terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 205 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
Hukuman Sudikerta Turun Enam Tahun
Gamelan di Serongga Kaja Hilang
Pasien Pengawasan Corona Membaik
Hukuman mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di tingkat banding diturunkan. Pengadilan Tinggi Denpasar memangkas hukuman Sudikerta setengahnya dari vonis hakim PN Denpasar yang memutus 12 tahun.
Daun dua buah gamelan kantil di Banjar Serongga Kaja, Gianyar, hilang. Aksi pencurian ini baru diketahui pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengambil sampel dari pasien pengawasan Covid-19 yang dirawat di RSU Negara, Jumat (13/3) siang. Kini kondisi pasien yang sebelumnya sempat transit di Singapura membaik. Jembrana | HAL. 11
Gianyar | HAL. 6
Denpasar | HAL. 2
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Bangkit Bersama Hadapi Masalah Bali
Desa Adat Harus Berinovasi Semarapura (Bali Post) Persoalan sampah mesti mendapat perhatian. Pengelolaan sampah mesti berbasis sumber. Tuntaskan penanganan sampah di desa. ‘’Jangan sampai penanganan sampah hanya bermodalkan pola pemindahan tempat saja. Harus diolah di sumbernya, sehingga Bali bisa bersih,’’ kata Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster saat sosialisasi Program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, m e w u judkan Bali
PERMASALAHAN utama dan mendasar dihadapi Bali saat ini adalah yang berkaitan dengan alam Bali, krama (manusia) Bali dan kebudayaan Bali. Permasalahan dan tantangan tersebut dijawab Pemprov Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Maknanya, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra saat kegiatan sosialisasi program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’’ di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Jumat (13/3) kemarin. Kegiatan itu digagas Yayasan Dharma Naradha, Kelompok Media Bali Post (KMB) didukung Sampoerna untuk Indonesia. Acara tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Asisten III Sekda Klungkung Wayan Sumarta dan Pimpinan Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha, dan sepuluh bendesa desa adat di Klungkung. Kesepuluh bendesa adat itu yakni Bendesa Desa Adat Manduang,
Semarapura, Akah, Gelgel, Selisihan, Cucukan, Budaga, Tegak, Tangkas dan Kemoning. Selain itu, hadir pula ratusan siswa dari SMAN 1 Semarapura, SMAN 2 Semarapura dan SMA Pariwisata Saraswati, Klungkung. Hadir pula Ketua Gatriwara Klungkung dan Ketua TP PKK Klungkung. Dikatakannya, pengimplemen-
Bersinergi Tangani Corona dan DB Oleh: GPB Suka Arjawa
TIGA orang warga Indonesia yang terkena virus Corona telah tersembuhkan. Ini merupakan kabar gembira di tengah tiga puluhan orang yang terjangkit penyakit tersebut. Kita berharap bahwa kesembuhan itu memberikan pesan positif kepada masyarakat dan berharap juga ini merupakan wujud daya tahan fisik dari rata-rata masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Perasaan ini memberikan rasa optimis bahwa masyarakat dapat tersembuhkan dari penyakit itu. Politik keterbukaan dengan mengumumkan kesembuhan yang langsung dilakukan oleh Menteri Kesehatan merupakan upaya positif untuk menumbuhkan sikap optimis dari masyarakat. Sikap ini sendiri dipercaya merupakan bagian dari cara penyembuhan dari penyakit itu. Akan tetapi, harus juga diketahui bahwa telah ada seorang yang meninggal dari penyakit ini, meski dia orang asing. Di sini, ada kesan ketertutupan terhadap keterjangkitan penyakit ini. Dia adalah warga negara asing yang dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. Boleh dikatakan warga di Bali terkejut dengan kematian yang terjadi di rumah sakit yang kebetulan berdekatan dengan pasar dan perguruan tinggi tersebut. Sebagian telah ada yang mengutarakan kekhawatirannya apabila tidak ada langkah serius untuk menangani masalah ini. Hal. 11 Indonesia Harus
Bali Tak Perlu Diisolasi Coronavirus Disease (Covid-19) yang terus meluas menjadi pandemi di dunia, disikapi sejumlah negara dengan mengisolasi negaranya. Bagaimana dengan Bali?
Harian DENPOST Ogoh-ogoh Unik di Gulingan Ogoh-ogoh hasil karya ST Dira Dharma, Banjar Lebah Sari, Gulingan, Mengwi, Badung, unik karena berbahan hampir 95 persen ramah lingkungan. www.denpost.id
Era Baru’’, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Jumat (13/3) kemarin. Sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ itu disambut antusias masyarakat Klungkung maupun kalangan yowana meliputi siswa SMAN 1 Semarapura, SMAN 2 Semarapura dan SMA Pariwisata Saraswati Klungkung. Sebagaimana program Gubernur Bali yang tertuang dalam Pergub Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengolahan Sampah Berbasis Sumber, maka penanganan sampah harus tuntas di desa. ‘’Sampah harus selesai ditangani langsung dari sumbernya. Jadi sampah di desa, sumbernya di sana, dikelolanya juga harus di sana. Sampah kok dipindah? Harusnya sumbernya dari desa, enyahkan di desa. Hal. 11 Bergerak Siapkan
Putri Suastini Koster Ketua TP PKK Bali
OPINI
www.bisnisbali.com
tasian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini telah dituangkan ke dalam 22 misi yang menjadi arah kebijakan pembangunan Bali sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana. Hal. 11 Dukung Prioritas
’’Sampah harus selesai ditangani langsung dari sumbernya. Jadi sampah di desa, sumbernya di sana, dikelolanya juga harus di sana. Sampah kok dipindah? Harusnya sumbernya dari desa, enyahkan di desa. Kalau semua dibawa ke TPA Suwung, di sana lamalama pun ‘meledak’. Bali harus menjadi contoh.’’
Harian Bisnis Bali
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Segera Gunakan Dana Desa Adat Semarapura (Bali Post) Bendesa adat diminta segera menggunakan anggaran dana desa adat yang diberikan Pemerintah Provinsi Bali untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (Dinas PMA) I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. saat sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mewujudkan Bali Era Baru’’ di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Ju-
mat (13/3) kemarin. Dikatakannya, alokasi dana desa adat sudah cair Rp 447,9 miliar lebih, masingmasing mendapat Rp 300 juta per desa adat. ‘’Dana tersebut agar segera digunakan untuk melaksanakan kegiatan. Karena saat ini Bali mengalami pelambatan ekonomi akibat virus Corona. Agar ekonomi Bali jalan, program ini agar segera dilakukan,’’ pintanya. Demikian juga program prioritas Pemprov Bali juga segera dijalankan. Misalnya,
pembentukan PAUD/TK, pembentuk BUPDA (Baga Utsaha Padruen Desa Adat) untuk meningkatkan ekonomi krama. Dengan adanya BUPDA, ekonomi krama desa bisa ditingkatkan. Desa adat bisa membangun toko sembako, warung, bengkel, serta usaha lainnya. ‘’Tolong dananya jangan didiamkan. Desa adat yang belum menyusun APBDes Adat, juga agar segera menyelesaikannya. Kalau tidak bisa segera koordinasi dengan Dinas PMA Pemprov Bali,’’ katanya. (ara/gik)
Bali Post/kmb
I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra
WHO Tetapkan Wabah Corona sebagai Pandemi
Bali Masih Terbuka untuk Wisman WHO sudah menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi. Beberapa negara pun sudah melakukan isolasi massal atau lockdown. Namun, Bali sampai saat ini masih terbuka bagi wisatawan mancanegara. Lalu, bagaimana tanggapan Dewa Indra, Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali? Menurut Dewa Indra, di masing-masing negara ataupun di masing-masing daerah harus melakukan tindakan terukur karena menyatakan lockdown bahkan pandemi, semuanya mengandung risiko yang sangat banyak. Selain itu, ada juga parameter di dalamnya. ‘’Kalau mengenai pandemi itu kan WHO yang menetapkan, tapi keputusan di tingkat negara tentu presiden yang menetapkan. Lalu di
daerah mengikuti kebijakan presiden,’’ jelasnya, Jumat (13/3) kemarin. Terkait Covid-19, Satgas Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali sudah menyusun lima agenda kerja dalam rapat perdana di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat kemarin. Kelima agenda besar itu masih akan diterjemahkan lagi ke dalam rencana operasional yang lebih teknis.
Salah satu dari lima agenda besar yang dimaksud adalah meningkatkan upaya-upaya pengendalian virus melalui pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Ketua Satgas yang juga Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, transmisi virus Corona utamanya melalui droplet cairan yang dikeluarkan pada saat batuk, bersin, dan pilek. Kalau ada orang banyak dalam jarak yang rapat kemudian bersin dan batuk, maka berpotensi menyebarkan virus. ‘’Oleh karena itu, maka pencegahannya mari kita kurangi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak. Kalau kegiatan itu harus dilakukan maka mari menyiapkan protokol kesehatan,’’ jelasnya. (kmb32)
69 Positif Corona, 2 Balita
Lagi, Tiga Orang Meninggal Jakarta (Bali Post) – Pasien positif Corona terus bertambah. Jumat (13/3) kemarin sudah tercatat 69 orang dari 34 orang yang tercatat sebelumnya. Dari jumlah itu empat orang meninggal, termasuk satu orang di Bali. Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona tipe 2 Achmad Yurianto mengumumkan jumlah pasien positif terjangkit Co-
vid-19 hingga Jumat siang sebanyak 69 orang. Jumlah tersebut bertambah 35 orang, dari jumlah yang diumumkan pada Rabu (11/3), yakni sebanyak 34 orang. ‘’Data ini berdasarkan hasil tracing yang dilaksanakan dari dua hari lalu setelah kami merilis 34 orang, sampai tadi siang,’’ ujar Yurianto menjelaskan 35 pasien baru yang positif Covid-19 di Kantor Staf Presiden,
Jakarta, Jumat kemarin. Yurianto mengatakan hasil tersebut menggambarkan bahwa contact tracing merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan agar bisa dengan cepat mengidentifikasi, menemukan dan mengisolasi kasus positif Covid-19, agar tidak menjadi sumber penyebaran di masyarakat. Hal. 11 Alami Perburukan
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Bali akan Batasi Kegiatan yang Melibatkan Orang Banyak Denpasar (Bali Post) Satuan Tugas Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali sudah menyusun lima agenda kerja dalam rapat perdana di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3) kemarin. Kelima agenda besar itu masih akan diterjemahkan lagi ke dalam rencana operasional yang lebih teknis. Salah satu dari lima agenda besar yang dimaksud adalah meningkatkan upaya-upaya pengendalian virus melalui pembatasan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Ketua Satgas yang juga Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, transmisi virus Corona utamanya melalui droplet cairan yang dikeluarkan pada saat batuk, bersin, dan pilek. Kalau ada orang banyak dalam jarak yang rapat kemudian bersin dan batuk, maka berpotensi
menyebarkan virus. ‘’Oleh karena itu, maka pencegahannya mari kita kurangi kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak. Kalau kegiatan itu harus dilakukan maka mari menyiapkan protokol kesehatan,’’ jelasnya. Apakah ini berarti belasan event internasional yang rencananya digelar di Bali akan dibatalkan? Dewa Indra menyebut belum sampai ke arah sana. Sebab, rencana operasi yang lebih detail menyangkut agenda keempat dari total lima agenda kerja Satgas tersebut masih disusun oleh tim. Sementara itu, empat agenda kerja Satgas lainnya meliputi peningkatan kapasitas penanganan penyakit di faskes (rumah sakit - red) pemerintah dan swasta, memastikan ketersediaan sarana-sarana pencegahan penularan penyakit seperti masker, disinfektan
15 PDP Covid-19 Masih Dirawat di Rumah Sakit Denpasar (Bali Post) Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali per Jumat (13/3) sore kemarin, tercatat masih ada 15 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Sebanyak 11 orang dirawat di RSUP Sanglah, 1 orang di RSUD Sanjiwani Gianyar, dan 3 orang di RS swasta. “Hari ini (kemarin - red) kami masih menunggu 13 sampel yang belum keluar dan ada dua pasien baru masuk yang masih proses pengambilan sampel,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya usai mengikuti rapat perdana Satuan Tugas Penanggulangan Coronavirus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali, di Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (13/3) kemarin. Menurut Suarjaya, sampel yang diambil dari dua PDP baru langsung dikirim ke Jakarta, kemarin, sehingga tinggal menunggu hasilnya sama seperti 13 PDP lain. Kedua pasien baru tersebut adalah warga negara asing. Dari total 15 PDP yang masih dirawat, hanya tiga orang yang WNI. Secara akumulatif, total sudah ada 62 PDP di Bali, termasuk 15 orang yang masih dirawat tersebut. Berdasarkan hasil lab yang sudah keluar, 46 dinyatakan negatif dan 1 positif (WNA meninggal dunia - red). Selain itu, ada 21 orang yang melakukan kontak erat dengan WNA positif Covid-19 (kasus no. 25 - red). Seluruhnya sudah diperiksa kesehatan dan diambil sampel untuk uji lab. “Ada lima yang sudah keluar, hasilnya negatif. Tinggal menunggu saja sisanya. Mudah-mudahan negatif,” imbuhnya. Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha mengatakan, Polda Bali selalu memonitor dan update perkembangan dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Untuk antisipasi, pihaknya sudah melaksanakan pelatihan dalam rangka pengamanan dan apabila dibutuhkan untuk mengevakuasi bila ada korban Covid-19. Dikatakan, personel yang dipersiapkan juga membutuhkan APD (alat pelindung diri). “Agar jangan sampai kita melakukan pengamanan, kita juga yang tertular,” ujarnya. Sampai saat ini Sunartha mengaku belum memonitor adanya penimbunan sarana-sarana pencegahan penularan penyakit seperti masker, disinfektan dan hand sanitizer. Namun pihaknya selalu mengingatkan dan menyosialisasikan, serta menginformasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan penimbunan tersebut. (kmb32)
Hukuman Sudikerta Dikurangi Enam Tahun Jaksa Nyatakan Kasasi
Denpasar (Bali Post) Dipangkasnya hukuman mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta menjadi enam tahun penjara oleh Pengadilan Tinggi (PT) Denpasar, membuat kejaksaan bergerak cepat. ‘’Ya, PT di tingkat banding menghukum terdakwa menjadi enam tahun. Kami sudah datangi Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, menyatakan sikap kami. Kami nyatakan banding,’’ tandas Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta, Jumat (13/3) kemarin. Disinggung soal alasan banding, Eka Widanta menyatakan, putusan PT jauh dibandingkan tuntutan jaksa. JPU I Ketut Sujaya dkk. sebelumnya menuntut supaya Sudikerta dihukum selama 15 tahun penjara, denda Rp 5 miliar, subsider enam bulan kurungan. Namun oleh hakim pimpinan Esthar Oktavi kala itu, mantan Ketua DPD Golkar Bali ini divonis 12 tahun penjara. Kini di tingkat banding hakim PT Denpasar yang diketuai I Nyoman Dika dengan hakim anggota H. Eka Budhi Prijanta dan Sutarto mengubah putusan PN Denpasar. Sudikerta dihukum separuhnya, yakni pidana penjara selama enam tahun dan denda Rp 500 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan.
JPU Ketut Sujaya juga mengatakan hal yang sama. ‘’Berdasarkan koordinasi dengan pimpinan kami, kami nyatakan kasasi,’’ tegasnya. Sebelumnya, harapan untuk lepas dari jeratan hukum dengan mengajukan upaya hukum banding belum membuahkan hasil maksimal untuk terdakwa I Ketut Sudikerta. Meski demikian, perjuangan Suryatin Lijaya, Warsa T Bhuana dkk. yang dipercaya mantan Wakil Gubernur Bali itu dalam mendampingi perkaranya di tingkat banding membuahkan hasil yang besar. PT Denpasar memangkas hukuman Sudikerta separuh dari vonis hakim PN Denpasar. Yakni dari 12 tahun penjara menjadi enam tahun penjara. ‘’Saya sudah dikasih tahu oleh istrinya Pak Sudikerta, bahwa hukuman di PT turun menjadi enam tahun, denda Rp Rp 500 juta,’’ ujar Warsa. Lantas, apa langkah selanjutnya? Ditanya demikian, Warsa meminta salinan putusan itu dibawa ke Pak Suryatin. Saat disinggung upaya kasasi, Warsa belum mau memastikan, karena itu hak Sudikerta. ‘’Memang, kami meyakini bahwa kasus ini perdata, sehingga kami minta Pak Sudikerta dilepas. Tetapi untuk kasasi, sekali lagi kami serahkan ke Pak Sudikerta,’’ tandas pengacara asal Desa Kedisan, Kintamani itu. (kmb37)
Topik : bangkit bersama hadapi masalah bali
Minggu Besok Gertak Disinfektan
dan hand sanitizer, peningkatan kapasitas deteksi dini dan pencegahan di pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan karena virus Corona datang dari luar Bali, serta terusmenerus meningkatkan upaya kampanye, edukasi, dan sosialisasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Satgas menyepakati agar para kepala daerah menjadi teladan dalam mengajak dan menjelaskan kepada masyarakat supaya tetap tenang, waspada dan menjaga kesehatan. Selain itu, telah disepakati gerakan serentak (gertak) melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat-tempat publik di seluruh Bali. Kegiatan ini akan dilaksanakan Minggu (15/3) besok mulai pukul 08.00 di tempat-tempat seperti terminal, airport, pelabuhan, objek wisata dan hotel. Diwawancarai terpisah,
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan Bali belum waktunya terlalu keras melakukan kebijakan pembatasan atau isolasi. Ini karena wisatawan sudah dikelola dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat melalui pemeriksaan ketat. ‘’Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, bahwa pemerintah sedang bekerja untuk memitigasi ini dengan baik sesuai dengan prosedur dan standar yang ditetapkan pemerintah pusat,’’ tegasnya. Koster juga memastikan kesiapan anggaran Pemprov Bali untuk pencegahan meluasnya Covid-19 di Pulau Dewata. Begitu juga dengan ruang isolasi di rumah sakit sejauh ini cukup. Di RSUP Sanglah ada empat ruang isolasi yang dikembangkan menjadi 18. Kemudian, ruang isolasi juga ada di RSUD Tabanan, RSUD Sanjiwani
Bali Post/ist
SATGAS - Ketua Satgas Dewa Made Indra (tengah) bersama Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya. Gianyar, dan RSUD Buleleng. Keempat rumah sakit tersebut telah ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan oleh Kementerian Kesehatan RI. Selain itu, kini tengah disiap-
kan pula ruang isolasi di RS Bali Mandara dan RS PTN Universitas Udayana. ‘’Total ada sekitar 44 ruang yang akan dipersiapkan sebagai tempat isolasi kalau terjadi
penambahan yang signifikan. Sejauh ini pemantauan kita penambahannya kecil. Sekarang masih bisa dikelola di RSUP Sanglah,’’ jelasnya. (kmb32)
Solusi Menjaga Pasokan Pangan
BUMD Pangan Bisa Dikembangkan di Bali Denpasar (Bali Post) -
Dalam rangka menjaga pasokan pangan dan terkendalinya harga-harga pangan, Bali harus memiliki BUMD pangan. Tujuannya agar kebutuhan masyarakat kalangan menengah ke bawah terjamin. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho, Jumat (13/3) kemarin mengatakan, dalam kurun waktu 5–6 tahun terakhir inflasi Bali terkendali. Tahun lalu inflasi Bali 2,38 persen (yoy). Namun ke depan pasokan pangan banyak berasal dari Jawa Timur, maka BI menyarankan agar a d a BUMD pangan di Bali yang menjaga
stabilitas pasokan dan harga pangan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Bahan pangan yang disupply oleh BUMD ini adalah kebutuhan pangan dasar seperti beras, maka BUMD ini diharapkan menjadi salah satu middleman untuk stok beras di Bali. “Mungkin market share-nya sekitar 15 persen sehingga bisa menjadi referensi rate untuk harga di Bali,” jelasnya saat berkunjung ke Bali Post kemarin. Komoditi lain yang bisa disupply BUMD adalah daging ayam ras, telur, cabai, bawang putih, bawang merah. Jika pasar di Bali bisa dikonsolidasikan, maka distributor dari
BUMD pangan bisa diserap pasar-pasar di Bali. “Jadi BUMD pangan ini bisa mensupply ratusan pasar di Bali sehingga harganya terkendali di seluruh Bali,” ujarnya sambil menyebut harapannya harga pangan di Bali dapat terjaga. Untuk menjaga inflasi, menurutnya ada empat hal yang harus dijaga yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi. Sebelumnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah telah memiliki BUMD Pangan. BUMD Pangan di DKI Jakarta dikatakan yang cukup baik dibandingkan yang lainnya. Ada unit yang menangani beras, ada unit untuk daging,
dan unit lainnya. “Itu pun tidak mudah tapi minimal dia bisa punya instrument pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga inflasi di daerah Jakarta,” tuturnya. Dengan adanya BUMD Pangan di Jakarta, 3-4 tahun berhasil menjaga stabilitas harga pangan. Apalagi Jakarta saat ini menyumbang 20 persen inflasi di Indonesia, maka Jakarta harus memiliki kekuatan untuk menjaga ketahanan pangan itu. “Dan menurut saya berhasil dan bisa dicontoh oleh tempat lain. Bali saya kira punya ruang yang besar untuk punya BUMD Pangan ini,” jelasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Dewan Setujui Hibah Tanah dan Bangunan Milik Pemprov Bali
Denpasar (Bali Post) DPRD Bali lewat Komisi I menyetujui sejumlah permohonan hibah tanah dan bangunan milik Pemprov Bali untuk DPD-RI dan kabupaten/kota. Selain itu, dewan juga memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan tanah dan bangunan gedung kantor eks UPTD BLKIP di Jl. Imam Bonjol, No. 603 Denpasar untuk dioptimalkan kepada pihak ketiga (sewa - red). “Sudah banyak kita setujui untuk Kota Denpasar, Klungkung, untuk kantor DPD-RI juga,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Adnyana, Jumat (13/3) kemarin.
Adnyana merinci, hibah untuk kantor DPD-RI Provinsi Bali yakni tanah dan bangunan di Jl. Cok Agung Tresna No. 74, Denpasar. Kemudian untuk Pemkab Klungkung berupa hibah tanah di Jl. Gajah Mada Klungkung untuk lokasi pembangunan Mal Pelayanan Publik. Terbanyak, hibah untuk Pemkot Denpasar berupa tanah bangunan kantor pemerintahan, tanah bangunan taman/wisata/rekreasi, tanah bangunan gedung kesenian, tanah kosong lainnya, tanah bangunan rumah negara golongan I, dan tanah bangunan RS di Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, tanah tegalan di Jl.
Piranha, Sesetan, serta tanah di Jl. Gunung Agung Denpasar. Sedangkan pemindahtanganan tanah dan bangunan gedung kantor eks UPTD BLKIP terdiri dari tanah seluas 27.845 meter persegi dan bangunan gedung berjumlah 53 unit dengan luas 11.953 meter persegi. Rencananya untuk dioptimalkan kepada pihak ketiga sehingga bangunan lama yang masih ada akan dipindahtangankan dan dihapuskan. “Hasil LHP BPK kan banyak aset yang menjadi persoalan di daerah. Kemudian juga tidak bisa ditindaklanjuti di daerah, tidak bisa dibangun karena masih milik provinsi,” imbuh
Politisi PDI-P asal Bangli ini. Persoalan tersebut, lanjut Adnyana, kini dituntaskan dalam kerangka ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dan program kegiatan lainnya. Karena itu, pihaknya sudah menindaklanjuti permohonan hibah tersebut dengan mengeluarkan rekomendasi persetujuan. “Komisi I sudah sepakat dengan usulan gubernur, makanya kita setujui. Disamping dalam rangka penjabaran dari visi misi gubernur,” jelasnya. (kmb32)
Tahanan Kabur Ditangkap di Karangasem
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Tersangka I Wayan Ngongek (baju garis putih hitam) yang kabur dari tahanan Polsek Kuta berhasil diamankan di rumahnya.
Denpasar (Bali Post) Tim Resmob Polresta Denpasar mem-back up Polsek Kuta memburu tahanan kabur, I Wayan Ngongek alias Fendi. Perburun tersebut dipimpin Kanit I Satreskrim Polresta Iptu Made Putra Yudistira didampingi Panit Iptu Ngurah Eka Wisada. Alhasil pelaku kasus jambret ini diamankan di rumahnya di Banjar Munti Gunung Kauh, Desa Tianyar Barat, Karangasem, Jumat (13/3) kemarin. Menurut sumber, awalnya pada Kamis (12/3) pukul 14.00 Wita Tim Resmob Polresta bergerak ke wilayah Tianyar Barat, Karangasem, untuk
melakukan penyelidikan terkait keberadaan tahanan kabur dengan tersangka Ngongek. “Setibanya di wilayah Tulamben, petugas melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat dan keluarga pelaku,” tegasnya. Selanjutnya pada pukul 10.00 Wita polisi bergerak ke rumah pelaku. Akhirnya dua jam kemudian pelaku berhasil diamankan. “Penangkapan pelaku berkat bantuan keluarganya juga. Pelaku langsung dibawa ke Denpasar. Ini kado untuk Kapolresta dan Kasatreskrim yang baru,” tandas sumber. Kapolresta Denpasar, AKBP
Jansen Avitus Panjaitan, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tahanan kabur tersebut. “Tadi siang (kemarinred) ditangkap,” tegasnya. Perlu diketahui, pada Senin (3/2) lalu tersangka kasus jambret I Wayan Ngongek kabur. Awalnya di ruang tahanan penyakit asmanya kumat. Polisi membawa Ngongek ke klinik di sebelah Polsek. Setelah menjalani perawatan medis, dia kembali dibawa ke polsek. Saat berada di lobi Mapolsek asmanya kumat lagi. Petugas langsung mencari oksigen. Saat tidak ada petugas menjaganya, Ngongek langsung kabur. (kmb36)
Saat Pengamanan Nyepi
Kapolresta Tegaskan Polisi Jangan Arogan
Denpasar (Bali Post) Persiapan pengamanan hari raya Nyepi terus dimatangkan Polresta Denpasar. Pada Jumat (13/3) kemarin, Polresta menggelar apel kesiapan personel dan sarana-prasarana di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur. Sebagai inspektur upacara dalam apel ini Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan. ‘’Ada beberapa penekanan yang perlu saya sampaikan, yaitu jangan arogan dan jaga nama baik Polri, khusunya Polresta Denpasar dalam setiap pelaksanaan tugas. Minimalisasi segala bentuk potensi gangguan kamtibmas yang kemungkinan timbul sebelum, pada saat dan sesudah perayaan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1942,’’ tegas Kapolresta.
Selain itu, personel yang terlibat mengamankan Nyepi diminta tetap melaksanakan koordinasi dengan unsureunsur pengamanan adat dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan tugas di lapangan guna menghindari terjadinya hal-hal yang diinginkan. Berikan petunjuk yang jelas dan humanis kepada umat atau masyarakat umum yang membutuhkan bantuan kepolisian. Terkait apel tersebut, kata AKBP Jansen, merupakan wujud kesiapan Polri, khususnya Polresta menjelang pelaksanaan pengamanan hari raya Nyepi dan rangkaiannya guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Rangkaian kegiatan hari raya Nyepi diawali dengan melasti atau makiyis, pangerupukan (Tawur Agung),
Nyepi, dan ngembak geni. Pelaksanaan melasti pada 22 dan 23 Maret 2020. Pengamanan dilaksanakan secara terpadu, Polresta berserta jajarannya dibantu instansi terkait dan mitra kamtibmas lainnya, serta berkolaborasi dengan unsur-unsur dari pengamanan adat atau pecalang. ‘’Perayaan hari raya Nyepi tahun ini akan dilaksanakan lomba ogoh-ogoh Piala Kapolda Bali di simpang Taman Sari Sanur. Saya yakin dan optimis walau dengan segala keterbatasan sarana serta prasarana yang dimiliki, kita mampu memberikan yang terbaik, untuk mewujudkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam melaksanakan perayaan Nyepi tahun ini,’’ tegas mantan Wakapolres Badung ini. (kmb36)
Bali Post/ist
APEL - Apel kesiapan sarana-prasarana pengamanan Nyepi.
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Pimpin Rakor Pemerintah Kecamatan Petang
Bupati Giri Prasta: UMKM untuk Masyarakat Kuat dan Mandiri
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintah Kecamatan Petang bertempat di Ruang Giri Gosana III Kantor Camat Petang, Jumat (13/3) kemarin. Rapat koordinasi ini merupakan agenda yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Petang yang bertujuan meningkatkan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Kecamatan Petang. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta menyampaikan pentingnya memberdayakan perekonomian masyarakat dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). ‘’Saya sudah instruksikan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan untuk membuat terobosan dalam pemberdayaan perekonomian masyarakat dengan membentuk UMKM yang disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Karena dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan membuat masyarakat kita kuat dan mandiri,’’ tegasnya. Lebih lanjut Giri Prasta berharap rapat koordinasi ini menjadi momentum menyatukan visi dalam menciptakan penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Kecamatan Petang yang berbasis pelayanan yang kredibel dan akuntabel dalam kerangka penguatan perekonomian masyarakat melalui program
pemberdayaan UMKM. Pemberdayaan harus jeli melihat kebutuhan masyarakat. Dicontohkannya, banyak warga yang berminat pada otomotif. Pelatihannya bisa berupa hal-hal yang terkait dengan dunia otomotif itu. Mulai pengenalan mesin hingga cara memperbaikinya dan warga pun bisa membuka bengkel. ’’Dampaknya bagus untuk pemuda-pemuda desa. Yang nganggur nanti dapat berusaha secara mandiri. Dalam jiwa melayani pemimpin dan tokoh masyarakatlah, eksistensi Kabupaten Badung akan terjaga dan saya harap pemimpin di wilayah masing-masing selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Mari kita bersama-sama bekerja untuk memajukan daerah,” ajak Giri Prasta. Bupati asal Pelaga itu
juga mengingatkan sejumlah poin khusus yang harus dilaksanakan klian dinas. Pertama, penguatan sinergitas antara desa adat dan dinas mutlak dilaksanakan dalam rangka efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan di wilayah Kecamatan Petang. Kedua, tiap-tiap desa diberikan peluang menyusun usulan-usulan kegiatan teknis. Ketiga, penguatan kelembagaan dan SDM pemerintah desa di wilayah Kecamatan Petang harus dimaknai sebagai proses investasi untuk mendukung tugas pokok dan fungsi pemerintah daerah. Keempat, perlu dilakukan peningkatan manajemen pelayanan publik dan gagasan inovasi pelayanan publik untuk mendukung terciptanya pelayanan publik yang bermutu, efektif dan efisien. Kelima, klian dinas dan adat secara konkret melaksanakan fungsi dalam
rangka menciptakan kondisi yang dinamis, aman, tertib dan sinergi antarberbagai elemen penyelenggara pemerintahan dan masyarakat dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah menjelang hari raya Nyepi. Sementara itu, Camat Petang Wayan Darma mengharapkan rakor ini dapat meningkatkan kerja sama antarinstitusi pemerintah se-Kecamatan Petang agar dapat berjalan dengan baik dan efektif serta segala permasalahan yang terjadi di masing-masing wilayah dapat diselesaikan dengan baik. Pihaknya juga mengingatkan masing-masing desa melangkah dengan fokus menggodok cara meningkatkan pelayanan publik tiap desa dan pemberdayaan masyarakat di desa. “Pelayanan publik tersebut bisa terkait dengan melayani masyarakat secara efisien. Contohnya, membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK) lebih cepat. Sementara itu, pemberdayaan masyarakat bertujuan membuat masyarakat lebih mandiri. Beragam cara bisa
PIMPIN RAKOR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin Rakor Pemerintah Kecamatan Petang bertempat di Ruang Giri Gosana III Kantor Camat Petang, Jumat (13/3) kemarin. dilakukan dengan langkah kreatif. Misalnya, pemerintah desa mengumpulkan warga. Lalu para warga diberi pelatihan khusus dari
narasumber yang kompeten di bidang tertentu. Warga juga mendapat pendampingan secara berkelanjutan,” katanya.
Rakor dihadiri Kapolsek dan Danramil Petang, para Kepala Desa, Klian Dinas dan Adat se-Kecamatan Petang. (ad376)
Konservasi Sumber Mata Air Badung Hijaukan Kawasan Hulu Bali Post/dar
SULINGGIH - Para sulinggih yang bergabung dalam Yayasan Sabha Budhaya Bali bertemu Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Jumat (13/3) kemarin.
Tempuh Jalur ’’Niskala’’ Atasi Meluasnya Covid-19
MENANGANI kasus Covid-19 yang kini makin meluas tidak saja dilakukan sesuai SOP penanggulangan. Bali juga akan menempuh jalur niskala. Para sulinggih atau pandita yang bergabung dalam Yayasan Sabha Budhaya Bali menyarankan hal tersebut saat bertemu dengan Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Jumat (13/3) kemarin. Usai pertemuan, sekitar 20 sulinggih merumuskan upacara yang tepat ketika alam mengalami kondisi saat ini. Ida Pedanda Putra Bajing, Ketua Yayasan Sabha Budhaya Bali, mengatakan rumusan lebih lanjut akan disampaikan ke-
pada Gubernur Bali untuk dapat disikapi sebagai upaya menanggulangi virus Corona secara niskala. Menurut Ida Pedanda Putra Bajing, upacara yang kiranya cocok dilakukan dalam kondisi Bali saat ini sesuai lontar dan sastra menurut keyakinan Hindu. Sebagaimana tercantum dalam Lontar Roga Sangara Bumi, sepatutnya dilaksanakan upacara labuh gentuh, baik di segara maupun di gunung yang prosesnya hingga tingkat desa adat. Upacara itu sempat dilakukan sekitar tahun 2005 saat Bali dipimpin Gubernur Dewa Beratha. Upacara sebagaima-
na tercantum dalam Lontar Roga Sangara Bumi ini untuk menetralisir atau meniadakan bencana dunia. ‘’Upacara pamelepeh ini sangat membawa pengaruh pada masyarakat kita di Bali. Dasar lontar dan sastra tentang adanya upacara pamelepeh jagat ini akan disampaikan ke Gubernur Bali,’’ katanya. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster usai sidang paripurna juga menyatakan akan memikirkan perihal jalur niskala dalam penanggulangan virus Corona. Senin nanti pihaknya akan bertemu dengan para sulinggih untuk membahas hal tersebut. (dar)
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memangkas regulasi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Bantuan yang sebelumnya disalurkan pemerintah daerah kini langsung ditangani (handle) pusat ke sekolah penerima. Informasi yang diperoleh Jumat (13/3) kemarin, penyaluran dana BOS akan dilakukan bertahap selama tiga kali. Total anggaran yang disalurkan Rp 54,31 triliun dari alokasi dana pendidikan yang mencapai Rp 505,8 triliun atau 20 persen untuk anggaran pendidikan dari APBN. Kendati
pusat memangkas birokrasi penyaluran, sekolah yang gagal melaporkan dana BOS ke Kemendikbud dua tahun berturut-turut akan dikenakan sanksi, yakni dihapus dari daftar penerima BOS. Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Made Mandi tak menampik perihal tersebut. Dengan adanya kebijakan ini, penggunaan dana sangat riskan, sehingga harus berhati-hati memakai anggaran. ‘’Ini disambut baik karena untuk memutus birokrasi. Namun, kami minta agar para guru atau kepala sekolah tidak melakukan kebijakan atau membijaksanai sesuatu hal
yang bertentangan dengan aturan yang berlaku,’’ katanya. Menurutnya, kebijakan menyalurkan langsung BOS ke sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah penerima bantuan. Terlebih tugas pokok mengajar yang menyebabkan belum sempat membaca aturan secara detail. Untuk itu, pihaknya terus mengingatkan para guru dan kepala sekolah agar mengikuti aturan yang berlaku. ‘’Jangan sampai membuat para tenaga pendidik lengah,’’ tegasnya seraya minta melaksanakan sesuai dengan aturan dan jangan sampai keluar dari ketentuan yang berlaku. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Polres Badung telah merancang pengamanan rangkaian hari raya Nyepi, mulai dari upacara Melasti, Pangerupukan, Nyepi, hingga Ngembak Geni. Untuk mengamankan prosesi upacara tersebut, Polres Badung mengerahkan 500 personel. ‘’Tentu saja kami dibantu instansi terkait lainnya, termasuk pecalang. Kami akan berkolaborasi agar Nyepi tahun ini berjalan aman, nyaman, dan tertib,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Roby
Septiadi usai sertijab Wakapolres, Kasatlantas, Kasatresnarkoba, Kasatintelkam, Kapolsek Kuta Utara, dan Kapolsek Abiansemal, Jumat (13/3) kemarin. Terkait perayaan Nyepi, AKBP Roby mengimbau masyarakat Badung menjaga ketertiban saat pawai ogoh-ogoh. ‘’Tidak usah saling menunjukkan kekuatan, tapi harus melengkapi. Kalau ada pelanggaran hukum saat pawai ogohogoh, pelakunya akan kami tindak tegas,’’ ujarnya. Mantan Kasubdit Gakkum Ditlantas
Polda Bali ini minta masyarakat sama-sama menjaga kesucian hari raya Nyepi. Jangan justru menodainya dengan kegiatan-kegiatan kontraproduktif. Hal yang juga perlu diantisipasi adalah jambret. Dari data, kata Roby, kasus curas khususnya jambret mengalami peningkatan. Apalagi sasarannya warga negara asing. ‘’Semoga pejabat baru bisa menekan angka curas ini. Saya berharap pejabat baru berupaya menggunakan teknik khusus mengatasinya,’’ ungkap perwira asal Jakarta ini. (kmb36)
Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung melakukan perbaikan dan penanaman di kawasan hulu sungai untuk menjaga kelestarian lingkungan. Upaya ini guna menjaga persediaan air tetap aman, terlebih saat menghadapi kemarau. Program ini bekerja sama dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk pihak swasta dengan cara melakukan penanaman pohon di hulu dan hilir sungai yang ada di Badung. ‘’Ini agar dapat terus menampung air sekalipun pada musim kemarau tiba. Kegiatan penanaman pohon ini sangat bermanfaat bagi pelestarian alam beserta segenap
ekosistem, juga perlindungan terhadap sumber daya alam yang sangat dibutuhkan oleh seluruh umat manusia yakni air,’’ ujar Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Jumat (13/3) kemarin. Menurutnya, kawasan Badung Utara memiliki banyak sumber mata air. Di Kecamatan Mengwi misalnya, terdapat 67 titik mata air yang terbesar di seluruh kecamatan. Khusus di Desa Wedhi Bhuana terdapat empat mata air kecil. Ini merupakan potensi sumber daya yang sangat penting, sehingga harus dipelihara keberadaan, sifat dan fungsi serta keberlanjutannya. ‘’Untuk itu, guna menjaga
persediaan mata air tersebut, selain hal-hal kecil yang mudah dilakukan sebagai individu, ada pula aksi nyata secara kolektif yang bisa dilaksanakan guna menjaga persediaan sumber air,’’ ungkapnya. Salah satunya, kata Wabup Suiasa menanam pohon di kawasan sumber mata air yang dapat berfungsi sebagai penyerap air dan penyangga tanah. ‘’Mata air di wilayah Desa Werdhi Bhuana yang merupakan hulu dari Telaga Taman Ayun Mengwi sebagai sumber irigasi beberapa subak yang ada di sekitarnya,’’ jelasnya. Perlindungan terhadap
mata air harus dilakukan secara berkelanjutan, karena dengan menjaga kelestarian air berarti menjaga kehidupan di masa mendatang. Karena itu, pihaknya mengingatkan untuk tetap komitmen menjaga lingkungan sesuai UU No.32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. ‘’Aksi nyata yang secara kolektif digagas oleh Forum Tanggung Jawab Sosial Kabupaten Badung untuk melakukan penanaman pohon penghijauan wilayah sekitar wilayah Werdhi Bhuana sebagai komitmen melestarikan lingkungan di Kabupaten Badung,’’ pungkasnya. (kmb27)
Pusat Salurkan BOS Langsung ke Sekolah
Ratusan Polisi Amankan Rangkaian Nyepi
KOMSOS - Kodim 1611/Badung menggelar Komsos yang diikuti Keluarga Besar TNI (KBT).
Bali Post/kmb36
Tak Perlu Khawatir Berlebihan Hadapi Wabah Corona
Merebaknya Covid-19 atau virus Corona mengundang keprihatinan sesepuh TNI. Wakil Ketua DPD Pebabri (Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) Bali Kolonel (Purn) Ketut Nunca mengatakan sangat prihatin dengan wabah virus tersebut. Apalagi satu korban meninggal dunia di Bali. ‘’Masyarakat Bali harus percaya diri sendiri mampu menghadapi situasi ini. Jadi, tidak perlu khawatir berlebihan, karena pemerintah sudah menangani masalah ini dengan baik,’’ tegas Nunca usai menghadiri Komunikasi Sosial (Komsos) Keluarga Besar TNI (KBT) Tahun 2020 di Makodim 1611/Badung, Jumat (13/3) kemarin. Mantan Bupati Viqueque
saat Timor Timur masih bergabung dalam NKRI itu berharap pemerintah daerah terus menggalang kekuatan dengan rakyat Bali agar Pulau Dewata dapat dijaga dengan baik. Dia juga menyarakan masyarakat Bali memanfaatkan rempah-rempah warisan leluhur. Terkait Komsos KBT 2020 yang dihadiri 75 peserta, Nunca menyampaikan, Kodim Badung bisa melakukan tugas dan tanggung jawabnya sebagai satuan teritorial dengan baik. Komsos digelar demi kemajuan masyarakat Badung dan sekitarnya. ‘’Pembinaan satuan teritorial sudah bagus. Saya bangga sekarang sudah sampai ke satuansatuan terkecil,’’ ujarnya. Hal-hal yang menyangkut persatuan dan kesatu-
an, ia menyarankan khusus di internal dulu dilakukan sebaik-baiknya tanpa memandang perbedaan. Baik itu perbedaan suku, agama, ras maupun lainnya, harus dihilangkan demi negara dan bangsa. Terlebih saat ini bangsa Indonesia dihadapkan masalah begitu besar. Oleh karena itu, setiap warga negara harus berpikir positif, rasional dan baik demi kemajuan bangsa ini. Kasdim 1611/Badung Letkol Inf. I Gusti Ngurah Wilantara saat membacakan sambutan Dandim mengatakan, Kodim 1611/Badung mempunyai tugas pokok menegakkan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah darat NKRI. Hal tersebut dilakukan berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia 1945, serta melindungi
segenap bangsa Indonesia di wilayah daratan Bali dari ancaman dan gangguan. ‘’Salah satu strategi yang digunakan Kodim 1611/Badung dengan melaksanakan pembinaan teritorial secara terencana, terpadu dan berkelanjutan,’’ jelasnya. Komsos merupakan metode dalam pembinaan teritorial yang dapat digunakan menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan tugas Kodim kepada seluruh komponen bangsa termasuk KBT. Diharapkan tercipta kesamaan pemahaman dan wujud kerja sama yang nyata antara Kodim 1611/ Badung dan KBT untuk bersama-sama meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap perkembangan situasi lingkungan demi kepentingan pertahanan negara. (kmb36)
Sabtu Wage, 14 Maret 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Membangun Optimisme Hadapi Pandemi Corona KESEMBUHAN tiga pasien terjangkit virus Corona memberikan rasa optimis kepada masyarakat. Ini penting sekali karena mampu memberikan kepercayaan bahwa penyakit ini memang tersembuhkan, dan warga negara Indonesia, fisik warga Indonesia mampu melawan virus tersebut. Sebelumnya memang dikatakan bahwa ada hal menguntungkan bagi warga yang berada di daerah khatulistiwa yang karena iklimnya panas, menyulitkan bagi virus Corona berkembang biak. Tetapi bahwa kemudian terjangkitnya virus ini di negara kita, memberikan keraguan juga terhadap iklim dan suhu yang menyelamatkan Indonesia dari wabah tersebut. Meski demikian, siapa tahu semakin banyaknya pasien yang sembuh, memberikan indikasi bahwa fisik kita ternyata kuat menghadapi virus ini. Astungkara. Sejak awal memang telah ada ketimpangan dalam pemberitaan dari penyebaran virus Corona. Tidak hanya di Indonesia, tetapi seluruh dunia bertanggung jawab atas ketimpangan ini. Pemberitaan yang muncul dan mendominasi media massa adalah jumlah warga yang terjangkit dan jumlah warga yang meninggal. Akibat dari pemberitaan ini, masyarakat khawatir dan takut terhadap penyebaran dan keterjangkitannya. Kelihatan sekali seluruh dunia panik terhadap wabah tersebut. Padahal, salah satu musuh dari penyebaran ini adalah kepanikan. Belakangan, boleh dikatakan baru satu minggu terakhir ini gencar diberitakan tentang jumlah pasien yang sembuh dari penyakit tersebut. Ternyata jumlah yang sembuh jauh lebih banyak dibandingkan yang meninggal. Lebih dari 50 persen pasien yang terjangkit Corona dapat disembuhkan. Di tengah kecemasan, mulailah tumbuh rasa optimis tentang penyembuhan penyakitnya. Artinya, fisik manusia, usaha manusia tetap mampu mengalahkan virus ini, dan dalam jangka panjang pasti akan ada upaya untuk menangkalnya. Te t a p i , k i t a t e t a p h a r u s w a s p a d a . Bagaimanapun angka kematiannya tetap banyak. Lebih dari empat ribu orang dari seratusan ribu pasien meninggal dunia. Tidak bisa kita hitung dengan materi tingkat kematian seperti ini. Karena itulah setiap orang harus berjuang keras, juga bersama-sama untuk melakukan pencegahan terhadap penularan penyakit ini. Yang paling awal adalah mengakui dulu upaya paling sederhana untuk menangkalnya, yaitu hidup secara bersih. Selanjutnya berani mengubah hal yang paling intim di dalam kebiasaan kita. Misalnya, berbicara agak berjauhan, minimal satu meter dengan rekan, agar tidak terkena cipratan air liur. Beretika manakala harus batuk dan bersin. Dan yang cukup sulit adalah cara kita salaman. Sadarilah bahwa penyebaran virus Corona ini disebabkan oleh endapan bekas batuk atau air liur yang mungkin saja menempel di tangan atau di benda-benda yang ada di sekitar kita. Maka, mengubah cara salaman merupakan sesuatu yang mutlak. Untuk sementara tidak usah salaman saling jabatn tangan, rangkulan, cium tangan, cium pipi dan sejenisnya, sebab itulah yang paling mudah menularkan virus. Cukup mencakupkan tangan dari jarak jauh sudah merupakan tanda hormat dan kasih kita kepada rekan. Tidak usah berat hati untuk mengubah pola hidup ini.
POJOK Covid-19 meluas, masyarakat Bali diminta tetap tenang. - Tenang menghanyutkan. *** Gubernur ajak krama Bali bangkit bersama atasi masalah.
Berharap Badai Cepat Berlalu
WORLD Health Organization (WHO) mengategorikan virus Corona sebagai pandemi. Otomatis, mobilitas warga lintas negara akan semakin dibatasi. Imbasnya tentu akan dirasakan sektor pariwisata Bali. Kunjungan wisatawan akan terus menurun. Bahkan ada prediksi, paceklik wisatawan berlangsung hingga akhir tahun 2020. Covid-19 telah menjadi ancaman serius bagi Bali. Sekarang saja sudah banyak pengusaha dan tenaga kerja pariwisata yang kelimpungan akibat Bali sepi. Netizen yang menanggapi pemberitaan ini di akun Facebook @balipost berharap badai cepat berlalu. Pandemi virus Corona adalah ujian berat, sehingga semua pihak mesti tabah dan sabar untuk melewatinya. Netizen juga kembali mengingatkan pentingnya nyawa dibandingkan dolar. Percuma banyak wisatawan kalau nyawa warga terancam. Jadi, sekarang waktu yang tepat untuk mulatsarira, mengambil hikmah dari bencana dan merumuskan langkah Bali ke depan. Berikut komentar sejumlah netizen. Piron Ginting Mungkin maksudnya kemungkinan paling buruk, semoga membaik lebih cepat. Pak Geo Ya, kita mesti tabah dan sabar menghadapi ujian ini. Kita benarbenar diuji. Gus Putra Yang sakit dulu biar sehat biar tidak menyebar lebih banyak. Percuma saja pariwisata ramai
tapi yang sakit tambah banyak. Balines Barong Bukan hanya Bali, seluruh pariwisata di belahan dunia ikut paceklik. Iiko Nia Semoga cepat berlalu dan kembali normal, astungkara. Ngurah Kusuma Banyak masyarakat Bali hidup di pariwisata, termasuk saya.
Kadek Tomo Banyak yang nyalahin media. Mau bagaimana lagi, karena kerjanya menerbitkan. Kenyataan sekarang memang benar-benar sepi. Igede Edy Setiawan Baru satu bulan saja sudah morat-marit, apalagi satu tahun.
UMKM disokong, diberi akses, diberikan bimbingan potensi untuk Bali agar tidak bergantung 100% dari pariwisata. Saya lihat sebuah web juga app yang menjual produk handmade yang made in Bali dengan kualitas yang bagus dan desain yang menarik, sangat-sangat diminati dan dihargai dengan harga yang pantas dan bagus.
Rahayu Miyamaguchi Kenapa pemerintah Bali dengan adanya paceklik seperti ini tidak mau mengoptimalkan sektor lain, misalnya kerajinan tangan, pertanian, juga halhal lain. Banyak platform yang menjual barang kerajinan dari Bali tapi pemiliknya ternyata orang luar. Diborong, beli banyak, mereka jual dengan harga luar biasa dan laku. Padahal kalau saja birokrasi dipangkas,
Nyoman Rasma Mahadi Putra Pasang surut itu biasa. Chatoes Wayne Ya mau gimana lagi. Tapi saya optimis paling lambat 3 bulan lagi pasti pariwisata akan bangkit. Karena sekarang di Tiongkok pasien sudah banyak yang sembuh dan RS darurat sudah ditutup serta pasar-pasar sudah dibuka. Begitu berita di TV. Semoga dunia sehat secepatnya.
Pendidikan
Politeknik Pariwisata Bali Gelar Dies Natalis Ke-42 KAMPUS Politeknik Pariwisata Bali kini menginjak usia 42 tahun. Itu berarti sudah lebih dari empat dasawarsa hadir dan mewarnai dunia kependidikan di negeri Indonesia. Selama 42 tahun ini, telah melewati suka dan duka dalam dunia pendidikan. Memperingati hari bersejarah tersebut, Politeknik Pariwisata Bali menggelar berbagai kegiatan Dies Natalis ke-42 yang dibuka Jumat (13/3) kemarin. Untuk dies natalis kali ini mengambil tema ‘’Melalui Dies Natalis Ke42 Politeknik Pariwisata Bali kita tumbuhkan jiwa kreatif, aktif, dan inovatif berbasiskan budaya serta mewujudkan semangat solidaritas antarsesama insan pariwisata’’. Dalam rangka dies natalis ini akan diadakan sejumlah
kegiatan yang bersifat ilmiah, sosial, hingga seni dan hiburan. Di usia yang ke-42 ini, Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali Drs. Ida Bagus Putu Puja, M.Kes. berharap seluruh mahasiswa bisa bersaing secara global. Untuk itu, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi yang unggul dan dikolaborasikan untuk membentuk satu karakter. Dalam hal ini, yang diperlukan yakni tindakan nyata yang sering digunakan di sini melalui konsep Tri Hita Karana. Ke depan salah satu yang akan didorong untuk dikembangkan adalah elearning dan modul-modul secara teknologi. Selain itu, para dosen juga diharapkan bisa melakukan penelitian, baik kelompok maupun institusi dan
bahkan diharapkan bisa mencapai jurnal internasional. ‘’Terakhir, di samping meningkatkan penelitian juga meningkatkan kerja sama dengan pemda maupun asosiasi sebagai pengabdian masyarakat,’’ ujarnya. Menurut Ketua Panitia Dies Natalis Ke-42 Politeknik Pariwisata Bali M. Tanggap Sasmita, S.ST.Par., M.Par., CHE., dies natalis pertama kali dengan status baru Politeknik Pariwisata Bali merupakan hari besar berdirinya kampus. Seiring dengan bertambahnya usia, Politeknik Pariwisata Bali telah membuktikan keunggulannya di bidang pariwisata dengan mencetak tenaga kerja yang berkompeten di bidangnya. ‘’Bertambah usianya yang keempat puluh dua tahun di tahun
DIES NATALIS - Kegiatan di Politeknik Pariwisata Bali, Jumat (13/3) kemarin, serangkaian Dies Natalis ke-42. 2020 ini, Politeknik Pariwisata Bali telah mengalami berbagai perkembangan dan perubahan yang memengaruhi peningkatan kualitas dari civitas akademika maupun mahasiswanya,’’ katanya. Pihaknya berharap kegiatan Dies Natalis ke-42 ini dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mahasiswa Politeknik Pariwisata Bali, di bidang ilmiah,
sosial, seni maupun bidang lainnya. Tidak hahya itu, ini juga sebagai wadah silaturahmi antara dosen, pegawai, mahasiswa, dan alumni serta meningkatkan eksistensi Politeknik Pariwisata Bali sebagai ajang promosi Politeknik Pariwisata Bali di kalangan masyarakat luas. Adapun kegiatan dies ini diawali dengan jalan santai, upacara pembu-
kaan, penyisihan lomba olahraga internal tahap I dan lomba Senam Maumere. Kemudian pada 20 Maret 2020 akan diadakan penyisihan lomba olahraga tahap II dan juga pada malam harinya akan diadakan Malam Grandfinal Jegeg Bagus Poltekpar Bali yang proses seleksinya telah dimulai sejak bulan Februari lalu. (ad371)
Xeroftalmia, Penyebab Kebutaan pada Anak Oleh : dr. Stephanie Aurelia Santoso
- Segilik seguluk sabayantaka. *** Covid-19 mewabah, sejumlah negara tutup wilayahnya. - Indonesia tunggu kebijakan Jokowi.
Astungkara cepat bisa diatasi wabah Covid-19 ini.
Bram Soerya Pokoknya optimis, badai pasti berlalu. Tapi harus tetap realistis, pandemik di hampir seluruh negara dan memang perlu waktu untuk recovery. Ini bukan masalah Bali atau pariwisata saja, tapi masalah dunia dan di seluruh sektor industri. Kencangkan ikat pinggang, semoga cepat berlalu musibah ini.
Gambar Klinis Individu dengan Bercak Bitot. Xeroftalmia adalah gangguan kekurangan vitamin A pada mata, yang berakibat kebutaan. Kurang vitamin A (KVA) masih merupakan masalah
yang tersebar di seluruh dunia terutama di negara berkembang. Salah satu dampak kurang vitamin A adalah kelainan pada mata yang umum terjadi pada anak usia 6 bulan -
4 tahun yang menjadi penyebab utama kebutaan di negara berkembang. Sampai saat ini masalah KVA di Indonesia masih membutuhkan perhatian yang serius. Meskipun hasil survei Xeroftalmia (1992) menunjukkan bahwa berdasarkan kriteria WHO secara klinis KVA di Indonesia sudah tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat (< 0,5%). Namun pada survei yang sama menunjukkan bahwa 50% balita masih menderita KVA subklinis. Vitamin A adalah vitamin larut lemak yang didapatkan dari protein hewani dan nabati. Vitamin A sangat penting untuk sintesis glikopro-
tein dan sintesis RNA (Ribonucleic acid) pada sel epitel konjungtiva dan kornea. Adapun gejala dan tanda pada mata akibat defisiensi vitamin A bervariasi dan dapat merusak semua lapisan epitel pada mata. Faktor risiko yang berperan pada defisiensi vitamin A: umur, asupan gizi kurang, infeksi yang baru terjadi (diare), status sosio-ekonomi rendah. Terdapat beberapa tahap progresivitas penyakit KVA: (XN) buta senja sebagai gejala awal, (X1A) Xerosis Konjungtiva, (X1B) Bercak Bitot, (X2) Xerosis Kornea, (X3) Ulkus Kornea, (XS) Sikatrik Kornea, (XF) Xerosis Fundus.
Pencegahan Xeroftalmia Kapsul vitamin A diberikan setahun dua kali pada bulan Februari dan Agustus, sejak anak berusia enam bulan. Kapsul merah (dosis 100.000 IU) diberikan untuk bayi umur 6–11 bulan dan kapsul biru (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12–59 bulan. Distribusi kapsul vitamin A menurut laporan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007: persentase nasional anak umur 6-59 bulan yang menerima kapsul vitamin A adalah 71,5%. Sebanyak 15 provinsi mempunyai persentase anak umur 6-59 bulan menerima vitamin A di bawah persentase nasional. Deteksi dini dalam kasus xeroftalmia men-
jadi kunci utama untuk mencegah progresivitas penyakit. Faktor individu, keluarga, sosialbudaya memegang kunci dalam hal ini. Riwayat kelahiran dan tumbuh kembang anak, cakupan imunisasi, status gizi anak, faktor pendidikan dan pekerjaan, serta akses dalam mendapatkan pelayanan kesehatan penting untuk diperhatikan. Tata laksana adalah pemberian kapsul vitamin A berdasarkan umur pada hari pertama, kedua, dan hari keempat belas. Pemberian salep atau tetes mata bergantung terhadap derajat penyakit dan sesuai indikasi oleh tenaga kesehatan. Pada anak kurang gizi, perbaikan status gizi juga harus diperhatikan. (ad369)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
SOSOK Keterbukaan Informasi Publik ALOKASI dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun dari APBD harus diumumkan secara transparan kepada publik, khususnya warga desa setempat. Hal itu guna menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik, selain pembangunan di desa dapat berlangsung kondusif. Itulah coba ditekankan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) yang menggelar Bimtek Keterbukaan Informasi Publik kepada perbekel se-Kabupaten, Kamis (12/3). Terkait kegiatan itu, Kepala Diskominfo Putu Dian mengatakan, terbitnya UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik merupakan pilar penting yang mendorong iklim transparansi terkait segala hal yang dibutuhkan setiap elemen masyarakat. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan ini pun mengajak para perbekel di Tabanan menyukseskan Program Rencana Aksi Komisi Pemberantasan Korupsi dalam upaya pencegahan korupsi. Dengan adanya keterbukaan informasi publik itu, masyarakat mendapat informasi akurat dan juga terpercaya. ‘’Minimal dengan langkah ini kami mengajak para perbekel ikut menyukseskan Program Rencana Aksi KPK dalam upaya pencegahan korupsi. Informasi itu nantinya sebagai penyeimbang berita palsu (hoaks) di media sosial. H a l i t u juga secara tidak langsung dapat mengedukasi masyarakat agar mereka memiliki referensi informasi akurat dan juga valid,’’ tuturnya, Jumat (13/3) kemarin. Putu Dian sangat memaklumi minimnya keberadaan sumber daya terkait IT di desa. Namun pihaknya membuka diri berkoordinasi dan konsolidasi untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Dinas Komunikasi dan Informatika, kata Putu Dian, selalu membuka pintu kepada perbekel dalam koordinasi dan konsolidasi tentang keterbukaan informasi publik khususnya di desa. ‘’Kami harap semua pemerintah desa di Kabupaten Tabanan bukan saja menjaga, juga dapat menyajikan informasinya secara digital. Dengan cara memanfaatkan jaringan wifi yang ada di desanya masing–masing,’’ imbuhnya. (bit)
COVID-19 - Rumah Sakit Tabanan kembali merawat satu orang pasien WNA berusia 4 tahun dalam pengawasan Covid-19.
Lagi, RS Tabanan Terima Rujukan WNA Umur 4 Tahun Observasi Covid-19
Tabanan (Bali Post) -
Rumah Sakit Tabanan kembali merawat pasien dalam status pengawasan Covid-19. Pasien warga negara asing (WNA) anak-anak berusia empat tahun itu dirujuk dari sebuah RS swasta di Denpasar, Kamis (12/3) sore. Setelah diterima di Rumah Sakit Tabanan dan dilakukan observasi, kondisi pasien, Jumat (13/3) kemarin dilaporkan mulai membaik. Hanya saat ini pihak rumah sakit masih menunggu hasil lab dari Litbangkes Jakarta. Dari informasi yang dihimpun, rujukan pasien WNA diterima RS Tabanan, Kamis sore pukul 17.00 Wita. Keterangan dr. Nyoman Suratmika, dari Dinas Kesehatan Tabanan, pasien itu memang memiliki riwayat datang dari negara
Pendidikan
Dwijendra University Jadi ”Guest Lecturer” di Untag 1945 Surabaya DWIJENDRA University yang dipimpin Rektor Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. didampingi oleh para wakil rektor dan seluruh dekan serta LPPM menyelenggarakan penandatangan MoU dengan Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 (Untag) Surabaya, di Surabaya, Jumat (13/3) kemarin. Dari Surabaya, Rektor Dwijendra University Gede Sedana mengatakan tidak hanya MoU, kerja sama berikutnya langsung dilakukan oleh kedua universitas itu melalui penandatanganan MoU di antara Fakultas Hukum yang ada di masing-masing universitas. Tindak lanjut kerja sama tersebut dilaksanakan dengan mengadakan pertukaran dosen sebagai Guest Lecturer. Dosen Dwijendra University yang tampil sebagai guest lecturer adalah Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum. Dosen senior ini adalah ahli hukum
adat di Dwijendara University. Dr. Wirawan yang juga Ketua Yayasan Dwijendra itu membawakan makalahnya dengan lugas dan cerdas, mendeskripsikan secara sistematis pemahaman tentang hukum adat melalui paper yang bertajuk ‘’Hukum Adat dalam Konteks Kekinian’’. Paparan ilmiah yang disampaikan Dr. Wirawan di hadapan para dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum Untag 1945, Surabaya mengundang apresiasi luar biasa. Sementara itu, Dr. Erny Herlin Setyorini, S.H., M.H. dari Untag 1945 menyampaikan materi tentang mediasi penal dalam perspektif hukum adat masa kini. Diskusi pada acara itu berlangsung sangat alot, terutama pada saat dimunculkan hukum adat perkawinan pada gelahang yang ada di Bali. Rektor Untag 1945 Dr. Mulyanto Nugroho, M.M., CMA., CPA. menyambut secara baik
Bali Post/kmb28
kerja sama yang dilakukan dengan Dwijendra University yang berkenaan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Prof. Mulyanto bahkan sangat antusias bisa membantu mengembangkan Dwijendra University lebih baik. Hal senada disampaikan Rektor Dwijendra University, Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. Dikatakannya, kerja sama Dwijendra University dengan Untag 1945 diharapkan menjadi salah satu wahana membangun dan mengembangkan perguruan tinggi termasuk sumber daya manusia. Bahkan, Rektor yang belum setahun memimpin Dwijendra University ini meminta LPPM Dwijendra University bersiap-siap membangun kerja sama/kolaborasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk memperoleh hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (ad382)
GUEST LECTURER - Dosen Dwijendra University yang juga Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan (paling kiri) saat menjadi guest lecturer di Untag Surabaya.
terpapar virus Corona. Yang bersangkutan tiba di Bali tanggal 7 Maret 2020. Tanggal 10 Maret sempat berobat di rumah sakit swasta di Denpasar. Keluhannya flu, demam, dan batuk. ‘’Memang benar, Rumah Sakit Tabanan kamis sore
menerima pasien rujukan dari RS swasta di Denpasar. Pasien yang dalam pengawasan akhirnya dirujuk ke ruang isolasi Rumah Sakit Tabanan. Dari hasil pemeriksaan (Jumat - red) kondisinya sudah membaik,’’ terangnya.
Pengambilan sampel yang dikirim ke Litbangkes Jakarta untuk memastikan gejala apakah pasien positif atau negatif Covid-19, sudah dilakukan dua kali. Pertama di RS swasta di Denpasar dan kedua di RS Tabanan. ‘’Mudah-mudahan hasil yang diterima negatif, sehingga pasien bisa diobservasi kembali ke negaranya,’’ ucapnya. Terkait hal ini, Suratmika kembali menekankan pada masyarakat untuk tidak khawatir dan panik. Namun lebih pada upaya terus me-
ningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Dikatakannya, Rumah Sakit Tabanan telah siap menangani kasus pasien infeksi menular itu. Salah satunya virus Corona. Sebagai salah satu rumah sakit rujukan di Bali, Rumah Sakit Tabanan sampai saat ini setidaknya sudah menangani empat pasien dalam pengawasan virus Corona. Tiga pasien hasil observasi sebelumnya telah dinyatakan negatif. Mereka telah diperbolehkan pulang. (kmb28)
”Tanah Lot Art and Food Festival #3 2020” Tampilkan Okokan Kolosal ”Nangluk Merana” BERKACA dari kesuksesan event Tanah Lot Art and Food Festival 2019, Badan Pengelola DTW Tanah Lot kembali menggelar Tanah Lot Art and Food Festival #3 2020 di seputaran Pura Luhur Tanah Lot, Beraban, Tabanan, Jumat (13/3) kemarin. Pelaksanaan event Tanah Lot Art and Food Festival itu agar semakin memperkenalkan Tanah Lot sebagai destinasi wisata dunia yang religius dan menawan. Dengan mengusung tema “Tirta Kamandalu”. Tema Tirta Kamandalu itu memiliki makna air suci dari dari dasar samudra yang menjadi sumber kehidupan. Pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival #3 2020 diawali pagelaran Okokan kolosal. Kurang lebih 900 seniman Okokan dan penari dari 7 banjar di Desa Pakraman Kediri tampil memukau dalam suguhan pagelaran Okokan kolosal bertema ‘‘Nangluk Merana’’. Pagelaran Okokan kolosal bertema nangluk merana itu adalah sebuah pertunjukan tradisi yang pada umumnya digelar untuk mengusir bala atau musibah. Seperti penyakit, hama, bencana dan sejenisnya. Ini digaungkan dengan harapan agar dunia segera mampu melepaskan diri dari wabah virus Corona. Selain itu, Tanah Lot Art and Food Festival #3 2020 tahun ini juga akan memanjakan para pengunjung dengan menghadirkan klinik kopi yang menampilkan pengolahan kopi robusta asal Pupuan. Pengolahan dari biji kopi mentah sampai menjadi kopi siap saji dilakukan barista terbaik Tabanan. Tidak kalah juga disajikan
kuliner tradisional Tabanan. Seperti Pesan Telengis, Jukut Roroban, dan Jaja Leburan, dalam tema ‘‘Boga Bali Lawas’’. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang juga selaku Ketua Badan Pengelola DTW Tanah Lot mengatakan, Okokan sebagai icon dalam pementasan festival tahun ini dengan pragmentari nangluk merana. Pragmen tari bertujuan menetralisir hal-hal jahat atau negatif. Apalagi saat ini industri pariwisata diguncang kejadian yang ditandai merebaknya wabah virus Corona yang terjadi di mana-mana. “Tentunya saya yakin dengan kekuatan sekala niskala dan niat kita. Virus itu akan hilang di tanah suci Bali ini. Kita doakan bersama-sama. Dengan menampilkan Okokan kolosal, mudah-mudahan sedikit tidaknya membawa dampak baik bagi kita di Bali dan Tabanan khususnya,” harap Bupati Eka saat memberi sambutan pembukaan di event Tanah Lot Art and Food Festival #3, Jumat (13/3).
Ia menambahkan, sepanjang kita yakin dengan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa niscaya kita tidak akan takut dengan virus apa pun. Seperti virus Corona yang saat ini merebak di dunia. “Sepanjang kita yakin dengan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, itu akan di-somyakan (dinetralkan) kembali. Dan Bali tentunya akan tetap menjadi pusat pariwisata dunia yang kita banggakan,” imbuh Bupati Eka. Hadir dalam pembukaan Tanah Lot Art and Food Festival yang dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan Puri Kediri, anggota DPR-RI I Made Urip, Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, pimpinan OPD dan anggota DPRD Tabanan. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengapresiasi acara ini karena sesuai dengan program
pemerintah yakni ‘‘We Love Bali’’ Movement. “Dan menjadi lebih luar biasa lagi ketika acara ini dilakukan di tengah suasana hiruk-pikuk berita yaitu tentang virus Corona. Ini sangat menarik sekali,” pungkas Wagub Cok Ace. Ia menambahkan, tema yang diusung tahun ini, tepat dilaksanakan di tengah Bali yang saat ini memang masih baik-baik saja. Hanya pemberitaan di luar negeri sedemikian rupa membawa dampak kekhawatiran. “Jadi bukan sematamata festival ini ditujukan untuk pariwisata, lebih dari itu. Pagelaran Okokan kolosal ini adalah persembahan untuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa,” imbuh Wakil Gubernur Cok Ace. Usai memberikan sambutan, Wagub Cok Ace bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Bupati Eka, beserta undangan lainnya membuka Tanah Lot Art and Food Festival #3 2020 dengan membunyikan Okokan. (ad383)
Belasan Tahun Diajukan, ”Skylife” Perompesan Pohon Tak Terealisasi SARANA dan prasarana yang dimiliki BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Tabanan relatif minim. Walau masih minim, penanggulangan bencana tetap dimaksimalkan. Tidak jarang saat ada peristiwa bencana yang kebetulan terjadi bersamaan di wilayah berbeda, petugas BPBD pastinya kewalahan. Bagaimanakah menyiasati sebagai suatu solusi cerdas ketika terjadi bencana bersamaan?
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widyatmika, mengatakan pihaknya kerap terbentur waktu jam kerja dengan petugas DLH. Sesuai SK, kerja para petugas harian lepas DLH ini hanya sampai pukul 11.00 Wita. “Ini yang kerap menjadi kendala, petugas TRC kami pun terkadang harus melakukan kegiatan perompesan secara manual. Tentunya faktor
keselamatan harus dijaga dengan baik. Karena itu, selalu saya wanti-wanti agar berhati-hati saat naik dan melakukan perompesan,” terangnya. Seperti saat perompesan pohon perindang di jalur utama Denpasar-Gilimanuk Jumat (13/3) kemarin, BPBD Tabanan harus menunggu kesiapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, berikut tugas pengoperasiannya.
Apalagi dimusim penghujan saat ini, tentunya kegiatan perompesan diefektifkan, guna mencegah terjadinya pohon tumbang. Saat perompesan pihaknya tetap melakukan koordinasi dengan Salter PUPR Pusat. Apakah boleh atau tidak pohon itu dipangkas, khususnya di jalur nasional. Sementara untuk jalur provinsi juga berkoordinasi dengan salter PUPR Provinsi Bali. Terkait penyediaan skylife, kata Trisna sebenarnya sudah rutin diajukan tiap tahunnya. Meski bukan menjadi SOP BPBD, namun permintaan warga untuk kegiatan perompesan pohon di jalur padat kendaraan sangat banyak. Karena itu, mau tidak mau harus direspons BPBD. “Kalau ada pohon tumbang
baru itu menjadi ranah kami, karena itu harus direspons dengan baik,” ucapnya. Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki dan juga anggaran dari Pemkab, BPBD pun terus mencari celah bantuan baik itu dari pemerintah provinsi maupun pusat. Tak hanya minim prasarana penanggulangan bencana, kantor yang ditempati BPBD Tabanan saat ini yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, juga tak representatif. Bukan hanya sesak, namun perkantoran ini nyaris tak memiliki lahan parkir layak mobil reaksi cepat. Terkait hal itu, BPBD pun tak bisa berbuat banyak, lantaran keterbatasan anggaran Pemkab Tabanan. (bit)
Bali Post/bit
PEROMPESAN - Petugas saat melakukan kegiatan perompesan pohon perindang di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di desa Samsam, Kerambitan, Jumat (13/3) kemarin.
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Sikapi Covid-19
Tokoh Ubud Imbau Tetap Tenang dan Waspada Gianyar (Bali Post) – Seluruh komponen di Ubud diimbau tetap tenang dan waspada menghadapi dampak Covid-19. Sebab, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya menanganinya. Namun, selain secara sekala, juga perlu mencoba langkah niskala melalui pelaksanaan upacara sesuai keyakinan masyarakat Bali. Tokoh Puri Ubud, Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, menyampaikan pandangan itu Jumat (13/3) kemarin. Praktisi Bali Post/kmb35 pariwisata yang akrab Dr. Tjokorda Gde disapa Cok De ini manRaka Sukawati gapresiasi upaya keras pemerintah menangani Covid-19 secara skala. Akan tetapi pihaknya juga mengingatkan kearifan lokal di Bali yang menggunakan media upacara dalam menangani wabah bencana seperti ini. “Kalau kita melihat ini seperti grubug, jadi tidak ada salahnya kita menangani itu melalui media upacara yang diwariskan oleh leluhur,” kata undagi barong ini. Dikatakannya, selama ini upacara di Bali dilaksanakan untuk mewujudkan keharmonisan, terutama dengan alam, manusia dan Tuhan. Selain itu, tokoh Puri Ubud ini juga mengimbau seluruh komponen masyarakat untuk tenang dalam menghadapi virus Corona. “Tetap tenang, jaga kondisi tubuh, dan seringlah mencuci tangan. Jangan sampai kita dihantui kepanikan, padahal lingkungan kita masih sehat,” tandasnya. (kmb35)
Cegah Bunuh Diri dan Gangguan Jiwa
Bupati akan Siapkan Klinik Konseling Gianyar (Bali Post) Kasus bunuh diri dan orang gila di Kabupaten Gianyar tergolong tinggi. Pada awal 2020 ini saja tercatat tiga kasus bunuh diri dan sejumlah warga harus dikirim ke RSJ Bali di Bangli karena mengalami gangguan jiwa. Melihat kondisi ini, Bupati Gianyar I Made Mahayastra akan mempersiapkan klinik konseling lengkap dengan call center. Klinik ini dirancang sebagai media berbagi guna mencegah bunuh diri hingga stres yang berujung pada gangguan jiwa. Mahayastra mengatakan, masyarakat yang gampang mengambil jalan pintas dengan bunuh diri sudah menjadi perhatiannya sejak lama. Apalagi setelah ditelusuri penyebabnya
Bupati Gianyar I Made Mahayastra
Gamelan di Banjar Serongga Kaja Dicuri Gianyar (Bali Post) Daun dua buah gamelan kantil di Banjar Serongga Kaja, Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, diketahui hilang pada Kamis (12/3) lalu. Warga sangat terkejut atas pencurian ini, terlebih gamelan itu rutin digunakan saat pentas pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke aparat kepolisian. Klian Adat Banjar Serongga Kaja Pande Made Sudarsana mengatakan aksi pencurian ini baru diketahui pada Kamis sore sekitar pukul 16.00 Wita. Kala itu warga yang datang mendapati daun dua gamelan kantil hilang. ‘’Anehnya hanya dua tungguh (gamelan) yang dicuri. Padahal ada banyak gambelan di sana, lengkap satu barung gong kebyar dan satu barung angklung,’’ jelasnya, Jumat (13/3) kemarin. Aksi pencurian diketahui bermula dari banjarnya yang akan megamel di pura setempat untuk maprani (prosesi upacara). Saat hendak mengambil gamelan warga sudah curiga karena kain pembungkus kantil sedikit terbuka. Ketika dicek ternyata daun gamelan yang totalnya berjumlah 20 buah raib. Tali-talinya dipotong menggunakan korek api. Klian gong kemudian melapor ke klian adat dan selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kota Gianyar. Pande Sudarsana menyampaikan, warganya terakhir kali menggunakan gamelan tersebut sebelum hari raya Galungan dan Kuningan lalu.
Bali Post/ist
CEK GAMELAN - Polisi mengecek lokasi gamelan disimpan di Balai Banjar Seronggo Kaja. Di tempat gamelan itu juga terdapat satu angklung dan latihan sempat dilakukan pada Minggu (8/3) lalu. Namun, saat latihan tersebut belum ada yang mengetahui ada kantil yang raib. Pelaku pencurian diperkirakan orang yang mengetahui suara gamelan. Meski demikian, pihaknya menyerahkan kepada petugas kepolisian untuk melakukan penyelidikan. Selain itu, warga akan menempuh jalur niskala guna mengungkap pelaku pencurian. ‘’Gong kebyar itu termasuk kantilnya digunakan pentas pada ajang PKB sejak tahun 1995. Sebagian besar menggunakan gamelan tersebut sebagai contoh bunyinya. Kami meyakini bertuah dan ada taksu-nya, sehingga kami
rawat sungguh-sungguh,’’ ungkapnya. Ia merasa heran bisa terjadi aksi pencurian, mengingat posisi balai banjar tempat gong tersebut disimpan berada pada jalur ramai. Selain itu, sering digunakan latihan megamel dan di depannya terdapat koperasi banjar. ‘’Kemungkinan pencurinya beraksi saat perayaan Galungan dan Kuningan. Akibat kasus ini, kami mengalami kerugian Rp 16 juta,’’ tandasnya. Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Ketut Suastika saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya laporan pencurian daun gambelan kantil di Desa Seronggo. Aparat kepolisian sudah turun melakukan penyelidikan. (kmb35)
jualan seperti pasar seni. Jadi, perubahan dagangan yang dikomplainkan, karena Pasar Umum Sukawati akan dibangun menjadi bagian Pasar Seni Sukawati, yakni Blok C Pasar Seni,’’ ungkapnya. Setelah dilakukan sosialisasi oleh instansi terkait, tidak terdengar lagi komplain dari pedagang Pasar Umum Sukawati. Ia menilai semua pedagang akhirnya menerima keputusan tersebut. Saat ini tercatat 525 pedagang di areal Pasar Umum Sukawati. Jumlah ini belum termasuk pedagang pelataran dan bermobil. ‘’Yang terdaftar sesuai SK Bupati 525 orang, termasuk pedagang toko, kios, dan los,’’ kata Raka. Bila pengerjaan revitalisasi mulai berlangsung, seluruh pedagang akan dipindah ke tempat relokasi. Lokasi relokasi meman faatkan lahan Desa Adat Sukawati di jalan dekat By-pass I.B. Mantra menuju Pura Erjeruk. Dihubungi terpisah, Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha membenarkan adanya rencana lahan Desa Adat Sukawati bakal
dimanfaatkan untuk areal Pasar Umum Sukawati. Lokasi pasar relokasi tersebut berjarak sekitar 2 km dari Pasar Umum Sukawati. ‘’Lahan yang dijadikan pasar umum ini luasnya satu hektar lebih,’’ jelasnya. Menurutnya, pasar relokasi akan dibangun semipermanen terlebih dahulu. Ke depan rencananya areal tersebut dijadikan permanen bangunan Pasar Umum Sukawati dan selanjutnya menjadi usaha milik desa adat. ‘’Sampai saat ini kami belum punya usaha. Diharapkan pasar umum ini bisa menjadi usaha desa,’’ tandasnya. Revitalisasi Pasar Umum Sukawati akan dikerjakan mulitiyears hingga 2021. Pembangunannya menggunakan dana pusat Rp 105 miliar. Dana ini merupakan hadiah dari Presiden Jokowi kepada Bupati Gianyar I Made Mahayastra atas kemenangan saat Pemilu 2019. Revitalisasi bangunan pasar dirancang empat lantai ditambah satu setengah basement yang dihubungkan terowongan dengan bangunan pasar di sebelah barat. (kmb35)
Pedagang Pasar Umum Sukawati Akhirnya Terima Direlokasi
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar tengah mempersiapkan pemindahan pedagang Pasar Umum Sukawati menjelang revitalisasi bangunan. Proses ini sempat memicu pro dan kontra, sebab bila revitali sa si ra m p ung a re a l i t u akan menjadi bagian dari Pasar Seni Sukawati. Ada pula rencana Pasar Umum Sukawati dipatenkan pada areal relokasi, yakni di jalan menuju Pura Erjeruk, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati. Kepala Pasar Umum Sukawati A.A. Raka dihubungi beberapa waktu lalu mengakui sebelumnya cukup banyak pedagang yang komplain terkait relokasi. Yang menjadi persoalan pedagang ialah areal yang kini Pasar Umum Sukawati setelah direvitalisasi akan dijadikan sebagai bagian dari Pasar Seni Sukawati. Dijelaskannya, bila pedagang Pasar Umum Sukawati tetap ingin berjualan di bangunan baru, harus berdagang produk kerajinan, seperti pedagang di Pasar Seni Sukawati. ‘’Yang dikomplain itu setelah bangunan ini selesai agar ber-
terkadang bukanlah hal yang krusial, melainkan hanya ketidaksiapan mental menghadapi masalah. ‘’Tidak jarang anak bunuh diri karena tidak diberikan handphone, sakit lama tidak sembuh dan ada juga depresi,’’ ujarnya, Jumat (13/3) kemarin. Bupati yang juga Ketua DPC PDIP Gianyar itu akan membuat call center yang bisa dimanfaatkan oleh masyara-
kat yang sedang mengalami depresi. Selain itu, klinik konseling akan dibuatkan khusus sehingga diharapkan dapat meminimalisir adanya kasus bunuh diri. ‘’Minimal kalau depresi mereka bisa konseling terlebih dahulu. Jadi, kalau ada niat bunuh diri minimal bisa dipendam niatnya itu,’’ tandasnya. Pada awal 2020, kasus bunuh diri terjadi di wilayah hukum Polsek Sukawati, Senin (13/1) lalu. Korban nekat gantung diri di kamar mandi kosnya di Banjar Pengambangan, Desa Batubulan, karena motif asmara. Lanjut pada Februari terjadi di Banjar
Kutuh Kaja, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, dengan korban I Made Sukadana yang diduga depresi dan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di rumahnya. Kasus ketiga, diduga karena sakit paruparunya tidak kunjung sembuh, I Made Budiarsa, warga Banjar Dukuh, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Minggu (8/3) lalu. Bupati Mahayastra juga mengatensi serius terkait kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), mengingat Gianyar terbanyak mengirim pasien ke RSJ Bali di Bangli. ‘’Terkait ODGJ, kebanyakan penyebabnya adalah keturunan. Harus diatensi sejak dini guna mencegahnya,’’ tambah politisi asal Kecamatan Payangan ini. (kmb35)
Giliran di Gianyar, Made Urip Serahkan Bantuan Aspirasi Rp 711 Juta
Perkuat Sektor Pertanian Hadapi Wabah Virus Corona di Bali SETELAH Kabupaten Jembrana dan Buleleng, kini giliran Kabupaten Gianyar disambangi anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Saat agenda kegiatan reses, wakil rakyat sejuta traktor itu juga turun ke bawah (turba) membawa oleh-oleh bantuan aspirasi yang diserahkan secara simbolis di Banjar Jasan, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Kamis (12/3) siang. Bantuan yang diserahkan total Rp 711 juta, berupa 15 unit hand tractor senilai Rp 525 juta, 2 unit power thresher senilai Rp 36 juta, 3 ribu bibit buah-buahan produktif senilai Rp 75 juta dan 3 ribu bibit kelapa genjah senilai Rp 75 juta. Sebelumnya, Ketua DPP PDI-P tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu juga turba menyerahkan secara simbolis bantuan alsintan, Program KBR (kebun bibit rakyat), Program KRPL (kawasan rumah pangan lestari) dan pabrik UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik) di Kabupaten Buleleng dari APBN tahun anggaran 2019 senilai Rp 1,036 miliar, Minggu (8/3). Berikutnya giliran petani dan krama subak di Kabupaten Jembrana dibawakan oleh-oleh bantuan sekaligus meresmikan Sentra Pelayanan Pertanian Padi Terpadu (SP3T) senilai Rp 3 miliar ditandai pengguntin-
gan pita oleh Made Urip. Pada kesempatan itu, Made Urip juga secara simbolis menanam bibit unggul, berupa pohon buah-buahan bersama Klian Adat Banjar Jasan, pengurus KTNA Kabupaten Gianyar, klian subak dan ketua kelompok tani bersama ratusan petani dan krama subak. Saat bertatap muka, kelompok tani dan ternak serta organisasi subak se-Kabupaten Gianyar mengucapkan terima kasih karena di sela kesibukannya Made Urip bisa hadir ke tengah masyarakat. “Saya sudah terima traktor dan bantuan Pak Made Urip. Ke depan kami ingin dibantu irigasi serta pupuk dan bibit,” kata Ketua Kelompok Sari Sedana, Nyoman Lanus. Pakaseh Subak Bonjaka, Made Suweca, juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Made Urip. “Sudah banyak bantuan dari Pak Urip dan sudah dirasakan mamfaatnya oleh petani dan krama subak,” ujarnya. Klian Subak dan Klian Adat Banjar Jasan, I Nyoman Riyun, mewakili petani dan krama subak, sangat berterima kasih atas bantuan dan program pertanian yang diperjuangkan untuk tahun anggaran tahun 2019. Made Urip menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan masyarakat, khususnya di Banjar Jasan, karena telah memberikan hampir
BANTUAN ASPIRASI - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI-P Drs. I Made Urip, M.Si. saat agenda kegiatan reses turun ke bawah membawa bantuan aspirasi yang diserahkan secara simbolis di Banjar Jasan, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar, Kamis (12/3) siang. 1.000 lebih suara, sehingga di Gianyar bisa meraup suara 11 ribu lebih. “Suara sudah cukup signifikan. Saya mengucapkan suksma kepada masyarakat Gianyar karena menjadi peraih suara terbesar di Bali dengan 255.130 suara dan terbesar ketujuh nasional,” tandasnya. Politisi asal Desa Tua, Marga, Tabanan itu menyebutkan, merebaknya virus Corona dampaknya sangat luar bisa buat kondisi negara, terutama sektor pariwisata menghadapi gunjangan besar. “Sektor pariwisata sangat sensitif dengan bencana dan penyakit, sehingga jangan seluruhnya di pariwisata. Sep-
erti sekarang hotel dan restoran sepi. Karena itu mari kita tekuni pertanian,” paparnya. Menurutnya, Bom Bali saja butuh tiga tahun pemulihan, sedangkan Covid-19 belum bisa diprediksi. “Karena itu kita harus perkuat dan perteguh sektor pertanian sebagai unggulan di Bali dengan membangun sektor pariwisata bersinergi dengan pertanian. Kita juga harus perkuat sektor pertanian dengan mengakses program penguatan modal, bantuan infrastruktur dan penguatan kelompok yang semuanya bisa kita akses,” ujar Made Urip. (ad379)
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
17 Maret, Padudusan Agung di Pura Goa Lawah ’’Masineb’’
PERSEMBAHYANGAN - Umat Hindu saat melakukan persembahyangan di Pura Goa Lawah.
PUNCAK Karya Padudusan Agung di Pura Goa Lawah, Desa Pasinggahan, Kecamatan Dawan telah dilaksanakan sejak Selasa (10/3) lalu. Setelah itu, dilanjutkan nganyarin hingga masineb 17 Maret nanti. Sepanjang bhakti panganyar ini, Pura Sad Kahyangan Goa Lawah tidak pernah sepi. Setiap saat membeludak, umat Hindu terus-menerus berdatangan dari pagi hingga malam. Salah satu Prajuru Pura Goa Lawah, Putu Juliadi, mengatakan rangkaian upacara Padudusan Agung itu
Kesehatan
Deteksi Dini Kanker Serviks Oleh : dr. I Gede Arya Eka Wibawa
KANKER serviks adalah kangker yang relatif ganas --karena tumbuh sel-sel abnormal -- pada jaringan serviks alias leher rahim. Serviks itu terletak di sepertiga bagian bawah pada rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks itu termasuk sebagai penyebab kematian tertinggi kedua wanita di dunia, setelah penyakit kanker payudara. Namun kanker serviks itu sebagai penyebab utama kematian wanita di negara berkembang. Di Indonesia kanker serviks itu menduduki urutan kedua dari 10 kanker terbanyak. Diperkirakan, jumlah penderita baru kanker serviks itu berkisar 90-100 kasus per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 40 ribu kasus kanker serviks. Studi epidemiologi menunjukkan lebih dari 90% kanker serviks itu berhubungan dengan virus HPV (Human Papilloma Virus) subtipe onkogenik, terutama subtipe 16 dan 18. Adapun faktor risiko terjadinya kanker serviks itu antara lain. Aktivitas seksual pada usia muda atau pernikahan usia muda. Berhubungan seksual dengan multipartner. Selain itu merokok, banyak punya anak, sosial ekonomi rendah, penyakit menular seksual, penggunaan kontrasepsi oral jangka panjang (lebih dari 5 tahun), juga disebabkan riwayat kanker serviks keluarga, dan gangguan imunitas. Umumnya, lesi prakanker belum memberikan gejala. Bila telah menjadi kanker invasif, gejala yang paling umum adalah perdarahan (contact bleeding, perdarahan saat berhubungan intim, perdarahan di luar masa haid, dan pascamenopause) serta keputihan berbau tidak sedap. Pada stadium lanjut, gejalanya dapat berkembang menjadi nyeri pinggang atau perut bagian bawah. Bahkan
hingga terdapat gangguan atau keluhan dalam berkemih. Gejala lanjutan bisa terjadi sesuai infiltrasi sel kanker ke organ lain yang terkena. Misalnya otak (nyeri kepala, gangguan kesadaran), paru (sesak atau batuk berdarah), tulang (nyeri atau patah), dan lain-lain. Selain gejala dan tanda tersebut, penetapan penyakit kanker serviks itu, juga harus dikonfirmasi melalu pemeriksaan biopsi yaitu pengambilan spesimen jaringan serviks, untuk kemudian diperiksa apakah terdapat keabnormalan pada sel-sel tersebut. Kejadian kanker serviks itu sangat memengaruhi hidup penderita dan keluarganya. Karena itu peningkatan penanganan kanker serviks itu, terutama pencegahan dan deteksi dini, sangat diperlukan setiap pihak yang terlibat. Kebanyakan kasus kanker serviks pada tahap awal belum menimbulkan gejala. Karena itu, dituntut harus lebih waspada dan rutin melakukan deteksi dini. Dengan cara itu dipercaya bisa mengurangi angka mortalitas dengan pengobatan dini. Beberapa pemeriksaan yang dapat digunakan untuk deteksi dini kanker serviks itu yaitu, Pap-smear, servikografi, tes inspeksi visual asam asetat (IVA), tes high-risk type (HPV), kolposkopi, dan lainlain. Dari beberapa macam metode tersebut, tes IVA dan Pap-smear menjadi metode paling sering digunakan karena mudah dan akurat. Pap smear memiliki sensitivitas 51% dan spesifisitas 98%, sedangkan tes IVA memiliki sensitivitas sampai 96% dan spesifisitas 97% untuk program yang dilaksanakan oleh tenaga medis yang terlatih. Pemeriksaan deteksi dini itu dianjurkan bagi semua wanita berusia 30 dan 45 tahun, terutama wanita yang
aktif secara seksual, dan wanita yang memiliki faktor risiko. Kanker serviks itu menempati angka tertinggi di antara wanita berusia 40 hingga 50 tahun. Sehingga pemeriksaan dilakukan pada usia di mana lesi prakanker itu lebih mungkin terdeteksi, biasanya 10 sampai 20 tahun lebih awal. Jika hasil pemeriksaan IVA atau Pap-smear negatif, maka disarankan dilakukan pengulangan pemeriksaan 3 sampai 5 tahun. Sedangkan jika hasilnya positif segera konsultasikan kepada dokter, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mendapatkan pengobatan dini. Selain dilakukan deteksi dini. Beberapa hal lainnya dapat dilakukan dalam usaha pencegahan terjadinya kanker serviks itu. Antara lain vaksin HPV, vaksin itu dapat mengurangi kejadian kanker serviks dan kondisi pra-kanker, khususnya pada kasus ringan, penggunaan kondom untuk mengurangi risiko penularan virus penyebab penyakit menular seksual, sirkumsisi pada pria, tidak merokok (karena pada rokok mengandung zat yang bersifat karsinogen. Sebab, hal itu memicu pertumbuhan sel kanker). Banyak mengonsumsi sayur dan buah yang mengandung bahan-bahan antioksidan, yang dapat melindungi pengaruh buruk radikal bebas yang terbentuk akibat oksidasi karsinogen bahan kimia. Pencegahan sejak dini itu penting dilakukan. Alasannya dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas kejadian kanker serviks itu. Pencapaian penurunan insiden kanker serviks itu, memerlukan program komprehensif dan dilaksanakan dengan tanggung jawab. (ad370)
BPK Periksa LKPD Klungkung TA 2019 Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung telah menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2019 ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali, Jumat (13/3) kemarin. Laporan ini diserahkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Sekretaris Daerah I Gede Putu Winastra di Ruang Rapat Arjuna Kantor BPK Perwakilan Provinsi Bali, Jalan D.I. Panjaitan No. 2 Renon, Denpasar, Jumat (13/3) kemarin. Selanjutnya, BPK perlu waktu 60 hari ke depan melakukan pemeriksaan LKPD itu. Turut hadir Kepala Inspektorat I Made Seger, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) I Dewa Putu Griawan dan pihak terkait lainnya. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengatakan dalam situasi seperti ini pengelolaan anggaran daerah harus tetap berjalan dengan baik. Tentu dengan cara pembinaan-pembinaan harus dimantapkan untuk memperkuat konsolidasi, sehingga laporan keuangan semakin bagus. Pihaknya berharap selama laporan ini diserahkan, BPK selalu memberikan bimbingan pembinaan tentang tata cara pengelolaan keuangan daerah. ‘’Pembinaan dan evaluasinya sangat kami tunggu. Kami terus akan kawal pembangunan dan keuangan daerah itu demi menyejahterakan masyarakat,’’ ucap Bupati Suwirta. Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bali, Sri Haryoso Suliyanto, mengatakan tujuan Pemeriksaan LKPD ini, yakni untuk memberikan opini atas tingkat kelancaran informasi laporan keuangan yang disajikan. Laporan itu didasari kesesuaian dengan standar.
SERAHKAN LKPD - Bupati Suwirta saat menyerahkan LKPD kepada BPK Perwakilan Bali. Pihak BPK berharap dengan penyerahan LKPD ini pemerintahan di Bali khususnya Kabupaten Klungkung bisa mempertahankan Opini yang telah diperoleh sebelumnya. Sebagaimana diketahui dalam peraturan perundangundangan tentang pemeriksaan keuangan negara, BPK setelah menerima LKPD yang
diserahkan Bupati itu, diharapkan sesegera mungkin BPK melaksanakan pemerikasaaan. ‘’Dari 60 hari setelah penyerahan laporan keuangan ini, maka BPK segera memberikan laporan hasil kerja pemeriksaan ini kepada Pemkab Klungkung,’’ kata Haryoso Suliyanto. (kmb31)
telah dimulai sejak 4 Maret lalu dengan sejumlah acara. Seperti ngunggahang sunari, nuur tirta, melasti, mapepada, ngaturang pakelem dan prosesi lainnya, sebelum puncak upacara dilaksanakan 10 Maret lalu. Kedatangan umat kian padat, sehingga seluruh parkiran penuh. Pihak kepolisian dari Sat Lantas Polres Klungkung tampak sigap mengatur lalu lintas, agar tidak membahayakan para pamedek. Sepanjang jalur di depan pura juga dipasangi pembatas dan police line. Selama aktivitas umat
melakukan persembahyangan tidak terlihat adanya wisatawan mancanegara. Rupanya, wisatawan sementara dilarang masuk sampai ke utama mandala Pura Goa Lawah. Pelarangan itu diberlakukan sejak puncak pelaksanaan Padudusan Agung hingga upacara masineb. Wisatawan hanya diperbolehkan menyaksikan proses upacara dari jaba Pura Goa Lawah saja. ‘’Ini untuk mengantisipasi aktivitas yang tidak patut dilakukan di Utama Mandala Pura Goa Lawah itu,’’ katanya.
Selain itu untuk mengantisipasi membeludaknya umat melakukan persembahyangan, pihak panitia melakukan buka-tutup menggunakan sistem kartu. Satu sheet kartu itu disediakan dengan kapasitas 500 orang. Sehingga umat bisa melakukan persembahyangan dengan nyaman dan aman. Kepadatan pamedek diantisipasi dengan penyediaan tempat parkir memadai di areal luas di barat pura dan timur pura. Itu cukup memudahkan umat memarkir
kendaraannya. Ada pula rest area Pantai Goa Lawah, yang cukup luas untuk parkir kendaraan. Pura Goa Lawah sebagai tempat upacara NyegaraGunung karena kebetulan letaknya di tepi pantai. Pura Goa Lawah dikenal sebagai stana Dewa Maheswara dan Sanghyang Naga Basuki. Pura Goa Lawah didirikan Mpu Kuturan pada abad ke-11. Pura yang terletak di Pantai Goa Lawah itu termasuk salah satu Pura Sad Khayangan yang terletak di arah tenggara. (gik)
Antisipasi Covid-19
Diskes Gelar ’’Screening’’ di Nusa Penida
Semarapura (Bali Post) -
Upaya pencegahan Covid-19 terus dilakukan pemerintah daerah, pascaditemukan satu WNA yang dicurigai terpapar virus Corona di Nusa Penida. Pencegahan itu semata-mata untuk membatasi peredarannya. Agar tidak semakin meluas dan menimbulkan ketakutan warga, Dinas Kesehatan melakukan screening atau pemeriksaan suhu tubuh terhadap setiap warga lokal maupun wisatawan, yang turun di wilayah kepulauan Nusa Penida, Jumat (13/3) kemarin.
SCREENING - Petugas Dinas Kesehatan saat melakukan screening kepada wisatawan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Klungkung, Ida Ayu Megawati, mengatakan pemeriksaan dilakukan di tiga pintu masuk menuju Nusa Penida. Pemeriksaan itu dilangsungkan di Pelabuhan Sampalan dan Banjar Nyuh di Pulau Nusa Gede serta di Pelabuhan Jungutbatu di Pulau Lembongan. Upaya ini dilakukan semakin serius, setelah ada
ada yang sakit, maka langsung diarahkan ke tempat pelayanan kesehatan terdekat. Tujuannya untuk memastikan kondisi kesehatan terpapar Covid-19 atau tidak. Sejauh ini tim Dinas Kesehatan menelusuri pihakpihak yang sempat berinteraksi dengan pasien tersebut. Tim Surveilans sedang menelusuri lebih jauh dengan siapa saja pasien itu sempat berinteraksi. Itu harus dilakukan untuk mengecek kondisinya dan memastikan tidak terpapar Covid-19. Lokasi pasien tempat menginap sebelumnya itu sudah disterilkan dengan cara menyemprotkan disinfektan.
satu pasien WNA berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) di Nusa Penida. Pasien ini sudah dirujuk ke RSUP Sanglah, sebagai rumah sakit rujukan, setelah sebelumnya sempat ditangani di RSUD Klungkung. ‘’Sesuai protap, screening atau pemeriksaan suhu tubuh itu dilakukan dengan alat thermoscan,’’ kata Megawati. Dalam proses pemeriksaan suhu tubuh itu, jika ditemukan
Karena itu semua pihak tidak perlu takut tertular. Di sisi lain, pasien WNA dengan pengawasan Covid-19 yang sempat diisolasi di RSUD Klungkung itu, saat ini sudah dirujuk ke RSUP Sanglah. Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, mengatakan pasien pengawasan Covid -19 itu sudah dirujuk Kamis (12/3) sekitar pukul 18.00 wita. Pihaknya memastikan Gedung RSUD Klungkung masih tetap aman dari Covid-19. Sehingga pasien atau masyarakat yang hendak berobat tidak perlu khawatir. (kmb31)
Klungkung Komit Jabarkan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’
SOSIALISASI - Para undangan saat kegiatan sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung berkomitmen dengan sungguhsungguh menjabarkan visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Terbukti, komitmen itu dijabarkan pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Bali dan sangat selaras dengan RPJMD Kabupaten Klungkung. Asisten III Pemkab Klungkung, Wayan Sumarta, menegaskan hal itu saat mewakili Bupati Klungkung Nyoman Suwirta hadir dalam acara sosialisasi program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Jumat (13/3) kemarin. Pihaknya, kata Wayan Sumarta, menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas dilaksanakannya sosia-
lisasi program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menuju Bali Era Baru. Sejalan dengan itu, dia mengatakan, sesungguhnya ada banyak program yang telah digagas Pemkab Klungkung. Seperti Entrepreneur Masuk Desa, untuk membangkitkan minat berusaha dan menggali potensi desa. Ada juga Yowana Gema Santi, menempatkan generasi muda di setiap desa sebagai pendamping desa. Kemudian, Pelatihan Tenaga Kerja dari KK miskin untuk diberangkatkan ke luar negeri. ‘’Ini juga sebagai salah satu upaya penguatan desa adat,’’ tegasnya. Pemkab juga merencanakan pembangunan pusat pemberdayaan dan pelatihan masyarakat yang diintegrasikan dengan showroom hasil pelatihannya. Ini untuk mewadahi hasil pela-
tihan yang sudah berjalan, agar kegiatan pelatihan yang setiap tahun berjalan itu tidak mubazir. Ada juga Inovasi Gema Tansaplas (Gerakan Bersama Puputan Sampah Plastik), sebagai muara akhir penanganan sampah plastik. Gerakan ini akan dikelola koperasi yang dibentuk TP PKK Klungkung, dimana saat ini sedang diproses akta pendiriannya. ‘’Pemkab Klungkung juga sedang menggagas pembentukan Koperasi Tenun Endek dan memfasilitasi kemitraan UMKM dengan distributor,’’ kata pejabat Banjar Pegending, Desa Adat Sangkan Buana ini. Selain itu, Pemkab Klungkung juga sedang mengembangkan Holding Company yang merupakan bentuk kemitraan antara 50-an koperasi dengan BUMN PT Mitra Bumdes Nusantara. Semua program itu dikemas dan dikerjakan selaras dengan program Pemprov Bali.
Wayan Sumarta Inilah realisasi konsep ‘’satu jalur’’ dalam memimpin dan merealisasikan program daerah. ‘’Kami selalu mendukung apapun yang menjadi program Gubernur Bali. Kami berupaya menyusun program yang sejalan dengan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ini menjadi cita-cita besar Pemprov Bali yang harus kita wujudkan bersama-sama,’’ tutup Sumarta. (kmb31)
C.0000156
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Ribuan ASN Belum Terima TPP, Pemkab Upayakan Pencairan Bulan Ini Amlapura (Bali Post) DPRD Kabupaten Karangasem melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pihak eksekutif terkait pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang belum diterima ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Karangasem selama tiga bulan. Dewan minta TPP segera dibayarkan. Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, mengatakan rakor diadakan karena pihaknya ingin tahu kendala yang dihadapi pihak eksekutif terkait TPP ribuan ASN yang belum dicairkan. “Kami di dewan ingin mengetahui persoalan sehingga TPP ASN periode Januari-Februari belum dibayarkan,” ucapnya saat rapat koordinasi. Ia berharap TPP ASN secepatnya dibayar. Terlebih lagi dalam waktu dekat akan ada hari raya Nyepi. Jadi, TPP ini sangat dinanti-nantikan oleh ASN untuk keperluan upacara. Belum lagi untuk kebutuhan lainnya termasuk utang. Karena tidak menutup kemungkinan banyak ASN yang memiliki utang dan mengandalkan TPP untuk membayarnya. Terlebih lagi bagi ASN yang golongannya kecil, sehingga gaji yang didapat tidak cukup untuk menangggung semua kebutuhan termasuk membayar utang. ‘’Jadi, kami berharap pihak eksekutif bisa secepatnya membayar TPP. Pada hari raya Galungan dan Kuningan yang sudah lewat, mereka tidak bisa menikmati TPP. Semoga sebelum hari raya Nyepi mereka bisa menerima TPP,” jelas Gede Dana. Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Karangasem, I Wayan Purna, mengatakan pembayaran TPP kini berdasarkan kinerja. Untuk pembayaran TPP ini, pihaknya masih harus merinci. “Kami upayakan TPP ASN bisa dicairkan Maret ini. Sekarang masih dalam proses,” tegasnya. Menurutnya, dana yang dibutuhkan untuk membayar TPP ASN selama 12 bulan mencapai Rp 101 miliar. Hanya, karena ada hal yang lebih urgen dan mesti diperhatikan, yakni masalah pembayaran iuran peserta PBI ke BPJS Kesehatan, maka selama tujuh bulan rencananya digeser untuk pembayaran iuran BPJS. Itu yang dilakukan pihaknya supaya semuanya berjalan, yakni TPP cair dan kerja sama BPJS bisa diperpanjang lagi sampai beberapa bulan ke depan agar tidak ada persoalan. Jadi, kekurangan dana TPP nantinya bisa dialokasikan di anggaran perubahan. ‘’Inilah yang masih dicarikan solusinya. Bahkan, perjalanan dinas pemkab dan dewan di dalam daerah sudah dipangkas untuk menutupi defisit anggaran untuk pembayaran iuran ke BPJS pada April dan seterusnya,” papar Purna. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PASIEN - RSUD Karangasem kembali merawat satu pasien dalam pemantauan Covid-19, Jumat (13/3) kemarin.
RSUD Kembali Tangani Pasien Pemantauan Covid-19 Amlapura (Bali Post)-
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karangasem kembali menangani satu pasien dalam pemantauan Corona (Covid-19), Jumat (13/3) kemarin. Pasien itu merupakan rujukan dari Puskesmas Selat. Saat ini pasien ditangani di ruang pemantauan yang sudah dipersiapkan oleh pihak rumah sakit. Pantauan di lapangan, pasien tiba di RSUD Karangasem sekitar pukul 10.25 Wita. Pesien dirujuk dari Puskesmas Selat menggunakan mobil ambulans bersama orangtuanya. Pasien langsung dibawa ke ruangan pemantauan ditangani lang-
sung oleh petugas RSUD Karangasem yang memakai alat pengaman diri (APD). Salah seorang petugas mengatakan, pasien sempat kontak dengan salah satu pasien yang ada di RSUP Sanglah, Denpasar. “Informasi yang didapat seperti itu, tapi
pastinya kurang tahu. Apakah dengan pasien yang masuk pengawasan atau tidak, saya kurang tahu,” ucapnya. Orangtua pasien, menjelaskan, putrinya sebelumnya sempat bekerja di salah satu hotel yang ada di wilayah Nusa Dua, Badung. Dia ting-
gal di wilayah Kuta. Sang anak mulai menunjukkan gejala batuk sejak sebulan terakhir. Selain itu, mengalami gejala batuk, sesak napas, sakit kepala dan demam. “Sekarang batuknya semakin keras,” ujarnya. Kasi Pelayanan Medis RSUD Karangasem, Ni Made Astini Handayani, mengakui pihak rumah sakit menerima satu pasien yang mengalami gejala batuk, panas dan sesak. “Sekarang pasien sudah ditan-
gani dan dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis di ruang pemantauan,” jelasnya. Pasien juga sudah diambil darahnya untuk dijadikan sampel laboratorium dan saat ini masih menunggu hasilnya. ‘’Pasien bekerja di salah satu rumah makan di wilayah Kuta dan sempat kontak dengan WN Asia yang makan di sana. Dia tidak tahu kesehatan WNA yang diajak kontak tersebut seperti apa,” tambahnya. (kmb41)
Terkendala Komputer, SMPN 3 Abang Belum Bisa Terapkan UNBK
Bali Post/kmb41
I Gde Mahendra
Amlapura (Bali Post) SMPN 3 Abang di Kecamatan Abang belum bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini. Penyebabnya, pihak sekolah belum memiliki sarana prasarana komputer untuk melaksanakan UNBK tersebut. “Sekolah belum bisa menerapkan UNBK karena kemampuan sarana prasarana belum memadai. Sekolah belum memiliki komputer untuk mendukung UNBK. Jadi, kami masih menerapkan UNKP (Ujian Nasinoal Berbasis Kertas dan Pensil),’’ papar Kepala Sekolah I Gede Mahendra, Jumat (13/3) kemarin. Mahendra menambahkan, saat ini multimedia
masih mempergunakan laptop guru. Komputer sekolah belum dialokasikan. Yang dialokasikan baru kegiatan administrasi sekolah. Pihaknya akan mengajukan bantuan secara bertahap. Yang lebih dulu diajukan adalah pembangunan ruangan laboratorium komputer. Pasalnya, sampai saat ini sekolah belum memiliki lab komputer. “Kami ajukan untuk gedung lab lebih dulu. Kalau mengajukan komputer, tapi belum ada tempat untuk menempatkan komputer, kan mubazir. Makanya lab dulu diajukan, baru unit komputernya. Kami harap secepatnya bisa membangun gedung lab,’’ jelasnya. (kmb41)
Petugas Cek Kesehatan Penumpang di Pelabuhan Padangbai Amlapura (Bali Post) Pascakasus WNA meninggal dunia akibat positif terpapar Covid-19, Otoritas Pelabuhan Padangbai, Manggis, memperketat pintu masuk. Petugas melakukan pengecekan kesehatan semua penumpang menggunakan thermal scanner dan thermometer portable/ mobile. Berdasarkan pantauan Jumat (13/3) kemarin, tim kesehatan Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Padangbai memeriksa semua penumpang yang hendak berlibur ke Nusa Penida dan Lombok, NTB. Tak hanya wisatawan asing, penumpang domestik hingga warga lokal Nusa Penida juga dicek kesehatannya memakai thermal scanner maupun thermometer portable/mobile.
Setelah dilakukan pemeriksaan, penumpang langsung diberikan masker gratis. Koordinator Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Padangbai Putu Suardiana mengatakan, alat therometer portable memiliki tingkat akurasi yang cukup baik dalam mendeteksi temperatur atau suhu tubuh manusia. Tidak terpengaruh terhadap suhu lingkungan sekitar. “Thermometer portable dipakai sebagai ganti thermal scanner. Pemasangan thermal scanner tidak boleh di ruang terbuka karena alat ini sangat sensitif terhadap suhu lingkungan luar. Makanya alat ditaruh di ruangan dingin atau ber-AC,” ucapnya. Pengecekan dilakukan karena pihaknya benar-benar ingin memastikan semua orang yang
keluar-masuk Bali bersih dari indikasi penyakit infeksi menular. Makanya penanganan yang diterapkan sesuai SOP. Kapal yang datang dari luar negeri wajib dilabuhkan dan tim Kantor Kesehatan Pelabuhan mengecek dulu sebelum kapal bersandar. “Semua kapal motor sudah dilengkapi dengan peralatan kesehatan standar. Bahkan, desinfektan rutin disemprotkan di kabin awak dan penumpang. Sementara di kapal roro disiapkan ruang isolasi. Bila ada penumpang di kapal terindikasi Covid-19 agar melapor ke kantor syahbandar pelabuhan. Kami akan melakukan langkah preventif, yakni menjauhkan yang bersangkutan dari penumpang lain,” jelas Suardiana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
CEK KESEHATAN - Tim Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Padangbai melakukan pengecekan kesehatan penumpang menggunakan thermal scanner dan thermometer portable/mobile.
Bali Post/kmb41
GANTUNG DIRI - Seorang tahanan di Lapas Kelas II Karangasem ditemukan tewas gantung diri di dalam sel pada Kamis (12/3) malam.
Tahanan Lapas Gantung Diri
Amlapura (Bali Post) Kasus gantung diri terjadi di Lapas Kelas II Karangasem. Tahanan atau narapidana Ngakan Putu Wija Arta ditemukan tewas dalam sel tahanan pada Kamis (12/3) malam. Korban yang diketahui menjalani hukuman akibat terlibat kasus pencurian dengan kekerasan, nekat menggantung lehernya memakai baju. Menurut informasi di lapangan, peristiwa tersebut
terjadi sekitar pukul 20.25 wita. Korban pertama kali ditemukan oleh petugas jaga malam Cokorda Ngurah Sumarbawa Rama Putra yang hendak mengontrol tahanan. Sekitar pukul 20.35, ia masuk ke sel isolasi untuk melihat satu per satu kamar di sel isolasi. Saat tiba di sel nomor 6, Rama Putra melihat tahanan tergantung di pintu terali depan. Ia langsung bergegas melaporkan kejadian
itu kepada komandan jaga I Made Para dan bersamasama mengecek korban ke sel. Komandan jaga juga meneruskan laporan ke Polsek Karangasem. Menerima laporan tersebut, Kapolsek Karangasem Kompol I Ketut Suartika langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. “Korban tidak memakai baju, hanya mengenakan celana pendek. Posisi tubuh korban menghadap ke
utara. Penyebabnya belum bisa dipastikan. Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya. Menurut Kepala Lapas Kelas II B Karangasem Jaka Prihatin, korban masuk lapas untuk menjalani proses hukuman sejak 22 Oktober 2018 lalu karena terlibat kasus pencurian. “Korban menjalani hukuman selama tiga tahun enam bulan. Sisa masa tahannya masih dua tahun delapan hari,” jelasnya. (kmb41)
Buat Ogoh-ogoh Berbahan Baku Barang Bekas
STT Kriya Duta Kolaborasi dengan Seniman Lanang Mantra SEKAA Teruna-Teruni (STT) Kriya Duta Banjar Buyan, Desa Menanga, Rendang, Karangasem, membuat ogohogoh berbeda dari ogoh-ogoh yang dibuat oleh STT lainnya. Bagaimana tidak, ogoh-ogoh yang mereka buat hampir semuanya dari bahan baku barang bekas. Ide kreatif ini muncul dari salah satu seniman recycle asal Banjar Menanga Kawan, I Gusti Lanang Mantra. Ide itu pun disambut baik oleh STT Kriya Duta. Makanya STT Kriya Duta memutuskan berkolaborasi dengan pria yang akrab disapa Jik Lanang itu dalam penggarapan ogoh-ogoh. Ketua STT Kriya Duta Banjar Buyan, I Gede Panca Septiantara, mengungkapkan ogoh-ogoh yang dibuat
berbentuk naga. Proses pembuatan sejak tiga hari lalu dan ditarget jadi selama 10 hari. Pembuatan ogoh-ogoh memakai barang bekas ini sebagai upaya mengedukasi anak-anak muda yang ada di STT Kriya Duta agar peduli dengan sampah plastik. Pasalnya, sampah plastik selama ini menjadi persoalan klasik yang tidak akan pernah habis untuk dibahas dan menjadi perhatian serius pemerintah. “Dengan pemanfaatan bahan baku barang bekas ini, kami berharap generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan sekitar agar terbebas dari sampah plastik,” ujarnya. Gusti Lanang Mantra mengaku secara tiba-tiba ingin mempergunakan bahan baku
sampah bekas untuk pembuatan ogoh-ogoh. Kebetulan idenya disambut baik oleh STT Kriya Duta, sehingga dirinya berkolaborasi untuk penggarapan ogoh-ogoh. “Mereka juga memiliki ide serupa. Kebetulan ide sama, makanya langsung berkolaborasi,” ucapnya. Banyak barang bekas yang dipergunakan untuk pembuatan ogoh-ogoh tersebut, mulai dari ban mobil, koran, tempat minuman teh gelas, sisa-sisa kain jaritan kebaya, plastik bekas pembungkus pakaian dan botol plastik. “Semua bahan itu dibawa oleh anakanak STT Kriya Duta. Mereka mendapatkan dari hasil mungut di tempat sampah dan di Pasar Menanga,” katanya.
Ogoh-ogoh yang dibuat berbentuk naga. Bodi naga memakai rotan bambu. Bahan dasarnya memakai plastik pembungkus pakaian, kain sisa jaritan kebaya dan koran bekas. Untuk sisiknya bakal memakai teh gelas, sedangkan hiasan lainnya menggunakan spon topi bekas. Hiasan soca memakai jeli. Pemakaian jeli ini karena terkesan seperti soca. ‘’Kalau pakai soca harganya lumayan mahal,” tegasnya. Pihaknya mengalami sedikit kendala bahan baku. Pasalnya, untuk mendapatkan barang bekas, anak-anak harus mencari-cari di sejumlah tempat. “Anak-anak masih munggut untuk bahannya,’’ tambah Lanang Mantra. (nan)
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Bangli, Satu-satunya Kabupaten Belum Dapat Predikat KLA Bangli (Bali Post) – Bangli saat ini menjadi satusatunya kabupaten di Bali yang belum mendapatkan predikat kota layak anak (KLA). Padahal upaya pemenuhan indikator KLA itu sudah dilakukan sejak tahun 2012 lalu. Hal itu terungkap dalam kegiatan sosialisasi KLA yang diadakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bangli, Jumat (13/3) kemarin. Kadis DPPKBP3A Kabupaten Bangli, I Wayan Jimat, mengatakan sesuai amanat UU No. 23 Tahun 2002 yang telah diperbarui dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa
setiap anak berhak mendapatkan hak-hak anak termasuk hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal, mendapat perlindungan dan dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan. Salah satu upaya pemenuhan hakhak tersebut adalah dengan KLA. Dalam Peraturan Menteri PPPA No. 11 Tahun 2011 tentang Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, setiap kabupaten wajib dapat mewujudkan KLA di daerah masing-masing. “Pada PPA Nomor 12 Tahun 2011 ditentukan tentang indikator KLA yang terdiri dari 31 indikator yang terbagi menjadi enam bagian, yaitu 1 kelembagaan dan 5
klaster yang harus terpenuhi dalam rangka terwujudnya KLA,” katanya. Diungkapkan, selama ini pemenuhan indikator KLA di Bangli masih belum maksimal. Padahal upaya sudah dilakukan sejak 2012. Pemenuhan indikator masih banyak kendala baik di sektor kelembagaan, kebijakan dan juga fisik/infrastuktur. “Namun kami dari seluruh gugus tugas yang telah dibentuk oleh Bapak Bupati yakin hal ini akan dapat diatasi, apabila kita semua khususnya seluruh pimpinan OPD, mempunyai komitmen yang sama,” jelasnya. Dibeberkan Jimat, beberapa kelemahan mendasar yang perlu diperbaiki pada kelem-
bagaan dan klaster tahun ini yakni kelembagaan, penyiapan regulasi dan kebijakan termasuk di antaranya SK dari kepala OPD yang harus ada. Admin harus segera ditunjuk di masing-masing OPD untuk pemenuhan data online dalam rangka pemenuhan kelengkapan data itu harus tepat waktu. Klaster I sampai dengan V antara lain adalah infrastuktur yang ramah anak, dan kebijaksanaannya seperti Faskes Ramah Anak (puskesmas dan rumah sakit), rute aman dari dan ke sekolah-sekolah ramah anak dan fasilitas bermain ramah anak di fasilitas umum. Untuk memenuhi indikator yang wajib dipenuhi, mantan
Sekretaris Dinas Kesehatan itu mengaku akan melakukan beberapa langkah. Di antaranya membentuk tim internal dalam rangka pengumpulan data awal yang dibutuhkan, konsultasi tentang langkah yang harus diambil dalam rangka mewujudkan KLA di Bangli, pengumpulan data awal sesuai petunjuk dan arahan narasumber ke masing-masing OPD, publikasi kegiatan anak, menyelenggarakan kegiatan forum anak daerah, dan kegiatan lainnya. “Kami sangat mengharapkan agar pemenuhan indikator serta pengisian data online itu dapat berjalan baik, dengan dukungan seluruh OPD, dan semua stakeholder,’’ pungkasnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
SOSIALISASI KLA - Acara sosialisasi KLA di ruang Krisna Pemkab Bangli, Jumat (13/3) kemarin.
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
TMMD Ke-107 di Desa Panji Anom
TNI Bangun Jalan Baru dan Jaringan Pipa Air Bersih
Singaraja (Bali Post) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-107 tahun 2020 dipusatkan di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada. TNI dari Kodim 1609/Buleleng membangun jalan baru sejauh 340 meter dan jaringan pipa air bersih dari sumber mata air baku hingga ke rumah-rumah warga dengan volume 8.250 meter. Sebelum dibuka secara resmi, TNI bersama warga dan instansi terkait sudah melaksanakan pra TMMD ke-107. Rencananya, TMMD dimulai dari 12 Maret dan berakhir 14 April 2020 mendatang. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Isrianto, S.E., M.IK., Jumat (13/3) kemarin mengatakan, alasan memilih lokasi TMMD di Desa Panji Anom adalah usulan dari pemerintah daerah yang telah melalui kajian oleh tim terpadu. Karena menjadi keputusan tim, sehingga TNI sebagai pelaksana di lapangan bersama warga dan instansi pemerintahan melaksanakan TMMD dengan jenis sasaran fisik dan nonfisik. Untuk melaksanakan kegiatan itu, TNI menerima anggaran dari pemerintah daaerah Rp 1,5 miliar. “TMMD ini memang sasarannya adalah desa miskin dan diharapkan setelah TMMD desanya menjadi berkembang. Tahun ini mengapa di Panji Anom itu sudah menjadi keputusan tim terpadu yang diajukan dari bawah,” katanya. Menurut Dandim Windra, sasaran fisik dengan membangun jalan baru karena jalan yang ada sekarang itu melingkar, sehingga waktu tempuhnya terlalu jauh. Untuk itu, dari sasaran fisik TMMD tahun ini, TNI membuat shortcut dari panjang jalan semula 6 kilometer sekarang diperpendek menjadi 340 meter. Dengan jarak waktu lebih pendek, warga lebih mudah untuk mengangkut komoditas pertanian. Selain itu, para siswa di desa ini bisa menempuh waktu lebih singkat ketika akan ke sekolah. “Kalau pemerintah membangun
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Singaraja (Bali Post) -
Peredaran narkoba di Kabupaten Buleleng rupanya tidak hanya jenis sabusabu (SS). Kini pil ekstasi pun mulai beredar di Bumi Panji Sakti tersebut. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya dua tersangka di Kecamatan Gerokgak pada 22 Februari 2020 sekitar pukul 19.00 Wita. Kedua tersangka tersebut, yakni I Kadek Suarjana alias Longoh (32) asal Desa Pemuteran dan Fadlilah alias Fadil (29) asal Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak. Saat ditangkap, dari tangan kedua tersangka itu diamankan 11 tablet yang diduga ekstasi.
Bali Post/kmb38
Letkol Muhammad Windra Isrianto
shortcut di daerah atas, dalam TMMD di Panji Anom kita juga buat jalan pintas, sehingga memperpendek waktu tempuh warga setelah TMMD nanti,” jelasnya. Sasaran fisik yang tidak ada dalam TMMD di daerah lain adalah, TNI membuat jaringan pipa air bersih. Di Desa Panji Anom sekarang belum semua warganya bisa menikmati air bersih. Ini karena kondisi jaringan pipa air bersih yang belum mencukupi untuk memasok air bersih dari sumbernya. Untuk itu, dalam TMMD ini, jaringan pipa air bersih sejauh 8.250 meter akan dibangun. Dengan demikian, persoalan krisis air bersih terutama pada musim kering dipastikan akan tertangani dengan baik. Tidak saja kedua kegiatan fisik, namun TNI akan membangun 10 fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK). Fasilitas untuk membebaskan warga dari kemungkinan terjangkit penyakit karena lingkungan kurang sehat itu akan disebar di lima lokasi. Sedangkan untuk kegiatan nonfisik, TNI bersama instansi terkait akan menggelar penyuluhan kesehatan, teknik beternak yang baik, layanan SIM Keliling dari kepolisian, dan kursus kilat tentang tata rias wajah, sehingga mengurangi ketergantungan warga mencari jasa perias wajah ketika akan menggelar upacara agama atau kegiatan lain. (kmb38)
Kumon Gianyar Cr S1 Matematika Part/Full WA 08179752136
Dibutuhkan Tenaga :1.dr.Umum (sdh sls Internship) 2.dr.Spkk Apoteker(Pnnggungjwb Instalasi Farmasi,SIPA Utama 4.Manager SPA.Lamaran Kirim :HRD Klinik Kecantikan Prasanti Komplek Ruko Sanur Raya No.23-25 Area KFC Sanur Jl.Bypass Ngurah Rai Dps Lamaran Paling Lambat 30/3/20)Informasi:081338538888
pengedar. Pengedar tersebut identitasnya sudah dikantongi. Pengedar itu memasok barang haram tersebut dari Jawa melalui jalur ‘’tikus’’ di Kecamatan Gerokgak. ‘’Setiap butir pil ekstasi dibeli Rp 400.000,’’ ucapnya. Sementara itu, tersangka Fadlilah alias Fadil mengaku pil ekstasi itu dibeli dari seseorang di Jawa. Dia dan rekannya, Suarjana, membeli barang haram tersebut melalui sambungan telepon. Fadil yang sehari-hari menjadi pencari ikan hias ini mengaku membeli pil ekstasi untuk digunakan sendiri. Dengan pengaruh pil tersebut dirinya ingin menghilangkan stres setelah ditinggal cerai oleh istrinya. Atas perbuatannya itu, kedua tersangka kini mendekam di ruang tahanan. Keduanya melanggar Pasal 132 ayat 1 jo Pasal 112 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain mengungkap kepemilikan pil
Singaraja (Bali Post) Seorang anak baru gede (ABG) berinisial AM (16) asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Korban yang diketahui sejak satu bulan tinggal di mes salah satu tempat hiburan malam (kafe - red) di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak itu ditemukan tergantung di depan kamar mes kafe, Jumat (13/3) dini hari kemarin. Kuat dugaan, korban tewas gantung diri karena
frustasi setelah putus pacaran dengan teman prianya. Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, sebelum kejadian korban ditemani rekannya sedang ngobrol di dalam kamar. Saat asik ngobrol, korban keluar kamar karena ingin buang air kecil ke kamar mandi yang tidak jauh dari mes. Beberapa saat kemudian, saksi lainnya menyusul ke kamar mandi karena juga ingin
DIJUAL MOTOR
PROPERTY DIJUAL TANAH
BUC tanah Jl.Cargo 1,5are Jual Global 385Jt Hub081775103480TP
Taft Independent 1996 SiapPakai Warna Hijau.Hub.087861225255
PROPERTY
Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,±35A Ubud-Tegalalang.Hp:0811394712
SUZUKI
Jl/kon Rmh br 2Lt 2KT Jl.PgangsaanTimur56Renon085237077978
DIJUAL MOBIL DAIHATSU
B.BP.001.03.20.0000297
Dijual Suzuki Splash thn 2012 M/T Wrn Silver Hub.08123923442
B.BP.001.03.20.0000296
Fortuner TRD th’2018 Htm asDK Low KM Tgn I,085101777478 bsTT
B.BP.001.03.20.0000374
Tyt Fortuner Th’2012 VNT Turbo Manual sgt mls,Hb.085953810360
B.BP.001.03.20.0000298
B.BP.001.03.20.0000378
7 paket sabu-sabu yang diduga akan dijual kembali. Dari pemeriksaan, tersangka Yuda mengaku mendapat sabu-sabu itu dari membeli kepada seseorang yang tidak dikenal. Tersangka ini baru saja keluar dari Lapas Kelas II-B Singaraja setelah menjalani hukuman dalam kasus yang sama. (kmb38)
Bali Post/kmb38
NARKOBA - Satnarkoba Polres Buleleng mengungkap kasus kepemilikan pil ekstasi yang beredar di Kecamatan Gerokgak, Jumat (13/3) kemarin.
B.BP.001.03.20.0000375
PROPERTY
buang air kecil. Belum sampai di kamar mandi, saksi melihat korban tergantung di dekat kamar mandi. Saat ditemukan, lehernya terikat selendang hitam. Saksi yang panik kemudian memberitahukan kejadian itu kepada teman korban dan memberitahu pengelola kafe. Tidak berselang lama, kejadian itu dilaporkan ke Polsek Gerokgak. “Benar ada kasus gantung diri. Korban ini tinggal di kafe itu,” katanya. Menurut Made Widana, dari
pemeriksaan saksi dan olah TKP, tidak ditemukan tandatanda kekerasan pada tubuh korban. Dengan hasil itu, untuk sementara polisi menyimpulkan, korban meninggal dunia murni akibat bunuh diri. Selain itu, polisi menduga korban mengakhiri hidupnya itu karena putus cinta dengan teman lelakinya. Terkait keberadaan korban semasa hidupnya berada di lokasi kejadian, menurut Made Wedana, korban awalnya diajak
temannya tinggal di mes kafe itu. Apakah korban bekerja sebagai waitress, hal itu masih diselidiki lebih lanjut. Ini untuk memastikan indikasi kemungkinan korban yang masih di bawah umur itu dipekerjakan pihak tertentu. Sementara, pascakejadian itu, jenazah korban dititipkan di kamar jenazah RSUD Buleleng. Keluarga sudah pasrah menerima kematian korban dengan cara tragis itu. (kmb38)
B.BP.001.03.20.0000380
B.BP.001.01.20.0000707
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.03.20.0000339
TOYOTA
ekstasi, polisi juga menangkap penyalahgunaan narkoba
jenis sabu-sabu dengan lima orang tersangka. Tersangka ini yakni Gede Made Yuda Putra alias Yuda (37) asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Saat ditangkap, dia dan temannya, Putu Kisnawan alias Tukis (22), sedang memakai sabu-sabu. Setelah diperiksa, polisi menemukan
ABG Tewas Gantung Diri di Mes Kafe
KAWASAKI
B.BP.001.03.20.0000236
B.BP.004.03.20.0000242
Kasat Narkoba AKP Made Derawi didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subwa, Jumat (13/3) kemarin mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal ketika polisi mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya transaksi narkoba di wilayah Buleleng Barat. Anggotanya kemudian disebar untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, kedua tersangka dibuntuti dan berhasil disergap setelah bertransaksi barang haram tersebut. Dari penggeledahan di TKP, polisi menemukan 11 butir pil warna putih dan biru. Barang bukti yang diduga ekstasi ini disita. ‘’Saat kami tangkap, tersangka sempat membuang BB dan setelah kita periksa lebih lanjut keduanya membawa 11 butir pil yang baru saja dibeli,’’ katanya. Menurut Derawi, tersangka ini mendapat ekstasi tersebut dari seorang
Kawasaki Ninja 2014 Merah Jarang Pakai Hub.087861225255
B.BP.014.03.20.0000182
Bth Marketing,SIM C,Komputer Hub:(0361)484526 PT.Ayu Orchid Dibutuhkan SMK/SMA/D3/S1 Hubungi: 0817344224
Dua Pemakai Ekstasi Ditangkap Polisi
BIRO JASA Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155 B.BP.001.03.20.0000202
DIJUAL TANAH
Sale Tanah di Canggu LT 1.1Are Akses Jln.6 Meter, Aspek.Hrg Global 700jt,WA:087761724888
KEHILANGAN HlgBPKBNo.K067712910DK8044 KJ An.Ni Wayan Suryadi,Gianyar
B.BP.004.03.20.0000350
B.BP.001.03.20.0000364
SERVICE
SERVICE
Print & On Line Radio Global 96,5 FM
www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali
HARIAN BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM web: www.balipost.com
@balipost_com
@balipostcom
balipost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
JENIS PAKET HARIAN BALI POST
RADIO GLOBAL
}
PAKET
1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
-
OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGENT PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS KULINER BIRO JASA SERVICE
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Tanggap Banjir, Honda Care Bali Siap Layani Motor Mogok HUJAN yang melanda setiap sore hari di seputaran Denpasar dan Badung membuat beberapa ruas jalan terendam banjir. Bahkan, banjir terjadi di beberapa lokasi perumahan padat penduduk hingga beberapa jalan protokol, misalnya kawasan Jalan Kenyeri, Jalan Ratna, Jl. Sudirman, Jl. Gunung Batur, dll. yang mengakibatkan puluhan motor mengalami mogok karena terendam banjir. Motor yang terendam banjir sebagian besar tidak bisa dihidupkan, sehingga diperlukan pengecekan dan perbaikan oleh mekanik. Melihat kondisi ini, Astra Motor Bali melalui armada layanan Honda Care bergerak sigap melayani konsumen yang mengalami motor mogok saat banjir melanda. Tercatat 50 unit motor yang sudah tertangani oleh agent Honda Care dengan berbagai kondisi seperti motor mati, ban bocor, dan busi mati. Supervisor Technical Service Dept. sekaligus sebagai PIC Honda Care wilayah Bali mengatakan, kondisi cuaca yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian kami untuk memberikan salah satu benefit yang dimiliki Honda yaitu layanan kenyamanan berupa road emergency dengan bantuan agent Honda Care. ‘’Melalui Honda Care konsumen tidak lagi merasa waswas apabila mengalami masalah di jalan maupun terkena banjir. Cukup dengan
menghubungi operator di nomor telepon 0361-438008 atau ke nomor HP 0811385851 dapat dihubungi call/WA di luar jam kerja/libur atau malam hari, Agent Honda Care siap membantu konsumen dan Honda Care kami siagakan 24 jam,’’ ungkap Ngurah Palguna. Layanan purnajual khusus Honda Care 24 merupakan pengembangan dari Layanan Honda Care sebelumnya yang secara resmi dipublikasikan pada 1 Mei 2012 dengan penambahan area yang sebelumnya hanya meng-cover wilayah Badung dan Denpasar, dan kini Honda Care 24 Jam ini mencakup seluruh area kabupaten di Bali dan di-support oleh mekanik berpengalaman dan sudah tersertifikasi. Layanan Honda Care ini tanpa dikenakan biaya (gratis), konsumen cukup hanya membayar penggantian sparepart apabila ada yang diganti. Sampai dengan saat ini sebanyak 102 agent Honda Care dipastikan beroperasional menjangkau seluruh kabupaten di Bali. ‘’Honda Care sangat membantu kami saat banjir kemarin, kami tidak perlu lagi mendorong motor yang mogok, mekaniknya datang dengan cepat dan menghubunginya pun sangat mudah, serta free tidak dikenakan biaya, terima kasih Honda,’’ ungkap Frengki, salah satu konsumen yang menggunakan jasa layanan Honda Care. (bns)
Pasien Pengawasan Corona di RSU Negara Membaik Negara (Bali Post) Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengambil sampel dari pasien pengawasan Covid-19 yang dirawat di RSU Negara, Jumat (13/3) siang kemarin. Pengambilan sampel dilakukan guna memastikan gejala yang dialami korban positif atau negatif Covid-19. Petugas dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali membawa tool box khusus untuk menampung sampel yang akan dikirim ke Jakarta.
Bali Post/olo
DIAMBIL SAMPEL – Dokter dan paramedis di RSU Negara saat mengambil sampel pasien pengawasan di ruang isolasi RSU Negara, kemarin. Sampel yang diambil akan dikirim ke Jakarta.
Bergerak Siapkan Generasi Muda
Dari Hal. 1 Kalau semua dibawa ke TPA Suwung, di sana lamalama pun ‘meledak’. Bali harus menjadi contoh,’’ katanya. Karena itu, Putri Suastini Koster meminta para bendesa adat bisa menjabarkan Pergub No.47/2019. Desa adat harus berinovasi. Ciptakan alat apa pun yang bisa menghancurkan dan mengolah sampah. Dia mengakui, khusus Kabupaten Klungkung, usaha dalam memerangi sampah sudah cukup besar. Mulai dari program TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat) di setiap desa, Bangdaus (Lubang Daur Ulang Sampah) di setiap rumah dan kantorkantor, hingga Gema Tansaplas (Gerakan Masyarakat Puputan Sampah Plastik). Ini menjadi bagian yang sejalan dari program ‘Nangun Sat
Dukung Prioritas Bidang Pembangunan Dari Hal. 1 Dengan bidang prioritas pembangunan meliputi pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat, agama, tradisi, seni dan budaya, pariwisata dan infrastruktur pendukung bidang prioritas pembangunan. Sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dipandang sangat tepat untuk mempercepat visi dan misi Pemprov Bali, khususnya misi 12 yaitu memperkuat kedudukan, tugas dan fungsi desa adat dalam menyelenggarakan kehidupan krama Bali yang meliputi parahyangan, pawongan, dan palemahan. Implementasi misi ini dapat dilihat pada Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali serta aturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa
Adat di Bali. Program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ yang digulirkan Pemprov Bali, kini telah mampu masuk ke dalam setiap sendi-sendi kehidupan masyarakat Bali. Realisasi program ini menjadi harapan bersama untuk menjaga keutuhan Bali dari segala tantangan, ancaman dan visi membangun ke depan untuk mencetak generasi yang siap bersaing di era global, khususnya di kalangan generasi muda. Mereka harus bangun dan bangkit menatap persaingan dengan optimis untuk mewujudkan ajeg Bali. ‘’Ancaman terhadap generasi muda sudah semakin nyata. Bali Post dan panglingsir kita di Bali sudah berulang kali mengingatkan ancaman ini. Generasi muda Bali harus bangkit,’’ kata Pimpinan Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha. Satria Naradha menegaskan, Gubernur Bali saat ini telah mengambil langkah
strategis yang satu jalur mengenai penyelesaian ragam persoalan yang ada di Bali. Itu semua tertuang dalam program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Khusus persoalan generasi muda, saat ini juga sudah semakin diperhatikan. ‘’Bali Post dan Bali TV selama 20 tahun terakhir sudah terus berjuang untuk itu. Sekarang mari bersama-sama berjuang untuk mewujudkannya. Jangan biarkan generasi muda kita habis, punah,’’ ujar Satria Naradha. Dia tidak mau generasi muda hanya menjadi penonton. Semua harus eling, bahwa semua peluang di Bali harus dapat tergarap dengan maksimal. ‘’Sebagaimana kata Bung Karno, harus berdikari. Sekarang perhatian pemerintah daerah sudah luar biasa. Jadi sekarang gerakan ini harus terus dipertajam. Menangkan persaingan di era digital seperti sekarang,’’ ajaknya. (gik/ara)
Sabtu, 14 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita
Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya dan Karma (3) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Dinosaurus Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Galeri Musik Indonesia Berita Terkini
11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya dan Karma (4) Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Punggung Solusi Alternatif Marion Sam Berita Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Ni Komang Wiranti Primadani, Siswa Berprestasi SMAN 1 Kediri Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Parameter Bali TV Shop
17:00 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Kalung Omkara Berita Terkini Taman Sari TK Eka Utama Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Orti Bali Dialog Interaktif Diamond Interst Indonesia Bali TV Shop Kalung Omkara Classic Bali TV Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam
Kerthi Loka Bali’. ‘’Bagi desa yang belum punya sistem pengolahan sampah, harus segera belajar,’’ tegas Suastini Koster. Khusus bagi PKK, sebagai organisasi istri para pejabat daerah, apa yang menjadi gerak langkah pemimpin daerah, agar dilaksanakan sejalan. Masyarakat juga harus tahu arah kebijakan program pemerintah daerah. Itulah sebabnya, PKK ini penting untuk mendampingi dalam program pemerintah. Jangan sampai PKK diplesetkan menjadi ‘’Persatuan Kangin Kauh’’. Dikatakan, hubungan Program 10 PKK dengan ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ cukup banyak. Karena itu, bila program PKK dijalankan, maka sudah ikut mendukung program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. PKK juga harus bergerak mempersiapkan generasi muda. Ada banyak persoalan yang mengancam generasi
muda. Seperti bahaya penyalahgunaan narkoba dan HIV/ AIDS. Ketika generasi milenial habis karena penyalahgunaan narkoba, maka jangan berharap punya pemimpin yang bagus di masa depan. Dikatakan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini berkomitmen mewujudkan peningkatan kesejahateraan masyarakat. Salah satu yang akan digarap adalah peningkatan infrastruktur, seperti jalan dan pelabuhan. Selain itu, di Klungkung akan dibangun Pusat Kebudayaan Bali sebagai langkah pelestarian budaya. Pada kesempatan tersebut, Putri Suastini Koster juga memberikan beberapa pertanyaan kepada peserta. Hal ini direspons positif oleh beberapa siswa. Karena mereka yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah berupa uang dan bingkisan buku terbitan Yayasan Dharma Naradha. (gik/ara)
Sampel yang diambil di antaranya liur dengan cara usap hidung dan tenggorokan. Serta serum darah yang diambil oleh dokter spesialis dibantu paramedis yang menangani pasien di ruang isolasi tersebut. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Negara dr. Gede Ambara mengatakan, pengambilan sampel ini untuk memastikan apakah pasien pengawasan Covid-19 ini negatif atau positif. Dari informasi, proses pengujian sampel diperkirakan sampai lima hari dan dilakukan di Jakarta. Selama proses itu, pasien tetap akan dirawat di ruang isolasi hingga ada kepastian hasil lab. ‘’Kalau sekarang kondisi pasien sudah semakin membaik. Tapi sesuai protap kita tetap masih melakukan pengawasan sampai hasil nanti keluar,’’ ujarnya. Pasien pengawasan ini merupakan pasien pengawasan pertama yang dirawat di RSU Negara. Pasien perem-
puan umur 62 tahun tersebut selain memiliki gejala pneumonia, juga ada riwayat ke luar negeri (pergi umroh) dan sempat transit ke Singapura. Pasien pengawasan ini akhirnya dirawat di RSU Negara setelah sejumlah RS rujukan di Tabanan, Buleleng dan RSU Sanglah belum bisa menerima karena overload maupun belum siap. Sementara itu, dokter spesialis yang menangani, Narakusuma Wirawan, seusai mengambil sampel mengatakan secara umum kondisi pasien ini sudah membaik. Seperti untuk suhu badan sudah turun menjadi 36 derajat Celcius. Selain itu gejala lainnya juga sudah membaik, termasuk tekanan darah normal. Akan tetapi, sesuai prosedur penanganan pasien pengawasan akan dirawat hingga hasil sampel turun. ‘’Kita tunggu sampai hasil lab. Selama itu kita masih rawat di sini (ruang isolasi),’’ terangnya. (kmb26)
Dari Hal. 1
Tempat Wisata Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil kebijakan untuk menutup tempat wisata dan hiburan milik Pemprov DKI Jakarta selama dua pekan, menyusul menyebarnya wabah Covid-19 di DKI Jakarta. ‘’Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup dua pekan ke depan, HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) ditiadakan dua pekan,’’ kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, di Jakarta, Jumat kemarin. Tempat wisata dan hiburan milik Pemprov DKI yang direncanakan ditutup adalah Ancol, Ragunan, Monas, museum yang dikelola DKI Jakarta dan destinasi wisata serta hiburan lainnya. ‘’Tujuannya meminimalisir kegiatan warga di luar rumah yang ramai dan berpotensi menyebarkan virus Corona,’’ ucap Anies. Penutupan tersebut akan dimulai pada Sabtu (14/3) ini, namun untuk transportasi umum tidak diberlakukan penutupan atau penghentian operasi. (ant)
Alami Perburukan dengan Cepat ‘’Sebanyak 35 pasien baru positif Covid-19 tercatat sebagai kasus 35 sampai dengan kasus 69. Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan, tiga dari 35 pasien tersebut yakni kasus 35, kasus 36, dan kasus 50 meninggal dunia setelah mengalami perburukan dengan cepat. Secara berurutan ketiga pasien tersebut perempuan berusia 57 tahun dan 37 tahun, serta laki-laki berusia 50 tahun. Dinas Kesehatan setempat telah diminta untuk melakukan pelacakan siapa saja yang pernah melakukan kontak secara langsung dengan ketiga pasien yang telah meninggal dunia tersebut. Sementara kasus 49 dan kasus 54 merupakan balita berusia tiga dan dua tahun yang ditengarai terkena Covid-19 tertular orangtuanya. Keduanya dalam kondisi sakit sedang. Selebihnya, 30 pasien Covid-19 lainnya dengan usia 25 hingga 80 tahun, dalam kondisi sakit ringan hingga sedang.
Indonesia Harus Berjuang Keras Dari Hal. 1 Tidak ada pengumuman jika di rumah sakit ini ada pasien yang terjangkit Corona. Terhadap hal ini sudah ada wacana dari pemerintah bahwa penjelasan dari sampel yang dikirim ke Jakarta masih belum tiba di Bali, sehingga pasien masih belum dinyatakan terpapar virus Corona. Di tengah mulai kelihatan keberhasilan Tiongkok dalam mengatasi wabah virus ini, Indonesia harus berjuang keras untuk mengatasi masalah virus ini yang peredarannya demikian cepat meluas ke seluruh dunia. Dari beberapa pembicaraan yang terjadi, ada kesan bahwa pemerintah menutupi kasus ini terutama dalam hal lokasi perawatan dan kejangkitan. Secara sosial, kebijakan ini memang mengandung dua unsur. Merahasiakan nama dan identitas pasien, jelas sangat diperlukan. Ini untuk menghindari adanya stigma negatif bagi mereka yang telah sembuh dari sakit akibat terpapar virus Corona. Di negara berkembang dengan tingkat apresiasi keilmuan masyarakat yang belum merata benar kualitasnya, merahasiakan identitas pasien harus dilakukan. Bagaimanapun, pasien terpapar Corona akan dapat disembuhkan. Akan tetapi merahasiakan tempat perawatan dan lokasi terjangkitnya virus ini perlu dipikirkan lagi. Rahasia akan dapat bermanfaat positif untuk menghindari kepanikan dari masyarakat. Terhadap penyebaran dan dampak dari virus ini, memang masyarakat menjadi panik, bukan sekadar Indonesia saja
tetapi seluruh dunia panik. Ini disebabkan karena virus ini baru dan penyebarannya cepat, meski persentase mematikannya jauh lebih rendah dari SARS, bahkan dari demam berdarah (DB). Namun, di negara-negara maju kepanikan itu dapat lebih dikendalikan setelah pemerintahnya turun tangan langsung dengan memberikan penjelasan tentang karakter virus dan penyebarannya, termasuk juga kebijakan isolasi yang dilakukan. Meski demikian, merahasiakan tempat perawatan dan terjangkitnya ini, juga akan dapat membuat masyarakat tidak mawas diri manakala harus datang, melewati atau singgah ke lokasi terjangkitnya virus. Masyarakat bisa saja datang berkerumun, bercakap-cakap seenaknya dengan jarak dekat, memegang pohon, meja, bersin dan sebagainya di tempat bersangkutan. Padahal di daerah itu telah ada pasien yang terpapar virus Corona. Dengan demikian, keterbukaan tetap diperlukan sebatas pada daerah tempat perawatan dari pasien tersebut. Keterbukaan ini akan memberikan bukti tentang tingkat bahaya virus Corona. Tujuannya adalah agar masyarakat waspada tehadap wilayah tersebut. Sekali lagi harus diingatkan bahwa ‘’tradisi bergerombol’’ masih melekat pada masyarakat kita, termasuk juga dalam menjenguk kerabat ke rumah sakit. Adanya pengetahuan tentang pasien Corona di rumah sakit bersangkutan, akan membantu meningkatkan kewaspadaan diri maupun kesadaran kelompok. Termasuk juga bagi masyarakat yang melintas di wilayah terjangkit itu. Selama obat vaksinnya
masih belum ada, pencegahan paling ampuh terhadap penyebaran dari virus Corona ini adalah dengan sikap sosial dan politik. Sikap sosial, salah satunya adalah mawas diri dan mawas kelompok. Sikap s o s i a l i n i s a n g a t d i p e ngaruhi oleh pengetahuan masyarakat tentang karakter penyakit tersebut. Jadi, informasi yang benar tentang kekuatan dan cara mencegah penyakit ini haruslah cepat dilakukan. Pemerintah sudah benar jika mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Tetapi teknik pencegahan penularan cenderung lambat. Bahkan upaya untuk mencegah salaman saja tidak berani dilakukan secara terus terang dan terbuka. Nyaris tidak ada wacana untuk menghentikan salaman sambil cium tangan, termasuk sentuhan pipi. Padahal kultur kita telah mempunyai sikap salaman yang paling aman, yaitu mencakupkan tangan di dada. Imbauan anak-anak sekolah dasar untuk tidak saling berbagi sedotan atau saling cicip makanan, juga lambat. Padahal harus inilah yang paling dulu dilakukan melihat kebiasaan seperti itu masih berlangsung di sekolah dasar. Sikap politik, tergatung dari pemerintah (pusat maupun daerah). Keberhasilan Tiongkok menekan penyebaran kasus ini tidak lain merupakan panduan dari sikap sosial dan politik. Secara politik Tiongkok mengisolasi provinsi-provinsi yang terjangkit virus. Lebih dari 50 juta rakyatnya dikarantina dan tidak dibolehkan keluar rumah. Cara ini dipilih juga oleh Italia yang
mengisolasi bagian utara negara itu, termasuk kota mode dunia, Milan. India menutup perbatasannya dengan Myamnar. Pada saat yang sama, rakyatnya patuh dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Outcome-nya adalah keberhasilan menekan penyebaran virus Corona. Yang diperlukan sekarang adalah menumbuhkan sikap sosial masyarakat agar bersedia berubah seiring dengan adanya penyebaran virus Corona itu. Maka, keterbukaan lokasi diperlukan agar masyarakat dapat belajar untuk mengatasi penyebaran. Jadi, sikap politik dengan secara terbuka mengumumkan kesembuhan dan terbuka memberi tahu lokasi perawatan, akan mampu bersinergi untuk menekan penyebaran virus Corona ini. Politik pariwisata untuk sementara bolehlah mengalah. Sehat dulu baru wisatanya jalan. Tidak mungkin orang sakit dapat menjalankan pariwisata. Satu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah adalah bahwa di samping penyebaran virus Corona, wabah demam berdarah (DB) juga harus diperhatikan. Kita di Indonesia seolah sendirian menghadapi problema penyakit ini, sebab tidak menyebar di negara-negara Eropa. Tingkat korban penyakit ini juga tinggi. Jika virus Corona dunia yang ikut menangani dan memikirkan, tidak demikian halnya dengan demam berdarah. Jadi, Indonesia harus berbagi perhatian dan sama-sama konsentrasi menghadapi wabah penyakit ini. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
Sabtu Wage, 14 Maret 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Batuan Prioritaskan Aspek ’’Parahyangan’’ MELALUI program ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’, desa adat terus melakukan penguatan, khususnya dalam segi pelaksanaan upacara. Hal ini dipandang penting, sebab dalam setahun desa adat bisa beberapa kali menggelar upacara. Seperti Desa Adat Batuan, Kecamatan Sukawati yang memprioritaskan penggunaan anggaran di desa adat untuk merampungkan prosesi upacara.
Bali Post/nik
WISATAWAN - Suasana kunjungan wisatawan ke objek wisata Pura Desa lan Puseh Desa Adat Batuan.
Bendesa Adat Terima Kalung Om Kara KEGIATAN sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mewujudkan Bali Era Baru’’ di Balai Budaya Klungkung diisi dengan penyerahan kalung Om Kara kepada para bendesa adat oleh Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Pimpinan Yayasan Dharma Naradha (YDN) Satria Naradha dan Asisten III Setda Klungkung I Wayan Sumarta, Jumat (13/3) kemarin. Kalung Om Kara ini memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh. Karena dapat memperbaiki kualitas darah dalam tubuh. Juga menjaga stabilitas dan metabolisme sel, serta mengatasi gangguan tidur. Kalung
ini juga mampu mengoptimalkan fungsi lever. Kegiatan sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mewujudkan Bali Era Baru’’ ini digagas Yayasan Dharma Naradha bekerja sama dengan Pemprov Bali, Bali Post, Bali TV, Samporna untuk Indonesia. Kegiatan yang dibuka Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (Dinas PMA) I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H. mewakili Gubernur Bali Wayan Koster tersebut, para yowana terlihat dengan seksama mengikuti beberapa arahan yang disampaikan. Salah seorang siswa, Kadek Pradnya dari SMAN 1 Klungkung, mengatakan san-
gat senang bisa ikut kegiatan ini. Ia baru pertama kali ikut dalam kegiatan yang menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya. Dalam kegiatan ini hadir ratusan perwakilan krama dari sepuluh desa adat di Klungkung. Desa adat tersebut adalah Manduang, Semarapura, Akah, Gelgel, Selisihan, Cucukan, Budaga, Tegak, Tangkas, dan Kemoning. Selain itu, hadir pula ratusan siswa dari SMAN 1 Semarapura, SMAN 2 Semarapura dan SMA Pariwisata Saraswati,Klungkung. Hadir pula Ketua Gatriwara Klungkung dan Ketua TP PKK Klungkung. (ara/gik)
Bali Post/kmb
KALUNG - Ketua TP PKK Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan kalung Om Kara kepada para bendesa adat di Klungkung, Jumat (13/3) kemarin.
Lomba Ajeg Bali di Spentri
Denpasar (Bali Post) SMPN 3 Denpasar alias Spentri kembali menggelar aneka lomba bernuansa ajeg Bali guna memperkuat visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat kerthi Loka Bali’’. Pada Jumat (13/3) kemarin digelar lomba macepat, tari Jauk, tari Condong, lomba magender wayang berpasangan dan lomba ngerindik. Juga
diadakan lomba nyurat aksara Bali, mapidarta bahasa Bali serta baca puisi. Lomba ini melibatkan 500 seniman siswa SD se-Bali. Ketua Komite SMPN 3 Denpasar Putu Badra, S.H. menyatakan aneka lomba ajeg Bali ini sangat sarat dengan penguatan karakter siswa serta pelestarian budaya Bali. Seka-
Bali Post/sue
LOMBA - Seniman cilik bersaing di aneka lomba ajeg Bali di SMPN 3 Denpasar.
ligus memperkuat visi sekolah guna mencetak SDM Bali yang cerdas dan berkarakter serta berbudaya. Selain itu, katanya, guna mendukung visi Gubernur ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Hal ini harus dimulai sejak dini yakni sejak anak usia SD dan SMP. Kepala SMPN 3 Denpasar I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. menambahkan, aneka lomba ajeg Bali ini relevan dengan visi Gubernur dan konsep sekokah sebagai pusat budaya. Hal ini patut dikembangkan guna melahirkan insan dan SDM bangsa yang berkualitas secara akademik, namun kuat budayanya. Hal ini pula yang ditekankan di SMPN 3 Denpasar agar anakanak tak tercerabut dari akar budayanya. Makanya dia menilai sangat pas dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’.(025)
Bendesa Adat Batuan I Made Djabur mengatakan, penggunaan dana desa adat sebesar Rp 300 juta dari Pemprov Bali sudah dialokasikan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ada. Penggunaan anggran itu sudah meliputi aspek pawongan, palemahan dan parahyangan. ‘’Penggunaan anggaran ini sudah kita alokasikan sesuai juknis yang ada,’’ kata kakek empat cucu ini. Namun, diakuinya, dominan anggaran tersebut lebih mengarah pada parahyangan yakni digunakan untuk pelaksanaan upacara dalam setahun. Hal ini dilakukan karena agenda ritual di desa adat tersebut cukup padat dalam setahun, sehingga krama tidak lagi dibebani dengan biaya upacara. ‘’Dominan dana bantuan dari Pemprov Bali itu untuk upakara, tetapi sudah sesuai juknis. Sisanya untuk operasional, termasuk pengembangan potensi desa hingga pasraman desa,’’ jelas bendesa berusia 79 tahun ini. Bahkan, alokasi anggaran tersebut sampai 70 persen lebih, yakni sekitar Rp 220 juta dari total anggaran yang diterima desa adat sebesar Rp 300 juta. ‘’Sisanya seki-
tar Rp 80 juta digunakan untuk operasional yang lain, termasuk gaji bendesa dan staf,’’ katanya. Sebagai Bendesa Adat Batuan, Made Djabur mengapresiasi program Pemrov Bali ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ yang didesain khusus untuk memperkuat desa adat. ‘’Program ini sangat pas untuk memperkuat Bali dan menjaga Bali dari berbagai lini, sehingga sangat tepat diterapkan,’’ ucap suami dari A.A. Mas Paltini ini. Dikatakannya, Desa Adat Batuan memiliki potensi Pura Desa lan Puseh Desa Adat Batuan. Areal pura yang memiliki sejumlah situs ini juga merupakan kawasan cagar budaya yang ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya. ‘’Kami masih mengandalkan pura sebagai potensi,’’ katanya. Dikatakannya, di areal pura ini pihaknya menerapkan sistem donasi bagi setiap wisatawan yang berkunjung. Donasi ini pun sifatnya sukarela. ‘’Kalau ramai bisa dapat donasi Rp 15 juta hingga Rp 20 juta setiap hari. Namun saat sedang sepi seperti sekarang, hanya dapat kisaran Rp 5 juta setiap hari,’’ katanya. (nik)
Bali Post/nik
Dominan dana bantuan dari Pemprov Bali itu untuk upakara, tetapi sudah sesuai juknis. Sisanya untuk operasional, termasuk pengembangan potensi desa hingga pasraman desa.