Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Istri Terduga Teroris Ledakkan Diri
Sibolga (Bali Post) – Istri terduga teroris yang meledakkan diri di rumah korban di Jalan KH Ahmad Dahlan, Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3) dini hari, diduga menggunakan ‘’bom lontong’’. ‘’Sementara dugaan kita dia menggunakan bom rakitan bom lontong. Kita masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari lapangan,’’ kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo di Medan, Rabu kemarin. Bom lontong tersebut merupakan bom rakitan dari pipa paralon yang berisikan berbagai bahan berbahaya seperti potasium, paku, baut, dan pecahan kaca. Bom jenis yang sama sebelumnya juga ditemukan dari terduga teroris di Lampung, R alias P, yang berhasil diamankan pekan lalu. ‘’Jadi di Lampung kita juga menemukan jenis bom yang sama, cuma bom yang di Lampung tidak sebanyak yang kita temukan di sini. Di Sibolga cukup banyak, baik yang sudah terakit maupun yang belum terakit,’’ katanya. Sebelumnya istri terduga teroris Husein alias Abu Hamzah meledakkan diri, Rabu (13/3) dini hari pukul 01.20 WIB yang diduga sengaja dilakukan pelaku sebagai bom bunuh diri. Akibat ledakan tersebut, istri dan anak terduga teroris meninggal. Sementara itu, Densus 88 berhasil meledakkan bom yang diamankan dari rumah salah seorang warga bermarga Simanjuntak di Jalan Kulitang, Kelurahan Aek
Habil, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3) kemarin. Informasi di lapangan menyebutkan, Tim Densus 88 mulai menyisir lokasi yang diduga rumah teroris mulai pukul 07.00 WIB tadi pagi. Diperkirakan sebanyak tujuh orang tim dari Densus 88 dikerahkan untuk menjinakkan bom tersebut. Warga sekitar menyaksikan adanya ledakan tersebut di sekitar rumah terduga teroris. Hanya suaranya kecil, mungkin karena sudah diredam tim Densus. ‘’Tadi pagi ada ledakan di Jalan Kutilang, tapi suaranya kecil, mungkin karena sudah diredam oleh tim Densus,’’ kata Jason, salah seorang warga setempat. Bantuan Medis Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan bantuan medis untuk semua korban setelah terjadi ledakan di Sibolga, sesuai perintah UU Nomor 5/2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Hal. 15 Bantuan Medis
Bali Post/ant
LOKASI LEDAKAN - Personel kepolisian berjaga di lokasi terjadinya ledakan yang diduga bom saat penggerebekan terduga teroris di kawasan Jalan KH Ahmad Dahlan, Pancuran Bambu, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3) dini hari.
Jokowi Minta Polisi Tangkap Teroris yang Masih Berkeliaran
Bali Post/ant
Tito Karnavian
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo memerintahkan aparat kepolisian untuk menindak tegas pelaku bom di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), sekaligus jaringan teroris yang berperan di dalamnya. Presiden Joko Widodo di Ji-Expo Kemayoran Jakarta Pusat, Rabu (13/3) kemarin, mengapresiasi kinerja Densus 88 Antiteror Polri yang berhasil menangkap terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara. Jokowi meminta agar aparat kepolisian menindak tegas pelaku jaringan teroris yang masih tersisa. ‘’Saya sudah sampaikan, sebuah tindakan yang tegas terus-menerus tanpa henti dan kita harapkan segera semuanya bisa terungkap,’’ tegasnya. Kepala Negara meminta kepoli-
sian menangkap seluruh kelompok teroris yang kemungkinan masih tersisa dan berkeliaran. Menurutnya, apabila kelompok tersebut tak segera ditangkap maka akan membahayakan keamanan masyarakat. ‘’Kita harapkan ke depan ini lebih dikembangkan lagi, sehingga selsel yang masih tersisa yang belum ketemu bisa ditemukan karena bisa berbahaya bagi negara ini, keamanan negara kita, kalau masih ada teroris-teroris yang masih menyimpan bom seperti itu,’’ katanya. Ia ingin agar tidak ada lagi selsel dari jaringan teroris tersisa di Tanah Air. ‘’Ke depan ini lebih dikembangkan lagi, sehingga selsel yang masih tersisa yang belum ketemu bisa ditemukan,’’ kata Jokowi. (ant)
Istri Abu Hamzah Lebih Radikal Jakarta (Bali Post) – Istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah yang meledakkan diri bersama anaknya di dalam kediamannya di Sibolga pada Rabu (13/3) dini hari, disebut lebih radikal daripada suaminya. ‘’Abu Hamzah menyampaikan kepada penyidik Densus 88, istrinya lebih keras pemahamannya dibanding dia sendiri. Lebih militan istrinya,’’ tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu kemarin. Hal tersebut pun dapat terlihat dari kenekatannya meledakkan bom padahal terdapat balita di dalam rumah itu dan negosiasi serta imbauan yang diupayakan polisi selama hampir 10 jam tidak dipedulikan. Husain juga sempat menyampaikan imbauan
kepada istrinya, meski menyebut istrinya lebih kuat terpapar paham ISIS dibanding dirinya sendiri. Dalam negosiasi yang dipimpin oleh Kapolda Sumut bersama Kapolres Sibolga, Bupati Sibolga serta Dandim 0211, takmir masjid turut disertakan untuk meyakinkan perempuan berusia sekitar 30 tahun itu. Namun, dari pukul 01.20 WIB sampai 01.40 WIB terdengar suara ledakan dari dalam rumah dan terdapat ledakan susulan kembali setelah beberapa saat. Akibat ledakan itu, kebakaran di rumah yang berada di kawasan padat penduduk tersebut terjadi. Si jago merah berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB. ‘’Setelah itu baru aparat berhasil mengevakuasi tubuh korban. Siang ini baru bisa diidentifikasi,’’ kata Dedi Prasetyo. Jasad seorang perempuan serta balita telah
Tambahan Layanan JKN-KBS Lebih Luas Denpasar (Bali Post) Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 104 Tahun 2018, yang lebih akrab disebut JKN-KBS, memberi tambahan layanan kesehatan yang lebih luas dari layanan tambahan JKN KIS. Direktur RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. mengatakan, pergub ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi Bali dan sekaligus responsifnya Pemerintah Provinsi Bali terhadap warganya. Karena maksud dan tujuan dari JKN KIS ini salah satunya untuk pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Provinsi Bali. ‘’Tujuannya itu memberikan jaminan pelayanan kesehatan pada seluruh krama Bali dan memberikan manfaat tambahan di luar JKN, lebih luas dari tambahan program JKN,’’ imbuhnya. Hal. 15 Sistem Rujukan
ditemukan di rumah terduga teroris Husain alias Abu Hamzah di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sibolga Sambas, Sibolga dalam keadaan hancur. Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian mengatakan tiga orang terduga teroris di Sibolga telah diamankan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri. ‘’Ketiganya merupakan jaringan JAD yang berafiliasi dengan jaringan ISIS,’’ katanya di Medan. Ia mengatakan, penangkapan ketiga terduga teroris tersebut di Sibolga, Sumatera Utara, merupakan pengembangan dari tertangkapnya seorang terduga teroris di Lampung. (ant)
Dubes Australia Ingin Belajar Toleransi dari Indonesia Bandung (Bali Post) Duta Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Gary Francis Quinlan mengatakan Indonesia merupakan negara dengan umat muslim terbesar di dunia yang toleran, sehingga dirinya mewakili Australia ingin belajar toleransi beragama di Indonesia. ‘’Kita adalah negara dengan masyarakat yang beragam dan kita bangga dengan itu. Kita ingin belajar dari kalian dan bagaimana bisa mengerti sesama masyarakat,’’ kata Gary di sela-sela Dialog Lintas Agama IndonesiaAustralia di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/3) kemarin. Dia menyebutkan, masyarakat yang multikultural bukan hanya di Indonesia,
karena kondisi itu pun terjadi di negaranya. ‘’Masyarakat Australia menjunjung tinggi nilai persatuan dalam kemajemukan dan menyadari bahwa pengakuan dan penghargaan terhadap keyakinan dan budaya yang berbeda-beda justru memperkuat masyarakat, bukan memperlemah,’’ kata Gary. Dia menilai sejumlah negara lain pun menganggap isu keberagaman budaya dan agama menjadi sorotan untuk dipahami lebih dalam. Sebagai konsekuensi dari berjalannya sebuah peradaban, Gary menyayangkan masih adanya konflik di beberapa negara yang dilatarbelakangi perbedaan agama. Dia mengatakan jika sesama negara tidak bertindak membahas dan beraksi men-
gatasi konflik agama, maka perdamaian dunia hanya jadi angan belaka. ‘’Perdamaian dunia bisa tercipta jika sesama warga negara menjalin hubungan jangka panjang antaragama dan kebudayaan, menekan persepsi-persepsi negatif antaridentitas yang berbeda, dan mengatasi radikalisme,’’ kata Gary. Dia juga menyebutkan Indonesia memiliki masyarakat muda yang begitu banyak. Ia ingin tahu persepsi generasi muda terhadap isu-isu toleransi di Indonesia. ‘’Indonesia memiliki begitu banyak anak muda. Ini bagus untuk masa depan,’’ katanya. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia menggandeng Australia dalam memperjuangkan per-
damaian dunia melalui gelaran perdana Dialog Lintas Agama Indonesia-Australia. Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu Cecep Herawan menyebutkan gelaran ini
sebagai cara meningkatkan serta membangun hubungan baik jangka panjang antaragama dan kebudayaan demi mengatasi radikalisme. Hal. 15 Pertama Kalinya
’’ Kita adalah negara dengan masyarakat yang beragam dan kita bangga dengan itu. Kita ingin belajar dari kalian dan bagaimana bisa mengerti sesama masyarakat.’’ Gary Francis Quinlan
DENPASAR
2
Kamis Pon, 14 Maret 2019
TP PKK Provinsi Bali Gelar Lomba Jambore, Diharapkan Lahir Kader Terampil UPAYA pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga memerlukan kepedulian berbagai pihak baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat. Oleh karena itu, gerakan PKK sebagai wadah aktivitas kemasyarakatan harus terus merancang program yang responsif dengan melihat peluang harapan dan tantangan yang berkembang. Demikian disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali I Wayan Suarjana pada pembukaan Lomba Jambore PKK Serang-
kaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tingkat Provinsi Bali ke-47 Tahun 2019 di Gedung Ksirarnawa Art Center, Rabu (13/3) kemarin. Gubernur Koster menilai Tim Penggerak PKK Provinsi Bali telah banyak berbuat nyata dalam upaya mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas keluarga. “Terutama berpartisipasi dalam pengentasan kemiskinan melalui penanganan masalah-masalah yang mendasar terkait dengan aspek pendidikan, kesehatan dan peningkatan keterampi-
lan kerja dan kualitas masyarakat Bali,” kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Koster menambahkan, berbagai perlombaan yang diadakan sebagai rangkaian Jambore PKK ini output-nya diharapkan melahirkan keterampilan dan kreativitas yang tinggi dari para kader sehingga masyarakat dapat lebih mandiri. Menurutnya, pemberdayaan terhadap kader-kader PKK mempunyai manfaat yang sangat besar atas implementasi 10 Program Pokok PKK melalui sinergitas
program pembangunan daerah. Ia menilai tim penggerak PKK telah mengambil peran penting dalam perwujudan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya berhenti pada tingkat lomba, namun harus diaplikasikan dan diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan program HATINYA PKK. “Dari yang dilombakan jangan hanya berhenti pada rumus contoh saja tetapi benarbenar diwujudnyatakan. Jadi, setiap natah rumah di Bali
supaya menjadi HATINYA PKK,” katanya. Putri Suastini Koster menambahkan, tanpa disadari dengan memanfaatkan pekarangan rumah kita bisa membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga secara langsung. “Ketika kita membutuhkan apa-apa yang biasanya dikeluarkan untuk dapur ketika itu ada di halaman rumah, kita jadi berhemat,” ujarnya. Ia berharap, di samping melaksanakan Jambore yang paling penting bagi TP PKK Provinsi Bali adalah mewujudnyatakan 10 program pokok PKK tersebut. (ad351)
Ranperda Desa Adat
FIGUR
Garap Turis Milenial BERKEMBANG pesatnya kuantitas pariwisata di Bali tidak terlepas dari kualitas pariwisata budaya yang disuguhkan kepada para wisatawan. Kendati demikian, Bali jangan lagi terjebak pada dikotomi kualitas dan kuantitas atau quality tourism dan mass tourism sebagai positioning dan daya saing serta daya tarik pariwisata Bali. Namun, para pelaku industri pariwisata di Bali saat ini seharusnya lebih fokus menggarap pasar turis milenial, memenuhi kebutuhan mereka, memberikan pelayanan terbaik dan pengalaman yang berbeda. Sebab, turis milenial ini adalah turis masa depan dengan spending power yang semakin tinggi. “Bali harus fokus menggarap segmen wisatawan milenial dengan semakin banyak mengembangkan destinasi digital dan nomadic tourism,” ujar pengamat pariwisata I Dewa Putu Susila, Rabu (13/3) kemarin. Dijelaskan, destinasi digital adalah konsep wisata yang dipersiapkan untuk generasi milenial dengan menyajikan tempat wisata yang unik dan instagramable. Apalagi, konsep tersebut diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata RI yang bekerja sama dengan Generasi Pesona Indonesia (GenPi). Dikatakan, destinasi digital saat ini menjadi suatu kebutuhan yang perlu dihadirkan di setiap destinasi wisata di Indonesia untuk para milenial. Sebab, generasi milenial sudah menjadikan media sosial sebagai bagian dari hidup mereka. Sementara itu, nomadic tourism merupakan pariwisata yang bersifat temporer atau berpindah-pindah, baik dari sisi aksesnya maupun akomodasinya. Hal ini yang bisa diterapkan untuk menjangkau destinasi alam potensial di kepulauan atau daerah terpencil yang sulit dijangkau. Pria asal Tabanan ini mengatakan, nomadic tourism kini tengah menjadi trend dan hits terutama di kalangan generasi milenial. Bahkan, ini akan menjadi primadona baru pariwisata ke depan. Sejumlah daerah di Bali pun sangat potensial mengembangkan nomadic tourism ini. “Destinasi digital dan nomadic tourism sangat pas dengan karakteristik wisatawan atau turis milenial yang gemar dengan hal-hal baru dan suka selfie untuk memenuhi media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan medsos lainnya,” ujarnya. (win)
Pecalang Diusulkan Mendapat Pendidikan dan Pelatihan
Denpasar (Bali Post) -
Paiketan Krama Bali turut memberikan masukan untuk Ranperda tentang Desa Adat yang tengah digodok Pansus di DPRD Bali. Masukan tersebut disampaikan pada saat Pansus menggelar rapat pembahasan dengan eksekutif dan kelompok ahli di Ruang Baleg DPRD Bali, Rabu (13/3) kemarin. Secara umum, Paiketan Krama Bali melihat perkembangan pembahasan Ranperda Desa Adat sangat progresif sejak Januari hingga sekarang. “Perubahannya cukup besar dan rasanya sudah mulai mendekati bisa diterima oleh banyak pihak,” ujar Ketua Paiketan Krama Bali Dr. A.A. Suryawan Wiranatha. Menurut Suryawan Wiranatha, Paiketan Krama Bali memberi atensi lebih terhadap peranan pecalang. Mengingat, keamanan merupakan faktor yang sangat penting dan menjadi prioritas di Bali sebagai destinasi pariwisata dunia. Pihaknya mengusulkan secara lebih detail, tentang bagaimana memberdayakan pecalang. “Sudah banyak disebutkan di dalam rancangan, akan dilaku-
kan pendidikan dan pelatihan. Ada usulan supaya kita bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk meningkatkan kemampuan mereka, di samping itu juga memberikan perlindungan hukum,” paparnya. Suryawan Wiranatha menambahkan, perlindungan hukum perlu diberikan kepada pecalang agar mereka tidak disalahkan ataupun dijadikan unsur pidana dan lainnya pada saat melakukan kegiatan. Halhal lain yang juga diberikan masukan, menyangkut peranan desa adat dalam mempertahankan dan menjaga perekonomian masyarakat adat bisa berlangsung dengan baik. Termasuk mampu berkompetisi di era milenial ini dengan dibentuknya badan usaha. “Memang sudah terbentuk tapi
nanti implementasinya seperti apa itu perlu kita pikirkan bersama,” jelasnya. Tak ketinggalan, lanjut Suryawan Wiranatha, masukan untuk masalah yowana atau generasi muda yang diharapkan melanjutkan kebudayaan Bali. Sebab, kebudayaan selama ini telah menjadi ikon dalam pengembangan kepariwisataan Pulau Dewata dan harus dipertahankan. Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat I Nyoman Parta mengatakan, keberadaan pecalang selama ini memang sangat bermanfaat dalam membantu dan menjaga kelancaran tugas-tugas desa adat. Termasuk tugas untuk menjaga keamanan Bali. Pihaknya sepakat dengan masukan Paiketan Krama Bali untuk lebih men-
tang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Setelah membacakan pertimbangan yang memberatkan dan yang meringankan, hakim memutus menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama lima tahun, denda Rp 200 juta, subsider dua bulan kurungan. Di samping itu, terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 292.637.000. Apabila tidak dibayar, maka harta bendanya disita untuk dilelang. Jika tidak ada harta benda yang cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Putusan itulah yang membuat terdakwa menangis. Atas putusan itu, jaksa dan terdakwa masih menyatakan pikir-pikir. Hukuman lebih berat diberikan pada terdakwa Ni Ketut Wartini alias Gebrod. Majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama enam tahun, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan. Terdakwa juga dibebankan uang pengganti Rp 1.670.780.000. Jika tidak dibayar dalam waktu sebulan setelah kasus ini mempunyai kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya juga disita untuk dilelang. Jika tidak cukup, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun kurungan. (kmb37)
Topik : Pecalang Diusulkan Mendapat Pendidikan dan Pelatihan
guatkan posisi pecalang, sekaligus membuat mereka memiliki keterampilan dan skill. “Oleh karena itu, di dalam perda ini kita mengatur tentang pecalang diberikan pelatihan, diberikan pembekalan materi tentang ketertiban oleh mereka yang berkompeten. Kedua, pecalang boleh dilibatkan dalam partisipasi untuk menjaga keamanan Bali,” ujar politisi PDI Perjuangan ini. Parta menambahkan, pecalang juga akan memiliki asosiasi di tingkat kecamatan, kabupaten, dan provinsi. Dengan adanya asosiasi ini, satu desa adat diperbolehkan meminta tolong kepada pecalang di desa adat lain untuk membantu tugas-tugas di desa adat bersangkutan. “Asosiasi ini di bawah Majelis Desa Adat yang mengorganisir,” imbuhnya. Mengenai pembentukan Majelis Desa Adat, Parta menyebut hanya mengganti nama Majelis Desa Pakraman yang ada saat ini. Mengenai orang-
orang di dalamnya, tergantung dengan mekanisme forum majelis yang memiliki agenda Pasamuhan Agung. Kendati hanya berbeda nama, namun tugas dan kewenangan Majelis Desa Adat dikatakan lebih luas daripada Majelis Desa Pakraman. Salah satunya, bisa memfasilitasi terbentuknya paiketan-paiketan, baik di tingkat kabupaten, tingkat kecamatan, maupun tingkat provinsi. “Kedua, mereka terlibat membantu dalam penyusunan rencana desa adat. Mereka juga bisa melakukan, membuat keputusan yang berkaitan dengan wicara yang ada di desa adat dari tingkat kecamatan sampai dengan tingkat provinsi,” tegasnya. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) Kodam IX/Udayana menggelar Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 di Gedung Praja Raksaka Kepaon, Denpasar, Rabu (13/3) kemarin. Acara tersebut dihadiri Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Ketua Umum PHDI Pusat yang juga mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dan Ida Pandita Empu Jaya Acarya Nanda. Kegiatan yang mengusung tema ‘’Melalui Catur Brata Panyepian Kita Tingkatkan Profesionalitas, Solidaritas dan Netralitas TNI dalam Mengamankan Pemilu 2019 serta Pembangunan Nasional Guna Menjaga Keutuhan NKRI’’ ini diikuti 800 anggota TNI dan Pegawai Negeri Sipil. Ketua Panitia Kolonel Inf. I Kadek Subawa dalam laporannya menyampaikan, kegiatan dharma santi ini dilaksanakan dalam rangka merayakan hari raya Nyepi yang merupakan hari penyucian bhuana alit dan bhuana agung. Dengan melaksanakan Catur Brata Panyepian yang berlandaskan Tri Hita Karana yakni hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi ini, sekaligus sebagai hari pengendalian diri serta sebagai ajang saling memaafkan antarumat. ‘’Dharma santi juga merupakan wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa atas anugerahnya yang telah diberikan kepada kita semua,’’ ujarnya. Pangdam Mayjen Benny Susianto dalam sambutannya
mengatakan, dharma santi ini sebagai penutup dari perayaan hari raya Nyepi yang rangkaian kegiatannya dimulai dari Melasti, Tawur Kasanga, dan Nyepi/Sipeng. Pelaksanaan Catur Brata Panyepian bertujuan untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan, sradha dan bhakti, sesuai dengan ajaran agama. Secara filosofi, dharma santi memiliki makna kedamaian dengan saling mengucapkan selamat, saling memaafkan untuk mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan. ‘’Kita semua patut bersyukur dan berbangga karena rangkaian kegiatan hari raya Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu di wilayah Kodam IX/Udayana sampai saat ini tidak ada gangguan atau permasalahan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan. Hal ini menunjukkan bahwa keharmonisan dan soliditas antarumat beragama serta persaudaraan sebagai anak bangsa dalam bingkai Pancasila dan NKRI di wilayah Indonesia sudah terpelihara dan tercipta dengan baik,’’ ujarnya. Menurut Benny Susianto, keharmonisan timbul karena adanya sikap toleransi yang tinggi antarumat beragama sekaligus cerminan umat yang cerdas dan santun dengan diimbangi ajaran agama dan iman yang kuat. Untuk itu, ia berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya umat Hindu di wilayah jajaran Kodam IX/ Udayana agar senantiasa menjadikan hari raya Nyepi sebagai sarana perenungan, mawas diri dan mulat sarira (introspeksi diri) untuk dapat lebih meningkatkan nilai-nilai kerukunan antarumat beragama. (kmb36)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Kodam Gelar Dharma Santi Nyepi Çaka 1941
Terdakwa Kasus Korupsi PNPM Dihukum Lima dan Enam Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Dua orang terdakwa kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Rendang, Karangasem, Ni Wayan Murniati alias Bebel (47) dan Ni Ketut Wartini alias Gebrod (39), Rabu (13/3) kemarin, dihukum masing-masing lima tahun dan enam tahun penjara. Atas putusan itu, Murniati tampak shock dan menangis dan memeluk erat rekannya, Ketut Wartini. Putusan majelis hakim itu lebih rendah dua tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya. Jaksa dari Kejari Karangasem sebelumnya menuntut kedua wanita itu dengan pidana penjara masing-masing tujuh tahun dan delapan tahun. Majelis hakim pimpinan I Wayan Sukanila awalnya membacakan vonis untuk terdakwa Murniati. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan primer, yakni melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 ten-
JAMBORE - Lomba Jambore serangkaian HKG Tingkat Provinsi Bali ke-47 Tahun 2019.
Bali Post/eka
NARKOBA - Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa menggelar para tersangka dan barang bukti narkoba, Rabu (13/3) kemarin. Dari para tersangka, petugas BNNP Bali berhasil mengamankan sekitar 1 kilogram sabu-sabu dan sejumlah ekstasi.
Kurir 1 Kg Narkoba Ditangkap di Bandara Satu Pelaku Berstatus Mahasiswa
Denpasar (Bali Post) Meskipun upaya penyelundupan lewat Bandara Ngurah Rai, Badung sering gagal, ternyata tidak membuat sindikat narkoba kapok. Buktinya, dua kurir sabu-sabu (SS) Muhammad Ikhsan (23) yang berstatus mahasiswa dan M. Dani (28) ditangkap Tim Berantas BNNP Bali di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Sabtu (9/3) lalu. Mereka merupakan kurir narkoba Medan-Bali. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan, penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat yang menyatakan ada pengiriman narkoba jenis sabu-sabu (SS) dari Medan, Sumatera Utara. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Berantas dipimpin Kabid AKBP Nyoman Sebudi didampingi Kasi Intelijen Kompol Saifudin Jupri melakukan penyelidikan. Berkat kerja keras dan keuletan petugas, kedua kurir tersebut terdeteksi hingga pesawat yang ditumpangi yaitu Lion Air JT 960. ‘’Sebelum pesawat tersebut mendarat, anggota kami sudah stand-by di Terminal Kedatangan Domestik Bandara Ngurah Rai,’’kata Suastawa, Rabu (13/3) kemarin. Sekitar pukul 15.00 Wita, pesawat tersebut mendarat
dan kedua pelaku turun. Saat masuk ke Terminal Domestik, petugas BNNP langsung menangkapnya dan dibawa ke salah satu ruangan untuk dilakukan penggeledahan. Dari kedua pelaku ini disita barang bukti empat paket SS seberat 1.008,19 gram brutto. Kepada petugas, kedua pelaku ini mengaku dapat upah Rp 50 juta. Hasil penggeledahan tersangka Ikhsan, di sandal sebelah kanan yang dipakainya ditemukan satu plastik berisi SS seberat 236,70 gram brutto dan sandal sebelah kiri diamankan satu plastik berisi SS seberat 260,36 gram brutto, HP serta boarding pass Lion Air JT 960. Hasil penggeledahan tersangka Dana, di sandal sebelah kanan ditemukan paket SS seberat 255,87 gram brutto dan sandal sebelah kiri diamankan paket SS seberat 255,26 gram brutto, HP serta boarding pass Lion Air JT 960. ‘’Total barang bukti yang kami amankan 1.008,19 gram brutto,’’ ungkap Suastawa. Tim Berantas tidak puas sampai di sana. Kasus ini dikembangkan dan mengarah ke salah satu hotel di Jalan Raya Tuban, Kuta, Badung. Rencananya penyerahan barang terlarang itu dilakukan di hotel tersebut. Pukul 17.00 Wita, petugas menggerebek kamar nomor 4
hotel tersebut dan ditangkap I Putu Mas Wira Adi Kusuma alias Gus Mas. Saat diinterogasi, Gus Mas mengaku akan mengambil paket SS. Hasil penggeledahan terhadap Gus Mas, disita 105 butir ekstasi, HP, sepasang sandal, buku, timbangan digital, satu bendel aluminium foil besar, satu bendel aluminium foil kecil, satu bendel stiker, lima bendel plasti klip kosong, dua lakban, gunting dan alat press. ‘’Pengungkapan kasus ini masih dikembangkan karena diduga ketiga pelaku ini sebatas kurir dan pengedar,’’ ujar Suastawa. Menurut Suastawa, ketiga pelaku tersebut diduga berkaitan dengan tangkapan sebelumnya. Pada Sabtu (23/2) pukul 19.00 Wita dibekuk tersangka Prianto Hadiwijoyo (29) dengan barang bukti satu paket SS seberat 0,97 gram brutto, satu paket SS seberat 0,95 gram, HP dan buku tabungan. Keesokan harinya giliran tersangka Septyana Sari alias Febby (21) dibekuk di simpang Jalan SuradipaJalan Antasura, Denpasar. Hasil penggeledahan di motor pelaku diamankan satu plastik klip SS seberat 1,59 gram. Selanjutnya pada Sabtu (2/3) pukul 11.30 Wita diciduk tersangka Agung Nugroho alias Kendo (25) dan disita enam paket SS. (kmb36)
Bali Post/ist
DHARMA SANTI - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto dan Ketua Umum PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menghadiri Dharma Santi Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 di Gedung Praja Raksaka Kepaon, Denpasar.
BADUNG
Kamis Pon, 14 Maret 2019
3
’’Karya Tawur Balik Sumpah’’ di Pura Penataran Bukit Bongkasa
Wabup Suiasa Serahkan Hibah Rp 1,5 Miliar WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah ring Pura Penataran Bukit Banjar Pengembungan Sari Bongkasa, Selasa (12/3) lalu. Karya ini di-puput tiga sulinggih yaitu Ida Pedanda Gede Giri Dwija Guna dari Geria Giri Sari Mengenjung Angantaka, Ida Pedanda Gede Jelantik saking Geria Buda Banjar Jadi Tabanan dan Ida Pedanda Gede Giri Purna Sandi saking Geria Kemenuh Purnawati Kalibalang Marga. Hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD
Badung Ida Bagus Made Sunartha, Camat Abiansemal IGN Suryajaya serta unsur Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Desa Bongkasa I Ketut Luki, panglingsir Geria Gede Bongkasa, panglinsir Puri Banyuning, Bendesa Adat Bongkasa I Wayan Wirta serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan karya agung di Pura Penataran Bukit, Banjar Pengembungan, Bongkasa. Wabup Suiasa juga menyerahkan bantuan dana hibah kegiatan sebesar Rp 1,5 miliar. Bantuan ini di-
berikan sesuai dengan permohonan dari masyarakat Banjar Pengembungan, untuk mendukung kegiatan keagamaan, serta mendorong eksistensi aktivitas keagamaan. ‘’Pemkab Badung sangat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Untuk itu pemerintah senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban dari masyarakat, terutamanya dalam kegiatan upacara piodalan ini,’’ ujar Wabup Suiasa. Wabup Suiasa menjelaskan, dengan digelarnya upacara besar ini, masyarakat
Bali Post/edi
FORUM - Ketua Eksekutif Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Areif Rachman (tiga dari kanan) saat menghadiri pembukaan Sub-regional Forum on the National Institutional Change in Tourism and Vocation Education for Sustainable Development.
UNESCO Gelar Sub-regional Forum
Tingkatkan Kualitas Pendidikan Kejuruan Bidang Pariwisata
Mangupura (Bali Post) Pariwisata adalah salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan merupakan sumber pendapatan utama bagi banyak negara. Sebagai industri yang berorientasi pada orang, pariwisata juga menyediakan banyak pekerjaan yang telah membantu, merevitalisasi ekonomi lokal. Namun, seperti bentuk pembangunan lainnya, pariwisata juga dapat menyebabkan masalah seperti dislokasi sosial, hilangnya warisan budaya, ketergantungan ekonomi dan degradasi ekologis. Untuk itu, Kantor UNESCO Jakarta menyelenggarakan Sub-regional Forum on the National Institutional Change in Tourism and Vocation Education for Sustainable Development. Bertempat di Bintang Bali Resort, Kuta, Rabu (13/3) kemarin, forum ini melibatkan 50 peserta dari lima negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Indonesia, Filipina dan Timor-Leste yang mewakili
Kementerian Pendidikan, pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan teknis, lembaga pelatihan guru, sektor swasta dan sekolah kejuruan pariwisata. Menurut Ketua Eksekutif Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Areif Rachman, forum ini bertujuan bertukar keahlian dan pengalaman terkait perubahan kelembagaan dalam pendidikan kejuruan dalam bidang pariwisata. ‘’Ini adalah suatu rapat regional dari UNESCO bersama partner-nya untuk meningkatkan pendidikan kejuruan terkait adanya pembangunan berkelanjutan,’’ katanya. Dalam hal ini, harus dipastikan agar UNESCO mencapai targetnya secara filosofi yaitu perdamaian. Pihaknya mengharapkan jangan sampai terjadi lagi peperangan. Salah satu solusinya adalah dengan cara meningkatkan kualitas pendidikan. Ada tiga target yang ingin dicapai, yaitu pendidikan ti-
dak boleh ada diskriminasi namun harus inklusif, terjadi pemerataan pendidikan yang berkualitas dan harus dipastikan pembelajaran adalah untuk masa yang akan datang atau bukan untuk saat ini saja. Sementara itu, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Ir. M. Bakrun, M.M. menjelaskan, sekolah kejuruan atau SMK saat ini sudah sangat berbeda dengan SMK zaman dulu. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan, tentunya diharapkan bisa meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia. ‘’Dalam revitalisasi tersebut, ada empat bidang yang dikembangkan. Salah satunya yaitu tentang pariwisata. Hal itu dilakukan mengingat pariwisata merupakan andalan semua daerah. SMK mencoba mempersiapkan diri dari segi SDM-nya,’’ jelasnya. (kmb23)
Pengembungan sudah bisa menjalankan pawongan karena masyarakat sudah raket rumaket, segilik seguluk selunglung sebayantaka. Dia mengimbau masyarakat tetap bersatu dan selalu rukun dalam menjalankan kewajiban di masyarakat. ‘’Pemkab Badung selalu siap dan komit membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun komunal masyarakat itu sendiri, agar masyarakat tidak terlalu dibebani dalam melaksanakan upacara besar seperti ini,’’ Jelasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Gusti Agung Gede Agung Sanjaya mengucapkan terima kasih atas
kehadiran Wabup Suiasa serta undangan lainnya. Menurutnya, karya ini dilaksanakan karena sudah hampir 60 tahun belum pernah melaksanakan upacara besar seperti ini. Upacara ini serangkaian pembangunan di pura. Pembangunan rampung berkat bantuan Pemkab Badung. Karya ini menghabiskan dana sekitar Rp 2,5 miliar. Sementara dana punia dari masyarakat sekitar Rp 300 juta, punia dari anggota DPRD Badung Ida Bagus Made Sunartha sebesar Rp 15 juta dan dari tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta sebesar Rp 7,5 juta. (ad348)
Struktur Dewan Pengawas PDAM Dipangkas Mangupura (Bali Post) –
Anggota Pansel Dewan Pengawas PDAM Tirta Mangutama Badung A.A. Sagung Rosyawati, Rabu (13/3) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Bahkan, pihaknya telah mengumumkan seleksi calon Dewan Pengawas periode 20192023. Penerimaan pendaftaran dimulai 18 hingga 20 Maret. ‘’Sekarang hanya tiga orang. Kalau dulu jumlah Dewan Pen-
gawas sebanyak lima orang. Satu orang dari unsur pejabat Pemkab Badung dan dua orang dari independen,’’ ujarnya. Menurutnya, pemangkasan Dewan Pengawas telah mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 37 Tahun 2018 tentang Pengangka-
tan dan Pemberhentian Anggota Dewan Pengawas atau Anggota Komisaris dan Anggota Direksi Badan Usaha Milik Daerah. ‘’Dalam regulasi itu dinyatakan, jumlah Dewan Pengawas maksimal sejumlah Direksi. Karena jumlah Direksi PDAM Tirta Mangutama sebanyak tiga orang, maka jumlah Dewan Pengawas juga maksimal tiga orang,’’ jelasnya.
Terkait mekanisme seleksi, katanya, calon Dewan Pengawas paling sedikit melalui tahapan antara lain, seleksi administrasi, uji kompetensi dan kelayakan (UKK) dan wawancara akhir. Untuk tahapan seleksi administrasi serta tahapan lainnya masih dibahas melalui rapat Pansel. ‘’Tahapan UKK yang harus dilalui tiap calon Dewan Pengawas juga lumayan banyak yaitu psikotes, ujian tertulis keahlian, penulisan makalah strategi pengawasan, presentasi makalah strategi pengawasan dan wawancara,’’ ujarnya. (kmb27)
Mangupura (Bali Post) Pemkab Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah menyediakan 1.074 access point free wifi di 997 titik lokasi. Kebijakan ini untuk mendukung program pengembangan smart city serta Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) di berbagai daerah. Kepala Diskominfo Kabupaten Badung I Wayan Weda Dharmaja mengatakan, perangkat tersebut dipasang di semua kantor OPD, RSUD Mangusada, kantor camat, kantor desa dan lurah, puskesmas dan pustu, balai banjar, SD dan SMP serta
objek wisata. ‘’Kami harapkan dengan adanya fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut dapat dijaga bersama, serta dimanfaatkan secara positif dan produktif,’’ ujarnya, Rabu (13/3) kemarin. Dia juga berharap masyarakat dapat menganalisa sebuah informasi agar tidak terjebak hoax. ‘’Dengan literasi media ini kita harapkan nantinya masyarakat menjadi cerdas dan dapat membedakan mana berita hoax dan mana berita yang benar,’’ ujarnya. Diskominfo Badung telah bekerja sama dengan Pemprov Bali melakukan literasi media terhadap pemaha-
man hoax. Tujuannya, masyarakat mampu memahami berita yang bermanfaat. ‘’Kami juga sosialisasi ke masing-masing kecamatan, sekolah-sekolah terutamanya generasi milenial mengenai itu,’’ ungkapnya. Asisten Administrasi Umum Setda Badung Cok Raka Darmawan mengatakan, smart city tidak cukup hanya dengan menyiapkan regulasi, infrastruktur IT, sarana
prasarana dan SDM yang berkompeten, tetapi juga harus menyiapkan masyarakat yang cerdas dalam memperoleh serta memanfaatkan media komunikasi dan informasi. ‘’Kemampuan kita bersama dalam mengelola hal tersebut secara produktif dan inovatif serta berdaya saing yang akan menjadi kunci keberhasilan menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0,’’ tegasnya. (kmb27)
Masa jabatan Dewan Pengawas PDAM Tirta Mangutama Badung periode 2015-2019 akan berakhir 11 April mendatang. Dengan berakhirnya masa jabatan tersebut, pemerintah setempat berencana memangkas struktur Dewan Pengawas dari jumlah sekarang lima orang, menjadi hanya tiga orang.
Pemkab Sediakan 1.074 ”Access Point Free Wifi”
LALIN - Simpang Nakula, Legian. Rekayasa lalin di kawasan ini akan difinalisasi.
Bali Post/edi
Rekayasa Lalin Simpang Nakula akan Difinalisasi Mangupura (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) Badung akan melakukan rapat evaluasi bersama tokoh masyarakat Legian dan Seminyak pada Jumat (15/3) besok terkait finalisasi rekayasa arus lalu lintas (lalin) di Simpang Nakula, Legian. Hal ini mengingat uji coba rekayasa lalin di kawasan tersebut sudah berjalan hampir satu bulan. Kabid Lalu Lintas Dishub Badung Tofan Priyanto, Rabu (13/3) kemarin, me-
nilai, finalisasi sudah bisa dilakukan. Sebab, sosialisasi selama satu bulan sudah dilakukan melalui rekayasa lalin. Sejauh ini, perubahan lalin berjalan lancar dan berdampak positif. ‘’Walaupun pastinya ada satu dua orang yang mungkin mengeluh di awal-awal,’’ katanya. Untuk skema awal pengalihan lalin yang diterapkan selama ini, tidak ada yang mengalami penyesuaian. Kecuali untuk arus kendaraan berupa sepeda motor di Jalan
Nakula - Eka Laweya yang setelah dua pekan terakhir disesuaikan. Evaluasi, kata dia, dilakukan berdasarkan masukan warga di lapangan. Jika rekayasa lalin disepakati oleh masyarakat, keputusannya akan disampaikan melalui berita acara kesepakatan penetapan arus lalin. Setelah itu terlaksana, barulah dipasang rambu lalin permanen. Rambu tersebut akan berlaku simultan dengan penerapan traffic ATCS. Operasional ATCS saat ini
HADIRI KARYA - Wabup Suiasa menghadiri Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung lan Tawur Balik Sumpah di Banjar Pengembungan, Bongkasa, Selasa (12/3) lalu.
tengah menunggu hasil kesepakatan dan pemasangan tanda permanen. ‘’Rambu itu akan di-setting waktunya, apakah diterapkan dua fase atau tiga fase. Ini tergantung kesepakatan. Sebab itu dipengaruhi arus lalin dari persimpangan terkait,’’ jelasnya. Sementara itu, Lurah Legian Made Madia Surya Natha menyampaikan, rapat evaluasi akan dilaksanakan di Puspem Badung, dengan mengundang perwakilan
tokoh masyarakat Legian. Terkait hal ini, warga Legian sudah melakukan rapat banjar untuk memberikan masukan dalam rapat evaluasi rekayasa lalin tersebut. ‘’Nanti itu akan dirangkum oleh kepala lingkungan. Mereka akan menyampaikan aspirasi warga. Secara umum, rekayasa lalin tersebut sudah mengarah ke lebih baik, tapi memang ada beberapa yang diharapkan bisa dievaluasi,’’ ujarnya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Pon, 14 Maret 2019
AFS dan STIBA Saraswati Resmi Bergabung ke Unmas FEB Unud Bersama Holy Angle University-Filipina Gelar Konferensi Internasional
KEMENRISTEKDIKTI diwakili Dirjen Kelembagaan Paldono Suwignjo menyerahkan SK penyatuan Akademi Farmasi Saraswati (AFS) dan STIBA Saraswati bergabung dengan Universitas Mahasaraswati (Unmas). SK diserahkan saat acara Wisuda dan Dies Natalis ke-37 Unmas, Rabu (13/3) kemarin. Paldono didampingi Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Nengah Dasi Astawa juga menyerahkan SK perubahan nama Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar diterima Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. Saat itu Dirjen Kelembagaan juga menjadi keynote speaker soal tantangan perguruan tinggi (PT) di masa depan. Di antaranya angka partisipasi kasar (APK) ke perguruan tinggi hanya 34,8 persen. Sementara itu, jumlah perguruan tinggi terlalu banyak mencapai 4.700, namun jumlah mahasiswanya sedikit. Untuk itu, Menristekdikti mengimbau PTS kecil yang memiliki dua prodi dan 500 mahasiswa segera bergabung sehingga lebih efisien. Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. mengungkapkan kabar gembira yang diterimanya bahwa Prodi Biologi FKIP Unmas meraih akreditasi A. Dengan demikian, Unmas memiliki lima prodi terakreditasi A. Sementara itu penyatuan ini untuk mendukung kebijakan pemerintah supaya perguruan tinggi melakukan penggabungan serta untuk meningkatkan tata kelola yang berorientasi pada budaya mutu dalam menghadapi persaingan global. Dengan penyatuan ini, Unmas menambah dua fakultas yaitu Fakultas Farmasi dengan Prodi S-1 Farmasi dan Diploma 3
Persiapan Menuju Sertifikasi Internasional AUN
BERSAMA - Dirjen Kelembagaan Dikti Paldono foto bersama usai menyerahkan izin penyatuan AFS dan STIBA kepada Rektor Unmas Made Sukamerta serta SK perubahan nama yayasan diterima Bagus Ketut Lodji. Farmasi serta Fakultas Bahasa Asing dengan dua prodi yaitu Sastra Inggris dan Jepang. Bahkan tahun ini Fakultas Teknik mendapat tambahan satu prodi baru yaitu Prodi Teknik Lingkungan yang diyakini akan diminati masyarakat. Penggabungan tiga PTS menjadi Unmas, menurut Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, adalah wujud dukungan Unmas terhadap program pemerintah dalam meningkatkan mutu. Penggabungan ini akan membuat Unmas lebih efisien, sehingga dana, daya dan sarpras dan SDM foksus dipakai meningkatkan mutu. Tahap kedua yayasan akan segera mengajukan penyatuan Universitas Mahasaraswati Mataram menjadi Universitas Mahasaraswati Denpasar. Dia berharap Unmas ketika sudah berusia 100 tahun nanti akan menjadi salah satu PTS di Indonesia yang menjadi WCU
(World Class University). Dasar dan fondasi sistem serta SDM sudah disiapkan sejak sekarang. Makanya sangat pas Unmas sekarang fokus pada peningkatan mutu. Di acara itu, Rektor didampingi WR I Dr. Made Gede Wiryawan, S.H., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, S.E., M.M., WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. mewisuda 1.242 sarjana. Dari jumlah itu, 1.218 orang lulusan program sarjana, 25 orang lulusan program Magister dari 14 program studi yang ada di Unmas. Dia juga menyerahkan penghargaan bagi peraih IPK terbaik masing-masing I Ketut Yongki Wirawan dari FE (4,0), I Gede Satria Wibawa dari FT (3,18), Ni Putu Ayu Agustini Putri dari FP (3,95), Ni Ketut Utari Darma Putri dari FKG (3,64), Ida Bagus Agung Janardana (3,94), Luh Putu Pramadiaryanthi dari FKIP (3,97) dan Dewa Putu Aris Sadana (3,97). (ad353)
Senator Apresiasi Wenara Petak Trans Bali & Local Bali Driver
Ancam Tanah Bali, Dr. Wedakarna Tolak Program Cicilan Rumah ’’Driver Online’’ SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III akhirnya bersuara lantang terkait dengan rencana dari sejumlah perusahaan kendaraan online untuk memberikan kemudahan cicilan kredit rumah murah terhadap driver online di Bali. Hal ini, menurut Arya Wedakarna (AWK), dinilai tidak adil dalam persaingan pasar transportasi di Bali saat ini, termasuk dikhawatirkan mengancam eksistensi tanah di Bali, khususnya dengan membeludaknya kaum pendatang yang tidak selektif. Demikian disampaikan di sela-sela menghadiri acara ulang tahun organisasi Wenara Petak Trans Bali di kawasan Batubulan, Gianyar. Disambut I Gusti Oka Gede Mulyawan (Pendiri Wenara Petak Trans Ubud), Putu Alit Shandi (Ketua Umum Wenara Petak Trans Ubud) dan Jro Nyoman Suwendra (Ketua Bali Transport Bersatu), Senator AWK tetap mendukung eksistensi para driver konvensional (tradisional) di Bali. Khusunya perjuangan ribuan driver konvensional untuk tetap bisa mencari hidup di tanah mereka sendiri. ‘’Saya menolak adanya program rumah murah di Bali, khusus untuk driver online. Apalagi mereka bisa mencicil setiap hari. Itu kebijakan mbalelo karena tanah di Bali bisa habis jika diobral sembarangan. Di satu sisi pendatang di Bali bisa seenaknya membeli tanah dengan bantuan jaringan mereka. Tapi orang Bali harus membagi gaji dan penghasilannya untuk berupacara, beragama dan berbudaya. Selama sistem ini tidak adil, saya akan menolak. Ini tindakan yang anti-Pancasilais. Segera saya koordinasi dengan seluruh desa adat di Bali dan juga pemerintah agar memperketat izin pendirian rumah bersubsidi. Jika tidak diproteksi, Bali hanya akan menjadi penonton,’’ ungkap AWK. Ia juga mengingatkan sindikasi perbankan temasuk pengembang untuk semakin berhati-hati menyetujui kredit perumahan di Bali. Dan meminta masyarakat Bali mewaspadai oknum-oknum yang ingin menjalankan program ‘’Bali Dalam Genggaman’’ yakni penguasaan tanah-tanah Bali melalui penguasaan ekonomi agama tertentu demi menghancurkan sendi-
sendi ekonomi orang Bali. Terkait dengan perjuangan ribuan driver konvensional, AWK bersikap: ‘’Begini ya, Bali ini dibangun dengan sistem kekeluargaan dan punya sejarah panjang untuk mendorong pariwisata hingga bisa menjadi seperti ini. Saya berpikir simpel saja, bahwa perjuangan driver konvensional harus diayomi dan dijaga karena mereka sudah puluhan tahun bekerja demi Bali. Tapi akhir-akhir ini, eksistensi mereka diganggu sistem online yang merajalela. Di satu sisi, pemimpin Bali belum mampu memproteksi kaum marhaen ini. Sebenarnya kuncinya ada diregulasi, ada dikebijakan politik pemerintah dan itu tugas Gubernur Bali untuk mencari cara bagaimana agar rakyat Bali tidak kalah saing. Itu saja, kita berpikir simpel. Bali tidak anti-online, tapi mari beri solusi dan perlindungan prioritas pada warga lokal. Saya kira semangatnya di sana ya. Mari jadi pemimpin Bali ini yang konsisten dengan Jas Merah Bung Karno,’’ tegas Gusti Wedakarna. Ia pun memberikan pesan kepada ribuan driver di Bali agar bersabar menunggu solusi yang diberikan Gubernur Bali sebagaimana janji pada saat
Denpasar (Bali Post) Dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus narkoba, terdakwa Aji Kuasa, Rabu (13/3) kemarin dituntut pidana penjara selama 13 tahun. JPU Cokorda Intan Merlany Dewie menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dihukum selama 13 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 1 miliar subsider 3 bulan kurungan. Jaksa juga menguraikan peristiwa yang dilakukan terdakwa di hadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa, yakni
berawal 19 November 2018 lalu. Hari itu sekitar pukul 08.30, Aji ditangkap petugas Polresta Denpasar di tempat kosnya di kawasan Sanur. Di saat yang sama, petugas menyita belasan barang bukti narkotika dalam bentuk paketan kecil. Total ada 12 paket narkotika yang disimpan terdakwa di bawah lantai dapur tempat kosnya. Berat bersih keseluruhannya sekitar 10,48 gram. Jenisnya antara lain sabu-sabu sebanyak dua paket dengan berat bersih keseluruhan 1,02 gram, dua paket heroin dengan berat keseluruhannya 1,59
MARHAEN – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Putu Alit Shandi (Ketua Umum Wenara Petak Trans), I Gusti Oka Gede Mulyawan (Pendiri Wenara Petak Trans) saat dadir di HUT Wenara Petak Trans Bali Ubud dan utusan DPD I Wayan Supiarta, S.H., M.H. di HUT Local Bali Driver. pertemuan ribuan driver di Kantor Gubernur Bali beberapa waktu lalu. ‘’Saya minta semua driver bersabar. Kita tunggu janji Gubernur, mungkin habis pemilu-lah. Sekarang jaga situasi kondusif agar bangsa kita sukses dulu di Pemilu 2019. Jangan sampai ada rusuh. Setelah itu, ya… kita sama-sama minta komitmen provinsi. Yang penting sopir taksi konvensional akan selalu mendapatkan dukungan dari lembaga DPD-RI, khususnya saya. Kita lihat ke depan,’’ imbuh AWK. Eksistensi komunitas atau organisasi driver Bali yang memiliki anggota semeton Hindu diapresiasi Senator AWK. ‘’Umat Hindu punya hak di republik ini. Hak berkumpul berserikat dilindungi UU. Saya prihatian sekali, nasib driver konvensional tidak pernah mendapatkan respons baik dari pemerintah di Bali. Rakyat dibiarkan berhadapan dengan masalahnya sendiri. Semoga eksekutif tercerahkan. Saya akan kawal terus. Ini perjuangan Satyagraha,’’ terang Gusti Wedakarna yang kini jadi bagian di Panitia Perancang UU di DPD-RI. (ad347)
Aji Kuasa Dituntut 13 Tahun Penjara gram. Kemudian satu paket tablet berwarna orange Happy Five dengan berat bersih 0,26 gram. Yang paling banyak berupa ekstasi dalam enam paket dengan berat bersih 7,61 gram. Penangkapan terdakwa itu bermula dari informasi masyarakat yang menyebut terdakwa sering memakai dan membawa sabu-sabu. Polisi kemudian menindaklanjuti dengan penyelidikan. Dan akhirnya terdakwa ditangkap. Dalam pengakuannya saat ditangkap, barang bukti yang disita milik temannya, Ega, yang kini masih DPO. (kmb37)
FAKULTAS Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menggelar Konferensi Internasional ‘’Infinity International Business Research Conference’’ (IIBRC) 2019 dengan tema ‘’Entrepreneurship in Asia: Research Collaboration Across Nations’’ di Aula Gedung Doktor FEB Unud di Jalan PB Sudirman, Denpasar. Konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari, dari 12-13 Maret 2019 ini merupakan kerja sama antara Unud dan Holy Angel University-School of Business & Accountancy, Filipina. Acara dibuka dengan penyampaian sambutan dari kedua belah pihak, yakni Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Universitas Udayana Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. dan Vice President for Academic Affairs Holy Angel University Dr. Luis Maria R. Caliango. Panitia pelaksana kegiatan ini adalah Program Studi Ekonomi Pembangunan (Prodi EP) FEB Unud yang didukung Pusat Kajian Centre for Sustainable Development Policy Studies (CSDPS), yang merupakan lembaga riset dalam berbagai bidang di lingkup sosial, ekonomi, lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Kerja sama pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan Prodi EP FEB Unud menuju sertifikasi internasional Asian University Network (AUN). Sementara peserta konferensi internasional ini diikuti partisipan yang berasal dari beberapa negara Asia. Di antaranya Filipina, Indonesia, Malaysia, Jepang, dan beberapa partisipan dari Australia.
KONFERENSI - Koordinator Prodi EP Unud Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni (dua dari kanan) berfoto bersama para narasumber konferensi internasional IIBRC dari Holy Angle University-School of Business & Accountancy, Filipina. Para peserta mempresentasikan hasil penelitian dari berbagai bidang ekonomi. Antara lain Sustainability Practices in Business, Hospitality and Marketing, Academics in Business, Interdisciplinary Studies, Accounting and Taxation, Human Resource Management, dan Operations and Marketing Research. Koordinator Prodi EP Unud Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni mewakili Dekan FEB Unud berharap ke depan kerja sama konferensi internasional ini bisa berlanjut dalam bentuk riset di berbagai bidang, khususnya di bidang bisnis, manajemen, akuntansi maupun di bidang ekonomi pembangunan. Sebab, internasionalisasi dari program-program yang ada di Indonesia harus diimplementasikan seperti yang dilakukan Holy Angle University dan universitas luar negeri lainnya. ‘’Kami sangat berterima kasih ke-
pada mereka (Holy Angle University - red). Sebab, kampus kami di Unud, khususnya di Fakultas Ekonomi, telah kedatangan mereka. Mereka hadir menyampaikan berbagai riset yang nantinya dapat kita gunakan sebagai landasan dasar untuk ke depan,’’ tandas Marhaeni, Rabu (13/3) kemarin. Serangkaian dengan kegiatan konferensi, juga dilaksanakan pelatihan/workshop Prospective Analysis MICMAC/MACTOR, yang diikuti para kandidat doktor dan profesor di lingkungan Unud dan universitas lain di Bali, serta para praktisi dan pengambil kebijakan di Bali. Acara dilengkapi dengan social event berupa Cultural Presentation dan Welcome Dinner di Jaya Sabha, rumah jabatan Gubernur Bali. Konferensi ini akan berlanjut di tahun depan dan dilaksanakan di Filipina. (ad352)
Jadi Model E-Learning
SMP PGRI 2 Denpasar Dikunjungi Disdik dan MGMP Kota Depok SMP PGRI 2 Denpasar tiap tahun menjadi objek kunjungan wisata pendidikan di Bali karena kualitasnya. Rabu (13/3) kemarin rombongan dari Dinas Pendidikan Kota Depok dan 40 guru yang tergabung dalam MGMP IPA Kota Depok mengintip model pembelajaran berbasiskan e-learning di sekolah ini. Rombongan yang dipimpin H. Muhammad Tamrin diterima Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Pembina SMP PGRI 2 I Wayan Ngurah, S.Pd. dan Kabid Pembina SMP Disdikpora Kota Denpasar Drs. A.A. Gede Wiratama, M.Ag. Pimpinan rombongan yang juga Kepala Disdik Kota Depok H. Mohammad Thamrin, S.Sos., M.M. mengungkapkan sengaja memilih SMP PGRI 2 Denpasar sebagai objek studi banding karena sekolah ini dikenal sebagai sekolah berkualitas dalam berbagai bidang. Termasuk menjadi sekolah model di Denpasar dalam menerapkan e-learning. Mendapat sanjungan demikian, Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Gede Wenten Aryasuda dengan rendah hati mengatakan sekolah yang dipimpinnya belumlah apa-apa. Dalam hal penerapan e-learning siswa dan gurunya sudah menerapkan ini untuk semua mata pelajaran. Semua siswa dan guru memiliki email dan terbiasa memaparkan materi lewat email dan tugas atau PR kepada siswa. Keunggulan ini juga diperkuat oleh lima keunggulan yang dimiliki SMP PGRI 2 Denpasar. Di antaranya memiliki program gebyar budaya, Grisda Computer Competition (GCC), Grisda Art Competition,
KENANG-KENANGAN - Kasek Gede Wenten Aryasuda didampingi Madiadnyana dan A.A. Gede Wiratama saat menerima kenang-kenangan dari Kadisdik Depok Mohammad Thamrin. Pesraman Kilat, Grisda Colaboration Camp. Yang terakhir ini baru dikampanyekan sebagai bentuk pembelajaran di lapangan dengan melibatkan sejumlah anggota esktra pramuka, PMR, jurnlistik, fotografi dan mata pelajaran. Ini juga dia sebut sebagai model pembelajaran berbasiskan lapangan I IPA dan bidang lainnya sesuai dengan visi ‘’SMP PGRI 2 Denpasar unggul dalam akademis, berlandaskan agama dan budaya berwawasan lingkungan’’. Dalam PBM IPA, gurunya juga sering mengajak siswa terjun ke lapangan atau ke alam, sehingga ilmu itu bernar-benar riil, mudah ditangkap dan diingat siswa. Pada Penerimaam Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, SMP PGRI 2 Denpasar hanya menerima 11 kelas. Pendaftaran PPDB baru dibuka awal Mei 2019 hingga akhir Juni 2019. Yang menarik, sekolah Adi Wiyata Denpasar ini tak memungut biaya pendaftaran alias gratis. Khusus bagi warga Kota Denpasar, dari Kecamatan Denpasar Timur diberikan keringanan uang gedung.
Semua siswa kelas VII, VIII dan IX masuk pagi. Sebagian besar ruangan kelas dilengkapi AC dan LCD serta didukung 67 guru, 80 persen guru SMPN 8 Denpasar. Sementara itu, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Madiadnyana mengacungkan jempol Grisda tampil makin berkualitas. Selain berkualitas dalam PBM, kegiatan pendidikan di Grsida sangat tepat guna menyiapkan SDM muda Bali yang cerdas dan cinta budaya Bali. Dia bangga makin banyak sekolah PGRI dijadikan objek studi banding. Ini artinya kualitasnya diakui pihak luar. Meski demikian, dia tetap ingin Grisda juga mengintip kelebihan sekolah di Depok untuk disebarkan kepada sekolah PGRI lainnya. Kabid Pembinaan A.A. Gede Wiratama membenarkan SMP PGRI 2 Denpasar banyak dikenal kalangan pendidikan luar Bali karena kualitasnya. Makanya wajar sekolah pilot project e-learning ini sering menjadi objek studi banding. Selain berstatus swasta, sekolah ini juga lengkap prestasinya. (k250)
’’Public Speaking Clinic’’
’’Skill Revolution’’ untuk Berani Bicara di Depan Umum K E M A M P U A N berkomu nikasi khususnya untuk berbicara di depan umum masih tetap menjadi kunci sukses dalam memenangkan persaingan di zaman now. Kualitas komunikasi adalah gambaran kualitas diri. Berbagai kondisi yang menghambat keberanian berbicara di depan umum sering diistilahkan dengan demam panggung. Masalah demam panggung telah menjadi penyakit serius yang dialami banyak orang. Kalau tidak ditangani dengan baik, demam panggung dapat mengakibatkan stres, trauma mendalam, bahkan dunia terasa kiamat. Bila anda mengalami masalah ini, anda perlu mengikuti program Public Speaking Clinic yang akan mengupas tuntas rahasia cara tercepat mengatasi demam panggung untuk berani bicara di depan umum penuh percaya diri. Mentor program ini, Kadek Eni Marhaeni, telah belajar ilmu public speaking di University of Sydney, Australia dan berguru
langsung dengan Tony Robbins, guru komunikasi dan motivator nomor 1 dunia. Yuk Move On dari demam panggung, ikuti program Public Speaking Clinic, Sabtu, 23 Maret 2019, pukul 15.00-19.00 Wita. Investasi Rp 450.000 bertempat di Oneness-House, Jalan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Diponegoro Selatan 704 (depan SD Negeri 5 Pedungan/SPBU). Untuk pendaftaran silakan hubungi OnenessExpo, SMS/WA ke 082144543311, ketik (nama)PSC. ‘’Diam tidak selalu emas, banyak kesempatan emas hilang karena diam’’. (ad349)
DAERAH
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Polres Klungkung Bertekad Wujudkan Wilayah Bebas Korupsi Semarapura (Bali Post) Pencanangan zona integritas bagi Polres Klungkung memiliki tanggung jawab tersendiri. Di sana ada dua tanggung jawab yang harus diwujudkan, antara lain mewujudkan wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani. Maka dari itu, Polres Klungkung harus mampu mewujudkannya setelah berkomitmen dalam pembangunan zona integritas ini. Demikian disampaikan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana usai pelaksanaan upacara pencanangan zona integritas, sekaligus proses penandatanganan pakta integritas di halaman Mapolres Klungkung, Rabu (13/3) kemarin. Kapolres mengatakan, pembangunan zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) merupakan sebuah predikat yang diberikan kepada lembaga instansi. Khususnya, bagi pimpinan dan jajarannya yang berkomitmen untuk mewujudkan wilayah bebas korupsi atau wilayah birokrasi bersih dan melayani. Ini hanya dapat diwujudkan melalui reformasi birokrasi, dimana untuk mendapat predikat WBK/WBBM harus memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan, tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan penguatan kualitas pelayanan publik. Ini sesuai dengan Perpres Nomor 10 Tahun 2012 tentang Grand Desain Reformasi Birokrasi Pemerintah. Khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat. “Kami mengawali proses pencanangan pembangunan zona integritas ini, dengan mengundang para FKPD (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah), dan tokoh agama, untuk bersama-sama ikut mengawasi kinerja Polres Klungkung,” kata Kapolres. Pada puncak acara, Kapolres Klungkung membacakan ikrar yang diikuti seluruh personel Polres Klungkung. Dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas oleh unsur FKPD dan pelepasan balon ke udara. Pencanangan zona integritas ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah mewujudkan peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Ini sesuai dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) di lingkungan Instansi Pemerintah. Ini digunakan sebagai pedoman pembangunan zona integritas bagi unit-unit kerja pada instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah. Zona Integritas merupakan bagian dari reformasi birokrasi, bahwa sebagai aparatur harus merubah pola pikir dan sikap dari yang jelek kepada yang baik. (kmb31)
Soal Sejumlah Jabatan Lowong
Dewan Minta Diisi Orang yang Tepat
Denpasar (Bali Post) – Mengisi kekosongan jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengumumkan lowongan seleksi terbuka (lelang). Hal ini mendapat perhatian jajaran DPRD Denpasar. Dewan berharap lelang jabatan eselon II bukan pemberian karena faktor kedekatan, tetapi harus ada hal yang lebih penting diutamakan yakni kemampuan dan tanggung jawab. Demikian ditegaskan Ketua Komisi I DPRD Denpasar I Ketut Suteja Kumara, Rabu (13/3) kemarin. Politisi PDI-P ini mengatakan lelang jabatan eselon II di Denpasar selain berdasarkan ketentuan-ketentuan normatif yang sudah diatur, pihaknya mengharapkan ada ketentuan khusus yang diberlakukan. Agar pejabat yang akan menduduki posisi strategis tersebut bisa mewujudkan Denpasar yang lebih baik. ‘’Pejabat yang mengisi posisi yang dilelang itu nantinya agar memiliki kemampuan untuk membuat Denpasar lebih baik, lebih maju, lebih teratur kemudian mampu membuat masyarakatnya lebih dimudahkan dalam urusan dengan OPD, yang ujung-ujungnya mampu meningkatkan derajat kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Denpasar. Harus lebih baik bila dibandingkan terhadap kondisi Denpasar saat ini,’’ ujarnya. Suteja Kumara juga berharap agar pejabatnya nanti harus orang yang tepat pada bidangnya. Artinya, kemampuannya dalam mengurus OPD bersangkutan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Karena dengan kemampuan itu, pejabat bersangkutan akan mampu melihat kekurangan dan kelemahan apa-apa saja yang ada di Denpasar. ‘’Pejabat yang akan memangku jabatan harus memahami dan familiar dengan keberadaan industri 4.0. Supaya tidak digerus dan tertinggal akan kemajuan tekhnologi tanpa meninggalkan jati diri kebudayaan adiluhung Kota Denpasar,’’ harapnya. Lebih lanjut ia berharap calon pejabatnya harus diikat dengan pernyataan prestasi atau kesanggupan pencapaian target-target di atas yang berbatas waktu. Bila lalai dan tidak sanggup serta atau tidak berprestasi bersedia di review lagi. Sebelumnya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah mengumumkan lowongan seleksi terbuka (lelang) lowongan eselon II dilingkungan Pemkot Denpasar. Adapun formasi jabatan eselon II yang kosong saat ini di Kota Denpasar sebanyak 8 lowongan yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Denpasar, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perhubungan. Sementara Plt. Kepala BKPSDM Kota Denpasar I Wayan Sudiana menambahkan, syarat utama para calon pejabat ini haruslah seorang PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Bali dengan usia maksimal 56 (lima puluh enam) tahun saat pendaftaran. Pendaftaran dibuka sejak tanggal 12 sampai 26 Maret 2019. Dengan tahapan-tahapan seleksi calon pejabat eselon II ini meliputi seleksi administrasi dan rekam jejak jabatan pada tanggal 27 sampai 29 Maret dan diumumkan hasil seleksi administrasi pada 2 April 2019. Untuk seleksi uji kompetensi akan dilaksanakan tanggal 4 sampai 5 April 2019, seleksi kompetensi bidang dan sosio kultural pada 8 sampai 10 April 2019. Kemudian pengumuman hasil seleksi kompetensi akan diumumkan tanggal 16 April 2019. (kmb12)
5
Hindari Masuk Ranah Korupsi
Pekerjaan Fisik Tak Tuntas, Disbudpora Minta Dana Hibah Dikembalikan
Semarapura (Bali Post) -
Polemik penggunaan dana hibah terus bergulir. Usai sejumlah dugaan penyelewengan dana hibah terkuak, banyak penerima hibah bansos yang akhirnya melakukan pengembalian dana. Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung menyurati lima penerima hibah lainnya yang pekerjaan fisiknya tidak tuntas, untuk segera melakukan pengembalian dana. Salah satunya adalah hibah yang dikaitkaitkan dengan nama Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru yakni untuk Pura Dadia Arya Kenceng di Banjar Cubang, Banjar Dinas Cemulik, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida. Kepala Disbudpora Klungkung Nyoman Mudarta, Rabu (13/3) kemarin, mengatakan dana hibah untuk Pura Dadi Arya Kenceng tersebut senilai Rp 700 juta. Dana untuk pembangunan pura tersebut, setelah dilakukan monitoring oleh Disbudpora, rupanya yang selesai hanya sebatas fondasi saja. Tim turun ke sana, setelah melihat adanya keanehan. P a d a salinan dokumen buku rekening penerima hibah, tercatat dana sudah dicairkan 27 Desember 2018.
Tetapi, laporan pertanggungjawabannya sudah disetor pada 8 Januari, dari batas waktu penyetoran LPJ per 10 Januari lalu. “Hasil monitoring tanggal 13 Januari lalu, kami temukan di sana bangunannya baru sebatas fondasi saja,” kata Mudarta. Agar persoalan ini tidak masuk ke ranah hukum tindak pidana korupsi, pihaknya langsung menyurati pihak penerima hibah ini. Demikian juga kepada empat penerima hibah lainnya, sesuai dengan surat bernomor 900/271/Disbudpora, tertanggal 21 Februari, antara lain Paibon Pasek Gelgel Pegatepan di Desa Batukandik Nusa Penida, senilai Rp 36 juta. Pura Dalem Telaga Sakti di Desa Batukandik senilai Rp 36 juta, Desa Pakraman Gepuh, Desa Tanglad senilai Rp 100 juta dan Pura Paibon Pasek Gelgel di Desa Kutampi senilai Rp 27 juta. Mudarta mengaku sebelum persoalan ini mencuat, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah. Para pen-
Denpasar (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di Jalan Maya Loka, Mandala Griya Blok VI, Kuta Selatan (Kutsel). Rumah kontrakan tersebut ditempati warga Tiongkok, Limin (24), dan mengalami kerugian Rp 89,4 juta. Pelakunya Mohammad Ifandi (32). Dia ditangkap di rumah bedeng di Jalan Bay-pass Sunset Road Kuta, Selasa (12/3) pukul 05.30 Wita. Kanitreskrim Polsek Kutsel Iptu Muhamad Nurul Yaqin mengatakan awalnya polisi menerima laporan korban, Senin (11/3) lalu. Sedangkan kasus ini diketahui pada Senin (4/3) pukul 21.00 Wita. Saat itu korban baru datang dari rumah temannya. Setibanya di rumah, korban lewat pintu gerbang yang tidak terkunci. Selanjut-
nya dia masuk ke rumah dan merasa aneh. Pasalnya korden jendela yang sebelumnya terbuka dan ternyata tertutup. Kemudian korban mengecek barang-barang miliknya. Alhasil dia kehilangan kamera go-pro, satu buah laptop, dua buah wifi dan satu jam tangan. Selain itu korban juga kehilangan beberapa uang asing, di antaranya 3.000 renminbi (Rmb), 20.000 bath dan 20 lembar pecahan 20 dolar Amerika. ‘’Total kerugian kurang lebih Rp 89,4 juta,’’ ujarnya, Rabu (13/3) kemarin. Hasil penyelidikan Tim Opsnal Reskrim Polsek Kutsel, diduga pelakunya seorang diri dan masuk melalui jendela rumah tersebut. Pasalnya ditemukan bekas tapak kaki pelaku di tembok dekat jendela. Dalam
waktu singkat, petugas berhasil mengidentifikasi pelakunya yaitu Mohammad Ifandi asal Jatisari, Waringin Bondowoso, Jawa Timur. ‘’Pelaku akhirnya kami tangkap di rumah bedeng di wilayah Kuta,’’ kata Iptu Yaqin. Di rumah bedeng tersebut, petugas mengamankan barang hasil curian yakni laptop dan jam tangan. Sedangkan uang asing hasil curian sudah ditukar dan digunakan untuk foya-foya. ‘’Awalnya pelaku ini berkunjung ke rumah temannya dekat TKP. Saat melintas di TKP, tersangka melihat pintu gerbang tidak terkunci dan langsung beraksi. Terkait kasus ini pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,’’ ungkapnya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Tim Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kota Denpasar yang dikoordinir Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali melakukan sidak terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Kali ini tim yang terbagi dua tersebut menyasar kecamatan dan kelurahan. ‘’Dalam beberapa hari ini, kami sengaja menyasar kelurahan dan kecamatan, mengingat kelurahan dan kecamatan merupakan ujung tombak pelayanan pada masyarakat,’’ ujar Kabid Penilian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKPSDM Putu Agus Mahendra Udayana, Rabu (13/3) kemarin. Menurut Mahendra Udayana, sidak yang melibatkan instansi terkait itu juga mengawasi etika pegawai mulai dari tata pakaian hingga penggunaan atribut pengenal yang lengkap. Hasil sidak ini akan
langsung dilaporkan kepada pimpinan termasuk juga mengirim surat pada pimpinan OPD terkait agar hasil sidak tersebut ditindaklanjuti. ‘’Kalau memenuhi syarat untuk dikenakan tindakan disiplin akan diambil tindakan,’’ ujarnya. Mahendra Udayana menegaskan, sidak ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan disiplin ASN di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Hal ini sesuai amanat PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri di mana pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar diharapkan dapat menaati aturan tentang kepegawaian. wInspektur Wilayah I pada Inspektorat Kota Denpasar A.A. Ngurah Oka Wiranata yang ikut dalam tim GDN tersebut menambahkan, sidak menyasar kecamatan dan kelurahan untuk meningkatkan disiplin ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mengingat masyarakat per-
tama setelah lingkungan dan banjar dilayani oleh kelurahan dan kecamatan serta desa. ‘’Sidak yang menyasar Kecamatan Denpasar Selatan dan Kecamatan Denpasar Timur serta kelurahan yang ada di kedua kecamatan tersebut pada prinsipnya semua ASN telah hadir tepat waktu. Namun, masih ada pegawai yang kurang melengkapi atribut. Hal ini merupakan salah satu bentuk displin dalam berpakaian,’’ ujarnya. Camat Denpasar Selatan I Wayan Budha menyambut baik dilaksanakannya sidak GDN tersebut. Hal ini sangat penting dilakukan pengawasan internal, dalam hal ini dilakukan oleh Tim GDN yang dikoordinir BKPSDM. ‘’Meski kehadiran ASN di Kecamatan Denpasar Selatan sudah sesuai jam kerja, tentunya dengan adanya GDN ini semakin meningkatkan disiplin pegawai di lingkungan Kecamatan Densel,’’ ujarnya. (kmb12)
erima hibah sebelumnya sudah dikumpulkan di setiap kecamatan. Khususnya di Kecamatan Nusa Penida pada 18 November 2018 lalu. Terutama bagi kelompok masyarakat yang menerima dana hibah cukup besar, apakah bisa menyelesaikan pembangunan pada batas akhir 31 Desember 2018. Saat itu, dikatakan ada beberapa penerima hibah yang urung memanfaatkan dananya, karena batas waktu yang begitu mepet. Tidak hanya para penerima hibah di Kecamatan Nusa Penida. Tetapi juga di para penerima hibah di kecamatan lain. Sementara terkait laporan masyarakat terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi hibah ke Polda Bali yang menyeret nama Wayan Baru, Mudarta mengaku sempat didatangi empat penyidik Polda Bali untuk meminta koordinasi awal tentang mekanisme pengajuan dan penerimaan dana hibah. Sebelummya, bantuan hibah dalam bentuk uang dari Pemkab Klungkung kepada kelompok masyarakat, yang anggarannya diambil dari APBD Perubahan 2018, juga ramai-ramai dikembalikan. Mereka yang mengembalikan hibah, sebagian besar penerima hibah beralasan karena tidak bisa melaksanakan kegiatan yang didanai dari bantuan hibah, mengingat waktu pelaksanaan terlalu singkat. Dari data yang disodor-
kan Plt. Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Wayan Sumarta belum lama ini memperlihatkan sudah menerima delapan Surat Tanda Setoran (STS) atau bukti pengembalian dengan total uang yang dikembalikan Rp 1.075.500.000. Penerima hibah yang sudah mengembalikan dan sudah menyetor STS ke Pemkab, antara lain Panitia Pembangunan Pura Dukuh Suladri, Desa Gunaksa Rp 40 juta, Pura Bale Agung Desa Besan, Kecamatan Dawan Rp 750 juta, Pura Pasek Gaduh Banjar Pemenang, Desa Nyalian Rp 30 juta, Desa Pakraman Gepuh, Nusa Penida Rp 100 juta, Merajan Agung Gelgel, Desa Gelgel Rp 70 juta, Paibon Pasek Gelgel, Banjar Pulagan, Desa Sakti, Rp 27 juta, Pura Dalem Telaga Sakti Banjar Batuguling, Desa Batukandik Rp 36 juta, Paibon Arya Kenceng Banjar Tulad, Desa Batukandik Rp 22,5 juta. Satu lagi penerima hibah, baru-baru ini juga melakukan pengembalian, yakni Pura Paibon Arya Kenceng di Desa Sakti, Nusa Penida, sebesar Rp 420 juta. Menurut Sumarta, pascapengembalian itu, uang tersebut masuk dalam kas umum daerah. Peruntukan ke depannya, harus dirumuskan kembali perencanaannya. Belum tentu uang itu kembali diperuntukkan untuk bantuan hibah. Menurutnya, bisa juga direncanakan untuk kegiatan lain. (kmb31)
Pembobol Rumah Kontrakan Warga Tiongkok Dibekuk
Sidak Tim GDN Sasar Kecamatan dan Kelurahan
Bali Post/ist
DITANGKAP - Mohammad Ifandi (paling kanan) saat ditangkap anggota Polsek Kutsel.
OPINI
6
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tanggap Merespons Perubahan Zaman GERUSAN modernisasi terhadap pola perilaku masyarakat Bali serta budayanya, sudah sejak lama diwanti-wanti beberapa kalangan. Hal ini, atau kekhawatiran ini semakin membesar manakala booming pariwisata semakin besar pada awal era 1990-an. Betapa tidak, seperti yang sudah banyak ditulis, dibicarakan, diseminarkan dan sebagainya. Lompatan begitu besar dari budaya agraris ke budaya industri pariwisata menyebabkan perubahan di sana-sini. Disadari atau tidak, memang sudah banyak berubah. Perubahan ini sejatinya bukanlah sebuah dilema. Ini sebuah keharusan yang mesti disikapi dengan bijak. Banyak yang kemudian gagap, ada yang siap dan banyak pula yang sama sekali tidak siap. Fenomena perubahan merupakan sebuah kesejatian. Makna filosofi ini barangkali semuanya sudah paham, mengerti. Tetapi secara mental belum siap menerima. Jumlahnya banyak. Di tengah kegagapan itulah, banyak memunculkan kerancuan. Ketidaksinkronan antara pakem yang sudah lama dikenal dan dilakoni kemudian ada sesuatu yang baru sehingga ‘’mengharuskan’’ ada modifikasi di berbagai sisi. Tentu saja, hal ini banyak menimbulkan resistensi sehingga berkembang ke dalam berbagai diskusi. Alhasil, ketika banyak pihak mengatakan bahwa masyarakat Bali memiliki kelenturan personal, komunal, serta kultural, ada benarnya juga. Masyarakat cenderung adaptif dan permisif terhadap segala fenomena perubahan ini. Ketika perkembangan itu dipandang sebagai sebuah kemajuan dan dianggap justru memperkaya budaya yang telah ada, ya… diambil dan dimodifikasi sebagai sebuah bentuk akulturasi budaya. Sedangkan yang tidak tentu sebaliknya. Yang kemudian menjadi pertanyaan adalah ketika begitu banyak fakta yang tersaji bahwa masyarakat Bali kini cenderung sangat permisif dan ‘’toleran’’, maka berbagai hal pun kemudian muncul dan mulai dihubung-hubungkan satu sama yang lain. Hal ini cenderung mengacu kepada persoalan yang terjadi saat kekinian yang dipandang tidak lagi mencerminkan sikaf adaptif. Justru cenderung dituding terlalu permisif dan sebuah ‘’kekalahan’’. Menyerah kepada tuntutan eksternal dan tuntutan internal dalam konteks momo (kerakurasn, ketamakan dan sebagainya). Sehingga kemudian muncul banyak persoalan krusial. Tidak saja dalam tataran konteks keagamaan, dengan sesama manusia dan lingkungan. Apakah ini yang disebut dengan ekses dikotomi modern dan tradisional? Sebenarnya tidak juga. Lalu, bagaimana meminimalkan hal-hal seperti ini. Seperti dikatakan, masyarakat Bali sangat terbuka dengan dunia luar. Mereka mempunyai daya adaptasi yang tinggi. Jadi, kalau begitu mengapa banyak terjadi friksi seperti sekarang ini? Mungkin solusinya kita mesti banyak berkontemplasi, merenung, memikirkan, dan meyakini mengapa para leluhur dulu itu begitu tenang menghadapi badai perubahan ini. Menyikapi dengan bijak setiap perubahan dan tidak terlalu terbelenggu oleh kemelekatan duniawi, barangkali itu solusi filosofinya. Untuk implementasinya, jauh lebih sukar karena itu menyangkut diri kita secara internal dan juga pihak lain secara eksternal. Masalahnya sekarang, kita mau kalah atau menang?
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Coret WNA Masuk DPT Belakangan ini banyak mafia memberitakan warga negara asing (WNA) masuk daftar pemilih. Ini memang agak aneh kita dengar. Masalahnya negara telah mengeluarkan banyak uang untuk pendataan pemilih hingga penetapan pemilih. Kini, menjelang pencoblosan hal ini baru diributkan. KPU mestinya bersikap dan segera mencoret WNA masuk DPT. Hal ini juga mengindikasikan adanya kesalahan dan kelalaian saat melakukan verifikasi pemilih. Ada kecenderungan verifikasi dilakukan hanya di atas meja tanpa melakukan pendataan langsung ke lapangan. Yang jelas untuk urusan pemilihan presiden dan wakilnya termasuk senator dan legislator WNA jangan dilibatkan. Ini menurut saya perlu disikapi segera untuk menjaga kualitas dan kredibilitas demokrasi. I Wayan Darma Gianyar, Bali
Kepedulian dan Keberpihakan Saya merasa senang membaca berita termasuk mendengarkanya di Bali TV kalau pada era baru ini ada banyak terobosan yang dilakukan Gubernur Wayan Koster. Selain peduli budaya, terobosan untuk layanan kesehatan juga sangat bagus. Kehadiran JKN-KBS mudah-mudahan benar-benar bisa diakses secara lebih mudah oleh masyarakat. Prosedurnya jangan ribet. Ini bentuk keberpihakan dan kepedulian kepada masyarakat Bali untuk bisa kuat mengawal budayanya. Kita memang harus sehat untuk bisa mandiri dan kuat menjaga Bali. Mudah-mudahan program ini menjadi salah satu terobosan jitu pada era baru Bali. I Gede Sukada Buleleng, Bali
”Pertempuran’’ Tradisional dan Modernitas di Bali Bulan April 2019 disebut-sebut sebagai bulan panas di Indonesia karena akan berlangsung pemilihan umum serentak, dan terutama ada pemilihan umum presiden/wakil presiden. Suasana penasaran antara pendukung kandidat akan berlangsung dua minggu sebelum dan setelah pemilu. Memasuki awal bulan, suasana penasaran akan terjadi tentang berbagai hasil kampanye yang dilakukan, sedangkan hari-hari setelahnya pasti terjadi penasaran juga. Biro jajak pendapat sejak setelah waktu pencoblosan selesai, telah mulai ‘’mengkredit’’ temuan-temuannya terhadap hasil pemilu tersebut.
Oleh
Putu Sunarta amun, di Bali bulanbulan sibuk telah berlangsung mulai Maret 2019. Jika dilihat dari awal, hari raya Nyepi jatuh pada awal minggu di bulan itu. Kesibukan sudah terjadi empat atau tiga hari sebelum hari ‘’H’’. Setelah hari Nyepi, ternyata ‘’hari baik’’ juga jatuh berbarengan. Satu minggu setelah hari Nyepi, banyak anggota masyarakat yang melaksanakan pernikahan. Sampai ada yang menyebutkan selama satu minggu itu harus kundangan sebanyak lima sampai tujuh kali. Bahkan, ada yang menyebutkan selama minggu kedua bulan Maret ini, harus menghadiri pernikahan lebih dari tujuh kali. Masyarakat yang berada di lokasi pernikahan, dua atau tiga menjelang hari ‘’H’’ pasti juga melaksanakan gotong royong, matulungan di tempat pernikahan. Inilah tradisi yang berlaku di Bali. Sebab, jika tidak ikut terlibat matulungan akan ‘’dibalas’’ pada saat nanti menggelar upacara. Hari-hari setelah ritual pernikahan tersebut sampai menjelang akhir bulan Maret, juga ditemui lagi hari baik yang berupa hari persembahyangan, misalnya Purnama Kadasa dan Anggara Kasih Perangbakat. Di Bali, dua hari itu dipandang sebagai lokus untuk
melaksanakan ritual persembahyangan di pura. Sudah tentu pula masyarakat yang mempunyai ritual persembahyangan pada dua hari itu akan kembali disibukkan untuk bergotong royong dan ngayah di tempat persembahyangan. Sebab, lagi-lagi apabila tidak ikut ngayah akan terkena hukuman denda yang dapat berbelok menjadi hukuman moral atau etis yang dapat membelenggu mental anggota masyarakat. Tradisionalitas yang menginginkan tradisi itu tetap terpelihara berhadapan dengan modernitas yang selalu memperbarui diri. Sesungguhnya, ini fenomena lama di Bali tetapi perlu diungkap lagi untuk lebih memberikan penyadaran. Di Bali, apabila bulan Maret dan bulan April 2019 ini digabung, kemungkinan besar tekanan psikologis masyarakat cukup tinggi. Terhadap demikian banyaknya acara kundangan pernikahan setelah Nyepi ini saja sudah muncul berbagai komentar nada berat karena harus menyita waktu kerja kantoran dan kerja para pekerja bangunan. Para pekerja swasta sibuk dengan saling tukar shift kerja, sementara pegawai negeri saling lirik karena meja kosong. Dan para pekerja bangunan kebingungan mengatur ritme semangatnya untuk dapat
bekerja secara kontinu yang berpengaruh kepada penghasilan mereka sebulan. Dengan begitu banyaknya kesibukan pada bulan Maret, bagi para pekerja bangunan, boleh jadi mereka akan cuek terhadap Pemilu 2019. Artinya, lebih memilih tidak mencoblos karena waktu kerja mereka telah tersita oleh kegiatan-kegiatan sosial pada bulan Maret. Gambaran di atas merupakan paradoks bagi dunia modern di Bali, dan juga tempat-tempat lain di Indonesia yang masih memegang teguh nilai-nilai dan prinsip tradisional. Nilai tradisional, di mana pun, sebagian besar bertabrakan dengan nilainilai dan paham modern. Dan yang menjadi korban, sudah pasti masyarakat sebagai pelaksana dari prinsip-prinsip tersebut. Barangkali suasana ini, diakui atau tidak, banyak terjadi di Bali. Tidak dapat disangkal, bahwa tradisionalitas di Bali sudah berlangsung berabad-abad, dengan berbagai artefak, gambar, dan kenangan yang mengikutinya. Besar kemungkinan dasar dari hal itu adalah Hinduisme, atau paling tidak penafsiran tentang Hinduisme itu pada masanya. Tetapi harus juga dilihat Hinduisme di Bali sudah dimodernisasi Mpu Kuturan abad ke-11.
Sementara modernitas yang mendera, menekan, bahkan menjerat Bali, terjadi ‘’hanya’’ setelah pariwisata itu digelorakan mulai akhir dekade enam puluhan. Jadi, boleh dikatakan baru sekitar setengah abad. Derasnya modernisasi itu, mungkin juga baru sejak 40 tahun yang lalu, ketika kompleks hotel di Nusa Dua itu dibangun besar-besaran. Bayangkan, bagaimana serunya ‘’pertempuran’’ antara modernisasi empat dekade menghadapi tradisi yang sudah berlangsung lebih dari seabad. Harus dikatakan ‘’pertempuran’’ karena tradisi dan modernisasi tersebut benar-benar ‘’makhluk’’ yang bertolak belakang. Tradisi mempertahankan nilai-nilai lama yang dirasakan baik oleh masyarakat. Pada pihak lain, modernisasi mengakui dan memperjuangkan nilai-nilai baru yang lebih praktis, lebih meringankan beban, lebih hemat dibandingkan dengan nilai-nilai lama. Jadi, juga dipandang baik oleh segmen masyarakat yang lainnya. Dekade delapan puluhan boleh dikatakan tradisi yang masih mengungguli modernisasi, tetapi beranjak dekade berikutnya keadaan seimbang mulai kelihatan. Dengan teknologi dan pembelajaran serta temuannya, modernitas demikian beranjak terus dan mulai menggerogoti akar-akar tradisi tersebut. Ketika dibuat Jalan By-pass Tohpati-Nusa Dua awal dekade delapan puluhan, teknologi dan arus lalu lintas modernisasi mulai menancapkan gas. Hanya dalam kurun kurang dari lima tahun setelah selesai dibangun, pinggiran jalan ini telah mulai dikapling dan dibangun pertokoan, pantai diuruk dan dibuat bangunan baru dan sesaklah kemudian jalur Tohpati-Nusa Dua.
UMKM Dalam Kearifan Lokal Bali
BALI sebagai tujuan pariwisata andalan Indonesia tidak terlepas dari keunikan lokal yang dituangkan dalam berbagai kerajinan tangan ciri khas Bali. Sebagian besar kerajinan tangan tersebut dihasilkan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Bali. UMKM berperan dalam penggerakan aktivitas ekonomi di Bali selain menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Bali. UMKM juga berperan dalam meningkatkan kemandirian finansial masyakarat Bali. Pada tahun 2018, Dinas Koperasi dan UMK Provinsi Bali mencatat UMKM Bali mengalami pertumbuhan 4% jika dibandingkan dengan tahun 2017. Isu-isu strategis seperti keterbatasan pemasaran produk dan kemitraan, kualitas SDM pelaku UMKM, dan akses permodalan menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan UMKM di Bali. Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali mencatat pada bulan Maret 2018 terdapat 313.822 UMKM di Bali, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perkembangan Industri Mikro dan Kecil (IMK) triwulan IV tahun 2018 mengalami pertumbuhan 22,70 persen jika dibandingkan pada triwulan IV tahun 2017 (y-on-y). Penurunan tarif pajak penghasilan (PPh) final bagi pelaku UMKM menjadi 0,5% dari 1% yang berlaku efektif terhitung 1 Juli 2018 diharapkan menjadi angin segar untuk mendorong pengembangan UMKM di Bali. Pengembangan UMKM di tengah pesatnya perkembangan pariwisata Bali menjadi tantangan tersendiri, masih minimnya keinginan pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya mengakibatkan pengembangan UMKM khususnya pada industri yang berkaitan dengan kerajinan tangan khas Bali masih belum maksimal. Masih minimnya pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya disebabkan oleh beberapa kendala yang penjadi isu pent-
Oleh
Ida Ayu Candrawati, S.ST. ing untuk dapat dicari solusinya. Terdapat tiga poin penting yang masih menjadi kendala dalam pengembangan UMKM di Bali. Yang pertama adalah keterbatasan pemasaran produk dan kemitraan. Tidak dimungkiri para pelaku usaha UMKM sebagian besar masih memiliki pengetahuan yang minim tentang strategi pemasaran produk dan menjalin kemitraan untuk memperluas peluang pemasaran produksinya. Sehingga mereka kerap kali terpaksa menjual produknya ke tengkulak dengan harga murah, walaupun sebenarnya kualitas yang dihasilkan berpotensi untuk diekspor. Selain itu, kemampuan pengemasan produk dengan baik dan menarik masih perlu ditingkatkan karena kemasan produk merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan daya jual produk yang dihasilkan. Pemasaran melalui sistem dalam jaringan (daring) atau online sangat diperlukan, sehingga produk yang dihasilkan dapat menembus pasar nasional bahkan internasional. Jika hal ini sudah dikuasai maka konsistensi permintaan pasar akan produk yang dihasilkan dapat berlanjut dan pengembangan usaha dapat dilakukan. Pembinaan intensif tentang pengetahuan pemasaran produk dan kemitraan perlu disosialisasikan kepada pelaku usaha UMKM termasuk di dalamnya menerapkan prinsip bisnis modern. Kedua adalah kualitas SDM pelaku UMKM. Pembinaan intensif terhadap pengetahuan pengelolaan perusahaan, keterampilan SDM yang bergerak di bidang produksi serta pengetahuan akan teknologi perlu dilakukan. Pengetahuan manajemen perusahaan dibutuhkan dalam pengembangan suatu usaha.
Pembinaan dalam hal perencanaan, pengorganisasian maupun pengawasan produk diperlukan oleh pelaku UMKM, termasuk dalam hal ini memisahkan keuangan perusahaan dengan keuangan pribadi. Keterampilan SDM yang bergerak langsung dalam bidang produksi harus terus ditingkatkan, karena kualitas SDM sangat memengaruhi hasil dari produk yang dihasilkan. Pengetahuan terhadap teknologi menjadi salah satu hal yang tidak kalah penting dalam peningkatan kualitas SDM, karena tidak dapat dimungkiri pada era digital saat ini, kesempatan untuk mendapatkan peluang pemasaran yang luas lebih mudah jika memasarkannya melalui sistem daring atau online. Ketiga adalah akses permodalan. Pengembangan sebuah usaha tidak terlepas dari kendala permodalannya. Akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih belum banyak dipahami oleh pelaku usaha UMKM, sehingga diperlukan sosialisasi lebih lanjut mengenai akses untuk mendapatkan KUR tersebut. Sebagian dari UMKM yang belum memanfaatkan dana KUR terkendala karena tidak memiliki izin UMKM sebagai syarat legalitas dalam peminjaman dana KUR. Mengacu pada data realisasi KUR bulan Desember 2018, jumlah debitur dalam penyaluran KUR di Provinsi Bali 119.183 debitur, diharapkan dengan adanya sosialisasi mengenai akses untuk mendapatkan KUR dapat meningkatkan peluang akses permodalan kepada pelaku usaha UMKM. Peran serta pemerintah pusat dan daerah kabupaten dan kota se-Bali diharapkan mampu mendorong kemajuan UMKM di Bali di mana UMKM Bali memiliki peran strategis sebagai sektor potensial penggerak ekonomi masyarakat Bali.
Tidak usah lagi dihitung akibat dari dibukanya jalan alternatif Gatot Subroto, Sunset Road, dan apalagi sekarang By-pass Ida Bagus Mantra. Ketika kompor jenazah mulai dipakai, maka gerusan tradisi semakin mulai dirasakan. Dan manakala krematorium diperkenalkan, lalu yang lebih modern lagi, kereta wadah (bade), maka tradisi sudah tergerogoti. Ketika canang dan kemudian penjor dijual habis-habisan, apalagi kemudian ada penjor mewah yang dijual dan sengaja dipajang, tradisi sepertinya sudah mulai ‘’diprotes’. Kembali kepada gerutu masyarakat seperti yang diungkapkan di atas, maka segala fakta modernisasi di atas harus diakui keberadaannya. Maka untuk mengimbanginya, desa pakraman, pendeta (pedanda atau sebutan lain), dan intelektual (Hindu) menjadi titik tolak untuk melakukan keseimbangan antara tradisi dan modernitas tersebut. Desa pakraman tidak perlu melarang ngaben krematorium, tetapi bersikap jauh lebih modern (post modern) dibandingan modernitas itu, yaitu memberikan anggotanya untuk memilih antara ngaben konvensional atau krematorium. Ilmuwan Hindu tidak harus takut dan malu-malu melakukan penyederhanaan upacara dan upakara. Bukankah simbol-simbol memenuhi pelaksanaan upacara, dan simbol amat dapat disederhanakan. Semua hari adalah baik. Pendeta tidak usah ikut-ikutan jadi ‘’pedagang banten’’, dan layak mengikuti penyederhanaan upacara yang diinginkan masyarakat sesuai temuan intelektual. Inilah salah satu cara menyaingi modernisasi dan modernitas yang terasa menjerat masyarakat Bali saat ini.
POJOK Dubes Australia ingin belajar toleransi dari Indonesia. - Belajar Pancasila. *** Revitalisasi Pasar Seni Sukawati segera terealisasi. - Ayo belum terlambat. *** Kebun hortikultura Pemkab Bangli ditumbuhi semak. - Merawat lebih susah daripada menanam.
Penulis, Statistisi Badan Pusat Statistik Provinsi Bali
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN Lolos Sertifikasi, Permintaan Beras PDDS Meningkat
Kamis Pon, 14 Maret 2019
MENGEMAS PRODUK - Petugas PDDS Tabanan saat mengemas produk beras.
Bali Post/san
Tabanan (Bali Post) Salah satu produk unggulan Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) Tabanan adalah beras. Untuk meningkatkan kualitas dan meningkatkan permintaan terutama dari toko modern, PDDS mendaftarkan produk berasnya untuk mendapatkan sertifikat Pangan Segar Asal Tabanan (PSAT) dari Kementerian Pertanian. Tahun ini, empat produk beras PDDS lolos sertifikasi dan mendapatkan sertifikat PSAT. Hal ini pun berimbas pada meningkatnya permintaan akan produk tersebut. Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan, Rabu (13/3) kemarin, mengatakan produk beras yang mendapatkan sertifikat PSAT adalah beras konvensional, beras
wangi mentik susu, beras merah cendana, dan beras hitam. ‘’Sertifikat ini sebagai persyaratan untuk masuk toko modern dan dipercaya tren permintaan produk beras ini akan naik karena beberapa toko modern sudah melakukan permintaan produk beras ini,’’ ujar Sugi. Semenjak mendapatkan sertifikat PSAT, sudah terjadi peningkatan permintaan. Untuk beras merah yang biasanya permintaan mencapai 500 kilogram per bulan, sekarang naik menjadi 1 ton hingga 1,5 ton per bulan. Beras wangi mentik susu naik dari 500 kilogram per bulan menjadi 2 ton per bulan. Kenaikan permintaan juga dialami beras konvensional varietas ciherang dan cigelis yang mencapai
30 ton per bulan. ‘’Untuk beras hitam karena produknya terbatas peningkatannya tidak signifikan yaitu dari 300 kilogram menjadi 500 kilogram per bulan,’’ ujar Sugi. Guna memenuhi permintaan yang diprediksi akan selalu meningkat, PDDS mengambil langkah-langkah perbaikan manajemen rantai persediaan. Contohnya pada beras konvensional, dilakukan dengan cara memantapkan lagi kerja sama dengan pengusaha penyosohan beras di Tabanan. Sementara untuk beras kategori khusus seperti beras hitam, selain bekerja sama dengan BUMDes Tajen, pihaknya juga sedang mencari daerah yang berpotensi atau sedang mengembangkan beras hitam. ‘’Dari informasi, Desa
7
Belalang, Kediri sedang mengembangkan beras hitam dan saat ini sedang dijajaki,’’ ujar Sugi. Dalam memenuhi permintaan beras merah cendana, PDDS bekerja sama dengan BUMDes Mengesta. Lantaran adanya peningkatan permintaan, tahun ini kerja sama juga dijalin dengan BUMDes Babahan. Untuk memenuhi kebutuhan beras wangi mentik susu, PDDS telah melakukan pengembangan seluas 30 hektar. Lebih lanjut, dia mengungkapkan, serapan beras oleh toko modern rata-rata 80 persen tiap bulannya. ‘’Sistem jualnya adalah konsinyasi sehingga biasanya yang 20 persen ini akan laku terjual di minggu pertama bulan berikutnya,’’ tegas Sugi. (kmb24)
Piutang PHR Rp 800 Juta Sejumlah Pedagang Pasar Bakeuda Efektifkan Penagihan Dapat Surat Peringatan Timbangan Belum Ditera
Tabanan (Bali Post) -
Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan tidak mau berpangku tangan dengan segudang persoalan pendapatan daerah. Salah satu fokus tahun ini, menyelesaikan tagihan piutang pajak yang hingga akhir tahun 2018 menyentuh Rp 800 juta lebih. Angka tersebut berkurang dibandingkan piutang pajak tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,6 miliar. Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti didampingi Sekretaris Bakeuda Wayan Mariati mengatakan, piutang tersebut terdiri dari piutang tahun sebelumnya baik berdasarkan hasil perampungan pajak maupun dari tunggakan usaha yang sudah dialihkan kepemilikannya. Tunggakan piutang pajak tersebut terdiri dari piutang pajak hotel per 31 Desember 2018 sebesar Rp 258 juta lebih dan piutang pajak restoran Rp 560 juta. Sementara piutang murni akibat kewajiban wajib pajak tahun 2018 hanya di angka Rp 86 juta lebih untuk pajak
hotel dan Rp 115 juta untuk wajib pajak restoran. ‘’Sisanya, tunggakan piutang dari tahun-tahun terdahulu,’’ terangnya, Rabu (13/3) kemarin. Terkait tunggakan piutang tersebut, pihaknya sudah terus melakukan pendekatan dan menyurati wajib pajak bersangkutan. Terkait tunggakan pajak yang dialami suatu usaha biasanya diakibatkan faktor perusahaan bangkrut, pengusaha menghilang dan tidak bisa dilacak keberadaannya, serta memang ada juga yang belum sempat membayar namun secara pembukuan tetap tercatat.
Dewa Ayu Budiarti menambahkan, pihaknya juga memberikan kemudahan berupa tenggang waktu bagi wajib pajak untuk menyelesaikan kewajibannya hingga akhir tahun ini. ‘’Kalau mereka keberatan membayar sekaligus, kami juga izinkan untuk nyicil, supaya cepat selesai hingga akhir tahun bisa lunas,’’ tegasnya. Sementara terkait upaya meningkatkan pendapatan daerah, upaya yang dilakukan seperti penerapan taping system untuk meningkatkan kepatuhan pembayaran pajak dan mempermudah proses layanan pa-
Bali Post/dok
Dewa Ayu Sri Budiarti dan Wayan Mariati jak serta mempermudah pengawasan dan pengendalian. Sistem ini tengah disosialisasikan kepada wajib pajak. Taping system merupakan sistem pajak online yang terintegrasi,
mulai dari perekaman data transaksi penjualan, mengolah data menjadi pelaporan. Sistem ini terintegrasi dengan control center dan dengan pembayaran ke bank. (kmb28)
Bantu Petani, Pembayaran KUR Dilakukan Saat Panen Tabanan (Bali Post) – Tahun 2019, penyaluran KUR rencananya lebih besar dialokasikan ke sektor produksi seperti pertanian, perikanan, dan perkebunan. Di sisi lain, pendapatan usaha di sektor tersebut tergantung musim panen. Untuk membantu pelaku sektor produksi mengakses dan membayar KUR, lembaga keuangan penyalur KUR mengambil kebijakan yakni pembayaran KUR disesuaikan dengan waktu panen. Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan I Gusti Ngurah Supardi, S.E., M.M., Rabu (13/3) kemarin mengungkapkan, tahun ini Bank BPD Bali sebagai bank penyalur
KUR fokus menyasar sektor produksi khususnya pertanian karena Tabanan memiliki luas lahan pertanian yang terbesar di Bali. Karena peluang yang besar ini, pihaknya memberikan kebijakan bagi pelaku sektor produksi bidang pertanian untuk melunasi angsuran KUR saat panen. Kata Supardi, secara umum pembayaran pokok kredit terbuka untuk bisa mengikuti siklus usaha atau siklus produksi. Misalnya untuk kredit di sektor pertanian, apabila nasabah mempunyai usaha lain yang menopang, bisa disepakati pembayaran pokok dan bunga dilakukan setiap bulan atau jika
tidak memiliki usaha lain yang menopang, maka pembayaran angsuran bisa mengikuti waktu panen. ‘’Itu semua atas kesepakatan antara nasabah dengan bank,’’ ujarnya. Meski terbuka terhadap penyesuaian waktu pembayaran, pihaknya dalam penyaluran KUR sangatlah selektif. Tujuannya, agar KUR yang disalurkan tepat sasaran dan penyalurannya tidak disalahgunakan oleh debitur KUR. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mengantisipasi non performance loan (NPL) pada kredit program dari pemerintah tersebut. ‘’Saat ini, untuk NPL KUR relatif ma-
sih sangat bagus, berada di kisaran 0,19 persen,’’ ujarnya. Hal senada diungkapkan Kepala BRI Cabang Tabanan Anditya Mahendra Krishna. Kata dia, untuk pembayaran debitur KUR di sektor pertanian dalam arti luas, menyesuaikan dengan waktu panen. Besaran alokasinya pun disesuaikan dengan kebutuhan modal per musim tanam. Contohnya, KUR yang disalurkan ke sektor pertanian padi (on farm), pembayaran kredit dilakukan sesuai dengan cash flow usaha tersebut yakni saat panen. ‘’Cuma model pembayarannya adalah sekali lunas. Yakni, pokok dan
bunga. Artinya, setiap bulan selama masa proses produksi, tidak dikenakan kewajiban bayar apa pun. Pembayaran, baru akan dilakukan semuanya pada waktu panen atau enam bulan dari masa tanam,’’ tegasnya. Hal yang sama juga berlaku pada KUR yang disalurkan pada sektor usaha perkebunan yang disesuaikan dengan waktu panen. Kata Khrisna, pembayaran angsuran kredit KUR pada sektor pertanian dalam arti luas ini memang berbeda dari program yang sama yang menyasar usaha mikro atau perdagangan yang pembayaran angsurannya dilakukan per bulan. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) Sejumlah alat ukur dan timbang milik pedagang di Pasar Kediri dan Pasar Tabanan disinyalir belum ditera ulang. Alat yang digunakan untuk berjualan ini, tentu akan membuat pembeli merasa dirugikan. Temuan tersebut diketahui saat tim dari Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML) Regional II Yogyakarta, Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan, Rabu (13/3) kemarin melakukan sidak, sebagai bagian program pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan dan peredaran alat ukur, takar timbang dan perlengkapnnya (UTTP). Kabid Metrologi Wayan Roby Megananta didampingi Kasi Pelayanan Tera dan Tera Ulang Disperindag Tabanan mengatakan, tidak dimungkiri berbagai modus kecurangan alat ukur oleh sejumlah oknum pedagang masih banyak ditemukan. Peningkatan tertib ukur seperti yang dilakukan kali ini bertujuan membangun kesadaran masyarakat dan aparat pemerintah khususnya pemerintah daerah, tentang pentingnya kebena-
ran hasil pengukuran dan memberikan perlindungan terhadap kepentingan konsumen dalam hal kebenaran hasil pengukuran yang dikembangkan melalui program pembinaan dan pengawasan terhadap penggunaan dan peredaran UTTP. ‘’Penggunaan alat ukur yang baik dan legal tentu saja akan memberikan hasil pengukuran yang benar atau tepat sehingga masyarakat memperoleh barang sesuai dengan hak dan kewajibannya,’’ ucapnya di sela-sela sidak. Menurutnya, masyarakat akan merasakan manfaat dari pentingnya tertib dalam pengukuran khususnya dalam melakukan transaksi perdagangan yang didasarkan pada ukuran, takaran, dan timbangan. Untuk kegiatan pembinaan dan pengawasan difokuskan di pasar tradisional yang sudah ditetapkan sebagai Pasar Tertib Ukur (PTU). Kabupaten Tabanan telah memiliki tujuh PTU yakni Pasar Tabanan, Pasar Kediri, Pasar Marga, Pasar Penebel, Pasar Baturiti, Pasar Pupuan, dan Pasar Kerambitan. Namun, untuk pengawasan kali ini baru menyasar dua pasar yakni Pasar Kediri dan Pasar Tabanan dengan
target 100 UTTP. Setelah dilakukan penyisiran, hasilnya didapatkan masih ada UTTP belum bertanda tera sah yakni di Pasar Kediri sebanyak lima timbangan meja dan dua timbangan pegas. Sementara di Pasar Tabanan ditemukan 2 timbangan meja, 1 timbangan elektronik, dan 1 timbangan pegas. ‘’Atas temuan ini, para pedagang dibina dan diberikan surat peringatan untuk melakukan kewajiban tera ulang pada saat dilaksanakan sidang pasar,’’ terangnya. Kepala Seksi Bimbingan Kemetrologian BSML Regional II Kementerian Perdagangan Burhanudin mengatakan, dari hasil penyisiran dua pasar, temuan alat ukur milik pedagang yang tidak sah atau tidak mengantongi uji tera jumlahnya tergolong kecil. ‘’Di Pasar Kediri, ada pedagang yang timbangannya ditera ulang terakhir dilakukan pada 2016. Artinya, tahun kemarin belum tera ulang kembali. Itu kemungkinan saat melakukan uji tera pada tahun sebelumnya, pedagang bersangkutan tidak buka atau berjualan, sehingga terlewatkan. Namun, secara umum dari sidak di dua pasar, rata-rata para pedagang sudah tertib ukur,’’ ujarnya. (kmb28)
Bali Post/bit
UTTP - Tim BSML Regional II Kemendag bekerja sama dengan Disperindag Tabanan melakukan penyisiran UTTP di dua pasar, Rabu (13/3) kemarin.
BULELENG
8
Kamis Pon, 14 Maret 2019
SOSOK Bersatu Warna Nusantara BULAN Maret 2019, Pemkab Buleleng mulai disibukkan hajatan menyambut hari jadi Kota Singaraja yang ke-415 tahun. Serangkaian hari jadi pada tahun politik ini, pemkab mengusung tema “Bersatu Merangkai Warna Nusantara”. Selama perayaan ini, sederat kegiatan sudah dipersiapkan mulai atraksi seni budaya, olahraga, bakti sosial, dan hiburan lainnya. Asisten Administrasi Umum Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, diusungnya tema itu tidak terlepas dari eksistensi bangsa Indonesia. Negara ini sejatinya dibangun dengan berbagai warna etnis, budaya, adat dan agama. Disayangkan masih ada kelompok-kelompok yang mencoba mengingkari hal itu. Birokrat asal Desa Tejakula itu menambahkan, diangkatnya tema tersebut juga tidak terlepas dengan digaungkannya kembali persatuan dan kesatuan Bangsa ini dari Buleleng ke seluruh nusantara. Persatuan dan kesatuan bangsa itu muncul di tengah semakin terkikisnya rasa nasionalisme saat ini. “Sehingga tema itu sangat relevan kami angkat menyambut HUT Kota Singaraja tahun ini,” katanya. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) ini menambahkan, dari sekian banyak ragam kegiatan perayaan HUT Kota Singaraja, pemkab mempersembahkan pementasan massal Tari Rejang Renteng yang melibatkan 7.400 penari. Ribuan seniman itu datang dari 148 desa/kelurahan di Buleleng. “Masing-masing desa/kelurahan mengirimkan 50 orang penari. Tariannya akan dipentaskan sepanjang 1,5 kilometer dari Jalan Pramuka sampai Ngurah Rai,’’ katanya. Selain tarian massal, beberapa kegiatan dilaksanakan guna menyemarakkan HUT ke-415 Kota Singaraja. Seperti turnamen futsal, jalan sehat, permainan tradisional, parade budaya, lomba busana endek, dan hiburan. (mud)
Gaji P3K di APBD Perubahan
Singaraja (Bali Post) – Hasil seleksi Computer Assisted Test (CAT) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) hingga kini belum diumumkan secara resmi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB). Kabarnya, pengumuman hasil seleksi CAT ini menunggu kesiapan masingmasing pemerintah daerah di Indonesia menyiapkan anggaran untuk gaji P3K yang dinyatakan lolos seleksi. Buleleng mendapat 157 formasi jabatan yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian. Dari seluruh formasi itu 129 pelamar, 126 dinyatakan lolos administrasi. Tiga orang pelamar dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Pasalnya, tidak dipenuhi kualifikasi pendidikan sebagai salah satu syaratnya. Tiga formasi jabatan tenaga kesehatan juga lowong. Alasannya, pelamar tidak mampu memenuhi syarat kualifikasi pendidikan yang diwajibkan. Sekarang, ratusan pelamar itu, menunggu pengumuman Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) rekrutmen P3K. Pengumuman itu kabarnya masih menunggu pernyataan pemerintah daerah untuk menyiapkan anggaran gaji rekrutmen P3K dalam APBD. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa, Rabu (13/3) kemarin, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima petunjuk termasuk kepastian jadwal pengumuman seleksi CAT rekrutmen P3K. Namun, belum lama ini, Kemenpan-RB memerintahkan segera dipastikan alokasi anggaran gaji P3K dalam APBD. Terhadap petunjuk itu, BKPSDM sudah menjawab surat tersebut yang pada intinya, pemerintah daerah menyiapkan anggaran gaji P3K dari APBD. “Belum tahu kapan pastinya, tetapi ada kabar kalau pusat masih menunggu kesiapan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk gaji P3K yang akan diangkat. Kita sudah jawab dan daerah sudah siapkan anggarannya itu,” katanya. (kmb38)
Bali Post/istr
terbakar - Rumah permanen di Jalan Rambutan, Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja terbakar, Rabu (13/3) kemarin. Tidak ada
korban jiwa pada kejadian itu, namun pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian Rp 70 juta.
Rumah Terbakar di Permukiman Padat
Kerugian Diperkirakan Rp 70 Juta
Singaraja (Bali Post) – Warga Jalan Rambutan, Kelurahan Kampung Bugis, Singaraja panik. Alasannya, satu unit rumah permanen di permukiman padat penduduk itu tiba-tiba terbakar, Rabu (13/3) kemarin. Beruntung, api berhasil dipadamkan dengan cepat oleh warga bersama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng. Dengan demikian, kebakaran itu tidak merembet ke bangunan lainnya. Meski demikian, pemilik rumah Fauzan Ali (40) dan istrinya Mariana (40) diperkirakan mengalami kerugian Rp 70 juta. Informasi yang dikumpulkan di lokasi, peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Api memang dengan cepat membakar barang perlengkapan rumah tangga di rumah
berukuran 4 x 10 meter tersebut. Api membakar bagian rangka dan atap rumah. Warga yang panik berusaha membantu memindahkan barang berharga milik korban ke tempat yang
lebih aman. Bahkan, seorang anak korban yang saat itu bermain di teras rumah berhasil ditolong warga. Beberapa menit kemudian, api berhasil dipadamkan dengan bantuan warga dan petugas pemadam. Istri pemilik rumah, Mariana, menceritakan sebelum kejadian, suaminya Fauzan Ali berangkat ke tempat bekerja sebagai guru ngaji. Dia dan anaknya beraktivitas di rumahnya. Awalnya, Mariana sempat menyalakan kompor di dapur untuk memasak sayur wortel. Dia kemudian meninggalkan dapur untuk mencari sesuatu ke rumah tetangganya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya. Beberapa menit
kemudian, tiba-tiba warga berteriak “kebakaran”. Setelah dicek, dia pun terkejut melihat api sudah tinggi menghanguskan rumahnya itu. “Ramai orang-orang teriak ada kebakaran. Saya balik dari rumah tetangga api sudah di atas atap rumah. Warga juga membantu menyiram dan memindahkan barang-barang,” katanya. Sejauh ini, polisi masih mendalami penyebab kebakaran di permukiman padat penduduk itu. Dari keterangan awal, diduga percikan api itu berasal dari kompor yang lupa dimatikan ketika pemilik rumah meninggalkan rumahnya. (kmb38)
Tersumbat Sedimentasi, Alur Tukad Batu Pulu Dinormalisasi Normalisasi alur Sungai (Tukad - red) Batu Pulu di Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng dilakukan secara bertahap. Ini karena konstruksi jembatan itu tersumbat sedimentasi, batang kayu, dan rumpun bambu dengan volume yang cukup banyak. Untuk itu, pengerjaannya kembali dilanjutkan Kamis (14/3) ini. Bagaimanakah harapan kepada berbagai pihak agar bisa meminimalisasi sedimentasi yang selalu terjadi di alur Sungai Batu Pulu itu? NORMALISASI alur Sungai Batu Pulu yang dilakukan Rabu (13/3) kemarin, bukan saja melibatkan ASN yang bertugas di Kecamatan Buleleng, juga BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perumahan Pemukiman Pertanahan (Perkimta). Selain itu, juga terlibat TNI, Polri, dan warga masyarakat. Guna mempercepat pembersihan sedimentasi dan sampah
yang tersumbat di bawah jembatan jalan nasional Singaraja – Gilimanuk itu, bahkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali – Penida menerjunkan satu unit alat berat. Camat Buleleng Gede Dody Oktavia Askara mengatakan, normalisasi selain memperbaiki alur sungai, juga mengingatkan warga agar mereka sadar untuk bersama-sama peduli menjaga kebersihan lingkungan utamanya sungai. Apalagi, banjir yang terjadi akibat alur sungai di bawah jembatan itu tersumbat batang pohon, rumpun bambu, dan sampah. Jadi, hal itu bukan terjadi saat sipeng Nyepi Çaka 1941 lalu saja. Tetapi beberapa bulan sebelumnya, sudah pernah terjadi peristiwa yang sama. Dengan penuh kesadaran warga diharapkan tidak membuang sampah ke sungai. Hal itu harus dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir ketika hujan. “Hari ini, kami di kecamatan bersama instansi terkait TNI, Polri, dan masyarakat membersihkan sumbatan sampah di bawah jembatan. BWS membantu kami dengan alat berat. Bantuan itu mempercepat pembersihan di sana. Hari pertama belum tuntas, kami akan lanjutkan besok (Kamis, 14/3 ini - red),” katanya. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
UP3 Pemeliharaan Sungai dan Pantai BWS Bali - Penida I Ketut Suyasa mengatakan, penyempitan alur sungai dan pendangkalan oleh sedimentasi itu memang menjadi masalah pelik. Hal itu memang belum tertangani tuntas. Selain karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan anggaran, juga masalah penyempitan dan pendangkalan sungai itu, terjadi akibat alam. Akan tetapi, pihaknya tidak menutup mata karena itu pemerintah daerah tetap mengusulkan penanganan kerusakan sungai ke BWS. “Seperti di sungai itu, pendangkalan ini akibat alam. Hal itu belum kita tangani tuntas. Kami tetap menyarankan silakan diusulkan ke BWS untuk penanganan lebih lanjut. Prosesnya memang tidak gampang. Mekanismenya harus melalui perencanaan dan menyesuaikan anggaran dan SDM,” katanya. Terkait alur sungai itu tersumbat, juga disebabkan karena konstruksi abutment jembatan, Suyasa mengaku hal itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) VIII. Terkait masalah itu, dirinya pun menyarankan pemerintah daerah berkoordinasi ke pusat, sehingga
Bali Post/mud
NORMALISASI - Alur Sungai (Tukad) Batu Pulu di bawah jembatan jalan nasional Singaraja – Gilimanuk tepatnya di Desa Pemaron Kecamatan Buleleng dinormalisasi. Agenda itu akan dilanjutkan Kamis (14/3) ini. ada program penanganan secara permanen. “Memang abutment jembatan di bawah itu menghalangi aliran
air yang membawa ranting pohon, batang kayu, dan sampah, tetapi kami tidak bisa menyalahkan lembaganya. Kami perlu koordinasikan
ke pusat, sehingga dapat diambil solusi permanen guna mengatasi permasalahan yang terjadi selama ini,” jelasnya. (mud)
Kamis Pon, 14 Maret 2019
9 GIANYAR Revitalisasi Pasar Seni Sukawati Segera Terealisasi
Bali Post/kmb35
RELOKASI - Sejumlah buruh beraktivitas di kawasan Lapangan Sutasoma yang akan dijadikan lokasi relokasi pedagang Pasar Seni Sukawati.
Hasil Autopsi Sagog
Ditemukan Unsur Alkohol Menekan Pusat Pernapasan
Gianyar (Bali Post) Kasus meninggalnya I Nengah Sagog di dalam mobil Ford Ranger DK 9840 BN di Jalan By-pass I.B. Mantra di wilayah Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Jumat (1/2) lalu, mulai menunjukkan titik terang. Terlebih hasil autopsi dari RSUP Sanglah sudah keluar, dan menunjukkan penyebab kematian korban akibat intoksikasi alkohol yang menekan pusat pernapasan. Berdasarkan data hasil autopsi yang ditandatangani dr. Dudut Rustyadi tertanggal 4 Maret 2019 itu, tercantum beberapa poin kesimpulan pemeriksaan I Nengah Sagog. Seperti pada pemeriksaan toksitologi ditemukan kadar alkohol yang dapat menimbulkan penekanan pada pusat pernapasan. Selanjutnya, pada pemeriksaan patologi anatomi ditemukan organ-organ dalam menunjukkan tanda-tanda kekurangan oksigen. Sehingga disimpulkan penyebab kematian korban karena intoksikasi alkohol yang menyebabkan penekanan pada pusat pernapasan, yang menimbulkan mati lemas. Dikonfirmasi Rabu (13/3) kemarin, Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Suastika mengatakan, pihaknya baru mengetahui hasil autopsi itu Rabu kemarin. Hasil ini pun menguak babak baru kasus ini. “Tadi pagi, petugas kami sudah mengecek ke RSUP Sanglah. Hasilnya
sudah kami terima,” ujarnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan toksitologi, kata Suastika, korban meninggal karena intoksikasi alkohol. Sehingga dipastikan ada unsur alkohol yang menekan fungsi pernapasan korban. “Ada kandungan alkohol yang menekan, itu menyebabkan lemas karena kekurangan oksigen,” jelasnya. Namun, dari hasil pemeriksaan itu tidak disebutkan berapa kandungan alkohol yang terdapat pada tubuh korban. Terkait hasil tersebut, polisi belum bisa memastikan apakah korban mabuk alkohol atau ada sebab lain. “Itu tidak disebutkan berapa, yang jelas ada alkohol sesuai hasil yang kami terima,” jelas Suastika. Berbekal hasil itu, kata Suastika, polisi akan menelusuri dari mana korban memperoleh alkohol. Termasuk korban bertemu dengan siapa sebelum ditemukan tewas. “Jadi, kami akan cari di mana dia minum dan bersama siapa. Apakah sempat minum atau bagaimana,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, korban Nengah Sagog ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Ford Ranger, Jumat (1/2) lalu. Korban yang mengenakan pakaian adat ke pura itu ditemukan tergeletak di dalam mobil oleh pembeli warung lesehan yang curiga posisi mobil berhenti di tepi kanan By-pass I.B. Mantra. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Revitalisasi Pasar Seni Sukawati dipastikan bisa segera terealisasi. Bahkan, anggaran dari pemerintah pusat untuk merealisasikan rencana ini meningkat menjadi Rp 77 miliar dari sebelumnya Rp 60 miliar. Kini, ratusan pedagang bersiap direlokasi ke Lapangan Sutasoma yang saat ini sedang dalam proses penataan kembali. Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas di Lapangan Sutasoma, Rabu (13/3) kemarin. Mereka nampak mengerjakan sekat-sekat untuk memisahkan satu kios dengan kios lainnya. Salah seorang pekerja, Roni, mengatakan sekat-sekat di Lapangan Sutasoma sudah mulai dikerjakan sejak sepekan terakhir. Dari bangunan yang ada, hanya dua bangunan paling selatan yang dibuatkan sekat berdinding. Selebihnya, akan tetap terbuka hanya diberikan sekat antarpedagang. “Hanya
dua bangunan ini yang diberi dinding, nanti yang lain hanya disekat,” katanya. Mengenai kondisi lokasi relokasi yang masih dipenuhi semak belukar, katanya, hal tersebut dikerjakan pihak lain. “Kami tugasnya untuk membuat sekat, yang bersihkan ini beda lagi,” ujarnya. Sementara itu, Sekda Kabupaten Gianyar Ir. Made Gede Wisnu Wijaya mengatakan, pihaknya mulai melakukan penataan kembali di Lapangan Sutasoma. Penataan ini berupa pembersihan semak-semak hingga pembuatan drainase dan sebagainya. “Kami bersihkan lagi, karena pedagang pasar seni akan segera direlokasi,” jelasnya. Menurut Wisnu Wijaya, anggaran untuk revitalisasi Pasar Seni meningkat menjadi Rp 77 miliar. Dana itu diperoleh dari Kementerian Keuangan dan sebagai pelaksana teknis oleh Kementerian PUPR. “Na-
mun, untuk persyaratan teknis mengenai pasar itu kembali ke Kementerian Perdagangan, soal standar pasar,” jelasnya. Wisnu Wijaya menjelaskan, anggaran Rp 77 miliar untuk renovasi pasar seni pada blok B (bagian barat) ini ada peningkatan dari permohonan awal. “Awalnya Rp 60 miliar, itu estimasi harga lama,” terangnya. Dengan turunnya anggaran dari pusat, kata Wisnu Wijaya, maka Mei tahun ini, pasar seni sudah harus dikosongkan dan langsung dibongkar. “Sehingga awal Juni sudah bisa dikerjakan,” tegasnya. Wisnu Wijaya mengakui rencana renovasi sempat tertunda akibat perbedaan kewenangan. Dijelaskan, dulu sempat berlarut-larut, karena kewenangan di Kementerian Perdagangan hanya bisa mengambil pasar tipe D ke bawah. “Sementara Pasar Seni Sukawati tipe yang melebihi itu,” ujarnya. (kmb35)
Tak Berizin, Puluhan Spanduk Ditertibkan
Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar memberangus puluhan spanduk di wilayah Kabupaten Gianyar, Rabu (13/3) kemarin. Spanduk ini diberangus karena melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015. Sementara sepanduk calon legislatif yang melanggar ketentuan kampanye hingga kini belum mendapat penanganan petugas terkait. Satu regu petugas Satpol PP Gianyar diterjunkan untuk menertibkan spanduk tersebut. Penertiban dimulai dari dari Jalan Kesatrian hingga di Jalan Astina Selatan, Gianyar. Di lokasi itu, petugas menertibkan 40 buah spanduk. Petugas kemudian melakukan penertiban di Jalan By-pass Dharma Giri. Di lokasi itu, petugas berhasil mengamankan sembilan spanduk, sehingga total spanduk yang ditertibkan 49 buah. Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gede Agusnawa mengatakan, 49 spanduk ditertibkan karena tidak berizin. Kini, puluhan spanduk diamankan di kantor Satpol PP Gianyar. “Selain itu, pemasangan spanduk juga salah tempat atau tidak sesuai peruntukan dan melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2015,” katanya. Disinggung terkait maraknya spanduk dan baliho caleg yang melanggar ketentuan kampanye, Agusnawa mengaku masih menunggu instansi terkait lainnya agar secara bersama-sama melakukan penertiban. ”Sore ini baru ada pertemuan membahas soal itu,” ujarnya. (kmb35) SPANDUK - Petugas Satpol PP Gianyar menertibkan spanduk tak berizin di sejumlah tempat di wilayah Gianyar.
Kasus LPD Pacung Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Gianyar (Bali Post) Kejaksaan Negeri Gianyar melimpahkan berkas kasus LPD Pacung, Kelurahan Bitera ke Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (12/3). Kini, kasus dengan tersangka Ketua LPD I Nyoman Jaya itu menunggu agenda persidangan. Selama proses ini, tersangka berusia 51 tahun itu tetap akan ditahan di Rutan Kelas II B Gianyar. Dikonfirmasi Rabu (13/3)
kemarin, Kasipodsus Kejari Gianyar I Putu Gede Darmawan mengatakan, setelah tahap II dan penyiapan berkas, Kejari Gianyar memang sudah melimpahkan berkas kasus LPD Pacung ke Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa lalu. “Ya, sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor. Selanjutnya tinggal menunggu jadwal sidang,” katanya. Menurut Darmawan, Tim
JPU Kejari Gianyar untuk kasus ini meliputi I Made Eddy Setiawan, S.H., Putu Iskadi Kekeran, S.H. dan Luh Putu Wiwin Sutariyanti, S.H., serta dibantu I Wayan Gede Wairagia, S.H. “Nanti JPUnya berjumlah empat orang,” imbuhnya. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18, subsider pasal 3 jo Pasal 18 UU RI
Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU RI Nomor 31 Tahun 1999. “Dari tiga pasal itu, tersangka diancam maksimal 20 tahun penjara,” ujarnya. Darmawan mengungkapkan, hasil pemeriksaan sementara, tersangka Nyoman Jaya melakukan aksi tersebut seorang diri. Walau ter-
sangka sendiri berkelit dan menuding kasus ini dilakukan salah satu bawahannya. “Tersangka ini menuding bendaharanya, tetapi berdasarkan pemeriksaan para saksi semua mengarah ke Ketua LPD,” ungkapnya. Darmawan menambahkan, modus tersangka Jaya ini, dengan bekerja di rumahnya, bukan di Kantor LPD. “Mulai dari menerima kredit, tabungan sampai deposito di-
lakukan di rumahnya. Tanpa melibatkan sekretaris dan bendahara,” jelasnya. Dalam berkas perkara, kata Darmawan, tersangka disebut merugikan keuangan negara dan keuangan LPD Pacung Rp 142.928.523. Perhitungan kerugian negara itu telah dihitung oleh akuntan independen Ketut Gunarsa pada 12 September 2018 lalu. Sementara dalam laporan akuntan independen Ketut Gunarsa
itu, tersangka disebut mengambil alih posisi kasir. Pada 2012 lalu, saldo kas LPD Rp 146.476.029. Namun, kenyataannya saldo kas LPD hanya Rp 3.547.500. Sehingga terdapat selisih Rp 142.928.523 yang dipergunakan oleh tersangka Nyoman Jaya. “Saat diperiksa, tersangka mengembalikan uang Rp 22,3 juta. Sekarang uang itu masih diamankan sebagai barang bukti,” tegasnya. (kmb35)
10
JEMBRANA
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Belasan Pekerja Tambak Terjaring Operasi Yustisi Dukcapil Targetkan Semua Pemilih Pemula Rekam Data E-KTP Negara (Bali Post) Belasan penduduk pendatang (duktang) yang belum mengantongi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS) terjaring operasi yustisi Satpol PP Jembrana, Rabu (13/3) kemarin. Operasi yang digelar di sejumlah titik di Kecamatan Negara ini digelar untuk mengendalikan duktang dan tertib kependudukan. Sebagian besar duktang yang terciduk kemarin merupakan pekerja di salah satu tambak ikan di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru. Dari pemeriksaan yang dilakukan di lokasi tambak tersebut, hampir sebagian besar pekerja merupakan warga dari luar Bali dan telah bekerja cukup lama. Bahkan di antaranya sudah dua tahun bekerja. Namun sebagian besar belum melengkapi SKTS. Kepala Bidang Penegakan Perundanganundangan Daerah Satpol PP Jembrana I Made Tarma mengatakan, dari belasan pekerja di tambak tersebut sebagian besar dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Jawa Timur. Total ada 16 orang yang bekerja di tempat tersebut, namun satu orang diketahui berhenti. “Jadi totalnya ada 15 orang, mereka semuanya belum memiliki SKTS. Padahal ada yang sudah bertahun-tahun bekerja di sini,” tandas Tarma. Mereka selanjutnya dibawa ke kantor Satpol PP Jembrana untuk didata dan menandatangani surat pernyataan. Mereka diminta
TERJARING YUSTISI – Belasan duktang asal Jawa Timur dan NTT yang bekerja di salah satu tambak terjaring operasi yustisi dari Satpol PP Jembrana. untuk mengurus SKTS dalam waktu yang ditentukan. Bila tidak dipatuhi, maka sanksi yang terberat adalah dipulangkan ke daerah asal. Sebelum membuat surat pernyataan, mereka juga diberikan pembinaan. Belasan duktang ini melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2015 tentang Kependudukan dan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 18 Tahun 2012 tentang Tatacara Pendaftaran WNI Tinggal Sementara. (kmb26)
Negara (Bali Post) Menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jembrana terus menuntaskan perekaman e-KTP. Salah satu caranya adalah dengan upaya jemput bola dengan mendatangi calon-calon pemilih pemula melakukan perekaman. Hal ini juga upaya untuk menekan agar jangan sampai mereka tidak memiliki hak pilih dalam pemilu nanti. Data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten per Desember 2018 lalu ada ribuan orang calon pemilih yang belum ter-cover melalui perekaman. Selama tiga bulan sejak Desember lalu, sudah dilakukan upaya jemput bola sehingga jumlahnya berkurang dan ditargetkan 100 persen melakukan perekaman. Sementara calon pemilih dari kalangan masyarakat umum yang semestinya telah
ber-KTP elektronik sesuai data pada semester II tahun 2018 ada 16.018 orang. Hal ini diungkapkan oleh Kasi Pengolahan dan Penyajian Data pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Kabupaten Jembrana, I Gede Sudiadiarta, Rabu (13/3). Total pemilih pemula (umur 17 tahun saat 17 April 2019) menurutnya ada 5.189 jiwa. Namun yang sudah terekam hingga Desember lalu baru 1.835 jiwa, sedangkan yang belum terekam mencapai 3.354. “Karena itu kami saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan upaya jemput bola menyasar pemilih pemula. Mereka calon pemilih yang masih berstatus pelajar,” ujar Sudiadiarta. Sementara untuk calon pemilih yang berasal dari kalangan masyarakat umum belum melakukan perekaman dipicu sejumlah faktor. Seperti sakit, jompo dan sudah memiliki e-KTP di luar Jembrana se-
E-KTP - Penyerahan e-KTP kepada sejumlah pelajar yang sudah berusia 17 tahun. Dari data Dinas Dukcapil Jembrana masih ada 3.354 orang calon pemilih yang belum tercover melalui perekaman. mentara data KK-nya masih di Jembrana. Meskipun telah dilakukan upaya jemput bola untuk perekaman, belum seluruhnya bisa ter-cover. Setiap 3 kali seminggu selama tiga
bulan ini, tim turun ke lokasilokasi sasaran di kurun waktu tersisa jelang pencoblosan. Dan ditargetkan bisa 98 persen sampai 100 persen rampung. (kmb26)
Kamis Pon, 14 Maret 2019
KARANGASEM
11
USBN SMAN 1 Rendang Berjalan Lancar Amlapura (Bali Post) Siswa-siswi SMAN 1 Rendang mulai mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar Rabu (13/3) kemarin. Pada hari pertama pelaksanaan USBN berjalan lancar alias tidak ada hambatan berarti. Kepala SMAN 1 Rendang I Wayan Janiarta mengungkapkan, sebelum mengikuti pelaksanaan USBN, siswa lebih dulu menjalani simulasi. Pihak sekolah sudah melakukan persiapan secara matang. Mulai memberikan siswa jam-jam tambahan pelajaran serta latihan-latihan ekstra dengan cara simulasi. “Jumlah siswa yang mengikuti USBN ini sebanyak 230 siswa. Hari pertama pelaksanaan USBN berjalan lancar. Model pelaksanaan USBN ini masih memakai kertas pensil. Kalau UN baru berbasis komputer atau UNBK. USBN ini akan berlangsung sampai tanggal 21 Maret mendatang,” ujarnya. Janiarta berharap pelaksaaan USBN ini tidak ada hambatan berarti hingga akhir. Selama USBN, pihaknya juga meminta seluruh siswa dapat mempersiapakan diri dengan baik sehingga tak ada kendala dalam mengikuti USBN sesuai jadwal berikutnya. Dengan harapan, seluruh siswa mampu mendapatkan hasil memuaskan. Sudah pasti bisa mengantongi raihan nilai yang tinggi. “Selain mempersiapakn diri dengan baik. Kita juga minta siswa supaya menjaga kesehatan. Jangan sampai saat pelaksanaan ada siswa sakit sehingga tidak bisa mengikuti USBN ini. Kita berharap hasil USBN ini memuaskan. Sehingga saat UN nanti siswa bisa lulus 100 persen,” harap Janiarta. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PERBAIKAN - Jalan penghubung Banjar Kemuning dengan Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Bebandem rusak berat. Dinas PUPR mengalokasikan anggaran Rp 1,3 miliar untuk perbaikan jalan itu.
Dialokasikan Rp 1,3 Miliar
Perbaikan Jalan Banjar Kemuning - Nangka
Amlapura (Bali Post) -
Kerusakan jalan penghubung Banjar Kemuning dengan Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Bebandem kian memprihatinkan setelah kembali tergerus banjir. Kondisi itu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas. Dinas PUPR mengalokasikan anggaran Rp 1,3 miliar melalui APBD Induk 2019 untuk perbaikan jalan itu.
Bali Post/kmb41
USBN - Siswa SMAN 1 Rendang mengikuti pelaksanaan USBN pada hari pertama, Rabu (13/3) kemarin.
Salah seorang warga, I Made Junita, Rabu (13/3) kemarin mengungkapkan, kerusakan jalan itu semakin parah. Hal itu karena akses jalan itu kembali tergerus banjir. Kondisi itu pun membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sema-
kin sulit melintas. Agar jalan itu bisa dilalui dan tidak membahayakan, warga setempat secara swadaya melakukan perbaikan. Perbaikan itu dilakukan agar badan jalan yang tergerus dan ditutupi material batu dan kayu itu bisa dilewati
sementara. “Saat ini, jalan itu baru diperbaiki dengan cara warga bergotong royong. Jalan itu diperbaiki sebelum pelaksanaan piodalan di Pura Penataran Nangka,” ucapnya. Junita menambahkan, jalan ini merupakan akses
DPT di Kecamatan Abang, Desa Ababi, Banjar Dinas Ababi. Michio terdaftar di TPS 14. Selain itu, ada Claire Muller berkewarganegaraan Prancis. Ia terdaftar di DPT Kecamatan Manggis, Desa Padangbai, Banjar Dinas Luhur. Tempat pemilihannya TPS 5. Suastrawan mengatakan, kedua WNA itu masuk DPTHP karena menggunakan data DP 4 dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem. Data itulah uang dipergunakan sebagai dasar tercatat di DPT. Kendati keduanya masuk data DPTHP, akan tetapi berdasarkan hasil koordinasi, mereka tidak per-
nah menyalurkan hak pilihnya pada setiap kegiatan politik selama ini. “Dari pengakuan keduanya, selama ini mereka tak pernah ikut nyoblos pada setiap hajatan politik,” jelasnya. Dia menambahkan, setelah pihaknya menemukan adanya dua WNA yang masuk DPT dalam Pemilu 2019 ini, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak KPU Karangsem. Bawaslu meminta, supaya KPU benar-benar memastikan kedua WNA itu agar nantinya tidak nyoblos saat pemilu 17 April 2019 mendatang. “Kita minta keduanya tidak menggunakan hak pilihnya saat hari H pencoblosan. KPU-
lah yang memiliki kewenangan terkait pencoblosan itu. Di KPU ada mekanisme pencoretannya,” tegas Suastrawan. Devisi Data KPU Karangasem, Ni Luh Kusmirayanti, membenarkan berdasarkan laporan Bawaslu ada dua WNA masuk DPT. Dengan adanya WNA yang masuk DPT ini, pihak KPU pastinya akan mencoret kedua WNA itu. Caranya, akan diberikan keterangan angka 60. Itu artinya yang bersangkutan bukan penduduk setempat. “Nanti keduanya tidak akan diberikan C6 atau surat pemberitahuan pemungutan suara kepada masing-masing pemilih itu,” ujarnya. (nan)
Dua WNA Masuk DPTHP Pemilu 2019 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem menemukan dua warga negara asing (WNA) tercatat pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2, Pemilu 2019 di Kabupaten Karangasem. Setelah ditemukannya dua WNA yang masuk DPTHP itu, Bawaslu telah melakukan koordinansi dengan KPU Karangasem agar mencoret keduanya dari DPT. Lalu, apa yang akan dilakukan KPU kepada kedua warga asing itu sebagai lembaga yang kredibel terkait sah tidaknya suara mereka pada pemilu mendatang?
KETUA Bawaslu Karangasem I Putu Suastrawan di dampingin Kadiv Hukum dan Informasi I Kadek Puspa Jingga, Rabu (13/3) kemarin, mengungkapkan petugas sudah melakukan penelusuran secara saksama khusus kepada
warga asing itu. Dari 26 WNA di Kabupaten Karangsem, Bawaslu menemukan dua WNA tercatat masuk DPTHP. Dua WNA yang tercatat masuk data DPTHP itu yakni Michio Tesuka berkewarganegaraan Jepang yang terdaftar pada
utama warga beraktivitas sehari-hari. Mulai anakanak masuk sekolah, pedagang ke pasar, pegawai ke kantor dan juga petani ke sawah. Atas kondisi ini, dirinya sangat berharap di jalan itu segera bisa dibangun jembatan oleh pemerintah daerah. Dengan demikian, aktivitas rutin warga tidak terhambat. “Sebelumnya sudah ada petugas yang melakukan pengukuran. Informasinya di lokasi itu akan dibangun
senderan menggunakan aspal. Semoga bisa cepat terealisasi,” harapnya. Kabid Bina Marga PUPR Ketut Prama Budarta mengungkapkan, perbaikan jalan itu rencananya dilakukan tahun ini. Anggaran perbaikan itu digelontorkan dari APBD Induk 2019 sebesar Rp 1,3 miliar. “Panjang jalan yang diperbaiki satu kilometer. Tahapan proyek itu saat ini sedang proses perencanaan,” tegas Prama Budarta. (kmb41)
I Putu Suastrawan
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Jambore HKG Tingkat Provinsi 2019 Bupati Suwirta Terima Kunjungan TP PKK Kabupaten Klungkung Anggota BPK dan DPR-RI Kembali Sabet Juara Umum Terkait PIP, Klungkung Berkomitmen Tingkatkan Kualitas SDM
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menerima kunjungan anggota V BPK-RI Ir. Isma Yatun, M.T. dan anggota Komisi XI DPRRI I Gusti Agung Rai Wirajaya di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Semarapura, Rabu (13/3) kemarin. Kunjungan tersebut terkait Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di Provinsi Bali yang dipusatkan di Kabupaten Klungkung. Pada kesempatan tersebut Bupati Suwirta mengenalkan spirit Gema Santi kepada para undangan. Menurut Bupati Suwirta, bidang pendidikan sudah tentu menjadi perhatian khusus dalam kepemimpinannya. Bidang pendidikan menjadi skala prioritas, karena disadari bahwa membangun sumber daya manusia (SDM) jauh lebih penting dibandingkan membangun infrastruktur. “Banyak orang bilang membangun infrastruktur itu penting. Ya, membangun infrastruktur itu penting tetapi membangun SDM jauh lebih penting,” ujar Suwirta di hadapan
para undangan. Menurut orang nomor satu di Pemkab Klungkung ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) salah satu komponen dasarnya adalah pendidikan, selain kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bidang pendidikan, Klungkung mencanangkan Satu Desa Satu TK Negeri yang targetnya tahun 2021 sudah mencapai 100 persen. Pelayanan angkutan siswa gratis, beasiswa dan program lainnya. Bidang kesehatan, sejak akhir 2017 lalu Klungkung juga telah melayani kesehatan seluruh masyarakatnya melalui program UHC. “Kami di Kabupaten juga berkomitmen membangun dunia pendidikan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM),” ujar Bupati Suwirta seraya berharap sebagai ujung tombak pemerintah pusat, Pemkab Klungkung bisa memberikan masukan dan bisa melengkapi apa yang menjadi cita-cita mulia Negara untuk membangun masyarakat yang adil dan sejahtera. Sekretaris Inspektorat Jenderal
Kementerian Agama M. Tabrani menyampaikan untuk Program Indonesia Pintar di Provinsi Bali dialokasikan sebanyak 2.783 siswa Madrasah. Sementara di tahun 2018 dialokasikan anggaran untuk 5.760 siswa. Di Kementerian Agama ada dua anggaran, yang pertama anggaran fungsi pendidikan dan kedua fungsi agama. Pihaknya berharap pelaksanaan Program Indonesia Pintar bisa memberi manfaat untuk para siswa. Sementara itu, anggota V BPKRI Ir. Isma Yatun, M.T. menyampaikan apresiasi terkait inovasi Pemkab Klungkung di bidang pendidikan. Menurut Isma Yatun, pemkab tidak saja memikirkan anggaran itu untuk disampaikan kepada siswa tetapi mencoba dulu mengalkulasi berapa sebenarnya yang harus dibantu dan menindaklanjuti dengan memasang anggarannya. “Itu menurut saya lebih tepat sasaran dan lebih mengena kepada siapa yang membutuhkan. Saya berharap dengan apa yang sudah berjalan ini bisa dikembangkan lagi melalui APBN yang harus disalurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama melalui Program Indonesia Pintar (PIP),” ujarnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Auditor Utama Keuangan Negara V BPK RI Dr. Bambang Pamungkas, MBA., CA., Ak., Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama M. Tabrani, Kepala Auditorat V. A Dede Sukarjo, S.E., M.M., Ak., Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si., Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra, Ketua PHDI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Sudiana, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota se-Bali, Forkopimda Kabupaten Klungkung, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung serta undangan lainnya. (ad346)
Kisruh penggunaan dana hibah belakangan ini membuat sejumlah anggota dan pimpinan DPRD Klungkung gerah. Menanggapi situasi yang semakin liar, Dewan akan segera memanggil eksekutif, untuk meminta penjelasan atas situasi gaduh yang terjadi di antara para penerima hibah hingga terpaksa harus mengembalikan dana tersebut. Dewan juga tidak mau ada kesan dana hibah
itu dimanfaatkan sebagai money politics untuk kampanye. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara, Rabu (13/3) kemarin, mengatakan terlepas dari kasus yang sudah dilaporkan ke Polda Bali, sebagai dugaan tindak pidana, dia tidak ingin semua legislator dianggap sama saja, yakni terlibat dugaan serupa. Maka, Dewan dengan fungsi pengawasan yang melekat terhadap
eksekutif, ingin mempertanyakan apa sesungguhnya yang terjadi terhadap program hibah dari Bupati Klungkung ini. Hingga mengganggu psikis masyarakat dengan ramai-ramai melakukan pengembalian dana. “Dengan fungsi pengawasan kami ini, kami punya hak bertanya langsung kepada bupati,” kata Suantara. Menurutnya, program pemberian dana hibah tujuannya untuk
KARTU INDONESIA PINTAR - Bupati Suwirta saat menyerahkan Kartu Indonesia Pintar secara simbolis kepada para penerima di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (13/3) kemarin.
TIM Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Klungkung kembali meraih juara umum dalam perlombaan serangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2019, di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Rabu (13/3) kemarin. Keberhasilan TP PKK Klungkung sebagai juara umum tahun ini merupakan kali ketiga setelah sebelumnya di tahun 2015 dan tahun 2017 berhasil memboyong piala yang sama. Capaian ini diraih kembali TP PKK Klungkung yang dipimpin Ny. Ayu Suwirta bersama Ny. Sri Kasta dalam kepemimpinannya di periode kedua. Memenangi empat dari total tujuh perlombaan yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Bali. Adapun jenis lomba yang dimenangkan oleh TP PKK Klungkung di antaranya juara I Lomba Yel-yel 10 Program Pokok PKK, juara I Lomba Penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja dengan Penuh Cinta Kasih Sayang dalam Keluarga, juara I Lomba Penyuluhan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga melalui UP2K PKK dan juara I Lomba Gembira (merias wajah dengan mata tertutup). Ketua TP PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta mengatakan, tampil kembali meraih sebagai juara umum bukanlah tujuan utama TP PKK Klungkung, melainkan bagaimana mampu memberikan pembinaanpembinaan kepada anggota maupun kader PKK di bawah serta berani tampil dan bersaing di tingkat Provinsi. “Juara umum kali ini sebagai hadiah di kepemimpinan kami di perioda kedua ini,” ujar Ayu Suwirta. Prestasi ini, menurut Ayu Suwirta, tidak lepas dari kerja sama semua anggota di setiap desa, kecamatan dan kader PKK. Untuk itu kami berharap apa yang diraih sekarang ini, ke depannya bisa tetap dipertahankan bahkan ditingkatan lebih banyak mendapatkan juara di setiap perlombaan. “Kami mempersiapkan diri selama
menyejahterakan masyarakat. Sekarang masyarakat justru dibuat ketakutan untuk mengelola anggaran yang sudah cair. Apalagi, sampai terjadi kasus dugaan tindak pidana korupsi. Pihaknya mempertanyakan, bagaimana pemerintah daerah selanjutnya dalam mengelola hibah bansos ini. Apakah pemerintah daerah sudah benar dalam mengelola dana hibah ini, bagaimana dengan proses verifikasi
JUARA UMUM - Salah satu kegiatan lomba yang diikuti Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Klungkung, sebelum kembali ditetapkan sebagai juara umum. dua bulan di Rumah Jabatan Bupati, kami akan mempersiapkan lebih dari ini, karena semua kejuaraan yang diperoleh hari ini akan mengikuti perlombaan di tingkat Nasional. Prestasi ini juga berkat dukungan Bupati Klungkung selaku Pembina di Kabupaten serta meminta dukungan, arahan dan motivasi dari Ketua TP PKK Provinsi Bali dan Gubernur Bali selaku Pembina TP PKK Provinsi Bali untuk mengikuti perlombaan di tingkat Nasional,” ujar istri Bupati Klungkung ini. Sementara itu, Ketua Panitia Jambore Ni Made Suastini dalam laporannya mengatakan, jambore tahun ini mengambil tema “Tingkatkan Kinerja Kader PKK Melalui Pengelolaan Administrasi PKK Menuju Terwujudnya Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Bertujuan untuk meningkatkan wawasan pengetahuan dan keterampilan para anggota PKK, kader Dasa Wisma serta kader lainnya dalam program pembangunan khususnya 10 program pokok PKK, sehingga mampu memberikan
pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan program Gubernur Bali yakni Sat Kerthi Loka Bali. “Perlombaan yang diikuti dalam jambore kali ini sebanyak tujuh jenis, yakni lomba yel-yel 10 program pokok PKK, lomba penyuluhan tertib administrasi PKK, lomba penyuluhan pola asuh anak dan remaja dengan penuh cinta kasih sayang dalam keluarga, lomba penyuluhan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui UP2K PKK, lomba penyuluhan hatinya PKK, lomba penyuluhan pencegahan stunting pada balita serta lomba gembira (merias wajah dengan mata tertutup),” ujar Made Suastini. Puncak peringatan HKG PKK ke47 tahun 2019 akan berlangsung di Kabupaten Jembrana pada tanggal 27 Maret 2019. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali serta undangan lainnya. (ad350)
Dana Hibah Kisruh, Dewan akan Panggil Eksekutif dan monitoringnya, kenapa sampai ada penerima hibah yang belum menyelesaikan tanggung jawabnya menyelesaikan pembangunan fisik, tetapi sudah bisa menyetorkan laporan pertanggungjawaban kegiatan tersebut. Mepetnya waktu pengerjaan oleh penerima, menurutnya, bisa juga terjadi karena proses pengajuan proposal yang berbelitbelit di eksekutif, mengakibatkan
penerima hibah harus bolak-balik dalam mengurus dokumennya sebagai bagian proses pencairan dananya. “Kami tidak menyentuh kasus. Itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian, di sana sudah ada proses. Kami ingin bicara tupoksi kami sebagai pengawasan, terhadap program pemerintah daerah. Ini tidak bisa dibiarkan terjadi lagi,” kata politisi Gerindra ini. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Pon, 14 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01
Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 COOK
Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.03
SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar G.04 AKUNTANSI
Sarjana diploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email: recruitmensemarangtv@gmail.com
DRIVER
AKUNTANSI
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.08
G.05
SEKRETARIS
Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
G.11
Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168
TEKNIK
Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12
KasirSMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.06
IT
Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street G.07 JURNALIS
Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv G.10
Cr Ksr, Pramuniaga Toko Dapurku Jl.WR Supratman 275, Gj UMK+THR Bns.081939084292/085792825977
G.13
G.09 KASIR
B.BP.001.03.19.0000320
DIJUAL MOBIL
Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA / SMK.CV Lngkap Puri Cendana Seminyak H.081212886674 / 732947 B.BP.001.03.19.0000297
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.03.19.0000220
Dcr beberapa tenaga untuk tim Sukses, tau wilayah Badung, Kirim CV ke Raya Kuta No.168 Email: rec.dianagrp@gmail.com B.BP.004.03.19.0000326
Cr Admin,Sales Min Tmtn D3/S1, Pglmn Kerja.Gaji Besar H.081558096445/235062
B.BP.001.03.19.0000259
Dcr 2krywan mengerti Akuntansi & komputer Hub 081339344442 Pak Nengah/082144940084 Gede
B.BP.001.03.19.0000318
Dcr 3 Tk.Msk,3 Tk.Kbn, 2 Sopir 2 Satp. Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn. 4731979
B.BP.154.03.19.0000328
Dcr Acct Min D3,Courier Motor, Driver,Operasional(Max28Th)Krm Jl .Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.03.19.0000283
Dcr Driver Travel Agent B.Inggris Hub Merrys Tour 0361235700
B.BP.801.03.19.0000252
Dcr Gardener yg berpengalaman mini 1 tahun u villa di Sanur, tinggal dalam WA 08123896992
B.BP.031.03.19.0000291
Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gj 2,2Jt Jujur,Serius Telp.087762800029
B.BP.004.03.19.0000336
Dcr Pembantu Gj.1,5Jt yg anter dpt 500 T 087864696163 / 487612 sgr
B.BP.001.03.19.0000294
Dcr SPG & Tkg Patrun Email:infomerahmuda@gmail.com / 082341334973
B.BP.004.03.19.0000289
PT.HM Looking For Staff Admin Stock,Female,D1-S1.Send CV: (0361)4735705/WA:08123853981 B.BP.001.03.19.0000271
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
KURSUS TOUR
BENGKEL LAS KONTRAKTOR
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
Dicari Adm,Lamaran CV.Tristar Jl.Cargo No.24 Telp.413324 B.BP.001.03.19.0000300
Dicari Guru SD Lulusan PGSD u/ GuruKlsSegera.Hub:0811398772 B.BP.001.03.19.0000325
Dicari Karyawan Laki2 SMK bisa Coreldraw utk Operator CNC Hub Damar Samina Hp.082147165500 B.BP.001.03.19.0000337
Dicari Marketing berpengalaman Min 2 thn dibidang restauran WA 081339399291 B.BP.001.03.19.0000319
Lowongan SopirMinSMA,SIMA/C 8 Jam,bs B.Inggrs,081906990412 B.BP.004.03.19.0000335
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN TANAH
Jual Rmh Elit Banyuwangi Kota dkt Pantai,082237670250 Elena
DikontraknTanah5AreUmalemek Klungkung.Hub:082227776866
B.BP.001.03.19.0000331
Rmh 1A Pemaron & Sbd Tnh 57A AnturanH.081999274675/036222001
B.BP.158.03.19.0000338
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 3A Dalung Umasari jln 7 mtr Hub:082147454248 B.BP.164.03.19.0000343
29Are Buduk,5A Buduk Gunung Segera Hub.082147454248 B.BP.164.03.19.0000342
DIJUAL MOBIL KIA
Picanto Mrh 2013 AT As Bali Veleg 16 Audio TV 081236311134 B.BP.004.03.19.0000339 TOYOTA
Avanza Veloz 1.5CC th’14 Tgn 1 Hitam,KM 32Rb 087862270180 B.BP.001.03.19.0000316
PROPERTY
Dijual Tnh SHM 2A di Jl.Kutat Lestari Sanur Blakang RS Bali Mandara,Harga Net Rp 800Jt/A Hub:0811398772(TanpaPerantara B.BP.001.03.19.0000324
Kav Baru LT1Are,Akses 5mtr,Hrg 250/A Lok.Sukawati 0817340222 B.BP.004.03.19.0000333
Tnh kavling di Buduk & Sempidi Hub.081337141817 B.BP.001.03.19.0000199
DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
DIJUAL RUMAH
PROPERTY
PROPERTY DISEWAKAN TANAH
Dikont tnh 5,02are 5,5jt/th Ng Lok.Kertapura 4 Imam Bonjol Dps Barat Hub.085 739 336 754 B.BP.001.03.19.0000313
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.03.19.0000272
Dikontrkan Tnh 1H Sblh Beverly Hill Hotel Hub:082227776866 B.BP.001.03.19.0000270
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko 3LT 650 Jt Nego Jl.Kakaktua Br.GerangTbn.083147758831BUC B.BP.001.03.19.0000314
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln Ayani Utara.085238063577(HargaBagus B.BP.001.02.19.0000714
PROPERTY DISEWAKAN APARTEMEN
Dikont 2 Kamar Apartemen Dekat Pantai Sanur.Hub:082227776866 B.BP.001.03.19.0000273
KEHILANGAN Hlg BPKB No.5756668-O DK 1123 ET A/N:I Wayan Doble B.BP.164.03.19.0000341
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Kebun Hortikultura Pemkab Ditumbuhi Semak Bangli (Bali Post) –
Kebun hortikultura milik Pemkab Bangli di wilayah Kayuambua, Desa Tiga, Susut, telantar. Kebun yang berada persis di depan pasar hewan tersebut kini dipenuhi semak.
SEMAK - Kebun Hortikultura Kayuambua milik Pemkab Bangli di Kecamatan Susut dipenuhi semak.
Tim Wasev Kemenhan RI Tinjau Pelaksanaan TMMD
Bangli (Bali Post)Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 yang dilaksanakan Kodim 1626/Bangli di Desa Peninjoan, Tembuku ditinjau tim pengawas dan evaluasi (Wasev) Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI, Rabu (13/3) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, tim Wasev mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang dinilai cukup bagus. Diharapkan, kegiatan TMMD di Peninjoan bisa mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kedatangan tim Wasev yang diketuai Kolonel Arm Dani S di lokasi TMMD disambut Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto, selaku Dansatgas TMMD, Kasiterem 163/Wsa, Para Pa Staf Jajaran Kodim 1626/ Bangli, Para Danramil Jajaran Kodim 1626/Bangli, perbekel dan tokoh masyarakat
di Desa Peninjoan. Dalam kesempatan tersebut, Letkol Andy memaparkan kemajuan pelaksanaan TMMD. Dijelaskan juga bahwa program TMMD dilaksanakan di Desa Peninjoan atas usulan dari masyarakat Desa Peninjoan yang menginginkan terbentuknya jalan baru sepanjang 1,5 km. Jalan tersebut sangat diperlukan sebagai akses masyarakat menuju tempat acara adat serta jalur alternatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain sasaran fisik pembuatan jalan, dalam kegiatan TMMD ini juga dilaksanakan bedah rumah dan MCK serta sasaran non-fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi dari instansi terkait. Sementara itu Ketua Tim Wasev Kemenhan RI Kol Arm. Dani. S dalam kesempatan itu mengapresiasi pelaksanaan TMMD di Desa
Peninjoan, yang dinilai sudah cukup bagus. Paparan yang disampaikan Dansatgas, katanya akan dijadikan sebagai laporan karena banyak hal yang dinilai positif dalam kegiatan TMMD ini. Dalam arahannya Tim Wasev mengharapkan kegiatan TMMD ini dapat bermaanfaat bagi masyarakat setempat. Pihaknya juga meminta aparat desa maupun adat Desa Peninjoan agar ikut membantu TNI dalam pelaksanaan pembuatan jalan. Wasev berharap kegiatan TMMD bisa mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat. Perbekel Peninjoan Dewa Nyoman Tagel mengucapkan terima kasih atas kedatangan Wasev Kemenhan RI di Desa Peninjoan. Dia menyampaikan salut atas kinerja Satgas TMMD yang sedang mengerjakan jalan sepanjang 1,5 km. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Berdasarkan pantauan Rabu (13/3) kemarin, kebun hortikultura yang pernah dijadikan tempat penyelenggaraan festival jeruk pada tahun 2014, kini tampak tak terawat. Tembok pagarnya dipenuhi semak hingga papan nama yang terpasang di belakangnya nyaris tak terlihat. Kondisi kebun tak bisa dilihat dari dekat, lantaran gerbang kebun tersebut tertutup. Namun demikian, dari luar nampak areal kebun ditumbuhi banyak semak. Sebuah tempat pembibitan berupa green house, juga terlihat rusak. Dua buah bangunan bercat kuning yang ada di areal kebun tersebut mulai dimasuki tanaman liar yang tumbuh merambat. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli Wayan Sukartana saat dikonfirmasi siang kemarin tak menampik kondisi itu. Dia
menjelaskan kebun tersebut dulunya merupakan kantor UPT milik Pemerintah Provinsi yang kemudian diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Bangli. Beberapa tahun lalu, keberadaan kebun tersebut dikerjasamakan oleh Dinas Koperasi Kabupaten Bangli dengan sebuah koperasi yang ada di Desa Tiga, untuk melaksanakan program one village one product (OVOP) selama beberapa tahun. Namun setelah kerja sama program itu berakhir, Dinas Koperasi belum menyerahkan kebun tersebut kembali ke Dinas PKP Bangli sampai saat ini. “Kalau tidak salah, tahun 2015 atau 2016 harusnya sudah dikembalikan ke kami,” ungkapnya. Sukartana mengatakan, pihaknya sejatinya sudah sempat melakukan koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi kala itu untuk meminta kembali kebun
hortikultura tersebut. Namun hasilnya nihil. Lantaran tak kunjung ada penyerahan dari Dinas Koperasi, lanjut Sukartana, pihaknya sampai saat ini tidak bisa merawat dan memanfaatkan kebun hortikultura tersebut. Jika nantinya sudah diserahkan, pihaknya berencana akan mengelola kebun itu sesuai fungsinya semula, sebagai kebun hortikultura dan kebun percontohan. Areal kebun itu akan dipakai pengembangan bibit tanaman yang potensial dikembangkan di Bangli seperti jambu mutiara, pisang, kelapa dan lainnya. Program one village one product yang sempat dilaksanakan di kebun itu akan kembali dilanjutkan. “Sekarang kami akan upayakan penjajakan kembali. Mudah-mudahan kebun itu bisa segera kita kelola,” pungkasnya. (kmb40)
Pemkab Gelar Dharma Santi Nyepi
Bupati Made Gianyar dan Wabup Sedana Arta Ucapkan Terima Kasih kepada Para Sulinggih PEMERINTAH Kabupaten Bangli, Rabu (13/3) kemarin menggelar Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1941. Acara yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Bangli dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta. Dalam acara tersebut, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sulinggih di Bangli yang selama ini telah memberikan tuntunan serta mendoakan jagat beserta isinya agar selalu diberikan keselamatan. Selain para sulinggih di Kabupaten Bangli, acara Dharma Santi Nyepi kemarin juga dihadiri Forum Kerukunan Umat Beragama, para perbekel, bendesa adat dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Bangli. Kepala Bagian Kesra Setda Bangli Jro Penyarikan Widata menyampaikan, Dharma Santi ini merupakam kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Bangli setiap tahunnya. Acara ini dilaksanakan sebagai wujud syukur ke hadapan Ida Sangyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa atas berkat karunianya sehingga pelaksanaan Catur Brata Panyepian Tahun Çaka 1941 di Bangli dapat berjalan lancar. Di samping itu, Dharma Santi juga dilaksanakan sebagai wujud bakti dan terima kasih pemerintah terhadap para sulinggih yang selama ini selalu memberikan tuntunan dan mendoakan ja-
gat Bangli beserta isinya agar selalu diberikan keselamatan dan umat selalu segilik seguluk dalam membangun Kabupaten Bangli. “Dharma Santi ini juga dilaksanakan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi antarsesama sulinggih dan umat se-Dharma di Kabupaten Bangli,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan dengan pembiayaan yang bersumber dari anggaran kegiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Setda Kabupaten Bangli Nomor 4.01.03/1397/ DPA/2018 tanggal 31 Desember 2018. “Melalui kegiatan Dharma Santi Tahun Baru Çaka 1941 ini kita harapkan bisa mendapatkan jalan sesuai dengan swadarma dalam bidang tugas masing-masing,” kata Jero Penyarikan Widata. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bali merupakan daerah primadona bagi para wisatawan untuk berkunjung melakukan kegiatan wisata. Hal itu menyebabkan banyak wisatawan baik dari luar daerah dan luar negeri berbondong-bondong datang ke Bali menikmati keindahan Pulau Bali dengan berbagai sajian wisatanya. Hal itu, menurutnya menjadi tantangan agar masyarakat dapat selalu bisa menjaga adat dan seni budaya Bali tetap lestari. Menjaga dan melestarikan budaya Bali akan selalu berkaitan dengan kondisi Bali
Bangli (Bali Post) – Pencuri telur ayam yang selama ini meresahkan sejumlah peternak ayam di Kecamatan Susut, diringkus polisi. Pelaku berinisal MF (32) asal Jember, Jawa Timur diamankan tim gabungan Opsnal Polsek Susut dan Polres Bangli di Desa Selat, Susut, Rabu (13/3) pagi. Pelaku nyaris jadi sasaran kemarahan warga lantaran tepergok mencuri telur di sebuah kandang ayam di
wilayah Banjar Kebon, Desa Sulahan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, penangkapan terhadap pelaku bermula dari adanya laporan warga bahwa terjadi pencurian telur. Berdasarkan laporan tersebut, tim gabungan opsnal Polsek Susut dan Polres Bangli langsung menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Tim berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Tak berselang
DHARMA SANTI - Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta saat menghadiri Dharma Santi serangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 di halaman kantor Bupati Bangli, Rabu (13/3) kemarin. saat ini yang sudah semakin semrawut dengan gempuran budaya asing dan perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Hal itu membuat masyarakat semakin sulit menyaring informasi yang masuk yang belum tentu sesuai dengan karakter dan jati diri mayarakat Bali. “Oleh karena itu kita semua harus terus meningkatkan kualitas dan kemampuan untuk menepis pengaruh negatif yang ada,” kata Made Gianyar. Terkait pelaksanaan Dharma Santi, Gianyar mengaku sangat bersyukur. Dikatakannya kegiatan yang dilaksanakan merupakan ajang silahturahmi sekaligus wujud bakti dan terima ka-
sih pemerintah kepada para sulinggih di Kabupaten Bangli yang selama ini telah menuntun umat dalam kehidupan beragama. Selain itu, para sulinggih juga selalu dengan penuh ikhlas mendoakan jagat beserta isinya agar diberikan keselamatan melalui upacara surya sewana setiap pagi hari. “Harapan kami di tahun baru ini kita semua bisa meningkatkan swadarma di lingkungan masing-masing sesuai bidang tugasnya yang didasari dengan niat yang suci dan rasa bangga untuk menjaga dan melestarikan budaya Bali untuk meningkatkan pembangunan di Kabupaten Bangli menuju Bangli yang Gita Santi,” kata Made Gianyar. (ad345)
lama, tim berhasil menemukan pelaku saat berada di wilayah Desa Selat, Susut. Pelaku langsung diamankan. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian di wilayah Banjar Kebon, Susut. Pengakuan pelaku tersebut kemudian dikembangkan polisi. Pelaku dibawa untuk menunjukkan TKP pencurian. “Dari hasil pengembangan sementara, pelaku mengaku
telah melakukan aksi pencurian telur di lima TKP. Di wilayah Banjar Kebon empat kali, Juuk Bali satu kali, di Penatahan ada dua TKP dan di Demulih sebanyak empat kali,” kata Kanit Reskrim Polsek Susut Ipda I Wayan Suyasha yang memimpin penangkapan pelaku. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi menambahkan, total kerugian dari lima TKP mencapai Rp 9,8 juta. (kmb40)
Pencuri Telur Diringkus Polisi
Bali Post/ist
TMMD - Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn Andy Pranoto, selaku Dansatgas TMMD memaparkan pelaksanaan TMMD kepada tim wasev.
Siswa SLB Diajarkan Siaga Hadapi Bencana
Bangli (Bali Post) – Anak-anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kabupaten Bangli diberikan edukasi tentang kebencanaan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli. Selain teori, mereka juga diajarkan simulasi tentang apa yang harus dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa, Rabu (13/3) kemarin mengatakan, kegiatan edukasi di SLB dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. Para siswa diberikan pengetahuan tentang bagaimana cara mengenali dan apa yang harus dilakukan saat menghadapi bencana, baik gempa bumi, tanah longsor maupun erupsi gunung berapi. “Ketika terjadi getaran gempa misalnya, apa yang harus mereka lakukan, ke mana mereka harus lari saat mereka masih di ruang belajar atau saat di rumahnya. Itu yang kita sampaikan. Kita juga bangun jalur evakuasinya,” jelasnya. Agus mengatakan, me-
Bali Post/ist
EDUKASI - Kegiatan edukasi dan simulasi kebencanaan yang dilaksanakan BPBD di SLB Bangli. lalui kegiatan ini diharapkan para siswa di SLB nantinya mampu mengenali bahaya bencana dan dapat menyelamatkan diri secara baik jika terjadi bencana dengan mengikuti jalur-jalur evakuasi yang telah ada. Dikatakannya bahwa dalam memberikan edukasi dan simulasi di SLB kemarin
pihaknya dibantu oleh para guru di sekolah tersebut sebagai penerjemah, agar pesan yang disampaikan ke para siswa bisa diterima dengan baik. Kegiatan ini, kata Agus akan dilaksanakan secara simultan setiap tahunnya. Kegiatan ini sudah keduakalinya dilaksanakan BPBD di SLB. (kmb40)
15
Kamis Pon, 14 Maret 2019
Empat Anggota DPRD Kalteng Didakwa Terima Suap Rp 240 Juta Jakarta (Bali Post) Empat anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) didakwa menerima suap Rp 240 juta dari petinggi PT Sinar Mas agar tidak melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dugaan pencemaran limbah sawit. Keempat terdakwa tersebut adalah Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan serta anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah. ‘’Terdakwa I Borak Milton, terdakwa II Punding Ladewiq H Bangkan menerima hadiah berupa uang senilai total Rp 240 juta dari Edy Rosada dan Arisavanah,’’ kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Irman Yudiandri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (13/3) kemarin. Pemberi suap adalah Edy Saputra Suradja selaku Wakil Direktur Utama PT Smart Tbk. dan Direktur/Managing
Director PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), Willy Agung Adipradhana selaku Direktur Operasional Sinar Mas wilayah Kalimantan Tengah IV, V dan Gunungmas/Chief Executive Officer (CEO) Perkebunan Sinar Mas 6A Kalimantan TengahUtara dan Teguh Dudy Syamsuri Zaldy selaku Department Head Document and License Perkebunan Sinar Mas untuk wilayah Kalimantan TengahUtara. Tujuan pemberian uang itu adalah agar Borak, Punding, Edy dan Arisavanah tidak melakukan RDP terkait dugaan pencemaran limbah sawit di Danau Sembuluh Kabupaten Seruyan, Kalteng, tidak adanya izin Hak Guna Usaha (HGU), tidak memiliki izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPH) dan belum ada plasma yang dilakukan oleh PT BAP. PT BAP mengelola lahan sawit seluas lebih kurang 37.401 hektar di Kabupaten Seruyan, Kalteng. Pada September 2018, ada
pemberitaan media massa mengenai tujuh perusahaan sawit yang diduga melakukan pencemaran di Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan dan salah satunya adalah PT BAP. Laporan itu dibahas di Badan Musyawarah (Bamus) dan disepakati melakukan pengawasan melalui Komisi B yang membidangi perekonomian dan sumber daya alam. Komisi B lalu melakukan kunjungan kerja ke kantor PT BAP di gedung Sinar Mas Land Plaza Jakarta pada 26-29 September 2018 dipimpin Muhammad Asera selaku Wakil Ketua Komisi B bertemu dengan Teguh Dudy Syamsuri Zaldi selaku perwakilan PT BAP. Pada sela-sela pertemuan, Teguh membagikan kepada masing-masing anggota Komisi B DPRD Kalteng yang hadir sebesar Rp 1 juta, sedangkan staf Komisi B sebesar Rp 500 ribu. Kunjungan lapangan Komisi B DPRD Kalteng ke lokasi
perkebunan PT BAP akhirnya dilakukan pada 3 Oktober 2018 bersama dinas terkait. Dari kunjungan itu Komisi B menyimpulkan terdapat dugaan pencemaran Danau Sembuluh, tidak memiliki HGU, tidak memiliki izin IPPH walau PT BAP telah beroperasi dari tahun 2006 dan belum pernah ada plasma. Kesimpulan tersebut disampaikan Komisi B kepada media massa, sehingga menjadi berita utama di Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam kunjungan itu, Teguh memerintahkan seorang stafnya untuk memberi uang Rp 20 juta sebagai uang saku bagi tim yang datang, tetapi pemberian itu ditolak Borak Milton dan menyampaikan kepada Teguh bahwa Komisi B tidak bisa menerima uang tersebut dan meminta disiapkan dokumen terkait perizinan sebagai bahan RDP Komisi B. Pada pertemuan 17 Oktober 2018 di ruang Komisi B antara Teguh, Borak, Punding, Edy
Rosada dan Arisavanah, Punding meminta Rp 300 juta agar Komisi B meluruskan berita di media massa terkait temuannya. Borak Milton lalu memutuskan agar anggota Komisi B mendapat Rp 20 juta untuk 12 orang anggota komisi sehingga total permintaan sebesar Rp 240 juta. Menanggapi permintaan tersebut, Edy Saputra melaporkan kepada Komisaris Utama PT BAP sekaligus Direktur Utama PT Smart Tbk. Jo Daud Dharsono. Jo Daud menyetujui pemberian uang kepada Komisi B DPRD Kateng asal ada jaminan tertulis dari Komisi B. Namun, Borak menjawab tidak dapat memberikan jaminan tertulis, tetapi dapat menjamin RDP tidak dilaksanakan serta akan memberikan press release bahwa setelah dilakukan invetigasi tidak ada ditemukan pelanggaran lingkungan oleh PT BAP. (ant)
Presiden Jokowi Bertemu Menlu Thailand
Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai untuk membahas berbagai isu di kawasan ASEAN termasuk upaya penyelesaian krisis di Rakhine State, Myanmar. ‘’Ada dua hal yang disampaikan Presiden. Pertama, terkait dengan Rakhine State. Kedua adalah konsep kerja sama Indo-Pasifik,’’ kata Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi yang mendampingi Presiden Joko Widodo selama pertemuan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (13/3) kemarin. Kunjungan Menlu Thailand ini dilakukan dalam kapasitas Thailand selaku Ketua ASEAN untuk tahun 2019. Retno menjelaskan, dalam pertemuan tersebut di antaranya membahas soal upaya penyelesaian krisis di Rakhine State. ‘’Presiden menyampaikan sekali lagi mengenai pent-
ingnya keterlibatan ASEAN untuk membantu Myanmar di dalam mempersiapkan repatriasi yang sukarela, damai, dan bermartabat,’’ ucapnya. Sebelumnya, dalam KTT ke-33 ASEAN pada November 2018, Indonesia mengajak negara-negara ASEAN untuk bahu-membahu menyelesaikan krisis kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. Melalui KTT tersebut, Presiden Joko Widodo mengusulkan pelibatan The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) dalam membantu penyelesaian krisis itu. Selain itu, Presiden Joko Widodo dan Menlu Thailand juga membicarakan soal konsep kerja sama Indo-Pasifik yang digagas Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. ‘’Indonesia menyampaikan kepada ASEAN agar inisiatif Indonesia ini juga menjadi inisiatif dari ASEAN,’’ kata Retno.
Indo-Pasifik sebelumnya dicetuskan Indonesia sebagai upaya untuk mempererat kerja sama antarnegara. IndoPasifik tidak dimaksudkan sebagai upaya menggalang kekuatan untuk membangun rivalitas, baik dengan kekuatan ekonomi lain maupun antarnegara anggotanya. ‘’Thailand menunjukkan dukungan luar biasa terhadap pengembangan konsep ASEAN ini, sehingga Presiden sekali lagi menyampaikan pentingnya bagi ASEAN untuk come up dengan satu konsep mengenai masalah kerja sama Indo-Pasifik,’’ tuturnya. Indonesia berharap agar gagasan tersebut dapat diterima negara-negara anggota dan para mitra ASEAN dan disetujui dalam waktu dekat sebagai konsep pengembangan ASEAN. ‘’Jadi berawal dari konsep Indonesia kemudian menjadi konsep ASEAN. Mudahmudahan dapat di-endorse pada tahun ini juga,’’ kata Retno. (ant)
Pertama Kalinya ‘’Sesungguhnya Indonesia dan Australia sudah bekerja sama sejak lama, tetapi dalam rangka regional ini adalah untuk pertama kalinya kita (Indonesia) mengadakan dialog secara bilateral antara Indonesia dan Australia,’’ kata Cecep. Pelaksanaan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan antarkedua negara pada tahun lalu. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tahap kemitraan komprehensif dan strategis. Cecep menyebutkan memilih Kota Bandung untuk
lokasi pertemuan karena masyarakat Bandung adalah masyarakat multikultural. Selain itu, Bandung diyakini sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia. Selain itu, Bandung juga merupakan kota yang penuh sejarah di mana sikap solidaritas antarbangsa lahir tahun 1955. ‘’Bandung juga punya sikap toleransi di masyarakat, salah satu contoh kehidupan yang harmonis. Banyak kota di Indonesia yang baik, tapi kali ini kebetulan Bandung menjadi tuan rumah,’’ katanya. Lebih lanjut ia mengatakan target dari acara pertemuan kedua negara tersebut yakni
negara lain bisa mempelajari metode dalam menerapkan kerukunan beragama. ‘’Yang terpenting, kita mencari kesamaan-kesamaan di antara kita, bagaimana menciptakan masyarakat yang lebih toleran, masyarakat yang lebih mengedepankan keharmonisan dalam berbangsa dan bernegara,’’ kata Cecep. Kegiatan dialog teresebut berlanjut hingga Kamis (14/3) dengan sejumlah kunjungan ke Kampung Toleransi dan Masjid Lautze Bandung. Selain itu diadakan juga pemutaran film dakwah yang berfungsi sebagai gambaran bagaimana toleransi di Indonesia. (ant)
Kamis, 14 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Widya Jnana Kerti,Mephala Sukertaning Pemangku (6) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Penerapan Pertanian Bioindustri 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV
11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dharma Santhi (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Dialog Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Folk Song 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Dipa Santi Prajatama Desa Pakraman
Duda (3) 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Ngenteg Linggih,Mupuk Pedagingan lan Pedudusan Alit Ring Griya Simpangan Pejaten-Tabanan 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:05 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Trading Addict 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Menunggu Program JKNKBS dan KKA 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Bali Post/ant
ISU ASEAN - Presiden Jokowi bertemu Menlu Thailand membahas isu ASEAN.
Warung Global
Disayangkan WNA Masuk DPT
PENETAPAN Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu merupakan salah satu tahapan yang paling penting dalam menjamin terlaksananya pemilu yang berkualitas. Masuknya warga negara asing (WNA) dalam DPT dinilai karena manajemen statistik tidak profesional. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Rabu (13/3) kemarin. Berikut rangkumannya. Febri di Denpasar tidak mengerti bagaimana sistem dan prosesnya kenapa WNA bisa masuk DPT. Sementara masih banyak WNI yang belum terdaftar sebagai pemilih. Budiada di Tabanan mengatakan, ini terjadi karena manajemen statistik tidak profesional. Mengenai temuan WNA yang masuk dalam DPT tersebut, pihak Bawaslu Bali supaya menindaklanjutinya. Werda di Tegallalang mengatakan, DPT terkoneksi berbasis NIK atau KTP. WNA masuk DPT karena sistemnya tidak bekerja maksimal. Sebelum masuk DPT, ada daftar pemilih sementara. Pejabat paling bawah semestinya mengecek dan mengoreksi sebelum menjadi DPT. Petugas TPS nanti agar melarang WNA ikut memilih. Pada pemilu berikutnya agar ada pembenahan. Gama di Singaraja menyampaikan, masalah ini mudah ditelusuri dengan mengecek ke aparat yang paling bawah yakni kepala dusun. Bawaslu mesti melakukan penelusuran bila ada terindikasi WNA yang masuk DPT Pemilu 2019. Bu Ayu di Petang berharap KPU agar langsung melakukan pencoretan terhadap WNA yang ditemukan namanya ma-
Bantuan Medis
Sistem Rujukan Salah satu isi dalam Pergub Nomor 104 Tahun 2018, mengatur sistem rujukan terintegrasi agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dan berkualitas. Selain itu juga terjadi pemerataan layanan di rumah sakit. ‘’Yang dulunya numplek di RSUP Sanglah, sekarang sudah merata,’’ ujarnya ketika diwawancarai Bali Post, Selasa (12/3). Rujukan terintegrasi yang dimaksud dalam Pergub 104 tidak bertentangan dengan sistem rujukan online dari BPJS Kesehatan. Karena RSUP Sanglah yang merupakan pusat rujukan, bisa menerima rujukan dari faskes II ataupun faskes I dengan berbagai kelas rumah sakit, namun pada kasus–kasus tertentu. Misalnya di puskesmas (faskes I) diagnosis sudah ditegakkan, bisa merujuk ke faskes II tipe
B tanpa melalui tipe C terlebih dulu. Itu pun bisa dilakukan tanpa surat rujukan dari faskes II tipe C. Alasan lain untuk bisa melakukan rujukan tidak bertingkat adalah di faskes II yang dituju, fasilitasnya tidak lengkap. ‘’Kuncinya ada pada sistem rujukan terintegrasi (Sisrute),’’ pungkasnya. Semua faskes harus memasukkan data yang benar dan ter-update pada sistem itu, agar faskes yang akan merujuk dapat memilih tempat yang dekat dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Misalnya kebutuhan dokter spesialisnya atau kebutuhan peralatan kesehatannya. Upaya ini memang harus dilakukan Pemprov karena sesuai dengan Perpres Nomor 82 Tahun 2018, Bab 12 Pasal 99, bahwa pemda wajib mendukung penyelenggaraan program JKN. Dukungan itu bisa berupa pencapaian cakupan kepesertaan, iuran atau peningkatan pelayanan. (kmb42)
suk DPT Pemilu. Pemerintah dan Bawaslu harus mampu menjalankan tugas, wewenang, serta kewajibannya secara profesional dan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Angga di Denpasar mengatakan, pemerintah harus bertindak tegas agar tidak dipermainkan. KPU dan semua elemen yang bertanggung jawab terhadap pemilu harus segera menyelesaikan permasalahan DPT. Penetapan daftar pemilih tetap dalam pemilu merupakan salah satu tahapan yang paling penting dalam menjamin terlaksananya pemilu yang berkualitas. Gus Dark di Amlapura mengatakan KTP untuk WNA memang sudah diluruskan oleh departmen terkait, tetapi kalau sudah masuk DPT apalagi yang terbanyak diberitakan ada di Pulau Bali sangat disayangkan. Nama Bali tercoreng dengan banyaknya WNA yang masuk DPT, seolah-olah pihak yang bertanggung jawab tak mampu mendata mana tamu plesir, tamu yang pura-pura plesir dan tamu yang bekerja secara legal di era global ini. Semoga kejadian ini menjadi cambuk untuk mengetatkan izin dan memaksimalkan pendataan WNA. (dika)
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, untuk pemberian bantuan medis korban bom Sibolga, LPSK sudah bersurat ke Kapolda Sumatera Utara yang ditembuskan juga ke Kepala Kepolisian Indonesia dan Komandan Detasemen Khusus 88. ‘’Demi kepentingan pengobatan medis bagi korban, LPSK juga bersurat ke rumah sakit di mana para korban dirujuk,’’ katanya.
Edwin mengatakan, pemberian bantuan, khususnya medis untuk korban terorisme merupakan kewenangan LPSK sesuai amanat UU Nomor 31/2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 13/2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Penangkapan terduga terorisme Husain alias Abu Hamzah di Sibolga yang berlangsung dari Selasa (12/3) siang hingga Rabu dini hari menyebabkan masyarakat maupun polisi terluka. (ant)
balipost http://facebook.com/balipost
Kamis Pon, 14 MAret 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Desa Tegal Jadi Sentra Jajan Upakara Ukm
& Wonderful
Bali
Desa Tegal Jadi, Marga, Tabanan kini menjadi sentra jajan upakara. Berawal pada tahun 2007, sejumlah ibu membuat jajan upakara. Mereka memasarkan hanya di sekitar Tabanan. Setelah 12 tahun berlalu, produk jajan upakara menjadi salah satu ciri khas desa ini. Produk yang paling diminati adalah jajan kaliadrem. Bahkan jajan kaliadrem sudah dilirik sebagai produk oleh-oleh khas Bali. Salah satu pelaku UKM produk jajanan upakara di Desa Tegal Jadi adalah Ni Luh Putu Seriasih. Ia memaparkan dirinya terjun ke usaha jajan upakara bersama 15 ibu PKK lainnya pada tahun 2007 lalu. Awal ide membuat usaha ini,
karena ibu-ibu di Desa Tegal Jadi kerap membuat jajan upakara sendiri khususnya kaliadrem. Ternyata respons masyarakat terhadap rasa jajan yang dihasilkan ibu-ibu ini sangat baik. Selain sebagai jajan upakara, kaliadrem juga
Produk jajan kaliadrem yang sudah dikemas.
dijadikan camilan bahkan menjadi oleh-oleh khas Bali. ‘’Karena diperlukan dan rasanya enak, banyak yang mulai memesan. Ini menjadi awal dibuat kelompok ini dan terjun ke u s a h a pembuatan jajan upakara,’’ ujar Seriasih. Meski saat ini anggota dalam kelompok tersebut sudah berdiri sendiri, lanjut Seriasih, usaha pembuatan jajan upakara ini semakin meluas dan punya pasar masingmasing. Ia sendiri memiliki pasar di luar Tabanan seperti pasar tradisional Blahkiuh, Darmasaba, Sibang, bahkan sampai ke pasar di Gianyar. Produk yang dihasilkan Seriasih, awalnya hanya jajan kaliadrem. Kemudian berkembang dengan membuat jaja uli, jaja begina, reta dan satuh. Tidak hanya membuat sendiri, Seriasih juga mengumpulkan jajan upakara dari ibu-ibu lain yang ada di desanya. ‘’Biasanya dua hari sekali saya kumpulkan. Selain itu saya juga mengambil jaja macho dari Pupuan, sagon dari Gianyar serta dodol dari Buleleng,’’ jelasnya. Rata-rata per hari untung kotor yang didapatkan Seriasih dari menjual produk jajan upakara ini sebesar Rp 4 juta. Keuntungan ini
bisa meningkat jelang hari raya yang bisa mencapai Rp 6 juta hingga Rp 7 juta per hari. Selain menjual ke pasar tradisional, produk jajan kaliadrem S e riasih sudah masuk ke Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) Tabanan. Setiap bulannya pemesanan dari PDDS mencapai Rp 2,5 juta atau sebanyak 500 bungkus. Direktur PDDS Tabanan Putu Sugi Darmawan mengatakan rutin memesan jajan kaliadrem ke Desa Tegal Jadi setiap bulannya. ‘’Kami memesan 500 bungkus per bulannya,’’ ujar Sugi. Ia melanjutkan, pangsa pasar jajan Kaliadrem yang dijual lewat PDDS adalah untuk oleh-oleh khas Bali. Karenanya, penjualannya masih terbatas dan saat ini baru rutin diminta oleh toko oleh-oleh yang ada di DTW Tanah Lot. Kata Sugi, PDDS masih kesulitan memperluas penjualan jajan kaliadrem sebagai produk oleh-oleh ke outlet lain yang bekerja sama dengan PDDS. Salah satu kendalanya adalah daya tahan produk yang tidak panjang. ‘’Untuk ini kami sedang mencoba berkoordinasi ke produsen untuk mencari cara memperpanjang daya tahan produk,’’ ujar Sugi. (kmb24)
Pembuatan jajan kaliadrem.
Liga Champions
ronaldo loloskan Juve
Roma –
Cristiano Ronaldo mengangkat Juventus ke perempatfinal Liga Champions melalui hattrick spektakuler. Superstar Portugal berusia 34 tahun itu mencetak dua gol sundulan dan penalti yang membawa Juve menang agregat 3-2 atas Atletico Madrid pada laga kedua babak 16 besar Liga Champions di Allianz Arena, Turin, Rabu (13/3) pagi kemarin.
Setelah mencetak gol penentu penalti empat menit menjelang laga usai, Ronaldo menoleh ke arah para penggemar Atletico dan meniru gerakan pelatih Diego Simeone saat menang 2-0 pada pertemuan pertama di Spanyol dengan menggenggam alat kelaminnya dan mengeluarkan selangkangannya. ‘’Cristiano Ronaldo adalah yang terbaik di dunia. Dia dapat melakukan pertunjukan ini di malam-malam besar,’’ kata Simeone yang didenda 20.000 euro (22.000 dolar AS) oleh
UEFA karena sikapnya. Ronaldo kini telah mencetak 25 gol melawan Atletico dalam 33 penampilan, termasuk empat hattrick. Dua dari lima gelar Liga Champions-nya pada 2014 dan 2016 juga dimenangkan dengan mengalahkan Atletico di final. ‘’Dalam sejarah Juve tidak pernah ada yang kembali seperti ini. Itulah sebabnya Juventus membeli saya, untuk membantu mereka dalam pertandingan seperti ini. Saya melakukan pekerjaan dan sangat senang. Itu adalah malam yang ajaib,’’ ujarnya. Pemenang Ballon d’Or yang lima kali itu sekarang sejajar dengan bintang Barcelona Lionel Messi sebagai pemain yang mencetak hattrick terbanyak di Liga Champions yakni delapan. ‘’Ini adalah mentalitas yang Anda butuhkan di Liga Champions dan kami berada di jalur yang benar. Masih terlalu dini untuk membicarakan final, mari kita selangkah demi selangkah. Atletico adalah tim yang rumit untuk dihadapi, tetapi kami juga kuat,’’
tambah Ronaldo. Menurut pelatih Juventus Massimiliano Allegri, akan aneh bagi Ronaldo menyelesaikan Liga Champions hanya dengan satu gol. ‘’Itu pertandingan luar biasa malam ini dengan publik yang luar biasa pula. Para pemain memberikan malam yang hebat bagi sepak bola dan publik Italia,’’ jelasnya. Dukung VAR Bos Manchester City Pep Guardiola kembali mendukung penggunaan teknologi Video Assistant Referee (VAR) tetapi keputusannya mesti dipercepat setelah timnya menang 7-0 atas Schalke 04 di Etihad untuk maju ke perempatfinal Liga Champions. City menang agregat 10-2. Tiga gol City yang dicetak Sergio Aguero, Leroy Sane dan Raheem Sterling harus diperiksa oleh VAR untuk memastikan offside atau tidak. Penghentian pertandingan yang lama membuat frustrasi penonton di stadion. ‘’Mereka perlu sedikit lebih cepat membuat keputusan, tetapi itu adil,’’ ungkap Guardiola yang menginginkan Liga Utama Inggris memperkenalkan sistem itu musim ini. Meskipun kehilangan Kevin De Bruyne, Fernandinho dan Benjamin Mendy karena cedera dan Nicolas Otamendi, City dengan mudah melewati pejuang Bundesliga. Sergio Aguero mencetak dua gol awal sebelum Sane, Sterling dan Bernardo Silva masuk daftar pencetak gol. Phil Foden dan Gabriel Jesus kemudian bangkit dari bangku cadangan untuk menyumbang gol di babak kedua. Guardiola berharap akan semakin dimanja oleh pilihan pemain pada perempatfinal bulan depan. (afp/kmb)
Bali United Targetkan Juara Grup Bekasi (Bali Post) – Bali United akan melakoni laga terakhir penyisihan Grup B Piala Presiden 2019 menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jabar, Kamis (14/3) malam ini pukul 19.30 Wita. Laga ini akan menjadi adu
kualitas dua tim yang samasama sudah memastikan diri lolos ke babak delapan besar. Pelatih Kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan akan ada beberapa perubahan dari cara bermain tim Serdadu Tridatu menghadapi Bhayangkara FC. Ia juga memberikan
komentarnya terkait kemungkinan melakukan rotasi pemain. ‘’Setiap menghadapi lawan yang berbeda, tentu cara main kami juga akan berbeda. Mengenai kemungkinan rotasi, kami akan pantau kondisi para pemain terlebih dulu karena masa recovery yang singkat.
Saya juga akan bicara dengan pemain bagaimana kondisi mereka setelah pertandingan melawan Semen Padang lalu,’’ ujarnya seperti dikutif dari situs Bali United, Rabu (13/3) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Teco ini, lolos ke babak
kedua sudah bagus. Namun, apabila bisa melaju sebagai juara grup, di babak delapan besar tim asuhannya akan bermain di Bali. ‘’Tentu hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi kami. Jadi, kami akan berusaha untuk lolos sebagai juara grup,’’ tegasnya. (kmb)
Lomba balap sepeda nomor kriterium.
Bali Post/ist
ISSI Seleksi Atlet Pra-PON di Tabanan Denpasar (Bali Post) Pengprov Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Bali menjadwalkan seleksi di Tabanan pada Mei mendatang. Seleksi ini untuk menjaring atlet balap sepeda yang dipersiapkan berlaga di Pra-PON yang berlangsung Juli. Wakil Ketua Pengprov ISSI Bali Nyoman Kertiyasa mengemukakan, pertandingan PraPON cabor balap sepeda mendahului pelaksanaan Porprov Bali 2019 di Tabanan. Oleh karena itu, pihaknya dituntut menggelar seleksi lebih awal guna menjaring tim Pra-PON Bali. Seleksi nomor cross country, downhill, dan road race akan diadakan di Baturiti sebagai ajang persiapan pelaksanaan Porprov Bali 2019. ‘’Untuk nomor BMX, Bali hingga kini belum memiliki
trek berstandar nasional. Jadi, kemungkinan seleksinya dilakukan di Banyuwangi,” ucapnya di Denpasar, Rabu (13/3) kemarin. Total medali yang diperebutkan di ajang Porprov Bali mengacu pada Pra-PON dan PON yaitu total 12 emas. Seleksi melibatkan atlet berusia 16 sampai 22 tahun. Khusus nomor BMX dan downhill bisa diikuti atlet berusia 15 tahun. “Kami harapkan Pengkab dan Pengkot ISSI se-Bali mengirimkan atlet terbaiknya sesuai batasan umur,” jelasnya. Menurut Kertiyasa, PraPON nomor road race akan berlangsung di Banyuwangi, BMX di Jakarta serta downhill dan cross country di Sumatera Selatan. Pra-PON balap sepeda serentak digelar Juli mendatang. (022)
Denpasar (Bali Post) I Putu Toya yang selama ini menjabat Sekretaris KONI Kabupaten Karangasem, kini menjadi Ketua Umum (Ketum) sementara KONI Karangasem terhitung sejak 2 Maret lalu. Jabatan caretaker ini hanya dua bulan sampai 2 Mei mendatang. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Rabu (13/3) kemarin menjelaskan, Putu Toya menjabat Ketum sementara KONI Karangasem menggantikan Suadi. Suadi sempat menyatakan mengundurkan diri, namun batal bahkan masa kepemimpinannya diperpanjang selama enam bulan. Dalam jangka waktu dua bulan ini Toya diharapkan mampu menggelar
musorkab untuk menentukan Ketua Umum KONI Karangasem definitif. Toya harus bergerak cepat, sebab ketua umum terpilih nanti langsung dihadapkan pada persiapan kontingen Karangasem menghadapi Porprov Bali XIV di Tabanan yang digelar September. ‘’Kami tahu 2019 ini adalah tahun politik yang diwarnai pemilu, namun Putu Toya tetap dituntut bisa menggelar musorkab,’’ tutur Suwandi. Dijelaskannya, jabatan caretaker sama dengan Ketua Umum KONI, bahkan berhak mengelola anggaran. Musorkab harus digelar secepatnya mengingat pelantikan Ketua Umum KONI Karangasem yang baru dilakukan pada awal Mei. (022)
Toya, Ketum Sementara KONI Karangasem