Skip to main content

Edisi Rabu 14 November 2018 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 87 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Tim Saber Pungli Sepakat Takkan Masuk Ranah Desa Pakraman

Denpasar (Bali Post) Rapat kerja DPRD Bali bersama Polda Bali, MUDP, MMDP, organisasi Hindu, serta OPD terkait di Pemprov Bali membuahkan hasil manis. Dalam rapat yang membahas tentang pungutan desa adat/pakraman itu disepakati bila Tim Saber Pungli termasuk polisi tak akan masuk lagi ke ranah desa pakraman. Kesepakatan ini pun segera dituangkan dalam bentuk surat edaran. ‘’Tetapi dengan catatan desa pakraman harus memperbaiki diri juga dengan awig-awig, pararem, atau SK-SK harus dilegalisir oleh bupati/wali kota atau yang berwenang supaya tetap ada payung hukum, sehingga bisa jalan semuanya,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra usai memimpin jalannya rapat di gedung dewan, Selasa (13/11) kemarin.

Menurut Alit Putra, Tim Saber Pungli ataupun kepolisian hanya tidak masuk ke urusan adat. Sementara kasus kriminal tetap dilakukan penegakan hukum oleh aparat. Ditegaskan, dalam kasus OTT Tirta Empul, aparat kepolisian tidak memiliki niat untuk melemahkan desa pakraman. Apa yang dilakukan kepolisian justru untuk memperkuat

desa pakraman agar benarbenar tertib dan diagungkan. ‘’Kalaupun yang sudah kasus ini, akan diajak dulu ngomong adat. Artinya, beliau sangat menghargai masalah adat itu. Jadi tidak benar kalau melemahkan,’’ jelas politisi Demokrat ini. Jika ada hal yang harus dibenahi di desa adat, lanjut Alit Putra, aparat kepolisian tinggal berkoordinasi dengan

prajuru adat. ‘’Jajaran adat juga harus meneliti, menyempurnakan, sehingga tidak banyak berperkara dengan hukum positif,’’ imbuhnya seraya mengatakan DPRD Bali akan segera merevisi Perda Nomor 3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman agar dapat mengakomodasi hal-hal yang muncul belakangan ini. Hal. 15 Ahli Hukum

Operasi tangkap tangan Tirta Empul 6 November 2018 Jro Gde Suwena Putus Upadesa Ketua MUDP Bali

Jangan sampai tindakan-tindakan itu, kalau memang menyentuh adat murni ataupun pararem dan awig-awig desa pakraman disentuh dengan cara seperti itu, bisa menimbulkan masalah baru. Kalau salah melakukan tindakan, bisa menimbulkan kesan pelemahan desa adat.

Wayan Koster Gubernur Bali

Segera membuat payung hukum bagi desa adat/pakraman untuk melakukan pungutan ataupun retribusi. Nanti kita akan buatkan peraturan dulu, sekarang ini kan kalau tanpa aturan, jadi tidak ada yang memayungi. Padahal itu kan sesuatu yang lumrah terjadi di desa adat. Jadi, ini harus kita tata ke depan.

Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose Kapolda Bali

Tindakan kami (OTT Tirta Empul) bukan melemahkan tetapi justru menguatkan desa adat. Jangan dibalik-balik. Kalau (sifatnya) mengikat, itu berarti bertentangan dengan undang-undang dan perda. Perda itu buat masyarakat Bali bukan polisi. Jangan dibalik. Kita mengikuti peraturan yang dibuat pemerintah daerah.

Dr. A.A. Ketut Sudiana, S.H., M.H. Staf Ahli MUDP Kota Denpasar Selama ini belum sinkron alias belum adanya kesamaan pandangan antara MUDP dengan aparat penegak hukum dan penyidik di Saber Pungli, sehingga klian banjar atau aparat desa pakraman di–OTT saat mereka menjalankan pararem banjar atau desa. Saat OTT, seharusnya mereka mendapat pendampingan dari MUDP guna meyakinkan bahwa mereka bertugas atas dasar pararem.

I Gede Pasek Suardika Anggota DPD-RI

Desa pakraman bukan organisasi preman, bukan organisasi tanpa bentuk (OTB) yang memang liar. Desa pakraman adalah subjek hukum yang sah di Republik ini, bukan liar. Lembaganya diakui Negara, bahkan di konstitusi negara pasal 18 B ayat 2 UUD 1945. Keberadaannya diakui termasuk keputusannya sepanjang sesuai dengan wilayah adatnya.

I Made Somya Putra Praktisi hukum

Bali Post/eka

PERTEMUAN - Bendesa adat, MUDP, DPRD Bali, kepolisian dan OPD Pemprov Bali pada pertemuan di gedung DPRD Bali, Selasa (13/11) kemarin. Pertemuan juga mengundang Bendesa Adat Manukaya Let, pasca-OTT di Tirta Empul.

Bupati Gianyar Dukung Usut Kasus OTT Tirta Empul Gianyar (Bali Post) Bupati Gianyar Made Mahayastra mendukung peyelidikan polisi terkait kasus tindak pidana pegelolaan karcis tiket masuk di Objek Wisata Tirta Empul, Tampaksiring. ‘’Yang jelas, saya sebagai Bupati Gianyar sangat mendukung penegakan hukum bagi mereka yang bersalah,’’ ujar Bupati Gianyar Made Mahayastra, Selasa (13/11) kemarin. Hal. 15 Gerak Cepat

Tangani Sampah, DLHK Maksimalkan Swakelola Volume sampah di Denpasar semakin meningkat. Pada tahun 2016 volume sampah mencapai 850 ton per hari, dan mengalami peningkatan di tahun 2017 yang mencapai 900 ton per hari. Upaya penanganan sampah kini mulai dilakukan dengan memaksimalkan peran kelompok swakelola sampah. Halaman 2

Limbah Hotel Ancaman Terumbu Karang Nusa Dua Semakin banyaknya hotel, tentu sangat berdampak pada keberadaan terumbu karang. Limbah hotel yang mengandung banyak kadar nutrient memicu pertumbuhan macro algae yang dapat menghambat pertumbuhan karang dan bisa menimbulkan penyakit karang. Halaman 3

Tiket Masuk Tujuh Objek Wisata Naik Signifikan

Kasus OTT belum memengaruhi suasana kunjungan ke Objek Wisata Pura Tirta Empul. Namun yang membuat terkejut para pengunjung adalah kenaikan tiket masuk yang cukup signifikan. Yakni dari Rp 15.000 menjadi Rp 50.000 per orang untuk wisatawan asing. Sementara untuk domestik kini naik menjadi Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak. Halaman 9

Rumah Ditimpa Pohon Kelapa Pohon kelapa menimpa rumah warga di Banjar Dinas Liligundi, Desa Buana Giri, Bebandem, Selasa (13/11) kemarin. Akibatnya, rumah milik Ketut Putra (34) hasil bantuan Program Bedah Rumah Provinsi Bali tahun 2011 itu hancur. Halaman 11

Peneliti LIPI

Selesaikan secara Adat

Siti Zuhro Jakarta (Bali Post) Polemik pungutan berbekal peraturan desa adat (pararem) yang berujung pada upaya pemidanaan bendesa adat harus disesuaikan dengan nilai-nilai dan kearifan lokal adat istiadat daerah setempat. Apabila ada persoalan hukum maka cara penyelesaiannya sebaiknya melalui pendekatan desa adat setempat. Penegasan itu disampaikan Peneliti Utama dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro menyikapi OTT di Tirta Empul. Di Undang-undang Desa itu kan pakai dua (Peraturan Desa dan Peraturan Desa Adat). Jadi desa dinas mungkin mengacunya seperti itu (hierarki perundangan), tapi kalau desa adat mungkin pada kesepakatankesepakatan lokal. Hal. 15 Perangkat Desa

MoU 2013 Tak Atur Jam Pungut Karcis

KAPOLRES Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menyorot kerugian negara belasan miliar dalam kasus OTT di Tirta Empul Gianyar. Kerugian Rp 18 miliar lebih itu terjadi sejak 2013-2018. Kerugian Rp 18 miliar lebih itu akibat pengambilalihan penjualan tiket oleh Desa Pakraman Manukaya Let dari pukul 15.00 hingga 18.00 Wita. Hal itu, menurut Kapolres, melanggar MoU

yang telah ditandatangani kedua belah pihak bahwa pungutan dilakukan sejak 07.00-18.00 Wita. Dari hasil pungutan itu 40 persen untuk desa adat dan 60 persen untuk Pemda Gianyar. Apa yang disampaikan Kapolres terkait diaturnya jam pungutan, ternyata tidak tercantum dalam MoU 2013. Hal. 15 Kerja Sama

Jangan Samakan Desa Adat dengan Preman

Dr. Putu Anom, M.Par.

Denpasar (Bali Post) Dalam kasus pemungutan atau retribusi yang dilakukan perangkat desa adat, apalagi berdasarkan pararem, jangan disamakan dengan pungutan preman. Karena desa adat memiliki peran menjaga budaya Bali yang merupakan ikon pariwisata Bali. Akademisi Pariwisata Universitas Udayana (Unud) Dr. Putu Anom, M.Par. merasa kecewa jika pungutan yang dilakukan desa adat dianggap sebagai pungutan liar. Hal. 15 Aturan Desa

Kalau kita mengacu pada teori pelaksanaan hukum, maka aturan hukum yang dijalankan oleh kepolisian tidak boleh hanya melihat sisi yuridis tertulis tetapi harus melihat sosiologis dan filosofisnya. Hal itu menjadi penting agar hukum memberikan keseimbangan antara hukum yang dicita-citakan (ius constitutum) dengan hukum positif yang ada. Kalau pemahaman itu tidak utuh yang terjadi adalah guncangan di masyarakat.

I Ketut Kesuma Pengamat Hukum Pararem itu hanya mengikat di desa adat setempat. Namun ketika diterapkan di luar wilayah bersangkutan, maka akan berbenturan dengan hukum positif. Setiap orang atau badan yang melakukan pungutan harus ada payung hukum positifnya dan pungutan itu harus disetor ke negara.

Prof. Dr. Yudha Triguna Mantan Dirjen Bimas Hindu Pungutan yang dilakukan desa adat sepanjang dilakukan dengan prosedur benar melalui keputusan bersama adalah sah, bukan liar. Mengapa tidak disebut liar, karena pungutan itu lahir melalui musyawarah desa sebagai lembaga resmi yang diakui UU dan pungutannya dilakukan oleh aparatur desa.

I Nyoman Parta Ketua Komisi IV DPRD Bali Dalam Undang-undang Desa, desa dan desa adat adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah. Desa dan desa adat berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal-usul, dan atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

AKBP Priyanto Priyo Hutomo Kapolres Gianyar Dalam kasus ini Pararem Desa Manukaya Let terkait pemungutan tiket wisata tidak bisa berlaku, karena berbenturan dengan aturan yang ada di atasnya yakni Perda Kabupaten Gianyar No. 8 Tahun 2010 tentang pungutan retribusi, kreasi dan olahraga. Jadi tidak boleh pararem atau perdes menabrak perda kabupaten atau perda provinsi dalam kasus yang sama.

Prof. Pasek Diantha Guru Besar Emeritus FH Unud

Mereka barangkali beranggapan pararem merupakan hukum liar yang tidak dibuat oleh negara atau oleh badan negara yang berwenang membuat hukum. Pandangan seperti itu sudah sangat kuno. Pararem memiliki status hukum yang sama seperti hukum negara, sehingga memiliki kekuatan mengikat yang sah.

Koster akan Bangun Pendidikan Karakter SDM Bali Berdasarkan Kearifan Lokal

PENDIDIKAN KARAKTER - Gubernur Bali Wayan Koster pada Rapat Koordinasi ‘’Peran Pendidik dalam Implementasi Pendidikan Karakter di Era Disrupsi Teknologi’’ di Trans Resort Hotel, Badung, Selasa (13/11) kemarin.

DALAM rangka melaksanakan revolusi mental melalui pendidikan karakter, Bali memiliki modal yang baik karena sudah memiliki kearifan lokal. Apabila hal itu diterapkan dengan sungguhsungguh akan menjadikan sumber daya manusia (SDM) Bali yang berkarakter. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Rapat Koordinasi ‘’Peran Pendidik dalam Implementasi Pendidikan Karakter di Era Disrupsi Teknologi’’ di Trans Resort Hotel, Badung, Selasa (13/11) kemarin. ‘’Ini (Rakor Pendidikan Karakter) satu kegiatan yang sangat positif karena di Bali

tengah mengembangkan konsep pengembangan SDM Bali unggul yang didasarkan pada sastra dan juga kearifan lokal di Bali,’’ kata Koster. Menurutnya, konsep ini sedang disusun oleh para tim ahli untuk merumuskan supaya pembangunan karakter di Bali bisa dibangun berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti lontar, sastra maupun pitutur-pitutur yang ada di masyarakat Bali yang diberikan oleh para leluhur masyarakat Bali di zaman dahulu. Ia menambahkan, lontar, sastra dan pitutur tersebut adalah modal yang sangat baik untuk menjadi referensi dalam

mengembangkan sistem pendidikan di Bali. Pengembangan karakter di Bali, menurutnya, dilakukan melalui dua hal, yakni membangun jatidiri dan integritas moral. ‘’Jadi kalau kita mau membangun SDM, yang pertama kita bangun adalah karakternya dulu, baru kompetensinya,’’ jelas Koster. Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono mengatakan, Bali merupakan salah satu masyarakat yang memiliki karakter unggul. ‘’Karakter tidak hanya identik dengan moral tapi juga kinerja. Semua ada

dalam masyarakat Bali,’’ kata Agus. Ia berharap dapat belajar dari pelaksanaan rakor di Bali untuk menyempurnakan sistem pendidikan karakter di Indonesia. Rakor kali ini menghadirkan sebanyak 300 peserta tenaga pendidik dan mahasiswa dengan narasumber Staf Ahli Bidang Pendidikan Karakter Dr. Arief Budiman, Asisten Deputi Bidang PAUD, Dikdas dan Dikmas Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani dan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra. (ad570)


DENPASAR

2

Rabu Pon, 14 November 2018

FIGUR Sumber Pertumbuhan Ekonomi BALI tak ada habisnya dibicarakan. Alamnya, budayanya dan orangnya, semua bersatu padu memberikan kesan tersendiri. Demikian dirasakan Deputi Direktur Bank Indonesia KPw Bali Azka Subhan A. selama bertugas di Bali. Dua tahun bertugas ia mengaku sangat terkesan dengan pribadi orang Bali yang ramah, luwes, kreatif dan inovatif, serta stakeholder lainnya karena dapat bekerja sama. Pertama kali bertugas di Bali tahun 2016 akhir, ia langsung dihadapkan pada harga cabai yang melambung tinggi menembus Rp 100.000 per kilogram di awal tahun 2017. Kenaikan harga itu berlangsung cukup lama, yaitu tiga bulan dari Januari hingga Maret. Lulusan Fakultas Pertanian tentu merasa terusik dengan kenaikan harga cabai tersebut. Pada April pascaharga mulai mereda, Bank Indonesia mulai melakukan pengembangan kluster cabai untuk UMKM. Kluster cabai dibentuk di Ababi, Karangasem. Ia melihat ada potensi tanah yang termaginalkan di daerah itu. Padahal lahan itu bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai. “Di sana banyak anak muda yang bagus-bagus. Mereka menanam cabai sepanjang tahun tanpa melihat musim,” tutur pria kelahiran Semarang ini. Ketika musim hujan tiba, bunga cabai yang dikhawatirkan rontok, diantisipasi dengan menutupi lahan cabai dengan plastik rain shelter. Itulah yang membuat pasokan cabai ada sepanjang tahun dan harga cabai bisa terkendali. Menurut hitungan Bank Indonesia, harga keekonomia n cabai antara Rp 30.000 – Rp 50.000, namun dengan harga Rp 15.000 pun petani cabai sudah Break Event Point ( B E P ) . Dengan membuat kluster, Bank Indonesia bisa membantu bibit, peralatan traktor tangan, kultivator, alat pemotong rumput. “Kluster berlangsung selama tiga tahun, sehingga dalam waktu tiga tahun petani di Ababi mendapat pendampingan dari BI,” ujarnya. Ia menegaskan, Bali memang kaya akan produk pertanian. Salah satu produk unggulan pertanian Bali adalah kakao. Luas pertaniannya memang sedikit, namun kualitas kakaonya bersaing dengan negara lain. Sehingga kakao asal Indonesia diekspor ke Perancis dan Jepang. “Untuk mendukung pembangunan sumber pertumbuhan ekonomi lain, inilah bentuk konkretnya. Karena selama ini Bali terlalu besar bertumpu pada pariwisata yang rawan terhadap isu-isu,” tegasnya. (may)

Ditendang Warga, Kurir Narkoba Tersungkur Denpasar (Bali Post) Kurir narkoba, Agik Nick Davis (23), kena batunya. Saat menempel paket narkoba, pria yang kesehariannya berjualan bakso ini dipergoki warga di Jalan Tukad Batanghari III, Denpasar Selatan (Densel), beberapa hari lalu. Karena berupaya melawan, warga menendangnya hingga tersungkur. Dikonfirmasi Selasa (13/11) kemarin, Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya didampingi Kanitreskrim Iptu Hadimastika mengatakan, dari pelaku disita barang bukti 10 butir ekstasi, lima butir ekstasi berwarna merah muda, sabu-sabu (SS) dengan berat bersih 20,08 gram, sendok makan, HP dan sepeda motor Honda Beat. “Modusnya, paket sabu-sabu dan ekstasi ini disembunyikan di pot bunga di rumah warga. Kalau dulu kan ditempel di tiang listrik,” tegasnya. Kronologis kejadiannya, saat kejadian pukul 21.45 Wita Komang Suardana keluar dari rumahnya bersama Victor Oktavianus. Mereka curiga saat melihat seorang laki-laki berambut pirang yang tak lain adalah pelaku, berdiri di samping pot di depan rumah Victor. Suardana langsung menegur pelaku dan disuruh pergi. Namun saat melewati Jalan Tukad Batanghari Utama, Suardana melewati pelaku sedang berhenti dan membuatnya curiga. Selanjutnya Suardana memantau pelaku dari jarak sekitar 20 meter. Beberapa menit kemudian pelaku beranjak dari tempat tersebut, Suardana mengikutinya. Saat memasuki Jalan Tukad Batanghari III, pelaku belok kanan dan ternyata gang tersebut buntu. Pelaku berbalik arah dan bertemu dengan Suardana. “Saat saksi (Suardana-res) mau berhenti, pelaku hendak menabraknya. Namun saksi langsung menendang pelaku hingga jatuh dari motornya,” tegasnya. Suardana langsung memanggil Victor, lalu menelepon anggota Polsek Densel. Beberapa saat kemudian datang polisi dan menangkap pelaku. Saat pelaku digeledah, diamankan SS dan ekstasi di sepeda motor, rumput dan pot bunga warga. Saat diinterogasi, pelaku mengaku disuruh mengambil paket barang tersebut oleh Kadek Nusa (DPO). Dia sudah tiga kali mengambil tempelan paket narkoba, yaitu pertama sekitar dua minggu lalu di belakang spanduk garasi di Jalan Tukad Petanu Panjer, mengambil satu plastik klip SS dan dikirim ke Jalan Drupadi V Denpasar. Setibanya di sana, pelaku melempar paket SS itu di bawah gardu listrik. Kedua, sekitar semingu lalu mengambil tempelan satu paket SS di Jalan Tukad Barito Timur, Densel. Di sana dia mengambil paket SS tersebut di pot tanaman di kanan rumah warga. Selanjutnya, narkotika tersebut dibawa ke Jalan Drupadi I dan dilempar di bawah tiang listrik. “Saat mengambil paket narkotika yang ketiga, pelaku kami tangkap. Kami masih berupaya mencari bandarnya yaitu Kadek Nusa,” kata mantan Kapolsek Kuta ini. Pelaku mengaku sehari-hari membantu mertuanya berjualan bakso di Jalan Lod Tunduh, Ubud, Gianyar. Kini Agik tidak bisa jualan bakso lagi karena mendekam di sel Polsek Denpasar Selatan (Densel). Ayah dua anak ini mengaku dapat upah Rp 150 ribu sekali menempel paket narkoba. “Saya tidak pernah bertemu dengan Kadek Nusa. Biasanya komunikasi lewat HP,” ujarnya. (kmb36)

Bali Post/wan

SAMPAH - Aktivitas di TPA Suwung. Pembentukan bank sampah di setiap banjar di Denpasar diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Tangani Sampah, DLHK Maksimalkan Peran Swakelola

Denpasar (Bali Post) -

Volume sampah di Denpasar semakin meningkat. Pada tahun 2016 volume sampah mencapai 850 ton per hari, dan mengalami peningkatan di tahun 2017 yang mencapai 900 ton per hari. Peningkatan volume sampah ini perlu penanganan secara menyeluruh dari hulu sampai ke hilir. Upaya penanganan sampah kini mulai dilakukan dengan memaksimalkan peran kelompok swakelola sampah di masing-masing banjar atau desa. Kabid Penanganan Sampah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar Adi Wiguna mengatakan hal itu, Selasa (13/11) kemarin. Dalam menangani peningkatan volume sampah, kata Adi Wiguna DLHK Denpasar mendorong terwujudnya kelompok swakelola atau bank sampah di masing-masing banjar. Tahun ini targetnya sudah terbentuk 200 bank sampah. Tahun 2017 baru terbentuk

78 bank sampah yang tersebar di seluruh Kota Denpasar. “Dengan adanya peningkatan jumlah bank sampah yang terbentuk di tahun 2018, tentunya akan dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPA,” ujarnya. Adi Wiguna berharap

ke depan tidak ada lagi pengangkutan sampah ke TPA yang dilakukan DLHK. Semua sudah ditangani oleh masingmasing kelompok swakelola sampah di masing-masing tempat. Dengan pola ini diharapkan juga tidak ada lagi tumpukan sampah di tela-

Bali Post/ist

PELEPASAN - Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara saat upacara pelepasan di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Ratusan Tentara Dikirim ke Perbatasan NTT-Timor Leste Denpasar (Bali Post) Pelabuhan Benoa, Senin (12/11) lalu dipadati 400 anggota TNI. Mereka tergabung dalam Satgas Pamtas RIRDTL Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara yang ditugaskan ke daerah perbatasan NTT-Timor Leste, dan dilepas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. Dalam sambutannya, Pangdam mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh prajurit Batalyon Infanteri Mekanis 741/Garuda Nusantara, Satgas Intel dan Bantuan, dalam mengemban tugas mulia demi menjaga tetap tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebelum diberangkatkan, pasukan tersebut mengikuti latihan pratugas beberapa waktu lalu. Tentunya mereka telah mengetahui dan memahami tugas serta tanggung jawab yang akan diemban di daerah penugasan untuk menjaga wilayah perbatasan RI-RDTL agar tetap aman dan kondusif. Mayjen Benny juga memberi penekanan kepada se-

luruh prajurit tersebut agar menerapkan apa yang sudah dilatihkan dalam pratugas, terutama yang terkait dengan prosedur pengamanan terhadap pelintas batas dan cara penanganannya bersama instansi terkait di daerah penugasan. “Selalu adakan koordinasi dengan Kepolisian Timor Leste apabila terjadi pelanggaran di daerah perbatasan yang menjadi tanggung jawab kalian. Jika koordinasi sudah dibangun dengan baik dan penanganan dilaksanakan secara profesional, tugas seberat apapun akan dapat dilaksanakan dengan maksimal,” ujarnya. Ia juga memerintahkan agar prajurit segera melaksanakan orientasi di daerah penugasan, mempelajari karakteristik medan, situasi dan kondisi daerah setempat. Dengan demikian, bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dapat mengambil tindakan yang tidak bertentangan dengan HAM, menyesuaikan diri dengan adat istiadat atau norma yang berlaku dalam masyarakat di mana bertu-

gas. “Mantapkan langkah menuju medan tugas, disiplin dalam setiap tindakan, serta pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI. Tetap jaga dan pertahankan nama baik Kodam IX/Udayana serta TNI Angkatan Darat,” tegasnya. Jenderal bintang dua di pundak ini menambahkan, ada beberapa hal yang perlu dipedomani oleh seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL. Pedoman tersebut agar senantiasa meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tegakkan disiplin, selalu waspada, tidak boleh sombong dan arogan serta jangan pernah ragu untuk berbuat yang terbaik demi bangsa dan negara. Perhatikan faktor keamanan personel dan material selama dalam perjalanan maupun di medan tugas. “Berangkatlah dengan penuh motivasi dan kemantapan hati untuk kejayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas lulusan Akmil tahun 1987 ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Tim Unit IV Satreskrim Polresta Denpasar menangkap karyawan hotel, Nasipudin alias Gibran Firdaus (22), Senin (12/11) lalu. Nasipudin asal Lombok Utara, NTB ini ditangkap terkait tindak pidana Undang-undang ITE karena memposting kata-kata menghina polisi di Facebook. “Pelaku menghina dan mencemarkan nama baik institusi Polri melalui media sosial Facebook. Pelaku mengatakan polisi an**ng, s**del, anak ba**nu, polisi suruh ke rumah saya (pelaku - red) akan dipotong lidahnya,” kata Kasatreskrim Polresta

Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Selasa (13/11) kemarin. Hasil penyelidikan dan penyidikan, lanjut Arta Ariawan, pada Rabu (7/11) pukul 19.16 Wita pelaku memposting katakata menghina dan menantang polisi di grup facerbook. Melihat postingan tersebut di medsos, Tim Opsnal Unit IV melakukan penyelidikan. Alhasil pelaku diketahui bekerja di salah satu hotel di Canggu, Kuta Utara, Badung. Dia kerja di sana sejak tiga pekan lalu. “Anggota kami langsung ke sana dan menemui pelaku. Saat ditanya anggota kami, pelaku mengaku bernama Nasipudin alias Gibran Firdaus

dan mengakui semua perbuatannya tersebut,” ungkapnya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk penyidikan lebih lanjut. Saat diinterogasi, pelaku mengaku menghina polisi karena ada temannya di Lombok memposting di facebook kena tilang dan dimintai uang oleh polisi. Hal itu membuat pelaku jengkel dan marah. Usai menjalani pemeriksaan, pelaku minta maaf kepada Kepolisian Indonesia karena sadar telah menghina polisi. “Saya sungguh-sungguh meminta maaf. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi,” kata Nasipudin. (kmb36)

Diduga Hina Polisi, Karyawan Hotel Ditangkap

Bali Post/kmb36

KURIR - Kapolsek Densel Kompol Wirajaya merilis penangkapan kurir narkotika jenis SS dan ekstasi.

FM 96,5

Topik : Tangani Sampah, DLHK Maksimalkan Peran Swakelola Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

jakan, trotoar, serta tempat umum lainnya. “Kami berharap masyarakat Denpasar ikut berperan dalam menangani sampah, mulai dari rumah tangga masing-masing. Termasuk juga melakukan pemilahan,” katanya. Menurut Adi Wiguna, pihaknya gencar melakukan penyuluhan kepada masyarakat agar mau membentuk bank sampah. Dengan terbentuknya bank sampah, selain dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, juga memberikan berkah pada pengelola bank sampah itu sendiri.

Selain melakukan sosialisasi untuk mengajak masyarakat membentuk bank sampah, Adi Wiguna juga mengaku melakukan pengawasan terhadap bank sampah yang telah terbentuk. Pengawasan ini dilakukan selain untuk meningkatkan peran bank sampah juga menjaga agar bank sampah yang telah terbentuk tetap eksis. (kmb12)

Denpasar ( Bali Post) Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra meminta keluarga besar PGRI Kota Denpasar, YPLP Kota PGRI Denpasar dan Kelompok Media Bali Post (KMB) menjadi penggerak penagangan sampah melalui siswa di sekolah. Dikatakan, perlu adanya gerakan tabungan sampah para siswa, seperti yang dilakukan di SMP PGRI 5 Denpasar. Hal itu ditegaskan orang nomor satu di Kota Denpasar ini saat menerima jajaran PD PGRI Kota Denpasar dan YPLP Kota PGRI Denpasar, Selasa (13/11) kemarin. Rai Mantra mengingatkan agar guru dan siswa di Kota Denpasar didukung oleh KMB untuk peduli soal penangangan sampah, terutama difokuskan pada upaya membuat sungai bersih dari sampah. “Jika sebelumnya aksi bersih sampah diarahkan ke pantai, sekarang kita fokus pada pembersihan sampah di sungai, baik lewat aksi kebersihan maupun mengkampanyekan budaya jangan membuang sampah ke sungai,” ujarnya. Jika ada program Bali Post Goes to School, kata Rai Mantra, saat itu perlu diisi dengan penanganan sampah bagi warga sekolah. Caranya dengan membuat bak pemilahan sampah di sekolah dan mengumpulkan sampah di rumah kemudian dijual ke pengepul. Makanya sangat penting meniru pola tabungan sampah siswa di SMP PGRI 5 Denpasar. Untuk itu, dia mengapresiasi program SMKN 1 Denpasar yang akan membuat motor pengangkut sampah. “Dua model ini kita perlu berikan reward,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum.

melaporkan serangkaian HUT ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional akan digelar jalan sehat bekerja sama dengan Denpost, seminar nasional dengan keynote speaker Wali Kota dan Arief Rahman, serta tabur bunga. Khusus jalan sehat pada 20 November diawali dengan siswa membawa sampah ke lokasi dan disiapkan hadiah oleh DLH. Sementara itu, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. memohon kepada Wali Kota Rai Mantra untuk membuka Porsenijar Sekolah PGRI dan Bali Post Goes to School 2018 di GOR Ngurah Rai. Pembukaan yang semula direncanakan tanggal 16 November diundur menjadi 19 November, menunggu kedatangan Wali Kota dari Jakarta. Kendati demikian, aneka lomba berjalan seperti jadwal yakni tanggal 16 November dan 17 November. Hanya lomba senam PGRI tingkat SMP diundur menjadi tanggal 17 November dan senam PGRI tingkat SMA-SMK dilaksanakan tanggal 19 November. Saat itu juga dilaporkan YPLP Kota PGRI Denpasar sedang mempersiapkan diri menggelar Malam Kebangkitan Budaya (MKB) dengan fragmentari “Ekalawya”. Hal ini diapresiasi Wali Kota Rai Mantra dengan memberi penekanan bahwa belajar tanpa guru bisa saja di era digital, namun akan kering dengan sentuhan emosi dan etika. Belajar tanpa guru diibaratkan belajar di tengah belantara, tanpa ada yang mengarahkan yakni guru itu sendiri. “Di sinilah tugas dan fungsi guru dihadirkan, guna mencapai tujuan pendidikan yakni manusia seutuhnya,” tegasnya. (025)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446

PGRI dan KMB Diminta Jadi Penggerak Penanganan Sampah

Bali Post/025

BERSAMA - Jajaran YPLP Kota PGRI dan PD PGRI Kota Denpasar berfoto bersama dengan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra.


BADUNG

Rabu Pon, 14 November 2018

3

Air Mancur Jaba Pura Lingga Bhuwana Sedot 80 Ribu Watt Pemkab Pertimbangkan Waktu Operasional

Mangupura (Bali Post) –

Air mancur menari yang terletak di kolam Jaba Pura Lingga Bhuwana Puspem Badung, Selasa (13/11) kemarin mulai diujicobakan. Penambahan ornamen air mancur agar terlihat menarik ini membutuhkan daya listrik 80 ribu watt atau setara 8 KVA.

Tingginya biaya yang dihabiskan untuk mengoptimalkan operasional air mancur tersebut membuat Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Setda Badung harus berhitung. Sebab, selain membutuhkan daya yang besar, kolam yang dulunya menimbulkan kesan kumuh akibat dipenuhi sampah ini juga membutuhkan 150 m3 air. ‘’Kita tunggu dulu keputusan nanti. Kemungkinan hari Sabtu malam, atau acara-acara tertentu. Sebab, kebutuhan listriknya mencapai 80 ribu watt,’’ ungkap Kepala Bagian Perwat Setda Badung I Wayan Puja. Kolam tersebut, kata Puja, semula dialiri subak. Namun kini hanya boleh dialiri air bersih. Untuk pen-

gisian air kolam, pihaknya m e m i n ta bantuan mobil pemadam kebakaran. ‘’Tidak lagi menggunakan air subak karena keruh dan bisa memicu mampet,’’ jelasnya. Di samping itu, pengoperasian air mancur juga bisa memicu air berkurang sehingga suplai air terus diperlukan. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sumur bor. ‘’Kami buatkan sumur bor. Itu hanya untuk mengatur dan menambah,’’ jelasnya. Diharapkannya, saat launching bertepatan dengan puncak HUT Mangupura pada 16 November besok tidak ada kendala yang dihadapi. Proyek ini menghabiskan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar berasal dari APBD induk dan men-

gacu ke APBD-P 2018. ‘’Hasil uji coba 150 nosel itu sudah lancar. Uji coba merupakan kesempatan kami untuk mengecek jika ada yang perlu diperbaiki,’’ tegasnya. Sebelumnya, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa meninjau kesiapan air mancur yang akan di-launching tersebut. Mantan Kadispenda dan Pesedahan Agung ini memastikan air mancur dapat dioperasikan 16 November ini. (kmb27) AIR MANCUR - Kolam di jaba Pura Lingga Bhuwana, Puspem Badung yang kini dilengkapi air mancur. Pengoperasian dimulai 16 November. Bali Post/par

Jelang Pencairan Santunan

Dinas Sosial Ungkap Manipulasi Data Lansia

HUT - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri pelantikan dan pengukuhan Bendesa Adat Kelan, sekaligus perayaan HUT ke-30 STT Sadhi Wigraha Banjar Kelan Abian, Senin (12/11) malam.

Bendesa Adat Kelan Dilantik Bupati Giri Prasta Juga Hadiri HUT Ke-30 STT Sadhi Wigraha

KEHADIRAN Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Senin (12/11) malam di Desa Adat Kelan seolah menjadi oase bagi masyarakat setempat. Kehadiran Bupati Giri Prasta dalam acara pengukuhan dan pelantikan Bendesa Adat Kelan Sengker Warsa 2018-2023 yang dirangkaikan HUT ke-30 STT Sadhi Wigraha Banjar Kelan Abian, disambut sangat meriah oleh masyarakat setempat. Selain bernyanyi dan berinteraksi dengan pemuda dan anak-anak di Desa Adat Kelan, Giri Prasta juga membagikan sejumlah uang bagi masyarakat yang mampu menjawab setiap pertanyaannya. Turut hadir mendampingi Bupati, anggota DPRD Badung dapil Kuta, I Gusti Anom Gumanti, GM Angkasa Pura I Ngurah Rai Yanus Suprayogi, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung I Bagus Alit Sucipta, Wakil Ketua Bapilu DPD PDI-P I G.N. Kesuma Kelakan, Plt. Camat Kuta bersama Tripika, Lurah, Bendesa, MADP Kecamatan Kuta serta undangan lainnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta memberikan sumbangan kepada pemuda senilai Rp 20 juta, ditambah sumbangan pribadi senilai Rp 5 juta. Begitu pula dengan anggota DPRD Badung dapil Kuta I Gusti Anom Gumanti, Ni Putu Yunita Oktarini dan I Bagus Alit Sucipta, I G.N. Kesuma Kelakan serta Nyoman Graha Wicaksana yang masing-masing menyumbang Rp 5 juta. Bupati Giri Prasta memberikan apresiasi kepada pengurus Desa Adat Kelan yang baru, bersama prajuru lainnya. Dengan lengkapnya susunan formatur Baga Desa Adat Kelan, ia berharap mereka bisa menjalankan tugas pokok dan fungsi yang bertalian dengan adat dengan baik berdasarkan agama, dresta, awig-awig dan tata cara dalam mencapai hubungan yang harmonis dengan berdasarkan Tri Hita Karana. ‘’Saya memberikan apresiasi kepada Bendesa adat Kelan dan prajuru. Sebab, selain menjalankan adat

yang baik, Desa adat Kelan telah mampu mengamalkan Bhineka Tunggal Ika. Komunitas masyarakat yang ada di Kelan bukan hanya umat Hindu, tapi juga umat lain dan mereka mampu menjalankan konsep hidup berdampingan,’’ terang Giri Prasta. Dia mengaku berbangga dengan pengurus desa yang baru, yang diketahuinya memiliki tagline ‘’Yang berbeda jangan sekali-kali dipaksakan menjadi sama, tapi yang sama jangan sekalikali kita bedakan’’. Yang artinya, prajuru Desa Adat Kelan sudah melaksanakan dan mengamalkan Pancasila, khususnya sila ke-5. Maknanya, semua insan sama dapat, sama rasa. Karena itulah pihaknya selaku Bupati Badung mengaku bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan tersebut. Untuk segala urusan kepentingan dan kebutuhan masyarakat Kelan pasti akan dibantu, baik itu kebutuhan pribadi, komunal dan penataan kawasan. ‘’Khusus untuk masyarakat Kelan, saya ingin meringankan beban masyarakat, termasuk penataan pantainya, pengelolaan sempadan pantai yang akan kami berikan, sehingga masyarakat Kelan bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri. Sehingga laut ini bisa menjadi sumber ekonomi masyarakat, termasuk penataan lingkungannya,’’ paparnya. Dengan upaya yang dilakukan pihaknya tersebut, masyarakat diharapkan tidak perlu lagi keluar biaya sehingga pengeluaran yang biasanya dipergunakan untuk itu, bisa dikelola dengan baik di rumah tangga. Dengan demikian, ekonomi masyarakat akan naik dan kemiskinan akan turun. Hal tersebut diakuinya sudah terbukti, dengan jumlah angka kemiskinan di Badung saat ini yang sudah turun drastis melebihi nasional dan kini hanya tinggal 0,8 persen. ‘’Kita terus menjaga konsep antara pemerintah dengan desa adat nyambung, dalam upaya menjaga harmonisasi antara

parahyangan, pawongan dan palemahan. Konsep Tri Hita Karana kita lakukan dengan dijabarkan langsung oleh Bendesa Adat. Terlebih b a g i Ke la n y a ng b a g ia n dari dapurnya Kabupaten Badung, tentu kita akan kembalikan lagi PHR yang diterima demi kebutuhan dan kepentingan masyarakat,’’ tegasnya. Sementara itu, Bendesa Adat Kelan 2018-2023 Wayan Sukarena menerangkan, setelah pihaknya bersama prajuru secara resmi dikukuhkan, pihaknya berkonsentrasi untuk mengawal ska la p riorit a s p rog ra m pembangunan di Desa Adat Kelan, baik itu program yang sebelumnya telah disusun Bendesa sebelumnya, maupun program yang dirancang pihaknya. Salah satunya, penataan parahyangan Desa Adat Kelan, penataan pantai di Kelan agar lebih baik, merealisasikan wantilan serba guna dan sebagainya. Pemkab Badung diharapkannya terus senantiasa mendukung dan men-support program Desa Adat Kelan. Ia meyakini hal tersebut, sebab selama ini di bawah kepemimpinan Bupati Giri Prasta semua yang sangat memperhatikan desa adat. ‘’Saya mendukung penuh dan siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Badung yang dinahkodai oleh Bapak Bupati Giri Prasta,’’ tegas Sukarena. Untuk diketahui, struktur kepengurusan di Desa Adat Kelan tahun 2018-2013 yaitu Bendesa Adat Wayan Sukarena, Patajuh I Gusti Ngurah Agung Budiana, Panyarikan I Made Eling Payana, Penyarikan II Ketut Anom Arnawa, Patengen I I Nyoman Sudana, Patengen II I Made Sudiandika. Untuk Baga Parahyangan yaitu I Wayan Kantun, Nyoman Sudiarta, Wayan Sumantra dan I Made Widiana. Baga Pawongan yaitu I Kutut Kadi, I Wayan Sutarma, Ketut Suama, Wayan Sudarma dan I Putu Eka Udiana. Baga Palemahan yaitu Ketut Suita, I Kadek Adi Asmarajaya, Nyoman Budiasa dan Nyoman Mudita. (ad561)

Mangupura (Bali Post) – Santunan lanjut usia (lansia) yang diberikan Pemkab Badung, membuat banyak masyarakat tergiur. Bahkan, ada oknum yang mencoba memanipulasi data agar dapat menikmati bantuan tersebut. Beruntung Dinas Sosial setempat melakukan verifikasi menjelang pencairan yang diagendakan 16 November ini. Kepala Dinas Sosial Badung I Ketut Sudarsana tidak menampik adanya upaya manipulasi data. Kasus ini terungkap saat proses verifikasi penerima bantuan perlindungan sosial untuk lansia. Hasilnya, ada 13.104 lansia di seluruh Badung. ‘’Kami sempat mendapat kesulitan karena sejumlah warga berupaya memanipulasi data. Ada lansia mengaku

bedridden, setelah dicek ke lapangan ternyata tidak benar,’’ ujar Sudarsana, Selasa (13/11) kemarin. Melihat kondisi tersebut, Sudarsana mengingatkan perbekel, lurah dan klian agar memberikan data yang benar. Sebab, jika terdapat pemeriksaan dan menjadi temuan, aparat desa bisa terseret masalah hukum. Dikatakannya, pemerintah memberikan santunan sosial sebesar Rp 1 juta per bulan kepada lansia. Santunan ini akan dinikmati kali pertama, bertepatan dengan HUT Mangupura. ‘’SK pencairan dana bantuan perlindungan sosial lansia sudah ditandatangani oleh bupati,’’ tegasnya. Para penerima santunan telah memiliki rekening

masing-masing di BPD Bali, lantaran sistem pencairan akan melalui transfer. Pada anggaran APBD-P 2018, santunan lansia akan diberikan untuk empat bulan ke depan, terhitung September hingga Desember. ‘’Tahap pertama akan diberikan selama tiga bulan berjalan, bertepatan dengan HUT Mangupura, 16 November mendatang. Untuk yang selanjutnya akan diberikan pada pencairan tahap II. Untuk santunan empat bulan ini, Pemkab Badung menganggarkan Rp 54 miliar,’’ jelasnya. Seperti diketahui, persyaratan mendapatkan bantuan sosial ini di antaranya foto kopi e-KTP atas nama lansia atau surat keterangan dari Perbekel atau Lurah. Syarat berikutnya, foto Kopi KK Ka-

bupaten Badung yang tercantum nama lansia dan foto kopi buku tabungan BPD Bali atas nama lansia yang menerima. Untuk lansia bedridden, harus menyertakan surat kuasa yang diketahui Perbekel dan Lurah. Penerima bantuan perlindungan sosial lansia sesuai ketentuan Peraturan Bupati Badung Nomor 38 Tahun 2018. Mereka yang masuk kriteria penerima santunan lansia adalah lansia yang tidak potensial paling rendah berumur 72 tahun, serta lansia berumur 60 tahun ke atas dan tidak berdaya atau bedridden. Penerima bukanlah lansia yang sedang menerima pensiun atau santunan pemerintah maupun lembaga sosial atau yang menjadi binaan dan tanggung jawab panti sosial. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) Guna memastikan tidak ada luapan air ke permukiman warga saat hujan, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida melakukan monitoring kondisi Tukad Mati dari hulu ke hilir. Alur sungai yang bermuara di Teluk Benoa tersebut sering meluap saat hujan, terutama alur di kawasan Legian Kecamatan Kuta. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen Penataan Tukad Mati Wayan Karyasa, untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan yang sering ter-

jadi di Legian, BWS terus melakukan monitoring. Dia menegaskan, alur sungai yang dicek tidak hanya di lokasi penataan di Legian saja, melainkan di beberapa titik lainnya. Saat ini penataan alur Tukad Mati di kawasan Legian telah masuk pengerjaan parapet sepanjang 400 meter. Selanjutnya berupa pengerukan atau normalisasi alur sungai yang akan dilakukan bersamaan dengan perbaikan tanggul Sungai Pasangan Batu. Pengerjaan tak dilakukan secara simultan, karena pihaknya terlebih

dahulu berkoordinasi dengan masyarakat setempat. Dia mengatakan, proyek penataan ini dibagi dalam dua tahap yang dikerjakan dalam tiga tahun anggaran dari tahun 2017 hingga 2019. ‘’Khusus untuk di Legian, dilakukan peninggian tanggul. Lokasi peninggian tanggul dengan parapet dari jembatan Nakula sampai jembatan Patih Jelantik,’’ jelas Karyasa, belum lama ini. Lebih lanjut dikatakannya, penataan Tukad Mati dilaksanakan pada dua ruas sungai yang bagian tengah dimulai

dari bendung Umadui sampai dengan pekerjaan parapet yang berakhir di jembatan Patih Jelantik. Sedangkan yang ruas bagian hilir dikerjakan dari jembatan By-pass Ngurah Rai ke hilir sepanjang 1 km. Dengan penataan ini, pihaknya berharap bisa mengatasi masalah banjir di Legian. ‘’Usaha sementara yang kami lakukan untuk antisipasi musin hujan adalah dengan melakukan pengerukkan alur di bagian hilir untuk melancarkan aliran air menuju muara,’’ tambahnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Anggota Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai, Badung, menangkap pemalsu pas bandara I Wayan Eka Sugiantara (32), Rabu (7/11) lalu. Polisi juga mengamankan kartu pas palsu sebanyak 134 lembar, laptop, HP, flasdisk dan kartu pas asli milik

pelaku. ‘’Pelaku ditangkap sekitar pukul 09.00 Wita. Akibat perbuatan pelaku, pihak Otoritas Bandara Ngurah Rai Bali mengalami kerugian Rp 26,8 juta,’’ ungkap Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Selasa (13/11) kemarin.

Menurutnya, kasus ini dilaporkan oleh I Made Reydita Aryana, pegawai Kantor Wilayah IV Otoritas Bandara Ngurah Rai Bali. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satreskrim Polsek Kawasan Udara Ngurah Rai melakukan penyelidikan. Selain itu, petugas meng-

umpulkan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. Setelah memiliki alat bukti yang kuat, polisi menangkap pelaku di rumahnya di Jalan Kembang Matahari Gang V, Denpasar Timur. Selanjutnya pelaku dibawa ke polsek untuk diproses lebih lanjut. (kmb36)

BWS Monitoring Alur Tukad Mati

Pemalsu Pas Bandara Ditangkap

Limbah Hotel Ancaman Terumbu Karang Nusa Dua Mangupura (Bali Post) Keberadaan terumbu karang sangat penting untuk ekosistem laut. Namun, dengan perkembangan pariwisata dan semakin banyaknya akomodasi pariwisata seperti hotel, tentu sangat berdampak pada keberadaan terumbu karang. Menurut Pariama Hutasoit dari Nusa Dua Reef Foundation, dengan keberadaan hotel akan ada limbah yang dihasilkan. Jika limbah hotel dibuang ke laut, berpengaruh buruk terhadap kualitas air dan mengancam keberlangsungan ekosistem terumbu karang. ‘’Limbah hotel yang mengandung banyak kadar nutrient memicu pertumbuhan macro algae yang dapat menghambat pertumbuhan karang dan bisa menimbulkan penyakit karang,’’ kata Pariama, Selasa (13/11) kemarin. Selain menghambat pertumbuhan karang, limbah beracun juga bisa membunuh karang. Saat ini masih ban-

Bali Post/ist

TERUMBU KARANG Kawasan konservasi terumbu karang di Nusa Dua mulai ditumbuhi alga.

yak hotel yang membuang limbahnya ke laut. Pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa masih banyak masyarakat sekitar Nusa Dua yang mengeluhkan keberadaan limbah hotel yang dibuang ke laut. ‘’Untuk penanganan limbah hotel, harusnya sudah menjadi kewajiban manajemen hotel. Bagi yang tidak mengolah limbahnya dengan benar, sudah ada undang-undang yang mengaturnya. Kami tidak punya kewenangan, karena untuk penindakan adalah urusan pemerintah,’’ tegasnya. Tidak hanya oleh limbah, keberadaan terumbu karang juga terancam oleh sampah. Banyak sampah plastik dan kain yang tersangkut di karang, dan itu bisa merusak serta membunuh karang. Selama ini, kata Pariama untuk sampah kiriman pihaknya sudah mengatasinya dengan mengambil langsung dari laut. Terkait dengan konservasi terumbu karang yang dilakukan di kawasan Nusa Dua, dia menegaskan dampak positifnya sangat banyak. Hal ini tidak hanya membuat lingkungan terjaga, namun juga menjadi daya tarik pariwisata. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Menristekdikti Perpanjang Masa Jabatan Prof. Rai sebagai Rektor ISBI Tanah Papua PROF. Dr. I Wayan Rai S, M.A. kembali dipercaya sebagai Rektor Institut Seni dan Budaya (ISBI) Tanah Papua. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia No. 627/M/ KPT.KP/2018 tentang perpanjangan masa jabatan Rektor ISBI Tanah Papua. ‘’Saya ucapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan untuk meneruskan tanggung jawab sebagai Rektor ISBI Tanah Papua,’’ kata Prof. Rai. Dia juga menambahkan bahwa amanah ini bagian dari pesan almarhum istrinya, I Gusti Ayu Srinatih, bahwa jika memang dibutuhkan beliau diizinkan untuk menjalankan tugas negara tersebut, walaupun berat harus berpisah dengan keluarga. Sebagai Rektor ISBI Tanah Papua, Prof. Rai menceritakan beberapa kegiatan dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, di antaranya ISBI Tanah Papua telah meyudisium 9 mahasiswa dari 11 mahasiswa yang mengikuti TA. Salah satunya adalah Luh Kompiang Sri Wahyuni, seorang guru SD di Papua yang berasal dari Bangli. Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat di Jayapura, ISBI Tanah Papua telah melakukan pengabdian dengan ngayah pada saat odalan di Pura Agung Surya Bhuana Jayapura, Pura Nimbokrang, dan pura di Kabupaten Keerom. ISBI juga aktif dalam penggarapan seni pertunjukan serta pameran seni rupa dan DKV. Dalam bidang penelitian, salah satu dosennya memenangkan Hibah Cipta Perempuan yang diselenggarakan Yayasan Kelola Jakarta. Meski tergolong muda ISBI Tanah Papua telah menunjukkan beberapa prestasi di antaranya memenangkan Hibah Jarum Foundation, terpilih dalam Tim Eropalia, terlibat dalam Indonesian Dance Festival di TIM Jakarta, berpar-

tisipasi dalam PKB 2018, dengan menampilkan pagelaran bertajuk ‘’Terang Telah Datang’’, hasil kolaborasi ISBI dengan mahasiswa Desain Fashion ISI Denpasar, IAP, dan seniman Bali lainnya. Pada 18 Juni 2018 ISBI Tanah Papua bekerja sama dengan Yayasan Sabha Budhaya Bali telah melaksanakan FGD tentang Burung Cendrawasih di Papua dan Bali, khususnya penggunaan burung Cenderawasih dalam upacara Pitra Yadnya sebagai pangubes-ubes. Selain itu baru-baru ini ISBI Tanah Papua berkolaborasi dengan Ibu Putri Suastini Koster dalam pagelaran puisi ‘’Sumpah Kumbakarna’’ yang dipagelarkan pada purnama kalima di Pura Agung Durya Bhuana Jayapura, 24 Oktober 2018, dan di Bukit Jokowi, Skyline Jayapura pada 25 Oktober 2018. Acara tersebut didukung Kasdam XVII/Cendrawasih Brigjen TNI I Nyoman Cantiyasa, PHDI Provinsi Papua dan PHDI Jayapura serta masyarakat Bali di Papua. Penonton dalam pementasan tersebut membeludak dihadiri para seniman, budayawan, kriktikus serta

anak-anak SMA, serta masyarakat umum. Prof Rai menambahkan bahwa seni budaya telah dijadikan sebagai media perekat bangsa. Sehingga melalui berbagai pementasan mampu menyatunya mahasiswa serta dosen yang berasal dari berbagai suku di Papua dan Nusantara. Diawali dengan pagelaran tari Kecak Rasa Papua, pembacaan puisi ‘’Aku Papua’’, dan saat ini ISBI Tanah Papua telah menyiapkan pagelaran khusus di Bukit Jokowi yang bertema ‘’Cinta Tanah Air dan Bela Negara’’. Pagelaran ini rencananya akan disaksikan Presiden RI dalam waktu dekat ini. Guna menumbuhkan budaya kreatif di kalangan kampus, Prof. Rai membuat terobosan yaitu ‘’Sabtu Kreatif’’. Setiap hari Sabtu kampus akan dihidupkan dengan berbagai kegiatan berkesenian untuk membangun budaya penciptaan kreatif dan pengkajian secara seimbang. Kegiatan ini akan memotivasi civitas akademika khususnya mahasiswa ISBI Tanah Papua dalam berkarya sebelum mereka melaju ke karya Tugas Akhir (TA). (ad563)

Unhi Gelar Upacara ’’Majaya-jaya’’

Para Lulusan Diharapkan Berkontribusi terhadap Pembangunan Bali UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar upacara majaya-jaya di Pura Maha Widya Mandira Kampus Unhi Denpasar, Selasa (13/11) kemarin. Upacara itu digelar dalam rangka melepas 283 orang calon wisudawan Unhi yang terdiri atas Fakultas MIPA 12 orang, Fakultas Kesehatan 11 orang, Fakultas Pendidikan Agama dan Seni 62 orang, Fakultas Ekonomi 121 orang, Fakultas Teknik 25 orang, Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan 12 orang, Magister Pendidikan Agama Hindu 31 orang, Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan 7 orang. Upacara tersebut di-puput oleh Ida Pedanda Istri Raka dari Geria Gede Kesiut Kawan Kerambitan, Tabanan dan diikuti oleh suluruh civitas akademika Unhi Denpasar dan seluruh calon wisudawan/ wisudawati. Upacara wisuda akan digelar di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Rabu (14/11) ini. Ketua Panitia Wisuda Unhi 2018 I Ketut Mona Arsika, S.Ag., M.Si. mengatakan, upacara majaya-jaya bertujuan untuk berpamitan secara niskala atau spiritual berdasarkan landasan ajaran agama Hindu dan budaya Bali. Apalagi, Unhi sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai agama dan budaya Bali, setiap mahasiswa wajib mengikuti rangkaian prosesi sejak awal perkuliahan, di pertengahan hingga memasuki akhir studinya. Pada awal tahun ajaran baru, sebelum mahasiswa baru mengikuti perkuliahan secara efek-

MAJAYA-JAYA – Sebanyak 283 orang calon wisudawan mengikuti upacara ‘’Majaya-jaya’’ di Pura Maha Widya Mandira Unhi Denpasar, Selasa (13/11) kemarin. tif, mereka wajib mengikuti ritual Upanayana atau Pawintenan yang bermakna penyucian diri sebelum mengikuti proses perkuliahan. Sedangkan Majaya-jaya merupakan prosesi pamitan mahasiswa secara niskala, sekaligus memohon agar para mahasiswanya mampu mengimplementasikan ilmunya di tengah masyarakat setelah bergelar sarjana atau magister. Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Putu Gelgel yang mewakili Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. berharap para lulusan Unhi mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah, bangsa dan negara dengan mengisi setiap lowongan sesuai kompetensi masing-masing. Pada kesempatan tersebut,

pihaknya menekankan agar para alumninya itu lebih berorientasi pada sektor wirausaha, karena telah dibekali ilmu kewirausahaan semasa mengikuti proses perkuliahan. ‘’Kita tahu sendiri, lowongan kerja semakin terbatas, melamar pegawai negeri sipil (PNS) juga sangat ketat, sehingga kami harap lulusan kami berwirausaha. Itu jauh lebih baik,’’ tandas Prof. Gelgel. Dilihat dari persyaratan akademik, dikatakan bahwa seluruh lulusan Unhi telah memenuhi syarat bekerja di mana saja. Sebab, seluruh program studi (prodi) yang ada telah terakreditasi B. ‘’Sekarang tergantung orangnya, pintar apa tidak memanfaatkan peluang dan membaca situasi di luar,’’ pungkasnya. (ad560)

Rabu Pon, 14 November 2018

Seminar ’’Invesment As a New Life Style Be a Millenial Investor’’

Mahasiswa Harus Tingkatkan Pemahaman Pasar Modal

FAKULTAS Ekonomi Universitas Warmadewa, khususnya Program Studi Managemen, terus menggali potensi perekonomian nasional guna mendudukkan mahasiswanya menjadi investor andal di negeri ini. Salah satunya adalah dengan cara menyelenggarakan seminar nasional dengan menggandeng pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia di Denpasar, BNI Sekuritas dan pihak lainnya. Seminar yang diselenggarakan di Ruang Bisma Kantor OJK Regional 8 Bali & Nusa Tenggara, Selasa (13/11) kemarin, mengambil tema ‘’Invesment As a New Life Style Be a Millenial Investor’’. Hadir sebagai pembicara adalah I Gusti Bagus Adi Wijaya dari OJK yang banyak bicara soal investasi ilegal dan juga perwakilan Bursa Efek Gusti Agus Andiyasa. Kaprodi Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa Dr. Ida Bagus Agung Dharmanegara, S.E., M.Si. mengatakan Prodi Manajemen memiliki galeri investasi. Tujuannya bagi mahasiwa diajarkan untuk menghadapi era milenial, yakni generasi serba terbuka dan online. Bagaimana menghadapi generasi ini supaya memanfaatkan kelebihannya sebagai sarjana plus. Kemudiah mampu mempelajari kegiatan keuangan, sehingga mereka ke depannya bisa menjadi investor muda. Dalam kesempatan itu, juga diseminarkan bagaimana caranya berinvestasi dengan aman, baik dan mudah serta dapat memanfaatkan teknologi yang ada. ‘’Soal tantangan, ada positif dan negatif. Yang positif bagaimana caranya mahasiswa menularkan kegiatan yang positif di zaman milenial ini. Termasuk memanfaatkan IT secara positif,’’ jelasnya. Pun saat disinggung soal peranan

- Penyelenggara seminar foto bersama pihak OJK dan narasumber usai memberikan kenang-kenangan, sebelum diskusi dimulai. OJK, Agung Darma Negara mengatakan OJK lembaga independen dalam pengawasan. OJK diharapkan mampu memberikan rasa nyaman dan aman dalam berinvestasi dengan baik, sehingga mahasiwanya nanti diharapkan mampu menyalurkan virus kreatif yang dapat membangun perekonomian. R. Handi selaku Deputi Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemda OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara mengatakan pasar modal salah satu hal yang dibahas dalam mata kuliah di kampus. Industri pasar modal memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Itu disebabkan fungsi pasar modal tersebut sebagai sarana bagi perusahaan untuk mendapatkan dana dari masyarakat pemodal (investor) dan menjadi sarana bagi masyarakat untuk berinvestasi pada instrumen keuangan. Meski demikian, terdapat beberapa kendala dalam pengembangan industri pasar modal di Indonesia, di antaranya tingkat pemahaman masyarakat terhadap pasar modal

yang relatif rendah jika dibandingkan dengan lembaga jasa keuangan lainnya seperti perbankan, asuransi ataupun perusahaan pembiayaan. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia tahun 2016, tingkat literasi pasar modal sebesar 4,4 persen, sedangkan tingkat inklusi pasar modal hanya sebesar 1,25 persen yang jauh masih lebih rendah dibandingkan dengan industri keuangan lainnya. Masyarakat dinilai masih ragu untuk berinvestasi di pasar modal dan lebih suka menginvestasikan kelebihan dana yang dimiliki dalam bentuk deposito, emas ataupun properti. ‘’Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman yang memadai dari masyarakat tentang produk dan jasa di industri pasar modal. Selain itu, terdapat persepsi di masyarakat bahwa untuk dapat berinteraksi terhadap produk dan jasa keuangan di sektor pasar modal sulit dilakukan dan memiliki risiko tinggi,’’ jelas R. Handi. Selain itu, dia berharap hati-hati soal investasi yang ditawarkan di masyarakat, karena tak jarang investasi itu bodong. (ad567)

RAPBD Badung 2019 Dirasionalisasi

Komisi IV Pastikan Program Prioritas Tetap Jalan SEHUBUNGAN rasionalisasi Rancangan APBD Badung Tahun 2019, Komisi IV DPRD Badung melaksanakan rapat kerja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Ruang Madya Gosana, Selasa (13/11) kemarin. Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi IV A.A. Ngurah Ketut Nadi Putra didampingi anggota Made Retha, I Gede Wardhana Erawan, dan I.B. Alit Arga Patra. Sementara pimpinan OPD yang hadir yakni Kepala Dinas Sosial I Ketut Sudarsana, Kepala Dinas Kebudayaan I.B. Anom Bhasma, dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) I Ketut Widia Astika. Pada kesempatan tersebut Komisi IV DPRD Badung menyoroti Disdikpora yang merasionalisasi anggaran hingga Rp 69 miliar. Bahkan, semua program prioritas di Dinas Sosial dan Dinas Kebudayaan tidak ada yang terasionalisasi. ‘’Apalagi itu semua program prioritas Pak Bupati. Di sini kami tekankan khususnya kepada Dinas Pendidikan, karena bagaimanapun Dinas Pendidikan itu sebagai barometer kita untuk life style kehidupan kita di Badung ini. Itu sangat penting bagi generasi kita yang ingin menikmati pendidikan di Kabupaten Badung,’’ ungkap Nadi Putra ditemui usai rapat. Dijelaskannya, Kabupaten Badung masih memerlukan banyak tambahan gedung sekolah pada tahun 2019. Pasalnya, kata politisi asal Kerobokan, Kuta Utara ini, masih banyak sekolah yang satu atap, khususnya SMP yang baru dibangun. ‘’Ini perlu menjadi perhatian pemerintah ke depan-

RAPAT KERJA - Ketua Komisi IV DPRD Badung A.A. Ngurah Ketut Nadi Putra didampingi anggota Made Retha, I Gede Wardhana Erawan, dan I.B. Alit Arga Patra melaksanakan rapat kerja bersama sejumlah OPD di Ruang Madya Gosana, Selasa (13/11) kemarin. nya, agar kita bisa membuat yang namanya bangunan baru di tanah yang baru atau jika memungkinkan regrouping,’’ ujarnya. Berkenaan dengan itu, pihaknya mendorong agar berkomunikasi pada Pemerintah Provinsi Bali guna memohon tanah untuk pembangunan sekolah. Menurutnya, bisa dimohonkan hak guna pakai untuk pembangunan sekolah baru tersebut. ‘’Itu kami harapkan. Sinergi antara kabupaten dengan provinsi agar kita dikasi memecahkan masalah kita di Kabupaten Badung, khususnya berkaitan dengan dunia pendidikan,’’ jelasnya. Ditegaskan politisi Golkar ini, meski kondisi Rancangan APBD Tahun 2019 dalam kondisi rasionalisasi, program prioritas di bidang pendidikan mengenai sarana pendidikan, khususnya pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan wajib diutamakan. ‘’Itu wajib diprioritaskan,’’ tegasnya. Sementara itu, di dalam rapat,

Kadisdikpora Badung I Ketut Widia Astika menyebutkan ada beberapa pembangunan infrastruktur ditunda karena adanya rasionalisasi anggaran. Kebetulan juga ada yang masih terkendala lahan, seperti SMP 7 Mengwi yang rencananya dibangun di Cemagi. Ada pula penundaan pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan penatan SD 2 Cemagi, penundaan pembangunan RKB, kantor, ruang guru dan SD 2 Kekeran, pembangunan RKB, tempat suci, dan penataan SD 2 Perenan, pembangunan aula SMPN 2 Kuta. Selanjutnya ada pula pengadaan LCD dan proyektor SD negeri di Kabupaten Badung, termasuk pengadaan AC untuk SD dan SMP negeri di Kabupaten Badung yang terpaksa ditunda karena rasionalisasi anggaran. ‘’Kurang lebih ada Rp 69 miliar untuk Dinas Pendidikan melakukan rasionalisasi dengan berbagai pertimbangan,’’ pungkasnya. (ad565)

Amankan RAPBD Rp 7,7 Triliun

Komisi III DPRD Badung Gelar Raker dengan Bapenda KOMISI III DPRD Badung yang dikomandoi Ketua Komisi Putu Alit Yandinata, Selasa (13/11) kemarin menggelar rapat kerja (raker) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), PDAM Tirta Mangutama dan PD Pasar. Tujuannya untuk mengamankan RAPBD 2019 hasil rasionalisasi yang mencapai Rp 7,7 triliun. Dari jumlah ini, Rp 6,7 triliun berasal dari pendapatan asli daerah (PAD). Selain Ketua Komisi Putu Alit Yandinata, raker juga dihadiri anggota komisi seperti Ketut Subagia, Wayan Sandra, Gusti Ngurah Saskara, Made Sumerta, Gede Aryantha, dan Made Sudarta. Dari pihak eksekutif hadir Kepala Bapenda Made Sutama, Kepala BPKAD Ketut Gede Suyasa, Dirut PDAM Ketut Golak serta Direktur PD Pasar I Rai Sukabagia. Saat membuka raker Putu Alit Yandinata menegaskan, pendapatan Badung 2018 yang dipatok Rp 6,6 triliun sangat berpeluang tidak akan tercapai. ‘’Hingga Oktober 2018, capaian baru Rp 3,5 triliun. Sisa dua bulan pada 2018 ini memungkinkan pendapatan maksimal

hanya Rp 1,2 triliun. Secara keseluruhan pada 2018, pendapatan hanya bisa di angka Rp 4,7 triliun,’’ katanya. Agar tidak gagal lagi, Alit Yandinata menguji strategi atau upaya-upaya yang akan dilakukan untuk memenuhi target pendapatan Rp 7,7 triliun pada 2019. ‘’Terobosan apa yang dilakukan sehingga ada optimisme terhadap angka Rp 7,7 triliun ini,’’ ujar politisi PDI Perjuangan dapil Abiansemal tersebut. Sutama membeberkan, pendapatan Rp 4,7 triliun pada 2018 ini disebabkan kondisi yang sangat terpuruk terutama dampak erupsi Gunung Agung. Di luar itu, peserta IMF-Bank Dunia di Nusa Dua beberapa waktu lalu, pesertanya tak dikenakan pajak hotel. ‘’Ini yang menyebabkan pendapatan 2018 sangat terpuruk,’’ katanya. Dia berharap kondisi ini tidak terjadi pada 2019 mendatang. ‘’Kalau tak ada erupsi lagi, kami optimis pendapatan bisa meningkat,’’ katanya. Potensi lainnya, katanya, 2019 target wisatawan ke Indonesia 20 juta. Sekitar 8 juta b e r k u n j u n g ke B a l i . A n g ka

RAPAT - Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata (kanan) menggelar rapat kerja (raker) dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), PDAM Tirta Mangutama dan PD Pasar. Raker yang digelar, Selasa (13/11) kemarin guna mengamankan RAPBD 2019 hasil rasionalisasi yang mencapai Rp 7,7 triliun. kunjungan ini tentu saja akan memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan daerah melalui PHR. Upaya lain, ujar Sutama, pihaknya melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Dalam waktu dekat kami akan menggelar coffee morning dengan BPW online seperti Booking.com dan Traveloka yang selama ini melayani wisatawan secara online.

‘’Kami berharap bisa mengakses transaksi online ini sehingga akan menambah wajib pajak baru,’’ katanya. Saat ini, tegasnya lagi, banyak akomodasi wisata seperti vila belum mengantongi NPWPD. Setelah dikejar dan digali, pihaknya mampu menambah 1.085 wajib pajak baru. Upaya lainnya, Bapenda juga melakukan penilaian PBB dan BPHTB.

Satu lagi akan ada penyesuaian tarif air bawah tanah sehingga mampu mendongkrak pendapatan Badung. Upaya lainnya pengawasan intensif terhadap pajak online lewat webcam, taping box, dan cash register. Pihaknya juga menggencarkan penagihan tunggakan-tunggakan pajak. Dengan upaya ini, Sutama menyatakan optimis pendapatan daerah Rp 7,7 triliun bisa tercapai. Khusus untuk PDAM dan PD Pasar sebagai lembaga penghasil, Alit Yandinata meminta tetap bisa berkontribusi kepada pendapatan daerah tanpa mengabaikan layanan sosial kepada masyarakat. Pada saat itu, Sutama mendapatkan support dari anggota DPRD yang hadir. Made Sudarta, misalnya, menyoroti target yang melenceng jauh merupakan kesalahan perencanaan. ‘’Di BPK, kesalahan perencanaan ada sanksi,’’ katanya. Karena itu, peningkatan target dilakukan secara reguler yakni sekitar 10 persen setiap tahunnya. Walau sudah dirasionalisasi jadi Rp 7,7 triliun, Sudarta mengaku masih tetap waswas, apalagi andalan sektor

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

pariwisata bersifat fluktuatif. Selanjutnya, Wayan Sandra mengapresiasi langkah Bapenda yang menemukan 1.085 wajib pajak baru. Dia pun mendukung pengadaan taping box maupun peralatan lain yang dibutuhkan dalam rangka meningkatkan pendapatan. Sementara Made Sumerta menyoroti soal potensi yang belum terpetakan dengan baik. Kadus maupun kaling yang mendapat perintah mendata masih ewuh pakewuh sehingga ada kesulitan untuk melihat potensi yang sebenarnya. Gusti Ngurah Saskara berharap dua bulan terakhir 2018 ada peningkatan angka kunjungan karena merupakan high season. Sementara Ketut Subagia menyoroti soal tiga pos belanja yang cukup besar yakni belanja pegawai Rp 1,6 triliun, bagi hasil pajak Rp 770 miliar serta bantuan keuangan kepada enam kabupaten di Bali Rp 841 miliar. ‘’Ini saja menyedot setengah dari APBD Badung 2019,’’ katanya. Dia mengkhawatirkan belanja publik yang berkait langsung dengan kesejahteraan masyarakat akan mengecil. (ad566)


Rabu Pon, 14 November 2018

INFO Seremonial

Seminar Kanker Payudara RSU Prima Medika

Datang Lebih Dini, Angka Harapan Hidup 98 Persen ENDRAWATI Cancer Center sebagai salah satu layanan unggulan yang terintegrasi dengan RSU Prima Medika, Denpasar menggelar Seminar Kanker Payudara dengan tema ‘’Harapannya Dimulai dari Saya’’. Seminar dilaksanakan pada Selasa (13/11) kemarin di Orchid Room, RS Prima Medika. Seminar ini juga berkolaborasi dengan Bali Pink Ribbon Foundation (Yayasan Pita Merah Muda) Bali dan dibuka oleh perwakilan dari Yayasan Kanker Indonesia Cabang Bali Koordinator. Seminar yang dihadiri oleh 50 peserta dari kelompok masyarakat penyintas kanker payudara di Bali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya pengobatan kanker payudara stadium dini untuk memperbaiki kesintasan. Pendiri Endrawati Cancer Center Prof. Dr. dr. I.B. Tjakra Wibawa Manuaba, MPH., Sp.B(K)., Onk.FInaCS. mengatakan, sekitar 60-70 persen pasien kanker payudara datang dalam stadium lanjut. Pasien dengan diagnosis kanker payudara stadium dini memiliki angka harapan hidup selama lima tahun sebesar 98 persen. Sementara hanya 24 persen pasien kanker payudara stadium lanjut memiliki angka harapan hidup selama lima tahun. Penatalaksanaan kanker payudara sejak dini dapat menurunkan risiko kematian, menurunkan risiko kekambuhan, sehingga dapat mempertahankan atau memperbaiki kualitas hidup dan sedapat mungkin memperpanjang kesintasan. Hadir pula sebagai narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali yang menyampaikan fakta tentang kanker payudara di Bali serta Perwakilan Penyintas Kanker Payudara yang membagikan pengalaman bagaimana berjuang menghadapi penyakit

SEMINAR - Direktur RSU Prima Medika dr. Putu Dian Ekawati, MPH. menyerahkan kenang-kenangan kepada perwakilan Yayasan Kanker Indonesia yang membuka acara seminar. kanker payudara. Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada menemukan 60 persen pasien kanker di Indonesia datang berobat ke rumah sakit dalam kondisi stadium lanjut. Pada stadium lanjut, sel-sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lain. Sehingga lebih sulit disembuhkan dan cenderung memiliki perjalanan penyakit (prognosis) yang buruk. Hal ini mengakibatkan penanganan yang tidak optimal dan angka kesintasan rendah. Selain itu, hal ini juga yang menjadi tantangan di dalam program JKN. Karena sebagian besar pasien kanker payudara datang pada stadium lanjut dan membebankan pembiayaan yang berujung pada deficst serta berisiko pada kualitas layanan kesehatan substandar. Deteksi dan penatalaksanaan kanker payudara sejak dini menjadi solusi untuk memperbaiki kesintasan kanker. Organisasi penyintas kanker payudara Bali Pink Ribbon Nancy Donna Sihombing mengatakan, untuk meningkatkan harapan hidup pasien kanker payudara, penanganan kanker payudara stadium dini harus menjadi program pioritas oleh pemerintah melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Setiap

pasien harus mendapatkan akses yang merata terhadap perawatan kanker payudara. Penanganan kanker payudara stadium dini perlu juga masuk di dalam pertanggungan JKN, tidak hanya kanker payudara metastasis atau stadium lanjut yang saat ini sudah ditanggung oleh JKN. Direktur RSU Prima Medika Denpasar dr. Putu Dian Ekawati, MPH. menyatakan kesiapan rumah sakit untuk menjadi One Stop Solution dalam penatalaksanaan kanker di Bali. ‘’RSU Prima Medika berkomitmen terhadap perawatan pasien kanker payudara. Melalui Endrawati Cancer Center di RSU Prima Medika, kami siap mendampingi pasien melalui setiap tahapan pengobatan dengan pendekatan yang mengutamakan keamanan serta kenyamanan pasien melalui peralatan diagnostik yang lengkap, dokter spesialis onkologi, serta obat-obatan yang mutakhir sesuai standar medis termasuk obat kanker payudara HER2 positif trastuzumab subkutan yang diberikan melalui injeksi, sehingga dapat mengurangi waktu pasien berobat dan bisa menggunakannya untuk bersama keluarga dan orang-orang terkasih. (ad559)

Gubernur Diharapkan Beri Dana Pendamping BOS

WACANA Gubernur Bali Wayan Koster yang menganggarkan dana pendidikan tahun 2019 sebesar Rp 1,9 triliun dengan wajib belajar 12 tahun, disambut baik oleh praktisi pendidikan yang juga Ketua YPLP Kabupaten PGRI Badung I Made Gde Putra Wijaya. Ia berharap dana yang tergolong fantastis itu agar bisa direalisasikan dan difokuskan untuk bantuan operasional sekolah SMA/SMK se-Bali. Putra Wijaya menjelaskan, sebelum pengelolaan SMA/SMK dialihkan dari kabupaten/kota ke provinsi, Pemkab Badung mengucurkan dana sebesar Rp 1 juta untuk SMA dan Rp 1,5 juta untuk SMK per tahun per siswa sebagai dana pendamping Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Dengan dana Rp 1,9 triliun itu, diharapkan Gubernur Koster mampu mengembalikan dana pendamping BOS reguler itu yang sempat dihapuskan karena pengambilalihan pengelolaan SMA/SMK ke provinsi. Ini merupakan angin segar bagi dunia pendidikan kita di Bali. Pangalaman Pak Koster sangat memahami operasional pendidikan, apalagi beliau lama di Komisi X DPR-RI,’’ ujar Putra di Denpasar, Selasa (13/11) kemarin. Diakuinya, prosedur penggunaan dana BOS reguler cukup ketat. Namun di sisi lain Bali mengusung konsep Tri Hita Karana yang memerlukan biaya, seperti piodalan di sekolah serta menghaturkan canang sari setiap hari. Oleh karena

itu, Putra Wijaya berpendapat bahwa dana pendambing BOS dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) itu sangat berarti bagi sekolah-sekolah di Pulau Dewata untuk menjaga keseimbangan kualitas pendidikan tanpa mengabaikan kearifan lokal. (win)

Pengedar Pil Koplo Ditangkap

Denpasar (Bali Post) Kos-kosan tempat tinggal pengedar pil koplo Feby (23, David (28) dan Hendra (18) di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan, belum lama ini digerebek anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar. Alhasil polisi mengamankan 974 butir pil koplo siap edar. Berawal dari informasi masyarakat, Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Selasa (13/11) kemarin mengatakan bahwa di TKP sering dijadikan transaksi narkoba. Selanjutnya dilakukan penyelidikan beberapa hari di kos-kosan tersebut. ‘’Akhirnya ciri-ciri pelaku berhasil kami kantongi,’’ ungkapnya. Selanjutnya dilakukan penggerebekan. Hasil penggeledahan badan ketiga pelaku, tidak ditemukan narkotika. Polisi lalu menggeledah kamar pelaku dan ditemukanlah 974 butir pil koplo tersebut. Waktu diperiksa, para pelaku mengaku membeli barang tersebut dari temannya

Bali Post/ist

DITANGKAP - Komplotan pengedar pil koplo ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar. yang biasa dipanggil Mas Bro. Namun mereka berdalih tidak mengetahui alamatnya. ‘’Tersangka mengatakan mentransfer uang ke rekening Mas Bro dan paket pil koplo tersebut ditempel di suatu tempat,’’ ucap mantan Kasatreskrim Polresta Denpasar ini. Selain itu mereka juga men-

gaku akan menjualnya. Mereka menjalani usaha ilegal ini sejak lima bulan lalu dan mengaku mendapat keuntungan Rp 1,5 juta. ‘’Sampai dapat keuntungan lumayan besar, kemungkinan sekali pesan jumlahnya ribuan butir. Kami masih menyelidiki sindikat pil koplo lainnya,’’ tandasnya. (kmb36)

5

Bakti Sosial RS BaliMéd

Sasar Veteran Se-Provinsi Bali di Taman Pujaan Bangsa Margarana RUMAH Sakit (RS) BaliMéd Denpasar menggelar kegiatan anjangsana kepada anggota veteran Provinsi Bali pada Minggu (11/11) lalu. Rangkaian acaranya berupa upacara penghormatan kepada para pahlawan, tabur bunga kepada pahlawan yang gugur, dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan kepada para veteran. Bakti sosial kepada veteran yang sebelumnya diadakan hanya di Kota Denpasar, kali ini dilaksanakan di Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, Tabanan sekaligus juga memperingati Hari Pahlawan dengan peserta lebih banyak, berasal dari Tabanan, Badung dan Denpasar. Bakti sosial tersebut berupa pemeriksaan dan konsultasi kesehatan, pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol dan pemberian obat-obatan gratis. Dalam kegiatan tersebut RS BaliMéd menurunkan lima dokter umum, dua petugas laboratorium, dan dua perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan. Selain pemeriksaan kesehatan, juga diadakan acara hiburan

KESEHATAN - Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan RS BaliMéd kepada veteran se-Provinsi Bali. berupa karaoke dengan lagu keroncong dan lagu-lagu kemerdekaan. ‘’Jadi, kegiatan ini juga sebagai bentuk penghormatan, penghargaan dan perhatian kami kepada para veteran khususnya, agar tetap semangat, menua sehat, mandiri dan tetap aktif. Juga sebagai bentuk terima kasih atas kemerdekaan dan inspirasi semangat juang untuk NKRI,’’ ujar dr. I Putu Oka Dharmawan, MARS., Direktur RS BaliMéd Denpasar. Ketua Panitia HUT ke-11 RS BaliMéd Made Adi Krisna Dwipayana, S.E., M.Par.

menyampaikan, kegiatan ini serangkaian kegiatan HUT ke-11 RS BaliMéd yang jatuh pada tanggal 8 Januari 2019 mendatang. ‘’Sungguh sangat berarti bagi kami pada HUT ke-11, di tanggal 11 bulan 11 tahun 2018 ini kami bisa memberikan perhatian kepada jasa para pahlawan, bukan hanya mengenang jasa para pahlawan yang sudah duluan meninggalkan kita tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan kepada veteran yang masih ada bersama kita,’’ ujarnya. Adi Krisna menambahkan, ada empat kegiatan

pada bulan November ini. Sebelum kegiatan baksos veteran ini, kegiatan HUT diisi dengan tirtayatra ke Pura Andakasa dan Pura Silayukti (Minggu, 4/11), kemudian tanggal 24 November mendatang akan ada seminar untuk paramedis (dokter, perawat dan bidan) yaitu seminar mendeteksi ketulian pada usia dini, dengan narasumber dr. A.A. Tri Yulianti, M.Sc., Sp.A. dan dr. Komang Andi Dwi Saputra, Sp.THT(KL)., FICS. Selanjutnya ada kegiatan donor darah yang akan dilangsungkan pada 30 November di RS BaliMéd. (ad564)

Senator Inspeksi RSUP Sanglah Terkait Tarif Parkir Progresif

Wedakarna Ingatkan Akomodir Pedagang Krama Bali di Lokasi Kantin Baru PADA masa reses DPD-RI masa sidang November 2018 ini, Senator DPD-RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait dengan keberadaan sistem parkir baru yang dianggap terlalu mahal dan juga aspirasi penggusuran bekas kantin yang telah direlokasi ke lahan baru. Demikian terekam saat Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir secara mendadak di RSUP Sanglah, Denpasar. Diterima oleh sejumlah direksi RSUP, Senator Arya Wedakarna langsung meninjau lahan parkir serta sistem parkir baru yang diterapkan oleh RSUP yang memantik pro-kontra di masyarakat. Kehadiran DPD-RI untuk memeriksa dan mencari informasi langsung dari pihak RSUP. ‘’Saya hadir untuk menanyakan langsung kepada pihak manajemen, kenapa RSUP sampai menerapkan tarif progresif yang dihitung per jam dibanding dengan sistem flat. Double cross check sangat penting agar tidak terjadi fitnah, karena bagaimanapun RSUP ini adalah milik negara, di bawah Kementerian Kesehatan RI. Jadi programnya harus pro-kaum marhaen. Tidak elok membebani orang sakit dengan beban parkir lagi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Dalam penjelasannya, RSUP memaparkan bahwa selama ini pihaknya telah mencoba bekerja sama dengan perusahaan parkir milik pemerintah daerah, tetapi

tidak berjalan dengan baik, bahkan terkesan wanprestasi. Selain itu juga ada temuan banyaknya mahasiswa kampus di sekitar RSUP yang justru memarkirkan kendaraan di dalam RS, bahkan ada juga orang luar yang memarkir kendaraan berbulan-bulan tetapi dikenai dengan tarif yang sama. Selain itu, pihak RSUP menjelaskan bahwa dengan adanya sistem baru dan bekerja sama dengan pihak swasta, bahwa kini parkir RSUP lebih tertata, juga dilengkapi dengan marka dan rambu yang jelas dan kendaraan juga diasuransikan. Senator AWK juga meminta kepada RSUP untuk menggratiskan parkir selama 15 menit pertama (khusus drop off) dan juga menggratiskan biaya parkir untuk pasien dan keluarga yang menginap seperti sistem di hotel. ‘’Sediakan voucher khusus di reception atau di meja perawat. Bagi keluarga yang menginap agar digratiskan, berikan voucher khusus. Misi sosial tetap dijalankan agar jangan terkesan kapitalis. Tapi saya setuju untuk dirapikan seluruh sistem parkirnya. Tiga bulan lagi saya periksa kembali,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Selain memeriksa sistem parkir, Senator Wedakarna juga menyidak lahan eks kantin yang kini dipindahkan ke lahan baru, dan dianggap merugikan pedagang lama. Terkait dengan hal ini, Senator Wedakarna memberikan nasihat bahwa pihak DPD-RI memahami bahwa lahan kantin yang lama masih sangat kumuh karena yang dipergunakan adalah bekas perumahan dan kantin lama menjadi temuan negatif ketika

SIDAK – Senator Dr. Shri I Gusi Ngurah Arya Wedakarna MWS III disambut Direksi RSUP Sanglah. ada akreditasi dan kunjungan pusat. ‘’Saya berpesan agar RSUP Sanglah mengakomodir pedagang-pedagang krama Bali, pedagang Hindu, pedagang sukla. Komposisi juga harus mayoritas. Saya minta agar hargai pedagang Bali dan tempatkan dengan baik. Selain itu sewa lahan harus lebih murah dan terjangkau bagi krama Bali. Saya senang ada pedagang Bali dengan khas kuliner Bali masih diberikan tempat dan tentu masyarakat juga harus sama-sama mengawasi. Jangan sampai ada yang mendiskriminasi umat Hindu. Walau RSUP Sanglah ini milik pusat, tapi harus pro dengan budaya Bali. Itu dulu

tujuan Bung Karno mendirikan RS Sanglah ini pada zaman susah. Ayah saya, Shri Wedastera Suyasa (alm) sebagai pimpinan PNI juga kerap diajak berdiskusi oleh Bung Karno untuk membangun RS yang humanis. Saat itu hampir bersamaan dengan pendirian kampus Unud pertama pada 1962 dengan Fakultas Sastra di dekat Sanglah. Saya berkepentingan agar RSUP Sanglah tetap pro terhadap kaum tidak berpunya, kaum susah, kaum marhaen. Kelola dengan baik dan jangan sampai ada keributan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad568)

HARRIS Hotels Rayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Sediakan ’’Healthy Corner’’ di Berbagai Pelosok di Indonesia

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia, Senin (12/11). Tujuannya untuk memberikan inspirasi kepada para tamu untuk menyantap makanan yang sehat dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2018. Kegiatan selama sehari ini adalah sebuah inisiatif nasional untuk memberikan motivasi kepada para tamu untuk menjaga stamina (stay fit) dan tetap berenergi dengan menyediakan secara gratis berbagai macam hidangan buah dalam bentuk fruit bowl, fruit skewer, fruit pop, lalu canape salad serta jus buah yang sehat di sebuah pojok yang menggugah selera dan dapat ditemui di semua HARRIS Cafe. ‘’Biarlah makanan yang menjadi obatmu, bukan obatmu yang menjadi makananmu,’’ kata Nyoman Wirayasa, Cluster General Manager dari TAUZIA Hotels Bali. Selain HARRIS Healthy

Corner yang penuh warna, tim dari HARRIS Hotels juga bertugas untuk menyebarkan healthy buzz atau pesan mengenai gaya hidup sehat di HARRIS Cafe sepanjang hari dengan menawarkan jus sehat khas HARRIS, fruit skewer dan canape salad bersama dengan informasi yang menarik mengenai bahan utama makanan sehat tersebut maupun resep cara membuatnya. ‘’Hadiah terbaik yang bisa kita berikan kepada diri kita sendiri adalah tubuh yang sehat. Kami ingin menginspirasi para tamu melalui pilihan makanan mereka untuk memulai hari dengan baik dan menambah pilihan makanan sehat di makan siang maupun makan malam,’’ kata Stefano de Champeaux, Corporate Brand HARRIS Hotels. ‘’Program tahunan ini sejalan dengan pesan konsisten dari HARRIS Hotels sesuai dengan semakin meningkatnya tren gaya hidup sehat di Indonesia.’’ ‘’Kami tentunya juga

berharap bahwa HARRIS Healthy Corner ini bisa membawa keceriaan khas HARRIS serta membuat hari para tamu semakin cerah sesuai dengan motto kami Stay Bright di Hari Kesehatan Nasional ini,’’ tutupnya. HARRIS Hotels adalah jaringan hotel yang bersahabat dan mudah dijangkau serta fokus untuk banyak memberikan aspirasi dan

energi positif kepada para tamu, untuk gaya hidup yang lebih sehat dan lebih baik. Sebuah jaringan hotel yang dikenal luas, tempat bersosialisasi yang dinamis dengan sentuhan warna oranye di berbagai tempat. Memiliki atmosfer yang rileks, modern dan berjiwa muda, HARRIS Hotels sesuai untuk para traveler yang cerdik. (ad569)


OPINI

6

Rabu Pon, 14 November 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Masih Jago Kandang TERUS terang kiprah perkoperasian kita saat ini masih terkesan jago kandang. Mereka hanya berbisnis di tataran lokal dan nasional. Padahal, peluang untuk go international sangat besar, namun tak bisa dilakukan. Ibarat gajah, koperasi kita besar namuan sulit bergerak. Termasuk koperasi BUMN yang bermodalkan besar tetap saja jago kandang. Ngurus proyek di lingkungan departemen sendiri, belum berani melangkah menjadi koperasi dengan produksi ekspor dan impor. Kini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong koperasi sektor riil agar berkiprah di pasar global dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat berorientasi ekspor (BE). Salah satu produk unggulan koperasi yang masuk pasar ekspor ke Melbourne, Australia, yakni Kopi Raja, kopi olahan produksi Koperasi Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan, sejumlah produk di Bali sangat memungkinkan go international seperti kerajinan tangan dan produk ekspor lainnya. Menteri Koperasi dan UKM A.A. Puspayoga mengatakan pemerintah telah meluncurkan paket fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). KUR berorientasi ekspor ini diprioritaskan untuk para suplier yang menjadi penunjang industri, yang melibatkan tenaga kerja cukup banyak sesuai dengan segala usahanya. Skema pembiayaan KUR berorientasi ekspor, yakni program pembiayaan dengan suku bunga sembilan persen per tahun. Plafon pembiayaan kisaran Rp 5-25 miliar, dan tenor lima tahun untuk investasi ekspor dan tiga tahun untuk modal kerja ekspor. Ini peluang bagi koperasi kita di Bali. Namun, kita tak boleh lupa dengan persyaratan bagi UKM untuk bisa melakukan ekspor. Misalnya, memenuhi ketentuan administrasi ekspor impor, jaminan volume produksi, dan keamanan konsumen. Kalau ekspor kopi sachet instan itu sudah biasa, tapi untuk ekspor kopi olahan produksi UKM ke luar negeri, apalagi ke pasar Australia itu tidak mudah. Ini patut diapresiasi karena pemerintah mendorong supaya seluruh koperasi produksi melakukan ekspor ke pasar potensial di luar negeri. Ekspor perdana kopi olahan dari Sidoarjo ini, bukti kebangkitan kegiatan koperasi produksi. Ayo pengusaha Bali tunjukkan diri kita mampu lebih dari Sidoarjo. Tapi ingat koperasi selaku produsen untuk melakukan ekspor antara lain, standar kualitas produk, pembiayaan, dan market. Apalagi warga Bali dikenal paling awal mampu menyesuaikan diri dengan persaingan global. Kini tinggal kita go interntional. Wawasan pengurus dan manajemennya tak lagi sesederhana ketika koperasi itu dilahirkan. Sebab, salah satu ciri globalisasi adalah menggambarkan proses percepatan interaksi yang luas dalam bidang politik, teknologi, ekonomi, sosial dan budaya. Koperasi Bali mestinya ada di depan dibandingkan UMKM daerah lainnya. Bukan itu saja koperasi BUMN juga harus menjadi pionir, bukan lagi memperebutkan kue di daerah yang menjadi bagian UMKM lokal. Jadi pas koperasi kita harus berwawasan global, namun kuat jati diri dan karakternya sebagai usaha milik bersama, yang mengutamakan sikap gotong royong dan kekeluargaan. Ikuti apa model bisnis global dan digital saat ini. Perlahan harus bisa mengubah mindset dari lokal ke digital. Ikuti perubahan zaman, seperti yang dilakukan pengusaha Tiongkok. Kuncinya, harus berani dan berani, baru disusul manajerial dan teknologi.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menunggu Informasi Nasib Pelamar ASN Pengumunan hasil tes tertulis para calon Aparatur Sipil Negara (ASN) telah diumumkan. Di media massa, saya baca lebih banyak yang gagal daripada yang lolos. Bahkan, jumlah yang lolos sangat kecil. Secara angka ini sangat memprihatinkan. Jika tes awal sudah banyak yang gugur, maka formasi ASN yang ditawarkan tahun ini terancam sulit terpenuhi. Mudahmudahan ada solusi lain agar kebutuhan calon guru dan tenaga medis di Bali bisa teratasi. Jika melihat hasil tes ASN, ada hal yang banyak dipertanyakan. Apakah bobot soal memang terlalu berat atau sebaliknya kemampuan para pelamar yang di bawah standar normal? Ini tentu perlu penjelasan publik agar semua paham, bahwa kegagalan lolos tes tertulis bukan semata-mata karena kualitas calon ASN kita rendah. Ke depan, tentu perlu juga dipikirkan agar pemerintah daerah membuka semacam bimbingan khusus bagi calon ASN agar siap menghadapi tes tertulis. Bagi yang gagal lolos tes tulis ini tentu masih ada banyak kesempatan yang bisa diikuti. Baik itu menunggu kebijakan pusat atau mempersiapkan diri untuk menghadapi tes sejenis jika ada formasi baru. Dalam kasus penerimaan ASN tahun ini, tentu ada banyak hal yang perlu dijelaskan secara lebih terbuka. Mudahmudahan kebutuhan tenaga ASN di Bali bisa tetap terpenuhi mengingat tingginya antusias generasi muda menjadi ASN. I Gede Sudarma Gianyar, Bali

Koperasi Besar Berorientasi Ekspor Pengutamaan ekspor bagi koperasi besar sudah saatnya menjadi perhatian bagi gerakan koperasi, karena badan usaha koperasi merupakan salah satu dari pelaku ekonomi di negara kita yang harus mampu bersanding dan bersaing di kancah era perdagangan bebas. Setelah empat tahun reformasi koperasi ternyata belum banyak koperasi besar yang turut berperan dalam meningkatkan dan mengembangkan ekspor. Seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor, diharapkan koperasi-koperasi besar mampu memiliki daya saing dalam hal harga produk, kualitas atau mutu produk, dan kontinuitas produk menjadi faktor penentu daya saing suatu produk ekspor.

B

Oleh Bambang Gede Kiswardi

angun usaha koperasi dan jiwa kooperatif mempunyai kedudukan yang sangat sentral dan strategis dalam ekonomi nasional. Kedudukan yang demikian sentral dan strategi tersebut tercermin dalam pasal 33 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 serta dijabarkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992, tentang Perkoperasian. Dengan demikian, pengembangan koperasi bukan saja merupakan suatu kewajiban konstitusional, melainkan juga harus merupakan komitmen politik serta kebijakan dasar ekonomi. Pengembangan aktivitas ekonomi memang dapat dilakukan dengan berbagai alternatif kelembagaan. Namun, pengembangan aktivitas ekonomi yang berbasis kerakyatan memerlukan pendekatan yang memungkinkan keterlibatan masyarakat secara luas dalam menjamin terjadinya pemer-

ataan dan keadilan ekonomi. Dalam hal ini, salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah melalui wadah koperasi serta melibatkannya dalam sistem kerja sama dengan berbagai pelaku dalam dunia usaha nasional. Dalam hal ini, koperasi berbeda dengan grup atau kelompok komunitas pada umumnya, karena Badan Usaha Koperasi lebih dekat dengan grass root, dan sesuai dengan ekonomi pasar. Guna meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi sangat diperlukan strategi reformasi total koperasi melalui tiga langkah strategis yakni; Pertama, strategi kebijakan rehabilitasi koperasi, diperlukan adanya penataan dan perbaikan dalam kelembagaan koperasi, usaha koperasi, administrasi keuangan koperasi, sarana dan prasarana koperasi serta data pendukung (database) koperasi yang dapat dipergunakan untuk penyusunan program kerja dan penyusunan anggaran pendapatan dan belanja koperasi, agar

dalam mengambil keputusan bisa lebih tepat dan benar. Koperasi-koperasi besar yang berorientasi ekspor sangat memerlukan data yang akuntabel untuk memperoleh hasil kajian dan analisis terhadap produk-produk ekspor yang diperlukan oleh pasar ekspor (pasar global). Walaupun koperasi-koperasi besar yang berorientasi ekspor, secara prinsip-prinsip dan nilainilai koperasi selalu berkewajiban memberikan pelayanan yang baik dan prima kepada anggotanya. Apabila dilihat dari hubungan koperasi dan anggota-anggotanya adalah timbal balik. Anggota sebagai pemilik, pelanggan dan sekaligus pengelola tidak hanya harus membesarkan koperasinya, tetapi sebaliknya memerlukan kemanfaatan dan pemenuhan akan kebutuhannya dari koperasi. Justru dari efektivitas pelayanan koperasi sebagai perusahaan dan perkumpulan kepada anggota-anggotanya ini, akan dirasakan adanya kemanfaatan

dan timbulnya rasa kepuasan terhadap koperasi yang sekaligus merupakan cermin pelayanan bersama dari anggota, oleh anggota, dan untuk sebesar-besarnya kepuasan anggota. Artinya inilah “rohnya“ koperasi yang harus dijadikan pilar dalam menumbuhkan, mengembangkan, dan meningkatkan usaha koperasi yang berorientasi ekspor. Kedua, strategi kebijakan reorientasi koperasi, lebih memfokuskan dan berorientasi meningkatkan kualitas manajemen koperasi juga usaha (bisnis) koperasi dengan menggunakan sistem e-commerce dan harus sudah go international, maka pengelolaan koperasi ke depan harus sudah berbasis teknologi yang berstandarkan internasional (global). Koperasi-koperasi besar yang berkualitas dan modern akan mendapat kepercayaan yang seluas-luasnya dan sebesar-besarnya dalam dunia usaha, sehingga koperasi bisa mewujudkan keadilan ekonomi dan keadilan sosial yang memberikan kesempatan dan peluang untuk turut berpartisipasi memanfaatkan potensi sumber daya ekonomi untuk menghasilkan produk-produk yang berorientasi ekspor bagi koperasi-koperasi besar. Koperasi memiliki kewenangan dan bertanggung jawab menumbuhkan wirausaha-wirausaha baru yang mampu bersinergi dengan koperasi-koperasi besar yang berorientasi ekspor. Untuk implementasinya harus dimulai dari penumbuhan wirausaha baru dari anggota dan masyarakat koperasi, termasuk

Cukai Plastik dan Beban Sampah Perkotaan

Sampah terus menjadi momok perkotaan. Polemik dan konflik kecil sering muncul antara DKI Jakarta dan Bekasi terkait TPST Bantargebang. Terakhir, Pemkot Bekasi melakukan penghadangan terhadap truk-truk sampah Jakarta yang dinilai tidak sesuai perjanjian. Pihak Jakarta menuding kasus ini lebih ke atas politis atas imbas belum disetujuinya proposal yang minta Pemkot Bekasi senilai Rp 2 triliun. Lepas dari polemik di atas, satu hal yang mendesak adalah komitmen politik melakukan manajemen sampah terpadu mulai dari hulu. Pemda Jakarta penting terus mengupayakan pengurangan timbulan sampah ke Bantargebang. Pengelolaan mesti digalakkan mulai dari level rumah tangga. Jenis sampah yang terbesar pada era modern ini adalah berbahan plastik. Sedangkan plastik merupakan momok yang mencemari lingkungan. Bumi sudah disebut sebagai planet plastik. Padahal, kelestarian lingkungan merupakan kunci utama yang menjamin keberlanjutan pembangunan. Kampanye mesti dihadirkan ramah dan pro-ekologi. Salah satu wujud kemajuan zaman adalah penggunaan bahan plastik yang luar biasa banyaknya. Hampir semua barang keseharian terbuat dari plastik. Manusia nyaris tidak ada yang bisa lepas dari plastik. Tidak berlebihan jika bumi sudah disebut sebagai planet plastik. Permasalahan sampah plastik juga lama menjadi dilema di Indonesia. Plastik merupakan benda yang sulit dan sangat lama terurainya. Dampak polusinya sedemikian besar dan berba-

Oleh Ribut Lupiyanto haya. Kabar baik datang dari pemerintah Indonesia. Pemerintah menargetkan peraturan pemerintah (PP) mengenai pengenaan cukai plastik segera terbit. Regulasi ini mesti disambut baik dan diberi masukan agar lebih memprioritaskan kemanfaatan ekologi dibandingkan ekonomi. Manusia mesti menjadi bagian dari solusi permasalahan ekologi. Tugas bersama adalah mendidik dan menyadarkan seluruh manusia untuk beraksi nyata menjaga ekologi. Seiring kemajuan zaman, tuntutan modernitas adalah sisi praktis dan ekonomis termasuk dalam hal penggunaan barang. Implikasinya produksi barang berbahan plastik terus tumbuh pesat. Nyaris tidak ada manusia yang terbebas dari plastik atau barang berbahan plastik. Geyer (2017) menyebut bumi sudah menjadi planet plastik. Jurnal Science Advances memaparkan penelitian yang menyebutkan sembilan miliar ton plastik telah diproduksi sejak 1950. Kecepatan produksi plastik selalu meningkat, dan setengah dari 9 miliar ton plastik tersebut baru diproduksi selama 13 tahun terakhir. Mayoritas plastik dirancang untuk dibuang. Produksi sampah plastik di Indonesia berdasarkan data Statistik Persampahan Domestik Indonesia (2014) mencapai 5,4 juta ton per tahun. Angka ini merupakan 14 persen atau peringkat kedua dari total sampah domestik. Menurut data Jambeck (2015) diperkirakan 3,32 juta ton limbah plastik belum terkelola baik.

Solusi yang paling efektif adalah mengubah ketergantungan kita terhadap plastik (Geyer, 2017). Apresiasi patut diberikan kepada pemerintah atas berbagai upayanya mereduksi limbah plastik. Beberapa waktu lalu pemerintah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar. Meskipun pada perjalanannya kebijakan ini kurang efektif dijalankan. Pemerintah terus mendorong tumbuhnya komunitas pengelola sampah seperti bank sampah. Infrastruktur pengelolaan sampah juga dikembangkan misalnya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Inovasi juga dikembangkan dan didukung pemerintah. Inovasi mutakhir adalah penggunaan limbah plastik sebagai campuran aspal yang dikembangkan Kementerian PUPR. Terbaru pemerintah kembali berupaya menekan dari aspek ekonomi. Yaitu rencana adanya regulasi pemberlakuan cukai plastik. Pemerintah memprioritaskan plastik dibandingkan beberapa Barang Kena Cukai (BKC) baru yang rencananya akan diterapkan pemerintah. Kemenkau dalam APBN 2018 memasukkan target realisasi penerimaan negara dari cukai baru yaitu sekitar Rp 500 miliar. Nilai tersebut tidak seberapa dibandingkan target cukai hasil tembakau yang mencapai Rp 148 triliun. Namun, pengenaan cukai plastik menjadi awal bagus untuk pengendalian sampah plastik. Penerimaan dari cukai plastik juga berpotensi meningkat jika

diterapkan sejak awal tahun. Pemerintah perlu melakukan diversifikasi cukai agar tidak terlalu bergantung pada penerimaan cukai rokok. Cukai plastik dapat menjadi salah satu diversifikasi tersebut. Namun, target ekonomi tidak boleh mendominasi target ekologi. Alih-alih membatasi, karena target penerimaan keuangan jangan sampai justru mendorong produksi sampah lebih besar. Sinergi diperlukan antarinstansi dan antar-regulasi guna menekan produksi limbah plastik. Indonesia baru mampu menyediakan kapasitas produksi plastik yang dapat terurai secara alami (biodegradable plastik) ini 200 ribu ton per tahun. Pemerintah mengakui masih kesulitan untuk menghapus penggunaan produk plastik secara keseluruhan. Untuk menekan produksi plastik yang susah terurai, maka pemerintah salah satunya terus menggenjot produksi plastik yang mudah terurai. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan peningkatan produksi plastik ramah lingkungan sebesar lima persen per tahun. Inisiatif lain yang bisa didorong adalah memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), mendaur ulang sampah plastik (recycle), serta mengembalikan ke alam melalui penguraian alami. Pemerintah penting mengembangkan dan mendukung riset terapan yang inovatif terkait pengelolaan limbah plastik. Dunia akademik dan lembaga penelitian dapat berkontribusi nyata dalam upaya tersebut. Sektor industri juga penting didorong hingga ditekan untuk menggunakan biodegradable plastik. Pemberdayaan masyarakat dapat dioptimalkan

pemantapan atau pengembangan usaha milik anggota koperasi yang sudah menjadi pengusaha (wirausaha) untuk ditingkatkan kualitasnya menjadi wirausaha tangguh dan wirausaha mandiri. Koperasi-koperasi besar dapat menjadi pusat penumbuhan dan pengembangan wirausaha-wirausaha anggota maupun masyarakat dalam keperluan pembiayaan modal, barang dan jasa, dan jaringan usaha. Dengan demikian akan terjalin korelasi yang sangat kuat dalam memproduksi produk-produk yang berorientasi ekspor. Dengan demikian, koperasi-koperasi besar wajib memberikan pelayanan, perlindungan, pembinaan (pemberdayaan) agar dapat berpartisipasi dan memberikan kontribusi terhadap pengurangan pengangguran, penurunan kemiskinan, dan membuka kesempatan kerja. Di samping itu, dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi wong cilik. Ketiga, Strategi kebijakan pengembangan koperasi, secara internal maupun eksternal pengembangan dan pemberdayaan koperasi lebih mengutamakan pendekatan melalui kerja sama dalam aspek manajemen, aspek pendanaan (modal), aspek pemasaran, aspek teknologi, dan aspek jaringan usaha dengan komitmen saling menguntungkan, saling memerlukan (membutuhkan), saling memperkuat, dan saling mempercayai. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan melalui edukasi hingga menggerakkan melalui komunitas. Sektor swasta penting didorong mendukungnya. Akal-akalan mesti dihindarkan, misalnya sekadar pemenuhan kewajiban, pemanfaatan iklan, dan lainnya. Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

POJOK Bupati Gianyar dukung pengusutan kasus OTT Tirta Empul. - Mulai dari Tirta Empul Bali ajeg. *** Akademisi minta pungutan desa adat jangan disamakan preman. - Pemda jangan eksploitasi desa adat. *** Minimalisasi premanisme, Wali Kota Denpasar efektifkan komunikasi. - Bukan peralat dan diperalat preman.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Pon, 14 November 2018

Belum Maksimal, Pengolahan Limbah Ternak di Kesiut

Tabanan (Bali Post)Desa Kesiut adalah salah satu desa di Kecamatan Kerambitan yang sebagian besar penduduknya bergelut di bidang pertanian dan peternakan. Hampir tiap KK di Desa Kesiut memiliki ternak sapi, ayam ataupun babi. Selama ini, limbah peternakan belum diolah maksimal. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Kesiut berencana melakukan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk, sehingga bernilai ekonomis. Perbekel Kesiut Gusti Putu Gede Purwa Adnyana menyampaikan, saat ini Desa Kesiut memiliki satu kelompok Simantri yang memiliki 60 ekor sapi. Rencananya tahun ini akan dibentuk lagi satu Simantri. ‘’Populasi sapi di Desa Kesiut jumlahnya ratusan. Selain dari Simantri, setiap KK di sini memiliki sapi,’’ ujarnya, Selasa (13/11) kemarin. Tidak hanya sapi, beberapa warga juga beternak ayam dan babi, sehingga limbah ternak berupa kotoran yang dihasilkan cukup besar. Diakuinya, masyarakat sudah melakukan pengelolaan limbah ternaknya dengan baik, salah satunya menjual dalam bentuk mentah. Sayangnya limbah dijual ke luar, bukan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Harganya pun murah. Karena itu, pihaknya berencana membuat pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Meski dana sudah tersedia, program ini belum bisa terlaksana karena masih memerlukan pembinaan. ‘’Masih terkendala di bidang manajemen. Kami masih memerlukan pembinaan dan pendampingan. Mengenai berapa besar biaya yang harus dikeluarkan, cara membuatnya dan lainnya,’’ jelasnya. Apabila program pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran ternak ini bisa direalisasikan, maka baik pertanian dan peternakan di Desa Kesiut akan saling mendukung. Terlebih saat ini Desa Kesiut sedang aktif menuju pertanian organik. (kmb24)

SELEKSI - Suasana seleksi kompetensi dasar dengan sistem CAT di Makodam, Denpasar.

Seleksi Kompetensi Dasar CPNS

Hanya 113 Pelamar Penuhi ”Passing Grade”

Tabanan (Bali Post) -

Ratusan formasi yang diajukan Pemkab Tabanan dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, terancam kosong. Kekhawatiran ini muncul menyusul rendahnya tingkat kelulusan dalam tes seleksi kompetensi dasar. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra, Selasa (13/11) kemarin mengatakan, jumlah pelamar CPNS yang lulus passing grade hanya 113 orang dari 3.031 peserta yang ikut ujian.

Bali Post/san

SUBAK KESIUT - Penanaman di Subak Kesiut, Desa Kesiut. Guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan pertanian organik, Pemerintah Desa Kesiut berencana membuat pengolahan pupuk organik dari kotoran ternak.

Bali Post/ist

Dijelaskannya, ada 3.190 orang yang mendaftar. Namun saat pelaksanaan seleksi kompetensi dasar yang merupakan seleksi awal 159 peserta tidak hadir sehingga hanya diikuti 3.031 peserta. Selama dua hari pelaksanaan tes, hanya 113 peserta dinyatakan lulus passing grade. Rincian yang lulus yakni formasi umum 107 orang dan K2 sebanyak enam orang.

‘’Kebanyakan tidak lulus di nilai passing grade TKP dan saya cek, kondisi ini hampir terjadi di sejumlah daerah di Bali,’’ terangnya. Passing grade, kata dia sesuai ketentuan Permenpan No. 37 tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Tahun 2018. Test Wawasan Kebangsaan

(TWK) passing grade-nya 75, Tes Intelegensia Umum (TIU) nilainya 80, dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan passing grade 143. Terkait passing grade untuk TKP yang dikatakan Sugatra terus mengalami peningkatan nilai, menurutnya itu untuk menilai sejauh mana sikap mental dari para calon CPNS. ‘’Awalnya di nilai 126, kemudian naik

132 dan akhirnya ditetapkan oleh Panselnas di angka 143. Nilai TKP memang passing grade-nya dipasang tinggi karena itu sikap mental yang dikedepankan. Ini sesuai dengan revolusi mental yang digaungkan oleh pemerintah pusat. Kecenderungan banyak orang pintar tetapi tidak cerdas,’’ ucapnya. Soal banyaknya kelu han dari peserta mengenai sulitnya tes CPNS kali ini, Sugatra mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kewenangan tersebut ada di Panselnas. Sementara terkait kekhawatiran kekosongan formasi, Sugatra mengaku tetap fokus hingga

hasil final tes seleksi CPNS. Setelah punya data valid dan proses CPNS sudah sampai kelulusan final yakni usai seleksi SKD dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), saat itu kemungkinan baru bisa berkeluh kesah kepada pusat terkait kebijakan pemerintah akan masalah tidak terpenuhinya formasi. ‘’Saat ini baru angan-angan, belum ada gambaran berapa formasi tidak terpenuhi. Juga belum kita tahu data pastinya,’’ tegasnya. Ditambahkannya, bagi yang sudah lolos SKD, maka selanjutnya menunggu jadwal tes SKB. Jadwal ini dikeluarkan Panselnas. (kmb28)

Bupati Ajak Semua Komponen Perangi Sampah Tabanan (Bali Post) Di Kabupaten Tabanan, baru sembilan desa yang benar-benar serius dan berinovasi dalam menangani sampah. Ke depan diharapkan seluruh komponen masyarakat bisa lebih aktif mengelola sampah sehingga lebih mudah ditangani. Hal itu disampaikan Bupati Tabanan

Ni Putu Eka Wiryastuti saat menerima exit meeting tim BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali, Selasa (13/11) kemarin. Menurut Eka, pihaknya berharap dapat mengubah mindset masyarakat tentang pengelolaan sampah. ‘’Paling tidak ke depan semua pihak harus ikut bekerja sama dan memoni-

toring sehingga tercapai kebersihan dari hulu ke hilir,’’ ucapnya. Menurutnya, sejumlah metode pengelolaan sampah telah banyak diterapkan di Tabanan, di antaranya bank sampah, arisan sampah, minimarket sampah dan inovasi lainnya. Selain itu ada pula kerja sama dengan Pemerintah

Pelayanan Tera dan Tera Ulang Mandiri

Pemkab Masih Kekurangan Alat Tabanan (Bali Post) Tabanan sudah menjadi kabupaten yang mandiri melakukan pelayanan tera dan tera ulang. Hal ini sesuai UU No. 23 Tahun 2014. Setelah mendapatkan Surat Keterangan Kemampuan Pelayanan Tera dan Tera Ulang, Alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapannya (SKKPTTU UTTP) pada 29 Januari lalu, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan sudah melakukan pelayanan secara mandiri. Sayangnya ada beberapa pelayanan yang belum bisa diberikan akibat terbatasnya peralatan. Kepala Bidang Kemetrologian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan I Gusti Ayu Sri Wahyuni, Selasa (13/11) kemarin, mengatakan proses mendapatkan SKKPTTU dimulai sejak tahun 2017. Karena sudah memenuhi persyaratan maupun SDM, Tabanan menjadi salah satu kabupaten yang saat ini bisa melakukan pelayanan tera dan tera ulang secara mandiri. ‘’Dari 514 kabupaten, baru setengahnya memiliki SKKPTTU dan Tabanan salah satunya,’’ ujar Wahyuni. Setelah mendapatkan SKKPTTU, Disperindag telah melayani tera dan tera ulang sesuai dengan kapasitasnya. Hingga saat ini, dari 17 SPBU di Tabanan, sudah 14 SPBU yang dilakukan pelayanan tera ulang. Sisanya Surat Keterangan Hasil Pengujian (SKHP) masih berlaku hingga Desember 2018. Selain SPBU, kegiatan sidang dalam rangka pemeriksaan alat-alat ukur takar timbang dan perlengkapan

(UTTP) juga telah dilakukan sepuluh kali di tujuh pasar milik pemerintah masingmasing Pasar Bajera, Pasar Kediri, Pasar Dauh Pala, Pasar Kerambitan, Pasar Selemadeg dan Pasar Baturiti. Layanan lain yang dilakukan adalah tera ulang UTTP di rumah sakit, SPBE, perusahaan daerah maupun instansi lain atau perusahaan lain yang memiliki alat UTTP. Sampai Oktober 2018, telah dilakukan pelayanan tera dan tera ulang sebanyak 5.740 UTTP. Meski sudah mandiri, diakui Wahyuni Disperindag masih belum memiliki beberapa peralatan sehingga ada pelayanan yang belum bisa dilakukan. Misalnya untuk pengukuran jembatan timbang yang ada di SPBE di Selemadeg yang memiliki kekuatan 60 ton. Untuk bisa melakukan layanan ini memerlukan peralatan bidur 6 ton. Sementara yang dimiliki Disperindag hanya 0,5 ton. Peralatan lain yang diperlukan adalah timbang elektronik dengan daya baca di bawah 1 miligram serta alat mengatur kelembaban di laboratorium penyimpanan alat. Jika ditotal, anggaran yang diperlukan untuk melengkapi peralatan ini sebesar Rp 500 juta. Namun karena keterbatasan anggaran, tahun 2019 direncanakan akan turun sebesar Rp 175 juta. Agar bisa melakukan pelayanan meski kekurangan alat, Tabanan melakukan kerja sama peminjaman alat dengan kabupaten lain. ‘’Untuk tahun ini masih diperbolehkan. Tetapi untuk tahun berikutnya alat ini harus dilengkapi. Jika tidak, ruang

lingkup pemeriksaan akan tetap terbatas bahkan bisa saja SKKPTTU yang telah didapatkan ditinjau kembali,’’ jelas Wahyuni. Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga dalam hal ini Direktorat Metrologi yang mengeluarkan SKKPTTU biasanya akan melakukan pemeriksaan setiap dua tahun sekali untuk melihat pelayanan di setiap kabupaten dan kelengkapan alat. ‘’Pusat telah memberikan bantuan alat dan diharapkan kabupaten melengkapi sisanya. Setiap dua tahun akan dicek kembali,’’ ujar Wahyuni. Ia menyadari jika kemampuan anggaran Tabanan terbatas. Untuk itu, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dan melengkapi peralatan secara bertahap. Di samping pengadaan alat, biaya yang harus disiapkan setiap tahunnya di luar sidang, pelayanan dan pengawasan adalah biaya kalibrasi alat tera dan tera ulang yang dimiliki Disperindag yang memakan biaya setidaknya Rp 25 juta. Di samping pengeluaran, pelayanan tera dan tera ulang secara mandiri ini ternyata memberikan pemasukan bagi Pemkab Tabanan. Pelaku usaha yang memiliki UTTP saat menjalani tera dan tera ulang membayar retribusi sesuai Perda No. 1 Tahun 2017. Ada tiga layanan yang diberikan yaitu layanan sidang UTTP ke pasar umum pemerintah, jemput bola untuk UTTP yang tidak bisa dipindahkan dan layanan kantor yang menerima UTTP yang dibawa pelaku usaha. (kmb24)

Toyama, Jepang. ‘’Untuk kerja sama dengan Pemerintah Kota Toyama, mereka akan membantu mesin pengolahan sampah di Jatiluwih,’’ imbuhnya. Sementara itu, Kepala Sub Auditoriat BPK Provinsi Bali Donny Ramli mengatakan, selama 35 hari tim audit BPK telah melakukan pemeriksaan

kinerja atas efektivitas penanganan sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga, guna menjadikan sampah sebagai sumber daya tahun anggaran 2016 sampai 2018. Usai pemeriksaan akan ada review serta saran mengenai apa yang perlu diperbaiki di bidang tersebut. (kmb28)

Bali Post/ist

BPK - Exit meeting tim BPK-RI Perwakilan Provinsi Bali dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.

Cek Proyek GOR Debes

DPRD Bali Tegaskan Pentingnya Kualitas

Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2019. Sejumlah persiapan terus dimantapkan. Salah satunya terkait kesiapan GOR Debes, yang dalam pengerjaan. Pada Selasa (13/11) kemarin, jajaran Komisi III DPRD Bali dipimpin langsung Ketuanya I Nengah Tamba, melakukan pengecekan ke GOR tersebut. Dewan ingin memastikan kualitas proyek tersebut. Pembangunan GOR Debes direncanakan menggunakan anggaran Rp 38 miliar. Untuk tahap I sudah dibantu BKK Provinsi Bali tahun 2018 sebesar Rp 15 miliar. Dana ini hanya cukup untuk konstruksi dan atap. Pada peninjauan tersebut, anggota dewan mengecek dan menanyakan berbagai hal terkait proyek kepada pelaksana maupun Dinas Pekerjaan

Umum, Penataan Ruang dan Penataan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Tabanan. Bahkan sempadan jalan turut mendapat perhatian. ‘’Anggarannya bersumber dari BKK Provinsi. Tentu saja kami wajib melakukan supervisi, apakah sudah sesuai dengan anggaran dan kondisi fisiknya,’’ jelas Nengah Tamba. Pihaknya juga sempat menanyakan apakah proyek tersebut bisa selesai tepat waktu dengan tenggang waktu yang kurang dari sebulan. ‘’Mereka mengaku optimis selesai. Jadi, samasama kita kawal,’’ jelasnya. Tamba menegaskan, kualitas proyek harus mendapatkan perhatian. Pengerjaannya harus sesuai dengan kontrak, mengingat gedung ini dibuat untuk menampung banyak orang, jangan sampai terjadi masalah ke depannya. ‘’Jan-

gan sampai timbul persoalan lain, bahkan masalah pidana. Kami tegaskan pada kontraktor, jangan macam-macam soal kualitas karena ini untuk publik,’’ katanya. Sementara terkait anggaran tahap II, anggota Komisi III, I Kadek Diana yang juga Ketua Pansus RAPBD 2019 menyatakan akan ada dana yang digelontorkan yakni Rp 10 miliar. Anggaran tersebut diakuinya tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan GOR Debes. ‘’Kondisi finansial di provinsi sedang tidak longgar. Pendapatan daerah stagnan sehingga terpaksa berhemat untuk membantu kabupaten. Untuk kekurangannya, mungkin akan dianggarkan lagi di tahun anggaran 2020,’’ jelasnya. Sementara itu, Kabid Bangunan dan Gedung Dinas PU-

PROYEK - Jajaran Komisi III DPRD Bali meninjau proyek GOR Debes.

PRPKP Tabanan Kadek Faridatini Suweca menjelaskan, pihaknya yakin proyek tuntas pada waktunya yakni 8 Desember mendatang. Ini dikuatkan dengan pengerahan 90 pekerja oleh kontraktor dalam dua shift. Saat ini progress-nya telah mencapai 70.2 persen. ‘’Saya yakin tuntas. Kalaupun terlambat, kemungkinan hanya seminggu. Itupun karena pengaruh cuaca,’’ ujarnya. Begitu pula soal kualitas, diyakininya sudah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Sementara terkait anggaran tahap II, Faridatini menyebutkan pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mendukung pelaksanan Porprov 2019, terutama untuk bagian lantai, tribun, toilet dan hal pendukung lainnya, seperti penerangan dan saluran limbah. (kmb28)

Bali Post/bit


BULELENG

8

Rabu Pon, 14 November 2018

Truk Pengangkut Arang Terguling di Gitgit

Sopir Truk Selamat dari Maut

Singaraja (Bali Post) – Truk yang mengangkut muatan arang mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat out of control (OC) di jalur “maut” Singaraja – Bedugul. Truk itu terguling tepatnya di Km 14 - 15 wilayah Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Sukasada, Selasa (13/11) kemarin, pukul 06.45 Wita. Dugaan awal, truk dengan nomor polisi (nopol) DK 8993 LL itu kelebihan muatan. Akibatnya, truk tidak kuat melintas di tanjakan, sehingga truk itu terbalik di pinggir jalan. Kendati truk itu terbalik, pengemudinya, Fanji (38), asal Bondowoso selamat dari maut. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi-saksi, sebelum kejadian, pengemudi truk datang dari Singaraja menuju Denpasar. Awalnya, truk melaju normal. Tibatiba memasuki tanjakan dan tikungan, truk melambat. Pengemudi berusaha mengendalikan truk itu agar bisa tetap melaju. Sayang, upaya itu gagal, malah truk itu mundur disertai oleng. Pengemudi berusaha mengendalikan kemudinya, namun lagi-lagi upaya itu gagal. Truk sarat muatan itu akhirnya terguling ke pinggir jalan di sebelah barat. Beruntung, saat truk mundur sampai terguling, lalu lintas sepi, sehingga tidak membahayakan pengendara lainnya. “Dari laporan Unit Lantas Polsek Sukasada, kejadian itu disebabkan truk itu tidak kuat menanjak. Kebetulan di TKP itu medannya ekstrem karena banyak tanjakan dan tikungan tajam,” katanya. Dari hasil pemeriksaan sementara, kata AKP Kurniawandari, lakalantas ini murni out of control.

Selain itu, ada dugaan beban yang diangkut truk itu melebihi tonase standarnya. Atas kondisi itu, truk berjalan mundur dan terguling di pinggir jalan. Tidak ingin terjadi kasus lakalantas lantaran melebihi daya angkut, p i h a k n y a m eng ing a t ka n pengemudi truk dan kendaraan besar lainnya agar tertib mengikuti ketentuan daya angkut. Selain itu, pengemudi truk itu diingatkan menguasai jalan karena jalur Singaraja – Bedugul banyak tikungan tajam, tanjakan yang memerlukan penguasaan medan yang memadai. “Kasusnya masih ditangani Unit Lantas Polsek Sukasada. Hal itu murni OC dan ada kemungkinan beban yang diangkut itu melebihi daya angkut yang ada,” jelasnya. Hingga siang kemarin, truk dievakuasi dari lokasi kejadian, agar tidak terlalu lama mengganggu arus lalu lintas dari dua arah. Sebelum dievakuasi, seluruh muatan yang diangkut itu dipindahkan menggunakan kendaraan lain. Setelah muatannya dipindah, truk kemudian diderek sehingga lalu lintas kembali lancar. (kmb38)

IRT Nekat Mencuri Sepeda Motor Singaraja (Bali Post) – Seorang ibu rumah tangga (IRT) Made AK (38) nekat mencuri sepeda motor, karena itu warga Desa Les Kecamatan Tejakula itu terpaksa berurusan dengan polisi. Pasalnya, AK yang menikah ke Desa Ambengan, Sukasada itu mencuri sepeda motor nomor polisi (nopol) DK 2817 DG milik Made Baret Sumarna (26). Sebelum kejadian, korban memarkir sepeda motor kesayangannya di depan sebuah warung di Banjar Dinas Sambirenteng, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula. Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, kasus pencurian sepeda motor ini terjadi Minggu (11/11) lalu sekitar pukul 07.30 Wita. Awalnya, korban memarkir kendaraannya di depan warung milik pamannya. Karena merasa suasana aman, korban meninggalkan sepeda motornya dengan keadaan kunci nyantol. Setelah ditinggalkan sekitar 15 menit, se p e d a m o t o r b e rwa na putih silver miliknya itu tidak ada di tempatnya. Merasa kehilangan, korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tejakula. ‘’Korban tanggal 11

November 2018 melapor ke Mapolsek kehilangan sepeda motor,’’ katanya. Dari keterangan saksi Kadek Widiasih, Minggu (11/11), kata AKP Sartika, disebutkan sekitar pukul 07.30 Wita dia melihat seorang wanita duduk di atas motor milik korban. Hanya saksi Widiasih tidak menaruh curiga, sebab dia menduga wanita itu menaiki motor miliknya sendiri. Padahal saat itu terduga pelaku membawa kabur sepeda motor milik korban. Atas keterangan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan terduga pelaku berhasil diamankan, Senin (12/11) lalu di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Selain mengamankan terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti sepeda motor milik korban yang diparkir di halaman rumahnya. Akibat perbuatannya, terduga pelaku melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. ‘’Dari keterangan saksi itu kami berhasil mengamankan terduga pelaku dan barang bukti ditemukan karena BB itu belum sempat dijual oleh yang bersangkutan,’’ tegasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

TRUK TERGULING – Truk nopol DK 8993 LL terguling saat melintas di Jalan Singaraja – Bedugul wilayah Dusun Wirabuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Selasa (13/11) kemarin.

Mencuri Dua HP

Mahasiswa Asal Papua Diamankan Singaraja (Bali Post) – Seorang oknum mahasiswa yang sedang kuliah di kampus ternama di Buleleng diamankan aparat Polres Buleleng. Pasalnya, oknum mahasiswa berinisial IY (20) asal Desa Modlagi, Kecamatan Eragayam, Papua itu nekat mencuri HP milik korban Gede Rai (47), warga Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Akibat perbuatannya, oknum mahasiswa itu saat ini menjalani proses penyidikan di Mapolsek Sawan. Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (13/11) kemarin, membenarkan pihaknya telah mengungkap kasus pencurian dengan tersangka oknum mahasiswa IY. AKP

Wisnaya mengatakan, terduga pelaku IY diamankan Kamis (1/11) lalu setelah korban Gede Rai melaporkan dua HP miliknya hilang dicuri orang tidak dikenal. Sebelum kejadian itu korban sedang beristirahat di tempat tidurnya. Kemudian korban mendengar suara gaduh mirip benda terjatuh di dalam kamar. Situasi itu membuat korban terbangun, tiba-tiba terkejut karena melihat ada “tamu tidak diundang” telah masuk ke dalam rumahnya. Bahkan, korban memergoki terduga pelaku sedang memegang dua HP milik korban. Kontan saja, korban berteriak “maling”. Dengan secepat kilat terduga pelaku itu melarikan diri. Korban sempat mengejar, namun

gagal menangkap terduga pelaku. Tidak jauh dari rumahnya, korban menemukan sebuah sepeda yang ditinggalkan pelaku saat berusaha kabur dari lokasi kejadian. Selain itu, di rumah korban ditemukan sepasang sandal yang juga ditinggalkan terduga pelaku. “Pelaku dipergoki korban. Namun ketika akan ditangkap, yang bersangkutan kabur dan sembunyi di semak-semak tak jauh dari lokasi kejadian. Kerugian yang dialami korban ditaksir Rp 2,9 juta,” katanya. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Hasilnya, identitas terduga pelaku mengarah pada ok-

num mahasiswa IY yang sedang studi di Buleleng. Sesuai hasil penyelidikan dan barang bukti, terduga pelaku pencurian itu kemudian diamankan di asrama kampus tempatnya kuliah di Desa Jinang Dalem, Kecamatan Buleleng. Terduga pelaku itu diamankan satu hari setelah kasusnya dilaporkan ke polisi, Kamis (1/11) lalu. “Kecurigaan kita mengarah pada terduga pelaku, sehinga anggota mengamankan yang bersangkutan di salah satu ruang kamar asrama tempatnya tinggal sementara di Jinang Dalem,” jelasnya. Di hadapan polisi, terduga pelaku mengaku telah mencuri dua HP milik korban. HP hasil curiannya itu dijual kepada dua orang pembeli di

lokasi berbeda di Kota Singaraja. Masing-masing pembeli bekerja sebagai pedagang bakso dan satu lagi di salah toko HP bekas. Barang bukti ini pun sudah dibeli seorang asal Desa Sunter, Kintamani, Bangli. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya itu, oknum mahasiswa IY terjerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. “Barang bukti yang masih kami amankan adalah sepeda dan sandal yang ditinggalkan di lokasi kejadian. Kasus itu masih dikembangkan. Oknum mahasiswa itu sedang diperiksa lebih lanjut. Kami masih koordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja,” tegas AKP Wisnaya. (kmb38)

Jalan Baru Batas Kota Singaraja-Mengwitani

Berikan ’’Multiplier Effect’’ Pemerataan Pembangunan di Bali Proyek pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani dipastikan mulai dikerjakan. Buktinya, mengawali proyek yang diwacanakan bertahuntahun itu sudah dilakukan upacara peletakan batu pertama (ground breaking - red) untuk lokasi lima dan enam di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Ground breaking ini akan dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu (14/11) ini. Bagaimanakah kira-kira implikasi konstruktif pembangunan jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani itu?

Putu Agus Suradnyana

Bali Post.kmb38

KEPASTIAN ground breaking ini dikuatkan surat undangan Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional VIII No. UM.02.06-Bb8/2018. Proyek itu akan dimulai setelah tender proyek di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Provinsi Bali. Bahkan, rekanan pemenang tender sudah

menandatangani kontrak pekerjaan. Lokasi jalan baru di lokasi lima dan enam yang masuk wilayah Buleleng ini memiliki panjang 1,9 kilometer. Lahan yang dilintasi proyek ini sekarang dalam proses pembebasan. Hasil identifikasi dan pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng, disebutkan lahan itu milik

22 pemilik tanah yang seluruhnya merupakan warga Desa Pegayaman. Bupati Putu Agus Suradnyana Selasa (13/11) kemarin, membenarkan pihaknya sudah menerima surat undangan upacara ground breaking itu. Menurutnya, upacara ground breaking megaproyek di daerahnya sudah resmi dimulai. Karena itu, proyek infrastruktur jalan nasional itu tidak lagi sekadar wacana, sebab akan segera terealisasi. Pembangunan itu sesungguhnya untuk menjawab ketimpangan pembangunan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara. Terkait, kesiapan lahan, Bupati menyebut tahapan pembebasan lahan sudah berjalan. Anggaran juga sudah dialokasikan di APBD Buleleng 2018 dan APBD Perubahan 2018. “Saya sudah terima lapo-

ran dan besok (Rabu, 14/11 red) akan dilakukan upacara peletakan batu pertama di lokasi lima dan enam sesuai desain yang sudah dirancang,” katanya. B up a t i m e na m b a hka n setelah lokasi 5 dan 6 dikerjakan awal 2019, pihaknya sudah mendapat kepastian pembangunan lanjutan di lokasi jalan baru batas kota di lokasi 3, 4, 7, 8, 9, 10 segera bisa direalisasikan. Sembari menunggu realisasi tahun depan, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran Rp 15 miliar di APBD Perubahan untuk merancang Detail Engeineering Design (DED). Rancangan ini berisi desain jalan baru secara keseluruhan termasuk trase jalan dirancang detail. Tidak hanya menyusun DED, dalam rancangan APBD Pemprov Bali tahun 2019 mendatang pemprov menyiapkan anggaran pem-

bebasan tanah senilai Rp 200 miliar. Pembebasan lahan untuk lokasi lain, sepenuhnya dilakukan Pemprov Bali. Dalam waktu berdekatan empat lokasi proyek jalan baru batas kota itu dibangun di empat lokasi sekaligus.” katanya. Bupati mengatakan, realisasi proyek jalan baru ini bukan semata-mata untuk kepentingan di daerahnya. Setelah jalan baru batas kota ini terwujud secara penuh, maka dipercaya dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian dan pemerataan pembangunan di Bali. “Ini proyek jalan nasional. Kita yakin pembangunan ekonomi makro di Bali secara menyeluruh akan terwujud. Saya minta jangan melihat untuk kepentingan Buleleng saja, tetapi multiplier effectnya akan menyeluruh terjadi di Bali,’’ jelasnya. (mud)


GIANYAR

Rabu Pon, 14 November 2018

9

Tiket Masuk Tujuh Objek Wisata Naik Signifikan Gianyar (Bali Post) Kasus yang menyeret nama Bendesa Adat Manukaya Let Made Mawi Arnata, nampaknya belum memengaruhi suasana kunjungan ke Objek Wisata Pura Tirta Empul. Namun yang membuat terkejut para pengunjung adalah kenaikan tiket masuk yang cukup signifikan. Yakni dari Rp 15.000 menjadi Rp 50.000 per orang untuk wisatawan asing.

Bali Post/kmb35

TIKET - Sejumlah wisatawan membeli tiket dengan harga baru di Objek Wisata Pura Tirta Empul, Selasa (13/11) kemarin.

Harga baru untuk retribusi objek wisata ini sudah didasarkan pada Peraturan Bupati Gianyar Nomor 129 Tahun 2018 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Retribusi tiket masuk di Objek Wisata Tirta Empul untuk wisatawan asing dewasa naik menjadi Rp 50 Ribu per orang dari sebelumnya hanya Rp 15 ribu. Sementara untuk wisatawan asing anak-anak naik menjadi Rp 25 ribu dari sebelumnya Rp 7.500 per anak. Sementara untuk domestik kini naik menjadi Rp 30 ribu untuk dewasa dan Rp 15 ribu untuk anak-anak. Dikonfirmasi Selasa (13/11) kemarin, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan kenaikan retribusi tiket masuk objek wisata ini tidak hanya di Pura Tirta Empul. Namun sudah berlaku pada tujuh objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar, terhitung mulai Senin (12/11). ‘’Kenaikan sudah dari Senin lalu. Serentak di tujuh objek wisata sesuai perda yang ditetapkan dulu, termasuk persetujuan yang sudah disetujui oleh dewan,’’ ujarnya. Tidak hanya Objek Wisata Tirta Empul, tujuh objek wisata lain juga tiket masuknya sudah dinaikkan. Seperti Objek Wisata Peninggalan Warisan Budaya Goa Gajah dan Daya Tarik Objek Wisata

Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Tampaksiring yang kenaikan harga tiketnya sama dengan tiket Objek Wisata Tirta Empul. Sementara empat objek wisata lainnya, seperti Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Gunung Kawi Sebatu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Yeh Pulu, Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Alam Sidan dan Daya Tarik Wisata Peninggalan Warisan Budaya Candi Tebing Tegallinggah naik dengan harga yang sama. Wisatawan mancanegara (wisman) dewasa Rp 30 ribu per orang, wisatawan domestik (wisdom) dewasa Rp 20 ribu per orang, wisman anak-anak Rp 15 ribu per orang dan wisdom anak-anak domestik Rp 15 ribu. Mahayastra menegaskan, tujuan dari peningkatan retribusi tiket masuk ini hanya untuk tidak menjual murah objek wisata Kabupaten Gianyar. Apalagi sebelumnya objek wisata di kawasan seni ini yang menawarkan keunikan warisan ribuan tahun hanya ditawarkan dengan harga Rp 15 ribu atau setara satu dolar. ‘’Sebelumnya dijual murah sekali objek kita, hanya dengan satu dolar atau Rp 15 ribu. Sedangkan Tanah Lot sudah beberapa tahun lalu naik menjadi Rp 75 ribu. Padahal objek wisata kita ti-

Operasi Zebra Agung

Pelanggaran Didominasi Remaja Gianyar (Bali Post) Operasi Zebra Agung sudah berakhir, Senin (12/11) kemarin. Selama operasi ini sudah ada ribuan pelanggar yang terjaring. Dari jumlah itu, pelanggaran oleh remaja masih mendominasi. Ironisnya, ada ratusan pelanggar yang usianya di bawah 15 tahun. Berdasarkan data rekap harian pelanggaran lantas Operasi Zebra Agung dari 30 Oktober hingga 12 November 2018, tercatat ada 4.311 pelang-

gar yang ditilang, dan 264 pelanggar mendapat teguran polisi. Berdasarkan segi usia pelanggar, tercatat ada 356 pelanggar yang masih bersusia 15 tahun ke bawah. Mereka ini tercatat sebagai pelajar SMP. Paling banyak pelanggar yang masih berusia 16 hingga 21 tahun, yakni sebanyak 1.219 pelaggar. Selanjutnya, pelanggar usia 22 hingga 30 tahun tercatat 1.107 pelanggar, usia 31 hingga 40 tahun tercatat sebanyak 844 pelanggar, dan sisanya para pelanggar

berusia di atas 40 tahun. Berdasarkan profesi dari ribuan pelanggar itu, sebanyak 1.119 merupakan pelajar, 307 pelanggar berstatus mahasiswa, tiga orang PNS dan sisanya bestatus swasta. Sedangkan jenis pelanggaran paling banyak adalah berkendara tanpa mengunakan helm, yakni mencapai 2.198 pelanggar. Pelanggaran kelengkapan kendaraan sebanyak 246, tanpa SIM 356, tanpa STNK 275, dan pelanggaran parkir

satu orang. Selain itu yang cukup tinggi ialah pelanggaran marka rambu yang jumlahnya mencapai 436 orang, melawan arus 464 pelanggar, dan pelanggaran penggunaan HP saat berkendara sebanyak 24 pelanggar. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Gusti Udayani Addi mengatakan, melalui operasi ini pihaknya berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas. Khususnya kecelakaan yang melibatkan korban di usia produktif. (kmb35)

Lansia Wajib Mendapat Penanganan Khusus

Bali Post/kmb35

LANSIA - Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana pada pembukaan kegiatan lansia berbasis masyarakat di Wantilan Pura Dalem Tri Eka Cita Desa Pejeng Kangin, Selasa (13/11) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) yang semakin meningkat memerlukan perhatian dan penanganan khusus, agar terwujud kualitas keluarga yang sejahtera. Pemerintah kini menggaungkan penanganan lansia melalui pendekatan secara menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan baik oleh pemerintah, masyarakat maupun keluarga. “Melalui upaya ini, kita berharap lansia tetap beraktivitas dalam keadaan sehat,” ujar Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Gianyar I Wayan Suardana, pada pembukaan kegiatan “Lansia Berbasis Masyarakat” di Wantilan Pura Dalem Tri Eka Cita, Desa Pejeng Kangin, Selasa (13/11) kemarin. Suardana berpesan agar

para lansia terus aktif berolahraga agar semakin sehat dan kuat secara jasmani dan rohani. Mereka juga diharapkan menjadi penasehat, pembimbing dan panutan bagi keluarga atau generasi penerus. Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (KKKS) Anak Agung Gede Rai Adnya. Dikatakan, keluarga yang memiliki lansia agar membina dan memelihara kesehatan lansia. “Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan manfaat nyata dalam perbaikan kualitas kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para lansia,” katanya. Prebekel Pejeng Kangin I Gede Purnadi Yoga mengatakan, dengan diadakannya kegiatan lansia berbasis masyarakat di

Sejumlah Hotel Baru Serbu Ubud

Gianyar (Bali Post) Investasi akomodasi pariwisata khususnya hotel di kawasan Ubud kian menjamur. Bahkan ada sejumlah pembangunan hotel baru di kampung turis itu yang siap membuka ratusan kamar. Sejumlah instansi di Ubud pun mulai mempertanyakan perizinan akomodasi yang sedang dalam pengerjaan tersebut. Informasi yang dihimpun Selasa (13/11) kemarin, menyebutkan ada empat hotel yang salah satunya berlantai empat sedang dalam proses pembangunan di ruas Jalan Bisma. Informasi juga menyebutkan pihak terkait di Ubud tidak diajak koordinasi terkait pembangunan hotel tersebut. Padahal, jika merujuk Peraturan Bupati Gianyar Nomor 42 Tahun 2016 tentang Penataan dan Pengendalian Usaha Akomodasi Pariwisata, pada pasal 7 ayat 1 disebutkan sebelum penerbitan izin prinsip dan izin lokasi, pemohon atau investor harus mengadakan presentasi yang divasilitasi oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Gianyar. Pada ayat 2 pasal tersebut disebutkan pelaksanaan presentasi sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dengan melibatkan SKPD terkait dan asosiasi di bidang kepariwisataan, Majelis Madia Desa Pakraman (MMDP) Kabu-

paten Gianyar dan lembagalembaga terkait. Ketua PHRI Gianyar Cokorda Agung Ichiro Sukawati mengaku enggan menuduh pihak manapun terkait dibukanya investasi akomodasi di Ubud yang notabene sudah krodit. “Dalam hal ini kami tidak ada menuding ini atau itu. Kami juga tidak melarang, apalagi membatasi investasi,” katanya didampingi para pimpinan asosiasi akomodasi pariwisata Gianyar usai bertemu Sekda Gianyar, Selasa kemarin. Agung Ichiro Sukawati mengatakan, pertemuan pihaknya dengan Sekda Gianyar untuk membahas pembangunan sarana pariwisata supaya mengacu pada peraturan yang ada. Ditekankan, hendaknya semua mekanisme dan skema yang ada diikuti dengan baik dalam setiap pembangunan akomodasi pariwisata. “Terutama yang tidak merusak tatanan budaya, lingkungan dan lainnya. Intinya, kami di asosiasi sangat berterima kasih pada pengembang dan investor yang mau berinvestasi di Gianyar, yang tentunya akan mampu menyerap tenaga kerja dan pendapatan daerah,” ujarnya. Lantas, bagaimana realitanya di lapangan. Agung Ichiro Sukawati menegaskan, secara global pariwisata Gianyar

Bali Post/ist

HOTEL BARU - Sejumlah hotel baru di kawasan Ubud yang kini sedang dalam pengerjaan. memang belum memiliki blueprint kepariwisataan. Jadi, tidak jelas ke mana arah kepariwisataan Gianyar. “Makanya blueprint ini, caranya semua pihak sama-sama memberi satu formula, bentuk, dan arah pariwisata Gianyar. Dengan begitu, pemerintah ada pegangan untuk menata pariwisata dan akomodasi yang baru,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta mengakui pihaknya memang mendengar ada pembangunan empat hotel baru di kawasan Ubud. Dia juga mengaku sudah melihat foto pembangunan empat hotel itu dan memperkirakan untuk total empat hotel itu bakal menambah seratus

bahkan sampai seribu kamar. “Saya sudah dengar dan lihat fotonya. Memang agak rancu, jalan masuk sempit (Jalan Bisma - red), lalu jalannya juga buntu. Kok bisa empat hotel itu dibangun di sana. Jika itu tambahan seribu kamar, bagaimana nanti kroditnya Jalan Bisma,” ujarnya. Disinggung mengenai perizinan dari empat hotel tersebut, Ari Brahmanta mengatakan terkait perizinan ada di instansi lainnya. Karena itu, dirinya tidak mengetahui persis seperti apa perizinan yang dipegang empat hotel tersebut. “Tapi, katanya baik klian, bendesa maupun lurah juga tidak tahu adanya pembangunan hotel itu,” tegasnya. (kmb35)

Desa Pejeng Kangin, diharapkan pembinaan terhadap lansia dapat dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan. “Harapannya agar lansia dapat produktif. Misalnya, dengan pendampingan majejaitan agar para lansia punya penghasilan,” katanya. Kegiatan lansia berbasis masyarakat juga menampilkan Senam Lansia Desa Pejeng Kangin, Tari Panyembrama oleh lansia dan tak kalah menarik Tari Joged dari lansia yang mengundang gelak tawa para undangan. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan kelembagaan yang ada di Desa Pejeng Kangin dan pemeriksaan mata gratis dan operasi katarak yang bekerja sama dengan John Fawcett Foundation (JFF) serta penyerahan bantuan kepada lansia. (kmb35)

dak kalah dengan Tanah Lot,’’ kata pria asal Payangan ini. Di samping itu, kenaikan retribusi ini diharapkan bisa menjadi tambahan anggaran untuk merawat hingga membangun berbagai fasilitas pada objek wisata tersebut. ‘’Kita ingin menjaga, merawat dan membangun segala fasilitas, karena itu juga memerlukan biaya. Yang terpenting tidak dijual satu dolar,’’ katanya. Mahayastra juga membandingkan dengan objek wisata buatan yang kini marak di Kabupaten Gianyar. Objek itu dijual hingga puluhan ribu rupiah per orang. ‘’Mereka itu sudah naik puluhan ribu. Kalau objek wisata kita ini kan buatan ribuan tahun yang lalu, kok dijual murah,’’ tegasnya. Ketua DPC PDI-P Gianyar ini juga menjamin dengan peningkatan retribusi ini akan ada peningkatan fasilitas. Seperti di Objek Wisata Gunung Kawi, pemerintah berencana menyiapkan lift yang bisa mengantar-jemput wisatawan. ‘’Begitu ada dana, pasti kita akan perbaiki. Walau sudah dari dulu kita perbaiki, sekarang tentunya perbaikan akan lebih meningkat. Misalnya, Gunung Kawi rencananya akan kita buatkan lift. Seperti yang ada di Hanging Garden,’’ tegasnya. (kmb35)

SOSOK Gerakan Bersih-bersih GERAKAN bersih-bersih kini gencar dilaksanakan di berbagai wilayah di Kabupaten Gianyar. Hal ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang mendukung kegiatan bersih-bersih tersebut. “Sekarang aksi bersih-bersih sudah mulai membumi. Tidak hanya di pantai, tapi juga di desa-desa yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat,” kata pejabat murah senyum ini, belum lama ini. Khusus kegiatan bersih-bersih di sepanjang pantai, kata dia hal itu merupakan aksi nyata dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. “Ini juga penting untuk menjaga laut kita, menjaga bumi pertiwi, menjaga alam ini dari pencemaran,” tegasnya. Ia menambahkan, aksi bersih-bersih pantai sejalan dengan program pemerintah, baik daerah maupun pusat, tentang pelestarian alam dan lingkungan. “Sinergisitas program seperti ini harus terus digalakkan, utamanya dengan dukungan kaum muda. Sebab, pemuda adalah aset bangsa,” ungkapnya. Ia juga berharap adanya peningkatan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan kelestarian alam. Kesadaran ini harus ditanamkan pada generasi muda. “Sekarang banyak generasi muda yang meramaikan kegiatan bersih-bersih, khususnya saat liburan sekolah. Ini fenomena menggembirakan,” katanya. (nik)


JEMBRANA

10

Rabu Pon, 14 November 2018

Picu Permasalahan, Bawaslu Desak Zona APK Direvisi Negara (Bali Post) –

Banyaknya titik pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) yang berbenturan dengan aturan menimbulkan permasalahan. KPU Jembrana bersama pihak terkait berencana melakukan revisi zona pemasangan APK agar tidak mengganggu kepentingan umum. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Selasa (13/11) kemarin mengatakan, di sejumlah titik pemasangan APK memang pihaknya menerima banyak masukan, baik dari parpol maupun pengawas di tingkat kecamatan dan desa. “Ada beberapa yang dipasang bermasalah. Sep-

erti di perempatan Loloan Barat menutupi sekolah. Kita sudah sampaikan juga ke KPU Bali agar sebaiknya direvisi,” tandasnya. Teranyar menurutnya ada masukan terkait pemasangan di Pertigaan Sumbersari, Melaya. Dalam zona pemasangan menurutnya tidak disebutkan jelas, sehingga saat

dipasang muncul protes. Lalu diambil jalan tengah dengan memindahkan APK tersebut agar tidak mengganggu. Padahal sejatinya pihak yang memasang sudah sesuai zona yang ditentukan. Diakuinya di beberapa kelurahan memang sulit menentukan lokasi untuk pemasangan karena terbatasnya tempat. Dari

koordinasi terakhir dengan KPU, akan ada revisi zona pemasangan APK ini. Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara ditemui belum lama ini mengaku akan ada revisi terkait zona pemasangan APK tersebut. Tetapi menurutnya masih menunggu inventarisir titik-titik mana saja yang harus direvisi. “Sekarang kan belum semua terpasang, kita tunggu dulu semua terpasang. Yang jelas nanti kita akan revisi,” ujar Tangkas didampingi Komisioner KPU

Nengah Suardana. Diakuinya selain masukan dari Bawaslu, juga ada masukan dari masyarakat terkait zona pemasangan tersebut. Revisi nantinya melibatkan pihak terkait, seperti saat penetapan sebelumnya. KPU menurutnya telah menyerahkan APK yang disediakan kepada masingmasing parpol baik berupa baliho dan spanduk. Setelah diserahkan, pemasangan dan pemeliharaan diserahkan kepada masing-masing parpol. (kmb26)

Bupati Artha Resmikan TPS 3 R di Kelurahan Pendem

Bali Post/olo

BERSIHKAN POHON – Sejumlah petugas membersihkan ranting pohon tumbang di utara Terminal Umum Negara, kemarin.

Hujan Deras, Banyak Pohon Bertumbangan

Negara (Bali Post) – Hujan deras pada Senin (12/11) malam mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Sedikitnya ada dua pohon perindang yang ambruk hingga menimpa bangunan warga. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kejadian tersebut sempat mengganggu aktivitas warga sekitar. Seperti pohon waru yang tumbang di utara Terminal Umum Gilimanuk. Pohon dengan diameter satu meter itu ambruk hingga menimpa bangunan ruko di sekitar pasar. Melintangnya pohon setinggi tujuh meter itu praktis mengganggu aktivitas warga yang biasa berlalulalang. Pohon yang ambruk juga terjadi di depan Mapolres Jem-

brana. Untuk mempercepat evakuasi pohon tumbang itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) datang ke lokasi. Petugas tim reaksi cepat (TRC) dari BPBD melakukan pembersihan menggunakan armada truk evalog dan chensow untuk memotong. Sejumlah warga di sekitar lokasi ikut menyingkirkan ranting-ranting pohon untuk mempercepat pembersihan. Pohon yang jatuh itu menutupi akses jalan menuju komplek pertokoan dan warung-warung kuliner di Pasar Umum Negara. Selain di jalan Pahlawan, pohon tumbang dampak hujan deras juga terjadi di Jalan Serma Gara, Kelurahan Dauhwaru, Jembrana. Pohon setinggi kurang lebih 5 meter itu menimpa salah satu bangu-

nan beratap asbes dan genteng. Petugas dari TRC BPBD juga turun melakukan pembersihan pohon tumbang tersebut. Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP membenarkan adanya sejumlah pohon tumbang dampak dari hujan deras disertai angin kencang. Dari informasi ada dua pohon yang ambruk menimpa bangunan. Di antaranya di Jalan Pahlawan dan Gang I Jalan Serma Gara yang berbatasan dengan sekolah. “Kita kerahkan TRC untuk menanggulangi dampak dari pohon ambruk itu,” terangnya. Masyarakat diminta untuk mewaspadai pohonpohon tinggi yang berada di dekat rumah. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak menimpa rumah. (kmb26)

Negara (Bali Post)Kecelakaan antartruk terjadi Selasa (13/11) sore di jalan jurusan Denpasar- Gilimanuk Km 66-67 Banjar Yeh Kuning, Desa Pekutatan Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana. Kecelakaan terjadi antara truk Mitsubitshi AG-8532-UV yang dikemudikan Mujiono (41) asal Jombang dengan truk Hino DK-9514-BD yang dikemu-

dikan Mahfud Fauzi (40) dari Banjarnegara. Berdasarkan informasi, truk Mitsubitshi AG-8532UV bergerak dari arah barat dengan situasi jalan basah, turunan disertai tikungan ke kiri. Saat memasuki jalan turunan disertai tikungan ke kiri pengemudi truk Mitsubitshi AG-8532-UV bergerak mengambil haluan ke kanan dan pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju truk

Hino DK-9514-BD sehingga tabrakan tak terhindarkan. Akibat kejadian tersebut Mujiono mengalami luka lecet pada tangan kanan, lutut kaki kanan, dan Fauzi tidak ada mengalami luka. Namun kecelakaan itu membuat arus lalu lintas macet beberapa jam. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. (kmb)

Truk Vs Truk, Lalin Macet Beberapa Jam

Bali Post/olo

KECELAKAAN - Kecelakaan antartruk terjadi di Pekutatan dan mengakibatkan arus lalu lintas macet.

PEMERINTAH Kabupaten Jembrana terus melakuka n p e m b e n a h a n d a l a m menangani sampah. Permasalahan sampah dinilai serius mengingat volume sampah kian meningkat akibat pertumbuhan penduduk serta keterbatasan lahan untuk Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Salah satu cara yang diambil melalui metode pengelolaan sampah 3 R (reduce, reuse, recycle). Pada Selasa, (13/11) kemarin, Bupati Jembrana I Putu Artha meresmikan pemanfaatan TPS 3 R di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Tidak hanya meresmikan, Artha juga melihat berbagai proses kerja TPS, mulai dari pemilahan, proses penyacahan sampah organik, hingga berbagai hasil karya dari sampah-sampah yang telah didaur ulang menjadi kerajinan seperti tas, tempat banten dan kerajinan kreatif lainnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup I Ketut Kariadi Erawan mengatakan, TPS 3R ini merupakan salah satu dari 3 TPS 3R yang dibangun di tahun 2018 ini. Selain di Kelurahan Pendem juga diadakan pembangunan di Kelurahan Lelateng dan Kelurahan Dangin Tukadaya. Ia mengatakan sampah organik bisa diolah langsung menjadi kompos atau briket yang bisa dijadikan sumber energi terbarukan dan bisa menjadi bahan bakar dalam memasak. Sedangkan untuk sampah anorganik bisa dipilah dan dikelompokkan sesuai dengan nilai ekonomisnya dan dijual

ke pengepul yang ada untuk didaur ulang. “Secara teknis TPS 3R melalui kelompok yang telah dibentuk akan mengambil dan mengangkut sampah di masing-masing rumah menggunakan kendaraan pengangkut sampah yang telah diberikan. Kemudian di TPS akan diolah dan dipilah serta daur ulang oleh kelompok sesuai dengan jenis sampah yang ada menggunakan alat pemilah sampah yang ada,” terangnya. Yang menarik dalam peresmian TPS 3 R di Pendem itu, seluruhnya menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Seperti saat penyajian makanan menggunakan bungkus daun pisang, air minum menggunakan gelas bukan botol plastik serta nasi yang menggunakan bungkus daun serta inka. Kesan alami serta tradisional Bali cukup terasa saat itu. Hal itu turut diapresiasi Bupati Artha. “Ke depan saya ingin pengemasan acara-acara di lingkungan Pemkab Jembrana seperti ini. Menggunakan bahan alami dan ramah lingkungan sehingga usai acara sampah plastik tidak ada lagi,” ucap Artha. Usai peresmian, Bupati Artha menekankan agar TPS tersebut bisa dikelola dengan baik oleh kelompok masyarakat dan bisa dioptimalkan penggunaannya. “Saya harap dengan diresmikannya TPS 3R ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kelurahan Pendem serta dapat digunakan secara berkelanju-

tan dalam jangka waktu yang lama. Sehingga “Jembrana Go Green” bisa menjadi pilot project terbaik dalam hal pengelolaan sampah di Jembrana,” cetus Artha. Ditambahkannya, pengelolaan dan pemilahan sampah dapat dilakukan di masing-masing rumah tangga. Karena rumah merupakan starting point pengelolaan sampah. Apabila pengelolaan sampah di rumah tangga berhasil, maka pengelolaan lanjutan pun akan lebih mudah. “Ke depan akan dibuatkan perbup sebagai dasar serta membentuk pola pikir masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah yang benar dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkas Artha.

Sementara itu, Bendesa Kelurahan Pendem I Wayan Diandra sangat mendukung pola penanganan sampah melalui metode 3R. Bentuk dukungannya, selaku desa adat telah membuat imbauan kepada masyarakat adat Pendem untuk mengurangi penggunaan bahan plastik. Imbauan itu segera ditingkatkan menjadi perarem desa adat, berlaku dalam kegiatan pelaksanaan yadnya maupun persembahyangan di parahyangan pura. “Sifatnya baru imbauan. Kita juga sudah sosialisasikan di acara-acara warga serta di pura desa setempat sehingga nantinya Pendem bisa terbebas dari permasalahan sampah,” ungkapnya. (ad562)

Peresmian TPS 3R – Bupati Artha meninjau pemrosesan sampah di TPS 3R yang kemarin diresmikan di Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Bupati Artha menekankan agar TPS tersebut bisa dikelola dengan baik oleh kelompok masyarakat dan bisa dioptimalkan penggunaannya.

Tanpa KTP dan Bekal

Gerombolan Suporter Sepak Bola Dipulangkan Paksa Negara (Bali Post) Gerombolan suporter bola yang masuk ke Bali melalui wilayah Kabupaten Jembrana, Senin (12/11) dipulangkan Satpol PP Jembrana. Pasalnya selain tidak membawa identitas, mereka masuk ke Bali tanpa berbekal apapun. Sedikitnya ada tujuh orang yang mayoritas masih usia remaja sempat diamankan di Kantor Satpol PP Jembrana dan akhirnya dipulangkan. Mereka sebelumnya ditemukan petugas berjalan di pinggir jalan dekat Taman Makam Pahlawan (TMP) Negara. Sebelumnya mereka men-

gaku menumpang truk secara bergantian. Namun apes, saat truk yang ditumpangi sampai di dekat traffic light TMP Negara, mereka diturunkan. Sehingga para suporter bola asal Jawa Timur ini berjalan sambil berusaha mencari tumpangan truk lainnya. Satpol PP Jembrana yang menerima laporan dari masyarakat, langsung menciduk gerombolan remaja berpakaian gaya urakan ini. Saat ditanya petugas mereka memang tak membawa identitas kartu tanda penduduk (KTP). Namun, beberapa mengaku mem-

bawa kartu keluarga (KK). Selanjutnya oleh petugas, gerombolan suporter sepak bola ini dibawa ke kantor Satpol PP Jembrana. Selain didata, mereka juga diberikan pembinaan oleh petugas. Tindakan selanjutnya, mereka dipulangkan langsung ke tempat asal melalui Pelabuhan Gilimanuk. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, pemulangan dilakukan dengan mengantar mereka sampai naik kapal di Pelabuhan Gilimanuk. Tarma didam-

pingi Kabid Trantib Kadek Agus Arianta menyebutkan, pemulangan gerombolan suporter bola ini merupakan yang kesekiankalinya sejak akhir pekan lalu. Sebelumnya petugas juga memulangkan sejumlah suporter bola di Melaya dan Gilimanuk. “Mereka tidak membawa identitas dan tanpa bekal. Khawatirnya malah mengganggu ketertiban di daerah lain nanti,” terangnya. Hal ini menurutnya sudah sering terjadi. Sehingga petugas memutuskan untuk memulangkan mereka. (kmb26)

Diduga Frustrasi Masalah Ekonomi, Santika Gantung Diri

Negara (Bali Post) I Wayan Santika (36) dari Banjar Yeh Buah, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kosong. Dugaan kuat, pria yang bercerai itu bunuh diri karena saat ditemukan kedua kaki dalam posisi bersimpuh, kedua mata terbuka, mengenakan jaket kain warna abu-abu, baju kaos warna hitam, celana jean panjang warna biru, boxer loreng hitam putih, serta terdapat bekas jeratan tali di leher. Sementara di sekitar TKP ditemukan kursi kayu dalam posisi terbalik, sandal jepit warna pink tali biru dan 1 buah helm warna hitam. Terhadap korban telah dilakukan identifikasi oleh unit identifikasi Polres Jembrana dan pemeriksaan medis oleh dokter Puskesmas I Mendoyo dr. Ngurah Agus Wardana,

dimana terdapat lebam bekas jeratan tali di leher, bekas simpul di dagu kiri, keluar air mani, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Kapolsek Mendoyo Kompol A.A. Sukasana dikonfirmasi membenarkan kejadian gantung diri tersebut. Dari keterangan kakak korban, Made Gunawan (44), dua hari lalu korban sempat mengeluh dengan kondisi perekonomiannya setelah cerai dengan istrinya. Korban hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Sampai saat ini masalah perceraiannya belum sepenuhnya selesai sedangkan tanah miliknya sudah digadaikan guna mengurus perceraian tersebut. Dari keterangan saksi dan keluarga korban, diperkirakan korban nekat gantung diri karena frustrasi dengan berbagai permasalahan yang dihadapi setelah bercerai dengan

istrinya. Berdasarkan laporan, Santika yang gantung diri ditemukan Gusti Made Lanang Mayun (43), Klian Adat Banjar Yeh Buah IB Anom Merta (44), dan I Putu Widnyana (44). Berawal dari korban tidak hadir dalam rapat banjar. Setelah selesai rapat saksi IB Anom Merta menemukan sepeda motor yang dipinjam oleh korban berada di pinggir jalan sebelah timur bale banjar. Atas temuan sepeda motor tersebut, saksi Gusti Made Lanang Mayun dan IB Anom merasa curiga dan berusaha mencari korban di rumahnya namun tidak ada. Kemudian kedua saksi berinisiatif untuk mencari di rumah kosong yang pernah korban tempati bersama istrinya, dan benar saksi menemukan korban sudah dalam keadaan gantung diri. (kmb)

Bali Post/olo

SUPORTER BOLA – Sejumlah suporter bola yang dipulangkan kemarin oleh Satpol PP Jembrana. Saat masuk Bali mereka tidak membawa identitas dan tanpa bekal.


Rabu Pon, 14 November 2018

KARANGASEM

11

Pembahasan Lamban

APBD Induk Dikhawatirkan Senasib dengan APBD Perubahan Amlapura (Bali Post) Eksekutif diminta segera menyerahkan draf Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Induk 2019. Sebab, hingga Selasa (13/11) kemarin lembaga legislatif belum juga menerimanya. Padahal, batas akhir APBD Induk 2019 harus disahkan 30 November ini. Melihat relatif lambatnya respons eksekutif, dewan khawatir nasib APBD Induk 2019 sama dengan APBD Perubahan, ada peluang tidak dibahas sama sekali. Semoga tidak terjadi hal seperti itu. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi yang dihubungi Selasa kemarin, mengakui belum menerima draf RAPBD Induk 2019. Sehingga, seminggu pascadilaksanakan rapat paripurna pengesahan KUA/ PPAS, hingga kemarin, belum juga ada tanda-tanda dewan akan melakukan pembahasan RAPBD. Padahal, seharusnya tanggal 12 November lalu, itulah batas waktu dewan meminta eksekutif menyerahkannya, sesuai petunjuk yang digelar paripurna KUA/PPAS, seminggu lalu. Pihaknya mewantiwanti eksekutif agar secepatnya menyerahkan draf RAPBD ke gedung dewan. Sumardi mengatakan, pembahasan yang menyangkut penI Nengah Sumardi (baju putih)

gelolaan anggaran, tentu akan memakan waktu cukup panjang. Karena masing-masing anggota dewan harus melakukan pencermatan dengan saksama. Sumardi pun sangat menyayangkan kondisi seperti ini. Mestinya bisa dipercepat, mumpung dewan belum ada rencana keluar daerah. Sementara akan fokus membahas RAPBD Induk tersebut. “Kalau kondisinya seperti ini, jangan-jangan eksekutif akan menyerahkan draf RAPBD menjelang batas waktu pembahasan yakni 30 November. Kita kan butuh waktu cukup untuk membahasnya,” tegas Sumardi. Politisi Golkar asal Sibetan itu mengatakan pihaknya tidak bisa melakukan pembahasan secepat kilat. Alasannya, relatif pelik ketika menyangkut anggaran. Sebab, agenda-agenda yang diprogramkan harus dibuka secara gamblang. Sehingga RAPBD itu tidak bolak-balik dibahas. Dewan sudah memberi cukup waktu pihak eksekutif. Akan tetapi, nyatanya hingga kini belum juga ada penyerahan draf RAPBD. Masih Lakukan Penyesuaian Sekda I Gede Adnya Mulyadi mengakui belum

bisa menyerahkan draf RAPBD Induk 2019 itu. Saat ditemui di Kantor DPRD Karangasem, Selasa kemarin, dia menegaskan bahwa Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih melakukan penyesuaian dengan pergeseran-pergeseran anggaran di setiap OPD. Mencermati draf yang sudah ada, pihaknya menegaskan masih banyak yang perlu disesuaikan. Beberapa perubahan ini rencananya dibicarakan lagi dengan dewan. Melihat masih s e d i ki t n y a ha r i yang tersisa pada bulan November ini, sekda hanya mengatakan masih perlu waktu satu sampai dua hari untuk melakukan penyesuaian. “Semoga besok atau lusa, draf RAPBD Induk 2019 sudah bisa kami serahkan ke lembaga dewan,” kata Sekda Adnya Mulyadi. (kmb31) I Gede Adnya Mulyadi

Bantuan Bedah Rumah Provinsi Pataka Panji-panji dan Surat Sakti Ngurah Rai Tiba di Karangasem Hancur Ditimpa Pohon Kelapa Amlapura (Bali Post) Rombongan napak tilas yang membawa pataka panjipanji dan surat sakti Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai sudah tiba di Karangasem, Selasa (13/11) kemarin. Penyerahannya dilakukan melalui apel di Lapangan Umum Gajah Wea, Desa Abang, Kecamatan Abang. Acara itu dihadiri anggota Forkopimda Karangasem, para Kepala OPD Pemkab Karangasem, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan organisasi kepemudaan.

Sekda Adnya Mulyadi usai memimpin apel, mengatakan tujuan napak tilas ini untuk meningkatkan rasa patriotisme dan nasionalisme, sekaligus mengenang perjuangan dan perjalanan pahlawan I Gusti Ngurah Rai. Panji-panji dan surat sakti Ngurah Rai yang dibawa dari Buleleng itu diserahterimakan saat apel di Lapangan Gajah Wea, Abang, Karangasem. Selanjutnya dilepas Sekda menuju Taman Tirta Gangga, Kecamatan Abang, melewati Jalan Untung Surapati, menuju Belong

dan beristirahat di Tugu Pahlawan. Keesokan harinya, Rabu (14/11) ini, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Klungkung yang nantinya dilaksanakan apel serah terima serupa di Kabupaten Klungkung. Adnya Mulyadi menyampaikan, rangkaian Hari Pahlawan 10 November dan Hari Puputan Margarana 20 November, diharapkan seluruh masyarakat dapat menghargai dan mengenang kepahlawanan I Gusti Ngu-

Bali Post/kmb31

PATAKA GUSTI NGURAH RAI - Pataka panji-panji dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai saat diserahterimakan di Lapangan Gajah Wea, Kecamatan Abang.

rah Rai. “Kita sebagai generasi penerus harus tetap berjuang dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan kita harus menegaskan NKRI harga mati,” tandasnya. Dalam proses menuju Klungkung, pataka itu tetap diikuti iring-iringan 35 sepeda ontel dari Klub Konkret OK (Komunitas Kreatif Ontel Karangasem) dan 15 Klub KSC (Karangasem Scooter Club) dengan Ketua umum I Gusti Lanang Pande dan Ketua Harian Ida Nyoman Ngurah Adi. Pembina Konkret OK, Gusti Putu Parwata didampingi Ketua Konkret OK Gede Suardana, mengatakan Konkret OK terbentuk Agustus lalu. Anggotanya kini berjumlah 45 orang. Setiap event pariwisata seperti festival selalu saja komunitas ini berpartisipasi, dengan tujuan berperan serta bagian dari pariwisata Karangasem. “Sepeda ontel kan sudah hampir punah keberadaannya. Kebetulan kita satu hobi akhirnya membentuk komunitas, mengangkat eksistensi sepeda ontel itu menjadi daya tarik wisata Karangasem nantinya,” ujarnya. (kmb31)

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat mengakibatkan pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah warga di Banjar Dinas Liligundi, Desa Buana Giri, Bebandem, Selasa (13/11) kemarin. Akibatnya, rumah milik Ketut Putra (34) hasil bantuan Program Bedah Rumah Provinsi Bali tahun 2011, nampak hancur. Beruntung, semua penghuni rumah selamat dari kejadian tersebut. Penghuni rumah Ketut Putra bersama anaknya, Ni Kadek Wulan Apriliani, kaget, rumahnya tertimpa pohon tumbang, pukul 22.30 Wita, Senin malam. Pohon tumbang itu menyebabkan kerusakan cukup parah pada dua kamar tidur dan satu dapur. Tim TRC BPBD langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. “Pohon sepanjang 30 meter ini sudah dapat ditangani Tim TRC BPBD Karangasem

dan dibantu Polsek Bebandem, warga setempat dan juga staf perbekelan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Karangasem,Ida Bagus Ketut Arimbawa. Pemilik rumah, Ketut Putra, saat kejadian kebetulan tidak ada di rumah. Putra mengaku berada di rumah suadaranya. Sedangkan istrinya bersama ketiga anaknya tidur bersama di satu kamar. Atas kejadian itu, para korban mengalami luka memar di kepala. Terparah dialami Ni Kadek Wulan Apriliani yakni luka lecet di kepala. Wulan terkena reruntuhan bangunan. Seperti batako dan asbes. Saat itu sudah dirujuk ke puskesmas setempat. Keluarga korban, Komang Wenten mengaku sangat prihatin terhadap korban. Terutama ketiga anaknya masih kecil, kini terpaksa harus tidur di dapur lama

dengan kondisi atap bocor. Dia berharap pihak instansi terkait segera memberikan bantuan terutama bantuan rehabilitasi rumah. Sejalan harapan Wenten, Selasa pagi kemarin, keluarga korban telah melakukan koordinasi bersama Klian Banjar Dinas Liligundi dan Perbekel Buana Giri, untuk mengupayakan membantu melakukan rehab ulang rumah korban. penanganan sementara, BPBD Karangasem menyerahkan bantuan langsung kepada korban, berupa kebutuhan pokok sehari-hari alas tidur dan perlengkapan lainnya. Bantuan itu langsung diserahkan Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa bersama Tim TRC BPBD untuk korban Ketut Putra. Arimbawa berharap bantuan ini dapat meringankan sementara, sebelum rumahnya bisa diperbaiki. (kmb31)

Sikapi OTT Saber Pungli

Eksekutif Harus Gerak Cepat Bina Desa Adat Banyak pihak prihatin melihat upaya aparat penegak hukum yang melakukan operasi tangkap tangan kepada prajuru desa adat. Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi menyatakan keprihatinan yang sama. Sebagai pimpinan lembaga dewan, ia menegaskan semua pihak harus bersikap bijak. Mau tidak mau segenap elemen masyarakat mesti taat kepada hukum. Karena itu, sebelum peristiwa OTT terjadi di Karangasem, Sumardi mendorong eksekutif memberikan pemahaman yang benar kepada desa adat, dalam mengelola potensi objek wisata dengan lebih baik. Lalu, bagaimanakah idealnya desa adat membuat aturan sehingga kuat legal formal ketika mengelola pungutan di wilayahnya? MEMANG tidak ada yang menyangkal peran serta adat dalam mengelola potensinya di desa itu tinggi kontribusinya. Namun, bila sudah melakukan pungutan kepada pengunjung, maka ini tentu harus dikomunikasikan dengan pemerintah daerah. Hemat Ketua DPRD Nengah Sumardi, kekuatan pararem itu tidak bisa mengikat warga dari luar desa adat. Untuk melakukan pungutan itu, warga yang datang dari luar desa ini wajib harus diikat melalui regulasi perda. Belum cukup sebatas pararem atau perdes dari desa dinas. Sebab, perdes pun hanya boleh mengikat warga di desanya sendiri, bukan pengunjung dari luar desa. Hal aturan, pararem itulah mestinya harus selaras dengan perda. Artinya, dalam pengelolaan setiap objek wisata, kalau sudah melakukan pungutan untuk warga luar desa, maka setiap desa adat harus melakukan

kerja sama dengan pemerintah daerah. Ini yang harus ditekankan pihak eksekutif kepada desa adat yang punya potensi objek pariwisata. Hal itu sangat krusial, agar tidak menjadi sasaran aparat penegak hukum, baik Tim Saber Pungli dan juga pihak kejaksaan. “Apa yang dilakukan Tim Saber Pungli di tempat lain itu, menurut saya itu sebuah peringatan. Maka, kita sekarang di Karangasem, harus mejalankan regulasi yang benar. Kalau desa adatnya belum menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah, sebaiknya segala bentuk pungutannya harus disetop dulu. Malu kita di Karangasem, kalau ada yang kena OTT,” katanya. Sumardi meminta eksekutif menggunakan momentum ini untuk melakukan pembenahan. Penting sekali, produk pararem yang diusung desa adat itu tidak berbenturan dengan aparat penegak hukum.

Apalagi, sebelumnya Bupati Karangasem sudah menjalin MoU dengan seluruh desa adat di Karangasem. Selain itu, pemerintah daerah juga berpeluang untuk memperoleh pendapatan dari sektor baru hasil pengelolaan objek wisata di setiap desa adat, sehingga tak lagi muncul potensi kebocoran PAD. “Ini yang terpenting, kalau pemerintah ingin mendapat bagian pendapatan juga, maka pemerintah daerah juga harus ada kontribusi ke objek wisata di desa adat itu. Entah eksekutif itu membantu pembangunan akses jalannya, penambahan fasilitas umumnya, atau bentuk kontribusi lainnya. Harus juga memberi kontribusi, jangan mau uangnya saja,” tegasnya. Sebagai pimpinan lembaga legislatif, Sumardi, tidak

mau terkesan membela siapa pun. Baik itu desa adat maupun aparat penegak hukum. Cuma, jalan yang terbaik itu harus segera dipikirkan, agar masalah ini tidak menjadi polemik berkelanjutan. Intinya, bagaimana sekarang mewujudkan keselarasan antara pembangunan di desa adat, landasan hukumnya, dan peran pemerintah daerah. Jika ketiga aspek ini seiring sejalan, dia yakin, justru Karangasem memiliki kekuatan potensi PAD baru dari dunia pariwisata. Alasannya, objeknya saat ini terus bertumbuh. Bahkan, memiliki daya saing relatif tinggi di Bali. Karena itu, Sumardi, berharap eksekutif bergerak cepat menyikapi ini. Jangan sampai ada kasus OTT terjadi di Karangasem. (gik)

Bali Post/gik

NYURAT LONTAR - Salah satu aktivitas di Desa Wisata Bugbug, yakni nyurat lontar, saat penilaian Lomba Desa tingkat Provinsi Bali, belum lama ini.

Bali Post/kmb31

TERTIMPA POHON - Kondisi rumah korban usai tertimpa pohon kelapa.


KLUNGKUNG

12

Rabu Pon, 14 November 2018

Kasus Korupsi Proyek Biogas

Berstatus Tersangka, Gita Gunawan Dilarang Ikut Kunker

Bali Post/ist

DIKELUHKAN - Truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung saat melintas di TPA Sente, Desa Pikat, Dawan, Klungkung yang dikeluhkan warga.

TPA Sente Beroperasi Lagi

Masyarakat Protes, Keluhkan Bau Busuk

Semarapura (Bali Post) Masalah sampah lagi-lagi memancing polemik antara warga di Dusun Sente, Desa Pikat, Dawan, Klungkung dengan pemerintah. Pemicunya, truk milik Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung kembali membuang sampah ke TPA Sente. Padahal sejak Desember 2017 lalu, operasional TPA tersebut telah dihentikan. Hal ini pun menyebabkan puluhan warga mendatangi TPA Sente dan menyatakan protes atas aktivitas tersebut, Selasa (13/11) kemarin. Perbekel Desa Pikat I Wayan Navy Sudarsa menyampaikan, ada sekitar 20 orang warga yang menyampaikan protes. Mereka kecewa truk-truk milik Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan membuang sampah di TPA Sente. Akibatnya, kini sampah kembali menggunung dan mengeluarkan aroma tidak sedap. Navy Sudarsa mengakui, sebelumnya pihak dinas terkait sudah sempat memberi penjelasan, bahwa sampah-sampah tersebut akan diolah menjadi pelet melalui program TOSS. Namun, permasalahannya saat ini sampah tidak dipilah ataupun dibungkus dengan

karung. Justru dibiarkan menggunung dan aromanya sangat menyengat. Terlebih di musin hujan seperti saat ini. “Sebenarnya masyarakat tidak masalah jika TPA Sente dijadikan lokasi untuk TOSS. Tapi sebaiknya sampah yang dibawa ke TPA Sente itu, sampah yang telah diolah dan dikemas dengan rapi menggunakan karung,” ujarnya. Navy Sudarsa mengatakan bahwa sejumlah warga yang datang meminta agar mulai besok (hari ini-red) truk Dinas Kebersihan tidak lagi membuang sampah di TPA Sente. Bahkan, hal ini telah disepakati dengan petugas

Dinas Lingkungan Hidup di TPA. Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta agar dalam waktu dekat, hal ini dibahas kembali dengan melibatkan prajuru adat, serta Bupati. Sehingga permasalahan tak berlarutlarut. “Kalau kesepakatan ini dilanggar, kami tidak menjamin bisa membendung warga yang kecewa,” ujarnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung Anak Agung Kirana tidak menampik bila pihaknya kembali membawa sampah ke TPA Sente. Sebab, hal ini sempat disosialisasikan sebelumnya kepada masyarakat setempat. Apala-

gi, dikatakan sampah-sampah tersebut akan langsung diolah menjadi pelet. Lebih lanjut dijelaskan, tumpukan sampah memang tidak bisa dihindari. Lantaran untuk saat ini, jumlah mesin pencacah dan pelet di TPA Sente sangat terbatas, yakni hanya 4 unit mesin pencacah dan satu unit mesin pelet. Padahal idealnya harus ada 10 mesin yang beroperasi. Oleh karena itu, setiap hari pihaknya hanya membawa delapan truk sampah ke TPA Sente. Sedangkan sampah lainnya, dibawa ke TPA Suwung, Denpasar. Pada tahun 2019 mendatang, Dinas Lingkungan Hidup, dikatakan sudah menyiapkan anggaran untuk pengadaan 8 mesin pencacah dan 7 mesin pelet. Mesinmesin tambahan ini diyakini dapat mengimbangi volume sampah yang dibuang ke TPA Sente setiap harinya. (win)

Semarapura (Bali Post) Status tersangka yang disandang Gede Gita Gunawan, kini mulai berdampak pada aktivitasnya sebagai anggota DPRD Klungkung. Lantaran pihak Kejaksaan Negeri Klungkung telah mengeluarkan surat resmi yang isinya melarang politisi asal Nusa Penida itu ikut kunjungan kerja (kunker). Namun, gaji dan hak lainnya yang melekat pada anggota dewan masih tetap diterima. Informasi tersebut dibenarkan oleh Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru pada Selasa (13/11) kemarin. Usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Klungkung, Wayan Baru memastikan pihaknya sudah menerima surat dari Kejaksaan. Intinya, sejak ditetapkan sebagai tersangka, Gede Gita Gunawan yang merupakan anggota Fraksi Partai Golkar tidak diperbolehkan mengikuti kunjungan kerja. Tidak hanya ke luar daerah, tetapi kunjungan kerja ke luar kabupaten juga tidak diizinkan. “Beliau (Gita

Gunawan - red) tidak diperbolehkan untuk kunjungan kerja. Biar kita tidak terkesan menghambat kerja kejaksaan. Kita harus taati petunjuk itu,” ujar Wayan Baru. Kendati demikian, menurut politisi Partai Gerindra ini, Gita Gunawan masih diperbolehkan melakukan aktivitas di gedung dewan. Bahkan gaji dan hak-haknya yang lain juga tetap diberikan. Wayan Baru mengatakan, pihaknya sudah memberitahukan perihal larangan dari Kejaksaan tersebut kepada yang bersangkutan. Menurutnya, Gita Gunawan menerima dan siap untuk mengikuti proses hukum. Di sisi lain, Gede Gita Gunawan mengatakan belum menerima surat resmi dari lembaga dewan terkait larangan tersebut. Namun, secara lisan pihaknya mengaku sudah sempat diinformasikan oleh Ketua Dewan. Mulanya ia mengaku sempat mempertanyakan keputusan Ketua DPRD tersebut. Namun, setelah mendapat

penjelasan bahwa hal itu merupakan hasil koordinasi dengan Kejaksaan, dirinya pun tidak mempermasalahkan lagi. “Kalau sudah koordinasi dengan pihak Kejaksaan, saya harus mengikuti itu,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Gede Gita Gunawan bersama istrinya, Tiartaningsih, serta Made Catur Adnyana telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi proyek biogas pada tahun 2014 lalu di Nusa Penida senilai Rp 890 juta. Pihak Kejaksaan Negeri Klungkung menetapkan status tersangka sejak Senin (5/11) lalu. Kini kasus tersebut sudah memasuki tahap satu atau penyidikan khusus di Kejaksaan. Puluhan saksi di Klungkung daratan ataupun di Nusa Penida sudah dimintai keterangan. Bahkan pada Senin (12/11) lalu, ketiga tersangka sudah dipanggil dan juga dimintai keterangan terkait kasus yang disebut menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 792.912.654 tersebut. (win)

Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta membuka kejuaraan “Bola Voli Bupati Cup Tahun 2018” di GOR Swecapura Klungkung, Senin (12/11) malam. Kejuaraan akan berlangsung hingga 30 November mendatang diikuti 16 klub bola voli se-Kabupaten Klungkung. Ketua Panitia Lomba Nyoman Mudana mengatakan, ada 16 klub bola voli se-Kabupaten Klungkung yang mengikuti kejuaraan ini. Para pemain yang dilibatkan dalam pertandingan

ini memiliki batasan kelahiran yakni tahun 1999 dan dua orang pemain senior kelahiran 1996. Menurut Mudana, pertandingan akan menggunakan sistem double knock out atau dua kali kalah. Kejuaraan memperebutkan hadiah sebesar Rp 37.500.000, serta piala dan piagam. “Segala pembiayaan kejuaraan dibebankan pada APBD Kabupaten Klungkung tahun 2018 yang dihibahkan kepada KONI Kabupaten Klungkung,” sebutnya.

Bupati Suwirta dalam sambutannya mengatakan event ini bisa digunakan sebagai ajang seleksi untuk Porprov Bali 2019. Jika event ini berjalan baik maka ke depan akan diusahakan untuk membawa juara liga untuk melakukan pertandingan eksibisi di Kabupaten Klungkung. Di samping itu, pihaknya juga mendorong desa-desa di Kabupaten Klungkung yang memiliki lapangan voli agar membentuk satu klub voli, sehingga bisa diikutsertakan dalam kejuaraan semacam ini. (win)

Bupati Cup Diikuti 16 Klub Voli

SIAP BERLAGA - Para peserta klub bola voli se-Kabupaten Klungkung yang siap berlaga di kejuaraan “Bola Voli Bupati Cup Tahun 2018” yang berlangsung hingga 30 November 2018 di GOR Swecapura Klungkung.

Telepon Penting

Mewujudkan Pemilu Aman di Klungkung

TPS Rawan Dipetakan, Pastikan Hak Pilih Warga Terlindungi Sebagai upaya mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang aman, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tempat pemungutan suara (TPS) dipetakan berdasarkan potensi kerawanan dan pelanggaran Pemilu. Selain itu hak pilih warga juga harus dipastikan mengingat masih banyak warga yang belum rekaman data e-KTP yang berarti potensial kehilangan hak pilih. Kabupaten Klungkung dengan 4 kecamatan telah terbukti memiliki iklim demokrasi elektoral yang cukup baik. Buktinya dalam pilkada serentak Juni lalu, Klungkung menjadi daerah teraman kedua di Bali. Namun demikian dari 619 TPS dengan jumlah pemilih 159.559 pemilih, sebanyak 614 TPS berada pada kategori rawan 1, sedangan 5 TPS lainnya berada pada

kategori rawan 2. Sementara, sebanyak 10.412 pemilih pemula yang belum melakukan perekaman e-KTP. Kabag Ops Polres Klungkung Nyoman Suarsika menjelaskan, TPS dengan kategori rawan I adalah TPS yang lokasinya ada pada wilayah yang berpotensi terjadi konflik, berada pada pemukiman penduduk yang padat dengan jumlah p e m i li h mendekati atau

mencapai batas maksimal, merupakan basis salah satu paslon dengan militasi cukup tinggi, dan posisi TPS jauh dari pengelompokan TPS lainnya. Sementara TPS dengan kategori rawan II, secara geografis keberadaannya sulit ditempuh dan terpisah sangat jauh dari pengelompokan TPS, memiliki sejarah konflik atau aksi protes warga di TPS, berada di daerah konflik sengketa, kondisi masyarakatnya heterogen dan TPS berada pada basis pendukung semua paslon peserta pilkada. “Tingkat keamanan (pilkada - red) di Klungkung cukup baik, bahkan nomor 2 di Bali dalam pengamanan pilkada atau pemilu,” ujarnya pada Rapat Kerja Teknis Pengawasan Pemilu 2019 di Gedung Graha Purwaka Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Selasa (13/11) kemarin. Kabag Pengelolaan Data Disukcapil Kabupaten Klungkung I Nengah Udayana mengatakan, pemilih pemula yang telah

RAPAT KERJA - Suasana rapat kerja teknis pengawasan pemilu 2019 yang diselenggrakan Bawaslu Provinsi Bali di Kabupaten Klungkung, Selasa (13/11) kemarin.

memasuki umur 17 tahun dan yang sudah menikah sampai saat yang belum melakukan perekaman eKTP sebanyak 10.412 orang. Padahal, Disdukcapil telah melakukan berbagai upaya agar pemilih pemula mempunyai hak pilihnya pada saat pemilu serentak 2019 mendatang. Salah satu upayanya yakni mendatangi langsung warga ke sekolahsekolah, banjar-banjar, hingga ke desa-desa. Koordinator Divisi Hukum, Data, dan Informasi Bawaslu Provinsi Bali, Dewa Kade Raka Sandi, didampingi Ketua Bawaslu Klungkung I Komang Artawan mendorong agar Disdukcapil segera melakukan sosialisasi dan melakukan perekaman e-KTP bagi warga Klungkung yang berjumlah 10.412 orang ini agar segera dilakukan perekaman e-KTP. Sebab, jumlah

ini cukup tinggi, yaitu 6,5% dari jumlah pemilih yang ada di Kabupten Klungkung. “Masih ada waktu 4 bulan lagi. Ini harus dikejar, sehingga masyarakat Klungkung bisa menentukan hak pilihnya dalam memilih pemimpin mereka dan tidak menimbulkan sengketa terhadap jalannya penghitungan suara nanti,” tegas Dewa Raka Sandi. Selain itu, pihaknya juga berharap kepada Polres Klungkung agar titik-titik TPS rawan konflik dan kecurangan yang telah ditentukan, agar dijaga ketat dengan melibatkan stakeholders terkait, termasuk bersinergi dengan masyarakat. Sehingga, hal yang tidak diinginkan tidak terjadi dan Pemilu yang aman dan damai bisa berjalan lebih baik lagi, khususnya di Kabupaten Klungkung. (win)

kLUNGKUNG Polres Klungkung

(0366) 21115

Polsek Klungkung

(0366) 21090

Polsek Dawan

(0366) 23181

Polsek Banjarangkan

(0366) 23180

Polsek Nusa Penida

(0366) 5382838

RSUD Klungkung

(0366) 21172

RSU Bintang

(0366) 25241

PMI Klungkung

(0366) 21442

Damkar Klungkung

(0366) 22655

PDAM Klungkung

(0366) 21336

PLN Klungkung

(0366) 25599


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 14 November 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Urgent 4Bedroom Luxury Villa in Ubud looking for Butler must be good English & able to serve Breakfast.Send your CV to: manager@villanagaputih.com Mobile: 082 144 726 617

B.BP.001.11.18.0000445

Dicari Assistent Rumah Tangga, bisa jaga anak,Gaji Menarik Hub : 081933003401

B.BP.031.11.18.0000547

Dicr Reservasi PT.Neverneverland Travel Agent Kuta / 757636 / 081337682886

B.BP.004.11.18.0000542

!!!Staf Serabutan Pria,Tgl. Dlm Max 24Th,Rjn&Jjr.085238203818

B.BP.001.11.18.0000206

BVC Kerja luar Negri resmi biaya Koperasi LPD unt semua usia Pasutri no pdidikan Hotel pkebunanResto pasti brangkat Line WA.081375409869&087754689692

Coco Group Bali membuka peluang kerja untuk posisi: 1.Buyer Manager Grosir 2.Asst. Grosir Manager 3.Supervisor Grosir 4.Sopir No.1 & 3 minimal mempunyai pengalaman 1 th di bid.grosir Krm Lam:hrm@cocogroupbali.com recruitment@cocogroupbali.com

B.BP.803.11.18.0000532

Cr Sopir, Tng Srbtn, Jl.Skr Tunjung XIIB/123AA Tlp.467606

B.BP.001.11.18.0000539

Dcr Sgr Admin Lam:Ekwan Wito Jl.Trenggana 179x Br.Anggabaya Penatih Dps,Smp Psr Phn Brngin B.BP.001.11.18.0000529

Dcr Supir,min SMA,pglm 2 thn tng Srbtan&OB Ktr,085829145389

Dibthkn Tenaga Resto Non Halal Waiter L/P Bpnmpln Mnarik SMA/ SMK Bs Ing,Mandarin Diutamakan Max30Th,Design Grafis Min D1 Pglmn Bid.Resto/Hotel/Karaoke Max35Th,Waiter Pria Hanya Antar Makanan.Kirim CV ke Jln Sunsetroad 28X di sebelah Sun Royal Hotel.WA:082144029771

B.BP.001.11.18.0000453

B.BP.001.11.18.0000468

B.BP.004.11.18.0000452

Dcr krywn Toko Alat Tulis sklh Max 20Th Jl.Ratna 081338730111 B.BP.001.11.18.0000535

BIRO JASA

BIRO JASA

Dicr Waiterss&Cook u/Resto di Seminyak.Krm CV ke Warung Ocha Jl Raya Seminyak 52 Kuta atau Email:warungocha@yahoo.co.id

B.BP.001.11.18.0000519

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Sopir Pnglaman SMS, Umur, Alamat Ke 085792465478

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818

Therapist,JuiceBar,ScuritySIMA Reborn Spa,Sunset SS.PH:766744

G.02

G.03

Dcr Wnt D1/S1 Fres Grad Bs Bhs Inggris,CV:ferwandes@gmail.com Dicari Guru Freelance Bhs. Inggris dan Jepang utk LPK.Hub:082144081598

G.04

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.004.11.18.0000541

G.01

Dicari PRT Tinggal Dalam Gaji Memuaskan Hub:08123660036

Ymh Bisma Dicr:1.Sopir SIM B1 2.SMK/IT Hub.T.Umar 142 Dps

B.BP.001.11.18.0000520

B.BP.001.11.18.0000469

Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dijual Terios RMT 2017 Full Carpet Hub:081339603250

B.BP.001.10.18.0000900

Dicari Sopir untuk Kantor PT Korea Travel Hub.081338060220

B.BP.001.11.18.0000526 HONDA

Hnd City Z VTEC Mnual Th00Silver AsBali,081238169620 H60JtNg

B.BP.154.11.18.0000551

Dicari tukang perak segera, Usia max 35 Th.hub.08113990076

B.BP.001.11.18.0000553

B.BP.004.11.18.0000496

SUZUKI

Looking for Housekeeping, Villas in Seminyak. E:info@kem balivillas.com P:081294794608

Gran Vitara 2LX AT Th09 Silver AsBali VR22 H082146454964 Prbd B.BP.001.11.18.0000554

B.BP.031.11.18.0000546

B.BP.004.11.18.0000493

Dicr Sgr Tng Garden u/di Hotel Hub:Diponegoro 51 Dps T:247111 B.BP.001.11.18.0000359

SERVICE

B.BP.001.11.18.0000531

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.11.18.0000473

Lounge & Resto in Kerobokan looking for: Waiter,Bartender, Floor Manager, Bar Manager, Cleaner,Management Staff. Only EnglishSpeakingApplicants CV to sia.mac.pedari@gmail.com

B.BP.001.11.18.0000515

BMW

Djl BMW X5 XDrive 301AT Abu2 Metalik Km 41200 Th 2009 istmwa jarang pakai, Hub.08123812222 B.BP.153.11.18.0000556 TOYOTA

Luxury Private Villa Looking For Butler,Good Looking,Fluent In English Please Send Your CV To : umahdibeji@hotmail.com

B.BP.001.11.18.0000528

Free

n

Desig

Avanza & Innova Tlp d iatas jam 12 siang 08123816626

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Inova Th 2008,Hitam,143Jt Nego Hp:081338799114/081236196045

B.BP.001.11.18.0000538

DIJUAL TANAH 1,5A TmbkKllng Jl.GelogorCarik Gg.Kangguru No.2 085101818655

B.BP.154.11.18.0000552

Ubud 10 Are&5Are Pngir Jln,Dkt Puri Premium.Hub:085792662088

B.BP.001.11.18.0000533

JASA KONTRUKSI Rumah Bocor,Renovasi,Desain, Las,Sumur Bor Hub:081338848318

B.BP.001.11.18.0000492

Servis Rumah/Vila, Borong Bangunan,Design.081239460955

B.BP.004.11.18.0000545

KONTRAKTOR Arsitek,Vila,Ruko,Rmh,Interior Furnitur,Rmh Kayu.087819586605 B.BP.001.11.18.0000530

DISEWAKAN GUDANG Dikontrakan Gudang + Kantor LT 1125,LB LT1 353,LT2 70m2,2KM, 5KT,PLN 3500Watt,Sumur Bor. A.Yani Utara.Hub:085238063577 B.BP.001.11.18.0000523

DISEWAKAN BENGKEL Di kontrakan Bengkel Sepeda Motor sangat Strategis, Jln. Ahmad Yani Dps Hub.08123636462 B.BP.001.11.18.0000550

DIJUAL VILLA Djl Villa 3Kmr,Pool/2.45 A, Jl. SriRamaLGRp.6,3M/088219124095

B.BP.001.11.18.0000476

RUPA-RUPA Rak Gondola Bekas dan isinya, murah mau pindah 08123806414

B.BP.001.11.18.0000527

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.001.11.18.0000443

KEHILANGAN Hlg BPKB F1685601-O AN Sarah Sabrina Jln Pemuda III No.4 LK Tengah Renon Dps 082146171089

B.BP.014.11.18.0000548

Hlg BPKB No:A 7959079-O AN: I Komang Subadra,Selat,Krsm

B.BP.012.11.18.0000543

SHM No.1594 Surat Ukur No. 01758/Lukluk/2014 Luas 1.229M2 A.n.I Ketut Gindil

B.BP.001.11.18.0000525

PENGUMUMAN Kepada Direktur dan Ahli Waris PT.Gajah Cinta Bunga (Resto Fat Gajah), Agar Segera Menghubungi PT.Alamboga Internusa, 0361720200 untuk Segera Menyelesaikan Kewajiban Hutang. Terima Kasih B.BP.001.11.18.0000518

DISEWAKAN GEDUNG

PRIVATE

AvanzaG 2011 hitam AsBali Mls Prbd.082341251453/081933610070

Di kontrakan Gedung + gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT/LB.3500/3900m2, 08123812222

B.BP.001.11.18.0000558

B.BP.153.11.18.0000557

Kls Privte Special Effect Make up film@baliwood Camp Cp081239 477044/info.baliwood@gmail.com

B.BP.154.11.18.0000555

B.BP.004.11.18.0000544

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

RUPA-RUPA


BANGLI

14

Rabu Pon, 14 November 2018

Disperindag Optimis Pasar Loka Crana Rampung Sesuai Target Bangli (Bali Post) -

Proyek Pasar Loka Crana tahap II masih berjalan. Progres proyek per 11 November mencapai 63,63 persen. Dinas Perindustrian dan Perdaganngan Kabupaten Bangli optimis pembangunan tuntas tepat waktu.

Bali Post/ina

PASAR - Proyek Pasar Loka Crana.

KPU Tetapkan Pemilih di Bangli 187.690 Orang Bangli (Bali Post) – Jumlah pemilih di Kabupaten Bangli untuk Pemilu 2019 mendatang kembali mengalami perubahan. Sesuai hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP-2) yang dilaksanakan KPU, Senin (12/11) lalu, ditetapkan jumlah pemilih di Bangli sebanyak 187.690 orang. Angka tersebut mengalami penambahan 1.016 orang, dari jumlah pemilih yang ditetapkan pada DPTHP-1. Berdasarkan data KPU Bangli, dalam DPTHP-1, total jumlah pemilih di Kabupaten Bangli yang ditetapkan yakni sebanyak 186.674 orang. Angka tersebut terdiri dari 93.983 laki-laki dan

92.619 perempuan. Setelah dilakukan proses sinkronisasi, terdapat penambahan jumlah pemilih baru sebanyak 1.838. KPU juga menemukan adanya pemilih tidak memenuhi syarat 820 orang dan perbaikan data pemilih sebanyak 870 orang. Hasil sinkronisasi tersebut kemudian ditetapkan dalam DPTHP-2. Total jumlah pemilih yang masuk dalam DPTHP-2 sebanyak 187.690 orang. Rinciannya, di Kecamatan Bangli sebanyak 40.058 orang, Kecamatan Kintamani 78.162 orang, Kecamatan Susut 37.698 orang, dan Kecamatan Tembuku 31.772 orang. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan menjelaskan, sebelum DPTHP-2 diple-

nokan, pihaknya melakukan proses pemutakhiran data pemilih yang cukup panjang. Berawal dari dilakukannya penetapan DPT. Kemudian karena parpol di tingkat pusat mensinyalir adanya data ganda dan penduduk yang masih belum terdaftar, KPU RI menurunkan perintah untuk dilakukan pencermatan dan perbaikan terhadap DPT yang hasilnya diformat menjadi DPTHP. Pascapenetapan DPTHP, kembali ditemukan data anomali dan penduduk yang masih tercecer sehingga DPTHP diminta dilakukan perbaikan. Perbaikan menyangkut elemen data dan penduduk tercecer. Dalam proses perbaikan itu, ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan

Kadisperindag Bangli Nengah Sudibya, Selasa (13/11) kemarin mengatakan, untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan lancar, pihaknya selama ini rutin turun ke lokasi proyek untuk melakukan monitoring. Pihaknya terus mengupayakan pembangunan tuntas sesuai dokumen kontrak. Untuk mengejar sisa pekerjaan yang berlum terselesaikan, pihaknya akan meminta rekanan bekerja maksimal. Dia menjelaskan, pembangunan Pasar Loka Crana tahun ini sepenuhnya dilakukan menggunakan dana APBD Bangli 2018 dengan nilai Rp 12 miliar lebih. Dalam pembangunan tahap II ini, item yang dikerjakan berupa finishing, renovasi

rumah dan toko di sisi barat serta penataan taman. Sesuai kontrak, pembangunan Pasar Loka Crana akan berakhir 28 Desember 2018. Pihaknya berharap proses pembangunan bisa tetap berjalan lancar, sehingga bisa tuntas tepat waktu. Sebagaimana diketahui, proyek Pasar Loka Crana dimulai 2017 lalu. Ketika itu pengerjaannya hanya sebatas struktur bangunan. Sementara kelanjutan pembangunannya hingga finishing dilanjutkan tahun ini. Rencananya, pasar yang dibangun di atas terminal ini akan dipakai menampung pedagang kain dan sandal yang kini masih menem pati lantai 2 Pasar Kidul. (kmb40/kmb41)

KPU Bangli, seperti pencermatan terhadap DPTHP dan sinkronisasi dengan DP4 non DPT. Di samping itu, KPU juga meluncurkan gerakan melindungi hak pilih (GMHP), yang dilaksanakan bersinergi dengan Bawaslu, sebagai bentuk melindungi hak pilih masyarakat. ‘’Mudah-mudahan dengan lamanya proses pemutakhiran ini, data pemilih di Bangli bisa mutakhir dan akurat,’’ harapnya. Disinggung mengenai jumlah TPS di Bangli pada Pemilu 2019 nanti, Pujawan mengatakan, tidak ada penambahan jumlah TPS, meski terjadi penambahan jumlah pemilih. Dia menyebut jumlah TPS saat Pemilu nanti tetap 843 buah. (kmb40)

Antisipasi Bencana

DLH Gencar Pangkas Pohon Perindang

Bangli (Bali Post) Beberapa hari belakangan ini turun hujan lebat disertai angin kencang. Sebagai langkah antisipasi bencana khususnya pohon tumbang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli mulai bergerak melakukan pemangkasan pohon perindang yang rawan tumbang. Kepala DLH Bangli Ida Ayu Gede Yudi Sutha, Selasa (13/11) kemarin mengungkapkan, langkah tersebut dilakukannya guna mencegah adanya korban akibat pohon tumbang. Diakuinya, petugas

cukup kewalahan melakukan pemangkasan pohon. Hal ini mengingat banyaknya permintaan memangkas pohon dari masyarakat. ‘’Atas permintaan itu, para petugas setiap hari melakukan pemangkasan pohon, utamanya pohon yang berada di pinggir jalan raya, pusat keramaian serta dekat permukiman warga. Kita tetap akan layani permintaan warga untuk melakukan pemangkasan ini. Tapi pemangkasan kita lakukan secara bertahap. Karena kita juga keterbatasan tenaga,’’ ujar Yudi Sutha. (kmb41)

Bangli (Bali Post) Kasus pencurian yang menyasar toko kembali terjadi di wilayah Kabupaten Bangli. Kali ini yang menjadi sasarannya adalah Toko Dunia Baru Grosir milik I Nyoman Puspata yang beralamat di Jalan Raya Merdeka, Banjar Petak Desa Bebalang, Bangli. Kasus yang terjadi pada Senin (12/11) lalu itu tengah ditangani kepolisian. Berdasarkan informasi, kasus ini diketahui pertama kali oleh saksi Wayan Bawa. Pada Senin sekitar pukul 06.00 Wita, ia hendak mematikan lampu toko. Ia pun membuka rolling door toko tersebut. Namun, saksi terkejut setelah melihat pengait gembok sudah rusak. Atas kajadian itu, ia langsung memberi tahu peristiwa itu kepada pemilik toko. Pemilik toko langsung bergegas menuju toko untuk memastikan hal tersebut.

Setelah dicek, laci tempat untuk menyimpan uang sudah terbuka. Uang yang disimpan di laci raib digondol maling. Dia pun melaporkan kejadian ini ke petugas kepolisian. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, setelah menerima laporan tersebut p e t u g a s langsung turun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan. Kata dia, dari pengecekan CCTV, kasus pencurian tersebut terjadi pukul 02.30 Wita. ‘’Dalam melakukan aksinya, pelaku memakai tutup kepala dan memakai sarung tangan sehingga wajah pelaku tidak kelihatan. Dari hal itu, kita amankan CCTV dan patahan gembok untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga mencari saksi-saksi di sekitaran TKP terjadinya kasus pencurian ini,’’ ujar Sulhadi. (kmb41)

Bali Post/nan

Hasil Operasi Zebra Agung 2018

Ratusan Pelanggar Ditilang Bangli (Bali Post) Operasi Zebra Agung 2018 yang dilaksanakan serentak selama dua pekan telah berakhir pada Senin (12/11). Di Bangli, petugas berhasil menjaring ratusan pelanggar. Sebagian besar pelanggar dikenakan tilang. Berdasarkan data, jumlah pengendara yang ditilang sebanyak 850 orang. Sedangkan pengendara yang diberikan teguran ringan sebanyak 39 orang. Bentuk pelanggaran yakni tanpa menggunakan helm sebanyak 121 orang, melawan arus (139 orang), pengendara di bawah umur (163 orang), menggunakan Hp saat berkendara (2 orang), tanpa memakai sabuk pengaman

Toko Grosir di Bebalang Dibobol Maling

Olah TKP - Petugas saat melakukan olah TKP.

Bali Post/nan

OPERASI ZEBRA - Operasi Zebra Agung yang digelar Senin (12/11) lalu.

Bali Post/nan

PANGKAS POHON - Petugas DLH Bangli saat memangkas pohon perindang.

(64 orang), safety riding (6 orang) dan pelanggaran lainnya 355 orang. Kasatlantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona, Selasa (13/11) kemarin mengungkapkan, pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Bangli masih tergolong tinggi. Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat supaya senantiasa mengikuti aturan berlalu lintas. Sebab itu sangat penting untuk menekan terjadinya lakalantas. ‘’Kita harap lewat operasi Zebra Agung yang kita laksanakan selama dua pekan ini mampu menyadarkan masyarakat supaya lebih tertib berlalu lintas. Patuhi semua rambu-rambu lalu

lintas dan lengkapi diri dengan perlangkapan jika hendak bepergian. Biasakan diri selalau patuh terhadap aturan. Karena keselamatan adalah nomor satu,’’ sembari menambahkan selama Operasi Zebra Agung nihil terjadi lakalantas. Sona menambahkan, selama Operasi Zebra Agung, jumlah masyarakat yang mengajukan permohonan SIM meningkat hingga 106 persen. Ini Artinya, masih banyak warga tidak mempunyai SIM. ‘’Kita harap bagi masyarakat yang belum memiliki SIM segera dapat mencari SIM. Sehingga ketika ada operasi tidak ada alasan tidak memiliki SIM,’’ ujar Sona. (kmb41)


15

Rabu Pon, 14 November 2018

Jokowi Hadiri KTT ASEAN

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudarasaudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. Pelanggan Tiara Dewata

Rp

Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp $

Singapura – Presiden Joko Widodo menghadiri pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-33 Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada Selasa (13/11) sore di Pusat Konvensi Suntec. Presiden

11.029.000 11.029.000 611.437.370 622.466.370 2.500

SUMBANGAN - Penyerahan sumbangan dari Pelanggan Tiara Dewata sejumlah Rp 11.029.000 untuk korban gempa dan tsunami di Palu. Sumbangan diserahkan oleh Humas Tiara Dewata I Gusti Ayu Sriani di Bali Post, Selasa (13/11) kemarin.

Gerak Cepat Mahayastra menambahkan, kasus tersebut sudah menjadi ranah hukum. Sesuai aturan, ia meminta eksekutif dan legislatif tidak mencampuri kasus ini. ‘’Tentunya ini sudah melalui kajian, tidak grasa-grusu. Mana mungkin polisi berani sembarangan menangkap orang,’’ katanya. Mahayastra mengatakan, dalam kasus ini tidak ada hubungan dengan pelemahan desa pakraman. Apalagi, kasus ini sudah lima tahun berlangsung tanpa ada yang menangani secara serius. ‘’Bahkan kerugian hingga belasan miliar rupiah. Sekarang dikemanakan uang itu, siapa yang mendapatkan?’’ katanya. Mahayastra juga mengapresiasi gerak cepat polisi yang dalam waktu dekat berencana menetapkan tersangka. ‘’Saya dukung kalau ada langkah seperti itu. Termasuk di pemerintahan kalau ada yang terlibat seperti ini, saya persilakan polisi untuk masuk melakukan penyelidikan,’’ tegasnya. (kmb35)

berarti kan prosesnya lanjut. Tapi kalau nanti menyatakan benar, mungkin kami akan limpahkan ke adat untuk memproses,’’ jelasnya. Tirta Empul Saat rapat berlangsung, Bendesa Pakraman Manukaya Let I Made Mawi Arnata sempat interupsi mengenai kasus OTT di Objek Wisata Pura Tirta Empul. Ia bahkan menyebut diri sebagai calon tersangka dalam kasus tersebut. Namun, Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra yang memimpin rapat menahannya untuk bicara. ‘’Kami ingin menyampaikan kronologi apa yang terjadi di Pura Tirta Empul. Mohon maaf, bapak dari wakil Kapolda, sejatinya dari tahun 2013…,’’ kata Mawi Arnata, namun segera dipotong oleh Alit Putra. ‘’Jangan, jangan diungkap lagi,’’ sela politisi Demokrat ini. ‘’Mohon izin sebentar saja. Kami ingin menyampaikan,’’ sambung Mawi tak menyerah. Tetapi kali ini Bendesa Agung MUDP juga meminta agar Mawi tak berbicara lagi. ‘’Pak Mangku (Bendesa Agung MUDP - red) kami mohon dengan hormat karena kami ditimpa kasus, tolong Bapak Mangku menyelesaikan masalah ini ikut bersama kami,’’ ujar Mawi akhirnya disambut jawaban ‘’Enggih’’ dan tepuk tangan dari peserta rapat lainnya. Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPRD Bali IGB Alit Putra tidak mem-

raan Presiden Jokowi tiba setelah iringan kendaraan Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan disusul oleh kendaraan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah. Dalam acara pembukaan, para kepala negara

dan pemerintahan negara ASEAN disajikan lantunan paduan suara yang menyanyikan Mars ASEAN, dan lagu berjudul ‘’You Raise Me Up’’ yang pernah dinyanyikan Josh Groban. Usai pembukaan, para pimpinan negara akan

menghadiri Jamuan Makan Malam Resmi KTT Ke-33 ASEAN yang dijamu oleh PM Lee. Selanjutnya, para kepala negara dan kepala pemerintahan akan mengikuti Rapat Pleno ASEAN pada pukul 19.45 waktu setempat. (ant)

perjanjian yang baru hanya ditambah penegasan waktu operasional. ‘’Ada tambahan waktu, itu sudah dari hasil kajian, karena kita dituntut dari segi hukum jangan sampai ada pelemahan hukum. Tetapi apa pun itu kita harap kedua belah pihak memberi tanda tangan, kalau ada perlu ditinjau agar bisa ditinjau (bersama - red) kembali,’’ tandasnya. Sebelumnya, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo dalam jumpa pers di Mapolres Gianyar pada Senin (12/11) mengatakan peninjauan MoU Objek Wisata Tirta Empul sudah berlangsung sebanyak dua kali, yakni pada 2013 dan terakhir pada 6 April 2018. Dalam MoU itu tertera kesepakatan pengelolaan objek wisata Pura Tirta Empul dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 Wita. ‘’Kemudian di sini ada yang memerintahkan petugas desa adat mengambil alih tiket

dari pukul 15.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita. Nah di sinilah mulai muncul pidana,’’ ucap AKBP Priyanto. Dijelaskan, selama lima tahun pungutan tiket yang mencantumkan dasar Pararem Desa Adat Manukaya Let No. 4 Tahun 2013 ini, diperoleh uang sebesar Rp 18.116.977.937. Semuanya disimpan di LPD setempat, namun hasil pengecekan terkahir yang dilakukan polisi, sisa uang yang tersimpan di LPD hanya Rp 458.572.500,’’ ungkapnya. Kapolres Gianyar menambahkan, sejak 2013 Dinas Pariwisata sudah memberikan peringatan terhadap pihak desa adat. Namun peringatan tersebut diacuhkan oleh pihak desa adat. ‘’Sudah ada peringatan, tetapi mereka tetap seperti itu karena mendasarkan pada Pararem Desa Adat Manukaya Let,’’ katanya. (kmb35)

Kerja Sama Dalam perjanjian kerja sama antara Bupati Gianyar dengan Bendesa Pakraman Manukaya Let nomor : 178/8/PKS/B. Tapem/IV/2013 tidak ada pasal mencantumkan batas waktu operasional Pemerintah Kabupaten Gianyar. Batas waktu operasional baru tercantum pada MoU yang ditandatangani April 2018. Hal ini pun diakui Kepala Disparda Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta, Selasa (13/11) kemarin. Dikatakannya, sejak 2013 hingga awal 2018 memang tidak tercantum batas waktu operasional pemerintah dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani Bupati Gianyar A.A. Gde Agung Bharata itu. ‘’Dalam perjanjian kerja sama yang lama, kalau jamnya memang tidak ada pada (perjanjian kerja sama) 2013 sampai

Ahli Hukum Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Andi Fairan mengaku akan meminta keterangan dari MUDP Bali untuk kasuskasus OTT di desa adat. Selama ini pihaknya memang belum melalui MUDP untuk mendapatkan keterangan ahli hukum adat. ‘’Tapi sekarang ini kita sepakat, apabila nanti minta keterangan ahli adat, kita melalui MUDP,’’ ujarnya. Andi mencontohkan kasus dugaan pungli oleh oknum klian adat di Bumi Asri, Desa Dauh Puri Kelod, Denpasar. Kalau memang surat keputusan untuk memungut ternyata dinyatakan melanggar atau menyimpang, pihaknya akan tetap memproses secara hukum. ‘’Ini kan kasusnya kita belum mintai keterangan dari mereka (MUDP - red), kalau nanti yang surat keputusan itu mereka nyatakan tidak benar dan itu menyimpang

Jokowi bersama Ibu Negara Iriana Jokowi tiba di ruang pertemuan sekitar pukul 17.35 waktu setempat. Kedatangan Presiden dan Ibu Negara disambut oleh Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Long dan istri Ho Ching. Kenda-

2018,’’ ucap Gung Ari, sapaan akrabnya. Batas waktu operasional Pemkab Gianyar pada objek Wisata Pura Tirta Empul baru tercantum dalam pasal 5 poin ketiga dari perjanjian kerja sama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dengan Desa Pakraman Manukaya, Tampaksiring, no:9616/DIPARDA/2018, No: 18/DAML/2018. Dalam MoU kerja sama yang ditandatangani 2013 dan MoU April 2018 terdapat persamaan hak dan kewajiban. Seperti hak pemerintah sebagai pihak pertama ialah menerima pendapatan karcis masuk di Objek Wisata Tirta Empul Tampaksiring sebesar 60 persen dari pendapatan bruto. Sementara Desa Adat Manukaya Let sebagai pihak kedua berhak menerima pendapatan karcis masuk di Objek Wisata Tirta Empul Tampaksiring sebesar 40 persen dari pendapatan

bruto. Dalam pasal 6 perjanjian kerja sama ini juga dicantumkan waktu kerja sama selama lima tahun. Bila terjadi perselisihan antara kedua belah pihak wajib diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat, hal ini tercantum dalam pasal 9 perjanjian tersebut. Ari Brahmanta berharap persoalan ini bisa diselesaikan secara musyawarah untuk menemukan mufakat. Sementara apa yang sudah terjadi sampai saat ini diharapkan bisa menjadi edukasi untuk semua pihak. ‘’Ini selesaikan baik-baik tidak sampai ke ranah hukum, harapan kita ini sebagai edukasi saja sebagai pembelajaran, kalau pakai hukum formal di satu sisi juga ada desa pakraman,’’ ujarnya. Disinggung terkait perubahan isi perjanjian yang belum diketahui pihak desa adat, Agung Ari mengatakan, dalam

Perangkat Desa beri kesempatan berbicara lantaran mendapat masukan pula dari Polda Bali yang diwakili Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali Andi Fairan. Bendesa Pakraman Manukaya Let diminta agar hanya berurusan dengan polisi. Kalau masalah Tirta Empul dibuka pada saat rapat, dikhawatirkan terjadi perdebatan baru. ‘’Malah Jero Bendesa Agung kan bilang ‘udah ke saya dulu nanti’. Pak Kepolisian ‘udah itu langsung ke saya, tidak usah di sini’. Makanya saya cut,’’ jelasnya. Menurut Jero Gede Suwena, kasus OTT di Pura Tirta Empul yang belakangan mengarah ke tindak pidana korupsi merupakan praduga tak bersalah, sehingga masih ada kemungkinan untuk dihentikan. Kalau sudah menjelang P21 atau sudah selesai proses penyidikannya, pihaknya akan mengecek kembali. ‘’Perlu saksi ahli, jangan sampai nanti dalam sidang pengadilan justru terbantahkan oleh saksi ahli dari MUDP atau ahli hukum adat yang ada dari MUDP. Kasihan kan, lebih baik sekarang dicek dulu apakah benar itu. Apakah itu hanya kelompok orang-orang tertentu yang melakukan,’’ imbuhnya. Kalau memang kelompok orang di luar desa pakraman, pihaknya akan langsung menginstruksikan untuk menangkap mereka, karena sudah menjelek-jelekkan desa adat. (kmb32)

‘’Ya… jadi penyelesaiannya pada kearifan lokal. Makanya kalau polisi mau menyelesaikan, ya... harus secara adat,’’ kata Siti Zuhro di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11) kemarin. Peneliti yang dikenal sebagai pengamat otonomi daerah ini mengatakan, ia tidak memosisikan siapa yang salah dan siapa yang benar dalam persoalan ini, karena menurutnya polisi sebagai lembaga penegak hukum berpegang pada mekanisme dan prosedur baku hukum positif yang ada. Sebaliknya, perangkat desa termasuk bendesa adat sendiri memang punya peraturan yang disepakati bersama di desa adatnya. ‘’Tapi menurut saya, masalah etika uang kutipan. Yang kayak gitu, entah desa adat maupun desa apa pun, etikanya memang harus di atas hukum, apabila ada pihak yang merasa tidak pas pasti ada yang teriak. Tapi memang polisi harus hati-hati apabila berbicara menyangkut nilai-nilai budaya lokal,’’ ujarnya. Terkait adanya dugaan unsur pidana, termasuk kemungkinan proses hukum yang dapat menjerat perangkat desa adat menjadi tersangka, Siti Zuhro berpendapat, sangat dimungkinkan bisa memanaskan situasi di daerah setempat. ‘’Berantem bisa. Menurut saya, orang sana kan polisinya juga orang Bali. Jadi ya...

diselesaikan secara adat ya!’’ tegasnya lagi. Ia menjelaskan dari pemahamannya, peraturan desa adat memang bukan menjadi acuan untuk hal-hal berkaitan dengan retribusi, karena meskipun ketetapan desa adat harus diakui keberadaannya. Apalagi Bali sarat dengan adat istiadat dan nilai-nilai budaya lokalnya sangat luar biasa. ‘’Jadi menurut saya, biarkan Bali itu tetap berkembang dengan nilai-nilainya sendiri. Apalagi, apabila dibandingkan antara desa dinas dengan desa adat, lebih memiliki massa ke desa adat. Masyarakatnya lebih taat kepada desa adat, karena menyangkut dari kontennya nilai-nilai masyarakat setempat,’’ ucapnya. Ia berharap untuk persoalan yang menyangkut penegakan hukum, perlu mengedepankan sosialisasi lebih duhulu sebelum melakukan tindakan. ‘’Kalau dinyatakan mengutip itu salah, polisi harus melakukan sosialisasi secara pendekatan hukum, yang ini boleh, yang ini tidak boleh. Bahkan, polisi harus juga tahu seperti apa aturan main di desa adat itu,’’ katanya. Pada dasarnya, kata Siti Zuhro, penegakan hukum bertujuan agar masyarakat bisa terikat secara hukum. ‘’Untuk itu perlu sosialisasi. Masyarakat kan memang terkadang tidak terlalu banyak pengetahuan dan pemahamannya. Nah, ini yang memang perlu pemahaman bersama,’’ sebutnya. (kmb4)

Aturan Desa ‘’Liar itu berarti tidak ada yang mengatur, dia bebas, itu namanya liar. Ini (retribusi) kan ada dalam aturan desa pakraman kita, sudah ada pararem sehingga mereka ditugaskan,’’ ungkapnya, Selasa (13/11) kemarin di Denpasar. Penangkapan ini seperti melecehkan aparat desa. Padahal mereka bukan seorang koruptor, bukan liar, berbeda dengan preman. ‘’Jangan disamakan dengan preman. Mereka kan pakai seragam, pakai baju adat, mereka bertugas sesuai dengan paruman desa dan merekalah yang ditugaskan. Kemudian tolonglah aparat jangan menyebutnya pungutan liar,’’ pungkasnya. Desa pakraman adalah benteng pertahanan budaya. Desa pakraman inilah yang memperkuat pariwisata itu. Jika ini dibiarkan berlarut akan muncul kekecewaan dari masyarakat. Anom mengatakan, tidak mudah mengurus desa pakraman. Desa adat adalah pemilik budaya dan pelaku budaya. Mereka berkewajiban terus melaksanakan agama dan menjaga tradisi yang mereka warisi, sehingga itulah yang menjadi daya tarik unik di Bali. ‘’Kewajiban kita sekarang tetap harus menjaga, sepanjang di wilayah itu mereka memungut sesuai dengan pararem untuk

kepentingan pelestarian adat dan budaya,’’ tandasnya. Ketua Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Bali (PNB) Ketut Suarta, S.E., M.Si. mengatakan, selama ini Bali menerapkan konsep pariwisata budaya. Karena Bali memang daya tariknya adalah budaya. Sebelum adanya pariwisata, budaya Bali memang sudah berjalan. Peran desa adat dalam memperkuat budaya Bali sangat penting. Karena desa adat merupakan benteng dari budaya Bali. Untuk itu, peran pemerintah sangat penting dalam memperkuat desa adat untuk bisa melestarikan budaya. Ketua Asita Bali Ketut Ardana mengatakan, sebagian besar objek wisata di Bali dikelola oleh desa adat berkolaborasi dengan pemerintah. Seperti Tanah Lot, Tirta Empul, Besakih, Uluwatu, dll. Sebagai pengantar tamu ke objek wisata, menurutnya, sah–sah saja pungutan atau retribusi dikenakan pada wisatawan. Di Bali pungutan ada yang bersifat dinas dan adat. Di lingkungan desa adat itu juga memiliki ketentuan yang dihormati oleh masyarakat terutama dalam pemungutan. Sepanjang hukum adat atau peraturan adat tidak bertentangan dengan aturan–aturan yang ada di atasnya, maka boleh dijalankan. (kmb42/kmb23)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

rabu pon, 14 november 2018

Kapolda Golose Ikuti Lomba Menembak di Cina

Denpasar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose mengikuti World Police Service Pistol Shooting Championship 2018 di Provinsi Guangdong, Cina. Kapolda Golose yang mewakili Polri rencananya melaksanakan uji tembak dan adaptasi lapangan sebelum pertandingan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Selasa (13/11) kemarin mengatakan, pertandingan World Police Service Pistol Shooting Championship akan dibuka Kamis (14/11) ini dan berlangsung selama tiga hari. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mendorong anggota kepolisian di seluruh dunia agar terus meningkatkan kemampuan menembaknya dan meningkatkan efisiensi penggunaan senjata dalam bertempur. ‘’Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan komunikasi polisi antarnegara dalam kerja sama di bidang keamanan,’’ ujarnya. Hengky menambahkan, merupakan suatu kebanggaan bagi Polda Bali karena Kapolda Golose ditunjuk mewakili Polri dalam mengikuti lomba menembak tingkat internasional tersebut. (kmb36)

Bali Post/ant

Piala AFF 2018

DIREBUT - Striker Timnas Indonesia Alberto Goncalves (tengah) direbut dua pemain Timor Leste dalam pertandingan Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/11) kemarin.

Timor Leste Sulitkan Indonesia

Jakarta (Bali Post) -

Tim nasional sepak bola Indonesia mengalahkan Timor Leste dengan skor 3-1) dalam lanjutan pertandingan Piala AFF 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (13/11) malam kemarin. Timnas Garuda sempat kesulitan dan tertinggal 0-1 pada menit ke-48 sebelum berhasil mencetak tiga gol kemenangan.

Bali Post/ist

DI CINA - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose (dua dari kanan) berada di Cina untuk mengikuti World Police Service Pistol Shooting Championship 2018.

Cegah Atlet Bodong, Denpasar Usulkan E-KTP

Denpasar (Bali Post) Guna mencegah masuknya atlet luar Bali atau atlet bodong berlaga di Porprov, KONI Kota Denpasar mengusulkan diberlakukannya e-KTP bagi atlet. Selama ini atlet bodong bisa pindah dengan mudah ke Pulau Dewata menjelang Porprov Bali karena sebatas mengantongi catatan perpindahan penduduk. Itu dilontarkan Wakil Ketua Umum KONI Denpasar Nyoman Mardika, Selasa (13/11) kemarin. Jika diberlakukan e-KTP, ia yakin atlet luar Bali sulit tampil di ajang Porprov Bali. ‘’Kalau e-KTP tidak dilaksanakan, selamanya Porprov akan marak oleh atlet luar dan ribut terus,’’ tegasnya. Bila masih lolos juga, Mardika menyarankan supaya atlet bodong yang meraih medali dicabut haknya itu. Selama ini atlet yang terbukti bodong dan menyumbang medali untuk kontingen yang dibelanya, belum belum pernah ditarik medalinya. Ia optimis kontingen Denpasar bakal menjadi juara umum Porprov Bali kalau peraturan e-KTP diterapkan. Mardika juga memberikan masukan agar batasan umur atlet di tiap cabang olahraga (cabor) diberlakukan. Ini penting agar jangan sampai atlet yang menjadi juara di Porprov tenaganya tidak bisa dipakai di Pra-PON dan PON. ‘‘Usia atlet jangan dipakai akal-akalan demi merebut medali,’’ tuturnya. Sebagai persiapan menghadapi Porprov Bali 2019, KONI Denpasar menggulirkan program Denpasar Emas yang dihuni atlet berprestasi yang diproyeksikan mendulang medali emas. Mereka diberi kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan sebagai ajang uji coba. Selain itu, KONI Denpasar mengagendakan raker pada November ini. Mardika yang juga Ketua Raker KONI Denpasar menyatakan, agenda ini untuk mengevaluasi program kerja 2018 dan menyusun program kerja 2019 utamanya menyongsong Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. (022)

Bali Post/ist

TIBA — Tim Putra Tresna tiba di Bajawa, Ngada, Selasa (13/11) kemarin.

Pemain Putra Tresna Tiba di Bajawa

Denpasar (Bali Post) Para pemain Putra Tresna sudah tiba di Bajawa, Ngada, Flores, NTT, Selasa (13/11) kemarin, guna melakoni kompetisi Liga 3 Regional Bali, NTB, NTT, babak pendahuluan kedua putaran kedua di Lapangan Bajawam, Ngada, Kamis (15/11 besok. Manajer Tim Putra Tresna IGAN Anom Jaksa Saputra yang dikontak dari Denpasar mengemukakan, pemainnya menginap di Hotel Nusantara yang dekat dengan lapangan. AAN Surya Negara dan kawan-kawan telah berlatih di Lapangan Bajawa. ‘’Kami bersyukur anak-anak tiba dengan selamat. Situasi tim dalam kondisi kondusif. Cuaca di Bajawa sejuk seperti di Bedugul,’’ kata pemilik klub Putra Tresna ini. Disinggng soal pemain dan pelatih, dia menyebut pihaknya tak bisa menambah pemain dan mengganti pelatih. Tugas pelatih kepala Abdul Karim yang mengundurkan diri karena istrinya sakit diisi oleh asisten pelatih Wayan Agus Nata. ‘’Pelatih Abdul Karim menangani Putra Tresna selama kompetisi Liga 3 Rayon Bali saja,’’ jelasnya. Di tempat terpisah, Abdul Karim mengaku mundur dari Putra Tresna usai final Rayon Bali karena tidak ada kecocokan dengan asisten pelatih dalam menangani tim. Ia minta maaf bila selama bergabung dirinya melakukan kesalahan katakata atau perilaku baik sengaja maupun tidak sengaja. (022)

Bek kiri Alfath Faathier membuat gol penyeimbang tuan rumah pada menit ke-61 lewat tendangan mendaftar yang mengecoh penjaga gawang Timor Leste. Kemenangan Timnas Garuda ditentukan oleh gol Stefano Lilipaly dari titik penalti pada menit ke-61 dan sundulan striker Alberto Goncalves menit ke-81. Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen sementara dengan nilai 3 hasil dua kali bermain.

Thailand bercokol di puncak klasemen dengan poin sama disusul Filipina di tempat ketiga juga mengoleksi nilai 3 setelah mengalahkan Singapura 1-0 di Manila. Singapura (3) di peringkat keempat, sedangkan Timor Leste sebagai juru kunci belum mengantongi poin dari dua laga. Di laga ketiga pada 17 November nanti Indonesia harus bermain di Thailand. Pemain Indonesia harus tampil habis-habisan karena tuan

rumah yang merupakan juara bertahan mampu mencukur Timor Leste 7-0 pada laga pertama lalu. Timnas Garuda baru menjadi tuan rumah lagi pada 25 November menjamu Filipina. Babak pertama berjalan lambat. Meski bermain di kandang sendiri dan didukung ribuan penonton, pemain Indonesia gagal menyajikan permainan terbaiknya. Timnas Merah Putih tidak mampu mendominasi jalan-

Hongkong – Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Della Destiara Haris langsung tumbang pada laga perdana dalam turnamen bulu tangkis Hongkong Terbuka 2018 yang berlangsung di Kowloon, Selasa (13/11) kemarin. Pasangan baru di Pelatnas PBSI ini dikalahkan Yuta Watanabe/ Arisa Higashino dari Jepang dengan skor 15-21, 9-21 selama 32 menit. ‘’Saya merasa gugup karena sudah lama tidak main pada nomor ganda campuran.

Pola permainan ganda campuran berbeda dengan ganda putri,’’ kata Della tentang permainannya bersama Tontowi Ahmad yang merupakan pasangan Lilyana Natsir, seperti tercantum dalam situs PBSI. Della terakhir kali turun pada nomor ganda campuran pada 2014 berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sementara Owi, sapaan Tontowi, mengaku belum kompak bermain dengan Della. ‘’Saya antusias bermain dengan pemain baru. Hanya, kami baru berlatih

sekali. Saya harus banyak melakukan latihan bersama Della sebelum kembali turun pada turnamen tingkat Super 500,’’ ujar Owi yang berganti pasangan selepas Lilyana pensiun sebagai atlet. Indonesia menempatkan dua pasangan campuran ke putaran kedua yaitu Ronald Alexander/Annisa Saufika dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. Ronald/ Annisa menang atas unggulan kelima Zhang Nan/Li Yunhui (Tiongkok) dengan skor 21-14, 21-15, sedangkan

nya pertandingan seperti yang diharapkan pelatih. Pemain Timor Leste yang tampil tanpa beban bisa mengimbangi permainan tuan rumah. Hansamu dan kawan-kawan baru mendapatkan sejumlah peluang mencetak gol pada menit-menit akhir. Pelatih Indonesia Bima Sakti menurunkan pemain sayap Andik Vermansah sejak menit pertama (starter). Andik yang tidak dimainkan pada pertandingan pertama versus Singapura (9/11), mengisi sisi lebar serangan Indonesia didampingi Febri Hariyadi. Tim pelatih timnas juga menampilkan bek kiri berusia 22 tahun Alfath Faathier.

Ini merupakan laga perdana Alfath bersama timnas di turnamen resmi internasional. Di posisi bek tengah, kapten Hansamu Yama berdampingan dengan pemain senior Fahruddin Aryanto. Sementara pertahanan sebelah kanan dikawal Gavin Kwan Adsit. Di sektor tengah ditempatkan Muhammad Hargianto dan Evan Dimas Darmono. Kinerja mereka sebagai penghubung antarlini dibantu gelandang serang Septian David Maulana yang menggantikan Stefano Lilipaly. Terakhir, Alberto “Beto” Goncalves masih menjadi penyerang utama Indonesia. (ant/kmb)

Praveen/Melati menaklukkan pasangan tuan rumah Chang Tak Ching/Ng Wing Yung 18-21, 21-15, 21-15. Indonesia masih menyisakan satu pasangan campuran yang akan bertanding pada Rabu (14/11) ini yaitu Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Yonny Chung/Wu Yi Ting (Hongkong). Di tunggal putri, Din a r

Dyah Ayustine dan Ruselli Hartawan lolos ke babak utama setelah menaklukkan wakil Taiwan pada babak kualifikasi. Dinar menyingkirkan Chiang Ying Li 2426, 21-12, 21-11, sedangkan Ruseli menang cepat dalam 20 menit atas Lee Chia Hsin dengan skor 21-7, 21-16. Sebaliknya, Yulia Yosephin Susanto gagal menembus babak utama. Yulia ditundukkan atlet tuan rumah Deng Joy Xuan 14-21, 1121 selama 30 menit permainan. (ant)

Tontowi/Della Langsung Tumbang

Solari Pelatih Permanen Madrid

Madrid – Penunjukan Santiago Solari sebagai pelatih tetap Real Madrid mendapat persetujuan dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF). ‘’Semuanya beres. Real Madrid sudah menyelesaikan kontraknya dan tidak ada masalah,’’ kata juru bicara RFEF, Selasa (13/11) kemarin. Solari adalah manajer ke-13 Madrid di bawah presiden klub Florentino Perez dalam 15 musim dalam dua periode terpisah di Santiago Bernabeu. ‘’Dia telah melakukan dengan sangat baik. Kami sangat senang dengan bagaimana segala sesuatunya berjalan,’’ ujar Direktur Klub Madrid Emilio Butragueno. Sebelumnya, Antonio Conte, Mauricio Pochettino, Jose Mourinho dan Joachim Low dikaitkan dengan posisi pelatih Madrid. Pria asal Argentina berusia 42 tahun itu sebelumnya sukses mengantar Madrid meraih empat kemenangan sejak menggantikan posisi Julen Lopegegui dua minggu lalu. El Real mengatasi Melilla di Copa del Rey, Viktoria Plazen (Liga Champions) serta Real Valladolid dan Celta Vigo (La Liga). Kemenangan 4-2 atas tuan rumah Celta membuat klub elite itu bangkit ke peringkat enam, terpaut empat angka di bawah pimpinan klasemen Barcelona. Solari menikmati awal paling sukses yang belum

pernah diraih pelatih Madrid sebelumnya. Dengan 15 gol yang dicetak pasukannya dan hanya dua kebobolan, ia telah menetapkan awal terbaik untuk manajer Madrid. ‘’Ini adalah peluang besar dan ini klub yang hebat. Saya tidak hanya mengatakan itu sekarang sebagai pelatih tim utama. Saya sudah di sini bersama tim lain, saya sudah bermain dan berkeringat di kaos klub ini. Saya ingin menjadi bagian dari itu,’’ ungkap Solari. Zinedine Zidane juga mela ng ka h d i p ert e ng a ha n musim dari melatih Castilla pada 2016 dan memimpin Madrid meraih juara Liga Champions lima bulan kemudian. Solari mengecilkan perbandingannya dengan Zidane yang meningkatkan statusnya sebagai legenda Madrid dengan memenangkan tiga mahkota Liga Champions berturut-turut. ‘’Dia adalah salah satu hal terbesar yang pernah kami miliki di klub ini. Dia sangat tenang, pelatih hebat dan tidak ada yang bisa dibandingkan dengannya,’’ sebut Solari bulan lalu. Pecat Sebaliknya, Celta Vigo memecat pelatih Antonio Mohamed dan menggantikannya dengan Miguel Cardoso asal Portugal setelah start buruk musim ini yang membuatnya menghuni peringkat ke-14 di klasemen Liga Spanyol. Klub Galicia

itu hanya mencatatkan tiga kemenangan dari 12 pertandingan. Mohamed asal Argentina menggantikan Juan Carlos Unzue pada Mei lalu. Cardoso meninggalkan Nantes pada awal Oktober setelah empat bulan menangani klub Liga Prancis ini. Ia sebelumnya bekerja sebagai asisten pelatih di klub rival lokal Celta, Deportivo La Coruna, antara 2012 sampai 2013. (ant/rtr)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook