Skip to main content

Edisi Rabu 15 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 149 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Turun Jurang

‘’Teller’’ BPR Disidangkan

Jalan Rusak

Perampokan sopir taksi online di jalan umum jurusan Denpasar-Singaraja menyimpan cerita yang agak seru. Ternyata untuk menangkap pelaku, sejumlah polisi harus turun ke jurang.

Seorang teller BPR di Ubud disidangkan di PN Gianyar, Selasa (14/1) kemarin. Ia diduga menggelapkan uang Rp7,5 miliar. Penuntut umum dituding tebang pilih. Mengapa? Gianyar | HAL. 6

Sepanjang 312,76 kilometer jalan di Jembrana mengalami kerusakan. Ternyata tahun 2020 ini pemkab hanya menganggarkan perbaikan jalan sepanjang 31 kilometer.

Badung | HAL. 3

Jembrana| HAL. 11

Bali Komit Laksanakan Pembangunan Rendah Karbon Sesuai Visi ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ‘’Pembangunan rendah karbon telah menjadi salah satu agenda Prioritas Nasional Enam (PN 6) yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024.’’ Suharso Monoarfa Menteri PPN/ Bappenas ‘’Ini sangat cocok dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, menjaga alam yang bersih. Apalagi Bali tidak saja butuh karena kearifan lokalnya yang mengajarkan demikian, tetapi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia harus membangun image yang bagus.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

FOTO BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional /Bappenas RI Suharso Monoarfa, dan Gubernur Riau Syamsuar foto bersama usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan Pemerintah Provinsi Bali dan Provinsi Riau tentang Perencanaan Pembangunan Rendah Karbon di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (14/1) kemarin.

Pemberdayaan Ekonomi Desa Alokasi dana desa untuk Bali setiap tahunnya terus meningkat sejak digelontorkan 2015 lalu. Secara spesifik juga tidak ada penyalahgunaan dana desa oleh kepala desa, kecuali menyangkut permasalahan administrasi. Itu pun terjadi saat dana desa masih merupakan program baru dari pemerintah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, Selasa (14/1) kemarin mengatakan, dana desa selama ini telah dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. ‘’Prioritas pemanfaatan dana desa itu biasanya dikawal dengan terbitnya Peraturan Menteri PDTT terkait dengan prioritas pemanfaatan dana desa. Tetapi untuk bisa ditetapkan yang mana menjadi prioritas, mekanismenya harus melalui musyawarah desa (musdes),’’ ujarnya. Menurut Anom, pemerintah pusat tidak bisa mengintervensi desa. Namun hanya sebatas memberikan rambu, sehingga masyarakat desa dalam musdes betul-betul melakukan kajian secara benar. Dengan demikian, apa yang menjadi prioritas memang dibutuhkan di desa tersebut sesuai potensinya. Hal. 11 Tidak Perlu

BALI berkomitmen untuk melaksanakan Pembangunan Rendah Karbon (PRK). Ini menyusul telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Suharso Monoarfa dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Riau Syamsuar mengenai PRK di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (14/1) kemarin. PRK dinilai sejalan dengan Visi Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. ‘’Ini sangat cocok dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, menjaga alam yang bersih. Apalagi Bali tidak saja butuh karena kearifan lokalnya yang mengajarkan demikian, tetapi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia harus membangun image yang bagus,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster usai penandatanganan MoU. Koster menambahkan, beberapa regulasi telah ditetapkan sebagai upaya untuk memperkuat proses perencanaan pembangunan di Provinsi Bali melalui integrasi antara program pelestarian lingkungan, program penanganan perubahan iklim, dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Di antaranya, Peraturan Gubernur Bali Nomor

Nasabah Jiwasraya Cairkan Investasi Pasca-BPK mengumumkan pernyataan resmi terkait skandal Jiwasraya, para nasabah Jiwasraya di Bali mulai mencairkan dana yang belum waktunya jatuh tempo. Apa dampaknya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Lubang di Trotoar Lubang menganga di trotoar di Jalan Janger, Kedampal, Abiansemal, membahayakan warga dan pengendara kendaraan. Lubang berdiameter 15 x 90 cm ini luput dari perhatian pemerintah. www.denpostnews.com

gunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 49 Tahun 2019. Regulasi ini utamanya mengendalikan penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak fosil secara bertahap dengan menetapkan zona penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai pada kawasan-kawasan wisata utama seperti Sanur, Kuta, Ubud dan Nusa Penida. Terkait permasalahan lingkungan hidup, juga sudah diterbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Kemudian, Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan Indonesia di masa mendatang perlu melaksanakan pembangunan yang tidak hanya memperhatikan pertumbuhan ekonomi. Namun perlu mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung sumber daya alam dan lingkungan, termasuk tingkat emisi gas rumah kaca yang ditimbulkan. Hal. 11 Pertumbuhan Ekonomi

Perbekel pun Berani Korupsi

Kepala Desa Pemecutan Kaja, Denpasar, Senin (13/1), ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi. Penetapan ini menambah daftar kepala desa atau yang di Bali disebut perbekel terjerat kasus korupsi. Sejak tahun 2014 ada lima kepala desa di Bali yang diproses hukum khusus tindak pidana korupsi. Ada gejala kini perbekel mulai berani korupsi, tindak pidana yang umumnya dilakukan pejabat yang lebih tinggi jabatannya.

Anom Agustina

Harian Bisnis Bali

45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih sebagai salah satu komponen regulasi yang mengatur penerapan dan pengelolaan energi bersih di Bali. Di dalamnya terdapat beberapa hal yang ingin diterapkan dalam mendukung energi bersih ini. Salah satunya, pembangkit listrik wajib menggunakan bahan bakar energi bersih yaitu gas alam cair dan energi terbarukan. ‘’Artinya semua pembangkit tenaga listrik di Bali sesuai dengan pergub yang baru harus menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Semua akan dialihkan ke sana,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Selain itu, lanjut Koster, mendorong bangunan pemerintah, komersial, industri termasuk hotel, restoran dan rumah tangga berkewajiban menggunakan energi bersih melalui atap panel surya maupun bangunan hijau. Pihaknya juga memberikan peran kepada masyarakat, UMKM, desa adat dan Badan Usaha Milik Daerah untuk mengelola energi bersih baik secara mandiri dan/atau bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Nasional atau swasta. ‘’Demikian pula kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dan juga akan dikembangkan ke sektor yang lainnya untuk mengurangi emisi karbon,’’ imbuhnya. Menurut Koster, peng-

Iran Akui Tembak Pesawat Ukraina Singapura – Lima negara yang warganya tewas saat menumpangi pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh militer Iran, Rabu (8/1), akan bertemu di London pada Kamis untuk membahas tindakan hukum. Berbicara di sela-sela kunjungan resmi ke Singapura pada Senin (13/1), Menteri Luar Negeri Ukraina Vadim Prystaiko mengatakan, negara-negara yang sedang berduka tersebut akan membahas kompensasi dan penyelidikan atas insiden tersebut. Sebuah pesawat Boeing-737 milik maskapai penerbangan Ukraina yang membawa 176 orang penumpang jatuh di dekat Bandara Internasional

Teheran, Iran, Selasa (7/1) malam waktu setempat. Sebanyak 176 orang penumpang tewas dalam kecelakaan pada Rabu, beberapa menit setelah pesawat lepas landas dari Bandara Teheran. Pemerintah Iran pada Sabtu mengaku tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina karena kesalahan pasukan keamanannya yang mengakibatkan 176 penumpang tewas. Pengakuan itu disampaikan oleh Presiden Iran Hassan Rouhani dan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif melalui akun resmi media sosial Twitter. Hal. 11 Tembak Jatuh

Data Indonesia Corruption Watch menyebutkan kini pelaku korupsi kepala desa meningkat cukup tajam. Tahun 2015 hingga 2018 saja di seluruh Indonesia ada hampir 231 kepala desa yang terseret korupsi. Sementara Presiden Jokowi menyodorkan angka yang lebih besar yakni 900 kades korupsi. Ada gejala, meningkatnya jumlah kades tersangkut korupsi terjadi sejak alokasi dana desa yang demikian besar. Akademisi FISIP Unud I Made Anom Wiranata, S.IP., M.A. menyebutkan, secara umum korupsi terjadi apabila tak ada kontrol dan pengawasan melekat. Dalam

konteks desa, memang ada lembaga perwakilan yakni Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berfungsi sebagai pengawas. Sayangnya anggota BPD ini, kata Anom, lebih banyak orang-orang dekat kades. ‘’Warga desa sering tidak mengetahui siapa wakil mereka di BPD,’’ kata Anom yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya ini. Di sisi lain, lanjut Anom, makin beraninya perbekel korupsi juga karena faktor jumlah alokasi dana desa yang cukup besar, tetapi pengawasannya sangatlah lemah. Hal. 11 Sistem Elektoral

I Nyoman Mardika

Anom Wiranata

Kasus Jiwasraya

Tiga Tersangka Ditahan Jakarta (Bali Post) – Kejaksaan telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus korupsi Jiwasraya. Mereka adalah mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo dan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat. Tersangka lain adalah Komisaris PT Hanson International Tbk. Benny Tjokrosaputro. Ketiganya dibawa ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung untuk ditahan selama 20 hari. Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin telah mengeluarkan surat perintah penyidikan kasus Jiwasraya dengan Nomor: PRINT - 33/F.2/Fd.2/12/ 2019 tertanggal 17 Desember 2019. PT Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ban-

yak melakukan investasi pada aset-aset dengan risiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi, di antaranya penempatan saham sebanyak 22,4 persen senilai Rp5,7 triliun dari aset finansial. Penetapan status tersangka tersebut dibenarkan Muchtar Arifin, kuasa hukum Tjokrosaputro. ‘’Sekarang sudah tersangka. Tentu kami menginginkan agar hak-hak beliau bisa dipenuhi,’’ kata Arifin di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1) kemarin. Pihaknya pun merasa penetapan kliennya sebagai tersangka tidak masuk akal. ‘’Bagi saya itu aneh. Tidak mengerti apa alat buktinya. Tidak ada penjelasan dari penyidik. Tentu saja kecewa,’’ katanya. (ant)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Kunjungan Kapal ”Cruise” Besar

FIGUR Peran Strategis Media MEDIA massa, baik cetak maupun elektronik memiliki peran strategis dalam mempublikasikan program maupun pencapaian yang diraih sebuah institusi, termasuk perguruan tinggi. Lewat media massa masyarakat akan mengetahui program unggulan dan pencapaian yang diraih sebuah kampus. Sehingga, kampus tersebut menjadi incaran bagi masyarakat untuk menimba ilmu pengetahuan. Bahkan, peran media massa mampu mendorong kemajuan perguruan tinggi. Hal ini diakui Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.Park. saat media gathering bersama sejumlah awak media di ruang rapat Rektor, Selasa (14/1) kemarin. Rektor didampingi Wakil Rektor II Ni Putu Pertamawati, S.E., M.M., Wakil Rektor III Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T.,IPM., Kepala BAPPSIK I Made Artawan, S.E., M.M. dan Kabag Humas dan Protokol Unwar Dr. Agus Darma Yoga Pratama, S.S., M.Hum. mengatakan, sejak bermitra dengan media massa, kampus Unwar memiliki energi baru dalam meningkatkan kinerja. Salah satunya meningkatnya kinerja dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat yang luar biasa dilakukan oleh civitas akademika Unwar. Sebab, hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dipublikasikan lewat m e d i a massa, sehingga diketahui dan bermanfaat bagi masyarakat, serta memiliki reputasi yang tinggi. “Kerja sama dengan media selama ini sangat harmonis, dan media massa telah memberikan energi tambahan bagi kami di Unwar dalam meningkatkan kinerja meningkatkan kualitas lembaga,” ujar Prof. Widjana. Oleh karena itu, pihaknya berharap media massa tetap mendukung dan mempublikasikan programprogram unggulan yang dimiliki Unwar ke publik. Sehingga, apa yang menjadi angan-angan Unwar yang bermutu, berwawasan ekowisata dan mampu bersaing secara global tahun 2034 bisa tercapai. Apalagi, saat ini berbagai prestasi prestisius pada ajang kompetisi internasional telah mampu diraih oleh para dosen dan mahasiswa Unwar. (win)

Perangi Narkoba Peran Keluarga Penting BERKAT kerja keras BNNP Bali bekerja sama dengan stakeholder terkait dan masyarakat, Bali menduduki posisi teratas tingkat nasional terkait nilai indeks ketahanan diri (anti) terhadap narkoba. Meskipun saat ini baru 60 persen warga yang mendapat sentuhan atau sosialisasi bahaya narkoba. “Masih 40 persen belum tersentuh. Untuk itu tahun ini kami gencarkan lagi dan tentu saja bekerja sama dengan komponen masyarakat,” ungkap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, S.H., Selasa (14/1) kemarin. Dalam memerangi barang terlarang ini, kata mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, peran keluarga sangat penting. Pasalnya keluarga khususnya orangtua memegang peran penting dalam memberikan edukasi, spiritual dan skill. “Keluarga adalah sumber membangun jati diri dan karakter. Kalau dikombinasikan akan menjadi kekuatan untuk membentengi diri dari bahaya narkoba,” ucapnya. Menurut jenderal bintang satu di pundak ini, supaya tidak terjerumus narkoba, anggota keluarga saling mengawasi, terutama para orangtua kepada anak-anaknya. Apalagi berb-

agai upaya dilakukan sindikat narkoba dalam melancarkan aksinya. Mantan Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara ini menyampaikan, dilihat dari data rehabilitasi berdasarkan domisili, yaitu orang asli Bali 172 orang, pendatang 84 orang, orang luar lahir di Bali 17 orang dan orang asing 9 orang. Dengan demikian orang asli Bali harus menyadari kondisi ini dan melakukan antisipasi. “Sejak saya menjabat Kepala BNNP Bali telah membangun tiga BNNK yaitu, Buleleng, Karangasem dan Klungkung. (rah)

Bali Post/rah

I Putu Gede Suastawa, S.H.

Terkait Perbekel Pemecutan Kaja

DPMD Segera Tunjuk Pelaksana Tugas

Denpasar (Bali Post) – Pascapenahanan Perbekel Pemecutan Kaja A.A. Ngurah Arwatha oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar aktivitas pelayanan masyarakat di desa tak boleh vakum. Karena itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Denpasar akan segera menunjuk seorang pelaksana tugas yang akan mengisi kekosongan kursi perbekel yang ditinggalkan perbekel deginitif, karena sedang menjalani proses hukum. Kepala DPMD Denpasar I.B. Alit Wiradana yang ditemui di kantornya, Selasa (14/1) kemarin, mengaku sedang berkoordinasi dengan Kejari Denpasar untuk mengetahui secara jelas perkaranya. Karena itu, pihaknya belum bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk menindaklanjuti perkembangan perkara ini. “Kami sedang koordinasi dengan Kejaksaan untuk men-

getahui lebih detil perkara yang dialami Perbekel Pemecutan Kaja ini, namun dalam waktu dekat akan kami tunjuk plt. dulu,” ujar Mantan Kasatpol PP Denpasar ini. Dikatakan, pihaknya tidak bisa gegabah untuk mengambil tindakan pascaditahannya Perbekel Pemecutan Kaja ini. Terlebih, ini masalah hukum yang harus dilakukan dengan hati-hati. “Nanti setelah semua jelas, baru akan kita lakukan tindakan selanjutnya,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Perbekel Pemecutan Kaja AAN Arwatha setelah dilakukan pelimpahan tahap II, Kejari Denpasar langsung melakukan penahanan. Penahanan perbekel aktif ini dilakukan karena tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi atas dana pungutan yang dilakukan petugas Linmas desa setempat. (kmb12)

Topik : PEMBERDAYAAN EKONOMI DESA

Pelindo III Kembangkan Pelabuhan Benoa

Denpasar (Bali Post) -

Berwisata dengan kapal cruise saat ini menjadi tren. Setiap tahun, setidaknya ada 75 kapal cruise yang berlabuh di Pelabuhan Benoa. Kapal itu mengangkut lebih dari 62.000 penumpang. Melihat perkembangan wisata dengan transportasi kapal laut itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Regional Bali Nusa Tenggara terus melakukan pengembangan Pelabuhan Benoa.

CEO Pelindo III Bali Nusa Tenggara, I Wayan Eka Saputra, ditemui Bali Post, Selasa (14/1) kemarin mengatakan, Benoa yang terletak di Kota Denpasar adalah milik Bali sebagai pintu gerbang perekonomian di Bali. Di Pelabuhan Benoa tersedia pelabuhan untuk kapal pesiar, yang tidak dimiliki pulau lain di Indonesia. Kapasitas kapal pesiar pun besar bisa membawa penumpang 10 kali penumpang pesawat. Di negara lain kunjungan kapal pesiar bisa mencapai 150 kapal. Sementara kunjungan kapal pesiar ke Pelabuhan Benoa sebanyak 75 kapal. Jika kunjungan kapal tersebut peningkatannya dua kali maka jumlah penumpang juga bisa mencapai dua kali lipatnya. Apalagi penumpang kapal cruise adalah penumpang yang berkelas. “Mereka adalah orang yang memang mempersiapkan dirinya untuk liburan,” tandasnya. Tanggal 20 Februari nanti saja, dua kapal besar akan disandarkan di Pelabuhan Benoa, masing-masing membawa penumpang 200 orang dan 400 orang. Tanggal 9 Februari, kapal terbesar dengan panjang 300 meter juga akan datang ke

Bali Post/edi

PELABUHAN BENOA - Aktivitas proyek perluasan Pelabuhan Benoa yang digarap Pelindo III.

Bali Post

I Wayan Eka Saputra

Pelabuhan Benoa. Biasanya penumpang kapal cruise berusia tua, namun perkembangan penumpang kapal cruise ke depan juga akan beralih ke generasi milenial. Bahkan saat ini kapal cruise dikatakan telah menyediakan fasilitas untuk penumpang milenial. “Kalau dulu, hampir 90 persen sudah tua. Tapi sekarang sudah berubah karena di sana sudah disiapkan skateboard, fasilitas di kapal dibedakan,” bebernya. Untuk dapat menyandarkan kapal cruise lebih banyak, tahun ini dermaga Pelabuhan

Benoa diperpanjang dari 340 meter menjadi 600 meter. Selain itu, Pelindo juga telah merampungkan pengerukan dan pendalaman alur dari minus 9 meter LWS (low water spring/rata-rata muka air laut) menjadi minus 12 meter LWS. Sebelum dilakukan pengerukan, dermaga Pelabuhan Benoa hanya bisa disandari kapal dengan panjang di bawah 240 meter saja. Selain itu, turning basin atau area untuk berputar kapal juga dilebarkan sehingga kapal yang memiliki radius putar lebih panjang dapat melakukan manuver dengan aman dari 300 meter sekarang menjadi 420 meter. Serta lebar di kolam timur dari awal 150 meter sekarang telah menjadi 200 meter, dan untuk kolam barat dari 150 meter menjadi 330 meter. Menurutnya, permintaan

Dokter Tewas Gantung Diri di Hotel Denpasar (Bali Post) Karyawan salah satu hotel di Jalan Teuku Umar Denpasar, Selasa (14/1) kemarin, dikagetkan dengan kasus gantung diri. Seorang wanita berinisial IATW (30), profesi dokter, ditemukan tewas gantung diri di kamar nomor 529 lantai 5 hotel tersebut. Informasi di lapangan, kejadian ini dilaporkan pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan, korban gantung diri menggunakan selendang. “Informasi, mayat korban diturunkan oleh suaminya berinisial NGB (30), pekerjaan dokter juga,” kata sumber. Sumber ini mengungkapkan, kejadian ini diduga karena adanya masalah keluarga. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah. Korban ternyata menantu notaris terkenal di Denpasar. Setelah menikah dengan NGB (30), profesi dokter, dia tinggal di Jalan M. Yamin, Denpasar.

Informasi di lapangan, kejadian ini dilaporkan kakak ipar korban, MGM (31). Keterangan MGM kepada polisi, pukul 11.00 Wita, dia ditelepon adiknya (NGB) diberi tahu kalau korban gantung diri di TKP. Selanjutnya dia langsung ke TKP. “Setibanya di TKP, saksi (MGM) memberi tahu pihak hotel kalau tamu yang menginap di kamar nomor 529 meninggal dunia,” kata

sumber. MGM dan karyawan hotel langsung ke kamar tersebut dan dilihat korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya kejadian ini dilaporkan ke polisi. Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Masih kami selidiki, mohon waktu,” tegasnya. (kmb36)

Bali Post/ist

OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kasus gantung diri.

kapal cruise untuk berlabuh banyak, hanya saja dermaga terbatas. Selain itu juga harus dipertimbangkan dari sisi interland jika ingin kedatangan kapal cruise lebih banyak. Termasuk menjaga adat istiadat, budaya, alam setempat. Kesiapan pelabuhan dan interland menjadi satu paket yang harus dijaga ketika akan menambah kapasitas

pelabuhan. “Bali harus berbangga memiliki pelabuhan yang mampu menyandarkan kapal cruise karena multiplier effect-nya besar,” pungkasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Bali Post/eka

PASCATERBAKAR - Neon box Trans Studio Bali ditutupi pascaterbakar di Denpasar, Selasa (14/1) kemarin. Kebakaran neon box tersebut diduga akibat korsleting arus listrik.

Kebakaran Neon Box TSM Diduga karena Korsleting

Denpasar (Bali Post) Neon box Trans Studio Bali (TSB) di lantai 5 (depan wahana roller koster) Trans Studio Mall (TSM) di Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Senin (13/1) lalu, terbakar. Pemicunya diduga karena korsleting listrik dan tidak ada korban jiwa maupun luka. Kasubbag Humas Polresta Denpasar, Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Selasa (24/1) kemarin mengatakan, sejumlah saksi diperiksa, di antaranya Arkilaus Soo (28), satpam TSM menyampaikan, saat itu ia berada di areal TSM untuk atur lalu lintas keluar-masuk kendaraan customer. Sekitar pukul 22.00 Wita, dia melihat ada api berkobar di neon box di lantai 5. Selanjutnya Arkilaus memberi tahu rekan kerjanya, Andi untuk mel-

aporkan kejadian tersebut agar ditindaklanjuti. Setelah itu dia kembali mengatur lalu lintas di depan TSM. Sementara Sugianto (24), satpam TSM, menyampaikan setelah diberi tahu ada kebakaran, dia membagi tugas evakuasi. “Api saat itu berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar ) dan hydrant. Dibantu juga petugas Pemadam Kota Denpasar sehingga api tidak merembet ke areal lainnya,” ujarnya. Iptu Andi mengatakan, hasil penyelidikan dan olah TKP, dugaan sementara kebakaran tersebut disebabkan karena korsleting arus listrik pada panel instalasi listrik neon box. Jumlah kerugian yang diderita oleh pihak TSM akibat kebakaran tersebut Rp20 juta. (kmb36)

Rai Mantra Paparkan Inovasi SiDarling Ajak Kelola Sampah dari Rumah Tangga KOMITMEN Pemkot Denpasar untuk mengurangi sampah plastik terus digalakkan. Di samping itu meningkatkan pemahaman masyarakat untuk terus sadar terhadap kebersihan lingkungan digelar sosialisasi. Segenap aparatur Pemkot Denpasar, aparat desa/kelurahan, bendesa serta guru-guru sekolah, SD dan SMP se-Kota Denpasar dilaksanakan Gathering SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan), Selasa (14/1) kemarin di Gedung Dharmanegara Alaya. Acara diawali dengan pemutaran film Pulau Plastik garapan Robi Navicula yang mengisahkan secara mendalam tentang pentingnya perilaku mengurangi penggunaan sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra, Wilda Yanti (pegiat lingkungan), Ida Bagus Dwidasmara (akademisi), Andre Dananjaya (produser Film Pulau Plastik) serta Robi Navicula. Seluruhnya membahas perihal pentingnya membangun kesadaran mengurangi sampah plastik dan mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing. Bahkan apabila berhasil mengelola

sampah menjadi produk bermanfaat seperti kompos dan barang daur ulang dapat mendatangkan keuntungan secara ekonomi. Salah satunya tentu melalui aplikasi yang telah dibangun Pemkot Denpasar, yakni SiDarling. Wali Kota Rai Mantra mengatakan permasalahan sampah ini adalah masalah yang harus kita selesaikan bersama, sehingga partisipasi masyarakat sangat penting untuk bersama-sama mengatasi permasalahan ini. Di Kota Denpasar sendiri secara berkelanjutan terus digencarkan sosialisasi dan program yang mampu membangkitkan kepedulian masyarakat. Rai Mantra menjelaskan bahwa tanpa sadar sampah kecil yang dihasilkan oleh rumah tangga berdampak besar bagi keberlangsungan hidup banyak orang. Hal ini lantaran sampah yang dihasilkan rumah tangga bergerak melalui aliran sungai jika dibuang sembarangan dan bermuara di lautan. Sehingga guna mengentaskan permasalahan tersebut dirancang inovasi dan kebijakan yang peduli terhadap lingkungan. Contohnya, Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang pengurangan sampah plastik dan inovasi SiDarling di mana masyara-

NARASUMBER- Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi narasumber dalam kegiatan Gathering SiDarling (Sistem Sadar dan Peduli Lingkungan), Selasa (14/1) kemarin di Gedung Dharmanegara Alaya. kat akan merasakan langsung manfaat dari peduli terhadap lingkungan. “Dari beragam inovasi ini akhirnya rumah tangga menjadi bijak dalam mengelola sampah, sehingga timbunan sampah menuju TPA dapat diminimalisir, dan saat ini inovasi SiDarling telah terintegrasi dengan Kartu Identitas Anak (KIA) dan menggunakan registrasi berbasis NIK. Sehingga kemanfaatan dari poin yang dikumpulkan dalam SiDarling dapat dimanfaatkan oleh satu keluarga,’’ ujarnya. Sementara Robi Navicula mengatakan, jika sampah hanya dibuang di tempat sampah

lalu dikumpulkan di TPA, itu hanyalah memindahkan masalah bukan menyelesaikan masalah. Untuk itu, kita harus berinovasi bagaimana cara agar dapat mendaur ulang sampah-sampah tersebut agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir sehingga itu akan menjadi bom waktu yang sangat berbahaya bagi kita semua. Wilda Yanti, selaku penggiat lingkungan ini mengatakan untuk mengatasi masalah sampah ini, terutama untuk sampah organik dengan cara meletakkan sampah organik pada tempat yang terbuka (ember) lalu memformula agar sam-

pah tidak bau. Setelah satu minggu sampah ini siap untuk dijadikan pupuk organik lalu bisa dijual. Tidak hanya sampah organik. Kali ini kami juga mendaur ulang limbah industri, limbah perkotaan, kotoran hewan serta sampah nonorganik yang bisa kami jadikan bahan bakar minyak. Lebih lanjut dikatakannya kita harus bisa untuk mengurangi sampah nonorganik khususnya sampah plastik dan lebih kreatif untuk menanggapi masalah sampah dengan cara mendaur ulang menjadi benda-benda yang berguna dan bernilai tinggi”, ujar Wilda. (ad342)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

”Go Laying Adminduk”, Program Inovasi Disdukcapil Badung Optimalkan Layanan Administrasi Kependudukan DALAM upaya mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Badung, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung menerapkan program “Go Laying Adminduk”, yaitu pergi pelayanan keliling administrasi kependudukan. Program ini di samping mengoptimalkan pelayanan administrasi kependudukan juga untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen-dokumen kependudukan yang harus dimiliki terlebih dalam upaya mendukung program GISA, yaitu Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan yang sudah diprogramkan oleh pemerintah pusat melalui Intruksi Kementerian Dalam Negeri tanggal 07 Februari 2018 dengan nomor 470/837/SJ

tentang Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA). Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, A.A. Ngurah Arimbawa, yang didampingi Kabag Humas Made Suardita saat jumpa pers di hadapan awak media di Press Room Bagian Humas, Selasa (14/1) kemarin. Agung Arimbawa mengatakan, Go Laying Adminduk ini akan menyasar masyarakat di seluruh pelosok Badung yang tidak saja di tingkat desa/kelurahan maupun banjar tapi langsung door to door ke rumah-rumah khususnya masyarakat lansia, sakit maupun ODGJ sampai yang berstatus narapidana di lembaga pemasyarakatan. Mantan Camat Kuta Utara ini juga akan memperkuat

KETERANGAN - Kadis Dukcapil Kabupaten Badung, A.A. Ngurah Arimbawa, didampingi Kabag Humas Made Suardita memberikan keterangan saat jumpa pers di Press Room Bagian Humas, Selasa (14/1) kemarin. Seksi Pelayanan Umum di nonpermanen ke kecamatan masing-masing kecamatan sesuai dengan Peraturan sekaligus berencana akan Bupati Badung Nomor 56 melimpahkan pembuatan Tahun 2014 tentang PendelSurat Keterangan (Suket) egasian Sebagian Kewenandan pendataan penduduk gan Bupati Kepada Camat

di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Hal ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat dan waktu masyarakat tidak terlalu banyak terbuang kalau sampai mengurus ke Dinas Dukcapil. “Kami merencanakan ini agar masyarakat yang tinggalnya jauh, misalnya dari Badung Utara maupun Badung Selatan tidak jauhjauh datang ke Puspem hanya untuk mengurus Suket, sehingga masyarakat merasa nyaman dan berminat dalam mengurus dokumen kependudukannya,” katanya. Agung Arimbawa menambahkan, nantinya pelayanan administrasi kependudukan di Badung bisa satu data untuk semua. Maksudnya, data yang ada di Dinas Dukcapil menjadi

acuan oleh instansi terkait seperti KPU maupun yang lainnya sehingga setiap lembaga tidak mempunyai data yang berbeda-beda. Pihaknya juga akan mengoptimalkan keberadaan Kartu Identitas Anak (KIA) sehingga mempunyai nilai tambah seperti misalnya karena pemegang KIA ini rata-rata masih bersekolah kalau berbelanja di Gramedia ada potongan harga khusus sehingga akan menambah minat masyarakat khususnya bagi anak-anak umur 0-17 tahun kurang satu hari untuk mengurus KIA. Sementara terkait program pelayanan terintegrasi Badung Aku Sapa (Badung Administrasi Satu Paket) akan terus diintensifkan seperti kalau ada masyarakat yang melahirkan,

menikah, bercerai maupun meninggal akan langsung terbit baik itu berupa akta kelahiran, perkawinan, perceraian, kematian satu paket dengan perubahan KK, KTP dan lainnya. Agung Arimbawa menekankan, apapun yang diprogramkan tentu akan bisa berjalan dengan baik kalau didukung oleh pegawai di instansinya. “Sebaik dan sebagus apapun pogram kami, tentu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan, komitmen dan integritas dari pegawai di Dinas Dukcapil. Untuk itu, kami berharap media berperan dalam menginformasikan program ini kepada masyarakat luas sehingga tertib administrasi kependudukan di Kabupaten Badung dapat terwujud,” katanya. (ad334)

Kisah Perampokan Sopir Taksi ’’Online’’

Pelaku Ditarik Pakai Kayu dari Tepi Jurang KASUS perampokan sopir taksi online di jalan umum jurusan DenpasarSingaraja, Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kristianus Jehore (34), menjadi sorotan publik. Peristiwa itu juga tidak akan pernah dilupakan oleh anggota Sat. Sabhara Polres Badung, Bripka Nyoman Suparta, Briptu I Putu Putra Nuryantara, Briptu I Putu Gede Wawan Saputra, Briptu I Pande Putu Heri Saputra, Bripda I Gede Bayu Arya Pratama, dan Bripda Gede Ari Trisna Wahyudi. Pasalnya, mereka yang meringkus salah satu pelaku, Liem George Geraldo (21). Dari penuturan Bripda Gede Ari Trisna Wahyudi, salah satu anggota yang mengungkap kasus tersebut, Selasa (14/1) kemarin, bus Polres Badung mengangkut 21 anggota Sabhara menuju Mengwi. Mereka baru selesai mengikuti ke-

giatan penanaman pohon di SPN Singaraja. Bripka Nyoman Suparta, Briptu I Putu Putra Nuryantara, Briptu I Putu Gede Wawan Saputra, Briptu I Pande Putu Heri Saputra, Bripda I Gede Bayu Arya Pratama, dan Bripda Gede Ari Trisna Wahyudi juga ada di dalam bus tersebut. “Saat melintas di TKP, kondisi macet. Kami kira ada orang berkelahi. Tiba-tiba ada seorang warga melambai-lambaikan tangan. Bus berhenti dan warga itu bilang ada perampokan,” ujar Ari. Mendengar ada perampokan, secara spontan keenam anggota tersebut langsung turun dari bus. Mereka langsung menemui korban. “Korban menunjukkan arah pelaku kabur. Selanjutnya ada teman kami (polisi - red) membawa korban ke puskesmas,” tuturnya. Ari dan teman-temannya lalu mencari pelaku. Saat

melakukan penyisiran hingga ke tepi jurang, mereka melihat semak bergerakgerak. “Kami teriaki ‘hoeee’. Saat itulah pelaku (Liem) berteriak minta ampun,” kata Ari. Ternyata, Liem bersembunyi di semak-semak pertengahan jurang. “Tempat sembunyinya sekitar tiga meter dari bibir tebing. Ada celah pelaku sembunyi di sana,” tegas anggota Polri kelahiran Klungkung ini. Karena pelaku tidak bisa naik sendiri, Ari dan temantemannya menggunakan kayu untuk menarik perampok asal Jawa Timur ini. “Tidak ada tali di sana, terpaksa kami pakai kayu,” tegas Ari yang kesehariannya bertugas di Bidang Humas Polres Badung ini. Setelah berhasil diangkat ke atas jurang, pelaku langsung diamankan dan dimasukkan ke bus. Pelaku lalu diserahkan ke Polsek

2020, Bali Ditarget Datangkan 600 Ribu Wisatawan India

Mangupura (Bali Post) Saat ini pasar India merupakan pasar besar bagi pariwisata Indonesia. Tahun 2020 ini, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menargetkan sebanyak satu juta wisatawan secara nasional. Bali yang menjadi destinasi wisata dunia ditargetkan bisa menggaet 600 ribu wisatawan dari India. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan tahun 2019 sebanyak 450 ribu wisatawan India. Target ini tentunya harus disikapi serius oleh Pemerintah Provinsi Bali agar target ini bisa tercapai. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra, untuk mencapai target tersebut, tentu dibutuhkan kerja keras bersama dengan seluruh stakeholder. Meliputi mitra perjalanan wisata di India dan di Indonesia, mitra maskapai penerbangan, mitra media, dan Kementerian Pariwisata serta badan-badan setempat. Menurut Badra, tantangan terbesar yang dihadapi oleh industri saat ini adalah isu aksesibilitas, khususnya rute penerbangan yang mengarah langsung ke Bali. Dikatakan, pemerintah sudah menganjurkan Garuda Indonesia selaku maskapai nasional untuk mengembalikan rute penerbangan mereka ke Mumbai atau New Delhi untuk menggandakan angka dari jumlah yang dilaporkan pada tahun 2019. “Tidak ada alasan bagi Garuda Indonesia untuk tidak melayani pasar India mengingat India memiliki potensi besar dengan populasi 1,3 miliar penduduk dan enam ratus juta berada di segmen menengah ke atas yang memiliki kemampuan untuk bepergian ke luar negeri,” katanya saat memberikan keterangan, Selasa (14/1) kemarin. Saat ini, kata dia, para wisatawan yang

Baturiti, Tabanan. “Kami sempat geledah dan ada pisau di saku jaketnya. Kalau dilihat dari chat di HP pelaku, kasus ini direncanakan. Seru kejadiannya dan spontan. Kayak di film-film,” ujarnya. Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengapresiasi kesigapan anggotanya tersebut. Oleh karena itu, pihaknya akan memberikan reward. Seperti diberitakan sebelumnya, Kristianus Jehore, pria asal Banjar Sembung Kumpi, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan yang bekerja sebagai pengemudi taksi online ini, Jumat (10/1) lalu, menjadi korban perampokan di jalan umum jurusan Denpasar – Singaraja, tepatnya di depan hotel di Baturiti, Tabanan. Pelaku perampokan rupanya dua orang penumpang yang dijemputnya di wilayah Mengwi, Badung yang berniat ke Bedugul. (rah)

Bali Post/ist

PERAMPOK - Penangkapan perampok sopir taksi online oleh anggota Dalmas Polres Badung.

Ratusan Ribu Warga Belum Miliki Akta Kelahiran

Mangupura (Bali Post) –

Gembar-gembor program kependudukan di Kabupaten Badung ternyata belum maksimal. Seperti halnya kepemilikan akta kelahiran. Dari data yang diperoleh, sebanyak 283.964 jiwa yang belum memiliki akta kelahiran dari jumlah penduduk sebanyak 488.325 jiwa per Juni 2019.

Made Badra

Bali Post/dok

berkunjung ke Bali pada umumnya datang dengan menggunakan maskapai penerbangan luar seperti Thai Airways, Singapore Airlines, dan Middle East Airlines. Pihaknya optimis terkait peningkatan jumlah wisatawan India untuk tahun 2020. Adapun tantangan lainnya yang berpotensi menghambat peningkatan, yaitu kurangnya promosi ke seluruh kota-kota besar di India. “Terkait hal tersebut, BPPD Badung dan Disparda Badung telah berinisiatif untuk melakukan sales mission ke Mumbai dan Ahmedabad yang telah diseleggarakan beberapa hari sebelum SATTE India ini diselenggarakan, dan diharapkan sales mission tersebut dapat meningkatkan kesadaran atau brand awareness tentang Bali kepada pasar India. (kmb23)

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Badung, A.A. Ngurah Arimbawa, tidak menampik kondisi tersebut. Menurutnya, baru 204.361 jiwa yang sudah memiliki akta kelahiran. Sementara sisanya, sebanyak 283.964 jiwa atau setara dengan 58,15 persen belum mengantongi akta kelahiran. “Memang lebih dari separuh penduduk Badung belum memiliki akta kelahiran. Padahal, kepemilikan identitas dan admitrasi kependudukan sangat penting,” ujar Arimbawa, Selasa (14/1) kemarin. Arimbawa didampingi sejumlah kabidnya berdalih jika kebiasaan masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu dalam memberikan nama pada keturunanya memerlukan proses. Padahal, Badung memiliki inovasi baru dalam

pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Badung. “Kita di Bali khususnya yang beragama Hindu, anak yang baru lahir memang sudah disiapkan nama, tapi masih perlu proses untuk mengesahkan nama itu, sehingga butuh waktu untuk membuatnya dalam akta kelahiran,” katanya. Tak hanya akta kelahiran, pasangan suami istri pun lebih dari separuh belum memiliki akat perkawinan. Dari status perkawinan di Kabupaten Badung tercatat sebanyak 254.196 jiwa, namun baru 117.783 jiwa yang sudah memiliki akta perkawinan. Selebihnya ada 136.413 jiwa warga laki dan perempuan yang belum memiliki akta. Rentang usia 45-49 tahun tercatat paling banyak belum memiliki akta yakni 24.826 penduduk dari perkawinan sebanyak 43.447

orang. Kemudian disusul rentang usia 50-54 tahun dengan jumlah 20.488 orang dari 33.530 perkawinan. Kemudian usia 55-59 tahun dari perkawinan sebanyak 21.462 orang dan 14.811 orang di antaranya belum memilki akta perkawinan. Sementara untuk usia 1519 tahun dengan jumlah perkawinan 238 hanya tiga orang yang belum memiliki akta perkawinan. Sementara untuk usia 20-24 tahun tercatat ada 5.241 orang dan yang belum memiliki akta perkawinan sebanyak 284 orang terdiri dari 45 lakilaki dan 239 perempuan. “Kami akan terus mengoptimlakan pelayanan adminitrasi kependudukan dengan sistem jemput bola. Juga mencari solusi dan langkah strategis untuk meningkatkan capaian pelayanan akta kelahiran, akta perkawinan, dan akta per-

ceraian,” terangnya. Seperti diketahui, Pemkab Badung telah meluncurkan inovasi Program Badung Aku Sapa dan mobil keliling pelayanan administrasi kependudukan, serta mencanangkan Program GISA (Gerakkan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Program Badung Aku Sapa berarti Administrasi Kependudukan Satu Paket dengan program 3 in 1. Program Badung Aku Sapa diluncurkan secara resmi di Puspem Badung, Kamis (8/3) tahun lalu. Program Badung Aku Sapa mempunyai paket layanan 3 in 1. Pertama, layanan satu paket akte kelahiran di mana masyarakat langsung mendapatkan kutipan akta kelahiran, KK dan KIA. Kedua, paket akta perkawinan, yang didapat yakni akta perkawinan, KK dan perubahan KTP. Ketiga, peket akta kematian yang didapat akta kematian, perubahan KK dan santunan sebesar Rp 10 juta. Keempat, paket perceraian, yang didapat akta cerai, perubahan KK dan perubahan KTP. (kmb27)

Tak Rasional, Data Penerima PBI BPJS Kesehatan Mangupura (Bali Post) – Data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan di Kabupaten Badung tak rasional. Pasalnya, dari jumlah penduduk yang mencapai 488 ribu jiwa, data PBI BPJS yang tercatat 256 ribu jiwa lebih. Kondisi tersebut mengharuskan pemerintah setempat melakukan validasi data penerima, sehingga Badung benar-benar memiliki data akurat terkait kepesertaan penduduk Badung di BPJS kesehatan. Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, dalam rapat koordinasi sinkronisasi pendataan pemberian iuran jaminan kesehatan, Selasa (14/1) kemarin mengatakan, kegiatan validasi data ini ditarget rampung akhir Januari 2020. Dengan data yang valid akan lebih efektif dalam

penggunaan anggaran APBD untuk pembayaran BPJS Kesehatan. “Langkah validasi data PBI BPJS Kesehatan ini untuk mendapatkan data pasti yang nanti berdampak langsung pada kepastian anggaran yang dianggarkan di APBD,” katanya. Wabup Suiasa didampingi Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya mengakui data PBI BPJS yang tercatat 256 ribu jiwa lebih belum rasional dibandingkan jumlah penduduk Badung yang mencapai 488 ribu jiwa. Artinya, ada 50 persen warga yang dibiayai dari APBD. Padahal bila bicara logika, jumlah pengangguran sedikit, begitu pula KK miskin juga menurun. “Karena itulah kita inginkan dana APBD ini agar efektif sesuai dengan kebutuhan

sebenarnya, sehingga danadana ini berapa sebenarnya yang layak dan patut kita anggarkan,” jelasnya. Sebelum mengeksekusi per Februari nanti, Suiasa menginginkan data yang pasti dan valid. Untuk itu, semua perangkat daerah terkait diajak untuk bekerja sehingga di akhir Januari ini sudah fix memiliki data yang sebenarnya. Setelah fix di internal baru melakukan kompilasi juga komparasi dengan apa yang dimiliki BPJS. “Tugas kami memvalidasi data per sektor dulu. Data tersebut dibawa ke Kominfo untuk dibuatkan data kolektor, sehingga kita dapat melihat data riil dan itulah yang nanti kami bicarakan dengan BPJS untuk penganggarannya lebih lanjut,” tegasnya. (kmb27)

Bali Post/kmb37

KOORDINASI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya saat rapat koordinasi sinkronisasi pendataan pemberian iuran jaminan kesehatan di Puspem Badung, Selasa (14/1) kemarin.


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Apa Kabar Satgas Saber Pungli Bali? HABIS ngeredeg, setelah itu tidur. Itulah kesan yang bisa disampaikan sebagai otokritik terhadap kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) di Bali. Awal-awal dibentuk sangat garang menangkap alias OTT petugas parkir dan iuran di objek wisata. Bahkan tukang parkir yang memasukkan recehan seribuan rupiah juga ditangkap. Sementara penyogok pencari SIM dan penyelenggara tajen tak pernah ditindak. Di Denpasar klian banjar sampai direkayasa ditangkap dengan alasan menerima sogokan mencari surat keterangan tinggal, padahal pararem banjar mengharuskan penduduk pendatang untuk membayar jasa banjar dengan segala fasilitasnya. Maksudnya krama Bali susah payah membangun balai banjar dan posyandu, wajar kalau pendatang menjadi warga tamiu dikenakan iuran. Hingga kini kasus itu masih menggantung hingga korbannya jatuh sakit akibat ditekan. Masih yang berbau kencur, sejumlah kepala sekolah didatangi Tim Saber Pungli dengan alasan ada laporan masyarakat meminta uang untuk studi tur. Padahal program itu sudah disepakati oleh orangtua siswa. Baru setelah kasus desa adat di Gianyar membebaskan krama Bali bahwa tindakan pemungut iuran di sebuah objek wisata dipayungi peraturan desa adat, kinerja Satgas Saber Pungli di Bali kian tidur. Tak ada laporan di media massa mereka berhasil menangkap korban baru. Kalau bisa pelaku yang ditangkap tak sekelas petugas parkir, juga kelas menengah ke atas. Bila perlu oknum polisi dan aparat penting ikut ditangkap. Ini yang belum terbukti di Bali. Ketika Mahfud MD mau memperpanjang Satgas Saber Pungli yang habis masa berlakunya per 31 Desember menjadi April 2020, kita patut memperkuat Tim Saber Pungli berikut kinerjanya. Beda dengan KPK, siapa pun pemimpinnya sudah memiliki target dan sistem yang jelas. Namun khusus KPK Wilayah Bali dan Jatim, sepertinya belum maksimal. Belum ada hasil OTT istimewa yang dihasilkan di wilayah ini. Padahal potensi itu sangat besar. Katanya bertujuan menimbulkan efek jera. Kalau tidur terus, ya… kapan pelakunya merasa takut dan jera. Kita berharap pemerintah berjalan baik dan bersih. Demikian juga masyarakat sipil mendapatkan perlindungan secara nyata oleh aparat dan pemimpinnya. Kalau Satgas Saber Pungli dan KPK tak bekerja, sama saja omong kosong kita banyak membentuk lembaga dengan tunjangan gaji segalanya, namun tak ada perubahan di masyarakat. Kita mendorong KPK di Bali dan Satgas Saber Pungli bangkit dan berbuat sesuai prosedur hukum. Bukan asal tangkap, bukan asal ada laporan ke atasan, bukan juga karena rekayasa.

Menilai Kinerja Satgas Saber Pungli dan KPK Pernah kita mendengar sempat ada wacana yang menguat di masyarakat terkait dibentuknya KPK di setiap daerah di seluruh Indonesia. Akan tetapi mungkin masyarakat tidak menyadari sebenarnya fungsi KPK telah lama dibentuk di setiap daerah oleh Presiden Joko Widodo. Apa itu? Ya adanya ‘’Satgas Saber Pungli’’ yang merupakan bentukan Presiden berdasarkan Perpres No. 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar tanggal 20 Oktober 2016, yang selanjutnya dibentuk pada setiap daerah berdasarkan Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, maka di seluruh jajaran Kementerian, TNI, Kepolisian, Kejaksaan, Lembaga Pemerintah Nonkementerian (LPNK), Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga Nonstruktural (LNS), Provinsi, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia dibentuk Kelompok Kerja dan Sekretariat Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (SSP) yang selanjutnya disebut Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP).

Oleh Agung Jayalantara umlah Unit Pemberantasan Pungutan Liar (UPP) Kementrian/Lembaga dan daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/ kota dengan total UPP berjumlah 436 dengan kegiatan di antaranya sosialisasi sebanyak 1.185.021 kegiatan di seluruh Indonesia, Operasi Tangkap Tangan (OTT) sebanyak 25.123 kegiatan dengan tersangka sejumlah 38.064 orang, kegiatan intelijen sebanyak 7.318 kegiatan, dan yustisi sebanyak 3.465 kegiatan, ungkap Tri Soewandono saat mewakili Menkopolhukam Mahfud MD pada acara Rapat Kerja Nasional Satgas Saber Pungli di Bogor, Jawa Barat, Senin 9/12/2019 (sumber https://jpp.go.id tanggal 12 Januari 2020). Dari data tersebut di atas sebagian besar merupakan hasil OTT, sehingga dengan tingginya kasus yang ditangani menunjukkan bahwa upaya penindakan masih menjadi upaya dominan yang dilakukan Satgas Saber Pungli/UPP terutama di daerah. Karena saat ini penilaian terhadap keberhasilan OTT atau upaya penindakan oleh Satgas Saber Pungli/UPP masih dijadikan tolok ukur keberhasilan kinerja satuan tugas tersebut. Sekarang ada rencana Menkopolhukam Mahfud MD akan memperpanjang SK Satgas Saber Pungli hingga April 2020 yang mana SK tersebut telah berakhir

pada tanggal 31 Desember 2019, selanjutnya beliau akan mengkaji ulang kinerja Satgas Saber Pungli dengan memperbaiki semua lini guna optimalisasi pemberantasan korupsi. Terkait rencana ini, Penulis kurang sependapat jika tolok ukur menilai kinerja Satgas Saber Pungli didasarkan pada jumlah perkara yang ditangani. Menurut penulis, tolok ukur keberhasilan jangan ditentukan berdasarkan kuantitas/jumlah perkara yang ditangani, akan tetapi untuk menilai keberhasilan Satgas Saber Pungli maka Menkopolhukam harus kembali melihat wewenang/ tujuan dibentuknnya Satgas Saber Pungli. Sebagaimana salah satu fungsi Satgas Saber Pungli yaitu membentuk ‘’sistem pencegahan’’ (tugas yang sama dengan KPK), maka penulis lebih menekankan untuk bobot menilai kinerja Satgas Saber Pungli sebenarnya terletak pada keberhasilannya dalam melaksanakan tugasnya (dari sisi pencegahan), sehingga dinilai/diukur dari seberapa banyak sistem pencegahan yang pernah diciptakan oleh Satgas Saber Pungli/ UPP tersebut atau minimal berapa banyak sistem pencegahan yang pernah direkomendasikan oleh Satgas Saber Pungli/UPP kepada pemangku kebijakan terkait. Satgas Saber Pungli/UPP jangan terpaku berapa jumlah OTT yang berhasil dilakukan, justru pola pikir tersebut diubah dengan ‘’berapa sistem pencegahan korupsi yang

telah diciptakan di daerah’’. Yang mendasari pemikiran penulis tersebut terkait tolok ukur efektivitas pemberantasan korupsi adalah merujuk pada salah satu fungsi Satgas Saber Pungli yaitu ‘’Pencegahan’’ (pasal 3 huruf b Perpres 87/2016). Untuk itu penulis akan mengulas hubungan antara utilitarianism dengan penjatuhan hukuman terhadap pelaku kejahatan yang akan dikaitkan dengan Deterrence (Pencegahan). Penjatuhan pidana kepada pelaku telah dianggap efektif untuk menekan tingkat kejahatan, namun ada juga yang berpendapat bahwa penjatuhan hukuman kepada pelaku kejahatan tidak memberikan efek jera atau tidak memengaruhi tingkat kejahatan yang terjadi. Dalam pandangan ‘’Utilitarian’’ bahwa penjatuhan hukuman kepada pelaku kejahatan dibenarkan untuk membuat sebagian besar masyarakat (kelompok mayoritas) merasa aman atau untuk memaksimalkan perlindungan hak atau bahkan keduanya (Jeffrie G. Murphy and Jules L. Coleman). Namun, dari sisi Deterrence/Pencegahan didasarkan pada konsepsi rasional perilaku manusia di mana individu-individu bebas memilih alternatif tindakan untuk meminimalkan terjadinya tindak pidana. Sebenarnya upaya penegakan hukum tidak hanya dapat dilakukan setelah tindak pidana terjadi, akan tetapi dapat dilakukan sebelum tindak pidana tersebut terjadi,

sehingga menurut penulis dengan meminjam pandangan di bidang kesehatan ‘’lebih baik mencegah penyakit daripada mengobatinya’’, maka Satgas Saber Pungli harusnya lebih menekankan fungsi pencegahan daripada penindakan. Dengan adanya upaya pencegahan/preventif, maka menurut penulis akan mengurangi kesempatan untuk melakukan pelanggaran, yang berimbas dapat menekan seminimal mungkin terjadinya tindak pidana (pungli/korupsi). Kembali pada pandangan penulis bahwa ‘’tugas Satgas Saber Pungli (terutama yang di daerah) sama beratnya dengan tugas yang diemban oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)’’, di mana beratnya? Nah, selama ini yang dipahami oleh sebagian besar masyarakat serta anggota Satgas Saber Pungli bahwa tugas mereka hanya melakukan penindakan yaitu Operasi Tangkap Tangan (OTT), sehingga mereka terlena dengan kegiatan OTT saja. Jika dilihat ketentuan dalam Pasal 4 huruf a Perpres No. 87 Tahun 2016 disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Saber Pungli mempunyai wewenang ‘’membangun sistem pencegahan dan pemberantasan pungutan liar’’ (tugas ini ada dalam tatanan urutan yang pertama). Sementara KPK memiliki tugas ‘’melakukan tindakan-tindakan pencegahan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi’’ (Pasal 6 huruf a UU No. 19 Tahun 2019 - tugas KPK ini sekarang ada pada urutan pertama yang mana dalam UU sebelumnya ada pada urutan ke4), selanjutnya langkah dan upaya pencegahan dijabarkan dalam Pasal 7 UU No. 19 Tahun 2019. Artinya pemerintah berkeinginan, baik itu Satgas Saber Pungli maupun KPK lebih mengutamakan membangun sistem atau melakukan tindakan upaya pencegahan korupsi. Dari tatanan bahasa saja sudah jelas kalau antara Satgas Saber Pungli dengan KPK sama-sama memiliki tugas yang berat yaitu ‘’membangun sistem pencegahan pungli/korupsi’’ (pungli sama dengan korupsi karena napasnya sama yaitu penggelapan dan suap). Berbicara sistem,

berarti kita bicara pada tatanan kebijakan, sehingga harusnya tugas berat ini lebih banyak ditekankan pada pemangku kebijakan, untuk dapat mengambil kebijakan, memperbaiki, dan menutup celah-celah korupsi. Satgas Saber Pungli harus mampu menciptakan serta merekomendasikan sebuah sistem pencegahan korupsi kepada pemangku kebijakan. Penulis, mahasiswa S-3 FH Universitas Hasanuddin

POJOK

Jalan di Jembrana 266 km alami kerusakan, anggaran perbaikan hanya 31 km. - Sisanya anggaran jalan-jalan. *** Dana desa sebaiknya dimanfaatkan untuk pemberdayaan ekonomi warga. - Bukan untuk jalanjalan. *** Sejumlah tokoh Bali dukung upaya legalisasi arak untuk dukung pariwisata. - Baru sadar dijajah miras impor.

Pendidikan Yudisium LXIII FH Unwar

Terakreditasi A, Lulusan Harus Wedakarna Dukung Penuh Legalisasi Arak dan Tuak Bali Mampu Ciptakan Lapangan Kerja sebagai Bagian dari Trisakti Bung Karno Senator Sambangi Arak Bali Festival dan Pedagang Tuak di Menanga

SAAT seorang pemimpin memutuskan program dan kebijakan untuk rakyatnya, banyak yang lupa dengan dua filosofi dari founding father Bung Karno yakni Pancasila dan Trisakti. Dalam hal pelestarian minuman tradisional Bali, baik arak maupun tuak, Senator DPDRI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa memberikan sinyal dukungan penuh untuk proses legalisasi minuman ala Bali. Selain wujud dari pelaksanaan ekonomi Pancasila, hal ini juga merupakan pelaksanaan atas doktrin Tri Sakti yakni Berkepribadian Dalam Bidang Kebudayaan yang digagas oleh Bung Kano. Hal itu disampaikan Senator Arya Wedakarna (AWK) di sela-sela mengunjungi Arak Bali Festival II yang diselenggarakan di Sanur, Denpasar. Di hadapan sejumlah pengusaha Bali dan praktisi milenial yang turut menjadi peserta pameran minuman tradisional, AWK memberikan semangat dan dukungan langsung ter kait dengan legalisasi arak dengan tujuan memberikan kesejahteraan bagi rakyat Bali. ‘’Saya kira arak Bali bisa bersaing di dunia internasional, bahkan mencukupi pangsa pasar domestik Bali. Pulau ini kedatangan lebih dari 8 juta turis setiap tahun, dan kenapa mayoritas dari mereka membeli

minuman beralkohol luar negeri? Harusnya arak, tuak bisa bersaing seperti sake di Jepang atau soju di Korea. Jadi diperlukan mental superior dari pemimpin di Bali agar ini berjalan dengan baik. Selama ini wacananya bagus, tapi eksekusinya lambat. Intinya, rakyat Bali akan memiliki alternatif pilihan dalam mencari kerja (pangupa jiwa) jika arak, tuak, berem lebih dipermudah proses legalisasinya. Gerakan ini juga baik untuk membendung gerakan wisata berbau agama tertentu yang mulai menghantam Bali. Bali harus percaya diri jika tidak punya label makanan dari lembaga agama tertentu. Ini strategi agar Bali tetap Bali sesuai dengan Perda Pariwisata 2012 tentang Kepariwisataan Bali berlandaskan agama Hindu,’’ ungkap AWK. Lalu bagaimana dengan proses birokrasi yang ada? ‘’Saya kira pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota bisa memerintahkan OPD termasuk Dinas Perindustrian, Perdagangan termasuk berkoordinasi dengan BPOM agar proses ini dipermudah. Begitu juga cukai dari pemerintah pusat yang masuk masih tinggi, karena disejajarkan dengan pabrik minuman beralkohol yang kaya. Ini perlu diubah dulu kebijakannya. Dan prinsip saya mendukung ide legalisasi minuman tradisional ini dan akan memberi-

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna saat hadir di Festival Arak Bali di Sanur dan juga bersama pedagang tuak di Menanga, Karangasem. kan rekomendasi langsung,’’ ungkap AWK. Hal senada juga disampaikan AWK saat bertemu dengan masyarakat penjual tuak di Menanga, Rendang, Ka ra ng a se m y a ng m a na berharap agar tuak dilegalisasi. ‘’Saya paham akan curhatan rakyat terkait masalah arak dan tuak di lapangan. Banyak oknum yang bermain, dan saya tahu itu semua. Saya ingin tegaskan bahwa Pancasila menjamin hak-hak warga

untuk mencari penghidupan dan kini saatnya melindungi petani tuak, arak dan juga aren. Sekarang kuncinya payung hukum dan produksi massal. Nanti saya minta agar kawankawan Gerakan Sukla untuk memotivasi dan membimbing proses packaging agar lebih higienis dan tinggi nilai jualnya,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga bagian dari Komite I Bidang Hukum DPD-RI. (ad323)

FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar upacara Yudisium Sarjana LXIII (ke-63) Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum periode Januari 2020 di Ruang Jayasingha Mandapa FH Unwar, Selasa (14/1) kemarin. Sebanyak 26 orang lulusan dilepas oleh Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. bersama para Wakil Dekan FH Unwar. Pada upacara yudisium ini diserahkan penghargaan kepada mahasiswa FH lulusan terbaik yang diraih oleh Dinda Aurelina Danian dengan IPK 3,65. Dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada perwakilan yudisiawan/ yudisiawati, serta penyerahan nama-nama alumni FH Unwar kepada Ikatan Alumni FH Unwar. Dengan yudisium ini jumlah lulusan FH Unwar telah menjadi 5.320 orang. Dekan FH Unwar Prof. Budiartha mengatakan, yudisium merupakan momentum penting sebagai perjuangan akhir untuk meraih sukses menjadi Sarjana Hukum, sekaligus menjadi beban awal untuk menentukan sikap melanjutkan studi maupun bekerja. Diharapkan para lulusan nantinya dapat melanjutkan studi jenjang S-2 di MIH (Magister Ilmu Hukum) atau MKn (Magister Kenotariatan)

Pascasrjana Unwar maupun melalunjutkan untuk pendidikan profesi advokat. Selain itu, yudisium juga digunakan sebagai evaluasi pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sesuai dengan target/capaian yang telah ditetapkan. Dikatakan, Yudisium LXIII FH Unwar diikuti oleh 26 yudisiawan, di mana 100 persen lulus di atas IPK 3.00. Pencapaian ini telah memenuhi peryaratan yang ditetapkan oleh Universitas. Saat ini FH Unwar memiliki tenaga dosen sebanyak 58 orang, yang terdiri dari 4 guru besar, 28 goktor, 8 kandidat doktor, 22 dosen sudah S-2. Di samping itu, terdapat juga tenaga Dosen Luar Biasa dari Unud, pemda, dan praktisi hukum. Sedangkan untuk staf administrasi dibantu oleh 9 orang. Hingga saat ini jumlah mahasiswa aktif (student body) FH Unwar sebanyak 1.925 mahasiswa dengan rasio dosen dan mahasiswa 1:31 (kondisi sangat ideal). Sementara itu, dalam pelaksanaan proses akademik, FH Unwar menerapkan kurikulum berbasis SN-Dikti mengacu pada KKNI yang selanjutnya disebut Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT-Dikti). Untuk menyiapkan lulusan dengan keterampilan khusus, FH Unwar memberikan pelatihan Mediator dan Contract Drafting

oleh Jimly School, Legal Drafting oleh Kemenkum HAM, dan Profesi Advokat yang dapat dipilih oleh mahasiswa. Dalam bidang penelitian, FH Unwar mewajibkan setiap dosen memiliki satu buah penelitian setiap tahunnya dengan rata-rata biaya per dosen Rp15 juta. Sedangkan untuk pengabdian telah didorong adanya peningkatan kuantitas maupun kualitasnya yang telah bekerja sama dengan pemerintah, baik di Bali maupun luar Bali. Dalam bentuk kerja sama, FH Unwar telah melakukan kerja sama baik secara nasional maupun internasional. Untuk kerja sama nasional ada dari Pemprov Bali dan kabupaten se-Bali, Mahkamah Agung, Peradi/AAI, Peradin, PKPA, dan Kemenkum HAM. Sedangkan kerja sama internasional terjalin dalam bentuk MoU dengan Charles Darwin University Australia, Tripura University India, Maharsi University Amerika Serikat, Neigata University Japan, Thammasat University Thailand, University Teknologi Mara Malaysia, Universitas Dili Timor Leste, Hooge School dan Leiden University Belanda, Han-Kuk University dan Younsang University Korea, Vietnam National Univeristy, dan Royal University of Law and Economic Kamboja. (ad317)

YUDISIUM - Dekan FH Unwar Prof. Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. bersama para Wakil Dekan FH Unwar berfoto bersama para yudisiawan pada upacara Yudisium LXIII FH Unwar di depan Pura Swagina Sri Ksari Warmadewa, Selasa (14/1) kemarin.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Dedy Sumartana, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Pramana Wijaya, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Yudi Karnaedi, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

”Unen-unen Rencangan Sesuhunan” Batukau Berupa Naga Terbuat dari Daun Nangka ADA yang menarik dari persiapan Karya Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel. Salah satunya Unen-unen Rencangan Ida Sesuhunan dalam wujud naga itu terbuat dari daun nangka. Simbol naga dari daun nangka itu diperoleh dari areal Pura Batukau. Pembuatan, Unenunen Rencangan itu sudah dikerjakan lebih dari satu bulan oleh ayahan krama Desa Adat Jelantik, Kecamatan Baturiti. Pembuatannya juga dibantu krama pangayah lainnya. Ketua Panitia Karya Pangurip Gumi, Ir. I Wayan Arya, didampingi Dedukun Banten Jro Mangku Nyoman Sugiharta ditemui Selasa (14/1) kemarin mengatakan, Unen unen Rencangan Ida Sesuhunan berupa naga ini ditempatkan di depan candi bentar di jaba sisi candi bentar masuk kawasan suci Pura Batukau. Ada dua yang berwarna putih dan kuning, menyimbulkan purusa dan pradana.

Kawasan hutan Batukau itu secara sekala maupun niskala memiliki banyak rencangan Ida Sesuhunan. Salah satunya berbentuk naga. Dari cerita mitos, Ida Sesuhunan di Batukau itu memiliki dua rencangan yang disimpulkan berupa naga. “Bukan sekadar cerita, tetapi ada krama yang pernah bertemu dan melihat perwujudan beliau. Kemudian diimajinasikan dengan simbul naga,” terangnya. Unen-unen berupa naga ini, kerangkanya terbuat dari bambu. Kemudian dibalut kain putih. Selanjutnya ditempel daun nangka yang dicari dari kawasan hutan Batukau. “Baru kali ini di karya agung itu diwujudkan secara fisik naga. Pembuatan simbol rencangan Ida di Batukau memaksimalkan bahan-bahan alami,” ucapnya. Selain naga, juga menurut cerita, leluhur Ida Kebayan mempunyai iringan dua orang, laki dan perempuan. Merekalah yang berubah menjadi seekor naga yang juga disebut

Jro Mundung (laki-laki) dan Jro Mungsel (perempuan). “Makanya warga Wongaya jika ke hutan bertemu ular, menyapa Jro Mundung dan Jro Mungsel makaon. Semua ini diilustrasikan dari cerita yang ada, serta orang-orang yang pernah bertemu perwujudan beliau (Sesuhunan),” terangnya. Untuk yang berupa harimau, dari cerita yang ada serta fakta, orang yang pernah bertemu di tengah hutan itu ada jenis harimau hitam, putih dan gading. “Beliau itu penjaga Gunung Batukau secara niskala. Meski secara sekala pernah terlihat tahun 93, saat umat Hindu dan krama melakukan upacara melasti, beliau oleh orang terdahulu terlihat jalan-jalan di desa yang sedang kosong untuk menjaga desa,” ucapnya. Untuk Unen-unen Rencangan Ida Sesuhunan berupa harimau hitam itu dibuat menggunakan ijuk. Sedangkan yang putih menggunakan kain putih saja.

Unen-unen berupa kera, Dedukun Banten Jro Mangku Nyoman Sugiharta menjelaskan, kera itu melambangkan maruti atau bayu (sumber angin). Sekitar hutan Batukau, kata Mangku Sugiharta, banyak ada kera. Bahkan hampir tiap hari sebelum ada persiapan karya agung selalu buat rusuh di areal pura. Namun, setelah mapakeling dan menghaturkan upakara di Bale Agung hampir tiap hari selama persiapan karya, diakui gangguan kera itu hampir tidak ada. Sebagai ‘raja’-nya dibuat pula patung Hanoman. Di sekitarnya diiisi kera-kera kecil. Diharapkan bisa dibuat oleh krama. “Jadi krama yang bisa membuat patung kera kecil itu bisa dihaturkan ke Pura,” pintanya. Dikatakannya, semua simbol binatang yang diwujudkan seisi hutan adalah ibarat kendaraan beliau (Sesuhunan) turun ke dunia untuk keperluan menyejahterakan kehidupan manusia. Di tempat tempat beliau

simpang selama pelaksanaan pamelastian empat hari tiga malam mulai tanggal 29 Januari 2020, ada hutan tempat

parkir kendaraan rencangan beliau,” terangnya. Hingga Selasa kemarin, tampak umat Hindu masih ngayah melaku-

kan beragam persiapan upakara yang diperlukan untuk Karya Agung Pangurip Gumi itu. (bit)

Bali Post/bit

RENCANGAN - Ketua Panitia Karya saat menunjukkan hasil ayahan krama Desa Adat Jelantik, Kecamatan Baturiti berupa Unen-unen Rencangan Ida Sesuhunan dari daun nangka.

Harga Cabai Sentuh Rp60 Ribu Per Kg

Dipicu Kurang Produksi dan Penyusutan Lahan Tabanan (Bali Post) – Kenaikan harga cabai rawit di pasaran saat ini salah satunya disebabkan kurangnya produksi di tingkat petani. Minimnya produksi membuat harga cabai di tingkat pedagang pasar tradisional di Kabupaten Tabanan pun menyentuh angka Rp60.000 per kilogram (kg). Bahkan harga cabai kualitas bagus mencapai Rp65.000 per kilogram (kg). PELATIHAN - Anggota Dalmas Polres Tabanan saat mengikuti pelatihan penguatan fisik di halaman Makopolres Tabanan.

Jelang Pilkada, Dalmas Digenjot Latihan Fisik

Tabanan (Bali Post) Berbagai persiapan pengamanan dilakukan menjelang perhelatan Pilkada 2020 di kabupaten. Kompi Dalmas Polres Tabanan menggelar latihan penguatan fisik khusus ketangkasan. Pelatihan fisik itu dihelat di lapangan Mapolres, Tabanan, Selasa (14/1) kemarin. Pelatihan penguatan fisik dengan konsentrasi pada peningkatan ketangkasan gerakan-gerakan Dalmas itu, dilakukan usai apel jam pimpinan yang diikuti para Kapolsek, para Kasatfungsional dan semua Brigadir Polri dan ASN Polres Tabanan. Mereka menerima arahan dari Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo. Kapolres Tabanan dalam arahannya menekankan kesiapan personel menyambut pengamanan Pilkada tahun 2020 mendatang, supaya pungutan fisik khususnya kemampuan ketangkasan gerakan-gerakan Dalmas itu terus digiatkan. Tujuannya tidak lain penyegaran selain mengingatkan kembali teknik dasar gerakan Dalmas. Sehingga siap dan memiliki kemampuan gerakan ikatan kompi/ pleton. “Latihan ini untuk kesiapsiagaan, seandainya dalam tugas pengamanan itu ada situasi berhadapan dengan massa pengunjuk rasa,” terangnya. Kapolres Tabanan, Dalmas adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan Polri (kompi, peleton) dalam rangka menghadapi massa pengunjuk rasa. “Jadi perlu latihan, kita segarkan kembali,” ujar Kapolres. Latihan penguatan fisik dasar Dal-

mas itu dipimpin KBO Sabhara bersama Ipda Gusti Airmanta dan Ipda Nyoman Ardana. Ikut mengawasi pelatihan Kasubbag Bin Ops AKP I Wayan Sudita, S.H. dan Kasubbag Bin Ops Iptu I Nengah Widya, S.H. diikuti 72 orang anggota Dalmas ton inti, dan 72 orang Dalmas Lanjut serta satu pleton negosiator (dari anggota Polwan Polres Tabanan). Latihan diawali penguatan fisik, kemudian dilanjutkan gerakan-gerakan dasar Dalmas. Pada kesempatan itu juga disampaikan penekanan mental dan moral yang baik. “Sebagai anggota Dalmas diperlukan mental moral yang baik sehingga dalam pelaksanaan tugas pengamanan unjuk rasa terhindar dari perbuatan tercela,” pungkasnya. Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Gede Putu Putra Astawa mengatakan dalam, pengamanan Pilkada itu disiapkan sekitar 680 sampai 700 personel dengan jumlah TPS 785. Untuk personel pengamanan akan dilakukan sesuai kebutuhan tiap tahapan pemilu. “Kami juga libatkan PAM TPS dari TNI dan Linmas, serta back-up Polda Bali sebanyak 292 personel,” terangnya. Disinggung anggaran pengamanan Pilkada, kata Kompol Putra Astawa, mendapat Rp5 miliar dari jumlah anggaran yang diusulkan Rp12 miliar. Meski untuk anggaran pengamanan jauh dari angka yang diusulkan. Namun, Putra Astawa menegaskan pengamanan Pilkada itu tetap dilakukan maksimal. (kmb28)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana, Selasa (14/1) mengakui saat ini harga komoditi cabai rawit merah itu mengalami lonjakan signifikan. Kenaikan harga itu cukup dirasakan masyarakat. Pasalnya, Tabanan sendiri merupakan sentra cabai rawit di Bali. Dari informasi yang didapatkan, kenaikan harga sudah berlangsung sejak seminggu terakhir. Awalnya dari kisaran

Rp30.000 per kg - Rp35.000 per kg. “Kondisi ini tidak hanya dirasakan di Tabanan, tetapi juga daerah lain bahkan secara nasional,” terangnya, Selasa (14/1) kemarin. Kenaikan harga komoditas cabai rawit merah itu, kata Budana, juga merupakan dampak kemarau panjang yang terjadi belum lama ini. Begitu pula di Tabanan, kemarau panjang yang lalu telah membuat sentra produksi cabai rawit,

mengalami penyusutan luas tanam dari sebelumnya. Sebab, sejumlah sentra produksi terkendala pengairan, sehingga banyak petani menunda masa tanam guna menghindari kerugian. “Penyusutan luas tanam itu baru dirasakan saat ini. Sebab, jumlah pasokan cabai rawit yang menurun di tingkat petani, tidak sebanding dengan stabilnya permintaan pasar,” terangnya. Di Tabanan sendiri, dari

data Dinas Pertanian, sentra cabai rawit menyebar di sejumlah kecamatan. Seperti Baturiti, Marga, Penebel dan Selemadeg Timur. “Musim kemarau panjang sebelumnya mengakibatkan sentra produksi cabai rawit itu tidak berproduksi maksimal,” ucapnya. Seperti di Selemadeg Timur, diprediksi lonjakan harga cabai itu kemungkinan berlanjut hingga 2-3 bulan mendatang. Untungnya belakangan ini intensitas hujan yang terjadi relatif tinggi. Hal itu dimanfaatkan petani mengolah lahan bercocok tanam. Namun, hasilnya kemungkinan baru bisa dipetik tiga bulan ke depan. (kmb28)

RS Nyitdah Terima DAK Pusat Rp65 M Tabanan (Bali Post) Pembenahan terus dilakukan rumah sakit Nyitdah di Kecamatan Kediri pascamendapatkan akreditasi tipe C. Salah satu yang akan digarap untuk bisa melayani masyarakat secara prima, yakni membangun Unit Gawat Darurat (UGD) di tahun 2020. Sumber anggaran pendirian UGD tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dinas Kesehatan sendiri mendapat kucuran dana bantuan pusat Rp65 miliar untuk melanjutkan pembangunan RS Nyitdah itu. Tetapi, sejauh ini masih tahap lelang manajemen konstruksi. Direktur UPT Rumah Sakit Nyitdah, dr. Nyoman Wisma Berata, mengatakan jika memang benar di tahun 2020 untuk di RS Nyitdah itu dibangun UGD untuk bisa memberikan layanan

maksimal kepada masyarakat yang membutuhkan. Dana pembangunan berasal dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Benar, rencananya memang akan bangun UGD sesuai usulan ke Kemenkes,” ujarnya, Selasa (14/1) kemarin. Lokasi UGD itu nantinya kata dr. Wisma Berata berada di bagian tengah. Meski diakuinya memang saat ini di RS Nyitdah sudah ada UGD-nya. Hanya belum memenuhi syarat dan kapasitasnya kecil, karena itu digunakan untuk pelayanan emergency kandungan. Untuk gedung UGD yang rencananya dibangun itu sifatnya umum. Namun, anggaran Rp35 miliar yang diperuntukkan membangun UGD tersebut hanya sebatas penyediaan gedung saja, tanpa peralatan penunjang. Dimana gedung utara dan

selatan akan tertutup dengan UGD. Dari master plan awal, UGD yang rencananya dibangun lantai tiga, hanya bisa dibangun lantai satu saja, karena keterbatasan anggaran. “Yang dibangun hanya lantai satu saja, agar UGD bisa berjalan, lantai dua dan tiga struktur saja,” terang Wisma Berata. Setelah UGD yang baru sudah terbangun, UGD lama akan digunakan khusus untuk pelayanan kandungan dan kebidanan. Saat ini pembangunan UGD masih persiapan tender. Karena harus ada tender konsultan. Sekarang sedang berproses lelang manajemen konstruksi. Intinya persiapan manajemen tender konstruksi. “Mudah-mudahan akhir Januari sudah ada proses tender dan ada pemenang manajemen konstruksi,” harapnya.

Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, pernah menyampaikan Dinas Kesehatan mendapatkan kucuran dana dari pusat sebesar Rp65 miliar. Dana itu untuk melanjutkan pembangunan RS Nyitdah. Angka ini jauh lebih banyak dibandingkan kucuran DAK tahun sebelumnya. “Ini mungkin yang dimaksud hadiah Presiden Jokowi, karena tumben dapat DAK sebesar ini, biasanya paling banyak Rp25 miliar,” ungkap Wiratmaja. DAK itu, kata Wiratmaja, akan digunakan membangun gedung baru melengkapi gedung yang sudah ada. Selain bantuan dari pusat, juga diharapkan adanya hibah provinsi untuk melanjutkan pembangunan di RS Nyitdah, sehingga mampu memberikan pelayanan maksimal. (kmb28)

Kesehatan

Perkembangan Terkini Perawatan Luka Modern pada Kaki Diabetes Oleh: dr. Bertha Kawilarang

KAKI diabetes atau yang dikenal secara medis sebagai ulkus diabetikus, merupakan kondisi luka terbuka yang sering ditemukan di bagian kaki penderita diabetes mellitus. Kondisi ini merupakan komplikasi lanjut dari penyakit diabetes mellitus. Penderita kaki diabetes di Indonesia sekitar 15% dari total penderita penyakit diabetes mellitus. Prevalensi diabetes sendiri secara global diprediksikan akan meningkat pada tahun 2030. Pasien dengan kaki diabetes, masa penyembuhan lukanya lebih lama dibandingkan pasien non-diabetes. Maka dari itu dibutuhkan perawatan luka yang tepat dan berkelanjutan di rumah, guna mencegah risiko infeksi, amputasi bahkan kematian. Salah satu perkembangan terkini mengatasi kasus kaki diabetes itu adalah dengan teknik perawatan luka modern yang jauh berbeda dengan teknik

konvensional sebelumnya. Perawatan luka konvensional itu merupakan suatu teknik lama yang cenderung sederhana dan alami. Namun hal itu masih sering ditemukan pada masyarakat awam. Contohnya penggunaan bahan balutan luka seperti kasa yang diaplikasikan 2 sampai 3 kali sehari. Sifat kasa yang berdaya serap kurang itu, mengharuskan penggantiannya sering dilakukan karena kaki diabetes itu harus sering dikompres. Akibatnya, proses penggantian itu menyebabkan rasa nyeri yang berulang. Bahkan berisiko menimbulkan luka baru akibat sel-sel kulit sekitarnya yang rusak. Kesalahan lain dalam perawatan luka konvensional itu penggunaan cairan antiseptik. Seperti rivanol atau povidon iodin yang tidak sesuai indikasi maupun kondisi luka tersebut. Jika digunakan bukan pada luka yang terinfeksi, maka

cairan tersebut dapat membunuh bakteri dan sel leukosit yang sebaliknya dapat mengganggu proses penyembuhan. Konsep pada perawatan luka konvensional menekankan kondisi luka yang kering sebagai suatu keberhasilan. Namun seiring berkembang ilmu kedokteran, ditemukan bahwa konsep tersebut tidak bermanfaat dalam penyembuhan luka kaki diabetes. Konsep perawatan luka modern hadir sebagai terapan ilmu terkini kedokteran yang terus berkembang. Teori ini ditemukan Prof. Winter pada tahun 1962. Namun, di Indonesia baru mulai berkembang tahun 2000. Dilansir dari data Asia Pacific Wound Care Congress, dikatakan hingga tahun 2012, baru 25 dari 1.000 lebih rumah sakit di Pulau Jawa yang telah menerapkan perawatan luka modern. Prinsip utama yang membedakan perawatan luka

modern itu adalah metode berbasis moist wound healing atau perawatan luka secara lembab. Balutan luka yang dipakai juga bersifat lembab, guna merangsang pertumbuhan pembuluh darah atau angiogenesis yang lebih cepat, dan menghasilkan penyembuhan luka yang lebih baik. Sehingga penggunaan kasa yang berulang-ulang atau cairan antiseptik untuk seluruh kasus kaki diabetes, seperti sebelumnya sudah ditinggalkan. Selain efektif, perawatan luka modern itu juga lebih irit biaya dan mengurangi rasa sakit. Perawatan luka modern menggunakan metode yang disingkat “TIME” untuk memastikan kondisi jaringan luka tetap lembab. “T” atau “tissue” adalah memastikan jaringan nekrotik atau nonvital telah bersih dari dasar luka sehingga luka tampak berwarna merah segar. “I” atau infeksi adalah kontrol

infeksi menggunakan cairan antiseptik atau balutan antimikrobial jika memang ditemukan tanda-tanda infeksi pada luka. “M” adalah “moisture” yang bertujuan mempertahankan kelembaban luka dengan menggunakan balutan absorptif seperti hidrokoloid, yang menyerap cairan eksudat namun tetap membuat luka lembab dan terhidrasi. Terakhir adalah “E” atau “edge of wound” adalah evaluasi pada tepi luka, dimana tepi luka yang terawat baik akan terepitelisasi dalam waktu 2-4 minggu. Jika terjadi keterlambatan penyembuhan luka, maka penilaian luka harus diulang, Kemudian diatasi sesuai konsep “TIME.” Kemudian jenis balutan yang digunakan disesuaikan menurut masalah dalam luka, dengan tujuan akhir adalah memastikan luka terjaga kelembabannya.

Peran perawatan luka sangat penting dalam keberhasilan penyembuhan kaki diabetes maupun untuk mempertahankan fungsional pasien sehari-hari. Perawatan luka modern terbukti lebih efektif dibandingkan dengan perawatan luka konvensional, dengan keuntungan yang lebih

ekonomis dan nyaman untuk pasien. Prinsip utama yang harus dipahami oleh seluruh pihak yang merawat pasien dengan kaki diabetes itu, harus didasari oleh terciptanya suasana luka yang tetap lembab, dengan pemilihan balutan luka yang disesuaikanoleh konsep “TIME”. (ad324)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Bupati Mahayastra Canangkan Bulan RAT Koperasi Tahun Buku 2019

Ketua YKI Cabang Gianyar Kunjungi Penderita Kanker di Kecamatan Payangan

JIKA ada keluarga menderita sakit, apalagi sakit berbahaya seperti kanker tidak boleh diabaikan. Harus dirawat dan dijaga dengan penuh kasih sayang. Karena tidak dapat dipungkiri, perhatian dari orang terdekat merupakan salah satu obat memperpanjang usia bagi penderita kanker. Hal ini terus ditekankan Ketua YKI Cabang Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, saat mengunjungi tujuh orang penderita kanker yang ada di wilayah Kecamatan Payangan, Selasa (14/1) kemarin. Kunjungan Ny. Surya Adnyani Mahayastra ke sejumlah rumah penderita kanker didampingi Dirut RS Sanjiwani Gianyar, dr. Upeksa, dan beberapa dokter YKI Cabang Gianyar. Selain memberikan sejumlah bantuan juga untuk memberi support agar mereka tetap kuat sekaligus untuk memantau lebih dekat apakah mereka tetap melanjutkan pegobatan medis atau tidak. Berdasarkan data di YKI Cabang Gianyar, warga penderita kanker yang dikunjungi adalah penderita kanker payudara, Nyoman Siti Arini, Dewa Ayu Darmajoti dari Banjar Melinggih, Ni Ketut Yasa dari Banjar Pengaji, Ni Wiwik asal Banjar Bayad, Ni Samuji dari Banjar Marga Tengah dan Ni Wayan Suratni dari Banjar Yehtengah. Sedangkan penderita kanker

MENYAMAKAN komitmen agar seluruh koperasi binaan di Kabupaten Gianyar patuh terhadap ketentuan peraturan perundanganundangan perkoperasian, Pemkab Gianyar melalui Dinas Koperasi dan UKM mencanangkan Bulan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019. Bulan RAT Koperasi dicanangkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa, (14/1) kemarin. Pada kegiatan tersebut juga diserahkan Surat Izin Usaha Simpan Pinjam kepada KSU Asta Sari Sedana, Banjar Pujung Kelod, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang, KSP Keturunan Dalem Sukawati, Puri Singapadu Semarabawa, Kecamatan Sukawati, serta KSU Banjar Pagesangan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Gianyar, Dewa Putu Mahayasa, S.H., M.H., mengatakan pencanangan Bulan RAT Koperasi Tahun Buku 2019 ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kerja sama di antara gerakan koperasi untuk kemajuan koperasi itu sendiri. Sehingga, koperasi diharapkan dapat menjadi “pintu gerbang” untuk menuju masyarakat sejahtera. Mahayasa menambahkan, RAT memang wajib dilakukan dan mempunyai arti yang san-

MENGUNJUNGI - Ketua YKI Cabang Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra, saat mengunjungi tujuh orang penderita kanker di wilayah Kecamatan Payangan, Selasa (14/1) kemarin. servik, Ni Nyoman Renteb asal Banjar Marga Tengah, Ni Ketut Witri Desa Melinggih, Ni Wayan Tingkes asal Banjar Ponggang dan Ni Nyoman Payu asal dari Banjar Ayah Payangan. “Kami bersama dokter-dokter dari YKI dan pihak puskesmas senantiasa akan selalu memantau para penderita kanker. Selain memberi support, kami juga ingin melihat langsung kondisi mereka apakah sudah rutin tiap bulannya berobat atau tidak,” terang Ny. Adnyani Mahaystra. Tidak lupa pada keluarga penderita, agar senantiasa menerapkan PHBS di tengah keluarga. Karena tidak dipungkiri anak-anak penderita kanker juga berisiko tinggi terkena penyakit yang sama. Untuk itu, kebersihan dan

pola makan yang sehat harus diterapkan di dalam keluarga. Ke depannya melalui perpanjangan tangan para dokter, pengawai puskesmas dan para kader PKK senantiasa akan terus dilakukan sosialisasi bahaya kanker di masyarakat, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pada kesempatan itu, Ny. Adnyani Mahayastra juga menghadiri sosialisasi bahaya kanker yang diperuntukkan bagi pegawai puskesmas dan pegawai di Rumah Sakit Payangan di Aula Pertemuan RS Payangan. Sosialisasi ini semacam refreshing atau penyegaran kembali tentang bahaya kanker pada para petugas, karena merekalah yang nantinya akan berhadapan langsung dengan masyarakat. (ad333)

RAT KOPERASI - Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengikuti RAT Koperasi di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar, Selasa, (14/1) kemarin. gat penting. Pertanggungjawaban pengurus dan pengawas sebagai bentuk keterbukaan, transparansi dan penerapan akuntabilitas kepada anggotanya dalam melaksanakan kegiatan selama satu tahun. RAT juga berfungsi sebagai forum untuk menyepakati rencana anggaran tahun berikutnya. “Kegiatan ini sebagai upaya mempertahankan Gianyar sebagai Kabupaten Penggerak Koperasi,” ujarnya. Mahayasa berharap, koperasi mampu melaksanakan RAT tepat waktu, yaitu dari Januari sampai Maret untuk Koperasi Primer, dan sampai Juni untuk Koperasi Sekunder. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, sangat mengapresiasi terselenggaranya Pencanangan Bulan RAT Koperasi tersebut. Kegiatan ini sebagai

motivasi dan mengingatkan kepada pengurus koperasi agar melaksanakan tanggung jawabnya, yaitu menyelenggarakan RAT minimal satu tahun sekali. Hal ini sebagai wujud atau bentuk pertanggungjawaban kepada anggota, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Bupati Mahayastra mengatakan, RAT merupakan salah satu syarat pokok menjadi koperasi berkualitas yang juga merupakan pemegang kekuasan tertinggi dalam koperasi. Dengan dilaksanakan RAT juga dapat meningkatkan kepercayaan dan citra koperasi dari anggota atau masyarakat terhadap pengurus koperasi. “Sejarah kenapa koperasi banyak di Gianyar, pada saat saya Ketua DPRD bersama Bapak Agung Bhara-

ta, Bupati Gianyar waktu itu, meyakini bahwa tidak ada model lain untuk membangun masyarakat kita kecuali dengan koperasi. Karena dari kita, oleh kita dan untuk kita,” tegasnya. Untuk itu, Bupati Mahayastra mengharapkan koperasi di Kabupaten Gianyar melakukan terobosan pelayanan berbasis IT untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan. Di samping itu, untuk menjawab tantangan persaingan akibat dari dampak globalisasi perdagangan barang dan jasa serta kemajuan teknologi informasi dan perubahan selera konsumen. “Perubahan selera konsumen telah mengubah strategi pemasaran. Trend belanja online makin diminati masyarakat. Tentunya hal itu juga berlaku di sektor lembaga keuangan bank dan nonbank,” ujarnya. Mahayastra juga meminta segenap pemangku kepentingan yang terlibat untuk meningkatkan daya saing koperasi dengan cara meningkatkan kompetensi SDM pengurus, pengawas dan pengelola koperasi. Selain itu, perlu juga dilakukan pengembangan jenis usaha koperasi agar jangan hanya terpaku pada kegiatan usaha simpan pinjam, karena peluang usaha di sektor riil seperti produksi, pemasaran dan jasa masih terbuka luas. (ad335)

Diduga Gelapkan Uang Rp7,5 Miliar

”Teller” BPR Disidangkan

Gianyar (Bali Post) -

Seorang teller salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Ubud, Ni Wayan Putri Lestari, harus menjadi terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Gianyar, Selasa (14/1) kemarin. Ia diduga menggelapkan uang Rp7,5 miliar. Sidang Selasa kemarin dengan agenda pembacaan keberatan dari penasihat hukum terdakwa, I Wayan Gendo Suardana, S.H. dan I Wayan Adi Sumiarta, S.H., M.Kn. Dalam surat keberatannya, Gendo mempertanyakan sistem perbankan BPR tempat terdakwa bekerja yang dilengkapi sistem digitalisasi dan komputerisasi, dengan mekanisme pengawasan berjenjang. Berbekal sistem tersebut dipandang aneh jika terdakwa dapat melakukan tindak pidana perbankan atau penggelapan hingga mencapai miliaran rupiah dalam kurun waktu satu tahun. “Logiskah hanya seorang teller bisa menggelapkan uang hingga lebih dari

Rp7 miliar dalam kurun waktu satu tahun?” ujarnya. Gendo juga mempelajari rekam jejak BPR yang ada di Ubud itu ternyata tidak taat hukum ketenagakerjaan. Sebab, mempraktikan penetapan kliennya sebagai karyawan kontrak di awal dengan training tiga bulan. Gendo menyebut hal itu menunjukkan perusahaan dengan rekam jejak tidak baik. Lebih lanjut, Gendo juga mempersoalkan kedua atasan terdakwa yang hanya ditetap-

kan sebagai saksi. Padahal, kedua atasan tersebut dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum secara jelas disebutkan bahwa tindak pidana dilakukan bersama kedua atasannya itu. Atas dasar tersebut, Gendo menduga bahwa Penuntut Umum melakukan tebang pilih dalam kasus ini. “Mengapa hanya terdakwa saja yang diajukan ke depan persidangan? Keadaan ini menunjukkan bahwa Penuntut Umum bertindak tebang pilih dan hanya

menyasar terdakwa dalam konteks perkara ini,” tegasnya. Gendo kembali meminta agar dua pimpinan kliennya ikut diseret sebagai terdakwa. Dikatakan, dalam kasus ini kliennya merasa dikorbankan. Sebab, selama ini kliennya selaku bawahan hanya menjalankan perintah pimpinan. “Karena ini perintah pimpinan. Ada duit, saya dititipkan oleh nasabah. Ini selipnya. Ketika dia (terdakwa-red) tidak mau, dia (pimpinan terdakwa - red) bilang, saya bosmu. Itu yang sering dilakukan. Dia (terdakwa - red) dalam tekanan itu,” paparnya. Sepengetahuan Gendo, penghitungan keuangan di bank biasanya dilakukan

Bali Post/kmb35

SIDANG - Suasana persidangan kasus dugaan penggelapan oleh teller BPR di PN Gianyar, Selasa (14/1) kemarin. setiap sore hari. Jika ada kekeliruan dalam keuangan, bisa ada cross check hingga malam. “Jangankan setahun baru ketahuan, sehari saja kocek (kekeliruan - red) bisa jam dua belas malam pulang. Setiap hari harus jelas pertanggungjawaban di bank. Ini kok sampai setahun dan miliaran rupiah katanya

ditilep,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa diajukan ke PN Gianyar dengan tuduhan bersama-sama dengan dua pimpinannya melakukan tindak pidana perbankan jo. penggelapan yang didalilkan menyebabkan kerugian BPR Rp7,5 miliar. Diduga tindak pidana tersebut dilakukan

dalam kedudukan terdakwa sebagai teller dari 4 Januari 2016 sampai dengan 29 Desember 2016. Sampai sidang ini digelar, kedua atasan terdakwa tidak diajukan ke persidangan dan masih dalam status sebagai saksi. Sidang selanjutnya akan digelar Selasa (21/1) mendatang. (kmb35)

BNNK Gianyar Gandeng Ketua PKK dan Pemkab Gianyar Wujudkan Kampus Bersinar SELASA (14/1) kemarin, Kepala BNNK Gianyar, Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M., beserta staf melaksanakan kegiatan tes urine bagi mahasiswa dan mahasiswi Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch Gianyar. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesabangpol Kabupaten Gianyar Cokorda Istri Padmawati, S.H., M.H. beserta staf dan Wakil Sekretaris I TP PKK Kabupaten Gianyar Masta Selianawaty, SKM. Kegiatan ini adalah wujud kerja sama dan sinergitas BNNK Gianyar dengan Pemkab Gianyar melalui Badan Kesbangpol dan TP PKK Kabupaten Gianyar. Sebelum melaksanakan ke-

giatan tes urine, Kepala BNNK Gianyar, Sang Gede Sukawiyasa, memberikan arahan kepada keluarga besar Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch Gianyar. “Kita mempunyai tanggung jawab yang besar terhadap keberlangsungan dan keberadaan generasi bangsa yang sehat dan unggul tanpa terkontaminasi dengan pengaruh buruk narkoba. Untuk itu, kami yang merupakan leading sector dalam rangka P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba-red) di wilayah Gianyar bergandengan tangan dengan instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Gianyar mempunyai keinginan untuk meluncurkan

program terobosan baru, yaitu Kampus Bersinar (Bersih Narkoba - red),” ujarnya. Menurut Sang Gede Sukawiyasa, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah seperti melaksanakan koordinasi dengan pihak kampus dan Kesbangpol serta TP PKK Kabupaten Gianyar. Selasa kemarin, pihaknya melaksanakan kegiatan tes urine bagi para mahasiswa dan mahasiswi Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch Gianyar. Ditegaskan, hal ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan program Kampus Bersinar di Kabupaten Gianyar ini. Dari 100 mahasiswa dan mahasiswi yang diambil sampel urinenya, tidak ditemu-

Guru Bangbang Gde Wisma Berpulang Wariskan Kalender hingga Tahun 2100 PENYUSUN kalender Guru Bangbang Gde Wisma tutup usia di kediamannya di Banjar Cemenggaon, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Sabtu (11/1) lalu. Penyusun kalender ini berpulang di usia 85 tahun, setelah lama menahan sakit. Proses pemakaman akan dilaksanakan di setra setempat, Sabtu (18/1) mendatang. Almarhum diketahui mewariskan kalender hingga tahun 2100. Anak keempat almarhum, I Ketut Bangbang Sparsadnyana, mengatakan ayahnya sudah lama menderita sakit karena usia yang sudah menua. Bahkan, sejak dua tahun lalu penyusun kalender ini sudah tidak bisa melihat. ”Sejak tidak bisa melihat itu, Bapak cukup frustrasi. Selain itu, Bapak juga sering kesulitan makan. Beberapa kali juga harus opname, namun tidak lama,” kata Bangbang Sparsadnyana di rumah duka, Selasa (14/1) kemarin. Usai lama menahan sakit, akhirnya Guru Bangbang Gde Wisma mengembuskan napas terakhirnya saat tidur di rumah, Sabtu (11/1) malam sekitar pukul 20.30 wita. Al-

Bali Post/nik

FOTO - I Ketut Bangbang Sparsadnya menunjukkan foto almarhum Guru Bangbang Gde Wisma di rumah duka, Selasa (14/1) kemarin. marhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ari Canti Mas Ubud. “Di rumah sakit, Bapak langsung dipastikan sudah meninggal,” kata Bangbang Sparsadnyana. Menurut Bangbang Sparsadnyana, saat ini jenazah masih dititipkan di rumah sakit. Belum bisa dipulangkan ke rumah duka karena sedang ada upacara di Pura Dalem Cemenggaon. “Sedang ada odalan di pura, sehingga belum bisa melakukan

prosesi penguburan. Upacara penguburan diputuskan Sabtu mendatang,” katanya. Ia menambahkan, pemakaman untuk almarhum akan dilakukan penguburan biasa di setra adat setempat. Tanpa ada prosesi palebon khusus. “Ini sesuai peraturan adat di Cemenggaon tidak boleh ngaben, selain mangku kahyangan dan mangku manca,” jelasnya. Menurut Bangbang Sparsadnyana, almarhum meninggalkan tujuh orang anak dan 16 cucu. Sebelum meninggal, almarhum sempat berpesan agar seluruh keluarga tetap rukun saling mengasihi. “Pesan yang selalu disampaikan, agar keluarga selalu bersatu, harus saling menghormati karena keluarga tidak akan pernah putus,” imbuhnya. Menjelang kepergiannya, Guru Bangbang Gde Wisma diketahui sudah merampungkan konsep kalender hingga tahun 2100. Bangbang Sparsadnyana mengisahkan, kemampuan ayahnya membuat kalender, pertama kali didapat dari kakeknya, Wayan Bangbang Gede Geriya, saat menjadi

kan indikasi penyalahgunaan narkoba. Meskipun demikian, BNNK Gianyar melalui Kepala BNNK Gianyar meminta segenap komponen masyarakat harus tetap waspada dan tetap saling memperhatikan satu sama lain. “Jika ada siapapun, baik itu teman, sahabat dan keluarga kita yang terindikasi terlibat penyalahgunaan narkoba, mohon dilaporkan dan kita komunikasikan ke Kantor BNNK Gianyar supaya mendapatkan penanganan berupa program rehabilitasi yang sudah kita siapkan di Kantor BNNK Gianyar,” kata Sang Gede Sukawiyasa. Pihak Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch

Gianyar sangat mengapresiasi langkah-langkah yang dilaksanakan oleh BNNK Gianyar. Apalagi, ada program Kampus Bersinar ini. Pihak Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch Gianyar akan berkomitmen untuk mendukung penuh apa yang sudah direncanakan oleh pihak BNNK Gianyar karena program tersebut merupakan program yang sangat berguna bagi pihak kampus sebagai benteng dalam menghindarkan keluarga kampus dari pengaruh buruk narkoba. Ke depan juga akan dilanjutkan dengan kerjasama-kerjasama lainya, khususnya dalam program P4GN. (r)

TES URINE - Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. di sela-sela pelaksanaan kegiatan tes urine bagi mahasiswa dan mahasiswi Kampus Perhotelan dan Kapal Pesiar Monarch Gianyar.

panyeroan di geria setempat. Kala itu penguasaan wariga dan dewasa ayu ini belum tertuang dalam kalender. “Ketika akan mencari hari baik, masih harus buka catatan yang tebal,” ungkapnya. Seiring berjalannya waktu, pengetahuan sang

kakek secara otomatis diturunkan kepada anaknya, yakni Bangbang Gde Wisma. Melalui generasi yang kedua inilah, segala pengetahuan tentang wariga ini dikukuhkan dalam bentuk kalender. Namun, hal tersebut bukan berdasarkan keingi-

nan Bangbang Gde Wisma, melainkan karena desakan keluarga dan saudara terdekat. Mengonsep satu tahun kalender, Bangbang Gde Wisma hanya menghabiskan waktu beberapa hari. “Dulu, Bapak punya banyak waktu untuk me-

mikirkan rumus-rumus kalender ini. Sehingga dalam sebulan, bisa mengonsep dua tahun kalender. Tapi tidak selamanya seperti itu, karena Bapak bekerja sesuai keinginannya. Kalau sudah dirasa cukup, Bapak istirahat,” jelasnya. (nik)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Kasus Pesta Narkoba

Vonis Jauh dari Tuntutan JPU Belum Bersikap

Semarapura (Bali Post) Sehari pascavonis I Nyoman Dharma Yuda Hendrawan, terdakwa kasus anak pejabat yang terciduk saat pesta narkoba, kubu Kejari Klungkung tidak mau terburu-buru menentukan sikap. Lembaga penegak hukum itu memilih memanfaatkan waktu tujuh hari pascaputusan majelis hakim untuk mencermati petikan putusan hakim, kenapa putusannya jauh lebih rendah dari tuntutan JPU. Kasi Pidum Kejari Klungkung Fatahillah, Selasa (14/1) kemarin, mengatakan JPU yang menangani kasus itu dikatakan belum menerima petikan putusan majelis hakim. Ini harus dicermati lagi, apakah pasal-pasal yang digunakan sudah sesuai dengan yang digunakan JPU atau tidak. Kalau semua sudah berkesesuaian, pihaknya akan menerima putusan vonis majelis hakim itu. Tetapi, kalau sampai jauh berbeda, maka pihaknya akan memilih mengajukan banding. ‘’Kalau bicara dua pertiga dari tuntutan sih, iya. Tetapi, masih ada hal-hal lain yang harus kami cermati. Kami tetap masih pikir-pikir. Hari Senin kami sampaikan sikap kami,’’ kata Fatahillah. Fatahillah sebelumnya mengaku sempat memberikan kepastian sikapnya, Selasa (14/1) kemarin, atau sehari pascaputusan majelis hakim. Tetapi, kenyataannya setelah dikonfirmasi ulang, ia mengaku masih membutuhkan waktu lebih untuk menelaah petikan putusan majelis hakim itu lebih jauh. Sehingga saat ditanya kembali, dia mengaku belum siap, apakah harus mengajukan banding atau menerima putusan majelis hakim.

Sementara pihak penasihat hukum terdakwa awalnya juga menyatakan masih pikir-pikir. Tetapi setelah vonis dan runding dengan pihak keluarga besar terdakwa, penasihat hukum terdakwa, Wayan Sumardika, menegaskan memilih tidak mengajukan banding, dan menerima semua putusan tersebut. ‘’Pascavonis kan diberikan waktu tujuh hari oleh majelis hakim. Tadi dalam sidang kami dan JPU sama-sama masih pikir-pikir. Kalau dalam tujuh hari tidak ada yang mengajukan banding, berarti klien kami tinggal menjalani masa hukuman,’’ katanya. Sebelumnya diberitakan, proses hukum anak pejabat yang tertangkap polisi akibat pesta sabu-sabu, kembali disidangkan Senin (13/1) lalu. Dalam persidangan dengan agenda vonis majelis hakim PN Semarapura ini, terdakwa I Nyoman Dharma Yuda Hendrawan divonis enam tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider tiga bulan penjara. Vonis itu lebih rendah dari tuntutan JPU yang hendak menjerat terdakwa sembilan t a h u n penjara. (kmb31)

EKSEKUTIF - Rapat kerja Komisi II DPRD Klungkung dengan eksekutif dibuka langsung Ketua Dewan.

Komisi II Soroti Revitalisasi Pasar Semarapura Bertahun-tahun Tak Kunjung Tuntas Semarapura (Bali Post) Proses revitalisasi Pasar Semarapura yang tidak kunjung tuntas memantik persoalan yang perlu diberikan solusi elegan. Terlebih, melihat masalah kepemilikan kios yang sangat rumit. Hal itu membuat masalah di sana tak kunjung tuntas. Atas permasalahan itu, Komisi II DPRD Klungkung memanggil Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung beserta pengelola pasar, Selasa (14/1) kemarin.

Fatahillah

Pekerjaan Infrastruktur ’’Hotmix’’ Dominasi Penawaran Tak Wajar PROYEK infrakstruktur belakangan ini kerap menjadi sorotan. Ini setelah ditemukan sejumlah hasil akhirnya yang tidak memuaskan. Bahkan ada yang belum tuntas. Rupanya, penawaran pekerjaan fisik pada Dinas PU-PRKP itu kerap dilakukan sangat rendah, di bawah 80 persen. Penawaran yang dianggap tak wajar itu paling banyak terjadi pada pekerjaan hotmix. Lalu kenapa pekerjaan infrastruktur hotmix itu senantiasa mendominasi penawaran tidak wajar? Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Pemukiman (PU-PRKP) Klungkung A.A. Gde Lesmana mengatakan hal itu usai rapat kerja dengan Komisi II DPRD Klungkung, Senin (13/1) lalu. Menurutnya, rata-rata yang ‘’bermain keras’’ dengan penawaran itu adalah pekerjaan infrastruktur hotmix. Alasannya, paket kegiatannya banyak. Sementara AMP yang ada sangat terbatas. ‘’Kalau infrakstruktur bangunan sepertinya tidak ada. Bisa jadi karena risikonya tinggi. Sementara AMP ini sebagian besar sudah punya stok dan punya material pabrik batu sendiri,’’ katanya. Namun, pihaknya tidak menyimpulkan adanya penawaran tak wajar itu memengaruhi kualitas pengerjaan. Menurutnya, hal itu tergantung kualitas SDM setiap rekanan. Kadang meski penawaran di bawah 80 persen, kualitas pengerjaannya di lapangan cukup bagus. Tetapi ada juga sebaliknya, penawaran di atas 80 persen namun kualitasnya jauh dari harapan pemerintah daerah. Dari persoalan ini, dikatakannya, akan dikroscek kembali dengan konsultan pengawas maupun konsultan perencanaan. Namun, berapa proyek yang penawarannya sampai di bawah 80 persen. Pihaknya belum bisa menjelaskan. Pasalnya, hal itu termasuk wilayah teknis. Jadi hanya diketahui kabidnya. ‘’Paradigmanya memang begitu. Semakin banyak penawaran masuk, maka nilai penawaran yang turun kian dimungkinkan. Karena ini tentu masih terkait dengan kepent-

ingan SDM yang dimiliki oleh rekanan itu. Ada kekhawatiran mereka tidak bisa membayar SDM yang telah dipekerjakan,’’ tegasnya. Pihaknya berharap LKPP bisa melakukan penetapan tanpa ada persyaratan lain. Artinya, ketika penawaran di bawah 80 persen itu gugur, pihaknya bisa langsung melakukan tindakan di lapangan, bahwa itu dinyatakan gugur. Namun saat ini, dikatakan ada perpres, di mana jika ada penawaran di bawah 80 persen itu, justru bisa diterima. Asalkan ada hal-hal tertentu perlu ditinjau di sana, sebagaimana ketentuan di dalam ULP. Salah satu anggota DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata, mengatakan dengan situasi seperti ini maka proses pengawasan mesti diperketat. Sebab, pengalamannya saat terjun ke lapangan, dilihat banyak terjadi masalah. Persoalannya dari pengerjaan fisik yang penawarannya sampai di bawah 80 persen. Anggota dewan lainnya, A.A. Gde Sayang Suparta, meminta pemkab melakukan penelitian lebih lanjut terkait jenis aspal apa yang cocok. Khususnya aspal yang cocok diterapkan di Nusa Penida, sehingga kualitas pengerjaan jalan itu dapat ditingkatkan. ‘’Silakan gandeng Pusjatan Kementerian PU. Kami sejak awal sudah teriak itu. Tetapi eksekutif tak kunjung melakukannya,’’ tegasnya. (gik)

A.A. Gde Lesmana

Kepala Dinas Koperasi Wayan Ardiasa mengatakan ada empat pasar yang dikelola langsung Pemkab Klungkung yakni Pasar Mentigi, Pasar Kusamba, Pasar Galiran termasuk Pasar Semarapura. Khusus persoalan Pasar Semarapura, Ardiasa mengakui belum bisa menyelesaikan masalah kepemilikan kios hak milik di atas hak milik. Ini salah satu kunci persoalan. Akibatnya, proses revitalisasi Pasar Semarapura itu menjadi terhambat. Dia mengaku sudah menindaklanjuti persoalan itu dengan meminta pendapat hukum dari kejaksaan. Dia berharap hal itu bisa menjadi pembuka penyelesaian persoalan revitalisasi pasar yang sudah

menjadi masalah menahun. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Wayan Misna mengatakan rapat kerja ini sebagai langkah lembaga dewan menggali seluruh persoalan pengelolaan pasar, dan bagaimana cara pemerintah daerah menyelesaikannya. Seperti kasus revitalisasi Pasar Semarapura, pihaknya juga ingin mendengar langsung seperti apa kendalanya, sehingga lembaga dewan bisa bersama-sama mendorong berbagai langkah solusi untuk segera menuntaskannya. Mengenai langkah eksekutif meminta pendapat hukum kepada kejaksaan, politisi PDI-P ini mengaku sangat mendukung. ‘’Titik persoalannya adalah

masih adanya kios hak milik di atas aset hak milik pemerintah daerah. Jadi, hak milik di atas hak milik. Ini membuat revitalisasi Pasar Semarapura terus berlarut-larut,’’ katanya. Pendapat kejaksaan dibutuhkan pemerintah daerah, karena mengalami kebuntuan ikhwal adanya kepemilikan kios itu. Karena sebelumnya ada perjanjian antara pedagang dengan pemerintah daerah tahun 1995. Pasar Semarapura ini ada sebanyak 18 unit gedung. Seluruhnya sudah masuk daftar aset Dinas Koperasi Klungkung. Blok A sudah sesuai dengan hak sewa. Kemudian dari blok B sampai blok F jumlahnya 561 kios. Semua statusnya masih hak milik

terdiri 348 orang pemilik. Dari Blok B sampai Blok F, seluruh kios itu statusnya memang hak milik, tetapi yang menjadi persoalan adalah kios hak milik itu berdiri di atas tanah aset Pemkab Klungkung. Inilah yang harus diselaraskan kembali dengan pedagang, agar dipahami dan bisa dimaklumi. Sebab, jika ini terus dibiarkan maka akan terus menjadi temuan BPKP. Dia berharap pendapat hukum dari kejaksaan bisa memberi solusi, terkait kebuntuan langkah pemerintah daerah melakukan proses revitalisasi pasar. Pihaknya mengaku akan terus mengawal persoalan ini dan mendukung penuh upaya-upaya pemerintah daerah. Namun, konsentrasi pengelolaan pasar jangan hanya terpusat di Pasar Semarapura saja. Tetapi juga di tiga pasar lainnya, agar seluruhnya tertata dan memberi rasa nyaman kepada pedagang maupun masyarakat. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima audiensi Komandan Lanal Denpasar, Lantamal V Kolonel Laut (P) M. Bimo Sutopo, di Ruang Kerja Bupati, Selasa (14/1) kemarin. Kunjungan ini sebagai bentuk silaturahmi dan perkenalan Komandan Lanal Denpasar yang baru menjabat sejak 2 Januari 2020 ini. Selain itu juga membicarakan sejumlah hal strategis yang perlu digarap bersama untuk meningkatkan sistem keamanan, khususnya di wilayah perairan Bumi Serombotan. Kehadiran Danlanal didampingi Dandenpomal, Pasprogar, Paspotmar dan Danunit Intel Lanal Denpasar. Bimo Sutopo melihat Klungkung sudah sangat berkembang dibandingkan sebelumnya. Ini berkat sentuhan Bupati Suwirta dua periode memimpin Klungkung dengan berbagai inovasi di segala bidang. Meningkatnya perkembangan daerah, tentu pula harus dibarengi peningkatan keamanan. Terlebih, punya wilayah kepulauan, karena

itu keamanan laut itu perlu mendapat perhatian. Secara khusus dalam pertemuan tersebut dibahas bagaimana kerja sama patroli keamanan laut wilayah Bali, khususnya di perairan sepanjang wilayah Kabupaten Klungkung. Ini harus diwujudkan agar terjalin kemitraan yang strategis di antara kedua lembaga ini. Selain itu, juga dilakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai perlu

adanya suatu pos. Sehingga dalam pertemuan itu juga sekaligus dilakukan koordinasi terkait rencana adanya Pos Angkatan Laut (Posal) Candidasa di wilayah Kabupaten Klungkung. Bupati Suwirta pada kesempatan itu menyambut baik inisiasi kerja sama bidang keamanan laut seperti ini. Pihaknya akan mengupayakan untuk dicarikan lokasi pembangunan Posal, agar

strategis dan benar-benar bermanfaat bagi proses pengamanan laut. Dengan adanya Posal ini diharapkan dapat menciptakan situasi laut Bali yang lebih aman dan nyaman, baik itu bagi warga maupun wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke Bali, khususnya di wilayah Kabupaten Klungkung. ‘’Kami siap bersinergi mendirikan Pos Angkatan Laut ini,’’ tegasnya. (kmb31)

Perlu Dibangun Pos Angkatan Laut

AUDIENSI - Bupati Suwirta saat menerima audiensi Komandan Lanal Denpasar, Lantamal V Kolonel Laut (P) M. Bimo Sutopo.

Sat Reskrim Ringkus Pelaku Pencurian Sapi Semarapura (Bali Post) Setelah lama dilakukan penyelidikan, akhirnya kasus pencurian sapi milik petani di sejumlah wilayah di Klungkung mulai terkuak. Sat Reskrim Polres Klungkung berhasil meringkus satu pelaku. Namun, identitasnya masih dirahasiakan untuk kepentingan pengembangan. Penangkapan pelaku pencuri sapi ini merupakan yang pertama sejak terjadi pencurian sapi di area persawahan di pinggiran Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Klungkung. Saat itu pencurian sapi terjadi di area

persawahan di Desa Satra, sekitar Oktober 2019 lalu. Sebelumnya bahkan sudah sempat terjadi tiga kasus pencurian sapi di wilayah tersebut. Ini yang membuat polisi bekerja keras ingin membongkar kasus itu, karena dikerjakan dengan sangat rapi tanpa bekas. Terlebih, lokasi persawahan yang berada di pinggir Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, Klungkung, membuat pelaku sulit dilacak. Sebelumnya tidak satu pun pelaku kasus pencurian sapi itu mampu diungkap. Karena itu, pencuri sapi tersebut diringkus dengan

susah payah. Bahkan, pihak kepolisian harus melakukan pengejaran hingga ke wilayah Kabupaten Sitobondo, Jawa Timur, untuk menangkap pelaku. Pengejaran itu pun tidak sia-sia karena di sana pelakunya berhasil diamankan. ‘’Kami tangkap dia beberapa hari lalu. Dia sudah di Polres Klungkung,’’ kata Kasat Reskrim AKP Mirza Gunawan, Selasa (14/1) kemarin. Namun, pihak kepolisian belum menjelaskan secara detail terkait penangkapan tersebut. Sat Reskrim masih melakukan pengembangan.

Pasalnya, disinyalir pelaku lebih dari satu orang. Sebab, aksi pelaku ini cukup bersih, karena nyaris tidak meninggalkan sedikit pun jejak sebagai bukti. Ini membuat pihak kepolisian cukup berhati-hati menangani kasus itu. ‘’Kami juga mengamankan truk yang diduga digunakan mengangkut sapi itu,’’ tegas Mirza. Pihaknya menegaskan akan menjelaskan secara detail penangkapan ini setelah semua pihak yang diduga terlibat kasus pencurian itu berhasil diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (kmb31)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Rusak, Dermaga II Pelabuhan Padangbai Ditutup Sepekan Amlapura (Bali Post) -

Pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem akan menutup Dermaga II mulai Rabu (15/1) hari ini. Rencananya, penutupan berlangsung sampai satu pekan ke depan karena dermaga akan dilakukan proses perbaikan akibat mengalami kerusakan. Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Padangbai, Windra Soelistyawan, mengatakan perbaikan dilakukan karena grafting dan gelagar Dermaga II mengalami kerusakan akibat termakan usia dan sudah tidak layak untuk dipergunakan. Proses perbaikannya diprediksi memakan waktu sampai tujuh hari. ‘’Rencananya Dermaga II ditutup sekitar sepekan. Kita harap perbaikan bisa lebih cepat. Itu tergantung cuaca di Pelabuhan Padangbai. Kita harap pengerjaan bisa sedikit dipercepat. Karena lebih cepat selesai maka Dermaga II akan lebih cepat dioperasikan kembali,’’ ujar Windra Soelistyawan, Selasa (14/1) kemarin. Dengan diperbaikinya Dermaga II, katanya, pihaknya hanya mengoperasikan satu dermaga yakni Dermaga I untuk melayani penyeberangan ke Pelabu-

han Lembar, Nusa Tenggra Barat (NTB). Dengan kondisi itu, pihaknya akan mengubah pola jadwal penyeberangan. Semua kapal yang bersandar di pelabuhan hanya melakukan bongkar muat penumpang akan dipercepat lagi. Biasanya bongkar muat selama 90 menit, kini dipersingkat menjadi 45 menit untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang di pelabuhan. ‘’Meski hanya mengoperasikan satu dermaga, penyeberangan tidak akan sampai terganggu. Pola penyeberangan kita ubah sementara termasuk bongkar muat dipercepat, sehingga angkutan yang akan nyeberang tidak sampai terhambat. Bahkan, untuk mengantisipasi antrean panjang, kita juga bakal menyiapkan kapal-kapal berkapasitas besar untuk melayani penyeberangan ke Lembar,’’ jelasnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PERBAIKAN - Pihak ASDP Pelabuhan Padangbai akan melakukan perbaikan Dermaga II. Rencananya, pelabuhan akan ditutup selama sepekan.

Rapat Kerja dengan TPID

Dewan Minta Eksekutif Kelola Sektor Pendapatan dengan Maksimal untuk Tingkatkan PAD DPRD Kabupaten Karangasem melaksanakan rapat kerja dengan sejumlah tim TPID, Selasa (14/1) kemarin. Dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD I Gede Dana didampingi Wakil Ketua I Nengah Sumardi dan I Wayan Parka itu, dewan meminta eksekutif mampu mengelola sektor-sektor pendapatan untuk meningkatkan PAD. Anggota DPRD I Nyoman Winata menjelaskan, PAD Karangasem terbilang cukup rendah. Hal itu tidak lepas dari tingginya tingkat kebocoran di sektor-sektor pajak. Seperti kebocoran di sektor menieral bukan logam (galian C) maupun sektor pariwisata. Kondisi itu mengakibatkan PAD Karangasem terus mengalami penurunan setiap tahunnya. ‘’Di galian C banyak kebocoran faktur pajak. Karena tingkat kebocoran tinggi, kita mendorong pihak eksekutif untuk memasang portal online. Itu salah satu solusinya agar mencegah kebocoran,’’ ujarnya. Anggota dewan lainnya, I Wayan Tama, menegaskan pihaknya memang tidak bisa tutup mata menyikapi tingkat kebocoran tersebut. Sejumlah objek wisata juga belum digarap secara maksi-

RAPAT KERJA - DPRD Karangasem saat melaksanakan rapat kerja dengan tim TPID Karangasem, Selasa (14/1) kemarin. mal. Contohnya, pengunjung katanya. ke Pura Lempuyang cukup Kepala TPID I Gede banyak, tetapi belum mampu Darmawa mengatakan, pimemberikan pendapatan bagi haknya terkejut dengan renKarangasem. ‘’Kalau dilihat, dahnya PAD Karangasem. Karangasem sejatinya me- Darmawa yang yang juga miliki cukup banyak potensi sebagai penjabat Sekda yang mampu dijadikan se- Karangasem ini menambagai sumber pendapatan bahkan, jika kemampuan daerah, tetapi belum mampu keuangan daerah 2020 terdigarap dengan maksimal,’’ gantung pendapatan asli katanya. daerah. Kepala TPID I Gede I N e n g a h S o n g k o b Darmawa mengatakan, pimenjelaskan, pihaknya me- haknya terkejut dengan minta pemkab mampu men- rendahnya kemampuan gelola galian C yang ada di keuangan daerah (KKD) Kasejumlah wilayah dengan rangasem. Darmawa yang baik seperti Selat, Bebandem yang juga sebagai penjabat dan Kubu. ‘’Ini harus kita ke- Sekda Karangasem ini melola dengan baik, manfaatkan nambahkan, jika kemamdengan sebaik-baiknya. Ter- puan keuangan daerah 2020 masuk dermaga bisa digarap tergantung pendapatan asli untuk sumber pendapatan,’’ daerah. (ad341)

Terkait Mutasi

Dewan Tuding Ada Penyelamatan Sejumlah ASN Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan mutasi di lingkungan Pemkab Karangasem menuai sorotan kritis. Awalnya dalam SK undangan pelantikan, tercatat ada 64 ASN. Namun setelah SK mutasi keluar, tiba-tiba bertambah menjadi 79 orang, termasuk sebelumnya namanya masuk dalam undangan pelantikan dan setelah SK keluar justru mendadak hilang. Hal ini disikapi serius oleh kalangan anggota DPRD Karangasem. Dewan menuding pelaksanaan mutasi terkesan ada indikasi penyelamatan sejumlah ASN pindah tugas. Dikonfirmasi Selasa (14/1) kemarin, Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, pelaksanaan mutasi yang dilakukan terkesan buru-buru dan dipaksakan. Dengan mutasi seperti itu, katanya, maka ASN yang dimutasi nantinya tidak dapat bekerja dengan maksimal. Sebab, mereka yang bukan di bidangnya justru ditempatkan di bidang yang lain. Maka, dipastikan mereka tidak bakal mampu bekerja dengan masksimal. ‘’Mutasi

yang dilakukan memang sebuah bagian dari penyegaran. Tapi, mutasi juga harus mengikuti aturan yang ada. Semoga saja, mutasi yang dilakukan tidak menyalahi aturan. Kalau nanti menyalahi aturan, kita akan mengambil tindakan dengan teman-teman di dewan. Kita ingin pemerintahan ini bisa berjalan dengan baik,’’ ujarnya. Anggota DPRD Karangasem Wayan Sunarta menegaskan, bila ingin melakukan mutasi, seharusnya direncanakan dan dilakukan jauh-jauh hari sebelum tanggal 7 Januari. Dengan pelaksanaan mutasi ini, terkesan adanya penyelamatan tugas sejumlah ASN di lingkungan Pemkab Karangasem. ‘’Seharusnya mutasi jauh sebelum-sebelumnya. Jangan mendadak seperti ini. Kalau begini, akan menimbulkan pertanyaan dan gejolak. Terlebih undangan pelantikan 64 orang, sedangkan SK yang keluar 79. Bahkan, yang sebelumnya ada namanya masuk di undangan pelantikan, tapi tiba-tiba saat SK keluar namanya hilang. Jelas hal ini menjadi pertanyaan semua

orang,’’ tegasnya. Sementara itu, Nengah Songkob menjelaskan, dirinya tidak mempermasalahkan adanya mutasi, karena mutasi merupakan salah satu penyegaran tugas bagi ASN. Akan tetapi, mutasi jangan sampai menimbulkan pertanyaan. ‘’Setiap ada mutasi, pasti ada pesoalan seperti ini. Kita ingin tujuan mutasi benar-benar tercapai. Kita tidak ingin baru ada backing-nya, ASN yang dimutasi ingin jadi ini jadi itu,’’ tegasnya. Kepala BKPSDM I Gusti Gede Rinceg menjelaskan, mutasi dilakukan tanggal 7 Januari karena ingin menghindari pengelolaan keuangan selesai lebih dulu di tahun 2019, sehingga mengawali penatan baru dilakukan di tahun 2020. Terkait jumlah undangan pelantikan 64 bertambah menjadi 79 orang, kata Rinceg, hal itu disepakati dalam proses yang berjalan. Ditegaskan, selama proses itu akhirnya muncul daftar tunggu yang lainnya, sehingga akhirnya jumlah ASN yang dimutasi menjadi 79 orang. (kmb41)

Sosial

Siwa Ambara Foundation Tawarkan Empat Program Unggulan

SIWA Ambara Foundation adalah yayasan kemanusiaan yang bertujuan mengantarkan masyarakat baik lokal, nasional maupun mancanegara menuju sehat, sukses, bahagia dan sejahtera, lewat jalan spiritual modern. Spiritual modern adalah ajaran yang berlandaskan pada adat, budaya, agama dan ajaran budi pakerti dari leluhur orang Nusantara. Untuk mencapai tujuan tersebut, Siwa Ambara Foundation menawarkan empat program unggulan, yakni Healing Diksha. Program ini khusus bagi penderita penyakit yang sudah berobat ke mana-mana tetapi belum meraih kesembuhan sesuai harapan. Telah terbukti bahwa hampir 80 persen penyakit yang ada disebabkan oleh perasaan negatif seperti kekhawatiran, kecemasan, kegelisahan, kesedihan, kemarahan, dendam, iri, kedengkian, menyalahkan diri dan perasaan negatif lainnya. Maka obat paling mujarab yang mampu menuntaskan adalah perasaan positif seperti kebahagiaan, ketenangan dan kedamaian. Dalam proses healing diksha, peserta akan diajarkan untuk memunculkan perasaan positif dalam diri mereka, sehingga dalam waktu singkat mereka akan meraih kesehatan sesuai harapan mereka. Diksha Suputra Diksha suputra bertujuan mengubah karakter anak dan remaja menjadi lebih baik. Anak suputra adalah anak yang berbakti pada leluhur, hormat kepada orangtua, rukun dengan saudara, meraih hidup sukses dan bahagia, serta berguna baik dalam keluarga, lingkungan maupun negara. Diksha Suputra adalah proses sekala dan niskala di mana otak kanan dan kiri anak akan diseimbangkan, sehingga konsentrasi anak akan menjadi lebih fokus. Anak akan diberikan

tiga kunci hidup sukses dan bahagia. Proses ini telah terbukti mampu mengubah ribuan karakter anak menjadi lebih baik. Grhasta Diksha Grhasta Diksha ditawarkan kepada para pasangan suami-istri yang ingin mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Berbicara tentang keluarga bahagia dan sejahtera tentunya sangat erat kaitannya dengan kondisi keuangan. Maka dalam proses Grhasta Diksha, pasutri akan diajarkan ilmu Laksmi Puja yaitu melancarkan rezeki lewat jalan dharma. Setelah proses ini pasangan suami-istri akan menjadi sangat harmonis dalam keluarga mereka. Keharmonisan dalam keluarga akan mampu menarik rezeki yang bertebaran di alam semesta. Ribuan keluarga telah mengikuti dan mendapatkan manfaat dari program ini. Wanaprastha Diksha Wanaprasta Diksha ditujukan khusus kepada masyarakat yang sudah berusia di atas 55 tahun. Bertujuan agar mereka meraih hidup sehat dan bahagia saat lansia. Tujuan hidup terakhir manusia adalah mencapai moksa. Moksa adalah suatu keadaan menyatunya ciptaan dengan Sang Pencipta. Dalam proses selama tiga hari ini, God Spot peserta akan dibuka sehingga peserta akan dengan mudah berhubungan dengan Tuhan yang puja. Telinga batinnya pun akan diaktifkan sehingga peserta mampu mendengarkan ajaran kebenaran dari guru sejati. Hanya guru sejatilah yang mampu menuntun seseorang meraih tujuan hidup dan menjalankan tugas hidup. Informasi lebih lanjut dan penjadwalan segera hubungi lewat WA : 081 236 274 888. (ad325)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Jalan Berlubang di Penida Kaja Ditanami Pohon Pisang

Bangli (Bali Post) Jalan berlubang di Dusun Penida Kaja, Desa Tembuku, ditanami pohon pisang. Belum diketahui pasti siapa warga yang sengaja menanam pohon pisang tersebut. Diduga, penanaman pohon pisang itu dilakukan sebagai bentuk protes warga lantaran jalan yang berlubang itu tidak kunjung diperbaiki. Hal itu sekaligus juga sebagai tanda peringatan kepada pengendara untuk berhati-hati saat melintas di lokasi. Tak hanya pohon pisang, jalan berlubang dengan diameter 50 cm kedalaman sekitar 60 cm itu juga ditanami pohon jepun dan kayu. Pada bagian atas pohon juga terlihat diisi kantong plastik. Keberadaan pohon yang tumbuh di badan jalan itu, cukup menganggu pemandangan. Menurut salah seorang warga setempat, lubang jalan itu sudah ada sejak lama. Dulu lubang di jalan itu sudah sempat diperbaiki. Namun, kembali jalan itu berlubang sejak empat bulanan lalu. Karena tidak ada penanganan sampai sekarang, jalan itu kemudian ditanami pohon pisang sebagai tanda peringatan kepada pengendara. Perbekel Tembuku, Ketut Mudiarsa, dikonfirmasi terkait

hal itu mengatakan lubang di jalan itu terbentuk setelah adanya pembangunan gorong-gorong saluran air irigasi oleh Subak Penida. Lubang jalan itu sudah ada cukup lama. Soal keberadaan pohon pisang yang tumbuh di lubang jalan tersebut, Mudiarsa mengaku tidak tahu siapa yang melakukannya. Untuk perbaikan jalan berlubang, menurut dia semestinya dilakukan pihak subak yang membuat gorong-gorong. Pihak desa tidak bisa melakukan perbaikan lantaran status jalan merupakan kewenangan kabupaten. Agar bisa mendapat perbaikan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPRPerKim Kabupaten Bangli. (kmb40)

SOSOK Siswa Tertib Berlalu Lintas SATUAN Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangli terus melakukan berbagai upaya menekan angka kasus kecelakaan lalu lintas. Apalagi yang melibatkan anak di bawah umur. Selain rutin melakukan operasi di jalan raya, pihak Satlantas Polres juga gencar menggelar pembinaan tentang tertib berlalu lintas ke sekolah-sekolah. “Satu hari minimal satu sekolah,” ungkap Kasatlantas Polres AKP I Nengah Sona, Selasa (14/1) kemarin. Dalam pembinaan yang dilakukannya ke sekolahsekolah, pihaknya menyampaikan pesan-pesan kepada para siswa tentang etika dan tata tertib berlalu lintas yang baik. Bagi siswa yang sudah cukup umur apabila naik sepeda motor agar melengkapi dengan surat-surat kendaraan, selain itu menggunakan helm SNI, dan juga kelengkapan kendaraan lainnya. Namun bagi siswa yang belum cukup umur, agar tidak menggunakan/mengendarai sepeda motor. “Apabila diantar oleh orangtuanya, agar tetap menggunakan helm SNI,” harap Sona. Pihaknya mengingatkan kepada pelajar untuk menyeberang di zebra cross. Para siswa juga dikenalkan dan diingatkan mematuhi rambu-rambu lalu lintas. “Intinya kita mengampanyekan tentang Tertib Berlalu Lintas. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan dan Keselamatan untuk Kemanusiaan,” ujarnya. Selain memberikan sejumlah materi edukasi dan imbauan, Satlantas juga melakukan pembinaan kepada siswa yang menjadi anggota patroli keamanan sekolah (PKS) di beberapa SMP dan SMA/SMK. Mereka diminta membantu teman-temannya saat masuk dan keluar sekolah. (ina)

Ribuan Bibit Kelapa Digelontor ke Masyarakat Bangli (Bali Post) – Kebutuhan masyarakat Bali terhadap buah kelapa cukup tinggi. Salah satunya untuk perlengkapan upacara. Mengingat tingginya kebutuhan kelapa, Pemkab Bangli terus mendorong masyarakat untuk menanam kelapa dengan memanfaatkan lahan kosong. Rencananya di tahun 2020 ini Pemkab kembali menggelontor bantuan bibit pohon kelapa jenis genjah ke masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, mengatakan pihaknya akan melakukan pengadaan bibit pohon kelapa genjah sebanyak 3.515 buah di tahun ini. Bibit kelapa tersebut akan dibagikan kepada 15 calon penerima, yakni banjar adat, desa adat dan subak/ subak abian. Pengadaan bibit kelapa itu menggunakan dana APBD Bangli

Pabrik Kopi Milik Pemkab di Mengani Sejak Tiga Tahun Tak Beroperasi PABRIK pengolahan kopi milik Pemkab Bangli di Desa Mengani, Kintamani sudah beberapa tahun terakhir tidak pernah beroperasi. Pabrik yang disewakan Perusahaan Daerah Bhukti Mukti Bhakti (Perusda BMB) ke PT Java Qahwa Indonesia itu kini kondisinya tidak terawat dan dipenuhi rumput liar. Hal itu terungkap saat Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles, melakukan kunjungan ke pabrik kopi tersebut, Selasa (14/1) kemarin. Bagaimanakah kondisi riil pabrik kopi milik Pemkab Bangli itu? Dalam kunjungan itu, Carles sempat berkeliling meninjau kondisi pabrik milik Pemkab Bangli. Tampak dalam kunjungan, Direktur Perusahaan Daerah Bhukti Mukti Bhakti (Perusda BMB) Alit Putra dan Kepala Dinas PKP Bangli Wayan Sarma. Terlihat pabrik pengolahan kopi seluas 2,8 hektar itu tidak terawat. Rumput liar tumbuh tinggi di halaman pabrik. Demikian juga, tempat pembibitan kopi di belakang bangunan pabrik kini tertutup semak. Direktur Perusda BMB Alit Putra mengungkapkan, Perusda BMB menjalin kontrak kerja sama dengan PT Java Qahwa Indonesia untuk mengelola pabrik kopi di Desa

Mengani sejak 2016 lalu selama sepuluh tahun. Namun, mulai tahun 2017, PT Java Qahwa Indonesia sudah tidak pernah lagi melakukan aktivitas pengolahan kopi di pabrik tersebut. Tak hanya itu, tercatat sejak 2017 lalu, perusahaan tersebut ternyata juga belum memenuhi kewajiban membayar sewa ke Perusda BMB. Alit Putra mengatakan sejak dirinya mulai menjabat sebagai Direktur Perusda Maret 2019 lalu, pihaknya sudah berupaya melakukan penagihan sewa ke PT Java Qahwa. Dalam upaya penagihan pihaknya melakukan pendekatan secara informal kepada pemilik perusahaan hingga dua kali. Namun tidak

Bali Post/kmb40

POHON PISANG – Jalan yang berlubang di Desa Tembuku ditanami pohon pisang.

mendapat tindak lanjut. Pihak Perusda BMB pun kemudian terpaksa melayangkan surat peringatan (SP) kepada PT Java Qahwa hingga tiga kali berturut-turut. Akan tetapi, tidak juga digubris. Hingga kemudian per Juli 2019, pihaknya melayangkan wanprestasi kepada perusahaan tersebut. Disebutkan Alit Putra sesuai perjanjian, kewajiban yang harus dipenuhi PT Java Qahwa Indonesia itu kepada Perusda BMB, yakni membayar tiga komponen fee, yaitu Komitmen fee sebesar Rp170 juta per tahun, rental fee sebesar Rp100 juta yang wajib dibayarkan tiap dua tahun. Serta royalty fee dengan nilai Rp100 per satu kilogram biji kopi yang diolah, Jika dihitung, kewajiban yang belum dibayar pihak perusahaan PT Java Qahwa ke Perusda BMB sejak 2017 mencapai Rp290 juta, ditambah royalty fee tahun 2016 sekitar Rp98 juta lebih. “Tapi untuk royalty fee ini kita harus verifikasi lagi. Karena penghitungan kami itu berdasarkan informasi lisan dari Ibu Fitri selaku Komisaris PT Java pada saat rapat bersama dewan perusda,” terangnya. Alit Putra menambahkan

pihaknya kesulitan mengakses laporan mengenai berapa kilogram biji yang diolah PT Java kala itu, dikarenakan petugas perusda itu tidak diperkenankan masuk ke dalam. Dikatakannya saat ini masalah wanprestasi itu masih ditangani tim advokasi. Setelah masalah ini selesai, pihak Perusda BMB punya rencana untuk mengelola langsung pabrik kopi Mengani itu, tanpa dikerjasamakan lagi dengan pihak ketiga. Setelah mendengar penjelasan Direktur Perusda, Wakil Ketua DPRD Bangli, Komang Carles, mendorong tim advokasi secepatnya menyelesaikan persoalan tersebut. Sehingga pabrik kopi Mengani itu bisa kembali dioperasikan secara optimal. Carles mengatakan pengelolaan pabrik kopi Mengani itu perlu dievaluasi lagi. Dia sendiri mendukung pabrik kopi itu ke depannya di kelola langsung Perusda BMB. Namun, harus dikaji secara komprehensif terlebih dahulu. “Mumpung Kabag Hukumnya baru, pejabat lainnya juga baru. Semangat dan kinerjanya harus baru juga. Saya minta secepatnya bisa dituntaskan,” kata Carles. (ina)

PABRIK KOPI - Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles saat meninjau kondisi pabrik kopi di Desa Mengani, Selasa (14/1) kemarin.

senilai Rp65 juta lebih. Sarma menegaskan, kelapa genjah itu memiliki postur pendek. Kelapa genjah bisa ditanam di lahan yang tidak terlalu luas. Seperti pekarangan, lahan di belakang rumah. Pengadaan bibit kelapa genjah ini, berdasarkan usulan masyarakat. Dinas PKP Bangli rutin menggelontor bantuan bibit kelapa genjah ke masyarakat sejak beberapa tahun terakhir. Rencananya, bibit kelapa

itu akan diserahkan ke calon penerima sekitar bulan Juni. Selain bibit kelapa, Dinas PKP Bangli juga akan menyalurkan benih jagung kepada petani. Jumlah benih yang akan disalurkan itu sebanyak 2.700 kg untuk 15 kelompok tani di empat kecamatan. Benih tersebut cukup untuk ditanam di lahan seluas 180 hektar. Pengadaan bibit jagung itu menggunakan dana APBN.

Disinggung bantuan bibit untuk petani jeruk dan kopi yang merupakan potensi pertanian unggulan di Kabupaten Bangli, Sarma mengatakan di tahun 2020 ini hanya dibantu dengan APBN. Sebab kemampuan keuangan daerah Bangli relatif terbatas. Untuk petani kopi itu, pemerintah akan menggelontor bantuan bibit dan pupuk untuk kelompok tani itu sebanyak 3.085 batang bibit. (kmb40)

Anjing Liar Gigit Dua Warga di Cempaga Bangli (Bali Post) – Kasus gigitan anjing liar kembali terjadi di Bangli. Kali ini menimpa dua warga di Kelurahan Cempaga, Bangli. Akibat gigitan anjing liar itu, kedua korban mengalami luka cukup dalam pada bagian kakinya. Untuk memastikan apakah anjing liar itu terjangkit rabies, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli telah mengambil sampel otak anjing pengigit itu, untuk selanjutnya diuji ke laboratorium. Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas PKP Kabupaten Bangli, Drh. Ni Nyoman Sri Rahayu, Selasa (14/1) siang kemarin mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, kasus gigitan anjing itu terjadi Senin (13/1) malam. Kedua

korban yang diketahui bernama Anak Agung Ngurah dan Dayu Biang itu, mengalami gigitan masing-masing pada bagian betis dan pahanya. Meski tidak masuk daerah berisiko tinggi, namun luka yang ditimbulkan akibat gigitan anjing liar itu cukup dalam. “Sesuai laporan sementara, keduanya digigit anjing saat lewat di jalan selatan patung pedanda (Kelurahan Cempaga),” terangnya. Anjing liar yang mengigit kedua korban itu diketahui merupakan anjing yang tengah beranak. Pascadapat laporan tersebut, Sri Rahayu mengatakan pihaknya telah turun ke lapangan, untuk melakukan eliminasi dan pengambilan sampel otak anjing liar yang menggigit korban itu. Disebutkan ada dua ekor anjing liar yang dieliminasi

kemarin. “Anak-anak anjingnya belum ditemukan,” ujarnya. Rencananya sampel otak anjing itu akan dikirim ke BBVet untuk diuji Lab Selasa sore. Sebagaimana diketahui kasus gigitan anjing liar itu sebelumnya terjadi di Kintamani. Ada delapan warga yang digigit anjing di wilayah Desa Songan sekitar Desember lalu. Sesuai hasil uji lab, anjing pengigit itu dinyatakan positif rabies. Berdasarkan data yang dihimpun di Dinas PKP belum lama ini, kasus gigitan anjing positif rabies sepanjang tahun 2019 cenderung meningkat dari tahun 2018 lalu. Tahun lalu kasus gigitan hewan positif rabies itu ditemukan 31 kasus. Sedangkan di tahun 2019 sejak Januari hingga Desember telah terjadi 35 kasus. (kmb40)


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Suwandha Banyak Raih Penghargaan Singaraja (Bali Post)Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto didampingi sejumlah pejabat melayat ke rumah duka almarhum I Nyoman Suwandha, Senin (13/1) lalu, di Jalan Gajah Mada No. 81, Kelurahan Banjar Jawa, Buleleng. Semasa hidupnya, Suwandha pernah menjabat Ketua PHDI Pusat pada 2001-

2006 dan Wakil Jaksa Agung RI pada 1995-1997. Selain itu, Suwandha meraih berbagai tanda penghargaan tanda jasa, di antaranya Satyalancana Karya Satya 10 Tahun, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun, Satyalancana Karya Satya 30 Tahun, Bintang Jasa Utama dan Bintang Maha Putera Utama. Kapendam IX/Udayana

Bali Post/ist

MELAYAT - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto saat melayat ke rumah duka almarhum I Nyoman Suwandha.

Kolonel Kav. Jonny Harianto G., Selasa (14/1) kemarin menyampaikan, saat bertemu keluarga almarhum, Pangdam atas nama pribadi dan keluarga besar Kodam IX/Udayana menyampaikan ucapan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum I Nyoman Suwandha. Pangdam mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan dan ketabahan. “Almarhum adalah salah satu putra Bali yang mengabdikan dirinya sebagai seorang jaksa dengan perjalanan karier yang cukup cemerlang. Terbukti be liau sampai menduduki jabatan sebagai Wakil Jaksa Agung RI dan almarhum juga mendapatkan bintang tertinggi untuk pejabat sipil, yaitu Bintang Jasa Maha Putera Utama. Ini merupakan bintang jasa utama tertinggi pada pejabat sipil dari pemerintah Republik Indonesia,” ujarnya. (kmb36)

Menjambret untuk Biaya Hidup Singaraja (Bali Post) Unit Reskrim Polres Buleleng menangkap pelaku jambret di Jalan Diponegoro, Singaraja. Tersangka adalah I Made Adhitya Giriwanasta (24) asal Sangsit, Sawan. Setelah bersembunyi, dia akhirnya ditangkap di Banyuwangi. Karena melawan saat ditangkap, polisi terpaksa menembak kaki pelaku. Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Selasa (14/1) kemarin mengatakan, kasus ini dilaporkan oleh korban Putu Ari Sutariyani (27), alamat Jalan Imam Bonjol Singaraja pada 20 November 2019 silam. Sekitar pukul 20.00 Wita, korban melintas di lokasi kejadian. Dari belakang melintas sepeda motor yang dikendarai pelaku kemudian memepet korban. Dari atas sepeda motornya pelaku merampas tas yang berisi HP korban. Korban sempat berusaha mengejar, namun pelaku dengan cepat kabur. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Buleleng. Setelah melakukan peny-

elidikan dan pengumpulan barang bukti, polisi berhasil menemukan keberadaan tersangka. Polisi menemukan alamat tersangka dari dokumen sepeda motor yang dikendarainya saat beraksi. Setelah dicek ke rumahnya, pelaku tidak ditemukan. Polisi kemudian mendapatkan informasi pelaku pergi ke Banyuwangi. Dari informasi itu, polisi menemukan tersangka saat bekerja di Banyuwangi. Namun saat ditangkap, pelaku melawan,

sehingga polisi melumpuhkan dengan memberi tembakan pada kaki pelaku. Sementara itu, tersangka Adhitya Giriwanasta mengaku terpaksa menjabret karena tidak ada pekerjaan lain. Apalagi, karena dia sendiri baru saja keluar dari penjara karena kasus pencurian di Seririt, sehingga tidak bisa melamar pekerjaan. Sementara biaya hidup keluarganya tidak bisa dipenuhi, sehingga terpaksa melakukan aksi kejahatan. (kmb38)

Bali Post/ist

DIGIRING - Unit Reskrim Polres Buleleng membekuk pelaku jabret yang kabur ke Banyuwangi, Selasa (14/1) kemarin.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

!Dicari Arsitek S1 Non/Pengalaman Segera Hub.085333411868 B.BP.166.01.20.0000339

B.BP.001.01.20.0000308

Looking for experienced Bartender for Jaansan Bali Restaurant Seminyak jaansan. com. Direct interview 4pm-8pm at Jaansan Bali Restaurant, Wed 15 - Thu 16 January 2020.

Bth tng Pengajar/Mhs B.Inggris Matematika(Nusadua)08179791223

Dcr Sgr Accounting brpglmn/tdk u/di 66 Pottery Bali Bypass Ngurah Rai Sanur(sebelah Dedek Gebyok), Hp.081913218270

B.BP.001.01.20.0000302

Dbthkn sgr tng HK,LD,SP Max. 30th krm CV ke Hotel Sorga Cott Kuta Ph 751897

B.BP.004.01.20.0000298

B.BP.154.01.20.0000331

Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkapPuriCendana SeminyakH.081212886674/732947

Dcr Peg,Marketing,Kredit,Laki2 MinSMAMax35Th,10Org.Lam:BPR Suadana Jl.Ry Celuk.Tlp.297837

ALUMINIUM

DIJUAL MOTOR

SERVICE

BIRO JASA

B.BP.001.01.20.0000287

Dcr Karyawan/ti Laundry Jl. Kerobokan78XWA:081236015546

B.BP.004.01.20.0000338

Dcr karyawan counter jaga malam Hub:081906374255 B.BP.001.01.20.0000307

Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445 B.BP.001.01.20.0000311

B.BP.001.01.20.0000205

RUPA-RUPA

BIRO JASA

BENGKEL LAS SERVICE Free

n

Desig

Money Back Guarantee

Peserta JKN KIS PBI Daerah

17 Ribu Orang Terancam Tak Bisa Didaftarkan

Singaraja (Bali Post) -

Meskipun penduduk miskin yang sebelumnya dihentikan sebagai JKN KIS PBI Daerah telah kembali diaktifkan, tetapi sekarang muncul masalah baru. Dari usulan Dinas Sosial mengaktifkan kembali 129.457 penduduk, ada sekitar 17 ribu penduduk yang terancam tidak bisa didaftarkan menjadi peserta JKN KIS PBI Daerah. Ini karena data kependudukannya tidak sinkron dengan data di Disdukcapil Buleleng.

Hal itu terungkap saat Komisi IV DPRD Buleleng menggelar rapat koordinasi bersama Dinsos, camat, dan BPJS Singaraja di gedung dewan, Selasa (14/1) kemarin. Rapat dipimpin Ketua Komisi IV, Luh Hesti Ranitasari. Kepala BPJS Singaraja, Elli Widiani, mengatakan setelah pemerintah daerah bersama DPRD merekomendasikan mengaktifkan kembali penduduk menjadi peserta JKN KIS dengan PBI Daerah, pihaknya telah memproses pendaftaran kembali. Selain itu, pihaknya juga telah memproses pendaftaran penduduk melalui segmen kepesertaan jalur mandiri karena kebutuhan pengobatan mendadak di bulan ini. Sesuai mekanisme, penduduk yang didaftarkan kembali ini kepesertaannya dinyatakan aktif terhitung Februari 2020 mendatang. Demikian juga, penduduk yang

sebelumnya mendaftar lewat segmen mandiri, mulai bulan depan akan kembali tercatat sebagai peserta JKN KIS yang ditanggung pemerintah daerah. Menurut Elli Widiani, BPJS menemukan sebanyak 17 ribu jiwa penduduk datanya tidak sinkron dengan data kependudukan di Disdukcapil. Kondisi ini seperti ada NIK yang tidak sinkron dengan data Dukcapil dan juga ada NIK ganda. Data kependudukan seperti itu tidak bisa didaftarkan karena secara sistem komputerisasi di BPJS tidak dapat menerima data yang belum sinkron. Apalagi, dalam proses pendaftaran peserta JKN KIS mengikuti elemen data yang dikeluarkan Disukcapil. Atas kondisi ini, Elli Widianti menyebut agar penduduk itu bisa didaftarkan, maka memerlukan kerja sama masyarakat, pemerintah desa/ kelurahan dan Dinsos. Para pihak ini dituntut melakukan

verifikasi ulang, sehingga data kependudukan sinkron, sehingga sebelum Februari 2020 BPJS bisa memproses pendaftaran sebagai peserta JKN KIS PBI Daerah.

Sementara itu, Ketua Komisi IV, Luh Hesti Ranitasari, mendesak Dinsos bersama pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan agar tidak membuang-buang waktu untuk memverifikasi kembali data penduduk yang tidak sinkron tersebut. Ini penting karena mulai bulan depan BPJS sudah mengaktifkan kembali penduduk sebelumnya dicabut sebagai peserta JKN KIS PBI Daerah. (kmb38)

Bali Post/kmb38

KOORDINASI - Komisi IV DPRD Buleleng menggelar rapat koordinasi dengan Dinsos, camat dan BPJS membahas pendaftaran kembali penduduk yang sebelumnya dihentikan menjadi peserta JKN KIS PBI Daerah, Selasa (14/1) kemarin.

Setubuhi Anak SD, Lansia Ditangkap Singaraja (Bali Post) Seorang lansia, Putu Suardana (60), ditangkap polisi karena menyetubuhi anak di bawah umur yang masih duduk di bangku SD. Agar mau diajak berhubungan badan, pelaku memberikan uang. Perbuatan tersangka kemudian dilaporkan ke polisi. Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Selasa (14/1) kema-

rin mengatakan, kasus ini terjadi pada 20 Desember 2019 lalu dan dilaporkan ke Polsek Seririt 8 Januari 2020. Pelapor mengadukan bahwa korban telah disetubuhi dengan iming-iming diberi uang. Dari pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti, tersangka mengarah pada pelaku. Pelaku kemudian ditangkap dan mengaku hal itu. Saat itu, pelaku menemui korban di rumahnya yang sedang sepi karena orangtuanya bekerja. Di rumah itu, pelaku

merayu dan menjanjikan akan memberikan uang kalau korban mau berhubungan badan. Persetubuhan ini bukan yang pertama kali. Hasil pemeriksaan menyebut, pelaku sudah lima kali menyetubuhi korban. Bahkan, pelaku sempat ingin mengajak korban menikah, setelah tamat sekolah. Ini karena sampai sekarang pelaku tidak memiliki keturunan. Tersangka mengaku tidak mengerti mengapa tertarik dan menyetubuhi korban. Awalnya, korban sering bermain ke

Dicari sopir untuk Catering Tinggal Dlm,Faslitas:Mes,Makan Bonus.Hubungi:081237002020

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

B.BP.001.01.20.0000313

PT.BPR Padma.Dib.Sgra Sopir & Staff A/O Denpasar. Lam Kirim Jl.Raya Sesetan 324 Dps B.BP.001.01.20.0000327

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

KIA

Taxi Ngr Rai KIA Rio Pride’15 Low KM,0817353029 Hrg nego BU B.BP.001.01.20.0000312

DIJUAL RUMAH

Dijl Rmh Lks Panjer Tnh 3Are Hub.085102079227/081805303066 B.BP.001.01.20.0000309

PROPERTY DIJUAL TANAH

Cpt Tnh SHM Ls.7750m2,Ds.Pangkung Paruk Sgr,Hub.08123219291 B.BP.001.01.20.0000318

Jual Tanah 1 Are 205Jt/Are di Ketewel Sukawati.081999701167

B.BP.001.01.20.0000293

DIJUAL RUMAH

Dijual rumah Style Bali Luas 2 are harga 1,7M alamat jalan Puputan Baru VII No.17 A Monang-Maning Denpasar Hub:085103065904/0816824027 B.BP.004.01.20.0000297

rumahnya. Terkadang korban menonton TV. Dari kedekatannya itu, pelaku kemudian mengajak korban berhubungan badan. Perbuatan tersangka melanggar Pasal 81 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara. Sementara setelah kasus ini dilaporkan, korban trauma. Untuk memulihkan psikologi korban, polisi meminta bantuan penampingan dari P2TP2A Buleleng. (kmb38)

DIJUAL RUMAH

Jl 2Rmh baru 100/120 Sunset Rd &Citraland 128/148.08123833661

B.BP.004.01.20.0000329

BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 081.338.344.155 & 087887729409

B.BP.001.01.20.0000107

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.001.01.20.0000074


Rabu Kliwon, 15 Januari 2020

Gemerlap BRImo Super Seru I

Pemenang Mitsubishi Xpander Bertransaksi Lebih dari 15 Kali Sehari BRI sebagai bank terbesar dan tersebar di Indonesia senantiasa melakukan inovasi untuk memberikan kemudahan pelayanan perbankan kepada nasabahnya. Salah satu produk teranyar yang diperkenalkan BRI adalah BRImo, yang merupakan suatu aplikasi yang dapat mengintegrasikan keseluruhan kebutuhan terkait layanan finansial nasabah, tanpa perlu datang ke kantor BRI. Sehingga kapan pun dan di mana pun, nasabah dapat bertransaksi dengan aplikasi BRImo tersebut, baik yang bersumber dari giro maupun tabungan. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan, dengan aplikasi BRImo, nasabah

dapat melihat dan merasakan bahwa BRI akan selalu berusaha memberikan privilage yang terbaik bagi nasabahnya. Dengan menghadirkan produk-produk unggulan yang up to date, khususnya dalam memasuki tuntutan di era digitalisasi ini, sehingga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan nasabah terkait transaksi finansial mereka. Untuk mengenalkan aplikasi BRImo, BRI secara khusus telah membuat Program Gemerlap BRImo Super Seru. Program ini mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi BRImo pada mobile handphone-nya dan merasakan sendiri pengalaman mudahnya bertransaksi dengan aplikasi BRImo.

Adapun persyaratan dalam program ini adalah nasabah yang mengunduh aplikasi diwajibkan untuk membuka rekening BRI tanpa harus datang ke kantor BRI, sehingga semakin jelas dan terasa privilage aplikasi BRImo BRI. Periode program telah dilakukan dari 27 Februari sampai dengan 31 Agustus 2019 dengan memberikan reward hadiah undian yakni 3 Mitsubishi Xpander dan 20 Yamaha Lexi 125, sehingga total hadiah mencapai Rp1,5 miliar. Nasabah BRI yang berhasil memenangkan hadiah Mitsubishi Xpander program nasional ini berasal dari Kanca BRI Denpasar Gatot Subroto, atas nama I Pande Made Rangga. Nasabah lainnya pemenang

Yamaha Lexi berasal dari Kanca BRI Praya, NTB. Hadiah tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Denpasar kepada nasabah pada Selasa (14/1) kemarin di Hotel Aston, Denpasar. ‘’Ke depan kami BRI berharap aplikasi BRImo ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas dan dapat membuktikan bahwa BRI tidak akan pernah lelah untuk melakukan perubahanperubahan demi selalu memberikan yang terbaik bagi nasabah,’’ ungkapnya. I Pande Made Rangga didampingi istrinya, Ni Putu Kartiani, mengatakan tidak menyangka memenangkan hadiah Mitsubishi Xpander. Ia mengucapkan terima kasih kepada BRI, karena fasilitas

dan layanan BRI benar-benar membantu usaha aksesorisnya. Rangga mengaku tidak banyak saldo yang ada di rekeningnya. Hanya penggunaan BRImo acap kali dilakukan. Bahkan dalam sehari ia bisa bertransaksi menggunakan BRImo lebih dari 15 kali. Mengingat usaha aksesorisnya berbasis online, sehingga transaksi pembayaran dan pembelian pun dilakukan secara online. ‘’BRImo ini betul-betul membantu banget usaha saya. Terima kasih BRI,’’ ucapnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk menggunakan BRImo dalam bertransaksi baik transfer, pembayaran listrik, pembelian token, air, pembelian pulsa handphone, dll. (ad340)

HADIAH - Pemimpin Wilayah BRI Kanwil Denpasar IB K. Subagia menyerahkan hadiah secara simbolis kepada Putu Kartiani.

Jalan Kabupaten 266 Km Rusak Berat 2020, Anggaran Perbaikan Hanya 31 Km

Negara (Bali Post) – Panjang jalan kabupaten di Jembrana mencapai 1.075 kilometer. Dari jumlah tersebut 29 persen atau 312,76 kilometer mengalami kerusakan. Tingkat kerusakan itu sebagian besar tergolong rusak berat yakni 266,56 kilometer. Tahun ini perbaikan jalan kabupaten dianggarkan 31 kilometer. Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana, I Kade Subamia, Selasa (14/1) kemarin mengatakan, dari data panjang dan kondisi jalan dari 1.075 kilometer jalan kabupaten, sudah 72 persen dalam kon-

disi baik dan sedang. Setiap tahun, pemerintah menganggarkan perbaikan jalan yang tergolong rusak secara bertahap. ‘’Kondisi jalan kabupaten saat ini sudah 71 persen baik. Sisanya mengalami kerusakan dan dilakukan perbaikan,’’ terang Subamia. Kondisi jalan yang rusak ini, menurutnya, bisa bertambah tergantung dari cuaca dan kegunaan jalan. Seperti faktor sering dilewati kendaraan bertonase melebihi kapasitas jalan dan cuaca (hujan). Khusus untuk pemeliharaan memang tidak ada, meskipun sejatinya dilakukan setiap

RUSAK - Salah satu ruas jalan di Desa Batuagung yang mengalami kerusakan. Dari data di Bina Marga Dinas PU, ada 29 persen dari total panjang jalan kabupaten yang mengalami kerusakan.

Di Kaliakah

Pembangunan Perumahan Dihentikan Sementara

Bali Post/olo

TIM PERIZINAN – Tim perizinan terpadu yang melakukan pengecekan terkait perizinan yang diajukan di lokasi pembangunan perumahan di Kaliakah. Negara (Bali Post) – Tim Pertimbangan Pemberian Izin Pemkab Jembrana, Selasa (14/1) kemarin turun mengecek pembangunan perumahan di Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara. Sehari sebelumnya, pembangunan tiga unit rumah ini juga disambangi Satpol PP Jembrana guna mengecek perizinan. Dari pengecekan diketahui, Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

masih dalam proses. Selain mengecek lokasi dan kelengkapan perizinan, tim juga meminta kepada pihak pengembang untuk menghentikan sementara pekerjaan pembangunan. Hal itu dikarenakan IMB masih dalam proses dan meminta menunggu sampai izin itu keluar. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Tenaga Kerja I Komang Suparta seusai

pengecekan mengatakan, kehadiran tim terpadu ini guna memastikan atau pengecekan terhadap permohonan perizinan yang diajukan. Tim melihat secara langsung kondisi bangunan apakah sesuai gambar yang dimohonkan. ‘’Mencocokkan antara gambar dan kondisi yang ada. Dari hasil itu, tim akan membuat sebuah kajian,’’ terangnya. Sesuai protap, setelah pengecekan di lapangan, ada waktu dua hari untuk kajian dari OPD teknis terhadap izin yang dimohonkan. Apakah sudah memenuhi syarat ataukah belum. ‘’Kami berharap kepada semua masyarakat yang melakukan pembangunan, wajib mengurus izin (IMB) terlebih dahulu sebelum melakukan kegiatan,’’ terangnya. Dari pengecekan awal tim perizinan yang turun menyebutkan beberapa persyaratan teknis sudah dipenuhi di antaranya SKTR (Surat Keterangan Tata Ruang), pengesahan lay out dan SKRK (Surat Keterangan Rencana Kabupaten) yang dikeluarkan dari Dinas PUPRPKP. Sebelumnya Satpol PP Jembrana turun ke lokasi mengecek adanya aktivitas pembangunan perumahan yang sedang pembangunan di Kaliakah. Dari pengecekan yang dilakukan Satpol PP Jembrana itu memang masih tahap mengurus IMB. (kmb26)

Rabu, 15 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Saraswati (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Krishna Garuda (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping

12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita

Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Pengembangan Cacing dan Pengolahannya Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Sanggar Tari Cakra (1) Nangun Yadnya Karya Manusa Yadnya Geria Pande Tonja Denpasar Bali TV Shop

Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Solusi Alternatif Akar Pinang 20:300 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Loloh Untuk Kesehatan 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Chanel 00:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara

tahun. Tetapi pemerintah lebih fokus untuk perbaikan jalan yang mengalami kerusakan berat. Dibandingkan tahun 2019 lalu, sudah ada penambahan panjang jalan yang masuk kategori baik dan sedang. ‘’Sebelumnya 68 persen, sekarang sudah hampir 71 persen. Yang rusak berat sekitar 266 kilometer atau 29 persen,’’ tambahnya. Tahun ini dialokasikan anggaran untuk 31 kilometer perbaikan jalan rusak. Sebagian anggaran merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan sebagian lagi berasal dari APBD kabupaten. (kmb26)

Dapur Terbakar

Damkar Kerahkan Tiga Armada

Bali Post/olo

BAKAR - Petugas dari Damkar Jembrana memadamkan api yang membakar bangunan rumah di Desa Kaliakah.

Pertumbuhan Ekonomi

Dari Hal. 1 PRK dibidik mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui pertumbuhan rendah emisi yang meminimalkan eksploitasi sumber daya alam. ‘’Pembangunan rendah karbon telah menjadi salah satu agenda Prioritas Nasional Enam (PN 6) yang telah tertuang dalam RPJMN 2020-2024,’’ ujarnya. Menurut Suharso, capaian ini patut diapresiasi. Mengingat ini merupakan kali pertama pembangunan lingkungan hidup bersama

dengan ketahanan bencana dan perubahan iklim menjadi prioritas nasional. Sidang kabinet juga telah menyepakati penurunan emisi GRK sebagai salah satu kerangka ekonomi makro, setara dengan pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka, dan indikator lainnya. ‘’Untuk itu, komitmen pemerintah daerah dalam pelaksanaan rendah karbon menjadi momentum penting dalam merespons capaian

tersebut,’’ jelasnya. Sebelumnya, lima provinsi sudah menandatangani Nota Kesepahaman dan telah menjadi provinsi percontohan p e l a ksa na a n p e m b a ng unan rendah karbon yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Papua, dan Papua Barat. PRK masih terkait dengan komitmen Indonesia untuk menaati Paris Agreement. Dalam hal ini, mengurangi emisi karbon hingga 29

Tidak Perlu

Dari Hal. 1 Itu pun tidak selalu dana desa digunakan untuk pembangunan fisik. ‘’Kalau memang sudah tidak perlu lagi membangun saranaprasarana fisik, itu tidak perlu dipaksakan. Tetapi bagaimana sekarang melakukan pemanfaatan dana desa itu untuk pemberdayaan masyarakat dan

Dalam pandangan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) I Nyoman Mardika, desa saat ini mengelola anggaran yang begitu besar. ‘’Berdasarkan Permendagri 20/2018 adalah kuasa pengguna anggaran dalam mengelola keuangan desa,’’ katanya.

persen. Walaupun seka rang baru tercapai 23 persen, dan Indonesia masih berupaya untuk menuju 27 persen. Bali khususnya dinilai mampu menyumbang pengurangan emisi karbon secara signifikan di tingkat nasional lewat kebijakan dan regulasi yang sudah diterbitkan. ‘’Kalau Bali kan plastik sudah enggak, kemudian nanti ada electrical vehicles. Itu kan luar biasa,’’ tandasnya. (kmb32)

Tembak Jatuh

ekonomi masyarakat desa,’’ paparnya. Anom juga meminta masyarakat desa tidak cuek, tetapi ikut serta mengawasi pemanfaatan dana desa. Terlebih sesuai instruksi Menteri Keuangan RI, dana desa bukanlah untuk kepala desa melainkan rakyat di desa. (kmb32)

Dari Hal. 1 ‘’Tidak mungkin, BPK dan BPKP turun ke semua desa. Akibatnya potensi korupsinya tinggi,’’ tegasnya. Pemilihan perbekel yang menggunakan sistem elektoral juga berperan dalam mendorong perbekel korupsi karena pemilih yang pragmatis.

Negara (Bali Post) Sebuah bangunan dapur dan rumah semipermanen di Banjar Banyubiru, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara terbakar, Selasa (14/1) siang. Belum diketahui penyebab terbakarnya bangunan milik Dewa Ketut Rai (75) tersebut. Besarnya api mengakibatkan bangunan semipermanen ukuran 3x5 meter itu ludes rata dengan tanah. Saat terbakar, pemilik rumah tidak berada di tempat atau rumah dalam keadaan kosong. Kejadian kebakaran ini diketahui oleh anak pemilik rumah, Desak Komang Suarningsih (40), sekitar pukul 13.20 Wita. ‘’Api sekarang sudah padam, kami menerima laporan sekitar pukul 14.00 Wita dan mengerahkan tiga armada damkar,’’ ujar Kasi Damkar Satpol PP Kabupaten Jembrana Kade Bagus Darmawan. Dari keterangan saksi, api tiba-tiba muncul dari dalam dapur dan dengan cepat membesar. Salah satu pemicunya karena bahan bangunan yang mudah terbakar. Selain dapur, juga bangunan semipermanen ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Akibat kebakaran ini diperkirakan kerugian sekitar Rp20 juta. (kmb26)

Dari Hal. 1 Sebelumnya, pemerintah Iran sempat menyanggah pihaknya menembak jatuh pesawat itu pascaserangan rudal ke basis militer Amerika Serikat di Irak. Pemerintah AS dan pemerintah Kanada yang 57 warganya merupakan penumpang pesawat itu menyalahkan Iran atas insiden tersebut. Pihak Ottawa mengirim pesan ke Iran: ‘’dunia sedang mengawasi’’. (ant/afp)

Sistem Elektoral Karena itu, kata Mardika, perbekel berkewajiban melibatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan. Transparansi menjadi hal yang wajib. Dengan dana yang cukup besar, kata Mardika, seharusnya tidak ada lagi pungutan-

pungutan oleh desa. ‘’Sehingga kasus yang menyeret Perbekel Pemecutan Kaja sangat disayangkan,’’ tegasnya. Apalagi berdasarkan Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa, perbekel tidak diperkenankan melakukan pungutan. (ata)


rabu kliwon, 15 JANUARI 2020

Japa Om Kara Menganugerahkan Bhukti dan Mukti

’’Yajnanam japa yadnyo ‘smi’’. Artinya, di antara yadnya yang tertinggi, Akulah Japa Yadnya.’’ (Bhagawad-Gita X.25.) DEMIKIANLAH pentingnya Yadnya Japa atau mengulang nama-nama Hyang Widhi atau Om Kara dengan japamala atau duduk hening meditasi. Dalam ‘’Agni Purana’’ disebutkan bahwa Japa terdiri atas dua suku kata yaitu ‘’Ja’’ yang artinya menghancurkan siklus kelahiran dan kematian, dan ‘’Pa’’ maknanya menghancurkan segala dosa. Jadi, yang menghancurkan siklus kematian dan kelahiran serta membebaskan roh atau atma dari ikatan lahiriah atau maya adalah dengan ritual sederhana Japa atau berjapa. Apalagi berjapa dengan Om Kara yang merupakan sabda Brahman (suara Brahman atau Pranawa) yaitu perahu yang menyeberangkan atma dari lautan samsara, maka pastinya berkah dan pahalanya tidak terhingga alias bhukti dan mukti. Dalam Upanisad, lontarlontar kedyatmikan Bali, Om atau Om Kara itu disebut Paramashiva itu sendiri, karena merupakan penggabungan AUM Ardacandra, Bindu dan Nadha -- Brahma, Wisnu, Rudra, setengan bulan, aspek feminin dan maskulin -- Arddhenareswari dan Paramashiva itu sendiri. Sementara pada Bhagawad-Gita X.25 disebutkan Tuhan adalah suku kata Om itu s e n d -

Bali Post/ist

Pandita Agni Rishi Sadhu Giriramananda

iri. Dapat disitir juga pada Bhagawad-Gita sloka VIII adyaya 13 ‘’Om Ity Ekaksharam Brahma, Vyaharan mam anusmaran, yah prayati tyajan deham, sa yanti paraman gatim’’. Artinya, siapa pun menyebut kata Om yang adalah Brahman itu sendiri saat ajalnya, maka ia pergi ke wilayah sunyaloka bersatu dengan Brahman. Kemudian, pada Sloka VII adyaya 8 ditegaskan: ‘’Pranawa sarva vedesu -- Aku adalah suku kata pemuja Om dalam Weda. Demikian luar biasanya Om Kara, sabda Brahman itu sendiri. Tak hanya anugerah bhukti atau kesejahteraan yang diperoleh, juga mukti atau penyatuan alias moksa. Karena itu dengan tegas pada Bhagawad-Gita disebutkan, entah bhakta, walaka, shadaka, dan yogi, bila pada napas terakhir kematiannya mengucapkan aksara suci Om, maka ia akan pergi dan menyatu pada Hyang Sunya Widhi Wasa. Karena itu, dari berbagai perspektif, Japa dengan Om Kara adalah yadnya utama, satwik yang mengantarkan pada pembebasan jiwa menyatukan Atman dengan Paramaatman alias moksa.

Dalam Weda disebutkan ada empat jenis pemujaan. Pertama, Parayana adalah pemujaan dengan pelantunan mantra tanpa sarana lain. Kedua, Japa merupakan Parayana yang dilakukan dengan cara berulang-ulang. Ketiga, Abhiseka pemujaan murthi atau arca dengan sarana tertentu. Keempat, Homa adalah pemujaan kepada Api Suci menuju Brahman. Sesuai Tantra Sara, berjapa bisa dilakukan pada sembarang tempat, artinya di mana saja dan sembarang waktu alias kapan saja. Lingga Purana mendeskripsikan, apabila berjapa dilakukan di dalam rumah, manfaatnya sebanyak hitungan dari Japa itu sendiri. Apabila di kandang sapi, manfaatnya 100 kali lebih banyak. Japa dilakukan pada tebing sungai suci, seperti campuan manfaatnya 100.000 kali lebih besar dari pelaksanaan di atas. Apabila Japa di depan arca atau gambar Tuhan, manfaatnya jadi tidak terhitung. Pada samudera, pegunungan suci, kuil atau pura, tempat perziarahan, manfaatnya tidak terbilang. Demikian juga Japa dilakukan dengan merenungkan bintang kutub, Dewa Matahari, Shiva, dan Om Kara di depan api suci dan di depan guru suci, berpahala tidak terhingga. Pengendalian pikiran juga akan sangat mudah, jika Japa dilakukan di dalam Taman Tulasi yang dikasihi Wisnu, pohon Bilwa kesayangan Shiva, pepohonan Ara Suci di pegunungan, tepian sungai, kandang sapi, kuil dan pusat-pusat peziarahan. Mengutip Manawa Dharma Sastra II.85, ada empat cara mengucapkan mantra atau berjapa yakni Waikhari (terdengar keras), pahalanya 10. Upamsu (setengah berbisik) pahalanya 100, sedangkan Manasika (berjapa dalam hati) pahalanya 1.000 kali. Dengan Likhita yaitu cara mengulangulang nama Tuhan dengan cara menulis. (ram)

Drs. I Nengah Suriata, S.H., M.H.

Nyoman Sumerta

Prof. Dr. Drs. I Ketut Riana, S.U.

Kalung Om Kara

Menguatkan Jati Diri Sekaligus Menyehatkan Tubuh KALUNG Om Kara diminati krama Bali di seluruh Indonesia. Melalui penggunaan kalung Om Kara, berarti krama Bali telah ngalinggihang aksara suci Hindu dalam diri. Kalung Om Kara yang manfaatnya telah disiarkan Bali TV, sangat diminati berbagai kalangan, mulai dari kalangan milenial, pengusaha, akademisi, dan sulinggih, seperti Ida Rsi Nabe Waisnawa Lingga Puja, Prof. Dr. Drs. I Ketut Riana, S.U., pemilik Restoran Bebek Tepi Sawah Nyoman Sumerta dan akademisi Drs. I Nengah Suriata, S.H., M.H. Sebelumnya, Bali TV memprogramkan panganjali umat ’’Om Swastiastu’’ menjadi kebiasaan sehari-hari umat Hindu dalam kehidupan saat ini. Bali TV juga menjadi pionir dharma wacana Hindu di televisi dengan menampilkan pertama kali Ida Peranda Made Gunung. Bagi mereka, kalung Om Kara selain dapat menguatkan jati diri atau identitas sebagai umat Hindu, juga berfungsi menyehatkan tubuh. Prof. Dr. Drs. I Ketut Riana, S.U. mengatakan, kalung Om Kara menjadi identitas umat Hindu. ‘’Jadi saya dan umat Hindu sangat berbahagia

dengan adanya kalung ini,’’ ujarnya. Ia berharap kehadiran kalung Om Kara dapat bermanfaat bagi umat Hindu. Diharapkan umat Hindu memilikinya. Pemilik Restoran Bebek Tepi Sawah Wayan Sumerta mengatakan, kesehatan adalah segala-galanya. Karena itu jangan takut keluar uang buat kesehatan. Kesehatan harus dikejar dan menjadi prioritas. ‘’Dengan memakai kalung Om Kara, selain menyehatkan, kita akan lebih dekat lagi dengan Sang Pencipta. Tiap detik ingat dengan Tuhan, Sang Hyang Widhi Wasa,’’ ujar Sumerta. Hal senada disampaikan

dosen Stispol Drs. I Nengah Suriata, S.H., M.H. Alumni Lemhanas tahun 2016 ini mengatakan, dengan kalung beraksara suci umat Hindu itu, selain penguatan jati diri, juga akan mendapatkan manfaat ganda yaitu kesehatan. ‘’Om Kara adalah huruf suci bagi umat Hindu. Sebagai umat Hindu, berkewajiban menyucikan aksara ini,’’ ujarnya ketika ditemui di kantor Bali Post, Denpasar, Selasa (14/1) kemarin. Ia mengatakan, kalung Om Kara memiliki manfaat ganda yaitu untuk kesehatan. Seperti informasi yang ia dapatkan dari tayangan Bali TV, kalung ini dapat melancarkan aliran

darah dan rahayu bagi tubuh manusia atau bhuana alit. Dikatakan, makanan yang dikonsumsi sehari-hari bisa saja mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. Dengan liontin dari batu mineral Gwisamunseok yang hanya bisa diperoleh di pegunungan Korea, kalung Om Kara diyakini dapat menetralkan racun atau zat-zat yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Dengan kesibukannya mengajar di Stispol ditambah dengan aktivitas studi Program Doktor di Prodi Ilmu Hukum Universitas Udayana, membuatnya tidak mempunyai cukup waktu untuk berolahraga. Maka dari itu, dengan kalung Om Kara, Pembina Pemuda Pancasila ini berharap dapat mencapai kebugaran baik jasmani maupun spiritual sekaligus menguatkan jati diri. (may)

Agus Muja

Angkat Tradisi Gebug Ende Seraya PENYANYI cilik I Komang Agus Muja Sasmitha (12) memiliki kemampuan bernyanyi yang baik. Meskipun belajar secara otodidak, namun keinginanya memiliki sebuah lagu begitu besar. Putra pasangan I Ketut Mandia dan Gusti Ayu Supriyastiti ini begitu semangat belajar teknik olah vokal dengan mengikuti ekstrakurikuler musik di seko-

lahnya. Tidak hanya latihan oleh vokal, namun juga rutin belajar bermain drum. Tidak cukup sampai di sana, siswa kelas VI SD Saraswati 5 Denpasar ini mencoba bergabung di Bali Kumara mengikuti jejak kakaknya. Di Bali Kumara yang terkenal dengan produksi lagu anak-anak, Agus Muja semakin termotivasi untuk lebih tekun lagi mengasah teknik olah vokalnya. Apalagi, penggagas Bali Kumara, I Komang Darmayuda, juga memiliki Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’.

Di sanggar ini Agus Muja belajar olah vokal secara konsisten. Ia pun berhasil menjadi salah satu bagian pada album Bali Kumara 7 bersama 19 anak-anak berbakat lainnya. ‘’Agus Muja mengikuti jejak kakaknya yang masuk di Bali Kumara 6, dan dia masuk ke Bali Kumara 7 untuk menyalurkan bakat menyanyinya. Dengan masuk Bali Kumara 7, dia mulai latihan menyanyi dengan konsisten, sehingga mampu menyanyikan lagu yang diciptakan untuknya dengan baik dan benar,’’ ujar I Komang Darmayuda, Selasa

Mantan Skuad Gelora Dewata Berkumpul di Stadion Ngurah Rai Denpasar (Bali Post) Mantan pemain Gelora Dewata akan berkumpul di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, pada 7-9 Februari nanti. Rencananya, pertemuan itu akan dihadiri seluruh mantan skuad Gelora Dewata, utamanya yang berdomisili

di Pulau Dewata dan Jatim. Salah seorang mantan pemain Gelora Dewata, Wayan Sukadana, di Denpasar, Selasa (14/1) kemarin menuturkan, mereka kangen mengenang masa kejayaan tim yang bermarkas di Stadion Ngurah Rai. Sederet man-

Mantan skuad Gelora Dewata.

tan pemain Gelora Dewata yang lokal Bali mengapresiasi ajang temu kangen ini. Tercatat pesepak bola Bali yang pernah mengusung bendera Gelora Dewata seperti Kadek Swartama, Komang Adyana, I.B. Nyoman Mahayasa, dan Cenik Ari Arsa-

Bali Post/ist

na. Sementara mantan Gelora Dewata yang tinggal di Jatim, Misnadi Amrizal Pribadi. ‘’Selama ini kami berkomunikasi di grup WA, namun kami ingin bertemu dan bertatap muka langsung,’’ ucapnya. Sukadana mengharapkan pertemuan ini menjadi momen bersejarah bagi mantan skuad Gelora Dewata. ‘’Selaku tuan rumah, kami menyiapkan akomodasi plus transpotasi lokal,’’ ucap Sukadana. Ia menyebutkan, momen paling bersejarah Gelora Dewata pernah juara liga pada 1993 silam, kemudian Gelora Dewata mewakili Indonesia pada Piala Winers di Kuala Lumpur (1994). ‘’Saya sempat mencetak sebutir gol,’ kenang mantan defender Gelora Dewata ini. Rencananya, acara reuni dipusatkan di Stadion Ngurah rai, dan diisi pertandingan persahabatan melawan tim lain serta coaching clinics. Keberadaan Gelora Dewata di Bali sejak 1989 dan pindah markas ke Sidoarjo, Jatim tahun 2000. (022)

(14/1) kemarin. Di album Bali Kumara 7, penyanyi cilik kelahiran Batubulan, 24 Februari 2008 ini dipercaya membawakan sebuah lagu yang mengakat sebuah tradisi unik ‘’Gebug Ende Seraya’’. Menariknya, lagu ini diciptakan langsung oleh I Komang Darmayuda, sehingga tantangan yang dirasakan begitu berat. Meskipun demikian, Agus Muja berhasil menyanyikannya dengan baik nan apik. Gebug Ende Seraya biasanya dilaksanakan saat Purnama Sasih Kapat, guna memohon hujan atas kemarau panjang

yang terjadi di Bali. ‘’Lagu ‘Gebug Ende Seraya’ mengangkat tentang tradisi kuno yang ada di Desa Seraya, Karangasem. Lagu ini sengaja diciptakan agar anak-anak, khususnya kaum pelajar, mengetahui bahwa tradisi unik ini ada di Bali. Apalagi, tradisi Gebug Ende Seraya sebagai perwujudan prajurit ketika perang melawan Suku Sasak di Lombok. Ketangkasan dan keberanian para prajurit perlu diteladani demi mempertahankan tanah air,’’ pungkasnya. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 15 Januari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu