terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
16 HALAMAN
NOMOR 29 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Dipungut Retribusi Tambahan
Dipaksa Turunkan Berat Badan
Pengobatan Herbal Dijadikan Unggulan
Setelah direlokasi karena lokasi berjualan di dalam Terminal Banyuasri hingga di Jalan Ahmad Yani, Singaraja kini pedagang bermobil dikenai retribusi tambahan.
Sejumlah polisi di Klungkung kelebihan berat badan. Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana pun berupaya membantu anak buahnya agar berat badannya ideal. Selain memeriksa kesehatannya, Kapolres juga mengajak mereka lari keliling kota Semarapura. KLUNGKUNG | HAL. 12
Layanan poli herbal yang dibuka Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli sejak beberapa tahun terakhir kurang diminati masyarakat. Pihak RSU Bangli justru berencana menjadikannya layanan unggulan.
BULELENG | HAL. 8
NAKHODA BARU KPK
BANGLI | HAL. 14
Abaikan Masukan Masyarakat Jakarta (Bali Post) – Pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah terpilih. Kalangan DPR bersepakat pada Jumat (13/9) dini hari menyetujui lima orang yang akan menakhodai lembaga antirasuah tersebut empat tahun ke depan. Keterpilihan ini sarat dengan catatan karena mengabaikan masukan masyarakat. Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti tiga hal terkait komposisi pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). ‘’Setidaknya ada tiga isu besar jika melihat komposisi pimpinan KPK terpilih,’’ ucap peneliti ICW Kurnia Ramadhana, di Jakarta, Jumat (13/9) kemarin. Pertama, katanya, terkait rekam jejak buruk di masa lalu. Menurutnya, salah seorang figur yang dipilih oleh DPR itu merupakan pelanggar kode etik, hal ini diambil berdasarkan konferensi pers KPK beberapa waktu lalu. ‘’Tak hanya itu, bahkan KPK telah membeberkan terkait pertemuan yang bersangkutan dengan salah seorang tokoh politik,’’ ucap Kurnia. Kedua, masih terdapat pimpinan KPK terpilih yang tidak patuh dalam menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di KPK. ‘’Padahal ini merupakan mandat langsung dari UU Nomor 28 Tahun 1999 dan Peraturan KPK Nomor 07 Tahun 2016. Akan tetapi persoalan ini terlewati begitu saja pada setiap tahapan seleksi,’’ ungkap Kurnia. Ketiga, lanjutnya, tidak mengakomodir masukan dari masyarakat. Hal. 15 Urusan Elite
Ingin KPK Lebih Kuat Bali Post/ant
RICUH - Polisi berjaga saat berlangsung unjuk rasa berujung ricuh yang dilakukan sejumlah orang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan Cinta NKRI di kantor KPK, Jakarta, Jumat (13/9) kemarin.
Paksa Copot Kain Hitam Aksi Massa Ricuh Jakarta (Bali Post) – Kericuhan terjadi di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (13/9) kemarin, saat massa mencoba merangsek untuk mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK. Logo kain hitam sebagai aksi simbolik jika revisi Undang-undang KPK disetujui dan pimpinan KPK ke depan diisi orang-orang bermasalah. Awalnya aksi berjalan damai, namun massa mulai membakar karangan bunga yang berada di luar gedung KPK. Karangan bunga tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap KPK. Massa tersebut merupakan pendukung dari revisi UU KPK. Polisi yang berjaga maupun petugas pengamanan KPK mencoba menghalau massa yang mencoba masuk ke gedung KPK. Sempat terjadi baku hantam dengan massa tersebut. Seorang oknum polisi juga meminta kain hitam yang menutupi logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di gedung Merah Putih agar dicopot untuk menjaga kondusivitas atas aksi massa. ‘’Yang jelas pokoknya tidak boleh kaya gini. Yang jelas kantor negara sebenarnya tidak boleh begini, ini kan milik negara,’’ kata anggota kepolisian dari Polres Metro Setiabudi Bambang H. Saat dikonfirmasi atas perintah siapa untuk mencopot kain hitam itu, Bambang menyatakan tidak ada yang memerintah. ‘’Tidak ada yang memerintah, ini keamanan saja. Ini institusi negara bukan perusahaan, kita tidak ada instruksi untuk menjaga kondusivitas saja,’’ kata Bambang. Namun, seorang peserta aksi massa berhasil merangsek masuk dan mencopot kain hitam yang menutupi logo KPK itu. Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol. Bastoni mengaku ada kesalahpahaman antara kelompok yang berunjuk rasa dengan pegawai KP). ‘’Jadi, rekan-rekan sekalian ada sedikit kesalahpahaman antara kelompok yang melakukan unjuk rasa terkait keputusan pansel capim KPK dengan pegawai atau wadah dari KPK,’’ kata Bastoni di gedung KPK. Lebih lanjut, ia menyatakan ada tiga aliansi yang berunjuk rasa dengan estimasi massa sekitar 300 orang. ‘’Tiga aliansi tersebut yang mendukung keputusan pansel capim KPK,’’ kata Bastoni. (ant)
Harian Bisnis Bali Fintech Ilegal ibarat Monster
www.bisnisbali.com
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengibaratkan financial technology (fintech) ilegal seperti monster. Saat diberangus akan muncul lebih banyak lagi. Apa antisipasinya?
Jakarta (Bali Post) – Krtikan tajam yang diarahkan ke Presiden Jokowi soal persetujuan dilakukan revisi Undangundang KPK, dijawab dengan penegasan sikap bahwa KPK ke depan akan tetap berperan sentral dalam pemberantasan. Bahkan kewenangan dan kekuatan KPK harus lebih dibandingkan lembaga lain dan pemberantasan korupsi. Masyarakat diajak berpikir jernih di tengah polemik revisi UU KPK yang mengundang pro dan kontra. ‘’Saya telah memberikan arahan kepada Menkum HAM dan Men-PAN RB agar menyampaikan sikap dan pandangan pemerintah terkait substansi-substansi di revisi UU KPK yang diinisiasi oleh DPR. Intinya KPK harus tetap memegang peran sentral dalam pemberantasan korupsi,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9) kemarin. Presiden menyampaikan hal itu didampingi Menteri
Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. ‘’Saya tidak ada kompromi dalam pemberantasan korupsi karena korupsi musuh kita bersama. Saya ingin KPK punya peran sentral dalam pemberantasan korupsi yang punya kewenangan lebih kuat dibanding lembaga-lembaga lain,’’ tambah Presiden. Hal. 15 Inisiatif DPR
Bali Post/ant
REVISI UU KPK - Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kiri) dan Mensesneg Pratikno (kanan) menyampaikan keterangan terkait revisi UU KPK di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/9) kemarin.
Baleg-Pemerintah Setujui Revisi UU MD3
Jumlah Pimpinan MPR Jadi 10 Orang Jakarta (Bali Post) – Negosiasi dan koalisi kekuatan politik di lembaga MPR berjalan mulus. Semua kepentingan politik diakomodasi melalui penambahan jumlah pimpinan MPR. Hal ini dipastikan setelah dalam Rapat Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI dengan pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Jumat (13/9) kemarin, menyetujui poin perubahan UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3). Dengan disetujuinya perubahan ini, maka kursi pimpinan MPR kini berjumlah 10 orang dari sebelumnya 5 orang. ‘’Berdasarkan ketentuan pembentukan perundang-undangan, Panja berpendapat RUU tentang perubahan ketiga UU MD3 dilanjutkan pembahasannya dalam pembicaraan tingkat II yaitu pengambilan keputusan agar ditetapkan sebagai undang-undang,’’ kata Ketua Panitia Kerja (Panja) Revisi UU MD3 Totok Daryanto di kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat
kemarin. Totok menjelaskan rapat Panja dengan pemerintah itu menyepakati seluruh materi muatan RUU tersebut seperti penyempurnaan redaksi pada Pasal 15 ayat (1) beserta penjelasannya. Setelah dilakukan perbaikan maka redaksional Pasal 15 ayat (1) berbunyi ‘’Pimpinan MPR terdiri atas Ketua dan Wakil Ketua yang merupakan representasi dari masing-masing fraksi dan kelompok anggota yang dipilih dari dan oleh anggota MPR’’. ‘’Dengan rumusan penjelasan sebagai berikut, yang dimaksud dengan ‘representasi’ dari masing-masing fraksi dan kelompok anggota adalah setiap fraksi atau kelompok anggota mengajukan 1 (satu) orang pimpinan MPR,’’ ujarnya. Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah menyetujui secara prinsip substansi rancangan UU perubahan ketiga atas UU MD3 beserta naskah akademiknya. Hal. 15 Mendapat Penolakan
Sabtu Paing, 14 September 2019
FIGUR Mengedukasi Anak-anak KESEHATAN kantin sekolah menjadi perhatian pemerintah. Mengingat, kantin sekolah bukan saja sebagai kebutuhan anak untuk makan, namun sebagai tempat untuk memberikan edukasi buat anak-anak bagaimana memilih makanan yang sehat. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Denpasar Tri Endarti di sela-sela mendampingi penilaian sekolah sehat di SDN 5 Padangsambian, Kamis (12/9), mengatakan kantin sekolah bersih secara umum menjadi tugas pembinaan dari Dinas Kesehatan bersama dengan Puskesmas. Setiap sekolah yang ada di Kota Denpasar diharapkan memperhatikan masalah kebersihan kantin sekolah. Idealnya, setiap kantin terdapat dua pengelola. Kantin yang sehat tentu memiliki kriteria, seperti penjual sebanyak dua orang, penjual menggunakan sarana prasarana dalam melindungi diri, dan adanya tempat cuci tangan. Selain itu, jenis kantin sekolah yang sehat adalah terlihat dari jenis makanannya, tata hidangannya, dan proses pengelolaan. Makanan di kantin sekolah diarahkan pada kebutuhan siswa, tidak hanya karbohidrat dan makanan kemasan, namun lebih banyak pada sayur dan buah. (dar)
Tingkatkan Profesionalisme Personel
TNI-AL Gelar Latihan Menembak
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka meningkatkan profesionalisme personel, Jumat (13/9) kemarin, Pangkalan TNI-AL (Lanal) Denpasar menggelar latihan menembak. Bertempat di Lapangan Tembak Tohpati, latihan ini tidak hanya diikuti oleh prajurit TNI-AL, namun juga diikuti oleh perwakilan dari sejumlah maskapai penerbangan dan media. Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko mengatakan, latihan menembak ini menggunakan dua jenis senjata. Hal ini dilakukan untuk membina dan meningkatkan profesionalisme serta kemampuan dari personel TNI-AL. “Tugas dari rekan-rekan ini adalah komponen cadangan dan komponen pendukung. Tujuannya, membina agar mereka mempunyai pengetahuan bagaimana menembak yang benar,” ujarnya. Henricus Prihantoko menambahkan, latihan ini selain diikuti oleh prajurit TNI-AL, namun juga diikuti oleh perwakilan dari perusahaan maskapai penerbangan dan juga media. Selain membina hubungan, kegiatan ini juga untuk menjalin keakraban. (kmb23)
Distan Petakan Sawah Produktif
Denpasar (Bali Post) – Tantangan terbesar dalam pengembangan sektor pertanian di kawasan perkotaan, yakni tingginya alih fungsi lahan. Karena itu diperlukan langkah strategis dalam mengelola sektor pertanian agar tetap bisa produktif serta berkelanjutan. Upaya ini mulai dilakukan Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar dengan mendata secara pasti keberadaan sawah yang masih produktif dan sawah yang sudah berubah menjadi lahan pertanian kering. Kepala Distan Kota Denpasar I Gede Ambara Putra menegaskan hal itu saat ditemui di Gedung DPRD Denpasar, Jumat (13/9) kemarin. Menurut Ambara Putra, pemetaan keberadaan lahan produktif dan nonproduktif ini
dilakukan untuk berbagai kepentingan, terutama upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian. Dikatakan, pemetaan ini bukan saja dilakukan Distan secara mandiri, tetapi menggandeng instansi terkait yang menguasai bidang tersebut. Karena dalam pemetaan kali ini bukan saja berdasarkan survei di lapangan bersama pekaseh dan petani, tetapi juga dilakukan secara digital. Ambara Putra menambahkan, pemetaan ini dilakukan di semua subak yang ada di Denpasar. Seperti di Denpasar Utara yang terdiri dari sembilan subak, Denpasar Barat delapan subak, Denpasar Selatan sepuluh subak dan Denpasar Timur 14 subak. Luas subak di Denpasar sesuai dengan pendataan Distan Denpasar 2018 seluas 2.170 hektar, sedangkan sesuai hasil digi-
Bali Post/kmb23
Gedong Pura dan Perpustakaan Terbakar Denpasar (Bali Post) Jumat (13/9) kemarin terjadi dua musibah kebakaran di tempat berbeda. Perpustakaan Merajan Suci Puri Pemayun di Jalan Supratman No. 209, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur (Dentim), pukul 10.00 Wita ludes terbakar. Berselang empat jam kemudian, giliran atap palinggih Gedong Pura Parahyangan tempat penyimpanan Sesuhunan Ratu Ayu di Jalan Katrangan, Dentim dilalap si jago merah. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengungkapkan, saksi pertama tahu kejadian ini adalah pedagang pisang, Salbiah (55). Saat itu Salbiah sedang melayani pembeli dan pukul 14.00 Wita dia melihat ada kepulan asap dari dalam pura. Salbiah langsung berteriak minta tolong sambil berlari memberitahukan pedagang lainnya yang ada di sebelahnya. “Warga langsung menghubungi pemadam kebakaran,” kata Kompol Karang. Sekitar pukul 14.30 Wita, dua mobil pemadam dan satu ambulan BPBD Kota Denpasar tiba di TKP. Petugas langsung bergerak cepat berupaya memadamkan api. Pukul 16.00 Wita api dapat dipadamkan. “Atap palinggih kan dari ijuk, jadi butuh waktu memastikan api padam. Penyebab terjadinya kebakaran masih kami selidiki. Hanya kerugian material saja (ijuk), kerugian sekitar Rp 100 juta,” ujarnya. Sebelumnya, sekitar pukul 10.00 Wita kebakaran terjadi di Perpustakaan Merajan Suci Puri Pemayun di Jalan Supratman No. 209, Desa Kesiman Petilan, Dentim. “Perpustakaan yang terbakar itu milik keluarga besar Puri Pemayun. Lokasi gudang buku yang terbakar tepatnya di sebelah utara Merajan Suci Puri Pemayun yang dibatasi dengan tembok pagar,” kata mantan anggota Sepripim Polda Bali ini. Wayan Contok (65) mengatakan, saat itu dia sedang menikmati kopi di bale bengong sebelum kerja bersama tiga temannya, yaitu Komang Ardana, Wayan Soni Setiawan, dan Wayan Tegen. Tiba-tiba mereka melihat kepulan asap pekat. Selanjutnya Contok mencari sumber asap tersebut dan melihat perpustakaan tersebut terbakar. Mereka berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya tetapi api masih tetap menyala. Tak lama kemudian dua mobil pemadam kebakaran Kota Denpasar dikerahkan ke TKP. Satu jam kemudian api berhasil dipadamkan. “Kebakaran itu terjadi diduga akibat korsleting listrik. Korban tidak melaporkan kejadian ini ke polisi, karena dianggap musibah,” ungkapnya. (kmb36)
Topik : INGIN KPK LEBIH KUAT
tasi BPN dan kegiatan lapangan 2018 mencapai 1.913,94 hektar. Sedangkan untuk pemetaan sawah nonproduktif yang dilakukan 2019 ini luasannya mencapai 914,88 hektar. “Yang tergolong tidak produktif ini hanya untuk jenis padi. Karena masih ditanami jenis lain, seperti kedelai, jagung, semangka, serta yang lainnya. Sawahnya masih ada, namun sudah kering,” jelasnya. Melalui pemetaan ini, kata Ambara Putra pihaknya akan lebih tepat dalam memberikan bantuan. Misalnya, bantuan benih, pupuk, serta subsidi lainnya. Melalui data yang pasti ini, pihaknya yakin tidak akan ada lagi bantuan yang mubazir ke petani. Karena selain survei lapangan, pihaknya juga memiliki data digital yang akurat. (kmb12)
Penanganan Rabies Telan Anggaran Ratusan Miliar Rupiah Denpasar (Bali Post) Selama hampir 11 tahun terakhir, Bali bergulat untuk bisa bebas dari rabies. Progress penanganannya pun akhirnya dipertanyakan. Pasalnya, pemerintah pusat sudah menghabiskan anggaran hingga ratusan miliar untuk membantu Bali. Tahun ini saja, anggaran yang digelontorkan pusat mencapai Rp 18 miliar. Sedangkan pemerintah daerah mengalokasikan Rp 5 miliar.
MENEMBAK - Suasana latihan menembak yang digelar Pangkalan TNI-AL Denpasar di Lapangan Tembak Tohpati, Jumat (13/9) kemarin.
Bali Post/kmb12
SAWAH - Salah satu kawasan sawah yang produktif di Subak Intaran, Sanur Kauh.
“Saya malu ketika rabies Bali dikatakan sebagai proyek setiap tahun. Tahun ini dikasih Rp 18 miliar, tahun depan paling Rp 20 miliar, berikutnya Rp 25 miliar tapi progress tidak ada,” ujar Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen) Kementerian Peternakan Dr. drh. I Ketut Diarmita, M.P. di Denpasar, Jumat (13/9) kemarin. Menurut Diarmita, anggaran yang sudah digelontorkan harus dipertanggungjawabkan dengan kinerja yang baik. Jangan sampai kasus rabies hanya berputar-putar atau tidak ada tanda-tanda Bali akan bebas dari penyakit tersebut. Sebab, pariwisata Bali juga akan menjadi sangat terganggu. “Kalau pemberantasan penyakit tidak
sungguh-sungguh, ya kita akan terus bergulat dengan penyakit,” imbuhnya. Diarmita mengimbau dinas terkait untuk secepatnya menyelesaikan persoalan rabies. Yakni dengan meningkatkan titer antibodi anjing sebagai bukti anjing itu telah divaksin dan mempunyai pertahanan diri jika digigit anjing yang terpapar rabies. Sebab, wisatawan yang datang ke Bali membutuhkan jaminan keamanan dirinya selama berada di Pulau Dewata. Pihaknya sebetulnya ingin menargetkan tahun ini Bali hanya tinggal mengevaluasi upaya penanganan yang sudah dilakukan selama hampir 11 tahun terakhir. “Kuncinya rabies itu adalah sejauh mana vaksin bisa masuk
ke tubuh anjing dan setelah dicek anjing menunjukkan titer antibodi bagus. Selesai sudah,” pungkasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. I Wayan Mardiana, M.M. mengatakan, upaya penanganan rabies sejak mulai terjangkit di tahun 2008 hingga sekarang kurang lebih telah menelan anggaran Rp 378 miliar. Anggaran dari pusat tahun ini sebesar Rp 18 miliar, utamanya dipakai untuk membeli vaksin dan biaya operasional. Sampai dengan September 2019, cakupan vaksinasi sudah di angka 92 persen. “Memang masih ada beberapa kasus di Karangasem yang masih sulit terjangkau, dan mulai September ini kita melakukan penyisiran kembali terhadap anjinganjing yang belum tervaksin dan kelahiran baru,” ujarnya. Mardiana berharap kasus rabies sudah bisa diselesaikan pada Desember mendatang. Daerah-daerah yang masih masuk dalam zona merah yakni Karangasem, Buleleng, dan Bangli. Dikatakan, saat ini kasus
rabies bersifat insidentil pada anjing yang belum tervaksin. Kebanyakan merupakan anjing liar yang tidak berpemilik dan ada di tengah hutan. “Seperti di Badung kemarin, di tengah hutan mangrove ada kasus rabies. Jadi, petugas kami kesulitan untuk menangkap anjing tersebut. Jangankan memvaksin, menangkap saja sudah sulit,” jelasnya. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra akan segera menagih pertanggungjawaban penanganan rabies ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan. Termasuk soal anggaran yang sudah digelontorkan. “Daftar inventarisasi masalah yang sudah disampaikan Dirjen akan saya tagih sampai dimana pertanggungjawabannya,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Jaya Negara Buka Lomba Simulasi Taman Gegirang Kota Denpasar Jadi Wahana Pengenalan Seni Budaya, Wujudkan Pelestarian Berkelanjutan
LOMBA Simulasi Taman Gegirang Pelestarian Budaya Daerah Kota Denpasar dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Mataram. Acara ini dihadiri juga Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, Camat Kota Denpasar, para tokoh masyarakat serta para tamu undangan di Wantilan Pura Agung Lokanatha Kecamatan Denpasar Timur. Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyampaikan, lomba simulasi taman gegirang ini sangat baik dilaksanakan. Selain untuk melestarikan adat dan budaya Bali, kegiatan ini juga dapat menjadi wahana memperkenalkan seni dan budaya Bali kepada generasi muda. Sehingga mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam bidang seni, adat dan budaya. “Kegiatan ini sangat relavan untuk dilaksanakan saat ini, mengingat pemahaman generasi muda tentang kebudayaan harus terus dipupuk, sehingga ke depanya Kota Denpasar memiliki generasi muda yang mumpuni dalam bidang seni budaya, sehingga mampu melestarikan dan menjaga warisan kebudayaan Bali yang adiluhung secara berkelanjutan,” ujarnya. Ketua Panitia Wayan Meganada mengatakan, lomba simulasi yang
digelar untuk kesekian kalinya ini melibatkan semua kecamatan di Kota Denpasar. Lomba taman gegirang ini merupakan cara-cara menyelesaikan permasalahan di desa adat dengan cara yang mengedepankan perilaku seni agar tidak dengan cara kekerasan. Lomba taman gegirang ini diadakan dalam rangka pembinaan kepada desa pakraman untuk meningkatkan peran sertanya dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan adat dan budaya Bali. Di samping untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas terutama para prajuru desa maupun krama-nya, sehingga tercipta pakilitan penyamabrayaan yang harmonis baik antar-prajuru desa maupun antar-prajuru dengan krama-nya atau masyarakat. Lomba simulasi taman gegirang ini diikuti oleh empat peserta yang mewakili kecamatan mereka masing-masing. Kecamatan Denpasar Utara diwakili Sekaa Taman Sekar Kilayu dari Desa Adat Jenah, Denpasar Timur diwakili Sekaa Lila Arsa Kesuma Desa Adat Penatih Puri, Denpasar Barat diwakili Sekaa Pascima Swara Desa Adat Denpasar, dan yang terakhir Kecamatan Denpasar Selatan yang diwakili Sekaa Sira Angen Desa Adat Serangan. Dari lima dewan juri yang terdiri dari Cok Putra Wisnu Wardhana, I
LOMBA - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara membuka Lomba Simulasi Taman Gegirang Pelestarian Budaya Daerah Kota Denpasar, Jumat (13/9) kemarin. Wayan Sumatra, I Wayan Sudiartha, I Wayan Palasuara dan I Gede Anom Ranuara, mewajibkan masing-masing peserta untuk melakukan simulasi dengan memecahkan berbagai masalah dari beberapa pertanyaan sekaligus solusinya. Dikemas dalam bentuk tanya jawab yang peran dan tugasnya telah ditentukan tim masing-masing, di antaranya terdapat peran sebagai narasumber (narawakya), sekretaris (penyarikan), pengarah
(pengenter) dan peserta (pemilet) yang berlangsung selama 40 menit. “Harapan kami dari acara ini adalah agar masyarakat atau krama banjar dapat mengatasi masalah yang terdapat di dalam keluarga ataupun dalam lingkungan desa harus diselesaikan dengan cara musyawarah dan tidak menggunakan kekerasan fisik, karena itulah yang menjadi kekuatan adat dan budaya kita di Bali,” ujar Meganada. (ad470)
Sabtu Paing, 14 September 2019
Bupati Giri Prasta Lantik 55 Pejabat Pemkab Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melantik dan mengambil sumpah 55 pejabat di Kabupaten Badung, bertempat di Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (13/9) kemarin. Pejabat yang dilantik terdiri dari 9 pejabat struktural eselon III dan IV dan 46 pejabat fungsional. Acara pelantikan juga dihadiri Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Sekda I Wayan Adi Arnawa, pimpinan organisasi perangkat daerah dan organisasi wanita di Kabupaten Badung. Bupati Giri Prasta menegaskan, pelantikan ini seb-
agai evaluasi selama empat tahun kepemimpinannya di Badung, sekaligus mengisi kekosongan pegawai yang pensiun. ‘’Di sini kami telah berhitung bersama Baperjakat. Kami ingin mencari the right man on the right place, betul-betul bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja ikhlas dan bekerja tuntas,’’ tegasnya. Bupati Giri Prasta mengatakan, evaluasi ini juga merupakan penyempurnaan. Di pemerintahan ada yang disebut dengan degradasi, rotasi dan promosi. Kali ini pihaknya melakukan rotasi dan promosi.
Salah satunya berkaitan dengan Humas. Bupati menginginkan Humas menjadi wajahnya Badung. Untuk itu, jajaran Humas Badung harus siap melakukan gerakan yang betul-betul sesuai dengan apa yang menjadi gerakan Bupati. Bupati Giri Prasta mengharapkan media sosial dan elektronik yang ada sekarang dapat dengan cepat diakses oleh masyarakat. Bahkan nantinya Bupati Giri Prasta akan membuat konsep baru di Humas, dengan dukungan jaringan wifi di desa dan didukung adanya info desa. Akan dibuatkan program
pengaduan masyarakat kepada Bupati secara langsung sehingga dapat memudahkan melakukan tindakan bila ada hal-hal yang ditanyakan secara langsung oleh warga Kabupaten Badung. (ad469) MELANTIK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta saat melantik dan mengambil sumpah pejabat struktural eselon III dan IV, dan pejabat fungsional di Kabupaten Badung, bertempat di Puspem Badung, Jumat (13/9) kemarin.
Usulan Perubahan Status 16 Kelurahan Jadi Desa
Pusat Tak Kunjung Berikan Keputusan Mangupura (Bali Post) –
Dua tahun lebih sudah rencana Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengubah status kelurahan menjadi desa tak kunjung tuntas. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI pun tak kunjung memberi jawaban atas usulan tersebut. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Badung I Putu Gede Sridana saat ditemui Jumat (13/9) kemarin, tak menampik perihal tersebut. Dia mengakui telah melengkapi seluruh persyaratan untuk mengubah 16 kelurahan menjadi desa.
‘’Kalau syarat kelengkapan sudah tidak ada persoalan dan sekarang hanya menunggu jawaban,’’ ujarnya. Menurut Sridana, langkah mengubah kelurahan menjadi desa telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Bahkan setelah diper-
dakan, belasan kelurahan yang diusulkan menjadi desa telah mendapatkan nomor register dari Pemprov Bali. ‘’Nah, menurut Permendagri Nomor 1 Tahun 2017, harus mendapatkan kode desa dari Jakarta (Kemendagri. Jadi, kami kirim
ke Jakarta berdasarkan kajian akademis yang dibuat Unud. Itu yang sampai sekarang belum dijawab,’’ ungkapnya. Birokrat asal Denpasar ini mensinyalir perubahan belasan kelurahan menjadi desa akan menjadi beban pemerintah, sehingga pusat belum mengeluarkan kode desa. ‘’Ada kemungkinan karena ketika mendapat kode desa, kelurahan yang diajukan berarti menjadi desa. Ketika
menjadi desa, dia menjadi beban untuk memberikan dana desa sehingga sampai saat ini belum ada tindak lanjut,’’ terang Sridana. Kendati demikian, pihaknya terus berusaha menindaklanjuti pengajuan tersebut agar usulan mengubah belasan kelurahan menjadi desa segera terwujud. ‘’Kami terus follow up agar ini cepat diproses,’’ tegasnya. Seperti diketahui, proses
perubahan kelurahan mejadi desa telah mencuat sejak era kepemimpinan Bupati Badung A.A. Gde Agung. Rencana ini kembali mencuat saat kepemimpinan Bupati Giri Prasta. Namun permohonan tersebut juga belum bisa terwujud. Kelurahan yang menginginkan perubahan menjadi desa, antara lain Kelurahan Abianbase, Kelurahan Kapal, Kelurahan Lukluk, Kelurahan Sempidi, Kelurahan
Sading, Kelurahan Kerobokan, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kelurahan Kuta, Kelurahan Legian, Kelurahan Tuban, Kelurahan Jimbaran, Kelurahan Benoa, Kelurahan tanjung Benoa, Kelurahan Seminyak, dan Kelurahan Kedonganan. Di Undangundang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, perubahan status dari kelurahan menjadi desa memang dimungkinkan. (kmb27)
Gertak Badung Bersih Kumpulkan 12,5 Ton Sampah
BANDARA - Sebuah pesawat melintas di dekat lokasi perluasan apron Bandara Ngurah Rai, Jumat (13/9) kemarin.
Bali Post/edi
Pengembangan Bandara Ngurah Rai
Diperkirakan Telan Dana Rp 15 Triliun Mangupura (Bali Post) PT Angkasa Pura I (Persero) berencana meningkatkan kapasitas penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga mencapai 37 juta orang per tahun dari yang saat ini sebanyak 24 juta per tahun. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 54,1 persen dibandingkan kemampuan saat ini. Guna mencapai target tersebut, pengelola Bandara Ngurah Rai melakukan pengembangan fasilitas. Dari data yang ada, pengembangan Bandara Ngurah Rai secara keseluruhan
diperkirakan membutuhkan dana investasi hingga Rp 15 triliun. Pengembangan kapasitas bandara dilakukan bertahap antara tiga sampai empat tahun ke depan. Dikonfirmasi Jumat (13/9) kemarin, Communication and Legal Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim mengatakan, perkiraan dana sebesar Rp 15 triliun tersebut seluruhnya meliputi rencana pengembangan Bandara Ngurah Rai untuk bisa menunjang kapasitas hingga
37,6 juta penumpang per tahun. Ditargetkan hal itu tercapai tahun 2026. Sejauh ini, proyek pengembangan bandara tersebut belum dimulai. Menurut Arie, saat ini rencana tersebut masih dikaji. Pihaknya juga belum memiliki rincian proyek. Meski demikian dia menegaskan, dana Rp 15 triliun itu akan digunakan untuk perluasan apron, perpanjangan runway dan pembangunan terminal internasional. ‘’Untuk porsi-porsi nilai proyek, masih belum karena
masih estimasi. Jadi yang Rp 15 triliun itu masih estimasi, karena biaya proyek juga belum dihitung. Kita masih perencanaan dulu, sama penentuan masterplan baru,’’ ucapnya. Ditemui belum lama ini di Nusa Dua, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura I (Persero) Devy Wildasari Suradji menjelaskan, runway akan diperpanjang 400 meter. ‘’Itu akan dikerjakan dengan menambah panjang runway menjadi total 3.400 meter dari sebelumnya hanya 3.000 meter,’’ ucapnya.
Diungkapkannya, untuk di Bandara Ngurah Rai memang hanya bisa dilakukan perpanjangan runway, bukan penambahan atau membuat double runway. Hal ini lantaran sudah tidak memungkinkan dari sisi lokasi atau lahan. Kalau dipaksakan untuk menambah menjadi dua runway, dikhawatirkan mengganggu pariwisata di sekitarnya. ‘’Dari segi lingkungan, tidak memungkinkan untuk menambah satu runway lagi. Hanya bisa memperpanjang runway ke arah barat,’’ ucapnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Aksi bersih-bersih yang dilakukan Pemkab Badung selama dua bulan penuh, berhasil mengumpulkan 12,5 ton sampah. Jenis sampah yang dihasilkan dalam Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih terdiri dari 9,5 ton sampah anorganik dan tiga ton sampah organik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan mengatakan, Gertak Badung Bersih telah berlangsung selama dua putaran yang dilaksanakan di 62 desa dan kelurahan di Badung. ‘’Dari hasil evaluasi yang dilakukan, Gertak berhasil mengumpulkan 12,5 ton sampah yang terdiri dari sampah organik dan anorganik,’’ ungkap Eka Merthawan, Jumat (13/9) kemarin. Di sisi lain, Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai Pemkab Badung yang telah menunaikan tugas berkaitan dengan Gertak Badung Bersih. ‘’Terima kasih yang setulus-tulusnya saya ucapkan kepada seluruh ASN dan pegawai honorer Badung atas peran sertanya dalam mensukseskan Gerakan Serentak Badung Bersih di seluruh Badung,’’ ujarnya. Dia berharap ASN sebagai leader di desa dan kelurahan, mampu memberikan motivasi kepada seluruh elemen masyarakat dalam menggerakan Gertak Badung Bersih. ‘’Kami harus sudah siap menjadi contoh, bukan memberi contoh,’’ tegasnya. Bupati Giri Prasta menegaskan, mulai tahun 2020 akan dilombakan desa dan kelurahan bersih dan hijau. Juaranya akan diberikan bonus dalam bentuk program dan uang tunai yang nantinya dikelola oleh desa. Juara I akan mendapatkan bonus senilai Rp 50 miliar, juara II Rp 40 miliar dan juara III senilai Rp 30 miliar. ‘’Untuk Gertak bulan depan, pada minggu pertama saya meminta kepada seluruh sekolah dari SD sampai dengan SMA ikut serta dalam melaksanakan kegiatan ini di lingkungan setempat,’’ imbuh Giri Prasta. Untuk pura dan tempat suci di setiap desa, Bupati berharap agar Gertak digerakkan oleh sekaa teruna di masing-masing banjar setiap purnama dan tilem. (kmb27)
Ratusan Siswa SD Se-Bali Ikuti Lomba Pocil Denpasar (Bali Post) Sebanyak 279 siswa SD se-Bali mengenakan seragam menakjubkan dan kumpul di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (13/9) kemarin. Mereka mewakili 9 Polres dan Polresta mengikuti Lomba Polisi Cilik (Pocil) dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 tahun 2019. Kegiatan digelar tiap tahun ini diinisiasi Direktur Lantas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Posisi pocil kian dikenal di masyarakat, bahkan kerap diundang di berbagai event. Kasubdit Keselamatan dan Kelancaran (Kamsel) Ditlantas Polda Bali AKBP I Nyoman Sukasena mengatakan, ada beberapa kegiatan dilaksanakan dalam rangka memperingati
HUT Lantas Bhayangkara tahun ini, di antaranya Lomba Pocil. “Lomba ini diikuti seluruh jajaran Ditlantas Polda Bali. Pesertanya dari 9 kabupaten/ kota, jumlahnya 297 orang,” tegas Sukasena. Kategori lomba ada tiga, yaitu Peraturan Baris Berbaris (PBB), pengaturan dan variasi. Perserta bersaing menunjukkan kerapian, kekompakan dan kepiawaian dalam gerak mengikuti irama musik. “Nanti diakumulasikan nilai-nilainya sehingga diketahui pemenangnya. Tunjuan kegiatan ini adalah melakukan pembinaan tertib lalu lintas sejak usia dini. Kita pupuk sejak dini hal-hal yang positif,” ungkap mantan Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali ini.
Saat membacakan sambutan Dirlantas, Sukasena menyampaikan, Pocil merupakan program pembentukan karakter anak bangsa dan merupakan hasil pembinaan serta sinergitas antara jajaran Polda Bali dengan pihak sekolah, siswa, orangtua dan pelatih. Dengan demikian Pocil ini akan mampu memberikan gambaran kepada masyarakat luas bahwa pendidikan karakter anak bangsa harus dimulai sejak dini. “Kemampuan baris berbaris dijadikan dasar karena mengandung banyak nilai, seperti disiplin, kesetiaan dan kekompakan. Nantinya Pocil menjadi generasi muda yang tangguh,” kata Sukasena. Output-nya tidak hanya sebatas Pocil sebagai duta kepolisian yang merajut hubungan dengan
masyarakat, tapi menjadi ikon pelopor keselamatan berlalu lintas. Anak bangsa ini juga menjadi duta sekolah, kabupaten dan terpenting duta untuk dirinya sendiri guna menyongsong masa depan dengan karakter yang kuat dan SDM tangguh menjadikan Indonesia maju. Dalam lomba kali yang berhak mendapatkan juara, yaitu Lomba Danton Terbaik, juara I diraih Polresta Denpasar dengan nilai 274, juara II diraih Polres Jembrana dengan nilai 273, dan juara III diraih Polres Gianyar dengan nilai 270. Sedangkan Lomba Pocil, juara I diraih Polres Bangli dengan nilai 2.380, juara II diraih Polres Gianyar dengan nilai 2.347, dan juara III diraih Polres Tabanan dengan nilai 2.328. (kmb36)
Bali Post/rah
LOMBA - Salah satu peserta lomba Pocil sedang beraksi di GOR Ngurah Rai, Denpasar.
Sabtu Paing, 14 September 2019
A K T I V I T A S
Dewan Minta Santunan Lansia Krama Badung Dikaji
S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Putu Parwata
KENDATI program santunan dinilai baik oleh sejumlah kalangan, namun perlu mendapat pembenahan dan dilakukan evaluasi. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Jumat (13/9) kemarin, menyikapi program santunan lansia di Kabupaten Badung. ‘’Santunan lansia program Pemerintah Kabupaten Badung itu program yang baik, namun perlu dikaji lagi supaya lebih tepat guna, sasaran dan bermanfaat secara berkelanjutan sebagai penunjang kesehatan lansia,’’ ujarnya. Lebih lanjut ia mengatakan, program santuan lansia ini tentunya akan menarik minat warga luar untuk bermigrasi ke Kabupaten Badung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah penerima program. Di mana, pada tahun 2018 lalu penerimanya sekitar 13 ribu orang. Tetapi tahun ini, membengkak menjadi 16 ribu lebih penerima. ‘’Ada penambahan sebanyak 3 ribu orang. Hemat kami perlu dilakukan verifikasi faktual ke lapangan, agar yang menerima manfaat dari program ini sesui yang kita harapkan,’’ terangnya. Pihaknya juga menyarankan perlu dibuatkan regulasi tambahan seperti batas minimal menetap di Badung, dan si penerima harus benar-benar tinggal dan menetap di wilayah Badung. ‘’Jangan sampai terjadi hanya administrasi saja di Badung, namun yang bersangkutan justru tinggal di luar Badung. Tak kalah penting, perlu juga dipikirkan batas usia minimal yang menerima program ini,’’ ungkapnya. Alumni Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini juga mengatakan, sesuai data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, usia harapan hidup di Kabupaten Badung adalah 74,2 tahun, sehingga santunan ini bisa menjadi insentif jika warga atau lansia bisa mencapai usia harapan hidup. ‘’Artinya penerima santunan ini adalah mereka yang bisa mencapai batas usia harapan hidup. Dan tentunya mereka yang sudah sempat menerima santunan ini tetap diberikan,’’ tegasnya. (ad467)
Angkat Disertasi Kualitas Pendidikan Toleransi Mahasiswa Undiknas
Arsa Wiguna Raih Gelar Doktor Predikat ’’Cumlaude’’
UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Jumat (13/9) kemarin menggelar Ujian Terbuka Promosi Doktor I Made Arsa Wiguna, SST.Par., M.Pd.H. Promovendus mengangkat disertasi ‘’Kualitas Pendidikan Toleransi pada Mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas)’’. Ujian tersebut berlangsung di Gedung Pascasarajana Unhi Denpasar. Dewan Penguji Ujian Terbuka Promosi tersebut dengan Ketua Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., tetapi digantikan Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum. Dewan Penguji lain yaitu Prof. Dr. IBG Yudha Triguna, M.S. (promotor), Dr. Dra. I Gusti Ayu Wimba, M.M. (co-promotor), Dr. I Ketut Sudarsana, S.Ag., M.Pd.H. (anggota eksternal), Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. (anggota), Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. (anggota), Dr. Dra. Ni Made Indiani (anggota), Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si. (anggota), Dr. Wayan Paramartha, S.H., M.Pd. (anggota) dan Dr. Ni Putu Suwardani, M.Pd. (anggota). ‘’Setelah mempertimbangkan prestasi dicapai promovendus selama menjalani pendidikan, ketekunan dan kesungguhannya dalam melakukan penelitian serta mempelajari kepustakaan, kemampuannya menarik kesimpulan yang bermakna, cara mempertahankan disertasi, kredibilitas ilmiah dan kegunaan serta sumbangan berharga disertasi untuk pengetahuan. Maka dengan ini sidang memutuskan disertasi promovendus diterima. Dengan demikian saudara menyelesaikan pendidikan doktor dalam Studi Pendidikan Agama Hindu dan dinyatakan lulus dengan predikat Cumlaude,’’ ujar Prof. Putu Gelgel. Usai ujian, Dr. Arsa Wiguna mengatakan, yang melatarbelakangi dirinya mengangkat disertasi ini karena adanya fenomena intoleransi yang merebak dan semakin marak di Tanah Air. Bahkan menyasar kaum intelektual, khususya geneasi muda yaitu mahasiswa. ‘’Ada beberaa oknum mahasiswa di Jakarta terlibat kasus terorisme. Itu hasil penelitian Mubarak tahun 2013. Akhir-akhir ini
juga marak aksi intoleransi berujung pada aksi anarkis dan radikalisme. Tentu ini sangat mengkhawatirkan,’’ ujar Arsa Wiguna asal Abiansemal, Badung ini. Menurut dosen IHDN Denpasar ini, Bali dikenal sangat toleransi, termasuk mahasiswanya. Dia memilih mahasiswa Undiknas karena merupakan perguruan tinggi swasta terbaik di wilayah Bali, NTB dan NTT. Bahkan masuk peringkat ke-73 PTN dan PTS seluruh Indonesia. Mahasiswanya juga hiterogen, semua agama ada, keluarga mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) hidup berdampingan. ‘’Itu melatarbelakangi saya mengambil penelitian Kualitas Pendidikan Toleransi Mahasiswa Undiknas. Selama ini mungkin masyarakat melihat sebelah mata, padahal prestasi Undiknas terus meningkat berkat toleransi terjaga dengan baik,’’ kata ayah dua putri ini. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan toleransi mahasiswa Undiknas bersumber dari ajaran agama yang dianut dan tercermin ke dalam pedoman kode etik mahasiswa. Dalam kegiatan pembelajaran yakni adanya inovasi dalam aspek penelitian mahasiswa dan paling dominan teraktualitasi dalam kegiatan kemahasiswaan. Begitu juga kualitas pendidi-
kan toleransi pada mahasiswa Undiknas dinyatakan baik. Hal ini dilihat dari beberapa aspek, yaitu kualitas pemahaman mahasiswa tentang pendidikan toleransi berdasarkan ajaran agama yang dianut. Kualitas empati antarmahasiswa, proses p e m b e l a j a r a n , k e g i a t a n o rganisasi, kegiatan keagamaan dan kebudayaan, sangat baik. ‘’Hasil observasi dan wawancara, secara keseluruhan dari aspek tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan toleransi mahasiswa Undiknas dinyatakan baik. Hal ini berdampak pada meningkatnya kualitas perguruan tinggi, terciptanya kehangatan hubungan antarmahasiswa, organisasi mahasiswa semakin kuat dan berkembang,’’ tegasnya. Arsa Wiguna berharap pendidikan toleransi tidak hanya terintegrasi di mata kuliah, tetapi masuk kurikulum atau mata kuliah berdiri sendiri. Tujuannya agar mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa mampu membangun negeri ini lebih baik karena masa depan bangsa ada di pundak mereka. ‘’Jika ada mahasiswa punya pemikiran mengganti ideologi Pancasila, itu berbahaya sekali. Harus dicegah sejak dini. Pendidikan toleransi tidak cukup dibicarakan dalam kelas, tapi harus diaktualisasikan ke kegiatan organisasi dan kemahasiswaan,’’ ujarnya. (ad468)
UJIAN DOKTOR - I Made Arsa Wiguna, SST.Par., M.Pd.H. foto bersama dengan Dewan Penguji Ujian Terbuka Promosi Doktor dan keluarga. Arsa Wiguna dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar doktor dengan predikat ‘’Cumlaude’’.
FKIK Unwar Gelar ’’Global Health Conference’’
Dukung Visi Unwar Menuju Kampus Ekowisata PESATNYA mobilitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, tidak menutup kemungkinan membawa dampak negatif terhadap Bali. Salah satunya dari segi kesehatan. Banyak peluang dan risiko penyakit global bisa masuk ke Bali. Untuk mengantisipasi dampak penyebaran penyakit tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar seminar bertajuk ‘’Global Health Conference’’. Seminar yang dipusatkan di ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar ini akan berlangsung selama dua hari (13-14 September. Belasan narasumber dihadirkan untuk memberikan pemahaman tentang kesehatan global dengan empat topik pembahasan. Di antaranya Adam Delfiner, Ph.D. (Maharshi University and Management), Aristotle Motii Nandy, M.Ed. (SPIRITON Renaissance Internasional), Prof. dr. A. Jayalangkara Tanra, Ph.D., Sp.KJ(K). (Psychiatry Department, University Hasanuddin), dan Mark Bunn (TM Teacher and Ayurweda Expert from Australia) yang membahas topik ‘’Mental Health’’. Topik ‘’Herbal Medicine’’ dibahas Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes. (Medical Fakulty, Unud), Prof. Dr. Muhammad Hanafi (Chemical Research Centre, LIPI), dan Dr. rer.nat I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.Apt. (Fakulty of Mathematic and Natural Science, Unud). Sementara itu, topik ‘’Healthy Lifestyle’’ dipaparkan oleh dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. (Medical Fakulty, UGM), dr. Tanjung Subrata, M.Repro.,ABAARM. (FKIK Unwar), dan Lee Fergusson, Ph.D. (Maharishi Vedic Research Institute, Queensland). Sedangkan topik ‘’Infectious Disease’’ dibahas oleh Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika (Fakulty of Veterinary Medicine, Unud), Prof. dr. Putu Sutisna, DTM&H., Sp.Par.K.
(FKIK Unwar), dan dr. Dewa Gde Agung Budiyasa, Sp.PD. (FKIK Unwar). Prof. Gerry Bodeker, Ph.D. dari Columbia University juga dihadirkan sebagai keynote speaker, Jumat (13/9) kemarin. Ketua Panitia Dr. A.A. Gede Indraningrat, S.Si., M.Sc. mengatakan seminar tentang kesehatan global rutin dilaksanakan untuk men-sharing riset-riset terbaru dari para ahli tentang perkembangan kesehatan dunia. Hal ini sangat penting dilakukan, mengingat Bali adalah tujuan wisata dunia. Sehingga kemungkinan peluang dan risiko penyebaran penyakit global bisa tersebar di Bali. Oleh karena itu, kesadaran dan antisipasi tentang kesehatan global harus ditingkatkan. ‘’Itulah dasarnya mengapa kegiatan ini kami laksanakan, kami ingin merangkul semua stakeholder terkait kesehatan, baik itu dokter, perawat, apoteker untuk sama-sama kita berdiskusi dan menyimak paparan dari para ahli. Sehingga nantinya bisa memberikan ide atau inovasi baru untuk menghadapi masalah kesehatan global,’’ ujar dr. In-
draningrat. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan bahwa seminar ini sangat mendukung dan akan dapat mempercepat realisasi visi Unwar menuju kampus ekowisata. Apabila visi ini terwujud, maka Unwar akan mampu memberikan kontribusi di dalam pengembangan Bali sebagai destinasi ekowisata, di samping juga sebagai destinasi wisata berbasis budaya. Sehingga Unwar menjadi center of excellence dalam pembangunan pariwisata Bali ke depan. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berharap seminar ini bisa memberikan solusi terhadap isu-isu kesehatan global yang nantinya dapat dikolaborasikan dengan stakeholder terkait, baik pemerintah, penggiat pariwisata, rumah sakit, maupun perguruan tinggi. Sehingga dapat dicarikan solusi dan diberikan trik-trik yang baik untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali, terutama masalah kesehatan. (ad464)
SEMINAR - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. berfoto bersama para narasumber seusai pembukaan Seminar ‘’Global Health Conference’’ di ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Jumat (13/9) kemarin.
Kementerian ESDM Bantu Salurkan Lulusan Itekes Bali MASYARAKAT Bali bersyukur memiliki kampus Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali. Selain menyiapkan SDM kesehatan untuk Bali, lulusannya juga banyak bekerja di luar negeri. Kini Kementerian ESDM melirik Itekes Bali untuk diajak bekerja sama serta membantu menyalurkan lulusannya ke dalam dan luar negeri. Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian ESDM Prof. IGN Wiratmaja Puja bersama Kabid Evaluasi Tunggul Waskito, Wadir II Ayonde dan Ka PP SDM Dwinugroho, Jumat (13/9) kemarin bertemu dengan jajaran Itekes Bali sekaligus meninjau keunggulan kampus kebanggaan masyarakat Bali ini. IGN Wiratmaja yang juga Dirut PGN ini disambut Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka bersama pengurus yayasan dan Wakil Rektor Itekes Bali. Prof. IGN Wiratmaja Puja mengakui memilih Itekes Bali untuk bekerja sama karena kampus ini sudah lama go international. Banyak memiliki kerja sama internasional dan lulusannya bekerja di luar negeri. Selain itu, Kementerian ESDM akan membuka Politeknik Kelistrikan dan Energi Terbarukan di Bali. Karena berbasiskan teknik, maka ESDM juga ikut membantu bidang keteknikan sesuai program studi serta menyalurkan lulusan Itekes, khususnya perawat ke bagian unit ESDM. Dia mengaku bangga Itekes Bali mendidik SDM anak muda Bali menjadi profesional. Lulusannya berkarakter. Bahkan IGN Wiratmaja Puja yang istrinya adalah alumni Itekes Bali berjanji akan menyalurkan lulusannya bekerja di rumah sakit Pertamina dan 15 rumah sakit di bawah naungan Peta Medika. Termasuk ESDM memerlukan tenaga perawat untuk tindakan emergency tambang dan batu bara. Dia juga akan memfasilitasi kerja sama Itekes Bali dengan ITB
guna membuka prodi baru yakni Teknologi Kesehatan dan Prodi Informatika Kesehatan yang berbasis digital. ‘’ITB memiliki SDM-nya,’’ tegas Wiratmaja asal Tabanan yang juga jebolan lulusan ITB. Selain itu, Kementerian ESDM juga memiliki CSR Clean and Green Energy dalam bentuk pemakaian solar panel tenaga surya untuk sejumlah sekolah dan kampus Itekes Bali akan dijadikan model. Sementara itu, peluang memboyong lulusan ners Itekes Bali ke luar negeri dipaparkan Sri Moertiningroem. Dia mencontohkan ners dari Ambon dan NTB bisa disalurkan bekerja ke Australia dengan gaji lumayan tinggi. Mereka dikursuskan selama enam bulan kemudian mendapat jaminan bekerja di Australia. Semua pembiayaan ditanggung pemerintah daerah setempat. Nanti setelah menerima gaji baru dipotong pemprov. Dana ini dipakai lagi untuk peserta berikutnya. Demikian juga Kanada sangat memerlukan SDM ners dari Indonesia. Sebuah Stikes di Jatim sudah ikut program ini.
Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka merasa berbahagia Kementerian ESDM menggandeng Itekes Bali, baik untuk pengembangan prodi maupun menyalurkan lulusan. Itekes Bali yang kini menjalin MoU dengan 16 PT di Asia dan Australia juga sedang gencar menyalurkan lulusannya bekerja di Jepang, Belanda dan lain-lain. Hanya terkendala masalah dana, hal itu sudah mendapat inspirasi agar Gubernur Bali mau menyantuni anak-anak ke luar negeri, setelah bekerja baru gajinya dipotong. Soal SDM dosen, Itekes Bali terus mengirim dosennya belajar S-2 dan S-3 di luar negeri. Kini lima dosennya belajar di Shanghai untuk persiapan membuka Prodi Akupunktur dan Herbal. Makanya dia berterima kasih Kementerian ESDM membantu lulusan ners bekerja di sektor tambang dan batu bara serta rumah sakit Pertamina. Bahkan Itekes Bali sudah memiliki kurikulum internsional dan bekerja sama dengan Curtin University. (ad471)
ESDM - Kepala BP SDM Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja bersama tim diterima Ketua YP2LPK Bali Ida Bagus Arka dan pengurus di Itekes Bali.
Lupus Eritematosus Sistemik LUPUS Eritematosus Sistemik (LES) atau biasa dikenal dengan penyakit lupus merupakan penyakit autoimun yang kompleks yang ditandai dengan adanya antibodi terhadap inti sel dan melibatkan berbagai sistem organ. Penyakit autoimun memiliki kondisi di mana kekebalan tubuh seseorang menyerang tubuhnya sendiri. Sehingga sel, jaringan dan organ yang sehat dianggap sebagai ‘’musuh’’ dan diserang oleh kekebalan
tubuh. Di Indonesia, angka kejadian penyakit lupus secara pasti belum dapat diketahui. Namun berdasarkan data yang didapat, penyakit lupus lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria. Rata-rata umurnya yakni umur produktif (15-44 tahun). Dan ras kulit berwarna merupakan ras yang sering mendapatkan penyakit lupus. Akan tetapi, ada kemungkinan usia anak-anak,
jenis kelamin pria dan ras kulit berwarna putih biasa mendapatkan penyakit yang sama. Faktor genetik, imunologik, hormonal dan lingkungan memiliki peranan penting dalam memengaruhi perjalanan penyakit lupus. Dalam perjalanannya, penyakit lupus sering kali tidak terlihat dengan jelas dan muncul saat kondisi penderita memberat. Gejala klinis yang tampak pada penyakit lupus sangatlah luas
dan beragam. Kecurigaan akan penyakit lupus dapat terlihat dari kelelahan, demam (tanpa ada infeksi yang jelas), penurunan berat badan, ruam kemerahan pada wajah saat terpapar matahari (fotosensitivitas), nyeri pada sendi dan otot dan gangguan pada organ pencernaan, jantung, ginjal, paru-paru dan lain-lain. Jika penderita memiliki dua atau lebih gejala tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan
ke pelayanan kesehatan Dalam pengobatannya, penyakit lupus belum dapat disembuhkan. Sehingga pengobatan yang dilakukan saat ini memiliki tujuan untuk mendapatkan masa remisi yang panjang, menurunkan aktivitas penyakit seringan mungkin dan mengurangi ketidaknyamanan penderita sehingga penderita bias melakukan aktivitas seperti biasa. Pengobatan yang dilakukan yakni pemberian edu-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
kasi dan konseling pada penderita dan keluarganya, terapi rehabilitasi dan terapi farmakologi (obat). Dalam terapi farmakologi, penderita akan diberikan pengobatan cukup lama. Terapi obat yang diberikan yakni kortikosetroid, immunosupresan dan berbagai jenis obat lain tergantung kondisi penderita. l dr. Tjokorda Istri Ratih Pradnyandari Pemayun
Sabtu Paing, 14 September 2019
PKKMB STIMI Handayani
Melawan Radikalisme dan Narkoba
SEBELUM memulai pembelajaran, mahasiswa baru STIMI Handayani Denpasar mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Jumat (13/9) kemarin. Acara PKKMB yang akan berlangsung hingga Minggu (15/9) ini mengambil tema ‘’Melalui PKKMB Kita Cegah Radikalisme di Kampus, serta Meningkatkan Kesadaran Berbangsa Berbasis Empat Konsensus Kebangsaan’’. Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan radikalisme adalah suatu paham yang menghalalkan kekerasan untuk mencapai tujuan, baik dengan memakai alasan agama ataupun ideologi lainnya. Karenanya, Yayasan Handayani sebagai Badan Penyelenggara STIMI Handayani melakukan perlawanan, di mana kata melawan ini spektrumnya paling luas yang artinya mencegah sekaligus memberantas bibit-bibit yang muncul. ‘’Melalui PKKMB ini kita ingin segala macam upaya dari pihak-pihak yang ingin menyebarkan ideologi ini dapat kita temu kenali sejak awal, sehingga kita juga akan dapat melakukan upaya mencegah bibit ini tumbuh,’’ ujarnya. Upaya untuk melawan paham radikalisme, lanjut Radendra, juga wujud dari konsistensi Yayasan/STIMI Handayani yang antara lain dibuktikan sejak tahun 2017 di mana Handayani merupakan salah satu penggagas dan pengarah pertemuan Rektor/Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia (melibatkan 3.400 Peguruan Tinggi) yang menyatakan dengan tegas melawan radikalisme. ‘’Kita juga mencoba membantu pihak berwenang untuk memantau indikator awal adanya bibit radikalisme. Tidak hanya itu, kami juga memantau adanya penyalahgunaaan narkoba di kalangan mahasiswa,’’ ujarnya. Mengenai kebersihan STIMI Handayani dari paham radika-
lisme dan narkoba, Radendra berani menyatakan STIMI Handayani bersih. ‘’Diharapkan dengan kegiatan-kegiatan ini kami tetap bersih dari paham radikalisme maupun narkoba,’’ harapnya. Sementara itu, Ketua STIMI Handayani Denpasar Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si. Ak. menambahkan, tujuan dari tema PKKMB STIMI Handayani adalah bagaimana perguruan tinggi meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara bagi mahasiswa dan meningkatkan kecintaan terhadap tanah air dan mencegah perilaku atau pandangan-pandangan radikalisme di kampus, serta meningkatkan toleransi antara mahasiswa. ‘’Untuk ini tentunya perlu pemahaman lewat kegiatan seperti gong perdamaian. Atau dalam mencegah penggunaan obat terlarang kami bekerja sama dengan BNN. Sehingga nantinya tidak ada celah bagi mahasiswa untuk masuk dalam lingkungan yang negatif, dan pada PKKMB ini tidak ada celah perpeloncoan,’’ jelasnya. Ia melanjutkan, tema melawan radikalisme yang diusung dalam PKKMB dianggap penting karena mahasiswa menjadi sasaran strategis dari pihak tidak bertanggung jawab dalam me-
nyebarkan paham radikalisme. Sebab, mahasiswa dipandang sebagai generasi penerus masa depan. Jika generasi ini terkena radikalisme tentu akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa yang menjadi tujuan dari penyebar paham radikalisme. ‘’Selain PKKMB, dalam mata kuliah juga diselipkan langkah-langkah melawan paham radikalisme baik itu mata kuliah Pancasila, Kewarganegaraan maupun MKU yang diselipkan langkah-langkah pencegahan paham radikalisme,’’ jelasnya. Pada pelaksanaan PKKMB tahun ini, menurut Udiyana, lebih istimewa karena STIMI Handayani mendapatkan penambahan mahasiswa yang signifikan. Ini membuktikan kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat ini STIMI Handayani akan terus berusaha meningkatkan kualitas baik SDM maupun sarana dan prasarana. Selain itu juga menyiapkan mahasiswa agar bisa bersaing di era industri 4.0, STIMI Handayani mengambil langkah-langkah strategis, antara lain memperbaiki kurikulum dengan mengolaborasikan teknologi dan ilmu manajemen. (ad466)
PKKMB - Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. (berbatik hitam) didampingi Ketua STIMI Handayani Dr. I.B. Gede Udiyana, S.E., M.Si.Ak. dalam Pembukaan PKKMB di Aula STIMI Handayani Denpasar, Jumat (13/9) kemarin.
Tangkal Intoleransi dan Terorisme
Program Bela Negara Jadi Pilar Strategis Mangupura (Bali Post) Penguatan konsep bela negara menjadi bagian pilar yang sangat strategis dan preventif untuk menghalau segala bentuk intoleransi dan benih-benih terorisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Untuk itu, ke depannya penguatan bela negara akan menjadi program nasional. Hal tersebut diungkapkan Kasubdit Ketahanan Negara Bappenas Ir. Gunarta saat rapat monitoring dan evaluasi program bela negara di Kementerian Pertahanan RI oleh Bappenas, Kamis (12/9) lalu
di Kuta. Pada kesempatan tersebut, Gunarta menyampaikan, keberhasilan penguatan program bela negara di Bali terlihat sedemikian nyata sebagai suatu gerakan kebudayaan yang lebih mengutamakan kualitas vibrasinya dibandingkan daerah lain. Meski demikian, Forum Bela Negara (FBN) Bali masih belum ada sinergitas terkait serapan dana program dari berbagai kementerian sebagaimana yang diamanatkan undang-undang. Sementara itu, Kasubdit Ling-
Bali Post/edi
EVALUASI - Suasana rapat monitoring dan evaluasi program bela negara, Kamis (12/9) di Kuta.
kungan Permukiman Direktorat Bela Negara Ditjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Endang Purwaningsih menyampaikan, Kementerian Pertahanan memberikan apresiasi kepada FBN Bali yang sejatinya layak menjadi role model penguatan bela negara. Hal ini berkenaan dengan peran dan komitmennya dalam diseminasi informasinya secara masif kepada masyarakat. Ketua Forum Bela Negara (FBN) Provinsi Bali Agustinus Nahak, S.H., M.H. menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung konsep bela negara yang telah digariskan pemerintah, penekankannya lebih kepada sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sejauh ini masih ada kesan di masyarakat kalau bela negara itu identik dengan mengangkat senjata dan militerisme. Padahal sejatinya dengan melakukan kegiatan yang positif bagi negeri ini, sudah merupakan pelaksanaan bela negara. ‘’Sejatinya penerapan konsep bela negara harus melekat pada setiap warga, apa pun profesinya. Bahkan dengan membuang sampah pada tempatnya dan membayar kewajiban pajak juga merupakan suatu bentuk bela negara,’’ ucapnya. Nahak juga melihat masih banyak kelompok warga yang belum paham akan bela negara. Bahkan banyak kaum milenial juga tak paham bela negara. Jadi ke depan bela negara itu harus terus digaungkan bahkan sampai ke pelosok-pelosok dan pinggiran. (kmb23)
Kontes Ternak dan Panen Pedet Provinsi Bali
Ajang Promosi dan Evaluasi Pembangunan Peternakan SEKDA Provinsi Bali Dewa Made Indra membuka Kontes Ternak dan Panen Pedet di Lapangan Kapten Japa, Desa Kertalangu, Denpasar Timur, Jumat (13/9) kemarin. Acara yang diinisiasi Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kota Denpasar ini juga dihadiri Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen) Kementerian Peternakan Dr. drh. I Ketut Diarmita, M.P. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana, M.M. selaku Ketua Panitia mengatakan, Kontes Ternak dan Panen Pedet tingkat Provinsi Bali diselenggarakan hingga 15 September. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan para peternak, memberi edukasi dan informasi tentang pembangunan peternakan, serta kesempatan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi antar-stakeholder. Dengan demikian, nilai tambah dan daya saing bisa meningkat untuk mewujudkan kemandirian pangan sekaligus kesejahteraan peternak krama Bali menuju ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Peserta kontes ternak dan panen pedet diikuti oleh dinas yang menangani fungsi peternakan kabupaten/kota se-Bali,’’ ujarnya. Ternak yang dipamerkan, lanjut Mardiana, antara lain sapi Bali pejantan unggul, ternak sapi pedet, ternak kambing, ternak babi, dan hewan sarana upakara. Selain itu, ada pula stan pameran seperti pakan ternak, olahan hasil peternakan, obat hewan, serta sarana peternakan lainnya. Kontes juga dirangkaikan dengan kegiatan bursa ternak, sarasehan/seminar, serta lomba-lomba terkait dengan tema pembangunan dan kesehatan hewan yang berlangsung selama tiga hari. ‘’Kontes ternak dan panen pedet merupakan ajang promosi dan evaluasi pembangunan peternakan sebagai indikator keberhasilan dan media informasi
BANTUAN - Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita menyerahkan secara simbolis bantuan ternak dan fasilitas lainnya dari pemerintah pusat kepada Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra. menuju pembangunan peternakan yang modern,’’ jelasnya. Mardiana menambahkan, Bali tahun ini mendapatkan alokasi anggaran dari APBN untuk bantuan ternak dan fasilitas lainnya. Antara lain, bantuan 390 ekor ternak sapi dengan nilai sekitar Rp 6,2 miliar di lima kabupaten yakni Buleleng, Karangasem, Tabanan, Gianyar, dan Jembrana. Bantuan lainnya adalah, 24 ekor ternak kambing unggul senilai Rp 96 juta di Tabanan, 200 ekor ternak babi lokal dan babi persilangan di Bangli, Karangasem, Tabanan, Gianyar, dan Buleleng, satu unit fasilitas mobil pelayanan kesehatan hewan keliling di Badung, serta 25.000 bibit hijauan pakan ternak berupa bibit indigofera seluas 12 ha untuk 8 kelompok. ‘’Bantuan bibit ini juga didukung dengan penyediaan pupuk organik sebanyak 12.000 kg dan fasilitas tata kelola air sebanyak tujuh paket,’’ imbuhnya. Selanjutnya, kata Mardiana, pemerintah pusat juga memberi-
kan klaim asuransi ternak sapi sebanyak 10 ekor dengan nilai masing-masing Rp 10 juta per ekor. Khusus bantuan ternak sapi akan dipakai untuk menunjang program upsus siwab (upaya khusus percepatan populasi sapi dan kerbau bunting) yang tahun 2019 ini ditarget 77 ribu akseptor. Realisasinya sekarang sudah 67 persen, dan diharapkan bisa melebihi target pada akhir tahun. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dr. drh. I Ketut Diarmita, M.P. mengatakan, tantangan saat ini adalah meningkatkan produksi ternak secara signifikan di tengah isu impor. Sementara Bali dari segi geografis dan luasan area tanah sudah sangat sempit. ‘’Artinya untuk ke depan, program peternakan yang sifatnya ekstensif sudah sangat tidak memungkinkan. Tapi kita lakukan peternakan yang intensif. Konsep beternak ada tiga yakni pakan, air, kesehatan (pengendalian penyakit - red), selesai,’’ ujarnya. (ad444)
Modifikator Daihatsu Dandani Puluhan Mobil di Banjarmasin DAIHATSU Dress Up Challenge 2019 kembali lagi! Setelah bergerilya ke sembilan kota di Indonesia, kali ini Daihatsu Dress Up Challenge 2019 singgah ke Kota Banjarmasin. Kontes modifikasi hasil kerja sama antara Daihatsu dan Indonesia Automodified (IAM) bertajuk ‘’Daihatsu Dress Up Challenge 2019’’ ini merupakan sebuah sarana dress-up mobil sebagai wujud ekspresi dan kreasi dari generasi kekinian. Daihatsu Dress Up Challenge di Banjarmasin ini merupakan seri kesepuluh dari total 14 series yang akan diadakan di 13 kota di Indonesia. Sebelumnya, Daihatsu Dress Up Challenge sudah terselenggara di Surabaya, Yogyakarta, Balikpapan, IIMS Jakarta, IIMS Makassar, Bali, Malang, Batam, dan Medan. Kali ini mengambil tempat di Duta Mall, Banjarmasin pada 7-8 September 2019, Daihatsu Dress Up Challenge diikuti oleh total 21 mobil. Sejak diselenggarakan mulai dari seri pertama hingga seri kesepuluh ini, telah tercatat total 300 unit mobil modifikasi Daihatsu, terdiri dari 107 GranMax & Luxio, 79 Ayla, 40 Xenia, 24 Sirion, 23 Taruna, 14 Terios, 10 Sigra, 2 Feroza, dan 1 Hijet, yang mengikuti ajang modifikasi. Setelah ini, kontes modifikasi Daihatsu Dress-up Challenge 2019 terdekat akan segera menyambangi Bandung, Palembang, Semarang, dan babak final yang akan diselenggarakan di Jakarta. Pada setiap kota penyelenggara babak penyisihan, akan dipilih total dua peserta
MODIFIKASI - Terios biru solid hasil modifikasi peserta DDC Banjarmasin. modifikasi terbaik pada setiap kategori produk line-up Daihatsu terbaru, serta kategori Free For All (FFA), yakni kategori untuk mobil Daihatsu lainnya tanpa dibatasi jenis dan tahun pembuatannya. Para peserta modifikasi Daihatsu Dress-up Challenge 2019 juga ditantang untuk memperebutkan elite point yang diakumulasi pada setiap seri sampai final dengan total hadiah hingga puluhan juta rupiah. Pendaftaran peserta Daihatsu Dress-up Challenge 2019 dapat dilakukan dengan menghubungi panitia di nomor 0815-9371128. Sebagai informasi, kontes ini
telah terselenggara sejak tahun 2014, dengan nama Sirion Dressup Challenge pada 2014-2016, dan berganti nama menjadi Daihatsu Dress-up Challenge sejak 2017 hingga saat ini. ‘’Melihat antusiasme pecinta modifikasi mobil yang terus bertambah, kami kembali menggelar Daihatsu Dress Up Challenge 2019 sebagai wadah menyalurkan kreativitas dan kegiatan positif bagi generasi milenial di Indonesia, khususnya bagi pengguna Daihatsu,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
Disangka Sroke Ternyata Bell’s Palsy SEORANG pasien berobat ke rumah sakit dengan perasaan cemas. Satu sisi wajahnya tidak bisa diangkat, sehingga saat ketawa terlihat bibir pada sisi itu tampak mencong. Lima hari sebelum menderita kelainan ini pasien juga menderita penyakit kulit yang di Bali dikenal dengan istilah kuambit (herpes zoster), berupa bercak kemerahan kulit dan pada permukaan tampak gelembung berisi air pada pipi, pelipis di daerah wajah yang tertinggal itu. Keluarga menyangka pasien terserang stroke dan dengan segera diobatkan ke rumah sakit. Ternyata dari hasil pemeriksaan medis dinyatakan bukan stroke dan didiagnosis sebagai Bell’s palsy. Penyakit Bell’s palsy adalah penyakit saraf, ditandai adanya kelumpuhan saraf wajah yang terjadi pada satu sisi yang terjadi secara mendadak dan akan tampak sebagai bibir mencong sebelah. Kelainan ini kadang disertai dengan kesulitan menutup mata, mengangkat alis dan mengernyitkan kening.
Penyebab Bell’s palsy sampai saat ini belum diketahui, diduga penyakit ini merupakan bentuk polyneuritis dengan kemungkinan penyebabnya adalah infeksi irus varisela zoster yang menyebabkan peradangan saraf seperti kasus di atas. Hal lain yang diduga kuat sebagai penyebabnya adalah riwayat terpapar angin dan udara dingin secara langsung dan terusmenerus. Misalnya karena setiap malam terpapar angin ketika naik sepeda motor atau terkena angin AC, kena kipas angin secara langsung dan terus-menerus yang sapat dapat mempermudah terjadinya penyakit ini. Gejala yang tampak bila mengalami penyakit Bell’s palsy dapat berupa kelumpuhan otot wajah satu sisi, tidak bisa menutup kelopak mata sebelah, nyeri tajam pada telinga, perubahan rasa pengecapan, kesemutan pada dagu dan mulut, sebelah mata berair, penglihatan kabur. Ketika mengalami keluhan di atas segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk
dilakukan pemeriksaan. Penyakit Bell’s palsy berbeda dengan stroke walaupun gejala kelumpuhannya pada wajah sangat mirip, akan tetapi gejala stroke sering disertai juga adanya gangguan kelemahan pada tungkai atas maupun bawah. Beberapa penyakit lain yang mirip dengan Bell’s palsy di antaranya kelainan pembuluh darah di otak, tumor pada saraf yang melayani otot wajah. Penyakit Bell’s palsy secara gradual akan mengalami perbaikan pada 80-90% kasus dan lebih sering ditemukan pada usia dewasa, penderita penyakit diabetes dan wanita hamil. Pengobatan Bell’s palsy ditentukan oleh derajat keparahannya. Pengobatan pada kasus Bell’s palsy di antaranya adalah dengan pemberian antiperadangan seperti steroid dan pemberian antivirus apabila diduga proses peradangannya oleh karena virus. Penderita Bell’s palsy juga akan kesulitan menutup matanya secara sempurna sehingga mata penderita dapat terkena iritasi,
dan kalau tidak mendapat perhatian bisa terjadi ulkus kornea mata dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan. Untuk mencegah hal tersebut, maka diperlukan pelumas berupa air mata buatan untuk mencegah hal tersebut terjadi. Selain itu, tindakan fisioterapi disesuaikan dengan derajat keparahan dari Bell’s palsy dan sangat dibutuhkan untuk mempercepat penyembuhan. Pada umumnya perkembangan penyakit ini baik, sekitar 80-90% penderita sembuh dalam waktu enam minggu sampai tiga bulan tanpa ada kecacatan. Penderita yang berumur 60 tahun atau lebih, mempunyai peluang 40% sembuh total dan berisiko tinggi meninggalkan gejala sisa. Sepertiga dari penderita Bell’s palsy dapat sembuh seperti sedia kala tanpa gejala sisa. Sepertiga lainnya dapat sembuh tetapi dengan elastisitas otot yang tidak berfungsi dengan baik. l dr. Made Putri Indraswari, S.Ked.
Sabtu Paing, 14 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Setia Mengawal Ideologi Pancasila
KEJADIAN di Papua baru-baru ini merupakan ujian terbaru bangsa menghadapi ancaman disintregrasi bangsa. Ini juga menjadi tolok ukur kemampuan bangsa ini mengatasi berbagai konflik kebangsaan. Jika kita susuri dan dalami sejarah telah mencatat, bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sudah susah payah dibangun, bibit-bibit perpecahan itu selalu ada, yang terpenting adalah jangan biarkan hidup dan berkembang. Ini sangat berbahaya. Paham radikal dengan bertopeng keagamaan tidak akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Justru sebaliknya. Tidak hanya mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa, tetapi secara jelas dan terbukti bahwa hal tersebut tidak laku dan justru membawa kehancuran di beberapa negara. Ini semakin meneguhkan sikap bangsa Indonesia, bagaimana sejatinya kita sudah punya kekuatan ideologis nasionalis yang sangat kuat. Kita sudah diberikan wasiat serta harta yang tidak ternilai harganya. Pelihara dan kembangkanlah. Bagaimana caranya? Tentu dengan integritas antara semua komponen bangsa. Menjaga rasa toleransi dan membangun rasa kesadaran berbangsa satu bahasa, satu bangsa dan satu tanah air. Pemerintah ada di depan dengan segala otoritas serta kemampuan yang sudah didelegasikan oleh rakyat. Pemerintah sudah punya mandat. Wakil sudah punya mandat absolut yang diperolehnya dari rakyat. Kombinasi ini sudah lebih dari cukup sebenarnya untuk mengamankan negeri. Tetapi, di tengah perjalanan tentu ada godaan. Banyak oknum yang sudah melenceng. Sudah keluar dati rel-rel komitmen awal. Sudah menafikan kebesaran citacita bersama. Namun, kita harus tetap setia mengawal ideologi Pancasila. Ideologi yang telah menyatukan 1.331 kelompok suku yang ada di negeri ini. Menyatukan lebih dari 268 juta jiwa penduduknya. Kita harus membangun jati diri dan menjadikan nasionalisme sebagai spirit mengawal NKRI. Sedangkan bagi mereka yang berkhianat tentu saja sejatinya tidak ada toleransi. Pemerintah mesti tegas. Penegakan hukum yang sangat-sangat tegas dan keras diperlukan. Diplomasi sosial dan diplomasi politik mungkin saja dibangun sepanjang itu tidak dalam bentuk kompromi atas ideologi kebangsaan. Negara harus kuat. Sendi-sendi negara jangan dibiarkan digerogoti. Jangan dibiarkan. Ini menyangkut kewibawaan seorang kepala negara dan jajarannya. Ini menyangkut kehormatan suatu bangsa. Jangan biarkan. Gangguan internal dan eksternal itu sudah pasti ada. Ini tidak hanya dinamika politik, ini dinamika kehidupan. Sepanjang kita bisa jalan lurus, tentu segala ancaman serta rintangan itu bisa dilalui dengan selamat. Ingat, godaan semakin berat di depan. Semakin hari dan bahkan semakin mengarah ke hitungan jam, menit, atau bahkan detik. Ini bukan berlebihan. Segala macam cara digunakan. Kekuatan media sosial digunakan untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, hoax dan sebagainya. Ini hitungannya detik. Mereka cepat dan kita mestinya jauh lebih cepat. Mereka juga kuat dan harusnya kita jauh lebih kuat. Kita tengah berpacu. Tidak ada istilah diam. Mereka tidak pernah diam untuk terus merongrong. Kita juga tidak akan pernah diam untuk melawan, melawan dan kita mestinya melibas mereka sampai ke akar-akarnya. Itu tentu perlu modal dan tekad kuat. Tegakkan komitmen dan tegakkan supremasi hukum. Tidak ada yang akan berani coba-coba kalau kita kuat dan teguh pendirian. Tidak akan ada yang berani petantang-petenteng kalau kita selalu siap siaga. Dasarnya harus kuat, Pancasila serta kesadaran bahwa kebinekaan itu justru akan memperkuat kita. Tanggung jawab mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia harus dibangun. Kesadaran ini seharusnya menjdi spirit kita bernegara. Oleh karenanya, perbedaan kepercayaan, suku, ras dan golongan jangan sampai menghancurkan persatuan dan kesatuan kita sebagai anak bangsa. Kita mesti tetap bersatu dan saling menghargai.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Kualitas Jalan di Kota Budaya Kota Denpasar katanya sebagai kota budaya maka infrastruktur atau jalan-jalan yang ada harus bagus, rapi, bersih agar elok dipandang mata. Juga sebagai kota pariwisata, kota pendidikan dan kota bisnis, taman-taman kota juga dikembangkan serta dipelihara dengan baik. Saya sering lewat di sepanjang Jalan Nangka, Jalan Patimura dan jalan yang lainnya. Terutama Jalan Nangka dan Jalan Patimura hingga di simpang empat Tohpati sejak lama kurang pemeliharaan. Trotoarnya kiri kanan juga perlu dibenahi. Apalagi akar-akar pohon perindang sebelah timur Banjar Taensiat banyak merusak pinggiran jalan. Sehingga meninggalkan kesan kumuh dan kotor. Jalan-jalan utama yang disebut di atas untuk perbaikannya rupanya kurang dana. Untuk mengatasi kerusakan itu sebaiknya Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Gubernur Bali dan bila perlu minta bantuan kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang dikenal dengan bupati bares itu. Toh juga antara Badung dan Denpasar sepertinya saudara kandung. Satu sejarah perjuangan yang dikenal dengan Perang Puputan Badung yang puncaknya pada 20 September 1906 silam. W. Beratha Yasa Kapal, Badung
Bergerak Merawat Kebangsaan dengan Penguatan Multikultur Perubahan kini merambah berbagai sektor kehidupan. Teknologi dan industri 4.0 menuntut adanya adaptasi dan elaborasi dalam pengelolaan profesi, sosial-ekonomi, lapangan kerja bahkan mungkin akan merembet pada strategi pewarisan tradisi, kultur, temasuk pemertahanan budaya. Internet dengan berbagai variannya telah menjadi perantara yang mampu membuat berbagai isu bergerak dengan cepat. Teknologi digital dengan media sosialnya telah membawa dunia bergerak menuju peradaban baru. Peradaban yang membuat orang menjauh dari interaksi kehidupan sosial dan cenderung individualis. Dinamika semacam ini tentu harus diantisipasi dengan menyiapkan generasi dan elemen bangsa lebih awal.
Oleh
I Wayan Dira Arsana ra digital yang bergerak dan menembus semua ruang tentu harus disikapi secara arif dan perlunya kontrol yang jelas. Era digital dengan beragam variannya tak boleh tumbuh liar tanpa ada regulasi dan kehadiran pemerintah dalam mengendalikannya. Ketidaksiapan memaknai dan menyaring serta memilah ragam informasi nyaris mengoyak rasa persatuan dan kebersamaan dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kini, ketika potensi konflik terus mengemuka, ancaman disintegrasi menguat serta isuisu suku, ras, agama dan antargolongan (SARA) makin mudah disebarluaskan, maka filternya harus jelas dan terukur. Memupuk kearifan lokal, penguatan multikultural dan memperkuat kepekaan berbangsa dengan membangun ruang komunikasi yang jelas harus dikondisikan. Diplomasi sosial mestinya dibangun dan dibudayakan. Bangsa ini harus bergerak cepat dan terukur menuju satu kesepahaman yang utuh untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dengan spirit nasionalisme yang kuat. Terkini, dalam kasus Papua, misalnya, langkah pemerintah patut diapresiasi. Ketika konflik tersulut akibat kontens hoaks pendekatan yang dilakukan pemerintah patut diapresiasi. Meskipun ada berbagai pendekatan ditawarkan elemen bangsa, pemerintah tetap me-
milih langkah persuasif dengan membangun diplomasi sosial dan diplomasi politik yang jelas. Kecakapan komunikasi mengatasi konflik memang layak dibangun. Langkah ini tentu bisa dijadikan salah satu paramater bagi bangsa ini di kemudian hari jika menghadapi kondisi serupa terutama terkait ancaman disintegrasi bangsa. Pembatasan akses internet, melakukan komunikasi politik dan menyadarkan kembali tentang kedaulatan dan makna persatuan dan kesatuan dalam wadah NKRI tentu layak kita kedepankan. Idealnya, ketika potensi konflik bisa diprediksi tentu solusi mengatasi konflik patut kita petakan pula. Dalam konteks kekinian dan pada era digital saat ini maka kecakapan komunikasi dan literasi terhadap struktur kemasyarakatan hendaknya menjadi rujukan. Kearifan lokal yang selama ini sebagai pengikat kekerabatan hendaknya diberikan ruang untuk tumbuh dan berkembang. Merawat kembali simpul-simpul budaya dan penguatan karakter kebangsaan adalah hal mendasar yang mesti ditumbuhkembangkan. Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan sebaran jumlah pulau 17.504 pulau -- 16.056 diakui PBB -- dengan jumlah penduduk 268 juta lebih, serta 1.331 kelompok suku dan 1.001 lebih bahasa daerah haruslah kita rawat dengan toleransi kebangsaan yang utuh. Untuk
itulah, terorisme, ancaman disintegrasi bangsa serta merebaknya kontens hoaks jangan sampai menjadi penghalang terbangunnya rasa persaudaraan dalam memupuk rasa kebangsaan. Kesadaran bahwa kita hidup dalam bangsa yang majemuk atau multikultural dengan beragam suku, ras, agama dan antargolongan hendaknya juga menyadarkan kita tentang makna pentingnya merawat rasa kebangsaan dan persatuan. Membumikan empat pilar kebangsaan -- Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) -- yang selama ini digaungkan dalam setiap kesempatan adalah hal mutlak yang harus dilakukan. Yang jelas, kesadaran untuk merawat toleransi dalam era multikultural haruslah dibangun. Pendidikan Multikultural Selain itu, dalam konteks pembelajaran untuk menyiapkan generasi bangsa yang kuat dalam membela kesatuan dan persatuan bangsa, pendidikan multikultural menjadi sangat strategis. Hal ini makin strategis untuk dikembangkan ketika rasa toleransi terhadap perbedaan suku dan agama, bahkan sekadar menghargai perbedaan pendapat, ternyata sangat rendah. Orang cenderung menilai dan menghakimi perbedaan yang ada, tanpa mau memberi-
‘’Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan sebaran jumlah pulau 17.504 pulau -- 16.056 diakui PBB -- dengan jumlah penduduk 268 juta lebih, serta 1.331 kelompok suku dan 1.001 lebih bahasa daerah haruslah kita rawat dengan toleransi kebangsaan yang utuh. Untuk itulah, terorisme, ancaman disintegrasi bangsa serta merebaknya kontens hoaks jangan sampai menjadi penghalang terbangunnya rasa persaudaraan dalam memupuk rasa kebangsaan.’’ kan sedikit rasa hormat kepada pihak lain. Menurut Jose A. Cardinas (1975:131), pentingnya pendidikan multikultural ini didasarkan pada lima pertimbangan: Pertama, incompatibility (ketidakmampuan hidup secara harmoni). Kedua, other languages acquisition (tuntutan bahasa lain). Ketiga, cultural pluralism (keragaman kebudayaan). Keempat, development of positive self-image (pengembangan citra diri yang positif). Dan kelima, equility of educational opportunity (kesetaraan memperoleh kesempatan pendidikan). Pentingnya pendidikan multikultural dilatarbelakangi beberapa asumsi di antaranya setiap budaya dapat berinteraksi dengan budaya lain yang berbeda, dan bahkan bisa saling memberikan kontribusi. Serta adanya keragaman budaya dan interaksinya merupakan inti dari masyarakat dewasa ini. Hal lainnya mencakup keadilan sosial dan kesempatan yang setara bagi semua orang merupakan hak bagi semua warga negara termasuk sistem pendidikan memberikan fungsi kritis terhadap kebutuhan kerangka sikap dan nilai
WARUNG GLOBAL
Perlu Perhatian dan Kasih Sayang
SEORANG siswa SMAN 1 Dawan, Klungkung dikeluarkan dari sekolah. Bukan tanpa alasan, keputusan terpaksa ini diambil oleh pihak sekolah lantaran sudah tidak bisa ditolerir lagi perbuatan siswa ini daripada akan memengaruhi siswa lainnya. Lalu, bagaimana komentar pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global? Berikut rangkuman selengkapnya. Wayan Beratayasa di Sangeh menyampaikan bahwa di sekolah tempat anak menempa dirinya, bandel tingkat tinggi pun anak harus dibina. Namun dalam hal mendidik anak tersebut, harus dilakuan bersama-sama baik oleh orangtua (keluarga) maupun pihak sekolah. Ini sepertinya sudah habis jalan, solusi dan sebagainya. Sudah habis akal. Kalau ditolerir, wibawa sekolah tercoreng dan takut memengaruhi siswa lainnya. Anak-anak berhak untuk mengenyam pendidikan dan lulus, pihak sekolah sudah bijaksana. Memang ini sedikit menyakitkan, untuk itu anak-anak yang “parah” ini dicari motifnya kenapa bandel, suka berkelahi. Siapa yang bertugas mendidik anak/siswa? Demikian Ketut Mursi di Denpasar. Sekarang para guru sedikit-sedikit berbuat “keras” pada siswa, sudah dilaporkan. Pendidikan di sekolah mengubah anak yang nakal jadi baik dan pintar. Ada sekolah luar biasa bagi anak-anak bandel. Bisa disekolahkan di sana. Buat sekolah khusus bagi anak bandel, atau kurang di-lukat anak ini, demikian Budiada
di Tabanan. Anak yang superbandel ini harus dicek psikolog. Anak jadi bandel, suka berkelahi apakah broken home, sehingga tidak dapat perhatian dari keluarganya. Barangkali, anak ini hobinya tinju, sebaiknya disekolahkan di sekolah khusus. Demikian Fera di Tabanan, semua berharap anak-anak kita jadi anak yang pintar dan berprestasi. Tapi, belakangan mental dan moral anak-anak kita jauh dari harapan terlibat perkelahian, narkoba dan sebagainya. Ia sepakat dengan kawan sebelumnya agar ditelusuri kenapa anak itu bandel dan sering berkelahi. Mestinya ada tempat pembinaan khusus bagi anak-anak yang bandel ini. Demikian saran Ayu di Petang. Ini sama dengan anak berkebutuhan khusus, autis dan sejenisnya. Bisa jadi seperti apa yang disampaikan rekan Budiada, perlu pendekatan secara ritual melalui mabayuh, memang tidak instan, harus dihadapi dengan penuh kesabaran. Lilis di Tabanan juga menyarankan agar pihak pendidik memberikan perhatian khusus,
kuncinya adalah kasih sayang. Seorang siswa sampai dikeluarkan dari sekolah tentu sudah melalui prosedur , demikian Werdha di Gianyar. Ia dengar sekolah Bali Mandara bisa mengambil alih anak ini untuk dididik di sana. Ketut Nges di Denpasar juga demikian jika sampai dikeluarkan dari sekolah berarti sudah merupakan keputusan final dan sudah melalui proses sebelumnya. Dari hal ini diharapkan jadi peringatan bagi siswa yang lain. Bagi siswa yang dikeluarkan ini semoga menjadi pengalaman yang berharga dalam hidupnya untuk bisa mengubah karakter menjadi lebih baik dari yang sekarang. “Berarti sekolah dan gurunya gagal menjadikan anak yang lebih baik, “ demikian opini Nengah di Denpasar. Sementara Wayan Kanta di Karangasem menilai bahwa baik orangtua di rumah maupun guru di sekolah sudah tidak mampu membina siswa tersebut. Jadi tak masalah jika dikeluarkan dari sekolah. Namun sebelum dikeluarkan ada baiknya diskors 6-12 bulan dan lihat apa ada perubahan. Warga Klungkung, Wayan Gubar, sepakat dengan Budiada, orangtua atau pihak keluarga lebih memberikan perhatian dan kasih sayang. (sikha)
demi kelangsungan masyarakat demokratis. Untuk itulah, untuk memupuk dan bergerak merawat rasa kebangsaan nilai-nilai kearifan lokal, kearifan sosial dan kearifan budaya dapat dijadikan sebagai tali kebangsaan. Dengan nilai kearifan sosial dan kearifan budaya, akan berusaha mengeliminir berbagai perselisihan dan konflik budaya. Pendidikan multikulturalisme menjadi penting dikembangkan dan diinternalisasikan dalam proses transformasi nilai-nilai masyarakat dan bangsa yang beragam ini, termasuk di persekolahan melalui pendidikan multikultural. Sebab, prinsipprinsip dasar multikulturalisme mengakui dan menghargai keberagaman kelompok masyarakat seperti etnis, ras, budaya, gender, strata sosial, agama, perbedaan kepentingan, keinginan, visi, keyakinan dan tradisi. Ini akan sangat membantu terwujudnya perubahan format perilaku sosial yang kondusif dan sangat menjanjikan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk. Penulis, wartawan utama Kelompok Media Bali Post
POJOK Telan ratusan miliar rupiah, Bali belum juga bebas rabies. - Belum ada budget dolar. *** Pengobatan herbal dijadikan unggulan. - Unggul dan pasti bisa. *** Bupati Suwirta pastikan pelabuhan segitiga emas terealisasi 2020. - Ujian hingga akhir jabatan.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Paing, 14 September 2019
Geledah Ruang Tahanan
Petugas Lapas Temukan Gunting dan Cutter Tabanan (Bali Post) Satu per satu kamar tahanan di Lapas IIB Tabanan digeledah Jumat (13/9) kemarin. Setiap sudut diperiksa dan diobok-obok petugas. Pada kegiatan tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang, seperti kartu remi, gunting, cutter, besi, botol kaca, dan sendok besi. Temuan itu diamankan petugas
Bali Post/ist
PERIKSA KAMAR Petugas lapas saat memeriksa kamar tahanan.
untuk penyidikan lebih lanjut. Sekitar 25 personel dilibatkan dalam sidak tersebut. Sidak yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Tabanan I Wayan Suwiantara ini dimulai pukul 08.00 Wita sampai dengan pukul 10.00 Wita. Petugas langsung masuk dan menggeledah seluruh blok kamar tahanan. Kalapas Klas IIB Tabanan I Putu Murdiana menerangkan, sidak semacam ini rutin digelar untuk menghindari adanya barangbarang yang membahayakan. Target sidak yakni HP, narkoba
dan senjata tajam. Namun tidak menutup kemungkinan juga barang-barang yang membahayakan lainnya yang ada di kamar-kamar hunian, seperti obat-obatan kedaluwarsa, lem, alat-alat handycraft dan lainnya. Rencananya sidak semacam ini dilakukan minimal empat kali dalam sebulan. ‘’Untuk kali ini narkoba nihil. Namun ada sejumlah barang-barang yang diamankan dari kamar tahanan karena dianggap berbahaya,’’ terangnya. Barang-barang yang berhasil
diamankan oleh petugas akan dimusnahkan. Ditegaskannya, sidak tujuannya memastikan situasi di blok warga binaan benar-benar aman. Karena itu, petugas juga menggeledah tiap sudut kamar beserta barang yang ada di dalamnya. ‘’Tujuannya untuk meminimalisasi terjadinya pelanggaran yang dilakukan warga binaan,’’ ujarnya. Dari data Lapas Tabanan, saat ini isi penghuni lapas sebanyak 161 orang. Terdiri dari tahanan sebanyak 40 orang dan narapidana sebanyak 121 orang. (kmb28)
Kuota Calon Perbekel Tak Terpenuhi
Desa Tegal Jadi Batal Gelar Pilkel Tabanan (Bali Post) -
Dari 98 desa di Kabupaten Tabanan yang akan menggelar pemilihan perbekel (pilkel) secara serentak pada 26 Oktober 2019, ada satu desa yang ditunda pelaksanaannya hingga tahun 2021. Desa tersebut yakni Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga. Hal ini lantaran di desa tersebut hanya ada satu bakal calon perbekel. pilkel mensyaratkan minimal dua calon. Dari informasi yang dihimpun, awalnya muncul dua nama bakal calon yang maju dalam bursa pilkel, yakni I Nyoman Mustika dari Banjar Adeng yang juga
menjabat Klian Dinas Banjar Adeng, serta I Wayan Suarta dari Banjar Pengembungan. Suarta sempat nyaleg dari Partai Gerindra, namun gagal melaju ke gedung dewan
Tabanan. Awalnya, seluruh tahapan pilkel di desa tersebut berjalan dengan baik. Namun jelang penetapan calon, I Nyoman Mustika justru men-
Bodong, Tower Operator Seluler di Jatiluwih Disegel Tabanan (Bali Post) Sebuah tower operator seluler di kawasan Jatiluwih, tepatnya di Banjar Jatiluwih Kangin Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Jumat (13/9) kemarin disegel petugas Satpol PP Tabanan. Tower yang berdiri sejak dua bulan ini terbukti belum mengantongi izin alias bodong. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, penyegelan atau penghentian operasional tower operator seluler tersebut berdasarkan laporan dari masyarakat. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, ternyata benar belum mengantongi izin. ‘’Menaranya ada di kawasan tegalan warga Banjar Jatiluwih Kangin. Karena belum bisa menunjukkan izin, kita hentikan sementara,’’ terangnya Menurutnya, laporan warga mengenai tower tersebut sudah ada sejak sebulan lalu. Proses penindakan pun sudah berjalan hampir tiga minggu belakangan. Namun karena pihaknya baru bisa berkoordinasi dengan PLN, maka
penghentian operasional di lapangan baru bisa dilakukan kemarin. ‘’Perlu proses sebelum penghentian. Harus bersurat dulu ke PLN, tunggu jawaban. Sehingga tadi (kemarin - red) baru sepakat untuk dihentikan,’’ ujarnya. Mantan Kasubag Humas Tabanan ini menambahkan, menara provider telekomunikasi tersebut sudah beroperasi sekitar dua bulan. ‘’Memang tidak ada keluhan, tetapi ada laporan warga ada menara yang sudah beroperasi tetapi belum kantongi izin. Kami sudah mohon dengan PLN ke lapangan untuk memutus aliran listriknya,’’ tegas Sarba. Sebelum disegel, pemilik menara atau yang mengelola sudah sempat dipanggil ke kantor Satpol PP Tabanan untuk menandatangani surat pernyataan sepakat dihentikan sementara. Bahkan pemilik mengaku bersedia melengkapi seluruh izin. ‘’Kami juga pasang banner di sana bertuliskan penghentian sementara,’’ terangnya. (kmb28)
gundurkan diri. Akibatnya, Desa Tegal Jadi tidak bisa ikut Pilkel 2019 dan akan ikut kembali pada 2021. Jabatan Pj. Perbekel pun diperpanjang. Pj. Perbekel Desa Tegal Jadi I Made Oka Witarmana menjelaskan, sejak proses pendaftaran calon yang batasnya sampai 25 Agustus, Nyoman Mustika dan Wayan Suarta yang
mendaftar ke kantor desa. Bahkan dari hasil verifikasi administrasi oleh panitia, persyaratan keduanya untuk maju dalam Pilkel telah dinyatakan lengkap. Namun saat akan penetapan calon atau pada 4 September, salah satu calon mengundurkan diri dengan alasan ada hal-hal yang masih menjadi pertimbangan. Sesuai tata tertib, calon
perbekel minimal harus dua orang. Kuota itu tidak bisa dipenuhi oleh Desa Tegal Jadi, maka secara otomatis tidak bisa mengikuti tahapan pilkel selanjutnya. ‘’Jabatan Pj. Perbekel akan diperpanjang. Tetapi sampai kapan, ini masih belum ada konfirmasi dari DPMD dan Camat Marga. Bahkan siapa yang ditunjuk menjadi Pj., masih menunggu
dari Bupati Tabanan,’’ katanya, Jumat (13/9) kemarin. Sementara itu, Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati membenarkan jika Desa Tegal Jadi tahun ini tidak bisa melaksanakan pilkel alias deadlock. Desa tersebut akan menggelar pilkel pada 2021. ‘’Tetapi alasan calonnya mundur saya juga tidak tahu banyak,’’ katanya. (kmb28)
SUBAK - Lahan seluas dua hektar di Subak Pengembungan disiapkan untuk pertanian organik.
Bali Post/bit
Subak Pengembungan
”Pilot Project” Wisata Berbasis Pertanian Organik Tabanan (Bali Post) Saat ini setiap desa berupaya mengeksplore seluruh potensi wilayah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi wisata alam dan budaya sangat diminati oleh wisatawan terutama wisatawan asing. Seperti yang tengah dilakukan Desa Tegal Jadi, Kecamatan Marga yang saat ini menyiapkan diri menjadi desa wisata. Salah satu yang tengah dirancang adalah pengembangan desa wisata berbasis pertanian organik di Banjar Pengembungan. Pj. Perbekel Desa Tegal Jadi, I Made Oka Witarmana mengatakan, ada tiga banjar di Desa Tegal Jadi. Selain pertanian berbasis organik di Pengembungan, potensi lain yang ke depan akan digali seperti wisata Adeng Canyon di Banjar Adeng dan wisata religi di Banjar Tegal Jadi. Bahkan di ketiga banjar tersebut sudah dibentuk Pok-
darwis dan kini masih dalam proses pengajuan proposal ke Dinas Pariwisata Tabanan sebagai syarat untuk bisa mengarah ke desa wisata. ‘’Keinginan menjadikan Desa Tegal Jadi menjadi desa wisata juga dari hasil kajian bersama pihak akademisi. Memang di tiga banjar itu ada potensi wisata yang bisa dikembangkan,’’ ucap Oka Witarmana. Menurutnya, masyarakat dan pelaku pariwisata mendukung penuh upaya pengembangan sektor pariwisata di desa ini. Bahkan sudah ada pelaku pariwisata yang menjalin kerja sama dengan pihak desa. ‘’Minimal desa kami kian dikenal oleh masyarakat luas dan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami juga memiliki industri kuliner, seperti jajanan upacara, pembuatan VCO yang nantinya bisa disinergikan menjadi satu potensi wisata terintegrasi,’’ terangnya.
Khusus wisata berbasis pertanian organik, Pekaseh Subak Pengembungan yang juga Ketua Pokdarwis I Made Muliana mengatakan, saat ini baru dirancang pengembangan wisata berbasis pertanian organik di lahan seluas dua hektar di Subak Pengembungan. Luas total subak yaitu 47 hektar dengan 4 tempek, yakni Tempek sima, Tempek Dalem, Tempek Abang dan Tempek Conto. Sebanyak dua hektar pilot project pengembangan wisata pertanian berbasis organik ini baru akan dimulai proses tanamnya pada Oktober mendatang, dengan jenis padi Ciherang. ‘’Sebenarnya kami ingin mengembalikan sistem pertanian terdahulu, dimana kalau dulu para panglingsir kita menggunakan sistem organik,’’ ucapnya. Meski proses tanam baru dimulai bulan depan, Muliana menyebutkan, sudah ada tiga petani yang telah menerap-
kan pertanian organik di lahan dua hektar dan hasil panennya cukup baik. Pertanian organik diterapkan mulai dari penggarapan lahan, proses tanam dan pemupukan diterapkan secara organik. Bahkan saluran irigasi untuk dua hektar lahan tersebut berasal dari sumber air beji Desa Adat Pengembungan yang ditampung untuk nantinya disalurkan ke lahan organik. ‘’Sebenarnya ada aliran subak dari Yeh Pudeh. Hanya saja karena ini sifatnya organik dan supaya tidak terkontaminasi zat kimia atau lainnya, maka kami gunakan sumber air beji yang ditampung,’’ terangnya. Kemudian pupuk menggunakan fermentasi dari pengolahan buah-buahan busuk yang dicampur air beras dan gula. Pupuk padat juga menggunakan kotoran sapi yang telah difermentasi. Proses pengolahan tanah menggunakan sapi atau kerbau.
‘’Sementara bertahap, dua hektar dulu, nantinya akan terus kami kembangkan, apalagi banyak dukungan dari masyarakat,’’ tegasnya. Klian Dinas Banjar Pengembungan I Putu Suarsana mengatakan, jika pertanian organik ini sudah berjalan baik, akan disediakan pula spot wisata lainnya. Seperti mengajak wisatawan matekap ataupun menanam padi. Selain juga disiapkan permainan tradisional seperti ayunan, memancing dan jogging track. ‘’Ide atau gagasan itu sedang kami rancang sehingga nantinya ada satu kesatuan mulai dari potensi wisata pertanian organik dengan udara yang segar, serta bebas polusi. Kami juga siapkan spot permainan tradisional dan mengajak wisatawan melihat langsung proses industri rumahan seperti jajan upacara, VCO dan lainnya,’’ terangnya. (kmb28)
Pelajar Tewas Tergilas Truk
Bali Post/bit
PETUGAS - Petugas Satpol PP menghentikan operasional tower di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Jumat (13/9) kemarin.
Tabanan (Bali Post) Naas menimpa I Kadek Bayu Prasetya, pelajar asal Desa Pendem, Kabupaten Jembrana. Pemuda berusia 19 tahun ini meregang nyawa setelah terlibat lakalantas Jumat (13/9) kemarin, di jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Dusun Bantas Bale Agung Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur. Korban tergilas roda truk setelah sebelumnya jatuh tersenggol bodi truk bagian samping kiri. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Dari keterangan sejumlah saksi, sebelum terjadinya kecelakaan, korban datang dari arah timur menuju Gilimanuk dengan mengendarai sepeda motor Scoopy DK 3435 ZG. Dari
arah yang sama juga melaju truk Hino DK 9367 UN yang dikemudikan Lukman Hakim (35), asal Banyuwangi. Saat tiba di lokasi kejadian atau di tikungan tajam ke kiri, pengemudi truk tidak memperhatikan sepeda motor yang ada di sebelah kirinya. Ia mengambil haluan terlalu ke kiri sehingga menyenggol sepeda motor milik korban. Akibat senggolan itu, pengendara motor terjatuh. Mengingat jarak yang cukup dekat, korban tergilas ban belakang truk sebelah kiri, sedangkan sepeda motor jatuh ke got. Melihat kejadian itu, sejumlah warga yang ada di lokasi kejadian langsung menghubungi pihak kepolisian dan mengevakuasi korban. Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Putu Oka Suyasa men-
gatakan, korban langsung meninggal di lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP, pengemudi truk dinyatakan kurang hati-hati saat melewati tikungan dan tidak memperhatikan kendaraan yang ada di sebelahnya. ‘’Sopir kurang hati-hati saat tikungan hingga menyenggol kendaraan milik korban. Korban terjatuh, langsung tergilas ban belakang truk,’’ ucapnya. Terkait lakalantas yang terjadi di wilayah setwilkum Polsek Selemadeg Timur, AKP Suyasa terus mengimbau pengguna kendaraan agar senantiasa berhati-hati dan tetap mematuhi tata tertib lalu lintas. ‘’Lebih berhati-hati, jangan sampai kelelaian dalam berkendara agar tidak menyebabkan jatuh korban,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/ist
OLAH TKP - Petugas kepolisian saat melakukan olah TKP.
Sabtu Paing, 14 September 2019
Saling Klaim Tanah Berakhir
Puri Kanginan Buka Penutup Jalan ke Kantor Disbud Buleleng Singaraja (Bali Post) – Setelah berpolemik hingga berujung penutupan jalan ke kantor Dinas Kebudayaan (Disbud), kawasan Museum Buleleng dan Gedong Kirtya, Jumat (13/9) kemarin masalah itu berakhir bahagia. Puri Kanginan yang mengklaim jalan dan Taman Angsoka adalah hak milik, mengizinkan memakai jalan itu untuk pegawai Disbud, pengunjung Gedong Kirtya dan Museum Buleleng. Pemakaian ini dengan syarat, parkir kendaraan tidak diizinkan menggunakan jalan ke kawasan Puri Kanginan.
Bali Post/kmb38
BERAKHIR – Polemik saling klaim lahan yang berujung penutupan jalan masuk ke kantor Disbud, Gedong Kirtya dan Museum Buleleng, Jumat (13/9) kemarin berakhir. Kedua belah pihak (Puri Kanginan dan Disbud) sepakat mengakhiri polemik dengan sama-sama memanfaatkan jalan dan tidak dijadikan tempat parkir kendaraan.
Keputusan akhir tersebut diambil setelah kedua belah pihak kembali melakukan mediasi. Mediasi kali kedua ini dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan Putu Karuna. Pihak Puri Kanginan mengutus Panglingsir Puri A.A. Ngurah Parwata Panji dan pemerintah daerah dihadiri Kepala Disbud Gede Komang, serta utusan Badan Keuangan Daerah (BKD) diwakili Kepala Bidang (Kabid) Aset Made Pasda Gunawan. Panglingsir Puri Kanginan A.A. Ngurah Parwata Panji mengatakan, dalam mediasi itu pihaknya mewakili puri telah menyampaikan keinginan kepada pemerintah. Keinginan tersebut adalah tanah yang sekarang dipakai Taman Angsoka dan jalan menuju kawasan puri adalah milik keluarga puri. Meski demikian, keluarga puri mengizinkan Disbud menggunakan tanah tersebut untuk jalan menuju gedung kantor Disbud atau untuk pengunjung ke Gedong Kirtya dan Museum Buleleng. Izin ini pun dikuatkan dengan syarat yang telah disetujui pihak pemkab yakni kendaraan tidak diberikan parkir di jalan itu seperti yang terjadi beberapa bulan terakhir ini. Dengan tawarannya itu, tidak ada salah satu pihak yang dirugikan. Untuk mencegah pengingkaran kesepakatan dan polemik berulang, Parwata Panji
meminta agar kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk surat resmi sebagai bukti “hitam di atas putih”. Hal ini dilakukan agar jika terjadi pergantian pejabat tidak ada kebijakan yang terkesan memicu polemik antara puri dengan pemerintah. “Kami menyampaikan keinginan di mana tanah itu milik puri. Silakan dipakai bersama untuk jalan atau taman. Kami meminta kendaraan tidak diparkir di jalan, tetapi silakan parkir di lahan milik pemkab di sebelah timur, belakang Puri Seni Sesana Budaya dan keinginan itu sudah dipenuhi sehingga per hari ini penutupan itu kami sudah buka,” katanya. Di sisi lain, Parwata Panji mengatakan, terkait status sertifikat pihak keluarga puri meminta agar dilakukan pemecahan dengan mengikuti batas-batas yang sudah ada dalam sertifikat. Cara ini perlu dilakukan karena tanah tersebut diblok dengan seluruhnya milik pemerintah sesuai Sertifikat Hak Pakai (SHP). Untuk melakukan pemecahan ini pihaknya menyerahkan kepada BKD dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Singaraja. “Kami minta dipisahkan dan tidak diblok seperti semuanya milik pemkab dan kami serahkan itu kepada BKD dan BPN. Dengan demikian, dua tanah kami dengan SHM batasnya jelas di barat Gedong Kirtya
dan timur Puri Seni Sesana Budaya. Taman Angsoka juga, kalau mau ditata kami izinkan untuk kepentingan bersama,” jelasnya. Sementara itu, Asisten Tata Pemerintahan Putu Karuna mengatakan, sejak polemik saling klaim lahan ini mencuat, hubungan pemkab dengan puri dikahwatirkan menjadi tidak baik. Padahal, sejak lama tidak terjadi masalah dan para pihak tetap baik-baik saja. Hanya, dalam pencatatan aset, terjadi miskomunikasi dalam penerbitan SHP tanah pemerintah. Atas kekeliruan ini, pemkab akan melakukan penyempurnaan SHP bersama BPN dan BKD. “Samasama sudah menyampaikan keinginan. Jalan bisa dilalui dan parkir tidak di sana lagi toh juga ada lahan yang lain. Kami sepakat untuk memperbaiki kekeliruan sertifikat itu dan teknisnya kami serahkan kepada BPN dan BKD, sehingga masalah ini tidak lagi berulang,” jelasnya. Pascamediasi tersebut, keluarga Puri Kanginan Singaraja langsung membuka spanduk yang sempat dipasang di areal Taman Angsoka di sebalah timur Gedong Kirtya. Selain itu, bambu penutup jalan dari kantor Disbud ke Museum dan Sesana Budaya juga dibongkar, sehingga pegawai dan pengunjung kembali bisa melintas. (kmb38)
Setelah Relokasi
APBD Perubahan Tanpa Catatan Prinsip Pedagang Bermobil Dipungut Retribusi Tambahan Singaraja (Bali Post) – Rancangan APBD Buleleng Perubahan Tahun 2019 telah selesai diverifikasi. Hasilnya, dokumen keuangan untuk pertengahan tahun tersebut dinyatakan sudah sesuai dan tidak ada catatan prinsip dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Menyusul terbitnya hasil verifikasi itu, pemerintah daerah akan mengajukannya ke DPRD Buleleng pada Senin (16/9) mendatang untuk dibahas kembali sebelum dokumen keuangan itu mulai dilaksanakan. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Gede Sugiartha Widiada menyatakan, Jumat (13/9) kemarin, secara umum Rancangan APBD Perubahan yang sudah disepakati oleh DPRD Buleleng periode terdahulu sifatnya hanya penyempurnaan. Satu sisi ada rancangan p e n i n g k a t a n a n g g a ra n di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan di lain sisi ada pengurangan hingga tidak mendapat tambahan anggaran. Ini fokus untuk program skala prioritas sesuai arah kebijakan pemerintah daerah. Demikian halnya di sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai rancangan yang sudah disahkan itu terjadi peningatan. Tidak ketinggalan, Rancangan APBD Perubahan ini merumuskan adanya efisiensi anggaran yang
sudah dikucurkan dalam APBD Induk terdahulu. “Pada prinsipnya sudah diterima dan verifikasi di Gubernur. Hasilnya tidak ada catatan dan tinggal melaksanakan saja,” katanya. Menurut Sugiartha Widiada, meskipun tanpa catatan namun sesuai ketentuan, hasil verifikasi ini wajib untuk dibahas kembali di DPRD. Untuk itu, pembahasan ini telah dijadwalkan Senin (16/9) pekan depan. Pembahasan ini akan melibatkan sebagian anggota DPRD Buleleng incumbent dan sebagian dewan “anyar” yang baru dilantik 5 Agustus 2019 yang lalu. “Tinggal pembahasan di dewan dan setelah itu rancangan sudah mendapat nomor dan sudah bisa dilaksanakan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengatakan, pembahasan hasil verifikasi APBD Perubahan itu telah dijadwalkan oleh Kesekretariatan Dewan. Sesuai jadwal itu pembahasan verifikasi ini dilakukan setelah sidang paripurna pelantikan Pimpinan DPRD Buleleng Periode 2019-2024. Setelah pelantikan ini, dewan akan membahas hasil verifikasi APBD. Selain itu, pihaknya akan menetapkan pimpinan komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD). (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Terdapat 106 pedagang bermobil dan 15 pedagang ikan mulai berjualan di sisa lahan Kolam Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri, Rabu (11/9) lalu. Mereka direlokasi karena lokasi berjualan di dalam Terminal Banyuasri hingga di Jalan Ahmad Yani, Singaraja kini dijadikan lokasi pasar darurat menyusul proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Setelah memulai berjualan di tempat baru, aktivitas pedagang terganggu munculnya pungutan tambahan. Data di lapangan menyebutkan, sejak mulai berjualan di lokasi yang baru, ratusan pedagang telah membayar retribusi harian. Khusus untuk pedagang bermobil selain retribusi harian, juga dikenakan retribusi parkir. Pungutan ini sudah resmi sesuai peraturan daerah (perda) yang diikuti peraturan bupati (perbup) dan surat keputusan (SK) direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Hanya, ketika tiga hari mulai berjualan di tempat yang baru, di luar pungutan resmi oleh PD Pasar itu, pedagang mengaku dikenakan pungutan lain. Menurut informasi yang dikumpulkan di lapangan, setiap pedagang bermobil dipungut uang Rp 10.000 tiap mobil ketika akan memasuki lokasi berdagang. Karena baru saja menempati lokasi tersebut, para pedagang bersedia membayar pungutan itu karena kahwatir akan tidak diberikan izin berjualan. Bahkan, siapa pihak yang memungut retibusi berlebih itu tidak diketahui dengan pasti dan
setelah membayar, pedagang tidak diberikan karcis. “Tidak tahu siapa yang memungut dan katanya parkir. Saat masuk itu diminta bayar Rp 10.000 tiap mobil dan tidak ada karcisnya. Kami heran di dalam sudah kena parkir tapi di pintu masuk kok kena juga,” sebut seorang pedagang. Atas pungutan tambahan itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana mengatakan, pemanfaatan tempat pedagang bermobil saat ini dilakukan mengacu pada regulasi yang sudah diatur dalam perda, perbup, dan SK direksi. Dari ketentuan itu, pedagang bermobil dipungut retribusi harian dengan klasifikasi mobil Carry
Rp 12.000, L-300 Rp 18.000 dan Engkel Rp 21.000 satu kali berdagang. Selain itu, pedagang bermobil dikenakan retibusi parkir selama berjualan Rp 5.000 per mobil. Sementara, terkait pungutan di luar itu, pihaknya menyebut hal itu bukan kewenangan PD Pasar. “Sebagai pengguna tempat yang diberikan pemerintah, kami memungut retribusi sesuai regulasi itu dan kalau ada pungutan lain, kami tidak tahu karena tidak wewenang PD Pasar,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan, setelah relokasi pedagang oleh PD Pasar, Dishub belum melakukan pung-
utan parkir di lokasi pedagang bermobil di kawasan Kolam Nirmala Asri Banyuasri. Personel yang diterjunkan di lokasi hanya mengatur parkir kendaraan, aktivitas pasar ini tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan pedagang serta pembeli menjadi terbiasa dengan lokasi pasar yang baru. Mengatasi informasi yang menyebut ada pungutan, Gunawan berjanji secepatnya akan berkoordinasi dengan direksi PD Pasar, sehingga ada kepastian terkait pihak yang ditunjuk memungut parkir di pasar untuk pedagang bermobil tersebut. “Kami sudah instruksikan staf untuk cek kebenarannya dan hasilnya tidak ada petugas
kami yang memungut parkir di pintu masuk maupun dan tempat lain di kawasan pasar itu,” tegasnya. Sementara itu, setelah tiga hari beroperasi jalan masuk yang semula dari kawasan Kolam Renang Nirmala Asri, kemarin akses itu ditutup. Pintu masuk dan keluar pedagang serta pengunjung pun lokasinya di sebelah timur persis di ujung jembatan Tukad Banyumala. Karena dijadikan satu lokasi keluar dan masuk, kondisi di lapangan terkesan semrawut. Pedagang pun berharap pengaturan kendaraan masuk dan keluar dikembalikan seperti awal. Pintu masuk di sebelah barat dan keluar di sebelah timur. (kmb38)
Bali Post/kmb38
PUNGUTAN BERLEBIH – Pedagang bermobil mulai menempati lokasi berjualan yang baru di kawasan Kolam Nirmala Asri, Kelurahan Banyuasri. Tiga hari beroperasi, pedagang pun dikenakan pungutan berlebih, sehingga membuat aktivitas pedagang kurang nyaman.
Terlambat Setor LPJ
29 Desa Terancam Tidak Menerima Kucuran Dana Desa Tahap III Singaraja (Bali Post) – Karena belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan
Made Subur
Dana Desa (DD) tahap sebelumnya, membuat 29 desa di Buleleng terancam tidak bisa mengajukan permohonan DD tahap ketiga tahun 2019. Di Buleleng, pemerintah pusat mengalokasikan DD tahun 2019, untuk 129 desa sebesar Rp 124 miliar. Setiap desa menerima jatah DD bervariasi antara Rp 500.000.000 hingga Rp 1 miliar, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk miskin. Pencairan DD dilakukan tiga tahap yakni pertama sebesar 20 persen, kedua
dan ketiga masing-masing 40 persen. Syarat pencairan di setiap tahap ini adalah masing-masing desa harus menyusun pertanggungjawaban pengelolaan DD yang sudah cair tahap sebelumnya. Untuk pencairan tahap ketiga, maka pemanfaatan DD tahap pertama dan dua harus sudah dipertanggungjawabkan. Dalam pertanggungjawaban itu, realisasi DD tahap pertama dan kedua minimal sudah 75 persen, dengan serapan fisik di atas 50
persen. Laporan pertanggungjawaban pemanfaatan DD tahap kedua harus sudah masuk September 2019. Ini karena mulai Oktober 2019 memasuki realisasi pencairan DD tahap tiga. Sampai pertengahan bulan ini, ada 29 desa yang belum menyetor laporan pertanggungjawaban penggunaan DD untuk tahap kedua. 29 Desa itu tersebar di sembilan kecamatan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Made Subur, Kamis (13/9) kemarin menga-
takan, tertundanya puluhan desa menyetorkan pertanggungjawaban pemanfaatan DD tahap kedua itu akan berdampak pada realisasi tahap ketiga. Bahkan, tidak menutup kemungkinan desa tersebut terancam tidak bisa mencairkan DD untuk tahap ketiga. Ini karena dari petunjuk teknis pelaksanaan mengatur DD tahap berikutnya baru bisa direalisasikan setelah tahap sebelumnya sudah dipertanggungjawabkan. “Secara keseluruhan, realisasi DD di daerah kita
sudah mencapai 86 persen, tapi ada beberapa desa yang belum menyetorkan pertanggungjawaban DD tahap terdahulu, dan kalau ini tidak disikapi, bisa saja tidak bisa mencairkan tahap berikutnya karena syaratnya harus tuntas pertanggungjawaban tahap berikutnya,” jelasnya. Menurut Subur, pencairan DD tahap III untuk 29 desa akan ditunda kalau sampai batas akhir pengajuan pencairan desa bersangkutan belum juga menyetor pertanggungjawaban. Sisa
DD sebesar 40 persen yang tidak dapat dicairkan akan dikembalikan ke Kas Negara sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). “Tergantung sekarang kalau desa itu mau membuat LPJnya sebelum batas akhir pengajuan amprah DD bulan ini, maka bisa mendapatkan DD tahap ketiga. Kami sudah sampaikan juga agar secepatnya dibuat, karena waktu sudah mepet, khawatirnya lewat batas waktu pasti DD tahap III tidak bisa cair,” jelasnya. (kmb38)
Sabtu Paing, 14 September 2019
Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah Sempat ”Muput” Tapakan Pura di Belgia
Bali Post/ist
MUPUT - Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah (alm) saat penyerahan prasasti usai muput tapakan di Pura Agung Santi Bhuanadi Belgia sekitar tahun 2014.
BERPULANGNYA Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah tentu menyisakan duka bagi banyak kalangan. Terlebih sebagai sulinggih, almarhum dari Geria Pesraman Telabah, Tegal Lantang, Padangsambian Klod ini sudah berperan banyak untuk umat Hindu. Tidak hanya di Bali, namun juga di luar negeri. Salah satunya beliau merupakan sulinggih yang mengupacarai tapakan barong dan rangda di Pura Agung Santi Bhuana di Belgia pada tahun 2014. Hal ini diungkapkan Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, Jumat (13/9) kemarin. Undagi yang akrab disapa Cok De ini menceritakan,
saat baru rampung dibangun Pura Agung Santi Bhuana di Belgia itu awalnya memang dikeluhkan oleh pendirinya, lantaran dinilai kurang memiliki aura layaknya Purapura yang ada di Bali. “Waktu itu saya menyarankan kalau pura di Bali itu harus ada pratima, berupa tapakan seperti barong dan rangda,” katanya. Tokoh Puri Saren Ubud ini lantas membuatkan tapakan untuk pratima di pura tersebut. Rampung dikerjakan, tapakan itu lantas diupacarai di Bali. Setelah dikirim ke Belgia, tapakan ini juga diupacarai di dekat Pura Agung Santi Bhuana. Prosesi upacara untuk tapakan inilah yang
di-puput oleh almarhum Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah. “Setiba di Belgia, tapakan ini lagi dipalapas dan di-puput oleh almarhum,” katanya. Tidak hanya itu, saat malam juga dilaksanakan upacara ngerehang tapakan di dekat Pura Agung Santi Bhuana. Upacara ngerehang tapakan ini juga di-puput oleh almarhum Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah. “Pendiri pura Erik Domb bersikukuh agar upacaranya sama seperti di Bali, dan rangkaian upacara ini di-puput oleh almarhum,” kata Cok De. Tidak hanya itu, almarhum Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah juga yang menandatangani prasasti
pendirian Pura Agung Santi Bhuana di Belgia. Penandatanganan ini dilakukan Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Geria Gede Tegal Jinga dan Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati. “Tentu ini sangat dikenang. Saya juga sudah berkomunikasi dengan pengurus pura di Belgia terkait kabar duka ini,” tegas Cok De. Seperti diberitakan sebelumnya, Ida Pedanda Nabe Gde Putra Telabah dari Geria Pesraman Telabah, Tegal Lantang, Padangsambian Klod, Senin (9/9) lebar. Ida Pedanda berpulang setelah sebulan sebelumnya menjalani operasi kecil lantaran gangguan pada saluran prostat. (nik)
Kepala BNNK Gianyar Pimpin Operasi Bersinar SERANGKAIAN Operasi Bersinar dilaksanakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar. Pada September ini kegiatan diawali Rabu (4/9) lalu. Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. memimpin langsung kegiatan tersebut. Kegiatan yang menyasar tempat kos di seputaran Desa Tebongkang, Ubud ini diikuti oleh staf gabungan dari BNNK Gianyar dan unsur pimpinan beserta staf dari Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini adalah wujud sinergitas antarlembaga pemerintah, dimana melibatkan unsur dari BNNK Gianyar dan Badan Kesbangpol Kabupaten Gianyar. Kegiatan ini dilaksanakan secara mendadak (sidak) supaya hasilnya lebih efektif dan terjamin
kerahasiaannya. Sasaran pertama, tim bergerak ke tempat kos yang beralamat di Gang Cinta, Desa Tebongkang, dan di sana dilaksanakan pemeriksaan urine terhadap 13 penghuni kos. Dari 13 orang tersebut didapati 12 orang yang tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba, dan satu orang perempuan berinisial M terindikasi menggunakan narkoba jenis ekstasi. Kemudian dilaksanakan pendalaman langsung oleh pimpinan beserta tim dan tidak ditemukan barang bukti. Untuk itu, perempuan tersebut diarahkan untuk dilaksanakan program rehabilitasi di Klinik Pratama BNNK Gianyar. Selanjutnya tim bergerak ke tempat Kos Gang Tapan 4, Desa Tebongkang. Di sini dilaksanakan pemeriksaan urine terhadap delapan orang
penghuni kos. Setelah diperiksa, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba. Berikutnya kegiatan serupa dilaksanakan Rabu (11/9). Tim menyasar tempat kos di seputaran Jalan Pantai Masceti, Keramas, Blahbatuh. Di sana dilaksanakan pemeriksaan urine terhadap 11 penghuni kos. Dari 11 orang tersebut, tidak ditemukan yang terindikasi penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini dilaksanakan secara mendadak supaya hasilnya lebih efektif dan terjamin kerahasiaannya. Kegiatan sidak ini juga akan terus dilaksanakan dan menyasar di antarnya di tempat hiburan malam dan tempat pariwisata guna melakukan deteksi dini dan pencegahan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Gianyar. (bns2)
Bali Post/kmb35
MAFIA - Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan menunjukkan pelaku mafia tanah di Mapolres Gianyar, Jumat (13/9) kemarin.
Raup Ratusan Juta Rupiah
Mafia Tanah Dibekuk Polisi
Gianyar (Bali Post) -
OPERASI - Kepala BNNK Gianyar Sang Gede Sukawiyasa, S.IP., M.M. saat memimpin Operasi Bersinar, belum lama ini.
Polsek Ubud Beberkan Tiga Kasus Gianyar (Bali Post) Polisi merilis tangkapan tiga kasus pidana di Mapolsek Ubud, Jumat (13/9) kemarin. Kasus tersebut meliputi dua kasus pencurian dan satu kasus penggelapan. Kasus ini memicu kerugian seratus juta rupiah lebih. Kini ketiga tersangka diamankan di Mapolsek Ubud. Wakapolsek Ubud AKP I Wayan Abu mengatakan, tiga tersangka yang ditangkap polisi meliputi I Kadek Suliasa (39) yang terlibat kasus penggelapan, I.B. Tapajana (52) dalam kasus pencurian dan Suyono dalam kasus pencurian di vila. “Kadek Suliasa dan I.B. Tapajana ditangkap pertengahan Agutus lalu. Sedangkan Suyono ditangkap awal September lalu,” katanya. Wayan Abu menambahkan, pelaku I Kadek Suliasa menggelapkan BPKB milik bosnya I Wayan Gede Budiyasa asal Lingkungan Padangtegal, Ke-
lurahan Ubud. Awalnya pelaku asal Buleleng ini disuruh untuk memproses perubahan status mobil Toyota Kijang Innova DK 1951 LC, dari kendaraan dengan izin pariwisata menjadi kendaraan pribadi. Setelah perubahan status itu diproses, ternyata BKPB mobil warna silver itu tidak dikembalikan, melainkan digadaikan oleh pelaku. Ironisnya, kasus ini baru diketahui oleh korban satu tahun kemudian. “BPKB itu digadaikan oleh pelaku tanpa sepengetahuan korban. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian Rp 100 juta,” katanya. Polisi yang menerima laporan ini, kata Wayan Abu langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 374 KUHP dan pasal 372 KUHP. “Pelaku diamankan di rumahnya di Buleleng,” katanya.
Sedangkan tersangka Ida Bagus Tapajana yang berasal dari Tampaksiring, Gianyar ini terlibat dalam kasus pencurian kompek dengan modus pura-pura belanja yang berisikan uang sebesar Rp 10 juta dan barang-barang berharga lainnya. Akibat pencurian di Desa Peliatan, Ubud itu, pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun. Sementara itu, tersangka Suyono yang merupakan tukang bersih kolam nekat mencuri uang milik turis di salah satu vila di Lingkungan Padangtegal Kelod, Kelurahan Ubud. “Korbannya Rosa Ana Nardela, turis asal Italia yang tengah menginap di sana. Ia menaruh dompet berisi uang di kamar bungalow tersebut sebesar Rp 2.700.000, serta sebesar seratus dolar Amerika dan ia tinggal untuk berenang,” papar Wayan Abu.(kmb35)
Bali Post/kmb35
KEJAHATAN - Pelaku kejahatan yang berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Ubud saat ditunjukkan kepada awak media, Jumat (13/9) kemarin.
Sat Reskrim Polres Gianyar menangkap pelaku mafia tanah, Pande Putu Wirawan alias Pande, Jumat (13/9) kemarin. Pelaku berusia 48 tahun asal Kelurahan Beng, Gianyar ini beraksi dengan modus menjual tanah milik orang lain kepada korban, I Komang Suartika. Akibatnya, korban berusia 42 tahun ini mengalami kerugian Rp 350 juta. Tidak hanya itu, polisi juga menerima laporan pengaduan serupa dari tiga korban lainnya. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, penangkapan terhadap pelaku mafia tanah ini bermula dari laporan korban Komang Suartika pada 4 Juli 2019. “Korban melaporkan tindak pidana penggelapan dan penipuan. Pelaku bekerja secara kelompok, ada yang melobi, merayu korban, ada yang menerima uang, hingga akhirnya yang bersangkutan (pelaku-red) menerima uang. Sedangkan teman lainnya diberikan fee,” katanya. Menurut Deni Septiawan, Pande dulunya adalah seorang pengembang jual beli rumah. Ia sering menawarkan tanah dengan perumahan di beberapa lokasi. Di lokasinya ini, setelah diperiksa oleh polisi ternyata memang masih atas nama orang lain. “Berdasarkan laporan itu, kami melakukan penyelidikan. Saat ini kami mengamankan enam barang bukti berupa kwitansi,
fotokopi denah lokasi dan surat perjanjian,” katanya memaparkan. Dalam aksi ini, Pande dibantu oleh pelaku lainnya berinisial PP yang menerima uang pembayaran secara bertahap dari korban, sehingga total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 350 juta. “Tersangka inisial PP ini memberikan uang dari korban kepada Pande. Namun setelah berapa lama, yakni dari 2017 sampai sekarang, korban hanya dijanjikan bahwa tanahnya ada. Tetapi nyatanya tanah tersebut masih berstatus milik orang lain,” ujar Deni Septiawan. Menurut Deni Septiawan, pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolres Gianyar. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan pasal 372 KUHP tentang Pidana Penggelapan. “Pelaku
tercatat baru pertama kali terlibat pidana. Berdasarkan pasal itu pelaku diancam pidana penjara selama empat tahun,” ungkapnya. Deni Septiawan menambahkan, saat ini polisi baru memproses dua orang pelaku, yakni Pande Putu Wirawan dan I Putu PP. Dikatakan, tidak terutup kemungkinan nanti akan ada tersangka lain. Mantan Kasat Reskrim Polres Bangli ini menegaskan, pelaku disebut mafia tanah karena selain laporan korban I Komang Suartika, juga ada tiga korban lainnya yang membuat laporan pengaduan serupa ke Mapolres Gianyar. “Dengan modus yang sama, yaitu menjual tanah milik orang lain. Memang baru satu laporan korban ini yang kami angkat. Tiga lainnya masih dalam proses penyidikan berupa pelengkapan berkas. Tidak menutup kemungkinan masih ada korban lainnya,
baik itu di wilayah Gianyar maupun Bali dan sekitarnya,” jelasnya. Dalam menjalankan aksinya, kata Deni Septiawan pelaku menjual tanah secara kavlingan dengan harga antara Rp Rp 150 juta hingga Rp 350 juta. Pelaku sebagian besar menjajakan tanah tersebut di seputaran Kelurahan Gianyar. Selain korban I Komang, tiga korban lainnya juga mengalami kerugian cukup tinggi, seperti I.B. Putu Udana kerugian Rp 137 juta, Sang Ayu Ketut Budiasri kerugian Rp 157 juta dan Nurhayati Susiani kerugian Rp 190 juta. Disunggung terkait alasan pelaku melakukan aksi tersebut, Deni Septiawan mengatakan karena krisis global sehingga anjloknya harga tanah. “Alasan mungkin karena dropnya harga tanah, sehingga tidak bisa mengembalikan uang dari para korban ini,” katanya. Deni Septiawan menegaskan, pemberantasan mafia tanah ini juga atas perintah dari Polda Bali. Selain itu juga didasarkan pada kerja sama antara BPN dengan Polres Gianyar. (kmb35)
Sabtu Paing, 14 September 2019
Dua Anak Berkebutuhan Khusus Dibantu Sembako
ANGGOTA Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Kodim 1617/Jembrana dipimpin Ketua Persit Ny. Djefri Marsono Hanok, Jumat (13/9) mengunjungi dua anak berkebutuhan khusus. Kunjungan pertama di rumah Haramin (55) di Banjar Kembang, Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Istri TNI ini memberikan bantuan sembako untuk Muhamad Ihksan Nawawi (14) yang menderita disabilitas (cacat fisik dari lahir). Saat itu juga hadir Danramil 1617-01/ Negara Kapten Inf, I Wayan Yudana, Kepala Dusun Kembang, Babinsa Cupel dan Pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Dim 1617/Jembrana. Kunjungan kedua I Ketut Somo Arnita (43) di Banjar Baluk II, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Bantuan sembako diberikan kepada Ni Putu Eka Sasmita Dewi (14) yang menderita kanker kulit dan Xeroderma Pigmentosum (kelainan kulit bawaan). Saat itu hadir juga Babinsa Baluk, Bhabinkamtibmas Desa Baluk. Klian Banjar Baluk II, Bidan Desa Baluk UPTD Puskesmas I Negara. Selain memberi bantuan sembako juga diserahkan bantuan dana, parcel dan mainan anak. Ny. Djefri Marsono Hanok mengatakan, kegiatan bhakti sosial ini dilaksanakan dalam rangka wujud kepedulian dari Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Dim 1617/Jembrana untuk selalu Peduli, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan. Diharapkan anggota persit bisa membantu meringankan beban dari saudara-saudara kita yang kurang beruntung, khususnya yang menderita Disabilitas. (kmb)
PERBAIKAN JALAN - Perbaikan jalan di jalan GOR Kresna Jvara menuju Sawe Rangsasa, belum lama ini.
Bali Post/olo
200 Km Jalan Perlu Pemeliharaan
Negara (Bali Post) – Pembangunan jalan di Kabupaten Jembrana tahun ini masih terus berlanjut. Setelah target perbaikan jalan rusak berat sudah rampung, perbaikan pemeliharaan masih dilakukan tahun ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman Jembrana I Wayan Darwin mengungkapkan, dari 1.075 kilometer jalan Kabupaten dan 1.522 ruas jalan, sudah semunya di-hotmix. Tetapi perbaikan jalan masih dilanjutkan, khususnya untuk pemeliharaan jalan. “Kalau target sudah selesai, sekarang kita pemeliharaan jalan. Karena ada yang umurnya sudah lewat dan perlu pemeliharaan,” terangnya. Bali Post/kmb
KHUSUS - Anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI Kodim 1617/Jembrana, Jumat (13/9) kemarin mengunjungi dua anak berkebutuhan khusus.
Jual Burung Jalak Putih, Warga Yeh Sumbul Ditahan
Menurutnya, masih ada 200 kilometer panjang jalan yang harus dilakukan pemeliharaan. Tetapi pemeliharaan jalan tersebut dilakukan bertahap dan diprioritaskan yang mengalami kerusakan lebih banyak.
Beberapa ruas jalan menuju objek wisata juga diutamakan dan dilakukan peningkatan ruas jalan. Seperti di jalan Pendem-Dewasana menuju Puncak Mawar, Pendem. Juga jalan Dauhwaru-Sawe Rangsasa yang meru-
hingga September ini sedikitnya ada enam paket peningkatan ruas jalan yang sudah selesai tender tahun ini. Dengan anggaran masing-masing per paket mulai Rp 6 miliar hingga Rp 2 miliar. Paket tersebut di antaranya jalan Yehembang-Bungbungan, Pendem-Dewasana, Dauhwaru-Sawe Rangsasa, Samblong Dangin TukadTambak, Gumbrih-Banjar Sari dan Pulukan-Banjar Arca. Sedangkan untuk pemeliharaan jalan dilakukan di sejumlah ruas jalan, seperti di Perancak, Pulukan, Tukadaya, Adnyasari, Pendem, Mendoyo Dangin Tukad dan Pengeragoan. Kriteria dari jalan kabupaten adalah lebarnya di atas 2,6 meter. (kmb26)
Lahan Warga di Pulukan Terbakar Negara (Bali Post) – Kebakaran lahan kembali terjadi Jumat (13/9) kemarin. Lahan kebun milik warga berisi pohon Jati dan bambu di Banjar Acra, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan terbakar pukul 14.30 Wita. Belum diketahui pasti pemicu munculnya api yang membakar lahan milik Kade Astawa (35) warga Banjar Arca tersebut. Upaya petugas pemadam kebakaran yang turun ke lokasi memadamkan api yang cukup besar baru membuahkan hasil sekitar satu jam penanganan. Api berhasil dicegah meluas ke seluruh kebun warga. Dari total 1 hektar lahan milik warga, sekitar 10 are terbakar. “Belum diketahui penyebab, api bisa dipadamkan setelah satu jam,” terang Kepala
Negara (Bali Post) Nasib apes dialami Suriyadi (50), pedagang burung di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Warga yang sudah belasan tahun berjualan burung ini ditahan lantaran menjual burung dilindungi. Burung jalak putih dengan sayap hitam (sturnus melanopterus) yang biasanya bebas dijual, ternyata merupakan burung dilindungi. Tersangka saat ditemui pelimpahan tahap dua di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana mengaku ditangkap pada Juli lalu oleh Sat Reskrim Polres Jembrana. Selama 12 tahun berjualan beragam burung kicau dan peliharan, baru kali ini dirinya terjerat hukum. “Tidak tahu kalau burung jalak putih ini dilindungi,” terangnya kepada wartawan. Burung ini ternyata masuk dalam daftar burung yang dilindungi undang-undang. Meskipun sudah belasan tahun menjual burung, ia baru mengetahui kalau burung tersebut masuk dilindungi. Ia mengaku mendapatkan burung tersebut dari penangkar burung jalak putih di Yogyakarta. Sebelumnya ia membeli sepasang burung jalak putih itu seharga Rp 800 ribu. Tetapi saat itu burung masih kecil dan baru menetas. Selama dipelihara, satu ekor sudah mati. Dan sekarang tersisa satu ekor, rencananya akan dijual Rp 500 ribu. Kasi Pidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan, Jumat (13/9) kemarin dikonfirmasi membenarkan adanya pelimpahan kasus burung dilindungi itu. Dalam tahap pelimpahan dari kepolisian ke jaksa, hanya tersangka dan berkas. Sedangkan barang bukti berupa burung jalak putih dititipkan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Tersangka yang langsung ditahan dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a jo Pasal 40 ayat 4 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Pidana penjara paling lama 5 tahun dengan denda paling banyak Rp 100 juta. (kmb26)
Bali Post/olo
Tabrak Truk, Pengendara NMax Tewas Negara (Bali Post) – Tepat berada di tengah jembatan Dusun Melaya, Jalan Raya Denpasar Gilimanuk Km 114-115, terjadi kecelakaan maut Kamis (12/9) sore. Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Yamaha NMax DK 2503 FAG yang dikendarai Rostam Wahyudi (31) asal Beloparang RT 03 RW 02 Bontolebang Bissappu Bantaeng Papua dengan truk Hino B 9331 SYL yang dikemudikan Dodo (50) asal Cikurubuk RT 36/08 Pasir-
Bali Post/kmb
pakan akses utama ke Objek Sungai Gelar, Batuagung. Unsur manajemen K3S (keselamatan dan kesehatan kerja) juga wajib dipenuhi penyedia jasa sesuai syarat kontrak awal. Seperti perlengkapan dan pelayanan lalu lintas harus disediakan guna melindungi karyawan penyedia jasa dan pengguna jalan yang melintas serta lokasi sumber bahan dan rute pengangkutan. Rambu-rambu dan perlengkapan lalu lintas juga wajib dipenuhi selama periode pengerjaan. Dari pengamatan, pengerjaan sudah dilakukan di beberapa ruas jalan. Termasuk di GOR menuju Sawe Rangsasa yang sudah tahap selesai pengaspalan. Dari data yang dihimpun di LPSE Jembrana,
KECELAKAAN - Kecelakaan yang terjadi Kamis (12/9), di Jalan Raya Denpasar Gilimanuk Km 114-115 di tengah jembatan Dusun Melaya Pantai Desa/ Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.
batang Manonjaya Tasikmalaya, Jabar. Saat itu Rostam membonceng M. Rusli (25) yang berlamat di Jl. Bagipamai III No. 03 Tamparang Keke, Sulsel. Dari informasi, sepeda motor Yamaha NMax datang dari arah barat (GilimanukDenpasar). Setibanya di TKP mendahului kendaraan yang ada di depannya dan tidak memperhatikan kendaraan yang datang dari arah timur (Denpasar-Gilimanuk) sehingga sepeda motor Yamaha NMax menabrak truk Hino. Akibatnya, pengendara sepeda motor meninggal di TKP. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko seizin Kapolres Jembrana membenarkan kecelakaan tersebut. Kini kasusnya ditangani Polres Jembrana. (kmb)
KEBAKARAN – Kebakaran lahan yang terjadi di Banjar Arca, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan kemarin. Dari satu hektar lahan warga, 10 are di antaranya terbakar.
Bidang Perlindungan Masyarakat dan PMK Satpol PP Jembrana, I Putu Prananjaya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran dan perlu lima tangki untuk penanganan tersebut. Kejadian kebakaran selama tahun 2019 ini naik 100 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari data di Satpol PP Jembrana, selama 2019 mulai bulan Januari hingga pertengahan bulan September ini sudah terjadi 45 kejadian. Puncaknya terjadi pada bulan September dan rata-rata kebakaran yang terjadi merupakan lahan perkebunan. Di tahun 2018, selama 12 bulan jumlah kejadian hanya 35 kejadian. Tahun 2017 jumlah kebakaran hanya 24 kejadian. Meningkatnya jumlah kebakaran ini disinyalir dipicu musim kemarau sehingga banyak lahan kering yang rentan terbakar. Selain kurang waspadanya masyarakat dengan masih berperilaku membakar sampah sembarangan. (kmb26)
Sabtu Paing, 14 September 2019
Edukasi Masyarakat Terkait Bahaya Erupsi Gunung Agung BPBD Pasang Rambu Bencana Bali Post/kmb41
EVAKUASI - Basarnas Karanagsem bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat saat melakukan evakuasi terhadap jenazah Ni Nengah Tuprug.
Menghilang Empat Pekan
Nenek Tuprug Ditemukan Tewas Membusuk di Hutan
Amlapura (Bali Post) Setelah sempat menghilang sejak empat pekan yang lalu, Ni Nengah Tuprug (95) asal Dusun Lebih, Desa Sebudi, Selat akhirnya ditemukan tewas dengan tubuh membusuk di dalam hutan di tepatnya di utara Pura Puseh Desa Lebih, Jumat (13/9) sore. Jenazah korban sudah dibawa ke rumah duka oleh petugas gabungan Basarnas, TNI, polisi, beserta warga setempat. Informasi yang dihumpun di lapangan, penemuan jenazah nenek Tuprug pukul 12.15 Wita. Saksi I Wayan Suastika menuju hutan lindung di sebelah utara Pura Puseh berniat untuk mencari sarang lebah. Sesampainya di TKP, dirinya melihat lebah menuju dasar jurang. Dirinya kemudian menuju ke arah lebah tersebut. Tapi, betapa kagetnya, setelah tiba di dasar jurang dirinya menemukan sosok mayat. Suastika kemudian segera kembali ke rumahnya untuk memberitahukan kepada anaknya dan warga setempat.
Saksi mengatakan, dirinya juga sempat memberitahukan penemuan jenazah itu kepada I Wayan Dwija yang merupakan cucu korban untuk memastikan apakah jenazah yang ditemukan benar Ni Nengah Tuprug atau bukan. “Saya bersama-sama cucunya dan masyarakat ke lokasi untuk memastikan. Dan setelah sampai di lokasi dan dicek ternyata benar jenazah itu merupakan Ni Nengah Tuprug yang hilang sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka nemambahkan, untuk mengevakuasi jenazah korban melibatkan tim gabungan Basarnas, Babinkamtibmas Sebudi dan masyarakat setempat. “Korban berasil dievakuasi pukul 15.52 Wita. Korban sudah meninggal dunia. Kondisi tubuh korban sudah membusuk di sejumlah titik. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka,” ujar Ngurah Eka. (kmb41)
Genjot Pelatihan Membuat Dupa WARGA di Banjar Muntigunung, Desa Tianyar Barat, Kubu, Karangasem selama ini diidentikkan dengan menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng). Guna menghapus stigma negatif tersebut, puluhan warga diberikan bantuan rumah lewat program Desaku Menanti. Selain itu, warga juga diberikan kegiatan pelatihan berbagai kerajinan. Ke depannya, warga bakal terus diberikan pelatihan kerajinan untuk membuat dupa. Dengan begitu, secara perlahan tidak ada lagi warga Muntigunung yang menjadi gepeng. Perbekel Tianyar Barat I Gede Agung Pasrisak Juliawan mengatakan, pelatihan untuk membuat sarana upacara dupa sudah berjalan. Bahkan, warga sudah bisa membuat dupa tersebut. Nantinya pihaknya bakal menyampaikan kepada seluruh warga Muntigunung untuk memakai dupa hasil karya warganya sendiri. “Kita harap nantinya warga bisa hidup lewat kerajinan dupa yang dibuat ini,” ujarnya. Pasrisak menjelaskan, hasil kerajianan dupa yang dibuat warga cukup banyak. Namun, kebutuhan akan sarana dupa juga tinggi.
Karena dupa hampir setiap hari dipakai masyarakat untuk persembahyangan. Guna mengembangkan dupa tersebut, pihaknya masih membutuhkan bantuan dari pemerintah khususnya dari segi pemasaran. Pemerintah nantinya diharapkan dapat mempromosikan dupa hasil karya warga Muntigunung. “Selama ini, pemasarannya baru di warung-warung yang ada di Desa Muntigunung. Termasuk pemasarannya juga lewat BUMdes. Tapi,jika nantinya warga bisa memproduksi lebih banyak lagi dupa, maka pemasarannya bisa di luar desa. Sehingga dupa hasil karya warga Muntigunung bisa lebih dikenal masyarakat Karangasem. Besar harapannya, mereka mau memakai dupa yang dibuat di Muntigunung ini,” katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya berharap ke depannya warga Muntigunung tidak ada yang menggepeng. Pasalnya, pemerintah sudah memberikan bantuan rumah, pelatihan membuat dupa. “Ini yang akan kita awasi bersama perbekel. Supaya ke depannya Desa Muntigunung tidak lagi di sebut desanya gepeng,” tegasnya. (nan)
I Gede Agung Pasrisak Juliawan
Bali Post/nan
Amlapura (Bali Post) Berbagai upaya terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem untuk menginformasikan kepada masyarakat terkait Kawasan Rawan Bencana (KRB) di tengah status Gunung Agung yang masih level III (Siaga). Salah satunya dengan cara memasang sejumlah rambu bencana di sejumlah titik di Karangasem. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Jumat (13/9) kemarin mengungkapkan, pemasangan rambu bencana itu dilakukan di sejumlah titik strategis di sejumlah kecamatan seperti Rendang, Selat, Bebandem, Abang, dan Kubu. Kata dia, pemasangan rambu-rambu ini untuk memberikan peringatan kepada masyarakat sebagai bentuk langkah antisipasi ketika terjadi erupsi Gunung Agung. Sebab, saat ini, Gunung Agung masih berada di level III dan masih berpotensi untuk terjadi erupsi sewaktu-waktu. “Pemasangan rambu-rambu seperti papan peringatan, jalur evakuasi, rambu informasi, dan titik kumpul dilakuknan berdasarkan peta KRB. Di mana titik-titik sudah melalui kajian yang dikeluaran oleh PVMBG,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, pemasangan rambu bencana ini dilakukan untuk memberikan pemahaman tentang ancaman bahaya di tengah kondisi Gunung Agung yang aktivitasnya masih tinggi. Informasi ini diperuntukkan mulai dari masyarakat di KRB I-III hingga masyarakat luar yang berkunjung ke Karangasem. Dengan pemasangan ini, masyarakat selalu diingat-
kan dan memahami tentang daerah yang mereka masuki serta ancaman bahayanya seperti apa. “Ketika Gunung Agung erupsi, maka masyarakat sudah tahu mana jalur evakuasi dan titik untuk berkumpul. Tidak seperti saat erupsi Gunung Agung pertama, masyarakat panik tidak keruan. Sehingga mereka tidak bisa melakukan evakuasi mandiri secara lancar. Jadi, lewat ramburambu ini, kini masyarakat sudah tahu harus ke mana bila Gunung Agung erupsi,” katanya. Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapansiagaan Wayan Pika Wiadnya menambahkan, pemasangan rambu ini merupakan bagian dari kegiatan fisik untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Karena dengan rambu ini, maka evakuasi warga lebih terarah. “Pemasangan rambu-rambu bencana ini sifatnya mitigasi nonstruktural. Mitigasi bersifat pendidikan kepada masyarakat. Dengan adanya rambu-rambu ini, pendidikan masyarakat terhadap bahaya gunung api semakin meningkat. Dan ke depannya warga lebih teredukasi dan lebih mandiri,” tutupnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RAMBU - BPBD Karangasem saat memasang rambu-rambu bencana di sejumlah titik di Karangasem.
Sempat Anjlok, Harga Salak Kini Tembus Rp 10 Ribu Per Kg
SALAK - Petani salak saat mengupas buah salak untuk dijual.
Bali Post/kmb41
Amlapura (Bali Post) Petani salak di Karangasem saat ini sedikit bisa bernapas lega. Hal itu menyusul mulai membaiknya harga salak di pasaran. Bahkan kini, harga salak sampai tembus Rp 10 ribu per kilogramnya. Salah seorang petani salak di Banjar Kalanganyar, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem, Wayan Sudi, Jumat (13/9) kemarin mengungkapkan, harga salak di pasaran saat ini mulai membaik dari sebelumnya. Kata dia, untuk saat ini, harga salak ukuran besar tembus Rp 10 ribu per kilogramnya. Sementara, untuk salak campuran harganya Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu per kilogramnya. “Awal tahun mulai dari Januari sampai Maret, harga salak jeblok. Saat itu harga salak hanya Rp 2 ribu per kilogramnya. Harga salak mulai kembali membaik setelah Maret. Kini, harga salak sudah tembus Rp 10 ribu per kilogramnya,” ujarnya. Sudi menambahkan, harga belakangan ini mulai merangkak naik disebabkan karena saat ini salak tidak memasuki masa panen raya. Hal ini, sudah sering terjadi. Ketika memasuki musim panen raya, harga salak pasti jeblok. Bah-
kan, salak yang dipanen bisa sampai dibuang karena tidak laku dijual akibat permintaan yang sedikit. Kondisi itu membuat petani merugi besar. Sebab, hasil penjualan tidak sesuai dengan hasil panen yang diperoleh. “Harga salak tidak menentu naik dan turunnya. Itu tergantung hasil panen dari petani. Kalau musim panen raya, harga salak dipastikan akan anjlok. Begitu sebaliknya, seperti sekarang ini. Karena tidak memasuki masa panen, dan buah salak minim, harganya mahal. Semoga harga salak bisa terus membaik,” harapnya. Dia menjelaskan, untuk saat ini hasil panen yang diperoleh, selain untuk dijual di pasar dan diambil oleh pengepul, salak hasil panen juga dijual ke luar negeri yakni Singapura. Kata dia, harga salak yang diekspor sedikit lebih mahal ketimbang dijual di Indonesia. Sebab, salak yang akan diekspor harus lebih dulu dikupas. Untuk mengupasnya, harus mencari buruh. “Harganya sedikit lebih mahal karena ongkos buruh termasuk pengawetan. Biasanya salak diekspor sepekan sekali sebanyak tujuh ton,” tutup Sudi. (kmb41)
Diduga Akibat Korsleting Listrik Rumah Warga di Abang Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran rumah milik warga kembali terjadi di wilayah Karangasem, Kamis (12/9). Kali ini kejadian rumah terbakar menimpa Wayan Landep di Banjar Dinas Aas Desa, Desa Bunutan, Abang, Karangasem. Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah mengalami kerugian materiil mencapai ratusan juta rupiah. Kadis Damkar Karangsem I Nyoman Tari mengatakan, peristiwa kebakaran terjadi pada pukul 22.05 Wita. Menerima adanya laporan tersebut, damkar langsung menerjunkan sejumlah petugas untuk menuju lokasi kebakaran. “Untuk memadamkan api, kita dibantu oleh BPBD, TNI, polisi, dan masyarakat setempat. Untuk memadamkan kobaran api, kita terjunkan dua armada damkar,” ujarnya. Sementara itu, Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa menambahkan, rumah yang terbakar tersebut ukuran 7 x 5,5 meter dengan tiga kamar dan satu ruang tamu. Dia menjelaskan, barang-barang yang ada di dalam rumah seperti tempat tidur, barang berharga yang lainnya di antaranya ijazah, akta kelahiran, KK, surat tanah dan yang lainnya hangus di lalap si jago merah. “Untuk sementara dugaan penyebab kebakaran karena korlesting listrik. Akibat kejadian ini, pemilih rumah mengalami kerugian mencapai Rp 125 juta,” katanya. (kmb41)
TERBAKAR - Rumah Warga di Abang terbakar.
Bali Post/kmb41
Sabtu Paing, 14 September 2019
Akomodasi Pariwisata Tumbuh Liar Dewan Minta Jangan Ada Pembiaran Semarapura (Bali Post) -
Temuan eksekutif terhadap banyaknya tanah negara dicaplok untuk pembangunan akomodasi pariwisata, cukup mencengangkan lembaga dewan. Artinya, pembangunan akomodasi pariwisata di atas tanah yang bukan miliknya, sudah semakin marak. Terhadap situasi ini, dewan meminta agar tidak ada pembiaran. Kalau memang pembangunan sudah tidak mengindahkan aturan yang ada, seharusnya langsung ditindak tegas. Demikian disampaikan legislator dari Partai Gerindra Komang Suantara, Jumat (13/9) kemarin. Jika ini dibiarkan terus-menerus, akomodasi wisata liar akan terus menjamur di setiap tempat yang lapang, khususnya di dekat objek wisata. Maka, eksekutif akan semakin kesulitan melakukan penindakan. Dia menilai eksekutif sudah lambat menyikapi ini. Langkah antisipasinya juga dinilai belum jelas. Sebab, sejauh ini peta data areal mana tanah negara, tanah hak milik dan tanah aset pemerintah daerah, belum dijelaskan.
“Kenapa masyarakat berani melanggar, membangun akomodasi pariwisata di pinggir pantai yang bukan tanah miliknya, karena selama ini ada pembiaran. Kenapa terjadi pembiaran, ini akibat dari tidak ada sikap tegas dan responsif dalam melihat perkembangan situasi wilayah,” kata Suantara. Legislator lainnya, Ketut Gunaksa, juga menyorot persoalan ini sebagai masalah serius. Sebagai tokoh masyarakat dari Jungut Batu, Kecamatan Nusa Penida, dia mengakui melihat realitas itu saat ini di lapangan. Semakin dikenalnya Nusa
OBJEK WISATA - Deretan akomodasi pariwisata di sekitar objek wisata Jungut Batu, Nusa Penida. Kini di kawasan tersebut semakin banyak dibangun fasilitas pariwisata, menyusul makin majunya pariwisata Nusa Penida.
Anak Dikeluarkan dari Sekolah Orangtua Mengadu ke Ombudsman Semarapura (Bali Post) Setelah dikeluarkan dari SMAN 1 Dawan, Klungkung, orangtua I Putu NAP, Komang Putri, memilih mengadu ke Ombudsman, Jumat (13/9) kemarin. Dalam laporannya, orangtua NAP menyampaikan fakta mengejutkan kalau sebagai siswa pindahan saat masuk ke SMAN 1 Dawan, dia dikenakan biaya Rp 5 juta. Ini terpaksa disampaikan lantaran permintaan orangtua, agar anaknya dapat dimaafkan dan diterima kembali bersekolah di sana, tidak dikabulkan. Komang Putri mengatakan, permintaan dana Rp 5 juta saat pindahan tersebut, dikatakan untuk biaya seragam, SPP dan sumbangan wajib. Sepengetahuannya, semestinya siswa nakal agar dibina. Karena memang itulah tujuan sekolah mendidik anak-anak dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak tahu menjadi tahu dan dari anak yang nakal menjadi anak yang barangkali berprestasi. Dia masih tidak bisa menerima anaknya dikeluarkan hanya karena alasan kenakalan. “Setahu saya, tidak boleh ada siswa yang dikeluarkan. Ini syukur sudah mau sekolah,” kata Putri. Selain mengadu soal sikap sekolah terhadap anaknya, Putri juga mengadu soal pungutan sebesar itu saat memulai diterima di SMAN 1 Dawan. Dia meminta Ombudsman juga menyorot persoalan tersebut. Dia awalnya sudah memper-
tanyakannya, tetapi karena keinginan untuk menyekolahkan anak lebih besar, dia tidak mempermasalahkannya. Setelah mengadu ke Ombudsman, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkatab, Jumat (13/9) kemarin, mengaku sudah menerima laporan tersebut. Persoalan ini juga sudah diteruskan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, agar segera ditindaklanjuti ke lapangan. Kepala SMAN 1 Dawan, Made Mardika, Jumat (13/9) kemarin, mengaku belum tahu adanya laporan ke Ombudsman. Meski demikian, dia menegaskan siap menunggu dan menjelaskan lebih jauh, soal keputusannya sampai mengeluarkan siswa yang bersangkutan kepada pihak-pihak terkait. Termasuk kepada Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Sementara mengenai biaya, dia mengakui adanya pengenaan biaya saat siswa pindahan diterima di SMAN 1 Dawan. Namun, dia membantah kalau besarannya sudah ditentukan sampai Rp 5 juta. Mardika menegaskan, nominal biaya yang harus dikeluarkan siswa, adalah untuk SPP setahun sebesar Rp 900 ribu dan biaya pakaian seragam Rp 1,5 juta plus sumbangan. Khusus untuk sumbangan, pihak sekolah tidak mematok besaran nominal, karena itu dikatakan sesuai keikhlasan orangtua siswa. “Kalau dana sumbangan dari orangtua siswa itu,
digunakan di sekolah saat ada kegiatan. Misalnya, saat Saraswati. Sifatnya seperti dana cadangan untuk kepentingan sekolah,” tegasnya. Mardika meluruskan bahasa yang berkembang di tengah masyarakat. Bahwa dirinya bukan melakukan pemecatan, tetapi dikembalikan untuk dibina dulu oleh kedua orangtuanya. Artinya, siswa dan orangtuanya punya dua opsi, pertama pindah sekolah, kedua merenungi kesalahannya setidaknya selama setahun. Kalau saat itu sudah ada perubahan sikap, maka pihaknya menegaskan bakal siap menerima kembali, sesuai amanat pendidikan dasar wajar 12 tahun. Sebelumnya, diberitakan seorang siswa kelas XII IPS 3 SMAN 1 Dawan, I Putu NAP, terpaksa dikeluarkan dari sekolah, lantaran dianggap sudah tidak bisa dibina. Pihak sekolah terpaksa mengambil keputusan tegas ini, karena anak tersebut sudah berulang kali melakukan pelanggaran aturan sekolah. Terakhir, siswa ini berkelahi lagi dengan anak Paskibraka di sekolah, di Pura Dalem Desa Sampalan, sampai videonya viral di medsos. Dia diberikan sanksi agar wajib lapor ke BK sebagai bagian pembinaan, tetapi tetap juga tidak diindahkan. Ini membuat pihak sekolah tidak bisa mentolerir lagi. Sehingga diputuskan dikembalikan kepada orangtuanya. (kmb31)
Pelabuhan Segitiga Emas Terealisasi 2020 Semarapura (Bali Post) Rencana Pemkab Klungkung merealisasikan satu per satu titik rancangan pelabuhan segitiga emas mulai menemukan titik terang. Setelah melalui lobi dan proses yang cukup panjang, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, membawa kabar baik dari pemerintah pusat, bahwa pelabuhan segitiga emas, fisiknya mulai digarap tahun depan. Ini semakin mendekati kenyataan, ketika Bupati Suwirta bersama tim dari Kementerian Perhubungan RI dan pihak konsultan melakukan rapat finalisasi guna membahas gambaran detail pelabuhan segitiga emas langsung di lokasi. Pertemuan penting ini, dipusatkan di Pos Balawista Nusa Penida, Kamis (12/9) lalu. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suwirta mengatakan rapat finalisasi ini untuk memastikan gambar,
posisi, maupun bentuk dari pelabuhan segitiga emas tersebut. Pusat ingin memastikan agar proyek ini benar-benar dikerjakan dengan baik dan selanjutnya dapat bermanfaat bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Setelah kedatangan tim kementerian dan konsultan, direktur terkait dari Kemehub RI juga meninjau langsung, di mana saja titik pelabuhan yang akan dibangun, baik pada titik Pelabuhan Sampalan maupun pada titik Bias Munjul di Ceningan. Bupati Suwirta menyampaikan, titik pelabuhan dalam program pelabuhan segitiga emas ini, khususnya di wilayah Kepulauan Nusa Gede, nantinya akan dijadikan satu kesatuan dengan Pelabuhan Kapal Roro. Sehingga, proyeksi jangka panjang ini membutuhkan penataan berkelanjutan dari pusat, mulai dari Sampalan
Bali Post/gik
PELABUHAN - Bupati Suwirta saat memaparkan perencanaan titik-titik pelabuhan segitiga emas.
sampai Buyuk. Ini akan menjadi kawasan pelabuhan besar bagi Nusa Gede dan nanti bisa terus dikembangkan lagi, menyesuaikan dengan situasi seiring perkembangan pariwisata di Nusa Penida. Bupati Suwirta juga mengatakan, pelabuhan segitiga emas ini akan diintegrasikan dengan Badan Pengelola Pariwisata Nusa Penida. Sehingga nantinya pemerintah daerah dengan mudah menghitung berapa wisatawan yang masuk ke Pulau Nusa Penida. Proyek pembangunan pelabuhan segitiga emas, yakni Sampalan (Nusa Penida), Bias Munjul (Nusa Ceningan) dan Pasinggahan (Klungkung daratan), menjadi salah satu program prioritas Bupati Suwirta pada periode kedua kepemimpinannya. Seiring perkembangannya, Pemprov Bali juga mendukung program ini dan membuat titik lain di Sanur, terintegrasi dengan Sampalan dan Bias Munjul. Menurutnya, saat ini program ini harus terus dikawal, khususnya Pelabuhan Sampalan Nusa Penida dan Pelabuhan Bias Munjul Ceningan yang merupakan perencanaan pelabuhan segitiga emas dengan titik baru di Sanur. Sebab, Pemkab belum siap dengan perencanan pada titik Pelabuhan Pesinggahan. Meski demikian, Pemkab Klungkung tetap harus mengusulkan Pelabuhan Pesinggahan sebagai akses oleh masyarakat lokal. (kmb31)
Penida, menimbulkan semakin tingginya kunjungan wisatawan. Di sana pula diikuti pertumbuhan akomodasi wisata yang semakin tak terkendali. “Saya pernah ikut rapat di Nusa Gede dengan eksekutif (Dinas PUPRPKP). Salah satu pejabatnya dalam perjalanan bilang matanya enek (tidak nyaman - red) lihat banyak akomodasi pariwisata liar. Saya sampaikan, kalau bapak lihatnya enek, kenapa dibiarkan. Sudah tahu liar, kenapa tidak dibongkar,” sorot Gunaksa. Menyikapi persoalan ini, Gunaksa mengatakan pihaknya bersama legislator lainnya juga akan turun ke lapangan, untuk mendorong eksekutif agar berani bertindak tegas. Jika tidak, maka Nusa Penida ke depan akan semakin semrawut. Di sisi lain, setelah eksekutif ramai-ramai turun ke
sejumlah objek dan melihat banyak pelanggaran, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta langsung mengeluarkan surat edaran kepada Camat Nusa Penida dan seluruh perbekel se-Kecamatan Nusa Penida, tertanggal 4 September lalu. Sambil menunggu proses pendataan tanah negara yang dilakukan oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional), sesuai dengan isi suratnya, bahwa masyarakat dilarang memanfaatkan atau membangun bangunan jenis apa pun di atas tanah yang bukan miliknya. Sedangkan, bagi warga yang akan membangun, setiap pembangunan gedung atau bangunan akomodasi pariwisata harus sesuai dengan isi Perda nomor 1 tahun 2013 tentang RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Klungkung tahun 2013-2033. Selain itu, juga harus mengacu pada Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung. Ini sebagai upaya antisipasi Pemkab Klungkung kepada masyarakat Nusa Penida, agar tidak sembarangan membangun, khususnya akomodasi pariwisata. (kmb31)
Polisi ”Buncit” Dipaksa Turunkan Berat Badan Semarapura (Bali Post) Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana mulai memperhatikan satu per satu personilnya. Dalam kesempatan program cek kesehatan di Mapolres Klungkung, Jumat (13/9) kemarin, dia menyoroti sejumlah personelnya yang terlalu gemuk dan perutnya buncit. Personel yang overwieght seperti itu, dipaksa menurunkan berat badan agar memiliki tubuh ideal sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Personel yang demikian dipaksa ikuti program lari halaman Mapolres Klung-
kung maupun keliling Kota Semarapura dan mengikuti program khusus penurunan berat badan. Program tersebut untuk menjadikan polisi bisa bekerja secara prima. Terlebih bagi aparat keamanan yang dituntut senantiasa sigap melayani masyarakat. “Anggota yang berat badannya melebihi berat badan ideal, wajib ikut program ini (overweight),” kata Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana didampingi Wakapolres, Kabag dan Kasat, saat bersama personilnya lari mengelilingi Kota Semarapura, Jumat (13/9) kemarin.
Sebelum menjalani program penurunan berat badan, anggota polisi yang sebagian besar berbadan gempal dan memiliki perut buncit berkumpul di halaman Mapolres Klungkung. Sebab, polisi dengan kondisi demikian, tentu memiliki riwayat kesehatan yang tidak bagus. Sehingga, diminta lebih rajin berolahraga. Satu per satu para personel ini diperiksa petugas medis dari Poliklinik Polres Klungkung, memastikan seluruh aspek kesehatan terpenuhi. “Kesehatan sangat menunjang pelaksanaan tugas-tugas di lapangan. Jadi,
ini juga harus dilakukan rutin,” tegasnya. Paur Kes Penata Sang Ayu Ketut Suwitri menambahkan, dari hasil pemeriksaan kesehatan, rata-rata anggota polisi dalam keadaan sehat. Hanya ada beberapa personel yang mengalami tekanan darahnya rendah. Terutama sejumlah personel yang perutnya buncit. “Saat dilakukan pemeriksaan, tidak ada persoalan kesehatan serius. Hanya ada beberapa personel dengan hasil pemeriksaan tensi, darahnya rendah. Itu mungkin disebabkan karena kurang istirahat,” katanya. (gik)
KELILING KOTA - Kapolres AKBP Komang Sudana memimpin personelnya keliling Kota Semarapura.
Bali Post/gik
Sabtu Paing, 14 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sardine Restaurant Looking for Female Bartendress Must Speak English Jl.Petitenget 21 Telp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.001.09.19.0000463
A luxurious villa in Seminyak is looking for experienced and fluent English speaking Buttler. Please contact 081238321945. B.BP.004.09.19.0000410
Dcr PRT,Wnt,Tidur Luar & Sopir Matic,Fortuner,SMS:08873400259 B.BP.001.09.19.0000439
Cr Staff Toko bisa Bhs Jepang Hub.082236365599 Email: office999992344@gmail.com B.BP.154.09.19.0000458
Dbthkn Sgr: Loper Min SMA SIM C Sales:L/P,SMA/S1/D3,Pglm Sales SPV:Pglmn Sales 5Th,Leadership D3/S1,Pglmn Koordinator 2Th Lmrn Krm:Jln.Gunung Agung 161 Telp:0361-9005530-34 B.BP.001.09.19.0000440
Dibutuhkan sgr Sales Manager, pria max 40tahun, min S1 & berpengalaman dibidang Marketing. Kirim CV anda ke Email : diah@tigamanunggalmaju bersama.com B.BP.004.09.19.0000462
Dcr Sgr Staff Maintenance utk di Jimbaran Bay Villas, Laki-Laki usia dibawah 27th Hub.Tlp/WA 081239362829 B.BP.001.09.19.0000443
Dibutuhkan PRTCeweku/Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.09.19.0000363
Dibutuhkan Sgr Waiter/s,Cook, Bartender di Wr.Takil Bali, Jl. Kedampang 2X Kerobokan Kelod HP/WA:081337469811(PakDewa) B.BP.001.09.19.0000356
Sgr Bag.Gdg&Produksi Min.SMA Krj keras,jujur,Ulet.lam ke 66 Pottery Bali Jl.ByPass Ngr Rai Pdg Galak Sanur / dkt DedekGebyok B.BP.004.09.19.0000452
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Dicari Pendamping Paud bisa kerja team Hub:08977357234 B.BP.001.09.19.0000230
Dicr Tkg Ukur,Tkg Cheking(QC), Pnjahit Dlm&Pngepul Kaos Bpglm Jl P. Ambon 25S Dps / 08172363000 B.BP.001.09.19.0000451
Urg.DW Housekeeping laki,disiplin, jujur,teamwork, u/25 s/d 1Okt 19 CV:hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000427
Urg.Markting Komunikasi u/Bali Team Work, Hard work, good speak English disiplin min.exp.2yrs CV:hrdbali2019@gmail.com B.BP.001.09.19.0000426
Dicari : 1 Site Mgr(SM) dan 1 Pelaksana Sipil, 1 Pelaksana MEP utk Villa di Gianyar. PengalamandlmPengawasan dan Pelaksanaan Villa sampai selesai, D3/S1, Domisili di Bali, CV di WA 081338496477 B.BP.004.09.19.0000397
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza G04,Hij Met,Body Kaleng VR Asbal, H.83Jt H:081952544538 B.BP.001.09.19.0000446
Jual cepat Agya Matic putih’ 14 DK 081239532371 108jt Nego B.BP.004.09.19.0000461
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
HONDA
DIJUAL RUMAH
Dijual HRV’2016 S Manual Hub.081999855545
Jl cpt Rmh Br.Penamparan LT200 LB120 Jl.Gn Andakasa Gg Dahlia Hp082213483070SHM/IMB1,4M(Ng)
B.BP.001.09.19.0000450
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh Jl.Gn.Talang,GnSoputan Marlboro,Padang.Galak & Ruko Jl.GajahMada,Dps,08155733388 B.BP.001.09.19.0000459
Jl Tnh 1,5are Jl.Gelogor Carik GgKangguruNo.2,085101818655 B.BP.154.09.19.0000457
B.BP.031.09.19.0000460
Jual Rmh SHM Teras Ayung.A12 Lt 615M, LB 550M Denpasar HubPutu 0811994747/081213282323 B.BP.031.09.19.0000437
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko 2Lt,Ls83M2 Lok.Strategis Jl Tk.Yeh Aya Dkt Jl Batanghari Hub:081338684526 (Pemilik) B.BP.001.09.19.0000448
Sabtu Paing, 14 September 2019
Investor Korea Ingin Bangun Pabrik Pengolahan Jeruk
JERUK - Petani sedang memanen jeruk Kintamani.
Bali Post/kmb40
Bangli (Bali Post) Investor asal Korea berniat membangun pabrik pengolahan jeruk di Bangli. Untuk mewujudkan niat itu, pihak investor yang difasilitasi HKTI Bali sudah mulai melakukan penjajakan ke Pemkab Bangli. Kabag Ekonomi Setda Bangli Luh Ketut Wardani mengakui hal itu, Jumat (13/9) kemarin. Dikatakan Wardani, belum lama ini pihaknya kedatangan tamu dari HKTI Bali. Dalam pertemuan yang dihadiri HKTI Bangli, Dinas Pertanian, dan Dinas Perizinan itu, pihak HKTI Bali menyampaikan soal keinginan investor asal Korea menanamkan modalnya di Bangli dengan membangun pabrik pengolahan jeruk. Rencananya, jeruk Kintamani hasil panen petani akan diolah menjadi produk jus jeruk. “Kami tidak tahu persis polanya seperti apa dan apa yang akan dilakukan. Karena itu, kami undang minggu I bulan Oktober nanti, investor agar hadir ke Bangli untuk mempresentasikan apa yang dibutuhkan, seperti apa perencanannya, dan lain sebagainya,” terangnya. Selain investor, Pemkab juga berencana mengundang petani jeruk di Bangli untuk mengetahui keinginan dari petani. Wardani tidak bisa menjawab secara pasti apakah kehadiran investor itu
dibutuhkan para petani jeruk di Bangli. “Karena itu, kami akan undang petani juga. Karena petani yang tahu kondisi di bawah seperti apa. Apakah petani senang jual jeruk ke luar, atau ke investor nantinya,” kata Wardani. Kalau kehadiran investor tersebut dirasa cocok dan menguntungkan bagi petani, tentu rencana pembangunan pabrik pengolahan jeruk akan berlanjut. “Kita belum tahu seperti apa. Karena itu awal Oktober ini kami akan undang investornya,” imbuhnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Bangli, Made Alit Parwata, juga mengakui adanya rencana investor asal Korea membangun pabrik pengolahan jeruk di Bangli. Dikatakannya, kehadiran pabrik pengolahan jeruk menjadi harapan Pemkab sejak lama. Dengan kehadiran pabrik itu diharapkan hasil panen petani jeruk di Bangli nantinya bisa terserap dengan maksimal. Hal itu otomatis akan membuat harga jeruk bisa menjadi stabil. “Kami tunggu kepastiannya seperti apa. Kami tidak mau ada investor yang menyampaikan niatnya bangun pabrik pengolahan, tapi tautau hanya jualan produk di sini. Kalau mau berinvestasi harus dari hulu ke hilir lah,” ujarnya. (kmb40)
Pengobatan Herbal Dijadikan Layanan Unggulan di RSU Bangli Bangli (Bali Post) -
Layanan poli herbal yang dibuka Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli sejak beberapa tahun terakhir kurang diminati masyarakat. Meski demikian, pihak RSU Bangli justru berencana menjadikan pengobatan tradisional itu sebagai layanan unggulan di wilayah Bali Timur. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana mengungkapkan, ada dua layanan yang rencananya akan dijadikan sebagai layanan unggulan RSU Bangli. Dua layanan itu yakni poli herbal dan forensik. Alasannya, karena pihaknya menyadari tidak mampu membuka layanan lain yang memanfaatkan kecanggihan teknologi. “Seperti
jantung dan sebagainya, kami tidak mampu. Kami ingin dengan biaya minimal tapi bisa berkompetisi,” kata Sudiana, Jumat (13/9) kemarin. Diakuinya sejak dibuka 2015 lalu, poli herbal di RSU Bangli kurang diminati masyarakat. Salah satu penyebabnya, karena masih belum adanya tanggungan dari pemerintah bagi
masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Selama ini, masyarakat yang berobat ke poli herbal masih harus membayar sendiri melalui jalur umum. Dengan adanya rencana Pemprov Bali menanggung layanan pengobatan tradisional dalam Jaminan Kesehatan Nasional Krama Bali Sehat (JKN KBS), dr. Sudi-
ana pun berharap layanan herbal yang terintegrasi dengan layanan pengobatan konvensional di RSU Bangli ke depannya bisa menggeliat. Sebagaimana informasi yang diketahuinya, klaim pengobatan tradisional nantinya akan dipisah dengan klaim pengobatan konvensional yang kini ditanggung BPJS. Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur mengenai layanan pengobatan tradisional itu saat ini masih dalam tahap penggodokan di provinsi. “Mudah-mudahan segera bisa berlaku,”
ujarnya. Dijelaskannya, dalam layanan poli herbal nanti akan dikembangkan juga layanan akupuntur, akupresure, serta spa. Untuk mendukung layanan itu, pihaknya sudah menyiapkan tenaga dokter umum, farmasi dan ahli yang sudah terlatih. Pengobatannya menggunakan ramuan jamu dari kombinasi beberapa simplisia tanaman obat yang didatangkan dari Tawamangu dan sudah teruji klinis Balai Besar Penelitian Pengembangan Tanaman Obat Tradisional. (kmb40)
Dibatasi, Pengawinan Induk Anjing Kintamani Pocil Polres Bangli Sabet Juara I
Bali Post/kmb40
DIMURNIKAN - Anjing Kintamani yang dimurnikan Dinas PKP Bangli.
Bangli (Bali Post) Minimnya anggaran yang tersedia untuk program pemurnian anjing Kintamani memaksa Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli membatasi pengawinan indukan anjing Kintamani. Pembatasan dilakukan agar Dinas PKP tidak kelimpungan memelihara dan merawat anakan anjing Kintamani yang dilahirkan induknya. Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sarma, Jumat (13/9) kemarin, mengatakan, saat ini ada 15 ekor anjing yang dimurnikan di kandang milik Dinas PKP yang lokasinya berada di areal belakang kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangli. Dari 15 ekor tersebut, 9 ekor di antaranya merupakan indukan, sementara 6 lainnya remaja. Dijelaskannya, program pemurnian anjing yang dilaksanakan sejak tahun 2012 lalu, bertujuan untuk melestarikan anjing Kintamani dan mendapatkan bibit yang sesuai standar. Untuk melaksanakan program tersebut tahun ini, anggaran yang disediakan
Rp 45 juta. Dengan anggaran yang terbilang cukup terbatas itu, pihaknya di Dinas PKP terpaksa membatasi pengawinan anjing Kintamani hanya sekali setahun. “Rutinnya kita kawinkan sekali setahun. Kalau kita kawinkan kan banyak nanti yang harus kita pelihara. Kita mau carikan makan di mana. Itu kan bukan hewan konsumsi. Itu masalahnya,” jelasnya. Pengawinan anjing akan dilakukan lebih dari satu kali dalam setahun, kalau memang ada permintaan untuk mengadopsi dari para penghobi anjing. “Kalau kita kawinkan sebanyakbanyaknya nanti tidak ada adopsi. Memeliharanya kita kelimpungan, mau dibawa ke mana,” ujarnya. Di lain hal, Sarma mengatakan pihaknya sempat berencana memindahkan kandang anjing Kintamani milik Dinas PKP dari lokasi sekarang ke areal belakang Kantor Dinas PKP Bangli di Jalan Merdeka. Pemindahan sempat direncanakan tahun 2017. Akan tetapi karena terkendala dana, pemindahan belum bisa dilakukan meski desain dan RAB sudah ada. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Usaha dan latihan yang selama ini dilakukan Polisi Cilik (Pocil) Polres Bangli untuk ikut lomba Pocil yang digelar dalam rangka hari Jadi Lalu Lintas Bhayangkara ke-64 membuahkan hasil manis. Pocil Polres Bangli berhasil menyabet juara I dalam lomba Pocil yang dilaksanakan di GOR Ngurah Rai Denpasar, Jumat (13/9) kemarin. Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona mengatakan, Pocil Polres Bangli beranggotakan sejumlah anak tingkat Sekolah Dasar (SD). Sebelum tampil dalam lomba kemarin, mereka telah melakukan latihan dari jauhjauh hari. Selama latihan, mereka dibina anggota Polres Bangli. “Selama latihan, anak-anak sangat serius berlatih sehingga hasilnya dapat menampilkan yang maksimal di perlombaan,” kata Sona. Juara I yang berhasil diraih Pocil Polres Bangli dalam lomba kemarin, menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polres Bangli. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menyampaikan rasa bangganya terhadap
Sedana Arta Belum Ambil Formulir Pendaftaran Bangli (Bali Post) Meski digadang-gadang sebagai calon kuat PDI-P Bangli yang akan maju dalam Pilkada tahun 2020 mendatang, Sang Nyoman Sedana Arta ternyata belum mengambil formulir pendaftaran cabup di Sekretariat DPC PDI-P Bangli. Hingga Jumat (13/9) kemarin, baru dua nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran calon. Dua nama itu yakni Made Subrata, adik Bupati Bangli I Made Gianyar dan I Gede Mangun, pelaku pariwisata asal Desa Songan, Kintamanni. Ketua Tim Khusus Pendaftaran Cabup/Cawabup DPC PDI-P Bangli Nengah Sujiwa dikonfirmasi mengakui, sampai siang kemarin, baru dua nama yang sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Wakil Bupati Bangli. Sementara Ketua DPC PDI-P Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, yang saat ini menjabat Wakil Bupati Bangli, belum mengambil formulir. Sujiwa mengatakan, sesuai rencana, Sedana Arta akan ambil formulir Sabtu (14/9) ini. “Setelah rapat rutin di DPC,” ujarnya. Sementara I Wayan Diar, Ketua DPRD sementara yang
dipaketkan maju oleh kaderkader di PDI-P mendampingi Sedana Arta, kata Sujiwa, juga belum mengambil formulir. Dikatakan Sujiwa, pengam-
bilan formulir pendaftaran tidak boleh diwakilkan. Harus datang langsung ke Sekretariat DPC PDI-P Bangli. Jadwal pengambilan formulir akan
berakhir 16 September mendatang. Sesuai jadwal, setelah penutupan pendaftaran, tim selanjutnya akan melakukan verifikasi dan validasi doku-
men bakal calon pada tanggal 17-18 September. Dilanjutkan penyerahan hasil verifikasi ke DPD PDI-P pada tanggal 19 September. (kmb40)
anak-anak yang tergabung dalam Pocil Polres Bangli. Ia pun menyampaikan ucapan selamat kepada anak-anak binaannya. “Kami bangga dengan anak-anak karena mampu berprestasi. Selamat dan sukses bagi anak-anak,” kata AKBP Agus.
Diharapkan, Pocil Polres Bangli ke depannya bisa menjadi teladan bagi anakanak lainnya di Bangli. Di lingkungan sekolah, Pocil Polres Bangli diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. (kmb40)
Bali Post/ist
LOMBA - Pocil Polres Bangli berfoto bersama usai lomba.
Sabtu Paing, 14 September 2019
MU Vs Leicester City
Setan Merah Tanpa Kekuatan Penuh
Manchester – Leicester City saat ini merupakan tim yang bagus. Manchester United (MU) bakal butuh kekuatan terbaiknya untuk mengalahkan mereka. Namun, Red Devils justru terancam tanpa beberapa pemain pilarnya. Setan Merah akan menjamu Leicester City di Old Trafford pada pekan ke-5 Premier League 2019/20, malam nanti.mAnak-anak asuh Ole Gunnar Solskjaer baru mengumpulkan lima poin dari empat laga di Premier League musim ini. Sementara itu, Leicester sudah mengumpulkan delapan poin. Sebelum jeda internasional kemarin, MU cuma bisa imbang 1-1 di kandang Southampton. Satu gol MU dicetak oleh Daniel James. Itu adalah gol ke-3 James untuk MU di liga musim ini. MU menginginkan hasil terbaik demi segera kem-
bali ke jalur yang benar, terutama sebelum turun di Liga Europa. Namun, Jesse Lingard (sakit), Paul Pogba (cedera engkel), dan Aaron Wan-Bissaka (cedera punggung) kondisinya diragukan. ‘’Setelah jeda internasional, semoga Anthony Martial akan siap untuk pertandingan menghadapi Leicester. Dan Luke Shaw mungkin akan siap tampil satu atau dua minggu lagi setelah laga kontra Leicester,’’ kata Solskjaer, Jumat (13/9) kemarin. Hasil berbeda diraih Leicester. Pasukan Brendan Rodgers menang 3-1 men-
Pertemuan : 26 MU menang : 17 Gol MU : 57 Imbang : 7 Leicester menang : 2 Gol Leicester : 22 5 Pertemuan Terakhir
3-2-2019 Leicester 11-8-2018 MU 24-12-2017 Leicester 26-8-2017 MU 5-2-2017 Leicester
0 - 1 2 - 1 2 - 2 2 - 0 0 - 3
MU Leicester MU Leicester MU
(EPL) (EPL) (EPL) (EPL) (EPL)
5 Pertandingan Terakhir MU (M-M-S-K-S) 31-7-2019 11-8-2019 20-8-2019 24-8-2019 31-8-2019
Kristiansund 0 - 1 MU 4 - 0 Wolverhampton 1 - 1 MU 1 - 2 Southampton 1 - 1
MU Chelsea MU Palace MU
(Friendly) (EPL) (EPL) (EPL) (EPL).
5 Pertandingan Terakhir Leicester (S-S-M-S-M) 11-8-2019 18-8-2019 24-8-2019 29-8-2019 31-8-2019
Leicester Chelsea Sheffield Newcastle Leicester
0 -0 1 -1 1 -2 1 -1 3 -1
Wolverhampton (EPL) Leicester (EPL) Leicester (EPL) Leicester (Piala Liga) Bournemouth (EPL).
jamu Bournemouth melalui dua gol Jamie Vardy dan satu Youri Tielemans. Vardy sudah mengemas tiga gol serta satu assist di Premier League musim ini, dan dialah ancaman terbesar buat MU dalam laga nanti. Marc Albrighton yakin timnya mampu meraih poin di kandang The Red Devils. Hasil imbang atas Chelsea di pekan kedua menjadi salah satu alasan sang pemain berharap mampu mengulang sukses yang sama di Old Trafford. ‘’Jika Anda melihatnya pada saat ini, kami dalam kondisi baik dan kami percaya diri. Tidak ada alasan mengapa kami tidak bisa meraih poin. Kami pergi ke sana penuh percaya diri dan kami bermain dengan kebebasan. Menurut pendapat saya, kami punya kemampuan untuk membuat kejutan,’’ tutur Albrighton. Tanpa kekuatan penuh mereka, rasanya sulit bagi MU untuk bisa meraih hasil optimal. (kmb33)
Perkiraan Susunan Pemain MU (4-2-3-1): De Gea; Young, Maguire, Lindelof, Wan-Bissaka; McTominay, Pogba; Rashford, Mata, James; Greenwood. Manajer : Ole Gunnar Solskjaer. Leicester (4-5-1): Schmeichel; Chilwell, Soyuncu, Evans, Pereira; Maddison, Choudhury, Ndidi, Tielemans, Albrighton; Vardy. Manajer : Brendan Rodgers.
Kodam Olahraga Bersama Warga Papua Denpasar (Bali Post) Kodam IX/Udayana menggelar olahraga bersama untuk memperkuat soliditas sesama anak bangsa yang peduli terhadap persatuan dan kesatuan serta keutuhan dalam berbangsa dan bernegara, Jumat (13/9) kemarin. Olahraga dilaksanakan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur tersebut juga melibatkan warga Papua yang tinggal di Bali. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. saat memberi sambutan mengatakan, olahraga bersama ini merupakan momentum yang sangat baik sebagai sarana mempertahankan soliditas, sinergitas dan membina hubungan komunikasi yang harmonis. Selain itu untuk menjalin hubungan kekeluargaan, silaturahmi dan menjaga kekompakan segenap komponen bangsa untuk bersama-sama menjaga tetap tegaknya NKRI. ‘’Kegiatan ini juga sebagai wujud komitmen kita bahwa NKRI tetap dalam bingkai kebinekaan. Oleh karena itu, mari kita kukuhkan semangat kebinekaan untuk tetap tegaknya NKRI,’’ tegasnya. Menurut Pangdam, ini merupakan momentum sangat baik untuk meneguhkan kembali tekad kebersamaan. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi-informasi bohong yang disebarkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang menginginkan Indonesia runtuh. ‘’Tujuan olahraga bersama ini sangat positif, maka saya mengajak kepada seluruh
06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Pedanan Lan Ngusaba Pitra (5) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Aero Pemula Murni Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Belajar Menggambar
Tabanan (Bali Post) Atlet tuan rumah Tabanan dan Klungkung menyumbang emas dari cabor atletik pada Porprov Bali XIV di lintasan atletik Lapangan Debes, Jumat (13/9) kemarin. Emas Tabanan dipersembahkan Ni Kadek Rani Puspa Nirmala Sari di nomor lompat jangkit (11,81 meter). Sementara atlet Klungkung yang menyabet emas adalah Ni Putu Dewi Laraswati di nomor lempar cakram (39,50 meter). Atlet peraih emas lainnya kemarin adalah dua atlet Denpasar. Keduanya yakni Ni Nyoman Kerni di nomor lari 200 meter (25,97 detik) dan Ni Kadek Ayu Sukarniti di nomor lari 5.000 meter (20.56,58 detik). Atlet Badung juga kebagian dua emas yang diperoleh melalui I Dewa Made Mudiyasa di nomor lari 200 meter (22,59 detik) dan Ni Made Eppi Wilantika di nomor lompat tinggi (1,50 meter). Sampai kemarin, tim atle-
Presiden menjelaskan bahwa RUU KPK yang sedang berproses di DPR saat ini adalah inisiatif DPR. ‘’Saya telah mempelajari dan saya mengikuti secara serius seluruh masukan yang diberikan dari masyarakat dari para pegiat antikorupsi, para dosen dan para mahasiswa, dan juga masukan dari para tokoh bangsa yang menemui saya,’’ ungkap Presiden. Presiden Jokowi harap ma-
tik Denpasar masih mendominasi, dengan perolehan 9 emas, disusul Badung 5 emas, kemudian Buleleng 3 emas, Tabanan 2 emas, Klungkung 2 emas, serta Jembrana 1 emas. Sedangkan yang belum merebut emas, Gianyar, Karangasem
syarakat tetap berpikir jernih dan tidak punya prasangka berlebihan terkait revisi. ‘’Saya harap semua pihak bisa membicarakan isu ini dengan jernih, objektif tanpa prasangka berlebihan,’’ kata Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat kemarin. Presiden mengaku menyetujui tiga usulan dan menolak empat usulan lainnya dalam revisi UU tersebut. Presiden juga membuka kemungkinan pimpinan KPK menyampaikan pendapatnya mengenai revisi tersebut. (ant/kmb14)
Urusan Elite Bali Post/ist
OLAHRAGA - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto diangkat pelajar Papua saat olahraga bersama di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. hadirin untuk melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kegembiraan, kebersamaan dan dengan penuh rasa kekeluargaan,’’ ungkap jenderal bintang dua ini. Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta, termasuk pelajar dan mahasiswa dari Papua yang berada di Bali.
Peserta diajak meneguhkan kembali persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, sehingga tidak menimbulkan konflik yang mengakibatkan perpecahan. Acara tersebut dimeriahkan dengan tarian Yospan dan senam Sajojo, serta lagu-lagu dari Papua. (kmb36)
10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita
Menggambar Ikan Hiu Seputar Bali Terkini Galeri Musik Indonesia Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Dharma Wacana Kasuksman Dewa Pitara Pratistha (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping DW TV Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Bali Aquascape Community Seputar Bali Terkini Parameter
16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Dialog Putra SBA 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Nevita dkk. 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Nyi Rimbit (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
Balipost/afp
Atlet Klungkung dan Tabanan Raih Emas Atletik
Inisiatif DPR
Sabtu, 14 September 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
LEWAT - Striker MU Marcus Rashford berusaha melewati kiper lawan ketika membela Timnas Inggris.
‘’Mulai dari Ibu Shinta Wahid, Buya Syafi;i Ma;arif, Romo Magnis, Romo Benny, pimpinan Muhammadiyah, Prof. Mahfud MD, dan puluhan guru besar dari berbagai universitas di Indonesia. Akan tetapi masukan tersebut juga tidak diakomodir, baik oleh pansel, Presiden maupun DPR,’’ tuturnya. Oleh karena itu, katanya, dapat dikatakan bahwa seleksi pimpinan KPK kali ini hanya
dijadikan urusan segelintir elite politik saja, tanpa melibatkan masyarakat luas. Menurutnya, keadaan yang sangat tidak ideal ini tentu membawa dampak langsung bagi agenda pemberantasan korupsi. ‘’Namun demikian, kita sebagai elemen bangsa yang masih dan terus peduli dengan upaya perbaikan, pembenahan, dan upaya melawan korupsi tidak boleh putus asa, karena apa yang kita lakukan selama ini telah membawa manfaat besar bagi bangsa ini,’’ katanya. (ant)
dan Bangli. Sekum Pengkab PASI Bangli Nengah Budi Arsa menuturkan, pihaknya mematok target 6 emas, namun meleset semua. Dia mencontohkan, Ni Kadek Tirtawati ditarget emas di nomor lempar cakram, tetapi
gagal. ‘’Tirtawati melakukan tiga kali lemparan, dan ketiganya didiskualifikasi,’’ tuturnya. Untuk itu, pihaknya bersama Ketua PASI Bangli Ayu Saraswati berniat mengevaluasi sekaligus membenahi, untuk persiapan Porprov dua tahun lagi. (022)
Mendapat Penolakan Menurutnya, pemerintah bersedia untuk melanjutkan pembahasan Rancangan UU MD3 dalam sidang paripurna dan dapat disahkan menjadi UU. Revisi UU MD3 sebelumnya mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Selain dalam soal
penambahan jumlah pimpinan ada hal krusial lainnya yakni menyangkut pemanggilan dan permintaan keterangan anggota DPR sehubungan dengan terjadinya tindak pidana harus seizin Presiden atas pertimbangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), dan adanya sanksi pidana bagi pihak yang dianggap merendahkan DPR. (ant)
SABTU PAING, 14 September 2019
Kiprah SAB dan GAB 2019 (3)
Ajeg Bali Diharapkan Bawa Bali Makin Mendunia Bali Post/ist
SEPEDA - Atraksi wisata bersepeda mengelilingi Ubud.
Amazing Race, Bersepeda Mengelilingi Ubud
UBUD memang telah dikenal di berbagai negara. Namun siapa sangka Ubud lebih asyik dinikmati dengan bersepeda. Selain mengurangi kemacetan, bersepeda keliling Ubud juga membuat tamu lebih dapat menikmati panorama Ubud yang asri. Rombongan Bank Mandiri, Jumat (13/9) kemarin mengunjungi beberapa tempat di Ubud, Gianyar. Rombongan tiba pagi hari di Café Dewi, Ubud, tempat awal memulai rute bersepeda. Amazing Race merupakan atraksi wisata bersepeda mengeliling Ubud dan melewati pemandangan sawah Ubud. Pesepeda harus melewati 12 km untuk sampai di Laka Leke Restaurant yang merupakan tujuan akhir dari rombongan. Setelah mendapat pengarahan dari pemandu sepeda, rombongan dibagi menjadi 8 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 8 orang dengan satu pemandu. Diawali dengan masuk area persawahan dengan melewati jalan kecil, pesepeda sekaligus melihat penduduk yang sedang menanam padi. Sesekali turis asing juga ditemui sedang bersepeda. Jalan setapak sawah cukup dilewati dua bersaf peseda. Namun jika ada dua pengendara dari berbeda arah, pesepada harus berhati–hati agar tidak kehilangan keseimbangan. Jika tidak awas, bisa–bisa terperosok ke lumpur sawah. Jalan setapak itu cukup baik dilewati karena sebagian besar jalanan sudah disemen, meski terkadang pesepeda juga melewati jalan setapak yang rusak. Setelah menempuh jarak 5 km, rombongan tiba di Greenkubu Ubud. Tempat makan eksotik dengan pemandangan padi yang menghijau. Di sana rombongan menerima challenge membuat gebogan (sesajen buah yang disusun tinggi). Sambil menikmati hidangan kopi dan kue Bali. Usai mengikuti challenge tersebut, rombongan kembali melanjutkan bersepeda sambil sesekali mengambil gambar di spot–spot yang menarik. Rombongan juga melewati perkampungan penduduk dengan jalan beraspal. Sampai di pusat kota Ubud, tepatnya di sebelah Puri Ubud, rombongan menerobos keramaian kendaraan bermotor yang juga melaju di jalur yang sama. Rombongan mengarah ke Monkey Forest melewati area luar Monkey Forest dengan jalur paving. Ternyata tidak hanya pejalan kaki dan pesepeda yang memanfaatkan jalur sempit dari paving itu, pengendara sepeda motor juga melaluinya. Monyet–monyet dari Monkey Forest bertengger di pagar–pagar yang dilewati. Hingga akhirnya sampai di Laka Leke Restaurant untuk makan siang dan mengikuti tantangan melukis layangan. Pengendara sepeda Jhon Walter Siahaan yang sudah terbiasa bersepeda mengatakan, jalur yang dilalui cukup mudah dan aman. Selain itu ia juga dapat menikmati pemandangan alam Ubud yang asri. Ia mengaku senang dengan pengalaman bersepeda dengan mengelilingi Ubud. (may)
Tanamkan Rasa Cinta terhadap Alam
TAK dapat dimungkiri, bencana alam seperti banjir dan tanah longsor terjadi karena kurangnya tutupan hijau. Banyak pohon ditebang, tanpa adanya upaya penanaman ataupun penghijauan kembali. Menanamkan rasa cinta alam di lingkungan sekolah, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar menggandeng Rotary Club Bali Benoa mengajak siswa dan seluruh komponen SMAN 2 Kuta untuk melakukan gerakan cinta lingkungan dengan penanaman pohon bersama, Kamis (12/9) lalu. Sebanyak 317 bibit pohon ditanam meliputi pohon cemara, ketapang kencana, cendana, cempaka, boni dan sebagainya. Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdaningsih, M.Si. mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan. Selain mengajarkan pelestarian lingkungan kepada siswa, penanaman pohon secara massal ini juga untuk semakin menyegarkan udara di Bali. Menurutnya, BPDASHL mempunyai lahan pembibitan di daerah Suwung yang menyediakan berbagai macam bibit tanaman baik tanaman yang bernilai ekonomis seperti sengon, manggis, dan juga tanaman lain seperti majegou, cempka kuning, kayu putih. Kepala SMAN 2 Kuta Drs. I Putu Jaya Kusuma, M.Pd. mengatakan, pihak sekolah selalu menanamkan rasa cinta terhadap alam baik kepada guru, karyawan, dan juga para siswa. Bersama-sama aktif melestarikan lingkungan. SMAN 2 Kuta juga aktif dalam penanaman mangrove, pembersihan sampah di pantai, dan mendukung Pergub Bali untuk pengurangan sampah plastik. Hadir juga dalam kegiatan tersebut yaitu jajaran BPDASHL Unda Anyar yang dipimpin Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdaningsih, M.Si., PP Wanda Somdani dan sejumlah anggota Rotary Club Bali Benoa serta I Wayan Tur Adnyana yang Ketua PGRI Badung dan Club Presiden RC Bali Jimbaran. (edi)
I Dewa Ayu Putu Sashika Arthakirana ditetapkan sebagai juara III Siswa Ajeg Bali (SAB) 2019 tingkat SD, belum lama ini. Sehari-hari dipanggil dengan nama Gek Sashi, kini duduk di kelas V SD Saraswati 1 Denpasar. Kelahirannya tepat saat Tumpek Wariga, 21 Februari 2009. Selain unggul dalam bidang akademis dan langganan juara Olimpiade MIPA, Gek Sashi sejak umur 4 tahun sudah menggeluti bidang seni. Awalnya hanya dari melihat, menonton, lamalama mulai mengagumi dan akhirnya menjadi salah satu pelaku
KULINER KESEHATAN Wayan Suamba
TOP IN VASI
dan aktif di OSIS SMAN 4 Denpasar periode 2018. Ajeg Bali, menurutnya, tidak hanya sebatas bisa menabuh dan menari, tetapi konsistensi sebagai warga Bali untuk menjaga tanah kelahirannya. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas diri supaya tidak tergerus arus globalisasi. Di pasraman ajeg Bali dia mengaku dilatih mandiri dan berkarakter. Mencoba untuk mengendalikan emosi dan bangga bergabung bersama siswa dan guru yang amat hebat dan membahas bersama tantangan Bali. (sue/suk)
SEORANG entrepreneur tidak hanya fokus membuat produk yang bagus dan layak jual, tetapi juga harus berinovasi dalam pemasaran. Itulah yang dilakukan Dewa Ayu Ika Pramitha (28), pemilik ‘’Sang VCO Bali’’, produk virgin coconut oil (VCO). Usaha rintisannya ini benar-benar dimulai dari startup yaitu menentukan produk, membuat produk, kemasan dan pemasaran. Ika menuturkan, pada awalnya ia hanya coba–coba membuat VCO, karena di kampusnya ada praktikum membuat VCO. Penasaran cara membuat VCO yang bagus, ia pun berusaha keras dalam praktikum itu agar VCO-nya bagus. ‘’Ternyata hasilnya bagus banget. Saya coba tawarin ke teman–teman, ternyata suka. Dari situlah
WONDERFUL BALI
SENIMAN
Bali Post/san
PERGUB No.79 Tahun 2018 tentang penggunaan busana adat Bali, ternyata mampu mendongkrak permintaan kain tenun Bali, salah satunya endek. Namun peningkatan permintaan ini tidak diiringi dengan jumlah produksi karena penenun saat ini mulai langka. Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Gde Wayan Suamba, S.E. mengatakan adanya Pergub 79/2018 sangat meningkatkan permintaan kain tenun Bali. ‘’Permintaan tenun Bali meningkat signifikan. Ini tentunya membuat industri kecil semakin menggeliat,’’ ujarnya. Selama ini kendala dalam pengembangan kain tenun adalah bahan baku berupa
benang. Untuk mengatasi ini telah dilakukan langkah fasilitasi memperoleh benang produksi dalam negeri. ‘’Bahan baku benang dulu diimpor dari India dan China sehingga harga tinggi. Sekarang kita fasilitasi ke Tegal, Jawa Tengah,’’ terangnya. Dengan adanya alternatif bahan baku benang dari Tegal, maka perajin tidak kesulitan lagi mendapatkan bahan baku. Bahkan harganya pun lebih murah dan kualitasnya lebih bagus. Setelah persoalan bahan baku teratasi, masalah lain yang dihadapi adalah jumlah perajin tenun yang terbatas dan tidak ada regenerasi. Anak muda menganggap pekerjaan menenun kurang menjanjikan. Tetapi, kata Suamba, pening-
katan SDM ini berpeluang dilakukan di kalangan ibu rumah tangga. ‘’Sekarang yang mau menenun kebanyakan adalah ibu-ibu rumah tangga. Untuk itu kita berikan pelatihan dan bimbingan teknis, kemudian juga fasilitasi perizinan teknis,’’ ungkapnya. Sementara itu jumlah unit usaha IKM, menurut Suamba, mengalami peningkatan ari tahun ke tahun. IKM yang menonjol adalah produk tekstil termasuk tenun, kemudian produk kayu, perhiasan perak, kerajinan anyaman. IKM hampir merata di seluruh Bali dan hampir semua jenis tersebut memiliki orientasi ekspor. ‘’Makanya 60 persen nilai ekspor Bali itu dari industri termasuk kerajinan,’’ pungkasnya. (san)
’’Sang VCO Bali’’ Fokus pada Produksi niat bikin usaha VCO,’’ ungkapnya, Jumat (13/9) kemarin. Selain itu, banyak orang yang tidak tahu manfaat dan cara pakai VCO, padahal mereka tahu VCO. Berawal dari hal itu juga ia berniat menjual VCO dengan cara memberi tahu cara pemakaian dan manfaatnya. Sebelumnya ia membuat parfum dari minyak atsiri, namun karena terbatasnya modal sehingga ia membuat produk yang lebih sederhana. Dengan usahanya ini, ia bisa membuktikan bahwa ia bisa memiliki usaha, memiliki produk dan brand sendiri. Selama perjalanan usahanya, banyak kendala yang ditemui. Mulai dari proses pembuatan VCO, pemasarannya dan cara promosi. ‘’Yang paling utama itu adalah kesu-
PENDIDIKAN
POHON - Siswa SMAN 2 Kuta menanam ratusan pohon di lingkungan sekolah, Kamis (12/9).
juga saya tekuni saat ini,’’ ujarnya. Sekar meraih juara I lomba Tari Sekar Jempiring, juara III dalam FLS2N lomba tari kreasi kepahlawanan, juara III PSR dalam baca puisi, juara I lomba mading dan juara II lomba mading berbahasa dan aksara Bali. ‘’Semua upaya yang saya lakukan merupakan bentuk bakti kepada leluhur Bali dan Tuhan. Kecintaan saya terhadap budaya Bali dilatih dalam Pasraman SAB 2019. Di pasraman kami dilatih untuk terus menjaga keajegan Bali. Suksma Bali Post semoga kegiatan seperti ini terus berjalan,’’ tegasnya. Sementara itu, juara III SAB 2019 tingkat SMA diraih I Gede Bagus Windu Yoga Ananda. Putra pertama pasangan I Made Artayasa, S.H. dan Ni Komang Rusmawati, S.E.Ak. ini lahir pada Tumpek Landep, 24 Februari 2002. Siswa kelas XII MIPA-4 SMA Negeri 4 Denpasar ini tak hanya unggul di akademik juga dalam bidang seni. Dia menekuni dunia nyastra Bali seperti membaca dan menulis puisi Bali, mengikuti seni teater serta yang menyangkut wirama atau vokal salah satunya pembawa acara. Semua ini dia tekuni sebagai ajang untuk mengasah mental dan kemandirian. Buktinya dia meraih juara I lomba master of ceremony pada HUT Kota Denpasar 2019, langganan juara dharma wacana salah satunya juara I Dharma Wacana Putra Utsawa Bali Santhi Kota Denpasar. Pernah juga mendapat juara I Karya Tulis Ilmiah dan juara I Tata Busana dalam Kemah Budaya Provinsi Bali dan segudang prestasi di ajang lomba baca puisi. Kini dia aktif sebagai Kader Pelestari Budaya Provinsi Bali dan Koordinator Bidang Pendidikan dan Latihan Kader Pelestari Budaya Kota Denpasar
Permintaan Meningkat, Penenun Endek Makin Langka
BUDAYA
Bali Post/edi
seni. Seni tari dan Arja adalah bidang seni yang saat ini dia tekuni. Putri tercinta I Dewa Ketut Adi Pradnyana, S.ST., M.T. dan dr. Ni Wayan Kurnia Sari ini merasa sangat bersyukur karena mendapat tawaran sebagai galuh manis dalam seni pertunjukkan Arja. Dari sanalah dia mulai mengenal tembang Bali berupa sekar alit yaitu Pupuh Ginanti Asta Tala dan Pupuh Ginada. Agung Susilawati, Ida Ayu Wimba Ruspawati dan A.A. Supartama, tokoh-tokoh seni inilah yang memberi inspirasi melestarikan dan mengajegkan seni budaya Bali. Dia berharap Bali semakin mendunia lewat ajeg Bali. Bukan hanya karena kemampuan masyarakatnya di bidang seni yang indah, tetapi juga karena kecerdasan dan intelektual masyarakatnya yang tinggi. ‘’SAB memberikan aura positif bagi saya baik dalam pengetahuan, pengendalian diri melalui meditasi dan yoga. Ajang yang positif ini memberikan ruang bagi saya untuk bisa semakin mandiri. Terima kasih Bali Post,’’ ujarnya. Juara III SAB 2019 untuk tingkat SMP diraih Ni Luh Komang Sekar Kumala Dewi. Dia adalah putri ketiga pasangan I Ketut Selamat dan Ni Nengah Mileh, kelahiran 8 September 2004. Siswa kelas IX SMP PGRI 5 Denpasar ini selain aktif berorganisasi, juga menekuni seni tari di sekolah dan masyarakat. Sebagai masyarakat Bali asli, dia wajib mencintai, menekuni dan melestarikan seni budaya Bali. ‘’Membaca puisi, menulis puisi, megambel, inilah beberapa yang
litan dalam proses pembuatan VCO. VCO itu lumayan sulit didapatkan, makanya kendala yang paling krusial adalah ini, selain pemasaran,’’ pungkasnya. Proses pembuatannya mulai dari membuat santan, didiamkan selama 12 – 24 jam. Nantinya akan terbentuk minyaknya. Ada tiga lapisan yaitu lapisan atas minyak, ada blondonya, dan yang paling bawah adalah air. Lapisan atas yang diambil, kemudian disaring. Sementara pemasaran, menurutnya, butuh inovasi dan kreativitas. Di awal memulai pun pemasarannya cukup lumayan karena berbagai cara ia lakukan. Namun saat ini diakui ia merasa kurang kreatif dalam hal pemasaran. ‘’Tapi sekarang
lumayan banyak yang sudah mulai aware dengan VCO, tanpa saya harus promosi ada saja yang beli,’’ tukasnya. (may) VCO - Dewa Ayu Ika menunjukkan VCO buatannya.