Skip to main content

Edisi Selasa 14 Mei 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Koster Beberkan Capaian Terobosan Program Kesehatan dan Lingkungan Dihadiri Mendagri, Menkes dan Gubernur Se-Jawa dan Bali GUBERNUR Bali Wayan Koster membeberkan berbagai capaian serta terobosan program bidang kesehatan dan lingkungan di hadapan Menteri Kesehatan (Menkes) Nina Moeloek serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan sejumlah gubernur se-Jawa dan Bali. Dengan meyakinkan, Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali ini menyampaikan berbagai program gagasannya itu pada acara dialog peringatan Hari Malaria Sedunia bertajuk ‘’Bebas Malaria Prestasi Bangsa’’ yang berlangsung di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5) pagi. Selain dihadiri Menkes bersama Mendagri, tampak hadir

pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak serta Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. ‘’Di bidang kesehatan, kami terus membangun dan membenahi infrastruktur kesehatan hingga ke tingkat kecamatan. Kami juga sedang menggodok peraturan daerah (perda) tentang standar pelayanan kesehatan di Provinsi Bali,’’ kata Koster. Sementara program terobosan di bidang lingkungan, Gubernur Koster juga menyampaikan capaiannya mengurangi dampak sampah plastik lewat pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 97 Ta-

hun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. ‘’Komitmen kami dalam menjalankan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, salah satunya dengan membatasi timbulan sampah plastik sekali pakai untuk menjaga alam Bali ini tetap bersih. Dan respons serta dampaknya luar biasa,’’ terang Koster. Dilanjutkannya, dari target pengurangan hingga 60 persen sampah plastik, namun nyatanya dari studi di lapangan pemberlakuan pergub ini mampu mengurangi sampah plastik hingga 80 persen di Bali. Masih terkait sampah, Koster mengaku sedang menyiapkan pergub untuk mengelola sampah dari hulu sampai ke

hilir. ‘’Sekarang saya lihat ada salah kelola dari penanganan sampah. Di mana kita sekarang lebih sibuk menyiapkan TPA (tempat pembuangan akhir), saya kira ini tidak mendidik masyarakat untuk mengolah sampah secara mandiri, dan berakibat biaya akan sangat tinggi,’’ jelasnya. Untuk itu ke depan, pengolahan sampah akan secara bertahap mulai dari rumah tangga, desa dan berlanjut hingga kabupaten dan provinsi. ‘’Sehingga volumenya bisa berkurang di TPA. Peraturan ini kami terus godok dan nantinya akan kami sosialisasikan betul ke masyarakat,’’ sebutnya. Hal. 15 Sumber Air

MENDAGRI - Koster bersalaman dengan Menkes Nina Moeloek disaksikan Mendagri Tjahjo Kumolo dan sejumlah gubernur di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5) pagi kemarin.

Kivlan Bantah Upaya Gulingkan Pemerintah Jakarta (Bali Post) Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, Senin (13/5) kemarin diperiksa selama lima jam oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Jakarta. Kivlan dicecar 26 pertanyaan terkait kasus dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Bali Post/ant

DIPERIKSA - Kivlan Zen berjalan meninggalkan Bareskrim Polri usai menjalani pemeriksaan, Senin (13/5) kemarin.

Cacar Monyet Menular dari Manusia ke Manusia Denpasar (Bali Post) Kementerian Kesehatan RI mendapatkan notifikasi dari WHO bahwa ada satu kasus cacar monyet (monkeypox) yang terjadi di Singapura. Penyakit itu menyerang satu orang warga negara Nigeria. Orang itu pun dikonfirmasi positif menderita monkeypox. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantono menerangkan, penyakit ini sudah lama dikenal yaitu sejak 1970-an tetapi di Afrika. Monkeypox sebagian mengarah kepada self limiting deseases yang artinya penderita bisa kembali normal dalam kurun waktu tertentu jika daya tahan tubuhnya baik. ‘’Tapi sekarang WHO mengidentifikasi, mengingatkan bahwa penyakit ini menular,’’ ungkapnya saat Peringatan Hari Malaria Sedunia, di Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5) kemarin. Meski sampai saat ini diketahui penularannya hanya dari hewan ke manusia, namun WHO meminta untuk mewaspadai penularan dari manusia ke manusia. ‘’Itulah sebabnya kemudian Singapura memeriksa orang-orang yang kontak dengan satu orang kasus ini,’’ ungkapnya. Sebanyak 29 orang yang kontak dengan penderita positif monkeypox diperiksa. Sampai saat ini tidak ada penemuan kasus di Singapura dari kontak tersebut. ‘’Sejak kasus itu dinotifikasi okeh Kemenkes Singapura dan memberitahukan kepada kami, kami mengingatkan kembali pada teman-teman di kantor kesehatan pelabuhan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dan penemuan kasus dan pengamatan secara terus-menerus di pintu-pintu masuk,’’ bebernya. Pihaknya fokus pada pintu masuk yang berdekatan dengan Singapura yaitu di Batam, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, karena pintu masuknya sangat banyak di sana. ‘’Bukan hanya itu, warga negara Nigeria yang ada di Indonesia dalam rangka belanja, dalam rangka untuk membeli sesuatu untuk dibawa ke negaranya itu cukup banyak. Oleh karena itu Soekarno-Hatta, Tanjung Priok serta pintu masuk lain juga kita lakukan pengamatan dan penjagaan,’’ tandasnya. Sampai hari ini, ia tidak menemukan kasus itu dan pemberitaan mengenai hal itu juga tidak ada di Indonesia. (kmb42)

Usai menjalani pemeriksaan, Kivlan mengatakan pihaknya menyerahkan penyelesaian kasus ini kepada Polri. ‘’Saya anggap ini sudah selesai. Insya Allah ini baik-baik saja. Saya percaya kepada Polri sebagai profesional,’’ kata Kivlan. Kuasa hukum Kivlan, Pitra Ramdhoni, mengatakan kliennya sudah mengklarifikasi

kepada penyidik bahwa tidak ada niatan Kivlan untuk makar dalam unjuk rasa pada 9 Mei 2019. Pitra pun menyebut laporan polisi yang menuding Kivlan hendak melakukan makar sebagai fitnah. Hal serupa juga dinyatakan Kivlan Zen. ‘’Saya tidak punya senjata, saya tidak punya pengikut, pasukan. Saya tidak

punya niat untuk mendirikan negara sendiri, pemerintahan sendiri yang baru pengganti Jokowi. Tidak ada,’’ kata Kivlan sebelum menjalani pemeriksaan. Kivlan menjelaskan dirinya bukanlah sebagai inisiator unjuk rasa terkait video seruan aksi demonstrasi di depan Gedung KPU-RI dan Bawaslu

pada 9 Mei 2019. ‘’Saya hanya berbicara saja, bukan inisiator unjuk rasa itu. Sudah ada pemberitahuan ke polisi soal unjuk rasa itu kok. Bukti-buktinya sudah diberitahukan ke Polda dan Polres, ya… saya bicara. Apa buktinya makar. Kan itu semua kebebasan, kalau dituduh makar ya… runtuhlah dunia ini,’’ katanya lagi.(ant)

Jokowi akan Buka PKB XLI

Koster Gratiskan Biaya Stan Pameran

Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019 akan digelar 15 Juni - 13 Juli mendatang. Mengusung tema ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)’’, PKB tahun ini membawa spirit Bali Era Baru. Kendati merupakan tema lama yang sudah dirumuskan sejak dulu, namun ‘’Bayu Pramana’’ rupanya terkoneksi dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Wakil Ketua II Panitia Penyelenggaraan PKB XLI I Gede

Arya Sugiartha dalam rapat pleno di Jayasabha, Senin (13/5) kemarin mengatakan, ada tujuh materi pokok dalam PKB. Yakni pawai, parade, lomba, pagelaran, workshop, pameran dan sarasehan. Untuk pawai yang rencananya dilepas Gubernur, dilaksanakan di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala, Renon, Denpasar pada 15 Juni mulai pukul 14.00 Wita. Hal. 15 Taman Budaya

KETUA Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ni Putu Putri Suastini Koster turut memberikan masukan dalam rapat pleno PKB XLI-2019 di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Senin (13/5) kemarin. Menurutnya, ajang Pesta Kesenian Bali harus mengedukasi sehingga bisa dijadikan panutan untuk halhal tertentu. Selain itu, dapat mencerahkan masyarakat terkait sesuatu yang tergradasi di Bali. ‘’Pertama terkait lomba, tujuannya apa? Terutama peragaan busana. Sering saya lihat lomba busana ke pura untuk

anak-anak. Tujuan kita sebenarnya mengedukasi beginilah busana anak-anak ke pura. Tapi yang saya saksikan jauh berbeda,’’ ujarnya. Nyatanya di lapangan, lanjut Putri Suastini, anak-anak tidak berbusana atau memakai tata rias saat lomba itu ke pura. Saat lomba, anak-anak umumnya disasak tinggi atau memakai make-up tebal. Oleh karena itu, lomba sebaiknya bisa dijadikan panutan oleh anak-anak. Misalnya, juri tidak perlu menilai tata make-up mereka. Hal. 15 Raja Buduh

Menjadi Panutan

PKB - Gubernur Bali Wayan Koster saat rapat pleno Pesta Kesenian Bali di Jayasabha, Senin (13/5) malam kemarin.

Sistem Zonasi akan Memacu Pemerataan Mutu Sekolah Daya Tampung Jumlah Sekolah Negeri

39.994

Swasta

191

SMA 21.439

SMA 74

SMK 18.555

SMK 117 Negeri

Swasta SMA 11.132 SMK 25.269 Tamatan SMP

65.081

140

SMA 78 SMK 51 SLB 11 Kelebihan Daya

11.314

KUOTA Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK untuk tahun pelajaran 2019/2020 melalui jalur zonasi minimal 90 persen. Sementara untuk jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua masing-masing 5 persen. Regulasi mengenai PPDB kali ini mengacu pada Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan filosofi zonasi sesungguhnya baik agar tidak ada lagi istilah sekolah favorit dan tidak favorit. Meski demikian, perlu dipertimbangkan tentang apakah kondisi faktualnya sudah semakin merata dan mendekat satu sama lain antara sekolah yang satu dengan lainnya. Sebab, konsistensi antara filosofi sistem zonasi dan implementasi sistem zonasi akan selalu menjadi sorotan berbagai pihak. Pengumuman cakupan masing-

masing zona SMA/SMK juga harus didiseminasikan sesegera mungkin kepada publik dan bersifat predictable. Artinya, aturan yang baik salah satu sifatnya adalah aturan itu bersifat predictable (dapat diprediksi/punya pola yang logis). ‘’Misalnya ada suatu keluarga, punya anak sebaya, kakaknya masuk sekolah A, tapi tiba-tiba tahun berikutnya adiknya tidak bisa masuk sekolah yang sama, misalnya karena cakupan zonasi berubah atau aturan yang berubah mendadak, yang kemudian pada gilirannya menyebabkan ketidakefisienan,’’ tandas Radendra. Terlepas dari semua itu, lanjut Radendra, pemerintah daerah sebagai pemegang kewenangan yang sah sesuai regulasi, sudah sepatutnya dipatuhi. Sebab, teknik dan strategi kebijakan yang tepat tentu akan meminimalkan potensi kisruh yang tidak seharusnya terjadi. Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa menjelaskan khusus jalur zonasi dibagi menjadi empat. Yakni menerima jalur peserta didik yang berasal dari banjar atau desa

adat yang ada perjanjian dengan pihak SMA terdekat, anak dari keluarga tidak mampu, anak inklusi, dan seleksi berdasarkan jarak tempat tinggal dengan lokasi sekolah. Terkait dengan daya tampung SMA/SMK negeri dan swasta di Bali total sebanyak 76.395 siswa. Sementara jumlah tamatan SMP tahun 2019 sebanyak 65.081, sehingga apabila semua peserta UN SMP melanjutkan pendidikan ke SMA/SMK di Bali masih ada kursi yang tersisa sebanyak 11.314. Sementara itu, SMAN 1 Denpasar tidak mengaku khawatir dengan penerapan sistem zonasi. Terutama dalam mempertahankan prestasi dengan regulasi baru tersebut. ‘’Ini sebenarnya menjadi tantangan bagi kita dan hampir semua sekolah mengalaminya, sehingga nanti diperlukan kerja keras dari sekolah. Jadi di sini saya terus memotivasi guru-guru kami dengan pola-pola pendidikan yang kita tanamkan supaya prestasi yang selama ini kami miliki tetap terjaga, bahkan terus meningkat,’’ ujar Kepala SMAN 1 Denpasar Made Rida, S.Pd., M.Pd. (win)


2

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Imbauan Disdik Bali Tak Mempan

FIGUR

Ajang Mengedukasi Masyarakat PESTA Kesenian Bali (PKB) XLI tahun 2019 rencananya digelar 15 Juni hingga 13 Juli mendatang. Taman Budaya Bali sebagai lokasi utama penyelenggaraan PKB pun sudah dipersiapkan sejak sekarang. Antara lain dari segi kebersihan, keamanan, hingga parkir. Terlebih, PKB tahun ini tidak sekadar menjadi ajang pagelaran kesenian semata, tetapi juga sebagai sarana edukasi terkait pengurangan sampah plastik sekali pakai. ‘’Dari segi kebersihan lingkungan, mulai sekarang kami sudah melakukan kebersihan dengan pedagang atau pihak ketiga yang kami ajak di sini untuk ikut bergabung. Mereka juga partisipasinya luar biasa sekali, setiap Jumat ada pembersihan lingkungan,’’ ujar Kepala UPT Taman Budaya Bali Made Suarja, S.SKar., M.Si., Senin (13/5) kemarin. Ia menambahkan, peserta pameran PKB nantinya akan diminta untuk mengurangi penggunaan plastik. Termasuk dalam pengemasan produk kerajinan yang dipamerkan. Dalam hal ini, pihaknya mengimplementasikan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Namun, ia menyadari penggunaan plastik saat ini memang belum bisa dihilangkan 100 persen. ‘’Tapi kita upayakan mengurangi plastik. Jadi setiap peserta pameran tidak lagi menyiapkan tas kresek, tapi tas yang gampang hancur. Itu yang kita harapkan sekarang,’’ jelasnya. Mantan Kepala UPT Pendidikan di Buleleng ini menambahkan, ada sponsorsponsor yang siap m e m berikan reward kepada masyarakat yang mau memb u a n g sampah pada tempatnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya akan menyiapkan tempat sampah yang tidak berbahan plastik. Melainkan dalam bentuk keranjang-keranjang ramah lingkungan. ‘’Jadi, PKB ini sekaligus menjadi ajang edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik. Termasuk pembuatan stan itu kebanyakan dari bambu, tidak lagi memakai jenis-jenis spons,’’ terangnya. Menurutnya, ada sekitar 250 stan yang disiapkan untuk PKB tahun ini. Lantaran sewa stan kini digratiskan, dilakukan pula upaya antisipasi kemungkinan adanya tamb a han. Namun, tetap memperhatikan daya tampung Taman Budaya. Pihaknya tidak ingin pelaksanaan PKB malah seperti pasar malam karena jumlah stan yang terlalu banyak. ‘’Kalau ada hal-hal yang prinsip, yang perlu kita antisipasi dan harus masuk, itu akan kita upayakan ruang-ruang kosong yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,’’ imbuhnya. Untuk panggung, ia menyebut sudah siap. Tinggal melakukan pemangkasan pada pohon yang berpotensi mengganggu kegiatan PKB. Pemangkasan bekerja sama dengan DKP Kota Denpasar. PKB tahun ini yang mengangkat tema ‘’Bayu Pramana’’ (Memuliakan Sumber Daya Angin) diharapkan bisa berjalan sesuai harapan masyarakat. Meskipun tidak bisa sempurna, tetapi minimal bisa menyempurnakan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya. (rin)

Konvoi Masih Warnai Pengumuman Kelulusan SMA/SMK

Denpasar (Bali Post) Imbauan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali agar tahun ini pengumuman kelulusan tak diisi dengan konvoi dan aksi coratcoret baju seragam, ternyata tidak mempan. Buktinya, siswa kelas XII SMA dan SMK negeri dan swasta di Kota Denpasar tetap melakukan aksi corat-coret seragam sekolah yang dilanjutkan dengan konvoi keliling jalan. Aksi itu dilakukan usai pengumuman kelulusan, Senin (13/5) kemarin. Bahkan, aksi mereka kali ini lebih dahsyat dibandingkan tahun lalu. Tidak hanya siswa sekolah swasta yang melakukan aksi ini, siswa dari sekolah negeri juga berbaur untuk konvoi yang sangat mengganggu pengguna jalan lainnya. Entah siapa yang memulai, di kalangan siswa beredar info di medsos bahwa mereka yang konvoi berkumpul di halaman depan GOR Ngurah Rai. Mereka dikabarkan akan konvoi dikawal polisi. Siswa yang usai merayakan kelulusan dengan aksi corat-coret baju seragam segera terkonsentrasi di halaman depan GOR Ngurah Rai. Pemimpinnya adalah siswa yang mengendari Hardtop warna hitam. Sekitar pukul 10.30 Wita langsung melakukan konvoi melewati Jalan Kamboja. Di sini mereka bertemu dengan siswa sekolah negeri dan swasta lainnya. Jadilah konvoi panjang melewati Jalan Surapati, Jalan Sudirman, Jalan Ken Arok, Jalan Kenyeri hingga Jalan Gatot Subroto. Tak sedikit aksi mereka menyerempet bahaya. Sebagian siswa yang berboncengan tiga langsung diamankan oleh aparat. Sementara itu, sejumlah sekolah menggembok pintu masuknya agar sekolah tak dijadikan ajang coratcoret seperti yang dilakukan SMAN 1 dan SMAN 7 Denpasar. Aksi konvoi sambil membunyikan klakson keraskeras sangat mengganggu

ketertiban umum. Pengamat pendidikan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengatakan, semua komponen pendidikan harus menjadikan fenomena ini sebagai bahan umpan balik mengelola pendidikan mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat. Bahkan, dia setuju aparat keamanan menindak tegas para peserta konvoi. ‘’Kalau sebatas corat-coret baju seragam tak masalah, namun kalau konvoi dan mengganggu keamanan pantas diberi hukuman agar ada efek jeranya,’’ tegasnya. Sementara itu, sejumlah kepala sekolah mengaku kewalahan mengatur siswasiswanya untuk merayakan kelulusan secara tertib. Sekolah sudah mewajibkan siswa kelas XII sembahyang di sekolah, namun setelah di luar pintu sekolah, mereka tetap konvoi. Solusi melakukan pengumuman lewat website juga tak bisa menahan gejolak siswa. Bahkan, ancaman menunda ijazah pun banyak yang dilakukan sekolah, namun belum mempan. Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.Ikom. mengatakan, guna menghindari siswa konvoi dan aksi corat-coret, pihaknya sengaja menggelar Uji Kompetensi (UK) di hari kelulusan. Siswa kelas XII wajib ikut sehingga tak ada peluang mereka konvoi. Di samping itu, metode sembahyang bersama tak efektif dibandingkan pengu-

Bali Post/eka

KONVOI - Para siswa SMA/SMK melakukan konvoi usai pengumuman kelulusannya di Denpasar, Senin (13/5) kemarin. Aksi ini dilakukan sebagai luapan perasaan mereka karena telah selesai menempuh pendidikan di SMA/SMK. muman kelulusan lewat web- siswa dianggap menjalankan site karena justru memberi euforia, ya… sudah seperti peluang bagi siswa berkum- itu,’’ katanya menyesalkan. pul dengan rekannya. Boy Jayawibawa hanya Dihubungi terpisah, Kepala bisa berharap agar tidak terDisdik Provinsi Bali Ketut jadi sesuatu pada siswa yang Ngurah Boy Jayawibawa men- melakukan konvoi, misalnya gatakan, pihaknya sudah kecelakaan. Ke depan, pimenyampaikan imbauan agar haknya akan mencari metode kelulusan tidak dirayakan yang lebih pas agar perayaan dengan euforia berlebihan. kelulusan tidak lagi diisi denNamun diisi dengan kegiatan gan konvoi atau corat-coret. persembahyangan, dan para ‘’Kita sudah berusaha, tapi siswa diminta mengenakan masih tetap adik-adik kita pakaian sembahyang. Selain itu melakukan konvoi dan itu, kegiatan perpisahan agar corat-coret,’’ ujar mantan Kedilakukan di sekolah masing- pala Dinas Kepemudaan dan masing yang diisi dengan per- Olahraga Provinsi Bali ini. tunjukan atau pentas untuk (025/kmb32) mengalihkan perhatian siswa dari konvoi dan corat-coret. Berita ini bisa dikomentari ‘’Imbauan sudah dari Pak pada acara Citra Bali Sekda, Disdik juga sudah, Radio Global FM kepala sekolah juga sudah Pukul 08.00 - 09.30 wita. berupaya mengadakan acara. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965 Tapi memang itu oleh para

Desa Diminta Data WNA di Wilayahnya

Bali Post/ist

RAPAT - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa saat rapat persiapan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan Agen Pemulihan di Denpasar, Senin (13/5) kemarin.

Penilaian Indeks Ketahanan Diri

BNNP Bali Raih Posisi Teratas

Denpasar (Bali Post) Berkat kerja keras BNNP Bali bersama stakeholder terkait, hasil penilaian indeks ketahanan diri se-Indonesia, Provinsi Bali menempati urutan pertama dengan nilai 57,26 persen. Prestasi ini bisa diraih karena dampak dari kurikulum antinarkoba yang di-launching sejak tahun 2016, pararem dan kreativitas dari BNNP Bali bersama jajaran. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. didampingi Kasubdit Direktorat Pascarehabilitasi BNN Dr. Amrita Devi dan Drs. Yuki Ruchimat Kasubdit selaku Direktorat PLRKM, saat rapat persiapan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan Agen Pemulihan pada Mei 2019 di Denpasar, Senin (13/5) kemarin. Terkait rencana launching teknis layanan mengenai Agen Pemulihan dan RBM, kata Suastawa, berbagai persiapan dilakukan khususnya penyamaan persepsi kebijakan dan strategi layanan rehabilitasi pecandu serta penyalah guna narkotika.

Diharapkan, adanya peranan masyarakat dan stakeholder dalam rangka optimalisasi program rehabilitasi berkelanjutan. Suastawa menjelaskan, tujuan RBM yaitu mengidentifikasi masalah, memberikan edukasi, melakukan penjangkauan untuk mempermudah akses layanan, memberikan dukungan kesehatan dan sosial serta spiritual. Selain itu melakukan rujukan ke layanan, melibatkan keluarga agar turut serta menjamin bahwa layanan rehabilitasi bisa terus berjalan. Agen pemulihan bertugas menerima laporan dari masyarakat. Klien-klien yang telah menyelesaikan terapi agar tetap dimonitor untuk menjaga pemulihan. Adanya program agen pemulihan mempunyai tugas yang terbagi dalam pemantauan, pendampingan serta bimbingan lanjut. Kegiatan tersebut akan dijalankan oleh masingmasing agen pemulihan yang dilatih dan diberi pelatihan. ‘’Kami berharap semua elemen masyarakat mampu menjadi agen pemulihan untuk menghindarkan diri,

Topik : Desa Diminta Data WNA di Wilayahnya

keluarga serta lingkungan sekitarnya agar tidak terpengaruh untuk menggunakan narkotika,’’ ujarnya. Suastawa menjelaskan, pengejawantahan Perda Provinsi Bali Nomor 7 Tahun 2017 tentang Fasilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika pada Agustus 2017 adalah mendorong desa pakraman melakukan kegiatan rehabilitasi, di mana dalam pararem tersebut terkandung informasi, yaitu adanya pencegahan narkoba dalam bentuk sosialisasi. Apabila ada pengguna narkoba, maka pihak desa dapat melaporkan ke pihak berwajib serta mengawal kegiatan rawat jalan. Sementara data rehabilitasi Januari sampai Mei 2019 sebanyak 92 orang. Jumlah tersebut didapatkan dari voluntary, compulsary TAT, serta compulsary operasi. Rinciannya, 84 pria dan 8 wanita. Pada tahun 2018, layanan pascarehabilitasi yang terdiri dari tiga komponen yaitu rumah damping, pascarehabilitasi reguler dan rawat jalan lanjut, mempunyai capaian 221 orang. Namun kondisi di Bali saat ini, korban atau keluarga masih sedikit yang melapor diri, fasilitas pelayanan adiksi napza sangat terbatas dan masyarakat masih sangat tertutup. Di samping itu, masih banyak korban atau keluarganya yang kebingungan mencari solusi atau kekurangan informasi dan belum percaya terhadap program rehabilitasi. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Denpasar bersama instansi terkait lainnya kembali melakukan pemantauan dan pengawasan secara aktif terhadap keberadaan warga negara asing (WNA). Bukan saja di kawasan pariwisata, namun juga ke desa-desa yang jauh dari hiruk-pikuk dunia pariwisata. Kepala Bidang Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gde Arisudana mengatakan, pemantauan telah rutin dilaksanakan dengan menyasar masing-masing desa/kelurahan di mana terdapat orang asing. Seperti menyasar Kelurahan Peguyangan dan Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. ‘’Tim gabungan melakukan pengawasan terhadap WNA melibatkan tim terpadu, yakni pihak Imigrasi, Kepolisian, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja, Bagian Hukum dan Bagian Humas Kota Denpasar,’’ kata Arisudana, Senin (13/5) kemarin. Menurut Arisudana, pengawasan terhadap WNA telah dituangkan dalam Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang

Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah. Yang diberikan kewenangan untuk melakukan pengawasan yang juga telah dituangkan dalam SK Wali Kota Denpasar. ‘’Kami meminta pihak desa dan kelurahan untuk melakukan pendataan terhadap orang asing, sehingga data yang ada harus akurat sebelum melakukan pengawasan ke lapangan,’’ ujarnya. Arisudana menambahkan, untuk pengawasan WNA di Kota Denpasar diawali dengan mengakuratkan data keberadaan warga asing tersebut. Untuk itu, pihaknya memberikan blangko pada desa dan lurah guna mendata sembari memberikan sosialisasi untuk pendataan. ‘’Di Kelurahan Peguyangan terdapat tujuh WNA dan di Desa Ubung Kaja sebanyak 37 orang. Dari pemantauan yang kami lakukan, semua WNA tidak ada permasalahan,’’ ujarnya. Untuk di Desa Ubung Kaja, semua WNA yang didata bekerja di Sekolah Taman Rama. Kendati demikian, pihaknya tetap mengingatkan semua sponsor yang mengerjakan orang asing agar selalu memperhatikan izin tinggal WNA tersebut. Arisudana mengakui, untuk melaku-

kan penindakan terhadap WNA yang melakukan pelanggaran masih menjadi kewenangan pihak Imigrasi. Dengan berpedoman pada UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah dan Permendagri Nomor 49 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Orang Asing dan Organisasi Masyarakat Asing di Daerah, dan Permendagri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemantauan Tenaga Kerja Asing di Daerah bisa melakukan pengawasan terhadap WNA serta memberikan masukan terhadap Imigrasi. ‘’Untuk kegiatan dan aktivitas WNA di wilayah Kota Denpasar menjadi pengawasan pemerintah daerah dan harus tunduk terhadap peraturan pemerintah daerah,’’ tegasnya. Sementara itu, Lurah Peguyangan A.A. Gede Agung Dharma Putra mengatakan, saat ini jumlah WNA yang ada di wilayahnya sebanyak tujuh orang yang tersebar di beberapa banjar. Mengenai pengawasan telah dilakukan secara rutin termasuk pendataan yang dilakukan kepala dinas. ‘’Sampai saat ini, kami telah rutin melaksanakan pendataan sehingga dapat melakukan pengawasan terhadap WNA yang ada di wilayahnya,’’ katanya. (kmb12)

Jadi Pembicara pada ”Talk Show’’ di RPKD

Rai Mantra Paparkan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Denpasar

RADIO Pemerintah Kota Denpasar (RPKD) sebagai media komunikasi dan publikasi beragam inovasi di Pemkot Denpasar terus dimaksimalkan. Kali ini, guna memberikan pemahaman tentang pengembangan ekonomi kreatif, RPKD kembali menggelar talk show yang pada kesempatan kali ini menghadirkan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra sebagai narasumber bersama Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar I Putu Yuliarta serta dari Komunitas Lingkar Bayu Pramana di Studio RPKD Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (13/5) kemarin. Wali Kota Rai Mantra turut menyapa warga kota melalui frekuensi di 92,6 FM. Beragam inovasi turut dipaparkan dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Rai Mantra memaparkan bahwa sebuah kota dalam mendukung pembangunan keberlanjutan sejatinya tidak dapat bertumpu hanya pada satu sektor saja. ‘’Tentunya beragam sektor wajib dikembangkan untuk mendukung pengembangan perekonomian, dan kreativitas merupakan pengembangan perekonomian yang dapat dilakukan kapan saja dan tanpa batasan,’’ ujarnya. Rai Mantra menambahkan,

pengembangan kreativitas inilah merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang dikemas dalam sajian orange economy. Terdapat 16 subsektor yang menjadi fokus pengembangan ekonomi kreatif. Namun yang saat ini tengah berkembang pesat yakni food and beverages, di samping juga distro dan industri kreatif lainnya. ‘’Dengan pengembangan kreativitas ini, maka manusia akan terus diberdayakan dan mampu menghasilkan produk yang bernilai jual, dan Pemkot Denpasar berkomitmen untuk mendukung hal tersebut,’’ katanya. Rai Mantra menegaskan, komitmen Pemkot Denpasar ini diwujudkan dengan mempermudah sektor perizinan bagi UMKM, sehingga pelaku industri kreatif terus tumbuh dan terberdayakan dengan baik. Selain itu, upaya promosi juga terus dimaksimalkan melalui peran dari rumah kemasan dan rumah belanja yang dinaungi Disperindag Kota Denpasar. ‘’Kami terus mendorong tumbuhnya start-up baru, dan kuncinya untuk mengembangkan sektor perekonomian baru adalah kreatif dan terus berinovasi,’’ tegasnya. Ketua Harian Bekraf Kota Denpasar I Putu Yuliarta

PEMBICARA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menjadi pembicara pada talk show di RPKD Kota Denpasar, Senin (13/5) kemarin. mengatakan, saat ini Bekraf Denpasar terus mendata komunitas dan rumah kreatif di Kota Denpasar. Hal ini dilaksanakan guna menghasilkan persamaan persepsi guna membangun ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kota Denpasar. ‘’Saat ini kita sedang mendata, dan ke depan akan dilaksanakan musrenbang untuk menggali ide kreatif sesuai arahan Bapak Wali Kota,’’ ujar pria yang akrab

disapa Putu Lengkong ini. Sementara itu, aktivis Komunitas Lingkar Bayu Pramana mengakui dukungan Pemkot Denpasar terhadap pengembangan sektor ekonomi kreatif bisa dibilang tidak mainmain. Bahkan, hingga saat ini mampu mendukung tumbuhkembangnya industri kreatif. ‘’Industri kreatif terus tumbuh seiring kemudahan dan dukungan dari Pemkot Denpasar,’’ terangnya. (ad543)


BADUNG

Selasa Wage, 14 Mei 2019

3

Reservoir di IPA Dam Estuari Dibersihkan Mangupura (Bali Post) Guna meningkatkan kualitas air bersih yang akan disalurkan ke pelanggan, PDAM Tirta Mangutama Kabupaten Badung melakukan proses aerasi dan pembersihan reservoir di IPA Dam Estuari. Kegiatan tersebut penting mengingat kondisi air baku di kawasan Dam Estuari selalu keruh dan dipenuhi sampah. Menurut Dirut PDAM Tirta Mangutama Ketut Golak, aerasi adalah suatu proses penambahan oksigen dalam air supaya kandungan oksigen di dalam air semakin banyak. Dengan demikian, bau amis dan bau busuk bisa dikurangi. ‘’Penambahan kandungan oksigen ini bisa membuat bau amis maupun bau busuk bisa berkurang,’’ katanya, Senin (13/5) kemarin. Selain proses aerasi, di IPA Dam Estuari juga dilakukan pengurasan reservoir. Akibatnya, pasokan air

bersih menuju kawasan Kuta dan Kuta Selatan terganggu. Lokasi yang mengalami gangguan yaitu kawasan Jalan Raya Kuta, Jalan Patih Jelantik, Jalan Legian Kelod, Jalan Melasti, Jalan Pantai Kuta, Kompleks Unud, Mecutan Tujuh, Goa Gong, Puri Gading, Jalan Bali Cliff, Jalan Melasti Ungasan, Jalan Darmawangsa Kutuh, Gunung Payung, Jalan Masuka, Pecatu, Perum Kori Nuansa, Perum Puri Nusa Dua, Taman Giri, Sawangan, Tanjung Benoa dan sekitanya. Proses aerasi dan pengurasan reservoir sudah dikerjakan dan selesai pada Minggu (12/5) malam. Pengerjaan saat malam hari guna mengurangi gangguan layanan. Saat ini, katanya, sedang dilakukan pemadatan, sambil menunggu pipa terisi penuh, sehingga kondisi kembali normal diperkirakan pada Selasa (14/5) hari ini. (kmb23)

PDAM - Petugas PDAM Tirta Mangutama mengecek kualitas air di IPA Dam Estuari, Senin (13/5) kemarin.

Masyarakat Keluhkan Kualitas Seragam Sekolah Gratis Mangupura (Bali Post) –

DPRD Badung mendapat keluhan dari masyarakat mengenai bantuan seragam sekolah gratis yang diberikan Pemkab Badung. Kualitas seragam yang diterima siswa baru, baik SD maupun SMP di Badung tidak bagus.

Bali Post/ist

PASAR MURAH - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Badung menggelar pasar murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran.

Stabilkan Harga Sembako, Disperindag Gelar Pasar Murah

Mangupura (Bali Post) Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung mulai menggelar pasar murah di sejumlah kecamatan. Kegiatan ini guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Kabid Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung Ketut Suwedha mengatakan, pihaknya menggandeng Bulog Provinsi Bali dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Badung untuk menggelar pasar murah. ‘’Kali ini pasar murah diadakan di Lapangan Desa Taman, Kecamatan Abiansemal. Nanti akan di Dalung tanggal 27 Mei dan 24 Mei di Benoa,’’ ungkap Ketut Suwedha, Senin (13/4) kemarin. Menurutnya, komoditas yang ditawarkan adalah beras Kita (medium) 5 kg seharga Rp 50.000 per 5 kg. Kemudian ada beras medium seharga Rp 42.500 per 5 kg, minyak Kita seharga Rp

11.000 per liter dan tepung terigu Segitiga Biru seharga Rp 7.500 per kg. Sedangkan gula pasir lokal dijual seharga Rp 11.000 per kg. Selain itu, komoditas lainnya juga ikut dijual seperti telur seharga Rp 14.000 per 10 butir, bawang merah Rp 28.000 per kg dan aneka buah-buahan. ‘’Harga tentunya di bawah harga pasar, sehingga meringankan beban masyarakat. Bahkan untuk beras medium kami siapkan 1 ton. Kalau untuk di Dalung nanti 2 ton beras medium. Jadi jumlahnya menyesuaikan sesuai permintaan,’’ terangnya. Kendati demikian, pihaknya berharap masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan menjelang hari raya dan disesuaikan dengan kebutuhan. ‘’Ini dalam upaya menjaga kestabilan harga khususnya menjelang hari raya keagamaan sekaligus memastikan bahwa stok barang serta distribusi barang lancar,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/edi

Menyikapi perihal itu, Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Ketua Komisi I Wayan Suyasa, Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata dan anggota Komisi IV Made Retha menggelar pertemuan dengan Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika didampingi sejumlah Kabid, Senin (13/5) kemarin. Dalam pertemuan tersebut Parwata mengatakan, anggaran untuk seragam siswa baru di Badung relatif tinggi.

Untuk seragam endek, anggarannya per siswa mencapai Rp 330.000, seragam sekolah antara Rp 200.000 hingga Rp 300.000, sesuai dengan ukuran siswa dan pakaian olahraga dianggarkan Rp 127.000. Setelah memperoleh kain, masing-masing mendapatkan ongkos jahit senilai Rp 100.000. ‘’Seragam yang diperoleh tidak berkualitas, baik ketebalan serta seragam belobor. Ini semua dikeluhkan

oleh para orang tua murid,’’ katanya. Politisi PDI-P itu menilai, dengan pagu anggaran yang besar, kualitas seragam yang diperoleh siswa baru seharusnya sangat baik. Pihaknya, menduga ada permainan dalam tender pengadaan kain. Dia mensinyalir, meski Disdikpora melakukan uji mutu barang terhadap pemenang tender, namun pada waktu barang datang, dilakukan sampling dengan sistem

random. ‘’Misalnya barang 1.000 kg, namun yang di-sampling hanya 1 kilo. Mungkin yang 1 kg itu kualitasnya baik, namun yang sisanya yang 999 kg bisa saja tidak bagus. Harusnya, semua barang diperiksa satu per satu kualitasnya, jadi tak bisa diperiksa dengan sistem sampling,’’ jelasnya. Karena itu, dewan akan terlibat dalam uji mutu barang yang akan datang guna mendorong kualitas seragam siswa bisa ditingkatkan. Dikonfirmasi terpisah, Kadisdikpora Badung Ketut Widia Astika menegaskan, proses pengadaan seragam

sekolah gratis telah melalui mekanisme, sehingga pihaknya meyakini tidak terdapat penyimpangan. ‘’Setiap barang yang datang kami cek hingga uji lab, jadi sudah sesuai prosedur. Saya tidak tahu jenis kain apa yang diberikan, karena Kabid yang urus. Yang jelas, sudah sesuai dengan tender yang diajukan,’’ tegasnya. Birokrat asal Kerobokan Kuta Utara itu juga mengatakan tidak menerima adanya keluhan masyarakat mengenai kualitas seragam yang kurang baik. ‘’Tidak ada keluhan yang masuk ke kami,’’ tegasnya. (kmb27)

Pemkab Badung Kembali Selenggarakan Festival Inovasi Sediakan Total Hadiah Rp 152,5 Juta bagi Pemenang Lomba

Wayan Suambara

BADUNG Festival Inovasi (BFI) tahun ini kembali diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung. Kegiatan yang mengundang siswa SMP, SMA/SMK hingga mahasiswa untuk menfatarkan diri mengikuti lomba karya inovasi ini memperebutkan hadiah ratusan juta rupiah. Pendaftaran BFI 2019 dibuka mulai 28 April hingga 30 Agustus 2019. Kepala Balitbang Badung Wayan Suambara, Minggu (12/5) mengungkapkan, BFI 2019 mengangkat tema pertanian dengan inovasi teknologi untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. ‘’Kami mengundang siswa SMP, SMA/SMK dan mahasiswa se-Bali dalam lomba karya inovasi ini. Pendaftaran akan kami buka pada 28 April hingga 30 Agustus 2019 dengan total hadiah Rp 152,5 juta,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, ada sejumlah tahapan yang akan dilaksanakan untuk mendukung BFI yakni setelah para peserta melakukan pendaftaran, tim BFI ini akan melaukan desk evaluasi pada 2 hingga 4 September 2019. Pengumuman desk evaluasi dilakukan pada 10 September dan technical meeting dilaksanakan pada 17 September.

‘’Puncaknya nanti pada HUT Ibu Kota Mangupura yakni 16 November 2019 untuk penyerahan hadiah bagi pemenang lomba. Untuk presentasi, kami akan lakukan pada 1 Oktober hingga 3 Oktober dan pengumuman pemenang lomba diumumkan pada tanggal 8 Oktober 2019,’’ papar mantan Kepala Bappeda dan Litbang Badung tersebut. Suambara juga menjelaskan, bagi para peserta yang ingin ikut lomba ini, panitia tidak akan melakukan pungutan biaya alias gratis. Untuk registrasi peserta, kata Suambara, peserta harus membuka pendaftaran peserta pada link: bit.ly/DaftarBadungFestivalInovasi2019. Lalu unduh panduan dan persyaratan lainnya pada link: bit.ly/PanduanBadungFestivalInovasi2019. Setelah itu, dokumen karya inovasi dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung yang beralamat di Mangupraja Mandala Unit 15, Lantai 3, Puspem Badung. ‘’Informasi lebih lengkap bisa menghubungi tim panitia BFI dengan nomor kontak 085737632425,’’ terangnya. (ad551)

Taman Beji Paluh

Destinasi Wisata Spiritual Baru di Desa Penarungan

SEJUMLAH desa di Kabupaten Badung mulai mengembangkan sektor pariwisata. Selama kurun waktu setahun belakangan, banyak objek wisata baru bermunculan. Sebut saja Taman Beji Paluh yang terletak di Desa Penarungan. Objek wisata yang direnovasi oleh Pemkab Badung itu menjadi salah satu daya tarik wisata di Bali khususnya Badung. Taman Beji Paluh sudah ada sejak dahulu kala. Banyak masyarakat yang ingin melakukan pembersihan diri secara spiritual dengan cara malukat di Pura Taman Beji tersebut. Tak hanya itu, panglukatan pancoran solas di kawasan Banjar Dauh Peken Desa Penarungan Kecamatan Mengwi ini juga menyajikan keindahan alam lengkap dengan atraksi wisata tubbing. ‘’Berdasarakan cerita yang saya tahu, konon air yang mengucur di Taman Beji Paluh adalah sungai yang mengaliri Tukad Yeh Penet dan Bebengan,’’ ujar Kepala Dusun Dauh Peken I Gede Made Artanegara, Senin

(13/5) kemarin. Menurutnya, proyek dengan nama penataan Taman Beji dan jalan trekking Desa Wisata Penarungan tersebut digelontorkan Rp 14.870.064.000. ‘’Itu untuk memberikan kesempatan dan kemudahan pada masyarakat yang lebih luas untuk melakukan panglukatan,’’ terangnya. Mengenai pengelolaan, destinasi wisata yang juga menawarkan jogging track serta river tubbing tersebut di bawah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Penarungan. ‘’Pengelolanya Pokdarwis berdasar SK Perbekel,’’ tegasnya. Cerita yang beredar di masyarakat, berawal dari Subak Desa Kapal memerlukan aliran air untuk mengairi persawahan warga.

Masyarakat pun mencoba mengarahkan aliran mata air dari Desa Penarungan ini ke Desa Kapal. Dimulai dari Banjar Abing yang saat ini dikenal sebagai Banjar Dauh Peken. Upaya masyarakat tidak membuahkan hasil, bahkan berkali-kali urukan tanah tersebut jebol. Lalu, dibuatkan urukan sebagai pembatas untuk mengarahkan aliran air. Konon akibat hal tersebut, ada salah satu anggota masyarakat secara tidak sengaja berikhtiar. Ia memohon kepada penguasa alam, barang siapa yang datang paling akhir, akan dipakai pakelem atau tumbal agar usaha yang dilakukan berhasil. Ternyata hal itu benarbenar terjadi. Suatu ketika, ada seseorang yang datang p a li ng a khi r. I a a d a l a h seorang Panglima yang bertugas mengatur air. Tiba-tiba ia jatuh dan meninggal saat berjalan di pinggir urukan sungai. Sejak itu, urukan yang dibuat tidak pernah lagi

mengalami masalah hingga saat ini. Bekas jebolan urukan sungai tersebut membuat tanah tidak rata atau disebut dengan istilah mapaluhpaluh hingga kemudian tempat bekas urukan tersebut dikenal sebagai Taman Beji Paluh hingga kini. Secara niskala, kata Artanegara, kucuran mata air di Taman Beji Paluh sejak lama dipercaya memiliki khasiat khususnya menyembuhkan berbagai penyakit nonmedis. Misalnya, penyakit mata dan kulit. Awalnya, mata air di Taman Beji Paluh ada lima. Itu sebabnya disebut Pancoran Lima. ‘’Penduduk lokal biasanya menggunakannya untuk panglukatan atau pembersihan diri dari segala unsur dasamala. Khususnya untuk kesehatan, kucuran air di Pura Taman Beji Paluh dipercaya secara turun-temurun berkhasiat untuk memberikan kesembuhan penyakit mata dan kulit,’’ jelasnya. (kmb27)

Bali Post/par

MALUKAT - Prosesi malukat di Taman Beji Paluh, Desa Penarungan.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Menpar Arief Yahya Dukung Unwar Buka Prodi Ekowisata MENTERI Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI) Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. mendukung Universitas Warmadewa (Unwar) membuka Program Studi (Prodi) baru D-4 Pariwisata konsentrasi Ekowisata. Pembentukan prodi baru ini diharapkan dapat membantu pemerintah untuk mencetak lulusan yang siap bersaing di lapangan kerja, khususnya pada bidang pariwisata. Selain itu, Menpar juga berharap dengan prodi baru ini Unwar menjadi center of excellence for ecotourism di Bali. Penegasan Menpar itu disampaikan ketika menerima audiensi Rektor Unwar dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali di kantornya, Senin (13/5) kemarin. Selain dukungan prodi baru, pertemuan antara kedua lembaga tersebut juga untuk membahas MoU dan rencana seminar nasional dalam rangka ulang tahun Pascasarjana Unwar. Bahkan, untuk mematangkan prodi pariwisata baru tersebut, Menpar meminta segera dilaksanakan workshop membahas kurikulum melibatkan pakar pariwisata dan praktisi, serta stakeholders. ‘’Kami berharap sebelum tanggal 31 Mei 2019 sudah ada hasil workshop-nya,’’ ujar Arief Yahya, Senin kemarin. Pada kesempatan tersebut, Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. menyampaikan kepada Menpar bahwa pembukaan prodi baru yang berada di bawah naungan Fakultas Sastra (FS) Unwar ini adalah untuk menyesuaikan dengan visi-misi Unwar, menjadikan ekowisata sebagai Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unwar. Prodi yang dibuka ini juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan

AUDIENSI - Menpar RI Arief Yahya (tengah) saat menerima audiensi Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (2 dari kanan) bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. (2 dari kiri) didampingi Ketua Tim Pembentukan Prodi baru D-4 Pariwisata FS Unwar Drs. I Nyoman Mardika, M.Si. (kiri) di Ruang Kantor Menpar, Jakarta, Senin (13/5) kemarin. pemerintah, sehingga lulusannya mampu bersaing di pasar kerja. ‘’Kami berharap dengan dukungan dari Menpar, pembentukan prodi baru ini dapat segera terwujud,’’ ujar Prof. Widjana. Hal senada diungkapkan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A. A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Pihak Yayasan siap mendukung kebijakan Rektor untuk membuka prodi baru D-4 Pariwisata konsentrasi Ekowisata. Bahkan pihaknya akan ikut melobi dan meminta Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali ikut membantu, termasuk menjadi mentor sesuai arahan Menpar. ‘’Selaku ketua yayasan, saya tentunya selain mendukung juga menyiap-

kan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, termasuk laboratorium yang diperlukan,’’ tegas Wisnumurti. Sementara itu, Ketua Tim Pembentukan Prodi baru D-4 Pariwisata FS Unwar Drs. I Nyoman Mardika, M.Si. mengatakan, kurikulum untuk prodi baru ini sedang dalam proses pembuatan. Namun dengan arahan dari Menpar, pihaknya akan segera mematangkan dan menyempurnakannya dengan segera menggelar workshop kurikulum. ‘’Kita jadwalkan setelah acara wisuda (18 Mei mendatang - red) workshop kurikulum akan digelar dan sebelum tanggal 31 Mei 2019 kita berharap sudah selesai,’’ tegas Mardika. (ad550)

SMK Dwijendra Mulai Terima Siswa Baru

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Raih Ranking IV UNBK SMK Se-Provinsi Bali 2018/2019

SMK Penerbangan Cakra Nusantara Terakreditasi A SUNGGUH peningkatan prestasi yang luar biasa yang diraih SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Di tahun kedua meluluskan tarunataruninya, SMK ini kembali masuk ke dalam sepuluh besar nilai UNBK SMK terbaik di Provinsi Bali. SMK Penerbangan Cakra Nusantara meraih peringkat ke-4 UNBK se-Provinsi Bali dengan nilai rata-rata 248,46. Hal ini membuktikan bahwa prestasi tarunataruni SMK Penerbangan Cakra Nusantara tak hanya terampil di praktik, tetapi juga memiliki teori yang kuat. Nilai UNBK tertinggi diraih oleh taruni dengan nama Ni Putu Abhigita dengan nilai rata-rata UNBK 327,0. Kemudian di peringkat kedua yakni taruni Ni Kadek Swandewi dengan nilai rata-rata UNBK 323,5. Di peringkat ketiga yakni taruni Putu Ayu Ganetri Brahmacahyani dengan nilai ratarata UNBK 321,0. Peningkatan ini sangat baik dibandingkan dengan tahun kelulusan pertama yakni ranking ke-6 se-Provinsi Bali. ‘’Dengan perolehan prestasi saat ini, kami percaya bahwa tarunataruni kami mampu bersaing di dunia kerja, dunia industri (DUDI). Selain prestasi akademik yang sangat baik, taruna-taruni kami memiliki nilai yang sangat baik pula di seluruh tempat PKL dan magang selama mereka mengikuti on the job training,’’ ujar Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara Indra Gita Saragih, S.Pd. Menurutnya, SMK Penerbangan Cakra Nusantara selalu mendukung taruna-taruninya untuk selalu mengutamakan K3 dalam setiap kegiatan PKL atau on the job training. Selain itu, dunia penerbangan identik dengan dunia internasional, sehingga taruna-taruni juga mendapat pelatihan berba-

hasa Inggris dengan baik dengan mengadakan program Build Better Communication (BBC). Sebagai implementasi dari hal tersebut, semua taruna-taruni mendapatkan beasiswa BBC. Program bahasa Inggris ini wajib diikuti sejak kelas X semester I, ketika pertama kali melaksanakan Program Pengalaman Lapangan selama dua bulan di Pangkalan Udara Husein Sastranegara Bandung. Kemudian di kelas XII (semester III) dilakukan sinkronisasi dan percepatan serta penguatan dengan lembaga mitra di Kampung Inggris Pare, diikuti selama dua bulan. Dlam satu hari terdapat sekitar enam sesi dan semua taruna-taruni tinggal di Kampung Inggris Pare Kediri. Bagi kelas XII juga dilaksanakan selama enam bulan dengan dititikberatkan pada materi pidato, debat, presentasi, wawancara kerja dan bahasa Inggris bisnis, diakhiri dengan uji komprehensif dan uji kompetensi serta sertifikasi, sehingga masing-masing taruna-taruni mendapatkan Sertifikat Disnaker, Sertifikat Disdikpora, Sertifikat Basic English Bandung, Sertifikat Kompetensi LSK-BIG dan dua sertifikat ke-

cakapan dari mitra di Kampung Pare. Dengan sekitar 7 sertifikat diharapkan tren dan kulifikasi kompetensi bicara dan bahasa Inggris sudah di atas standar dan sesuai kebutuhan global. ‘’Karena itu, kami mengajak generasi muda Bali untuk bergabung bersama SMK Penerbangan Cakra Nusantara untuk mendapatkan kesempatan terbaik menuju masa depan yang cerah. Dibuka 4 jurusan yang concern di bidang penerbangan di antaranya Airframe and Powerplant, Electrical Avionics, Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan) dan Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Bandara). Mau tahu info lebih lanjut, datang langsung ke Jalan Drupadi No. 25, Denpasar (Kampus 1) dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25, Panjer (Kampus 3), dengan nomor pendaftaran 0361-4742600 dan juga dapat dilakukan via SMS ke No. 081237098090 dengan ketik: daftar (spasi) nama lengkap (spasi) asal sekolah (spasi) kabupaten asal siswa (spasi) jenis kelamin (spasi) nomor WA/HP ataupun dengan pendaftaran online via website di www.smkpenerbangan.sch.id.,’’ ujarnya. (ad546)

Berani Turunkan Biaya Pendidikan, Hingga April 2019, Penjualan Ritel Warga Peguyangan Disiapkan Keringanan Khusus Daihatsu Capai 17,8 Persen

SUASANA pengumuman kelulusan kelas XII di SMK Dwijendra Denpasar, Senin (13/5) kemarin, berbeda dengan sekolah lainnya. Jika sekolah lain diisi dengan aksi corat-coret seragam sekolah dan konvoi, 90 siswa kelas XII yang dinyatakan lulus 100 persen justru tertib mengikuti Uji Kompetensi (UK) oleh LSP. Dari jumlah itu, 46 siswa dari Program Keahlian Akuntansi, 20 siswa daru Akomodasi Perhotelan dan 24 siswa kelas XII dari Teknik Komputer Jaringan (TKJ). Ini menunjukkan bahwa sekolah ini benar-benar mendidik siswanya berkarakter dan berkompetensi. Di sela-sela UK kemarin sekolah ini juga diserbu calon siswa baru. Sejumlah siswa lulusan SMP sudah mengambil blangko pendaftaran dan melihat-lihat fasilitas sekolah. Hal itu dibenarkan oleh Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra, S.Si., M.IKom. bahwa pada PPDB 20192020 SMK Dwijendra Denpasar di Jalan Suradipa, Peguyangan ini akan menerima lima kelas siswa baru. Dua kelas untuk program keahlian Akuntansi, dua kelas untuk Akomodasi Perhotelan dan satu kelas untuk TKJ. Yang membanggakan, SMK Dwijendra serius memperkuat lulusannya berdaya saing dengan cara meraih sertifikat kompetensi dari LSP. Ini mendukung program Denpasar sebagai kota kompetensi karena ke depan dunia industri mensyaratkan sertifikat tersebut. Yang menarik juga SMK Dwijendra Denpasar tahun ini menurunkan biaya pendidikan. Langkah berani yang dilakukan Yayasan Dwijendra Denpasar dinilai positif guna membantu masyarakat di tengah krisis global. Ida Bagus Dwi Oka Putra mengungkapkan, tahun lalu biaya pendidikan siswa

SMK DWIJENDRA - Kepala SMK Dwijendra Ida Bagus Dwi Oka Putra bersama siswa kelas XII yang mengikuti Uji Kompetensi. baru mencapai Rp 5.160.000, kini diturunkan menjadi Rp 4.440.000 sudah termasuk uang pakaian. Penurunan terbanyak terjadi pada sumbangan uang gedung dari Rp 1,8 juta sekarang menjadi Rp 1,5 juta. Bahkan untuk lulusan SMP Dwijendra hanya dikenakan uang gedung Rp 1 juta. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. mengatakan langkah berani menurunkan uang gedung sebagai bentuk bahwa yayasan peduli dengan perekonomian masyarakat Bali. Karena sekolah Dwijendra adalah sekolah milik rakyat Bali dan menjadi kebanggaan masyarakat Bali yang bernuansa Hindu. Untuk itu, dia mengajak masyarakat Denpasar memilih SMK Dwijendra yang dikenal karena kualitasnya juga karena kuat pendidikan karakter khususnya agama Hindu dan budaya Bali. Kepala SMK Dwijendra Denpasar Ida Bagus Dwi Oka Putra didampingi Wakasek Kurikulum IA Paramita Mahasari, S.E.,

Wakasek Kesiswaan I Wayan Sumadika, S.Pd., Humas IA Rai Trisna Dewi dan Wakasek Sarpras Putu Aris Sanjaya, S.Pd. menambahkan, kelulusan 90 siswa kelas XII sudah memenuhi Standar Kelulusan Minimal (SKM) untuk pelajaran produktif 75 dan pelajaran umum 70. Syarat penting lainnya yakni bermoral dan berbudi pekerti luhur. Mereka dinyatakan lulus Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), USBN, UKK dan UK (uji kompetensi). Hebatnya lagi, sekolah ini melakukan UNBK secara mandiri karena didukung fasilitas lab komputer yang lengkap. Untuk warga Peguyangan, kata Ida Bagus Dwi Oka Putra, disiapkan keringanan khusus lainnya. Kini SMK Dwijendra memberi penguatan siswanya dengan kompetensi bisnis laundry dan florist. Dua bisnis ini sangat laris di dunia kerja, namun sayang semua pelakunya dilakukan warga luar Bali. Penguatan inilah yang membuat 90 persen lulusannya tahun ini sudah bekerja. (ad553)

Telkomsel ’’Sebarkan Kebahagiaan’’ di Ponpes Tahfidzul Qur’an Nurul Musthofah MENGEDEPANKAN semangat ‘’Sebarkan Kebahagiaan’’, Telkomsel menggelar roadshow Ramadan bersama dengan anak negeri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Nurul Musthofah, Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (8/5). Selain menyerahkan donasi untuk kebutuhan operasional pondok pesantren, Telkomsel juga menyerahkan uang saku kepada para santri dan berbagi sembako. EVP Telkomsel Area Jawa Bali Agus Setia Budi mengatakan melalui kegiatan roadshow di bulan suci Ramadan ini, Telkomsel ingin menyebarkan kebahagiaan bersama anak yatim maupun para santri, serta pondok pesantren dan yayasan yang membutuhkan bantuan. ‘’Kegiatan kepedulian sosial ini merupakan ungkapan syukur kami atas kepercayaan pelanggan dan masyarakat terhadap Telkomsel, sekaligus upaya kami untuk memberi nilai tambah pada masyarakat dan lingkun-

DAIHATSU kembali meng-update pencapaian penjualannya. Tercatat pada periode Januari hingga April 2019, total angka retail sales Daihatsu mencapai 60.706 unit dan whole sales sebesar 66.825 unit. Terkait pasar otomotif, penjualan retail sales nasional hingga April 2019 mencapai 340.118 unit, turun sekitar 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tidak berbeda untuk whole sales nasional, berada di angka 337.321 unit atau turun sekitar 14,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Penjualan retail Daihatsu juga mengalami penurunan sebesar 6,4 persen dan 5,2 persen untuk whole sales. Namun, penurunan ini masih lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pasar sehingga secara pangsa pasar atau market share, Daihatsu men-

galami kenaikan menjadi 17,8 persen untuk retail sales, dan 19,8 persen untuk whole sales. Penjualan retail sales Daihatsu masih didominasi Sigra dengan torehan 16.860 unit (27 persen), diikuti oleh Gran Max (PU) sebanyak 12.065 unit (19,9 persen). Untuk penjualan Xenia, Terios, dan Ayla, berada di kisaran angka lebih dari 8.000 unit dengan kontribusi sekitar 13 hingga 14 persen. ‘’Walaupun penjualan Daihatsu turun sedikit tahun ini, kami masih bersyukur karena penurunan kami masih lebih baik dibanding penurunan pasar. Kami mengucapkan terima kasih kepada pelanggan yang telah memilih Daihatsu sebagai kendaraan mereka,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor. (bns1)

Waspada Demam Berdarah pada Anak DEMAM berdarah merupakan penyakit infeksi yang paling sering terjadi di negara tropis, terutama di Indonesia. Pada Februari hingga Mei, kejadian demam berdarah pada anak meningkat dari yang ringan hingga yang berat atau terjadinya syok. Penyakit DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk. Air bersih yang menggenang merupakan media pertumbuhan nyamuk aedes aegypti, maka dari itu salah satu upaya pencegahan DBD adalah dengan gerakan 3M (mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air, dan menguras bak penampungan air). Manifestasi klinis DBD sangat luas yaitu dari infeksi tanpa gejala, gejala ringan, sampai gejala berat bahkan kematian. Banyak faktor yang memengaruhi berat-ringannya manifestasi infeksi dengue antara lain faktor usia, status gizi, serotipe virus, serta adanya penyakit pemberat lainnya. Pada DBD ter-

jadilah kebocoran plasma, virus akan merusak endotel pembuluh darah dan menyebabkan cairan di pembuluh darah merembes keluar yang mengakibatkan peningkatan hematokrit atau dikenal dengan darah yang mengental. Kekurangan cairan ini di dalam pembuluh darah akan menyebabkan gangguan aliran ke berbagai jaringan tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya syok pada anak dan dapat mengancam nyawa. Gejala DBD yang sering didapatkan adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama 3-7 hari, sakit kepala, lemas, nyeri otot dan sendi, mual dan muntah, ruam atau bintik kemerahan di kulit dan tidak hilang dengan penekanan, demam disertai perdarahan spontan seperti mimisan atau gusi berdarah, bahkan bisa sampai BAB berdarah/BAB kehitaman, demam disertai penurunan trombosit, leukosit dan peningkatan hematokrit pada pemeriksaan laboratorium, terdapat penderita DBD juga di sekitar tempat tinggal

atau sekolah, anak cenderung tidur dan sulit dibangunkan, meracau, ujung-ujung jari teraba dingin dan kencing berkurang (kemungkinan anak mengalami syok). Apabila ditemukan tanda-tanda seperti di atas pada anak, bawalah anak ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena pada penderita DBD harus dilakukan pemantauan terus-menerus terutama apabila dalam fase kritis untuk mencegah terjadinya syok atau melakukan tindakan segera apabila anak sudah mengalami syok dengan cara pemberian cairan yang cukup. Fase kritis biasanya terjadi pada hari ke 4-5 yakni suhu anak sudah mulai menurun. Pada saat inilah harus diawasi dengan ketat agar tidak sampai jatuh ke dalam fase syok. Pada beberapa penderita yang dirawat, tujuan perawatan adalah untuk menjamin observasi dan menjaga volume cairan pembuluh darah yang memadai. l dr. Bella Kurnia

Eksistensi Tanah Bali Menghadapi Perumahan Murah ROADSHOW RAMADHAN - Telkomsel menggelar roadshow Ramadan bersama dengan anak negeri di Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfidzul Qur’an Nurul Musthofah, Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (8/5). gan yang selalu mendukung Telkomsel dalam melayani Indonesia,’’ katanya. Selain itu, Telkomsel juga menyerahkan donasi ke beberapa masjid di wilayah Nusa Tenggara Timur, antara lain Masjid Al Mahdi di Ende, Rabu (8/5)

dan Masjid Al Fatah di Kota Kupang, Kamis (9/5). ‘’Dengan adanya donasi tersebut, diharapkan dapat membantu kelancaran proses renovasi masjid dan bermanfaat untuk menambah kebutuhan perlengkapan masjid lainnya,’’ ungkap Agus kemudian. (ad545)

BALI TV dengan The Marhaenisme Institute menggelar kerja sama acara dialog interaktif secara live di Bali TV, Selasa (14/5) ini pukul 16.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita. Dalam dialog ini menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD/ MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Adapun tema yang diusung adalah ‘’Eksistensi Tanah Bali Menghadapi Perumahan Murah’’. Akhir-akhir ini masyarakat adat di Bali dibuat resah dengan munculnya program peruma-

han murah yang diklaim sebagai perumahan ‘’Jokowi’’ atau perumahan yang bekerja sama dengan institusi tertentu. Sejumlah kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dan pencatutan nama pejabat pun menjadi temuan. Kini tanah-tanah adat menjadi terancam karena desa-desa di Bali dipaksa untuk nenerima proyek perumahan dengan embel-embel rumah murah bersubsidi. Hal ini menjadi perhatian dari Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna yang saat ini tengah membantu masyarakat adat dalam mempertahankan pararem dan awig-awig, khususnya bagaimana

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

melarang berdirinya perumahan di wilayah desa adat. Di satu sisi membangun perumahan murah adalah hak masyarakat. Lalu sejauh mana Bali memerlukan rumah murah? Apakah Bali memerlukan revisi perda tentang ketinggian bangunan yang sempat kontroversi? Lalu bagaimana peran pemerintah menanggulangi masalah sosial yang akan muncul saat sebuah perumahan muncul di tengah lahan produktif serta memimalisir konflik antara krama adat dengan krama tamiu. Semua akan dibahas dari sudut pandang Tri Sakti Marhaenisme dan Gerakan Satyagraha. (kmb)


DAERAH

Selasa Wage, 14 Mei 2019

5

Nyaris Melahirkan di Lapangan

Karina Dirawat Intensif di RSD Mangusada

Mangupura (Bali Post) Karina Lisiana (35), ibu yang nyaris melahirkan di depan salah satu SMK di Mengwitani, Mengwi, Sabtu (11/5), kini mendapat perawatan intensif di RSD Mangusada, Kabupaten Badung. Kondisi perempuan muda ini berangsurangsur membaik. Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada Kabupaten Badung dr. Made Nurija mengatakan, pihaknya berencana melakukan observasi khusus untuk mengetahui apakah pasien mengalami trauma atau tidak. ‘’Kami akan lakukan observasi dulu. Kalau ada trauma maka tentu akan ditangani oleh psikiater,’’ ujar dr. Nurija saat ditemui, Senin (13/5) kemarin. Menurutnya, perempuan asal Cianjur itu belum banyak berkomunikasi dengan petugas medis. Alhasil, pihak rumah sakit pun kesulitan mengorek informasi secara detail. ‘’Belum ada dari pihak keluarga yang membesuk. Dibilang orangtuanya sudah meninggal,’’ ungkapnya. Dikatakannya, bayi yang dilahirkan prematur di usia kandungan 7 bulan dengan berat 1,9 kg juga masih dalam perawatan intensif. Terkait biaya perawatan, RSD Mangusada masih berkoordinasi dengan instansi terkait, baik Dinas Sosial maupun Dinas Kesehatan. ‘’Saat ini walau kami masih bingung siapa yang biayai, sebagai rumah sakit kami tetap menjalankan tugas dan fungsinya memberikan pertolongan dan perawatan,’’ katanya seraya menyebutkan sudah ada program Jaminan Persalinan (Jampersal) dari kementerian, namun kendalanya alamat rumah Karina di Kabupaten Badung hingga kini belum diketahui. Seperti diberitakan sebelumnya, anggota Satlantas Polres Badung, Sabtu (11/5) lalu menerima informasi jika ada seorang ibu bernama Karina Lisiana hendak melahirkan di lapangan di depan salah satu SMK di Mengwitani. Petugas langsung menuju lokasi tersebut dan mengevakuasi Karina ke Puskesmas Mengwi. (kmb27)

Penerapan Tiket Masuk ’’Waterblow’’

Dispar Sebut Belum Ada Kesepakatan Mangupura (Bali Post) Penerapan tiket masuk Waterblow di kawasan ITDC Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, masih menyisakan sejumlah persoalan. Salah satunya terkait besaran tarif. Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung menyatakan, belum ada kesepakatan antarpihak terkait mengenai besaran tarif. Kadispar Badung I Made Badra, Senin (13/5) kemarin, menyampaikan Dispar Badung memiliki kewenangan dalam penetapan tarif serta perjanjian kerja sama. Dia menegaskan, sejauh ini belum ada kesepakatan kerja sama dengan ITDC menyangkut tiket masuk Waterblow. Tak hanya itu, besaran tarif tiket masuk Waterblow pun belum disepakati. ‘’Belum dibahas. Besok (hari ini - red) baru dibahas di Puspem Badung, termasuk perjanjian kerja samanya,’’ kata Badra. Sementara itu, Kepala Divisi Operasional ITDC Nusa Dua Made Pariwijaya menyatakan penetapan tarif dilakukan setelah ada persetujuan dari Dispar Badung. Oleh karena itu, pihaknya pun mulai 1 Mei menerapkan tiket masuk Waterblow sebesar Rp 15.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 25.000 untuk wisatawan mancanegara. Dia menegaskan, penerapan tarif ini berdasarkan atas Surat Keputusan Bupati Badung Nomor 17/041/HK/2018. ‘’Penetapan tarif itu sudah disetujui Dispar Badung,’’ ungkapnya. Dikatakannya, setelah dilakukan penataan di kawasan tersebut, untuk pengunjung yang datang ke Waterblow akan mendapat kepastian keamanan. Pengunjung dapat menikmati keindahan Waterblow dari tiga area deck pantau. ‘’Jarak deck terdekat 15 meter dari tebing. Wisatawan tidak boleh turun ke karang,’’ katanya. Tidak hanya itu, saat kondisi cuaca ekstrem, kawasan tersebut juga diawasi security dan balawista. Pembatasan area pun diberlakukan, berdasarkan situasi dan informasi tinggi gelombang dari BMKG. ‘’Setiap tiket yang dipegang akan di-cover asurasi dan rumah sakit BIMC Siloam Nusa Dua sebagai rujukan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,’’ terangnya. (kmb23)

Bali Post/eka

TERSANGKA - Kapolresta Denpasar menggelar tersangka dan barang bukti kasus meninggalnya bayi di tempat penitipan anak, Senin (13/5) kemarin.

Kasus Bayi Tewas di TPA

Polisi Tahan Dua Tersangka Denpasar (Bali Post) -

Penyidik Satreskrim Polresta Denpasar menahan pemilik Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare di Jalan Badak Sari I No. 2A Denpasar (Jalan Drupadi VII) Ni Made Sudiani Putri (30) dan pengasuh anak Listiana alias Tina (38), Minggu (12/5) lalu. Mereka ditahan terkait tewasnya Elora Nathania Ang, bayi berusia tiga bulan. Tenyata, TPA ini hanya mengantongi izin yayasan dan tidak ada ahli atau dokter gizi sesuai dengan brosur yang diedarkan. Elora ditinggal selama 30 menit di kamar dalam posisi tengkurap sehingga lemas dan meninggal di RS Bros. Mirisnya, pengasuh anak yang berjumlah sembilan orang di TPA tersebut lulusan SMP dan SMA serta tidak punya keahlian khusus merawat anak-anak. Dikonfirmasi Senin (13/5) kemarin, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di TKP, awalnya Andika Anggara menyerah-

kan bayinya itu kepada karyawan TPA, Evi Juni Lastrianti Siregar alias Evi. Selanjutnya, bayi tersebut diserahkan kepada tersangka Listiana alias Tina untuk diasuh. Oleh wanita asal Malang, Jawa Timur ini, korban dibawa ke salah satu kamar di lantai dua. ‘’Yang tanggung jawab pengasuhan terhadap korban adalah tersangka Listiana alias Tina,’’ ujarnya. Pukul 15.30 Wita, korban menangis sehingga dibedong (membungkus korban dengan kain) oleh tersangka Tina, lalu diberikan susu botol tapi hanya minum sedikit. Pelaku

lalu menengkurapkan korban di kasur dan menepuk-nepuk pantat bayi malang tersebut. Beberapa menit kemudian, korban ditinggal dalam posisi tengkurap karena pelaku mengurus anak lainnya. Sekitar pukul 16.30 Wita, rekan pelaku, Nanik (saksi), sempat masuk ke kamar itu dan melihat korban berada di atas kasur dengan posisi tengkurap. Nanik langsung membalikkan tubuh korban dengan posisi telentang. Sekitar pukul 17.00 Wita, pelaku datang dan langsung menggendong korban. ‘’Saat digendong korban sudah le-

mas sehingga pelaku panik,’’ ujarnya. Tersangka Listiana memanggil teman-temannya. Selanjutnya, dia bersama Anak Agung Candra Dewi alias Candra membawa korban ke RS Bros. Tetapi sayang, beberapa saat di rumah sakit, Elora dinyatakan meninggal dunia. ‘’TPA Princess House Childcare tidak punya izin lengkap, cuma izin yayasan. TPA ini juga mempekerjakan sembilan pegawai yang tidak mempunyai kualifikasi keahlian dalam pengasuhan anak dan tidak pernah mendapat pelatihan. Mereka hanya tamatan SMP dan SMA,’’ ujar mantan Kapolres Badung ini. TPA ini beroperasi sejak tiga tahun lalu. Di brosurnya dijelaskan untuk makanan dan minuman ada ahli gizi, tetapi hasil interogasi pemi-

liknya ternyata hanya brossing di google. ‘’Jadi, bukan mendatangkan dokter atau ahli gizi. Padahal, biaya penitipan anak di sana Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribu per bulan. Di TPA tersebut ada 50 anak yang dititipkan orangtuanya, termasuk 10 bayi. Hasil autopsi baru kami terima tiga bulan lagi, tapi secara lisan sudah jelas sebab meninggalnya korban,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Andika Anggara (27) benar-benar merasa terpukul saat diberi tahu bayinya yang berusia tiga bulan Elora Nathania Ang meninggal dunia. Bayi malang tersebut awalnya dititipkan di TPA di Jalan Drupadi VII, Renon, Denpasar Timur (Dentim). Andika langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar, Kamis (9/5) lalu. (kmb36)

Program Double Rejeki Vario

Astra Motor Bali Umumkan Pemenang Undian Lima Honda PCX

Bali Post/ist

DITAHAN - Dua tersangka kasus narkoba ditahan di Mapolres Badung.

Simpan Narkoba Mahasiswa Ditangkap Polisi

Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Badung menggerebek rumah kos di Jalan Kamboja, Abiansemal, Badung, beberapa waktu lalu. Petugas menangkap Putu Suardana (28) karena di kamarnya ditemukan narkoba. Mahasiswa tersebut dan barang bukti 1 paket sabu-sabu (SS) seberat 0,34 gram brutto diamankan di Mapolres Badung. Kasatresnarkoba Polres Badung AKP Ngurah Sucahyadi didampingi Kasubag Humas Iptu I Ketut Oka Bawa, Senin (13/5) kemarin menjelaskan, penangkapan tersangka Suardana dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menyebutkan ada pengedar narkoba beraksi di wilayah tersebut. Petugas lantas melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan. Setelah menangkap tersangka, polisi melakukan penggeledahan. Di bawal sadel sepeda motor tersangka ditemukan bungkus rokok berisi 1 paket SS yang dimasukkan ke potongan pipet, korek gas dan 2 pipa kaca. Selain itu, polisi juga meringkus Ketut Hendra Parwata (28) di Jalan Gunung Soputan, Gang Jelantik, Denpasar dengan barang bukti 3 butir ekstasi. Sementara Riki Saputra (27) dibekuk di Jalan Gatot Subroto Barat, Kuta Utara, Badung. Dari pelaku disita 1 paket SS seberat 0,30 gram brutto. ‘’Kami juga menangkap tersangka Rahman usia 28 tahun di Jalan Pondok Indah 3, Denpasar Utara. 1 paket sabu-sabu seberat 0,23 gram brutto disita dari tersangka,’’ ujarnya. AKP Ngurah juga merilis pengungkapan kasus penangkapan napi bernama Hendra Kusuma Wanto (40) di pintu 5 areal dalam Lapas Kerobokan. Barang bukti yang disita berupa 1 paket SS seberat 4,12 gram brutto. (kmb36)

PROGRAM Double Rejeki Vario yang sudah berjalan selama tiga bulan sejak 1 Januari hingga 31 Maret 2019, mampu menarik perhatian konsumen wilayah Bali. Terbukti, sebanyak 4.740 kupon yang masuk dalam kotak undian. Program spesial yang dipersembahkan oleh Honda ini merupakan program undian berhadiah berlaku untuk konsumen yang melakukan pembelian Vario 125 series dan Vario 150 series di periode undian yang secara otomatis mendapatkan satu kupon undian dengan hadiah 5 unit Honda PCX untuk pemenang yang beruntung. Mengambil lokasi di Mall Bali Galeria, bersamaan dengan event Honda Sport Exhibition 2019, dilaksana-

kan pengundian program Double Rejeki Vario yang disaksikan pihak Dinas Sosial dan konsumen. Wahyudi Saputra selaku Region Head Astra Motor Bali mengatakan, pengundian program Double Rejeki Vario secara langsung disiarkan melalui akun resmi Hondafansbali, sehingga konsumen dapat secara langsung menonton prosesi pengundiannya yang dilaksanakan pada Minggu, 21 April 2019. ‘’Dengan telah diundinya program Double Rejeki Vario ini, sekaligus memenuhi penasaran konsumen yang telah menanti nama-nama yang beruntung untuk mendapatkan Honda PCX. Kami mengundi tidak tanggung-tanggung 5 unit Honda PCX sebagai

bentuk apresiasi kepada konsumen setia Honda,’’ ungkap Wahyudi. Penyerahan hadiah kepada pemenang dilaksanakan secara langsung di Main Dealer Astra Motor Bali, Senin (13/5) kemarin, dengan menunjukkan KTP, bukti pembelian sepeda motor Honda dan bukti potong kupon. Pemenang program Double Rejeki Vario adalah Ni Ketut Kartini dari Dealer Sari Indah Motor Tabanan, Ni Komang Ayu Rengki dari Dealer Garuda Agung Kencana Singaraja, Ni Made Sri Pawitri dari Dealer Astra Motor Cokroaminoto, Siti Kurnia Ila dari Dealer Astra Motor Cokroaminoto dan I Nyoman Putra Widnyana dari Astra Motor Teuku Umar. (bns2)

Warung Global

Rayakan Kelulusan, Siswa-siswi Diajak Melakukan Kegiatan Sosial PENGUMUMAN kelulusan siswa-siswi SMA/ SMK kerap dirayakan dengan aksi konvoi. Aparat keamanan pun sudah sering mengingatkan agar siswa tidak menggelar konvoi. Imbauan ini sepertinya tidak diindahkan. Dengan berbagai cara dikemas agar tidak melakukan konvoi di jalan raya, sepertinya sia-sia. Beberapa Kawan Global mengusulkan agar euforia saat pengumuman kelulusan ini dikawal saja jika ada siswa yang melakukan konvoi mesti ditentukan rutenya. Ada juga berpendapat para siswa diajak melakukan kegiatan sosial. Berikut beberapa saran yang disampaikan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global.

Wayan Beratayasa di Sangeh mengucapkan selamat buat yang sudah lulus. Selain itu, ia sangat setuju dengan imbauan tidak konvoi tersebut. Kelengkapan berkendara seperti helm dan lainnya. Sebelum pengumuman, pihak sekolah diharapkan lebih kreatif, dalam hal ini bekerja sama dengan Polres dan Polsek. Isi dengan kegiatan positif dari pihak sekolah. Imbauan ini tiap tahun

sepertinya perlu dievaluasi. Demikian menurut Werdha di Gianyar. Jika tak bisa konvoi ini dihentikan, dikawal saja dan tentukan jalurnya. Meski sudah diimbau, namun tetap dilanggar. Ada yang bonceng tiga, tidak pakai helm, knalpot digeber, kadang bawa bendera yang dikibar-kibarkan. Hal ini bisa membayakan. Sebagai orangtua, Fera di Tabanan mengharapkan jangan hura-hura di jalan.

Buat kegiatan yang bermanfaat. Jangan dicorat-coret bajunya. Jangan kebutkebutan di jalan, masih banyak tanggung jawab ke depan. Sementara Ketut Mursi di Denpasar berpendapat, sewaktu dirinya merayakan kelulusan, ia diajak tamasya mengenal alam oleh sekolahnya. Atau diajak melakukan kegiatan sosial ke panti asuhan atau panti jompo. (sikha)


OPINI

6

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bangkitnya Ekonomi Kerakyatan TINGKAT kemakmuran suatu negara sangat dipengaruhi oleh pembangunan yang berlangsung di negara tersebut. Untuk melangsungkan pembangunan, haruslah ada jaminan keamanan di negara tersebut. Karena itu, pemerintah bersama masyarakat wajib hukumnya untuk menjaga stabilitas keamanan. Gangguan keamanan, apa pun bentuknya, sangat memengaruhi pembangunan ekonomi. Sangatlah susah bahkan sesuatu yang mustahil menemukan atau mewujudkan kesejahteraan masyarakat apabila stabilitas keamanan terganggu. Ini telah terbukti pernah dialami negara kita, juga beberapa negara lain. Pembangunan ekonomi juga sangat dipengaruhi mekanisme pasar, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, pembangunan ekonomi yang sepenuhnya diserahkan ke mekanisme pasar, tidak secara otomatis membawa kesejahteraan pada seluruh lapisan masyarakat. Pengalaman di negara maju maupun berkembang, ekonomi yang sepenuhnya dikendalikan mekanisme pasar, gagal untuk menciptakan peme-rataan pendapatan di masyarakat. Ekonomi yang dikendalikan penuh mekanisme pasar cenderung menciptakan penguasaan ekonomi (kesejahteraan) pada segelintir orang saja. Yang berkembang ekonomi liberal dengan munculnya praktik oligopoli, monopoli dan sejenisnya. Mencegah perekonomian ke arah liberal, para pendiri bangsa sudah jauh-jauh hari memikirkan dan memancang fondasi ekonomi kerakyatan. Bahkan, dasar pikir ekonomi kerakyatan ini telah dipancangkan oleh R. Aria Wiriatmaja, Patih Purwokerto tahun 1896. Pemikirannya ini menjadi dasar sistem ekonomi kerakyatan dan yang kemudian dilanjutkan oleh Moh. Hatta, Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, yang dikenal dengan julukan Bapak Koperasi Indonesia. Dasar politik perekonomian ini selanjutnya dituangkan dan diatur dalam UUD 1945 pasal 33 khususnya ayat 1 yang berbunyi: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asas kekeluargaan. Ketika praktik konglomerasi mulai muncul di Indonesia, ekonomi kerakyatan ini kembali digaungkan oleh Prof. Dr. Mubyarto dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Bahkan, konsep ekonomi kerakyatan Prof. Mubyarto ini lebih dikenal sebagai ekonomi Pancasila, yang lebih mengarah pembangkitan ekonomi perdesaan. Sementara di Bali, konsep ekonomi kerakyatan (perdesaan) ini telah dibenamkan oleh almarhum Gubernur Prof. I.B. Mantra dengan Lembaga Perkreditan Rakyat (LPD)-nya. Bagaimana perekonomian di perdesaan Bali yang kental nuansa adat budaya dengan filosofi agama Hindu, dikelola oleh masyarakat setempat untuk kesejahteraan mereka di bawah payung lembaga desa adat (pakraman). Munculnya gagasan tentang Gerakan Ekonomi Hindu maupun gerakan ekonomi lain di Tanah Air belakangan ini, patut diapresiasi sebagai bangkitnya ekonomi kerakyatan. Dasarnya jelas Pasal 33 UUD 1945, jiwanya jelas Pancasila dan filosofinya keyakinan yang dianut masyarakat. Semuanya dipastikan bertujuan mulia, untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat. Pemerataan kesejahteraan masyarakat akan berimbas pada rendahnya ketimpangan ekonomi masyarakat yang berpengaruh pada stabilitas politik maupun keamanan. Jadi, stabilitas ekonomi, sosial, dan politik dapat berimbas pada stabilitas keamanan. Sebaliknya, tanpa adanya stabilitas keamanan maka pembangunan sulit dilaksanakan untuk memeratakan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, mari jaga stabilitas keamanan terutama pasca-pemilu ini demi kelanjutan pembangunan. Siapa pun pemimpin yang terpilih, itu pilihan rakyat Indonesia yang harus dihormati untuk melanjutkan pembangunan demi kesejahteraan bersama.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Sosialisasi Pesta Kesenian Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun 2019 ini merupakan pesta kesenian perdana pada Bali era baru. Ini tentu akan menjadi salah satu indikator, komitmen pemerintah daerah membangun ruang berkesenian dan strategi pelestarian budaya Bali. Saya pribadi meyakini PKB tahun ini akan memiliki warna tersendiri dengan berbagai terobosannya. Kalau saya boleh usul agar PKB benar-benar menjadi pesta rakyat dalam menikmati seni budaya, bukan pesta bisnis mencari untung dengan berkedok budaya. Cara-cara mengeloa budaya dengan pendekatan bisnis ini harus dievaluasi dengan memberikan ruang yang lebih besar kepada rakyat menyatu dengan budayanya. Saya berharap Gubernur Bali dengan jajarannya menjadikan PKB tahun 2019 sebagai momentum baru memberikan kesempatan kepada semua seniman untuk beradaptasi dengan budayanya. Jangan sampai karena tak memiliki koneksi dengan pejabat di Disbud, banyak seniman akhirnya gagal mendapat akses untuk bisa tampil di Taman Budaya. Mudah-mudahan pada Bali era baru ini, PKB menjadi pesta budaya yang sebenarnya, bukan pasar senggol. Ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati hiburan dan pentas budaya hendaknya benar-benar nyaman. Jika tahun-tahun sebelumnya ruang budaya terutama stan pameran membayar, kali ini saya dengar akan digratiskan. Ini tentu terobosan juga sepanjang yang menikmatinya adalah orang-orang yang pantas. Jangan sampai karena gratis, pihakpihak yang mendapat kesempatan berpameran di kawasan Taman Budaya adalah orang-orang yang selama ini telah menjadi langganan Taman Budaya. Mestinya ada inovasi baru dalam pe-ngelolaan pameran di Taman Budaya selama pesta seni berlangsung. I Kadek Nata Rajendra Gianyar, Bali

Gerakan Ekonomi Hindu? Wacana Gerakan Ekonomi Hindu yang diluncurkan oleh Parisada Hindu Dharma Pusat baru-baru ini menyentak konsentrasi saya dan mengundang berbagai pertanyaan di antaranya apakah orang Hindu Indonesia kini mulai berpikir sektarian, mengangkat wacana ekonomi identitas bercorak agama dan masuk ke dalam ruang eksklusivitas sempit dan dengan demikian mengerdilkan universalitas nilai-nilai Hindu itu sendiri? Ataukah Hindu kini sudah terseret arus radikalisme sempit?

S

Oleh Dr. I Njoman Suwidjana, M.A., M.H.

aya menyadari bagaimana Hindu di dunia, termasuk di Bali, kini berada dalam kepungan dari berbagai penjuru. Keterbukaan nilai-nilai Hindu yang mudah menerima nilai-nilai lain dan menganggap semua ajaran adalah baik, justru terancam disingkirkan oleh sikap pragmatis itu sendiri. Selain dari proporsinya yang turun, hal ini juga terlihat dari sudut perekonomian, bagaimana orangorang Hindu di Bali tersisih dari sentra dan dinamisme perekonomian Bali, kalah dalam persaingan usaha, dan praktis tersingkir dari kepemilikan aset yang bernilai ekonomi tinggi. Ke dalam, tradisi ritual yang elaborate dan menuntut banyak biaya dan waktu, serta kebiasaan-kebiasaan lain yang dibangun di atas pandangan miopik telah menjadi beban berat bagi kehidupan umat Hindu Bali. Beban yang kerap memaksa umat untuk menjual warisan mereka untuk memenuhinya. Sementara pendatang berduyun-duyun migrasi ke Bali, orang-orang Bali justru transmigrasi ke luar Bali untuk alasan yang sama yaitu ekonomi, sebuah ironi yang terbuka. Dengan perkembangan seperti ini, wajar bila umat Hindu yang tersadarkan mulai mewacanakan gerakan yang memunculkan agama sebagai identitasnya. Apa pun pemicunya harus diakui bahwa gagasan di atas telah membangunkan umat dari keterlelapan, terlena oleh derasnya pujian dan sanjungan

yang mematikan. Merenung lebih jauh dan menelisik sloka-sloka Bhagavad-Gita serta memanggil kembali teoriteori ekonomi modern yang kini digunakan oleh banyak negara dalam mengkonstruksi dan mengelola sistem perekonomian mereka, saya temukan bahwa dalam hal tertentu terdapat keselarasan antara keduanya, makna sloka Veda dan teori modern, memberi kesan seolah teori-teori tersebut digali dari sloka-sloka Veda. Perbedaan ditemukan pada landas bangunnya. Teori ekonomi modern dibangun di atas konsep “keserakahan” yang berorientasikan pada keuntungan di dalam suasana pasar bebas yang penuh persaingan. Persaingan melahirkan sebuah sistem perekonomian yang keras dan berutal, yang dalam operasinya harus dikawal dengan aturan-aturan untuk melindungi masyarakat dari kebrutalannya. Perekonomian yang dibangun di atas prinsip greed hanya concern pada pertumbuhan. Distribusi mengikuti melalui partisipasi masing-masing. Keserakahan dalam kebebasan mendorong inovasi. Inovasi mengundang investasi dan membuka lapangan pekerjaan, membuat kehidupan menjadi lebih baik. Inovasi dan investasi membuat harta kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang, dan lapangan kerja yang diciptakan menguntungkan banyak orang. Inilah yang John Rawls, filsuf ekonomi liberal yang tersohor itu, sebut ekonomi kapitalis liberal.

Sistem perekonomian liberal mewajarkan kekayaan terkonsentrasi pada segelintir orang sepanjang konsentrasi tersebut juga mengangkat kesejahteraan orangorang di sekitarnya. Investasi menciptakan lapangan pekerjaan dan mengundang investasi pendukung,- dampak getok tular. Sistem perekonomian Hindu dibangun di atas landasan dharma. Dimaknai sebagai “tidak menyakiti ataupun membunuh” dharma sebagai landas bangun suatu perekonomian akan melahirkan sebuah sistem perekonomian yang dijiwai oleh nilai moral dan etika/kemanusiaan yang tinggi tidak akan membutuhkan banyak aturan untuk mengendalikan persaingan ataupun eksploitasi konsumen karena etika itu sendiri yang akan mengambil alih fungsi kontrol. Dengan falsafah induk Panca Shrada dan falsafah-falsafah turunannya, dharma sebagai landasan perekonomian akan membentuk sebuah perekonomian yang gentle luwes dan penuh motivasi kebaikan yang muncul dari dalam. Dharma dibangun atas falsafahfalsafah yang sarat etika dan nilainilai ketuhanan dan kemanusiaan (susila) di antaranya falsafah Ongkara yaitu keyakinan akan adanya hanya satu Tuhan Yang Maha Esa, yang menjadi penyebab dari segala sebab, pencipta, pemelihara dan pemralina, yang dapat disapa dalam berbagai nama dan disembah dalam berbagai wujud; falsafah tentang kehadiran Tuhan

di dalam diri semua makhluk (atman) dan melihat diri di dalam diri makhluk lain (Tat Twam Asi); falsafah tentang perbedaan yang sejatinya tidak berbeda, ke-satuan dalam perbedaan (rwa bhineda); falsafah tentang kejujuran absolut atas manyatu dan sucinya manah, ucap, dan laku (Tri Kaya Parisuda); falsafah Catur Guru yang menjunjung tinggi asas kepatutan dalam beretika, dan falsafah keseimbangan hidup, sekala niskala, dalam hubungan Tuhan, dengan sesama, dan dengan alam (Panca Yadnya); dan falsafah kepemimpinan Hasta Brata yang membimbing manusia Hindu menjadi pemimpin yang bijak; dan falsafah Karma Phala yang membimbing manusia Hindu untuk menjadi manusia yang bertanggung jawab, prinsip yang menanam menuai, sebagai wujud keadilan tertinggi dalam Hindu; dan masih banyak lagi. Semua ini akan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas mulia. Dengan kualitas sumber daya manusia seperti di atas, tak pelak akan menghasilkan sistem perekonomian yang lembut dan luwes, penuh etika dan kesadaran akan nilai-nilai kemanusiaan, dan jauh dari keberingasan dan kebrutalan sistem kapitalis liberal. Sebuah sistem perekonomian yang beroperasi dengan penuh tenggang rasa, mengambil hanya secukupnya, dan tidak menyakiti. Mengelola sumber daya dengan kesadaran seperti di atas tidak membutuhkan banyak aturan untuk menghindari persaingan dan melindungi konsumen karena perangkat kontrol ada di dalam diri masing-masing. Prominen di antara ajaran Hindu yang memiliki relevansi langsung terhadap perekonomian modern adalah salah satunya, konsep Catur Varna, konsep yang membagi manusia atas dasar kemampuan terbaik (guna) dan profesi yang dipilihnya (karma)

Standar Minimal Tempat Penitipan Anak PENITIPAN pengasuhan sementara (day care) merupakan kebutuhan pada era milenial ini, karena masa cuti melahirkan setelah melahirkan hanya dua bulan. Pasangan muda dengan karier yang gemilang harus mencari pengasuh baik di dalam rumah atau di tempat penyedia jasa penitipan bayi dan anak. Saat ini, jasa penitipan di kantor, hotel berbintang, lembaga penyedia layanan khusus (TPA) yang bertaraf rumahan sampai standar internasional pun tersedia. Namun, tak banyak yang memerhatikan persyaratan minimal yang harus dipenuhi sebuah Tempat Penitipan Anak (TPA). Lowongan pekerjaan pengasuh anak di penitipan anak bertaraf internasional: Gaji Rp 2,5 - 4 juta. Bekerja dari pukul 07.00 pagi sampai 18.00, Senin - Jumat. Tempat tinggal dan makan disediakan. Pengalaman tidak dibutuhkan. Suka berinteraksi dengan anakanak. Satu contoh pencarian tenaga penjaga atau pengasuh bayi atau anak, di media sosial. Jelas para penyedia jasa tidak pernah berpikir tentang keselamatan dan keamanan anak yang diasuh atau pengasuhnya. Sehingga sering terjadi kecelakaan kerja atau kelalaian petugas dalam pengasuhan anak yang dititip harian di suatu lembaga. Hampir setiap bulan, ada keja-

Oleh Anak Ayu Sri Wahyuni dian di tempat penyedia layanan, seperti tersedak saat memberi makan, atau diberikan susu botol sambil tiduran dan ditinggal, terjatuh dari tempat tidur. Musibah tersebut biasanya diselesaikan dengan berdamai. Apakah damai akan menyelesaikan masalah? Musibah yang masih terbayang dan terngiang di telinga masyarakat, menimpa seorang anak berumur 3 bulan. Tentu kasus kecelakaan ini jangan diselesaikan dengan cara berdamai atau dihentikan penyelidikan karena dianggap kecelakaan. Sebab, hal itu tidak akan membuat perubahan dalam pelayanan pada TPA. Perbaikan atau perubahan peraturan pendirian suatu penyelenggara jasa pengasuhan anak di seluruh kabupaten dan kota di Bali harus segera ditindaklanjuti tanpa menunggu karena belum dianggarkan. Penyelenggara pengasuhan bayi anak (day care) tidak bisa perizinannya disamakan dengan persyaratan Pengasuhan Anak Usia Dini (PAUD). Kedua lembaga tersebut berbeda pada waktu (3 jam/seminggu dua kali). TPA atau day care tergantung kebutuhan konsumen dan lembaga penyelenggara. Saat ini, masih

banyak disatukan PAUD, sekaligus TPA. Jumlah pengasuh PAUD dan atau TPA dibandingkan jumlah bayi/anak yang diasuh berbeda, apalagi jika mengasuh bayi. Jika lembaga berkomitmen mengasuh bayi, satu pengasuh hanya boleh menjaga dua orang bayi, jika anak di bawah tiga tahun maksimal satu pengasuh 3 orang, jika berumur 3-5 tahun, satu pengasuh maksimal 5 orang anak. Selain itu, adakah peraturan pemerintah daerah untuk standar izin operasional keamanan gedung dan standar kompetensi, tenaga profesional dengan standar sertifikat kompetensi dasar keselamatan bayi dan anak, tenaga pembantu umum. Kabupaten atau kota layak anak madia atau utama seharusnya sudah menyiapkan standar yang harus dipenuhi oleh lembaga yang akan menyediakan jasa layanan pengasuhan bayi/ anak. Harus dibedakan tingkat kesulitan jasa yang akan diberikan seperti, mengasuh bayi (0 - 6 bulan), (7-12 bulan), (1-3 tahun), (3-5 tahun), dan di atas 5 tahun. Persyaratan utama pengasuh

bukanlah seperti contoh iklan di atas, hanya sabar, senang dengan anak-anak, atau pengalaman menjaga anak. Walaupun seorang lulusan sekolah perawat (Diploma III), harus disertai dengan sertifikat dasar resusitasi bayi dan anak. Sumber daya manusia yang dapat bekerja di suatu lembaga penyedia layanan bayi/anak haruslah memenuhi standar minimal antara lain sertifikat pelatihan pencegahan dan pertolongan pertama pada kecelakaan anak dan bayi di rumah, pelatihan dasar resusitasi bayi dan anak. Persyaratan lain pada saat wawancara atau tes tulis mengenal perkembangan psikologis bayi dan anak, komunikasi dan etika dengan tim kerja dan konsumen (orang tua bayi/anak). Bijaklah dalam menentukan pilihan pengasuh anak atau tempat penitipan anak. Persyaratan minimal di atas harus terpenuhi. Jika memilih tempat penitipan anak diperlukan inform concern, siapa penanggung jawab lembaga tersebut, layanan apa yang akan didapat. Jika terjadi force majeur pengguna layanan harus mendapat penjelasan tertulis dan lisan dan disetujui saksi-saksi.

atas dasar kesamaan kesempatan. Konsep ini membuka peluang yang seluas-luasnya bagi setiap insan untuk memilih profesi/peran dan fungsi di masyarakat sesuai dengan bakat yang dimiliki. Dalam sistem perekonomian modern, konsep ini dikenal dengan istilah Division of Labor, yaitu suatu sistem yang mengusung spesialisasi untuk sebuah produksi yang maksimal melalui alokasi sumber daya yang tepat guna, konsep Optimal Allocation of Resources. Keselarasannya konsep ini dengan Catur Varna mengindikasikan bahwa gerakan ekonomi Hindu sejatinya bukanlah gerakan sektarian melainkan gerakan yang dibangun di atas nilai-nilai kemanusiaan dan etika yang tinggi. Bedanya hanya pada pijakan yaitu “keserakahan” untuk teori perekonomian modern dan dharma bagi perekonomian Hindu/dharma. Memang sudah saatnya slokasloka Veda yang selama ini kita maknai hanya sebagai bimbingan dalam membangun sikap hidup untuk dilihat sebagai rujukan dalam membangun landasan konsep ekonomi sebagai alternatif pemikiran ekonomi. Sudah saatnya pula kita membuka-buka kembali kitab suci kita dan bersama-sama menggali sisi ekonomi dari sloka-sloka tersebut untuk dituangkan ke dalam kerangka pikir konstruksi ekonomi dharma yang dapat dijadikan acuan di kemudian hari dalam menyusun struktur sebuah perekonomian. Penulis, Ketua Bidang Perekonomian Paiketan Krama Bali

POJOK Masyarakat keluhkan kualitas seragam sekolah gratis. - Maklum gratis. *** Bahas ranperda retribusi, sidang paripurna diwarnai interupsi. - Belum cocok bagi hasilnya. *** Kuota perempuan di DPRD Jembrana belum terpenuhi. - Masih sibuk ngurus dapur.

Penulis, pemerhati anak (Yayasan Lentera Anak Bali)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN BBPOM Uji Takjil di Kampung Jawa Tabanan

Selasa Wage, 14 Mei 2019

7

Takjil Bebas Bahan Pengawet dan Pewarna

SETIAP memasuki bulan puasa, pasar dadakan yang menjual aneka takjil baik makanan dan minuman untuk berbuka puasa selalu ada di Kampung Jawa Tabanan yang berlokasi di Jalan Kamboja. Secara rutin pula Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mengadakan pengawasan dan pemeriksaan kandungan bahan berbahaya pada pangan untuk keamanan masyarakat. Pemeriksaan takjil di Tabanan digelar Senin (13/5) kemarin. Pengawasan dan pemeriksaan difokuskan pada pemeriksaan pewarna buatan seperti rhodamin dan methanyl yellow serta pengawet seperti borax dan formalin. Makanan yang

dites adalah yang memakai pewarna maupun berbahan dasar ikan dan daging. Total 24 sampel yang diambil. Jenisnya seperti biji mutiara, kolang kaling, kerupuk, ikan asin, pempek, dan bakso. Hasilnya, dari 24 sampel yang diuji, semuanya bebas dari bahan pengawet maupun pewarna. Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni mengatakan, pemeriksaan takjil ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan. ‘’Nanti juga akan ada pemeriksaan parcel sebagai bagian dari intensifikasi pengawasan pangan ini,’’ ujarnya. Mengenai tidak ditemukannya bahan berbahaya pada pangan di takjil yang dijual

di Kampung Jawa Tabanan, Aryapatni berharap ini bisa dipertahankan oleh Pemkab Tabanan. Ia berharap sosialisasi terus-menerus dilakukan. Sebab, pedagang takjil adalah pedagang musiman. Jadi, kemungkinan besar pedagang baru ada yang belum mendapatkan sosialisasi. ‘’Jadi, diharapkan sosialisasi terus-menerus dilakukan. Tujuannya bisa menekan penggunaan bahan berbahaya pada pangan,’’ ujarnya. Selain Tabanan, BBPOM telah memeriksa tiga daerah lainnya yaitu Kampung Jawa di Denpasar, Jembrana, dan Padangbai, Karangasem. Total 69 sampel takjil yang diambil. Dari jumlah tersebut, hanya 1

positif mengandung rhodamin b yaitu pada biji mutiara. ‘’Sampel positif ini ditemukan di Padangbai, Karangasem. Jadi, dari 69 sampel hanya 1 positif. Denpasar, Tabanan dan Jembrana, takjilnya bebas dari bahan berbahaya,’’ ujar Aryapatni. Menurutnya, takjil di Bali secara umum sudah bebas dari bahan berbahaya. Artinya, pedagang maupun produsen sudah tahu akan bahaya menambahkan pewarna tekstil maupun pengawet seperti borax dan formalin pada makanan dan sudah sadar untuk tidak menggunakannya. Saat ini yang menjadi tantangan di Bali adalah membebaskan penggunaan pewarna tekstil

dalam hal ini rhodamin b pada jajanan upakara. Menurut Aryapatni, penggunaan rhodamin b pada jajan upakara masih kerap ditemukan di Bali. ‘’Ini menjadi tugas kita bersama agar penggunaan rhodamin b pada jajan upakara bisa ditekan, bahkan bebas dari rhodamin b,’’ ujarnya. Dalam acara pemeriksaan takjil di Kampung Jawa Tabanan, turut hadir, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tabanan Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan I Gusti Nyoman Arya Wardana dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya. (ad347)

PEMERIKSAAN - Pemeriksaan takjil yang dilakukan BBPOM di Kampung Jawa, Tabanan, Senin (13/5) kemarin.

Dewan Desak Disdik Sosialisasikan Zonasi dan Bentuk Posko PPDB Tabanan (Bali Post) -

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahunnya kerap diwarnai beragam permasalahan. Hal ini menjadi perhatian Komisi IV DPRD Tabanan. Komisi IV menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Disdik) serta perwakilan kepala sekolah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Senin (13/5) kemarin.

Bali Post/bit

RAPAT KERJA - Komisi IV DPRD Tabanan menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan terkait PPDB tahun ajaran 2019-2020.

Baris Cerekuak Massal akan Ditampilkan di Pawai PKB

Tabanan (Bali Post) Minimnya anggaran Pentas Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019, tidak menyurutkan semangat Dinas Kebudayaan dan seniman Kabupaten Tabanan untuk menampilkan kesenian khas mereka di ajang bergengsi tahunan tersebut. Bahkan, rencananya dalam parade pawai PKB, duta Tabanan akan menampilkan kesenian jenis tarian Bebali yakni Baris Cerekuak massal. Kabid Kesenian Dinas Kebudayaan Tabanan, I Wayan Muder, Senin (13/5) kemarin, mengatakan, Baris Cerekuak adalah kesenian baris yang dipentaskan saat upacara pitra yadnya. Makna tarian ini, mengantarkan roh leluhur ke nirwana. Tari Baris Cerekuak sudah jarang ditampilkan lantar a n m a s y a r a ka t c e n d e rung melaksanakan upacara ngaben melalui kremasi. ‘’Kami ingin kesenian khas Tabanan ini tampil secara massal di hadapan Presiden,’’ katanya. Dikatakannya, akan ada 100 penari Baris Cerekuak yang tampil dalam pawai PKB. Para penari berasal dari Banjar Sakeh Desa Sudimara Kecamatan Tabanan dan Banjar Tengah Desa/Kecamatan Kerambitan. ‘’Tari ini sudah kami tampilkan di PKB tahun lalu, tetapi tidak massal. Tahun ini, kami pentaskan massal agar lebih dikenal oleh masyarakat,’’ ucap Muder. Selain Baris Cer-

ekuak, ada pula deretan seratus umbul-umbul. Ini menyesuaikan tema PKB ‘’Bayu Prana’’ yang memiliki arti memuliakan angin. Angin adalah sumber kehidupan. ‘’Turut pula kami tampilkan saat pawai, gebogan bunga, payas agung khas Tabanan, okokan dan baleganjur yang mengiringi duta Kabupaten Tabanan,’’ tutur Muder. Seperti diketahui, tahun ini untuk anggaran PKB, P e m k a b Tabanan hanya bisa menganggarkan Rp 1,6 miliar. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun 2018 yang sebesar Rp 1,9 miliar. Anggaran tahun ini sudah termasuk dari BKK Provinsi Bali Rp 450 juta. Tidak hanya untuk persiapan mengikuti PKB di tingkat provinsi, anggaran tersebut juga sudah termasuk pelaksanaan PKB di kabupaten. Di PKB 2019, sejatinya ada 24 materi yang akan ditampilkan. Namun, dengan terbatasnya anggaran, Tabanan baru bisa menyiapkan 14 materi. (kmb28)

Dalam pertemuan tersebut, dewan mendesak Disdik agar sistem zonasi sesuai yang diatur dalam Permendikbud No. 51 Tahun 2018 bisa segera disosialisasikan ke masyarakat. Tujuannya, mengantisipasi kekacauan saat keran penerimaan siswa baru dibuka awal Juni mendatang. Komisi IV DPRD Tabanan juga meminta Disdik membuat Posko PPDB. ‘’Masyarakat yang bingung dan kurang paham tentang zonasi bisa dapat informasi di sana,’’ ucap Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Made Dirga. Rapat kerja yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut lebih menitikberatkan pada kondisi riil daya tampung sekolah jelang PPDB. Sesuai data yang disampaikan Disdik Tabanan, ada dua kecamatan yang memiliki persoalan

kekurangan daya tampung yakni Tabanan dan Kediri. Seperti disampaikan Sekretaris Disdik Tabanan I Wayan Udayana Sosiawan, secara umum daya tampung SMP di Kabupaten Tabanan sebanyak 6.388 orang dengan 200 rombel. Setiap kelas berisi 32 siswa. Sementara, tamatan SD tahun ini sebanyak 5.739 orang dengan jumlah rombel 179, artinya ada kelebihan 21 rombel. Itu sudah terpenuhi untuk mengcover 8 kecamatan di Kabupaten Tabanan, yakni Baturiti, Penebel, Marga, Kerambitan, Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat, dan Pupuan. Sementara untuk wilayah Kota Tabanan, hanya memiliki daya tampung 864 orang, dengan 27 rombel. Sedangkan tamatan SD di Kota Tabanan sebanyak 924 orang, dengan 29

rombel. Artinya ada kekurangan 2 rombel untuk menampung 64 siswa. Di Kediri, memiliki daya tampung hanya 356 orang, dengan 11 rombel. Sedangkan tamatan SD tahun ini sebanyak 483 orang dengan kebutuhan rombel sebanyak 15 rombel, sehingga kurang 4 rombel untuk bisa menampung 128 siswa. Guna mengatasi persoalan kekurangan rombel untuk wilayah Kota Tabanan dan Kediri, Dirga bersama jajaran Komisi IV lainnya menekankan agar persoalan tersebut segera dicarikan solusinya. ‘’Jangan sampai hal klasik semacam ini terus muncul tiap tahun. Saran saya, sedini mungkin harus disiapkan bahkan sebelum penerimaan siswa baru tahun berikutnya agar tidak sampai amburadul,’’ tegasnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi IV seperti I Gusti Komang Wastana, I Nyoman Sudiana dan I Wayan Wiryadana. Pada intinya, mereka menyampaikan agar aturan terkait sistem zonasi ini dibuatkan regulasi yang jelas agar masyarakat mengerti bahwa PPDB sesuai zonasi. Di satu sisi, dewan juga tidak dibenturkan dengan masyarakat, karena diakui setiap penerimaan siswa baru masih ada sejumlah masyarakat yang meminta tolong agar anak mereka bisa dibantu. ‘’Ini yang terkadang membuat kita dilema. Namun, jika sudah sama-sama dikawal dan tegas diterapkan, begitu pula sosialisasi ke masyarakat sudah gencar dilakukan dan dipahami betul oleh masyarakat, saya yakin aturan pusat ini bisa berjalan dengan baik,’’ ucap Nyoman Sudiana. Seperti diberitakan sebelumnya, sistem zonasi pada PPDB tahun ini akan diperketat. Jarak rumah calon siswa akan menjadi syarat penerimaan jalur zonasi. (kmb28)


BULELENG

8

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Polisi Bubarkan Konvoi Pascakelulusan SMA/SMK

Bali Post/ist

KPPS MENINGGAL DUNIA – Komisioner KPU Buleleng mengunjungi rumah Ketua PPS 10 Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada Ketut Putu Suika yang meninggal dunia, Sabtu (11/5) lalu, di rumahnya.

12 Penyelenggara Pemilu Sakit, Satu Meninggal Suika Diduga Sakit Jantung

Singaraja (Bali Post) – Setelah tahapan pencoblosan dan penghitungan suara pemilu serentak 17 April 2019 lalu, 12 orang penyelenggara pemilu di Buleleng jatuh sakit. Bahkan, satu orang penyelenggara pada 11 Mei 2019 lalu meninggal dunia. Apa penyebab kematian Putu Suika itu belum diketahui pasti. Namun, diperkirakan akibat serangan jantung setelah menyelesaikan tugas-tugas secara maraton dari pemungutan sampai penghitungan suara pada pemilu serentak itu. Informasi yang dikumpulkan di Sekretariat KPU Buleleng, Senin (13/5) kemarin, penyelenggara pemilu yang meninggal dunia itu adalah Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) 10 Desa Pegadungan Kecamatan Sukasada Ketut Putu Suika (38). Putu Suika meninggal dunia secara tiba-tiba 11 Mei 2019 lalu. Putu Suika mengembuskan napas terakhir di rumahnya. Hingga meninggalnya, Putu Suika tidak pernah dirawat di rumah sakit. Kepergiannya dengan cara mendadak itu membuat istri, anak, dan keluarga dekatnya terpukul. Pihak keluarga memperkirakan Putu Suika meninggal dunia karena penyakit jantung.

Selain KPPS 10 Desa Pegadungan, Sekretariat KPU Buleleng juga menerima laporan 12 orang penyelenggara pemilu jatuh sakit setelah menyelesaikan pekerjaan yang melelahkan. Dari belasan penyelenggara itu, ada yang menjalani rawat jalan. Beberapa orang lainnya opname di rumah sakit karena menjalani operasi untuk menyembuhkan penyakit yang diidapnya. Komisioner KPU Buleleng Devisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat, dan SDM Gede Bandem Samudra mengatakan, Ketua PPS 10 Desa Pegadungan diketahui meninggal dunia setelah ada anggota PPS yang melaporkan kejadian itu

ke Sekretariat KPU. Setelah ditindaklanjuti memang benar KPPS Desa Pegadungan itu meninggal dunia secara mendadak. Mengetahui kejadian itu, pihaknya kemudian mengumpulkan data dan kronologis kematian almarhum. Dari penelusuran rekan sesama penyelenggara dan informasi keluarga menyebutkan, Rabu (17/4) dan Kamis (18/4) almarhum masih melaksanakan tugas-tugasnya. Hanya, waktu itu, almarhum sempat mengaku kelelahan kepada sesama rekannya. Atas kondisi itu, keluarganya sempat mengantar almarhum memeriksakan kesehatannya ke tempat praktik bidan Desa Pegadungan. Almarhum sempat minum obat

karena hasil diagnosis kesehatannya menurun karena faktor kelelahan. Setelah sekitar satu bulan pascapencoblosan, almarhum meninggal dengan tiba-tiba. Keluarganya shock dan tidak kuasa menahan kesedihan karena, almarhum tidak pernah memiliki riwayat menderita suatu penyakit, tetapi dalam usia yang terbilang masih muda itu, harus pergi selama-lamanya. “Sebelum meninggal, almarhum tetap bertugas. Waktu itu sempat mengeluh kelelahan dan rekan sesama PPS melihat kalau almarhum seperti tidak sehat. Hanya periksa ke bidan desa. Kemudian Sabtu (11/5), kami mendapat kabar kalau dia (almarhum) meninggal dunia. Kami turut prihatin dan berduka atas kematian rekan sesama penyelengara pemilu di tingkat desa,” katanya. Terkait meninggal karena beban berat tugas sebagai PPS,

Bandem tidak bisa memastikan hal tersebut. Ini karena Putu Suika dilaporkan meninggal dunia setelah pencoblosan dan penghitungan suara pemilu tuntas sekitar satu bulan. Namun, pihaknya tidak menampik kalau kesehatan almarhum sempat menurun bisa saja karena tenaganya diforsir saat agenda pencoblosan dan penghitungan suara. Hal itu bisa jadi memicu munculnya penyakit. Meski demikian, sebagai wujud simpati dan pengabdian atas jasanya, KPU Buleleng secara resmi mengusulkan santunan untuk keluarga almarhum. Permohonan ini diajukan ke KPU Pusat bersamaan usulan santunan untuk belasan orang penyelenggara yang sekarang sedang jatuh sakit. Hanya, nilai dan kapan usulan santunan itu disetujui, Bandem mengaku masih menunggu keputusan resmi KPU Pusat di Jakarta. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Konvoi kendaraan di jalan raya dan aksi coratcoret seragam masih dilakoni siswa SMA dan SMK yang sudah dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN). Sejumlah lokasi di Kota Singaraja pun dijadikan tempat mangkal para siswa untuk mengabadikan masa SMA tersebut. Tak ingin menimbulkan gangguan kamtibmas dan kenyamanan berlalu lintas di jalan raya, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Buleleng membubarkan konvoi dan aksi coret seragam siswa SMA dan SMK, Senin (13/5) kemarin. Mengantisipasi terjadinya aksi tawuran sesama pelajar dan juga mencegah gangguan kamtibmas serta menjaga kenyamanan keselamatan berkendara, pihaknya pun melakukan langkah persuaif. Solusinya, aksi konvoi anak-anak sekolah pascakelulusannya itu kemudian dibubarkan. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, upaya pembubaran itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pada hari pengumuman kelulusan UN jenjang SMA dan SMK. Untuk itu, pihaknya menerjunkan anggotanya di sejumlah lokasi. Selain itu, anggota unit lantas di masing-masing Polsek juga diinstruksikan mengatensi secara dini aksi konvoi kelulusan siswa tersebut. Dari pemantauan di lapangan, AKP Kurniawandari menyebut di beberapa lokasi di Kota Singaraja itu, ditemukan gerombolan siswa SMA dan SMK yang merayakan pascakelulusan mereka. Salah satu lokasi pertemuan beberapa kelom-

pok siswa itu dilakukan di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Bhuana Patra Jalan Udayana, Singaraja. Para siswa baik wanita maupun laki-laki bahkan ditemukan mengenakan seragam sekolah dalam kondisi penuh coretan dari cat semprot. Selain itu, para siswa ini juga ditemukan berkendara tanpa menggunakan helm. Selain itu kendaraannya menggunakan knalpot brong. “Anggota kami sebar. Mereka memantau pergerakan konvoi kelulusan. Dari beberapa lokasi kami temukan siswa merayakan kelulusan dengan berkonvoi di jalan. Bahkan, anak-anak itu ada yang tidak menggunakan helm,” katanya. Mengantisipasi aksi tawuran sesama pelajar dan juga mencegah gangguan kamtibmas serta kenyamanan keselamatan berkendara, pihaknya pun melakukan langkah persuaif. Solusinya, aksi konvoi anak-anak sekolah pascakelulusannya dibubarkan. Setelah diberikan pemahaman, para siswa pun bersedia dan legowo bubar. Kemudian mereka disarankan melakukan aksi-aksi yang konstruktif dan lebih bermanfaat untuk merayakan kelulusan sekaligus membuat kenanganan setelah mengakhiri masa duduk di bangku SMA maupun SMK. “Kami sarankan anakanak sekolah itu tidak terlalu larut euforia kelulusan. Apalagi melakukan aksi konvoi di jalanan. Hal itu berpotensi menimbulkan gangguan berlalu lintas. Bahkan bisa memicu aksi tawuran. Untuk mengantisipasi, anggota kemudian melakukan atensi dengan membubarkan aksi siswa SMA itu,” jelasnya. (kmb38)

Komisi I DPRD Dalami HGB Tanah di Desa Pancasari Singaraja (Bali Post) – Komisi I DPRD Buleleng menindaklanjuti pengelolaan tanah di tepi Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Tanah itu disebutsebut statusnya izin Hak Guna Bangunan (HGB) telah habis masa berlakunya. Untuk mengetahui status aset itu perlu bukti hukum dan juga dari hasil pengelolaan aset pemerintah tersebut. Ketua Komisi I DPRD Buleleng Putu Mangku Mertayasa mengungkapkan hal itu usai sidang paripurna di gedung DPRD Buleleng Senin

(13/5) kemarin. Kader PDI Perjuangan asal Desa Banjar, Kecamatan Banjar ini mengatakan, selama ini dewan tidak memiliki data teknis terkait seperti apa skema pengelolaan tanah tersebut oleh pihak pemegang izin HGB. Selain itu, sejak pihaknya duduk di kursi dewan, belum pernah ada agenda yang membahas terkait pengelolaan kekayaan milik pemerintah tersebut. Dari kondisi itu, dalam masa sidang dua ini, Komisi I menelusuri skema pengelolaan tanah yang disebut-sebut

tanah itu ditelantarkan. Sebagai langkah awal, pihaknya akan mengundang Badan Keuangan Daerah (BKD) sebagai institusi yang ditugaskan menangani tentang aset pemerintah. “Bagaimana sesungguhnya mekanisme pengelolaan tanah itu. Data konkret terkait yang mendasari pengelolaan sampai sekarang perpanjangan izin HGB yang tidak disetujui itu kita tidak punya. Karena itu, kami sedang dalami persoalan tanah HGB itu,” katanya. Perpanjangan izin HGB

yang tidak disetujui pemerintah itu kata Mertayasa, adalah kesempatan baik bagi pemerintah agar pengelolaan tanah itu mendatangkan keuntungan. Sudah pasti tanah itu nantinya berfungsi optimal dalam menyejahterakan masyarakat. Untuk itu, pihaknya mendorong penuh pemerintah daerah yang bermaksud memohon pengelolana tanah tersebut. Tidak saja pemerintah, pihaknya menganggap wajar kalau belakangan ini malah Pemerintahan Desa Pancasari juga mengajukan usulan memohon

sebagai pengelola tanah itu. “Hemat kami, pemerintah memohon tanah sebagai aset karena lokasinya di daerah kita. Kalau desa juga turut mengusulkan permohonan itu, kami kira hal itu wajar. Sekarang, kalau status aset itu belum terdaftar dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) BKD, maka kita dorong buat permohonan lebih dulu. Kalau sudah dialihkan, tentu kami akan kawal. Sebab, regulasi mengamanatkan pengelolaan aset itu atas persetujuan DPRD,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/ist

KONVOI SISWA DIBUBARKAN – Meskipun sudah dilarang, namun siswa SMA dan SMK di Buleleng melakukan konvoi dan melakukan aksi coret seragam dengan cat semprot Senin (13/5) kemarin. Tidak ingin aksi ini memicu gangguan kamtibmas dan gangguan lalu lintas, polisi membubarkan aksi tersebut.

Sidang Paripurna Dewan Diwarnai Interupsi

Ranperda Retribusi Kesehatan Disetujui, BPR Bank Buleleng 45 Ditunda DPRD Buleleng menggelar sidang paripurna dengan agenda pemandangan umum fraksi terhadap rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diusulkan eksekutif. Sidang diwarnai interupsi karena pihak eksekutif menghadirkan hanya beberapa pejabat terkait yang membidangi ranperda yang sedang dibahas. DPRD meminta kejadian ini sebagai catatan penting pada sidang paripurna agenda tertinggi dalam sidang dewan. Mengapa sampai ada kasus seperti itu, pejabat yang ditunjuk Bupati justru tidak hadir pada sidang terhormat paripurna dewan itu?

ditugaskan bupati itu memang harus hadir dalam sidang. Selain itu, Supriatna mengaku, perubahan agenda sidang paripurna ini sesuai regulasi terbaru. Agenda pembahasan rancangan perda itu diawali forum paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksifraksi. Agenda berikutnya paripurna diawali laporan panitia khusus (pansus) dan terakhir permohonan pengesahan perda kepada pimpinan

SIDANG Paripurna Dewan, Senin (13/5) kemarin, dipimpin Ketua DPRD Gede Supriatna. Ikut mendampingi Wakil Ketua Ketut Wirsana, Sekretaris Dewan (Sekwan) Dewa Ketut Manuaba, dan anggota tim pakar DPRD. Sementara, eksekutif dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPA) Made Arya Sukerta, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) dr. IGN Mahapramana, Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Desa Putu Rupadi, dan Direktur PD BPR Bank Buleleng 45 Nyoman Suarjaya. Pimpinan OPD ini membidangi dari rancangan perda yang dibahas. Sedangkan, pejabat yang ditunjuk mewakili bupati justru tidak hadir dalam persidangan kemarin. Atas situasi itu, anggota dewan langsung interupsi. Dewan mempertanyakan ketidakhadiran pejabat yang seharusnya mewakili Bupati

DIWARNAI INTERUPSI - Sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi atas rancangan perda (ranperda), Senin (13/5) kemarin, diwarnai interupsi.

itu. Interupsi itu disampaikan anggota Komisi III Putu Tirta Adnyana. Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan ketidakhadiran pejabat yang mewaili Bupati. Dia menilai ketidakhadiran pejabat itu kurang tepat karena sidang paripurna adalah forum tertinggi agenda sidang. Seharusnya, sidang ini dihadiri pejabat yang ditunjuk Bupati. “Sidang ini dipimpin Ketua Dewan dan Wakil Ketua, dan Kesekretariatan. Mestinya eksekutif ditunjuk pejabat yang tepat, misalnya Sekretaris Daerah (Sekda),’’ ujarnya. Kasus ini merupakan catatan penting agar citra lembaga dewan juga diperhatikan apalagi ketika menggelar sidang paripurna. Bukan bermaksud tidak menghormati pimpinan OPD terkait perda yang dibahas ini. Mendapat interupsi itu, pimpinaan sidang Gede Supriatna menanggapi dengan mengingatkan agar pada agenda sidang paripurna ini selanjutnya pejabat yang

DPRD. Setiap agenda sidang paripurna itu pihak eksekutif dihadiri Bupati atau pejabat yang ditunjuk untuk mewakili. “Jadi, sudah dua kali pembahasan ranperda mengikuti regulasi terbaru. Harusnya perubahan mekanisme persidangan ini diketahui bersama, tetapi mungkin lupa. Saran anggota kita tadi kami tidak lanjuti agar diperhatikan dalam sidang paripurna berikutnya,” jelasnya. Dalam sidang paripurna kemarin, dua ranperda yaitu

tentang retribusi pelayanan kesehatan dan perlindungan perempuan dan anak dari tindak kekerasan disetujui agar disahkan menjadi perda. Sedangkan, satu ranperda lagi tentang PT PD BPR Bank Buleleng 45 (Perseroda) pengesahannya ditunda. Pendapat politik fraksi itu disampaikan juru bicara (jubir) Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Hanura, dan Fraksi Gerindra Ni Luh Sri Seniwi. Selain itu, jubir Fraksi Partai Golkar Nyoman

Gede Wandira Adi, Fraksi Partai Demokrat Made Mangku Ariawan dan jubir Fraksi Partai NasDem Ni Made Indrawati. Satu pertimbangan mengapa menunda mengesahkan ranperda itu karena, eksekutif belum melengkapi rancangan perda dengan naskah akademik (NA). Sikap fraksi ini sesuai hasil konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang menyebut naskah akademik diperlukan untuk melandasi pembahasan rancangan perda

Bali Post/mud

PT BPR Bank Buleleng 45 (Perseroda). Direktur PD BPR Bank Buleleng 45 Nyoman Suarjaya mengatakan, sejak awal pembahasan dirinya tidak mengetahui secara pasti terkait urgensi naskah akademik tersebut. Saat itu, dirinya menyusun draf rancangan perda dengan materi berkaitan usaha yang dipimpinnya. Hanya, masalah aspek materi hukum dalam rancangan itu diserahan kepada tim penyusun Bagian Hukum Sekkab Buleleng. Sementara, terkait perubahan PD menjadi Perseroda, pihaknya menilai kalau saja tidak diamanatkan regulasi yang lebih tinggi, sehingga perubahan PD menjadi Perseroda itu sebenarnya tidak terlalu urgen. Sehingga cukup diatur dengan perda lama tentang PD BPR Bank Buleleng 45. “Waktu itu, kami tidak tahu harus ada naskah akademik. Kami siapkan materi berkaitan dengan usahanya saja. Kalau masalah urgensi perubahan, kalau saja tidak diatur regulasi di atasnya, kami kira dengan status sekarang saja sudah cukup dalam membentuk PD,” katanya. Terkait keputusan dewan menunda rancangan perda, Suarjaya mengaku akan berusaha melengkapi naskah akademik yang diwajibkan itu. Pihaknya akan berkoordinasi dengan dua perguruan tinggi di Buleleng sebelum nantinya penyusunan naskah akademik ini disusun berdasarkan kerja sama dengan institusi pendidikan yang dipilih. (mud)


Selasa Wage, 14 Mei 2019

GIANYAR

9

Rayakan Kelulusan, Pelajar Konvoi di Jalan Raya

Bali Post/kmb35

KONVOI - Sejumlah pelajar saat melakukan konvoi dari Taman Makam Pahlawan Gianyar, Senin (13/5) kemarin.

Dirut RSUD Sanjiwani Pastikan Kematian Fitriani Bukan karena ’’Fogging’’

Gianyar (Bali Post) Ni Nyoman Ceped kini hanya bisa meratapi kepergian anak semata wayangnya, Ni Wayan Fitriani, di usia yang baru akan menginjak dewasa. Fitriani yang mengalami kelainan pertumbuhan sejak kecil ini diduga meninggal dunia setelah terkena asap fogging di seputaran rumahnya di Banjar Pinda, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (10/5). Sementara pihak RSUD Sanjiwani yang sempat melakukan perawatan memastikan penyebab korban meninggal bukan karena fogging. Ni Nyoman Ceped menuturkan, sebelum anaknya meninggal memang ada kegiatan fogging di seputaran rumahnya di Banjar Pinda pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Mengetahui ada fogging, ia berupaya mencegat petugas, agar tidak langsung membawa alat fogging masuk. ‘’Itu sekitar empat hari lalu, saat di rumah mau ada fogging. Tapi saya cegah masuk ke rumah, karena di rumah saya ada anak sakit yang mengenakan kursi roda,’’ ujar ibu kandung almarhum Fitriani ini, Senin (13/5) kemarin. Usai menghentikan petugas, kata Ceped, ia lantas mengajak anaknya yang duduk di kursi roda untuk keluar areal rumah. Saat keluar ke jalan inilah tiba-tiba ia dan anaknya terpapar asap fogging dari arah rumah tetangganya. ‘’Ada asap fogging tebal dari arah selatan, langsung saya bawa anak ke tempat yang tidak ada foggingnya,’’ katanya. Menurut Ceped, di luar rumah anaknya sempat bercanda dengan sejumlah tetangga. Usai proses fogging di rumahnya, Fitriani lantas kembali diajak pulang untuk makan. Memasuki Jumat siang sekitar pukul 10.30 Wita, anaknya tiba-tiba sesak napas. ‘’Langsung saya ajak ke Puskesmas Blahbatuh. Karena di sana keterbatasan alat, lantas dirujuk ke RSUD

Sanjiwani,’’ katanya. Di dalam mobil menuju RSUD Sanjiwani, kata Ceped, sesak napas yang dialami Fitriani mulai berkurang. Demikian pula saat tiba di IGD RSUD Sanjiwani. Namun, pihak rumah sakit tetap memberikan penanganan. ‘’Saat di rumah sakit sempat dibilang anak saya baik-baik saja, tapi terus ditangani. Sektiar pukul 13.00 Wita, anak saya dikatakan meninggal,’’ katanya. Ceped bersama suaminya, Ketut Tinggal, sontak terpukul dengan informasi itu. Fitriani merupakan anak semata wayang yang tahun ini akan beranjak 18 tahun. ‘’Anak saya ini memang dari masih bayi kondisinya lemah sampai dewasa. Tapi, tetap kami rawat dengan telaten sampai sekarang,’’ ujarnya. Menurut Ceped, hari itu juga jenazah Fitriani langsung diupacarai oleh pihak keluarga. Upacara lanjutan akan dilakukan Minggu (19/5) mendatang. Dikonfirmasi terpisah, Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa menegaskan, penyebab meninggalnya Ni Wayan Fitriani bukan akibat fogging. Apabila meninggal akibat fogging seharusnya ada tanda keracunan pestisida, namun dalam kasus ini tidak ada tanda-tanda tersebut. ‘’Bukan fogging penyebabnya. Anak ini memang ada kelainan bawaan dari kecil, seperti perkembangan paru-paru yang tidak bagus dari k e c i l , b u k a n karena fogging,’’ katanya. (kmb35)

ALMARHUM - Ni Nyoman Ceped saat menunjukkan foto almarhum Ni Wayan Fitriani, Senin (13/5) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Aksi konvoi dan corat-coret masih mewarnai pengumuman kelulusan SMA/SMK di Kabupaten Gianyar. Ironisnya, sejumlah pelajar yang mengikuti konvoi ini mengendarai sepeda motor tanpa helm dan kebut-kebutan di jalan. Sementara itu, aparat kepolisian tampak tidak bisa berbuat banyak untuk menangani momen tahunan ini. Konvoi pelajar pada hari kelulusan terlihat hampir di seluruh kawasan Kabupaten Gianyar. Selain kebut-kebutan, mereka juga menggeber gas sepeda motornya kencang-kencang dengan suara knalpot yang sangat mengganggu kenyamanan warga sekitarnya. Sejumlah lokasi menjadi titik kumpul perayaan kelulusan ini, seperti areal parkir Taman Makam Pahlawan dan Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar. Kedua lokasi ini tampak dipadati pelajar dengan seragam yang dicorat-coret cat semprot aneka warna.

Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa mengaku menyayangkan momen kelulusan pelajar di Gianyar yang dominan diwarnai dengan aksi konvoi dan kebut-kebutan di jalan. “Kami dari KPPAD Bali Bidang Pendidikan sangat menyayangkan masih ada beberapa sekolah kurang mampu membuat kebijakan dan aturan yang bisa mengikat perilaku siswa setiap pengumuman kelulusan UN,” ujar Ariasa, Senin (13/5) kemarin. Menurut Ariasa, sudah menjadi tugas pemerintah melalui Dinas Pendidikan untuk mengantisipasi terjadinya aksi tersebut. Bila hal ini dibiarkan terus berkembang, maka akan menjadi tradisi yang tidak bermanfaat dan mengganggu ketertiban umum. Tidak hanya pemerintah, penegak hukum juga punya tanggung jawab besar dalam hal ini. “Termasuk

aparat penegak hukum yang punya kewenangan penindakan harus berani bersikap tegas dalam menegakkan aturan kalau terjadi pelanggaran aturan berkendaraan dan sejenisnya. Jangan malah dibiarkan,” tegasnya. Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Gianyar Iptu Ketut Nariawan mengatakan, jauh sebelum pengumuman kelulusan, pihaknya sudah menyambangi sekolah-sekolah. Pada kesempatan itu, pihaknya memberikan pemahaman untuk mengenakan pakaian adat saat pengumuman kelulusan. “Tujuanya supaya tertib berlalu lintas. Kami berikan pemahaman, pendidikan tidak saat ini saja, ke depan ada jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya. Kendati begitu, ia mengakui masih banyak pelajar yang melakukan aksi konvoi tersebut. “Tapi, kami tidak bisa paksakan. Kalau hal-hal seperti itu, rekan kami di lapangan juga akan menindak,” tegasnya. (kmb35)

Perbekel dan Lurah Diminta Komit Atasi Masalah Sampah

Gianyar (Bali Post) Seluruh perbekel dan lurah se-Kabupaten Gianyar diminta punya komitmen kuat untuk mengatasi masalah sampah di wilayah desa/kelurahan masing-masing. Komitmen ini dipandang penting mengingat volume sampah setiap hari di Kabupaten Gianyar terus meningkat dan saat ini mencapai 1.511 meter kubik. Jika hal ini tidak ditangani secara serius, maka akan menjadi persoalaan serius di kemudian hari. Hal itu terungkap saat Sosialiassi Pergub dan Persiapan Gerakan Bali Resik di Ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Senin (13/5) kemarin. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar I Wayan Kujus Pawitra mengatakan, saat ini seluruh daerah dihadapkan dengan permasalahan sampah. Hal ini dipicu oleh pertambahan penduduk hingga perubahan pola konsumsi masyarakat yang telah memicu karakteristik sampah semakin beragam. “Saat ini diperlukan penanganan sampah yang komprehensif, terpadu dari hulu atau sumbernya hingga ke hilir sebagai tempat pemrosessan akhir,” katanya dan menambahkan, Pemkab Gianyar akan membantu sarana dan prasarana agar sampah dapat terkelola dengan baik si setiap desa/ kelurahan. Pejabat asal Desa Kesian ini mengakui, produksi

sampah di wilayah Gianyar setiap hari terus meningkat. Saat ini, rata-rata volume sampah per hari mencapai 1.511 meter kubik. Sementara itu, upaya pengurangan produksi sampah serta pengelolaan sampah dari masing-masing rumah tangga di setiap desa belum optimal. Kondisi ini dikhawatirkan akan menjadi persoalan serius, terlebih daya tampung di TPA Temesi yang sudah mulai penuh. “Menyikapi kondisi ini, sangat dibutuhkan komitmen bersama, khususnya di masing-masing desa/ kelurahan untuk membangun sistem pegelolaan sampah yang baik. Syukurnya, beberapa desa sudah mulai melakukan penataan dan menyatakan kesiapannya,”

ujarnya. Sesuai arahan Bupati Mahayastra, kata Kujus Pawitra, komitmen ini diawali dengan membangun pilot project di setiap kecamatan dengan memilih satu desa yang sudah memiliki sistem pengelolaan sampah yang diharapakan, mulai dari menajemen, produksi kompos, efektivitas bank sampah dan lainnya. “Sejumlah desa bahkan menggandeng pihak swasta atau organisasi nonprofit sebagai pendampingan. Bagian desadesa yang komitmennya sangat jelas ini, kami pun wajib men-support dengan sarana prasarananya,” terangnya. Kini, pihaknya terus mendorong pengelolaan sampah mandiri di masing-masing desa. Terlebih

Bali Post/kmb35

SOSIALISASI - Kepala DLH Gianyar I Wayan Kujus Pawitra memimpin sosialiasi Pergub dan Persiapan Gerakan Bali Resik di Ruang Sidang I Kantor Bupati Gianyar, Senin (13/5) kemarin. pemerintah desa memiliki kewenangan mengelola dan mengalokasikan dana desa guna pengelolaan dan sarana prasarana sampah. Dalam penanganan persoalan persampahan ini, kata dia, juga sangat diperlukan peran serta dan kolaborasi semua elemen. Tanpa kesadaran dan partisipasi masyarakat, penanganan sampah tidak akan berhasil meskipun sarana dan

prasarana sangat memadai. ”Di Kabupaten Gianyar sudah ada beberapa desa yang menjalankan pengelolaan sampah secara mandiri ini, seperti Pejeng kangin, Sanding, Celuk, Kemenuh, Manukaya dan lainnya. Bahkan, ada yang sudah terintegrasi ke peraturan adat seperti awig-awig. Hal ini akan menumbuhkan kesadaraan di masyarakat,” tegasnya. (kmb35)

Kembalikan Fungsi Halaman Rumah sebagai Lumbung Dapur

Gianyar (Bali Post) Masyarakat Bali saat ini diajak untuk mengembalikan fungsi halaman rumah sebagai lumbung dapur. Hal ini patut dilakukan dengan menanam sayur dan tanaman obat keluarga (toga) di halaman. “Selain berfungsi sebagai taman, juga berfungsi sebagai lumbung dapur yaitu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari,” ujar Wakil Ketua IV Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali A.A. Sri Utari Naradha di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Senin (13/5) kemarin. Sri Utari berharap gerakan seperti ini tidak hanya dilakukan menjelang lomba PKK. Namun, wajib diterapkan sehari-hari dan masyarakat harus mau belajar di rumah masing-masing mengenai tanaman, pembibitan dan lainlainnya. “Setidaknya, ini bisa berimbas dari rumah ke rumah,” katanya seusai membacakan sambutan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster. Guna mendukung program tersebut, kata Sri Utari, pihaknya menyerahkan dana bantuan Rp 15 juta

bagi rumah percontohan. Dana ini dapat digunakan untuk membeli bibit tanaman, pupuk maupun perawatan selanjutnya. Diserahkan pula bantuan Rp 12 juta untuk posyandu dan lansia per desa percontohan. “Kegiatan ini diharapkan didukung oleh semua pihak, tidak boleh dihentikan. Harus digelorakan dari waktu ke waktu demi kemajuan Bali yang berkualitas dan berdaya saing demi menuju Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” terangnya. Pada kesempatan itu juga dilakukan kunjungan ke rumah percontohan Hatinya PKK milik keluarga I Wayan Baghiarta di Banjar Luglug, Desa Ketewel. Sedangkan untuk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) berlokasi di rumah I Made Swebawa. (kmb35) BERKUNJUNG - Wakil Ketua IV TP PKK Provinsi Bali A.A. Sri Utari Naradha saat berkunjung ke Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Senin (13/5) kemarin.

Penilaian Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019

Bupati Mahayastra Berharap Kelurahan Bitera Mengulang Kejayaan 2017

DITERIMA - Tim Penilai Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali diterima Bupati Gianyar Made Mahayastra dan Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta di Wantilan Pura Pucak Bukit, Lingkungan Roban, Kelurahan Bitera, Senin (13/5) kemarin. KELURAHAN Bitera terpilih mewakili Kabupaten Gianyar pada Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019. Evaluasi dilaksanakan Tim Penilai Lomba Evaluasi Perkembangan Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Bali yang diketuai Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Bali I Made Wiryata, S.T., M.Si. di Wantilan Pura Pu-

cak Bukit, Lingkungan Roban, Kelurahan Bitera, Senin (13/5) kemarin. Rombongan tim penilai diterima langsung Bupati Gianyar Made Mahayastra, Ketua DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Bitera serta ma-

syarakat setempat. Pada kesempatan itu, Lurah Bitera I Wayan Widana memaparkan beberapa potensi yang dimiliki Kelurahan Bitera baik dari seni, industri kerajinan, kuliner tradisional Bali maupun wisata alamnya. Kelurahan Bitera terbagi menjadi tiga desa pakraman dan tujuh lingkungan. Yakni Desa Pakraman Pacung, Desa Pakraman Batur Sari, dan Desa Pakraman Bitera serta tujuh lingkungan yakni Lingkungan Batur Sari, Ling-

kungan Pacung, Lingkungan Dauh Uma, Lingkungan Sengguan, Lingkungan Tri Wangsa, Lingkungan Roban dan Lingkungan Sema. Widana menambahkan, produk unggulan kelurahan dengan luas wilayah 472 hektar dan jumlah penduduk pada tahun 2018 sebanyak 7.526 jiwa tersebut yakni pembuatan jaja uli yang telah berkembang sejak tahun 1970 dan masih tetap eksis di Lingkungan Batur Sari. Dari 90 KK yang ada di Lingkungan Batur Sari, 90 persen di antaranya menekuni usaha tersebut terutama bagi kalangan ibu-ibu rumah tangga, sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi keluarganya. Lukisan telur yang telah ditekuni oleh seniman di Lingkungan Dauh Uma sejak tahun 1980-an hingga saat ini masih menjadi mata pencaharian masyarakat di sana. Kerajinan janur juga berkembang pesat di Lingkungan Roban dan Lingkungan Tri Wangsa sejak tahun 1990-an. Kerajinan janur ini banyak ditekuni oleh generasi muda, sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan serta menjadi tambahan penghasilan bagi perajin. ‘’Di sepanjang jalan menuju

Kantor Lurah bisa disaksikan kreasi kerajinan janur ini banyak dipajang di kios-kios pedagang,’’ ujarnya. Kerajinan tenun juga berkembang di Kelurahan Bitera, khususnya di Lingkungan Pacung. Pengerjaan kerajinan tenun di tempat ini masih dilakukan dengan cara manual dengan kualitas yang baik serta mempunyai pangsa pasar yang jelas. Widana mengatakan, program inovasi atau program terobosan yang dilaksanakan kelurahan yakni pemberantasan sarang nyamuk berhadiah sejak tahun 2016. Program ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan yang diawali dari rumah masing-masing. Program ini dipandang cukup efektif dalam menekan kasus demam berdarah yang sempat merebak di Kelurahan Bitera. Awal tahun 2016, Kelurahan Bitera masuk dalam zona merah penyebaran penyakit demam berdarah di mana tercatat sebanyak 248 kasus serta mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Namun di tahun 2017 menurun hanya 18 kasus dan di tahun

2018 menjadi 0 kasus. ‘’Dari kasus tersebut, kami kemudian meluncurkan program pemberantasan sarang nyamuk berhadiah. Juga membentuk kader Jumantik yang bertugas mengedukasi dan memeriksa keberadaan jentik di rumah warga. Bagi rumah warga yang terbebas dari jentik dalam kurun waktu 11 bulan, kami berikan kupon berhadian yang diundi pada akhir tahun,’’ katanya memaparkan. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, Kelurahan Bitera merupakan ujung barat dari ibu kota Kabupaten Gianyar yang memiliki potensi unggulan di masing-masing wilayahnya. Pada tahun 2017, Kelurahan Bitera juga telah mampu memperoleh juara pertama pada ajang serupa. ‘’Saya harap pendamping mampu meyakinkan tim penilai dengan baik. Karena dari segi bahan dan potensi sudah bagus-bagus semua. Saya juga berharap Bitera kembali mengulangi kejayaannya di tahun 2017 dulu,’’ katanya. Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Dinas Pemberdayaan Masyarakat

Provinsi Bali I Made Wiryata mengatakan, Lomba Kelurahan yang dilakukan tiap tahun merupakan salah satu instrumen mengevaluasi keberhasilan pembangunan dan sekaligus sebagai tolok ukur atas pencapaian program dalam pelaksanaan pembangunan di kelurahan. Partisipasi serta swadaya masyarakat menjadi piranti dalam pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat mengakselerasi pembangunan nasional. Dalam Lomba Kelurahan tahun ini akan dilakukan penilaian evaluasievaluasi terhadap keberhasilan pembangunan yang terdiri dari tiga bidang meliputi 19 aspek. Yakni Bidang Pemerintahan, Bidang Kewilayahan serta Bidang Kemasyarakatan sebagaimana tertuang dalam data perkembangan profil kelurahan dua tahun terakhir yaitu tahun 2017 dan tahun 2018. ‘’Pada lomba tahun ini, penekanannya terdapat pada kualitas penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan serta inovasi pada bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan. Kedua hal ini mendapatkan bobot yang lebih besar dalam mekanisme penilaian,’’ jelasnya. (ad544)


JEMBRANA

10

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Gara-gara Api Dupa Rumah KK Miskin Terbakar

Negara, (Bali Post) Rumah seorang warga Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, yang masuk KK miskin, Senin (13/5) kemarin terbakar. Rumah korban terbakar ketika penghuninya sedang khusyuk sembahyang di sebuah pura yang berada dekat dengan rumah. Kebakaran bangunan bedah rumah ini diduga disebabkan oleh api dupa di pelangkiran yang ada dalam kamar korban. Musibah ini menimpa rumah milik I Made Eka Darma Putra (45) di Jalan Tengah, Tempek IV, Banjar Dauh Pangkung Jangu. Saat kejadian, rumah berdinding batako tersebut dalam keadaan kosong. Pemiliknya beberapa menit sebelumnya baru saja berangkat kerja ke Denpasar. Sedangkan keluarganya sedang bersembahyang bersama warga lainnya di pura yang berjarak hanya sekitar 200 meter. Kebakaran pertama kali diketahui beberapa orang anakanak yang berjalan di depan rumah bantuan PNPM Perdesaan itu sekitar pukul 12.30 Wita. Ketika melihat kepulan asap tebal di atas rumah korban, anak-anak itu langsung memberitahu istri korban di pura. Kejadian itu sontak membuat warga yang sedang bersembahyang langsung berhamburan ke rumah KK miskin ini. Istri korban, Komang Warniti (50) mengaku saat kejadian sudah 1 jam berada di pura sebelah utara rumahnya itu. “Saya lari pulang, saat buka pintu kamar, api sudah besar,” ujarnya. Menurutnya api berasal dari kamarnya yang terletak paling timur. Diduga kebakaran disebabkan oleh api dupa di pelangkiran di kamar tersebut. Menurut istri korban, suaminya sebelum berangkat sempat mambanten di pelangkiran. Dikatakan, di bawah pelangkiran tersebut memang ada kasur spon. Diduga, api dupa yang jatuh ke kasur di bawah pelangkiran. Bahkan beberapa anggota keluarganya tampak shock. Menurutnya rumah ukuran 5x5 dengan 3 kamar yang dibangun tahun 2013 tersebut dihuni dua KK. Dia dan keluarga anaknya yang menempatinya. Kasi Pemadam Satpol PP Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, tiga unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang sudah membumbung di atap rumah. Menurutnya api baru bisa dipadamkan setelah satu jam. Musibah itu disebabkan api dupa dari pelangkiran di kamar korban. Kerugian material yang diakibatkan dari kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 50 juta. Sementara itu Kepala Seksi Pelayanan Desa Pohsanten Ida Bagus Swiarsa dikonfirmasi membenarkan bangunan yang terbakar tersebut merupakan bantuan bedah rumah PNPM mandiri tahun 2013. Kelurga korban menurutnya memang tercatat sebagai KK miskin di wilayahnya. Korban katanya memang masuk KK miskin buku merah kabupaten. Kini keluarga petani kebun ini mengungsi di rumah kerabatnya. Sementara korban mengaku tidak bisa berkata apalagi dan berharap bisa membangun rumah lagi atau mendapat bantuan. (kmb)

Bali Post/kmb26

Karyawan – Salah satu mantan karyawan Perusda di unit perkebunan Pekutatan mengharapkan pesangon mereka dibayarkan.

Pensiunan Karyawan Perusda Provinsi Bali Tuntut Pesangon

Negara (Bali Post) – Sejumlah mantan karyawan Perusda Provinsi Bali di unit Perkebunan Pekutatan mengharapkan pesangon pensiun mereka dipenuhi. Pada awal tahun ini, tujuh orang karyawan ini pensiun atau berhenti dengan hormat. Tetapi hingga saat ini pesangon yang nilai totalnya sekitar Rp 300 juta belum diterima. Ketut Sudarma kepada wartawan, Senin (13/5) kemarin, mengatakan sejatinya persoalan dengan perusahaan ini sudah disampaikan bahkan dimediasi Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana. Namun, karena belum ada

progres, mantan karyawan ini akhirnya menyampaikan perihal ini ke DPRD Jembrana. Sudarma yang sebelumnya bertugas sebagai Supersvisi Teritorial mengaku telah menyampaikan surat tersebut ke DPRD Jembrana kemarin. Harapannya agar

para karyawan yang pensiun ini menerima pesangon mereka setelah bekerja selama puluhan tahun. “Saya sudah bekerja 35 tahun, dan saat pensiun ini kami berharap pesangon dibayar sejak awal. Total saya sekitar Rp 49 juta lebih,” ujarnya. Selain itu ada 6 karyawan lain yang pensiun juga dan bernasib sama. Total pesangon yang semestinya mereka terima sekitar Rp 300 juta lebih. Ia juga mempertanyakan terkait jumlah pesangon yang berbeda dengan karyawan lain kendatipun

dalam hal jabatan, masa kerja maupun pendidikan sama. Sudarma mengakui sebelumnya memang sempat dilakukan mediasi hingga dua kali antara karyawan dengan Perusda Provinsi Bali dan PT Citra Indah Praya Lestari (CIPL) selaku pengelola perkebunan. Kedua perusahaan ini (Perusda dan CIPL) memiliki kewajiban membayarkan pesangon karyawan itu. Dan dari hasil mediasi itu, dijanjikan akan ada pembayaran pada 30 April. Tetapi hasilnya, hingga saat ini belum terbayar.

Di sisi lain, Kepala Unit Perkebunan Pekutatan Perusda Provinsi Bali Ketut Nasa kepada wartawan membenarkan pesangon mantan karyawan itu belum terbayarkan. Tetapi pihak perusda tetap akan membayar pesangon mereka. Keterlambatan dikarenakan Perusda dan PT CIPL masih terkendala keuangan. Hal inilah yang memicu tunggakan pesangon mantan karyawan. Pihaknya masih berkoordinasi dangan direksi dan memastikan akan tetap membayar pesangon mereka. (kmb26)

Serahkan SK CPNS

Bupati Artha Minta Bidan PTT Rajin Turun dan Monitoring

Bali Post/kmb

DAMKAR - Salah satu unit armada pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api yang menghanguskan rumah KK miskin di Dusun Dauh Pangkung Jangu, Pohsanten,, Mendoyo.

Kecelakaan Maut di Delod Berawah Dua Orang Meninggal Dunia

Negara (Bali Post) Kecelakaan Maut di Delod Berawah kembali terjadi di Jembrana. Kali ini terjadi di Jalan Umum Jurusan Tegalcangkring-Banjar Dangin Marga, Desa Delod Berawah, Kecamatan Mendoyo. Dua orang meninggal dunia akibat cedera berat. Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Suzuki Shogun DK 5258 WM yang dikendarai Made Sanda (69) dari Banjar Beraban Desa Yeh dengan Kawasaki KLX DK 6445 BW yang dikendarai Kadek Yogi Dwipayana dari Desa Mendoyo Dangin Tukad. Pengendara sepeda motor Suzuki Shogun membonceng istrinya, Nyoman Wengsi (55). Dari informasi, kejadian itu berawal ketika sepeda motor Shogun datang dari barat ke timur dari persimpangan yang lebih kecil dan tidak dilengkapi dengan marka jalan. Sesampai di tempat kejadian pada situasi simpang empat yang tidak dilengkapi dengan traffic light, tiba-tiba ada orang yang menyeberang ke timur. Pada saat bersamaan dari cabang persimpangan yang lebih besar yang dilengkapi dengan marka jalan putus-putus, namun dari arah utara ke selatan datang sepeda motor Kawazaki sehingga terjadi tabrakan pada jalur jalan sebelah kiri dari arah utara. Akibat kecelakaan itu dua orang meninggal dunia karena cedera berat. Kasat Lantas Polres Jembrana AKO Yoga membenarkan kecelakaan tersebut. Kini kasusnya ditangani di Polres Jembrana guna proses kebih baik. (kmb)

Bali Post/kmb

TKP- Warga menunjukkan TKP kecelakaan maut terjadi di wilayah Delod Berawah, Mendoyo. Dua orang meninggal akibat menderita cedera berat.

BUPATI Jembrana I Putu Artha menyerahkan Surat Keputusan (SK) Bupati Jembrana tentang pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupaten Jembrana dari program pegawai tidak tetap (PTT) Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2019. SK CPNS diserahkan secara langsung kepada 6 bidan PTT, bertempat di Ruang VIP Bupati, Senin (13/5) kemarin. Turut hadir Kepala BKPSDM I Made Budiasa, Sekdis Kesehatan Dr. Putu Suekantara. Kepala BKPSDM Jembrana I Made Budiasa mengatakan, sesuai Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018, menjadi dasar PTT CPNS Kemenkes yang telah mengikuti seleksi pada tahun 2016 dan berusia setinggitingginya 40 tahun dapat diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah daerah. “Keenam bidan tersebut rata–rata telah mengabdi selama 14 tahunan sebagai bidan PTT Kementerian Kesehatan selama ini mengabdi di desa. Mereka akan ditempatkan di masing–masing desa di Jembrana. Ini sekaligus menjadi kuota bidan PTT

terakhir sebagai CPNS,” kata Budiasa. Sementara itu, Bupati Jembrana I Putu Artha usai penyerahan SK CPNS kepada 6 bidan tersebut mengatakan bahwa ini merupakan sebuah penghargaan dari pemerintah pusat yang diberikan kepada para bidan yang selama ini telah mengabdikan diri sebagai pelayan masyarakat di bidang kesehatan. “Saya harap setelah diserahkannya SK CPNS, para bidan bisa bekerja lebih baik, tanggap, makin peka akan kebutuhan masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Secara khusus, Artha juga berharap kepada CPNS baru ini untuk rutin turun memonitor kondisi kesehatan di lingkungan kerja masing-masing. “Bidan ini harus paham kondisi warga di bawah, lakukan pendataan dengan baik agar tahu kebutuhan mereka. Utamanya bila ada warga miskin dengan sakit kronis menahun. “Lakukan monitoring dan perhatikan keperluan mereka. Misalnya ada warga miskin perlu kursi roda, bisa dilaporkan ke dinas. Termasuk jangan segan-segan masing-masing Poskesdes untuk menjemput langsung memberikan penanganan dan rujukan,” ujar Artha.

SK CPNS – Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan SK CPNS kepada bidan PTT kemarin. Selain itu, Artha juga berharap para bidan aktif membagikan keahliannya. Cara efektif yang dicontohkan Artha, bisa masuk melalui kegiatan pengajian atau pertemuan ibu-ibu

di banjar, guna mensosialisasikan kesehatan ibu dan anak. “Pendekatan preventif itu juga salah satu cara menurunkan angka kematian ibu dan anak,” pungkas Artha. (ad548)

Bertambah, dari Empat Jadi Tujuh

Keterwakilan 30 Persen Perempuan di DPRD Belum Terpenuhi Negara (Bali Post) – Jumlah anggota DPRD Jembrana perempuan dipastikan akan bertambah dibanding periode sebelumnya. Periode 2014-2019, dari 35 anggota DPRD, ada empat perempuan yang duduk di kursi dewan. Sedangkan berdasarkan perolehan hasil pemilu DPRD Kabupaten, pada periode 2019-2024 akan ada penambahan jumlah perempuan di legislatif menjadi tujuh orang. Dari PDI Perjuangan enam orang dan Golkar 1 orang. Namun meskipun bertambah, harapan kuota perempuan 30 persen di legislatif nampaknya belum terpenuhi. Aktivis perempuan, Agnes Rini Astuti, ditemui Senin (13/5) kemarin mengatakan, secara umum dengan bertambahnya jumlah perempuan dalam keterwakilan di parlemen merupakan hal yang positif. Meskipun belum memenuhi kuota 30 persen, namun dengan bertambahnya kaum hawa menjadi wakil rakyat diharapkan juga memberikan perhatian perempuan di Gumi Makepung. Terutama terkait kesetaraan gender dan pendidikan. “Secara pribadi sebagai

perempuan tidak kemudian harus bisa menjadi anggota dewan. Wanita berkarya dalam bidang apapun bisa memberikan karyanya. Tetapi harapan kami dewan yang terpilih nanti khususnya perempuan bisa lebih memperjuangkan kepentingan perempuan,” tandas Agnes yang juga pendidik ini. Khusus untuk pendidikan, pihaknya berharap agar bisa membumikan peran perempuan dalam keluarga. Pendidikan dalam keluarga sebelum PAUD, sangatlah penting karena menjadi pondasi bagi anak untuk bekal mereka dewasa. “Sebuah daerah akan maju generasinya, bermula dari pendidikan keluarga. Di sanalah pendidikan yang pertama dan peran ibu sangatlah penting,” ujarnya. Dengan adanya porsi lebih banyak perempuan di Dewan, diharapkan juga dapat mendorong sektor pendidikan ini. Dari data hasil rekapitulasi Kabupaten untuk pemilihan DPRD Kabupaten, sejumlah calon legislatif perempuan mendapatkan suara tidak kalah dengan caleg laki-laki. Bahkan suara terbanyak pribadi di tingkat Kabupaten

diraih caleg perempuan dari PDI Perjuangan Ni Made Sri Sutharmi dengan 7.000 lebih suara. Kini jumlah caleg perempuan yang mengisi kursi di DPRD Jembrana juga meningkat. Beberapa di antaranya merupakan wajah baru (new comers) seperti Ni Ketut Mu-

liasih (PDI-P), Ida Ayu Mona Windayanti (PDI-P), Ni Komang Sri Kendel (PDI-P) dan Ni Wayan Wirti (Golkar). Sedangkan caleg incumbent perempuan juga sebagian besar masih bertahan, di antaranya Ni Made Sri Sutharmi (PDI-P), Ni Made Artini (PDI-P), dan Ni Putu Liliana (PDI-P).

Meskipun jumlahnya bertambah dari empat menjadi tujuh, namun belum memenuhi harapan 30 persen perempuan di legislatif. Meskipun dalam pencalegan, masingmasing partai politik (parpol) di tingkat dapil telah menerapkan kuota 30 persen perempuan. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Legislatif – Suasana sidang paripurna di DPRD Jembrana belum lama ini. Dari 35 kursi di DPRD Jembrana, jumlah dewan dari perempuan saat ini hanya empat orang. Pada periode depan dipastikan akan bertambah menjadi tujuh.


Karangasem

Selasa Wage, 14 Mei 2019

11

Kolom Lava Pijar Erupsi Gunung Agung Capai 3 Km

VONA Oranye, Arah Embusan ke Barat dan Barat Laut

Amlapura (Bali Post) Aktivitas vulkanik Gunung Agung kembali meningkat. Itu terbukti gunung tertinggi di Bali itu kembali erupsi yang cukup besar Minggu (12/5) malam. Tercatat kolom abu dan lontaran lava pijar akibat erupsi itu mencapai ketinggian 3 kilometer. Kolom abu mengarah ke barat dan barat laut. Namun, VONA masih berwarna oranye. Itu artinya, penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar masih aman. Kepala Pos Pantau Gunung Agung di Desa Rendang I Dewa Gede Mertayasa menegaskan, Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Minggu (12/5) malam. Erupsi yang terjadi cukup besar. Sebab, kolom abu dan lontaran lava pijar erupsi itu mencapi tiga kilometer di lereng Gunung Agung. “Erupsi kemarin malam (Mingu - red) terjadi pukul 22.29 Wita. Erupsi terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm. Sedangkan durasinya 2 menit 16 detik. Lontaran lava pijar sejauh 3 kilometer mengarah ke barat dan barat laut,’’ urjarnya. Dentuman erupsi kali ini cukup keras. Bahkan, terdengar sampai Pos Pantau di

Rendang. Dewa Mertayasa menambahkan, kendati Gunung Agung kembali erupsi cukup besar, akan tetapi sampai sejauh ini Vulcano Observatory Notice For Aviation (VONA) untuk penerbangan masih berwarna oranye. Itu artinya, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar masih aman. Begitu juga, status Gunung Agung juga masih level III (Siaga - red). “Kita dari PVMBG hanya mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di radius zona bahaya yang telah ditetapkan sejauh empat kilometer. Termasuk aktivitas pendakian sama sekali tak diizinkan,’’ ujarnya.

Sebab belakangan ini, kata Gede Mertayasa, Gunung Agung terus mengalami erupsi. Malah dengan skala cukup besar. Bila ada aktivitas pendakian dan tiba-tiba gunung erupsi, saat seperti itulah sangat berisiko. Alasannya, bila terkena lontaran lava pijar, hal itu sangat membahayakan keselamatan jiwa. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, mengatakan, erupsi Gunung Agung yang kembali terjadi Minggu (12/5) malam, tidak sampai membuat masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Agung itu panik. Masyarakat masih kondusif. Ditegaskan, tidak ada warga sampai mengungsi. ”Situasinya masih aman-aman saja alias terkendali,” katanya. (kmb41)

Bali Post/ist

ERUPSI - Gunung Agung pasca-erupsi Minggu (12//5) malam. Kolom abu dan lontaran lava pijar mencapai 3 kilometer.

Bupati ’’Launching’’ KIA, Dukung Program Dukcapil ’’Go Digital’’ TTE dan Akta Kelahiran Online di Karangasem

Bali Post/kmb41

JEGEG-BAGUS - Tahapan pemilihan Jegeg-Bagus Karangasem 2019.

Diseleksi, Jegeg-Bagus Karangasem 2019 Amlapura (Bali Post) Lomba jegeg-bagus Karangasem 2019 kembali digelar Dinas Pariwisata Karangasem. Sampai saat ini, telah masuk tahapan seleksi pratama. Rencananya akan dipilih delapan pasang masuk finalis Jegeg-Bagus itu dari total 39 peserta yang ikut seleksi. Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Karangasem Ni Made Suradnyani mengatakan, pelaksanaan pemilihan Jegeg-Bagus Karangasem 2019 itu adalah sebagai persiapan Duta Pariwisata Karangasem dalam melestarikan, mengenalkan, mempromosikan seni budaya dan potensi pariwisata daerah di tingkat lokal, nasional,

bahkan internasional. “Kegiatan ini juga bertujuan mengembangkan dan meningkatkan kemampuan dan kapasitas generasi muda menjadi figur yang kreatif, inovatif, percaya diri dan memiliki wawasan tentang budaya daerah,” tambahnya. Kriteria pesertanya kata Suradnyani, dibatasi sesuai kategori usia antara 16-24 tahun. Tinggi badan, peserta Jegeg tinggi minimal 163 cm sedangkan untuk Bagus minimal 168 cm. Setelah melalui seleksi administrasi, 39 orang peserta dinyatakan lolos dengan rincian, 20 orang Bagus dan 19 orang Jegeg. “Dari jumlah itu akan disaring dan diseleksi lagi untuk mendapatkan 8 pasang calon finalis

Jegeg-Bagus Karangasem,” jelasnya. Kadis Pariwisata I Wayan Astika mengatakan, sektor kepariwisataan merupakan salah satu andalan Kabupaten Karangasem. Sektor ini dipercaya terus berkembang. Keberhasilan sektor ini dipercaya akan memengaruhi tingkat perekonomian dan tingkat kesejahteraan masyarakat khususnya terkait meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Potensi pariwisata cukup menjanjikan, pasalnya dari sektor ini ternyata mampu mendongrak PAD urutan kedua. Karena itu, pariwisata dipercaya berdampak konstruktif memicu percepatan pengentasan kemiskinan. (kmb41)

PEMERINTAH Kabupaten Karangasem melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Senin (13/5) kemarin, resmi me-launching Kartu Identitas Anak (KIA). Launching KIA itu ditandai penyerahan secara simbolis KIA kepada perwakilan empat orang anak oleh Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, bertempat di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Usai launching dilanjutkan sosialisasi KIA serta Program Dukcapil Go Digital tanda tangan elektronik dan akta kelahiran online kepada para Camat dan Lurah, Perbekel, dan para kepala wilayah se-Kabupaten Karangasem. Mas Sumatri mengatakan, KIA ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi penerus yang sebaik-baiknya. ”Makanya pemerintah me-launching-kan KIA ini. Tidak cukup hanya akta kelahiran, tetapi sekarang ada KIA. KIA ini digunakan supaya pemerintah memiliki basis data yang akurat. “Dengan demikian, perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan. Itu sebenarnya grand design tujuannya,” ujarnya. Di balik KIA itu kata Bupati IGA Sumatri, ada hak anak dan ada pengakuan negara terhadap anak. Setelah launching ini, masyarakat Karangasem diharapkan tidak lalai dan segera mengurus KIA itu. Dikatakan, dengan anak-anak memiliki KIA, berarti anak-anak Karangasem terdaftar sebagai anak Indonesia. Mereka memperoleh hak-hak yang harus dipenuhi negara sebagai anak Indonesia. “Jangan dianggap remeh kartu kecil ini. Sebab, kartu

itu akan menentukan perencanaan pembangunan di masa mendatang. Makanya, kita mulai sukseskan program pusat ini,” paparnya. Bupati menegaskan saat ini, pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri telah melakukan inovasi pelayanan publik menggunakan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). SIAK itu didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemkab Karangasem melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil kini, telah siap menjalankan program pemerintah pusat tersebut. SIAK itu diterapkan untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan data akurat karena SIAK itu didukung proses pelayanan yang tepat dan cepat. Penggunaan teknologi dalam SIAK itu

menjadi komponen penting menuju e-Goverment. Salah satunya penggunaan sistem digital berupa tanda tangan elektronik (TTE) untuk dokumen kependudukan yang diterbitkan. Pemerintah saat ini juga telah membuat inovasi percepatan pelayanan berupa Akta Kelahiran online. Dengan ini, masyarakat dapat membuat sendiri Akta Kelahiran dari rumah masing-masing, memanfaatkan perangkat yang dimiliki (laptop/handphone) tanpa harus datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Kepala Disdukcapil Karangasem, Wayan Sumidia, menyampaikan KIA itu bertujuan sebagai perlindungan anak. Di dalam UU No. 24 tahun 2013 tentang Kependudukan sudah diamanatkan bahwa pemerintah harus memberikan hak perlindungan kepada anak.

“Salah satu hak perlindungan anak itu, yakni memberikan identitas kepada anak melalui KIA,” jelasnya. Dikatakan, program KIA ini pun ditindaklanjuti dengan Permendagri No. 2 tahun 2016. Selain KIA ini dipergunakan untuk perlindungan anak dan identitas anak, KIA ini pun bisa digunakan untuk keperluan anak-anak seperti membuat paspor, menabung dan urusan lainnya. “Di dalam Permendagri itu diamanatkan bahwa kita harus segera menerbitkan KIA,” terang Sumidia. Syarat membuat KIA itu, jelas Sumidia, adalah anak yang tercatat pada data kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK). Setelah itu, anak tersebut diwajibkan membuat akta lahir. KIA ini diperuntukkan bagi anak umur 0 sampai 17 tahun kurang satu hari. (ad542)

LAUNCHING - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri saat me-’’launching’’ Kartu Identitas Anak (KIA) di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Senin (13/5) kemarin.

Euforia Pascakelulusan Siswa SMAN 1 Amlapura

Bagi-bagi Nasi Bungkus kepada Masyarakat Bali Post/kmb41

BARANG BUKTI - Petugas kepolisian saat menunjukkan pelaku dan barang bukti hasil penangkapan yang dilakukan di Desa Rendang.

Asyik Pesta Narkoba

Empat Warga Desa Rendang Dibekuk Polisi Amlapura (Bali Post) Satuan Reserse Narkoba Polres Karangasem berhasil membekuk empat warga Desa Rendang yang sedang asyik pesta narkoba. Selain membekuk empat warga Rendang, petugas juga mengamankan satu orang pengedar asal Buleleng. Kini, kelima orang itu mendekam di balik jeruji besi sel Polres Karangasem. Empat warga dari Desa Rendang yang diamankan petugas saat pesta narkoba masingmasing berinisial IWB alias P, IPPA alias W, IPY alias K, dan IKK alias N. Satu pengeder asal Buleleng yakni GDOW alis O. “Keempat pemakai narkoba itu digerebek saat asyik pesta narkoba di rumah P,” Ujar Kasat Narkoba Polres Karangasem, AKP Agus Trisnadi, didampingi Kasubang Humas Herzon Djuanda. Agus Trisnadi menambahkan, penangkapan terhadap empat tersangka itu dilakukan 30 April lalu sekitar pukul 21.30

wita. Awalnya, penggerebekan dilakukan di kediaman salah satu tersangka berinisial P. Saat dilakukan penggerebekan, keempat tersangka itu sedang asyik pesta narkoba jenis sabusabu. Pengerebekan itu dilakukan berawal dari adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada warga yang sedang pesta narkoba. Setelah dilakukan pengintaian, petugas akhirnya melakukan penggerebekan. Dari hasil penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan IWB bersama teman-temannya masing-masing IPPA alias W, IPY alias K, dan IKK alias N. Dari pakaian keempatnya, kita mengamankan satu tabung pipa kaca yang di dalamnya berisi serbuk kristal bening. Tabung itu diduga narkotika jenis sabu dan satu klip plastik bening yang di dalamnya berisi sisa serbuk kristal. Dari telinga IPPA alias W diamankan satu klip plastik bening berisi sabu. Begitu juga dari IKK alias N menyembunyikan satu paket

sabu di celana boxer yang dipakainya. N mendapatkan barang ini dari O. Setelah itu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap O di rumahnya di Kuta Selatan. Dari tangan O, petugas mengamankan satu buah tabung pipa kaca yang di dalamnya berisi serbuk kristal yang diduga sabu-sabu. Dan satu plastik klip bening itu berisi sabu. “O mengaku mendapatkan barang itu dari orang Lapas Kerobokan, Denpasar. Jadi, total barang bukti yang diamankan petugas sebanyak 1,18 gram,’’ ujarnya. Kelimanya dikenakan pasal 144 ayat 1 jo 132 ayat 1 subpasal 112 ayat 1 o pasal 132 ayat 1 lebih sub-pasal 127 ayat 1 huruf a UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan hukuman penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 10 tahun. Dengan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (kmb41)

Stigma buruk saat merayakan kelulusan dengan menggeber sepeda motor konvoi di jalan raya belakangan ini menjadi tren. Selain itu, juga menyemprot pakaian temannya dengan pilok. Hal itu rupaya bisa ditepis dengan aksi konstruktif siswa-siswa Kelas XII SMAN 1 Amlapura. Pasalnya, anak-anak itu euforia merayakan kegembiraan pascakelulusannya dengan cara memberikan nasi bungkus kepada masyarakat. Apa pertimbangan mereka melakukan aktivitas yang humanis dan mulia seperti itu? KEPALA SMAN 1 Amlapura I Wayan Sugiana mengatakan, sebelum pengumuman kelulusan siswa-siswi di SMAN 1 Amlapura, sekolahnya lebih dulu melaksanakan kegiatan persembahyangan bersama. Seusai sembahyang bersama, anak-anaknya mengungkapkan euforia rasa kebahagiaan dengan cara membagikan nasi bungkus kepada masyarakat. ‘’Setelah pengumuman kelulusan, anak-anak kelas XII membagikan nasi bungkus kepada masyarakat,’’ ujarnya. Anak-anak itu dengan penuh rasa syukur membagikan nasi bungkus di jalan raya kepada warga yang ditemui. Juga kepada warga yang menunggu keluarga yang sedang sakit di RSUD Karangasem. Selain itu, membagikan nasi bungkus kepada para pedagang di Pasar Amlapura. Kegiatan konstruktif lainnya pembersi-

han sampah plastik dan dilanjutkan berkunjung ke rumah yatim piatu untuk memberikan santunan. Sugiana menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan anak didiknya itu. Pasalnya,

apa yang dilakukan itu dapat membagi kebahagiaan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sedangkan dana yang dipakai untuk melaksanakan kegiatan ini tidak ada dari sekolah. Mereka berinisiatif mengumpulkan dana itu secara swadaya. “Saya tidak ingin kelulusan anak-anak dinodai dengan halhal yang negatif. Apalagi dapat merugikan diri sendiri. Kalau bisa imbaskanlah kebahagiaan dengan rasa syukur dengan cara peduli kepada orangorang yang membutuhkan,’’ ujarnya. Akhirnya, para siswa memilih melaksanakan aksi pembagian nasi bungkus itu. Jadi, selaku kasek dirinya sangat mendukung dan mengapresiasi aksi konstruktif yang dilakukan

anak didiknya itu. Selain salut atas perbuatan mulai anakanaknya, Sugiana mengaku bangga karena siswa kelas XII lulus 100 persen. Bubarkan Siswa Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Karangasem yang dipimpin langsung Kasatlantas AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti turun langsung melakukan penertiban terhadap anak-anak yang konvoi saat merayakan kelulusan di GOR Gunung Agung. Banyak siswa akhirnya melanggar lalu lintas. Sebab, tidak sedikit siswa yang tidak memakai helm, dan perlengkapan sepeda motor lainnya. Upaya pembubaran itu dilakukan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diharapkan. (nan)

Bali Post/kmb41

BAGIKAN NASI - Siswa-siswi SMAN 1 Amlapura saat membagi-bagikan nasi bungkus kepada masyarakat saat merayakaan kelulusan mereka.


KLUNGKUNG

12

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Pencarian Wisatawan India Terseret Ombak Dihentikan Semarapura (Bali Post)Proses pencarian Kausal Aditya (24), wisatawan asal India yang terseret ombak di Tebing Devil’s Tear, Desa Lembongan, Nusa Penida, minggu lalu, dihentikan, Senin (13/5) kemarin. Upaya tersebut dihentikan, setelah proses pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil. Selama tujuh hari dilakukan penyisiran di tengah laut, petugas sangat minim petunjuk untuk menemukan keberadaan korban. Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar Ida Bagus Surya Wiryawan, Senin (13/5) kemarin menyampaikan, proses pencarian Kausal Aditya kemarin menjadi hari terakhir. Sebab, sesuai aturan, pihaknya berkewajiban melakukan pencarian selama tujuh hari. Meski demikian, upaya untuk menemukan keberadaan korban tak langsung terhenti. Pihaknya tetap membuka diri, kalau ada informasi dari pihakpihak tertentu, yang memiliki petunjuk terhadap keberadaan korban. “Terakhir, korban mengenakan baju putih dan celana biru. Kalau masyarakat yang biasa

melintas di sana, kemudian menemukan keberadaan korban, harap segera diinformasikan. Tentu akan kami tindak lanjuti. Kami tetap terbuka untuk itu,” kata Surya Wiryawan. Proses pencarian terakhir, Senin kemarin, kembali melibatkan satu unit RIB (Riggid Inflatment Boat) 10 meter Basarnas dan satu unit RIB serupa dari Sat Polair Polda

Bali, ditambah satu speed boat dan tiga perahu karet. Pencarian juga dibantu nelayan lokal setempat. Proses pencarian difokuskan di sekitar wilayah jatuhnya korban. Tetapi, tetap saja hasilnya nihil. Sementara itu, pihak keluarga korban terus berupaya mendorong semua pihak untuk menemukan Kausal Aditya. Bahkan, setelah datang ke

Bali Post/ist

PENYISIRAN - Petugas saat melakukan penyisiran dalam upaya pencarian Kausal Aditya.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, pihak keluarga korban kata Surya Wirawan, menyebar selebaran kepada masyarakat Bali, bagi yang bisa menemukan korban akan diberikan imbalan. “Cara itu inisiatif dari keluarga korban. Bukan dari kami. Tetapi, kami sebelumnya sudah menyebar informasi kepada seluruh nakhoda speed boat, apabila menemukan korban, harap segera disampaikan,” tegasnya. Pihaknya tidak berani memastikan, apakah korban masih dalam keadaan hidup atau sudah meninggal, sebelum korban benar-benar ditemukan. Tetapi, melihat kronologis peristiwa, hingga pencarian hari ke tujuh juga hasilnya nihil, kecil kemungkinan korban masih dalam keadaan selamat. Seperti diberitakan sebelumnya, ganasnya ombak di sekitar Tebing Batu Belek atau dikenal wisatawan dengan nama Devil’s Tear kembali memakan korban, Selasa (7/5) siang. Seorang wisatawan asing asal India, Kausal Aditya (24) seketika hilang dari atas tebing, setelah tersambar ganasnya ombak yang naik ke atas tebing itu. (kmb31)

Siswa SMA/SMK Rayakan Kelulusan

Konvoi Tak Pakai Helm Langsung Ditilang Semarapura (Bali Post) Polisi menindak tegas para siswa yang melakukan konvoi di tengah jalan umum dengan mengabaikan aturan berlalu lintas dan keselamatan pengguna jalan lain, Senin (13/5) kemarin. Siswa yang kebut-kebutan dengan seragam penuh coretan dan tanpa mengenakkan helm, langsung dihentikan polisi dan dikenakan sanksi tilang. Demikian juga siswa dengan motor knalpot brong atau tidak standar, langsung diamankan pihak kepolisian. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rezaldi mengatakan langkah antisipasi sudah dilakukan sejak pagi. Tim gabungan dari Sabhara Polres Klungkung, Sat Lantas hingga Polsek, turun di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi kumpul para siswa merayakan kelulusan. Selain itu, polisi juga turun ke sekolahsekolah, mengimbau agar tidak ada siswa yang konvoi dengan kebut-kebutan di jalan raya, tanpa mengindahkan aturan tertib berlalu lintas. “Kami menghindari kejar-kejaran di jalan raya. Karena itu, bisa menimbulkan kecelakaan di jalan raya. Ini justru malah menimbulkan masalah baru,” kata AKP Taufan Rezaldi. Pihaknya mengapresiasi sejumlah sekolah yang merayakan kelulusan siswanya dengan mengenakan pakaian adat. Ini jauh mengurangi kekhawatiran polisi, terhadap aksi

kebut-kebutan di jalan raya. Tetapi, keluar dari sekolah, tidak sedikit pula yang kembali ganti baju dan melakukan aksi corat coret baju seragamnya. “Setelah kerumunan siswa dengan seragam sudah tercorat-coret berkumpul di beberapa titik, kami dekati, agar membubarkan diri dan tidak melakukan konvoi. Tetapi, banyak juga yang membandel. Ada juga yang terpaksa kami kejar,” ujarnya. Siswa yang membandel, terpaksa dilakukan tindakan tegas dengan tilang di tempat, lantaran tidak mengenakan helm dan knalpot motornya brong. Sebab, suara knalpot demikian, banyak dilaporkan warga, sehingga diberikan penindakan. Banyak warga Kota Semarapura merasa terganggu, bahkan terkesan mengancam keselamatan para pengguna jalan lainnya. Namun, pihaknya belum bisa menjelaskan berapa

siswa yang dilakukan penindakan, karena sampai sore, proses itu masih berlangsung. Karena para siswa ini setelah dibubarkan, kembali memilih titik kumpul baru untuk memulai

konvoi lagi. “Siswa yang kena tilang, langsung kami lakukan pembinaan,” tegasnya. Hingga sore, Taufan Rezaldi menambahkan, sejumlah personel tetap disiagakan di sejumlah titik. Seperti di depan SMAN 1 Semarapura, di sekitar Pasar Galiran, Kota Semarapura hingga di sekitar Goa Lawah. Pihaknya berharap, siswa yang sudah bergerombol tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. (kmb31)

Bali Post/kmb31

TILANG - Polisi saat mendekati kerumunan siswa usai pengumuman kelulusan dan mengimbau agar segera membubarkan diri.

Siswa SMAN 1 Semarapura Raih Nilai Sempurna Bahasa Jepang

Cara Belajar Tak Biasa, Hasilnya Luar Biasa

MERAIH nilai sempurna dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), bukan perkara mudah. Butuh fokus, ketekunan belajar dan cerdik dalam mengantisipasi variasi soal. Namun, nilai sempurna itu dapat diraih siswa SMAN 1 Semarapura, khususnya pada mata pelajaran pilihan Bahasa Jepang. Setelah ditelusuri lebih jauh, ketiga siswa yang mampu meraih hasil maksimal itu menerapkan cara belajar yang tidak biasa, dalam mempersiapkan diri menghadapi UNBK. Ketiga siswa tersebut adalah Ida Ayu Ngurah Intan Marlina, Komang Untung Wibawa dan Raman Agung Rahmani. Ketiga siswa kelas XII Bahasa ini, sejak kelas X memang sudah menjadi kepercayaan sekolah dalam mengikuti lomba-lomba. Maka, tidak heran kalau ketiganya mencetak hasil maksimal dalam UNBK tahun ini. Seperti Dayu Intan, kemampuannya dalam dunia Bahasa Jepang, pernah diadu dalam Lomba Pidato Bahasa Jepang, dan berhasil meraih juara I tingkat Kabupaten Klungkung tahun 2018. Demikian juga saat diadu di tingkat Provinsi Bali. Tidak hanya Bahasa Jepang, siswa ini juga mahir dalam Bahasa Inggris. Dia pernah meraih juara I Lomba Baca Puisi Bahasa Inggris di Universitas Warmadewa 2017. Gelar siswa berprestasi

SMAN 1 Semarapura juga dia amankan di peringkat ketiga. Sementara, Untung Wibawa, juga tak kalah berprestasi. Selain akademik, dia mampu berprestasi pada bidang non akademik. Seperti juara I dalam Yoga tingkat Provinsi Bali, juara I Lomba Nyastra Bahasa Bali 2019, juara II Lomba Nyastra Bahasa Bali 2018, juara I Dance Sport tingkat Provinsi Bali 2018, juara III Melukis Anime tingkat Provinsi Bali serta Top 10 Bagus Klungkung. Sementara, Rahma khusus untuk Bahasa Jepang, juga pernah menjadi juara harapan III tingkat kabupaten. Ketiga siswa ini, saat ditemui di sekolah, belum lama ini, mengakui memiliki ketertarikan tersendiri terhadap Bahasa Jepang. Apalagi, mengetahui tahun lalu SMAN 1 Semarapura juga ada satu siswa yang memperoleh nilai sempurna, membuat mereka di Kelas Bahasa cukup termotivasi dan latihan terus dengan variasi soal hingga menjelang pelaksanaan ujian. Dayu Intan, mengaku menerapkan cara tak biasa. Khusus belajar dari jam 1 malam sampai jam 4 pagi. Menurutnya, cara demikian membuatnya lebih cepat menyerap pengetahuannya. Itu terus dia lakukan hingga menjelang pelaksanaan ujian. Selain itu, juga latihan menjawab soalsoal yang diperkirakan serupa

dengan soal ujian. “Kami juga sering diskusi di kelas. Kalau saya lebih paham, saya yang menjelaskan kepada teman yang lain di kelas,” ujarnya. Selain memperoleh nilai sempurna Bahasa Jepang, hasil positif ini juga terasa semakin lengkap dengan lolosnya Dayu Intan ke Universitas Udayana melalui jalur SNMPTN pada Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik, Program Studi Hubungan Internasional. “Saya ingin ilmu Bahasa Jepang dan bahasa asing lainnya, bisa lebih matang lagi. Kemudian dapat diimplementasikan dalam bekerja, sehingga bermanfaat,” katanya. Sementara itu, Untung Wibawa cara belajarnya juga tidak biasa. Dia fokus dalam beberapa pekan mempersiapkan diri menghadapi ujian dan serius dalam masa karantina di sekolah. Tetapi, agar tidak tegang, seminggu sebelum ujian dia memilih menenangkan diri dengan tidak lagi menyentuh buku. Bahkan, Rahma, juga demikian, melahap seluruh materi Bahasa Jepang di kelas XII ketika masih kelas XI. Jadi, ketika duduk di bangku kelas XII, dia hanya melakukan pematangan materi saja. Kepala SMAN 1 Semarapura Dewa Gede Anom, S.Pd. mengatakan ini merupakan hasil positif bagi sekolah. Ini menjawab komitmen sekolah

Komang Untung Wibawa

Ida Ayu Ngurah Intan Marlina

Raman Agung Rahmani

Bali Post/gik

kepada orangtua siswa. Setelah pengumuman kelulusan, sementara ada 29 siswa yang lulus SNMPTN. Dia berharap, hasil ini memovitasi seluruh pihak di sekolah untuk selalu memberikan yang terbaik bagi almamater SMAN 1 Semarapura. (gik)

TEMU WIRASA - Bupati Suwirta saat memimpin agenda temu wirasa di Balai Banjar Bayuh Desa Kutampi, Nusa Penida, Senin (13/5) kemarin.

Temu Wirasa Nusa Penida

Bahas Persoalan Air hingga Infrastruktur Jalan TEMU Wirasa merupakan suatu kegiatan yang memiliki tujuan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Dalam temu wirasa masyarakat dapat memberikan saran maupun kritikan terkait program Pemkab Klungkung. Kali ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Klungkung mengadakan Temu Wirasa pertama tahun 2019 di Balai Banjar Bayuh Desa Kutampi, Nusa Penida pada Senin (13/5) kemarin. Turut hadir dalam Temu Wirasa pertama di tahun 2019 di Kecamatan Nusa Penida, yakni perbekel, bendesa dan tokoh masyarakat serta masyarakat Nusa Penida. Pada awal kegiatan temu wirasa, Bupati Suwirta menerangkan mengenai program Pemkab Klungkung yang sedang berjalan, yakni Perbup KTR dan Program inovasi TOSS, Satu Desa Satu TK Negeri. Selanjutnya, program ke depan, yakni Budi Daya Sayuran Hidroponik untuk KK Miskin, Angkutan Antar Jemput Siswa TK Negeri, Entrepreneur masuk Desa, Memberangkatkan Anak KK Miskin ke Kapal Pesiar dan program lainnya. Temu Wirasa ini lebih banyak membahas tentang permasalahan air, infrastruktur jalan hingga pengelolaan sampah. Ini terungkap pada sesi diskusi yang disampaikan I Nyoman Yoga. Dia mengharapkan agar air bersih bisa segera dapat dinikmati masyarakat Nusa Penida. Perbekel Desa Suana I Putu Rai Sudarta, menyarankan kepada instansi terkait agar pengelolaan sampah di Nusa Penida bisa berjalan dengan baik. Ketua Forum Perbekel I Ketut Gede Arjaya, menambahkan kepada instansi terkait, agar hasil pertanian di Nusa Penida bisa dibantu pada bagian pemasarannya. Ada juga Nyoman Sukada menambahkan agar pemerintah dapat membantu dengan memberikan dana untuk kegiatan yang melibatkan lansia. Terkait aspirasi itu, Bupati Suwirta menyampaikan terkait masalah air, dia menugaskan Direktur PDAM untuk berkantor selama 2 minggu di Nusa Penida. Tujuannya untuk menyelesaikan perencanaan dan

biaya yang diperlukan untuk merealisasikan 100 persen air bersih bagi masyarakat Nusa Penida. Ini diharapkan pada tahun 2020 sudah bisa terealisasikan. Terkait infrastruktur jalan, Bupati Suwirta meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung, agar segera menurunkan tim. Tujuannya untuk melakukan inventarisir panjang jalan yang belum terselesaikan di Nusa Penida. Ke depan akan ditindaklanjuti, dan terkait kemacetan yang terdapat di Pasar Toya Pakeh, Bupati Suwirta meminta dinas terkait untuk menata pedagang yang berjualan. Agar bisa berjualan di tempat yang sudah disediakan dan menata parkir

kendaraan. Terkait penggunaan Dana Desa, Bupati Suwirta menugaskan para perbekel untuk menggunakan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya untuk pembangunan kantor desa saja. Bupati Suwirta mengharapkan agar perbekel juga dapat menginventarisir jumlah KK Miskin untuk segera dikumpulkan ke Dinas Sosial agar segera ditindaklanjuti. Kepada para OPD, Bupati Suwirta mengharapkan agar OPD Pemkab Klungkung dapat segera menindaklanjuti proposal yang sudah masuk ke masing-masing OPD. Kemudian menguatkan inventarisir permasalahan yang terjadi di masyarakat sesuai dengan bidang pekerjaan masingmasing. (ad549)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 14 Mei 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Cpt 2 PRT+1B.Sitter Gj.2Jt,Tdr Dlm,HP.082237995324

B.BP.001.05.19.0000528

Dicari kary Reservasi & Sopir Hub.Bakas Adventure 0361287082

B.BP.004.05.19.0000526

BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel PkebunanResto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.05.19.0000486

Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000521

Cr Kolektor, Sopir, Telp:467606 Skr Tunjug XIIB/123AA,Gtsu Tmr B.BP.001.05.19.0000525

BIRO JASA

Bella Vista Coffe and Bar urgent need supervisor,captain Waitress,Waiter,Bartender,Cook Send CV direct to Padma Utara No.2 Legian Kuta Bali

B.BP.154.05.19.0000535

Cr PRT wanita tidur dalam gaji 1,5Jt keatas Tel.081529343788 B.BP.001.05.19.0000409

Dcr Surveyor(L)max 30th,Indohome Finance Jl.Cokroaminoto 165 Ubung(Samping Bank Mantap)

B.BP.001.05.19.0000514

Staf Manager Resto S1 Management Pariwisata,S1 Akutansi Lam Trbuka Bagi Tmtn 2018/2019 CV Krm ke WA/Hp:089551040008 shankararestohrd@gmail.com

Dbthkan staff cewek u/kantor Notaris di Kuta 0361758761 B.BP.154.05.19.0000536

Dicari Courier Motor Operasional,Sopir(Max28Th),Krm Jl .Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.05.19.0000357

Perusahaan Retail bth sgr tng Sales Staff Wanita/Pria,penampilan menarik.Pend.min SMU sedrajat max.27th&bs Bhs.Inggris lam.ke Jl.Umalas Lestari Br.Umalas Kauh Krobokan Kelod,Kuta Utara Badung Tlp.0361-4735440 B.BP.164.05.19.0000534

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dcr Sgr Pramuniaga/Kasir toko, penddk: min SMU/SMK, umur maks.25thn, belum menikah. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps atau email: kkb_pusat@yahoo.com G.02

Sarjana Sastra Bali, Sastra Indonesia tamatan 2018/2019 untuk editor Bhs. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv

DIJUAL MOBIL

TOYOTA

DISEWAKAN RUMAH

Disewakan 1 unit Rmh Jl.Sekuta 8D Sanur Hub.08164706634

HONDA

Toyota Avanza 13G 2012 putih 08123958591 harga 137 nego

B.BP.001.05.19.0000541

Honda CRV 2.4 Matic’2014 DK Merah Hati KM16rb BU servis record mulus HP/WA:0811392389

B.BP.001.05.19.0000538

Jl .salah 1 Freed’09 PSD VR17 135jt,Jazz12 149jt, 08123811345

B.BP.001.05.19.0000524

SUZUKI

BUC..!!! Karimun Th 2000 Silver.Hubungi:089651640709

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

SERVICE

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BENGKEL LAS

SERVICE

G.04

B.BP.004.05.19.0000523

PROPERTY

Avanza G 2014 Putih asBali mls prbd.082341251453/081933610070

BIRO JASA

B.BP.001.05.19.0000512

DIJUAL MOBIL

DAIHATSU

Dibtuhkan segera waiter/s cook helper Hub.Mini Rest, Jl. Legian No.77X Telp.0361-751651

B.BP.004.05.19.0000522

G.03

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Xenia R’16 Matic DK Putih 139 Jt,kond.bgs,mls.087861722981

Staf Admin SMTA.SMEA Lam Khuss Bagi Tmtn SMTA 2018,2019 Utk Perusahaan Money Changer,Mart Jl.Raya Pantai Kuta Lam krm ke balimoneychangertv@gmail.com Hp/WA : 085935320022

STM Listrik/Elektronik, Staf Bagian Teknik tamatan 2018/2019.Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.001.05.19.0000518 TOYOTA

Dilelang Toyota All New Avanza ’15 dan Suzuki Ertiga’15 Hubungi: 089619874461

B.BP.001.05.19.0000439

B.BP.004.05.19.0000540

B.BP.154.05.19.0000537

DIJUAL MOTOR HONDA

Promo Vario DP750rb Proses Krd Ckup KTP+KK Hub:0821 4693 4890 B.BP.001.05.19.0000511

PROPERTY

B.BP.001.05.19.0000509

PROPERTY DIJUAL TANAH

T.Kvl Jl.Pura Warung Blk Villa Anci Hp:081236877147 Kws Villa

B.BP.001.05.19.0000517

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual/Sewa Murah Ruko 2Lt SHM 104 tepi jalan utama Cokroaminoto cepat Hub.087856227779

B.BP.033.05.19.0000527

DIJUAL RUMAH

Dijual Rmh Type 36/100 Kediri Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83%/Bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.04.19.0000539

KEHILANGAN BPKB No.H04327222-O DK 870 IE An.A.A.Sumari Agung,SH

B.BP.001.05.19.0000508


BANGLI

14

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Konvoi Rayakan Kelulusan Sejumlah Siswa Diberikan Pembinaan Bangli (Bali Post) – Aksi corat-coret seragam dan konvoi kendaraan di jalan raya masih mewarnai perayaan kelulusan siswa SMA/SMK di Kabupaten Bangli. Seperti yang terlihat Senin (13/5) sore kemarin. Sejumlah pelajar meluapkan kegembiraannya dengan turun bergerombol ke jalan raya melakukan konvoi menggunakan sepeda motor. Beberapa dari mereka sempat dihentikan polisi untuk diberikan pembinaan. Informasi yang dihimpun Senin kemarin, aksi konvoi di jalan raya mulai dilakukan sejumlah pelajar sekitar pukul 11.00 Wita. Kebanyakan dari mereka melakukan konvoi ke arah Kintamani, dengan melalui jalur Susut dan Pengotan. Kasubag Humas Polres Bangli

Bali Post/ist

KONVOI - Sejumlah pelajar melakukan aksi konvoi di jalan raya diberikan pembinaan oleh petugas kepolisian.

AKP Sulhadi mengatakan, jumlah pelajar yang melakukan konvoi kemarin lumayan banyak. Meski demikian aksi konvoi yang dilakukan para pelajar kemarin tak sampai mengganggu pengguna jalan lainnya. Sebagian besar pelajar yang konvoi, kata Sulhadi, mematuhi aturan berlalu lintas seperti memakai helm dan membawa kelengkapan surat-surat. “Ada yang dihentikan petugas di dekat Penelokan. Mereka hanya diberi pembinaan dan diimbau supaya tidak berlebihan dalam meluapkan kegembiraannya,” ujarnya. Sulhadi mengatakan, pihak kepolisian tidak ada memberikan sanksi tilang terhadap pelajar yang melakukan konvoi kemarin. Polres Bangli lebih mengedepankan cara persuasif dengan mengimbau mereka agar tertib di jalan raya. Selain berkonvoi melintasi jalan raya, beberapa dari rombongan pelajar tersebut juga banyak yang merayakan kelulusannya dengan nongkrong-nongkrong di tempat wisata. (kmb40)

Di Pasar Loka Crana

Bupati Tegaskan Tak Boleh Ada Investasi Tempat Berjualan Bangli (Bali Post) –

Pengoperasian Pasar Loka Crana ditargetkan secepatnya. Dalam pengisian nanti, Bupati Bangli I Made Gianyar menegaskan hanya akan memberikan tempat berjualan kepada pedagang yang benar-benar ingin berjualan di pasar itu. “Yang boleh mencari tempat di sana hanya yang betul-betul pedagang dan mau berjualan. Tidak boleh ada pedagang cari tempat berjualan hanya untuk investasi kemudian disewakan lagi ke pedagang lainnya,” kata Bupati Made Gianyar saat ditemui, Senin (13/5) kemarin. Lebih lanjut dikatakan Made Gianyar, kalau nantinya ada pedagang di sana yang sudah mendapat tempat namun kemudian berhenti berjualan, maka tempat jualannya harus dikembalikan ke pemerintah. “Kita akan buatkan regulasi. Nanti tidak boleh ada sewamenyewa, kecuali dengan pemerintah,” tegasnya. Hal ini dimaksudkannya untuk memberikan rasa keadilan kepada masyarakat. Agar dalam pemanfaatan pasar Loka Crana nanti bisa berjalan lancar dan tidak ada masalah, pihaknya akan

melakukan simulasi. Menyangkut teknis pengisiannya, dan siapa-siapa saja pedagang yang akan menempatinya, disesuaikan dengan data base yang ada. Made Gianyar mengatakan jumlah pedagang yang ditampung di Pasar Loka Crana akan disesuaikan dengan kapasitas pasar. Tentunya yang diprioritaskan adalah pedagang lama. “Nanti orangnya yang menyesuikan tempat di sana. Bukan tempatnya menyesuaikan orang. Kalau tempatnya cukup seribu, pedagang hanya boleh seribu. Kalau yang lain

tidak dapat, silakan cari ditempat lainnya,” kata Made Gianyar. Sementara itu disinggung mengenai kapan target pengoperasian pasar, Gianyar hanya menyebut secepatnya. “Saya belum sempat panggil Disperindag. Saya targetkan pengisiannya secepatnya,” imbuhnya. Sebagaimana yang diketahui Pasar Loka Crana yang selesai dibangun akhir 2018 lalu sudah di-pelaspas April lalu. Upacara pamlaspasan dan mendem padagingan baru bisa dilaksanakan empat bu-

lan pascapembangunannya rampung, lantaran sebelumnya pasar tersebut sempat dipinjam KPU sebagai gudang logistik Pemilu. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli Nengah Sudibya saat itu belum bisa menyebutkan waktu pasti kapan pasar itu akan dioperasikan. Yang pasti peresmian pasar dilakukan setelah proses pemindahan pedagang selesai. Dijelaskan Sudibya, Pasar Loka Crana dibangun dua tahap. Pada tahun 2017, pembangunan dilakukan sebatas pada struktur. Kemudian di tahun 2018, pembangunan pasar dilanjutkan kembali hingga finishing. Sesuai perencanaan, lantai satu pasar Loka Crana akan difungsikan sebagai terminal kendaraan. Sementara lantai dua diperuntukan untuk pasar. (kmb40)

Bali Post/kmb40

SECEPATNYA - Pengoperasian Pasar Loka Crana ditargetkan secepatnya.

Satu Siswa SMK di Kintamani Tak Lulus

Bangli (Bali Post) – Seorang siswa SMK di Kabupaten Bangli dinyatakan tak lulus sekolah. Pasalnya siswa yang bersangkutan absen dalam ujian kompetensi kejuruan (UKK) yang digelar selama beberapa hari. Ketua MKKS SMK Kabupaten Bangli Wayan Suparta mengungkapkan siswa yang dinyatakan tak lulus sekolah itu bernama Gede Adi Mertajaya. Dia merupakan siswa Jurusan Kompetensi Keahlian Agribisnis Perikanan di SMKN 2 Kintamani. Siswa tersebut tak lulus lantaran tak mengikuti kegiatan UKK. “UKK itu adalah ujian untuk praktik kejuruan yang wajib diikuti siswa. Karena tidak ikut UKK, sehingga dia tidak memenuhi syarat kelulusan,” ungkapnya. Berdasarkan laporan yang diterimanya, alasan absennya siswa tersebut dalam UKK, tidak jelas. Pihak SMKN 2 Kintamani, kata Suparta, sudah sempat memfasilitasi, mengBali Post/ist

POHON - Sejumlah petugas melakukan pemangkasan pohon di jalur Suter-Rendang, Senin (13/5) kemarin.

Rawan Tumbang, Pohon di Jalur Suter Dipangkas

Bangli (Bali Post) – Keberadaan pohon di sepanjang jalur Suter, Kintamani rawan tumbang. Terlebih saat musim hujan dan angin kencang. Untuk mengurangi dampak bahaya dan risiko pohon tumbang, BPBD Bangli bersama pihak BKSDA, Senin (13/5) melakukan pemangkasan pohon di jalur tersebut. Pemangkasan pohon dilakukan sejumlah petugas BPBD. Selama proses pemangkasan berlangsung, petugas melakukan sistem buka-tutup arus lalin, lantaran pohon yang dipangkas ukurannya lumayan besar dan batangnya melintang ke jalan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, pohon yang dipangkas berjenis

albesia Bali dengan diameter lebih dari 30 cm dan panjang mencapai lebih dari 7 meter. Pemangkasan pohon dilakukan mengingat keberadaan pohon di kawasan hutan BKSDA itu sangat berisiko tinggi tumbang ke jalan raya yang merupakan jalur lalin ramai dilalui kendaraan. “Ini langkah antisipasi untuk keselamatan pengguna jalan, karena keberadaan pohon rawan tumbang mengarah ke atas jalan raya,” terangnya. Dalam kegiatan kemarin, pihaknya juga sekaligus melakukan pengecekan terhadap pohon lainnya yang berpotensi tumbang dan membahayakan pengguna jalan. “Kita masih cek. Kalau ada yang perlu penanganan, kami akan koordinasikan dengan BKSDA apakah nantinya ditebang atau di-

pangkas,” ujarnya. Kasi Kedaruratan dan Logistik Ketut Agus Sutapa menambahkan dalam kegiatan kemarin hanya satu pohon yang dipangkas yakni yang dinilai paling berisiko atau rawan tumbang. Selain di sepanjang jalur hutan Suter-Rendang, Agus mengatakan, pohon yang juga perlu dilakukan pemangkasan berada di jalur Kintamani-Singaraja. Di Jalur itu, banyak batang pohon yang menonjol ke jalan. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan BKSDA untuk bisa melakukan pemangkasan pohon yang dianggap rawan demi keselamatan pengguna jalan. “Tadi sudah koordinasi. Kita cari waktu untuk jadwal pemangkasan. Oleh BKSDA sudah diizinkan,” imbuhnya. (kmb40)

hubungi bahkan mencari siswa yang bersangkutan agar mau ikut ujian. Namun hasilnya nihil. Siswa tersebut tidak juga datang ke sekolah. “Jadi anak yang bersangkutan memang sepertinya tidak ada niat untuk ikut ujian,” terangnya. Dikatakannya bahwa kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan dan diputuskan masing-masing sekolah. Selain wajib mengikuti USBN, UN dan UKK, kriteria lain yang harus dipenuhi seluruh siswa untuk bisa lulus sekolah yakni menyelesaikan seluruh mata pelajaran di sekolah dan mendapat nilai minimal baik dalam penilaian sikap. Sementara itu, Kepala SMKN 2 Kintamani Nyoman Muliawan dikonfirmasi terpisah membenarkan bahwa salah satu siswanya tak lulus sekolah tahun ini. Penyebabnya siswa yang bersangkutan absen dalam UKK. “Mulai dari pra UKK. Dari empat kali pra UKK, hanya satu kali dia ikut. Sementara saat UKK, dari 3

kali UKK, sama sekali dia tidak ikut,” ungkapnya. Muliawan mengatakan pihaknya sejatinya sudah beberapa kali mencoba melakukan pendekatan terhadap siswa tersebut agar datang ke sekolah mengikuti ujian. Akan tetapi tak berhasil. Pihak sekolah bahkan sempat mendatangi rumahnya. Namun siswa yang bersangkutan tidak ada di rumah lantaran sedang bekerja. “Sebelum ujian kita sudah jajaki saat pra UKK,

Saat itu, kata orang tuanya siswa tersebut masih ke gunung mengantar tamu. Kita suruh agar datang ke sekolah, tapi dia tidak juga mau hadir,” jelas Muliawan. Lantaran absen dalam UKK, pihak sekolah memutuskan tak meluluskan siswa itu. Meski demikian, pasca pengumuman kemarin, pihak sekolah masih memberikan peluang terhadap siswa tersebut untuk mengulang pendidikannya kembali di kelas XII. (kmb40)


Selasa Wage, 14 Mei 2019

Jumlah Atlet Biliar Disesuaikan Anggaran Denpasar (Bali Post) – Pengurus Besar (PB) POBSI sudah menurunkan kuota atlet yang bisa ditampilkan Pengurus Provinsi (Pengprov) POBSI se-Indonesia pada Pra-PON yang akan digelar di Puslatnas POBSI Jakarta, 21-30 Agustus mendatang. Kepastian ini diterima Pengprov POBSI Bali beberapa hari lalu. Pada nomor pool putra A, pool putra B dan pool putri, setiap provinsi mendapat jatah empat atlet. Sementara pada snooker dan nomor english billiard, semua provinsi hanya boleh menerjunkan dua atlet. Menurut Wakil Ketua Umum POBSI Bali Willy Soedarno, meski atlet per nomor atau per disiplin jumlahnya banyak, pihaknya akan mengirim lebih sedikit atlet demi efektivitas dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. ‘’Khusus pada nomor carom, setiap provinsi bisa mengirim tiga atlet. Namun, kami tak menurunkan atlet karena tak punya pebiliar di spesialisasi nomor itu dan sarananya seperti meja carom tidak ada di Bali,’’ jelasnya di Denpasar, Senin (13/5) kemarin. POBSI Bali sudah memiliki tim bayangan yang akan ditampilkan di Pra-PON. Tim yang dibentuk berdasarkan prestasi ini beranggotakan Irwan Limardi, Made Tirta atau Marsel dan Oei Kim Han (atlet pelatda), Edy Wirawan (King Kong), Gede Putra (Kobar) dan pebiliar putri Desak Raka Kasih Ariati. Akhir Juni nanti akan ada seleksi lagi untuk mencari tiga pebiliar putra dan satu putri. Sementara tim definitif Pra-PON bakal dibentuk pertengahan Juli. ‘’Jadi, persiapan matangnya sekitar satu setengah bulan, kami kira cukup. Tidak ada uji coba sebelum Pra-PON karena pebiliar sudah mengikuti beberapa ajang sebelumnya baik tingkat nasional maupun internasional,’’ tegas Willy. (kmb)

Sumber Air Selain itu, Koster juga menegaskan akan menyiapkan kebijakan tentang perlindungan sumber-sumber air di Bali seperti mata air, danau dan sungai. ‘’Tidak boleh ada polusi, tidak boleh ada yang buang sampah sembarangan, sumber air harus terjaga, bersih dan sehat. Di sekitarnya terjaga alamnya, pepohonannya. Ini penting karena berdasarkan studi dengan menjaga sumber air saja, bisa meningkatkan angka harapan hidup penduduk di suatu wilayah,’’ papar pria kelahiran Sembiran, Buleleng ini. ‘’Karena sumber air yang tercemar bisa memicu penyakit,’’ tambahnya. Di samping itu, soal standardisasi bahan pangan juga menjadi sorotan Gubernur Koster. Karena makanan sehat juga menjadi salah satu indikasi tingkat kesehatan. ‘’Akan kami standardisasi semua, apalagi untuk kebutuhan pariwisata. Bahan pangan yang masuk ke hotel, misalnya. Karena Bali ini sangat sensitif terhadap isu kesehatan. Jadi skemanya akan kami ubah. Kita berangkat dari lingkungan yang sehat, makanan dan air yang sehat. Bukan dengan menambah rumah sakit,’’ katanya. Pada kesempatan yang sama, Menkes Nina Moeloek mengapresiasi provinsi serta kabupaten/kota se-Bali yang sudah berada dalam wilayah zero malaria alias bebas dari wabah malaria. ‘’40 persen penyakit itu disebabkan oleh lingkungan. Jika semua berperilaku baik, kita akan lebih mudah mengatasi penyakit. 2030, kita ditargetkan WHO untuk bebas malaria tanpa adanya komitmen, saya kira tidak akan bisa tercapai. Saya harapkan semua daerah bisa turut berkomitmen memberantas malaria ini,’’ harap Menkes. Sementara itu, Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut eliminasi malaria merupakan komitmen global. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2018, sebanyak 285 kabupaten di Indonesia telah mendapatkan sertifikat eliminasi malaria. ‘’Pemerintah daerah yang berhasil harus mampu terus berupaya mempertahankan capaiannya tersebut, sehingga kasus malaria tidak ditemukan kembali,’’ tegasnya mengingatkan. Para gubernur, lanjut Mendagri, diimbau untuk terus memperhatikan program

strategis pemerintah pusat yang salah satunya mencakup penanganan malaria. ‘’Kami di Kemendagri siap untuk mendukung dan memfasilitasi usaha penanganan malaria ini di tingkat daerah tentu bersama Kemenkes. Sebaliknya, pemerintah daerah juga wajib untuk mendukung program eliminasi malaria menyeluruh di Indonesia,’’ tutup Tjahjo. Pada akhir acara tersebut, para gubernur se-Jawa dan Bali melakukan penandatanganan komitmen eliminasi malaria tingkat regional Jawa-Bali. Kemudian diikuti pemberian sertifikat eliminasi malaria kepada 11 bupati yang tahun ini berhasil mencapai status bebas malaria. Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pembacaan komitmen untuk eliminasi malaria oleh Gubernur se-Jawa-Bali yang dipimpin oleh Gubernur Koster. Adapun isi dari komitmen itu, pertama, mencapai eliminasi atau bebas malaria tingkat provinsi paling lambat pada tahun 2020. Kedua, membuat regulasi untuk pencapaian eliminasi dan pemeliharaan anggaran eliminasi malaria. Ketiga, mengalokasikan anggaran untuk mempertahankan kegiatan daerah eliminasi malaria dalam rangka mencegah penyebaran malaria dan kesiapsiagaan masyarakat yang luar biasa melalui APBD Provinsi dan sumber lain. Terakhir, penguatan komitmen kepentingan untuk mencapai Linmas dan pemeliharaan bebas malaria meliputi survei malaria, penguatan diagnosis dini malaria, dan mengobati dengan tepat, penguatan dalam munculnya kasus baru malaria serta penguatan jejaring kemitraan dalam rangka pencegahan malaria dan pengendalian faktor risiko. (kmb)

OLAHRAGA

15

City akan Lebih Kuat Musim Depan London – Manchester City akan lebih kuat setelah menjadi tim pertama dalam satu dekade yang mampu mempertahankan gelar Liga Utama Inggris. City menjadi juara musim 2018-2019 setelah menundukkan Brighton 4-1 pada Minggu (12/5) malam, unggul satu angka atas peringkat kedua Liverpool yang mengalahkan Wolves 2-0 di Anfield. City menyelesaikan kompetisi dengan 98 poin, tertinggi kedua dalam sejarah Liga Primer. Meraih 14 kemenangan di akhir musim, City adalah tim pertama yang mempertahankan gelar sejak Manchester United melakukannya pada 2009. Pasukan Pep Guardiola juga bisa menjadi tim pertama yang memenangkan treble domestik di Inggris jika menang atas Watford di final Piala FA akhir pekan depan. Ketika merengkuh gelar pertama kalinya di bawah Guardiola tahun lalu, City meraih 100 poin dalam 38 laga. Empat gol City ke gawang Brighton masing-masing dihasilkan Sergio Aguero pada menit ke-28, Aymeric Laporte (38), Riyad Mahrez (63) dan Ilkay Gundogan (72). Sementara dua gol Liverpool ke jala Wolves diborong Sadio Mane (17 dan 81). Guardiola sudah melihat

musim depan dan akan memperkuat pasukannya untuk mengulangi prestasi memenangkan tiga gelar berturut-turut yang dicapainya di Barcelona dan Bayern Munich. ‘’Kemenangan sangat membuat ketagihan dan tentu saja dalam beberapa hari kami memiliki Piala FA,’’ kata pria Spanyol yang telah memenangkan delapan gelar liga dalam 10 musim sebagai pelatih ini. Menurutnya, City akan bersiap dengan baik dan mengambil keputusan yang tepat untuk musim depan agar lebih kuat. ‘’Liverpool dan yang lainnya akan lebih baik. Saya pikir (Manchester) United harus kembali, Chelsea satu tahun lagi dengan (Maurizio) Sarri akan lebih baik, Tottenham telah sampai ke final Liga Champions dan Arsenal melakukan apa yang harus mereka lakukan. Kami menerima tantangan dan saya

berjanji kepada Anda kami akan kembali dan saya merasa kami akan lebih kuat musim depan,’’ tegas Pep. Manajer Liverpool Juergen Klopp memuji City tetapi juga berjanji timnya akan kembali. ‘’Mereka memiliki 198 poin dalam dua tahun, itu istimewa. Kami membuat langkah besar. Ini hanya langkah pertama. Kami akan ke sana lagi,’’ ujarnya kepada BBC. Di tempat lain, Tottenham memastikan posisinya di empat besar setelah ditahan Everton 2-2. Arsenal mengalahkan Burnley 3-1 dan Chelsea mengamankan tempat ketiga meski ditahan imbang tanpa gol di Leicester. Sementara Manchester United di bawah Ole Gunnar Solskjaer menyelesaikan musim dengan kekalahan 0-2 di kandang dari Cardiff yang terdegradasi. Pemain depan Liverpool Mohamed Salah berbagi peng-

Taman Budaya Ada ribuan seniman yang dilibatkan, baik kontingen kabupaten/kota maupun kontingen luar daerah dan luar negeri. Setelah itu dilanjutkan dengan pembukaan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali. ‘’Presiden RI akan hadir memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi PKB XLI di Ardha Candra,’’ ujar Rektor ISI Denpasar ini. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, PKB harus menjadi ajang pemajuan kebudayaan Bali. Terutama upaya perlindungan dan pelestarian seni-seni klasik maupun tradisi. Di samping harus mengandung pula dimensi pengembangan dan pemberdayaan. ‘’Dari segi isi sudah ada pelestarian, pengembangan dan pemberdayaan. Cuma ini masih dominan pada pelestarian,’’ ujarnya. Khusus untuk pawai, Koster melihat konsep keseluruhan sudah rapi. Namun, pihaknya lebih cenderung mengundang Presiden untuk hadir di pembukaan ketimbang melepas pawai tersebut. Pertimbangannya, pawai memakan waktu cukup lama yakni dua jam. Ditambah suasana panas dan krodit, sehingga kurang rep-

resentatif bagi Presiden untuk menyapa masyarakat. Sementara di Ardha Candra, dinilai akan lebih tertib, nyaman, dan megah, sehingga arahan Presiden bisa lebih didengarkan oleh audiens. ‘’Namun kita masih berupaya supaya beliau mau hadir saat pawai dan pembukaan,’’ imbuh Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster juga sempat menyinggung soal stan-stan pameran, yang pada PKB tahun ini tidak dikenakan biaya sewa alias gratis. Peserta pameran tetap melalui proses

seleksi di Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk disesuaikan dengan kriteria dan kuota stan. Pihaknya menyadari pelaku industri kecil dan menengah memiliki keuntungan yang tidak banyak. Jika mereka masih dibebani dengan biaya sewa, tentu akan sulit untuk maju. Belum lagi pendapatan dari sewa stan sebetulnya tidak terlalu besar untuk Pemprov Bali. ‘’Kalau dulu bayar, era baru tidak bayar. Sudah ada pergub baru untuk menggratiskan,’’ pungkasnya. (kmb32)

Bali Post/afp

PIALA – Sergio Aguero dan Nicolas Otamendi membawa Piala Liga Utama Inggris yang direbut Manchester City. hargaan Sepatu Emas Liga Primer dengan rekan setimnya Sadio Mane dan Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) yang sama-sama mencetak 22 gol. Spanyol Dalam kompetisi La Liga Spanyol yang memasuki pekan ke-37, Real Madrid kembali

menelan kekalahan kali ini dari tuan rumah Real Sociedad dengan skor 1-3. Madrid tetap di posisi ketiga klasemen dengan raihan 68 poin di bawah sang juara Barcelona (86) yang mengalahkan Getafe 2-0 dan Atletico Madrid (75) yang ditahan tamunya Sevilla 1-1. (afp/kmb)

Raja Buduh

kasi. PKB agar bisa dijadikan panutan untuk hal-hal tertentu seperti dalam berbusana atau tata bahasa. Sebagai contoh, istri Gubernur Bali ini seringkali bingung melihat payas agung yang mestinya untuk acara pernikahan malah dipakai oleh MC. Padahal filosofi riasan tersebut sangat agung. Tatanan ini harus dikembalikan sehingga ada perbedaan antara busana atau riasan untuk sendratari, teater atau kegiatan keagamaan. ‘’Itu hal-hal kecil, mulai dari ajang PKB kita mencerahkan kembali sesuatu yang sudah tergradasi,’’ jelasnya. (kmb32)

Selain itu, Putri Suastini juga mengkritisi penabuh dalam festival gong kebyar yang riasannya semakin lama justru seperti ‘’raja buduh’’. ‘’Kita ingin penabuh itu yang simpel dan gentle. Geraknya juga ditata mengikuti irama, tidak harus dia ngagem seperti orang benarbenar menari,’’ imbuhnya. Putri Suastini menambahkan, semangat PKB adalah untuk melestarikan, mengembangkan, dan edu-


balipost http://facebook.com/balipost

Kursi Berkurang Satu, Gerindra Masih Bisa Bentuk Fraksi

Perolehan Kursi DPRD Bali

GOLONGAN KARYA

HANURA

PARTAI NURAI RAKYAT

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Selasa Wage, 14 Mei 2019

Golkar Kehilangan Tiga Kursi di DPRD Bali

2014 24

2019 33

GOLKAR GERINDRA DEMOKRAT

11

8

7

6

8

4

NASDEM HANURA PSI

2

2

1

1

0

1

PAN PKPI

1

0

1

0

PDI-P

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

profil Man Ligir Rebut Kursi Dewan Denpasar

Perjuangkan Gaji Karyawan Pasar dengan Konsep ’’Manyama Braya’’

I Nyoman Sumardika atau yang lebih akrab dikenal Man Ligir adalah salah satu calon legislatif (caleg) pendatang baru (new comer) dari PDI-P yang berhasil merebut kursi DPRD Kota Denpasar periode 2019-2024 Dapil Denpasar Utara. Berdasarkan hasil perhitungan tingkat Kota Denpasar, mantan Kepala Pasar Loak ini berhasil meraup dukungan 3.735 suara. Pengusaha jasa dekorasi pesta dan upacara ini tak menyangka suara yang diperolehnya cukup besar, bahkan melampaui target awal 3.000 suara. ‘’Awalnya saya target tidak lebih dari 3.000 suara,’’ ujar Man Ligir saat dikonfirmasi, Senin (13/5) kemarin. Berdasarkan pengalamannya sebagai Kepala Pasar Loak, Kepala Pasar Badung dan Kumbasari (shift malam) dan terakhir menjabat Kepala Bagian Pengawasan dan Keamanan Pasar Badung, Man Ligir berharap bisa duduk di Komisi C yang membidangi ekonomi. Ia merasa menguasai persoalan di komisi tersebut, dengan harapan bisa mengangkat derajat karyawan di pasar yang gajinya saat ini masih sangat kecil di bawah UMR. Kendati demikian, pihaknya mengaku siap ditempatkan di komisi mana pun, yang penting mampu menyerap aspirasi dan menuntaskan persoalan warga Denpasar melalui kewenangannya sebagai legislator dengan konsep ‘’Manyama Braya’’. Seperti masalah kesehatan, pendidikan dan masalahmasalah sosial budaya lainnya. Bahkan, sebagai langkah awal, Ligir mengaku telah membentuk grup komunikasi WhatsApp beranggotakan warga di seputaran dapilnya untuk memudahkan komunikasi. ‘’Saya berjanji tidak akan enteg sebeng setelah menjadi DPRD. Rumah saya tetap terbuka, saya juga tetap seperti dulu, mamberi makan ternak dan ikut memasang tenda saat waktu luang. Konsep saya manyama braya,’’ tandasnya. Pria yang aktif di PDI-P sejak tahun 1999 ini menyoroti situasi di tengah masyarakat pasca-pemilu serentak. Pihaknya menegaskan para peserta pemilu wajib mendinginkan situasi, bukan malah memprovokasi. Ia mengajak caleg yang belum terpilih dan simpatisannya untuk menerima keputusan resmi dari KPU, serta menyarankan pihak yang belum puas agar menempuh jalur konstitusional. ‘’Sekarang lupakan dulu perbedaan warna. Karena pemimpin maupun wakil rakyat terpilih adalah milik semua golongan,’’ pungkasnya. (win)

Denpasar (Bali Post) Perolehan kursi Partai Gerindra di DPRD Bali pada Pemilu 2019 menurun satu kursi bila dibandingkan pemilu sebelumnya. Meski demikian, partai ini masih bisa membentuk satu fraksi tersendiri. Sekalipun berkurang satu kursi, namun Gerindra kini masuk dalam jajaran tiga besar perolehan suara terbanyak di DPRD Bali. ‘’Gerindra bisa membentuk fraksi gemuk. Kan juara III sekarang, naik peringkatnya. Kalau kemarin 7 kursi, kita peringkat ke-4. Sekarang 6 kursi, peringkat ke-3 di bawah PDI-P dan Golkar,’’ ujar Ketua DPC Gerindra Karangasem yang juga Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Suyasa dikonfirmasi, Senin (13/5) kemarin. Dari enam kursi tersebut, lanjut Suyasa, empat di antaranya diisi oleh wajah baru. Yakni I Wayan Disel Astawa dari Dapil Badung yang merupakan mantan politisi PDI-P, I Kade Darma Susila dari Dapil Jembrana, Nyoman Ray Yusha dari Dapil Buleleng, dan I Ketut Juliarta dari Dapil Klungkung. Sementara dua lainnya merupakan incumbent yakni dia sendiri dari Dapil Karangasem dan I Gde Ketut Nugrahita Pendit dari Dapil Tabanan. Di

antara keenam caleg Gerindra yang lolos ke DPRD Bali, Suyasa bahkan tercatat meraih suara tertinggi yakni 15.638 suara dan merupakan politisi senior di Gerindra. Bisa dikatakan, peluangnya cukup besar untuk kembali menduduki posisi Wakil Ketua DPRD Bali. ‘’Posisi pimpinan dewan di Gerindra antara lain ditentukan oleh senioritas, loyalitas, kemudian struktur, perolehan suara dan pengalaman. Kita serahkan kepada DPP-lah, serahkan kepada Bapak Ida Bagus Putu Sukarta,’’ pungkasnya.

Suara Golkar Buleleng Naik Sementara itu, Partai Golkar akhirnya harus merelakan tiga kursinya hilang di DPRD Bali. Tiga incumbent yang gagal mempertahankan kursi-kursi tersebut yakni I Made Dauh Wijana dari Dapil Gianyar, Ida Bagus Pada Kusuma dari Dapil Badung, dan Ida Bagus Gede Udiyana dari Dapil Denpasar. Sekretaris DPD Golkar Bali I Nyoman Sugawa Korry mengatakan penurunan jumlah kursi dari 11 menjadi 8 tidak lepas dari berbagai masalah organisasi secara internal. Baik di tingkat nasional maupun daerah serta gempuran masif dari

I Nyoman Sugawa Korry para kandidat partai lain. Namun di tengah penurunan ini, perolehan suara untuk tingkat provinsi khusus di Buleleng justru mengalami kenaikan. ‘’Walaupun sebagian besar partai di luar PDI-P raihan suaranya menurun, tetapi perolehan suara Partai Golkar naik cukup signifikan. Tahun 2014 perolehan suara 48.000 dan untuk tahun 2019 mencapai 54.500 atau naik sekitar 6.500 suara,’’ ujar politisi asal Buleleng ini. Menurut Sugawa Korry, tidak tercapainya target provinsi juga dise-

Wapres: Tuduhan KPPS Meninggal Akibat Diracun Itu Berlebihan Jakarta (Bali Post) – Munculnya tuduhan meninggalnya petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) karena diracun, mengundang keresahan di masyarakat. Tidak ada motif yang dianggap logis dari tuduhan petugas KPPS diracun. Terutama mengenai tujuan dan keuntungan yang didapatkan. Karena itu tuduhan anggota KPPS meninggal akibat diracun dinilai berlebihan. Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Senin (13/5) kemarin. Wapres JK mengatakan tidak ada motif yang masuk akal untuk memberikan racun kepada anggota KPPS, apalagi bertujuan memberikan suara lebih kepada pasangan calon tertentu. ‘’Tuduhan bahwa itu diracun, itu berlebihan saya kira. Apa keuntungannya meracun? Mau apa? Mau mendapat suara?

’’Tuduhan bahwa itu diracun, itu berlebihan saya kira. Apa keuntungannya meracun? Mau apa? Mau mendapat suara? Bagaimana mungkin? Jadi, tidak begitu saja, segala sesuatu harus kita periksa motifnya.’’ Wakil Presiden RI Jusuf Kalla

Bagaimana mungkin? Jadi, tidak begitu saja, segala sesuatu harus kita periksa motifnya,’’ kata Wapres JK kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Senin kemarin. Dugaan yang menyebabkan ratusan anggota KPPS meninggal akibat diracun tersebut menyebabkan adanya dorongan untuk melakukan visum kepada jenazah penyelenggara pemilu tersebut. Capres Prabowo Subianto juga turut menyarankan dilakukan tes visum terhadap jenazah anggota KPPS tersebut. Terkait dengan hal itu, Wapres mengatakan bahwa visum bisa saja dilakukan selama pihak keluarga korban memberikan izin. ‘’Ya, terserah keluarganya, visum kan harus ada izin keluarga,’’ katanya. Sedikitnya 456 petugas penyelenggara pemilu meninggal dunia diduga karena kelelahan melaksanakan tugas pemungutan dan penghitungan suara pada pemilu serentak, 17 April 2019. Verifikasi terhadap petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit masih dilakukan hingga 22 Mei. (ant)

DPTb Bali Sempat Dipersoalkan di Rekapitulasi Suara Nasional Pindah Memilih Terbanyak di Badung dan Denpasar

Denpasar (Bali Post) Badung dan Denpasar menjadi dua daerah yang terbanyak dalam menampung pemilih yang pindah. Dibandingkan kabupaten lainnya di Bali, jumlah daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) di Badung dan Denpasar jumlahnya cukup signifikan. Dari total pemilih pindah sebanyak 19.095 orang, DPTb Kabupaten Badung sebanyak 5.930 orang dan DPTb Denpasar sebanyak 7.680 orang. Tingginya DPTb dua daerah di Bali, Badung dan Denpasar, sempat menjadi pertanyaan dalam reka-

pitulasi penghitungan perolehan suara nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan, tingginya jumlah pindah memilih di Badung dan Denpasar karena faktor kerja dan sekolah. Kedua daerah tersebut menjadi pusat tempat tinggal bagi mahasiswa dan perantau pencari kerja. ‘’Untuk Denpasar, banyak kampus sehingga mahasiswa lebih mendominasi pindah memilih,’’ katanya. DPTb lebih banyak pada pemilihan presiden. Mereka yang dari luar Provinsi Bali mendapatkan satu

surat suara untuk pemilu capres dan cawapres saja. Sedangkan pindah memilih dari lintas kabupaten dalam satu provinsi mendapatkan tiga surat suara yakni, DPD, DPR-RI dan capres dan cawapres. Sebagai informasi, DPTb ada di semua kabupaten di Bali namun jumlahnya tidak sebanyak Badung dan Denpasar. di Buleleng DPTb berjumlah 1.215 orang, Gianyar 1.091 suara, Tabanan 907 orang, Karangasem 906 orang, Jembrana 567 orang, Klungkung 491

Buntut Keterlambatan Logistik Pemilu

Komisioner dan Sekretariat KPU Buleleng akan Dilaporkan ke DKPP Denpasar (Bali Post) Keterlambatan pendistribusian logistik pemilu 17 April 2019 di Kabupaten Buleleng, berbuntut pada pelaporan Komisioner dan Sekretariat KPU Buleleng ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Senin (13/5) kemarin, Bawaslu Bali sedang mempersiapkan dokumen yang akan dibawa ke DKPP. Laporan Bawaslu Buleleng yang akan dilanjutan ke DKPP ini adalah dugaan tidak profesionalnya Komisioner dan Sekretariat KPU Buleleng dalam melaksanakan tugasnya yakni dalam soal mendistribusikan logistik pemilu. Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bali I Wayan Wirka saat dikonfirmasi membenarkan hal itu.

babkan oleh beberapa Ketua DPD Golkar kabupaten yang tidak maju sebagai caleg. Seperti Ketua DPD Golkar Badung I Wayan Muntra, Ketua DPD Golkar Tabanan Ketut Arya Budi Giri, dan Ketua DPD Golkar Klungkung I Made Ariandi. ‘’Kalau saja ketua-ketua DPD tersebut masuk sebagai caleg, pastilah bisa menyumbangkan suaranya sehingga bisa mengamankan dan menambah suara di kabupaten-kabupaten tersebut,’’ jelas Wakil Ketua DPRD Bali ini. (kmb32)

Namun, Bawaslu Bali dalam hal ini belum meregistrasi laporan tersebut ke DKPP. ‘’Alasannya, masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi oleh Bawaslu Buleleng,’’ katanya. Atas rencana Bawaslu Bali yang akan melaporkan penyelenggara pemilu di Kabupaten Buleleng, Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menanggapi dengan penekanan bahwa asalkan laporan yang dilakukan oleh Bawaslu Bali itu proporsional saja. ‘’Silakan lapor, Bawaslu saya harap proporsional,’’ katanya. Menurut Lidartawan, logistik pemilu merupakan urusan sekretariat bukan komisioner KPU. Walapun dalam hal ini ada divisi logistik dalam komisioner, namun hal itu hanya bersifat mengontrol. Tugas pokok dari

komisioner KPU adalah kebijakan. Untuk pengelolaan logistik, mulai dari bagaimana melakukan packing, melipat, dan teknis mengirimnya, itu merupakan urusan dari sekretariat. Lidartawan mengakui memang kecewa dengan Sekretariat KPU Buleleng. Dari awal, komunikasi sudah tidak bagus akibat tugasnya tidak bagus. ‘’Kami sudah lakukan peringatan dalam setiap pertemuan namun tetap saja tidak ada perbaikan,’’ katanya. Bahkan, dalam hal urusan kinerja dari Sekretariat KPU ini tidak bagus sudah disampaikan ke Bupati Buleleng. Akan tetapi karena alasan tertentu sehingga evaluasi belum bisa dilakukan. Atas rencana pelaporan komisioner KPU Buleleng oleh Bawaslu

Bali ini, Lidartawan menyatakan siap menjadi saksi nantinya. ‘’Kita akan ungkap yang sebenarnya terjadi dalam penyiapan logistik hingga pendistribusiannya,’’ tegasnya serta berencana akan segera memanggil Komisoner dan Sekretariat KPU untuk melakukan rapat evaluasi logistik pemilu. Sebagaimana diberitakan Bali Post sebelumnya, pemilu serentak di beberapa TPS di Kabupaten Buleleng sempat ditunda dua jam akibat dari terlambatnya distribusi logistik. (kmb16)

orang, dan Bangli 309 orang. Sementara itu dari data hasil pleno pemilu, jumlah pengguna hak pilih karena pindah memilih (DPTb) sebanyak 19.095 orang. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah data pemilih dalam DPTb sebanyak 23.156 orang. Dengan demikian, ada 4.061 orang yang tercatat dalam DPTb yang tidak menggunakan hak pilihnya. (kmb16)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 14 Mei 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu