terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 178 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat kliwon, 14 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Melawan, Kaki Kiri Penjambret Ditembak
Pelaku Narkoba Dikendalikan Napi
Ayah Cabuli Putrinya
Tim Operasi Sikat Agung Ditreskrimum Polda Bali menangkap gembong jambret yang menyasar WNA. Dia adalah Mohammaf Amin Sanaei (20). Karena melawan, Amin yang baru keluar dari Lapas Kerobokan ini, terpaksa ditembak kaki kirinya.
Pelaku kasus narkoba mengaku dikendalikan dari dalam lapas oleh napi. Seperti pengakuan 10 tersangka kasus narkoba yang terjaring Operasi Antik Agung 2020 oleh Polres Badung. Mereka kompak mengaku dikendalikan dari dalam lapas. BADUNG | HAL. 3
IKS, buruh serabutan akhirnya ditangkap polisi. Ia dilaporkan oleh istrinya karena tega menyetubuhi anaknya yang baru berumur 14 tahun. Pencabulan ini telah dilakukan sebanyak empat kali terhadap korban yang masih duduk di bangku SD.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 11
Pengunjung ke Pantai Bengiat Anjlok SELAIN kawasan Tanjung Benoa dengan watersport-nya, Pantai Bengiat yang berada di kawasan ITDC Nusa Dua juga mulai sepi wisatawan Tiongkok. Akibatnya kunjungan wisman di kawasan yang juga sering disebut Pantai Mengiat ini turun sampai 60 persen. Perwakilan dari Paguyuban Yasa Segara Bengiat, I Ketut Koder, tidak menampik hal itu. Di-
katakannya, sejak sebulan terakhir, kunjungan wisatawan Tiongkok ke Pantai Bengiat turun drastis. ‘’Biasanya mulai bulan Desember hingga Maret, wisatawan Tiongkok masih ramai. Namun saat ini mulai kosong,’’ ujarnya. Menurutnya, salah satu hotel yang ada di kawasan itu terpaksa memasukkan sejumlah perlengkapan longchair. ‘’Hotel yang ada di selatan terpaksa memasukkan puluhan longchair yang disiapkan khusus untuk wisatawan Tiongkok. Memang ada beberapa yang masih disiapkan untuk wisatawan di luar Tiongkok,’’ pungkasnya. Meski kunjungan wisatawan Tiongkok kosong, namun
kunjungan wisatawan asal Eropa masih bagus. Karena kawasan Pantai Bengiat memang sudah dikenal oleh kalangan wisatawan Eropa. ‘’Untuk tamu Tiongkok memang sudah kosong. Bahkan agen pariwisata yang sering membawa wisatawan ke Pantai Bengiat, kini sama sekali tidak ada yang datang. Biasanya ada sebanyak 100 orang lebih wisatawan Tiongkok yang berkunjung setiap harinya,’’ ungkapnya. Di kawasan Pantai Bengiat, selain menyewakan longchair, juga sejumlah pedagang makanan, massage, beach boy yang seluruhnya dikelola oleh Paguyuban Yasa Segara Bengiat. (kmb23)
Selamatkan Pariwisata
Ketika wabah Corona meluas, industri pariwisata memang kaget. Untungnya Indonesia memiliki strategi MICE. Demikian disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio. ‘’Sebenarnya kita bersimpati dengan apa yang terjadi di Tiongkok, tapi kita juga perlu penyelamatan industri pariwisata kita juga,’’ ungkapnya, Kamis (13/2) kemarin.
M
emang dampak Corona membuat kehilangan 2 juta visitors dari Tiongkok dengan spending USD 1.400, devisa yang dihasilkan USD 2,8 miliar, belum termasuk dampak dari hub lain seperti dari Hongkong, Singapura
juga akan berdampak. Secara psikologi minat orang traveling juga pada saat situasi seperti ini akan berkurang, apalagi family traveler. Hal. 11 Lebih Komprehensif
’’Kami akan merancang kebijakan yang tepat untuk menghadapi wabah virus Corona. Saya akan bekerja sama dengan Menteri Keuangan, Perhubungan, BUMN, sehingga kebijakan untuk menghadapi Corona virus ini lebih komprehensif, tidak separuhseparuh. Sehingga bisa untuk menyelamatkan bahkan meningkatkan industri pariwisata ke depan.’’
SEPI - Kawasan Pantai Bengiat, Nusa Dua yang biasanya dijejali wisman kini mulai sepi sejak larangan sementara wisatawan Tiongkok untuk berkunjung ke Bali. Sebelum kasus Corona merebak, 80 persen pengunjung kawasan ini merupakan wisatawan Tiongkok.
Wishnutama Kusubandio Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
OPINI
Bali Kehilangan Raja Buduh Oleh: Kadek Suartaya LEBIH dari dua dekade, masyarakat Bali kehilangan raja buduh (gila). Sekitar tahun 1980-an, raja yang senantiasa dinanti kehadirannya ini masih eksis di pelosok Bali. Namun menapak tahun 1990-an, raja yang kesintingannya nan menghibur ini entah kabur ke mana. Ya, figur raja culas dan konyol itu menguap bersama redupnya popularitas teater dramagong. Raja Buduh adalah stock character (karakter tetap) dalam pakem penokohan seni pertunjukan dramagong yang menguak pada tahun 1967 di Desa Abianbase, Gianyar. Kendati diposisikan sebagai tokoh antagonis -- jahat dan licik --akan tetapi justru jadi idola penonton. Hal. 11 Selebriti Sinetron
Harian Bisnis Bali MICE Tetap ’’Confirm’’ Digelar di Bali CEO Bali CEB Levie Lantu mengatakan, dunia internasional tetap mempercayakan beragam MICE dilakukan di Bali, walaupun tengah merebak wabah Corona. Kegiatan apa saja yang sudah confirm? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Kerajinan dari Pelepah Pisang Perajin Putu Lila (46), warga Lingkungan Sangket, Sukasada, Buleleng, memanfaatkan pelepah pisang. Omzetnya pun mencapai Rp 15 juta per bulan.
www.denpost.id
Penumpang dari Wuhan ke Bali Diduga Corona Lion Air Membantah
Mangupura (Bali Post) Penumpang dari Bandara Internasional Tianhe Wuhan di Distrik Huangpi, Provinsi Hubei, Tiongkok tujuan Denpasar melalui Bandara Internasional Ngurah Rai yang sempat diberitakan positif terinfeksi Corona. Namun, informasi di Bandara Ngurah Rai menyebutkan bahwa penumpang tersebut dinyatakan tidak terindikasi terinfeksi virus Corona. Berdasarkan keterangan resmi yang dikeluarkan Lion Air (kode penerbangan JT) disebutkan layanan pen-
erbangan internasional bernomor JT-2618 pada Rabu (22/1) telah dioperasikan sesuai standar prosedur. Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, penerbangan JT-2618 sudah dipersiapkan dengan baik. Sebelum keberangkatan seluruh kru dan tamu menjalani pemeriksaan kesehatan berdasarkan ketentuan. ‘’Sehubungan dengan informasi yang berkembang terkait satu penumpang dari Wuhan yang dikabarkan terindikasi virus Corona,
bahwa Lion Air menerima keterangan setelah seluruh awak pesawat dan penumpang dilakukan pemeriksaan, pengecekan oleh tim medis Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Bahwa semua penumpang dinyatakan tidak terindikasi (tidak memiliki tanda-tanda) terkena virus dimaksud,’’ ujarnya, Rabu (12/2). Ketika pesawat berada pada pelataran parkir bandar udara (apron), petugas teknisi bekerja sama dengan pihak terkait melakukan
penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) sesuai prosedur yang berlaku. Hal tersebut sebagai upaya memastikan keselamatan, keamanan dan kenyamanan perjalanan udara kepada awak pesawat dan penumpang. Terutama tindakan antisipasi sesuai pemberitahuan dari otoritas setempat mengenai dampak wabah virus Corona. Sebagai informasi, Lion Air rute tersebut mengoperasikan tiga kali layanan dalam seminggu, setiap Rabu, Jumat dan Minggu. Lion Air
pada 22 Januari 2020 masih melayani penerbangan yang membawa penumpang, JT2619 Denpasar ke Wuhan dan penerbangan JT-2618 Wuhan ke Denpasar. Pada Jumat (24/1) dan Minggu (26/1) operasional penerbangan Lion Air rute Denpasar ke Wuhan bertujuan untuk pemulangan penumpang. Sementara penerbangan Wuhan – Denpasar dioperasikan sebagai ferry flight yakni hanya membawa kru dan tidak menerbangkan tamu atau penumpang. Hal. 11 Kondisi Darurat
Di Bali Sehat di Tiongkok Malah Positif Corona
SATU orang wisatawan Tiongkok yang sebelumnya berlibur di Bali dinyatakan positif Corona ketika berada di Tiongkok. Kepala Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Tjahjono, M.Kes. menyatakan dari perhitungan masa inkubasi dan riwayat perjalanan, maka tidak dapat dipastikan bahwa penularan terjadi di Bali. Karena kepulangan wisatawan tersebut pada 28 Januari dalam keadaan sehat dan on set atau munculnya gejala
atau tanda serta konfirmasi laboratorium pada tanggal 5 Februari 2020 (8 hari setelah kepulangannya dari Bali). Sehingga besar kemungkinan penularan terjadi di Shanghai atau daratan Tiongkok. Mengingat masih inkubasi 1-14 hari, namun yang terbanyak adalah 8 hari. ‘’Sampai saat ini belum ada kasus di Indonesia, termasuk Bali, sampai 70 spesimen yang sudah diperiksa,’’ ungkapnya. Hal. 11 Bisa Tertular
Bali Post/edi
JEMPUT - Dua petugas membawa alat penyemprot cairan multiguna pembunuh kuman (disinfectant spray) ketika pesawat charter milik maskapai penerbangan China Eastern tiba di Bali, Sabtu (8/2) lalu. Pesawat itu menjemput 61 WN Tiongkok yang berada di Bali.
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan Mengatur Praktik ’’Balian’’ Denpasar (Bali Post) Draf Ranperda tentang penyelenggaraan kesehatan yang diajukan Gubernur Bali mengatur tata kelola terintegrasi antara fasilitas kesehatan (faskes), mulai dari rumah sakit, puskesmas dan klinik. Selain itu, Ranperda tentang penyelenggaraan kesehatan juga mengatur praktik balian atau tenaga kesehatan tradisional yang dilakukan melalui faskes griya sehat. Berdasarkan draf Ranperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan yang diperoleh Kamis (13/2) kemarin, disebutkan bahwa griya sehat adalah faskes tradisional yang menyelenggarakan perawatan/ pengobatan tradisional komplementer oleh tenaga kesehatan tradisional. Griya sehat dalam draf ranperda masuk dalam jenis faskes yang sejajar kedudukan dengan rumah sakit, puskesmas, dan klinik. Penyelenggaraannya pelayanan kesehatan tradisional Bali menggunakan pendekatan secara menyeluruh dan alamiah. Baik melalui pendekatan fisik, mental, spiritual, sosial, dan budaya. Sarana-prasarana griya sehat juga tidak jauh beda dengan fasilitas kesehatan lainnya. Terdiri atas ruang pendaftaran/tunggu, ruang administrasi, konsultasi, ruang pengobatan tradisional, kamar mandi dan ruang lain menyesuaikan kebutuhan pelayanan. Selain itu, griya
sehat juga dilengkapi instalasi air, listrik, sirkulasi udara, sarana pengolahan limbah, dan sarana lain sesuai kebutuhan. Sumber daya manusia di griya sehat sedikitnya terdiri dari tenaga kesehatan tradisional dan tenaga pendukung termasuk administrasi, keuangan, kebersihan dan keamanan. Sediaan farmasi di griya sehat dapat berupa sediaan segar racikan sendiri, simplisia dan produk lain yang teregistrasi pada bagian registrasi resmi. Sediaan farmasi tersebut mengutamakan penggunaan bahan baku lokal Bali yang berkhasiat obat. Pelayanan kesehatan tradisional Bali diselenggarakan pada faskes dengan memanfaatkan potensi pengobatan lokal berbasis budaya Bali. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional Bali dilaksanakan secara terintegrasi dilakukan oleh tenaga kesehatan tradisional dan tenaga kesehatan lain untuk pengobatan/perawatan pasien. Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan dalam pemaparannya di sidang paripurna DPRD Bali, rumah sakit swasta tidak bisa berjalan dengan semaunya sendiri. Harus ikut dalam satu sistem yang kita punya dan terintegrasi seluruh Bali. Sehingga semuanya punya standar dan sistem yang sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (kmb16)
Melawan Saat Ditangkap Kaki Kiri Penjambret Ditembak Denpasar (Bali Post) -
Tim Operasi Sikat Agung Ditreskrimum Polda Bali menangkap gembong jambret yang selama ini menyasar belasan warga negara asing (WNA), Kamis (13/2) kemarin. Pelakunya mantan napi, Mohammaf Amin Sanaei (20). Karena melawan, Amin yang baru keluar dari Lalpas Kerobokan pada November lalu, terpaksa ditembak kaki kirinya. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan menyampaikan tersangka Amin merupakan target operasi (TO), Operasi Sikat Agung 2020. Salah satu korbannya, Bogban asal Rusia dan TKPnya di Jalan Sunset Road, Kuta. Kronologinya, lanjut Kombes Andi, pada Minggu (26/1) pukul 03.00 Wita korban dalam perjalanan menuju tempat penginapannya, Canggu Villa North, dipepet pelaku. Selanjutnya pelaku merampas HP korban yang pada saat itu sedang melihat google map. Korban berusaha mengejar pelaku. ‘’Saat itu pelaku sempat menabrak tiang listrik hingga terjatuh. Namun dia segera bangkit dan langsung melarikan diri,’’ ujarnya. Namun pegangan pelat nomor polisi motor pelaku lepas, lalu diambil oleh korban. Korban melaporkan kejadian itu ke Pos Kepolisian Subdit
Pam Obvit di Kuta. Petugas Subdit Pam Obvit menerima laporan itu dan menghubungi Tim Resmob Polda Bali. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Lidik Operasi Sikat Agung dipimpin Kompol Made Adhiguna melakukan penyelidikan. Diperoleh informasi jika pelaku mengendarai sepeda motor Yamaha NMax dan ciri-cirinya berbadan gemuk. Tidak menunggu lama, petugas mendapat informasi pemilik motor tersebut bernama Agus Amin. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan di daerah Sanur. ‘’Anggota kami bertemu ibu kandung pelaku. Dikatakan kalau pelaku berada di Karangasem,’’ ujarnya. Petugas melakukan pengejaran ke Karangasem dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku. Karena melawan, polisi terpaksa menembak kaki kiri pelaku.
Bali Post/ist
DITANGKAP - Jambret spesialis WNA ditangkap Tim Operasi Sikat Agung Polda Bali. Hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan jambret terhadap WNA. Sejak keluar dari lapas akhir November lalu, pelaku
melakukan jambret sebanyak 18 kali. Dari kasus ini polisi mengamankan barang bukti 18 Iphone dan dua sepeda motor. (kmb36)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Angka Kemiskinan Bali Turun di Bawah 4 Persen
Bali Post/ara
BABI - Sejumlah babi yang akan disembelih di RPH Denpasar.
Jelang Galungan dan Kuningan
Kementan Minta Petugas Keswan Periksa Babi Sebelum Dipotong Denpasar (Bali Post)Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Bali meminta agar babi yang akan dipotong untuk kepentingan Hari Raya Galungan dan Kuningan diperiksa oleh petugas kesehatan hewan (keswan). Dirjen PKH, I Ketut Diarmita, mengatakan setiap perayaan Galungan dan Kuningan masyarakat Bali memiliki tradisi memotong babi untuk upacara keagamaan dan konsumsi. Hal ini apabila tidak diawasi oleh petugas kesehatan hewan akan berpotensi menyebarkan penyakit. “Ini merupakan upaya Pemerintah dalam mencegah penyebaran kasus kematian babi yang sudah terjadi di Bali dalam satu bulan terakhir,” ungkapnya, Kamis (13/2) kemarin. Diarmita juga menyampaikan agar masyarakat Bali tidak perlu takut untuk mengonsumsi daging babi, karena petugas kesehatan hewan akan dikerahkan untuk memberikan penjaminan kesehatan hewan bagi babi-babi yang akan dilalulintaskan dan dipotong. Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bali, IKG Nata Kesuma, menyampaikan hal
yang sama. Ia mengatakan pentingnya pemeriksaan sebelum (antemortem) dan setelah pemotongan (postmortem). Babi yang akan dilalulintaskan juga wajib dinyatakan sehat oleh dokter hewan. Sementara itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pertanian dan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Denpasar juga mengimbau masyarakat agar memeriksa kesehatan hewan sebelum disembelih dan daging yang hendak dikonsumsi nantinya. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, I Gede Ambara Putra, Kamis kemarin berharap agar sel u r u h masyarakat turut memperhatikan kesehatan hewan sebelum disembelih menjelang hari Galungan. Hal ini dapat dilakukan dengan pengecekan hewan sebelum dan sesudah disembelih oleh dokter hewan berwenang. ‘’Semua pihak agar selalu meningkatkan koordinasi, informasi, dan edukasi agar pengolahan daging dapat dilakukan dengan baik dan benar, sesuai dengan aturan sanitasi yang ada, serta kepada konsumen agar tidak mengonsumsi daging mentah (belum dimasak), sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam mengonsumsi daging saat perayaan Hari Suci Galungan,’’ jelasnya. (kmb42/kmb12)
Topik : selamatkan pariwisata bali
Denpasar (Bali Post) Angka kemiskinan yang kini 3,61 persen menjadi prestasi tersendiri bagi Bali. Mengingat sebelumnya, penurunan angka kemiskinan hingga di bawah 4 persen sempat dikatakan tidak mungkin. Sebab, itu sudah masuk dalam kategori kerak kemiskinan yang sulit diturunkan lagi. ‘’Teori mengatakan 4 persen itu kerak kemiskinan. Kita sudah turun dari angka itu, berarti kan sudah bisa (keluar dari garis kemiskinan - red),’’ ujar Kepala Bappeda Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra usai memimpin konsultasi publik rancangan awal RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2021 di kantor setempat, Kamis (13/2) kemarin. Ika Putra mencontohkan petani miskin atau petani penggarap masuk dalam kerak kemiskinan. Itu sebabnya, mereka disentuh lewat penajaman program dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sebagai komitmen untuk memperkecil angka kemiskinan. Walaupun masih memerlukan kajian lebih lanjut, tetapi penurunan angka kemiskinan sesuai data BPS Provinsi
Bali hingga 3,61 persen pada September 2019 bisa menjadi bukti kesuksesan program-program kerakyatan yang digelontor Pemprov. Mulai dari penggunaan busana adat Bali, hingga yang terbaru menyangkut legalisasi arak. ‘’OPD-OPD terkait dan kelompok ahli sedang mengkaji itu. Intinya bahwa satu tahun tiga bulan ini program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ sudah mampu menurunkan angka kemiskinan di bawah 4 persen,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Ika Putra, juga didukung pembangunan infrastruktur yang diyakini bisa membuka sentrasentra ekonomi baru. Kemudian, pemberdayaan adat yang mulai dibangun diharapkan bisa memunculkan BUPDA, pasraman, hingga pembinaan UMKM. Semuanya menyentuh langsung masyarakat. Kendati dampaknya belum terukur dan signifikan, tetapi paling tidak data sudah berbicara ada penurunan angka kemiskinan. Namun di tengah prestasi ini, Bali kini justru sudah dihadapkan pada tantangan baru yakni wabah virus Corona. Wabah dari Tiongkok ini cukup memukul sektor pariwisata yang masih menjadi
tulang punggung perekonomian Bali. ‘’Ekonomi Bali 69 persen dipengaruhi sektor tersier termasuk pariwisata di dalamnya. Sisanya, pertanian (primer) 15 persen dan sektor sekunder 15 persen. Ini kan harus didorong persentasenya,’’ katanya. Tetapi, menurut Ika Putra, persentase sektor pariwisata bukan berarti diturunkan. Melainkan dipersempit ketimpangannya dengan sektor primer dan skunder lewat pariwisata berkualitas. Dengan demikian, Bali tidak panik saat dihadapkan pada masalahmasalah pariwisata seperti wabah virus Corona. Saat ini upaya mitigasi dan promosi sudah digencarkan dan terus akan dilanjutkan pada perencanaan tahunan 2021. Sementara itu, konsultasi publik rancangan awal RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2021 digelar untuk menampung aspirasi dan masukan dari seluruh stakeholder pembangunan daerah Bali. Meliputi Bappeda kabupaten/kota, perguruan tinggi, lembaga kemasyarakatan, instansi vertikal di Bali, serta OPD di Pemprov Bali sebagai pelaksana. (kmb32)
OPD-OPD terkait dan kelompok ahli sedang mengkaji itu. Intinya bahwa satu tahun tiga bulan ini program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ sudah mampu menurunkan angka kemiskinan di bawah 4 persen.
Peduli terhadap Penderita Kanker
Bali Post/kmb37
SIDANG - Terdakwa Ho Ping Kwong digiring petugas usai menjalani sidang dengan agenda dakwaan di PN Denpasar.
Kasus Penyelundupan 3 Kg SS
Warga Hongkong Terancam Hukuman Mati Denpasar (Bali Post) Diduga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu (SS) yang beratnya 3 kg, persisnya 3.206 gram, pria berkebangsaan Hongkong, terdakwa Ho Ping Kwong (43), mulai diadili di PN Denpasar, Kamis (13/2) kemarin. Jika melihat pasal dalam dakwaan JPU I Gusti Lanang Suyadnyana, terdakwa terancam hukuman mati. Di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Gede Rumega, terdakwa dijerat Pasal 112 dan 113 UU Narkotika.
Dalam dakwaannya dijelaskan bahwa Ho Ping Kwong pada Rabu 4 Desember 2019 sekitar pukul 23.30 Wita tiba di Bandara Internasional Ngurah Rai. Dia diduga tanpa hak memproduksi, mengimpor, mengekspor narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman yang melebihi 5 gram. Awalnya, kata jaksa, pada November 2019 terdakwa Ho Ping Kwong bertemu dengan Hung Tsai dan menawarkan supaya terdakwa bertemu Jacky di Bali untuk membawa narkoba yang diselipkan dalam ko-
per. Terdakwa diberi upah 10.000 dolar Hongkong. Terdakwa kemudian bertemu dengan Jacky di Thailand dan menginap di Hotel Asia Airport. Pada 2 Desember terdakwa bertemu Ah Fai sembari memberikan koper berisi 13 paket narkotika. Pada 4 Desember terbang ke Bali, kemudian ditangkap petugas lengkap dengan barang buktinya. Petugas Bea Cukai Bandara berkoordinasi dengan petugas Polresta Denpasar. Dia kemudian diamankan dan kini menjalani proses persidangan. (kmb37)
Denpasar (Bali Post) – Prima Medika Hospital melaksanakan kunjungan ke Rumah Singgah Yayasan Peduli Anak Kanker Bali di Jalan Pulau Flores Denpasar, Rabu (12/2), serangkaian peringatan Hari Kanker Sedunia (World Cancer Day). Prima Medika Hospital memiliki salah satu layanan unggulan Pelayanan Kanker Terpadu yakni ‘’Endrawati Cancer Centre’’. Momen ini digunakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap penderita kanker. Direksi dan manajemen RSU Prima Medika yang berkunjung memberikan semangat dan hiburan kepada anakanak dan para orangtua serta edukasi untuk tetap melakukan terapi medis sesuai jadwal, menjaga kesehatan dan pola makan anak-anak agar kualitas hidup lebih baik walau mengidap penyakit kanker. Direktur Prima Medika Hospital dr. Putu Dian Ekawati, MPH. mengucapkan rasa terima kasih karena sudah disambut baik oleh pihak Rumah Singgah Yayasan Peduli Anak Kanker Bali yang saat ini telah mendampingi 70 anak berasal dari beberapa daerah di Bali, Jawa Timur, NTB, dan NTT, dalam masa menjalani terapi di RSUP Sanglah Denpasar. ‘’Kami berharap anak-anak dan
orangtua tetap semangat, kuat dan pantang menyerah dalam menjalani pengobatan. Mari saling support agar tidak merasa sendiri mengalami kondisi ini. Tuhan akan selalu membimbing dan memberikan jalan terbaik-Nya,’’ ujar dr. Dian dalam sambutannya. Kunjungan ini juga dirangkaikan dengan peringatan ulang tahun ke-2 Endrawati Cancer Centre. ‘’Semoga kami dapat melayani pasien-pasien kanker secara komprehensif dan terpadu dari pemberian edukasi mengenal kanker, deteksi dini, pengobatan kemoterapi, pembedahan dan perawatan paliatif,’’ imbuh dr. Dian. Welhelmina Mellu, S.Pd., Kepala Sekolah-Kita, salah satu bagian dari program di Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali menyampaikan anak-anak pejuang kanker yang didampingi berumur dari 0-18 tahun. Di Sekolah-Kita, anakanak pejuang kanker itu belajar seperti anak lainnya, karena tidak bisa mengikuti pelajaran secara reguler. Kemudian nilai-nilai dari anak tersebut akan diberikan ke sekolah asal mereka. Dengan demikian anak-anak itu akan tetap dapat melakukan dan merasakan seperti layaknya anak-anak lain yang berinteraksi dan berhak mendapat pendidikan. (kmb)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Sebagai Instrumen Dapatkan DID
Badung Kejar Penyelesaian LPPD BAGIAN Pemerintahan Kabupaten Badung menyelenggarakan Rapat Evaluasi tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) Tahun 2019 di Ruangan Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (13/2) kemarin. Rapat tersebut dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Badung I.B. Yoga Segara serta dihadiri oleh jajaran OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Diadakannya, rapat tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 pasal 11 tentang Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2019 yang berisi gubernur menyampaikan LPPD Provinsi kepada Presiden melalui menteri yang
dilakukan satu kali dalam satu tahun. Bupati/wali kota menyampaikan LPPD kabupaten/ kota kepada menteri melalui gubernur sebagai wakil pemerintah pusat yang dilakukan satu kali dalam satu tahun. LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) disampaikan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir dan penyampaian LPPD sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan melalui sistem informasi elektronik secara daring. Asisten Pemerintahan dan Kesra Badung I.B. Yoga Segara melaporkan, Bagian Pemerintahan Kabupaten Badung diberikan instruksi oleh pemerintah pusat untuk melakukan rapat evaluasi teknis terkait pelaksanaan LPPD ini, sehingga hasil maupun informasi yang di-
dapatkan bagian pemerintahan di pusat agar bisa disampaikan ke masing-masing OPD untuk dapat dipelajari dan segera diisi apa yang menjadi kebutuhan Indikator Kinerja Kunci (IKK) dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemerintah pusat. Yoga Segara juga mengimbau kepada seluruh OPD agar pertanyaanpertanyaan IKK tersebut tidak dikosongkan, karena nantinya akan berdampak pada nilai dari LPPD tersebut. “Saya berharap semoga di tahun 2020 pelaksanaan LPPD dapat berjalan dengan baik dan memperoleh nilai yang tinggi agar Kabupaten Badung bisa mendapatkan peringkat terbaik di Nasional dalam pelaksanaan LPPD ini,” jelasnya. Sementara itu, Sekda Ba-
dung I Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa LPPD ini adalah merupakan salah satu instrumen dalam upaya untuk mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID). Adi Arnawa menegaskan, agar capaian LPPD dari tahuntahun sebelumnya bisa di tingkatkan lagi, karena LPPD ini juga akan menentukan besaran DID yang akan didapatkan di samping SAKIP dan WTP. ”Saya harapkan peringkat capaian LPPD harus dikejar agar Kabupaten Badung bisa mencapai peringkat atas dalam LPPD tersebut, karena sangat menentukan Dana Insentif Daerah yang diberikan oleh pemerintah pusat,” ujarnya. Adi Arnawa juga menegaskan kepada OPD agar bisa menggunakan deadline wak-
LPPD - Sekda Adi Arnawa memimpin Rapat Evaluasi tentang LPPD Tahun 2019, di Ruangan Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (13/2) kemarin. tu dengan disiplin terhadap tenggang waktu yang diberikan oleh pemerintah pusat dengan membuat LPPD dengan sebaik-baiknya. Jika ada salah satu OPD yang kurang paham terkait tentang data laporannya diharapkan agar
bisa selalu berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Bagian Pemerintahan, baik itu tentang data serta keperluan informasi, agar LPPD bisa diselesaikan dengan tepat waktu. “Untuk itu, saya meminta agar seluruh perangkat
dearah untuk memastikan agar hasil-hasil laporannya dibuat dengan sebenar-benarnya sehingga tim LPPD kita bisa melakukan evaluasi internal sebelum dilakukan review oleh Inspektorat,” jelasnya. (ad386)
Disinyalir Tak Kantongi Izin
Puluhan Toko Modern Jadi Target Penertiban Mangupura (Bali Post) –
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung mengincar puluhan toko modern yang disinyalir tidak mengantongi izin. Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan setempat mencatat ada 41 toko modern yang menjadi target penertiban.
Bali Post/k mb36
NARKOBA - Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga merilis pengungkapan kasus narkoba selama Operasi Antik Agung 2020.
Pelaku Narkoba Mengaku Dikendalikan Napi
Untuk kesekian kalinya pelaku kasus narkoba mengaku dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (lapas) oleh narapidana (napi). Namun hanya beberapa saja yang bisa dibuktikan dan napi yang terlibat ditangkap. Sama halnya pengakuan 10 tersangka kasus narkoba yang terjaring Operasi Antik Agung 2020 oleh Polres Badung. Mereka kompak mengaku dikendalikan dari dalam lapas. ‘’Berdasarkan hasil penyidikan, semua mengaku pengendalinya dari lapas. Tapi kami tidak bisa memastikan orangnya karena selama ini mereka memakai nama samaran,’’ tegas Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga, Kamis (13/2) kemarin. Kompol Sinaga berharap pihak lapas bisa membantu kepolisian dengan cara tidak ada handphone (HP) bisa masuk ke sana. ‘’Selama ini kan komunikasinya lewat HP,’’ ujarnya. Dari pengungkapan selama Operasi Antik, modus baru dilakukan sindikat narkoba terungkap. Contohnya, mereka memanfaatkan minimarket untuk menaruh paket narkoba. Hal ini terungkap saat Tim Satresnarkoba Polres Badung menangkap tersangka Komang Udi Triadi (23) dan I Putu Ngurah Angga Darmawan (21), Sabtu (25/1). Mereka ditangkap saat keluar dari toilet Alfamart di Jalan Gatot Subroto, Desa Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung. Saat diperiksa, kata Kompol Sinaga, Udi berstatus
mahasiswa. Namun saat kasusnya rilis, Kamis (13/2) kemarin, dia mengaku sudah kerja di koperasi. ‘’Dari dua tersangka ini diamankan barang bukti empat paket sabu-sabu seberat 1,2 gram bruto atau 0,44 gram neto,’’ katanya. Kompol Sinaga menyampaikan, saat dilakukan pemeriksaan terhadap HP milik Udi ditemukan alamat tempelan sabu-sabu (SS) di dalam Alfamart. Selanjutnya, Angga ikut masuk ke dalam toilet Alfamart sesuai dengan alamat tempelan yang diterima. ‘’Tersangka AD (Angga Darmawan) sempat membuang paket sabu-sabu yang dipegangnya,’’ ujarnya. Setelah diperiksa ditemukan empat paket berupa potongan pipet warna oranye yang di dalamnya berisi sabusabu dengan berat total 0,44 gram neto. Kedua pelaku mengakui barang bukti tersebut milik mereka yang dipesan dari seseorang berinisial TI. ‘’Ini modus baru. Toilet di minimarket kan siapa saja boleh menggunakannya. Kondisi ini dimanfaatkan sindikat narkoba untuk menempel paket narkoba,’’ ujarnya. Modus baru lainnya memanfaatkan kabel dengan pelaku I Putu Artika (24) y a n g b e r p ro f e s i s e b a g a i montir. Pelaku ditangkap di rumah kos di Jalan Nangka Selatan, Gang Nuri 3, Denpasar Utara. Pada saat dilakukan penggeledahan, di dalam kamar ditemukan satu buah timbangan digital/elektrik dan satu bendel plastik klip kosong. Penggeledahan
dilanjutkan di teras kamar kos dan ditemukan empat potongan kabel listrik warna putih yang berisi plastik klip yang berisi sabu-sabu di dalam sebuah sepatu kulit warna cokelat. ‘’Modusnya, ujung kabel dibiarkan utuh tapi bagian tengahnya diambil kawat tembaganya. Di sanalah dimasukkan paket narkobanya. Orang kan tidak curiga, apalagi ujung-ujung kabel tersebut masih utuh,’’ ungkap Kasatresnarkoba AKP I Komang Ngurah Sujahayadi saat mendampingi Wakapolres. Pelaku lain yang ditangkap yakni David Halomoan Simanjuntak alias Leo (26), Leonardo De Leenonk Samsie (21), dan I Putu Adi Sucipta (24). Awalnya polisi menangkap David di Jalan Tibung Sari, Gang Perintis IV, Desa Dalung, Kuta Utara. Hasil interogasi, David mengaku bersama Leo menyimpan sabu-sabu di rumah Adi. Selanjutnya petugas mengamankan Adi di Perum Tibung Sari di Jalan Tibung Sari E2, Desa Padangsambian, Denpasar Barat. Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan sebuah plastik hitam yang berisi dompet cokelat yang didalamnya berisi satu buah plastik klip sabu-sabu, dua bendel plastik klip dan satu bungkus bekas rokok di dalamnya berisi dua plastik klip sabusabu. Selain itu disita satu bungkus bekas rokok berisi tujuh buah plastik klip berisi sabu-sabu yang disimpan di depan teras rumahnya. Sedangkan di rumah Leo disita
bong dan sebuah kotak bekas timbangan. Residivis kasus narkoba Mohammad Wahyu Adi Susilo (17) ditangkap di Gang P III, Banjar Tegal Permai, Desa Kerobokan Kaja, Kuta Utara. Polisi mengamankan lima paket sabu-sabu seberat 4,26 gram bruto. ‘’AS (Adi Susilo) mengaku melempar narkoba atas suruhan Boby yang saat ini mendekam di lapas. Pelaku sudah menikah siri dan berstatus residivis. Pertengahan tahun 2019 ia bebas dan beraksi lagi,’’ ungkapnya. Sementara itu, tersangka Ida Bagus Siwa Manuaba (36) dibekuk di wilayah Banjar Teguan, Desa Punggul, Abiansemal, Badung dan disita barang bukti sembilan paket sabu-sabu seberat 2,98 gram bruto. Barang bukti narkoba paling banyak disita dari tersangka Dewa Made Suardika (30) dan Dewa Putu Selamet (40). Mereka dibekuk pada Rabu (5/2) pukul 18.40 Wita di Jalan Padang Luwih Gang Prima, Desa Dalung, Kuta Utara. Barang bukti yang disita 42 paket sabu-sabu seberat 14,53 gram bruto. Saat melintas di TKP, kedua pelaku ini disuruh berhenti oleh petugas. Saat itulah pelaku membuang sesuatu. Pada saat dilakukan pemeriksaan, barang yang dibuang tersebut ternyata kemasan teh gelas bekas dan di dalamnya berisi bungkusan coklat. Dalam bungkusan coklat tersebut berisi 42 plastik klip berisi sabu-sabu. Selanjutnya para pelaku ditahan di Mapolres Badung. (rah)
Mangupura (Bali Post) Setelah Pemerintah Provinsi Bali menggelar kampanye makan daging babi, kini giliran birokrat di Pemkab Badung akan menyantap daging babi secara bersama-sama, Jumat (14/2) hari ini. Kepala Dinas Peternakan dan Pangan Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya kampanye bahwa daging babi aman dikonsumsi sepan-
jang pengolahannya benar. “Kami mengimbau supaya masyarakat tidak terpengaruh isu kematian babi yang belakangan marak terjadi. Karena itu, Pemkab Badung akan melakukan kampanye konsumsi daging babi,” ujar Wijana, Kamis (13/2) kemarin. Menurutnya, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan agar para pimpinan, Ketua DPRD, Sekda, kepala OPD, camat se-Badung, organisasi kewanitaan,
Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI), dan para peternak dapat hadir. “Kampanye daging babi aman dikonsumsi akan dilaksanakan Jumat (hari ini - red) di Wantilan Jaba Pura Lingga Buana, Puspem Badung. Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati dijadwalkan akan hadir,” katanya. Selain melaksanakan santap daging babi bersama-sama guna meyakinkan m a sy a ra ka t b a hwa d a g ing aman dikonsumsi, kata
mantan Kabag Organisasi Setda Badung ini, pihaknya juga telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh OPD untuk mapatung dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. “Melalui kegiatan mapatung ini diharapkan permintaan daging babi tidak turun secara drastis, sehingga peternak tidak terlalu rugi. Ini sebagai wujud simpati kepada peternak babi yang saat ini dalam situasi sulit,” tegasnya. (kmb27)
Pemkab Kampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi
Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara mengatakan, puluhan toko modern itu sempat dibina lantaran belum mengurus perizinan. Ditegaskan, puluhan usaha inilah yang kini menjadi target penertiban aparat penegak peraturan daerah tersebut. “Kami tengah menindaklanjuti surat dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan terkait 41 toko modern tersebut. Mereka sudah cukup memberi pembinaan, sekarang waktunya untuk memberi penindakan sesuai tingkat kesalahan yang dilimpahkan ke Satpol PP Badung,” ujar Suryanegara, Kamis (13/2) kemarin. Menurut Suryanegara, puluhan toko modern yang tercatat di Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan itu telah diberikan teguran I sampai III. Apabila sampai saat yang ditentukan masih ada yang membandel, maka akan menjadi tugas Satpol PP untuk melakukan penindakan. “Sekarang kami yang akan menindaklanjuti, karena sebelumnya sudah di-
berikan pembinaan oleh dinas terkait,” tegasnya. Suryanegara menambahkan, pihaknya akan menurunkan tim untuk mendatangi 41 toko modern tersebut. Tim Yustitusi yang diterjunkan bertugas mengecek dokumen perizinan. Apabila masih belum mampu menunjukkan dokumen perizinannya, maka pihaknya akan langsung melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Pelanggar bisa dijerat dengan sanksi tindak pidana ringan (tipiring), segel bahkan sanksi terberat usahanya bisa dibongkar. Untuk penindakan, sudah menjadi ranah kami (Satpol PP - red) dengan Tim Yustisi. Jadi, bisa dijerat tipiring, segel sampai bongkar,” katanya. Birokrat asal Denpasar ini juga menjelaskan alur proses perizinan toko modern di Kabupaten Badung. Yakni, mulai dari pengurusan informasi tata ruang (ITR), UKL/UPL, IMB dan izin operasional/IUTS (Izin Usaha Toko Swalayan). Apabila toko modern buka selama 24 jam, maka harus mengantongi
izin 24 jam. Begitu juga kalau menjual minuman keras, maka harus dilengkapi dengan izin minuman beralkohol (mikol). Izin lain yang juga perlu dilengkapi bila dipergunakan di lapangan adalah izin penggunaan air bawah tanah dan izin genset. “Setiap pelanggaran ada sanksi. Ada perda yang mengatur tentang sanksi itu. Laporan terakhir dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Badung, dari 41 toko modern bodong tersebut setelah dipanggil setengahnya sudah langsung mengurus proses perizinan. Izin-izinnya bahkan dikatakan sudah akan selesai,” terangnya. Suryanegara menegaskan, pihaknya ingin memastikan bahwa pemilik toko modern ini tidak membohongi pemerintah. Sebab, pemerintah telah memberikan tenggang waktu yang cukup lama untuk melengkapi segala dokumen perizinan usahanya. “Kami akan cek lagi untuk memastikan. Jangan sampai menindak pengusaha yang sudah lengkap perizinannya,” katanya. (kmb27)
SOSOK Belum Ada Sosialisasi PERATURAN Gubernur Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/ atau Destilasi Khas Bali resmi ditetapkan, Rabu (29/1) lalu. Namun kebijakan melegalkan minuman tradisional hingga kini belum disosialisasikan ke tingkat kabupaten/kota. Seperti halnya di Kabupaten Badung yang notabene merupakan kabupaten yang berkaitan erat dengan minuman berakohol, lantaran sebagai tujuan pariwisata dunia ini belum mengetahui detail dari kebijakan tersebut. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung I Made Agus Aryawan membenarkan belum menerima kebijakan secara resmi tersebut. “Itu kan baru (Pergup Nomor 1 – red). Jadi belum ada sosialisasi. Secara resmi pun kami belum menerima, tapi kami sudah sempat melihat, karena secara formal apa isi peraturan itu akan ditindaklanjuti di daerah,” ujarnya, Kamis (13/2) kemarin. Menurutnya, arak merupakan usaha kecil yang masuk dalam kategori home industry. Usaha ini cukup dilengkapi dengan Izin Usaha Kecil. Berbeda hal dengan industri massal yang harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan. “Kalau masuk kategori usaha kecil atau home industry kan masih bisa, tapi kalau dia industri besar dibatasi. Ini kan produksi rakyat kategori usaha kecil, jadi tidak ada masalah tinggal dicarikan izin usahanya, Izin Usaha Industri Kecil,” tegasnya. Dikatakan, minuman fermentasi atau destilasi tidak masuk dalam negatif investasi, sehingga dapat diajukan sebagai usaha rumahan atau home industry. “Kalau skala kecil kan memang boleh, karena itu tidak masuk kategori negatif investasi. Apalagi sudah dilegalkan,” katanya seraya menyebutkan di Kabupaten Badung belum ada masyarakat yang mengajukan izin mikol, khususnya arak. (par)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Panutan Dalam Peradaban Baru KONFLIK dan musibah yang belakangan menjadi sumber pemberitaan media massa mungkin ada baiknya kita simak lebih dalam. Informasi tentu tak boleh kita biarkan begitu saja lewat tanpa memahami makna dalam informasi itu. Kini, di era digital dan terbangunnya kebebasan informasi tentu ada banyak hal yang juga perlu kita benahi. Adaptasi kehidupan dengan kondisi saat ini adalah hal yang perlu kita terapkan dan budayakan sebagai strategi hidup. Kita bergerak sesuai pergerakan zaman, maka kita tak selamanya hidup pada masa yang kita harapkan. Sayangnya, ketika dunia bergerak dan tantangan kehidupan makin pelik, kita justru krisis panutan. Kita krisis keteladan dalam perilaku juga nyaris minim. Ada kecenderungan dunia bergerak sesuai aura panas yang terasa di bumi. Dunia politik yang dianggap sebagai pilar demokrasi yang melahirkan aturan kehidupan justru sarat intrik. Dunia politik ternyata bergerak sesuai kepentingan personal dan kelompok, tak bergerak sesuai harapan. Demokrasi yang semestinya mengantarkan kita ke arah kehidupan yang harmoni justru membuat kita terjebak sekat-sekat. Politik patut kita anggap belum melahirkan aura kehidupan yang harmoni. Elite politik pun belum menjadi figur yang mengayomi kehidupan. Demikian pula dalam dunia hukum. Peradilan yang masih dirasakan berpihak masih terasa. Dunia justru tersandera kepentingan-kepentingan politis juga. Makanya ketika ada istilah yang benar justru dikorbankan, yang salah justru dipertahankan, kita jadi paham. Ada banyak hal di negeri ini yang layak menjadi cerminan untuk merujuk hal di atas. Kebijakan yang salah justru membuat orang-orang yang mestinya tak dikorbankan menjadi tumbal. Pergeseran perilaku dan ketokohan dalam kehidupan, bagi kita di Bali tentu bisa merujuk seni teater yang dulu sangat populer di Bali. Karakter kehidupan tergambar jelas oleh tokohnya. Sosok yang antagonis, sering kali merasakan nikmat di awal namun akhirnya juga menderita. Sebaliknya tokoh yang ideal, bijak dan arif, justru terus tersandung derita, meski akhirnya juga bahagia. Yang jelas karakter kehidupan dan beban kehidupan selalu kita cermati dalam setiap pergelaran dramatari pada zamannya. Ketika dulu drama gong populer bahkan sangat populer di Bali, kita justru sudah punya karakter panutan yang jelas. Artinya, pentas seni tak sebatas memberikan kita hiburan tetapi juga sesuluh kehidupan. Kini, kita tentu juga berharap ketika pancaroba terkondisikan, kita justru menjauh dari karakter rujukan. Ada banyak aktor kehidupan yang malah asyik dengan kehidupannya masing-masing. Bahkan, dunia digital telah menjadikan anakanak mengambil tokoh panutan dalam permainan game online. Jika ini tak terkontrol dan anak-anak dibiarkan bergerak sesuai seleranya, maka krisis panutan kehidupan akan makin sulit ditemukan. Anak-anak akan tumbuh sebagai pribadi yang fokus pada permainan, bukan pada etika, budaya dan tata krama kehidupan. Padahal, tata krama ke depan haruslah menjadi spirit. Makanya, ketika Bali bergerak untuk memberdayakan desa adatnya dan merangsang bangkitnya sekaa– sekaa sebunan, ada harapan baru, kita akan kembali pada penokohan kehidupan. Anak-anak harus didekatkan pada karakter lehidupan yang berbudaya. Dengan keberpihakan pada desa adat, dan desa adat mampu menjalankan peran dan fungsinya secara benar, kita berharap bisa bergerak dan terus bergerak di alam kedamaian. Kita sangat yakin jika tokoh panutan yang bisa merefleksikan ruang kehidupan, kita akan menuju kedamaian. Artinya, seni teater yang dimungkinkan bangkit lagi dengan pemberdayaan desa adat akan membuka ruang lahirnya tokoh panutan bagi kehidupan generasi muda Bali.
POJOK Kata Menteri Wishnutama, selamatkan pariwisata. - Selamatkan pula alam Bali. *** Sejumlah objek wisata di Bali mulai sepi pengunjung.
Banggalah Berbahasa Bali
BULAN Bahasa Bali setiap Februari diisi beragam kegiatan. Seperti Pemkab Bangli yang belum lama ini menggelar lomba berpidato bahasa Bali, nyurat aksara Bali, lomba mengetik teks bahasa Bali di komputer dan lomba masatua. Meskipun dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar, lomba berpidato bahasa Bali hanya diikuti 4 peserta dari total 16 bendesa di Kabupaten Bangli yang diundang sebagai peserta. Miris dan sangat menyayangkan, demikian reaksi sebagian besar netizen yang menanggapi pemberitaan tersebut di akun Facebook @balipost. Bagaimana tidak, bahasa Bali yang merupakan salah satu unsur budaya justru kian terpinggirkan. Inilah ironi di tengah maraknya digaungkannya ajakan untuk menjaga identitas orang Bali. Pemerintah diharapkan menggunakan metode pendekatan baru untuk mengajak krama Bali terutama generasi muda bangga berbahasa Bali. Memang, syarat untuk mampu bersaing di era digital adalah menguasai IT dan bahasa asing. Tetapi, bukan berarti bahasa Bali boleh ditanggalkan atau dianggap tidak berguna. Bukan berarti para orang tua harus fokus mengajarkan atau menyuruh anaknya les bahasa asing tanpa pernah mengajak anaknya berbahasa Bali di rumah. Contohlah negara maju seperti Jepang yang sangat bangga bahkan terkesan fanatik dengan bahasanya. Mereka sadar, modernisasi harus dibangun dengan akar budaya yang kuat. Berikut beberapa komentar netizen. Alit Surya Seharusnya ambil dari tingkat SD, SMP, SMA, masing-masing sekolah wajib mengirim peserta. Ini dijadikan agenda tahunan. Terus, karang taruna setiap desa harus mengirim. Dan untuk menarik, hadiahnya mobil, motor. Hadiah jangan cuma kalung plastik. Dewa Dhey Sujana Coba hadiahnya laptop, motor. Kalau bisa mobil. Lebih dari 16 desa, 100 desa pun mau bersaing. Wayan Wijana Ambillah hal ini untuk membuat strategi pengembangan bahasa Bali ke depan. Nengah Wenten Mungkin dari segi hadiahnya juga kurang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk latihan. Dheywa Ayoe Tak apa, tahap permulaan. Semoga ke depan lebih banyak yang berminat. Dex Sudiantara Ajeg Bali cuma wacana. Tidak ada aplikasinya di masyarakat. Pemerintah seakan lepas tangan, hanya koar-koar sebelum pemilu
saja. Kalau rapat di pemerintahan pun jarang menggunakan bahasa Bali. Coba pejabat suruh berbahasa Bali, paling 50 persen yang masih lancar. Nang Oman Sedih saya sebagai orang Bali. Inilah akibatnya dari kecil dididik dengan bahasa Indonesia. Seharusnya pelajari bahasa Bali. Bagaimana mau ajeg Bali. Komang Widiasih Sekarang dominan sejak dari dalam kandungan sudah diajari bahasa Indonesia, bisa jadi bahasa Bali punah. Ari Patih Zaman sekarang lomba Tik Tok. Generasi muda sudah tidak peduli bahasa Bali. Hilang tradisi. Kadek Eka Parwita Penyuluhnya gak jalan. Ketut Wi Jr. Mungkin bisa minim persiapan sehingga banyak siswasiswi yang tidak siap. Untuk itu, mohon jauh-jauh hari diberikan imbauan ke masing-masing sekolah karena berbahasa Bali yang baik butuh proses dan pemahaman yang tinggi.
Tony Partha Diadakannya lomba bahasa Bali, tapi kadang-kadang pejabat mengucapkan hari raya Bali saja masih menggunakan bahasa Indonesia. Seharusnya berikan contoh dong. Ketut Tiaga Miris, panitia tidak ada jiwa EO alias jaga gawang. Seharusnya pendekatan dengan klian adat, pastikan mengirim. Bina masing-masing desa bila perlu ada utusan pendampingan kerja sama dengan Unhin misalnya. Pasti ramai, apalagi hadiahnya jelas. Wayan Wijana Mengadakan lomba pidato bahasa Bali, seberapa jauh penyuluh dan pembina bahasa Bali sudah membina? Widi Bali Pembinaan dulu pak, baru lomba. Tiba-tiba lomba, tahu apa? Murid di sekolah ajarin dulu baru tes. Jika lomba hanya untuk sekadar pencitraan para pejabat dengan narasi superhiperbola, ya… buat apa juga ikut? Bagus Adi Mungkin dianggap tidak terlalu penting untuk ke depannya. Sawah sudah hampir habis tergantikan beton. Padahal itu kunci ajeg Bali.
Gusti Wedakarna Serahkan Pusaka ’’Tri Ananta’’ untuk Jadi Pratima Pura Jagatnatha
Bupati Buol Janji Bantu Pura yang Dirusak
BERANI berurusan dengan AWK, artinya berani tuntas dan terukur. Demikian kira-kira pesan yang disampaikan oleh wakil rakyat Bali di DPDRI yang juga peraih suara terbesar dalam sejarah politik Bali modern yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Di tahun 2019 saja, Senator Arya Wedakarna (AWK) sudah ikut membantu perjuangan umat Hindu Indonesia yang terdiskriminasi, seperti penolakan Pura Hindu di Bekasi, Jawa Barat, pembubaran piodalan di Bantul, Yogyakarta, perusakan dan pembakaran palinggih milik Hindu Tengger Bromo di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur serta sejarah juga mencatat keberanian AWK datang ke Desa Bali Nuraga Lampung untuk menyelesaikan kasus pembakaran ratusan palinggih
Hindu dan pembunuhan warga transmigran karena konflik SARA. Saat itu, AWK yang belum menjadi pejabat negara, berkumpul dengan Raja dan Sesepuh Adat Lampung ikut mendeklarasikan perdamaian Bali vs Lampung. Jutaan umat Hindu di Nusantara tentu juga tidak akan lupa dengan sejarah AWK datang ke Lunyuk, NTB untuk menemui umat Hindu transmigran yang mana Pura Dalem Lunyuk dirusak oleh massa. Saat itu AWK harus terbang dari Bali ke Lunyuk serta langsung menemui Gubernur NTB dan Kapolda NTB untuk berdiplomasi melindungi umat Hindu. Ini juga terekam saat AWK hadir di Buol yang berjarak 2.289 km dari Bali untuk membantu Pura Mrajapati yang dirusak di Buol, Sulawesi Tengah. Masyarakat harus paham
pentingnya peran DPDRI untuk melindungi keberadaan seluruh warga Negara, termasuk kedudukan hukum umat Hindu yang seharusnya sejajar di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh AWK saat bertemu dengan H. Amirudin Rauf, Bupati Buol, di rumah dinasnya. ‘’Ada bedanya jika ada kasus perusakan pura dan diskriminasi umat Hindu ditangani oleh lembaga negara sekelas DPD-RI, yakni penyelesaian kasus itu bisa diikat secara hukum dan politik. Misalnya, penyelesaian di tingkat kabupaten/kota atau kesepakatan damai di desa akan diikat dengan rekomendasi resmi DPD-RI akan bisa dilaksanakan dengan konsisten. Bisa saja kan kesepakatan damai ada tapi perhatian pemerintah tidak ada. Justru kedatangan DPD-RI ke wilayah konflik ikut membantu
secara politik kebijakan. Buktinya kasus di Bekasi kita rapatkan dengan Bupati, juga saat perusakan pura di NTB, Gubernur NTB juga memberikan sumbangan pura dan juga di Sulteng ini, Bupati Buol komit membantu pura yang dirusak. Inilah diplomasi politik Satyagraha yang ingin kami contohkan. Astungkara, sangat efektif untuk melindungi umat Hindun,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga putra Shri Wedastera Suyasa (alm), salah satu pendiri PHDI di zaman Bung Karno pada tahun 1959. Dalam kunjungan selama dua hari di Buol, Sulteng, Senator AWK disambut ratusan umat Hindu di Pura Jagatnatha setempat dan saat itu Shri Gusti Wedakarna dalam kapasitasnya sebagai Panglingsir Nararya Tegeh Kori memberikan Cihna Dalem berupa tongkat Tri Ananta berlapis emas,
untuk menjadi pusaka di Pura Jagatnatha. Banyak kejadian dan fenomena alam yang terjadi jelang dan saat kunjungan Shri Gusti Weda-
karna yang disaksikan oleh banyak umat Hindu di Buol, Sulteng sebagai paica dan pertanda restu dari alam semesta. (ad378)
Dwipa Investama, Rabu (12/2), di Kantor Bank BPD Bali Cabang Badung. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Pimpinan Cabang Bank BPD Bali Cabang Badung I Gusti Agung Gede Suadnyana didampingi Bancassurance Relationship Manager Equity Life Indonesia Nugrahani Susilowati. Santunan diserahkan kepada nasabah atas nama I Made Suparsin. Menurut Nugrahani, I Made Suparsin menjadi pemegang polis Bali Dwipa Investama sejak Agustus 2018. Nasabah kemudian meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. ‘’Santunan yang merupakan hak nasabah kami serahkan kepada ahli warisnya,’’ ujarnya. Ini menunjukkan jika perbankan dan asuransi
berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya peran asuransi dalam perencanaan keuangan bagi seluruh keluarga. Tambahnya, produk asuransi tidak hanya menjaga kestabilan keuangan tetapi memberikan manfaat nyata secara pasti kepada ahli waris. Lebih lanjut Nugrahani menjelaskan, Bali Dwipa Investama merupakan salah satu dari tiga produk yang dipasarkan oleh Bank BPD Bali dan Equity Life Indonesia sejak April 2018. Dua produk lainnya adalah Asuransi Pitra Yadnya dan Tabungan Hari Tua (THT). Asuransi Bali Dwipa Investama merupakan produk asuransi yang menggabungkan proteksi dan investasi yang juga dapat memberikan santunan dan nilai tun-
ai. Tak hanya perlindungan jiwa seumur hidup, Asuransi Bali Dwipa Investama pun memberikan manfaat berupa dua kali uang pertanggungan dengan nilai tunai jika terjadi risiko meninggal dunia akibat kecelakaan, pembebasan premi jika terjadi risiko cacat tetap total, hingga manfaat khusus yaitu proteksi atas risiko cedera tubuh akibat perampokan di ATM atau teller di mana nasabah Bank BPD Bali bertransaksi. Bujangga Ayu Mas, ahli waris dari almarhum I Made Suparsin, mengaku bersyukur atas santunan yang diterima. Menurutnya, dana santunan itu bisa digunakan untuk biaya ngaben sang suami tercinta. ‘’Santunan ini sangat membantu kami sekeluarga. Akan digunakan sebagai bi-
aya untuk prosesi ngaben,’’ ujarnya. Ia juga mengaku dalam mengurus cairnya santunan ini sangat dimudahkan dan cepat. ‘’Pihak asuransi sangat aktif membantu dan mempermudah, sehingga tidak perlu menunggu lama dalam pencairan santunan,’’ imbuhnya. Pimpinan Cabang Bank BPD Bali Cabang Badung I Gusti Agung Gede Suadnyana mengatakan, pembayaran klaim merupakan bentuk nyata komitmen bank untuk terus mengedepankan layanan terbaik. ‘’Tentunya bukti kehadiran kami kepada nasabah dan keluarga nasabah untuk selalu memberikan rasa aman terutama saat mereka berada pada situasi yang tak terduga,’’ katanya. (ad377)
KSATRIA – Shri Gusti Wedakarna menyerahkan Tongkat Pusaka Tri Ananta kepada Panglingsir Hindu dan saat bertemu Bupati Buol didampingi Nyoman Slamet (Direktur THCI Sulteng/DPRD Provinsi Sulteg) dan Pimpinan DPRD Kabupaten Buol dari Fraksi PDI Perjuangan.
Equity Life Indonesia Serahkan Uang Santunan
Perkuat Pentingnya Peran Asuransi MEMPERKUAT pentingnya peran asuransi dalam perencanaan keuangan bagi seluruh keluarga, Equity Life Indonesia
bersama Bank BPD Bali menyerahkan santunan senilai Rp 63.000.000 kepada ahli waris pemegang polis produk Asuransi Bali
- Saatnya menata diri. *** Puluhan toko modern di Badung jadi target penertiban. - Realisasinya kapan? SERAHKAN SANTUNAN - Equity Life Indonesia bersama Bank BPD Bali menyerahkan santunan senilai Rp 63.000.000 kepada ahli waris pemegang polis produk Asuransi Bali Dwipa Investama, Rabu (12/2), di Kantor Bank BPD Bali Cabang Badung.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
PT Jamkrida Bali Tembus Laba Rp 3,3 Miliar KEBERADAAN PT Jamkrida Bali saat ini semakin banyak dimanfaatkan pelaku usaha ekonomi produktif, khususnya yang bergerak dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Walau terbentuk sejak tahun 2011, tetapi realisasi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan PT Jamkrida Bali terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Penjaminan yang dilakukan PT Jamkrida Bali selama ini mengalami pertumbuhan cukup pesat. Tahun 2018 plafon kredit yang dijamin Rp 2.678.046.586.240 dengan 62.376 terjamin. Sedangkan tahun 2019 plafon kredit yang dijamin Rp 4.478.882.990.631 dengan 83.849 terjamin. Itu artinya meningkat 67 persen dari tahun sebelumnya. Itu terungkap saat PT Jamkrida Bali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2019 dan RUPS-LB yang dilaksanakan di Ruang Wiswa Sabha Pratama Kantor Gubernur Bali, Kamis (13/2) kemarin. RUPS itu dihadiri seluruh pemegang saham yaitu Pemerintah Provinsi Bali serta seluruh Pemkab dan Pemkot. Di tahun 2019, PT Jamkrida Bali telah berhasil menembus aset Rp 273 miliar dengan total saham Rp 132,575 miliar. Dan perolehan laba tahun 2019 menembus Rp 3,3 miliar. Direktur Utama PT Jamkrida Bali I Ketut Widiana Karya mengatakan laba diperoleh dengan semakin meningkatnya penjaminan yang dilakukan PT Jamkrida Bali yang sampai saat ini telah bekerja sama dengan 635 partner usaha dan mitra kerja terdiri dari 53 BPD Bali (Pusat, Cabang, dan Capem), 103 BPR, 249 LPD, 23 BUMDes, 158 koperasi, satu Bank Bukopin, satu LPDB, tiga modal ventura, dua perusahaan asuransi, satu broker, dan 41 agen penjaminan.
Dinsos Bali Kaji Ulang Izin Operasional Yayasan
Tabanan (Bali Post) -
Dijelaskan lebih lanjut, saham Pemerintah Provinsi Bali pada PT Jamkrida Bali sebesar Rp 120 miliar. Sedangkan saham Pemkab dan Pemkot sebesar Rp 12,575 miliar. Pada RUPS-LB kali ini terdapat penyertaan setoran saham yang diresmikan, yaitu setoran saham Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Tabanan, masing-masing sebesar Rp 200 juta serta Pemerintah Kabupaten Karangasem sebesar Rp 500 juta. Sehingga saham Pemerintah Provinsi Bali pada PT Jamkrida Bali sebesar Rp 120 miliar. Saham pemkab dan pemkot pengalami peningkatan menjadi Rp 13,475 miliar. Selain itu, pada pertengahan tahun 2020 Pemprov Bali akan melakukan penambahan modal sebesar Rp 30 miliar. Menjawab komitmen dan kepercayaan yang telah diberikan pemegang saham, PT Jamkrida Bali berhasil terus meningkatkan dividen. Pada tahun buku 2019, dividen yang direalisasikan sejumlah Rp 1,089 miliar. Maksudnya, meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun buku 2018 tercatat sebesar Rp 896 juta. ‘’Di tahun kesepuluh berdirinya PT Jamkrida Bali, tentu saja banyak tantangan dan perubahan yang dihadapi. Namun syukur, berkat adanya kerja sama dengan berbagai pihak, hal tersebut dapat diatasi,’’ ujar I Ketut Widiana Karya. Direktur Utama PT Jamkrida Bali dipercayai oleh OJK membantu percepatan
pembentukan Jamkrida di seluruh Indonesia. Seperti di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bengkulu, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan sebagainya. Direktur PT Jamkrida Bali I Ketut Indra Satya Dharma Putra menuturkan, dalam menjaga performa perusahaan agar semakin meningkat di tahun 2020, PT Jamkrida Bali menargetkan plafon penjaminan Rp 4,776 triliun yang terdiri dari penjaminan kredit Rp 4,158 triliun, dan Rp 618 miliar pada penjaminan lainnya dengan tetap mempertahankan sektor produktif. Seiring dengan pencapaian positif Jamkrida Bali di tahun 2019, Dewan Komisaris sangat berharap para pemegang saham dapat memberikan dukungan lebih maksimal. Dukungan yang dimaksud berupa tambahan penyertaan modal. Penambahan modal itu penting untuk meningkatkan nilai penjaminan agar lebih besar. Dukungan itu sangat diperlukan karena Jamkrida Bali telah berkomitmen menyukseskan program Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota untuk mengatasi kendala dalam pemenuhan modal bagi UMKM yang usahanya layak, namun kesulitan mengakses kredit. Bisa jadi karena keterbatasan agunan (jaminan fisik atau collateral). (ad379)
Kasus Narkoba Meningkat, BNNP Kumpulkan OPD Tabanan (Bali Post) Menyikapi meningkatkan kasus narkoba di Kabupaten Tabanan, BNNP Bali mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (12/2) lalu di Kantor Desa Beraban. Tujuannya membentuk organisasi peduli bahaya narkoba. Rapat kerja itu dalam rangka sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder tersebut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan UKM, Badan Kesbangpol, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kantor Camat Kediri, Polres Tabanan, Dinas Kesehatan, dan Polsek Kediri. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Kamis (13/2) kemarin mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Masyarakat pada Pemberdayaan Alternatif. Di mana stakeholder terkait bersinergi untuk mengimplementasikan pro-
Pascakasus Korban Pencabulan di Bawah Umur
RAKER - BNNP Bali menggelar rapat kerja (raker) dalam rangka sinergi program pemberdayaan alternatif dengan stakeholder di Tabanan. gram P4GN. ‘’Stakeholder ini memiliki peranan penting dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba atau P4GN,’’ tegasnya. Hal ini bisa diwujudkan dengan mengembangkan potensi diri, membentuk organisasi peduli bahaya narkoba, aktif, kreatif, berjiwa mandiri, dan bermanfaat untuk masyarakat luas. ‘’Saat ini semua elemen masyarakat tidak lepas dari ancaman narkotika. Narkotika tidak
memandang umur, profesi maupun jabatan. Kasus narkotika di Kabupaten Tabanan tahun 2019 tejadi peningkatan kasus,’’ tandasnya. Karena itu, program P4GN digencarkan. Namun tanpa dibarengi kerja sama dengan stakeholder terkait maka tidak akan berhasil. ‘’Diperlukan kesadaran semua pihak ikut berperan aktif dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba,’’ pinta Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa. (kmb36)
MASYARAKAT diminta tetap mewaspadai siklus lima tahunan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Siklusnya pada tahun 2021. Karena memasuki masa siklus DBD, jika dilihat dari data pengalaman sebelumnya, potensi sebaran DBD akan meningkat. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Kamis (13/2) kemarin. Bagaimanakah langkahlangkah antisipasi harus dilakukan Dinas Kesehatan agar DBD tidak merebak di Tabanan?
gencar melakukan kegiatan penyuluhan, mengaktifkan jumantik di desa dan jumantik junior di sekolah melalui UKS. Selain itu, juga kegiatan fogging. Hanya kegiatan fogging itu baru dilakukan apabila terjadi temuan kasus. Misalnya saja di tempat A, begitu ada pasien dinyatakan positif di rumah sakit, maka petugas survelence akan melaporkan ke dinas kesehatan, dan ditindaklanjuti dengan memerintahkan petugas di
Kasus pencabulan di sebuah yayasan panti asuhan di wilayah Kecamatan Kediri, Tabanan itu mendapat perhatian langsung Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Dewa Made Mehendra, Kamis (13/2) kemarin. Kadis bersama Komisi Perlidungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali mengecek keberadaan yayasan itu pascakasus pencabulan yang dilakukan pimpinan Yayasan Riema Sipahelut (38) kepada anak asuhnya CDL (17). Dari hasil kunjungan itu, Dewa Mahendra melihat pengawasan dan pengelolaan yayasan anak asuh ini memang kurang bagus. Pihaknya akan mengkaji ulang izin operasional yayasan itu. ‘’Kami lihat pengurus yayasan ini mengatur anak-anak asuhnya belum bagus. Minimal seperti di asrama. Jam tidurnya diawasi dan lain-lain, sehingga tidak terjadi kasus kemarin (pencabulan - red). Herannya sampai terjadi tiga tahun,’’ tegasnya prihatin. Dewa Mahendra menambahkan, dari hasil komunikasi dengan pihak pengelola, panti asuhan itu mengasuh 12 orang. Kemudian di luar panti 9 orang. Ada anak asuh tinggal di luar panti, namun tinggal dengan orangtuanya. ‘’Berapa jumlah cewek dan cowoknya tidak jelas disampaikan pihak pengelola,’’ tegasnya. Terkait izina yayasan itu, saat dicek ternyata baru berdiri tahun 2019. Sementara korban CDL sudah tinggal di panti asuhan itu sejak tahun 2014. ‘’Sudah tidak jelas kapan berdirinya dan pengajuan izinnya. Karena itu akan kami
CEK - Dinas Sosial dan KPPAD Provinsi Bali cek panti asuhan di lokasi pencabulan di Kendiri, Tabanan. tinjau kembali. Selama proses pengkajian izin operasional panti asuhan itu tetap jalan. Kita tunggu pengajuannya,’’ terangnya. Diharapkan kejadian ini tidak terulang lagi di tempat lain. Apalagi dari awal ada niatan membantu orang kesusahan. Rasa kemanusiaan harusnya betul-betul dilakukan. ‘’Kami akan terus awasi secara inten-
sif,’’ tegas Dewa Mahendra. Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali Anak Agung Sagung Ani Asmoro mengatakan korban sudah diberikan pendampingan dari psikolog. ‘’Kita sifatnya pengawasan. Proses di pengadilan sudah berjalan sesuai prosedur,’’ imbuhnya. Terkait pemeriksaan terha-
dap korban maupun tersangka, Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP I Made Prama Setia mengatakan, korban sudah dititip di Yayasan Gayatri. Pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka. ‘’Masih akan terus kami dalami,’’ ujarnya. Terkait hasil pengembangan kasus sesuai keterangan korban memang ada indikasi sebelumnya korban hamil. Hanya informasi ini masih digali terkait fakta sesungguhnya. Korban berstatus anak di bawah umur. ‘’Tapi tidak hamil bahasanya, sempat mengalami proses makan nanas muda dan obat tertentu. Ini masih kita dalami, obat apa itu dan dari mana,’’ terang AKP Prama Setia. Seperti diberitakan sebelumnya, korban CDL asal Maluku menjadi korban nafsu bejat tersangka Riema Sipahelut yang merupakan ketua yayasan panti asuhan di Kecamatan Kediri. Kasus pencabulan ini terjadi sejak Juli 2016 sampai pertengahan Januari 2020. Modusnya tersangka meminta korban memijat dirinya di kamar. Namun itu hanyalah dijadikan kedok tersangka agar tersangka bisa menggerayangi tubuh korban. Usai dipijat tersangka merayu dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya. (kmb28)
Meski Sakit, Daging Babi Masih Aman Dikonsumsi MENYIKAPI keresahan warga terkait wabah babi hog kolera atau lebih dikenal virus African Swine Fever (ASF) itu, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali mengadakan rapat mengantisipasi wabah babi, di rumah jabatan bupati, Kamis (13/2) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka menyarankan agar ada langkah-langkah antisipasi menyikapi kabar di media sosial tentang bahaya virus ini. Hal itu penting agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat, khususnya di Tabanan. ‘’Dan ada juga pihak-pihak tertentu sengaja bermain. Mereka justru mengambil kesempatan dari kepanikan ini. Kondisi ini harus dijaga. Bukan berarti harus kita biarkan, justru harus kita sikapi, bagaimana dalam posisi ini masyarakat tak panik apalagi menjelang hari raya,’’ tegasnya. Untuk itu, ia memerintahkan dinas terkait dan unsur lainnya hadir dengan mengawal ketat peredaran babi di Tabanan. Di samping itu, ditegaskannya, agar ada kesepakatan harga babi di Tabanan. Imbauan kepada masyarakat agar tidak membuang bangkai babi sembarangan,
sehingga tidak menimbulkan penyakit-penyakit yang baru. ‘’Dengan adanya kejadian ini, harus betul-betul dicari tahu penyebabnya itu apa? Dalam artian, Tabanan ini harus steril. Penting pengawasan harus ketat, sehingga tidak merugikan kita dalam jangka panjang nanti. Perkembangannya harus terus dipantau. Jangan sampai kita kecolongan,’’ pinta Bupati Eka. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan I Made Budana mengatakan, di Tabanan sudah ada kesepakatan bersama terkait harga babi hidup yakni ditetapkan Rp 20 ribu per kilogram. Merosotnya harga babi hidup ini menimbulkan kecemasan dan ketakutan di kalangan peternak babi. Terkait virus babi hog kolera ini, ia menegaskan virus ini hanya pada babi saja. Jadi sama sekali tidak ada menular kepada manusia. Karena itu daging babi aman dikonsumsi. ‘’Sesuai informasi dan kajian yang disampaikan Dirjen Pusat Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali yang juga melakukan demo makan babi. Di Tabanan juga dilakukan hal serupa. Seperti di Kerambitan dan Marga ada agenda makan daging babi. Sejatinya memang virus babi itu tidak menular ke manusia,’’ ungkapnya.
ANTISIPASI WABAH BABI - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti bersama OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan dan Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali mengadakan rapat mengantisipasi wabah babi, di rumah jabatan bupati, Kamis (13/2) kemarin. Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung kegiatan di Kerambitan dan di Marga yang mengeluarkan deklarasi kesepakatan harga. Dengan tujuan agar para peternak babi dan masyarakat, Tabanan khususnya tidak cemas dan takut lagi dengan virus itu. ‘’Kisaran harga daging disepakati saat ini Rp 25 ribu sampai Rp 28 ribu per kilogram,’’ imbuhnya. I Ketut Hari Suyasa selaku Ketua GUPBI Bali mengungkapkan kebanggaannya atas terselenggaranya acara ini. Ia juga menegaskan virus ini tidak menular ke manusia. Dan hal itu sudah
didasari kajian-kajian yang telah dilakukan selama ini. Ia menambahkan, selama babi itu tidak dijual dalam keadaan sakit atau dicampur dengan babi sehat, maka virus ASF ini tidak menular. ‘’Intinya penyakit ini, kalau dalam keadaan sakit pun jika dagingnya dimakan aman sekali. Kalau bapak-bapak ragu, ada dua pilihan setelah makan babi, yaitu minum yogurt dan minum arak. Jadi secara otomatis virusnya gampang dibunuh. Walau cepat menyebar, penyakit ini sangat gampang dibunuh,’’ imbuh Ketua GUPBI Bali Hari Suyasa. (ad388)
Waspadai Siklus Lima Tahunan DBD, Warga Diminta Gencarkan PSN
Peningkatan kasus DBD sudah terlihat di awal bulan Januari 2020. Tercatat jumlah pasien positif DBD sebanyak 18 orang. Angka itu naik jika dibandingkan bulan yang sama di tahun 2019 yang hanya delapan orang pasien. ‘’Kalau angka kasus DBD sampai bulan Februari belum masuk, karena masih awal bulan,’’ terangnya. Kekhawatiran ancaman siklus lima tahunan kasus DBD dilihat dari data angka kasus positif tahun 2016 yang mencapai 916 orang. Kemudian tahun 2017 sebanyak 316 orang, tahun 2018 hanya 44 orang, dan tahun 2019 naik di angka 172 orang. ‘’Kekhawatiran di tahun 2021 dicurigai akan banyak kasus DBD. Itu disebutkan dipicu banyak faktor, mungkin pola hidup nyamuk,’’ ucapnya. Salah satu yang harus dilakukan masyarakat yaitu dengan menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui aksi 3 M yang meliputi mengubur, menutup barang bekas,
dan menguras bak mandi. Di samping itu dinas kesehatan saat ini juga lebih
puskesmas terdekat dengan lokasi. Hal itu dimaksudkan agar sesegera mungkin turun ke lapangan minimal 20 rumah atau radius 100 meter persegi dari rumah yang dinyatakan ada pasien positif DBD. ‘’Jadi tidak asal melakukan fogging. Petugas akan turun mengecek terlebih dahulu ada tidak sekitar lokasi itu minimal dua warga demam tanpa sebab. Atau bisa juga ditemukan jentik nyamuk, jika ada barulah
besoknya dijadwalkan dilakukan fogging. Itu pun dilakukan pertama dan seminggu setelahnya. Saat fogging pertama yang mati adalah nyamuk yang terbang. Selama satu minggu tentu jentik nyamuk akan menjadi dewasa, ini difogging lagi,’’ terangnya. Sebaran kasus positif DBD selama ini didominasi Kecamatan Kediri dan Tabanan. Karena dua kecamatan ini memiliki jumlah penduduk banyak. Kemu-
dian di dataran rendah penyebaran nyamuk lebih cepat terjadi. Disinggung jumlah anggaran pencegahan DBD itu, kata Suratmika tahun ini dialokasikan Rp 800 juta. Namun bukan untuk DBD saja, melainkan pencegahan penyakit menular lainnya. ‘’Jumlah itu juga termasuk anggaran obat dan upah petugas fogging. Sebab petugas fogging itu bukan pegawai negeri,’’ pungkasnya. (bit)
dr. I Nyoman Suratmika
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Dua Warga Sayan Positif DBD
Gianyar (Bali Post) -
Kasus demam berdarah dengue (DBD) makin meluas di wilayah Gianyar. Kali ini dua orang warga di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, dipastikan positif DBD. Satu orang warga sudah dilarikan ke RS Sanjiwani, Gianyar, sedangkan satu orang lainnya melakukan rawat jalan. Guna meminimalisasi risiko terjangkit DBD, warga Desa Sayan diimbau secara intensif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Bali Post/kmb35
FOGGING - Warga melakukan fogging secara swadaya di Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kamis (13/2) kemarin.
Dikonfirmasi Kamis (13/2) kemarin, Perbekel Desa Sayan I Made Andika membenarkan ada warganya yang terjangkit DBD. Kini seluruh warganya pun diimbau untuk mem-
Persiapkan Desa Digital
Gianyar Belajar ke Kampung Cyber Yogyakarta KEMAJUAN teknologi informasi saat ini memang tidak bisa dihindari, namun harus dimanfaatkan dengan baik agar berguna untuk kemajuan kehidupan. Hebatnya, pemikiran ini bisa dimiliki oleh hampir seluruh masyarakat di Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta. Bahkan warga di kelurahan ini sejak 2008 sudah mempersiapkan diri menjadi Kampung Cyber. Pemkab Gianyar yang akan mengembangkan desa digital, mengerahkan Dinas Kominfo Gianyar melakukan studi komparatif ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Pemerintah Kota Yogyakarta dan ke Kelurahan Patehan, Kamis (13/2) kemarin. Menurut Sekdis Kominfo Gianyar I Gede Daging, saat ini di Kabupaten Gianyar sedang gencar melakukan pembangunan. Salah satunya pembangunan teknologi informasi berbasis internet. “Gianyar ke depan akan mengembangkan desa digital. Tentunya kami berharap bisa mendapat ilmu di sini, dan Diskominfo menggandeng Dinas PMD terkait pengembangan desa digital,” katanya. Ketua LPM Kelurahan Patehan, Antonius Sasonggo, menuturkan proses awal terbentuknya Kampung Cyber. Hal ini bermula dari keinginan warga mengembangkan teknologi berbasis internet pada tahun 2008. “Kala itu penggunaan internet
belum seperti sekarang, tapi kita punya semangat,” katanya. Di Kelurahan Patehan, katanya, semangat menggunakan internet ini bukan program pemerintah, namun merupakan gerakan masyarakat. Alhasil, dari pembiayaan hingga pengerjaan semua mandiri. Saat mengawali pihaknya mengalami banyak kendala. “Sebenarnya cukup banyak kendala merealisasikan ini, karena belum banyak warga punya komputer, apalagi smartphone seperti sekarang. Semua itu belum terjangkau bagi masyarakat perkampungan seperti di sini,” katanya. Menurut Antonius Sasonggo, persoalan itu diatasi dengan pelatihan rutin. Kendala lainnya adalah karena secara geografis berada di dekat Keraton Yogyakarta, sehingga tidak boleh mendirikan tower. Melihat kondisi ini, pihaknya memulai dengan menyalurkan internet menggunakan kabel dari rumah ke rumah. “Dari 2008 kami mengenalkan sampai 2010. Kala itu sudah hampir 80 persen rumah warga memiliki internet,” jelasnya. Antonius Sasonggo menambahkan, mayoritas warga mau belajar internet secara otodidak. Saat ini seluruh warga di Kelurahan Patehan sudah menggunakan internet. Warga juga menggunakan sejumlah aplikasi untuk memudahkan berbagai hal. Misalnya, dalam pembuatan administrasi kependudukan sudah menggunakan
aplikasi dari tingkat RT dan RW se-Kelurahan Patehan. “Tentunya semua ini sangat memudahkan kami. Jadi proses bisa lebih cepat,” terangnya. Sementara itu, Kabid Pembangunan Kawasan Pedesaan Dinas PMD Gianyar, Wayan Sudiana, mengatakan rencana desa digital di Gianyar akan mencontoh Kampung Cyber di Kelurahan Patehan, Kecamatan Keraton, Yogyakarta. “Kami ingin desa di Gianyar seperti Kampung Cyber di Yogyakarta. Warga tak perlu lagi ke klian, bisa langsung mencari surat pengantar ke kelurahan untuk keperluan Catatan Sipil,” jelasnya. Guna mewujudkan hal itu, katanya, pihaknya perlu duduk bersama dengan instansi terkait. Sementara di Gianyar selama ini semua masih secara manual, sehingga kurang efektif dan efisien. “Masyarakat harus ke Camat, ke Dinas Capil. Yang disayangkan, kalau di Dinas Capil tidak ada blangko. Misalnya, jauh-jauh dari Payangan ke Gianyar tapi tidak dapat apa-apa,” ujarnya. Sudiana menambahkan, sistem desa digital akan menghemat beberapa proses pelayanan di tingkat bawah. Apabila hal ini bisa diwujudkan, cukup datang ke kantor desa. “Nanti di setiap desa ada petugas IT, kalau ingin connect dengan Kominfo. Maka diperlukan SDM dan sarana-prasarana yang mungkin akan dibantu Bapak Bupati,” jelasnya. (nik)
Bali/nik
STUDI - Suasana studi komparatif ke Kelurahan Patehan, Yogyakarta, Kamis (13/2) kemarin.
Dukacita
’’Amor Ing Acintya’’ Perbekel Lingsir Desa Ayunan
PERBEKEL lingsir Desa Ayunan, Kecamatan Abaiansemal, Kabupaten Badung, Ida Bagus Ketut Raka, wafat dalam usia 103 tahun, Minggu (9/2) lalu. Tokoh Desa Ayunan yang menjabat sebagai perbekel (kepala desa) selama kurang lebih 34 tahun, dan bendesa adat selama tujuh tahun, serta pernah mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Administrasi Veteran Provinsi Bali (1966-1976) ini kini telah tiada. Terkait lebar atau wafatnya Ratu Kakyang Perbekel Lingsir (demikian warga Desa Ayunan memanggil almarhum - red), benar-benar menebar duka mendalam bagi anak, cucu, dan cicit sepaiketan Geria Anyar Ayunan, masyarakat Banjar Geria, dan masyarakat Desa Ayunan, bahkan masyarakat Badung dan sekitarnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya komponen masyarakat yang hadir di Geria Anyar Baleran untuk mendapatkan informasi dudonan acara pelebuan (pengabenan) Ratu Kakyang Perbekel Lingsir. Dijumpai di Kamar Jenazah RSUD Mangusada, Badung, Kamis (13/2) kemarin, Made Yudana Astra mewakili angga Geria Anyar Ayunan menjelaskan dudonan acara tersebut. Rinciannya, Jumat Kliwon atau 14 Febuari
Ida Bagus Ketut Raka (alm) 2020, layon (jenazah) mantuk mawali ke geria dari Kamar Jenazah RSUD Mangusada, Badung. Sabtu Umanis atau 15 Febuari 2020 dilaksanakan upacara Nyiramang, Ngaringkes/Malelet dan Pabersihan. Minggu Paing atau 16 Febuari 2020, Ngeneng lan Ngaskara Layon Munggah ring Tumpang Salu. Senin Pon atau 17 Febuari 2020, Melaspas Bade lan Lembu, ngelantur mamargi ke setrapagesengan lan Ngeroras. Seusai menyampaikan dudonan karya, Yudana Astra yang kesehariannya adalah dosen dan Guru Besar Undiksha dengan kalem dan tenang mengaturkan suksma dahat
atau terima kasih yang tulus kepada Pemkab Badung dan segenap jajaran, terutama pihak Puskesmas Abiansemal 1 di Blahkiuh yang dengan ikhlas dan tulus dalam suasana hujan lebat mengirimkan empat orang tim dokter hadir di geria untuk memastikan bahwa Ratu Kakyang sudah almarhum melalui observasi klinikal yang profesional. ‘’Kami juga mengaturkan terima kasih kepada manajemen RSUD Mangusada atas pelayanan prima dan sigap yang kami terima ketika proses formalin sampai tahap penitipan layon di kamar jenazah. Selain itu, izinkan pula mewakili keluarga Geria Anyar Ayunan, kami mohon maaf secara tulus kepada masyarakat Ayunan dan masyarakat Badung, sekiranya selama almarhum menjabat perbekel maupun bendesa adat, wenten singsal-iwang Tri Kaya Ratu Kakyang, lugrayang ngangganin keluarga Geria Anyar titiang ngelungsur pangampura. Dumugi malarapan kayun ikhlas ratu idadane sinamian, Ida Ratu Kakyang lelangit titiang, peresida mawali antar nyujur Sangkanparan tur saluwir palakarma luwih tumut ring sepemantuk Ida, lan peresida mangguh suka tan pewali duhka tur sane pinih utama Among Ing Acintya,’’ ujarnya. (ad381)
bersihkan yang dirasa sebagai sarang jentik nyamuk. “Iya satu warga kami positif terkena DB, dan sudah diberi penanganan di RS Sanjiwani sejak dua hari lalu,” jelas Andika didam-
pingi Klian Dinas Banjar Mas, Desa Sayan, I Kadek Dwi Putra Yoga. Sementara itu, Dwi Putra Yoga menambahkan, juru pemantau jentik (jumantik) di Banjar Mas sudah melakukan pengecekan ke rumah korban yang terjangkit DBD. Ia mengungkapkan, di lokasi banyak ditemukan jentik nyamuk karena musim hujan. Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus tersebut, ia mengingatkan warganya membersihkan lingkungan dari jentik nyamuk. Terkait dengan
pelaksanaan fogging, pihaknya masih menunggu proses dari dinas terkait. Mulai dari puskesmas hingga Dinas Kesehatan, karena memang harus melalui prosedur yang ada jika mengajukan permohonan fogging. “Fogging harus melalui prosedur terlebih dalu, karena memang didata oleh puskesmas. Untuk saat ini pencegahan dilakukan dengan membersihkan lingkungan agar terawat. Bubuk abate juga sudah kami edarkan ke masyarakat,” tegasnya. (kmb35)
Bupati Mahayastra Tinjau Pasar Tani di Pasar Umum Gianyar BERBAGAI kebutuhan pokok naik menjelang hari raya, itu sudah pasti terjadi. Namun bagaimana upaya menekan harga agar tidak terjadi lonjakan terlalu tinggi, pasar tani adalah salah satu solusinya. Karena pasar tani ini ibaratnya mirip seperti operasi pasar, di mana kita berupaya menstabilkan harga beberapa kebutuhan pokok dan upakara menjelang hari raya. ‘’Kita cari momen pelaksanaan pasar tani bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan, karena kita sadari beberapa kebutuhan pokok dan upakara beberapa hari ini sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan,’’ kata Bupati Gianyar Made Mahayastra saat meninjau pelaksanaan pasar tani yang diadakan di tempat parkir sebelah Utara Pasar Umum Gianyar, Kamis (13/2) kemarin. Bupati Mahayastra yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga tampak memborong beberapa kebutuhan hari raya seperti buah-buahan, dupa, kue dan lain-lainnya yang dijual di pasar tani. Menurut Bupati Mahayastra, selain barang-barang yang
dijual kualitasnya bagus, dengan pasar tani ini semua diuntungkan. Karena dapat memperpendek mata rantai pemasaran produk pertanian, sehingga nilai jual produk pertanian yang dihasilkan petani menjadi lebih tinggi. Melalui pasar tani, petani dan konsumen bisa samasama diuntungkan, petani bisa menjual dengan harga yang lebih baik, sedangkan konsumen atau masyarakat bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas terjamin. ‘’Jadi, di sini semua diuntungkan. Petani diuntungkan karena bisa langsung memasarkan produknya, dan masyarakat pun senang karena bisa membeli langsung dari petani, tentu harga lebih murah,’’ imbuh Bupati Mahayastra. Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Gianyar Ir. I Made Raka mengatakan sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pasar tani kali ini pun diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta TP PKK Kabupaten Gianyar. Petani yang ikut berpartisipasi adalah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Nelayan Andalan yang ada di tujuh kecamatan
PASAR TANI - Bupati Gianyar Made Mahayastra saat meninjau pelaksanaan pasar tani di tempat parkir sebelah utara Pasar Umum Gianyar, Kamis (13/2) kemarin. di Kabupaten Gianyar. Ada beberapa produk pertanian yang dipasarkan, seperti pisang, jeruk, sayuran, janur, dupa, dan beberapa produk kebutuhan upakara menjelang hari raya. Dari Disperindag dijual sembako bekerja sama dengan Perum Bulog Bali, dan dari TP PKK Kabupaten Gianyar dijual beberapa kue kering khas hari raya. Raka menambahkan, pelaksanaan pasar tani kali ini mengambil tempat di
tempat parkir sebelah utara Pasar Umum Gianyar, karena ada keinginan agar masyarakat umum bisa ikut menikmati pasar tani. Jika tahun-tahun sebelumnya pasar tani diadakan di halaman Kantor Bupati Gianyar, menurut Raka, yang membeli terbatas dari kalangan pegawai saja. Namun, kini masyarakat umum pun bisa menikmati, terbukti dari membeludaknya pembeli sejak mulai dibuka pada pukul 06.00 Wita. (ad385)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Mayat Guilermo Ditemukan Mengapung di Perairan Cristal Bay
Universitas Udayana Jalin Kerja Sama dengan Leiden University Belanda
UNIVERSITAS Udayana menjalin kerja sama dengan Leiden University Belanda yang ditandai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). di Gedung Rektorat Kampus Jimbaran, Kamis (13/2) kemarin. Turut hadir dalam penandatanganan itu Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum., Ketua LPPM Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, M.P., Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. dan Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Budaya Dr. Nyoman Aryawibawa, serta Direktur CIRHSS (Centre for Interdisciplinary Research on the Humanities and Social Sciences) Prof. I Wayan Arka. Pihak Leiden University pada MoU itu diwakili Professor Marian Klamer. Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan LoI (Letter of Intent) antara Ketua LPPM Unud dan Leiden University Centre for Linguistics (LUCL), Faculty of Humanities Leiden University yang difokuskan dalam kerja sama teknis bidang humaniora dan ilmu-ilmu sosial yang dilakukan melalui CIRHSS. Rektor Unud Prof. A.A. Raka Sudewi menyambut gembira kerja sama ini. Kerja sama itu secara nyata merupakan tindak lanjut peluncuran Pusat Penelitian CIRHSS September 2019. Kata Rektor peluncuran CIRHSS dan diikuti International Conference on Austronesian and Papuan World (ICAPaW) tanggal 6 September 2019 lalu. Penandatanganan MoU dan LoI dengan Leiden University itu merupakan program peningkatan kapasitas
Semarapura (Bali Post) -
Jenazah tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Cristal Bay, Desa Sakti, Nusa Penida, Kamis (13/2) kemarin. Korban diperkirakan terperosok ke laut saat berwisata di Nusa Penida. Sebab, di tangannya masih ditemukan kamera GO PRO. Setelah diselidiki lebih jauh, berbekal keterangan saksi-saksi, jenazah ini diketahui bernama Dandree Guilermo Sebastian (42), warga kebangsaan Italia.
SDM di mana peneliti linguistik Unud akan dikirim ke Leiden University untuk pelatihan yang sepenuhnya. Pelatihan itu didanai Proyek EU RISE. Rektor juga memberikan apresiasi kepada Professor Marian Klamer, yang telah berbagi pengetahuan dan keahliannya dengan mahasiswa Pascasarjana Program Linguistik selama kunjungannya di Universitas Udayana. Professor Marian Klamer, mewakili Leiden University dan juga konsorsium berbagai universitas internasional yang terlibat proyek OCSEAN/RISE itu memberikan apresiasi atas kerja sama dan respons positif Unud sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia. Prof Klamer mengatakan proyek OCSEAN/RISE yang berlangsung dalam waktu empat tahun ke depan mencakup program pelatihan dan riset di bidang linguistik dan disiplin terkait. Di antaranya bidang genetika. Pelatihan di Leiden merupakan bagian proyek kerja sama riset dengan negara-negara EU terkait persebaran maritim manusia masa lampau di daerah Asia Tenggara. Proyek OCSEAN/RISE yang sedang berlangsung akan dilanjutkan proyek lainnya. Seperti SYNERGY, yang juga merupakan proyek penelitian besar melibatkan banyak institusi dan peneliti di dunia. Melalui kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas peneliti Unud, yang
bermuara pada publikasi jurnal internasional dan juga meningkatkan peringkat Unud di dunia. Koordinator/Direktur CIRHSS Prof. I Wayan Arka menambahkan Unud bisa berbangga terlibat dalam konsorsium riset dan pelatihan ini. Tahun ini, enam orang dosen Unud terlibat pelatihan di Leiden University selama 3 bulan dengan pembiayaannya ditanggung penuh proyek OCSEAN/ RISE yang didanai UniEropa. Dalam empat tahun ke depan, setiap tahunnya para dosen itu akan dikirim ke negara Uni Eropa lainnya untuk pelatihan lebih lanjut. Unud melalui CIRHSS juga dipercaya mengkoordinir pengiriman dosen lainnya dari Indonesia Timur. Total 18 orang dosen dari Indonesia yang dikirim ke Leiden untuk ikut bergabung dengan dosen dan peneliti dari negara lain seperti Filipina. Sebelumnya Professor Marian juga berkesempatan memberikan kuliah tamu di Fakultas Ilmu Budaya Unud. Kuliah itu dihadiri mahasiswa S-3 Program Linguistik. Dalam kuliahnya Prof. Marian memaparkan hasil penelitiannya yang mutakhir di Alor-Pantar, terkait pengaruh kontak bahasa atas perubahan simplifikasi bahasa, dan keterpinggiran/kepunahan bahasa. Melalui kuliah tamu ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada mahasiswa linguistik Universitas Udayana. (ad382)
Ribuan Siswa Festival Nyurat Aksara Bali Semarapura (Bali Post) Gerakan membangkitkan kembali budaya menulis aksara Bali semakin besar. Anak-anak juga semakin antusias. Seperti terlihat Kamis (13/2) kemarin, ribuan siswa SD nampak antusias mengikuti Festival Nyurat Aksara Bali. Festival ini merupakan kali kedua sejak dicanangkan tahun 2019 lalu. Festival Nyurat Aksara Bali itu dipusatkan di areal Catus Pata Klungkung. Konsepnya menarik. Akses jalan raya dari empat arah penuh dengan peserta. Festival tidak hanya diikuti siswa Hindu, tetapi juga Madrasah. Jumlah seluruh peserta mencapai 2020 siswa dari SD - SMP se-Klungkung daratan. Para peserta membawa alat tulis dan alas tulis, menyebar di empat penjuru mata angin. Peserta Nyurat Aksara Bali, Tjokorda Istri Dwiary Putri Witrananda, siswi kelas 6 SDN 1 Semarapura Tengah, me-
Info awal diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pada pukul 10.20 Wita. Putu Aristana sebagai pelapor, mengungkapkan terkait kondisi jenazah itu, sudah tak mengenakan pakaian. Sebagian kulitnya sudah mengelupas. Kapten Boat Nusa Penida Ocean Trip menjelaskan posisi penemuan berada di koordinat 08°42’,98’’S115°27’,034’’E dan di tangannya masih tersangkut Kamera GO-PRO. Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, mengatakan laporan penemuan
jenazah segera ditindaklanjuti personel Unit Siaga SAR Nusa Penida. Selama pelaksanaan operasi SAR juga melibatkan unsur SAR dari Pos AL Nusa Penida, Polsek, Balawista, RS Pratama dan nelayan setempat. Mereka langsung melakukan koordinasi dengan nelayan setempat agar dapat menggunakan jukung untuk melakukan pencarian. Ketika tiba di lokasi ternyata jenazah sudah tidak ada. ‘’Rupanya jenazah dilepas oleh boat yang menemukan. Jadi tim harus kembali melakukan pencarian hingga 10 menit
EVAKUASI - Petugas saat berupaya mengevakuasi mayat dari tengah laut.
Tangani Kasus HIV/AIDS, Puskesmas Banjarangkan I Siapkan Klinik VCT
Semarapura (Bali Post) Tingginya kasus HIV/AIDS di Klungkung membuat berbagai pihak terkait diminta terlibat turun tangan melakukan pencegahan. Setiap kecamatan diminta intens berkoordinasi dengan KPA Klungkung. Sementara Puskesmas Banjarangkan I sudah menyiapkan Klinik VCT Kepala UPT Puskesmas Banjarangkan I dr. I Wayan Agus Arisnawan menyampaikan Puskesmas Banjarangkan I mempunyai Klinik VCT yang merupakan layanan komprehensif, meliputi upaya promotif, preventif, kuratif, dan reha-
bilitatif yang mencakup semua bentuk layanan HIV dan IMS. Pada Puskesmas Banjarangkan I juga mempunyai layanan Mobile VCT dimana kegiatan mobile VCT itu bersifat kegiatan di lapangan. Sejauh ini dr. Arisnawan menyampaikan di wilayah Puskesmas Banjarangakan I tahun 2019 terdapat 7 kasus terjangkit HIV/AIDS. Dengan kasus itu, pihaknya berharap mendapatkan arahan dan bimbingan dari tim KPA, khususnya cara-cara mencegah panyakit tersebut dan dapat menginformasikannya kepada masyarakat di Kecamatan
Banjarangkan. ‘’Kami ingin masyarakat di Banjarangkan bisa terhindar penyakit ini,’’ katanya saat kunjungan KPA Klungkung ke UPT Puskesmas Banjarangkan I di Desa Tusan, Rabu (12/2). VCT adalah Voluntary Counselling and Testing atau bisa diartikan sebagai konseling dan tes HIV sukarela (KTS). Layanan ini bertujuan membantu pencegahan, perawatan, serta pengobatan bagi penderita HIV/AIDS. Sekretaris KPA Klungkung, Wayan Sumananya, menyampaikan angka penderita HIV/ AIDS di Kecamatan Banja-
RAUT wajah I Nengah Suja (48), warga Banjar Dinas Bucu, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan tampak sumringah. Janji yang sempat didengarnya menjadi kenyataan, ketika melihat rombongan Pemkab Klungkung Bupati yang diwakili Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, membawakan bantuan seekor sapi untuk dirinya, Kamis (13/2) siang. Bantuan ini diberikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Ini sebagai tindak lanjut program bedah desa yang digulirkan Bupati Suwirta. Di sela-sela menerima bantuan, I Nengah Suja yang ditemani
istrinya, Ni Komang Ani (46), mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Klungkung atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan. Dia mengaku tidak menyangka, bantuan sapi itu hadir menjelang hari raya Galungan. Bapak dua anak ini juga menuturkan, untuk me menuhi kebutuhan hidupnya, sehari-hari ia hanya bekerja sebagai buruh serabutan. Penghasilan diakuinya tidak menentu. Sehingga, bantuan ini dianggap sangat bernilai dan bermanfaat dipelihara bersama keluarganya. ‘’Saya sendiri sudah lupa. Ternyata bantuan ini benar-benar terealisasi,’’ katanya.
SERAHKAN SAPI - Ketut Suadnyana saat menyerahkan sapi kepada penerima bantuan di Desa Paksebali. Kepala Bagian Protokol erahkan ini, merupakan tindan Komunikasi Pimpinan dak lanjut program bedah Kabupaten Klungkung, I desa yang sebelumnya sudah K e t u t S u a d n y a n a , m e n - dilaksanakan di beberapa gatakan bantuan yang dis- besa. (gik)
rangkan masih relatif rendah. Namun, ia ingin puskesmas memanfaatkan momentum ini untuk terus menekan keberadaannya, hingga tingkat kesadaran masyarakat juga ikut naik. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta menginstruksikan seluruh pihak terkait di Kecamatan Banjarangkan dapat meningkatkan perannya memerangi penyakit masyarakat ini. Pihaknya mendorong berbagai upaya yang dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat agar semakin paham bahaya HIV/AIDS dan faktor pencetusnya. (kmb31)
Bupati Suwirta Kirim Bantuan Sapi
NYURAT - Siswa saat mengikuti Festival Nyurat Aksara Bali. nyatakan senang dapat berpartisipasi di Festival Nyurat Aksara Bali ini. Anastasya dan Diana, siswa MTs Hasanudin itu mengaku bisa menulis dan membaca aksara Bali karena di sekolahnya dapat pelajaran bahasa Bali. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengatakan tempat catus pata ini adalah
tempat religius napak dara. Hari ini diadakan Nyurat Aksara Bali secara massal sebanyak 2020 orang. Bahkan diikuti berbagai sekolah di tiga kecamatan. Menariknya di Klungkung melibatkan anak-anak MTI dan Madrasah. Ini menandakan toleransi di Klungkung berjalan baik. (kmb31)
Jelang Galungan
Harga Daging Babi Turun, Penjualan Anjlok KEKHAWATIRAN para pedagang terhadap dampak virus ASF (African Swine Fever) yang menyerang babi, mulai memuncak menjelang hari raya Galungan. Faktanya, harga daging babi turun drastis. Tidak hanya itu, turunnya minat masyarakat mengonsumsi daging babi, juga membuat penjualan daging babi anjlok. Selain daging babi yang penjualannya menurun drastis, bagaimana halnya dengan bibit babi itu sendiri? Penjualan daging babi lesu di pasaran. Hal itu terjadi hampir di seluruh pasar tradisional di Klungkung. Para pedagang sudah khawatir melihat situasi ini sejak virus ASF merebak apalagi korbannya sudah ada di Bali. Padahal menjelang Galungan harusnya menjadi momen penting pedagang babi meraup keuntungan. Tetapi, itu sia-sia saja. Alasannya, masyarakat justru takut mengonsumsi daging babi. Meski sudah berkalikali disampaikan, dinas terkait
lamanya mengikuti arah arus. Akhirnya terlihat ada tubuh manusia terapung-apung,’’ ungkap Darmada. Proses evakuasi selesai dilakukan sekitar pukul 11.15 Wita. Penuturan tim yang melakukan evakuasi, diperkirakan, jenazah itu WNA berjenis kelamin laki-laki. Kisaran usianya 40 tahun, mayat susah dikenali karena kondisinya sudah membengkak. Namun menurut Darmada, untuk memastikannya sebaiknya menunggu hasil identifikasi pihak kepolisian yang memang memiliki keahlian mengenali
jenazah. ‘’Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Pratama. Tugas tim SAR gabungan sudah selesai. Langkah selanjutnya mengenai identifikasi korban, itu kita serahkan kepada kepolisian,’’ tutupnya. Personel Polsek Nusa Penida datang guna memastikan identitas jenazah ini. Dari paspornya dia diketahui bernama Dandree Guilermo Sebastian (42), warga kebangsaan Italia. Wisatawan mancanegara ini diketahui pemegang paspor nomor YA8443443. Dia diketahui tinggal sementara di salah satu hotel di Banjar Mentigi, Desa Batununggul, Nusa Penida. Identitas korban diketahui berdasarkan keterangan saksi I Wayan Mokoh kepada petugas kepolisian. Dia menyatakan korban sempat menitipkan sebuah tas. Keterangan ini juga diperkuat saksi Handri Aulia Rahman, bahwa Dandree Guilermo Sebastian itu sempat menyewa motor dan menginap di salah satu hotel di Batununggul. Beberapa barang milik Guilermo itu diamankan pihak kepolisian. Seperti, 1 buah tas warna abu–abu, HP, uang Rp 432 ribu, rokok, korek, fotokopi paspor, kunci kamar hotel, sepasang sandal jepit dan sepeda motor. Setelah sempat dibawa ke RS Pratama Nusa Penida, jenazah korban itu selanjutnya diseberangkan ke RSUP Sanglah, guna menjalani autopsi. (kmb31)
bahwa virus ASF itu tidak menyerang manusia. Salah satu penjual daging di Pasar Umum Galiran, Nyoman Wati, Rabu (12/2), mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan untuk menarik minat pembeli. Bahkan harga diturunkan dari Rp 65 ribu per kg untuk jenis daging pilihan terbaik menjadi Rp 60 ribu per kg, tetapi pembelian daging babi itu tetap sepi. Bahkan, ada pedagang lain menjual, daging babi dengan harga lebih rendah, yakni Rp 55 ribu per kg. Tetapi, respons pasar tetap lesu. ‘’Kata pembeli, mereka takut mengonsumsi daging babi karena isu virus. Sudah dijual murah, tetap saja tidak ada yang beli,’’ kata Wati. Dengan situasi ini, pihaknya berharap ada petugas dari dinas terkait melakukan pengecekan ke pasar. Sehingga pedagang bisa memberikan kepastian kepada pembeli, bahwa daging babi yang dijual tidak terkon-
TAK LAKU - Bibit babi yang tidak laku terjual di pasar, lantaran dampak isu virus ASF.
taminasi virus ASF. Pengecekan itu harus dilakukan lebih sering untuk meyakinkan pembeli, bahwa daging babi itu aman dikonsumsi, terlebih menjelang Galungan. Sebab, dengan dijual murah pun geliat pembeli masih sepi. Satu pedagang biasanya rata-rata laku sampai 100 kg per hari. Sekarang sudah anjlok hingga 50 persen, hanya sekitar 50 kg saja. Pedagang lainnya, Komang Arini, juga mengeluhkan situasi serupa. Anjloknya penjualan daging babinya membuat ia bingung. Bahkan, motong satu ekor babi saja tidak habis terjual dagingnya. Tidak hanya penjual daging yang kena imbas, penjual bibit babi juga dibuat pusing, lantaran lesunya pasar babi dalam sepekan terakhir ini. Salah satu penjual bibit babi, Nengah Sita, mengatakan umumnya bibit babi bisa laku per ekor Rp 1 juta, sekarang hanya laku Rp 800 ribu per ekor. Pedagang berharap isu virus itu segera berlalu, menjelang Galungan ini, agar harga daging babi kembali normal dan volume penjualan juga ikut naik. Selain pedagang, umat juga lebih tenang menjalankan tradisi. Karena Galungan erat kaitannya dengan penggunaan daging babi sebagai persembahan. Sejauh ini di Kabupaten Klungkung, belum ada ditemu-
kan babi terinfeksi virus ASF. Mencegah penyebaran virus ASF, Dinas Pertanian bersama Tim Kesehatan Hewan mulai gencar turun ke setiap lokasi peternakan babi. Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan pengecekan ke kandang peter-
nak babi sudah rutin dilakukan sebelum adanya kemunculan virus jenis ini. Dari 50 lokasi peternakan babi, belum ada ditemukan babi terinfeksi virus ASF. Dia pun menegaskan, daging babi aman dikonsumsi, karena tidak menyerang manusia. (gik)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Senderan Jalan Desa Kesimpar Jebol
Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem tak hanya mengakibatkan banjir bandang di sejumlah titik, tetapi juga mengakibatkan senderan jalan di Desa Kesimpar, Abang, Karangasem jebol akibat tergerus air. Rencananya, pihak desa segera melakukan perbaikan senderan tersebut. Menurut salah seorang warga, senderan jebol saat hujan lebat beberapa hari lalu. Padahal, senderan baru selesai dibangun tahun 2019 lalu. ‘’Mungkin karena hujannya lebat, dan air masuk ke dalam cukup besar, makanya senderan jebol,’’ ujarnya. Perbekel Kesimpar, I Gede Intaran, mengatakan akses jalan tersebut merupakan jalan milik desa.
Jalan itu jebol ketika hujan lebat mengguyur Karangasem lima hari yang lalu. Bagian jalan yang jebol panjangnya mencapai 20 meter. ‘’Kerusakan hanya satu titik saja,’’ katanya. Intaran menambahkan, pihaknya segera melakukan perbaikan senderan yang jebol itu. Ia membenarkan akses jalan tersebut baru selesai dikerjakan tahun 2019 lalu. ‘’Itu akses jalan milik desa. Kami akan segera melakukan perbaikan. Namun, sekarang belum ada tukang karena masih sibuk odalan. Kalau sudah ada tukang, perbaikan akan dilakukan,’’ tegasnya. (km41) JEBOL - Senderan jalan di Desa Kesimpar jebol akibat diguyur hujan lebat, beberapa hari lalu.
Penemuan Mayat di Lereng Gunung Agung
Tak Ada Tanda Kekerasan di Tubuh Korban Amlapura (Bali Post) Petugas kepolisian terus melakukan pemeriksaan terhadap mayat yang telah membusuk di lereng Gunung Agung, tepatnya di Banjar Bhuana Kerta, Desa Bhuana Giri, beberapa hari lalu. Hasil pemeriksaaan sementara di RS Sanglah, Denpasar, mayat diketahui berjenis kelamin perempuan. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Losa Lusiano Araujo, Kamis (13/2) kemarin. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Araujo, mayat yang ditemukan di lereng Gunung Agung berjenis kelamin perempuan. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di
tubuh korban. “Itu dari hasil pemeriksaan sementara yang telah dilakukan. Untuk memastikannya, kami masih harus menunggu hasil autopsi dari RSUP Sanglah,” ujarnya. Dari ciri-cirinya, mayat itu dari ras Mongoloid yang artinya kemungkinan besar warga negara Indonesia (WNI), usianya diperkirakan 70 tahun dengan tinggi badan 150 sentimeter. Disinggung apa kemungkinan korban terpeleset dan terjatuh dari atas tebing, Araujo mengakui pihaknya juga menduga korban terjatuh dari tebing. Namun, untuk memastikan itu pihaknya masih menunggu hasil autopsi. “Untuk me-
mastikan semua itu harus menunggu hasil autopsinya,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banjar Bhuana Kerta, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas yang sudah membusuk di lerang Gunung Agung. Mayat pertama kali ditemukan warga setempat, I Ketut Putu, sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu ia bermaksud mencari rumput untuk pakan ternaknya. Setelah di lokasi, ia mencium bau busuk. Setelah dicek, ia menemukan mayat dengan kondisi sudah membusuk tanpa busana di bawah pohon pisang. (kmb41)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Belum Tuntas, Penanganan Rumah Warga Terdampak Banjir Bangli (Bali Post) – Hampir sepekan pascabanjir bandang di Desa Songan, Kintamani, penanganan terhadap sejumlah fasilitas yang terdampak hingga Kamis (13/2) kemarin belum sepenuhnya tuntas. Untuk meringankan beban akibat banjir bandang itu, sejumlah warga yang terdampak diberikan bantuan berupa paket pangan dan sandang. Kepala Pelaksana BPBD Bangli, I Ketut Gde Wiredana, mengatakan sementara ini baru fasilitas umum seperti jalan, yang sudah selesai ditangani. Sedangkan fasilitas pribadi, yakni rumah warga masih ada beberapa belum selesai tertangani. “Karena terlalu banyak rumah terdampak. Sejauh ini belum bisa kami tangani semua,” ujarnya. Untuk membantu penanganan, sampai saat ini alat berat masih disiagakan di Songan. Wiredana menambahkan ,pascabanjir bandang itu, pihaknya telah menyerahkan paket bantuan kebutuhan mendesak/bantuan darurat kepada 41 kepala keluarga yang terdampak banjir siang kemarin. Penyerahan paket bantuan kebutuhan mendesak ini dilakukan dalam rangka me-
menuhi kebutuhan dasar warga masyarakat korban bencana. Adapun jenis bantuan yang diserahkan berupa beras, minyak goreng, air mineral, mie instan dan sarden. Warga korban bencana juga diberikan selimut dan matras. Diakui Wiredana, banjir bandang di Songan itu tidak sampai menyebabkan masalah kesulitan bahan makanan. Meski demikian pihaknya tetap harus memberikan bantuan paket pangan dan sandang guna meringankan beban korban bencana. “Kalau rumah sudah terendam, warga korban bencana kan tidak bisa kerja. Bagaimana cara mereka harus membersihkan rumah, dan bekerja. Sehingga kami berikan paket bantuan tersebut,” pungkasnya. Sebagaimana yang diketahui Desa Songan, Kintamani, dilanda banjir bandang Jumat (7/2) lalu. Banjir mengakibatkan banyak rumah dan kendaraan milik warga terendam air serta lumpur. Empat kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya. Banjir bandang terjadi akibat terjangan air besar dari wilayah atas yakni Banjar Kayupadi Desa Songan,
Desa Belandingan dan Desa Pinggan. Tidak ada korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Untuk mengatasi terjadinya banjir bandang yang sudah menjadi bencana tahunan di Desa Songan itu, Bupati Bangli I Made Gianyar merencanakan membuat tanggul di wilayah hulu. Penanganan banjir di hulu, menurutnya, jauh lebih bagus dari penanganan banjir di hilir. “Karena ini masalah tahunan, kita sudah perintahkan Bapedda dan Dinas PU buat studi kelayakan (FS/feasibility study) berikutnya DED. Nanti di beberapa desa, di tiap aliran sungainya kita buatkan tanggul,” terangnya ditemui di sela-sela memantau dampak banjir di Songan, Sabtu (8/2) lalu. Tanggul itu nantinya berfungsi menampung kiriman air dan lumpur dari wilayah atas ketika terjadi banjir. Saat air dan lumpur telah memenuhi satu tanggul, maka air dan lumpur yang tak tertampung itu akan tumpah ke tanggul lainnya. “Sehinga di hilir, tidak terjadi banjir lumpur, tetapi hanya banjir air,” terangnya. (kmb40)
Bali Post/ist
DIAMANKAN - Pelaku pencurian sapi diamankan petugas kepolisian.
Maling Sapi Ditangkap
Bangli (Bali Post) –
Tiga ekor sapi milik Wayan Kasir (38), warga Banjar Tiing Desa, Desa Pengotan, Bangli hilang dicuri. Namun, tak lama setelah kasus pencurian tersebut dilaporkan, aparat Polsek Bangli berhasil membekuk pelaku yang tinggal satu desa dengan korban. Informasi yang dihimpun Kamis (13/2) kemarin menyebutkan, kasus pencurian sapi itu diketahui terjadi Rabu (12/2) pagi. Awalnya korban yang kesehariannya bekerja sebagai petani datang ke kandangnya untuk memberikan pakan sapinya. Setibanya di kandang, ia mendapati tiga ekor sapi
miliknya itu raib. Terakhir kali korban masih melihat sapinya sehari sebelumnya sekitar pukul 18.00 Wita. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 25 juta. Polisi yang mengetahui adanya kasus pencurian itu kemudian mendatangi kandang sapi korban. Awalnya
aparat melakukan olah TKP. Sejumlah saksi yang dianggap mengetahui kejadian itu juga dimintai keterangan. Tak butuh waktu lama, dari hasil olah TKP dan juga penelusuran, polisi berhasil mengantongi identitas pelaku yang berinisial WS (50). Pelaku kemudian ditangkap di rumahnya di
Banjar Tiing Desa, Desa Pengotan. Kepada polisi, pelaku mengaku sudah menjual sapi curiannya itu. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi siang kemarin membenarkan adanya kasus pencurian sapi tersebut. Dia juga mengakui pelaku pencurian itu telah berhasil ditangkap petugas. Saat ini kasus tersebut masih dikembangkan. ‘‘Sebagian barang buktinya sekarang masih dicari petugas,” pungkasnya. (kmb40)
Jasa Dekorasi Makin Diminati
Dianggap Praktis dan Mampu Serap Banyak Tenaga Kerja MATERIAL - Tampak warga memindahkan material banjir yang memenuhi halaman rumahnya.
Dilarang Parkir di Sisi Barat Jalan Raya Batur Melanggar, Siap-siap Kena Tilang
Bangli (Bali Post) – Satuan Lalu Lintas Polres Bangli saat ini memberlakukan sanksi tegas berupa tilang terhadap pengendara yang memarkir kendaraannya di sisi barat jalan raya Batur, Kintamani. Sanksi tegas diterapkan mengatasi kekroditan yang kerap terjadi di jalur itu akibat banyaknya kendaraan yang parkir di dua sisi jalan. “Saat ini pengendara hanya boleh parkir di sisi timur jalan,” tegas Kasat Lantas Polres Bangli AKP I Nengah Sona, Kamis (13/2) kemarin. Pemberlakuan sanksi tilang itu sudah mulai dilakukan Rabu (12/2). Sebelum tilang diberlakukan, petugas Satlantas selama semingguan
sudah melakukan pendekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat pemilik kendaraan di jalur itu agar tidak lagi parkir di kiri kanan jalan. Sebab kendaraan yang parkir di dua sisi jalan kerap menimbulkan kekroditan dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Disebutkan, kekroditan paling sering terjadi dari utara simpang Katung hingga utara Pasar Singamandawa Kintamani. Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan dikarenakan minimnya ketersediaan lahan parkir di sepanjang jalur itu. Karenanya saat ini pemilik kendaraan hanya dibolehkan parkir di timur jalan dengan
posisi kendaraan berjejer lurus menghadap ke selatan. Tidak boleh melintang atau miring. “Sebenarnya kalau berbicara badan jalan, di manapun tidak boleh dipakai parkir. Tapi dengan kondisi seperti di Bangli, masih bisa ditoleransi untuk parkir di satu sisi,” jelasnya. Parkir satu sisi seperti itu, kata AKP Sona, selama ini sudah diterapkan di Jalan Raya Ngurah Rai, tepatnya dari Kantor Bupati Bangli ke utara. Dengan penerapan parkir satu sisi di Jalan Raya Batur, diharapkan arus lalu lintas di jalur itu bisa selalu lancar. Apalagi Batur merupakan salah satu daerah tujuan wisata. (kmb40)
JASA dekorasi kini makin banyak diminati. Jasa dekorasi mampu memberikan kemudahan bagi penyelenggara dalam mempersiapkan acara seperti pesta pernikahan, pesta ulang tahun hingga acara-acara resmi pemerintahan. Seiring banyaknya peminat, penyedia jasa dekorasi di Bali terus bertambah. Tak sedikit krama Bali yang berkecimpung langsung dalam usaha jasa tersebut. Salah satunya, Anak Agung Made Rai Arnata. Sejak tahun 2005 lalu, pria asal Canggu itu mendirikan usaha jasa dekorasi bernama Agung Roy Dekorasi. Dia mengatakan jasa dekorasi mulai banyak diminati masyarakat sejak hampir 25 tahun lalu. Jasa dekorasi banyak diminati karena dianggap mampu memberikan banyak kemudahan. Saat menggelar acara seperti pesta pernikahan maupun acara resmi lainnya, pemilik acara tidak perlu repotrepot mendekorasi tempat. Jasa dekorasi juga diminati karena dianggap lebih murah dari segi biaya dan efisien dari
BERSAMA - Anak Agung Made Rai Arnata (berjenggot putih) bersama Ketua TP PKK Provinsi BaliNyonya Putri Suastini Koster. segi tenaga dan waktu. “Jadi lebih praktis,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru, di Wantilan Desa Adat Batur, Kintamani, Rabu (12/2) lalu. Agung Roy yang merupakan pemimpin Asosiasi Pengusaha Dekorasi Bali (APDB) menyebutkan saat ini jumlah pengusaha yang begerak di bidang jasa dekorasi di Bali ini cukup banyak. Sudah mencapai 200 orang pengusaha.
Khusus di Kabupaten Bangli ada sekitar 7 pengusaha yang tergabung dalam APDB. Keberadaan penyedia jasa dekorasi selama ini ternyata tidak saja mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan menggelar hajatan. Lebih dari itu, usaha jasa dekorasi yang kini berkembang di Bali juga mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal. Agung Roy mengatakan, saat ini ada banyak orang
lokal Bali yang tidak punya skill dan ijazah bisa terserap bekerja usaha jasa dekorasi. Di usaha miliknya saja, ia bisa mempekerjakan 12 orang tenaga kerja lokal Bali. Tentunya hal ini sangat mendukung program pemerintah mengurangi angka pengangguran. Pria berjenggot putih itu, sangat ingin orang Bali bisa sejahtera. Ia juga berharap keberadaan pengusaha jasa dekorasi di Bali semakin tumbuh dan berkembang. (ina)
Hakim Vonis Ketua Pengawas LPD Selat Setahun Penjara SALING jawab antara jaksa dan tim kuasa hukum terdakwa I Made Rijasa, B.A. telah usai. Dalam kasus dugaan korupsi di LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, Kamis (13/2) kemarin, majelis hakim Pengadilan Tipikor pimpinan Esthar Oktavi akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada I Made Rijasa. Apakah terdakwa menerima vonis tersebut? Atas vonis itu, mantan Bandesa Adat Desa Pakraman Selat, sekaligus mantan Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat itu belum menyatakan sikap menerima maupun melakukan upaya hukum banding. “Kami pikir-pikir yang mulia,” tandas kuasa hukum terdakwa, Ngakan Kompyang Dirga. Sebelumnya, JPU I Ketut Kartika Widnyana dkk. menjerat terdakwa dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas dasar itu, jaksa Kejari Bangli itu menuntut supaya terdakwa dihukum 15 bulan, atau satu tahun tiga bulan. Selain itu juga membayar denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Soal pasal, hakim sependapat dengan jaksa, yakni menyatakan terdakwa bersalah. Namun soal lamanya pemidanaan, hakim menghukum terdakwa selama satu tahun, atau lebih rendah tiga bulan dari tuntutan jaksa. Sebelumnya dalam dakwaan disebut, Rijasa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dengan Ni Luh Natariyantini (sudah dilakukan sidang) tindakan
VONIS - I Made Rijasa, mantan Bandesa Adat Desa Pakraman Selat, sekaligus mantan Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, berkoordinasi dengan kuasa hukumnya Kompyang Dirga usai divonis 1 tahun penjara. melawan hukum. Yakni membuat, menandatangani dan mengajukan surat permohonan pendanaan LPD, kepada Pengelola Dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) PPK Kecamatan Susut, Bangli. Tujuannya penambahan modal LPD, dengan lampiran 21 nama calon peminjam sebesar Rp 300 juta. Pinjaman itu akan dikembalikan dalam jangka waktu 24 bulan, dengan sistem angsuran pokok dan bunga setiap bulannya. Namun, kata JPU di depan persidangan, terdakwa Rijasa ber-
sama Ni Luh Natariyantini tidak pernah menyalurkan dana UEP yang dimaksud. Sehingga program untuk meningkatkan pelayanan kredit kepada masyarakat miskin itu tidak terlaksana. Sebaliknya, kata jaksa, terdakwa justru memperkaya
diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi. Yakni memperkaya I Ketut Joko sebesar Rp 197.100.000, Nengah Diarsa Rp 30 juta beserta bunga deposito sebesar Rp 240 ribu, I Wayan Daging Rp 5 juta, Agus Pratama Rp 20 juta, Suwiti Rp 5 juta beserta
bunga Rp 150 ribu. Jika dikalkulasi, bahwa negara dirugikan Rp 225 juta, sesuai audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Dalam kesimpulannya, sebagaimana dakwaan jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar, dari pinjaman dana
UEP-PKK senilai Rp 300 juta, dipotong administrsi Rp 600 ribu, maka I Made Rijasa selaku Ketua Badan Pengawas LPD juga tahu dana Rp 299.400.000, harusnya benar-benar disalurkan kepada mereka, yang namanamanya (21 orang) dise-
butkan dalam permohonan pendanaan LPD. Namun, kata jaksa, terdakwa selaku badan pengawas tidak memberikan petunjuk apa-apa kepada Ni Luh Natariyantini selaku Kepala LPD Selat, terkait penyaluran dana UEP yang benar. (asa)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Tabrak Truk, Pengendara Motor Tewas Singaraja (Bali Post) -
Nasib nahas dialami pengendara sepeda motor I Wayan Suliantara (68) asal Desa Pacung Kecamatan Tejakula. Saat mengendarai sepeda motor DK 2404 AAP, Kamis (13/2) kemarin, dia mengalami lakalantas di Jalan Singaraja - Amlapura Km 14.00 wilayah Desa/Kecamatan Kubutambahan. Karena luka parah, Suliantara meninggal dunia setelah mendapat perawatan di rumah sakit. Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, kecelakaan ini berawal ketika pengendara sepeda motor datang dari arah Kubutambahan menuju Desa Pacung. Di lokasi kejadian, pengendara tiba-tiba mengambil haluan terlalu ke kanan. Saat bersamaan, truk pengangkut
meterial melintas dari arah Pacung menuju Singaraja. Sopir truk DK 8460 UT, Putu Edi Endrawan (28), asal Desa Gobleg Kecamatan Banjar tak kuasa menghindari kendaraan yang melaju cepat dari arah berlawanan. Akhirnya, bagian depan truk menabrak sepeda motor hingga pengendaranya terjatuh. Akibat benturan itu, korban terluka parah. Warga
bersama aparat TNI yang kebetulan ada di sekitar lokasi menolong korban untuk dibawa ke rumah sakit. Sayang, setelah dirawat di rumah sakit, korban meninggal. Sedangkan sopir truk mengalami luka lecet dan tidak menjalani perawatan medis. Menurut Made Mustiada, dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi
di lokasi kejadian, kecelakaan ini diduga karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor. Saat berkendara korban diduga mengantuk, sehingga kendaraannya lepas kendali dan oleng ke kanan. Dari arah berlawanan melintas truk, sehingga sepeda motor bertabrakan dengan truk. “Karena sepeda motor mengambil haluan terlalu ke kanan, sehingga truk dari arah berlawanan tidak bisa menghindar, dan terjadi tabrakan. Kasusnya sedang dikembangkan lebih lanjut di Satlantas Polres Buleleng,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/ist
OLAH TKP - Polisi melakukan olah TKP kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Singaraja – Amlapura, Kamis (13/2) kemarin.
Eksekusi Tanah di Beratan Dijaga Ketat Singaraja (Bali Post) Setelah memiliki kekuatan hukum tetap, PN Singaraja melaksanakan eksekusi tanah perkebunan di Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, Kamis (13/2) kemarin. Kasus sengketa perdata ini bergulir sejak tahun 2013 lalu. Sengketa ini melibatkan Gede Wisana (62), Putu Yoni (73), dan Ketut Wahyu Kameswara (41). Ketiganya mengajukan gugatan perdata terhadap Nyoman Untung Wirawan (73) dan Ketut Rukma (55) yang menguasai tanah seluas 44 are di Kelurahan Beratan. Kronologi sengketa perdata ini berawal ketika pihak penggugat meminta kembali tanah warisnya yang digadai orangtua pihak tergugat. Tergugat tidak mau menyerahkan tanah itu karena hasil membeli. Setelah sidang bergulir, di tingkat PN, PT, MA, dan PK pihak tergugat dinyatakan kalah. Pihak tergugat tidak bisa membuktikan tanah itu adalah hak milik dari membeli. Sebaliknya, penggugat dapat membuktikan kalau tanah itu milik orangtuanya yang dikuatkan dengan Pipil dan SPPT atas nama orangtua penggugat. Atas akhir perkara itu, Panitera PN Singaraja melakukan eksekusi terhadap lahan tersebut kemarin. Eksekusi itu
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkapPuriCendana SeminyakH.081212886674/732947 B.BP.001.02.20.0000360
Dcari Courier Motor,Office Boy Operasional, Max 28th. Krm lam. Jl .Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.02.20.0000187
Bali Post/kmb38
EKSEKUSI - Panitra PN Singaraja mengeksekusi kasus sengketa perdata atas tanah perkebunan di Kelurahan Beratan, Kecamatan Buleleng, Rabu (13/2) kemarin.
pemberian keterangan palsu di hadapan pengadilan saat persidangan perkara perdata ini. ‘’Kami kooperatif saja dan tidak ada menghalang-halangi, cuma perlu diketahui kami masih menempuh proses hukum pidana yang berkaitan dengan kasus perdata yang dieksekusi kali ini,’’ katanya. Kuasa hukum penggugat, Yulius Logo, mengatakan eksekusi ini sesuai mekanisme dan pedoman eksekusi. Terkait kuasa hukum tergugat melakukan upaya hukum pidana, Yulius Logo menyebut hal itu tidak bisa menjadi pertimbangan PN untuk menunda eksekusi. ‘’UU memperbolehkan kalau ada eksekusi pihak termohon atau pihak ketiga berhak mengajukan perlawanan, dan itu sudah dilakukan di mana PN telah memutus perlawanan eksekusi itu ditolak, sehingga eksekusi hari ini bisa dilakukan walau ada upaya hukum lain oleh pihak tergugat,’’ katanya. Sementara itu, Panitera PN Singaraja I Dewa Made Agung Hartawan mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi sesuai perintah Ketua PN Singaraja. Sesuai surat penetapan, pihaknya ditugaskan untuk meminta termohon eksekusi menyerahkan penguasaan tanah ini kepada pemohon eksekusi. (kmb38)
dijaga ketat personel Polsek Kota Singaraja, Polres Buleleng, dan TNI. Tampak hadir dalam pengamanan eksekusi Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira. Di lokasi, Panitera PN Singaraja I Dewa Made Agung Hartawan membacakan berita acara eksekusi. Tidak ada perlawanan dari pihak Nyoman Untung Wirawan dan Ketut Rukma yang diwakili kuasa hukumnya, Arief Ramadhan. Proses eksekusi juga diwarnai dengan pembukaan pintu secara paksa, karena pintu menuju ke-
bun dalam posisi terkunci. Kuasa hukum termohon eksekusi Arief Ramadhan dari Firma Hukum Ertiga mengatakan, setelah mengikuti proses eksekusi itu, pihaknya sebenarnya berkeberatan. Alasannya, dia selaku kuasa hukum Nyoman Untung Wirawan dan Ketut Rukma belum menerima pemberitahuan eksekusi dari pengadilan. Selain itu, pihaknya masih menempuh proses pidana yang berkaitan dengan perkara perdata itu. Dugaan pidana yang dilaporkan itu berkaitan dengan
Dcr Krywn Utk Jg Stand Makanan Lok.Jl.Kamboja sblh BRI, Dps serius kerja Hub.082332784948
Cr : Staf Money Changer (Pria) Hub.08123636456-085100453973
PROPERTY
Dicari Waitress Restoran di Berawa Canggu SMS.0818368846
Rmh Murah TP 40/85 Cekomaria Dps Cash/Kredit T.081915986984
B.BP.001.02.20.0000369
Dcr Pegawai Artshop bs Bhs Inggris, pria single, D.Tamblingan Sanur Hub.HP/WA:081337241111 B.BP.001.02.20.0000359
B.BP.001.02.20.0000311
B.BP.001.02.20.0000368
PROPERTY
DIJUAL MOBIL Kijang LGX’2001 silver kondisi trawat mulus,Hub.082145482414
DIJUAL MOTOR
RUPA-RUPA
SERVICE
RUPA-RUPA
TOYOTA
Djl Tnh Kav Jl.Sekar Tunjung & Penamparan 0811398086 / 245460
B.BP.001.02.20.0000328
kasus tertinggi di antara kecamatan lain. Mengapa desa tersebut endemis, Suariyawan menyebut warga di beberapa desa itu banyak yang memiliki bak penampung air. Tidak saja di tempattempat umum, namun di rumah warga yang tidak ditinggali ada bak penampung air. Lantaran tidak terawat, sehingga bak penampung air itu menjadi sarang nyamuk yang kemudian menularkan DB di beberapa desa tersebut. ‘’Memang kasusnya tergolong tinggi dan di Buleleng Timur itu endemis, karena hasil banyaknya bak penampungan air dan itu menjadi sarang nyamuk berkembang biak, apalagi ada bak air di rumah yang tidak ditinggali, sehingga tidak pernah dilakukan PSN,’’ katanya. Untuk mengendalikan kasus DB dan mencegah jatuhnya korban jiwa, Gede Suariyawan menyebut, pemerintah daerah melakukan upaya pencegahan dengan kampanye gerakan PSN dan 3M Plus. Agar gerakan ini semakin masif dilakukan dari kecamatan, desa/kelurahan, diskes sudah menyebarkan surat imbauan ke kecamatan, desa/kelurahan. Surat imbauan ini agar aparat terbawah mengajak warga untuk lebih peduli dan meningkatkan kesadaran melaksanakan PSN dan 3M Plus. Selain itu, pihaknya juga mengajak setiap kepala keluarga sebagai pemantau jentik nyamuk di lingkungannya sendiri. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Kasus penyakit demam berdarah (DB) di Buleleng tergolong tinggi, mencapai 382 kasus. Beberapa desa di Kecamatan Tejakula atau Buleleng Timur dikategorikan daerah endemis penyebaran penyakit yang disebabkan nyamuk ‘’Si Poleng’’ tersebut. Data yang dikumpulkan di lapangan, Kamis (13/2) kemarin menyebut, per 1 Januari sampai 3 Februari 2020, penyebaran DB tertinggi terdapat di Kecamatan Tejakula dengan 97 kasus. Itu hasil konfirmasi Diskes ke rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta dan puskesmas. Disusul Kecamatan Buleleng sebanyak 60 kasus, Kecamatan Banjar 57, Seririt 52, Sukasada 40, Busungbiu 32, Kubutambahan 16, Gerokgak 12. Paling sedikit terjadi di Kecamatan Sawan dengan 9 kasus. Selain itu, ada 7 kasus impor atau warga Buleleng yang tinggal di luar daerah, namun saat terjangkit DB, penderitanya dirawat di rumah sakit di Buleleng. Kabid Pengendalian Penyakit Diskes Buleleng dr. Gede Suariyawan, Kamis (13/2) kemarin mengatakan, dari temuan kasus yang bersamaan dalam peralihan musim dari panas ke musim hujan, penularan DB positif di daerahnya tergolong tinggi. Bahkan, ada beberapa desa seperti Les, Penuktukan, Bondalem, dan Desa Tejakula masuk kategori endemis penyebaran DB. Hal ini dibuktikan dengan temuan
Dijual Tnh Kavling Dekat Bypas Tohpati Kesiman Kertalanggu Hubungi:081337141817
RUPA-RUPA
KEHILANGAN
B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Hilang IMB No.786 th 2009 A/N Ir.Anthony Haliwanto Jl.By Pass Ngurah Rai, Badung Bali
Djl Tnh Lok Juwuk Legi&Batunye SHM, pemilik lgsng, 08123967333
KEHILANGAN
DIJUAL TANAH
B.BP.001.02.20.0000207
B.BP.001.02.20.0000210
B.BP.001.02.20.0000362
DIJUAL TANAH
Dicr Staf Notaris P/L Min SMA Kirim CV ke Jln.WR. Supratman No.148 Dps.Telpon.0361-241720
B.BP.001.02.20.0000370
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.02.20.0000383
Kasus DB Capai 382 Buleleng Timur Endemis
Hilang BPKB NO.P03321736-O DK 4450 ABJ AN.I Ketut Darmawan B.BP.001.02.20.0000363
DISEWAKAN TOKO
Disewakan toko lokasi Legian Hub.081 999 89 6464
B.BP.001.02.20.0000222
B.BP.001.02.20.0000326
HlgBPKBNo.O04557291-O,DK5163 ABE, An:Ni Kadek Ratika Dewi
B.BP.031.02.20.0000376
BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.001.02.20.0000356
B.BP.001.01.20.0000814
BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee
Print & On Line Radio
HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id
denpost.id dan denpost.post
hariandenpost
Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat
GENTA BALI gentabalifm
genta bali
JENIS PAKET
HARIAN DENPOST
RADIO GENTA
PAKET
1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764
- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Seorang Ayah Tega Setubuhi Putrinya Berumur 14 Tahun Negara (Bali Post) – Ulah bejat dilakukan IKS alias T (34). Buruh serabutan tamatan SD ini tega menyetubuhi putri kandungnya yang masih berumur 14 tahun. Bahkan selang beberapa hari, tersangka sudah empat kali melakukan perilaku bejat itu. Persetubuhan antara bapak dan anak (incest) ini terbongkar setelah korban yang masih duduk di bangku SD itu tak kuat dan menyampaikan ke ibunya. Wakapolres Jembrana Kompol Supriyadi Rahman didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita, Kamis (13/2) kemarin, mengatakan tersangka IKS diamankan polisi setelah ada laporan dari ibu korban yang tidak lain istri IKS pada 3 Februari lalu. Dari hasil penyidikan jajarannya, tersangka sudah empat kali melakukan persetubuhan dengan anaknya. Tindakan pertama dilakukan oleh tersangka saat anaknya pulang dari sekolah. Saat itu korban rebahan bersama bapaknya di satu kasur, kemudian oleh tersangka, korban digerayangi di paha hingga kemaluan korban. Saat itu, tersangka memberi alasan untuk mengecek keperawanan
putri keduanya itu. Dengan dalih itulah IKS tega melampiaskan nafsu bejatnya kepada anaknya yang masih bau kencur. ‘’Setelah itu tersangka terus melakukan dengan waktu yang berbeda dan saat rumah sepi. Tersangka juga mewantiwanti ke anaknya agar tidak mengatakan hal itu ke siapasiapa,’’ ujar Wakapolres. Aksi ini dilakukan berulangkali, sampai empat kali dengan waktu yang berbeda. Pada persetubuhan ketiga, korban sudah sempat menolak dan melawan tetapi tetap dipaksa. Karena merasa tertekan, akhirnya korban berani menyampaikan tindakan bejat ayahnya itu ke ibunya. Setelah aksi keempat di kamar tersangka, akhirnya dilaporkan ke polisi dan diamankan 3 Februari lalu. Meskipun tindakan ini telah menyakiti hati istri dan anakanaknya sendiri, tersangka masih dijenguk oleh istri dan anaknya. ‘’Masih dijenguk istri dan anaknya, tadi juga ke sini,’’ ujar Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita. Selain tersangka yang diamankan di Mapolres Jembrana, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti saat persetubuhan. (kmb26)
Bali Post/olo
DIAMANKAN – Tersangka kasus persetubuhan (pakai penutup kepala) terhadap anak kandung diamankan di Mapolres Jembrana.
Empat Pemakai Sabu-sabu Dibekuk
Dipasok Jaringan Lapas di Jatim
Negara (Bali Post) Jajaran Satres Narkoba Polres Jembrana membekuk empat tersangka pengguna narkoba selama Operasi Antik Agung 2020. Tim yang dipimpin Kasat Reserse Narkoba Polres Jembrana AKP I Komang Muliyadi ini juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sabu-sabu. Dari penyidikan, empat tersangka ini memperoleh narkoba dari jaringan di dalam lapas di Banyuwangi.
Wakapolres Jembrana Kompol Supriyadi Rahman saat press release Kamis (13/2) kemarin mengatakan, empat tersangka ini dibekuk pada waktu berbeda. Keempatnya dibekuk di dua TKP dan mereka merupakan pengguna narkoba jenis
sabu. Pertama, dua tersangka yang diamankan Selasa (28/1) lalu sekitar pukul 00.30 Wita. Penangkapan yang dipimpin AKP Muliyadi yang juga selaku Kasatgas II Tindak melaksanakan penyelidikan terhadap
seseorang yang bernama I Gusti Kadek Ariawan alias Gus Ariawan (35) asal Pendem yang diduga sering menyalahgunakan narkotika jenis sabu-sabu. Berdasar informasi itu Satgas II Tindak menindaklanjuti dengan menyanggongi tersang-
ka yang saat itu sedang naik mobil. Saat digerebek petugas, tersangka berada di dalam sebuah rumah kawannya, I Gusti Komang Artawan alias Gus Mang (38), di Banjar Palungan Batu Desa Batuagung. Saat petugas masuk dan melakukan pemeriksaan, Gus Ariawan dilihat petugas membuang sesuatu ke arah luar melalui ventilasi kamar mandi. Kemudian tim memeriksa barang tersebut, dan setelah dibuka bersama– sama serta disaksikan oleh terduga pelaku dan saksi barang tersebut merupakan plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu plastik klip berisi kristal bening yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,46 gram, netto 0,31 gram, kertas aluminium poil bekas bungkus rokok, sobekan tisu warna putih, 1 buah pipa kaca, 2 buah cotton bud, 2 buah potongan pipet warna putih, 2 buah korek api gas, gunting, dua HP merek Nokia warna hitam dan Xiomi serta mobil Daihatsu Ayla DK 1658 MG. Selanjutnya, pada Minggu (2/2) malam sekitar pukul 21.00 Wita, di Jalan Kresna, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana diamankan dua pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Ked-
Lucky memastikan wisatawan tersebut tidak terinfeksi di Bali karena sumber penularannya tidak ada di Bali. Seperti diketahui, wisatawan tersebut datang ke Bali pada 22 Januari 2020 dan kembali ke daratan Tiongkok pada 28 Januari 2020.
Seseorang bisa tertular virus ini dengan sekali kontak, tergantung kondisi tubuhnya. Menurutnya, dalam kondisi ini, Bali harus memperkuat pintu masuk di bandara dan pelabuhan. Demikian pula masyarakat harus tetap menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat), cuci tangan. Kepala Dinas Pariwisata
Bali I Putu Astawa, Kamis (13/2) kemarin menegaskan, Bali masih aman dari virus Corona. Meskipun ada satu warga Tiongkok positif Corona pernah datang ke Bali sebelumnya. Dilihat dari riwayat perjalanan, kemungkinan besar warga negeri tirai bambu itu tidak terjangkit virus Corona di Bali. ‘’Kalau perhatikan bahwa riwayat perjalanan
wisatawan dimaksud sesuai penjelasan Kadiskes, saya optimis tidak terpengaruh,’’ ujarnya. Sementara itu, anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Bali I Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, laporan pemerintah Tiongkok seperti yang dilansir di Weibo itu harus secepatnya diklarifikasi pemerintah. Baik pemerintah RI melalui
TERSANGKA – Keempat tersangka kasus penyalahgunaan narkoba yang diamankan Polres Jembrana selama Operasi Antik 2020 lalu.
Selebriti Sinetron
Di era kejayaannya, para pemain terkenal dramagong bak selebriti sinetron atau film masa kini. Kegandrungan masyarakat terhadap bintang-bintang teater itu bukan hanya pada pemeran protagonis -- tokoh utama yang bajik -- tetapi juga kepada pelaku lainnya. Selain tokoh Raja Buduh, peran parekan (punakawan) juga tak kalah menterengnya. Pada awal perkembangan dramagong tahun 1970-an, termasyhur dua punakawan dengan nama panggung Dabdab dan Kiul. Ketika teater ini lebih profesional pada tahun 1980-an, duo punakawan, Dolar dan Petruk, membubung mengocok perut penonton. Begitu melambungnya nama panggung pemeran parekan itu hingga umumnya masyarakat penonton tak tahu nama sebenarnya para seniman dramagong tersebut. Tentu yang pada umumnya diidolakan penonton adalah pemeran karakter protagonis. Ada dua tokoh yang disebut penonton pemain manis yakni karakter raja atau pangeran muda dan pemeran utama wanita, putri manis. Anak Agung Raka Payadnya dikagumi penonton sebagai Raja Muda tampan teater dramagong tahun 1970-an. Pada tahun 1980-an, I Wayan Lodra yang fasih dengan tuturan filsafatnya, merasuk di hati penonton. Untuk tokoh putri manis, kiranya penggemar dramagong di tahun 1980-an hingga awal 1990, sulit melupakan Dewa Ayu Rai yang dielu-elukan penonton dalam perannya membawakan tokoh Sukerti dalam sebuah lakon yang banyak disimak khalayak, baik lewat menonton langsung maupun melalui penyimakan rekaman kaset komersial. Karakter utama yang disebut raja buduh juga tak kalah heboh di tengah haru biru keseruan pementasan dramagong. Nama I Gede Yudana adalah pemeran Raja Buduh yang malang-melintang hingga menjelang pudarnya pamor kesenian ini. Penampi-
lan Raja Buduh selalu disertai sepasang punakawan yang juga mendapat cap Parekan Buduh. Raja atau pangeran ini biasanya dikisahkan sebagai pembuat onar atau menghalangi dharma yang ditegakkan oleh Raja Muda. Pada akhir cerita Raja Buduh sadar, kalah, terbunuh akibat dari perilaku adharmanya sendiri. Kendati zalim, Raja Buduh disukai penonton karena kegilaannya berpadu bahkan dominan dengan dagelan-dagelan yang disambut gelak tawa penonton. Raja buduh bukan hanya ada dalam teater dramagong. Sebelumnya, dramatari Arja juga memilikinya. Penokohan tetap dalam opera Bali ini juga berposisi antagonis -lawan dari tokoh protagonis. Dramatari Arja menyebut tokoh ini mantri buduh, bisa tokoh raja bisa pula figur pangeran. Tokoh protagonisnya disebut mantri manis. Masa kejayaan dramatari Arja yang diayomi RRI Denpasar di tahun 1970-an termasyhur dengan pemeran mantri buduh Ni Ketut Ribuwati. Pagelaran Arja yang saat itu bisa berlangsung hingga fajar menyingsing itu disimak dengan penuh setia penonton yang terpesona dengan penampilan Mantri Buduh yang dibawakan Ribu dengan dua pemeran punakawan Sadru dan Monjong. Seni pertunjukan yang lebih tua seperti dramatari Gambuh dan topeng juga memiliki karakter tetap raja. Raja atau pangeran dalam Gambuh disebut panji (protagonis), prabu keras (antagonis) dan dalam teater topeng disebut Dalem. Tak ada istilah Prabu Buduh atau Dalem Buduh dalam kedua genre seni pertunjukan klasik tersebut. Sejak kapan dalam dramatari Arja yang bertransformasi dari Gambuh, menggunakan tokoh mantri dengan tambahan buduh (gila), belum ada dirujukan. Demikian pula muasal sebutan Raja Buduh dalam dramagong, seni pentas yang diduga berembrio dari tari janger ini, belum juga diketahui. Hanya sebutan buduh untuk tokoh raja atau pangeran dalam drama-
gong ini, kiranya berasosiasi dengan penampilan tokoh ini pada umumnya dikarakterisasikan oleh para pemerannya dengan kegila-gilaan, untuk meraup tawa penonton. Kemungkinan sebutan mantri buduh dalam Arja dan raja buduh dalam dramagong diberikan oleh masyarakat penonton mengacu kepada pementasan atau lakon fenomenal pada suatu masa. Atau bisa jadi begitu kuatnya cara pembawaan ala gila seorang penari atau aktor terhadap figur raja atau pangeran antagonis. Arja dengan cerita Sampek sangat masyhur sebelum era kemerdekaan RI. Kisah romantik melankolis yang berasal dari Tiongkok itu memunculkan karakter antagonis bernama Macun, saudagar kaya raya yang akan dinikahkan secara paksa sengan Engtay, kekasih Sampek. Begitu akrabnya penonton dengan lakon ini, hingga dengan latah menyebut Macun untuk karakter antagonisnya walau bertutur cerita Panji, sumber lakon utama dramatari Arja. Namun setelah Arja dengan lakon Sampek pudar, sebutan karakter Macun lambat laun menjadi mantri buduh. Sebutan Mantri Buduh dalam dramagong bisa jadi pula hadir pada awal perkembangannya. Syahdan, 1970an, dramagong Abianbase, Gianyar, melejit di seantero Bali dengan lakon Jayaprana. Pementasan itu mengadukaduk emosi penonton lewat kisah dibunuhnya Jayaprana yang baru saja menikmati madu cinta perkawinan dengan Layonsari. Raja Kalianget yang memerintahkan pembunuhan itu kepincut dengan kecantikan Layonsari, digambarkan gila karena gagal memperkosa dambaannya. Adegan gila sang raja dalam dramagong disyukuri penonton. Lebih-lebih ketika raja diburu dan dibunuh beramai-ramai oleh rakyat, membuat penonton bersorak girang. Mungkinkah sebutan Raja Buduh mengkristal dari pementasan dramagong dengan lakon Jayaprana ini? Dramatari Arja dan teater rakyat dramagong merupak-
an dua seni pertunjukan Bali yang setengah abad terakhir ini menjadi bagian dinamika masyarakatnya. Kendati tokoh Raja Buduh digandrungi di atas panggung, tentu secara moral bukan untuk dipanuti dalam kehidupan nyata masyarakat. Kezaliman yang direpresentasikannya tokoh ini tak berterima dengan prinsip atau ideologi kebaikan dan kebenaran insani beragama masyarakat. Masyarakat penyayang seni, termasuk seni pertunjukan Bali, lebih teredukasi dengan saripati dan siraman moral yang dikisahkan dalam wayang kulit, calonarang, gambuh, topeng, arja, dramagong dan seterusnya. Evolusi mental masyarakat penonton disemai dengan indahnya tontonan dan sejuknya tuntunan yang dikucurkan jagat seni. Tokoh dan polah Raja Buduh adalah cermin introspektif budi pekerti penanda zaman. Orang sering berucap sekarang ini zaman edan. Keedanan polah manusia tersebut telah diberi prolog oleh raja buduh dalam dramatari Arja dan teater rakyat dramagong. Gambaran karakter raja atau pangeran dalam kedua seni pertunjukan Bali itu, belakangan ‘’dipentaskan’’ secara empirik di tengah masyarakat Indonesia. Unsur lucu dan menghibur yang dilakoni raja dan kerajaan baru Nusantara itu tak jauh beda dengan Raja Buduh dramagong. Bahkan kekonyolan, kengawuran, dan kegilaannya melampaui karakterisasi Raja Buduh dunia seni panggung kesenian Bali itu. Betapa tidak. Jika Raja Buduh dalam Arja atau dramagong, palingpaling hanya mengaku-aku penguasa Koripan, Jenggala, atau Kediri — namanama kerajaan dalam cerita Panji, sedangkan halusinasi ‘’raja-raja edan’’ yang pongah memproklamirkan diri sekarang ini lebih gila dari Raja Buduh dalam Arja dan dramagong. Penulis, pemerhati seni pertunjukan/dosen ISI Denpasar
Jumat, 14 Februari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Pitrayadnya (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bala Kanda Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop
Punggung 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Bali TV Shop Lutut 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali
4:30 Wita Tembang Bali 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Kreasi Anak Pelangi Production 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Dunia Pendidikan LKP Agung 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Bali TV Shop
19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Kalung Omkara Orti Bali Bali Now Ocydia Home Shopping Ajeg Bali Usaba Dalem Desa Sukawana (2) Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Inovator
Bisa Tertular
Lebih Komprehensif
Dikatakannya, beruntung Indonesia mempunyai strategi yaitu meningkatkan MICE yang merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang sangat banyak dan secara devisa atau quality sangat matching. ‘’Kami akan merancang kebijakan–kebijakan yang tepat untuk menghadapi wabah virus Corona. Saya akan bekerja sama dengan Menteri Keuangan, Perhubungan, BUMN, sehingga kebijakan–kebijakannya untuk menghadapi Corona virus ini lebih komprehensif, tidak separuh-separuh. Sehingga bisa untuk menyelamatkan bahkan meningkatkan industri pariwisata ke depan,’’ ujarnya. Diakuinya, saat ini masih dalam tahap mendengar masukan–masukan dan selanjutnya akan melakukan koordinasi dengan lintas kementerian. ‘’Seperti kemarin kita kumpul dengan 33 airlines, kita dengar dulu apa masalahnya, dengan industri pariwisata apa masalahnya, apa yang bisa kita bantu,’’ bebernya. Strategi jangka pendek tetap promosi dan menargetkan wisatawan baru, menambah frekuensi di tempat–tempat yang slotnya kosong. (kmb42)
uanya yakni I Putu Julio Eka Permana alias Bracuk (27) dan I Putu Gede Juli Santika alias Congblack (32), keduanya asal Dauhwaru. Tim sebelumnya menyanggongi tersangka setelah menerima informasi adanya transaksi. ‘’Saat melintas di jalan di Pergung, keduanya yang naik sepeda motor berboncengan ditangkap petugas. Dan ketika dipepet dan diperiksa, petugas mengamankan plastik klip berisi kristal bening,’’ terang Wakapolres. Dari pemeriksaan selanjutnya diketahui kristal bening itu merupakan sabu dengan berat 0,90 gram brutto dan 0,46 netto. Selanjutnya polisi melakukan pemeriksaan di rumah tersangka dan didapati 4 potongan pipet, satu bungkus rokok, satu buah bong, dua HP merek Samsung dan merek Venera. Keempat tersangka ini dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) Undang–undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ‘’Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Dari pengakuan keempat tersangka ini memperoleh sabu dari jaringan di dalam lapas di Banyuwangi,’’ tambahnya. Selain itu tersangka juga terancam pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000 dan paling banyak Rp 8 miliar. (kmb26) Kementerian Kesehatan maupun Pemprov Bali. Harus ada data valid yang menjelaskan warga negara Tiongkok itu tidak terjangkit virus Corona di Pulau Dewata. ‘’Sekarang kan yang dibesar-besarkan datangnya dari Bali. Sedangkan kemungkinan besar dia kena setelah di Tiongkok,’’ jelas Politisi PDI-P ini. (kmb42/kmb32)
Kondisi Darurat Sesuai dengan pemberitahuan resmi otoritas setempat (notam) di Wuhan, bahwa status bandar udara hanya diperbolehkan melayani kedatangan (arrival). Untuk keberangkatan (departure) tidak membawa penumpang serta
sebagai alternatif pendaratan kondisi darurat (emergency landing). Lion Air sudah melakukan penghentian/pembatalan sementara (suspend) penerbangan internasional pergi pulang (PP) rute Denpasar – Wuhan – Denpasar mulai Rabu (29/1) hingga pemberitahuan lebih lanjut. (kmb42)
Jumat Kliwon, 14 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Buahan Berencana Kelola Sampah Berbasis Sumber DESA Adat Buahan salah satu desa adat di Kecamatan Kintamani, Bangli yang sangat mendukung kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster. Salah satunya mengenai pengelolaan sampah berbasis sumber. Seperti apa desa adat ini akan mengelola sampah? Menjaga kebersihan dan kelestarian alam, Desa Adat Buahan yang memiliki 356 KK krama ini akan menerapkan pengelolaan sampah dengan pemilahan dari tingkat rumah tangga. Sebagai desa adat yang berada di kawasan Kaldera Batur, Desa Adat Buahan selama ini punya tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, baik hutan maupun Danau Batur. Bendesa Adat Buahan I Made Antara mengatakan, sampah plastik menjadi salah satu tantangan yang dihadapi krama dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah desa ini. Untuk menekan pencemaran sampah plas-
tik, pihaknya akan berupaya melakukan pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga. Pengelolaan dilakukan dengan memilah sampah organik dan nonorganik. Pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan di rumah tangga, namun juga akan dilakukan di Pura-pura. ‘’Kami akan kenalkan dan ajak ibu-ibu, dan krama untuk mulai mengelola sampah dari rumah dan pura,’’ ujarnya saat acara sosialisasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali Mewujudkan Bali Era Baru di wantilan Desa Batur Selatan, Rabu (12/2). Dalam pengelolaan sampah, Desa Adat Buahan akan menjalin kerja sama dengan bank sampah yang ada di Bangli. Terutama untuk pengelolaan
sampah nonorganik. Tidak menutup kemungkinan ke depan Desa Adat Buahan juga akan mendirikan bank sampah sendiri. Untuk mengatur warga dalam mengelola sampah, akan diperkuat dengan pembuatan awig-awig. Selain mengelola sampah dari rumah tangga, mantan Perbekel Desa Buahan itu mengatakan bahwa pihaknya di Desa Adat Buahan juga akan menggarap dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki yakni wisata alam dan wisata spiritual. Desa Adat Buahan yang berada di tepi Danau Batur rencananya akan menghadirkan wisata mancing di tepi danau. Selama ini Desa Adat
Buahan membebaskan siapa saja untuk memancing di danau. Asalkan tetap menjaga kesucian dan kebersihan lingkungan. Untuk wisata spiritual, Desa Adat Buahan punya pura peninggalan sejarah dan menarik untuk dikunjungi. Rencananya itu akan dikembangkan. ‘’Selama ini Desa Adat Buahan sudah banyak didatangi wisatawan. Ada yang melakukan wisata sepeda, trekking,’’ terangnya. Untuk mengembangkan pariwisata di sana, tentunya dibutuhkan dana. Desa Adat Buahan juga akan membuatkan regulasi dan manajemen untuk pengelolaannya. Desa Adat Buahan juga memiliki potensi besar di bidang pertanian. Warganya banyak yang mengembangkan bawang merah, tomat dan cabai. (ina)
BAWANG - Petani di Desa Adat Buahan sedang panen bawang merah.
Sujana Kenyem Konsisten Usung Alam
Bali Post/win
’’Jaratkaru’’, Kisahkan Perjuangan Cinta SEBUAH garapan seni sastra berjudul ‘’Jaratkaru’’ tampil menghibur pengunjung di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, Rabu (12/2). Sesolahan teater yang melibatkan 40 penari dan tabuh ini merupakan kolaborasi apik dari Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar dengan Sanggar Sekdut Bali PAC. Teater tari yang berdurasi sekitar satu jam ini disajikan secara utuh. Kemasannya dibuat dengan inovasi yang bersifat kekinian. Jaratkaru mengisahkan tentang perjalanan Sang Jaratkaru untuk memperoleh sang istri. Hal tersebut sesuai dengan janjinya yang diikrarkan kepada roh leluhurnya yang tergantung pada ujung bambu petung di Ayastanasthana. ‘’Keturunan’’ adalah keberlanjutan pada aspek sekala dan begitu juga pada aspek niskala (atma krtih). Hal tersebutlah yang dikejar oleh Sang Jaratkaru untuk membebaskan roh leluhurnya dari siksaan. Cerita ini dibungkus dengan konsep kekinian yang menggunakan cerita berbingkai. Sutradara I Gede Tilem Pastika Pangripta didamping penata tabuh Praptika Kamalia Jaya mengatakan, cerita Jaratkaru itu diberikan oleh panitia, namun dalam penyajiannya diolah kembali agar pesan yang disampaikan itu mampu diterima penonton. ‘’Kami membahasnya dengan baik, sehingga tidak terjadi penyelewengan makna. Dalam obrolan orang awam, memaparkan apa itu keturunan dan apa itu pertisentana yang akan melanjutkan keturunan dan sebagainya. Pesan itu yang ingin disampaikan dalam garapan ini,’’ ujar Tilem Pastika. Dosen PGSD Dharma Acarya IHDN Denpasar itu menambahkan, dari konsep dan bentuk garapan dirinya ingin menawarkan sesuatu yang baru dengan memanfaatkan kompetensi para pemain. Idenya dari cerita yang diberikan lalu dikemas dan disesuaikan dengan sumber daya manusia yang dimiliki.
Sebab, visual dan bentuk diserahkan kepada sutradara. ‘’Dari ceritanya itu tidak ada perubahan, tetapi sebagai sutradara, saya memiliki kuasa untuk menginterpretasikan untuk memasukkan kembali imajinasi agar adegan dan alur dramatiknya tidak patah,’’ ucapnya. Penambahan tersebut ada pada adegan di pasar. Di sana Jaratkaru mencari cinta, karena sebagai seorang wiku telah diperkenankan untuk ngelebar kewikuan-nya dan memasuki grahasta asrama agar memi-
liki keturunan. Pasar adalah tempat para wanita berkumpul, sehingga dimasukkan adegan di pasar yang alurnya dramatik, namun penuh dengan komedi, sehingga sesolahan tidak menjadi kaku. Garapan teater ini juga lebih berkiblat pada yoga. Hal itu karena IHDN memiliki pendidikan yoga, sehingga unsur yoga dimasukkan ke dalam cerita. Selain itu IHDN juga dominan dengan pendidikan agama, sehingga garapannya juga bersumber pada ajaran agama. (win)
‘’SAYA tetap intens dan konsisten berimajinasi tentang lingkungan yang masih tetap relevan sejak pertama kali berkarya pada 30 tahun silam,’’ ujar perupa Nyoman Sujana Kenyem, baru-baru ini. Memang, alam dan lingkungan, tema yang konsisten diusung lulusan ISI Denpasar ini. Dalam pameran tunggalnya bertajuk ‘’Taxidi 18’’ di Bidadari Art Space, Mas, Ubud, 26 Januari - 26 Februari 2020, karya-karya Kenyem berpijak dari perenungan panjang tentang alam yang lebih mendalam dan hakiki. Dalam pameran yang dibuka Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dr. Wayan Kun Adnyana, Minggu (26/1) lalu, Kenyem memamerkan 35 karya. Karya terbaru dalam pameran ini seluruhnya berukuran kecil yang dimaksudkan sebagai mozaik alam yang diimajinasikan Kenyem. ‘’Pameran ini salah satu bagian dari proses kreatif perjalanan berkesenian saya, seperti merekam jejak hidup,’’ katanya. Yang kental dari karya terbaru ini adalah abstraksi cahaya dan warna alam dengan goresan khas serta ikon figur-figur. Dosen ISI Denpasar Way-
an Sujana Suklu menuliskan ‘’taxidi’’ diambil dari kosakata Yunani yang berarti perjalanan dengan pemaknaan luas sesuai masing-masing citraan yang ditampilkan. ‘’Bukan hanya perihal perjalanan ke terminal yang ingin dituju Kenyem, tetapi juga penting soal pemaknaan proses selangkah demi selangkah menuju titik pencapaian tersebut,’’ katanya. Suklu berkisah tentang kedekatannya dengan Kenyem yang diawali dengan kesamaan pilihan menekuni seni rupa dan kuliah di STSI Denpasar (kini ISI Denpasar) yang digambarkan sebagai perjalanan 1, 2, 3, dan 4. Dalam perjalanan berikutnya, tumbuh kesadaran baru dalam penghadiran kaya seni ke ruang publik. Artistika sebagai struktur formal dari bahasa rupa merupakan implementasi dari reduksi gagasan ser-
ta pernyataan individual seorang perupa. Kiprah Kenyem mengarungi kelana rupa ke berbagai kota dan meneguk dahaga referensi, dengan melakukan kunjungan ke berbagai negara untuk studi banding visual alam lingkungan secara pribadi. Upaya itu disusul mengikuti berbagai pameran dan terlibat dalam sejumlah aktivitas kesenirupaan yang semakin mematangkan perjalanan Kenyem hingga 7, 8, dan 9. Waktu pun begitu cepat berlalu, dalam hitungan Suklu, perjalanan sahabatnya tersebut barangkali kini telah melompat dua kali. ‘’Kalau dihitung dua kali sembilan perjalanan yang telah dia lampaui, apakah kini Kenyem telah mencapai jenjang ke-18?’’ tanya Suklu. Barangkali di luar kesadaran, seperti figur-figur repetitif yang kerap muncul
dalam karya Kenyem, lompatan perjalanan itu telah menjadikan eksistensi dan pendewasaan berkesenian seorang Kenyem. Pada akhirnya Suklu menyimpulkan pameran Taxidi 18 adalah salah satu bagian serangkaian perjalanan yang cukup panjang. (lun)