terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 179 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Babi Bali Lebih Gurih
Residivis Disel Lagi
Polisi Bagikan Bunga dan Cokelat
Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyebut daging babi Bali lebih gurih ketimbang babi bule. Karena makanan babi sangat memengaruhi cita rasa daging itu sendiri.
Baru saja menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman di Lapas Kerobokan karena kasus pencurian, Ngurah Gede Widnyana Putra alias Doblet kembali ditangkap polisi. Ia terlibat kasus pencurian. Selain Doblet, polisi juga mengamankan Gede Putu Dicky Setiawan. TABANAN | HAL. 5
Merayakan Valentine Day, Satuan Lalu Lintas Polres Bangli membagi-bagikan bunga dan cokelat kepada pengguna jalan, Jumat (14/2) kemarin. Tak lupa, petugas Satlantas juga memberikan pesan kepada pengendara agar selalu tertib dalam berlalu lintas.
BADUNG | HAL. 3
BANGLI | HAL. 9
Pergub Transportasi Berbasis Pangkalan Terobosan Atasi Potensi Konflik
MERDEKA, MERDEKA, MERDEKA! Pekik heroik itu membahana di halaman Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/2) kemarin. Ketika itu ratusan massa Bali Transportasi Bersatu (BTB) menyaksikan penetapan secara resmi Rancangan Peraturan Gubernur Bali tentang Pelayanan Angkutan pada Pangkalan di Kawasan Tertentu menjadi Pergub Nomor 2 Tahun 2020.
D
idampingi Sekda Bali Dewa Made Indra dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, tidak mudah mendapatkan fasilitasi peraturan ini dari Kementerian Perhubungan. Peraturan ini hanya ada di Bali. Permenhub yang ada semua berbasis aplikasi, sehingga merugikan pengemudi dan pemilik taksi konvensional. Terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 yang telah diubah menjadi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 118 Tahun 2018 tentang Angkutan Sewa Khusus (angkutan yang berbasis aplikasi) menyebabkan timbulnya layanan angkutan berbasis aplikasi yang memasuki wilayah dan mengangkut penumpang dari wilayah yang diklaim sebagai pangkalan. Hal. 11 Konflik Horizontal
’’Sopir transportasi konvensional ini banyak berjasa membawa pariwisata Bali. Makanya saya konsisten membela agar pergub ini bisa terealisasi. Saya dengan Pak Dirjen sampai malam berdiskusi soal substansi pergub, sehingga akhirnya diloloskan dengan memberikan ruang pengaturan layanan angkutan.’’
BTB - Gubernur Bali Wayan Koster berada di tengah-tengah anggota Bali Transportasi Bersatu (BTB) usai penetapan secara resmi Rancangan Peraturan Gubernur Bali tentang Pelayanan Angkutan pada Pangkalan di Kawasan Tertentu menjadi Pergub Nomor 2 Tahun 2020.
Saatnya Bali Ditata, Tak Hanya Dijual Membangkitkan kembali taksu Bali sedang digagas Gubernur Wayan Koster dengan pengajukan tiga ranperda. Salah satunya Ranperda tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali. I n i
bertujuan mewujudkan kehidupan krama Bali yang bahagia, dan menata secara fundamental serta komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan. Ranperda ini merupakan rancangan
Wayan Koster Gubernur Bali
OPINI
Mengatasi Kecanduan Gadget Oleh : dr. I Gusti Putu Darmika, Cht., MPH. ANAK adalah permata yang diinginkan oleh setiap orangtua di muka bumi ini, setiap dari mereka yang membangun keluarga umumnya menginginkan memiliki anak sebagai buah hati mereka. Seseorang yang sudah menikah dan tidak memiliki buah hati sering merasa kurang lengkap dan merasa tidak bahagia. Mereka yang memiliki anak tentu saja selain merupakan sebuah berkah dan kesempatan untuk belajar, memiliki anak juga merupakan sebuah tanggung jawab dan sebuah kesempatan untuk berbagi kasih. Anak adalah guru bagi orangtua untuk belajar menyadari kasih dalam dirinya. Hal. 11 Zaman Internet
produk hukum yang akan memperkuat pariwisata berbasis budaya dengan tata kelolanya. K etika kunjungan wisatawan deras mengalir ke Bali, hanya ada satu kata yang terus menggema, Jual! Tidak banyak kepedulian soal bagaimana menata Bali terutama destinasi tujuan wisata (DTW) agar kualitasnya tetap terjaga. Di saat kunjungan sepi, maka selain menjual, penataan wajib dilakukan, sekaligus untuk meningkatkan pariwisata Bali agar lebih berkualitas. Kuta, salah satu destinasi wisata Bali yang mendunia. Namun karena terlalu diobral, wajahnya kini mulai corengmoreng. Tingkat kriminal-
itas dengan pelaku WNA cukup tinggi. Lingkungan yang mulai padat dan kemacetan menjadi keseharian. Kuta adalah contoh bagaimana dampak jika pariwisata terus diobral dan melupakan aspek penataan. ‘’Selama kunjungan tinggi, kita terus jual…jual…jual. Tanpa pernah hirau terhadap bagaimana kondisi di dalam DTW kita. Seperti apa pengelolaannya, apa yang dirasakan masyarakat sekitarnya,’’ kata Dr. Nyoman Sukma Arida, akademisi Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Rabu (12/2). Nampaklah kemudian, pariwisata Bali semakin menurun kualitasnya karena lebih mementingkan aspek kuantitas. Indikasi penurunan kualitas adalah makin pendeknya lama tinggal, menurunnya daya beli dan perilaku wisatawan asing (turis) yang melanggar norma, bahkan hukum. Hal. 11 Lama Tinggal
238 WNI yang Dikarantina di Natuna Negatif Corona Harian Bisnis Bali Di Benoa, Pengusaha Lokal Pasti Dilibatkan Seiring dengan proyek pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan internasional, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan melibatkan pengusaha lokal di dalamnya. www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Kiat ’’Pawang’’ ODGJ di Gianyar Menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), I Wayan Nasta ahlinya. ‘’Pawang’’ ODGJ yang juga anggota Satpol PP Gianyar ini punya kiat khusus saat bertugas.
www.denpost.id
Dua Warga Bali Pulang Sabtu Ini
SEBANYAK 238 WNI yang pulang dari Wuhan, Tiongkok dan telah diobservasi di Natuna selama dua minggu dinyatakan semuanya sehat. Rencananya mereka akan dipulangkan ke daerah masing-masing, Sabtu (15/2) ini. Menkes, Menko PMK, Kepala BNPB akan melepas keberangkatan WNI dari Lanud Raden Sadjad. Pun sejumlah warga di Desa Penagi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan turut melepas kepulangan mereka, yang telah selesai menjalani observasi kesehatan di Natuna. Masa observasi WNI di Natuna yang dievakuasi dari
Wuhan, berakhir Sabtu (15/2) ini. Bertepatan dengan berakhirnya masa observasi, mereka juga akan kembali ke kampung halaman masing-masing. Dua di antaranya merupakan warga Bali. ‘’Yang dari Bali ada dua orang. Tapi itu semuanya sehat, makanya diizinkan pulang,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, di Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/2) kemarin. Menurut Dewa Indra, WNI yang menjalani observasi di Natuna semuanya sehat. Kepulangan mereka ke daerah masing-masing difasilitasi oleh pemerintah pusat, yakni BNPB
dan Kementerian Dalam Negeri. ‘’Semuanya pulang seperti warga masyarakat biasa, karena mereka kan tidak terbukti ada penyakit. Karena itu tidak perlu ada penjemputan, tetapi yang terpenting adalah mereka tetap dalam pengawasan Dinas Kesehatan,’’ jelasnya. Presiden Joko Widodo meminta masyarakat menerima apa adanya warga negara Indonesia yang pulang dari Wuhan, Tiongkok dan telah diobservasi terkait virus Corona di Pulau Natuna, Kepulauan Riau. Hal. 11 Sesuai Prosedur
Bali Post/ant
SENAM - WNI yang saat ini diisolasi di Natuna melambaikan tangan saat akan melakukan senam bersama prajurit TNI di Hanggar Pangkalan Udara TNI-AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Jumat (14/2) kemarin.
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Lagi, Senderan SDN 6 Ubung Longsor
FIGUR Wajib Berbahasa Inggris SEJAK Selasa lalu ada sesuatu yang baru di Dwijendra University. Semua dosen, mahasiswa dan karyawan wajib berbahasa Inggris baik dalam pelayanan maupun dalam aktivitas proses perkuliahan. Hal ini menurut Rektor Dwijendra University, Dr. Ir. Gede Sedana, M.MA., guna membiasakan warga kampus untuk berbahasa asing khususnya Inggris. Yayasan mengintruksikan warga kampus Dwijendra wajib menggunakan bahasa Inggris setiap hari Selasa dan berbahasa Bali setiap Kamis dan purnama. Hanya dia tekankan penggunaan bahasa Inggris tiap Selasa tak mesti sesuai dengan grammer yang benar, melainkan bahasa komunikatif. Tujuannya menyiapkan anak muda Bali menguasai bahasa asing sekalipun sehari hanya menambah satu kosa kata saja. ‘’Jika tak diwajibkan dan dipaksakan, kapan kita memulai menanamkan budaya berbahasa asing dan berbahasa Bali,’’ tegas Gede Sedana, Jumat (14/2) kemarin. Program Selasa berbahasa Inggris dan Kamis berbahasa Bali, juga diwajibkan kepada mahasiswa non-Hindu. Tujuannya agar mereka memahami budaya Bali dan ikut mencintai bahasa Bali. Dalam PBM para dosen juga wajib menggunakan kedua bahasa ini semampunya sesuai dengan konteks akademik. Hal ini dinilai sangat positif guna menyiapkan SDM Bali dan lulusan yang berkompeten global di era revolusi industri 4.0. dan kuat akar budaya Balinya. (sue)
Terlibat Kasus 2.756 Gram SS
Pria India Dituntut 20 Tahun Penjara
Denpasar (Bali Post)Terjerat kasus 2.756 gram sabu-sabu (SS), dua orang warga India, terdakwa Manjet Singh (23) dan Harvinder Singh (26), Kamis (13/2) malam dituntut pidana penjara selama 20 tahun. Jaksa penuntut umum (JPU) I Made Lovi Pusnawan dalam sidang di PN Denpasar, menyebut terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jaksa dalam sidang terbuka untuk umum itu mengatakan, terdakwa telah melakukan percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika atau prekursor narkotika. Terdakwa tanpa hak atau melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut, atau mentransit narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Selain menghukum 20 tahun penjara, kedua terdakwa juga dikenai denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan penjara. Atas tuntutan itu, kedua terdakwa melalui kuasa hukumnya akan melakukan pembelaan pada sidang selanjutnya. Diuraikan dalam surat dakwaan, kasus ini bermula saat terdakwa bertemu den-
gan Kulwant Kulkata, Senin (2/9) lalu di Pasar Baru Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, terdakwa disuruh membawa paket narkotika jenis SS ke Bali untuk diserahkan kepada orang tidak kenal dengan upah masingmasing sebesar INR 50.000 atau sebesar Rp 9 juta. Kedua terdakwa lalu berangkat dari Jakarta ke Bali melalui Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam toilet Bandara Soeta, terdakwa Manjet Singh memasukkan satu buah tas kain warna biru yang di dalamnya berisi paket narkotika jenis SS ke dalam tas koper milik terdakwa Harvinder Singh. Tiba di Bali keduanya menginap di salah satu hotel di Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Esok harinya, Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 10.00 Wita, kedua terdakwa membuka tas kain warna biru yang di dalamnya berisi 4 bungkus paket narkotika jenis sabu. “Barang tersebut lalu dijadikan satu dan dimasukkan ke dalam kantong plastik warna biru. Kantong plastik berisi sabu kemudian ditaruh di atas meja dalam kamar hotel,” kata jaksa. Belum sempat diantar, petugas kepolisian dari Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkapnya. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) – Senderan Tukad Badung Utara (dam Mertagangga) kembali longsor. Kejadian ini membuat bangunan yang ada di atasnya, yakni SDN 6 Ubung semakin mengkhawatirkan. Terlebih, saat ini pondasi kamar mandi (WC) ikut tergerus, Jumat (14/2) kemarin. Senderan tersebut memiliki ketinggian 17 meter. Lebar longsor mencapai 8 meter. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kepala SDN 6 Ubung, Ni Luh Putu Sri Gunawati menyebutkan, longsor itu terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu dirinya bersama beberapa siswa sudah tiba di sekolah. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh reruntuhan bangunan dari arah gedung selatan. Mendengar suara tersebut, dia dan siswanya langsung keluar melihat asal suara tersebut dan ternyata senderan yang longsor 2017 lalu kembali longsor. Sebelumnya, longsor pertama pada 2014 lalu. Sri Gunawati mengungkapkan, beruntung tiga ruang kelas di gedung selatan sudah dikosongkan sejak longsor 2017 lalu. Dengan kejadian itu, dia dan guru-guru lainnya lang-
sung menutup jalan menuju gedung tersebut agar tidak dilalui oleh siswa dengan menggunakan besi dan kawat. Sri Gunawati mengungkapkan, pihaknya juga akan meliburkan siswanya lebih dulu mulai hari ini (Sabtu hari ini - red). Sebab libur Galungan baru mulai Senin (17/2) untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan terjadi. Setelah itu, pihak SDN 6 Ubung segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar untuk meminta izin meminjam kelas untuk belajar mengajar saat libur usai. ‘’Besok (hari ini - red) kita akan liburkan, mendahului libur Galungan selama dua minggu yang harusnya mulai Senin. Sebelum mulai sekolah lagi saya akan komunikasikan untuk meminjam kelas apalagi perbaikannya baru mulai bulan Maret,’’ ungkapnya. Sebelumnya, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida sudah memastikan senderan tersebut sudah dilakukan perbaikan. Saat ini baru memasuki proses tender. Bila proses lancar, Maret pekerjaan fisiknya sudah bisa dilakukan. (kmb12)
Bali Post/ist
LONGSOR - Senderan yang ada di Tukad Badung Utara (dekat Dam Mertagangga) kembali longsor, Jumat pagi kemarin.
Arak Bali Tak Boleh Dijual Sembarangan
Denpasar (Bali Post) -
Legalisasi arak dengan terbitnya Pergub No.1 Tahun 2020 seolah-olah ditafsirkan bahwa kini masyarakat boleh meminum arak di mana saja. Padahal, Pergub tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali itu fokus pada tata kelola. Utamanya agar para perajin tidak lagi dikejar-kejar aparat, karena masih ada proses lanjutan setelah memproduksi. Yakni dibawa ke koperasi yang selanjutnya dijual kepada produsen atau pabrik minuman. Selain itu, diatur pula di mana minuman tersebut dapat dijual dan dilarang dijual sesuai Peraturan Menteri tentang peredaran minuman beralkohol. ‘’Kemarin kan karena tidak ada Pergubnya, begitu memproduksi arak dianggap sudah memproduksi barang yang ilegal. Sekarang tidak, karena ada salurannya. Tata kelolanya seperti ini,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta, Jumat (14/2) kemarin. Jarta menambahkan, produsen, distributor, sub dis-
tributor, pengecer dan penjual langsung harus memiliki Surat Izin Usaha Industri Minuman Beralkohol, Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol, Nomor Induk Berusaha, Izin Edar, dan Pita Cukai. Untuk keperluan upacara keagamaan pun, harus disertai surat keterangan dari Bendesa Adat untuk pembelian brem/arak Bali paling banyak 5 liter. Selain itu, brem/arak Bali
mesti diberikan label warna merah bertuliskan hanya untuk keperluan upacara keagamaan. ‘’Aturan menjual ada, di mana boleh beredar, di mana tidak boleh. Yang boleh menjual pun ada surat keterangan izin mengedarkan, ada ketentuannya itu. Nanti kalau masyarakat meminta untuk bisa menjual, kita akan suport kok, supaya dia juga dapat hak.
Tapi ikuti mekanisme, tetap menjual minuman keras sesuai dengan aturan,’’ paparnya. Sementara ini, lanjut Jarta, pemerintah memang masih menutup izin untuk membuat pabrik baru. Oleh karena itu, para perajin disarankan bekerja sama dengan 30 pabrik atau produsen yang sudah mengantongi izin dengan pola kemitraan. Tapi untuk izin edar atau menjual, pihaknya akan mencoba menyampaikan kepada kabupaten/kota supaya dimediasi. Artinya, bisa memberi kesempatan bagi masyarakat untuk membuka outlet atau toko. ‘’Tapi menjualnya pun tidak sembarangan. Seperti, tidak boleh dekat sekolah, sarana peribadatan, gelanggang rema-
ja, pedagang kaki lima, atau fasilitas kesehatan,’’ jelasnya. Jarta mengimbau produsen atau pabrik minuman yang dulu mencari bahan baku di daerah lain agar memprioritaskan arak Bali. Dengan demikian, perajin atau petani arak bisa diberdayakan. Selain itu, arak Bali ke depan diharapkan unggul sebagai branding Bali sama halnya dengan sake di Jepang. ‘’Sasaran kita yang utama itu adalah pariwisata, wisatawan, sehingga dia pulang nanti membawa oleh-oleh khas dari Bali,’’ pungkasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Angka Pelanggaran Tentara Menurun Denpasar (Bali Post) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto mengaku bersyukur karena jumlah pelanggaran personelnya terus menurun. Ke depan, angka tersebut akan terus ditekan sehingga TNI semakin profesional dan menjadi kebanggaan rakyat menuju Indonesia maju. ‘’Saya membuka pelaksanaan gelar Operasi Gaktib dan Yustisi TNI yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya sebagai mana disampaikan dalam amanat Panglima TNI bahwa kegiatan ini adalah dalam konteks menjaga dan memelihara profesionalisme TNI. Salah satu tuntutan profesional TNI adalah sikap displin sebagai budaya atau karakter organisasi militer,’’ tegas Pangdam usai jadi Irup Upacara Gelar Pasukan Gaktib dan Yustisi tahun 2020 di
Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Jumat (14/2) kemarin. Diharapkan, melalui operasi penegakan ketertiban dan yustisi ini seluruh prajurit TNI bisa menjaga disiplin, ketaatan dan kepatuhannya. Semua ini sebagai bentuk loyalitasnya, baik sebagai individu maupun organisasi TNI kepada NKRI. ‘’Saya mohon bantuan dari semua pihak untuk bisa menyukseskan pelaksanaan operasi ini. Karena kami yakin dan percaya bahwa kemampuan untuk mengawasi semua kegiatan prajurit TNI, terbatas. Saya berharap semua komponen masyarakat turut membantu pengawasan pelaksaan ketaatan dan disiplin sikap prajurit ini, sehingga mereka terus bisa menujukkan jati diri sebagai prajurit penuh loyalitas,’’ tegas Mayjen Benny Susianto. Di era kepemimpinannya di
wilayah Kodam IX/Udayana, angka pelanggaran secara kualitas dan kuantitas menurun. Namun, angka-angka tersebut masih bisa ditekan kembali, agar TNI ini terus mampu memberikan kontribusinya positif di tengah kehidupan berdemokrasi bangsa. Apalagi di wilayah tugas Pangdam IX/ Udayana dihadapkan dengan kegiatan-kegiatan internasional, kebencanaan dan pesta demokrasi bangsa. ‘’Tiga tahun berturut-turut, Pilkada tahun 2018, Pilpres 2019 dan 2020 akan ada Pilkada Serentak,’’ ujarnya. Terkait sanksi yang diberikan kepada prajurit TNI dengan jenis pelanggaran sama dilakukan warga sipil, menurut Pangdam Benny, sanksinya lebih berat. Karena selain menerapkan pidana umum, juga pidana militer. Sedangkan bentuk pelang-
garan yang perlu diwaspadai yaitu kekerasan saat melaksanakan tugas di tengah masyarakat. Harus mengedepankan humanis. Untuk je-
nis pelanggarannya dominan disiplin, sedangkan tindak pidananya, yaitu kelalaian saat berkendara sehingga terjadi kecelakaan. (kmb36)
Bali Post/rah
GELAR PASUKAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat menghadiri upacara gelar Pasukan Gaktib dan Yustisi.
Dharma Negara Alaya Jadi Ruang Sinergi Pemkot dengan Inbis Ciptakan Ekosistem Cetak Wirausaha Rintisan Berbasis Teknologi
Bali Post/kmb37
TUNTUTAN - Terdakwa Manjet Singh (23) dan Harvinder Singh (26) saat mendengarkan tuntutan jaksa, Kamis (13/2) malam. Mereka dituntut pidana penjara selama 20 tahun.
Topik : saatnya bali ditata
SINERGI dan penguatan kelembagaan sangat diperlukan dalam mengoptimalkan peran inkubator bisnis (Inbis) untuk menciptakan wirausaha berbasis teknologi. Karenanya, kolaborasi dari berbagai pihak dengan beragam potensi diharapkan semakin banyak mencetak usaha rintisan atau perusahaan pemula (start up) di Kota Denpasar. Demikian disampaikan Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, saat Rapat Koordinasi dan Kerjasama Inkubator Bisnis yang digelar di Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (14/2) kemarin. Kegiatan ini dihadiri langsung pimpinan universitas di Denpasar, Perwakilan Bank Indonesia, Bkraf Kota Denpasar, OPD terkait, Hipmi Denpasar, pelaku wirausaha serta pihak terkait lainnya. Wali Kota Rai Mantra menjelaskan bahwa sinergi dari berbagai pihak tersebut harus segera dilakukan sehingga ada peningkatan peran inkubator bisnis secara umum. Hal tersebut juga semakin memperluas kinerja
untuk memfasilitasi generasi muda atau peserta inkubasi sehingga dapat berkembang dengan baik. ‘’DNA menjadi tempat anak muda Denpasar menuangkan ide-ide kreatifnya. Kami ajak semua stakeholder untuk terus mendorong terwujudnya wirausaha atau perusahaan pemula berbasis teknologi,’’ katanya.
Dia menjelaskan bahwa secara ekosistem sebenarnya DNA sudah cukup lengkap dan sangat mendorong penguatan inkubator bisnis. DNA mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan dan memperkuat peran inkubator bisnis. ‘’Ekosistemnya sangat mendukung, namun pemerintah tidak bisa bekerja send-
iri, perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Jika ada sinergi tentu semakin banyak melahirkan perusahaan pemula yang dapat bersaing di era globalisasi sekarang ini,’’ katanya. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, dengan adanya inkubator bisnis tentunya dapat menjadi sarana bertukar pikiran serta mencip-
INKUBATOR BISNIS - Rapat koordinasi dan kerja sama inkubator bisnis yang digelar di Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (14/2) kemarin.
takan start up serta memperkuat start up yang ada. Tentunya dengan fasilitas yang dimiliki DNA dapat dimanfaatkan universitas-universitas untuk memperkuat inkubator bisnis yang ada di universitas masing-masing. ‘’Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk universitas menggunakan segala fasilitas yang ada di DNA. Tidak hanya dididik tetapi menciptakan start up - start up baru sehingga dapat memperkuat perekonomian,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi sangat mendukung dan mengapresiasi dengan adanya DNA tersebut. Pihaknya mengaku siap bekerja sama untuk menciptakan inkubator bisnis serta berkolaborasi dengan steakholders di dalam menciptakan start up. Hal senada disampaikan Wakil Rektor II Universitas Mahasaraswati Denpasar Nengah Landra yang menyatakan siap berkolaborasi dalam inkubator bisnis DNA. (ad420)
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Bupati Giri Prasta Sebut Babi Bali Lebih Gurih Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi
KAMPANYE - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa dalam kegiatan ‘’Kampanye Daging Babi Aman untuk Dikonsumsi’’ di Wantilan Jaba Pura Lingga Buwana, Puspem Badung, Jumat (14/2) kemarin.
Disiapkan Ruang Isolasi untuk Pasien Virus Corona Mangupura (Bali Post) Isu merebaknya virus Corona menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Badung. Tak heran, kabupaten dengan PAD tertinggi dari sektor pariwisata ini menjadi ‘’korban’’ isu tersebut. Berbagai upaya telah dilakukan guna menjaga iklim pariwisata Badung tetap kondusif. Salah satunya adalah menyiapkan sejumlah opsi mengatasi turunnya kunjungan wisatawan Tiongkok dan memberikan pelayanan kesehatan optimal terhadap wisatawan maupun masyarakat yang terpapar virus dari Wuhan tersebut. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (14/2) kemarin. Menurut pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini, Pemkab Badung telah menyiapkan ruang isolasi untuk pasien yang terpapar virus Corona. Ruang isolasi ini akan disiapkan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. ‘’Kami memiliki tiga ruang isolasi. Ruangan ini untuk merawat mereka yang terpapar virus Corona terutama ketika berkunjung ke Badung,’’ ujarnya. Menurut Suiasa, ruang isolasi diperuntukkan bagi seluruh pasien, baik asing maupun domestik yang dinyatakan terjangkit virus Corona. Ruang isolasi ini berada di ruang UGD dan Ruang Rawat Inap dengan kapasitas setiap ruangan menampung enam pasien. ‘’Di ruang UGD, kami ada satu kamar isolasi dan di ruang rawat inap ada dua ruangan. Setiap ruangan ini mampu menampung enam pasien. Ini sebagai wujud simpati kami terhadap adanya kasus ini,’’ katanya. Kendati telah dilakukan antisipasi dini, Suiasa mengakui virus Corona membawa dampak negatif terhadap pariwisata di Gumi Keris. Karena itu, berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti praktisi pariwisata, pemerhati, lembaga sosial masyarakat (LSM), bahkan pemerintah pusat, Kabupaten Badung telah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu. ‘’Saat ini kita tidak hanya perlu memikirkan obat dari virus ini, tapi menghilangkan rasa cemas dan
takut para wisatawan untuk datang ke Badung. Sekarang ini kan orang tidak terjangkit atau terdampak, tapi worry dia untuk datang,’’ ungkapnya. Suiasa menegaskan, Pemkab Badung telah berupaya optimal menerjunkan Dinas Kesehatan Badung untuk melakukan surveilans ke kantong-kantong wisatawan di Gumi Keris. Termasuk, secara periodik melakukan pengecekan ke akomodasi pariwisata. ‘’Hasilnya, sampai saat ini belum ada yang terindikasi terkena virus Corona,’’ jelasnya. Suiasa menegaskan, Pemkab Badung juga sudah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura guna screening penumpang yang masuk ke Bandara Ngurah Rai. Termasuk, pelabuhanpelabuhan sebagai pintu masuk ke Bali, sehingga senantiasa mendapat informasi up to date. Terkait dengan dampak terhadap kunjungan wisatawan yang menurun, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Pariwisata. Guna mencapai target, salah satu yang diusulkan adalah membuka kembali slot penerbangan direct Bali-India. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan peninjauan terhadap harga tiket, sehingga menarik wisatawan untuk datang. ‘’Kami berharap agar dibuatkan sistem dalam menghadapi situasi, baik kebencanaan atau seperti dampak virus saat ini yang tergolong force majeure. Kalau sudah ada kondisi semacam ini, sudah ada langkah yang terstruktur, sistematis, dan masif,’’ tegasnya seraya menambahkan, pihaknya akan menggarap serius wisatawan domestik. ‘’Setelah dikaji, baik dari segi length of stay (lama masa tinggal - red) dan spend of money (pengeluaran uang - red) untuk berbelanja tak kalah dengan wisatawan mancanegara,’’ tegasnya. (kmb27)
BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta, menyebut daging babi Bali lebih gurih ketimbang babi lendris atau babi bule. Karena makanan babi sangat memengaruhi cita rasa daging itu sendiri. Demikian dikatakan Bupati Giri Prasta dalam kegiatan ‘’Kampanye Daging Babi Aman untuk Dikonsumsi’’ yang berlangsung di Wantilan Jaba Pura Lingga Buwana, Puspem Badung, Jumat (14/2) kemarin. Turut hadir pada kesempatan tersebut Wabup Suiasa, Sekda Adi Arnawa, Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta wakilnya Ny. Kristiani Suiasa, Ketua Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Ny. Rasniathi Adi Arnawa serta Ketua Gatriwara Ny. Ayu Parwata dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung. Bupati Giri Prasta lantas membandingkan pakan di antara dua jenis babi itu. Jika babi bule lebih banyak makan sentrat, sementara babi Bali lebih banyak makan pakan dari alam seperti dedak dan sisa makanan di rumah yang disebut banyu. ‘’Di Bali ada babi Bali dengan pakannya yang dikenal dengan tatakan
PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019. Dalam rapat umum yang digelar di Jimbaran, Jumat (14/2) kemarin, terdapat tiga agenda utama sebagai aksi korporasi, yaitu pembagian deviden, pergantian pengurus dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahun 2019. Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso, menjelaskan pada paparan kinerja Bank Mantap Tahun 2019, bahwa dalam RUPST Tahun Buku 2019 memutuskan untuk membagikan deviden sebesar Rp 136,86 miliar. Nominal tersebut merupakan 30 persen dari laba bersih perseroan tahun 2019 sebesar Rp 456 miliar yang meningkat 36,8 persen secara year on year (yoy). Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas perseroan dalam mengembangkan bisnis tahun 2020, serta sebagai bentuk apresiasi perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungan kepada Bank Mantap. ‘’Dengan meningkatnya pembagian deviden dari tahun buku 2018, yakni Rp 100 miliar, mengindikasikan bahwa permodalan Bank Mantap sehat dengan rasio kecukupan modal bank (CAR) sebesar 21,75 persen. Meningkatnya laba bersih dan deviden tersebut ditopang pertumbuhan kredit sebesar Rp 20,31 miliar yang tumbuh 30,9 persen secara tahunan,’’ ujar Josephus.
‘’Saatnya Badung mandiri dan berdikari dalam pangan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kadis Pertanian dan Pangan, I Wayan Wijana, melaporkan terkait dengan kasus penyakit yang kematian babi pihaknya sudah melakukan upaya preventif dengan membentuk sistem jejaring informasi dengan melaksanakan respons cepat dan melakukan investigasi sumber penularan maupun dengan mengambil sampel darah guna diteliti lebih lanjut di laboratorium. Dinas Pertanian dan Pangan juga bersinergi dengan GUPBI Bali dengan terjun langsung ke masyarakat guna memberikan informasi dan edukasi mengenai sistem biosecurity dalam mencegah penularan penyakit babi. Mengingat dalam waktu dekat masyarakat akan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan dan daging babi merupakan salah satu kebutuhan utama masyarakat, maka pihaknya menurunkan dokter hewan dari Puskeswan maupun dari Fakultas Kedokteran Hewan Unud guna memastikan kesehatan babi yang akan dipotong masyarakat pada hari raya Penampahan. (ad424)
BERSAMA - Jajaran Direksi dan Komisaris Bank Mantap berfoto bersama usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019, Jumat (14/2) kemarin. Selain itu, Josephus menambahkan bahwa RUPST Tahun Buku 2019 menyetujui komposisi laba bersih tahun 2019 selain untuk deviden, yaitu cadangan wajib sebesar 1,10 persen atau senilai Rp 5 miliar dan laba ditahan sebesar 68,90 persen atau senilai Rp 314 juta. ‘’RUPST pada tahun ini mengubah susunan pengurus perseroan, adapun pergantian Dewan Komisaris, yaitu Edhi Chrystanto yang menjabat Komisaris Independen berhenti secara hormat serta pada jajaran Direksi, yaitu Nurkholis Wahyudi yang ditarik penugasannya ke Bank Mandiri dan digantikan oleh Agus Sanjaya sebagai Direktur Bisnis. Bank Mantap telah
TPP Dipastikan Cair Mangupura (Bali Post) Keresahan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Badung terkait isu pemotongan Tunjangan Perbaikan Pegawai (TPP) terjawab sudah. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Jumat (14/2) kemarin, memastikan tidak akan melakukan pemotongan TPP ASN Badung. Kebijakan tersebut sontak membuat ribuan ASN di lingkungan Pemkab Badung sumrigah lantaran mereka dapat
memenuhi kebutuhan, terlebih menjelang hari raya Galungan. Bupati Giri Prasta mengatakan, TPP adalah murni kebijakan pimpinan. Karena itu, pihaknya telah memerintahkan Sekda untuk segera menindaklanjuti dan sudah dilakukan pemetaan. “Untuk TPP tahun 2020 ini sama seperti tahun 2019 dan ini sudah kami rumuskan dan tidak ada rasionalisasi serta tidak ada pengurangan,” ujarnya.
Harapkan Dukungan Pusat, Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Bali penyakit akibat dari virus Corona. Pada kesempatan tersebut, Wabup Suiasa mengharapkan agar pemerintah pusat melakukan recovery dengan mendorong kegiatan, baik yang berskala nasional maupun internasional agar bisa dilaksanakan di Bali. Di samping itu, pihaknya mengharapkan beberapa hal, di antaranya mendorong agar maskapai penerbangan lebih banyak membuka jalur penerbangan yang direct ke Bali dan membuka kembali penerbangan direct India-Bali, mendorong pemerintah agar maskapai melakukan penurunan harga tiket khususnya wisatawan domestik ke Bali karena dampak menurunnya kunjungan wisatawan asing sehingga diharapkan kunjun-
harapkan agar masyarakat juga diberikan edukasi terkait adanya kasus banyaknya babi yang mati, sehingga mengakibatkan penurunan konsumsi di masyarakat serta berimbas pada harga daging babi. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta menugaskan Dinas Pertanian dan Pangan ke depannya untuk melakukan sosialisasi agar masyarakat membentuk kelompok ternak babi guna me-recovery kondisi peternakan yang ada saat ini. Karena dengan sistem peternakan secara koloni akan meringankan beban peternak dalam hal biaya maupun waktu. Peternakan babi secara koloni juga memberikan manfaat ekonomis lainnya kepada masyarakat seperti pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas maupun diolah menjadi pupuk kompos yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan pertanian. Ditegaskan pula oleh Giri Prasta jika Kabupaten Badung siap membantu masyarakat dalam pengembangan usaha peternakan secara kelompok, baik itu ternak babi, sapi maupun hewan lainnya, guna menjamin ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat Badung.
Lima Tahun Eksis, Bank Mantap Raih Laba Rp 456 Miliar
Wabup Suiasa Temui Menparekraf WAKIL Bupati Badung, I Ketut Suiasa, menemui Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Wishnutama Kusubandio, Deputi Bidang Industri dan Investasi Fadjar Flutomo, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Hari Santosa Sungkari, Sesmenparekraf Dra. Ni Wayan Giri Adnyani, M.Sc., CHE. di Royal Santrian Nusa Dua Badung, Kamis (13/2). Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, di sela-sela pertemuan jamuan makan malam dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Wishnutama Kusubandio, mengungkapkan berbagai kondisi pariwisata Badung pada khususnya dan Bali pada umumnya terkait situasi saat ini sebagai dampak dari
banyu. Coba buktikan, babi Bali rasanya lebih enak dan gurih ketimbang babi lendris. Karena kenapa, babi setiap hari diberikan sisa makanan yang sudah diolah. Apa pun yang kita makan, sisanya bisa untuk babi,’’ kata Bupati Giri Prasta. Dikatakan lebih lanjut, secara tidak langsung apa yang dimakan oleh babi tersebut telah mensugesti pikiran dagingnya lebih gurih dan itu terbukti. ‘’Atas pakan babi itu, sehingga gurihnya daging babi Bali berbeda ketimbang babi lendris yang hanya makan sentrat saja,’’ ujar politisi asal Desa Pelaga, Petang itu. Bupati Giri Prasta menjelaskan, kalau masalah virus atau penyakit, semua babi bisa terkena baik babi Bali maupun babi lendris, hanya yang harus dilakukan adalah penanganan dan pemeliharaan yang higienis. Terkait kasus babi mati, kata Bupati Giri Prasta, sudah dilakukan penanganan. Untuk babi yang masih sehat, dagingnya masih sangat amat untuk konsumsi. ‘’Kami garansi daging babi masih aman untuk dikonsumsi, sehingga jangan takut untuk mengonsumsi daging babi,’’ tegasnya seraya meng-
gan domestik bisa meningkat, pemerintah agar terus berupaya membangun kepercayaan dunia internasional bahwa Indonesia dan khususnya Bali adalah daerah yang safe, aman dan tidak terpapar oleh wabah virus Corona. Wabup Suiasa juga menyampaikan recovery pariwisata tidak hanya mengharapkan campur tangan pemerintah pusat, di mana Pemkab Badung sendiri tidak pernah tinggal diam tapi terus melakukan langkah promosi yang lebih intensif dan berkualitas untuk terjaganya stabilitas kunjungan wisatawan. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Wishnutama Kusubandio, saat ditemui dikatakan sangat merespons dan menga-
presiasi apa yang menjadi usulan dan harapan Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Hal ini akan segera kami koordinasikan lebih lanjut sehingga secepatnya mendapatkan penanganan secara bersamasama, baik dari pemerintah pusat maupun daerah sehingga kunjungan wisatawan ke Bali dan Badung khususnya tetap terjaga pascamerebaknya kasus virus Corona di Tiongkok,’’ jelasnya. (ad425)
MENEMUI - Wabup Suiasa menemui Menparekraf RI, Wishnutama Kusubandio, terkait dampak virus Corona terhadap pariwisata di Nusa Dua Badung, Kamis (13/2).
memiliki sistem pengelolaan organisasi yang baik, sehingga pergantian pengurus tidak akan memengaruhi kinerja perseroan dalam merealisasikan seluruh rencana bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang,’’ tegasnya. Bank Mantap merupakan bentuk sinergi untuk negeri dari dua BUMN, yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya bernama Bank Sinar Harapan Bali dan secara resmi berganti nama menjadi Bank Mandiri Taspen per tanggal 23 Desember 2017 seiring dengan keluarnya izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk penggunaan nama baru
tersebut. Sampai dengan akhir Desember 2019 total aset yang dimiliki Bank Mantap di posisi Rp 26,95 triliun atau tumbuh sekitar 28,7 persen, sedangkan posisi dana pihak ketiga mencapai Rp 19,86 triliun atau tumbuh sampai dengan 30,2 persen, untuk penyaluran kredit berkisar Rp 20,31 triliun atau meningkat sampai 30,9 persen, sedangkan laba bersih yang dihasilkan sebesar 456 miliar atau tumbuh sampai dengan 36,8 persen dari periode tahun sebelumnya. Saat ini Bank Mantap mempunyai jaringan kantor sebanyak 416 jaringan yang tersebar di 34 provinsi. (ad423)
Pejabat asal Desa Pelaga Petang itu juga telah meminta BPKAD segera direalisasikan dan paling lambat Senin, 17 Februari ini. “Sudah selesai semuanya dan pola yang paling maksimal pasti saya akan lakukan untuk bapak dan ibu sekalian,” ujarnya. Dengan adanya kebijakan ini, Bupati Giri Prasta selalu menekankan agar pegawai Pemkab Badung melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab. “Saya harapkan kepada seluruh ASN di Badung untuk senantiasa kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas dalam
mendukung program-program Pemkab Badung ke depan,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga berharap generasi muda di Kabupaten Badung tidak hanya bisa berpikir bagaimana mendapat pekerjaaan, tapi bagaimana bisa menciptakan lapangan usaha. “Saya berharap Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan agar mendata UMKM kita dan diharapkan UMKM kita bisa bertumbuh dengan baik, karena kebutuhan masyarakat Badung sudah kita penuhi dan saatnya kini kita berbicara ekonomi,” ujarnya. (kmb27)
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Ruang Keluarga sebagai Media Komunikasi POLA asuh menentukan masa depan anak. Model pergaulan serta kontribusi lingkungan juga tak mungkin kita abaikan dalam hal ini. Tumbuh kembang anak, tentulah menjadi tanggung jawab orangtua, mesti di luar itu ada sebagian besar waktu anak dengan teman dan dunianya di sekolah. Orangtua tetaplah harus menjadi mentor terdepan bagi anak. Orangtua juga harus tampil sebagai teladan yang bijak dan patut, sehingga anak memiliki rujukan dalam meniru perilaku. Anak dan dinamikanya saat ini tentu tetap harus dalam kontrol yang elegan dari orangtua. Dalam konteks ini orangtua juga tak bisa memaksakan kehendak pada anak. Untuk itulah perlu dibangun ruang diskusi dan komunikasi yang sehat antara orangtua dan anak. Orangtua harus punya waktu bersama anak-anaknya. Terlebih kini potensi terjadinya penyimpangan perilaku dan salah jalan dalam mengelola masa pertumbuhan anak sangat besar. Anak bisa saja menjadi generasi liar, jika tak segera kita arahkan ke jalan yang benar. Anak-anak yang kini menghabiskan sebagian besar waktunya bersama gadget tetap harus kita bimbing. Sudah banyak kasus yang bisa dijadikan pelajaran. Kejahatan melibatkan anak sudah terlalu banyak. Bahkan, perilaku anak di luar logika kita juga makin banyak. Seks bebas, geng motor dan copet hingga tindak kriminalitas lainnya yang melibatkan anak sudah jamak terjadi. Orangtua harus hadir dan mengurai kasus ini. Orangtua mesti menjadi pengawas selain menjadi partner yang baik bagi anak. Sediakan waktu bersama anak, perkenalkan mereka dengan etika dan toleransi. Orangtua yang bijak dan siap mendampingi tumbuh kembang anak tentu akan menentukan karakter anak. Jadilah figur yang siap membuka pintu lebar-lebar bagi anak untuk menjadi anak yang berbudi pekerti. Tumbuh kembang anak hendaknya tetap dalam kontrol yang terukur dari orangtua. Mengarahkan bukan mengekang, mengendalikan bukan membatasi tentu bisa menjadi rujukan sikap. Selain itu, sudah saatnya orangtua juga memahami pergerakan dunia yang membuat anak-anak hidup pada masa yang berbeda dengan kita. Memahami dunia anak dan memberikan ruang yang sehat pada anak haruslah dikondisikan dalam keluarga. Optimalisasi ruang keluarga dalam mengelola dinamika dan ruang hidup anak penting dikondisikan. Ruang keluarga mesti memberikan vibrasi yang sehat dan membuka ruang diskusi antaranggota keluarga. Jangan sampai ada pihak yang terlalu dominan yang pada gilirannya membuat pribadi dalam keluarga tertekan. Ibarat air, tekanan atas pribadi yang kuat akan memicu munculnya ledakan. Bahkan, potensi konflik bisa muncul jika harmonisasi di ruang keluarga tak terbangun. Untuk itulah, jadikanlah rumah kita surga kehidupan. Hadirkan suasana nyaman dalam keluarga, sehingga setiap individu dalam keluarga merasa memiliki tanggung jawab menjaga keharmonisan. Tanpa adanya pemahaman dan kesediaan memahami tentu mustahil juga menuju keluarga harmoni. Berpijak dari hal ini, maka peran keluarga dalam membentuk karakter anak sebenarnya sangatlah dominan.
POJOK Saatnya Bali ditata, jangan terus-menerus dijual. - Setuju. *** BTB menilai Pergub 2 Tahun 2020 merupakan anugerah. - Jaga Bali. *** Bupati Artha minta jangan ada diskriminasi layanan di RS. - Jangan pula dipersulit.
Cerdik di Tengah Paceklik BALI telah beberapa kali mengalami paceklik wisatawan. Terparah, imbas Bom Bali 1 dan 2 masing-masing pada 2002 dan 2005. Selama kurun waktu beberapa tahun sektor pariwisata berada di titik nadir. Di tengah keterpurukannya, Bali berbenah. Kerja keras semua komponen pun membuahkan hasil. Bali berhasil mendapatkan kepercayaan turis. Kini, Bali kembali dihadapkan pada persoalan serupa, meski isunya bukan keamanan. Paceklik wisatawan akibat wabah Corona telah menghampiri terlebih pascaditutupnya penerbangan dari dan ke Tiongkok. Di akun Facebook @balipost, netizen menyampaikan pendapatnya mengenai persoalan ini. Sebagian besar berharap momen ini digunakan untuk melakukan pembenahan dan mengembangkan sektor selain pariwisata. Netizen juga menilai, di tengah wabah Corona, Bali sejatinya punya peluang mendatangkan turis non-Tiongkok. Apalagi Indonesia khususnya Bali sejauh ini aman dari virus tersebut. Wisatawan untuk sementara tentu akan mencari destinasi selain Tiongkok. Agar dilirik, maka status Indonesia khususnya Bali bebas dari Corona wajib dipertahankan. Tetap beri perhatian lebih pada masalah keamanan dan kenyamanan wilayah. Kemudian, gencarkan promosi pariwisata. Stakeholders pariwisata pun harus memperkuat sinergi. Tanggalkan egosektoral dan benahi segala lini. Cerdiklah dalam merebut peluang di tengah paceklik. Yoyok Froggy Pariwisata perlu istirahat sejenak biar bisa introspeksi diri ke depan. Imade Lebih Umbarayana Yoyok Froggy tepat sekali dan saat yang tepat sekarang untuk membenahi alam Bali. Imade Lebih Umbarayana Alam Bali jangan cuma dieksploitasi untuk kepentingan duniawi sesaat. Ada kalanya kita juga mesti membenahi alam lingkungan Bali dan sekaranglah saat yang tepat di kala sepi pengunjung. Manfaatkan waktu yang baik ini untuk membebaskan alam lingkungan di Bali dari sampah plastik dan anorganik lainnya. Manfaatkan waktu untuk membenahi lingkungan di Bali agar tidak semrawut, kumuh. Windy Rubaitul Silvya Coba deh jalan-jalan pagi di pantai start pukul 6. Lihat sendiri bagaimana krisisnya pantai di Bali. Sampah plastik, air keruh. Bali dikenal wisata pantainya. Sekarang dikenal sampahnya. Memang ada tukang sapu, tapi jumlah mereka cuma beberapa orang saja kalau dibanding dengan bibir pantai yang panjang dan luas.
Budhiyasa I Wayan Biasa saja. Sebelum tahun 1970 pariwisata Bali tidak semarak tahun 1980 hingga sekarang, tapi orang Bali bisa hidup layak. Itu semua karena menerima apa adanya dan selama ada usaha dan keyakinan pasti bisa dilalui, rahayu. Ngurah Agung Ayo pemerintah Bali dan masyarakat jangan lupakan subak. Jangan biarkan pura subak tidak ada penyungsungnya lagi karena sudah beralih menjadi beton. Kekuatan Bali itu dari alam dan budaya subak. Komang Dana Kurniawan Tak bisa dimungkiri dan hendaklah bijaksana memahami dan menyikapi bahwa letak kelemahan terbesar itu tempatnya ada di kekuatannya itu sendiri. Fredy David Tiket-tiket serba naik, fasilitas-fasilitas juga naik. Semoga pihak terkait mengambil kebijakan supaya pariwisata Bali tetap terjaga kuantitas maupun kualitasnya. Bali for the world. Anom Sattwika Ida Bagus Jangan panik hadapi sampah dan pembangunan yang
masif di Bali. I-Made Suarjana Over-eksploitasi. Buah simalakama. Gusti Arik Di saat sepi gini Bali harus memperbaiki diri. Made Sedanayasa Di saat ramai bersyukurlah. Dan pasti ada saat sepi, pakai untuk berbenah. Adika Bali Ausfluge Saatnya untuk kembali melirik usaha pertanian, perkebunan dan perikanan. Kawi Bawa Kawibawa Ramai tamu jangan girang. Jika sepi, jangan menyesal. Hadapi keduanya dengan pikiran yang positif, niscaya berakhir dengan nikmat. Gusti Panotogomo Kalau sebulan lagi Bali tetap tidak terserang Corona, gue yakin akan banyak wisatawan yang beralih ke Bali dan pastinya akan normal dengan cepat.
Pendidikan
Hildiktipari dan STPBI Gelar FGD Pembentukan Konsorsium Prodi Pariwisata HIMPUNAN Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia (Hildiktipari) dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI), Jumat (14/2) kemarin menggelar Focus Group Discussion (FGD) Konsorsium Prodi Pariwisata. Ketua STPBI Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. menjelaskan bahwa inti FGD yang diikuti akademisi dari berbagai daerah di Indonesia adalah untuk menguatkan ilmu pariwista. ‘’Maka kita akan mengadakan FGD ini untuk membentuk korsorsium atau forum di masing-masing prodi,’’ jelas Sudjana. Ditambahkan, ada lima klaster yakni klaster pariwisata, perhotelan, MICE,
perjalanan dan peralatan. Jadi, sambungnya, jika sudah dibentuk forum maka di masing-masing konsorsium forum itu mereka akan secara detail membicarakan mengenai prodinya masing-masing. Sehingga ke depan semakin mantap masing-masing klaster atau prodi pariwisata itu. ‘’Ini juga berkait dalam menunjang keberlanjutan ilmu pariwisata,’’ jelasnya. Korsorsium ini akan membahas terkait dengan program studi masing-masing. Dengan demikian diharapkan masingmasing prodi akan semakin kuat. ‘’Jika cabangnya sudah kuat, maka pohon ilmu pariwisata akan kuat ke depannya,’’ sambung Sudjana.
Ketua Umum DPP Hildiktipari Dr. Suhendroyono, S.H., M.M., M.Par., CHE. menambakan, FGD ini untuk memantapkan standar kurikulum pendidikan tinggi pariwisata nasional ini. ‘’Biar nantinya tidak kalah dengan pendidikan tinggi pariwisata di luar negeri yang notabene sudah menjadi satu pendidikan yang sangat disukai,’’ katanya. Ditambahkan, pihaknya ingin mengangkat pariwisata, walaupun pendidikan pariwisata kurang mendapatkan tempat dari pemerintah. FGD ini diharapkan memperkokoh ilmu pariwisata di Indonesia. Demikian pula sebagai upaya pengembangan dan pengayaan kurikulum dari prodi sejenis
FGD - Ketua STPBI Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT.,CHA. bersama Ketua Umum DPP Hildiktipari Dr. Suhendroyono, S.H., M.M.,.Par., CHE. dan rekannya saat foto di sela-sela FGD di kapus STPBI. mengikuti perkembangan terkini dan dapat mengantisipasi masa depan. Selain itu juga, ingin terciptanya sarana komunikasi dan berkoordinasi antarprogram
studi sejenis yang mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang terkait dan Forum Prodi menjadi wadah bagi prodi sejenis untuk sharing dan networking. (ad415)
FEB Unud Gelar LPCW Periode IV
Daya Saing Lulusan Semakin Meningkat
FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) kembali melepas calon wisudawan. Kegiatan Lepas Pesan Calon Wisudawan (LPCW) Periode IV Tahun Akademik 2019/2020 yang berlangsung di Gedung Auditorium Widya Sabha Bukit Jimbaran diikuti 298 calon wisudawan dari program S-1 reguler, nonregular, program Magister, Doktor, dan dari Program Profesi Akuntan. Menurut Dekan FEB Unud Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D., dalam setahun FEB Unud dapat melakukan 4 sampai 5 kegiatan LPCW dan kali ini adalah periode yang keempat. Dari 298 peserta terdiri dari Program S-1 reguler 117 orang, prodi S-1 nonreguler 111 orang, dari PPAk sebanyak 15 orang, Program Magister sebanyak 53 orang dan Program Doktor sebanyak 2 orang. Disampaikan juga secara keseluruhan, rata-rata lama studi FEB UNUD - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana telah memenuhi standar nasi(FEB Unud) kembali melepas calon wisudawan (LPCW) periode onal pendidikan tinggi bahkan IV tahun akademik 2019/2020, Jumat (14/2) kemarin. melebihi standar di mana dapat
meluluskan mahasiswa kurang dari 4 tahun. ‘’Daya saing lulusan semakin meningkat. Diharapkan para lulusan survive dari tantangan yang akan dihadapi ke depannya,’’ katanya. Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan Dr. Ida Bagus Putu Purbadharmaja, S.E., M.E. dalam laporannya menyampaikan, sampai saat ini yang tercatat sebagai mahasiswa aktif seluruh program studi sebanyak 4.619 mahasiswa. Untuk tahun ini sedang mempersiapkan proses reakreditasi untuk Program Profesi PPAk dan Program Doktor Ilmu Manajemen yang akan disusul oleh Program Sarjana Akuntansi dan Manajemen. Untuk predikat kelulusan, katanya, untuk S-1 reguler predikat memuaskan sebanyak 6 orang, sangat memuaskan 59 orang, dengan pujian 52 orang. Untuk program S-1 nonreguler, predikat memuaskan sebanyak 12 orang, sangat memuaskan 66 orang, dengan pujian 33 orang.
Sedangkan PPAk predikat sangat memuaskan sebanyak 2 orang, dengan pujian 13 orang. Untuk Program Magister predikat memuaskan sebanyak 6 orang, sangat memuaskan 40 orang, dan dengan pujian 7 orang. Untuk Program Doktor predikat sangat memuaskan sebanyak 1 orang dan dengan pujian 1 orang. ‘’Total predikat memuaskan sebanyak 24 dan sangat memuaskan sebanyak 168 orang, dan dengan pujian 106 orang,’’ bebernya. Adapun lulusan terbaik untuk Program S-1 Ekonomi Pembangunan diraih oleh Ni Putu Lola Uliani dengan IPK 3,94. Lulusan terbaik S-1 Manajemen oleh Made Yolanda Rizkita Margana, IPK 3,94. S-1 Akuntansi diraih I Made Darmayoga, IPK 3,92. Sedangkan lulusan terbaik Program Magister diraih oleh Ida Ayu Ratih Sasmitha Windayani dengan IPK 3,83. Lulusan terbaik Program Doktor diraih Putu Yudy Wijaya, IPK 3,99 dan Program PPAk diraih oleh Putu Ayu Anggya Agustina, IPK 4,0. (ad421)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Kesehatan Soal Virus Corona
NasDem Minta Pemerintah Proaktif dan Tanggap
A.A. Ngurah Gede Widiada KASUS Corona yang terjadi di Tiongkok juga menimbulkan keresahan warga Bali. Terlebih, ada pernyataan pemerintah Tiongkok yang mengatakan ada warganya terpapar virus setelah berkunjung ke Bali. Pemerintah diminta proaktif dan lebih tanggap menyikapi isu tersebut. Namun, harus disikapi dengan cara tenang namun serius serta penuh kewaspadaan. Hal itu ditegaskan Ketua Fraksi NasDem dan PSI DPRD Denpasar, A.A. Ngurah Gede Widiada, Jumat (14/2) kemarin. Widiada yang juga Wakil Ketua DPW Partai NasDem Bali ini mengungkapkan, pemerintah harus lebih proaktif dan lebih tanggap mengantisipasi perkembangan virus Corona dan cara pencegahannya. Yang lebih penting lagi segera menginformasikan ke masyarakat dan publik secara
objektif. Apa kenyataan yang sebenarnya terjadi agar jangan ditutup-tutupi. “Kita memberi rasa hormat dengan kecepatan langkah gubernur dan pemerintah pusat sejak virus ini merebak di Tiongkok. Langkah kebijakan strategis sudah dilakukan, walau hal itu sangat pahit bagi Bali yang mengandalkan pariwisata sebagai income kesejateraan masyarakatnya. Tetapi sepahit apa pun kita harus tabah menghadapi kondisi yang benar-benar mengerikan untuk kemanusiaan,” ujar panglingsir Puri Peguyangan ini. Widiada mengibaratkan saat ini terjadi perang melawan musuh yang tidak kelihatan. Sebab, hal itu menyebabkan semua masyarakat yang menyukai traveling menjadi sangat waspada dan menahan diri. Akibat lainnya, kini pihaknya sudah mendapat
informasi hunian hotel di Bali sudah mulai terdampak. “Dari seorang kawan yang menjadi manajer di salah satu hotel, huniannya turun 30% sampai 40%. Ini memang cukup mengkhawatirkan untuk perkembangan pariwisata Bali, sebagai salah satu destinasi yang mentransformasi wisatawan ke Indonesia,’’ ujar A.A. Ngurah Gede Widiada. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian khusus Presiden Jokowi. Sambil bersikap proaktif tidak boleh kendur mengantisipasi perkembangan virus Corona. Pihaknya berharap seluruh komponen pariwisata di Bali bahu-membahu menjaga Bali. Semua pihak termasuk pemerintah harus mengetatkan ikat pinggang. Melakukan halhal lebih efisien dan efektif dalam pemanfaatan anggaran. Karena situasi yang tidak menentu akibat berkurangnya wisatawan berkunjung ke Bali. Ujung-ujungnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun akan merosot. “Kita berdoa semoga situasi yang mencekam dan sangat mengkhawatirkan masyarakat kita dan industri pariwisata ini secepatnya dapat diatasi. Kita dukung langkahlangkah tegas pemerintah mengantisipasi virus Corona agar tidak menyebar di Pulau Bali dan di Indonesia. Dikatakan, di saat wisatawan sepi secara berkepanjangan, sebaiknya waktu yang ada dimanfaatkan untuk membenahi fasilitas kepariwisataan, infrakstruktur objek wisata yang ada. Infrastruktur yang rusak dan sarana penunjang kepariwisataan di pelabuhan maupun bandara yang berstandar internasional itu harus segera dibenahi. Serta menempatkan alat monitoring yang bisa mendeteksi penyakit yang terbawa wisatawan. (ad417)
Dewan Harap Bisa Cetak Keping KTP di Daerah
Tabanan (Bali Post) Keping e-KTP selalu menjadi masalah klasik ketika masyarakat melakukan pengurusan kartu e-KTP. Sering kali masyarakat tidak dapat mencetak e-KTP karena disdukcapil kehabisan keping. Sebetulnya, persoalan ini sudah terjadi bertahun-tahun. Sejauh ini masih belum ada solusi memadai. Tidak salah kemudian dewan berharap daerah bisa mencetak keping e-KTP. Gagasan itu mencuat saat kunjungan lapangan Komisi I DPRD Tabanan yang dipimpin Ketuanya, I Putu Eka Nurcahyadi, bersama sejumlah anggota komisi ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, belum lama ini. Kunjungan itu diterima Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, IGA Rai Dwipayana, bersama
jajarannya. Kunjungan dewan ini pun menjadi momen yang dirasa pas bagi OPD terkait menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan. Seperti persoalan kurangnya kepingan KTP untuk masyarakat. Di mana dari kekurangan itu bisa mencetak KTP masyarakat di Kabupaten Tabanan saat ini memerlukan biaya kurang lebih Rp 600 juta. Dengan asumsi harga per keping KTP Rp 10.000. Selain itu disampaikan pula persoalan lainnya. Seperti kekurangan blangko, termasuk sarana prasarana gedung, tempat parkir dan alat cetak administrasi kependudukan yang harus diperbaharui. Dengan adanya Permendagri no. 99 tahun 2019 memang daerah tidak
dimungkinkan mencetak sendiri blangko atau kepingan KTP. “Yang bisa dilakukan hibah dana dari pusat dirjendukcapil dengan pemkab sehingga data kependudukan itu bisa tertib dan bisa dilakukan pemenuhan kekurangan kepingan KTP itu di daerah. Sebagai contoh daerah Bandar Lampung sudah melaksanakan MoU dengan pusat. Karena itu permasalahan kepingan KTP sudah teratasi di sana,” terang Rai. Mendengar beragam persoalan itu, Komisi I DPRD Tabanan mengharapkan agar kepingan KTP itu dicetak dan dihibahkan ke daerah dari pusat sehingga perekaman data kependudukan bisa tertib. Bahkan didorong adanya sosialisasi ke seluruh siswa di sekolah-sekolah agar melakukan perekaman KTP. Siswa yang berumur 17 tahun harus sudah punya KTP. Hal itu penting agar tidak ada loading data pada data kependudukan. “Kami dari Komisi I mendorong adanya kerja sama/ MoU dari daerah dan pusat dalam pengadaan atau pencetakan kepingan KTP,” ucap Eka Nurcahyadi. Terkait hal itu, pihaknya akan mengawal perencanaan anggaran terhadap penganggaran kepingan KTP di Disdukcapil agar ke depannya pelaksanaan terhadap pelayanan administrasi kependudukan itu bisa valid dan tertib. (kmb28)
PEMERINTAH Kabupaten Tabanan berencana membeli babi dari para peternak dan juga masyarakat. Acara itu diberikan titel kegiatan mapatung massal dalam rangka menyambut hari raya Galungan. Agenda itu rencananya akan digelar di halaman depan kantor bupati, bertepatan dengan hari Panyajaan Galungan, Senin (17/2) mendatang. Berapa ekor babi yang akan diberi Pemkab dan berapa harga telah ditetapkan untuk membantu peternak?
Program mapatung massal itu dikatakan sebagai upaya mendukung dan menyikapi kasus babi yang terjadi di Bali, khususnya di Tabanan. Itu terungkap saat rapat antisipasi wabah babi di rumah jabatan Bupati Tabanan, Kamis (13/3) kemarin. Rapat yang memberikan atensi konstruktif kepada peternak babi itu dipimpin Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti. Rapat melibatkan OPD terkait termasuk Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, I Ketut Hari Suyasa. Sesuai kesepakatan Pemkab Tabanan berencana membeli sekitar 300 babi dari para peternak dan masyarakat. Nilainya sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogramnya untuk babi hidup yang sudah dipotong
(bukan babi sakit). Dan daging babi itu akan dibagikan kepada sekitar 11 ribu orang Aparat Sipil Negara (ASN) di Tabanan. Bahkan kegiatan mapatung massal itu dirangkaikan dengan aksi makan daging babi oleh Bupati Eka beserta Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta staf di lingkungan Pemkab Tabanan. Hal ini menegaskan meskipun babi saat ini terserang wabah, namun dagingnya masih aman dikonsumsi kalau sudah dimasak dengan benar. Terkait aksi mapatung massal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Tabanan, I Made Budana, telah menyiapkan ratusan babi yang siap dipotong. Babi itu berasal dari para peternak babi dan masyarakat setempat. Ia menegas-
KUNJUNGAN - Komisi I DPRD Tabanan saat melakukan kunjungan lapangan ke Disdukcapil, Kamis (13/2).
Bali Post/kmb28
AMANKAN PELAKU - Jajaran Sat Reskrim Polres Tabanan berhasil mengamankan pelaku pencurian.
Baru Keluar Lapas Residivis Masuk Sel Lagi
Tabanan (Bali Post) -
Baru saja menghirup udara bebas setelah menjalani masa hukuman di Lapas Kerobokan karena kasus pencurian, Ngurah Gede Widnyana Putra alias Doblet kembali ditangkap polisi. Pasalnya, ia terlibat kasus pencurian. Selain Doblet, polisi juga mengamankan Gede Putu Dicky Setiawan alias Dicky yang ikut serta melakukan aksi pencurian. Dari informasi yang dihimpun, kasus penangkapan terhadap kedua pelaku itu adalah menindaklanjuti laporan Rahmat Fitroni, Kamis (13/2) yang melaporkan kehilangan HP Samsung A7 warna hitam di kamar kostnya Banjar Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, dini hari pukul 01.00 Wita. Sebelumnya, korban mengatakan sedang chating dengan pacarnya karena lama tidak dibalas, korban menonton Youtobe dan ketiduran. Korban pun lupa menutup
pintu kamar kosnya. Sekitar pukul 07.00 Wita korban terbangun dan melihat HP miliknya sudah tidak ada. Kemudian melaporkan HP raib ke Polres Tabanan. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan untuk melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan dan interogasi kepada korban, tim mendapat informasi jika HP korban itu terakhir kali terpantau ada di seputaran Banjar Petiga, Marga. Pihak kepolisian pun menggali informasi ter-
hadap sejumlah counter di seputaran itu dan diperoleh informasi salah satu counter HP sempat membeli HP sesuai jenis dan ciri-ciri HP milik korban. Dari informasi pemilik counter, salah satu orang yang menjual HP tersebut berasal dari Banjar Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan. Berbekal informasi itu tim berhasil mengamankan Ngurah Gede Widnyana Putra alias Doblet. Pelaku pun membenarkan telah mengambil HP korban. Pencurian itu
dilakukan bersama temannya bernama Dicky dari Banjar Beng Kaja, Desa Tunjuk, Tabanan. “Kedua pelaku dan barang bukti sudah diamankan dan dibawa ke Polres Tabanan,” beber Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Prama Setia. Dikatakannya, salah satu pelaku atas nama Doblet merupakan residivis kasus pencurian di wilayah Mengwi dan baru keluar Lapas Kerobokan tahun 2018 silam. Dari pemeriksaan sementara, kedua pelaku mengaku menjual H{ hasil curian itu seharga Rp 1,3 juta. Hasilnya dibagi dua. Akibat perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 363 ke-3 dan 4 dengan ancaman pidana 7 tahun penjara. (kmb28)
Sosialisasi Pilkada, Bagi-bagi Cokelat dan Mawar Tabanan (Bali Post) Berbagai cara dilakukan jajaran KPU Tabanan untuk menyosialisasikan Pilkada 2020 berikut tahapannya. Diharapkan, tingkat partisipasi pemilih dalam agenda pemilihan bupati dan wakil bupati Tabanan bulan September mendatang itu bisa terus meningkat, dibandingkan perhelatan pemilu sebelumnya. Apalagi di Tabanan, dalam tiap perhelatan pemilu, angka partisipasi pemilih itu selalu bisa lebih dari yang ditargetkan sebelumnya. Momen Hari Kasih Sayang (Valentine Day - red) Jumat (14/2) kemarin juga dijadikan salah satu ajang sosialisasi KPU berbagi kasih pada masyarakat Tabanan. Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Subawa, mengatakan kurang lebih 1.000 cokelat dan bunga mawar berisi brosur sosialisasi Pilkada, dibagikan kepada masyarakat di beberapa titik. Seperti di pasar Tabanan, perempatan agung depan kantor Bupati Tabanan, SMAN 1 Kediri, dan di depan TMP serta Mahatmia. Begitupun sejumlah pejabat di Pemkab Tabanan juga mendapatkan
Bali Post/kmb28
SOSIALISASI - Jajaran KPU Tabanan turun menyosialisasikan tahapan pilkada dengan bagi-bagi cokelat dan bunga mawar. Salah satunya menyasar pejabat di Pemkab Tabanan, Jumat (14/2) kemarin. kado spesial ini. “Kegiatan ini sebagai bentuk tanda kasih KPU Tabanan sekaligus mohon doa restu suksesnya Pilkada tanggal 23 September mendatang,” terangnya. Seluruh komisioner dan personel KPU Tabanan turun menyapa masyarakat sejak pukul 06.30 wita. Dalam kegiatan ini juga diselipkan kegiatan sosialisasi pilkada
”Mapatung” Massal, Pemkab akan Bagikan Daging Babi kepada 11.000 ASN
Bali Post/bit
MAPATUNG MASSAL - Suasana rapat terkait rencana mapatung massal jelang hari raya Galungan. kan harga daging babi hidup menjelang hari raya Galungan saat ini disepakati Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram. “Setelah dilakukan deklarasi kesepakatan harga di beberapa kecamatan di Tabanan. Seperti di Kerambitan dan Marga, maka disepakati harga daging babi hidup itu berkisar di Rp
25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogramnya. Itu babi yang masih hidup. Sekali lagi kami tegaskan bahwa virus babi ini tidak menular pada manusia,” tegasnya. Ketua GUPBI Bali I Ketut Hari Suyasa menegaskan virus ini tidak menular ke manusia. (bit)
dengan tahapan tahapannya. Masyarakat diharapkan memberikan aspirasinya, dengan no golput, no money politik dan no hoax. “Sosialisasi Pilkada akan terus kami lakukan, karena sifatnya memang tidak ada batasnya. Bahkan sampai H-1 Pilkada masih bisa dilakukan,” ucapnya. Sejauh ini ditunggu proses
pendaftaran calon perseorangan. Pendaftaran mulai tanggal 19 sampai 23 Februari 2020 mendatang. “Itu pas hari raya Galungan, jadi kami tetap buka terapkan sistem piket, meski belum ada yang konfirmasi terkait calon perseorangan. Apakah itu LO (legal officer) ataupun calon itu sendiri,” terangnya. (kmb28)
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Dinas Pariwisata Tetap Optimis Target Kunjungan Wisatawan Tercapai
Bali Post/kmb35
MENGUNJUNGI - Sejumlah wisatawan Eropa saat mengunjungi Objek Wisata Tirta Empul Tampaksiring, belum lama ini.
Gianyar (Bali Post) – Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Gde Putrawan memastikan sudah terjadi penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Gianyar. Kendati demikian, ia tetap optimis target 4 juta kunjungan wisatawan pada 2020 ini akan tercapai. Menurut Putrawan, saat ini kawasan Gianyar dipastikan sudah nihil kunjungan wisatawan Tiongkok. Sebelum isu virus Corona merebak, biasanya wisatawan asal Tiongkok banyak berkunjung ke objek wisata spiritual seperti Pura Puseh dan Pura Desa Batuan, Objek Wisata Tirta Empul, Gunung Kawi dan sejumlah objek lainnya. ‘’Sejak mewabahnya virus Corona di Wuhan, kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Kabupaten
Gianyar menurun drastis,’’ jelas Putrawan, Jumat (14/2) kemarin. Namun, pihaknya tetap berkeyakinan target 4 juta kunjungan wisatawan ke Gianyar tahun ini tetap tercapai. Hal ini didasarkan bahwa selama ini Kabupaten Gianyar memang lebih dominan mengandalkan Kunjungan wisatawan asal Eropa, Australia dan daerah Timur Tengah lainnya. ‘’Selama ini kami lebih mengandalkan kunjungan wisatawan Eropa,’’ tegasnya. Ia menambahkan, tahun ini pihaknya lebih menyasar wisatawan berkualitas. Dalam arti wisatawan dengan lebih lama tinggal dan masa kunjungan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Gianyar. ‘’Ke depan, kami akan concern dengan kualitas wisatawan,’’ katanya.
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Gianyar, katanya, angka kunjungan wisatawan sejak Januari hingga Desember 2019 tercatat 4.859.019 orang. Paling tinggi kunjungan baik domestik maupun mancanegara ke Gianyar pada Agustus mencapai 549.628 orang, Juli mencapai 503.676 orang, Juni mencapai 472.252 orang, September mencapai 460.203 orang dan Oktober mencapai 427.881 orang. Sementara di luar bulan itu kunjungan pada kisaran 300 ribu orang. Sementara objek wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan sepanjang 2019, baik domestik maupun mencanegara yakni Mandala Suci Wanara Gana, Monkey Forest Ubud mencapai 1.556.865 orang, disusul Objek Wisata Tirta Empul mencapai 1.025.928 orang. (kmb35)
Petugas Gabungan Derek Mobil Pelanggar Parkir
Gianyar (Bali Post)Petugas gabungan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar kembali melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir secara sembarangan di seputaran Ubud. Kali ini petugas tidak hanya menggembosi ban mobil. Petugas yang bertindak tegas akhirnya mengerahkan mobil derek. Bahkan, satu unit mobil DK 1291 QA yang melanggar parkir diderek paksa ke Mapolsek Ubud. Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Suamba, membenarkan jajarannya bersama aparat kepolisian telah menderek satu unit mobil, karena melanggar ketentuan parkir di seputaran Ubud, Kamis (13/2) sore. Akibat parkir sembarangan, mobil yang ditinggal pemiliknya ini sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas (lalin). “Mobilnya ditinggal di sana, mungkin yang punya sedang menurunkan penumpang. Akibatnya, mobil ini sudah mengganggu arus lalin,” jelas Suamba, Jumat (14/2) kemarin. Suamba menambahkan, petugas patroli yang mendapati mobil tersebut langsung menggembosi ban. Tidak berselang lama,
petugas lantas mendatangkan mobil derek. Secara bersamaan pemilik mobil juga mendatangi lokasi. Percekcokan pun sempat terjadi antara pemilik mobil yang belum diketahui identitasnya ini dengan petugas. “Tapi, kami tetap tegas dan menderek mobil tersebut untuk dibawa ke Mapolsek Ubud,” tegasnya. Suamba mengakui, pihaknya baru pertama kali menderek mobil yang melanggar parkir di seputaran kampung turis itu. Namun, ke depan dipastikan akan lebih banyak mobil yang parkir liar untuk diderek oleh petugas. “Ini baru uji coba. Ke depan kalau masih ada yang parkir liar, maka hal ini akan lebih digalakkan
lagi,” ujarnya. Suamba menyadari ke depan akan lebih banyak mobil yang diderek petugas. Menyikapi kondisi itu, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan instansi terkait khususnya kepolisian dan desa adat atau pihak swasta yang memiliki sentral parkir. “Ke depan tidak mungkin akan ditaruh di polsek saja, maka itu kami akan koordinasi lagi. Apakah mobil yang diderek akan dibawa ke sentral parkir Padangtegal atau tempat yang lain,” ujarnya. Suamba kembali mengingatkan masyarakat khususnya pengguna jalan agar memanfaatkan sentral parkir yang
sudah disediakan di seputaran Ubud. Yang terpenting, tidak lagi memarkir kendaraan pada badan jalan. “Kalau masyarakat mau tertib, maka tidak akan ada lagi mobil yang perlu diderek. Dalam hal ini pemerintah tidak bisa sendiri. Jadi, kami mohon sinergitas semua komponen,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sampai saat ini parkir liar masih marak di kawasan Ubud. Tidak hanya mobil, beberapa hari lalu petugas gabungan juga mengangkut kendaraan roda dua yang parkir liar di seputaran Ubud. Kendaraan tersebut dibawa ke Mapolsek Ubud untuk selanjutnya ditindak oleh aparat kepolisian. (kmb35) MELANGGAR - Petugas gabungan bersiap menderek satu unit mobil yang melanggar parkir di seputaran Ubud.
Bali Post/kmb35
Bupati Mahayastra Lakukan ’’Soft Opening’’ RSU Payangan
BUPATI Gianyar I Made Mahayastra melakukan soft opening Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan, Jumat (14/2) kemarin. Rumah sakit tipe C pertama di Payangan ini dibangun Pemkab Gianyar karena mempertimbangkan tingginya kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan dengan cepat dan akses terdekat. Bupati Mahayastra memastikan RSU Payangan akan terus dikembangkan sehingga memiliki fasilitas memadai, terutama dalam hal kegawatdaruratan. Apalagi, menurut Ketua PAC PDI-P Gianyar ini, Payangan berada dekat dengan wilayah bencana atau terkena dampak bencana. Diharapkan dengan dibangunnya RS Payangan dapat membantu masyarakat apabila terjadi bencana. ‘’Payangan berada dekat dengan wilayah bencana atau terkena dampak bencana sudah sepantasnya memiliki fasilitas kesehatan yang memadai, sehingga apabila terjadi bencana masyarakat secara cepat akan mendapatkan pertolongan,’’ jelasnya. Dengan dibangunnya RS Payangan, kata Bupati Mahayastra, pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara efektif dan efisien
bagi warga yang berada di seputar Payangan dan sekitarnya. Ke depan, sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menyediakan pelayanan yang memadai, berbagai sarana dan prasarana termasuk sumber daya manusia akan dilengkapi serta ditingkatkan kualitasnya. Bupati Mahayastra berpesan agar jajaran Rumah Sakit Umum Payangan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat yang datang ke rumah sakit, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Gianyar secara keseluruhan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati mengungkapkan hal senada bahwa RSU Payangan dibangun sesuai kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang efisien serta diharapkan menjadi rumah sakit penyangga kejadian luar biasa. ‘’Rumah Sakit Payangan dibangun sesuai kebutuhan masyarakat, harapannya menjadi rumah sakit penyangga kejadian luar biasa, mengingat lokasinya yang berada dekat dengan wilayah bencana maupun wilayah terkena dampak bencana,’’ ujarnya. Hal tersebut senada den-
Polisi Gerebek ’’Ritual’’ Penggandaan Uang
SOFT OPENING - Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, melakukan ‘’soft opening’’ Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan, Jumat (14/2) kemarin gan tujuan pembangunan kesehatan di Kabupaten Gianyar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada semua kontinum siklus kehidupan mulai dari bayi hingga lansia. Perlu diketahui pemban-
gunan di bidang kesehatan merupakan salah satu program prioritas Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Program prioritas ini sebagai salah satu upaya untuk menjamin pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada warga Gianyar. Hal tersebut sejalan dengan misinya untuk meningkatkan kuantitas dan
kualitas layanan publik. Untuk itu, Bupati Mahayastra terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Gianyar. Mulai dari peningkatan kualitas pelayanan RS Sanjiwani, baik infrastruktur maupun sistemnya hingga memberikan jaminan kesehatan kepada warga secara gratis. (ad416)
Gianyar (Bali Post) Aparat Polsek Payangan mengamankan dua orang warga asal Jember di Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Kamis (13/2) sore. Kedua pelaku diamankan polisi guna menyikapi laporan warga bahwa mereka diduga melakukan penipuan dengan modus melaksanakan ‘’ritual’’ penggandaan uang dan salah satu korbannya merupakan warga desa setempat. Informasi yang dihimpun di lapangan, saat digerebek pada Kamis sekitar pukul 15.00 Wita, kedua pelaku sedang melakukan aksinya dengan ritual lengkap bersama korban. Petugas menemukan uang sebesar Rp 125 juta. Di tengah pelaksanaan ritual itulah polisi melakukan penggerebekan. Dikonfirmasi Jumat (14/2) kemarin, Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja membenarkan anggotanya mengamankan pelaku yang diduga melakukan penipuan dengan modus penggandaan uang. Kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Payangan. ‘’Kamis sore diamankan sekitar pukul 15.00. Saat ini mereka ditahan sementara di Mapolsek. Kami masih dalami modusnya,’’ jelasnya. Dalam penggerebekan itu, kata Sudyatmaja, ditemukan
uang sebesar Rp 125 juta. Diduga uang tersebut rencananya akan digandakan. Bahkan, prosesi ritual dikatakan berisi pelantunan sejumlah bait mantra yang diduga tujuannya untuk meyakinkan korban. Di arena ritual itu, polisi juga menemukan sebuah amplop cokelat yang di dalamnya berisi sabun detergen yang diduga sebagai salah satu media ritual. Sudyatmaja mengaku masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut. Polisi juga masih melakukan pengecekan adanya dugaan korban lain dalam kasus ini. ‘’Korbannya baru kami temukan satu orang dari Bresela, karena kasusnya masih dikembangkan dan diperdalam,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Camat Payangan A.A. Raka Surya Diputra mengaku sudah menerima informasi terkait adanya dugaan ritual penggandaan uang yang digerebek polisi. Ia meminta masyarakat waspada dan tidak mudah percaya dengan ritual yang diduga dijadikan modus penipuan. ‘’Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati serta tidak mudah percaya terhadap ajakan orang yang kebenarannya belum pasti,’’ katanya mengingatkan. (kmb35)
Bupati Gianyar Lantik 29 Perbekel SEBANYAK 29 perbekel desa se-Kabupaten Gianyar yang terpilih Januari 2020 lalu melalui pemilihan perbekel serentak, akhirnya dilantik Bupati Gianyar I Made Mahayastra di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (14/2) kemarin. Pelantikan kali ini juga dihadiri Wakil Bupati Gianyar, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Sekda Gianyar, dan pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar I Made Mahayastra dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih dan mengapresiasi terhadap semua pihak yang terlibat dalam proses pemilihan perbekel serentak II pada tahun 2020, di mana diikuti oleh 29 desa se-Kabupaten Gianyar yang sudah berlangsung dengan damai, tertib dan aman. Pemilihan perbekel sebagai ba-
gian dari proses demokrasi di tingkat desa, tentunya memiliki peran sangat penting dalam menentukan arah pembangunan di desa selama enam tahun ke depan. Di mana desa merupakan ujung tombak pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. ‘’Perbekel harus mampu melaksanakan tugas secara profesional, terencana, terukur dengan penuh inovasi yang nantinya mampu menumbuhkembangkan, dan memperdayakan potensi yang ada di desa,’’ tegas Bupati Mahayastra. Lebih lanjut Bupati Mahayastra menyampaikan, perbekel yang baru dilantik hendaknya senantiasa meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan melalui pemahaman peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas harus selalu mengadakan koordinasi, sinkronisasi guna men-
jaga hubungan yang baik dengan BPD, LPM, lembaga adat dam tokoh-tokoh masyarakat. ‘’Pelayanan dan pengabdian saudara yang tulus ikhlas demi menyejahterakan masyarakat tidak akan pernah sia-sia, karena pengabdian yang tulus ikhlas adalah sebuah yadnya,’’ terang Bupati Mahayastra. I Wayan Gede Subayasa selaku Kepala Bidang Pemerintah dan Desa menyampaikan, 29 perbekel yang dilantik di antaranya I Made Junarta (Desa Bukian), I Made Gunawan (Desa Kerta), I Nyoman Surata (Desa Melinggih), I Wayan Edi Setiawan (Desa Melinggih Kelod), I Wayan Dirka (Desa Bresela), Anak Agung Gede Raka Ardana (Desa Tegallalang), I Wayan Warka (Desa Taro), I Ketut Wita (Desa Keliki), I Wayan Sumatra (Desa Pupuan), I Wayan Jana (Desa Pejeng Kaja), I Made Widana (Desa Tampaksiring),
I Ketut Murja (Desa Singakerta), I Wayan Gunawan (Desa Lodtunduh), Cokorda Agung Setiadarma (Desa Petulu), I Nyoman Payu (Desa Petak Kaja), Gede Indra Ari Wangsa (Desa Babakan), I Made Bawa (Desa Sumita), I Made Sukra Suyasa (Desa Sidan), I Wayan Buana (Desa Medahan), Taufan Meyanto (Desa Pering), Ketut Redhana (Desa Saba), I Putu Ariawan (Desa Bedulu), I Wayan Suarma (Desa Batuan Kaler), Ari Anggara (Desa Batuan), Anak Agung Alit (Desa Guwang), I Putu Gede Widya Kusuma Negara (Desa Ketewel), I Wayan Alit Putra Atmaja (Desa Batubulan Kangin), Dewa Gede Sumertha (Desa Batubulan), I Made Budiarta (Desa Singapadu). Selain pelantikan perbekel, pada kesempatan ini pula dilaksanakan pelantikan Ketua TP PKK Desa dan Bunda PAUD se-Kabupaten Gianyar. (ad430)
DILANTIK - Puluhan perbekel terpilih dilantik Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Jumat (14/2) kemarin.
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Bulan Bahasa Bali, Lestarikan Kebudayaan Semarapura (Bali Post) Sejalan dengan komitmen Pemprov Bali, Pemkab Klungkung menyerukan pelestarian kebudayaan Bali. Program itu dirangkaikan dengan Bulan Bahasa Bali. Setelah digelar nyurat aksara Bali yang melibatkan ribuan peserta itu, agenda Bulan Bahasa Bali ini dibuka resmi di Monumen Puputan Klungkung, Kamis (13/2) malam. Program itu sejalan dengan inovasi Klungkung Menari. Momen ini memberi kesempatan pelaku seni budaya tampil di panggung terbuka Monumen Puputan Klungkung. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Luh Ketut Ari Citrawati mengatakan, Bulan Bahasa Bali ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali. Selain itu, Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Pembukaan Bulan Bahasa Bali ini dikemas menarik dengan menampilkan drama
komedi ‘’Pan Balang Tamak’’. Tujuannya memperkenalkan kembali cerita rakyat Bali kepada segenap generasi muda melalui konsep drama komedi. Dalam drama komedi tersebut, diselipkan sosialisasi peraturan dan ragam inovasi. Di antaranya mengenai pembatasan pemakaian sampah plastik, TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) dan Bang Daus, agar masyarakat semakin sadar dan paham terhadap komitmen pemerintah
daerah dalam memerangi sampah dengan cara menjaga lingkungan. Tema yang diangkat adalah ‘’Melarapan Bulan Bahasa Bali Nyujur Atma Kertih Kedasarin Antuk Spirit Gema Santi’’. Setelah nyurat aksara Bali, dilanjutkan agenda lomba masatua Bali, Jumat (14/2) kemarin dan lomba membaca aksara Bali dan lomba pidato bahasa Bali, Sabtu (15/2) ini. Melalui Bulan Bahasa Bali, Ari Citrawati mengharapkan agar dapat menginisiasi
upaya pemkab dalam melestarikan kebudayaan Bali. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan upaya pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali itu harus terus ditingkatkan. Kesempatan ini menjadi langkah awal membentuk generasi penerus yang berkarakter. Diharapkan pelestarikan bahasa, aksara, dan sastra Bali itu agar tetap eksis di zaman modern ini. Bupati Suwirta mengharapkan semua hal bisa berjalan seimbang. Jangan sampai generasi muda bisa menulis justru tidak bisa membaca atau sebaliknya. ‘’Jangan takut berbahasa Bali. Itu bahasa kita. Mari bersama-sama belajar melestarikan kebudayaan Bali,’’ pinta Bupati Suwirta. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PAN BALANG TAMAK - Drama komedi Pan Balang Tamak saat pertunjukan di depan Monumen Puputan Klungkung.
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Cegah Virus Corona
Petugas Perketat Pintu Masuk Padangbai Amlapura (Bali Post) Penyebaran virus Corona wajib diatensi secara serius oleh semua pihak agar tidak masuk ke Pulau Bali. Hal itu juga dilakukan oleh Otoritas Pelabuhan Padangbai, Manggis. Jumat (14/2) kemarin, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Wilayah Kerja Padangbai melakukan konsolidasi pencegahan virus Corona.
WISATAWAN – Sejumlah wisatawan yang akan menyeberang ke Gili Terawangan.
Rumah Warga Pertima Terbakar Amlapura (Bali Post) Musibah kebakaran kembali terjadi di wilayah Karangasem. Jumat (14/2) dini hari, kebakaran menimpa rumah milik Ni Wayan Kartika di Banjar Timbrah Lambuan, Desa Pertima. Akibat musibah itu, semua isi rumah ludes terbakar. Kerugian material yang diderita ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 04.00 Wita. Saat kejadian, rumah dalam kondisi tidak ada penghuni,
karena pemilik rumah tidur di tempat temannya di Budakeling, Kecamatan Bebandem dan orangtuanya berjualan di Klungkung. Api pertama kali diketahui oleh warga I Ketut Tambun. Melihat api sudah besar, Tambun langsung minta bantuan ke tetangga untuk membantu melakukan pemadaman. Setelah itu, pihaknya langsung menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem dan petugas kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Kota Iptu Wayan Gede Wirya
menjelaskan, saat kejadian rumah memang dalam keadaan kosong, karena pemilik sedang tidak ada di rumah. Seluruh isi rumah seperti bangunan, kasur, lemari, TV 14 inci, pakaian, surat-surat berharga, dan uang ludes terbakar. ‘’Tidak ada korban jiwa. Pemilik hanya mengalami kerugian material mencapai puluhan juta. Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi. Dugaan sementara, kebakaran akibat korsleting atau hubungan pendek listrik, karena
instalasi kabel listrik yang terpasang di rumah korban tak memenuhi standar SNI,’’ katanya. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, untuk memadamkan api, pihaknya menerjunkan tiga armada pemadam kebakaran yang diperkuat tujuh personel. ‘’Pemadaman menghabiskan 10 ribu liter air. Api baru bisa dipadamkan pukul 05.00 Wita. Kerugian material mencapai Rp 50 juta,’’ jelasnya. (kmb41)
BPBD Tanam Pohon di Lokasi Rawan Bencana
Amlapura (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem melakukan kegiatan penanaman pohon di sejumlah titik saat Valentine Day, Jumat (14/2) kemarin. Kegiatan itu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga lingkungan mengingat Karangasem memiliki potensi bencana alam yang cukup tinggi. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, pohon yang ditanam jenis gamelina. Lokasi penanaman pohon dilakukan di Banjar Dinas Bunutan, Desa Bunutan, Abang, Karangasem. ‘’Penanaman bohon bersinergi dengan Kelompok Tani Tunas Muda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan masyarakat setempat,’’ ujarnya. Arimbawa menambahkan, dipilihnya lokasi penanaman
di Bunutan, karena potensi bencana tanah longsor yang cukup tinggi. Setiap musim hujan, daerah tersebut sering dilanda bencana tanah longsor. Struktur tanah di lokasi itu labil sehingga sangat pelu dilakukan penghijauan. ‘’Kami berharap, upaya ini mampu menjaga alam dari kepungan bencana,’’ katanya. Arimbawa menjelaskan, pemilihan bibit pohon gamelina untuk penghijauan karena tanaman ini memiliki akar tunggal yang nantinya bisa juga berfungsi sebagai penahan air saat musim hujan. Di wilayah tersebut juga sudah ditanami rumpun bambu. ‘’Dulu di sini pernah longsor, yang jatuh bukan tanah tapi bebatuan. Dengan adanya tanaman, nantinya diharapkan mampu menghentikan laju bebatuan, sehingga tak sampai menimpa rumah warga,’’ ujarnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PENGHIJAUAN - BPBD Karangasem saat menanam pohon penghijauan, Jumat (14/2) kemarin.
Pendidikan Silaturahmi dan Keakraban HUT Ke-38 LLDikti Wilayah VIII
Ajak Civitas Akademika Perguruan Tinggi Sembahyang Bersama
PERSEMBAHYANGAN - LLDikti Wilayah VIII menggelar persembahyangan bersama di Pura Sakenan, Serangan, Denpasar, Jumat (14/2) kemarin. LEMBAGA Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII menggelar persembahyangan bersama dan bakti sosial di Pura Sakenan, Serangan, Denpasar, Jumat (14/2) kemarin. Acara ini merupakan
serangkaian acara untuk memperingati Hari Ulang Tahun LLDikti Wilayah VIII yang ke-38. Acara ini diawali dengan arahan dari Ketua Panitia dan sambutan dari Sekretaris LLDikti Wilayah
VIII. Sekitar 38 perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Denpasar, Badung, Tabanan, dan Gianyar berpartisipasi dalam acara tersebut. Setelah persembahyangan bersama selesai dilaksanakan, dilakukan bakti sosial berupa bersihbersih lingkungan di areal Pura Sakenan. ‘’Bakti sosial ini merupakan salah satu acara yang erat kaitannya dengan program Gubernur Bali untuk menjaga lingkungan, utamanya mengurangi sampah plastik. Semua pihak yang mengikuti acara ini memiliki rasa tanggung jawab mengadakan kegiatan yang mendukung program dari Bapak Gubernur,’’ ujar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. selaku Ketua Panitia sekaligus Rektor Universitas Dwijendra. Kegiatan bersih-bersih ini merupakan momen yang pas karena bertepatan dengan Rahina Sugihan Bali dan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, sehingga pura menjadi lebih bersih. Tampak suasana kebersamaan dalam acara yang bertujuan mempererat hubungan dan menjaga silaturahmi antardosen baik
LLDikti Wilayah VIII, nonLLDikti, dan yayasan. Dari hal ini, diharapkan tercipta keluarga yang mampu membangun pendidikan khususnya yang ada di Bali. Acara ini merupakan rangkaian acara setelah jalan santai dan berbagai perlombaan yang dilaksanakan di Kantor LLDikti Wilayah VIII, Jumat (7/2) lalu. Perlombaan yang digelar seperti lari karung, membawa kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, dan karaoke disertai penari latar. Jumat (21/2) mendatang akan menjadi puncak acara HUT LLDikti Wilayah VIII yang diiisi dengan apel bersama dan penyerahan hadiah lomba. Ir. Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, M.T. selaku Sekretaris LLDikti Wilayah VIII mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder khususnya para dosen, mahasiswa, dan perguruan tinggi di wilayah Badung, Denpasar, Tabanan, dan Gianyar yang telah melaksanakan Ulang Tahun LLDikti Wilayah VIII. ‘’Semoga dengan perayaan ulang tahun ini timbul silaturahmi dan rasa kekeluargaan,’’ ujarnya. (ad429)
Bali Post/kmb41
Koordinator Wilayah Kerja Padangbai Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar I Putu Suardiana mengatakan, pihaknya saat ini memperketat pengawasan pintu masuk kedatangan pelabuhan. Ditegaskan, langkah yang bisa dilakukan saat ini adalah dengan cara memasang thermo scanner di semua pintu dermaga. ‘’Kami melakukan pengecekan terhadap kapal-kapal yang direct langsung dari luar negeri ke Karangasem. Tetapi, kalau wisatawan mancanegara yang telah mendapat pemeriksaan di bandara, kami tidak cek lagi,’’ ujarnya. Suardiana menambahkan, ada tiga pola pengecekan pola scanning yang dikakukan pihaknya. Untuk scanning per-
tama sebagai garda terdepan ada di Bandara Ngurah Rai, scanning kedua dilakukan di daerah. Sementara scanning ketiga dilakukan di pelabuhan. ‘’Kami juga memeriksa wisatawan yang sudah masuk ke hotel atau penginapan. Kami terus pantau wisatawan yang ke luar Bali menuju Gili Terawangan. Begitu juga sebaliknya dari Pelabuhan Padangbai menuju Lombok,’’ tegasnya. Menurut Suardiana, pihaknya juga telah melakukan aksi pembagian masker kepada awak kapal dan para penumpang. Termasuk memasang leaflet untuk memberikan informasi kepada penumpang terkait cara pencegahan virus Corona tersebut. (kmb41)
Valentine Day
KPU Bagi-bagi Cokelat dan Brosur Pilkada Amlapura (Bali Post) Bertepatan dengan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, Jumat (14/2) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem bersama Polres dan Kodim 1623 Karangasem melakukan aksi bagi-bagi cokelat dan bunga gratis di Catur Muka Subagan. Selain membagikan cokelat dan bunga, KPU juga membagikan brosur Pilkada 2020 kepada pengendara yang melintas sebagai upaya untuk menyosialisasikan hajatan politik lima tahunan itu kepada masyarakat. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, dalam kegiatan ini, KPU bersinergi dengan TNI dan pihak kepolisian. Kegiatan ini dilakukan pagi hari karena dinilai lebih efektif. Pasalnya, pagi masyarakat dan anakanak sekolah beraktivitas. ‘’Kami membagikan 250 cokelat dan 250 bunga. Kegiatan ini difokuskan di Catur Muka Subagan,’’ ujarnya. Selain membangikan cokelat dan bunga kepada masyarakat dan siswa-siswa sekolah, pihaknya juga membagikan brosur pilkada. Langkah ini dilakukan guna menyosialisasikan tahapan pilkada yang akan dilaksanakan nanti. ‘’Kami ingin masyarakat mengetahui tahapan-tahapan pilkada, sehingga masyarakat tidak sampai golput dalam hajatan nanti,’’ katanya. Krisna Adi Widana menjelaskan, sosialisasi ini juga menyasar siswa-siswi yang usianya pada pilkada nanti mencapai 17 tahun. Baginya, sosialisasi seperti ini efektif untuk menyasar pemilih anak muda atau milenial. Sehingga
Bali Post/kmb41
BAGI-BAGI COKELAT - KPU Karangasem bagi-bagi cokelat, bunga dan brosur pilkada di perempatan Catur Muka Subagan, Jumat (14/2) kemarin. target untuk menggaet pemilih pemula bisa tercapai. ‘’Dengan sosialisasi ini, mereka bisa menyiapkan calon yang dipilih nantinya,’’ jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengimbau kepada masyarakat yang usianya menginjak 17 tahun atau yang belum melakukan perekaman e-KTP agar segera melakukan perekaman data. Masyarakat juga diminta melakukan pengecekan daftar pemilih di wilayahnya masing-masing. Disinggung terkait kehadiran Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri pada acara tersebut, Krisna Adi Widana menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan adanya pemberitaan dan tudingan kalau KPU dituding sewot atas kehadiran Bupati yang ikut membagi-bagikan sesuatu dalam kegiatan tersebut. Pada intinya, jajaran KPU sangat
independen dan berintegritas. ‘’Yang hadir saat itu, siapa pun akan kami terima. Dengan catatan, jiwa dan raganya tetap mengutamakan rasa kasih sayang. Semua hal berkaitan dengan pemilihan bupati nanti menjadi aman dan berintegritas. Jadi, bukan masalah diterima atau tidak,’’ tegasnya. Krisna Adi Widana mengatakan, pihaknya memang tidak mengundang Bupati dalam kegiatan tersebut. ‘’Bupati kebetulan saja lewat dan ikut dalam kegiatan bagi-bagi bunga itu. Yang kami undang Polres dan Kodim. Yang dibagikan saat itu adalah salak, bunga yang dibagikan itu jelang acara mau selesai. Sekarang belum ada calon yang ditetapkan, karena penetapan calon Juli mendatang. Sekarang Bupati adalah kepala wilayah, jadi kami rasa tidak ada masalah dengan hal itu,’’ jelasnya. (kmb41)
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Bupati Made Gianyar Ajak Masyarakat Jangan Takut Konsumsi Daging Babi BUPATI Bangli, I Made Gianyar, mengajak seluruh masyarakat Bangli jangan takut mengonsumsi daging babi. Bupati memastikan daging babi itu tetap aman dikonsumsi, asalkan berasal dari ternak yang sehat dan diolah dengan cara yang benar. Ajakan itu disampaikan Bupati I Made Gianyar saat membuka acara makan babi guling bersama yang digelar Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli di halaman kantor Bupati Bangli, Jumat (14/2) kemarin. Acara tersebut diadakan sebagai upaya kampanye daging babi itu tetap aman dikonsumsi, di tengah merebaknya isu penyakit penyebab kematian babi di beberapa daerah di Bali akhirakhir ini. Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, Sekda Bangli, Ida Bagus Putra, Ketua PHDI Kabupaten Bangli, Nyoman Sukra, Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUBPI) Kabupaten Bangli serta seluruh pimpinan OPD dan pejabat di lingkungan Pemkab Bangli. Bupati Made Gianyar
mengatakan sudah sejak awal-awal muncul informasi isu penyakit demam babi afrika atau African Swine Fever (ASF) itu, pihaknya telah memerintahkan Dinas PKP melakukan langkah-langkah efektif menguji kebenaran isu tersebut. Setelah dilakukan kajian, Bupati kemudian menerbitkan surat edaran (SE). SE itu diterbitkan untuk meluruskan informasi, bahwa di Kabupaten Bangli ini tidak ada penyakit ASF termasuk penyakit babi lainnya. ‘’Karena tidak ada penyakit itu, maka saya minta peternak babi untuk tenang. Masyarakat juga saya minta tenang dan tidak perlu galau,’’ terangnya. Di tengah merebaknya isu ASF, peternak babi diimbau tidak cepat-cepat menjual ternaknya. Apalagi dengan harga murah. Kalau muncul isu penyakit babi, peternak diharapkan segera berkoordinasi ke Pemkab Bangli melalui Dinas PKP. Dalam kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga mengingatkan para peternak untuk tetap melakukan pencegahan. Caranya agar diterapkan tata kelola peternakan babi yang benar.
BABI GULING - Bupati Bangli, I Made Gianyar, memotong daging babi guling di halaman kantor Bupati Bangli, Jumat (14/2) kemarin.
Salah satuya selalu memperhatikan dan menjaga kebersihan serta sanitasi kandang dengan cara menyemprotkan disinfektan. ‘’Yakinlah kalau pola itu dilakukan seluruh peternak, babi akan sehat dan manusianya juga sehat,’’ ujarnya. Kalau ternak babi sehat, maka ekonomi masyarakat akan naik. ‘’Hari ini saya makan daging babi bersama untuk membuktikan dan memberikan jaminan daging babi di Bangli aman dikonsumsi,’’ imbuh Gianyar. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, juga menegaskan sejauh ini Kabupaten Bangli aman dari wabah penyakit babi, termasuk ASF. Karenanya ia mengajak masyarakat tidak perlu khawatir mengonsumsi daging babi itu. Diungkapkannya, berdasarkan pantauannya di tempat-tempat penjualan olahan daging babi, sejauh ini belum ada penurunan penjualan/konsumsi daging babi. Namun dia tak memungkiri isu ASF yang merebak itu cukup berpengaruh terhadap harga jual ternak babi. Dari laporan yang diterimanya, saat ini rata-rata harga babi di tingkat peternak Rp 25-26 ribu per kilogram. Ada juga lebih rendah dari harga itu di beberapa tempat peternakan lain. Dibanding enam bulan lalu, harga babi saat ini masih stagnan. Harga babi belum mengalami kenaikan sebagaimana jelang hari raya Galungan sebelumnya. Dalam kesempatan itu, Sarma juga kembali mengimbau para peternak babi agar sementara ini tidak menambah populasi. Apalagi mendatangkan bibit dari luar kabupaten. Kalau ada informasi atau pengaduan, peternak, maka diharapkan menghubungi petugas penyuluh lapangan setempat atau Dinas PKP Bangli. (ad419)
Harga Bibit Babi Merosot HARGA bibit babi di Bangli anjlok sejak munculnya isu virus demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF) di Bali. Bibit babi yang biasanya dijual peternak dengan harga berkisar Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta per ekor, kini merosot Rp 350-400 per ekor. Apakah ada oknum yang ikut bermain dengan sengaja mengembuskan isu ASF agar bisa membeli babi masyarakat murah? Seperti diungkapkan Ni Putu Suyantini, peternak babi di Banjar Karang Suung Kelod, Desa Peninjoan, Tembuku, Jumat (14/2) kemarin. sebelum adanya isu ASF, harga babi masih stabil. Menurutnya, bibit babi bahkan sempat mengalami kenaikan harga mencapai Rp 900 ribu - Rp 1 juta per ekor. Sementara harga babi yang siap potong Rp 28 30 ribu per kilogram. Setelah munculnya isu ASF, seketika harga babi anjlok. Malah bibit babi miliknya sekarang ditawar Rp 350-400 ribu per ekor. Memang, harga merosot dari sebelumnya Rp 900 ribu - Rp 1 juta per ekor. ‘’Rata-rata sejak dulu jualan bibit babinya tidak pernah harganya di bawah Rp 600 ribu. Paling murah, bibit babi mencapai Rp 650 ribu,’’ jelasnya. Demikian juga harga babi yang siap potong merosot mencapai
Rp 22 ribu per kilogram. Anjloknya harga babi itu sekarang, kata Suyantini, terjadi karena ulah oknum tertentu. Ternyata, ada oknum memanfaatkan isu virus ASF sehingga ia bisa menawar harga babi ke peternak rumahan dengan harga sangat rendah. Saat ini, Suyantini mengaku masih punya 33 ekor bibit babi sudah disapih dan siap dijual, sedangkan 25 ekor bibit babi lainnya belum siap dijual. Permintaan bibit babi juga dirasakannya menurun drastis. Biasanya bibit babinya habis terjual di umur 55-60 hari. Namun sekarang sampai umur 80 hari belum juga laku. Sebagai peternak, ia pun berharap pemerintah membuat langkah-langkah strategis. Hematnya pemerintah bisa menstabilkan harga babi kembali selain itu membuat standar harga. Untuk babi siap
potong, diharapkan minimal harganya Rp 27 ribu per kilogram. Sedangkan harga bibit minimal Rp 700 ribu per ekor. Peternak babi lainnya, Sang Putu Adil, diwawancara terpisah, ia tidak menampik harga bibit babi saat ini terpengaruh isu virus ASF. Di beberapa peternak di Bangli harga bibit babi umur 45-50 hari ini ada di kisaran Rp 400-500 ribu. Namun, dirinya sendiri masih menjual bibit babi umur 45-50 hari Rp 650 ribu. Menurunnya harga bibit babi, kata Ketua GUPBI Kabupaten Bangli ini, dikarenakan adanya kekhawatiran peternak memelihara babi. Di samping itu, sementara ini peternak babi sengaja mengurangi populasi babinya. Hal itu adalah imbauan GUPBI Bali. Menurutnya, jika populasi babi padat, maka rentan menimbulkan penyakit. (ina)
Bali Post/ina
ANJLOK - Isu ASF membuat harga bibit babi milik peternak anjlok di Bangli.
PHDI Minta Jangan Ada Ogoh-ogoh Bernuansa Politik Bangli (Bali Post) -
Bangli akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun ini. Berkaitan hal itu, pembuatan ogoh-ogoh serangkaian hari raya Nyepi, bulan Maret mendatang, menjadi perhatian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bangli. Lembaga umat Hindu itu tidak ingin ada pembuatan ogoh-ogoh bernuansa politik. Ketua PHDI Kabupaten Bangli, Nyoman Sukra, mengatakan pembuatan ogohogoh itu harus tetap memperhatiakan etika, estetika dan nilai religius. Pembuatan ogoh-ogoh itu tidak boleh ada unsur politiknya. Mengacu sastra, ogoh-ogoh itu harus berbentuk bhuta kala. Kemudian dalam pengarakannya nanti, tidak diperkenankan sampai melewati wilayah adat. Pengaraknya pun tidak boleh menggunakan atribut partai atau baju bergambar calon. ‘’Saat
pengarakan ogoh-ogoh dilarang membunyikan petasan, meriam, minum miras dan hindari menggunakan iringan musik. Waktunya pun tidak boleh lewat sampai jam sembilan malam,’’ terangnya. Sukra menegaskan, meski tahun ini merupakan tahun politik di Bangli, namun pelaksanan tradisi dan upacara keagamaan pada hari raya Nyepi tetap berjalan seperti biasa. ‘’Tidak ada kaitannya, hanya saja kita jangan ikut larut ke tahun politik,’’ jelasnya.
Rencananya, PHDI Bangli menyosialisasikan imbauan tersebut setelah hari raya Galungan. Pihaknya mengundang seluruh kelian dan bendesa adat di Bangli. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan surat edaran berkaitan hal itu. ‘’Nanti sekalian kami menyosialisasikan masalah pembangunan palinggih terutama keberadaan palinggih yang tidak sesuai etika. Sekalian nanti kelian adat dan bendesa dikumpulkan,’’ imbuh mantan Kadisdikpora Bangli itu. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Nyoman Sukra
Pengguna Jalan Diberikan Cokelat dan Bunga Bangli (Bali Post) Merayakan hari kasih sayang (Valentine Day), Satuan Lalu Lintas Polres Bangli membagi-bagikan bunga dan cokelat kepada pengguna jalan yang melintas di jalan Brigjen Ngurah Rai Bangli, Jumat (14/2) kemarin. Tak lupa, petugas Satlantas juga memberikan pesan kepada pengendara agar selalu tertib dalam berlalu lintas. Kegiatan bagi-bagi bunga dan cokelat itu cukup menyita perhatian pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan bukan saja mendapat bunga tapi juga cokelat. Masyarakat pun merasa senang dan simpati dengan aksi simpatik yang dilakukan kepolisian. Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nengah Sona, mengatakan kegiatan bagi-bagi bunga dan cokelat kepada pengendara dan pengguna jalan ini dilakukan sebagai upaya semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Dengan kegiatan ini diharapkan Polri bisa semakin dicintai. ‘’Dengan kegiatan ini
kami juga harapkan pengguna jalan bisa selalu patuh terhadap peraturan berlalu lintas,’’ kata AKP Sona. Pengguna jalan yang diberikan bunga dan cokelat itu, yakni yang sudah tertib berlalu lintas. Seperti menggunakan helm, dan sabuk pengaman. Se-
dangkan bagi yang tidak tertib dilakukan penindakan berupa teguran secara simpatik. Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, menambahkan kegiatan tersebut merupakan upaya Polri membangun kesadaran masyarakat pentingnya
keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. ‘’Apa yang dilakukan diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat, pentingya tertib berlalu lintas. Hal itu untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan,’’ harapnya. (kmb40)
Bali Post/ist
BUNGA - Satlantas Polres Bangli bagikan bunga dan cokelat kepada pengendara.
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Motor Siswi Ditemukan Tanpa Roda dan Knalpot Singaraja (Bali Post) Sebuah sepeda motor ditemukan dalam kondisi tak utuh di Jalan Bisma Barat, Kelurahan Banjar Tegal, Jumat (14/2) kemarin. Sepeda motor DK 3916 UAC itu milik Kadek
Bali Post/ist
TAK UTUH - Motor metic milik seorang siswi ditemukan tanpa roda dan knalpot, Jumat (14/2) kemarin.
Rosita Dewi (15) asal Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. Dia diketahui seorang siswi yang kos di Jalan Parikesit Singaraja. Motor matic itu ditemukan di lokasi kejadian dengan kondisi roda depan dan belakang hilang. Selain itu, knalpot motor itu juga tidak ada. Sementara motor dalam kondisi dikunci setang ditinggalkan di lokasi kejadian. Salah seorang saksi yang juga warga di sekitar TKP, Wayan Pama, mengatakan sekitar pukul 07.00 Wita dia bersama warga menemukan motor korban sudah dipreteli. Diduga aksi pencurian itu terjadi pada dini hari, dan terduga pelaku meninggalkan motor di lokasi kejadian. “Saya tahu sudah ramai di lokasi dan ada polisi, motor sudah tidak berisi roda dan knalpot juga hilang, kemungkinan terjadi dini hari,” katanya. Sementara saksi lain menyebut, saat berjalan di lokasi kejadian dia menemukan motor tanpa roda dan knalpot terparkir. Saksi ini bingung dan memberitahu kepada warga di sekitar TKP. Warga lain pun terkejut dan polisi kemudian datang dan mengamankan sepeda motor korban. Sementara Kasubag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, kejadian ini belum dilaporkan ke polisi. Pihaknya masih menunggu laporan korban. Di sisi lain Gede Sumarjaya mengimbau kepada mahasiswa atau pelajar yang kos agar waspada dan tidak gegabah memarkir sepeda motornya. (kmb38)
Diduga Lakukan Pencabulan Pemuda Diadukan ke Polisi
Singaraja (Bali Post) Seorang pemuda RK (23) dari Desa Sangsit, Kecamatan Sawan diadukan ke polisi karena diduga melakuan percobaan pencabulan terhadap M (14), warga sekampungnya. RK tepergok masuk kamar korban M dan diduga melakukan perbuatan cabul kepada M yang sedang tertidur. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (8/2) lalu sekitar pukul 00.30. RK tiba-tiba masuk ke kamar korban. Saat akan masuk kamar, terduga pelaku menemukan orangtua korban tidur di ruang tamu. RK juga memastikan apakah anggota keluarga yang tidur di depan pintu kamar korban memang sudah terlelap dengan melempar batu kecil dan mengenai
salah satu keluarga korban. Setelah mendapati situasi kondusif, RK perlahan masuk ke kamar. Di dalam kamar terduga pelaku meraba bagian intim korban M. Mengetahui ada tamu tidak diundang, korban memanggil ibunya yang sedang tidur di luar. Namun, teriakan itu tidak dihiraukan orangtuanya dan malah menyuruh korban tidur. Merasa posisinya terancam, korban memanggil orangtuanya. Terduga pelaku yang saat panggilan kedua disebut namanya, langsung kabur. Ibu korban yang memergoki RK kabur sempat berupaya melakukan pengejaran, namun pemuda itu berhasil kabur hingga akh-
irnya dilaporkan kepada polisi. Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Jumat (14/2) kemarin membenarkan kejadian tersebut. Saat ini kasus dugaan pencabulan itu sedang ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng. “Terduga pelaku sejauh ini masih berstatus saksi yang wajib lapor, belum kami amankan. Sebelum kami menaikkan status yang bersangkutan, harus ada tiga bukti yang kuat seperti saksi korban, saksi fakta dan saksi petunjuk. Kami fokus mencari bukti lain dulu untuk memperkuat dugaan kasus ini,” tegasnya. (kmb38)
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Butuh 20,P/W Min SMU/K Airport Cleaner Pesawat H.087860362558
Dicari Accounting, utk villa Uma Giri, di Laplapan Ubud, Hub.0811397337
B.BP.001.02.20.0000389
!!!Dibutuhkan Sopir Pribadi, Umur 30-35thn.SIM A, bw lamaran langsung ke Jl.Prof.IB.Mantra No.89, whatsapp:08873318173 B.BP.004.02.20.0000267
Dcr sgr Accounting,jjr, disipln peng1th.ditmptkan diLabuan Bajo krmCv ke:hrdbali2019@gmail.com
Dicari Restaurant Manager Hotel Bintang 3 di Legian min 3 tahun pengalaman Tlp.08124674216
Bupati Tes Calon Direktur PD Swatantra
Dituntut Lakukan Diversifikasi Usaha
Singaraja (Bali Post) -
Direksi Perusahaan Daerah (PD) Swatantra dituntut melakukan diversifikasi usaha. Pasalnya, perusahaan dianggap terlalu fokus pada sektor jasa sewa kendaraan dan mengabaikan sektor usaha lainnya. Hal itu diungkapkan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana (PAS), saat melakukan pit and proper test terhadap tiga calon direksi PD Swatantra yang masuk ranking tiga besar di rumah dinas Bupati, Jumat (14/2) kemarin. Bupati mengatakan, sebenarnya PD Swatantra merupakan perusahaan daerah tertua di Buleleng. Perusahaan ini sudah berdiri sejak 12 April 1969. Meski berusia paling tua, namun kondisi perusahaan tak selalu sehat. Bahkan sempat megap-megap karena tak
mampu bayar gaji karyawan. Sebenarnya inti bisnis perusahaan ini adalah mengelola lahan perkebunan dan pertanian. Namun usaha bisnis ini tak mampu menunjang perusahaan. Menurut Bupati, sejak 2013, perusahaan kemudian merambah usaha jasa sewa kendaraan bermotor. Bila pada tahun-tahun sebelumnya PD Swatantra selalu norok, pada tahun 2018 lalu perusahaan sudah mampu menyetor pendapatan sebesar Rp 491 juta ke kas daerah. Bupati menginstruksikan, direksi yang terpilih dalam
PROPERTY
PROPERTY
DISEWAKAN RUKO
DIJUAL TANAH
Dikontrakkan Ruko 2 Blok, Grand Sudirman Blok A 39, A 40, Jl.PB.Sudirman Hub.Telp.228667 atau Hp. 085100509554
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712
B.BP.004.02.20.0000351
B.BP.004.02.20.0000407
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
Dicari segera, Tenaga STM / Pelaksana 2 orang, untuk proyek villa yang sedang berjalan. Lamaran bawa ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon. Tlp.0361 228667
Tnh Wanagiri, Puncak 10A, 20A, 30A Harga Rp.25Jt/A 0811398154
Hlg Buku KIR DK 8145 JW,An.Tri Agung WJH,Hub.082146564148
B.BP.004.02.20.0000350
B.BP.031.02.20.0000413
B.BP.001.02.20.0000410
B.BP.001.02.20.0000395
DIJUAL MOTOR
RUPA-RUPA
PROPERTY DIJUAL TANAH SINGARAJA
SERVICE
lelang kali ini, harus mulai memikirkan diversifikasi usaha. Perusahaan tak bisa lagi mengandalkan sektor jasa sewa kendaraan dan usaha perkebunan saja. Namun harus sudah melirik sektor UMKM. “Saya ingin PD Swatantra melakukan diversifikasi. Jasa sewa kan sudah jalan. Sekarang harus lihat sektor produksi. Sehingga dia menjadi leader UKM kita,” katanya. Lebih lanjut Agus mengatakan, diversifikasi itu akan menjadi tantangan terbesar dirut baru. Ia meminta agar PD Swatantra menjadi
badan usaha yang menyerap produk-produk pertanian dan UKM yang ada di Buleleng. Dia mencontohkan, direksi bisa saja mengembangkan usaha pengolahan kripik yang dikemas khusus. Produk itu selain dipasarkan di daerah, juga dijadikan buah tangan ketika ada tamu yang berkunjung ke Buleleng. Untuk mendukung diversifikasi usaha ini, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan untuk menambah modal, sehingga perusahaan bisa bersaing dengan baik. Di sisi lain, Bupati berjanji akan menunjuk dirut baru pada Senin (17/2) pekan depan. Mengingat kini Dirut PD Swatantra Ketut Siwa sudah memasuki masa pensiun. (kmb38)
B.BP.001.01.20.0000707
Dicari segera.Reservasi Travel Diutamakan laki2, bisa Bhs. Inggris,Sastra Inggris/Pariwisata, basic Compt,kendaraan pribadi, SIM A/C,jujur,kerja keras. kirim CV hrdbwb@gmail.com
B.BP.001.02.20.0000340
LOKER
B.BP.004.02.20.0000405
Bali Post/kmb38
DIREKSI - Bupati Buleleng melakukan pit and proper test terhadap tiga calon direksi PD Swatantra, Jumat (14/2) kemarin.
B.BP.001.02.20.0000023
KEHILANGAN
SERVICE
DIJUAL MOBIL
BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE
Sabtu Umanis, 15 Februari 2020
Gedung Baru RSU Negara Diresmikan
Bupati Artha Minta Jangan Ada Diskriminasi Layanan
BUPATI Jembrana I Putu Artha meresmikan pemanfaatan gedung baru RSU Negara, Jumat (14/2) kemarin. Pembangunan Rumah Sakit Umum Negara dikerjakan dengan anggaran Murni APBD Jembrana sebesar Rp 179.333.889.000. Acara peresmian berlangsung meriah dengan tematik
Valentine. Ini dipilih mengingat acara launching bertepatan dengan Hari Valentine, 14 Februari. Prosesi launching ditandai dengan penandatanganan prasasti, pelepasan balon serta pengguntingan pita. Direktur RSU Negara I Gst. Bagus Ketut Oka Parwata dalam laporannya mengatakan, pembangunan RSU
RSU NEGARA - Bupati Artha berjabat tangan dengan Wabup Kembang Hartawan saat peresmian RSU Negara, kemarin, disaksikan Ketua DPRD Jembrana, Sekda Jembrana dan Dirut RSU Negara.
Negara ini dikerjakan selama dua tahun (2018-2019). ‘’Pembangunan ini dikerjakan dengan sistem kontrak dengan anggaran yang bersumber dari APBD murni Kabupaten Jembrana dengan sistem kontrak desain rancang bangun tahun 2018-2019,’’ ujarnya. Enam gedung baru yang dibangun, kata Parwata, di antaranya gedung IGD, gedung Poliklinik, gedung Rawat Inap (kelas I, II dan III), gedung Rawat Inap VIP, gedung Instalasi Bedah Sentral, gedung Laboratorium. ‘’Gedung baru ini selain menambah fasilitas, juga motivasi bagi kami meningkatkan pelayanan kesehatan sekaligus derajat kesehatan masyarakat Jembrana,’’ ujar dr. IGB Ketut Oka Parwata. Kata dia, dengan penambahan gedung baru itu, total luasan RSU Negara kini mencapai 3 hektar. Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga lebih luas dengan bangunan berlantai tiga. IGD dilengkapi ruang triage, ruang kebidanan, ruang dekontaminasi, ruang isolasi, ruang ashma
Honda ’’Turun ke Jalanan’’ Bagikan 100 Paket Sembako kepada Petugas Kebersihan
SEBAGAI agenda tahunan, dalam rangkaian Hari Valentine, Astra Motor Bali kembali menggelar aksi sosial dengan membagikan ratusan paket sembako kepada petugas kebersihan di jalan raya, Jumat (14/2) kemarin. Dengan tajuk ‘’Satu Hati Berbagi di Hari Kasih Sayang’’, kegiatan sosial ini mengambil momen di pagi hari saat seluruh petugas melaksanakan tugasnya membersihkan ruas jalan sebelum dipadati kendaraan yang lalu-lalang. Terlibat sekitar 40 personel dari tim internal Astra Motor Bali turun secara langsung membagikan 100 paket sembako. Titik pembagian paket sembako dilakukan di ruas Ja-
lan Cokroaminoto, Sudirman, Gajah Mada, Imam Bonjol, Diponegoro, A Yani, Arjuna, Renon, Teuku Umar, WR Supratman, Jl. Nangka dan Jl. Kenyeri, Denpasar yang secara acak menghampiri petugas kebersihan yang tengah menjalankan tugasnya membersihkan ruas di jalan raya. Di sela-sela aksi sosial tersebut, beberapa panitia juga melakukan wawancara dan sharing mengenai kehidupan para petugas kebersihan. ‘’Sungguh kejutan yang tidak disangka-sangka, Honda langsung kasih paket sembako, ini sangat bermanfaat, apalagi menjelang hari raya Galungan, terima kasih Honda sudah memperhatikan kami
Sejumlah kasus perilaku turis yang melecehkan simbolsimbol agama, misalnya dengan naik ke Padmasana atau duduk di bale piasan pura adalah indikasi penurunan kualitas pariwisata. Sukma Arida menyebutkan bahwa dalam konsep pariwisata berkualitas, aspek kemampuan ekonomi dan penghargaan terhadap budaya lokal menjadi hal utama. ‘’Semakin lama tinggal dan spending money-nya tinggi, pariwisatanya makin berkualitas,’’ tegas penulis buku ‘’Kotak Pandora, Refleksi di Balik Gemerlap Turisme’’ ini. Ini berarti jika Bali ingin mengedepankan pariwisata berkualitas, yang perlu dilakukan adalah membuat turis yang datang lebih lama tinggal di Bali dan lebih banyak berbelanja. ‘’Pariwisata berkualitas adalah pariwisata yang memberikan dampak positif yang lebih bermakna bagi masyarakat tuan rumah atau penduduk lokal. Indikatornya adalah lama
tinggal dan jumlah belanja serta apresiasi terhadap budaya lokal, khususnya belief system,’’ terang Sukma Arida. Ketika tiba masa di mana kunjungan wisatawan menyusut drastis seperti saat wabah virus Corona yang terjadi saat ini, Bali mestinya memilih melakukan penataan destinasi atau DTW yang dimiliki. Ini menjadi salah satu strategi mengembalikan kualitas pariwisata Bali. ‘’Menata dalam arti luas, meliputi aspek produk wisata, amenity, aksesibiliti dan pemberdayaan masyarakat,’’ ujarnya. Semua komponen yakni pemerintah, masyarakat dan pelaku industri pariwisata, bisa berefleksi apa hal-hal yang masih kurang dalam pengelolaan pariwisata selama ini. ‘’Kita bisa menelisik seberapa jauh praktik pariwisata telah berdampak terhadap lingkungan kita dalam arti luas meliputi lingkungan abiotik, biotik dan culture-nya. Begitu juga hubungan antara pengusaha dengan pekerja. Apakah hubungannya sudah harmonis atau ada
Lama Tinggal
para petugas kebersihan,’’ ungkap Ibu Suratmi, petugas kebersihan di Denpasar. Pembagian 100 paket sembako berisikan barang kebutuhan pokok (beras, gula, mi instan, minyak, teh, kopi) merupakan salah satu bentuk kegiatan Corporate Sosial Responsibility (CSR) Honda Untuk Bali sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang kepada sesama khususnya petugas kebersihan. Menurut Kepala Wilayah Astra Motor Bali Wahyudi Saputra, ungkapan kasih sayang di Hari Valentine, tidak hanya dengan keluarga, teman, sahabat, namun pada momen ini berbagi dengan sesama yang diwujudkan dengan pemberian sembako ke petugas kebersihan di Kota Denpasar. Hal ini dilakukan Astra Motor sebagai bentuk kepedulian dalam mengapresisi kinerja para petugas kebersihan. ‘’Kami ingin berterima kasih dan berbagi dengan petugas kebersihan yang selalu membersihkan ruas jalan mulai pagi hingga sore hari, sehingga pengguna jalan merasa nyaman berkendara di jalan yang telah bersih. Harapannya, dengan lingkungan yang bersih semua aktivitas masyarakat Bali pun berjalan lancar,’’ tutup Wahyudi. (bns) eksploitasi di sana? Ini yang harus kita lihat ulang,’’ tegasnya. Satu strategi lagi adalah mengoptimalkan segmen pasar domestik. Selama ini pelaku pariwisata kerap memandang rendah wisatawan nusantara, padahal dari sisi spending money wisatawan domestik cukup besar. ‘’Di masa paceklik kunjungan turis, pasar nusantara ini sangat prospektif digarap,’’ katanya. Kadis Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan, ranperda yang dirancang ini untuk menciptakan pariwisata berkualitas yang tetap mengacu pada pariwisata budaya dengan filosofi Tri Hita Karana dengan nilai-nilai Sat Kerthinya. ‘’Bicara pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang sangat menghormati dan menghargai lingkungan. Menghormati masyarakat dengan kearifan lokal, dan kesejahteraan masyarakat. Jadi tiga pilar tersebut yang disebut dengan pariwisata berkelanjutan,’’ katanya. (ata/dar)
Sabtu, 15 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pitra Yadnya (2) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Line Dance Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Anak Anjing Laut Seputar Bali Terkini
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita
15:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Kadek Wudik Arya Putri, Peraih Medali Emas Walikota Cup & Pendekar Cup Seputar Bali Terkini
15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Parameter Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Lipsus Nangun Sat Kerthi Loka Bali (Bangli) Bali TV Shop Kalung Omkara Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop : Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
bayi serta didukung ambulans yang siap siaga. Ketersediaan kamar rawat inap juga bertambah dengan gedung baru rawat inap dan VIP. Kapasitasnya kini memiliki 15 tempat tidur VVIP serta 40 tempat tidur VIP. Sementara Ruang Irna I, II dan III memiliki daya tampung 149 bed. Begitu halnya dengan sarana parkir RSU Negara jauh lebih luas dari sebelumnya. Bupati Jembrana I Putu Artha sela-sela peresmian itu mengatakan, dengan dibangunnya beberapa fasilitas di RSU Negara ini, Direktur dan segenap jajarannya agar senantiasa menjaga dan merawatnya dengan baik. ‘’Pembangunan gedung ini menelan anggaran yang cukup besar. Itu semua bersumber dari APBD murni Kabupaten Jembrana. Untuk itu saya minta kepada direktur dan segenap jajaran RSU Negara ini untuk senantiasa menjaga dan merawatnya dengan baik, sehingga akan selalu memberikan suasana nyaman bagi warga masyara-
GEDUNG BARU - Tampilan Gedung baru IGD dan RSU Negara yang sekarang megah, lengkap dan lebih banyak menampung pasien. kat terutama para pasien,’’ ujarnya. Ia juga menegaskan, dengan meningkatnya fasilitas pelayanan di RSU Negara ini tentu pola pelayanan kepada masyarakat harus semakin baik. ‘’Kami minta semua pasien mendapat perlakuan yang sama dari para petugas di RSU Negara ini. Tidak ada nanti pasien mendapat perlakuan diskriminatif. Lakukan dan layani semua pasien dan
masyarakat sesuai standar yang ada. Sehingga kehadiran para pasien khususnya warga masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan akan merasa senang dan puas,’’ tegasnya. Terkait dengan kebutuhan tenaga medis, Bupati mengaku kalau Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mendisposisi para dokter umum untuk disekolahkan menjadi dokter spesialis sesuai kebutuhan di RSU Nega-
ra. ‘’Saat ini kalau bidan dan perawat sudah memadai. Namun, kami juga mengakui kalau di RSU Negara ini masih kekurangan dokter spesialis. Atas kondisi itu Pemerintah Kabupaten Jembrana telah menyekolahkan calon dokter spesialis sesuai dengan kebutuh RSU. Jika nanti mereka telah menyelesaikan sekolahnya tentu akan kita tugaskan di RSU Negara kembali,’’ pungkasnya. (ad422)
Di Rutan Negara
Tes Urine, Semua Negatif
Negara (Bali Post) – Puluhan pegawai di lingkup Rutan Kelas IIB Negara, Jumat (14/2) kemarin mengikuti drug test. Upaya tes melalui urine ini untuk memastikan dalam areal rutan khususnya Rutan Kelas IIB Negara bebas dari narkoba. Kepala Rutan Kelas II B Negara Bambang Hendra Setyawan yang juga ikut tes urine mengatakan, upaya drug test merupakan komitmen bersama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba. ‘’Jajaran kami tidak main-main dalam pemberantasan narkoba,’’ ujarnya. Dari hasil drug test semuanya negatif. Menurut Bambang, bilamana ada yang terbukti positif narkoba pihaknya tidak main-main. ‘’Kita memastikan agar
jangan ada yang melakukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kami,’’ tandas Bambang. Diakui, lapas rawat dijadikan markas oleh jaringan narkoba. Untuk mencegah hal itu, Rutan Negara pun telah melakukan upaya antisipasi. Selain sosialisasi terkait perang narkoba, sebagai program pemerintah, juga dilakukan penguatan jajaran. ‘’Harapan kami (di Rutan Negara) bebas penyalahgunaan narkoba. Kami
Sesuai Prosedur
juga rutin melaksanakan sidak atau razia internal melibatkan seluruh anggota pengamanan,’’ tandas Bambang. Razia itu dengan sasaran kamar secara acak. Selain razia internal, juga berkolaborasi dengan Kepolisian dan TNI. ‘’Sasaran kami zero dari narkoba, handphone dan lain-lain,’’ terangnya. Saat ini di Rutan Kelas II B terdapat 141 orang napi dan titipan tahanan. Khusus untuk tahanan narkoba 30 orang. (kmb26)
‘’Itu proses protokol kesehatan WHO yang kita ikuti secara ketat, karantina di Natuna juga diawasi ketat, dicek setiap hari,’’ kata Presiden Jokowi, di Magelang, Jumat kemarin. Presiden menuturkan, sekarang sudah 14 hari, memang protokolnya seperti itu. ‘’Kalau sekarang mereka kembali ke masyarakat ya… pastikan bahwa itu memang prosedur sudah dilalui dan mereka bisa kembali. Kita harapkan masyarakat
menerima apa adanya, mereka sudah dikarantina 14 hari dan tidak ada masalah,’’ katanya. Sementara itu, sejumlah warga di Desa Penagi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, akan turut melepas kepulangan 238 WNI tersebut. ‘’Ini mungkin warga Penagi mau mengucapkan selamat jalan ke mereka yang selama ini karantina. Mungkin besok kita ke sekitaran bandara,’’ ujar Yohanes Suprianto, Kepala RT di desa Kota Tua Penagi. Pria yang rumahnya berseberangan langsung dengan
pintu masuk menuju Lanud Raden Sadjad yang berjarak sekitar 1,3 km itu menegaskan bahwa tidak ada warganya yang sakit. Namun, tidak lengkapnya informasi dan kurangnya sosialisasi menjadi pemicu terjadinya demo ketika warga yang dijemput dari Wuhan itu dibawa ke Natuna untuk menjalani observasi kesehatan. ‘’Sampai sekarang amanaman saja, sehat semua. Kita bukan masalah jarak, sebelumnya karena tidak ada sosialisasi dan hanya dapat informasi dari media. Ada ketakutan apa-
lagi lihat tim yang menjemput pakai baju astronot, kru pesawat juga, dari situ timbul ketakutan,’’ katanya. Akibatnya, 29 KK mengungsi atau sekitar 30 persen warga pindah. ‘’Tapi pada Rabu dan Kamis sudah mulai kembali, bahkan mulai jualan. Kondisinya juga ada yang sudah tidak menggunakan masker. Informasi yang didapat sudah banyak dan tingkat kepercayaan warga meningkat, lihat di TV juga kan semua yang di hanggar itu sehat semua,’’ lanjutnya menceritakan. (rin/ant)
Sehingga menyebabkan terjadinya konflik horizontal antarpengemudi yang dapat mengganggu bisnis pariwisata dan citra Pulau Bali secara umum. Konflik ini telah terjadi terus-menerus dan menjurus pada persekusi, sehingga menjadi permasalahan hukum yang dapat merugikan pihak-pihak yang berkonflik, termasuk penumpang. Peraturan gubernur ini diterbitkan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan diharapkan dapat mengatur layanan sistem angkutan yang lebih berbudaya, sesuai dengan tatanan masyarakat Bali. Sopir transportasi konvensional ini banyak berjasa membawa pariwisata Bali. Makanya konsisten membela agar pergub ini bisa terealisasi. ‘’Saya dengan Pak Dirjen sampai malam berdiskusi soal substansi pergub, sehingga akhirnya diloloskan dengan memberikan ruang pengaturan layanan angkutan,’’ katanya. Peraturan Gubernur Nomor
2 Tahun 2020 ini juga dalam rangka mempercepat terwujudnya visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, dan mengembangkan penyelenggaraan angkutan umum secara efektif, efisien dan berkeselamatan. Pemerintah Provinsi Bali perlu mengatur keberadaan dan operasional pangkalan angkutan yang saat ini sudah beroperasi pada beberapa kawasan tertentu seperti Bandara Ngurah Rai, ITDC Nusa Dua, dan kawasan pariwisata lainnya. Keberadaan pangkalan tertentu ini merupakan salah satu faktor yang mendukung harmonisnya kegiatan pada kawasan tersebut dengan masyarakat dan desa adat sekaligus memastikan adanya penanggung jawab ketertiban dan tatanan hubungan sosial yang jelas pada kawasan tersebut. Pergub ini dibuat agar dapat mengurangi bahkan meniadakan konflik antara angkutan umum yang beroperasi di pangkalan dengan angkutan nontrayek lainnya, termasuk angkutan sewa khusus berbasis daring. ‘’Peraturan gubernur ini juga diharapkan menjadi pedo-
man bagi Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan pengendalian, serta mengikutsertakan masyarakat dalam tata kelola layanan angkutan pada kawasan-kawasan tertentu dan kawasan wisata,’’ katanya. Hal-hal penting yang berkaitan dengan pengaturan pangkalan adalah persyaratan administrasi dan teknis pangkalan termasuk proses penerbitan izin pangkalan, operasional, dan hak-hak prioritas anggota pangkalan. Pengaturan tentang kendaraan dan pengemudi, termasuk registrasi, dan izin angkutan. Pengemudi wajib berdomisili di Bali, menggunakan pakaian busana adat Bali dalam operasional sehari-hari. Perlindungan terhadap usaha, pembatasan zona pangkalan dan penerapan geofencing sesuai deleniasi pangkalan. Pergub ini juga mengatur peran masyarakat dalam membantu peningkatan pelayanan angkutan pada pangkalan dengan memberikan umpan balik kepada pemerintah provinsi sebagai pembina, pengawas,
dan pengendali angkutan pada pangkalan di kawasan tertentu. Dalam hal pengelola pangkalan yang melanggar ketentuan, pengelola pangkalan dapat dikenakan sanksi administratif meliputi: teguran tertulis, pencabutan sementara izin pengelolaan pangkalan, pencabutan izin pengelolaan pangkalan dan denda administratif. Terkait penetapan pergub ini, BTB menilai ini sebuah anugerah. Ini hadiah yang diberikan oleh Gubernur Bali untuk sopir transportasi konvensional yang ada di Bali. Langkah selanjutnya, BTB berkomitmen sepanjang perjalanan akan mendukung Gubernur. Di Bali saat ini sudah ada pangkalan-pangkalan di kawasan tertentu. Jumlahnya mencapai 800 pangkalan dengan anggota mencapai 10.000 orang. ‘’Mudah-mudahan tidak ada gesekan lagi. Kalau taksi online masih mengganggu kami, maka BTB akan kembali datang ke Gubernur. Artinya, apa yang diberikan Gubernur ini tidak efektif,’’ kata Nyoman Pande Suwentra, Ketua umum BTB. (kmb16)
Konflik Horizontal
Zaman Internet
Dalam perkembangan zaman kemajuan teknologi dan informasi di era 4.0 ini anakanak memiliki kesempatan dan kebebasan untuk mengakses miliaran informasi. Terlebih di zaman internet ini semua informasi bisa diakses dengan sangat mudah hanya melalui gadget yang mereka pegang masing-masing. Menjadi orangtua bagi mereka di era milinier ini tentu membutuhkan kemampuan dan kemauan untuk belajar menjadi orangtua. Sayangnya belum ada sekolah khusus yang mengajarkan kita bagaimana sebenarnya menjadi orangtua bagi mereka. Bagaimana kita dulu diasuh oleh orangtua kita nyaris begitulah yang akan kita ajarkan pada anak-anak, kecuali kita mau belajar. Celakanya era kita dulu dibesarkan sudah sangat
berbeda dengan era kita sekarang. Banyak masalah yang timbul pada anak-anak kita jika kita tidak mengubah cara kita mengasuh anak. Hampir semua anak mulai dari anak SD bahkan mungkin TK atau bahkan lebih kecil lagi sudah diperkenalkan dengan gadget tanpa saringan yang tepat. Celakanya orangtua memberikan anak-anaknya gadget tanpa mereka pernah tahu apa yang dilihat oleh anakanaknya. Kesibukan orangtua bahkan terkadang menjadi alasan supaya lebih mudah mengasuh anak-anak diberikan gadget. Di beberapa kasus bahkan anak-anak tidak bisa tenang jika gadget-nya diambil seolah dunia mereka ada di sana. Tentu ini menjadi suatu masalah yang tidak tampak karena sudah menjadi kebiasaan dan bahkan itu menjadi sebuah kesenangan rentan menimbulkan kecanduan atau mungkin
kecanduan terselubung bahkan mungkin orang dewasa banyak mengalami. Melihat handphone setiap beberapa menit seolah rasanya ada yang kurang jika tidak membawa handphone. Lebih baik ketinggalan dompet daripada ketinggalan handphone. Dulu jika orangtua menghukum anaknya dengan cara menguncinya di kamar anak-anak menjadi takut dan menangis. Tetapi sekarang jika anak-anak dikunci seharian di kamar dia tambah senang asal ada handphone. Sesungguhnya gadget itu bukanlah akar masalahnya, itu hanyalah cara anak berekspresi untuk menyalurkan energi yang tertahan di dalam. Semua manusia yang terlahir ingin hidup aman dan berharga. Penghargaan (self-esteem) didapat dari dalam diri dan dari luar. Penghargaan dari dalam diri adalah perwujudan dari energi kasih sayang yang berge-
tar dari orangtua kepada anakanak yang kemudian berubah menjadi perasaan diinginkan, sehingga terbentuk rasa menghargai diri atau mencintai diri. Penghargaan dari luar datang dari lingkungan sosial setelah dia mulai menghinjak masa anak remaja. Dia cendrung ingin mendapatkan pengakuan lingkungan sosialnya. Di mana pun dia bergaul di situlah dia akan ingin diakui, jika lingkungannya merokok maka dia akan merasa tidak berharga kalau dia tidak ikut merokok. Jika teman-temannya membicarakan games atau bermain games (online) bersama teman-teman maka di sana dia juga ingin menemukan sebuah pengakuan. Jadi masalah utamanya adalah sebenarnya bukan gadget. Masih ada banyak masalah yang ditimbulkan akibat keinginan setiap manusia menemukan pengakuan.
Sabtu umanis, 15 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Meliling Bangkitkan Usaha Kecil DESA Adat Meliling, Kerambitan, Tabanan merupakan desa yang masih bertahan dengan potensi pertaniannya. Meski demikian, kini sejumlah usaha kecil mulai bangkit di desa dengan empat banjar adat tersebut. Terlebih, ke depan desa adat ini juga berupaya untuk meningkatkan pendidikan prasekolah, seperti PAUD/TK. Keberadaan Desa Adat Meliling tidak tertutup untuk pengembangan sektor
lainnya. Khususnya untuk pengembangan perekonomian warga desa adat setempat.
Seperti yang banyak dilakoni krama desa adat belakangan ini. Bendesa Adat Meliling
NASI ANGIN - Salah satu usaha nasi angin di Desa Adat Meliling.
Bali Post/bit
Wayan Suada yang ditemui di sela-sela sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’’ di Wantilan Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Selasa (28/1) lalu, mengakui saat ini sudah banyak krama-nya yang melakoni usaha kecil untuk menambah pendapatan keluarganya. Salah satunya yakni Nasi Angin. Pada awalnya sejumlah krama di desa itu bekerja pada salah satu usaha yang membuat nasi angin. Kini, setelah lama bekerja pada orang lain, akhirnya bisa membuka usaha sendiri. ‘’Lumayan, bisa membuka lapangan pekerjaan. Bahkan kini sudah bisa meluas ke desa-desa lain,’’ ujar Suada. Seperti desa lainnya, Desa Adat Meliling juga memiliki kewajiban dalam hal parahyangan. Terlebih, desa ini memiliki dua Pura Dalem dan Setra. Karena satu banjar, yakni Banjar Jagatamu memiliki Pura Dalem tersendiri. Ini karena lokasinya yang cukup jauh dengan banjar lainnya. ‘’Alasannya hanya karena jauh saja, sehingga dibuatkan lagi satu Pura Dalem dan juga setra-nya,’’ ujarnya. Terkait dengan adanya kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam upaya mendorong
Menteri Erick Thohir Pastikan Zona I Pelabuhan Benoa Diisi Produk Lokal
Denpasar (Bali Post) Menteri BUMN Erick Thohir memastikan zona I (zona komersial) Pelabuhan Benoa diisi produk lokal, bukan produk asing. Hal itu ditegaskan Menteri Erick Thohir saat mengunjungi Pelabuhan Ben-
oa, Jumat (14/2) kemarin, guna memastikan proyek Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan internasional berjalan lancar. Oleh karena itu, kata Erick Thohir, keterlibatan pengusaha lokal, swasta ataupun yang bisa bersinergi, berkolab-
orasi dengan proyek ini. ‘’Kita sangat terbuka. Hal-hal ini yang coba kita pastikan berjalan. Ini bukan wacana, tapi sesuatu yang konkret,’’ kata Erick Thohir. Dikatakan, Bali adalah jantung turis di Indonesia, namun
Bali Post/kmb42
BENOA - Menteri BUMN Erick Thohir foto bersama usai kunjungan ke Pelabuhan Benoa.
infrastruktur masih tertinggal. Oleh karena itu, ia melakukan beberapa percepatan proyek. Apalagi kondisi dunia saat ini yaitu dengan adanya wabah virus Corona, menurutnya, ini momen yang tepat untuk membangun. ‘’Karena pasti 3-4 bulan ke depan, industri turis akan menurun. Nah, daripada kita diam, justru kita harus percepat pembangunan,’’ ujarnya. Ke depan, ada dua akses yang bisa dilalui turis yang datang ke Bali yaitu lewat udara dan lewat laut. Sebagai negara archipelago, selama ini fasilitas yang ada di laut belum memadai. Maka akan dilakukan pembenahan di Pelabuhan Benoa. ‘’Yes ada turis, tapi juga ada faktor pendukung ekonomi lainnya seperti peti kemas dan lainnya tetap ada, jadi tidak hanya bisa turis saja,’’ imbuhnya. Sejak dua hari kunjungannya ke Bali, Erick memastikan agar BUMN menerapkan profesionalisme dan transparan. Sehingga proyek strategis yang ada, harus sejak awal diawasi oleh wakil rakyat, khususnya Komisi VI. (kmb42)
Warga Pedungan Akhirnya Punya Tempat Melasti MA S Y ARA K AT D e s a Adat Pedungan, Denpasar akhirnya memiliki tempat melasti dan Pitra Yadnya yang representatif di bagian utara Pelabuhan Benoa. Tempat itu telah disediakan oleh pemerintah pusat melalui Pelindo III. Bendesa Adat Pedungan Ir. I Gusti Putu Budiartha mengucapkan terima kasih kepada Tuhan dan pemerintah pusat, Kementerian BUMN melalui Pelindo III yang telah memberi CSR dalam bentuk tempat pamelastian. Sebelumnya, krama Pedungan hanya memiliki tempat yang kecil untuk upacara pitra yadnya yang dinilai hanya mampu menampung 10 orang, sehingga tidak representatif. Ketika melaksanakan upacara, masyarakat pun meluber hingga ke jalan raya. Hal itu tentu mengganggu lalu lintas jalan tol. Sementara jumlah krama Desa Adat Pedungan lebih dari 15.000 orang. Budiartha menuturkan, dulunya wilayah Benoa ini tidak ada pelabuhan, hanya tanaman mangrove. Namun
pada zaman penjajahan Belanda, masyarakat membangun jalan supaya bisa menyandarkan kapal-kapal yang akan datang, sehingga lambat laun menjadi pelabuhan. Perkembangan selanjutnya, ada pembangunan tol. Setelah adanya tol itu sepanjang laut ini ditutup dan dipagari. Masyarakat bingung melaksanakan upa-
cara, seperti upacara yang dilaksanakan sehari-hari yaitu Pitra Yadnya. ‘’Ke mana mereka melarung abunya. Akhirnya kami berjuang untuk mendapatkan tempat reprensentatif ini,’’ tuturnya. Upacara adat dan keagamaan ini nantinya dinilai juga akan mendukung pariwisata Bali. Apalagi Pelabuhan Benoa akan menjadi pelabuhan
internasional yang akan mendatangkan kapal-kapal besar. Dengan pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi pelabuhan internasional sesuai rencana induk, bahwa akan disediakan tempat untuk usaha kecil menengah (UMKM). Harapannya agar 75 persen tempat dapat dimanfaatkan masyarakat lokal Bali. (may)
Bali Post/ist
SAMBUTAN - Bendesa Adat Pedungan Ir. I Gusti Putu Budiartha saat memberi sambutan.
penguatan masyarakat adat, Suada menilai cukup positif. Karena dengan program tersebut, pihaknya akan mampu membuat terobosan dalam menjalankan kegiatan di desa adat. Terutama untuk program fisik yang memerlukan dana cukup banyak. Terlebih, saat ini beberapa palinggih di pura yang di-sungsung krama, sudah berusia lama, sehingga perlu direnovasi. Salah satu program yang dilakukan Desa Adat Meliling, yakni pengelolaan sampah plastik. Pihaknya sudah
memiliki satu armada untuk penanganan sampah milik krama. ‘’Sejak beberapa waktu lalu, kami sudah komit untuk penanganan sampah, sesuai dengan program Gubernur,’’ kata Suada. Program lainnya, yaki dalam bidang pendidikan. Selama ini Meliling sudah ada pendidikan, PAUD/TK yang kini sudah dikelola desa dinas. Ke depan pihaknya berharap ada yang dibuat oleh desa adat. Hanya, kini Desa Adat Meliling juga memiliki per-
soalan. Terutama dalam hal irigasi. Terlebih, desa setempat lebih banyak bergerak dalam sektor pertanian. Kini, beberapa saluran irigasi tercemar limbah, akibat ulah perusahaan yang membandel membuang limbahnya ke sungai. Padahal, sudah sering pihak perusahaan yang membandel tersebut diberi peringatan agar tidak membuang limbah ke sungai. ‘’Ini mungkin perlu kami minta pertimbangan, agar bisa mengatasi persoalan ini,’’ katanya. (ara/bit)
Bali Post/jay
KUNJUNGAN - Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kunjungan ke kantor Bali Post, Jumat (14/2) kemarin.
BPS Lakukan Sensus Penduduk Secara ’’Online’’ PERTAMA kali dalam sejarah, Badan Pusat Statistik (BPS) melaksanakan sensus penduduk secara online tahun 2020 ini. Artinya, tak seperti sensus-sensus sebelumnya, petugas BPS mendatangi dan mendata masyarakat satu per satu. Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan sensus penduduk di Bali akan dilakukan mulai 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Sepanjang 45 hari tersebut, pihaknya mengundang masyarakat Bali untuk mendata diri melalui website sensus. bps.go.id. Untuk mengakses website itu, masyarakat lebih dulu diminta menyediakan data nomor KK dan KTP. ‘’Anak-anak yang kini telah lulus SMA/SMK diharapkan mendata dirinya dengan mengakses website tersebut,’’ kata Adi Nugroho saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Jumat
(14/2) kemarin. Menurut Adi Nugroho, masyarakat yang sudah merasa belum siap didata agar memastikan mencatatkan dirinya pada sensus online. Di samping itu, bagi masyarakat yang sudah siap supaya membantu saudara atau keluarganya dan tetangga untuk bisa menjangkau mengakses website tersebut. Jika apa yang dilakukan itu masih ada juga masyarakat yang tercecer, maka pihaknya akan menerjunkan petugas ke rumah-rumah penduduk untuk membantu melakukan pendataan pada 1-31 Juli 2020. Hal ini dilakukan guna menyisir masyarakat yang tidak tercatat di sensus penduduk online. ‘’Kami mengajak seluruh masyarakat Bali untuk melakukan pendataan sensus penduduk antara 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020,’’ imbuhnya. (jay)