Skip to main content

Edisi Jumat 15 Maret 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bupati Giri Prasta Mulai Realisasikan Pembangunan 2.000 Rumah Sehat Layak Huni

Kabupaten Buleleng Sasaran Pertama Menerima 450 Unit BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mulai merealisasikan pembangunan rumah sehat dan layak huni atau program bedah rumah untuk enam kabupaten di Bali. Kabupaten Buleleng menjadi sasaran pertama program yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Badung tahun 2019. Penyerahan bantuan bedah rumah di Kabupaten Buleleng dipusatkan di dua desa di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Tigawasa dan Desa Pedawa, Kamis (14/3) kemarin. Sesuai kebijakan Bupati Giri Prasta, bupati atau kepala daerah penerima bantuan diharapkan mengarahkan program pembangunan rumah sehat layak huni ini ke desa-desa yang masih tergolong miskin.

BEDAH RUMAH - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta merealisasikan pembangunan rumah sehat dan layak huni atau program bedah rumah di Kabupaten Buleleng tepatnya di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Tigawasa dan Desa Pedawa, Kamis (14/3) kemarin.

Bupati Buleleng I Putu Agus Suradnyana menyambut langsung kehadiran Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang hadir bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) I Ketut Gede Suyasa, Kepala Badan Litbang I Wayan Suambara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang IB Surya Suamba, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman A.A. Ngurah Bayu Kumara Putra, Kepala Bagian Hukum Setda Badung I Komang Budi Argawa, Kepala Bagian Kesra Setda Badung I Nyoman Sujendra, dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta. Sambutan meriah juga datang dari warga Desa Tigawasa dan Pedawa yang menjadi lokasi penyerahan bantuan. Kabupaten Buleleng mendapatkan total Bantuan Keuangan Khusus sebesar Rp 97,5 miliar. Untuk pembangunan 450 unit rumah sehat layak huni senilai Rp 22,5 miliar di mana tiap rumah mendapatkan masing-masing Rp 50 juta tanpa dipotong pajak, untuk kegiatan sebesar Rp 75 miliar di antarannya diarahkan untuk pembangunan Pasar Desa Banyusri sebesar Rp 26 miliar. Anggaran BKK ini bersumber dari penyisihan 15 persen Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung. Hal. 15 Sangat Kagum

DISAMBUT WARGA - Bupati Badung Giri Prasta disambut warga saat berkunjung ke Desa Tigawasa dan Pedawa, Kamis (14/3) kemarin.

Dari Badung untuk Bali

BUPATI Badung Giri Prasta menyatakan telah memiliki progam ‘’Badung Angelus Buana’’ yang artinya Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali. Untuk itulah, pihaknya telah berkomitmen penuh membantu wilayah lainnya di Bali. Program rumah sehat layak huni ini, dengan dua kamar tidur, satu kamar bebas, kamar tamu, dapur dan kamar mandi ini, diharapkan dapat membantu masyarakat yang belum memiliki rumah yang layak. ‘’Kami memang meminta secara khusus kepada bupati yang menerima bantuan bedah rumah ini, agar diarahkan pada desa-desa yang masih tergolong miskin. Kita tuntaskan di satu wilayah, baru kemudian dilanjutkan di wilayah lain. Misalkan kalau di Buleleng kita minta arahkan di Desa Tigawasa, Pedawa, kalau di Karangasem kita minta di Desa Munti Gunung,’’ jelasnya. Hal. 15 Satu Model

Siap Bahas Alokasi Anggaran Desa Adat

Sri Mulyani 1.000 Persen Dukung Penguatan Desa Adat

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyatakan mendukung dan siap membahas lebih lanjut inisiatif untuk memberikan alokasi anggaran bagi desa adat di Bali. ‘’Kalau saya mendukung, bahkan mendukung 1.000 persen untuk itu. Saya memahami dan mengingat pentingnya keberadaan desa adat terutama Bali dalam menjaga kelestarian, saya bersama Pak Gubernur untuk yang satu itu. Tinggal sekarang caranya bagaimana,’’ jelas Sri Mulyani di hadapan bendesa adat se-Bali dalam acara bertajuk ‘’Tatap Muka Menteri Keuangan Bersama Bendesa Adat se-Bali’’ di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar Kamis (14/3) kemarin. Disebutkannya pula, dirinya juga berharap banyak pada Bali yang menjadi tujuan pariwisata global mampu mempertahankan eksistensi dan kelestarian adat dan budaya Bali. ‘’Dunia kini semakin makmur. RRT makin kaya, India makin kaya, punya penduduk lebih dari 1 miliar maka makin banyak pula kaum menengah ke atasnya yang akan berlibur dan Bali menjadi salah satu tujuannya. Ini tantangan bagi Bali, belum lagi jika menghi-

tung turis Australia, Amerika dan Eropa serta wisatawan domestik. Banyak sekali tekanan bagi Bali meskipun itu juga berarti rezeki bagi Bali,’’ papar Sri Mulyani. Sri Mulyani melanjutkan, dalam konstitusi disebutkan, yang disebut desa dan mendapatkan alokasi adalah desa administratif yang diakui oleh Kementerian Dalam Negeri, yang secara historis berbeda dengan desa adat. ‘’Namun kita juga tidak menampik fakta adanya entitas sosial atau komunitas bersama yang bentuknya seperti desa adat ini, yang fungsinya juga sangat penting di luar masalah administratif. Hanya mungkin wilayah administrasinya bisa overlap karena ada satu desa adat yang mengisi beberapa desa administrasi atau sebaliknya. Ini fakta yang harus kita sikapi,’’ tukas mantan Direktur Bank Dunia ini. Dalam peraturan perundangan, dijelaskan Sri Mulyani, Menkeu akan membuat nota keuangan kepada Presiden untuk selanjutnya dipaparkan ke dewan dan dibuatkan alokasinya. Hal. 15 Kesejahteraan Masyarakat

’’Dunia kini semakin makmur. RRT makin kaya, India makin kaya, punya penduduk lebih dari 1 miliar maka makin banyak pula kaum menengah ke atasnya yang akan berlibur dan Bali menjadi salah satu tujuannya. Ini tantangan bagi Bali, belum lagi jika menghitung turis Australia, Amerika dan Eropa serta wisatawan domestik. Banyak sekali tekanan bagi Bali meskipun itu juga berarti rezeki bagi Bali.’’ Sri Mulyani Menteri Keuangan

BENDESA ADAT - Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub Cok Ace di hadapan bendesa adat se-Bali dalam acara bertajuk ‘’Tatap Muka Menteri Keuangan Bersama Bendesa Adat se-Bali’’ di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (14/3) kemarin.

Gubernur Koster Komitmen Pertahankan Kearifan Lokal ’’Bali punya faktor lain yang membedakan dengan daerah lain yang disebut faktor niskala, yang membawa aura yang kuat. Itulah yang dijaga oleh para bendesa adat ini. Sayangnya para bendesa ini banyak yang tidak mendapatkan apa-apa, murni pengabdian dibandingkan tugasnya yang luar biasa. Ini yang saya upayakan agar benar-benar berdaya di Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

GUBERNUR Bali Wayan Koster memaparkan bagaimana pentingnya peran desa adat sebagai warisan dari leluhur dalam menjaga adat istiadat, tradisi dan budaya di Bali selama berabad-abad. ‘’Desa adat ini terbentuk dari proses sosiologis oleh masyarakat, jadi bukan dibentuk oleh negara tapi oleh masyarakat adat. Jadi sangat otonom dan terpelihara dengan baik. Bali tidak punya emas, perak, batu bara, tembaga atau gas, tapi Bali punya adat istiadat dan budaya yang kaya dan unik. Kalau diberdayakan secara ekonomi tidak akan habis-habisnya dan desa adat punya peranan paling penting untuk menjaganya,’’ jelas Koster dalam sambutannya di hadapan bendesa adat se-Bali dalam acara bertajuk ‘’Tatap Muka Menteri Keuangan Ber-

sama Bendesa Adat se-Bali’’ di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (14/3) kemarin. Gubernur Koster juga menyampaikan agenda strategisnya dengan berbagai pergub guna mendukung terpeliharanya kearifan lokal di Bali. ‘’Jika tidak mempertahankan kearifan lokal saya kira ke depan kita akan rentan mengalami guncangan sosial di tengah kemajuan global,’’ kata Koster. ‘’Bali punya faktor lain yang membedakan dengan daerah lain yang disebut faktor niskala, yang membawa aura yang kuat. Itulah yang dijaga oleh para bendesa adat ini. Sayangnya para bendesa ini banyak yang tidak mendapatkan apa-apa, murni pengabdian dibandingkan tugasnya yang luar biasa. Ini yang saya upayakan agar benar-benar

berdaya di Bali,’’ tambahnya. Di tempat terpisah, Ketua Majelis Utama Desa Pakraman (MUDP) Jero Gede Suwena Putus Upadesha nmengaku sangat senang dengan pelaksanaan tatap muka antara Menkeu dan bendesa adat se-Bali yang difasilitasi oleh Gubernur Koster. ‘’Dengan acara ini Ibu Sri Mulyani bisa mengetahui keberadaan dan peranan desa adat di Bali sebagai desa sosial religius dengan tugas sekala dan niskala, dan yang lebih penting apa yang bisa diberikan negara kepada kita tidak sekadar pengakuan dan penghormatan, tapi juga upaya untuk memberdayakan dan menguatkan desa pakraman yang ada di Bali,’’ tukasnya. Hal. 15 Jalan Terbaik


2

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Mulai 2019, KPK Lakukan Penindakan di Bali

FIGUR

Denpasar (Bali Post)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Koordinasi Wilayah VI yang membawahi tiga provinsi yakni Jawa Timur, Bali, dan NTT pada tahun 2019 ini mulai melakukan tugas penindakan. Sebelumnya, fungsi Koordinasi Wilayah VI hanya melakukan tindakan pencegahan. Koordinator Koordinasi Supervisi Wilayah VI Asep Rahmat Suwandha mengatakan hal itu saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Kamis (14/3) kemarin. Menurut Asep Rahmat Suwandha, ada perubahan struktur yang signifikan pada tahun 2019 ini. Sebelumnya pada tahun 2018, Korwil KPK banyak

Bertindak Sesuai Ideologi JAJARAN partai politik saat ini tengah berlomba untuk mendapat dukungan masyarakat. Mengingat, Pemilu 2019 tinggal menghitung hari. Tepatnya pada 17 April 2019 mendatang. Kini, calon legislatif (caleg) sedang giat-giatnya melakukan terobosan untuk bisa mendapat dukungan, karena perannya saat ini sangat menentukan keberhasilannya dalam memperoleh dukungan. Kondisi itu pula yang dialami jajaran anggota PDI-P Denpasar. Partai berlambang kepala banteng bermulut putih dalam lingkaran ini sedang konsentrasi untuk bisa memenangkan pemilu. Terlebih, partai ini juga mengusung calon presiden incumbent Joko Widodo. ‘’Semua caleg yang bergabung di PDI-P harus mampu berjuang sesuai dengan ideologi partai. Karena kemenangan partai adalah kemenangan rakyat,’’ ujar Ketua DPC PDI-P Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H., Kamis (14/3) kemarin. Pria yang kini juga sebagai Ketua DPRD Denpasar ini mengajak semua caleg PDI-P untuk DPRD Denpasar samasama berjuang meraih kemenangan. Namun, tindakan yang dilakukan harus tetap santun dan tetap memperhatikan kondisi keamanan di masingmasing wilayah. PDI-P Denpasar memasang 45 calegnya yang terbagi ke dalam lima dapil untuk bisa meraih suara terbanyak pada pemilu mendatang. Terlebih, pada saat ini partai ini juga mampu menempatkan kadernya di dewan paling banyak, yakni 18 orang. (ara)

bicara pencegahan, namun tahun ini mulai ada penindakan. Namun, ia mengatakan penindakan yang dimaksud bukan menindak langsung jika ada kasus korupsi. ‘’Penindakan yang dimaksud adalah supervisi dan monitoring. Sedangkan konteks menangani perkara langsung ada Satgas Penindakan,’’ ujarnya. Ia mengaku sudah melakukan koordinasi dan supervisi ke Polda Bali terkait penanganan kasus korupsi selama 2018. Hasilnya ada 40 kasus yang ditangani aparat kepolisian. ‘’KPK mempelajari kasus-kasus itu dan berkoordinasi terkait diperlukannya pendapat ahli dan penghitungan kerugian yang relatif rumit. Karena KPK memiliki sejumlah ahli yang bisa melakukan itu,’’ ujarnya. Asep Rahmat Suwandha mengatakan, sejauh ini penanganan kasus korupsi di Polda Bali tidak ada yang masuk ranah KPK untuk diambil alih. Kebanyakan kasus yang ditangani adalah pungutan liar (pungli). Soal pungli ini, ia mengaku sudah mendengar adanya sejumlah kasus yang terkait dengan desa adat. Ia pun meminta agar ada solusinya dari sisi pencegahan, sehingga kasus pungli ini tidak terulang. Misalnya ada peraturan daerah terkait pendapatan daerah yang kontribusinya bisa dirasakan hingga ke tingkat desa adat, sehingga tidak

ada tumpang tindih pungutan. ‘’Kita tidak menafikan kekhasan di Bali. Konsep pemerintahan terkecil di Bali yakni desa adat. Tapi dalam koridor hukum harus jelas. Pemerintah daerah harus mengeluarkan kebijakankebijakan yang tidak berbenturan dengan undang-undang di atasnya,’’ katanya mengingatkan. Bicara pencegahan, ia memaparkan ada delapan subtema yang diterapkan secara nasional. Yakni pengelolaan APBD dari proses perencanaan sampai selesai, PBJ (pengadaan barang dan jasa), perizinan, pengawasan internal pemda, manajemen ASN, manajemen aset, dana desa, dan pendapatan. Khusus di Bali, lanjutnya, ada tiga tambahan subtema yang menjadi bagian dari sosialisasi pencegahan KPK, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, khususnya pariwisata. Bahkan, kini Bali sudah mempunyai Komite Advokasi Daerah yang pembentukannya berdasarkan SK Gubernur Bali. Komite ini berupaya menjembatani pemerintah daerah dengan pelaku usaha. Anggotanya terdiri dari OPD terkait dunia usaha dan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bali. ‘’Melalui komite ini diharapkan ada solusi jika terjadi permasalahan di kalangan dunia usaha, sehingga korupsi bisa dicegah,’’ jelasnya. (kmb18)

Terlibat Kasus Narkoba

Mantan PL Dibui 2,5 Tahun

Denpasar (Bali Post) Mantan pemandu lagu (PL) Karaoke Platinum, terdakwa Elisa Tri Ayu Wahyuni, Kamis (14/3) kemarin dihukum dua tahun enam bulan (2,5 tahun) penjara. Wanita berusia 28 tahun itu dinyatakan terbukti memiliki tiga plastik klip sabu-sabu masing-masing seberat 0,06 gram (kode A), 0,16 gram (kode B), dan 0,27 gram (kode C). Majelis hakim pimpinan IGN Putra Atmaja sempat memberikan terdakwa untuk berkoordinasi dengan kuasa hukumnya, apakah menerima atau mengajukan upaya hukum banding dalam menyikapi putusan hakim. Terdakwa pun mengangguk sebagai kode menerima hukuman hakim. Kendati demikian, hakim meminta terdakwa berkoordinasi dengan kuasa hukumnya dari Posbakum. Desi Purnani sebagai pengacara terdakwa menyatakan menerima. Sementara JPU Hevy mengatakan pikir-pikir. Sebelumnya, terdakwa ditangkap polisi di kamar kosnya, kamar Nomor 204 Bambu Residence, Jalan Mertasari, Gang Bambu II, Sidakarya, Denpasar Selatan pada 11 Oktober 2018. (kmb37)

Agustus, Bali Alami Puncak Musim Kamarau Denpasar (Bali Post) Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar memprediksi musim kamarau pada tahun ini secara merata di Bali terjadi pada April hingga Mei mendatang. Sedangkan puncaknya terjadi pada Agustus. Daerah yang pertama kali memasuki musim Kemarau pada pertengahan Maret (Maret dasarian 2) yaitu wilayah Nusa Penida. Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl.SEIS. mengatakan hal itu saat konferensi pers prakiraan musim kemarau 2019, Kamis (14/3) kemarin. Menurut Taufik Gunawan, kondisi iklim terkini di wilayah Bali secara umum masih ada hujan ringan hingga kategori menengah. Distribusi curah hujan di wilayah Bali secara umum antara 20 hingga lebih dari 300 mm/dasarian. Hal ini disebabkan masih terdapat peluang hujan pada Maret, terutama pada wilayah Bali bagian tengah dan selatan dengan frekuensi dan intensitas ringan-sedang. ‘’Musim kemarau di Bali datangnya berbeda-beda di setiap wilayah, karena dipengaruhi karakteristik (topografi - red) daerah masing-masing. Kami prediksi musim kamarau secara serentak terjadi pada April hingga Mei dan puncaknya Agustus di seluruh wilayah Bali,’’ katanya. Untuk mengantisipasi dampak yang dapat diakibatkan oleh cuaca/iklim yang terjadi pada musim kemarau, kata Taufik Gunawan, pihaknya mengimbau masyarakat agar melakukan efisiensi penggunaan air karena adanya potensi kekeringan, terutama wilayah pesisir bagian utara dan selatan Bali. Pola tanam untuk pertanian agar memperhatikan ketersediaan air lahan. Masyarakat juga diimbau mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, dan mempersiapkan ketersediaan air bersih. Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana Rakhmat Prasetia, S.P., M.Si. menambahkan, secara umum awal musim kemarau 2019 di wilayah Bali diprakirakan masuk pada Maret sebanyak 13 persen, April sebanyak 54 persen, Mei sebanyak 20 persen dan Juni sebanyak 13 persen. Daerah yang pertama kali memasuki musim kemarau pada pertengahan Maret yaitu wilayah Nusa Penida. Kemudian yang memasuki awal musim kemarau pada April dan Mei, di antaranya wilayah Jembrana Bagian Utara, Tabanan Bagian Selatan, Tabanan/ Badung/Gianyar Bagian Utara, Tabanan/Gianyar/Badung/ Bangli Bagian Tengah, Tabanan/Bangli Bagian Barat Laut, Bangli Bagian Utara, Buleleng Bagian Timur, Karangasem Bagian Utara, Karangasem Bagian Timur, Gianyar Bagian Selatan, Klungkung Bagian Selatan, Karangasem Bagian Selatan, Tabanan Bagian Selatan, Badung Bagian Selatan dan Kota Denpasar. Sedangkan wilayah yang terakhir memasuki awal musim kemarau yaitu di awal Juni (Juni dasarian 1) di antaranya Buleleng Bagian Selatan dan Karangasem Bagian Tengah. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai Bambang Hargiyono, S.Si. mengatakan musim kemarau juga berdampak terhadap penerbangan. Dampak positifnya, jarak pandang di bandara relatif semakin panjang dan luas. Sehingga gangguan-gangguan saat take off maupun landing sedikit berkurang. Sedangkan dampak negatifnya, temperatur udara akan semakin tinggi, sehingga mempengaruhi daya angkat pesawat pada saat take off maupun landing. ‘’Jadi, kalau musim kemarau dengan temperatur suhu tinggi, maka pesawat akan mengurangi muatan,’’ ujarnya. (win)

Topik :

Pemasangan APK Cemari Wajah Kota

BALIHO - Sejumlah baliho caleg dan capres berderet di pinggir Jalan Gatot Subroto Tengah, Ubung, Kamis (14/3) kemarin.

Bali Post/eka

Pemasangan APK Cemari Wajah Kota

Denpasar (Bali Post) – Tahapan Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 sudah mulai berlangsung. Saat ini memasuki masa kampanye. Meski demikian, pemasangan alat peraga kampanye (APK) tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada aturan yang jelas dalam melakukan pemasangan APK. Kondisi di lapangan banyak ditemukan pemasangan APK yang melanggar ketentuan serta membahayakan. Bahkan pemasangan APK yang tidak mematuhi ketentuan yang ada berdampak pada semrawutnya wajah kota. Keindahan suasana kota tercemari oleh pemasangan APK yang terlalu banyak. Warga Denpasar Wayan Wira Putra mengaku terusik dengan pemasangan APK yang kurang teratur. Karena di satu tempat terdapat banyak APK, bahkan sudah ada yang robek. Namun kondisi itu tetap dibiarkan, sehingga mengurangi estetika kota. ‘’Seharusnya para calon legislatif maupun calon DPD bisa memasang alat peraganya dengan baik. Bahkan bisa menggu-

nakan media lain yang lebih efektif, sehingga tidak harus jor-joran sosialisasi dengan baliho,’’ ujar Wira Putra, Kamis (14/3) kemarin. Menyikapi kondisi ini, Ketua Bawaslu Denpasar I Putu Arnata mengaku sudah menyampaikan imbauan kepada para caleg untuk memasang APK sesuai aturan yang ada. Pihaknya bahkan beberapa kali

melakukan penertiban bersama tim gabungan yang menyasar APK yang terpasang di tempat terlarang. Arnata mengakui sampai saat ini masih banyak APK yang melanggar. Namun karena keterbatasan personel, belum semua bisa ditertibkan. ‘’Kami sudah bersurat ke Satpol PP untuk bisa dilakukan penindakan terhadap APK-APK yang melanggar itu,’’ katanya. Sebelum penertiban APK, kata Arnata, pihaknya telah mengirim surat cegah dini kepada masing-masing parpol. Tujuannya untuk mengajak semua peserta pemilu tertib dalam pemasangan APK. Jika memang ada yang menyalahi aturan, diharapkan diturunkan sendiri oleh parpol masingmasing. Namun karena masih ditemukan APK yang melanggar, maka akan

ditindaklajuti oleh tim gabungan. APK yang melanggar itu, di antaranya terpasang di tiang telepon, tiang listrik, pohon perindang, kawasan sekolah, kantor pemerintah maupun di taman-taman kota. Hal ini mengacu pada aturan Perda Nomor 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum, pasal 11 hurup h. Selain itu, juga ada imbauan Satpol PP Nomor 300/2337/Satpol PP tertanggal 22 Oktober 2018 tentang Pemasangan APK. (kmb12)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Masuk Nominasi Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti

Tim Verifikasi Kemendagri Apresiasi Program Inovasi Denpasar SEBAGAI ibu kota Provinsi Bali, Denpasar tumbuh dan berkembang dengan berbagai terobosan positif dan beragam inovasi. Hal ini mendapat perhatian khusus dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, sehingga mengusulkan Kota Denpasar sebagai salah satu penerima penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha. Berdasarkan hal itu, Tim Verifikasi Kemendagri RI melakukan kunjungan ke Kota Denpasar yang disambut hangat Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara Iswara dan jajaran Pemerintah Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Kamis (14/3) kemarin. Penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti Praja Nugraha merupakan penghargaan kepada daerah terbaik dalam Evaluasi Kinerja

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Seusai mendengarkan pemaparan Wali Kota Denpasar, Ketua Tim Verifikasi, Kasubid Evaluasi Kinerja Wilayah II Direktorat Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Agus Tenno Siburian mengapresiasi inovasi-inovasi positif yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar. “Pemaparan Wali Kota tadi bagus. Inovasi-inovasi yang dilakukan sangat positif, seperti pendidikan untuk anak-anak autis, merubah Tukad Badung yang menjadi daya tarik wisata,” ujarnya. Agus Tenno Siburian mengatakan, hari ini adalah bentuk verifikasi ke lapangan. Jika sudah selaras, maka hasil verifikasi adalah bahan yang objektif penilaian selanjutnya. “Ini harus diper-

tahankan. Jika sampai tiga kali mendapatkan penghargaan ini, maka nantinya akan mendapatkan tanda jasa yang lebih tinggi,” tambahnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut hangat kedatangan tim verifikasi yang tentunya akan menjadi motivasi positif untuk Kota Denpasar agar terus berinovasi ke depannya. Dalam pemaparannya, Rai Mantra mengatakan reformasi birokrasi dibentuk secara fisik di Graha Sewaka Dharma, sebagai wujud komitmen pelayanan untuk masyarakat di Kota Denpasar. “Selain itu, revitalisasi sungai, revitalisasi pasar tradisional gencar dilakukan yang berbasis pada partisipasi masyarakat,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, Kota Denpasar telah menjalin berbagai kerja sama internasional dan siap berkolaborasi khususnya dalam penguatan

MENERIMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara saat menerima Tim Verifikasi Kemendagri RI di Graha Sewaka Dharma, Kamis (14/3) kemarin. ekonomi kreatif. “Bagaimana ekonomi budaya mampu berinteraksi dengan ekonomi digital. Jadi, generasi Milenial harus terus dirangkul dan diberikan ruang berkarya,” tegasnya.

Rai Mantra berharap, usulan Kota Denpasar mendapatkan penghargaan terkait adalah bentuk motivasi dan semangat agar terus memberikan kinerja yang terbaik dalam segala lini. (ad394)


Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bali Post/afp

LOKASI - Sejumlah polisi sedang bersiap meledakkan bom yang sebelumnya disita dari rumah Abu Hamzah. Istri dan anak balitanya diyakini telah tewas dalam pengeboman bunuh diri di rumah mereka setelah kebuntuan negosiasi selama satu jam dengan pihak berwenang.

Abu Hamzah Pasang Empat Bom Ranjau, Satu Melukai Aparat

Jakarta (Bali Post) –

Empat bom ranjau telah ditanam di luar rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga, sebelum Tim Densus 88 Antiteror Polri akan menangkap Abu Hamzah. ‘’Bom yang tertanam di halaman itu bom ranjau yang kemarin sempat meledak dan salah satunya melukai anggota kami pada saat melakukan upaya paksa masuk ke dalam. Itu dari empat,’’ ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/3) kemarin.

Ranjau yang ditanam di depan, samping dan belakang rumah itu dipersiapkan untuk personel kepolisian yang akan memasuki rumah. Diduga Abu Hamzah dan istrinya, Solimah, langsung mempersiapkan bom itu setelah

mendengar kabar penangkapan terduga teroris R di Lampung sebelumnya. ‘’Mereka sudah yakin akan terendus. Oleh karenanya mereka mempersiapkan diri apabila ada upaya paksa dilakukan kepada kelompok mereka, bentuk

perlawanannya seperti itu,’’ ucap Dedi Prasetyo. Selain ranjau, di dalam kediaman Abu Hamzah ditemukan kontainer yang sudah siap meledak. Bom yang berada di dalam rumah pun semua memiliki rangkaian, terlihat saat

Solimah meledakkan diri. Abu Hamzah yang tergabung dalam jaringan JAD yang berafiliasi dengan ISIS disebut cukup ahli dalam merakit bom, tetapi polisi memastikan telah berpengalaman menangani terorisme di Tanah Air. (ant)

Cegah Penyimpangan, Serpihan Tubuh Solimah Terpental hingga 70 Meter Pemkab akan Terapkan E-Hibah Mangupura (Bali Post)Guna mencegah penyelewengan bantuan hibah, Pemkab Badung memanfaatkan program e-Hibah. Aplikasi berbasis IT ini akan diberlakukan mulai tahun anggaran 2020. Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesra) Setda Badung I Nyoman Sujendra, Kamis (14/3) kemarin mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi e-Hibah. ‘’Ini masih tahap sosialisasi ke seluruh pemangku kepentingan yang bersentuhan dengan proses maupun penyaluran hibah, baik di tingkat kabupaten, kecamatan hingga kelurahan dan desa. Rencananya mulai berlaku untuk hibah induk tahun 2020,’’ ungkapnya. Dalam penerapan aplikasi berbasis IT ini, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung sebagai penyedia aplikasi. ‘’Kami pastikan untuk proses administrasi pengurusan hibah dengan aplikasi e-Hibah ini sudah mulai berlaku di tahun ini,’’ katanya. Mantan Kabag Humas Setda Badung itu menyatakan, Pemkab Badung menggelontorkan ratusan miliar rupiah dana hibah yang diperuntukkan bagi pura, banjar dan kelompok-kelompok masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Badung maupun luar Badung. ‘’Dengan e-Hibah ini, besarnya dana yang disalurkan diharapkan bebas dari korupsi,’’ ucapnya. Sebelumnya, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengungkapkan, sistem aplikasi e-Hibah merupakan salah satu wujud komitmen Pemkab Badung dalam pencegahan korupsi. ‘’Pemkab Badung saat ini sudah memasuki tantangan e-Hibah, begitu juga di desadesa akan menggunakan desa digital,’’ ujarnya. Aplikasi e-Hibah bertujuan mewujudkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan belanja hibah yang menunjang penyelenggaraan urusan pemerintahan yang sepenuhnya mengacu kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri. Proses e-Hibah diawali dengan studi komparasi, merancang aplikasi e-Hibah bekerja sama dengan Diskominfo Badung, sosialisasi melalui Bimtek pengenalan aplikasi eHibah kepada tenaga admin dari masing-masing perangkat daerah, kecamatan, kelurahan dan desa. (kmb27)

Sibolga (Bali Post) – Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Agus Andrianto mengungkapkan identitas pelaku bom bunuh diri yang terjadi Rabu (13/3) dini hari di Sibolga bernama Solimah, jenis kelamin perempuan, berasal dari Kota Padangsidimpuan. ‘’Sebagian tubuh korban hancur dan serpihan tubuhnya masih tertinggal di lokasi ledakan. Karena tubuh korban terpental sekitar 70 meter dari rumahnya, maka tim DVI masih bekerja untuk memastikan apakah masih ada bagian tubuh yang lain. Dan hasil sementara bagian tubuh yang ditemukan itu tubuh orang dewasa. Itu dapat dilihat dari tulang dan potongan tubuh yang tersisa,’’ sebut Kapolda, Kamis (14/3) kemarin.

Sementara terkait rumah warga yang rusak karena dahsyatnya ledakan yang terjadi dini hari itu, diharapkan Kapolda agar Wali Kota Sibolga dan Bupati Tapanuli Tengah melaporkannya ke pusat dan menampung anggaran perbaikannya. ‘’Kita berharap kepada Bupati Tapanuli Tengah dan Wali Kota Sibolga agar mendata dan melaporkannya ke pemerintah pusat. Selain itu, agar dana perbaikan diajukan untuk ditampung di APBD masing-masing,’’ ujarnya. Sementara itu, informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar menyebutkan bahwa kehidupan pasangan suami-istri itu berubah setelah kepulangan mereka beberapa tahun lalu

dari Pulau Jawa. Bukan itu saja, beberapa tetangga terduga teroris ini tidak begitu kenal dengan wajah kedua pasutri ini. ‘’Kalau suaminya itu (Husain alias Abu Hamzah) warga Sibolga ini, marga Simatupang. Kerjanya memperbaiki lampu listrik. Kalau istrinya kami kurang tahu asalnya dari mana,’’ kata warga sekitar. Sementara itu, Tim Densus 88 dan Gegana meledakkan sisa bom Sibolga. Peledakan itu dilakukan di kawasan Rindu Alam, Sibuluan, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis kemarin, disaksikan langsung Kapolda Sumatera Utara Inspektur Jenderal Polisi Agus Andrianto. ‘’Itu masih sebagian yang diledakkan karena harus bertahap. Jadi

bahan bom ini sudah dicampur dan siap digunakan,’’ katanya. Walaupun daya ledak bom itu rendah, jika digunakan dalam jumlah besar sangat berbahaya. ‘’Tadi sudah samasama kita lihat bagaimana guncangan ledakan bom yang dilakukan Tim Densus tadi. Itu masih baru beberapa kilo tapi getarannya sudah cukup kuat,’’ katanya. Walaupun sisa bom Sibolga sudah diledakkan hari ini, dia tetap meminta masyarakat supaya jangan mendekati lokasi kejadian, mengingat tim Densus dan Gegana masih sterilisasi lokasi. ‘’Mana tahu waktu terjadi ledakan bom bunuh diri itu, ada bahan bom yang terlempar ke rumah warga. Dan tim Densus sama Gegana sedang melakukan

sterilisasi lokasi sampai saat ini,’’ ungkapnya. Jenderal bintang dua itu juga mengungkapkan, semua bahan bom yang berhasil diamankan petugas didapat dari rumah pelaku bom bunuh diri, dan tersangka lainnya. Ditanya berapa banyak bom yang ada di rumah pelaku? Ia bilang cukup banyak, untuk bahan yang sudah dirakit sebanyak lima peti dan sudah dipasang dalam rompi. ‘’Sewaktu dilakukan strerilisasi oleh tim, ditemukan juga bahan bom yang ditanam dalam lubang yang diameternya cukup besar. Untuk itulah diminta masyarakat agar jangan mendekat ke lokasi, sampai tempat tersebut benar-benar aman dan steril,’’ katanya. (ant)

Pemerintah Daerah Dituntut Beradaptasi

Bali Post/kmb

WAPRES - Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Wapres Jusuf Kalla saat pembukaan International Reform Policy Symposium and Regional Workshop 2019, Kamis (14/3) kemarin.

Mangupura (Bali Post) Sistem pemerintahan Indonesia terus mengalami perubahan. Perubahan-perubahan itu mendorong masing-masing daerah untuk beradaptasi sesuai tuntutan zaman. Menurut Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), dalam dua dekade Indonesia telah bertransformasi dari negara yang sentralistik dan otoriter menjadi negara yang sangat terbuka. ‘’Indonesia dalam 20 tahun terakhir telah mengalami reformasi. Salah satu inti reformasi ialah tentunya di negara yang sentralistik dan otoriter menjadi negara yang desentralisasi dan juga sangat terbuka. Akibatnya, tentu sistem pemerintahan juga mengalami perubahan-perubahan untuk mengadaptasi daripada perubahan perubahan terjadi hal tersebut,’’ kata JK saat membuka “International Reform Symposium and Regional Workshop 2019” di Nusa Dua, Kamis (14/3) kemarin. Menurutnya, di negara otoriter, dari atas ke bawah selalu menjadi satu garis komando. Negara sentralistik juga seperti itu. Indonesia tentu saja harus mampu mengelola pemerintahan yang demokratis dan otonomi. Maka tidak salah jika Indonesia mengalami cukup banyak perubahan dalam sistem pemerintahan. JK menegaskan, sesuatu yang pasti dalam kehidupan ini ialah perubahan. Perubahan disebabkan faktor internal dan eksternal. Saat ini dunia pun dihadapkan dengan berbagai perubahan, terutama yang disebabkan karena peningkatan teknologi. Untuk itu, diperlukan tiga hal untuk menghadapi perubahan

yang terjadi. Tiga hal dimaksud yakni sistem yang lebih cepat, sistem yang lebih baik, dan sistem yang efisien. JK pun mendorong sistem pemerintahan yang lebih cepat, efisien, dan lebih baik. Dia berharap dengan simposium internasional ini masing-masing negara bisa berbagi pengalaman program yang sukses maupun yang tidak berjalan. Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Drs. Syafrudin, M.Si. mengatakan, paradigma masyarakat saat ini semakin menuntut hadirnya kapasitas negara melalui pemerintahan dinamis dan transformatif dalam merespons perubahan. Oleh karenanya, kapasitas negara harus dapat melahirkan kebijakan publik yang merespons kebutuhan masyarakat melalui keterpaduan hubungan pemerintah, sektor privat dan masyarakat dalam mendorong reformasi birokrasi. Setiap negara telah melahirkan praktik terbaik bagi transformasi pemerintahannya, yang selalu berkembang dan berimprovisasi dengan kemajuan teknologi, selalu menyempurnakan praktik yang sebelumnya pernah ada. Dalam 10 tahun perjalanan reformasi birokrasi Indonesia, berbagai hal telah dicapai, seperti meningkatnya penerapan sistem merit melalui rekrutmen berbasis komputer, efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran yang lebih fokus pada prioritas, akuntabel dan transparan, e-government yang semakin masif, inovasi pelayanan publik yang cepat melayani, serta meningkatnya integritas aparatur. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Warga Petang dan Pemecutan Dukung Perjuangan AWK

Jumat Wage, 15 Maret 2019

LPCW IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud

Wedakarna Minta Umat Hindu Jangan Golput 91 Persen Predikat Kelulusan Sangat Saat Pemilu 2019 Demi Bali Berdaulat Memuaskan dan ’’Cumlaude’’

SENATOR DPD-RI termuda dari Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mendapat kehormatan diundang oleh tokoh di Pangsan, Petang untuk bertemu dengan tokoh masyarakat Badung. Disambut tuan rumah I Gusti Ngurah Mariartha, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengadakan dialog dengan tokoh Petang, khususnya terkait dengan eksistensi umat Hindu Indonesia dalam Pemilu 2019 ini. Hal senada juga disampaikah AWK saat bertemu dengan tokoh panglingsir yakni I Gusti Nyoman Sukra, I Made Sumertha, I Gusti Putu Tagel dan IGA Okarini dan tokoh muda termasuk kaum ibu di Banjar Sanga Agung, Monang Maning, Pemecutan, Denpasar. AWK menyampaikan bahwa eksistensi agama Hindu di semua bidang sangat tergantung dari proses pilihan politik umatnya, sembari berharap agar ke depan umat Hindu bisa menentukan pilihan politiknya dalam konteks perjuangan Satyagraha yakni merebut apa yang telah hilang dengan cara-cara ahimsa. ‘’Eksistensi Hindu di Indonesia perlu perjuangan keras dan ditampilkan secara terbuka. Contoh saja bagaimana perjuangan Pahlawan Nasional asal Bali yakni Mr. Gusti Ketut Pudja asal Puri Sukasada, Buleleng yang merupakan sahabat Bung Karno. Beliau di tahun 1945 berani berjuang sendiri di Jakarta sebelum Indonesia merdeka dan bersuara lantang untuk menolak Piagam Jakarta yang bernuansa agama mayoritas. Ini yang disebut dengan Satyagraha. Begitu juga kehebatan I.B. Mantra (alm) yang memproteksi desa adat dan LPD yang bernuansa Hindu melalui perda di zaman sulit Orde Baru serta perjuangan Shri Wedastera Suyasa (alm) dan tujuh tokoh Hindu lainnya saat mendesak pendirian Parisada Hindu pada 1959 di zaman Bung Karno. Jadi anak-anak muda Hindu harus paham sejarah bahwa kita tidak menikmati hasil pembangunan seperti sekarang jika tanpa perjuangan keringat, air mata dan darah leluhur. Dan di sana letak kedaulatan kita sebagai bagian dari bangsa ini walau Bali dan umat Hindu sebagai minoritas, yakni melalui sistem politik. Ini yang tiang perjuangkan lewat gerakan Satyagraha yang meru-

MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menyapa masyarakat Petang, Badung dan Pemecutan, Denpasar. pakan gerakan pengingat, gerakan melawan lupa, gerakan intelektual untuk merebut apa yang sudah hilang dengan cara yang dharma,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia pun mencontohkan perjuangan Satyagraha telah berhasil di India yakni pada saat Ratu Jodha yang seorang Hindu (Rajput) berhasil menerapkan strategi politik di Istana Kesultanan Moghul, sehingga menjadikan India kembali berdaulat Hindu. Begitu juga Satyagraha dijalankan Mahatma Gandhi saat mengusir penjajah Inggris. ‘’Di era modern ini, umat Hindu tidak boleh lalai dan lengah dalam hakhak politik. Salah satunya jangan sampai umat Hindu, tidak saja di Bali tapi di seluruh Indonesia tidak boleh golput di setiap ajang pemilu atau pilkada. Jika umat Hindu golput, maka kita yang akan rugi. Apalagi jika wakil-wakil yang terpilih nanti tidak paham mengenai dresta dan budaya Bali. Maka dari itu, mari kita sukseskan Pemilu 2019, minta kepada seluruh warga Bali untuk datang ke TPS. Berpartisipasi dengan baik dan pilih wakil rakyat yang bisa nindihin jagat Bali

dan budaya Hindu dengan baik. Ini masalah ideologi sebagai wangsa Bali, sebagai warih leluhur Hindu, bukan semata hanya figur politik,’’ ucap AWK yang juga President The Hindu Center of Indonesia ini. AWK pun mengingatkan kondisi Bali saat ini yang sarat dengan masalah adalah hasil dari produk politik masa lalu. Yang mana pemimpin Bali tidak pernah memberikan proteksi terhadap kebudayaan secara tegas. ‘’Bali ini punya beban dosa sejarah yang besar di masa lalu. Para tokoh politik di masa lalu kurang memikirkan akibatnya. Pertahanan Hindu selama 500 tahun yang telah dijaga Dalem Waturenggong, oleh raja-raja Bali pascakehancuran Majapahit bisa jebol dalam waktu 50 tahun, khususnya sejak orde baru hingga era reformasi. Bali sudah kalah saing di semua bidang dan saatnya kita bangkit. Melalui Satyagraha, kita rebut apa yang sudah hilang dan cara yang paling efektif adalah dengan terlibat di dalam sistem politik Indonesia,’’ imbuh AWK yang merupakan peraih suara tertinggi di Pemilu 2014 ini. (kmb)

Lepas 160 Calon Wisudawan

FT Unud Gelar Kegiatan Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Lulusan

MELEPAS sebanyak 160 orang lulusan calon wisudawan yang terdiri dari 82 orang Program S-1 Reguler, 49 orang Program S-1 Nonreguler dan 29 orang Program Magister, Fakultas Teknik Universitas Udayana (FT Unud) menggelar Kegiatan Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Lulusan Periode Maret 2019 di Gedung TI Aula Suastika Lt. IV FT Unud, Jimbaran, Kamis (14/3) kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 orang lulusan dengan predikat dengan pujian (cumlaude), 89 orang lulus dengan predikat sangat memuaskan, dan 57 orang lulus dengan predikat memuaskan. Hingga periode ini, jumlah lulusan/alumni FT Unud mencapai 11.295 orang. Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D. mengatakan di era globalisasi dan revolusi industri 4.0 seperti saat ini, penguasaan teknologi harus dimiliki setiap lulusan untuk bisa merebut persaingan dunia kerja. FT Unud dengan Prodi Teknologi Informasi-nya telah membekali para lulusan dengan punguasaan teknologi informasi. Di samping juga penguasaan terhadap konsepkonsep bidang pembangunan atau engineering, baik secara teori maupun praktiknya. ‘’Kami berharap para lulusan bisa berkontribusi terhadap kemajuan pembangunan Indonesia. Apalagi mereka ahli di bidang engineering, saya yakin mereka nanti bisa berpartisipasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan di

MELEPAS - Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Perencanaan FT Unud Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, M.T., Ph.D. saat melepas calon wisudawan FT Unud pada Kegiatan Meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Lulusan FT Unud periode Maret 2019 di Gedung TI Aula Suastika Lt. IV FT Unud, Jimbaran, Kamis (14/3) kemarin. negara Indonesia ini,’’ tandas Prof. Ngakan. Selain pengusaan teknologi informasi, dikatakan bahwa para lulusan juga sangat penting dibekali jiwa kewirausahaan. Sebab, ke depan jiwa kewirausahaan menjadi sangat penting, tidak hanya untuk mencari pekerjaan tetapi untuk menciptakan lapangan pekerjaan, seperti yang telah dilakukan para alumni FT Unud sebelumnya. ‘’Setiap pelepasan calon wisudawan kita selalu memberikan kuliah tamu bagi para calon sarjana dengan mengundang para alumni yang telah berhasil di luar untuk berbagai pengalaman dengan adik-adiknya yang baru tamat agar mereka terinspirasi dan menda-

patkan informasi yang memadai dari keberhasilan para alumni,’’ ujarnya. Sejauh ini, para alumni FT Unud telah terserap di berbagai instansi, baik instansi pemerintahan, swasta maupun sektor profesional. Bahkan, para alumni telah bekerja secara mandiri dan telah mampu menciptakan lapangan pekerjaan. ‘’Saya berharap para lulusan Fakultas Teknik, terutama yang Prodi Teknologi Informasi agar menjadi motor penggerak dalam menghadapi revolusi industri 4.0 ini. Sementara lulusan dari prodi lainnya juga harus mampu menggerakkan dan menyokong rekan-rekannya dalam menghadpi revolusi industri 4.0 ini,’’ pungkasnya. (ad386)

FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (Unud), Selasa (12/3) lalu melaksanakan acara Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) periode IV tahun akademik 2018/2019. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium Widyasabha Kampus Unud, Jimbaran, Kuta Selatan. LPCW periode IV melepas 397 calon wisudawan dan 91 persen meraih predikat kelulusan sangat memuaskan dan cumlaude. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si. menyampaikan dari 397 calon wisudawan yang dilepas tersebut merupakan Program S-1 Reguler, Nonreguler, PPAk (Program Profesi Akuntansi), Program Pascasrjana (S-2 dan S-3). Dengan demikian substansi atau tujuan kegiatan ini adalah secara formal dilepas calon wisudawan di tingkat fakultas yang nantinya dilanjutkan di tingkat universitas pada 16 Maret 2019. ‘’Hal menarik yang perlu saya sampaikan dari LPCW kali ini, dari sisi indikator-indikator capaian akademik, patut diapresiasi. Di mana dari 397 calon wisudawan yang kita lepas sekitar 91 persen calon wisudawan meraih predikat kelulusan sangat memuaskan dan cumlaude. Ini prestasi membanggakan,’’ ujarnya. Dengan demikian, dari sisi IPK, telah melampaui kontrak kinerja dekan. ‘’Ini sesuatu yang menggembirakan,’’ kata Mahaendra Yasa. Ia meyakini calon wisudawan yang dilepas terutama yang belum bekerja optimis menghadapi tantangan ke depan. Pasalnya dari profil lulusan yang diran-

LPCW - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud, Selasa (12/3) lalu melaksanakan acara LPCW periode IV tahun akademik 2018/2019. cang, apakah sebagai akademisi, peneliti, pengusaha dan lainnya, Mahaendra Yasa meyakini mereka optimis untuk bersaing menjawab tantangan ke depan. Untuk itu, mereka nantinya tidak lagi membebankan persoalan-persoalan pembangunan daerah dan nasional karena menganggur. Justru mereka nanti mampu menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan orang lain. Ia menerangkan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud telah menyiapkan kompetensi di bidang kewirausahaan dan galeri investasi dan empirisnya telah berjalan dengan baik. Galeri investasi dibentuk bersinergi dengan Bursa Efek Indonesia. ‘’Saya kira tantangan ke depan bagi kita bersama adalah lebih menumbuhkan minat mereka untuk lebih aktif bermain atau berinvestasi di pasar modal. Saat ini tidak saja mahasiswa kita yang aktif di galeri investasi, tetapi juga ada mahasiswa fakultas dan universitas lain dan masyarakat umum,’’ terangnya.

Kemudian disiapkan juga bagaimana mereka aktif bermain secara empiris di lapangan untuk menjadi unggul dan keyakinan bisa bersaing dengan mengantongi sertifikasi WPPE (Wakil Perantara Pedagang Efek) ke depan. Dengan demikian, persoalan pengangguran akan bisa terurai. Untuk menjawab tantangan ke depan, telah dirancang kompetensi yang ditawarkan ke depan di semua prodi, baik Prodi Ekonomi Pembangunan, Manajemen dan Akuntansi, berkaitan dengan ekonomi digital, seperti digital marketing dan lainnya yang berbasis teknologi informasi. Ke depan tantangannya akan bergerak di tataran ekonomi kreatif yang nantinya akan berkembang pesat. Ini menjadi peluang besar dan menjadi tantangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unud untuk memberikan beberapa kompetensi di kurikulum sesuai dinamika, sehingga nyambung dengan tantangan ke depan. ‘’Alumni kita siap bersaing di regional, nasional dan internasional,’’ tutupnya. (ad158)

Fakultas Ilmu Budaya Unud Lepas 79 Calon Wisudawan

Lahirkan Lulusan Berdaya Saing Kuat dan Inovatif

FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menyelenggarakan pelepasan sarjana ke-130, Kamis (14/3) kemarin di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. I.B. Mantra. Ada 79 calon wisudawan yang dilepas pada hari itu. Terdiri dari 2 orang dari Prodi S-3 Linguistik, 1 orang dari Prodi S-3 Kajian Budaya, 1 orang dari Prodi S-2 Linguistik, 3 orang dari Prodi S-2 Kajian Budaya, 3 orang dari Prodi S-1 Sastra Indonesia, 1 orang dari Prodi Sastra Bali, 4 orang dari Prodi Sastra Jawa Kuna, 46 orang dari Prodi Sastra Inggris, 4 orang dari Prodi Arkeologi, 3 orang dari Prodi Sejarah, dan 11 orang dari Prodi Sastra Jepang. Dekan FIB Unud Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. berharap FIB Unud sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah Kemenristekdikti selalu berusaha berbenah agar mampu menerjemahkan visi-misi kementerian untuk menghasilkan lulusan dengan daya saing bangsa yang kuat. Semua lulusan diusahakan agar kualitas dan daya saing lulusan sesuai dengan visi-misi kementerian yaitu inovatif. Di samping itu, peningkatan kualitas dan kompetensi SDM pun harus ditinggikan. Para dosen, mahasiswa maupun lulusan yang dicetak oleh perguruan tinggi dituntut untuk dapat beradaptasi dalam menghadapi segala bentuk perubahan. Pengembangan jejaring akademik internasional juga diperkuat dengan cara melakukan kolaborasi dengan akademisi kelas dunia untuk menghasilkan temuan–temuan baru. ‘’Saat ini, kami berupaya mendorong mahasiswa agar dapat lulusan tepat waktu, mengingat masa studi memiliki peranan penting dalam penilaian kualitas lulusan,’’ ujarnya. Prodi Sastra Inggris tahun ini mengikuti sertifikasi internasional AUN-QA agar para lulusan mendapat pengakuan tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat in-

WISUDA - Dekan FIB Unud ketika mengalungkan insinye pada calon wisudawan ke-130. ternasional. FIB Unud secara berkesinambungan selalu berupaya memberikan bekal dalam pengembangan soft skill kepada mahasiswa melalui Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan Karier serta Inkubator Bisnis Unud. Hal ini merupakan langkah nyata yang dilakukan Unud untuk para lulusan agar tidak hanya menjadi pencari kerja tetapi juga dapat menjadi pencipta lapangan kerja. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman selama menempuh pendidikan, ia yakin para calon wisudawan akan mampu menjadi pengabdi yang tangguh baik bagi dirinya, keluarganya, lingkungannya, dan bangsa. ‘’Para calon wisudawa kami harapkan mampu berkontribusi untuk meningkatkan martabat bangsa melalui keunggulan daya saing dan kemampuan inovasinya,’’ ujarnya. Wakil Dekan I FIB Unud Prof.

Dr. Drs. I Nyoman Suparwa, M.Hum. mengatakan, pelepasan calon wisudawan merupakan agenda rutin. Meski rutin, namun memiliki makna yang besar karena sebagai alat evaluasi triwulanan kinerja akademik FIB. Acara pelepasan periode Maret 2019 adalah periode triwulan I 2019. Dari sisi jumlah calon wisudawan pada periode ini meningkat dari Desember 2018 karena pada waktu itu hanya 51 orang calon wisudawan yang dilepas. Dengan demikian, jumlah 79 orang ini merupakan jumlah yang ideal. Dilihat dari jumlah lulusan dari masing–masing prodi dinilai belum merata. Secara keseluruhan total alumni FIB Unud sampai saat ini telah mencapai 9.735 orang. Alumni ini diharapkan ikut berkontribusi dalam menjaga nama baik almamater dan memajukan FIB Unud. (ad395)

Saat Bangun Tidur Mata Terasa Sakit? Mungkin Anda ’’Dry Eye’’

APAKAH Anda merasakan mata yang sakit atau perih saat bangun tidur? Jika iya, mungkin Anda mengalami dry eye atau mata kering. Mata kering terjadi karena volume air mata yang kurang atau tidak stabilnya film air mata dan mengakibatkan rasa tidak nyaman, gangguan penglihatan dan potensial terjadinya gangguan pada permukaan mata. Mata kering biasa mengenai orang tua di atas 65 tahun dan wanita setelah menopause, serta bisa juga terkena pada seseorang yang memiliki kelainan autoimun ataupun setelah melakukan tindakan lasik. Film air mata sendiri terdiri dari tiga lapisan yaitu lemak, air mata, dan mukus (cairan lengket dan tebal). Jika salah satu komponen terganggu, maka gangguan mata kering dapat

terjadi. Di sini kita akan membagi kelainan film air mata menjadi dua yaitu, kekurangan komponen air mata dan mata kering karena evaporasi atau mudah menguap. Pada mata kering karena kekurangan air mata, gejala yang dirasakan adalah rasa terbakar pada mata, rasa kering, silau, dan buram. Anda dapat memeriksa sendiri apakah mata Anda kering karena kekurangan komponen air mata dengan melakukan stare test, caranya adalah lakukan beberapa kedipan, kemudian lihatlah suatu gambar atau tulisan yang ditempel di tembok, waktu hingga gambar atau tulisan tersebut menjadi kabur seharusnya lebih dari 8 detik. Untuk mata kering karena evaporasi gejalanya berupa rasa terbakar pada mata, rasa mengganjal, kemerahan pada kelopak mata, dan penglihatan

yang buruk di pagi hari. Pemeriksaan air mata dapat bermacam-macam, bisa dengan dokter mata melihat langsung dengan alat, bisa juga dengan pemeriksaan penunjang seperti kertas schirmer dengan mengukur air mata selama 5 menit, bisa juga sampel air mata diambil dan diperiksa di bawah mikroskop dan pemeriksaan-pemeriksaan lainnya. Pengobatan utama dari mata kering karena kekurangan air mata adalah dengan menggunakan pengganti air mata. Jika ada peradangan, dokter biasa akan memberikan juga steroid. Suplemen dengan asam lemak omega 3 ternyata juga dapat meningkatkan produksi air mata. Jika dengan pengobatan di atas tidak terjadi perubahan, maka dokter akan memberikan terapi lebih lanjut, misalnya dengan pemasangan punctual plug yang berfungsi

mencegah pengeluaran air mata ke dalam hidung. Pengobatan untuk mata kering karena evaporasi bisa dengan kebersihan kelopak mata, dengan kompres hangat pada kelopak mata sekaligus melakukan pijatan ringan selama 4 menit satu sampai dua kali dalam sehari, kegiatan ini dapat memperlancar pengeluaran dari kelenjar minyak tersebut. Jika disertai infeksi dokter akan memberikan antibiotik. Pada suatu studi menunjukkan bahwa penderita mata kering yang berat berdampak sama dengan penderita penyakit jantung pembuluh darah. Oleh sebab itu pemeriksaan awal, pengobatan teratur dan kontrol rutin pada penderita mata kering sangat diperlukan. l dr. Ernes Erlyana Suryawijaya

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Jumat Wage, 15 Maret 2019

5

The Hindu Center Serahkan Prasasti Desa Lemukih di Buleleng

Demi Hindu, Wedakarna Minta Generasi Muda Jembrana Dukung Program KB Bali Empat Anak

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama warga adat Lemukih, Buleleng dan warga adat Baler Bale Agung, Negara.

Alot, Pembahasan Tata Hubungan Desa Adat Denpasar (Bali Post) Pembahasan mengenai tata hubungan desa adat pada Bab XIV Pasal 83 ayat (2) dalam Ranperda tentang Desa Adat sempat berlangsung alot. Pasalnya tata hubungan yang dimaksud salah satunya dapat bersifat otoritatif, di samping koordinatif dan konsultatif. Pansus di DPRD Bali khawatir hal ini justru akan membuat desa adat diintervensi dan dikebiri. ‘’Saya tidak ingin maksud kita adalah memperkuat, janganjangan nanti justru memperlemah karena selama ini kan desa adat sudah otonom dan independen. Itu harus dipertahankan,’’ ujar anggota Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Made Dauh Wijana usai rapat pembahasan ranperda di DPRD Bali, Rabu (13/3). Sesuai hasil pembahasan, lanjut Dauh, tata hubungan akan diatur lebih lanjut dalam peraturan gubernur. Tata hubungan vertikal ke bawah, diatur bersifat otoritatif. Sedangkan tata hubungan ke samping diatur koordinatif, dan yang ke atas konsultatif. Kalau tidak demikian, maka Ranperda tentang Desa Adat akan percuma untuk memperkuat desa adat itu sendiri. ‘’Tata hubungan yang bersifat otoritatif ini, desa adat dan pihak-pihak lain yang kemungkinan berpotensi untuk mengancam, kemudian juga merongrong eksistensi daripada desa adat itu sendiri,’’ imbuh politisi Golkar asal Gianyar ini. Dauh mencontohkan, di satu wilayah desa adat ada pihak-pihak yang ingin melakukan pemanfaatan ruang. Tetapi ternyata pemanfaatan ruang itu tidak memungkinkan sesuai dresta ataupun pararem desa adat setempat. Dalam hal ini, siapa pun tidak bisa mengintervensi desa adat. ‘’Desa adat memiliki kewenangan otoritatif untuk menolak atau tidak mengizinkan suatu pemanfaatan ruang atau apa pun berdasarkan awig-awig, dresta, dan pararem,’’ jelasnya. Terkait hubungan dengan pemerintah, menurut Dauh, bisa bersifat koordinatif dan konsultatif. (kmb32)

Tingkatkan APK ke PT

Kemenristekdikti Buka Program ’’Open University’’ Denpasar (Bali Post) Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti Paldono Suwignjo memaparkan bahwa e-learning kini menjadi isu sentral pendidikan tinggi di era revolusi industri 4.0. Era ini membawa pengaruh besar yakni muculnya literasi baru di dunia kerja yang di bangku kuliah belum diajarkan. Untuk itu pemerintah mulai meluncurkan program open university. Hal itu diungkapkan Paldono saat menjadi keynote speaker pada Dies Natalis ke-37 Unmas dan acara wisuda, Rabu (13/3) lalu. Dia mengungkapkan SDM masa depan RI harus memiliki tiga literasi baru yakni literasi teknologi digital, literasi data (mengelola dan mengambil kesimpulan dari data) dan literasi kemanusiaan atau human literation. Human literation ini diperlukan kemampuan beradatasi dan menempuh pendidikan seumur hidup. Pengaruh lainnya ilmu yang diperoleh 4-5 tahun dipastikan tak relevan lagi di dunia kerja. Makanya kebijakan mendasar mulai 2019 pemerintah meminta PTN dan PTS menyelenggarakan online learning atau open university. Artinya, semua orang di mana dan kapan saja bisa menuntut pendidikan. Makaya perguruan tinggi yang prodinya A didorong menyelenggarakan pendidikan online learning atau pendidikan terbuka. Mereka bisa belajar di laut, lokasi kerja, dll., mau selesai dua tahun atau 10 tahun ditentukan oleh peserta didik. Sistem ini juga tak membatasi pengambilan mata kuliah. Mahasiswa tak perlu datang ke kampus melainkan melalui online. Untk itu Dikti akan membentuk Badan Penjamiman Mutu Online Learning yang disebut ICEI atau Indonesia Cyber Education Institute sehingga mutunya terjamin. Open learning ini, katanya, akan menambah angka partisipasi kasar atau APK ke PT dan pendidikan menjadi lebih murah dan efisien. Pembatasan rasio mahasiswa dan dosen tak berlaku. Satu dosen dengan sejuta mahasiswa tak masalah. Dengan demikian makin tinggi daya beli masyarakat ke pendidikan tinggi. Hanya sistem PBM online ini tak bisa diterapkan 100 persen pada pendidikan vokasi, karena mahasiswa memerlukan pertemuan dan magang. Saat ini pemerintah mendorong agar perguruan tinggi (PT) membuka pendidikan vokasi mulai dari D-2, D-3 dan D-4. Makanya PT yang mengelola D-3 cukup bersurat kepada Dirjen akan di-upgrade menjadi Prodi D-4. Alasannya karena syarat dosennya sama yakni minimal lima orang. Hal ini dilakukan agar pendidikan vokasi manarik masyarakat karena selama ini masyarakat masih cenderung mengejar gelar. Bagi yang berstatus universitas atau sekolah tinggi dibolehkan 20 persen membuka pendidikan vokasi, politeknik 30 persen. Bahkan untuk pendidikan di politeknik semakin dibuat menarik. Dikatakan demikian karena politeknik dikelola dengan model MEME (multy entry, multy exit). Artinya jika mahasiswa menempuh pendidikian D-2, setelah tamat dia kerja dulu kemudian setahun lagi masuk ke poltek bisa langsung ke tahun ketiga, tidak lagi di tahun pertama. Demikian seterusnya sehingga lulusan politeknik benar-benar siap kerja dan siap melanjutkan. Semua prodi di politeknik didorong menjadi D-4 setara dengan sarjana (S-1). Dengan demikian masyarakat tak lagi gandrung mengejar gelar dengan menempuh pendidikan di S-1. (025)

SOSOK pemimpin muda Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III benar-benar menjadi idola kaum muda milenial. Hal ini terekam dalam kegiatan di Kabupaten Jembrana dan Buleleng. Setiap katakata yang dilontarkan Senator termuda asal Bali ini selalu menjadi perhatian, khususnya dari kaum muda. Di setiap pidato dari pria yang akrab disapa AWK ini selalu menjadi inspirasi dari masyarakat Bali. Demikian yang terekam saat AWK menyambangi Kabupaten Jembrana dan Buleleng di saat yang hampir bersamaan dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD-RI utusan Bali. Di Buleleng, Senator AWK menyaksikan penyerahan prasasti lempeng tembaga kepada Panglingsir Desa Adat Lemukih yakni Jero Gede Widarta (Bendesa Adat Lemukih), sembari berpesan bahwa eksis-

tensi purana di setiap desa adat adalah mutlak. ‘’Desa adat dan pura tanpa purana bagaimana negara tanpa UU, maka dari itu saya puji jika ada desa adat dan juga pangempon pura apa pun di Bali yang memiliki sejarah yang terdokumentasi. Apalagi hari ini, The Hindu Center of Indonesia menyerahkan prasasti lempeng tentang sejarah Lemukih. Lempengan ini akan bertahan 1.000 tahun. Semoga bermanfaat dan dicontoh oleh desa-desa lain,’’ kata Gusti Wedakarna. Dalam kunjungan ke Jembrana, Senator AWK menyambangi masyarakat Baler Agung Negara yang dipimpin Jero Nengah Subagia (Bendesa Adat). Ia bertatap muka dengan warga dari berbagai kalangan, termasuk generasi milenia. ‘’Sebagai putra Jembrana, sesungguhnya saya prihatin dengan kondisi Jembrana saat ini. Khususnya bagaimana memperhatikan semakin kalah

saingnya SDM warga adat di Jembrana dengan yang lain. Di Jembrana, kita hanya masih menguasai sektor pertanian, peternakan. Tapi sektor pelabuhan, perikanan, perdagangan di pusat kota dan juga di kecamatan sudah mulai tergusur. Entah ini salah siapa, tapi harus kita perbaiki bersama-sama. Mari kita rebut kembali apa yang sudah hilang. Semuanya bisa direbut hanya lewat jalur jnana atau pendidikan. Jika umat Hindu Jembrana sudah memiliki jnana, maka akan mudah melahirkan pemimpin politik yang tidak emosi, mudah menciptakan petani visioner, mudah mengkader wirausaha muda. Ini harapan saya ke depan untuk Jembrana. Kuncinya ada di pendidikan tinggi, sesuai perintah kitab suci BhagawadGita (Pancamo Weda),’’ jelas Gusti Wedakarna. Maka dari itu, ia pun meminta kepada warga Jembrana agar mulai mengampanyekan

KB Bali empat anak sebagai solusi untuk Hindu yang berdaulat. ‘’Saya minta agar anakanak muda Bali kini memiliki cita-cita melahirkan empat anak agar Hindu bertahan. Selama ini kita dibohongi orde baru, pengendalian penduduk di Bali oleh pemerintah hanya menyasar kepada umat Hindu, tetapi longgar pada kelompok lain. Orang Bali dipaksa punya anak dua, sedangkan kebutuhan menjaga desa, dadia, tri khayangan dan budaya Bali memerlukan manusia yang banyak. Sekarang lihat saja desa-desa di Jembrana sepi dengan anak mudanya. Jadi gerakan KB empat anak mulai sekarang, dan percayalah dalam agama Hindu tidak ada yang namanya ‘takdir’, tapi yang ada adalah kamawesana, bahwa setiap bayi yang lahir adalah leluhur yang bereinkarnasi. Bagaimana mungkin roh leluhur bereinkarnasi jika jalannya ditutup. Jadi umat Hindu yang minoritas di Indonesia ini tidak

usah pakai KB nasional dua anak, akan merugikan Hindu secara politik. Ini imbauan saya, dan kalau bisa tiru Desa Baluk di Jembrana yang punya simbol Patung KB empat anak yang luar biasa,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun berjanji program Satyagraha yang dirancang untuk Bali berdaulat akan membantu mempercepat kejayaan Bali. ‘’Satyagraha itu ajaran politik Hindu, sikap Hindu Dharma sebagai agama kaum pemimpin. Dalam Hindu ada kitab suci politik yakni Mahabharata, Ramayana, kita memiliki Nitisastra. Jadi orang Bali kini harus melek politik Dharma. Kita rebut apa yang sudah hilang, pasti bisa sebagaimana dilakukan oleh leluhur kita di masa lalu. Jembrana adalah benteng pertama Hindu di Bali,’’ pungkas Gusti Wedakarna yang merupakan cucu dari tokoh besar Tegeh Kori di Jembrana yakni I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa. (ad392)

Aksi Bakti Sosial dan Jelajah Alam Karangasem dengan CRF150L KOMUNITAS pencinta trail Honda CRF150 melakukan kegiatan positif dengan mengunjungi warga yang kurang mampu di wilayah Tianyar, Karangasem. Kegiatan yang diikuti sekitar 30 orang ini diawali dengan touring menjajal ketangguhan Honda CRF150L, sekaligus berpetualang dan menjelajah keindahan alam Desa Tianyar, Karangasem, Rabu (13/3) lalu. Dengan menempuh medan yang cukup menantang, seluruh anggota yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias. Kesan mendalam ikut dirasakan seluruh peserta walapun telah berkali-kali ikut touring, namun kali ini sungguh berbeda karena kegiatan ini ditambahkan dengan aksi peduli sesama yaitu membantu warga yang kurang mampu. Bentuk bantuan yang disalurkan adalah beberapa pakaian dan sembako

yang diperoleh dari sumbangan masing-masing anggota. Pada kegiatan ini Komunitas Peduli Bali (Kopi Bali) juga turut bergabung memberikan bantuan. Adapun warga yang dikunjungi yakni Nenek Jepun di Banjar Tontongan Desa Ban. Nenek ini tinggal berdua sama anaknya yangg mengalami keterbelakangan. Ia merupakan warga miskin dan tinggal di tanah milik orang lain. Kemudian Nenek Sarwa di Banjar Paleg Kaja, Desa Tianyar Timur. Janda ditinggal mati ini dulu pernah tinggal di goa dengan suaminya. Rumahnya hanya berdinding gedek dan berlantai tanah. Lalu ke rumah Nenek Arti di Banjar Paleg Kaja, Desa Tianyar Timur. Nenek ini rumahnya berdinding gedek berlantai tanah dan tidak ada pemasukan. Selain itu juga ke rumah Jro Korda di Banjar Pelisan,

Desa Tianyar Tengah, Wayan Brajid di Banjar Pelisan, Desa Tianyar Tengah, Wayan Lemet di Banjar Moncol, Desa Tianyar Tengah dan ke rumah anak-anak yang tidak bersekolah dan kurang mampu di Banjar Pedahan Kaja, Desa Tianyar Tengah. ‘’Kegiatan touring jelajah alam ini rutin kami lakukan sebagai agenda bulanan. Kesempatan ini sekalian beramal dan dekatkan diri dengan warga sekitar Tianyar, Karangasem,’’ ungkap Tiyon, salah satu Komunitas CRF150. Honda CRF150L dengan konsep ‘’Take You to Off Fun Ride’’ hadir melalui penyematan desain dan fitur unggulan dilengkapi dengan mesin yang nyaman digunakan untuk berkendara di jalan raya dan menaklukkan berbagai rintangan. Ketangguhan Honda CRF150L dicapai berkat penyematan mesin 150cc SOHC PGM-FI berperforma

tinggi, fitur terbaik seperti suspensi Inverted Front Fork berdiameter besar, ban dual purpose dan velg ukuran besar, serta Wavy Disc Brake

yang mendukung kemampuan jelajah optimal dengan nyaman dan mudah dikendalikan di berbagai kondisi jalan. (bns1)

kota penyelenggara babak penyisihan juga akan dipilih total dua peserta modifikasi terbaik pada setiap produk line-up Daihatsu, seperti Sirion, Xenia, Ayla, Terios, Sigra, GranMax dan Luxio, serta mobil Daihatsu lainnya tanpa dibatasi jenis, dan tahun pembuatannya atau kategori Free For All (FFA). Para peserta modifikasi Daihatsu Dress-up Challenge 2019 juga ditantang untuk memperebutkan elite point yang diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah. Pendaftaran peserta Daihatsu Dress-up Challenge 2019 dapat dilaku-

kan dengan menghubungi panitia di nomor 0815-9371128. ‘’Antusiasme para pencinta modifikasi mobil selalu bertambah setiap tahunnya. Oleh sebab itu, Daihatsu kembali menyelenggarakan acara Daihatsu Dress-up Challenge 2019 sebagai wadah penyaluran kreativitas bagi para modifikator Indonesia, khususnya Daihatsu. Kami berharap dengan adanya kontes modifikasi ini dapat menjadikan para pencinta modifikasi lebih dekat dengan Daihatsu,’’ ujar Promotion Department Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Hari Wicaksono. (bns2)

Daihatsu Kembali Gelar Kontes Modifikasi bagi Kawula Muda

SUKSES dengan pameran modifikasi sebelumnya, Daihatsu di Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Automodified (IAM) kembali menyelenggarakan adu kreasi bagi para modifikator antarkawula muda melalui acara bertajuk ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’. Kontes Daihatsu Dress Up Challenge 2019 terbuka untuk seluruh model Daihatsu, dengan tetap memberikan perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan pengendara. Kontes modifikasi dari Daihatsu ini merupakan sebuah sarana aktivitas dress-up sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi bagi generasi kekinian atau kawula muda yang diadakan untuk keenam kalinya sejak tahun 2014, dengan nama Sirion Dress-up Challenge pada 2014-2016, dan berganti nama menjadi Daihatsu Dress-up Challenge (2017 – saat ini). Kontes modifikasi Daihatsu Dress-Up Challenge 2019 siap digelar dengan total 14 series, 13 kota di Indonesia dengan target total 600 kontestan. Kontes Daihatsu

MODIFIKASI- Sejumlah mobil yang sudah dimodifikasi dalam acara bertajuk ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’. Dress Up Challenge 2019 ini diawali di Tunjungan Plaza, Surabaya, pada 23 – 24 Maret 2019. Setelah Surabaya, acara ini juga segera kunjungi Yogyakarta, Balikpapan, IIMS (Jakarta), IIMS (Makassar), Bali, Malang, Batam, Medan, Banjarmasin, Bandung, Palembang, Semarang, dan babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta. Kontes modifikasi kawula muda Daihatsu Dress-up Challenge 2019 ini memiliki kriteria penilaian dengan memperhatikan 8 aspek. Meliputi aspek overall build, ex-

terior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video dan presentation. Tak hanya itu, pada setiap


OPINI

6

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jadilah Kandidat Bijak dan Santun PROSES menuju kekuasaan politik di negeri ini sangat panjang dan melelahkan. Maka sangatlah pantas jika biaya politik bagi para kandidat menjadi mahal dan melelahkan. Tak hanya mahal, proses politik di negeri ini juga bersinggungan dengan stabilitas dan kenyamanan. Ideologi juga sering diperdebatkan dan ujung-ujungnya hanya untuk membuktikan layak menjadi pemimpin. Namun, jauh dari kepentingan pengelolaan dan perebutan kekuasaan, dunia politik semestinya bisa dikelola dengan pendekatan yang komunikatif. Semua calon tentu haruslah bersinergi merumuskan langkah terbaik untuk mengelola negeri ini. Debat kusir dan saling serang antar-tim sukses selama tahapan politik berlangsung hanyalah bentuk-bentuk energi mubazir. Energi yang sia-sia. Tak ada banyak manfaat yang dinikmati warga negeri ini atas debat kusir yang dipertontonkan para tim sukses. Yang dominan justru kita membiasakan diri berperilaku saling serang dan mencaci. Ini tentu karakter yang jauh dari peradaban bangsa ini. Kita mestinya menjauh dari model politik semacam ini. Dalam kemajemukan bangsa, baik suku, ras, dan golongan, pengelolaan politik yang sarat caci maki dan saling serang hanya akan memperlonggar kesatuan. Ini salah satu bentuk potensi ancaman bagi negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini tentu sangat berbahaya bagi keutuhan negeri ini. Makanya, sangatlah elok jika para tim sukses dan kandidat tetap berperilaku santun, bijak, dan menggunakan politik beretika dalam menuju kekuasaan. Tunjukkan diri layak menjadi pemimpin bangsa ini tanpa harus menyebar kebohongan, menghujat, dan mendiskreditkan lawan. Jadilah kandidat yang bijak dan santun. Bagi rakyat negeri ini yang layak menjadi pemimpin bangsa adalah orang bijak, figur yang menempatkan rasa persatuan di atas kepentingan golongan terlebih di atas kepentingan pribadi. Untuk itulah, debat capres dan cawapres yang dikelola Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai salah satu tahapan pemilu hendaknya dikelola dengan baik. Forum yang dibiayai uang rakyat ini jangan dijadikan ajang untuk mengajarkan rakyat cara-cara menghina atau menghujat lawan. Rakyat berharap forum ini dijadikan ruang dialog untuk menunjukkan program dan visi-misi yang ideal untuk mengelola negeri ini. Menjadi ironis ketika seorang pemimpin mengedepankan cara-cara destruktif untuk menunjukkan diri lebih pintar dan lebih layak menjadi pemimpin. Jujur, kalau pemilu digelar hari ini dengan memangkas sejumlah tahapan, sebagian besar rakyat di negeri ini sudah punya pilihan politik. Tahapan yang panjang hingga 17 April 2019 hanyalah tahapan formalitas. Mestinya, ruang yang tersisa, waktu yang ada, segera dikelola oleh para kandidat untuk membangun komunikasi yang sehat dengan penduduk di negeri ini. Jangan mengelola waktu yang ada untuk menyebar fitnah dan saling serang. Jangan membangunkan antipati publik untuk datang ke TPS dengan cara-cara berpolitik yang tak sehat. Mari jadikan demokrasi di negeri ini demokrasi yang berkualitas dan bermartabat. Jangan menjadi bagian penikmat demokrasi dengan melakukan segala cara. Ingat demokrasi yang sangat mahal di negeri ini semestinya menghasilkan presiden dan wakil presiden yang layak dan ideal, serta terpilihnya para wakil rakyat yang jujur. Jadikan wakil rakyat yang peka lingkungan bukan menjadi wakil rakyat abdi pimpinan parpol.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tangani Korupsi Bansos secara Tegas Pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) kini ramai disuarakan dari Klungkung, Bali. Ini tentu menjadi menarik disikapi, karena pada dasarnya bansos cenderung bersentuhan dengan kader politik dan konstituen. Artinya, bansos besar bisa dinikmati kelompok tertentu ketika memiliki jaringan politik dan komunikasi dengan kader partai yang duduk di DPRD atau DPR-RI. Untuk itu, saya pribadi sangat mendukung jika ada upaya hukum yang jelas terhadap pelaku penyimpangan basos. Tak hanya bansos pembangunan pura atau lainnya, bantuan bibit sapi, babi, dan lainnya juga perlu diusut. Jangan sampai bansos bibit ternak dijadikan media korupsi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan kedekatan politik. Polisi hendaknya melakukan investigasi dan melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok yang mendapat bantuan bibit sapi dan babi. Kasus penyalahgunaan bansos bantuan bibit ternak juga sudah pernah terjadi di Rendang, Karangasem. Ini hendaknya menjadi pelajaran bersama. I Putu Arsana Witama Gianyar, Bali

Menang Kalah Debat, Adakah Itu? Orang sering berdebat untuk mencari jawaban atas pertanyaan “apakah diskusi dan debat itu sama?” Pertanyaan ini muncul karena ada sebagian orang yang mengaburkan antara pengertian debat dengan diskusi. Jika berbeda di mana letak perbedaan tersebut? Puluhan tahun silam, penulis masih ingat benar, dalam suatu penataran di IKIP Malang (kini Universitas Negeri Malang), seorang penatar “berlabel” profesor yakni Prof. J.F. Tahalele, M.A. melontarkan pertanyaan kepada peserta penataran, apakah sama antara debat dan diskusi?

Oleh Romi Sudhita

M

ungkin ia tak sabaran, lalu pertanyaan yang diajukannya dijawab sendiri dengan mengatakan tidak sama. “Debat itu tidak sama dengan diskusi,” katanya berulang-ulang. Dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih pada dunia persekolahan dan kampus perguruan tinggi acap kali kita menjumpai kedua istilah tersebut (debat dan diskusi). Siswa dan atau mahasiswa sering berdiskusi sesama rekannya dalam suatu topik yang dianggap menarik, bahkan diskusi itu “dipatenkan” sebagai salah satu metode pembelajaran yang masih tergolong inovatif. Beda halnya dengan debat. Setelah membuka-buka beberapa referensi, akhirnya ditemukan bahwa debat atau perdebatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keyakinan dengan berbagai argumen yang melandasinya. Peran utama hadirin (yang mendengar perdebatan) adalah ikut mengkaji dalam hati argumen-argumen yang sempat muncul dalam perdebatan. Dan, biasanya, perdebatan itu lebih mengutamakan kemenangan ketimbang kebenaran. Itu pulalah sebabnya mengapa debat itu sering diidentikkan dengan debat kusir. Debat sering berlangsung secara ngalor-ngidul, tidak beru-

jung pangkal, apalagi yang tanpa moderator atau pemandunya. Kalau sudah demikian, jangan harap ada suatu keputusan atau kesimpulan yang dapat diambil. Debat terkadang membawa ekses yang tidak diharapkan lantaran satu sama lain tidak ada yang mau mengalah. Dapat dicontohkan di sini bahwa dua orang yang berdebat sengit tentang erupsi gunung berapi seperti halnya Gunung Agung. Pihak pertama berargumentasi bahwa erupsi tak bakalan terjadi karena hampir semua warga di Bali mendoakan seperti itu. Sementara pihak lainnya sangat yakin akan terjadi erupsi, bahkan lebih dahsyat dibandingkan letusan tahun 1963. Biasanya, orang yang jago ngomong dan pintar bersilat lidah lebih unggul dibandingkan dengan yang bertipe sebaliknya yaitu kurang lancar bicaranya dan sedikit gagap. Lalu, bagaimana dengan diskusi? Guna melihat apa sesungguhnya debat, ada baiknya disinggung di sini tentang masalah diskusi. Diskusi sifatnya lebih membangun dan mendorong lahirnya pendapat dan pernyataanpernyataan yang sifatnya masuk akal. Diskusi mengkristalisasi buah pikiran secara bersamasama yang nantinya akan menjadi keputusan dan aksi dari keputusan tersebut. Dari dis-

kusi itu akan dipetik beberapa manfaat seperti (1) Menjamin adanya pendapat umum yang dilakukan secara demokratis, (2) Mengembangkan kualitas moral seperti ketulusan, persahabatan, dan sifat tenggang rasa, (3) Membuktikan bahwa ide dan gagasan yang lahir berbasis demokrasi dan bukannya dari segelintir orang. Di samping diskusi itu berlangsung secara umum pada suatu masyarakat, ternyata sejak lama pula diskusi itu digunakan oleh bapak/ibu guru sebagai metode pembelajaran di dalam menyampaikan bahan ajar kepada para siswanya di kelas. Yang perlu diperhatikan oleh pemimpin diskusi ketika berperan sebagai penengah yaitu memerhatikan setiap ide atau buah pikiran dari para anggota diskusi yang satu sama lain tidak sama, malah lebih sering bertentangan. Dengan cara ini dapat dijamin bahwa diskusi tidak akan berubah menjadi debat kusir. Fungsi pemimpin diskusi adalah pengatur lalu lintas pembicaraan. Ketika diskusi dianggap sebagai metode pembelajaran yang inovatif, maka sejumlah keunggulan atau keuntungan dapat dipetik seperti antara lain; (1) Metode diskusi melibatkan seluruh siswa/mahasiswa secara langsung dalam proses pembelajaran, (2) Setiap siswa/mahasiswa dapat men-

guji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan belajarnya masing-masing, dan (3) Metode diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara belajar dan sikap ilmiah yang efektif. Debat untuk Menang? Lalu bagaimana dengan debat? Dilihat dari sifatnya, debat dapat digolongkan menjadi dua yakni debat tertutup dan debat terbuka. Namanya juga debat tertutup, penyelenggaraannya amat dibatasi terutama bagi yang ikut mendengarkan jalannya debat. Komponen debat sudah ditentukan siapa-siapa saja yang menjadi peserta debat, penyelenggaranya siapa, dananya dari mana, dan auidence atau pendengarnya siapa-siapa saja. Beda halnya dengan debat terbuka yang secara bebas debat bisa disaksikan oleh siapa saja, meski pesertanya sudah ditentukan sebelumnya. Sebut saja sebagai suatu contoh yaitu debat calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang pada tanggal 17 Maret mendatang akan memasuki debat yang ketiga, dari lima paket debat yang direncanakan. Walau dikatakan debat terbuka, namun dalam hal-hal tertentu ada pula yang dirahasiakan oleh penyelenggara, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU). Yang jelas, pertanyaanpertanyaan yang disusun dan diajukan para panelis dibungkus dalam amplop bersegel. Pernah penulis dengar di sebuah televisi ada semacam usulan agar debat tersebut tidak menyertakan pemandu atau moderator. Sulit dibayangkan apa jadinya jika usulan itu bisa disetujui. Bisabisa akan berlangsung “brutal’’. Kalau dibandingkan dengan pertandingan tinju yang sudah ada wasitnya, pertandingan bisa kacau, apalagi jika debat

Rumah Ibadah, Laboratorium Perdamaian PERSELISIHAN atau bahkan konflik yang berlatar belakang fanatisme terhadap kepercayaan ataupun agama hampir tidak pernah ada habisnya. Kejadian tersebut nyaris merata terjadi di seluruh penjuru Tanah Air. Sebabnya bisa bermacam-macam, bisa saja antarpenganut agama yang berbeda, bahkan mungkin juga terjadi terhadap penganut agama yang sama dengan pelbagai alasannya. Hal tersebut tentunya sangat miris mengingat Indonesia yang terkenal akan keberagaman dan kedamaiannya. Konflik-konflik horizontal tersebut tentu sangat membahayakan kesatuan yang selama ini terjalin dengan harmonis dan mati-matian dipertahankan oleh para pendahulu. Sebagai pewaris estafet pengisi kemerdekaan, tentu generasi yang sekarang ini juga harus melakukan hal yang sama. Caranya yaitu dengan mempertahankan, bahkan memperkuat persatuan bangsa dengan toleransi dalam dan antarumat beragama. Toleransi beragama yang selama ini nyaris sebatas jargon perlu diwujudkan dalam sebuah upaya yang nyata. Upaya tersebut perlu ditopang oleh masyarakat dan institusi yang netral agar terbebas dari segala bentuk politisasi agama. Adapun institusi yang paling memungkinkan untuk mewujudkan perdamaian ini adalah rumah ibadah. Eksistensi rumah ibadah di Indonesia hampir sebagian besar

Oleh Thoriq Tri Prabowo berasal dari swadaya masyarakat, yang berarti rumah ibadah adalah manifestasi dari keinginan masyarakat untuk beribadah. Artinya, jika ada oknum yang akan menyalahgunakan rumah ibadah untuk memuluskan niat jahatnya, maka oknum tersebut akan berhadapan langsung dengan masyarakat sebagai “pemilik” rumah ibadah tersebut. Selama ini, rumah ibadah selalu digambarkan sebagai tempat yang hanya berasosiasi dengan ritual agama. Padahal jika melihat pada konteks Indonesia yang notabenenya merupakan salah satu masyarakat yang paling agamis di dunia, maka potensi rumah ibadah tentu lebih dari itu semua. Salah satu fungsi krusialnya ialah sebagai laboratorium perdamaian untuk menjawab persoalan yang sangat relevan dengan kondisi kekinian. Laboratorium yang dimaksud tentu berbeda dengan laboratorium yang selama ini umum dikenal masyarakat. Laboratorium perdamaian bisa dikatakan sebagai lokus pencetak insan yang memiliki wawasan dan kepribadian yang toleran dan cinta damai. Terminologi “laboratorium” bukan berarti berkesesuaian dengan terminologi try and error formula, akan tetapi memiliki makna bah-

wa rumah ibadah dapat menjadi pusat bersemainya pelbagai metode dan formula untuk mewujudkan perdamaian. Jika ditinjau lebih dalam, pelbagai perselisihan yang terjadi saat ini umumnya disebabkan oleh ketidaktahuan dan ketidakingintahuan sebagian kelompok masyarakat terhadap pihak yang berbeda. Perlu upaya menjadikan masyarakat saling tahu dan saling memahami, baik kepada penganut agama yang sama maupun penganut agama yang berbeda. Untuk menanamkan sikap tersebut tentu tidak bisa dilakukan dengan cara instan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya berkelanjutan secara perlahan layaknya institusi pendidikan. Umat beragama yang terdidik dan memiliki kecintaan terhadap perdamaian tentu enggan mengkhianati kemanusiaan hanya karena fanatisme buta terhadap penafsiran beragama yang keliru. Menjadikan rumah ibadah sebagai lokus peradaban dan keilmuan akan bermanfaat ganda, selain menumbuhkan toleransi juga akan mencerdaskan umat. Bukan tidak mungkin kelak, institusi pendidikan nonformal yang dipelopori rumah ibadah dapat menjadi institusi pendidikan moderat yang berkualitas. Seperti yang

sudah diketahui bersama-sama bahwa salah satu perguruan tinggi kenamaan Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir lahir dari rumah ibadah. Menjadikan rumah ibadah sebagai pusat peradaban tentu bukan hal mustahil, pasalnya sudah terbukti bahwa yang saat ini sudah berdiri memang menjadi salah satu perguruan tinggi papan atas dunia. Menangkal perselisihan dengan pendidikan tentu merupakan hal yang bebas dari risiko kecuali dari oknum pengelola dan penyelenggaranya sendiri. Rumah ibadah sebagai laboratorium perdamaian yang didasari dengan pelbagai kegiatan keilmuan dan kuliah yang moderat tentu harus dikelola oleh orang yang tepat. Hal ini akan kontraproduktif apabila rumah ibadah dikelola oleh orang yang salah, alih-alih dapat menjadi laboratorium perdamaian justru rumah ibadah bisa menjadi lahan subur munculnya benih-benih huru-hara. Para pemuka agama dan juga tokoh yang berpengaruh harus turun tangan untuk mempromosikan aktivitas keagamaan yang moderat. Mereka harus terjun langsung ke rumah-rumah ibadah yang ada di daerah, dan mengambil panggung dan lekas menerapkan formula damainya.

yang tanpa pemandu atau moderator. Syukur-syukur usul itu ditolak dan dimentahkan oleh aturan yang sudah dibuat dan disepakati sebelumnya oleh masing-masing tim pemenangan paslon (pasangan calon). Dalam debat terbuka caprescawapres rupanya sangat menarik bagi penonton, pendukung paslon, dan pemirsa televisi lantaran kegiatan tersebut disiarkan secara live. Kembali ke pokok persoalan, apakah debat itu ada kalah dan ada menangnya? Secara formal, dalam debat capres-cawapres, sepengetahuan penulis, KPU tidak pernah mengumumkan bahwa akan ada pemenangnya. Tapi bisik-bisik di akar rumput ternyata ada juga yang memberikan penilaian bahwa paslon nomor 01 lebih unggul dan pantas dinyatakan pemenang, atau sebaliknya paslon nomor 02-lah yang jadi pemenangnya. Kalau sudah demikian, lalu apa yang dijadikan tolok ukur kalah-menang dari debat tersebut? Jawabannya, tentu amat subjektif, dalam arti tergantung dari visi dan persepsi mereka. Terlepas dari ada tidaknya peserta yang kalah atau menang, yang paling beruntung dengan adanya debat adalah penonton/pemirsa dan seluruh rakyat Indonesia yang sudah berstatus DPT (daftar pemilih tetap). Dikatakan demikian karena debat demi debat mereka (pemilih) akan mendapatkan suguhan yang menarik tentang program-program yang ditawarkan kedua paslon. Selain itu, mereka juga merasa terhibur lantaran jawaban-jawaban yang dikemukakan paslon tidak jarang yang nyeleneh. Klimaksnya ada pada tanggal 17 April untuk mencoblos satu dari dua paslon. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku

POJOK Dalam pengembangan pariwisata, banyak sekali tekanan bagi Bali. - Pusat jangan ikut menekan Bali. *** Desa adat punya peranan paling penting menjaga budaya Bali. - Desa adat juga penting dijaga. *** Badung akan buat dua ribu rumah layak huni di seluruh Bali. - ‘’Bravo’’ Badung.

Penulis, dosen Fakultas Adab dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Simulasi Sispam Kota Pemilu 2019

Ratusan Warga Jarah Kotak Suara dan Bakar Toko

SIMULASI - Simulasi pengamanan Pemilu 2019 di Lapangan Alit Saputra.

Perbaikan 20 Daerah Irigasi Dianggarkan Rp 6,7 Miliar Tabanan (Bali Post) Setiap tahunnya Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran untuk perbaikan dan pemeliharaan daerah irigasi. Tahun ini Pemkab menganggarkan Rp 6,7 miliar. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan I Made Yudiana, belum lama ini, mengatakan anggaran tersebut untuk perbaikan dan pemeliharaan 20 daerah irigasi. Hingga akhir 2018 Kabupaten Tabanan memiliki 194 daerah irigasi dengan luas baku mencapai 16.749 hektar. Dari jumlah tersebut tercatat 8.280 hektar dalam kondisi baik, 717 hektar dalam kondisi sedang, 1.606 hektar dalam kondisi rusak ringan dan 733 hektar rusak berat. Berdasarkan data ini, setiap tahunnya pihaknya mengu-

sulkan dana perbaikan atau pemeliharaan jaringan secara bertahap. Tahun ini 20 daerah irigasi yang diusulkan diperbaiki tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Jika dibandingkan tahun 2018, menurut Yudiana, alokasi anggaran tahun ini lebih besar. Tahun 2018 jumlah daerah irigasi yang direhabilitasi hanya 14, dengan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp 6,5 miliar. Tahun 2017 hanya 15 daerah irigasi yang ditangani. Dipaparkannya lebih lanjut, perbaikan dan pemeliharaan daerah irigasi adalah untuk menunjang sektor pertanian di Kabupaten Tabanan. Selain itu, untuk mengantisipasi berkurangnya debit air irigasi yang cenderung menurun sekaligus sebagai upaya antisipasi alih fungsi lahan pertanian. (kmb24)

Rasionalisasi UPTD, BKPSDM Pastikan Tak Ada Pegawai Menganggur

Bali Post/bit

I Wayan Sugatra

Tabanan (Bali Post) Awal Januari 2018, Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) resmi dihapus sesuai Permendagri Nomor 12 Tahun 2017. Dari 94 UPTD di Kabupaten Tabanan sebanyak 54 di antaranya dihapuskan. Artinya, hanya tersisa 34 UPTD termasuk UPTD baru. Penghapusan itu tentu berdampak pada pegawai UPTD. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, seluruh pegawai UPTD sudah kembali ke organisasi perangkat daerah (OPD) atau rumpun induk masing-masing. Dengan begitu, tidak ada pegawai yang menganggur. ‘’Meski UPTD dihapuskan, tugasnya masih ada. Nanti

dipetakan oleh unit kerja dan penataan diusulkan oleh perangkat daerah masingmasing,’’ ucapnya, Kamis (14/3) kemarin. Menurutnya, untuk pemetaan nantinya tergantung usulan OPD terkait. Jika pegawai yang ditarik ke rumpun induk tersebut berlebih, pihaknya juga telah meminta untuk segera diusulkan ke BKPSDM agar selanjutnya dilakukan penataan ke lokasi yang sesuai dengan bidang ilmu yang dimiliki. ‘’Masih dipetakan. Jadi belum tahu di mana yang lebih pegawai dan di mana kurang. Itu juga berdasarkan usulan dari OPD. Yang mengajukan usul baru dari Bakeuda, yakni penataan tujuh UPTD menjadi tiga UPTD,’’ terangnya. Di sisi lain, rasionalisasi UPTD di Dinas Pertanian yang memiliki UPTD terbanyak yakni berjumlah 32 kini menjadi enam membuat OPD terkait kewalahan. Meski demikian, Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menyebutkan, para pegawai seluruhnya sudah mendapatkan tempat yang baru. Pejabat yang sebelumnya menduduki jabatan struktural pun kini sudah difungsionalkan. Hal ini dilakukan karena tidak seluruh pegawai bisa berkantor di kantor Dinas Pertanian Tabanan. Sebagian akan berkantor di Balai Penyuluh Pertanian Perikanan dan Kehutanan. (kmb28)

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Tahapan Pemilu 2019 di Kabupaten Tabanan sempat diwarnai kericuhan. Dimulai dari sebuah keributan kecil yang terjadi di salah satu TPS. Saat itu ada warga yang tak terima dengan hasil pemilu, kemudian usai proses pemungutan suara sejumlah warga yang tak terima tersebut membuntuti petugas TPS saat akan membawa kotak suara menuju PPK. Warga mencegat dan merebut paksa kotak suara. Namun akhirnya mereka berhasil diamankan. Di sisi lain, merasa tidak terima warganya diamankan oleh polisi, ratusan massa kemudian melakukan unjuk rasa. Mereka menuntut agar rekan mereka yang ditahan bisa segera dibebaskan, karena dianggap membatasi kebebasan demokrasi. Dengan brutal mereka mencoba merangsek masuk ke halaman Polres Tabanan. Bahkan massa yang tidak puas juga melakukan aksi penjarahan dan pembakaran pertokoan. Mengendalikan kerusuhan tersebut, seluruh kekuatan petugas dikerahkan, hingga akhirnya massa bisa dikendalikan. Demikian skenario simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota

Bansos Tak Terencana Hanya Rp 1,9 Miliar

dalam rangka pengamanan Pemilu 2019 yang digelar Polres Tabanan di Lapangan Alit Saputra, Kamis (14/3) sore. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi ancaman yang kemungkinan bisa terjadi saat pesta demokrasi. Kapolres Tabanan AKBP I Made Sinar Subawa didampingi Wakapolres Tabanan Kompol Rahmawati Ismail menjelaskan, selain untuk kembali meningkatkan kemampuan personel Polres Tabanan dalam menghadapi ancaman yang mungkin akan ditemukan di lapangan saat pesta demokrasi, kegiatan ini juga untuk lebih meningkatkan dan memastikan pelaksanaan pemilu tahun ini berjalan aman, damai, dan sejuk. Simulasi kali ini melibatkan 362 personel gabungan dari Polres dan Polsek jajaran. Lebih lanjut disampaikannya, setiap tahapan pemilu, pihaknya menerjunkan personel dengan jumlah berbeda. Tahap kampanye pihaknya menurunkan 275 personel, dan saat pemungutan suara akan menurunkan 1.142 personel gabungan. “Kami harap pelaksanaan pemilu 2019 berjalan aman dan damai,’’ tegasnya. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) -

Bantuan sosial (bansos) tidak terencana merupakan sumber pendanaan kegiatan penanganan pascabencana yang menjadi kewenangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan. Namun jumlahnya sangat terbatas. Di APBD 2019 hanya senilai Rp 1,9 miliar. Anggaran tersebut bahkan tidak bisa sepenuhnya meng-cover penanganan bencana pada 2018. ‘’Anggaran bansos dari APBD 2019 hingga bulan ini hanya tersisa sekitar Rp 400 juta, karena akan direalisasikan untuk 60 titik bantuan dari kejadian bencana bulan November dan Desember 2018, serta Januari 2019,’’ ucap Kepala BPBD Tabanan I Gusti Putu Sucita, Kamis (14/3) kemarin. Dari data BPBD Tabanan, hingga Maret 2019 tercatat ada 85 laporan bencana. Namun dari jumlah tersebut baru 60 titik yang akan dibantu tahun ini. Itu pun bencana tahun 2018 yang belum sepenuhnya tercover, ditambah dengan kejadian pada Januari 2019. ‘’Saat ini sedang proses SK untuk 60 titik lokasi itu. Sekitar pertengahan April paling lambat sudah cair dan masuk ke rekening penerima bantuan,’’ terangnya. Selain dibantu dengan APBD,

Sucita menyebutkan bantuan juga datang dari Pemprov Bali maupun anggaran OPD terkait. Contohnya kerusakan sekolah akan ditangani Dinas Pendidikan dan kerusakan jalan oleh Dinas PUPRPKP. ‘’Ada enam titik yang tidak kita bantu karena kerusakan ringan, dan tujuh titik lainnya kita usulkan bantuan ke provinsi. Ada juga yang dari dana desa sebanyak tiga titik dan dari anggaran Balai Pertanian pusat yakni di Desa Sanda, Pupuan,’’ ucapnya. Untuk 60 titik lokasi yang dibantu tahun ini, rinciannya 27 titik untuk kerusakan individu dengan nilai bantuan Rp 268 juta dan 33 titik bantuan untuk kelompok masyarakat, seperti pura dan bale banjar dengan nilai bantuan Rp 1,176 miliar. ‘’Total anggaran bantuan yang akan diserahkan sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Artinya, dari total anggaran

bansos tidak terencana sebesar Rp 1,9 miliar tersebut ada sisa anggaran sekitar Rp 400 juta lebih,’’ jelasnya. Terkait kekurangan anggaran, akan diusulkan pada Perubahan APBD 2019. Jumlah laporan kejadian yang belum ter-cover di Januari 2019 sebanyak 19 titik, ditambah pada Februari sebanyak 27 titik. (kmb28) I Gusti Putu Sucita

Tabanan Ekspor Lima Ton Kopi Robusta

Bali Post/san

KOPI - Petani di Pupuan saat memanen kopi. Tahun ini kopi robusta Pupuan diekspor ke Korea Selatan sebanyak lima ton.

Tabanan (Bali Post) Februari lalu, kopi robusta Pupuan, Tabanan diekspor lewat pengeskportir, dalam hal ini Fortanium ke Korea Selatan. Jumlah yang dieskpor sebanyak lima ton. Ini baru sebagian dari permintaan awal yaitu 15 ton. Sisanya akan diekspor bertahap. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Budidana Susila, Kamis (14/3) kemarin mengatakan, lima ton kopi robusta yang diekspor itu dihasilkan petani Pupuan yang masuk dalam Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG). ‘’Sebenarnya sudah siap 15 ton sesuai permintaan. Tetapi baru dikirim satu kontainer atau lima ton. Sisanya bertahap bulan Maret dan April,’’ ujarnya. Bertahapnya Fortanium mengekspor kopi robusta Pupuan ini menurut Dewa Budi, karena mereka sedang fokus di daerah Sumatera yang harga jual kopinya lebih rendah dibandingkan kopi robusta Pupuan. Kopi robusta Pupuan kualitasnya memang baik sehingga harga jual ke eskportir lebih mahal dibandingkan dari daerah lain. Sesuai kesepakatan, dijual Rp 32.000 per kg untuk kopi kualitas ekpor. Meski lebih mahal, tahun ini

permintaan eksportir tetap ada meski belum dipastikan jumlahnya. Mengenai hasil panen kopi tahun ini, kata Dewa Budi diprediksi sama dengan tahun 2018, melihat siklus cuaca yang relatif sama. Sementara produktivitasnya diperkirakan sekitar 90 persen. Jika musim mendukung, panen kopi akan menghasilkan satu ton per hektar. Tetapi karena kondisi cuaca sama dengan tahun 2018, akan terjadi penyusutan produksi. ‘’Tetapi prediksi cuaca yang tidak mendukung, maka hasil panen 2019 diperkirakan menjadi 900 kg per hektar,’’ jelas Dewa Budi. Kopi yang baik sangat tergantung musim. Saat kopi tumbuh bunga, memerlukan air yang cukup. Ini terjadi biasanya pada Maret hingga Mei. Pada Juni hingga Juli, saat tumbuh buah, diharapkan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup sehingga panen pada Agustus hingga Oktober bisa maksimal. ‘’Bulan bulan ini tanaman kopi sedang berbunga. Dilihat kondisi cuaca sekarang antara musim hujan dan panas silih berganti, ditakutkan mempengaruhi hasil panen tanaman kopi yang sekarang sudah tumbuh baik,’’ jelas Dewa Budi. (kmb24)


BULELENG

8

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Terima Jatah BKK Pemkab Badung

Buleleng Bedah 450 Unit Rumah Warga Miskin DANA Bagi Hasil (DBH) Pajak Hotel Restoran (PHR) dari Kabupaten Badung awal tahun ini mulai direalisasikan. Buleleng salah satu kabupaten di Bali yang mulai menerima jatah dana dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tersebut. Kucuran tahap awal BKK itu dibagikan untuk membangun 450 unit rumah sehat layak huni untuk warga miskin di Bali Utara. Penyerahan dana bedah rumah sehat layak huni itu diawali di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, Kamis (14/3) kemarin. BKK itu masing-masing nilainya Rp 50 juta tanpa dipotong pajak. DBH itu diserahkan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang diterima Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Selanjutnya, bantuan itu diserahkan kembali kepada perwakilan warga yang sudah ditetapkan sebagai penerima bantuan. Turut menyaksikan penyerahan BKK itu Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekkab Badung I Wayan Adi Arnawa, anggota DPRD Bali Ketut Kariasa Adnyana, pimpinan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Buleleng, dan perwakilan aparat Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Desa Banyuseri (SCTP-B). Bupati Badung Giri Prasta mengatakan, alasan mengucurkan bantuan bedah rumah sehat dan layak huni ke Bule-

leng. Hal itu sejalan dengan arah kebijakan Presiden Joko Widodo. Presiden komit memulai pembangunan dari daerah pinggiran. Dengan konsep itu, pengentasan kemiskinan di Bali juga dimulai dari pinggiran. Di Bali Utara, DBH PHR Kabupaten Badung itu direalisasikan untuk membangun rumah dan toilet sebanyak 450 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah itu, Desa Tigawasa yang masuk struktur Desa Bali Aga, ada 263 KK warga yang menerima dana pembangunan rumah itu. Masing-masing senilai Rp 50 juta tidak dipotong pajak. “Pola pembangunan rumah sehat layak huni itu sama dengan apa yang dilakukan di Badung. Setiap KK menerima bersih dana Rp 50 juta untuk membangun rumah dan kamar mandi sehat. Mengapa ke Buleleng, karena sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. Pembangunan dimulai dari daerah pinggiran. Hal itu termasuk program pengentaskan kemiskinan dalam bentuk bantuan rumah,” katanya. Di sisi lain, Giri Prasta mengatakan, hal itu juga merupakan wujud transparansi dan mencegah bantuan tidak tepat sasaran. Karena itu, pihaknya meminta kepada perbekel desa, dengan perangkatnya dan tokoh masyarakat bersamasama mengawasi pemanfaatan dana bedah rumah ini. Selain itu, dalam pelaksanaannya

BEDAH RUMAH - Sebanyak 450 Kepala Keluarga (KK) warga miskin di Buleleng dijatah bantuan bedah rumah. Masing-masing menerima Rp 50 juta tanpa dipotong pajak. Bantuan ini bersumber dari BKK Pemkab Badung.

nanti, Giri Prasta meminta agar proyek itu digarap dengan gotong royong. Sehingga bantuan ini tidak saja menyelesaikan kemiskinan, tetapi juga dapat memupuk semangat gotong royong warga berinteraksi membangun desa. “Silakan diawasi bersama. Selain menuntaskan masalah kemiskinan. Pengerjaan proyek itu dilakukan secara gotong royong. Budaya gotong royong terus dipupuk untuk menyukseskan pembangunan di desa,” katanya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut positif perhatian Pemkab Badung dalam membantu pemecahan persoalan kemiskinan di daerahnya. Warga miskin yang masih memerlukan rumah layak huni mencapai sekitar 6.000 KK. Dirinya optimis dengan pemanfaatan BKK PHR Badung dan juga program APBD Buleleng, provinsi, dan Corporate Sosial Responsibility (CSR) dapat mempercepat penuntasan masalah penyediaan rumah layak huni dalam beberapa tahun ke depan. “Kami optimis beberapa tahun ke depan, persoalan rumah tidak layak huni itu kita tuntaskan. Dana BKK Pemkab Badung ini dapat mempercepat penuntasannya,” katanya. Perbekel Desa Tigawasa Wayan Suadarmayasa mengatakan teknis pelaksanaan bantuan bedah rumah dari BKK Pemkab Badung itu segera dikoordinasikan kembali. Kriteria penerima bantuan ini terus disempurnakan. Hal itu penting agar pembangiannya nanti tepat sasaran. Dirinya sangat tertolong dengan adanya bantuan bedah rumah itu. Dia menargetkan, sampai Desember 2019 ini, 263 KK warga penerima bantuan bedah rumah sudah menyelesaikan pembangunannya secara gotong royong. “Perbekel, perangkat, dan tokoh masyarakat ikut memberikan atensi dan kontribusinya. Proyek itu diawasi Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sambil jalan, kami sempurnakan data penerimanya sekalian menunggu petunjuk pelaksanaannya,” jelasnya. (ad393 )

Lelang ”Online’’ Raih Keuntungan Rp 40 Juta Singaraja (Bali Post) – Lelang barang milik daerah belakangan ini semakin gencar dilakukan oleh Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng. Lelang secara online ini selain dipercaya lebih transparan, juga memberikan hasil positif. Terbukti proses lelang Kamis (14/3) kemarin, memberikan keuntungan kepada daerah. Alasannya, penawaran paket lelang itu, jauh di atas harga limit yang ditetapkan. Kepala Bidang (Kabid) Aset BKD Buleleng Made Pasda Gunawan mengatakan, BKD menawarkan 12 paket lelang mulai dari kendaraan dinas dan sejumlah barang elektronik. Total limit belasan paket lelang itu ditawarkan Rp 26.811.500. Setelah melalui proses lelang nilai penawarannya mencapai Rp 67.772.118. Itu artinya, menghasilkan keuntungan hingga Rp 40 juta. “Dari penawaran yang kita umumkan itu, peserta rata-rata menawar di atas harga limit, sehingga hasil positif ini cukup memberikan keuntungan daerah sebagai PAD,” katanya.

Birokrat asal Desa Kayu Putih, Banjar itu menambahkan, lelang barang milik daerah itu merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam menertibkan dan menata aset yang ada, meskipun ada kesan menghapuskan aset. Namun, sasaran lebih penting, aset yang sudah tidak dimanfaatkan itu,justru menghasilkan nilai tambah melalui proses lelang yang dilakukan. Selama ini, BKD melaksanakan lelang aset bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang belum melakukan penghapusan aset itu, diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tahun ini untuk mengusulkan penghapusan aset melalui lelang online. “Lelang berikutnya bisa menambah jumlah peserta yang ikut. Kita dapat mempersiapkan diri karena perubahan yang dilakukan yakni dari sistem konvensional ke sistem online. Sistem online ternyata lebih mempermudah utamanya menjaga transparansi proses lelang itu,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

POHON TUMBANG – Pohon asam di areal Pura Dalem Desa Pakraman Joanyar, Kecamatan Seririt tumbang. Tumbangnya pohon itu dipicu hujan dan angin kencang. Akibatnya, sejumlah palinggih di pura itu mengalami kerusakan.

Pohon Asam Tumbang

Sejumlah ’’Palinggih’’ di Pura Dalem Joanyar Rusak Singaraja (Bali Post) – Tertimpa pohon asam yang tumbang, membuat sejumlah deretan palinggih di Pura Dalem, Desa Pakraman Joanyar, Kecamatan Seririt mengalami kerusakan. Diduga, pohon yang berusia ratusan tahun itu roboh karena akarnya tidak kuat menyangga akibat hujan deras yang melanda Desa Joanyar, Selasa (12/3) lalu. Pascakejadian itu, batang pohon dengan diameter sekitar 45 sentimeter hingga Kamis (14/3) kemarin belum dievakuasi. Ini karena pemangku dan prajuru desa pakraman masih menempuh upaya niskala. Hal itu dianggap sangat penting dalam upaya pembersihan batang pohon itu agar bisa lancar tanpa ada dampak secara niskala di kemudian hari. Pantauan di lokasi kejadian, tampak batang dan ranting dari pohon asam itu masih dibiarkan menimpa deretan palinggih di Pura Dalem setempat. Warga belum berani membersihkan kawasan pura itu. Alasannya, pohon berusia sekitar ratusan tahun itu sangat disakralkan. Bahkan, setelah pohon diketahui tumbang, mandadak ada seorang warga kerauhan. Seseorang yang kerauhan itu berujar kalau pohon itu roboh karena Ida Batara yang berstana di pohon itu telah bergeser. Klian Desa Pakraman Joanyar Kajanan, Kecamatan

Seririt, Jro Ketut Suyasa, menceritkan pohon yang diperkirakan berusia ratusan tahun itu tumbang sekitar pukul 20.00 wita. Sebelum kejadian, hujan deras dan angin kencang terjadi di desanya. Akibat dipicu cuaca buruk itu, keesokan harinya warga heboh setelah mengetahui pohon di area pura itu ditemukan telah roboh. Batang dan dahan yang masih rimbun itu menimpa bagian piasan Pura Dalem dan Palinggih Taru Asam. Bangunan palinggih ini mengalami kerusakan berat. Hal itu disebabkan, karena terjadi benturan batang kayu saat kejadian. Semen-

tara, Palinggih Sekepat Sari, Surya dan Pelinggih Taksu juga mengalami kerusakan. “Karena benturan pohon itu, palinggih di pura ini rusak. Penyebabnya kami bisa pastikan, tetapi sebelum kejadian itu memang hujan, angin kencang. Di luar itu kami tidak tahu. Namun pohon ini sangat disakralkan karena ada palinggih di sana,” katanya. Dalam waktu dekat ini, kata Suyasa, pemangku bersama warga akan melakukan persembahyangan untuk nunas baos (memohon petunjuk -red) agar kerusakan palinggih dan pohon itu bisa

dievakuasi dari lokasi kejadian. Kalau petunjuk itu sudah didapat, pihaknya baru akan memohon bantuan pembersihan kepada instansi yang membidangi. Selain itu, penanganan kerusakan di areal Pura Dalem itu akan diusulkan kepada pemerintah daerah. Ini karena, kemampuan warga untuk menyiapkan biaya perbaikan itu tidak mencukupi. Sehingga satu-satunya cara adalah meminta bantuan meteriil dari pemerintah. “Belum diizinkan membersihkan ranting-ranting pohon itu. Sebab, Pura Dalem itu sangat pingit. Kami akan diskusikan dulu kapan upacara niskala itu dilakukan. Setelah itu, baru kami minta bantuan pemerintah untuk membersihkan sekaligus juga perbaikan kerusakan pura itu. Kami harapkan ada bantuan. Sebab, warga sendiri tidak mampu menyiapkan anggaran yang tidak sedikit itu,’’ tegasnya. (kmb38)

Vaksinasi Rabies Massal Sasar 1.033 Ekor Anjing

Dinas Pertanian (Distan) Buleleng mulai Jumat (15/3) ini menggulirkan vaksinasi anjing rabies massal. Vaksinasi gratis ini menyasar 70 persen dari estimasi populasi anjing liar di Bali Utara yang tercatat 1.033 ekor. Pencanangan vaksinasi massal itu dipusatkan di Desa Banjar, Kecamatan Banjar. Program itu berlanjut ke semua desa/kelurahan hingga April 2019 mendatang. Lalu, bagaimanakah mekanisme vaksinasi anjing rabies massal itu?

PELAKSANA tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta, Kamis (14/3) kemarin mengatakan, vaksinasi anjing rabies massal itu merupakan program rutin sejak kasus penularan virus rabies merebak di Bali termasuk di Buleleng. Vaksinasi massal ini untuk mencegah penularan virus rabies yang menyerang anjing dan hewan penular rabies (HPR) lainnya. Dari data estimasi pupulasi anjing di daerahnya hingga sekarang tercatat 1.033 ekor. Ribuan ekor pupulasi anjing itu didominasi anjing lokal. Estimasi populasi anjing sebanyak itu sampai sekarang masih menebar ancaman akan penularan virus rabies. Sehingga, vaksinasi massal itu digulirkan untuk mencegah penularan yang kian meluas. Dari total estimasi populasi anjing itu, ditargetkan 70 persennya anjing milik warga akan disuntik VAR. Untuk mencapai target itu, sejauh ini, Distan sudah menyiapkan stok VAR 210 ribu vaksin. “Mulai hari ini (Jumat, 15/3), kita canangkan vaksinasi rabies massal guna mencegah penularan virus rabies itu lebih meluas. Kami targetkan 70 persen dari estimasi populasi anjing yang tercatat itu berusaha kita sasar,” katanya. Target vaksinasi anjing rabies massal itu kata Sumiarta, sebenarnya bisa lebih dari 70 persen. Itu bisa dicapai dengan catatan warga mau berperan aktif dan sadar mendukung program pemerintah ini dengan cara mengikat atau mengandangkan anjing dan HPR lain. Kalau

kesadaran warga itu tumbuh dan anjing dikandangkan dengan baik, maka otomatis capaian vaksin rabies massal itu akan lebih optimal. Untuk itu, dirinya mengimbau agar warga proaktif. Artinya, warga dengan penuh kesadarannya mau mengikat anjing peliharaannya, sehingga ketika ada jadwal vaksinasi massal, petugas bisa menyuntikkan VAR. Selain itu, dirinya juga meminta kesadaran warga membawa anjing yang akan divaksin ke Pos Kesehatan Hewan (Poskeswan) di setiap kecamatan. “Seperti pengalaman terdahulu, ada kendala anjing itu masih banyak diliarkan, sehingga petugas kami kesulitan memvaksin. Dalam vaksinasi massal ini, saya meminta agar anjing diikat. Bisa juga anjing itu dibawa ke Poskeswan, sehingga capaian vaksinasi massal itu melebihi target,” katanya. Zona Merah Memasuki tahun 2019, temuan kasus rabies di Buleleng masih tergolong tinggi. Bahkan, catatan terbaru di tahun ini, enam desa di Buleleng masuk zona merah penularan virus rabies. Enam desa yang masuk zona merah tertular virus rabies tahun ini yakni Desa Unggahan, Kalianget, dan Desa Munduk Bestala (Kecamatan Seririt), Desa Cempaga, Banyuseri, dan Desa Banjar (Kecamatan Banjar). Desa yang masuk zona merah itu, kata Sumiarta, didasarkan temuan kasus gigitan yang dinyatakan positif tertular virus rabies pada anjing.

Bali Post/mud

VAKSINASI MASSAL - Sebanyak 1.033 ekor sesuai estimasi populasi anjing di Buleleng akan disasar dalam vaksinasi anjing rabies massal yang mulai digulirkan oleh Distan Buleleng Jumat (15/3) ini. Karena itu, vaksinasi rabies massal itu, diprioritaskan anjing-anjing di zona merah itu. Setelah itu, baru menginjak ke desa zona kuning atau desa yang aksesnya berdeka-

tan dengan desa yang masuk zona merah. Selain itu, sampai batas akhir vaksinasi rabies massal, Distan akan kembali melakukan penyisiran. Penyisiran itu menyasar anjing-anjing

yang tercecer. Nantinya, vaksinasi anjing tercecer itu dilakukan oleh para dokter hewan yang ditugaskan di setiap Balai Penyuluh Pertanian (BPP). (mud)


GIANYAR

Jumat Wage, 15 Maret 2019

9

Polisi Amankan Belasan Penyu Hijau

Pelaku Penyelundupan Masih Lidik

Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan belasan ekor penyu hijau dari upaya penyelundupan di seputaran By-pass I.B. Mantra, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Rabu (13/3) malam. Namun naas, dalam proses pengejaran itu jajaran Sat Reskrim Polres Gianyar gagal menangkap pelaku. Padahal pelaku yang membawa 13 ekor penyu menggunakan mobil Avanza DK 1472 QZ ini sudah terlihat. Dikonfirmasi Kamis (14/3) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, awalnya polisi menerima informasi terkait upaya penyelundupan satwa dilindungi itu. Informasi itu menyebutkan ada mobil Avanza putih yang akan mengangkut penyu hijau. “Dari masyarakat yang menginformasikan, ada satu unit Avanza dengan nomor polisi yang sering diganti membawa penyu untuk diperjualbelikan,” katanya. Menyikapi informasi tersebut, kata Deni Septiawan jajarannya langsung melakukan pemblokiran jalan guna mengintai kawasan di By-pass I.B. Mantra. Ternyata benar, Rabu malam itu sekitar pukul 23.00 Wita mobil Avanza silver itu melintas dari arah Denpasar dengan kecepatan tinggi. “Sempat kejar-kejaran, karena (pelaku - red) melaju kencang (tidak terkejar - red). Kami kalah start,” katanya. Polisi tetap berupaya melaku-

kan pengejaran ke arah timur. Tidak berselang lama, pihaknya mendapati mobil DK 1472 QZ itu terparkir di pinggir jalan, tepatnya di sebelah timur SPBU Desa Ketewel. “Kami lihat mobil ditinggalkan di sana dalam keadaan mesin masih hidup dan kunci masih nyantol, sementara pengemudinya tidak ada,” katanya. Menurut Deni Septiawan, saat melintas hanya ada seorang pengemudi di dalam mobil tersebut. Hingga Kamis kemarin belum diketahui keberadaan pelaku yang membawa satwa dilindungi itu. Sementara nopol kendaraan itu merupakan plat palsu yang digunakan pelaku. “Tersangka masih dalam lidik,” katanya. Deni Septiawan menambahkan, di dalam mobil tersebut polisi mendapati 13 ekor penyu yang tertumpuk di jok tengah dan jok belakang. Selanjutnya, 13 ekor satwa dilindungi itu dibawa ke Mapolres Gianyar. “Ketigabelas ekor penyu ini masih dalam

kondisi hidup di mana bagian vliper (anggota gerak - red) bagian depan diikat. Kami serahkan ke KSDA untuk perawatan dan kemungkinan setelah sehat dan pulih akan dilepas kembali ke laut,” katanya. Deni Septiawan menegaskan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku penyelundupan penyu tersebut. Termasuk asal penyu dan di mana akan diperjualbelikan satwa yang dilindungi tersebut. “Kami mendapat info dari warga, penyu itu dibawa dari Serangan menuju wilayah Bali timur. Namun kami mendahului melakukan pencegatan di By-pass I.B. Mantra,” katanya. Sementara itu, Plh. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II KSDA Bali I Made Budi Adnyana Putra saat ditemui di Mapolres Gianyar mengaku menerima titipan rawat barang bukti berupa 13 ekor penyu hijau, hasil sitaan Polres Gianyar. Selanjutnya

satwa dilindungi itu dibawa ke Turtle Conservation Edukation Center (TCEC) di Serangan untuk pemulihan kesehatan. “Setelah dinyatakan sehat akan dikembalikan ke laut,” katanya. Budi Adnyana Putra menjelaskan, penyu jenis ini ada di seluruh perairan Indonesia dan kerap bermigrasi ke berbagai pulau di perairan Indonesia. Penyu yang diamankan itu rata-rata berusia puluhan tahun. Pihaknya memperkirakan penyu hijau itu berasal dari laut, sebab sampai saat ini menurutnya belum ada yang menangkarkan penyu sampai ukuran tersebut. “Sampai saat ini belum ada yang berhasil menangkarkan penyu sampai ukuruan segitu, sehingga saya yakin ini dari laut,” katanya. Budi Adnyana Putra mengatakan, selama ini jenis penyu hijau banyak diminati masyarakat untuk kuliner, karena tekstur daging serta baunya yang tidak begitu amis. Namun hal ini tidak diperbolehkan sesuai aturan dalam PP Nomor 7 Tahun 1999. “Kalau ada kepentingan upacara, kami rekomendasikan, sepanjang ada rekomendasi dari panitia karya dan parisadha setempat,” tegasnya. (kmb35)

BaliPost/kmb35

PENYU HIJAU - Jajaran Polres Gianyar bersama KSDA Bali saat mengecek kondisi belasan ekor penyu hijau.

Berupaya Kabur, Residivis TP PKK Kabupaten Gianyar Borong Tiga Juara Kasus Pencurian Ditembak pada Lomba Jambore PKK Tingkat Provinsi

Gianyar (Bali Post) Pria asal Nusa Penida I Kadek Murta terpaksa ditembak pada kaki kirinya oleh polisi. Pasalnya, pelaku pencurian dengan pemberatan ini sempat berupaya kabur saat pengembangan kasus, Rabu (13/3). Kini tersangka yang merupakan residivis kasus pencurian diamankan di Mapolsek Sukawati. Kapolsek Sukawati AKP Suryadi mengatakan, pelaku I Kadek Murta melakukan pencurian dengan pemberatan pada dua TKP di wilayah Polsek Sukawati. Setelah polisi melakukan penyelidikan, pelaku berusia 37 tahun ini berhasil diringkus di seputaran Denpasar, Selasa (12/3) lalu. “Saat diringkus, pelaku tidak melakukan perlawanan,” kata Suryadi didampingi Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Winangun, Kamis (14/3)

kemarin. Selanjutnya, pelaku digiring polisi untuk pengembangan kasus, Rabu (13/3) malam. Saat proses itulah diketahui pelaku mencoba melarikan diri, hingga akhirnya dihadiahi timah panas oleh polisi. “Pelaku mencoba kabur saat pengembangan, sehingga diberikan tindakan tegas terukur,” kata Suryadi. Menurut Suryadi, pelaku melakukan pencurian pada dua lokasi di wilayah Sukawati. Pertama, pada 2 Februari 2019 pelaku beraksi di Desa Batubulan, tepatnya rumah milik Nyoman Karang. Kala itu p e l a k u masuk ke dalam rumah dengan cara melompat tembok. “Saat beraksi, pelaku sempat ketahuan warga, hingga akhirnya ia kabur dan meninggalkan satu unit sepeda motor yang disewanya, yakni sepeda

motor Honda Beat DK 5627 MX,” katanya. Tidak hanya itu, pelaku juga beraksi pada 9 Maret 2019. Kala itu pelaku melakukan aksi pencurian burung di garase milik Ketut Adi di Desa Batubulan. Mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 363 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara. Pelaku mengaku nekat mencuri karena terbelit masalah ekonomi. Namun setelah mencuri, ia mulai bekerja menjadi buruh pikul di Denpasar. “Setelah mencuri burung, saya menjadi buruh pikul,” katanya. Pelaku mengaku sempat dihukum karena kasus serupa pada tahun 2001 dan 2003. Selama ini ia mencuri karena terbelit biaya untuk makan. “Hasil mencuri untuk makan saja. Tidak ada yang lain,” ujarnya. (kmb35)

Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Gianyar memborong tiga juara pada Lomba Jambore serangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019 di Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Rabu (13/3). Bahkan Lomba Penyuluhan Adminitrasi 10 Program Pokok PKK yang diwakili Ny. I Made Dwi Sutaryantha (Ni Nyoman Kawiwati), Ketua TP PKK Desa Peliatan mampu tampil sebagai juara I menyisihkan peserta dari kabupaten lainnya. Selanjutnya, pada Lomba Yel-yel, TP PKK Kabupaten Gianyar yang diwakili TP PKK Desa Kedewatan mampu merebut juara II. Begitu juga pada Lomba Penyuluhan Pola Asuh Anak

dan Remaja dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang (Pokja I), wakil Kabupaten Gianyar Ida Ayu Putu Satyani (TP PKK Desa Sukawati) mampu menyabet juara II. Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra sangat mengapresiasi semangat dan raihan prestasi kader PKK yang tampil mewakili Kabupaten Gianyar pada ajang tersebut. Prestasi tersebut tak lepas dari kerja sama semua kader PKK baik di tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten. “Semua berkat kerja keras dan kekompakan para kader. Ke depan akan lebih kita tingkatkan, sehingga tidak menutup kemungkinan kita rebut posisi

juara umum,” tegasnya. Surya Adnyani Mahayastra menambahkan, wakil TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. I Made Dwi Sutaryantha (TP PKK Desa Peliatan) yang tampil sebagai juara I akan mewakili Provinsi Bali pada ajang yang sama untuk tingkat Nasional Untuk diketahui, pada Lomba Jambore serangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi, TP PKK Gianyar mengikutkan tujuh perwakilan dari TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Gianyar untuk mengikuti setiap perlombaan. Antara lain Lomba Gembira diwakili Ny. Wayan Swastini (TP PKK Desa Bona, Kecamatan Blahbatuh), Lomba Yel-yel (PKK

Mulai 20 Maret, Pedagang Diminta Kosongkan Pasar Seni Sukawati

Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus mematangkan persiapan revitalisasi Pasar Seni Sukawati. Ratusan pedagang di pasar setempat sudah diminta mengemas barang dagangan untuk dipindahkan ke lokasi relokasi di Lapangan Sutasoma, mulai 20 Maret mendatang. Selam proses pemindahan nanti, para pedagang diberi waktu 10 hari hingga akhir Maret. Hal tersebut terungkap dalam pertemuan dengan perwakilan pedagang di ruang kelas Akademi Komunitas Negeri (AKN) Gianyar, Kamis (14/3) kemarin. Kepala Bapeda dan Litbang Kabupaten Gianyar Drs. I Gede Widarma Suharta, M.M. didampingi Kadisperindag Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, sebanyak 778 pedagang los dan 24 pedagang kios Pasar Seni Sukawati diberikan deadline 10 hari untuk mengosongkan tempat. Mulai Rabu (20/3) hingga Sabtu (30/3). Sebab, keesokan harinya pihak Kementerian akan melakukan pengecekan lokasi. “Selain diumumkan, nanti akan ada surat edaran ke pedagang agar mulai pindah dari tanggal 20 Maret sampai 30 Maret. Karena tanggal 31 Maret akan dicek dari pusat, apakah sudah benar-benar kosong apa belum,” ujar Widarma Suharta di hadapan 35 perwakilan pedagang yang ikut rapat. Dalam pertemuan itu, sejumlah pedagang mempertanyakan kesiapan lokasi relokasi di Lapangan Sutasoma yang saat ini masih dipenuhi semak belukar. Terkait hal itu, Widarma Suharta memastikan pasar sementara itu akan siap H-1 relokasi. “Tanggal 19 Maret kami pastikan sudah siap, sehingga besoknya bisa digelar prosesi ngingsirang Ida Batara Melanting,” terangnya. Setelah bangunan lama kosong, kata Widarma Suharta, perlu waktu 1,5 bulan untuk proses lelang dan pembongkaran. “Awal April rancang lelang gedung lama, bongkar 1,5 bulan, akhir Mei bangun fisik,” katanya. Pada kesempatan itu, Widarma Suharta juga meyakinkan bahwa revitalisasi Pasar Seni Sukawati kali ini pasti akan berjalan. Hal tersebut sesuai dengan surat dari pusat. Bahkan, pada poin kelima surat tersebut tertulis tentang rencana penjadwalan, pelelangan awal April sampai Mei dan pembangunan fisik Mei hingga Desember 2019. Dalam poin tersebut juga dijabarkan ada dua skenario, yakni dibangun sekalian atau dibangun bertahap. “Skenario pertama jika dibangun bersamaan, proyeknya lebih dari satu tahun. Sehingga apabila diizinkan oleh Kementerian dua tahun, akan dibangun sekaligus hingga selesai akhir Mei 2020,” jelasnya. Sementara skenario kedua, jika dibangun bertahap maka Blok B yang akan digarap terlebih dahulu dengan perkiraan waktu Mei-Desember 2019. Kemudian baru dilan-

jutkan pembangunan blok A pada Februari 2020. “Jadi ini ada dua pilihan,” ujar pejabat yang juga PLT Asisten II Setda Kabupaten Gianyar ini. Widarma Suharta mengakui, selama sekitar dua tahun menempati pasar sementara, pendapatan pedagang tentu akan menurun. Namun pihaknya mengaku akan berupaya mengarahkan bus-bus wisatawan agar singgah ke pasar sementara di eks posko pengungsian itu. “Penjualan pasti turun, kami dari Pemkab akan mencoba mengarahkan kunjungan. Ke depan, mudah-mudahan bisa seperti Pasar Badung. Prinsip Bapak Bupati, beliau tidak akan merugikan pedagang,” tegasnya. Sementara itu, Konsultan PT Kencana Adhi Karma Diah Woro Sukraini dalam pertemuan tersebut memaparkan, luas lahan yang akan direvitalisasi sekitar 22,9 are, masuk pasar tipe I dengan jumlah pedagang lebih dari 750 orang. “Seluruh pedagang akan terakomodir dengan peningkatan fasilitas,” ujarnya. Berdasarkan desainnya, bangunan Blok A akan dibangun lima lantai. Terdiri dari basement untuk parkir, lantai dasar untuk fasilitas penunjang, serta lantai satu, dua, tiga untuk pedagang berjualan. Luas bangunan 5.771 meter persegi dengan kapasitas los dan kios tetap. “Parkir jadi satu muat untuk 75 mobil sehingga tidak lagi macet. Kalau untuk bus akan ada perencanaan selanjutnya,” ujarnya. Sebagai pasar modern yang tetap menggunakan ornamen Bali serta berkonsep hijau ini, kata dia akan disiapkan dua lift bagi pengunjung di sisi utara. Satu lagi disiapkan lift khusus untuk angkut barang ke lantai atas. “Selain lift, akan tetap ada tangga,” tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

PERTEMUAN - Suasana pertemuan membahas relokasi dan revitalisasi Pasar Seni Sukawati, Kamis (14/3) kemarin.

JUARA - Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar berhasil meraih tiga juara pada Lomba Jambore serangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019, Rabu (13/3).

Desa Kedewatan), Lomba Penyuluhan Administrasi 10 Program Pokok PKK Ny. I Made Dwi Sutaryantha (TP PKK Desa Peliatan), Pola Asuh Anak dan Remaja dengan Penuh Cinta dan Kasih Sayang (Pokja I) Ny. Ida Ayu Putu Satyani (Banjar Gelumpang, Kecamatan Sukawati), Lomba Penyuluhan Pokja II Gusti Ayu Alit Panca Dewi (Banjar Nyuh Kuning, Desa Mas, Kecamatan Ubud), Lomba Penyuluhan Pokja III Ny. Vera Listiana Bawa Sujana (Banjar Pujung Kaja, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang), dan Lomba Penyuluhan Pokja IV Dewi Avena (Kecamatan Gianyar). “Yang tampil mewakili Kabupaten Gianyar merupakan pemenang Lomba Jambore PKK tingkat Kabupaten Gianyar yang kami laksanakan Februari lalu,” kata Surya Adanyani Mahayastra. Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tingkat lomba, namun harus diaplikasikan dan diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan kegiatan Jambore PKK tahun ini yang mengusung tema “Tingkatkan Kinerja Kader PKK Melalui Pengelolaan Administrasi PKK Menuju Terwujudnya “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para anggota PKK, kader Dasa Wisma, serta kader lainnya dalam program pembangunan, khususnya 10 Program Pokok PKK. (ad388)


JEMBRANA

10

Jumat Wage, 15 Maret 2019

SOSOK Ulang Tahun Sederhana Pengentasan kemiskinan masih menjadi prioritas utama program Pemkab Jembrana. Karena itu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diharapkan selalu bahu-membahu dalam upaya pengentasan kemiskinan di kabupaten ujung Barat Bali ini. Harapan itu disampaikan Bupati Jembrana I Putu Artha saat perayaan usianya yang ke-57 tahun di hadapan sejumlah OPD. Selain itu pria yang menetap di Pangkung Dedari, Melaya tersebut meminta agar semua OPD selalu bersinergi antar OPD, mulai perencanaan program, penganggaran hingga implementasi, harus benar-benar difokuskan untuk mengentasan kemiskinan yan ada di Jembrana. “Hal tersebut tentunya menjadi kado yang terindah untuk saya. Harapannya semua OPD bisa bersatu padu melaksanakan. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang sudah bekerja keras dalam pengentasan kemiskinan,” ucap Bupati Artha. Perayaan ulang tahun ke-57 Bupati Artha dilaksanakan di lobi lantai 2 Kantor Bupati Jembrana secara sederhana dan dihadiri para asisten Setda, para kepala OPD hingga staf di lingkungan kantor Bupati Jembrana. (olo)

TAMBAK – Tambak di Tegalbadeng Timur yang mengalami kesulitan air payau karena endapan sungai yang sudah tebal.

Bali Post/olo

Pengerukan Sungai, Solusi Masalah Petambak Tradisional

Negara (Bali Post) – Sejumlah petani tambak tradisional di Jembrana terkendala kondisi air payau yang sudah tidak bagus. Salah satu pemicunya sedimentasi alur sungai dan sampah, seperti di wilayah Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara. Menyikapi hal tersebut, Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan Kabupaten Jembrana mengaku akan mengecek kondisi sungai serta mengusulkan untuk dilakukan pengerukan sungai. Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Perhubungan

Jembrana I Made Dwi Maharimbawa ditemui belum lama ini mengatakan, salah satu upaya untuk mengatasi persoalan itu adalah dengan pendangkalan sungai. Namun, karena alur sungai merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai BaliPenida maka perlu mengusulkan hal tersebut ke instansi dimaksud. “Di wilayah Tegalbadeng itu memang paling jauh (dari laut), sehingga kadar air payau juga lebih kecil. Tetapi kalau masalahnya sedimentasi, perlu kita usulkan untuk pengerukan,” ujar Maharimbawa.

Untuk kelompok perikanan di Jembrana, setiap tahun pemerintah memberikan bantuan stimulan. Baik berupa bibit ikan, pakan hingga prasarana. Selama beberapa tahun terakhir, Dinas fokus mengembangkan program Budidaya Ikan Minim Air Sistem Segmentasi (Bimasena) dengan ikan air tawar. Sebelumnya, sejumlah petani tambak yang tergabung dalam Kelompok Tambak Amerta Segara, Tegalbadeng Timur mengeluhkan kondisi sungai yang menjadi sumber air bagi kol-

am tambak mereka. “Kondisi sungai itu sudah tidak seperti dulu lagi. Sudah banyak tambak intensif (modern) dan permukiman (perumahan) di sepanjang alur sungai. Sehingga endapan sungai juga cepat menumpuk,” ujar Ketut Sudarma (62) salah seorang petani tambak. Dari total 24 anggota petani yang masih aktif baik dengan menyewa lahan tambak maupun lahan sendiri semuanya merasakan dampak yang sama. Bahkan setiap hujan, air sangat cepat meluap dan membawa sampah kiriman terutama

plastik. Endapan anak sungai dari Sungai Ijogading ini menurut para petani perlu dilakukan pendangkalan. Terakhir upaya pengerukan sungai dilakukan di tahun 2000 lalu. Dan saat itu hasilnya sangat menggembirakan bagi para petani tambak udang. Setelah lebih dari dua windu dilalui, kadar air kini kurang mendukung untuk petani tambak udang. Para petani tambak ini berharap ada upaya pengerukan anak sungai yang mejadi sumber air tambak mereka. (kmb26)

Dugaan Korupsi Dana Desa Tegalbadeng Barat Minim Personel, Basarnas Harapkan Peningkatan Sinergitas Negara, (Bali Post) -

Hingga saat ini personel Basarnas masih minim. Di Jembrana dengan personel hanya 15 orang, sementara wilayah perairannya cukup luas dan potensi bencana dan musibah masuk kategori cukup rawan, Basarnas mengalami keterbatasan. “Dengan keterbatasan ini kami harapkan sinergitas dan kerja sama yang solid bersama potensi SAR baik instansi pemerintah, swasta maupun masyarakat dan organisasi berpotensi SAR lainnya,” kata Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Marsma TNI Faturahmam Indrajaya seusai membuka pelatihan Potensi SAR di Jembrana, Kamis (14/3) kemarin. Dikatakan, untuk di Bali jumlah personel hanya 124 orang dengan jumlah wilayah perairan yang sangat luas dan ditambah wilayah perairan yang menjadi objek wisata. “Jadi kami harus senantiasa

meningkatkan profesionalisme karena ini juga menyangkut image pariwisata Bali,” jelasnya. Dikatakan, dalam melaksanakan tugas di bidang pencarian dan pertolongan, Basarnas tidak dapat bekerja sendiri. Dengan diselenggarakannya pelatihan potensi SAR ini, Basarnas dan pemerintah Provinsi Bali khususnya Kabupaten Jembrana telah sepakat untuk menjalin kerja sama dalam menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang SAR, yakni dalam penguasaan teknik water rescue. Basarnas katanya senantiasa secara aktif melakukan pembinaan potensi SAR. Apalagi kondisi geografis Kabupaten Jembrana didominasi dengan perairan seluas 604,24 km yang notabene banyak terdapat aktivitas pelayaran. Kabupaten yang berada paling barat dari Provinsi Bali, merupakan pintu masuk dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilima-

nuk. Selain itu merupakan tempat penghasil ikan laut terbesar. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk memilih Kabupaten Jembrana sebagai lokasi pelatihan potensi SAR water rescue. Sebanyak 65 peserta yang terdiri dari instansi pemerintah, nelayan dan pelaku pariwisata akan mengikuti pelatihan SAR tersebut. Tenaga pengajar sebanyak 14 instruktur merupakan rescuer terlatih dan mempunyai keahlian khusus dalam penanganan SAR di perairan. Pada hari pertama para peserta diberikan materimateri dasar, hingga pada akhir pelatihan akan dilakukan praktik langsung yang bertempat di Candikusuma. Melalui pelatihan water rescue diharapkan akan tercipta SDM yang handal dan profesional sehingga nantinya di saat menghadapi kondisi sesungguhnya di manapun dan kapanpun para peserta pelatihan potensi SAR sudah siap. (kmb)

Kejari Tak Temukan Indikasi Kerugian Negara Negara (Bali Post) -

Penyelidikan dugaan penyelewengan dana Desa Tegalbadeng Barat belakangan dipertanyakan warga. Pascamasuknya laporan lewat surat kaleng ke Kejari Jembrana pada akhir tahun lalu, belum ada kepastian. Warga mempertanyakan apakah kasus dugaan penyelewengan ini berlanjut atau dihentikan. “Belum ada kepastian, apakah memang lanjut ada penyelewengan atau tidak,” ujar salah seorang warga di Tegalbadeng Barat. Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra, Kamis (14/3) kemarin mengatakan, Kejari sudah melakukan penyelidikan hingga tiga bulan sejak diterima surat kaleng informasi itu. Namun, tidak ditemukan bukti adanya kerugian negara yang berpotensi menjadi tindak pidana korupsi. “Tidak ada seperti yang ditulis dalam surat kaleng tersebut,” tandas Ivan. Diakuinya tim telah turun melakukan penyelidikan hingga tiga bulan. Termasuk menelusuri hingga ke lokasi kegiatan-kegiatan desa yang diduga ada penyelewengan. Namun dari pengecekan baik laporan pertanggungjawaban dengan fakta di lapangan,

tidak ditemukan indikasi kerugian negara. Sebelumnya Kejari Jembrana menerima surat kaleng terkait dugaan penyelewengan sejumlah kegiatan dana desa di Desa Tegalbadeng Barat. Kegiatan yang disebutkan dalam surat kaleng itu salah satunya pengadaan fasilitas umum (fasum), dana pemberdayaan masyarakat seperti untuk pelatihan dan pengadaan ternak. Kejari selanjutnya melakukan penelusuran guna memastikan adanya indikasi korupsi seperti yang tertulis dalam surat kaleng itu. Selain turun melakukan pengecekan ke sejumlah lokasi kegiatan, juga dilakukan pemanggilan sejumlah orang di desa dan pelaku kegiatan. (kmb26)

Java Overland 4x4 Explore Bali

Kenalkan Wisata Jembrana, Sumbang Curik Bali

Bali Post/olo

SOSIALISASI - Polantas Polres Jembrana ketika melaksanakan sosialisasi kepada pengguna jalan.

Terkait Pergub Berbusana Adat

Polantas Gencarkan Sosialisasi Tetap Gunakan Helm Negara, (Bali Post) Guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, Jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana menggencarkan sosialisasi. Terutama terkait pascaditerbitkannya pergub mengenai berbusana adat. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko, Kamis (14/3) kemarin, mengatakan pihaknya melaksanakan sosialisasi Pergub Bali No. 79 Tahun 2018 tentang Hari Pengunaan Busana Adat Bali, namun pengguna kendaraan bermotor agar tetap mempergunakan helm keselamatan guna menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas bagi pengendara sepeda motor.

“Meskipun menggunakan pakaian adat Bali namun helm harus tetap digunakan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan khususnya menghindari kecelakaan dengan luka berat dan cedera kepala,” jelas Yoga. Selain itu juga disosialisasikan tertib berlalu lintas dan memberikan penyuluhan tentang kamseltibcar lantas kepada juru parkir di Pasar Umum Jembrana. Dalam sosialisasi tersebut personel Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana mengimbau agar selalu menjaga ketertiban dalam berlalu lintas, menciptakan keamanan, kelancaran, dan keselamatan berlalu lintas di seputaran pasar umum Jembrana.

Sebelumnya Satuan Lalu Lintas Polres Jembrana juga melaksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas dan memberikan penyuluhan tentang kamseltibcar lantas kepada tukang ojek yang bertempat di pangkalan ojek, Kecamatan Negara, Rabu (13/3). Pada kesempatan tersebut personel Sat Lantas Polres Jembrana mengimbau kepada tukang ojek pangkalan yang beroperasi di wilayah Kota Negara agar selalu tertib dalam berlalu lintas selalu mematuhi peraturan tertib berlalu lintas dan sebagai pelopor dalam keselamatan saat kerkendara untuk terciptanya keamanan dan keselamatan berlalu lintas di wilayah hukum polres Jembrana. (kmb)

SEBANYAK 42 offroader dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Java Overland 4x4 Explore Bali. Selama tiga hari dari Kamis (14/3) hingga Sabtu (16/3) puluhan offroader ini menyusuri Bali mulai start Gilimanuk hingga Karangasem. Dimulai di Gumi Makepung, para peserta singgah di sejumlah objek wisata di Bali Barat seperti Teluk Gilimanuk, Bendungan Palasari, Bendungan Benel, Gelar Batuagung hingga di Nusamara, Yehembang Kangin,

Kecamatan Mendoyo. Di Bendungan Benel, para offroader disambut dengan Jegog dan sejumlah kesenian khas Jembrana. Selain menyusuri alam Bali Barat, juga dirangkai dengan kegiatan sosial. Sejumlah perwakilan offroader menyumbangkan enam pasang burung curik Bali yang diperuntukkan bagi kelompok Jalak Manistutu (Jaman) Bali Kauh. Bantuan dua pasang curik Bali dari klub Galena dan Kalteng22 ini bentuk partisipasi dalam

konservasi curik Bali (jalak Bali) yang juga menjadi maskot Provinsi Bali. Selain penyerahan curik Bali, juga dirangkai dengan penaburan bibit ikan gurame di Bendungan Benel. Ketua Jembrana Jeep Community (JJC) Komang Yudha mengatakan puluhan offroader ini datang dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Sumatera, Jawa dan Kalimantan. “Kita menyambut baik kedatangan mereka. Selain mempromosikan pariwisata dan budaya di Jembrana

ini juga disertai kegiatan sosial,” tandas Yudha. Diharapkan ke depan even ini menjadi kalender tetap. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jembrana I Nengah Alit mengatakan, kedatangan puluhan offroder dari berbagai daerah di Indonesia ini sebagai peluang mempromosikan pariwisata di Jembrana. Dinas akan mendukung jika event ini menjadi kalender tetap dan semakin banyak yang datang mengunjungi objek wisata di Jembrana. (K250)

Bali Post/olo

JAVA OVERLAND – Deretan mobil peserta Java Overland 4x4 Explore Bali saat tiba di Gilimanuk, Kamis (14/3).


Karangasem

Jumat Wage, 15 Maret 2019

11

Dikeluhkan, Akses Jalan Pejeng-Kesimpar Rusak Amlapura (Bali Post) Kerusakan infrastruktur jalan di pelosok-pelosok Karangasem ternyata masih cukup banyak. Salah satu infrastruktur yang rusak cukup berat itu adalah akses jalan penghubung Dusun Pejeng, Desa Menanga menuju Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Kondisi jalan yang susah dilalui kendaraan itu, banyak dikeluhkan warga. Salah seorang warga, I Wayan Ariawan, mengatakan sejatinya kerusakan jalan ini sudah terjadi sejak lama. Bahkan, panjang jalan yang rusak itu mencapai empat kilometer. Jalan yang rusak ini pun dikeluhkan karena faktanya mengganggu kelancaran aktivitas warga setempat. “Malah kerusakan jalan itu sudah 15 tahun, sejak 2004 lalu. Memang sangat aneh. Sebab hingga sekarang, tidak kunjung mendapatkan perbaikan,” ujarnya. Jalan itu, kata Ariawan, merupakan akses jalan satusatunya yang menghubungkan kedua dusun tersebut. Peran jalan ini sangat penting untuk mendukung hasil perekonomian warga setempat. Seperti untuk menjual hasil kebun, membeli barang di pasar, anak-anak sekolah, serta petani ke sawah. ‘’Akses jalan itu sering dilalui anakanak yang akan ke sekolah di

SMP dan SMA di Rendang,’’ ujarnya . Jalan itu juga merupakan satu-satunya jalur evakuasi warga apabila terjadi situasi genting, seperti erupsi Gunung Agung. Mengingat, wilayah Dusun Kesimpar termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB). Pasalnya, dusun itu jaraknya sekitar 4 - 5 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung. ‘’Saya berharap, pemerintah bukan sebatas turun memantau, tetapi langsung melakukan perbaikan,” harapnya. Kadus Kesimpar I Nengah Sama membenarkan jalan di dusunnya itu memang rusak berat. Bahkan, akibat jalan rusak, membuat warga kesulitan melintas. Pihaknya berharap agar segera jalan yang rusak itu mendapat perbaikan. “Jalan itu juga merupakan jalur evakuasi ketika warga mengungsi dulu,” jelas Sama. (kmb41)

Bali Post/kmb41

RUSAK BERAT - Akses jalan penghubung Dusun Pejeng, Desa Menanga menuju Dusun Kesimpar, Desa Besakih, Rendang, Karangasem rusak berat.

Ngamuk di Padangbai, ODGJ Dibawa ke RSJP Bangli Amlapura (Bali Post) Petugas Kepolisian Padangbai sempat dihebohkan dengan adanya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengamuk di Pelabuhan Padangbai, Kamis (14/3) kemarin. Namun, selanjutnya ODGJ itu diamankan. Awalnya, ODGJ ini dibawa petugas ke Dinas Sosial, karena mengamuk tanpa diketahui sebabnya.

Namun akhirnya, Dinas Sosial membawa ODGJ ini, ke Polres Karangasem. Kabid Pelayanan Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Karangasem I Wayan Sukerena mengatakan, ODGJ itu diamankan petugas dari Kepolisian Padangbai di Pelabuhan Padangbai, Manggis. ODGJ itu selanjutnya dibawa ke Kantor Dinas Sosial.

“Petugas menemukan ODGJ ini pukul 10.00 Wita. Kita tidak tahu dari mana asal orang itu. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ODGJ ini, petugas tidak menemukan identitas apa pun pada orang itu. Saya tanya, jawabannya juga ngawur,” ujarnya. Sukerena menambahkan, karena ODGJ ini mengamuk di Kantor Dinas Sosial,

pihaknya langsung membawa yang bersangkutan ke Polres Karangasem untuk diamankan. Setelah itu, pihaknya bersama petugas membawa yang bersangkutan ke RSJP Bangli. “Kita langsung bawa yang bersangkutan ke RSJP Bangli. Supaya dirawat lebih intensif di sana,” jelas Sukerena. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEDAGANG - Pedagang mulai ramai berjualan di Besakih menjelang puncak Karya Panca Wali Krama, Rabu (20/3) mendatang.

Jelang Puncak Karya Panca Wali Krama

Pedagang Musiman Ramai Berjualan di Besakih

Amlapura (Bali Post) Menjelang puncak Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih yang dilaksanakan Rabu (20/3) mendatang, pedagang musiman mulai ramai berjualan. Pedagang musiman yang merupakan penduduk Besakih mulai banyak mendirikan warung semipermanen. Selain itu, pedagang pendatang dari luar Besakih cukup banyak yang mengadu peruntungan dengan cara ngontrak warung selama karya. Berdasarkan pantauan di lapangan, pedagang pendatang itu mayoritas adalah orang-orang asal Jawa dan Sunda. Mereka sudah mulai banyak berjualan di Besakih. Barang-barang yang dijual beraneka ragam. Mulai sepatu, pakaian, mainan, makanan dan lainnya. ‘’Pedagang pendatang lebih banyak ngontrak warung. Sedangkan pedagang lokal Besakih dengan cara

membangun warung semipermanen sendiri. Mereka berjualan di sepanjang jalan terminal utama Besakih. Namun, bukan di sana saja, di Setra Adat Besakih juga sudah ramai bangunan warung semipermanen yang ditempati pedagang asli warga Besakih. Keuntungan selama Karya Panca Wali Krama memang lumayan,’’ kata pedagang asli Besakih, I Komang Putra, Kamis (14/3) kemarin. Dirinya memang rutin setiap karya di Besakih selalu berjualan. Jenis dagangan yang dia jual berupa bakso, jajan, kopi, minuman dan lainnya. “Saya sudah sejak beberapa hari membangun warung semipermanen mengadu peruntungan dengan berjualan di sini. Sekarang, mulai banyak pamedek yang tangkil,” ujarnya. Sesuai pengalamannya, setiap karya di Besakih, ia memang lumayan menda-

patkan hasil sebagai pedagang dadakan. Apalagi, sekarang ini, karya-nya berlangsung sampai satu bulan tujuh hari. Ia berharap bisa mendapatkan keuntungan lebih banyak lagi dibanding tahun sebelumnya. “Astungkara bisa mendapatkan jualan lebih banyak. Sebab, karya sekarang ini lebih lama,” ujarnya. Pedagang lainnya, Alex, mengatakan, dirinya berjualan sepatu. Ia memang sengaja mengontrak tempat untuk menaruh barang dagangannya. Keputusannya mengontrak, supaya tidak membangun tempat jualan lagi. Alasannya, kalau ngontrak tidak lagi memikirkan membuat tempat. Hanya tinggal bayar dan langsung berjualan selama karya. “Memang nilai kontraknya lumahan mahal, sampai karya selesai mencapai angka jutaan rupiah,” ujar pedagang asal Bandung itu. (kmb41)

Bali Post/kmb41

GIRING ODGJ - Petugas dari Dinas Sosial dan petugas kepolisian saat menggiring ODGJ ke mobil untuk dibawa ke RSJP Bangli.

Warga Tak Masuk DPT, Caleg Mengadu ke KPU Para caleg yang mengincar kursi di dewan, sudah pasti tidak mau suara pendukungnya hilang saat Pemilu 17 April 2019 mendatang. Salah satu caleg di Kubu, I Made Arnawa, dari Partai Hanura, mengadu ke KPU Karangasem, Kamis (14/3) kemarin. Penyebabnya, banyak warga di wilayahnya tidak masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT). Lalu, bagaimanakah agar mereka bisa masuk DPT sehingga sah untuk memilih?

Bali Post/nan

WARGA TERCECER - I Made Arnawa saat menunjukkan warganya yang tercecer belum masuk DPT.

I MADE ARNAWA mengatakan, kedatangannya ke KPU Karangasem karena ingin menyampaikan bahwa ada warga di banjarnya belum masuk DPT. Jumlah warga yang belum masuk DPT bahkan mencapai 12 orang. Di antaranya Ni Made Dariani, Ni Kadek Ica Asih, I Nyoman Dayuh, Ni Kadek Apriani, I Made Dangin. “Jumlah ini baru di Banjar Taman Sari saja. Bahkan,

ada satu keluarga, orang tua, anaknya hingga menantunya tidak masuk DPT. Dengan fakta itu, maka tidak menutup kemungkinan di banjar lainnya ada warga yang belum masuk DPT juga,” ujarnya. Pihaknya mengadu ke KPU, karena tidak ingin suaranya hilang sia-sia. Apalagi sekarang ini perubahan DPT itu bisa dilakukan lebih dari sekali hingga tiga kali.

Sebelumnya, penetapan DPT hanya sekali. Dengan adanya perubahan inilah, pihaknya ingin warga yang belum masuk DPT ini nantinya bisa masuk DPT. Sehingga, mereka bisa menyuarakan hak pilihnya saat hari H pencoblosan. “Dengan adanya penetapan DPT sampai tiga kali ini, artinya ada pergerakan jumlah pemilih dan pergerakan surat suara. Kita harapkan Daftar Pemilih Khusus (DPK) ini bisa masuk DPT,” jelasnya. Devisi Data dan Informasi KPU Karangasem, Ni Luh Kusmirayanti, mengatakan, berdasarkan temuan KPU Karangasem, tercatat 73 DPK. DPK ini memang warga yang sama sekali belum masuk DPT alias tercecer. DPK itu tersebar di sejumlah TPS di kecamatan yang

ada di Karangasem. Dengan adanya DPK ini, kata Kusmirayanti, pihaknya sudah sempat melakukan koordinasi dengan Bawaslu saat pra-rapat DPT pada 16 Februari lalu. Bawaslu mengatakan pihaknya akan mengeluarkan rekomendadi agar DPK ini bisa masuk DPT. “Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi terkait penemuan DPK ini. KPU Provinsi meminta supaya Bawaslu yang membuat rekomendasinya. Jadi, kita tinggal menunggu rekomendasi Bawaslu. Bila rekomendasi itu sudah kita terima, maka kita akan masukkan DPK itu ke DPT,” tegas Kusmirayanti. Namun, Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Karangasem, I Putu Suardika, mengatakan,

walau ada DPK namun Bawaslu tidak bisa memberikan rekomendasi agar DPK ini bisa masuk DPT. “Kita tidak bisa merekomendasikan hal itu. Karena dari regulasi yang ada tidak seperti itu,” tegasnya. DPK nantinya tetap bisa menyuarakan hak pilihnya saat pencoblosan. Mereka harus menunggu setelah pukul 12.00 Wita. Warga yang masuk DPT sudah selesai mencoblos lebih dulu. Sebab akan memanfaatkan surat suara tambahan dua persen itu. “Kan masih ada tambahan surat suara dua persen. Jadi, surat tambahan itu nantinya bisa dipergunakan DPK untuk nyoblos. Jika memang surat tambahan itu sisanya masih banyak, maka surat itu bisa dipakai,” jelasnya. (nan)


KLUNGKUNG

12

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Kisruh Dana Hibah

Penerima Mengaku Tak Ada Potongan untuk Oknum Dewan Semarapura (Bali Post) Kisruh pencairan dana hibah hingga berujung laporan dugaan tindak pidana korupsi ke Polda Bali terhadap salah satu oknum legislator Klungkung, sangat disayangkan para penerima hibah. Sebab, dalam perjalanannya, mereka mengaku justru difasilitasi betul, mulai dari membuat proposal, mengawalnya hingga proses pencairan. Para penerima hibah ini pun menegaskan tidak ada upaya pemotongan sedikit pun terhadap dana yang cair untuk pembangunan pura. Salah satu penerima hibah, Made Ludra, Rabu (13/3) lalu, menyampaikan proposal hibahnya untuk pembangunan Pura Puseh dan Dalem Desa Pakraman Sakti, Kecamatan Nusa Penida, masing-masing sebesar Rp 58,4 juta, kepada Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Klungkung tahun 2017 dan sudah cair pada tahun 2018. Selama proses itu, dia melakukan sendiri prosesnya. Jangankan sampai memotong, ditanyakan pun tidak kapan dananya cair, usai dibantu proses pencairannya lewat fasilitasi Ketua DPRD Klungkung, Wayan Baru. “Dana yang saya terima saat itu, utuh. Tidak ada upaya pemotongan. Saya rasa ini musim politik, sengaja dihembuskan isu seperti itu,” kata Klian

Pura Dalem ini. Kepada sesama penerima hibah, dia juga mengaku kerap bertanya, apakah terjadi pemotongan. Tetapi, tidak ada yang menyampaikan adanya pemotongan sedikit pun. Apalagi, proposalnya diperuntukkan untuk pembangunan pura. Dananya dipastikan utuh semua untuk proses pembangunan. Tidak hanya Ludra, penerima hibah lainnya di Kecamatan Nusa Penida, Made Granyam Santika, juga menyampaikan hal serupa. Dia mengatakan ada realisasi hibah sebanyak Rp 350 juta dari dana APBD Perubahan 2018 untuk desanya di Desa Batumadeg. Dana hibah yang diperuntukkan untuk pembangunan gelung kori Pura Desa, candi bentar hingga pembangunan bale sekaa gong itu, ditegaskan tidak ada sedikit pun yang dipotong. Dia bahkan, mempersilakan mengecek langsung realisasi pengerjaan fisik, lengkap dengan laporan pertanggungjawabannya, agar lebih jelas. “Isu itu tidak berdasar dan terlalu liar. Justru kami di desa merasa amat terbantu, karena dibantu dari awal proses pembuatan proposal hingga dananya cair oleh timnya. Tidak ada sama sekali pemotongan,” tegas Bendesa Batumadeg, Nusa Penida ini. Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Rabu (13/3) lalu,

menegaskan tidak ada upaya pemotongan seperti itu. Pihaknya mengaku murni ingin membantu masyarakat. Lagi pula, program dana hibah merupakan program Bupati Klungkung, yang harus dikawal bersama-sama realisasinya kepada masyarakat. Kalau pun kemudian ada pengembalian dari sejumlah penerima, menurutnya itu sebuah konsekuensi, karena tidak bisa memenuhi target pengerjaan. Tetapi, kalau kemudian isunya digiring bahwa dirinya melakukan upaya pemotongan dana hibah yang sudah cair, maka pihaknya merasa ini harus diluruskan. Sebab, tuduhan itu amat keji dan terlalu tendensius. Tidak hanya kemudian menyerang dirinya sebagai pribadi, tetapi juga menyerang kehormatan lembaga, karena tuduham serupa kemudian semakin liar menyerang legislator lain, khususnya para caleg incumbent. Dengan tuduhan memanfaatkan dana hibah sebagai money politics. Makanya pihaknya pun akan segera mengambil sikap secara lembaga, dengan melakukan rapat kerja dengan pihak eksekutif, untuk membedah mekanisme dan proses pencairan dana hibah ini, hingga mengakibatkan keterlambatan dan sulitnya memenuhi target realisasi di lapangan. (kmb31)

LPJ Tak Sesuai Realisasi Fisik

Penerima Hibah Diduga Lakukan Kekeliruan

Semarapura (Bali Post) Hasil monitoring Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung terhadap realisasi hibah mengagetkan banyak pihak. Itu karena LPJ (Laporan Pertanggungjawaban) yang disampaikan penerima hibah, tidak sesuai dengan realisasi fisik. Menurut Inspektorat Daerah, ini bertentangan dengan isi Perbup Nomor 12 Tahun 2017 tentang Perubahan Perbup Nomor 30 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Hibah dan Bansos. Kepala Inspektorat Klungkung Made Seger, Kamis (14/3) kemarin, mengatakan ketika LPJ penerima hibah tak sesuai dengan realisasi fisik, ini menandakan ada yang keliru dalam pelaksanaannya. Contohnya, pada kasus pemberian hibah Pura Dadia Arya Kenceng di Banjar Cubang, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, dimana sampai ada pengembalian dana sebesar Rp 700 juta, karena realisasinya baru sebatas pondasi bangunan saja. “Kami lihat realisasi riil fisik di lapangan. Rupanya masih ada pekerjaan yang tercecer. Sudah ada leading sector yang menangani masingmasing,” kata Made Seger. Sesuai dengan Perbup, ke-

tentuan ini tertuang di dalam Pasal 21. Di sana ditegaskan bahwa penerima hibah berupa uang menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan hibah kepada Bupati melalui Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah selaku PPKD. Penerima hibah bertanggung jawab secara formal dan material atas penggunaan hibah yang diterimanya. LPJ penerima hibah itu, terdiri dari laporan penggunaan hibah, surat pernyataan tanggung jawab yang menyatakan bahwa hibah yang diterima telah digunakan sesuai NPHD. Demikian juga bukti-bukti pengeluaran yang lengkap dan sah sesuai peraturan perundang-undangan bagi penerima hibah berupa uang atau salinan bukti serah terima barang/ jasa bagi penerima hibah berupa barang/jasa. “Laporan pertanggungjawaban disampaikan kepada Bupati paling lambat tanggal 10 bulan Januari tahun anggaran berikutnya,” tegasnya. Pertanggungjawaban ini, dipergunakan oleh penerima hibah selaku objek pemeriksaan. Penerima hibah yang terlambat atau tidak menyampaikan Laporan per-

tanggungjawaban diberikan sanksi berupa teguran tertulis, penundaan pencairan hibah untuk tahap berikutnya atau tidak diberikan hibah kembali. Sebelummnya, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung menyurati lima penerima hibah lainnya yang pekerjaan fisiknya tidak tuntas, untuk segera melakukan pengembalian dananya. Sesuai dengan surat bernomor 900/271/ Disbudpora, tertanggal 21 Februari, antara lain, Paibon Pasek Gelgel Pegatepan di Desa Batukandik Nusa Penida, senilai Rp 36 juta. Pura Dalem Telaga Sakti di Desa Batukandik Rp 36 juta, Desa Pakraman Gepuh, Desa Tanglad Rp 100 juta, dan Pura Paibon Pasek Gelgel di Desa Kutampi senilai Rp 27 juta. Satu lagi, yakni penerima hibah dari Pura Dadia Arya Kenceng di Desa Sakti. Tiga di antaranya dikatakan sudah melakukan pengembalian. Sementara itu, ada sembilan penerima hibah yang mengembalikan dananya ke Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah. Karena merasa tidak bisa memenuhi target realisasi fisik. Total anggaran pengembaliannya mencapai Rp 1,4 miliar. (kmb31)

PENGGUNAAN HIBAH - Salah satu realisasi dari bantuan hibah di Desa Batumadeg, Nusa Penida berupa Gelung Kori dan Candi Bentar.

Cegah Campur Tangan Politisi

Bupati Suwirta Wacanakan Ganti Hibah dengan BKK Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengeluarkan pemikirannya untuk mencegah kisruh penggunaan dana hibah akibat adanya campur tangan para politisi yang duduk di lembaga dewan. Pihaknya mewacanakan bantuan hibah diganti menjadi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang lebih menekankan pada kemandirian masyarakat mulai dari pengajuan anggaran, penggunaan hingga pertanggungjawabannya. Dalam pemanfaatan BKK, menurut Suwirta, masyarakat harus mandiri. Tidak disusui mulai dari pengurusan proposal hingga proses pencairan. Dia menilai selama ini masyarakat tanpa sadar dibuat manja, sehingga terkesan tidak memiliki tanggung jawab dalam realisasinya di lapangan. Mulai dari proses administrasi dibuatkan, pencairan dituntun, membuat laporan pertanggungjawaban dibantu. “Justru ini

I Wayan Baru

menjadi pembodohan terhadap masyarakat. Mereka tidak tahu kalau dana itu harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” kata Bupati Suwirta. Bupati Suwirta melihat inilah yang terjadi selama ini. Bupati juga melihat pengawasan yang kurang maksimal, cenderung membuka celah terjadinya halhal yang tidak diinginkan. Sehingga Bupati Suwirta merencanakan mulai tahun 2020, bantuan hibah diubah menjadi Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Mekanisme penggunaannya akan masuk ke APBD Desa. BKK itu nantinya berdasarkan usulan yang matang dan sudah diverifikasi, baru kemudian bisa dianggarkan. Dengan cara ini, proses pengawasan dirasakan akan lebih maksimal. Karena pengawasan akan langsung dilakukan oleh pihak desa. Sehingga masyarakat bisa mandiri dalam mengelola hibahnya baik dalam pengusulan, pengerjaannya maupun pertanggungjawabannya. Menurutnya, dengan begitu banyak kegiatan fisik dari hibah ini, Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga cukup kewalahan melakukan pengawasan. Apalagi, kalau tidak mengoptimalkan SDM yang ada. Dikaji secara regulasi, mengubah hibah menjadi

BKK ini sangat memungkinkan. Pihaknya mengaku akan mengumpulkan perbekel dan bendesa, bahwa ke depan akan gunakan BKK tentu juga sesuai kesepakatan dengan legislatif. “Jadi lembaga dewan lebih fokus juga melakukan pengawasan, tidak lagi memfasilitasi. Ini yang bikin ribet,” tegasnya. Belajar dari persoalan kisruh hibah ini, pihaknya menegaskan akan lebih memberdayakan Inspektorat. Inspektorat harus tahu seutuhnya lebih dulu persoalan di lapangan. Sementara itu, Ketua DPRD Klungkung Wayan Baru, Kamis (14/3) kemarin, menanggapi adanya wacana Bupati Klungkung untuk mengubah hibah menjadi BKK (Bantuan Keuangan Khusus). Wacana ini muncul, setelah adanya kisruh pada pemanfaatannya di bawah. Menurut Wayan B a ru, re nca na i ni p e rlu dikaji lebih matang, agar dapat diatasi dampak negatif maupun dampak lainnya secara politik. Politisi Partai Gerindra ini, menegaskan secara pribadi pihaknya sudah pernah diajak diskusi terkait rencana ini oleh Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Namun, menurutnya mengubah hibah menjadi BKK perlu dibicarakan

lebih jauh dengan anggota DPRD, karena juga memiliki hak budgeting. “Kan tidak bisa segera mengubah begitu saja. Tetap harus ada kajian dampak positifnya, dampak negatifnya dan dampak politiknya,” kata Wayan Baru. Menurutnya, proses penganggaran tentu harus dibahas bersama-sama. Lembaga dewan juga dikatakan punya tim ahli untuk melihat persoalan ini, apakah perubahan seperti itu diperlukan atau tidak. Jadi, Wayan Baru menegaskan tidak dalam posisi menolak rencana itu atau pun setuju. Namun, harus dikaji dengan matang dulu, agar ke depan tidak menimbulkan masalah baru. (kmb31)

I Nyoman Suwirta

24 Desa Belum Setor Data Rehab dan Bedah Rumah

Made Seger

Semarapura (Bali Post) Respons desa-desa untuk segera menyampaikan data warga yang pantas menerima program bedah rumah dan rehab rumah masih minim. Dari 59 desa/kelurahan di Klungkung, yang sudah setor data tersebut hanya 35 desa, sedangkan 24 desa lainnya masih dalam proses pendataan. Desa yang belum menyetorkan data, diminta segera memprosesnya hingga batas waktu akhir Maret ini. Pemkab Klungkung menargetkan tahun 2020 semua persoalan itu bisa diselesaikan. Sehingga selanjutnya Pemkab bisa fokus pada pengembangan SDM. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung hingga Kamis (14/3) kemarin, masih menunggu data dari semua desa/kelurahan di Kabupaten Klungkung, mengenai usulan bantuan bedah rumah dan rehab rumah. Kasi Pemberdayaan Masyarakat Penyaluran Bantuan Stimulan dan Penataan Lingkungan Dinsos Klungkung Gusti Ayu Subrati saat ditemui di kantornya, Kamis (14/3) kemarin menyampaikan, dari 35 desa yang sudah tercatat menyetorkan data, usulan yang masuk sudah cukup banyak, yakni 904

bedah rumah dan 2.334 rehab rumah. Dari jumlah tersebut, rinciannya antara lain, usulan dari Kecamatan Klungkung sebanyak 161 bedah rumah dan 613 rebah rumah. Dari Kecamatan Nusa Penida 340 bedah desa dan 305 rehab rumah. Kecamatan Dawan 238 bedah rumah dan 741 rehab rumah, serta dari Kecamatan Banjarangkan total 165 bedah rumah dan 675 rehab rumah. Subrati menambahkan, setelah data semua desa masuk, tahapan berikutnya baru dilakukan verifikasi langsung ke lapangan. Apabila di kemudian hari terdapat usulan bantuan bedah rumah di luar dari data yang diterima oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, maka selanjutnya itu menjadi tanggung jawab desa/ kelurahan. Sembari menunggu data tersebut, tahun 2019 ini Pemkab Klungkung menganggarkan untuk 111 bedah rumah dan 219 rehab rumah. Dengan nominal bantuan untuk bedah rumah di Kecamatan Nusa Penida Rp 35 juta/unit sedangkan Klungkung Daratan Rp 30 juta/unit. Tahun 2018 lalu penanganan bedah rumah 80 unit. Sedangkan dana untuk rehab rumah ber-

variatif tergantung tingkat kerusakannya. Ini sudah merupakan hasil penilaian dari pihak konsultan. “Kami berharap agar desa segera mengumpulkan data tersebut,” kata Subrati. Salah satu syarat penerima bantuan ini, adalah datanya sudah masuk ke dalam Basis Data Terpadu (BDT) Kementerian Sosial (Kemensos). Tetapi dari pengusulan bedah dan rehab rumah non-BDT, dikatakan cukup banyak. Maka setelah terverifikasi nanti, mereka bisa menerima bantuan baik lewat CSR maupun dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang datanya dikucurkan dari PUPR Pusat. Proses pendataan warga yang pantas menerima bantuan dan rehab rumah tersebut, sesuai intruksi dari Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Klungkung. Bupati Suwirta ingin penyelesaian persoalan ini langsung dari desa. Sehingga desa juga punya tanggung jawab, terutama bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dan tidak memiliki rumah layak huni. “Kami masih menunggu datanya terkumpul semua sampai batas waktu akhir Maret ini,” tegasnya. (kmb31)

RUMAH WARGA MISKIN - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat mengecek salah satu rumah warga miskin dalam agenda bedah desa di Klungkung, beberapa waktu lalu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Wage, 15 Maret 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER

Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01

Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 COOK

Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448

G.03

SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar G.04

Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09

Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email: recruitmensemarangtv@gmail.com

G.13

SEKRETARIS

Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.11 IT

Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street

AKUNTANSI

G.07

Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818 G.05 KASIR

KasirSMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.06

BIRO JASA

DRIVER

SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08 JURNALIS

SERVICE

B.BP.141.03.19.0000303

Dicari Segera House Keeping, Team Work, Kerja Keras, Jujur Krm CV : rismasata@gmail.com

Dcr Marketing yg Brpegalamn di bidang Penginapan,Wedding,Dll U/Villa Nusa Dua 087881251499

Dcr Karyawan untuk Rumah Makan Babi Guling Hub.089686680203

Dcr Gardener yg berpengalaman mini 1 tahun u.villa di Sanur, tinggal dalam WA 08123896992

B.BP.004.03.19.0000378

B.BP.001.03.19.0000373

Dcr OB/OG Lmrn Lngkp ke Gastro Jl.Sunset Road Tlp.8477330

B.BP.001.03.19.0000340

Dcr PRT Wnt,Jaga Anak,Bersih2, Tdr Dlm 1,5-2,2Jt. 087846166366

B.BP.001.03.19.0000092

Dcr Sgr Sales & Sopir u/Distributor Hub.426276/081999561887

MITSUBISHI

Pajero Sport Dakar pmk 2015 asli Bali, Hub. 08123987335

B.BP.001.03.19.0000382

B.BP.001.03.19.0000359

Djl Rmh Mnmalis Dalung Permai LT1.08Are H:085936154997

Dicari Tukang Pasang Atap Baja Ringan Hub.Hp.081 338 344 155

Cr Mahasw/S1 Matematika u/Guru Bimbel di Dps.Hub:081237090999

Perush Spa membutuhkan terapis pria & wanita, bisa Bhs Inggris siap untuk di training, max. 35 tahun,pngalaman tdk diutamakan Krm CV ke: Jari Menari, Jl.Pratama No.88 X, Nusa Dua, Ph 081338991999 or email ke:ja rimenarinusadua@jarimenari.com

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944

B.BP.001.03.19.0000354

Dbthkn Crew Max 25th Lmrn Lgsg Dbw ke McD Sanur H.08111927472 B.BP.001.03.19.0000368

Dcr 2krywan mengerti Akuntansi & komputer Hub. 081339344442 Pak Nengah/082144940084 Gede B.BP.001.03.19.0000318

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.03.19.0000326

PENGUMUMAN

DIJUAL MOBIL

Dcr Tng utk Tkg Potong Ayam + Sopir Serius Hub.085338422666

B.BP.004.03.19.0000220

PENGUMUMAN

B.BP.031.03.19.0000291

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.001.03.19.0000381

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

B.BP.001.03.19.0000369

PROPERTY

BAHAN BANGUNAN

G.10

Dcr Administrator-wanita.SMA/ SMK.Max25th.MemahamiMs.Office Krm CV:ljhookerkuta@gmail.com

Dcr Tng Jaga Toko tdr dlm bs naik mtr Dps Hub.081999550558

Dcr beberapa tenaga untuk tim Sukses, tau wilayah Badung, Kirim CV ke Raya Kuta No.168 Email: rec.dianagrp@gmail.com

DIJUAL RUMAH

SERVICE

G.12

Sardine Restaurant Looking for Kitchen Cleaning, Security, Hostess, Female Bartender Must Speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail:sardine@sardinebali.com

Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv

KURSUS

BIRO JASA

TEKNIK

Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.03.19.0000218

B.BP.001.03.19.0000197

B.BP.001.03.19.0000384

B.BP.004.03.19.0000377

DIJUAL RUMAH

B.BP.166.03.19.0000385

G.04

PROPERTY

PROPERTY

KEHILANGAN

DIJUAL TANAH

Hilang STNK No.BPKB J-01312129 -O DK 612 UA An.Luh Emi Suesti

Tanah 4 Are Bedugul View Danau Buyan,Hrg85Jt/A.H:081239701777 B.BP.001.03.19.0000360

DIJUAL TANAH

1,5A Jl.Gelogor Carik Gg.Kangguru No.2 TmbokKll, 085101818655 B.BP.154.03.19.0000380

B.BP.001.03.19.0000374

Hlg BPKB F-3384049-O DK 4996UZ an Gd Karya SH Jl.Teratai No.17

B.BP.004.03.19.0000376

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

Hlg BPKB No.A2648349-O DK1641 EV An.Hajah Hidayati,Denpasar

B.BP.001.03.19.0000363

Seminyak Restaurant is Looking for Dinning Manager Must Speak English Experienced Please Send Photograph and CV at Email : johndory2013@yahoo.com

Kav Baru LT1Are,Akses 5mtr,Hrg 250/A Lok.Sukawati 0817340222

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

Hlg Srtifikat Tnh No.Hak M.470 L800M2 an.Ida Bagus Gde Ardana

B.BP.004.03.19.0000333

B.BP.001.02.19.0000578

B.BP.001.03.19.0000367

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

TOUR

B.BP.141.03.19.0000302

Jl Tanah Jl.Utama By Pass Dps 800Jt Hub:082236057918 B.BP.001.03.19.0000361

B.BP.001.03.19.0000049

BIRO JASA

HlgBPKBNo.H05357386-ODK1663 IH A.n I Made Budiarta,Dps B.BP.001.03.19.0000362


14

BANGLI Sekda Giri Putra Terima Kunjungan Kerja Bupati Lebak

Jumat Wage, 15 Maret 2019

Studi Tiru Keberhasilan Bangli dalam Pengendalian Inflasi

KUNJUNGAN KERJA - Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra (kanan) saat menerima kunjungan kerja rombongan Pemkab Lebak yang dipimpin Bupati Hj. Iti Oktavia Jayabaya, Kamis (14/3) kemarin.

KEBERHASILAN Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Bangli dalam mengendalikan inflasi menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kamis (14/3) kemarin, Pemkab Lebak dipimpin langsung Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya melaksanakan studi tiru ke Pemkab Bangli. Kedatangan rombongan Pemkab Lebak diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra bersama TPID Kabupaten Bangli di De Klumpu, Desa Undisan, Tembuku. Dalam kunjungannya, Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya menyampaikan maksud dan tujuan kedatangannya bersama rombongan ke Kabupaten Bangli, yakni untuk melakukan studi tiru terkait pengendalian inflasi. Pihaknya tertarik belajar ke Bangli mengingat pada tahun 2018 lalu, Kabupaten

Bangli menjadi salah satu kabupaten berprestasi yang berhasil meraih penghargaan dalam hal pengendalian inflasi daerah. Bupati Iti Octavia mengaku sangat terkesima dengan budaya lokal masyarakat Bangli yang tetap terjaga serta aksesbilitas jalan yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi ada di Kabupaten Bangli. Melalui kunjungan kerjanya ini, pihaknya berharap banyak menimba ilmu dari Kabupaten Bangli. “Kami ingin belajar kiat-kiatnya seperti apa, triknya bagaimana. Hasil dari studi tiru ini nantinya akan kami implementasikan di Kabupaten Lebak,” katanya. Menanggapi yang disampaikan Bupati Iti Octavia, Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra mengatakan, keberhasilan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bangli tidak terlepas dari dukungan seluruh stake-

holder yang selalu bersinergi dalam membangun Kabupaten Bangli. Dijelaskannya, tahun 2017 lalu Kabupaten Bangli berhasil meraih penghargaan sebagai TPID terbaik di kawasan Indonesia Timur. Setahun kemudian, penghargaan serupa berhasil kembali diraih TPID Bangli sebagai TPID terbaik nasional Jawa-Bali. Giri Putra memaparkan, Kabupaten Bangli sebagian besar wilayahnya berupa perbukitan. Dengan potensi ini, yang cocok ditanami adalah komoditi hortikultura seperti bawang merah. Sekitar 95 persen bawang merah di Bali selama ini disuplai dari Bangli. Untuk mendukung produksi bawang merah di Bangli, petani di kawasan tersebut didukung bantuan permodalan dari Bank Indonesia. “Dalam proses penanaman tetap didampingi dari penyuluh pertanian agar tidak

menggunakan pupuk kimia sebagai daya dukung kualitas komoditi pertanian,” ungkapnya. Komoditi unggulan lainnya yang dimiliki Kabupaten Bangli yakni jeruk dan kopi arabika Kintamani yang sudah terkenal. Mengenai upaya yang selama ini dilakukan Pemkab Bangli untuk menstabilkan harga, Sekda Giri Putra menjelaskan, inovasi yang dilakukan adalah dengan mengadakan pasar murah serta mengadakan operasi pasar bersama tim pengendali kabupaten. Pihaknya berharap kedatangan rombongan Pemkab Lebak yang dipimpin Hj. Iti Octavia mendapat hasil sesuai harapan dan gambaran yang jelas tentang keberhasilan TPID. “Mudah-mudahan ini menjadi awal pertalian yang baik antara Kabupaten Bangli dan Kabupaten Lebak,” imbuhnya. (ad389)

Gagal Panen Akibat Serangan Tikus

Petani di Subak Piting Telantarkan Sawahnya Bangli (Bali Post) –

Serangan hama tikus di Subak Piting Desa Abuan, Susut, sangat meresahkan petani. Ganasnya serangan hama tikus menyebabkan petani kerap mengalami gagal panen. Sejumlah petani yang putus asa menghadapi serangan hama tikus kini memilih menelantarkan sawahnya. Salah seorang petani subak setempat, Nengah Sadia, mengungkapkan Subak Piting menjadi salah satu dari beberapa subak di Desa Abuan yang paling ganas mendapat serangan tikus. Serangan hama tikus sudah terjadi selama tiga periode masa panen. Di lahan sawah garapannya seluas 32 are, ia tidak mendapatkan hasil panen lantaran tanaman padinya diserang tikus. Semestinya dari luas lahan itu dirinya

bisa menghasilkan gabah hingga 35 kampil. “Dari tiga kali masa panen, hanya panen pertama saya bisa dapat gabah, itu pun hanya satu kampil,” katanya, Kamis (14/3) kemarin. Menurutnya, hewan pengerat itu cenderung menyerang tanaman padi berusia dua bulan atau ketika mengeluarkan bulir. Tak jarang hama tikus juga menyerang padi yang masih berusia satu setengah bulan. Biasanya serangan

terjadi pada sore hari. Pascagagal menanam padi, dirinya pernah mencoba mengganti dengan jenis tanaman lain seperti ketela dan bunga pacah, namun hasilnya tetap nihil. Tanaman itu juga rusak diserang tikus. Untuk mengatasi serangan tikus, Sadia mengaku sudah mencoba melakukan berbagai upaya mulai dari memberikan racun tikus hingga melaksanakan upacara untuk mengusirnya,

Bangli (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Bangli tahun ini kembali menyiapkan anggaran untuk melaksanakan proses lelang jabatan eselon II. Besaran anggaran yang disiapkan mencapai ratusan juta rupiah. Dua tahun lalu Pemkab Bangli sempat menyiapkan anggaran untuk melaksanakan kegiatan yang sama. Hanya, rencana lelang jabatan tak jelas sampai sekarang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra dihubungi, Kamis (14/3) kemarin, membenarkan tahun ini Pemkab Bangli kembali menganggarkan dana untuk lelang jabatan. Namun, mengenai berapa nominalnya, dia mengaku tidak hafal. Dikatakannya, anggaran untuk lelang jabatan selama ini rutin disiapkan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya masalah ketidaksiapan anggaran bilamana Bupati memiliki keinginan melaksanakan mutasi dan pengisian jabatan di eselon II yang kosong. “Dasar kajian kami adalah jabatan yang kosong. Sesuai amanat aturan, untuk pengisian jabatan tinggi

pratama harus dilakukan lelang secara transparan,” terangnya. Menurut Giri Putra, anggaran tersebut disiapkan untuk membiayai honor panitia seleksi (pansel) dan hal lainnya dalam proses lelang jabatan. Dari jumlah anggota pansel sebanyak lima orang, yang berhak menerima honor hanya tiga orang yang berasal dari eksternal. Mekanisme lelang jabatan diawali pembentukan pansel yang kemudian di-SK-kan oleh Bupati. Sebelum proses lelang dilaksanakan, harus ada rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Mengawali kerjanya, pansel akan melakukan pengumuman jabatan yang akan dilelang. Pengumuman ini tidak hanya disampaikan di Bangli namun juga ke kabupaten luar Bangli. “Ini wajib untuk transparansinya,” ujarnya. Selanjutnya pansel melakukan proses lelang. Peserta lelang akan dinilai oleh pansel. Yang mendapat ranking 1, 2 dan 3 namanya akan diajukan ke Bupati. “Setelah disetujui, nama tersebut akan dimintakan lagi ke Komisi ASN,” jelasnya. Sekda Giri Putra tak

bisa menjawab secara pasti berapa lama proses lelang jabatan itu memakan waktu. Menurutnya, lama tidaknya proses itu tergantung komitmen yang dibangun. Dikemukakannya, sebelumnya pansel untuk melaksanakan proses lelang jabatan sudah sempat dibentuk. Rekomendasi dari KASN untuk melaksanakan lelang juga sudah dikantongi. Hanya, proses lelang jabatannya tidak berlanjut. Giri Putra tak bisa memastikan apakah pansel tersebut masih boleh dipakai lagi jika Bupati menginginkan lelang jabatan dilaksanakan tahun ini dengan anggota pansel yang sama. Terkait hal itu pihaknya mengaku akan mengkoordinasikannya ke Bagian Hukum. “Kalau beliau (Bupati) berkehendak diganti orang-orangnya, tentu pansel akan dibentuk baru lagi dari awal,” ungkapnya. Disinggung mengenai rencana dilaksanakannya mutasi dan pengisian jabatan eselon II, Giri Putra lagi-lagi tak bisa memastikannya. Menurutnya, karena keputusan mutasi dan pengisian jabatan merupakan kebijakan Bupati, dia menyarankan wartawan

tetapi hasilnya tetap nihil. Populasi tikus masih tetap banyak. “Sekarang saya terpaksa membiarkan lahan saya kosong. Percuma juga kalau ditanami, tidak ada hasilnya,” ujarnya. Keluhan serupa juga disampaikan petani lainnya, I Nengah Mongoh. Dia mengatakan dari sekitar 70 hektar lahan pertanian di tiga subak, yakni Subak Piting, Subak Umadesa, dan Subak Dauh Setra, hampir sebagiannya mendapat serangan hama tikus. Untuk mengendalikan hama tersebut, pihaknya sangat berharap dinas terkait dapat segera turun tangan membantu petani. (kmb40)

Pemkab Kembali Siapkan Anggaran untuk Proses Lelang Jabatan

menanyakan langsung ke Bupati. “Arahan beliau ada. Tapi entah kapan, kami tidak tahu. Silakan konfirmasi ke bapak Bupati karena itu menyangkut kebijakan sekali. Kami selalu siap, kapan pun diperintahkan bekerja,” pungkasnya. Berdasarkan data yang didapat dari Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Bangli, besaran anggaran yang disiapkan untuk melaksanakan lelang jabatan tahun ini Rp 361.310.000. Tahun 2017 lalu, dana untuk kegiatan serupa sempat dianggarkan tetapi menjadi silpa lantaran lelang jabatan tak jadi dilaksanakan. “Mengenai berapa angkanya tahun 2017 lalu, saya lupa,” kata Kabid Pengembangan Karier dan Diklat BKDPSDM Kabupaten Bangli I Putu Maha Edi seizin Kepala BKDPSDM Putu Koesalireni. (kmb40)

Bali Post/kmb40

FASILITASI - Kegiatan fasilitasi dan koordinasi dengan mitra kerja yang digelar Bawaslu Bangli.

Parpol Belum Setor Nama Saksi ke Bawaslu

Bangli (Bali Post) – Partai politik (parpol) di Kabupaten Bangli hingga saat ini tak kunjung menyetorkan nama-nama saksinya yang akan ditugaskan di TPS saat pemilu ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangli. Padahal, untuk meminta namanama saksi tersebut, pihak Bawaslu sudah menyurati semua parpol di Bangli sejak akhir bulan lalu dan memberikan batas waktu penyetoran paling lambat 5 Maret. Ketua Bawaslu Kabupaten Bangli Nengah Purna saat ditemui usai menggelar kegiatan fasilitasi dan koordinasi dengan mitra kerja di Rumah Makan Midori, Bangli, Kamis (14/3) kemarin, mengungkapkan untuk meminta nama-nama saksi pihaknya sudah menyurati ke-16 parpol peserta pemilu di Bangli sejak 28 Februari lalu. Namun, hingga kini hanya satu parpol yang telah menanggapinya dengan menyetorkan nama-nama saksi yang diminta. Satu parpol lainnya merespons surat permintaan Bawaslu dengan mengirimkan surat balasan. “Padahal kami minta semuanya menyetorkan nama-nama saksinya paling lambat tanggal 5 Maret lalu,” ungkapnya. Pihaknya meminta namanama saksi dari para parpol tersebut untuk diberikan bimbingan teknis (bimtek)

tentang pengawasan di TPS. Sesuai amanat Undangundang, Bawaslu diberikan tugas dan tanggung jawab itu agar terjadi kesamaan persepsi dalam mengawal jalannya pemilihan di TPS. Bimtek nantinya diberikan Bawaslu melalui Panwascam di wilayah masing-masing. Para saksi peserta pemilu tersebut juga akan dibekali buku saku sebagai panduan. “Mengenai agenda bimteknya kami masih tunggu jadwal provinsi,” kata Purna. Dalam kegiatan fasilitasi dan koordinasi dengan mitra kerja yang dihadiri Komisioner Bawaslu Bali Ketut Rudia, Purna mengakui bahwa ada kesan sejumlah parpol di Bangli merahasiakan namanama saksinya. Mengenai apa alasannya, ia menyatakan tidak tahu pasti. Menurutnya, soal saksi semestinya tidak ada hal yang harus dirahasiakan parpol. “Saksi itu kan juga akan kelihatan saat pemilu. Tidak ada saksi itu bersifat rahasia. Tapi kembali lagi itu intern mereka. Kami hanya mohon parpol agar membalas surat kami. Nanti di surat itu dijelaskan alasannya kalau ada kerasiahaan,” terang Purna. Komisioner asal Desa Pengotan ini memberikan perpanjangan waktu kepada para parpol untuk segera menyetorkan nama-nama saksi

ke Bawaslu hingga 20 Maret mendatang. Sementara itu, perwakilan PDI-P I Nengah Suwija yang hadir dalam kegiatan fasilitasi dan koordinasi, membenarkan partainya belum menyetorkan nama-nama saksi ke Bawaslu Bangli atau pihak lainnya. Soal alasannya, dia menyatakan itu urusan intern partainya. “Kan tidak melanggar UU juga. Yang penting hari H saksi kami siap bertugas dengan baik,” jelasnya. Untuk menyiapkan saksi yang bertugas di TPS, partainya telah melaksanakan pelatihan. PDI-P sudah membentuk badan saksi nasional yang bertanggaung jawab atas semua tugas-tugas saksi. “Kami tidak bermaksud menghambat kegiatan panwaslu. Silakan dilaksanakan dan kami di internal akan melaksanakan kegiatan tersebut dengan mengundang KPU dan Panwaslu sebagai narasumber. Kami akan selalu kerja sama dengan penyelenggara pemilu,” pungkas Suwija. Perwakilan PKPI Bangli Wisma Antara juga mengaku belum menyetorkan namanama saksi ke Bawaslu. Alasannya, pihaknya khawatir mendekati hari pencoblosan nanti akan banyak saksinya yang mundur setelah mendapat bimtek dari Bawaslu. “Kami tidak ada maksud untuk merahasiakan nama-nama saksi,” tandasnya. (kmb40)


15

Jumat Wage, 15 Maret 2019

”Bargaining Power” NEGARA Switzerland selain sudah menjalin kerja sama yang baik dengan Indonesia pada bidang ekspor dan impor, telah berkontribusi dengan mendatangkan sekitar 1,5 juta wisatawan ke Indonesia pada tahun 2018. Tahun ini diharapkan jumlah kunjungan wisatawan Switzerland dapat mencapai dua juta wisatawan. Menurut Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E., MBA., Eropa merupakan pangsa pasar yang sangat tepat untuk dikembangkan dan diperkuat. Selain memiliki bargaining power yang tinggi, rata-rata length of stay wisatawan Eropa bisa mencapai 7 hingga 10 malam. ‘’Hal ini akan sangat memberikan multiplier effect yang positif untuk pariwisata Bali yang berkiblat pada quality tourism,’’ jelasnya, Kamis (14/3) kemarin. Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Eropa, para stakeholder pariwisata di Bali harus memiliki komitmen yang kuat, salah satunya terkait standardisasi safety and procedures setiap akomodasi pariwisata. Pasar Eropa sangat sensitif terhadap standar safety and procedures, sehingga harus dipersiapkan dengan baik dan matang. ‘’Tidak saja untuk akomodasi, namun juga pada pelaku pariwisata lainnya, seperti jasa transportasi, jasa travel agent, guide, watersport dan termasuk destinasi yang ada baik menyangkut standar, kelayakan dan keamanan setiap produk, pelayanan dan pengelolaannya,’’ katanya. Pihaknya telah melakukan sejumlah upaya, khususnya dalam menggaet wisatawan Switzerland. Seperti pada 5 Maret lalu Badung melalui Dinas Pariwisata dan BPPD melakukan sales mission 2019 di Eropa yang merupakan pra-event sales ITB Berlin. Pada sales mission di Switzerland, potensi pariwisata Bali diperkenalkan kepada 47 perwakilan top wholeseller di Switzerland dan 3 perwakilan dari Singapore Airlines. Lebih lanjut Suryawijaya berharap promosi tersebut bisa dilakukan secara terus-menerus oleh stakeholder. Caranya dengan merekomendasikan Bali sebagai destinasi wisata prioritas bagi warga Eropa terutama Switzerland. ‘’Bali yang memiliki kekayaan budaya dan tradisi tentunya menjadi daya tarik yang dicari wisatawan Eropa. Apalagi sejarah Bali mencatat bahwa hubungan Eropa dan Bali sudah terjalin sejak dulu dalam bidang pariwisata, salah satunya adalah tokoh Eropa Michel Picard yang mem-branding Bali sebagai pulau paradise. Brand ini masih melekat hingga saat ini. Maka dari itu, hubungan kedua negara harus kita jaga dengan baik,’’ ucapnya. (edi)

Satu Model

Untuk enam kabupaten lainnya, pihaknya menargetkan membangun 2.000 unit rumah sehat dan layak huni dengan anggaran total Rp 100 miliar. Bantuan Rp 50 juta tanpa dipotong pajak

untuk masing-masing rumah, diharapkan benar-benar digunakan sesuai peruntukan. Kalau memungkinkan, pihaknya meminta dibangun satu model atau seragam, dikerjakan secara bergotong royong, dan penggunaan anggaran diawasi oleh perbekel dan aparat desa setempat,

Generasi Muda Penting Kuasai ”Open Source” KESIAPAN sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi menjadi salah satu tantangan bangsa ini menyambut revolusi industri 4.0. Seperti diketahui, revolusi industri 4.0 adalah otomatisasi di segala bidang dengan open source sebagai pondasinya. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda menguasai software open source sebagai bagian dari penguasaan teknologi informasi. ‘’Negara kaya belum tentu maju. Jangan hanya bangga dengan kekayaan sumber daya alam, karena bisa habis. Kalau kita mau menjadi negara maju, kita harus menguasai teknologi. Kalau kita tidak menguasai teknologi, kita akan menjadi pembeli, menjadi user saja,’’ ujar CEO PT Equnix Business Solutions Julyanto Sutandang di Denpasar, Rabu (13/3). Menurut Julyanto, software open source kini menjadi solusi alternatif yang turut berperan penting dalam bisnis IT. Hal ini tentu akan membuat bangsa Indonesia mandiri dan berdaulat. Generasi muda, khususnya mahasiswa di perguruan tinggi perlu diberikan sosialisasi dan pemahaman tersebut. Sebagai penyedia layanan teknologi informasi berbasiskan open source seperti PostgreSQL dan Linux, pihaknya sejak tahun lalu telah melakukan kampanye edukasi terkait software open source. Kampanye edukasi di beberapa kampus tanah air ini sekaligus mendukung terwujudnya 1.000 technopreneur. Tahun ini menyasar pula kampus-kampus di Bali, seperti Universitas Pendidikan Nasional, Universitas Dhyana Pura, dan Universitas Udayana. ‘’Wawasan mahasiswa diharapkan terbuka agar mampu mengembangkan diri dan membangun kreativitas yang dapat mendoagar anggaran yang diberikan tepat guna dan tepat. Melihat potensi yang dimiliki desa-desa Bali Aga ini, Bupati Giri Prasta menyatakan siap memberikan bantuan selanjutnya untuk pengembangan potensi desa, khususnya dalam sektor pariwisata. (*)

Sangat Kagum Sementara desa di Kabupaten Buleleng yang mendapatkan bantuan pembangunan rumah sehat layak huni adalah Desa Tigawasa mendapatkan bantuan bedah rumah sebanyak 263 unit, Desa Pedawa sebanyak 134 unit, Desa Kayu Putih 25 unit, Desa Tirtasari 20 unit dan Desa Banyuatis sebanyak 8 unit. Perbekel Tigawasa Made Suwadarmayasa dan Perbekel Pedawa Putu Sudarmaja mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada Bupati Badung dan jajarannya karena telah menjadikan Desa Tigawasa sebagai sasaran utama program bedah rumah. ‘’Program ini (bedah rumah) sangat berarti bagi warga kami yang masih hidup dalam kemiskinan dan menghuni rumah yang kurang layak,’’ ungkap

Suwadarmayasa. Ia menyatakan sangat kagum dengan Bupati Badung meski bukan warga Buleleng, akan tetapi memiliki kepedulian untuk membantu dan mengalokasikan anggaran untuk membantu masyarakat Buleleng. ‘’Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan dengan bantuan yang diberikan ini akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami,’’ katanya. Sementara itu, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan desa-desa SCTPB (Sidetapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Bayusri) yang dulu dikenal dengan desa miskin dan kurang bersahabat, kini sudah banyak berubah. ‘’SCTPB sudah banyak berubah, warganya penuh persahabatan, infrastrukturnya juga sudah bagus. Desa-desa Bali Aga ini memiliki potensi

alam yang sangat luar biasa,’’ katanya. Untuk mengembangkan wilayah ini, pihaknya juga akan menyusun konsep pariwisata terintegrasi untuk wilayah ini, tentunya dengan meminta bantuan dari Pemkab Badung. Bupati Agus Suradyana juga mengucapkan terima kasih atas bantuan BKK Badung yang diarahkan untuk bedah rumah dan kegiatan infrastruktur. Bantuan ini sangat membantu Pemkab Buleleng dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. ‘’Saya mewakili masyarakat Buleleng mengucapkan terima kasih atas kebijakan Bapak Bupati Badung yang memberikan bantuan yang begitu besar. Tentunya kami akan memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,’’ tandasnya. (ad391)

rong mereka menjadi seorang technopreneur,’’ jelasnya. Lingkungan pendidikan tinggi, lanjut Julyanto, perlu mengetahui apa yang terjadi di dunia bisnis saat ini. Banyak sekali perubahan yang membutuhkan kegesitan dalam merespons, menyikapi maupun menjawabnya. Di sisi lain, Indonesia juga membutuhkan lebih banyak sarjana yang bersedia melakukan riset secara mendalam terkait pengembangan software open source. Software ini menjadi alternatif menarik dibandingkan dengan software komersial berlisensi yang cenderung memonopoli pasar. ‘’Kegiatan monopoli adalah kontraproduktif, terutama dalam model pasar yang bebas, karena tidak adanya persaingan yang sehat sehingga efisiensi menjadi rendah dan hampir tidak ada ruang negosiasi untuk mengefisiensikan biaya dan meningkatkan layanan,’’ imbuhnya. Julyanto menambahkan, software open source memberi udara segar di Indonesia dengan memungkinkan penggunaan software legal tanpa biaya lisensi. Software ber-

basis open source memberikan kebebasan, pilihan, kejujuran, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor. Termasuk menjamin keamanannya karena 100 persen bisa dikontrol sendiri. Banyak perusahaan besar dunia sukses menggunakan berbagai software open source, misalnya Linux untuk sistem operasi, Apache untuk server web, PostgreSQL untuk database, dan PHP, Java, Perl, Python atau lainnya untuk bahasa pemerograman. ‘’Tidak hanya perusahaan teknologi, kini praktis hampir semua perusahaan besar dunia menjalankan minimal satu software open source di lingkungan software mereka,’’ ungkapnya. Ke depannya, Julyanto menyebut open source akan semakin tersebar merata ke seluruh sudut kehidupan manusia. Software open source juga akan semakin kuat berkembang dan menyeimbangkan industri software dan TI agar tercipta pemerataan akses informasi, kesempatan, dan pada akhirnya kesejahteraan seluruh umat manusia. (kmb32)

Jero Suwena juga menambahkan bahwa desa adat di Bali adalah suatu entitas sosial yang unik yang berbeda peranannya dengan desa dinas atau desa administratif. ‘’Kita di Bali sistemnya dualitas, bukan dualisme di mana keduanya berjalan dengan perannya masing-

masing dalam kehidupan adat, keagamaan serta kenegaraan. Untuk itu kita harapkan jalan tengah yang terbaik, sehingga tidak melanggar perundangundangan yang ada, namun desa adat tetap diakui oleh negara. Masih ada celah untuk itu dan kita semua berdoa agar perjuangan ini bisa sampai pada tujuannya,’’ tutup Jero Suwena. (ad396)

Jalan Terbaik

Kesejahteraan Masyarakat ‘’Namun kita harus lihat pula implikasinya, seperti contohnya di Aceh di mana desa adat berubah menjadi desa administrasi sehingga keduanya jadi klop,’’ tambahnya. Jika berbicara masalah kesejahteraan masyarakat, Menkeu menyebut program yang berorientasi pada hal

09:05 Wita Talk Show Merah Putih Menunggu Program JKNKBS dan KKA 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song

14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Supraba (2) 17:05 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Adi Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda

tersebut, dirinya pasti ingin mendukung siapa pun pimpinan daerahnya. ‘’Buat saya masyarakat yang paling penting. Presiden kita dipilih rakyat, presiden kita ingin menyejahterakan rakyat maka kita sebagai pembantunya harus melakukan upaya untuk melayani masyarakat. Jadi saran saya mari kita bawa isu ini dalam pembahasan,’’ tegasnya. (*)

DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST UNTUK : PUTU CILTABY ANTARI /Kepala Membesar BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000 BRI KANTOR CABANG DENPASAR GAJAH MADA NO: 0017-01-001275-30-4 RK & ADN Wayan Sumerta, Denpasar Adnyana, Denpasar ADN, Denpasar RK, Denpasar RK & ADN ADN Sang Bagus Rio Kazawa Putu Purdana, Jl. Bukit Indah I/7X Dps Agus Darmendra, Sekar Jepun VI/18A Denpasar Gede Santrika Yuda Dewa Putu Suyadnya Putu Purdana Toko Cempaka Indah, Denpasar Agung Artha, Denpasar K. Sandiasa Sang Ayu Agni Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Jumat, 15 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:35 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini

WARUNG GLOBAL

19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 21:00 Wita Bali Now Cok Widhi, Rai Agus Swandana 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Rumah Sehat 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Rp 1.000.000 Rp 800.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp 500.000 Rp

500.000

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

300.000 300.000 270.000 250.000 100.000 100.000 100.000 100.000

Rp 6.820.000 Rp 6.000.000 Rp 12.820.000

Tak Hanya Diberi Pelatihan, Pecalang Mestinya Digaji KEBERADAAN pecalang di Bali memang tidak asing lagi, baik itu bagi warga lokal ataupun pendatang. Karena setiap upacara adat yang berhubungan langsung dengan masyarakat umum selalu melibatkan pecalang. Secara umum tugas pecalang mirip tugas polisi. Selain mengatur lalu lintas di areal kegiatan upacara keagamaan dengan berkoordinasi dengan polisi, mereka juga memiliki fungsi menjaga keamanan masyarakat. Pecalang di Bali tidak hanya mengamankan kelancaraan upacara keagamaan umat Hindu, tetapi juga saat hari raya Lebaran di masjid dan juga perayaan Natal di gereja, pecalang juga dilibatkan. Ini membuktikan kerukunan umat beragama di Bali sangat terjaga dengan baik, walaupun mayoritas Bali beragama Hindu rasa toleransi dijunjung tinggi, tidak ada intimidasi, sehingga kebinekaan tetap utuh. Begitu peran penting pecalang di Bali selain sebagai menjaga keamanan juga sebagai pemersatu antarumat beragama. Bertugas sebagai pecalang adalah sebuah pengabdian kepada masyarakat, mereka tidak digaji, jadi untuk lebih meningkatkan profesionalismenya para pecalang perlu diberikan pendidikan dan pelatihan. Demikian beberapa opini dalama acara Warung Global, Kamis (14/3) kemarin. Ada juga Kawan Global yang mengusulkan agar pecalang diberikan gaji mengingat mereka juga bertugas mengamankan saat ada upacara yang bersinergi dengan aparat keamanan seperti kepolisian. Berikut rangkuman opini pendengar Radio Global 96,5 FM selengkapnya. Sebagai warga hindu, Ayu di Petang dan Fera di Tabanan melihat bahwa tugas pecalang ini sangat mulia, turut membantu warga saat ada kegiatan keagaman. Untuk itu sangat perlu diberikan pendidikan dan pelatihan. Ia juga mengingatkan agar pecalang bersikap independen (tidak memihak) ketika menengahi perselisihan warga dan sebagainya. Fera pun mengusulkan agar pecalang diberikan gaji tiap bulan. Febri di Badung juga setuju jika pecalang diberikan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme yang selama ini keberadaan

pecalang sudah melakukan tugasnya dengan baik. Ia malah menyarankan agar ke depan, pecalang ini dijadikan sebuah profesi (diberikan gaji). Sementara Ketut Daw di Abiansemal merasa tidak perlu diberikan diklat secara khusus bagi pecalang. Kalau untuk yang umum tidak masalah seperti dasar-dasar pengaturan lalu lintas. Keberadaan pecalang sangat strategis, demikian Werdha di Gianyar. Untuk itu pecalang sangat bagus diberikan pendidikan dan pelatihan. Keberadaannya selama ini harus disegani bukan malah ditakuti karena bodi besar dan muka seram. Mengenai hak dan kewajiban pecalang semua pihak harus mengetahui. Ditambahkan Made Bimasena di Gianyar, untuk meningkatkan profesionalisme pecalang memang perlu dilakukan diklat. Beberapa Kawan Global lainnya, Gus Dark dan Kak Nges di Denpasar, sangat setuju kalau pecalang diberikan pendidikan dan pelatihan terutama pengetahuan cara mengatur lalu lintas saat tidak didampingi petugas kepolisian. Kemudian pendidikan dan pelatihan umum pelatihan untuk pecalang seperti pengetahuan tentang lalu lintas, P3K, bahaya kebakaran, bahaya keracunan, radikalisme dan hal-hal yang bersifat umum yang bukan hanya untuk pecalang tetapi untuk masyarakat umum. Untuk pecalang mungkin bisa diberikan sertifikat yang dilegalisir untuk tiap pendidikan umum yang diikuti, sehingga ada rasa profesionalisme dalam melakukan tugasnya. Jangan sampai hal baik ini dianggap tidak penting hanya karena rasa malas dan rasa ngekoh Gus Dark juga mengajak warga Bali berpikir global di era global ini. (sikha)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Wage, 15 MAret 2019

Satu-satunya RS Swasta di Bangli

BMC Terus Kembangkan Layanan Kesehatan Ukm

& Wonderful

Bali

RUMAH Sakit Bangli Medika Canthi (BMC) merupakan satu-satunya rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Bangli. Berdiri sejak tahun 2012, rumah sakit yang beralamat di Lingkungan LC Subak Aya, Bangli ini terus mengembangkan layanan kesehatannya dengan mengedepankan kenyamanan terbaik bagi pasiennya.

RS BMC di Lingkungan LC Uma Aya, Bangli.

Bali Post/ina

Direktur RS BMC dr. I Wayan Rinartha, M.M. menjelaskan, RS BMC berdiri atas prakarsa sejumlah dokter spesialis di Bangli. Awal dibangun, RS BMC berdiri di atas lahan seluas 10 are dengan jumlah tempat tidur hanya 36 buah. Kala itu, RS BMC hanya menyediakan layanan UGD dan empat poliklinik empat spesialis dasar yakni poli bedah, kandungan, anak dan penyakit dalam. ‘’Izin operasional terbit tahun 2012 dari Kemenkes sebagai rumah sakit tipe C,’’ jelasnya saat ditemui, belum lama ini. Seiring berjalannya waktu, RS BMC terus berupaya menambah fasilitas layanan kesehatan. Demikian pula dengan sumber daya manusianya (SDM) terus ditingkatkan. RS BMC yang memiliki moto Prima ini juga menambah fasilitas parkir demi kenyamanan pengunjung rumah sakit. Semua itu dilakukan juga untuk memenuhi persyaratan akreditasi.

Rinartha yang definitif mengelola RS BMC sejak Mei 2012 mengatakan, baru di tahun ketiga atau pada 2015 pihaknya mengajukan akreditasi ke KAS. Sesuai hasil survei awal tim akreditasi, fasilitas yang dimiliki RS BMC kala itu dinilai masih banyak yang perlu dibenahi dan dikembangkan, seperti belum representatifnya ruang UGD, ruang operasi dan fasilitas lainnya. ‘’Sesuai rekomendasi tim, kami kemudian melakukan perbaikan dan pengembangan terhadap akses dan fasilitas. Kami lakukan penambahan ruang cuci darah, ruang UGD yang representatif, kamar operasi dan penataan lainnya. Tahun 2016, kami lulus akreditasi,’’ terangnya. Dari proses pengembangan dan penambahan fasilitas yang terus-menerus dilakukan, saat ini RS BMC telah memiliki 66 kamar dan 66 tempat tidur yang dibagi dalam tiga kelas. Khusus untuk kelas III, RS BMC me-

nyediakan 18 kamar. ‘’Kami juga menyediakan satu ruangan khusus untuk sulinggih. Semua peralatan di sana serba baru,’’ ungkap Rinartha. Untuk pelayanan medis berupa poliklinik, RS BMC saat ini telah memiliki 16 poliklinik. Di samping empat pelayanan yang sudah ada di awal, dilakukan penambahan poliklinik ortopedi, kulit, mata, THT, tumbuh kembang, poli nyeri, gizi, saraf dan gigi. RS BMC juga menambah layanan spesialis penunjang lain seperti anastesi, radiologi, patologi klinik dan patologi anatomi. Dari sisi SDM, RS BMC kini mempunyai 9 orang dokter umum, sejumlah dokter spesialis, 97 tenaga perawat dan 32 orang bidan. Meski jumlah tenaga SDM yang dimiliki saat ini sudah sesuai standar minimal Permenkes 56 Tahun 2014, pihaknya akan tetap berupaya melakukan peningkatan SDM dari

sisi kuantitas dan kualitas. Tak hanya itu, dalam perjalanan selama ini RS BMC juga telah memiliki sebuah fasilitas kesehatan berupa klinik di Kayuambua. Rencananya, pengembangan klinik juga akan dilakukan di wilayah Kota Bangli. Pengembangan klinik perlu dilakukan mengingat saat ini era pelayanan kesehatan BPJS dengan sistem rujukan online berjenjang. ‘’Dalam era BPJS sekarang kami pikir RS harus punya jaringan klinik pratama. Klinik ini didirikan untuk melayani pasien BPJS, sehingga ketika harus dirujuk bisa langsung dirujuk ke sini,’’ jelas Rinartha. Dalam program kerja ke depan, pihaknya juga akan terus melakukan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di RS BMC baik berupa peralatan medis maupun memperluas sarana parkir dengan cara membuat parkir bertingkat tiga lantai. (ina)

Salah satu ruang pelayanan di RS BMC.

Bali Post/ina

Liga Champions

Bali Post/ist

Lili Sulistya Dewi (kiri) dan Kadek Rico Fergian Dinatha, petembak andalan Kota Denpasar.

Perbakin Denpasar Jaring Atlet Junior dan Senior

Denpasar (Bali Post) Pengkot Perbakin Denpasar sudah memiliki tim bayangan tembak baik junior maupun senior yang akan diturunkan pada Porprov Bali 2019 di Tabanan. Penjaringan atlet dilakukan pada kejuaraan Piala Wali Kota 2019 di Lapangan Tembak Tohpati akhir Februari lalu. Sekum Pengkot Perbakin Denpasar Made Sugiantara, Kamis (14/3) kemarin, mengemukakan petembak yang dijaring dari Piala Wali Kota tercatat Kadek Rico Fergian Dinatha, Lili Sulistya Dewi Tirtajaya, Talita Judit, Han Saputra, Bintang, Yuda (junior), Ketut Sudiana, Kadek Diana Putra, Cok Amrita, Diah Pramesty, Novianti, Yoga dan Helga (senior). Pihaknya belum membentuk tim definitif karena masih diseleksi lagi dua pekan mendatang. Kejuaraan Piala Wali Kota 2019 mempertandingkan 12 nomor senapan angin (junior) dan nomor api (senior), sedangkan Porprov Bali 2019 mempertandingkan 17 nomor. Padahal pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, tembak mempertandingkan total 33 nomor. Tim tembak Kota Denpasar mendulang 18 medali emas pada Porprov dua tahun lalu. Prestasi itu membuat Perbakin Denpasar tetap mematok juara umum di Tabanan. ‘’Kami mengincar 6-7 emas dari total 17 yang diperebutkan,’’ tutur Sugiantara. Pria yang akrab disapa Pak Rino ini juga menjadi pelatih tembak Denpasar bersama Made Sukarta dan Tini. (022)

Siang Ini, Timnas U-22 Tiba di Bali

Gianyar (Bali Post) Rombongan tim nasional sepak bola Indonesia U-22 dijadwalkan mendarat di Bandara Ngurah Rai, Bali, Jumat (15/3) siang ini pukul 11.00 Wita. Timnas U-22 ke Pulau Dewata untuk melakukan latih tanding meladeni Bali United U-22 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (17/3) lusa. Media Officer (MO) Bali United Ngurah Wirya Darma yang dikontak Kamis (14/3) kemarin menyebutkan, Timnas U-22 yang ditangani Indra Sjafri dan diperkuat pemain Bali United Kadek Agung Widnyana, selama berkunjung ke Pulau Seribu Pura juga akan mengadakan acara game Electronic Sport di Stadion Dipta. Selain itu, dilakukan seleksi pesepak bola remaja U-18 dan U-20 serta rahasia menjadi pesepak bola profesional bersama Indra Sjafri, Marinus Wanenwar, I Kadek Agung Winyana, dan Sani Rizki Fauzi. Rangkaian acara ini diisi pula kiat-kiat menuju sukses dalam meniti karier berkat dukungan rekan dan keluarga yang akan disuguhkan Irfan Bachdim dan Jennifer Bachdim serta festival musik. (022)

Liverpool Kembali ke Panggung Eropa

Munich – Liverpool membuktikan bahwa mereka kembali ke panggung Eropa setelah menang mengesankan 3-1 atas Bayern Munich pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Jerman, Kamis (14/3) pagi kemarin. Hasil ini menempatkan The Reds di babak perempatfinal. Sadio Mane mencetak gol pembuka dan ketiga Liverpool. Bek tengah Virgil van Dijk mencetak gol kedua yang membawa tim tamu unggul 2-1 pada menit ke-69 setelah gol bunuh diri Joel Matip membuat Bayern menyamakan kedudukan di babak pertama. Liverpool menang gregat 3-1 menyusul hasil imbang 0-0 pada laga pertama di Anfield. ‘’Ini langkah besar untuk mengembalikan klub ke pentas Eropa dan saya sangat senang. Kami benar-benar kembali ke lanskap sepak bola internasional terkemuka. Jika Barcelona atau Real Madrid datang ke sini, mereka tahu ini adalah tempat yang sulit untuk dimenangkan,’’ kata manajer Liverpool Juergen Klopp usai pertandingan. Liverpool bergabung dengan Tottenham Hotspur, Manchester City dan Manchester United di perempatfinal. Ini merupakan ulangan pencapaian wakil Inggris pada 2008/2009. ‘’Ini bagus untuk sepak bola Inggris. Kami memiliki perasaan yang baik sejak tahun lalu, mudah-mudahan dapat melanjutkan sejauh yang kami bisa,’’ ujar gelandang Liverpool

James Milner kepada BT Sport. Ini adalah pertama kalinya sejak 2011 Bayern gagal mencapai perempatfinal Liga Champions. Tersingkirnya Bayern membuat tidak ada klub Bundesliga di delapan besar untuk pertama kalinya sejak 2005/2006, setelah sebelumnya Borussia Dortmund dan Schalke 04 dikalahkan Tottenham dan City. Bayern sekarang harus berkonsentrasi untuk memenangkan Bundesliga dan Piala Jerman. ‘’Kami memiliki hak untuk kecewa. Sangat sulit tidak menjadi bagian dari Liga Champions lagi. Kami harus positif, kami memiliki performa bagus di Bundesliga dan kami harus fokus pada itu,’’ jelas Niko Kovac, pelatih Bayern.

gol. Messi kemudian mencetak gol keduanya diikuti Gerard Pique dan Ousmane Dembele. Messi sekarang memiliki 108 gol di Liga Champions, di belakang Cristiano Ronaldo yang mencetak 124 gol. ‘’Ketika berada di level seperti itu, dia hampir t a k terhentikan. Kami melakukan apa yang kami bisa,’’ ungkap pelatih Lyon Bruno Genesio memuji Messi. Di luar M e s s i ,

Coutinho menikmati salah satu penampilan terbaiknya untuk Barca. ‘’Dalam beberapa minggu terakhir, bahkan berbulan-bulan, saya belum bermain dengan baik. Aku senang dengan penampilanku hari ini,’’ sebutnya. ‘’Itu pertandingan penting baginya dan dia bermain sangat baik,’’ tambah pelatih Ernesto Valverde. Barcelona menjadi satu-satunya wakil Spanyol di delapan besar bersama Juventus, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Tottenham Hotspur, Porto dan Ajax. Terakhir kali Spanyol hanya memiliki satu tim pada tahap ini adalah tahun 2010. (afp/kmb)

Barcelona Lionel Messi mencetak dua gol ketika Barcelona mengalahkan Lyon 5-1 di Nou Camp untuk mencapai perempatfinal Liga Champions. Penalti Messi dan hasil akhir yang sederhana dari Philippe Coutinho menghabisi Lyon sebelum babak pertama. Tendangan voli Lucas Tousart membuat Lyon berselisih satu

Ihsan Terhenti di 16 Besar

Jakarta (Bali Post) – Tunggal putra Indonesia Ihsan Maulana Mustofa harus terhenti langkahnya pada turnamen bulu tangkis Lingshui China Masters 2019 di Hainan, Cina, seusai dikalahkan wakil Malaysia Iskandar Zulkarnain, Kamis (14/3) kemarin. Unggulan pertama berdasarkan data dari BWF itu menyerah dengan skor 21-14, 13-21, 9-21. Ihsan menyusul pasangan ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso yang juga tersingkir dari turnamen tersebut setelah kalah dari Yang Ming-Tse/Wu Ti Jung (Taiwan) 21-13, 20-22, 15-21. Sementara itu dalam turnamen Swiss Terbuka 2019, ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Agatha Imanuela sukses menaklukkan Emily Kan/Isabel Zhong (AS) 21-5, 21-10. (ant)

BINTANG – Sadio Mane menjadi bintang kemenangan Liverpool atas Bayern Munich di Allianz Arena.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook