Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 197 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu pon, 14 maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Dialog dengan Nelayan, Kunjungi Perajin Tenun Pegringsingan Kampanye di Karangasem, Tujuh Desa di Manggis Dukung Koster-Ace PASANGAN calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), Senin (12/3) menggelar kampanye di sejumlah titik di Kabupaten Karangasem. Salah satunya kampanye dialogis dengan ratusan warga di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis. Pada kesempatan itu, sebanyak tujuh desa di Kecamatan Manggis membulatkan tekad mendukung, memenangkan dan memilih Koster-Ace pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali, 27 Juni mendatang. Koster-Ace juga sempat mengunjungi kelompok nelayan di Desa Bugbug dan perajin tenun pegringsingan di Desa Tenganan. Koster-Ace yang didampingi Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace Kabupaten Karangasem I Gede Dana disambut gempita ratusan masyarakat yang hadir. Tak hanya pemuda dan tokoh masyarakat

yang memekikkan salam satu jalur, ibuibu PKK pun menari menyambut kedatangan Koster-Ace dengan tarian Pendet. ‘’Pak Koster sudah banyak menggelontorkan bantuan di Karangasem sebelum beliau melangkah nyalon gubernur. Desa kami juga mendapat bantuan wantilan dari beliau,’’ ucap Nyoman Kernia. Koster yang mendapat dukungan itu semakin optimistis merebut suara maksimal di Kabupaten Karangasem. ‘’Terima kasih banyak atas dukungan dari bapak dan ibu sekalian. Dengan dukungan ini auranya di Karangasem semakin terlihat. Kami makin optimistis menang di Kabupaten Karangasem,’’ ujarnya. Pada hari yang sama Koster-Ace juga berdialog dengan beberapa kelompok nelayan di antaranya Kelompok Nelayan Inti Samudra dan Kelompok Nelayan Giri Samudra di Pantai Virgin, Desa Bugbug. Beberapa nelayan langsung

menyampaikan persoalannya kepada Koster-Ace. Seperti yang disampaikan Ketua Kelompok Nelayan Giri Samudra, I Wayan Sumarna. Ia mengeluhkan beberapa hal. Pertama, berkaitan dengan sarana dan prasarana melaut seperti jukung, jaring dan mesin tempel. Kedua berkaitan dengan bahan bakar yang harganya semakin mahal. Ketiga soal kebutuhan akan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). ‘’Selama ini ikan dari sini didrop semua ke Kusamba, Klungkung. Kami usul agar dibuatkan satu saja pasar ikan di Karangasem agar harga jual tangkapan kami stabil,’’ harap Sumarna. Ia meminta kepada Koster-Ace agar lebih memperhatikan nasib nelayan jika kelak terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali pada pilkada serentak 27 Juni mendatang. Hal. 19 Bantuan Pemerintah

PENARI PENDET - Koster-Ace disambut penari Pendet pada kampanye dialogis di Desa Ulakan, Karangasem. Pada kesempatan itu, Koster-Ace juga berdialog dengan kelompok nelayan.

NIK dan KK Diduga Bocor

DPR Segera Panggil Menkominfo Jakarta (Bali Post) – Komisi I DPR memanggil Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dan operator terkait evaluasi registrasi ulang kartu seluler pada Senin pekan depan. ‘’Senin nanti kami akan mengundang Menkominfo dan operator seluler terkait evaluasi registrasi yang telah dilakukan,’’ ujar Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid, di Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Komisi I juga akan meminta jawaban bagaimana Menkominfo dan operator melindungi data konsumen yang dimasukkan melalui registrasi seluler tanpa adanya UU perlindungan data pribadi. Meutya menuturkan, Komisi I memanggil operator dan Menkominfo duduk bersama untuk melihat kesiapan masing-masing dalam melindungi data pribadi konsumen karena munculnya isu kebocoran data. Menurutnya, belum dapat diketahui bagaimana data bisa disalahgunakan terkait adanya warga yang mengeluhkan NIK dan KK-nya digunakan oleh puluhan nomor seluler lain. ‘’’Pintu’ terlalu banyak kalau menunjuk satu tempat, ini bisa

Wiranto

Wiranto Minta KPK Tunda Umumkan Calon Pilkada Terlibat Korupsi Jakarta (Bali Post) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari setuju apabila Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumumkan nama-nama calon kepala daerah yang diduga terlibat kasus korupsi di daerah. ‘’Diumumkan saja itu, tidak apaapa. Supaya masyarakat dan pemilih tahu mana calon kepala daerah yang benar-benar bersih, dan mana yang tidak,’’ kata Hasyim ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Selasa (23/3) sore. Hal. 19 Peserta Pilkada

Rudiantara

Bali Post/ant

TERGELINCIR - Proses evakuasi pesawat Batik Air yang tergelincir di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa (13/3) kemarin. Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6155 tergelincir saat akan lepas landas dari Manokwari dengan tujuan Sorong pada pukul 12.40 WIT. Pesawat batal berangkat akibat peristiwa itu.

dari perbankan, data pribadi kependuudkan NIK dan KK, bisa juga dari macam-macam,’’ ucapnya. Apalagi proses registrasi ulang merupakan hal yang kompleks, dari pengumpulan data, pemprosesan data hingga penggunaan data. Hal tersebut tidak cukup dengan peraturan menteri, kata Meutya, melainkan dibutuhkan undangundang untuk melindungi data pribadi masyarakat. Pihaknya pun mendorong pemerintah memasukkan RUU perlindungan data pribadi agar segera dibahas Komisi I DPR-RI, memanfaatkan momentum dorongan masyarakat yang besar. Hal. 19 Data Pribadi

Meutya Hafid

Jual-Beli Perkara Jadi Perhatian KY

Jakarta (Bali Post) – KPK kembali melakukan penangkapan terhadap sejumlah pihak di PN Tangerang. Ada empat orang yang diamankan. Dua di antaranya adalah hakim dan panitera pengganti. Terkait penangkapan aparat pengadilan, rupanya Komisi Yudisial (KY) telah lama memperhatikan praktik tersebut. Juru bicara KY Farid Wajdi mengatakan, praktik suap, gratifikasi dan jual-beli perkara di pengadilan menjadi perhatian publik dan praktik tersebut juga telah lama menjadi perhatian KY. ‘’Sekadar catatan, sejak sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) digelar oleh KY dan MA pertama kali di tahun 2009, kasus suap dan gratifikasi cukup mendominasi hingga sekarang,’’ kata Farid, Selasa (13/3) kemarin. Perkara suap, gratifikasi, dan jual-beli perkara, dikatakan Farid, selalu masuk dalam sidang MKH pada setiap tahun. ‘’Dari 49 sidang MKH yang telah dilaksanakan, sebanyak 22 laporan adalah kasus suap dan gratifikasi,’’ kata Farid. Lebih lanjut Farid mengatakan, citra lembaga peradilan dan kepercayaan publik

terhadap kekuasaan kehakiman sangat ditentukan oleh integritas pribadi, kapasitas, dan perilaku hakim dalam menjalankan tugasnya. ‘’Integritas yang seharusnya menjadi harga mati bagi hakim justru tercoreng dengan terulangnya kembali OTT,’’ kata Farid. Farid mengatakan, pada saat ini yang terpenting adalah langkah pembersihan, pembenahan, serta pembinaan agar hal ini tak kembali merusak citra dunia peradilan. KY mencatat sejak 2012 terdapat 28 orang di lingkungan peradilan yang terjerat operasi tangkap tangan oleh KPK. Dari 28 orang itu, 17 orang menjabat sebagai hakim dan sembilan orang menjabat sebagai panitera atau pegawai pengadilan. Hal. 19 Kronologi PAKAI ROMPI - Panitera Pengganti PN Tangerang Tuti Atika yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) mengenakan rompi tahanan seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin.

Bali Post/ant

Pilkada Melalui DPRD

Tidak Menjamin Bebas Korupsi Ketua DPR-RI mewacanakan pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD. Alasannya, menekan politik transaksional. Wacana itu pun mendapat penolakan termasuk dari politisi. Selain dinilai sebagai kemunduran demokrasi, pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga tak menjamin bebas dari politik transaksional.

Radendra Suastama

Kadek Diana

Nengah Tamba

PEMILIHAN kepala daerah secara langsung merupakan jawaban atas keterlibatan masyarakat dalam membentuk sistem kepemimpinan. Baik di pusat maupun di daerah. Jadi, tak elok bila pemilihan kepala daerah dikembalikan lagi ke DPRD tanpa satu pun melibatkan suara rakyat. Kendati alasannya adalah untuk mencegah politik transaksional. ‘’Masyarakat sudah punya kemampuan untuk melaksanakan sistem pemilu langsung, bahkan mampu melewati sistem yang rumit dengan mencoblos nama calon. Mereka juga sudah sepakat, maksudnya sudah senang dapat menentukan pemimpinnya secara langsung. Ngapain harus diubah lagi dengan hanya berpikiran untuk mencegah politik transaksional,’’ ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Kadek Diana, Selasa (13/3) kemarin. Kembali ke sistem lama, lanjut Diana, tak ubahnya sebagai langkah mundur da-

lam proses berdemokrasi. Terlebih, politik transaksional selama ini juga tidak pernah dipermasalahkan masyarakat. Sebagai contoh, ada politisi yang memberikan bantuan dana hibah atau menggulirkan program seperti proyek pembangunan untuk masyarakat. Justru masyarakat kebanyakan mendukung politisi yang sudah memberikan kontribusi seperti itu kepada mereka. ‘’Kalau tidak sependapat dengan itu berarti keinginan kita apa? Apa kita ingin mereka mendukung orang yang tidak pernah berbuat untuk mereka? Masyarakat itu sudah benar, dia mendukung orang-orang yang sudah berkontribusi terhadap kehidupan mereka. Baik secara pribadi, maupun dalam kehidupan mereka berkelompok di masyarakat,’’ papar anggota Komisi III ini. Diana menambahkan, ada rasa percaya diri yang tinggi ketika seorang politisi bisa terpilih melalui pemilihan langsung. Sebab itu artinya, mereka

memang benar-benar dikehendaki oleh masyarakat. Bukan atas kehendak partai seperti sistem terdahulu. Selain itu, sistem pemilihan langsung juga untuk mengukur kerja keras yang sebelumnya dilakukan di masyarakat melalui hasil pemilu. ‘’Apa yang sudah kita lakukan, kita sudah berbuat untuk mereka, apakah nanti selaras dengan suara yang akan kita peroleh pada saat pemilu nanti,’’ tandasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Bali I Nengah Tamba mengatakan, pasangan calon yang ikut dalam pilkada maupun calon legislatif sebaiknya tidak usah jor-joran memberikan sumbangan atau punia kepada masyarakat. Utamanya dalam bentuk uang, untuk mencegah politik transaksional. Sudah saatnya kini mereka saling adu program dan visi-misi. Hal. 19 Bibit Korupsi


denpasar

2

Rabu Pon, 14 Maret 2018

figur Balai Banjar Dilengkapi ’’Wifi’’ KEBUTUHAN internet di kalangan masyarakat semakin meningkat. Terlebih bagi anak-anak sekolah, mereka akan mencari tempat yang ada wifi untuk bisa mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Oleh karena itu, muncul sejumlah usulan dari masyarakat agar balai banjar juga dilengkapi wifi yang bisa dimanfaatkan oleh warga banjar, terutama anak-anak sekolah dan mahasiswa di banjar setempat. Hal ini mengemuka pada saat anggota DPRD Denpasar dari Fraksi Demokrat melakukan reses. Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra mengatakan, saat melakukan reses dengan masyarakat, banyak usulan yang masuk agar balai banjar dilengkapi internet, mengingat saat ini keperluan internet bagi masyarakat cukup besar. Selain itu, belum semua rumah warga ada wifi-nya. ‘’Kami berharap pemerintah bisa memfasilitasi usulan ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat,’’ ujanya, Selasa (13/3) kemarin. Dikatakan, banyak manfaat yang diperoleh warga banjar bila di balai banjarnya sudah ada internet. Anak-anak sekolah yang biasanya mencari internet harus keluar jauh-jauh dari rumah bersama temannya, kini bisa berkumpul di balai banjar. Aktivitas mereka juga tetap bisa terpantau karena dekat dengan rumah mereka masing-masing. ‘’Aktivitas di balai banjar juga akan lebih ramai, tidak hanya bila ada sangkepan banjar,’’ katanya.(ara)

Bali Post/025

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi hasil Konkernas PGRI bagi guru di Denpasar Barat, Selasa (13/3) kemarin.

Anggota PGRI di Denpasar Makin Menyusut

Denpasar ( Bali Post) Kekurangan guru di Kota Denpasar hampir merata di semua kecamatan. Sejumlah guru kini memasuki masa pensiun, sementara pengangkatan guru PNS masih nihil. Hal ini menyebabkan jumlah anggota PGRI di Kota Denpasar makin menyusut. Hal itu terungkap pada acara konsolidasi dan sosialisasi hasil Konkernas PGRI untuk anggota PGRI di Kecamatan Denpasar Barat (Denbar), Selasa (13/3) kemarin. Acara konsolidasi dan sosialisasi dipusatkan di SDN 5 Padangsambian diikuti semua guru di Denbar. Ketua PGRI Denbar Dr. I Wayan Riktiasa, S.Ag., M.Ag. menegaskan, jumlah anggota PGRI Denbar saat ini tercatat 715 orang. Dia mengakui, jumlah anggota PGRI Denbar makin menyusut karena banyak yang pensiun. Bahkan, masih ada 200 guru yang belum menjadi anggota PGRI termasuk guru kontrak Pemkot Denpasar. Riktiasa mengakui Kecamatan Denpasar masih kekurangan guru kontrak untuk Bahasa Bali dan Bahasa Inggris. Bahkan, banyak SD yang belum bisa mendapatkan guru kontrak Bahasa Bali dari Pemkot Denpasar karena kurangnya pelamar. Hal ini, kata dia, kemungkinan disebabkan guru Bahasa Bali banyak terserap menjadi penyuluh agama di desa. Makin menciutnya anggota PGRI juga diakui Ketua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. Hal ini disebabkan karena banyaknya guru yang pensiun dan belum adanya pengangkatan guru baru. Sementara guru kontrak Pemkot Denpasar belum ada yang masuk menjadi anggota PGRI. Makanya, dia mengatakan anggota PGRI kini bisa diikuti oleh para pensiunan guru, karyawan sekolah atau calon guru. Winata menegaskan, anggota PGRI wajib solid untuk memperjuangkan nasib guru. Hal ini sudah terbukti kesolidan PGRI membuahkan kenaikan gaji guru dan sertifikasi guru. Sebab, sertifikasi bukan hanya untuk guru PNS namun juga untuk guru honor dan guru kontrak. Dengan demikian, semua guru bisa mengajar secara aman dan tenang. ‘’Perjuangan PGRI sudah jelas, belum tentu dimiliki organisasi guru lainnya,’’ ujarnya. Winata mengatakan, sejak 2017 lalu Denpasar kekurangan banyak guru akibat pensiun massal. Hal ini harus segera diatasi oleh semua pihak. Masalah kekurangan guru ini juga menjadi atensi khusus dalam Konkernas dan meminta pemerintah segera mengatasi kekurangan guru tersebut. Ia mengusulkan selain kekurangan guru ditanggung oleh dana desa dan pengangkatan guru kontrak dan PNS oleh pemerintah, namun bisa dilakukan juga oleh kalangan swasta lewat dana CSR-nya. Makanya dalam perekrutan CPNS 2018 ini, dia minta formasi untuk guru PNS tetap ada. Sementara itu, Sekcam Denbar I.B. Purwanasara menilai pentingnya ada lembaga hukum pembela guru ketika guru diadukan ke ranah hukum saat menjalankan tugas profesinya. Selain itu menjadikan profesi guru yang sejahtera dan bermartabat. Menghadapi tahun politik, dia mengingatkan anggota PGRI wajib netral. Bahkan, dilarang berfoto dengan kode jari tertentu karena bisa dipanggil. ’’Jangan sampai guru dipanggil karena kasus itu. Toh, hanya beberapa menit di TPS yang menentukan,’’ ujarnya. (025)

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Polisi Amankan Ratusan Liter Mikol Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

MELASTI – Krama Desa Pakraman Peguyangan melaksanakan upacara melasti di Pantai Padanggalak, Selasa (13/3) kemarin.

Desa Pakraman Peguyangan Awali ”Melasti” di Pantai Padanggalak

Denpasar (Bali Post) – Rangkaian pelaksanaan Tawur Kasanga dan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 diawali dengan upacara melasti. Kegiatan melasti ini dilakukan oleh masing-masing desa pakraman sebagai simbol menyucikan alam semesta dan juga diri sendiri yang bertempat di laut dan sumber air lainnya. Seperti yang terlihat di Pantai Padanggalak, Kesiman, Selasa (13/3) kemarin, Desa Pakraman Peguyangan mengawali proses pamelastian di Pantai Padanggalak. Ribuan krama desa pakraman dengan menggunakan puluhan kendaraan telah memadati pantai yang berpasir hitam itu.

‘’Sejak dua tahun lalu disepakati kami melasti lebih awal. Pertimbangannya, bila dilakukan tiga hari sebelum Nyepi, terlalu padat karena desa pakraman lainnya juga lebih banyak hari itu,’’ ujar Pecalang Desa Pakraman Peguyangan Wayan Sumarta. Menurut Sumarta, persiapan melasti ini sudah dilakukan sejak Senin (12/3) lalu. Kemarin, mereka mulai berangkat dari desa menuju pantai sejak pukul 06.00 Wita. Selain pratima yang ada di Pura Puseh/Desa dan Bale Agung di desa setempat, beberapa pratima di Pura-pura di banjar se-Desa Peguyangan juga ikut melasti ke Padanggalak. Setelah melakukan prosesi pe-

nyucian dan diakhirnya dengan persembahyangan bersama, umat kembali mundut pratima serta perangkat suci lainnya kembali. Sekitar pukul 09.30 Wita, proses pamelastian desa tersebut selesai. Sementara itu, pantauan di Pantai Matahari Terbit dan Pantai Bali Beach, Sanur siang kemarin belum ada yang melasti ke tempat tersebut. ‘’Mungkin besok (hari ini - red) yang banyak melasti ke sini. Tadi belum ada,’’ ujar salah seorang petugas jaga karcis di Pantai Matahari Terbit. Selain Pantai Padanggalak, Pantai Matahari Terbit dan Pantai Bali Beach, Sanur, beberapa pantai lainnya juga menjadi

tempat pamelastian desa-desa pakraman di Denpasar. Beberapa titik pantai di Denpasar yang juga dijadikan tempat melasti, di antaranya Pantai Segara, Pantai Mertasari, Pantai Pamelisan, Suwung Kangin, Pantai Benoa (dekat Akame), kawasan sebelah timur Pura Candi Narmada. Dari sejumlah tempat melasti, Pantai Padanggalak yang paling banyak dijadikan lokasi melasti. Pantai ini biasanya digunakan sejumlah desa pakraman untuk melasti, di antaranya Peguyangan Kaja, Peguyangan Kangin, Kelurahan Peguyangan, Desa Dauh Puri Kaja, Desa Pakraman Poh Gading, Ubung Kaja, Desa Pakraman Ubung, Tonja,

Sumerta Kaja, Kesiman Petilan, Penatih Dangin Puri, Penatih, Sumerta Kauh, Kesiman Kertalangu, Kelurahan Sumerta serta Kelurahan Kesiman. Sedangkan Desa Dangin Puri Kelod memilih Pantai Sindu untuk melasti. Pantai Matahari Terbit dijadikan tempat melasti oleh Desa Sumerta Kelod dan Sanur Kaja. Pantai Segara digunakan tempat melasti oleh Desa Sanur, Sanur Kauh, dan Renon. Pantai Mertasari dimanfaatkan Desa Pakraman Sidakarya. Sementara Sesetan memilih tempat di Jalan Pamelisan Suwung Batan Kendal dan Desa Pemogan melasti di belakang Pura Dalem Penataran Suwung Kauh. (kmb12)

Atasi Permasalahan JKN

Pemerintah Didorong Bentuk Tim Monev Terpadu

Denpasar (Bali Post) Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) Bali mendorong pemerintah untuk segera membentuk tim monitoring evaluasi (monev) terpadu. Hal itu lantaran masih banyaknya keluhan dari peserta JKN terkait ketidaksesuaian hak kamar peserta dan masih adanya iur biaya (cost sharing) untuk pembelian obat dan alat tertentu. Ketua Persi Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan hal itu, Selasa (13/3) kemarin. Menurut Wiryana Patra Jaya, jumlah orang yang di-cover JKN sangat besar, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan (faskes) yang melayani JKN lebih banyak lagi. Berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada Februari lalu, ketersediaan tempat tidur memang masih kurang. Sehingga tak heran kekurangan kamar atau ketidaksesuaian hak kamar peserta masih terjadi. Oleh karena itu, peran regulator (Dinas Kesehatan - red) harus ditingkatkan lagi. ‘’Kami ingin ada tim monev, tim monev ini terpadu yakni dari unsur dinas, Persi dan BPJS Kesehatan. Dengan begitu, kita bisa mengkaji suatu permasalahan di rumah

sakit itu dengan baik dan mencarikan jalan keluarnya. Tim monev agar online selama 24 jam, sehingga setiap keluhan yang masuk dapat diatasi dan ditelusuri di lapangan,’’ katanya menyarankan. Dalam rangka mendorong mutu layanan rumah sakit, kata Wiryana Patra Jaya, Persi mendorong agar RS segera melakukan akreditasi. Karena sesuai Permenkes 56, syarat RS menjadi provider BPJS Kesehatan adalah terakreditasi. Sementara di Bali, ada lima RS yang belum terakreditasi dari total 60 RS yang beroperasi di Bali, di antaranya Graha Asih, Bali Jimbaran, BaliMed Negara dan RSBM. ‘’Sekarang saya sedang mendampingi Graha

Asih dan Bali Jimbaran untuk akreditasi. Dengan terakreditasinya semua RS, maka pemecahan permasalahan JKN secara perlahan dapat teratasi. Masyarakat di Badung Selatan itu tidak perlu lagi lari ke Kapal, sehingga RS yang telah ada sebelumnya dapat dimanfaatkan dengan optimal,’’ ujarnya. Menurut Wiryana Patra Jaya, masalah tempat tidur tidak hanya masalah jumlah. Namun, hari rawat pasien juga harus dikendalikan dengan baik, sehingga hari rawat rata-rata bisa 3-5 hari. Selain itu, solusi permasalahan kekurangan kamar tidak hanya dengan membangun gedung. Namun juga bisa dengan mengoptimalkan program kun-

jungan ke rumah. ‘’Sekarang jika didorong peningkatan tempat tidur akan menjadi masalah lagi, karena ada aturan pembangunannya. Sedangkan membangun ke atas tidak bisa,’’ ujarnya. Wiryana Patra Jaya menambahkan, permasalahan iur biaya masih kerap terjadi dengan alasan obat atau alat tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Sementara BPJS Kesehatan dalam membayarkan premi berdasarkan sistem paket INACBG’s. Artinya, suatu penyakit telah memiliki tarifnya masingmasing. Maka dari itu, tidak ada alasan dari pihak RS atau faskes mengenakan iur biaya. Jika iur biaya masih dikenakan, berarti pihak RS/faskes belum bisa menerapkan efisiensi sesuai harapan dari program JKN ini. Untuk itu, ada beberapa faskes yang belum bisa berkomitmen melayani peserta JKN hanya diperpanjang kerja samanya selama tiga bulan. ‘’Tahun ini,

KPK akan turun untuk melakukan penindakan kecurangankecurangan, sehingga semua pihak diminta mengikuti aturan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. mengatakan, tim monev sudah ada. Guna mengatasi permasalahan kamar atau ketidaksesuaian hak yang diterima peserta, katanya, pihaknya telah membuat sistem transparansi kamar yang disebut Sisrute (sistem rujukan terintegrasi). Dengan sistem tersebut, peserta dapat melihat ketersediaan kamar di suatu faskes. Namun, saat ini aplikasi tersebut sedang dalam proses integrasi dengan semua RS di Bali. ‘’Targetnya tahun ini bisa online semua,’’ tegasnya. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

1.130 Ogoh-ogoh Diarak Saat ’’Pangerupukan’’

Denpasar (Bali Post) Berkaitan dengan perayaan hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940 yang jatuh pada Sabtu (17/3) mendatang, Polresta Denpasar menggelar rapat koordinasi (rakor) dihadiri stakeholder dan pihak terkait. Dalam rakor tersebut terungkap saat Pangerupukan di wilayah Denpasar akan diarak 1.130 ogoh-ogoh. Sedangkan jumlah personel yang dikerahkan mencapai 1.907 orang. “Terkait perayaan Nyepi, tadi Polresta Denpasar telah melaksanakan rakor dengan stakeholder dan instansi terkait kesiapan-kesiapan pengamanan. Perlu kami informasikan, hari raya Nyepi bersamaan dengan hari raya Saraswati. Sesuai kebijakan yang diputuskan, perayaan Nyepi dilaksanakan pukul 06.00 Wita, sehingga perayaan Sarawasti diharapkan dilaksanakan dari pukul 00.00 sampai 05.00 Wita,” ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana, Selasa (13/3) kemarin. Menurut Artana, pada saat itu tidak menutup kemungkinan ada krama yang melaksanakan piodalan dan diminta agar pelaksanaan bisa menyesuaikan. “Pelaksanaan pengamanan melibatkan semua instansi, baik itu dari TNI, Satpol PP, BPBD, pecalang dan desa adat. Semua

punya tanggung jawab sesuai fungsinya masing-masing,” ungkapnya. Khusus saat Pangerupukan, Wakapolresta mengimbau kepada masyarakat saat pawai ogoh-ogoh tidak melewati batas wilayahnya masing-masing. Pasalnya sudah ditentukan dan disepakati lokasinya. Tujuannya untuk mengantisipasi benturan fisik atau bentrokan. Selain itu, saat mengarak ogoh-ogoh dilarang menggunakan musik selain gamelan sebagai pengiringnya. “Contohnya musik disko dan musik keras lainnya, tidak boleh karena bisa menyulut emosional pengaraknya,” kata Artana. Tidak kalah pentingnya, Artana juga mengingatkan agar pengarak ogoh-ogoh tidak minum minuman keras karena bisa memicu gesekan dan akhirnya merusak suasana pangerupukan itu sendiri. Usai pawai diharapkan ogoh-ogoh jangan ditaruh di sembarangan tempat, tetapi harus dibawa ke wilayah desanya dan dibakar. Dengan demikian, tidak mengganggu kebersihan dan kenyamanan Kota Denpasar. “Untuk menindaklanjuti imbauan tersebut, kami sudah berkoordinasi dengan bendesa adat dan Mejelis Madya demi kebaikan kita bersama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pen-

gamanan difokuskan di Patung Catur Muka karena sentral kegiatan di sana,” ungkap perwira asal Tabanan ini. Artana mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di lingkungannya masing-masing. Selain itu, umat Hindu diharapkan melaksanakan catur brata panyepian atau empat pantangan yang dilaksanakan saat Nyepi, yaitu amati karya (tidak bekerja), amati geni (tidak menyalakan api), amati lelungan (tidak bepergian) dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang). Rakor pengamanan Nyepi juga dilaksanakan Polres Badung yang dipimpin Kapolres AKBP Yudith Satriya Hananta. Dalam sambutannya, Yudith menyampaikan bahwa kepolisian dan TNI bersama pecalang, tokoh masyarakat serta tokoh agama siap untuk mengamankan rangkaian perayaan Nyepi supaya berjalan damai. Selain itu agar toleransi antarumat beragama tetap terjalin. “Menghadapi Pilkada 2018, Polri dan TNI sudah mengantisiapsi berita hoax, isu SARA dan ujaran kebencian. Kami berharap jangan mudah terhasut oleh isu tersebut sehingga pelaksanaan Pilkada 2018 dapat berjalan dengan aman tertib dan damai,”

Bali Post/rah

RAKOR - Polresta Denpasar saat menggelar rakor pengamanan hari raya Nyepi, Selasa (13/3) kemarin. tegasnya. Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Badung Kompyang Swandika menyampaikan rasa syukur dan terima kasih serta penghargaan yang setinggitingginya kepada jajaran kepolisian khususnya Polres Badung. Terutama, dalam rangka meningkatkan kebinekaan dan kerukunan antarumat beragama. Beberapa seruan majelis agama dan keagamaan Kabupaten Badung yaitu umat lain wajib ikut menjaga kesucian hari

raya Nyepi, siaran radio dan TV tidak diizinkan siaran saat Nyepi, provider penyedia jasa seluler diharapkan mematikan data seluler internet selama Nyepi, masyarakat tidak diperkenankan menyalakan petasan, mercon dan bunyi-bunyian yang dapat mengganggu kesucian Nyepi. Di samping itu, tidak diperkenankan menyelenggarakan paket hiburan Nyepi di hotel wilayah Kabupaten Badung. Desa dan kelurahan berkewajiban mengamankan pelaksanaan Nyepi. (kmb36)


BADUNG

Rabu Pon, 14 Maret 2018

3

Program ’’Wifi’’ Gratis

Koneksi Internet Harus Bagus Mangupura (Bali Post) Rencana pemasangan wifi gratis oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dari ujung utara sampai ujung selatan Badung mendapat sambutan positif dari kalangan DPRD Badung. Namun untuk program wifi tersebut, selain gratis untuk masyarakat, namun koneksi internetnya juga diharapkan bagus. Wakil Komisi II DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa mengatakan, keberadaan wifi ini penting untuk mengajarkan masyarakat melek teknologi dan informasi. Namun, pihaknya meminta kepada pemerintah agar layanan wifi yang disiapkan benar-benar bagus, tidak lambat maupun tidak sering mati. ‘’Wifi gratis itu bagus. Kami sangat dukung, tapi harus benar-benar bagus dan tidak lemot,’’ kata Dirgayusa, Selasa (13/3) kemarin. Untuk kepentingan tersebut, kata Dirgayusa, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait dalam hal ini Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Badung. Hal ini untuk membahas terkait dengan kualitas dari layanan wifi nantinya. Jangan sampai hal ini hanya dijadikan program pencitraan saja. ‘’Nanti wifi gratis dari ujung utara sampai ujung selatan Badung itu harus bagus, lancar dan berkualitas,’’ tegasnya. Sebelumnya, Kepala Diskominfo Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan, akan ada sekitar 986 jaringan wifi yang dipasang. Jaringan wifi ini akan dipasangan di Kantor Pemkab Badung, kantor perbekel dan balai banjar se-Badung, semua sekolah, puskesmas dan sejumlah tempat strategis lainnya. Dikatakan, proyek wifi ini masih dalam proses tender di LPSE Badung. Kendati demikian, pihaknya menargetkan piranti wifi itu sudah terpasang di seluruh wilayah Badung pada tahun 2018 ini. (kmb23)

Bali Post/kmb23

PENGASAPAN - Seorang petugas melakukan pengasapan (fogging) di kawasan perumahan di Jimbaran, Selasa (13/3) kemarin. Kondisi cuaca yang tidak menentu mengakibatkan banyak genangan air yang menjadi sarang nyamuk. Kegiatan pengasapan ini dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya populasi nyamuk penyebab demam berdarah.

Tunggu Proses di Dewan

PAW Yonda Dilakukan Setelah Nyepi

Mangupura (Bali Post) -

Proses Pergantian Antar-Waktu (PAW) anggota DPRD Badung I Made Wijaya akan dilakukan setelah hari raya Nyepi. Pembahasan PAW tersebut saat ini masih terus berproses di DPRD Badung, baik di tingkat Badan Kehormatan (BK) maupun pimpinan Dewan. Hal itu ditegaskan Sekretaris DPRD (Sekwan) Badung I Nyoman Predangga, Selasa (13/3) kemarin. Menurut Predangga, usulan resmi dari Partai Gerindra terhadap PAW politisi yang akrab disapa Yonda tersebut sudah masuk ke DPRD Badung. Saat ini BK sudah rapat dan pihaknya akan segera berkoordinasi. Apabila proses sudah lengkap, maka PAW akan dilakukan secepat-

nya. ‘’Kemungkinan setelah Nyepi baru bisa (PAW - red). Nanti dirapatkan lagi,’’ tegasnya. Dalam Rapat Badan Musyawarah (Banmus) penyusunan jadwal untuk Maret, Predangga mengakui memang belum disinggung terkait Sidang Paripurna Istimewa PAW. Namun, pi-

haknya memastikan akan segera berkoordinasi. Dikonfirmasi terpisah terkait PAW Yonda, Ketua DPC Gerindra Badung I Gusti Ketut Puriarta mangatakan, pihaknya masih menunggu proses di DPRD Badung. Sebagai pengantinya, Yonda akan digantikan oleh I Wayan

Suweta yang memperoleh suara terbanyak kedua setelah Yonda. ‘’Masih menunggu proses di Dewan,’’ kata Puriarta yang akrab disaba Gus Krobo. Sementara itu, I Wayan Suweta saat dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut. Sebagai kader Gerindra, dirinya mengaku siap mengikuti keputusan partai. Terkait dengan usulan partai yang akan melakukan PAW, dirinya juga telah melakukan komunikasi dengan pimpinan partai dalam hal ini Ketua DPC Gerindra Badung.

‘’Sebagai kader, saya siap mengikuti keputusan partai. Apa pun keputusannya akan saya ikuti,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Partai Gerindra sudah resmi mengusulkan pencopotan Made Wijaya dari keanggotaan DPRD Badung. Made Wijaya alias Yonda sendiri sebelumnya dinyatakan bersalah dan diganjar satu tahun hukuman penjara oleh Pengadilan Negeri Denpasar dalam kasus reklamasi di Pantai Tanjung Benoa. (kmb23)

Diduga Jadi Pengedar Narkoba

Oknum ’’Security’’ Diadili Bali Post/asa

HUKUMAN - Perbekel Dencarik I Made Suteja yang juga Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel/Kepala Desa Buleleng dijatuhi hukuman satu tahun penjara di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (13/3) kemarin.

Diduga Korupsi APBDes

Ketua Forkom Perbekel Buleleng Dihukum Setahun

PERBEKEL Dencarik, Banjar, Buleleng, I Made Suteja, yang juga merupakan Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Perbekel/Kepala Desa Buleleng dijatuhi hukuman selama setahun penjara. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa (13/3) kemarin, majelis hakim pimpinan Angeliky Day menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi APBDes sebagaimana dalam dakwaan subsider. Yakni melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf a dan b, ayat 2 dan ayat 3 UU Tipikor Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor, jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Selain itu, terdakwa dihukum membayar denda Rp 50 juta subsider empat bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, JPU Fajar bersama Gusti Widana menuntut terdakwa supaya dihukum 1,5 tahun penjara, denda Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan. Sebelumnya, dalam surat dakwaan dijelaskan terdakwa Suteja diduga mengkorupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (ABPDes) Desa Dencarik pada tahun 2015 dan 2016 lalu. Dana yang diselewengkan besarnya mencapai Rp 149 juta. Angka itu berdasarkan akumulasi dana yang tidak bisa dipertanggungjawabkan Drs. Made Suteja selaku Perbekel Dencarik. Rinciannya, uang dari sebagian penerimaan pendapatan desa yang tidak dipertanggungjawabkan dalam APBDes Rp 105.805.000 serta uang selisih pertanggungjawaban belanja desa setelah setoran pajak Rp 42.125.551. (asa)

Bali Post/dok

BERKUNJUNG - Sejumlah wisatawan asing berkunjung ke Pasar Kuta. Menjelang hari raya Nyepi, Dinas Pertanian dan Pangan Badung mengoptimalkan monitoring harga kebutuhan bahan pokok untuk menjaga stabilitas harga di pasaran seiring meningkatnya permintaan.

Jelang Nyepi

Dinas Pertanian dan Pangan Monitoring Harga Bahan Pokok Mangupura (Bali Post) Menjelang hari raya Nyepi Tahun Çaka 1940, Pemkab Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan Badung mengoptimalkan monitoring harga kebutuhan bahan pokok. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran seiring meningkatnya permintaan. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Ketut Karpiana, secara umum harga kebutuhan bahan pokok masih terpantau normal. Diakuinya, memang ada bahan pokok yang harganya naik seperti cabai, namun yang lainnya masih stabil. Saat ini harga cabai kecil di pasaran berkisar antara Rp 64 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogram. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan, pada pekan sebelumnya, harga

cabai kecil masih di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. Tidak demikian halnya dengan cabai besar. Saat ini justru cabai besar mengalami penurunan harga. ‘’Pada pekan lalu, harga cabai besar berada di kisaran Rp 48 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 42 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram,’’ kata Karpiana, Selasa (13/3) kemarin. Karpiana menegaskan, monitoring harga ini tidak hanya dilakukan saat mendekati hari raya. Namun, pihaknya rutin melakukan monitoring setiap pekan. Mengenai pasokan bahan pokok, pihaknya memastikan masih dalam kondisi aman. ‘’Kami telah berkoordinasi dengan semua pihak dalam upaya mengantisipasi tingginya permintaan menjelang Nyepi. Terlebih terkait harga sangat dipen-

garuhi dengan jumlah pasokan yang tersedia,’’ ujarnya. Menurut Karpiana, sejumlah komoditi mengalami penurunan harga. Beras lokal kualitas I dari Rp 13 ribu per kilogram, kini turun Rp 500. Sementara Beras C4 juga turun, dari semula Rp 12 ribu lebih per kilogram, saat ini rata-rata Rp 11 ribu. Sedangkan beras IR turun Rp 2.000 per kilogram dari pekan lalu, yaitu rata-rata Rp 10 ribu per kilogram. Begitu juga dengan gula, minyak dan sayur-sayuran relatif stabil harganya menjelang Nyepi. Sedangkan harga daging babi masih stabil di kisaran harga Rp 55 ribu per kilogram dan daging ayam ras Rp 35 ribu per kilogram. Harga telur ayam ras Rp 1.250 per butir dan telur ayam kampung rata-rata Rp 2.000 per butir. (kmb23)

DIDUGA menjadi pengedar narkoba, oknum security terdakwa Moh. Tadin alias Mothadin (35), Selasa (13/3) kemarin diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. JPU Raka Arimbawa di hadapan majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami menguraikan surat dakwaan serta pasal yang dipakai menjerat terdakwa, yakni Pasal 114 dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas dakwaan itu, pria asal Banyuwangi itu terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. Diuraikan dalam dakwaan yang dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum, terdakwa awalnya ditangkap petugas Polda Bali. Terdakwa Moh. Tadin alias Mothadin ditangkap di Jalan Sunset Road, Kuta, pada 13 Desember 2017 lalu. Saat dilakukan pemeriksaan,

terdakwa ditengarai sebagai pengedar narkoba sebagaimana dilaporkan masyarakat. Mothadin kemudian digiring ke rumah kosnya di Jalan Mahendarata Gang Bhuana Putra, Padangsambian. Disaksikan masyarakat umum, polisi menggeledah kamar terdakwa dan ditemukan kotak plastik yang di dalamnya berisi 20 paket plastik klip bening berisi kristal bening diduga narkortika jenis sabu-sabu dan satu klip diduga isi pil ekstasi yang berat total 14,71 gram brutto. Selain itu juga ditemukan alat isap sabusabu berupa bong dan timbangan digital serta korek api. Atas dakwaan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Benny Hariono, tidak akan mengajukan eksepsi, sehingga sidang berikutnya diagendakan pemeriksaan saksi-saksi. (asa)

Saat Malam ’’Pangerupukan’’

Dinas Damkar Tambah Empat Pos Jaga Mangupura (Bali Post) Selama malam Pangerupukan menyambut hari raya Nyepi, selain tetap siaga 24 jam, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Badung akan menambah pos jaga dan personel. Dari sebelumnya ada sebanyak delapan pos akan dilakukan penambahan sebanyak empat pos. Menurut Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, malam Pangerupukan memang menjadi perhatian pihaknya. Pasalnya, dari pengalaman tahun 2017 lalu, pada malam Pangerupukan ada satu kejadian kebakaran. Untuk itu, pihaknya akan melakukan penambahan pos jaga. ‘’Kami akan tetap siaga 24 jam. Saat Pangerupukan, petugas akan disebar di luar pos yang sebelumnya ada yaitu delapan pos,’’ kata Wirya, Selasa (13/3) kemarin. Mantan Camat Kuta Selatan ini mengatakan, akan ada tamba-

han empat pos lagi. Di antaranya, di Kantor Camat Kuta Selatan, kawasan Kuta Utara, Munggu dan Plaga. ‘’Jadi, total ada 12 pos yang akan disiagakan,’’ ujarnya. Saat Nyepi, Sabtu (17/3) mendatang, Wirya mengatakan hanya akan ada tambahan satu pos, yaitu di Plaga karena lokasinya relatif jauh dari pos lainnya. Jika ditempuh dari Petang, bisa memakan waktu sekitar 30 menit sehingga di Plaga perlu ditempatkan satu pos tambahan saat Nyepi. Sementara untuk masingmasing pos nantinya akan ada minimal enam hingga tujuh orang personel. Dengan jumlah BW (mobil pemadam) di masing-masing pos minimal dua unit. Wirya menambahkan, pada Nyepi 2017 lalu, di daerah Plaga memang tidak ada atau nihil kejadian kebakaran. ‘’Tahun 2017 lalu hanya ada satu kejadian kebakaran saat malam Pangerupukan yaitu di kawasan Munggu. Sedangkan tahun 2016 juga nihil kejadian,’’ terangnya. (kmb23)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

SMK TI Bali Global Sabet Dua Juara Umum Kompetisi IT Siswa Berprestasi Diguyur Beasiswa Rp 16 Juta

BERPRESTASI – Kepala SMK TI Bali Global Denpasar Drs. I Gusti Made Murjana, M.Pd. bersama siswa berprestasi yang meraih juara umum di STIMIK STIKI Indonesia dan Stikom Bali. SMK TI Bali Global Denpasar memang layak disebut bukit permata yang dihuni banyak insan berprestasi. Terbukti, dua piala juara umum kompetisi IT berhasil disabet, masing-masing juara umum tingkat Provinsi Bali di STMIK STIKI Indonesia 2018 dan juara umum Fast Techno tingkat regional se-Bali, Jawa, dan Lombok di Stikom Bali 2018. Kepala SMK TI Bali Global Drs. Gusti Made Murjana, M.Pd. tersenyum menerima piala dari siswa berprestasi, Selasa (13/3) kemarin. Siswa berprestasi mendapat ucapan selamat khusus dari Kasek Gusti Made Murjana dan menerima beasiswa total Rp 16 juta. Pada kompetisi IT di STIMIK STIKI Indonesia, siswa SMK TI Bali Global Denpasar menyabet

tiga gelar juara yaitu juara I dan predikat The Best Movie lomba short movie oleh Andra Sugiono, Ivan Surya Nugraha dan A.A. Ngurah Krisna Putra D. Selanjutnya predikat harapan lomba the best movie oleh I Made Waskita Prananjaya, I Made Karuna Dwipa dan Kadek Tresna Guna Darma serta juara umum Fast Techno tingkat regional se-Bali, Jawa, Lombok di Stikom Bali 2018. Siswa berprestasi SMK TI Bali Global membukukan 11 gelar juara. Prestasi ini meliputi juara I lomba Ms. Word diraih Danang, juara I dan II lomba Desain Blog atas nama Gede Hendri Mahardika Wicaksana dan Wahyu Budi Setyawan, juara I dan III lomba Desain Animasi atas nama Dewa

Putu Aditya Surya Baswara dan Steven Chandra Irawan. Berikutnya tim cerdas cermat SMK TI Bali Global yang diperkuat Pande Made Yuda Adi Winata, I Wayan Prema Agus Prasetya dan Nanda Mesa Nur Arya Bawa sukses merebut juara I. Predikat juara lain dipersembahkan dari lomba WEB Desain dengan meraih juara I dan II atas nama Wahyu Budi Setyawan dan I Kadek Dwi Supartama. Tim 1 Short Movie Globaliti pada kompetisi IT itu sukses menyabet predikat short movie terbaik, disusul Tim 2 Short Movie Globaliti menyabet Cinematography terbaik dan Tim 3 Short Movie Globaliti mendapat predikat short movie terfavorit. Teater Bagol (Bali Global) yang tengah mempersiapkan diri mengisi acara Kemenperin di Bali Creative Industry Center juga mempersembahkan prestasi juara II lomba teater tingkat SMA/SMK se-Bali di SMAN 2 Denpasar dan juara III lomba teater tingkat SMA/SMK se-Bali di ISI Denpasar. Kasek Gusti Made Murjana didampingi Kepala TU I.B. Ngurah Badra Jayapati, S.E., Wakasek Kurikulum Nyoman Sucana, M.Pd., M.Kom., Wakasek Kesiswaan Bagus Putu Eka Wijaya, S.Kom., Wakasek Sarana Dewa Made Indra Suarmika, S.Kom. dan Wakasek Humas I Wayan Arini, S.T., M.Kom. merasa bahagia atas peningkatan prestasi siswanya. Ia menyebut prestasi ini berkat pembinaan serius oleh guru pembina. (ad675)

Prodi Akuntansi FE Unhi Denpasar

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Pemenuhan SDM Berkompetensi di Daerah

STTD Kerja Sama dengan Pemda UNTUK pemenuhan SDM berkompetensi di daerah, Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Kementerian Perhubungan menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia. Kerja sama ini ditandai penandatanganan MoU yang digelar di sela rapat koordinasi Pola Pembibitan SDM Perhubungan Darat Sekolah Tinggi Transportasi Darat, di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (13/3) kemarin. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STTD Suharto A.TD., M.M. dengan sejumlah gubernur, bupati dan wali kota di seluruh Indonesia. Turut hadir perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Karangasem, Klungkung dan Tabanan. Menurut Suharto, momen ini merupakan suatu kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh semua pihak, termasuk pemerintah daerah karena sebentar lagi akan dilakukan pendaftaran untuk perekrutan calon ASN melalui pola perekrutan ini. Untuk itu, pemda diharapkan segera menindaklanjuti. ‘’Pertama dengan mempersiapkan calon-calon yang akan masuk di STTD yaitu lulusan SMA dan SMK Teknis. Untuk itu, pemerintah harus mempersiapkan calon-calon ini,’’ ujarnya. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mempersiapkan sesuai program yang diikuti termasuk bagaimana proses belajar mengajar di STTD. Mereka bakal disiapkan hingga lulus. ‘’Setelah lulus, kami bersama BKN dan Menpan akan bersama-sama melakukan pemenuhan admisnistrasi untuk menjadi

MOU - Ketua Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) Suharto, A.TD., M.M. (depan kanan) menandatangani MoU dengan Pemerintah Provinsi Bali, di Nusa Dua, Selasa (13/3) kemarin. calon ASN di pemerintah daerah yang sudah melakukan MoU dengan STTD,’’ pungkasnya. Menurut Suharto, kegiatan ini dalam rangka pemenuhan SDM yang berkompetensi di daerah. Diawali tes kompetensi dasar di BKN kemudian proses belajar sesuai program diploma yang diikutinya. Setelah selesai dan administrasi dipenuhi, mereka langsung menjadi ASN. Sementara itu, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menyampaikan, penandatanganan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh makin kompleksnya permasalahan perhubungan darat di masing-masing daerah. Selain itu, minimnya SDM profesional di bidang perhubungan darat. Bila ini tidak ditangani, bisa menambah ruwet permasalahan perhubungan darat.

Seperti diketahui, kelancaran lalu lintas darat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, laju inflasi dan angka kemiskinan. Kompleksnya masalah perhubungan darat memerlukan tenaga profesional yang ketersediaannya wajib dimiliki setiap daerah. ‘’Dengan adanya STTD, diharapkan animo masyarakat untuk menuntut ilmu di bidang perhubungan darat meningkat. Terlebih sekarang siswa di sekolah ini sudah terikat dalam ikatan dinas seperti halnya IPDN,’’ jelasnya. Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Informasi (Kadishub Kominfo) Bali Gusti Agung Ngurah Sudarsana mengapresiasi kerja sama ini. Kerja sama ini akan sangat bermanfaat dalam rangka mengurai berbagai masalah perhubungan darat di Bali. (ad655)

The Setai Hotel South Beach Miami FL

Gelar Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan OP Rekrut Mahasiswa Perhotelan di Kampus SPB-STPBI Denpasar dan Pelaporan Pajak Melalui E-Filing

PUKUL GONG - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. memukul gong sebagai tanda dibukanya Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan OP dan Pelaporan Pajak Melalui E-Filing. PROGRAM Studi (Prodi) Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Hindu Indonesia (FE Unhi) Denpasar bekerja sama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Bali dan IKPI Bali-NTB menggelar Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan OP dan Pelaporan Pajak Melalui E-Filing di Gedung Rektorat Unhi Denpasar, Selasa (13/3) kemarin. Acara pengabdian kepada masyarakat ini dibuka oleh Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Sekretaris Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Kol. (Purn) Dr. Drs. Dewa Ketut Budiana, M.Fil.H., Dekan FE Unhi Dr. Dra. I Gusti Ayu Wimba, M.M., perwakilan Kanwil DJP Bali, perwakilan IKPI Bali-NTB dan seluruh mahasiswa Prodi Akuntansi FE Unhi Denpasar. Dekan FE Unhi Denpasar Dr. Dra. I Gusti Ayu Wimba men-

gatakan, Sosialisasi Pengisian SPT Tahunan OP dan Pelaporan Pajak Melalui E-Filing merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa FE Unhi Denpasar, khususnya Prodi Akuntansi untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat civitas akademik Unhi Denpasar, sehingga program pemerintah dalam upaya meningkatkan kepatuhan wajib pajak di areal civitas akademika Unhi Denpasar bisa terwujud. Selain itu, sosialisasi dalam rangka menyambut HUT ke-25 FE Unhi Denpasar pada Mei mendatang ini sebagai apresiasi FE Unhi Denpasar terhadap program pojok pajak yang ditawarkan oleh DJP Bali. Ke depannya tidak hanya civitas akademika Unhi Denpasar yang diberikan fasilitas, tetapi juga masyarakat luas untuk mempermudah dalam pembayaran pajak

secara online. ‘’Kerja sama ini akan kami tingkatkan dengan DJP Bali, sehingga kami bisa mengedukasi warga dan masyarakat luas dalam hal kepatuhan wajib pajak,’’ tandas Gusti Ayu Wimba. Kepala Seksi Bimbingan, Penyuluhan dan Pengelolaan Dokumen Kanwil DJP Bali Dian Anggraeni menjelaskan, pajak merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang harus disadari oleh seluruh lapisan masyarakat. Universitas adalah tempat mencetak para pimpinan bangsa, dalam hal ini FE Unhi Denpasar harus bisa menjadi role model dalam memberikan contoh yang baik kepada seluruh masyarakat untuk melaksanakan kewajiban pajak dengan baik. Berdasarkan statistik, saat ini kepatuhan pajak di Indonesia kondisinya masih sangat memprihatinkan. Sebab, dari 250 juta jiwa penduduk Indonesia yang ber-NPWP hanya 2,5 juta dan belum semuanya melakukan kewajiban pajak dengan baik. ‘’Dengan kerja sama ini kami berharap sebesar-besarnya kepada mahasiswa Ekonomi Unhi untuk lebih menyosialisasikan program kami dan mengedukasi masyarakat bagaimana cara pengisian SPT yang benar melalui e-filing. Kami harapkan kepatuhan masyarakat untuk membayar pajak perorangan semakin meningkat untuk pembangunan negara,’’ ujarnya. Sementara itu, Rektor Unhi Denpasar Prof. I Made Damriyasa mengatakan, sumber pendapatan negara yang utama adalah pajak, sehingga kepatuhan wajib pajak harus dimaksimalkan untuk pemerataan pembangunan di Indonesia.(ad630)

Pemprov Buka Lowongan Tenaga Kontrak/Non-PNS Penyuluh Bahasa Bali

PEMERINTAH Provinsi Bali kembali membuka lowongan tenaga kontrak/non-PNS yang akan ditugaskan sebagai Penyuluh Bahasa Bali di 179 desa. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. dalam siaran persnya, Selasa (13/3) kemarin. Lebih jauh Dewa Mahendra menerangkan, perekrutan Penyuluh Bahasa Bali ini merupakan wujud komitmen Pemprov Bali dalam melestarikan, mengembangkan dan memberdayakan bahasa, aksara dan sastra Bali. Dilaksanakan secara bertahap

I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H.

sejak tahun 2016, saat ini masih ada 179 desa yang belum memiliki Tenaga Penyuluh Bahasa Bali. ‘’Tahun 2018 kita rekrut untuk 179 desa tersebut, sehingga nantinya semua desa memiliki Tenaga Penyuluh Bahasa Bali,’’ tandasnya. Menurut Dewa Mahendra, lowongan ini terbuka bagi warga negara Indonesia yang berdomisili di wilayah Provinsi Bali, berusia maksimal 40 tahun terhitung 31 Desember 2017 dengan tingkat pendidikan minimal S-1 dengan kualifikasi pendidikan Sarjana Bahasa dan Sastra Bali/Jawa Kuno/Pendidikan Bahasa Bali. Persyaratan lainnya, pelamar harus mempunyai kemampuan berbahasa Bali, baik secara lisan maupun tertulis, menguasai teknologi informasi dan komunikasi serta mengantongi IPK minimal 2,75. ‘’Pelamar juga harus bersedia ditempatkan sesuai desa pilihan pelamar serta tidak pernah mengundurkan diri/diberhentikan sebagai Penyuluh Bahasa Bali tahun 2016 dan 2017,’’ urainya. Ditambahkannya, setiap pelamar dapat memilih dua desa pilihan. Surat lamaran ditulis tangan dan ditujukan kepada Panitia Seleksi Tenaga Kontrak/ Non-PNS Penyuluh Bahasa Bali di lingkungan Pemprov Bali, dengan alamat di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Jalan Raya Puputan Niti Mandala, Denpasar. Pendaftaran dan penyampaian berkas harus dikirim melalui pos dan telah diterima oleh panitia seleksi paling lambat tanggal 23 Maret 2018 pukul 13.00 Wita. ‘’Yang dikirim selain melalui pos dinyatakan tidak berlaku dan tidak akan diproses,’’ tegas Dewa Mahendra. Pengumuman dan persyaratan lebih detail dapat diakses melalui website disdikpora.baliprov.go.id dan facebook Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Pengumuman juga dipasang pada papan pengumuman Dinas Pendidikan Provinsi Bali. (ad651)

UNTUK kesekian kalinya The Setai Hotel yang berlokasi di South Beach Miami FL, Amerika Serikat, melakukan perekrutan mahasiswa perhotelan di kampus SPB-STPBI Denpasar untuk melaksanakan internship di hotelnya. Hotel yang sebelumnya melaksanakan kunjungan ke Kampus SPB-STPBI adalah St. Regis Bal Harbour Miami Beach FL. The Setai Hotel melaksanakan kunjungan ke–9 di Kampus SPBSTPBI pada 6 Maret 2018. Kunjungan mereka kali ini diwakili oleh Miss Christie Mutton selaku Director of Human Resource dan Mr. Vejayudu Veena selaku Executive Chef. Posisi yang ditawarkan oleh employer yaitu Food & Beverage Service dan Culinary. Mahasiswa yang diharapkan lulus interview 31 orang untuk F&B Service dan 7 orang untuk Culinary. Mereka akan memulai program training pada Juni dan September mendatang. The Setai Hotel merupakan salah satu hotel bintang 5 di daerah South Beach yang menawarkan fasilitas lengkap seperti bar, restoran, spa, swimming pool dan private beach dengan pelayanan lengkap untuk tamu. Berlokasi di pesisir Pantai Miami, kamar tamu seluruhnya menghadap ke Samudra Atlantik. Christie dan Vijay menjelaskan, pelaksanaan perekrutan oleh The Setai Hotel berjalan lancar dan sukses. Mereka sangat puas datang ke Kampus STPBI-SPB karena pelayanan atau hospitality sangat bagus serta kagum melihat fisik dan kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa. Untuk menyambung tali silatur-

PEREKRUTAN - Puluhan mahasiswa perhotelan foto bersama usai mengikuti seleksi perekrutan oleh The Setai Hotel South Beach Miami FL di Kampus SPB-STPBI Denpasar. ahmi antara alumni The Setai dan employer, setiap kunjungannya ke Bali selalu diadakan reuni bersama seluruh mahasiswa yang pernah mengikuti magang di The Setai. Kali ini lokasi yang dipilih adalah Jungle Fish by Chapung Bali Resort and Spa di Ubud pada 7 Maret 2018. Seluruh alumni The Setai dari anGusti Made Sujana, S.E., M.M., CHT., CHA. selaku Direktur SPB dan Ketua STPBI mengatakan, banyak benefit yang akan didapat oleh mahasiswa di samping pengalaman internasional yaitu kemampuan bahasa Inggris, belajar lebih mandiri, percaya diri, mengerti budaya AS, mendapatkan sertifikat training dari hotel-hotel berkelas dan menerima penghasilan. Mahasiswa STPBI yang mengikuti proses perekrutan menyampaikan terima kasih kepada manajemen Kampus SPB-STPBI, khususnya PT Bali Duta Mandiri. PPTKIS

milik Kampus SPB-STPBI ini telah membantu para mahasiswa perhotelan untuk bisa melakukan on the job training di AS. Direktur Utama PT Bali Duta Mandiri Nyoman Gede Astina menyatakan bangga dapat bekerja sama dengan partnernya di AS yaitu ITN (International Trainee Network) di Los Angeles sejak 2010. ‘’Kami mengirim 200-300 mahasiswa setiap tahun. Ini artinya selama kurun waktu tujuh tahun ini kami dapat membantu kurang lebih 1.800 mahasiswa perhotelan untuk memperoleh kesempatan mendapatkan pengalaman internasional di hotelhotel ternama di Amerika,’’ ujarnya. Pada perekrutan berikutnya direncanakan datang Faena Hotel Miami Beach, Florida, pada 19 Maret 2018. Bagi yang berminat silakan mendaftar ke PT Bali Duta Mandiri, Jalan Tari Kecak No.12, Gatot Subroto Timur, Denpasar. (ad650)

Sumbangsih ke Masyarakat

PMI Badung Serahkan Sembako kepada Lansia PALANG Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Badung menyerahkan sembilan bahan pokok (sembako) kepada 10 orang lanjut usia (lansia) kurang mampu di Desa Pelaga, Petang, Badung. Sembako diserahkan di Kantor Desa Pelaga, Selasa (13/3) kemarin. Selain dari internal PMI Badung, kegiatan sosial ini juga dihadiri perwakilan Camat Petang dan perwakilan Perbekel Pelaga. Menurut Pengurus PMI Kabupaten Badung I Wayan Kamia, kegiatan ini bertujuan agar masyarakat terutama para lansia merasakan bahwa apa yang dikerjakan PMI adalah hal mulia. PMI memberikan kontribusi nyata pada masyarakat dan langsung merasakan apa yang dikerjakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung melalui PMI Badung. Ia berharap masyarakat Badung sejahtera karena PMI Badung merupakan organisasi sosial kemasyarakatan dan bersifat sosial secara internasional. Wayan Kamia mewakili Ketua PMI Badung Kompyang R. Swandika menerangkan, pemberian sembako ini merupakan kegiatan rutin tahunan PMI Badung. Pemberian sembako ini juga tergantung kondisi masyarakat. Jadi, tidak menutup kemungkinan dalam setahun PMI Badung bisa beberapa kali memberikan sembako. ‘’Kalau masyarakat membutuhkan sekali, kami wajib memperhatikannya sehingga mereka terbantu, minimal sedikit. Itu sekadar sumbangsih

SEMBAKO - PMI Badung bersama para lansia usai penyerahan sembako di Kantor Desa Pelaga, Petang, Selasa (13/3) kemarin. PMI Badung yang dirasakan langsung masyarakat,’’ ujarnya. Dewan Kehormatan PMI Badung Nyoman Nuarta menyatakan salut atas kegiatan yang dilakukan PMI Badung. Program ini sejalan dengan program Bupati Badung yakni pola pembangunan semesta dan berencana. Ini merupakan salah satu poin bahwa PMI kerja sosial yang saling membahu di samping timbal baliknya dalam program UPT transfusi darah. Kepala Markas PMI Kabupaten Badung I Wayan Wardika menambahkan, salah satu tujuan pemberian sembako ini adalah untuk melaksanakan lima pilar program PMI yaitu SUMBangSih.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Salah satu indikatornya adalah bagaimana upaya menjadikan masyarakat lebih baik. Kinerja ini tidak lepas dari bantuan Pemkab Badung. PMI sebagai instansi di bawah Pemkab Badung wajib turut melaksanakan visi dan misi Bupati Badung membuat Badung yang Santi lan Jagadita. Diterangkannya, bantuan yang dibagikan seluruhnya bersumber dari kas PMI Badung yang titik beratnya dari hibah Kabupaten Badung. Semua program stakeholder ada kaitannya dengan pemerintah. PMI Badung merupakan salah satunya wajib ikut menyosialisasikan dan mengimplementasikan program Pemkab Badung.(ad652)


daerah

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Senator RI Dorong Revitalisasi Pasar Jembrana Rp 6,8 M

Damakesmas dan Damapancana Siaga 24 Jam Saat Nyepi

BPBD Beroperasi seperti Biasa, Diskes Siapkan 16 Personel Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memberikan jaminan penanganan dan penanggulangan kejadian gawat darurat saat pelaksanaan hari raya Nyepi Çaka 1940 Tahun 2018, Pemkot Denpasar melalui dua OPD yakni Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memberikan layanan kegawatdaruratan 24 jam penuh. Layanan yang terdiri atas Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) dan Denpasar Mantap Penanggulangan Bencana (Damapancana) ini, siap melayani masyarakat Kota Denpasar saat pelaksanaan catur brata panyepian. Kepala BPBD Kota Denpasar Ida Bagus Joni Ariwibawa saat dikonfirmasi, Selasa (13/3) kemarin, menjelaskan kondisi gawat darurat dapat terjadi kapan saja, tidak terkecuali saat pelaksanaan Nyepi. Jadi, diperlukan kesiapsiagaan guna meminimalisir terjadinya

kondisi tersebut. ‘’Semoga saja pelaksanaan Nyepi tahun ini berjalan dengan lancar dan khidmat, namun kita harus tetap siap dan siaga dengan berbagai kemungkinan yang ada,’’ ujarnya. Dalam pelaksanaan Nyepi tahun 2018 ini, BPBD Kota Denpasar turut menyiagakan

empat pos yang tersebar di empat kecamatan yaitu Pos Juanda Denpasar Timur, Pos Induk Jalan Imam Bonjol (Denpasar Selatan), Pos Mahendradata (Denpasar Barat) dan Pos Cokroaminoto Terminal Ubung (Denpasar Utara). Keempat pos ini turut menyiagakan delapan orang petugas. Selain itu turut disiagakan dua ambulans dengan empat orang petugas. ‘’Kami tetap melayani masyarakat seperti biasa, sehingga kejadian-kejadian yang bersifat mendadak dapat segera ditanggulangi dengan baik. Masyarakat dapat menghubugi layanan kegawatdaruratan BPBD dan Dinas Kesehat-

an Kota Denpasar di layanan 112 atau 223333,’’ pungkas Joni Ariwibawa. Di tempat terpisah, Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni luh Putu Sri Armini mengatakan, dalam upaya menjamin kesehatan masyarakat saat palaksanaan Nyepi, layanan Damakesmas yang bersinergi dengan Damapancana turut siaga 24 jam untuk memberikan layanan kesehatan jemput bola atau rujukan. Dua mobil disiagakan dengan 16 personel. ‘’Masyarakat Kota Denpasar tidak perlu khawatir. Jika ada kejadian gawat darurat dapat menghubungi call center yang sama dengan BPBD Kota Denpasar,’’ tandasnya. (kmb12)

Rapat Koordinasi Bupati Bangli dengan Tokoh Adat

Perayaan Nyepi Mesti Kondusif Bangli (Bali Post) – Perayaan Nyepi Tahun Çaka 1940, Sabtu (17/3) nanti diharapkan berjalan dengan baik dan kondusif. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat mesti bekerja dengan baik yakni memantau dan melaporkan secara dini keamanan dan ketertiban di wilayahnya masingmasing sehingga hal-hal yang berpotensi mengganggu kondusivitas bisa cepat diatasi. Hal itu disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar saat rapat koordinasi jelang hari raya Nyepi di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Selasa (13/3) kemarin. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri FKPD, tokoh adat, PHDI, camat dan lurah se-Kabupaten Bangli, Made Gianyar mengatakan bahwa perayaan Nyepi tahun 2017 lalu berjalan dengan baik. Meskipun ada riak-riak sedikit tidak memengaruhi hikmatnya perayaan. Ia berharap perayaan Nyepi tahun ini bisa berlangsung aman dan kondusif serta lebih baik daripada tahun sebelumnya. Ia juga mengatakan bahwa ogohogoh yang merupakan wujud kreativitas masyarakat dalam melengkapi proses Tawur Kasanga tidak boleh melenceng dari etika dan estitika. Untuk menghindari terjadinya keributan,

Bali Post/kmb40

Bupati Bangli I Made Gianyar

saat Pangerupukan diharapkan tidak menggunakan mercon berlebihan. “Saya mengimbau masyarakat Bangli, mari rayakan Nyepi yang sebenarnya dengan sebisanya melakukan tapa brata panyepian dan mengambil nilai-nilai positifnya,” katanya. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP I G.N. Agung Ade Panji Anom mengimbau masyarakat agar tidak membuat

ogoh-ogoh yang menggambarkan tokoh politik atau partai tertentu meskipun hari raya Nyepi tahun ini berlangsung dalam masa pemilihan gubernur Bali. Masyarakat harus tetap menjalian komunikasi dengan pihak keamanan guna menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang kondusif. Kapolres asal Buleleng itu menyampaikan bahwa menjelang Nyepi pihaknya sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat di Bangli. Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas, sedangkan tokoh masyarakat dan tokoh adat diminta menekankan kepada para memuda yang ada di wilayah masing-masing untuk tidak meminum miras menjelang dan sesudah mengarak ogoh-ogoh. “Karena itu akan berdampak negatif dan berpotensi menimbulkan keributan,” tegas Panji Anom. Menurut perwakilan PHDI Bangli I Nyoman Wandri, hari raya Nyepi dilaksanakan selama 24 jam mulai pukul 06.00 hingga 06.00 Wita keesokan harinya. Ia minta tokoh masyarakat dan adat menyosialisasikan ke masyarakat mengenai imbauan PHDI yang sudah disepakati bersama Gubernur Bali dan Kapolda Bali. (kmb40)

Sidang Kasus Narkoba Turis Australia

Usai Periksa Ahli, Terdakwa Dituntut Setahun

Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada membantarkan penahanan terdakwa dugaan kasus narkoba, Baker Joshua James (32). Turis asal Australia ini kemudian menjalani perawatan di RSJ Bangli. Dalam sidang lanjutan, Selasa (13/3) kemarin, dihadirkan ahli dr. Lely Setyawati, Sp.KJ.(K). Dokter dari RSUP Sanglah ini sempat menangani kejiwaan Joshua. Karena sakit yang dideritanya, terdakwa harus diterapi. Dikatakannya, terdakwa menderita gangguan jiwa berat yang bahkan butuh pengobatan seumur hidup. Dalam kondisi itu, dr. Lely membenarkan bahwa terdakwa tidak mampu bertanggung jawab baik pada dirinya sendiri maupun orang lain. Joshua menderita gangguan afektif bipolar yang kini episode depresi dengan gejala psikotik yakni gangguan jiwa berat yang kronis dan menetap yang perlu pengobatan seumur hidup. Ia harus mendapatkan perhatian keluarga dan pengobatan di RS Jiwa. Saat tim kuasa hukum terdakwa yang dikoordinir Pande Putu Maya Arsanti menanyakan soal diazepam, dr. Lely

menyatakan itu hanyalah untuk obat mengurangi kecemasannya. Soal dibantarkan ke RSJ Bangli oleh majelis hakim, ia menyebut itu sudah sesuai dan masuk dalam petunjuk dokter supaya terdakwa sembuh. Usai pemeriksaan ahli, JPU Assri Susantina langsung membacakan tuntutan. Menurutnya, pertimbangan tuntutan sudah berdasarkan fakta-fakta persidangan berupa keterangan para saksi termasuk saksi ahli dr. Lely Setyawati serta keterangan saksi terdakwa. Di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada, terdakwa Joshua dituntut hukuman pidana selama satu tahun penjara dikurangi masa penahanan. JPU menilai terdakwa terbukti bersalah sebagaimana Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 62 ayat 1 UU No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Sebelumnya, JPU Paulus Agung memaparkan bahwa terdakwa ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Ngurah Rai pada 8 Oktober 2017 sekitar pukul 11.30 setelah pesawat Thai Lion Air SL 258 rute Bangkok-Denpasar mendarat di Terminal Kedatangan

Diduga Terseret Arus

WN Jerman Tewas

Mangupura (Bali Post) Warga dan pengunjung Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung dikagetkan dengan ditemukannya jasad warga negara (WN) asing, Heinrich Johannes Weilandt (64), Selasa (13/3) kemarin. Turis asal Jerman ini diduga terseret arus saat berenang. Kapolres Badung AKBP Yudit Satriya Hananta mengatakan, terkait kejadian ini pihaknya telah memeriksa beberapa saksi. Salah satunya I Gede Alit Pitnawa (34) yang beralamat di Banjar Padang Linjong, Canggu, Kuta Utara, sempat melihat korban berenang dari depan Hotel Canggu Intercontinental pada pukul 14.30 Wita. Beberapa menit kemudian korban diduga terseret arus dan menghilang. Berselang beberapa saat korban ditemukan mengambang di TKP dalam posisi tertelungkup dan tidak bernyawa. ‘’Saat ditemukan tidak mengenakan baju. Hanya pakai celana pendek warna abu-abu,’’ ujarnya. Selanjutnya Pitnawa dibantu Adigian (24) mengevakuasi mayat korban ke bibir pantai menggunakan papan surfing. ‘’Pukul 15.10 Wita, jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung. Selama di Bali, korban menginap di Hotel Papilon di Jalan Echo Beach, Banjar Canggu, Kuta Utara,’’ tandasnya. (kmb36)

Bali Post/kmb37

AHLI - Sidang kasus narkoba turis Australia menghadirkan ahli dr. Lely Setyawati, Sp.KJ.(K) di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (13/3) kemarin. Internasional. Petugas bea dan cukai melakukan pemeriksaan dengan X-ray. Di dalam tas terdakwa ditemukan tembakau Double Cherry yang berisi ganja seberat 36,42 gram brutto atau

5

28,02 gram netto, serta tiga strip dan 10 tablet diazepam yang disembunyikan dalam slop rokok dan 7 tablet diazepam disembunyikan dalam sepatu. (kmb37)

Shri Arya Wedakarna Minta Pasar Adat di Bali Prioritaskan Krama Adat SENATOR DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III melaksanakan kegiatan kunjungan kerja di Kabupaten Jembrana. Setelah bertemu dengan lebih dari 200 kepala SD dan SMP di Gedung Kesenian Bung Karno dan melihat Situs Purbakala ‘’Dragon Hill’’ di Desa Pendem, Senator Arya Wedakarna mengunjungi Desa Pakraman Lelateng, Kecamatan Negara. Disambut oleh Made Gede Budhiarta (Dinas Perdagangan Kabupaten Jembrana), Kadek Suardana (Lurah Lelateng), I Putu Dharmayasa Wisesa (Bendesa Adat Lelateng), I Nyoman Suardana (Camat Negara) dan jajaran, Senator Wedakarna langsug mengunjungi beberapa sudut Pasar Desa Adat Lelateng. Dalam pemaparannya di hadapan tokoh desa, Arya Wedakarna menyatakan dukungannya atas pengelolaan pasar–pasar di Bali untuk dikembalikan kepada desa adat. Jika pasar dikelola oleh desa adat, secara tidak langsung akan memberikan kesempatan kepada desa adat untuk menciptakan peluang bagi krama desanya. ‘’Tugas pemerintah tidak sekadar memberikan ikan semata, tapi juga harus menyediakan kail agar prinsip ajaran Bung Karno yakni Berdikari di Bidang Ekonomi atau Swadeshi Satyagraha berjalan. Dengan diberikan kepada desa adat, maka krama Hindu akan berkesempatan menjadi pelaku ekonomi kreatif. Karena bagaimanapun krama Bali harus diproteksi by system. Kita tidak bisa melepas krama Bali begitu saja dalam ranah persaingan global. Orang Hindu Bali punya beban adat untuk tetap menjadi Bali yang mataksu, mereka harus beryadnya 365

PASAR LELATENG - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIS (tengah) bersama pejabat Pemkab Jembrana dan Bendesa Adat Lelateng di Pasar Adat Lelateng. hari. Jika manusia Bali dibiarkan bersaing tanpa pendampingan, jelas akan kalah. Ini sudah terlihat di banyak desa di Bali. Apalagi ditambah ketidakpedulian pimpinan wilayah di sana, bisa mengakibatkan krama Bali tersisih. Syukurlah Desa Adat Lelateng ini menjadi contoh baik,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia berharap ke depan desa adat di Bali mampu mengelola pasar adat dengan baik. ‘’Pasar desa agar dikelola oleh tim profesional. Ambil anak–anak dari desa yang sarjana ekonomi. Beri kesempatan mereka memperbaiki sistem, mengatur landscape pasar, mengatur lapak, memperindah tatanan pasar, mengelola sampah sampai urusan parkir. Tetua hanya perlu mengawasi. Jika pasar desa adat tetap dikelola oleh prajuru akan keteteran. Ada potensi ratusan juga hingga miliaran rupiah uang beredar di pasar setiap hari. Ini potensi yang sangat besar, tapi banyak desa adat belum paham akan manajemen palemahan desa. Mulailah dari sekarang,’’ paparnya. Gusti Wedakarna minta kepada krama adat di Jembrana

agar mulat sarira, supaya Jembrana tidak kalah dalam persaingan ekonomi antarkrama adat dan tamiu (pendatang). ‘’Sejak diluncurkan ekonomi Satyagraha, kini efeknya mulai terasa. Ekonomi krama adat Jembrana sudah menggeliat. Banyak pasar, restoran sukla dibuka, umat Hindu sudah mau berusaha dan bekerja. Kini katering Hindu sudah bermunculan dan pasar adat kembali menggeliat. Tapi jangan sampai kehilangan momentum dan jangan sampai Jembrana kehilangan roh taksu ekonomi. Saya memilih jalan untuk memberdayakan desa adat. Kita tidak bisa sepenuhnya tergantung pada pemerintah. Dengan adat, astungkara ketahanan ekonomi Hindu bertahan. Ini harapan saya,’’ jelas putra asli Penyaringan, Jembrana ini. Senator Arya Wedakarna mendukung turunnya anggaran pemerintah untuk revitalisasi pasar senilai Rp 6,8 miliar untuk Pasar Melaya, Pasar Brangbang, Pasar Lelateng dan Pasar Tegal Cangkring pada tahun anggaran 2018 ini. (ad0649)

Seorang Pria Sayat Tangannya di Pantai Kuta Mangupura (Bali Post) Pria asal Medan, Sumatera Utara, Iwan Siswanto (47), pingsan dengan kondisi luka sayat di tangan kirinya, Selasa (13/3) kemarin. Korban ditemukan warga tergeletak di Pantai Kuta dan langsung dilarikan ke RSUP Sanglah. ‘’Korban ditemukan di pantai depan Hotel Pullman, Kuta sekitar pukul 01.25 Wita,’’ kata Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Ario Seno. Dari keterangan saksi, Ario Seno mengungkapkan, Senin (12/3) sekitar pukul 22.00 Wita, Abit Negodamanik (21) sedang jalan-jalan di pantai, tepatnya di depan Hotel Pullman. Saat itu Abit melihat Iwan Siswanto sedang duduk sendiri. ‘’Saksi (Abit) sempat menyapa korban tapi dijawab sekadarnya. Selanjutnya saksi berjalan ke utara,’’ ujarnya. Abit melanjutkan, jalan-jalan hingga ke utara. Beberapa saat kemudian ia balik dan melihat korban sedang duduk dengan posisi kedua tangan terlipat ke belakang. Melihat ada sesuatu yang aneh, pria yang beralamat di Jalan Padma, Legian itu menyenter tangan korban dan melihat ceceran darah. Abit langsung mencari pertolongan dan akhirnya bertemu sopir taksi. Ia juga

Bali Post/ist

DIRAWAT - Iwan Siswanto saat dirawat di RSUP Sanglah. memberi tahu temannya yang satgas di pantai. Kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Kuta. Beberapa menit kemudian polisi tiba di TKP. Dibantu warga, petugas selanjutnya membawa korban ke RSU Sanglah menggunakan mobil

ambulans. ‘’Informasi sementara korban sedang ada masalah dengan keluarganya. Ditemukan dua luka sayatan di tangan kirinya. Selain itu di saku celananya ditemukan kater. Saat ini korban dirawat di RSUP Sanglah,’’ jelas Ario Seno. (kmb36)


OPINI

6

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Seni dan Keuntungan Ekonomi OGOH-OGOH kini lebih menonjolkan seni daripada tatwa. Alasannya, arak-arakan ogoh-ogoh pada malam pangerupukan, sehari menjelang Nyepi lebih menonjolkan hiburan daripada tatwa agama Hindu. Tatwa Hindu dikatakan bahwa nyomia butha kala dilaksanakan pada saat yang tepat yakni pada jejeg surya (sekitar pukul 12.00 Wita) atau saat sandikala (pertemuan malam dan siang). Saat ini, kita akui arak-arakan ogoh-ogoh sebagai bentuk manifestasi butha kala untuk diposisikan sesuai dengan tempatnya jauh melenceng. Pertama, pawai ogoh-ogoh justru dijadikan parade dan lomba. Hal ini bukanlah salah namun sebaiknya dipakai ritual dulu mulai dari tingkat banjar dan desa baru dijadikan hiburan. Umat Hindu di Bali mestinya tak boleh terlena dengan atraksi ogoh-ogoh ini. Sebelum mengarak ogoh-ogoh, selesaikan dulu tatanan upakara mabuubuu di tingkat keluarga dengan natab biyokaonan dan mabuu-buu ke segala ruang rumah. Makanya upacara Buta Yadnya terdiri dari dua tahapan, yaitu ritual macaru (pacaruan) dan ngarupuk (pangerupukan). Macaru merupakan upacara persembahan aneka sesajian (caru) kepada butha kala. Upacara ini dilakukan dari tingkatan keluarga, banjar, kecamatan, kabupaten, kota, hingga tingkat provinsi. Ngarupuk adalah ritual berkeliling permukiman sambil membuat bunyi-bunyian disertai penebaran nasi tawur dan menyebarkan asap dupa atau obor secara beramai-ramai. Ritual ngarupuk dilakukan bersamaan dengan arak-arakan ogoh-ogoh bertujuan agar butha kala beserta segala unsur negatif lainnya menjauh dan tidak mengganggu kehidupan umat manusia. Di tingkat banjar selesaikan dulu pacaruan ekasata baru mengarak ogoh-ogoh. Yang terjadi justru warga berlomba-lomba menempatkan ogoh-ogoh lebih awal dekat Catur Muka atau lokasi lomba dengan maksud menghindari kemacetan. Kedua tatwa ogoh-ogoh harus dilakukan. Yang pertama dengan upakara atau tirtha pamelaspas, setelah usai diarak di-pralina dengan cara dibakar. Bukan dengan cara memajang seminggu penuh. Di Bali, ritual selalu dikaitkan dengan seni dan kreativitas. Selain sebagai bagian dari ritual tradisi, proses pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi wadah pencurahan kreativitas pemuda setempat. Pembuatan ogoh-ogoh dan teknis pelaksanaan arak-arakannya biasanya dikelola dalam sebuah kepanitiaan yang dibentuk oleh Sekaa Teruna Teruni di masing-masing banjar. Makanya jangan heran seni tabuh berkembang pesat di Bali. Menjelang pawai ogoh-ogoh para seniman alias undagi ogoh-ogoh mencurahkan karya seninya. Sementara sekaa gamelan di tiap banjar bahkan tempekan juga berlatih keras untuk membuat gending baru yang akan ditampilkan. Sementara seniman muda wanita dan laki-laki sibuk membuat fragmen tari untuk lomba di parade. Sedangkan ayah-ibu, kakek dan neneknya sibuk juga menonton orang latihan. Jadi, semua komponen terlibat. Secara ekonomis, pembuatan ogoh-ogoh juga mengandung unsur manajemen dari mereka untuk mereka. Anak muda memiliki ruang untuk memanajemen sebuah event. Mereka membuat baju kaus seragam dengan identitas banjar. Baju kaus Rp 35.000 dijual Rp 55.000. Untungnya dipakai untuk membiayai pembuatan ogoh-ogoh dan lomba. Beda halnya dengan ketika masih dibebaskan menggunakan bahan gabus, keuntungan diraup oleh pemilik toko di kota yang juga warga luar Bali. Kini, pedagang lokal juga kebagian rezeki. Para pedagang warga setempat laris manis hingga larut malam di sekitar lokasi pembuatan ogoh-ogoh. Jadi, perekonomian berputar untuk warga dan seni serta kreativitas juga untuk warga. Akhirnya, akan membawakan kebanggaan bagi banjar mereka sendiri. Untuk wilayah Denpasar, keramaian pawai ogoh-ogoh dapat ditemukan di beberapa tempat. Salah satunya adalah di sekitar Patung Catur Muka Puputan. Selain itu, pemusatan keramaian pawai ogoh-ogoh juga diselenggarakan di monumen Ground Zero Kuta, Renon, Kesiman, Sanur, dll. Ini juga berarti kemacetan di pusat kota kian cair dengan digelarnya parade ogoh-ogoh di beberapa tempat.

S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Siswa Pintar tetapi Tak Punya Biaya Sekolah

Komang adalah siswa ranking IV di sekolahnya SD Negeri 2 Pesaban, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem. Komang bilang dia hanya sekolah sampai lulus SD. Kenapa? Ayahnya meninggal dalam kecelakaan lalu lintas sehingga Komang tidak ada yang menanggung untuk meneruskan sekolahnya ke SMP. Komang berniat bekerja di lapangan pariwisata nanti. Tapi apa daya? Tenaga pariwisata sekarang paling tidak lulus SMK terlebih dulu. Komang berotak pintar, sayang kalau putus sekolah di tengah jalan. Barangkali di antara pembaca ada yang sukarela mengulurkan bantuan. Komang membutuhkan seorang dermawan, orangtua asuh bagi Komang. Sebuah yayasan yang berpusat di Jakarta pernah dihubungi lewat email. Pimpinannya meminta persyaratan yang terlalu sulit. Komang masih terlalu kecil. Masa depannya masih panjang. Di facebook pernah ada pegiat komunitas pencinta anak yang berminat. Tapi hari-hari berlalu. Tidak ada kelanjutan sampai sekarang. Komang tidak sendirian. Ratusan atau bahkan ribuan anak kecil di negeri ini bernasib sama. Tidak bisa sekolah karena dijerat kemiskinan. Alumni ITB Cabang Bali menyediakan beasiswa. Apakah terbuka untuk diri Komang? Jangan ada yang menutup pintu terhadap bocah Pesaban yang bernama Komang ini! I Wayan Budiartawan

Menelisik Makna Ogoh-ogoh Telah menjadi tradisi masyarakat Bali, bahwa sehari sebelum perayaan Nyepi, tepatnya setelah upacara tawur kasanga, suasana dimeriahkan dengan prosesi arak-arakan ogoh-ogoh mengelilingi jalan-jalan desa atau kota. Prosesi ini oleh masyarakat Bali diyakini sebagai upaya untuk mengusir roh-roh jahat yang direpresentasikan sebagai butha kala, agar tidak mengganggu ketenteraman hidup mereka. Dengan demikian tidak mengherankan jika kemudian ogoh-ogoh dibuat dalam wujud yang menyeramkan, seperti raksasa, celuluk, rangda, atau bentuk lain yang menakutkan.

Oleh Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si. alam teks-teks sastra tidak ditemukan keberadaan ogoh-ogoh sebagai rangkaian upacara tawur ataupun sebagai rangkaian hari raya Nyepi. Namun, dalam kenyataannya masyarakat Hindu di Bali begitu antusiasnya membuat ogoh-ogoh, bahkan pada masyarakat kontemporer dewasa ini, pembuatan ogoh-ogoh sampai menelan biaya jutaan, bahkan puluhan juta rupiah. Meskipun makna ogoh-ogoh secara filosofi kurang dipahami oleh masyarat secara umum, namun dalam kenyataannya masyarakat tetap bersemangat membuatnya, bahkan dengan biaya yang sangat tinggi. Hal ini menandakan betapa sesungguhnya masyarakat dewasa ini telah terjebak pada kehidupan hedonism-konsumeristik. Dalam masyarakat kontemporer kecenderungan ke arah terbentuknya simbol status sosial dan identitas kultural melalui gaya pakaian, mobil, handphone, atau produk

D

industri lainnya sebagai komunikasi simbolik dan makna-makna sosial seakan telah menjadi tren. Terkait dengan kondisi demikian, seorang teoritisi sosial postmodern Jean P. Baudrilard (1970) telah membangun sebuah pemahaman tentang masyarakat konsumsi. Menurutnya, dalam masyarakat konsumsi logika sosial konsumsi tidak akan terfokus pada pemanfaatan nilai guna barang atau jasa oleh individu yang mengonsumsi, namun terfokus pada produksi dan manipulasi sejumlah penanda sosial. Pemahaman yang sebangun dikembangkan pula oleh Judit Williamson (1978) yang mengatakan bahwa dalam masyarakat konsumerisme, konsumsi menjadi sebuah fenomena bahasa dan pertandaan, dan dengan demikian masuk ke dalam kawasan semiotika. Artinya, seseorang mengonsumsi objekobjek tertentu bukan sekadar untuk menghabiskan nilai guna dan nilai utilitas, akan tetapi juga dimaksudkan untuk mengomunikasikan makna-makna sosial tertentu, yang melekat pada barang yang

dikonsumsi. Dengan meminjam gagasan kedua teoritisi di atas, penulis mencoba mengembangkan kerangka pemikiran tentang aktivitas masyarakat kontemporer dalam konteks pembuatan ogoh-ogoh. Dalam kaitannya dengan pembuatan ogoh-ogoh yang selama ini oleh umat Hindu di Bali dimaknai sebagai simbol untuk mengusir roh jahat, kini lebih ditekankan pada pemaknaan simbolik, yakni untuk mengomunikasikan makna-makna sosial atau simbol-simbol status sosial tertentu. Maksudnya, di dalam masyarakat konsumer dewasa ini, konsumsi tidak lagi dimaknai sekadar sebagai nilai guna untuk memenuhi fungsi utilitas atau kebutuhan dasar manusia, akan tetapi berkaitan pula dengan nilai simbolik untuk menandai kelas, status, atau simbol sosial tertentu. Atau dengan kata lain konsumsi kini dimanfaatkan untuk mengekspresikan posisi sosial dan identitas kultural seseorang di dalam masyarakat (Piliang, 2004:179). Jika mengacu pada Baudrilard

(1970); Judit Williamson (1978), dan Piliang (2004), maka dapat dibangun kerangka pemikiran bahwa masyarakat dewasa ini tidak dapat melepaskan diri dari jeratan kehidupan masyarakat konsumsi. Hal ini dapat dilihat dari berbagai aktivitas keseharian masyarakat, dalam hal konsumsi yang lebih mementingkan makna simbolik, dibandingkan dengan makna utilitas. Demikian halnya dengan pembuatan ogoh-ogoh menjelang perayaan hari raya Nyepi, ada kecenderungan masyarakat berlomba-lomba membuat ogohogoh dalam bentuk yang megah, ukurannya besar, dan dengan biaya yang sangat tinggi dengan harapan dapat menunjukkan simbol status sosial dan identitas kultural dari masyarakat pembuatnya. Dengan demikian, pembuatan ogoh-ogoh dewasa ini tidak lagi dimaknai sebatas simbol-simbol keagamaan, tetapi lebih pada pemaknaan simbolsimbol status dan identitas kultural masyarakat pendukungnya. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Piliang (2004:189) bahwa dalam budaya konsumerisme, konsumsi tidak lagi diartikan semata sebagai satu lalu lintas kebudayaan benda, akan tetapi telah berubah menjadi sebuah panggung sosial yang di dalamnya, makna-makna sosial saling dipertaruhkan dan diperebutkan serta di dalamnya pula telah terjadi perang posisi di antara anggota masyarakat yang terlibat. Jadi, aktivitas masyarakat membuat ogoh-ogoh dewasa ini tidak semata-mata dalam kaitannya dengan perayaan hari suci

Menghadang Politik Uang

Setiap musim politik selalu dihantui hadirnya politik uang. Politik uang menjadi bibit korupsi yang menjadi penyakit kronis Indonesia. Korupsi sudah kompleks dan melewati batas-batas nalar kemanusiaan (hyper corruptus). Transparency Internasional (TI) merilis bahwa Indeks Persepsi Korupsi tahun 2017 nilainya 37. Nilai tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-96. Indeks persepsi korupsi Indonesia dari 2016 ke 2017 sama, yaitu 37, tapi peringkatnya turun. Pemilu kerap dijalani dengan logika bisnis. Uang kampanye adalah modal yang mesti kembali bahkan menjadi laba selama masa jabatan. Politik uang yang tidak logis jika ditilik dalam kalkulasi gaji sangat rentan menimbulkan malapraktik politik, seperti korupsi, gratifikasi, dan sejenisnya. Politik uang juga menjadi mitos yang masih diyakini peserta pemilu menjadi kunci kemenangan dan sulit dihindari. Apa pun yang terjadi politik uang mesti dihadang demi meminimalisasi korupsi lima tahun mendatang. Modus Politik Uang Produk logis dari politik uang adalah korupsi dan korupsi kerap terjadi di tahun politik demi modal politik uang. Fenomena ini terus berputar membentuk lingkaran setan. Alhasil, korupsi politik bertengger di jajaran atas kasus korupsi di negeri ini. Jelang Pilkada 2018, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah melakukan tangkap tangan terhadap enam kepala daerah yang juga akan bertarung dalam kontestasi demokrasi. Antara lain Bupati Subang Imas Aryumningsih, Bupati Ngada NTT Marianus

Oleh Ribut Lupiyanto Sae, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, Bupati Halmahera Timur Rudi Irawan, Bupati Jombang Nyono Suharli, dan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Ada dua modus operandi umum praktik politik uang. Pertama, modus politik uang dapat dilakukan antara peserta pemilu atau tim sukses dengan pemilih. Modus ini paling lazim terjadi. Publik kadang tidak berdaya menerima, tidak sadar sebagai politik uang, menerima demi kepentingan publik, dan sebagian kecil proaktif meminta karena desakan ekonomi. Kedua, antara kandidat atau tim sukses dengan penyelenggara, mulai KPPS hingga KPU. Modus di antara kandidat dan penyelenggara berjalan dua arah. Hal ini dikarenakan upah penyelenggara yang dianggap rendah dan imingiming peserta yang menggiurkan. Imbalan politik uang biasanya adalah manipulasi suara dalam rekapitulasi. Politik uang tidak jarang dikaburkan dengan biaya politik. Biaya politik tidak dimungkiri banyak dibutuhkan peserta pemilu. Biaya ini mestinya ditujukan untuk aktivitas politik yang direstui regulasi. Sedangkan batasan politik uang adalah menjanjikan sesuatu agar pemilih tidak menggunakan atau menggunakan hak pilihnya. Tindak politik uang semakin sistematis, berjaringan rapi, dan bervariasi bentuknya. Kondisi menuntut kedewasaan dan kejujuran peserta pemilu, ketegasan penyelenggara, dan

kecerdasan publik untuk bisa memilahnya. Politik uang tidak bisa terjadi jika bertepuk sebelah tangan. Ada pemberi dan harus ada penerima. Fakta ini menuntut keterpaduan penghadangan dari semua lini dan komponen. Pertama dari sisi peserta pemilu. Caleg dan parpol mesti menunjukkan kejujuran dan kedewasaan berpolitik. Politik uang perlu disadari hanyalah mitos politik. Kedua, dari sisi penyelenggara pemilu. KPU mestinya mengeluarkan regulasi rinci terkait bentuk-bentuk kampanye yang tergolong politik uang. Selama ini, definisi politik uang terlalu umum dan sering kabur dalam menilai kasus. Sosialisai penting dilakukan masif bekerja sama dengan pemerintah daerah dan jajarannya. Bawaslu juga mesti tegas dan adil dalam menegakkan aturan terkait politik uang. Toleransi dan kegamangan menindak akan semakin menyuburkan politk uang. Hal yang paling mengkhawatirkan jika terjadi perselingkuhan politik. Peserta pemilu berpotensi menyogok penyelenggara agar tidak ditindak segala tindakannya yang rentan melanggar aturan. Mekanisme pelaporan juga perlu dipermudah dan disosialisasikan ke publik. Bawaslu mestinya peka mencermati modifikasi modus politik uang yang semakin dikemas kreatif. Ketiga, dari sisi publik. Publik mesti cerdas memilah dan memilih antara politik uang yang haram dengan biaya politik yang

halal. Kesadaran awal penting ditumbuhkan bahwa politik uang merupakan bibit penyakit korupsi. Amplop yang bernilai tidak seberapa hanya akan dinikmati sesaat, tetapi uang rakyat dengan nilai berlipat akan berpotensi digarong selama menjabat. Publik membutuhkan pendidikan politik yang mencerahkan. Publik juga dapat didorong menjadi pengawas yang siap proaktif melaporkan jika terjadi tindak politik uang. Keempat, dari sisi masyarakat sipil, seperti LSM, akademisi, dan lainnya. Komponen ini ditunggu perannya dalam melakukan pendidikan politik. Informasi akurat dan rinci dibutuhkan publik. Gerakan sosial juga penting digalang dalam rangka menghadang politik uang. Politik uang mesti gencar dikampanyekan sebagai kejahatan politik dan musuh bersama bangsa. Politik uang diyakini ada dan menjadi rahasia umum, tetapi susah melacak dan menangkapnya. Langkah terpenting adalah bagaimana bisa mencegah sejak dini. Pendekatan spiritualitas dan moralitas penting ditempuh secara implementatif untuk pencegahan. Penegakan hukum juga penting untuk memberikan efek jera. Transparansi finansial mesti dituntut secara terbuka kepada peserta pemilu. Semua langkah menuntut operasionalisasi yang penuh totalitas, keterpaduan, dan sistematis. Semoga ikhtiar ini mampu menghadang politik uang agar tidak lagi berkuasa dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 ini.

keagamaan, tetapi juga dalam konteks arena sosial yang di dalamnya makna-makna sosial dapat saling diperebutkan dan dipertunjukkan. Misalnya, melalui prosesi ogoh-ogoh, masyarakat dapat saling mempertunjukkan nafsu akan kebendaan (kekayaan), kekuasaan, ketenaran (popularitas), kebugaran, keindahan, dan kesenangan (hedonis). Hal ini dapat dibuktikan dari pembuatan ogoh-ogoh akhir-akhir ini yang cenderung tidak lagi mengutamakan wujud yang menyeramkan atau menakutkan, akan tetapi lebih ditekankan pada prinsip kemewahan dan keterpesonaan. Hal ini membuktikan betapa kuatnya pengaruh globalisasi yang melahirkan turunan liberalismekapitalisme telah merasuk ke dalam berbagai sendi kehidupan masyarakat. Hal demikian terbukti, mulai dari kehidupan bidang ekonomi, lingkungan, pendidikan, politik, sampai pada nilai-nilai, norma, bahkan dalam kehidupan agama yang seharusnya sedapat mungkin dihindarkan dari kehidupan materialisme-kapitalisme kini sudah tersentuh. Terkait dengan kenyataan ini, maka disarankan kepada masyarakat, khususnya para generasi muda agar senantiasa mewaspadai penyusupan ideologi kapitalisme jangan sampai hal-hal yang seharusnya steril dari pengaruh imperialisme kapitalisme global ini ikut tersenutuh. Penulis, Guru Besar Bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia

POJOK Pilkada melalui DPRD, tidak menjamin bebas korupsi. - Sama saja, tak ada beda. *** KY mengakui jualbeli perkara menjadi perhatian publik sejak lama. - Semua cari untung. *** Jelang pertemuan IMF-WB, Bali berkomitmen perangi sampah. - Setelah itu kotor lagi.

Penulis, Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Rakor dengan Menko Kemaritiman

Bupati Eka Komitmen Perangi Sampah

BUPATI Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengahadiri rapat koordinasi (rakor) dengan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Hadir juga dalam rakor tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Dalam rapat tersebut, Bupati Eka mengungkapkan rapat ini merupakan pernyataan perang terhadap sampah. ‘’Dalam rapat koordinasi ini kami sepakat untuk menyatakan perang terhadap sampah di Bali. Kami akan membetuk tim yang beranggotakan Kementerian Kemaritiman, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Perhubungan Laut, Kapolda Bali, TNI-AL, World Bank dan para kepala daerah se-Bali,’’ ungkap Bupati Eka. Bupati Eka berkomitmen program tersebut akan selesai sebelum Annual Meeting IMF-World Bank di Bali. Dijelaskannya, tim yang sudah dibentuk nantinya akan mengedukasi hotel dan tempat pariwisata untuk mengurangi penggunaan plastik,

melakukan pelatihan kepada masyarakat tentang daur ulang sampah dan cara mengubah sampah menjadi energi. ‘’Selain itu tim akan rutin melakukan patroli laut dan barang siapa membuang sampah sembarangan akan didenda sebesar Rp 500 ribu. Bali adalah tujuan wisata jadi rentan sekali terhadap sampah, dengan kerja sama tim ini, saya yakin saat Annual Meeting IMF-World Bank Bali sudah bersih dari sampah,’’ jelas Bupati Eka. Bupati Eka mengatakan sangat mendukung program wave energy dari Menko Maritim. ‘’Pak Luhut dan World Bank akan memfasilitasi kami untuk membangun wave energy yang di antaranya mengubah sampah menjadi energi listrik dan energi biodiesel. Selanjutnya kami akan melakukan pembahasan lebih dalam dan perlu disepakati bersama, karena dibutuhkan persiapan lahan 10 hektar dan suplai sampah 400 ton per hari,’’ ujar Eka. Bupati Eka berharap dengan adanya program kerja sama ini diharapkan Bali

dapat menjadi contoh untuk provinsi lainnya dalam menanggulangi sampah. ‘’Apalagi Bali merupakan salah satu destinasi favorit dunia,’’ ungkap Eka. Ia juga menambahkan, untuk di Kabupaten Tabanan, saat ini sudah mempunyai 19 bank sampah dan salah satu bank sampah Tabanan juga sudah bekerja sama dengan pabrik plastik. Sementara itu, Luhut Panjaitan mengungkapkan isu sampah saat ini sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Pihaknya akan bersinergi untuk melakukan pembersihan sampah di Bali yang saat ini sudah menarik perhatian dunia. ‘’Dengan mengundang banyak pihak seperti Menteri Lingkungan Hidup dan Perhutanan, perwakilan dari Dirjen Perhubungan Laut, perwakilan dari ITB Mutiara R. Putri, TNIAL, Kapolda Bali, World Bank kita bersama mencari cara dalam mengatasi permasalahan sampah yang salah satu solusinya dengan mengubah sampah menjadi energi,’’ ungkap Luhut. (ad648)

RAKOR - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti saat rapat koordinasi (rakor) dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Hadir juga dalam rakor tersebut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.

Petani Masih Kesulitan Air Irigasi Ditemukan Dugaan Penyerobotan Lahan Pemkab Tabanan (Bali Post) Saling klaim tanah seluas dua are di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, masih kuat terjadi antara Pemkab Tabanan dan EW, salah seorang anggota DPRD. Bahkan, kasus ini terus bergulir, pascapetugas Satpol PP dan sejumlah perangkat daerah, Senin (12/3) lalu turun melakukan pengecekan. Kasus dugaan penyerobotan lahan milik Pemkab Tabanan itu muncul setelah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) melakukan tupoksinya, memonitoring aset milik pemda. Dari hasil monitoring itu, petugas menemukan adanya pembangunan fondasi di lokasi yang merupakan lahan milik pemkab itu. Untuk memastikan hal itu, perangkat daerah terkait sudah bersurat ke BPN dengan harapan segera bisa turun guna menentukan tapal batas yang jelas. Kepala Bakeuda Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti ketika dikonfirmasi menyebutkan, bagian aset rutin sudah melakukan pengecekan aset yang dimiliki Pemkab Tabanan, termasuk yang ada di Batugaing, Beraban, Kediri seluas 1,55 hektar. “Saat petugas melakukan pengecekan tanggal 17 Januari di lokasi, petugas menemukan lahan milik pemkab ada yang tengah membuat fondasi bangunan. Temuan itu langsung dilaporkan ke pimpinan,” ungkap Sri Budiarti, Selasa (13/3) kemarin. Ia pun menegaskan jika pengecekan lokasi tanah yang berdasarkan sertifikat yang dibuat tahun 1992, berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia dengan lebar 68,9 meter. Hal itu yang diukur petugas di lapangan termasuk di dalamnya ada bangsal tempat singgah nelayan. Saat pengukuran itu kemudian ditemukan ada lahan seluas dua are yang dibuat fondasi beton. Temuan itu kemudian disampaikan ke Dinas Pariwisata selaku OPD pemanfaat untuk menindaklanjuti. Anehnya, dikatakan tidak ada SPPT terkait lahan tersebut. Saat disinggung tentang pengajuan SPPT baru oleh EW, Sri Budiarti membenarkan hal itu. Dikatakan, SPPT baru diajukan oleh EW di lahan selus 9 are itu. Pengajuan SPPT baru itu didasarkan surat pernyataan pemohon diketahui klian dusun setempat dan Perbekel Beraban serta keterangan penyanding. Permohonan itu diajukan 27 Oktober 2017 sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Bakeuda yang baru dilantik 22 Desember 2017. “Ada permohonan berdasarkan pernyataan dari pemohon dan tidak berdasarkan pipil,” ungkapnya. Karena adanya permohonan SPPT tersebut, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan BPN dan meminta agar tidak ada penerbitan sertifikat baru di lahan milik Pemkab Tabanan. “SPPT tahun 2018 juga tidak diterbitkan,” sebutnya. Sri Budiarti menegaskan, pihaknya hanya mengamankan aset milik pemkab agar tidak diklaim atau diserobot pihak lain. Bahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPN agar turun ke lokasi untuk menentukan batas-batas lahan pemkab secara jelas. Terkait proses hukum, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Satpol PP selaku pengaman perda. Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dikonfirmasi terpisah mengaku sudah menerima laporan terkait dugaan penyerobotan lahan tersebut. Pihaknya juga menegaskan agar perangkat daerah terkait segera mengambil tindakan, agar tidak ada yang boleh mengambil aset milik Pemkab Tabanan. “Wajib hukumnya kami mengamankan aset milik pemkab. Jika memang terbukti melakukan penyerobotan tentu saja akan kami bawa ke proses hukum,” tegas Sanjaya. Terkait keterlibatan anggota Fraksi PDI-P dalam kasus ini, Sanjaya yang juga Ketua DPC PDI-P Tabanan mengatakan telah menugaskan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa melakukan pengecekan. (kmb28)

Panen 40 Hektar Padi Sehat Percontohan

Tabanan (Bali Post) Selemadeg Timur memiliki potensi pertanian relatif luas yang warganya senantiasa berupaya secara optimal, paling tidak dapat mempertahankan hasil produksinya. Seperti Subak Gebang Gading yang berlokasi di Desa Tegalmengkeb terus melakukan terobosan penanaman padi sehat (organik - red). Hanya, dari 130 hektar luas subak yang ada di sana baru mampu dikembagkan di atas 40 hektar padi organik. Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang baru saja secara langsung menghadiri panen perdana, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan terobosan pola tanam padi sehat organik di Subak Gebang Gading, Desa Tegalmengkeb ini luar biasa. Panen itu diharapkan dapat memberikan semangat para petani dalam mengolah lahan pertaniannya lebih baik lagi. Apalagi, Tabanan telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kabupaten Badung khususnya di sektor pertanian. Nantinya hasil produksi pertanian di sini bisa dipasarkan di kabupaten lain di Bali yang membutuhkan. “Pemerintah daerah nantinya yang akan membeli hasil produksi petani. Pemerintah menjadi agen petani. Karena itu, petani tugasnya hanya mendistribusikan saja. Kita akan kawal terus sehingga tidak ada lagi para tengkulak berani praktik main-main,” ucapnya. Alih fungsi lahan itu disadari memang tidak bisa dibendung kata Sanjaya, hal itu disebabkan tidak ada nilai tambah di atas tanah lahan milik petani itu. Bahkan, untuk membeli

Perbub Serap Produk BUMDes Rampung

Kerja Sama Tunggu MoU dengan Toko Modern

Peraturan Bupati (Perbup) Tabanan terkait kewajiban toko modern berjejaring diharapkan bisa menyerap hasil BUMDes akhirnya rampung juga. Kini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan selaku perangkat daerah terkait, tengah merancang draf kerja sama antara toko modern dengan pemerintah daerah. Seperti apakah wujud kerja sama antara BUMDes dengan toko modern tersebut? BANYAK pihak optimis, terobosan Bupati Tabanan ke depan bisa terealisasi utamanya menggandeng Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) sebagai pengelola BUMdes dan UMKM bekerja sama dengan toko modern. Kabag Hukum Setda Tabanan I Gusti Ayu Putu Sumarpatni membenarkan jika perbup tentang toko modern tersebut telah rampung. Bahkan, perbup itu telah diserahkan ke Dinas Perdagangan dan Perindustrian. “Selanjutnya, Disperindag yang akan menindaklanjuti. Apalagi perbub itu sudah selesai direvisi,” ungkapnya. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Nyoman Arya Wardana mengatakan, perbub tentang toko modern sudah ditandatangani oleh Bupati. Kemudian perbub itu akan ditindaklanjuti segera sesuai instruksi pimpinan. “Namun semua perlu proses, karena kita juga harus koordinasi lagi dengan perangkat daerah terkait lainnya. Seperti Dinas Perizinan,

BPMPD, dan Perusahan Daerah,” ucapnya. Detailnya, penerimaan produk UKM di perbub itu sudah ada. Demikian juga peraturan perdagangannya juga sudah ada. Hanya, tinggal direvisi. Usai dibuat MoU antara toko modern dengan pemerintah daerah kemudian dilengkapi dengan SPK (Surat Perintah Kerja) dengan Perusahaan Dharma Santika, atau pihak retail maupun DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa) selaku perangkat daerah yang menangani BUMdes. “Jadi, masih ada proses yang harus dilakukan sebelum terealisasi,” tegasnya. Terkait kesiapan produk BUMDes, Gusti Nyoman Arya mengatakan sudah siap. Kapan pun ada kerja sama sudah siap. Dalam hal ini toko modern itu memang perlu konsistensi kesiapan produk dari BUMDes. “Kami sudah sampaikan kepada Bupati terkait perbub yang sudah turun itu. Bupati memerintahkan Sekda untuk segera memanggil owner toko modern,” ung-

kap Direktur Perusahaan Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan. Pihaknya ikut berkoordinasi dengan toko modern yang ada di Tabanan. Dan memang beberapa produk BUMDes dan UMKM yang sudah siap standardisasinya, harus memberikan beberapa sampel yang ada yang kemudian akan diajukan ke toko modern. Seperti beras merah dan beras Tabanan serta kerupuk, cemilan. Pihaknya saat ini sudah mengurus sertifikasi alat khusus produk cemilan dan juga beberapa produk kesehatan. Dikatakan, memang harus ada BPOM yang memiliki lab. Lab itu diakui sudah ada di rumah kemasan di Banjar Bakisan, Desa Denbantas. Perusahaan di sana tentu sudah diawasi oleh tenaga ahli terkait kualitas kontrolnya. “Yang jelas realisasi kerja sama produk BUMDes dengan toko modern secepatnya perlu dilakukan apalagi sudah ada produk BUMDes,” tegasnya. Pihaknya juga sudah mengajukan tiga sampel produk ke salah satu toko modern yang ada di Tabanan. Namun, belum ada jawaban. Apa mungkin harus ada pihak birokrat yang mengurus ke Jakarta? “Bisa jadi perlu ada bantuan pemkab memfasilitasi, sehingga biar bisa produk petani dipasarkan,” tegas Sugi Darmawan. (bit)

bibit dan traktor, petani harus meminjam uang. Belum lagi, sering ada masalah saat masa panen harga menjadi anjlok. “Ini yang akan kita ubah. Sehingga nantinya petani itu bangga menjadi petani. Hasil produksi padi yang didapatkan nantinya justru dipasarkan oleh pemerintah daerah sendiri,” tegasnya. Disinggung saluran iri-

gasi, Sanjaya mengatakan pihaknya sudah mengusulkan ke kementerian dan juga gubernur untuk membangun bendungan. “Dengan tanah pertanian yang luas sudah tentu tidak cukup satu bendungan dan embung, perlu lebih banyak lagi untuk menampung air hujan yang nantinya airnya bisa difungsikan selama masa tanam,” ujarnya. Perbekel Desa Tegal-

mengkeb I Dewa Made Widarma mengatakan, harga gabah relatif menjanjikan dibandingkan yang dihasilkan dari pola tanam konvensional. Namun sejauh ini, petani masih menemukan kendala produksi padi sehat organik itu. Salah satunya masalah air irigasi. Alasannya, nyaris seluruh wilayah subak di sini mengandalkan air hujan (sawah tadah hujan, red). Persoalan lainya, mindset petani agar bisa beralih dari pola tanam konvensional (kimia) ke pola tanam organik masih sangat kurang. “Memang dengan cara konvensional lebih cepat masa tanamnya, sekitar

empat bulan. Menggunakan sistem organik ini bisa mencapai enam bulan. Namun, harga jual gabah organik yang diproduksi petani tentu lebih menjanjikan sebagai jenis padi sehat,” terangnya. Apresiasi warga memilih pola tanam padi organik ini awalnya hanya lima hektar. Kemudian secara perlahan berkembang hingga sekarang menjadi 40 hektar. “Target kami tahun 2018 ini sebanyak 75 hektar, apalagi pemerintah daerah melalui Perusda sudah menjamin pembelian hasil produksi padi organik produksi warga,” ucapnya. (kmb28)


KARANGASEM

8 Pohon Kelapa Tumbang, Rumah Rasmini Hancur Amlapura (Bali Post) Pohon kelapa setinggi 20 meter tumbang dan menimpa rumah Ni Made Rasmini (60) di Banjar Sadimara, Desa Ababi, Abang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian Selasa (13/3) pagi kemarin itu. Namun, hantaman batang kelapa itu mengakibatkan rumah berukuran 4x8 meter tersebut rusak berat. Pohon kelapa yang tumbang itu tumbuh di tegalan belakang rumah korban. Kejadiannya sekitar pukul 09.00. Pohon kelapa yang sedang berbuah lebat itu tumbang secara tiba-tiba. Dikatakan, tidak ada angin maupun hujan sebelumnya. Beruntung saat kejadian Rasmini dan keluarganya sedang berada di luar rumah. ‘’Rasmini sedang mempersiapkan banten untuk Nyepi,’’ ungkapnya. Pohon kelapa yang tumbang itu menghantam atap rumah hingga rusak parah. Untungnya bangunan tersebut bukan satu-satunya tempat berteduh milik korban. Masih ada bangunan induk yang luput dari malapetaka. ‘’Yang kena itu rumah sekaligus dapur. Juga ada kamar mandi,’’ kata Rasmini. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem dan personel Polsek Abang sudah turun ke lokasi kejadian. Pohon kelapa yang melintang di atap rumah korban itu sudah dievakuasi. Namun untuk bangunan yang rusak, sejauh ini belum dilakukan perbaikan. Selain membantu menyingkirkan batang kelapa, BPBD juga menyerahkan bantuan terpal untuk penanganan sementara. ‘’Akar pohon tercabut karena tanahnya gembur. Hujan beberapa hari terakhir ini sebagai penyebabnya,’’ ujar Kepala Pelaksana BPBD Karangasem I.B. Ketut Arimbawa. Pohon tumbang juga terjadi di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, tepatnya di depan Kampus Monarch Candidasa. Pohon perindang di pinggir jalan raya Candidasa-Amlapura, itu tumbang ke badan jalan ketika terjadi hujan lebat, sekitar pukul 15.00. Juga tak ada korban dalam kejadian tersebut. Tetapi, batang pohon yang melintang itu sempat mengganggu arus lalulintas. ‘’Ruas jalan Candidasa sampai Bugbug memang rawan pohon tumbang. Kita minta setiap pengendara menjaga kewaspadaan ketika melintas di jalur tersebut, terlebih ketika hujan dan angin kencang,’’ ujar I.B. Arimbawa. (kmb)

Bali Post/kmb

TIMPA RUMAH - Personel TRC BPBD Karangasem membantu menyingkirkan batang pohon kelapa yang menimpa rumah Ni Made Rasmini.

Harga Cabai Meroket Amlapura (Bali Post) Mendekati hari raya Nyepi, harga sejumlah kebutunan pokok mulai merangkak naik. Malah beberapa di antaranya harganya meroket. Seperti cabai rawit mengalami kenaikan dua kali lipat dari sebelumnya. Bahkan, harganya masih ada kemungkinan naik lagi. Di Pasar Karangsokong, Kelurahan Subagan, Karangasem, cabai rawit dibandrol Rp 70 ribu per kilogram. Itu artinya mengalami kenaikan hampir 100 persen. Cabai besar juga sama, saat ini pedagang di tingkat eceran mematok Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Naiknya sejak empat hari lalu. Bertahap, awalnya Rp 44 ribu, lalu Rp 66 ribu, dan sekarang Rp 70 ribu,’’ ungkap salah seorang pedagang, Ni Wayan Tegen (55). Wanita asal Bungaya ini mengatakan lonjakan harga bukan sekadar membuat pelanggannya kaget, tetapi juga sewot. Karena harga dari pengepul memang sudah naik, Tegen mengaku tak bisa berbuat apa-apa. ‘’Mereka sewot saja, tapi untungnya tetap beli,’’ ujarnya. Tegen mengatakan harga cabai meroket karena pasokan sedikit. Dia menduga minimnya pasokan karena saat ini petani cabai di Karangasem belum panen. Selain itu, Tegen juga mengaku mendengar kabar terjadi gagal panen petani di Rendang dan Sidemen. Namun soal gagal panen itu, Tegen mengaku tak mengetahui penyebabnya. Selain minim pasokan dari petani lokal, lonjakan harga cabai juga disebabkan distribusi cabai dari luar pulau juga tidak terlalu banyak. Menurut Tegen, biasanya pedagang eceran di Karangasem mendapat pasokan dari Lombok dan Jawa. ‘’Kita belinya mahal, mau tidak mau jualnya juga mahal. Harga Rp 70 ribu per kilogram merata di pasar-pasar di Karangasem,’’ terangnya. Melambungnya harga cabai tak hanya dikeluhkan pedagan makanan yang biasanya butuh banyak cabai untuk sambel. Harga yang meroket juga memusingkan ibu-ibu rumah tangga yang sekarang sedang butuh uang ekstra untuk menyambut hari raya Nyepi. ‘’Biasanya beli Rp 2 ribu sudah dapat banyak, sekarang Rp 5.000 dapat secuil,’’ ungkap Ni Made Dewi (34). Ibu rumah tangga asal Subagan ini mengakui keperluan untuk persiapan Nyepi memang tidak sebanyak Galungan ataupun Kuningan. Meski begitu, dia tetap berharap harga cabai kembali normal. (kmb)

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Sat Polair Minta Dinas Perikanan Bantu Nelayan Amlapura (Bali Post) Perhatian dan pembinaan terhadap nelayan dirasakan masih kurang. Ini menyebabkan tidak sedikit para nelayan menangkap ikan dengan caracara yang dilarang kepolisian. Karena itu, Sat Polair Polres Karangasem gencar turun ke kelompok-kelompok nelayan di pesisir pantai Karangasem. Dinas Pertanian Karangasem juga diminta proaktif membantu nelayan, agar nelayan bisa memodernisasi alat tangkap ikan maupun pengembangan usaha perikanan ke depannya. Hal itu terungkap saat Sat Polair Polres Karangasem melakukan pembinaan terhadap masyarakat pesisir di Banjar Dinas Antiga Kelod, Desa Yeh Malet, Manggis, Karangasem, Selasa (13/3) kemarin. Pembinaan yang dilakukan untuk mendukung Quick Wins Program XI Giat VI polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik, terhadap 40 anggota Kelompok Nelayan Mekar Sari di wilayah tersebut. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama mengatakan pembinaan ini terus ditekankan untuk menyadarkan nelayan akan pentingnya keamanan melaut. Acara itu sekaligus juga mengakomodir kepentingan nelayan, agar dapat dibantu pemerintah daerah. Dalam proses pembinaan tersebut, Sat Polair Polres Karangasem juga menggandeng Kepala Dinas Perikanan Karangasem Ketut Artama dan Kepala Resort KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja.

‘’Selain pembinaan tentang aspek keamanan melaut, kami juga mendorong agar para nelayan kita juga dapat dibantu lembaga terkait. Kita garap sama-sama sesuai tupoksi,’’ kata Wartama. Kepala Dinas Perikanan Karangasem Ketut Artama kepada nelayan setempat menyampaikan Dinas Perikanan Kabupaten memiliki kewenangan melakukan pembinaan terhadap nelayan dalam upaya menangkap ikan dan tempat penampungan ikannya. Sedangkan kewenangan di wilayah laut serta perihal perizinan dikatakan langsung dengan Dinas Perikanan Provinsi/Pusat. Sehingga apa yang dilakukan Sat Polair Polres Karangasem sangat sejalan dengan tupoksinya. Di hadapan para nelayan ini, Artama menekankan apabila ada pengembangan usaha perikanan, pihaknya memastikan akan dibantu mengurus izinnya. Apabila mengajukan bantuan sarana penangkap ikan, syaratnya pemohon harus lembaga berbadan hukum. Selain itu, kelompok nelayan juga dapat mengajukan bantuan life jacket ke Bakamla untuk menjaga keselamatan diri saat melaut. Sebab, rata-rata tiap tahun ada saja nelayan hilang saat melaut. Artama meminta kelompok nelayan agar ikut menjaga keamanan laut dan mendukung program pemerintah daerah. Terkait usaha penggaraman di pesisir pantai yang juga butuh perhatian pemerintah daerah, Artama berkilah yang mengurus masalah itu adalah

Bali Post/kmb31

KELOMPOK NELAYAN - Sat Polair Polres Karangasem saat bertemu dengan kelompok nelayan di Banjar Dinas Antiga Kelod, Manggis. Dinas Perikanan Provinsi. Soal asuransi nelayan, sepanjang nelayan memiliki kartu nelayan, maka tentu akan ditanggung nelayan. Saat ini di Karangasem, dikatakan, sudah ada 500 orang nelayan yang mengantongi kartu nelayan itu. Kepala Resort KSDA Karangasem I Gusti Bagus Suteja menyampaikan kepada nelayan bahwa tugasnya di laut yaitu menjaga biota laut yang dilindungi sesuai UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Suteja merinci biota laut yang dilindungi sesuai aturan di atas, seperti, pe-

nyu sisik, penyu lekang, penyu hijau, penyu belimbing, kima hingga akar bahar/uli. Dia meminta apabila ada nelayan yang menemukan penyu agar jangan ditangkap dan dibawa pulang. Sebab, itu melanggar UU dan diancam dengan hukuman penjara 5 tahun denda 100 juta. ‘’Telur penyu juga tidak boleh diambil, untuk penangkaran biota laut baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi harus mengurus izinnya di provinsi,’’ tegasnya. Ketua Kelompok Mekar Sari Wayan Sutama mengatakan, Dinas Perikanan serius dalam membantu nelayan. Sebab,

persoalan nelayan dulu sudah sangat kompleks. Mulai dari permasalahan alat tangkap, tempat parkir jukung yang semakin susah, sebaran kartu nelayan yang belum merata, hingga pasar untuk hasil tangkapan mereka. Sementara terkait biota laut yang dilindungi, para nelayan setempat sudah bersepakat, sejalan dengan KSDA Karangasem. Bahkan, tukik yang ditemukan di pesisir pantai dilepasliarkan kembali ke laut. ‘’Kami berharap ada program riil dari pemerintah daerah yang menyentuh langsung kepentingan nelayan,’’ kata Sutama. (kmb31)

fakta-fakta tersebut, Suantika menegaskan saat ini zona daerah bahaya tetap di radius 4 km dari puncak gunung, di luar radius itu aman. Sementara itu, aktivitas vulkanik berupa embusan masih terus terjadi. Informasi MAGMA-VAR selama 12 jam sampai pukul 16.00 setidaknya terjadi enam kali embusan. Amplitudonya maksimal 8 mm dengan durasi maksimal 65 detik. Alat pemantau di Pos Pengamatan Rendang juga mencatat adanya gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam dan tektonik jauh.

Selain rekomendasi radius berbahaya 4 km, PVMBG juga tetap memberi penekanan kepada masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. Masyarakat diminta mewaspadai ancaman bahaya sekunder. Bahaya sekunder itu berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi pada saat hujan. Dikatakan, seperti yang terjadi beberapa hari terakhir ini. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. (kmb)

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri

Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa

ya dimulai Sabtu 17 Maret pukul 03.00 Wita hingga pukul 06.00 Wita. Bagi warga yang sakit dan perlu dibawa ke RSUD Karangasem juga

diberikan toleransi dengan catatan mendapatkan rekomendasi dari desa adat dengan pengawalan ketat dari pecalang. (ad656)

Sistem Kantong Magma Gunung Agung Belum Stabil

Amlapura (Bali Post) -

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengakui aktivitas vulkanik Gunung Agung mengalami sedikit peningkatan yang ditandai rentetan gempa terasa sejak dua minggu terakhir. Peningkatan aktivitas itu terjadi karena sistem kantong magma gunung 3.142 mdpl itu belum stabil. Kepala Bidang Mitigasi PVMBG I Gede Suantika, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan munculnya gempagempa tektonik terasa yang bersifat lokal belakangan ini dipicu aktivitas tektonik BaliNTB-NTT. Faktor pemicu itu makin kuat menyusul gempa berkekuatan lebih dari 5 SR yang berpusat di Lombok dan NTB beberapa waktu lalu.

Gunung Agung seketika bereaksi atas rentetan gempa tersebut karena sistem kantong magmanya belum stabil. Begitu mendapat tekanan tektonik, kantong magma langsung memberi respons. ‘’Peningkatan aktivitas itu terjadi di bagian kawah gunung,’’ katanya. Meski terjadi sedikit peningkatan aktivitas, dampak

kegiatan di kawah Gunung Agung saat ini baru berupa embusan solfatara putih tipis. Embusan solfatara itu dominan bertekanan lemah, jikapun terjadi letusan abu, intensitasnya kecil. Seperti yang terjadi Minggu tengah malam lalu. Kolom abu yang tercipta dari embusan tersebut hanya mencapai ketinggian 800 meter. Berdasarkan

BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengajak seluruh masyarakat menjaga kekhidmatan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 yang jatuh bertepatan dengan hari raya Saraswati pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung, 17 Maret 2018. ‘’Hari raya Nyepi merupakan pembersihan alam, dari unsur-unsur yang jahat dan menyesatkan. Mari bersama-sama berdoa, agar kita semua bebas dari unsur yang merugikan tersebut,’’ kata Bupati wanita pertama itu di Amlapura, Senin (12/3) lalu. Bupati meminta masyarakat agar tidak memanfaatkan hari raya Nyepi untuk kepentingan politik yang berpotensi menimbulkan benturan di masyarakat. ‘’Seperti yang kita ketahui,

tahun ini juga bersamaan dengan pesta demokrasi pilkada dan pilgub, tentu tiap calon ingin meraih suara sebanyak-banyaknya, tetapi rasanya tidak etis jika mempolitisasi hari raya Nyepi, karena ini merupakan bagian dari agama,’’ ujarnya. Bupati mengajak semua lapisan masyarakat agar benar-benar menunaikan catur brata panyepian dengan amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelanguan (tidak menghadiri atau melakukan hiburan), dan amati lelungan (tidak bepergian). ‘’Semoga melalui catur brata panyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman menjaga keharmonisan mewujudkan shanti dan jagadhita menuju masyarakat Karangasem

cerdas, bersih dan bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menambahkan, dengan melaksanakan ritual Nyepi sesuai tuntunan agama Hindu, maka manusia akan semakin kuat dalam menjalankan ajaran agamanya. Saat pelaksanaan Nyepi yang dimulai Sabtu 17 Maret 2018 pukul 06.00 Wita hingga Minggu 18 Maret 2018 pukul 06.00 Wita. Bagi keluarga yang memiliki balita mendapat dispensasi untuk menyalakan lampu penerangan secukupnya. Demikian juga tempat ibadah agama lain. Sedangkan untuk perayaan hari raya Saraswati, sesuai surat edaran dari PHDI Provinsi, pelaksanaan-

Bupati dan Wabup Karangasem Imbau Jaga Kekhidmatan Nyepi Çaka 1940

Pasca-Erupsi Gunung Agung

LPD Harus Proaktif Percepat Pemulihan Pasca-erupsi Gunung Agung, ekonomi warga Karangasem perlu waktu relatif lama agar bisa secepatnya pulih. Lembaga keuangan makro maupun mikro harus proaktif membantu warganya. Salah satunya LPD. Seharusnya, LPD bisa lebih proaktif membantu warga yang memang sangat membutuhkan bantuan permodalan, untuk mempercepat proses pemulihan. Bagaimanakah solusi efektif yang harus diupayakan LPD dalam usaha membantu kesulitan warga tersebut?

Bali Post/gik

INTERAKTIF - Wayan Geredeg (tengah) saat mengikuti interaktif dengan pendengar Radio SWiB 106,8 FM di Studio SWiB, Senin lalu.

MANTAN Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat tampil sebagai narasumber dialog interaktif di Radio SWIB 106,8 FM, Senin (12/3) lalu, mengatakan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) diharapkan membantu permodalan warga. Itu sangat penting dalam rangka mempercepat proses pemulihan perekonomian di pedesaan Karangasem, pascaerupsi Gunung Agung. Sebab, pengurus LPD tentu paling tahu kondisi warganya. Perlu juga, kata Geredeg, inisiasi berupa rekomendasi klian banjar atau prajuru desa pakraman, untuk mengucurkan kredit baik da-

lam upaya membeli bibit ternak atau sarana produksi pertanian dan peternakan lainnya. Dalam rangka mempercepat pemulihan atau pembangunan kembali perekonomian masyarakat pasca-erupsi Gunung Agung di Karangasem, warga memang harus bekerja keras kembali. Warga tak boleh bingung, apalagi waswas. Keyakinan dan tekad kuat harus dibangun tanpa pernah ada rasa menyerah. Geredeg mengaku sangat menyadari warga Karangasem ini adalah pejuang tangguh. Warga diyakini memiliki mental kuat menghadapi kondisi alam tandus. Dengan

modal kekuatan itu, di mana saja warga itu berada mereka bisa hidup karena rata-rata giat bekerja. Kerja keras itu merupakan kunci penting memetik sukses kelak. Pascaletusan dahsyat Gunung Agung 1963, banyak warga Karangasem bertransmigrasi. Kemudian, mereka banyak akhirnya sukses. Seperti di daerah transmigrasi di Lampung atau di Sulawesi. Namun saat ini pemulihan pasca-erupsi tidak seberat 54 tahun lalu. Sekarang sudah maju dan menurutnya warga yang memang tidak ada minat keras transmigrasi, masih bisa hidup dengan bekerja keras di Bali. Apalagi yang memang masih memiliki lahan di Bali. Wayan Geredeg yang juga pengusaha itu menyampaikan, saat ini masyarakat terdampak erupsi Gunung Agung khususnya di Karangasem harus dibantu. Selain bantuan dalam bentuk motivasi juga bantuan dalam mendapatkan bantuan modal yang mudah dan murah.

‘’LPD harus mengambil peran itu. Sebagai lembaga keuangan desa pakraman, niat untuk membantu warganya sendiri harus lebih besar. Ini akan sangat membantu mempercepat proses pemulihan itu,’’ tegasnya. Saat ini, LPD yang paling cepat dan paling mudah untuk bisa secepatnya membantu warga petani terkait permodalan. Bisa saja, modal yang dikucurkan LPD itu menggunakan ternak atau bibit sapi, babi, atau ayam yang dipakai jaminan. ‘’LPD saya kira yang paling dekat, pengurus LPD paling tahu siapa warganya atau krama desa yang perlu dan berapa berani memberikan kredit modal,’’ tambah Geredeg. Wayan Geredeg menambahkan, jika di satu LPD yang dulu wilayah KRB keterbatasan modal, pasti ada LPD lainnya yang bisa memasok dana untuk pemberikan kredit modal kerja atau modal usaha bagi krama desanya. Sebab, sebagaimana

diketahui, di kalangan LPD sudah ada kerja sama sangat bagus dan saling membantu dalam persoalan dana. Saat warga yang sebelumnya mengungsi sejak September, kini pulang ke desa atau rumahnya masing-masing, saat ini masih banyak yang bingung. Warga bingung, harus memulai usaha dari mana sebab mereka harus mulai dari nol. Mau beternak, sebagian besar sapi warga petani sudah terjual murah saat panik September tahun lalu. Uang penjualan sapi yang murah atau setengah harga itu malah sudah habis untuk bekal mereka di pengungsian. Geredeg menyebut warganya di perbukitan atau di kaki dan lereng Gunung wilayah Desa Pakraman Sibetan pun, banyak mengalami hal seperti itu. Karena itu, pihaknya sangat berharap peran serta semua pihak bersama-sama membantu warga yang saat ini sangat mengalami kesusahan. (gik)


Rabu Pon, 14 Maret 2018

Ditahan di Mapolres, Septiyani Diawasi Khusus Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar telah menerima hasil autopsi dari kasus pembunuhan tiga bocah di Banjar Palak Desa Sukawati. Berdasarkan autopsi, tidak ditemukan senyawa pestisida pada tubuh ketiga korban. Hal ini sesuai dengan keterangan tersangka, Ni Luh Puti Septiyani Permadani, yang menyatakan ketiga anaknya itu dibunuhnya dengan cara dibekap menggunakan boneka. Sementara itu, tersangka kini telah ditahan di Mapolres Gianyar dan diawasi secara khusus. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denny Septiawan, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan pihaknya sudah menerima hasil pengecekan laboratorium sejumlah barang bukti yang sebelumnya diamankan seperti 1 sachet Baygon cair, botol minuman bayi, tutup botol, bungkus seprai, dan sarung bantal. Dari hasil pemeriksaan laboratorium untuk toksikologi, 1 sachet obat pembasmi serangga tersebut positif mengandung zat berbahaya, sementara lainnya negatif. Menurutnya, hasil autopsi terhadap ketiga korban yakni Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), I Made Mas (4), serta I Nyoman Kresnadana Putra (2) sudah keluar. Dari hasil pemeriksaan ketiga korban, nihil ditemukan zat berbahaya. Jika dicocokkan dengan keterangan tersangka, disimpulkan Septiyani tidak membunuh anaknya dengan racun. ‘’Melainkan tersangka membunuh sendiri dengan cara membekap mulut anaknya sehingga menyebabkan ketiga anaknya meninggal dunia,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, kondisi tersangka Septiyani mulai membaik. Sebelumnya, tersangka didiagnosis mengalami depresi berat dengan gejala psikotik. ‘’Pemeriksaan terakhir, semua membaik. Vitality hasilnya baik, fungsional untuk organ tersangka membaik,’’ katanya. Meski kondisi sudah membaik, Septiyani tetap diwajibkan mengonsumsi obat. Septiyani juga sudah dipindahkan ke Mapolres Gianyar kemarin. Sebelum ditahan, tersangka sempat meminta izin untuk bersembahyang di rumahnya di Banjar Palak Desa Sukawati. ‘’Hanya untuk sembahyang, ya... kita izinkan. Setelah itu langsung dibawa ke Polres dan sekarang sudah ada di sel tahanan,’’ ungkapnya. Polisi pun memberikan pengawasan khusus terhadap tersangka. Hal ini guna mengantisipasi percobaan bunuh diri. ‘’Kami lakukan pengawasan khusus, minta bantuan poliklinik Polres untuk cek setiap hari, termasuk tangkal upaya percobaan bunuh diri,’’ katanya. AKP Denny juga menegaskan, dalam kasus ini tidak lagi dilakukan rekonstruksi, karena keterangan tersangka dan alat bukti dinilai cukup. ‘’Tersangka sudah diperiksa, semua sudah lengkap. Tinggal lengkapi berkas untuk tahap pertama ke Kejaksaan,’’ jelasnya. (kmb35)

GIANYAR

9

Polisi Amankan Ratusan Liter Mikol

Gianyar (Bali Post) Peredaran minuman beralkohol (mikol) menjelang hari raya Nyepi menjadi perhatian khusus aparat kepolisian. Dalam sepekan terakhir, dua pengiriman mikol ke Kabupaten Gianyar berhasil digagalkan jajaran Sat. Narkoba Polres Gianyar. Selain itu, polisi juga melakukan penggerebekan di sejumlah wilayah. Dari sejumlah operasi, polisi mengamankan 780 liter mikol jenis tuak dan arak. Barang bukti tersebut rencananya dimusnahkan pada Kamis (15/3) besok. Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan awalnya polisi mendapat informasi mengenai tingginya pengiriman arak dan tuak ke wilayah Gianyar jelang hari raya. Petugas pun akhirnya melakukan penyelidikan hingga akhirnya terdeteksi pengiriman pada Jumat (9/3) lalu. ‘’Akhirnya, pengiriman mikol yang dilakukan I Nengah Bantas (63) asal Karangasem berhasil digagalkan,’’ ucapnya. Kala itu, Bantas hendak mengirimkan ratusan liter tuak ke wilayah Gianyar. Namun, upaya ini berhasil dijegal polisi, saat Bantas melintas di Jalan By-pass Dharma Giri, Kelurahan Gianyar. ‘’Saat kita geledah, di dalam mobil yang dikendarai I Nengah Bantas ini

ternyata ada belasan jeriken berisi tuak,’’ ucapnya. Dharmanatha mengatakan, total ada 360 liter tuak yang ditemukan di dalam mobil Bantas. Ratusan liter arak itu hendak diedarkan ke sejumlah warung di Gianyar. ‘’Tuak ini mau diedarkan di wilayah Gianyar kota,’’ tegasnya. Tidak berhenti di situ, keesokan harinya, polisi kembali mendeteksi pengiriman mikol. Kali ini pelakunya melintas di Jalan By-pass I.B. Mantra, Desa Medahan, Blahbatuh pada Sabtu (10/3). Kala itu, tepatnya sekitar pukul 15.30 Wita, I Wayan Sumantra hendak mengirim mikol jenis arak menggunakan mobil pribadi miliknya. ‘’Saat kita geledah, di dalam mobil itu ada 330 liter arak,’’ katanya. Arak tersebut berasal dari

Karangasem dan diduga akan diedarkan wilayah Gianyar dan Denpasar. Kini, seluruh barang bukti sudah diamankan di Mapolres Gianyar. ‘’Jadi, seminggu ini total ada dua pengiriman mikol yang kita gagalkan,’’ ucapnya. Polisi juga menggerebek penjualan mikol di warung. Seperti di warung milik I Kadek Mertayasa yang berlokasi di seputar By-pass I.B. Mantra, Desa Tulikup, Kecamatan Gianyar. Dari penggerebekan pada akhir pekan itu, polisi mengamankan 60 liter tuak. Sebelumnya, polisi juga menggerebek warung minum yang menjual arak di seputaran By-pass I.B. Mantra, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh. Dari warung minum milik I Wayan Kacong, polisi mengamankan 30 liter

Bali Post/nik

CEK BARANG BUKTI - Kasat Narkoba Polres Gianyar AKP I Gusti Putu Dharmanatha didampingi Kasubag Humas AKP Nyoman Pawana Jaya Negara saat barang bukti mikol yang disita di Mapolres Gianyar. arak. Dharmanatha menjelaskan, dari seluruh pengungkapan ini, polisi memgamankan 780 liter mikol. ‘’Rencananya akan dilakukan pemusnahan oleh Bapak Kapolres beserta instansi terkait,’’ tegasnya. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gianyar AKP Nyoman Pawana Jaya Negera menyampaikan, jelang Nyepi,

kepolisian memang mengatensi peredaran mikol. Sebab, sesuai hasil rapat koordinasi, konsumsi mikol berlebihan dapat memicu lepas kontrol bahkan bisa memicu keributan. ‘’Maka itu kita imbau masyarakat tidak mengonsumsi mikol. Terutama saat pawai ogoh-ogoh, jangan ada yang sampai mabuk mikol,’’ katanya. (kmb35)

Bali Post/nik

DEKLARASI - Jajaran Polres Gianyar bersama TNI, pemerintah dan tokoh masyarakat mendeklarasikan gerakan menolak ‘’hoax’’ dan kekerasan terhadap tokoh agama di Mapolres Gianyar, Selasa (13/3) kemarin.

Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056

KONI Gianyar - 947261

DPRD - 943144

BNN Kab. Gyr. - 946122

BPBD - 7844717/7844718

PLN - 947166

PMK - 943113

Kodim 1616 Gyr - 943069

Kantor Satpol PP - 944436

Koramil Gianyar - 942289

RSUD Sanjiwani - 943020

Koramil Blahbatuh - 941167

PDAM - 944225/943233

Koramil Tegallalang - 974792

KPA Gianyar - 942184

Koramil Tampaksiring - 901601

PMI Gianyar - 8958414

Koramil Sukawati - 297564

perspektif

Polres Ajak Masyarakat Tolak ’’Hoax’’

Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar menggandeng instansi terkait untuk mendeklarasikan menolak hoax. Deklarasi dinilai penting untuk terus mengajak masyarakat untuk tidak membuat atau menyebarkan berita bohong dan ujaran kebencian di media sosial. Hal ini diungkapkan Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo,

Topik : PENGEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN

Nolkan Pajak Lahan Pertanian ALIH fungsi lahan pertanian di Kabupaten Gianyar menjadi permukiman atau tempat usaha mendapat sorotan calon Bupati Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah. Melihat maraknya alih fungsi lahan pertanian, pihaknya pun berjanji akan memperjuangkan eksistensi kawasan pertanian. ‘’Kita akan perjuangkan kawasan sawah yang masih produktif termasuk ka-

wasan jalur hijau,’’ ucapnya. Menurut Cok Ibah, kawasan pertanian yang menjadi bagian dari subak merupakan warisan yang wajib dijaga. Sebagai bentuk konservasi, pihaknya pun memperjuangkan pengelolaan pajak kawasan pertanian menjadi nol. Kebijakan tersebut dinilainya sangat penting diwujudkan. Petani sangat memerlukan bantuan dari berbagai sisi mulai dari hulu hingga hilir. Dengan berbagai kemudahan, diharapkan beban petani dapat berkurang sehingga mereka bisa mempertahankan lahan pertaniannya. ‘’Kita akan memperjuangkan pajak sampai nol, sehingga kecenderungan masyarakat menjual tanah bisa berkurang,’’ katanya. Di sisi lain, Cok Ibah juga menilai pentingnya sinergi antarpetani. Sinergi tersebut bisa diwujudkan dengan melalui koperasi di masing-masing subak. ‘’Tujuannya agar mereka tidak berjuang sendiri-sendiri. Apalagi pekaseh di masing-masing desa pakraman ini sudah menjadi ikon Bali,’’ jelasnya. (kmb35)

Sinergikan Pertanian dengan Pariwisata MEMPERTAHANKAN sektor pertanian menjadi fokus calon Bupati Gianyar Made Mahayastra. Upaya tersebut bisa diwujudkan melalui pengembangan agrowisata di kawasan Gianyar Utara yang meliputi Kecamatan Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring. ‘’Tanpa pertanian yang subur, kehidupan pariwisata kita tidak akan makmur. Karena itu, di sini kami memberikan pembinaan pengembangan agrowisata. Selain untuk menarik turis, juga untuk menjaga kelestarian lingkungan,’’ ucap politisi PDI-P ini. Pihaknya juga berupaya melindungi kawasan pertanian dari gerusan alih fungsi lahan. Perlindungan dimaksud seperti yang dilakukan terhadap Subak Pulagan yang sekarang telah mendapat pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. ‘’Selain Pulagan, juga ada beberapa subak sudah kita perdakan agar terlindungi. Intinya, jangan sampai beralih fungsi,’’ tegasnya. Selain perlindungan secara hukum, pemerintah juga memberikan insentif kepada para petani khusus-

nya para petani di Subak Pulagan. ‘’Selain itu, setiap laporan pertanian pasti diprioritaskan penanganannya. Seperti irigasi jebol, penyaluran pupuk atau semacamnya, harus segera ditangani. Yang jelas, kesejahteraan petani menjadi tanggung jawab kita,’’ ujarnya. Ditambahkannya, saat menjabat Wakil Bupati Gianyar, pihaknya juga mendapat subsidi bibit padi hibrida dengan hasil panen 12,5 ton per hektar. Bantuan ini sudah disebarkan ke petani di seluruh wilayah Gianyar. (kmb35)

Selasa (13/3) kemarin. Djoni Widodo mengatakan, deklarasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat tersebut, juga sebagai bentuk penegasan bahwa berbagai bentuk hoax hingga kekerasan terhadap tokoh agama harus dihindari. Pada deklarasi itu, ada 25 undangan yang hadir di Polres Gianyar mulai dari unsur

TNI, lembaga keagamaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Bendesa di lingkungan Kota Gianyar dan Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP). ‘’Pada intinya semuanya sepakat untuk rukun,’’ ujarnya. Diakuinya, hoax kini sedang marak di media sosial terutama. Kalau tidak diantisipasi sedini mungkin, hoax

bisa menimbulkan perpecahan di masyarakat. Selain memerangi hoax, pihaknya juga memetakan potensi konflik di Kabupaten Gianyar. Kepolisian bersama TNI pun terus berupaya menghadang munculnya konflik. Lebih lanjut dia menyatakan, dari perkiraan intelijen, ada beberapa desa yang memiliki potensi terjadi ge-

sekan. ‘’Setiap kecamatan ada daerah rawan. Disinyalir ada ketidakharmonisan,’’ ujarnya. Dia pun memastikan kawasan rawan konflik akan mendapat perhatian khusus, baik dari jajaran kepolisian maupun TNI. ‘’Bagian Ops membuat perencanaan pengamanan, mengantisipasi manakala ada terjadi gesekan,’’ tegasnya. (kmb35)

Tiga ’’Guide’’ Liar Terjaring Sidak di Ubud

Gianyar (Bali Post) Sejumlah guide atau pramuwisata terjaring sidak di wilayah Ubud, Selasa (13/3) kemarin. Dari sidak yang digelar petugas gabungan Satpol PP Provinsi Bali bersama Ditbinmas Polda Bali dan Dishub Provinsi Bali itu, petugas berhasil menjaring tiga orang guide yang tidak memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP). Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Bali I Ketut Pongres mengatakan,

petugas gabungan membuka dua titik posko yakni di areal parkir Pura Dalem Puri dan Puri Ubud. Petugas di dua lokasi tersebut meminta kartu identitas para guide yang sedang mengajak wisatawan. ‘’Kami langsung panggil mereka. Kami minta menunjukkan KTPP,’’ ujarnya. Selama sidak, ada 21 guide yang diperiksa. Tiga guide dinyatakan tidak memiliki KTPP. Mereka melanggar ketentuan dalam Perda Provinsi Bali No.

5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata. Petugas pun langsung membuatkan berita acara tindak pidana ringan. ‘’Para guide liar yang kena tilang ini, selanjutnya diminta mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Gianyar,’’ katanya. Dalam sidak tersebut, petugas gabungan sekaligus memeriksa angku tan wisata. Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan satu angkutan yang tidak memiliki izin angkutan. Pemilik angkutan tanpa izin

itu pun dikenakan tipiring karena melanggar Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pongres menyampaikan, penindakan terhadap guide dan angkutan wisata ini tidak sekali ini saja digelar. Beberapa waktu lalu juga digelar sidak serupa di areal parkir Pura Batuan. ‘’Rencana ke depan, kami akan gelar lagi di beberapa tempat di wilayah Gianyar,’’ ungkapnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Asah Kemampuan, Prajurit Kodim Latihan Menembak Negara (Bali Post) – Ratusan prajurit Kodim 1617/Jembrana mengikuti latihan menembak senjata ringan (latbakjatri) di Lapangan Tembak Kodim, Banjar Ambyarsari, Desa Blimbingsari Melaya, Selasa (13/3) kemarin. Latihan ini dilakukan agar para prajurit hingga di tingkat Koramil bisa mengasah dan masih mempertahankan kemampuannya dalam hal menembak. Dalam latihan tersebut para prajurit menggunakan senjata laras panjang M16 A-1 dan menggunakan amunisi tajam kaliber 5,56 mm 4 tj. Sedangkan untuk amunisi pistol P-1 Pindad menggunakan amunisi tajam kaliber 9 mm Pindad. Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok dalam latihan tersebut mengatakan kegiatan latihan menembak ini merupakan agenda rutin di TNI-AD setiap tri wulan. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalisme kemampuan prajurit dalam menembak, baik senjata api jenis pistol maupun laras panjang. “Latbakjatri wajib diikuti oleh seluruh prajurit Kodim 1617/Jembrana termasuk yang bertugas di jajaran Koramil,” kada Dandim. Karena keterbatasan alat dan tempat, maka kegiatan latihan menembak dilaksanakan tiga hari berturut-turut agar seluruh anggota bisa mengikuti latihan secara bergiliran. “Setiap prajurit berkewajiban memelihara kemampuannya dalam hal menembak menggunakan senjata api,” tegas Dandim Jembrana. Total personel yang ikut dalam latihan tersebut sebanyak 110 orang. Komandan latihan, Kapten Inf. Supena mengatakan para prajurit dilatih kembali menembak menggunakan senjata laras panjang dalam satu sikap yaitu tiarap dengan jarak 100 meter. Sedangkan untuk penggunaan senjata pistol diasah kemampuannya membidik menggunakan dua tangan dengan jarak 15 meter. (kmb26)

Bali Post/olo

MENEMBAK - Sejumlah prajurit Kodim 1617/Jembrana melakukan latihan menembak di Ambyarsari, Melaya, Selasa (13/3) kemarin. Latihan ini dilakukan untuk mempertahankan kemampuan mereka dalam menembak menggunakan senjata api.

Ribuan Kulit Ular Digagalkan Masuk Bali

Negara (Bali Post) – Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Selasa (13/3) kemarin kembali menggagalkan sejumlah komoditi karantina yang tanpa dokumen. Dua kardus besar berisi kulit ular kering dengan total 1.600 lembar kulit ular diamankan dari truk ekspedisi tujuan Denpasar. Dalam kendaraan ekspedisi dengan nomor polisi B 9334 WX yang dikemudikan Swardi (42) asal Ngawi, Jawa Timur juga ditemukan madu yang dikemas dengan 10 jeriken isian 25 liter atau 200 liter, 3 dus bakso ikan dan 2 ekor anakan ular sanca. Dari pemeriksaan petugas yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Komang Muliyadi, barang-barang yang termasuk komoditi karantina itu tidak dilengkapi dokumen yang diperlukan. Di antaranya Sertifikat Kesehatan Karantina, baik dari Karantina Ikan maupun Karantina Pertanian. AKP Muliyadi seizin Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa mengatakan dari hasil pemeriksaan, barang-barang tersebut dibawa dari sejumlah lokasi. Di antaranya dari Cirebon, Surabaya dan Malang. Namun, semuanya bertujuan ke agen di Denpasar. Berdasarkan ketentuan UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, setiap pengiriman komoditi antarpulau harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan dari Kantor karantina asal. Setelah dilakukan pemeriksaan komiditi tersebut akan dilimpahkan ke karantina terkait untuk diproses sesuai aturan. Polsek Gilimanuk akan tetap melakukan pemeriksaan di pos-pos pintu masuk dan keluar Bali, baik terhadap orang, kendaraan dan barang muatannya. Hal itu dilakukan guna menekan adanya barang-barang ilegal yang keluarmasuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. (kmb26)

Bali Post/olo

DIAMANKAN – Sejumlah komoditi seperti ribuan lembar kulit ular diamankan dari sebuah truk ekspedisi tujuan Denpasar di Gilimanuk, Selasa (13/3) kemarin.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165 Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038 Kantor BPN(0365) 41135 Kantor Agama (0365) 41087

Kantor Camat Negara(0365) 41012 Camat Jembrana (0365) 42546/43505 Kantor Camat Melaya(0365) 42153 Kantor Camat Pekutatan(0365) 40016 Kantor Camat Mendoyo(0365) 42443 Polsek Kota Negara087762879788 Polsek Pekutatan (0365) 4700097 Polsek Mendoyo (0365) 43015 Polsek Gilimanuk (0365) 61101 Polres Jembrana (0365) 41110 TMC Polres Jembrana(0365) 43110

Bali Post/sos

SIDANG – Sidang putusan kasus pencabulan dengan terdakwa oknum Kasek IBPS. Terdakwa akhirnya divonis delapan tahun penjara.

Cabuli Tiga Siswi SD

Oknum Kasek Divonis Delapan Tahun Penjara Negara (Bali Post) -

Sidang kasus pencabulan tiga siswi SD akhirnya memasuki proses vonis, Selasa (13/3) kemarin. Oleh majelis hakim dengan ketua R.R Diah Poernomojekti, terdakwa berinisial IBPS dijatuhi hukuman bersalah dengan pidana penjara delapan tahun dan denda Rp 80 juta, subsider tiga bulan. Mendengar vonis itu, terdakwa yang juga oknum kepala sekolah (kasek) di salah satu sekolah di Jembrana mengajukan banding melalui penasihat hukumnya. Vonis yang dibacakan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Negara itu juga dihadiri dua hakim anggota, yakni Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan. Putusan majelis hakim ini lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Akh-

irudin Vami Kemalsa dan Aldi Demas Akira. Sebelumnya, JPU menuntut hukuman 10 tahun pidana penjara dan denda Rp 80 juta dengan subsider enam bulan. Terdakwa diancam dengan Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan

Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang UU RI Nomor 35 Tahun 2014 perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. Selain itu, terdakwa yang seorang pendidik ini, teran-

cam hukuman lebih. Terkait putusan ini, JPU memberikan sikap pikir-pikir. Dalam putusan tersebut, salah satu pertimbangan yang memberatkan adalah bahwa terdakwa seorang pendidik yakni sebagai kepsek. Sementara itu, penasihat hukum terdakwa, Ida Bagus Made Adnyana menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan banding. Pihaknya menilai berdasarkan fakta persidangan tindak pidana sesuai Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak tidak ter-

bukti. Putusan yang diterima terdakwa, menurutnya, juga sangat berat. Karena itu setelah dipertimbangkan, pihaknya akan mengajukan banding. Diberitakan sebelumnya, kasus pencabulan yang menjerat terdakwa dilakukan pada tiga orang siswi di SD. Pelaku melakukan tindakan pencabulan dengan cara mencium dan meremas bagian dada siswi. Namun terdakwa mengaku tindakan itu merupakan bentuk ungkapan kasih sayang terhadap muridnya, bukan perbuatan cabul. (kmb26)

Turun ke Desa-desa

Bupati Artha: Gunakan Dana Desa, Masyarakat Mutlak Dilibatkan BUPATI Jembrana I Putu Artha sejak beberapa hari belakangan ini secara maraton turun ke desa-desa yang ada di Kabupaten Jembrana serangkaian kunjungan kerja (kunker). Setelah Desa Blimbingsari dan Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, dikunjungi pada Senin (12/3), kini giliran Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo mendapat kehormatan kunjungan orang nomor satu di Gumi Mekepung, Selasa (13/3) kemarin. Setelah mendengarkan pemaparan dari masingmasing perbekel terkait segala persoalan yang dihadapi, khususnya masalah penggunaan anggaran, Bupati Artha didampingi para pimpinan OPD terkait minta agar semua komponen masyarakat dilibatkan. Terutama dalam mengawasi penggunaan anggaran yang dikucurkan pemerintah. Pasalnya, ang-

garan besar yang dikucurkan pemerintah itu diharapkan mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat. “Kunjungan kerja yang kami lakukan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun dilakukan dalam rangka untuk melihat dari dekat dan secara langsung tentang penggunaan anggaran. Baik itu yang bersumber dari APBDes, termasuk penggunaan dan realisasi anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi serta pemerintah pusat,’’ ujarnya. Di hadapan ratusan masyarakat, Bupati Artha minta agar ikut terlibat dan secara aktif mengawasi. Khususnya saat program itu direalisasikan. “Sesuai arahan pemerintah pusat melalui pemerintah Kementerian Desa, setiap anggaran yang dikucurkan ke desa-desa harus mampu memberikan manfaat kepada masyarakat.

Sangat ironis, kalau suatu proyek yang dikerjakan di desa, masyarakat setempat tidak dilibatkan. Ciptakan proyek padat karya sehingga semua komponen masyarakat ikut merasakan,” kata Bupati Artha. Kepada perangkat desa, Bupati Artha meminta untuk bersama-sama ikut mengawasi. “Saya harapkan dalam pengawasannya, masyarakat berani menyampaikan dan melakukan koreksi bilamana ada kejanggalan. Sehingga kualitas proyek yang dikerjakan itu bisa terjaga dengan baik,” harapnya. Selain soal pengawasan proyek, Bupati Artha juga menyinggung soal pelayanan, khususnya yang berkaitan dengan kependudukan. “Banyak program yang kita (Pemkab Jembrana) kucurkan ke desa. Seperti masalah kependudukan. Diantaranya pemberian santuan kepada setiap warga masyarakat yang

Negara (Bali Post) – Seminggu pascadipasang oleh KPU Jembrana, sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk mulai rusak. APK yang rusak itu sebagian besar merupakan umbul-umbul yang terpasang berderet. Dari pengamatan Selasa (13/3) kemarin, umbulumbul yang rusak tersebut sebagian besar berada di pinggir jalan utama, di mana sulit mendapatkan pengawasan langsung. Seperti di kawasan perbatasan Kota Negara dengan Mendoyo dan perbatasan Yeh Sumbul dengan Medewi. APK yang dipasang berderet dengan jumlah yang banyak itu di antaranya sudah rusak. Di perbatasan timur Kota Negara, ada sekitar dua umbul-umbul yang rusak. Sedangkan di wilayah Mendoyo, tepatnya di tikungan jembatan perbatasan Yeh Sumbul dengan Medewi, dua APK berupa umbul-umbul juga rusak. Warga di sekitar lokasi yang ditemui kemarin men-

gaku tidak mengetahui pasti apakah umbul-umbul tersebut sengaja dirusak atau memang sudah rusak. Pasalnya APK tersebut terpasang di lokasi yang jauh dari permukiman warga atau sulit terjangkau dari pemantauan. Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya saat dikonfirmasi mengatakan APK yang terpasang tersebut merupakan kewenangan paslon sejak serah terima beberapa waktu lalu. KPU hanya melakukan pencetakan APK dan memasang atribut di tempat yang disepakati. Begitu dipasang, diserahterimakan ke masing-masing paslon. Untuk itu, APK itu sudah milik paslon sehingga perawatan dan pembersihan dilakukan masing-masing paslon. Termasuk ketika terjadi kerusakan, merupakan tanggung jawab paslon. Namun, KPU nanti akan mengupayakan membantu, kendati sejatinya tidak diharuskan. “Nanti kita susun jadwal (pemantauan APK), (saat ini) jadwal kita penuh dan fokus Denpasar,” pung-

kasnya. APK yang dicetak dan dipasang KPU terdiri dari tiga jenis yakni baliho, spanduk dan umbul-umbul. Pemasangan dilakukan di sejumlah titik strategis di lima keca-

KUNKER – Bupati Jembrana I Putu Artha saat kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah desa, Selasa (13/3) kemarin. Bupati Artha mengingatkan agar masyarakat dilibatkan langsung dalam penggunaan dana desa. meninggal. Selama ini masih ada desa yang mungkin belum memanfaatkan kesempatan ini. Padahal di desa itu sendiri ada warganya yang meninggal. Meskipun santunan itu jum-

lahnya sangat kecil yakni Rp 1.500.000 setiap orang, paling tidak oleh masyarakat yang terkena musibah tentu dapat sedikit meringankan bebannya,’’ pungkasnya. (ad653)

matan. APK yang disediakan dari KPU di antaranya lima baliho. Umbul-umbul per kecamatan 20 dan spanduk dua di tiap desa/kelurahan. Sementara itu, dari pantauan kemarin, APK yang

rusak itu terlihat dari kedua paslon. Baik paslon nomor 1 Koster-Ace maupun nomor 2 Mantra-Kerta. Seperti di tikungan jembatan perbatasan Desa Yeh Sumbul dan Medewi. (kmb26)

Baru Dipasang, APK Resmi Paslon Rusak

Bali Post/olo

RUSAK – Sejumlah umbul-umbul paslon yang merupakan APK resmi dan terpasang di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk terlihat sudah rusak. Belum diketahui siapa yang merusak APK tersebut.


BALI DWIPA

Rabu Pon, 14 Maret 2018

11

FIGUR Jabatan Sekda Bali

JABATAN Sekda Provinsi Bali sampai saat ini masih belum diisi oleh sekda definitif, pascaditinggal pensiun Cokorda Ngurah Pemayun per 1 Maret lalu. Padahal, proses seleksi terbuka pengisian jabatan pimpinan tinggi madya itu sudah selesai dilakukan awal Februari. Nama tiga calon terbaik juga sudah diajukan Gubernur ke Bali Post/rin Presiden melalui Menteri Dalam Negeri. ‘’Belum, kan sedang diproses. Sudah diusulkan ke Mendagri. Sampai saat ini belum turun,’’ ujar Plh. Sekda Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda saat dikonfirmasi, Selasa (13/3) kemarin. Tiga nama yang dinyatakan sebagai calon terbaik telah melewati semua tahapan seleksi. Baik administrasi, assessment, penulisan makalah dan presentasi maupun wawancara dengan nilai tertinggi. Mereka adalah Drs. Dewa Made Indra, M.Si. yang saat ini menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, Ir. Ketut Lihadnyana, M.MA. (Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Provinsi Bali) dan Ir. I Putu Astawa, M.MA. (Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali). Dari hasil penilaian, Dewa Made Indra mengantongi nilai kumulatif tertinggi yaitu 87,50, disusul Ketut Lihadnyana dengan nilai kumulatif 82,46, dan I Putu Astawa dengan nilai 81,04. ‘’Seleksinya sudah, tapi ternyata kemarin begitu Pak Sekda (Cokorda Ngurah Pemayun - red) pensiun, langsung saya ditunjuk sebagai Plh. Kan tidak boleh kosong waktu itu,’’ imbuhnya. Menurut Arda, tugas sebagai plh. berdasarkan surat perintah gubernur akan diembannya hingga 20 Maret mendatang. Selain menjadi Plh. Sekda, Arda juga mengemban tugas sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Bali. (rin)

Bali Post/rah

HASIL OPERASI - Polresta Denpasar menggelar hasil Operasi Sikat Agung 2018.

Bali Post/eka

PACAH - Seorang petani tengah memetik bunga pacah di Abiansemal, Badung, Selasa (13/3) kemarin. Bunga ini nantinya akan dijual di pasar terdekat. Menjelang Nyepi, kebutuhan bunga di pasaran diprediksi mengalami peningkatan.

Soal Revisi Perda RTRWP

Pansus Masih Perlu Pembahasan Detail

Denpasar (Bali Post) -

Rapat kerja antara DPRD Bali dan Gubernur batal digelar usai rapat paripurna istimewa di gedung dewan, Selasa (13/3) kemarin. Meski sudah diumumkan pada akhir rapat paripurna istimewa oleh pimpinan DPRD Bali, namun kalangan dewan rupanya belum siap. Terutama untuk membahas revisi Perda tentang bahasa, aksara, dan sastra Bali, serta revisi Perda tentang RTRWP Bali sesuai agenda awal. Kedua Pansus masih perlu melakukan pembahasan secara detail sebelum melakukan rapat kerja dengan eksekutif. ‘’Kita kan masih belum melakukan pembahasan secara detail tentang RTRW ini, karena ada masalah tentang perubahan tata ruang nasional. Terutama tata ruang Jawa-Bali, di sana banyak masuk proyek-proyek,’’ ujar Ketua Pansus Revisi Perda RTRWP Bali I Ketut Kariyasa Adnyana saat dikonfirmasi, kemarin. Kariyasa mengaku tidak ingin revisi perda nantinya justru bertentangan dengan aturan tata ruang nasional. Selain alasan itu, Pansus juga masih mengkaji visi dan misi calon Gubernur Bali berikutnya. Sebab, revisi Perda RTRWP nantinya diterapkan oleh gubernur baru. Jangan sampai ada perubahan lagi karena tidak sesuai dengan visi dan misi mereka. Kemudian, perlu ada penyesuaian mengenai rencana-rencana pembangunan yang belum diakomodir dalam RTRWP seperti kereta api dan beberapa jalan tol. ‘’Termasuk masalah bandara.

Meskipun kita sudah jelas merencanakan di Buleleng, tapi World Bank masih melakukan penelitian keseluruhan tentang Bali. Selain itu, masih dikonsultasikan juga tentang rencana reklamasi (perluasan Bandara Ngurah Rai) 48 hektar seperti yang dilontarkan Menteri Luhut. Apakah dimasukkan tata ruang atau tidak, ini perlu pengkajian,’’ papar politisi PDI-P asal Buleleng ini. Menurut Kariyasa, pembahasan revisi Perda RTRWP memang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Pihaknya berkomitmen untuk tetap menjaga idealisme agar pembahasan tidak sampai terbawa arus dengan kepentingan investor. Tapi bagaimana agar perda RTRWP nantinya bisa menjadi patokan atau fondasi pembangunan Bali ke depan. Mengingat, Pansus sendiri telah sepakat untuk mengatur ulang ketinggian bangunan rumah sakit seperti RSUP Sanglah dan gedung perkantoran

pemerintah. Sementara dalam Perda RTRWP saat ini, ketinggian bangunan telah ditetapkan tidak boleh melebihi 15 meter. ‘’Rumah sakit selama ini kan dibatasi, kita lihat di Sanglah parkir saja susah. Di mana-mana, rumah sakit itu pasti dibuat naik untuk membuat parkir yang lebih besar dan membuat kelas 3 lebih banyak sehingga lebih banyak masyarakat yang dilayani. Kalau beli lahan baru sudah tidak mungkin. Nanti kita coba atur secara khusus agar tidak bias, RS Sanglah ketinggiannya boleh di atas 15 meter,’’ papar Sekretaris Komisi III ini. Diwawancara terpisah, aktivis lingkungan hidup Wayan ‘’Gendo’’ Suardana mengatakan, ada tiga ancaman yang pasti muncul bila dilakukan revisi Perda RTRWP. Di antaranya menyangkut ketinggian bangunan, sempadan pantai, dan kawasan suci. Ancaman terhadap ketiga hal yang sangat fundamental dalam RTRWP itu akan sulit

Bali Post/kmb32

I Ketut Kariyasa Adnyana

hilang karena kecenderungannya lebih mementingkan investasi. Adanya rencana untuk mengubah ketinggian rumah sakit dan perkantoran pemerintah, jangan sampai mengulang persoalan yang muncul di tahun 2010 hingga 2012 mengenai ketinggian bangunan. ‘’Harapan saya agar jangan sampai itu hanya dijadikan titik masuk. Setelah itu berhasil, lalu dia nanti akan merembet ke hal-hal yang lain. Sebetulnya ketinggian yang sekarang (tidak melebihi 15 meter

- red) sudah ideal untuk Bali,’’ ujar Koordinator ForBALI ini. Menurut Gendo, harus ada alasan yang jelas untuk mengubah ketinggian bangunan meskipun hanya dikhususkan pada bangunan tertentu. Termasuk mengenai kebutuhannya akan hal itu. Demikian pula untuk rencanarencana yang belum diakomodir seperti kereta api dan beberapa jalan tol, harus berdasarkan kebutuhan dan ada kajian akademisnya. (kmb32)

Jaga Kondusivitas Saat Nyepi

Operasi Sikat Agung 2018

Polda Gandeng Senator Cegah Berita ’’Hoax’’

Puluhan Orang Ditangkap, Tujuh Wanita

Denpasar (Bali Post) Operasi Sikat Agung (OSA) 2018 dilaksanakan mulai 22 Februari hingga 14 Maret. Sehari sebelum operasi ini berakhir, Satreskrim Polresta Denpasar bersama jajarannya berhasil menangkap 28 pelaku, termasuk tujuh wanita. Wakapolres Denpasar AKBP I Nyoman Artana didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan sasaran OSA ini yaitu curanmor, curas, cusa, dan curat. Sedangkan target operasi 7 pelaku yaitu kasus pencurian 2 orang, curas 1 orang, dan curat 4 orang. Sementara yang nontarget berhasil ditangkap 21 orang, terdiri atas kasus curanmor 1 orang, curas atau jambret 2 orang, curat 10 orang (6 laki-laki dan 4 wanita) dan cusa 8 orang (5 laki-laki dan 3 wanita). ‘’Kasus yang terjadi selama operasi ini yaitu curanmor 2 kasus, curas 1 kasus, curat 2 kasus, dan cusa 8 kasus. Anggota kami sudah bekerja semaksimal mungkin menangkap pelaku tindak pidana. Dua pelaku berstatus residivis dan baru bebas dari lapas,’’ kata Artana. Artana juga menyampaikan Polsek Denpasar Barat dalam mengejar pelaku pencurian sampai ke Papua dan Sulawesi Selatan. Pihaknya dalam mengungkap suatu kasus akan berupaya semaksimal mungkin walaupun melakukan pengejaran sampai luar Bali. Terkait pengungkapan kasus tersebut, diamankan barang bukti 1 mobil, 4 sepeda motor, 16 HP, 2 laptop, 1 jam tangan, dan 1 TV LED. ‘’Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama pemilik sepeda motor. Mudahmudahan dengan operasi ini kasus curanmor, curat, curas, dan cusa bisa ditekan,’’ ujar perwira asal Tabanan ini. Kata dia, operasi ini dilakukan kepolisian dalam rangka persiapan pengamanan hari raya Nyepi, Idul Fitri, dan Pilkada. Ia berharap dengan begitu banyaknya pelaku yang ditangkap, situasi di wilayah Polresta aman dan kondusif. Dengan demikian, pelaksanaan hari raya Nyepi, Lebaran, dan Pilkada berlangsung aman serta lancar. ‘’Selanjutnya akan dilaksanakan Operasi Cipta Kondisi, tentu sasarannya berbeda,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/dok

Wayan ’’Gendo’’ Suardana

Bali Post/rin

WAKIL KETUA - I Nyoman Suyasa kini resmi menggantikan Jro Gede Komang Swastika (Mang Jangol) sebagai Wakil Ketua DPRD Bali, lantaran Mang Jangol saat ini berstatus terdakwa atas kasus narkoba.

Gantikan Mang Jangol

Suyasa Jadi Wakil Ketua DPRD Bali Denpasar (Bali Post) Terdakwa kasus narkoba Jro Gede Komang Swastika (Mang Jangol) resmi dilengserkan dari jabatan Wakil Ketua DPRD Bali. Posisi itu kini dijabat I Nyoman Suyasa, yang sebelumnya duduk di Komisi III sekaligus menjadi Ketua Fraksi Partai Gerindra. Suyasa mengucapkan sumpah/ janji sebagai Wakil Ketua DPRD Bali sisa masa jabatan tahun 2014-2019 dalam rapat paripurna istimewa di ruang sidang utama DPRD Bali, Selasa (13/3) kemarin. Rapat paripurna istimewa dibuka Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama. Setelah itu, Sekretaris DPRD Bali I Gusti Ngurah Alit membacakan Surat Keputusan Mendagri No.161.51-315 Tahun 2018 tentang pemberhentian Mang Jangol, serta Keputusan Mendagri No. 161.51-316 Tahun 2018 tentang pengangkatan Suyasa sebagai Wakil Ketua DPRD Bali. Suyasa lantas mengucapkan sumpah/janji, selanjutnya dipersilakan menempati kursi Wakil Ketua DPRD Bali. Pria kelahiran 15 Agustus 1969 itu kini duduk

sejajar dengan Ketua DPRD Bali, dua Wakil Ketua DPRD Bali lainnya yakni I Nyoman Sugawa Korry dan IGB Alit Putra, serta Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Dalam sambutannya, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pergantian pimpinan dewan merupakan bagian dari dinamika di internal dewan sendiri. Hal ini agar dimaknai sebagai faktor pendorong untuk memantapkan kolektivitas dewan. Terutama dalam menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Suyasa diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat. ‘’Dalam tugas tambahan pengabdian yang terhormat ini, untuk bersama-sama meningkatkan kinerja institusi dewan, sekaligus meningkatkan hubungan kerja sama dan koordinasi dengan Pemprov Bali,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Suyasa mengaku tidak menyangka bisa menjadi salah satu bagian dari unsur pimpinan dewan. Dirinya akan fokus bekerja untuk rakyat

di sisa waktu jabatan hingga 2019 nanti. Terutama dalam menyalurkan program-program pemerintah untuk masyarakat hingga lapisan terbawah. ‘’Selama ini kan banyak program yang sudah menyentuh lapisan masyarakat paling bawah, itu akan kita utamakan. Apalagi masyarakat di perdesaan,’’ jelasnya. Pascamenjabat Wakil Ketua DPRD Bali, posisi Ketua Fraksi Gerindra diserahkan kepada Gde Ketut Nugrahita Pendit yang sebelumnya menjabat Ketua Badan Kehormatan. Selanjutnya, Ketua Badan Kehormatan DPRD Bali dijabat I Wayan Tagel Arjana. Sementara PAW (Pengganti AntarWaktu), diberikan kepada peraih suara terbanyak di bawah Mang Jangol, yakni Wayan Sudiara. Namun, Sudiara kemungkinan tidak menggantikan Suyasa menjadi anggota Komisi III. Sebab, posisi Suyasa di komisi dengan bidang pembangunan itu akan digantikan oleh I Ketut Agus Mas Sewi Putra yang kini menjadi anggota Komisi II. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Terkait pengamanan hari raya Nyepi dan pilkada, Direktorat Intelkam Polda Bali gencar melakukan penggalangan dengan tokoh masyarakat, agama dan adat. Setelah mengumpulkan bendesa adat, giliran Polda menggandeng anggota DPD-RI Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna MWS III untuk mengantisipasi maraknya berita hoax (bohong) dan hate speech (ujaran kebencian) saat Nyepi, Selasa (13/3) kemarin. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk diskusi melibatkan mahasiswa di salah satu restoran di Renon, Denpasar Timur. Direktur Intelkam Polda Bali Kombes Pol. Akhmad Jamal Yuliarto mengatakan, media sosial (medsos) sangat cepat memengaruhi masyarakat di era digital saat ini. Namun ada kelompok orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan medsos untuk menyebarkan ujaran kebencian dan isu SARA. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu kestabilan kamtibmas di wilayah Bali. ‘’Situasi keamanan Bali sampai saat ini masih aman dan kondusif. Dari pantauan kami, masyarakat Bali tidak mudah terprovokasi. Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya preventif Kapolda Bali untuk meminimalisir kejahatan di media sosial,’’ ujarnya. Secara pribadi, lulusan Akpol tahun 1990 ini mengaku senang tugas di Pulau Dewata ini. Selain

alam dan budaya Bali sudah terkenal di dunia, masyarakatnya juga sangat toleran. Ia berharap situasi seperti ini tetap terus terjadi sehingga akan menjadi contoh oleh daerah lain dan negara di dunia. Sementara itu, Dr. Shri I Gusti Arya Wedakarna menyampaikan, generasi muda saat ini sangat pintar menggunakan medsos. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat tidak menjadi orang yang antisosial dan penyebar berita hoax, apalagi ikut menyebarkan ujaran kebencian. Menurutnya, segala informasi yang didapat di medsos agar diklarifikasi terlebih dahulu dan dicari kebenarannya sebelum dishare sehingga tidak menimbulkan dampak yang negatif. Senator Bidang Pendidikan, Kesehatan, Agama, Pemuda dan Olaharaga, Ketenagakerjaan, Kesejahteraan Sosial dan Perpustakan ini mengaku memperjuangkan kemerdekaan lewat medsos karena sangat berguna dan bermanfaat dalam kehidupan asalkan digunakan dengan cerdas dan bijak. Selanjutnya, Arya Wedakarna membacakan deklarasi antiujaran kebencian dan anti-hoax yaitu menentang segala bentuk berita hoax dan ujaran kebencian dan mencegah segala bentuk konflik SARA. Kasubdit III Dit Intelkam Polda Bali AKBP Gede Dartiyasa mengungkapkan, masyarakat dominan menggunakan medsos. Untuk itu, ia mengimbau agar lebih bijak dalam bermedia sosial. (kmb36)

Bali Post/ist

DISKUSI - Ditintelkam Polda Bali menggandeng anggota DPD-RI dalam diskusi yang dihadiri mahasiswa.


KLUNGKUNG

12 SOSOK Sinergi Jaga Keamanan

KONTESTASI politik dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak memungkinkan terjadinya peningkatan polarisasi masyarakat yang berpeluang memunculkan konflik sosial, terlebih lagi apabila isu-isu primordialisme dijadikan cara untuk merebut kemenangan pasangan calon (paslon). Oleh sebab itu, supaya situasi tak semakin memanas yang dapat berimplikasi pada stabilitas keamanan, kepolisian melakukan kegiatan sesuai prinsip pengamanan, yakni preventif, proaktif. “Ini langkah yang dilakukan guna mengantisipasi ancaman dan gangguan dalam pelaksanaan Pilkada,” tegas Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana pada acara Simakrama Kamtibmas Pilkada Serentak di Puri Denbencingah, Desa Akah, Klungkung, Selasa (13/3) kemarin. Rawan pelanggaran dalam hajatan politik lima tahunan ini terjadi merata di seluruh kabupaten di Bali. Atas hal tersebut, antisipasi keamanan tak hanya cukup menyerahkan kepada aparat. Namun juga perlu ada gerakan gayung bersambut dari berbagai komponen masyarakat serta stakeholder. “Kami bekerja secara profesional. Kami berharap ada sinergi dari komponen masyarakat untuk mewujudkan pilkada kondusif,” ungkapnya. Hal demikian, sambungnya sudah sering ditekankan dalam pertemuan. Peredaran berita palsu atau hoax juga perlu dihindari masyarakat. Itu juga harus diperangi lantaran memicu terjadinya perpecahan antarmasyarakat. “Hoax menyentuh rasa toleransi, rasa SARA. Ini harus diperangi. Dan selalu gaungkan,” pungkasnya. (sos)

SOLUSI Topik : kembalikan eksistensi kain endek

Jadikan Identitas Diri

MASYARAKAT Kabupaten Klungkung masih ada yang memproduksi kain endek maupun songket. Karyanya pun sangat khas dan memiliki kualitas baik. Namun belakangan usaha ini mendapatkan tantangan. Produk luar dengan motif serupa, mulai masuk ke pasaran, menjadi pesaing. Harganya lebih murah. Jika ini terus berlanjut, tentunya mengancam eksitensinya. Oleh sebab itu, perlu ada upaya untuk menghidupkan itu secara berkelanjutan. Langkah apa yang ditawarkan pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada serentak 2018? Cabup Tjokorda Bagus Oka mengungkapkan Klungkung dalam menjaga eksistensinya, masyarakat akan diimbau untuk menjadikan kain itu sebagai identitas diri. Kain endek dipakai menjadi pakaian kantor untuk ASN maupun seragam anakanak sekolah. Songket dipakai saat ada upacara di pura. “Zaman dulu kalau sudah ke pura, banyak yang memakai songket. Kita harus munculkan ini lagi. Harus tumbuhkan rasa bangga untuk menggunakan produk sendiri,” jelasnya. Cara ini, menurutnya sebagai salah satu media promosi yang paling ampuh. Jangkauannya juga bisa lebih luas. Bahkan bisa mengalahkan promosi yang dikemas melalui fashion show. “Tidak seperti sekarang. Baru ada yang buat fashion show, baru memakai songket. Sedangkan dalam keseharian, tidak banyak yang memakai,” katanya. Menggeliatkan perajin, terutama yang skalanya kecil, suntikan modal dinilai sangat penting untuk diberikan. Ini akan diterapkan jika terpilih menjadi orang nomor satu di bumi serombotan. “Kalau saya jadi bupati, songket, endek akan menggeliat lagi. Perajin kecil perlu diberikan modal sehingga bisa berproduksi terus. Sekarang kan masih kerja sambilan,” pungkasnya. (sos)

Buatkan ”Branding” CABUP nomor urut 2, I Nyoman Suwirta, mengatakan kain yang menjadi produk lokal tersebut memang harus mendapatkan perhatian dari pemerintah. Guna mempertahankan eksitensinya, seluruh perajin akan diberdayakan. Persoalan yang membelit juga digali dan dicarikan solusi. Tak kalah penting juga, promosi harus terus dimaksimalkan. Tak hanya melalui fashion show, namun juga memaksimalkan fungsi pasar seni. “Tidak hanya cukup menyadarkan masyarakat untuk memakai. Tetapi juga perlu penguatan pasar untuk bisa menjual produk lokal,” tegasnya. Disampaikan lebih lanjut, perajin juga harus diberikan pendampingan secara berkelanjutan. Sasarannya tak mentok dalam hal pemasaran. Namun juga produksi yang benar-benar termanajemen dengan baik. “Sekarang kan masih mengira-ngira biaya produksi berapa. Harga jualnya berapa. Ke depan ini perlu dihitung secara detail. Ini untuk mengetahui hasil pasti perajin,” sebutnya. Pria asal Nusa Ceningan i n i menilai branding juga menjadi hal sangat penting untuk produk. “Ini harus dibuatkan brend khusus. Kita akan mendaftarkan hak ciptanya. Saat orang bilang ini produk Klungkung, tahu semuanya,” tandasnya. (sos)

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Rai Mantra Dorong Klungkung sebagai Pusat Pariwisata Berbasis Kreativitas CALON Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, menggelar dialog dengan warga Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Selasa (13/3) kemarin. Bertempat di Balai Desa Akah, acara tersebut dihadiri ratusan tokoh masyarakat setempat. Dalam kesempatan itu Rai Mantra menyampaikan gagasannya dalam membangun Klungkung bersama dengan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Menurut Rai Mantra, Klungkung memiliki kekhasan di bidang kerajinan. Berbeda dengan tempat lain, Klungkung memiliki keberagaman produk kreatif seperti kerajinan bokor dan lukisan tradisional (Kamasan), genta (Budaga), gamelan (Tihingan), uang kepeng (Tojan), dan pusat pemasaran kain endek (tenun tradisional Bali). ‘’Karena itu ke depannya

Klungkung seyogianya diarahkan menjadi kota pariwisata berbasis kerajinan,’’ ujarnya. Agar menarik perhatian dan pasar dunia, menurut Rai Mantra, Klungkung harus di-branding sedemikian rupa dan menurut hematnya branding yang pas adalah pusat perdagangan endek di Bali, bahkan nasional. Berkait endek, Rai Mantra mengatakan bahwa bersama segenap komponen masyarakat di Denpasar dirinya telah berhasil mem-branding kain endek hingga terkenal ke mancanegara. Kini saatnya menjadikan kota Klungkung sebagai pusat perdagangan kain tenun khas Bali tersebut. ‘’Semua itu bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perajin yang nantinya berimbas pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,’’ tandas Rai Mantra. (*)

Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, usai menggelar dialog dengan warga Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Klungkung, Selasa (13/3) kemarin.

Berpotensi Jadi Senjata Galang Dukungan

Bawaslu Minta Pencairan Hibah Bansos Ditunda

Semarapura (Bali Post) Tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah berlangsung, termasuk di Kabupaten Klungkung. Guna menggalang dukungan, hibah bansos berpotensi dijadikan senjata pasangan calon (paslon). Mengantisipasi hal itu, pemkab diminta untuk menunda pencairannya sampai pencoblosan. “Jangan sampai menggunakan program kewenangan kegiatan yang bersumber dari APBD untuk kepentingan salah satu paslon. Kalau memang itu potensial, ada menilai disalahgunakan, sebaiknya hibah bansos ditunda,” ungkap anggota Bawaslu Bali I Ketut Sunadra usai acara simakrama

Kamtibmas yang diselenggaran Polda Bali di Puri Denbencingah, Desa Akah, Klungkung, Selasa (13/3) kemarin. Pencairannya, sambungnya, bisa dilaksanakan Juli 2018 mendatang, usai masa pemilihan. Hal ini pun sudah disampaikan ke Gubernur dan Bupati Badung. Khusus

untuk Klungkung, segera disampaikan secara resmi. “Juli, Agustus kan masih ada waktu (pencairan - red). Tetapi jangan mencoba menjanjikan,” tegasnya. Jika dalam pilkada ada indikasi pelanggaran, terlebih ancaman tidak memberikan bantuan jika tidak mendu-

Jelang Nyepi, Harga Cabai Meroket Semarapura (Bali Post) Produksi cabai petani di Kabupaten Klungkung jelang hari raya Nyepi merosot. Hal tersebut mengakibatkan pedagang hanya mengandalkan pasokan dari luar Bali. Akibat merosotnya produksi itu, harga cabai meroket. Pedagang Pasar Semarapura, Komang Wati, Selasa (13/3) kemarin menuturkan pasokan cabai lokal sejak dua minggu lalu nyaris nihil. Pemenuhannya hanya mengandalkan pasokan dari wilayah Jawa Timur. Jumlahnya tak seperti sebelumnya. “Pasokan berkurang. Kualitasnya juga kurang bagus,” tuturnya. Hal tersebut, sambungnya, menyebabkan harga melonjak tajam. Cabai merah dari Rp 35 ribu menjadi Rp 65 ribu per kilogram dan campuran kisaran Rp 55 sampai Rp 60 ribu. “Harga naik sudah dari dua minggu,” sebutnya. Pedagang di Pasar Galiran, Klungkung, Luh Kisi, juga menyampaikan hal serupa. Kenaikan harga ini disebabkan pasokan yang anjlok. Saat panen berlimpah, ia mendapat pasokan 100 kilogram. Namun kini kurang dari separuh. “Katanya panen merosot,” tuturnya. Pedagang paruh baya ini juga menyebutkan penjualan bumbu dapur bercita rasa pedas ini juga melesu. Lonjakan harga juga terjadi pada bawang merah, dari Rp 18 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilo. Bawang putih dari Rp 22 ribu menjadi Rp 25 ribu. “Kalau kenaikannya segitu, masih tergolong normal,” ucapnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa membenarkan lonjakan harga itu. Diduga akibat gagal panen sebagai imbas cuaca buruk. “Sesuai pantauan kami, memang jelang Nyepi harga cabai naik,” jelasnya. Guna mengurangi pengeluaran masyarakat, pihaknya mengaku sangat sulit mencari solusi. Langkah untuk menggelar pasar murah belum bisa dilakukan lan-

taran pasokan cabai yang berkurang. “Pasokan yang sedikit. Kami tidak bisa buat pasar murah,” ungkapnya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengatakan produksi cabai oleh petani lokal pada bulan ini merosot. Hal tersebut sudah menjadi fenomena setiap tahun sebagai dampak cuaca buruk. “Biasanya Maret dan Agustus produksi seperti ini. Sudah menjadi fenomena tahunan,” tandasnya. (kmb45)

Bali Post/sos

PENJUAL CABAI - Penjual cabai di Pasar Galiran, Klungkung. Sejak dua pekan belakangan pasokan cabai lokal nyaris nihil. Kini pedagang hanya bergantung pada hasil panen petani dari luar daerah.

kung, masyarakat diharapkan bisa melaporkan ke pihak berwajib. Hal ini penting untuk mewujudkan demokrasi cerdas. Tak hanya itu, dalam pemilihan juga harus “mengharamkan” politik uang. “Kalau ada indikasi pelanggaran, silakan laporkan. Kami pasti tindak lanjuti itu,” sebutnya. Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan, Aset dan Pendapatan Daerah Klungkung Dewa Ketut Geriawan menjelaskan, anggaran hibah bansos yang terpasang pada APBD

2018 mencapai Rp 42 miliar dan belum ada pencairan. “Sudah ada proses penandatangan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Kalau yang cair, belum ada,” jelasnya. Terkait permintaan penundaan, ia belum mendapatkan informasi secara resmi dari pimpinan. Pembahasannya melalui rapat juga belum ada. “Kami belum mendapatkan informasi itu. Untuk kebijakan, kami menunggu arahan pimpinan,” tandasnya. (kmb45)

Terminal Semarapura Mubazir

Angkutan Umum Pilih Mangkal di Luar

Semarapura (Bali Post) Terminal Semarapura, Galiran, Kabupaten Klungkung mubazir. Pasalnya, sejak setahun belakangan telah ditinggalkan sebagian besar angkutan umum. Fungsinya kini lebih banyak untuk pangkalan angkutan lain. Berdasarkan pantauan Selasa (13/3) kemarin, terminal yang berlokasi di Kelurahan Semarapura Klod ini, tepatnya utara Pasar Galiran nampak lengang. Tempat tunggu penumpang sejumlah trayek justru menjadi tempat menurunkan barang yang diangkut mobil pick-up. Bahkan, ada pula sebagai parkir kendaraan pribadi. Sementara untuk angkutan umum, hanya terlihat segelintir. Sebagian besar mangkal di Jalan Anyelir, selatan terminal menunggu penumpang. Hal ini memicu kekroditan lalu lintas. Salah seorang sopir jurusan Dawan, I Wayan Sukania, menuturkan kondisi

terminal yang demikian sudah menjadi pemandangan klasik. Banyaknya angkutan yang mangkal di luar akibat penumpang enggan masuk ke terminal. “Tetapi untuk sopir dari Dawan, sudah sepakat untuk menunggu penumpang di dalam terminal. Kami ada delapan orang,” ucapnya. Pria asal Desa Pikat Kecamatan Dawan ini mengaku tak mempersoalkan hal tersebut. “Kami sudah punya langganan. Biar mangkal di dalam, tetap dicari,” imbuhnya. Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Suarsana tak menampik kondisi tersebut. Sebelumnya, seluruh sopir sudah diberikan imbauan untuk bisa mengitu peraturan yang ada. Namun karena beralasan mempermudah mendapatkan penumpang, diberikan permakluman untuk menunggu di luar terminal, dengan catatan tidak sampai menimbulkan kemacetan. (kmb45)


Rabu Pon, 14 Maret 2018

Rupiah Kembali Menguat Tipis Jakarta (Bali Post) – Kekhawatiran pasar akan kuatnya peluang The Fed menaikkan suku bunga, membuat nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa (13/3) sore, bergerak menguat terbatas sebesar 11 poin menjadi 13.735 dibandingkan posisi sebelumnya 13.746 per dolar AS. Analis Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo di Jakarta, Selasa kemarin, mengatakan bahwa rupiah menguat terbatas ini tidak lepas dari masih tingginya kekhawatiran pasar terhadap kuatnya peluang The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Maret ini. ‘’Nilai tukar rupiah masih bergerak stabil seiring dengan adanya penjagaan dari Bank Indonesia,’’ ujarnya. Namun, menurutnya, potensi tekanan rupiah masih terbuka mengingat bank sentral AS (The Fed) memberi sinyal kuat untuk menaikkan suku bunga acuannya pada 2018 ini sebanyak tiga kali, yang dimulai pada Maret ini.

‘’Ketua The Fed Jerome Powell percaya dengan menaikkan suku bunga maka produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat akan naik. Pernyataan itu memicu aliran dana masuk ke AS, sehingga akan mendorong dolar AS terapresiasi,’’ katanya. Chief Market Strategist FXTM Hussein Sayed mengatakan rupiah menguat seiring sejumlah data ekonomi Indonesia dijadwalkan akan dirilis pada pekan ini, salah satunya data neraca perdagangan Indonesia yang memberi isyarat mengenai momentum ekonomi domestik. ‘’Pasar optimis data impor dan ekspor melampaui ekspektasi yang akan memperkuat produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama tahun ini,’’ katanya. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (13/3) mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi 13.757 dibandingkan posisi sebelumnya 13.768 per dolar AS. (ant)

EKONOMI

13

Revisi Aturan Insentif Pajak

Pemerintah Lakukan Perubahan Radikal Jakarta (Bali Post) – Pemerintah Indonesia terus melakukan upaya mempermudah masuknya investasi asing. Salah satunya melalui revisi aturan mengenai insentif pajak. Bahkan revisi insentif pajak yang akan dikeluarkan April 2018 nanti merupakan perubahan radikal. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Selasa (13/3) kemarin di Jakarta. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menuturkan, Presiden Joko Widodo meminta segera diselesaikannya seluruh kebijakan insentif bagi investasi dan ia menyebutkan akan ada perubahan yang sangat radikal dalam cara pemerintah mengubah dan mendesain insentif tersebut. ‘’Pertama dari sisi tax holiday tidak lagi range tapi satu, 100 persen, jadi certainty. Setiap dunia usaha yang masuk dalam klasifikasi kelompok yang dapat fasilitas, pasti akan dapat tax holiday 100 persen dan dalam jangka waktu yang pasti, tergantung dari

nilai investasinya. Makin besar investasinya, makin lama ia dapat tax holiday,’’ kata Sri Mulyani. Kemudian, lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga punya tax allowance. Nantinya, bidang usaha yang masuk kategori pionir atau pun untuk kepentingan ekspansi dari sisi kapasitas, dapat memilih untuk mendapatkan salah satu dari fasilitas tax holiday atau tax allowance. ‘’Untuk dunia usaha kecil menengah yang di bawah Rp 4,8 miliar, kita juga akan turunkan PPh final dari 1 persen jadi 0,5 persen,’’ ujarnya. Selain itu, untuk dunia usaha

yang melakukan investasi di bidang seperti vokasi maupun riset dan pengembangan (research and development) untuk bisa mengembangkan produk inovasi baru, juga akan diberikan insentif dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh). Sri Mulyani mengatakan, semua hal tersebut ditujukan supaya dunia usaha merasa confident dan yakin bahwa Indonesia adalah negara dengan ekonomi dan pasarnya yang terus tumbuh, serta tidak perlu diragukan lagi komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif. ‘’Pemerintah memiliki komit-

men yang tidak perlu dipertanyakan lagi dari sisi reformasi kebijakan investasi. Kita berikan kemudahan, kita berikan simplifikasi, kita berikan pelayanan, dan kita berikan kepastian. Itu yang ingin kita komunikasikan. Nanti Bapak Presiden akan umumkan dalam satu paket pada awal April,’’ katanya. Sri Mulyani optimistis kebijakan insentif pajak untuk mendorong investasi yang ditawarkan pemerintah Indonesia akan lebih menarik dibandingkan dengan insentif yang ditawarkan oleh negara-negara tetangga di ASEAN. (ant)

Dewan Bisnis AS-ASEAN Puji Kemudahan Berbisnis di Indonesia Jakarta (Bali Post) – Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN menilai langkah pemerintah Indonesia dalam mempermudah investasi sudah berada pada jalur yang benar. Bahkan peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia dipuji, sehingga komitmen peningkatan investasi pengusaha Amerika Serikat terus ditingkatkan. Demikian disampaikan Ketua/Presiden Dewan Bisnis AS-ASEAN Alexander C Feldman ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Menurut Feldman, pihaknya terus mengawasi kendala maupun peluang berbisnis antara AS dan Indonesia. Ia menyampaikan pujian atas peningkatan peringkat/rating kemudahan berbisnis di Indonesia yang diberikan oleh Bank Dunia maupun peningkatan rating dari pemeringkat internasional lain. ‘’Tujuan kami adalah untuk membantu meningkatkan investasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan bekerja sama mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi dari AS,’’ kata Feldman Menurut Presiden US-ASEAN Business Council ini, salah satu tantangan dalam melakukan kerja sama bisnis saat ini adalah terkait informasi data dan peraturan di

masing-masing daerah. Namun, Feldman menyadari peraturan tersebut dibentuk untuk melindungi daya saing pebisnis di Indonesia. Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjelaskan kedatangan dewan bisnis itu juga membahas upaya berbisnis di Indonesia agar lebih menarik. ‘’Itu positif semuanya. Kemudian mereka menyampaikan beberapa komitmennya untuk tetap meneruskan investasi,’’ ujar Enggartiasto terkait peluang peningkatan investasi. Mendag menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo menyatakan pemerintah akan terus melakukan reformasi ekonomi dan penyederhanaan regulasi untuk meningkatkan investasi. Dia menjelaskan, penilaian pebisnis AS yang disampaikan Feldman mengenai peningkatan rating kemudahan berbisnis dan reformasi ekonomi yang dilakukan Indonesia berada pada jalur/level yang positif. Dewan Bisnis AS-ASEAN akan menyelenggarakan pertemuan selama tiga hari di Indonesia yang mengikutsertakan 41 perusahaan besar asal Paman Sam membahas potensi bisnis di Tanah Air. Dalam pertemuan yang diselenggarakan pada 13-15 Maret 2018 di Jakarta itu akan diselenggarakan pertemuan bilateral antara pejabat pemerintah dengan pemangku kepentingan dan pebisnis. (ant)

PENGHARGAAN - Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) menyerahkan piagam pengharagaan kepada Wajib Pajak pengusaha di Gedung Radjiman Wedyodiningrat, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin.

Penghargaan kepada Wajib Pajak Tingkatkan Semangat Bayar Pajak KUNJUNGAN - Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri menerima kunjungan delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN di Istana Merdeka, Selasa (13/3) kemarin.

Kemenkop Akui UMKM Berpeluang Alami Kredit Macet

Jakarta (Bali Post) – Deputi Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengungkapkan tidak tertutup kemungkinan kredit dari bank yang diterima koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) memiliki potensi permasalahan dalam pengembaliannya atau kredit macet. Abdul Kadir Damanik dalam acara diskusi terarah (Focus Group Discussion -- FGD) bertema ‘’Menekan Risiko Kredit Macet KUMKM’’, di Jakarta, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan penyebab kredit macet KUMKM bisa disebabkan oleh faktor internal seperti kegagalan usaha dan faktor eksternal seperti adanya krisis moneter dan kejadian di luar kemampuan debitur. ‘’Meski begitu, KUMKM yang memiliki kredit bermasalah merupakan fenomena yang tidak dapat diabaikan dan memerlukan upaya penyelamatan dan penyelesaian kredit. Sehingga tidak akan berdampak pada likuiditas keuangan KUMKM, yang dapat mengganggu kelancaran dan keberlangsungan usahanya dan atau bahkan menjadi bangkrut atau kolaps,’’ kata Damanik. Menurut Damanik, kredit macet adalah suatu keadaan di mana debitur baik perorangan atau perusahaan tidak mampu membayar kredit bank tepat pada waktunya. ‘’Kredit macet merupakan kredit bermasalah di mana debitur tidak mampu membayar minimum pembayaran yang telah jatuh tempo lebih dari tiga bulan,’’ katanya. Damanik menjelaskan, kredit merupakan salah satu sumber pendanaan bagi KUMKM yang diperlukan dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan usahanya, di mana sumber pendanaan kredit terbesar diperoleh melalui lembaga keuangan/perbankan. ‘’Dalam pemberian kredit umumnya berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan KUMKM selaku debitur dan mewajibkan untuk melunasi

utangnya dengan jangka waktu tertentu beserta bunga pinjaman,’’ kata Damanik. Kredit yang diterima atau diberikan kepada KUMKM oleh lembaga keuangan umumnya berdasarkan pertimbangan kelayakan KUMKM sebagai debitur perbankan. ‘’Bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan kepada KUMKM benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit sebelum kredit tersebut disalurkan,’’ kata Damanik. Hanya, Damanik mengakui bahwa restrukturisasi kredit KUMKM masih menghadapi berbagai permasalahan. Pertama, restrukturisasi kredit yang diberlakukan lembaga keuangan perbankan dan lembaga pembiayaan masih dirasakan berat oleh KUMKM. Hal ini dapat dilihat dari berbagai pengaduan yang disampaikan oleh para pelaku koperasi dan UMKM. Kedua, implementasi dari kebijakan restrukturisasi tersebut tidak diatur secara jelas oleh pemerintah dalam arti tiap-tiap bank diberikan kelonggaran untuk menyusun kebijakan restrukturisasinya masing-masing. ‘’Pemerintah hanya memberikan garis besarnya saja. Perbedaan kebijakan seperti ini dapat menimbulkan kebingungan dan keraguan di kalangan KUMKM sebagai debitur,’’ kata Damanik. Ketiga, tidak dapat dimungkiri pula bahwa masih terjadi moral hazard di kalangan perbankan yang lebih memilih untuk melakukan pelelangan atas aset debitur, karena pada umumnya nilai aset debitur lebih tinggi daripada nilai kredit. ‘’Moral hazard juga terjadi di kalangan debitur yang menunda pembayaran sambil menunggu keringanan pembayaran yang ditanggung oleh pemerintah,’’ kata Damanik. Keempat, debitur KUMKM memiliki keterbatasan dan kendala dalam bernegosiasi dengan bank untuk menyelesaikan kredit. (ant)

Jakarta (Bali Post) – Para pengusaha menyambut positif apresiasi dan penghargaan oleh pemerintah dan menyebut hal itu akan menghasilkan para Wajib Pajak semakin bersemangat dalam membayar pajak. Selain itu konflik yang dulu sering muncul antara pengusaha dan Ditjen Pajak akan berkurang. Hal tersebut disampaikan oleh pengusaha Sofjan Wanandi usai menerima penghargaan dalam acara apresiasi kepada para Wajib Pajak Besar yang terdaftar di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Wajib Pajak Besar di Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. ‘’Ini apresiasi yang menurut saya perlu dilakukan juga, supaya orang lebih semangat juga membayar pajak, baik pribadi maupun badan. Kalau perlu, ada persaingan juga antara kita,’’ ujarnya. Menurut Sofjan, dibutuhkan keterbukaan antara aparat pajak dan Wajib Pajak, khususnya para pengusaha, sehingga akan timbul kepercayaan (trust). Konflik-konflik yang sebelumnya sering timbul juga diyakini akan berkurang apabila komunikasi antara pengusaha dan pejabat dan petugas pajak berjalan baik. ‘’Memang kita

perlu komunikasi yang lebih baik. Kita perlu sebelum ada sosialisasi peraturan baru, kalau bisa pengusaha juga diajak bicara. Jangan sampai ada misunderstanding, disalahmengertikan dalam kenyataan,’’ kata Sofjan. Sementara itu, pemilik dari Emtek Group Eddy Kusnadi Sariaatmadja yang juga menerima penghargaan dari Direktorat Jenderal Pajak juga menyebutkan kini semangat membayar pajak tumbuh kembali seiring dengan perbaikan dan kemudahan pelayanan yang diberikan oleh Ditjen Pajak. ‘’Sikap melayani aparat Kanwil Pajak yang buat Wajib Pajak jadi lebih responsif dan taat pajak. Pemerintah berhasil membuat pengusaha membayar pajak bukan sebagai kewajiban, tapi sebagai nasionalisme bangsa,’’ ujar Eddy. Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir juga menyatakan bangga perusahaan yang dipimpinnya diapresiasi oleh Ditjen Pajak dalam bentuk reward dan menyebut hal tersebut akan berdampak positif dan membangkitkan gairah untuk taat pajak. ‘’Sekarang pajak itu bukan hanya jadi kewajiban, kita bangga juga diapresiasi sama Ditjen Pajak dan pemerintah. Kontribusi kita bisa dinilai, bisa dapat

reward dan insentif, itu saja yang kita harapkan,’’ ujar Garibaldi. Acara apresiasi dan penghargaan terhadap Wajib Pajak Besar sendiri disebut sangat penting mengingat para wajib pajak yang terdaftar di KPP di lingkungan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar adalah wajib pajak yang berskala besar, sehingga permasalahan yang dihadapi juga seringkali sangat kompleks. Dengan penghargaan tersebut diharapkan para wajib pajak dapat lebih bersemangat untuk melaksanakan hak dan kewajibannya serta berkontribusi dengan lebih baik di 2018 ini dan menjadi penyemangat bagi para wajib pajak lain untuk bisa mendapatkan penghargaan yang sama nanti di 2019. Jumlah wajib pajak yang mendapatkan penghargaan berjumlah 31 wajib pajak yaitu lima wajib pajak KPP Wajib Pajak Besar Dua, enam wajib pajak dari masing-masing KPP Wajib Pajak Besar Satu dan KPP Wajib Pajak Besar Tiga dan 14 wajib pajak dari KPP Wajib Pajak Besar Empat yang mendapatkan penghargaan atas kontribusinya dalam pencapaian target penerimaan Kanwil DJP Wajib Pajak Besar di tahun 2017. (ant)


BULELENG

14

Rabu Pon, 14 Maret 2018

41 KK Miskin di Desa Giri Emas Dicoret sebagai Penerima Rastra

Singaraja (Bali Post) – Pembagian jatah beras sejahtera (rastra - red) di Desa Giri Emas Kecamatan Sawan terpaksa ditunda. Ini karena adanya protes warga yang justru datanya telah dicoret dari daftar penerima rastra pada tahun ini. Tercatat 41 kepala keluarga (KK) warga miskin di Banjar Dinas Dangin Yeh tidak lagi tercatat sebagai penerima rastra. Hanya sembilan KK yang masih terdaftar sebagai penerima rastra di daerah ini. Mereka itu tercatat sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang digulirkan pemerintah pusat.

Bali Post/kmb38

SEMBAKO – K3S Buleleng menyerahkan ratusan paket sembako kepada pasien miskin, anak penghuni panti asuhan, dan lansia, Selasa (13/3) kemarin.

Serangkaian HUT Ke-414 Kota Singaraja

Lansia, Anak Panti, dan Pasien RSUD Dijatah Paket Sembako Singaraja (Bali Post) – Sejumlah kegiatan sosial dilaksanakan serangkaian perayaan HUT ke-414 Kota Singaraja tahun 2018. Dalam kegiatan sosial yang dimotori Koordinator Kegiatan Kesejahtraan Sosial (K3S) Buleleng ini menyasar para lanjut usia (lansia) dan pasien kurang mampu yang tengah menjalani perawatan di RSUD Buleleng. Tercatat 250 paket bingkisan sembilan bahan pokok (sembako) dibagikan kepada lansia di Kelurahan Paket Agung, Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, Panti Asuhan Ananda Seva Dharma, Panti Asuhan Destawan, dan pasien miskin di RSUD Buleleng. Paket sembako ini diserahkan Ketua K3S Ny. Aries Suradnyana didampingi Ny. Ayu Wardhani Sutjidra, Kepala Dinas Sosial Drs. Gede Komang, M.Si. dan Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. Ny. Aries Suradnyana

mengatakan, pemberian paket sembako ini merupakan kegiatan rutin serangkaian HUT Kota Singaraja. Lewat momentum bersejarah lahirnya Kota Singaraja oleh pendirinya Ki Anglurah Panji Sakti, Aries Suradnyana ingin berbagi kebahagiaan bersama para lansia, anakanak panti asuhan, dan para pasien yang sedang dirawat di rumah sakit. Pihaknya juga ingin memberikan semangat dan memotivasi para pasien untuk tegar dan berusaha keras memohon doa agar segera diberikan kesembuhan. Sementara kepada para lansia, dirinya ingin menunjukkan bakti kepada sosok orangtua dan tetap memohon tuntutan, sehinga generasi muda bisa terus berpartisipasi membangun Buleleng sesuai kebijakan pemerintah daerah. ‘’Ini merupakan kegiatan rutin setiap menyambut HUT Kota Singaraja setiap tahun. Kami ingin berbagi kebahagiaan

baik dengan pasien kurang mampu anak-anak panti asuhan, dan sosok orangtua kita yang sudah lansia. Dari momentum ini bagaimana kita ingin tunjukkan hormat dan bakti kita kepada orangtua untuk memberikan tuntunan kita dalam berpartisipasi dalam pembangunan di Buleleng,’’ katanya. Kadis Sosial Buleleng Gede Komang mengatakan, b a n t u a n p a ke t s e m b a k o maupun bahan makanan bergizi ini diharapkan membantu meringankan keperluan pasien miskin, anak penghuni panti asuhan, dan lansia di daerahnya. Dengan bantuan ini, asupan gizi utamanya para lansia bisa meningkat sehingga kesehatannya semakin terjaga dengan baik. ‘’Sesungguhnya ini perhatian pemerintah terhadap masyarakatnya yang kurang mampu dan ini sudah menjadi rutinitas yang tidak pernah absen,’’ jelasnya. (kmb38)

Seni dan Budaya Hindu

SELAIN menggelar kegiatan sosial, perayaan HUT Kota Singaraja juga diisi dengan lomba pengetahuan seni dan budaya Hindu. Ini untuk melestarikan khazanah budaya sekaligus edukasi kepada anak-anak dan generasi muda untuk mengerti dan mencintai seni dan budaya Hindu di tengah pergaulan pada era globalisasi seperti sekarang ini. Kepala Bagian Kesejahtraan Masyarakat Setda Putu Suryani mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan lomba ini untuk memberikan ruang dan menggugah kemauan anak-anak SD mencintai seni dan budaya Hindu. Tujuan tidak saja mencari pemenang. Lewat lomba ini, pihaknya ingin filosofi warisan leluhur ini dimengerti, sehingga akan tumbuh rasa mencintai dan dengan sendirinya akan melestarikan di tengah perkembangan zaman modern. Panitia lomba yang juga

Bali Post/kmb38

LOMBA – Ratusan siswa SD di Buleleng mengikuti lomba busana adat ke pura serangkaian HUT Kota Singaraja tahun 2018 di Wantilan Pura Agung Jagatnatha, Singaraja, Selasa (13/3) kemarin. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Buleleng Dewa Nyoman Suardana mengatakan, lomba ini diikuti 195 anak dari 15 SD gugus di Buleleng. Ratusan peserta

ini berlomba dalam kategori menulis aksara Bali, pidarta bahasa Bali, membuat tipat, lomba peragaan busana adat ke pura dam cerdas cermat. (kmb38)

miliar. ‘’Sampai kemarin malam (Senin 12/3), saya menerima laporan kerusakan sekolah akibat bencana. Ini sudah kami data termasuk untuk skema penyiapan anggarannya,’’ katanya. Menurut Suyasa, perbaikan yang memerlukan dana kurang dari Rp 200 juta, Disdikpora menjamin akan ditangani lewat anggaran APBD Perubahan 2018 ini. Perbaikan dengan anggaran perubahan itu menyasar pagar sekolah, gapura, atau ruang kelas yang rusak akibat bencana. Termasuk perbaikan pagar di SDN 2 Tegallinggah saat ini masih dihitung dan kalau kebutuhan danannya di bawah dari Rp 200 juta, maka kerusakan tersebut dipastikan akan tertangani di tahun ini. Sementara itu, mengatasi sekolah yang rawan terdampak bencana alam, Suyasa mengaku telah menyiapkan program untuk penanganan jangka panjang. Program ini khusus untuk relokasi bangunan sekolah di lokasi yang sama atau memperkuat konstruksi fondasi agar tidak mudah jebol ketika dilanda banjir atau tanah longsor. Suyasa mencontohkan, SDN 3 Pancasari, Kecamatan

Sukasada ruang kelasnya akan dipindahkan ke lokasi yang agak jauh dari pinggir danau. Ini untuk mencegah jika air Danau Buyan meluap, maka ruang kelas tidak lagi terendam seperti yang terjadi beberapa bulan lalu. Selain itu, di SDN 3 Munduk yang rawan tertimbun tanah longsor, maka solusinya akan memerkuat konstruksi fondasi dan menambah ketinggian pagar sekolah, sehingga aman kalau terjadi tanah longsor. Demikain pula di sekolah lain yang masuk kategori penanganan jangka panjang akan ditangani lewat APBD Induk tahun depan. (kmb38)

Perbaikan Kerusakan Sekolah Andalkan APBD Perubahan

Singaraja (Bali Post) – Perbaikan kerusakan infrastruktur sekolah akibat bencana alam dipastikan akan ditangani lewat APBD Perubahan 2018. Kerusakan yang bisa ditangani apabila kebutuhan dana rehabilitasinya di bawah Rp 200 juta. Sedangkan kebutuhan dana di atas Rp 200 juta, solusinya diusulkan lewat APBD Induk 2019 mendatang. Demikian diungkapkan Kadisdikpora Buleleng Gede Suyasa di sela-sela soft launching Museum Soenda Ketjil di kawasan eks Pelabuhan Buleleng, Selasa (13/3) kemarin. Lebih jauh birokrat asal Desa Tejakula Kecamatan Tejakula ini mengatakan, selama Desember 2017 sampai bulan ini, pihaknya telah mencatat 18 fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat bencana alam tanah longsor dan banjir bandang. Yang terbaru adalah kerusakan pagar di SDN 2 Tegallinggah, Kecamatan Sukasada. Jebolnya plafon di ruang kelas SDN 1 Panji Anom, jebolnya pagar di SDN 3 Selat Tembok. Belasan kerusakan infrastruktur pendidikan tersebut, diperkirakan memerlukan dana rehabilitasi mencapai Rp 3,5

Informasi yang dikumpulkan di lapangan, Selasa (13/3) kemarin, menyebutkan penghapusan puluhan KK warga miskin sebagai penerima rastra tersebut terungkap setelah tim rastra kabupaten mensosialisasikan kepada desa terkait daftar penerima rastra 2018. Disebutkan bahwa tim rastra kabupaten hanya menggunakan basis data terpadu yang ditetapkan pemerintah pusat. Di Banjar Dinas Dangin Yeh ditetapkan sembilan KK penerima rastra dan di Banjar Dinas Segara sebanyak 48 KK, sehingga total di kedua dusun tersebut penerima rastra sebanyak 57 KK. Terkait penghapusan 41 KK warga Banjar Dinas Dangin Yeh, tim rastra kabupaten berdalih bahwa itu berdasarkan basis data dari pemerintah pusat. Atas kondisi ini, desa pun memutuskan menunda pembagian rastra. Kalau tetap dibagikan, warga yang awalnya sebagai penerima kemudian tahun ini dihapus, maka dikhawatirkan akan memicu permasalahan serius. Klian Dusun Dangin Yeh Kadek Mertadana membenarkan puluhan warganya keberatan setelah tidak lagi masuk dalam daftar penerima rastra. Tahun sebelumnya tercatat 50 KK warga masuk daftar penerima rastra, namun tahun ini dipangkas hingga 9 KK saja sebagai penerima rastra. Itu

artinya 41 KK datanya dihilangkan, sehingga puluhan warga tersebut protes kepada aparat desa. “Sekarang kok bisa hanya sembilan KK yang dapat, padahal tahun lalu 50 KK. Apa dasar mengilangkan data warga kami itu,” katanya. Mertadana mengaku heran karena berdasarkan kondisi real di lapangan puluhan nama-nama warga yang telah dicoret dari daftar penerima jatah rastra kondisi ekonominya tergolong lemah. Dia mencontohkan, ada salah satu warga menderita sakit dan tidak bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tempat tinggalnya pinjaman dari kerabatnya. Selain itu, ada warga yang cacat permanen dan tidak juga bisa bekerja, justru tidak lagi masuk dalam daftar penerima rastra. Sebaliknya, ada warga yang sudah masuk ekonomi mapan dan memiliki usaha simpan pinjam, justru tetap tercatat sebagai penerima rastra. “Saat ada tim kabupaten itu baru diketahui kalau satu dusun warga miskin di daerah kami datanya dihapus. Kami tidak bisa menjelaskan kepada arga karena sebenarnya mereka itu miskin dan layak mendapat rastra. Kami juga heran ada warga yang punya usaha simpan pinjam tapi menerima rastra,” jelasnya. Di sisi lain, Mertadana mengatakan, saat sosialisasi oleh

Bali Post/kmb38

DICORET – Sebanyak 41 KK warga miskin di Banjar Dinas Dangin Yeh, Desa Giri Emas, dicoret dari daftar penerima beras sejahtera (rastra). tim rastra kabupaten, aparat desa disarankan tetap membagikan rastra berdasarkan basis data terpadu pemerintah pusat. Selain itu, aparat desa disarankan mencarikan pengganti kalau ada penerima rastra yang sudah meninggal dunia atau warga yang ekonominya mampu melalui musyawarah desa (musdes). Atas solusi itu, aparat desa mengaku kesulitan melakukan karena mereka tidak berani menentukan warga sebagai pengganti atau menghapuskan data warga dari daftar penerima rastra. Selain itu, alternatif desa untuk membagi rata rastra antara di Banjar Dinas Dangin Yeh dengan Banjar Dinas Segara juga tidak bisa diterapkan. Pasalnya, kalau jatah itu dibagi rata untuk dua banjar dinas itu, maka ada warga yang tidak mendapat. Sementara faktanya warga bersangkutan masuk dalam daftar penerima rastra. Dihubungi terpisah Plt.

Kabag Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Agus Ardika mengatakan, kendatipun ada warga yang keberatan setelah pengurangan penerima rastra di Banjar Dinas Dangin Yeh, pihaknya tidak berwenang mengusulkan warga yang sudah dicoret itu. Alasannya karena, pembagian jatah rastra berdasarkan basis data terpadu yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Sebenarnya, secara data keseluruhan penerima rastra di kabupaten masih sama dengan tahun 2017 lalu sebanyak 38.179 KK. Namun, sebaran di masing-masing desa ada yang berkurang dan ada yang bertambah. “Kami sudah sampaikan kepada aparat desa di sana (Desa Giri Emas). Kita di kabupaten hanya pengguna data yang dikeluarkan pusat. Berapa data di masing-masing desa atau dusun yang tertuang dalam basis data terpadu, ya sejumlah itu kami distribusikan rastranya,” jelasnya. (kmb38)

Museum Soenda Ketjil

Pusat Edukasi Sejarah dan DTW Baru SETELAH cukup lama menjadi wacana, Buleleng akhirnya memiliki Museum Soenda Ketjil. Museum ini di-launching, Selasa (13/3) kemarin. Dengan sokongan dana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun 2017 sebanyak Rp 1,2 milair, Museum Soenda Ketjil telah berdiri dengan jumlah koleksi baru sekitar 20 persen. Meski koleksinya belum lengkap, kalangan sejarawan menilai museum ini sebagai sumber edukasi sejarah bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat umum. Tak hanya itu, museum ini juga layak menjadi daya tarik wisata (DTW) di Kota Singaraja. Museum Soenda Ketjil memanfaatkan gedung bekas kantor pelabuhan zaman penjajah Belanda di kawasan eks Pelabuhan Buleleng Kelurahan Kampung Tinggi. Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng resmi me-launching museum ini dihadiri Sekda Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mewakili Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Hadir juga Direktur Jenderal Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud Harry Widianto, Kepala Disbud Putu Tastra Wijaya, M.M. dan pimpinan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya. Sejarawan yang juga akademisi Undiksha Singaraja I Made Pageh mengatakan, Museum Soenda Ketjil ini perannya begitu sentral sebagai pusat pendidikan sejarah di Buleleng. Sebab, museum ini menampilkan beberapa bukti sejarah pada masa lampau, bahwa ibu kota Soenda Ketjil yang meliputi Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ada di Buleleng. Selain itu, di museum ini juga disimpan bukti sejarah bahwa ibu kota Soenda Ketjil itu pernah dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal dari Buleleng yang sekarang sudah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Mr. I Gosti Ketut Pudja. “Sebagai sejarawan dan termasuk saya ikut menginisiasi pendiriannya, maka museum ini selain kebanggaan bahwa Buleleng ini sempat sebagai pusat pemerintahan di Bali, NTT, dan NTB, ini juga sebagai sumber ilmu utamanya sejarah untuk pelajar, mahasiswa, peneliti, wisatawan, dan masyarakat umum,” katanya.

Menurut Pageh, sebenarnya Museum Soenda Ketjil tidak memerlukan banyak koleksi seperti museum pada umumnya. Melainkan cukup dengan fasilitas gedung, kemudian dokumen berupa master sejarah dan wilayah kekuasaan baik di Bali, NTT, dan NTB dipajang di museum. Mester ini selain dalam bentuk buku atau dokumen sejarah lain, tetapi perlu juga berupa audio visual. Dengan koleksi yang sederhana itu, dirinya yakin sudah cukup memberikan gambaran sejarah pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Soenda Ketjil Mr. I Goesti Ketut Pudja. Dari informasi itu sebenarnya sasaran pentingnya bagaimana pengunjung yang tertarik mengetahui lebih dalam sejarah itu, maka bisa datang langsung melihat ke daerah asalnya apa yang terjadi di NTT atau NTB termasuk di Bali sendiri. “Kalau saya umpamakan sebagai buku di museum ini daftar isinya saja. Kalau apa isinya bisa berkunjung ke daerah dahulu masuk dalam sejarah kekuasaan ibu kota Soenda Ketjil. Untuk itu, di museum ini tidak perlu koleksi banyak berjubel, tetapi cukup mas-

Bali Post/mud

SOENDA KETJIL – Buleleng akhirnya memiliki Museum Soenda Ketjil sebagai sumber edukasi sejarah sekaligus kebanggaan bahwa pada masa lampau pusat pemerintahan di Bali, NTT, dan NTB ada di Buleleng. ternya seperti apa di NTB dan NTT,” jelasnya. Di sisi lain, Pageh menilai, kaitan Museum Soenda Ketjil akan dijadikan paket wisata sejarah di Kota Singaraja, dia menilai hal itu sangat layak dilakukan oleh pemerintah daerah. Ini karena dari lokasi museum sendiri yang berada dalam kawasan DTW eks Pelabuhnan Buleleng, maka areal museum pun layak menjadi pendukung objek wisata sejarah di Bali Utara. “Sangat layak kalau dijadikan DTW di Kota Singaraja. Apalagi, dahulu di kawasan ini adalah pusat perdagangan di kawasan pantai utara Bali yang tentu akan menarik untuk dipelajari dan diketahui oleh wisatawan atau peneliti,” jelasnya. Sementara itu, Dirjen Pelestarian Cagar Budaya dan

Permuseuman Harry Widianto mengatakan, pemerintah pusat akan mendukung penuh pengembangan Museum Soenda Ketjil hingga layak menjadi objek museum. Dukungan ini sejalan dengan keinginan pemkab untuk melengkapi koleksi berupa lukisan Mr. I Goesti Ketut Pudja, meja, kursi, rak buku, dan patung yang sudah diizinkan oleh pihak keluarga disimpan di museum. “Dukungan itu harus kami berikan bukan karena sejarahnya saja, namun bangunannya sendiri layak dijadikan cagar budaya karena memiliki aspek sejarah dan usianya sudah lebih dari 50 tahun. Kami minta Bupati mengusulkan dan pusat akan segera merespons untuk menetapkan sebagai bangunan ini sebagai cagar budaya,” jelasnya. (mud)


15

Rabu Pon, 14 Maret 2018 Jadwal Pertandingan Liga Champions Kamis (15/3) dini hari Besiktas vs Bayern Munich Barcelona vs Chelsea -------------------------------------------------------------------Liga Italia Kamis (15/3) dini hari Juventus vs Atalanta -------------------------------------------------------------------Liga Prancis Kamis (15/3) dini hari PSG vs Angers SCO -------------------------------------------------------------------Hasil Liga Spanyol Deportivo Alaves vs Real Betis 1-3 ------------------------------------------------------------------Liga Inggris Stoke City vs Manchester City 0-2 ------------------------------------------------------------------1. Man City 30 26 3 1 85-20 81 2. Man Utd 30 20 5 5 58-23 65 3. Tottenham 30 18 7 5 59-25 61 4. Liverpool 30 17 9 4 68-34 60 5. Chelsea 30 17 5 8 52-27 56 6. Arsenal 30 14 6 10 55-41 48 7. Burnley 30 11 10 9 27-26 43 8. Leicester 30 10 10 10 45-43 40 9. Everton 30 10 7 13 35-49 37 10. Watford 30 10 6 14 39-50 36 11. Brighton 30 8 10 12 28-40 34 12. Bournemouth 30 8 9 13 35-48 33 13. Newcastle 30 8 8 14 30-40 32 14. Swansea 30 8 7 15 25-42 31 15. Huddersfield 30 8 7 15 25-50 31 16. West Ham 30 7 9 14 36-57 30 17. Southampton 30 5 13 12 29-44 28 18. Crystal Palace 30 6 9 15 28-48 27 19. Stoke 30 6 9 15 28-56 27 20. West Bromwich 30 3 11 16 23-47 20 Pencetak gol : 24 - H. Kane (Tottenham), Mohamed Salah (Liverpool). ----------------------------------------------------Liga Jerman Werder Bremen vs Koln 3-1

Bali Post/ant

IMBANG - Gelandang Bali United Nick van Der Velden (kanan) menendang bola di depan pemain FLC Thanh Hoa, Vietnam, Pape Omar Faye (tengah) dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, Selasa (13/3) kemarin. Pertandingan imbang tanpa gol.

BU Rebut Satu Poin Jakarta (Bali Post) -

Tim Bali United (BU) meraih satu poin dari lawatannya ke Vietnam setelah bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah FLC Thanh Hoa dalam lanjutan pertandingan Grup G Piala AFC 2018, Selasa (13/3) kemarin. Hasil di My Dinh Stadium tersebut membuat BU belum bergeser dari peringkat kedua klasemen sementara Grup G dengan lima poin hasil dua kali imbang dan masing-masing satu kali menang serta kalah. Sementara Thanh Hoa tetap di peringkat ketiga dengan empat poin. Pelatih BU Widodo Cahyono Putro menurunkan para pemain terbaiknya di laga tersebut seperti Ilija Spasojevic, Stefano Lilipaly, Nick Van Der Velden,

Irfan Bachdim dan Fadil Sausu sejak menit pertama. Kedua tim memiliki beberapa peluang di awal-awal laga yang semuanya tidak bisa menemui sasaran. BU baru memiliki kesempatan emas mencetak gol di menit ke-23. Ketika itu, umpan lambung Stefano Lilipaly disundul oleh Ilija Spasojevic tepat di depan gawang lawan tetapi penjaga gawang Thanh Hoa Bui Tien Dung bisa menepisnya dengan sigap. Baik BU maupun Thanh

Hoa bisa menciptakan peluang setelahnya. Namun tidak ada yang bisa menjadi gol dan skor 0-0 menutup babak pertama. Di paruh kedua laga, Thanh Hoa berinisiatif menekan pertahanan skuad Serdadu Tridatu. Akan tetapi gempuran tersebut selalu gagal di tangan penjaga gawang Wawan Hendrawan yang tampil apik. BU yang lebih banyak bertahan mencoba menjalankan strategi dengan napas baru. Para pemain seperti Miftahul Hamdi,

I Nyoman Sukarja, Muhammad Taufiq pun dimasukkan untuk mengganti masing-masing Kevin Brands, Irfan Bachdim dan Fadil Sausu. Sayangnya, masuknya namanama tersebut tidak mengubah apa pun. Skor tetap 0-0 sampai akhir laga yang artinya kedua

tim berhak atas satu poin. Di laga berikutnya Grup G Piala AFC 2018, BU akan menghadapi tim Myanmar yang juga pemuncak klasemen Grup G Yangon United pada Rabu (11/4). Pada pertemuan pertama di Bali, BU takluk 1-3 dari lawannya tersebut. (ant)

Grup H Thanh Hoa vs Bali United 0-0 Global Cebu vs Yangoon United 2-1 --------------------------------------------------------------------------------------------------------------1. Yangon United 4 3 0 1 9-4 9 2. Bali United 4 1 2 1 5-5 5 3. Thanh Hoa 4 1 1 2 3-5 4 4. Global Cebu 4 1 1 2 3-6 4

Guardiola Tak Mau Berandai-andai

Bali Post/rtr

Penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang.

Aubameyang Lewati Perasaan Frustrasi

London Penyerang Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang harus menahan perasaan frustrasinya akibat jarang bermain dan tak bisa membantu rekan-rekannya tampil di pertandingan Liga Europa. Kondisi itu berangsur membaik setelah intensitas penampilannya meningkat. Aubameyang, yang direkrut Arsenal pada Januari, bermain untuk mantan klubnya Borussia Dortmund di Liga Champions musim ini. Peraturan cup-tied UEFA mencegah dirinya bermain untuk tim barunya di Eropa untuk sisa musim ini. ‘’Saya benar-benar frustrasi karena peraturan-peraturan itu. Saya tidak tahu bagaimana mengatakannya dalam bahasa Inggris, namun saya kecewa karena saya tidak dapat membantu tim saya,’’ kata Aubameyang kepada media Inggris, Selasa (13/3) kemarin. ‘’Ketika saya di Dortmund, saya bermain setiap tiga hari namun sekarang saya hanya bermain sekali sepekan atau terdapat jeda panjang di antara pertandinganpertandingan. Ini tidak mudah... Itulah hidup. Saya harus mengatasinya.’’ Pemain internasional Gabon Aubameyang telah mencetak tiga gol di Liga Inggris dari lima penampilannya sebagai pemain inti untuk klub, termasuk saat the Gunners menang 3-0 atas Watford Minggu lalu. ‘’Saya tidak banyak bermain pada Januari, maka sulit untuk menemukan ritmenya. Sekarang saya merasa lebih baik. Saya bekerja keras, saya banyak bekerja dalam beberapa pekan terakhir dan saya gembira karena saya merasa lebih baik,’’ tambahnya. Pemain 28 tahun itu akan menyaksikan dari tribun penonton ketika rekan-rekan setimnya berhadapan dengan AC Milan pada laga kedua pertandingan 16 besar Liga Europa di Stadion Emirates pada Jumat mendatang. Di pertemuan pertama di San Siro, Arsenal menang 2-0 atas AC Milan. (kmb39/rtr/ant)

DITERJANG - Gelandang serang Barcelona Ousmane Dembele (kiri) diterjang Bernardo Espinosa dari Girona pada pertandingan Liga Spanyol.

Bali Post/rtr

Kontribusi Dembele Diperlukan

Barcelona Ousmane Dembele dipaksa kerja keras saat mengawali kariernya di Barcelona. Gelandang Prancis itu kini mulai mendapatkan tempat di Katalan itu mengisi kekosongan Neymar yang pindah ke Paris Saint Germain.Perannya diperlukan pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions, Kamis (15/3) melawan Chelsea di Nou Camp. Barcelona mengeluarkan dana tak kurang dari 105 juta euro (129 juta dolar AS) untuk merekrut Dembele dari Borussia Dortmund pada Agustus lalu. Namun dua cedera memaksanya membatasi diri untuk tampil membela Barca di awal musim. Bahkan saat menjadi tim inti sekali pun , kontribusinya belum memberi dampak berarti. Tapi di pekan-pekan terakhir, ia mulai menunjukan ke-

hebatannya. Umpan silangnya berhasil dituntaskan Philippe Coutinho saat Barca menundukan Malaga 2-0 pekan lalu yang memperkokoh posisi timnya di puncak klasemen. Tapi Coutinho terkena aturan UEFA yang tidak memungkinkan pemain Brazil itu tampil di Liga Champions membela Barca karena sebelumnya membela Liverpool. Menghadapi Chelsea Kamis dini di laga kedua babak 16 besar Liga Champions, pelatih Ernesto Valverde dapat menggunakan jasa Dembele. Barca hanya mampu bermain imbang 1-1 di pertemuan pertama Stamford Bridge, London. Karena laga di Nou Camp memaksa tim taun rumah itu memenangkan pertandingan atau menghindari hasil imbang bila ingin lolos ke babak perempatfinal.

Statistik tidak berpihak ke Barca karena dalam 13 pertandingan tim Spanyol itu baru memenangkan 3 laga dan 6 kali seri. Sementara Chelsea mampu merebut 4 kemenangan. Selain itu laga di Nou Camp nanti, tuan rumah juga dipastikan kehilangan Andres Iniesta, padahal pemain bersangkutan merupakan pengatur permainan dan inti dari serangan Barca. Dengan isu Neymar potensial kembali ke Spanyol, Valverde menghadapi dilema bila Neymar sampai berseragam Barca lagi. Karena musim ini Barca mampu mencapai rekor 28 pertandingan tak terkalahkan tanpa Neymar dan memimpin klasemen. Kalau pun benar-benar kembali maka itu akan mengguncang komposisi solid Barca dan yang utama adalah menghalangi karier Dembele.(kmb39/rtr)

Buenos Aires Pelatih timnas Argentina Jorge Sampaoli, Selasa (13/3) kemarin memasukkan penyerang Racing Club Lautaro Martinez dalam skuadnya untuk pertandingan persahabatan melawan Italia dan Spanyol akhir bulan ini. Martinez (20) telah mencetak 12 gol dari 14 penampilan untuk Racing tahun ini. Masukan Martinez menambah jumlah pemain yang berkiprah di liga domestik di timnas menjadi lima orang. Pemain sayap Boca Juniors Cristian

Pavon juga dimasukkan, serta rekan setimnya yang berusia 32 tahun gelandang Pablo Perez. Sampaoli bersiap menyeleksi pemain untuk putaran final Piala Dunia di Rusia. Dua pemain lain yang belum pernah membela timnas, bek kanan 21 tahun Fabricio Bustos dan gelandang Maximiliano Meza, keduanya dari klub Independiente, juga masuk dalam skuad untuk bermain melawan Italia di Stadion Etihad di Manchester pada 23 Maret dan kemudian

menghadapi Spanyol di Madrid empat hari kemudian. Sampaoli sebelumnya mengumumkan 22 pemain yang bermain diluar negeri, minus penyerang Manchester City Sergio Aguero dicoret karena cedera lutut. Tim finalis di Brazil empat tahun silam, Argentina, akan memulai pertandingan Piala Dunia melawan Islandia pada 16 Juni dan kemudian berhadapan dengan Kroasia dan Nigeria. (rtr/ant)

Stoke-on-Trent Manchester City memiliki prospek untuk merayakan keberhasilannya menjuarai Liga Utama Inggris dengan kemenangan kandang atas rival sekota Manchester United (MU) bulan depan. Meski para penggemar akan sangat puas dengan skenario semacam itu, manajer City Pep Guardiola tidak berandai-andai dan fokus menghadapi pertandingan selanjutnya. City mengoleksi keunggulan 16 poin atas tim peringkat kedua MU dengan delapan pertandingan tersisa usai menggebuk Stokes City 2-0, Selasa (13/3) kemarin. City kini memerlukan dua kemenangan saja untuk menjadi juara kompetisi ini. Tetapi pasukan Guardiola terlebih dahulu harus mengalahkan Everton di Goodison Park pada 31 Maret jika menginginkan gelar juara berada dalam jangkauan mereka sebelum menghadapi derby Manchester pada 7 April. Para penggemar tentu sangat suka dengan ide menambah penderitaan MU dengan melakukan pesta di Stadion Etihad. Mereka juga bisa menyanyikan lagu-lagu mengenai seteru abadinya MU dan manajer Jose Mourinho. Namun, Guardiola mengingatkan bahwa derby itu berlangsung di antara pertandingan perempatfinal Liga Champions. City telah meraih tiket ke babak 8 besar itu, sedangkan MU akan ditentukan nasibnya melawan Sevilla Rabu dini hari. ‘’Kami ingin menjadi juara (Liga Inggris)... namun, percayalah, sebelum dan sesudah (pertandingan melawan) United kami memiliki perempatfinal (Liga Champions) dan saat ini itulah hal terpenting, fokus pada perempatfinal,’’ kata Guardiola.

‘’Saya memahami para penggemar, baiklah, namun hal yang penting adalah menjadi juara. Kapan, di mana, itu bukan masalah,’’ ucapnya. Kapten Vincent Kompany, yang menjuarai Liga Inggris bersama City pada 2012 dan 2014, memahami betul emosi yang akan tercipta melalui keberhasilan memenangi gelar dengan mengalahkan United. ‘’Semua orang di sisi biru Manchester tahu bahwa ini akan menjadi kesempatan sekali seumur hidup,’’ ucapnya. Skuad City menuju bandara setelah pertandingan melawan Stoke di mana mereka akan berlibur di kampung halaman sang pemilik klub. ‘’Sekarang kami memiliki libur tiga pekan, kami pergi ke Abu Dhabi dan akan kembali dengan lebih kuat. Ini merupakan musim dingin yang berat bagi siapapun maka kami beranjak dan kami tidak sabar untuk cuaca (yang lebih hangat),’’ kata Guardiola, mengacu kepada ramalan cuaca yang menyebutkan Manchester akan sering hujan pada pekan depan. ‘’Untuk menjadi juara merupakan hal berat, itu rumit. Klub kami tidak memiliki sejarah dengan banyak gelar. Secepatnya (mengamankan gelar) akan lebih baik, namun kami sekarang dapat bersantai,’’ tambahnya. Pada pertandingan di bet365 Stadium semalam, City pantas berterima kasih pada gelandang David Silva yang memborong dua gol kemenangan atas tuan rumah Stokes pada menit ke-10 dan 50. Bahkan tim tamu bisa meraih kemenangan lebih banyak lagi atas tim asuhan Paul Lambert yang terancam degradasi itu. (kmb39/ rtr/ant)

Martinez Perkuat Timnas Argentina

Bali Post/rtr

GOL - Gelandang Manchester City David Silva (atas) merayakan gol bersama rekan-rekannya pada laga melawan Stoke City di bet365 Stadium, Stoke-on-Trent, Selasa (13/3) kemarin. City menundukkan tuan rumah Stoke City 2-0.


OLAHRAGA

16

Wayan Gede Bima Prasetya

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Bali Post/022

Bima Bantah Dicoret dari Pelatnas

Denpasar (Bali Post) Pejudo asal Denpasar Wayan Gede Bima Prasetya membantah bahwa dirinya dicoret dari pelatnas jangka panjang. Alasannya, dirinya pulang ke Bali guna mengikuti ujian nasional (UN), mengingat statusnya sekarang siswa kelas III Jurusan IPA 4 SMAN 1 Denpasar (Smansa). Ditemui di Denpasar, Selasa (13/3) kemarin, Bima menegaskan dirinya izin meninggalkan pelatnas di Padepokan Judo Indonesia (PJI) di Ciloto. ‘’Tercatat dua pejudo yang pulang kampung mengikuti UN, saya dari seorang pejudo lagi Jhon Waromi (kelas 66 kg) asal Papua,’’ terang Bima yang biasa turun di kelas 81 kg ini. Diceritakan, dirinya lolos seleknas jangka panjang, melalui seleknas di kelas 81 kg, melibatkan empat pejudo, yakni dirinya sebagai juara, kemudian disusul atlet Banten, Jabar dan Jatim. ‘’Kami seleknas di padepokan Ciloto, November, tahun lalu,’’ tutur pejudo kelahiran Denpasar, 8 Mei 2000 ini. Selanjutnya, Bima bergabung ke pelatnas sejak 9 Januari lalu. Bima menjelaskan, pascamengikuti UN 9 April nanti, dirinya kembali bergabung ke padepokan, untuk persiapan mengikuti Kejurnas Kartika Cup, di Palembang, Mei nanti. ‘’Prestasi kami selaku atlet pelatnas dipantau terus, tiap terjun di kejurnas,’’ katanya. Untuk itu, Bima dituntut fokus berlatih dan bertanding. ‘’Setamat SMA, saya langsung bergabung lagi ke pelatnas, kemungkinan melanjutkan kuliah di sana,’’ ucapnya. Bima sendiri tiga kali terjun di Porprov, sejak Porprov Bali XI/2013 di Denpasar, tak meraih medali, kemudian Porprov Bali XII/2025 di Buleleng, mendulang emas di kelas 90 kg, dan meraih perunggu di kelas 81 kg pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Bima menyukai judo mengikuti jejak ayahnya. Ketut Agastya Suryana. ‘’Saya suka judo sebab bela diri tanpa memukul dan menendang, namun bantingan dan kunciannya mematikan,’’ tutur putra pertama pasangan Ketut Agastya Suryana dengan Ni Ketut Sudiarti ini. Bima mulai balajar judo sejak duduk di bangku kelas I SDN 29 Pemecutan. (022)

Bali Post/ant

ARTISTIK - Pasangan pesilat putri Indonesia Ni Made Dwi Yanti (kiri) dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari menampilkan jurus dalam final nomor artistik ganda putri cabang pencak silat 18th Asian Games Invitation Tournament di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta.

Menpora Yakin Pencak Silat Lampaui Target

Solo (Bali Post) Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap pencak silat menjadi simbol besar bangsa Indonesia karena lahir di negara ini dan pertama kali dipertandingkan pada Asian Games 2018 di Jakarta. Dalam penampilannya nanti, cabor ini diyakini mampu melampaui target. ‘’Cabang pencak silat baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games 2018 di Jakarta maka semangat Indonesia sebagai negeri pencak silat harus ditunjukkan dengan baik,’’ katanya saat bertemu para atlet nasional pencak silat Indonesia yang melakukan persiapan Asian Games di Stadion Sriwedari Solo, Selasa (13/3) kemarin. Para atlet pencak silat Indonesia, kata Imam Nahrawi, optimistis bahwa mereka akan mempersembahkan beberapa medali, yakni tiga hingga empat emas untuk ‘’Merah Putih’’. ‘’Saya yakin target itu masih dapat dilampaui. Tentunya masih kami nilai baik latihannya, baik try out maupun beberapa kompetisi atau turnamen yang akan diikuti para atlet silat kita,’’ katanya. Menyinggung soal keinginnan cabang pencak silat untuk ikut turnamen Belgia Open, ia mempersilakan karena semua anggaran sudah ada di tangan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Mereka, ujarnya, yang dapat menentukan akan mengikuti uji coba ke mana saja. Akan tetapi, hal yang terpenting ada laporan atau administrasi secara benar karena ia tidak ingin hal itu menjadi hal baru bagi pemeriksaan oleh BPK. Oleh karena itu, katanya, semua cabang olahraga sudah disarankan untuk berhati-hati dalam mengelola maupun menyiapkan laporan pertanggungjawaban. Pelatih Nasional Pencak Silat Roni Syaifuloh mengatakan cabang pencak silat telah menyiapkan 22 atlet yang terdiri atas 12 putra dan 10 putri untuk persiapan Asian Games 2018. Dia mengatakan setelah pencak silat melakukan uji coba akan ada beberapa evaluasi dalam rangka pembenahan fisik. Dia mengatakan 22 atlet pencak silat itu sebagai jumlah yang sudah 100 persen. Oleh karena cabang itu berisiko cedera cukup tinggi, katanya, perlu dukungan atlet di papan bawahnya agar setiap saat siap menggantikan mereka. Ia mengatakan, IPSI menargetkan mampu menjadi juara umum. Cabang pencak silat berharap dari 16 nomor yang dipertandingkan bisa memperoleh mendali emas sebanyak-banyaknya, ‘’Cabang pencak silat ini saingan terberat atlet dari negara-negara Asia Tenggara, ditambah Iran, dan pecahan negara Rusia. Semua atlet pencak silat Indonesia memiliki peluang untuk meraih medali,’’ kata Roni. (ant)

Bali Post/ant

BERLATIH - Sejumlah pemain klub Vietnam Song Lam Nghe An berlatih menjelang laga Piala AFC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Song Lam Nghe An akan menghadapi tuan rumah Persija Jakarta pada laga lanjutan Piala AFC, Rabu (14/3) ini.

SLNA Tanpa Pemain Pilar Jakarta (Bali Post) -

Pelatih tim asal Vietnam Song Lam Nghe An (SLNA) Nguyen Duc Thang menegaskan timnya siap tampil menghadapi Persija Jakarta, meski tanpa diperkuat beberapa pemain pilarnya. ‘’Kami memang tidak membawa beberapa pemain, tetapi kami masih punya pemain lain,’’ kata Nguyen di Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. SLNA akan menghadapi Persija pada laga lanjutan Grup H Piala AFC 2018 di Jakarta, Rabu sore ini. Pertandingan Persija kontra SLNA ini digelar pada Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dia melanjutkan, dirinya akan memilih pemain terbaik yang ada untuk diturunkan menghadapi Persija. Timnya bertekad meraih hasil positif di kandang lawan demi mempertahankan puncak klasemen Grup H. ‘’Saya harus mengorganisasi tim ini sebaik mungkin,’’ kata Nguyen. SLNA datang ke Jakarta

dengan keadaan pincang. Mereka tidak membawa dua pemain asing Osmar Moreira dan Michael Olaha, kapten Que Ngoc Hai kemudian Phan Van Duc dan Ho Khac Ngoc. Lalu, gelandang Ho Sy Sam juga masih menjalani hukuman larangan bermain satu laga karena menerima dua kartu kuning saat menghadapi Persija dalam pertemuan pertama mereka di Vietnam, Selasa (6/3). Sementara terkait kans menang timnya di laga kontra Persija, Nguyen menyebutkan sama dengan pertandingan-pertandingan

Piala AFC lainnya. Namun, itu agak terganggu dengan jadwal padat SLNA yang juga bermain di Liga Vietnam yang saat ini sedang bergulir. ‘’Kami harus bermain satu kali dalam tiga hari,’’ tutur Nguyen. Saat ini SLNA memuncaki klasemen sementara Grup H Piala AFC 2018 dengan tujuh poin tanpa pernah kalah dari tiga laga. Sementara Persija Jakarta berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup H dengan empat poin dari tiga laga dengan catatan masing-masing sekali kalah (dari Johor Darul Takzim dengan skor 0-3), menang

13 Atlet Jalani Pemusatan Latihan di AS Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) mengirim 13 atlet yang masuk dalam surat keputusan pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games 2018 untuk berlatih di Amerika Serikat selama sebulan mulai April. ‘’Selain berlatih, mereka juga akan mengikuti tiga kompetisi di sana yang juga dikawal oleh pelatih AS Harry Marra,’’ ujar Sekretaris Jenderal PB PASI Tigor M. Tanjung di selasela latihan atlet-atlet atletik nasional di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Selain berlatih di AS, 13 atlet itu juga akan mengikuti kejuaraan atletik Korea Terbuka pada Juni. Tiga belas atlet atletik pelatnas Asian Games yang mengikuti pelatihan di

Amerika Serikat yaitu Atjong Tio Purwanto, Bayu Kartanegara, Eki Febri Ekawati, Eko Rimbawan, Emilia Nova, Fadlin Ahmad, Idan Fauzan Richsan, Lalu Muhammad Zohri, Maria Natalia Londa, Rio Maholtra, Sapwaturrahman, Suwandi Wijaya, dan Yaspi Boby. Mereka akan ditemani tim pelatih dan ofisial yang terdiri dari delapan orang dari PB PASI selama berada di Amerika Serikat. Sementara tiga atlet lain yang juga mendapatkan surat keputusan pelatnas Asian Games yaitu Agus Prayogo, Triyaningsih, dan Hendro juga akan mengikuti kejuaraan uji coba meskipun tidak mengikuti pelatihan di Amerika Serikat. ‘’Agus dan Triyaningsh akan mengikuti kejuaraan half marathon di kota Lanzhou, Tiongkok, pada Juni. Sedangkan Hendro akan mengikuti

kejuaran Asia 20km di Nomi, Jepang pada pertengahan Maret dan kejuaraan dunia 50 km di Taishan, Tiongkok, pada Mei,’’ ujar Tigor. Atlet-atlet PB PASI kembali berlatih terpusat di Stadion Madya, Senayan pada pertengahan Maret setelah berlatih secara terpisah di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur dan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. ‘’Tapi, atletatlet lari jarak jauh masih tetap berlatih di Pangalengan, Bandung. Begitu pula dengan Eki Febri yang berlatih di Bandung karena pekerjaan dia dan Maria Londa tetap berada di Bali,’’ ujar Tigor. PB PASI membidik satu medali emas dalam perlombaan Asian Games ke-18 yang akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, pada Agustus. (ant)

LATIHAN - Para atlet pelatnas atletik berlatih di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. PB PASI kembali menggelar pemusatan latihan di Stadion Madya setelah sebelumnya stadion tersebut direnovasi untuk perhelatan Asian Games 2018.

(atas Tampines Rovers 4-1) dan seri (dengan SLNA 0-0). 10 Pemain Pelatih Persija Stefano ‘’Teco’’ Cugurra menyebut daripada fokus memerhatikan lawan, timnya lebih memilih untuk konsentrasi mempersiapkan diri sendiri. ‘’Kami harus menghormati semua lawan karena mereka bukan hanya 11 pemain di lapangan, tetapi semua nama yang ada dalam tim. Oleh karena itu penting bagi Persija berkonsentrasi dan bekerja keras demi hasil maksimal,’’ kata Teco. Menghadapi SLNA, Teco tak ingin timnya kembali bermain dengan 10 orang. Ia tak mau laga yang digelar di SUGBK, Jakarta itu sama seperti ketika menjamu klub Singapura Tampines Rovers. ‘’Saya tidak mau tim bermain dengan 10 pemain lagi. Saya sudah bi-

cara dengan masing-masing pemain,’’ kata Teco. Adapun saat melawan Tampines Rovers di SUGBK, Persija harus bermain dengan 10 pemain nyaris selama satu babak setelah bek tengah asal Brazil Jaimerson da Silva Xavier mendapat kartu merah pada babak kedua tepatnya menit ke-48. Selain memperingatkan semua pemainnya, secara khusus Teco juga berbincang langsung dengan Jaimerson terkait tindakannya saat melawan Tampines. Jaimerson, kata Teco, berjanji tak akan melakukan kesalahan serupa. Pelatih asal Brazil itu mewanti-wanti para pemainnya agar sebisa mungkin tidak melanggar pemain lawan karena wasit di AFC dianggapnya mudah mengeluarkan kartu kuning. ‘’Saya selalu memberitahukan ini kepada tim,’’ tutur Teco. (ant)

Timnas Kabaddi Putri akan Coret Empat Pemain Denpasar (Bali Post) Timnas putri kabaddi yang diproyeksikan berlaga pada Asian Games sejak pelatnas Desember tahun lalu dihuni 18 pemain. Kini, timnas kabaddi putri bakal dirampingkan menjad 14 prmain, dan konsekuensinya empat pemain bakal terdepak. Sekjen PP Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Maryoto Subekti, di Denpasar, Selasa (13/3) kemarin, menegaskan pihaknya meminta masukan dari tim pelatih, yang tediri atas Ngurah Adi Santika, Yogi Parta, Rizky, Sugeng Al Adri, P. Lumiur, utamanya menyangkut nama yang dicoret. ‘’Kami masih menunggu laporan tim pelatih, tentang empat pemain yang dicoret. Meskipun, kami juga terus memantau skill dan kualitas pemain,’’ tuturnya. Pascamencoret empat pemain, tim pelatih bakal memanggil lagi pemain seleknas, dan pembentukan tim definitif, sekitar April sampai dengan Mei mendatang. Timnas kabaddi putri keluar sebagai juara pada test event AG di Teater Garuda, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), November tahun lalu, setelah di final menundukkan Malaysia. Sementara pada hajatan resmi AG, tim-tim tangguh seperti Iran, India, Korea, Irak, Jepang, Taiwan, Nepal, Bangladesh, dan Malaysia. ‘’Kami selaku tuan rumah AG, memang ingin menyumbang medali, namun lawan kami juga tangguh, sehingga kami ingin tampil maksimal saja,’’ jelas Maryoto. Cabor kabaddi dipertandingkan secara indoor di Teater Garuda. Selama ini, timnas Indonesia berlatih di GOR Lila Bhuana, dan penggenjotan fisik di Pantai Kuta, serta Stadion Ngurah Rai. ‘’Bertindak selaku Penasihat Teknik adalah Ida Bagus Dipta,’’ ucapnya. (022)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 14 Maret 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Teknisi Listrik (Pabrik di Tabanan),SMK-Sarjana Listrik Pnglman Hub.Dewi 081236222509 B.BP.031.03.18.0000638

Cr PRT Wnt Tdr dalam,Jl.Gn Salak Gj1,5Jt Bersih,08129229286 B.BP.154.03.18.0000641

Cr Pegawai Toko Sembako Wanita Gatsu Barat Hub:082147596079

B.BP.004.03.18.0000627

Dcr Lls SMK/STM Listrk u/Panel Jl.Buluh Indah 40,081353223377

B.BP.001.02.18.0001003

Dcr Sales,Spv,Teknisi STM,Gj+ Bns+Komisi+BPJS,Lam PT.PMA, Bedahulu XVII/7 Dps

B.BP.821.03.18.0000430

Dcr Sgr Staff QS Perencanaan Min.S1 T.Sipil, Jl.Keboiwa Sltn 12 A Dps Barat Tlp.0361410720/ Email:sdmsastramas@gmail.com

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Djl Cpt Ayla 2016 Hitam Type M Full Var,95Jt Nego,Jl.Bukit Sari 12 Gatsu Hub.081338952990

B.BP.001.03.18.0000628

Dcr Therapist,P,Min SMU(2,5jt+ 15000/jam),Hairdresser,L/P,Min SMU(3jt+15000/jam+10%coloring) Brpngalaman Min 1 Thn.Lam ke Bodyworks Spa,Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget/Telp:0361-735058

B.BP.001.03.18.0000624

ISUZU

Isuzu Elf mini bus,Adiputro, 12 seat, tahun 2013, Hubungi 082145676905

B.BP.001.02.18.0001072

B.BP.031.03.18.0000632

Dibutuhkan 2 Juru Masak dan 2 Staf Utk Warung Makan.Lokasi Sibangkaja.Hubungi:08123913958

Avanza’07 Silver S&APV SGX’08 Abu2 Mtlk(AsBal)H:085238918514

B.BP.001.03.18.0000586

Dicari Sales,Wanita max 40thn Min tmtn SMA,lebih baik bisa Bhs Mandarin,Penmpln mnrik, rjn,jjr,Gj 4/jt Brtggjwb, pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780

Dicari Karyawan/Karyawati Hub.Dewa Silver (0361)8446108 B.BP.001.03.18.0000625

B.BP.001.03.18.0000571

Dicari Pembantu untuk Villa di Jalan.Kesambi Gang.Kesambi Indah No.22 Kerobokan Hub:081381302935/081337542061

B.BP.001.03.18.0000633

Dcr Krywati Admin bs komputer& bhs.Inggris u/Tour&Travel Krm CV ke:dok.services@yahoo.com B.BP.001.03.18.0000515

B.BP.001.03.18.0000647

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

BAHAN BANGUNAN

SERVICE SPA DIJUAL RUKO

2 UNIT RUKO DIJUAL TK. YEH AYA RENON

SERVICE

LB . 318 M2 LT . 300 M2

SERTIFIKAT HAK MILIK

�0811613807

DIJUAL RUMAH

C.0000917-DJR

TOUR

DIJUAL MOBIL

FOTOCOPY

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

Dicari Tanah/Rumah Strategis Denpasar utk Di-develop/Dijual Kembali.Budget Rp.5-10 Milyar Hub .Purnama:085881515449 B.BP.820.03.18.0000644

B.BP.001.03.18.0000524

Cuci Gudang Alat Fitnes Second Hp.08123634805 / 082131234798 B.BP.001.03.18.0000599

Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak SPT Tahunan 082146461910 B.BP.001.03.18.0000005

B.BP.001.03.18.0000636

Dijual Kijang Th 1997 Hub.082146421093/085935351923

B.BP.001.03.18.0000629

Kijang G’94 Kondisi Bagus 40Jt Nego Lsg AN T:081246200787 Ngr

DIJUAL TANAH 2,45Are Lbr dpn 12,60mtr Jl.Tk Pekerisan induk,087860156001

B.BP.001.03.18.0000623

B.BP.001.03.18.0000619

RUPA-RUPA

B.BP.001.03.18.0000640

DICARI TANAH

B.BP.164.02.18.0001463

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat T.08123985172 / 412815

B.BP.001.03.18.0000592

PRT-Nona Jomblo!!,Tidur Dalam, Masak Nasi,1.5Jt 081246929138

B.BP.004.03.18.0000626

Tnh 51Are Wanagiri Pancasari Jln 5mtr cck Villa,0811398154

Dana 1Hr Cair,BPKB,Srtfkt,KPR 0,5%Hb.430373/74-081239991966

B.BP.159.03.18.0000642

B.BP.031.03.18.0000637

Villa Samuan - Oberoi area Seminyak are searching for Security staff,Handyman,Butler Age 25-30 Years. English Speaking and Good Salary. Contact 081805669339 or Send CV to info@villasamuan.com

SINGARAJA

Yaris S Limited’12+Altis G’05+ MazdaCX7/2011H.081999456633

B.BP.001.02.18.0001458

Daeler Indosat Membtuhkan Sale Canvasser.Min SMA.Pengalaman Diutamakan.Hub:PB Sudirman Ruko Sudirman Agung Blok A4

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

TOYOTA

Finance/Accountant,Capable English & Computer,Experience Apply to: info@tsbali.com

Dcr Karyawan Admin SMA/SMK utk Legal Consulat.Hub:08113800837 atau CV ke:balimitra@yahoo.com

Informasi pasang iklan Telepon

Djl Tnh SHM L.160m2 Lok.Muding Kelod 085732315066/082146162387

B.BP.001.03.18.0000587

Dicari PRT Bs Masak, Pengalaman Tidur Dalam Hub.082147068989 B.BP.001.03.18.0000621

DIJUAL RUMAH Rumah Baru Minimalis Sisa2unit Type 60/100,525Jt, 087761855545 B.BP.001.03.18.0000635

Jual Tnh+Bangunan Luas 21,8m2 Jln.6m TP,Cck u/Kost Elit/Aptm Lok.Jl.P.Adi Dps,081339674256

RUPA-RUPA

T.10A dkt Pantai 50m Jln Utama Soka-Tbn 95Jt/A.085257539923

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

B.BP.001.03.18.0000575

B.BP.004.03.18.0000550

B.BP.001.03.18.0000643

KEHILANGAN Buku KIR No.DPR.60373K DK9885 DC,An.Syuhaibi,Jl.Gn.Kapur Dps

B.BP.001.03.18.0000620

Hlg Sertifikat a.n IR.I Made Widana No.HM 08562-Dalung B.BP.001.03.18.0000591

SERVICE Service TV Panggilan Hub.081558167440 B.BP.001.03.18.0000549


BANGLI

18

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Jelang Nyepi, Disperindag Gelar Pasar Murah

Bali Post/nan

MENINDAK PELANGGAR - Polisi menindak pelanggar yang terjaring Operasi Keselamatan Agung 2018, Selasa (13/3) kemarin.

Operasi Keselamatan Agung

Upaya Tingkatkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas

Bangli (Bali Post) Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bangli kembali melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2018 di Jalan Nusantara tepatnya di depan Pura Sakti Bukit Bangli, Selasa (13/3) kemarin. Operasi yang sudah berlangsung sejak sembilan hari lalu itu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk senantiasa menjaga keselamatan dalam berlalu lintas. Kanit Patroli Sat Lantas Polres Bangli Ipda Dewa Gede Putra, Selasa kemarin, mengungkapkan pelaksanaan operasi ini lebih kepada menekankan masyarakat agar bisa lebih sadar dalam menjaga keselamatan saat berkendara. Meski demikian, tetap ada sanksi bagi mereka yang melanggar. Dijelaskannya, kesadaran masyarakat khususnya di Bangli untuk menjaga keamanan dan keselamatan dalam berkendara masih terbilang rendah. Pihaknya masih sering pengendara motor yang tidak memakai helm. Padahal, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran mematuhi aturan lalu lintas misalnya melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah maupun di masyarakat. ‘’Tapi kita tetap bakal terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar senantiasa sadar betapa pentingnya keselamatan di jalan raya,’’ tegasnya. (kmb41)

Kekurangan Guru

Kegiatan Belajar di SDN Siakin Terganggu Bangli (Bali Post) – SDN Siakin di Desa Siakin Kintamani mengalami kekurangan guru. Dampaknya, aktivitas belajar di sekolah tersebut terganggu. Terkait persoalan ini, Pemerintah Desa Siakin berharap Pemkab Bangli melalui dinas terkait dapat segera memenuhi kekurangan guru, sehingga proses belajar mengajar di sekolah tersebut bisa berjalan normal. Perbekel Desa Siakin Gede Disi, Selasa (13/3) kemarin, mengungkapkan kekurangan guru di SDN Siakin terjadi sejak hampir setahun, pascapindahnya dua guru di sekolah tersebut. Saat ini jumlah guru di SDN Siakin hanya lima orang, termasuk kepala sekolah. ‘’Hanya ada lima guru. Satu kepala sekolah, satu guru agama, satu guru olahraga, dua guru kelas PNS dan satu guru abdi. Sementara jumlah siswanya sekitar 219 orang,’’ jelas Disi. Kurangnya guru di SDN Siakin, kata Disi, selama ini berdampak pada kegiatan belajar di sekolah setempat. Bahkan tak jarang siswa di beberapa rombongan belajar terpaksa tidak belajar. ‘’Kalau kelas yang jarang dapat belajar, saya tidak tahu pasti. Tapi saat saya sempat lewat, siswa di kelas VI di sana saya lihat tidak belajar,’’ ungkapnya. Pihaknya sempat diminta oleh Kepala SDN Siakin untuk ikut membantu mencarikan solusi. Sekolah tersebut setidaknya masih memerlukan tambahan tiga orang guru. ‘’Sekitar sebulan lalu saya sudah sempat langsung menghadap Kadisdikpora Bangli untuk menyampaikan persoalan itu. Tentu yang saya harapkan agar dinas terkait bisa cepat mengisi kekurangan guru di SDN Siakin. Karena melihat zaman sekarang pendidikan punya peranan penting. Kalau tidak ada guru, otomatis siswa kami di sini tidak terpenuhi pendidikannya,’’ kata Disi. Sementara itu, Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja menyampaikan, persoalan kekurangan guru tidak saja dialami SDN Siakin, namun juga beberapa sekolah lainnya. Terkait kekurangan guru di SD Siakin, pihaknya mengaku sudah meminta kepala sekolah bersangkutan untuk menganalisis dan memberdayakan warga yang memiliki basic guru untuk mengabdi di sekolah tersebut. ‘’Karena kalau saya ambil guru di sini untuk dipindah ke sana, kan yang di sini kurang,’’ ujarnya. Menurutnya, langkah memberdayakan warga merupakan langkah emergency. Sebab, jika harus mengandalkan tenaga guru yang direkrut pemerintah, butuh waktu dan proses yang cukup lama. ‘’Untuk mengangkat guru kan butuh kesiapan anggaran Pemkab juga,’’ ujarnya. Mengenai informasi terganggunya aktivitas belajar di SDN Siakin, pihaknya mengaku belum mendapat laporan terkait hal itu. ‘’Kalau secara formal saya belum tahu informasi itu. Saya akan klarifikasi ke Kabid dan Kasi saya,’’ tegasnya. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Menjelang perayaan Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 dan Saraswati yang jatuh bersamaan pada Sabtu (17/3), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli menggelar pasar murah. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Umum Kilobar, Desa Tamanbali, Bangli, Selasa (13/3) kemarin. Berdasarkan pantauan di lapangan, warga silih berganti datang untuk berbelanja membeli sejumlah kebutuhan pokok yang disediakan. Hanya saja, masyarakat yang datang tidak sampai membludak. Kepala Disperindag Bangli I Nengah Sudibia mengatakan, pasar murah bertujuan mengendalikan harga bahan pokok menjelang hari raya. Sebab biasanya jelang hari raya, harga kebutuhan pokok melonjak sebagai imbas meningkatnya kebutuhan masyarakat. Menurutnya, gejolak harga kebutuhan pokok saat ini tidak terlalu besar. Hanya harga cabai saja yang naik cukup signifikan. Itupun naiknya bukan karena hari raya, melainkan pengaruh musim.

“Yang kita jual dalam pasar murah ini adalah sembako yang merupakan kebutuhan pokok dari masyarakat seperti beras, gula pasir, minyak goreng, buah-buahan dan gas elpiji 3 kg,’’ imbuhnya. Disinggung sedikitnya pembeli di pasar murah, Sudibia menegaskan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi melalui radio. Selain itu, pihaknya juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan pasar murah ini ke perbekel maupun camat. ‘’Surat itu kita sampaikan ke perbekel sekitar Jumat lalu. Sementara, surat untuk camat diberikan lebih awal,’’ terang Sudibia. Sementara itu salah seorang warga setempat, Ni Wayan Ariani, mengungkapkan dirinya menyambut positif digelarnya pasar murah. Pasalnya, harga barang yang ditawarkan lebih murah ketimbang di warung maupun pasar. ‘’Pasar murah saya manfaatkan dengan baik untuk membeli sejumlah kebutuhan dengan harga yang lebih terjangkau,’’ katanya. (kmb41)

Bali Post/nan

PASAR MURAH - Warga berbelanja di pasar murah yang digelar Disperindag Bangli di Lapangan Umum Kilobar, Desa Tamanbali, Bangli, Selasa (13/3) kemarin.

Terkendala Anggaran

Puluhan Desa di Kintamani Belum Terjangkau Layanan PDAM Bangli (Bali Post) –

Puluhan desa di Kecamatan Kintamani dan sejumlah dusun di kecamatan lain hingga saat ini belum terjangkau layanan air bersih dari PDAM Bangli. Kendala utamanya berupa topografi Kintamani yang membuat PDAM sulit mengangkat air dari sumber yang ada. PDAM juga perlu dana hingga puluhan miliar rupiah untuk mengoptimalkan layanan ke wilayah tersebut. Direktur PDAM Bangli Wayan Gede Yuliawan Askara, Selasa (13/3) kemarin, mengatakan dari 48 desa di Kintamani, PDAM Bangli baru bisa memberikan layanan air bersih ke-9 desa. Selain di Kintamani, beberapa dusun di Kecamatan Tembuku seperti Kubusuih, Sidaparna, Puraja dan beberapa dusun di Desa

Peninjoan, juga diakuinya belum bisa mendapat layanan maksimal. ‘’Tidak normal mendapat airnya. Baru seminggu sekali,’’ ujarnya. Dikatakan Yuliawan Askara, sejatinya sumber air di Kabupaten Bangli yang bisa dimanfaatkan PDAM sangat melimpah. Hanya saja untuk memanfaatkannya PDAM harus

melakukan pengangkatan dengan cara memompa, mengingat topografi wilayah Bangli terutama Kintamani yang berada di ketinggian. Untuk mengangkat air dari sumbernya, biaya yang dibutuhkan PDAM cukup tinggi. ‘’Selama ini belum mampu kami lakukan karena butuh biaya investasi dan operasional yang cukup

tinggi,’’ terangnya. Menurut Yuliawan, jika pemerintah pusat memberikan bantuan Rp 30-40 miliar untuk mengangkat air, pihaknya meyakini puluhan desa tersebut bisa terlayani. Dengan dana sebesar itu, air bisa diangkat dari sumber air yang berlokasi di wilayah Lembean, Desa Bunutin, Kintamani. Debit air yang bisa diangkat mencapai 100 liter per detik. Dengan upaya itu, diperkirakan akan ada sekitar 6 ribu sampai 8 ribu pelanggan baru di 20 desa di Kintamani.

Yuliawan menambahkan, untuk mendapatkan bantuan dari pusat, pihaknya sudah sering mengajukan permohonan. Pihaknya juga sudah sering mempresentasikan kondisi dan kebutuhan air di wilayah Bangli ke satker terkait. Yuliawan mengakui, untuk mengangkat air dari sumber air di Lembean, pihaknya hanya bisa mengharapkan bantuan dari pusat. ‘’Kalau mengandalkan dana dari daerah kan kurang. APBD kita kan tidak signifikan,’’ kata Yuliawan. (kmb40)

Pendataan ODGJ Libatkan Perbekel dan Kadus Bangli (Bali Post) Guna mendapatkan data valid jumlah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Bangli, Dinas Sosial terus melakukan pendataan. Pada proses ini, Dinas Sosial bekerja sama dengan perbekel dan kadus. Kepala Dinas Sosial Bangli I Nengah Sukarta, Selasa (13/3) kemarin, menyampaikan data ODGJ hingga kini belum valid. Pasalnya, dalam melakukan pendataan, petugas sering menemukan kendala terutama warga yang kerap menyembunyikan anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa. Untuk itulah pihaknya menggandeng perbekel dan kadus. Perbekel dan kadus mengetahui kondisi warganya sehingga diharapkan data yang dihasilkan akurat. Lebih lanjut dijelaskannya, pendataan juga dimaksudkan untuk mendapatkan informasi terkait pengobatan dan perawatan penderita. Jangan sampai ODGJ yang seharusnya mendapat perawatan intensif justru diperlakukan tidak manusiawi. ‘’Kalau ada penderita dipasung atau dikurung di ruangan sempit, kita akan memfasilitasi untuk pengobatannya. Seperti yang kita lakukan di Tembuku, kita membebaskan penderita dari rumah kecilnya,’’ tegas Sukarta. (kmb41)

Sub. Badung 089629266361 | Sub. Tabanan 087860701455 | Sub. Gianyar 081237773563 Sub. Bangli 085238056500 | Sub. Klungkung 081916268341 | Sub. Jembrana 081936083440 Sub. Buleleng 081933117962 | Sub. Karangasem 085338534631 C.0000171-RPA-10


19

Rabu Pon, 14 Maret 2018

Tak Dipersoalkan, Menteri Presiden Jokowi Ikut Penjaringan Cawapres Sudah Terima Laporan Soal Bandara di Bali Utara

Jakarta (Bali Post) Ketua Komisi II DPR Zainuddin Amali menegaskan tidak ada ketentuan yang dilanggar apabila seorang menteri terlibat dalam tim internal Presiden Joko Widodo dalam penjaringan dan pemilihan calon wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2019. ‘’Yang dilarang itu mengampanyekan diri, menyampaikan visi-misi. Itu yang tidak boleh. Tapi kalau komunikasi, mengotak-atik orang yang cocok dan tidak, itu tidak ada masalah,’’ tegas Zainuddin Amali di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. Penegasan disampaikan politisi dari Partai Golkar tersebut terkait keterlibatan menteri Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo untuk menjaring cawapres yang akan disandingkan dengan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Salah seorang menteri Kabinet

Kerja, Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengaku sudah ada pembahasan di internal lembaganya, tetapi tidak sampai pada pembentukan kelembagaan formal pembentukan sebuah tim. Menurut Amali, seorang menteri yang masih aktif dalam kabinet memiliki hak politik yang tidak bisa dilanggar. Apalagi seorang menteri merupakan pejabat negara dan bukan aparatur sipil negara (ASN) yang harus bersikap netral. ‘’Jadi, memang tak ada yang dilanggar dan tak bisa dilarang,’’ ujarnya. Oleh karena itu, Amali mengatakan tidak ada persoalan apabila Pratikno ikut membahas dalam mencari cawapres untuk Jokowi di Pilpres 2019. ‘’Menteri juga punya hak politik,’’ jelas Ketua DPP Partai Golkar tersebut. (kmb4)

WARUNG GLOBAL

Pengusaha Jangan Hanya Cari Untung SUNGAI di Bali sudah banyak dicemari limbah. Tak hanya limbah rumah tangga juga limbah pabrik. Apa saja yang mesti dilakukan untuk mencegah hal tersebut. Berikut rangkuman pendapat Kawan Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Selasa (13/3) kemarin. Arya di Denpasar mengatakan, untuk mencegah pembuangan limbah pabrik, bisa dilakukan dengan penutupan saluran drainase. Para pengusaha harus terikat aturan menyangkut instalasi pengolahan air limbah. Mereka wajib menyediakan fasilitas tersebut, sehingga limbah tidak dibuang sembarangan. Febri di Denpasar tidak ingin para pengusaha hanya memikirkan keuntungan. Fasilitas pengolahan limbah wajib dibangun secara terpadu. Jangan sampai air limbah justru dialirkan sungai atau ke laut. Karenanya, pembuang limbah sembarangan harus ditindak tegas, sesuai ketentuan dan aturan yang ada. Berata Yasa di Badung mengatakan, petugas pengecekan harus betul-betul bekerja dengan baik, optimal dan bisa dipertanggungjawabkan untuk tetap terjaganya kebersihan lingkungan. Limbah agar tidak dibuang sembarangan karena dapat

mencemari lingkungan dan menimbulkan penyakit. Teken di Denpasar menegaskan, pemerintah harus mengawasi sistem perizinan pengelolaan lingkungan. Hal ini sebagai upaya pencegahan kerusakan dan pencemaran lingkungan serta pengendalian aktivitas pengelolaan lingkungan hidup. Untuk menjaga agar lingkungan tidak rusak, maka perlu dilakukan tindakan pencegahan secara dini berupa pengawasan secara intensif terhadap usaha atau kegiatan yang dilakukan perusahaan. Sumada di Singaraja mengharapkan hal ini tidak hanya gertakan saja namun perusahaaan yang melanggar dan menimbulkan pencemaran lingkungan harus ditindak tegas dengan membekukan izinnya. Upaya penegakan sanksi oleh pemerintah akan berdampak bagi penegakan hukum dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan. (dika)

Bibit Korupsi Dari Hal. 1

‘’Saya harapkan juga dari aparat terkait membuat aturan yang bagus bahwa no money. Kalau memberikan makan dan minum kan wajar, tapi punia ini, mohon maaf, di sinilah bibit-bibit korupsi itu akan ada,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Bali ini. Kondisi ini, lanjut Tamba, akan semakin tidak sehat bila setiap calon akhirnya seperti berlomba-lomba memberikan bantuan lebih banyak kepada masyarakat. Begitu juga tidak mendidik masyarakat. Sebaliknya, adu visi-misi dan program justru akan memunculkan kualitas dari calon itu sendiri. Kalaupun ingin menyumbang, tidak dilakukan dalam program kampanye. ‘’Tetapi kalau sekarang kita main duit, ‘saya sudah beli anda kok, ngapain diperhatikan’, begitu jadinya.

Di samping jadi bibit korupsi karena banyak uang yang sudah dikeluarkan. Tetapi kualitas dari program, visi-misi itu tidak ada. Jadi proses setelah menjabat itu bagaimana agar uangnya kembali,’’ tandasnya. Diwawancarai terpisah, praktisi hukum Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. mengatakan, apabila pilkada kembali ke DPRD, tidak ada jaminan bahwa korupsi terkait pilkada akan langsung hilang. Sebab, ini merupakan persoalan kualitas integritas politikus. Bahkan, tidak ada jaminan bahwa anggota DPRD tidak akan minta atau menerima sesuatu dari calon kepala daerah. Apalagi sampai saat ini masih dapat dilihat bahwa kualitas sejumlah anggota DPRD juga masih seperti itu. ‘’Pilkada langsung sudah baik, tinggal bagaimana

Data Pribadi

Dari Hal. 1

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan data pribadi masyarakat untuk registrasi ulang kartu seluler. ‘’Pemerintah tidak mentoleransi penyalahgunaan dari identitas pribadi yang ada di masyarakat. Sama penegak hukum, tunggu saja,’’ ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Jakarta, Selasa kemarin. Pelaku penyalahgunaan data identitas pribadi dapat dijerat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan

dengan sanksi pidana penjara paling lama dua tahun dan atau denda paling banyak Rp 25 juta. Selain itu juga dapat dikenakan UU ITE dengan ancaman pidana penjara maksimal enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. ‘’Itu bisa digunakan sebelum ada UU perlindungan data pribadi, tetapi kita juga prosesnya mendidik tidak bisa asal tegakkan hukum, nomor satu biar bagaimanapun pemerintah mengedepankan pendekatan lunak, mengedukasi mendidik dan mengingatkan,’’ tutur Rudiantara. Ia menegaskan, semua pihak yang terlibat dalam

pola rekrutmen calon kepala daerah ini lebih dijaga agar bersih dan bebas dari politik uang, melalui regulasi dan proses penegakan hukum yang lebih ‘bertenaga’ lagi,’’ tandas Radendra. Agar pilkada tetap berintegritas, katanya, ada banyak hal yang perlu disempurnakan. Seperti, politik uang (money politics) yang mestinya jadi musuh besar dalam pilkada harus diberangus dengan regulasi yang tegas. Meskipun regulasi tesebut sampai saat ini masih mengalami kendala dalam pembuktiannya. ‘’Mindset para praktisi politik saat ini juga sebagian besar masih sangat pragmatis, sehingga upaya mewujudkan pilkada tanpa politik uang sepertinya masih belum dilaksanakan sepenuh hati oleh para politikus di parlemen,’’ pungkasnya. (rin/win)

proses registrasi ulang kartu seluler harus bersih dan tidak boleh ada yang main-main. Rudiantara juga menjamin tidak ada kebocoran data karena Kemenkominfo tidak pernah memegang data pelanggan seluler. Operator pun tidak memiliki data pribadi pelanggan, melainkan hanya melakukan verifikasi dan validasi data yang diregistrasi pelanggan dengan data kependudukan dari Ditjen Dukcapil Kemendagri. ‘’Sudah dikasih tahu tidak ada. Yang mungkin ada penyalahgunaan identitas yang ada di luar, di dunia maya dipakai untuk registrasi,’’ kata Menkominfo. (ant)

Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo sudah menerima laporan tentang rencana pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kabupaten Buleleng. Laporan kepada Presiden berisi tentang rencana pembangunan yang masih dalam studi kelayakan terkait rencana pembangunan bandara kedua di Bali itu. Penegasan itu disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (13/3) kemarin. ‘’Bali Utara, saya lagi studi. Kalau lagi studi kan belum selesai,’’ kata Budi Karya menjawab tentang tindak lanjut rencana pembangunan bandara internasional di Bali Utara. Ia menjelaskan laporan kepada Presiden tersebut bersifat pemberitahuan tentang studi yang sedang dilakukan dari rencana pembangunan tersebut. ‘’Pernah (dilaporkan ke Presiden) tapi saya laporkan bahwa kami sedang melakukan studi,’’ ujarnya. Studi kelayakan dinilainya perlu dilakukan sebelum memberikan restu pembangunan bandara yang diperkirakan menelan investasi hingga triliunan rupiah tersebut. Studi yang sedang dilakukan Kementerian Perhubungan dengan mengkaji berbagai aspek antara lain mengkaji dari aspek sosial, budaya, serta lingkungan. Di sisi lain, pada kesempatan sebelumnya, Budi Karya menyatakan pemerintah sedang berupaya mencari solusi terkait persoalan ini. Untuk saat ini, pemerintah lebih memilih mengoptimalkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. ‘’Ada ide juga di selatan (Bandara Udara Ngurah Rai) membuatnya jadi dua runway (landasan pacu). Studinya akan kami lakukan komprehensif,’’ ujarnya. Pengembangan Bandara Ngurah Rai dilakukan untuk menyambut kegiatan Pertemuan Tahunan International Monetery Fund (IMF)-World Bank pada 8-14 Oktober 2018. Perhelatan akbar berskala internasional itu akan diikuti oleh 23 kepala negara dan 17.000 delegasi dari 189 negara. ‘’Memang dari indikasi awal, kami itu akan mengupayakan, mendayagunakan Ngurah Rai dengan maksimal,’’ kata Budi Karya. (kmb4)

Bantuan Pemerintah Dari Hal. 1

Yang ia tahu, kelompok maayarakat lainnya seperti subak dan desa adat sudah mendapat bantuan rutin dari pemerintah tiap tahunnya. Mendapati fakta tersebut, Wayan Koster menjamin nelayan di Karangasem akan tersentuh bantuan pemerintah, baik itu bansos maupun hibah. Hanya, ia meminta kelompok nelayan untuk melengkapi diri dengan persyaratan badan hukum lembaganya. ‘’Jadi di sini ada kebutuhan seperti jukung, mesin, sarana dan prasarana kebutuhan mereka. Ke depan saya akan usul dibentuk koperasi. Dengan koperasi dia punya lembaga yang mengelola unit usahanya, agar bisa mengembangkan usaha produktif,’’ tutur Koster. Di sisi lain, Koster akan menginisiasi agar para nelayan mendapat bantuan ringan dari perbankan, agar segala keperluan permodalan mereka bisa ter-cover. Untuk Tempat Pelelangan Ikan, Koster menjamin hal itu akan dibangun di Karangasem karena merupakan kebutuhan nelayan. ‘’Itu pasti akan kita bangun (Tempat Pelelangan Ikan). Di sisi lain

kita harus perhatikan jaminan hidup mereka agar memberikan jaminan hidup yang lebih meningkatkan kesejahteraan mereka,’’ katanya. Sementera itu, saat mengunjungi perajin tenun pegringsingan di Desa Tenganan, Wayan Koster memastikan agar kain tenun pegringsingan wajib dilestarikan. ‘’Ini harus dilindungi,’’ tegasnya. Menurutnya, demi kelestarian kain tenun pegringsingan maka harus diatur mulai dari hulu hingga hilir. ‘’Ini harus dari hulu hingga ke hilir diurusi. Hulunya itu kan menjamin ini bisa terus berjalan seperti kebutuhan bahan baku akan benangnya, pewarnanya dan lainnya. Begitu juga di hilir harus dipastikan dengan baik,’’ tutur Koster. Koster mendapat informasi, jika bahan baku pewarna yakni buah mengkudu mulai sulit dicari. Penyebabnya tak lain karena alih fungsi lahan yang terjadi secara masif di manamana. Ke depan, Koster mengusulkan agar dibuat perkebunan yang khusus menanam buah mengkudu agar tenun pegringsingan tak punah. ‘’Harus ditanam ini buah mengkudunya,’’ ucap Koster. (kmb)

Peserta Pilkada Dari Hal. 1

Namun, pengumuman identitas calon kepala daerah terduga korup tersebut tidak mengubah status calon kepala daerah tersebut sebagai peserta Pilkada 2018. Artinya, proses tahapan dan pemungutan pilkada tetap berjalan dengan calon tersangka dugaan kasus korupsi. ‘’Dengan status (calon kepala daerah) tersangka, apakah itu ditahan atau tidak, proses pilkada jalan terus karena amanat UU tidak menginstruksikan untuk melakukan penggantian,’’ tambahnya. Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto sempat meminta KPK untuk menunda pengumuman nama-nama calon kepala daerah terduga korup itu dengan alasan untuk menjaga stabilitas politik di daerah.

Terkait pernyataan Menkopolhukam tersebut, Hasyim menegaskan hal itu bukan merupakan hasil pembahasan dengan KPU, melainkan murni pemikiran Wiranto sendiri. ‘’Pak Wiranto pekan lalu ke kantor KPU dan tidak pernah membahas hal itu dengan kami. Jadi pernyataan itu memang murni dari pemikiran beliau,’’ tambah Hasyim. Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa calon kepala daerah yang terlibat dugaan kasus korupsi dan tidak lama lagi berstatus tersangka, sebaiknya segera diumumkan sebelum pilkada dilaksanakan pada 27 Juni mendatang. ‘’Orang yang sekarang maju pada pilkada dan jelas-jelas atau tidak lama lagi menjadi tersangka, akan lebih baik diumumkan sebelum pilkada digelar, agar rakyat mengetahui bahwa orang itu bermasalah,’’ kata Agus. (ant)

Kronologi Dari Hal. 1

Sementara itu, KPK menyampaikan kronologi pemberian suap kepada hakim dan panitera pengganti di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Banten. ‘’Pada Senin, 12 Maret 2018, KPK mengamankan 7 orang. Semua dibawa dari Tangerang dan Jakarta,’’ kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjatian dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Selasa kemarin. Ia mengatakan tujuh orang tersebut adalah WWN (Wahyu Widya Nurfitri), hakim di PN klas IA Khusus Tangerang, TA (Tuti Atika), panitera pengganti di tempat yang sama, AGS (Agus Wiratno) dan HMS (HM Saipudin), advokat serta 3 PNS di lingkungan PN Tangerang. Menurutnya, tujuh orang tersebut diamankan karena ada pemberian uang ke hakim melalui panitera karena sedang menangani kasus perdata dan ada pihak-pihak tertentu yang ingin kasusnya dimenangkan dan berupaya melalui pengacara memberikan sejumlah uang untuk hakim. ‘’Panitera TA (Tuti Atika) berkomunikasi dengan AGS (Agus Wiratno) advokat, terkait perkara perdata wanprestasi di PN Tangerang,’’ ungkap Basaria. Sidang pembacaan putusan seharusnya dijadwalkan pada 27 Februari 2018 tetapi karena panitera pengganti sedang umrah, putusan ditunda menjadi 8 Maret 2018. ‘’Diduga TA menyampaikan informasi kepada pengacara AGS mengenai rencana putusan yang isinya ‘menolak gugatan’, dengan segala upaya AGS mengupayakan agar gugatan dimenangkan,’’ ungkap Basaria. Karena itu, pada 7 Maret 2018, Agus atas persetujuan Saipudin kembali bertemu dengan Tuti di PN Tangerang dan menyerahkan uang 7,5 juta yang diserahkan ke Tuti yang kemudian diserahkan kepada Wahyu Widya sebagai uca-

pan terima kasih kesepakatan untuk memenangkan kasus yang ditangani. Namun karena uang tersebut dinilai kurang, akhirnya disepakati nilainya Rp 30 juta, dengan perjanjian kekurangan Rp 22,5 juta diberikan kemudian. Hingga 8 Maret 2018 Agus belum juga menyerahkan sisa kekurangan yang disepakati dan sidang pembacaan putusan kembali ditunda dengan alasan anggota majelis hakim sedang bertugas keluar kantor sehingga dijadwalkan 13 Maret 2018. Pada 12 Maret, Agus membawa uang Rp 22,5 juta yang dimasukkan amplop putih dari kantornya di Kebon Jeruk ke PN Tangerang. Ia tiba pukul 16.15 WIB dan Agus langsung menyerahkan uang ke Tuti. Tim kemudian mengamankan Agus di parkiran Pengadilan Tangerang. Tim lalu masuk ke ruangan Tuti dan mengamankan Tuti serta uang Rp 22,5 juta yang baru diserahkan. Tim lalu membawa Agus, Tuti bersama 3 orang lain yaitu pegawai PN Tangerang ke gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya tim bergerak ke Kebon Jeruk, Jakbar dan mengamankan Saipudin di kantornya sekitar pukul 20.00. Orang terakhir yang diamankan adalah Wahyu Widya di Bandara Soekarno-Hatta saat baru tiba dari Semarang sekitar pukul 20.30 WIB. Pemberian untuk Wahyu Widya dan Tuti bernilai total Rp 30 juta secara bertahap yaitu dua kali pada 7 Maret 2018 sebear Rp 7,5 juta dan pada 12 Maret 2018 sebesar Rp 22,5 juta. ‘’Uangnya murni dari pengacara karena untuk sementara dari hasil penyidikan ada kesepakatan antara M (Momoh) sebagai pemilik tanah akan ada success fee, dengan pengacara mendapat 40:60 dari hasi jual tanah. Jadi advokat berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan perkaranya,’’ jelas Basaria. (ant)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Rabu Pon, 14 Maret 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Inspirator Dr. dr. I Gusti Nyoman Darma Putra, Sp.KK.

Merintis Usaha Klinik Kecantikan Saat Usia 25 Tahun

Bali Post/ist

Klinik pusat DNI.

Sering Bongkar-Pasang Personel

Evie Band Luncurkan Single ’’Ngukuhang Rasa’’ Evie Band di kancah musik Bali bukanlah kelompok musik baru. Pasalnya, band ini sudah berdiri sejak 2004 silam dan telah mengisi sejumlah panggung musik di Bali. Namun, band yang mengusung genre pop rock bahasa Bali ini sering bongkar pasang personel. Hal ini dilakukan agar band ini tetap bisa berkarya dan kian eksis ke depannya. ‘’Tidak apaapa bongkar-pasang personel, daripada band ini hilang. Yang terpenting bagi kami bisa tetap eksis dengan nama lama, dan bisa terus berkarya di belantikan musik Bali,’’ ujar Evie, vokalis Evie Band, Senin (12/3) sore saat peluncuran single dan video klip terbarunya yang berjudul ‘’Ngukuhang Rasa’’. Evie mengatakan bahwa, single yang diciptakannya ini mengkisahkan kehidupan cintanya dengan seseorang. Di mana di dalam menjalin percintaan ia sering disakiti oleh pasangannya. Namun, saat ditanya kenapa lebih memilih membawakan lagu dengan nada melow dan penuh rasa, padahal Evie adalah wanita berpenampilan lady rocker, ia mengatakan bahwa setiap orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta dan pernah patah hati karena cinta. Saat hal tersebut dialami oleh siapa saja, maka perasaan hati akan berubah seketika dan penampilan luar tidak mencerminkan perasaan hati. ‘’Masalah hati dan perasaan tidak bisa kita sembunyikan. Seberapa sangarnya penampilan orang tersebut, baik dari banyak tatto maupun cara berpakaiannya yang rocker, namun saat mengalami jatuh cinta akan berubah seketika menjadi lemah lembut dengan penuh perasaan,’’ tandas

WALAUPUN masih muda, tidak menjadi halangan bagi Dr. dr. I Gusti Nyoman Darma Putra, Sp.KK. untuk menjadi pengusaha. Dokter kelahiran 18 Januari 1980 ini berani mengambil keputusan untuk menjadi seorang pengusaha di usia 25 tahun. Padahal orangtuanya bukanlah dari kalangan pengusaha, melainkan dokter sama seperti dirinya. Darma Putra menuturkan, saat usianya 25 tahun ia masih mengikuti pendidikan dokter spesialis di Unair, Surabaya. Saat mengikuti pendidikan, banyak klinik kecantikan yang dikunjunginya di Surabaya. Setiap klinik yang didatangi, ia catat dan pelajari hal-hal penting dalam berbisnis klinik kecantikan. Sambil melanjutkan pendidikan spesialis inilah ia mulai merintis usaha klinik kecantikan di Bali. Tahun 2009 ia menamatkan pendidikan dokter spesialis dan tahun 2010 resmi membuka

klinik DNI yang lebih besar. Ilmu berbisnis tentu tidak ia dapatkan dari pendidikan formalnya di kedokteran. Ia belajar dari online dan mengikuti pelatihan-pelatihan online. Teknik marketing, operasional, mengelola SDM dipelajarinya secara otodidak. Menghadapi persaingan dengan klinik-klinik kecantikan besar di Bali yang sudah ada sebelumya, tak membuatnya gentar. Ia tetap belajar cara menggaet market dan menjalankan operasional klinik. Ia pun berhasil mengembangkan usaha klinik kecantikannya dengan membuka belasan cabang. Tidak hanya di Bali, tetapi juga di Jakarta, Pulau Jawa dan Sulawesi. Hal ini menjadikan klinik DNI sebagai klinik kecantikan pertama dari Bali yang mengembangkan franchise sampai keluar Bali. ‘’Saya inginnya profesi dokter ini adalah untuk pengabdian kepada masyarakat. Sedang-

PBB Nilai Media Sosial Sebarkan Ujaran Kebencian Jenewa (Bali Post) –

Tim pakar hak asasi manusia PBB yang kini tengah menyelidiki kemungkinan terjadinya genosida di Myanmar, Senin (12/3) mengatakan bahwa media sosial telah berkontribusi buruk dengan menyebarkan ujaran kebencian di negara tersebut.

Evie Band pemilik nama lengkap Evie Marheni ini. Selain melepas single terbaru, sebuah perubahan amunisi baru juga mengisi tubuh Evie Band tahun ini. Perubahan ini berkaitan dengan adanya personel baru yang mengisi bass. Ia adalah Prisca, seorang basis wanita yang sudah cukup berpengalaman di bidang musik. Namun, sebelum bergabung di Evie Band, Prisca sempat bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Bali. ‘’Tentu dengan bergabungnya Prisca memberikan warna baru yang lebih fresh pada Evie Band. Semoga kami tetap bisa menghadirkan karya-karya terbaik kami kepada para pecinta musik Bali,’’ tandasnya. Sejauh ini, Evie Band telah mengeluarkan album bertajuk ‘’Suara Hati’’. Terakhir, pada 2016 lalu, band yang kini digawangi Evie (vokal), Sigit SP (gitar), Prisca (bass) dan Eza (drum) ini juga telah melepas single bertajuk ‘’Kisah Kita’’. Sesuai namanya, grup ini menjadi project idealis Evie Marheni, sang vokalis untuk menyalurkan gairah bermusiknya yang masih tetap kuat meski di usia yang terus bertambah. Jauh sebelumnya,

Bali Post/ist

Evie sudah mengawali kiprah di musik Bali tahun 2004 dengan merilis album ‘’Main Api’’. Setahun kemudian ia membentuk grup band Evidemi dan merilis self titled album. Sayangnya setahun kemudian Evie harus hijrah ke luar negeri untuk urusan praktik bekerja di bidang perhotelan. Setelah lama bermukim di luar negeri, Evie kembali ke Bali, dan 2013 meneruskan menyanyi lagi secara solo dengan merilis single ‘’Jekjek Tresna’’. Format band dirintisnya kembali sejak 2015 dan berlanjut hingga sekarang. Selain sempat meneruskan bekerja di bidang perhotelan di Bali, Evie juga pernah merintis usaha kuliner hingga menjajal kemampuan sebagai female DJ. ‘’Entah kenapa saya merasa jiwa saya tidak begitu excited lagi bekerja di perhotelan. Karenanya saya memutuskan untuk lebih fokus di musik. Selain masih nge-DJ, juga main bersama teman-teman band secara reguler membawakan lagu ‘’Top40’’. Kalau rekaman lagu pop Bali ya untuk meneruskan eksistensi, untuk menunjukkan kalau Evie masih ada dan terus berkarya,’’ pungkas Evie. (win)

Supersoda

Bali Post/ist

akannya, seperti gerakan world silent day maupun menginspirasi seniman untuk berkarya. Banyak jejak karya yang lahir dari perayaan Nyepi termasuk

karya seni musik. Beberapa band mengkontemplasikan diri melalui tema Nyepi, Supersoda Band salah satunya. Menurut Windu (Vokalis/Keyboard), lagu bertajuk ‘’Sunyi Senyap’’ adalah sebuah lagu yang idenya berakar dari perayaan Nyepi yang mencerminkan bahwa setiap manusia wajib melakukan refleksi atas hidupnya. Sama halnya dengan keniscayaan semesta untuk berkontemplasi. ‘’Single ‘Sunyi Senyap’ sendiri adalah tema lagu yang bercerita tentang keniscayaan setiap manusia untuk berkontemplasi, merefleksikan diri untuk melangkah ke depan. Lagu ini terinspirasi dari perayaaan Nyepi yang mengontemplasi semesta,’’ ujarnya, Selasa (13/3) kemarin. Single ‘’Sunyi Senyap’’ sempat dirilis tahun 2017, bahkan sempat diikutisertakan dalam sebuah kompetisi yang digelar oleh perusahaan waralaba internasional. Hebatnya, lagu ini sempat terpilih sebagai 4 besar dalam ajang ‘’Hard Rock Rising Star’’. Mereka menerobos 4 be-

dilakukannya sendiri. ‘’Bahkan promosi waktu itu pakai pesan melalui blackberry messenger (BBM) saya lakukan sendiri. Layanan customer service juga saya jawab sendiri,’’ bebernya. Perjalanan bisninya bisa dibilang tidak mulus. Di usia yang masih sangat muda, di bawah 30 tahun pada waktu itu Dharma Putra kesulitan dalam mengakses permodalan di bank. ‘’Mungkin karena bank tidak percaya, saya pinjamnya dalam jumlah besar pada waktu itu. Maka dari itu, ayah saya menjadi penjamin,’’ tuturnya. Kerja kerasnya berbuah manis, usaha yang dirintisnya selama delapan tahun makin berkembang. Selain berbisnis, dr. Darma juga mengutamakan pendidikan yang menjadi dasar riset kliniknya. Dr. Darma berhasil menyelesaikan pendidikan doktor di FK Unair, Surabaya dalam waktu 2 tahun 4 bulan, dengan predikat cumlaude pada usia 37 tahun. (kmb42)

Dalam Krisis Myanmar

Marzuki Darusman, kepala Tim Misi Pencari Fakta Independen PBB untuk Myanmar, mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa media sosial telah memainkan peranan besar di Myanmar. ‘’Media sosial telah berkontribusi besar pada level kebencian dan permusuhan serta konflik dalam masyarakat,’’ kata Marzuki. Penyidik PBB untuk Myanmar Yanghee Lee mengatakan bahwa Facebook adalah bagian penting dari kehidupan publik dan pribadi masyarakat, dan pemerintah menggunakannya

untuk menyebarkan informasi kepada publik. ‘’Semua hal diselesaikan melalui Facebook di Myanmar,’’ katanya kepada para wartawan sambil menambahkan bahwa Facebook telah banyak membantu negara miskin tersebut, namun pada saat bersamaan juga digunakan untuk menyebarkan ujaran kebencian. ‘’Facebook digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kepada publik, namun kita tahu bahwa kelompok ultra-nasionalis juga mempunyai akun Facebook dan mereka mempro-

vokasi banyak aksi kekerasan dan kebencian terhadap warga Rohingya dan minoritas etnis lainnya,’’ kata Yanghee. Facebook hingga kini belum membalas kritik tersebut, meski pada masa lalu mengatakan bahwa pihaknya sudah berupaya menghapus ujaran kebencian di Myanmar dan memblokir akun dari orang yang membagi konten serupa secara rutin. Facebook memblokir sejumlah akun yang ‘’secara rutin menyebar pesan ujaran kebencian,’’ kata perusahaan itu pada bulan lalu sebagai jawaban atas

pertanyaan terkait akun milik Wirathu. ‘’Jika seseorang secara konsisten membagi konten yang berisi kebencian, kami akan mengambil sejumlah tindakan termasuk memblokir akun mereka untuk sementara waktu, atau bahkan menghapus akun mereka,’’ kata Facebook. Lebih dari 650.000 warga Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar, terpaksa mengungsi ke Bangladesh sejak pemerintah menggelar operasi militer di sana pada Agustus tahun lalu. Banyak di antara para pengungsi itu yang mengaku menyaksikan pembunuhan dan pemerkosaan oleh pasukan keamanan Myanmar. (ant)

KRISIS MYANMAR - Pengungsi Rohingnya yang datang dari Myanmar menjemput anak-anak mereka dan barang mereka menuju pusat bantuan teknaf dekat Cox’Bazar di Bangladesh. Facebook dinilai memicu parahnya krisis karena menjadi penyebar kebencian.

Terinspirasi Nyepi, Supersoda Luncurkan Single ’’Sunyi Senyap’’

Perayaan Nyepi di Bali telah banyak menginspirasi orang di berbagai belahan dunia, mulai dari kalangan pegiat sosial dengan berbagai ger-

kan kalau mencari uang, ya… dengan menjadi pengusaha,’’ ungkap Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali ini, Senin (12/3). Profesi dokter biasanya semakin tua akan semakin dikenal. Sementara ia ingin kerja keras di awal. Agar ketika tua, ia bisa mengabdikan ilmu kedokterannya. Untuk itulah ia merintis usaha klinik kecantikan ini sebagai modalnya kelak untuk mengabdi. Saat merintis di awal, hampir seluruh waktunya untuk bekerja. Bekerja di tiga klinik dan juga mengembangkan bisnis. Pria asal Lokapaksa, Singaraja ini harus bekerja dari pagi hingga malam. ‘’Bisa dibayangkan capeknya pada waktu itu. Bahkan istri saya juga ikut membantu men-treatment pasien-pasien padahal dia lagi hamil,’’ kenangnya. Ditambah lagi belum banyak karyawan yang bisa ia pekerjakan. Sehingga mulai dari pemasaran, operasional, customer service

sar dari 300-an band yang ikut dalam ajang tersebut. Lagu ini memang cukup fenomenal karena masuk dalam beberapa nominasi termasuk menempati tangga urut 1 di beberapa radio. ‘’Single ini (Sunyi Senyap - red) sempat kami ikut sertakan dalam ajang internasional yakni, Hard Rock Rising Star, kira-kira pesertanya 300-an. Lagu ini menembus 4 besar. Memang lagu ini cukup fenomenal, masuk di tangga nomor 1 radio serta masuk di nominasi beberapa festival, kini single tersebut kami ingatkan lagi menjelang Nyepi 2018,’’ imbuh Windu. Menariknya, Supersoda adalah salah satu band yang berdiri cukup lama dan terdiri dari personel yang sudah kenyang dalam lintang bujur dunia musik. Mereka ialah Windu (Vokal, piano, synth), Dimas Natzir (Bass), Gusdek (Drum, perkusi & vokalis latar). Genre musiknya pun cukup unik, yakni Indie Pop yang meliputi folk, space rock, britpop dan new wave. Semua lagu dipenuhi

dengan lirik-lirik lagu yang cukup dalam. Kini mereka sedang bergegas untuk menyelesaikan album mereka di tahun 2018. Gendo Suardana selaku Manajer Supersoda menyatakan bahwa Supersoda sedang fokus menggarap album serta video klip yang akan menyokong karya-karya mereka. ‘’Sudah sejak lama Supersoda ingin menerbitkan album untuk mencatatkan jejak kaki mereka dalam dunia musik ini. Saat ini seluruh personel dan tim sedang bahu-membahu mewujudkan album perdana Supersoda. Banyak pihak yang membantu kami mewujudkan mimpi Supersoda untuk memiliki album dan merilisnya di pertengahan tahun 2018,’’ tandas Gendo. Bagi Gendo, momentum Nyepi tahun 2018 adalah waktu yang tepat untuk band asuhannya melangkah laju. ‘’Dari Nyepi tahun ini kami merefleksikan diri dalam sunyi senyap untuk merangkai rencana dan melompat meraih mimpi. Semoga semesta merestui,’’ pungkas Gendo puitis. (win)

Edisi 14 Maret 2018 | Balipost.com  

Headline : NIK dan KK Diduga Bocor. DPR Segera Panggil Menkominfo

Edisi 14 Maret 2018 | Balipost.com  

Headline : NIK dan KK Diduga Bocor. DPR Segera Panggil Menkominfo

Advertisement