Skip to main content

Edisi Minggu 14 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Koster Tutup PKB, 92 Persen Pengunjung Puas

BPM/wan

HADIAH - Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok Ace beserta istri berfoto bersama dengan peraih juara saat menutup PKB ke-41, Sabtu (13/7) kemarin.

Ketegangan Jokowi-Prabowo Berakhir di MRT

Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 yang mengusung tema ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin’’ resmi ditutup oleh Gubernur Bali Wayan Koster di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu (13/7) malam. Penutupan dirangkai dengan peluncuran tema PKB ke-42 tahun 2020 yakni ‘’Atma Kertih: Penyucian Jiwa Paripurna’’ dengan melepas anak panah. Tema ini mengandung makna ‘’Maprakerthi Akasa-Aksara: Penunggalan Akasa-Pertiwi Ngawetuang Kahuripan’’. Sebagai akhir penutup perhelatan kesenian tahunan ini dipentaskan Sendratari kolosal ‘’Dalem Samprangan’’ persembahan siswa-siswi SMKN 3 Sukawati, Gianyar. Dalam sambutannya, Gubernur Koster yang didampingi Wakil Gubernur Cok Ace mengatakan PKB ke-41 yang dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi pada 15 Juni lalu telah berlangsung dengan lancar, aman, tertib, dan sukses. Hal ini dikarenakan pembenahan tata kelola penyelenggaraan PKB tahun ini merupakan implementasi visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru khususnya prioritas keempat yakni pemajuan adat, agama, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal. Hal. 11 Banyak Hal Baru

Jakarta (Bali Post) Ketegangan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 telah berakhir. Sabtu (13/7) kemarin menjadi kali pertama pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto pasca-Pilpres 2019. Ketegangan kedua tokoh ini berakhir setelah keduanya bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, dilanjutkan makan bersama di sebuah mall di Senayan, Jakarta. Sate menjadi salah satu menu yang dipilih keduanya. Pertemuan kedua tokoh ini dinilai banyak kalangan sangat mengejutkan. Kepada wartawan, keduanya mengajak seluruh rakyat untuk merajut kembali persatuan sebagai saudara sebangsa dan setanah air. Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun telah resmi menetapkan pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024 melalui rapat pleno pada 30 Juni 2019 lalu. ‘’Setelah pilpres usai, silaturahmi antara saya dan Pak Prabowo bisa kita lakukan pada pagi hari ini. Alhamdulillah, sekali lagi sebagai sahabat, kawan, dan saudara, saya sangat berterima kasih atas pengaturan ini sehingga kami bisa

bertemu dengan Pak Prabowo. Kita juga berharap agar para pendukung melakukan hal yang sama karena kita adalah saudara sebangsa dan setanah air,’’ kata Presiden Jokowi. Ia berharap pertemuan ini bisa ditiru oleh pendukung masing-masing dan membuat mereka bersatu kembali tanpa ada istilah ‘’cebong’’ untuk pendukung Jokowi dan ‘’kampret’’ untuk pendukung Prabowo. ‘’Tidak ada lagi yang namanya 01, tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya ‘cebong’. Tidak ada lagi yang namanya ‘kampret’. Yang ada adalah garuda. Garuda Pancasila,’’ tegas Jokowi. ‘’Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali, persatuan kita sebagai sebuah bangsa. Karena kompetisi global dan

antarnegara sekarang ini semakin ketat, sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara yang kita cintai ini,’’ ungkapnya. Prabowo Subianto pun mengungkapkan hal senada. Walaupun pertemuan seolah-olah tidak formal, menurut Prabowo, pertemuan tersebut memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting. ‘’Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai presiden 2019 2024. Saya katakan saya ini bagaimana pun juga ada ewuh pekewuh, ada toto kromo. Jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka,’’ ungkap Prabowo. Hal. 11 Sepakat Sahabat

Krama Bali Tak Perlu Takut Punya Empat Anak Gubernur Bali Wayan Koster pada 14 Juni 2019 lalu mengeluarkan Instruksi Gubernur Bali Nomor 1545 Tahun 2029 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali. Bahkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali bakal membuat kartu KB Krama Bali yang bertujuan untuk menstimulasi krama Bali agar tidak takut punya anak empat. Melalui kartu KB Krama Bali tersebut, Pemprov Bali akan memberikan berbagai kemudahan dan bantuan untuk krama Bali yang memiliki empat anak. Mulai dari biaya pendidikan, kesehatan, permodalan, dan lain sebagainya. Lalu bagaimana plus-minus KB Krama Bali

Kenali Kehamilan Berisiko Tinggi

Sejak 2015

Desa Baluk Pelopori Keluarga Bali Lestari PROGRAM Pelestarian Keluarga Berencana (KB) Bali yang dicanangkan Gubernur Bali I Wayan Koster saat ini sejatinya sudah muncul di Desa Baluk Kecamatan Negara sejak tahun 2015 lalu. Patung KB dengan jumlah keluarga empat anak yang sudah puluhan tahun terpasang di perbatasan Desa Baluk dan Desa Banyubiru saat itu sudah rusak. Oleh desa, patung yang juga menunjukkan tanda selamat datang itu diganti dengan Patung Keluarga Bali Lestari. Bedanya, jumlah patung yang dikerjakan seniman patung asal Penyaringan, Jem-

dengan empat anak tersebut? Akademisi Unhi Denpasar I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. mengatakan sebagai warga krama Bali pihaknya setuju dengan program KB Krama Bali 4 anak tersebut. Hal.11 Asas Manfaat

brana, I Gede Subawa, itu lebih banyak. Yakni enam orang, bapak, ibu dan empat orang anak. Pembangunan patung di perbatasan ini pun mendapat sambutan baik dari masyarakat serta dukungan desa adat maupun desa dinas saat itu. Mantan Perbekel Baluk I Ketut Suasana yang ikut menggagas patung tersebut mengungkapkan, kebijakan itu sebagai bentuk penghargaan terhadap cara bijak leluhur orang Bali dalam mengendalikan perkembangan populasi jiwa. Hal. 11 Masukan Warga

PATUNG - Foto patung KB lama dengan dua anak di Desa Baluk dan patung Keluarga Lestari Bali dengan empat anak.

PEMPROV Bali menginginkan keluarga em pat anak yang berkualitas. Pemerintah pusat melalui program KB pun menginginkan keluarga yang berkualitas, tidak ditentukan dari jumlah

anak. Meski demikian, dilihat dari aspek kesehatan, ada faktor–faktor yang memengaruhi kehamilan dapat berisiko tinggi. Hal. 11 Gawat Obstetric

Soal KB Krama Bali

Solusi Jaga Angka Kelahiran, Koster Tekad Jalan Terus Instruksi Gubernur No.1545 Tahun 2019 tentang Sosialisasi Program Keluarga Berencana (KB) Krama Bali sempat membuat heboh. Pasalnya, Gubernur Bali Wayan Koster menganjurkan masyarakat Bali agar melahirkan anak lebih dari dua orang bahkan empat orang yang penyebutannya terdiri atas Wayan, Made, Nyoman dan Ketut. Kendati bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal Bali tersebut, namun kebijakan ini dinilai bertentangan dengan kampanye ‘’KB 2 anak’’.

PADA prinsipnya, instruksi ini kan merupakan upaya untuk mempertahankan angka kelahiran total jangan sampai turun,’’ ujar Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana dikonfirmasi, Sabtu (13/7) kemarin. Menurut Catur, angka kelahiran total saat ini terhitung rendah yakni 2,1. Meski demikian, angka tersebut sudah terbilang kondisi ideal,

sehingga perlu dipertahankan. Dengan adanya instruksi Gubernur soal KB Krama Bali, paling tidak angka kelahiran total tidak akan turun lagi dari saat ini. ‘’Instruksi ini kan pelaksanaanya di keluarga. Keputusan ada di keluarga yang akan melaksanakan langsung merencanakan keluarganya,’’ imbuhnya. Catur meyakini instruk-

si Gubernur akan menjadi solusi untuk menjaga angka kelahiran total tidak turun lagi. Penduduk seimbang dikatakan memiliki angka kelahiran total antara 2 sampai 2,1. Angka itu tidak mungkin diturunkan lagi menjadi serendah mungkin karena postur keluarga akan bertambah kecil. Hal. 11 Kearifan Lokal


2

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Penyusup Membawa Bahan Peledak Diamankan Pam VVIP di Nusa Dua

BPM/ist

PASAR - Kegiatan pasar murah di lingkungan Banjar Mertagangga, Desa Ubung Kaja, belum lama ini.

Tekan Inflasi Melalui Pasar Murah Denpasar (Bali Post) – Mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Denpasar menggelar pasar murah secara berkelanjutan di empat kecamatan di Kota Denpasar. Kegiatan ini secara rutin dilakukan menjelang hari besar keagamaan dengan tujuan untuk dapat meringankan beban masyarakat dalam mendapatkan alat kebutuhan upacara. Selain itu, pasar murah juga diharapkan bisa menekan inflasi. Kadisperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari ditemui di sela-sela kegiatan mengatakan pasar murah Kota Denpasar ini dilaksanakan setiap enam bulan sekali menjelang hari besar keagamaan. ‘’Diharapkan kegiatan ini dapat meringankan beban masyarakat, terutama menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan ini pasar murah dilaksanakan sebanyak sepuluh kali merata di empat kecamatan se-Kota Denpasar,’’ ungkap Sri Utari.

Lebih lanjut diutarakan Sri Utari, berbagai produk ditawarkan di pasar murah Kota Denpasar, terutama bahan– bahan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, bawang merah-bawang putih, serta daging ayam olahan dengan dibantu sejumlah perusahaan. ‘’Perbandingan harga di pasar murah ini bisa dibilang lebih murah dengan harga di pasaran seperti bawang merah dan bawang putih yang normalnya seharga Rp 25.000 hingga Rp 26.000 per kilogram di pasar murah ini dijual seharga Rp 23.000 per kilogram. Tentu ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan,’’ ungkapnya. Salah seorang warga, Agung, mengatakan sangat terbantu dengan dilaksanakannya pasar murah oleh Pemkot Denpasar. ‘’Harga produk yang ditawarkan di pasar murah ini tentu meringankan kami sebagai masyarakat dalam memenuhi kebutuhan terutama menjelang hari suci Galungan dan Kuningan. Saya harapkan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan,’’ ucap Agung. (kmb12)

BPM/ist

BUMDES - Suasana pelatihan kepada pengelola BUMDes di Denpasar.

Dorong Tumbuh Kembangnya BUMDes

Pengelola Dilatih Keterampilan Manajemen Denpasar (Bali Post) – Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong tumbuh berkembangnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah ada. Salah satunya dengan memberikan pelatihan keterampilan manajemen untuk seluruh BUMDes yang ada di Kota Denpasar. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pemerintah Kota Denpasar Ida Bagus Alit Wiradana di Denpasar, belum lama ini, mengatakan pelatihan ini telah dilakukan selama dua hari bertempat di Kantor DPMD. Pelatihan ini, menurut Alit Wiradana, diharapkan bermanfaat terutama bagaimana manajemen yang harus dilaksanakan dalam BUMDes. Saat ini di Kota Denpasar telah terbentuk 25 BUMDes dari 27 desa yang ada. ‘’Kami berharap seluruh desa di Kota Denpasar tahun ini telah memiliki BUMDes. Saat ini sebagian besar BUMDes yang ada bergerak bidang jasa. Mengingat keberadaan BUMDes sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat masing-masing desa,’’ ujarnya. Alit Wiradana mengatakan, BUMDes yang dibangun dapat menggali dan mengembangkan potensi desa di samping juga dapat membuka lapangan kerja. ‘’Membangun BUMDes merupakan kesepakan musyawarah desa. Sehingga dalam mengembangkan lembaga perekonomian potensi desa yang ada benar-benar dapat dikembangkan,’’ katanya. Menurut Alit Wiradana, pendirian BUMDes merupakan salah satu upaya mewadahi pelaku, aset dan kegiatan di bidang ekonomi. Dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian desa dan mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat

untuk kesejahteraan masyarakat desa. Ia menjelaskan, pendirian BUMDes juga sebagai strategi pengembangan ekonomi desa bersifat kolektif dengan harapan dapat mengembangkan ekonomi desa, sehingga menjadi desa mandiri munuju Denpasar Kota Cerdas. Kepala Bidang Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Desa Ni Made Puspitasari menambahkan, setelah terbentuknya BUMDes diharapkan dapat membuat laporan keuangan BUMDes dan melakukan kewajiban perpajakan dengan mengembangkan unit usahanya. Lebih lanjut Puspitasari menambahkan, untuk pelatihan yang telah dilakukan para peserta diberikan berbagai materi mulai dari perpajakan BUMDes oleh Direktorat Pajak Bali, Sistem Informasi BUMDes oleh BPKP Perwakilan Provinsi Bali dan Pengembangan BUMDes oleh tenaga ahli Kota Denpasar. Sementara itu, I Gusti Ketut Sima, seorang pengelola BUMDes Sima Sari Dana Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, mengaku pelatihan manajemen ini sangat diperlukan untuk pengembangan BUMDes ke depan. Terlebih lagi BUMDes yang dikelolanya bergerak pada tiga bidang usaha, yaitu unit sampah, unit pendidikan PAUD dan unit toko. Tentunya ini sangat membutuhkan menajeman yang baik, sehingga keberadaan BUMDes semakin berkembang. Ke depannya ia berharap pelatihan semacam ini yang berkaitan dengan pengembangan BUMDes lebih sering dilakukan. ‘’Kami berharap pelatihan peningkan manajemen usaha BUMDes lebih sering dilaksanakan,’’ harapnya. (kmb12)

Mangupura (Bali Post) -

Seorang penyusup diamankan petugas pengamananan VVIP ketika memasuki kawasan BICC Nusa Dua, tempat dilaksanakannya konferensi internasional yang dihadiri juga Presiden Republik Indonesia. Penyusup ini juga kedapatan membawa tas yang diduga berisi bom. Untuk mengamankan dengan menggu- (Rantis) milik TNI. barang diduga bom tersenakan kendaraan Menurut Panbut, pesonel Jihandak TNI taktis gdam IX/Udayamelakukan pemeriksaan. na Mayjen TNI Dari hasil pengecekan, Benny Susianmemang benar to, S.IP. barang itu merupaditemui kan bom. Untuk usai latiitu, tim Jihandak han di terpaksa menN u s a gambil tindakan D u a , meledakkan kegiadari jarak jauh. tan ini Skenario dilakpenyusupan sanadan penjik a n nakan bom ini untuk merupakan memerangkaian lihara simulasi latiprohan pengamanan feVVIP yang digelar personel Kodam IX/Udayana, Sabtu (13/7) kemarin di Nusa Dua. Pada simulasi ini juga sempat dilakukan latihan untuk meloloskan d a n BPM/kmb23 evakuaVVIP - Seorang penyusi VVIP sup diamankan petugas d a r i pengamanan VVIP saat memasuki lolokasi perkasi pertemuan di Nusa Dua, Sabtu (13/7) temuan, kemarin, saat dilakukan simulasi latihan pengamanan VVIP.

sionalisme satuan dalam melaksanakan tugas Pam VVIP. Karena, menurutnya, tugas Pam VVIP ini merupakan bagian dari rumusan tugas pokok TNI yang dijabarkan dari tugas operasi militer selain perang. Dikatakannya, ada 14 tugas operasi militer selain perang, salah satunya Pam VVIP. ‘’Karena kita melihat ini adalah bagian pada tugas pokok kita maka ini menjadi latihan yang dianggarkan setiap tahun kita lakukan,’’ pungkasnya. Diakuinya, latihan seperti ini sebenarnya harus terintegrasi dengan berbagai institusi di antarnya kepolisian, pemerintah daerah maupun unsur-unsur lain yang ada di wilayah. Untuk skenario yang dimainkan, kata Pangdam, yaitu selain pengamanan VVIP, ancaman dari pembunuhan atau bom bunuh diri, juga ancaman dari bahaya bencana alam. ‘’Kita mainkan simulasi itu semua, supaya semua kemungkinan yang menjadi ancaman buat objek pengamanan. Itu bisa diartikan, dan prajurit saya bisa merasakan semua apa yang harus dia kerjakan. Dan alhamdulillah dengan evaluasi tadi, saya sampaikan satuan ini siap untuk melaksanakan tugas,’’ tegasnya. Ditambahkannya, kegia-

tan ini juga mempunyai manfaat yang besar khususnya untuk peningkatan pariwisata di Bali. Karena dengan ini, nanti wisatawan akan semakin yakin dan percaya bahwa Bali itu aman, karena perangkatnya profesional dalam menjalankan tugas pengamanannya. Sementara itu, Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita memyampaikan terima kasih untuk pelaksanaan kegiatan latihan ini. Karena seperti diketahui bahwa kawasan Nusa Dua ini yang dikelola oleh ITDC memiliki beberapa fasilitas untuk pertemuan internasional yang skala besar. Hal itu juga beberapa kali dilaksanakan di kawasan wisata ini. Tentunya juga dari pengelola kawasan sangat berterima kasih karena ini juga akan meningkatkan value dari pada kawasan. Diungkapkannya bahwa dalam industri pariwisata ada unsur penting yang perlu disiapkan, yaitu safety, security dan pelayanan terbaik. ‘’Saat nanti ada penyelenggara-penyelenggara event internasional, sudah tidak diragukan lagi bahwa di Nusa Dua, dari unsur keamanan sudah siap, dan ini menjadi value kita,’’ pungkasnya. (kmb23)

Tebing di Dusun Tabu Jadi Daya Tarik Penggemar Olahraga ’’Climbing’’ Bangli (Bali Post) Sebuah tebing di wilayah Dusun Tabu, Desa Songan, Kintamani selama ini menjadi daya tarik penggemar olahraga panjat tebing (climbing). Beberapa kali event olahraga panjat tebing pernah digelar di tempat itu. Melihat potensi tersebut, pihak dusun setempat pun berniat serius menata dan mengembangkannya menjadi objek wisata. Kepala Dusun Tabu Desa Songan B, I Komang Kertia, mengungkapkan hal yang menjadi daya tarik tebing di wilayah dusunnya karena kondisinya yang masih sangat alami. Tak hanya itu, pemandangan alam yang bisa dilihat oleh para

pemanjat dari tebing juga sangat indah. ‘’Menurut beberapa pemanjat tebing, tebingnya dikatakan sangat menantang,’’ ungkapnya diwawancara, belum lama ini. Ia mengatakan selama ini setidaknya sudah dua kali tebing tersebut pernah dipakai untuk menggelar event olahraga oleh para penggemar climbing. Terakhir sempat dilaksanakan festival panjat tebing sekitar bulan Juni lalu. Diungkapkannya, dengan potensi yang ada itu, pihaknya mempunyai keinginan menata dan mengembangkannya menjadi objek wisata bagi pecinta olahraga. Sejauh ini yang sudah ada di wilayah Son-

gan yakni wisata cycling, tracking, Jeep tour dan camping. Untk mengembangkan objek wisata panjat tebing tersebut, ia mengaku kendala yang dihadapi yakni kurangnya fasilitas seperti jalan. Pihaknya pun merencanakan pembuatan akses jalan menjadi prioritas utama ke depan. ‘’Kami telah mengusulkan melalui dana desa agar akses jalan dilakukan rabat beton,’’ jelasnya. Pengembangan itu akan diusahakan secara bertahap mulai 2020. Dalam pengembangan nanti pihaknya akan bekerja sama dengan pengelola objek wisata lain yang ada di Desa Songan. (kmb40)

BPM/ist

TEBING - Suasana tebing di Banjar Tabu, Desa Songan, Kintamani.

Soal PPDB

Pimpinan Sekolah Swasta Sesalkan SE Gubernur Denpasar (Bali Post) Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tidak hanya terjadi di Denpasar untuk SMP negeri, namun juga terjadi di Bali untuk tingkat SMA dan SMK negeri. Pasalnya, Surat Edaran (SE) Gubenrur Bali No. 422.1/36200/BPTEKDIK/ Disdik tentang PPDB dan optimalisasi kelas, banyak berdampak pada hilangnya siswa yang sudah mendaftar di SMA dan SMK swasta. Sejumlah pimpinan sekolah swasta menyesalkan SE ini benar-benar tidak pernah dikontrol dan diawasi. Kepala SMA PGRI 1 Denpasar Ni Putu Sanurwati, S.Pd., Kepala SMA TP 45 Denpasar Hj. Ayu Astutti Dhama, S.E. dan Kepala SMA PGRI 2 Denpasar I Komang Artha Saputra, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan banyak siswanya yang lari dan menarik dana pendidikan yang sudah dibayarkan gara-gara turunnya SE ini. Selain itu, sejumlah sekolah negeri di Denpasar diduga menerima melebihi kuota di SE. ‘’Ini yang menyebabkan siswa sekolah swasta menarik diri lagi ke negeri. Sama saja dengan tahun-tahun sebelumnya, pemerintah gagal menjalankan SE dengan konsekuen,’’ tegas Sanurwati.

Di sekolahnya pendaftar awal 43 orang, sejak pengumuman PPDB online dan SE Gubernur turun menjadi 18 orang. Namun menjelang digelar MPLS, Senin (15/7), enam siswanya menarik diri dengan alasan diterima di SMAN 2 Denpasar dan SMAN 5 Denpasar. Ini yang membuat dia kecewa berat lantaran masih ada ‘’celah’’ masuk negeri. ‘’Buktinya, tadi saya berdebat dengan orangtua siswa yang mau menarik diri lagi dengan alasan sudah dijanjikan oleh anggota DPRD yang mem-

BPM/sue

Ni Putu Sanurwati

bantu anaknya masuk negeri,’’ tegas Sanurwati, Sabtu (13/7) kemarin. Menurut Komang Artha Saputra, S.E., ini mengatur adanya penambahan kuota secara terbatas tiap SMA dan SMK negeri di Bali. Dari jumlah yang paling sedikit 15 dan yang terbanyak 36 siswa baru. Dalam SE ini pun diatur bahwa mereka yang boleh mendaftarkan diri adalah siswa yang tercecer yang tak mendaftar di sekolah swasta. Di sekolahnya hingga menjelang berlangsungnya MPLS,

BPM/sue

Komang Artha Saputra

masih ada orangtua siswa yang menelepon akan hengkang dari sekolahnya. Ini menandakan sekolah negeri masih membuka peluang bagi calon siswa baru, padahal jalur SE lewat UN sudah ditutup dan diumumkan per 9 Juli lalu. Untuk itu, dia minta Disdik Bali dan Pemprov Bali mengontrol SE dan pelaksanaannya di sekolah negeri. Kepala SMA TP 45 Denpasar Hj. Astutti Dhama, S.E. mengatakan bahwa jumlah siswa barunya kian berkurang lantaran berlakunya SE yang

BPM/sue

Hj. Astutti Dhama

tak pernah dikontrol ke sekolah negeri. Bahkan, dia lebih berani mengkritisi bahwa pemerintah saat ini hanya memperhatikan sekolah negeri, percuma mewacanakan tak adanya dikotomi swasta dan negeri. Pemerintah dan DPRD Bali, dikatakannya, tidak konsekuen mejalankan aturan. Bagi dia, tak perlu lagi ada SE Gubernur dan istilah optimalisasi PPDB karena akan dijadikan celah oleh sekolah negeri untuk menerima siswa baru lebih banyak lagi. Bahkan ada yang menduga strategi ini dilakukan guna menggalang dana siswa baru lebih banyak lagi lewat dana komite. ‘’Lalu kapan kami di swasta diperhatikan. Kami kan memiliki guru dan karyawan yang harus terjaga kehidupannya,’’ tegasnya. Dia mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi dan mengontrol jumlah siswa di sekolah negeri. Bila melanggar, biar seperti kata Gubernur Koster dan Kadisdik Bali Boy Jayawibawa, kaseknya diancam dikenakan sanksi. Kadisdik Bali Boy Jayawibawa ketika dikonfirmasikan HP-nya selalu mailbox dan tak aktif. Demikian juga Kepala SMAN 2 Denpasar Ida Bagus Manuaba tak pernah mengaktifkan teleponnya. (025)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Mahasiswa dan Peneliti Asing Ikuti Bali BICHS di Itekes Bali

SEBAGAI salah satu upaya mewujudkan misi menjadi institusi yang bertaraf internasional, Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali memprakarsai kegiatan The 1st Bali Biennial International Conference on Health Sciences (Bali BICHS). Bali BICHS 2019 mengangkat tema ‘’Healthcare innovation for optimal health’’ dibuka Rektor Itekes Bali I Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., Sabtu (13/7) kemarin. Yang menarik, kegiatan ini juga diikuti mahasiswa dan dosen asing. Di antaranya 29 mahasiswa dan dosen dari Thailand dan Taiwan yang sedang mengikuti program pertukaran mahasiswa dan dosen. Sejumlah peneliti muda bidang kesehatan di Indonesia dan Asia juga ikut menghadiri agenda penting ini. Saat itu juga ditandatangani MoU an-

tara Rektor Itekes Bali Darma Suyasa dengan Direktur PT Millenium Muda Mandiri Carlos Melgares Varon yang akan menyalurkan lulusan Itekes Bali ke Timor Tengah. Bali BICHS, menurut Rektor I Putu Darma Suyasa, bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan perkembangan inovasi kesehatan di berbagai sektor. Konferensi menghadirkan 9 pembicara, yaitu Assoc. Prof. Dr. Chanuantong Tanasugarn (Mahidol University), I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. (Itekes Bali), Assoc. Prof. Chien-Huei Kao, Ph.D. (National Taipei University of Nursing and Health Sciences/NTUNHS, Taiwan), Kamolrat Turner, Ph.D. (PBRI Thailand). Juga hadir Ass. Prof. La-iad Jamjan, RN., Ed.D. (St Louis College Thailand), Dr. Muhammad Hadi, S.KM., M.Kep. (Aso-

siasi Institusi Penyelenggara Ners Indonesia/AIPNI), Desak Ketut Ernawati, PG.Pharm., M.Pharm., Ph.D. (Unud), Fumihiro Naruse (Jepang) dan Pande Putu Januraga, Dr. PH., M.D. (Unud). Dikatakan Rektor Putu Darma Suyasa, Bali BICHS juga memberikan kesempatan kepada peneliti dan inovatorinovator di bidang kesehatan untuk mempresentasikan dan mempublikasikan hasil penelitian mereka. Terhitung 98 abstrak telah disetujui dan akan dipresentasikan baik dalam bentuk oral presentation maupun poster presentation. Terkait publikasi peserta, diakuinya Bali BICHS bekerja sama dengan Scitepress sebagai publisher. Kegiatan The 1st (First) Bali BICHS ini diikuti oleh total 325 peserta, yang berasal tidak hanya dari Indonesia,

MOU - Rektor Itekes Bali Darma Suyasa, Ketua YP2LPK Bali Ida Bagus Arka dan Carlos Melgares Varon usai meneken MoU.

tapi juga dari Thailand, Taiwan, dan Jepang. Melihat antusias peserta mengikuti kegiatan ini, serta untuk terus mendukung perubahan dan inovasi di bidang kesehatan, pihak penyelenggara berencana akan menjadikan kegiatan BICHS ini sebagai agenda rutin, dimana akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Dia sendiri memaparkan penelitian tentang model pelayanan kesehatan kepada keluarga yang mengalami masalah kesehatan. Model yang dipaparkan lewat visual ini masyarakat diharapkan bisa mengenal masalah kesehatan, mengenal jenis pelayanan, merawat keluarga yang sakit, memotivasi lingkungan dan memanfaatkan sarana kesehatan. Ketua LP2LPTK Bali Drs. Ida Bagus Arka meyakini Bali BICHS ini akan menambah wawasan mahasiswa dan dosen Itekes Bali untuk bersaing dalam berbicara dan memaparkan hasil penelitian di forum internasional. Dengan demikian Itekes Bali menjadi pusat berkumpulnya peneliti dunia. Ketua Asosiasi Institusi Penyelenggara Ners Indonesia (AIPNI) Dr. Muhammad Hadi, S.KM., M.Kep. memaparkan pentingnya rumah sakit (RS) memanfaatkan peneliti di rumah sakit. Selama ini, katanya, rumah sakit jarang memanfaatkan peneliti dalam memberi inovasi pelayanan di rumah sakit. Mereka sibuk memberi pelayanan, namun lupa melibatkan para peneliti bidang kesehatan. Kuncinya RS harus ada iktikad dan dana untuk program tersebut,’’ tegasnya. (ad521)

Kisruh PPDB Jangan Terulang

Diusulkan Tambah SMP Negeri Denpasar (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi yang diterapkan, terutama tingkat SMP telah memicu kekisruhan. Kondisi ini terjadi akibat banyaknya lulusan SD yang tak tertampung di SMP negeri, seperti yang terjadi di Denpasar. Menghindari hal ini terulang kembali pada PPDB tahun depan, usulan agar dilakukan penambahan sekolah negeri. Mengingat sebaran sekolah negeri belum merata. Aanggota DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra, S.T. mengusulkan agar di Densel dibangun SMP negeri baru. ‘’Melihat situasi pada PPDB yang baru dilaksanakan, sehingga masih banyak yang perlu dievaluasi,’’ katanya, belum lama ini. Menurut Suadi Putra, solusi jangka pendek dengan penambahan romongan belajar (rombel), memang sudah dilaksanakan. Termasuk dengan mengakomodir Nilai Ujian Nasional (NUN). Namun, untuk jangka panjang, pihaknya tetap berharap ada semacam kajian, berapa lulusan SD di masing-masing kecamatan. Kemudian di-crossceck dengan jumlah SMP negeri yang ada. Seperti di Densel, saat ini ada tiga SMP negeri, sehingga tak

cukup menampung lulusan SD. Tanpa mengesampingkan keberadaan sekolah swasta, Suadi Putra menilai di Densel idealnya ada empat SMP negeri. Karena dari tiga SMP negeri yang ada, yaitu SMPN 9 untuk zonasi tiga desa/kelurahan di Sanur, SMPN 6 untuk Sesetan dan Pedungan, dan SMPN 11 untuk Serangan dan Pemogan. Sementara untuk Desa Sidakarya, Renon dan Panjer, belum ada SMP negeri. ‘’Makanya ke depan perlu dibangun SMP negeri dengan memanfaatkan lahan milik provinsi,’’ ujar politisi PDI Perjuangan itu. Dikatakan, rencana ini sudah disampaikan langsung kepada Gubernur Bali. ‘’Pak Gubernur pun mengiyakan, dan mempersilakan kepada kami untuk segera mencari lahan provinsi guna dibangun SMP. Sedangkan untuk pembangunannya kami diminta koordinasi dengan Pemkot. Karena untuk pemanfaatan lahan provinsi siap diakomodir,’’ ujarnya. Terkait lahan, lanjut Suadi Putra, pihaknya sudah melaporkan bahwa di Desa Sidakarya, tepatnya di Kerta Dalem ada lahan milik provinsi sekitar 50 are lebih.

Lokasi ini sangat strategis untuk SMP baru. ‘’Pak Gubernur juga minta agar kami segera koordinasi dengan Bagian Aset Provinsi Bali,’’ tandasnya, seraya mengatakan, usulan pembangunan SMP negeri baru ini akan disampaikan saat sidang paripurna anggaran perubahan, melalui pemandangan umum Fraksi PDI-P Kota Denpasar. Suadi Putra mengatakan, masalah pendidikan ini sangat serius, sehingga pihaknya siap mengawal program pem-

bangunan SMP negeri baru ini. Pihaknya tak ingin, kisruh PPDB kemarin terulang kembali di masa mendatang. Terkait pemberdayaan sekolah swasta, Suadi Putra mengatakan, perlu dipikirkan peningkatan subsidi dari pemerintah. Karena dengan subsidi itu akan meringankan beban masyarakat. ‘’Karena pendidikan ini kan urusan wajib pemerintah, makanya harus dicarikan solusi dalam tiap persoalan pendidikan,’’ tandasnya. (kmb12)

Bali Post/ara

RAKER - Situasi rapat kerja di DPRD Denpasar saat membahas PPDB 2019/2020.

Kreasi Wayu Anguan Tampil Memukau SEKAA Gong Kebyar Anak-anak Swara Giri Banjar Gunung, Desa Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan sebagai Duta Kota Denpasar tampil apik di parade gong kebyar anak-anak serangkaian Pesta Kesenian Bali XLI, dengan membawa tarian kreasi di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Jumat (12/7) malam. Sebelumnya sekaa gong ini menampilkan tarian kreasi Tenggek yang juga merupakan burung maskot fauna

Kota Denpasar yang diciptakan I Made Sukarda, S.Sn. dan pencipta tabuh I Ketut Suandita, S.Sn. Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Swara Giri Banjar Gunung tampil memukau dengan riuh tepuk tangan penonton. Kemudian Sekaa Gong Kebyar Wanita Puspasari Banjar Lebah menampilkan tarian kreasi Wayu Anguan. Penata Tari I Made Gede Dwipayana dan Penata Tabuh Ketut Adi Wirahasa mengatakan tarian Wayu An-

guan berasal dari kata Wayu identik dengan bayu yang merupakan penggabungan dari emosional, keinginan, nafsu, api dan air yang terkombinasi secara harmonis. Anguan dalam bahasa Sansekerta berarti mengembara. Wayu Anguan berarti tenaga atau kekuatan yang selalu mengembara sebagai bentuk jiwa atau pramana. Wayu sering disimbolkan dengan Hanoman yang identik dengan istilah sinom yang artinya daun muda, itu sebabnya

BPM/ist

KREASI - Tampilan tari kreasi yang mendapat sambutan meriah dari pengunjung PKB.

Wayu dalam konteks pramana (jiwa) selalu muda. ‘’Kombinasi ini dapat digambarkan dengan warna merah emosional keinginan atau ide, hijau identik dengan kehidupan atau penggerak ide yang akan menghasilkan warna kuning simbol kesejahteraan yang selalu bergerak, disimbolkan dengan kepindekan, kesejahteraan sunari, bentuk atau gerak petakut,’’ ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sangat mengapresiasi pementasan yang ditampilkan Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Swara Giri Banjar Gunung, Desa Pemogan. Semangat yang ditunjukkan sekaa gong, penari hingga persiapan yang dilaksanakan seluruh krama banjar serta tim sangat patut diapresiasi. ‘’Menjaga seni budaya dan tradisi warisan leluhur merupakan keharusan di dalam melestarikan kebudayaan sebagai bentuk benteng moral dan pedoman di dalam menjalankan hidup. Karena ditangan merekalah nantinya kelangsungan seni budaya di Kota Denpasar akan terjaga,’’ ujar Wali Kota Rai Mantra sembari bercengkrama dengan sekaa gong seusai pagelaran. (ara)

SEMINAR - Narasumber bersama peserta seminar awam ‘’Wanita Peduli, Cegah Kanker Payudara’’ yang digelar RS Prima Medika.

RS Prima Medika Gelar Seminar Cegah Kanker Payudara

Sekaligus ’’Launching’’ Layanan BRCA 1 dan 2 Gen Test Pertama di Bali

SERANGKAIAN HUT ke-17 yang jatuh 19 Juli mendatang, Rumah Sakit Prima Medika menggelar seminar awam ‘’Wanita Peduli, Cegah Kanker Payudara’’ di RS setempat, Sabtu (13/7) kemarin. Seminar yang diikuti sejumlah komunitas dan yayasan peduli kanker payudara, para pejuang kanker dan masyarakat umum ini menghadirkan dua narasumber yakni Spesialis Bedah Onkologi Prof. Dr. dr. I.B. Tjakra Wibawa Manuaba, Sp.B.(K). Onk., FInaCS. dan KALGen Innolab Jakarta Tegar Jolandraw, S.Farm., Apt. ‘’Kita angkat topik kanker payudara karena masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada kejadian kanker yang dialami wanita di Indonesia,’’ ujar Direktur RS Prima Medika Dr. Putu Dian Ekawati, MPH. Padahal, lanjut Dian Ekawati, kanker payudara yang ditemukan sejak dini bisa lebih mudah diobati. Dengan demikian, harapan hidup penderita kanker menjadi lebih panjang dan kualitas hidupnya juga menjadi lebih baik. Oleh karena itu, RS Prima Medika yang memiliki layanan unggulan kanker terpadu merasa terpanggil untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kanker payudara. ‘’Jadi, meningkatkan edukasi agar masyarakat mau melakukan deteksi dini kanker payudara. Dimulai dari usia remaja melakukan sadari (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan setiap bulan. Ini cara yang paling sederhana dan paling murah,’’ jelasnya. Menurut Dian Ekawati, RS Prima Medika kini memiliki layanan pemeriksaan genetika kanker payudara, yakni BRCA 1 dan 2 Gen Test yang dapat mendeteksi sejak dini adanya kelainan atau mutasi gen pada darah sebelum timbul benjo-

lan atau bahkan kanker di dalam tubuh. Yakni untuk melihat, apakah ada risiko atau faktor keturunan kanker payudara pada wanita. BRCA 1 dan 2 Gen Test berbeda dengan sadari atau mamografi yang mendeteksi kelainan secara fisik. Pemeriksaan genetik yang baru pertama kali ada di Bali ini di-launching pada saat seminar berlangsung. Peserta seminar bahkan mendapat voucher diskon hingga 30 persen untuk pemeriksaan, disamping berbagai door prize lainnya. Seorang wanita berisiko tinggi terkena kanker payudara atau rahim bila mengalami perubahan pada gen BRCA 1 dan 2. Perubahan gen ini dapat diturunkan melalui keluarga dari pihak ayah atau ibu. ‘’Tes ini hanya dilakukan pada orang-orang dengan latar belakang keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara atau rahim, dan terkadang pada mereka yang sudah menderita salah satu penyakit ini. Konsultasi genetik sebelum dan sesudah tes BRCA sangatlah penting untuk membantu memahami manfaat, risiko, dan kemungkinan hasil yang akan didapat dari tes ini kita mengetahui bahwa di dalam tubuh kita mengandung genetik kanker payudara, maka kita sudah lebih aware melakukan perubahan pola hidup untuk mencegah kanker payudara di kemudian hari,’’ paparnya. Dian Ekawati menambahkan, layanan kanker terpadu di RS Prima Medika memang dimulai dengan edukasi untuk pencegahan dengan melakukan pemeriksaan dini. Kalau memang ditemukan kelainan, berlanjut ke pengobatan tergantung kondisi atau stadium kanker. Bisa dengan operasi, radioterapi, atau kemoterapi. Untuk kanker payudara, bisa disebabkan oleh faktor

genetik, gaya hidup atau pola makan, kurang istirahat, stress, serta penggunaan hormonal esterogen jangka panjang. Kalaupun terdiagnosa, masyarakat diharapkan tidak takut karena mereka tidak sendiri dan kanker bisa diatasi. ‘’Supaya tidak banyak masyarakat yang datang dalam stadium lanjut, karena susah pengobatannya dan mahal,’’ pungkasnya. Salah satu narasumber, Prof. Dr. dr. I.B. Tjakra Wibawa Manuaba, Sp.B(K). Onk., FInaCS. mengatakan, kanker payudara memang bisa diturunkan dari orangtua kepada anak. Namun kemungkinannya tidak besar, hanya 5-10 persen. Mayoritas atau 90-95 persen, kerusakan gen baru terjadi saat dewasa. Antaralain disebabkan diet yang tidak baik dan banyak lemak, kurang olahraga, obesitas, melahirkan anak pertama saat berusia 35 tahun atau lebih, menstruasi lebih awal, ataupun lambat menopause. ‘’Jika ada dalam keluarga menderita kanker payudara, kanker indung telur, atau kanker payudara pada lakilaki, kita assessment dan kalau kita anggap dia high risk, maka kita tes BRCA,’’ ujarnya. Kalau dari tes BRCA ternyata positif, lanjut Tjakra, maka anak atau keturunannya harus diawasi dengan intensif surveilans. Selain itu, bisa dilakukan operasi pengangkatan payudara tapi kemudian direkonstruksi kembali. Tindakan lainnya, diberikan obat-obatan tertentu untuk mencegah kanker payudara. Namun, tes BRCA tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena akan menimbulkan dampak psikologi. ‘’Jangan lupa, BRCA ini cuma kira-kira 30 persen, dari inherited breast cancer atau kanker yang diturunkan kepada anak, keturunan,’’ imbuhnya. (rin)

LPJU Diusulkan Dilengkapi ID Denpasar (Bali Post) Rencana Dinas Perhubungan Kota Denpasar memaksimalkan keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang menjadi faktor penunjang keselamatan dalam berkendara, mendapat apresiasi positif dari kalangan anggota DPRD Kota Denpasar. Terlebih, tahun 2019 ini Dishub Denpasar akan menambah pemasangan LPJU baru di 85 titik prioritas yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Denpasar. Menyikapi hal tersebut, salah seorang anggota DPRD Kota Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra menekankan agar Dishub tak hanya sekadar manambah LPJU, tetapi juga melakukan pemetaan LPJU disertai pembuatan ID masingmasing LPJU. ‘’Saya mengapresiasi penambahan LPJU, karena pemasangan ID LPJU sangat penting untuk memudahkan penanganan gangguan serta keamanan,’’ kata Susruta, belum lama ini. Pemberian ID pada setiap tiang LPJU ini juga dapat digunakan bersama pihak-pihak terkait, seperti pihak keamanan maupun kepolisian. Jika terjadi masalah di satu tempat, masyarakat cukup menyebut posisi pada LPJU terdekat dan pihak yang berwenang cukup

melihat posisi LPJU, sudah bisa segera meluncur ke TKP. Sebelumnya, Kadishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan menjelaskan, penerangan jalan yang berstatus jalan kota memang merupakan kewenangan Pemkot Denpasar. Karenanya, dalam upaya menerangi jalan Dishub Kota Denpasar telah memasang dan mengelola LPJU sebanyak 18.187 titik yang tersebar diseluruh jalan dengan status jalan kota. Tahun 2019 ini, Dishub Kota Denpasar akan menambah LPJU baru di 85 titik prioritas yang tersebar di empat kecamatan berdasarkan permohonan masyarakat, termasuk sarana sosial. Pengadaan LPJU baru ini tertuang dalam APBD Kota Denpasar Tahun 2019

dengan alokasi anggaran sekitar Rp 765 juta yang melalui proses tander. Sriawan pun menyebut ke depan fasilitas LPJU di Kota Denpasar akan dikelola dengan sistem Smart LPJU. Sehingga pemantauan kondisi LPJU dapat dilaksanakan melalui control room yang dapat memberikan informasi jika terjadi masalah dalam LPJU. ‘’Ke depan kami rancang LPJU di Kota Denpasar yang berbasis teknologi yang dikenal dengan istilah smart LPJU, sehingga fasilitas LPJU di Kota Denpasat dapat dirasakan dengan baik dan maksimal dalam menunjang keamanan, kenyamanan serta keselamatan dalam berkendara di jalan raya,’’ katanya. (kmb12)


4

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Catatan Festival Tepi Sawah

Memahami, Mencintai Lingkungan dan Seni Festival Tepi Sawah telah hadir Juli, gema dan jejaknya masih terus diingat dan dikenang. Festival yang menjadikan kolektivitas khas Bali sebagai semangat utamanya ini, kian menciptakan lingkungan dinamis dan kreatif bagi masyarakat modernindividual dengan menyajikan berbagai kegiatan seni seperti musik, workshop, instalasi seni, dan berbagai cabang seni lainnya untuk berkarya di dalam kebersamaan yang dibalur dengan program-program ramah lingkungan. Memang, Festival Tepi Sawah diproyeksikan sebagai sebuah acara kesenian tahunan berorientasi ramah lingkungan, yang akan melibatkan dan menghadirkan seniman-seniman dari berbagai cabang seni, untuk berkolaborasi dan berkarya dalam kebersamaan. Di pusat lokasi yang sangat unik di pinggiran Desa Pejeng ini, Festival Tepi Sawah merancang Uma Stage yang melatardepani panorama simbolik tempat aspirasi ini terlahir: di Tepi Sawah. Festival Tepi Sawah ini lahir dari perpaduan passion dan gagasan dari tiga pelaku seni, yaitu Nita Aartsen, Anom Darsana, Etha Widiyanto, yang memberikan kombinasi latar belakang pengalaman di bidang Music Education & Performance, Sound Engineering & Event Management, Architecture & Designs. Adalah intensi mereka untuk mengintergrasikan elemen kreatif dari festival ini dengan edukasi dan implementasi tentang environmental sustainability, baik di kalangan anak-anak maupun di kalangan dewasa. Berbagai line up yang merupakan talent-talent yang luar biasa akan ditampilkan di Festival ini. Tentu masih mengusung semangat Nusantara sebagai konsep utamanya. Nita Aarsent, founder Festival ini yang berkecimpung dan bertanggung jawab dalam soal line up, mengungkapkan bahwa tahun ini Fetival Tepi Sawah menghadirkan line up yang istimewa. “Tahun ini ada yang sangat spesial: sinden yang bisa menyanyi jazz dan blues Endah Laras, dan juga membawa tal-

ent yang luar biasa umur 17 tahun sinden muda juga dari Solo. Ada dalang cilik Narend yang bisa berkolaborasi dengan Woro. Highlight yang menarik dari Papua: Papua Mania, mereka akan menari dan menggelar kolaborasi. Tak kalah serunya ada artis Ibu Kota Anda Perdana yang akan tampil. Juga tak ketinggalan aka ada duo maut antara Balawan feat Made Ciiiaaattt,” ujarnya. Panggung Tak hanya sebatas itu, Festival Tepi Sawah juga akan menggelar “Tribute untuk Koesplus” di mana semua artis-artis yang berkontribusi, semuanya akan ikut menyanyi. Selain dihiasi dengan panggung musik, Festival Tepi Sawah juga akan menggelar workshopworkshop yang tak kalah apik sebagai bahan edukasi, seperti workshop film bersama Erick EST, workshop cukil dengan Rumah Kelima, workshop tari dengan Dayu Ani dan juga workshop dengan Pak Made Bandem. Turut serta grup-grup dari generasi muda yaitu dari ISI Denpasar dan juga dari

Universitas Udayana. Di dalam segi tatanan produksi, Festival Tepi Sawah ini dipersiapkan dengan matang dari tahun ke tahun, baik dari segi stage/ tata panggung, juga dari sound dan lighting, dan kebutuhan produksi lainnya. “Kami mencoba dari tahun ke tahun untuk menyuguhkan sebuah festival yang ramah dengan nada anakanak, dan keluarga. Untuk itulah kebutuhan sound, lighting yang digarap juga akan mengikuti dan menyamankan anggota keluarga yang hadir, intinya menyamankan semua mata dan telinga,” ujar Anom Darsana, founder Festival Tepi Sawah yang bertanggung jawab dari segi produksi. Inovasi Dari sisi environmental, Festival Tepi Sawah ini telah sukses dan melahirkan inovasiinovasi baru untuk mengedukasi peserta festival termasuk para penampil, maupun audience untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, sama-sama tidak menghasilkan terlalu banyak atau mengurangi sampah dengan cara menggunakan kembali alat-alat makan dan minum serta asbak. Lalu dari sisi lain workshop yang akan disampaikan oleh Pak Made Taro dan dari Little Talks di Ubud, dan kegiatan art corner untuk anak-anak dari bahan recycle, membuat hal ini menjadi senada dengan mewujudkan festival yang ramah lingkungan yang mampu dilaksanakan atau dipraktikan oleh segenap pengunjung dan segenap penyelenggara. Sampah “Di sisi venue, kami boleh berbangga sebab sudah tiga tahun ini kita masih menggunakan pelang-pelang yang sama dari material yang sama untuk signage seperti run-

down, dekorasi dan sejenisnya. Dan juga masih dalam rangka mengurangi sampah dan mengutamakan 3R. Tahun ini dan setiap tahun merupakan ide baru, sejalan dengan salah satu highlight yang akan dibawakan yaitu Dalang Cilik Narend, membuat kami terinsiprasi untuk menyiapkan ‘wayangwayangan’ sebagai bagian dari dekorasi,” ujar Etha Widyanto, Founder Festival Tepi Sawah. Dalam gerakan kesadaran lingkungan ini, Festival Tepi Sawah berkolaborasi dengan Clean Bali Series, sebuah program buku dan pendidikan tentang kesadaran lingkungan untuk anak-anak, yang sudah dimulai sejak tahun 2006, dan yang telah aktif menggalang program bulanan “Bali Bersih” di lokasi festival, Omah Apik, bersama dengan sejumlah organisasi dan aktifis lingkungan, pendidikan, seni dan budaya, untuk memberikan ruang belajar kepada anak-anak setempat tentang kesadaran lingkungan. Sawah Melalui kebersamaan ini akan menjadikan Festival Tepi Sawah sebagai cerminan dan pembawa pesan kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup dengan prinsip reduce, reuse, dan recycle (kurangi, gunakan kembali, dan daur ulang) baik dalam hal produksi, penjualan makanan dan minuman, penanganan sampah, pembuangan limbah dan lainlain. Festival Tepi Sawah menggunakan area di tepi sawah sebagai pusat kegiatan. Kolaborasi antara seniman adalah suatu konsep yang sangat menarik dan akan mengejutkan bagi orang-orang yang akan menghadiri festival ini. Selain itu, Festival Tepi Sawah juga akan mengalirkan beberapa sekuen arsitektur yang menarik. Booth yang akan menyebar di setiap lanskap, dan instalasi seni akan menambah kecantikan festival ini. Festival Tepi sawah juga akan mengadakan workshop dari berbagai cabang kesenian, dan food stall serta art market. Tak khayal, Festival Tepi Sawah ini akan membuat audience yang hadir tersihir melalui pukau yang ditampilkan oleh seniman-seniman yang turut ambil bagian dalam festival ini. Ayo siap-siap menyambut festival ini tahun depan ya? (osi)

Bersahabat dengan Epilepsi Istilah epilepsi mungkin sudah sangat populer di masyarakat. Bahkan setiap melihat orang yang tiba-tiba mengalami kejang, mereka banyak menganggap itu sebagai penyakit epilepsi. Hal tersebut tentu tidak sepenuhnya salah, akan tetapi setiap bangkitan kejang tidaklah selalu akibat epilepsi. Hingga saat ini penyakit epilepsi masih menjadi paradigma sosial di masyarakat dan masih ada yang salah menilai dan menganggapnya sebagai suatu penyakit menular atau penyakit kutukan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2012 memperkirakan terdapat 50 juta orang di seluruh dunia yang menderita epilepsi. Angka prevalensi dan insiden epilepsi di Indonesia belum diketahui secara pasti. Hasil penelitian kelompok Studi Epilepsi, Perhimpunan Dokter Saraf Indonesia di beberapa RS di 5 pulau besar di Indonesia pada tahun 2013 didapatkan 2.288 penyandang epilepsi, dan sebanyak 21,3% merupakan pasien baru. Epilepsi adalah kelainan otak manusia yang ditandai dengan adanya kecenderungan timbulnya bangkitan epileptic (kejang) terus-menerus, yang memiliki dampak terhadap tingkat kecerdasan, psikologis, dan sosial. Pola bangkitan bervariasi mulai dari gejala; mata yang melirik ke atas atau ke salah satu sisi, gerakan kepala,

gerakan tubuh, gerakan pada salah satu atau kedua lengan dan tungkai, bangkitan tonik/klonik (klojotan), mengompol saat terjadi kejang, ataupun lidah tergigit. Bangkitan kejang akan lebih mudah terjadi saat kelelahan, kurang tidur, faktor hormonal, stres psikologis, maupun konsumsi minuman beralkohol. Kelainan Penyakit epilepsi bisa disebabkan oleh adanya kelainan otak akibat trauma kepala, infeksi susunan saraf pusat, kelainan bawaan, maupun keganasan pada otak. Beberapa penyakit lainnya yang mirip dengan epilepsi di antaranya; syncope (tiba-tiba pingsan), bangkitan kejang bukan karena epilepsi akibat gangguan psikis, maupun serangan panik, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lainnya. Ketika terjadi bangkitan kejang, keluarga terdekat yang ada di sekitar pasien tidak perlu panik atau bila terjadi di keramaian jangan dikerumuni, berikan ruang yang cukup. Singkirkan

Kisara “Halo Kakak Kisara, kenalin, aku Agung. Aku sering baca tulisan Kisara di koran dan akhirnya aku pengen coba nanya juga ke Kakak Kisara. Sebenarnya curhat itu perlu gak sih Kak? Kan banyak orang yang suka malas kalau misalnya kita curhat ke mereka. Kalau curhat itu penting, ke mana sih aku bisa curhat yang nyaman Kak? Makasi. Hai Agung. Salam kenal dan terima kasih sudah mengirimkan pertanyaan kamu ke Kisara. Nah, Agung dan sahabat Kisara sendiri pasti udah gak asing banget sama yang Namanya “curhat”. Curhat atau kepanjangannya ‘Curahan Hati’ biasa diartikan sebagai kegiatan dimana

seseorang mencoba untuk menceritakan masalah atau perasaan yang dialaminya kepada orang yang dipercaya. Permasalahannya bisa saja beragam, mulai dari masalah percintaan, keluarga maupun pertemanan. Lalu, apakah curhat sebenarnya perlu dilakukan? Curhat pada dasarnya

benda yang membahayakan di sekitar pasien dan jangan berusaha untuk mengikat atau melawan gerakan kejang untuk mencegah pasien terluka, jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut karena dapat melukai area di sekitar mulut dan dapat menghambat jalan napas. Segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang tepat sehingga akan mencegah kerusakan otak yang lebih luas. Semakin lama pasien mengalami bangkitan kejang semakin banyak jaringan otak yang rusak dan akan berpengaruh terhadap kecerdasan penderita. Pengobatan Pengobatan epilepsi memerlukan jangka waktu yang lama, namun tingkat kesembuhan untuk penyakit ini adalah baik, tergantung pada pencegahan faktor pencetusnya, kepatuhan dan teraturnya pasien untuk minum obat antiepilepsi, serta rutin kontrol pengobatan sesuai dengan kondisi pasien. Penyandang epilepsi dapat hidup normal dan bekerja seperti yang lainnya. Dukungan dari keluarga masyarakat di sekitarnya menjadi sangat penting untuk mengurangi dampak psikologis dan meningkatkan mental penyandang epilepsi. l dr. Made Putri Indraswari, S.Ked.

Curhat Itu Perlu

mampu membantu seseorang untuk melepaskan keluh kesah yang dipendamnya. Dengan curhat, seseorang akan merasa lega dan merasa lebih baik bahkan mampu menghindarkan orang tersebut dari depresi. Curhat dibutuhkan setiap orang karena tak selamanya manusia bisa mengatasi kegundahan, mengadukan kegelisahan, menguraikan rasa sakit hati dan menyelesaikan permasalahannya sendiri. Curhat bisa juga ditindaklanjuti sebagai aktivitas berbagi pengalaman,

bertukar pikiran dan berbagi perasaan, terutama dengan orang-orang terdekat yang kita percayai. Karena itu, curhat menjadi kebutuhan psikis yang dianggap penting oleh banyak orang. Sebagai ajang berbagi, curhat memiliki banyak manfaat, asal dicurahkan kepada orang yang tepat. Pertama, melegakan dan menenangkan perasaan. Di saat sedih dan gundah, kita butuh teman walaupun hanya untuk sekadar mendengarkan keluh-kesah kita. Curhat kepada sahabat, keluarga

dan orang-orang terdekat paling tidak bisa meringankan beban yang menghimpit perasaan. Apalagi jika orang tempat kita curhat memberikan respons yang baik. Hati dan pikiran kita bisa jauh lebih tenang. Kedua, curhat bisa membuat hubungan semakin dekat dan erat, baik dengan keluarga maupun sahabat. Kedekatan timbul karena rasa nyaman, rasa percaya dan adanya rasa menghargai dan dihargai. Orang yang jadi tempat curhat akan merasa dihargai dan di-

percaya karena umumnya curhat menyangkut masalah pribadi, sehingga ia juga bisa lebih memahami pribadi sahabatnya yang curhat tersebut. Demikian pula orang yang curhat, dengan adanya respons dari pendengar curhatnya, ia merasa dihargai, dimengerti dan merasa orang tersebut bisa dipercaya. Saling percaya, saling memahami dan pengertian merupakan faktor yang bisa mempererat dan melanggengkan hubungan antarmanusia. Lalu ke mana sih kita para

remaja bisa curhat? Tentunya pilihan pertama adalah orang tua kita sendiri. Namun, banyak remaja yang malah tidak nyaman berbagi dengan orang tuanya dan memilih berbagi dengan teman dekatnya atau orang-orang yang telah dipercaya olehnya. Bagi sahabat Kisara yang galau mau curhat ke mana, bisa langsung curhat ke kita di Kisara loh. Bisa langsung via sosial media atau bisa private chat dengan konselor remaja yang siap mendengarkan cerita sahabat Kisara.


5

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Capricorn Jangan biarkan kesalahan berlarutlarut tanpa ada perubahan, karena itu akan memperburuk kondisi bisnis dan karier Anda saja. Bila dirasa hanya merugikan, lebih baik segera ditinggalkan jangan hanya memburu kesenangan sebentar, akan tetapi penderitaan yang akan dirasakan tak ada habis-habisnya. Asmara: Jalan yang Anda hadapi berdua masih panjang dan penuh dengan liku-liku kehidupan, sehingga haruslah mempersiapkannya mulai dari sekarang. Aquarius Usahakan untuk tidak statis karena tanpa ada gebrakan dan terobosan yang bervariasi sangatlah sulit untuk bisa meraih hasil maksimal seperti yang diharap-harapkan. Begitu juga terhadap berbagai rintangan yang muncul, cobalah dihadapi dengan kepala dingin dan hati tenang. Asmara: Nikmati kebahagiaan ini dengan banyak mengisi waktu bersamanya, dan jangan sampai mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Pisces Inilah minggu kemenangan bagi Anda, karena Dewi Fortuna selalu mengiringi setiap langkah yang Anda kerjakan. Motivasilah diri Anda agar bisa bangkit dari rasa malas dan perasaan terlalu cepat puas. Makan seadanya tak masalah yang penting tak punya tanggungan, daripada punya banyak barang tetapi dikejar-kejar dengan hutang itu akan lebih fatal lagi. Asmara: Belum tertutup bagi Anda untuk meraih hatinya. Aries Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa melaksanakan tanggung jawab dengan baik, apalagi situasi di minggu ini sangatlah men-support bagi semua rencana Anda. Jangan malas untuk melakukan evaluasi. Solusi untuk kecemasan masalah keuangan terletak pada orang di dekat Anda. Untuk itu coba Anda lebih berhemat lagi. Asmara: Pertahankan suasana asmara Anda yang semakin harmonis dan mesra, jangan sampai hancur hanya karena perkara sepele saja. Taurus Minggu yang lumayan tenang ini belum tertutup bagi Anda untuk mulai mempersiapkan rencana baru yang lebih prospektif di minggu-minggu yang akan datang. Jangan biarkan pikiran melamun entah ke mana, bukankah lebih baik mengoreksi hasil kerja Anda akhir-akhir ini. Lagi banyak uang sebaiknya tetap ingat di kala kekurangan sehingga tak terlalu boros. Asmara: Jangan ragu untuk mengutarakan masalah beban pikiran Anda selama ini, supaya kesalahpahaman tidak terjadi begitu panjangnya. Gemini Jangan meremehkan bantuan dari teman lama ada baiknya tidak ditolak, perlu sikap yang lapang dada dengan tetap memperhatikan batas-batas kewajaran. Apalagi situasi dan keadaan Anda yang benar-benar membutuhkan bantuan, untuk itu tidak perlu negative thinking padanya. Asmara: Tanggapi omongannya yang pedas itu dengan ucapan yang lemah lembut, jangan malah ikut berkata kasar, agar pertikaian itu bisa segera berakhir. Cancer Jangan punya pikiran yang macammacam apalagi sampai menghamburhamburkan uang seperti itu, karena masih banyak kebutuhan lain yang belum tercukupi. Nikmati saja apa adanya, tidak perlu terlalu diada-adakan. Nanti bingung sendiri jika kebutuhan yang lebih penting belum tercukupi. Asmara: Kenangan manis ini tidak akan terlupakan. Leo Kalau Anda bisa mengikuti arus dan tidak sampai menerjangnya maka minggu ini akan berjalan dengan tenang dan membahagiakan. Berusahalah mengalah walaupun diri Anda merasa benar karena memang hawanya di minggu ini yang bikin jengkel dan gelisah. Istirahat sejenak setelah makan, agar makanan tersebut dapat dicerna dengan baik. Bila ada tawaran yang menguntungkan cobalah segera ditindaklanjuti dengan sepenuh hati. Asmara: Cukup tenang dan jauh dari konflik yang berat. Virgo Situasi di minggu ini cukup mujur dan jauh dari rintangan yang berat, sehingga bisa lebih bebas bergerak tanpa takut terganjal oleh berbagai rintangan. Hanya saja cobalah untuk tidak banyak berbicara agar segala peluang itu tidak hanya di angan-angan. Bicaralah seperlunya saja itu akan lebih baik. Asmara: Coba Anda tidak cerewet satu hari saja, pasti suasana akan lebih semarak dan lebih tenang. Libra Di saat ini Anda harus lebih berkonsentrasi pada apa yang menjadi rencana Anda, tak perlu terpecahkan oleh provokasi yang sengaja dilancarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Apa yang menurut Anda baik dan telah menjadi keyakinan Anda lebih baik segera saja dijalankan. Kemujuran di minggu ini masih memihak Anda, sehingga jika ada kesempatan sebaiknya benar-benar bisa dimanfaatkan. Asmara: Masih ada selisih pendapat dan itu adalah hal yang lumrah dan tak perlu diperpanjang, coba Anda yang lebih mengalah kepadanya. Scorpio Cukup banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, maka mau tidak mau Anda harus mengimbanginya dengan motivasi tinggi dan prestasi kerjanya harus lebih dipergiat lagi. Jangan cepat berpuas diri dulu dengan hasil yang telah diraih selama ini, teruslah kejar setiap peluang yang ada. Asmara: Tak perlu berpikiran yang bukanbukan karena si dia amat sayang pada diri Anda hanya saja pikiran Anda yang selalu negatif kepadanya. Sagitarius Bila pikiran kurang bisa konsentrasi sebaiknya tak perlu dipaksakan, cobalah hadapi segala tantangan dengan penuh ketenangan dan kesabaran. Di minggu ini peluang belum tertutup, sehingga tak perlu takut untuk mengambil tindakan berani untuk meraihnya. Asmara: Perlu konsentrasi pada masalah personal dan usahakan untuk tidak terganggu dengan masalah profesional atau urusan seminggu-minggu.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 14 - 20 Juli 2019

Memuja Maharesi Vyasa pada Guru Purnima yasya deve para bhaktir yatha deve tatha gurau tasyaite kathita hy arthah prakasante mahatmanah

Redaktur Khusus

(Svetasvatara Upanisad 6.23)

WAKYA

“Orang-orang tercerahkan yang mempunyai keyakinan teguh pada Guru dan Tuhan, pada orang-orang seperti itu segala pengetahuan suci Veda akan terungkap dengan sendirinya pada dirinya.” Tradisi Veda sangat menekankan sraddha (keyakinan tidak tergoyahkan) dan bhakti pada Guru maupun pada Tuhan. Lebih jauh, Tuhan pun di-Satu-kan dengan Guru dan Guru pun di-Satu-kan dengan Tuhan menjadi Bhatara Guru. Sebagaimana dan sejauhmana sraddha bhakti pada Hyang Parama Isvara seperti itu pula sraddha bhakti yang diberikan kepada Guru (yatha deve tatha gurau). Hanya ketika orang memiliki rasa sraddha bhakti sempurna seperti itu maka segala pengetahuan suci Veda akan terungkap dengan sendirinya di dalam orang yang penuh rasa sraddha bhakti pada Guru dan Tuhan (tasyaite kathita hy arthah prakasante). Pada hari rembulan bersinar terang dan bulat penuh di bulan Asadha, yang tahun 2019 ini jatuh pada tanggal 16 Juli, umat Hindu merayakan hari suci penting dinamakan Guru Purnima atau Vyasa Purnima. Pada hari suci ini, umat melakukan pemujaan terhadap Maharesi Vyasa, penulis kitab suci Veda. Guru dalam bahasa Sanskerta berasal dari suku kata gu (kegelapan) dan ru (mengusir/menghilangkan). Guru berarti yang mengusir/menghilangkan kegelapan (avidya, maya). Guru mengajarkan aksara, memberikan tuntunan cara hidup dunia dan hidup di jalan Tuhan. Dalam tradisi agama spiritual, baik Guru yang memberikan pengetahuan dunia (apara-vidya) mau-

weda

Darmayasa

pun Guru yang memberikan pengetahuan “sangkan paraning dumadhi (para-vidya)”, keduanya harus diberikan penghormatan tinggi. Purnima menunjukkan bulan Purnama, bulan yang penuh rupa dan penuh terang. Purnama yang jatuh pada bulan Asadha merupakan bulan suci yang sangat penting dan penuh makna secara agama spiritual. Ia merupakan awal perjalanan matahari ke arah Selatan “Daksinayana”, saat-saat yang penuh dengan karunia spiritual. Jika orang mempraktikkan spiritualnya dengan baik pada Purnima Asadha maka akan mendapatkan manfaat penuh dari praktik spiritualnya. Saat-saat “asadha-masa” adalah saat-saat “sunya-masa”, yaitu saat-saat penuh karunia kekuatan hampa-kosong “sunya”. Hari suci penuh karunia bernama Hari Sayani Ekadasi, umat Hindu dan/atau penganut ajaran Veda melaksanakan puasa penuh atau puasa “phala bungkah phala gantung” (buahbuahan dan umbi-umbian) seharian penuh dalam rangka menyambut saat-saat penuh karunia Hyang Narayana memasuki “Yoga-nidra”-Nya atau “tidur spiritual”-Nya. Hari suci ini juga merupakan awal praktik 4 bulan putaran puasa bernama Catur Masa. Memang tidak banyak umat yang berhasil mempraktikkan puasa Catur Masa selama 4 bulan berturut-turut mengingat ia memerlukan jangka waktu panjang (4 bulan) dan juga sangat ketat aturan. Guru Purnima merupakan hari suci yang sangat dinantinantikan oleh umat Hindu. Guru Purnima adalah hari Pesta Spiritual. Guru Purnima adalah hari banjir karunia

Guru, yang Guru Purnima adalah “Hari Guru” bagi umat Hindu. Pada hari penuh karunia ini umat memuja Guru melalui pemujaan khusus pada Maharesi Vyasa, Mahaguru suci “pendiri” dan “penegak” ajaran agama yang langgeng, agama tanpa pernah “redup” dan menjadi “ibu” yang melahirkan yang lainnya. Pada hari ini, umat sebisanya meminggirkan segala kesibukan demi berada dalam suasana “pesta spiritual Guru Purnima”. Pustaka suci Sarasamuccaya mendeskripsikan Maharesi Vyasa dalam penuh keagungan: Tersebutlah seorang maharesi agung (Hana sira maharsi), seorang maharesi yang tidak ada tersisa sesuatu pun yang tidak diketahui oleh beliau (tan hana kapinggingnira). Beliau dipuja-puja oleh bukan hanya dunia melainkan oleh penduduk Tri Loka, tiga alam yaitu Bhūh Bhuvah Svah (kinatwangan ing triloka), mempunyai kekuatan luar b i a s a u nt u k m e l e ny a p ka n kegelapan batin seluruh makhluk (rumantasaken petengning ajnananing sarwabhawa). Sang Maharesi Maha Agung tersebut bernama Maharesi Krsna Dvaipayana Vyasa (Bhagavan Byasa ngaranira), dan beliaulah yang sangat pantas untuk dihaturkan penghormatan maha agung (sira ta sembahen). Umat manusia patut berbangga bahwa Tuhan menurunkan ke atas muka bumi ini seorang Maharesi yang Maha Terpelajar, menguasai seluruh ajaran Veda, beliau adalah Maharesi Krsnadvaipayana Veda Vyasa. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan perihal adanya banyak nama Vyasa (29 Vyasa termasuk Vyasa Parasaraputra). Akan tetapi, Vyasa yang disebutkan di sini sebagai yang “mengurai” Veda adalah Vyasa, putra dari Matsyakanya Dewi Satyavati dengan Maharesi Parasara, yang dilahirkan di sebuah pulau kecil “krsna” di tengah sungai suci Yamuna. Maharesi Parasara, dengan menggunakan kesaktiannya membuat pulau kecil itu tertutupi oleh

awan gelap. Oleh karena itulah pulau tersebut dinamakan Krsna-dvipa. Krsna berarti hitam atau gelap, dan dvipa berarti pulau. Dengan demikian, tidak akan ada kekacauan tafsir mengenai Vyasa yang mana yang dimaksudkan di dalam penulisan Mahabharata ini, sebab, sudah sangat jelas disampaikan melalui “anak sang Satyavati, patemwan lawan Bhagavan Parasara, prasuta ri tengahnikang Krsna-dvipa, Bhagavan Byasa ngaranira,” bahwa Vyasa yang dimaksudkan di sini adalah putra Maharesi Parasara dengan Dewi Satyavati yang mempunyai Putra dengan kemampuan agama spiritual maha tinggi bernama Sukadeva, dari istrinya bernama Pinjala, putri Maharesi Jabali. “Tan hana kapingging nira”, bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak diketahui oleh beliau. Kalimat ini mempertegas level ke-”maharesi”-an yang sudah dicapai oleh beliau. “Tan hana kapingging nira”, tidak ada sesuatu apa pun di dunia ini yang lepas dari tangkapan pengetahuan beliau. Kalimat ini sangat sesuai dengan definisi kata Resi (rsi) yang berarti yang melihat mantram (mantra drstarah). Maharesi Vyasa melihat segala hal-hal yang spiritual, melihat kebenaran secara menyeluruh. Itulah sesungguh-sungguhnya seorang “nabi” sejati, yang penuh kasih dan maha terpelajar, dinamakan Rsi (Resi), atau Maharsi. Seorang Maharesi di dalam ajaran Dharma Sanatana adalah beliau yang sudah mencapai kesempurnaan maha sempurna, yang sudah melihat kebenaran dengan gamblang. Orang suci seperti itu dinamakan Trikala-jnani, yaitu beliau yang mengetahui masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Orang-orang suci seperti itulah yang menulis kitab-kitab suci Veda, orang suci yang sudah sangat jauh dari sentuhan kebohongan. Oleh karena itulah, orang-orang suci seperti beliau itulah yang berhak dan layak menulis kitab-kitab suci, yang memberikan penerangan

sangat jelas dan pasti kepada seluruh dunia, bagaikan sinar terang benderang matahari yang menghalau kegelapan malam, menyebabkan segala sesuatu menjadi sangat jelas terang benderang. Tentu terkecuali mereka yang membaca kitab suci namun belum siap meninggalkan rasa iri hati, dengki, amarah, dan lain-lain, yang menyebabkan kitab suci itu akan “diterjemahkan” ke dalam kalimat-kalimat kecil dan dimanfaatkan untuk pencapaian kepentingan duniawi. “Kinatwanganing ing tri loka”, bahwa beliau dipuja dan dipuji bukan hanya oleh para penduduk bumi melainkan juga oleh penduduk Tri Loka. Jika para pengagum Maharesi Krsna-dvaipayana Vyasa juga termasuk para Resi, Muni, Yogi dan bahkan para Dewa/ Malaikat, maka dapat dibayangkan siapa dan bagaimana Maharesi Vyasa tersebut. Itulah orang suci “Nabi” dari agama Sanatana, agama kekal abadi. Kebanggaan “mengenal” dan mendapat karunia “tetesan amerta” dari kitab-kitab suci Veda yang ditulis oleh Maharesi Vyasa sepantasnya dimiliki oleh insan manusia di atas muka bumi ini. Mereka yang ingin memulai menyampaikan sembah sujudnya kepada Maharesi Vyasa pada hari suci Guru Purnima, dapat melakukan pemujian dengan mantra pujian berikut: “Namos’tu te vyasa visala-budhir, phullaravindayata patranetram, yena tvaya bharatataila pūrnah, prajvalito-jnanamayah pradipah. Persyaratan indah perihal siapa yang patut “disembah” diberikan pada bait di atas, namos’tu te, sembah sungkem, tasmai namah, kepada siapa hamba patut menghaturkan rasa hormat bhakti, atau dalam Bahasa Jawa Kunanya “sira ta sembahen”, beliaulah yang hendaknya disembah dan patut dipuja pada hari suci Guru Purnima. Bhagawata Purana menyebutkan bahwa hanya melalui karunia Guru suci orang dapat mencapai pengetahuanpengetahuan suci dan rahasia tentang Atma dan Paramatma, dan karena itulah hari Guru Purnima menjadi penting bagi umat Sanatana Dharma.

MIMBAR AGAMA kegiatan yang mengkodisikan agar para jamaah haji banyak melakukan perenungan dan muhasabah (mawasdiri), siapakah dirinya, apa sajakah yang dilakukan dalam melaksanakan tugas penghambaan kepada Tuhannya? Apa saja yang akan dilakukan dalam “sisa” perjalanan hidupnya di bumi ini? Dalam kondisi seperti apakah jika kelak kembali keharibaan Tuhannya? Singkatnya, muhasabah (mengoreksi diri sendiri) saat wukuf itu sangat penting sebagai “pelatihan” menghadapi pengadilan pada hari kiamat nanti, saat setiap orang akan diadili dengan seadil-adilnya, dimintai pertanggungan jawab terhadap apa-apa yang telah dilakukannya saat hidup di dunia. Dalam pengadilan akbar itu, tidak hanya mulut yang berbicara, bahkan anggota tubuh pun, atas kekuasa Allah SWT, diberi kemampuan untuk berbicara, memperkuat bukti-bukti terhadap apa-apa yang telah dilakukan seseorang sewaktu menjalani kehidupannya di dunia ini. “Pada hari ini (kiamat), Kami

tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberikan kesaksian terhadap apa yang dulu mereka kerjakan.” (Q.S. Yaasiin [36]: 65). Pada pengadilan akbar di hari kiamat itu, tidak seorang pun bisa mengelak, apalagi menyampaikan alibi yang berbelit-belit sewaktu diadili oleh Tuhannya. Tentu saja jelas berbeda dengan pengadilan di dunia ini, saat terdakwa yang “ditemani” oleh pengacaranya bisa berkelit, bersilat lidah untuk menutupi kesalahannya. Maka bisa saja terjadi, yang salah menjadi benar, atau sebaliknya. Hukum pun bisa “dipermainkan”, baik dengan uang, maupun kekuasaan. Namun pengadilan di hari kiamat, akan berlangsung dengan seadil-adilnya. Tertutup sudah kongkalikong dan segala macam kecurangan itu. Arofah, dari segi bahasa bermakna kenal atau mengenal. Kita pun memaklumi, manakala seseorang mengenal dan semakin mengenal siapa Tuhannya, juga semakin mengenal siapa dirinya,

niscaya akan semakin membukakan jalan untuk melakukan pengabdian kepada Tuhannya dengan baik dan lebih baik lagi. Ibadah haji adalah sebuah perjalanan fisik, sekaligus juga perjalanan spiritual. Sedangkan kehidupan kita di dunia ini, dari saat ke saat, sejatinya juga suatu perjalanan menuju Tuhan Yang Maha Esa, sebuah perjalanan panjang yang dalam “suatu etape” ada start dan finishnya. Kehidupan kita di dunia ini adalah suatu “etape” yang juga ada start dan finishnya, yaitu kelahiran dan kematin. Pada waktunya nanti, kita pun akan memasuki “etape” kehidupan di alam barzah atau alam kubur, sebelum akhirnya kelak sampai pada “etape” terakhir, yaitu kehidupan di negeri akhirat. Semoga dalam semua “etape” yang ada, petunjuk, perlindungan dan rahmat Allah SWT senantiasa menyertai kita. Sedangkan bagi para jamaah haji yang menunaikan rukun Islam yang kelima itu, kita doakan semoga meraih haji yang mabrur, kembali dengan selamat ke Tanah Air, dan siap menebar salam (kedamaian) di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negeri tercinta ini.

melawan tentara pemerintah. Setiap saat terjadi bom bunuh diri di berbagai kawasan negeri itu,’’ tutur Rubag. ‘’Ya, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di depan World Economic Forum mengatakan sejak 2014, sebanyak 45 ribu nyawa pasukannya melayang, belum lagi ratusan ribu penduduk sipil terbunuh sia-sia. Dalam lima tahun jumlah korban nyawa sudah mencengangkan, apalagi negeri tersebut konon sudah diguncang perang selama 17 tahun. Berkali-kali dilakukan perdamaian antara pihak yang berseteru, namun tidak bertahan lama, karena perang dianggap sebagai kebutuhan. Tragisnya, dua juta murid tidak bisa lagi melanjutkan sekolah. Baik karena keamanan terancam maupun banyak bangunan sekolah ambruk. Akibatnya, banyak terjadi pernikahan dini dan yang paling merisaukan, tidak sedikit jumlah anak putus sekolah direkrut untuk memperkuat pasukan-pasukan yang terlibat dalam perang. Aku sungguh mengapresiasi komentar yang ditulis seorang fisbuker yang kamu tuturkan,

Bag! Mungkin dia dan kebanyakan dari kita yang cinta damai merisaukan kondisi politik di Tanah Air. Demi kekuasaan, ada segelintir elite politik yang tidak hirau keselamatan bangsa dan negara, lalu mengagitasi para pendukungnya untuk melakukan tindakan melawan hukum. Syukurlah sejak sebelum kemerdekaan, bangsa kita sudah mengenal kearifan Nusantara, yang disebut Bhinneka Tunggal Ika. Berbeda-beda tapi tetap satu!’’ ulas Nyoman Sudiantara. ‘’Persis! Mpu Tantular mewariskan frasa itu yang diselipkannya di Kekawin Sotasoma pada abad ke-14. Itu semboyan yang bertujuan mempersatukan bangsa yang sudah pluralis sejak dulu. Ratusan suku, ratusan bahasa daerah, ratusan adat istiadat dan budaya, bahkan kini semua agama di dunia ada penganutnya di sini. Hebatnya para pendahulu kita agaknya sudah memahami multikulturalisme, lalu pada Kongres Pemuda II di Jakarta, mereka mewujudkan bunyi sesanti itu. Pada 28 Oktober 1928, Bhinneka Tunggal Ika

dicetuskan sebagai Sumpah Pemuda. Meskipun sebenarnya mereka belum tahu pasti apakah negeri akan bernama Indonesia atau bukan, karena kita masih dijajah? Tanpa ragu mereka menyebut Indonesia sebagai nama bangsa, tanah air dan bahasanya, padahal yang berkumpul dalam kongres tersebut terdiri dari banyak suku. Bahkan suku Jawa yang paling besar dalam jumlah dan sudah memiliki bahasa dan huruf yang sempurna, merelakan bahasa mereka digeser oleh bahasa Melayu. Bahkan tujuh kata dari Piagam Jakarta dihapus Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, agar Sila Ketiga dari Pancasila yakni Persatuan Indonesia terwujud. Luar biasa toleransinya para pendahulu kita, kendati jauh sebelum merdeka Islam sudah mayoritas. Karena itulah bangsa Indonesia tetap berdiri tegak hingga sekarang, meski ada pihak-pihak yang ingin menghancurkannya. Ya, kita rawat Bhinneka Tunggal Ika, kita pertahankan Pancasila!’’ tegas Made Surjanegara.

Haji dan ”Pelatihan” Hadapi Kiamat H. Kusnadi Musthofa DARI detik ke detik dalam beberapa hari ini, hingga beberapa pekan ke depan, Bandara King Abdul Azis di Jedah, Arab Saudi, adalah salah satu bandara tersibuk di dunia. Maklum jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru bumi, melaksanakan ritual ibadah haji sebagai penyempurna keislaman seseorang itu. Rekor tertinggi lagi-lagi dipuncaki oleh Indonesia dalam hal jumlah jamaah haji yang diberangkatkan, dan tahun ini jumlahnya mencapai 231.000 orang. Disadari atau tidak, Indonesia yang jumlah penduduk muslimnya terbanyak di dunia, menjadikan satu-satunya negara di bumi ini yang “memindahkan” penduduknya untuk bepergian ke negara lain dalam jumlah hampir seperempat juta orang dengan menggunakan transportasi udara. Dan “pemecahan rekor” itu selalu terjadi setiap tahun!

Bisa dibayangkan, betapa tidak sederhananya manajemen perjalanan ibadah haji yang melibatkan ratusan ribu orang itu. Sementara tentara sekutu dalam Perang Dunia kedua, misalnya, hanya berhasil mendrop (memindahkan) 50.000 tentaranya ke Normandia, Perancis Selatan, melalui udara. Maka jika dibandingkan dengan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini, mesti diakui, prestasi tentara sekutu itu tidak lagi mengagumkan benar. Akan halnya berkumpulnya secara serentak jamaah haji dari seluruh dunia di padang Arafah, yang tahun ini, diperkirakan berjumlah hampir 4,5 juta orang, jelas ini merupakan suatu rekor tersendiri juga dalam hal banyaknya warga dunia yang berkumpul dalam kurun waktu satu hari, yaitu saat berlangsungnya wukuf di area padang pasir yang luas itu. Yang menarik, para ulama menyebutkan, kegiatan wukuf (diam, berhenti) di Arofah saat masuk dzuhur pada tanggal 9 Dzulhijah sampai terbit fajar pada 10 Dzuilhijah, adalah suatu

Kita Rawat Bhinneka Tunggal Ika! AFGHANISTAN memiliki tujuh suku pecah tercerai-berai. Indonesia bersatu dengan 714 suku, karena kita punya Bhinneka Tunggal Ika. Rawatlah itu! ‘’Itu komentar di facebook, yang kubaca sebagai respons atas status yang bernada separatis sebagai dampak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilpres 2019. Kemudian di antara banyak komentator terjadi pula debat sengit menjurus kasar diwarnai saling umpat, karena isu khilafah, radikalisme dan intoleransi. Lalu muncul pemilik akun atas nama Kim yang agak sejuk, seakan mewanti-wanti fisbuker lain untuk tidak terpecah-belah. Makanya dia menyebut nama Afghanistan, negara yang tercerai-berai kendati hanya memiliki tujuh suku bangsa. Sebelumnya, aku tidak begitu perhatian terhadap negara yang berlokasi di Asia Tengah itu, meski dalam film laga ‘Rambo III’ yang dirilis tahun 1988, wilayah tersebut dikisahkan diinvasi serdadu Uni Soviet. Ya, kala itu Perang

brolan BALE BANJAR ARIDUS Dingin antara Blok Timur dan Barat masih berkecamuk. Di film itu, John Rambo berkolaborasi dengan milisi Mujahidin untuk mengusir serbuan Soviet. Celakanya, setelah Uni Soviet bubar, Afghanistan yang berpenduduk sekitar 32 juta jiwa malah mengalami perang saudara karena diguncang kudeta berkali-kali. Malah Mujahidin setelah bermetamorfosa menjadi Taliban, bekerja sama dengan kelompok-kelompok radikal yang berafiliasi dengan ISIS,


Bali

6

Redité Kliwon, 14 Juli 2019

Sesolahan Baris Juntal

Ketah Kasolahang olih Krama sané Sampun Marabian

SOANG-soang genah utawi wewidangan utamanipun ring Bali majanten madué parikrama wiadin pidabdab sané sampun kamargiang saking nguni. Tetamian marupa dresta punika kantos mangkin kantun becik kamargiang. Wénten dresta utawi “budaya khas” sané karipta sangkaning makatah parindikan miwah ma-akulturasi tur katami pinaka dresta sané macihna pisan. Sinalih tunggilnyané marupa sesolahan Baris Juntal. Baris Juntal wantah dresta marupa sesolahan ring wewidangan Banjar Malet, Kutamesir, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten

Bangli. I Nyoman Sumarta, Kelian Banjar Adat Banjar Malet Kutamesir maosang, Baris Juntal wantah sesolahan sané sampun katami saking nguni saha kantos mangkin kantun becik kamargiang. Sané macihna saking sesolahan puniki wantah busana sané kawigunayang minakadi kwaca lan jalér mawarna sarwi selem taler ngawigunayang topong ulat-ulatan tiing sané sampun kuna. Soang-soang pragina taler malelet anggannyané antuk kain lilitan tebel sané minabmatetujon mangda praginané nénten matatu tatkala masolah ngawigunayang keris. Satios punika, praginané

Bencingah

Nénten Dados Ical YADIASTUN Baris Juntal pinaka sesolahan tenget, kasenian sané sampun kuna, nanging krama ring Banjar Malet Kutamesir setata nglestariang sesolahan inucap. Indiké punika prasida kaselehin saking pidabdab krama sané kantos mangkin kantun becik nyolahang sesolahan Baris Juntal santukan krama irika mapikayunan mangda sesolahan inucap nénten ical. Sakadi sané kabaosang I Nyoman Sumarta, ri kala mageng wali utawi pidabdab karya ageng, Baris Juntal patut kasolahang sios ring palinggih sawewidangan Malet Kutamesir taler ring wewidangan tios minakadi ring Penempan, Tiga, Malet Géde miwah désa-désa sawewidangan irika. Daweg ring masan panglingsirnyané nguni, sesolahan Baris Juntal ketah kasolahang kantos ring Batur Kintamani miwah Pura Jati Kintamani. Ngeninin indiké punika, naenin kapanggihin parindikan sané ngangobin manah. Ring masan dané sampun dados prajuru, wénten karya ageng utawi wali ageng Balik Sumpah Mendem Padagingan ring wewidangan Désa Beng Gianyar. Kocap karyané irika nénten prasida kawastanin puput sadurung kadagingin antuk sesolahan Baris Juntal. Mawinan punika, prajuru irika maidehan ngrereh ring dija genah kawéntenan sesolahan inucap kadruénang kantos kirang langkungnyané awarsa. Kasuén-suén kapanggihin yéning sesolahan inucap wantah kadruénang olih krama adat ring Banjar Malet Kutamesir. Pamuputné risampuné polih pamutus saking banjar adat saha kajantenang indik galahnyané, raris Baris Juntal kasolahang ring karya agung Désa Beng Gianyar. Akéh taler krama Malet Kutamesir sané ngiring ka wewidangan désa inucap. “Tatkala punika, tiang kesiab duaning sadurungnyané nénten naenin uning sareng prajuru saking Désa Beng Gianyar. Tau-tau ipun rauh makta banten panguntap jagi nguntap tur nedunang Baris Juntal duén iriki. Punika mawinan tiang ngraris ngamargiang pasangkepan ngeninin indik panguntap jagi masolah,” Nyoman Sumarta nlatarang. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

BAhAsa INDONESIA

1. dasar

1.

ds(,

dasar

2. data

2.

dt,

semua

dtdt,

macam-macam

3. data-data 3. 4. dauh

4.

dhu;,

waktu

5. daut

5.

dhut/,

terpesona

6. dawa

6.

dw,

panjang

7. daweg

7.

dw)g/,

ketika

8. daya

8.

dy,

akal

9. dayuh

9.

dyu;,

teduh

10. dayung

10. dyu*,

kayuh

taler mapayas madaging don gegirang lan macorét ring prerai taler ngawigunayang gongseng ring batisnyané. Indik sarana sané kabakta tatkala masolah, soang-soang pragina makta tumbak sané kakaryanin saking kayu, tamiang sané kakaryanin saking blulang sampi miwah keris sané mangan kaselet ring tundunnyané. Sesolahan puniki ketah kasolahang ri kala wénten karya ring palinggih sajebag Banjar Malet Kutamesir utamanipun tatkala piodalan ageng utawi sané ketah kasengguh antuk “mageng wali”. Kasolahang ri kala masucian utawi kabijian taler ritatkala pamucuk

karya sané masikian sareng sesolahan minakadi rejang, baris, wayang miwah sané tiosan sakémawon Baris Juntal sané kasolahang pinih ungkur. Wusan punika wawu kramané prasida ngaturang pamuspan miwah ngaturang piodalan utawi mageng wali. “Ring pikayunan krama iriki, sesolahan inucap kabaosang biasa-biasa kémanten nanging sinarengan taler katengetang miwah kasuciang pisan kahananipun. Yadiastun asapunika, durung naen wénten pragina sané karauhan ri kala masolah,” baos dané. Malih dané maosang, sesolahan inucap kamargiang olih

kutus diri pragina. Yéning katilik sujatiné kasolahang antuk nembelas diri pragina, sakéwanten krama sané kajudi tur nelebin sesolahan inucap wantah akidik. Tios punika, wénten taler sané kajudi dados sekaa gong sané ngiringang sesolahan inucap. Kahanan punika matiosan pisan ring masané nguni sané makasamian krama kajudi dados pragina Baris Juntal, nanging tatkala jagi masolah wawu kaselehin sapasira kémanten sané tedun ngayah masolah nganutin akéh sané kaptiang tatkala punika. Ngeninin indik tuuh krama sané masolah, dané maosang sané nyarengin wantah krama

sané sampun kelih utawi sampun marabian. Santukan yéning kantun wimuda napi malih alit, minab kantun méweh jagi nabdabang raga tur nedunang ambek pikayunannyané tatkala jagi masolah utamanipun ring paileh maguletnyané. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Nengah Timtim, krama Banjar Malet Kutamesir sané dados pragina Baris Juntal. Dané maosang, sadurung jagi masolah, pragina patut nyayagayang raga utamanipun bayu sané becik. Punika santukan akéh pisan sesolahan sané ngaptiang bayu utamanyané ri kala magulet yadiastun paileh

sesolahannyané kapanggihin nénten méweh. Sané patut taler kamargiang olih krama sané kajudi dados pragina wantah sampun polih mapaurukan sadurungnyané indik paileh lan pulah-palih sesolahan sané kamargiang. “Krama sané kajudi patut taler nyarengin pidabdab nunas ica ring palinggih ring wewidangan Banjar Malet Kutamesir. Tetujonnyané wantah nunas wara nugrahan Ida Bhatara sané malinggih irika mangda lédang Ida mapaica karahayuan lan para praginané gelis resep ring sekancan paileh sesolahan inucap,” dané nartayang. (was)

Ri kala Masolah

Praginané Patut Masebeng Wayah BARIS juntal wantah sesolahan tradisional sané macihna tur katengetang pinaka budaya tetamian para panglingsir ring Banjar Malet Kutamesir, Desa Tiga, Susut, Bangli. Yadiastun wantah sesolahan sané ketah kasolahang ring upacara yadnya utamanipun ring piodalan ageng, busana sané kawigunayang wantah sarwa selem tur sakadi wadwa Belanda kuna. Sesolahan sané kairingang antuk gegambelan utawi tetabuhan sakadi tabuh bebapangan punika madué paileh sesolahan sané jakti nelasang bayun pragina sané masolah. Nyolahang Baris Juntal sujatiné nénten méweh duaning pailehnyané nénten rimit, sakéwanten sané kaaptiang wantah bayu sané becik. Ngeninin indik sué sesolahan punika kamargiang, I Nengah Dana, krama Banjar Malet Kutamesir sané sampun sué dados panguruk masolah Baris Juntal maosang, sesolahan inucap kamargiang nénten lintangan ring a jam. Galah punika sampun rumasuk mararian ping tiga ri sajeroning sesolahan inucap kamargiang. Sesolahan inucap kakawitin antuk para pragina nyolahang sesolahan “baris pegambahan” utawi “baris jojor” pinaka pamungkah sesolahan antuk pidabdab tumbak marep ajeng tur

tamiangnyané kabakta antuk tangan tengen. Wusan punika ngranjing ring paileh kaping kalih, praginané nyolahang “baris tumbak” antuk tangan tengen ngamel tumbak sané muncuknyané marep menék tur tangan kiwa makta tamiang. Wusan punika wantah mararian ajebos. Risampuné juru tabuh ngawitin malih nabuh, raris ngranjing ring paileh kaping tiga marupa parikrama “ngirag” utawi tumbak kabakta ring arep tangkah antuk muncuk ipun marep tuun tur tangan kiwa makta tamiang taler ring arep tangkah. Wusan punika wawu ngranjing ring paileh kaping pat sané kakawitin antuk ngenahang tumbaknyané ring sor sané raris kambil olih pecalang utawi krama tiosan. Wus punika wawu para pragina ngaud keris sané kaselet saha kawigunayang sajeroning paileh sesolahan. “Akéh mararian kantos ping tiga duaning soang-soang paileh sesolahan kamargiang ping akéh utawi marep ring petang pangider bhuana,” baos dané. Kalanturang malih, riwusan keris kaaud tur kagamel ring tangan tengen, wawu pailehnyané kamargiang antuk sesolahan sakadi masiat satmaka saling jagur antuk tangan ngambel keris. Pid-

MASIAT – Sané taler dados cecihnan ring kasenian puniki wantah pidabdab sesolahannyané sané madaging antuk parikrama masiat utawi magulet sakadi krama miegan. Parindikan punika sané ketah jagi nelasang bayu para praginané. abdab punika kamargiang olih patpat pragina kémanten, sané malih patpat jagi meneng ring ungkur pragina sané masiat. Risampuné ipun masiat kantos magulet, wawu kapalasang olih petang pragina sané meneng ring ungkur. Ipun sané masiat jagi nyongkok tur sang sané malasang jaga masolah sakadi nyingak-nyingakin tatu saking pragina sané nyongkok. Wusan parikrama punika kamargiang raris sang sané makapatpat sané ring ungkur malih nimbalin masiat

Dura désa

Sesolahan Topéng Malangan

Tetamian sané Patut Kalestariang SATIOS ring Bali, ring Jawi taler nglimbak sesolahan topéng wiadin wayang wong. Minakadi sinalih tunggil sesolahan topéng saking wewidangan Malang, Jawa Timur. Tari Topéng Malangan, sapunika wastan sesolahan sané pinaka asil pepadonan saking budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan, miwah Jawa Timuran (Blambangan miwah Osing). Dasar sesolahan topéng puniki madaging antuk unsur kekayaan dinamis miwah gamelan saking Jawi, Madura, miwah Bali. Carita sané kasinahang taler akéhan indik Carita Panji. Tari Topéng Malangan rumasuk ring wisata budaya Banyuwangi sané sampun wénten mawit abad 20. Tari topéng puniki wantah niyasa ambek i manusa, santukan akéh topéng sané nyinahang kahanan sebet, bagia, kimud, galak, miwah sané tiosan. Sajeroning masolah, Tari Topéng malangan puniki kasolahang olih makudang-kudang pragina.

Carita sané kasinahang ketah marupa carita Panji antuk tokohnyané minakadi Raden Panji Inu Kertapati (Panji Asmarabangun), Galuh Candrakirana, Dewi Ragil Kuning, Raden Gunungsari, miwah sané tiosan. Ri kala masolah, wénten makudang-kudang paletan carita. Mawit saking paletan jejer jawa, jejer sabrang, perang gagal, gunungsari-patrajaya, perang brubuh, miwah bubaran. Satios punika, pateh sakadi carita sajeroning pawayangan, tokoh sajeroning Topéng Malangan puniki taler kapah dados makudang-kudang soroh, minakdi bolo tengen (ksatria jawa), bolo kiwo (raksasa/ klono), dewa, pragina istri, miwah punakawan. Tios punika, sajeroning pementasan Tari Topéng Malangan taler wénten dalang. Satios nguratiang pamargin carita, daler taler maparikrama ngicén sesaji taler ngwacén mantra ri kala ngaturang sesaji. Ngeninin indik gamelan sané

ngiringang, Tari Topéng Malangan puniki kairingang antuk gamelan tradisional minakadi kendang, bonang, gong, miwah piranti gamelan tiosan. Satios punika, sesolahan pacang sayan ramia ri kala medal panjak miwah sinden. Sajeroning panglimbaknyané, tari Topeg Malangan puniki sayan rered sangkaning kirangnyané regenerasi miwah rasa éling krama nglestariang saha nglimbakang sesolahan puniki. Yadiastun asapunika, makudang-kudang sanggar ring Malang kantun kukuh nglimbakang budaya tetamian puniki. Utsaha pelestarian inucap kabuktiang antuk ketahnyané ngamargiang pementasan antuk makudangkudang paweweh gerak sané nénten lempas saking pakem sesolahan Topéng Malangan. Utsaha inucap majanten muatang uratiang saking pemerintah taler samian krama mangda kawéntenan tetamian budaya inucap lestari. (pusdat/ berbagai sumber)

sané raris kapalasang olih pragina sané sampun polih dumunan magulet. Wusan pailehé punika raris para pragina nglanturang masolah tur mawali ka genah sapatutnyané antuk keris kantun ring tangan tengen miwah tamiang ring tangan kiwa. Dané malih nlatarang, sané patut kaélingang olih para pragina tatkala nyolahang sesolahan puniki wantah nénten dados makenyem napi malih kedék. Ipun patut masemu pageh utawi “masebeng wayah” mangda anut saking busana sané kawi-

gunayang masolah inggih punika satmaka busana para wadwa payudhan ring masané nguni. Napi malih kocap sesolahan punika kapiurukang tur kasolahang ngawit saking masan penjajahan Belanda, sinah nénten anut yéning praginané kantos kedék tatkala masolah. “Sangkaning punika, para pragina tatkala masolah patut nyinahang sebeng wayah, lagas wiadin pageh mangda nénten tungkas sareng busana miwah paileh sesolahanné,” dané nguntatin. (was)


Nyastra

Redité Kliwon, 14 Juli 2019

WÉNTEN petang diri krama mabahan ring sor ténda batan wit ancak sada rob, nanging makapatpat araharuh ngorahang kebus bara. “Aruuuhhh kéné panesé puk.” “Suba dini nongos di betén ténda batan kayuné, nu masé panes.” “Manusa sing mula kéto. Ujan kéweh, panes masé lengeh.” “Nah, kanggoang dini nongos malu, pang sing panesan, pang sing damuhan dogén. Sing kéto?” “Kudiang men, di tengah kéto bekné, makiba sing ngidaang!” “Nah suud amonto ngorta, jalan madaar malu, to nyama-nyamané pada suba teka ngabaang nasi!” “Kaki…, kénkén nengil to. Sing ada masaut nyang abuku. Amonto timpalé saling ceduran ngorta?” “Sebet sajan kenehé dadi anak tua kéné. Idup ngyasayang pianak cucu nemu kéweh, jani di subané mati masé buin nepukin kéweh. Suba tambis abulan kingsananga dini di batan ancaké. Apa ya kadén lacuré.” “Da makamben di sunduk Ki. Sing ja di Badung gén kéné, di Gianyar, Klungkung, Karangasem, cutet jeg agumi Bali kéné. Kanti kéweh bendésa adaté ngitungang. Nak ada karya gedé koné di pura.” “Suba ja kéto. Lekad, idup, mati iragané Ida Bhatara sané ngadakang. Dadi disubané mati, dadi kéné panadin paicané. Idup kena sukeh, mati kena sekeh.” Kaki Kiyeng, Pan Panti, Dadong Ongkék, lan Nang Kebrek iteh ngrembug ring betén ténda batan wit ancak ring pelataran rumah sakit sinambi ilir-ilir ilih-ilih ngawé gesit ngrereh tis, antuk panes jagaté ngentak-entak kadi kaborbor. “To…to… tingalin Jero Mangku lakar ka jeroan pura ngias Ida Bhatara, Purnama Kadasa bin mani, odalan di Padmasana.” Jero Mangku kairing olih pegawépegawé makta étéh-étéh upakara makadi pejati, padapa, gebogan, sodasoda, patabuh arak-brem, canang sari, pasepan, danyuh-timpug, sambuk, bunga ratna, lamak, gantung-gantungan, miwah sané tiosan jumujug ka jeroan jagi ngias, nglintang majéjér pééd ring arep ténda genah makudang-kudang sawa keni kasengker makingsan ring rumah sakit. “To, dini di rumah sakit sing ja sebel, dadi ngodalin, amoné liun sawané maliah kanti teked di sisi?” “Mula kéto, nak sesai ada dogén sawa makingsan dini. Yan sebel, kan jeg sing taén ngodalin dadiné?” “Nyak asané kéto.” “Nyaaakkk…” “Ah sing kena baan ngorang apa. Jero Bendésa dogén bingung, apa buin benya kéné, awak wong tani kelen.” “Saja to. Kéné sing dadi, kéto sing dadi, jeg kéweh ragané magama dadiné.” “Agama patut ngicén suluh galang pajalan warginé apang élah-aluh, yan jeg kéwéh kéné, da salahanga nyamané liu makecos!” “Sing ada kéto. Agama sing ada kéweh. Benya né ngaé kéweh padidi. Makejang benya né ngelah ékan-

Idup Sukeh, Mati Sekeh I Madé Suarsa ékané to, ring kéné ring kéto.” “Drestaé kéto kudiang…?” “Kuna Dresta, Loka Dresta, Désa Dresta dadi benehin. Sastra Drestaé ajegang!” Durung puput para pangemit sawané mabligbagan, wénten iringiringan krama istri nyuun upakara kakawitin anak lanang makta sundih, angklung, panyéketan krama lanang mundut wadah, kaungkurin gong blaganjur lan panyatusan para pangiring. Pakrimik nyama braya kalayuseka-

ran, pakrumuk para atma antuk sué nénten kadadosang ngabén, dados jongkok pakaeng tanggun satua ring margi-margi ring warung-warung. Ring surat-surat kabar lan radioradio indiké puniki, indik dahat suéné jagaté kasengker nénten kadadosang ngabén, taler dados unteng pabligbagan. “To…to…dadi ja ngabén?” “To plebon, sing ja ngabén.” “Plebon dadi, ngabén sing dadi kéto?” “Aa saja. Kénkén né, ada dadi, ada

sing?” “Kéné, kéné, kéné, koné.” “Koné…?” “Koné kéwala seken.” “Kénkén to suba seken bin misi koné?” “Cang sing maan maca surat uaruaré ento, kéwala di surat kabaré seken sajan cang maan maca.” “Kénkén to?” Kasujatiané sampun sué kauaruarin salami ngawit ngambil pakaryan ring pura kahyangan kumantos panyineban wekasan, krama sané keni kalayusekaran yukti nénten kadadosang nglaksanayang upacara atiwa-tiwa, ngabén. “Ngabén koné sing dadi. Men jeg sekeh bangké bulan-bulanan keto? Kadén bedik séwané ngingsanang bangké di rumah sakit?” “Saja to, yan jumah jang, nyén ajak ngremba bulan-bulanan?” “Ngabén mula tusing kadadiang…” “Kéné suba dadiné, sawané patijeljel makingsan di rumah sakit, kuangan tongos, maliah kanti ka sisi.” “Benya krama dané tusing beneh ngincepang uar-uar. Ngabén mula sing dadi, sakéwala mangkingsan di geni di pertiwi, dadi. Makingsan to.” “Men mara plebon?” “Yén sang maraga sulinggih lebar, yén rumaga pinandita mangku séda, kawenangan plebon kéto, réhning yén mantuk ida tan kawenang mangkingsan di geni apa buin di pertiwi, kéto.” Risesampuné wénten pamutus pamiteges kadi punika, amunapi kadén liang manah Kaki Kiyeng, Pan Panti, Dadong Ongkék, Nang Kebrek, doning preti sentanannyané jagi sagrehan ngingsanan di geni anak lingsirnyané sané lacur sampun sué makingsan ring rumah sakit. Bendésa Agung, bendésa adat, katekaning para manggala jagat wawu sakadi becik kayuné sami, doning sangkaning katah sawané makingsan ring rumah sakit, bendésa lan pemerintah kasengguh ngaryanin pamutus sané malah ngéwehin krama. “Uar-uaré gabeng.” “Uar-uar anak matulis di surat, patut tlektekang pesan sesuratané, incepang kasuksmannyané!” “Panak-panaké né pelih ngresepang uar-uar. Suba seken to ngabén mula sing dadi, sakéwala da sekeha awaké dini-ditu, sawiréh makingsan di geni di pertiwi dadi.” “Amat sebet bayuné. Idup suba sukeh, suba mati masé kena sekeh.” Galang apadang manah kramané. Mabyayuhan mangkin ipun ngambil sawan reramannyané ring rumah sakit, jagi digelis kakingsanan riin ring geni sadurung sida kapuputang upacara atiwa-tiwané. “Pekak, Mémé, Bapa, jani suud nongos dini di rumah sakit, lan kanggoang makingsan malu di geni nah, pang sing dini maguyang di batan kayuné. Yan suba liwat sengkeré, ditu kal gaénang cang upakara apang pragat yasan Cangé teken anak lingsir.” -0-

Made Agus Wardana

Satua

Ngajahin Kasenian Bali ring Dura Negara

I Belog Mantu (5) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) CARITAYANG buin Pan Luh Sari di jalan, ia nepukin cicing meju. Iwasina tainné badeng patuh buka ané orahanga tain cicing ibi ané sopa baan I Belog ané baanga ia nyicipin abedik. Jaan manis malenyad asananga. Lantas Pan Luh Sari ngénggalang nyaup tain cicingé ané mara pejunanga ento, laut sampola daara kadéna patuh kéto manis rasané apan patuh nota gobanné. Mara teked di bungutné napi Dewa Ratu, pengit mlekag boné, pait makilit asané. Buin ia paling ngutah-utah telah krikan basangné pesu di jalan sambilanga nemah mamisuh. Lantas ia ngénggalang ka yéhé mabaseh, makemuh, masutsut apang ilang pengitné. Buin akesepné teka I Belog, lantas Pan Luh Sari ngorahang awakné negarang naar tain cicing, jelek asané. I Belog kedék sambilanga ngomong kéné, “Dong sing ja, tain cicing daar sing jelek. Indayang ta iwelé daar, sing ja nyen jaan.” Gelising satua énggal, jani magaé ia di cariké cara-cara. Suba kéto masih tondén karasa baana ibané kena daya. Jani suba tengai, gegaéné nu nyalah tungkakang, I Belog mapwangkid akejep manyaru ngalih-alihin taluh kakul. Aliha jajané ané kebanga totonan, tekad di yéh umané ané makembengan sada nlegdeg nyongkok ia, bebehanga jajané abedik kambang sambrag. Duduka tiltila punguta, suba telah di yéhé totonan, buin ia makisid dituan, buin kéto. Sada pepes ia jongkok-jongkok, sada ngincemin limannyané nyokot, ngesop, luung lemuh kinyukané. Jaan pesan asana, nota baan bapan Luh Sari, I Belog takonina, “Belog, ento apa kaincem ditu kaesop-esop, jaan pesan asanna. Idih ja bedik.” Masaut I Belog, “Tara né, bapa. Bapa sing ja bisa apa naar taluh kakul matah-matahan, cara icang kéné ngamah jaja begina magoreng.” (Masambung)

YADIASTUN sué meneng ring dura Negara, Made Agus Wardana sayan tresna ring kasenian tradisional Bali. Buktiné, mawali saking Belgia, lanang antuk tetiga putra puniki merekonstruksi genggong, kasenian klasik sané wénten ring Banjar Pegok, Denpasar. Sadurungnyané, Agus Wardana—sapunika ipun ketah kasambat wantah panguruk gamelan tradisional Bali ring Eropa. Kayun krama dura negara ring kasenian Bali yukti ageng pisan. Ipun nénten wantah nyaksiang sinambi andup-anup kémanten, nanging taler nyelehin tur kayun matakén. “Ri kala ipun ngicén apresiasi becik sakadi punika, tiang pinaka seniman patut prasida ngwedar taler nyaritayang indik kasenian Bali majeng krama irika,” baosnyané. Pegawé lokal staff Duta Besar RI ring widang Penerangan Sosial Budaya puniki marasa polih tantangan mangda prasida ngwedar kawéntenan kasenian Bali, pamekas indik gamelan tradisional Bali. Santukan punika, ipun setata malajahang raga taler ketah ngwacén indik kasenian gamelan mangda prasida nyawis sekancan pitakén saking krama irika. Santukan molihang panyawis sané jangkep taler bebaosan sané becik, ngawinang krama irika meled malajahin kasenian Bali. Sangkaning akéhnyané krama asing komunitas Bali sané kadaut, lanang sané embas ring Banjar Pegok, Denpasar, 25 November 1971 puniki ngwangun sekaa anyar sané kawastanin Sanggar Saling Asah ring Belgia taler nan-

giang malih krama komunitas Bali ring Belanda, mawinan metu taler komunitas anyar antuk kahanan sané anyar. “Tiang taler ngajahin Sekaa Bali Puspa ring Jerman, Sekaa Puspa Warna ring Paris, sanggar ring Amsterdam, Denhaag, miwah genah tiosan. Tiang ketah ngamargiang workshop budaya, taler ngajahin indik kabudayaan Bali,” wewehnyané. Mangda dangan ngicén paplajahan indik kasenian Bali majeng krama asing, akéh parindikan sané kamargiang Agus Wardana. Satios ngamargiang pendekatan miwah keakraban antuk metode sané familiar, Agus taler ngajahin langsung taler ngicén krama asing punika ngwedar pikayunan seni sané kaduénang mangda marasa seneng malajahin kasenian Bali. Sadurung ngajahin kasenian Bali ring dura negara, somah Ni Wayan Yuadiani sampun naen ka dura negara daweg dados mahasiswa STSI (ISI sané mangkin). Pinih kapertama ka India (1993), Eropa (Jerman, Belgia) warsa 1995, ka Korea sareng duta Kota Denpasar miwah ring warsa 1996 ka Belgia. “Sané mangkin tiang malih nangiang kasenian genggong tur ngwedar majeng para yowanané mangda sayan kalestariang,” wewehnyané. Genggong sané naen ical makudang-kudang warsa puniki malih katangiang tur kapéntasang ring ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke41. Satios nyolahang gendinggending k u n o t a l e r ngwedar gamelan genggong sané kaadungang sareng gamelan geguntangan, miwah ngwedar gendinggending reriptan anyar sané mamurda Gamut (gamelan mulut) sané ngwedar suaran-suaran vokal sané pateh sakadi suaran gamelan. (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 11. eknkæisn/,

Kénak pisan, kyunuæ*hyum\áihin/,

kayun Sang Ayu manggihin, b)bueronn/, beburonan, mid)pßwirs,

midep mawirasa, \)dum*piekoli;zen,

ngedumang pikolih nyané, ennÓ)nßjugégßÏbut/,

nénten majugjag marebut, eh(omtßr&s*p)mimæin/,

hormat maring sang pemimpin, sieyosæisnÉ&mnus,

sios pisan ring manusa, \ulh*edewekpyu,

ngulahang déwéké payu, kliputãhnÉj;tm;,

kaliput baan rajah tamah, h\Ðren,

angkarané, sdÉipusenmmu(ti,

sadripu sané mamurti, kliputuæpÕtimir.

kaliput Sapta Timira.

Saking Langit Bali Siki Ulengné asiki Sembah bakti Majalar bukti Maring Widhi Genahé yukti Singit tan kadi Patemon sepi Tengahing ati

Tiga Nyarit sané tatiga Mabucu ring angga Ngaturang pralingga Mogi jagaté raharja Sayaga ngupiara Las nulus laksana Mahuluning rasa Sangkaning tresna Tatiga manyanggra Alit agung buwana Ngraketang suksma Dumogi paripurna Nilarwati


8

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Tirtagangga Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Sayat Tertinggal Luka ini derita baru Sudikah kau tahu Ini buktinya Darah segar menetes keluar Mendekatlah, pandanglah Urat nadi yang terbelah Menjadi celah-celah Minggat dari hukuman dan siksaan Ayo bauilah, nikmatilah Kemerdekaan dari darah yang merekah Biar tangan gemetar Melangkah tak perlu gentar Ingatlah nanti saat nadi kembali Sayatan kan mengering Luka kan tenggelam Dan kita tak perlu lagi berbohong dalam kepalsuan I Gede Suwartama

Udara melentingkan perangai embun Ketepi –tepi kolam berlumut lembut Mengucup wajah keruh mengucap salam Tatap jernih mata bening mata air dan mata ikan-ikan yang bermunculan berseliweran Membinarkan mata hati mata hati rimbun rindu Tak tahan tak mencebur meliuk indah Berkecipak dalam nikmat paling dalam Debur hening yang memancur dari patung-patung, kerling teratai dan rahasia purbamu Yang terperam penuh kuntum cinta Menonjok gegap pengap Menawan sesak jejak Di tubuhmu yang segar mekar I Ketut Aryawan Kenceng

I Wayan Nuriarta

Cok Padmanaba

Penari dan Perupa Liukan jemari lentik Ni reneng pragina banjar kelandis Menumpah aroma bunga Memetik cahaya bulan Di pelataran pucuk-pucuk senja Tajam garis-garis sapuan warna Ida bagus made poleng dan yang lainnya Melambungkan wangi bianglala Warna warni cerita purbani Perjalanan sungai sejarah Berkilau kilau Memilin sekujur cinta Persembahan cahaya kalbu Sekilau wajah purnama Senandung kidung tanah dewata Gemulai bertaburan Bersunting bunga cempaka I Ketut Aryawan Kenceng

Singkap Pintu Ladang Jiwaku Pernah kuceritakan padamu tentang Dewi kahyanganyang melukis mawar Pada dinding jantung anak manusia Seharusnya tak lagi kutanya mengapa Cinta begitu membutakan Tak kan kubeberkan sebuah rahasia Kau peri terdamparkarena mabuk asmara

Cok Padmanaba

Fotografi

Dua Sahabat karya Mario Blanco

Tatap Saya karya Satmoko Tody

Jika benar seperti katamu Ia menitipkanbenih bahagiamu di humaku Mari, mari singkap pintu ladang jiwaku Petiklahselagi ia ranum Ketut Sugiartha 2019

Penari Gandrung menapak sinar lampu kita menari sesama jenis bercumbu di padang sepi tak bertepi suara seruling, bunyi gamelan membuat larut dalam percumbuan angin berdesir bagai berbisik percumbuan tak akan berakhir tapi kemesraan tak boleh ditampakkan bercumbu dalam tarian bukan bercumbu di pembaringan katamu saat di balik langsai berdiri sebelum dalam kalangan menari penari gandrung penari gandrung ketika arahmu memancar sinar bulan aku terkesima. kau sangat rupawan tubuhmu berkilauan tapi menjauh dari pandangan dan jangkauan IDK Raka Kusuma (2019)

Pada Selembar Senja Masih adakah yang bisa kulukis di atas Selembar senja yang terbentang depan mata Setelah hasrat terbakar di atas tungku kehilangan Yang menyisakan jiwa sekarat Adakah ini permainan takdir Kau timbul tenggelam bagai Biduk terombang-ambing Di batas garis lengkung langit Tiada siul bayu penanda musim semi tiba Kita bersua dalam jaga dan menatap senja Dengankacamata yang sama Tapi tak kan kupersembahkan bunga sekuntumKarena akutahu yang kau mau Hanya tempat menambat biduk di pantaiku Ketut Sugiartha 2019

Kulapangkan Jalanmu Kulapangkan jalanmu Karena aku tak ingin langkahmu tersandung Memanggul beban masa depanmu Telah kupikul separuh demi tanggung jawabku Langkahmu cermin tempatku memandang muasal luka Karena semesta menyurat hukumnya dengan sempurna Maka simpan air matamu Olehnya karma tak kan tersepuh Berhentilah menyiasati hidup dengan dusta Kau tak mungkin menyekap asap Karena selalu ada jendela yang menganga Di mana angin leluasa bercakap Tak sama lagi kutub yang kita tuju Kau telah memilihsendiri takdirmu Dan biarkan aku menyusur jalankuMeski harus menembus gurun Ketut Sugiartha(2019)

Tembang Penabuh Gender gender selalu kutabuh akan kubuat dari jiwaku. kusepuh dengan lapisan api suci pada hari suci bayangan diri kujadikan sesaji kukitar dupa wangi kunyalakan dengan panas badan mengarah sembilan lapisan bumi sembilan lapisan angkasa kuperciki darah sendiri kepada pencipta suara kuminta jadikan gender ini gender abadi tiap bilah ketika berbunyi mengumandangkan sembilan kali sembilan nada selain aku siapapun menabuh gender batu dari tubuhnya mengalir riuh IDK Raka Kusuma (2019)

Foto Berkarakter dengan Teknik ”Rim Light” FOTOGRAFI pada intinya adalah teknik bermain cahaya. Ketersediaan cahaya merupakan salah satu pertimbangan paling penting bagi seorang fotografer saat mengeksekusi objek pemotretan. Untuk menghasilkan foto dengan kualitas yang optimal, fotografer senantiasa akan mempertimbangkan arah cahaya, baik cahaya alami (natural light) maupun cahaya buatan (artificial light). Keseimbangan antara highlight dan shadow merupakan salah satu efek yang timbul dari mempertimbangkan arah pencahayaan. Secara garis besar, ada lima dasar model arah atau posisi pencahayaan dalam fotografi. Yakni, front light, oval light, side light, rim light, dan back light. Pada edisi kali ini, kita akan secara khusus membahas tentang cara membuat foto dengan teknik rim light. Biasanya, teknik rim light dilakukan saat pemotretan di studio dengan memanfaatkan cahaya buatan (artificial light) yang posisinya diatur sedemikian rupa. Namun, bukan berarti teknik ini tidak bisa dilakukan saat pemotretan di luar ruangan (outdoor) dengan memanfaatkan sumber cahaya alami atau sinar matahari. Bahkan, saat matahari bersinar terik, kita tetap bisa membuat foto dengan rim light menawan yang tak kalah dengan foto studio. Logika rim light adalah apabila terdapat sumber cahaya yang kuat berada di samping, agak samping, dan di belakang point of interest (objek), maka di permukaan terluar objek tersebut akan muncul rim light. Istilah mudahnya, rim light adalah cahaya yang membuat garis di sekeliling objek dan membentuk sisi/tepi objek tersebut. Rim light bisa terjadi jika cahaya yang datang dari samping atau belakang objek lebih kuat dari cahaya di depan yang mengenai objek tersebut (main light). Indikasi sebuah objek terkena rim light adalah bagian sisi/tepi objek terlihat bersinar dan menyala karena objek dilingkupi oleh cahaya yang kuat. Cara mudah untuk mendeteksi kehadiran rim light, rambut seorang model/objek terlihat menyala. Teknik rim light ini juga bertujuan untuk memisahkan antara background dengan objek utama/model. Lantas, apa perbedaan antara rim light dan siluet? Kedua teknik ini sangat berbeda meskipun sama-sama menggunakan cahaya dari samping atau dari belakang objek. Pada teknik siluet, sebagian besar mengambil cahaya dari belakang objek dengan maksud menghasilkan foto objek yang hitam dan lebih mirip dengan bayangan yang bertujuan menimbulkan efek misterius. Sedangkan pada teknik rim light masih menggunakan cahaya yang di arahkan ke suatu objek (fill in). Namun, intensitasnya relatif rendah atau fill ini tersebut harus lebih rendah dari cahaya yang datang dari samping atau belakang objek. Karakteristik dari penggunaan teknik rim light ini adalah untuk menampilkan bentuk garis atau kontur yang jelas dan berkilauan pada bagian tepi belakang objek yang diportret. Selamat bermain dengan rim light! (ian)

Preparation karya Hendri Suhandi

Playing Together karya I Wayan Sumatika


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dbthkn Salesman 3 Orng,Min.SMA Max.30Th.Kend Sendiri & SIM C. Akunting Pria 1 Orng, Min D3 Lmrn lgsng ke PT Banoli Motor Jl.BuluhIndah 75 Dps.T:9072907

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.001.07.19.0000498

Dcr 2 org Tng Promosi Kosmetik Perempuan Hub.(0361)4458555

B.BP.001.07.19.0000470

Dcr Klktor Tab,Wnita,Jujur, bs Word,Excel, gaji mnrik. Hub.WA:08563743309

B.BP.004.07.19.0000406

Dcri Karyawan/ti Toko Listrik berpengalaman,Jimbaran,4725905

Dicari Tukang Sablon + Gambar Hub:081338369660/089686133665 B.BP.001.07.19.0000507

Dicr Guru TK & FO,SMA Max 30Th Bs Kerja Team.Hub:082145707300 B.BP.001.07.19.0000426

Segera ART/Pembantu bisa kerja tidur dalam 087860163160 B.BP.001.07.19.0000522

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.004.07.19.0000411

Acc S1 pnglm. PT.Surya Kencana Jl.A.Yani 195 Dps 081805454591 B.BP.001.07.19.0000510

Cr:FO,HK,Waker.Hotel Puri Asih Jln.Pantai Kuta No.40 Bali B.BP.001.07.19.0000407

SERVICE

Dcr:Guru TK(Min.S1), Pengasuh Daycare(Min.SMA),Adm(MinSMK) Gaji di atas UMK. Email CV ke: dina.christya09@gmail.com B.BP.001.07.19.0000502

SERVICE

Dicari Sgr Sopir dan Waitress, Hub.081246400852/081529427339 B.BP.001.07.19.0000390

Dicari Sopir SIM B1 Lam ke CV. Tristar Jl .Cargo 24.Tlp:413324 B.BP.001.07.19.0000467

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

BU!!! Xenia X Allnew’12(Putih) Rp115 Jt(Ng)Hub:08179095662 B.BP.001.07.19.0000395

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

FORD

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Ford Escape XLT AT’2012 Velg 20 inch Dalung H.082147454248

Toyota Camry 2008 kondisi istimewa Hub:082144806396

Dijual Tanah luas 2,5 are. lokasi di Br.Mayungan Anyar, Ds.Antapan, Kec.Baturiti, Kab. Tabanan.Sertifikat Hak Milik, peruntukan rumahtinggal,diatas tanah tersebut sudah tersedia Listrik 2200w&Air/PDAM. Hrg. 250Jt ett.Pemilik:081805645777

B.BP.164.07.19.0000519

NISSAN

Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078

B.BP.164.07.19.0000518

TOYOTA

Agya TRDS 2014 putih,asli Bali l.Seruni 24, 08123968148 prbdi

B.BP.001.07.19.0000512

Avanza Veloz AT Th 2014 Hitam Tgn 1 Hub.08123605780 BUC

B.BP.001.07.19.0000523

B.BP.154.07.19.0000520

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078

B.BP.164.07.19.0000517

Dijual Rumah di Griya Loka Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.004.07.19.0000094

PROPERTY

B.BP.004.07.19.0000515

RUPA-RUPA Cari lemari/rak kaca bekas u/ Toko Hub.0821 4652 1925

B.BP.004.07.19.0000516

Dijual monil Toyota Alphard S2.4 AT 2012,hitam, Bensin, 2.362 CC 450jt Nego, Hub. 081999250006 (Heri) BUC

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN

Djl 2A Jl.Dps-Gilimanuk,Antap Tabanan T.085337353268 BUC

BPKBNo.A6650785-ODK3506FBA An.Samsuri Hub.085102502678

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

KONTRAKTOR

B.BP.004.07.19.0000506

B.BP.001.07.19.0000511

B.BP.001.07.19.0000466


10

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Mendatar: 1. Nama sebuah candi di Jawa 5. Mata uang India 8. Ogan komering ulu 9. Perokok 12. Sejenis karcis yang dapat ditukarkan dengan barang 13. Tanda/lambang sebagai pengganti bilangan 15. Daun Enau yang muda (Bali) 16. Sebelum 17. Kelahiran Yesus Kristus 19. Alat yang dipasang di dalam rahim untuk mencegah kehamilan 21. Modal/Kekayaan 22. Makan dini hari sebelum memulai puasa 23. Demam berdarah (Singkatan, Inggris) 25. Bahan peledak 27. Roda dari karet 28. Kapak 29. Gagasan 30. Sah/berlaku 32. Gerakan Aceh Merdeka 34. Tunjangan hari raya 36. Bencana/bahaya 37. Asam (Bali) 38. Sejuk (Bali) 40. Kayu lunak penyumbat botol 43. Jenis musik berirama cepat 44. Sakit (Jepang) 45. Anak panah (Inggris) 47. Tidak praktis 48. Sama halnya dengan/bagaikan 50. Universitas Islam Negeri 51. Buku peta bumi 52. Putra Bima

Keguguran Mengancam FENOMENA di masyarakat berkaitan dengan kehamilan, dimana ada yang sangat menginginkan hamil, namun sulit hamil, dan sebaliknya ada yang tidak mengharapkannya mudah hamil. Peluang pasangan untuk memiliki kehamilan/anak berbeda-beda. Ketika pasangan dapat memiliki kehamilan, ada kalanya mengalami masalah. Pada usia kehamilan awal sampai 20 minggu, kehamilan masih rentan mengalami gangguan, termasuk keguguran. Keluhan keluar darah/flek-flek pervaginam bisa menjadi penanda adanya keguguran mengancam, disamping dapat disertai nyeri perut bagian bawah/sisikan. Keguguran mengancam dalam istilah medis disebut Abortus Imminens, yaitu: ancaman keluarnya hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) dari jalan lahir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya perdarahan pervaginam tanpa disertai pembukaan mulut rahim (serviks). Kehamilan telah dipastikan dengan menemukan penanda pasti hamil yaitu menemukan kantong hamil Gestasional Sac/GS dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) dalam batas normal. Pasien umumnya datang dengan keluhan keluar darah dari kemaluan, flek-flek pervaginam sampai gumpalan darah dengan riwayat kehamilan muda (kurang 20 minggu), kadang disertai nyeri perut bawah. Berbagai faktor risiko yang dapat memicu ancaman keguguran di antaranya riwayat infeksi saluran kemih (ISK), riwayat berkemih tidak lampias/menahan kencing, faktor gangguan hormonal, kelelahan fisik, aktifitas berlebihan, bahkan faktor gangguan tumbuh kembang janin/genetik. Dampak dari ancaman ini jika berespons baik dengan obat-obatan, dan istirahat cukup umumnya kehamilan dapat bertahan, dan sebaliknya jika gagal di hambat dapat berlanjut menjadi keguguran bisa inkomplit maupun komplit. Pencegahan keguguran mengancam dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan organ intim, cebok/membilas kemaluan dari arah depan ke belakang, rutin mengkonsumsi air (minimal 2500 ml/hari), mengenali tanda-tanda adanya nyeri perut

bawah/sisikan (pada kasus yang tak bergejala hal ini sulit dikenali). Memeriksakan kehamilan rutin sesuai jadwal dapat menskrining dugaan adanya ISK yang dapat memicu kontraksi rahim dan keguguran mengancam. Pada pemeriksaan kehamilan saat kunjungan pertama kali petugas kesehatan akan menganjurkan melakukan pemeriksaan urin, darah lengkap, gula darah, golongan darah, indikator penyakit infeksi (penyakit kuning/hepatitis, HIV/ AIDS, infeksi menular seksual/IMS) salah satu tujuannya menemukan adanya penyakit pada ibu yang dapat mengganggu janin dan proses kehamilan. Pencegahan lain dengan menghindari terjadinya kehamilan 4 terlalu (4T) (Terlalu muda < 20 tahun, terlalu Tua > 35 tahun, terlalu banyak anak = 4 anak, terlalu dekat jarak anak < 2 tahun). Penanganan pada kasus ini yang terpenting adalah istirahat baring (bed rest) total sampai tidak adanya ciri-ciri kontraksi lagi/ perdarahan, suplementasi vitamin asam folat, pemberian tokolitik/penguat kandungan, terapi hormonal jika diperlukan, menghindari kontak seksual, dan aktivitas berlebihan sampai usia kehamilan mencapai 20 minggu. Segera menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat jika dijumpai keluhan tersebut. Demikian semoga bermanfaat. Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG(K)., M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Med i s

Menurun: 1. Nama pura di Buleleng Barat 2. Topeng (Inggris) 3. Rehat 4. Aturan/tatanan 5. Baik dan damai 6. Selesai (Bali) 7. Ilmu bangsa-bangsa 10. Nama sebuah kerajaan di Jawa 11. Bumi (Inggris) 14. Bangunan/rumah tempat menyimpan barang-barang 16. Anak sapi 18. Aparatur sipil negara 20. Negara adi daya 24. Perserikatan dagang 25. Remang-remang 26. Karang gigi 27. Negara di Eropa dengan ibu kota Sofia 31. Kamu (Bali) 33. Cantik 35. Yang mengadili/memutus perkara 39. Abdi (Bali) 41. Bodoh 42. Daerah temuan benda-benda purbakala 43. Sarung (Bali) 46. Pangkat/barisan (Inggris) 49. Dagu (Jepang)

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 406 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 20 Juli 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 28 Juli 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 404 Mendatar: 1. HARPA 3. BELIMBING 7. SAWUNGGALING 9. TREK 10. ANDALAN 13. RAIH 15. ELF 16. ENGGAL 17. KURATOR 19. KARUNIA 22. SLEBOR 24. EDO 26. ACEP 28. AKHIRAN 29. TEEN 30. STRATIFIKASI 32. ANUSAPATI 33. CALON

Menurun: 1. HEKTOR 2. PASKAH 3. BRUTAL 4. LOG 5. BELENGGU 6. NANGKA 8. GENERATOR 11. DEMOKRASI 12. LFT (Liver Function Test) 14. ANU 18. AMBULANS 20. IDE 21. TEH 23. LAUTAN 25. DIAKUI 26. ANTIZA 27. PONTON 31. FDA

Pemenang TTS No. 404 1. Nyoman Apriyadi Lingk.Asah, Desa Wanagiri, Kec.Sukasada, Kab.Buleleng (HP:085-638-207-XXX) 2. Ni Wayan Citra Resmisari Desa Pinggan, Kec.Kintamani, Kab.Bangli (HP:081-211-354-XXX) 3. Putu Gede Purna Wijaya Jl.Raya Uluwatu No.201, Desa Jimbaran, Kec.Kuta Selatan, Kab.Badung (HP:081-353-228-XXX) 4. Rahmadani Jl.Kenyeri, Br./Lingk.Sima, Kel.Sumerta Kaja, Kec. Denpasar Timur, Denpasar (HP:081-999-686-XXX) 5. Ni Putu Indah Setia Dewi Br.Anggasari, Desa Ekasari, Kec.Melaya, Kab.Jembrana (HP:089-690-824-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Putu Shintiawati Alamat : Jl.Legombang, Br.Luglug, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-529-382-XXX)


Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Banyak Hal Baru

Pada PKB ke-41 ini, dikatakan, banyak hal baru yang mewarnai perhelatan seni tahunan ini. Di antaranya mampu mengimplementasikan secara konsisten tema PKB ‘’Bayu Pramana’’ ke dalam semua materi yang ditampilkan dalam PKB, mulai dari pawai, pagelaran, parade, sarasehan, workshop, perlombaan hingga pameran. Mengimplementasikan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Satu Kali Pakai, Peraturan Gubernur Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri

Lokal Bali. Selain itu, pergelaran PKB juga berorientasi pada pemberdayaan seniman Bali dari sekaa sebunan desa adat atau paling luas dalam jangkauan satu wilayah satu kabupaten/ kota. Di samping juga sebagai ruang belajar antargenerasi yang diwujudkan dengan pemberian workshop oleh maestro seni, perlombaan, dan pagelaran. PKB juga sebagai bukti keberpihakan terhadap Industri Kecil Menengah (IKM) yang memproduksi kerajinan rakyat dengan memberlakukan kebijakan pembebasan biaya sewa stan kepada peserta pameran. Dari hasil survei yang dilakukan Warmadewa Research Centre, dikatakan, hasil tanggapan masyarakat terhadap penyelenggaraan PKB ke-41 yang diukur melalui enam aspek rata-rata mengatakan sangat baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dari aspek lingkungan 78 persen orang menyatakan lingkungan sangat nyaman, sangat bersih, sangat aman,

dan dekorasi sangat baik. Aspek tata kelola 75 persen orang menyatakan tata kelola PKB sangat baik. Dari aspek ekonomi 38 persen orang menyatakan cukup memberi manfaat ekonomi. Sebanyak 57 persen orang menyatakan harga produk cukup murah, namun sebanyak 43 persen menyatakan masih mahal. Sebanyak 97 persen orang menyatakan produk yang dipamerkan kualitasnya bagus. Sementara itu 91 persen seniman menyatakan pementasan sangat baik. Sebanyak 93 persen seniman menyatakan para penonton antusias. Sedangkan dari pihak pengunjung meliputi kepuasan terhadap pementasan dan pameran, dan harga produk, sebanyak 92 persen pengunjung menyatakan puas terhadap penyelenggaraan PKB. Dan dari pihak peserta pameran, 76 persen peserta pameran menyatakan penyelenggaraan pameran sangat baik, dan ternyata sebanyak 68 persen peserta pameran menyatakan transaksi antara

Asas Manfaat

peserta pameran dengan pengunjung selama PKB cukup tinggi. Total omzet dari 328 peserta pameran mencapai Rp 20 miliar. Sedangkan dari 25 pedagang kuliner total omzet mencapai Rp 2,8 miliar. ‘’Penilaian secara umum terhadap penyelenggaraan keseluruhan aspek PKB, 78 persen menyatakan bahwa penyelenggaraan PKB ke-41 tahun ini lebih baik daripada sebelumnya. Masyarakat sangat mengapresiasi kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Bali dalam penyelenggaraan PKB ke-41,’’ ujar Gubernur Koster. Koster memastikan akan meningkatkan anggaran untuk mendukung seluruh penyelenggaraan PKB tahun 2020, termasuk bantuan untuk para peserta, dan bantuan untuk kabupaten/kota agar PKB ke42 menjadi pesta yang sejatijatinya bagi krama Bali, bersuka cita dalam berekspresi seni, bergembira dalam apresiasi, dan berbahagia dalam menikmati hasil karya budaya masyarakat. (win)

Gawat Obstetric Dokter spesialis obgin RSUP Sanglah dr. Made Bagus Dwi Aryana, Sp.OG. mengatakan, setiap kehamilan memiliki risiko, namun ada yang berisiko rendah dan berisiko tinggi. Kehamilan berisiko tinggi ada yang berpotensi gawat obstetric (APGO), ada yang gawat obstetric (AGO), dan ada yang gawat darurat obstetric (AGDO). Kehamilan yang berpotensi gawat obstetric ia sebut 7 T (Terlalu) yaitu hamil terlalu muda, usia 16 tahun, hamil terlalu tua usia 35 tahun ke

atas, hamil lagi di usia tua lebih dari 35 tahun, terlalu dekat jarak anaknya yaitu kurang dari dua tahun, terlalu banyak melahirkan, lebih dari 4 kali, terlalu pendek tinggi ibu yaitu 145 cm. Kehamilan berisiko yang gawat obstetric yaitu kehamilan dengan penyakit yang diderita ibu seperti asma, diabetes mellitus, jantung, icterus, PMS, HIV/AIDS, malaria, tensi tinggi, kehamilan kembar, jumlah ketuban banyak, kehamilan lewat waktu persalinan, kehamilan dengan kondisi bayi meninggal dalam kandungan, bayi dengan posisinya sungsang

dan letak lintang. Kehamilan yang gawat darurat obstetric (AGDO) yaitu terjadi perdarahan dalam kehamilan, dan pre-eklamsia berat/eklamsia. Menurutnya, jika terlalu sering hamil maka otot–otot di rahim, penyangga dan penyokong di rahim lelah. ‘’Misalnya hamil empat kali, lima kali, enam kali, capek ototnya. Setiap dia hamil, otot itu meregang, berkontraksi. Pada saat dia lelah itu mempermudah terjadinya perdarahan pascapersalinan,’’ ungkapnya. Faktor–faktor tersebut memang memengaruhi kualitas kehamilan seseorang. Namun tidak menutup ke-

Masukan Warga Yakni dengan hanya menyediakan empat nama yakni Wayan/Putu/Gede/Iluh, kedua Nengah/Kadek/Made, ketiga Nyoman/Komang dan keempat Ketut. ‘’Gagasan untuk mengganti patung dua anak menjadi empat anak saya lakukan setelah mendapatkan banyak masukan dari warga Desa Baluk, terutama yang merantau ke luar negeri, luar Bali, dan luar Jembrana,’’ ujar Suarsana

yang dalam waktu dekat dilantik menjadi anggota DPRD Jembrana ini. Selain penghargaan terhadap kearifan lokal Bali, sekaligus melestarikan Nyoman dan Ketut yang saat itu sudah mulai langka akibat program KB pemerintah pusat dengan slogan ‘’Dua anak cukup. Laki atau perempuan sama saja’’. Dampaknya pada era milenial ini, di hampir seluruh bangku Sekolah Dasar (SD) di Baluk saat itu sangat sulit ditemui nama anak den-

Kearifan Lokal

‘’Kalaupun meningkat, paling meningkatnya sekitar 2,22,3. Itu masih ideal untuk Bali,’’ jelasnya. Di samping memperhatikan kearifan lokal, sambung Catur, KB Krama Bali juga perlu memperhatikan kesehatan reproduksi, daya dukung, dan daya tampung. Oleh karena itu, postur keluarga yang bertambah besar mesti didukung dengan perencanaan keluarga yang baik, daya dukung, dan ekonomi keluarga. Jika terjadi ketidaksesuaian, hal itu dikhawatirkan menyebabkan kondisi ekonomi keluarga akan menurun. ‘’Dengan demikian instruksi ini sangat kita hormati dalam rangka

melestarikan kearifan lokal, yang namanya Wayan, Made, Nyoman, Ketut. Tujuannya kan kita ingin mewujudkan krama Bali yang unggul dan berkualitas,’’ paparnya. Diwawancarai terpisah, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan instruksi yang dikeluarkannya tidak mewajibkan masyarakat memiliki empat anak. Namun, hanya sebatas menganjurkan. Apalagi, tidak ada undang-undang yang mengatur warga negaranya harus memiliki dua anak. Kalaupun nanti dianggap bertentangan dengan kebijakan nasional lewat BKKBN, Ketua DPD PDI-P Bali ini mengaku akan tetap jalan terus. ‘’Di Bali itu harus lengkap, harus ada Nyoman (sebutan untuk anak ketiga red) sama Ketut (sebutan untuk

gan Komang ataupun Ketut. Karena itulah, pihaknya mengakomodir masukan dari masyarakat Baluk tersebut untuk kembali mengejewantahkan kearifan lokal Bali itu walaupun hanya sebatas patung. Pihaknya juga tidak menyangka saat ini, hal ini menjadi perhatian pemerintah provinsi (gubernur). Hingga kini patung yang dibangun di perbatasan desa itu masih tetap berdiri menjadi salah astu keunikan Desa Baluk. (olo) anak keempat - red),’’ ujarnya. Sesuai isi instruksi Gubernur, bupati dan wali kota se-Bali diinstruksikan untuk segera menghentikan kampanye dan sosialisasi ‘’KB dengan 2 anak cukup atau 2 anak lebih baik’’ kepada jajarannya yang menangani urusan keluarga berencana. Selanjutnya, jajaran yang menangani urusan keluarga berencana agar mengampanyekan KB Krama Bali berdasarkan kearifan lokal yang diarahkan untuk mewujudkan manusia Bali yang unggul dan keluarga berkualitas. Instruksi ini harus dilaksanakan dengan disiplin dan penuh tanggung jawab sebagai pelaksanaan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. (kmb32)

Minggu, 14 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (2) 06:35 Wita Bali Channel Tourist TV 07:00 Wita Klip Anak 07:35 Wita Sehat & Bugar Aero Mix Dance 08:00 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Sundara Kanda (1) 09:30 Wita Belajar Menggambar

Menggambar Kucing 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Ocydia Home Shopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita DW TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (3) 12:30 Wita Ocydia Home Shopping 13:00 Wita Bali Channel Tourist TV 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita

Sanggar Siwa Surjana (1) 17:00 Wita Inovator 17:30 Wita Ocydia Home Shopping 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Banjar Bali Quis 19:30 Wita Kris 20:00 Wita Samatra Artis Bali Motifora 21:00 Wita Indi Band Generation 4 United 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Br. Sribupati Caublayu Marga Tabanan (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

mungkinan kehamilan pertama pun bisa mengalami perdarahan, karena setiap kehamilan memiliki risiko. ‘’Karena perdarahan pascapersalinan itu tidak hanya berdasarkan jumlah, bisa juga disebabkan kurang gizi dan ibu mengalami anemia. Hanya salah satu faktor risiko terjadinya perdarahan pascapersalinan itu, kalau jumlah kehamilan terlalu sering,’’ bebernya. (may)

Sebab, program ini mengandung asas kebermanfaatan bagi keberlangsungan kebudayaan dan laju hidup orang Bali dengan generasi yang dimilikinya. Kendati demikian, program tersebut juga harus digali secara jernih dari berbagai sudut pandang. Baik dari sisi positifnya maupuan sisi negatifnya. Dari sisi positifnya, program KB Krama Bali 4 anak ini dikatakan dapat menjaga keberlangsungan budaya dan adat istiadat Bali. Hal ini karena generasi penerus Bali yang sesungguhnya menjadi garda terdepan dalam keberlangsungan budaya Bali. Selain itu, keberlangsungan taksu Bali juga akan terjaga, karena manusia Bali yang bergenerasi akan menjaganya. Di samping juga ada kebertahanan adat, tradisi, budaya dan lain-lainnya jika generasi Bali berkembang dengan baik. Sementara itu, sisi negatif dari program KB Krama Bali 4 anak, dikatakan, dapat meningkatkan jumlah kemiskinan apabila pertumbuhan penduduk tidak dibarengi dengan pendapatan per kapita yang baik. Sementara itu, Ketua Divisi Strategic & Urgent Paiketan Krama Bali I Made Dwija Suastana, S.H., M.H. memaparkan dari sudut pandang agama Hindu dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 4, menjadi manusia adalah kelahiran yang paling utama. Karena hanya terlahir sebagai manusia dapat melaksanakan laku/sadhana

kebajikan yang berlimpah dan menaikkan tingkat kesadaran jiwa. Dalam aspek budaya dan adat istiadat Bali, kehadiran seorang anak begitu penting dalam upaya orang Bali menjaga kelangsungan budaya leluhur yang adiluhung dan menjadi spirit Bali kini dan nanti. Dari sisi agama dan budaya, keberadaan anak sudah sangat jelas merupakan anugerah yang wajib dirawat sebagai generasi penerus. Apalagi, ciri khas nama-nama Bali, seperti Wayan, Made, Nyoman dan Ketut secara filosofi merupakan kearifan lokal Bali, sejatinya bermakna keseimbangan kegiatan kerumahtanggaan. ‘’Bangsa dan negara Indonesia berawal dari kumpulan keluarga-keluarga. Hukum negara seperti UU 52 Tahun 2009 dan Perpres 26 Tahun 2010 menjamin hak berreproduksi setiap warga negara sebagai pengejawantahan ajaran keyakinan masing-masing warga negaranya. Budayawan A.A. Gede Rama asal Ubud memprediksi nama-nama Wayan, Made, Nyoman, Ketut diperkirakan berkembang sejak masa Sri Kresna Kepakisan di Dalem Samprangan. Raja yang berkiblat ke epos Mahabharata dan Bhagawad-Gita menghubungkan penamaan ini dengan Panca Pandawa dan ciri khas karakternya. Wayan disetarakan dengan Dharmawangsa yang menjunjung kebenaran (dharma). Made dengan tokoh Bima yang menguasai pertahanan dan keamanan serta kekuatan, Nyoman adalah Arjuna simbol kecerdasan dan

Ketut adalah gabungan Nakula dan Sahadewa, simbol kecerdasan ekonomis dan manajemen. Saat itu adalah eranya Wesnawa sebelum datangnya Siwa Sidanta di zaman Dalem Waturenggong. Lepas dari Kesenjangan Pada bagian lain, Made Dwija Suastana memaparkan, berdasarkan data BPS 2018, dikatakan bahwa carrying capacity Bali dengan jumlah penduduk kisaran 4 juta jiwa, dengan pendapatan per kapita Rp 54,62 juta hanya memberikan gambaran permukaan yang perlu ditindaklanjuti oleh pola pembangunan semesta berencana pemerintahan Bali yang sekarang secara lebih menyentuh kebutuhan riil. Program transmigrasi pemerintah pusat sebagai program pemerataan penduduk nasional harus menjamin keamanan, kenyamanan transmigran dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan harus lepas dari rentannya isu SARA dan kecemburan sosial-psikologis, serta kesenjangan antara penduduk lokal dan transmigran. ‘’Apabila Bali ingin mengamankan instruksi gubernur ini dalam tataran implementasi, maka terlebih dahulu kesejahteraan keluarga-keluarga orang Bali harus dijamin oleh visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Kedua, apabila mengikuti program transmigrasi harus ada jaminan dari pusat perlindungan terhadap hak-hak hidup dan berpenghidupan warga negaranya di mana pun berada,’’ pungkas Sekretaris DPD Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali ini. (win/sue)

Sepakat Sahabat

Prabowo sepakat bahwa ia dan Presiden Jokowi adalah sahabat. Meski keduanya bersaing saat berkontestasi di Pilpres 2019, atau pun saat ia melontarkan kritik, hal tersebut menurutnya adalah tuntutan politik dan demokrasi. ‘’Jadi kalau kita kadangkadang bersaing, kadang-

kadang saling mengkritik itu tuntutan politik dan demokrasi. Tetapi sesudah berkompetisi dan bertarung dengan keras, kita tetap dalam kerangka keluarga besar Republik Indonesia. Kita sama-sama anak bangsa, kita sama-sama patriot, dan sama-sama ingin berbuat terbaik untuk bangsa,’’ tuturnya. Prabowo mengatakan bahwa ia paham jika banyak hal yang masih harus diperbaiki. Tetapi, menurutnya, jika di antara

pemimpin memiliki hubungan yang baik, maka mereka bisa saling mengingatkan. ‘’Kalau beliau mau ketemu saya ya… saya akan manfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama. Jadi saya ucapkan selamat bekerja. Menjadi presiden itu mengabdi. Masalah yang dipikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kita mengkritisi bapak sekali-sekali,’’

ujarnya. Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, pertemuan keduanya sudah digagas cukup panjang. Karena keterbatasan waktu, keduanya baru ada kesempatan bertemu pada hari ini. Dipilihnya moda transportasi MRT menjadi lokasi pertemuan keduanya, Pramono menyebut merupakan kesepakatan bersama antara Jokowi dan Prabowo. (kmb)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Kliwon, 14 Juli 2019

Tertinggal 58 Poin

Ducati Sudah Menyerah Kejar Marquez London -

Memasuki paruh musim, rider Repsol Honda Marc Marquez telah jauh meninggalkan rival-rivalnya. Apakah Ducati sudah mengaku kalah dalam persaingan gelar juara? Sejak awal MotoGP 2019, Marquez tampil begitu konsisten. Meskipun gagal finis sekali di Austin, rider Spanyol itu mampu menebusnya dengan finis dua besar di delapan seri, termasuk mengantongi lima kemenangan. Pada seri terakhir sebelum libur tengah musim, Marquez begitu dominan di Sachsenring dengan meraih podium tertinggi. Kemenangan itu mengukuhkan Marquez di puncak klasemen sementara usai mengoleksi 185 poin, unggul 58 poin dari rider Ducati Andrea Dovizioso dan 64 poin dari Danilo Petrucci di posisi ketiga. Kejuaraan memang masih menyisakan 10 balapan tersisa. Akan tetapi, dengan jarak yang sangat lebar sudah pasti bukanlah pekerjaan gampang bagi Ducati untuk menyalip Marquez. “Sangat sulit melawan Marc. “Dia membuktikan sangat konsisten dan bukan kebetulan dia jadi juara dunia MotoGP lima kali dalam enam tahun terakhir.”” ungkap manajer

tim Ducati Davide Tardozzi, Sabtu (13/7) kemarin. “Selamat untuk dia, dan untuk Honda karena sudah mengambil sebuah langkah maju ke depan,” imbuhnya Belakangan ini Marquez menyatakan bahwa Ducati bukan lagi rival utamanya melainkan Yamaha dan Suzuki. Mengingat hasil dua seri terakhir di Assen dan Sachsenring, di mana Maverick Vinales finis dua besar sedangkan Alex Rins tampil menjanjikan meski kurang beruntung karena crash. “Dia tidak salah bilang begitu dan saya tidak akan meremehkan Rins di Suzuki. Marquez hanya menjelaskan siapa pembalap yang dibelakang dia saat balapan,” tutup Tardozzi. (kmb33/afp)

Andrea Dovizioso

Terkait Transfer Griezmann

Atletico Laporkan Barcelona ke FIFA Atletico Madrid melaporkan Barcelona ke FIFA setelah pemain andalannya Antoine Griezmann dianggap dibajak oleh klub asal Catalonia itu dengan harga 120 juta euro (sekitar Rp 1,8 triliun). Los Rojiblancos mengamuk usai Barcelona meresmikan perekrutan Griezmann di bursa transfer musim 2019/2020 pada Jumat (12/7) sore waktu setempat, dengan durasi kontrak selama lima tahun hingga 2024.

BPM/afp

Tim Woodball Denpasar Berjaya di Piala Bupati Gianyar

2017 lalu Barcelona juga pernah dilaporkan Atletico ke FIFA lantaran melakukan pendekatan kepada Griezmann secara ilegal. Dengan kontrak jangka panjang, Barcelona membanderol Griezmann dengan harga mencapai 800 juta euro atau setara dengan Rp 12,6 triliun. Dengan perselisihan tersebut, transfer Griezmann ini bisa berujung di pengadilan. Bahkan persoalan ini diprediksi bisa sampai ke Mahkamah Agung Spanyol. “Pada akhirnya, hakim akan memutuskan apakah Griezmann dan Barcelona melakukan penipuan atau Atletico yang melakukan kesala-

baru saja memperpanjang kontraknya dengan klub pada tahun lalu, dan akan berakhir pada tahun 2023. Dalam kontrak tahun lalu itu, Griezmann memperoleh bayaran 23 juta euro per tahun. (kmb33/afp)

DISKON KHUSUS MEMBER

DAFTAR MERCHANT DISKON BERLAKU DI SELURUH MERCHANT YANG TELAH BEKERJASAMA DENGAN KAMI TUNJUKKAN KARTU Bali Post Diskon Card, Bali Post Prioritas & Kartu Ajeg Bali Semeton Bali TV Anda dan NIKMATI Diskonnya Khusus bagi Pemegang Kartu

RUMAH MAKAN

ROTI CANAI MARTABAK

NGOPI GRATIS setiap hari

WARUNG 63 Jl. Veteran No. 66 Dps Tlp. 0361 227439

tunjukkan kupon ini diskon

AROWANA 5% Food Street

mulai 27K - 40K

IKAN BAKAR Kakap . Kerapu . Kerang . Jangki . Udang Jl. Veteran (sebelah utara Pasar Burung) Buka 18.00 - 22.00

SUPPLIER

TOWELS & LINENS FOR HOTEL/VILLA/SPA/RECREATION, HOME, RESTO Jl.Teuku Umar Barat / Marlboro, Ruko Mertanadi No. B1-2, Denpasar 80117 (Serong 20m depan Depo Bangunan) ph. (+62 361) 895 4997 eLLinens.co.id

AKSESORIS

BALI PERMAI

Teuku Umar 119 Telp. 0361-238798

FREE *SKB

DISKON 15%

Gianyar (Bali Post) Tim Woodball Kota Denpasar mendominasi turnamen memperebutkan Piala Bupati Gianyar I/2019 di Lapangan Yudistira, Batuan, Gianyar pada 10-13 Juli. Tim woodball Denpasar mendulang 4 keping emas, 3 perak dan 1 perunggu. Keempat emas dipersembahkan melalui atletnya Agus Prawiradinatha (stroke perorangan putra), Rama (fairway perorangan putra), beregu stroke putri, beregu fairway putri. Sementara Buleleng menyabet 4 keping emas dan 1 perunggu. Keempat medali emas Buleleng diperoleh melalui atletnya Ardiada dan Daksa merebut dua medali emas (ganda stroke dan ganda fairway), Cipta dan Evisara (ganda stroke putri), Thalia Saraswati (perorangan fairway putri). Hasil lainnya, tim woodball Klungkung merebut 3 emas, 2 perak dan 3 perunggu. Ketiga emas di sumbangkan atletnya Ni Kadek Novia Dewi (stroke perorangan putri), Beregu stroke putra serta Ratih dan Sutrisna (ganda fairway putri). Tim tuan rumah Gianyar kebagian sekeping emas yang dipersembahkan Yoga dan Tari (ganda campuran fairway). Tim woodbal Badung merebut 1 emas melalui atletnya di nomor ganda campuran stroke, sedangkan 1 emas Karangasem disumbangkan di nomor beregu fairway putra. Turnamen Piala Bupati Gianyar ini diikuti 144 atlet dari 8 kabupaten dan kota se-Bali, minus Tabanan. (022)

dalam perjanjian antarklub. Barcelona menyelesaikan persoalan ini sebelum bayaran untuk Griezmann turun dari 200 juta euro menjadi 120 juta euro,” demikian bunyi pernyataan resmi Atletico, Sabtu (13/7) kemarin. “Atletico muak terhadap perilaku Barcelona dan pemain. Khususnya terhadap Barcelona karena mendorong seorang pemain untuk memutus hubungan kontrak dengan Atletico Madrid,” imbuh pernyataan itu. Kesal dengan perilaku rivalnya di La Liga, Atletico menempuh jalur awal dengan melaporkan Barcelona ke FIFA soal perselisihan transfer Griezmann,. Pada

gunting disini

Antoine Griezmann

Peresmian perekrutan Griezmann oleh Blaugrana itu justru membuat Atletico marah besar. Los Rojiblancos mengamuk setelah Barcelona hanya menebus mantan pemain Real Sociedad dengan 120 juta euro. Sebelumnya Atletico membanderol Griezman dengan harga 200 juta euro (berkisar Rp 3,1 triliun). Klub Ibu Kota Spanyol tersebut menilai bayaran 120 juta euro untuk Griezmann tidak cukup, karena Barcelona menjalin kesepakatan dengan pemain 28 tahun tersebut sebelum 1 Juli. “Jumlah deposito yang disetor tidak cukup untuk membayar klausul pembebasannya, karena itu jelas

han. Atletico perlu membuktikannya dengan dokumen, saksi, dan sebagainya,” kata pengacara olahraga, Alfredo Garzon dari kantor pengacara Senn Ferrero. kekesalan Atletico tambah meluap karena Griezmann

untuk pembelian via WA

Madrid -

Info: Intan 081 236 318 356 CS : 0361-228835 / 081337558221

BPM/ist

FINISHING - Atlet Woodball Gianyar melakukan finishing pada turnamen Piala Bupati Gianyar, di Lapangan Yudistira, Batuan, Gianyar yang berakhir Sabtu (13/7) kemarin.

Dapatkan diskon menarik dengan menjadi merchant disini G.0000634-RPA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 14 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu