Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Satu Lagi BPR di Bali Dilikuidasi
Denpasar (Bali Post) Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melakukan proses likuidasi pada PT BPR Calliste Bestari. Penyebab BPR yang berkantor di Jalan Raya Cokroaminoto, Sempidi, Badung ini dilikuidasi karena pengurus
dan pemegang saham melakukan praktik perbankan yang tidak sehat. BPR Calliste Bestari menyusul BPR Legian yang Juni lalu juga dilikuidasi. Sekretaris Lembaga LPS Muhamad Yusron ditemui Selasa (13/8) kemarin di Denpasar menyampaikan, proses pembayaran klaim dan likuidasi dilakukan setelah izin usaha PT BPR Calliste Bestari dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 13 Agustus 2019. Dalam rangka pembayaran klaim simpanan nasabah PT BPR Calliste Bestari, LPS akan memastikan simpanan nasabah dapat dibayar sesuai ketentuan yang berlaku. LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang akan dibayar. Rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja sejak tanggal
pencabutan izin usaha yakni 16 Desember 2019. Pembayaran dana nasabah akan dilakukan secara bertahap selama kurun waktu tersebut. Nasabah penyimpan dimohon untuk memantau pengumuman pembayaran klaim dana nasabah yang akan dilakukan di kantor PT BPR Calliste Bestari, media cetak atau koran, dan website LPS. Bagi nasabah peminjam dana, tetap dapat melakukan pembayaran cicilan atau pelunasan pinjaman di kantor PT BPR Calliste Bestari dengan menghubungi Tim Likuidasi. Diungkapkannya bahwa BPR tersebut beraset Rp 5 - 6 miliar sehingga dinilai proses likuidasi hanya dilakukan satu tahap. Dari September 2005 sampai 13 Agustus 2019, total ada 7 BPR di Bali yang dilikuidasi LPS. Dari 7 BPR di Bali yang dilikuidasi, jumlah klaim simpanan yang layak bayar sebesar Rp 21,4 miliar. Kepala Kantor OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Elyanus Pongsoda mengatakan, sebelum dilakukan pencabutan izin usaha, OJK sudah menetapkan status
BPR Calliste sebagai BPR Dalam Pengawasan Intensif (BDPI), karena kinerja keuangan yang memburuk. Penetapan BDPI tersebut berlaku sejak 16 Mei 2018 sampai 16 Mei 2019. Dalam masa tersebut pemegang saham dan pengurus telah diberikan kesempatan untuk melakukan penyehatan melalui action plan yang dibuat oleh direksi. Dalam masa BDPI, kinerja BPR Calliste semakin memburuk, tercermin dari rasio kewajiban penyediaan modal minimun (KPMM) posisi 28 Februari 2019 menjadi di bawah 4 persen, sehingga memenuhi ketentuan ditetapkan sebagai BPR Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) terhitung sejak 29 Mei sampai 29 Juni 2019. Selanjutnya sampai dengan batas waktu tersebut pengurus dan pemegang saham pengendali (PSP) tidak dapat merealisasikan upaya penyehatan rasio KPMM paling sedikit 8 persen, sehingga memenuhi kriteria BPR tidak dapat disehatkan dan diteruskan kepada LPS untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya. (kmb42)
Briptu Hedar Gugur Ditembak KKB
Jakarta (Bali Post) – Briptu Hedar, anggota Polda Papua, yang sempat disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, Senin (12/8), gugur akibat luka tembak yang dideritanya. Anggota Bhayangkara tersebut termasuk berprestasi dalam penanganan sejumlah kasus. Kelompok kriminal bersenjata sempat menyeret Briptu Hedar dan menyanderanya. KONFRENSI PERS - Walhi bersama ForBALI melakukan konferensi pers di kantor Walhi Nasional, Jakarta terkait surat ForBALI yang dikirimkan pada 1 Agustus 2019 secara resmi, perihal Surat Terbuka; Desakan Penghentian Megaproyek di Kawasan Rawan Bencana Bali Selatan kepada Presiden, Selasa (13/8) kemarin.
Bali Selatan Rawan Bencana
ForBALI Ingatkan Jokowi Cabut Perpres 51
Jakarta (Bali Post) Sikap tegas Presiden Joko Widodo pada 23 Juli 2019 tentang Indonesia yang berada di daerah rawan bencana sehingga tidak membolehkan pembangunan megaproyek di kawasan bencana, kembali ditagih. Terutama dalam konteks pembangunan megaproyek di Bali Selatan yang rawan bencana. Jokowi kembali diingatkan untuk segera mencabut Perpres 51/2014 sebagai wujud komitmen atas pernyataannya. Hal tersebut disampaikan dalam konfrensi pers Walhi bersama ForBALI di Jakarta, Selasa (13/8) kemarin. ForBALI pada 1 Agustus 2019 secara resmi mengirimkan Surat Terbuka; Desakan Penghentian Megaproyek di Kawasan Rawan Bencana Bali Selatan kepada Presiden. Pada pokoknya memaparkan tentang fakta yang menunjukkan Bali Selatan sebagai kawasan rawan bencana dan desakan pembatalan berbagai megaproyek di kawasan rawan bencana. Koordinator Divisi Politik ForBALI Suriadi Darmoko mengatakan, Teluk Benoa dan sekitarnya (Bali Selatan) merupakan area yang berhadapan langsung dengan zona megathrust di mana segmen Bali memiliki potensi gempa magnitudo maksimum 9,0. Dalam daftar desa kelas bahaya sedang dan tinggi tsunami yang diterbitkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Bali khususnya di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta dan Denpasar Selatan terdapat 19 desa/kelurahan dalam kelas bahaya tinggi tsunami. Kawasan perairan Teluk Benoa dan sekitarnya juga rawan likuifaksi dengan skenario gempa bumi magnitudo 7,2 SR. Atas kondisi tersebut, seharusnya Presiden dengan tegas melakukan pencabutan Perpres 51/2014 dan mengembalikan posisi Teluk Benoa menjadi kawasan konservasi. Nur Hidayati, Direktur Eksekutif Nasional Walhi, menyebutkan seharusnya Presiden sadar, instruksi kepada BMKG juga termasuk untuk jajaran kementerian yang berada di bawahnya. Hal. 15 Cabut Perpres
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/8) kemarin, mengatakan saat melakukan penyelidikan, Briptu Hedar disergap oleh kelompok bersenjata dan diseret hingga ratusan meter. ‘’Dalam proses penyeretan itu Briptu Hedar melakukan perlawanan, saat itu mencoba untuk melarikan diri. Kemudian dilakukan penembakan dari belakang oleh kelompok tersebut,’’ tutur Dedi Prasetyo. Setelah menembak Briptu Heidar, kelompok bersenjata
itu kemudian meninggalkannya dan kembali ke hutan karena meyakini suara tembakan dapat didengar oleh aparat. Mengetahui terjadi penembakan, tim gabungan TNI/Polri melakukan proses evakuasi terhadap jenazah Briptu Hedar sekitar pukul 12.00 WIT. Almarhum telah diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan di daerah asalnya. ‘’Almarhum mendapatkan anugerah kenaikan pangkat luar biasa menjadi Brigpol dan jam 12 tadi diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya dari Timika menuju
ke rumah duka di daerah Makassar untuk dimakamkan hari ini,’’ tutur Dedi Prasetyo. Hedar bersama rekannya, Bripka Alfonso Wakum, dihadang sekelompok warga di sekitar Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak kemudian dibawa dan disandera di Kampung Usir. Alfonso yang mengendarai sepeda motor berhasil menyelamatkan diri sekaligus melaporkan peristiwa tersebut. Hal. 15 Sarat Prestasi
KPK Tetapkan Empat Tersangka Baru Kasus E-KTP Jakarta (Bali Post) – Kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP) rupanya belum berhenti. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (13/8) kemarin resmi menetapkan empat tersangka baru. Kasus yang telah menyeret belasan nama termasuk mantan Ketua DPR Setya Novanto ini, merugikan negara hingga Rp 2 triliun lebih. Kasus ini juga sempat mengundang kehebohan saat penangkapan Setya Novanto hingga menyeret pengacaranya ke meja hijau dengan tuduhan menghalang-halangi penyelidikan KPK. ‘’Dalam perkembangan proses penyidikan dan setelah mencermati faktafakta yang muncul di persidangan hingga pertimbangan hakim, KPK menemukan bukti permulaan yang cukup
tentang keterlibatan pihak lain dalam dugaan korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013 pada Kemendagri,’’ kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta. KPK kemudian meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan empat tersangka, yaitu anggota DPR-RI 2014-2019 Miriam S Hariyani (MSH), Dirut Perum Percetakan Negara RI (PNRI) dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya (ISE), Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan e-KTP atau PNS Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi (HSF), dan Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulis Tannos (PLS). Untuk diketahui, Miriam juga merupakan terpidana kasus memberi-
Pro-Kontra Mengembalikan GBHN
kan keterangan tidak benar dalam persidangan kasus e-KTP. Empat orang tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. Sebelumnya dalam kasus e-KTP itu, terdapat tujuh orang yang telah menjadi terpidana, yaitu mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kemendagri Sugiharto. Hal. 15 Kesaksian Palsu
Antara Presiden Mandataris MPR atau Mandataris Rakyat ’’GBHN itu bisa menjadi solusi namun soal kewenangan terkait yang berhubungannya dengan presiden, tidak boleh ada yang ditambah atau mengganggu keberadaan presiden.’’ Abdul Kadir Kardin Ketua DPP KB
Kongres V PDI-P menghasilkan salah satu keputusan penting yakni mengembalikan kewenangan MPR dalam menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Ini berarti jajaran PDI-P akan mengupayakan dilakukannya amandemen UUD 1945. Muncul pro dan kontra terkait wacana ini. Perubahan sistem ketatanegaraan menjadi hal yang perlu dipertimbangkan mengingat kini presiden adalah mandataris rakyat, bukan mandataris MPR. Pengamat dan peneliti politik dari Indopolling Wempy Hadir menilai usulan mengembalikan kewenangan MPR-RI dalam menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) diperlukan sebagai kompas bagi pemerintah untuk melaksanakan kebijakan publik. ‘’GBHN itu kan garis besar haluan negara, ya. Nah haluan negara ini mesti ditetapkan kembali oleh MPR, sehingga menjadi acuan dalam pelaksanaan kekuasaan. GBHN itu juga
sebagai kompas bagi penguasa untuk melaksanakan kebijakan publik,’’ kata Wempy saat dihubungi di Jakarta, Selasa (13/8) kemarin. Selain itu, menurutnya, dengan adanya GBHN juga akan membantu presiden yang sedang bertugas maupun calon presiden di periode selanjutnya agar stay on track dalam menjalankan tugas dan wewenangnya untuk kemajuan bangsa. Hal. 15 Tidak Relevan
’’Nanti banyak perubahan yang rakyat juga belum tentu setuju. Contohnya presiden dipilih MPR lagi karena lembaga tertinggi. Kalau begitu lain soal lagi. Apa rakyat setuju diambil lagi haknya untuk memilih langsung?’’
Jusuf Kalla Wapres
DENPASAR
2 FIGUR Gerakan Orangtua Mahasiswa Asuh SETELAH memprioritaskan pembangunan infrastruktur pada periode pertamanya, kini pemerintahan Jokowi sedang memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pendidikan tinggi sebagai pencetak lulusan SDM, mempunyai andil besar dalam mewujudkan cita-cita bangsa tersebut. Membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya adalah cara paling strategis untuk meningkatkan kualitas SDM. Khususnya SDM umat Hindu di Bali, saat ini minat umat Hindu mengenyam pendidikan tinggi meningkat tajam, meskipun masih ada yang terkendala biaya. Oleh karena itu, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar yang merupakan perguruan tinggi berbasis agama dan kebudayaan Bali berencana membuka program Gerakan Orangtua Mahasiswa Asuh. “Kami mengajak masyarakat di seluruh Nusantara yang tingkat ekonominya bagus, mari berbagi untuk kecerdasan umat sebagai orangtua mahasiswa asuh,” ujar Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Selasa (13/8) kemarin. Untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan, dalam waktu dekat pihaknya akan merekrut beberapa relawan, kemudian diperkenalkan kepada mahasiswa sebagai calon anak asuhnya. Menurutnya, gerakan ini sangat relevan dengan arah pembangunan Indonesia saat ini, yakni pembangunan kualitas SDM. “Setelah infrastruktur, maka yang paling fundamental adalah pembangunan SDM, dan potensi SDM kita sangat melimpah. Kelola dengan baik yang sudah ada, tak perlu impor-impor,” tegasnya. Selain menyasar orangtua asuh, Unhi Denpasar juga berupaya memanfaatkan Corporate Social Responsibility (CSR) berbagai perusahaan untuk membantu pendidikan umat. Sebab dikatakan minat mahasiswa baru untuk melanjutkan pendidikan ke lembaga pendidikan milik umat Hindu ini melonjak dari tahun-tahun. Tahun ini diperkirakan hampir 1.000 mahasiswa baru akan bergabung di kampus yang terletak di Jalan Sanggalangit, Penatih, Denpasar Timur ini. “Saya berharap dengan program ini bisa menambah kualitas SDM kita, sehingga apa yang diharapkan pemerintah bisa terwujud untuk menghadapi persaingan global,” ujarnya. (win)
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Perajin Didorong Lebih Inovatif Denpasar (Bali Post) Aspek budaya dalam kerajinan sangat berpengaruh dan menentukan hasil karya kerajinan dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM). Pengaruh alam, iklim, adat istiadat akan memberikan corak tersendiri dalam karya kerajinan. Oleh karena itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Denpasar mendorong para perajin lebih inovatif dalam membuat produk agar mampu bersaing dengan karya-karya perajin di luar daerah. Upaya ini dilakukan Dekranasda bersama OPD terkait di lingkungan Pemkot Denpasar, seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam melakukan monitoring. Seperti yang dilakukan Selasa (13/8) kemarin, monitoring dan evaluasi (monev) menyasar tiga perajin di Kota Denpasar. “Produk kerajinan Denpasar kaya ragam, kaya warna, dan kaya corak yang menjadi ciri khas serta tak terlepas dari inovasi para perajin Denpasar yang mampu membawa produk UKM dan IKM ini mampu bersaing di pasar lokal, nasional dan juga internasional,” ujar Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kota Denpasar Made Saryawan yang juga selaku Sekretaris Dekranasda Denpasar. Menurut Saryawan, kegiatan monev menjadi agenda rutin Dekranasda Denpasar yang dipimpin Ketua Dekranasda Denpasar Ny. I.A.
PERAJIN – Tim Dekranasda Denpasar saat melakukan monev ke perajin, Selasa (13/8) kemarin. Selly Dharmawijaya Mantra dan Wakil Ketua Ny. Antari Jaya Negara untuk mendekatkan pelayanan kepada perajin dan mengetahui kendala dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan produksi produk perajin. Seperti permasalahan permodalan, permasalahan bahan baku maupun permasalahn promosi. Dalam kegiatan monev ini, pihaknya ingin mengetahui perluasan pasar promosi produk perajin
Bali Post/kmb12
serta langkah-langkah yang telah dilakukan. “Kami berharap, ciri khas produk perajin Denpasar dapat terus dijaga serta tetap melakukan inovasi yang tentunya melihat persaiangan produk-produk kerajinan hingga pemasaran yang harus tetap dilakukan lewat sinergi bersama,” ujarnya. Kadis Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani mengatakan, dorongan produk dan kemasan inovasi
dapat dikerjasamakan dengan Badan Kreatif (Bkraf) Denpasar. Kerja sama ini nantinya mampu menonjolkan ciri khas oleh-oleh Denpasar bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kota Denpasar. “Produk perajin Denpasar penuh inovasi dan memiliki ciri khas serta hal ini akan terus kita dorong bersama,” ujarnya. Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM Made Erwin
Surya Dharma Sena mengatakan, pihaknya senantiasa mengupayakan pemberian bantuan bagi perajin dalam permodalan. Terlebih adanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) disalurkan di Kota Denpasar dengan target KUR yang disalurkan tahun lalu sebesar Rp 1,875 triliun yang disalurkan sejumlah bank, yakni Bank BPD Bali, BRI, Bank Mandiri, Bank Bukopin, BCA, BNI dan Bank Arta Graha. (kmb12)
Pascadisoroti oleh tiga fraksi di DPRD Bali, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya menyatakan Dinas Koperasi dan UKM tetap berdiri sendiri. Dalam hal ini, batal digabung dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian seperti usulan awal dalam Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
pemerintah adalah membantu, membina, melindungi dan memberdayakan melalui OPD. Kalau memang kita komitmen, OPD ini tidak boleh dilepaskan. Harus diperkuat. Kalau dari eselon II ke eselon III kan jelas dilemahkan,” tandasnya.
Berbeda dengan rencana penggabungan Dinas Koperasi dan UKM dengan Disdagperin, usulan membentuk OPD Desa Adat ini didukung penuh oleh DPRD Bali. Fraksi Partai Gerindra misalnya, mengapresiasi rencana OPD Desa Adat sebagai wujud keseriusan dan kepedulian Pemprov Bali dalam menjaga adat istiadat, tradisi, seni, dan budaya, serta kearifan lokal yang menjadi sumber nilai-nilai kehidupan krama Bali. Demikian pula Fraksi Golkar lantaran mendukung implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat. Pembentukan OPD desa adat hendaknya didukung pula dengan anggaran, infrastruktur, serta sarana dan prasarana yang memadai. (kmb32)
Koster Nyatakan Dinas Koperasi Pencuri Pistol Kapolsek Ditembak dan UKM Tetap Berdiri Sendiri Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Putra Yudhistira didampingi Kasubnit Iptu Ngurah Eka Wisada menangkap pelaku pencurian pistol dinas Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret, Senin (12/8) lalu. Pelakunya Wayan Soma (42), dibekuk di parkiran Pasar Sengol Kereneng, Denpasar Timur. Polisi terpaksa menembak kaki kanannya karena melawan saat ditangkap. Dikonfirmasi Selasa (13/8) kemarin, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, berawal dari penyelidikan Resmob Polresta di seputaran TKP areal Pura Sakenan, Denpasar Selatan. Tim Resmob mendapatkan informasi bahwa ada yang b e r e n c a n a m e n j u a l s e njata airsoft gun di Pasar Kereneng. Setelah melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi melakukan pen-
elusuran di seputaran Pasar Kereneng dan mendapatkan informasi bahwa yang menjual senjata jenis airsoft gun adalah seorang pedagang es yang kakinya pincang bernama Soma. Selanjutnya, Tim Resmob langsung bergerak mengamankan pelaku. Berdasarkan hasil interogasi, senjata tersebut adalah senjata organik Polri yang hilang di parkiran Serangan. Pelaku mengubur senjata dan magazennya tersebut di GOR Ngurah Rai dengan dibungkus plastik warna hitam putih. “Sedang didalami pengakuan pelaku,” ujarnya. Menurut sumber, pelaku ini merupakan residivis kawakan. “Pelaku ini 10 kali masuk penjara terkait kasus pencurian. Pengakuan pelaku, pintu mobil korban tidak tertutup rapat. Jadi, pelaku menekan pintu itu ke dalam lalu ditarik paksa,” kata sumber tersebut. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) -
“Masukan dalam pandangan umum fraksi kemarin dari Golkar, Demokrat, dan Gerindra, yang pada intinya hanya satu yang menjadi perhatian serius yaitu agar koperasi dan UKM itu tetap ditangani satu dinas secara sendiri. Saya menerima usulan ini,” ujar Koster saat menyampaikan jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (13/8) kemarin. Lantaran Dinas Koperasi dan UKM tetap berdiri sendiri, lanjut Koster, maka jumlah OPD yang dirampingkan praktis berubah. Dari awalnya 49 menjadi 38, kini dari 49 menjadi 39 ditambah dua rencana OPD baru sehingga total berjumlah 41. Di antara 41 OPD terse-
but, tetap ada tiga biro, tiga asisten, dan tiga staf ahli selain badan dan dinas. “Menurut saya ini ramping. Dengan 41 ini, sekarang ada 49 eselon II, yang tujuh di antaranya akan pensiun. Tinggal lagi satu, pasti akan saya tangani dengan manusiawi,” imbuhnya. Diwawancara terpisah, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry mengapresiasi Gubernur Bali yang merespons masukan dewan dengan menyatakan Dinas Koperasi dan UKM tetap berdiri sendiri. Dikatakan, bila masukan tersebut telah didasari oleh pertimbangan yang rasional, bukan semata-mata untuk kepentingan fraksi. “Koperasi itu adalah suatu hal yang nyata membantu
pemberdayaan ekonomi rakyat, memperkuat ekonomi rakyat dan koperasi itu adalah nyata cita-cita dari founding fathers dan bagian dari Tri Sakti Bung Karno,” ujar pimpinan dewan dari Fraksi Golkar ini. Menurut Sugawa Korry, upaya pembinaan koperasi harus lebih dikuatkan oleh Dinas Koperasi dan UKM. Hingga saat ini masih banyak koperasi yang belum mampu melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ataupun tidak aktif. Jika Dinas Koperasi dan UKM digabung dengan Disdagperin, maka koperasi hanya akan ditangani oleh kepala bidang. Hal ini dinilai kontradiktif karena akan melemahkan upaya pembinaan tersebut. “Tugas
OPD Desa Adat Selain merampingkan OPD, Gubernur Bali Wayan Koster juga mengusulkan pembentukan dua OPD baru, yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah serta Dinas Pemajuan Desa Adat. Khusus untuk Dinas Pemajuan Desa Adat dikatakan sudah mendapat persetujuan pemerintah pusat, kendati di pusat belum ada yang khusus menangani desa adat. “Kan OPD daerah ini, namanya Dinas Pemajuan Desa Adat atau Dinas Pemajuan Masyarakat Adat. Tapi salah satu di antara itu sudah disetujui, sudah koordinasi terus Pak Sekda ke Jakarta,” ujarnya.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Hari Jadi Ke-61 Provinsi Bali Wisatawan yang Lecehkan Tempat Suci akan Dipulangkan Dari Busana Adat hingga Pameran Pembangunan Denpasar (Bali Post) Pelecehan tempat suci oleh wisatawan asing telah beberapa kali terjadi di Bali. Peristiwa teranyar, tindakan tidak beretika yang dilakukan dua wisatawan mancanegara, Zdenek Slauka dan Sabina Delezalova di areal Pura Beji kawasan Monkey Forest. Hal ini pun disikapi serius oleh Gubernur Bali Wayan Koster, walaupun desa pakraman setempat menyatakan permasalahan sudah selesai. “Dengan dikompromikan begitu saja, lantas disuruh guru piduka atau apa, minta maaf, di situ selesai. Tapi buat saya ini belum selesai,” ujar Koster seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (13/8) kemarin. Ke depan, lanjut Koster, kalau ada lagi wisatawan yang melakukan pelecehan tempat suci seperti itu akan langsung dipulangkan. Tindakan sama juga berlaku untuk bentuk pelanggaran lain yang dilakukan wisatawan
mancanegara di Bali. “Pulangin aja dia, sudah tidak tertib datang ke Bali. Kita akan warning begitu,” tegas Ketua DPP PDI-P Bali ini. Koster mengaku tengah menyusun regulasi untuk mengantisipasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap tindakan-tindakan pelecehan oleh wisatawan. Kepala Dinas Pariwisata juga telah diminta untuk menginventarisasi berbagai permasalahan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kepariwisataan. Baik yang sifatnya melecehkan maupun juga memberi kesan negatif terhadap citra pariwisata Bali. Tidak boleh lagi ada kesan pembiaran terhadap hal-hal demikian. “Di sini pemerintah daerah harus berperan supaya masyarakat, jangan mentangmentang untuk kepentingan mendapatkan pendapatan lantas terlalu longgar kita, yang akhirnya kita ini seperti kurang bermartabat,” pungkasnya. (kmb32)
FM 96,5
Topik : DEKRANASDA Dorong Perajin Miliki ”Brand” Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail
: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com
Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali kembali menggelar Pameran Pembangunan untuk memperingati Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali yang akan dibuka di Taman Budaya Bali, Rabu (14/8) hari ini. Pameran pembangunan yang dilaksanakan hingga 23 Agustus ini, secara kebetulan berbarengan dengan kegiatan Roadshow KPK. Sedikitnya ada 162 stan yang berpartisipasi dari unsur instansi pemerintah atau lembaga pusat di daerah, perangkat daerah di Provinsi Bali, pemerintah kabupaten/ kota se-Bali, BUMN, BUMD, perguruan tinggi negeri dan swasta, serta perajin binaan Dekranasda, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, juga Dinas Koperasi dan UKM. “Dalam Pameran Pembangunan Provinsi Bali Tahun 2019 ini tidak semua OPD kita libatkan. Kita fokus kepada program jangka pendeknya Gubernur untuk mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali era baru. Kita coba kemas dengan IT,” ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya dalam keterangan pers di kantor setempat, Selasa (13/8) kemarin. Menurut Sujaya, peserta memamerkan hasil-hasil pembangunan selama masa pemerintah Gubernur Wayan Koster 11 bulan terakhir. Selain itu, ada pula pelayanan
kesehatan gratis melibatkan staf RS Mata dan RS Bali Mandara, serta pameran produk-produk kerajinan dari perajin yang mendapatkan stan gratis dalam pameran pembangunan. Anak-anak muda Bali juga diberi kesempatan untuk memaparkan berbagai inovasi yang mereka hasilkan dalam Techno Corner. Inovasi tersebut masih terkait dengan pengembangan IT dan pelayanan publik. Selama pelaksanaan pameran pembangunan, Techno Corner akan dibagi dalam tiga sesi setiap harinya. Hingga kini sudah tercatat 47 anak muda yang akan terlibat dalam Techno Corner. Sebelumnya juga telah dilaksanakan Lomba Teknologi Informasi “Millenial Techno Fiesta 2019”, di mana pemenangnya akan diumumkan saat pembukaan Pameran Pembangunan. “Inovasi berikutnya, website Pameran Pembangunan berisikan informasi tentang Pameran Pembangunan 2019 mulai dari profil peserta pameran, jadwal pertunjukan, jadwal Techno dan evaluasi pelaksanaan pameran sehingga kita mendapatkan masukan dari masyarakat,” imbuhnya. Sujaya menambahkan, pameran pembangunan tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya, lantaran dirangkaikan pula dengan Roadshow KPK pada 16-18 Agustus. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan diagendakan memberi sosialisasi antikorupsi menyasar anak-anak usia
dini hingga dewasa. Termasuk ASN, dan perkembangan terakhir juga menyasar anggota DPRD Provinsi Bali dan Kota Denpasar terpilih. Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana mengatakan, pameran pembangunan tidak diizinkan memakai bahan-bahan plastik dan styrofoam. Khusus untuk bidang pertanian, juga harus memamerkan produk pertanian lokal. Ini mengacu pada sejumlah peraturan
yang sudah dikeluarkan Gubernur. Rangkaian Hari Jadi ke-61 Provinsi Bali, lanjut Sutha Diana, telah diawali dengan ziarah ke TMP Pancaka Tirta dan persembahyangan bersama di Pura Jagatnata. Puncaknya dilaksanakan upacara bendera Rabu (14/8) hari ini, yang untuk pertama kali seluruh peserta upacara (kecuali perangkat upacara) mengenakan busana adat Bali. Setelah upacara akan dilanjutkan dengan Rapat
Paripurna Istimewa di DPRD Bali dengan agenda tunggal pidato Gubernur Bali, serta pembukaan Pameran Pembangunan di sore hari. “Upacara bendera akan menggunakan pakaian adat Bali. Ini salah satu kekhususan sekarang dalam kepemimpinan Pak Koster dan ini akan berlaku di seluruh Bali. Di samping dilaksanakan Pemprov Bali, juga akan dilaksanakan di kabupaten/kota se-Bali. Semua berpakaian adat Bali,” ujarnya. (kmb32)
Bali Post/kmb32
KETERANGAN PERS - Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali I Nyoman Sujaya dan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana saat memberikan keterangan pers.
BADUNG 3 Bupati dan Wabup Badung Hadiri ’’Pujawali’’ di Pura Uluwatu Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
PAKELEM - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta (tengah) dan Wabup Ketut Suiasa (kanan) ikuti prosesi mulang pakelem saat menghadiri puncak piodalan di Pura Sad Kahyangan Uluwatu, Selasa (13/8) kemarin.
MESKI di tengah kesibukannya dengan berbagai kegiatan yang harus dilakukan, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dan Wabup Ketut Suiasa kompak hadiri untuk melakukan persembahyangan terkait puncak pujawali di Pura Sad Kahyangan Uluwatu, Selasa (13/8). Kehadiran orang nomor satu dan nomor dua di Badung ini sekaligus membuktikan komitmen Bupati dan Wakil Bupati Badung untuk hadir di tengah masyarakat yang menggelar upacara keagamaan. Turut hadir mendampingi dua pucuk pimpinan Badung ini yaitu, Sekda Badung dan jajaran Kepala OPD, sejumlah anggota DPRD Badung, Camat Kuta Selatan dan Kuta Utara, serta sejumlah tokoh lainnya. Kehadiran Bupati Giri Prasta dan Wabup Suiasa ini disambut oleh Bandesa Adat Pecatu dan Kepala Desa serta para tokoh setempat. Hadir pula Panglingsir Puri Agung Jero Kuta yang juga sebagai
pangempon Pura Uluwatu I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya. Setelah sempat beristirahat sejenak, Bupati Giri Prasta beserta rombongan menuju Mandala Utama Pura Luhur Uluwatu untuk melakukan persembahyangan. Dilanjutkan dengan mulang pakelem ke segara dari atas tebing Uluwatu. Dalam kesempatan tersebut sebagai bentuk dukungan pelaksanaan pujawali di Pura Uluwatu, Bupati Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp 200 Juta, dan diterima Panglingsir Puri Agung Jero Kuta yang akrab disapa Turah Joko. Bandesa Adat Pecatu yang juga anggota DPRD Badung, Made Sumertha, pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada para undangan yang telah hadir dalam pujawali tersebut. Dikatakan, pujawali yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali ini akan dilaksanakan hingga Jumat (16/8), dengan rangkaian panyineban. Dalam rangka meng-
hindari terjadinya kekroditan, dia mengimbau kepada pamedek agar menyesuaikan jam keberangkatannya. Apalagi tanggal 15 ini kebetulan purnama. “Saya meyakini, puncak pamedek akan datang pada hari kamis ini,” ujarnya. Selain pamedek, kepada pemandu wisata yang hendak berkunjung ke Uluwatu agar mengatur dengan berangkat lebih awal. “Ini sekaligus kami mengharapkan permaklumannya, agar jangan sampai ada wisatawan yang ingin menonton tarian kecak atau atraksi lainnya sampai terlambat,” ujarnya. Sambung Sumertha, setiap enam bulan sekali juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pujawali tersebut. Salah satunya yaitu penegasan tentang sosialiasi larangan penggunaan kantong plastik. Bukan hanya larangan kantong plastik untuk nunas tirta, namun juga untuk membawa sarana upacara. Dimana selain melalui imbauan, pelaksana
tugas maupun pecalang juga terus memberikan penyadaran kepada pamedek yang tangkil saat pujawali dengan melakukan penyadaran di pintu masuk ke kawasan Pura. Hal ini dibenarkan Pangelingsir Puri Agung Jero Kuta, Turah Joko. Menurutnya, imbauan untuk tidak menggunakan kantong plastik selama pujawali di Pura Uluwatu, bukan terobosan baru. Kesepakatan ini sudah diterapkan bersama Bandesa Adat Pecatu setahun lalu. “Hingga sekarang di Pura Uluwatu sudah betul-betul bagus. Yang mana sepuluh tahun lalu di tebing-tebing masih ditemukan sampah plastik. Tapi sekarang sudah terus berkurang, bahkan hampir tidak ada,” ujarnya. Selain dihadiri Bupati dan Wabup Badung dalam puncak pujawali kemarin juga hadir Walikota dan wakil Walikota Denpasar serta Sekot Denpasar. Bahkan dewan Badung yang baru dilantik juga turut hadir. (ad411)
Klian Pura Dalem Kebon Dijadikan Tersangka
Diduga Korupsi Dana Hibah Pembangunan Prasarana Pura Mangupura (Bali Post) -
Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Badung menetapkan I Made Redi (49) sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah pembangunan prasarana pura. Setelah berkas dinyatakan lengkap, tersangka yang merupakan Klian Pura Dalem Kebon di Banjar Bedauh, Desa Carangsari, Petang itu dilimpahkan ke Kejari Badung, Selasa (13/8) kemarin. Dalam berkas pelimpahan, tersangka diduga korupsi dana hibah Rp 200 juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Badung 2016, yang dananya untuk pembangunan palinggih Gedong dan pawaregan (dapur). “Karena berkasnya sudah P21 (lengkap), tersangka dilimpahkan ke Kejari Badung,” tandas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, didampingi Kasatreskrim AKP Laorens R. Heselo, kemarin. Terungkapnya kasus ini, lanjut Kapolres Yudith, berawal dari laporan ma-
syarakat pada Oktober 2018. Hasil penyelidikan diperoleh fakta hukum, yaitu dana hibah yang diterima oleh Pura Dalem Kebon senilai Rp 200 juta diterima Klian Pura I Made Redi tahun 2016. Sebanyak Rp 89 juta digunakan untuk pembangunan satu palinggih Gedong dan dua panggung Pura Dalem Kebon, dan sisanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. “Selain itu, dibuatkan laporan pertanggungjawaban fiktif. Dimana dana hibah semestinya digunakan sesuai dengan RAB, yaitu untuk
pembangunan gedong dan pewaregan tetapi dalam pelaksanaannya hanya dilakukan rehab gedong saja. Sedangkan rehab pawaregan tidak dilaksanakan,” tegasnya. Sedangkan audit ahli dari BPKP Perwakilan Provinsi Bali atas peristiwa itu negara atau keuangan negara diduga dirugikan sebesar Rp 116.453.000. Dengan adanya alat bukti yang cukup, Redi kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada 24 Januari 2019. “Tersangka tidak dilakukan penahanan di Rutan
Polres Badung karena selama proses penyidikan dia kooperatif. Kasus ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Pelakunya Made Suweca dan sekarang sudah menjadi terpidana di LP Kerobokan. Uang tersebut digunakan pelaku untuk keperluan pribadinya,” ucap Yudith. Terkait kasus ini polisi mengamankan barang bukti, di antaranya dua lembar foto kopi formulir penarikan BPD Bali Rekening atas nama Pura Dalem Kebon, satu lembar foto kopi halaman depan buku tabungan BPD Bali, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Bupati Badung dengan Pura Dalem Kebon dan foto copi surat perintah pencairan dana (SP2D). (kmb36)
Disulap Jadi Pos Pelayanan Terpadu
Dishub Badung Tetap Manfaatkan Terminal Dalung Transfer Moda Mangupura (Bali Post) Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, tetap akan memanfaatkan Terminal Dalung sebagai tempat melayani pergantian moda (transfer moda) atau naik dan turunnya penumpang. Kebijakan ini untuk mendukung rencana Kementerian Perhubungan yang akan mengintegrasikan Terminal Dalung dengan Terminal Mengwi, Terminal Ubung serta Central Parkir Kuta. “Terminal Dalung siap untuk melayani para penumpang yang akan turun dan naik, meski terminal tipe C ini sendiri diusulkan sebagai Pos Pelayanan Terpadu di Desa Dalung,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung, AAN Rai Yuda Dharma, Selasa (13/8) kemarin. Menurutnya, pelayanan
terpadu rencananya terdiri dari Pelayanan Kamtibmas (Kepolisian, Satpol PP), pelayanan Pemadam Kebakaran dan Perhubungan, yakni dapat melayani pergantian moda. “Sekalipun nanti sudah berubah statusnya menjadi Pos Pelayanan Terpadu, Dishub Badung yang juga ikut di sana bisa tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya. Kendati demikian, AAN Rai Yuda Dharma mengakui Dishub Badung menunggu lebih lanjut petunjuk dari Kementerian Perhubungan. Namun, pada prinsipnya Dishub Badung siap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang akan naik maupun turun di Pos Pelayanan Terpadu (Dalung). “Teknisnya seperti apa masih kita tunggu dari Ke-
menterian Perhubungan. Apakah nanti kendaraan feeder berangkat dari Terminal Mengwi-Terminal Ubung-Pos Pelayanan Terpadu (Dalung)-Cetral Parkir Kuta, atau Terminal Mengwi- Pos Pelayanan Terpadu (Dalung)-Cetral Parkir Kuta-Terminal Ubung, ini masih perlu kajian mendalam. Yang jelas ini nanti disubsidi dari pusat,” terangnya. Seperti diketahui, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Semadi mengatakan, pemerintah pusat siap memberi subsidi guna menarik minat masyarakat beralih menggunakan moda transportasi umum. Dengan adanya kepastian waktu masyarakat diharapkan mau memanfaatkan angkutan umum. “Konektivitas ini penting, kalau sekarang masyarakat banyak mengeluh
karena jarak dari Terminal Ubung ke Terminal Mengwi cukup jauh,” ujarnya. Saat ini, kata dia masyarakat yang berangkat dari Terminal Ubung mesti mencari taksi yang biayanya cukup mahal, sehingga jika ada feeder masyarakat merasa ada kepastian. “Jadi saya ditugaskan oleh Bapak Presiden untuk memperhatikan Bali, karena Bali adalah tujuan wisata utama,” sebutnya. Terkait realisasi subsidi yang akan diberikan, Budi Karya Semadi menegaskan akan diberikan mulai Oktober 2019. Subsidi yang diberikan kira-kira mencapai Rp 5 miliar. “Orang tetap bayar, sekarang Rp 3.500, kalau disubsidi bisa Rp 2.000. Jadi sebagian disubsidi oleh pemerintah,” pungkasnya. (kmb27)
CMYK
Bali Post/kmb36
DILIMPAHKAN - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menjelaskan soal pelimpahan tahap II kasus dugaan korupsi ke Kejari Badung.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Peringatan Harlah Ke-90 Shri Wedastera Suyasa (14-8-1929)
Tokoh Politik PNI yang Salah Satu Pendiri Parisada Hindu 1959 BERTEPATAN dengan peringatan HUT Provinsi Bali yang jatuh pada 14 Agustus 2019 dan bersamaan dengan itu, di hari dan waktu yang sama, rakyat Bali khususnya kaum Marhaenis juga tengah memperingati hari lahir (harlah) ke-90 seorang tokoh besar paling dikenal yang merupakan bagian dari sejarah perpolitikan di tanah dewata, khususnya pada zaman perjuangan PNI dan Bung Karno yakni Shri I Goesti Ngoerah Wedastera Soeyasa atau yang lebih akrab dipanggil sebagai Shri Wedastera Suyasa. Tokoh besar asal Puri Tegeh Kori Penyaringan, Mendoyo, Jembrana ini dikenal sebagai pemimpin besar PNI di Bali yang kerap dikaitkan memiliki kedekatan dan kesamaan karakter dengan Presiden Soekarno (Bung Karno). Salah satu bukti kedekatannya adalah dengan dibangunnya sejumlah simbol dan peninggalan dari sejarah bangsa di Bali yang merupakan hasil pemikiran dan diskusi antara Bung Karno dengan Shri Wedastera Suyasa. Di antaranya Universitas Udayana (Unud), Universitas Marhaen (Mahendradatta), RS Sanglah, Istana Presiden Tampaksiring, landasan pacu Airport Ngurah Rai, kawasan wisata Sanur dengan Grand Bali Beach, Parisada Hindu Dharma, serta ide untuk melestarikan Museum Puri Lukisan di Ubud. Demikian diungkapkan oleh Sukmawati Soekarno Putri (putri Bung Karno) dalam sambutannya terkait hari lahir Shri Wedastera Suyasa. ‘’Saat saya masih anakanak hingga remaja, Bung Karno sering menceritakan sosok Shri Wedastera Suyasa saat kunjungan ke Bali. Dia adalah tokoh PNI yang paling dipercaya Bung Karno dan paling disayangi. Buktinya beliau diangkat menjadi DPR GR/MPRS dari PNI. Bapak Wedastera adalah sosok bangsawan Bali yang memiliki nilai-nilai kesederhanaan, keberanian dan juga kejujuran. Termasuk konsistensinya terhadap Bung Karno di masa sulit,’’ kata Sukmawati Soekarno. Ia mengatakan pada zaman orba banyak yang mencari selamat karena tekanan rezim Soeharto, tetapi itu tidak berlaku bagi sosok Shri Wedastera Suyasa. ‘’Anak muda sekarang harus tahu sejarah (Jas Merah). Dulu zaman Golkarisasi di Indonesia termasuk di Bali, Shri Wedastera Suyasa adalah sosok
SUKARNOIS – (Kanan) Almarhum Shri Wedastera Suyasa (tokoh PNI Bali/pendiri Universitas Marhaen/pendiri Parisada Hindu/Ketua Umum Arya Tegeh Kori/anggota DPRGR-MPRS RI/Ketua Umum DPP AMHI/Yayasan Dharma Dutta) bersama (tengah) Ny. Indira Gandhi (Perdana Menteri Republik India) didampingi (kiri) Ny. Dr. Sharada Rani (International Academy of Indian Culture) di Madras, India. yang paling berani menantang orde baru. Beliau tetap teguh melanjutkan perjuangan Universitas Marhaen walau diancam-ancam oleh orba dan militer. Beliau kuat bertahan dan berani. Sayang sekali, waktu itu banyak tokoh PNI di Bali yang cari selamat, bergabung dengan partai fusi sampai tega meninggalkan ajaran Bung Karno. Terkait dengan sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) di Bali, Sukmawati mencatat bahwa tokoh PNI Shri Wedastera Suyasa sangat berjasa dalam melindungi kaum marhaen,’’ ceritanya. ‘’Dari saksi sejarah dan yang saya tahu, salah satu kisah heroik dari Shri Wedastera Suyasa adalah berani menentang tokoh-tokoh PKI yang berkuasa saat itu. Bahkan di Penyaringan sampai ada kejadian bentrok fisik antara PKI dan PNI pendukung Wedastera. Tentu rakyat Bali tidak akan lupa dengan aksi heroik perkelahian fisik Shri Wedastera Suyasa dengan pemimpin Bali saat itu di podium lapangan Puputan Badung. Pendukung PNI saat itu sangat luar biasa. Beliau menyelamatkan banyak nyawa. Entah apa yang terjadi saat itu jika di zaman kudeta Soekarno 1965-1967 tidak ada Shri Wedastera Suyasa di Bali,’’ tambah Sukmawati Soekarno yang Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme.
Acara peringatan harlah ini akan dipusatkan di Kampus A Universitas Mahendradatta (d/h Marhaen) pada hari ini dengan sejumlah agenda. Di antaranya pembacaan kitab suci Bhagawad-Gita, renungan sejarah Shri Wedastera Suyasa dan ramah tamah pemuda Marhaen. Di era reformasi pasca 1998, pihak keluarga Puri Tegeh Kori melalui warih swargi terus mengupayakan pembangunan pusat sejarah baik berupa museum dan institute untuk melestarikan ajaran Shri Wedastera Suyasa. Di antaranya keberadaan empat institusi di kawasan Niti Mandala Renon yakni Gedung Pancasila, Gedung Tri Sakti, Taman Proklamasi, Kepustakaan Agung Bung Karno. Begitu juga pihak keluarga telah membangun The Marhaenisme Institute di kawasan Teuku Umar Denpasar sebagai wujud ajaran Trisakti yang digandrungi Shri Wedastera. Lainnya Gedung The Hindu Center Of Indonesia juga didirikan pada 2019 di kawasan Tanjung Bungkak, Denpasar untuk mengenang jasa Shri Wedastera Suyasa dalam pergerakan ajaran Hindu Dharma dan di tahun 2020 pihak puri akan meresmikan sebuah Museum PNI yang didirikan di tanah kelahiran Shri Wedastera Suyasa di Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana. (ad410)
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Fakultas Farmasi Saraswati Wisuda 260 Lulusan
Lulusannya Jadi Pengusaha, Yayasan Siapkan Lahan Lab Tanaman Obat DEKAN Fakultas Farmasi Saraswati (AFS) Denpasar Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed.Apt., Selasa (13/8) kemarin melepas 260 Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) lulusan D-3 Farmasi. Usai dilepas, mereka dilantik oleh Kabid Sumber Daya Kesehatan Diskes Bali Ni Made Metti Utami, S.KM., M.Si. atas nama menteri dan disumpah oleh Ketua PD PAFI Agus Leo. Dari TTK yang dilepas, 175 dari program reguler dan 86 orang program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Total lulusan hingga saat ini berjumlah 941 orang alumni. Dekan Made Agus Sunadi Putra bangga karena lulusannya kali ini sebagian besar meraih cumlaude dan sudah bekerja dan menjadi pengusaha mandiri dengan memproduksi suplemen herbal. Ini menunjukkan kepercayaan pengguna lulusan terhadap kualitas lulusannya. Fakultas Farmasi Unmas yang dulu bernama Akademi Farmasi Saraswati sejak 2017 terakreditasi B, kini memiliki Prodi S-1 Farmasi dan D-3 Farmasi. Ke depan dia akan membuka program profesi apoteker. Hal ini dilakukan karena UU No.36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan menegaskan tenaga kesehatan berkualifikasi minimal diploma tiga. Inilah yang menyebabkan Fakultas Farmasi Unmas dipercaya Kemenkes penyelenggara RPL. SDM-nya banyak melahirkan prestasi dalam Tri Dharma . Tahun ini, dari 38 judul, 11 penelitian dosennya didanai Kemenristek Dikti dan 27 judul didanai oleh fakultas. Empat pogram pengabdian masyarakat memperoleh dana Dikti dan 30 didanai oleh fakultas. Atmosfer prestasi ini juga dibuktikan mahasiswanya. Pada ajang Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) Bidang Penelitian di Tingkat Nasional, meloloskan 9 proposal didanai Dikti. Pada Youth National Sacience Fair (YNSF) 2019, mahasiswanya menyabet medali perak dan berhak ke tingkat internasional di Turki di OKSEEF 2020. Di International Science And Invention Fair 2019, mahasiswanya meraih emas men-
TERBAIK - Dekan Fakultas Farmasi Unmas I Made Sunadi Putra dan Rektor Made Sukamerta menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik D-3 Farmasi. galahkan UI dan universitas dari Filipina. Agus Sunadi Putra didampingi Wakil Dekan I Putu Era Sandhi Kusumayuda, S.Farm., M.Phil.Apt., Ni Nyoman Wahyu Udayani, S.Farm., M.Si.Apt., Biomed.Apt. dan Dr. P. Santoso, S.Si., M.Biomed.Apt., Kaprodi Ketut Agus Adrianta dan Gede Made Suradnyana menambahkan, lulusan D-3 Farmasi Unmas di samping dicetak untuk mengisi formasi pelayanan kesehatan, juga disiapkan sebagai marketing farmasi atau medical representative. Saat itu juga diserahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Pada program reguler diraih oleh Ida Ayu Pradnya Dewi (3,86), I Made Agus Mahardika (3,75) dan Dara Vega Devi Kameswari (3,75). Program RPL diraih I Wayan Sihana (3,50), I Kadek Sunartana (3,46) dan Ni Wayan
Kartini (3,40). Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengaku bangga, belum genap setahun bergabung dengan Unmas, Fakultas Farmasi semakin berprestasi. Untuk peningkatan kualitas lulusan, yayasan kini membangun lab kefarmasian tercanggih di Denpasar. Kedua, yayasan membeli lahan puluhan hektar di Tabanan guna dijadikan lab tanaman obat. Selain itu SDM dosennya diharapkan semakin banyak bergelar doktor. Rasa bangga juga diungkapkan Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. bahwa model pendidikan vokasi di Fakultas Farmasi ini sangat diperlukan oleh dunia industri. Dia mengatakan berbanggalah memilih Farmasi Unmas karena secara cepat statusnya ditingkatkan dari akademi menjadi fakultas (universitas) dengan Prodi S-1 Farmasi. (ad412)
Turnamen Bulu Tangkis Daihatsu Bertaraf Internasional Siap Tantang Para Atlet di Yogyakarta MENGULANG sukses Daihatsu Astec Open tahun lalu, Daihatsu kembali bekerja sama dengan Alan & Susy Technology (Astec) menyelenggarakan turnamen bulu tangkis untuk keempat kalinya sejak tahun 2016 lalu, yaitu Daihatsu Astec Open 2019. Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 terasa istimewa karena peningkatan level turnamen menjadi tingkat internasional, yakni Badminton Asia Confederation (BAC) di lima kota, dan Sirkuit Nasional B di dua kota. Turnamen Daihatsu Astec Open 2019 siap menantang para atlet bulu tangkis di Yogyakarta yang merupakan destinasi keempat, dengan taraf internasional. Turnamen ini akan digelar pada 19 – 25 Agustus 2019 di GOR UGM (Universitas Gadjah Mada), Yogyakarta. Meningkatnya level turnamen ini merupakan apresiasi dari Daihatsu atas tingginya animo
masyarakat terhadap olahraga bulu tangkis sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di Indonesia. Turnamen bulu tangkis yang telah terdaftar dalam agenda Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) ini berlangsung di tujuh kota besar di Indonesia dari Maret – November 2019. Tak hanya itu, para atlet muda yang berlaga di turnamen ini, selain dapat memperbesar peluang mereka untuk masuk seleksi Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas), juga memiliki peluang untuk meraih skor atau poin resmi lebih tinggi yang terdaftar dan diakui oleh Badminton World Federation (BWF), yang merupakan federasi bulu tangkis tingkat dunia. Selanjutnya, turnamen Daihatsu Astec Open 2019 juga siap tantang para atlet bulu tangkis di Makassar, Surabaya, hingga final nanti di Jakarta. Secara umum, turnamen Daihatsu
Astec Open 2019 dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan umur, dimulai dari U-13, U-15, U-17, U-19, Dewasa dan Veteran. Selain menggelar pertandingan, turnamen ini juga mengadakan Coaching Clinic yang langsung melibatkan Alan dan Susy sebagai pembicara. ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi masyarakat dan para atlet bulu tangkis yang mengikuti turnamen Daihatsu Astec Open 2019 ini. Semoga turnamen ini memotivasi dan melahirkan bibit-bibit muda bulu tangkis dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Yogyakarta, serta berkontribusi pada kemajuan bulu tangkis Indonesia hingga ke ajang kompetisi tingkat global yang dapat mengharumkan nama bangsa,’’ ujar Rudy Ardiman, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)
DAIHATSU SAHABATKU - Perwakilan Manajemen Daihatsu, Astec, Frisian Flag, dan PBSI berfoto bersama sambil menunjukkan gesture ‘’Daihatsu Sahabatku’’ saat konferensi pers di Yogyakarta pada 12 Agustus 2019.
KONFERENSI - Foto bersama Wakil Gubernur Bali usai membuka konferensi internasional di Unhi, kemarin.
Unhi Gelar ’’International Conference of Financial Forensics and Fraud’’ KEMAJUAN teknologi dalam kehidupan manusia tidak hanya mampu memberikan dampak positif, namun juga tidak sedikit yang negatif. Misalnya saja terjadi kasus kejahatan cyber yang muncul akibat adanya kemajuan teknologi tersebut. Demikian pula kejahatan di bidang keuangan, seperti money laundering juga efek negatif dari kemajuan teknologi tersebut. Bercermin dari persoalan itu, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar International Conference of Financial Forensics and Fraud 2019. Kegiatan seminar ini dibuka Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mewakili Gubernur yang ditandai dengan pemukulan gong, Selasa (13/8) kemarin. Seminar yang diselenggarakan selama dua hari ini menghadirkan tiga pembicara, di antaranya Prof. Nafsiah Mohamed dari UiTM MARA Malaysia, Prof. Dr. Ian Fargher dari Univ. Wollongong, Australia dan Dr. Hendi Yogi Prabowo, Ph.D. dari Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Bertindak selaku moderator pada kegiatan ini Ni Putu Sri Harta Mimba, S.E.,
M.Si., Ph.D., Ak. Dalam kesempatan tersebut, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan Pemprov Bali menyambut baik kegiatan ini. Terlebih, masalah kejahatan cyber terjadi di mana-mana, termasuk di Bali. Kemajuan teknologi merupakan sebuah keniscayaan, harus diterima. Di dalamnya ada peluang dan juga dampak negatifnya. Karena itu, secara bersama-sama harus diatasi dampak negatifnya. Kini, Unhi menggelar seminar nanti hasilnya diharapkan ada masukan untuk mengatasi dampak negatif dari kemajuan teknologi itu. Sementara itu, Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.Si. mengatakan konferensi internasional ini sangat menarik dan penting dikembangkan di Indonesia. Selain itu, Unhi punya program studi ekonomi, sehingga sangat relevan untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap ada hasil yang baik untuk bagaimana kita mendekteksi kejahatan di bidang keuangan. Paling tidak, melalui konferensi ini hasilnya bisa mengurangi kejaha-
tan keuangan yang sering terjadi selama ini. Karena ke depannya, tidak berhenti pada sebuah konferensi. Pihaknya akan melanjutkan dengan menjalin kerja sama dengan lembaga lainnya di uar negeri maupun luar daerah untuk bidang riset. Terkait dengan budaya Bali, dikatakan, selama ini sudah ada lembaga keuangan adat berupa LPD. Lembaga ini juga perlu memiliki sistem yang mampu mendeteksi penyelewengan penggunaan keuangan milik LPD. ‘’Untuk itulah, kami akan melakukan kerja sama dalam bidang riset dengan lembaga lain yang memiliki pengalaman lebih luas dalam bidang itu,’’ ujar Rektor. Di sisi lain, Ketua Panitia Konferensi Putu Krisna Adwitya Sanjaya, S.E., M.Si. mengatakan latar belakang diselenggarakan kegiatan ini pihaknya ingin sharing dengan universitas lain dalam bidang keuangan. Selain itu, sebagai lembaga pendidikan tinggi, menjadi kewajiban untuk bisa menghasilkan sebuah penelitian yang juga bisa dipublikasikan di jurnal-jurnal internasional. (ad409)
Kejang Demam, Kenali dan Tangani KEJANG demam atau sering dikenal dengan istilah step sering menjadi kekhawatiran bagi orangtua. Apakah kejang demam seberbahaya yang dibayangkan? Apa yang harus orangtua lakukan jika anak mengalami kejang? Mungkin pertanyaan ini selalu ada di benak orangtua ketika anak mengalami demam tinggi dan risiko akan terjadinya kejang menjadi ketakutan yang terus menghantui. Kejang demam memiliki
pengertian yang sangat sederhana yaitu kejang yang terjadi pada saat anak demam dengan suhu tubuh 38o C atau lebih. Kejang demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Jika kejang terjadi di luar rentang usia tersebut, kemungkinan kejang disebabkan oleh hal lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, misalnya infeksi pada otak. Bentuk kejang tidak hanya berupa gerakan kelojotan na-
mun dapat pula berupa kaku dan anak dapat terlihat seperti melamun namun tidak memberi respons ketika dipanggil atau disentuh. Jadi orangtua harus lebih waspada lagi dalam menilai keadaan anak. Masing-masing anak memiliki ambang kejang yang berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh faktor keturunan, usia, dan keadaan fisik masingmasing anak. Faktor keturunan merupakan faktor risiko yang penting, jadi
bagi orangtua yang memiliki riwayat kejang demam saat kecil, harus lebih waspada. Bahaya kejang juga tidak dapat dipandang sebelah mata, bila tidak mendapat penanganan yang cepat dan tepat, akan memengaruhi perkembangan anak di kemudian hari. Apa yang harus dilakukan saat anak mengalami kejang? Pertama, amankan anak dari lingkungan yang berbahaya misalnya dari benda tajam atau pecah belah. Setelah lokasi aman,
baringkan anak dengan posisi miring, agar lidah, sisa makanan, atau muntahan tidak menyumbat jalan napas. Jangan menahan gerakan kejang karena berisiko menyebabkan patah tulang dan trauma lain. Selanjutnya awasi dan perhatikan keadaan anak karena informasi ini akan sangat berguna bagi dokter dalam menentukan diagnosis kejang. Hal yang perlu diperhatikan adalah durasi kejang dan bagian tubuh mana saja
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
yang mengalami kejang. Cobalah memanggil nama anak untuk mengembalikan respons atau kesadarannya. Setelah kejang berhenti, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Tetap awasi anak selama 24 jam atau hingga demam mereda karena risiko kejang dapat berulang. l dr. Komang Tria Anggareni
DAERAH
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
5
Bawaslu Tabanan Inventarisasi Potensi Sengketa Pilkada 2020 Tabanan (Bali Post) Pada setiap kegiatan pemilu, tentunya tidak bisa lepas dari adanya kemungkinan terjadi sengketa. Mengatasi kemungkinan tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, Selasa (13/8) kemarin menggelar rapat koordinasi bersama partai politik, Kesbangpol dan LSM untuk membahas kemungkinan terjadinya sengketa pada Pilkada 2020. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada menjelaskan setidaknya akan ada 270 daerah yang menggelar pilkada serentak pada 23 September 2020 nanti. Dalam menyongsong pemilihan kepala daerah (pilkada) di Tabanan, Bawaslu sendiri telah berupaya menginventarisasi potensi sengketa pada masa pencalonan. Dalam rapat koordinasi tersebut juga hadir I Ketut Rudia dan I Wayan Wirka, S.H., anggota Bawaslu Bali. Dalam pemaparannya, Rudia mengharapkan hasil dari diskusi bisa memberikan manfaat untuk Tabanan. Di mana Kabupaten Tabanan merupakan salah satu dari enam kabupaten di Bali yang akan menyelenggarakan Pilkada 2020. Bawaslu mengajak partai politik yang memiliki kursi di DPRD Tabanan mencoba mengidentifikasi potensi sengketa pilkada, walaupun tidak secara utuh, namun sebagai gambaran oleh partai politik. ‘’Lembaga swadaya masyarakat seperti KMHDI, Kunti Bakti untuk dapat memberikan masukan yang konstruktif,’’ tegas Rudia. Sementara itu, Kordiv Sengketa Bawaslu Bali Rudia menyampaikan kemungkinan potensi sengketa pilkada tahun 2020 yakni pemutakhiran data pemilih, sehingga DPT yang berubah-ubah berimplikasi terhadap syarat pencalonan untuk calon perseorangan. Serta pencalonan dari partai politik, kepengurusan partai ganda, administrasi calon yang diajukan (contoh ijazah palsu dan penetapan calon dari partai politik tingkat pusat). Dan potensi saat kampanye, serta laporan dana kampanye dan kelima pemungutan dan penghitungan suara. Anggota Bawaslu Bali I Wayan Wirka menegaskan, pilkada berbeda aturannya dengan Pemilu 2019. Di mana pemilu menggunakan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, sedangkan pilkada berlandaskan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Dalam penanganan sengketa Pasal 466 UU 7 Tahun 2017, sengketa proses pemilu meliputi sengketa yang terjadi antara peserta pemilu dan sengketa peserta pemilu sebagai akibat dikeluarkannya Keputusan KPU, Keputusan KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota. Sedangkan Pasal 142 UU 1 Tahun 2015, sengketa pemilihan terdiri atas sengketa antarpeserta pemilihan dengan penyelenggara pemilihan. (kmb28)
Bali Post/eka
KERANG - Berbagai jenis hiasan dari kerang yang dibuat perajin di Denpasar. Kerajinan kulit kerang ini dipasarkan dengan harga yang berfariasi tergantung ukuran dan kerumitan motifnya.
Tunggakan WP di Gianyar Sentuh Rp 12 Miliar Gianyar (Bali Post) -
Sejumlah wajib pajak (WP) di Kabupaten Gianyar ternyata masih banyak menunggak pembayaran pajak. Bahkan, ada 16 WP yang diketahui lama menunggak dengan nilai tunggakan mencapai Rp 12 miliar. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar Ngakan Jati Ambarsika. Ambarsika mengatakan, menjelang akhir tahun anggaran, memang terdata beberapa WP yang belum melunasi kewajibannya sesuai yang ditargetkan. Maka dari itu, pihaknya menerjunkan tim satgas inti untuk menegur para WP tersebut pada Senin lalu. ‘’Pendekatan kami selalu persuasif, namun tetap sesuai prosedur hukum,’’ ucap Ngakan Jati Ambarsika.
BPKAD Gianyar pun mendata 16 WP yang masih tercecer dalam membayar kewajiban. WP tersebut mencakup pajak hotel, pajak restoran, dan ABT. Total tunggakan mencapai Rp 12 miliar lebih. Belum termasuk sanksi dan denda keterlambatan. ‘’Kemarin sudah ada tiga yang kami kunjungi, berikutnya menyusul,’’ katanya. Ketua Tim Satgas Pen-
ertiban Ni Made Parwathi mengatakan, pihaknya sudah mendatangi para WP tersebut. Para WP ini pun diminta untuk membuat komitmen yang tertuang dalam surat pernyataan pelunasan. Penandatanganan surat pernyataan itu disaksikan jajaran Polres, Kejari, Perizinan dan lainnya. Harapannya, agar WP dapat segera menyelesaikan kewa-
jibannya. ‘’Sebelum ditindaklanjuti ke ranah yang lebih tinggi. Kami datangkan tim satgas terdiri dari Kejaksaan, Polres, Perizinan dan lainya. Buat perjanjian yang memberi kepastian. Maksimal dua atau tiga bulan ke depan ada pembayaran, sehingga ada pergerakan penurunan piutang. Kami tidak ingin sampai ada potensi pelanggaran hukum ke depannya,’’ ucapnya. Salah satu WP yang didatangai petugas, Senin lalu, The Royal Purnama. Perwakilan The Royal Purnama, Rizky Rusjana, mengakui segala tunggakan yang be-
lum terselesaikan. Namun, pihaknya berjanji akan melunasi seluruh tunggakan paling lambat sekitar awal 2020, di samping kewajiban akan dibayar secara bertahap. ‘’Kami sebenarnya tidak bermaksud untuk menunda pembayaran. Namun, terdapat beberapa permasalahan dalam manajemen internal kami sebelumnya yang membuat timbulnya permasalahan keuangan di beberapa aspek. Namun, itu bukan alasan yang bisa dimaklumi. Kami pastikan akan segera selesaikan. Salah satunya dengan efisiensi cash flow dalam perusahaan,’’ ucapnya. (kmb35)
pemeriksaan lanjutan. Untuk bisa mengakses progam ini, calon pengantin bisa mendatangi puskesmas terdekat. Menurut Wiradharma, setiap kabupaten/ kota sudah menyiapkan SDM yang siap melakukan konsultasi dan pemeriksaan kesehatan fisik untuk calon pengantin ini di masingmasing puskesmas. Ia akui karena program ini masih baru, untuk di Bali peserta Cantin Sehat ini memang belum banyak dan belum sesuai harapan. Adapun permasalahannya adalah karena pengantin di Bali, khususnya beragama Hindu, sulit terjaring karena biasanya mereka mengurus akta perkawinan jika merasa diperlukan. ‘’Jika Muslim, untuk menikah mereka lapor ke KUA dan saat melapor mereka
langsung diarahkan untuk mengikuti program Cantin. Untuk pengantin Bali sedikit susah karena dengan matanjung sambuk sudah sah secara adat dan biasanya mengurus akta perkawinan jika memang diperlukan,’’ jelasnya. Untuk itu, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan pihak terkait membahas mengenai program Cantin Sehat sehingga calon pengantin Bali ini bisa terjaring program ini sebelum menikah. ‘’Kita mengajak pemuka adat, MUDP, PHDI, perwakilan wanita Hindu termasuk PKK serta OPD terkait untuk sama-sama menyosialisasikan mengenai program Cantin, sehingga akan lebih banyak lagi calon pengantin di Bali mendapatkan informasi KIE dari program Cantin Sehat ini,’’ ujar Wiradharma. (san)
Tekan AKB dan AKI dengan Program Cantin Sehat
Bali Post/ist
RAKOR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan, Selasa (13/8) kemarin ketika menggelar rapat koordinasi bersama partai politik, kesbangpol dan LSM untuk membahas kemungkinan terjadinya sengketa pada Pilkada 2020.
Sosialisasi P4GN di Kalangan Nelayan Jimbaran
Mangupura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung dan Gerakan Anti-Narkoba Nasional (GANNAS) DPW Bali menyelenggarakan sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor. 6 Tahun 2018, Selasa (13/8) kemarin di Kantor Lurah Jimbaran. Sosialisasi yang dimaksud yaitu tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di kalangan nelayan. Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini mengatakan, sosialisasi bahaya narkoba ini diselenggarakan oleh Forum Krama Bendega Bali bersama Kelompok Sadar Nelayan Jimbaran. Dengan sosialisasi ini pihaknya berharap agar dapat bersama memerangi narkoba serta memperkuat lagi jaringan sosial dan budaya menjadi benteng mencegah menjamurnya narkoba. Ketua GANNAS DPW Bali Diana MY mengatakan bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan pada 2017, peredaran narkoba saat ini sudah masuk dalam fase darurat karena sudah beredar hampir di setiap kalangan. Bahkan yang paling mengkhawatirkan adalah pasar peredaran narkoba sudah masuk di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, Presiden RI telah menginstruksikan adanya sinergitas dari seluruh pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk membangun koordinasi dan berperan aktif sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki. Made Artana, Ketua Forum Bendega, menjelaskan masalah narkoba ini tidak hanya menjadi tugas BNN, Kepolisian dan TNI semata, namun semua unsur harus mendukung upaya pemberantasan narkoba ini. ‘’Kami mengajak seluruh nelayan yang tergabung dalam Forum Bendega dan pemerintah maupun komponen masyarakat agar mendukung penuh bergandengan tangan dalam pemberantasan narkoba,’’ ajaknya. (kmb23)
Denpasar (Bali Post) Bali memiliki angka kematian bayi (AKB) pada tahun 2018 sebesar 4,4 per 1.000 kelahiran hidup. Sementara untuk angka kematian ibu (AKI) sebesar 52,2 per 100.000 kelahiran hidup. Untuk semakin menekan AKI dan AKB ini, pemerintah pusat saat ini menerapkan Program Calon Pengantin (Cantin) Sehat. Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan dari hulu yaitu kesiapan orangtua, utamanya calon ibu sehingga bisa melahirkan dalam kondisi sehat dan bayinya pun sehat. Kasi Kesga Gizi Dinkes Provinsi Bali drg. Nyoman Wiradharma, M.Erg., Senin (12/8) lalu, mengatakan program Cantin Sehat ini berupa konsultasi pranikah yang
diberikan kepada calon pengantin. Menurutnya, selama ini program pemerintah dalam menurunkan AKB dan AKI selalu menyasar ibu hamil dan bayi. Namun ada gap yang belum tersentuh yaitu perempuan yang masuk ke masa transisi ke jenjang pernikahan. Sementara kematian ibu s aat melahirkan terjadi harusnya bisa dicegah jika terdeteksi lebih awal seperti hipertensi dan jantung. Kondisi bayi yang lahir cacat maupun prematur juga bisa dicegah apabila pasangan cantin mendapatkan pembekalan mengenai informasi kesehatan dan menjalani pemeriksaan fisik sebelum menyiapkan diri menjadi orangtua. Karenanya untuk menyentuh gap ini, pemerintah membuat program Cantin Sehat dengan tujuan
menyiapkan calon orangtua agar sehat dan siap dalam membangun rumah tangga. Lebih lanjut Wiradharma menjelaskan, dalam program Cantin Sehat ini tidak hanya fokus pada perempuan, tetapi juga calon pengantin laki-laki. Pelayanan yang wajib diberikan adalah pemeriksaan fisik seperti berat badan, lingkar lengan, tensi dan pemeriksaan dasar lainnya. Cantin juga akan diberikan konseling sekaligus pertanyaan mengenai kebiasaan hidup mereka. Seperti pekerjaan dan gaya hidup yang memiliki faktor risiko, baik penyakit noninfeksi maupun IMS (Infeksi Menular Seksual). Apabila dalam konseling didapati adanya faktor risiko, maka cantin akan diarahkan untuk menjalani
Warung Global
Anggota Dewan Diharapkan Menjalankan Fungsinya dan Jangan Korupsi ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gianyar masa bakti 2019-2024 diambil sumpah dan janjinya di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Gianyar, Senin (12/8). Pengambilan sumpah dan janji kali ini dilakukan dengan cara yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di mana, anggota DRPD terpilih menggunakan busana adat Bali termasuk seluruh undangan yang hadir. Dengan dilantik dan diambilnya sumpah para anggota Dewan tersebut, apa harapan masyarakat ke depannya? Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Vera di Tabanan mengharapkan anggota Dewan tidak korupsi dan selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan as-
pirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Werda di Gianyar mengatakan, pelantikan diawali dengan sumpah jabatan, namun selama ini anggota Dewan sering keluar dari
sumpah yang diucapkannya. Untuk itu, ia mengharapkan sumpah jabatan anggota Dewan dilengkapi sumpah cor. Misalnya di salah satu pura. Kalau nanti melanggar atau korupsi, maka mereka bersedia hancur tujuh turunan. Orang berlomba menjadi anggota Dewan dengan modal besar demi perbaikan keadaan ekonominya menjadi maju. Budiada di Tabanan menilai anggota Dewan yang baru supaya melaksanakan fungsinya dengan baik dan bertanggung jawab. Fungsi anggaran harus diwujudkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dewan merupakan penyambung lidah rakyat dan harus peka
mendengar aspirasi rakyat serta berani memperjuangkannya. Dewan sebagai figur harus mempunyai konsep dan metode untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Bima Sena di Gianyar menyampaikan harapan yang amat tinggi semoga mereka dapat bekerja lebih keras dan baik agar masyarakat menjadi sejahtera. Jalan yang rusak dan jebol di wilayah Gianyar agar segera diperbaiki dan tanah masyarakat Bali agar diproteksi untuk keajegan Bali. Arya di Denpasar mengatakan Dewan harus berlaku jujur dan tidak korupsi. Dewan harus memikirkan keinginan dan kebutuhan masyarakat.
Bukan memikirkan untuk pengembalian dana yang telah dikeluarkan dalam kampaye saat menjadi calon dewan. Sementara itu, Parwata di Badung menambahkan, sebagai Dewan harus paham terhadap tugas dan fungsinya serta memperjuangkan kepentingan rakyat. Bukan memperjuangkan kepentingan sendiri atau kelompok. Anggota Dewan harus memahami benar jika keberadaan mereka tidak boleh menjadi sumber konflik. Harus bijak dan bisa mengendalikan ucapan dan emosinya serta mau menerima kritikan masyarakat untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyat. (dika)
OPINI
6
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mengisi Ulang Kebalian Kita
SAAT ini, semua orang dengan mudah mengucapkan ajeg Bali. Namun, perilakunya masih saja diam di tempat. Sangat menarik disimak kalau salah satu Guru Ajeg Bali 2019, Komang Warsa, menilai sudah saatnya kita semua atau krama Bali untuk mengisi ulang kebaliannya. Konsep ini mengajak kita mengintrospeksi diri sejauh mana kita berbuat untuk ajeg Bali. Ajeg Bali jangan diartikan parsial bahwa kita harus kembali pada zaman kuno, dll. Atau jangan sampai menyebut orang yang mengajegkan Bali adalah mereka yang sibuk ngurus banten dan upakara. Bukan itu yang dimaksud. Ajeg Bali memiliki pengertian yang luas dan fleksibel sesuai dengan kemajuan zaman. Ketika kini Bali diserbu oleh pengaruh globalisasi, ketika lapangan pekerjaann di Bali semakin sempit, krama Bali harus merespons dengan tepat. Kuatkan karakter Bali serta menjadi SDM Bali yang berdaya saing tinggi. Salah satunya yakni memguasai bahasa asing. Pandangan krama Bali ke depan harus progresif, cinta sesama dan perkuat karakter kebaliannya. Sekalipun bekerja di luar negeri, namun budaya Balinya tetap kuat. Namun, perlu diatur jangan semua SDM baik Bali dikirim ke luar negeri, bahayanya kita akan kehilangan generasi terbaik di tempat kelahiran sendiri. Ini dialami oleh Filipina yang sempat mengalami stagnan pertumbuhan SDM di dalam negeri. Pasalnya, semua warga Filipina bangga dengan keluarganya yang sukses bekerja di luar negeri. Namun pada dekade tertentu, negaranya kehabisan stok SDM, yang membuat negara kewalahan mengelola potensi daerahnya. Jadi, prinsipnya, kita boleh berwawasan global dan menguasai pekerjaan di luar negeri, asalkan SDM yang kita kirim adalah yang berkualitas. SDM Bali yang mampu merebut pasar untuk kedudukan manajer dan setingkatnya. Jangan kita bangga hanya mengirim karyawan spa, pembantu rumah tangga dan sejenisnya. Krama Bali yang berkualitas adalah yang mampu merebut posisi penting di luar negeri. Program Pasraman Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) 2019 guna mengingatkan kita bersama bahwa kekhawatiran 20 tajun lalu soal bahaya yang mengancam Bali sudah terjadi dan kita tak boleh diam. Bali dikejar oleh narkoba, kejahatan transinternasional, AIDS, hingga krisis mental generasi mudanya. Termasuk gampang berputus asa, emosinya labil, dan makin goyah kecerdasan spiritualnya. Kini, kita perlu menyatukan kekuatan guna memperkuat karakter kebalian orang Bali. Gubernur Bali sudah mengawali dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta sejumlah pergub yang memperkuat budaya Bali. Makanya dalam menghadapi tantangan ke depan, kita harus matang dengan kebalian kita. Belajar secara utuh seperti menjadikan agama memperkuat adat dan budaya, bukan sebaliknya yakni adat dan budaya memperkuat agama. Dengan demikian, agama Hindu bukan lagi disebut agama non-wahyu, agama tontotan, dan lain-lain. Menjadi tugas kita bersama perlunya penanaman pendidikan karakter anak muda Bali yang ternyata masih banyak perlu dibenahi. Salah satunya anak muda kita saat ini perlu ditingkatkan dalam bidang minat baca atau literasi, kemudian wajib menguasai bahasa asing. Orangtua perlu meningkatkan peran sertanya dalam pendidikan karakter. Adat tak boleh terlalu keras menekan warga agar kita semua bisa hidup nyaman tanpa beban. Prinsipnya, kita perlu mengisi ulang kebalian kita. Salah satunya yakni krama Bali jangan hanya jor-joran mapunia untuk membangun pura, melainkan juga giat membangun ekonomi rakyat dan mapunia untuk membantu bidang pendidikan dan KK miskin.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menangani Kejahatan Melibatkan Wisatawan Beberapa hari lalu, saya sempat menonton video wisatawan berulah dengan menabrak pengendara sepeda motor dan berlari-larian di jalanan. Ini jelas berisiko bagi warga dan juga citra Bali sebagai destinasi pariwisata. Selama ini, kita krama Bali sangat baik dan menghormati wisatawan yang datang. Asal sudah warga asing dilayani layaknya wisatawan. Tetapi belakangan ternyata banyak kejahatan yang melibatkan warga asing. Mereka terkesan memanfaatkan situasi dan keramahan orang Bali terhadap wisatawan. Kalau diikuti di media massa, kini banyak wisatawan yang sengaja ke Bali hanya untuk melakukan kejahatan membobol ATM. Kejahatan perbankan yang melibatkan wisatawan tergolong sudah banyak. Saya pikir sudah saatnya Bali melakukan pengamanan yang lebih khusus dan selektif dalam menerima kedatangan wisatawan. Saya usulkan agar wisatawan yang berperilaku buruk dan melakukan kejahatan di Bali selain dipidanakan juga harus dideportasi pascaproses hukumnya selesai. Bahkan, banyak juga pelaku kejahatan di negaranya bersembunyi di Bali. Ini terbukti dari banyaknya buronan negara tertentu ditangkap di Bali. Negara-negara yang warganya banyak melakukan kejahatan di Bali, sebaiknya juga diusulkan segera berlakukan visa kembali. Kebijakan bebas visa bagi banyak negara mestinya ditinjau atau dievaluasi. Jika ternyata negara tertentu wisatawannya banyak melakukan kejahatan mestinya dibicarakan secara diplomatik. Ini penting agar wisatawan yang berlibur ke Bali benar-benar berkualitas dan tak menimbulkan gangguan bagi wisatawan dan penduduk lokal. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Mengajegkan Peradaban Adat dan Budaya Bali Visi pembangunan daerah Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru”. Kalimat yang mengandung taksu makna mendalam dalam membangun Bali yang maju dan beradab. Membangun Bali dalam jalinan kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya dengan tidak mengorbankan atau menghancurkan adat dan budaya Bali bagian dari visi pemerintah daerah. Era baru dalam menata Bali suatu harapan ke depan tetapi tradisi adat dan budaya tetap ajeg (lestari).
Oleh I Komang Warsa
B
erbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah Daerah Bali untuk mengajegkan (melestarikan) adat dan budaya Bali. Langkah dan upaya itu di antaranya pemberlakuan penggunaan pakaian adat Bali setiap Purnama-Tilem dan setiap Kamis menggunakan bahasa Bali adalah sebagai wujud kepedulian dari upaya Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Pergub No. 79 Tahun 2018 mengatur tentang penggunaan berbahasa Bali sebagai upaya Bali lestari dan Bali ajeg tentu harus mendapat dukungan dari semua elemen masyarakat Bali. Pakaian juga mencerminkan peradaban adat sedangkan bahasa merupakan cerminan peradaban budaya. Hal yang paling prestesius kepedulian Pemerintah Daerah Bali adalah terbitnya Perda 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat Bali sebagai bentuk legalitas keberadaan adat-adat di Bali yang betul-betul harus diajegkan. Dukungan mengajegkan Bali sebagai bentuk isi ulang kebalian orang Bali disambut antusias oleh para pimpinan adat (bendesa) dari masing-masing desa adat. Program ini, ibarat gayung bersambut oleh kelompok media Bali Post kepedulian tentang keberadaan adat dan budaya di
Bali. Program pemilihan Siswa Ajeg Bali (SAB) dan Guru Ajeg Bali (GAB) tahun 2019 adalah satu bentuk komitmen kelompok media Bali Post peduli dengan adat dan budaya Bali. Program ini jelas sebagai pemantik untuk menjadikan Bali yang modern/ baru, Bali yang maju, dan Bali yang menginternasional tetapi tanpa kehilangan roh kebaliannya. Roh Bali ada pada tradisi adat budaya yang kuat dan ajeg. Adat yang kuat, budaya yang adiluhung, dan taat menjalankan ibadah keagamaan dengan penuh keikhlasan lascarya itulah jati diri/karakter orang Bali. Karena tidak bisa dimungkiri bahwa adat dan budaya sangat dipengaruhi oleh kehinduan orang Bali. Kebudayaan memiliki wujud kelakuan sedangkan adat merupakan wujud ideal kebudayaan. Implementasi lengkap bisa disebut adat tata kelakuan karena adat adalah berfungsi mengatur kelakuan sebagai acuan norma/ nilai budaya. Sistem tata kelakuan sebagai acuan norma diatur melalui awig-awig yang ada pada masing-masing desa adat. Secara umum bahwa awig-awig mengatur tentang patokan-patokan tingkah laku yang dibuat oleh masyarakat setempat berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan dalam masyarakat yang didasari oleh konsep Tri Hita Karana. Ketika berbicara masalah
adat dan budaya Bali perlu diapresiasi oleh segenap masyarakat Bali. Mengisi ulang kebalian orang Bali untuk pemertahanan peradaban adat dan budaya Bali harus disambut baik oleh semua orang yang tinggal di Bali. Mengisi ulang kebalian orang Bali merupakan keharusan masyarakat (krama) Bali. Isi ulang kebalian dalam lintas generasi untuk membentuk kesadaran sebagai cakra gilingan amutter tutur pinahayu artinya memutar cakra kesadaran dalam diri dengan ingat eling akan adat (tradisi) dan budaya yang tidak meninggalkan dan alergi dengan modernisasi (kemajuan iptek). Orang Bali harus bisa berpikir kesejagatan (mendunia) dengan adat tata kelakuan lokal sebagai bentuk karakter orang Bali. Bali yang terkenal sikap toleransi yang tinggi, ramah tamah, dan mempunyai ikatan kegotongroyongan yang kuat jangan sampai pupus di tengah gerusan teknologi dan keterbukaan budaya dunia. Teknologi penting dalam peradaban umat manusia tapi jangan sampai menghilangan nilai/norma adat dan budaya Bali sebagai karakter orang Bali. Taksu dan roh Bali ada pada ketaatan menjalankan ibadah agama (Hindu), ajegnya adat, dan lestarinya budaya. Bali merupakan bagian dan harus memiliki kontribusi
khazanah budaya yang didukung oleh adat yang kuat. Bali jangan menjadi Betawi Indonesia yang kedua karena terlena oleh kemajuan teknologi dan kenikmatan kue pariwisata. Era milenial dengan kemajuan industri 4.0 harus diimbangi dengan kemampuan membentengi diri dari gerusan dampak negatif teknologi dan pariwisata. Bali memang menjadi eksklusif karena memiliki adat yang kental dan budaya yang adiluhung sebagai pemikat pariwisata. Tradisi adat dan budaya selalu memberikan makna yang mendalam sesuai dengan konsep kehidupan masyarakat Bali. Ambil saja contoh budaya magibung bagi orang Bali juga didasari oleh filsafat kehidupan dalam konteks kebersamaan. Di sana ada konsep nilai kebersamaan yang sampai saat ini masih bertahan seperti di Karangasem. Setiap denyut kehidupan agama sebagai barometer kehidupan, termasuk juga adat budaya menjadi bagian kehidupan orang Bali. Akan tetapi, adat dan budaya bukanlah agama melainkan agama adalah piranti mempertahankan adat dan budaya Bali. Mengajegkan Bali dalam tatanan wacana memang gampang dan latah di telinga kita. Akan tetapi, mudah terucap hanya realitas sangat sulit jika tidak bersatu padu dan tumbuh kesadaran dalam diri orang Bali dan orang yang tinggal di Bali. Benteng terakhir yang memperkuat dan ajegnya Bali adalah adat yang kuat, tegas tetapi bukan keras. Karena dalam tradisi adat ada nilai hukum dan tingkat aturan khusus yang mengatur tata nilai budaya. Tata nilai memiliki nilai tinggi apabila manusia (masyarakat) bekerja sama dengan sesamanya sebagai bentuk karakter sosial orang Bali. Adat merupakan
Kabar Perokok Indonesia SIAPA yang tak kenal dengan rokok? Benda satu ini dikenal sebagai barang konsumsi rutin sehari-hari oleh para penggermarnya, atau sebagai barang yang membawa kerugian bagi mereka yang tak menyukainya. Bahan kandungan rokok yang terdiri dari kurang lebih 6.000 bahan kimia dengan beragam zat berbahaya menjadikannya barang yang sangat harus dijauhi. Di sisi lain, zat tersebut yang menjadikan para penggunanya merasa ketagihan hingga ketergantungan. Lalu bagaimana kabar perokok di Indonesia kini? Berdasarkan data World Health Organization (WHO), Indonesia telah menjuarai peringkat pertama dengan persentase jumlah perokok tertinggi di dunia. Hal ini menjadi prestasi yang sangat disayangkan sekali. Tercatat 70,2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia adalah perokok. Artinya, ada sekitar 29,8 persen penduduk Indonesia yang menjadi perokok pasif yang di antaranya adalah bayi, balita, ibu hamil, dan orang tua yang sangat rentan sekali dengan bahaya asap rokok. Mereka adalah yang tidak merokok tapi memiliki risiko kanker paru-paru lebih besar dibandingkan mereka yang merokok. Lebih lanjut berdasarkan data WHO, rokok menjadi penyebab kematian akibat kanker sebesar 22 persen. Pria yang merokok memiliki risiko 23 kali lebih mungkin
Oleh Dyah Tari Nur’aini, S.ST. terkena kanker paru, sementara wanita 13 kali lebih mungkin. Dan sangat disayangkan, perokok pasif memiliki 20-30 persen lebih tinggi terkena kanker paru apabila terpapar asap rokok di rumah atau kantor. Mengutip perkataan Senior Advisor on gender and Youth dari WHO, Diah Saminarsih, bahwa harga rokok yang kian naik tidak berpengaruh terhadap konsumsi rokok kaum muda, terlihat dari data jumlah perokok yang makin meningkat pada usia produktif. Anehnya bukan hanya remaja, di Indonesia bahkan anak-anak kecil yang belum bisa mencari uang sendiri pun telah banyak yang menjadi perokok aktif. Data BPS menyebutkan bahwa pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 67 ribu per kapita per bulan, atau sekitar 12 batang rokok per bulan. Nilai tersebut merupakan peringkat kedua terbesar setelah pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Bahkan, jumlah tersebut melebihi pengeluaran atas kebutuhan pangan seperti padi-padian, daging, dan buah. Hal ini menyatakan bahwa rokok menjadi salah satu prioritas untuk dipenuhi. BPS juga menyatakan bahwa salah satu faktor penyumbang kemiskinan adalah rokok. Tak heran karena tak hanya pen-
duduk menengah ke atas, penduduk yang tergolong miskin pun tetap mengusahakan membeli rokok. Hal tersebut terjadi meskipun harga rokok filter yang setiap tahunnya terus meningkat dan mengalami inflasi setidaknya 0,01 persen setiap bulan. Harga rokok filter tersebut memiliki sumbangan 11,38 persen kemiskinan di pedesaan dan 12,22 persen di perkotaan. Berkaca pada beberapa negara lain, mereka mematok harga rokok dengan harga yang terbilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga rokok di Indonesia yang relatif jauh lebih murah. Negara dengan harga rokok termahal seperti Australia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat menjual rokok dengan harga berkisar Rp 125 ribu hingga Rp 271 ribu. Sayangnya, peningkatan harga rokok di Indonesia tidaklah seberapa, sehingga bukannya menyebabkan berkurangnya jumlah perokok tapi justru meningkatkan penduduk miskin. Kementerian Kesehatan telah melakukan usaha untuk mengurangi bahaya merokok di kalangan masyarakat, yakni dengan membuat peraturan tentang tempat yang wajib bebas dari paparan asap rokok. Beberapa tempat tersebut di antaranya,
fasilitas pelayanan kesehatan, tempat belajar atau sekolah, tempat bermain anak, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja, serta fasilitas umum baik yang dikelola pemerintah maupun swasta. Namun sayangnya, peraturan dengan mudahnya dihalau tanpa adanya tindak sanksi tegas bagi pelanggarnya. Karena nyatanya, masih banyak pihak yang merokok di angkutan umum, tempat kerja, bahkan di sekitar tempat fasilitas kesehatan. Tentunya yang menjadi perhatian utama adalah kualitas dari penduduk Indonesia yang menjadi pelaku konsumen rokok. Jika mereka masih mengabaikan efek buruk dari kandungan rokok, serta masih saja tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, sudah pasti permasalahan rokok ini tidak akan bisa teratasi. Karena meskipun iklan rokok dilarang menampilkan adegan merokok, spanduk-spanduk iklan rokok ditambahkan mengenai bahaya merokok, ataupun gambar korban rokok pada setiap bungkusnya, itu semua seakan tidak mempan dalam mengurangi keinginan masyarakat untuk merokok. Pemerintah diharapkan juga memberikan regulasi yang ketat mengenai pengendalian rokok di Indonesia, baik perihal harga jual, pemasaran, ataupun peraturan publik terkait merokok.
sistem pemerintahan tradisional dengan kearifan lokal (local genius) dan sampai saat ini berjalan seiring sejalan dengan pemerintahan desa dinas yang disebut perbekel. Desa adat memiliki sistem pengaturan yang otonom secara adat dengan undang-undang sendiri yang disebut awig-awig. Memiliki lembaga keuangan sendiri yang disebut dengan LPD (Lembaga Perkreditan Desa), memiliki pawongan keamanan adat yang disebut pecalang. Pranata-pranata sosial seperti subak, dadia, lembaga keuangan adat jangan sampai dimasuki/direcoki politik modern dan jika salah bisa pemecah belah persatuan adat. Seperti halnya hajatan pemilihan bendesa adat harus berdasarkan paras paros, segilik saguluk salunglung sabayantaka (musyawarah mufakat) sebagai jiwa sila keempat Pancasila sebagai dasar Republik Indonesia. Politik memang perlu tetapi tetap berhati-hati kepentingan politik modern yang memecah persatuan adat. Terbit Perda 4 Tahun 2019 yang mengatur tentang adat di Bali sebagai bukti bahwa adat di Bali mendapat legitimasi dari pemerintah pusat dan daerah. Mempertahankan “ajeg Bali” tentu keterlibatan desa adat sebagai bentuk yang tidak bisa dipisahkan. Ketika euforia masyarakat dengan kesibukan dan tuntutan hidup yang semakin kompleks-modern sehingga tumbuh rasa egoindividualisme. Harapannya jangan sampai melupakan kebersamaan sebagai bentuk dan ciri perilaku sosial lokal krama Bali yang patut dibertahankan. Penulis, nominator guru ajeg Bali 2019 Rendang-Karangasem (SMA Negeri 1 Rendang & SMK Giri Pendawa)
POJOK Koster nyatakan Dinas Koperasi dan UKM tetap berdiri sendiri. - Tetap perkokoh ekonomi Bali. *** Empat kursi pimpinan OPD Karangasem kosong. - Tunggu orang yang pas. *** Perajin didorong lebih inovatif. - Kreatif dan produktif.
Penulis adalah Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Kolaka
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Selidiki Penyebab Kebakaran
BERBAGAI spekulasi muncul terkait penyebab kebakaran di lereng Gunung Batukaru. Ada dugaan api berasal dari oknum pendaki yang menghidupkan api untuk membakar sampah atau menyalakan api unggun, dan saat mematikan kemungkinan api belum seutuhnya padam. Namun terkait dugaan tersebut, petugas belum berani memastikan apakah itu yang menjadi penyebab, atau memang ada kemungkinan faktor lain. Aparat kepolisian maupun polisi kehutanan kini masih melakukan penyelidikan atas peristiwa yang menghebohkan tersebut. Bandesa Adat Wongaya Gede yang juga Ketua Umum
di Pura Batukaru I Ketut Sucipto, Selasa (13/8) kemarin, mengatakan penyebab kebakaran masih belum jelas. Namun jika dikatakan karena faktor alam, apalagi memasuki musim kemarau berkepanjangan, Sucipto mengaku itu tidak mungkin terjadi. Ia pun menduga ada kelalaian dari oknum pendaki yang menghidupkan api dalam kegiatan di kawasan hutan Batukaru. ‘’Memang belum diketahui pemicunya, hanya informasi yang saya terima dari petugas di Pujungan, Pupuan, melihat ada pendaki membawa kompor naik ke puncak, namun identitasnya belum diketahui,’’ ucapnya. Sucipto mengatakan, untuk bisa tiba ke puncak Gunung Batukaru memang ada banyak pintu masuk. Namun khusus melalui jalur di kawasan Pura Batukaru telah dilakukan perketatan pendakian. ‘’Petugas kami selalu minta identitas sebagai bukti. Sebenarnya banyak pintu masuk ke kawasan Gunung Batukaru,’’ terangnya. Terkait hal itu, Sucipto berharap masyarakat umum agar bersama-sama menjaga dan melindungi kawasan hutan yang merupakan sumber dari segala kehidupan. (bit) I Ketut Sucipto
7
TABANAN
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Sekitar 1,5 Hektar Hutan Terbakar
Petugas dan Warga Telusuri Titik Api di Kawasan Hutan Batukaru Tabanan (Bali Post) -
Upaya keras aparat bersama warga lereng Gunung Batukaru memadamkan api yang sempat membara di kawasan hutan membuahkan hasil. Meski api sudah berhasil dipadamkan, warga tetap siaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan keberadaan titik api. Terutama bara api di bawah semak- semak yang cukup tebal. Dugaan sementara ada sekitar 1,5 hektar luas kawasan hutan yang terbakar. Hingga Selasa (13/8) kemarin proses pemadaman secara manual masih terus dilakukan. Warga dibantu jajaran TNI/Polri, BPBD dan relawan secara bergantian naik ke kawasan gunung untuk memadamkan bara api. Ada yang naik dari areal Pura Batukaru dan ada pula yang naik dari Kecamatan Pupuan, seperti Pujungan, Sanda, dan Batungsel. Dari informasi, api tidak sampai merembet ke areal pura di atas (Pura Pucak Kedaton - red). Kepala pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan, sejak Selasa pagi kemarin ada tiga gelombang rombongan yang naik ke puncak. Rombongan pertama dipimpin langsung Dandim Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto bersama
tujuh orang yang merupakan gabungan anggota TNI dan masyarakat untuk membawa logistik. Kemudian disusul kelompok kedua sebanyak 20 orang dipimpin oleh Kasat Sabhara Polres Tabanan AKP I Kadek Ardika, dan gelombang ketiga 10 orang dari personel BPBD Tabanan serta relawan. Pantauan Bali Post, tampak sejumlah petugas dan warga serta relawan masih siaga di bawah menunggu giliran dan perintah naik menggantikan rekan-rekannya yang sebelumnya mendapat giliran naik. Untuk bisa menjangkau titik api, jika dari jalur Pura Batukaru memerlukan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Begitu juga dari Kecamatan Pupuan berkisar 3 hingga 4 jam. Sesuai informasi dari warga yang sudah naik Senin malam untuk memadamkan api, bah-
wa kebakaran terjadi di lereng gunung areal terjal selatan dan timur Pura Puncak Kedaton. Beruntung api tidak sampai merembet ke areal Pura Puncak Kedaton. ‘’Ada di posisi selatan dan timur Pura Puncak Kedaton kira-kira jarak 10 meter dari Pura Puncak Kedaton,’’ ujar I Made Bawa. Made Bawa menuturkan, dia berangkat Senin (12/8) malam dengan puluhan orang ke lokasi kebakaran. Sesampai di lokasi dengan menempuh perjalanan 4 jam, didapat masyarakat dari Desa Pujungan dan Desa Batungsel yang juga sudah berusaha memadamkan api. ‘’Kami bantu bersama-sama padamkan api dengan cara seadanya, baik dengan cara meng-urug dengan tanah dan memutus rembetan api dengan membuat galian kecil,’’ imbuh Bawa, warga asal Banjar/Desa Sesandan, Kecamatan Penebel,
Bali Post/kmb28
RELAWAN - Petugas BPBD Tabanan dan relawan dari masyarakat setempat saat mempersiapkan diri sebelum naik ke puncak kawasan Hutan Batukaru. Tabanan. Bandesa Adat Wangaya Gede sekaligus Ketua Umum Pura Batukaru I Ketut Sucipto menyatakan memang benar jika di seputaran lokasi kebakaran masih ada titik-titik api yang belum bisa ditangani, khususnya di sekitaran lereng. ‘’Selain karena terjal dan mengancam keselamatan warga, juga karena ada gambut. Kami masih menunggu bantuan
helikopter untuk membantu proses pemadaman sesuai dengan yang disampaikan bapak wakil bupati semalam,’’ terangnya. Sampai saat ini, lanjut Sucipto, masih ada warganya yang stand-by di puncak begitu pun warga dari wilayah Kecamatan Pupuan yang terus melakukan upaya penanganan titik api (bara api) yang belum sepenuhnya padam. (kmb28)
Lamar Jabatan Kadis Pariwisata, Camat Kerambitan Serahkan Berkas
Tabanan (Bali Post) Sehari setelah Camat Baturiti I Ketut Ridia menyerahkan berkas pendaftaran seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tertinggi (JPT) untuk posisi Kepala Dinas Pendidikan, Selasa (13/8) kemarin giliran Camat Kerambitan I Gede Sukanada menyerahkan berkas pendaftaran untuk posisi Kepala Dinas Pariwisata. Sementara dua posisi lainnya yakni Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika masih belum ada pelamar.
Sedangkan batas pendaftaran seleksi terbuka untuk empat posisi Kepala Dinas tak bertuan tersebut sampai tanggal 16 Agustus 2019. Dari pantauan, Sukanada dengan menggunakan baju adat datang ke sekretariat pansel di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan pukul 11.00 Wita. Berkas yang diserahkan Sukanada diterima anggota sekretariat pansel, Luh Putu Mahadi Santi Dewi. Berkas itu kemudian diverifikasi
kelengkapannya. Seperti diketahui, sebagai Camat Kerambitan, kiprah Sukanada belakangan memang gencar dengan beragam aktivitas membangkitkan potensi wisata khususnya di Kecamatan Kerambitan. Seperti wisata alam Timpag dengan beragam pilihan destinasi seperti Undagi Farmes Village, D’Bendungan serta River Tubing. Begitupun destinasi Uma Kawan. Tak salah bila dalam posisi lelang jabatan empat posisi Kepala Dinas yang lowong, salah satunya
Dinas Pariwisata membuat pejabat asal Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan ini lebih klik memilih posisi Kepala Dinas Pariwisata. “Saya ingin ikut pada kesempatan ini. Mohon doanya. Terlebih kami di Kerambitan sudah mengarah ke sana dengan beberapa destinasi yang kita bangun,” terangnya. Saat ditanya, mengapa baru mendaftar? Sukanada mengaku memang mencari hari baik, karena bertepatan dengan rahina anggara kasih tambir. Selain juga berkas
CMYK
untuk mendaftar memang baru sepenuhnya lengkap, Selasa (13/8) kemarin. Begitupun datang pukul 11.00 Wita juga dianggap waktu yang baik. “Karena sudah lengkap langsung saja saya serahkan,” tandas Sukanada. Sebelum menjabat sebagai Camat Kerambitan, Sukanada merupakan lulusan STPDN tahun 1998, dan di tahun 1999 pernah menjadi Lurah Delod Peken, selanjutnya tahun 2000 menjadi Kasi Pemerintahan di Kantor Camat Kediri, kemudian 2001 men-
jadi Sekretaris Camat Kediri, dan di tahun 2010 diangkat menjadi Camat Pupuan dan 2011 diangkat menjadi Camat Kerambitan sampai sekarang. Kabid Formasi BKPSDM Tabanan, Luh Putu Mahadi Santi Dewi mengatakan, berkas pendaftaran yang diserahkan Camat Kerambitan sudah lengkap dan telah diverifikasi oleh pansel. “Tinggal menunggu pengumuman administrasi saja,” tegasnya. Dia mengatakan pendaftaran masih dibuka sampai 16 Agustus 2019. Dan bagi
pelamar yang berkasnya telah lengkap dipersilakan membawa ke BKPSDM Tabanan. “Waktu masih banyak, silakan bagi yang belum untuk segera melamar,” pintanya. Sebelumnya, pascamutasi Februari lalu dan mutasi Juli 2019, ada empat jabatan kadis yang kosong. Di antaranya Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas dan Informatika serta Kepala Dinas Pendidikan. Seluruh jabatan kategori bergengsi saat ini masih dijabat Plt. (kmb28)
BULELENG
8
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Sepeda Motor Vs Truk
Satu Orang Wisman Tewas Singaraja (Bali Post) –
Jalur Singaraja – Bedugul kembali merenggut korban jiwa. Seorang warga negara asing (WNA), Martin (51), tewas setelah mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di jalan Singaraja – Begudul Km 13 di wilayah Dusun Pereranan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Korban yang merupakan wisatawan asing itu menderita luka parah setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk pengangkut material, Senin (12/8) sekitar pukul 16.30 Wita. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum kejadian, korban mengendarai sepeda motor DK 5594 EW datang dari arah Singaraja menuju Denpasar. Korban membonceng rekannya sesama WNA Ire-
Bali Post/ist
Suara Buleleng
WISMAN TEWAS – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Singaraja – Bedugul kilometer 13, wilayah Dusun Pererenan Bunut Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, mengakibatkan satu wisman tewas dan satu lagi luka ringan.
na (46) untuk menuju hotel tempatnya menginap di Hotel Bali Yogi, Karangasem. Saat menyusuri jalanan penuh tikungan dan tanjakan itu, korban kurang hati-hati mengambil haluan terlalu ke kanan. Nahasnya, saat bersamaan truk pengangkut material DK 9517 UN yang dikemudikan Putu Sawitra (42) asal Desa Patas, Kecamatan Gerokgak datang dari arah berlawanan. Karena situasi panik pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik, sehingga truknya bertabrakan dengan sepeda motor yang dikendarai korban yang membonceng rekannya. Akibat benturan
yang keras itu, kedua WNA itu terjatuh. Bahkan sepeda motornya tergencet truk. Melihat kejadian itu, warga kemudian berusaha mengevakuasi kedua WNA tersebut. Korban Martin dan rekannya Irena mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD. Saat menjalani perawatan, pengendara sepeda motor, Martin, dinyatakan meninggal dunia. Rekannya selamat dengan luka-luka ringan di beberapa tubuhnya. “Jadi benar, kami menangani kasus lakalantas antara sepeda motor dengan truk. Satu WNA tewas dan satu lagi luka ringan. Kasusnya
masih kita kembangkan lebih lanjut,” katanya. Dari pemeriksaan sementara, Landung menambahkan kasus lakalantas ini terjadi karena kurang hatihatinya WNA yang mengendarai sepeda motor itu. Pasalnya, saat melintas di TKP memasuki tikungan tajam itu, Martin nekat mengambil haluan terlalu ke kanan. Karena kekuranghati-hatian korban itu, truk yang melintas dari arah berlawanan ditambah medan jalan menurun, akhirnya menabrak sepeda motornya, akibat tidak bisa menghindari lakalantas itu. “Keterangan saksi dan pemeriksaan anggota di lapangan sepertinya kecelakaan ini karena WNA itu yang kurang berhati-hati. Sementara anggota Unit Lantas masih melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab lain dari kejadian ini,” jelasnya. (kmb38)
Ribuan Calon Mahasiswa Baru Undiksha Ikuti OKK
Rektor Siap Cetak Generasi Unggul
Masalah Kesehatan MENGHADAPI musim hujan yang akan dating, warga berharap kesehatan lingkungan mendapatkan perhatian. Salah satunya supaya ada pengasapan di lingkungan yang kotor sehingga tidak ada bibit penyakit. Seperti demam berdarah yang sering menular di lingkungan yang kotor. Juga berharap presiden secepatnya dilantik sehingga programprogram yang menjadi andalan bisa dijalankan secepatnya.
UNIVERSITAS Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja tahun akademik 2019/2020 melaksanakan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK). Tercatat ribuan calon mahasiswa baru mengikuti OKK yang dibuka di lapangan Kampus Tengah, Undiksha, Selasa (13/8) kemarin. Lulusan SMA dan SMK dari berbagai daerah ini nantinya akan menempa ilmu pendidikan untuk menjadi generasi muda unggul dan dapat mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana (THK). Tidak kalah pentingnya lagi calon mahasiswa baru itu selama mengikuti perkuliahan dituntut mencirikan sebagai generasi pada era revolusi industri 4.0. Hal itu diungkapkan Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. usai membuka OKK di kampus setempat kemarin. Prof. Nyoman Jampel mengatakan, THK menjadi landasan dalam mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas yang unggul di Asia Tenggara 2045 mendatang. Untuk itu, konsep THK itu harus terus digaungkan, dalam menjaga hubungan baik dengan Tuhan, sesama manusia, dan dengan lingkungan. “THK
Gama Arta, Petemon
Bulfest untuk Usaha Desa PELAKSANAAN Bulfest itu mestinya untuk mengenalkan usaha-usaha kecil yang ada di desa. Namun, kenyataannya yang menempati stan, itu-itu saja, tidak ada yang baru. Padahal, tujuan program Bulfest itu adalah mempromosikan usaha kecil yang ada di desa. Pak Widi, Tamblang
Pengguna Narkoba Dihukum Berat MENGATASI masalah narkoba memang sangat berat. Sejauh ini, aparat sudah menangani secara ekstra keras. Agar ada efek jerak pada masyarakat, perlu hukuman berat bagi pengguna narkoba itu. Mau tidak mau, pengguna narkoba itu harus dihukum sangat keras. Perlu juga kerja sama dengan negara Malaysia, Filipina agar bisa menekan masuknya narkoba dari luar negeri. Sekali lagi, kepada aparat penegak hukum agar memberikan hukuman sangat berat kepada pengguna narkoba itu. Penting hal itu dilakukan untuk membuat efek jera warga. Gung Surya, Lovina
Truk Terbalik
menyebabkan tercapainya tiga kebahagiaan yang luhur sinergitas harmonis manusia, alam, dan Tuhan. Konsep adiluhung itu saya minta dijalankan dengan baik oleh seluruh warga Undiksha,” harapnya serius. Memasuki era revolusi industri 4.0 ini, kata Prof. Dr. Jampel, lulusan perguruan tinggi dihadapkan pada sebuah tantangan dan persaingan yang semakin ketat. Untuk itu, sebanyak 2.728 calon mahasiswa ini harus mempersiapkan diri sejak dini dengan meningkatkan kualitas diri dan mengedepankan sikap critical, creative, collaborative, serta communicative. Penguasaan bahasa asing, minimal bahasa Inggris dan Teknologi Informasi (TI) juga dibebankan kepada mahasiswa dewasa ini. Karena itu merupakan salah satu upaya meningkatkan daya saing. Tidak hanya di dalam negeri, namun juga ke tingkat internasional. Mendukung hal tersebut, universitas dengan akreditasi A ini sudah memiliki program International Center of English Excellence. “Di Kurikulum 2019, proses pembelajaran bahasa Inggris juga diberikan lebih banyak
dari sebelumnya. Untuk pembelajaran IT, mahasiswa juga diberikan ruang. Undiksha tidak hanya mendorong, tetapi memberikan fasilitas yang memadai,” tegasnya. Terkait materi dalam OKK, Prof. Jampel secara khusus telah memerintahkan kepada panitia agar tidak melakukan kegiatan yang kesannya masa lalu sebagai perpeloncoan. Sebaliknya, pihaknya menginstruksikan materi OKK mengedepankan edukasi dan menunjukkan kreativitas para calon mahasiswa baru. Demikian juga diharapkan pada mahasiswa senior atau panitia agar memberikan sikap manusiawi dan menyebarluaskan kehidupan kampus termasuk prestasi dan kegiatan akademik dan non-akademik. Dengan cara itu, setiap mahasiswa baru ini termotivasi untuk menunjukkan sikap generasi muda unggul. “Kegiatan ini harus ceria, harus edukatif. Program konstruktif itu sudah dilakukan Undiksha dari beberapa tahun lalu. Semoga tahun ini bisa semakin baik lagi,” pintanya. Ketua Panitia OKK Made Vera Yanti mengatakan, beberapa materi yang di-
RIBUAN MAHASISWA IKUTI OKK – Ribuan calon mahasiswa baru mengikuti pembukaan Orientasi Kehidupan Kampus (OKK) yang dibuka Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd., Selasa (13/8) kemarin. berikan kepada mahasiswa, mulai dari pengenalan kampus secara umum, fasilitas pendukung, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), wawasan kebangsaan dan kepemimpinan dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pertahanan. Selain itu, materi OKK tahun ini secara khusus akan menghadirkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI), sekaligus meresmikan
areal tanaman buah tropis di Kampus Jinengdalem dan pengoperasian mesin filterisasi air minum di kampus pusat. “Sesuai arahan Rektor, kegiatan OKK ini bukan saja didesain bersifat edukasi, namun juga mengedepankan kedisiplinan. Untuk materi juga ada diberikan konten program yang tujuannya mengoptimalkan kreativitas mahasiswa,” katanya. (ad414)
’’Merajan’’ Pasek Gelgel Desa Bebetin Terbakar
SOAL truk terbalik, dan kecelakaan lain di Gitgit sudah banyak korban. Untuk kenyamanannya, ke depannya agar dibuat jalan baru, dijadikan dua arah saja. Hal itu penting untuk menghindari kemacetan yang sering terjadi di sana. Jika ada kecelakaan seperti itu supaya bisa dialihkan ke jalan lainnya. Gung Surya, Lovina
Pramuka dan Pembinaan Karakter PRAMUKA itu sejatinya sebagai media yang baik untuk mendidik karakter anak-anak sedini mungkin. Melalui pramuka, mereka belajar etika, disiplin, dan kebersamaan. Bukan saja intelktual perlu dikembangkan. Moral melalui pembentukan karakter mulia penting bagi generasi muda. Sehingga anak-anak itu betul-betul mempunyai identitas dan kepribadian mulia. Jadi, saya pribadi salut kepada pembelajaran melalui pendidikan pramuka. Media pembelajaran melalui pramuka itu betul-betul sangat bermanfaat bagi anak-anak, bangsa, dan negara. Sekali lagi, pramuka itu penting dijadikan kurikulum wajib sejak SD hingga dewasa. Anak-anak perlu dididik disiplin, agar memiliki mental tangguh dan rasa kebersamaan.
Bali Post/ist
MERAJAN TERBAKAR - Sejumlah palinggih Merajan Pasek Gelgel Desa Bebetin, Kecamatan Sawan terbakar Selasa (13/8) kemarin.
Gung De, Ngurah Rai
Singaraja (Bali Post) Merajan Pasek Gelgel Desa Bebetin, Kecamatan Sawan terbakar Selasa (13/8) kemarin. Akibatnya, sejumlah palinggih permanen mengalami kerusakan pada atap dan juga bangunan lainnya. Tidak ada korban jiwa, tetapi peristiwa itu menimbulkan kerugian sekitar Rp 75 juta. Kapolsek Sawan Iptu Gusti Kade Alit Murdiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, kebakaran itu pertama kali diketahui saksi Made Alit Suprapta yang merupakan warga setempat. Saat itu, saksi melihat kepulan asap di salah satu palinggih di merajan Pasek Gelgel Desa Bebetin itu. Tidak berselang lama, kepulan asap itu berubah menjadi kobaran api yang
membakar bagian ijuk dan kayu kering lainnya. Atas kejadian itu, saksi kemudian member tahu saksi lain sehingga banyak warga mendatangi lokasi kejadian itu. Api membakar dua buah meru tumpang tiga lebar 60 cm dengan tinggi dua meter. Khawatir api semakin besar dan merembat ke palinggih lainnya, kejadian ini kemudian dilaporkan guna mendapat bantuan pemadaman dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Menunggu pemadam tiba di lokasi kejadian, warga berusaha memadamkan api itu dengan alat seadanya. Namun, karena angin dan material itu mudah terbakar, membuat api sulit dipadamkan. Satu unit mobil pemadam tiba di lokasi kejadian kemudian melakukan pema-
daman. Beberapa menit kemudian, api dapat dipadamkan dan tidak sampai merembet ke palinggih lain. “Saat kita terima laporannya, api sudah membesar. Warga memang sempat melakukan pemadaman api dengan alat seadanya. Namun, api belum bisa padam. Setelah kami tiba, api baru bisa dipadamkan dan tidak sampai merembet ke palinggih lain,” katanya. Terkait penyebab kebakaran itu, Murdiasa mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan saksi dan juga olah tempat kejadian perkara (TKP). Hanya, apa yang menyebabkan kebakaran itu untuk sementara belum bisa dipastikan. “Masih kita kembangkan. Saksi yang mengetahui kejadian ini sudah dimintai keterangannya,” jelasnya. (kmb38)
Dampak Kemarau
Debit Mata Air PDAM Turun 30 Persen
Kemarau panjang yang melanda Buleleng tahun ini mulai memicu turunnya debit sumber mata air di daerah ini. Dari pemantauan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng, ditemukan rata-rata debit mata air di Bali Utara itu turun antara 15 sampai 30 persen. Lalu, apakah pelayanan PDAM Buleleng kepada para pelanggannya ada kendala? DIREKTUR Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana usai sidang di Gedung DPRD Buleleng, Selasa (13/8) kemarin, mengatakan sejak kemarau panjang melanda Buleleng, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan terhadap debit air di seluruh sumber mata air yang dikelola PDAM. Dari pemantauan itu, pihaknya menemukan terjadi penurunan debit air, akibat kemarau panjang. Rata-rata turunnya antara 15 sampai 30 persen. Persen-
tase penurunan debit air ini terjadi di 16 sumber mata air dan 40 sumur dalam. Kendati, kenyataannya, debit air turun, namun PDAM masih mampu bertahan memberikan pelayanan air minum kepada pelanggan setianya. “Kami sudah menugaskan bagian produksi memantau perkembangan debit air yang ada. Semua sumber mata air yang kita kelola itu turun,” kata Made Lestariana yang juga Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PT-
MSI) Buleleng. Dari keseluruhan sumber mata air itu, penurunan debit terpantau paling parah di lokasi sumur dangkal di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Sebelumnya, sumur ini memiliki debit air 19 liter per detik. Sekarang, turun menjadi 13 liter per detik. Selain karena pengaruh kemarau seperti sekarang, dia menyebut air di sumur dangkal ini turun karena dampak terjadinya gempa bumi beberapa waktu lalu. Akibat gempa bumi itu membuat tanah berongga. Dampaknya air terserap ke bagian bawah. Karena itu efeknya, pasir yang berada di bawah lapisan tanah itu terangkat naik. Kemudian menyumbat filter pada perangkat mesin pompa yang
dipasang di sumur tersebut. “Dari sekian banyak sumber mata air, di Sulanyah yang paling parah. Pengaruh gempa membuat air turun ke bawah dan memunculkan pasir sehingga menutup saringan pompa. Sumur milik warga juga memunculkan pasir yang pastinya membuat air keruh,” jelasnya. Mengatasi penurunan debit air itu, sejauh ini kata Lestariana, belum menimbulkan gangguan pelayanan air minum kepada seluruh pelanggan. Hanya, beberapa daerah yang rawan akan mengalami gangguan saat kemarau. Terutama daerah yang berada di ketinggian. Kemungkinan akan terjadi gangguan terutama ketika memasuki beban puncak pada pemakaian pagi dan
sore hari. Pihaknya mengimbau kepada pelanggan agar tetap berperilaku hemat menggunakan air, terutama memasuki masa beban puncak. Selain itu, upaya menjaga ketersediaan debit air terus dioptimalkan. Terutama dari sumber mata air sumur dangkal, jaringan pipa di dalam sumur ditambah, sehingga sisa debit air yang berhasil diproduksi tetap bisa dipompa untuk dialirkan kepada pelanggan. “Seperti di Sulanyah itu. Pipa kami tambah karena memang posisi air jauh turun ke bawah. Dan saat beban puncak, kami imbau pelanggan tetap menghemat air. Caranya, harus senantiasa menampung air secukupnya,” jelasnya. (mud)
Bali Post/ist
DEBIT AIR – PDAM Buleleng menemukan debit air turun hingga 30 persen akibat pengaruh kemarau panjang tahun ini.
GIANYAR
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
9
SOSOK ’’Hattrick’’ Jabatan Wakil Ketua WAJAH sumringah terlihat dari para anggota dewan yang terpilih kembali untuk menduduki kursi anggota DPRD Kabupaten Gianyar. Demikian juga new comer yang baru duduk di rumah rakyat untuk periode 2019–2024. Hal itu terlihat Selasa (13/8) kemarin, yang merupakan hari pertama mereka ngantor, bekerja menjadi wakil rakyat Gianyar pascapelantikan, Senin (12/8) lalu. Wajah lama terlihat dan dipastikan juga akan mengisi sejumlah alat kelengkapan dewan. Seperti jawaban Ketua DPRD yang kembali diraih PDI-P, serta jabatan Wakil Ketua DPRD yang diraih oleh Partai Golkar dan Partai Demokrat. Bahkan, untuk posisi wakil ketua dari legislatif dari Partai Demokrat I Ketut Jata, S.H. dipastikan akan melenggang kembali dalam periode kali ini. ‘’Astungkara, kembali dipercaya sebagai wakil ketua,’’ katanya, Selasa kemarin. Politisi asal Desa Keramas ini mengatakan, berdasarkan Juklak DPP Partai Demokrat Nomor : 01/JUKLAK/DPP.PD/VIl/2019 tentang Persyaratan dan Mekanisme Pengajuan dan Penetapan Unsur Pimpinan DPRD Propinsi, DPRD Kabupaten/Kota serta pengajuan pimpinan Fraksi Partai Demokrat, dirinya masuk dalam kategori tersebut. Namun anggota dewan tiga periode ini tak mau sesumbar dengan alasan masih menunggu keputusan resmi dari DPP Partai Demokrat. Dalam karier politiknya, Wakil Sekretaris I DPD Bali ini juga pernah menjadi Ketua DPC Partai Demokrat dua periode, dari tahun 2006-2016. Dan untuk jabatan Wakil Ketua DPRD Gianyar juga dua periode yakni periode 2009-2014 dan periode 2014-2019. Jika berpedoman pada aturan DPP, maka dirinya akan hattrick menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD, dibandingkan anggota dewan lainnya di Gianyar saat ini. Sementara itu, informasi yang sudah beredar, kursi Ketua DPRD Gianyar masih diraih PDI-P yakni I Wayan Tagel Winarta. Sedangkan untuk Wakil Ketua DPRD dari Golkar, yang sebelumnya dijabat Made Togog akan dialihkan kepada I Gusti Ngurah Anom Masta. (dar)
RAPAT - Suasana rapat di Gedung Bappeda membahas penanganan kebakaran di TPA Temesi, Selasa (13/8) kemarin.
Penanganan Kebakaran di TPA Temesi Dioptimalkan
Gianyar (Bali Post) -
Penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi masih dioptimalkan oleh Pemkab Gianyar. Penanganan ini dilakukan dari penerjunan armada setiap hari, menyiapkan kajian Unud hingga kajian untuk status kebencanaan. Sementara itu, warga Desa Lebih yang paling terdampak dari kondisi ini dimminta untuk bersabar.
Majikan Penyiram Pembantu dengan Air Panas Disidangkan Gianyar (Bali Post) Sidang perdana kasus majikan menyiram pembantunya dengan air panas digelar di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (13/8) kemarin. Kasus dengan korban Eka Febriyanti ini diikuti terdakwa Desak Made Wiratningsih dan I Kadek Erick Diantara Putra. Terhadap pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Putu Dharma Putra, terdakwa Desak menyatakan mengajukan eksepsi. Sementara terdakwa Erick memilih melanjutkan sidang tanpa eksepsi. Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja, Wawan Edy Prastyo dan Ni Luh Putu Partiwi. Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, terdakwa Desak sebagai majikan dan terdakwa Erick sebagai satpam di rumah di lokasi kejadian di Jalan By-pass Dharmagiri, Perum Udayana, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. JPU juga membacakan kronologis penyiraman air panas terhadap korban Eka Febriyanti. Dalam dakwaan juga terungkap bahwa selama bekerja di rumah Desak Wiratningsih, korban kerap menerima kekerasan dari terdakwa Desak Wiratningsih maupun terdakwa Erick jika membuat kesalahan dalam bekerja. “Kekerasan dilakukan dengan cara menampar, menjambak rambut dan menyeret tubuh korban,” ungkapnya. Dalam dakwaan itu juga terungkap pada Februari 2019, terdakwa Erick diminta oleh Desak Wiratningsih untuk membakar baju yang sedang dipakai oleh Santi Yuni Astutik. Hal itu dilakukan karena terdakwa melihat saksi yang sekaligus korban ini tertidur saat mengasuh bayi. “Selanjutnya terdakwa (Erick - red) menyuruh Santi Yuni Astutik untuk membakar baju yang dipakai Eka Febriyanti dan dengan ketakutan Santi Yuni Astutik membakar baju yang dipakai korban Eka Febriyanti hingga mengakibatkan luka bakar pada lengan kiri,” katanya. Perbuatan terdakwa Erick bersama Desak Made Wiratningsih diatur dan diancam pidana dalam Pasal 44 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Usai pembacaan dakwaan, hakim Wawan menanyakan kepada kedua terdakwa sudah mengerti dengan dakwaan yang dibacakan JPU. Kedua terdakwa yang duduk berdampingan itu langsung menganggukkan kepala tanda paham. “Mengerti,” ujar terdakwa Desak kepada hakim. Hakim pun menyarankan para terdakwa berkoordinasi dengan tiga kuasa hukum mereka. Usai bercakap-cakap dengan kuasa hukum, terdakwa Desak mengajukan eksepsi. Sedangkan terdakwa Erick tidak mengajukan eksepsi. Sidang kemarin langsung ditutup dan dilanjutkan, Selasa (20/8) mendatang. “Agenda pekan depan untuk terdakwa Desak membacakan eksepsi. Sedangkan untuk terdakwa Erick langsung pembuktian,” tandasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
BERKOORDINASI - Terdakwa Desak Made Wiratningsih dan I Kadek Erick Diantara Putra saat berkoordinasi dengan kuasa hukumnya.
Bali Post/kmb35
Perbekel Desa Lebih Ni Wayan Griya Wahyuni mengatakan, Bupati Gianyar I Made Mahayastra telah turun bertemu langsung dengan masyarakat Desa Lebih, Senin (12/8) malam. Kedatangan tersebut untuk menyikapi portes warga setempat yang sampai mendirikan baliho terkait paparan asap TPA Temesi. ‘’Kemarin malam Bapak Bupati datang ke Desa Lebih bertemu masyarakat pukul 20.00 Wita, dan diikuti oleh sekitar 100 warga,’’ ujar Griya Wahyuni, Selasa (13/8) kemarin. Menurut Griya Wahyuni, dalam pertemuan itu warga diminta bersabar serta menurunkan sejumlah baliho yang didirikan sejak beberapa hari lalu. Diakui masalah
ini menjadi penyadaran bagi masyarakat setempat untuk lebih bijak mengelola sampah. Ditambahkan, pihaknya di desa melalui APBDes perubahan telah menganggarkan untuk pelatihan bank sampah dan pengelolaan lingkungan bersih. ‘’Tahun 2020 mendatang, penanganan sampah di desa setempat akan menjadi skala prioritas,’’ katanya. Sementara itu, Pemkab Ganyar kembali menggelar rapat susulan terkait penanganan TPA Temesi di Kantor Bapeda Gianyar, Selasa kemarin. Rapat yang dipimpin Sekdakab Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya diikuti instansi terkait, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Dinas Pol PP dan Damkar, Dinas Kesehatan
serta BPKAD. Wisnu Wijaya mengatakan, meski saat ini 95 persen kebakaran di TPA Temesi sudah bisa ditangani, namun jajarannya tetap diminta siaga apabila titik api kembali turun. Ia juga meminta lima unit pemadam kebakaran tetap disiagakan di TPA Temesi. ‘’Lima persen titik api ini juga berpotensi menjadi 50 persen sampai 75 persen lagi kalau cuacanya tidak mendukung,’’ katanya mengingatkan. Wisnu Wijaya juga meminta kepada OPD terkait untuk melakukan kajian tentang penggunaan anggaran dalam upaya penanganan kejadian tersebut. Apabila kebakaran ini berlangsung lebih lama, maka pemerintah menge-
luarkan status kebencanaan, sehingga bisa menggunakan anggaran kebencanaan. ‘’Saya minta secepatnya, dua hari ini kajian itu sudah selesai. Ini harus gerak cepat tidak boleh lambat ini. Kajian ini sebagai dasar untuk menjalankan anggaran. Jangan sampai salah dalam memanfaatkan anggaran,’’ tegasnya. Wisnu Wijaya menambahkan, kajian dari masingmasing OPD ini nantinya akan dijadikan dasar dalam menentukan status kebencanaan pada daerah yang terdampak dari kebakaran di TPA Temesi. Berdasarkan hasil kajian tersebut, Bupati Gianyar bisa menetapkan status kebencanaan. Karena kejadian ini, tidak hanya tentang kebakaran saja, namun juga dampak yang ditimbulkan akibat kejadian tersebut, baik lingkungan, sosial dan kesehatan. Apabila kebakaran masih terjadi dalam beberapa hari ke depan, maka dalam pekan
ini, status kebencanaan akan segera ditetapkan. Dikatakan, dengan penetapan status itu, pihaknya bisa menentukan langkah penangangan kebakaran di TPA Temesi. ‘’Termasuk untuk meminta kajian Unud, sehingga ke depan kejadian serupa tidak terjadi lagi. Begitu pula kepada petugas kebakaran, akan diagendakan pelatihan untuk lebih meningkatkan kompetensi petugas di lapangan,’’ ujarnya. Wisnu Wijaya mengakui, berdasarkan penjelasan yang dijabarkan oleh petugas pemadam kebakaran, penanganan kebakaran pada tumpukan sampah seperti di TPA Temesi memang lebih sulit dibandingkan penanganan kebakaran biasa. Penanganan kebakaran TPA membutuhkan kompetensi khusus. ‘’Jadi dari kajian Unud itu pula akan menambah kompetensi petugas kita dalam melakukan pemadaman di areal seperti TPA,’’ tegasnya. (kmb35)
Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra pada Workshop ‘‘Strategi Pemasaran dalam Menembus Pasar Digital” di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (13/8) kemarin. Surya Adnyani mengatakan hanya sedikit dari UKM Gianyar memiliki brand atau merek dagang. Padahal brand sangat penting untuk membangun kepercayaan kepada pengguna sebuah produk. “Maka dari itu, kami harapkan para pengusaha memahami jalur pemasaran digital sesuai tujuan dan karakteristik produk yang dimiliki, serta mengetahui trik mendatangkan lebih banyak visitor, follower dan buyer,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali Putri Suastini Koster mewantiwanti dengan adanya kemajuan teknologi, masyarakat Bali juga harus melestarikan produk tradisional Bali agar tidak punah. Contohnya kain songket yang dibuat dengan alat tenun, mesti dilestarikan karena mempunyai nilai seni
yang tinggi. Hal ini disampaikan karena saat ini banyak keluar kain songket hasil print dengan harga yang lebih murah dan berpotensi menghilangkan produk songket hasil tenunan. “Ide kreatif perlu, tapi kalau membuat punah produk asli warisan leluhur kita, maka harus dipikir dulu ide kreatif tersebut,” katanya mengingatkan. Wakil Bupati Gianyar A.A. Gde Mayun yang hadir pada kesempatan itu mengakui jika masalah yang dihadapi mayoritas pelaku UKM di Gianyar adalah kurangnya pemahaman tentang branding sebagai fungsi untuk menjaga keberlanjutan usaha. Mayoritas UKM belum memiliki brand identity seperti kartu nama, brosur, katalog, dan desain produk pada kemasan yang menarik sebagai salah satu sarana pemasaran. “Untuk itu perlu diberi pemahaman bagi pelaku UKM tentang manfaat branding bagi kelanjutan dan pengembangan usaha sehingga mampu mem-brand produk yang dihasilkannya,” ujarnya. (kmb35)
Dekranasda Dorong Perajin Miliki ”Brand”
Bali Post/kmb35
WORKSHOP - Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra saat Workshop ‘‘Strategi Pemasaran dalam Menembus Pasar Digital” di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar, Selasa (13/8) kemarin. Gianyar (Bali Post) Kabupaten Gianyar dikenal kaya akan produk kerajinan, bahkan telah dinobatkan sebagai Kota Kerajinan Dunia. Sayangnya, dalam pemasaran produk tersebut
para perajin masih menggunakan metode manual. Hal ini dikhawatirkan mengancam keberlangsungan usaha mereka. “Masih sedikit pemasaran secara online. Itu pun
hanya melalui media sosial seperti facebook, instagram dan whatsapp. Belum kepada pemasaran online melalui website yang cakupannya jauh lebih luas,” terang Ketua Dekranasda
Cegah Korupsi
KPK RI akan Datangi DPRD Gianyar Gianyar (Bali Post) Pascadilantik beberapa hari lalu, 40 anggota DPRD Gianyar rencananya akan didatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Kamis (15/8) besok. Kedatangan KPK itu guna memberikan pemahaman terkait pencegahan korupsi. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir tercatat sejumlah wakil rakyat asal Bali yang terciduk KPK. Kepala Satgas Kampanye KPK-RI Dony Mariantono mengatakan, kedatangan KPK-RI dalam rangka Road Show Jelajah Negeri Anti Korupsi. Sosialisasi ini akan digelar dalam beberapa hari, dengan menjaring berbagai instansi di Kabupaten Gianyar. Hal ini dilakukan sebagai wujud pencegahan tindakan korupsi. “Sosialisasi terhadap
anggota DPRD Gianyar untuk pembekalan mengenai anti korupsi,” kata Dony Mariantono saat jumpa pers di Kantor Bappeda Gianyar, Selasa (13/8) kemarin. Menurut Dony Mariantono, anggota DPRD Gianyar harus mengetahui terkait batasan mereka dalam bertindak. Terlebih sebagai pejabat publik, kalangan DPRD selama ini dinilai rentan. “Sebagai pejabat publik, mereka harus tahu batasan. Mana ranah korupsi atau bukan,” jelasnya. Melalui pembekalan itu, kata Dony Mariantono, diharapkan DPRD Gianyar yang sudah dilantik dapat mengabdi dengan baik selama lima tahun ke depan. Sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Itu penting cmyk
dilakukan agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar Made Wisnu Wijaya mengatakan, sosialisasi anti korupsi oleh KPK selama beberapa hari di Gianyar juga menyasar seluruh elemen yang ada. Mulai pelajar hingga bendesa pakraman. “Jadi, tidak eksekutif saja. Legislatif juga diberikan pemahaman,” ujarnya. Wisnu Wijaya menambahkan, pemerintah berkomitmen bulat untuk meminimalisasi korupsi di Bali khususnya Gianyar. Upaya menggandeng DPRD, karena legislatif memiliki fungsi sebagai budgeting. “Makanya ini dilakukan supaya bisa dipantau bersama-sama,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
KPK - Suasana jumpa pers dengan KPK-RI di Kantor Bappeda Gianyar, Selasa (13/8) kemarin.
JEMBRANA
10
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Pelantikan DPRD Jembrana 2019-2024 Kenakan Pakaian Adat Bali
Bupati Artha Imbau Laksanakan Tugas dengan Baik RAPAT Paripurna DPRD Kabupaten Jembrana dengan agenda Pengambilan Sumpah/ Janji Anggota DPRD Kabupaten Jembrana Masa Jabatan Tahun 2019-2024 dilaksanakan di Ruang Sidang DPRD Kabupaten Jembrana, Selasa (13/8) kemarin. Pelantikan ke-35 anggota DPRD 2019–2024 tersebut dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup Made Kembang Hartawan, Ketua DPRD 2014–2019 Ketut Sugiasa beserta wakil-wakilnya, anggota Forkopimda Jembrana, pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana, dan masyarakat. Sejumlah prosesi dilaksanakan pada acara Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Jembrana. Diawali upacara majaya–jaya di Pura Niti Praja Pemkab
Jembrana, kemudian pengambilan sumpah dan janji yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Negara Benny Octavianus. Prosesi dilanjutkan dengan prosesi pemasangan PIN anggota dan serah terima palu Ketua DPRD dari Ketua DPRD 2014–2019 Ketut Sugiasa kepada Ketua DPRD sementara Ni Made Sri Sutharmi. Bupati Artha dalam pernyataannya mengucapkan selamat kepada anggota DPRD Jembrana 2019–2024 yang sudah dilantik sekaligus mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Jembrana 2014–2019 yang sudah mengabdikan dirinya demi Jembrana. “Saya berharap anggota DPRD terpilih yang sudah dilantik melaksanakan dengan baik tugas dan
fungsinya sebagai anggota DPRD,” ucapnya. Artha juga mengajak anggota DPRD yang dilantik agar bisa meniru kinerja anggota DPRD sebelumnya yang berjalan baik sekaligus meningkatkannya. Selain itu, Artha berpesan kepada anggota DPRD yang dilantik agar berhati-hati dalam pengelolaan anggaran. “Sesuai dengan arahan KPK agar anggota DPRD berhati-hati dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, sebagai wakil rakyat harus dekat dengan rakyat dan menyerap aspirasi rakyat. Itulah yang harus diperjuangkan demi kesejahteraan rakyat,” imbuhnya. Bupati Artha turut mengapresiasi pelaksanaan pelantikan DPRD Jembrana mengenakan pakaian adat Bali. Ini
sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, yang kemudian ditindaklanjuti dengan Instruksi Gubernur Nomor 2.231 Tahun 2018. Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Artha menyampaikan agar anggota DPRD mengembangkan hubungan yang harmonis dan saling melengkapi dengan Bupati, mengingat hubungan antara pemerintah dan DPRD bersifat kemitraan. Oleh karena itu, kedua lembaga itu hendaknya membangun suatu hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, bukan merupakan lawan atau oposisi. (ad406)
SELAMAT – Bupati I Putu Artha memberikan ucapan selamat kepada anggota DPRD Jembrana 2019-2024 seusai pengucapan sumpah/janji, Selasa (13/8) kemarin.
Pelantikan DPRD
Diwarnai Konvoi Mobil ’’Pick-Up’’ dan Tak Kenakan Pin
Negara (Bali Post) – Pelantikan anggota DPRD Jembrana pada Selasa (13/8) kemarin diwarnai aksi kejutan sejumlah anggota terpilih. Dari pawai naik mobil pick-up hingga tidak mengenakan pin emas. Secara umum, pelantikan yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri (PN) Negara Benny Oktavianus tersebut berjalan lancar.
Bali Post/kmb26
KONVOI - Deretan konvoi mobil pick-up milik masing-masing anggota DPRD Jembrana dari PDI Perjuangan menuju Kantor DPRD Jembrana.
Sopir Tergencet Kendaraan di Kapal
Negara (Bali Post) Seorang sopir kendaraan barang mengalami insiden tergencet kendaraan lain di areal parkir kendaraan dalam kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (13/8) pagi kemarin. Kejadian di KMP Nusa Makmur itu
berawal saat sopir truk DK 9532 GQ dalam posisi parkir. Truk diparkir bersebelahan dan sangat mepet dengan L300 dengan nomor polisi P 9011 QB. Saat itu sopir mobil Mitsubishi L300, Mistari (46) asal Kalipuro, Banyuwangi,
hendak keluar dari mobil. Lantaran terlalu mepet, Mistari tidak bisa keluar. Mengetahui sopir L300 hendak keluar, sopir truk menggeser kendaraannya. Saat truk digeser itulah, korban tiba-tiba membuka pintu L300. Akibatnya, tangan
korban tergencet hingga patah. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Gilimanuk Ketut Aryadana saat dimintai konfirmasinya membenarkan kejadian di dalam KMP Nusa Makmur tersebut. Dari laporan, peristiwa
itu sekitar pukul 06.30 Wita saat kapal bersandar muat kendaraan. Akibat kejadian ini, jari tangan kanan Misari tergencet dan patah. Korban yang merupakan pengguna jasa penyeberangan telah mendapatkan perawatan. (kmb26)
Kejutan di awal sebelum majaya-jaya, belasan anggota DPRD terpilih dari PDI Perjuangan Jembrana datang ke gedung dewan naik mobil pick-up yang jenis dan warnanya (stiker) sama. Mobil bertuliskan ‘’Siap Ngayah untuk Masyarakat dan DPC PDI-P Jembrana’’ tersebut masing-masing milik 18 anggota dari PDI Perjuangan yang terpilih. Dari pengamatan, sejak pagi mereka sudah berkumpul di Kantor DPC PDI-P Jembrana, Jalan Udayana. Puluhan unit kendaraan yang ditumpangi masingmasing anggota DPRD Jembrana itu kemudian konvoi melintasi Jalan Sudirman yang berakhir di Kantor DPRD Jembrana. Anggota terpilih dari PDI-P bersama istri dan suami berdiri di bak belakang berpakaian adat Bali kemeja putih. Ketua DPC PDI-P Jembrana I Made Kembang Hartawan seusai mengantar anggota DPRD yang akan dilantik itu mengatakan, ini sebagai rasa terima kasih kepada masyarakat atas kepercayaan yang diberikan. “Dari awal (pelantikan) kami tunjukkan keseriusan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka sengaja berdiri di bak belakang berpanas-panasan agar siap bekerja keras di bawah terik matahari untuk masyarakat. Ini bagian kecil dari pelayanan kami,” tandasnya. Mobil itu nantinya digunakan untuk ngayah di desa binaan masing-masing
anggota dewan dari PDI-P. “Kalau kurang kami back-up dari DPC,” terang Kembang. Selain 18 pick-up milik anggota DPRD Jembrana, juga ada dua dari Dewan Provinsi terpilih dan lima unit dari DPC PDI-P sehingga total 25 unit mobil pick-up yang mengikuti konvoi. Seusai konvoi, sebagian besar anggota DPRD Jembrana terpilih mengikuti prosesi majaya-jaya dan berlanjut dengan sidang paripurna pengucapan janji/sumpah di Gedung Sidang Utama. Pin Kejutan lain terjadi saat pelantikan. Ke-35 anggota DPRD Jembrana mengenakan pakaian adat Bali (udeng dan kebaya), namun ada yang tidak mengenakan pin emas. Pin emas 22 karat yang merupakan hak anggota DPRD itu semestinya dikenakan saat pelantikan. Pin emas berikut pakaian kerja tersebut dibagikan oleh Sekretariat DPRD saat geladi bersih pelantikan, Senin (12/8) lalu. Salah satu anggota DPRD, Ni Wayan Wirti, yang mengenakan kebaya, tidak memakai pin tersebut. Anggota DPRD Dapil Pekutatan ini ketika ditanya wartawan hanya tersenyum. Rapat paripurna dibuka Ketua DPRD Jembrana periode sebelumnya I Ketut Sugiasa. Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan dua pimpinan DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi dan I Wayan Suardika. (kmb26)
Bangkitkan Jembrana Kabupaten Udang
Politeknik KP Jembrana Kembangkan Busmetik dan Butamira
POLITEKNIK Kelautan dan Perikanan (KP) Jembrana di Pengambengan mengembangkan Tambak Udang Budi Daya Udang Skala Mini Empang Plastik (Busmetik) dan pengenalan Budi Daya Tambak Udang Mini Skala Rumah Tangga (Butamira). Panen perdana Busmetik di Tambak Politeknik KP Pengambengan belum lama ini dihadiri Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sjarief Widjaja, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto, dan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Busmetik dan Butamira merupakan teknologi budi daya udang pengembangan Sekolah Tinggi Perikanan Serang yang diujicobakan di Pengambengan. Tambak jenis baru tersebut tidak membutuhkan lahan luas (600–1.000 m2 pada Busmetik dan hanya 100 m2 pada Butamira) seperti tambak konvensional umumnya. Keduanya dapat dilakukan pada semua jenis tanah, risiko serangan penyakit udang minim, dan tidak menggunakan antibiotika sehingga tidak merusak ekosistem. Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja
mengatakan, kampus Poltek KP berada di Kabupaten Jembrana, sehingga KKP berharap kampus ini juga milik Kabupaten Jembrana. Ia minta masyarakat mulai diajak mencoba model tambak Butamira dan Busmetik. Syarif meyakini jika masyarakat memakai model tambak Butamira dan Busmetik, Jembrana kembali menjadi sentra udang terbesar di Bali. “Tambak–tambak yang terbengkalai di sekitaran Kampus KKP bisa dikerjasamakan dengan kami. Taruna bisa masuk ke sana untuk memulai mendorong Kabupaten Jembrana menjadi penghasil udang terbesar di Bali,” ujarnya. Koordinator Politeknik Kelautan Jembrana I Gusti Putu Gede Rumayasa menyatakan, sebagai tindak lanjut Politeknik KP Jembrana akan membentuk tim teknis bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kabupaten Jembrana (penyuluh di lapangan). Selanjutnya membuat program di empat desa melibatkan penyuluh atau pembudidaya untuk penerapan program, mulai dari persiapan lahan, sumber air, hingga bahan baku tempat budidaya. “Kegiatan kami melalui pengabdian masyarakat. Sesuai arahan Ibu Menteri, setiap PT Ke-
lautan harus punya desa binaan mitranya, sehingga program pusat dan pemerintah daerah berjalan nyambung,” ungkap pejabat asal Tabanan ini. Di era tahun 80-an hingga 90-an, Jembrana dikenal sebagai sentra peternakan udang yang besar di beberapa daerah seperti Budeng, Kombading Pengambengan, dan Lelateng. Namun, akibat berbagai faktor, antara lain serangan penyakit dan kualitas lingkungan yang menurun, banyak tambak udang yang berada di daerah tersebut akhirnya tutup dan terbengkalai. Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan juga s angat ant us i as dengan panen tersebut. Ia pun berkeinginan membangkitkan kejayaan sentra udang di Jembrana. “Saya melihat ini luar biasa, ini merupakan teknologi baru. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas uji coba ini. Saya akan terus suport keberadaan Politeknik. Harapan saya, bagaimana tambak udang yang terbengkalai, yang dulu jaya, bisa bangkit. Dengan memanfaatkan lahan tidak begitu luas, namun hasilnya luar biasa,” ucapnya. Kembang menambahkan, Politeknik KP Jembrana merupakan harapan bagi
masyarakat di Jembrana. “Saya sangat berharap teknologi Busmetik dan Butamira bisa dipraktikkan oleh para taruna dengan masyarakat, untuk membangkitkan kembali kejayaan peternakan udang di era 80–90-an. Selain itu, ke depan setelah program
infrastruktur di desa usai, dananya diputar ke pemberdayaan seperti tambak udang di Politeknik Kelautan dan Perikanan,” imbuhnya. Panen udang vaname di tambak Kampus Politeknik KP Jembrana dirangkai dengan Entrepreneurship Festival serta Temu Wicara Budi
Daya Tambak Busmetik dan Butamira. Sejumlah pelaku tambak udang menyambut baik adanya teknologi tersebut. I Nyoman Darna, pembudi daya udang di Budeng, mengaku baru kali ini melihat panen udang yang melimpah seperti kejayaan tambak
u d a n g t e r d a h u l u. “ S a y a merasa merinding dan berharap inovasi ini bisa membangkitkan kembali kejayaan tambak udang di Jembrana. Saya juga berharap Pemkab Jembrana bisa menganggarkan bantuan bagi peternak udang dengan teknologi baru ini,” sebutnya. (ad407)
PANEN - Kepala Badan Riset dan SDM KKP Sjarief Widjaja, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan Bambang Suprakto, dan Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan saat panen udang vaname di Kampus Politeknik KP Jembrana beberapa waktu.
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Karangasem
11 Jaga Ekosistem
Di Laut Tulamben Ditanam Puluhan Terumbu Karang
Bali Post/kmb41
TERUMBU KARANG - Penanaman puluhan bibit terumbu karang di dasar laut Tulamben untuk menyelamatkan ekosistem biota di bawah laut.
Komang Sarjana, Warga Miskin Asal Abang
Tidur di Gubuk Reot Makan dari Kerabat
WARGA Karangasem yang berada di bawah garis kemiskinan masih cukup banyak. Salah satunya I Komang Sarjana asal Banjar Abang Kaler, Desa Abang. Pria usia 50 tahun itu tinggal digubuk reot sendirian. Untuk makan sehari-hari sering meminta dari para kerabatnya. Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan gubuk yang ditempatinya kurang memadai. Gubuk itu hanya berdinding gedek. Atap gubuknya mempergunakan seng. Bahkan, kondisi atapnya sudah mulai bolong-bolong, sehingga harus ditutupi kaping agar saat turun hujan, air tidak merembes. Tempat tidurnya tidak ada kasurnya. Ia tidur hanya beralaskan tikar seadanya. Kadus Banjar Abang Kal-
er, I Ketut Madiasta, menuturkan, Komang Sarjana itu sudah dua tahun tinggal di gubuk reot itu. Sebelumnya sempat menumpang di gubuk tempat neneknya. Tetapi, karena tidak enak menumpang, makanya Sarjana memilih tinggal di gubuk reot itu sendirian. “Bapaknya sudah meninggal. Namun, ibunya masih hidup. Hanya, ibunya kembali ke rumah asalnya pascasuaminya meninggal. Status dirinya numpang di rumah neneknya. Sehingga KK-nya masih bersama dengan neneknya,” ujarnya. Lahan yang dipergunakan membangun gubuk itu kata Madiasta, bukan miliknya, melainkan meminjam tempat milik warga. Sebab dirinya tidak memiliki lahan untuk membangun gubuk itu. Nantinya, kalau ada
Bali Post/kmb41
TINGGAL DI GUBUK - Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana, saat berbincang-bincang dengan warga miskin I Komang Sarjana yang tinggal di gubuk reot.
bantuan bedah rumah, jadi masih meminjam lahan di lokasi yang ditempati saat ini. “Pemilik tanah sementara mengizinkan Sarjana meminjam lahan itu selama masih hidup,” katanya. Untuk keperluan seharihari, kadang-kadang meminta pada kerabatnya. Ia tidak memiliki pekerjaan memadai. Hanya menyabit rumput. Seekor sapi yang dimiliki itu merupakan sapi dari upaya ngadas (milik orang lain - red). “Waktu ini, sempat dapat bantuan sembako dari yayasan. Bantuan yang didapat baru sekali itu saja,” tandasnya. Perbekel Desa Abang, I Nyoman Sutirtayana, menjela ska n, kond isi g ub uk yang ditempati Sarjana itu memang jauh dari layak. Atap yang berbahan seng itu sudah bolong-bolong. Ketika turun hujan dipastikan air masuk ke dalam. “Selama ini yang mendapatkan bantuan Penerima Keluarga Harapan (PKH) yakni neneknya. Sarjana masih masuk di KK neneknya. Jadi, kalau ada bantuan pasti ke neneknya itu,” katanya. Sutirtayana menambahkan, pihaknya akan memfasilitasi agar warganya itu bisa mendapatkan bantuan mandiri. Tapi, bila ingin mendapatkan bantuan itu maka Sarjana mau tidak mau harus membuat KK baru dan tidak bergabung dengan neneknya. “Kita akan fasilitasi sehingga Sarjana bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk dapat bantuan mandiri,” harap Sutirtayana. (nan)
Amlapura (Bali Post) Berbagai upaya dilakukan untuk menjaga ekosistem habitat di bawah laut agar tidak punah. Salah satunya dengan cara penanaman puluhan terumbu karang di dasar laut Tulamben, Kubu, Karangasem. Kepala Resort KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja mengungkapkan, ada sekitar 60 bibit terumbu karang ditanam di dasar laut Tulamben itu. Penanaman terumbu karang dari KSDA itu bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan kelompok pembudi daya karang hias nusantara Denpasar. “Penanaman terumbu karang itu menggunakan kapal selam dilakukan pada kedalaman sekitar 10-14 meter. Masing-masing terumbu karang ini diikat dengan beton yang sudah disiapkan di dasar laut,” ungkapnya. Suteja menambahkan, penanaman terumbu karang ini dilakukan untuk dapat menyelamatkan ekosistem laut dari kerusakan akibat ulah manusia dan bisa juga disebabkan oleh bencana alam. Dengan penanaman terumbu karang ini diharapkan, masyarakat ikut menjaga kelestarian bawah laut. Sebab, terumbu karang ini merupakan
hewan yang permisif sangat sensitif dengan perubahan alam dan aktivitas manusia. Karena itu, pembibitan dan penanamannya harus dilakukan di habitat aslinya. “Terumbu karang ini juga dapat berfungsi sebagai penahan abrasi pantai yang diakibatkan gelombang tinggi dan ombak laut,” katanya. Kepala Dinas Pariwisata Karangasem I Ketut Sedana Merta menjelaskan, penanaman terumbu karang itu sebagai langkah pelestarian terumbu karang dengan cara pencangkokan di dalam laut. Keberadaan terumbu karang itu dipercaya akan membuat banyak ikan hias berdatangan. Hal ini diyakini mampu menarik minat para wisatawan. Penghobi berat menyelam alias diving itu sangat antusias dengan warna-warni keindahan bawah laut. “Ikon laut Tulamben adalah diving. Karena itu, mau tidak mau keindahan di bawah laut itu harus dijaga dan dikembangkan untuk tujuan pariwisata. Dengan pelestarian terumbu karang itu, maka biota laut itu dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, juga bisa meminimalisir bahkan mencegah terjadinya abrasi pantai,” katanya. (kmb41)
Empat Pimpinan OPD Kosong
Sebelum Definitif Dipercayakan pada Plt. Amlapura (Bali Post) Pascaditinggal pensiun, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lingkungan Pemkab Karangasem kosong. Saat ini bahkan sudah ada empat pimpinan OPD yang kosong. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Karangasem Gusti Gede Rinceg mengungkapkan hal itu, Selasa (13/8) kemarin. Menurutnya, keempat pimpinan OPD yang kosong itu bukan karena ada masalah krusial, melaikan yang bersangkutan sudah purnatugas alias ditinggal pensiun. Selain itu, juga ada yang terkena mutasi. Tercatat, empat OPD yang kosong itu yakni Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda), dan Staf Ahli. “Malah kekoson-
gan jabatan kepala OPD itu sudah terjadi sejak Mei lalu. Namun, ada juga yang kosong belum lama yakni sejak Juli,” ujarnya. Rinceg menambahkan untuk mengisi kekosongan itu, maka sementara pihaknya menunjuk pelaksana tugas (plt.) Plt. itu diberikan kewenangan hingga penunjukan pejabat definitif itu sudah ditentukan. Untuk Pelaksana Tugas (Plt.) Dinas Perindusterian dan Perdagangan dijabat Ni Made Santikawati selaku Asisten
III Pemda Karangasem. Plt. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dipercayakan kepada Made Suama yang saat ini menjabat asisten II. Sedangkan staf ahli posisinya masih dikosongkan. Untuk jabatan Kepala Bapelitbangda sementara pelaksana tugaskannya adalah I Nyoman Siki Ngurah yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Bapelitbangda. “Upaya itu dilakukan supaya roda manajemen pemerintahan tetap berjalan lancar. Organisasi pemerin-
tah itu tidak boleh mandek. Karena itu, plt itu diberikan kewenangan agar pada manajerial kepemimpinan lembaga itu tidak ada hambatan berarti,” tegas Rinceg. Dia menjelaskan, untuk pimpinan OPD yang kosong, rencananya akan dilelang. Lelang jabatan ini, jelas Rinceg akan segera dikoordinasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara. “Lelang jabatan pimpinan tertinggi bersifat promosi. Peserta lelang yang boleh ikut yakni pejabat eselon III A, yang ingin promosi menjadi eselon II B. Pejabat fungsional juga diperbolehkan mengikuti lelang. Hanya, kita belum bisa memastikan kapan lelang itu akan dilakukan,” jelas Rinceg. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Puluhan anak telantar masih terdapat di Kabupaten Karangasem. Mayoritas anak-anak itu telantar tanpa memiliki orangtua kandung setelah ditinggal meninggal. Pengasuhan saat ini selain di panti asuhan juga diasuh keluarga terdekat mereka. Kasi Anak Telantar dan Lanjut Usia Dinas Sosial Karangasem I Dewa Agung Ayu Dewi mengungkapkan Senin (12/8) lalu, kasus anak telantar di Karangas-
em memang cukup banyak. Sejatinya tidak hanya di Karangasem, kasus anak telantar itu juga ada di kabupten/kota di Bali. “Untuk di Karangasem sendiri, jumlah anak telantar tidak terlalu tinggi. Kalau dilihat jumlahnya mencapai 60 orang,” ujarnya. Ayu Dewi menambahkan, anak yang telantar ini tidak memiliki orangtua. Pasalnya, orangtua kandung mereka sudah meninggal dunia. Saat ini, anak-anak yang telantar itu diasuh
keluarga dan ada juga di panti asuhan. “Ada pamannya yang mengasuh anak-anak itu mengganti peran orangtua mereka. Beberapa anak juga ada di panti asuhan. Karena mereka masih membutuhkan pengasuhan,” katanya. Dia menambahkan, selama ini, pihaknya telah melakukan berbagai terobosan guna memerhatikan anak-anak telantar itu. Setiap tahun, pihaknya menyalurkan bantuan ke-
pada anak-anak telantar itu. Seperti memberikan peralatan sekolah termasuk paket sembako. “Bantuan yang kita berikan tidak serentak, melainkan diberikan bergiliran. Sebab, anggaran yang digelontorkan itu masih kecil. Jadi, kita berikan bantuan menyesuaikan dengan anggaran yang ada. Kita harap, ke depannya anggaran yang diberikan untuk program itu bisa lebih ditingkatkan,” harapnya. (kmb41)
Pemkab Bantu Peralatan Sekolah Anak Telantar
Hilangkan Kepunahan, Digelar Tradisi ’’Local Genius Mebat’’
Berbagai kegiatan dilakukan masyarakat untuk menyemarakkan HUT ke-74 RI. Apa yang dilakukan Camat Karangasem berbeda dengan pihak lainnya. Camat Cokorda Alit Surya Prabawa menonjolkan lomba yang diangkat dari local genius masyarakat Bali yakni mebat, dan dijadikan momen penting terkait peringatan HUT RI itu. Baginya, mebat merupakan tradisi kuno dan sangat unik. Karena itu, perlu diberikan ruang spesifik agar tradisi itu tidak punah. Lalu, nilai-nilai apakah yang diperoleh melalui lomba mebat yang dikaitkan dengan peringatan HUT RI tahun ini? CAMAT Karangasem Cokkorda Alit Surya Prabawa yang dikonfirmasi Selasa (13/8) kemarin, mengungkapkan, lomba mebat (mengolah masakan khas Bali - red) itu sebetulnya sudah dilakukan sebanyak dua kali sejak tahun lalu dan pada HUT RI tahun ini. Lomba mebat itu mengundang atensi warga. Karena itu, jumlah partisipasi cukup banyak. Tercatat tiga belas regu ambil bagian mulai kelurahan, organisasi desa BUMDes dan organisasi lainnya. Penilaian lomba mebat itu dengan beberapa parameter. Bukan saja bagaimana tampilan lawar itu menjadi item penilaian, juga rasa, kebersihan, kekompakan tim, dan kreasi serta inovasi-inovasi yang diciptakan.
‘’Lomba mebat itu dinilai tiga juri yang diambil dari ICA (Indonesia Chef Association) Karanagsem,” ujarnya. Cok Alit Surya Prabawa menambahkan, kegiatan lomba mebat ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Lomba itu bukan saja sebagai media memperingati HUT RI, juga sebagai upaya menjaga tradisi Bali. Sudah pasti dalam hal mengolah masakan Bali berupa olahan gibungan atau mebat dengan lawarnya. “Banyak manfaat yang dapat dipetik dari aktivitas lomba mebat ini. Lewat lomba mebat ini, kami percaya dapat juga memupuk rasa kebersamaan antarwarga Karangasem,” jelas Prabawa.
Sekretaris Kecamatan Karangasem Ida Bagus Eka Ananta Wijaya menambahkan, lomba mengolah makanan dan sayuran khas Bali ini dipercaya mendorong warga mencintai tradisinya. Sebab tanpa ada rasa cinta, generasi muda akan sulit menyesuaikan diri dengan karakteristik kekhasan pengolahan makanan dengan cara mebat itu di Karangasem khususnya. Contohnya, untuk jenis olahan lawar yang menggunakan daun jepun atau kemboja itu ternyata olahan khas dari Kelurahan Karangasem. Sedangkan, lawar kecai menjadi unggulan Kelurahan Padangkerta. Ada lagi olahan lawar dari buah naga berasal dari Desa Bugbug. (nan)
LOMBA MEBAT - Warga saat mengikuti lomba mebat untuk memperingati HUT ke-74 RI.
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Pemkab Klungkung ’’Nedunang Karya Pujawali Aci Pangenteg Jagat’’ di Pura Gelap Besakih BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Ny. Ayu Suwirta didampingi Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta berserta Ny. Sri Kasta menghadiri prosesi Nedunang Ida Batara serangkaian Karya Pujawali Aci Pangenteg Jagat di Pura Gelap, Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Selasa (13/8) kemarin. Turut Hadir mengikuti prosesi tersebut Ke-
pala OPD Pemkab Klungkung, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung, WHDI Kabupaten Klungkung, serta sejumlah tokoh masyarakat Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, ritual ini sebagai wujud bakti umat ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai penguasa alam semesta yang beristana di Pura Gelap yang
PURA GELAP BESAKIH - Bupati dan Wakil Bupati Klungkung bersama OPD terkait usai prosesi Nedunang Ida Batara serangkaian Karya Pujawali Aci Pangenteg Jagat di Pura Gelap, Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem, Selasa (13/8) kemarin.
ditujukan untuk menjaga keseimbangan alam. Melalui pelaksanaan upacara pada setiap Purnama Sasih Karo ini, diharapkan mampu menjaga keseimbangan Jagat Bali dan memohon anugerah-Nya. “Melalui upacara ini kami memohon keselamatan dan keseimbangan alam beserta isinya,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, Prawartaka Karya Dewa Soma menyampaikan, Karya Aci Pangenteg Jagat ini diawali prosesi Nedunang. Pada Buda Umanis Medangsia, 14 Agustus dilakukan prosesi Mapepada Wewalungan. Wraspati Paing Medangsia, 15 Agustus Purnama Karo merupakan
Puncak Karya Pujawali Aci Pangenteg Jagat. “Upacara Karya Pujawali Aci Pangenteg Jagat merupakan upacara rutin yang dilaksanakan Pemkab Klungkung yang jatuh pada Purnama Sasih Karo. Upacara ini akan di-sineb pada Redite Kliwon Pujut, tanggal 18 Agustus 2019 mendatang,” jelas Dewa Soma. Prosesi ini di-puput Jero Mangku Putu, pamucuk di Pura Gelap yang diawali dengan Nedunang Pralingga Ida Batara dilanjutkan dengan mapurwadaksina tiga kali memutar mengikuti arah jarum jam, dan ngaturang pamendak. (ad413)
Demokrat Merapat ke Hanura Gerindra Sendirian di Parlemen Semarapura (Bali Post) Teka-teki ke mana Partai Demokrat akan merapat dalam peta kekuatan legislatif, akhirnya terjawab. Partai besutan SBY ini telah memutuskan secara lisan untuk bergabung dengan Fraksi Hanura. Ini membuat situasi politik di legislatif Klungkung begitu timpang. Sebab, Fraksi Hanura sejak awal sudah memutuskan seiring sejalan dengan koalisi besar yang digalang Fraksi PDI-P, Fraksi NasDem, dan Fraksi Golkar. Perihal bergabungnya Partai Demokrat ke Hanura, dibenarkan Sekretaris Hanura Klungkung Wayan Buda Parwata, Selasa (13/8) kemarin. Bergabungnya Partai Demokrat ke Fraksi Hanura membuat Fraksi Hanura kian gemuk. Sebab, sebelumnya, Partai Perindo dan PKPI sudah memutuskan untuk bergabung dengan Hanura.
Ini akan membuat Fraksi Hanura makin percara diri duduk di parlemen menatap legislatif periode 2019-2024. “Kami sudah dua kali bertemu kubu Demokrat. Secara lisan sudah disampaikan ingin merapat ke Hanura,” kata politisi asal Desa Timuhun ini. Buda Parwata mengaku intens bertemu dan berdiskusi dengan Ketua DPC Partai Demokrat Gde Artison Andawara. Pertemuan dilakukan setelah rapat dengan partai koalisi Jokowi-Ma’ruf di rumah makan Nirmala, Dusun Lepang, Banjarangkan, belum lama ini. Di sanalah koalisi besar dibangun PDI-P, untuk menggalang kekuatan dalam persaingan di internal dewan dengan meninggalkan kompetitornya, yakni Partai Gerindra yang sebelumnya berkuasa selama lima tahun. “Demokrat mantap bergabung dengan Hanura setelah adanya pertemuan partai koalisi Jokowi itu. Kami masih menunggu sikap resminya,” tegasnya. Partai Demokrat mau bergabung ke Fraksi Hanura karena sudah tidak bisa membentuk fraksi sendiri. Karena untuk bisa membentuk fraksi, minimal harus meraih tiga kursi. Sementara Partai Demokrat dalam pileg tahun ini hanya meraih dua kursi, dari dapil Kecamatan Nusa Penida dan dapil Kecamatan Banjarangkan. Buda Parwata mengaku menerima Demokrat, karena sejak awal membuka pintu lebar bagi semua parpol untuk bergabung. Mengenai sikap resmi Demokrat, Artison Andarawata belum bisa dimintai konfirmasi. Sementara, ditanya mengenai apakah ada deal politik atas bergabungnya Demokrat ke Fraksi Hanura, khususnya dalam pembagian AKD (Alat Kelengkapan Dewan), Buda Parwata menegaskan sejauh ini belum sampai sejauh itu. Namun, sebagaimana hasil pertemuan dengan internal partai, Hanura sudah menunjuk Sri Handayani sebagai Ketua Fraksi Hanura. Terlebih, sikap Demokrat ini belum dilengkapi dengan sikap secara resmi dari induk partai. (kmb31)
Tertangkap Saat Pesta SS Orangtua Sebut Anaknya Korban Semarapura (Bali Post) Terungkapnya kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu (SS) yang melibatkan anak pejabat dan anak anggota dewan terpilih oleh Sat. Resnarkoba Polres Klungkung, mengagetkan masyarakat. Bahkan, kedua orangtua dari tiga pelaku yang tertangkap, amat terpukul dengan kasus ini. Seperti diungkapkan orangtua dari Dewa Alit Krisna Meranggi (18), I Dewa Putu Astrawan (45), Selasa (13/8) kemarin. Ia sangat menyesali apa yang dialami anaknya. Namun, dia menegaskan anaknya hanyalah korban. Saat ditemui di rumahnya, Astrawan mengaku tidak menyangka anak bungsunya itu terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Namun, karena sudah menjadi atensi aparat penegak hukum, dia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasusnya pada Sat. Resnarkoba agar anaknya memperoleh keadilan. “Anak saya hanyalah korban. Saya tidak ingin anak saya dipenjara, tetapi dapat direhabilitasi, sehingga bisa terbebas dari pengaruh narkoba,” katanya. Ia menyatakan prihatin terhadap nasib pendidikan anaknya. Sebab, saat ini masih duduk di kelas XII SMA. Selama di rumah pun, anaknya tampak biasa-biasa saja. Tidak pernah ada gelagat salah pergaulan menjadi pengguna narkoba, apalagi menjadi pengedar, seperti kecurigaan banyak orang. Ini lantaran ditemukan sejumlah barang bukti yang mengisyaratkan itu di tempat kos, lokasi penggerebekan CMYK
bersama dua temannya. Kejadian ini membuat kedua orangtuanya merasa kaget dan terpukul. Astrawan akhirnya mengakui kalau Dewa Alit sejak liburan sekolah ini kerap keluar rumah. Sebagai orangtua, ia tentu tidak bisa mengawasi selama 24 jam. Apalagi selama ini dirinya sangat percaya dengan anak, sehingga tidak mau membatasi pergaulannya. Astrawan berharap semua pihak bisa mengerti situasi yang dialami anaknya. Ia tidak mau anaknya larut dalam persoalan lantaran mendapat tekanan dari publik, perma-
salahan ini menjadi pembicaraan masyarakat, dan viral di media sosial. Ia berharap proses hukum serta pemberitaan media massa dan media sosial tidak memengaruhi psikologis anaknya. Terlebih dia masih tercatat sebagai siswa SMA, yang masa depannya masih panjang. “Anak saya sesungguhnya belum tahu apa-apa. Semoga proses hukum ini tidak mengganggu psikologisnya. Dia masih kecil, dan masa depannya masih panjang. Saya tidak melihat anak saya sebagai pelaku, tetapi hanyalah korban,” tegasnya. (kmb31)
BERCOCOK TANAM - Petani saat bercocok tanam di wilayah Kecamatan Banjarangkan.
Bali Post/kmb31
Program Bima Juara Serapan Gabah Baru Delapan Persen
Semarapura (Bali Post) -
Serapan gabah dalam program Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah) masih rendah. Program yang dapat penghargaan pusat sebagai inovasi di bidang pertanian ini, serapan gabahnya baru bisa mencapai 8 persen. Untuk meningkatkan serapan gabah secara bertahap, Dinas Pertanian Klungkung menambah kerja sama dengan dua KUD. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida, Selasa (13/8) kemarin, mengatakan, dua KUD yang siap bekerja sama adalah KUD Bakas dan KUD Aan. Ini akan menambah tiga KUD yang sudah bekerja sama sebelumnya dengan pemerintah daerah. Penambahan dua KUD ini sudah dianggarkan di APBD Perubahan 2019 senilai Rp 2,5 miliar. “Tahun ini KUD harus melengkapi sarananya dulu. Setelah itu, baru dioperasikan. Rencananya, tahun depan sudah siap beroperasi,” ujarnya. KUD perlu ditambah un-
tuk meningkatkan serapan produksi gabah. Kapasitas serapan gabah petani ke KUD juga dapat meningkat dalam program Bima Juara ini. “Setidaknya setiap kecamatan, ada tiga atau empat KUD yang terlibat langsung,” kata Juanida. Menurut mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Klungkung ini, pemerintah daerah baru menjalin kerja sama dalam program ini dengan tiga KUD di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Dawan, Klungkung, dan Banjarangkan. Dengan perluasan program Bima Juara, dia yakin
program ini akan memberi dampak lebih besar kepada mayoritas petani, sebagai sasaran utama mewujudkan kesejahteraan mereka. Ke depannya, Dinas Pertanian Klungkung ingin semua hasil pertanian di Kabupaten Klungkung bisa digarap oleh KUD. Tetapi disadari ini harus dilakukan secara bertahap, sejalan dengan langkah Bupati Klungkung dalam kebijakan pemerintah daerah. Inovasi harus terus dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat, khususnya kalangan petani. “Kalau setiap desa ada KUD-nya, kan san-
gat bagus,” ujarnya. Dikatakannya, saat ini baru Desa Takmung yang mempunyai sistem sendiri. Mulai dari memproduksi gabah, hingga memprosesnya menjadi beras yang siap jual. Selain menambah jumlah KUD, salah satu wujud penyempurnaan lainnya dari program ini adalah mengubah komitmen petani. Jadi, ketika padi menguning, melakukan sendiri proses penebasan gabah dan menjualnya sendiri ke KUD, sehingga petani memperoleh harga pasar. Bukan menyerahkan padi atau gabahnya langsung kepada calo, kemudian calo baru menjualnya ke KUD. Dengan rata-rata garapan lahan petani mencapai 30 are, bila menjual langsung ke KUD, tentu hasilnya jauh berbeda dibandingkan kembali menggunakan jasa calo. (kmb31)
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dibutuhkan 2 Orang Tenaga Pengiriman Min SLTA Umur Max 35Th+1Cleaning Service Lamaran Langsung ke Perum Padang Lestari Blok O/4 Padang Sambian Hub:085934243382/081337584253
B.BP.001.08.19.0000387
Dicari PRT, untu k Batubulan Rumah/Vila pribadi 08123806901
Dcr Sopir SIM A+Tng pria u/tk Bgn Jl.Ratna No.9 Dps (227831)
Dcr Pelaksana Proyek Hub. 0361-8444275/081236850477
DIJUAL MOBIL CHEVROLET
DIJUAL TANAH
KONTRAKTOR
Dcr Tukang Masak,single.Kirim Lam.ke Jl.Merdeka (Warung AR)
Dibutuhkan Staff Therapis di Jl. Anoman 1 Ubud WA.081237708855
Chevrolet Orlando LT Automatic Putih Tahun 2016 Kondisi Mulus Harga 224Jt.Hub:081338818910
Tnh 32A Ubud Tepisungai,32A Sawangan viewLaut, 24A Uluwatu AreaakomodasiWisata0811395806
AdtyaDesignBngun/RenovR.Tinggal Vila Ruko IMB 081237911954
Cari Admin wnt min.SMA bisa computer,082147005217.Renon
Dicari karyawan,STM Bangunan & Tehnik Mesin.Untuk ditempatkan di Hotel.Lamaran di tujukan ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon Denpasar, Telp.0361 228667
Dcr Kolektor(Banyak)u/KSU.SSSA Hub:081338097333/083846303588
Dibutuhkan segera: D3 Gizi,D3 Rekam Medis,D3 Farmasi,S1 Apoteker,Dokter Umum,SMK Farmasi, Cleaning Service. Lamaran bisa dikirimkan ke RSU Bintang,Jln. Ngurah Rai No.10 Semarapura
Dicr PRT Rajin,Tinggal Dalam Gj. 1,4 H:081236389645/Pribadi
Innova 2013,Matic,Putih, mulus tangan 1,DK Dps Hub.0811395806
B.BP.004.08.19.0000395
B.BP.004.08.19.0000401
B.BP.001.08.19.0000290
Dcr Tng AO Kredit Pnglmn Laki2 Max35Th.Lam ke PT.BPR Suadana Jl.Ry Celuk Sukawati.Tl:297837 B.BP.001.08.19.0000378
B.BP.001.08.19.0000379
B.BP.001.08.19.0000391
BIRO JASA
SERVICE
B.BP.001.08.19.0000384
B.BP.004.08.19.0000362
B.BP.001.08.19.0000361
B.BP.165.08.19.0000397
Dicari Admin Wanita yang Menguasai Akuntansi. Hubungi:0361-462902(Jam kerja)
B.BP.001.08.19.0000358
B.BP.004.08.19.0000297
B.BP.001.08.19.0000386
Pngawas Proyek SIM A,Sopir Jl. Tunjung Biru No.8 T.0361461080 B.BP.001.08.19.0000385
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
B.BP.001.08.19.0000381
RUPA-RUPA
G.01
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
BIRO JASA
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Art Gallery in Seminyak looking for Sales Girl ; experienced, honest, good English. Whatsap/Call Maya : 081337271872
Dcr Segera Tukang Masak yang Bisa Masak Masakan Chinesse, Seafood & Makanan Indonesia Hub.Ambermoon Warung,Alamat: Jl.Camplung Tanduk No.103 F No Hp:087777588999 / email: handayanimurni006@gmail.com
B.BP.001.08.19.0000405
Administrasi & Gudang,Bawa Srt Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77
Informasi pasang iklan Telepon
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
KURSUS
B.BP.001.08.19.0000380 TOYOTA
B.BP.001.08.19.0000399
PROPERTY
PROPERTY
B.BP.001.08.19.0000400
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh LT 1,5A Alamanda Residence 3KT/FulFur,G.Karunia 4.Br .Cica Abianbase,Kapal.H:087861366610 B.BP.001.08.19.0000376
PROPERTY
B.BP.166.08.19.0000407
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
B.BP.001.08.19.0000059
KEHILANGAN Hlg Sertifikat Tnh No.HM00151Dangin Puri An.I Wayan Darsana B.BP.001.08.19.0000394
DIJUAL TANAH
PROPERTY
Dijual tanah 5 are, 375 jt/are Kulibul Kangin Hub : 082146556662 / 087862488588
DIJUAL RUKO
KURSUS
Jual/Sewa Ruko 2Lt di Cokroaminoto 460 dkt McD 087856227779
LesPrivatPG,TK,SD,SMP,SBMPTN SMA,Baca Iqro’ 081.246.211.379
B.BP.033.08.19.0000402
B.BP.001.08.19.0000377
B.BP.004.08.19.0000298
BANGLI
14
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
Diduga Korban Tabrak Lari
Semetri Ditemukan Tewas di Got Bangli (Bali Post) –
Seorang perempuan ditemukan tewas tergeletak di got depan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kayuambua, Susut, Selasa (13/8) pagi. Wanita yang diketahui bernama Ni Wayan Semetri (60) asal Banjar Kayuambua, Desa Tiga, tersebut diduga meninggal karena tabrak lari.
LOKASI - Petugas kepolisian mendatangi lokasi tempat korban ditemukan tewas.
Bali Post/ist
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, korban pertamakali ditemukan sekitar pukul 06.30 Wita oleh salah seorang warga setempat. Saat itu, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal tergeletak di got. Korban diduga merupakan korban tabrak lari. Sebab sebelum korban ditemukan, pada Senin (12/8) sekitar pukul 19.30, dua orang warga sempat menolong seorang pengendara motor yang terjatuh di depan SKB Kayuambua, tak jauh dari lokasi korban ditemukan. Saat itu pengendara motor yang mengaku berasal dari Klungkung tersebut, datang dari arah
SOSOK
Apel HUT Ke-74 RI
Bupati Kenakan Payas Agung dengan keras. Sehingga saat apel puncak peringatan hari Kemerdekaan ke-74 nanti, bisa menampilkan yang terbaik. Menurutnya, anggota Paskibraka merupakan pemuda pemudi pilihan terbaik yang mendapatkan kehormatan dan kepercayaan begitu tinggi untuk mengemban tugas mulia. “Saya minta kesempatan yang baik ini jangan sampai disia-siakan, karena setelah tanggal 17 Agustus, anggota Paskibraka ini akan tercatat sebagai bagian sejarah dari peringatan HUT RI ke-74 di Kabupaten Bangli,” pintanya. Ia juga mengingatkan, setelah melaksanakan tugas pada 17 Agustus nanti, bukan berarti tugas Paskibraka ini sudah selesai. Ada tugas yang tidak kalah penting harus dilakukan, yakni menjadi duta pemuda-pemudi di masing-masing sekolah asal dan lingkungan sekitarnya. Diharapkan, anggota paskibraka Bangli bisa mengajak teman-temannya ikut menjadi kader benteng pertahanan negara. Apalagi saat ini, narkoba dan pergaulan bebas sudah masuk ke desa-desa, dan tugas sebagai generasi penerus bangsa untuk bisa menangkal pengaruh negatif ini. “Saya tekankan, tugas Paskibraka tidak terhenti saat Apel Peringatan HUT RI saja, tetapi mereka juga memiliki tugas untuk bisa mengkaderisasi teman-temannya untuk bisa menjadi benteng pertahanan negara,”kata Sedana Arta. Dandim 1626/Bangli Andy Pranoto yang turut hadir pada kesempatan itu memberikan motivasi kepada anggota Paskibraka. Menurutnya tugas seorang Paskibraka sangatlah berat. Apalagi saat acara puncak, semua mata akan tertuju ke Paskibraka. Oleh karenanya, ia meminta semua bisa berbuat yang terbaik selama proses latihan, Bali Post/kmb40 persiapan sampai saat Sang Nyoman Sedana Arta pelaksanaan. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Apel peringatan HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangli, Sabtu (17/8), dirancang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Apel peringatan Hari Kemerdekaan tahun ini akan menjadi momen spesial karena Bupati Bangli sebagai inspektur upacara akan menggunakan pakaian adat Bali agung (payas agung). Sementara seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan mengenakan pakaian adat nusantara. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat mengunjungi pelatihan Paskibraka, di Lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (12/8) sore. Menurut Sedana Arta, hal itu tentu akan menjadi catatan sejarah baru di Kabupaten Bangli karena inspektur dan udangan menggunakan pakaian adat nasional. Dalam kesempatan itu, Sedana Arta meminta calon pasukan pengibar bendera (paskibra) Kabupaten Bangli berlatih
Bersyukur Diberi Kesempatan
Bali Post/kmb40
BAHAN BAKAR - Pande Ketut Bangbang Liawan menunjukkan cara mengolah air menjadi bahan bakar.
Seniman Dalang Olah Air Jadi Bahan Bakar
SEORANG seniman dalang, Pande Ketut Bangbang Liawan (42), mampu mengolah air menjadi bahan bakar. Selain hemat, bahan bakar buatannya itu juga ramah lingkungan karena emisi gas buangnya bersih. Ditemui di rumahnya di Lingkungan Banjar Kawan, Bangli, Senin (13/8) kemarin, pria yang kesehariannya bekerja sebagai bengkel las itu menunjukkan alat buatannya untuk mengolah air menjadi bahan bakar. Alat tersebut terbilang cukup sederhana. Terdiri atas rangkaian tiga tabung yang berisi selang. Salah satu tabung disebut tabung reactor yang dibuat dengan bahan pipa. Ia menjelaskan cara kerja alat buatannya yakni mengubah air menjadi hydrogen. Langkah yang dilakukan pertama yaitu dengan memasukkan air ke dalam tabung reactor, lalu dicampur dengan katalis. Katalis yang dipakai bisa berupa garam dapur atau soda kue. Perbandingan, satu liter air dicampur satu sendok teh katalis. Dalam tabung tersebut kemudian dimasukan reactor yang dibuat dengan bahan stainless. Setelah ditutup rapat, tabung reactor itu
selanjutnya dialiri strum DC. Proses dalam tabung reaktor tersebut kemudian menghasilkan gas hydrogen. Menurut Liawan, hydrogen yang dihasilkan dari tabung reactor tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk bahan bakar. Melainkan harus dimasukkan dulu ke dalam tabung air. Dari tabung air itulah hydrogen kemudian dialirkan ke selang dan selanjutnya dipakai bahan bakar. “Kalau langsung digunakan bisa meledak reaktornya,” jelasnya. Pria jebolan ISI Denpasar tersebut mengatakan, ide awal pembuatan bahan bakar dari air karena ingin mencari energi alternatif baru terbarukan. Sebab menurutnya, bahan bakar dari fosil yang tersedia saat ini lama-kelamaan akan habis. “Jadi salah satu caranya adalah mengolah air menjadi bahan bakar. Air kan banyak dan gampang dicari,” ujar pria yang ikut sebagai peserta seleksi Direktur PDAM Bangli itu. Untuk membuat alat pengolah air menjadi bahan bakar, ayah lima anak ini mengaku belajar secara otodidiak dari internet sejak lama. Sebagaimana percobaan pada umumnya, percobaan yang dilakukannya
Jelang Pilkada
Kutha Parwata Mulai Didekati Bangli (Bali Post) – Sejumlah figur terus bermunculan jelang Pemilihan Bupati Bangli 2020 mendatang. Salah satunya Ngakan Kutha Parwata. Politisi PDI-P asal Desa Bangbang, Tembuku yang baru saja mengakhiri masa baktinya sebagai Ketua DPRD Bangli itu belakangan ini dimunculkan sejumlah masyarakat sebagai figur yang tepat memimpin Bangli ke depan. Ditemui di Kantor DPRD Bangli usai acara pengambilan sumpah janji anggota DPRD Bangli periode 20192014, Senin (12/8) lalu, Kutha Parwata menanggapi hal itu dengan berterima kasih. Ia mengakui sebagai orang politik, jelas keinginan untuk menjadi pemimpin Bangli ada. Hanya, Kutha Parwata mengaku harus mengukur kemampuan untuk ikut bertarung dalam pemilihan kepala daerah apalagi dengan sistem seperti sekarang. Menurutnya, untuk maju tidak cukup hanya modal tenar dan punya pribadi yang disukai. Namun juga perlu modal “dana perjuangan”. Namun demikian, jika ada figur lain yang meminangnya, tidak menutup kemungkinan ia akan maju untuk mencapai tujuannya berpolitik, yakni menyejahter-
utara ke selatan. “Di TKP pengendara itu ditemukan sudah tergeletak lalu kemudian dibantu bangun oleh dua saksi,” terangnya. Saat menolong pengendara motor itu, kedua saksi tidak melihat adanya korban di TKP. Hingga kemudian pada keesokan harinya, salah satu dari saksi menemukan korban Ni Wayan Semetri tergeletak di got depan SKB Kayuambua dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban ditemukan dengan kondisi mengalami luka robek dan patah pada kaki kanan. “Saat ini kejadian itu sudah ditangani oleh Unit Laka lantas Polres Bangli,” kata Sulhadi. (kmb40)
akan masyarakat Bangli. Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Sebagai kader PDI-P, ia harus setia dengan partainya. Meskipun saat ini dirinya sudah tidak duduk lagi di struktur partai. “Tapi kalau memang peluang itu ada, dan apa yang menjadi kekurangan saya ada yang mengisi, tidak menutup kemungkinan juga,” ujarnya. Yang paling penting saat dirinya berpaketan dengan figur lain, tidak dilakukan secara paksa. Konotasi sopir dan kernet yang selama ini ada harus dihilangkan. Antara Bupati dan Wakil Bupati harus berbagi tugas mengingat visi dan misi dibuat secara bersama-sama. “Yang penting saat kawin, cocok. Jangan kawin paksa,” jelasnya. Sementara itu ditanya soal sudah adakah figur yang mulai mendekatinya dan melamarnya, Kutha Parwata menyebut sudah. Akan tetapi ia masih pikir-pikir. Salah satunya soal kendaraan partai dari figur yang ingin melamarnya. “Karena figur yang mengajak di luar PDI-P kan susah ya. Tapi kalau nanti, kendaraan dia sudah punya, bisa saja. Tidak tertutup kemungkinan kalau ada kecocokan,” ujarnya. (kmb40) CMYK
untuk membuat alat pengolah air menjadi bahan bakar tidak berjalan mulus. Ia sempat menemui kegagalan hingga beberapa kali. “Saya coba buat alat ini dari tiga hari lalu. Hari pertama dan kedua, gagal. Yang ketiga ini baru bisa berhasil,” ungkapnya. Menurutnya bahan bakar buatannya itu sangat hemat untuk digunakan. Hitung-hitungannya, satu liter air yang diolah bisa menghasilkan bahan bakar yang cukup digunakan menyalakan api hingga setengah hari. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat alat tersebut pun relatif murah, hanya Rp 500 ribu. Di samping hemat, bahan bakar dari air juga ramah lingkungan. Ke depan ia berencana mengembangkannya dengan membuat kompor dengan bahan bakar air. Sejauh ini, Liawan mengaku alat buatannya tersebut sudah dilirik oleh salah satu peternak ayam. Alatnya diminati untuk mengurangi biaya gas yang harus dikeluarkan untuk penghangat kandang ayam. Dia mengklaim alat cukup aman digunakan. “Kalau meledak tidak langsung jadi api karena bahannya dari air. Paling suaranya yang bikin geger tetangga,” katanya. (ina)
DUA tahun mengemban tugas sebagai Komandan Kodim 1626/Bangli, memberi banyak kesan bagi Letnan Kolonel Cpn. Andy Pranoto. Perwira kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, 24 Juli 1977 itu sudah mengganggap Bangli seperti rumahnya sendiri. “Saya punya banyak saudara di sini, tidak hanya anggota Kodim Bangli tetapi juga rekan-rekan dari berbagai instansi dan komponen masyarakat, mereka dekat di hati saya,” ungkap Letkol Andy, Selasa (13/8) kemarin. Ia mengaku sangat bersyukur diberikan kesempatan untuk ngayah di Bangli. Selama di Bangli perwira jebolan Akademi Militer Magelang 1999 itu kerap berkunjung ke desa-desa menjalin komunikasi dengan masyarakat, menyerap aspirasi untuk diteruskan ke pihak terkait lainnya. Tak hanya itu, pria yang pernah menempuh pendidikan pascasarjana di S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS)-Nanyang Technological University (NTU) Singapura pada tahun 2008/2009, Aviation Captains Career Course di Fort Rucker Amerika Serikat 2010 dan Sekolah Staf dan Komando TNI AU di Lembang Jawa Barat pada tahun 2013 ini juga sering turun ke masyarakat membangkitkan motivasi generasi muda untuk terus maju, juga menggali potensi wisata serta membantu masyarakat untuk mengatasi kesulitan yang mereka alami. “Bali diakui sebagai salah satu pulau terindah di bumi, di sini kita bertugas sambil berlibur,” terang ayah dua anak yang sebelumnya pernah bertugas di Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, dan Belarusia. Dalam waktu dekat, Letkol Andy, akan mengemban tugas yang baru. Ia diberi kepercayaan menjabat sebagai Komandan Skadron-11/Serbu Puspenerbad yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Pada jabatan barunya tersebut ia diberikan tanggung jawab untuk memimpin satuan yang memiliki puluhan helikopter TNI AD antara lain dari tipe AH-64 E Apache, BO105, Bell 412 EP, dan Bell 205-A1 beserta awak pesawat dan tenaga pendukung lainnya. Di pengujung penugasannya sebagai Dandim 1626/ Bangli, Letkol Andy meninggalkan jejak dengan menyelenggarakan lomba lari lintas alam “Volcano Run” 5Km dengan menggandeng Toya Devasya dan beberapa sponsor lainnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dijadikan sebagai agenda tahunan di Kabupaten Bangli. “Tentu dengan skala yang lebih luas,” harapnya. (ina)
OLAHRAGA
Rabu Umanis, 14 Agustus 2019
15
UEFA Super Cup 2019
Lampard Ingin Kembali Menang
London – Chelsea akan melawan Liverpool di UEFA Super Cup 2019. Frank Lampard ingin kembali ke jalur kemenangan pada duel itu karena The Blues dihajar MU di laga pembuka Liga Inggris. Selain itu, Lampard juga pernah kalah dua kali di laga UEFA Super Cup.
Nur Aini
Bali Post/ist
Nur Aini Rebut Trofi Bali Post
Denpasar (Bali Post) Pesenam Nur Aini (Denpasar) sukses merebut trofi Bali Post usai keluar sebagai juara umum dalam Lomba Senam Aerobik dalam rangka HUT ke-71 Bali Post, di Wantilan Bali TV, Jalan Kebo Iwa 63 A, Denpasar, Minggu (11/8) lalu. Nur Aini yang turun pada tujuh kategori mendapat poin tertinggi dengan total 5.285. Nur Aini juara pada kategori SKJ 2018 Jadul. Kemudian, dia turun di Low Impact 30 tahun ke atas, Body Language 30 tahun ke atas, Senam Poco–poco dan Hip–hop. Syarat untuk merebut Piala Bali Post, setidaknya harus juara lima kategori. Sebelum lomba digelar, diawali dengan senam massal dan seluruh peserta mengenakan busana nuansa Merah Putih. Terpilih sebagai peserta terunik Indri (Buleleng). Ketua Panpel Adolfina Grace Tangkudung, di Denpasar, Senin (12/8), mengemukakan pihaknya bangga hampir seluruh peserta mengenakan kostum olahraga merah putih. Selain itu, Grace juga tidak menyangka peserta kategori profesional membeludak. ‘’Kami juga bangga, sebab pesertanya berdatangan dari sembilan kabupaten dan kota di Bali,’’ ujar Grace yang juga pemilik Lala Studio ini. Menurutnya, pada lomba senam bergengsi ini, melibatkan instruktur yang benar–benar mengantongi sertifikat dan lulus uji kompetensi. Bahkan, pimpinan lomba juga bersertifikat, sehingga lomba benar–benar berkualitas dan dikelola secara profesional. ‘’Kami kira saat ini bagi insan senam yang ingin menjadi instruktur harus mahir dan memiliki sertifikat instruktur,’’ jelas Ketua Umum Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia (ASIAFI) Bali ini. (022)
Laga Liverpool kontra Chelsea dilangsungkan di Besiktas Park, Istanbul, Turki, Kamis (15/8) dini hari nanti. Ini merupakan untuk pertama kalinya dua klub Inggris berhadapan di UEFA Super Cup. Saat masih menjadi pemain, Lampard pernah dua kali menjalani pertandingan UEFA Super Cup. Dua-duanya berakhir dengan kekalahan. Piala Super Eropa pertama Lampard pada 2012. Chelsea, juara Liga Champions 2011/2012, berhadapan dengan Atletico Madrid. Dalam duel di Stade Louis II, Monaco, Chelsea kalah 1-4 dari Los Colchoneros. Pada 31 Agustus 2012, Radamel Falcao menjadi bintang kemenangan Atletico dengan hat-trick yang dibikin. Satu gol Atletico lainnya tercatat atas nama Miranda. Sementara gol balasan Chelsea diciptakan Gary Cahill. Kegagalan lain Lampard di UEFA Super Cup terjadi setahun sesudahnya. Chelsea menjuarai Liga Europa 2012/2013, berhadapan dengan Bayern Munich si juara Liga Champions. Hasilnya, Lampard gagal membawa Chelsea mengangkat piala lagi. Setelah bermain imbang 2-2 hingga babak tambahan, Chelsea
Denpasar (Bali Post) Untuk cabor atletik, Maria Natalia Londa merupakan satu–satunya atlet yang masuk skuad Timnas SEA Games Filipina, Desember mendatang. Maria yang pernah mendulang emas pada nomor lompat jauh di Asian Games 2014 di Incheon, tidak mematok target pada hajatan multi-event antarnegara seAsia Tenggara, akhir tahun mendatang. Ditemui di Denpasar, Maria mengemukakan dirinya sempat hanya meraih perak untuk nomor lompat jauh dan jangkit, pada SEA Games di
Malaysia 2017 lalu. ‘’Saya tidak memasang target, yang penting bertanding dan tidak cedera,’’ ungkap istri dari atlet Made Sukariata ini. Maklum, selama ini Maria didera cedera ligamen pada kaki kanan dan kiri. Bahkan, Maria harus melakukan terapi dan kontrol ke Jakarta minimal tiap dua pekan. Maria selama menjalani Pelatnas SEA Games tetap berlatih di Bali, ditangani pelatih Ketut Pageh. ‘’Saya bergabung ke Pelatnas November mendatang, dan tetap di dampingi pelatih Ketut Pageh,’’ ujar atlet berusia 29 tahun ini.
hadap Dona Wendi dan Aloysius Kayami di Sentani pada Oktober 2016. Dia juga aktif dalam aksi pembebasan warga Papua dan non-Papua yang disandera oleh kelompok bersenjata di Tembagapura pada Maret 2017. Briptu Heidar juga terlibat dalam aksi penangkapan terhadap tersangka Yokor Telengeng, anggota kelompok bersenjata di Kampung Usir, Distrik Mulia, Puncak Jaya pada Mei 2018. Ia bersama tim berhasil melakukan penangkapan terhadap Rongko Tengeng, tersangka kelompok Yambi, Puncak Jaya pada Juli 2018. Hedar tergabung dalam tim yang melakukan penangkapan terhadap kelompok bersenjata Punggatabuni di Lanny Jaya pada Agustus 2018.
Kemudian terhadap Fimelis Kumulon yang penyuplai kelompok bersenjata di Yambi pada Oktober 2018. Prestasi selanjutnya, dia berhasil melakukan penggalangan terhadap jaringan kelompok bernama Amulir dan mendapatkan dua pucuk senjata api laras panjang, salah satunya pada 2019. Kemudian penangkapan terhadap Buni Enumbi pada Januari 2019 serta Paku Kanebo, kelompok Yambi di Kabupaten Puncak Jaya pada Februari 2019. ‘’Dia Bhayangkara terbaik Polri yang memiliki dedikasi sangat baik, kemudian juga memiliki keberanian dan juga cukup pengalaman,’’ ucap Dedi Prasetyo. (ant)
Tidak Relevan Menurut anggota Fraksi PKS MPR-RI Andi Akmal Pasluddin, UU Nomor 17 Tahun 2009 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional tidak cukup dan tidak memiliki legitimasi kuat, sehingga MPR harus memiliki garis besar. Sementara Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menyatakan setuju apabila Indonesia memiliki Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai arah tujuan pembangunan bangsa agar terarah dan terukur. ‘’GBHN itu bisa menjadi solusi namun soal kewenangan terkait yang berhubungannya dengan presiden, tidak boleh ada yang ditambah atau mengganggu keberadaan presiden,’’ kata Karding. Namun, ahli hukum tata
negara Bivitri Susanti mengatakan GBHN tak relevan dengan sistem ketatanegaraan saat ini. ‘’Sebenarnya GBHN sudah tidak relevan dengan konteks ketatanegaraan kita yang sekarang, karena GBHN itu dulunya mandat dari MPR kepada presiden, karena presiden dulu dipilih oleh MPR bukan oleh rakyat,’’ katanya. Pendapat Bavitri ditanggapi pakar hukum tata negara dan hukum pemerintahan Prof. Juanda yang secara hukum tata negara tidak ada masalah. ‘’Saya kira secara hukum tata negara tidak ada masalah dan bisa saja wewenang MPR itu diberikan untuk membentuk GBHN, meskipun presiden tetap dipilih langsung oleh rakyat,’’ kata Juanda. Dia mengatakan tidak ada teori atau norma konstitusi yang melarang hal tersebut sepanjang kekuatan politik neg-
ara yang ada di MPR berkehendak untuk memformulasikan wewenang MPR itu. ‘’Apalagi GBHN itu bukan mengubah tentang pemilihan presiden dan pertanggungjawaban presiden,’’ katanya. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) baik untuk diterapkan lagi selama tidak mengubah sistem pemerintahan dan ketatanegaraan, termasuk pemilihan presiden yang tidak lagi dipilih langsung melainkan ditunjuk MPR sebagai lembaga tertinggi negara. ‘‘Nanti banyak perubahan yang rakyat juga belum tentu setuju. Contohnya presiden dipilih MPR lagi karena lembaga tertinggi. Kalau begitu lain soal lagi. Apa rakyat setuju diambil lagi haknya untuk memilih langsung?’’ kata Wapres. (ant/kmb14)
Rabu, 14 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pemangku lan Serati (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranyaka Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:05 Wita Siaran Langsung Rapat Pauipurna DPRD
Prov Bali, Peringatan Hari Jadi Prov. Bali Ke-61 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pemangku lan Serati (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Tanaman Obat dan Tanaman Hias 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari dan Tabuh Taman Suci (2) 17:00 Wita DW TV
Maria sendiri mulai menekuni atletik sejak usia 10 tahun, ketika itu dirinya baru duduk di kelas IV SDN 18 Pemecutan. Setahun kemudian, Maria mengikuti Kejurnas usia dini, selanjutnya ia terjun di Popnas. ‘’Saya menggeluti atletik ini, sejak awal memutuskan nomor spesialis lompat selama 19 tahun,’’ tutur atlet yang lolos PON di nomor lompat jauh dan jangkit ini. (022)
Cabut Perpres
Sarat Prestasi
Hedar (25) merupakan anak sulung dari tiga bersaudara, anak pasangan Kaharuddin dan Nurhaera, yang beralamat di Jalan Perkebunan, Desa Siuwang, Kecamatan Barru, Kabuparen Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri menyebutkan deretan prestasi almarhum dalam mengungkap kasus-kasus kelompok bersenjata itu di antaranya turut menangkap panglima kelompok Totiopaniae di Sentani Dominikus Manggai Yogi serta Jeni Manggai Yogi pada Oktober 2016. Kemudian penangkapan ter-
kalah adu penalti 4-5. Lampard mempunyai kesempatan lagi untuk mempersembahkan gelar UEFA Super Cup di tahun ini. Bukan sebagai pemain, tetapi saat sudah menjadi juru taktik. Namun, Lampard harus segera menemukan solusi dari lemahnya lini depan The Blues. Dalam laga sebelumnya, Chelsea gagal mencetak gol. ‘’Saya akan berusaha menemukan kombinasi yang tepat di semua lini. Meski belum sempurna namun saya yakin akan mampu meraih trofi pertama musim ini,’’ ujarnya. Chelsea akan memburu gelar Piala Super Eropa keduanya. Sebelumnya, mereka menjadi pemenang pada edisi 1998. (kmb33/afp)
17:30 Wita Kartun Wirata Parwa (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Meraup Rezeki Melaui Bisnis Online 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
‘’Seharusnya Presiden bisa mengawali instruksi ini dengan preseden yang baik. Contohnya dengan mencabut Perpres 51/2014 yang membuka keran pembangunan di lokasi rawan bencana. Terlebih dia menyebutkan tidak punya beban masa lalu, sehingga kebijakan yang diterbitkan pemerintah sebelumnya yang tidak memperhatikan aspek kebencanaan dapat dengan mudah dia koreksi,’’ ujarnya. Pernyataan Presiden Jokowi tersebut seharusnya juga direspons oleh Menteri Kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti yang telah menerbitkan izin lokasi reklamasi Teluk Benoa pada 29 November 2018. ‘’Karena secara faktual izin lokasi tersebut berada pada kawasan rawan bencana, maka sebagai tindakan konkretnya seharusnya Menteri Susi Pudjiatuti segera mencabut izin tersebut,’’ tambah Nur Hidayati. (kmb)
Kesaksian Palsu Selanjutnya, Andi Agustinus alias Andi Narogong dari pihak swasta, mantan Direktur Utama PT Quadra Solutions Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Ketua DPR-RI Setya Novanto, Irvanto Hendra Pambudi selaku mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Novanto, dan Made Oka Masagung dari pihak swasta yang juga dekat dengan Novanto. Selain itu satu orang lagi yakni anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Markus Nari (MN) sedang
dalam proses persidangan terkait perkara e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta. KPK juga menemukan adanya upaya menghalanghalangi proses hukum atau kesaksian palsu (obstruction of justice) sehingga memproses empat orang dari unsur anggota DPR-RI masing-masing Miriam S Hariyani dan Markus Nari, Fredrich Yunadi (seorang advokat), dan Bimanesh Sutarjo berprofesi sebagai dokter. ‘’Sehingga total sampai saat ini telah diproses 11 orang, baik untuk perkara pokok kasus korupsi pengadaan e-KTP ataupun perkara obstruction of justice,’’ ucap Saut. (ant)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
RABU UMANIS, 14 Agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Antarkan ’’Kebahagiaan’’ ke Konsumen
Susrama Raih Juara Deliveryman KLHN 2019 SENYUM bahagia dan haru terlihat jelas di wajah perwakilan kontestan Astra Motor Bali setelah diumumkannya I Nyoman Susrama, perwakilan deliveryman dari Dealer 63 Sejahtera Singaraja yang sekaligus mewakili Main Dealer Astra Motor Bali, meraih juara III kategori Deliveryman Wing Dealer dalam ajang bergengsi Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2019. Perjuangan hingga menuju kontes nasional dilalui Susrama dengan semangat sepenuh hati. Bimbingan dari pimpinan Dealer 63 Sejahtera Singaraja serta komunikasi yang baik memudahkannya untuk selalu konsisten memberikan layanan yang terbaik sesuai fungsinya sebagai deliveryman.
Tidak hanya sebatas mengantarkan sepeda motor Honda, di satu kesempatan, Susrama menjalin kedekatan emosional dengan konsumennya dengan cara menyempatkan waktu untuk mengobrol dan sharing tentang banyak hal. Tidak hanya seputar sepeda motor, namun hal-hal umum lainnya seperti kemudahan layanan booking service, Honda Care, asesoris bahkan hal-hal pribadi pun terkadang menjadi pembahasan dalam satu pembicaraannya bersama konsumen. Sudah mengabdikan dirinya selama kurang lebih 17 tahun, Susrama masih merasa harus terus belajar, selain untuk memperkaya kemampuan dan skill-nya, jiwa melayani senantiasa selalu dipupuk sehingga kepercayaan dirinya terban-
gun saat berhadapan dengan konsumen. Hingga pada suatu kesempatan, pimpinannya memberikan peluang mengikuti ajang kompetisi Kontes Layanan Honda. Dimulai dari tahun 2013 dan 2014 mengikuti Kontes Layanan Honda tingkat Regional hanya berhasil menjadi juara II, tidak memupuskan semangatnya untuk melayani konsumen, karena Susrama percaya bahwa pelayanan terbaik adalah ketika bisa melayani konsumen di keseharian. Tahun 2016 kembali mencoba mengasah kemampuan dan berhasil menjadi juara I yang sekaligus mengantarkan untuk mengikuti kontes di tingkat Nasional, namun predikat juara belum berhasil diraih. Rasa kecewa men-
erpa perasaannya karena tidak mampu membawa pulang piala. Namun dukungan pimpinan dan keluarga menyemangati Susrama untuk kembali bangkit dan tetap melayani konsumen dengan sepenuh hati. Masih diberi peluang dan kesempatan, kembali dengan semangat yang tinggi di 2019 dengan tekad dan persiapan matang, kembali mengikuti Kontes Layanan Honda tingkat Regional dan berhasil membawa golden ticket menuju KLHN 2019 di Jakarta dan yang akhirnya mengantarkannya menjadi juara III tingkat Nasional yang sekaligus kembali membawa harum nama Main Dealer Astra Motor Bali yang selalu langganan juara. ‘’Melayani konsumen ibarat-
Beras Merah Jatiluwih Wanginya Khas
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA
Terinspirasi PENDIDIKAN dari Penyesalan
BERAS merah Jatiluwih sudah dikenal masyarakat luas. Selain dijadikan nasi, beras merah ini juga diolah menjadi teh. Varietas beras merah cendana ini salah satu produk unggulan Tabanan. Wayan Semarajaya, seorang petani di Jatiluwih, mengatakan selama ini produk teh beras merahnya terserap sesuai pesanan. ‘’Memang belum ada permintaan kontinu dan biasanya dibuat jika ada pesanan,’’ ujarnya. Rata-rata per bulan permintaan mencapai 200 paket dengan ukuran 200 gram. Sementara untuk beras merah dijual seharga Rp 25.000 hingga Rp 30.000 per kilogramnya. Permintaan beras merah, diakui Semarajaya, masih terbatas. Terlebih banyak jenis beras merah yang masuk ke pasaran. Di sisi lain masyarakat mengira beras merah semua merek itu memiliki tekstur dan rasa yang sama. ‘’Padahal berbeda. Untuk beras merah Jatiluwih selain wanginya khas, teksturnya juga lebih tanah,’’ ujarnya. Saat ini pemasaran beras merah Jatiluwih selain melalui toko offline, juga media sosial. Meski sudah memiliki merek dan kemasan sendiri ia mengaku belum bisa memasarkan ke toko modern karena masalah modal. ‘’Kalau masuk pasar modern itu biasanya dibayar belakangan setelah barangnya laku. Sistemnya juga konsinyasi. Di sana yang belum siap karena sebagai petani memerlukan modal awal dari penanaman sampai pengolahannya,’’ jelas Semarajaya. (san)
Beras merah Jatiluwih.
nya menanti kelahiran seorang anak, sebagai fungsi deliveryman, mengantarkan kebahagiaan konsumen, berupa mengirimkan sepeda motor dengan kualitas baik adalah sesuatu yang sangat dinantinanti konsumen. Melihat konsumen tersenyum menerima sepeda motornya merupakan kepuasan bagi saya dan itulah penghargaan tertinggi buat saya,’’ ungkap Susrama. Setelah menerima predikat juara III Kontes Layanan Honda Nasional (KLHN) 2019, Susrama tidak berbangga hati, namun terus berupaya meningkatkan kualitas layanan karena kepuasan konsumen merupakan prioritas utama, seiring perkembangan kebutuhan konsumen yang terus meningkat. (edi)
SEBUAH karya musik akan merasa nikmat didengar apabila disajikan penuh penghayatan oleh penyanyinya. Apalagi, lirik yang disajikan mengandung arti dan makna mendalam. Baik mengisahkan kehidupan penyanyi itu sendiri maupun mengangkat kisah orang lain. Karya musik inilah yang diciptakan seorang penyanyi cantik Truedy yang diberi judul ‘’Seperti Senja’’. Single ‘’Seperti Senja’’ ini merupakan karya keduanya setelah sebelumnya merilis single ‘’One Thing’’. Menyimak lagu ini, sepintas tak jauh berbeda dengan lagu pertama yang terkesan muram, tentang penyesalan. Namun bedanya, penyesalan kali ini penuh dengan harapan. Bahkan, kisahnya terinspirasi dari sosok pengasuh yang mendampinginya saat masih kanak-kanak di Malang. ‘’Kadang apa yang menjadi inspirasi bagi kita, kalau diingat-ingat bisa saja menjadi kekuatan kita. Saya rasa kalau kita terus ingat dengan kebaikan seseorang, bisa jadi akan penuh inspirasi. Kebaikan seperti itulah yang menjadi inspirasi saya menggarap ‘Seperti Senja’,’’ ujar Truedy, beberapa waktu lalu. Truedy mengatakan, lagu ini didedikasikan spesial untuk mengenang kebaikan orang-orang dekat yang banyak berjasa dalam perjalanan hidupnya. Sebab, ia gagal membalas jasa orang yang telah berbuat baik padanya, karena orang tersebut telah pergi. Seperti senja, sebentar merona indah sebelum malam menggantikannya. Proses rekaman lagu ini dilakukan secara profesional di Jakarta dan di Denpasar. Bahkan, lagu ini dipinang sebagai soundtrack film ‘’Martabak Bangka’’ yang akan beredar September mendatang. Sementara penggarapan video klip ditangani videographer asal Jakarta Aditya Rangga. Seperti diketahui, kiprah biduanita kelahiran 25 Mei 1991 ini di dunia musik tidak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga, yang juga banyak berkecimpung di musik. Memiliki orangtua yang keduanya musisi, memang tidak serta merta menjadikan Truedy yang dilahirkan di Malang menjadi musisi juga. Truedy awalnya hanya menyanyi, namun kemudian mulai bersentuhan langsung dengan alat musik, khususnya piano pada umur 18 tahun setelah tinggal di Bali. Di Pulau Dewata, peluang Truedy untuk menyalurkan dorongan bermusik kian terbuka. Sejak 2011 Truedy sudah mulai mencoba membuat sejumlah komposisi lagu, yang menjadi semacam catatan buku hariannya. Hanya karya-karyanya tersebut lebih untuk konsumsi sendiri, tidak direkam dan disebarluaskan. Namun dorongan kuat baginya bahwa kebanggaan seorang musisi adalah punya karya sendiri sebagai satu pencapaian, satu pembuktian, Truedy mulai mencoba merekam lagu pertama ‘’One Thing’’ di tahun 2018 dan ‘’Seperti Senja’’ tahun 2019 ini. (win)
SENIMAN
Bali Post/san
’’Triupcyle’’, Terinspirasi dari Kondisi Hutan dan Limbah PERINTIS triupcycle, Annisa Fauziah, mengawali bisnis social entrepreneurship-nya dari kondisi hutan dan limbah di Indonesia yang semakin mengkhawatirkan. Bahkan di Bali luas tutupan hutan kurang dari 30 persen. Ia terinspirasi dari masalah limbah, tidak hanya di Indonesia tetapi di dunia. ‘’Itu menurut saya sudah sangat parah. Kebanyakan orang hanya memakai saja tapi setelah itu dibuang. Hanya sekali pakai lalu buang,’’ tuturnya, belum lama ini. Selain itu limbah kain dari garmen atau tekstil adalah pencemar kedua yang paling buruk sedunia, setelah minyak. ‘’Dari situ kita terinspirasi untuk melakukan sesuatu,’’ ungkapnya. Tetapi tidak hanya mengurangi limbah, ada aksi nyata yang dilakukan untuk penghijauan. Ia pun bekerja sama dengan organisasi yang melakukan langsung penanaman pohon sekaligus konservasi binatang. Annisa menuturkan, triupcycle merupakan bisnis yang dilakoninya sejak 2016, dengan meningkatkan nilai ekonomis dari bahanbahan yang tidak terpakai
atau barang bekas, utamanya kain sisa atau bekas. Di Bali sendiri, ia menggunakan sprey bekas dari hotelhotel yang kemudian diubah menjadi produk fashion seperti aksesoris, tas, bandana, dompet, pouch, scarf, napkin, dll. ‘’Kami juga terima banyak orderan. Terakhir ada y a n g b ikin ap ron unt uk r e s t o r a n dari kain sisa. Ada juga yang order topi, napkin. Produk kami ada macam-macam, tapi intinya adalah dari penggunaan kain sisa atau kain bekas,’’ ungkapnya. Selain menggunakan kain bekas hotel atau sprey, ia juga menggunakan kain perca sisa garmen atau tekstil. ‘’Kita minta donasi, jadi mereka donasi sprey-spreynya, kita olah,’’ tuturnya. Sedangkan dari garmen, ia mengambil kain-kain perca untuk digunakan menjadi napkin. Annisa membuka toko kecil di Sanggingan, Ubud untuk memasarkan produk– produknya secara online. Ia juga bekerja sama dengan 25 toko suvenir di Bali untuk memasarkan produknya. Annisa fokus menjual di Indonesia secara online. Secara online ia juga
menyasar pasar luar negeri, namun diakui tak banyak. Karena penjualannya retail sehingga pengiriman dilakukan dengan ekspedisi. Jika sedang sepi, per bulan penjualannya bisa mencapai 300-400 pcs, sedangkan saat ramai penjualannya bisa mencapai 1.000 pcs per bulan. Dari beragam produk yang dihasilkan, bandana paling laris. Bali adalah pulau tropis, bandana adalah produk yang pas untuk dijual, karena multifungsi. Bisa untuk bandana, mengelap keringat, gantungan tas, hiasan di leher, dll. ‘’Target pasar kita untuk yang retail adalah turis,’’ imbuhnya. Hasil penjualannya didonasikan sekitar 20-30 persen pada organisasi yang mendukung hutan di Indoneia. Ada lima organisasi yang rutin ia berikan donasi dalam rangka menjaga hutan. Yaitu 4 organisasi di Kalimantan, 1 di Aceh, Sumatera dan 1 di Bali dengan programnya penanaman pohon mangrove. (may) Annisa sedang memberikan sosialisasi tentang produk ‘’triupcycle’’-nya.
cmyk