Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TPA Suwung Terapkan Sistem Baru, akan Caplok 1,4 Ha Hutan Mangrove Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali segera merealisasikan proyek waste to energy di TPA Regional Sarbagita atau TPA Suwung. Proyek yang akan dikerjakan oleh Indonesia Power dan Waskita Karya itu sedang dalam proses feasibility study. Sisa lahan di TPA Suwung seluas 10 hektar yang memang diperuntukkan sebagai sanitary landfill dan waste to energy diperkirakan tidak cukup. Oleh karena itu, proyek akan diperluas dengan mengambil lahan mangrove di sekitarnya seluas 1,4 hektar. ‘’Sekarang (sampah) dibiarin dulu ditumpuk sampai pengolahan sampahnya bekerja, ini akan dikerjakan oleh Indonesia Power bersama Waskita Karya dengan menggunakan mesin pengolah sampah berkapasitas besar,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster usai menggelar rapat tertutup membahas proyek waste to energy TPA Suwung, Rabu (13/2) kemarin. Menurut Koster,
pembangunan infrastruktur pengolahan sampah baru akan dimulai akhir 2019 dan membutuhkan waktu sekitar 2-3 tahun. Kini juga tengah diupayakan penambahan lahan TPA dengan meminta lahan mangrove seluas 1,4 hektar di Kementerian Kehutanan. Kalau memang dipandang memenuhi syarat, pihaknya berjanji akan menukar lahan mangrove yang dipakai dengan menanam di tempat lain. Sebab, ini merupakan
Ani Yudhoyono Derita Kanker Darah Jakarta (Bali Post) – Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan istrinya, Ani Yudhoyono, dirawat di National University Hospital Singapura sejak Sabtu (2/2), karena menderita kanker darah. ‘’Dengan rasa prihatin, saya sampaikan kepada para sahabat di Tanah Air, Ibu Ani mengalami blood cancer atau kanker darah,’’ kata SBY dalam video konferensi pers di Singapura yang dikirimkan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat Imelda Sari di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin. Hal. 15 Presiden Jokowi
Gubernur Khofifah Kunjungi KPK
GUBERNUR dan Wakil Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistyanto Dardak dilantik Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Rabu (13/2) sore. Usai dilantik, Khofifah mengawali kegiatannya dengan mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kunjungan ke kantor KPK dilakukan pukul 19.00 WIB. Kamis (14/2) pagi ini ia rencananya melakukan kunjungan ke kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal. 15 Lebih Aman
Bali Post/ant
LANTIK - Khofifah Indar Parawansa (tengah) foto bersama Emil Dardak dan istri Arumi Bacshin serta Soekarwo usai pelantikan di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin.
pilihan yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah sampah. Koster menyadari pengolahan sampah dengan mesin pengolah sampah atau insenerator akan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, sehingga akan ada studi amdal harus dilakukan. Diakuinya, tidak ada cara lain lagi untuk memotong mata rantai sampah agar pertumbuhan sampah di TPA tidak terlalu tinggi seperti sekarang. Kalau dibiarkan, tumpukan sampah di TPA Suwung
pada 2021 diprediksi akan mencapai 18 meter. ‘’Saat ini tidak ada cara lain yang bisa dipakai itu metodenya (insenerator). Dalam jangka panjang, kita akan mengeluarkan pergub tentang pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir, nanti selesainya di hulu. Kemudian dari rumah tangga sampai ke desa. Sekarang kan aliran sampahnya dari hulu sampai ke sini, kan semua berjubel di sini,’’ jelas Koster yang juga Ketua DPD PDI-P Bali. Koster pun meyakini proyek waste to energy kali ini tidak akan mengalami kegagalan seperti yang dilakukan PT NOEI. Terlebih dengan keterlibatan Badan Usaha Mi-
lik Negara yang berinvestasi di dalamnya. Pemerintah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) juga akan diajak menandatangani MoU sebagai bentuk komitmen untuk menjaga pasokan sampah. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali I Made Gunaja mengatakan, 1,4 hektar mangrove yang akan dimohonkan ke Kementerian Kehutanan tetap berfungsi sebagai Tahura. Hanya, pemanfaatannya menjadi sanitary landfill. ‘’Itu kan belum tentu (dibabat - red) karena kita masih melakukan pengkajian. Rencana kebutuhan betul tidak 1,4 hektar atau berapa, jangan-jangan lebih lagi,’’ ujarnya. Gunaja berharap masyarakat Bali dapat memahami apa yang menjadi kebutuhan terkait persoalan sampah ini. Hal. 15 Belum Sepakat
Pertama di Indonesia
DIREKTUR Waskita Karya Energy Hokkop Situngkir mengatakan, feasibility study (FS) penanganan sampah ditarget rampung April atau Mei mendatang. Ia menghadapi hambatan teknis yakni lahan TPA yang berkurang lantaran jumlah sampah terus bertumbuh. Hal ini harus diatasi dengan mempercepat proses pembangunan waste management dan PLTSa. ‘’Lahan yang tersedia untuk PLTSa (waste to energy) kan sudah diblok 5 hektar. Jadi untuk yang sekarang ada lahan juga yang merupakan mangrove, itu sudah kita sampaikan ke Gubernur untuk dialihfungsikan dan kita bisa pakai untuk tempat penampungan sampah sementara seluas 1,4 hektar,’’ ujarnya. Hal. 15 Menjadi Energi
LOKA Hanya akan Tangani BUPDA PANSUS Ranperda tentang Desa Adat telah menyerap berbagai aspirasi di masyarakat. Diakui bila aspirasi yang berkembang lebih banyak tidak setuju dengan perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa. Begitu juga tidak setuju dengan adanya pembentukan Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA) Bali yang nantinya bertanggung jawab atas pengelolaan dan pembangunan LPD dan BUPDA. ‘’Dari aspirasi yang berkembang, baik dari masyarakat luas maupun kalangan intelektual dan pengelola LPD, perubahan nama LPD dan tata kelola LPD di bawah LOKA banyak mendapat respons tidak setuju,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Rabu (13/2) kemarin. Sugawa Korry menambahkan, tata kelola LPD dinilai harus terpisah dengan pemilik (desa pakraman - red) berdasarkan atas pertimbangan Perda No.1 Tahun 2017 tentang LPD yang baru saja disahkan dan diterapkan. Berkaitan dengan perubahan nama LPD, disebut berisiko tidak sesuai dengan apa yang termaktub dalam Undangundang No.1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro khususnya Pasal 39 ayat 3. ‘’Maka sudah sebaiknya LPD tetap diatur seperti perda yang telah ada. Pidato
Gubernur dalam sidang paripurna kemarin nampaknya juga sependapat. Untuk itu ke depan LOKA silakan menangani BUPDA (lembaga usaha milik desa adat) di luar usaha lembaga keuangan,’’ jelas politisi Golkar ini. Menurut Sugawa Korry, Ranperda tentang Desa Adat tetap dibahas dengan LPD tetap mengacu pada perda yang telah ada. Sesuai dengan Perda tentang LPD, maka LP LPD dan BKS LPD secara kelembagaan tidak bisa diganti. Kendati dari sisi orang-orang yang duduk di dalamnya bisa saja diganti. Tentunya harus dilandasi dengan alasan kuat dan bukan karena kepentingan di luar pertimbangan pengelolaan LPD secara profesional. ‘’Segala keputusan terkait pembahasan Ranperda Desa Adat sudah tentu dilaksanakan melalui mekanisme persidangan yang berlaku,’’ pungkasnya. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dalam rapat paripurna dengan agenda jawaban gubernur mengatakan, Labda Pacingkreman Desa Adat merupakan lembaga usaha milik desa adat yang bergerak dalam bidang keuangan adat yang secara kolektif akan membentuk industri keuangan adat di Bali. Adapun BUPDA merupakan lembaga usaha milik desa adat dalam bidang ekonomi riil, jasa, dan/atau pelayanan yang secara kolek-
tif akan membentuk industri sektor riil adat di Bali. Untuk menjamin kesehatan dan keberlangsungan usaha serta menjamin kepentingan krama yang menjadi nasabah, maka diperlukan adanya regulator dan pengawas yang profesional sebagai otoritas dalam mengatur dan mengawasi industri sektor keuangan dan industri sektor riil dalam kerangka sistem ekonomi adat Bali. ‘’Pada saat ini, otoritas dalam mengatur dan mengawasi industri sektor keuangan adat Bali memang sudah ada, yaitu Lembaga Pemberdayaan LP (LP-LPD), namun belum memenuhi kualifikasi sebagai otoritas pengatur dan pengawas serta tugasnya pun tidak mencakup pengaturan dan pengawasan sektor riil adat Bali,’’ ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Koster, Ranperda tentang Desa Adat mencantumkan materi tentang LOKA Bali yang mempunyai tugas dan kewenangan dalam perekonomian adat Bali. Antara lain mencakup pengaturan dan pengawasan industri sektor keuangan adat dan industri sektor riil adat Bali. Dengan demikian akan terbentuk sistem ekonomi adat Bali yang mencakup tata kelola makro dan tata kelola mikro sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance). Hal. 15 Sistem Keuangan
Bentuk Dana Abadi untuk LPD RANPERDA Desa Adat yang juga memuat soal LPD masih dibahas Pansus di DPRD Bali. Namun apa pun hasilnya, jangan sampai melupakan sejarah pendirian LPD dan tujuan dari pembentukan LPD itu sendiri. Bagaimana menjaga keberlangsungan LPD dan peran sertanya dalam mengangkat ekonomi krama Bali. Salah satu perintis LPD I Wayan Gatha mengatakan, untuk menjaga keberlangsungan LPD beberapa tahun ke depan, perlu dipikirkan pembentukan dana abadi. Dana abadi ini bisa disisihkan dari dana pemberdayaan desa sebesar 20%. Dana abadi ini tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain selain untuk kepentingan LPD, jika suatu saat LPD mengalami kesulitan atau wanprestasi bahkan mengalami kebangkrutan. Sesuai pemikiran Prof. I.B. Mantra, katanya, pembentukan LPD bertujuan agar desa adat memiliki penghasilan yang berkesinambungan untuk dapat terus memelihara pura kahyangan tiga dan yadnya. Agar dapat bermanfaat secara maksimal untuk masyarakat desa, LPD perlu diawasi secara ketat, karena sebagian besar dana LPD dari masyarakat. Maka perlu lembaga independen untuk mengawasi dana masyarakat ini. ‘’Selamatkanlah dana masyarakat yang disimpan di LPD. LPD juga harus terus berbenah diri sesuai dengan kebutuhan,’’ tegasnya, Senin (11/2). (kmb42)
Gubernur Koster Ingin BPD Bali Jadi Agen Pembangunan Ekonomi Bali BALI sebagai destinasi pariwisata dunia diharapkan dapat dimanfaatkan oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali sebagai potensi yang bisa dikembangkan dalam menjalankan bisnis perbankan. Dengan demikian, BPD Bali mampu meningkatkan pendapatannya sehingga nantinya BPD Bali diharapkan bisa menjadi agen pembangunan ekonomi Bali. Harapan itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat memimpin Rapat Pembahasan Rencana Bisnis Bank (RBB) PT BPD Bali bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di ruang rapat kantor pusat PT BPD Bali, Denpasar, Rabu (13/2) kemarin. ‘’Kemajuan BPD Bali harus terus kita dorong. Secara
makro, BPD Bali akan saya posisikan sebagai bank yang kuat ke depannya. Sebagai salah satu menjalankan fungsinya sebagai agen pembangunan ekonomi Bali,’’ ujarnya. Ditambahkan Koster, BPD Bali sebagai agen pembangunan di daerah diharapkan berperan dalam situasi ekonomi Bali saat ini. BPD Bali diharapkan meningkatkan perannya terhadap banking aspect. ‘’BPD Bali sebagai agen pembangunan daerah Bali harus memiliki dominasi. Ini menjadi suatu tantangan. Harus bisa merealisasikan itu untuk bisa berperan di perbankan Bali,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Koster mengatakan, sektor pariwisata diharapkan mendapat perhatian lebih mengingat Bali
sebagai tujuan pariwisata dunia. Hal ini juga bisa menjadi salah satu strategi untuk membangun Bali. ‘’BPD Bali memiliki peluang untuk kita dorong menjadi yang kuat dan tangguh. Bali walaupun kecil secara wilayah dan jumlah penduduknya, namun Bali menjadi destinasi wisata dunia, banyak wisatawan yang datang ke Bali. Tentu ini harus dimanfaatkan dengan baik,’’ tegasnya. Untuk itu, kata Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, BPD Bali harus melakukan pemetaan potensi-potensi yang bisa di manfaatkan. ‘’Dalam mengembangkan BPD Bali ke depan, pasar harus dipetakan, siapa yang menjadi potensi pasar, semua pihak
yang menjalankan aktivitas ekonomi di Bali harus mendapat perhatian kita. Itu menjadi potensi bagi BPD Bali. Semua itu harus dipetakan terlebih dahulu,’’ imbuhnya. Untuk mewujudkan itu semua, Koster akan terus memperkuat peran dan fungsi BPD Bali dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Bali demi terwujudnya program Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Elyanus Pongsoda, Plt. Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudarma, S.H., Asisten II Kabupaten Badung Dewa Made Apramana serta Direksi dan Komisaris BPD Bali. (ad455)
RAPAT - Gubernur Bali Wayan Koster (tengah) saat memimpin Rapat Pembahasan Rencana Bisnis Bank (RBB) PT BPD Bali bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di ruang rapat kantor pusat PT BPD Bali, Denpasar, Rabu (13/2) kemarin.
DENPASAR
2
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
FIGUR Pendidik Harus ”Mataksu”
PERILAKU buruk seorang siswa SMP yang menantang gurunya berkelahi di Gresik, Jawa Timur dan viral di media sosial, beberapa waktu lalu, kembali mencoreng dunia pendidikan di Tanah Air. Peristiwa tersebut bisa saja terjadi di Bali, apabila para pendidik tidak memiliki wibawa atau taksu. Praktisi pendidikan yang juga Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengatakan, untuk menjadi guru yang mataksu tidaklah sulit. Cukup dengan mengimplementasikan konsep Tri Kaya Parisudha (pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik) yang dipadukan dengan penguasaan materi dan terus belajar. Sehingga para guru akan memiliki taksu dan disegani oleh siswanya. Selain itu, katanya, guru juga harus berhasil menjadi sosok publik figur yang baik dan berperilaku sesuai dengan apa yang diucapkan. Berdasarkan pengalamannya, inkonsistensi guru terhadap waktu adalah ikhwal pudarnya taksu yang menyebabkan peserta didik mulai tidak segan, ditambah cara mengajar yang monoton, terlalu bertumpu pada materi pelajaran, padahal yang mesti diutamakan adalah pendidikan karakter. Dalam hal menangani siswa brutal usia SMP dan SMA/SMK, kata dia, diperlukan pendekatan persuasif. Jika guru membalas dengan kekerasan, maka perkelahian tak terelakkan. Pasalnya, siswa seusia itu sedang labil yang belum mengerti risiko dari perbuatannya. “Pengalaman saya, jika siswa usia SMP dan SMA/SMK itu berani melawan guru, adalah kebanggaan. Apalagi ditonton teman-temannya. Ada kesan dia hebat,” ujarnya. Di samping itu, koordinasi pendidik dengan orangtua siswa harus ditingkatkan. Sebab, peserta didik yang brutal lahir dari keluarga yang bermasalah. Kecanggihan teknologi komunikasi mestinya mampu dimaksimalkan seperti membuat grup WhatsApp agar pendidik dan orangtua lebih mudah mengawasi anak-anak mereka. Selaku pemimpin institusi pencetak calon guru, rektor yang juga seniman arja ini mengaku memiliki tanggung jawab moral terhadap kualitas guru yang dihasilkan. Di IKIP PGRI Bali, pendidikan karakter tak bisa ditawar-tawar lagi. Ia berharap agar pemerintah lebih serius lagi memberikan jaminan kepada guru dalam menjalankan profesinya. Ia meyakini tak ada guru yang sengaja menyakiti peserta didik yang notabene anak keduanya. “Hubungan guru dengan peserta didik itu sama saja dengan anak dan orangtua di rumah. Tidak ada alasan orangtua melaporkan guru ke polisi selama tindakan guru itu wajar dan bisa dimaklumi,” tegasnya. (win)
Dialog Interaktif Bali TV BALI TV bekerja sama dengan The Marhaenisme Institute menggelar acara Dialog Interaktif di Bali TV secara live edisi Mei, Kamis (14/2) hari ini pukul 16.0017.00 Wita. Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III (Senator DPD/MPR-RI sekaligus Direktur The Marhaenisme Institute). Adapun tema yang diusung adalah “Peran Generasi Milenial di Pemilu 2019 dalam Melahirkan Pemimpin Cerdas”. Harus diakui bahwa konstelasi politik di Pemilu 2019 ini merupakan salah satu yang paling berat tantangan dan dinamikanya. Bagaimana tidak, selama proses kampanye berlangsung hingga kini, banyak dari nilai-nilai kebangsaan dan persatuan dipertaruhkan demi ambisi politik dan kekuasaan, termasuk maraknya berita hoax yang tersebar di masyarakat. Maka dari itu, The Marhaenisme Institute sebagai lembaga yang didirikan dengan asas dan idealisme Bung Karno, terus berupaya agar kesadaran politik bangsa semakin dalam khususnya di kalangan generasi muda bangsa. Lalu di mana peran generasi milenial untuk menentukan Presiden, DPD-RI, DPR-RI, DPRD provinsi dan kabupaten/kota untuk lima tahun ke depan? Benarkan Pemilu 2019 ini merupakan pertarungan ideologi berbasis nasionalis dengan ideologi radikal? lalu apa peran anak muda dengan bonus demografinya untuk bisa mewarnai politik kebangsaan? Dan bagaimana potensi caleg muda vs caleg tua? Semua akan dibahas dari sudut pandang Tri Sakti Marhaenisme. (r)
Pengguna Narkoba Alami Perubahan Perilaku
Denpasar (Bali Post) Masyarakat mesti melek terhadap dampak narkoba, sehingga tidak terpengaruh bujuk rayu sindikat barang terlarang tersebut. Pasalnya, pengguna barang haram tersebut akan mengalami perubahan perilaku karena dampak langsung narkoba bagi kejiawaan, di antaranya depresi, gangguan jiwa berat (psikotik), bunuh diri dan kejahatan. ‘’Sepuluh persen individu yang telah menggunakan narkotika akan mengalami gangguan penggunaan zat dan perubahan perilaku,’’ kata Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa saat menghadiri kegiatan anggota Purna Paskibraka Bali di Denpasar, Rabu (13/2) kemarin. Menurut Brigjen Suastawa, ada lima tantangan generasi milenial, yaitu lapangan kerja semakin sempit, kebutuhan hidup yang semakin tinggi, kesenjangan kepercayaan diri, sikap yang semakin individualistis, serta terakhir lingkungan alam yang semakin rusak. ‘’Kita harus bisa mengolah tantangan ini, termasuk mengatakan tidak pada narkoba,’’ tegasnya. Menyadari nilai strategis potensi sumber daya manusia (SDM) Paskibraka Bali, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, BNNP Bali bekerja sama dengan Pengurus Pusat Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Bali. Sinergitas ini dilakukan sebagai tindak lanjut MoU antara BNN RI dan PPI. Suastawa mengatakan, PPI Bali merupakan kaum milenial dan menjadi generasi penerus bangsa, serta calon-calon pemimpin di masa depan. ‘’Para perwakilan Purna Paskibraka adalah individu-individu terpilih sebagai petugas pengibaran bendera, sehingga menjadi Paskibraka adalah sebuah proses yang tidak mudah. Ada proses seleksi yang panjang di sana dari sisi mental, spiritual, keterampilan dan pengetahuan. Tentunya, Purna Paskibraka memiliki mental yang lebih bersaing daripada yang lainnya,’’ tandasnya. (kmb36)
SIDANG - Kuasa hukum PT Pelindo III Benoa mengambil berkas tanggapan Walhi Bali saat sidang di Komisi Informasi Bali, Rabu (13/2) kemarin.
Walhi Sebut Permohonan Informasi ke Pelindo III Sesuai UU Denpasar (Bali Post) Sidang ajudikasi Informasi Publik (IP) yang dimohonkan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali dengan termohon Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III Cabang Benoa, Rabu (13/2) kemarin, kembali dilanjutkan di Komisi Informasi Provinsi (KIP) Bali. Agendanya adalah jawaban pemohon atas tanggapan termohon. Majelis Komisioner KIP Bali Agus Astapa begitu menerima tanggapan dari Walhi Bali yang dihadiri oleh I Wayan Adi Sumiarta dan I Made Juli Untung Pratama, langsung membacakan tanggapan setebal 11 halaman tersebut. Pada intinya, pihak Walhi Bali menilai bahwa prosedur permohonan IP ke Pelindo III atas reklamasi yang dilakukan pihak Pelindo sudah sesuai ketentuan UU yang berlaku. Dalam kedudu-
kannya, Pelindo III Cabang Benoa adalah badan publik. Bilamana termohon meminta supaya Walhi Bali kembali mengisi formulir, kata pihak Walhi, itu artinya termohon tidak mengerti dengan UU KIP beserta peraturan pelaksanaanya. Lebih lanjut dikatakan, jika pun termohon mengatakan ada misskomunikasi antara Pelindo III dengan Pelindo Pusat Surabaya, menurut Walhi itu adalah alasan mengada-ada. Dalam persidangan yang terbuka untuk umum itu, pihak Walhi menjelaskan karena Pelindo III merupakan badan publik yang melakukan perluasan Pelabuhan Benoa dengan cara mereklamasi, dengan status wilayah pesisir, jelas kegiatan reklamasi diatur dalam PP Nomor 122 Tahun 2012 tentang Reklamasi di Wilayah
Pesisir dan Pulau Pulau Kecil. Ditegaskan, dalam Pasal 15 PP tersebut, jelas disebutkan bahwa setiap orang yang akan melaksanakan reklamasi wajib memiliki izin lokasi dan izin pelaksanaan reklamasi. Apa yang dilakukan termohon dalam hal ini Pelindo III Cabang Benoa, bahwa reklamasi itu erat kaitannya dengan kepentingan publik dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Atas dasar itu, Walhi berhak meminta informasi terkait izin reklamasi (izin lokasi dan izin pelaksana). Dalam kesempatan itu, Walhi Bali kembali menegaskan bahwa informasi yang dimohonkan pemohon, bukanlah informasi yang dikecualikan. Atas dasar itu, Walhi Bali meminta pada majelis komisioner yang menyidangkan perkara ini, untuk memutuskan, mengabulkan
permohonan pemohon untuk seluruhnya, menyatakan bahwa permohonan informasi yang dimohonkan pemohon untuk ke seluruhnya, baik izin maupun dokumen pendukung, merupakan informasi publik, tanpa terkecuali. Dan memutuskan, memerintahkan termohon untuk memberikan seluruh informasi publik yang diminta pemohon, paling lambat 14 hari setelah putusan ini dibacakan. Atas tanggapan pemohon itu, majelis komisioner KIP memberikan kesempatan pada termohon yang kemarin diwakili tiga orang, memberikan jawaban. Namun, karena pihak pemohon menyampaikan tertulis sebanyak 11 halaman, termohon juga mohon waktu 14 hari untuk melakukan pengkajian dan penelitian. “Kami mohon waktu untuk mempelajari tanggapan pemo-
hon. Tentu kami juga akan mengkaji dari sudut pandang kami,” jelas termohon melalui Suryo Khasabu. Dikonfirmasi lebih lanjut, pihak Pelindo III mengatakan, dalam UU Keterbukaan Informasi Publik disebutkan bahwa informasi yang wajib disediakan serta merta dan wajib diumumkan secara berkala sudah ada aturannya informasi-informasi apa yang harus diberikan. “Namun di dalam UU juga dijamin bahwa ada informasi-informasi tertentu yang dalam mekanisme permintaan oleh pemohon, wajib dilakukan uji konsekuensi. Tentu dalam hal ini, kami akan melakukan uji konsekuensi terhadap permohonan yang diajukan Walhi Bali. Karena di sana ada pengecualian,” tandas kuasa hukum termohon usai sidang. (kmb37)
Pembuang Limbah Diganjar Denda Rp 1 Juta
Denpasar (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar kembali menindak para pelanggar perda. Kali ini, dua pelanggar Perda Ketertiban Umum kembali diajukan ke sidang tindak pidana ringan (tipiring). Satu orang pembuang limbah ke Tukad Badung di kawasan Taman Pancing. Satu lagi pembuang sampah sembarangan. Sekretaris DLHK Kota Denpasar I.B. Putra Wirabawa mengatakan, sebenarnya ada tiga orang yang diajukan untuk disidang tipiring, namun yang hadir hanya dua orang. Dua orang yang disidang ini terdiri atas pembuang sampah dan pembuang limbah di kawasan Taman Pancing, Denpasar Selatan. Di mana, pengusaha laundry tersebut kedapatan membuang limbah ke sungai dengan menanam pipa di bantaran sungai. ‘’Sidang tipiring ini merupakan upaya untuk memberikan edukasi bagi masyarakat, sehingga terbentuk Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
pemahamanan akan pentingnya menaati aturan yang berlaku. Bagi para pelanggar perda tentu kami akan tindak tegas,’’ ujar Putra Wirabawa, Rabu (13/2) kemarin. Sidang tipiring yang dipimpin oleh majelis hakim IGN Partha Bhargawa dan Panitera I Ketut Adiun ini menjatuhkan hukuman denda Rp 300 ribu kepada pembuang sampah. Sedangkan pembuang limbah ke sungai didenda Rp 1 juta. Mereka ini dinilai melanggar Perda Nomor 15 Tahun 2018 tentang Ketertiban Umum. Sebelumnya, DLHK Kota Denpasar melaksanakan penyisiran di bantaran Tukad Badung di kawasan Taman Pancing, karena di kawasan tersebut sering terjadi aliran sungai yang berbusa. Dari
Bali Post/ist
TIPIRING - Suasana sidang tipiring yang menghadirkan dua pelanggar perda. pemantauan tersebut berhasil ditemukan sebuah pipa yang disinyalir menjadi pemicu munculnya busa di aliran
Tukad Badung di kawasan Taman Pancing. Setelah ditelusuri, pipa tersebut mengarah ke salah satu laundry.
Petugas akhirnya menutup saluran tersebut agar tidak ada lagi limbah yang mengalir ke sungai. (kmb12)
Melubernya Sampah di TPS, Dampak Terhambatnya Armada Masuk TPA DLHK Denpasar Berharap Masyarakat Maklum untuk Sementara
Bali Post/ist
BRIEFING - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mem-‘’briefing’’ anggota Purna Paskibraka tentang bahaya narkoba.
Topik :
KONDISI sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) bukan karena minimnya jumlah TPS. Namun, semua ini akibat mobilitas armada yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung masih terhambat. Truk pengangkut sampah ke TPA belum lancar, akibat adanya alat berat yang rusak. Selain itu, luasan areal untuk membuang sampah di TPA semakin menyempit sejak adanya penataan dari pemerintah pusat. Hal ini ditegaskan Kadis Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar I Ketut Wisada saat dikonfirmasi, Rabu (13/2) kemarin. Wisada mengatakan, apabila kondisi di TPA sudah berjalan normal, maka semua angkutan sampah dari TPS ke TPA dipastikan lancar. “Ini kendalanya di pengangkutan ke TPA. Bukan karena kurang armada, tetapi karena masuknya ke TPA terhambat,” katanya. Wisada menegaskan, pelayanan yang telah dilaksanakan selama ini sudah optimal. Bahkan, perubahan penanganan sampah oleh masingmasing swakelola sudah optimal. DLHK dinilai sudah sangat siap dalam penerapan program penghentian pengangkutan sampah dari pinggir jalan ini. Sehingga penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti halnya swakelola yang dilaksanakan di masing-masing desa dapat terus dimaksimalkan. Untuk menangani pengangkutan sampah dari TPS menuju TPA, kata Wisada, DLHK meny-
iagakan sedikitnya 70 truk angkut yang tersebar di 17 TPS di Kota Denpasar. Namun, pihaknya tak menampik masih banyak laporan masyarakat yang mengatakan pascaadanya penghentian pengangkutan pinggir jalan ini menyebabkan sampah di TPS menumpuk bahkan meluber hingga ke jalan. “Dari sisi personel, fasilitas dan armada pengangkutan kita sudah siap, dan itu sudah optimal, mengingat saat volume sampah di Denpasar jumlahnya kurang lebih 800 ton per hari,” paparnya. Wisada menegaskan, sampah yang menumpuk di TPS tersebut bukan karena ketidaksiapan DLHK terkait penghentian pengangkutan pinggir jalan, melainkan adanya permasalahan teknis di TPA. Di mana, saat ini di TPA Suwung sedang dilaksanakan penataan serta fasilitas alat eskavator di TPA Suwung kurang memadai. Sehingga, memungkinkan terjadinya penumpukan kendaraan menuju ke TPA Suwung. Hal ini tentu sangat mempengaruhi sirkulasi pengangkutan yang sudah terpola menjadi sedikit terhambat, khususnya mengenai waktu. “Truk sampah harus mengantre jika hendak menuju TPA Suwung. Itulah yang menjadikan pengangkutan cenderung molor, namun tetap bisa diatasi, hanya saja waktunya agak molor. Hal inilah yang menjadikan sampah menumpuk agak lama di TPS,” jelasnya. Wisada berharap, masyarakat dapat memaklumi kondisi ini sementara waktu. Hal ini dikarenakan kewenangan akan TPA Suwung terdapat di Pemprov Bali. “Kami berharap masyarakat
I Ketut Wisada untuk bersabar dan maklum serta menaati aturan pembuangan sampah dan ikut serta mengurangi sampah dengan memilah dan mengolah sampah itu sendiri,” ungkapnya. (ad456)
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
BADUNG
3
Jelang Nyepi, DLHK Fokus Bersihkan Tempat ’’Melasti’’
Bali Post/edi
SAMPAH - Sampah kiriman di salah satu pantai di Badung. DLHK tengah fokus membersihkan sampah kiriman di kawasan pantai yang akan digunakan sebagai tempat melasti.
Mangupura (Bali Post) Sempat hilang beberapa hari, sampah kiriman kembali memenuhi Pantai Kuta. Setelah sebelumnya didominasi sampah kayu dan plastik, kini muncul sampah buah kelapa. Selain di Pantai Kuta, kondisi serupa juga terjadi di Pantai Batubelig. Dari pantauan di lapangan, Rabu (13/2) kemarin, ribuan buah kelapa yang bentuknya masih utuh terlihat berserakan di Pantai Kuta. Bahkan, banyak juga buah kelapa yang masih mengambang di laut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, untuk saat ini pihaknya fokus melakukan pembersihan di tempat-tempat melasti khususnya pantai. Mengingat dalam waktu dekat, prosesi melasti akan mulai dilakukan, sebagai rangkaian hari raya Nyepi. Menurutnya, selain di Kuta, kondisi serupa juga terlihat di Pantai Batu Belig. Sampah kiriman tahun ini lebih parah dibandingkan tahun 2018. Dari sejak awal muncul hingga kemarin, pihaknya sudah membersihkan 12 ribu ton sampah kiriman di semua pantai sisi barat Badung. Dari jumlah itu, baru 10 ribu ton yang sudah diangkut ke TPA Suwung. Sedangkan sisanya sekitar 2.000 ton belum terangkut dan masih dibiarkan di stop over. ‘’Tahun lalu kondisi sampah kiriman hingga bulan Februari 2018 hanya sekitar 5.000 ton sampah. Sekarang belum habis musim angin barat sudah sebanyak hampir 12 ribu ton yang dibersihkan,’’ katanya. Sebagai antisipasi penanganan khususnya di wilayah Jimbaran, disebutkannya, ada lahan milik warga untuk digunakan sebagai stop over sementara. Ini akan digunakan sambil menunggu TPA Suwung beroperasi normal. Selain di Jimbaran, di Legian, Batu Belig dan Canggu juga akan disiapkan. (kmb23)
Lima Proyek Molor, Dinas PUPR ’’Blacklist’’ Dua Rekanan
Mangupura (Bali Post) –
Dua rekanan yang menggarap lima proyek fisik milik Pemkab Badung harus masuk daftar hitam (blacklist) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung. Sanksi ini diberikan lantaran rekanan gagal menggarap proyek yang telah dianggarkan 2018 lalu. Berdasarkan informasi Rabu (13/2) kemarin, satu rekanan yang di-blacklist itu menggarap proyek pembangunan RKB dan renovasi halaman SD Negeri 3 Legian senilai Rp 2.835.050.344,
pembangunan wantilan Pura Puseh Legian senilai Rp 2.191.961.000, pembangunan Puskesmas Pembantu Abiansemal Dauh Yeh Cani sebesar Rp 2.407.799.900 dan pembangunan wantilan Melasti
di Club Med dengan nilai Rp 1.387.894.000. Sementara satu rekanan lagi menggarap proyek pembangunan gedung dan penataan halaman Puskesmas Pembantu Punggul dengan nilai Rp 1.747.119.563.
Kepala Dinas PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba membenarkan ada dua kontraktor tidak mampu melaksanakan kewajiban sesuai kontrak. Selain kena sanksi putus kontrak, kontraktor ini juga kini dikenakan sanksi blacklist. ‘’Saat ini masih ada lima proyek tahun 2018 molor. Kontraktor yang menggarap lima proyek itu sebelumnya sudah dikenakan pinalti sebelum
akhirnya diambil alih dan dikenakan sanksi putus kontrak,’’ ungkapnya. Pihaknya telah berkali-kali melayangkan teguran kepada pelaksana atau kontraktor. Hanya saja, tidak mendapatkan tanggapan. Bahkan, progres proyek semakin menurun meski Dinas PUPR telah memberikan sanksi pinalti kepada masing-masing kontraktor. ‘’Tetap saja dia tidak mampu.
Puskesmas Abiansemal I Diusulkan Jadi RS Tipe C Mangupura (Bali Post) – Pengembangan Puskesmas Abiansemal I menjadi rumah sakit (RS) tipe C menjadi prioritas Pemerintah Kecamatan Abiansemal. Usulan ini muncul saat Musrenbang RKPD Kecamatan Abiansemal, Rabu (13/2) kemarin. Camat Abiansemal I G.N. Suryajaya mengatakan, pengembangan Puskesmas Abiansemal I menjadi RS tipe C sangat diharapkan masyarakat. Hal ini untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus mendukung pelayanan RSUD Mangusada. ‘’Ada beberapa prioritas yang tidak bisa dilaksanakan oleh desa. Ini yang kemudian di kecamatan menjadi prioritas program di Kecamatan Abiansemal,’’ ungkapnya. Selain mewujudkan RS tipe C, pihaknya juga mengusulkan pembangunan SMP di Desa Abiansemal, pembangunan SMA di kawasan JAS (Jagapati, Angantaka dan Sedang), serta pengembangan desa wisata seperti di Desa Sangeh dan Bongkasa Pertiwi. ‘’Jumlah kegiatan yang diusulkan untuk program pembangunan 2020 sebanyak 292 usulan dengan nilai Rp 2,1 triliun lebih,’’ ucapnya. ‘’Semua usulan tersebut tidak terlepas dari upaya untuk
Mantan Perbekel Baha Divonis 4,5 Tahun Penjara
membangun Badung dari pinggiran dengan luas Kecamatan Abiansemal 69,01 km persegi, dengan jumlah penduduk 91.073 orang,’’ jelasnya. Seperti diketahui, Puskesmas Abiansemal I rencananya akan ditingkatkan menjadi RS tipe C. Saat ini Pemkab Badung melalui Dinas Kesehatan serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tengah menangani prosesnya. Diharapkan, pertengahan 2019 mendatang, RS yang belum ditentukan namanya tersebut bisa mulai beroperasi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung dr. Gede Putra Suteja menerangkan, detail engineering design (DED) RS sudah ada sejak 2017. Dengan peningkatan kelas Puskesmas Abiansemal I menjadi kelas C, diharapkan pelayanan kesehatan masyarakat lebih maksimal. Di kawasan Badung Selatan, juga telah terdapat ada 4 RS. Tiga di antaranya adalah RS tipe C dan 1 RS tipe B. RS tipe B yakni Siloam, sementara tipe C adalah RS Udayana, Surya Husada Nusa Dua, Bali Jimbaran, dan Kasih Ibu Kedonganan. Dari empat rumah sakit tersebut, salah satunya dikelola oleh pemerintah, sementara tiga sisanya dikelola swasta. (kmb27)
mosi jabatan, Pemerintah Kabupaten Badung juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan degradasi terhadap sejumlah jabatan. Degradasi bisa diberlakukan jika para pejabat tidak bekerja maksimal dalam melayani masyarakat sebagaimana pakta integritas yang telah ditandatangani oleh pejabat bersangkutan. ‘’Suatu saat nanti ada degradasi itu bukan keputusan Giri Prasta. Tapi keputusan itu sesuai pakta integritas yang sudah ditandatangani di materai,’’ kata mantan Ketua DPRD Badung ini. Sebagaimana diketahui, sejumlah jabatan eselon II setingkat kepala dinas di sejumlah OPD saat ini masih lowong karena sang pejabat telah purnatugas. Di antaranya kursi Kepala Dinas Per-
telah menunjuk sejumlah kontraktor untuk melanjutkan lima proyek tersebut. Selain itu, semua proyek yang sempat molor telah diselesaikan dengan baik. ‘’Kami sudah menunjuk kontraktor baru untuk melanjutkan proyek. Nanti berapa sisa pekerjaan yang belum, itu nanti kita bayar. Cuma lima ini saja bermasalah,’’ pungkasnya. (kmb27)
Korupsi APBDes
Mantan Perbekel Desa Baha, Badung, I Putu Sentana (57), Rabu (13/2) kemarin divonis empat tahun enam bulan (4,5 tahun) penjara. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi APBDes secara berlanjut, hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 1.006.633.856,95. Majelis hakim pimpinan Bambang Ekaputra dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa. Terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan primer, yakni melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b, UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999, jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. Selain dihukum selama 4,5 tahun, Sentana juga dihukum membayar denda Rp 200 juta, subsider dua bulan kurungan. Masih dalam putusan hakim, juga ada hukuman tambahan yakni membayar uang pengganti sebagai akibat keru-
Bali Post/asa
Giri Prasta Mutasi Pejabat Eselon III dan IV BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta melantik pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, bertempat di ruang Kerta Gosana Puspem Badung, Rabu (13/2) kemarin. Selanjutnya dalam waktu dekat juga akan dilakukan mutasi sejumlah pejabat setingkat kepala dinas untuk mengisi jabatan yang masih lowong. Bupati Giri Prasta mengatakan, mutasi sebuah jabatan merupakan hal yang wajar untuk melakukan penyegaran dalam memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. ‘’Rotasi dilakukan sebagai hal wajar dan untuk PNS berkarier,’’ kata Giri Prasta yang ditemui usai pelantikan. Selain mutasi, untuk pro-
Karena itu langsung putus kontrak,’’ tegasnya. Selain memutus kontrak, pihaknya juga tengah memproses blacklist terhadap dua kontraktor yang menggarap lima proyek ini. ‘’Pasti nanti kita blacklist. Cuma ada prosedurnya. Karena kalau tidak di-blacklist, nanti kami lagi yang kena masalah kalau jadi temuan,’’ jelasnya. Lebih lanjut dia mengaku
tanian dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, yang saat ini dijabat oleh pelaksana tugas. Untuk melakukan pengisian jabatan tersebut, kata Bupati, pihaknya telah melakukan sejumlah proses. ‘’Untuk eselon II kita sedang berproses. Kita sudah bersurat kepada ASN untuk meminta rekomendasi. Astungkara di bulan Februari ini sudah rampung semua,’’ tegas Bupati. Pada pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 184 pegawai, yakni pejabat administrator sebanyak 40, pejabat pengawas 66, dan pejabat fungsional tertentu 78 orang. Pejabat yang dimutasi di antaranya Camat Petang dijabat oleh Drs. I Gede Eka Sudarwitha, S.Sos. dari jabatan sebel-
umnya sebagai Sekretaris Camat Petang dan Camat Kuta Rudiarta sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Camat Kuta Selatan. Selain itu, sejumlah sekretaris dinas juga diisi oleh pejabat baru, di antaranya Sekretaris Dinas Sosial, Sekretaris Badan Kesbang, Sekretaris Disdikpora, dan Sekretaris Dinas Kebudayaan. (ad446)
PELANTIKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta melantik pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, di ruang Kerta Gosana Puspem Badung, Rabu (13/2) kemarin.
BERKOORDINASI - I Putu Sentana saat berkoordinasi dengan kuasa hukumnya usai divonis bersalah dan dihukum 4,5 tahun penjara.
gian keuangan negara sebesar Rp 1.006.633.856,95. Apabila dalam waktu satu bulan setelah perkara ini mempunyai hukuman tetap terdakwa tidak membayar, maka harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi kerugian keuangan negara. Kalau harta benda tidak cukup, maka diganti dengan pidana kurungan selama satu tahun enam bulan. Setelah mendengarkan putusan tersebut, Sentana diberikan kesempatan untuk berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Namun setelah beberapa menit, Sentana tampak ragu, hingga akhirnya menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan jaksa. Vonis tersebut sejatinya lebih rendah dari tuntutan jaksa. JPU Suryawan dan Kadek Wahyudi sebelumnya menuntut terdakwa dihukum selama lima tahun penjara. Di samping itu, denda Rp 200 juta, subsider tiga bulan kurungan. Jaksa juga memberikan hukuman tambahan pada terdakwa yakni membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp 1.006.633.856,95 yang apabila tidak bisa dibayar, diganti dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan. Seperti diberitakan sebelumnya, Sentana oleh jaksa diduga melakukan korupsi APBDes pada tahun anggaran 2016/2017. (kmb37)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E
Tingkatkan Kualitas SDM Masyarakat Jembrana
Sekolah Tinggi Bisnis Putra Harapan Terima Mahasiswa Perdana 2019/2020
TERIMA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menerima pengurus Pimpinan Cabang (PC) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Badung di ruang kerjanya, Rabu (13/2) kemarin.
Putu Parwata Dukung Gerakan KMHDI Badung Ajak Sinergi Bangun Badung
PIMPINAN Cabang (PC) Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Badung berkunjung ke rumah wakil rakyat DPRD Kabupaten Badung, Rabu (13/2) kemarin. Kehadiran mahasiswa Hindu ini diterima di ruang kerja Ketua DPRD Badung Putu Parwata. Dalam pertemuan itu, Putu Parwata mengajak jajaran KMHDI Badung turut berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Badung. Terlebih, generasi muda akan menjadi tonggak dalam memajukan Badung, sehingga diharapkan generasi muda memiliki jati diri, adat, dan budaya Bali yang kuat. ‘’Saya selaku dewan menyambut baik program-program yang
telah disampaikan. Kami siap mendukung program-program yang telah dirancang,’’ ungkapnya. Politisi asal Dalung, Kuta Utara itu mengajak KMHDI b e r s i n e r g i m e m b a n g u n B adung dengan menyukseskan program-program yang telah dirancang pemerintah. Seperti turut menggaungkan pariwisata Badung ramah lingkungan dengan mengurangi penggunaan plastik. ‘’Adik-adik mahasiswa bisa berbuat mulai dari hal yang kecil. Misalnya, mengampanyekan no plastic dengan menyebarkan kantong plastik ramah lingkungan kepada wisatawan,’’ ujarnya. Selain itu, Putu Parwata
mengingatkan kepada generasi muda yang tergabung dalam KMHDI Badung tidak terpengaruh dengan hal negatif yang dapat merusak masa depan. ‘’Kami berharap generasi muda ini memiliki karakter tidak terpengaruh generasi melinial yang hoax, memiliki jati diri adat dan budaya Bali. Jadi kami ingatkan asas kebersamaan dan manyamabraya supaya tidak tergerus kemajuan zaman,’’ katanya. Politisi PDI Perjuangan Badung ini mengatakan akan mendukung diskusi politik yang telah dicanangkan dalam waktu dekat. ‘’Kami bantu penuh seperti seminar politik yang akan dilaksanakan di gedung DPRD,’’ pungkasnya. (ad449)
B R A N D I N G D I S I N I
SEBAGAI wujud kepedulian terhadap peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Yayasan Jagatnatha kini membuka Sekolah Tinggi Bisnis Putra Harapan di Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Kampus dengan SK Izin No. 1254/KPT/I/2018 Tanggal 28 Desember 2018 ini membuka dua program studi (prodi) yakni Strata 1 (S-1) Manajemen dan S-1 Akuntansi. Sekretariat sekolah tinggi ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman No. 2 Negara (Tlp : 0365 41483, 41485). Sedangkan kampusnya sedang dibangun di Jalan Danau Batur, Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kota Negara dengan luas total 1 hektar dengan empat lantai. Meskipun sedang dibangun, sekolah tinggi satu-satunya di Kota Negara ini sudah menerima mahasiswa perdana tahun ajaran 2019/2020 yang diserahkan langsung Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. kepada perwakilan kampus Fenny Sengkey, S.E., M.M. di Kantor LLDikti Wilayah VIII, Kamis (24/1) lalu. Ketua Yayasan Jagatnatha Dr. I Ketut Putra Suarthana, M.M. mengatakan latar belakang dibukanya Sekolah Tinggi Bisnis Putra Harapan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Negara, khususnya generasi muda lulusan SMA/SMK agar bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sebab, sejauh ini belum ada perguruan tinggi di Kota Negara, sehingga mereka harus menempuh pendidikan ke Kota Denpasar, bahkan ke Banyuwangi, Jawa Timur. Hal ini tentu menjadi beban bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tingginya, karena harus mengeluarkan biaya lebih. ‘’Visi kami membuka Sekolah Tinggi Bisnis Putra Harapan di Negara adalah memberikan kesempatan dan membantu masyarakat di sana agar tidak harus jauh-jauh menempuh pendidikan tinggi. Di Jembrana kami juga sudah buka kampus Stikes. Di daerah lain juga akan kami kembangkan kampus yang serupa, karena di Denpasar, Badung dan Singaraja sudah kami kembangkan. Kami ingin memasyarakatkan perguruan tinggi di setiap daerah di Bali agar merata. Itulah komitmen kami agar beban masyarakat bisa berkurang dan kualitas SDM di Bali bisa meningkat dan merata,’’ tandas Putra Suarthana, Rabu (13/2) kemarin. Dengan dibukanya sekolah tinggi ini, pihaknya
SERAH TERIMA - Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. saat serah terima mahasiswa perdana tahun ajaran 2019/2020 kepada perwakilan Sekolah Tinggi Bisnis Putra Harapan Fenny Sengkey, S.E., M.M. di Kantor LLDikti Wilayah VIII, Kamis (24/1) lalu. berharap masyarakat Negara pada khusunya dan Jembrana pada umumnya agar percaya serta mau menempuh pendidikan di sekolah ini. Sebab, selain dapat menghemat biaya pendidikan, masyarakat akan mendapatkan kualitas pendidikan yang memadai. Karena sekolah tinggi ini didukung tenaga pengajar yang berkualitas dan berpengalaman di bidangnya. ‘’Ke depan kami juga berencana akan membuka S-2 di sana (Negara - red), sehingga kualitas SDM masyarakat di sana lebih meningkat dan tentunya berkualitas,’’ pungkas Putra Suarthana yang juga Ketua Yayasan Tattwan Asi ini. (ad450)
Audiensi Sejumlah Tokoh Kejawen di Istana Mancawarna
Shri Gusti Wedakarna Restui Pendirian Patung Sabdo Palon Terbesar di Kediri Jatim
KUNDAPIL - Ratusan anggota STT dari 24 banjar di Kota Tabanan kompak menghadiri kundapil anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. di Wantilan Desa Pakraman Tabanan, Selasa (12/2).
Kundapil Made Urip Dukung Kreativitas Generasi Milenial
C E Anggota STT dari 24 Banjar Se-Kota Tabanan Kompak Hadir R RATUSAN anggota Sekaa Ter- mengakui Made Urip tak henti- agar dari 20 ribu saat pemilu sebeuna Teruni (STT) dari 24 banjar hentinya turun ke masyarakat seka- lumnya, tapi kali ini wajib 27 ribu Pakraman di Kota Taban- ligus mendukung program-program untuk Pak Urip suaranya. Jadi saat I se-Desa an kompak menghadiri Kundapil yang diberikan, khususnya pemuda pemilu jangan hanya ingat bantuDaerah Pemilihan) saat perayaan Nyepi diberikan sun- annya saja, tapi lupa jasa-jasanya. anggota Komisi IV DPR-RI dari tikan moral dan material. Termasuk tokoh-tokoh lainnya, T (Kunjungan Fraksi PDI Perjuangan Drs. I ‘’Termasuk memberi bantuan ingat itu,’’ tandas Wabup Sajaya. Urip, M.Si. di Wantilan bagi desa pakraman, sehingga Pada kesempatan itu, Made Urip A Made Desa Pakraman Tabanan, Selasa masyarakat akan mendukung mengakui kundapil ini menjadi S U K S E S
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
(12/2) malam. Kundapil Anggota DPR-RI empat periode yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu langsung disambut Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan selaku Wakil Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. beserta Caleg DPD-RI dapil Bali Ida Bagus Purba Negara bersama Caleg DPRD Bali dapil Tabanan I Made Supartha, S.H. dan Sagung Mirah, caleg yang juga anggota DPRD Tabanan Putu Desta Kumara dan Caleg DPRD Tabanan Ni Made Rahayuni. Sambil mendampingi Made Urip, Bendesa Pakraman Tabanan I Gusti Gede Ngurah Siwa Genta mengungkapkan anggota dewan yang dikenal sebagai bapak sejuta traktor itu turun langsung ke Desa Pakraman Tabanan untuk menyerap usulan dan aspirasi generasi milenial. ‘’Kita mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Made Urip yang selalu mendukung kreativitas generasi muda. Bertepatan dengan hari raya Nyepi bersama Pak Wakil Bupati juga hadir memberi support kegiatan ogoh-ogoh STT di Pakraman Tabanan,’’ katanya seraya
mimimal 80 persen suara bagi Pak Urip nanti,’’ tegasnya seraya ditambahkan Ketua Paiketan ST se-Desa Pakraman Kota Tabanan I Gusti Putu Udiana Ariawan yang mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang hadir langsung memberikan motivasi terkait aspirasi dan usulan generasi muda. ‘’Terima kasih atas pembinaan kepada generasi muda dari 24 banjar di Kota Tabanan. Pak Urip sudah memberikan pendidikan politik dan perhatian sosial bagi masyarakat. Termasuk dukungan budaya bagi sekaa teruna,’’ katanya. Di sisi lain, Komang Sanjaya selaku petugas partai di Tabanan menegaskan Made Urip dimandatkan oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dicalonkan kembali menjadi Caleg DPR-RI untuk periode kelima kalinya. ‘’Pak Made Urip akan mendapat suara 27 ribu di sini,’’ ungkapnya seraya disambut gelegar suara petir. Bahkan, jika semuanya dari 24 banjar ini sudah kompak bersatu, akan terus ditingkatkan bantuan, termasuk dana untuk ogoh-ogohnya. ‘’Saya meminta
momen yang sangat baik untuk bertatap muka, khususnya dengan generasi milenial di Tabanan. Apalagi selaku anak muda juga memiliki hak pilih, sehingga sudah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemenangan PDI Perjuangan. ‘’Termasuk saya juga diberikan dukungan sehingga terpilih empat periode di DPR-RI,’’ bebernya sekaligus mengatakan kembali juga ditugaskan maju menjadi caleg DPR-RI yang pertama kalinya berbarengan dengan pemilihan presiden, sehingga perlu disosialisasikan, khususnya bagi pemilih pemula. Made Urip memaparkan saat ini sedang menjalankan tugas sebagai DPR-RI untuk melakukan kundapil di Bali yang dilakukan enam kali setahun. ‘’Kita menyerap aspirasi di daerah pemilihan, terutama masukan-masukan yang bisa diberikan oleh generasi muda. Jadi ini bukan arena kampanye, namun tugas DPR-RI di daerah pemilihan. Karena itu, jika ada pemberian dana untuk STT itu, bukan money politics agar tidak menimbulkan persoalan lain,’’ jelasnya. (kmb)
SEJUMLAH tokoh Siwa Buddha, tokoh Kejawen dan penggiat kepercayaan nusantara hadir di Istana Mancawarna, Tampaksiring menemui Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Mereka adalah Paguyuban Penggiat Kediri Garuda Nusantara (PPKGN) dan Yayasan Sasana Buddhi Dharma Nusantara yang dikenal sebagai penggiat dan pelestari budaya Nusantara, khususnya nilai-nilai Majapahit. Adapun sejumlah agenda dari dua pertemuan berbeda tersebut adalah untuk meminta doa dan restu terkait dengan rencana budaya yang akan dijalankan komunitas pelestari budaya, khususnya dalam melestarikan budaya Majapahit. Sebagaimana yang disampaikan Heru Cokrobhuwono (Pinisepuh) yang menyatakan kedatangannya ke Bali adalah untuk bersilaturahmi dengan tokoh Hindu Indonesia yang sangat dikenal di tanah Jawa yakni Shri Arya Wedakarna dan meminta doa restu dengan rencana pembuatan Patung Sabdo Palon Nayo Genggong yang kini sudah dalam tahap persiapan di Kediri, Jawa Timur. ‘’Kami mengundang Ratu Gusti Wedakarna untuk bisa hadir di tanah Jawa untuk memberikan surya kepada kami, para pecinta budaya Majapahit. Semoga dengan kehadiran Ratu Gusti membawa paring berkah kepada kami semua. Bukan saja umat Siwa Budha, tapi juga umat Kejawen, dan lintas agama. Sekaligus kami memohon doa restu untuk pembangunan lingga terbesar,’’ kata Heru Cokrobhuwono. Hal senada juga disampaikan Romo Sarjono Danuwibowo dari Sasana Buddhi Dharma Nusantara yang menyampaikan ke depan nilainilai Majapahit diharapkan terus hidup dan bangkit demi lestarinya budaya asli Nusantra. ‘’Saya dan keluarga besar berharap sekali agar Ratu Gusti Wedakarna tetap bisa mengayomi para kawula alit, karena kami sadar bahwa kebudayaan Nusantara akan banyak mendapat tantangan. Restu dari Bali sangat kami butuhkan,’’ ucap Romo Sarjono yang didampingi
MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat menerima tamu dari Tanah Jawa di Istana Mancawarna, Tampaksiring. sejumlah pengurus. Terhadap kedua hal tersebut, Shri Arya Wedakarna menyampaikan dukungannya akan rencana budaya, khususnya pendirian dari simbol Majapahit yakni Patung Sabdo Palon dan Candi Lingga Siwa Sakti. ‘’Saya berpesan, jika kita ingin membangun sesuatu untuk leluhur Kerajaan Majapahit, maka semua harus dipersiapkan dengan baik dan jangan sekali-sekali tidak berkualitas. Jika ingin membangun patung, maka bangunlah yang terbaik dengan bahan-bahan berkualitas tinggi, sehingga bertahan ratusan tahun. Jika ingin membuat candi, buatlah dengan ciri khas yang tidak bisa ditemukan di belahan wilayah manapun. Saya berikan nasihat bangunlah lingga terbesar dengan lilitan Naga Vasuki. Ini akan menjadi ikon baik untuk Hindu Nusantara. Dan yang paling penting adalah para penggiat dan pelestari budaya Majapahit harus jelas dulu apa agamanya agar tidak menjadi masalah. Berbicara
tentang Majapahit, maka kita tidak hanya bicara sejarah, tapi juga bicara sistem ritus, sistem budaya vedic dan tentu yang mengempon candi, patung, kuil dan pura haruslah Hindu. Di Indonesia ini yang keturunan Majapahit banyak, tapi yang bisa nguri-nguri kebudayaan Majapahit hanyalah seorang penganut Hindu Dharma. Jadi saran saya, umat yang ingin terlibat agar menjalani proses Sudiwidani (pindah ke Hindu) sesuai dengan aturan PHDI. Jika itu dilakukan maka pemargi akan bermunculan secara gaib. Bagi saya, leluhur tidak bisa diajak main-main. Leluhur tidak bisa diajak untung-untungan. Harus serius. Masalah nanti di Tanah Jawa akan banyak umat kembali ke Hindu (Siwa Buddha) itu sudah hak individu dan dilindungi undang-undang. Saya akan tedun ke Tanah Jawa sesuai undangan panjenengan,’’ terang Shri Gusti Wedakarna yang bergelar Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX ini. (ad448)
Dukung Program Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Putri Suastini Koster Sosialisasikan HATINYA PKK di Denpasar
GUNA mempercepat penghijauan seluruh natah (halaman rumah) di Bali, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster secara maraton turun melakukan sinkronisasi dan harmonisasi gerakan PKK. Kali ini Putri Suastini Koster beserta jajaran pengurusnya turun ke Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Rabu (13/2) kemarin. Dalam arahannya, Putri Suastini Koster menerangkan bahwa salah satu program yang tengah digalakkan adalah HATINYA PKK yang berarti Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Program ini digalakkan agar nantinya seluruh halaman rumah masyarakat Bali menjadi indah setelah ditanami tanaman yang berguna untuk kebutuhan sehari-hari.
Kepada masyarakat sekitar, ia mengharapkan agar natah rumah masyarakat Bali dapat dikembalikan fungsinya seperti zaman dulu yaitu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ‘’Saya ingin agar semua natah ditanami sayuran dan obatobatan, untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Jadi selain menambah asri halaman rumah, masyarakat juga menjadi lebih hemat karena semua kebutuhan sudah tersedia di natah,’’ jelasnya yang dalam kesempatan tersebut turut juga didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra. Lebih dari itu, ke depan dia tidak ingin gerakan seperti ini dilakukan hanya pada saat lomba. ‘’Jangan hanya berhenti pada satu rumah sebagai percontohan, saya
ingin semua melakukan gerakan yang sama,’’ ujarnya. Untuk mendukung program tersebut, ia mengaku pihaknya telah menyiapkan dana yang disebar ke seluruh kabupaten/ kota di Bali. ‘’Kali ini TP PKK menyiapkan anggaran sebesar 1 miliar rupiah, dan saya berharap untuk ke depan bisa diperbanyak lagi,’’ tuturnya. Ia mengaku PKK Provinsi Bali bekerja sama dengan Pemprov Bali memberikan bantuan sebesar Rp 15 juta bagi masingmasing desa percontohan untuk membeli tanaman agar ditiru oleh desa di sekitarnya. Selain bantuan tersebut, PKK Provinsi Bali dan pemprov juga telah menyiapkan dana bantuan untuk lansia sebesar Rp 12 juta di setiap desa percontohan.
Pada bagian lain, pendamping orang nomor satu di Bali ini juga meminta agar program kerja PKK dapat dilaksanakan secara linear dari tingkat desa hingga tingkat provinsi. Untuk itu, ia minta dukungan semua pihak dalam menyukseskan programprogram PKK. ‘’Tidak boleh berhenti sampai di sini saja, harus kita gelorakan dari waktu ke waktu, demi kemajuan Bali. Mari kita wujudkan keluarga Bali yang berkualitas dan berdaya saing dalam mengawal visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ tandasnya. Kegiatan sinkronisasi dan harmonisasi diisi pula dengan acara penanaman bibit sayur dan tanaman obat di pekarangan milik Ibu Sriasih Romo, serta berkesempatan juga meninjau pelaksanaan IVA test. (ad457)
TURUN - Putri Suastini Koster beserta jajaran pengurusnya ketika turun ke Desa Sanur Kaja, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Rabu (13/2) kemarin.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
DAERAH
5
Main Pukul, Kernet Bus Ditangkap Mangupura (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di samping Hotel Crystal, Jalan By-Pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, beberapa waktu lalu. Kernet bus, Made Primayoga (24), memukul istri tokoh agama, Antika Joda (40), asal Jakarta. Akibat perbuatannya itu, Primayoga ditangkap dan ditahan di Mapolsek Kuta, Jumat (8/2) lalu. Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah didampingi Kanitreskrik Iptu Putu Ika Prabawa, Rabu (13/2) kemarin, mengatakan saat kejadian sekitar pukul 20.00 Wita, korban hendak masuk ke hotel. Namun saat hendak masuk ke areal hotel, mobil korban ditabrak pengendara sepeda motor di TKP. ‘’Korban lalu turun dari mobil untuk mengecek kondisi mobilnya. Kebetulan saat itu lagi macet. Di belakangnya bus dan terus mengklakson. Korban sudah bilang ‘Iya pak, sabar, sabar’ tapi sopir bus terus mengklakson,’’ kata Iptu Ika. Melihat hal itu, pelaku yang beralamat di Jalan Babakan Sari Gang Rindu, Pedungan, Denpasar Selatan ini langsung turun dari bus, lalu menghampiri korban. ‘’Antara pelaku dan korban sempat adu mulut,’’ ujarnya. Pelaku semakin emosi, dia langsung memukul wajah korban. Selain itu, pelaku juga menendang perut korban. Pelaku belum puas, dia lalu mengambil kayu yang rencanakan dipakai memukul korban. Tetapi warga yang melihat kejadian itu langsung melerai. Selanjutnya pelaku asal Buleleng ini naik bus dan langsung pergi. ‘’Korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta. Dia mengalami luka memar pada pipi kanan dan merasa sakit pada perut,’’ tegas mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Panit Reskrim Polsek Kuta Iptu Putu Budi Artama bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Polisi lalu mengecek rekaman CCTV yang ada di TKP. Pada Jumat pukul 15.00 Wita, pelaku ditangkap di tempat tinggalnya. ‘’Saat kami interogasi, pelaku mengakui memukul korban sebanyak satu kali di pipi kanan dan menendang bagian perut sebanyak satu kali. Pelaku sudah kami tahan,’’ kata Ika. (kmb36) MACET - Kondisi kemacetan lalu lintas menuju simpang Jimbaran.
Bali Post/edi
Atasi Kemacetan di Simpang Jimbaran
Badung Usulkan ’’Underpass’’ dan Koneksi ke Jalan Tol
Mangupura (Bali Post) -
Bali Post/ist
DITANGKAP - Made Primayoga ditangkap terkait kasus penganiayaan.
Infrastruktur Bagus, Kunjungan ke Alas Purwo Meningkat
Banyuwangi (Bali Post) Bagusnya kondisi jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo membuat kunjungan wisatawan ke kawasan wisata ini melonjak. Selain mulusnya infrastruktur, naiknya kunjungan juga dipicu penetapan biosfer dan cagar alam dunia oleh UNESCO. Kasubag TU Balai Taman Nasional Alas Purwo Muhammad Wahyudi menjelaskan naiknya kunjungan wisatawan ke Alas Purwo dirasakan paling tajam sejak tiga tahun terakhir. Tahun 2016, wisatawan yang berkunjung mencapai 134.130 orang. Lalu, tahun 2017 sebanyak 137.430 orang. Jumlah ini melonjak taham tahun 2018 yang tembus 211.049. ‘’Lonjakan ini seiring perkembangan sektor pariwisata di Banyuwangi. Apalagi kini ada penerbangan langsung dari Jakarta dan Surabaya serta direct flight dari Kuala Lumpur. Ditunjang perbaikan akses serta penambahan sarana dan prasarana yang menambah kenyamanan pengunjung,’’ kata Wahyudi, Rabu (13/2) kemarin. Perbaikan akses jalan menuju Alas Purwo hingga Pantai Pancur, katanya, menjadi penopang wisatawan mau berkunjung ke Alas Purwo. Selama ini, katanya, wisatawan enggan berkunjung lantaran aksesnya yang kurang nyaman. ‘’Sekarang, setiap akhir pekan, kunjungan wisatawan selalu ramai,’’ jelasnya. Taman Nasional Alas Purwo, lanjut Wahyudi, dikenal dengan hutan alami dan aneka satwa dilindungi. Menyusuri kawasan ini tak ubahnya
menjelajahi alam liar di Indonesia, konon merupakan tanah tertua di Jawa. Luas Alas Purwo mencapai 44.037 hektar. Wisatawan dapat melalui Kota Banyuwangi berlanjut menuju Kalipait. Jarak tempuh sekitar satu jam lebih. Tarif masuknya Rp 7.500 per orang. Wisatawan akan disambut rerimbunan pohon mahoni di sepanjang jalan utama. Menyusurinya juga menyenangkan. Jalannya sudah beraspal, mulus. Di dekat pintu masuk, wisatawan bisa melihat candi Hindu, Situs Kawitan. Dalam bahasa Jawa Kawi artinya tua. Ini dikaitkan dengan Alas Purwo, dipercaya sebagai tanah yang tertua di Jawa. Paling menarik, padang savanna ke Sadengan. Di tempat ini bisa melihat burung merak, rusa, dan banteng Jawa. Pengunjung bisa melihat dari menara. Jika ingin melihat burung merak, harus datang pagi-pagi sekitar pukul 06.00 WIB. ‘’Taman Nasional Alas Purwo terdiri dari 700 flora, 50 jenis mamalia, 320 burung, 15 jenis amfibi, dan 48 jenis reptil,’’ jelas Wahyudi. Alamnya juga eksotis. Pantainya berpasir putih, bersinggungan dengan Samudera Hindia. Di Pantai Ngagelan, menjadi lokasi berlabuhnya penyu saat bertelur. Lalu ada Pantai Pancur yang menjadi pintu masuk menuju goa sakral, Goa Istana. Terakhir, Pantai Plengkung atau Pantai G-Land menjadi surga bagi peselancar profesional. ‘’Tinggi ombaknya bisa 6 meter,’’ pungkasnya. (udi)
Bali Post/udi
FAUNA LANGKA - Padang Sadengan Alas Purwo yang menjadi tempat eksotik kawanan fauna langka.
Kemacetan yang sering terjadi di simpang Jimbaran memang belum bisa tertangani. Tahun 2018 lalu, simpang Jimbaran sempat akan dilakukan pelebaran, namun ditunda akibat proses pembebasan lahan belum selesai. Tahun 2019 ini kembali muncul usulan masyarakat untuk pembuatan underpass di sana. Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba mengatakan proses sebelumnya memang tidak jadi akibat pembebasan lahan belum selesai. Saat ini memang ada usulan masyarakat untuk membuat underpass. ‘’Saat ini sedang dirancang kembali untuk penanganan di simpang Jimbaran. Untuk underpass diusulkan di perencanana tahun 2020. Setelah
itu baru akan dimaksimalkan pembebasan lahan, berapa yang dibutuhkan,’’ katanya, Rabu (13/2) kemarin. Dikatakan, yang paling efektif untuk menghindari kemacetan di sana memang underpass. Tahun 2020 diusulkan ke pusat, sekaligus jalan lingkar selatan. Namun untuk pembebasan lahan oleh Pemkab Badung. Menurut Surya Suamba, solusi ke-
macetan di simpang Jimbaran, bahkan bukan sekadar underpass saja. Melainkan idealnya juga dilengkapi dengan koneksi menuju Jalan Tol Bali Mandala. Koneksi menuju Jalan Tol Bali Mandara itu, menurutnya, juga akan memaksimalkan fungsi jalan lingkar selatan nanti. Sehingga pengguna jalan lingkar selatan yang hendak menuju arah Denpasar ti-
Bali Post/asa
BERIKAN JAWABAN - JPU Ida Bagus Putu Swadarma Diputra dan Putu Gede Sudiarta didampingi Kasipidum Arief Wirawan, Kasiintel dan Humas Agus Sastrawan dari Kejari Denpasar saat memberikan jawaban terkait tuntutan delapan bulan atas kasus pangeroyokan.
Soal Kasus Pengeroyokan Menyebabkan Kematian
Dituntut Delapan Bulan, Jaksa Sebut Ada Pernyataan Perdamaian Denpasar (Bali Post) Heboh kasus pengeroyokan menyebabkan kematian yang pelakunya hanya dituntut delapan bulan penjara cukup membuat telinga kejaksaan memerah. Jaksa penuntut umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadarma Diputra dan Putu Gede Sudiarta didampingi Kasipidum Arief Wirawan, Kasiintel dan Humas Agus Sastrawan dari Kejari Denpasar, Rabu (13/2) kemarin membeber beberapa alasan mengapa terdakwa dituntut delapan bulan. Dijelaskan, tuntutan itu sesuai fakta persidangan. Sudah ada pernyataan perjanjian perdamaian antara keluarga korban dengan pihak terdakwa. ‘’Di persidangan, keluarga terdakwa tidak ada menuntut apa-apa.
Terdakwa juga menyantuni korban, mulai dari biaya pengobatan, biaya pengiriman jenazah hingga penguburan yang nilainya Rp 60 juta,’’ tandas Agus Sastrawan. Nah, karena itulah kemudian menjadi pertimbangan jaksa dalam menuntut para terdakwa dengan pidana penjara selama delapan bulan. Lima terdakwa itu adalah I Kadek Adi Indrawan alias Dek Kung (23), I Gede Jessie Antara alias Dede (25), I Wayan Ade Andika Putra alias Bojes (23), I Ketut Agus Sukarja Putra alias Penjor (26) dan I Putu Yogi Saputra (21). Lantas bagaimana menyikapi putusan majelis hakim karena perkara ini sudah menjadi perhatian publik? Jaksa menyatakan tetap menunggu hasil putu-
san hakim. Jika dibawah 2/3, maka pihaknya akan menyatakan banding. ‘’Namun jika di atas itu, atau sama, bahkan lebih kita akan menerima,’’ sahut Kasipidum Arief Wirawan. Rencana putusan itu akan dibacakan Kamis (14/2) hari ini. Seperti berita sebelumnya JPU Ida Bagus Putu Swadarma Diputra menuntut lima terdakwa kasus pengeroyokan hingga menyebabkan korban Umbu Wedo Gaung Lahallo meninggal. Peristiwa itu terjadi di depan Minimarket Wahyu Jaya, Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan. Korban, kata jaksa, menderita luka di kepala bagian kanan akibat kekerasan benda tumpul. Itu juga yang diduga membuat korban meninggal dunia. (kmb37)
dak perlu lagi melintas di Jalan By-pass Ngurah Rai wilayah Kedonganan. Melainkan bisa langsung menuju Jalan Tol Bali Mandara. Dikonfirmasi terpisah, PPK Perencanaan P2JN Bali A.A. Yoni Sathia Puspadewi, S.T. mengaku belum mengetahui apa yang akan diusulkan Pemkab Badung. Apakah nanti underpass atau bangunan lain. Kalau nanti memang masuk usulan untuk underpass, memang perlu juga dipertimbangkan management traffic-nya. Harus diketahui dulu permasalahan yang terjadi di sana. Apakah
macet atau simpul, itu perlu dilakukan kajian dulu serta desainnya. Kalau nanti memang benar usulannya disetujui, itu juga perlu dilakukan studi kelayakan atau feasibility study (FS). FS ini perlu dilakukan untuk mengetahui pembangunan underpass akan menyelesaikan masalah di mana saja. Apakah hanya di titik ini saja atau juga berdampak dengan jalan di luar kawasan itu. ‘’Tentu dampak di luar itu juga perlu diperhitungkan. Perlu atau tidaknya underpass, harus dikaji,’’ imbuhnya. (kmb23)
Musim Hujan, Kasus DBD Mulai Merebak
Banyuwangi (Bali Post) Musim hujan mulai mengganggu kesehatan warga di Kabupaten Banyuwangi. Sejak dua bulan terakhir, kasus demam berdarah dengue (DBD) terus bermunculan. Total sudah menembus 32 kasus. Meski belum ada korban jiwa, Dinas Kesehatan setempat memberikan sinyal siaga DBD. Salah satunya gerakan membasmi jentik nyamuk secara massal. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi dr. Wiji Lestariono mengatakan di musim penghujan DBD menjadi penyakit musiman. Menurutnya, telah ditemukan 22 kasus DBD pada Januari. Dan Februari muncul 10 kasus. ‘’Total ada 32 kasus DBD di Banyuwangi selama dua bulan ini. Jumlah ini lebih rendah dari kasus tahun lalu sebanyak 38 kasus,’’ kata dr. Rio, Rabu (13/2) kemarin. Jumlah tersebut, lanjutnya, hasil laporan rumah sakit yang ada di Banyuwangi. Setiap ditemukan pasien DBD, RS wajib melaporkan kepada Dinkes. ‘’Rata-rata pasien menjalani rawat inap selama 3-5 hari dengan tingkat kesembuhan 100 persen. Kami berharap jumlah ini tidak akan bertambah,’’ imbuhnya. Pihaknya mengajak masyarakat menghindari serangan DBD dengan aktif memberantas jentik nyamuk. Menurutnya, penularan DBD terjadi karena gigitan nyamuk aedes aegypti. Sehingga untuk menghindarinya dengan menghilangkan terjadinya penetasan jentik nyamuk tersebut. Salah satunya lewat gerakan menguras tempat yang sering menjadi penampungan air seperti bak mandi, tempat penampungan air minum, pot bunga. Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DB. ‘’Lalu, bisa dengan berbagai pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada penampungan air, menggunakan obat anti nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik nyamun, menggunakan kelambu saat tidur dan lainnya. Ini semua sangat butuh peran aktif dari setiap warga,’’ jelasnya. Ditambahkan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada warga, termasuk melibatkan kader PKK di setiap kelurahan untuk memberikan informasi kepada ibu-ibu di dasawisma. ‘’Kami juga mengintensifkan pemeriksaan jentik berkala oleh petugas puskesmas. Seperti monitoring cek jentik satu rumah satu Jumantik (juru pemantau jentik),’’ tegasnya. Mereka, kata Rio, juga melibatkan anak sekolah sebagai jumantik cilik untuk mengecek jentik di sekolah dan di rumahnya masing-masing. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk edukasi. (udi)
Bali Post/udi
CEK JENTIK - Petugas jumantik mengecak jentik nyamuk di salah satu warga di Kelurahan Kertosari, Banyuwangi, belum lama ini.
OPINI
6
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jangan Terjebak Propaganda Politik TIDAK bisa dimungkiri, obrolan, diskusi, sampai gosip yang paling tren saat ini adalah soal politik. Soal pemilihan calon legislatif dan tentu saja yang paling nge-hits adalah pertarungan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menduduki posisi paling atas di negeri ini. Pileg dan Pilpres. Seperti itulah, ‘’kehidupan’’ sehari-hari masyarakat kita saat ini. Baik yang di kalangan awam sampai yang elite. Baik yang mungkin tidak tahu pasti tentang politik sampai yang mungkin merasa tahu tentang masalah ini. Semua berlangsung, mungkin tiada henti sampai akhirnya hari H pemilihan. Pertanyaannya mungkin, sejauh mana masyarakat sebenarnya peduli dan tahu tentang masalah ini? Mungkin saja kalau dilihat gebyarnya saja, dari luar, perhelatan politik nasional ini memang menyita perhatian, tetapi apakah substansinya bisa dipegang masyarakat? Ini lagi-lagi soal budaya politik. Soal sejauh mana masyarakat kita melek politik sehingga tahu nanti apa yang akan dilakukan pada puncak perhelatan. Ketika berada di bilik pencoblosan, tahu dan mengerti siapa yang akan dicoblos. Untuk menentukan pilihan tentu mesti dilatarbelakangi oleh pengetahuan. Boleh sedikit, apalagi banyak tentu lebih baik. Sehingga nantinya masyarakat memiliki budaya politik partisipan. Tahu menggunakan dan sadar melakukan hak pilihnya. Apakah sejauh ini, media massa termasuk media sosial mampu memainkan perannya secara positif? Atau para kontestan serta para tim kampanyenya sudah mampu melakukan pendidikan politik secara baik? Apakah juga masyarakat terutama kalangan milenial, sebagai pemilih pemula, tahu betul apa sebenarnya terjadi dan akan mereka hadapi saat itu? Terlalu dini mungkin untuk mengambil kesimpulan tanpa melakukan penelitian atau survei yang bisa dipertanggungjawabkan validitasnya. Lembaga survei yang bertebaran saat ini, memang banyak menyuarakan hasil elektabilitas masing-masing pasangan, terutama dalam kaitan pilpres. Tetapi, sekali lagi, soal validitas serta netralitas dan sebagainya banyak juga yang meragukannya. Apalagi, survei ataupun polling dari lembaga abal-abal pun tidak jarang dipakai acuan. Ini sungguh tidak benar. Apakah akan seperti ini pola pikir para pemilih kita? Apalagi mereka juga dicekoki berbagai model serta cara kampanye yang sangat jauh dari kepantasan di media sosial. Mereka bisa terpolarisasi. Terbagi identitasnya. Ini berbahaya. Berbahaya bagi generasi muda yang notabene mereka akan melanjutkan pembangunan di negeri ini. Mereka bisa menjadi sangat partisan dan menimbulkan fanatisme berlebihan, disintegratif atau bisa juga menjadi sangat apatis. Tidak mau tahu dan tenggelam dalam rutinitas sehari-hari. Bermasa bodoh soal kehidupan serta dinamika politik yang ada di depan mata mereka. Akan seperti apa nantinya? Tentu kita masih melihat sinar terang. Ada kesempatan yang mesti dipergunakan oleh semuanya. Apalagi kalau hal itu dibarengi dengan iktikad baik, integritas, dedikasi pada negeri. Tidak ada yang tidak mungkin. Perhelatan politik ini hanya salah satu proses dalam berbangsa dan bernegara. Tetapi ini sangat penting. Untuk itulah, kita akan melakukannya dengan baik dan benar. Namun, kesadaran sebagai pemilih tetap harus dibangun. Pemilih jangan terjebak provokasi atau malah tergiur propaganda tanpa ada upaya untuk melakukan filter informasi. Jadilah pemilih yang bijak dengan mengedepankan kepentingan bangsa. Propaganda politik atau gosip politik anggap saja jalan menuju pencerdasan. Syaratnya, tetaplah berjalan di jalur yang benar dan jangan sampai tersesat jebakan politik.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menunggu Komitmen Pejabat Kelola PHR Pengelolaan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) ternyata diatensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini tentu hal menarik yang patut disikapi. Selama ini, PHR menjadi pelumas pengelolaan pemerintahan di Bali. Makanya ada daerah yang kaya dan miskin di Bali. Padahal jika dilihat dari kontribusinya terhadap sektor pariwisata, nyaris semua kabupaten/kota di Bali memiliki objek wisata yang memiliki daya jual. Menjadi menarik saya baca di Harian Bali Post, Rabu (13/2), ketika KPK meminta Provinsi Bali mengintegrasikan PHR. Apakah hal ini akan dilakukan secara mudah atau akan mendapat hambatan dari para bupati/wali kota yang selama ini telah mengelola secara otonomi PHR ini. Yang jelas, saya sebagai rakyat Bali dengan melihat beban krama Bali dalam menjaga budayanya, ada baiknya pengelolaan PHR memang diintegrasikan. Saya menunggu komitmen pejabat di Bali dalam hal ini. Kita tentu harus berpikir holistik terhadap pengelolaan Bali. Terlebih kini muncul wacana pemerintahan one island one management. Ini adalah momentum bagus untuk membuktikan bahwa pemimpin kita di Bali tak terjebak kepentingan personal dan parsial dalam mengelola pemerintahan. Saya berharap, langkah mengintegrasikan pengelolaan PHR ini segera dikomunikasikan dan dilakukan secara terbuka. Komunikasi dengan semua pihak hendaknya dilakukan dengan rasa ngayah untuk Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Gosip Politik Pilpres 2019 Atmosfer Pemilu 2019, baik Pileg maupun Pilpres mulai memanas. Kontestasi Pilpres dirasa lebih mendominasi dinamika politik karena hanya diikuti dua pasangan klasik (el classico). Hal ini menyebabkan munculnya gesekan dan polarisasi yang ekstrem antarkubu dan pendukungnya. Perang opini dan sosialisasi peta dukungan terus menghiasi media massa dan media sosial. Sayangnya, dinamika tersebut terasa masih miskin dari adu gagasan sebagai esensi demokrasi. Fenomena yang terjadi justru praktik kotor yang menodai dan menyebabkan degradasi kualitas demokrasi, misalnya kampanye hitam (black campaign). Kampanye hitam sebagian besar diawali dan didasari oleh gosip-gosip politik yang berseliweran liar.
Oleh Ribut Lupiyanto
G
osip politik adalah wajar dan niscaya dalam dinamika pesta demokrasi. Kahlil Gibran dalam puisinya berujar “Jika engkau mengabarkan rahasiamu kepada burung, jangan salahkan burung jika berkicau kepada angin. Dan angin mengembuskannya ke seluruh dunia“. Gosip politik menurut Stein disebut pula sebagai grapevine. Grapevine dimaknai sebagai metode pemberian laporan rahasia dari orang ke orang yang tidak dapat diperoleh melalui saluran biasa, karena isi pesan grapevine senantiasa diwacanakan ke publik melalui komunikasi informal (face to face communication). Gosip politik tidak hadir baru saja. Pada zaman Majapahit dan Mataram sudah ada orang-orang yang dibayar khusus oleh istana untuk mengembuskan kabar-kabar tertentu, guna memengaruhi alam pikir rakyat. Pujangga, brahmana, penyair, atau sekadar kecu-
dan telik sandi (informan, intelijen) adalah para pengabdi penguasa untuk menyerap atau justru mengembuskan kabar-kabar tertentu. Gosip politik era kini semakin cepat menarik perhatian publik seiring kemajuan teknologi komunikasi dan informasi. Futurolog John Naisbitt dalam bukunya ‘‘Megatrends 2000’’ menyatakan siapa yang menguasai informasi dan komunikasi dipastikan akan menguasai dunia. Pola pergerakan gosip politik dapat dipahami melalui kajian komunikasi massa (Biaro, 2012). Pertama, pertarungan politik terkunci pada soal persepsi. Persepsi menyingkirkan faktor-faktor lain, seperti kebenaran, faktualitas, dan validitas. Kedua, gosip akan menggelembung dalam kontestasi politik, karena memang direproduksi secara sistematis, intensif, dan dalam kemasan sebaik-baiknya. Ketiga, melekat dalam identitas gosip itu sendiri yang senantiasa blur (samar). Rekayasa
gosip politik adalah senjata multifungsi yang berguna untuk menutupi, mengelabui, dan mengalihkan. Di antara dua kubu kontestan tidak ada yang kebal gosip politik. Semua terkena serangan gosip dengan bervariasi bentuk dan ketajamannya. Mayoritas gosip politik mengarah ke calon presiden (capres), baik Jokowi maupun Prabowo. Jokowi terkena badai gosip seputar pencitraan, keturunan Tionghoa dan PKI, ijazah palsu, terlahir non-Muslim, dicukongi konglomerat besar, dan banyak lagi. Prabowo tidak kalah banyak diterpa gelombang gosip. Misalnya dugaan kewarganegaraan ganda, utang perusahaan Prabowo dan gaji pekerjanya lima bulan belum dibayar, tuduhan penghilangan paksa aktivis 1998, penyiksaan pejuang prokemerdekaan di Timor Timur, dan lainnya. Komunikonten (2019) melaporkan salah satu risetnya yang mengamati dua video gosip terhadap Jokowi dan
Prabowo. Gosip Jokowi yang dipilih berjudul “Saksi Hidup PKI Ibu Jokowi” dibuat 2016. Ditonton sebanyak 2.888.751 kali, disukai 3.100 akun, dan tidak disukai 1.900 akun. Sedangkan video gosip Prabowo dipilih judul “Inilah Fakta Ternyata Prabowo Keturunan Cina dan Beragama Kristen”. Video yang dibuat sejak 29 Januari 2018 ini ditonton 3.161.021 kali, disukai 10.000 akun, dan tidak disukai 3.800 akun. Saling serang gosip terus naik eskalasinya. Hingga kini, gosip politik terus berseliweran di tengah-tengah dinamika politik nasional yang memanas. Hal yang dikhawatirkan adalah terus berlangsungnya perang gosip politik yang mengarah hoax dan menurunkan kualitas demokrasi. Debat capres menjadi ajang harapan untuk membuktikan adanya perang gagasan dan program. Revitalisasi Demokrasi Perang gosip politik memuncak dalam Pilpres 2019 ini. Atas kondisi ini, demokrasi Indonesia mengalami kondisi darurat. Gosip politik yang terbiarkan dan justru dimanfaatkan akan menjadi bola panas yang merusak iklim kompetisi demokrasi. Semua pihak penting melakukan refleksi terkait fenomena perang gosip politik demi perbaikan di masa mendatang. Pertama, bagi elite politik penting untuk menetralisasi hadirnya gosip politik. Parpol dan politisi mesti memberikan pendidikan politik bagi tim sukses maupun pendukungnya
Membangun Budaya Kerja Rumahan
DI samping berkontribusi terhadap penurunan kemacetan lalu lintas dan penurunan pencemaran udara, budaya telecommuting juga berkontribusi terhadap peningkatan keharmonisan keluarga. Kemacetan lalu lintas di kota-kota besar di Indonesia tampaknya kini sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Peningkatan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan panjang dan lebar jalan menyebabkan kemacetan lalu lintas semakin sulit dihindari. Membiarkan horor kemacetan seperti sekarang ini berarti membiarkan terjadinya kerugian yang lebih besar lagi. Kita tahu selain berdampak negatif pada sektor ekonomi, kemacetan juga menimbulkan dampak negatif bagi aspek kesehatan. Logikanya, cara yang paling gampang untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ini adalah dengan menambah panjang jalan dan lebar jalan yang ada serta membangun jalan-jalan layang. Namun, menambah panjang jalan dan lebar jalan serta membangun jalan layang sebetulnya hanya mengatasi masalah kemacetan secara temporer. Kenapa? Karena pada akhirnya toh juga akan semakin memacu pertumbuhan jumlah kendaraan yang pada gilirannya tetap akan membuat kemacetan lalu lintas kian tidak terkendali. Hal lainnya, menambah panjang jalan, melebarkan jalan dan mem-
Oleh Djoko Subinarto buat jalan layang merupakan kebijakan yang tidak ramah lingkungan. Pasalnya, menambah panjang jalan, melebarkan jalan, dan membuat jalan layang akan selalu mengorbankan banyak lahan hijau terbuka. Dari segi waktu, kemacetan sering terjadi tatkala para pekerja secara serentak berangkat dan pulang pada jam-jam yang sama. Dengan melakukan manajemen waktu seperti mengatur jam/shift kerja, kemacetan sesungguhnya bisa dikurangi. Contohnya, untuk mengatasi masalah kemacetan ini, tidak sedikit perusahaan di luar negeri kini mulai memberlakukan empat hari kerja bagi para karyawannya. Jumlah 40 jam kerja sepekan dengan lima hari kerja diubah menjadi 40 jam kerja sepekan dengan empat hari kerja. Dengan demikian, durasi kerja yang semula delapan jam kerja per hari berubah menjadi sepuluh jam kerja per hari. Di samping itu, penerapan pola kerja jarak jauh (telecommuting) dapat pula menjadi pilihan dalam ikut mengatasi kemacetan lalu lintas. Di banyak kota di negara-negara maju, sistem telecommuting telah menjadi bagian yang menyatu dengan kebijakan pemerintah kota dalam upaya menangani masalah kemacetan
lalu lintas serta masalah pencemaran udara. Secara sederhana, istilah telecommuting merujuk kepada kemampuan seseorang untuk bekerja dari tempat tinggalnya, bekerja dari rumahnya. Seorang pekerja yang melakukan telecommuting sama sekali tidak perlu harus pergi-pulang kantor tiap hari. Ia melakukan tugas-tugasnya cukup dari tempat tinggalnya. Terdapat sejumlah keuntungan yang bisa diperoleh dari sistem kerja seperti ini. Pertama, keuntungan lingkungan. Semakin banyak orang yang bisa melakukan telecommuting semakin baik bagi lingkungan. Telecommuting akan mengurangi kemacetan lalu lintas. Berkurangnya kemacetan lalu lintas akan mengurangi tingkat pencemaran udara. Andai saja seperempat dari jumlah total pekerja yang bekerja di kotakota besar kita bisa melakukan telecommuting, paling tidak ini akan ikut menurunkan tingkat kesibukan di jalanan, yang berarti ikut pula menurunkan tingkat kemacetan lalu lintas dan menurunkan tingkat pencemaran udara dan juga pencemaran suara. Kedua, keuntungan pribadi. Pekerja yang melakukan telecommuting akan memperoleh keuntungan antara lain memiliki waktu yang efektif untuk
bekerja karena tidak memerlukan waktu tempuh perjalanan pergi-pulang kantor yang mungkin sangat melelahkan. Selain itu, pekerja yang melakukan telecommuting akan terbebas dari ancaman stres yang diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas. Keuntungan lainnya, mereka dapat menghemat anggaran karena tidak perlu mengeluarkan ongkos transportasi serta lebih dapat memelihara kedekatan dengan anggota keluarga sehingga kualitas interaksi dengan keluarga bisa dicapai dengan maksimal. Dengan begitu, ini pada gilirannya akan kian meningkatkan keharmonisan keluarga. Ketiga, keuntungan perusahaan. Perusahaan yang menjalankan telecommuting dapat memperoleh keuntungan antara lain berupa peningkatan produktivitas kerja. Kajian yang dilakukan di sejumlah kota di luar negeri, telah banyak perusahaan yang melaksanakan sistem telecommuting, menunjukkan bahwa rata-rata produktivitas kerja meningkat hingga 20 persen. Telecommuting juga mengurangi tingkat kemangkiran karyawan. Di samping itu, dengan sistem ini, perusahaan dapat membuat sejumlah penghematan dan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu seperti penghematan biaya listrik dan air, sewa gedung maupun lahan parkir.
dalam hal etika komunikasi dan strategi pemenangan. Gosip politik apalagi kampanye hitam jangan justru dimasukkan sebagai strategi kontestasi demokrasi. Kedua, bagi pengamat dan media penting tidak melakukan provokasi dan tidak memberikan informasi tanpa validitas. Setiap informasi meskipun menarik mesti didalami melalui investigasi jurnalistik. Sosialisasi visi dan misi justru lebih penting untuk dikritisi dan didiskusikan dalam ruangruang jurnalisme media. Ketiga, bagi publik penting mencerna secara cermat dan bijak terhadap setiap informasi yang datang. Penyakit era virtual seperti sekarang adalah mudah menyebarkan berita melulai forward, retweet, atau copy paste. Publik penting melakukan penyaringan informasi melalui perbandingan ke berbagai sumber, konfirmasi terhadap subjek informasi, atau lainnya. Hadirnya gosip politik hingga kampanye hitam dapat menjadi batu sandungan dan bom waktu bagi degradasi demokrasi. Gosip politik tidak memiliki peran berarti dalam kontestasi demokrasi. Sebaliknya justru dapat menjadi bumerang yang akan menggerogoti dukungan publik. Semoga gosip politik akan terminimalisasi ke depan dalam perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA); Blogger
POJOK Pertama di Indonesia, TPA Suwung akan gunakan insenerator olah sampah. - Asalkan tak jadi kelinci percobaan. *** Gubernur Koster ingin BPD Bali menjadi agen pembangunan ekonomi Bali. - Bantu ekonomi Bali mandiri. *** Setelah jaring aspirasi, Pansus akui banyak penolakan penggantian nama LPD. - Jangan asal ganti.
Penulis adalah kolumnis dan blogger
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda , Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7 TABANAN Jelang ’’Valentine’s Day’’, Bunga Matahari Diserbu Pembeli Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
BUNGA MATAHARI - Kebun bunga matahari yang menjadi destinasi wisata di Desa Batannyuh, Marga.
Bali Post/san
Tabanan (Bali Post) Hari kasih sayang atau valentine’s day yang jatuh Kamis (14/2) ini, menjadi berkah tersendiri bagi warga Banjar Batannyuh Desa Batannyuh Kecamatan Marga. Bunga matahari yang mereka jajakan diserbu pembeli. Penjualan bunga matahari ini juga sebagai salah satu langkah menarik minat wisatawan untuk mengunjungi tempat wisata bunga yang dikembangkan di desa tersebut. Kawasan wisata bunga matahari yang dinamai Sunflower Garden di desa tersebut memiliki luas 80 are. Tidak hanya bunga matahari, ada pula jenis bunga lain. Pemilik Sunflower Garden, I Nyoman Triana, Rabu (13/2) kemarin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bunga matahari untuk menyambut hari kasih sayang. Peminatnya tidak sedikit, buktinya sudah terjual sekitar 800 tangkai. Kebanyakan yang membeli adalah wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan kebun bunga atau untuk berfoto di Sunflower Garden. ‘’Per tangkai bunga matahari dihargai Rp 4.000 jika membeli borongan dan Rp 5.000 jika beli per tangkai. Rata-rata pengunjung membeli satu atau dua tangkai,’’ jelas Triana. Ide awal membuat taman bunga matahari ini, menurut Triana, karena dirinya memiliki lahan seluas 80 are dan tidak digunakan secara maksimal. Dengan berbekal hobi berkebun, Triana mencoba-coba menyulap lahan tersebut menjadi kebun bunga. Ia memilih bunga matahari karena melihat tren wisata bunga saat ini. (kmb24)
Anggaran Kurang, Pembebasan Lahan ’’Shortcut’’ Terhambat
Tabanan (Bali Post) -
Bali Post/bit
PEDAGANG - Para pedagang mulai menempati los di Pasar Kediri.
Pedagang Pasar Kediri Tempati Bangunan Baru
Tabanan (Bali Post) Ratusan pedagang di Pasar Kediri mulai menempati los di bangunan baru yang telah rampung. Pedagang kini mulai bisa bernapas lega mengingat lebih dari setahun, mereka menempati pasar darurat yang dinilai kurang layak. Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan Ni Wayan Primayani mengatakan, pembangunan los baru di Pasar Kediri sudah tuntas sehingga pedagang mulai menempati los yang disediakan. ‘’Ada 250 pedagang yang sebelumnya berjualan di lapak sementara, kini sudah masuk ke los ban-
gunan baru,’’ ucap Primayani Rabu (13/2) kemarin. Hanya, dia mengakui, los yang ditempati pedagang sekarang lebih kecil dibandingkan pada bangunan lama. ‘’Karena syarat dari bantuan pemerintah pusat ini semua pedagang harus ditampung, ya luas losnya jadi lebih kecil,’’ jelasnya. Dengan bangunan baru tersebut, para pedagang lebih tertata. Pedagang dikelompokkan sesuai barang dagangan. Tidak seperti sebelumnya yang masih bercampur. ‘’Kini jauh lebih tertata dan lebih bersih. Pedagang dan pembeli jauh lebih nyaman ketika bertransaksi,’’ jelasnya. (kmb28)
Tahapan pembangunan shortcut jembatan Tukad Yeh Otan yang menghubungkan Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dan Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat, berlanjut. Satker Balai Jalan Wilayah VIII tengah melakukan pembayaran ganti rugi atas lahan terdampak pembangunan, sesuai nilai appraisal. Hanya, proses pembayaran yang dimulai Desember 2018 tersebut baru bisa mencakup sebagian lahan. Hal ini akibat terjadinya kekurangan anggaran. ‘’Informasi yang kami tahu, di luar dugaan, harga appraisal tinggi sehingga terjadi kekurangan anggaran. Tetapi saya dengar tahun ini sudah disiapkan anggaran lagi untuk sisa pembayaran karena itu semua anggaran dari DIPA pusat,’’ terang Kepala Bagian Pembangunan Setda Tabanan Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya, Rabu (13/2) kemarin. Terkait pembayaran ganti rugi, kata mantan Kabag Tapem Setda Tabanan ini, memang menjadi ranah Satker Balai Jalan Wilayah VIII. Pemkab Tabanan hanya bertugas melakukan penetapan lokasi yang di dalamnya juga berisi tahapan pembebasan lahan terdampak. Dijelaskannya, untuk di
wilayah Desa Bajera, sudah semua ganti rugi lahan dibayarkan oleh Satker dengan jumlah 6 bidang tanah dari 4 pemilik. Sementara di Desa Antosari yang belum terbayar ada 10 bidang tanah dari 8 pemilik lahan. ‘’Dalam waktu dekat, sepertinya akan ada lagi kelanjutan untuk pembayaran sisa lahan di Desa Antosari,’’ ucapnya sembari menambahkan, kemungkinan tahun ini pembangunan shortcut bisa dimulai. Untuk diketahui, pembangunan shortcut keempat ini merupakan proyek pemerintah pusat yang sepenuhnya akan dibiayai oleh APBN. Keberadaan jalur pintas di Yeh Otan ini diyakini dapat memperlan-
car akses transportasi dari Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya. Pasalnya di jalur tersebut saat ini merupakan jalur tengkorak atau kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena tikungan tajam dan jalan menurun. ‘’Dengan adanya shortcut ini, semoga arus lalu lintas semakin lancar dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas,’’ jelasnya. Nantinya, jembatan ini akan memiliki panjang 600 meter dengan lebar sekitar 16 meter. Dari data yang dihimpun, di dua desa tersebut ada sejumlah lahan yang terdampak pembangunan di antaranya lahan perumahan, toko, dan kebun. Pemilik lahan sebanyak dua belas orang. (kmb28)
PENDATAAN - Jajaran Pemkab Tabanan saat mendata lahan terdampak proyek shortcut.
Tabanan (Bali Post) Masalah terkait sampah masih menjadi persoalan pelik di Kabupaten Tabanan. Untuk itu, penanganannya harus dilakukan dari hulu ke hilir. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan Made Subagia menyatakan hal tersebut, Rabu (13/2) kemarin. Menurutnya, penanganan sampah tidak bisa setengah-
setengah. Sebagai pimpinan baru di DLH Tabanan, ia menilai, hal yang paling urgent ditangani adalah bagian hilir, dalam hal ini penampungan sampah di TPA Mandung. ‘’Dalam menata sampah, yang diperlukan adalah empat M (man, machine, money, and method). TPA Mandung sudah memiliki SDM yang meski terbatas namun sudah bergerak maksimal. Metodenya yang diterapkan masih sanitary landfill atau metode penanganan sampah dengan cara meratakan, kemudian menutupnya dengan tanah. Hal yang menjadi masalah saat ini adalah adalah mesin dan anggaran. Saat ini, alat
berat di TPA rusak. Kami sudah langsung melakukan perbaikan untuk alat ekskavator. Sementara untuk yang buldoser masih menunggu anggaran,’’ ujar Subagia. Selain menangani permasalahan di hilir, permasalahan hulu pun harus ditangani secara kontinu. Salah satu langkah, dengan terus menanamkan kebiasaan masyarakat untuk memilah sampah terutama di desa yang sudah memiliki bank sampah dan TPS3R. ‘’Jadi, masyarakat didorong mengubah kebiasaan untuk tidak langsung membuang sampahnya, tetapi dipilah dulu antara plastik yang bernilai jual dengan
Bali Post/dok
DLH Tegaskan Pentingnya Penanganan Sampah dari Hulu ke Hilir
Bali Post/san
TPA MANDUNG - Salah satu alat berat di TPA Mandung kembali beroperasi. Sebelumnya, alat tersebut rusak sehingga menghambat proses pengolahan sampah.
sampah organik. Setelah itu, barulah dibawa ke TPS3R. Di sana juga akan dilakukan pemilahan sehingga residu yang masuk ke TPA Mandung bisa lebih ditekan,’’ tutur Subagia. Ia melanjutkan, perlu adanya koordinasi antara desa dinas dan desa adat terutama dalam hal menerapkan punishment atau sanksi bagi warga yang tidak mau memilah sampah. Sanksi yang dikenakan bisa dengan tidak mengangkut sampah warga yang tidak dipilah dan menerapkan denda jika membuang sampah sembarangan. Namun diakui Subagia, hal ini memerlukan waktu dan sosialisasi terus-menerus. (kmb24)
BULELENG
8 Oknum Caleg DPR-RI Dilaporkan ke Bawaslu Singaraja (Bali Post) – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Seririt melaporkan dugaan pelanggaran administrasi Pemilihan Umum (Pemilu) kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Buleleng. Dugaan pelanggaran itu dilakukan oknum calon legislatif (caleg) DPR-RI dari Partai Demokrat untuk Daerah Pemilihan Bali, GNW. Oknum caleg ini ditemukan melaksanakan kampanye di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, tidak mencari surat pemberitahuan tertulis dari kepoliisan terdekat yang ditembuskan ke jajaran KPU dan jajaran Bawaslu. Dugaan pelanggaran itu kemudian dilaporkan ke Bawaslu Buleleng, Rabu (13/2) kemarin. Bawaslu telah menggelar sidang pemeriksaan pendahuluan dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa sekaligus Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugiardana. Dari sidang pendahuluan itu diputuskan, laporan Panwascam Seririt itu memenuhi syarat material dan syarat formal. Dengan keputusan itu, Bawaslu telah melayangkan surat kepada oknum caleg GNW untuk hadir pada sidang pemeriksaan ajudikasi, Kamis (14/2) ini. Anggota Panwascam Seririt I Gede Agus Arimbawa mengatakan, dugaan pelanggaran administrasi ini ditemukan ketika oknum caleg GNW melaksanakan kampanye di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt pada 8 Februari 2019 lalu. Kampanye ini diikuti sekitar 50 sampai 80 orang. Saat melakukan pengawasan, pihaknya mengonfirmasi kepada caleg GNW terkait surat pemberitahuan kegiatan kampanye tertulis dari aparat kepolisian terdekat. Dari konfirmasi itu, oknum caleg bersangkutan tidak menunjukkan surat pemberitahuan tertulis. Dia menyebut kalau sudah melaporkan kegiatan kampanye itu kepada polisi melalui pesan WhatsAPP (WA - red). Mendapat penjelasan itu, Arimbawa berusaha menjelaskan bahwa, surat pemberitahuan kempanye itu dibuat tertulis. Ini sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (P-KPU) No. 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum pasal 29 ayat (1) yang berbunyi petugas kampanye pertemuan tatap muka wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia setempat, dengan tembusan kepada KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh, dan/atau KPU/ KIP Kabupaten/Kota, Bawaslu Provinsi, dan/atau Bawaslu Kabupaten/Kota, sesuai tingkatannya. Atas dugaan pelanggaran itu, dia kemudian melaporkan kejadian itu kepada Bawaslu. “Kami sampaikan kalau surat pemberitahuan tertulis itu ditembuskan ke jajaran KPU dan jajaran Bawaslu, namun yang bersangkutan menyebut sudah melaporkan kegiatannya kepada polisi melalui pesan WA kepada polisi. Karena terindikasi ada pelanggaran kami laporkan ke Bawaslu,” katanya. Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugiardana mengatakan, dari hasil persidangan pemeriksaan pendahuluan, laporan dugaan pelanggaran administrasi pemilu oleh oknum caleg GNW itu diputuskan telah memenuhi syarat materiil dan syarat formal. Adapun syarat formal menyangkut identitas pelapor I Gede Agus Arimbawa sebagai anggota Panwascam Seririt dan terlapor GNW caleg DPR-RI. Sedangkan, syarat materiil meliputi objek pelanggaran yang dilaporkan dan peristiwanya telah memenuhi unsur-unsur. Sesuai mekanisme, Bawaslu akan melanjutkan penanganan kasus itu melalui sidang ajudikasi dengan memeriksa oknum caleg bersangkutan. “Sesuai keputusan kami, laporan Panwascam Seririt itu memenui syarat materiil dan formal, sehingga kasus ini ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kepada yang bersangkutan besok (Kamis 14/2 hari ini),” katanya. (kmb38)
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Bobol Warung
Polisi Amankan Oknum Pelajar Singaraja (Bali Post) – Seorang oknum pelajar yang masih di bawah umur, Ketut DJ (16), terpaksa berurusan dengan polisi. Pelajar asal Desa Bebetin, Kecamatan Sawan ini nekat mencuri di warung milik korban Komang Sutrini (38), warga Desa Sekumpul, Kecamatan Sawan. Menariknya, sebelum kasus ini terungkap, Ketut DJ empat kali berhasil membobol warung milik korban yang sama. Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (13/2) kemarin, mengatakan kasus pencurian itu diketahui Minggu (10/2) lalu pukul 02.30 Wita. Saat itu korban baru bangun tidur sekitar pukul 07.00 Wita. Melihat pintu warung terbuka korban curiga. Apalagi, kemudian korban menemukan pintu laci yang biasa dipakai menyimpan uang berjualan itu juga tampak ada bekas dibuka secara paksa. Menyadari kejadian ganjil itu, korban lantas menyuruh anaknya membuka rekaman kamera pengintai (CCTV - red) yang terpasang di warungnya. Rekaman CCTV itu kemudian diserahkan kepada polisi sembari melapor ke polisi. Dari rekaman kamera tersembunyi itu, ciri-ciri pelaku mengarah pada Ketut DJ. Dengan bukti
awal itu, Unit Reskrim Polsek Sawan kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, Ketut DJ berhasil diamankan tanpa perlawanan. “Kasus ini kita ungkap setelah ciri-ciri pelaku kita dapat dari rekaman CCTV yang diserahkan korban. Sempat kita buntuti dan setelah semua bukti kuat, yang bersangkutan kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Menurut AKP Wisnaya, dari pemeriksaan sementara, Ketut DJ datang ke warung korban itu mengendari sepeda motor DK 4389 VF milik orangtuanya. Di lokasi kejadian, dia masuk ke dalam warung melalui jendela belakang. Di dalam warung itu, dia mengambil uang Rp 100.000, sebungkus rokok, dan beberapa jenis barang dagangan milik korban. Setelah mendapatkan hasil curian itu, Ketut DJ meninggalkan warung milik korban.
Bali Post/kmb38
BARANG BUKTI - Kapolsek Sawan AKP Ketut Wisnaya (tengah) menunjukkan barang bukti kasus pencurian oleh oknum pelajar di bawah umur. Selain itu, Ketut DJ juga mengakui kalau sebelum diamankan polisi, tercatat sudah empat kali mencuri di warung yang sama. Dari aksinya itu, Ketut DJ men-
curi sepatu, baju kaus, dan HP. Akibat perbuatannya itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Untuk mempertanggung-
jawabkan perbuatannya, oknum siswa salah salah satu SMA di Kecamatan Sawan itu menjalani proses hukum lebih lanjut. (kmb38)
Dua Oknum Caleg Tak Hadir
Sidang Ajudikasi Pelanggaran Administrasi Pemilu Batal Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Buleleng membatalkan sidang ajudikasi dugaan pelanggaran administrasi Pemilihan Umum (Pemilu), Rabu (13/2) kemarin. Pasalnya, dua oknum calon legislatif (caleg) DPRD Buleleng dari Daerah Pemilihan (Dapil) V (Kecamatan Banjar dan Kecamatan Busungbiu) itu tidak hadir pada persidangan itu. Oknum caleg PG tidak hadir dengan alasan sakit. Sedangkan oknum caleg GW itu tidak hadir karena sedang melaksanakan tugas dinas ke luar daerah. Sebab, yang bersangkutan sekarang ini masih menjabat sebagai anggota DPRD Buleleng. Lalu, kapan rencana sidang ajudikasi itu digelar kembali?
SIDANG ajudikasi itu dipimpin Ketua Majelis Pemeriksa yang juga Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugiardana dengan anggota majelis pemeriksa Wayan Sudira dan Made Carna Wirata. Dari pihak pelapor dihadiri anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Banjar Putu Arya Bagia bersama dua Panitia Pengawas Desa dan Kelurahan (PPDK) masing-masing Made Wiguna (PPDK Desa Sidatapa) dan Putu Sudiarta (PPDK Desa Banyuseri). Dua jadwal sidang ajudikasi itu digelar dalam waktu berbeda. Pertama, sidang itu dibuka pukul 10.00 Wita. Kemudian sidang kedua baru dilaksanakan pukul 13.00 Wita. Ketua Bawaslu Buleleng Putu Sugiardana mengatakan, dua agenda sidang pemeriksaan ini sudah diagendakan sehari sebelumnya.
Sekretariat Bawaslu juga sudah melayangkan surat undangan kepada oknum caleg PG dan GW sebagai terlapor dugaan pelanggaran administrasi pemilu itu. Hanya, agenda sidang ajudikasi untuk kedua oknum itu terpaksa dibatalkan. Pasalnya, kedua terlapor tidak hadir di persidangan. Sebelum sidang itu diputuskan dibatalkan, pelapor mengkonfimasi kepada kedua oknum caleg DPRD Buleleng dari Partai Golkar tersebut. Hasilnya, PG tidak hadir, lantaran sakit. Menariknya, alasan itu tanpa dibuktikan surat keterangan dokter. Alasan itu disampaikan oleh seseorang yang mengaku tim sukses PG. Sedangkan, oknum caleg GW yang notabene menjabat sebagai anggota DPRD Buleleng itu menyampaikan alasan tidak hadir pada sidang itu disampaikan
istrinya, yang mengatakan suaminya sedang mengikuti kunjungan kerja ke luar daerah. “Sidang ajudikasi batal karena keduanya tidak hadir. Kepastian ketidakhadiran keduanya kami konfirmasi, satu alasannya sakit dengan tidak ada surat keterangan dokter. Satu lagi sedang dinas di luar daerah,” katanya. Setelah gagal menghadirkan kedua oknum caleg dari partai berlambang Pohon Beringin itu, Bawaslu telah melayangkan surat undangan kedua agar keduanya hadir pada sidang ajudikasi Kamis (14/2) ini. Kalau pada sidang kedua, oknum caleg itu kembali tidak hadir, Bawaslu menggelar sidang pleno membahas keputusan atas dugaan pelanggaran administrasi Pemilu yang dilakukan terlapor. Nantinya, keputusan itu dibacakan pada sidang tanpa dihadiri oknum
caleg PG dan GW. “Kami akan kembali mengundang mereka. Jika kembali tidak hadir dan pada sidang ketiga kami akan bacakan keputusan kasus ini tanpa dihadiri kedua terlapor,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua oknum caleg DPRD Buleleng PG dan GW itu diduga melakukan pelanggaran administrasi Pemilu. Keduanya ditemukan PPDK Desa Sidatapa dan PPDK Desa Banyuseri, Kecamatan Banjar melaksanakan kegiatan kampanye, dengan tidak mencari surat pemberitahuan tertulis kepada kepolisian terdekat. Atas dugaan itu, keduanya melanggar Pasal 454 ayat 2 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu jo Peraturan Bawaslu (Perbawaslu) Pasal 24 No. 8 Tahun 2018 tentang Penanganan Pelanggaran Administratif. (mud)
9 GIANYAR Gianyar Dipastikan Raih WCC Rumah Kontrakan Terbakar Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
KABUPATEN Gianyar dipastikan meraih predikat Kota Kerajinan Dunia atau World Craft City (WCC). Rencananya, sertifikat WCC akan diserahkan langsung Ketua Dekranas Hj. Mufidah Jusuf Kalla pada April mendatang di Kabupten Gianyar. Kepastian diraihnya predikat WCC itu ketika Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra didampingi Ketua Harian sekaligus Kepala Disperindag Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba dan beberapa pengurus Dekranasda audiensi di Rumah Dinas Wapres RI di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin. Pada kesempatan itu, rombongan dari Gianyar ini langsung diterima oleh Ketua Dekranas Pusat Hj. Mufidah Jusuf Kalla didampingi Ketua Bidang Promosi Dekranas Pusat Ny. Franciska Lembong, Ny. Peggy Enggartiasto Lukita, Ny. Bintang Puspayoga dan pengurus Dekranas lainnya. Tim Evaluator yang beranggotakan Dr. Gadha dari Kuwait, Dr. Usha Krisna
dari India dan Dr. Surapee dari Thailand, sewaktu melakukan evaluasi pada September lalu mengatakan, Kabupaten Gianyar berhak meraih predikat WCC karena dinilai paling memenuhi kriteria dalam upaya pengembangan industri kerajinan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di Gianyar. Penilaian yang dianggap menonjol adalah peranan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam upaya pelestarian, di samping juga peranan lembaga pendidikan khususnya dalam kurikulum sekolah menengah yang ada di Gianyar. ‘’Hal ini dirasa pantas mengingat segala bentuk seni dan kerajinan hidup dan berkembang di Gianyar. Apalagi, Gianyar banyak didukung oleh seniman muda yang kreatif dan inovatif,’’ terang Madam Ghada saat itu. Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, tujuan Pemkab Gianyar dan Dekranasda Kabupaten Gianyar mengusulkan Gianyar masuk dalam
keanggotaan World Craft City untuk mengenalkan para perajin Gianyar dengan perajin yang ada di luar negeri. ‘’Kami ingin membuka peluang bagi perajin Gianyar untuk berinteraksi dengan perajin luar negeri, sehingga terjadi alih pengetahuan dan menjalin kerja sama dengan para perajin dari luar sehingga produkproduk seni kerajinan Gianyar bisa tembus pasar global,’’ kata Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Ia menambahkan, diraihnya predikat WCC tidak terlepas dari dukungan Gubernur Bali, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, dan seluruh masyarakat Gianyar. Sebelumnya, pada September 2018 lalu bertempat di Rumah Luwih Desa Lebih Gianyar, Dewan Kerajinan Dunia atau World Craft Council (WCC) sudah menerjunkan tim lengkap ke Kabupaten Gianyar untuk melakukan penilaian dan evaluasi dalam upaya usulan. Gianyar diusulkan sebagai Kota Kerajinan dunia atau World Craft City. (ad445)
Gianyar (Bali Post) Warga Desa Guwang Kecamatan Sukawati dikejutkan dengan musibah kebakaran yang menimpa sebuah rumah kontrakan di desa tersebut, Rabu (13/2) kemarin. Belum diketahui penyebab kebakaran pada rumah yang dikontrak Wayan Putra Adnyana (32) itu. Akibat kejadian itu, rumah berukuran 5 x 6 meter dengan dua kamar beserta perabotannya itu ludes terbakar. Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Saat itu, Putra Adnyana sedang berada di halaman rumah. Ia awalnya mencium bau benda terbakar. Ketika mengecek ke sana ke mari, akhirnya dia melihat percikan api di atas rumah kontrakannya. Terkejut dengan kejadian itu, ia langsung mematikan kilometer listrik. Ternyata upaya itu sia-sia, lantaran api sudah menjalar ke seluruh rumah. Putra Adnyana kemudian berteriak minta tolong, serta berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Tak berselang lama, dua unit armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar tiba di lokasi kejadian. Sekitar pukul 07.00 Wita, api berhasil dipadamkan. Namun, tidak banyak barang yang berhasil diselamatkan karena sudah gosong dan bangunan rumah yang terbuat dari kayu itu pun tinggal puing. Kerugian material ditaksir Rp 42 juta. Penghuni kontrakan dan pemilik rumah, I Ketut Tompi Indrawan (36), merelakan musibah itu dan tidak melaporkan kejadian itu ke polisi. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar Anak Agung Oka Digjaya yang juga warga Desa Guwang membenarkan kejadian kebakaran yang terjadi dekat rumahnya. “Lokasinya 50 meter dari rumah saya. Api sudah dipadamkan oleh damkar,” ujarnya. Setelah api padam, Oka Digjaya mengaku mengerahkan petugas BPBD Gianyar untuk membantu korban membersihkan puing-puing bangunan. “Petugas BPBD Bali Post/kmb35 sudah bersihkan puing-puing bangunan itu. Kami puTERBAKAR - Rumah kontrakan di Desa Guwang yang terbakar nya Bidang III untuk menganalisis tingkat kerugian,” Rabu (13/2) kemarin. tegasnya. (kmb35)
Dinas Perpustakaan Hanya Punya Dua Unit Pusling
DITERIMA - Ketua Dekranasda Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra beserta rombongan saat diterima oleh Ketua Dekranas Pusat Hj. Mufidah Jusuf Kalla.
Gianyar (Bali Post) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gianyar sampai saat ini hanya memiliki dua unit perpustakaan keliling (pusling). Kendaraan ini berkeliling ke sekolah-sekolah dan kantor desa se-Kabupaten Gianyar. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gianyar I Dewa Gede Putra Amarta mengatakan, dua unit pusling yang di dalamnya berisi berbagai jenis buku bacaan itu biasanya melayani para siswa di dua sekolah hingga tiga sekolah dalam sehari. Sementara itu, dalam
setahun ada sekitar 461 titik sekolah dan kantor desa yang harus dilayani. “Walaupun anggaran yang kita dapatkan relatif kecil, namun tetap kami efektifkan meski hanya dengan dua unit pusling,” kata Putra Amarta didampingi Kabid Layanan dan Pelestarian Perpustakaan dan Kearsipan A.A. Ngurah Murti, Rabu (13/2) kemarin. Menurut Putra Amarta, pihaknya fokus melayani Sekolah Dasar, SMP, dan kantor desa. Tentu di sekolah sasarannya adalah para siswa, sedangkan di kantor desa menyasar masyarakat
Soal Ribuan Warga Belum Ter-’’cover’’ BPJS
Instansi Terkait Saling Tuding
Gianyar (Bali Post) Ribuan warga di Kabupaten Gianyar belum memiliki nomor peserta BPJS sesuai program Universal Health Coverage (UHC). Sementara instansi terkait terkesan saling tuding atau lempar tanggung jawab dengan kondisi tersebut. Melihat hal itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra berencana menyiapkan peraturan bupati (perbup) yang mengembalikan program untuk rawat inap gratis di kamar kelas III di RSUD Sanjiwani. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha mengaku sudah menyetorkan seluruh data warga Gianyar yang belum memiliki jaminan sosial ke Kantor BPJS Cabang Klungkung yang membawahi wilayah Kabupaten Gianyar. Total jumlah warga tersebut 163.699 jiwa. “Data semua sudah kami kirim, baik berkasnya maupun data online,” ujar Watha, Rabu (13/2) kemarin. Menurut Watha, data tersebut dikirim dalam dua sesi. Pertama dikirim data 74.830 jiwa yang belum memiliki jaminan sosial ke Kantor BPJS Cabang Klungkung, akhir 2018 lalu. Seluruh data itu pun sudah diverifikasi, bahkan sudah terbit nomor peserta BPJS. “Yang 74 ribu ini sudah bisa dimanfaatkan oleh warga untuk menggunakan jasa layanan kesehatan,” katanya. Selanjutnya, Watha mengaku mengirim data sesi yang kedua ke Kantor BPJS Cabang Klungkung untuk 88.699 jiwa. Menurut Watha, jumlah itu
lantas diverifikasi oleh pihak BPJS, menjadi 63.123 jiwa. “Kami sudah mengirim data sesi yang kedua per 5 Januari 2019. Ini kami ada surat sebagai bukti tanda pengiriman,” tegasnya seraya menunjukkan Surat No.: 460/235/dinsos perihal Permohonan Verifikasi Data Usulan JKN 2019. Watha juga menunjukkan surat berita acara serah terima surat pada 15 Januari itu. Namun, dalam surat berita acara yang ditunjukkan itu, hanya ditandatangani oleh I Made Watha selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Sementara kolom untuk Kepala BPJS Kantor Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak belum dibubuhi tanda tangan. “Sudah kami kirim, cuma (Kepala BPJS Kantor Cabang Klungkung - red) belum diteken berita acaranya,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPJS Kantor Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak tegas menyatakan hingga Rabu kemarin, pihaknya
belum menerima usulan data peserta BPJS untuk sesi yang kedua, seperti yang disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Sehingga, wajar jika dirinya belum menandatangani surat berita acara tersebut. “Kami hanya bisa menyampaikan, sampai saat ini kami belum mendapat usulan data yang dimaksud,” tegasnya. Sebelumnya, Endang Triana Simanjuntak mengungkapkan, berdasarkan data yang dipegangnya, tercatat ada 63 ribu warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Ditegaskan, warga Kabupaten Gianyar yang masuk dalam jumlah tersebut, karena memang belum diusulkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Gianyar. Mereka yang datanya belum disetorkan ke BPJS Kesehatan ini pun otomatis tidak bisa menikmati layanan kesehatan sesuai program UHC. “Mereka belum diusulkan kepada kami, dan kami menunggu usulan dari Dinas Sosial,” katanya. Sementara itu, anggota
DPRD Gianyar I Putu Gede Pebriantara mengaku sudah berkoordinasi dengan Bupati Gianyar Made Mahayastra untuk segera mengembalikan program rawat inap gratis kelas III di RSUD Sanjiwani. “Bapak Bupati langsung setuju. Kadis Kesehatan diperintahkan untuk pergeseran anggaran di dinas Rp 5 miliar,” ujarnya. Menurut Pebriantara, perbup untuk program tersebut sudah disiapkan, sehingga segera masyarakat Gianyar yang belum ter-input dalam program UHC dan belum memiliki jaminan kesehatan bisa dirawat inap gratis kelas III di RSUD Sanjiwani. “Kami tidak mau ambil pusing dengan pendataan BPJS yang masih berproses itu. Kami ambil jalan tengah agar masyarakat yang sakit segera mendapat penanganan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Gianyar sudah mengikuti program Universal Health Coverage (UHC) per 2019 ini. Namun, kenyataannya puluhan ribu warga di Gianyar belum tercatat dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan untuk menjalankan UHC. Otomatis mereka yang belum terdata ini tidak bisa menikmati pelayanan kesehatan sesuai program UHC. (kmb35)
umum. “Siswa maupun masyarakat umum yang ingin meminjam buku dipersilakan dengan persyaratan mengisi formulir yang sudah disediakan. Jangka waktu peminjaman maksimal seminggu,” katanya. Putra Amarta tidak menampik, koleksi buku yang ada masih merupakan stok lama, lantaran sampai saat ini belum ada pengadaan buku. “Bukubuku yang ada dalam pusling masih stok lama. Kami masih menunggu pengadaannya dari pusat,” tegasnya. (kmb35)
Curi Peralatan Bengkel, Tiga Buruh Diringkus Polisi
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Tegallalang mengamankan tiga orang pencuri peralatan bengkel milik I Made Yogi Antara di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang. Komplotan pencuri yang kesehariannya bekerja sebagai buruh ini ditangkap polisi di salah satu bengkel di Denpasar. Para pelaku juga diamankan dengan barang bukti curian senilai belasan juta rupiah. Kapolsek Tegallalang AKP Gede Sukadana mengatakan, tiga orang pelaku asal Jember yang diamankan polisi, yakni Ahmad Dodik Hariadi (32), Ahmad Bais (24), dan Ahmad Cahyono (25). Para pelaku sebelumnya sempat bekerja di bengkel milik korban. Mereka nekat mencuri sejumlah peralatan bengkel yang nilainya sekitar Rp 13 juta, Minggu (3/2). Kejadian ini lantas dilaporkan ke Polsek Tegallalang keesokan harinya. Polisi yang melakukan penyelidikan LP B/01/II/2019/Bali/Res Gr/Polsek Tegallalang ini melakukan penyisiran pelaku hingga ke wilayah Denpasar. ‘’Para pelaku ditangkap di sebuah bengkel di Denpasar. Mereka tidak melawan saat proses penangkapan itu,’’ ujar AKP Gede Sukadana didampingi Kanit Reskrim Ipda I Wayan Juwahyudhi, S.H., M.H. saat jumpa pers, Rabu (13/2) kemarin. Berdasarkan hasil interogasi di Mapolsek Tegallalang, para pelaku mengakui perbuatannya melakukan aksi pencurian di bengkel milik korban. Modus yang dilakukan dengan
memanfaatkan suasana bengkel yang sepi saat Made Yogi Antara tidak ada di lokasi tersebut. ‘’Yang menjadi otak pencurian ini si Bais alias Fais,’’ kata Sukadana. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Sukadana, para pelaku dikenakan pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Para pelaku diancam pidana penjara tujuh tahun. ‘’Para pelaku masih kita tahan di Mapolsek dengan barang bukti sejumlah peralatan bengkel,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
TERSANGKA - Kapolsek Tegallalang AKP Gede Sukadana menunjukkan para tersangka beserta barang bukti di Mapolsek Tegallalang, Rabu (13/2) kemarin.
JEMBRANA
10 Dipicu Tiket Pesawat Mahal
Awal Tahun, Okupansi Hotel di Jembrana Turun Negara (Bali Post) – Tingkat okupansi hotel di Jembrana pada awal tahun ini masih sangat rendah. Selama dua bulan terakhir, rata-rata baru 30-35 persen. Padahal pada tahun lalu, paling rendah tingkat hunian sebulan rata-rata 40 persen. Kondisi ini membuat para pengusaha, khususnya hotel di Jembrana was-was. Ketua Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) Kabupaten Jembrana H. Kastam ditemui Rabu (13/2) kemarin mengatakan, kekhawatiran pengusaha khususnya hotel ini mulai dirasakan pada awal tahun ini. Rendahnya okupansi hotel, juga bertalian dengan turunnya tingkat kunjungan wisatawan ke Jembrana awal tahun ini. Menurut Kastam, ada beberapa faktor yang diduga memicu rendahnya tingkat hunian hotel. Salah satunya, naiknya harga tiket pesawat terbang dan kondisi ekonomi global yang lesu. “Ini hampir terjadi di semua hotel, termasuk di luar Jembrana. Ini menjadi perhatian kami,” ujar Kastam yang juga pengelola hotel di Pekutatan ini. Jumlah okupansi di triwulan pertama ini menurutnya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Bila di tahun 2018 lalu, rata-rata paling rendah 40 persen. Namun di Januari dan pertengahan Februari ini,
di bawah 40 persen. “Kemarin (Januari) 35 persen, itu masih sangat kecil hanya untuk operasional dan pajak. Bulan ini dengan 28 hari, kemungkinan paling banyak 30 persen,” tambahnya. Menurutnya hal ini harus menjadi perhatian, apalagi Jembrana sedang gencarnya mengembangkan pariwisata. Bila terus turun, akan berimbas ke banyak lini. Pihak pengusaha menurutnya juga berencana bertemu dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jembrana untuk membicarakan Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Pengusaha berkeinginan dalam pajak bisa dilakukan online, sehingga pengusaha khususnya hotel dan restoran tidak bisa main-main. Apalagi menurutnya saat ini Bali menjadi pilot project untuk pengelolaan PHR. “Kita harapkan nanti bisa secara online, di Jembrana belum melakukan itu,” terangnya. Meskipun pariwisata belum pesat seperti kabupaten lain, namun mulai saat ini harus sudah mulai dibuat pondasi yang kokoh untuk pendapatan asli daerah dari sektor PHR itu. (kmb26)
Terdakwa Pencabulan Anak di Bawah Umur Dituntut Delapan Tahun
Negara (Bali Post) IKS alias Kiang Gula (65), terdakwa pencabulan terhadap anak di bawah umur dituntut pidana 8 tahun penjara dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Rabu (13/2) kemarin. Selain pidana penjara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana, Ni Wayan Lukitasari, juga menuntut denda Rp 60 juta subsider enam bulan kurungan. Tuntutan hukuman yang cukup berat ini diterapkan, lantaran perbuatan terdakwa dinilai meresahkan masyarakat dan semestinya melindungi korban yang masih di bawah umur. Apalagi
korban merupakan kerabat terdakwa. JPU dalam tuntutannya menilai dengan bukti dan saksi di persidangan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 menjadi UU tentang Perlindungan Anak. Sementara pertimbangan yang meringankan, bahwa terdakwa telah mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. Dalam sidang dengan Ketua majelis hakim Fakhrudin
Said Ngajis serta hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan ini, terdakwa meminta keringanan hukuman. Didampingi kuasa hukum, Supriyono, terdakwa menyampaikan alasan sebagai tulang punggung keluarga dan umur yang sudah tua. Terdakwa dituntut lantaran melakukan pencabulan pada anak di bawah umur yang masih kerabatnya berusia 9 tahun. Pihak keluarga berharap agar korban dihukum berat, sebab sebagai orang yang sudah tua, semestinya memberikan perlindungan. Bukan justru melakukan pencabulan. (kmb26)
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Kurang dari Sepekan, Dua Gudang Pengovenan Kopra Terbakar Negara (Bali Post) – Sebuah gudang pengovenan kopra di Banjar Pangkung Languan, Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo, Rabu (13/2) siang terbakar. Gudang yang menyimpan ribuan kopra kelapa itu nyaris membakar seluruh arel gudang hingga menelan kerugian mencapai Rp 25 juta. Diduga api berasal dari bara serabut kelapa di dalam gudang pengovenan kopra itu. Kebakaran usaha kopra ini merupakan yang kedua dalam waktu kurang dari sepekan ini. Sebelumnya pada Minggu (10/2) sore, kejadian serupa juga terjadi di Pangyangan, Pekutatan. Dari informasi yang dihimpun, api yang dengan cepat merambat itu pertama kali dilihat pemilik, yakni Gusti Ayu Kade Cahaya Erani (37) yang saat itu sedang melakukan pengovenan kopra sekitar pukul 12.00 Wita. Proses pengovenan sudah dimulai sejak pukul 08.00 Wita. Namun beberapa jam kemudian, tiba-tiba asap semakin tebal dan api dengan cepat merambat keluar dari oven. Mendapati asap semakin tebal, pemilik kemudian memanggil tenaga gudang untuk mematikan api. Tetapi lantaran api semakin membesar, lantas menghubungi Polsek Mendoyo dan diteruskan ke pemadam kebakaran. Tak berselang lama, tiga unit mobil pemadam datang ke lokasi guna memadamkan api. Sekitar satu jam kemudian, api dapat dipadamkan dengan tuntas. Akibat kejadian itu, pemilik usaha kopra mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita membenarkan adanya kejadian kebakaran
gudang kopra tersebut. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sebelumnya, pada Minggu (10/2) lalu, juga terjadi kebakaran di usaha serupa namun berlokasi di Banjar Cepaka, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan. Gudang kopra milik Ni Ketut Wiarti (63) ini juga terbakar di bagian pengovenan kopra. Korban saat itu sedang melakukan pengasapan kelapa sejak pagi. Saat melakukan pengasapan itu, korban bersama pekerja lainnya sedang menurunkan kelapa butiran dari atas kendaraan. Sekitar pukul 16.30 Wita, tiba-tiba api sudah mulai membesar tidak seperti biasanya. Sejatinya pemilik dan para pekerja sempat berusaha memadamkan api, tetapi tidak berhasil lantaran api sudah terlalu besar. Akibat kejadian kebakaran itu, kerugian mencapai Rp 50 juta. Bangunan beratap asbes untuk pengovenan ludes terbakar sekaligus dengan sekitar 5.000 butir kopra yang dioven. (kmb26)
PEMADAMAN – Sejumlah petugas dari pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar gudang pengovenan kopra di Yeh Sumbul.
Terkendala Alat, Bawaslu Kesulitan Tertibkan APK ”Billboard”
Negara (Bali Post) Selain ratusan Alat Peraga Kampanye (APK) yang selama 10 hari ditertibkan Bawaslu dan Satpol PP Jembrana, masih ada yang belum dapat ditertibkan, yakni APK berupa billboard. APK yang terpasang di sejumlah tempat strategis di Jembrana ini belum bisa diturunkan karena kendala alat. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Rabu (13/2) kemarin mengaku sudah melakukan pemantauan dan pendataan terkait APK menggunakan billboard itu. Meskipun ada yang jumlahnya melebihi batas pemasangan, Bawaslu belum bisa menertibkan lantaran keterbatasan alat. Sebab, APK billboard ini terpasang dengan lokasi yang cukup tinggi dan ukuran sangat besar. Perlu perlengkapan khusus dan dari koordinasi alat itu hanya
dimiliki Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan. “Tetap nanti kita tertibkan, hanya terkendala alat. Kita masih koordinasi dengan Dinas Perhubungan,” tandas Pande. Terkait berapa jumlah APK billboard yang melanggar, pihaknya sudah mendata. Secara aturan, APK untuk Peserta Pemilu Calon DPR RI, DPRD Provinsi maupun Partai Politik (parpol) untuk satu Kabupaten hanya diperbolehkan memasang 2 APK billboard. Sementara itu, dari penertiban yang dilakukan selama 10 hari di lima kecamatan sudah ada 626 APK peserta Pemilu 2019 diturunkan. APK yang dibersihkan itu sebagian besar berupa spanduk, yakni 248 buah. Disusul kemudian baliho 231, bendera 102, poster 44, dan banner 1. Untuk sementara semua baliho dan APK lain diamankan di
kantor Bawaslu yang saat ini sudah berada di kawasan civic center Pemkab Jembrana. Sedangkan bendera menurutnya merupakan ranah dari Satpol PP. Untuk masing-masing kecamatan yang paling banyak ditemukan pelanggaran ada di daerah pemilihan (dapil) Pekutatan, yakni berjumlah 160 APK. Disusul Dapil Mendoyo 155, Dapil Melaya 125 APK, Dapil Negara 101 dan Dapil Jembrana 85 APK. Ditambahkan Pande, APK yang ditertibkan ini melanggar PKPU 33 Tahun 2018 atas perubahan PKPU 23 Tahun 2018 tentang Kampanye seperti di luar zona yang telah ditentukan, menyalahi zona atau salah peruntukan. Selain itu pemasangan juga dilakukan dengan memaku di pohon, diikat di tiang listrik, tembok warga tanpa izin pemilik dan depan sekolah. (kmb26)
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Karangasem
11
Longsor Timbun Akses Jalan di Bunutan
Keluar Dusun, Ratusan Warga Putar Haluan Tiga Kilometer Amlapura (Bali Post) Tingginya curah hujan yang terus melanda wilayah Karangasem kembali memicu bencana tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa titik. Kali ini, peristiwa tanah longsor menimbun akses jalan di Dusun Sega, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Rabu (13/2) kemarin. Kondisi itu memaksa kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali, karena material longsoran itu masih berada di badan jalan. Akibatnya juga, ratusan warga yang hendak keluar dusun, mendapatkan kendala cukup berarti. Mereka harus putar haluan cukup jauh.
Bali Post/kmb41
TANAH LONGSOR - Bencana Tanah longsor menimbun akses jalan di Dusun Sega menuju Desa Bunutan Kecamatan Abang, Rabu (13/2) kemarin.
Paguyuban Jababodetabek Bantu Korban Longsor Amlapura (Bali Post) Paguyuban Karangasem (Pakar) Jababodetabek menyerahkan bantuan bencana kepada keluarga korban tanah longsor di Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Rabu (13/2) kemarin. Penyerahan bantuan itu turut didampingi Bupati Gusti Ayu Mas Sumatri dan OPD terkait. Ketua Paguyuban Karangasem (Pakar) Jababodetabek, Laksamana Pertama TNI Dr. Drs. I Wayan Warka, M.M. di sela-sela penyerahan bantuan, Rabu (13/2) kemarin, mengungkapkan bahwa organisasi Pakar ini adalah organisasi sosial kemanusiaan yang dibentuk tahun 2012 lalu. Organisasi ini sudah berbadan hukum dalam bentuk yayasan dengan nama Purwa Kerthi Agung. Salah satu kegiatannya adalah memberikan bantuan sosial dan kemanusiaan, sebagaimana hari ini dilaksanakan di Dusun Jati Tuhu, Kecamatan Kubu. Organisasi ini beranggotakan sekitar 1.050 orang. Sebelumnya, Pakar juga memberi sumbangan saat Gunung Agung erupsi 2017 lalu, kepada warga Perasi yang kakinya diamputasi, serta tempat-tempat lain yang tertimpa bencana di wilayah
Karangasem. Namun, saat ini Laksamana Pertama Wayan Warka memberikan bantuan Rp 11.208.000. Bantuan itu diberikan kepada dua keluarga korban yang meninggal dunia akibat bencana tanah longsor yakni Ni Ketut Martini (alm) Ni Ketut Puspa (alm). Jadi, masing-masing keluarga menerima bantuan Rp 5.604.000. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Paguyuban Karangasem (Pakar) Jababodetabek.
Atas nama keluarga, pribadi, dan mewakili pemerintah, Bupati Mas Sumatri juga ikut mengucapkan rasa belasungkawa kepada pihak keluarga korban atas peristiwa yang menimpanya. “Kami harap keluarga yang ditinggalkan tetap tabah. Kasihan memang, anak-anaknya masih kecil sudah ditinggal ibunya. Semoga kelak mereka bisa menjadi anak-anak sukses, mengangkat derajat keluarganya,” doa dan harapan Mas Sumatri. (kmb41)
Bali Post/kmb41
SERAHKAN BANTUAN - Paguyuban Karangasem (Pakar) Jababodetabek menyerahkan bantuan bencana kepada keluarga korban longsor di Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Rabu (13/2) kemarin.
Kepala Dusun Sega I Komang Kariana mengatakan, longsoran itu sebetulnya sudah diketahui sejak pukul 06.00 Wita. Pasalnya sebelum terjadi longsor, di wilayah itu memang diguyur hujan sangat lebat. Kondisi itu membuat aktivitas warga
menjadi terganggu. Sebab, seluruh badan jalan tertimbun material longsoran. Kondisi itu mengakibatkan aktivitas warga setempat menjadi terganggu karena jalan itu hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Untuk roda empat sama sekali tidak dapat
melintas. Hal itu disebabkan material longsoran masih ada di badan jalan. “Warga dibantu petugas BPBD kemudian melakukan gotong royong membersihkan material longsoran itu. Longsoran itu cukup besar. Saat ini, baru bisa dilintasi sepeda motor saja. Mobil belum bisa sama sekali. Masih banyak material longsoran yang belum dibersihkan. Selain longsoran tanah, ada juga batu berukuran cukup besar, perlu bantuan alat berat untuk memindahkannya,” ujarnya. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, pascaterjadinya longsor, pihaknya langsung menerjunkan petugas untuk melihat bencana longsor itu.
Penanganannya memang dengan cara bergotong royong dengan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Kepala Desa, Bina Marga Dinas PUPR, PMI, PLN, dan warga setempat. “Tanah longsor itu baru dapat ditangani sebagian. Sebab, longsorannya cukup besar, sehingga untuk membersihkan material longsoran harus dipakai alat berat. Mungkin besok (Kamis, red) kita turunkan alat berat untuk membersihkan itu,” katanya. Selain bencana longsor, bencana pohon tumbang juga terjadi di Banjar Dinas Asah Teben, Desa Datah, Abang. “Untuk pohon tumbang sudah berhasil kita tangani,” jelas Arimbawa. (kmb41)
Bupati Sumatri Datangi Korban Tanah Longsor di Jatituhu
Berikan Bantuan dari Kantong Pribadi NALURI keibuan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sangat terenyuh, sedih, kasihan atas bencana tanah longsor yang kemudian merenggut dua nyawa ibu-ibu yakni Ni Ketut Martini dan Ni Ketut Puspa dari Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu. Bupati wanita pertama di Karangasem itu sangat prihatin, lebih-lebih ada anak-anak yang masih kecil sudah ditinggal ibunya. Atas rasa empati itu, Bupati langsung mengeluarkan bantuan uangnya dari sakunya sendiri untuk semua keluarga yang ditinggal korban itu. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi sejumlah OPD terkait seperti Dinas Sosial dan BPBD, menyambangi kediaman keluarga korban yang meninggal akibat bencana tanah longsor di Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Rabu (13/2) kemarin. Pada kunjungan itu, Bupati Mas Sumatri sangat terenyuh hatinya. Kemudian serta merta memberikan bantuan pribadi secara tunai kepada semua keluarga yang menjadi korban tanah longsor tersebut. Pada kesempatan itu, Bupati
BERIKAN BANTUAN - Bupati Mas Sumatri menggendong balita yang ditinggal ibunya. Pada kesempatan itu, Mas Sumatri memberikan bantuan pribadi secara tunai kepada semua keluarga yang menjadi korban tanah longsor di Dusun Jatituhu, Desa Ban, Kubu, Rabu (13/2) kemarin. Mas Sumatri atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan keprihatinannya atas dukacita yang menimpa keluarga korban itu. Sebab, bencana tanah longsor itu merenggut nyawa dua ibu-ibu itu. “Saya turut berbelasung-
kawa dan sangat prihatin atas bencana yang menelan dua korban jiwa yakni Ni Ketut Martini dan Ni Ketut Puspa. Mereka meninggal dengan meninggalkan anak-anak yang masih kecil. Saya harap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan lahir dan
batin. Sehingga mereka tegar menerima kenyataan pahit ini,’’ ucap Bupati membesarkan hati keluarga yang malang itu. Bupati juga berdoa, semoga kelak anak yang ditinggalkan ibunya itu bisa menjadi anak yang sukses, bahkan mampu mengangkat derajat keluarga ini. Mas Sumatri juga meminta secara khusus kepada Camat Kubu, untuk lebih ekstra menata infrastruktur jalan di wilayah Kubu. Karena itu, penataan tanah miring itu perlu diatensi, sehingga tidak mengakibatkan tragedi adanya tanah longsor lagi. Pasalnya, Karangasem merupakan daerah rawan bencana alam. Untuk itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bencana alam itu. “Mengingat Kubu memiliki potensi bencana yang besar. Karena itu, saya imbau masyarakat agar lebih waspada. Mari kita hidup rukun dan saling membantu satu sama lain. Masyarakat juga penting memiliki Kartu Karangasem Sehat, BPJS, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Karangasem Cerdas,” ujar Mas Sumatri. (ad452)
KLUNGKUNG
12
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Perparah Abrasi, Pencarian Batu Sikat Dihentikan
Semarapura (Bali Post) Setelah menjadi polemik, pemerintah daerah kini mengambil sikap tegas terhadap aktivitas industri batu sikat di Pantai Watu Klotok. Mencegah terjadinya abrasi yang semakin parah, pencarian batu sikat di seluruh Klungkung, dipastikan akan dihentikan. Selain menyelamatkan lingkungan, penghentian pencarian batu sikat yang marak dilakukan di sekitar Pantai Watu Klotok juga untuk menjaga kesucian pura di lokasi tersebut. Penghentian pencarian batu sikat ini ditegaskan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menggelar tatap muka dengan pencari batu sikat di Wantilan Pura Watu Klotok bersama instansi terkait, Rabu (13/2) kemarin. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A Ngurah Kirana menyebutkan, saat ini tercatat sebanyak 160 orang menjadi pencari batu sikat. Mereka berasal dari Desa Negari sebanyak 16 orang, Desa Takmung 56 orang, Desa Satra 6 orang, Desa Tojan 53 orang, Desa Gelgel 14 orang, Desa Tangkas 5 orang dan Desa Jumpai 10 orang. Kirana menambahkan, dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan
Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 69 ayat (1) jelas disebutkan setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan atau perusakan lingkungan hidup. Demikian juga dalam Pasal 98 disebutkan pelanggar akan dikenakan ancaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun serta denda paling sedikit tiga miliar rupiah dan paling banyak sepuluh miliar rupiah. Ini juga sejalan dengan Perda Kabupaten Klungkung Nomor 2 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum Pasal 17 bahwa setiap orang atau badan dilarang mengambil pasir, batu dan atau biota laut lainnya di pantai kecuali izin
dari bupati atau pejabat yang ditunjuk. Pemkab Klungkung benar-benar ingin menegakkan aturan, agar pelanggaran ini tidak semakin parah. Meski sudah berlangsung bertahun-tahun, tetapi harus segera dihentikan. Pencarian batu sikat dalam skala besar atau menggunakan kampil (karung plastik) dihentikan. Pencarian hanya dapat dilakukan dengan memilih langsung batubatu kecil jenis tertentu. Tetapi hal ini tidak berlaku lama. Bupati membatasi pengambilan secara keseluruhan hingga akhir tahun 2019 ini. “Pengambilan dalam skala besar kami hentikan. Pencarian batu sikat sangat berdampak terhadap abrasi,� ujar Suwirta di hadapan
puluhan pencari batu sikat. Bupati Suwirta selanjutnya menawarkan solusi kepada para pencari batu sikat ini untuk membentuk kelompok peternak/memelihara sapi atau babi. Jika sudah terbentuk, di tahun 2020 Pemkab akan menggelontor bantuan tersebut. Selain itu, beberapa dari mereka yang memenuhi syarat akan diangkat menjadi tenaga kontrak yang akan ditempatkan sebagai petugas kebersihan, tukang kebun, petugas pembibitan dan petugas balawista. Selain itu, terhadap salah seorang pencari batu sikat yang tergolong lansia dan hidup sebatang kara akan diupayakan bantuan rutin dari pemerintah. “Untuk tenaga kontrak pada Oktober ini kita membuat TOSS terintegrasi yang memerlukan tenaga sekitar 150 orang, mungkin di sini bisa kita ambil 50 orang,� papar Suwirta seraya menugaskan dinas terkait untuk membuat perencanaan total, agar kawasan Pantai Watu
HENTIKAN - Bupati Suwirta saat menemui para pencari batu sikat, untuk meminta segera menghentikan aktivitasnya. Klotok terlihat lebih tertata dan rapi. Sementara itu sejumlah warga pencari batu sikat menyatakan siap mematuhi imbauan bupati. Seperti Ketut Sondra, pengepul
batu sikat asal Desa Tojan ini mengaku akan segera memindahkan sisa batu sikat miliknya dari lokasi sekarang di sekitar Pantai Watu Klotok. (kmb31)
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Tng Kirim Ikan Lele (Pke Spd Mtr) 081246682139 / 0818503603
Dcr PRT pg-sore bs msk Teuku Umar Brt.081353224186
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692
Dcr:Digital Marketing.Sy:Male/ Female,Sarjana Komputer/Setara Paham Web Design,Aktif Sosmed, SEO/SEM,English.Lamaran + CV: official.balioffice@gmail.com
B.BP.001.02.19.0000423
AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818 G.06 WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.07
B.BP.004.02.19.0000341
Cari sopir srbt bs matik + PRT wnt tinggal dlm H:085238127777
B.BP.004.02.19.0000435
Cri Krywn min SMA,W/L,Max 35th Lmrn ke Galery Indosat Gianyar B.BP.004.02.19.0000433
Dbth Lk Pnghn Kredit,SMA,brni, tegas br kmtmen Hb.085100894826 B.BP.001.02.19.0000444
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08.
Dcr penjaga kios kopi di Pantai Sanur Hub.087854015171
B.BP.004.02.19.0000442
Dcr:Legal Drafter u/Law Office Syrt:Female/Male,Sarjana Hukum English(Oral/Written).Lam+CV: aya@vlobali.com / (0361)759722 B.BP.001.02.19.0000387
Dbthkn Pramuniaga W/P 5 orang Area Batubulan H:082296500346 B.BP.001.02.19.0000284
Dcr 1org u/Admin (Grmnt) 4481028 atauWA0817560692minSMA/SMK B.BP.154.02.19.0000437
Dcr Karyawati Toko Bangunan min SMA Sdrjt.SMS 0811394065 B.BP.001.02.19.0000438
Dcr Krywti Laundry bs tdr dlm Hub.087861070289 Gaji menarik B.BP.001.02.19.0000434
B.BP.004.02.19.0000441
B.BP.001.02.19.0000388
De Klumpu Bali Membutuhkan: HK Spv,FB Service Spv,HK Staff Waiter/Waitress,FO/Reservation & Sales.Kirim CV ke: info@deklumpubali.com B.BP.001.02.19.0000424
Dibthkan Staff Engineering,Laki2, umur 20-30Th, SMK, Pglmn 1Th Listrik & Mesin bs sdkt Bhs Ing. Jimbaran Bay Villas 0361-704925 Eml:info@jimbaranbayvillas.com B.BP.001.02.19.0000419
Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Operasional & Office Boy (Max 28th). Lam ke Jl.Gn.Soputan I/107 DPS.T:8466317 B.BP.001.02.19.0000153
Dibutuhkan Tenaga Kerja untuk Bengkel Las Hub:081236322379 B.BP.001.02.19.0000325
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
Dibutuhkan pengawas sipil untk proyek Villa. Hub:085100883990
B.BP.004.02.19.0000431
Dibutuhkan:Waitress & Kasir CasablancaSanur, 087755763368
B.BP.001.02.19.0000279
Dicari ART Tinggal Luar,Daerah Dalung Gaji 2Jt H.081239045656
B.BP.004.02.19.0000454
Dicari Sopir Lulusan SLTA Umur Max.30th,LamaranBawaLangsung ke PBMC Jl.Hayam Wuruk 240 Dps
B.BP.001.02.19.0000427
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps.Gaji 2jt SMS WA 0816571027 B.BP.004.02.19.0000440
Dicari sopir ELF Pariwisata Hub.Ngurah Hp.08123806279 B.BP.001.02.19.0000415
Dicari:SMK Jurusan Listrik Diutamakan Sdh Berpengalaman. Lamaran Ditujukan ke Hotel Ari Putri, Jln.Cemara Sanur Tlp:(0361)286221/(0361)4721999 B.BP.001.02.19.0000416
Itamart Butuh Sales Person Min.SMK,Wil.DpsHub.0811391314 B.BP.001.02.19.0000420
Prsh Cargo Mbthkan Accounting Min D3 Akuntansi & Sopir 2 org Hub:08123659416/081246134247 B.BP.001.02.19.0000430
Sopir Pariwisata,Dom Dps,Jujur & basic English WA:08123841130 B.BP.004.02.19.0000389
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza G A/T th 2010 Silver, Tgn1,AudioTV Hub.087862270180 B.BP.001.02.19.0000439
Avanza G’2016 DK Warna Silver Mls Pajak Baru 085100085355 B.BP.004.02.19.0000398
Fortuner G Lux AT’2009 Hitam istimewa Hub.081337948889 B.BP.001.02.19.0000417
Kjg Inova Luxury G 2013 Hitam matic Velg Racing 082144110760 B.BP.004.02.19.0000400
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN TEMPAT
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
Over Kontrak Butik+Isinya,Jln D.TamblinganSanur.082145995920
G.04
PROPERTY DIJUAL HOTEL
Dijual Hotel Negari Klungkung DP 10% Bunga Krd 1% per bln Hub: 08174792678 / 081805374433 B.BP.004.01.19.0000859
PROPERTY DIJUAL RUKO
BUC Sewa/jual Ruko Rp.2.3M 2Lt SHM 104/170 tepi jalan cokroaminoto 460 WA cepat 087856227779 B.BP.033.02.19.0000436
PROPERTY
PROPERTY
B.BP.001.02.19.0000380
Tempat Usaha Kuliner,UKM,dll Jl.Ry Cok Agung Tresna 27 Dps Hub.081805493349/08123681251 B.BP.001.02.19.0000191
RUPA-RUPA Ahli Atasi Rumah Bocor Garansi Renov&BgnRmh.Ady:085101884685 B.BP.001.02.19.0000451
KEHILANGAN Hlg BPKBNoL01022019-ODK714BD a/n.DR.I Gst Ag Ngr Anom.MARS B.BP.004.02.19.0000453
Hlg SHM No.857 & 858 An.Ketut Suartini,Lokasi Tibubeneng Penemu Hub.08123800040 B.BP.001.02.19.0000418
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
BIRO JASA
Rmh 2Lt, 2,5Are,P.Sula blk Cak Asmo 6KM, 6Kmd,I MB, 08164711067
Tanah Lok.Dkt Bandara Morowali Sulawesi TengahH.082144097846
Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.02.19.0000422
B.BP.001.01.19.0001032
B.BP.001.02.19.0000443
BANGLI
14
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Bangli Kekurangan 150 Guru Bangli (Bali Post) Bangli mengalami kekurangan guru, karena banyak yang pensiun. Berdasarkan data Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, saat ini Bangli masih kekurangan 150 guru. Kepala Disdikpora Bangli Nyoman Suteja, Rabu (13/2) kemarin mengatakan, sesuai data terakhir Februari 2019, total jumlah guru di Kabupaten Bangli yang berstatus PNS, yakni sebanyak 1.422 orang. Dengan rincian 1.066 guru sertifikasi, dan 356 yang belum sertifikasi. Selain guru PNS, Disdikpora juga memiliki 679 guru tidak tetap (GTT), serta 488 Pegawai Tidak Tetap (PTT). “Jadi kalau dihitung jumlah tenaga SDM yang kita miliki sebanyak 2.589 orang,” terangnya. Berdasarkan pendataan kebutuhan guru yang dilakukan Agustus tahun lalu, Bangli masih mengalami kekurangan tenaga pengajar hingga 150 orang. Terdiri atas guru kelas,
guru olahraga, serta guru bimbingan konseling (BK). “Jumlah itu belum termasuk guru yang pensiun per 31 Desember lalu, yang jumlahnya mencapai 70 orang,” ujarnya. Untuk mengisi kekurangan guru tersebut, Disdikpora selama ini mengandalkan tenaga honorer dan pengabdi. Jasa mereka dibayar sesuai kemampuan masing-masing sekolah. Suteja mengatakan, dalam rencana strategis yang dibuatnya, sejatinya pihaknya telah merancang merekrut GTT sebanyak 100 orang setiap tahunnya guna mengatasi persoalan kekurangan guru di Bangli. Jumlah itu didasarkan pada rata-rata jumlah guru pensiun yang mencapai 70 orang tiap tahunnya. Namun karena keterbatasan anggaran, perekrutan GTT terakhir kali hanya dilaksanakan 2016 lalu. Di mana saat itu, jumlah GTT yang direkrut sebanyak 350 orang. “Untuk tahun ini, khususnya di anggaran induk tidak ada rencana perekrutan
GTT,” terangnya. Untuk memenuhi kekurangan guru di Bangli, Suteja sangat berharap pemerintah kabupaten bisa kembali membuka rekrutmen GTT pada tahun anggaran perubahan mendatang. Mengingat pada tahun ini, Pemkab Bangli telah memutuskan menunda rekrutmen CPNS dan PPPK. Suteja berpendapat bahwa keputusan Pemkab Bangli menunda rekrutmen CPNS tahun ini sangat logis. Dasarnya agar saat rekrutmen CPNS nanti, seluruh kuota bisa diisi oleh masyarakat Bangli. Demikian juga dengan penundaan rekrutmen PPPK, Suteja juga menilai bahwa kuota yang diberikan pusat tahun ini sangat kecil dan tidak sebanding dengan kebutuhan dan jumlah GTT di Bangli. “Kalau mau pemerintah pusat membantu, kuota yang diberikan harusnya bisa lebih banyak. Mengingat kebutuhan guru kita cukup banyak,” katanya. (kmb40)
Bangli (Bali Post) Keberadaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Bangli terus didorong untuk semakin kreatif dalam berinovasi mengolah pangan lokal. Terlebih saat ini peluang pasar produksi pertanian lokal semakin terbuka pascaterbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan, berproduksi merupakan tujuan utama dilaksanakan kegiatan usaha tani. Tetapi jika hasil yang diperoleh belum menjamin tercapainya pendapatan yang memadai maka perlu dipikirkan upaya untuk melakukan prosesing lebih lanjut yang menguntungkan. Salah satunya dalam olahan bahan pangan. Dalam proses pengolahan pangan harus dipahami mekanisme pengolahan, khususnya perubahan yang mungkin terjadi pada komponen bahan termasuk warna, tekstur rasa serta gizi yang dikandungnya. “Oleh karena itu perlu diperhatikan prinsip-prinsip pent-
ing dalam proses pengolahan agar produk yang dihasilkan berkualitas sehingga mampu bersaing di pasaran,” kata Giri Putra saat hadir mewakili Bupati Bangli dalam kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan lokal yang diikuti 20 perwakilan KWT di Dinas PKP Bangli, Rabu (13/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, dengan adanya misi Gubernur Bali untuk mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, perikanan dan industri kerajinan rakyat serta telah dikeluarkannya kebijakan strategis berupa Pergub Bali No. 99 Tahun 2018, mengisyaratkan bahwa peluang pasar produk pertanian lokal semakin terbuka. Asalkan petani mampu memenuhi syarat kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Peluang pasar yang terbuka akan membuat semua pihak yang berkompeten akan berusaha untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki agar memiliki produk khas yang diminati pasar. “Harus dipahami bahwa produk itu tidak selalu tercipta serta merta tetapi ada yang membutuhkan proses
dan ketekunan lebih. Pada saat inilah biasanya para petani kita kalah saing karena kurang sabar, sehingga peluang yang ada diambil oleh pihak lain. Jiwa mudah menyerah apalagi putus asa harus diubah jika ingin menjadi petani maju,” kata Giri Putra. Dalam kesempatan itu, Giri Putra juga mengimbau kepada para petugas teknis terkait dan penyuluh agar selalu mendampingi petani dalam penerapan teknologi serta menjadi fasilitator dalam setiap permasalahan pertanian yang dihadapi oleh masyarakat. Sehingga sektor pertanian dapat dijadikan sebagai andalan dalam menunjang perekonomian masyarakat. Sementara itu kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan lokal kemarin dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wanita tani dalam teknis pengolahan pangan agar sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan menghadirkan instruktur dari sejumlah instansi teknis terkait. (kmb40)
KWT Didorong Kreatif Olah Pangan Lokal
Bali Post/kmb40
MENYEMPIT - Kondisi jalan di wilayah Desa Buahan Kintamani tepatnya di lokasi yang sempat tertimbun longsoran tebing Bukit Abang beberapa waktu lalu, kini semakin menyempit.
Terkikis Hujan, Jalan di Buahan Menyempit
Bangli (Bali Post) –
Jalan di wilayah Desa Buahan Kintamani, tepatnya di lokasi yang sempat tertimbun longsoran tebing Bukit Abang beberapa waktu lalu, kini kian menyempit. Selain karena masih ada sedikit timbunan material tanah dan bebatuan, menyempitnya jalan tersebut terjadi akibat terus menerus terkikis air hujan. Sebagaimana yang diketahui, jalan tersebut merupakan akses darat satu-satunya yang bisa dilalui untuk menuju tiga desa, yakni Terunyan, Abang Batudinding, dan Abang Songan. Beberapa waktu lalu, jalan tersebut sempat tertutup total lantaran tertimbun material longsoran tebing Bukit Abang. Besarnya volume material tanah dan bebatuan yang menimbun jalan juga
mengakibatkan sisi jalan yang ada di pinggiran danau sedikit amblas. Saat ini, kondisi amblasnya jalan semakin bertambah parah. Perbekel Desa Abang Batudinding I Made Diksa mengatakan, sebelumnya lebar badan jalan di lokasi sekitar 3,5 meter. Namun saat ini hanya tersisa 2 meter lebih. Menyempitnya badan jalan disebabkan mengalami pengikisan akibat hujan.
“Kemarin hujannya deras. Air yang dari atas bukit menggerus pinggiran jalan,” ungkapnya, Rabu (13/2) kemarin. Karena lebar jalan menyempit, kendaraan roda empat yang hendak melintas di lokasi harus ekstra hati-hati. Menurut Diksa, jika hujan deras terus-menerus mengguyur hingga beberapa hari ke depan, bukan tidak mungkin lebar badan jalan yang kini masih tersisa 2 meter leb-
ih akan semakin berkurang. “Kalau hujan terus-menerus sampai semingguan ini pasti sudah habis jalannya. Warga terancam tidak bisa lewat,” ujarnya. Terkait kondisi itu, Diksa mengaku sudah melaporkannya ke Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli. Oleh dinas terkait, kondisi jalan di lokasi akan segera disurvei. Untuk mencegah agar badan jalan tak semakin habis terkikis, pihaknya berharap Pemkab Bangli bisa segera melakukan penyenderan kembali di lokasi, termasuk menghotmiknya. (kmb40)
Bali Post/ist
PELATIHAN - Perwakilan KWT saat mengikuti kegiatan pelatihan teknis pengolahan pangan lokal yang diikuti 20 perwakilan KWT di Dinas PKP Bangli, Rabu (13/2) kemarin.
Soal Tarif Sandar Kapal
Gapasdap Berharap Naik Hanya 50 Persen Bangli (Bali Post) Kalangan pengusaha atau pemilik kapal yang terhimpun dalam Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Danau Batur menanggapi pasrah soal rencana Pemkab Bangli menaikkan tarif sandar kapal di jalur penyeberangan di Danau Batur. Meski demikian, Gapasdap berharap besaran kenaikan tarif sandar tak sampai seratus persen mengingat kondisi ketiga dermaga di Danau Batur yang tak layak digunakan. Belum lagi, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa penyeberangan juga mengalami penurunan sejak beberapa waktu terakhir. Ketua Gapasdap Kabupaten Bangli Nengah Dester saat dihubungi, Rabu (13/2) kemarin, tak bisa berkomentar banyak soal rencana kenaikan tarif sandar kapal di Danau Batur. Pihaknya mengaku hanya bisa pasrah dan mendukung jika itu memang akan menjadi kebijakan pemerintah. Namun demikian, sebagai pengusaha kapal pihaknya masih tetap berharap pemerintah tak sampai menaikan tarif terlalu tinggi hingga 100 persen. “Kalau bisa naiknya 50 persen saja,” ujarnya. Menurut Dester, jika melihat kondisi sarana penunjang dermaga yang ada saat ini, rencana kenaikan tarif biaya sandar hingga 100 persen tentu sangat tidak sebanding. Dari tiga dermaga yang ada, yakni Dermaga Kedisan, Dermaga Kuburan Terunyan dan Dermaga Desa Terunyan, semuanya dalam kondisi
sudah rusak dan terendam luapan air Danau Batur. “Sudah lima tahunan dermaga yang ada tidak bisa dipakai. Sekarang sudah tenggelam, apalagi saat musim hujan. Jadi kalau dikaitkan kenaikannya dengan kondisi dermaga, tidak cocok,” ungkapnya. Karenanya, jika memungkinkan pihaknya berharap kenaikan sarana penunjang dermaga bisa diperbaiki terlebih dahulu sebelum memberlakukan kenaikan
tarif biaya sandar. Dester juga mengharapkan dengan adanya kenaikan tarif biaya sandar nantinya, pemerintah juga mengupayakan agar tingkat kunjungan wisatawan ke Kuburan Terunyan dengan menggunakan jasa penyeberangan bisa meningkat. Diungkapkannya bahwa sejak Gunung Agung mengalami erupsi setahunan lebih, jumlah wisatawan yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan
ke Desa Terunyan mengalami penurunan. Saat ini dalam sehari rata-rata penyeberangan hanya 4 sampai 6 boat. Sebelumnya diberitakan, tarif sandar kapal yang beroperasi di kawasan Danau Batur, Kintamani bakal dinaikan seratus persen. Terkait rencana itu, Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Bangli bersama eksekutif saat ini sedang menggodok Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhan. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Nengah Dester
15
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
Belum Terbukti, Pengobatan DBD dengan Bahan-bahan Alami Jakarta (Bali Post) – Seorang ahli menyebut pengobatan demam berdarah dengue (DBD) dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti yang beredar di media sosial, belum terbukti secara klinis dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Daun pepaya, daun lengkuas, itu dikatakan bisa tingkatkan trombosit, mungkin hanya digunakan oleh empat lima orang dan dibilang efektif. Jangan percaya begitu saja apa yang ada di medsos, kata ahli dari Departemen Parasitologi FKUI Prof. dr. Saleha Sungkar, DAP&E., M.S., Sp.ParK. dalam diskusi mengenai penyakit DBD di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin. Dia menjelaskan bahwa DBD disebabkan oleh virus, maka perlu dilakukan pen-
anganan secara medis yang tepat untuk pengobatannya. Saleha menjelaskan upaya peningkatan jumlah trombosit, seperti yang diinformasikan di media sosial, dengan berbagai bahan alami sebenarnya bukan merupakan hal utama dalam penanganan penyakit demam berdarah. ‘’DBD penanggulangannya yang penting adalah pemberian cairan, enggak usah repot naikkan trombosit karena akan naik sendiri,’’ katanya. Mengonsumsi beberapa sayuran dan buah-buahan memang juga bisa dilakukan, seperti air buah kelapa yang dapat mengganti cairan tubuh. Namun, dia menekankan hal tersebut bukan untuk mencegah atau menjadikannya sebagai pengobatan DBD. Menurutnya, kasus kematian akibat penyakit DBD pal-
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang Rp 11,2 miliar dalam penyidikan kasus suap pelaksanaan proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018. ‘’Setelah dilakukan rekapitulasi sampai saat ini, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga mengalir pada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek SPAM baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing, yaitu Rp 11,2 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan 138.500 dolar AS,’’ kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin.
Bali Post/ant
Prof. dr. Saleha Sungkar
ing umum dikarenakan keterlambatan dalam penanganan. Oleh karena itu deteksi dini gejala DBD sangat penting diketahui oleh masyarakat agar bisa segera ditangani. (ant)
Presiden Jokowi SBY mengatakan saat ini dirinya berada di Singapura mendampingi Ani Yudhoyono dalam pengobatan dan perawatan kesehatan. Sejak tanggal 2 Februari 2019 yang lalu, katanya, Ani Yudhoyono menjalani medical treatment di Singapura atas rekomendasi tim dokter kepresidenan Indonesia, dan karenanya harus menjalani pengobatan dan perawatan yang intensif di National University Hospital Singapura. Pada kesempatan itu SBY
Kamis, 14 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Religiusitas di Zaman Global (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ayodha Kanda 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Agrobisnis Budi Daya Ikan Mujair di Danau Batur 09:30 Wita Taksu Nyoman Resten, Panggilan Jiwa Berkesenian 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Dialog Interaktif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Religiusitas di Zaman Global (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:05 Wita Klip Bali 15:00 Wita Kidung Interaktif 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Univ. Mahendradatta 17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita DIABEMED 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Nyenuk, Panyineban, Nuek Lan Mendem Bagia Pura Khayangan Jagat Er Jeruk Ds. Parkraman Sukawati, Gianyar 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:05 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif ABI 21:00 Wita Indi Band Generation Special Valentine 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Niscaya Lingga - Nircaya Lingga, Pr. Dalem Bajangan Br. Kebon Nyitdah Tabanan (4) 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi dan pemerintah, terutamanya tim dokter kepresidenan atas perhatian dan bantuan yang diberikan dalam pengobatan Ani Yudhoyono. SBY mengatakan dirinya amat mengetahui, Ani Yudhoyono adalah sosok yang kuat, tabah, dan tegar dalam menghadapi tantangan kehidupan, termasuk ketika Ani bersatu dalam suka dan duka selama 10 tahun dirinya mengemban tugas memimpin Indonesia dulu. ‘’Namun, bagaimanapun, saya, Ibu Ani dan keluarga harus bersatu dalam semangat keyakinan dan kekuatan agar semua ikhtiar untuk penyembuhan Ibu Ani dengan izin pertolongan Allah dapat berhasil dengan baik,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Kan-
tor Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo sudah mengirim tim dokter kepresidenan untuk ikut menangani pengobatan mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. ‘’Saya kemarin sudah ketemu Dokter Terawan, Kepala RSPAD Gatot Soebroto membahas masalah itu,’’ kata Moeldoko, Rabu kemarin. Mantan Panglima TNI ini mengatakan, dr. Terawan dan tim langsung berangkat ke Singapura tempat Ani Yudhoyono dirawat pada Selasa (12/2) siang. ‘’Semuanya berdoa agar Bu Ani segera diberi kesembuhan,’’ kata Moeldoko. Ketika ditanya apakah ada rencana Presiden Jokowi menjenguk Ani Yudhoyono di Singapura, Moeldoko mengatakan pihaknya masih mencari waktu. (ant)
Lebih Aman ‘’Kami akan membahas konsep pencegahan praktik korupsi, agar ASN di Jatim bisa bekerja lebih aman dan nyaman,’’ kata Khofifah. Untuk diketahui, Jatim memiliki catatan buruk tentang praktik korupsi. Setidaknya ada 13 kepala daerah dari 38 kepala daerah yang menjabat ditangkap KPK karena dugaan korupsi. Ke-13 kepala daerah itu yakni Wali Kota Madiun Bambang Irianto, Bupati Pamekasan Ahmad Syafi’i, Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus, Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, Bupati Nganjuk Taufiqurrahman, dan Bupati Jombang Nyono
Suharli Wihandoko. Selain itu, juga ada Wali Kota Malang Mochammad Anton, Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa. Pelantikan dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Kalla, para menteri Kabinet Kerja, para kepala lembaga tinggi negara, sejumlah ketua partai politik dan juga Gubernur Jawa Timur 20142019 Soekarwo serta sejumlah pejabat negara dan daerah lainnya. Sebelum dilantik, Khofifah dan Emil menerima salinan surat keputusan presiden dan arak-arakan bersama dengan Presiden dan Wakil Presiden dari Istana Merdeka menuju Istana Negara. (059)
Belum Sepakat Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan pemerintah Sarbagita belum menandatangani apa pun sebagai bentuk kesepakatan terhadap proyek waste to energy tersebut. Kota Denpasar khususnya masih menunggu hasil FS yang
KPK Sita Rp 11,2 Miliar Terkait Kasus Suap Proyek SPAM
akan dilakukan oleh Waskita Karya. Selain itu, masih akan melihat kemampuan Pemkot Denpasar untuk ikut terlibat dalam proyek serta kuat tidaknya regulasi pendukung. Meski demikian, pihaknya mengapresiasi komitmen Gubernur yang ingin membantu menyelesaikan masalah sampah di TPA Suwung. (kmb32)
Uang-uang yang disita tersebut, ucap Febri, terdiri atas sejumlah uang yang ditemukan saat kegiatan tangkap tangan dilakukan pada 29 Desember 2018 lalu dan pengembalian dari 16 orang pejabat di Kementerian PUPR. ‘’Baik yang menjadi tersangka ataupun saksi, seperti PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di beberapa proyek penyediaan air minum pada sejumlah daerah,’’ kata Febri. KPK menduga masih terdapat aliran dana lain pada sejumlah pejabat terkait SPAM ini. ‘’Oleh karena itu, KPK mengingatkan pada semua pihak yang pernah menerima aliran dana tersebut agar secara kooperatif mengembalikan pada KPK. Sikap kooperatif akan dihargai secara hukum,’’ tuturnya. Untuk diketahui, KPK total telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi yakni Dirut PT WKE Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL). Sedangkan diduga sebagai penerima yaitu Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/ Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM
Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA). Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa. Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. (ant)
’’Setelah dilakukan rekapitulasi sampai saat ini, penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah uang yang diduga mengalir pada sejumlah pejabat di Kementerian PUPR terkait proyek SPAM, baik dalam mata uang rupiah ataupun valuta asing, yaitu Rp 11,2 miliar, 23.100 dolar Singapura, dan 138.500 dolar AS.’’ Febri Diansyah
Belum Ada Kandidat Isi Posisi Sekjen KPK
Jakarta (Bali Post) Panitia Seleksi Sekretaris Jenderal Komisi Pemberantasan Korupsi (Sekjen KPK) tTahun 2018 menginformasikan bahwa belum ada kandidat yang dapat diusulkan kepada Presiden RI Joko Widodo untuk dapat ditetapkan sebagai Sekjen KPK. Hal itu tertuang dalam pengumuman KPK Nomor: B/08PS/KP.00.01/54/02/2019 tentang ‘’Pengumuman Hasil Akhir Seleksi Gelombang Kesatu dan Kedua Jabatan Pimpinan Tinggi Madya untuk Jabatan Sekretaris Jenderal pada Komisi Pemberantasan Korupsi’’. Dalam pengumuman itu tertulis: ‘’Sehubungan dengan telah dilaksanakannya tahapan wawancara enam orang kandidat jabatan pimpinan tinggi
madya untuk jabatan sekretaris jenderal (gelombang satu dan kedua) dan berdasarkan hasil konsultansi ke Komisi Aparatur Sipil Negara. Maka dengan ini Panitia Seleksi mengumumkan bahwa belum ada kandidat yang dapat diusulkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Kabinet Republik Indonesia untuk dapat ditetapkan sebagai sekretaris jenderal pada Komisi Pemberantasan Korupsi’’. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan lembaganya menghargai dan menyampaikan terima kasih pada seluruh calon yang pernah mendaftar dan mengikuti serangkaian tes selama tahun 2018 lalu. ‘’Semoga apa pun hasil seleksi ini, harapan KPK tetap tidak mengecilkan se-
Menjadi Energi Dengan adanya tambahan lahan itu, lanjut Hokkop, sepanjang tiga tahun ketika PLTSa beroperasi akan bisa meng-cover laju pertumbuhan sampah dengan proses pembakaran sampah menjadi energi. Pihaknya menghitung volume sampah meningkat sekitar 4 persen di TPA Suwung, melihat trending 2017, 2018, dan 2019. Untuk dampak ekologi, Hokkop menyebut inilah yang sedang dikaji dalam FS. Mengingat, pengola-
han sampah dengan insenerator sebetulnya belum ada di Indonesia. Untuk di TPA Suwung, pihaknya mengadopsi teknologi Jepang, Korea, Taiwan, dan Cina. Diakui bila sisa hasil pembakaran di insenerator memang akan menimbulkan dampak tertentu. Kalau ternyata masuk dalam kategori B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun - red), pihaknya tentu akan melakukan penanganan khusus. ‘’Kita bekerja sama dengan konsultan dari Prancis, itu yang menunjuk dari Indonesia Power,’’ tandasnya. (kmb32)
mangat pemberantasan korupsi para calon dan dukungan terhadap kerja-kerja KPK,’’ ucap Febri di Jakarta, Rabu (13/2) kemarin. Selanjutnya, KPK akan membahas apa saja untuk mengisi posisi Sekjen KPK tersebut. Febri mengatakan bahwa KPK sangat berharap sekjen yang terpilih benar-benar dapat menjalankan fungsi yang krusial dari unit kesetjenan yang bertugas memberikan dukungan penuh pada seluruh pelaksanaan tugas KPK sebagaimana diatur di Undangundang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Sebelumnya, KPK pada Senin (7/1) mengadakan tes wawancara terhadap enam kandidat sekjen KPK. Enam kandidat itu terdiri atas dua
kandidat dari seleksi gelombang pertama dan empat kandidat dari seleksi gelombang kedua. Enam kandidat itu yakni Muhammad Zeet Hamdy Assovie, Prasetyo, Roby Arya Brata, Tuty Kusumawaty, U Saefudin Noer, dan Winarni Dien Monoarfa. Panitia Seleksi Sekjen KPK Tahun 2018 terdiri atas Ketua KPK Agus Rahardjo, Chief Human Capital Development Astra International Aloysius Budi Santoso, pimpinan KPK Basaria Panjaitan, mantan Komisioner KPK Erry Riyana Hardjapamekas, sosiolog Imam B. Prasodjo, Wakil Sekretaris Kabinet RI Ratih Nurdiati, dan Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan RI Sumiyati. (ant)
Sistem Keuangan ‘’Setelah saya kaji, baik secara yuridis dan prinsipprinsip tata kelola sistem keuangan, saya berpendapat bahwa pembentukan LOKA Bali tidak tumpang tindih dan tidak bertentangan dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro,’’ jelasnya.
Koster juga menyinggung soal kedudukan dan eksistensi Badan Kerja Sama LPD (BKS-LPD). Dijelaskan, bila lembaga tersebut merupakan organisasi asosiasi para pengurus LPD dan bukan merupakan bagian dari sistem tata kelola keuangan adat Bali. Dalam hal ini, BKS-LPD tidak mempunyai kewenangan pengaturan dan pengawasan. (kmb32)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Kamis Kliwon, 14 Februari 2019
profil
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Liga Champions
Rini Demonsi
Fokus Kerja
NAMA Rini Demonsi tidak asing lagi di kancah olahraga karate di Bali. Ia merebut medali perunggu pada PON XIV/1996 di Jakarta dan ditingkatkan menjadi perak pada PON XV/2000 di Surabaya. Bertanding terakhir pada Porprov Bali X/2011 di Jembrana, Rini menyumbang emas untuk kontingen Badung. Kini, ia agak jarang berlatih ilmu bela diri asal Jepang ini karena kesibukannya mengembangkan karier. ‘’Saya sudah jarang berlatih karate, sebab konsentrasi pada kerjaan,’’ ucap wanita yang bekerja pada perusahaan keramik ini. Rini yang lahir di Padang, Sumbar, 16 Januari 1974, mulai belajar karate di Dojo AURI, Tuban, dilatih Sensei Maryoto Subekti. Ia awalnya menekuni karate hanya ikut– ikutan sang ayah dan kakak. Istri Roy Hartanto ini menekuni karate sejak duduk di bangku kelas V SD. Bakatnya ternyata menonjol. Hal ini tampak saat Kejurda Karate di Jembrana. Meskipun usianya masih relatif muda, ia mampu merebut emas pada kategori senior nomor kumite. ‘’Saya pertama kali mendulang emas di Negara. Kala itu saya siswa SMPN 1 Kuta,’’ kenang ibu tiga anak ini. Seiring bertambahnya usia, prestasinya makin berkibar. Rini berhasil mendulang perunggu pada PON 1996 dan perak pada PON 2000. Di Surabaya, ia dikalahkan Metty Kassengar dari Sulut di final. Dirinya menerima hasil ini mengingat Metty adalah karateka penghuni pelatnas kelas +60 kg. Selanjutnya ia menggapai medali emas pada Kejurnas Inkai, Porprov Bali dan Australian Terbuka serta menjadi semifinalis kejuaraan karate Shoto dan
MU Gagal Imbangi Kualitas PSG
Manchester – Manchester United (MU) menelan kekalahan pertama dalam 12 pertandingan di bawah manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer. Paris Saint-Germain (PSG) menghentikan langkah Setan Merah dengan skor 0-2 pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Rabu (13/2) pagi kemarin. Gol di babak kedua dari Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe membuat MU dalam tekanan besar menghadapi pertandingan kedua di Paris pada 6 Maret mendatang sekaligus penentuan lolos ke babak delapan besar. Belum lagi mereka harus tampil tanpa Paul Pogba yang diusir keluar lapangan pada menit terakhir. Solskjaer mengakui United yang hanya berhasil melakukan satu tembakan ke gawang Gianluigi Buffon sehingga gagal memenuhi kualitas yang diperlukan untuk melawan PSG. ‘’Hari ini kami tidak berada di level ini. Ini adalah level yang lebih tinggi dari apa yang telah kami lawan. Kami telah menjalankan yang hebat, datang ke permainan ini dalam kerangka pikiran yang hebat, performa
yang bagus, tetapi ini merupakan langkah besar ke atas,’’ ujarnya. Ia mengklaim Pogba tidak pantas mendapatkan kartu kuning kedua atas pelanggarannya terhadap Dani Alves. ‘’Paul berusaha menyilangkan tubuhnya dan Dani Alves cukup pintar untuk meletakkan kakinya di sana. Paul ingin melindungi
bola, dia kurang beruntung,’’ katanya. Pukulan ganda mengguncang United karena di awal babak pertama dan saat istirahat Jesse Lingard dan Anthony Martial tertatih-tatih untuk digantikan Alexis Sanchez dan Juan Mata. Setelah itu tuan rumah tidak pernah tenang karena PSG menghasilkan tampilan babak
kedua yang memukau meskipun David de Gea tampil gemilang di gawang. Solskjaer meminta bintangbintangnya untuk menghasilkan tampilan yang jauh lebih baik di ibu kota Prancis nanti. ‘’Gunung ada di sana untuk didaki. Anda tidak bisa berbaring dan mengatakan ini sudah berakhir. Kami akan pergi ke sana, memainkan permainan kami dan meningkatkan mulai hari ini,’’ tambahnya. Kemenangan PSG tidak lepas dari peran Angel di Maria. Dicemooh oleh pendukung tuan rumah setelah menjalani satu musim yang tidak menyenangkan di United pada 2014, pemain sayap Argentina ini membungkam pencelanya. Tendangan sudutnya dan umpan matangnya dituntaskan menjadi gol oleh Kimpembe dan Mbappe. ‘’Dia sangat kompetitif, seperti semua orang Amerika Selatan. Jika Anda menggodanya, itu tidak membuatnya lebih lemah,’’ ungkap pelatih PSG Thomas Tuchel. Zaniolo Sementara itu, Nicolo Z a n i o l o mencetak
Emas Wushu Porprov Jangan Dibagi-bagi
peringkat keempat Kejuaraan Dunia di Sao Paulo, Brazil. Karateka y a n g pernah dipercaya membawa api obor Porprov Bali ini juga sempat berlatih di Jepang. ‘’Di puncak karier atlet saya, saya bersyukur masih bisa menyumbang medali emas untuk Badung di nomor kata beregu pada Porprov Bali di Jembrana,’’ tuturnya. (nel)
Jelang Kejurnas, PJSI Terkendala Anggaran Denpasar (Bali Post) – Pejudo Bali bersiap menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo yang akan berlangsung di Jakarta, 22–24 Februari mendatang. Di satu sisi, Pengprov PJSI Bali tengah dihadang masalah dana untuk memberangkatkan atletnya ke ibu kota. Menurut Wakil Ketua Umum PJSI Bali Nengah Sudiartha, pihaknya dalam dilema karena membutuhkan anggaran untuk mengirim 20 judoka ke kejurnas. Sementara sampai sekarang belum ada kepastian dari KONI Bali terkait besarnya dana yang akan diberikan. ‘’Padahal ke-20 pejudo itu telah kami daftarkan untuk mengejar poin, karena kejurnas ini merupakan ajang PraPON,’’ katanya di Denpasar, Rabu (13/2) kemarin. Bila bantuan KONI Bali di bawah dana yang diperlukan untuk kejurnas, otomatis pihaknya akan melakukan perampingan atlet. Ini kendala bagi PJSI Bali sebab pejudo dituntut mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya untuk bisa tampil pada PON XX/2020 di Papua. PJSI Bali juga dihadapkan pada persoalan kuota yang dipertandingkan di kejurnas. PB PJSI hanya membolehkan satu daerah menurunkan seorang pejudo dalam satu kelas. Berbeda dengan Pra-PON sebelumnya yang mana tiap provinsi bisa menampilkan maksimal dua atlet di satu kelas. ‘’Jelas ini membuat kami harus memilih dengan jeli, karena di satu kelas ada dua pejudo andalan dengan prestasi nasional,’’ ujar Sudiartha. Ia mencontohkan di kelas 81 kg terdapat Adesta Wiradamungga yang sudah kenyang pengalaman dan prestasi hingga tingkat internasional dan Bima Prasetya yang sekarang menjalani pelatnas. Begitu pula kelas 73 kg dihuni Adi Wirawan (juara PON 2016 di Jawa Barat) dan Komang Adi Arta (juara kejurnas tahun lalu). Ini akan menyulitkan PJSI Bali karena kedua pejudo sama-sama berkualitas. (kmb)
BINTANG – Kylian Mbappe (kanan) dan Nicolo Zaniolo menjadi bintang kemenangan PSG dan AS Roma di laga pertama babak 16 besar Liga Champions.
James Tak Mampu Menangkan Lakers
LeBron James
GMC Atasi Tenaga Baru Jakarta (Bali Post) – GMC Cirebon dipaksa melewati babak overtime untuk bisa mengatasi Tenaga Baru Pontianak dengan kemenangan 74-72 dalam laga lanjutan Seri II PIala Srikandi 2018-2019 di GOR Grogol, Jakarta, Rabu (13/2) kemarin. GMC sebetulnya sempat unggul 66-61 pada satu menit terakhir kuarter keempat, namun Tenaga Baru memaksakan perpanjangan
dua gol saat AS Roma mengalahkan Porto 2-1 di Stadion Olimpico. Pemain berusia 19 tahun itu mendapatkan gol pertamanya di Liga Champions pada menit ke-70 dan menambahkan enam menit kemudian untuk menimbulkan kekalahan pertama pada Porto di kompetisi Eropa tahun ini. Adrian Lopez membuat satu gol vital untuk Porto pada menit ke-79 sebagai modal di kandang sendiri pada 6 Mei. ‘’Ini malam yang luar biasa. Saya terdiam dan tidak pernah mengharapkan hal seperti itu. Kami seharusnya tidak kebobolan, tapi masih ada laga kedua yang akan datang,’’ tutur Zaniolo kepada Sky Sport Italia. ‘’Zaniolo tidak mengejutkan lagi. Kekuatan fisiknya luar biasa untuk pria seusianya dan menggabungkannya dengan teknik hebat. Dia sudah jadi pemain hebat,’’ sebut kapten Roma, Daniele De Rossi. (afp/kmb)
waktu lewat lima angka beruntun yang diraih oleh Prisca Widiawati. Christie memimpin raihan angka GMC dengan catatan 27 poin dan 9 rebound, diikuti Leony yang membukukan 16 poin. Di kubu Tenaga Baru, Fanny Kalumata meraih 13 poin dan 11 rebound, diiringi 13 poin milik Calista Elvira dan Anjelin Simanjuntak serta 10 poin dari Prisca Widiawati dan Sarce Buam. Di bagian lain, pelatih Merpati
Bali Post/afp
Washington – LeBron James menghasilkan 28 poin tetapi tidak cukup untuk mencegah Los Angeles Lakers kalah 113-117 melawan Atlanta Hawks dalam lanjutan kompetisi NBA di State Farm Arena, Rabu (13/2) kemarin. Ini merupakan kekalahan keempat dalam lima pertandingan terakhir Lakers. James juga membuat 11 rebound dan 16 assist, sedangkan Kyle Kuzma dan Brandon Ingram masing-masing mencetak 19 poin serta Reggie Bullock menyumbang 15 poin. ‘’Pada akhirnya kami kehilangan pertandingan. Saya tidak peduli apa yang saya lakukan secara individu,’’ kata James tentang penampilannya. John Collins dan Trae Young masing-masing mencetak 22 poin untuk Hawks. Rekor menang-kalah Lakers kini menjadi 28-29. Mereka tetap berada di luar tempat untuk lolos ke playoff di Wilayah Barat karena berada di posisi ke-10. ‘’Kami tidak memiliki permainan yang konsisten di semua fase permainan, ofensif dan defensif,’’ tambah James. Di tempat lain, Golden State Warriors mengatasi kinerja bersemangat pemain Utah Jazz sebelum menang 115-108. Kevin Durant menyumbang 28 poin dan Stephen Curry menambah 24 poin untuk Warriors yang memimpin Wilayah Barat dengan rekor 41-15. Di Philadelphia, Gordon Hayward membuat 26 poin dari bangku cadangan untuk memicu Boston Celtics meraih kemenangan 112-109 atas tuan tumah 76ers. Celtics sekarang sejajar dengan Sixers dengan 36 kemenangan melawan 21 kekalahan. Al Horford menambahkan 23 poin dan Jayson Tatum membuat 20 poin untuk Celtics. Semua starter 76ers membuat angka ganda dengan Joel Embiid memimpin lewat raihan 23 poin. (afp/kmb)
Bali Bambang Ardianto Pribadi mengaku puas para pemainnya bisa tampil lepas saat melakoni laga pertama, Selasa (12/2) malam. Pada partai itu, Merpati Bali menang dengan skor 67-41 atas Sahabat Semarang. Kendati demikian, Bambang menilai ada yang perlu dievaluasi dari permainan timnya terutama dalam urusan tingkat akurasi tembakan. Statistik pertandingan mencatat sepanjang laga Merpati melepaskan 74 kali percobaan tembakan, namun hanya 25 yang berbuah angka atau 34 persen. Bahkan, akurasi tembakan
tripoin Merpati lebih buruk lagi, hanya empat kali berbuah poin dari 21 percobaan atau 19 persen saja. Beruntung barisan pemain Merpati yang turun dari bangku cadangan secara keseluruhan menyumbangkan 35 poin atau lebih dari separuh total poin mereka. Angka tersebut memperlihatkan kedalaman skuad Merpati, kendati saat ini sejumlah pemainnya masih dibekap cedera seperti Dewa Ayu Sriartha dan Dora Lovita. Merpati selanjutnya menghadapi Flying Wheel Makassar pada Kamis (14/2) ini. (ant)
Semarapura (Bali Post) Medali emas cabang olahraga (cabor) wushu jangan dibagi-bagikan kepada kontingen tertentu pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Harapan ini disampaikan pelatih wushu Klungkung Wandy Tandon setelah muncul kasak kusuk bahwa medali emas Porprov akan diberikan kepada atlet tertentu tanpa melihat kualitas penampilannya. Wandy menolak bagi–bagi emas demi masa depan atlet bersangkutan. Jika atlet yang tekniknya pas–pasan diberikan hadiah medali emas, akan ditertawakan saat berlaga di kejurnas. Sebab, wushu senantiasa menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. ‘’Kalau atlet peraih emas sudah diketahui sejak dini, untuk apa digelar Porprov?’’ kilahnya di Semarapura, Rabu (13/2) kemarin. Atlet yang menyabet emas nomor tangan kosong pada PON XVI/2004 di Palembang dan menyumbang perak untuk kontingen Indonesia pada SEA Games 2005 di Singapura itu melanjutkan, bila perebut emas Porprov Bali sudah diketahui, untuk apa pula pelatih dan atlet bersusah payah melakukan latihan. Sejauh ini dirinya juga tidak mengetahui trik–trik untuk memenangkan atlet tertentu. ‘’Seandainya penampilan jurusnya salah apakah harus dimenangkan? Sementara di nomor tarung, apakah lawan disuruh mengalah demi memuluskan seorang atlet untuk merebut juara? Saya tak mau nilai sportivitas olahraga dirusak. Kasihan atlet yang berlatih keras tidak mendapatkan hasil,’’ paparnya. Ia telah enam bulan melatih atlet wushu Bumi Serombotan. Ia datang ke Semarapura sehari atau dua hari dalam sebulan. Selanjutnya, program latihan yang disusunnya diteruskan kepada dua asisten pelatih yakni Andre dan Yusi. Pihaknya mengaku buta peta kekuatan kontingen kabupaten dan kota di ajang Porprov nanti. Oleh sebab itu, pihaknya akan memantau penampilan para atlet pada Kejurda Wushu 2019 di Singaraja sekitar akhir April hingga awal Mei nanti. ‘’Saya kira dengan memantau kejurda sudah cukup untuk mengetahui kemampuan para atlet,’’ ucap mantan pelatih Porprov Kota Surabaya ini. Wandy melatih 18 atlet, namun yang masuk skuad Porprov kemungkinan 9-12 atlet. Ia optimis atlet wushu Klungkung mendulang emas di Tabanan. ‘’Target kami meraih emas lebih pada Porprov Bali 2019,’’ tegasnya. Cabor wushu Klungkung merebut 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. (022)
Wandy Tandon
Bali Post/022