Skip to main content

Edisi Minggu 15 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 206 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Lomba “Bapang Barong” Seniman Cilik

Tradisi ‘’Nekang’’

Kejahatan Jalanan

Puluhan seniman cilik dari SD se-Bali, Sabtu (14/3) kemarin bersaing dalam lomba Mapang Barong dan Makendang Tunggal di SMPN 3 Denpasar. Mereka dengan apik membawakan karakter barong buntut.

Bali Orti edisi kali ini membahas mengenai tradisi nekang yang tetap ajeg di Bali. Apa makna dan tujuan dari pelaksanaan tradisi tersebut? Bali Orti | HAL. 7

Kasus kejahatan jalanan yang melibatkan anak-anak dan remaja terus terjadi di Bali. Kejadian ini membuat kita prihatin karena pelakunya berstatus pelajar. Bagaimana sebaiknya kita bersikap?

Daerah | HAL. 2

Remaja | HAL. 10

Antisipasi Covid-19 bagi Masyarakat Bali dari Perspektif Kesehatan Global Oleh I Ketut Swarjana, SKM., MPH, Dr.PH.

TES SUHU BADAN - Sarjana yang diwisuda di ITEKES Bali terlebih dahulu menjalani tes suhu badan, Sabtu (14/3) kemarin.

BPM/ist

CORONAVIRUS (CoV) merupakan bagian dari keluarga besar virus, dan coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan jenis baru yang belum pernah ditemukan pada manusia. Awalnya pada 31 Desember 2019, kasus pneumonia dilaporkan dengan penyebab yang tidak diketahui di Kota Wuhan, Tiongkok. Pada 7 Januari 2020, Tiongkok mengidentifikasi kasus tersebut sebagai coronavirus (Covid-19). WHO menyebutkan Covid-19 telah menjangkiti

123 negara di dunia dengan total 132.536 kasus dan 4.947 kasus kematian. Tiongkok, Italia, Iran, Republik Korea, dan Francis merupakan 5 negara dengan jumlah kasus tertinggi di dunia. Sebelumnya, WHO menetapkan Covid-19 sebagai global epidemic (wabah global). Namun saat ini Covid-19 dengan peningkatan kasus yang luar biasa dari hari ke hari dan makin meluas di hampir semua belahan dunia, sehingga ditetapkan sebagai global pandemic. Hal. 11 WHO Desak RI

Denpasar (Bali Post)Kasus virus Corona yang melanda Indonesia berdampak pada dunia pendidikan. Sekjen Mendikbud Ainun Na’im mengeluarkan surat edaran soal pencegahan penyebaran Covid-19 di Kementerian Depdikbud. Surat ini ditujukan kepada semua unit pelaksana teknis, kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) dan pimpinan perguruan tinggi. Intinya SE bernomor 35492/A.A5/HK/2020 tanggal 12 Maret ini meminta semua jajaran perguruan tinggi menunda penyelenggaraan acara yang mengundang banyak pejabat atau peserta

dari daerah. Batas waktu penundaan ini hingga permasalahan Covid-19 mereda. Surat ini ditanggapi beragam oleh perguruan tinggi di Bali. Rektor Unmas Denpasar, Dr. I Made Sukamerta, menunda acara wisuda yang berlangsung awal April nanti. Sementara itu PBM alias perkuliahan dilakukan berbasiskan online serta memperkecil frekuensi pertemuan langsung. Namun ketika ditanya apakah sudah saatnya kampus di Bali ditutup sementara, Made Sukamerta mengatakan masih menunggu instruksi Gubernur Bali. Hal. 11 Kampus Ikuti Aturan

Pemerintah Tetapkan Virus Corona Bali Tutup Kampus Tunggu Instruksi Gubernur Jadi Bencana Nasional

Jakarta (Bali Post)Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan virus Corona Covid-19 sebagai pandemi. Menindaklanjuti hal ini, pemerintah akhirnya menyatakan masalah virus Corona menjadi bencana nasional non-alam. Sementara itu data terakhir menunjukkan 96 pasien positif corona dan 5 meninggal. “Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, karena virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global, maka statusnya adalah bencana nasional non-alam,” kata Kepala BNPB Doni Monardo di Jakarta Timur,

Sabtu (14/3) kemarin. Presiden juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga diketuai oleh Doni. Tim ini lebih membuat strategi untuk menjaga orang yang sehat agar tidak sakit dengan memutus penularan. Doni juga menyampaikan, gubernur dan bupati/wali kota bisa membentuk Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Daerah ber-

BPM/ina

LATIHAN - STT Wisnu Murti sedang membuat ogoh-ogoh dan latihan fragmentari.

Ajang Berkreativitas dan Pupuk Rasa Kebersamaan MEMBUAT ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi sudah menjadi tradisi di Bali. Aktivitas itu selama ini dijadikan ajang bagi masyarakat khususnya anak muda Bali untuk berkreativitas seni sekaligus memupuk kebersamaan. Pembuatan ogoh-ogoh biasanya dilakukan di masingmasing balai banjar. Umumnya pembuatan ogoh-ogoh sudah mulai dikerjakan secara gotong royong dua bulan

sebelum hari Pangrupukan (sehari sebelum Nyepi). Seperti halnya di Banjar Geriya, Kelurahan Kawan, Bangli. Anak-anak muda di Banjar setempat yang tergabung dalam Sekaa Teruna Teruni (STT) Wisnu Murti sejak Januari lalu sudah mulai mengkonsep dan mengerjakan ogoh-ogoh untuk menyambut Nyepi tahun ini. Hal. 11 Ogoh-ogoh Diarak

dasarkan pertimbangan dan rekomendasi Ketua Pelaksana Gugus Tugas. “Gubernur dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Pangdam/Danrem, Kapolda, Kadiskes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait,” ujar Doni. Gugus Tugas ini akan melakukan sejumlah langkah awal dalam penanganan dan pencegahan virus Corona. Mereka juga akan mengundang pihak dari luar

seperti akademisi untuk ikut membantu. “Aksi nyata yang dilakukan adalah memperbanyak tempat pengetesan Covid-19, memperbanyak toolkits untuk tes secara cepat, memperbanyak tenaga medis dengan mengundang dan melibatkan semua pihak termasuk para mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dokter-dokter dari IDI, serta relawan medis lainnya,” kata Doni. Setelah Solo, kini Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengumumkan penutupan sekolah dan penundaan ujian nasional dan Ujian Nasiobnal Berba-

sis Komputer (UNBK) siswa SMA dan SMK sehubungan instruksi pencegahan penyebaran virus Corona (Covid-19). “Bagi peserta ujian nasional yang akan berlangsung Senin besok juga diputuskan ditunda,” ujar Anies di Balai Kota Jakarta, Sabtu (14/3) kemarin. Anies mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyangkut pelaksanaan UN. “Kemendikbud memberikan kewenangan pada daerah untuk menentukan waktu pelaksanaannya,” ujar dia. (ant/kmb)

Parade Ogoh-ogoh Dibayangi Virus Corona

Sebentar lagi masyarakat Bali siap menyambut melasti dan parade ogoh-ogoh. Namun, agenda tahunan ini tampaknya sedikit diganggu oleh bayang-bayang ancaman virus Corona. Sementara warga banjar dan STT sudah sejak dua bulan lalu menggarap ogoh-ogoh kesayangannya. PENGAMAT agama Hindu, Dr. I Made Sukamerta, sangat prihatin menjelang hari suci Nyepi, masyarakat Bali dibayang-bayngi ancaman virus Corona. Jika seminggu lagi ancaman virus ini belum reda, krama Bali terutama bendesa adat segera mengambil sikap apakah parade ogoh-ogoh dan pamelastian diformat dengan cara yang berbeda. Sebab Jero Mangku Dalem ini khawatir di dua acara itu krama Bali banyak bergesekan dan berisiko tinggi bagi penularan virus Corona. Dia mengimbau masyarakat Bali menggunakan hari suci Nyepi untuk mendoakan secara sekala dan niskala

agar Bali terhindar dari bahaya Corona. Pengamat masalah kesehatan global, Ketut Swarjana juga menjelaskan sejumlah aktivitas adat dan risiko penularan Covid-19 antarmasyarakat lokal Bali. Dia mengatakan banyak terjadi penularan di berbagai negara karena tidak semua pembawa coronavirus menunjukkan gejala dan mereka tidak menyadari bahwa mereka telah tertular coronavirus. Jika ada salah satu masyarakat lokal Bali yang tertular coronavirus namun tidak terdeteksi, yang bersangkutan telah kontak dengan anggota keluarga yang lain, keluarga besar,

tetangga, serta masyarakat di banjar masing-masing. Apalagi karena tidak terdeteksi atau ketidaktahuannya, yang bersangkutan ikut dalam kegiatan adat di banjar atau desa pakraman termasuk acara persembahyangan di pura, pengabenan, dan acara keagamaan lainnya akan sangat berpeluang terjadi penularan. Makanya dia menekankan betapa banyak kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya penularan secara mudah di tengah-tengah masyarakat lokal Bali jika ini tidak diantisipasi dengan tepat dan cepat. Hal. 11 Bangun Kreativitas Seni

Denpasar Tonjolkan Kearifan Lokal Badung Nikmati Dana Stimulus

BPM/par

OGOH-OGOH - Ogoh-ogoh STT Tegalnarungan, Sobangan, siap diarak.

BERAGAM kreativitas seni ogoh-ogoh muncul guna menyambut malam Pangerupukan serangkaian Hari Suci Nyepi Çaka 1942 tahun 2020. Setiap sekaa teruna–teruni (STT) berlomba untuk bisa menampilkan karya terbaiknya yang akan diarak pada malam Pangerupukan, sehari sebelum Nyepi. Setiap balai banjar kini selalu diramaikan anak muda untuk membuat ogoh-ogoh.

Seperti yang terlihat di Banjar Yangbatu Kauh. Anggota STT Eka Dharma Canti, Banjar Yangbatu Kauh, Denpasar pada tahun ini tetap mempertahankan kearifan lokal dengan mengangkat cerita yang bertalian dengan bhuta kala. Ketua STT Eka Dharma Canti, Banjar Yangbatu Kauh, Oka Mahendra saat ditemui, Sabtu (14/3) kemarin menjelaskan bahwa kearifan lokal tetap

dipegang teguh sebagai sebuah prinsip dalam berkarya. Hal ini meliputi penguatan tradisi gotong royong serta kebersamaan yang selalu dikedepankan. Diharapkan, dari kegiatan membuat ogoh-ogoh ini selain meningkatkan rasa kebersamaan juga mampu memupuk kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan antar-sekaa teruna. Hal. 11 Karya Berkembang

BPM/ina

BERSAMA - Anggota STT sibuk bekerja menyelesaikan ogoh-ogoh di Bangli.


2

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Gara-gara Virus Corona UMKM di Badung Kesulitan

Cegah COVID-19

Unud Batasi Kegiatan Mengundang Keramaian Denpasar (Bali Post) Rektor Unud, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K)., mengajak seluruh civitas akademika di Universitas Udayana untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan. Ini terkait wabah virus Corona atau Covid-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO. “Hindari bersentuhan secara fisik terhadap temanteman, misalnya terutama untuk bersalaman. Dengan sikap namaste bisa,” ujarnya disela-sela Pengukuhan Guru Besar Tetap di Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (14/3).

Mengingat, lanjut Raka Sudewi, penularan virus Corona melalui sentuhan fisik. Dalam acara pengukuhan guru besar, Unud juga melakukan upaya pencegahan dengan memeriksa suhu tubuh setiap undangan dan menyediakan hand sanitizer. Jika ada yang dalam keadaan panas, batuk, pilek dianjurkan untuk beristirahat di rumah. Pihaknya juga membatasi kegiatan yang mengundang keramaian di kampus. “Pembatasan kegiatan yang mengundang keramaian, baik dari luar Udayana, itu kami juga batasi,” imbuhnya. Selain itu, lanjut Raka

Sudewi, ada sekitar 214 mata kuliah yang sudah e-learning. Salah satu mata kuliah bahkan diberikan full online, yakni mata kuliah Digital Society yang sudah di-launching pada tanggal 1 Februari dan diambil oleh hampir 2.000 mahasiswa. “Operasionalnya full online, tidak ada datang ke kelas,” paparnya. Menurut Raka Sudewi, mata kuliah e-learning ini bahkan dinilai lebih efektif bila dibandingkan perkuliahan tatap muka di kelas. Ini karena semua aktivitas mahasiswa mulai kehadiran hingga diskusi bisa dipantau secara digital. (kmb32)

PDI-P Targetkan Menang di Enam Kabupaten/Kota

Di Tengah Kasus Corona

Rekomendasi Keluar Akhir Maret

Denpasar (Bali Post)DPD PDI Perjuangan (PDI-P) Bali membahas persiapan pilkada serentak dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (14/3). Partai ini bahkan menargetkan kemenangan pada 6 kabupaten/kota di Bali yang mengikuti pilkada serentak pada September 2020. Yakni, Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Karangasem. “Harus menang semua Pilkada di enam kabupaten/kota,” ujar Ketua DPD PDI-P Bali, Wayan Koster diselasela Rakerda. Ketika disinggung mengenai rekomendasi partai, Koster yang juga Gubernur Bali ini menyebut keluar akhir Maret mendatang. “Tenang aja, jangan buru-buru. Masih cukup waktu, tenang aja. PDI-P itu kerja 3 bulan, (beres, red),” imbuhnya.Selain persiapan pilkada serentak, lanjut Koster, Rakerda juga membahas program-program untuk menindaklanjuti hasil Rakernas. Khususnya berkaitan dengan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjalankan ideologi partai secara tegak lurus. “Kemudian untuk Bali adalah pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana harus berjalan secara terintegrasi dan terpadu di seluruh Bali,” jelasnya.

Dewa Indra Minta Jangan Terpancing Informasi Tak Jelas

BPM/rin

RAKERDA-Suasana pendaftaran para peserta rakerja PDI-P di Sanur, kemarin. Koster menambahkan, provinsi dan kabupaten/kota se-Bali mesti menjalankan Pola Pembangunan Semesta Berencana secara terintegrasi dan terpadu. Dalam hal ini, tidak boleh ada ego wilayah dan ego sektor. Rakerda juga mengingatkan kembali soal keputusan PDI-P menjadi partai pelopor. Partainya pelopor, artinya terdepan dalam disiplin, dalam mengelola partai, dalam menjalankan organisasi kepartaian dan melaksanakan program kepartaian,” paparnya. Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi PDI-P, Sukur Nababan mengatakan, keputusan menjadi partai pelopor mengandung konsekuensi yang harus dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh kader PDI-P. Syarat menjadi partai pelopor adalah disiplin,

dan kadernya harus menjadi kader pelopor. “Disiplin itu membangun sebuah sistem dan mekanisme yang kita sebut dengan tata kelola,” ujarnya. Sukur menargetkan, Rakerda sekaligus upaya konsolidasi partai, pemikiran, gerakan dan ideologi di seluruh Indonesia sudah tuntas dilaksanakan sampai akhir Maret. Sebab, partai harus menghadapi Pilkada 2020. Khusus di Bali akan berlangsung pada enam kabupaten/kota. “Peluang kita menang di 5 kabupaten/kota dan 1 berat. Tapi saya percaya, Bali DNA-nya itu adalah PDI Perjuangan. Maka sebenarnya yang dibutuhkan adalah kekompakan, kekuatan dan ketokohan kader,” jelasnya. (kmb32)

Puluhan Seniman Cilik Ikuti Lomba ”Bapang Barong” Spentri Denpasar (Bali Post)Pembinaan seni tradisi langka ternyata sudah merambah ke siswa SD di Bali. Buktinya, lomba bapang barong yang diadakan SMPN 3 Denpasar alias Spentri mendapat respons positif dari siswa SD. Puluhan seniman cilik SD se-Bali berlomba bapang barong serangkaian HUT ke-41 Spentri, Sabtu (14/3) kemarin. Bersamaan dengan itu, juga dilombakan makendang tunggal satu paket dengan lomba bapang barong, sehingga total melibatkan 48 seniman cilik se-Bali. Sementara tabuh pengiringnya dipercayakan kepada sekaa gong anak-anak Spentri. Para juri mengaku kesulitan meranking seniman cilik ini menjadi tiga terbaik karena semua unggul dalam penampilan, gerak, keserasian, tangkep dan tandak. Sebelumnya Spentri menggelar aneka lomba bernuansa ajeg Bali guna memperkuat visi Gubernur Bali Nangun Sat kerthi Loka Bali. Di antaranya lomba macepat, tari jauk, tari condong, lomba magender wayang berpasangan, lomba ngerindik. Juga diadakan lomba nyurat

aksara Bali, mapidarta bahasa Bali serta baca puisi. Ketua Komite SMPN 3 Denpasar, Putu Badra, S.H., memberi apresiasi atas lomba yang benar-benar langka ini oleh OSIS Spentri. Hal ini perlu dilanjutkan agar ada regenerasi seniman bapang barong di Bali. Sekaligus sangat bermanfaat membentuk karakter siswa. Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.PSi. menambahkan, lomba bapang barong ini guna ikut mendukung Denpasar sebagai kota budaya serta perlunya melahirkan bibit baru dalam seni bapang barong. Dia mengaku puas pada lomba yang pertama kali dilakukan ini banyak peminatnya. Bahkan dari sini akan lahir seniman andal Bali ke depan. Para seniman ini, kata dia akan diincar oleh sekolah karena setiap jenjang sekolah memerlukan seniman tari dan tabuh guna mendukung program seni sekolahnya. Kedua, SMPN 3 Denpasar ingin melestarikan warisan leluhur dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pembinaan seniman cilik. (025)

dia menyebut penurunan ekspor mencapai sekitar 70 persen. “Dalam hal pengiriman produk, kami mengalami banyak kesulitan karena adanya pembatasan ini,” jelasnya. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula, di tengah kesulitan pemasaran, pengusaha dipusingkan ongkos produksi selama ini. Biaya itu tentu harus dibayar oleh pengusaha. Sementara pelaku usaha, bahkan untuk bertahan pun akan sangat sulit ke depannya terutama jika pandemik Covid-19 tak kunjung reda. Terkait hal tersebut, Andika berharap pemerintah memberikan solusi agar pelaku UMKM bisa bertahan di tengah ancaman virus Corona terhadap perekonomian. Salah satunya, pemerintah diharapkan memfasilitasi agar perbankan memberikan keringanan kepada UMKM dalam hal pembayaran Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Kalau penyetopan pemungutan PHR kan sudah ada kebijakannya, nah bagaimana dengan kami? Kalau Bali di-lock down, kami susah bergerak. Berikan kami keringanan agar kami bisa bertahan,” ujarnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Virus Corona atau Covid-19 menjadi pukulan berat bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Badung. Terang saja, UMKM di Provinsi Bali khususnya Badung masih menjadi sektor pendukung pariwisata. Ketua Asosiasi Industri, Perdagangan dan UKM (Asperinda) Badung, Putu Andika, Sabtu (14/3), mengungkapkan pelaku UMKM sangat merasakan dampak pandemi Covid-19. Sebab kebanyakan UMKM khususnya di Badung menyuplai produknya ke industri pariwisata. Sebagaimana diketahui, pariwisata Bali sedang lesu. Jumlah kunjungan wisatawan terus menurun terutama sejak penutupan penerbangan dari dan ke Tiongkok. Di sisi lain, pengusaha juga kesulitan dalam hal ekspor semenjak adanya pembatasan akses ke negara-negara tertentu. Bahkan

BAPANG BARONG - Seniman SD se-Bali bersaing di lomba bapang barong Spentri 2020.

BELAKANGAN merebak informasi di media sosial seolah Pemerintah Provinsi Bali sudah memutuskan menutup semua penerbangan domestik dan internasional dari dan ke Bali terkait virus Corona. Penutupan Bandara akan dimulai 25 Maret 2020 mulai pkl. 01.00 Wita dan berakhir pkl. 06.00 Wita keesokan harinya (26/3). Ditekankan pada hari itu juga akan ada penutupan semua toko dan segala aktivitas di Bali. Informasi tersebut menyebar dari pesan singkat di WA grup dan viral di media sosial. Masyarakat pun menjadi bertanyatanya apakah ini benar informasi resmi dari Pemprov Bali. Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra ditemui di kantornya, Sabtu (14/3) memastikan bahwa berita itu hoax. “Tidak ada itu, Pemprov Bali belum memutuskan seperti itu. Baru kemarin Satgas Penanggulangan Covid-19 rapat untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil terkait penanganan dan pencegahan virus Corona ini,” ujar Dewa Indra. Dewa Indra tidak menampik pada tanggal 25 Maret 2020 akan ada penutupan Bandara dan semua aktivitas masyarakat Bali. “Itu kan dalam kaitannya dengan Hari Nyepi. Seharian masyarakat Bali tidak melaksanakan aktivitas, penerbangan tutup, toko tutup, masyarakat pun tidak bepergian dan bekerja. Siaran TV, radio sampai internet pun tidak aktif,” tegas Dewa Indra seraya mengingatkan agar masyarakat jangan terpancing dengan isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan serta berusaha mencari informasi dari sumber yang bisa dipercaya. Menurut Dewa Indra, bisa jadi isu itu berkembang awalnya hanya bercanda antarteman di WA grup. Masyarakat Bali beragama Hindu tentu bisa menangkap maksudnya dalam kaitan Nyepi. Namun tentu akan diartikan lain oleh orang non-Hindu, terlebih dikaitkan dengan situasi saat ini di tengah merebaknya virus Corona. “Sebaiknya hal-hal seperti ini jangan dimanfaatkan sebagai bahan bercanda. Bisa membuat masyarakat jadi tambah panik di tengah persoalan merebaknya virus Corona,” pinta Dewa Indra. Sehari sebelumnya, Jumat (13/3) Dewa Indra selaku Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali telah melaksanakan rapat koordinasi terkait upaya penanggulangan penyakit yang telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO). Rakor melibatkan unsur kesehatan, pariwisata, keamanan dan pendidikan. Dalam arahannya, Dewa Made Indra menekankan dua hal, pertama wabah Covid-19 telah memicu kegalauan dan kerisauan di berbagai belahan dunia. Diharapkan jajaran pemerintah dan aparat keamanan harus tetap tenang, tak ikut panik dan takut berlebihan. Karena dalam ketenangan dapat bertindak tepat dan rasional. Kedua, pembentukan Satgas ini merupakan langkah proaktif Gubernur Bali Wayan Koster untuk meningkatkan upaya penanganan potensi penyebaran Covid-19. Satgas diharapkan dapat melakukan langkah yang cepat, terukur dan terkendali. Dalam melaksanakan tugas, Satgas harus mematuhi protokol yang telah ditetapkan pemerintah yang meliputi lima hal, yaitu protokol komunikasi, areal pendidikan, areal public, dan transportasi, khususnya pintu masuk Indonesia dan protokol kesehatan. Seluruhnya harus bekerja mengacu pada protokol yang ditentukan pusat. Menurut Dewa Indra, secara garis besar ada lima hal yang mendesak yang harus segera dilakukan oleh Satgas Covid 19 Pemprov Bali. Pertama, peningkatan kapasitas penanganan penyakit, khususnya di fasilitas kesehatan, dalam hal ini rumah sakit. Pastikan fasilitas kesehatan mempunyai kapasitas yang memadai untuk mengantisipasi peningkatan eskalasi penyebaran covid-19. Dewa Indra meminta supaya faskes memiliki kapasitas ruang isolasi dalam jumlah mencukupi dan standar yang memadai. Selain itu, tim medis dengan

Dewa Made Indra kualifikasi yang memadai juga harus dipastikan jumlahnya agar bisa mengantisipasi peningkatan pasien Covid-19. Sebab di situ nantinya pasien ditangani. Ketersediaan faskes dengan dukungan tim medis yang memadai akan membangun kepercayaan masyarakat. Sampai hari ini, kapasitas faskes dan dukungan tenaga medis masih cukup dan memadai. Kedua, memastikan ketersediaan sarana yang berkaitan dengan pencegahan dan penularan COVID-19 seperti masker, hand sanitizer dan disinfektan. “Barang ini harus dipastikan tersedia, sebab kalau kosong akan memicu kepanikan,” tegas Dewa Indra. Ketiga, menurut Dewa Indra, peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Karena virus ini datang dari luar. Kalau pintu masuk aman, risiko bisa dieliminir. Keempat, Tingkatkan upaya pengendalian penyebaran virus dengan melakukan pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak dan Kelima, menggencarkan kampanye dan edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Gubernur, Bupati/Wali Kota membuat video durasi pendek yang bisa memberi informasi terkait Covid-19 dan cara pencegahannya. Sebab penyakit ini bisa dikendalikan melalui PHBS. Menurut Dewa Indra, lima hal itu nantinya akan dijabarkan dalam rencana operasional yang lebih teknis untuk memulihkan psikologis masyarakat dalam menghadapi situasi yang berkaitan dengan covid-19. Terkait dengan faskes yang menjadi rujukan bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini ada empat RS yaitu RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Tabanan, dan RSUD Singaraja. Rakor juga menyepakati gerakan penyemprotan disinfektan secara serentak di seluruh Bali pada Minggu (15/3) mulai pukul 08.00 Wita. Penyemprotan akan dipimpin langsung oleh Bupati/Wali Kota masing-masing diharapkan dapat menjangkau tempat sebanyak mungkin, khususnya yang berpotensi sebagai objek penyebaran virus antara lain bandara, pelabuhan, objek wisata dan hotel. “Untuk di Provinsi akan dipimpin langsung Gubernur Bali dengan mengambil tempat di Pantai Sanur tempat Penyeberangan ke Nusa Penida,” jelas Dewa Indra. Sementara itu, Wakapolda Bali Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha pada kesempatan Rakor itu menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya penanggulangan penyebaran covid-19 di Provinsi Bali. Polda Bali telah memerintahkan anggotanya untuk menindak tegas oknum yang menimbun alat kesehatan seperti masker, hand sanitizer, dll. (kmb)

Forkopimda Denpasar Bersinergi Jaga Kondusivitas Rangkaian Nyepi Çaka 1942 RANGKAIAN hari suci Nyepi Çaka 1942 Tahun 2020 segera tiba. Sebagai upaya untuk memastikan

keamanan, ketertiban serta kondusivitas seluruh rangkaian hari suci Nyepi tahun ini, Pemkot Denpasar mem-

RAPAT - Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, bersana Forkopimda saat pelaksanaan rapat koordinasi persiapan Hari Suci Nyepi Çaka 1942 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Sabtu (14/3).

bangun sinergi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Denpasar. Demikian terungkap saat rapat koordinasi persiapan hari suci Nyepi Çaka 1942 di Dharma Negara Alaya Kota Denpasar, Sabtu (14/3). Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto, Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitas Panjaitan, Kajari Denpasar Luhur Istighfar, dan Perwakilan Pengadilan Negeri Denpasar. Selain itu, tampak hadir pula Bendesa Adat se-Kota Denpasar serta Ketua STT dan Sabha Yowana se-Kota Denpasar.

Dalam arahan Wali Kota Denpasar, Rai Mantra menekankan beberapa hal yang menjadi isu strategis saat ini. Hal ini meliputi pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi yang dimulai dari melasti, pangerupukan, Nyepi, dan Ngembak Geni. Sehingga diharapkan pelaksanaan rangkaian Nyepi tahun ini dapat berjalan lancar dan kondusif. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa hari suci Nyepi identik dengan pawai ogoh-ogoh yang menjadi perhatian kita bersama. Hal ini mengingat berkembangan virus corona atau Covid-19 yang me wajibkan kita untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, Rai Mantra juga mengimbau masyarakat,

khususnya STT untuk ikut andil bersama seluruh stakeholder dalam menjaga kondusivitas pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi. Salah satunya dengan tidak menggunakan soundsystem saat mengarak ogoh-ogoh, melainkan menggunakan gamelan tradisional. “Kami mengajak seluruh msyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan diri terhadap virus Corona dengan mempelajari mitigasi pencegahan dan protokol kesehatan, dan yang terpenting dapat menjaga kondusivitas perayaan rangkaian Hari Suci Nyepi Çaka 1942,” terangnya. Dandim 1611 Badung, Kolonel Inf. Puguh Binawanto men-

gatakan bahwa pada prinsipnya Kodim 1611 Badung siap bersinergi untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan saat pelaksanaan Hari Suci Nyepi. Tentunya hal ini harus mendapat dukungan dari seluruh masyarakat dan stakeholder, sehingga suasana aman dan nyaman dapat tercipta. Hal senada juga disampaikan Kapolresta Denpasar, AKBP Jansen Avitas Panjaitan, pihaknya mengaku kepolisian siap untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat Kota Denpasar. Kendati demikian pihaknya juga mengimbau kepada STT yang hendak melaksanakan pawai ogoh-ogoh agar mampu mengendalikan diri dan anggotanya. Hal ini utamanya dengan tidak mengonsumsi

minuman beralkohol, serta saling mendukung satu sama lain untuk menciptakan rasa aman dan nyaman. “Prinsipnya kami siap, dan kami berharap sinergi semua pihak untuk bersama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman serangkaian hari suci Nyepi Çaka 1942 Tahun 2020 ini,” paparnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan pemaparan materi tentang pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, penjelaskan mitigasi dan protokol kesehatan penanganan Virus Corona oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar, serta penanganan kebersihan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. (ad391)

Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: ParwataSekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

PLN Bali Siapkan 19 Posko dan Siagakan Personel untuk Pelaksanaan UNBK Tahun 2020 Unud Gelar Pengukuhan Lima Guru Besar Tetap

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali membentuk 19 posko dan menyiagakan 900-an personelnya untuk mendukung pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 13 Maret 2020 sampai dengan 11 Mei 2020 di Bali. Plt. Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) UID Bali, I Made Arya, menjelaskan 19 posko itu terdiri atas 1 posko induk, 4 posko utama, dan 14 posko yang tersebar di berbagai titik di Bali. “Tujuan dari dibentuknya Posko dan menyiagakan personel ini untuk memastikan pasokan listrik selama pelaksanaan UNBK 2020 di Pulau Bali handal,” ujarnya. Selain itu, pihaknya juga menyiagakan 64 unit Mobil Pelayanan Teknik, 18 unit sepeda motor untuk membantu para petugas lapangan dalam pengamanan listrik, ada juga 26 unit gardu bergerak, 7 UPS, serta 16 ganset dan 3 unit mobil Diteksi Kabel, yang disiagakan untuk mengamankan pasokan listrik. Arya menjelaskan, PLN juga menyiapkan SOP pelaksanaan UNBK dalam kondisi normal maupun tidak normal sehingga bila terjadi gangguan listrik maka segera teratasi. “Pada prinsipnya kami siap menyukseskan pelaksanaan UNBK di Bali dengan memastikan Keandalan pasokan listrik,” tutupnya. (ad389)

I Made Arya

Kembangkan Kesenian dan Budaya

Bupati Agus Suradnyana Apresiasi Langkah Pemuda Desa Tukadmungga PEMUDA diharapkan berperan aktif melestarikan dan mengembangkan warisan kesenian dan kebudayaan Bali. Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong upaya para pemuda yang sudah dengan sadar melestarikan lokal genius di daerahnya. Salah satu contoh kegiatan yang sudah dilakukan Karang Taruna Dharma Yowana dan Sekaa Truna Dharma Laksana, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng. Dua organisasi pemuda tersebut menggelar kegiatan lomba metapak barong dan juga makendang tunggal serangkaian HUT ke-23 untuk lebih melestarikan seni, adat, dan budaya. Apresiasi disampaikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, saat menghadiri pembukaan kegiatan di Kawasan Pantai Happy, Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, Jumat (13/3) lalu. Bupati mengatakan kegia t a n sep ert i ini p erlu didukung sepenuhnya oleh pemerintah. Mulai dari pemerintahan terkecil yaitu pemerintah desa sampai kabupaten. Apalagi kegiatan yang pertama kali digelar khususnya di Desa Tukadmungga. Karang Taruna dan Sekaa Truna berkolaborasi untuk menggelar acara yang bertema budaya yaitu lomba Metapak Barong, dan Mekendang Tunggal. “Ini kolaborasi yang bagus sehingga pemuda di Desa Tukadmungga bisa berkesenian dan menunjukkan kemampuannya dalam

LOMBA - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana membuka lomba metapak barong dan makendang tunggal yang digagas Karang Taruna Dharma Yowana dan Sekaa Truna Dharma Laksana, Desa Tukadmungga, Jumat (13/3) lalu. lomba ini. Pemerintah sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan oleh para pemuda,” jelasnya. Sebagai kepala daerah pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Karang Taruna Dharma Yowana dan Sekaa Truna Dharma Laksana, Desa Tukadmungga ini. Ini dikarenakan hal-hal yang bersifat pengembangan dan pelestarian kebudayaan serta atraksi penting untuk kemajuan daerah. Jangan berpikir setiap gelaran budaya dikatakan festival yang tidak jelas tujuannya. “Justru dengan gelaran budaya atau festival tersebut ada ruang mereka untuk tampil. Ada ruang untuk berkesenian.

Kalau tidak ada ruang, kapan berkembangnya kesenian. Itu sebenarnya maksud dan tujuannya,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Ni Kadek rika Pramestika Dewi mengatakan, lomba metapak barong dan makendang tunggal untuk lebih memberi ruang kepada pemuda untuk berkesenian. Selain itu, melalui kegiatan ini pula para pemuda di Desa Tukadmungga ingin lebih memperkenalkan Pantai Happy kepada wisatawan. “Kita ingin Desa Tukadmungga khususnya Pantai Happy lebih dikenal luas oleh masyarakat ataupun wisatawan, baik itu domestik maupun mancanegara,” katanya. (ad397)

Kedatangan Penumpang di Bandara Ngurah Rai Turun 20 Persen

Mangupura (Bali Post) Semakin masifnya penyebaran virus Corona, bahkan telah masuk ke Bali, mulai menunjukan dampak yang signifikan. Terutama soal kedatangan wisatawan internasional melalui Bandara Ngurah Rai dalam waktu beberapa hari belakangan. Karena ada beberapa penerbangan dari dan ke Bandara Ngurah Rai dibatalkan, maka jumlah kedatangan wisatawan diketahui turun drastis. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang dicatat pengelola bandara (Angkasa

Pura I) pada 10-12 Maret 2020. Dari catatan itu, terjadi penurunan jumlah penumpang sampai 20 persen dibandingkan dengan tahun lalu dan pada tanggal yang sama. Sementara untuk di kedatangan domestik juga mengalami hal yang sama. Saat ini berangsur-angsur turun hingga 5 persen. “Untuk tahun lalu, kedatangan penumpang di terminal Internasional berkisar antara 13 ribu sampai 15 ribu orang per hari. Sedangkan di periode yang sama tahun 2020 terjadi penurunan yakni berkisar

antara 10 ribu hingga 11 ribu penumpang per hari. Jadi ada penurunan sekitar 20 persen pada 10-12 Maret,” kata Communication and Legal Manager Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsannurohim, Sabtu (14/3). Ia menjelaskan penurunan penumpang ini dikarenakan dampak dari penyebaran Covid-19. Apalagi virus ini sudah masuk ke Bali. “Mudah-mudahan wabah ini cepat teratasi dan kondisi di Bali kembali normal seperti sedia kala,” harapnya. (jay)

SIDANG Terbuka Senat Universitas Udayana dalam rangka Pengukuhan Guru Besar Tetap, digelar di Auditorium Widya Sabha Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (14/3). Ada lima orang Guru Besar Tetap yang dikukuhkan. Yakni Prof. Dr. dr. I Wayan Weta, MS., Sp.GK., sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Gizi pada Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Bagus Mahadewa, S.Ked., M.Kes., Sp.BS (K) Spinal, FICS, FINSS., sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Bedah Saraf pada Fakultas Kedokteran, Prof. Dr. Ir. Made Sudarma, M.A.Sc., sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Teknologi Informasi pada Fakultas Teknik, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT (K) sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Orthopedi dan Traumatologi pada Fakultas Kedokteran, serta Prof. Ni Nyoman Rupiasih, S.Si., M.Si., Ph.D., sebagai Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Fisika pada Fakultas MIPA. “Dengan dikukuhkannya lima orang ini, Universitas Udayana kini memiliki 149 Guru Besar. Rasionya telah mencapai 10 persen dari jumlah dosen,” ujar Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S (K). Raka Sudewi berharap, para Guru Besar mampu memotivasi dosen-dosen lain untuk bisa meraih gelar akademik tertinggi, sehingga dapat menambah jumlah SDM unggul di Unud. Mengingat hampir setiap tahun ada Guru Besar yang memasuki purna tugas dan hal ini harus segera diantisipasi dengan langkah strategis agar dosen yang sudah bergelar Doktor berupaya meningkatkan statusnya menjadi Guru Besar. Terpenting lagi, agar dapat menjadi motor penggerak atau prime mover yang menggerakkan perputaran

MENGUKUHKAN - Universitas Udayana mengukuhkan lima Guru Besar Tetap dalam Sidang Terbuka Senat di Kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (14/3). roda Tri Dharma Perguruan Tinggi. Baik itu di bidang pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. “Di bidang pendidikan sekarang kita diharapkan mampu melaksanakan merdeka belajar di kampus merdeka melalui empat pilar yang disampaikan oleh Mendikbud,” imbuhnya. Empat pilar itu, lanjut Raka Sudewi, tentang peningkatan kapasitas perguruan tinggi di dalam melaksanakan merdeka belajar di kampus merdeka. Kemudian meningkatkan kualitas akreditasi untuk menjadi unggul dan juga meningkatkan pengelolaan keuangan di bidang anggaran, khususnya dari BLU Universitas Udayana menjadi badan hukum. Selanjutnya, terkait dengan proses merdeka belajar melalui magang. “Untuk penelitian, disamping menghasilkan penelitian yang bagus, dalam artian bisa dihilirisasi menjadi suatu produk yang mempunyai manfaat untuk mensejahterakan masyara-

kat,” jelasnya. Menurut Raka Sudewi, Guru Besar yang dikukuhkan harus selalu meningkatkan keilmuannya. Sebab, ada tanggung jawab lebih besar yang mesti diemban. Yakni harus mampu memb e ri ka n so l usi t e rha d a p permasalahan yang timbul di masyarakat melalui ilmu yang dimiliki. Para Guru Besar agar dapat menghasilkan karya untuk memajukan bangsa dan negara ini. Guru Besar merupakan jabatan fungsional tertinggi bagi dosen dan tentu untuk mencapainya tidak mudah. Butuh perjuangan, pengorbanan, dan kerja keras dalam memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jabatan Guru Besar tidak hanya bermanfaat bagi dosen itu sendiri. Tapi juga memberikan manfaat besar bagi Universitas, Fakultas, Program Studi, dan mahasiswa. “Marilah kita bersamasama saling bahu membahu dengan niat tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk meningkatkan kualitas

Unud sehingga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional,” tandasnya. Ketua Senat Unud Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., mengatakan dosen yang mempunyai kesempatan sebagai Profesor atau Guru Besar tidak banyak jumlahnya di Indonesia. Dari sekitar 160 ribu dosen di tanah air, jumlah Profesornya masih kurang dari 6.000 orang atau kurang dari 5 persen. Dengan demikian, 5 Guru Besar yang dikukuhkan di Unud merupakan orangorang istimewa. “Unud memiliki sekitar 1.300 lebih dosen, dan 149 Profesor. Itu artinya sudah melebihi 10 persen dari jumlah dosen yang ada. Artinya, Unud dari segi jumlah Profesor mengungguli rata-rata nasional,” ujarnya. Pengukuhan Guru Besar Tetap Unud juga dihadiri Wakapolda Bali Brigjen (Pol) I Wayan Sunartha, Bupati Bangli I Made Gianyar, serta Panglingsir Puri Klungkung, Ida Dalem Semaraputra. (ad392)

Kasus Corona

Di Buleleng Tambah Satu PDP di Karangasem Kondisi Membaik Singaraja (Bali Post) -

RSUD Buleleng menerima rujukan seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19). Pasien perempuan 25 tahun itu masuk ke RSUD, Jumat (13/3) tengah malam lalu. Setelah menjalani perawatan awal, tim dokter menyatakan yang bersangkutan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Sementara itu, salah seorang pasien yang masuk dalam pemantauan Covid-19 di RSUD Karangasem kini kondisinya mulai membaik. Bahkan saat ini gejalagejala klinis yang dialami sebelumnya sudah mulai berkurang. Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana, M.Kes., Sabtu (14/3) membenarkan pihaknya menerima seorang pasien rujukan dengan gejala klinis diduga mirip tertular Virus Corona. Gede Wiartana mengatakan, dari pemeriksaan oleh dokter di IGD pasien mengalami batuk, diikuti pilek dan sesak nafas. Keluhan itu mulai dialaminya sekitar dua minggu yang lalau. Gejala klinis seperti ini diduga sangat mirip dengan penularan virus Corona, sehingga pihaknya menginstruksikan dokter dan perawat melakukan penanganan protap penanganan pasien

tertular virus Corona yang sudah diterbitkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Protap itu seperti penanganan dilakukan di ruang isolasi dan tidak dizinkan satupun keluarga atau kerabat yang menunggu pasien selama dirawat di rumah sakit. Demikian juga dokter dan perawat melakukan tugasnya dengan sangat hatihati dan wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). “Benar kami menerima satu orang pasien rujukan dari dokter praktek swasta yang mengalami batuk, flu, dan sesak nafas. Hasil rongsen juga terdapat radang pada parunya. Dari analisa awal pasien ini baru dicurigai

tertular virus Corona, dan sesuai protap, kita nyatakan ini PDP,” katanya. Di sisi lain, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, RSUD Karangasem I Wayan Nariata mengatakan, kondisi pasien saat ini sudah mulai membaik. Bahkan sebelumnya pasien datang dengan keluhan panas dan batuk, kini gejalan tersebut sudah mulai berkurang. “Sesak nafas juga sudah tidak. Batuknya juga sudah mulai berkurang. Dan untuk keluhan yang lainnya nyaris tidak ada,” ucapnya. Nariata menambahkan, kendati gejala-gejala yang dialami pasien sudah berkurang, akan tetapi sampai saat ini pasien masih

berada di ruang pemantauan untuk dilihat perkambangan kedepannya seperti apa. Hasil laboratorium memang sudah ada. Hanya saja enggan disebutkan hasilnya seperti apa. “Kita masih evaluasi. Artinya, pasien ada kontak atau tidak. Itu yang harus jelas difinisinya untuk melanjutkan pemeriksaan,” katanya. Disinggung apakah pasien ada mengarah ke Covid-19, Nariata kembali menegaskan, kalau harus memastikan apakah pasien ada kontak dengan pasien yang masuk pengawasan Covid-19 atau tidak. Karena kontak pasien tidak jelas. “Kalau dilihat, sampai saat ini belum ada mengarah ke sana (covid-19). Kita belum bisa memastikan itu. Tapi, kita akan terus pantau sampai gejala klinis tidak ada lagi. Kalau kondisi klik dan labnya sudah bagus, maka normal akan dapat dilakukan pemantaun rawat jalan,” jelasnya. (kmb38/kmb41)

Diabetes dan Risiko Hipoglikemia Oleh : dr. Brigitta Melasti Elitahayu

DALAM beberapa tahun terakhir, penyakit Diabestes Melitus termasuk salah satu penyakit dengan jumlah pasien terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Riskesdas 2018 yang merujuk pada Konsensus Perkeni (Perhimpunan Endokrinologi Indonesia) 2015, prevalensi Diabetes berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk usia > 15 tahun adalah sebesar 10,9 persen. Diabetes ditandai dengan adanya peningkatan kadar gula darah di atas 200mg/dl pada pemeriksaan gula darah acak/sewaktu atau lebih dari 126mg/dl pada pemeriksaan gula darah puasa. Merujuk pada kondisi

tersebut, pada pasien Diabetes targetnya adalah untuk mengendalikan kadar glukosa darah sedini mungkin. Dalam kondisi awal tersebut, kebanyakan masyarakat penyandang Diabetes lebih memfokuskan diri bagaimana cara agar gula darah bisa cepat turun. Pemikiran itu terkadang menyebabkan munculnya salah satu risiko atau penyulit yang bisa membahayakan pasien karena terlalu ketat mengendalikan glukosa darah. Salah satu risiko atau penyulit yang bisa muncul yaitu kondisi hipoglikemia. Hipoglikemia adalah suatu kondisi dimana kadar gula darah kurang dari 70 mg/dl. Hipoglikemia

bisa muncul secara akut atau mendadak. Kondisi ini terkadang terlupakan oleh masyarakat terutama ketika masyarakat menjalani kontrol glukosa secara ketat. Penyebab tersering hipoglikemia pada pasien Diabetes adalah karena pasien melewatkan atau mengurangi frekuensi diet/ makan, melalaikan aturan minum obat, atau terlalu banyak menyuntikkan dosis insulin dari dosis seharusnya yang telah dianjurkan oleh dokter. Tanda dan gejala yang bisa muncul pada kondisi hipoglikemia seperti munculnya rasa lapar, berkeringat, berdebar-debar, rasa kebas pada tangan atau kaki, pucat, lemah, lesu,

pusing, dan pandangan kabur. Selain itu yang terberat juga bisa membuat seseorang kehilangan kesadaran. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami juga tanda-tanda hipoglikemia. Pada masyarakat dengan Diabetes alangkah baiknya jika memiliki alat pemeriksa glukosa mandiri di rumah untuk mengontrol glukosa darah sehari-hari serta pada kondisi-kondisi tertentu seperti munculnya gejala hipoglikemia pun bisa diketahui lebih dini dan pasti. Selain memahami tandatanda hipoglikemia, masyarakat juga harus paham bagaimana cara mengatasi kondisi ini secara dini bila terjadi, dengan catatan

kondisi masih sadar penuh. Penanganan awal yang bisa dilakukan adalah memberikan makanan tinggi glukosa/karbohidrat secepat mungkin Contohnya, bisa dalam bentuk larutan gula (gula 2-3 sendok makan dilarutkan di dalam air), 1 sendok makan madu, 150 ml jus, atau minuman dan makanan manis lainnya. Setelah pemberian pertama bisa dievaluasi tiap 15 menit sekali, jika dirasa gejala masih ada maka bisa diulangi, tetapi jika gejala dirasa bertambah buruk maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit. Jika kondisi pasien setelah penanganan awal sudah normal dan glukosa darah sudah normal,

maka dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan agar kejadian hipoglikemia tidak terulang. Sangat penting juga bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi tersebut pada dokter yang merawat agar bisa dilakukan pengkajian ulang penyebab terjadinya hipoglikemia sehingga bisa mencegah kejadian untuk terulang kembali. Maka dari itu,

masyarakat penyandang Diabetes harus benar-benar memahami kondisinya, dosis pengobatan yang diberikan oleh dokter, cara dan waktu minum obat diabetes (ada yang sebelum, saat atau setelah makan), dan yang paling penting masyarakat penyandang Diabetes harus memahami pola makan dan diet yang baik untuk dirinya. (ad393)


4

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Mimpi-mimpi Anak Muda

Membangun Industri Fashion Indonesia

MEMBACA arah mode generasi milineal Indonesia penuh dengan ide-ide segar yang sulit terdeteksi. Karena mereka bisa dengan mudah memindahkan beragam persoalan hidup dari yang satire sampai yang penuh humor ke dalam busana. Hal inilah yang terbaca dari detak 21 desainer muda yang dinyatakan lulus dari Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo. Mereka berasal dari empat penjuru kota; Jakarta, Semarang, Surabaya dan Bali, setelah mampu melampaui berbagai ujian dan presentasi untuk membuktikan kemampuan dan daya kreativitas mereka. Reputasi Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo di bidang mode sudah tidak diragukan lagi. Eksistensi sekolah mode yang melahirkan desainerdesainer papan atas Indonesia ini telah 40 tahun lamanya. Keberadaan sekolah mode ini tak lepas dari nama besar desainer Susan Budihardjo, founder sekaligus pemimpin LPTB Susan Budihardjo. “Sekolah kami senantiasa memberi dorongan dan dukungan yang maksimal kepada para siswanya, bahkan setelah mereka telah menjadi alumni sekalipun. Tiap tahun, kami mengundang alumni untuk mempresentasikan karya di muka publik. Sekolah memfasilitasi penyediaan tempat, panggung, tata lampu, musik, hingga model. Kami juga kerap mengikutsertakan murid dan alumni pada gelaran mode seperti Jakarta Fashion Week, atau Indonesia Fashion Week, dan lain-lain. Hal ini kami lakukan demi menjadikan lulusan LPTB Susan Budihardjo paham tantangan yang akan dihadapi ketika terjun ke tengah masyarakat nantinya,” demikian menurut Susan Budihardjo. Tahun ini “Time” (waktu) dipilih menjadi tema utama untuk materi ujian sekolah dan presentasi alumni di hadapan masyarakat. Menurut Susan, waktu adalah keniscayaan yang menawarkan dua hal dalam satu tempo, lama dan baru, berubah dan tetap. Karenanya, waktu dapat dilihat dari berbagai sudut dan perspektif yang berbeda. Filosofi ini disodorkan sekolah kepada para siswa dan desainer muda untuk membuka imajinasi dan mengembangkan kreativitas sejauh mungkin dan menerjemahkannya menjadi sebuah koleksi karya dengan bebas dan kreatif. Dengan demikian jenis busana yang dipersembahkan para siswa dan desainer muda ini semakin beragam, mulai dari rancangan kostum, couture, hingga busana siap pakai. Bertempat di Ballroom The Trans Resort Bali menjadi penanda selebrasi 40 tahun

eksistensi LPTB Susan Budihardjo di dunia mode dan dirayakan dengan penampilan desainer-desainer muda. Tiga alumni LPTB Susan Budihardjo – Bali yang terdiri dari Indy Rizkiana — berpendapat bahwa waktu acap membuka kemurnian lubuk hati seseorang. Suasana hati yang beragam dikutipnya lewat warna merah, kuning, biru dan hijau berbahan tulle dan linen. Untuk menguatkan konsepnya, Indi menggambarkan seraut wajah di atas bahan linen. Marchelle Tan, bercerita tentang waktu bersantai, saat ketika menikmati secangkir kopi, menjadi ilham bagi Marchelle untuk menciptakan busana kasual dalam hitam dan putih yang monokromatis. Bahan ringan sifon, siluet A-line dan baju panjang melekat di badan diciptakan Marchelle untuk mewakili suasana santai. Tory Golf By Julia Tory. Desainer yang telah mapan memiliki label busana golf ini mempersembahkan sepuluh busana untuk wanita dan pria. Seorang pegolf kenamaan, Luke Moore, membuka peragaannya. Kekinian Julia mengklaim menjadi yang pertama memanfaatkan batik sebagai material bahan baju golf, baik batik tulis maupun motif batik yang dicetak di atas bahan poliester dan elastane. Time diterjemahkan ke dalam perubahan batik dari waktu ke waktu, mulai yang lawas hingga bergaya kekinian. Selain baju bergaya 2-potong untuk pria dan wanita, Tori Golf menawarkan topi, sarung tangan, hingga tas sepatu yang sejiwa dengan keseluruhan koleksi busana. Sementara lulusan LPTB Susan Budihardjo Surabaya, Vella Virlia, mempersembahkan tiga busana wanita yang bercerita tentang pendulum, bandul penghitung waktu pada abad ke-17. Gerak ayun pendulum menjadi sumber inspirasinya dan diterjemahkan menjadi gaya busana vintage. Warna hijau keemasan dipadu hitam yang diadaptasi dari warna pendulum pada zaman itu. Rantai

digunakan untuk merepresentasikan rantai bandul. Tiga alumni LPTB Susan Budihardjo – Semarang yang terdiri dari Vidi Jjong, terinspirasi pada waktu malam hari yang diterangi cahaya bulan dan srigala yang ditampilkan dalam terusan jumpsuit dan busana panjang dua-potong dengan tambahan elemen metal dengan rantai. Hitam, abu-abu dan perak menjadi warna pilihan untuk mengimbangi bahan kulit tiruan dan bulu-bulu imitasi serta sejenis besi ringan yang menjadi aksesori di kepala. Dinisyu melihat waktu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perilaku baik dan buruk yang diterjemahkan menjadi gaungaun asimetris hitam putih berbahan satin yang dianyam. Ada juga bahan satin bridal dengan organdi Jepang untuk sebuah gaun yang memeluk tubuh, garis-garis hitam mengantarai blok putih dengan tulle pada ujung busana. Qolbiana Zahra Adeputri menampilkan memilih Golden Hour, siang hari sepanjang setelah matahari terbit hingga terbenam, yang diterjemahkan menjadi modest wear yang ringan, kasual dan dan beraroma feminin. Scarf melengkapi padanan kemeja-blus dengan luaran dan overall, atau pasangan celana super lebar maupun rok dalam warna kuning muda keemasan berpadu kuning tua dan off-white berbahan linen dan katun. Panggung ditutup dengan penampilan 17 set busana karya para guru LPTB Susan Budihardjo Bali yang terdiri dari Jafar Sodiq, Luh Wina Sadevi, Ni Made Rica, Donny Silvester, dan Andre Puspa. Karya para guru ini dipresentasikan dengan menggabungkan kreasi yang satu dengan yang lain secara acak hingga melahirkan sebuah tampilan baru ‘mix-don’t-match’ yang unik. Di pengujung acara, Susan Budihardjo selaku pimpinan LPTB Susan Budihardjo menitipkan pesan kepada generasi mode muda Indonesia. “Jangan lekas menyerah, jangan mudah putus asa. Jalani proses dengan hati ringan, perbanyak jam terbang untuk mengenali karakter karya pribadi. Bekerjalah lebih keras lagi, karena persaingan semakin kompetitif.” Yang pasti menikmati beragam gaya dan sepak terjang desainerdesainer muda ini kita seperti digiring untuk memahami parcel-parcel hidup, juga mimpi-mimpi mereka menjelajahi industri fashion di Indonesia. (osi)

Kebugaran Tubuh Melawan si Corona (1) MEREBAKNYA virus Corona ke beberapa negara, janganlah menjadi momok ataupun membuat panik bangsa ini. Lala Studio mengajak seluruh masyarakat khususnya di Bali untuk menjaga kebugaran tubuh agar memperoleh kekebalan dan terhindar dari virus Corona. Lakukan latihan ringan (peregangan) setiap pagi bangun tidur dengan gerakan yang sederhana yaitu leher, bahu, pinggang dan paha. Luangkan waktu 15-20 menit saja, namun hasilnya untuk kebugaran tubuh sepanjang hari. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Instruktur Kompeten Tuti Irwanti (Ira) dari Lala Studio.

1

2

Gb. I: Berdiri tegak dengan kedua siku lengan ditekuk pada pinggang, lalu miringkan kepala ke kanan, tahan 2x8 hitungan, setelah itu lakukan ke kiri dengan hitungan yang sama. Lanjutkan dengan menundukkan kepala lalu hadap ke depan. Setelah itu menoleh ke kanan dan ke kiri dengan cara yang sama. Latihan ini bermanfaat untuk leher, agar aliran darah lancar.

Kisara KETIKA kecil, pertanyaan yang banyak orang tanyakan salah satunya adalah “Ingin jadi apa kamu setelah besar nanti?” Jawabanmu pasti bermacam-macam. Ada yang menjawab ingin jadi dokter, perawat, pilot, guru, polisi, presiden, arsitek, dan masih banyak lagi. Semakin kamu bertambah usia, semakin banyak pengetahuan dan pengalamanmu, impian itu berubah. Gak lain dan gak bukan karena kita menjadi lebih realistis dan banyak pertimbangan. Pertimbangan terkadang bukan berasal dari diri kita sendiri, tapi bisa juga dari desakan orangtua. Mungkin kamu merasa bingung harus mendengarkan kata

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.

hatimu atau mengikuti perkataan orangtua. Orangtua merasa berhak untuk melindungi anaknya dari kesengsaraan jika dia memilih pilihan yang salah. Karena ketakutan itu kadang orangtua suka memilih yang menurut mereka itu terbaik untukmu. Walaupun, kebanyakan dari kasus yang terjadi, pilihan orangtua belum tentu disukai oleh anaknya. Misalnya saja orangtua menginginkanmu jadi dokter, tetapi kamu maunya jadi penyanyi. Bisa saja pertentangan itu menimbulkan pertengkaran. Kamu merasa berhak untuk memilih jalanmu sendiri. Sementara orangtua merasa mereka berhak melindungi anaknya dari

Gb. II: Untuk gerakan bahu, dapat dikombinasikan dengan gerakan kaki. Tekuk kedua siku lengan lalu gerakkan memutar kedua bahu ke arah depan 1 x 8 hitungan, dan ke arah belakang 1 x 8 hitungan pula. Dapat pula menaikturunkan kedua bahu. Sedangkan gerakan kaki, sentuhkan tumit ke lantai bergantian kanan dan kiri.

3 4

Gb. III : Lakukan latihan untuk pinggang, yaitu luruskan lengan kanan ke atas, pada posisi berat badan bertumpu di kiri. Setelah itu lakukan sebaliknya dengan hitungan 2 x 8.

Gb. IV : Lakukan juga untuk paha dengan cara yang mudah, yaitu angkat tekuk kaki kanan dan kiri bergantian dengan meluruskan kedua lengan depan dada. Total hitungan 4 x 8. Dengan menggerakkan seluruh otot tubuh setiap pagi, maka aliran darah menjadi lancar dan kebugaran tubuh tetap terjaga serta salam bugar dari Lala Studio.

Membangun Masa Depan kegagalan. Tidak ada salahnya dengan kedua hal tersebut. Walaupun mungkin kamu akan merasa jengkel karena mereka selalu ikut campur dengan keputusan yang akan kamu ambil. Hidupmu Apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup ini, hanya kamu yang tahu. Mau dibawa ke mana jalan hidupmu, hanya kamulah yang bisa memutuskan. Orang lain hanya bisa berpendapat. Dan kamu berhak untuk memutuskan pilihanmu sendiri. Tapi, mana ada sih keputusan yang tidak ada risikonya? Setiap keputusan pasti akan menimbul-

kan riesiko yang berbeda. Pasti ada aja orang yang mendukungmu, dan selalu ada juga orang yang menentangmu. Tinggal bagaimana menunjukkan bahwa kamu bisa berhasil sukses dengan pilihanmu dan bertanggung jawab sama risiko yang terjadi. Ketika pilihanmu berbeda dan bertentangan, hal yang harus kamu lakukan adalah menjelaskan maksudmu. Jelaskan potensi dirimu, mimpi dan harapanmu ke depannya pada orang tuamu. Orang tua tidak ingin kamu menderita, itulah mengapa kadang mereka menentang, tapi ingatlah yang harus kamu lakukan adalah belajar untuk mengungkapkan isi pikiranmu dan

membuat orang tuamu mulai mengerti dan memandang dari sudut yang sama denganmu. Pilihan Kadang kamu terluka dengan kalimat, “Mau jadi apa kamu nanti!” Tapi kamu harus tau bahwa mereka hanya ingin memberikan pilihan yang terbaik bagi kehidupan anaknya. Kamu hidup hanya sekali. Kamu bisa menentukan hidupmu sendiri dan orangtuamu tidak berhak untuk memaksamu melakukan hal yang kamu benci. Tapi ingatlah bahwa apapun pilihanmu akan ada risikonya. Jadi, pilihlah jalanmu se-

cara berhati-hati, bicarakan dengan orang tuamu dan ingatlah bertanggung jawab atas dirimu dan pilihanmu. Tidak ada perjuangan yang akan sia-sia jika kamu tetap bertahan pada pendirianmu. Tetaplah hormati orangtuamu karena mereka yang membesarkanmu dengan penuh cinta. Jangan malah kamu nanti menyesal jika di sisa akhir hidupmu kamu belum melakukan hal-hal yang kamu inginkan. Keputusan berada di tanganmu sendiri. Hanya kamu yang bisa menentukan mau dibawa ke mana hidupmu nanti. Pilihlah dengan bijak!


5

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Capricorn Peruntungan: Jangan sembrono hanya karena sepintas urusan lancar-lancar saja. Sebab, ibarat cuaca bakal datang angin besar melandanya. Oleh sebab itu, apa salahnya kalau sedia payung sebelum hujan tiba. Kesehatan: Jika lapar segera saja makan, tak perlu terus memikirkan persoalan kantor yang tak bakal kunjung selesai. Asmara: Tak ada gunanya terus mengeluh di depannya, karena si dia sudah bosan dengan segala keluh kesah Anda. Aquarius Peruntungan: Usahakan tidak macammacam di pertengahan bulan ini, main aman saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, malah bisa-bisa membikin rugi dan pusing. Kesehatan: Pikiran tak perlu tegang. Cobalah lebih santai lagi, apalagi suasana hari ini relatif lebih tenang. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Pisces Peruntungan: Rintangan tiba-tiba datang menghadang, maka hadapi saja dengan tenang dan penuh semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu. Kesehatan: Nikmati menu makanan yang ada di rumah. Kalau boleh coba ganti dengan menu yang lain, yang penting selera makan di rumah terus bertambah. Asmara: Bagaimanapun yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada. Jadi, bila hubungan lagi memanas, jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Aries Peruntungan: Mengalah demi kemenangan adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan minggu ini. Tidak perlu memaksakan diri. Jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, lakukan saja. Kesehatan: Jangan makan yang terlalu pedas dan masam agar tidak timbul masalah di seputar pencernaan Anda. Asmara: Tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikhawatirkan. Taurus Peruntungan: Tak ada alasan Anda malu memulainya dari awal. Inilah kesempatan Anda mendapatkan hasil besar selama masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Asmara: Berhati-hatilah karena mulai ada yang ingin mengobok-obok hubungan Anda dengannya. Gemini Peruntungan: Bertindak hati-hati dan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan adalah kunci sukses minggu ini. Jangan biarkan faktor kecerobohan menjadi penghalang bagi kesuksesan Anda. Kesehatan: Jangan ulangi kebiasaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Asmara: Selalu sabar dan yakin bahwa semua ini pasti akan berlalu. Untuk itu, tenang saja. Cancer Peruntungan: Jangan berpuas diri dulu karena tantangan baru mulai muncul. Tetaplah berhati-hati terhadap kompetitor yang mulai menggoncangkan bisnis dan karier Anda. Kesehatan: Buat apa hati Anda dibuat susah sendiri, tertawalah terus bila perlu sampai teler. Asmara: Si dia lagi banyak masalah sehinggga tak heran jika emosinya ikut-ikutan labil. Leo Peruntungan: Minggu ini kemujuran masih memayungi perjalanan perbintangan Anda sehingga bisa lebih enjoy dan lepas dalam membuat keputusan. Relasi yang cukup setia sebaiknya dijaga terus, jangan sampai ada masalah. Kesehatan: Kurangi makan terlalu pedas dan terlalu banyak. Makanlah sesuai porsi yang ada. Asmara: Tetap menjaga batas-batas yang ada, jangan terlalu menuruti hawa nafsu yang hanya akan meninggalkan penyesalan panjang. Virgo Peruntungan: Jangan berpikir terlampau tinggi kalau akhirnya hanya akan menimbulkan stres yang cukup mendalam. Cobalah buat target yang seproporsional mungkin sehingga bisa diraih sesuai kemampuan Anda saat ini. Kesehatan: Untuk sementara kurangi kebiasaan berpesta pora, sebab di samping melelahkan juga makanannya tak cocok dengan perut Anda. Asmara: Ketenangan hati adalah kunci untuk bisa menciptakan suasana yang lebih bahagia lagi. Libra Peruntungan: Semakin semrawut, maka dari itu jangan ragu segera mengambil tindakan yang lebih tegas dan berani untuk melakukan pengaturan waktu yang baik dan seefisien mungkin. Kesehatan: Performa tubuh Anda tampak cukup baik dan segar serta bertenaga. Asmara: Meski membuat hati jengkel, akan tetapi suasana bisa dibilang cukup harmonis dan romantis. Scorpio Peruntungan: Usahakan tidak mudah terpengaruh oleh yang namanya provokasi karena bagaimanapun masih banyak yang iri dengki dan ingin menjerumuskan Anda. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah. Ini jalan terbaik untuk Anda saat ini. Asmara: Tetaplah sabar walaupun ada hal yang menjengkelkan hati. Sagitarius Peruntungan: Pada pertengahan bulan inilah saat yang tepat untuk memperjuangkan hak, apalagi saat ini nasib Anda lagi pada posisi yang menguntungkan dan cukup mujur. Kesehatan: Jauhkan pikiran Anda dari ketegangan dan kecemasan agar kesehatan tidak sampai terganggu karenanya. Asmara: Introspeksi diri sendiri, apakah sudah cukup perhatian Anda kepadanya?

Diasuh Oleh : Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 15 - 21 Maret 2020

”Krtāñjali” Merupakan Salam Dharma yang Sempurna tatah sa vismayāvisto hrsta-romā dhanañjayah pranamya śirasā devam krtāñjalir abhāsata (Bhagavad-gītā 11.14) “Setelah melihat Wujud Viśvarūpa Tuhan Yang Maha Esa seperti itu, Arjuna menjadi dipenuhi oleh perasaan ke­heran-heranan, dan dalam penuh rasa kekaguman serta bulu romanya pada berdiri, (maka) ia mencakupkan tangan dan menundukkan kepalanya, lalu berkata:” ŚLOKA di atas adalah kutipan dari Bhagavad-gītā. Arjuna menyampaikan salam hormat bhakti kepada Śrī Krishna dengan cara mencakupkan kedua tangan di depan dada sambil menundukkan kepalanya. Sikap tersebut dinamakan Krtāñjali atau Namaskār Añjali, dan dilakukan sambil mengucapkan sapaan Namaste, Namaskār, atau Om Swastyastu. Sikap lain dinamakan Mastakāñjali (bersimpuh bersujud dengan dahi menyentuh tanah), Sastānga, dan Dandavat (bersujud tengkurap di atas tanah). Salam Krtāñjali atau Namaskārañjali sudah dilakukan oleh umat Hindu sejak zaman Rg Veda, ratusan juta tahun lalu, atau antara seribu s/d 24 ribu tahun Sebelum Masehi jika mengacu pada perkiraan tahun para sarjana Veda/Sanskerta modern. Salam Dharma Krtāñjali/Namaskārañjali ini ternyata pada awal tahun 2020 ini menjadi pilihan orangorang seluruh dunia untuk menghindari penularan virus Corona. Barangkali sampai detik ini belum ada yang menyamai kecemasan menyeluruh di dunia selain wabah penyakit yang menyebar begitu cepat, yaitu virus Corona (Covid -19). Nama Corona menjadi momok menakutkan seluruh dunia. Semua orang menyaksikan bagaimana

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa dunia merespons virus kecil ini dengan cara “maha” besar. Banyak airport internasional ditutup. Banyak perbatasan negara ditutup. Banyak pesawat yang biasanya membawa penumpang 400 orang lebih kini mengalami pengurangan drastis. Pada awal Maret, pesawat Emirates yang penulis tumpangi dengan tujuan Eropa hanya membawa penumpang jauh di bawah 100 orang. Masih lebih baik dari jumlah belasan orang yang pernah penulis tumpangi, dan di kelas bisnis hanya satu penumpang, yaitu penulis sendiri. Pesawat-pesawat tersebut tetap melakukan penerbangan hanya demi menjaga “slot” di airport. Menurut institusi-institusi kesehatan dan para ahli medis, Corona adalah virus yang tidak perlu ditakuti secara berlebihan karena penularannya tidak melalui udara. Namun demikian, masyarakat pada umumnya tidak terbantu oleh penjelasan dan imbauan tersebut. Mereka menyerbu apotekapotek dan toko-toko yang menjual masker. Beberapa penjual masker pun mengambil kesempatan dalam kesempitan, mendulang keuntungan rupiah melalui keprihatinan terhadap virus Corona dari harga Rp 300 ribu satu kotak isi 50 masker menjadi Rp 350 ribu. Bahkan walau sudah mencapai harga semahal itu, di banyak tempat masker sudah tidak tersedia lagi. India memutuskan menutup kedatangan turis ke negaranya sampai 15 April 2020. Kebijakan ulang akan diambil setelah tanggal tersebut. Kamis (12/3), Arab Saudi yang menurut Reuter sudah dipastikan mempunyai 45 kasus virus Corona, memberikan waktu 72 jam kepada para jemaah dan

MIMBAR AGAMA

I Gusti Ketut Widana MENYAMBUT hari suci mendatang, setidaknya patut dipahami bahwa sejatinya hari suci Nyepi dapat dikatakan sebagai media spiritual laundry, pembersihan bhuwana agung (alam fisik-material) yang kemudian dilanjutkan dengan penyucian bhuwana alit, diri manusia itu sendiri (mentalspiritual). Jika hal itu terjadi, prosesi Nyepi tak lagi hanya diperingati sebagai ritual seremoni, tetapi benar-benar akan mengantarkan umat Hindu dalam keadaan “suci”, hingga merasuki hati kemudian menjadikannya sebagai ruang kontemplasi, setidaknya termotivasi atau terinspirasi dengan memanfaatkannya sebagai waktu introspeksi.

brolan BALE BANJAR ARIDUS MANUSIA sekarang sedang memasuki Titik Balik Peradaban. Fisikawan Fritjof Capra menulis pernyataan itu dalam buku berjudul sama, karena dalam keilmuannya dia juga menggunakan pandangan budaya Timur, termasuk kearifan lokal saat menganalisa fisika. Kemerosotan moral, penyakit mental, kejahatan, penyelewengan seksual, kekerasan, penggunaan narkoba, pembunuhan dan bunuh diri kian menjadi-jadi secara ekstrem, menurutnya, merupakan ciri-ciri titik balik peradaban. “Fritjof Capra menengarai, keanehan fenomena sosial yang memprihatinkan terjadi akibat ketidakmampuan modernitas

Itulah sebabnya secara ritual, Nyepi sejatinya adalah gerak eskalasi dari proses ramya (ngredeg) ke somya (degdeg) menuju sunya (enteg). Jika dikaitkan dengan unsur Triguna, Nyepi dapat dikatakan sebagai proses pemurnian (furifikasi) dari karakter tamasika (rendah, daki) dan rajasika (gairah, duniawi), meningkat menjadi satwika (urdah, suci). Keadaan suci pada saat Nyepi itulah disebut sebagai sepining sepi--bebas dari pengaruh apa pun yang bersifat materi duniawi. Nyepi adalah peragaan laku-laku batiniah yang bertujuan menyepi-sucikan dunia materi dengan meninggikan derajat rohani ke tingkatan kesadaran tertinggi. Memahami lebih tinggi lagi, ternyata mulai dari prosesi Melis dilanjutkan dengan upacara Pacaruan/Tawur (Agung) sesungguhnya merupakan realisasi konsep transendensi karakter babhutan (bhuta kala) dari level ramya (eufo-ritual lengkap dengan hiruk-pikuk kesenangan duniawi) menjadi somya (harmoni) lalu meningkat menuju keadaan somya (enteg = tenang terkendali) hingga akhirnya memucak

turis untuk meninggalkan negaranya. Warganya yang berada di negara lain pun diberikan waktu 72 jam untuk kembali ke Arab Saudi. Direktur Jenderal WHO (World Health Organisation), Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Rabu (11/3) mengatakan jumlah kasus Corona di luar China melonjak 13 kali lipat dalam dua minggu belakangan. Oleh karena itu, WHO mengumumkan bahwa virus Corona adalah wabah “pandemi” mengingat ribu orang meninggal dan lebih dari 120 ribu orang di dunia terinfeksi. Per 13 Maret 2020, kasus Covid -19 positif ditemukan di seluruh negara di Eropa. Penyebaran tercepat terjadi di Italia dengan 15.113 kasus terkonfirmasi dan 1.016 kematian. Saat ini Italia sudah memberlakukan national lockdown, tidak ada lagi orang yang boleh masuk atau keluar dari teritori negara tersebut. Banyak negara sudah mulai mengikuti jejak Italia dengan social distancing, berupa imbauan bagi bisnis untuk membolehkan kerja dari rumah bagi para pegawainya dan bagi sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar-mengajar. Di Inggris Raya saat ini sudah tercatat 596 kasus terkonfirmasi positif dan 8 kasus kematian akibat Covid-19. Akan tetapi pejabat kesehatan mengakui bahwa di luar kasus yang sudah terkonfirmasi, jumlah aktual warga yang terinfeksi mencapai 5.000 sampai 10.000 orang. Penyebaran virus terjadi di seluruh kalangan masyarakat, termasuk para pejabat negara di seluruh dunia. Di Inggris, Menteri Kesehatan dan anggota parlemen dari Partai Konservatif, Nadine Dorries, sudah didiagnosia positif virus Corono. Deputi Menteri Kesehatan dan beberapa anggota parlemen Iran terdeteksi positif. Yang terbaru, Sophie Trudeau, istri Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, juga dikonfirmasi terinfeksi. Di tengah maraknya wabah virus Covid-19 beredar sebuah pesan yang menyarankan agar

tidak lagi bersalaman tetapi menyampaikan salam dengan cara mencakupkan tangan, dan sapaan “Namaste”. Pesan tersebut disertai gambar yang menunjukkan bahwa berjabat tangan bisa menyebarkan 124 juta koloni bakteri kepada orang yang diajak berjabat tangan, sedangkan dengan mencakupkan tangan tidak ada penyebaran bakteri karena tidak terjadi sentuhan. Salam dengan cakupan tangan telah menjadi tradisi bagi umat Hindu di seluruh dunia, termasuk di Bali. Kalau di India cakupan tangan secara umum diiringi ucapan Namaste atau Namaskar, di Bali cakupan tangan diiringi ucapan Om Swastyastu. Kalimat ini bukan sekadar salam tetapi mengandung makna mulia dan mendalam. Om adalah nama suci Tuhan; Swasti berarti baik, sejahtera, selamat, rahayu, dan berbahagia, sedangkan Astu berarti semoga. Dengan demikian, melalui pangañjali Om Swastyastu kita mendoakan orang lain berada dalam keadaan baik, selamat, rahayu, sejahtera, dan berbahagia. Sikap mencakupkan kedua telapak tangan adalah sikap mudrā. Dalam Bahasa Sanskerta, mudrā berarti yang memberikan kebahagiaan sejati (mudam anandang rati dadāti). Kitab yang membahas tentang mudrā antara lain Nātya Śāstra, Yoga dan Tantra. Dalam Nātya Śāstra, mudrā dibagi menjadi dua kelompok. Pertama terdiri atas 24 asamyuta (sikap mudrā dengan satu tangan), dan kelompok kedua terdiri atas 13 samyuta (sikap mudrā dengan kedua tangan). Menurut ajaran Tantra, Brahma mengagungkan 108 mudrā dan menyatakan bahwa ritual seperti japa, prānāyāma, pemujaan kepada para Dewa, dhyāna (meditasi), dan asana yoga tidak akan membuahkan hasil sama sekali jika tidak disertai dengan praktik mudrā. Setiap sikap mudrā memiliki makna dan kekuatan tersendiri. Para sulinggih (pendeta) di Indonesia menggunakan mudrā saat melakukan puja.

Nyepi Itu Suci

pada pencapaian alam sunya (zero = kosong, sunyi, kembali ke substansi asali = jiwani = purusa). Mencapai keadaan itu, dalam praktiknya disertai sekaligus diperkuat lagi dengan kewajiban umat Hindu melaksanakan Catur Brata Panyepian guna menciptakan suasana, ruang dan waktu agar benar-benar berada pada titik “nol”--sepi, sunyi namun tetap berkeadaan suci. Catur Brata Panyepian memiliki dimensi kontra-positif, berbeda bahkan bertentangan tetapi membangun dan mendorong kebaikan ke arah peningkatan kualitas bhakti umat. Rinciannya, Amati Karya, di satu sisi umat berkewajiban untuk tidak menjalankan “olah-raga” alias beraktivitas rutin fisikal-material, tetapi secara rohaniah wajib terus “bekerja” lewat “olah-rasa” dan “olah-bathin” guna tetap membuka atau menjalin hubungan langsung dengan-Nya. Lalu Amati Geni, bukan hanya tidak menyalakan api sekala, tetapi juga api hawa nafsu (kamakamomoan), yang berbarengan dengan itu berkewajiban juga terus “menyalakan sinar” kede-

wataan (sifat-sifat ketuhanan) dalam diri sebagai insan divine of God–-cahaya Tuhan lewat pembangkitan kesadaran Sang Atman (atutur ikang atmna ri jatinya). Kemudian Amati Lelunganan, yang secara kasat mata berarti tidak melakukan kegiatan bepergian, namun secara rohaniah justru umat lewat olah-rasa dan olah-bathin yang selalu disinari cahaya ketuhanan, dapat melakukan “perjalanan” kontemplasi menjejaki alur/ jalur ke luhur menuju puncak pencapaian kesadaran spiritual. Akan lebih manis dan harmonis lagi jika sedapatnya mengiringi “perjalanan” spiritual tersebut dengan melantunkan “Gitanjali” atau “Bhagawadgita”--nyanyian-nyanyian Tuhan dalam nada dan irama sepinya sebagai media “penghiburan” menuju “pengluhuran” bukan penghancuran sebagaimana dipantangkan dalam Amati Lelanguan, bagian terakhir Catur Brata Panyepian yang memang melarang umat menghibur diri bernunsa sensasi dan fantasi duniawi. Nyepi, tanpa disadari sebagian (besar) umat sejatinya men-

Menurut pengetahuan mudrā, masing-masing jemari tangan memiliki kekuatan sendiri. Ibu Jari (unsur api/ agni, cakra pusar/ manipūra), Telunjuk (unsur udara/vāyu, cakra hati/ anāhata), Jari Tengah (unsur gelombang magnetis/ākāśa, cakra tenggorokan/ viśuddha), Jari Manis (unsur tanah/prthivī, cakra dasar/ mūlādhāra) dan Kelingking (unsur air/āpah, cakra svādhisthāna). Ke-10 jemari tangan bertemu, bersatu, lalu menciptakan pusaran energi spiritual sangat kuat di dalam diri. Sementara cakupan telapak tangan kanan dan kiri melambangkan menyatunya kekuatan material dan kekuatan spiritual, lalu ujung jemari cakupan tangan disentuhkan pada mata ketiga di tengahtengah kening, dengan menundukkan kepala (melambangkan kebijaksanaan dan ketundukan hati), maka Salam Dharma menjadi Salam Sempurna untuk mengharmonisasi kesadaran bagi si pemberi dan yang diberi salam hormat. Saat kedua telapak tangan dan sepuluh jemari tangan bersentuhan serta saling menekan, maka terjadi rangsangan pada simpul-simpul saraf di telapak dan semua jemari tangan. Dalam pengobatan Sujok/Akupuntur/Pijat Refleksi, simpul-simpul saraf pada telapak tangan, telapak kaki, jari tangan, dan jari kaki memiliki hubungan dengan organ-organ tubuh. Rangsangan berupa tekanan pada simpul saraf akan mengaktifkan organ-organ tertentu sehingga organ-organ itu menjadi lebih sehat. Ketika mencakupkan kedua telapak tangan maka melalui simpul saraf pada telapak tangan terjadi hubungan antara otak kiri dan otak kanan. Letak telapak tangan di dada mengaktifkan getaran energi cinta kasih pada cakra hati (Anāhata Cakra), karena itu ia juga dinamakan Hrdaya Añjali. Sikap ini membantu mengatasi stress dan kecemasan. Krtāñjali (Namaskār Añjali) adalah Salam Dharma yang Sempurna Makna.

jadi eskalator, semacam tangga berjalan yang bisa “menaikturunkan” kualitas sraddha dan bhakti umat. Jika umat sudah merasa puas dengan hanya menyelesaikan kewajiban Nyepi beserta segala rangkaian ritual upakara bebanten-nya, maka dimensi pencapaiannya tetap tinggal di landasan fisikal-material yang cederung ritualistik simbolik ekspresif. Sementara jika umat terobsesi hendak meninggikan rohaninya hingga mencapai tingkatan suci, jadikanlah momen hari Nyepi sebagai media pendakian bhakti, berangkat sebagai kewajiban ritual menuju pencerahan intelektual, dan akhirnya memuncak pada kesadaran spiritual guna mencapai alam asal yang kekal. Bisa juga dikatakan Nyepi sebagai eskalasi dari keadaan daki/ menyi (kotor) menuju kondisi suci hingga berhasil masuk ke ruang sepi nan sunyi dalam dekapan Hyang Widhi--Sang Mulajadi. Ternyata dimensi Nyepi tidak hanya persoalan sepi tetapi lebih tinggi lagi sebagai momen menjadikan diri umat selalu berada dalam keadaan suci, lahir batin, sekala niskala.

Gawai Ganti Posisi Sekolah mencapai tujuan aslinya. Modernitas bertujuan mengangkat kemanusiaan demi terciptanya hubungan harmonis manusia dengan alam seperti dicetuskan Copernicus, Galileo dan Newton. Namun, pascazaman pertengahan, karena desakan industri dan kapitalisme, semesta dan isinya yang sebelumnya dianggap jalinan organisme, berubah menjadi mekanik atau mesin. Setelah zaman melaju silih berganti, kemajuan teknologi dan sains terus berkembang, kita semua dikejutkan oleh tingkah manusia yang mirip seperti zaman jahiliah. Celakanya, barbarisme dalam segala bentuk ditampilkan secara telanjang di monitor setiap gawai yang dipegang nyaris semua orang. Gambargambar itu tidak saja merupakan fantasi atau rekayasa, namun banyak kejadian nyata yang direkam dan disebarkan secara sengaja. Tanpa bisa menolak dan menyanggah, ada anggapan gadget segala jenis telah mengambil alih posisi sekolah dan

universitas. Berbagai pelajaran ditayangkan secara gratis yang bisa jadi ditiru dan dipraktikkan oleh mereka yang belum paham hakikat ilmu pengetahuan dan belum siap secara mental. Capra tidak keliru menyatakan manusia dan kemanusiaan sekarang mengalami krisis multidimensi, termasuk dimensi intelektual, moral dan spiritual pada tingkat yang sangat memprihatinkan,“ urai Rubag. “Mad Max, film tahun 1980an yang dibintangi Mel Gibson, adegan-adegan kebrutalannya muncul di layar HP dalam bentuk kenyataan. Perkelahian individu dan tawuran massal jadi menu sehari-hari, bila pemilik HP rajin melakukan surfing di dunia maya. Di media daring kita juga sering baca berita pembunuhan, perkosaan dan berbagai jenis kekerasan, terkadang disertai video yang dikaburkan. Tangan-tangan usil yang merekam peristiwa sering juga menayangkan secara utuh. Tugas orangtua di zaman yang disebut Era Milenial, yang

terkadang diberi istilah sinis Era Micin ini, sangat berat. Di samping sibuk mencari nafkah buat keluarga, lebih parah lagi mereka harus meluangkan waktu mengawasi anak-anak saat berada di luar rumah. Sebagian besar ortu tidak mampu melakukan itu, karena beban hidup kian berat. Misalnya, konon ketika aparat mendatangi rumah anak-anak usia belasan tahun, pelempar kendaraan di Denpasar, para ortu mereka terperanjat. Mereka tidak menyangka, anak-anak yang permisi dengan alasan ke rumah teman, malah melakukan tindakan jahat dan tidak mempertimbangkan akibatnya. Syukur saja hanya kaca mobil yang pecah, bukan kepala mereka yang ada di mobil. Ternyata lewat interogasi di kepolisian, mereka mengaku melakukan perbuatan tak terpuji tersebut berkali-kali, namun cuma satu yang melapor ke kepolisian,“ komentar Nyoman Sudiantara. “Peristiwa yang sangat sadis adalah, gadis kecil berusia lima tahun dibunuh di bak mandi oleh

seorang remaja wanita berumur 15 tahun dan mayatnya disimpan di almari. Untungnya si pelaku melaporkan perbuatannya ke kepolisian. Dalam pemeriksaan, dia mengaku tidak punya motif untuk membunuh, namun insting melakukan perbuatan keji terus menggebu dan dia tidak bisa menahannya. Terungkap bahwa remaja yang masih duduk di SMP itu punya hobi menonton film horor, seperti ‘’Chucky’’ dan yang paling mengaruhinya ‘’Slender Man’’. Jadi, tidak terlalu meleset Rubag berasumsi kalau gawai telah mengganti posisi sekolah dan universitas, meskipun tanpa maksud melecehkan lembaga pendidikan itu. Saatnya kini otoritas tertinggi pendidikan mengubah orientasi lembaga-lembaganya agar benar-benar melahirkan warga bangsa yang cerdas, pintar dan berbudi luhur. Sebab, merekalah pemegang tongkat estafet cita-cita kemerdekaan NKRI, menuju masyarakat adil, makmur berdasarkan Pancasila,“ tegas Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Kliwon, 15 Maret 2020

Dresta Nekang

Upacara ring Pangantén Anyar BUDAYA wantah parindikan sané nénten prasida lémpas saking kahuripan manusané, duaning malarapan antuk sekancan budhi lan pikayunanipun majanten jagi kamedalang makudang-kudang sarana wiadin parikrama ring kahuripanipun. Parikrama sané setata kamargiang nerus ring galah-galah sané sampun kajantenang saha kadungang pidabdabipun antuk panglimbak masa utawi kahuripan krama punika sané raris kawastanin antuk dresta pinaka sinalih tunggil wangun budaya. Yadiastun mangkin akéh krama sané mapikayunan yéning dresta-dresta tetamian nguni nénten adung malih ring masané mangkin tur patut kaicalang kawéntenanipun, nanging nénten akidik taler krama sané mapikayunan mangda dresta-dresta inucap setata becik tur lestari. Wénten makatah parindikan sané ngawinang, nanging sané ketah dados dasar, sangkaning krama sané naminin sampun uning ring indik tetuek utawi daging tattwa saking dresta inucap. Sinalih tunggil wangun dresta punika minakadi dresta nekang sané kahananipun kantun becik kamargiang kantos mangkin ring Banjar Nyelati, Desa Kuwum, Mengwi Badung. Manut Jero Mangku Made Suweda, Pa-

mangku Pura Ganda Natar Sari Nyelati, nekang wantah upacara sané kamargiang tatkala rahinan Galungan utawi tatkala Kuningan. Upacaranyané kamargiang olih krama sané wawu ngranjing Grehasta Asrama, duaning wusan upacara pawiwahannyané kamargiang dumun, wawu kapertama puniki nemu rahinan Galungan lan Kuningan pinaka alaki-rabi, punika raris kadagingin antuk upacara nekang sané kamargiang ring Galungan utawi Kuningan. Upacara nekaang kamargiang apisan kémanten, dadosné risampunné polih ngamargiang nekang, sinah sang kakalih nénten malih ngamargiang nekang inucap tatkala rahinan Galungan lan Kuningan salanturnyané. Parikrama upacara punika kamargiang ring Galungan utawi ring Kuningan duaning kajantenang yéning ring rahinan inucap para panglingsir utawi Déwa Hyang sané kantun ngaturang ayah ring sunialoka madué galah budal ring genah utawi paumahannyané soang-soang tatkala kantun nyeneng ring mercapada. Tatkala punika Ida rauh saha macecingak ring pratisentananyané utamanipun sané wawu wusan ngamargiang pawiwahan utawi ngranjing ring Grehasta Asrama. “Tatkala punika para Déwa

Pangwales Marupa Tapé UPACARA nekang wantah sinalih tunggil dresta utawi upacara sané kantun ketah kamargiang ring pakraman. Sinalih tunggil cihna dresta inucap minakadi pidabdab krama ring banjar sané jagi ngejot tumpeng majeng ring kulawarga sané ngamargiang dresta nekang. Yadiastun sujatiné nénten kapatutan adat sajabaning wantah kadasarin antuk manah lascarya saking soang-soang krama, sinah nénten wénten pamidanda ring awig-awig adat yéning wénten krama sané nénten ngejot tumpeng. Punika mawinan manut Jero Mangku BPM/was Made Suweda maosang, sampun majanten wénten kémanten krama sané nénten mrasidayang ngejot tumpeng tur ipun nénten jagi kaucap iwang. Sané taler ketah kapanggihin, tatkala kramané ngejot sinah kulawarga sané nekang jagi ngaturang pangwales pinaka cihna suksmaning manah ring krama inucap. Yéning manut sakadi dumun, pangwalesnyané punika masarana sanganan tapé minakadi tapé baas, tapé ketan wiadin tapé injin akaputan wiadin duang kaputan kémanten. Sakéwanten sané mangkin, pangwales sané kaaturang kramané dados jangkepan malih, inggih punika jaja miwah ineman taler madaging antuk tapé sakadi dresta dumun. Durung kauningayang napi sané ngawinang kramané saking nguni jagi ngaturang pangwales antuk sarana marupa tapé inucap, sakéwanten dané nyantenang punika kadasarin antuk pidabdab krama Bali utamanipun ring padésan sané sampun majanten jagi makarya tapé kasarengin antuk jaja uli, jaja begina miwah sané siosan nyabran nyanggra rahinan Galungan. Sios punika, krama sané makarya upakara tatkala nekaang inucap nénten wantah kulawarga sané ngamargiang pawiwahan kémanten, nanging kulawarga lan rerama saking mantu jagi makarya tur makta banten minakadi tumpeng pitu, gebogan lan dangsil ka paumahan utawi genah pianak ipun mapawiwahan. Tetujonnyané wantah ngejotin pianak ring kulawarganyané sané anyar mangda prasida taler kanggén tataban ri kala ipun jagi natab upakara bénjangnyané. “Nanging punika nénten ja kaku utawi kapatutang pisan sajabaning kamargiang tatkala genah ipun sareng genahnyané mapawiwahan kaucap nampek. Yéning doh minakadi selat kabupatén, sinah kulawarga mantu inucap nénten jagi ngaryanin upakara tur nénten wénten sané jagi ngiwangang,” asapunika dané nartayang. (was)

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. inceg

1. hizÇ)g/,

sibuk

2. incem

2. hizÇ)m/,

sering

3. incep

3. hizÇ)p/,

paham

4. incuk

4.

tumbuk

5. indayang

5. hinÑy*,

coba

6. indik

6. hinÑik/,

prihal

7. inem

7. hin)m/,

minum

8. ingan

8. hi\n/,

ringan

9. inget

9. hi\)t/,

ingat

Basa Bali

hizǡk/,

10. ingon-ingon 10.hie\onÀie\on/,

NEKANG – Kawéntenan makudang-kudang dresta lan upacara wantah sinalih tunggil budaya tetamian para panglingsir antuk tetujon lan tetueknyané soang-soang. Sinalih tunggilnyané inggih punika dresta nekang sané kamargiang olih pangantén anyar tatkala nemu rahinan Galungan lan Kuningan. minakadi duang tali utawi limang tali ring rahina Umanis Galungan. Yadiastun i nguni asapunika, nanging ring kahananné mangkin krama sané nekang inucap majanten jagi makidihang surudan tur ngicén prabot druén krama tan padagingin antuk pid-

abdab nebus. Wénten taler ngejot tumpeng pitu antuk pidabdab “nyerotang” inggih punika krama inucap ngejotang tumpeng tan padagingin antuk pikayunan jagi ngidih lungsuran tataban tur prabotnyané raris kaambil wusan upakaranyané

kagenahang sakadi krama sané jagi ngejot tumpeng telu. Ngeninin indik parikrama ngejot i wawu prasida kamargiang ring Panampahan wiadin ring rahina Galungan sadurung sang alaki-rabi ngawitin natab upakara nekang. “Sangkaning ngejot tumpeng inucap boya

kapatutan banjar sajabaning wantah madasar antuk lila utawi soang-soang pikayunan krama, sinah punika kamargiang antuk sasidan-sidan krama. Dados ring Panampahan wiadin ring rahina Galungan,” dané nartayang. (was)

Pidabdab Upacara Nekang

Bencingah

Kruna

Hyang jagi macecingak ring sang kalih saha nyantenang yéning sang kalih punika prasida dados jalaran Ida jagi manumadi ka mercapada. Sios punika krama sané ngamargiang upacara inucap taler ngaturang upakara ring para panglingsir sinambi nyurud paica malarapan antuk pidabdab natab,” baos dané. Sios punika sané taler dados cihna ring dresta nekang inucap wantah krama banjaran jagi ngejot banten tumpeng ring kulawarga sané nekang. Sujatiné punika nénten kapatutang utawi kapaksa olih kapatutan banjar sajabaning wantah nganutin lila utawi lega pikayunan krama soangsoang duaning tetujonnyané punika tan bina sakadi madelokan ring pangantén anyar. Indik soroh upakara tumpeng sané kajotang wénten kalih sorohnyané, luiré tumpeng pitu lan tumpeng telu. Manawita krama sané mapanyamaan utawi wénten paiketan kulawarga sareng kulawarga utawi krama sané nekang, sinah ipun jagi ngejot tumpeng pitu. Yéning nénten manyama utawi wantah mapisaga bebanjaran kémanten, sinah jagi ngejot tumpeng telu. Wénten taler kahananipun krama sané ngejot tumpeng pitu inucap jagi “ngidih surudan tataban” tur prabot ngejot ipun jagi katebus antuk jinah

ternak

Pamuspan Katur ring Déwa Hyang lan Sanghyang Semara-Ratih SAKADI sané sampun kawedar, dresta nekang wantah sinalih tunggil wangun dresta utawi budaya sané kantun becik kawéntenan ipun tur kantun kamargiang olih makudang-kudang krama kantos mangkin. Pidabdabnyané kamargiang pinaka panglantur utawi éédan saking upacara pawiwahan sané sampun kamargiang sadurung nemu rerainan Galungan lan Kuningan. Dresta nekang mabuat kamargiang olih kramané duaning madaging tattwa lan tetuek sané kalintang becik majeng ring kramané. Ngeninin indik upakara utawi bebantenan sané kakaryanin tur kaanggén ring upacara nekang inucap, minakadi pulagémbal, gebogan, jerimpen, dangsil, tebasan aepan, nénten lali taler daksina pinaka uluning banten. Upakara sané katur nénten ja akéh, nanging sané ngawinang kasinahang akéh wantah banten tumpeng sané kajotang olih krama bebanjaran wiadin panyamaan. Manut Jero Mangku Ketut Sutiyasa, Jero Mangku Pura Dalem Harum Nyelati, sané ketah kapanggihin, pidabdab upacara nénten kalaksanayang ring sanggah kemulan sajabaning wantah ring balé adat wiadin balé delod duaning upacara nekang wantah ngranjing ring upacara manusa yadnya. Pidabdabnyané kakawitin antuk parikrama matepung tawar sané kadagingin ring tlapakan tangan sang alaki-rabi pinaka cihna pangresikan utawi pabersihan. Wus punika wawu kalanturang antuk ngaturang pamuspan praya katur majeng ring Ida Sanghyang Semara lan Ida Sanghyang Ratih taler katur majeng ring para panglingsir utawi Déwa Hyang pamekas sané manumadi ring sang kalih alaki-rabi, nénten lali katur ring

panembahan sami saha kalanturang antuk nunas tirta lan bija. Pidabdab upacara inucap raris kalanturang antuk natab sarana upakara minakadi tebasan aepan, tebasan sidapurna, prayascita, pulagémbal miwah upakara tumpeng lan banten tebasan sané kajotang olih krama. Upakara prayascita inucap katatab ka prerai pinaka pabersihan lan panyucian, sakéwanten upakara tiosan katatab ring angga sang sang kalih antuk tetujon nglungsur paica saking Dewa Hyang utawi para panglingsir sané sampun manumadi ring sang kalih taler nunas paica saking Ida Sanghyang Semara-Ratih sané ngrangsuk ring jiwatman sang alaki-rabi. “Duaning upakara sané katatab tumpeng, sinah pidabdab natab kasinahang suénan malih kamargiang,” baos dané. Wusan natab, raris kalanturang antuk ngantug-ngan-

tugang sampian panyeneng ring sirah, tundun, pala kiwa lan tengen saking sang alaki rabi. Punika matetujon utawi madué tetuek mangda panglingsir sané manumadi ring sang kalih setata becik nyeneng ring angga sarira. Taler mapangapti mangda Ida Sanghyang Semara-Ratih lédang mapaica wara nugraha saha kasucian Ida prasida setata angrangsuk ring jiwatman sang kalih. Pidabdabnyané asapunika duaning malih dané maosang, ritatkala ngawitin parikrama upacara inucap Dané Jero Mangku jagi mapakéling majeng ring Ida Sanghyang Semara-Ratih miwah para panglingsir mangda lédang Ida malinggih ring banten utawi upakara panyeneng risajeroning pidabdab upacarané kamargiang. Riwusan ngantug-ngantugang punika, wawu Ida katuran pangluhuran. Nénten lali taler riwusan punika sang kalih jagi kaicén benang tetebus sané kategul ring pagelangan tangan kenawannyané soang-soang pinaka cihna upacara inucap sampun kamargiang tur sampun puput. “Nénten arang taler wénten parikrama saking sang kalih ngajeng ulam ayam utawi surudan saking banten inucap wusan upacaranyané puput kamargiang. Punika kawastanin antuk nyaagang sané pinaka niyasa saking mragatang, muputang utawi nglebarang ring pidabdab upacara inucap,” asapunika baos dané. (was) TUMPENG – Sinalih tunggil cihna ring sajeroning dresta nekang inucap inggih punika kawéntenan upakara tumpeng pitu utawi tumpeng telu sané jagi kaejotang olih krama bebanjaran wiadin nyama ring kulawarga sané jagi ngamargiang upacara nekang punika.

Dura désa

Kasenian Topéng Dongkrek

Dresta Panulak Bala ring Madiun MAKUDANG-kudang soroh seni lan budaya ngiasin kahuripan krama ring Jawa Timur. Samian kabupatén sané wénten ring provinsi puniki madué kasenian sané dados “ikon” sané madué cihna sané kasumbungang olih krama. Minakadi sinalih tunggilnyané ring Kabupaten Madiun, wénten kasenian sané mawasta Topéng Dongkrek. Kasenian inucap metu tur nglimbak ring Desa Mejayan, Kecamatam Mejayan, Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kocap, kasenian Topéng Dongkrek puniki kadadosang pinaka sinalih tunggil kasenian panulak bala. Mawinan kawastanin ‘Dongkrek’, kocap aran inucap kambil saking suara tetabuhan sané ngiringang. ‘Dung’ (suara kendang), ‘Krek’ wantah suara piranti tetabuhan sané kakaryanin saking kayu sané yéning kasuarayang pacang metu suara ‘krek’. Punika mawinan kasenian inucap kawastanin Dongkrek. Kasenian Topéng Dongkrek marupa sesolahan sané kairingang antuk tetabuhan sané girang tur banyol. Sajeroning panglimbaknyané, kawigu-

nayang taler piranti tetabuhan tiosan minakadi gong, kenung, kentongan, kendang, miwah sané tiosan. Nyabran peméntasan Topéng Dongkrek, wénten tetiga ‘karakter’ topéng sané kawigunayang para pragina sané masolah, luiré; topéng raksasa (buto) antuk rupa sakadi bhuta kala, topéng anak istri sané sedekan nginang, miwah topéng anak lingsir utawi anak lanang sané sampun lingsir pinaka niyasa kawicaksanan. Sesolahan fragmen satu babak sajeroning dresta panulak bala puniki kasolahang olih pragina sané dados para bhuta (saking basa Jawi sané mateges buto utawi raksasa), anak lanang sakti, miwah kalih diri anak istri lingsir. Anak istri puniki wantah niyasa kahanan krama sané luyu santukan kakepung olih para bhuta kala. Sadurung para butha punika prasida ngamademang kalih diri anak istri sané sampun lingsir, medal sinunggil anak lanang sané sampun lingsir tur sakti sané prasida nundung para bhuta mangda nénten

BPM/ist

DONGKREK – Sesolahan kasenian Topéng Dongkrek ring Caruban, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. ngulgul krama istri punika. Salanturnyané wénten payudan sané madurgama pantara para bhuta sareng anak lanang inucap, sané menang wantah anak lingsir punika. Para bhuta sané kasor pamuput manut tur satinut ring bebaosan anaké lingsir. Salanturnyané anak lingsir

kasarengin kalih diri anak istri ngiringang para bhuta kala mangda medal saking Desa Mejayan. Punika nyinahang para bhuta sané ngadug-adug sampun kasor. Tradisi puniki salanturnyané manados cihna budaya ring Caruban antuk aran Dongkrek, pinaka kas-

enian sané matetuek yéning samian pikayunan kaon wiadin parilaksana kaon pacang lebur saking pikayunan sané becik wiadin parilaksana sané becik. Parindikan inucap anut ring ‘motto’ sura dira jaya ningrat, ngasta tekad darmastuti. (pusdat/ berbagai sumber)


Nyastra

Redité Kliwon, 15 Maret 2020 SAMPUN galang kangin. Crukcuk cilalongané sampun nguci macandetan. Nundun ngentenin mangda iraga tan kari nyingkrung ring pasarénan. Mangda tragia ngarepin geginan nuluh rurung kahuripan. Pan Cening sampun negak ring bataran semén balé dajanipun sané maraab ambengan. Anginé ngasirsir nempuh wit taru nyambuné sané sedek nged mawoh sisi kauh umahipuné. Don nyambuné ngigel maglibiran. Gesité nyluksuk duaning sampun nincap sasih Karo. “Enggalin dik ngaé kopi Mén Cening.” Kénten Pan Cening mapajar sareng somahipuné sané aran aslinipun Wayan Siki sané kantun makrépakan ring paon. “Nah antiang kejep Beli, mara ngrodok yéhé.” “Ba meli jaja laklak? Pang ada timpalang kopi.” “Suba tunian meli sig Mbok Kancrungé, Beli.” “Adi gesit sajan guminé jani, Yan?” “Sing nawang sasih Karo jani, Beli.” “Yéh engsap, kéwala luung masi gesit-gesit kéné don waluh anggon jukut, jeg maknyus….” “Dija ngalih don waluh cara jani, Beli?” “Maksud Beliné kéné, don waluh anggon jukut…, nak luh ajak majangkut.” Kénten Pan Cening sinambi kenyem-kenyem. “Nah magenep orahang nu semengan,” somahné masaur sambilanga kedék katundun. Sagét némblés panakipuné padrudut sareng kalih saking jumahan metén sampun sregep nganggén seragam sekolah maekin Pan Cening sinambi natakang lima. “Pa ngidih bekelé,” kénten panakné sinarengan. Pan Cening nyeluk kantong celana blacu sané sampun buuk sawiréh sabilang wai anggénipun magarapan ring carik. Panakipuné masekolah ring SD 4. Sané duuran sampun kelas 6, sané alitan wau kelas 4. “Néh kanggoang pada maduang tali, kanggoang bedik-bedik mablanja.” Panakipuné manggutan makekalih tumuli majalan jagi masuk masekolah. “Mé, iang masuk malu jak I Kadék,” kénten panakné sané duuran. “Nah adéng-adéng majalan, iwasin montoré uli Kaja uli Kelod yén megat marga pang selamet.” Mén Cening némblés saking paon makta kopi agelas sareng ungkusan jaja laklak ngojog balé daja. “Né kopiné Beli.” Pan Cening nyemakin kopiné sané kantun kebus tumuli ngupin-ngupinin. Mén Cening negak di sampingné sinambi melut ungkusan jaja laklaké. “Mula lemuh legit jaja laklakné Mén Kancrung, nyak mesib cara pangadegné, hehehe… sambilanga kedék.

Pan Cening I Ketut Aryawan Kenceng Pan Cening nyréré kurnané. Mén Cening nylélep ningeh Pan Cening ngraos buka kéto. Itep sareng kalih ipun ngerosin kopiné selegenti anggén nungkulang gesité ngilit. “Nu ada lakar jakan bénsep, Yan?” Pan Cening macempléng. “Sing, ibi ba panelah baasé, Beli.” “Béh, yén kéto jalan bénsep alap ba tabiané asok malu, adep ka peken pang ada beliang baas.” “Ih saja, apabuin ajin tabiané jani sedeng menéka. Enggalin naké nyiup kopiné, Beli, pang selidan tiang ngidaang ka peken,” ngojog balé dangin ngambil sok. Pan Cening nyiup kopiné malih duang gerosan. Wénten karasa angeté nyluksuk tangkahipuné raris mancitan saking balé daja. “Nah mai majalan jani, Yan,” sinambi ngambil capil sané magantung ring tampulé Pan Cening nguduhin kurenanipuné. Geginan Pan Cening sadina-dina tan wénten lian wantah dados wang tani kelen. Ipun madué carik sawatara abulian tengah, tetamian reramanipuné. Bapanipuné sampun ngalahin padem. Méménipuné sampun makurenan malih sareng nak muani saking dura désa. Ipun manyama sareng kalih. Adinipuné Nengah Sumatri sampun ngantén taler. Sampun gelahang pisaga. Punika mawinan mangkin ipun sareng somahnyané ngraksa lan ngupapira carik tetamian reramanipuné. Utun nguntul ngatipuk sabilang wai ngetélang peluh gumanti sida mubuh,

tan arah aruh. Durung wénten apanginangan Pan Cening sareng somahipuné sampun napak ring carik sané wantah 500 méter dohnyané saking umahipuné. Anginé kantun ngasirsir, capungcapungé sriat- sriut makeber ngapirpir, entik-entikané sareng makenyir. Punyan tabiané nged mabuah, mentilmentul ngranyah. Tan wénten mrana sané ngamah. Girang rna manah Pan Cening sareng somahipuné ngémpokngémpok buah tabiané yadiastun tangané ngangah nanging mapuara uripé tan ngangah. Ngatipuk ipun sareng kalih gumanti gelis polih asok jagi baktana ka pasar mumpung kari semengan. Wenten sawatara a jam soké sampun madaging bek mérés. Pan Cening raris nguwotin somahipuné. “Nah, tiang ka peken malu Beli. Apa gapgapin?” “Ingetang meli baas jak lakar darangné gén, da ngitungang ané lénan malu.” “Ih mara inget, tundéna meliang kaos batis kén I Cening jak I Kadek ibi Beli.” “Nah bisaang déwéké ditu.” Mén Cening ngéncolang majalan ngelodang nuluh rurung lisik. Pan Cening ngojog telabah sisin cariké jagi mabaseh ngumbahin lima. Makeblés Iwa Pondal saking duur kangin mirig pundukan makta keranjang lan arit. “Béh ba malap sagét tabiané, Yan?” Kénten Iwa Pondal macempléng tekén Pan Cening sané aran aslinipun Wayan

Sumatera. “Aa Wa, ngalap tuah asok pang ada beliang baas akilo.” “Limang kilo maan to Yan, nak sedeng lumayana ajin tabiané jani.” “Nah dumadak ja kéto, Wa “ “Ih Yan, pegatang malu satuané to. Ibi ada nak soléh-soléh ajaka tetelu tudang-tuding dini intip Wa uling duur kangin. Nak lakar ngujang ya to, Yan?” santep san Iwa matakon tumuli ngamaranin Pan Cening. “Nyén ya lénan Wa, yén sing makelar tanah.” “Men kénkén, Wayan, di pradéné ada nak makeneh meli tanah carik Wayané, lakar bang?” “Sing Wa, iang ngelah tetamian tuah né dogén, urip iangé dini.” “Nah lung ba kéto, Yan. Pis nak énggal telah yén gisi, bakat pongpong sakabedik.” “Aa beneh saja kéto, Wa.” “Nah monto malu, Yan. Wa lakar ngarit malu,” laut majalan ka duur kauh sawiréh ditu padangé samah lan meg. Sampun akéh para makelar tanahé nganduh-anduh Pan Cening mangda ngadol tanah carikipuné, nanging ipun tetep kekeh tan magejeran jagi ngadol. Napi mawinan kénten, wantah saking driki ipun polih merta lan ngantungang urip ipun sareng kulawarganipuné. Sakadi sampun ketah kauiningin sareng sami, sampun akéh tanahtanahé ring Bali mangkin kapukangpukang, kakapling masiluman dados paumahan, hotel, supermarket miwah sané lianan. Akéh parajanané mucukang madué jinah maliah, umah megah, mobil mewah manjakin rajah tamah, aluh-élah nanging lali bénjangpungkur jagi tan manggihin melah. Sampun tan ngelah, dados tamiu ring gumi gelah. Jagik pinggir kalilih kalah. Pan Cening ngéncolang majalan nyujur umahipun jagi ngamaang ngamah ubuh-ubuhanipun minakadi ayam lan bébék. Ring marginé ipun macaplagan sareng Pekak Buda sané natad sampi jagi pandusanga. “Yéh… né ya I Wayan sedeng melaha tepuk dini,” Pekak Buda ngariinin nyapa. “Sapunapi, Kak wénten orti napi?” Kéné Yan, tulungin ké buin mani ngaé basa, yén ngelah waktu.” “Nggih, wénten acara napi, Kak?” “To cucuné, I Putu, lakar metelubulanan. Tampahang siap nyang dadua pang majalan masi pula paliné.” “Oh nggih jam kuda nika?” “Sawatara jam 7 semengan, Yan.” “Nggih Kak, siap.…” Raris sareng kalih mapisah nyujur genah soang-soang. Pan Cening sampun sami uning ring solah parilaksananipun. Jadma polos, jemet magarapan, manyama braya parus, masesana tan mayus, mapitulung tulus. Jadma sadarana nanging luungé mapunya. -0-

I Gusti Ayu Eka Damayanthi

Ngwentuk ”Kelompok Belajar” Basa Bali EMBAS tur kelih ring genah seni, ring Desa Batuan, ngawinang parikrama seni lan budaya Bali sampun kamargiang I Gusti Ayu Eka Damayanthi, S.Pd.,

M.Pd. saking alit. Wusan ngranjing ring SMA, dané sampun dados pembina ekstrakurikuler nyurat Aksara Bali ring makatah sekolah miwah pembina

Satua

Tosning Dadap Tosning Presi (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI) WÉNTEN katuturan satua Jero Dukuh ring Kadampal madué rabi kekalih, sané kelihan madué oka akutus, sané alitan taler akutus. Déning kabina-bina mangkin embasé sané kelihan dados kawastanin I Tosning Dadap, sané alitan I Tosning Presi. Kasuén-suén kelih okané makasami, kanggén ilén-ilén sesolahan antuk ajin danéné, Jero Dukuh Kadampal. Déning sapunika dados lintangan ring Bhatara ring gunung madué ilénilén, pangarsan Ida Bhatara Mahadéwa ring gunung, ngarsaang okané punika sané mawasta I Tosning Dadap Tosning Presi. Pisereng pakayunané, nénten katuran sampun kaping kalihin ngarsaang nénten taler katuran, ping tigané Ida Bhatara ngandika, wénten atur Jero Dukuh Kadampal, mabales nglungsur ilén-ilén druéné ring Gunung Agung, punika mangkin kumalageni. Daging atur, “Yén wantah Bhatara ngarsayang pianak titiangé puniki, makanembelas ilén-ilén Paduka Bhatara ngicén titiang punika, titiang nénten ngaturang ilén-ilén titiangé.” Bhatara raris muus, “Yén tuah kéto, jalan anggon toh, né ada raos pingit, yén tuah bakat ben I Dukuh nebag, juang ento kumalageniné. Kalih asahin gunung palinggihan manirané. Yéning tusing bakat baan I Dukuh nebag, panak Dukuhé makanembelas nira nyuang. Ento Tosning Dadap Tosning Presi, kalih gunung Dukuhé punggelin nira malih apangked.” (Masambung)

ring pasraman sané wénten ring Desa sumber taler tutor ring makatah MC mabasa Bali miwah pelatihan punika, dané sané naen dados dosen Pendidikan Universitas Dwijenpuniki ngamolihang makatah Minakadi Juara I Lomba Nyastra warsa 2004, Juara II Lomba Ngparikrama HUT Kota Gianyar dados Juara II Lomba Menyalin Kabupaten Gianyar warsa 2007, se-Bali warsa 2007, Juara II 2007 Tingkat Provinsi Bali. Runner Up I Teruni Denpasar Dharma Wacana ring sajeronbupaten Gianyar warsa 2011, Bali Tingkat Guru Se-Kota DenDharma Wacana ring Utsawa 2013, Juara II Perempuan Teladan Gianyar warsa 2017, Juara III UtTingkat Provinsi Bali 2019 miwah taler alih aksara kantos mangkin makatah parikrama pacentomakatah parikrama utawi adat wiadin keagamaan giang. Ring warsa 2010 taler kajudi dados nyarengin pidabdab Indonesia ring Kasané kalanturang Pertukaran Pemuda ring Kalimantan langkung kalih bujon ngamargiang Budaya Nasionwarsa 2012 lintdos duta Provinsi Jambore Pemumiwah Pemuring Palu, SuTengah. Ring warlintang, dané galah nyanaksara Bali tingkat nasiparikrama dian Kepada berupa PelaLontar bagi Batuan” sané saking Kemin mangda miwah paring UniversiRing selagdané taler ngwangun mangda dané saha misadia basa, sastra “Kelomantuk tetujon nénten lek ing taler ring baos guru ring makenyem.

Batuan. Sios punika, dané dados narapidabdab pelatihan minakadi pelatihan nyurat aksara Bali. Antuk pamarginé ring Fakultas Keguruan dan Ilmu dra miwah Penyuluh Bahasa Bali prestasi saking makatah lomba. (Ngrupak) se-Kabupaten Gianyar wacen Cerpen Bali Modern ring warsa 2006. Sios punika naenin Huruf Latin ka Aksara Bali Juara I Lomba Dharma Wacana Olimpiade Agama Hindu warsa Malih prestasinyane dados warsa 2011, Juara I Lomba ing Utsawa Dharmagita KaJuara I Lomba Pidarta Bahasa pasar tahun 2012, Juara II Lomba Dharmagita Provinsi Bali warsa Kategori Nindya Tingkat Kabupaten sawa Dharma Wacana Dewasa Putri sané tiosan. Pidabdab nyurat lontar kantun kamargiang. Dados juri ring kan nyastra taler dados MC ring acara ring pamerintahan, taler kantun kamarlintang, anggané duta Provinsi Bali Jambore Pemuda limantan Barat antuk parikrama antar Provinsi Tengah kirang lan antuk tetuPelestarian al. Malih ring ang taler daBali ring da Indonesia da ASEAN l a w e s i sa 2011 p o l i h tenang r i n g onal ring “PengabMasyarakat tihan Menulis Para Remaja di Desa prabeanipun kapolihang menristekdikti tur kaulengamargiang presentasi meran tingkat nasional tas Hassanudin Makassar. selag galahnyane ngajahin, membina para alite antuk kelompok belajar Basa Bali sayan seneng tur tresna nglestariang seni, budaya, lan aksara Bali. pok Belajar puniki kawentuk ngajahin alit-alité mangda mabasa Bali. Mangda unbasa, aksara, lan sastra Bali,” SMP Negeri 1 Denpasar puniki (uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;mijil/. Pupuh Mijil 23.byusbÑ÷d)epmnu\ál/,

Bayu Sabda Idepé manunggil, mr&÷d)pÊeko,

maring Idep reko, kdisenmr&kmulen,

kadi sané maring Kamulané, bÉhßhikuhibunÓwiykÓi,

Brahma iku Ibunta wiyakti, wis±ens*Áji,

Wisnuné sang Aji, mnu\álÑedosÀí*guru.

manunggal dados Hyang Guru. 24.s)somæuenmnu\álÀøriki,

Sesampuné manunggal iriki, eyogenlnuæsÓË,

Yogané lan Sastra, sujtientu\álæpin)eh,

sujatiné tunggal papinehé, kdiÁgmlnÀilà¡eyki,

kadi Agama lan Ilmu yéki, smisultuælit/, sami sulat salit,

mm(gismã¡tuæinmã¡t/.

mamargi sambut sinambut.

Saking Langit Bali Susut Sagara benang puniki kalintang susut Ten pedas muncuk bongkolné Sané masisa wantah angkara murka Saling tuduh, saling dalih Nuding drika-driki, ngedeng nika-niki Saling tindih, madidih-didih, susut

Wates Nikiké wates ambara angkara? Genah paksi ageng ngadu sakti Ngawi panes, blabar, lan angin glinus Nguyak tresna asih i bunga Mangkin Ambunnyané nyurup sajeroning angkasa Ngisep teja, apah lan bayu murka Mangda prananing urip mawali ka mula Nilarwati


8

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Sini Asmara

Cinta ibu adalah menyatu untuk berpisah Sedangkan cintamu adalah keterasingan untuk menyatu Tapi cinta ibu tak ada pamrih Ia murni, sebening cahaya Tapi cintamu terkadang terlalu egois dan posesif Kamu hanya inginkan aku Begitu pula denganku, yang aku inginkan hanya kamu Tapi cinta ibu tetap bahagia Air matanya menetes sepelan restu Luruhlah sekujur jiwaku di kaki ibu Sini, kamu juga ikut jadi anak ibuku

Cinta Tanpamu Mulai pudar Dari hati Tirai kasih Singgah begitu saja Antara kau dan aku Kupandang kenangan kita berdua Dua hati yang berbeda Dan akan menjadi satu Tuangkan lupan perasaan Antara kasih dan cinta Tak terbatas Asmara Ranum semerbak Bak bunga di taman Anum yang indah Indah dalam cinta Ady K.

Juli Prasetya Bengkel Idiotlogis 12 Februari 2019

Mendengarkan Nyanyian Sunyi

Meminjam Ingatanmu tatapanmu bukan lagi metafora ini lagi nyata tanda jalan berikutnya percakapan kita telah lupa cuaca

takkan mungkin Shinta melagu ketika cemas mengetuk pintu dan aku bukan Rama yang selalu dapat melindunginya

apakah kau di sana?

barangkali pernah sebuah mimpi memberi tanda bahwa hari-hari akan penuh darah–tak tahu kapan mereda dan Shinta hanya berdoa

aku ingin aku ada di dadamu di mana tawa kita jumpa lahirkan kata-kata, menebas duka apakah kau ada?

di kejauhan, aku seperti alamat yang dilupa. peta adalah kertas berisi kecemasan–keinginan pulang bukan lagi air mataku

dalam diriku, seorang peragu kau bolak balik baca kata-kata dari mataku kau pun sibuk tersenyum bahagia aku menyuruhmu berhenti membaca

“akulah Shinta, dalam dada hanya ada kecewa dan tunggu yang meragu–entah sampai kapan aku di sini: menanti!”

apakah kau? kesedihan selalu menunggu saat kupegang pisau, menebas kepalamu dan diam-diam meminjam ingatanmu

kembalilah Shinta pada apa yang kau yakini, apakah itu cahaya yang berasal mata orang yang kubenci atau

aku percaya I Wayan Esa Bhaskara (2017­)

kesendirian yang ramai. Titan Sadewo (2019)

Terpenjara karya I Wayan Sumatika

Imajinasi Kanak-kanak karya I Wayan Sumatika

Dunia Ceria karya I Wayan Sumatika

Memotret Pentas Teater

PENTAS teater merupakan salah satu jenis objek menarik yang selalu jadi incaran para fotografer yang menyukai stage photography atau fotografi panggung. Serupa dengan pentas tarian dan musik yang mayoritas digelar di malam hari, tantangan terberat saat memotret pentas teater adalah kondisi pencahayaan yang sangat minim atau low light. Karakter low light ini memang menjadi karakter utama dalam fotografi panggung sehingga para pemula seringkali merasa kesulitan untuk menaklukkan genre fotografi yang satu ini. Namun, jangan buru-buru menyerah. Berikut tips praktis yang bisa dijadikan panduan saat memotret pentas teater. Harus diingat, pementasan

teater umumnya dirancang untuk ditonton pengunjung alias bukan untuk kepentingan difoto. Sehingga, seringkali penataan pencahayaan (lighting) sepanjang pementasan kurang bersahabat dengan fotografer yang mengabadikan pementasan tersebut. Apalagi pementasan teater juga seringkali dilengkapi efek-efek dan permainan lighting untuk memperkuat karakter tokoh maupun menciptakan suasana tertentu yang diinginkan oleh sang sutradara. Untuk menciptakan suasana mencekam, misalnya, seringkali intensitas cahaya yang dipergunakan sangat rendah sehingga momen atau adegan yang berlangsung di atas panggung tidak tertangkap jelas oleh kamera.

Langkah pertama yang harus dipersiapkan dalam memotret pentas teater, tentu saja mempersiapkan peralatan, yakni kamera dan lensa untuk memulai perburuan. Tidak ada patokan baku tentang focal lenght lensa yang paling ideal untuk memotret sebuah pementasan teater. Pemilihan lensa itu sangat tergantung dari posisi atau jarak fotografer dengan panggung pementasan. Meskipun bukan sebuah keharusan, penggunaan lensa telezoom seperti 70-200 mm sangat disarankan karena dengan lensa ini seorang fotografer bisa “mengejar” foto-foto close up sehingga punya peluang lebih besar untuk menangkap ekspresi para penampil di atas panggung. Namun penggunaan lensa yang jangkauannya lebih pendek seperti 18-

Balada Pemulung Ibu Kota karya I Wayan Sumatika

Cerita di Panti Jompo karya I Wayan Sumatika 55 mm, bukan berarti kita praktis akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan foto-foto menarik. Kita tetap bisa mendapatkan kepuasan yang setara. Fokus saja memotret keseluruhan panggung. Dalam pementasan teater, foto wide yang menampilkan keseluruhan adegan di atas panggung juga tidak kalah menarik. Gunakan Format RAW Saat memotret pementasan teater, white balance kamera sebaiknya di-setting daylight agar mendekati mata manusia melihat. Artinya, merah akan terekam merah, biru terekam biru. Untuk memastikan hasil terbaik, biasanya memakai format file RAW karena kita masih dapat mengatur warna menggunakan komputer sesuai kebutuhan artistik yang ada. Mengingat kondisi pencahayaan cenderung low light, biasanya pengaturan ISO minimal 400 dan

lensa cepat dengan bukaan lensa terbesar minimal f/2.8. Bukaan lensa yang besar akan memudahkan kita membidik objek dalam suasana cahaya remang. Namun, bukan berarti kita harus memakai f/2.8 sepanjang pertunjukan. Sesuaikanlah dengan kondisi pencahayaan yang ada karena intensitas cahaya sepanjang pementasan biasanya tidak statis tapi senantiasa berubah-ubah. Metode pengukuran pencahayaan (metering) saat memotret pentas teater sebaiknya di-setting M (manual) mengingat kondisi pencahayaan cenderung rumit, low light dan bagian yang tercahayai sangat sedikit. Metode metering pada M sebaiknya spot. Untuk menjamin hasil terbaik, pemilihan posisi yang paling pas dan nyaman untuk memotret juga sangat menentukan. Pemilihan posisi ini sangat berhubungan dengan peralatan yang akan digunakan. Jika

kita hanya membawa lensa dengan focal lenght atau jangkauan yang pendek, maka usahakan mengambil posisi terdekat dengan panggung. Sebaliknya jika hanya membawa lensa tele zoom, tentu saja kita harus memilih posisi agak jauh dari panggung sehingga kita memungkinkan mengabadikan seluruh areal panggung. Jika tidak ingin ribet membawa banyak lensa maupun menganti-ganti lensa selama pementasan, sangat disarankan untuk menggunakan lensa sapujagat seperi lensa dengan focal lenght 28-300 mm. Dengan lensa sapujagat ini, kita bisa memotret dari jarak dekat maupun jauh dari panggung sehingga kita punya peluang untuk mendapatkan foto-foto yang menampilkan seluruh adegan yang belangsung di atas panggung sekaligus memotret secara close up untuk menonjolkan ekspresi para penampil atau pemeran dalam teater tersebut. (ian)


9

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

BPM/ist

AKSI - Krama Desa Adat Abianbase melakukan aksi kebersihan.

Desa Adat Abianbase Edukasi Krama Menuju Lingkungan Bersih SELAIN menjaga adat dan budaya, desa adat juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan menuju lingkungan agar tetap bersih dan asri. Upaya ini yang tengah diwujudkan Desa Adat Abianbase, Kecamatan Mengwi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri sebagai salah satu penjabaran dari program Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Bendesa Adat Abianbase, Made Sunarta, menyadari darurat sampah di Bali, khusus di Kabupaten Badung harus disikapi positif oleh seluruh komponen untuk berbenah tidak hanya di desa dinas, namun juga di desa adat. “Saat ini sejumlah desa adat di Kabupaten Badung mulai konsen dalam masalah penanganan sampah dan menjaga lingkungan atau palemahan mereka tetap bersih dan asri,” ungkap Made Sunarta, Sabtu (14/3) kemarin. Menurutnya, Desa Adat Abianbase telah membuat sejumlah perarem untuk menertibkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Bahkan, untuk menyukseskan program pemerintah terkait penanggulangan sampah, pihak desa adat juga melakukan edukaski kepada krama adat dan krama tamiu agar tidak membuang sampah sembarangan, melakukan sosialisai ke sekolah, banjar, sekaa teruna, sekaa shanti, sekaa gong, ke perumahan serta mengajak bersama

penanggulangan sampah. “Kami juga memberlakukan denda kepada siapa saja yang menaruh atau membuang sampah atau limbah di sungai, di atas trotoar, di jalan, di gang, dan di sembarang tempat sebesar Rp 1,5 juta,” katanya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengedukasi krama lewat memasang pengumuman, spanduk, baliho, pamplet ‘’Badung Bersih’’ agar masyarakat menaruh sampah di tempat tertentu tepat waktu dan sesuai jadwal. Dalam melakukan edukasi Abianbase Bersih, prajuru adat bersama prajuru dinas dan pecalang turun langsung memberi dan menjadi contoh membersihkan sampah di tempat umum, di jalan, di tempat tertentu, dan juga kerja bakti rutin bersama masyarakat setiap

minggu pertama setiap bulan. “Kami juga menyiapkan truk angkut sampah bersama DLHK agar sampah dapat terangkut sesuai dengan jadwal tepat waktu. Kami juga mengajak masyarakat melaksanakan pengolahan sampah mandiri atau berpartisipasi membantu dalam pembiayaan truk sampah,” katanya seraya menyebutkan krama bisa membuang sampahnya langsung di atas truk sampah di lapangan kelurahan. “Truk sudah standby di sana (lapangan–red). Jamnya juga sudah diatur dari pukul 16.00 wita hingga pukul 18.00 wita. Kami juga bersama prajuru dan sejumlah pecalang melakukan sidak untuk masyarakat yang sembarangan membuang sampah,” paparnya. Pria yang duduk di kursi legislatif ini berharap pemerintah dapat memfasilitasi dalam pembelian sampah plastik untuk menggugah masyarakat dalam pemilahan sampah plastik dengan sampah organik. “Agar sampah tidak membludak, khusus sampah organik bisa dilakukan penanaman bagi warga yang memiliki tegalan. Bagi yang tidak memiliki tegalan bisa dibawa ke tempat pembuangan sampah yang telah disediakan di lapangan Kelurahan Abianbase,” terangnya. Tak hanya peduli terhadap lingkugan, Made Sunarta mengatakan pihaknya turut dalam menjaga tradisi dan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat. Tradisi dan budaya penting dilestarikan, salah satunya tradisi mapeed setiap odalan dengan gebogan sebagai wujud yadnya dan bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi. ‘’Maanyud-anyudan yakni membersihkan sungai dari sampah, wujud peduli masyarakat terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya. Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Badung ini juga menyatakan pihaknya berkomitmen melestarikan tradisi warisan nenek moyang yang dapat memotivasi masyarakat untuk saling asah, asih, dan asuh. “Apalagi Kelurahan Abianbase ini termasuk heterogen, Muslimnya ada, Kristennya ada, Hindunya banyak. Nah, kita Hindu yang lebih banyak tidak boleh memperlakukan yang lain semena-mena,” tandasnya. (par)

Dcr Sopir Tnggl dlm,Rajin, Jjur bs kerjasama H.081237002020

Dcr Pgw Admin kantor, jujur, bs kerjasama,rajin H.081805368369

Dibutuhkan SMK/SMA/D3/S1 Hubungi: 0817344224

Dibutuhkan Tenaga 1.dr.Umum (sdh sls Internship) 2.dr.Spkk Apoteker(Pnnggungjwb Instalasi Farmasi,SIPA Utama 4.Manager SPA.Lamaran Kirim :HRD Klinik Kecantikan Prasanti Komplek Ruko Sanur Raya No.23-25 Area KFC Sanur Jl.Bypass Ngurah Rai Dps Lamaran Paling Lambat 30/3/20)Informasi:081338538888

Dcr:FO,BB,HK,Driver, Enginering Loundry,Scurity u/Htl E:neware nahotelkutabali@gmail.com

Ruko Jln.Ratna 49 Slt IHD Min 2ThH.0361-412580/081236324804

B.BP.164.03.20.0000322

B.BP.001.03.20.0000390

SERVICE

RUMAH MAKAN

B.BP.001.03.20.0000298

I.B. Pawanasuta

Setelah Novelet, Siapkan Buku ”Geguritan” Beraksara Bali SALAH satu tokoh sastra Bali yang juga Guru Ajeg Bali yang diadakan Bali Post, Ida Bagus Pawanasuta, telah memenangkan hadiah Sastra Rancage 2020 untuk kategori Karya Sastra Bali. Hadiah ini dia dapatkan lewat karya novelet (novel kurang dari 100 halaman) “Tresna Tuara Teked” yang dikemas berbahasa Bali. Hadiah Sastra Rancage ini membawanya pada puncak kiprahnya yang konsisten bergerak di dunia sastra. Namun, meski sudah menjadi yang terbaik, Pawanasuta belum merasa puas. Guru Bahasa Inggris di SMAN 2 Semarapura ini, malah sudah memikirkan ide berikutnya untuk menyusun buku geguritan dengan tampilan aksara Bali. Ditemui di sekolah tempatnya mengajar baru-baru ini, Pawanasuta yang juga penekun yoga ini bertekad ingin terus berkarya. Namun, dia mengaku tidak lagi menulis novelet. Dia ingin memberikan kesempatan pada pelaku sastra Bali modern lainnya, yang kini mulai kian berkembang, seiring semangat Pemprov Bali dalam melestarikan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. “Geguritan sepertinya belum terpikirkan banyak orang. Makanya saya tertantang untuk menggarapnya,” kata Pawanasuta. Sebagai penulis, dia ingin menai-

Made Sunarta

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.001.03.20.0000396

BPM/gik

HADIAH - I.B. Pawanasuta (kanan) saat menerima hadiah Sastra Rancage untuk kategori Karya Sastra Bali, di Jatiwangi Art Factory (JAF) di Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

B.BP.001.03.20.0000395

B.BP.004.03.20.0000242

TIMOR

DIJUAL TANAH

Timor’97,FV17,Pjk Br,Istw Jl. Anggrek25,Kreneng,081236824308

BUC tanah Jatiluwih pinggir jl. 15are 75Jt/are Hb.082144442900

PROPERTY

Djl Tnh bonus Rmh 2,5are tngh Kota Jl.Kecubung,085103002545

B.BP.001.03.20.0000394

SUZUKI

Dijual Suzuki Splash thn 2012 M/T Wrn Silver Hub.08123923442 B.BP.001.03.20.0000339

Print & On Line Radio

B.BP.001.03.20.0000140

DISEWAKAN RUKO

BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155

B.BP.001.03.20.0000203

DIJUAL TANAH

Sale Tanah di Canggu LT 1.1Are Akses Jln.6 Meter, Aspek. Hrg Global 700jt,WA:087761724888

KURSUS Kursus Private B.Inggris,SD SMA,Les Calistung 081236547111

B.BP.001.03.20.0000234

B.BP.004.03.20.0000350

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

2 Semarapura. Untuk diketahui, Komunitas Sastra Lentera sudah berdiri sejak 22 Maret 2008, persis ketika pertama kali dia mengajar di sekolah favorit ini. Di dalamnya terdiri dari 3 divisi. Antara lain Divisi Teater, Musikalisasi Puisi dan Surang (Suluh ring Angga) sebagai Divisi Menulis. Devisi Teater bergerak dalam bidang pertunjukan teater, drama dan monolog. Devisi Musikalisasi memainkan puisi dalam bentuk lagu. Sedangkan Surang adalah devisi menulis terutama menulis sastra seperti puisi, prosa lirik dan cerpen. Devisi Teater dan Musikalisasi Puisi, sering diundang untuk mengisi berbagai acara, seperti acara di Dermaga Seni Buleleng, Pasca Sarjana Undiksha, Casnasta, Festival Semarapura Kaja dan Semarapura Klod dan pernah mengisi Pentas Keliling Teater Orok di Klungkung. Selain eksis mengisi ruang sastra di berbagai acara, siswa di dalamnya juga kerap memperoleh juara, seperti juara I Lomba Teater antar SMA/ SMK se-Klungkung 2019 dan Juara Harapan II Lomba Musikalisasi. Bahkan, salah seorang anggota komunitas, lolos untuk mengikuti seleksi nasional Belajar Bersama Maestro di Kementerian Pendidikan tahun 2019. (gik)

B.BP.001.03.20.0000381

PROPERTY DIJUAL MOBIL

kkan level konsumsi pembacanya, dari sebelumnya target generasi muda pada karya-karya noveletnya, ke masyarakat yang lebih dewasa lewat geguritan ini. Sebagian ide isinya sudah terpikirkan jauh-jauh hari sehingga momen ini dinilai tepat untuk menyelesaikannya untuk terus membangkitkan Sastra Bali Modern. Tidak hanya isinya, judulnya pun sudah diputuskan. “Judulnya nanti adalah ‘Bakti’. Bakti itu sifatnya luas. Bisa bakti kepada lingkungan, bisa juga kepada sesama maupun bakti kepada sang pencipta,” jelas Pendiri Komunitas Sastra Lentera di SMAN 2 Semarapura ini. Geguritan ini akan terasa istimewa, karena Pawanasuta akan memasukkan unsur aksara Bali di dalamnya. Jadi, geguritan yang akan dikemas lebih dari 100 halaman itu akan termuat menggunakan aksara Bali. Ini sebagai salah satu upaya untuk menguatkan gerakan pelestarian Bahasa, Aksara dan Sastra Bali sesuai visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Geguritan ini ditargetkan sudah bisa dinikmati pembaca pada tahun 2021 nanti. Dia optimis, mampu merampungkan karya sastra geguritan menggunakan aksara Bali ini sesuai target, sambil mengasuh Komunitas Sastra Lentera di SMAN

JENIS PAKET

HARIAN DENPOST

RADIO GENTA

PAKET

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


10

Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Anak-anak dan Remaja Tak Kebal Hukum Penanganannya Restoratif dan Diversi

BANYAK umpatan dan cacian bahkan tak jarang netizen minta pelaku kriminalitas yang melempar mobil di Jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra dan Jalan By-pass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, dihukum berat, kendati pelakunya masih anak-anak dan ada yang menginjak remaja. Tidak hanya itu, ada juga pelaku kriminalitas merusak kaca di sebuah sekolah dasar di Desa Songan. Pelakunya segerombolan anak SMP sudah ditangkap polisi. Dari banyaknya cacian pada si anak sebagai pelaku supaya dihukum berat, ada juga yang menyalahkan orangtua atas

minimnya perhatian dan sebagian lagi minta pelaku tidak dihukum, tetapi dikembalikan pada orangtuanya untuk di-

bina. Lantas, bagaimana perspektif hukum dalam penanganan perkara anak di bawah

umur. “Mereka tidak kebal hukum. Namun, pembinaan secara berkelanjutan perlu dilakukan, termasuk pascamenjalani proses hukum hingga si anak kembali ke masyarakat,” tandas pengamat sekaligus praktisi hukum, I Kadek Agus Suparman, S.H., M.H., Sabtu (14/3) kemarin. Dijelaskannya, sudah ada

BPM/ist

DITANGKAP – Anak-anak dan remaja pelaku pelemparan mobil dan pencurian ditangkap serta ditahan di Polsek Sukawati, Gianyar.

UU yang mengatur soal Sistem Peradilan Anak dan UU Perlindungan Anak. Dalam UU tersebut sudah dipisahkan dan didesain supaya restoratif dan diversi. “Restoratif dan diversi bukan berarti menghilangkan aspek hukumnya, namun mengalihkan proses pidananya terlebih dahulu supaya anak itu mendapatkan haknya. Karena Undang-undang Perlindungan Anak memang didesain untuk melindungi anak yang berhadapan dengan hukum,” tandas Agus Suparman. Dia juga mengkritisi, jika selesai peradilan anak, kelanjutannya tidak ada pembinaan sehingga terputus. Sebab, balai pemasyarakatan hanya mengawasi dan tidak ada peran serta masyarakat yang diikutkan di sini. Pemidanaan sesuai koridor hukum itu perlu, walau akan menjadi polemik. Oleh karena itu, masyarakat dengan empati sosialnya seharusnya turut melakukan pembinaan seperti melibatkan anakanak dalam karang taruna, STT, dan kegiatan positif lainnya. Sementara seluruh stakeholder dalam penegakan hukum seperti kepolisian diharapkan melakukan upaya pencegahan.

Misalnya, jika ada remaja yang berkumpul-kumpul melebihi waktunya, polisi berani membubarkan. Tidak hanya polisi, balai pemasyarakatan, orangt u a , pemerintah dan ele-

men masyarakat lainnya mesti turut melakukan pencegahan. Apa kira-kira pemicu banyaknya remaja saat ini bangga melakukan aksi kriminalitas dengan kelompoknya? Berdasarkan data dari kepolisian, mereka yang melempar mobil kebanyakan melakukan aksinya di atas pukul 22.00 Wita. “Di sini saya melihat kalau anak ini yang bersentuhan langsung kan keluarga. Kalau sekolah lembaga penunjang saja,” jelasnya. Menurut Suparman, pergeseran budaya, cara pergaulan seperti terhipnotis dengan gadget, ada konten-konten kejahatan seperti video tak mendidik, game yang kelewatan hingga gaya hidup adalah faktor dominan. Namun, tak jarang keinginan mereka tak dijangkau oleh ekonomi keluarga. “Remaja saat ini banyak yang mencari jati diri. Mencari identitas dan mencoba melakukan sesuatu yang ekstrem. Mencari jati diri yang positif itu adalah anjuran, tapi jati diri yang arogan adalah kehancuran,” ucap Agus Suparman. Ke depan, lanjutnya, selain UU yang sudah restoratif dan diversi tadi, alangkah bagusnya pembinaan anak yang terlibat masalah hukum (kriminalitas) dilakukan berkesinambungan hingga anak ini tumbuh baik saat berada di lingkungan masyarakat. (asa)

Alasan Memancing, Ternyata Mancing Keributan KASUS kejahatan jalanan melibatkan anak-anak terus terjadi, bahkan di sejumlah kabupaten/kota di Bali. Kejadian ini membuat kita prihatin karena pelakunya di bawah umur dan berstatus pelajar. Mereka lolos dari pengawasan orangtua karena berdalih belajar kelompok, main ke rumah teman atau memancing. Ternyata mereka malah mancing keributan. Hal itu disampaikan

Kabag Ops. Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra. “Pelaku begal dan pelaku balapan liar ini dominan warga lokal, orang asli Bali,” tegasnya. Kompol Gatra kaget dan khawatir karena pelakunya anakanak. Setelah ditangkap, pihaknya sempat berpikir bahwa pelaku trek-trekan sudah habis. Ternyata ada kelompok lain merupakan pecahan Genk Dongki.

Melihat hal ini, Gatra membuat gebrakan dengan melaksanakan program SAMMPAT LIDI (Selesaikan Atraksi Motor Melalui Penanganan Aksi Terpadu Lebih Inovatif dan Inspiratif) minggu lalu. Program ini dilakukan serentak oleh Polresta bersama Polsek-polsek. Sejak itu tidak ada lagi laporan atau ditemukan balapan liar. “Kami tidak lagi menghalau, tapi menindak atau menang-

Jambret Spesialis WNA Ditembak Tindakan tegas terus dilakukan Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali terhadap jambret. Pada Sabtu (14/3) kemarin polisi menembak kaki kanan jambret, Dedi Safari Yoga (19) dan Komang Simpen (20). Komplotan pelaku curas ini beraksi di 18 TKP dan khusus menyasar WNA. Salah satu korbannya, kata Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, warga negara Belarus, Victory (24) menginap di wilayah Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. “Modusnya, pelaku memepet korban pada saat melihat Google Maps di jalan. Pelaku langsung merampas HP milik korban,” ujarnya. Hasil penyelidikan dan penyidikan, pada Minggu (9/2) pukul 23.52 Wita, korban dari KFC Kuta menuju Canggu mengendarai Honda Scoppy. Dia dibonceng temannya, Ta-

siana. Saat tiba di shortcut di Jalan Raya Canggu, Kuta utara, korban melihat Google Maps lewat HP. Saat itulah pelaku datang dan langsung merampas HP dari tangan korban, lalu kabur. Berdasarkan laporan kasus tersebut, Tim Resmob dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna melakukan penyelidikan di wilayah Karangasem dan Denpasar. Berdasarkan ciri-ciri diperoleh, petugas mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Denpasar. Selanjutnya polisi melaksanakan penyelidikan di seputaran Pasar Kumbasari. Pada Sabtu pukul 01.30 Wita, pelaku sedang ngobrol di depan ruko di Jalan Gajah Mada, Denpasar dan langsung ditangkap. Hasil interogasi, pelaku mengakui telah melakukan aksinya sebanyak 18 kali, yaitu di SPBU Seminyak, depan Ho-

tel Viramide, simpang Kunti, seputaran Burger King Sunset Road, depan Cirkel-K Petitenget, simpang Sunset Poin, dekat Circle-K Pantai Kuta, simpang RS Siloam, Jalan Sunset Road, Jalan Underpass patung Dewa Ruci, Pantai Doubel Six, jalan dari RS Siloam menuju Depo Pepaya, simpang Pesanggaran, shortcut di Jalan Raya Canggu, jalan menuju simpang Kerobokan, Jalan Raya Kerobokan-Canggu, dan Jalan Raya Canggu. Sedangkan barang bukti yang diamankan, satu buah Iphone XI Pro Max, 43 HP berbagai merk, 45 buah cassing HP berbagai merk, satu unit sepeda motor Yamaha NMax, sejumlah pakaian dan helm. “Pelaku ditembak karena berusaha kabur dan melawan petugas. Mudah-mudahan ada efek jera,” tutup Kombes Andi. (kmb36)

BPM/ist

DITANGKAP - Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap komplotan jambret.

kap dan memprosesnya, sehingga diharapkan ada efek jera,” ujarnya. Pihaknya juga mendatangi sekolah pelaku, orangtua dan kepala lingkungannya. Mereka harus ikut bertanggung jawab atas perbuatan pelaku. “Yang malu kan pihak sekolah, orangtua dan kepala lingkungan. Kalau sekolah sudah kami datangi dan beri tahu perilaku anak didiknya,” ucap mantan Kasatlantas Karangasem ini. Polresta bertindak tegas karena ingin menyelamatkan mereka yang mungkin karena salah pergaulan dan sebagainya sehingga seperti itu. Selain mengerahkan tim gabungan, juga dilakukan patroli dengan semboyan Mai Melali (Mari Inten-

sifkan Mengabdi Lebih Aktif Patroli). Tujuannya agar patroli lebih intensif dan sasarannya jelas, termasuk antisipasi trek-trekan. Anggota Satbinmas memberi penyuluhan kepada masyarakat supaya mengawasi anak-anaknya dengan baik. “Kalau kami polisi hanya menangkap atau mengamankan. Orangtua lebih melakukan pengawasan kemana perginya anak-anak,” kata mantan Kapolsek Kawasan Laut Benoa, Denpasar Selatan ini. Menjelang hari raya Nyepi yang rangkaiannya cukup panjang mulai dari Melasti, Pangerupukan, Nyepi, hingga Ngembak Geni, ia minta semua pihak menghormatianya dengan cara tidak melakukan perbuatan

kontra produktif dan mengganggu kamtibmas. “Mudahmudahan seterusnya tidak ada lagi trek-trekan. Kalau ada, saya akan tindak tegas. Perlu diketahui, dari cerita salah satu pimpinan saya, Bali ini dijaga secara sekala dan niskala,” tuturnya. Ia berharap para orangtua yang anaknya terlibat kejahatan merasa malu. Pihak sekolah mesti introspeksi dan ada evaluasi karena tidak berhasil mendidik anakanak tersebut. Kaling juga harus malu ada warganya terlibat kejahatan jalanan, sehingga mencoreng nama baik banjar atau desa setempat. “Mari kita bersamasama mencegahnya. Awasi dan harus peka terhadap perilaku anak-anak,” ucap Gatra. (rah)

BPM/rah

Kompol I Nyoman Gatra


INspirasi Karya Berkembang Tak Tumbuhkan Kesadaran Remaja Menjaga Lingkungan Lewat Ogoh-ogoh Organik Tinggalkan Pakem Aslinya Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

SEKAA teruna-teruni (STT) di seluruh desa pakraman di Bali terbukti bermanfaat sebagai pengembangan generasi muda dalam seni dan budaya. Dalam menyambut hari suci Nyepi, jauhjauh hari anggota STT terutama yang laki-laki berkumpul di banjar dan mulai mengerjakan kegiatan tahunan, yakni membuat ogoh-ogoh. Belakangan, dalam membuat ogoh-ogoh, para anak muda ini mulai sadar lingkungan dengan menggunakan bahan-bahan alami atau bahan-bahan ramah lingkungan. Yang awal mulanya menggunakan styrofoam, beralih menggunakan bahan alami seperti bambu, dedaunan, kertas bekas, bahkan juga dengan pewarna alami. Seperti yang sudah dilaksanakan STT Acarya Perkasa Br. Blungbang, Penarungan, Mengwi, Badung. Kesulitan mengerjakan ogohogoh berbasis organik ini ada banyak hal. Misalnya, dalam pembuatan rangka yang menggunakan anyaman bambu. Permasalahan dalam pemilihan warna, juga dalam pengerjaannya yang lebih rumit. Untuk bahan pewarna, biasanya memakai daun-daunan yang dikumpulkan dan dicincang serta dimasak untuk menghasilkan warna tertentu. Daun yang

dipakai daun ketapang, mahoni dan mangga karena karakter warna yang diperlukan sesuai dengan warna yang dihasilkan yakni warna hitam, coklat, kuning dan kehijau-hijauan. Dalam segi biaya, menurut Ketua ST Acarya Perkasa, Adi Wisnu Ambara sangat hemat lantaran bahan-bahan yang digunakan memanfaatkan bahan yang bisa diperoleh di lingkungan sekitar. Biaya yang dipersiapkan kadang kala habis hanya untuk konsumsi para pemuda yang membuat ogoh-ogoh tersebut. “Selain biaya yang terjangkau, dengan menggunakan bahan ramah lingkungan, para pemuda juga sadar dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya,” tambahnya. Selain itu, sasaran dari pembuatan ogoh-ogoh organik ini adalah menyampaikan kepada khalayak luas bahwa masyarakat Bali masih bisa membuat ogoh-ogoh seperti ketika zaman dulu. Serta ingin virus positif tersebut mau dan bisa ditiru oleh pemuda-pemuda Bali di perayaan Nyepi berikutnya yakni membuat ogoh-ogoh dan berkarya yang bertanggung jawab. Bukan sekadar berkreasi seni saja namun juga tidak berdampak merusak lingkungan. (uma)

Dari Hal. 1

BPM/dok

RAMAH LINGKUNGAN – Salah satu kegiatan pembuatan ogoh-ogoh ramah lingkungan di daerah Gianyar dengan menggunakan ‘somi’.

“Membuat ogoh-ogoh memang sudah menjadi tradisi, dan itu sudah diwariskan turun temurun setiap tahunnya dengan sajian karya yang terus berkembang tanpa meninggalkan pakem aslinya,” ujarnya. Tema yang diangkat tahun ini masih berkutat pada tema besar bhuta kala, yakni Ngeruak. Dimana, ngeruak merupakan salah satu upacara yang dilaksanakan umat Hindu Bali sebelum mendirikan bangunan. Hal ini dimaksudkan agar pekarangan yang akan dibangun telah suci dan terbebas dari gangguan bhuta kala. “Intinya adalah penyucian pekarangan sebelum dilaksanakan pembangunan,” ujarnya. Adapun banten caru-nya menggunakan ayam brumbun yang diolah menjadi 33 tanding. Selanjutnya ditambah dengan banten pakala hyangan yang terdiri atas sasayut durmanggala, prayascita mala, yang dihaturkan kepada Sang Bhuta Bhutana, dan segehan agung, beserta dengan tatabuhan, dihaturkan kepada Sang Bhuta Dengen.

Dalam pengerjaan, suasana gotong royong kental terasa. Setiap insan dapat mempelajari pekerjaan yang ia sukai. Ada yang mengerjakan bodi, pepayasan, ukiran dan lain sebagainya dengan bimbingan undagi utama I Nyoman Wista Darmada dan I Wayan Boby Agus Sanjaya. Sehingga selain dimanfaatkan untuk pembuatan ogohogoh, ajang ini juga dapat memberikan bekal edukasi dan ketrampilan bagi anggota STT dapat berkembang menjadi industri kreatif. Seperti halnya membuat gantungan kunci dari ukiran kertas, serta membuat ketrampilan lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Untuk bahan pun dapat dikatakan unik, pasalnya selain menggunakan bambu dan kertas, dalam menciptakan tekstur juga turut digunakan tisu dan bunga jepun yang sudah kering. “Nah inilah terobosan baru kami dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar, selain bunga jepun kering, terdapat pula tali enceng gondok, serabut kelapa, pelepah pisang, daun pisang kering dan banyak lagi bahan

alam yang digunakan sebagai wujud ramah lingkungan,” pungkasnya. Di Badung Di Badung, memberikan stimulus kepada STT dalam berkreasi membuat ogohogoh. Tak tanggung-tanggung, dana kreativitas yang diberikan mencapai Rp 40 juta. Namun setelah dipotong pajak 15 persen, yang masuk ke rekening penerima hanya Rp 34 juta. Sementara ada total 563 penerima, terdiri dari 535 ST dan 28 Yowana. Ketua STT Girindra Putra, Made Baskara Adi, mengakui, bantuan yang diberikan pemerintah sangat membantu mengembangkan kreativitas pemuda banjar, terutama dalam membuat ogoh-ogoh. “Kami berterima kasih atas bantuan pemerintah, karena telah mendukung generasi muda Badung,” ujar Made Baskara, Sabtu (14/3). Seka Teruna Banjar Tegalnarungan, Desa Sobangan, Mengwi, Badung ini menyebutkan, dana yang diberikan pemerintah meringankan beban organisasi dalam mewujudkan kreativitas ogoh-ogoh. (ara/par)

Ogoh-ogoh Diarak Keliling Banjar Bangun Kreativitas Seni Kalangan Remaja Dari Hal. 1

Kali ini ogoh-ogoh yang dibuat berwujud yuyu. Bukan tanpa alasan, wujud itu dipilih karena menyesuaikan dengan tema yang diangkat yakni “Pager Gering”. Ketua STT Wisnu Murti, I Wayan Gede Heryana Nararya, menjelaskan ogohogoh yang dibuat nantinya akan diarak berkeliling lingkungan banjar/ kelurahan setempat saat hari Pangerupukan. Yang unik, saat pengarakkannya nanti akan diiringi fragmentari serta gamelan baleganjur. Ada sekitar 50 dari total 108 anggota STT

yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya dengan diisi fragmentary, semua anggota STT bisa terlibat. “Tidak hanya lakilaki, perempuan juga ikut terlibat,” terangnya. Sementara anggota STT lainnya yang tidak ikut fragmentari dan mengarak ogoh-ogoh kebagian tugas membantu untuk urusan konsumsi, menghias dan persiapan lainnya. Pengarakan ogoh-ogoh dengan fragmentari ini juga dilaksanakan dalam rangka mempromosi Tirta Pegringsingan sebagai destinasi wisata spiritual yang diberi nama Panglukatan Pancaka Tirta. “Di Banjar kami, ini

adalah yang kedua kalinya ada fragmentarinya,” ungkapnya. Tak hanya anak-anak muda, pembuatan ogohogoh juga turut dibantu oleh panglingsir-panglingsir di Banjar Geriya yang ahli membuat ogoh-ogoh. Sementara latihan fragmentari dan baleganjurnya dilaksanakan setiap akhir pekan. Semua kegiatan diadakan di Balai Banjar. Seluruh persiapan ditargetkan tuntas H-3 sebelum Pangrupakan. “Ini menjadi momen tahunan bagi kami menyalurkan kretivitas seni sekaligus mempererat rasa persatuan di antara anggota STT,” jelasnya. (ina)

Kampus Ikuti Aturan Dari Hal. 1 ‘’Kami ikuti aturan, jika sampai ada instruksi gubernur untuk menutup semua aktivitas kampus, kami siap,’’ tegasnya, Sabtu (14/3) kemarin. ITEKES Bali mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini dengan berbagai cara. Acara wisuda sarjana Keperawatan dan dies natalis pertama ITEKES Bali yang berlangsung Sabtu kemarin mendadak diubah lebih sederhana dan dipercepat hanya berlangsung setengah jam. ITEKES Bali tak mengundang pejabat dan orang luar, cukup menyerahkan sertifikat dan tiup lilin. Rektor ITEKES Bali, Gede Putu Darma Suyasa, M.Ng., Ph.D., dan Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengatakan, semua protap dilakukan secara ketat kepada peserta wisuda. Sejak dari rumah mereka diwajibkan mengecek kesehatan dan suhu tubuh, dan sesampai di kampus juga dicek suhu badannya. ‘’Karena mereka semua perawat, mereka mengerti atas protap kesehatan,’’ tegas Putu Darma Suyasa. Mulai Senin ini, lanjut Ida Bagus Arka, kampus ITEKES Bali akan disemprot dengan disinfektan dan di-fogging. Semua fasilitas kampus akan disterilkan, sedangkan PBM dilakukan fokus pada online. Usulan kampus ditutup sementara, Ida Bagus Arka mengatakan tergantung kebijakan pemerintah pusat termasuk Guber-

nur Bali. Sementara itu program pertukaran mahasiswa antara ITEKES Bali dengan sejumlah kampus di Thailand juga ditunda pelaksanaannya. ‘’Termasuk pengirim tenaga kerja lulusan ke Jepang dan Belanda, kami tunda,’’ tegasnya. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., mengaku belum berani mengambil sikap menutup sementara kampus karena belum tahu kondisi Bali sebenarnya terkait kasus Corona. ‘’Jadi, kami sepakat menunggu penjelasan Kadis Kesehatan Bali dan instruksi gubernur karena wisatawan saja masih boleh masuk Bali,’’ tegasnya. Hal yang sama dilakukan oleh Dwijendra University. Rektor Dwijendra University,Dr. Gede Sedana menunggu intruksi Gubernur dan LLDIKTI jika sampai menutup kampus guna mencegah virus Corona. Unud dan Undiknas University juga melakukan yang sama. WR I Undiknas, Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S. Sos., M.Si., mengeluarkan edaran bahwa PBM dilakukan lewat e-learning dan mengurangi tatap muka. Pelaksanaan UTS dan absensi dialihkan ke Google class room. Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Prof. Nengah Dasi Astawa dari Bajarmasin menjelaskan kepada Bali Post bahwa surat Sekjen Kemendikbud itu menegaskan bahwa semua aktivitas kampus yang mengundang orang banyak sebaiknya di-

tunda. ‘’Jadi ditunda, bukan dilarang,’’ tegasnya. Dia mengatakan kampus boleh menggelar acara wisuda, asalkan jangan mengundang pejabat atau pihak luar. Kedua, tetap melaksanakan protap, yakni menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan dan cek suhu tubuh semua peserta serta menghindari bersalaman. Pengamat pendidikan, Dr. IB. Radendra Suastama, S.H., M.H., menilai bahwa kebijakan tersebut sangat tepat di tengah situasi seperti saat ini. Meskipun pertemuan tatap muka dibatasi, namun kebijakan tersebut tidak serta merta mengganggu proses belajar-mengajar di kampus. Apalagi, di era teknologi informasi dan komunikasi seperti saat ini bisa dilakukan dengan metode belajar jarak jauh berbasis online. Kendati demikian, Ketua Yayasan Pendidikan Handayani ini mengatakan bahwa metode tersebut perlu dikaji tentang bagaimana ketentuan regulasi di bidang pendidikan tinggi. Ada persentase tertentu yang dipersyaratkan. Karena bagaimanapun, jika pembelajaran jarak jauh (elearning) akan diterapkan penuh, maka diperlukan izin khusus yang dikeluarkan oleh Kementerian. Namun, untuk peristiwa luar biasa (Covid-19-red) seperti ini, apalagi masuk pandemik oleh WHO, maka sepantasnyalah diberikan lebih banyak dispensasi dan kelonggaran. (025/win)

Minggu, 15 Maret 2020 05:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 05:30 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Yadnya dan Karma (4) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Line Dance 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Berita Terkini 09:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Pemandangan 10:00 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Ocydia Home Shopping 11:00 Wita Berita Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 11:30 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Yadnya dan Karma (5) 12:30 Wita Ocydia Home Shopping 13:00 Wita Bali Channel Tourist TV 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:00 Wita Berita Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Berita Terkini 16:05 Wita Harmoni Bali Masalah Gangguan Jiwa Dalam Kehidupan Sehari-hari

17:00 Wita Berita Terkini 17:05 Wita ANALISIS BERITA KMB SEPEKAN 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Samatra Artis Bali Ketut Bimbo 21:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:30 Wita Indi Band Generation P-Prozen & Overlasting 22:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Kris - Kriminal Sepekan

Dari Hal. 1 Pembuatan ogoh-ogoh di Bali yang merupakan daerah pariwisata ini lebih banyak dilakukan generasi muda. Mereka menuangkan kreativitas seni, khususnya seni patung, gamelan, tari dan undagi. Kreativitas ini menjadi semakin kental, manakala dikaitkan dengan ritual (upacara keagamaan), sehingga ogohogoh yang dibuat cenderung ke hal yang menyeramkan, seperti raksasa. Oleh karenanya, Ogoh-ogoh merupakan tradisi yang akan terus ada dari masa ke masa, karena merupakan sebuah seni dan kreativitas tanpa ba-

tas oleh anak muda. Bahkan, hari raya Tahun Baru Çaka ini ditunggu-tunggu oleh anak muda di Bali. Karena pada hari raya ini mereka bisa mengekspresikan kreativitas seni mereka dalam kreativitas ogoh-ogoh. “Dalam penggarapan ogohogoh ini banyak kreativitas seni yang bisa digarap untuk dikolaborasikan. Sebab tidak hanya undagi ogoh-ogoh, tetapi seni tari dan musik gamelan juga turut ditampilkan untuk menunjang penampilan ogoh-ogoh saat pawai yang melibatkan seluruh anggota sekaa teruna, bahkan anakanak yang belum masuk sekaa teruna dan krama banjar

bersangkutan,” ujar seniman muda yang juga mantan Ketua STT Tunjung Mekar, Abiannangka Klod, Denpasar, Ida Bagus Eka Haristha, S.Pd., Sabtu (14/3) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, bahwa dalam proses penggarapan ogoh-ogoh dan kreativitas seni di dalamnya tidak serta merta hanya untuk membuat ogoh-ogoh. Namun, ada makna yang tersirat di dalamnya. Yaitu, rasa kebersamaan antaranggota sekaa teruna dan krama sekitarnya. Sebab, dalam proses penggarapannya membutuhkan waktu yang cukup lama dan partisipasi dari berbagai pihak. Seperti, para senior yang telah biasa meng-

garap ogoh-ogoh di banjar setempat yang dijadikan panutan dan koordinator dalam proses pembuatannya. Tidak hanya itu, peran masyarakat juga sangat diperlukan, terutama dalam hal pembiayaan (donatur). “Kebersamaan inilah yang kita dapatkan dalam penggarapan ogoh-ogoh, karena di dalamnya ada pragmentari yang biasanya melibatkan para pemudi, seniman tabuh, dan tukang tegen ogoh-ogoh yang akan berperan ngigelang ogohogoh. Di sinilah dibutuhkan komunikasi dan kebersamaan yang baik dalam prosesnya,” tandas pria yang akrab disapa Gus Eka ini. (sue/win)

WHO Desak RI Umumkan Darurat Nasional Dari Hal. 1 Khusus Indonesia, hingga Jumat malam tanggal 13 Maret 2020 telah dilaporkan 4 kasus meninggal, satu di antaranya meninggal di Bali. Bahkan WHO telah mengirimkan surat ke Presiden Jokowi untuk mengumumkan darurat nasional coronavirus. Beberapa dampak serius masalah global pandemic Covid-19 yang perlu diantisipasi oleh semua komponen masyarakat Bali, di antaranya adalah risiko peningkatan imported cases. Deteksi Covid-19 di Ngurah Rai Airport menggunakan Thermal Scanner sangat sulit terutama pada orang yang suhu tubuhnya masih normal atau belum mencapai 38°C, walau sebenarnya yang bersangkutan telah tertular Covid-19. Akibatnya, orang tersebut dapat masuk Bali dengan mudah karena belum menunjukkan gejala klinis. Hal ini menyebabkan perpindahan virus dari orang yang telah terinfeksi Covid-19 kepada banyak orang lain mulai dari petugas bandara, sopir, karyawan dan masih banyak lagi orangorang yang ada di bandara termasuk penumpang pesawat lainnya selama di pesawat dan di bandara. Dengan demikian bisa dibayangkan berapa banyak orang yang dapat tertular hanya dari 1 kasus Covid-19. Lalu bagaimana jika kasusnya lebih dari 1 dan melakukan close contact ke banyak orang selama perjalanan sampai Bali. Karenanya, jumlah kasus Covid-19 (imported cases) akan terus bertambah walau pemerintah berjuang keras mencegah dan deteksi awal Covid-19. Penularan kepada Masyarakat Bali Pengunjung atau wisatawan tertular coronavirus tetapi belum terdeteksi (karena belum menunjukkan gejala) yang tiba di Bali, menginap di hotel, mengunjungi restoran, tempat wisata, dan menggunakan jasa transportasi lokal. Sehingga wisatawan tersebut kontak langsung dan menularkan coronavirus ke banyak orang selama tinggal di Bali tetapi belum terdeteksi (jika muncul gejala yang bersangkutan datang ke fasilitas kesehatan dan berpotensi juga menularkannya ke orang lain termasuk petugas kesehatan dan orang lain di fasilitas kesehatan tersebut yang tidak menggunakan pelindung diri). Jika tanpa gejala, wisatawan tersebut kembali ke negaranya atau ke negara lainnya dan berisiko

menularkan lagi ke banyak orang di banyak tempat atau negara sampai akhirnya wisatawan tersebut dinyatakan positif Covid-19. Sangat bisa dibayangkan berapa banyak masyarakat lokal Bali yang tertular dari wisatawan tersebut. Dampak lainnya, yakni aktivitas adat dan risiko penularan Covid-19 antarmasyarakat lokal Bali. Seperti yang telah diketahui bahwa banyak terjadi penularan di berbagai negara karena tidak semua pembawa coronavirus menunjukkan gejala dan mereka tidak menyadari bahwa mereka telah tertular coronavirus. Jika ada salah satu masyarakat lokal Bali yang tertular coronavirus namun tidak terdeteksi, padahal yang bersangkutan telah kontak dengan anggota keluarga yang lain, keluarga besar, tetangga, serta masyarakat di banjar masing-masing. Apalagi karena tidak terdeteksi atau ketidaktahuannya, yang bersangkutan ikut dalam kegiatan adat di banjar atau desa pakraman termasuk acara persembahyangan di pura, pengabenan, dan acara keagamaan lainnya akan sangat berpeluang terjadi penularan. Bisa dibayangkan betapa banyak kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya penularan secara mudah di tengah-tengah masyarakat lokal Bali jika ini tidak diantisipasi dengan tepat dan cepat. Penularan Covid-19 kepada tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan juga perlu diwaspadai. Temuan terhadap pasien atau suspect atau positif Covid-19 mengalami kontak langsung dengan tenaga kesehatan. Apabila tenaga kesehatan tersebut tidak dilindungi dengan alat pelindung diri (APD) yang cukup maka sangat berisiko tertular coronavirus, karena pada awal pasien tampak seperti pasien umum lainnya. Apabila petugas kesehatan belum ada kesiapan pencegahan maka risiko tertular sangat tinggi. Bila terjadi perpindahan coronavirus dari pasien ke tenaga kesehatan, dan selanjutnya dari tenaga kesehatan akan dapat menularkan ke tenaga kesehatan lainnya, atau bisa juga menularkan ke pasien yang lain atau malah ke keluarga mereka sendiri. Ini bisa terjadi karena petugas kesehatan tidak tahu bahwa mereka telah tertular coronavirus dan belum menunjukkan gejala. Langkah Penting Pemprov Bali perlu mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat menambah fasilitas lab untuk mendeteksi coro-

navirus di berbagai provinsi termasuk Bali yang sangat berisiko terjadi lonjakan penularan Covid-19. Lebih ketat melakukan pengawasan di pintu-pintu masuk Bali terutama Ngurah Rai Airport dengan mendeteksi pengunjung yang masuk Bali, salah satunya menggunakan thermal scanner. Bahkan apabila telah terjadi kenaikan suhu tubuh lebih dari 37,5°C (tidak harus menunggu suhu tubuh 38°C) agar segera dilakukan pengkajian kesehatan lebih detil dan ditelusuri riwayat perjalanan dalam 2 minggu terakhir. Menyediakan thermal scanner di tempat-tempat umum yang melibatkan kerumunan seperti; tempat wisata, mall, serta pura-pura besar di Bali di saat ada kegiatan keagamaan untuk mendeteksi awal Covid-19. Menyediakan hand sanitizer di tempat umum seperti: pura, balai banjar, balai desa, pasar, dan tempat-tempat umum lainnya, serta di setiap tempat aktivitas yang melibatkan orang banyak atau kerumunan untuk meminimalisir penularan Covid-19. Selanjutnya menggunakan masker terutama bagi yang merasakan adanya gejala yang mengarah pada Covid-19. Semua pejabat pemerintah, pengusaha, dan masyarakat agar menunda semua keberangkatan ke luar negeri atau keluar Bali jika tidak dalam keadaan yang sangat memaksa. Menutup berbagai tempat hiburan yang berpotensi meningkatkan risiko penularan Covid-19 seperti yang telah dilakukan di banyak negara di dunia dan provinsi lainnya di Indonesia. Edukasi berupa penyuluhan, poster, dan metode lainnya ke masyarakat tentang pencegahan penularan Covid-19 di tempat-tempat umum di Bali termasuk pura, balai banjar, balai desa, serta tempat lainnya. Termasuk mengimbau masyarakat untuk tidak bersalaman menggunakan tangan guna mencegah potensi kontak langsung penularan Covid-19. Melakukan self-quarantine atau karantina diri selama 2 minggu jika merasakan gejala mengarah pada Covid-19, merasa pernah kontak dengan orang positif atau suspek Covid -19, termasuk bagi yang baru balik dari luar negeri. Pemerintah, swasta, maupun masyarakat Bali agar membatasi kegiatan yang melibatkan berkumpulnya orang banyak kecuali keadaan yang sangat mendesak, guna membatasi penularan Covid-19.

Mengurangi atau membatasi diri untuk tidak bepergian ke tempat-tempat kerumunan jika tidak perlu, menggunakan masker jika memang harus ada di kerumunan, serta selalu cuci tangan setiap saat setelah menyentuh benda yang berpotensi sebagai tempat transmisi coronavirus. Fasilitas kesehatan seperti puskesmas, klinik, dan RS agar tetap membuka akses seluas-luasnya terutama bagi siapa saja yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19 untuk datang memeriksakan diri tanpa melihat apakah yang bersangkutan memiliki asuransi kesehatan atau tidak. Pemerintah pusat maupun Pemprov Bali sebaiknya melakukan antisipasi terhadap kemungkinan terburuk jika Bali harus diisolasi atau mungkin mengalami situasi lock down seperti Kota Wuhan-Tiongkok atau kota-kota di Itali. Semua langkah-langkah penting ke arah itu harus diantisipasi oleh semua pemangku kepentingan untuk mengamankan dan menyelamatkan masyarakat Bali, terutama terkait dengan logistik, akses pelayanan kesehatan, serta kebutuhan masyarakat lainnya. Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak hanya membuat krisis center atau satgas Covid-19, tetapi yang lebih penting adalah memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mengetahui update kasus Covid-19, misalnya dengan membuat website yang menyediakan update perkembangan Covid-19 (jumlah kasus baru, sembuh, meninggal dan provinsi tempat kejadian) seperti yang dilakukan oleh beberapa negara lain termasuk Thailand (http://th-stat. com/en). Bahkan Thailand di lingkungan kampusnya telah lama memberlakukan selfquarantine selama 2 minggu bagi semua mahasiswa dan dosen Thai dan Non Thai yang baru tiba di Thailand. Kami mengimbau untuk semua komponen masyarakat Bali, marilah bersatu padu melakukan pencegahan penularan Covid-19, serta menyebarkan informasi yang benar di lingkungan masingmasing, tetap tenang, dan selalu waspada. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa selalu melindungi kita semua. Penulis adalah dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Institut Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali focus global health.


Minggu Kliwon, 15 Maret 2020

Ida Ayu Indira Melati Putri

Urung Bertanding Gara-gara Corona PEGOLF nasional Ida Ayu Indira Melati Putri sedianya mengikuti turnamen internasional Asia Pasifik di Thailand, Februari lalu. Namun, ia urung bertanding ke sana karena kejuaraan ditunda gara-gara wabah virus Corona. Sementara turnamen internasional Ratu Sirikit di Jakarta pada Maret ini diundur hingga Juli, sedangkan kejuaraan Asia Pasifik di Thailand baru dihelat Oktober mendatang. Penundaan tersebut membuat dirinya tidak lagi berlatih di pelatnas. “Saya memutuskan pulang dan berlatih di Bali,” ucap pegolf kelahiran Denpasar, 12 Juli 1997 ini. Atlet yang akrab disapa Dayu Mela ini juga lolos ke PON 2020 lewat Pra-PON di Makassar (Sulsel), namun belum ada kejelasan cabor golf dipertandingkan di Papua atau di daerah lain. Informasi yang diterimanya, pertandingan golf PON dipindah ke Jatim tepatnya di lapangan golf Taman Dayu Pandaan. “Tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Saya juga tidak ikut tes fisik atlet PON Bali,” ungkap alumnus jurusan Bis-

nis Manajemen, Universitas Purdue, AS, yang sering membela kampusnya guna mengikuti berbagai turnamen di berbagai negara bagian ini. Dayu Mela akan sangat menyesalkan jika PON tanpa mempertandingkan golf. Sebab, seluruh Pengprov PGI mengeluarkan biaya cukup banyak untuk mengirim atletnya ke ajang Pra-PON. “Kasian ya Pra-PON digelar tetapi golf dicoret dari PON,” sebut putri kedua pasangan Ida Bagus Surya Sanjaya dan Ida Ayu Winduwati ini. Dayu Mela mulai belajar memegang stik golf sejak duduk di bangku kelas V SDK Santo Yoseph 2 Denpasar. Prestasi gemilang dibuatnya pada berbagai turnamen nasional yang diselenggarakan di Surabaya dan Yogyakarta. Dia terus menggeluti golf saat di SMPN 3 dan SMAN 3. Dayu Mela menyumbang medali perunggu di nomor perorangan dan medali perak di nomor beregu pada PON 2012 di Riau untuk Bali serta ikut andil merebut perak nomor tim pada SEA Games 2017 di Malaysia buat Indonesia. (nel)

BPM/ist

MENANG - Penyerang Bali United Melvin Platje (merah) menyundul bola ditempel ketat lawannya. Tim Serdadu Tridatu mengincar kemenangan dari Madura United dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/3) sore ini.

Bali United Vs Madura United

Misi Rebut Poin Penuh di Kandang

Gianyar (Bali Post)-

Lemkari Bali Tetap Solid Denpasar (Bali Post)Keberadaan Lemkari di Bali di bawah pimpinan Ketua Umum Pengprov Lemkari Bali, Wayan Geredeg, masih tetap solid. Segala agenda kegiatan berjalan normal, apalagi Ketua Umum PB Lemkari Prof. Dr. H. Yuddy Chrisnandi, M.E., masih diakui oleh PB FORKI. Ketua Harian Pengprov Lemkari Bali A.A. Nanik Suryani menuturkan, Ketua Umum PB Lemkari Yuddy Chrisnandi secara resmi masih diakui PB FORKI. Sampai sekarang belum ada pencabutan. ‘’Bahkan Pengprov Lemkari Bali menggelar latihan bersama (gashuku) dan ujian kenaikan tingkat di Margarana pada

Februari lalu,’’ katanya, Jumat (13/3). Pihaknya juga akan mengadakan kejurnas terbuka memperebutkan Piala I Gusti Ngurah Rai pada 2020 ini yang rutin digulirkan tiap dua tahun sekali. Selain itu, melangsungkan Muskab Lemkari di beberapa daerah. ‘’Pengprov Lemkari Bali yang dinahkodai Wayan Geredeg tetap solid dalam menggelindingkan roda organisasi,’’ tambahnya. Mantan Bupati Karangasem Wayan Geredeg menjabat Ketua Lemkari Bali dua kali masa jabatan hingga Juni mendatang. Untuk itu, akan digelar Musprov pada bulan tersebut. (022)

A.A. Nanik Suryani

BPM/ist

Garuda Wisnu Jumpa Perkanthi di Semifinal

Denpasar (Bali Post) Tim sepak bola Garuda Wisnu berjumpa Putra Perkanthi B dalam babak semifinal turnamen memperebutkan Piala Mandala United di Lapangan Umum Serangan, Denpasar, Minggu (15/3) ini. Semifinalis lainnya mempertemukan tuan rumah Mandala United A melawan GVA. Keempat tim itu menyisihkan MIFA Selection, Putra Debes, Putra Pemenang Bali Singa dan Bebek Bengil di delapan besar. Babak penyisihan dimulai Sabtu (14/3) kemarin, melibatkan 21 tim yang berdatangan dari Denpasar,

Badung, Gianyar dan Tabanan. Pelaksana Lapangan I Gede Made Anom Prenatha menerangkan, pihaknya juga mempertandingkan U-12 yang diikuti 32 tim mulai Minggu (15/3) ini. Kontestan berasal dari Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Tabanan. Turnamen ini digelar untuk menjaring bibit-bibit pesepak bola potensial sekaligus menambah jam terbang serta sebagai ajang evaluasi bagi pelatihnya. Dari ajang ini akan dipilih pemain-pemain terbaik sebagai persiapan berlaga di turnamen Piala Danone. (022)

Bali United mematok target merebut poin penuh dari Madura United dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 2020 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (15/3) sore ini pukul 16.30 Wita. Tim tamu juga ingin mencuri poin atas Serdadu Tridatu. Misi yang sama ditambah kedua klub kini sama-sama mengemas 4 poin membuat duel ini dipastikan berjalan seru.

Kiper Bali United, Wawan Hendrawan, bersama rekan setimnya mengaku sudah melupakan kekalahan 0-4 dari Ceres Negros Filipina pada ajang Piala AFC. Kubunya kini berkonsentrasi penuh agar bisa menjinakkan tim Laskar Sape Kerrab di depan pendukung Semeton Dewata. “Kami hanya fokus bertanding untuk mengalahkan Madura United,” tegasnya di Gianyar, Sabtu (14/3) ke-

marin. Wawan berjanji berjibaku mengamankan gawangnya supaya tidak bisa dibobol oleh barisan penyerang Madura United. Ini demi kemenangan perdana di kandang yang sangat dinantikan para supporter setelah sebelumnya Bali United hanya mampu bermain imbang 0-0 saat menjamu Persita Tangerang. Pelatih Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra, men-

egaskan asuhannya sudah siap tempur menghadapi Madura United meskipun baru berlatih dua kali sepulang dari Manila. Ia juga belum tahu skuad yang akan diturunkan, sebab masih memantau sesi latihan terakhir. “Pemain yang kami turunkan tergantung kondisinya terakhir, apakah fit atau kurang bugar,” jelasnya. Ia berharap dukungan supporter dalam rangka mewu-

judkan kemenangan Bali United di kandang mengingat Madura United merupakan tim tangguh dan sulit dikalahkan. Salah satu pemain lawan yang dinilainya sangat berbahaya adalah penyerang Beto Goncalves karena pergerakannya lincah ditopang tembakan jitu ke gawang lawan. Teco sudah mengantisipasi hal itu dan telah menginstruksikan asuhannya mematahkan setiap serangan tim tamu. Optimis Di sisi lain, pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, menilai laga ini sangat penting bagi kedua tim dalam

upaya merebut poin. Ia optimis mengingat kemampuan pemain inti Laskar Sape Kerrab dan tidak terjadi perombakan total di tim. “Saya kira laga ini sangat penting bagi pemain kami untuk menunjukan skill-ball-nya sekaligus tantangan menghadapi tim andal sekelas Bali United yang tampil di depan pendukung setianya,” ucap pelatih yang akrab disapa RD ini. Pemain belakang Madura United, Fachrudin Aryanto menyatakan timnya sudah siap menghadapi Bali United, meskipun tampil di kandangnya (Stadion Dipta). “Kami berharap bisa mencuri poin,” ungkapnya. (022)

BWF Tangguhkan Turnamen

PBSI Pertimbangkan Gelar Indonesia Terbuka

Jakarta (Bali Post) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) masih mempertimbangkan pelaksanaan turnamen Indonesia Terbuka 2020 setelah Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) menangguhkan beberapa turnamen akibat penyebaran virus Corona atau Covid-19 Rencananya, Indonesia Terbuka 2020 dilaksanakan di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 16-21 Juni mendatang. Di sisi lain, BWF telah mengeluarkan keputusan untuk menangguhkan semua turnamen BWF World Tour dan kejuaraan lainnya terhitung 16 Maret sampai 12 April. “Kalau ditangguhkan sampai 12 April, artinya beberapa turnamen akan sangat tergantung situasi dan kondisi setelah 12 April. Untuk Indonesia Open, memang kami masih berkonsultasi dengan pemerintah, terutama Kemenpora dan Kemenkes,” kata Sekjen PBSI Achmad Budiharto melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (14/3) kemarin. Menurut dia, konsultasi dan koordinasi dengan pemerintah harus terus dilakukan karena nantinya akan berkaitan dengan

aturan atau regulasi yang diterapkan untuk mencegah penyebaran virus Corona di Tanah Air. Regulasi itu diterapkan untuk menjaga keselamatan atlet Indonesia dan atlet luar karena di turnamen tersebut memungkinkan terjadinya kontaminasi. Apalagi penonton Indonesia Terbuka banyak, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sejumlah turnamen yang terdampak keputusan penangguhan oleh BWF di antaranya Swiss Terbuka, India Terbuka, Orleans Masters, Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka serta beberapa turnamen internasional level 3. Penangguhan mulai diberlakukan setelah selesainya All England 2020 di Birmingham, Inggris, Minggu (15/3) ini.

Dua Ganda Indonesia mengirimkan dua wakilnya ke semifinal All England 2020 hingga Sabtu malam. Mereka adalah ganda putra Kevin/ Marcus dan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Kevin/Marcus b e rha d a p a n d e ng a n L ee Yang/Wang Chi Lin (Taiwan), sedangkan Praveen/ Melati bertemu wakil tuan

rumah Marcus Ellis/Lauren Smith. Sebaliknya, ganda putra senior Hendra Setiawan/ Mohammad Ahsan terhenti di perempatfinal setelah

dikalahkan Hiroyuki Endo/ Yuta Watanabe 21-18, 2119 (Jepang). Kekalahan dengan skor tipis dialami The Daddies karena banyak melakukan kesalahan

sendiri. Unggulan kedua turnamen ini tidak bisa mengeluarkan penampilan maksimalnya. Mereka juga kalah cepat di lapangan. (ant)

BPM/ant

SEMIFINAL - Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon lolos ke babak semifinal All England 2020 di Birmingham Inggris.

Karateka Kuta Utara Juara Porjar Badung Mangupura (Bali Post)Tim karate Kecamatan Kuta Utara keluar sebagai juara umum tingkat SD pada Porjar Badung 2020 yang berlangsung di GOR Purna Krida, Kerobokan, 7-8 Maret lalu. Tim karate Kuta Utara yang dilatih Ketut Murti, Ketut Sutika

dan Eko mendulang 6 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu. Kecamatan Mengwi di peringkat kedua meraup 4 emas, 3 perak dan 7 perunggu, sedangkan Kuta Selatan merebut 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu di posisi ketiga. Karateka

Dojo Jaya Murti Dalung menyumbang 3 emas, 3 perak dan 3 perunggu untuk Kuta Utara. Keenam medali emas Kuta Utara dipersembahkan Putu Cahya Purnama Dewi (-25 kg), Titania Mauboy (+30kg), Komang Ganggayana Putra (-30 kg),

I Gusti Agung Bagus Damar Raditya (-35 kg), Adtian Eka Cahya (+40 kg) dan Putu Revan Octa Johan (kata perorangan). Medali perak didapat karateka I Putu Rafa Alfaro Natha (+40 kg), Putu Ayu Murah Setyarini (-25 kg), I Ketut Agus Rahadiawan

(-30 kg) serta Nadia, Aura Satya dan Elsa (kata beregu). Sementara perunggu dihasilkan Kadek Cheryl Falerie Malika (-30 kg), I Gusti Bagus Damar Raditya (kata perorangan), Farel, Bayu, Dio (kata beregu) dan Made Deva Novarian Purnama Junior (-35 kg). (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 15 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu