua guru, Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata juga dipanggil dimintai keterangan. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan mengatakan, dua guru tersebut yang dimintai keterangan itu, antara lain Wayan Aristana dan I Gusti Ngurah Oka Sanjaya. Dari tiga orang yang hendak dimintai keterangan, hingga siang kemarin, baru satu orang yang bisa dimintai keterangan. Dua orang guru Wayan Aristana dan Gusti Ngurah Oka tampak sudah di ruang penyidik, untuk dimintai keterangan. Keterangan keduanya dibutuhkan pihak kepolisian untuk mengetahui kronologis kejadian sesungguhnya, hingga muncul laporan penganiayan oleh siswanya sendiri. Keduanya diketahui berada di lokasi ketika kejadian dugaan kekerasan fisik tersebut terjadi di halaman sekolah SMA Pariwisata Saraswati. Keduanya sempat berdialog dengan siswa itu. Walau dipanggil untuk

dimintai keterangan, polisi memastikan ini baru tahap pengumpulan data. Asas praduga tak bersalah mesti dikedepankan, agar tidak terkesan mengadili para guru. Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya juga sudah memproses permohonan visum di RSUD Klungkung. Ini untuk memperkuat bukti dugaan adanya penganiayaan terhadap korban Komang Putri. Apakah benar terjadi penganiayaan atau tidak. Namun, hasilnya hingga kemarin belum keluar. “Kami masih menunggu hasil visum itu,” kata AKP Mirza Gunawan. Sebelumnya, pihak sekolah secara khusus sudah sempat datang ke rumah korban untuk memediasi persoalan ini di rumahnya di Tojan. Namun, saat itu niat baik pihak sekolah untuk menjelaskan duduk persoalannya ditolak orangtua

korban. Sehingga upaya itu dimentahkan. Pihak sekolah berharap agar persoalan ini sesungguhnya dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung Gusti Made Subrata menegaskan

pihaknya tidak mungkin ada niatan menganiaya. Terlebih, itu siswanya sendiri. “Sebagai kepala sekolah, saya selalu memikirkan yang terbaik untuk siswa. Saat kejadian, tidak ada sedikit pun niat untuk menganiaya. Meski demikian, karena ini sudah masuk rana h hukum , sa ya d a n guru-guru akan menghormati proses hukumnya di Mapolres Klungkung,” tegas Subrata. (kmb31)

Bali Post/kmb31

KETERANGAN - Pihak penyidik saat meminta keterangan dari guru SMA Pariwisata Saraswati.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Urgently Required!! Reservation / Receptionist / Marketing. Send CV direct to Jl.Danau Buyan IV Gang III No.8B Sanur Denpasar Bali 0361-4720925 E-mail: karangvillagesanur@gmail.com

B.BP.004.05.19.0000571

Dbthkn security brpglmn (mmlki Srtfkt security), brtggung jwab bersedia&mmpu melindungi diri sendiri & lingkungan kerja email:asahrd2018@gmail.com telp:0361-289742

Bella Vista Coffee and Bar urgent need Supervisor,Captain Waitress,Waiter,Bartender,Cook Send CV direct to Padma Utara No.2 Legian Kuta Bali

Travel Bth Sopir Umur Max 30th Single Ph:4771576/08123803997

Dcr Pembantu Rumah Tangga, Gaji 1,5Jt Hub:082145997989

Cr E Commerce&Cheif Accounting u/ Villa di Ubud H:08175777171

Dcr;PO,HK, Waker. Hotel Puri Asih.Jl.Pantai Kuta No.40 Bali

Cr Sopir/AdmAcct/Resv Staff u/ TrvlAgent,Ing+Com.082144136320 Email: madehilly@yahoo.com.au

B.BP.154.05.19.0000579

B.BP.004.05.19.0000572

Cari Sopir Pariwisata Hub:081353004000

B.BP.001.05.19.0000560

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.001.05.19.0000477

B.BP.001.05.19.0000557

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.004.05.19.0000486

B.BP.001.05.19.0000563

B.BP.001.05.19.0000556

B.BP.004.05.19.0000573

B.BP.001.05.19.0000570

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

SERVICE

RUPA-RUPA

SERVICE

RUPA-RUPA

BENGKEL LAS

SUZUKI TOP MOTOR PROMO SUZUKI Dapatkan Hadiah Menarik Tanpa Diundi

DP 3 Jtan

DP 20 Jtan

- Dp Ringan - Bunga & Cicilan Murah - Proses Cepat - Bisa Tukar Tambah segala merk

Suzuki Semarak Tahun Baru Imlek

081916298738 082237896644 C.0000780-MBL-1

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Cr sopir tdr dlm,Gj.2,5jt,UM 150Rb/Minggu,Hp.082237692666 Jl.Sulatri G.III/5 Kesiman Dps

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Dbthkan staff cewek u/ kantor Notaris di Kuta 0361 758761 B.BP.154.05.19.0000578

Dcr 8org SopirB1/A&Tng Angkat2 Gj Min75Rb/Hr,Kos+U.Mkn,Makmur AbadiBangunan Jl.T.Umar Brt 888 B.BP.004.05.19.0000580

Dcr Adm Sopir B1,Teknisi.Gj+ Bns+Kms+BPJS.Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.05.19.0000567

Dibthkan Sopir utk Toko di Dps Hub:08175777171 B.BP.001.05.19.0000476

DIJUAL MOBIL

Dicari Staff Admin Kantor, min SMA Hub 085259319020

B.BP.001.05.19.0000575

Dicr Cook Pria & Pembantu Wnt Tdr Dlm di Sanur.081239285583 B.BP.001.05.19.0000562

Dicr Staf Konsultan Pajak S1 Akuntansi.Hubungi:081353825166 B.BP.001.05.19.0000569

Sales Marketing,Tekhnisi Las Lstrik,Rsepsionis:085103167222 B.BP.001.05.19.0000398

Staf Manager Resto S1 Management Pariwisata, S1 Akutansi Lam Trbuka Bagi Tmtn 2018/2019 CV Krm ke WA/Hp:089551040008 shankararestohrd@gmail.com B.BP.004.05.19.0000522

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Staf Admin SMTA.SMEA Lam Khuss Bagi Tmtn SMTA 2018,2019 Utk Perusahaan Money Changer,Mart Jl.Raya Pantai Kuta Lam krm ke balimoneychangertv@gmail.com Hp/WA : 085935320022 B.BP.004.05.19.0000523

BPR Adiartha mbthkn Adm Kredit S1 Hkm/Eknmi.422387 / bpradiartha@yahoo.com B.BP.004.05.19.0000403

Dcr Sgr Pramuniaga/Kasir toko, penddk: min SMU/SMK, umur maks.25thn, belum menikah. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps atau email: kkb_pusat@yahoo.com G.02

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Rmh 3Are Cekomaria Dps DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:087862017342/081805374433 B.BP.004.04.19.0000540

Dijual Rmh Tkd.Balian, Lt.2. Kmr tdr 4 Hub.085100888379 B.BP.004.05.19.0000581

Rumah Jl.Patih Nambi Ubung,LT 80M2 H.550jt Hub.081239778787 B.BP.001.05.19.0000561

KEHILANGAN BPKB Spm Honda No.K-12235557 DK 5580 FBA An.I Made Bujastra B.BP.001.05.19.0000564


BANGLI

14

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Pembangunan Danau Buatan Dipastikan Tahun Ini Bangli (Bali Post) -

Rencana pembangunan danau buatan di wilayah Desa Abangbatudinding, Kintamani dipastikan terlaksana tahun ini. Untuk membangun danau buatan tersebut, Pemkab Bangli telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Hal itu ditegaskan Bupati Bangli I Made Gianyar, Selasa (14/5) kemarin.

Bali Post/kmb40

DANAU - Pembangunan danau buatan di wilayah Desa Abangbatudinding, Kintamani dipastikan terlaksana tahun ini. Danau itu nantinya difungsikan untuk menampung luapan Danau Batur ketika musim hujan. Dalam foto tampak fanorama Danau Batur.

nya. Besaran anggaran yang diusulkannya itu sudah berdasarkan maping tim perencana Bawaslu RI dan Bawaslu Provinsi. Purna menyebutkan, pada hajatan pemilihan bupati dan wakil bupati Bangli lima tahun lalu, besaran anggaran yang diajukan Bawaslu (dulu bernama Panwaslu), yakni sekitar Rp 4,5 miliar. Namun dari jumlah itu, anggaran yang bisa diserap hanya Rp 3,6 miliar. “Karena ada hal-hal yang semestinya bisa dibiayai NPHD (naskah perjanjian hibah daerah), tapi karena penandatanganan NPHD-nya justru di belakang, sehingga anggaran yang bisa kita serap hanya Rp 3,6 miliar. Kalau maksimal saat itu, sekitar Rp

nyelesaikan masalah tahunan. “Dinas PUPRPerkim sudah siap merealisasikan. Sekarang sudah mulai proses administrasinya, konsultan sudah ada, kesiapan teknologi sudah. Setelah diproses di ULP, langsung dikerjakan,” terangnya. Made Gianyar menegaskan, kalau sampai pembangunan danau buatan itu tidak bisa terlaksana tahun ini, maka itu bukan kesalahan Bupati. Sebab, dirinya sebagai Bupati sudah sangat komit untuk membangun danau buatan itu, dibuktikan dengan pengalokasian anggaran sebesar Rp 15 miliar. Dikatakan juga bahwa rencana pembangunan danau buatan itu selama ini mendapat dukungan dari banyak masyarakat. “Saya targetkan 2019 ini pembangunannya terlaksana. Sementara untuk pengolahan air bakunya nanti di tahun 2020,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli Made Soma saat dikonfirmasi terpisah mengatakan, hingga saat ini rencana pembangunan danau buatan itu belum bisa terlaksana. Kendalanya karena masih dalam

4,5 miliar bisa kita eksekusi,” jelasnya. Pihaknya berharap dalam pemilihan bupati dan wakil bupati 2020 mendatang, tidak ada lagi hal seperti itu. Diharapkan proposal terkait kebutuhan dana pengawasan itu bisa direalisasikan Pemkab Bangli pada anggaran induk 2020. Sehingga semua kegiatan yang telah dirancang Bawaslu bisa terlaksana. “Pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati direncankan bulan September. Sembilan bulan sebelum itu, sekitar Januari atau Februari kita sudah mulai lakukan tahapan, seperti persiapan pembentukan badan ad hoc panwascam dan lain-lain,” pungkasnya. (kmb40)

Antisipasi Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok

Polisi Turun ke Pasar Kidul

Bangli (Bali Post) Lonjakan harga kebutuhan pokok kerap terjadi selama bulan puasa dan jelang hari raya Idul Fitri. Untuk mengantisipasi hal itu, Polres Bangli bersama Disperindag serta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Selasa (14/5) kemarin turun ke pasar untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan, kelancaran distribusi dan perkembangan harga kebutuhan pokok. Adapun pasar yang menjadi sasaran pantauan yakni Pasar Kidul. Selain memantau harga dan ketersediaan sembako, dalam kegiatan kemarin petugas juga sekaligus mengecek produk makanan kedaluwarsa. Kasubag Humas Polres Bangli Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, dari hasil pemantauan kemarin, secara umum stok komoditi sembako masih mencukupi. Pendistribusiannya juga relatif lancar. Mengenai harga, sebagian besar komoditi sembako yang dipantau mengalami penurunan harga, di antaranya daging ayam ras

turun dari Rp 40 ribu menjadi Rp 38 ribu per kilogram, cabai rawit merah turun dari Rp 27 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram, bawang merah turun Rp 2 ribu dari harga Rp 22 ribu. Demikian juga bawang putih mengalami penurunan Rp 2 ribu dari harga Rp 32 ribu per kilogram. “Sedangkan untuk komoditi beras, telur ayam ras, daging sapi, dan minyak goreng stabil dan tidak nampak ada kenaikan maupun penurunan harga,” bebernya. Mengenai hasil pengecekan produk makanan yang telah habis masanya, kata Sulhadi tidak ditemukan adanya produk kedaluwarsa yang dijual oleh para pedagang. Dalam kesempatan tersebut, petugas telah mengimbau kepada para pedagang agar selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsanya sehingga tidak merugikan masyarakat atau konsumen. “Tujuan dilaksanakan kegiatan pemantauan ketersediaan, kelancaran distribusi dan perkembangan harga kebutuhan pokok ini adalah untuk mengantisi-

pasi terjadinya lonjakan harga khususnya komoditi sembako, menjaga stabilitas stok sembako, antisipasi penyelewengan pendistribusiannya serta memberikan rasa aman kepada para konsumen terhadap produk atau makanan yang dibeli khususnya pada bulan puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri 1440,” imbuh Sulhadi. (kmb40)

Bali Post/ist

MES GURU - Bupati Bangli I Made Gianyar meninjau atap bangunan eks mes guru yang melewati pembatas sekolah.

KARYA PUJAWALI

Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo

Rabu, 15 Mei - Sabtu, 18 Mei 2019 (Selama 4 Hari)

Kesadaran umat seDharma adalah mulia, untuk berpartisipasi Yadnya serta dukungan moril dan materiil yang ikhlas demi terwujudnya sarana & prasarana pembangunan tempat kremasi serta pembangunan di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo UNTUK INFO DAPAT MENGHUBUNGI : Jro Sujarwo (Hp. 085 232 715969 ) Joko Setioso (Hp. 081 358 103199) Handoko (Hp. 082 141 082260) Jro Mangku Adi (Hp.081 358 461191)

DANA PUNIA Mandiri KCP Muncar No. Rek : 143-00-8981111-9 A/N : Yys. Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo

PESAN PEMEDEK :

Sebaiknya berangkat dari Denpasar pada pagi hari antarajam 01.00 - 04.00 sehingga dapat melakukan persembahyangan pagi hari di Pura Blambangan dilanjutkan ke Pura Semeru dan baliknya sampai di Pura Luhur Giri Salaka Alas Purwo sekitar jam 19.00 untuk mekemit dan paginya kembali ke Denpasar Bali Post/ist

KEBUTUHAN POKOK - Aparat kepolisian bersama Disperindag dan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Selasa (14/5) kemarin turun ke Pasar Kidul untuk melakukan pemantauan terhadap ketersediaan, kelancaran distribusi dan perkembangan harga kebutuhan pokok.

tahap review DED. Dijelaskannya bahwa, pada tahun 2018 DED untuk pembangunan danau itu sudah selesai dibuat. Namun saat ini masih perlu dilakukan revisi-revisi menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Proses review DED ditargetkan bisa selesai akhir Mei ini. Setelah itu akan dilanjutkan dengan proses di ULP. Mengingat pembangunan danau buatan ini merupakan proyek dengan dana yang lumayan besar, pihaknya akan mendorong pihak rekanan yang mengerjakan proyek itu agar bekerja keras sehingga tuntas tahun ini. (kmb40)

Danau Buatan aLokasinya di Desa Abangbatudinding, Kintamani.

aPembangunannya dianggarkan Rp 15 miliar.

aAir Danau Batur yang me-

luap ditarik menggunakan mesin dan ditampung di danau buatan.

a Air di danau buatan itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah atas.

Bupati Minta Gedung Perpustakaan SDN 4 Cempaga Diputihkan

Bawaslu Ajukan Anggaran Rp 6,9 Miliar untuk Pilbup Bangli (Bali Post) – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bangli mengusulkan Rp 6,9 miliar untuk anggaran pengawasan pemilihan bupati dan wakil bupati Bangli 2020 mendatang. Proposal terkait kebutuhan dana itu telah disampaikan langsung pihak Bawaslu Bangli kepada Bupati Bangli, Selasa (14/5) kemarin. Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna mengatakan, anggaran Rp 6,9 miliar yang diusulkannya itu, dirancang untuk membiayai sejumlah komponen kegiatan. Di antaranya untuk perekrutan dan honor badan ad hoc di desa maupun kecamatan, pengawas TPS, sosialisasi dan beberapa kegiatan lain-

Dijelaskan Made Gianyar, pembangunnan danau buatan tersebut merupakan solusi permanen pemerintah untuk mengatasi dua permasalahan yang selama ini terjadi. Masalah pertama yang dimaksud yakni soal meluapnya air Danau Batur yang selama ini mengakibatkan banyak rumah dan lahan pertanian di pinggiran danau terendam. Masalah kedua yakni kesulitan air bersih yang dialami masyarakat di beberapa desa di wilayah atas. Sebagaimana perencanaan yang disusun, nantinya luapan air Danau Batur akan ditarik menggunakan teknologi mesin dan ditampung di danau buatan. Dengan demikian volume air di Danau Batur akan berkurang, dan di sisi lain kebutuhan masyarakat di wilayah atas terhadap air bersih bisa terpenuhi. “Pembangunan danau buatan ini adalah problem solving kita atas masalah yang terjadi di atas dan di bawah,” ungkapnya. Made Gianyar mengakui anggaran yang disiapkan untuk membangun danau buatan tersebut memang lumayan besar. Namun menurutnya dana itu tidak seberapa karena digunakan untuk me-

Pura Sad Kahyangan Jagat keberadaannya, sudah sejak th 1343 Masehi, dengan filosofis Sad Winayaka, Dewa Purana Bangsul yakni : PURA BESAKIH (Mangku Lingsir Sweca - Hp. 081 338 609566) PURA LEMPUYANG LUHUR (Jro Mangku Wangi - Hp. 085 738 355909) PURA GOA LAWAH (Jro Mangku Gede - Hp. 081 338 426781) PURA PUSERING JAGAT (Jro Mangku Ketut Ludri - Ph. 0361 222387) PURA LUHUR ULUWATU (Jro Mangku Sentana - Hp. 081 9999 19719) dan PURA LUHUR BATUKARU (Jro Mangku Kebayan - Ph. 0361 235600)

Bangli (Bali Post) – Keberadaan gedung perpustakaan di SDN 4 Cempaga, Bangli terkesan terbengkalai. Gedung tersebut sudah cukup lama tidak difungsikan pihak sekolah lantaran pintu utamanya hampir roboh. Kondisi itu mendapat perhatian Bupati Bangli I Made Gianyar saat melakukan kunjungan ke sekolah setempat, Senin (13/5). Dalam kunjungannya tersebut, Bupati Made Gianyar langsung memerintahkan Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja dan Kadis PUPRPerkim Bangli Wayan Lawe untuk mencarikan solusi. Apakah bangunan itu dimungkinkan untuk dibongkar atau bisa diperbaiki, sehingga terlihat lebih bagus. “Tadi saya sudah perintahkan Kadisdikpora dan Kadis PUPR untuk menangani ini (gedung perpustakaan). Kalau bisa diputihkan, biar dibangun ulang yang bagus. Kalau belum bisa, bagaimana bangunan ini dibikin bagus biar bisa dimanfaatkan,” ujarnya. Selain gedung perpustakaan, Made Gianyar juga menyoroti keberadaan bangunan eks mes guru yang kini dimanfaatkan untuk ruang kepala sekolah dan ruang UKS. Ia menilai tata ruangnya sangat tidak bagus lantaran atap bagian selatan gedung melewati pembatas sekolah. Atas kondisi itu, ia pun memerintahkan Kadisdikpora Bangli dan Kadis PUPR Bangli agar segera membongkar dan membangun ulang bangunan eks mes guru itu. Menurut Made Gianyar, dari segi tata ruang bangunan tersebut tidak bagus. Dalam keyakinan Hindu di Bali, bangunan yang melewati pembatas juga tidak baik bagi penghuninya. Ditambah lagi kondisi fisik bangunan yang sudah berumur, memang sebaiknya harus dibongkar. “Saya sudah minta Kadisdikpora dan Kadis PUPR untuk menghitung berapa anggaran untuk bangunan ini. Tidak harus menggunakan dana BOS, karena kita punya sumber dana lain seperti GGS,” jelasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga meminta Kadisdikpora Bangli untuk mendata seluruh sekolah di Bangli yang kondisinya sama dengan SDN 4 Cempaga. Bupati ingin semua sekolah di Kabupaten Bangli bisa tertata rapi sehingga nyaman untuk digunakan dalam proses belajar mengajar. (kmb40)


OLAHRAGA

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Rifaldi Ode Dipanggil ke Pelatnas Denpasar (Bali Post) – Atlet panjat tebing putra Bali berpeluang mengikuti PraOlimpade 2020 mendatang. Kans itu dimiliki Rifaldi Ode Ridjaya setelah dipanggil menghuni tim pelatnas Indonesia. Sebaliknya rekannya, Temi Teli Lasa, tidak dipanggil. Surat panggilan menjalani pelatnas itu diterima Ketua Umum Pengprov FPTI Bali Putu Yudi Atmika. ‘’Hanya Ode yang dipanggil karena bagus khususnya di nomor triathlon yang merupakan gabungan dari nomor speed, lead dan boulder,’’ katanya di Denpasar, Selasa (14/5) kemarin. Yudi Atmika minta Ode terus memacu kualitasnya di tim pelatnas Pra-Olimpiade khususnya di triathlon, karena nomor ini juga dipertandingkan Pada PON XX/2020 di Papua. ‘’Dengan masuk pelatnas, Ode akan lebih matang dan siap menatap Pra-PON dan PON Papua. Apalagi pelatnas ditangani para pelatih yang memang mumpuni di nomor triathlon. Semoga Ode dikirim mengikuti ajang interasional atau uji coba ke luar negeri, sehingga bisa memberikan prestasi yang mengharumkan nama Bali dan Indonesia,’’ jelasnya. Sementara Temi lebih kuat dan matang di nomor spesialisasinya yakni lead dan boulder. Jadi, suami pemanjat tebing putri andalan Bali Nadia Putri Virgita ini cukup sulit bersaing di nomor speed untuk triathlon. ‘’Ada sisi positifnya juga kegagalan Temi menghuni tim pelatnas. Dengan begitu, dia bisa berkumpul lagi dengan pelatda panjat tebing Bali. Temi bisa menjadi kapten atau mengoordinir tim putra bersama Nadia selaku kapten tim putri,’’ papar Yudi Atmika yang juga Wakil Sekretaris KONI Bali. (kmb)

Pengurus Baru PBSI Bali Siap Bekerja

Denpasar (Bali Post) – Susunan pengurus baru PBSI Bali akhirnya diumumkan oleh Ketua Umum Wayan Winurjaya di Denpasar, Selasa (14/5) kemarin. Sebanyak 28 orang duduk dalam kepengurusan organisasi induk bulu tangkis di Bali ini di luar dewan pengawas. Winurjaya dan pengurus di bawahnya bakal secepatnya membuat Surat Keputusan (SK) untuk disetorkan ke KONI Bali dan KONI Bali selanjutnya memohonkan ke PB PBSI. ‘’Setelah SK PB PBSI turun, kami akan langsung bekerja, di antaranya menyusun program kerja jangka pendek dan jangka panjang dalam setahun ini. Jangka pendek antara lain Pra-PON, kejuaraan nasional, dan Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang,’’ paparnya. Mantan Wakil Ketua II PBSI Bali itu menyatakan, pembentukan pengurus berdasarkan masukan dan saran dari kalangan bulu tangkis dan pengurus kabupaten/kota seluruh Bali. Semuanya ditentukan dan dikomunikasikan bersama-sama. ‘’Intinya yang terbaik yang kami pilih. Prioritasnya memiliki kemampuan di bidangnya. Kami juga melibatkan Pengkab dan Pengkot PBSI seluruh Bali dalam pengurusan ini,’’ ujarnya. Pihaknya berupaya agar kepengurusan tidak gemuk tetapi semuanya bekerja. Susunan pengurus baru telah disampaikan kepada pengurus lainnya di sekretariat PBSI Bali. Mereka diharapkan bisa mendukung slogan PBSI Bali yaitu ‘’Bersama kita bisa untuk prestasi Bali yang lebih baik’’. Pengurus baru PBSI Bali antara lain Wakil Ketua I I Gede Rai Sujana, Wakil Ketua II Candra Kusuma, Wakil Ketua III I Nyoman Subanda, Sekretaris Umum I G.B. Arya Candra Palasara, Bendahara I Kadek Agus Ardika, Ketua Bidang Organisasi dan Hukum Gede Suadnyana, Binpres I Made Candra Berata, Turnamen dan Perwasitan Marijan, Dana, Usaha dan Sponsorhip I Ketut Putranata serta Sarana Umum Made Suandi. (kmb)

Jelang Bali United Lawan Persebaya

Lilipaly akan Berikan yang Terbaik Mangupura (Bali Post) – Bali United menjamu Persebaya Surabaya pada laga perdana kompetisi Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (16/5) besok. Penyerang tim Serdadu Tridatu, Stefano Lilipaly, menilai calon lawannya adalah tim berkualitas. Meski begitu, ia akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih tiga poin pertama di kandang sendiri. “Persebaya adalah tim yang bagus. Tim ini memiliki pemain berkualitas. Pada Liga 1 musim lalu, tim ini juga mempunyai kualitas baik terutama menjelang akhir kompetisi. Tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik di pertandingan pertama. Bermain di kandang, kami wajib menang untuk memulai langkah di Liga 1 dengan hasil yang baik,” ujar Lilipaly dikutip dari situs Bali United, Selasa (14/5) kemarin. Pemakai nomor punggung 87 itu menegaskan akan fokus pada musim ini. Ia juga berkomitmen membawa Bali United meraih hasil maksimal. “Dua kekalahan dari Persebaya musim lalu menjadi evaluasi tim. Kebetulan saat pertandingan kandang saya tidak bermain karena ada agenda bersama timnas. Hari Kamis nanti, saya dan teman-teman akan berjuang untuk meraih tiga poin,” tegasnya. Lilipaly tampil gemilang dengan mencetak beberapa

Inter Milan Rebut Tempat Ketiga Roma – Matteo Politano dan Ivan Perisic mencetak gol di babak pertama ketika Inter Milan menang 2-0 atas Chievo yang sudah terdegradasi, Selasa (14/5) kemarin. Tambahan tiga poin membuat Inter merebut kembali tempat ketiga klasemen sementara Serie A Liga Italia sekaligus berpeluang lolos k e L i g a Champions musim depan. Politano

membuat gol pembuka di San Siro pada menit ke-39 dan Perisic menambahkan empat menit kemudian. Chievo memainkan 15 menit terakhir laga dengan 10 pemain setelah KEDUA – Ivan Perisic mencetak gol kedua Inter Milan ke gawang Chievo.

Nicola Rigoni dikeluarkan dari lapangan akibat kartu kuning kedua. Inter mengumpulkan 66 poin dari 26 laga, satu angka di depan Atalanta yang mengisi posisi keempat. Kedua tim semakin dekat bergabung dengan juara Juventus dan Napoli yang berada di posisi kedua dalam kompetisi elite Eropa dengan dua pertandingan sisa musim ini. AC Milan dan AS Roma terpaut tiga poin dari Atalanta disusul Torino d i urutan ketujuh. I n t e r bisa memastikan tempatnya di Liga Champions jika menang di kandang Napoli pada Minggu nanti atau merebut poin penuh saat menjamu Empoli. Kemenangan Inter mengakhiri ambisi Lazio dan Roma menembus Liga Eropa. Lazio bisa mencapai kompetisi level kedua di Benua Biru ini jika memenangkan final Coppa Italia melawan Atalanta. Dalam laga lainnya, Bologna bergerak ke posisi ke13 berkat kemenangan 4-1 atas Parma yang kembali bermain ke Serie B musim depan. Parma memainkan setengah jam terakhir pertandingan dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima bek Bruno Alves dan kebobolan dua gol bunuh diri. (afp/kmb)

Rabu, 15 Mei 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranyaka Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping

11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Cacing dan Pengolahannya 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram

15

17:00 Wita Lila Cita Sanggar Tari Agung (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Jamu Tetes HaGe 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus 22:05 Wita Lila Cita Katundung Ratnamanggali, Dalem Mumbul - Bualu (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

gol penting di laga-laga krusial Bali United. Bukan hanya itu, ia juga mendapat kepercayaan menjadi kapten tim bergantian dengan pemain senior Fadil Sausu dan kiper Wawan Hendrawan. Menepi Bali United mendaftarkan 30 pemain untuk mengarungi putaran pertama kompetisi Liga 1 2019 yang diputar mulai Rabu (15/5) ini. Akan tetapi, dari jumlah tersebut ti-

dak ada dua nama putra lokal Bali, bek tengah Agus Nova Wiantara dan penyerang I Nyoman Sukarja. Dua pemain tersebut terpaksa tidak dimasukkan ke dalam tim lantaran mengalami cedera yang mengharuskannya menepi beberapa bulan. Agus Nova asal Tabanan mengalami cedera di bagian lutut saat Bali United menghadapi Persib Bandung pada putaran kedua Liga 1 2018 lalu. Ia sudah dioperasi

dan diperkirakan menjalani masa pemulihan dalam beberapa bulan ke depan. Yang cukup diingat dari seorang Sukarja adalah ketika musim kompetisi Liga 1 2017 lalu. Kala itu, ia menjalani debut perdananya setelah kembali dari cedera panjang. Masuk pada menit ke-85, pria asal Sobangan, Mengwi, ini hanya butuh dua menit berada di lapangan untuk mencetak gol penutup kemenangan telak Bali United

atas Barito Putera. Ayah dua anak ini kembali mengalami cedera dan sudah melakukan pemeriksaan di salah satu rumah sakit di Jakarta. Bukan berarti suporter setia Bali United tidak bisa menyaksikan aksi Agus Nova dan Sukarja musim ini. Apabila proses pemulihan cederanya berjalan cepat, tidak menutup kemungkinan keduanya akan didaftarkan di putaran kedua Liga 1 2019. (kmb)

Surabaya (Bali Post) – Persebaya Surabaya akan bermain tanpa lima pemain pilarnya saat menghadapi Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada laga perdana kompetisi Liga 1 2019, Kamis (16/5) besok. Dari lima pemain yang dipastikan absen, tiga di antaranya merupakan gelandang yaitu Misbakus Solikin, Oktafianus Fernando dan Nelson Alom, sedangkan dua lainnya adalah bek Otavio Dutra dan striker asing Amido Balde.

Balde masih bermasalah dengan administrasi, sehingga belum diizinkan main. Sementara Dutra yang tak tergantikan di lini belakang Bajul Ijo harus melewatkan laga awal kontra Bali United dan Kalteng Putra karena cedera di bagian hidung saat laga uji coba melawan Persela Lamongan, Sabtu (11/5) lalu. Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Selasa (14/5) kemarin, juga mengaku meragukan kondisi gelandang serang

kreatif Manuchehr Jalilov yang masih dalam tahap pemulihan. Namun, Jalilov yang pada Piala Presiden 2019 menjadi salah satu penyandang gelar pencetak gol terbanyak tetap diikutsertakan ke Bali dan diharapkan mampu bermain. ‘’Dia akan bermain jika dokter memberikan rekomendasi,’’ ucapnya. Djanur menilai melawan Bali United sebagai laga awal yang berat, terlebih tuan rumah dihuni pemain-pemain bintang serta pelatih berkualitas.

Karenanya ia minta pemainnya mewaspadai seluruh pemain di lapangan. Kendati demikian, pihaknya optimistis mampu membawa pulang poin ke Surabaya. Mantan pelatih Persib Bandung itu membawa 18 pemain ke Bali. Ia sangat senang laga kontra Bali United digelar dengan penonton. Apalagi Bonek Mania rencananya memberi suntikan semangat langsung di Gianyar. ‘’Dukungan bonek akan membuat atmosfer stadion luar biasa,’’ tutur Djanur. (ant)

Lestarikan Alam

degradasi berbagai aspek di Pulau Dewata. ‘’Budaya misalnya, tidak dimungkiri mengalami degradasi nilai. Pembangunan yang pesat, menimbulkan masalah lingkungan, sampah dan lainnya. Belum lagi beban kapasitas, transportasi dan infrastruktur,’’ ujar Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Ditambah lagi, target yang tinggi yakni 20 juta wisatawan di mana Bali diharapkan menyumbang 7 juta wisatawan mancanegara. Urgensi penerapan dana kontribusi bagi wisatawan tersebut, menurut Koster, selain untuk memelihara alam dan budaya juga punya tujuan penting untuk membenahi berbagai sektor untuk menja-

min kenyamanan wisatawan selama berwisata ke Bali. ‘’Tak hanya budaya dan alamnya yang akan terjaga, infrastrukturnya akan baik, pelayanan yang baik dan terstandar bahkan hingga makanannya pun distandardisari agar sehat dan aman. Untuk itu semua wajar saja menurut saya wisatawan dikenakan kontribusi, benefitnya jelas. Saya yakin, dengan (kontribusi) ini, dengan pembenahan komprehensif, pariwisata Bali akan kembali bergairah dan bisa seindah dulu lagi, bahkan meningkatkan kualitasnya,’’ kata mantan anggota DPR-RI tiga periode ini. Pada kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Biro Perjalanan dan Wisata (Asita) Ketut Ardana secara umum

mendukung pemberlakuan pungutan kontribusi pariwisata tersebut dengan beberapa catatan. ‘’Pertama, sosialisasinya harus benar-benar baik sampai ke rekanan kita di luar negeri untuk menghindari komplain dari wisatawan. Penggunaannya juga harus setransparan mungkin, alokasinya ke mana saja? pelestarian budaya yang seperti apa? Menjaga lingungan yang seperti apa? Dan seterusnya,’’ ujar Ardana. Dalam rapat tersebut, hadir Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Kepala Bapenda Made Santha, Kadis Pariwisata A.A. Gede Yuniartha, perwakilan Kemendagri, Kemenkum HAM Bali, serta perwakilan asosiasi kepariwisataan Bali. (kmb)

ko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). ‘’Belum ada pembicaraan di internal terkait penugasan atau posisi-posisi tertentu di tempat lain,’’ kata Puan. Kendati demikian, Puan membenarkan dirinya menjadi salah satu kandidat Ketua DPRRI mendatang. Namun hasil akhirnya belum diputuskan oleh PDI-P. ‘’Ya… mungkin kandidat. Tapi belum ada hal lain yang akan menjadi keputusan,’’ ujarnya.

Puan diketahui kembali maju di Pileg 2019. Ia dipastikan lolos ke Senayan sebagai caleg dengan perolehan suara terbanyak di internal PDI-P. Puan lolos ke Senayan dari dapil Jawa Tengah V dengan perolehan 420 ribu suara. Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung jika PDI-P menunjuk Puan Maharani sebagai calon Ketua DPR. ‘’Saya sangat setuju saja jika Puan jadi Ketua DPR,’’

kata Bamsoet. Untuk Partai Golkar, Bamsoet memastikan akan berada di urutan kedua setelah PDI-P. Berdasarkan hasil hitung suara legislatif DPR-RI 2019 tingkat nasional di laman KPU, Selasa (14/4) pukul 13.00 WIB, PDI-P memperoleh sura terbanyak dengan persentase 20,6%. Posisi selanjutnya diisi Partai Golkar (13,1%), Gerindra (11,62%), NasDem (9,72%), dan PKB (9,42%). (010/kmb4)

Persebaya Tanpa Lima Pemain Pilar

Sementara itu, Gubernur Koster menegaskan bahwa dana kontribusi ini akan digunakan sepenuhnya untuk melestarikan alam dan budaya Bali. ‘’Bali ini tidak punya minyak, gas, apalagi emas. Untuk itu kami perlu menjaga alam, budaya, seni dan semua keunikan yang membuat orang luar cinta pada Bali,’’ ujar Gubernur Koster. Koster melanjutkan, pariwisata yang berkembang pesat di Bali di samping punya manfaat positif, namun juga tak disangkal punya peran pula dalam

Posisi tertentu ‘’Kamu (kepada awak media) harus bangga ini kalau ada perempuan. Saya belum tahu, belum bicara sampai ke situ. Masih nunggu real count, kita tunggu saja,’’ katanya, Selasa (14/5) kemarin. Puan mengaku masih fokus mejalankan tugas sebagai Men-


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Rabu Kliwon, 15 Mei 2019

Pemilu 2019

Bawaslu Bali Proses 217 Laporan dan Temuan Pelanggaran Denpasar (Balipost) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali selama proses Pemilu 2019 memproses sebanyak 217 temuan dan laporan pelanggaran. Menurut Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali I Wayan Wirka, S.H., dari 217 yang diproses itu, masuk registrasi sebanyak 189 kasus, dan 19 kasus tidak terigister dengan alasan tidak memenuhi syarat formil maupun syarat material. Secara umum, laporan dan temuan pelanggaran pemilu di Provinsi Bali jumlahnya kecil dibandingkan provinsi lain yang jumlahnya mencapai ribuan. Hal ini disebabkan upaya pencegahan

dini pengawas di lapangan berhasil dilakukan dalam setiap tahapan pengawasan dan pencegahan dini. ‘’Mereka yang menjadi temuan dan laporan pelanggaran ini adalah mereka yang membandel,’’ katanya. Ada empat kategori pelanggaran dalam Pemilu 2019. Di antaranya pelanggaran administrasi, pelanggaran pidana, pelanggaran kode etik, dan pelanggaran ketentuan undang–undang lainnya. ‘’Untuk pelanggaran administrasi sebanyak 176 kasus, pelanggaran kode etik 5 kasus, pelanggaran pidana 3 kasus dan ketentuan undang– undang lainnya sebanyak 11 kasus dan bukan pelanggaran

profil Ni Wayan Sari Galung, S.Sos.

100 Kali ’’Masimakrama’’ RASA lelah di masa kampanye akhirnya bisa terobati. Apalagi, perjuangan yang selama ini dilakukan membuahkan hasil yang memuaskan. Kondisi ini pula yang dialami kader PDI-P Denpasar Selatan, Ni Wayan Sari Galung, S.Sos. Kini, dirinya dipastikan akan duduk di kursi legislatif provinsi periode 2019-2014 dari dapil Denpasar. Politisi perempuan dari Sesetan, Denpasar Selatan ini mengaku selama masa kampanye lalu, pihaknya semakin rajin turun ke masyarakat untuk masimakrama. ‘’Mungkin lebih dari 100 kali saya melakukan simakrama dengan berbagai komponen masyarakat, mulai dari generasi muda, hingga PKK,’’ ujar Sari Galung saat ditemui di kediamannya, belum lama ini. Sejak bergabung ke dunia partai politik, karier Sari Galung terbilang berjalan mulus. Sari Galung mengaku kiprahnya di politik tidak terlepas dari peran besar sang suami, I Nyoman Nirka. Sebagai tokoh masyarakat di Sesetan, kiprah sang suami sudah dikenal banyak oleh masyarakat. Bukan saja di Sesetan, namun juga di Denpasar. Karena itu, track record tersebut sangat membantu perjuangan Sari Galung menuju lembaga legislatif. ‘’Peran suami sangat besar membantu tiang,’’ ujarnya kalem. Setelah duduk di lembaga dewan, Sari Galung sudah memiliki visi-misi yang akan ia perjuangkan. Ia melihat masalah perempuan akan menjadi prioritas untuk disuarakan di lembaga terhormat tersebut. Paling tidak, pemberdayaan perempuan harus dapat ditingkatkan, dan ujung-ujungnya bisa memberikan dampak positif bagi keluarga dan lingkungan. ‘’Pemberdayaan perempuan akan menjadi agenda saya untuk diperjuangkan di dewan nanti,’’ katanya. (ara)

4 kasus,’’ jelasnya, Selasa (14/5) kemarin. Banyaknya pelanggaran administratif disebabkan mentoknya temuan dan laporan dugaan pelanggaran pidana di Gakkumdu. Alasan tidak masuk dalam unsur pidana sehingga masuk dalam kategori administrasi. ‘’Memang banyak temuan Bawaslu mentok di Gakkumdu karena unsur pidananya tidak terpenuhi sehingga menjadi pelanggaran administrasi,’’ katanya. Pelanggaran yang ditangani Bawaslu, baik dalam bentuk temuan 189 kasus dan laporan 28 kasus, semuanya telah ditindaklanjuti dengan penyelesaian. ‘’Hanya dua

kasus yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian,’’ katanya. Sementara temuan maupun laporan yang masuk pelanggaran pidana seperti kasus tidak netralnya oknum Perbekel Sinduwati, Karangasem yang berbuntut pada hukuman percobaan dari pengadilan. KPPS di TPS 29 Desa Delodpeken, Tabanan yang masih pelimpahan ke kejaksaan, dan kasus dugaan penggunaan C6 orang lain yang akhirnya tidak diteruskan karena tidak memenuhi unsur pidana. Untuk pelanggaran kode etik, seperti KPPS di Desa Padangsambian Kaja yang mengampanyekan salah satu

RAN LI GA DI BA G 9 AN PELILU 201 M PE

caleg saat masa tenang, ditindaklanjuti dengan penggantian petugas. Tidak netralnya KPPS di TPS 11, 12 dan 13 Banjar Badung, Desa Melinggih, Payangan, Gianyar yang menandatangani kesepakatan mencoblos, telah diberikan sanksi blacklist menjadi penyelenggara pemilu oleh KPU Gianyar. Di Klungkung, KPPS di TPS 11 Banjar Kemoning salah memberikan informasi formulir A5 (pindah memilih). Di Karangasem adanya Bawaslu yang dilaporkan ke DKPP kasus menerima imbalan. Di Singaraja, kekacauan

- Administrasi 176 kasus - Pidana 3 kasus - Kode etik 5 kasus - Ketentuan UU lainnya 11 kasus logistik akibat kinerja Komisdan SekKPU. tara

ioner retariat Semendalam hal pelanggaran ketentuan UU lainnya ada 11 kasus. Di antaranya kasus Gubernur Bali yang dilaporkan ke Mendagri, kasus NIK, tentang UU Administrasi Kependudukan, menyebabkan orang lain tidak masuk di DPT. Adanya oknum perbekel tidak netral

yang datang ke tempat kampanye di wilayah Gianyar, Bangli, Buleleng dan Karangasem. Kehadiran PNS dalam kegiatan kampanye caleg dan penolakan klian dinas terkait kedatangan salah satu cawapres di Tabanan. Sementara pelanggaran alat peraga kampanye (APK) tidak diregister karena penyelesaiannya telah menggunakan cara preventif, dengan malakukan koordinasi dengan pemilik APK termasuk petugas penegak perda dalam hal ini Satpol PP. (kmb16)

Setara Institute Sebut Ada ’’Penumpang Gelap’’ Pemilu

Jakarta (Bali Post) – Ketua Setara Institute Hendardi menyebutkan fakta-fakta seputar Pemilu 2019, khususnya pilpres, mulai dari tahap deklarasi dukungan, kampanye, hingga respons atas hasil quick count lembaga-lembaga survei dan rekapitulasi suara sementara KPU, nyata-nyata mengindikasikan bahwa pilpres telah ditunggangi oleh ‘’penumpang gelap’’ atau free rider. ‘’Mereka berlatar belakang simpatisan HTI, kelompok keagamaan radikal seperti GARIS (di mana Ketua Umum-nya Chep Hermawan pernah mengaku sebagai Presiden ISIS Regional Indonesia) bahkan kelompokkelompok teroris seperti Jama’ah Anshorud Daulah (JAD), Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), dan Jamaah Anshorus Syari’ah (JAS),’’ kata Hendardi, di Jakarta, Selasa (14/5) kemarin. Ia menjelaskan, penangkapan teroris Bekasi dari jaringan JAD pekan lalu yang merancang peledakan bom dalam aksi 22 Mei 2019 menanggapi pengumuman resmi hasil Pemilu 2019 oleh KPU-RI menegaskan bahwa kelompok teroris telah menunggangi Pemilu 2019 untuk kepentingan politik mereka, dengan cara memberikan dukungan ‘’tidak gratis’’ kepada kontestan serta menjadikan titiktitik rawan yang ditimbulkan

oleh fragmentasi elite untuk melakukan konsolidasi jaringan dan kekuatan. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar elite politik hendaknya membersihkan diri dari anasir-anasir nondemokratis dan anti-Pancasila yang memanfaatkan momentum politik elektoral untuk kepentingan ideologis dan politis mereka. ‘’Intensitas narasi dari elite politik dan pendukungnya untuk mendelegitimasi proses dan hasil Pemilu 2019, melalui reproduksi hoax, misinformasi, dan disinformasi telah melahirkan titik-titik kerawanan yang membangkitkan sel-sel tidur jaringan teroris,’’ jelasnya. Merespons situasi tersebut, tambahnya, para elite politik dan publik hendaknya ikut memelihara kondusivitas sosialpolitik dengan menahan diri dari melakukan tindakan yang dapat meningkatkan kerawanan

keamanan dan ketertiban masyarakat. ‘’Hentikan produksi hoax-misinformasi-disinformasi, ujaran kebencian, dan provokasiprovokasi menjelang, pada, dan pascapengumuman resmi hasil Pemilu 2019 oleh KPU-RI,’’ tuturnya. (ant)

‘’Intensitas narasi dari elite politik dan pendukungnya untuk mendelegitimasi proses dan hasil Pemilu 2019, melalui reproduksi hoax, misinformasi, dan disinformasi telah melahirkan titiktitik kerawanan yang membangkitkan sel-sel tidur jaringan teroris.’’ Ketua Setara Institute Hendardi

Situng KPU 81,76 Persen

DPR Nilai Pengungkapan Jokowi-Ma’aruf Unggul dengan Selisih 15,6 Juta Suara Kecurangan Pemilu Perolehan Suara Terlalu Prematur Jakarta (Bali Post) – Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai terlalu prematur apabila Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mengungkapkan adanya berbagai dugaan kecurangan Pemilu 2019, karena pengumuman hasil pemilu belum dilakukan KPU. ‘’Jadi bagaimana mengetahui kalau hasilnya curang, jangan-jangan hasilnya benar,’’ kata Bambang di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/5) kemarin. Namun, dia menghargai apabila rencana pengungkapan dugaan itu dilakukan sebagai upaya menyampaikan kepada publik terkait adanya dugaan kejanggalan. Bambang mengatakan, negara sudah menyiapkan sarana untuk menyelesaikan adanya permasalahan pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). ‘’Di sisi lain, saya melihat ada kemajuan bahwa tidak harus diselesaikan di jalanan artinya BPN telah mengambil langkah yang tepat untuk menyampaikan kepada MK, tidak perlu people power,’’ ujarnya. Menurut Bamsoet, masyarakat sudah cerdas dalam menilai adanya rencana pengumuman dugaan kecurangan pemilu tersebut. Sebelumnya, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria, mengatakan pihaknya akan memaparkan temuan dugaan kecurangan Pemilu 2019 secara komprehensif, sebagai bentuk transparansi kepada publik. ‘’Ini bukti bahwa kami memang menyampaikan secara apa adanya, komprehensif, holistik, dan terbuka. Nanti silakan ada yang bertanya, berdialog karena semua akan dipaparkan secara lugas, transparan dan terbuka,’’ kata Riza Patria di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/5). (ant)

Sementara Data Situng KPU Selasa (14/5) pukul 17.00 WIB

56,25%

665.057 TPS (81,76 %)

JOKO WIDODO MA’RUF AMIN

70.442.139

43,75%

PRABOWO SUBIANTO SANDIAGA UNO

54.763.359

Jakarta (Bali Post) – Data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum hingga Selasa (14/5) kemarin pukul 17.00 WIB telah mencapai 665.057 dari 813.350 tempat pemungutan suara (TPS) atau 81,76 persen. Berdasarkan data Situng tersebut, perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 70.442.139 suara (56,25 persen) dan pasangan Prabowo SubiantoSandiaga Uno 54.796.359 suara (43,75 persen). Selisih antara keduanya masih 15,6 juta suara. Dengan demikian hingga jam tersebut, jumlah perolehan suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin meningkat 747.039 suara dibanding perolehan pada pukul 11.00 WIB. Sementara Prabowo-Sandi mendapatkan penambahan 741.620 suara. Sementara itu dari 34 provinsi, empat provinsi telah menyelesaikan menyalin data Formulir C1 100 persen ke dalam Situng KPU, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Bali dan Gorontalo. Dari keempat provinsi tersebut, Jokowi unggul di tiga provinsi (Kepulauan Bangka Belitung, Bali, dan Gorontalo) dan Prabowo menang di satu provinsi (Bengkulu). Jokowi-Ma’ruf Amin menang di Kepulauan Bangka Belitung dengan perolehan 495.510 suara, sedangkan PrabowoSandi 288.097 suara. Di Provinsi Bali, Jokowi-Ma’ruf mampu meraih 2.340.435 suara dan Prabowo-Sandi 212.577 suara. Jokowi-Ma’ruf juga unggul di Gorontalo dengan raihan 369.277 suara dibandingkan Prabowo-Sandi yang memperoleh 344.653 suara. Sedangkan Prabowo-Sandi menang tipis di Bengkulu dengan perolehan 585.499 suara dibanding Jokowi-Ma’ruf 582.741 suara. KPU menyatakan data yang ditampilkan di Situng bukan merupakan hasil resmi penghitungan perolehan suara. Penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara dilakukan secara berjenjang sesuai tingkatannya dalam rapat pleno terbuka. Data yang ditampilkan pada Situng KPU adalah data yang disalin apa adanya/sesuai dengan angka yang tertulis pada Salinan Formulir C1 yang diterima KPU kabupaten/kota dari KPPS. Jika terdapat kekeliruan pengisian data pada Formulir C1, dapat dilakukan perbaikan pada rapat pleno terbuka rekapitulasi di tingkat kecamatan. Selain itu, bila terdapat perbedaan data antara entri di Situng dan Salinan Formulir C1, akan dilakukan koreksi sesuai data yang tertulis di Salinan Formulir C1. (ant)

Usai Gundul Massal

Pendukung I Ketut Karda Jalan Kaki ke Istana Tampaksiring Gianyar (Bali Post) Di tengah maraknya incumbent DPRD Gianyar yang berguguran pada pemilu tahun ini, berhasil lolosnya petahana I Ketut Karda untuk ketiga kalinya di Dewan Gianyar memberi kebahagiaan tersendiri bagi para pendukungnya. Bahkan sebagai wujud syukur, warga Desa Pakraman Laplapan, Petulu, Ubud, menghelar kaul pada Minggu (12/5) malam. Puluhan warga melakukan gundul massal atas lolosnya caleg DIGUNDUL - Terlihat warga digundul kepalanya untuk membayar kaul atas lolosnya I Ketut Karda bertahan di Gedung DPRD Gianyar.

dari Laplapan itu. Usai digundul, mereka lantas membayar kaul dengan berjalan kaki sejauh puluhan kilometer menuju Istana Tampaksiring (Istaring). Diketahui, pascahasil pleno KPU, caleg yang posisi suaranya sempat membuat waswas pendukungnya ini, akhirnya dipastikan lolos menjadi anggota DPRD Gianyar. Sebagai wujud syukur, sebanyak 25 warga langsung menggunduli kepalanya. ‘’Warga sempat waswas, apalagi di tengah maraknya serangan bansos oleh partai penguasa,’’ kata Made Latra, koordinator kegiatan pembayaran kaul, Selasa (14/5) kemarin. Ditambahkan, tidak hanya digundul, hari itu juga puluhan warga ini langsung menjalankan kaulnya,

yakni berjalan kaki menuju depan Istana Presiden Tampaksiring. Meksi jaraknya cukup jauh, hampir seluruh warga ambil bagian, mulai dari anak-anak hingga manula ikut berjalan kaki. Anak-anak balita ini juga diikutkan dengan cara digendong oleh orangtuanya. Sementara itu, Ketut Karda mengaku aksi ini merupakan wujud rasa syukur pendukung atas kerasnya perjuangan. Berbagai kaul yang diucapkan warga, sebutnya, secepat mugkin akan segera dibayarkan. Selain menggundul dan jalan kaki, salah seorang warga pun sempat berkaul untuk mempersembahkan tari joged. ‘’Pembayaran kaul ini adalah kehendak warga,’’ kata Karda. (kmb35)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 15 Mei 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu