Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Sudah Tahu Alasannya WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, mix tourism memang sudah masuk dalam program Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) maupun dalam BTB. ‘’Kita sudah mengembangkan pariwisata Bali tidak saja di budaya. Tapi kita kembangkan sport tourism, medical tourism, dll. Dengan demikian kita akan punya pasar yang mempunyai tujuan khusus,’’ tandasnya. Pariwisata pada umumnya sangat rentan dengan bencana alam dan keamanan, seperti halnya gejala Gunung Agung erupsi. Hal. 15 Kawasan Wisata
Tantangan 2019
Pertumbuhan Ekonomi Bali
5,90 % 6,30%
6,00 % 6,40 % 5,0% 5,4%
Nasional
5,1 % Prediksi pertumbuhan ekonomi
2018
Proyeksi pertumbuhan ekonomi
-6,0% -5,8% -5,6% -5,4% -5,2% -5%
2019
Inflasi : 3,5 plus minus 1
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Tantangan Ekonomi Bali 2019 Aksesibilitas dan infrastruktur pintu masuk Bali. Peran bidang usaha pariwisata besar sehingga risikonya terhadap kesinambungan pertumbuhan ekonomi Bali. Sektor pertanian alami masalah alih fungsi lahan dan SDM. Perubahan struktur wisatawan ke Bali yang berdampak pada kualitas wisatawan.
Peran Pariwisata Besar, Risiko bagi Kesinambungan Ekonomi Bali Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Karena perekonomian global tumbuh tidak merata dan penuh ketidakpastian. Kondisi ini kemungkinan akan terus berlanjut hingga tahun 2019. Khusus di perekonomian Bali juga mengalami tantangan pasca-erupsi Gunung Agung dan gempa di Lombok. Demikian terungkap dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 dengan tema ‘’Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan’’, Kamis (13/12) kemarin. Kepala Bank Indonesia KPw Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, perkembangan industri pariwisata terakhir menunjukkan besarnya ketergantungan terhadap kedatangan wisatawan ke Bali melalui jalur udara menjadi salah satu
Kakak Ipar Bupati Cianjur Serahkan Diri Jakarta (Bali Post) – Tubagus Cepy Sethiady (TCS), kakak ipar dari Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (IRM), telah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (13/12) siang. ‘’Siang sekitar pukul 14.00 WIB tersangka TCS, kakak ipar bupati, telah menyerahkan diri ke KPK dan dilanjutkan dengan proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, di Jakarta, Kamis kemarin. Hal. 15 Bersikap Kooperatif
Penyuluh Bahasa Bali Data 25.106 Lontar Penyuluh Bahasa Bali berhasil mendata 25.106 cakep lontar di seluruh desa adat di Bali. Terbanyak ada di Gianyar. Sebagian besar lontar tersebut dalam kondisi tidak terawat. Selain itu, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara membaca lontar tersebut. Halaman 2 Gubernur Rancang Industri Pengolahan Gabah di Buleleng Potensi pertanian di Buleleng mulai mengundang perhatian Pemprov Bali. Mulai 2019, Buleleng dirancang dijadikan industri pengolahan gabah. Program ini sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang fokus di sektor pertanian. Halaman 8
Warga Keluhkan Galian C di Nusasari
Halaman 10 Warga Bongkar Portal di Eks Galian C Pemasangan portal untuk menghalangi truk galian C masuk melakukan penambangan liar, justru mengundang masalah lain. Portal yang baru terpasang dibongkar warga. Apa masalahnya? Halaman 12
tantangan yang dihadapi. Khususnya bila terjadi bencana alam yang mengakibatkan tutupnya operasional bandara seperti tahun 2015 dan 2017. Pengembangan Benoa Tourism Port menjadi hal yang strategis sebagai alternatif pintu masuk ke Bali. Selain itu, rencana pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai salah satu pelabuhan penumpang untuk kapal pesiar, juga menjadi alternatif
peningkatan akses untuk kunjungan ke Bali. Tantangan lain yang dihadapi Bali adalah besarnya peran bidang usaha pariwisata terhadap ekonomi Bali. Kondisi itu memunculkan risiko terhadap kesinambungan pertumbuhan ekonomi Bali. Terutama bila terjadi bencana yang menghambat akses masuk dan keluar Bali. Mengatasi tantangan ini, BI merekomendasikan program pengembangan sumber-
sumber pertumbuhan ekonomi baru, melalui hilirisasi komoditas perkebunan untuk ekspor seperti kakao dan kopi yang telah memiliki potensi pasar di luar negeri serta pengembangan industri kreatif yang saat ini sedang berkembang secara global. Ini menjadi salah satu upaya yang dapat ditempuh Pemprov Bali dalam mengatasai tantangan tersebut. Perubahan struktur wisatawan yang datang ke Bali, berdampak pada kualitas wisman yang cenderung menurun, baik dari sisi belanja maupun dari rata-rata lama tinggal. Kondisi ini juga menjadi salah satu tantangan ekonomi Bali. Untuk itu, BI mengusulkan untuk mengembangkan strategi mix tourism.
Yaitu target kuantitas wisman tetap diupayakan tercapai namun juga perlu didorong kedatangan wisman dengan pengeluaran yang tinggi dan waktu kunjungan yang lebih lama (quality tourism). ‘’Kami mengusulkan rekomendasi pengembangan quality tourism dapat dilakukan melalui pengembangan paket wisata minat khusus meliputi MICE, medical, sport, dan retired tourism,’’ bebernya. Pengembangan pasar alternatif wisman juga harus dilakukan. Antara lain ke Eropa Tengah, Timur Tengah, Eropa Timur, Rusia serta beberapa kawasan di Afrika yang memiliki potensi cukup besar dan daya beli tinggi. Untuk mengoptimalisasi peran
serta potensi destinasi wisata di Bali, BI merekomendasikan untuk dilakukan zonasi wilayah terhadap destinasi wisata tersebut, sesuai dengan potensi dan karakternya masing-masing. Tentunya melalui koordinasi di bawah Pemprov Bali melalui usulan penerapan konsep one island management. Causa Iman Carana juga menyatakan tahun 2018 ekonomi Bali diprediksi tumbuh 5,90-6,30 persen. Dengan kondisi ekonomi tahun 2018 yang mulai membaik ditambah indikator lain yang juga membaik, tahun 2019 proyeksi pertumbuhan ekonomi Bali 6-6,40 persen. Hal. 15 Sumber Pertumbuhan
RUU Masyarakat Adat
Mengakui, Melindungi, dan Memberdayakan
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja Badan Legislasi DPR-RI di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (13/12) kemarin. Kunjungan ini terkait penyerapan aspirasi sebagai masukan pembahasan RUU tentang Masyarakat Adat. Usai pertemuan, Wakil Ketua Badan Legislasi DPRRI Arif Wibowo mengatakan, ada 1 bab dan 3 pasal di RUU yang mengatur pemerintah pusat dapat mendanai masyarakat hukum adat dalam rangka pemberdayaan. Termasuk pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dari APBD masing-masing. ‘’Soal alokasinya berapa, itu urusan teknis,’’ jelasnya. Arif menambahkan, batas akhir pengesahan RUU inisiatif dewan ini adalah pada periode akhir DPRRI 2014-2019. Substansinya
tentu mengakomodir seluruh keunikan masyarakat hukum adat di Indonesia. Terutama dalam hal melindungi dan memberdayakan masyarakat adat. ‘’Tentu kita tidak akan mengatur detail pada undangundang ini, yang kita atur adalah prinsip-prinsip yang sejalan dengan konstitusi kita Pasal 18B (UUD 1945). Tidak sekadar mengakui, tapi melindungi, menghormati dan memberdayakan masyarakat hukum adat di seluruh Indonesia,’’ ujarnya. Menurut Arif, saat ini ada 27 undang-undang yang di dalamnya mengatur tentang masyarakat hukum adat. Peraturan yang terlalu banyak itu sering menimbulkan tumpang tindih dan konflik. Di sinilah RUU tentang Masyarakat Adat hadir untuk ‘’merapikan’’ persoalan itu. Minggu Depan Sementara itu, Gubernur
Bali Wayan Koster memastikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Desa Adat sudah diajukan ke DPRD Bali, pekan depan. Isi ranperda pun memiliki benang merah alias nyambung dengan Rancangan Undangundang (RUU) tentang Masyarakat Adat yang kini sedang digodok DPR-RI. ‘’Kalau DPRD Bali inginnya kan supaya cepat diajukan. Minggu depan kita akan ajukan, sekarang lagi dirapiin lagi dikit,’’ ujar Koster. Ia menargetkan Ranperda tentang Desa Adat sudah rampung dalam waktu dua bulan. Dari segi materi, perda yang disusun ini mengatur semua aspek di desa adat. Mulai dari aspek ekonomi, keamanan, kebudayaan, pendidikan, hingga hukum dan peradilan. Hal. 15 Sudah Harmonis
’’Tentu kita tidak akan mengatur detail pada undang-undang ini, yang kita atur adalah prinsipprinsip yang sejalan dengan konstitusi kita Pasal 18B (UUD 1945). Tidak sekadar mengakui, tapi melindungi, menghormati dan memberdayakan masyarakat hukum adat di seluruh Indonesia.’’ Arif Wibowo Wakil Ketua Badan Legislasi DPR-RI
Koster Soal KDB 40 Persen
Rundingkan dengan Pengetahuan, Jangan Perasaan Pemprov Bali berencana merevisi Perda 16/2009 tentang RTRWP Bali. Salah satu usulannya mengubah Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dari 10 persen menjadi 40 persen. Usulan itu pun mendapat tanggapan akademisi A.A. Suryawan Wiranatha (BP, 13/14). Katanya, rencana tersebut sama artinya merusak alam Bali. Ia pun mengajak semua pihak jangan hanya berpikir ekonomi tetapi secara holistik, terintegrasi bahwa alam ini harus dijaga untuk keselamatan, kesehatan kita semua. Apa yang disampaikan Suryawan Wiranatha mendapat tanggapan Gubernur Bali Wayan Koster. Ditemui di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (13/12) kemarin, Gubernur mengatakan, perubahan itu masih sebatas usulan. Oleh karenanya silakan dirundingkan, tetapi harus
dengan pengetahuan. Jangan dengan perasaan. ‘’Rundingkan deh, tapi harus dengan pengetahuan. Jangan dengan perasaan,’’ ujar Gubernur. Koster juga mempersilakan DPRD Bali mengundang para pakar untuk merundingkan apa yang terbaik bagi Bali terkait materi revisi Perda No.16 Tahun 2009 tentang RTRWP Bali itu. Khusus mengenai KDB di Kawasan Daya Tarik Wisata Khusus (KDTWK), Koster tak menampik memang menawarkan maksimal 40 persen dari sebelumnya 10 persen. Pertimbangannya, Pemprov ingin menjadi lebih akomodatif. Dalam hal ini, mengakomodasi berbagai kepentingan dengan tetap melihat kapasitas ruang. ‘’Kan tawaran, kan nanti namanya juga proses pembahasan ya… silakan di situ berunding,’’ imbuhnya. Koster berpendapat, kekha-
watiran KDB 40 persen di KDTWK akan merusak Bali dan membuat pulau ini kesulitan air, tidak sepenuhnya benar. Sebab, dirinya juga menghitung terkait hal itu. Kalau semua orang berpikir untuk mendapatkan air dengan cara mengebor tanah, memang berbahaya bagi Bali. ‘’Tapi kan kita punya cara sendiri nanti dengan sistem pengelolaan air. Tidak lagi kita lebih banyak menggunakan air yang ngebor, tapi menggunakan air permukaan yang nanti kita kelola. Kan tidak masalah,’’ jelas mantan anggota DPR-RI ini. Koster memastikan, penggunaan air bawah tanah ke depan akan terus dikurangi. Terlebih, sumber mata air terbilang mencukupi, hanya tinggal mengangkat dan mendistribusikannya. Sedangkan mengenai kekhawatiran bencana dengan berkurangnya ruang
terbuka atau daerah konservasi, pihaknya mengaku sudah memiliki metode tersendiri. Mengingat, ilmu pengetahuan juga terus berkembang. ‘’Jadi memahaminya itu juga jangan dengan cara yang statis, harus dengan dinamika, yang penting kan bisa terantisipasi dengan baik. Menurut saya. Tapi, apa yang diwacanakan itu soal ada ketinggian segala macam, atau KDB mau diturunkan menjadi 20 persen dari 40 persen, itu diskusikan saja,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana A.A. Suryawan Wiranatha mengatakan, mengubah KDB dari 10 persen menjadi 40 persen sama artinya merusak alam Bali. Sebab, para ahli yang dulu menetapkan KDB 10 persen sudah dengan berbagai pertimbangan. Hal. 15 Secara Holistik
’’…memahaminya itu juga jangan dengan cara yang statis, harus dengan dinamika, yang penting kan bisa terantisipasi dengan baik. Menurut saya. Tapi, apa yang diwacanakan itu soal ada ketinggian segala macam, atau KDB mau diturunkan menjadi 20 persen dari 40 persen, itu diskusikan saja.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
DENPASAR
2
Jumat Pon, 14 Desember 2018
FIGUR Gerakan Ekspor Nasional DALAM rangka mengurangi defisit neraca perdagangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) meluncurkan Gerakan Ekspor Nasional (GEN). Di Bali gerakan ini didukung penuh oleh Kadin Bali. Bahkan tahun depan Kadin Bali akan melakukan sosialisasi pada pengusaha, pengusaha pemula dan mahasiswa untuk mendorong ekspor produk. Mereka diharapkan dapat mengambil peluang ekspor karena selama ini UMKM dan pengusaha Indonesia khususnya Bali hanya kuat di “kandang”. Demikian disampaikan Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra. Kadin mendorong 62 juta UMKM di seluruh Indonesia untuk keluar kandang. “Makanya kebijakan ekspor ini kita sederhanakan sehingga teman-teman pengusaha dan pengusaha pemula ekspansi terutama ke ASEAN,” kata Caleg DPR-RI Dapil Bali ini. Jika 20 persen (24 juta) saja dari 62 juta UMKM mampu ekspor, maka akan sangat luar biasa potensi devisa yang bisa didapatkan. Apalagi dengan adanya Regional Comprehensive Economic
Bali Post/dok
A.A. Ngurah Alit Wiraputra
Partnership (RCEP) akan sangat menguntungkan untuk menggenjot ekspor. “Maka, peran Kadin untuk menyosialisasikannya,” tegasnya. Dari sisi produk, kata dia Bali dan Indonesia pasti unggul karena sumber dayanya kuat dan banyak. Terutama ekspor buah-buahan dari Bali banyak diterima. Namun kendalanya adalah proses pengolahan produk pertanian pascapanen yang
masih lemah. Standar-standar internasional bahan makananpun harus dipenuhi. Bali sendiri memiliki potensi selada, buah dan sayur yang bisa diekspor. “Makanya teman-teman ini harus orientasi ekspor,” tegas caleg dari Partai Gerindra nomor urut 2 ini. Dalam rangka menggenjot ekspor, Kadin akan memberikan masukan dan edukasi pada pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Pemerintah harus memfasilitasi pelaku usaha ini dengan mempersiapkan alat pascapanen seperti alat pencuci buah, memfasilitasi teknologinya dan alat penyimpanannya. Sementara sektor perikanan Bali sudah lebih baik dalam pengelolaan ekspor, karena pelaku usahanya dikatakan sudah ekspor minded. “Manajemen perikanan sudah bagus. Makanan olahan daging ini yang belum. Maka dari itu, pemerintah diharapkan membuat kebijakan pada usaha yang berorientasi ekspor ini agar bahan makanan yang akan diolah ini diberikan bantuan pengemasan dan standar keamanan pangannya,” tegasnya. (may)
2018, Ratusan Pelaku Narkoba Ditangkap Denpasar (Bali Post) Satresnarkoba Polresta Denpasar sangat gencar mengungkap kasus narkoba. Sepanjang 2018, jumlah pelaku yang ditangkap cukup tinggi. Jumlah pelaku narkoba yang dibekuk mencapai 400 orang lebih, yang didominasi pengguna barang terlarang tersebut. ‘’Memang banyak jumlahnya (pelaku - red). Padahal upaya antisipasi sering kami lakukan. Kami juga sering mendatangi sekolah-sekolah untuk melakukan penyuluhan dengan maksud menyelamatkan generasi muda kita dari bahaya narkoba,’’ ujar Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Kamis (13/12) kemarin. Untuk barang bukti, paling banyak disita dari tersangka Mega (24) yaitu sabu-sabu (SS)
seberat 900 gram dan 3.000 butir ekstasi. Pelaku dibekuk di Jalan Cokroaminoto, Denpasar Barat, Sabtu (4/8) lalu. Sedangkan untuk tangkapan teranyar, Kompol Aris bersama anggotanya menangkap tiga pelaku. Tersangka Dita (36) ditangkap di Jalan Pemelisan, Kedonganan, Kuta, Jumat (7/12) lalu. Barang bukti yang disita lima paket SS dengan berat bersih 0,89 gram. Barang bukti ini kami amankan di kamar kos pelaku. Sedangkan Arta (43) dibekuk di Jalan Raya Kuta, Badung, Minggu (9/12) lalu. Pelaku yang beralamat di Jalan Angar Kasih, Denpasar Barat ini dibekuk seusai transaksi satu paket SS dengan berat bersih 0,06 gram. ‘’Sabu-sabu tersebut menurut pelaku mau dikonsumsi sendiri. Dia mengatakan sejak
2 tahun mengonsumsi barang terlarang ini dengan alasan biar semangat saat bekerja,’’ ujar mantan Kasatreskrim Polresta Denpasar ini. Tangkapan terakhir adalah Vendy (29) yang tinggal di Jalan Tukad Irawadi, Denpasar Selatan. Dia diciduk di Jalan Gelogor Carik, Denpasar Selatan, Senin (10/12) lalu. Polisi mengamankan satu paket SS dengan berat bersih 0,12 gram. Pelaku mengaku membeli SS ini dengan cara mentransfer uang, setelah itu mengambil tempelan paket barang tersebut. ‘’Rata-rata tersangka yang kami tangkap pengakuannya membeli narkoba dari orang yang tidak dikenal atau tahu nama panggilannya saja. Ini merupakan salah satu faktor penghambat dalam membongkar jaringannya,’’ katanya. (kmb36)
BUS SEKOLAH – Sejumlah siswa SMP turun dari Bus Sekolah Kota Denpasar.
Bali Post/eka
Dishub Tambah Dua Unit Bus Sekolah
Denpasar (Bali Post) – Layanan bus sekolah yang diberikan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar terus ditingkatkan. Pasalnya, jumlah bus sekolah yang dioperasikan saat ini masih jauh dari memadai. Untuk meng-cover semua sekolah, Dishub sebenarnya perlu 46 unit bus sekolah. Kepala Unit Pelayanan Teknis Trasportasi Darat Dishub Kota Denpasar I Dewa Ketut Adi Pradnyana mengatakan hal itu, Kamis (13/12) kemarin. Menurut Adi Pradnyana, pihaknya sudah menambah dua bus sekolah yang siap untuk diujicobakan. Satu bus sudah tiba di Denpasar, dan
satu lagi siap untuk dibawa ke Denpasar. ‘’Uji coba kemungkinan akan dilakukan Januari 2019,’’ ujarnya. Adi Pradnyana menambahkan, dua bus ini dengan kapasitas 40 siswa. Dikatakan, Dishub menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk pengadaan dua bus tersebut. Armada baru ini akan digunakan untuk melayani angkutan siswa di wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Timur. Sementara dua bus kecil dengan kapasitas 25 orang yang sudah beroperasi saat ini akan dibawa ke wilayah Denpasar Barat. Adi Pradnyana mengatakan, uji coba tersebut dilakukan untuk menentukan daya
tampung dan rute yang akan dilalui bus berukuran sedang ini. Jika penerapannya sesuai dengan target, maka bus itu dioperasikan secara resmi paling lambat akhir Januari 2019. ‘’Itu nantinya akan menggantikan dua bus kecil yang kapasitasnya 25 siswa. Dua bus kecil itu nantinya akan dibawa ke Denpasar Barat untuk diuji coba. Soalnya di Denpasar Utara dan Denpasar Timur perjalanan bus sekolah hingga saat ini sudah lancar,’’ ujarnya. Adi Pradnyana menambahkan, uji coba tersebut akan dilakukan bersamaan dengan uji coba penerapan tiket sampah plastik seperti yang
sudah digagas sebelumnya, yakni setiap kali naik bus siswa diwajibkan membawa sampah plastik. Namun hal itu masih dilakukan kajian karena pihak Dishub tidak mau memaksakan siswa, karena dikhawatirkan orangtua memaksakan diri dan sengaja membeli botol plastik agar anaknya bisa naik hus sekolah. ‘’Dishub akan terus menambah pengadaan bus sekolah secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Targetnya, pelayanan bus sekolah berada di seluruh kecamatan di Denpasar. Untuk itu, sedikit perlu 46 bus berukuran sedang untuk mengangkut seluruh siswa di Denpasar,’’ tegasnya. (kmb12)
Dewan Dorong Percepat Hibah Gedung Pasar Badung
Denpasar (Bali Post) –
Pembangunan gedung Pasar Badung tahap I yang sumber dananya dari Kementerian Perdagangan, berdampak dalam pengelolaan bangunan tersebut. Artinya, harus ada hibah dari Kementerian Perdagangan kepada Pemkot Denpasar terhadap keberadaan gedung dimaksud. Kini menjelang rampungnya pembangunan gedung Pasar Badung tersebut, dewan berharap agar proses hibah ini terus dikoordinasikan sehingga bisa dipercepat keluarnya hibah. Ketua Komisi III DPRD Denpasar Ir. Eko Supriadi mengatakan, Pemkot Denpasar melalui OPD terkait harus lebih intensif melakukan koordinasi ke pusat agar hibah segera turun. Karena, apabila hibah belum turun, maka berdampak pada pengelolaan gedung yang akan digunakan untuk pasar rakyat tersebut. ‘’Kami berharap setelah pembangunan tahap II ini rampung, hibahnya sudah bisa keluar,’’ ujar politisi PDI-P ini, Kamis (13/12) kemarin. Dikonfirmasi terpisah, Direktur PD Pasar Denpasar A.A. Yuliarta mengatakan, dampak apabila hibah belum turun dari pusat akan dirasakan oleh pengelola pasar ini, yakni PD Pasar. Pasalnya, ban-
gunan pasar ini bisa saja ditempati oleh pedagang. Namun PD Pasar tidak bisa menarik retribusi dari pedagang. Jika hal itu terjadi maka untuk menutupi biaya operasional pasar tidak akan ada. ‘’Pedagang bisa saja berjualan, namun kami (PD Pasar - red) tidak bisa menarik retribusi,’’ katanya. Menurut Yuliarta, saat ini pihaknya sudah melakukan penataan untuk para pedagang yang akan menempati Pasar Badung. Beberapa kali pertemuan dengan pedagang dilakukan untuk lebih memastikan pemindahan pedagang bisa berjalan dengan baik. ‘’Beberapa pertemuan sudah kami lakukan dengan para pedagang agar pada waktunya
Denpasar (Bali Post) Penyuluh Bahasa Bali berhasil mendata 25.106 cakep lontar di seluruh desa adat di Bali. Terbanyak ada di Gianyar, yakni mencapai 7.309 cakep lontar. Sebagian besar lontar tersebut dalam kondisi tidak terawat. Selain itu, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui cara membaca lontar tersebut. “Membaca saja mereka tidak tahu. Nah, inilah yang nanti akan dilakukan penerjemahan,” ujar Koordinator Penyuluh Bahasa Bali I Nyoman Suka Ardiyasa di sela-sela kegiatan Evaluasi Kinerja Penyuluh Bahasa Bali Tahun 2018 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (13/12) kemarin. Menurut Suka Ardiyasa, lontar-lontar yang ada sejatinya memiliki banyak m a nfa a t . Sa la h sa t uny a yang cukup banyak tersebar di masyarakat adalah lontar tentang usadha. Gubernur sendiri memiliki kebijakan untuk membangkitkan kembali usadha Bali. Dalam hal ini penyuluh bahasa Bali akan berkontribusi memberikan konten-konten usadha dalam lontar. Namun pengkajian lebih lanjut tetap diserahkan kepada Pemprov Bali. Tak hanya lontar tentang usadha, sebagian besar masyarakat mengatakan tidak tahu ketika ditanya apakah mereka mengenal lontar. “Ketika ditanya apakah lontar itu penting, justru mereka mengatakan penting karena mereka tidak tahu. Ini kan ada mis, di sini penyuluh akan masuk memberikan
informasi secara detail. Lontar itu apa sesungguhnya, sehingga kalau itu baik, harus kita jaga, rawat dan kita internalisasi kepada masyarakat,” paparnya. Suka Ardiyasa menambahkan, 25 ribu cakep lontar yang berhasil tercatat merupakan data real lengkap dengan katalognya. Dengan kata lain, lontarlontar itu telah diketahui judulnya, kondisinya seperti apa, siapa pemiliknya dan di mana lokasinya. Lontar yang begitu banyak ini membutuhkan perawatan dengan minyak sereh. Kendati Dinas Kebudayaan dan Dinas Pendidikan Provinsi Bali telah rutin menyediakan, rupanya kebutuhan minyak sereh masih belum m e n cu ku p i . “ P a rt i s i p a s i masyarakat sangat dibutuhkan. Kami (penyuluh - red) hanya memiliki SDM, kalau mengandalkan pemerintah rasanya terlalu besar dengan 25 ribu cakep lontar itu. Ke depan kan kita butuh regulasi dari pemerintah, misalnya dana BKK dimanfaatkan untuk itu (penyediaan minyak sereh-red),” jelasnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, penyuluh bahasa Bali memiliki tantangan untuk lebih mengenalkan lontar kepada masyarakat. Terlebih dengan begitu banyaknya lontar yang sudah berhasil didata. Ini juga merupakan salah satu upaya untuk lebih mengajegkan Bahasa Bali. “Pemprov Bali sangat berkepentingan terhadap pelestarian bahasa. Sampai hadir tenaga penyuluh lapangan
nanti pindah sudah siap semua,’’ jelasnya. Sebelumnya, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar IGA Laxmi Saraswati mengatakan proses hibah gedung Pasar Badung sudah dikoordinasikan dengan Kabiro Keuangan dan tim dari Kemendag RI. ‘’Tim sudah melihat progress tahap II dan semoga hibahnya dipercepat,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Pasar Badung ini dilakukan dua tahap. Rekanan yang menggarap proyek ini sama yakni PT Nindya Karya. Pembangunan Pasar Badung tahap I ini meliputi pembuatan dua
lantai basement dan lantai dasar. Pola ini dilakukan menindaklanjuti rekomendasi Kementerian Perdagangan, terkait penggunaan dana tugas perbantuan (APBN) sebesar Rp 75 miliar. Sedangkan pagu dana pendampingnya dialokasikan sebesar Rp 15 miliar. Namun dalam realisasinya pembangunan Pasar Badung tahap I ini menelan dana APBN sebesar Rp 65.512.784.000 dan APBD sebesar Rp 12.498.214.000, sehingga totalnya menelan dana Rp 75.010.998.000. Proyek tahap I dengan konsultan pengawas PT Mitra Tri Saksi, konsultan perencana PT Gaharu Sempana. Pembangunan tahap I ini diserahkan pada 21 Desember 2017. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Penyuluh Bahasa Bali Data 25 Ribu Cakep Lontar
Bali Post/ist
NARKOBA - Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap tiga pelaku kasus narkoba menjelang tahun 2018 berakhir.
Terjerat Kasus Narkoba
Onny Dituntut 17 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa Soenartono Rachmanto alias Onny, Kamis (13/12) kemarin dituntut hukuman 17 tahun penjara. JPU Dewa Narapati di hadapan majelis hakim pimpinan IGN Partha Bargawa menjelaskan, terdakwa terbukti melakukan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika. Yakni menjadi perantara dalam jual beli narkotika. Dikatakan, apa yang dilakukan terdakwa tersebut sudah memenuhi ketentuan dalam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undangundang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dalam dakwaan primer. Masih dalam surat tuntutannya, selain dituntut hukuman fisik selama 17 tahun penjara, terdakwa juga dituntut pidana denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan
kurungan. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Agus Suparman, akan mengajukan pledoi secara tertulis dalam waktu satu pekan. Diuraikan jaksa, perkara yang menjerat Soenartono alias Onny ini berawal pada 11 April 2018. Saat itu dia menghubungi A.A. Gede Rai (terdakwa dalam berkas terpisah) untuk mengambil paket milik Bo di tempat jasa pengiriman UPS di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Perbuatan yang dilakukan terdakwa Gede Rai dan Bo itu sudah tercium petugas dari Timsus Subdit I Bareskrim Polri. Petugas sebelumnya mendapat informasi dari petugas Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPUBC) Bandara Soekarno-Hatta. Ketika itu petugas KPUBC yang bertugas menemukan paket ekspedisi UPS Airways
819446 / 081337032965
Topik : POLISI BUBARKAN TAJEN DI RENON
bill No.6FF637FSWZQ yang dikirim dari Accra Ghana, Afrika ke alamat atas nama Made Arie di Jalan Glogor Carik, Denpasar Selatan. Paket tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen resmi. Petugas memeriksa paket itu menggunakan mesin Xray dan menemukan barang mencurigakan. Selanjutnya petugas KPUBC berkoordinasi dengan Timsus Subdit I Bareskrim Polri. Paket itu dibawa ke Kantor KPUBC dan setelah dibuka ditemukan dua bungkus serbuk putih. Lalu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat test narkotika dan diketahui serbuk putih itu mengandung narkotika. Polisi kemudian melakukan control delivery dengan cara mengirim paket itu ke kantor jasa pengiriman di Jalan Pulau Moyo, Denpasar Selatan. Pada Rabu 11 April 2018 paket diambil oleh terdakwa Gede Rai. Setelah terdakwa mengambil paket, petugas kepolisian langsung menangkapnya, serta memeriksa isi paket yang diambil. Dari pemeriksaan paket itu, selain berisi pakaian wanita dan anak, petugas menemukan dua bungkus serbuk kristal bening sabu sabu masing-masing seberat 266 gram dan 248 gram bruto. Gede Rai dan terdakwa akhirnya ditangkap. (kmb37)
Bali Post/ist
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan kegiatan Evaluasi Kinerja Penyuluh Bahasa Bali Tahun 2018 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Kamis (13/12) kemarin. di masing-masing desa itu merupakan bukti komitmen Pemprov,” ujarnya. Menurut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, memang bagus ketika masyarakat mensakralkan lontar. Tapi bukan berarti lontar itu tidak boleh dibaca dan dilihat. “Inilah fungsi penyuluh kita di lapangan untuk memberikan pemahaman. Jangan sampai lontar itu hanya disimpan saja,” ujar Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini. Puluhan ribu lontar yang berhasil didata, lanjut Cok Ace, diharapkan bisa membuka wawasan masyarakat. Terpenting adalah bagaimana mereka dapat mengetahui isi dari lontar-lontar tersebut. S ementara itu, K etua
Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengapresiasi positif kinerja penyuluh Bahasa Bali selama dua tahun terakhir. Pasalnya, apa yang mereka lakukan sangat bermanfaat bagi Bali dan kemajuan budaya Bali. “Mereka menemukan banyak lontar yang selama ini kurang terawat. Di antara lontar-lontar itu juga banyak yang memang sangat bermanfaat untuk Bali,” ujarnya. Terlepas dari masalah lontar, politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini kembali mengingatkan penyuluh bahasa Bali terkait penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali pada Februari 2018. Sebab, masih ada penyuluh yang belum mengajukan program kegiatan kepada kepala desa. (kmb32)
BADUNG
Jumat Pon, 14 Desember 2018
3
Bupati Badung Hadiri Pengukuhan Prajuru Desa Adat Legian
Bali Post/edi
NARKOTIKA - Jajaran Bea Cukai, Kamis (13/12) kemarin memperlihatkan barang bukti beserta kelima tersangka atas kepemilikan sediaan narkotika.
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 7,7 Kg Sediaan Narkotika Mangupura (Bali Post) Dalam waktu sepekan, Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan lima upaya penyelundupan narkotika. Dari kelima penindakan tersebut, diamankan barang bukti berupa sediaan narkotika seberat 7.753,57 gram bruto atau 7,7 kg dengan perkiraan nilai edar sebesar Rp 10.447.063.179. Kepala Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT Untung Basuki dalam keterangan persnya, Kamis (13/12) kemarin mengungkapkan, penindakan pertama dilakukan pada 30 November di Kantor Pos Lalu Bea Renon, Denpasar, terhadap sebuah paket barang dari Thailand. Dari hasil penelusuran, berhasil diamankan tersangka PMH (45) yang adalah seorang warga negara Inggris dan mengaku berprofesi sebagai designer. Penindakan kedua dilakukan terhadap JRAG (44) pada 6 Desember di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. Pria asal Peru yang berprofesi sebagai tukang kayu tersebut datang ke Bali menggunakan pesawat Emirates Airlines EK450 dengan rute Dubai-Denpasar. Dari hasil pemeriksaan terhadap koper hitam milik JRAG, petugas menemukan 4.740 gram bruto atau 4.080 gram neto padatan berwarna hitam yang merupakan sediaan narkotika jenis kokain. Barang ini disembunyikan dengan dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai dinding koper. ‘’Nilai edar 4.080 gram kokain diperkirakan mencapai Rp 10.200.000.000,’’ katanya. Penindakan selanjutnya pada 8 Desember di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penindakan dilakukan terhadap seorang pria Malaysia dengan inisial IHH (40). Berdasarkan hasil pemeriksaan, di dalam tas jinjing merah milik IHH ditemukan satu bungkus rokok berisi 19 batang lintingan potongan daun seberat 14,76 gram bruto yang merupakan sediaan narkotika jenis AMBFUBINACA. Selain itu, dalam kopernya ditemukan 11 butir tablet dengan berat total 3,8
gram neto dan satu plastik klip berisi serbuk berwarna hijau seberat 0,35 gram bruto yang merupakan sediaan narkotika jenis MDMA. Petugas juga mendapatkan satu bungkus rokok berisi 13 batang lintingan potongan daun seberat 10,4 gram bruto atau 8,13 gram neto yang merupakan sediaan narkotika jenis AMB-FUBINACA. Di hari yang sama, sekitar pukul 15.00 Wita Bea Cukai melakukan penindakan yang keempat yaitu terhadap seorang penumpang berwarga negara Jerman dengan inisial FZ (56). FZ datang dari Bangkok dengan membawa satu paket berisi padatan hitam seberat 2.560 gram bruto yang merupakan sediaan narkotika jenis hasis (ganja) dengan nilai edar mencapai Rp 128.000.000. Di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai petugas juga berhasil menindak seorang pria asal Cina dengan inisial BC (29). Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan 39 bungkus merah dengan berat total 77,49 gram bruto dan 200 butir tablet total seberat 149,78 gram bruto. Keduanya merupakan sediaan narkotika jenis MDMA. Selain itu, BC juga membawa dua bungkusan berwarna perak bertuliskan protein powder, tiga bungkusan biru serta satu bungkusan berwarna putih yang apabila ditotal seberat 166,23 gram bruto yang merupakan sediaan narkotika jenis ketamine. ‘’Nilai edar 227,27 gram MDMA dan 166,23 gram ketamine diperkirakan mencapai Rp. 110.583.000,’’ ujarnya Atas perbuatannya, para tersangka dapat dijerat dengan Pasal 103 huruf (c) UU No. 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas UU No. 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan j.o Pasal 113 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar ditambah sepertiga. Barang bukti dan tersangka selanjutnya diserahterimakan kepada Ditresnarkoba Polda Bali. (kmb23)
Bali Post/edi
LATIHAN - Suasana latihan PKD di Bandara Ngurah Rai.
Bandara Ngurah Rai Gelar Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat
Mangupura (Bali Post) Sebuah pesawat Limate Air rute Kuala Lumpur-Denpasar dengan nomor penerbangan Royal 123, Kamis (13/12) kemarin terbakar. Pesawat jenis Airbus 330 seri 300 dengan registrasi PK-DPS tersebut diduga mengalami kecelakaan dan terbakar saat melakukan pendaratan di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurut data manifest, penerbangan ini sebelumnya membawa sebanyak 295 penumpang dan enam orang kru. Akibat peristiwa ini, 15 orang dinyatakan meninggal dunia, 20 luka berat, 36 luka ringan dan sisanya dinyatakan selamat. Hal itu bagian dari skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-101 PT Angkasa Pura I (Persero) yang dilak-
sanakan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Latihan ini melibatkan 1.328 personel yang berasal dari Angkasa Pura I, Otoritas Bandara WiL.IV, Perum LPPNPI, TNI-AU Ngurah Rai, Polda Bali, Basarnas, Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, Bea Cukai, airline, ground handling serta beberapa rumah sakit di sekitar bandara. Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi didampingi General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi menjelaskan, latihan PKD merupakan program kerja mandatory yang wajib menjadi perhatian seluruh stakeholder bandara. (kmb23)
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pengukuhan Prajuru Desa Adat Legian masa bakti 2018-2023 yang bertempat di Balai Wisa Budaya Desa Adat Legian, Rabu (12/12). Turut hadir anggota DPRD Badung I Gusti Ngurah Sudiarsa, Sekcam Kuta Gede Artha, PHDI Kecamatan Kuta, bendesa adat se-Kecamatan Kuta serta klian adat dan dinas. Dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melantik sembilan prajuru desa adat yang baru, termasuk Bendesa A.A. Made Mantra. Ketua Formatur I Nyoman Retha Aryana melaporkan, kegiatan desa adat di Desa Adat Legian diatur oleh awig-awig baik yang berhubungan dengan parahyangan, pawongan dan palemahan. Salah satunya terkait prajuru desa adat yang diatur dalam pawos 15 ayat 3, yaitu mengenai prajuru desa adat. Di sana tersurat masa jabatan prajuru selama lima tahun. Karena sudah waktunya prajuru desa adat masa bakti 2013-2018 akan berakhir, perlu dilakukan pemilihan prajuru desa adat yang baru.
Nantinya prajuru baru akan mengemban tugas-tugas desa adat lima tahun ke depan. Rangkaian kegiatan didahului upacara madengen-dengen bagi prajuru yang terpilih dan upacara matebasan bagi prajuru yang purna-ayahannya pada 11 Desember 2018 pukul 10.00 Wita dengan dipimpin dan disaksikan oleh para pemangku desa dan prajuru banjar se-Desa Adat Legian bertempat di Pura Agung Desa Adat Legian. ‘’Selanjutnya pada hari ini tanggal 12 Desember 2018 kami laksanakan upacara dan acara pengukuhan Prajuru Desa Adat Legian periode 20182013,’’ katanya. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada Prajuru Desa Adat Legian yang baru. Dijelaskannya, ini sudah termasuk kepada tatanan dresta, awig-awig dan pararem. Dalam keberadaan kepengurusannya yaitu Bendesa Adat, Petengen, Petajuh dan Penyarikan dan juga sudah lengkap dengan baga-nya yaitu baga parhyangan, pawongan dan palemahan. Inilah konsep yang dibina
PENGUKUHAN PRAJURU - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengukuhkan Prajuru Desa Adat Legian masa bakti 2018-2023 di Balai Wisa Budaya Desa Adat Legian. Pemkab dengan baik. Giri Prasta memastikan pihaknya akan menguatkan budaya. Pemkab Badung, katanya, sudah berkomitmen untuk membantu masyarakat dalam bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya. Dalam konteks tersebut, Giri Prasta
menegaskan hal ini juga merupakan tugas utama desa adat khususnya yang dikendalikan oleh bendesa adat. ‘’Saya berterima kasih dalam kepemimpinan I Gusti Ngurah Sudiarsa ketika menjadi bendesa adat sudah mampu menerapkan yang dimaksud den-
gan PAUD TK Hindu. Karena bagi kami, karakter itu harus dibentuk oleh agama Hindu termasuk bahasa Balinya dan ke depan kami menginginkan anak-anak PAUD itu pintar dan mampu menjadi pendharma wacana cilik, makekawin dan mashanti,’’ jelasnya. (ad521)
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Senator RI Hadir di Indonesia Tourism Outlook dan Suksma Bali
Dr. Wedakarna Minta Wagub Susun Sistem dan ”Blue Print’’ Pariwisata Bali ADA hal yang menarik disampaikan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat menjadi narasumber di acara Simposium Suksma Bali yang digelar di Kantor Gubernur Bali. Sebab-musabab sengkarutnya sistem pariwisata di Bali ini karena tidak ada pemimpin yang mau membangun sistem yang terintegrasi terkait pariwisata. Kini saatnya rakyat Bali yang sudah mempercayakan posisi Wakil Gubernur Bali kepada Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) dan merupakan tokoh pariwisata untuk segera merealisasikan reformasi bidang pariwisata, termasuk membangun sistem atau cetak biru (blue print) dalam pembangunan Bali. ‘’Saya kira momentum 100 hari pemerintahan Koster-Ace sudah mulai ada hasil yang menggembirakan. Walau sebenarnya bisa lebih maksimal. Kita berharap agar Wagub Bali bisa memimpin langsung penyusunan blue print dan check list terkait dunia pariwisata di Bali. Dalam bahasa mudahnya,
semua masalah pariwisata dari hulu hingga hilir harus di-check list, didata dan diinventaris dahulu. Setelah data dan informasi lengkap, baru pakai regulasi yang ada untuk memperbaiki ini dengan semua stakeholder di Bali. Ini bukan pekerjaan yang sulit. Kalau mau, pasti bisa selesai. Kunci dari reformasi pariwisata adalah kepatuhan dan penegakan terhadap regulasi aturan dan hukum. Saya minta Wakil Gubernur Bali bisa memimpin hal ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain itu, Senator termuda dari Bali ini pun menganggap kepemimpinan Bali saat ini harus berani menggebrak status quo yang ada di Bali, termasuk birokrasi dan juga mengatur kepemimpinan di tingkat kabupaten/ kota. ‘’Bagaimana kita mau bicara tentang one island management jika Gubernur Bali yang memerintahkan tutup toko ilegal dari Cina, tetapi bawahannya tidak menindaklanjuti. Di sini letak kewibawaan seorang gubernur dan wagub dipertaruhkan. Jangan sampai ada bupati/wali kota yang melawan kebijakan gubernur.
DWP Badung Kunjungi PNS Terkena Musibah Mangupura (Bali Post) – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Badung, Kamis (13/12) kemarin membesuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terkena musibah dan sakit. Kunjungan sosial terhadap lima keluarga PNS di Kabupaten Badung ini serangkaian HUT ke-19 DWP. Rombongan DWP yang dipimpin Penasihat DWP Badung Nyonya Seniasih Giri Prasta mengunjugi lima keluarga. Seperti Ni Made Dani asal Desa Plaga-Petang dikunjungi saat sedang melakukan cuci darah di RSU Mangusada. Ni Nyoman Juniati, penderita strok, dikunjungi di kediamanya di Banjar Tengah, Desa Blahkiuh-Abiansemal. Sementara Kadek Alit Widiastuti yang mengalami lumpuh dikunjungi di rumahnya di Banjar Kerobokan-Kuta Utara, dan IB Oka warga asal Dalung yang tertimpa longsor, sehingga palinggih dan dan panyengker-nya ablas dibawa arus beberapa waktu lalu. ‘’Kegiatan kunjungan sosial terhadap keluarga PNS yang mengalami musibah dan sakit sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya pada saat menjelang HUT. Kegiatan ini sangat baik, yakni bagaimana kita dapat memberikan motivasi terhadap keluarga yang mengalami musibah,’’ ungkapnya. Ketua DWP Badung Nyonya Nesya Yoga Segara mengatakan kunjungan sosial yang dilakukan tidak terlepas dari rasa memiliki antara anggota bersama keluarga. Tak hanya itu, kegiatan ini juga untuk memberikan motivasi kepada keluarga yang kena musibah atau yang mengalami sakit. ‘’Bagaimana yang sakit memiliki semangat untuk sembuh dan bisa menjalani hidup lebih baik,’’ katanya. Menurutnya, pihaknya berkeinginan untuk melakukan kegiatan tersebut secara rutin, tidak hanya saat menjelang HUT. ‘’Sejatinya kami berkeinginan tidak hanya saat HUT saja tapi rutin, namun waktu kami terbatas,’’ pungkasnya. (kmb27)
Dampak Rasionalisasi RAPBD Badung 2019
Program Penambahan ATCS Dipending Mangupura (Bali Post) Rasionalisasi APBD Badung 2019 berdampak pada jumlah program pemerintah di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan, realisasi sejumlah program terpaksa ditunda hingga tahun anggaran berikutnya. Seperti halnya pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung. Instansi ini bahkan harus rela menghapus dulu sejumlah programnya lantaran tidak kecipratan dana. Berdasarkan informasi, Kamis (13/12) kemarin, program pengadaan alat atau barang dominan dicoret dalam APBD 2019. Seperti pengadaan tambahan alat ATCS dan penggantian feeder bus Sarbagita menjadi angkutan siswa gratis. ‘’Untuk ATCS kan kurang alat, itu tidak ada (penambahan - red). Termasuk usulan angkutan siswa gratis juga batal, karena kena rasionalisasi,’’ ujar Kepala Dishub Badung AAN Rai Yuda Darma. Menurutnya, perlu tambahan dua unit ATCS dari total 41 yang diperlukan di wilayah Badung. Mengingat ATCS yang terpasang hingga kini baru 36 unit. Sedangkan untuk angkutan siswa gratis kajian telah lengkap. Bahkan, telah siap dilaksanakan tahun 2019 ini. ‘’Karena tidak mendapat jatah anggaran, kami akan kembali mengusulkan untuk tahun 2020. Untuk angkutan siswa gratis ini sejatinya wajib, karena program baru ini sebagai pengganti angkutan pengumpan bus Sarbagita. Di mana sesuai amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Umum, pemerintah wajib menyiapkan angkutan umum untuk masyarakat,’’ jelasnya. Mantan Camat Kuta Utara itu menyebut program yang lolos di APBD 2019 sebagian adalah masalah pemeliharaan. Seperti pemeliharaan alat Area Traffic Control System (ATCS) dan rambu-rambu lalu lintas. ‘’Kami hanya dapat LPJU (lampu penerangan jalan umum), yang lainnya tetap pemeliharaan, seperti pemeliharaan rambu-rambu, monitoring parkir dan pemeliharaan ATCS,’’ jelasnya. Selain itu, sejumlah program kegiatan lain yang kena imbas rasionalisasi ini adalah penghapusan pemilihan duta untuk ke provinsi seperti pemilihan angkutan pelopor dan pemilihan sopir teladan. Disebutkan, ATCS sangat signifikan mampu menekan atau mengurai kemacetan lalu lintas khususnya di Badung Selatan. Alat ini mampu mengurangi kemacetan lalu lintas hingga 40 persen. ‘’Ketika ini terjadi, durasi lampu merah maupun hijau bisa diatur. Misalnya, ketika sudah tak ada kendaraan, lampu hijau dari ruas jalan tersebut dipercepat. Lanjut lampu hijau dari ruas jalan berikutnya, sehingga antrean bisa diperpendek dan dipastikan kemacetan lalin bisa ditekan,’’ terangnya. Demikian juga ketika ada pejabat yang akan lewat. Lampu hijau yang dilalui pejabat bisa diatur lebih panjang, sehingga pejabat tak perlu terkena lampu merah. ‘’Prinsip ATCS ini sangat signifikan mampu menekan kemacetan lalu lintas,’’ katanya. Selain pengaturan durasi lampu merah dan hijau, ATCS juga berisi speaker yang bisa digunakan untuk mengarahkan kendaraan yang menyebabkan kemacetan. Lewat speaker ini, petugas kendali bisa mengarahkan kendaraan penyebab macet sehingga lalu lintas kembali lancar. (kmb27)
SATYAGRAHA – Senator RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIS saat acara alumni STP Nusa Dua dan acara Suksma Bali bersama insan pariwisata.
Ini kan terjadi di masa lalu, dan gejala itu kan sudah ada, khususnya di bidang pariwisata. Maka dari itu, saya minta Gubernur Bali tegas, berikan wewenang ke Wagub untuk membuktikan dirinya sebagai ahli pariwisata. Bukti itu ya… berupa blue print dan desain, sehingga konsep pengelolaan pariwisata jelas. Setelah konsep jelas baru kita bicara pengembangan, politik anggaran dan juga kebijakan strategis. Termasuk saya minta Gubernur benar-benar memilih pejabat yang tepat sebagai kepala dinas atau pimpinan SKPD saat mutasi jabatan nanti. Masyarakat harus ikut memberikan masukan,’’ jelas Senator Arya Wedakarna. Dalam kesempatan itu, Senator Wedakarna juga memberi nasihat bahwa dunia pariwisata di Bali tidak akan bisa maju selama masih SDM yang ada tidak bersatu. Salah satunya bagaimana membawa organisasi pariwisata Bali yang anti-KKN dan feodal. ‘’Organisasi pariwisata bukanlah organisasi keluarga. Bukan bisa diturunkan dari ayah ke anak atau satu klan ke klan yang lain.
Saya tidak setuju. Jika organisasi pariwisata Bali dibawa ke arah sana, maka akan menjadi organisasi dinasti. Saya amati sudah ada gejala status quo ini. Kita harus tiru Presiden Joko Widodo yang sangat anti-KKN walau sebagai penguasa. Harus ada revolusi mental. Lainnya, dan mulai sekarang sudahi kegiatan-kegiatan pariwisata yang kurang efektif di Bali. Misalnya, serahkan kegiatan festival pariwisata ke desa dan desa adat serta pemerintah tidak usah ikut promosi ke sana-ke sini. Cukup berikan kepada anak-anak muda. Organisasi pariwisata fokus pada penguatan institusi, SDM dan advokasi serta bantu pemerintah memikirkan cetak biru. Di sisi lain pemerintah harus fokus pada pembangunan infrastruktur. Kawasan wisata perlu jalan raya baru, perlu pengaturan sistem lalu lintas, pengolahan sampah dan juga traffic management. Di sini perlu kepemimpinan yang kuat dan tegas. DPD akan terus mengingatkan sesuai dengan fungsi kami di UU MD3. Ini Satyagraha Bali,’’ pungkas Senator Arya Wedakarna. (ad523)
migrasi. ‘’Dari data Kementerian Desa, dalam empat tahun terakhir pendapatan per kapita di desa meningkat hampir 50 persen, sehingga daya beli masyarakat desa pun naik. Hal tersebut akan dilihat para pengedar narkoba sebagai suatu peluang untuk menjadikan desa sebagai pasar mereka,’’ tegasnya. Upaya ini dilakukan, kata Suastawa, untuk meminimalisasi peredaran narkoba di desa. Selain itu, mencegah semakin meningkatnya peredaran obat-obatan terlarang tersebut di desa tertinggal yang memang berpotensi besar menjadi sasaran para pengedar barang terlarang ini. ‘’Masyarakat desa kita dorong untuk dijadikan kader penyuluh dan tenaga relawan pencegahan narkoba. Selain itu dalam pelatihan-pelatihan, petugas pendamping desa memerlukan narasumber dari BNN, juga kerja sama dengan balai-balai yang dimiliki Kemendes PDTT. Ini
adalah perpanjangan tangan BNN di desa, menjadi agent of change, berperan aktif dalam melakukan kegiatan pencegahan narkoba di lingkungan desa,’’ ungkapnya. Mantan Direktur Direktorat Binmas Polda Bali ini mengungkapkan, dalam menangani permasalahan narkoba tidak cukup hanya peran pemerintah saja, harus ada dukungan dari masyarakat yang merupakan salah satunya unsur terbawah pemerintah. Ada dua peran besarnya yaitu prosperity dan security petugas desa di masyarakat. Di mana fungsi keamanan itu meliputi pengamankan lingkungan desa dari bahaya penyalahgunaan narkotika. Termasuk fungsi kesejahteraan, sehingga dapat menggerakkan masyarakat dengan cara membuat komunitas. Komunitas ini diharapkan mampu menggerakkan kegiatan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). (bns2)
Peredaran Narkoba di Desa Capai 14,99 Persen Mangupura (Bali Post) Berdasarkan data Potensi Desa (Podes) 2018 yang dirilis BPS, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di desa mencapai 14,99 persen di seluruh Indonesia. Pasalnya, pendapatan yang terus meningkat memicu peluang peredaran masuk ke desa menjadi besar. Hal ini disampaikan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa saat acara penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara BNNP Bali beserta jajaran dengan Balai Latihan Masyarakat Denpasar Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Hotel Golden Tulip Jineng, Kuta, Badung, Kamis (13/12) kemarin. Penandatanganan PKS dilakukan Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa, BNNP NTB dan BNNP NTT dengan Dadang Suyatna, Kepala Balai Latihan Masyarakat Denpasar. Kegiatan ini disaksikan Direktur Peran Serta Masyarakat Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. Mohamad Jupri, serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan serta Informasi
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Jajang Abdullah. Brigjen Suastawa menyampaikan penandatanganan PKS ini menindaklanjuti MoU dengan Surat Nomor 06/M-DPDTT/KB/ III/2015, NK/12/III/2015/BNN, tanggal 31 Maret 2015. MoU ini tentang pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta prekusor narkotika dalam rangka pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di desa, daerah tertinggal, dan kawasan trans-
Bali Post/ist
PENANDATANGANAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa (kanan) dalam acara penandatanganan PKS dengan Balai Latihan Masyarakat Denpasar.
Perasaan Bahagia Warnai 20 Pelanggan Setia Daihatsu
MENUTUP akhir tahun 2018, Daihatsu menyerahkan 20 unit mobil rekondisi milik pelanggan setianya yang bertempat di outlet flagship Daihatsu, Astra Biz Center, Tangerang, Selasa (11/12). Penyerahan 20 mobil pemenang terdiri dari 8 unit Xenia, 8 Terios, 2 Sirion, dan 2 Luxio. Program rekondisi mobil lama milik pelanggan setia menjadi seperti baru keluar dari pabrik bertajuk ‘’Daihatsu Setia 2018’’ ini telah menginjak tahun kelima kalinya sejak 2014. Dengan penyerahan unit kepada pemenang pelanggan ini, Daihatsu sukses memberikan kesempatan rekondisi mobil para pelanggan setia dengan total sebanyak 45 unit (20 Xenia, 20 Terios, 3 Luxio, dan 2 Sirion) di 7 area. Meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta dan sekitarnya
(Jabodetabekkar). Penyerahan mobil rekondisi Daihatsu ini diwarnai perasaan haru dan bahagia dari pelanggan setia yang merupakan pemenang Daihatsu Setia 2018. Priswandi, pemilik Daihatsu Xenia yang sudah mencapai jarak tempuh 371.570 km, menuturkan sangat puas memakai Xenia karena awet. ‘’Saya tidak pernah dikecewakan oleh Xenia, bahan bakarnya irit dan saya sangat apresiasi Daihatsu. Sebab, hanya Daihatsu yang memberikan hadiah terindah bagi pelanggan yang setia dengan rekondisi seluruh bagian mobil,’’ ujar bapak yang bekerja sebagai militer di angkatan laut ini. Sementara Daniel Salahudin memilih Terios karena memiliki ground clearence yang tinggi. ‘’Saya awalnya memilih Terios karena ground clearance yang tinggi. Ternyata saya juga
suka mobilnya karena desainnya yang gagah. Terios saya sangat aktif sehingga tidak terasa sudah menempuh jarak 301.753 km, dan sangat awet dan tangguh,’’ ujar bapak yang bekerja di bagian logistik ini. Berbeda dengan apa yang dikatakan Sigit Handoko. Pemilik Sirion lansiran 2011 ini memilih mobil idamannya karena compact, dan lincah. ‘’Saya menggunakan mobil ini untuk aktivitas kerja sehari-hari, mulai dari Salemba-Bekasi-Depok. Meskipun sudah menempuh 164.068 km, namun Sirion saya tetap awet. Saya kaget dan bahagia karena terpilih sebagai salah satu pemenang di antara sekian banyak pendaftar,’’ ujar bapak yang berprofesi sebagai dokter gigi ini. Senada dengan pemenang lainnya, Gusti Harso memilih Luxio karena kabin mobil yang luas dan
memiliki mesin yang lumayan bandel. ‘’Saya sering mengajak jalan keluarga besar, sehingga butuh mobil yang luas dan memuat banyak orang. Saya sering melewati jalur panjang dan berbatu, meskipun diisi dengan kapasitas penuh, Luxio tahun 2010 ini tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan sampai ke tujuan,’’ ujar pemilik Luxio dengan catatan jarak tempuh 186.170 km ini. Pemenang Daihatsu Setia ditentukan berdasarkan jarak tempuh kilometer (km) terpanjang pemakaian mobil, service rutin berkala di bengkel resmi Daihatsu, kepemilikan masih tangan pertama dan milik pribadi atau perorangan. Program ini gratis tanpa dipungut biaya apa pun. Selama proses rekondisi, pelanggan setia juga dipinjamkan mobil pengganti. Daihatsu mengucapkan selamat kepada para pemenang. (bns1)
PEMENANG - Deretan para pemenang Daihatsu Setia 2018 sebanyak 20 orang untuk area Jakarta dan sekitarnya sedang berfoto bersama.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
daerah
Jumat Pon, 14 Desember 2018
5
DLHK Badung Tutup TPA Liar di Kampial dan Kutuh
Bali Post/ist
DIBUBARKAN - Judi sabung ayam atau tajen di Jalan Tukad Oos, Renon dibubarkan polisi, Rabu (12/12) malam. Terlihat sejumlah petugas bersenjata laras panjang berada di arena judi tajen.
Satgas Cipkon Bubarkan Judi Tajen di Renon Denpasar (Bali Post) Satgas II Preventif Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung Nataru 2018 membubarkan judi tajen di Jalan Tukad Oos, Renon, Denpasar Selatan, Rabu (12/12) pukul 20.00 Wita. Saat polisi datang, ratusan bebotoh langsung kabur. Operasi ini dipimpin Kasatgas II Preventif Operasi Cipkon Agung Nataru 2018, AKBP Made Sudana. ‘’Memang benar judi tajen itu dibubarkan. Laporan yang saya terima TKPnya di sana. Tidak ada penangkapan,’’ kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Kamis (13/12) kemarin. Dari laporan yang diterima, kata Kombes Hengky, para pemainnya sekitar 150 orang. Hanya barang bukti yang diamankan. Infor-
masi di lapangan, penggerebekan ini dilakukan setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat yang keberatan dengan adanya judi tajen tersebut. Judi sambung ayam ini digelar mulai pukul 18.00 hingga 22.00 Wita. Selain tajen ada juga judi lain yaitu kartu dan berlangsung sampai pagi. ‘’Warga di sekitar sana sangat resah,’’ kata sumber di kepolisian. Untuk bisa masuk ke arena tajen beromzet ratusan juta rupiah ini, bebotoh dikenakan tiket Rp 20 ribu. Sementara untuk bisa menempati arena VIP, bebotoh kembali dikenakan tiket Rp 20 ribu. ‘’Informasinya tajen ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun lalu,’’ tambahnya. (kmb36)
PELABUHAN - Aktivitas di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Bali Post/udi
Jelang Nataru
Penumpang ke Bali Diprediksi Meningkat Dua Persen Banyuwangi (Bali Post) Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), arus penumpang dan kendaraan dari Jawa ke Bali diprediksi akan meningkat. Puncaknya, diperkirakan akan terjadi 23 Desember. Lonjakan diyakini hanya naik tipis, sekitar 2 persen. Mengantisipasi kenaikan volume penumpang, sebanyak 52 kapal disiagakan. Dari jumlah ini, setiap harinya hanya 32 kapal yang beroperasi. Sisanya, siaga menunggu giliran. ‘’Kita tidak menambah kapal selama angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Jumlah kapal yang ada sudah cukup,’’ kata General Manager (GM) PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk Capt. Solikin, Kamis (13/12) kemarin. Pejabat ini menjelaskan, total kapal yang beroperasi di
Ketapang-Gilimanuk berjumlah 57 unit. Dari jumlah ini, 5 kapal menjalani doking atau perawatan tahunan. Pihaknya memprediksi, kenaikan penumpang dari Ketapang ke Gilimanuk dan sebaliknya akan dimulai 18 Desember besok. Lalu, berlanjut hingga 23 Desember. Menjelang pergantian tahun, lonjakan dipastikan terjadi lagi. Sedangkan puncak arus balik dari Bali ke Jawa diprediksi terjadi pada 4 Januari 2019. Pihaknya menyiapkan 7 dermaga untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Rinciannya, 3 dermaga mobil bridge (MB), 1 ponton (dermaga apung) dan 3 dermaga LCM. ‘’Seluruh fasilitas pelabuhan sudah kita siapkan menyambut angkutan Natal dan Tahun Baru,’’ jelasnya.
Persiapan mulai toilet, jalur tiket dan jalur dermaga. Solikin menambahkan, jalur masuk ke Pelabuhan Ketapang dibuat satu pintu, sehingga memudahkan pengawasan dan membuat nyaman pengguna jasa. Layanan tiket elektronik atau nontunai juga sudah berlaku 100 persen. ‘’Untuk tiket pejalan kaki dan roda dua sudah 100 persen nontunai. Ini memudahkan pelayanan,’’ jelasnya. Sementara kendaraan pribadi dan truk masih belum bisa 100 persen. Alasannya, peralatan yang digunakan belum tersedia sepenuhnya. Masih tahap persiapan. Tahun depan, ditargetkan seluruh tiket sudah menggunakan pembayaran nontunai, sehingga tidak ada peredaran uang di loket tiket. (udi)
Melanggar, Ribuan APK Caleg Diturunkan Paksa Banyuwangi (Bali Post) Maraknya baliho caleg yang melanggar membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banyuwangi turun tangan. Sebanyak 2.804 alat peraga kampanye (APK) diturunkan paksa petugas Bawaslu. Jumlah ini masih ditambah 1.086 alat bahan kampanye yang melanggar. Penertiban paksa baliho caleg dan sejenisnya akan terus dilakukan hingga April 2019. Seluruh baliho caleg yang ditertibkan tersebar di 25 kecamatan di Banyuwangi. Penertiban melibatkan jajaran Satpol PP. ‘’APK ini kami tertibkan karena melanggar. Seperti dipasang di fasilitas
umum, melintang di jalan atau dipasang di pohon,’’ kata Ketua Bawaslu Banyuwangi Hamim, Kamis (13/12) kemarin. Menurut Hamim, penertiban dilakukan serempak, mulai kabupaten hingga jajaran kecamatan. Penertiban ini sudah diawali dengan pemberian imbauan tertulis ke masing-masing parpol. Jumlah baliho dan alat peraga kampanye yang ditertibkan kebanyakan milik caleg lintas parpol. Mulai caleg tingkat II hingga caleg DPR-RI. ‘’Kita sudah lakukan imbauan, tapi tetap dipasang melanggar. Sesuai aturan, kita tertibkan paksa,’’ jelasnya.
Bali Post/udi
TERTIBKAN - Satpol PP Banyuwangi menertibkan alat peraga kampanye (APK) caleg yang melanggar, Kamis (13/12) kemarin.
Ditambahkan, data yang dihimpun, hingga November 2018, jumlah APK yang terpasang mencapai 4.764. Dari jumlah ini, lebih dari separuhnya melanggar. ‘’Penertiban APK melanggar ini sesuai dengan Surat Edaran KPU No. 76,’’ imbuhnya. Pihaknya meminta masyarakat memberikan laporan jika menemukan alat peraga kampanye caleg yang melanggar. Misalnya, terpasang melintang di atas jalan raya. Jika ada laporan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP, termasuk parpol pemilik alat peraga. Mereka diminta menurunkan secara sukarela. Jika tetap membandel, penertiban paksa akan dilakukan. Hamim melanjutkan, penertiban alat peraga kampanye akan terus dilakukan hingga menjelang pencoblosan. Menurutnya, aturan pemasangan alat peraga kampanye sudah diberikan ke masing-masing parpol. Zona pemasangan juga sudah diatur. Salah satunya, tidak terpasang difasilitas umum. Seperti tiang listrik maupun telepon. Meski sudah ada penertiban, Bawaslu tetap mengimbau parpol tidak kembali memasang alat peraga kampanye yang melanggar. ‘’Tim penindakan kami akan terus gerilya memburu alat peraga kampanye yang melanggar,’’ pungkasnya. (udi)
Mangupura (Bali Post) Setelah beroperasi bertahun-tahun, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan Kampial dan Kutuh, Kuta Selatan, akhirnya ditutup secara permanen, Kamis (13/12) kemarin. Penutupan ini dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Tindakan tegas ini menindaklanjuti UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Turut hadir pada penutupan tersebut Kepala Dinas LHK Badung, Camat Kuta Selatan, unsur TNI dan Polri, Satpol PP Badung, serta perangkat desa dan perwakilan pemilik lahan. Penutupan terhadap TPA liar ini tidak hanya di Kampial dan Kutuh saja. Namun ke depannya TPA lain yang ada di wilayah Jimbaran juga akan ditutup. Menurut Kepala Dinas LHK Badung Putu Eka Merthawan, penutupan ini sesuai dengan amanat undang-undang. Dengan ditutupnya TPA ini secara permanen, tentunya tidak diperkenankan untuk melakukan aktivitas membuang sampah di sana. Apabila hal itu dilanggar, pihaknya selaku pembina akan menyerahkan kepada pihak penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. ‘’Kalau ada yang melanggar, hukumannya tidak main-main, yaitu tiga tahun kurungan dengan denda Rp 5 miliar,’’ pungkasnya. Untuk mencari sumber sampah, pihaknya akan melakukan penelusuran. Pihak hotel yang diduga sengaja memanfaatkan jasa tukang sampah untuk membuang sampah di lokasi tersebut juga akan diberikan sanksi. Eka Merthawan menerangkan, pada tahun 2019 nanti,
Bali Post/edi
TUTUP - Kepala Dinas LHK Badung Putu Eka Merthawan saat menutup lokasi TPA di kawasan Kampial, Kuta Selatan, Kamis (13/12) kemarin. semua jasa sampah di wilayah Badung akan diregistrasi resmi dari DLHK. Untuk itu, semua pengelola hotel maupun restoran diwajibkan untuk menggunakan jasa sampah yang sudah teregistrasi. ‘’Siapa pun nanti hotel yang mendompleng jasa sampah, akan diberikan sanksi,’’ katanya. Sebagai solusi jangka pendek, untuk jasa sampah agar diperketat. Kalau bisa, warga maupun pengusaha agar menggunakan jasa sampah yang ada saat ini. Tidak hanya bagi pengelola hotel, pengelola pasar juga akan diberikan teguran dan harus menggunakan SOP yang jelas. ‘’Saat ini banyak jasa sampah yang tidak memiliki lisensi. Dari 84 jasa sampah, baru dua yang memiliki legalisasi. Itu pun baru sebatas legalisasi level rekomendasi,’’ pungkasnya. Untuk solusi jangka panjang, pihak DLHK berencana akan membuat Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) berbasis zero waste
atau tanpa limbah. Program ini untuk mengurangi model pembuangan sampah dengan cara ditimbun atau sanitary landfill. Sementara pemilik lahan TPA di kawasan Kampial, Made Sukadana, sangat mendukung langkah DLHK ini. Pihaknya juga mewakili keluarga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Badung atas hal ini. Ini, kata Sukadana, memang akibat ketidaktahuan
dari keluarga. Sementara itu, Camat Kuta Selatan Made Widiana mengatakan, dengan pertumbuhan penduduk di Kuta Selatan, tentu akan ada permasalahan sampah. Untuk itu pihaknya mengimbau para pengelola sampah maupun agen yang menangani sampah agar tidak hanya mengambil sampah dan membuang di tempat tertentu. Namun diharapkan membuang di tempat yang sudah ditentukan. (kmb23)
OPINI
6
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memanusiakan Manusia dalam Lembaga Pemasyarakatan PENJARA. Lembaga ini dikenal sebagai tempat menghukum para pelaku kejahatan atau setidaknya orang-orang yang melanggar hukum. Penjara pun memiliki kesan menakutkan. Lembaga ini memberikan kesan negatif bagi orang yang pernah menghuni hotel prodeo ini. Penjara juga beragam bentuk dan jenisnya. Sebagai sebuah lembaga untuk menghukum pelaku kejahatan, belakangan penjara tak hanya menjadi ruang kolusi juga menjadi tempat bersembunyi bandar narkoba. Ini bisa kita cermati dari pemberitaan media massa terkait terungkapnya jaringan bandar narkoba yang dikendalikan lewat penjara. Mungkin untuk menghapus kesan negatif keberadaan penjara, lembgaa ini pun diganti istilahnya menjadi lembaga pemasyarakatan. Bercermin dari namanya, tentu kita berharap orang-orang yang dijebloskan mengalami proses edukasi di lembaga ini. Mereka diharapkan melakukan perenungan dan introspeksi atas kesalahannya. Namun, harapan itu terkadang jauh dari target. Sering kali, oknum yang lepas dari penjara tetap menjadi penjahat, bahkan lebih profesional. Mereka mengulangi kembali perilakunya setelah lepas dari hotel prodeo. Status narapidana mungkin hanya istilah bagi mereka, karena faktanya setelah lepas dari penjara, mereka tak kunjung adaptif terhadap masyarakat. Bahkan, tak jarang mereka malah lebih profesional melakukan aksi kejahatannya. Jika kita cermati kondisi lembaga pemasyarakatan di Indonesia memang memprihatinkan. Selain kondisi lapas yang kurang fasilitas dan sarana, lembaga ini juga overload. Lembaga ini kelebihan tahanan. Kondisi ini tentu membuat pengawasan atas pelaku kejahatan di dalam penjara juga tak maksimal. Sipir sebagai pihak yang ditugaskan negara mengawasi mereka jumlahnya juga terbatas. Terlepas dari mentalitas pengelola lembaga pemasyarakatan dalam mengawasi tahanan, seringnya terjadi tahanan kabur dari penjara mestinya membuat lembaga ini banyak berbenah. Setidaknya, hal pertama yang harus dibenahi adalah konstruksi dan mentalitas positif pengawas penjara. Dari segi struktur fisik bangunan penjara tentu harus ideal dan kokoh. Ini untuk menghindarkan dan meminimalkan tahanan untuk kabur. Sarana kontrol di penjara juga harus memadai. CCTV di penjara hendaknya bisa memantau setiap sudut dan untuk kepentingan pengawas dan CCTV penjara hendaknya bisa diakses aparat keamanan. Ini untuk menjaga transparansi bahwa pengelolaan penjara profesional. Konflik fisik dan kericuhan yang sering terjadi di penjara juga layak dicermati. Kasus–kasus konflik antarnarapidana hendaknya mendapat atensi khusus. Pemicunya harus diurai dan dicarikan solusi. Sering kita dengar konflik terjadi karena ada permainan antara oknum pengawas penjara dan narapidana. Sistem transaksi blok tahanan yang memicu kolusi juga harus diusut tuntas. Pengelolaan penjara ke depan hendaknya dirancang lebih profesional dan benar-benar bisa memanusiakan pelaku kejahatan di dalam penjara. Selain memerhatikan kualitas fisik bangunan lembaga pemasyarakatan, asupan makanan bagi narapidana juga sering memicu konflik. Jatah makanan bagi narapidana jangan sampai menjadi lahan untuk dikorupsi. Urusan konsumsi tahanan juga sangat strategis diperhatikan untuk meminimalkan konflik dalam pengelolaan lembaga pemasyarakatan. Yang pasti, sebagai warga negara, kita berharap ke depan pengelolaan lembaga pemasyarakatan jangan sampai menimbulkan masalah hukum baru. Tentu kita sangat prihatin ketika ada kalapas yang berurusan dengan hukum. Terlebih kasusnya adalah kolusi dengan menggunakan kewenangan dalam jabatannya. Kasus ini membuktikan bahwa sebagus apa pun bangunan penjara dan fasilitas lembaga pemasyarakatan didesain, ketika mentalitas pengelolanya buruk, maka harapan yang dibebankan pemerintah pada lembaga ini tak akan tercapai. Maka sangatlah penting dilakukan evaluasi atas pengelolaan lembaga pemasyarakatan di negeri ini.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Bersihkan Spanduk Usang Wajah perkotaan menjelang hari raya Galungan dan Kuningan mestinya lebih indah dan bersih. Tak hanya taman dan median jalan yang mesti ditata, spanduk yang sudah usang mestinya segera dicabut. Spanduk usang dan robek saya lihat ada di sekitaran GOR Ngurah Rai, Denpasar, tepatnya di sisi timur. Ada spanduk Asian Games yang sudah robek dan berlubang. Di sekitaran Jalan Melati juga ada baliho yang sudah lewat tanggal acaranya. Mungkin tak hanya spanduk usang yang perlu dibersihkan. Pohon-pohon perindang juga perlu ditata agar tak terkesan tumbuh liar. Buat tanaman perindang bentuknya indah dan enak dipandang. Ranting-ranting yang berjuntai ke jalan hendaknya dipotong. I Gede Sudana Badung, Bali
Kualitas Bangunan Penjara Harus Diperhatikan Masalah lembaga pemasyarakatan kembali mencuat setelah 113 napi penghuni Lapas Kelas II A Banda Aceh kabur dengan menjebol tembok lapas. Hanya tiga puluhan dari ratusan napi yang kabur tersebut baru dapat ditangkap. Ditengarai yang menjadi penyebab kaburnya para napi tersebut adalah kualitas sumber daya manusia para pegawai yang ada di lapas tersebut. Dalam hal peristiwa yang terjadi di Aceh itu, jumlah pegawai yang ada (berjaga) 10 orang dengan rincian 3 orang pegawai negeri sipil dan sisanya calon pegawai negeri sipil. Jumlah tahanan yang ada saat itu adalah 726 orang.
Oleh
I Ketut Sugarta pakah hanya sumber daya yang menjadi masalah yang dihadapi lembaga pemasyarakatan sekarang? Dalam hal peristiwa yang terjadi di Aceh itu, sumber daya yang sedikit memudahkan gerakan yang dilakukan oleh para narapidana untuk kabur. Akan tetapi, sebelumnya yang menjadi pemicu kemarahan para narapidana adalah kebijakan pimpinan yang baru dengan lebih membatasi izin untuk keluar para napi. Itulah yang membuat adanya protes beberapa napi dan kemudian memprovokasi tindakan napi lainnya untuk kabur. Dilihat dari sudut kebijakan pimpinan lapas yang baru, apa yang dilakukan pimpinan tersebut adalah benar. Kebijakan dan inovasi merupakan salah satu ciri dari pimpinan yang baru di setiap lembaga apa pun di dunia ini. Apalagi misalnya, pimpinan tersebut di-rolling dan ditempatkan di tempat tersebut sebagai pimpinan yang dipilih untuk itu. Dengan demikian, persoalan yang ada di Aceh adalah klasik, yaitu menggugat kebebasan
yang membelenggu para narapidana oleh sang narapidana sendiri. Dari titik ini narapidana tidak mesti harus berbuat demikian. Sebab bagaimanapun, sebagai hukuman mereka memang harus menerima keadaan kebebasannya berkurang. Pertama, itu untuk menerima hukuman sebagai akibat dari kejahatan yang dilakukan. Kedua, untuk membangkitkan penyadaran diri bahwa mereka itu adalah orang yang telah terbukti melakukan kesalahan. Harapannya, mereka akan sadar dan memperbaiki perilakunya sehingga benarbenar berguna bagi masyarakat ke depan. Mengamuk dan kaburnya para napi di Aceh tersebut merupakan tindakan fatal bagi mereka sendiri dan memang harus mendapatkan tindakan hukum. Akan tetapi kemudian, yang terlihat dari mengamuk dan kaburnya narapidana tersebut memberikan pesan kepada kita bahwa ada satu kelemahan yang sebelumnya tidak pernah terungkap terhadap penjarapenjara yang ada di Indonesia.
Bahwa para narapidana tersebut mampu kabur dengan cara mendobrak tembok dan pintu dengan barbel, menandakan kualitas tembok dan pintu itu lemah. Jadi, sarana bangunan penjaralah yang memiliki kelemahan di sini. Harus diakui bahwa kelemahan lain dari penjara di Indonesia adalah bangunan penjara teresebut. Selama ini, yang sering mendapat sorotan adalah jumlah ruangan yang tidak memenuhi syarat, kualitas personal, sampai dengan kualitas makanan. Kondisi itu cukup berbahaya. Perpaduan antara kelemahan kualitas bangunan dengan kapasitas ruangan yang kurang dan minimal merupakan kelemahan yang mencemaskan karena mudah sekali memancing tahanan untuk kabur. Sebaliknya, jika kuat, tidak mungkin narapidana ini akan berani untuk mencoba lari. Keinginan lari dari seorang narapidana berbanding lurus dengan persepsi mereka terhadap kondisi fisik dari penjara tersebut. Dan kondisi fisik sangat tergantung dari kualitas bangunan. Inilah posisi yang menem-
pati perhitungan rasional para narapidana untuk melarikan diri. Tentu juga ada kondisi rasional yang menjadi pertimbangan mereka. Di sini yang menjadi pertimbangan adalah berbagai kemungkinan yang mereka hadapi jika melakukan tindakan melarikan diri tersebut. Kegagalan pelarian adalah malapetaka. Kegagalan pelarian memberikan arti, jika tidak tewas adalah tambahan hukuman. Tetapi tentu juga apabila berhasil melarikan diri, ada ke-
Yang jadi masalah di Indonesia adalah ada cukup banyak penjara yang daya tampungnya tidak memenuhi syarat tetapi dipaksakan untuk diisi narapidana. Harus diakui ini menjadi persoalan serius. mungkinan kecil untuk bebas sepenuhnya. Kemungkinan kecil ini tetap menjadi harapan para narapidana untuk mencoba melarikan diri. Kemungkinan kecil inilah yang sering memberikan suasana geger secara nasional, yang dapat membuat reputasi penjara di Indonesia menjadi merosot. Dengan demikian, agar geger ini tidak terjadi, maka yang paling baik adalah menjaga kualitas bangunan penjara agar kuat dan memberikan citra yang kekar bagi tahanan yang ada di dalamnya. Selanjutnya yang harus diperbaiki adalah kondisi dan daya tampung, termasuk daya
Membenahi Format Zonasi Pendidikan
KEBIJAKAN zonasi pun masih dipertanyakan penerapannya, apakah sudah baik di seluruh daerah di Indonesia atau belum. Patutnya, pemerintah melihat hal ini apakah sudah dilaksanakan perintah tersebut. Jangan sampai pemerintah daerah abai dengan kebijakan zonasi tersebut. Keseriusan dari pemerintah pusat harus juga diikuti oleh pemerintah daerah agar terciptanya pemerataan. Apa yang telah disampaikan oleh Kemendikbud tersebut, di mana salah satu alasan diterapkan kebijakan zonasi adalah untuk terbentuknya mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan. Tidak boleh ada favoritisme dan kastanisasi. Secara tidak langsung, kebijakan zonasi bila dijalankan dengan sebaik mungkin tersebut sangatlah positif dan baik bagi pendidikan kita. Namun, apakah masyarakat menerima secara penuh kebijakan zonasi itu? Di kalangan masyarakat, apalagi keluarga yang memiliki kehidupan di atas berkecukupan atau berkelimpahan, tak menginginkan anaknya sekolah dibatasi jarak rumah ke sekolah. Apalagi jika sekolah tersebut tidak memiliki fasilitas sekolah dan guru yang memadai. Banyak orangtua yang ingin anaknya sukses dan berprestasi, maka disekolahkan ke sekolah yang sudah banyak melahirkan anak berprestasi dan fasilitas serta guru berkualitas, maka dicarilah sekolah favorit. Kondisi itu nyata dalam kehidupan kita. Coba kita lihat, sekolah favorit sangat diidamkan oleh banyak orangtua, meski sekolah itu jauh, namun tetap ditempuh. Dinamakan sekolah favorit karena sekolah tersebut memiliki track record yang baik, menghasilkan siswa yang cerdas dan berprestasi, sehingga orangtua pun beramairamai mendaftarkan anaknya bersekolah ke sana. Selain itu, meski sekolah favorit juga menawarkan biaya operasional sekolah yang
Oleh
Juandi Manullang besar, tak membuat orangtua patah semangat demi pendidikan yang baik bagi anaknya. Jadi, sebenarnya pemerintah akan kesulitan untuk menerapkan kebijakan zonasi dengan lancar di seluruh daerah di Indonesia karena kendala adanya sekolah favorit tadi yang banyak digandrungi oleh masyarakat. Untuk menghilangkan pola pikir masyarakat dengan sekolah favorit, maka yang harus dilakukan pemerintah adalah mengubah setiap sekolah yang ada di Indonesia menjadi sekolah favorit juga, di mana kualitas guru dan fasilitas sekolah merata di seluruh daerah di Indonesia. Dengan begitu, akan menghasilkan anak yang rajin, cerdas dan berprestasi. Segala bentuk biaya operasional dan jam belajar juga harus merata. Dengan begitu, pola pikir masyarakat berubah menjadi semua sekolah adalah favorit, sehingga anakanaknya pun didaftarkan beramai-ramai ke sekolah dengan memperhitungkan jarak rumah ke sekolah tersebut. Untuk menciptakan guru yang berkualitas, maka harus ada pembinaan bagi guru-guru tersebut. Begitu juga pemerintah menciptakan fasilitas-fasilitas sekolah menjadi layak pakai, di mana bangku, papan tulis, meja dan fasilitas lain dibenahi. Jangan terjadi sekolah itu tak layak pakai seperti apa yang terjadi di wilayah desa tertinggal maupun pelosok daerah. Tugas pemerintah pusat sebenarnya sangat sulit dalam menerapkan sistem zonasi ini agar dilaksanakan oleh masyarakat dengan baik. Banyak yang harus dibenahi dan menyerap anggaran yang besar pula. Pola pikir masyarakat harus diubah juga agar tidak ada favoritisme dan kastanisasi.
tampung kamar sel. Jika daya tampung mencukupi, para narapidana dapat ‘’istirahat’’ dengan tenang. Kondisi ini memberikan suasana yang kondusif untuk melakukan perenungan. Hasil akhir perenungan dalah penyadaran. Bukan tidak mungkin juga narapidana yang mampu memanfaatkan situasi penjara justru dapat menjadi pencerah masyarakat setelah bebas. Yang menjadi masalah di Indonesia adalah ada cukup banyak penjara yang daya tam-
Kesetaraan kualitas pendidikan itu penting demi memompa kuantitas. Jadi, harus sejalan kualitas demi menciptakan kuantitas. Hal itu harus diperhatikan pemerintah pusat agar mutu pendidikan dan pemerataan pendidikan cepat terlaksana. Semangat kebijakan zonasi harus dibenahi. Tak bisa hanya pemerintah pusat yang bersemangat, namun pemerintah daerah tidak mendukung. Harus ada kebersamaan untuk mengubah pendidikan yang lebih baik di setiap daerah. Kebijakan zonasi ini masih memiliki banyak masalah, sehingga harus ada upaya pembenahan. Terutama dalam hal penerimaan siswa baru belum ditetapkan dengan mengutamakan zonasi, yakni jarak rumah ke sekolah sesuai ketentuan zonasi. Terungkap pula fakta perilaku yang tidak mendukung, seperti surat keterangan tidak mampu palsu, intervensi pejabat dan pungutan liar. Ditemukan pula soal pengendalian pendirian sekolah yang tidak berjalan, termasuk sekolah swasta dan keagamaan. Diharapkan pula zonasi sekolah dapat dipakai untuk pemerataan input, process dan output. Dengan demikian, tidak ada lagi sekolah yang hanya mau menerima input siswa yang bernilai tinggi. Sekolah harus terbuka untuk semua anak dengan berbagai kondisi dan latar belakang. Untuk mewujudkan itu, harus adanya kerja sama dari semua pihak untuk saling mendukung dan bersosialisasi dengan masyarakat tentang kebijakan zonasi ini. Masyarakat terutama harus disadarkan agar mengikuti kebijakan zonasi dan pemerintah daerah menegaskan juga agar masyarakat mengikuti kebijakan itu di daerah yang dipimpinnya. Penulis adalah Alumnus Universitas Katolik ST Thomas Sumut dan penulis lepas tinggal di Medan
pungnya tidak memenuhi syarat tetapi dipaksakan untuk diisi narapidana. Harus diakui ini menjadi persoalan serius. Bagaimanapun penjara harus memerhatikan sisi manusiawi dari narapidana. Bagaimanapun, narapidana adalah manusia juga. Jika sudah berdesakan di kamar, maka bagaimanapun kuatnya kondisi bangunan penjara akan coba dijebol. Ini akan memberikan geger bagi penjara di Indonesia.
POJOK Diprediksi, ekonomi Bali 2019 akan tumbuh lebih baik lagi. - Optimisme era baru. *** Koster soal KDB 40 persen, sudah diperhitungkan soal kesediaan air. - Keuntungan bisnisnya pasti. *** RUU Masyarakat Adat bukan sekadar mengakui, juga memberdayakan. - Adat bukan dieksploitasi.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 14 Desember 2018
7
TABANAN
Bermasalah, Tiga Proyek Dinas PUPRPKP Disorot Dewan
Tabanan (Bali Post) -
Tiga proyek milik Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan menjadi sorotan dewan dalam rapat kerja yang diselenggarakan Komisi II, Kamis (13/12) kemarin. Tiga proyek tersebut adalah pembangunan gedung GOR di Debes, pembangunan jembatan di Pujungan, Pupuan, dan pembangunan gedung PMI. Begitu rapat dibuka, Ketua Komisi II A.A. Dharma Putra alias Gung Baron langsung mempertanyakan molornya pembangunan GOR Debes dan jembatan di Pujungan. Ia juga mempertanyakan gagal tender proyek gedung PMI Tabanan yang dananya bersumber dari BKK Badung senilai Rp 3 miliar. ‘’Kok bisa gagal tender? Ini ada dana tidak bisa dimanfaatkan dengan baik, bagaimana perencanaannya?’’ katanya. Pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut. Gung Baron meminta Dinas PUPRPK lebih ketat dalam pengawasan. Dia pun menegaskan, kualitas proyek tidak boleh turun karena harus kejar-kejaran dengan waktu. Tak hanya itu, Gung Baron juga menilai Dinas PUPRPKP sulit diajak koordinasi dan tidak pernah melibatkan dewan
dalam pengawasan. ‘’Menjadi catatan untuk ke depan agar koordinasi harus terus dijalin antara semua pihak. Bahkan saat gagal tender, PU pun harus menanyakan kenapa. Jangan sampai tidak ada koordinasi. Dengan dewan juga begitu. Jangan sampai ada masalah, baru koordinasi,’’ tegasnya. Kabid Bangunan Gedung Dinas PUPRPKP Kadek Faridatini Suweca menyampaikan, molornya proyek GOR Debes disebabkan beberapa hal. Kendala pelaksanaan proyek senilai Rp 14,337 miliar itu seperti material dan penggunaan alat berat yang tidak maksimal. Pihaknya telah mengetahui pembangunan molor sejak minggu ke-21 pelaksanaan proyek. Hingga batas target proyek, keterlambatan mencapai tujuh persen lebih. Terkait keterlambatan
tersebut, Faridatini mengaku memberikan perpanjangan waktu sampai 18 Desember. Meski demikian, pihaknya pesimistis proyek rampung tepat waktu. ‘’Dilihat dari progress-nya, tidak akan selesai pada tanggal 18 Desember. Namun saya yakin 30 Desember selesai dan kami minta sebelum itu atau setidaknya tanggal 25 Desember sudah tuntas,’’ ujarnya. Jika tidak selesai setelah waktu diperpanjang, maka rekanan akan dikenakan penalti. Soal gagal tender proyek Gedung PMI yang pagunya Rp 2,91 miliar, dia menyebut dikarenakan mepetnya waktu. Dana untuk pembanguan gedung ini bersumber dari BKK Badung dan kepastiannya baru diketahui pada Mei. Proses tender memerlukan waktu 40 hari dan waktu pengerjaan se-
lama 120 hari kalender. Namun dalam proses tender ternyata tidak ada pemenang. ‘’Soal gagal tender kami tidak tahu alasannya, karena itu dilakukan di Lembaga Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ). Kami tidak bisa melakukan tender ulang karena waktunya sangat mepet,’’ jelasnya. Sementara itu, Kabid Bina Marga Si Nyoman Sudana menjelaskan, terkait molornya proyek jembatan Tibu Dalem Pujungan. Dijelaskan, proyek tersebut terkendala ketika rekanan menggali pondasi jembatan. Di dasar ada batu besar yang tidak bisa digali termasuk dengan alat berat. ‘’Setiap mau menggali, alat tidak berfungsi. Ini antara percaya dan tidak, seperti ada unsur niskala,’’ sebutnya. Akhirnya penggalian digeser sekitar 3,5 meter baru bisa dilakukan dan pengerjaan bisa berlanjut. ‘’Karena itulah yang membuat waktu pengerjaan molor, tapi kami yakin akhir tahun sudah tuntas,’’ sebutnya. (kmb24)
Bali Post/san
RAPAT KERJA - Rapat kerja Komisi II DPRD Tabanan dengan Dinas PUPRPKP, Kamis (13/12) kemarin.
Krama Desa Pakraman Beraban Satpol PP Tertibkan Penjualan Arak Pilih Bendesa Lewat ’’Pemilu’’ Tabanan (Bali Post) Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan mengamankan 144 botol serta dua jerigen berisi minuman beralkohol jenis arak dalam sidak yang digelar, Rabu (12/12) malam. Sidak dilangsungkan di tiga lokasi, yakni Terminal Tuakilang, Banjar Delod Rurung di Kota Tabanan dan Banjar Panti Kecamatan Kediri. Untuk memberikan efek jera para pemilik arak, Kamis (13/12) kemarin dibina dan diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba menyampai-
”Incumbent” Raih Suara Terbanyak
ADA yang menarik dalam proses pemilihan Bendesa di Desa Pakraman Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan yang digelar, Kamis (13/12) kemarin, di Wantilan Pura Dalem Prabu desa setempat. Proses pemilihan Bendesa periode 2019-2024 dikemas layaknya pemilu, yakni lewat pemungutan suara. Pemilihan Bendesa model ini sudah dilakukan dalam empat kali periode. Kali ini, setelah melalui berbagai tahapan pemilihan, I Made Sumawa selaku calon incumbent nomor urut 1 asal Banjar Batanbuah Kaja kembali dipercaya menjadi Bendesa Adat Beraban periode 2019-2024 setelah raihan suaranya unggul dari lawannya, I Ketut Karda yang merupakan tokoh masyarakat asal Banjar Sinjuana Kelod. Sumawa meraih 1.594 suara dan Ketut Karda meraih 145 suara. Sementara suara tidak sah tercatat 18 suara. Ketua panitia pemilihan Bendesa Adat Beraban I Made Dedi Aryana, S.T. mengatakan, proses pemungutan suara dilakukan di tiap-tiap banjar sekitar pukul 07.00 Wita. Sebanyak 1.791 krama adat dari 15 banjar menggunakan
hak pilih mereka. Setelah rampung, barulah kotak suara di masing-masing TPS banjar dibawa ke wantilan Pura Dalem Prabu untuk dilakukan proses penghitungan. Turut menyaksikan jalannya proses penghitungan suara, jajaran Muspika Kediri, Ketua BPD Desa Beraban, Perbekel Desa Beraban, Ketua Kertha Desa Beraban, Majelis Alit Desa Pakraman, Ketua LPM dan undangan lainnya. Menurut Dedi, tahapan pemilihan dimulai sejak keluarnya SK dari Bendesa Adat untuk pembentukan panitia pemilihan, yakni pada 18 Oktober 2018. Setelah terbentuk struktur panitia, barulah dilanjutkan dengan merancang tatib pemilihan hingga akhirnya rancangan tersebut ditetapkan dalam paruman agung pada 29 Oktober. Usai ditetapkan, disosialisasikan ke masing-masing banjar sekaligus dilaksanakan penjaringan bakal calon. ‘’Setelah melalui proses panjang hingga akhirnya ada dua calon dalam perhelatan pemilihan Bendesa Adat, yakni calon incumbent Made Sumawa dan wajah baru, Ketut Karda,’’ terangnya. Para calon diberikan kes-
PEMILIHAN BENDESA - Proses penghitungan suara pemilihan Bendesa Adat Beraban yang dilangsungkan di wantilan Pura Dalem Prabu. empatan melakukan dharma suaka ke 15 banjar adat untuk memaparkan visi-misi pada 25 November sampai dengan 9 Desember. Karena pemilihan dikemas layaknya pemilu, sebagian logistik meminjam di KPU Tabanan. Logistik dimaksud seperti kotak suara dan bilik suara. Sementara untuk surat suara, APK masing-masing calon serta logistik lainnya disiapkan panitia dengan dana dari desa pakraman. ‘’Selaku panitia kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua
pihak, khususnya para petugas KPPS dan saksi masing-masing calon yang telah melakukan tugasnya dengan baik, sehingga proses pemilihan bisa berjalan lancar,’’ ucapnya. Sementara itu, Ketua Kertha Desa Beraban I Made Widiasa berharap, siapapun yang terpilih menjadi Bendesa Adat Beraban periode 2019-2024 bisa melaksanakan tugasnya dengan baik. Dia pun berharap yang kalah harus legowo serta tetap menciptakan suasana yang damai. (ad522)
Bali Post/san
SAWAH - Sawah menjadi salah satu potensi pariwisata yang ditawarkan dalam program wisata Desa Nyambu.
Status Desa Wisata untuk Pelestarian Pertanian dan Budaya SEJAK tahun 2016, Desa Nyambu, Kediri menjadi desa wisata. Setelah tiga tahun, kunjungan wisatawan ke desa wisata ini cenderung stagnan. Namun hal ini tidak menjadi persoalan. Sebab tujuan meraih status desa wisata bukanlah mendatangkan wisatawan sebanyakbanyaknya, melainkan lebih kepada upaya pelestarian lahan pertanian dan budaya Desa Nyambu. Untuk diketahui, luas Desa Nyambu 387 hektar. Sekitar 61 persennya merupakan lahan pertanian. Menurut Perbekel Desa Nyambu Ida Bagus Putu Sunarbawa, selain pertanian, Desa Nyambu memiliki potensi pariwisata berupa sumber air yang melimpah dan pura. Potensi-potensi inilah yang diupayakan tetap lestari. Jangan sampai alam yang asri tersebut digantikan toko modern, perumahan ataupun usaha lainnya. Potensi pariwisata ini dikelola Pemerintah Desa melalui BUMDes. ‘’Desa Wisata Nyambu bo-
leh dikatakan berbeda dari desa wisata yang lain. Jika yang lain berharap kunjungan tinggi, maka kita justru tidak menerima banyak wisatawan datang dalam sekali tour. Sebab, tujuan untuk membuat desa wisata adalah untuk mempertahankan kelestarian alam dan budaya di sini, bukan merusak alamnya,’’ ujar Sunarbawa, Kamis (13/12) kemarin. Ia melanjutkan, wisatawan yang datang ke Desa Nyambu biasanya adalah orang-orang yang memiliki ketertarikan khusus akan alam. Kebanyakan yang datang adalah
pelajar untuk studi tour, LSM, wisatawan yang peduli lingkungan sampai media. Maka dari itu, wisatawan ditawari paket tour menyusuri sawah dan lingkungan desa. Ada juga tour mengunjungi perajin, melukis sampai membuat jajan. Dalam menjalankan desa wisata, SDM lokal diberdayakan. Mereka diberikan kesempatan menjadi guide sampai dalam hal penyediaan fasilitas. Semuanya mendapatkan nilai dalam artian pemasukan yang didapatkan dari desa wisata dinikmati masyarakat. ‘’Misalkan bagi subak yang dilalui sawahnya, ada nilainya. Atau perajin ukiran dan pembuat jajan yang dikunjungi, dapat nilai. Nanti mereka mendapatkan pendapatan sesuai nilai ini,’’ jelas Sunarbawa. Agar adil, setiap kunjungan wisatawan digilir tempat-
nya. Tidak hanya dari sana, pendapatan masyarakat juga didapat dari penyewaan sepeda. Meski desa wisata sudah memiliki 20 sepeda, namun terkadang jumlah ini tidak mencukupi. Di sinilah peran masyarakat. Masyarakat bisa menyewakan sepeda yang mereka punya ke wisatawan. Setelah tiga tahun berjalan, menurut Sunarbawa masyarakat semakin peduli akan kelestarian lingkungan. Bahkan lahan pertanian di Desa Nyambu jika dibandingkan tahun sebelumnya tidak berkurang banyak dan belum beralih fungsi menjadi bangunan. ‘’Bisa dilihat di Desa Nyambu masih bebas dari toko berjejaring, begitu juga perumahan. Lahan pertanian pun walau memang ada pengurangan tapi cuma nol koma sekian persen,’’ ujar Sunarbawa. (san)
kan, pihaknya memang baru sebatas memberikan pembinaan kepada para pemilik atau penjual arak tersebut. Namun, jika mereka mengulangi perbuatannya lagi, tindakan tegas akan diambil Satpol PP. Dikatakannya, operasi penertiban minuman beralkohol ini akan terus dilakukan dengan menyasar daerah lainnya. Tak hanya itu, pihaknya akan menyasar penjual mercon atau kembang api berukuran besar. Hal ini mengingat sebentar lagi akan ada moment pergantian tahun dan beberapa hari besar keagamaan. ‘’Untuk lebih mengefektikan pengawasan, kami juga terus
berkoordinasi dengan kepolisian,’’ jelasnya. Menurut Sarba, penertiban dilakukan untuk menciptakan rasa aman serta menjaga ketertiban masyarakat. Bahkan pihaknya juga telah bersurat kepada seluruh Camat agar mengamankan wilayahnya masing-masing. ‘’Kita sudah turunkan surat edaran ke tiap Camat agar mereka melakukan rapat berjenjang untuk mengumpulkan Kepala Desa dan desa adat untuk mengamankan wilayah masing masing. Jangan sampai ada masyarakatnya menjual miras termasuk mercon yang berukuran besar,’’ tegasnya. (kmb28)
BULELENG
8 Unud Siapkan Dokter Spesialis Anestesi di RS Pratama Tangguwisia dan Giri Emas Singaraja (Bali Post) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menjatahkan sepuluh dokter spesialis untuk ditugaskan di Buleleng. Meski demikian, dokter spesialis belum juga memadai terutama untuk memenuhi syarat dokter spesialis di Rumah Sakit Pratama di Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt dan di Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan. Untuk memenuhi kekurangan jatah dokter spesialis itu, Universitas Udayana (Unud) Denpasar siap menugaskan dokter spesialis anestesi untuk dua rumah sakit pratama di Bali Utara tersebut. Kepastian tambahan dokter spesialis anestesi itu dipastikan terealisasi dalam waktu dekat ini. Buktinya, Pemkab Buleleng akan menandatangani Momorandum of Understanding (MoU) dengan Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Unud RSU Sanglah, Denpasar. Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. belum lama ini mengatakan, dalam kesepakatan tersebut, Bagian Anestesi Fakultas Kedokteran (FK) Unud akan mengirimkan Chief Residen ke Rumah Sakit Pratama Tangguwisia dan Rumah Sakit Pratama Giri Emas, Kecamatan Sawan. Dokter spesialis ini akan bekerja dengan sistem bulanan. Mulai dari dua bulan hingga tiga bulan. Jadwal kerja dokter spesialis ini akan diatur Bagian Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Unud RSUP Sanglah, Denpasar. Mereka akan dikirim secara bergiliran sesuai jadwal yang telah ditentukan. “Walau kita sudah dikasi sepuluh dokter spesialis, namun belum memadai. Caranya, kita tangani dengan bantuan dokter spesialis anestesi yang sudah mengikuti pendidikan di Unud Denpasar,” katanya. Terkait kesiapan anggaran, Sutjidra memastikan pemkab sudah menyiapkannya. Utamanya dari sisi akomodasi, baik perumahan maupun transportasinya. Hanya, terkait jasa pelayanan, pemerintah langsung berkoordinasi dengan Bagian Anestesi FK Unud. “Kerja sama mulai 2019 mendatang. Nanti, mereka bekerja sistem shift, ada pagi ada malam,” jelasnya. (kmb38)
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Gubernur Rancang Industri Pengolahan Gabah di Buleleng Singaraja (Bali Post) –
Potensi pertanian di Buleleng mulai mengundang perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Buleleng yang dikenal sebagai penghasil gabah potensial di Bali, mulai tahun depan dirancang dijadikan industri pengolahan gabah. Program yang sejalan dengan kebijakan Pemkab Buleleng yang fokus di sektor pertanian. Anggarannya akan diupayakan dari pengumpulan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) perusahaan swasta di seluruh Bali. Gagasan itu diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster saat berkunjung ke Buleleng, beberapa waktu lalu. Menurutnya, pembangunan industri gabah di Buleleng merupakan salah satu dari sejumlah program strategis untuk mengatasi ketimpangan Bali Utara dan Bali Selatan. Selain industri pengolahan gabah, juga akan dibangun industri pengolahan wine dan pengolahan tebu menjadi gula. “Buleleng kan memiliki potensi pertanian sangat tinggi. Di bidang pemasarannya, akan dibangun Pasar Buah Banyuasri, sehingga Buleleng jadi pusat buah lokal dan dirancang sudah ada jaminan dari segi kualitasnya,” katanya. Pertimbangan dipilihnya Buleleng menjadi tempat dibangunnya industri pengolahan gabah, kata Gubernur, karena daerah ini sebagai penghasil gabah
sangat potensial di Bali. Sentra industri itu dipercaya akan dapat membangkitkan usaha tani padi di kabupaten lainnya seperti di Jembrana dan Tabanan. Kalau industri ini sudah beroperasi, maka gabah di Bali tidak akan diolah menjadi beras di Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) seperti yang terjadi sekarang. “Buleleng masuk daerah penghasil gabah cukup besar. Sehingga tahun depan, kita bangun pengolahan gabah itu. Perlu ada industri besar di Buleleng. Dengan demikian, tenaga kerjanya bisa diserap. Terpenting, gabah itu tidak perlu lagi dibawa ke Banyuwangi,” katanya. Terkait dana, Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula ini mengatakan, anggaran yang dipergunakan untuk membangun industri pengolahan gabah ini berasal dari hasil kerja sama dengan
Wayan Koster pihak ketiga. Disinggung di mana lokasinya, Gubernur mengaku belum menentukan. Pihaknya akan membahas serius hal lokasinya dengan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menyambut baik rencana pem-
Bali Post/kmb38
Bali Post/kmb38
Putu Agus Suradnyana
bangunan industri pengolahan gabah di daerahnya. Dia mengatakan, langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas beras yang dihasilkan sehingga menciptakan ketahanan pangan di Buleleng dan Bali. “Penggilingan gabah yang berkualitas, se-
hingga produktivitas beras di atas 80 persen. Karena selama ini kan sering penggilingan gabahnya sudah tua, berasnya jadi hancur. Dengan pengolahan gabah yang lebih baru dan baik itu nantinya ada peningkatan dari segi kualitas dan kuantitas. (kmb38)
Loka POM Telusuri Dugaan Keracunan Minuman Pihak Manajemen Sudah Tarik Produk Tersisa Loka POM Buleleng begerak cepat setelah peristiwa dugaan keracunan yang dialami Perbekel Desa Jineng Dalem Kecamatan Buleleng Ketut Ardika (48), Selasa (11/12) lalu. Empat orang staf pengawas lapangan melakukan investigasi ke Desa Jineng Dalem, Rabu (12/12). Hasilnya, pengawas baru mengumpulkan keterangan dari korban dan pemilik warung, tempat korban membeli minuman bermerek terkenal itu. Pengawas belum mengambil sampel sisa minuman, karena stok yang belum terjual itu sudah ditarik pihak menajemen minuman kemasan itu. Lalu bagaimana hasil pemeriksaan oleh Loka POM Buleleng? INVESTIGASI dilakukan dengan cara mencermati kronologi kejadian dari Perbekel Desa Jineng Dalem Ardika di kediamannya Dusun Gambang. Ketika ditanya, Ardika pun menceritakan kronologis dugaan keracunan minuman yang dideritanya. Sebelum minum minuman kemasan yang dibeli dari warung milik saudaranya, Luh Purnamiasih itu, dia sempat makan buah manggis. Setelah itu, karena haus selesai membantu persiapan upacara penguburan keluarganya, Ardika kemudian menenggak minuman te r s e bu t. B e l u m b a n y a k menenggak minuman itu, mulutnya langsung terasa panas hingga di tenggorokan. Bagian bibirnya melepuh, yang diduga karena pengaruh panas. Dia juga menceritakan kalau setelah menenggak minuman itu, tubuhnya terasa lemas dan diikuti mual-mual. Kepala staf pengawas lapangan menambahkan, Ardika juga menyampaikan bahwa sisa minuman itu mengeluarkan aroma
menyengat seperti lem pipa hingga mirip aroma tiner. Dia pun membeberkan bukti-bukti kalau sisa minuman itu setelah disulut korek ternyata muncul api yang menyambar. Keterangan dari penjual, Luh Purnamiasih, staf pengawas lapangan Loka POM Buleleng mengumpulkan keterangan bahwa pedagang membeli minuman itu sekitar satu minggu lalu. Pedagang menyebutkan kalau minuman itu dibeli dari pengecer dengan harga Rp 5.000 tiap botol. Stok minuman itu kemudian beberapa di antaranya didinginkan di dalam kulkas. Sebagian lagi dipajang di rak minuman biasa. Saat membeli dari pengecer, Luh Purnamiasih mengaku tidak memerhatikan kondisi minuman itu. Dia hanya menanyakan kepada pedagang tanggal kedaluwarsa dan kondisi segel penutup botol minuman tersebut. Karena yakin dengan pedagang pengecer, dia kemudian membeli enam botol minuman itu. “Biasanya setiap minggu pengecer itu
datang membawa minuman dan barang dagangan lainnya. Saya tidak beli banyak hanya enam botol dan saya tidak tahu siapa pedagang pengecer itu,” katanya. Selain Luh Purnamiasih, keterangan juga dikumpulkan dari pemilik warung lainnya, Ketut Sukraning. Kepada petugas, dia menceritakan kalau tidak dia tidak tahu identitas pedagang pengecer itu, karena tidak menitipkan identitas atau nama usaha ketika menjual minuman itu di warungnya. “Biasanya Pak Mekel sering beli minuman di warung saya. Dan saya jual minuman yang saya beli dari pengecer itu. Cuma di mana alamatnya saya tidak tahu. Soalnya, tidak pernah menitipkan identitas kepada kami,” katanya. Koordinator Pengawas Lapangan Gusti Ketut Rahardi seizin Kepala Loka POM Buleleng Made Erry Bahari Hartana mengatakan, investigasi ini untuk mengumpulkan keterangan dan bukti-bukti berkaitan produk minuman itu yang diduga memicu keracunan. Selain itu, pihaknya ingin mencari sisa minuman itu untuk diteliti. Namun, manajemen minuman itu telah menarik sisa minuman yang dijual di sana. “Kami ingin mendapatkan keterangan di lapangan. Sifatnya baru penelusuran awal. Kami belum menyimpulkan ada tidaknya kandungan bahan berbahaya yang memicu dugaan keracunan itu. Maunya sisa minuman itu kita teliti, tetapi sudah tidak ada karena informasinya sudah ditarik,” jelasnya. Perbekel Desa Jineng
Bali Post/kmb38
KUMPULKAN KETERANGAN – Staf Pengawas Lapangan Loka POM Buleleng, Rabu (12/12), mengumpulkan keterangan setelah kejadian dugaan keracunan akibat meminum jenis minuman terkenal dialami Perbekel Desa Jineng Dalem Ketut Ardika.
Dalem, Ketut Ardika, mengaku, kondisinya sudah normal setelah dirawat di IGD RSUD Buleleng. Rasa mual sudah hilang termasuk badannya tidak lagi lemas seperti setelah meminum minuman itu Selasa (11/12)
lalu. Ardika pun mengaku sempat didatangi pihak yang mengaku menajemen minuman itu di Bali. Dia sebagai korban ditawari akan diberikan biaya perawatan di rumah sakit. Atas tawaran itu, Ardika me-
nyampaikan, saat menjalani perawatan menggunakan BPJS dan itu sudah diurus tuntas. “Kemarin (Rabu, 12/12 - red) kondisi sudah membaik. Peristiwa ini sudah ditangani kepolisian, sehingga
saya berharap tidak ada kejadian serupa. Sebab, berbahaya sekali kalau minuman itu justru berbau seperti lem pipa atau tiner, apalagi saat disulut korek justru apinya malah menyambar,’’ katanya. (mud)
GIANYAR
Jumat Pon, 14 Desember 2018
9
Berjualan di Emper RSUD Sanjiwani
Lima Pedagang Ditertibkan
Gianyar (Bali Post) Gara-gara berjualan di emper Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar, lima pedagang diamankan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar, Kamis (13/12) kemarin. Petugas menertibkan mereka karena berjualan tanpa izin di emper bagian selatan gedung rumah sakit tersebut. Mereka yang tepergok berjualan adalah pedagang tipat tahu, pedagang bakso, pedagang es, dan dua pedagang nasi bungkus. Petugas mencatat nama mereka dan melarang berjualan di tempat itu lagi. Salah satu pedagang, yakni pedagang tipat tahu saat didatangi petugas Satpol PP kebetulan sedang melayani pembeli. Ketika petugas menutup payung rombongnya, pedagang tersebut tampak cuek dan tetap melayani pembeli. Usai melayani pembeli, pedagang itu pergi. Begitu juga dengan pedagang bakso keliling memilih pergi membawa gerobaknya. Namun dua pedagang nasi tidak bisa berkutik karena petugas Satpol PP terus mengawasi. Dua pedagang nasi harus merapikan seluruh dagangannya dan meninggalkan lokasi jualan. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Agusnawa mengatakan, para pedagang itu tergolong bandel. Aktivitas pedagang yang berjualan di bagian selatan rumah sakit itu sangat menganggu akses keluar masuk rumah sakit. “Pedagang itu melanggar Perda mengenai ketertiban lingkungan. Kami sudah berikan SP (Surat Peringatan - red) karena terus membandel. Kami akan terus awasi dan pantau,” tegasnya. (kmb35) MENERTIBKAN - Petugas Satpol PP menertibkan salah seorang pedagang.
SOSOK Tantangan Perempuan Bali DI tengah derasnya arus globalisasi, perempuan Bali memiliki peran signifikan dalam menjaga adat dan budaya. Perempuan Bali diharapkan mampu menjadi benteng untuk mempertahankan tata cara dan tata krama kehidupan masyarakat Bali. “Ini merupakan tantangan berat bagi kita perempuan Bali, khususnya WHDI dalam mewujudkan perempuan yang cerdas dan mandiri,” ujar Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun, belum lama ini. Istri Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun ini juga mengharapkan peran pengurus WHDI mengembangkan program dengan konsep Tri Hita Karana dan Catur Purusa Artha. Ia juga menekankan agar setiap pengurus menjalin koordinasi yang baik dengan memajukan kesejahteraan masyarakat. Ditegaskan, WHDI sebagai salah satu organisasi perempuan harus mampu membantu pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan. “WHDI merupakan bagian integral dari kaum Perempuan Indonesia dalam membangun dan mengembangkan kehidupan bermasyarakat berdasarkan nilai-nilai luhur agama Hindu,” tegasnya. Kaum perempuan juga diingatkan ikut terlibat aktif dalam berbagai aktivitas. Namun tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang ibu. “Peran ibu itu penting, karena merupakan guru pertama yang mengajarkan anak-anak tentang pendidikan moral, agama dan budi pekerti, sehingga terwujud anak yang suputra,” katanya. (nik)
Polemik Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba Belum Temukan Titik Terang
Gianyar (Bali Post) Pemilihan Bendesa Pakraman Manuaba di Desa Kendran, Kecamatan Tegallalang masih menjadi perhatian Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) Tegallalang. Pasalnya, polemik terkait pemilihan bendesa ini belum menemukan titik terang. MADP Tegallalang kembali menyarankan desa setempat menggelar paruman. Ketua MADP Tegallalang Wayan Mupu mengatakan hal itu, Kamis (13/12) kemarin. Menurut Mupu, pascakisruh yang terjadi di Desa Pakraman Manuaba, MADP Tegallalang sudah dua kali turun ke desa tersebut. “Kami sudah datang ke sana. Sudah diberikan petunjuk sesuai prosedur desa pakraman. Sampai detik ini belum ada perubahan,” katanya menyayangkan. Meski sudah berulang kali memberi penjelasan, kata Mupu, namun hingga saat ini belum ada perkembangan penyelesaian masalah di desa tersebut. “Sampai sekarang masih status quo,” tegasnya. Mupu sangat menyayangkan kondisi ini mengingat umat akan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Selain itu, di pura setempat juga akan banyak agenda adat.
Semestinya bendesa yang sah sudah harus memimpin jalannya rangkaian agenda adat tersebut. “Susah. Sudah kami berikan saran sesuai petunjuk, tapi tidak ada juga,” jelasnya. Mupu menegaskan, ada prosedur yang dilalui ketika menemui permasalahan pemilihan bendesa. Salah satunya, seharusnya warga desa pakraman menyelesaikannya dulu di sana. “Krama di sana mesti kembali parum,” tandasnya. Sementara itu, Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Gianyar Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, dengan adanya permasalahan pemilihan bendesa, maka berpengaruh pada pemberian insentif bagi bendesa. “Yang lama masih tetap
Pengamanan Nataru
Gereja dan Objek Wisata Jadi Prioritas
Bali Post/kmb35
AKBP Priyanto Priyo Hutomo
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar kini sedang bersiap melakukan pengamanan perayaan Natal dan pergantian tahun baru (Nataru). Sampai saat ini polisi sudah mulai melakukan pemetaan kawasan yang menjadi atensi pengamanan. Prioritas pengamanan akan dipusatkan untuk gereja selama perayaan Natal dan objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Gianyar. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, operasi pengamanan Natal biasanya dimulai satu minggu sebelum hari H. Dalam pengamanan ini, pihaknya akan melakukan pemetaan dengan intelijen. “Tentunya kami akan petakan pengamanan, khususnya dengan memfokuskan pada gereja sebagai pusat perayaan Natal,” ujar Priyanto Priyo Hutomo, Kamis (13/12) kemarin. Perwira melati dua di pundaknya ini menambahkan, pengamanan juga difokuskan pada sejumlah objek wisata, seperti wilayah Ubud dan objek wisata lainnya. “Kami akan undang instansi terkait di bidang pariwisata. Mana
objek wisata yang padat wisatawan, itu akan menjadi fokus pengamanan,” tegasnya. Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, Gianyar memiliki sejumlah objek wisata yang dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya. Pengamanan ini sangat urgent demi menjamin citra keamanan objek wisata di Bali. Terkait pesta kembang api yang biasanya mewarnai detik-detik pergantian tahun, Priyanto Priyo Hutomo mengakui sudah ada sejumlah permintaan terkait pesta kembang api pada pergantian tahun ini. Salah satunya dari Hotel Alila Ubud dan pesta kembang api di Lapangan Astina Gianyar. “Sementara baru ada dua yang mengajukan permohonan pesta kembang api,” katanya. Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, saat ini jajaran kepolisian tetap melakukan pemantauan terhadap kembang api yang diperjualbelikan di sejumlah pasar. “Kembang api yang dijual di jalan dominan sudah ada izin. Kami juga akan mengecek peredaran kembang api liar di warung-warung,” tandasnya. (kmb35)
Pengamanan TPS Caleg akan Ditingkatkan Gianyar (Bali Post) Guna memastikan pengamanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar menggelar rapat koordinasi dengan pihak kepolisian, Kamis (13/12) kemarin. Sementara aparat kepolisian memastikan akan meningkatkan pengamanan pada TPS yang ada calon legislatif (caleg). Rapat yang berlangsung di Kantor KPU Gianyar ini dihadiri jajaran Kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, termasuk petugas di tingkat kecamatan. Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna menjelaskan, rapat ini bentuknya koordinasi, untuk secara bersama
mengamankan Pemilu 2019. Dikatakan, masyarakat menghendaki pemilu yang damai. ‘’Semuanya berkeinginan proses pemilu dapat berjalan lancar dan kondusif serta gembira,’’ jelasnya. Selama rapat kemarin, kata Agus Tirta Suguna, pihaknya memaparkan kesiapan KPU selaku penyelenggara pemilu. Pertama, jajaran sumber daya manusia (SDM) yang terdiri dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS). ‘’Dilanjutkan nanti pembentukan Kelompok PPS,’’ jelasnya. Agus Tirta Suguna menambahkan, persiapan logistik dari KPU RI berupa kotak suara, bilik suara dan tinta sudah di-
datangkan. ‘’Dari KPU Provinsi berupa sampul dan amplop juga sudah datang,’’ katanya. Dengan adanya rapat koordinasi ini, Agus Tirta Suguna berharap ada sinergitas antarsesama aparat terkait. ‘’Makanya, dari awal kami berkoordinasi dengan Polres untuk proses pengamanan kotak suara, termasuk tempat penyimpanan kotak suara sebelum didistribusikan ke TPS,’’ jelasnya. Agus Tirta Suguna menambahkan, pihaknya juga menyarankan para calon legislatif (caleg) atau tim kampanye calon presiden untuk melaporkan kegiatannya selama kampanye. Ditegaskan, sudah menjadi ketentuan caleg harus melapor
ke kepolisian bila ada kegiatan kampanye sehingga proses bisa berjalan lancar. Sementara itu, Kabag Ops Polres Gianyar Kompol Mahaputra mengatakan, ada beberapa daerah yang masuk kategori rawan. Namun, yang paling penting mendapatkan perhatian adalah TPS yang ada caleg. ‘’Tapi, secara umum semuanya aman,’’ katanya. Berdasarkan data, jumlah pemilih di Gianyar sebanyak 370.030 orang. Rinciannya, 183.899 pemilih lelaki dan 186.131 pemilih perempuan. Para pemilih itu akan mencoblos di 1.502 TPS yang tersebar di 70 desa/kelurahan di tujuh kecamatan di Kabupaten Gianyar. (kmb35)
diberi sebelum ada permohonan resmi dari desa pakraman yang bersangkutan,” ujarnya. Bendesa Pakraman Manuaba yang lama, Made Rudeg, namanya masih diakui dan tercantum dalam daftar penerima insentif oleh pemerintah. “Besaran insentif tiap bendesa Rp 1,3 juta,” kata Jati Ambarsika. Sebelumnya, Ketua Panitia Pemilihan Bendesa Dewa Putu Suta Ardana mengaku telah melakukan pawintenan, semacam pelantikan terhadap Bendesa Manuaba terpilih. Alasannya, karena bendesa terpilih sudah memenangkan pemilihan bendesa. Dari tujuh banjar di Desa Pakraman Manuaba, ada lima banjar yang setuju. (kmb35)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati
- 943056
DPRD
BPBD
- 943144 - 7844717/7844718
PMK
- 943113
Kantor Satpol PP
- 944436
RSUD Sanjiwani
- 943020
PDAM
- 944225/943233
KPA Gianyar
- 942184
PMI Gianyar
- 8958414
KONI Gianyar
- 947261
BNN Kab. Gyr.
- 946122
PLN
- 947166
Kodim 1616 Gyr
- 943069
Koramil Gianyar
- 942289
Koramil Blahbatuh
- 941167
Koramil Tegallalang
- 974792
Koramil Tampaksiring
- 901601
Koramil Sukawati
- 297564
Koramil Ubud
- 975314
Koramil Payangan
- 974793
Siaga Lantas/TMC Gianyar
- 945820
Polsek Gianyar
- 944510
Polsek Blahbatuh
- 941165
Polsek Tampsiring
- 901110
Polsek Tegallalang
- 901575
JEMBRANA
10
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Truk Angkut Material Rusak Jalan
Warga Keluhkan Galian C di Nusasari Negara (Bali Post) –
Lalu-lalang truk pengangkut material galian C di Banjar Nusasari, Desa Nusasari, Kecamatan Melaya sejak setahun berdampak rusaknya jalan aspal menuju lokasi tersebut. Apalagi jalan yang dilalui truk-truk itu melintasi dua banjar, yakni Nusasari Kelod dan Nusasari. Sejumlah warga mengeluhkan kondisi tersebut dan meragukan galian C tersebut telah mendapatkan izin dari instansi terkait.
Bali Post/olo
JALAN BERPASIR - Kondisi jalan yang sering dilintasi truk pengangkut material dari galian C di Nusasari berdebu dan berpasir, warga pun mengeluh. Selain itu, izin galian C itu dipertanyakan.
Harga Daging Ayam, Bawang, dan Cabai Naik 12 ribu per kilogram mengikuti kualitas beras. Sementara yang mengalami kenaikan justru terjadi pada daging ayam serta bumbu dapur, seperti bawang merah, cabai merah dan cabai kecil. Ratarata mengalami kenaikan Rp 2 ribu per kilogram. Seperti daging ayam dari semula Rp 35 ribu naik menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Bawang merah dari semula Rp 18 ribu per kilogram kini menjadi Rp 20 ribu. Begitu halnya cabai merah besar dan cabai merah kecil. Harga berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 24 ribu. Naik dari sebelumnya antara Rp 18 ribu hingga Rp 22 ribu per kilogram. Beberapa bumbu dapur harganya masih stabil, seperti bawang putih masih Rp 18 ribu. Sedangkan untuk daging sapi juga stagnan di harga Rp 110 ribu per kilogram. Termasuk telur ayam ras Rp 1.250 per butir dan minyak goreng Rp 11.400 per liter. Adanya sejumlah kenaikan bahan bumbu dapur itu dipicu berkurangnya dis-
tribusi ke pedagang. Cuaca buruk memengaruhi hasil panen. Begitu juga dengan ayam, jumlah produksi yang tidak sebanyak jumlah permintaan menjelang hari raya sehingga terjadi kenaikan. Hal ini diakuai salah seorang pedagang, Nengah Sueni (35). Sementara itu, Kepala Koperindag Jembrana Made Gede Budhiarta mengatakan, dari hasil pemantauan Tim Pengendali Inflasi Daerah ke pasar-pasar kemarin, stok sembako relatif aman. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Bulog untuk sembako ada cadangan sampai akhir hari raya. Harga yang terpantau di pasar-pasar tradisional ini diharapkan tetap stabil hingga memasuki hari raya nanti. Tim juga telah mengantisipasi apabila nantinya terjadi lonjakan harga sembako yang cukup signifikan. Salah satunya dengan mengadakan pasar murah. Namun dari pemantauan kemarin, menurut Budhiarta, harga masih relatif stabil. (kmb26)
Bali Post/olo
TINJAU PASAR – Sejumlah petugas Tim Pengendali Inflasi Daerah kemarin mengecek harga kebutuhan pokok di pasar. Sejumlah barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan, seperti daging ayam, bawang merah dan cabai merah.
TNI Bantu Jambanisasi KK Miskin di Melaya
Bali Post/kmb
JAMBAN - Jajaran Koramil 1617-03/Melaya membangun jamban untuk buruh tani kurang mampu I Wayan Sudarma (54) di Dusun Palalinggah Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana.
“Apakah sudah berijzin atau belum. Termasuk jalan itu bagaimana nantinya kalau aktivitas ini terus dilakukan,” tandas salah seorang warga. Perbekel Nusasari Wayan Ardana dikonfirmasi kemarin mengakui adanya aktivitas galian C di lahan milik warga di Banjar Nusasari. Sepengetahuannya, pihak pengelola telah memperpanjang izin penambangan tersebut dan mendapat restu dari tokoh
masyarakat serta banjar sekitar. “Khususnya banjar Nusasari sudah menyetujui. Kalau tidak ada surat dari bawah, kami tidak meneruskan (terkait perpanjangan),” ujarnya. Ardana menjelaskan, aktivitas galian C di tanah seluas satu hektar itu sudah berlangsung sejak setahun ini, dan dari izin sebelumnya telah diperpanjang. Memang sempat aktivitas galian C itu mendapat sorotan warga, karena jalan yang dilintasi
Politeknik KP Jembrana Lantik 75 Taruna Angkatan II
Jelang Galungan dan Nataru
Negara (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan, Natal dan Tahun Baru, sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan, khususnya harga daging ayam, bawang merah dan cabai merah. Salah satu pemicunya adalah stok yang terbatas, sementara jumlah permintaan terus melonjak. Namun kenaikan harga kebutuhan pokok itu tidak terlalu signifikan. Guna memastikan semua kebutuhan pokok khususnya sembilan bahan pokok cukup, Tim Pengendali Inflasi Daerah, Kamis (13/12) kemarin melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional di Jembrana. Selain memastikan stok aman, tim yang melibatkan Polri dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) ini juga memantau harga penjualan. Secara umum harga kebutuhan pokok di pasarpasar Jembrana relatif stabil. Dari pemantauan untuk sembako, beras masih stabil antara Rp 11 ribu hingga Rp
Sejatinya beberapa ruas jalan yang rusak sudah pernah diperbaiki oleh pihak pengelola galian. Namun diduga lapisan kurang bagus, sehingga jalan justru berpasir dan tambah rusak. Dari informasi warga, Kamis (13/12) kemarin, aktivitas galian C ini diperkirakan belum berizin. Selain itu warga berharap ada kepastian perbaikan jalan yang rusak tersebut, apalagi untuk kepentingan umum.
dari Banjar Nusasari Kelod hingga Nusasari rusak. Tetapi pihak pengelola telah melakukan kesepakatan dengan banjar. Salah satu kesepakatannya yakni memperbaiki jalan yang rusak. Sehingga perpanjangan izin diajukan kembali. Saat ini beberapa jalan memang sudah diperbaiki, tetapi karena campuran diduga kurang sesuai, sehingga rusak kembali. Terutama pasir yang berserakan dan menimbulkan debu. Pihaknya tak menampik dampak aktivitas truk lalu-lalang itu sering menuai keluhan dari warga. Terutama debu dan rusaknya jalan. Tetapi menurutnya hal tersebut sudah melalui kesepakatan banjar. (kmb26)
Negara, (Bali Post) Jajaran Koramil 1617-03/Melaya, Kamis (13/12) membantu pembangunan jamban untuk buruh tani kurang mampu, I Wayan Sudarma (54), di Dusun Palalinggah Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana. Sudarma merupakan KK miskin dan memiliki tiga orang anak. Pembangunan jamban dipimpin Danramil 1617-03/Melaya Kapten Inf. Agus Muhid bersama babinsa dan anggota koramil 03 Melaya. Agus Muhid mengatakan program jambanisasi yang di selenggarakan oleh TNI adalah bentuk program satuan dalam membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana/ prasarana dan fasilitas umum. Diharapkan, dengan sosialisasi pentingnya sanitasi lingkungan warga masyarakat bisa termotivasi untuk membangun jamban lebih layak. Program ini diprioritaskan bagi keluarga miskin untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman, guna miningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. (kmb)
TARUNA Angkatan II Tahun Akademik 2018/2019 Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana dilantik secara resmi oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, Kamis (13/12) kemarin di GOR Krisna Jvara, Jembrana. Dalam kegiatan ini, Kepala BRSDM Sjarief melantik 75 taruna, yang terdiri dari 21 taruna dari Progam Studi (Prodi) Perikanan Tangkap, 24 taruna dari Prodi Budi Daya Ikan dan 30 taruna dari Prodi Pengolahan Hasil Laut. Di mana 36 orang di antaranya berasal dari keluarga pelaku utama perikanan (pumakan). Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto, Bupati Jembrana I Putu Artha, Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan, Forkopimda Kabupaten Jembrana, Koordinator Pelaksana Tri Dharma Perguruan Tinggi Poltek KP Jembrana, kepala dinas di Provinsi Bali, Kepala Dinas/Balai/Unit di lingkungan KKP Jembrana, kepala-kepala OPD Pemkab Jembrana serta para orangtua taruna. Dalam arahannya, Sjarief berharap kepada seluruh taruna/i untuk dapat mendukung terwujudnya sektor kelautan dan perikanan yang berdaulat, menyejahterakan bangsa, berkelanjutan, serta memiliki daya saing yang tinggi. ‘’Dengan segenap rasa bangga dan berbahagia, para taruna dan taruni yang berasal dari Kabupaten Jembrana, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Situbondo dan berbagai wilayah hingga Palembang dan Sumbawa sudah resmi menjadi Taruna
MOU - Penandatanganan MoU saat pelantikan taruna/i Politeknik KP Jembrana angkatan II di GOR Kresna Jvara, kemarin.
berharap jumlahnya akan bertambah seiring dengan penambahan jumlah siswa ke depan, khususnya warga pesisir seperti Pengambengan. ‘’Jangan sampai kesempatan yang baik ini dilewatkan. Terlebih fasilitas yang tersedia sudah lengkap,’’ ujar Artha. Dalam kegiatan ini turut dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Politeknik KP Jembrana dengan Dinas Perhubungan dan Kelautan Jembrana, Fakultas Pertanian Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Jembrana, CV Segara Sujaya, PDD Jembrana Politeknik Negeri Bali Rintisan Akademi Komunitas Negeri Jembrana. Dalam rangka menyiapkan tenaga ahli madya yang memiliki kekhususan, baik kualitas akademik maupun kepribadian sesuai dengan keterampilan yang diperlukan, maka sistem pendidikan yang diterapkan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana adalah sistem gugur pada setiap akhir semesternya serta sistem kehidupan kampus yang mewajibkan seluruh taruna tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan berbagai peraturan dan tata tertib yang bersifat mengikat. Terdapat beberapa tahap yang calon taruna dan calon taruni sudah laksanakan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana. Yang pertama ketika calon taruna-taruni datang ke kampus, langsung melakukan tahap kegiatan Diklat SAR, Fisik Mental dan Disiplin Maritim kurang lebih selama satu minggu di Rindam IX/Udayana untuk lebih disiplin, tanggap dan bekarakter. (ad504)
dan Taruni Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana Angkatan II (Kedua). Dengan dilantiknya tarunataruni ini, perjuangan kalian masih belum berakhir hingga menyelesaikan pendidikan di Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana,’’ ucap Sjarief. Sjarief turut menyampaikan bahwa penyelenggaraan pendidikan pada satuan pendidikan lingkup KKP bersendikan 4 pilar utama, yakni learning to know, to do, to life together dan to be. Keempat pilar tersebut ditujukan untuk membangun karakter unggul dan cerdas, dengan pengembangan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan karakter (character building). Sistem pendidikan BRSDM–Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga menerapkan sistem vokasi dengan pendekatan teaching factory yaitu 60 persen teori dan 40 persen praktik. Hal tersebut dimaksudkan agar satuan pendidikan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan kompetensi, sehingga
menjadi tenaga kerja profesional, memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat, serta berkarakter baik, sehingga dapat menjadi kekuatan bagi pengembangan dunia usaha dan dunia industri kelautan dan perikanan. Bupati Jembrana I Putu Artha menyatakan rasa terima kasihnya kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan ditempatkannya Politeknik Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Jembrana. Artha berharap menjalankan aturan di Politeknik Kelautan dan Perikanan dengan baik, taat disiplin dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia mendoakan agar anak–anak tersebut nantinya menjadi anak yang tangguh dan berdaya guna bagi nusa dan bangsa. Kepada orangtua, Artha berharap agar terus mensupport dan mendoakan anak–anaknya selama masa pendidikan, terlebih pada masa orientasi mereka tidak berjumpa selama tiga bulan. Untuk angkatan 2018/2019 40% siswa yang diterima berasal dari Jembrana, Artha
dikemudikan I Made Laksana (48) asal Kerobokan, Kuta Utara. Setelah menyenggol bagian kanan mobil, truk kemudian terguling di tengah jalan. Sopir truk berhasil selamat, namun truk yang mengalami patah peer itu melintang di tengah jalan. Kapolsek Pekutatan Kompol I Putu Suprama dikonfirmasi kemarin membenarkan kecelakaan yang terjadi di wilayah hukum Pekutatan tersebut. Lantaran truk terguling melintang di tengah jalan, arus lalu lintas sempat tersendat satu jam. ‘’Sekarang sudah normal kembali setelah truk diderek. Khusus mobil truk besar dan bus tidak bisa melintas tadi, tapi kendaraan kecil buka-tutup,’’ tandas Kompol Suprama. Akibat kejadian itu, menurutnya, tidak sampai menimbulkan korban jiwa, hanya arus lalin yang cukup padat sempat tersendat. Truk mengalami patah peer roda depan, bumper depan penyok dan pintu serta bak bagian kiri rusak. Sedangkan mobil Ertiga dengan DK 443 CS penyok di bagian bodi kanan dari depan sampai belakang. (kmb26)
TERGULING – Truk yang terguling di Pekutatan tepatnya di sekitar Pasar Umum Pekutatan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, namun arus lalin Denpasar-Gilimanuk sempat macet satu jam.
Truk Terguling di Pekutatan, Lalin Macet Satu Jam
Negara (Bali Post) – Kecelakaan yang mengakibatkan truk terguling di Pasar Pekutatan membuat jalur jalan Denpasar-Gilimanuk, Kamis (13/12) sore kemarin, macet hingga satu jam. Truk Isuzu nopol N 8774 UI penuh muatan yang dikemudikan Fredi Armido (40) asal Blitar, Jawa Timur terguling di tengah jalan. Sejumlah petugas dari Polsek Pekutatan dan Satlantas Polres Jembrana turun melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Beberapa kendaraan kecil bisa melintas secara bergiliran dari dua arah. Namun untuk kendaraan besar seperti truk dan bus terpaksa harus menunggu sampai truk dievakuasi menggunakan derek. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan truk dengan mobil Suzuki Ertiga itu. Dari informasi, truk Isuzu penuh muatan melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Saat melintas di TKP dengan kondisi jalan lurus marka utuh, tibatiba peer depan kanan truk tersebut patah. Sehingga truk oleng dan menyerempet mobil Suzuki Ertiga dari arah berlawanan yang
Bali Post/ist
Jumat Pon, 14 Desember 2018
KARANGASEM
11
Angkat Bahaya Narkoba, Siswa SMK PGRI Amlapura Juara I
Lomba Media Presentasi Pembelajaran di Undiksha
Bali Post/kmb41
JUARA - Salah seorang siswa SMK PGRI Amlapura Dimas Bagus Pradana (dua dari kiri) foto bersama dengan Kepala SMK PGRI Amlapura Drs. I Ketut Sutarsa dan guru pembina I Kadek Kamastika. Dimas menunjukkan pialanya setelah sukses merebut juara pertama dalam Lomba Media Presentasi Pembelajaran yang dilaksanakan di Undiksha Singaraja. Amlapura (Bali Post) Siswa-siswi SMK Amlapura tak henti-hentinya meraih juara pada setiap lomba yang diikuti baik tingkat provinsi maupun nasional. Kali ini salah seorang siswa kelas XI Dimas Bagus Pradana sukses merebut juara pertama pada Lomba Media Presentasi Pembelajaran yang dilaksanakan Undiksha Singaraja, belum lama ini. Guru pembina I Kadek Kamastika mengungkapkan, pada lomba tersebut pihaknya hanya mengirimkan dua orang siswa. Dari dua siswa yang dikirim itu bersyukur Dimas Bagus Pradana mampu menyabet juara pertama. Rekannya, Nengah Arta Dana, belum mampu mendulang prestasi. Dia kalah bersaing dengan rival-rival hebat lainnya. Kendati hanya satu siswa yang sukses menggapai pretasi, akan tetapi pihaknya tetap mengampresiasi perjuangan kedua anak didiknya itu. “Kami sangat beryukur Dimas bisa meraih juara pertama. Meskipun siswa yang satunya belum. Kami bangga
sebab walau persiapan minim akibat ada kegiatan ulangan tengah semester di sekolah tidak menghalangi anak kami meraih prestasi terbaik untuk sekolah tercintanya,” ungkapnya. Kamastika menegaskan ,persaingan pada lomba itu sengit dan berimbang. Dimas sukses merebut juara pertama dengan mengangkat tema bahaya narkoba. Temannya mengangkat tema pelestarian budaya. Tema pelestarian budaya itu merupakan tema satu-satunya yang dipilih. Sebab, nyaris sebagian besar mengangkat tema bahaya narkoba. “Persaingannya memang sangat sengit. Tetapi tema yang diambil memang berat,” katanya. Kepala SMK PGRI Amlapura Drs. I Ketut Sutarsa memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih anak didiknya itu. Kendati ada siswanya yang belum menuai hasil positif, namun pihaknya tetap menghargai kerja keras mereka. Bagaimanapun keduanya sudah memberikan hal terbaik untuk sekolahnya. Sukses yang diraih itu tidak
lepas dari peran guru pembina. Sebab, dengan persiapan yang minim, toh juga tetap sukses. “Sudah bersyukur satu delegasi kami meraih sukses. Kami bangga dengan mereka yang sudah mengangkat reputasi SMK PGRI Amlapura,’’ ujarnya . Pihaknya bangga, karena setiap lomba yang diikuti baik tingkat daerah, provinsi dan nasional, anak didiknya selalu bisa meraih juara. Meskipun sekolah itu baru berdiri sejak 10 tahun lalu, tetapi prestasi yang diraih siswa-siswinya tidak kalah dengan siswa di sekolah lain yang lebih dulu berdiri. Setiap ada lomba kami akan selalu mendorong siswa dan pembina agar berpartisipasi. ‘’Domain kita hanya berusaha dan berikhtiar. Jika mau kerja keras sudah pasti peluang sukses itu terbuka. Buktinya, anak-anak mampu menunjukkan reputasinya,” katanya. Siswa yang meraih juara pertama, Dimas Bagus Pradana, mengaku sangat senang bisa merebut gelar terbaik itu. Apalagi lomba yang diikuti merupakan kesempatan pertama kalinya. “Sudah pasti sangat senang dan bangga. Karena baru pertama ikut lomba seperti ini langsung dapat juara I,” ujar siswa kelas XI itu. Pradana menambahkan, dalam lomba itu dirinya mengangkat tema bahaya narkoba. Dipilihnya tema bahaya narkoba itu karena saat ini Indonesia sedang darurat narkoba. Pasalnya, aktivitas narkoba itu tidak hanya meracuni orang dewasa saja, akan tetapi sudah merambah ke generasi muda. Narkoba itu sangat berbahaya, karena mampu merusak ahlak bangsa. “Presentasi yang dipaparkan adalah tentang jenis-jenis narkoba, definisi, dampak yang ditimbulkan akibat pemakaian narkoba, implikasi hukumnya dan cara pencegahan narkoba,” jelasnya. (kmb41/k100)
Bali Post/kmb41
TIMBUN JALAN - BPBD melakukan penimbunan jalan menggunakan tanah bersama segenap komponen masyarakat.
Jalan Pelintasan di Banjar Kemoning Jebol
Amlapura (Bali Post) -
Jalan pelintasan di Banjar Dinas Kemoning, Desa Bhuanagiri, Kecamatan Bebandem jebol beberapa waktu lalu. Jalan pelintasan yang memiliki panjang hampir 15 meter itu jebol pada kedalaman dua meter. Untuk menutupi jalan jebol nyaris menggerus setengah badan jalan itu, BPBD Karangasem melakukan penimbunan menggunakan tanah. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa, Kamis (13/12) kemarin, mengatakan penimbunan itu dilakukan secara gotong royong melibatkan BPBD staf Camat Bebandem, staf Polsek, anggota Koramil Bebandem, anggota PMI Karangasem, pegawai Perbekel Desa Bhuana Giri selain PU, dan didukung masyarakat setempat. Dikatakannya,
untuk menguruk pelintasan itu menghabiskan hampir 150 sak karung berisi tanah. Pengurukan pelintasan itu kata Arimbawa, juga menggunakan alat bantu unit loader. Alat itu efektif terutama mempercepat proses penimbunan dan juga meratakan tanah agar lebih kuat. Meski jalan pelintasan itu jebol hampir setengahnya, namun masih bisa dilewati
masyarakat Dusun Kemoning, sehingga warga di sana tidak sampai terisolasi. “Walau setenggahnya jebol, tetap saja pelintasan itu bisa dilewati. Sekarang ini sudah kita lakukan perbaikan,” jelasnya. Arimbawa juga mengatakan, jebolnya jalan pelintasan yang menghubungkan Banjar Dinas Kemoning itu lantaran tergerus air hujan beberapa waktu lalu. Ia pun memastikan, tidak ada
korban jiwa saat jalan pelintas itu jebol. “Korban jiwa tidak ada, kegiatan kita rencanakan dilaksanakan satu hari,” ujarnya. Arimbawa juga mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung untuk meningkatkan kewaspadaannya. Dikatakan, untuk memperlancar aliran air yang datang dari lereng Gunung Agung, Pemkab Karangasem juga telah melakukan normalisasi sungai-sungai. “Normalisasi dilakukan Dinas PUPR ini untuk memperlancar aliran air,” ujarnya. (kmb41)
Tingkatkan Jumlah Kunjungan
Pengelola Tirtagangga Tambah Jukung Tradisional
Tirtagangga adalah taman yang sangat indah yang berada 12 kilometer di sebelah utara Kota Amlapura. Taman ini terkenal dengan kolamnya yang bening, jernih serta tamannya yang indah, di samping nun jauh Gunung Lempuyang dan Gunung Agung terlihat elok dipandang. Pihak pengelola terus berupaya mempercantik objek wisata Taman Tirtagangga. Renovasi itu dilakukan semata-mata untuk meningkatkan jumlah kunjungan. Strateginya di objek itu ditambah sejumlah fasilitas yang dianggap suatu tawaran yang bagus kepada pengunjung. Dalam wujud apa saja fasilitas tambahan disiapkan oleh pihak pengelola?
Bali Post/kmb41
MEMPRIHATINKAN - Komang Keni (60) bersama istrinya Ni Luh Supi yang kondisi ekonominya sangat memprihatinkan duduk bersama anak-anaknya.
Pasutri Komang Keni dan Ni Luh Supi
Penuhi Keperluan Hidup, Sering Pinjam di Tetangga KEHIDUPAN Komang Keni (60) dan Ni Luh Supi memang sangat memprihatinkan. Bersama dua orang anak, pasutri itu tinggal di rumah semipermanen. Pondoknya hanya beratapkan seng. Lantainya dibalut tanah. Ukurannya relatif sempit yakni sekitar 6 x 3 meter, rumah sangat sederhana itu termasuk ada wilayah Banjar Dinas Bias, Desa Ababi, Kecamatan Abang. Sehari-hari kehidupannya memang serba kekurangan. Maklum, Supi hanya bekerja sebagai buruh ngulat daun lontar. Suaminya sebagai buruh penggarap sawah milik desa adat. Dua anaknya, Ni Wayan Suartini (12) masih SMP, adiknya Ni Kadek Kartini (10) masih duduk di bangku SD. Komang Keni (60) bersama Ni Luh Supi saat diwawancarai di kediamannya, Kamis (13/12) kemarin, mengaku sering kesulitan memenuhi aneka keperluannya seharihari. Dari segi ekonomi bisa dikategorikan tidak berdaya hidup di zaman now. Karena itu, kerap hidupnya mengandalkan pinjaman dari tetangga selain kontribusi dari orang ketiga. Sebab, penghasilan dari mengulat daun lontar tidak cukup memenuhi biaya hidupnya. ‘’Penghasilan dari mengulat daun lontar cuma Rp 25 ribu dalam seminggu. Uang
sebesar itu mana cukup memenuhi keseharian kami,’’ ujarnya. Makanya di luar mengulat daun lontar, Ni Luh Supi sering harus membantu mencuci pakaian di tetangga agar dapat sekadar tambahan imbalan. ‘’Saya sendiri maburuh tanam padi di sawah milik desa,’’ ucapnya. Kehidupannya yang serba kurang itu, kata Keni, sudah dijalani sejak puluhan tahun. Setiap hari Keni hanya masak setengah kilogram untuk keperluan semuanya yang berjumlah empat orang. Saat panen baru bisa memasak satu kilogram. Lauk-pauknya beli. Sering memang harus utang di warung, kalau tidak ada tetangga yang ikhlas memberikan. Untuk biaya sekolah anaknya, Mang Keni dan Luh Supi, memang berat. Agar bisa lebih ringan sering anak pertamanya harus ikut kerja membantu ibunya mengulat daun lontar usai sekolah. Itu dilakukan demi mengejar cita-citanya. ‘’Kadang diberikan uang bekal sekolah, kadang juga tidak,’’ katanya. ‘’Sama sekali memang tidak dapat bantuan pemerintah. BPJS dan program beras miskin tidak juga kami terima,’’ katanya. Mereka menempati lahan yang diberikan pinjam dari keluarganya. Sedangkan listriknya dapat cuma-cuma dari tetangga.
Kepala Dusun Bias I Made Arta menjelaskan, jumlah penduduk di Bias sekitar 495 KK. Sedangkan KK miskin sekitar 30 KK. Pasangan Komang Keni dan Luh Supi itu masuk kriteria KK miskin. Mereka memang luput dari bantuan Pemkab Karangasem. Pihak desa, kata Artha, sudah berulang kali memasukkan namanya sebagai penerima bantuan. Entah kenapa, tiap keluar data penerima bantuan, nama I Komang Keni tidak masuk. Herannya, nama penerima bantuan yang keluar berasal dari kalangan keluarga mampu. ‘’Kami sudah kirim berulang kali datanya. Namun, datanya tidak masuk di pusat. Keluarga pasutri itu sudah pasti sangat berharap dapat program raskin itu, Kartu Indonesia Sehat juga termasuk bedah rumah,’’ harap Artha. Karena tidak tersentuh program pemerintah, otomatis mereka hanya bisa pasrah. Sudah pasti, kalau sakit terpaksa bayar sendiri. ‘’Untungnya ada bantuan dari perkumpulan hotel minggu kemarin. Keluarga itu diberikan kasur. Lantai tanah sebelumnya sudah disemen. Atapnya yang bocor sudah diganti seng. Mereka juga diberikan pakaian termasuk sembako,’’ jelas Made Arta. (eka)
KETUA Badan Pengelola Taman Tirtagangga A.A. Made Kosalya mengungkapkan, selain menawarkan daya tarik wisata taman air yang memang menjadi andalan sejak dulu, pihaknya terus melakukan penataan objek taman itu menjadi asri, indah, dan menarik. Penataan yang sangat mencolok, yakni membenahi tempat pesiraman -- permandian untuk malukat -- selain itu, menambah dua jukung tradisional. Dengan ditata lebih apik maka diyakini akan dapat meningkatkan jumlah kunjungan. Dua buah jukung di kolam itu masing-masing diberi nama jukung Gajah Mina dan Angsa Putih menghiasi dan menjadi daya tarik spesifik di tamah Tirta Gangga itu. ‘’Masyarakat dipersilakan naik jukung itu berkeliling di kolam. Fasilitas itu sengaja didesain agar para tamu dapat menikmati liburannya dengan optimal,’’ ujarnya. Pihaknya, kata Kosalya, juga menyediakan tempat bermain, antara lain ayunan anakanak. Bagi sopir pramuwisata dibuatkan dua buah bale sake enem sebagai tempat beristirahat. Tidak ketinggalan dijual
juga pernak-pernik merchandise khas Taman Tirtagangga. ‘’Penataan itu dilakukan tetap mengindahkan penggagas Taman Tirta Gaga terdahulu bahwa taman itu sebagai tempat bermain. Jadi, pengunjung yang kemari itu tidak sekadar melihat ikan berenang di kolam dengan air jernih dan sejuk itu. Para tamu itu sekaligus berwisata alam yang natural. Mereka juga bisa mandi, menikmati air jernih dan sejuk selain malukat,’’ ujarnya. Sebagai generasi pewaris, ia mengaku punya kewajiban melestarikan dan menjaga dengan baik peninggalan leluhur yang merupakan warisan bersejarah itu. Karena itu, realisasi penataan yang dilakukan tanpa melenceng dari konsep pembangunan tempo dulu. Tujuannya agar berkelanjutan sebagai daya tarik wisata bersejarah. ‘’Kami berusaha kembalikan Taman Tirtagangga, bukan saja berfungsi sebagai situs bersejarah, juga menjadi lokasi wisata spiritual yang lengkap,” jelasnya. Terkait jumlah kunjungan dari 200 hingga 300 orang per hati. Yang berkunjung
Bali Post/kmb41
TIRTAGANGGA - Wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Objek Wisata Tirtagangga. bukan saja tamu lokal, juga tidak sedikit kalangan wisatawan mancanegara. View Tirtagangga yang dalam latar belakang terbentang Gunung Lempuyang, menjadi pesona yang susah dicari di tempat lainnya, di samping puncak Gunung Agung juga terlihat
nyata dan sangat indah dari sana. Objek wisata itu berada pada satu jalur, sehingga biro perjalanan wisata menjualnya dalam satu paket. ‘’Wisatawan nusantara ramai pada liburan sekolah, hari raya termasuk tahun baru,’’ tegasnya. (eka)
12
KLUNGKUNG
Jumat Pon, 14 Desember 2018
SOSOK Segera Pasang ”Tollgate” POTENSI sektor pajak parkir dinilai belum tergarap maksimal. Setiap tahun, target yang dipatok untuk pajak parkir masih cukup rendah. Tahun ini, angkanya hanya Rp 25 juta. Sesuai data realisasi APBD 2018 per 30 November, realisasinya sudah mencapai Rp 24,2 juta. Salah satu cara untuk memaksimalkan sektor pajak parkir adalah dengan memasang tollgate pada pintu masuk pasar. Legislator DPRD Klungkung dari dapil Kecamatan Dawan, A.A. Gede Sayang Suparta, saat rapat kerja dengan eksekutif, belum lama ini, mengaku sejak awal sudah mendorong agar setiap pintu masuk pasar yang dikelola pemerintah, Pasar Semarapura dan Pasar Umum Galiran, segera menggunakan sistem tollgate. Sebab, politisi Partai Gerindra ini sejak awal meyakini sebagai pusat perdagangan Bali Timur, ada banyak kebocoran dari sektor pajak parkir. “Satu-satunya cara menekan kebocoran parkir, pengelola pasar harus segera menggunakan sistem tollgate. Jadi jelas, berapa yang masuk dan pendapatan yang diterima berapa,” kata politisi yang puluhan tahun berkecimpung di dunia pariwisata ini. Menurutnya, sektor parkir sangat rawan kebocoran. Berbeda dengan retribusi pedagang yang bisa dihitung dengan mudah. Oleh sebab itu, pihaknya mendorong agar eksekutif segera membuat kajian dan mengusulkannya kepada legislatif, agar segera dapat diproses. Pihaknya mengaku siap mendorong agar proses pengadaan tollgate ini bisa dipercepat. Namun, dia menegaskan, penerapan tollgate hanya bisa efektif bila halaman parkirnya juga selalu siap dan steril dari pedagang yang suka jualan di halaman parkir. “Sekarang, ini tantangannya. Kalau tollgate terpasang, maka halaman parkir juga harus tersedia dan layak dipakai. Kalau sekarang, di halaman parkir masih ada pedagang, khususnya pedagang bermobil. Jadi, masih terkesan samben,” tegasnya, seraya berharap ini bisa teralisasi tahun depan. (gik)
Raih Banyak Penghargaan Nasional
2019, Klungkung Terima DID Rp 47 Miliar
Semarapura (Bali Post) Ragam penghargaan yang diraih Pemkab Klungkung dari sejumlah kementerian tahun ini, ternyata bukan sekadar selembar kertas piagam dan trofi. Tetapi, di balik itu, atas inovasi daerah menciptakan sejumlah program inovatif, juga berimbas terhadap kucuran Dana Insentif Daerah (DID) bagi Klungkung. Tercatat, tahun depan Klungkung menerima DID Rp 47 miliar. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, belum lama ini, menjawab berbagai pertanyaan terhadap dampak ragam penghargaan yang diterima daerah dari pemerintah pusat. Pemkab Klungkung sudah menerima besarnya dana DID sejak beberapa tahun lalu. Pada tahun 2017, penerimaan DID mencapai Rp 44,5 miliar. Sementara tahun 2018, total penerimaan DID-nya mencapai Rp 34,7 miliar. ‘’Jadi, ini bukan sekadar nyari sensasi. Kami bekerja, berinovasi, dan akhirnya mendapat penghargaan, hasilnya ini. Dana Insentif Daerah ini yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di daerah,’’ kata Bupati Suwirta. Bahkan, untuk tahun depan, Pemkab Klungkung menerima DID dari pemerintah pusat total mencapai Rp 47 miliar. Penerimaan DID sebesar itu, terdiri dari sejumlah indikator. Antara lain indikator kesejahteraan mencapai Rp 13,5 miliar, indikator kesehatan Rp 12,9 miliar, indikator infrastruktur Rp 10,8 miliar. ‘’Sementara dari 11 indikator penilaian daerah yang dilombakan, khusus untuk kuota besaran DID indikator inovasi daerah, mencapai Rp 9,6 miliar,’’ tegas Bupati Suwirta. DID ditempatkan sebagai penghargaan bagi pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus terlebih dahulu memenuhi sejumlah kriteria sebelum mendapatkan dana tersebut. Tidak hanya berprestasi dengan penghargaan nasional, tetapi juga penilaian WTP dan sejauh mana APBD dimanfaatkan untuk belanja publik. Terakhir, aspek efektivitas dari pemanfaatannya. Pemerintah pusat mengucurkan DID ke Klungkung tahun depan hingga Rp 47 miliar, menurut Suwirta, karena pemerintah daerah dinilai mampu menunjukkan kinerja yang baik dalam pengelolaan keuangan daerah dan peningkatan kesejahteraan. Sebelumnya, beberapa kalangan sempat mempertanyakan manfaat dari banyaknya penghargaan nasional terhadap dampak secara langsung bagi masyarakat. Ada juga yang menilai penghargaan dari sejumlah kementerian hanya cara untuk memperoleh pencitraan. Ini cukup banyak terungkap di media sosial. Sementara, menurut Bupati Suwirta, penilaian itu jelas tidak berdasar. Sebab, prestasi dalam membangun daerah dengan berinovasi, tentu linier dengan dampak pembangunan, baik secara langsung maupun tidak langsung. (kmb31)
TERDAMPAR - Potongan kapal ikan Selamet Rahayu yang terdampar di Pantai Karangdadi, Kusamba. Sementara sepotong lagi sudah hancur dan terbawa arus.
Kapal Ikan Terdampar di Pantai Karangdadi Kapten dan 12 ABK Selamat
Semarapura (Bali Post) -
Kapal nelayan bermuatan penuh umpan ikan tiba-tiba terdampar di Pantai Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Rabu (12/12) malam. Penyebabnya, satelit kapal pada bagian kendali navigasi sebagai pemandu arah pelayaran seketika mati di tengah laut, selepas berlayar dari Pelabuhan Benoa. Akibatnya, Kapal Selamet Rahayu ini terombang-ambing dan terdampar di Pantai Karangdadi dengan kondisi terbagi dua. Peristiwa ini menghebohkan warga pesisir pantai setempat. Warga khawatir nakhoda kapal dan para ABK (anak buah kapal) menjadi korban. Warga setempat beramai-ramai melihat kondisi kapal dari dekat. Salah satu warga setempat yang kebetulan rekan Balawista, langsung menghubungi piket TRC BPBD Klungkung untuk bersama-sama melakukan penanganan. ‘’Saat berada di tengah laut, satelit kapal mati. Ini karena navigasinya tak berfungsi lagi. Kapten kapal jadi tidak mengerti arah yang dituju, sehingga terombang-
ambing di tengah laut tanpa arah yang jelas. Kapal akhirnya terdampar setelah menabrak karang,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, Kamis (13/12) kemarin. BPBD Klungkung menjalin koordinasi dengan Polsek Dawan maupun Polres Klungkung, untuk penanganan lebih lanjut. Warga sekitar saat itu juga diminta menjauh dari lokasi, karena ombak sudah semakin besar dan dianggap membahayakan. Saat itu kapal masih berada sekitar 10 meter dari bibir pantai. Situasi di tengah kapal juga gelap, karena tidak
ada penerangan di dalam kapal. Sebab, mesin kapal diperkirakan juga mati. Petugas kemudian menyelamatkan kapten kapal Suhadi (45) dan seluruh ABK sebanyak 12 orang. Seluruhnya masih dalam keadaan selamat. Hanya mereka nampak kelelahan dan shock, setelah mengalami bencana dalam perjalanan kapalnya dari Pelabuhan Benoa menuju Ambon ini. Seluruhnya lantas diamankan ke Mapolres Klungkung, Rabu malam. Barang Diselamatkan Jajaran kepolisian juga turun tangan ke TKP. Set-
elah menggali keterangan dari kapten kapal dan para ABK, Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana mengatakan selain karena alat navigasi rusak, cuaca saat kapal ini melakukan pelayaran juga buruk. Adapun identitas kru kapal tersebut antara lain Suhadi (kapten kapal) dan para ABK yakni Soni, Nurpriyanto, Samijo, Tohari, Misno, Supriyanto, Hasanudin, Adul Muis, I Yan Sopyan, Bayu Supriyanto, Zainuddin dan Yasir Lirohmana. ‘’Setelah kru kapal dibawa ke Mapolres Klungkung, malamnya mereka sempat balik ke kapal lagi. Tujuannya untuk mengevakuasi isi kapal. Tetapi ombak saat itu cukup bsar, sehingga diputuskan evakuasi dilakukan besok paginya,’’ kata Suadnyana. Sekitar pukul 07.00 Wita,
kru kapal baru berusaha mengambil barang yang ada di dalam kapal. Kondisinya sudah terbelah jadi dua. Sebagian kapal bagian belakang sudah hancur terbawa arus, sedangkan potongan bagian depannya terempas hingga ke pesisir. Pada bagian kapal di pesisir, ada beberapa barang yang dapat diselamatkan, seperti sembako (beras, mi, cabai, terong, minyak) untuk kebutuhan seharihari dalam berlayar. Mesin kapal, alat penangkap ikan, bola pelampung, ikan cumi yang sudah di-packing, yang digunakan sebagai umpan. Demikian juga peralatan untuk menampung ikan hasil tangkapannya. Barangbarang yang dapat diselamatkan langsung diangkut ke Benoa menggunakan truk, termasuk para kru kapal. (kmb31)
Halangi Truk ke Tempat Parkir
Portal di Eks Galian C Dibongkar Warga Semarapura (Bali Post) Pemasangan portal untuk menghalangi truk galian C masuk melakukan penambangan liar, justru mengundang masalah lain. Portal yang sudah terpasang, ternyata menghalangi truk warga menuju tempat parkir truknya yang kebetulan di lahan pribadi sekitar areal eks galian C. Akibatnya, portal tersebut langsung dibongkar warga, Kamis (13/12) kemarin. Pembongkaran portal ini terjadi di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Portal berbahan dasar beton itu langsung rata dengan tanah. Situasi ini jelas mengundang polemik dan masalah baru. Sebab, maksud Satpol PP memasang portal untuk menghalangi truk penambang liar, justru menghalangi truk warga setempat yang tengah parkir di tanah pribadinya di lokasi tersebut. Perihal pembongkaran portal ini, akhirnya diketahui Satpol PP Klungkung. Kepala Satpol PP Putu Suartha, Kamis kemarin, mengaku hal ini terjadi karena ada miskomunikasi dengan warga
setempat. Saat memasang itu, petugasnya mengira sudah tidak ada aktivitas warga pada radius tersebut. Malah, Suartha mengaku kalau yang membongkar portal tersebut adalah petugasnya sendiri, atas dasar kesadaran petugas. Suartha menambahkan, setelah ditelusuri lebih jauh oleh petugasnya, ternyata ada enam truk yang lokasi garasinya ada di bawah. Keenam garasi tersebut dibangun di atas tanah milik warga. ‘’Kami sudah pikirkan bikin portal jenis lain. Nanti kita buatkan portal besi, agar bisa dibuka dan ditutup oleh warga sendiri,’’ katanya. Namun, opsi ini masih memiliki kelemahan. Sebab, kalau portal besi yang bisa dibuka bebas oleh warga, kesannya sama saja seperti tidak ada portal. Karena tidak ada yang mengatasinya. Kalau mengerahkan petugas Satpol PP untuk melakukan pengawasan, juga tidak efektif seperti upaya-upaya sebelumnya. Namun, menjawab permasalahan ini, Suartha mengatakan nantinya kunci
DIBONGKAR - Salah satu portal di eks galian C Klungkung nampak dibongkar warga. Kini, tinggal puing-puing beton yang rata dengan tanah. portal besi ini akan dipegang oleh warga sendiri. Dia mengklaim setelah ada komunikasi dengan warga setempat, warga berjanji akan bertanggung jawab bila ada truk galian C liar yang mencoba masuk, selain truk warga. ‘’Warga sudah berjanji, kalau ada truk lain yang masuk, akan melaporkannya kepada kami,’’ tegasnya. Pihaknya menegaskan, pemasangan portal akan
tetap berjalan. Sesuai rencana, tetap akan dipasang lima di setiap pintu masuk eks galian C, baik di Desa Gunaksa maupun Desa Tangkas. Disinggung mengenai portal lainnya, seperti yang mendesak di pintu masuk eks galian C yang sekaligus menuju Dermaga Gunaksa, dia mengakui di sana memang belum dipasang. Portalnya dikatakan masih dalam tahap
pengerjaan. Di tempat ini, juga dikatakan akan menggunakan sistem buka-tutup, untuk mengantisipasi bila ada kepentingan menuju lokasi Pelabuhan Gunaksa. Bedanya, nanti di sana kunci portal akan dipegang langsung petugas Satpol PP. ‘’Jadi, nanti kalau ada yang masuk, pasti akan lapor ke Satpol PP, untuk membuka kunci portalnya,’’ tegasnya. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Pon, 14 Desember 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Butuh S1 Accounting Berpengalaman WA:085857275392 B.BP.001.12.18.0000490
Production Assistant Garment Factory (Paham:Costing, Pattern, Cutting,Sewing)WA.085100050706 hrd@buddhawear.com B.BP.004.12.18.0000507
*SpaTherapist L/P, JuiceBar,Spv Reborn Spa,Sunset SS.PH:766744 B.BP.001.12.18.0000378
Administrasi, Sales Marketing Surveyor Project 085103167222 B.BP.001.12.18.0000411
BPR KAS Mencari Security pglmn Min.2 thn Hub.081339403582 B.BP.001.12.18.0000469
Butuh Staff Admin untuk PT Toursm/Pakaian di Kuta - Wanita,Umur 25-45,D3/S1 - Pengalaman Min 3Th Kirim CV ke:craftexb@gmail.com B.BP.004.12.18.0000421
Dbthkn Accounting utk prshaan yg berkembang di bidang olahan makanan.Pria,Wanita, Rajin, Jujur,Pengalaman min 2th,Umur max40th,Daerah Ubung Kaja,Gaji 3-5Jt.0361-421684/082236852874 B.BP.001.12.18.0000493
Dcri Sgra Sopir Prbdi bs Matic Hub .No.085738296095 B.BP.004.12.18.0000514
Dbthkn SPG & Kasir u/Toko Baju Daerah Tuban,Jimbaran,Gn.SanghyangKerobokan.Hb:08123816377 B.BP.001.12.18.0000503
Dcr Karyawan Pria SMU/Sedrajat KTP SimC u/Bag.Teknis Lapangan Fasilitas:Gaji UMK,Bonus, Tunjangan Kesehatan Termasuk Anak Istri.Lam ke:CV Gong Dewata Telp.(0361)722709/ (0361)4480750/081246383864 B.BP.001.12.18.0000449
Dcr QS Lulusan Poltek Bangunan u/Kontraktor Kayu Hub.08180558 5472/hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.12.18.0000517
Dcr Sgr Sales utk Distributor Telp:426276/081999561887.Sent CV: marketing01cmm@yahoo.com B.BP.001.12.18.0000489
Dcr Staf u Money Changer Utama Kupang/NTT,Serius 085100007205 B.BP.001.12.18.0000470
Dcr Staff Bar,Waiter/ss,Garden /Waker u/Resto Nusa2 H.775058 B.BP.001.12.18.0000295
Dcr Tmt S1 Sipil Sdh Pengalamn Lbh dr 5th,SMK Akutansi,Satpam & Surveyor Hub.087760070441 B.BP.001.12.18.0000487
Yamaha Bisma Dcr: 1.SMA/D1/S1 Ek/IT 2.Mekanik(2th) 3.Supir SIM B1 Hub.T.Umar 142 Dps B.BP.001.12.18.0000448
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
SERVICE
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
Dibutuhkan PRT Cewek u/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.12.18.0000497
Karywti u/Prodksi Kue dan PRT (Tidur Luar) H.08123836575 B.BP.004.12.18.0000512
Dibutuhkan Pengawas Kerjaan Bangunan Villa, Sipil Pengalaman.WA 081 138 099 49
Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03
Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818 G.04
B.BP.004.12.18.0000415
Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.
Dibutuhkan Supplier Jahit, Tukang Potong & Tukang Patrun untuk Garment di Kerobokan Berminat Hub No.(0361)730450 / +6287860980233 (Whatsapp)
G.05
Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com
B.BP.004.12.18.0000510
Dicari Karyawan/Karyawati di Showroom RR Maju Motor Silahkan Datang di Jl.Pulau Kawe No.44A Pedungan Denpasar Sertakan CV,Foto 3x4 & FC KTP Hub.0361-4722286/081999264957
G.06
B.BP.001.12.18.0000397
DIJUAL MOBIL
Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar Hub:087898301403
TOYOTA
B.BP.001.12.18.0000391
Jual Hilux DCab 2012 Manual, Prbdi,Silver Gold, 230 Jt nego 08123807171
Dicari Tenaga Serabutan Rajin & Jujur Max25Th.Hub:Adrian Pratama.Jl.Gn.Agung 144B DPS
B.BP.004.12.18.0000511
B.BP.001.12.18.0000502
Yaris TRD Matik’15 Putih AsDK 210Jt Bagus Mls 08123969166
Dicr Adm Gaji 2,5Jt,Pengalaman tdk diutamakan bisa Komputer, Word,Exel,Intrnt,WA08113977009
B.BP.001.12.18.0000520
B.BP.001.12.18.0000488
DIJUAL RUMAH
Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818
G.01
G.02
Jl Rmh Mnls Abianbase dkt pasar Hrg 650Ng 085936154997 B.BP.166.12.18.0000518
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Hot..Dijual Rumah Elit di area elit (harganya super) Jl.Sekar Tunjung,30 menit dari airport. Hub:089 691 533 919
Jual Tanah/Rmh Jl.Waturenggong Panjer LT.300m 8KT,5KM, Harga 2,3M Nego Hub.081339373492
B.BP.001.12.18.0000446
Jual Rmh 125m2,1,3M Ng,Nangka Permai 15/C,Dps Hp.08129319913 B.BP.031.12.18.0000515
DISEWAKAN APARTEMEN Dikont 2 Kamar Apartemen Dekat Pantai Sanur.Hub:082227776866 B.BP.001.12.18.0000483
DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A 85Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.12.18.0000406
Djl Tnh 10Are Buduk Lingkungan Villa Hub.082147454248 B.BP.164.12.18.0000516
100m2 Pgr Jl Raya u/buka usaha lok.Dalung,650j/N 081916270263 B.BP.001.12.18.0000453
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud-Bali Cp+6281318685007,No Brokerage B.BP.004.12.18.0000509
Djl Tnh P.Bungin 5mnt Spng 6 10mnt Bypass 800Jt 08111072500 B.BP.001.12.18.0000398
B.BP.001.12.18.0000496
DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh 5Are pinggir sungai Umalemek Klk,Hub.082227776866 B.BP.001.12.18.0000484
Dikontrkn Tnh 1H Sblh Beverly Hill Hotel HUb:082227776866 B.BP.001.12.18.0000482
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815/085337370228 B.BP.001.12.18.0000320
KEHILANGAN Hlg 3 Buah BPKB,BPKB DK 983 JC A.n M.Mashudi, Badung BPKB Toyota DK 1203 DZ A.n Made Magerni,SE.Denpasar BPKB Isuzu DK 8724 QW A.n IR I Gusti Agung Ngr Susrama Putra Hub:I Wayan Pasek Sunantara 081246537404 B.BP.004.12.18.0000508
BIRO JASA
Tn Tk.Badung XXIX 5.1A cck utk Rmh dll /A775JtNg 087862392060
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.001.12.18.0000519
B.BP.001.12.18.0000200
BANGLI
14
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Amankan Nataru, Polres Siapkan Ratusan Personel Bangli (Bali Post) – Mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2019, Polres Bangli menyiapkan ratusan orang personelnya. Dalam pengamanan nanti, Polres Bangli juga akan melibatkan instansi terkait baik TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pecalang. Demikian diungkapkan Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo saat rapat koordinasi dalam rangka kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019, Kamis (13/12) kemarin. Dalam rapat yang dilaksanakan di Twin Hill, Desa Bunutin, Bangli tersebut, hadir Bupati Bangli I Made Gianyar, Kasdim 1626 Bangli, pejabat OPD, tokoh masyarakat, pimpinan gereja se-Bangli, Ketua MUI Bangli dan sejumlah undangan lainnya. Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini dilakukan
untuk kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2019 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019. Disebutkannya bahwa ada beberapa titik yang menjadi prioritas pengamanan Natal dan Tahun Baru, di antaranya Gereja Marga Rahayu, BPI Giri Sweca Katung, dan BPI Pante Kosta Sembung. Dalam pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru, Polres Bangli menyiapkan beberapa pos pengamanan (pospam) di antaranya pospam di Gereja dan di Pengelipuran. Pos pelayanan (posyan) juga disiapkan dua buah yakni di simpang empat Kantor Bupati dan Penelokan. ‘’Kami telah siapkan anggota sebanyak 212 orang untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru,’’ kata AKBP Agus. Dalam pelaksanaan pengamanan, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Untuk itu, pihaknya akan melibatkan
instansi terkait baik TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pecalang. ‘’Keamanan Natal dan Tahun Baru tidak akan tercipta jika tidak didukung oleh instansi terkait di antaranya Pemda, TNI dan seluruh masyarakat. Untuk itu, kami selalu berkoordinasi untuk melaksanakan pengamanan,’’ jelasnya. AKBP Agus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kabuaten Bangli untuk tetap menjaga toleransi antarumat beragama serta tetap menjaga keselamatan berlalu lintas, dan meminimalisasi tindakan-tindakan yang memicu konflik. ‘’Kami imbau kepada masyarakat untuk hindari euforia yang berlebihan dalam menyambut tahun baru, hindari mengonsumsi miras maupun lainnya yang dapat memicu konflik,’’ imbaunya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
RAKOR - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo saat memimpin rapat koordinasi (rakor) kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2019 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru 2019.
Lima KK Calon Transmigran Batal Berangkat ke Sulawesi Barat Bangli (Bali Post) –
Lima kepala keluarga (KK) yang telah mendaftarkan dirinya sebagai calon transmigran tahun ini, membatalkan niatnya untuk berangkat. Mereka memutuskan batal ikut program transmigrasi karena alasan takut dan waswas dengan kejadian bencana alam yang sempat melanda wilayah Sulawesi beberapa bulan lalu. Plt. Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli Cok Gede Agung Panji saat dikonfirmasi, Kamis (13/12) kemarin, mengungkapkan kelima KK calon transmigran yang batal berangkat tersebut berasal dari Dusun Tabunan, Desa Undisan,
Tembuku. Sesuai jadwal, mereka sedianya akan diberangkatkan pemerintah ke UPT Rano, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat pada bulan November lalu. ‘’Kemarin awalnya sudah siap berangkat. Sudah sempat kita kumpulkan, tapi sekitar dua minggu sebelum berangkat mereka menyatakan batal ikut transmigrasi karena takut dan
waswas dengan kejadian bencana alam di Sulawesi,’’ ungkap Cok Panji. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya kemudian meminta kelima KK calon transmigran itu untuk membuat surat pernyataan batal berangkat. Surat pernyataan itu selanjutnya diajukan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Cok
Panji menegaskan, pihaknya di Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli tidak bisa memaksakan kelima KK itu untuk tetap mengikuti program transmigrasi. ‘’Kita tidak bisa memaksa. Kasihan masyarakat. Kalau ada apa-apa kita juga yang repot,’’ jelasnya. Selain Bangli, kondisi serupa juga diakuinya terjadi di Karangasem dan Gianyar. Menurut Cok Panji, keputusan kelima KK calon transmigran ini untuk berangkat ke Sulawesi tahun ini tidak berpengaruh terhadap kuota
transmigran yang nantinya diberikan pusat pada tahun selanjutnya. Jika pada tahun mendatang pusat kembali memberikan jatah/kuota untuk pemberangkatan transmigran, kelima KK asal Banjar Tabunan itu pun masih berpeluang ikut. ‘’Mereka boleh ikut lagi, tapi kita akan adakan seleksi lagi,’’ imbuhnya. Sebagaimana diketahui, program transmigrasi dari pemerintah pusat ini sudah berjalan sejak lama. Salah satu tujuan dari program transmigrasi adalah untuk memperbaiki taraf hidup dan kesejahteraan
KK kurang mampu. Berdasarkan data yang didapat dari Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli belum lama ini, jumlah warga Bangli yang sudah berangkat menjadi transmigran cukup banyak. Pada tahun 2006, jumlah warga Bangli yang diberangkatkan menjadi transmigran ke UPT Watuwatu, Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara sebanyak 25 KK. Selanjutnya pada tahun 2008, ada 25 KK diberangkatkan ke UPT Amahola Keca-
matan Landono Kabupaten Konawe, Sulawesi Selatan. Tahun 2018 diberangkatkan 31 KK ke UPT Aromo, Kecamata Moramo, Kabupaten Konawe, Sulawesi Selatan. Tahun 2013 diberangkatkan 12 KK ke UPT Buleleng, Kecamatan Bungku, Kabupaten Morowali Sulawesi Tenggara, dan pada tahun 2014 diberangkatkan 10 KK ke UPT Amahola, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe, Sulawesi Selatan. Sebagian besar warga yang menjadi transmigran sudah mengalami peningkatan kesejahteraan. (kmb40)
Harga Sayur-mayur Naik Signifikan
Bali post/kmb40
KECELAKAAN - Petugas kepolisian dan warga menangani kecelakaan yang terjadi di jalan raya Desa Demulih.
Bersenggolan dengan Gerobak Pemulung
Pengendara Motor Tabrak Pejalan Kaki
Bangli (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya Desa Demulih, Susut, Kamis (13/12) kemarin. Seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy terjatuh setelah kendaraannya bersenggolan dengan gerobak yang terpasang di motor milik seorang pemulung. Apesnya saat motornya oleng usai senggol gerobak, pengendara juga menabrak pejalan kaki hingga mengalami luka. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Kejadian berawal saat sepeda motor Yamaha Jupiter DK 5994 LK yang dikendarai seorang pemulung, Budianto, asal Jember datang dari arah selatan menuju Bangli. Dari arah sebaliknya, datang sepeda motor Scoopy yang dikendarai Dewa Made Agung Candrawira (18). Saat di TKP, kedua kendaraan itu tak sengaja bersenggolan. Motor Scoopy yang dikendarai pelajar asal Desa Abuan, Susut itu mengenai gerobak yang terpasang pada kendaraan Jupiter milik Budianto. Senggolan itu mengakibatkan kendaraan Scoopy oleng hingga terjatuh dan menabrak seorang pejalan kaki di dekatnya. Kerasnya benturan mengakibatkan pejalan kaki I Wayan Sariani (70), warga Demulih, mengalami luka lecet di kaki kiri dan sesak di dada. Sedangkan pengendara Scoopy mengalami cedera pada bagian bahu kanan hingga tak bisa digerakkan. Sejumlah warga yang mengetahui kejadian itu langsung menolong korban dan melarikannya ke RSU Bangli. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan kasus kecelakaan itu sudah ditangani unit Laka Satlantas Polres Bangli. Dikatakan Sulhadi, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, kecelakaan
terjadi lantaran kurang hatihatinya pengendara motor Jupiter saat melintas membawa gerobak pemulung. ‘’Jalan di lokasi sempit, sehingga terjadi serempetan dan jatuh. Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka,’’ katanya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Harga beberapa komoditas sayurmayur di pasar tradisional Bangli mengalami kenaikan cukup signifikan. Bahkan, kenaikannya ada yang melebihi seratus persen. Melonjaknya harga beberapa jenis sayur-mayur akibat dampak cuaca buruk akhir-akhir ini. Berdasarkan pantauan di Pasar Kidul, Bangli, Kamis (13/12) kemarin, beberapa jenis sayuran yang harganya mengalami kenaikan cukup signifikan yakni sayur hijau, kol, wortel. Beberapa bumbu dapur seperti bawang dan cabai juga mengalami kenaikan harga. Seorang pedagang sayuran di pasar setempat, Gusti Ayu Sri, mengungkapkan dari sekian jenis sayuran, yang paling tinggi mengalami kenaikan yakni wortel. Per kilogramnya wortel kini tembus Rp 20 ribu dari yang sebelumnya hanya Rp 10 ribu per kilogram. Khusus untuk wortel impor, harganya juga naik dari Rp 18 ribu menjadi Rp 30 ribu. Demikian juga dengan sayur hijau, kenaikan harganya sangat tinggi. Jika sebelumnya sayur hijau dijual Rp 5 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp 14 ribu. Bumbu dapur yakni bawang merah juga ikut mengalami kenaikan dari Rp 10.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.
Cabai besar dari harga Rp 12.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram dan cabai kecil dari harga Rp 15.000 menjadi Rp 25.000. Gusti Ayu Sri mengaku tak tahu secara pasti penyebab kenaikan harga beberapa komoditas itu sejak kurang lebih sepekan terakhir. Menurutnya, kemungkinan naiknya harga sayur-mayur saat ini disebabkan dampak musim hujan. ‘’Sayurannya jadi busuk-busuk, kurang bagus,’’ terangnya. Di sisi lain, kenaikan harga sayurmayur ini menyebabkan kaum ibu rumah tangga harus semakin cermat mengatur keuangan rumah tanggannya. Seorang pengunjung pasar, Dewa Ayu Arnati, mengakui bahwa kenaikan harga sayur-mayur dan beberapa bumbu dapur kali ini cukup signifikan. Yang paling dirasakannya adalah kenaikan harga bawang merah. ‘’Telur juga sekarang naik harganya,’’ ujarnya. Naiknya harga sayur-mayur dan bumbu dapur saat ini memaksa dirinya harus ekstra berhemat. Agar semua kebutuhan tercukupi, dirinya terpaksa menyiasatinya dengan berbelanja dalam jumlah sedikit. ‘’Milah-milah, biar cukup uangnya. Biar kebutuhan lainnya bisa dibeli juga,’’ katanya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
BUMBU DAPUR - Pedagang bawang merah dan bumbu dapur lainnya di Pasar Kidul Bangli.
15
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Presiden Tekankan Bantuan PKH Terduga Teroris Ditangkap di Yogyakarta Tidak Dipakai untuk Konsumtif
Rencanakan Aksi Teror Nataru
Jakarta (Bali Post) Seorang terduga teroris asal Balikpapan, Kalimantan Timur, berinisial B diamankan jajaran Densus 88 Antiteror Polri di wilayah D.I. Yogyakarta, lantaran berencana melakukan teror bom jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di suatu tempat di Pulau Jawa. ‘’B asal Balikpapan ditangkap di Yogyakarta. Ada indikasi ke arah itu (rencana teror Natal dan Tahun Baru),’’ kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (13/12) kemarin. Lokasi yang menjadi
Bersikap Kooperatif KPK, kata Febri, menghargai penyerahan diri tersebut dan pihaknya juga mengingatkan agar seluruh tersangka dan saksi bersikap kooperatif dan terbuka dalam proses pemeriksaan yang dilakukan. KPK telah menetapkan Tubagus Cepy dan Irvan Rivano bersama Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (CS) dan Kepala Bidang SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Rosidin (ROS) sebagai tersangka korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Saat ini, KPK masih memeriksa Tubagus Cepy. Sedangkan untuk tiga tersangka lainnya telah dilakukan penahanan terhitung mulai Kamis (13/12) di tiga rutan berbeda di Jakarta. Dalam kasus ini, Tubagus Cepy menjadi perantara transaksi dalam pemberian terkait korupsi pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. ‘’Dia bisa menjadi perantara karena para kepala sekolah percaya bahwa dia adalah orang kepercayaan dari bupati. Tidak hanya pada saat ini, tapi sudah terjadi pada periode sebelumnya, pada periode orangtuanya,’’ ucap Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Rabu (12/12) malam. (ant)
Sudah Harmonis
target B untuk aksi teror masih diselidiki. Dedi mengatakan, sebelumnya Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap seseorang berinisial IA alias MI di Dusun Krapyak, Desa Sidoarum, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yo-
gyakarta pada Selasa (11/12). IA alias MI merupakan warga Indramayu, Jawa Barat. Keduanya diduga berasal dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok ini telah dibekukan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena terbukti terlibat dalam sejumlah teror bom di Indonesia. ‘’Keduanya satu jaringan dan punya keterkaitan tentang rencana aksi teror bom di Indramayu. Tim Densus saat ini masih mendalami pergerakan keduanya di Pulau Jawa,’’
ujarnya. Dedi mengatakan Densus saat ini masih mengembangkan kasus ini untuk mencari para terduga teroris lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan situasi keamanan dan mengantisipasi terjadinya teror pada perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. ‘’Kami imbau agar masyarakat tetap tenang dan percaya kepada aparat. Tim Densus terus bergerak dalam rangka memitigasi dan antisipasi setiap kemungkinan aksi teror,’’ ucapnya. (ant)
Warung Global
Ubah KDB Jangan Sampai Rusak Alam TAHUN 1990-an para ahli di Bali telah menentukan KDB (Koefisien Dasar Bangunan) hanya 10 persen. Ketika itu kondisi wilayah Bali masih tidak padat seperti sekarang. Beberapa daerah untuk kawasan konservasi, daerah rawan bencana dan sebagainya menjadi alasan ketika itu. Sekarang rencana KDB malah diperluas dari 10 persen menjadi 40 persen. Padahal Bali sudah sangat padat. Meskipun baru konsep awal, eksekutf di Pemprov Bali mesti memberi alasan dan tujuan mengubah KDB itu diubah. Apakah ada ke-
pentingan tertentu di balik semua itu. Pada intinya seluruh pendengar Radio Global 96,5 FM menolak keras jika ada upaya-upaya yang nantinya berujung pada perusakan alam Bali. Jika untuk memperbaiki alam Bali, Kawan Global sangat sepakat. Berikut rangkuman opini Kawan Global dalam acara dialog interaktif Warung Global, Kamis (13/12) kemarin. Dalam menentukan KDB, Ayu di Petang menyarankan sebaiknya harus berhati-hati. Sama dengan Kawan Global lainnya, Werdha di Tegallalang dan Beratayasa di Sangeh menyampaikan bahwa saat ini
Kawasan Wisata
Salah satu fenomena yang terjadi sekarang, length of stay yang ditunjukkan 8 hari, namun ia meyakini data yang diambil dari kedatangan dan keberangkatan wisatawan dari airport. ‘’Padahal sesungguhnya 8 hari itu mereka tidak full ada di Bali. Mereka ada nyeberang ke Lombok, ada ke Yogyakarta. Kalau melihat dalam konsep NKRI tidak ada masalah. Tapi kalau melihat persaingan antara destinasi di Indonesia maka perlu dikaji. Kenapa mereka ke luar wilayah
dan kenapa Bali hanya dimanfaatkan selama tiga hari saja,’’ ungkapnya. Ia pun kini mengetahui alasannya yaitu karena infrastruktur. Oleh sebab itu, target prioritas Pemprov Bali adalah memeratakan distribusi pariwisata. ‘’Memang dengan pola satu pulau satu tata kelola memang diharapkan menjadi cita cita teman-teman pariwisata untuk meng-cluster Bali sesuai potensi wilayahnya. Mudah-mudahan sekarang bisa terealisasi,’’ harapnya. Terkait zonasi kawasan wisata, para kepala daerah akan diajak duduk bersama
dengan KDB 10 persen saja, alam Bali sudah mulai rusak, air susah, bencana lonsor dan banjir kerap terjadi. Mereka juga ingin mengetahui apa dasar para eksekutif di Pemprov Bali ini ingin mengubah KDB? Lalu untuk kepentingan siapa? Jika tujuannya memperbaiki Bali, tidak apa-apa, tetapi kalau sebaliknya, pasti semua akan menolak. Mereka juga menekankan apa yang disampaikan oleh Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana mesti menjadi pertimbangan. Jangan sampai karena kepentingan tertentu, alam Bali dikorbankan. (sikha)
untuk menata zonasi kawasan. ‘’Para bupati sudah kita ajak bersama-sama untuk membuat blue print Bali secara utuh,’’ ungkapnya. Kawasan dikelola sesuai potensi wilayah masingmasing. Nantinya akan dilakukan subsidi silang untuk pembangunan zonasi wisata itu. Karena tidak semua wilayah mempunyai pendapatan sama. ‘’Tentu ada yang menjadi wilayah penyangga atau daya tarik dan ada yang akan menjadi wilayah yang memang difokuskan ke pengembanganpengembangan resort seperti Badung dan Denpasar,’’ imbuhnya. (kmb42)
Sumber Pertumbuhan Keseluruhan materi yang ada dalam ranperda juga sangat sesuai dengan RUU tentang Masyarakat Adat. ‘’Bahkan kami ada lebihnya karena Ranperda Desa Adat itu mengatur semua aspek,’’ jelasnya. Meski demikian, lanjut Koster, sebagian besar isi RUU sudah memayungi Ranperda tentang Desa Adat. Utamanya terkait penyelesaian sengketa dan pemberdayaan yang termuat dalam RUU. Kendati RUU juga masih berproses, menurutnya, tidak masalah lantaran materinya sudah harmonis dengan ranperda. ‘’Artinya nyambung, ada benang merahnya. Undang-undang ini bisa memayungi menjadi lebih kuat berlakunya Perda Desa Adat ke depan,’’ imbuh mantan anggota DPR-RI ini. (kmb32)
Secara Holistik Untuk itu dalam mengelola ruang di Bali, jangan hanya berpikiran ekonomi. Harus berpikiran secara holistik, terintegrasi bahwa alam ini harus dijaga untuk keselamatan, kesehatan kita semua. Ia yang juga Ketua Paiketan Krama Bali bahkan menegaskan, dengan KDB hingga 40 persen, Bali akan kesulitan air yang saat ini saja bahkan sudah terjadi. Tentu ini sebagai imbas berkurangnya hutan atau ruang terbuka hijau yang merupakan penyedia air tanah. (kmb32)
Bank Indonesia KPw Bali memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2019 6-6,40 persen, dengan bidang usaha pariwisata masih menjadi sumber pertumbuhan utama. Pengerjaan beberapa proyek konstruksi dan infrastruktur berupa pembangunan kawasan perkantoran, hotel, bendungan, shortcut Mengwitani-Singaraja, dan berlanjut pengerjaan Benoa
Tourism Port dapat mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut. Dampak IMF-WB 2018 juga akan masih terus berlanjut dan pengembangan pasar alternatif untuk ekspor barang luar negeri diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong kinerja ekonomi Bali 2019. Tahun 2019 juga merupakan tahun politik, sehingga akan menjadi faktor pendorong ekonomi Bali 2019. Inflasi 2019 juga diperki-
rakan tetap berada dalam kisaran 3,5 persen plus minus 1 persen. Karena terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile food, dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar rupiah. Sementara itu defisit transaksi berjalan 2019 diperkirakan turun menjadi 2,5 persen dari PDB dengan dilakukannya langkah-langkah pengendalian impor dan peningkatan ekspor serta pariwisata.(kmb42)
Jakarta (Bali Post) – Para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) diminta mengarahkan warga penerima manfaat untuk tidak menggunakan bantuan dana untuk konsumtif, tetapi dimanfaatkan kegiatan produktif. ‘’Dari sisi ekonomi, saya minta para pendamping bisa mengarahkan pengelolaan keuangannya, jangan sampai dipakai untuk konsumtif, harus produktif,’’ kata Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan pada Jambore Sumber Daya Program Keluarga Harapan Tahun 2018 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12) kemarin. Presiden mencontohkan pendamping bisa mengarahkan keluarga penerima manfaat (KPM) yang mampu berdagang untuk memulai usaha perdagangan. Itu cara paling cepat untuk mereka naik kelas atau keluar dari kelompok keluarga prasejahtera,’’ katanya. Pada awal pengarahannya, Presiden menyebutkan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prasyarat Indonesia dapat mencapai kemajuan. ‘’Kalau infrastruktur sudah, sementara SDM dilupakan, maka kita akan sulit bersaing. Oleh sebab itu kita akan bergeser pada pembangunan SDM,’’ katanya. Kepala Negara mengatakan sekarang ada 9,8 persen warga yang masuk kategori miskin. Angka itu sudah turun dibanding 2014, saat itu jumlah warga miskin sampai 11,2 persen dari jumlah penduduk. Ia mengatakan untuk menurunkan angka setelah mencapai satu digit memang perlu tenaga ekstra, termasuk dalam menjalankan program PKH untuk menurunkan angka kemiskinan. ‘’Jadi yang kita perhatikan bukan hanya fisik atau infrastruktur, tetapi SDM juga melalui bantuan PKH. Ini keberpihakan negara kepada rakyatnya, jangan ada yang bilang setiap hari yang diurus infrastruktur, mereka tidak
tahu ada PKH,’’ katanya. Menurut Presiden, saat ini PKH sudah menjangkau 10 juta keluarga penerima manfaat, bertambah dari enam juta sebelumnya. Kalau program sudah mapan, ia mengatakan, PKH pada 2020 dapat menjangkau seluruh keluarga miskin yang jumlahnya 15,6 juta. ‘’Jadi tugas SDM pendamping PKH semakin berat. Oleh sebab itu tolong dilihat validasi data bahwa yang menerina memang yang berhak meneri-
manya,’’ katanya. Pendamping, kata Presiden, harus memastikan bantuan PKH yang nilainya Rp 34 triliun lebih pada 2019 sampai ke tangan penerima manfaat. Presiden juga meminta setiap tahun ada pemutakhiran data, yang menyatakan bahwa mestinya penerima bantuan jumlahnya menurun seiring waktu karena sebagian di antaranya sudah bisa lepas dari kemiskinan. (ant)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Guangzhou – Pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting ditaklukkan wakil tuan rumah Shi Yuqi pada laga penyisihan Grup A Kejuaraan World Tour Finals 2018 di Guangzhou, Cina, Kamis (13/12) kemarin. Dipantau di Jakarta dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Anthony menyerah dua game langsung 8-21, 19-21 selama 36 menit. Ini merupakan kekalahan kedua bagi Anthony setelah Rabu (12/12) lalu ditundukkan Chou Tien Chen (Taiwan) 21-17, 18-21, 18-21 selama 76 menit. Pemain asal klub SGS PLN Bandung itu masih menyisakan satu pertandingan melawan Son Wan Ho (Korea Selatan), Jumat (14/12) ini, namun kansnya lolos ke babak kedua cukup berat. ‘’Saya tidak dapat keluar dari tekanan lawan pada game pertama. Saya mencoba melawannya sebagaimana ketika menghadapi Chou Tien Chen, tapi serangan Shi Yuqi lebih bervariasi. Saya dalam posisi yang kurang menguntungkan ketika berusaha mengembalikan bola dan itu dimanfaatkan lawan,’’ kata Anthony seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Sementara itu, ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan masih mengantongi harapan lolos dari babak penyisihan Grup B berkat kemenangan atas Liao Min Chun/Su Ching Heng (Taiwan) 21-18, 21-14 pada laga kedua. Hasil ini menjadi revans bagi Hendra/Ahsan setelah kalah dalam All England 2018. ‘’Kami berusaha menerapkan pola permainan kami sendiri sejak awal tanding. Kami harus yakin mampu mengimbangi permainan lawan,’’ ujar Ahsan. Ahsan/Hendra akan menerapkan pola permainan yang sama pada pertandingan ketiga menghadapi pasangan Taiwan lainnya, Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin, Jumat ini. Pasangan Merah-Putih peraih gelar juara Dunia 2013 dan 2015 itu berpeluang melaju jika berhasil mengalahkan Chen/Wang. (ant)
Raptors Tumbangkan Warriors
Golden State – Kyle Lowry dan Serge Ibaka membuat total 43 poin saat Toronto Raptors menumbangkan tuan rumah yang juara bertahan dua kali Golden State Warriors untuk pertama kalinya dalam 14 tahun dengan kemenangan 113-93 pada lanjutan kompetisi NBA, Kamis (13/12) kemarin. Lowry mencetak 23 poin dan 12 assist, sedangkan Ibaka menyumbang 20 poin dan 12 rebound untuk Raptors. Danny Green membuat 15 poin, Pascal Siakam mengemas 13 dan Fred VanVleet menambahkan 10 poin yang membawa untuk Raptors yang kini memiliki rekor menang-kalah 23-7, terbaik di liga. ‘’Bagus bagi kami, semua pemain menyentuh dan menggerakkan bola. Pindahkan, ayunkan, mainkan dengan kecepatan tertentu. Ini adalah pertandingan kedua kami dalam perjalanan ini, jadi kemenangan yang bagus dan sesuatu untuk dibangun,’’ kata Lowry. ‘’Kami tidak membuat tembakan di awal pertandingan dan itu memengaruhi energi kami. Mereka masuk lebih awal dan bermain agresif. Ini adalah salah satu malam yang sulit. Mereka jelas tim yang hebat,’’ ujar bintang Warriors, Stephen Curry, yang hanya menghasilkan 10 poin. Dalam laga lainnya, Charlotte Hornets menundukkan Detroit Pistons 108-107, Cleveland Cavaliers mengatasi New York Knicks 113-106, Indiana Pacers memukul Milwaukee Bucks 113-97, Brooklyn Nets menaklukkan Philadelphia 76ers 127-124, Memphis Grizzlies menang atas Portland Trail Blazers 92-83, New Orleans mengalahkan Oklahoma City 118-114, Dallas Maverics mengungguli Atlanta Hawks 114-107, Utah Jazz menang atas Miami Heats 111-84 dan Sacramento Kings mempecundangi Minnesota Timberwalves 141-130. (afp/kmb)
Real Madrid Ternoda Madrid – Juara bertahan Real Madrid secara mengejutkan dipermalukan CSKA Moskow dengan skor 0-3 dalam laga pamungkas penyisihan Liga Champions di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (13/12) dini hari kemarin. Beruntung Madrid sudah memastikan tiket ke babak 16 besar sebagai juara Grup G. Gol-gol yang dicetak Fedor Chalov, Georgi Schennikov dan Arnor Sigurdsson sukses menodai Madrid di depan pendukungnya. Hasil tidak terduga ini tidak lepas dari keberanian pelatih Santiago Solari melakukan langkah berisiko dengan menurunkan banyak pemain lapis kedua di skuadnya. Federico Valverde dan Marcos Llorente berada di lini tengah mengisi tempat Luka Modric dan Toni Kroos. Barisan pertahanan dikawal duet Jesus Vallejo dan Javi Sanchez, bukan Raphael Varane dan Sergio Ramos. Alhasil, Madrid menderita kekalahan terburuk pada laga kandang Liga Champions dalam beberapa musim terakhir. CSKA tetap berada di dasar klasemen dengan raihan 7 poin, lantaran Viktoria Plzen (7) juga meraih kemenangan 2-1 di kandang AS Roma. Plzen berhak memperoleh satu tiket ke babak 32 besar Liga Eropa, sedangkan Madrid (12) dan Roma (9) lolos ke babak sistem gugur Liga Champions. ‘’Saya memainkan tim dengan banyak pemain muda. Banyak pemain yang membutuhkan waktu bermain, yang lain kembali dari cedera serta memberi istirahat kepada pemain lain untuk mencoba dan tetap hidup di semua kompetisi. Kami tidak suka hasil ini. Kami ingin menyelesaikan dengan kemenangan,’’ kata Solari yang membuat tujuh perubahan pada starting XI yang mengalahkan Huesca 1-0 di La Liga pada akhir pekan. Pelatih CSKA Viktor Goncharenko menyatakan timnya hanya bisa menyalahkan diri sendiri. ‘’Ini menyedihkan. Kami mengalahkan Real Madrid, mendapatkan 7 poin, tetapi selesai di bawah dan tersingkir dari Eropa. Kami akan menghabiskan liburan dengan suasana hati yang luar biasa setelah kemenangan ini,’’ ujarnya.
sedangkan Ajax di posisi kedua (12). Benfica di posisi ketiga (7) dan memastikan diri mengikuti 32 besar Liga Eropa berkat kemenangan 1-0 atas AEK Athens yang menjadi juru kunci (0). Juventus (12) berakhir sebagai jawara Grup H diikuti Manchester United (10) meski sama-sama menelan kekalahan di laga pamungkas. Juve yang bertandang ke markas BSC Young Boys, Swiss, takluk 1-2 akibat dua gol yang dikemas Guillaume Hoarau. Kekalahan dengan skor serupa juga diderita United dalam lawatan ke kandang Valencia. Valencia di posisi ketiga (8) dan akan turun kasta ke babak 32 besar Liga Eropa, sedangkan Young Boys di urutan keempat (4). (afp/kmb/ant/rtr)
Leroy Sane Pemain sayap Manchester City, Leroy Sane, mengemas dwigol demi mengantarkan timnya mengalahkan tamunya TSG Hoffenheim 2-1 dalam laga pamungkas penyisihan Grup F di Stadion Etihad. Kemenangan itu sekaligus memastikan tim besutan Pep Guardiola menjadi juara Grup F dengan koleksi 13 poin, sedangkan Hoffenheim (3) menjadi juru kunci klasemen. City lolos ke 16 besar didampingi Olympique Lyon (8) usai menahan Shakhtar Donetsk (6) 1-1 di Ukraina. Bayern Muenchen mengungguli Ajax Amsterdam untuk lolos ke 16 besar sebagai juara Grup E, setelah dalam pertandingan keenam bermain imbang 3-3 di Belanda. Muenchen tetap di peringkat pertama dengan 14 poin, SESAL – Pemain tengah Real Madrid Isco menyesali kekalahan klubnya dari CSKA Moskow di ajang Liga Champions.
Tim Silat BN Kuta Utara Pertahankan Gelar
Mangupura (Bali Post) Tim Kecamatan Kuta Utara berhasil mempertahankan gelar juara umum pada kejuaraan pencak silat PSPS Bakti Negara (BN) Badung memperebutkan Piala Mangupura V/2018 di GOR Purna Krida, Kerobokan, yang berakhir Kamis (13/12) kemarin. Kuta Utara mendulang 16 medali emas, 8 perak dan 15 perunggu, disusul Mengwi (13 emas, 9 perak dan 12 perunggu), Kuta Selatan (6 emas, 11 perak dan 17 perunggu), Petang (5 emas, 5 perak dan 11 perunggu), Kuta (4 emas, 6 perak dan 16 perunggu) dan Abiansemal (2 emas, 10 perak dan 15 perunggu). Pada partai final kategori dewasa (16-30 tahun) kemarin, kontingen Kuta Utara mendapat emas melalui perjuangan Ketut Wahyu di kelas B, Kadek Anggara (C), Putra Kusuma (D), Intan Citra (E), Agung (F) dan Krisna (I). Mengwi menyabet emas yang dihasilkan Ni Putu Mas Rista Prati Dewi (C), Sefiana D. Ningtyas (D),
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Jumat Pon, 14 Desember 2018
Anthony Telan Kekalahan Kedua
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Bali Post/ist
JUARA UMUM - Kontingen Kecamatan Kuta Utara mempertahankan gelar juara umum kejuaraan pencak silat PSPS Bakti Negara Badung Piala Mangupura V/2018. Agus Gede Endrawan (E), Made Yuda Dwi Pranata (G) dan Gede Bakta Sugawa (J). Kecamatan Kuta merebut emas lewat Najib (A) dan Anggita (B). Kuta Selatan meraih emas yang disumbangkan Ni Nyoman Ayu Meisya W. (A), A.A. dan
Putu Bunga Surya Dewi (F). Gelar pesilat terbaik usia dini direbut Kadek Aldo Winata (Petang) dan Ni Putu Chelsea Putri Dian Agustni (Kuta Selatan). Terbaik remaja disabet Ferdi Wahyu Saputra (Kuta) dan Ni Putu Sinta Puspita Sari (Abian-
semal). Terbaik dewasa diraih Ketut Wahyu Permana (Kuta Utara) dan Putu Mas Rista Dewi (Mengwi). Nyoman Muna Palguna dipilih sebagai wasit juri teladan, sedangkan gelar kontingen favorit jatuh ke tangan Petang. (022)
SSB Bina Putra dan Pespa Juara
Bali Post/022
FESTIVAL - Festival sepak bola Pespa Padangsambian U-8 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.
Denpasar (Bali Post) Tim SSB Bina Putra U-8 keluar sebagai juara dalam Festival Sepak Bola Pespa Padangsambian yang digelar di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Kamis (13/12) kemarin. Bina Putra menekuk Putra Perkanthi Jimbaran dengan skor 5-1 di final. Juara III direbut Guntur usai mencukur Damar Cakti 6-0. Festival U-8 diikuti delapan tim dengan sistem pertandingan 2 x 10 menit. Sehari sebelumnya, Selasa (12/12), diperebutkan piala oleh tiga tim yaitu tuan rumah Pespa Padangsambian U-15, Putra Tresna Denpasar dan Badak Putra Buduk. Pespa akhirnya tampil sebagai juara dengan mengantongi poin 4, disusul Badak Putra (2) dan Putra Tresna (2). Pespa dikalahkan Putra Tresna 2-4 melalui adu penalti dan unggul 2-1 atas Badak Putra, sedangkan Badak Putra menang 1-0 atas Putra Tresna. Ketua Panpel A.A. Putu Yoga Semadi mengemukakan, Festival Sepak Bola Pespa Padangsambian bertujuan membina bibitbibit pesepak bola berbakat. Selain itu, sebagai ajang menerapkan teori dan ilmu bermain sepak bola yang benar setelah ditempa di SSB masing-masing. Penampilan mereka menjadi bahan evaluasi bagi para pelatih untuk pembinaan berikutnya. (022)
profil Ni Made Suparmi
Silat, Vovinam, dan Dansa MANTAN atlet pencak silat biasanya menjadi pembina atau pelatih silat. Namun, hal ini tidak berlaku buat Ni Made Suparmi. Ia kini justru menjabat Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Bali dan menjadi Sekjen PP IODI. Suparmi memulai kiprahnya di cabang olahraga dansa dengan menjadi Ketua Umum Pengkot IODI Denpasar ketika dansa diekshibisikan pada Porprov Bali XI/2013 di Denpasar. Ia kemudian terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov IODI Bali menggantikan Titing Alit Putra dalam musprov. Selaku Sekjen IODI, dirinya menyoroti penilaian subjektif saat PON XIX/2016 di Jabar. ‘’Hampir seluruh pengprov termasuk IODI Bali mengeluhkan sistem penjurian di PON,’’ kenangnya. Saat ini tercatat 21 Pengprov IODI telah menyiapkan atletnya guna berlaga di ajang Pra-PON yang dibagi dalam tiga wilayah dan tiap zona di seluruh provinsi. Bali menjadi tuan rumah Pra-PON yang diikuti atlet Sumut, Jambi, Papua Barat, DIY, Jateng dan Kalsel, pada 15-16 Agustus 2019. Suparmi mulai belajar silat sejak 1991 silam, persisnya ketika duduk di bangku kelas III SMP PGRI 4 Denpasar di Pegok (dulu SMP 15 PGRI Badung). Wanita kelahiran Denpasar, 27 Juni 1978 ini mengambil ekstrakurikuler di sekolah. Baru berlatih pencak silat tiga bulan di PSPS Bakti Negara, Suparmi langsung menjadi juara Porjar Denpasar dan Porjar Bali. ‘’Kalau di perguruan, jurus andalan saya adalah tendangan selosor, sebab jangkauan saya panjang,’’ ujar ibu tiga anak bertinggi 172 cm ini. Setamat SMP, Suparmi melanjutkan ke SMAN 2 Denpasar (Resman). Bermodal tinggi badan plus ditopang paras cantik, ia menjadi model dan bergabung bersama Montana Modelling. Prestasi silatnya pun makin berkibar. Perak diraihnya pada kelas B (50-55 kg) dalam PON XIV/1996 di Jakarta. Diadu dengan perebut emas, Suparmi unggul sehingga berhak masuk skuad tim nasional SEA Games. Perak disumbangkannya pada SEA Games 1999 di Brunei dan PON XV/2000 di Jatim. Setelah menikah dengan atlet PON XV Bali Wayan Mariyana Wandhira, Suparmi mendapat tawaran dari Sekjen PB IPSI Rizal Chaniago menjadi pelatih bela diri vovinam asal Vietnam berikut merekrut pesilat Bali untuk menjadi atletnya. Ia sukses membawa vovinam mendulang 6 emas pada SEA Games 2011 di Jakarta dan 4 emas pada SEA Games 2013 di Myanmar. (nel)