Skip to main content

Edisi Jumat 13 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 118 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Jumat paing, 13 DESEMBER 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Ketut Sudikerta Dituntut 15 Tahun

Ancam Kedaulatan Negara

Hapus Rekomendasi Diskes Gianyar

Raut wajah mantan Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta, Kamis (12/12) sore kemarin seketika berubah. Jaksa penuntut umum (JPU) I Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya dan Martinus dalam sidang di PN Denpasar menuntut Sudikerta dihukum 15 tahun.

Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan bahwa konflik berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), aksi terorisme atau kelompok radikal terstruktur, jaringan nonterstruktur dan penyebaran hoax mengancam kedaulatan negara. BADUNG | HAL. 3

Kalangan DPRD Gianyar kini berupaya mempercepat pelayanan bantuan kesehatan (BK). Terutama terkait pasien yang mencari rujukan dari RSUD Sanjiwani ke RSUP Sanglah. Ke depan rekomendasi dari Diskes Gianyar untuk mencari rujukan akan dihapus.

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 6

Dari Badung untuk Bali Menuju Indonesia Maju

INDONESIA MAJU-Satria Naradha bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa dalam Dialog Indonesia Maju di Bali TV.

embangun Indonesia dari Badung. Kalimat ini agaknya tak berlebihan. Mengingat kontribusi kabupaten di Bali Selatan itu, khususnya dari pariwisata, tak bisa dipandang sebelah mata untuk negara. Devisa pun mengalir begitu deras ke kas pemerintah. Badung pun terus berjibaku mempercepat pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Seperti apa upaya mempercepat kesejahteraan masyarakat? Berikut petikan wawancara Wartawan Utama Bali Post Satria Naradha bersama Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa dalam Dialog Indonesia Maju yang disiarkan Bali TV dan Indonesia Network.

Pencalonan Gibran Murni Kompetisi PENCALONAN Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota Surakarta mendapat banyak tanggapan. Selain dari Puan Maharani, Jokowi juga memberi komentar. Presiden Joko Widodo menegaskan, pencalonan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota Surakarta murni kompetisi dan sama sekali bukan penunjukan. ‘’Ini kompetisi, bukan penunjukan. Beda. Tolong dibedakan,’’ kata Jokowi, di Bekasi, Kamis (12/12) kemarin. Ia menegaskan sudah berkali-kali menyampaikan bahwa hal tersebut sudah menjadi keputusan pribadi Gibran, sehingga ia mempersilakan siapa pun untuk bertanya langsung kepada yang bersangkutan. Namun, Jokowi menegaskan, percaturan politik dalam pilkada termasuk pemilihan wali kota merupakan sebuah kompetisi. ‘’Kan sudah saya sampaikan bolak-balik bahwa itu sudah menjadi keputusan. Tanyakan langsung ke anaknya,’’ ucapnya. Saat ditanya soal politik dinasti karena sang menantu yakni Bobby Nasution juga dikabarkan mencalonkan diri dalam Pilkada 2020, Jokowi menyatakan bahwa siapa pun warga negara memiliki hak yang sama untuk dipilih maupun memilih. Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan, majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wali kota Surakarta merupakan hak politik yang bersangkutan dan Gibran dipersilahkan daftar melalui PDI-P. ‘’Ini hak politik Gibran untuk bisa maju menjadi salah satu calon wali kota di Surakarta,’’ kata Puan di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis kemarin. Dia mengatakan, selama mengikuti mekanisme internal PDI-P, dipersilakan yang bersangkutan mengikuti mekanisme partai. Menurutnya, mekanisme internal partai dilakukan secara normatif, artinya harus ikut semua proses yang ada di internal partai. ‘’Yang penting harus daftar dulu, karena kalau tidak daftar maka tidak bisa ikut proses,’’ katanya. Sebelumny, putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota Surakarta dalam Pilkada 2020. (ant)

Ketika 2015 terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati, apa yang menjadi pijakan Giriasa (Giri Prasta-Suiasa) untuk memimpin Badung? Giri Prasta (GP): Jadi, sederhana sekali bagaimana kita bisa menyejahterakan masyarakat dan dengan kesejahteraan ini masyarakat menjadi bahagia. Kami melakukan program Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana.

Semesta itu menyeluruh, berencana itu terpola. Pola pikir kita samakan agar ending-nya jelas. Konsep kita hulu, tengah, dan hilir. Dengan konsep Pola Pembangunan Semesta Berencana, sudah barang tentu kami melaksanakan Nawacita Presiden Joko Widodo yang kami implementasikan dengan lima prioritas bidang pembangunan di Badung. Mana yang prioritas, mana yang urgen. Lima bidang ini meliputi bidang pangan, sandang dan papan, bidang

kesehatan dan pendidikan, bidang jaminan sosial dan tenaga kerja, bidang adat, agama, seni dan budaya, serta bidang pariwisata. Ini semua lengkap dengan infrastruktur. Kami sudah merevisi RPJP 2005 sampai 2025, inilah yang dijadikan pedoman untuk menyusun RPJMD Semesta Berencana 2016-2021. Sekarang Giriasa ini baru empat tahun menjabat, saya kira banyak hal yang belum kita lakukan. Tapi inovasi ini akan kita implemen-

tasikan, astungkara di periode berikutnya kami terpilih kembali. Saya kira tidak perlu memikirkan APBD kecil, APBD sedang dan APBD tinggi. Kalau APBD kecil, kuncinya yang penting pemimpin berkomitmen. Kalau bicara Bali, khususnya di Badung, sebenarnya dari lima bidang ini yang kita bantu adalah dua. Hal. 11 Tri Kona

Soal Pertumbuhan 5 Persen

SBY Sepakat dengan Jokowi Jakarta (Bali Post) – Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan sepakat dengan Presiden Joko Widodo bahwa pertumbuhan ekonomi lima persen bukan sesuatu yang buruk. ‘’Demokrat sepakat dengan Presiden Jokowi bahwa angka pertumbuhan pada tingkat lima persen bukanlah sesuatu yang buruk,’’ kata Yudhoyono dalam pidato refleksi pergantian tahun bertajuk ‘’Indonesia Tahun 2020, Peluang, Tantangan, dan Harapan’’, Rabu (11/12) malam. SBY mengatakan angka itu tidak buruk, terutama jika dikaitkan dengan situasi perekonomian global saat ini. Yang penting sasaran pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan untuk tahun 2020 sebesar 5,3 persen dapat dicapai. Meski demikian, jika ekonomi tumbuh rendah, misalnya di bawah enam persen, maka lapangan pekerjaan baru sulit didapat, penghasilan dan daya beli rakyat sulit ditingkatkan serta angka kemiskinan juga tak mudah untuk diturunkan. Oleh karena itu, SBY menyarankan dalam jangka pendek dan menengah, dua langkah besar perlu dilakukan. Pertama, investasi dunia usaha harus ditingkatkan, sementara usaha swasta, dan bukan hanya BUMN, harus mendapat peluang bisnis yang lebih besar. ‘’Oleh karena itu, Demokrat mendukung penuh upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi kita,’’ katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono

Solusi Harian Bisnis Bali Peternak Babi Mulai Gelisah Saat ini sejumlah peternak di Bali tengah gelisah. Setelah penyakit meningitis streptococcus suis (MSS), kini peternak babi terancam virus African Swine Fever (ASF) atau flu babi Afrika. Apa dampaknya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Devil Tears Dilirik Investor Objek wisata Devil Tears di Lembongan, Nusa Penida, Klungkung, mulai dilirik investor. Apa keistimewaannya? www.denpostnews.com

Amati Tanda-tanda Zaman

RESESI ekonomi dikhawatirkan terjadi tahun 2020. Karenanya pemimpin harus memberi sentuhan penting terhadap wilayah yang dipimpinnya, terutama adaptif terhadap perubahan. Pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka menilai, yang paling utama diperhatikan adalah pemimpin Bali harus bisa kembali mencermati tanda-tanda zaman serta tantangan dan ancaman yang dihadapi dunia global, regional dan lokal terhadap perubahan perilaku pasar yang sulit ditebak. Dunia sedang mengalami

perubahan besar di dua bidang utama yaitu disrupsi teknologi dan perubahan demografi. ‘’Disrupsi digital akan lebih cepat oleh temuan baru para kreator milenial, lebih sering dengan biaya jauh lebih efisien dan memberikan dampak yang lebih besar bagi kehidupan kita, yang sulit diprediksi,’’ bebernya. Ia berharap pemimpin Bali adatif terhadap perubahan. Karena dalam 5-10 tahun ke depan, generasi milenial yang akan menjadi pengambil keputusan utama dan memiliki karakter berbeda dengan pendahulunya. Generasi milenial ini akan berbasis mobile device

dan social media, work, play, fun, consumerism as life and highly collaborative dan low attention Span. Pemimpin Bali ke depan di samping harus memahami dan adaptif terhadap itu, juga tetap harus bisa menerapkan leadership dan panutan. Persoalan paling mendasar yang dihadapi oleh penempatan pemimpin pemerintahan atau badan usaha milik negara sebagai pejabat publik umumnya karena diabaikannya empat prinsip dasar atau simpulsimpul kerawanan tata kelola. Di antaranya, terabaikannya syarat mutlak dalam penen-

tuan pejabat yang profesional, kompeten, kredibel, dan rekam jejak yang teruji dan terpercaya serta bebas berbagai kepentingan. Kepemimpinan panutan (role model) merupakan hal yang sangat terkait dengan etika. Sifat dan sikap yang dimiliki seorang pemimpin merupakan penentu berhasiltidaknya seorang pemimpin dalam menjalankan roda pemerintahan. (kmb42)

Kedua, pembelanjaan konsumen juga harus dijaga dan kalau bisa ditingkatkan, baik belanja pemerintah maupun konsumsi rumah tangga. Dia menekankan di tengah lesunya daya beli golongan menengah ke bawah, ada dua prioritas yang penting direalisasikan yakni penciptaan lapangan kerja baru serta memastikan agar anggaran perlindungan sosial, termasuk subsidi bagi kaum tidak mampu, jumlahnya memadai. Sementara itu, untuk jangka panjang, pemerintah dinilai perlu melakukan segala upaya untuk meningkatkan pertumbuhan. Partai Demokrat melihat ada peluang peningkatan sumbangan sektor industri pada pertumbuhan terutama melalui industri manufaktur yang berbasiskan pertanian dan sumber daya mineral. Selain itu juga dari sektor perdagangan, konstruksi, dan kepariwisataan. (ant)


Jumat Paing,13 Desember 2019

FIGUR KUR untuk TKI TAHUN 2020, Bank BPD Bali menambah keran penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Yang semula hanya untuk KUR kecil dan KUR mikro, tahun depan ditambah penyaluran KUR untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Plafonnya mencapai Rp 2 miliar. “Bank BPD Bali tahun 2020 meningkatkan penyaluran KUR kepada TKI dengan total Rp2 miliar,” ujar Direktur Utama Bank BPD Bali, Nyoman Sudharma, belum lama ini. Ditegaskan, penyaluran KUR TKI ini bukannya tanpa alasan. Ia melihat ada potensi pasar yaitu sekolah-sekolah pariwisata yang menamatkan mahasiswa sarjana atau diploma akan pergi ke luar negeri untuk kerja di luar negeri, kapal pesiar dan lain-lain. Selain penyaluran KUR TKI, Bank BPD Bali juga meningkatkan plafon KUR mikro yang semula hanya Rp25 juta menjadi Rp50 juta. Sedan- gkan plafon KUR kecil masih tetap, yaitu pinjaman hanya sampai Rp500 juta. Dengan demikian, penyaluran KUR oleh BPD Bali meningkat 10 persen yaitu menjadi Rp1,59 triliun tahun 2020. Sementara target penyaluran KUR tahun 2019 tercapai sampai Rp920 miliar dari target Rp955 miliar, hampir 97 persen. Peningkatan penyaluran KUR ini disambut antusias oleh BPD Bali karena plafon penyaluran KUR setiap Lembaga Jasa Keuangan ditentukan oleh banyak lembaga, salah satunya OJK. Apalagi tahun depan suku bunga KUR turun menjadi 6 persen, sehingga kapasitas peningkatan produksi dan efisiensi bisa diperkuat karena cost untuk biaya bunga menjadi lebih kecil. (may)

Gugatan PMH atas LHP BPK Bisa Melalui PTUN

Denpasar (Bali Post) Majelis hakim masih berbeda pendapat soal gugatan terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK. Mereka ada yang menerima gugatan atas Perbuatan Melawan Hukum (PMH) hasil LHP BPK, ada juga majelis hakim yang menyatakan bahwa hasil pemeriksaan BPK masih ranah Tata Usaha Negara (TUN) sehingga yang berhak mengadili adalah Pengadilan TUN (PTUN). Namun, ada pula hakim yang menyatakan bukan ranah TUN karena BPK dalam melaksanakan tugas dalam rangka pemeriksaan bukan dalam rangka menjalankan fungsi pemerintah, sehingga bukan objek sengketa TUN. Untuk memperdalam PMH oleh badan atau pejabat pemerintah ini, BPK RI menggelar Focus Group Discussion (FGD) di BPK RI Perwakilan Bali, Kamis (12/12) kemarin. FGD itu dibuka Ketua BPK RI, Dr. Agung Firman Sampurna, S.E., M.Si. Hadir sebagai narasumber utama adalah Prof. Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. yang merupakan Ketua Kamar Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara. Selain itu, hadir Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar, advokat, dan praktisi hukum lainnya. Ketua BPK RI, Agung Firman Sampurna menjelaskan, yang difokuskan pada pemahaman tentang PMH oleh BPK maupun pelaksana BPK dalam tugasnya memeriksa dan mengelola keuangan negara. Dijelaskan, keberatan atas LHP BPK RI dapat dilakukan melalui mekanisme tindak lanjut hasil pemeriksaan serta melalui gugatan di pengadilan. “Perlu didiskusikan, apakah tahapan mekanisme tindak lanjut LHP harus dilakukan jika terdapat keberatan atas hasil pemeriksaan BPK. Dan apakah gugatan LHP BPK merupakan gugatan prematur, jika tidak didahului dengan pengajuan

keberatan dalam tindak lanjut pemeriksaan?” ujarnya. Yang jelas, lanjut dia, selama 2016 hingga 2019 sudah ada 26 gugatan terhadap BPK yang terdiri dari 18 gugatan perdata dan 8 gugatan TUN. Dalam Peraturan MA (Perma) Nomor 2 Tahun 2019, Pasal 2 ayat 1, menyatakan perkara PMH oleh badan atau pejabat pemerintah merupakan kewenangan PTUN. Prof. Dr. H. Supandi yang merupakan Ketua Kamar Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara dalam kesempatan itu menjelaskan, rekomendasi BPK tidaklah main-main. Itu dilakukan lahir batin. “Itu temuan profesional dan untuk mengaudit temuan kerugian keuangan negara agar negara tidak dirugikan,” jelasnya. Supandi menegaskan, audit itu akan ditindaklanjuti. “Di sini yang terpenting bukan pemenjaraan. Jangan ada diskriminasi terhadap pejabat. Tata kramanya harus dijalankan,” jelasnya. Jika memang ada temuan, kata Supandi, maka BPK wajib menyampaikan kepada atasan atau pejabat instansi dimana ditemukan temuan. Nanti pejabat di sana akan melakukan tindakan terhadap anak buahnya, tentu dengan mekanisme yang ada. “Jika tidak bisa diselesaikan oleh pejabat bersangkutan, barulah dilakukan lidik oleh pihak berwenang untuk menetapkan tersangkanya,” tegasnya. Dalam pelaksanaan LHP BPK, jika ada dilakukan oleh oknum, maka pihak yang merasa dirugikan bisa menyampaikan ke atasan si pemeriksa. “Jika ada ketidakpuasan, mestinya ajukan keberatan ke atasan. Jika tidak ada titik temu, baru bisa ajukan gugatan ke PTUN. Jika ada PMH yang dilakukan pejabat, kewenangan ada di PTUN,” tegasnya. (kmb37)

Sudikerta Dituntut 15 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Raut wajah mantan Wakil Gubernur Bali Drs. I Ketut Sudikerta, Kamis (12/12) sore kemarin seketika berubah. Jaksa penuntut umum (JPU) I Ketut Sujaya, Eddy Arta Wijaya, dan Martinus dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menuntut supaya terdakwa Sudikerta dihukum selama 15 tahun penjara. Di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, JPU I Ketut Sujaya menyatakan terdakwa Sudikerta terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana. Yakni mereka yang melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum. Yakni dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya. Menurut jaksa, terdakwa sudah melakukan tindak pidana telah menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, mengibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga, atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang

diketahuinya atau patut diduga tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal usul kekayaan, sebagaimana dimaksud dan diancam dalam dakwaan kesatu. Terdakwa melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP dan dakwaan kedua melanggar Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Selain dituntut pidana penjara selama 15 tahun, Sudikerta juga dituntut membayar denda Rp 5 miliar, subsider enam bulan kurungan. Sebelum pada kesimpulan itu, jaksa dari Kejati Bali itu mempertimbangkan sejumlah hal, baik yang memberatkan terdakwa maupun pertimbangan yang meringankan. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa merugikan orang lain. Yang

meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, bersikap sopan, mengakui bersalah, terdakwa pernah menjabat Wakil Bupati Badung dan Wakil Gubernur Bali, dan ikut berperan dalam pembangunan di Badung dan di Bali. Atas tuntutan itu, Sudikerta tidak mau berkomentar. Ia menyerahkan pada kuasa hukumnya, Nyoman Darmada. Darmada sendiri mengaku bahwa pihaknya akan melakukan pembelaan atas tuntutan 15 tahun penjara itu. Menurutnya, semestinya jaksa memilih salah satu dakwaan jaksa. “Tapi ini tuntutan jaksa digabung antara 378 dengan TPPU,” sambung Nyoman Dila, kuasa hukum lainnya. Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Sementara rekan terdakwa, Anak Agung Ngurah Agung, yang didampingi kuasa hukumnya, Agus Sujoko dan Pande Made Sugiartha, dituntut jauh lebih rendah. Agung Ngurah

Agung dituntut pidana penjara selama delapan tahun, denda Rp 500 juta, subsider enam bulan kurungan. Ia juga akan melakukan pembelaan dalam sidang berikutnya. (kmb37)

Bali Post/eka

TUNTUTAN - Terdakwa Ketut Sudikerta meninggalkan ruang sidang usai mendengarkan tuntutan di PN Denpasar, Kamis (12/12) kemarin.

Program Kemitraan BAV PPDB 2020, Persentase Genjot UMKM Naik Kelas Jalur Prestasi Ditambah BAHANA Artha Ventura (BAV) semakin gencar menjalin kerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk meningkatkan efektivitas penyaluran kredit Program Kemitraan (PK) demi mendorong Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) bisa naik kelas, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatian di tengahtengah kondisi perekonomian yang masih penuh tekanan. BAV sebagai anak perusahaan plat merah PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) telah menjalin kerja sama dengan 16 BUMN untuk menyalurkan Program Kemitraan guna menopang permodalan UMKM yang menjadi mitra binaannya. Pinjaman disalurkan ke berbagai sektor mulai dari pertanian, industri, peternakan, perdagangan hingga jasa. BAV menyalurkan pinjaman kemitraan melalui 17 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD), dengan total outstanding melebihi Rp500 miliar. Menurut Direktur Utama BAV, M. Sidik Heruwibowo, jaringan PMVD yang sudah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia dan mengedepankan prinsip penyaluran kredit yang penuh kehati-hatian sehingga tidak ada kredit yang bermasalah. “Kami pastikan ke depan masih akan ada tambahan BUMN yang bekerja sama dengan kami untuk membiayai UMKM,’’ ujarnya di selasela Pelatihan Mitra Binaan PK BUMN 2019, di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Kamis (12/12) kemarin. Hingga akhir 2019, kata Sidik Heruwibowo BAV memperkirakan total outstanding penyaluran kredit mencapai Rp507 miliar yang diberikan kepada hampir 5.000 mitra binaan di seluruh Indonesia. Tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah

Program Kemitraan yang disalurkan melalui BAV cukup lancar tercermin pada tingkat NPL sebesar nol persen. Pinjaman Program Kemitraan ini sangat membantu usaha kecil karena bunga yang rendah yaitu tiga persen. Bahkan, lebih rendah dari tingkat bunga acuan atau BI 7-days Repo Rate yang sebesar lima persen. Di tengah-tengah kondisi perekonomian domestik yang tertekan sebagai dampak dari ketidakpastian di pasar global, BAV menyadari permintaan kredit sepanjang tahun ini tidak sekencang tahun-tahun sebelumnya. Bahkan ada beberapa mitra binaan yang mengalami tantangan dalam menjalankan usahanya, namun dengan adanya pendampingan yang diberikan PMVD dan BAV mitra binaan tetap mampu menghadapi tantangan tersebut. ‘’Dengan menggandeng BUMN, kami ingin lebih besar lagi memberikan pembiayaan Program Kemitraan bagi mitra binaan, sehingga UMKM Indonesia mampu naik kelas menjadi perusahaan go public yang mampu bersaing

di pasar global,’’ ujar Sidik Heruwibowo. Guna meningkatkan ekspansi mitra binaan, kata Sidik Heruwibowo, BAV menjalin kerja sama dengan Kaya.id untuk membantu meningkatkan kualitas produk, kemasan serta memasarkannya. Menggandeng Linkaja untuk mempermudah sistem pembayaran sehingga bisa mendorong transaksi secara online, serta melibatkan Majoo dan USSI Itqan Tehno Solusi demi mendorong sistem teknologi pemasaran. “Melalui sinergi ini kami ingin mewujudkan UMKM menjadi pilar ekonomi Indonesia,’’ ujar Sidik. Sementara itu, Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Sandra Firmania memberikan apresiasi atas kegiatan BAV yang menyalurkan dana PK dari BUMN dengan target UMKM bisa naik kelas. Selain bisa naik kelas, UMKM yang telah mencapai target diharapkan bisa beranak-pinak mencarikan UMKM lain sebagai binaan. (kmb16)

BAV - Direktur Utama BAV M. Sidik Heruwibowo beserta jajaran Direksi BAV bersama Kepala Bidang Monitoring dan Evaluasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Kementerian BUMN Sandra Firmania.

Denpasar (Bali Post) Jalur prestasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK tahun 2020 akan ditambah. Ini sesuai dengan komitmen Gubernur Bali Wayan Koster yang menyatakan siap membuat peraturan gubernur tersendiri menyikapi kisruh PPDB di Bali. Bak gayung bersambut, kebijakan tersebut rupanya sejalan dengan pemikiran Mendikbud Nadiem Makarim yang telah mengeluarkan Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. “Setelah PPDB 2019, Bapak Gubernur kan sempat bilang bahwa kalau begini terus kita akan membuat peraturan gubernur tersendiri. Kami di jajaran Dinas Pendidikan menindaklanjuti dengan membuat kajian. Rencana tidak mengikuti Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 (Aturan PPDB yang lama-red),” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, Kamis (12/12) kemarin. Dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018, kata Boy Jayawibawa, persentase jalur zonasi mencapai minimal 80 persen. Sisanya jalur prestasi 15 persen dan jalur perpindahan orangtua lima persen. Oleh karena itu, Gubernur Wayan Koster memberi arahan agar PPDB juga memberi porsi yang cukup untuk nilai ujian di samping jalur zonasi. “Kenapa harus nilai ujian juga, karena visi dan misi Bapak Gubernur kan menjadikan SDM Bali unggul. Kalau hanya berdasarkan zonasi, dikhawatirkan keinginan untuk belajar menjadi kurang greget, sehingga kita buat jalur zonasi tidak lagi 80 persen tapi sekitar 40-50 persen,” jelasnya. Boy Jayawibawa menambahkan, Mendikbud Nadiem Makarim rupanya memiliki pemikiran yang sama dengan

Gubernur. Hal itu terungkap pada saat seluruh Kepala Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia dikumpulkan oleh Mendikbud untuk menyampaikan pokokpokok kebijakan “Merdeka Belajar”. Sedikitnya ada empat arah kebijakan baru menteri terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan termasuk PPDB menyangkut zonasi. “Kemarin begitu kita dikumpulkan oleh Bapak Menteri, rupanya arah kebijakan barunya itu untuk jalur zonasi bahkan minimal 50 persen. Sehingga menurut saya, apa yang dulu disarankan Bapak Gubernur sebenarnya sudah fleksibel mengikuti,” imbuh mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali ini. Selain jalur zonasi minimal 50 persen, Boy Jayawibawa menyebut ada jalur afirmasi (Kartu Indonesia Pintar dan KK miskin) minimal 15 persen, jalur perpindahan maksimal lima persen, serta jalur prestasi (akademik dan non akademik) yang disesuaikan dengan kondisi daerah. Hal itu sudah tertuang dalam aturan PPDB yang baru yakni Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019. “Jadi inilah yang kita naikkan sekarang, sehingga tidak ada lagi orangtua yang merasa anaknya sudah belajar, tapi kok tidak dijadikan penentu. Di sinilah kita sekarang akan melihat prestasi anak-anak dengan adanya peraturan PPDB yang baru,” paparnya. Boy Jayawibawa mengaku akan memformulasikan kriteria untuk jalur prestasi. Namun yang pasti, nilai UN akan dijadikan patokan untuk prestasi di bidang akademik. Untuk prestasi non akademik seperti kesenian dan olahraga, akan ada verifikasi lapangan terkait keabsahan piagam penghargaan. (kmb32)

Sekda Kota Denpasar Pimpin Rapat Final Denfest Denfest 2019 Siap Digelar

Bali Post/kmb37

BPK - Ketua BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna, S.E., M.Si. didampingi narasumber Prof. Dr. H. Supandi, S.H., M.Hum. yang merupakan Ketua Kamar Urusan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara.

Topik : 2021, UN DIHAPUS

PELAKSANAAN Denpasar Festival (Denfest) sebagai acara tahunan sangat dinantikan masyarakat. Tahun 2019, Denfest kembali hadir dengan beragam inovasi dan kreativitas. Demi menyukseskan dan meningkatkan sinergitas seluruh OPD, dilaksanakan rapat final yang dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara di Gedung Sewaka Mahotama Graha Sewaka Dharma, Denpasar, Kamis (12/12) kemarin. Rapat ini diikuti oleh seluruh jajaran OPD Pemerintah Kota Denpasar, instansi dan komunitas yang terlibat dalam acara Denfest. Mengambil tema “Jentera Kebahagiaan”, Denfest diharapkan mampu merajut semua potensi Kota Denpasar yang mewujudkan kebahagiaan di segala lini. Menurut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, seluruh OPD di lingkungan Pemerintah Kota Den-

pasar siap menyukseskan Denfest 2019. “Konsep kita kan kolaborasi. Jadi, semua OPD wajib berkontribusi dan menyukseskan event tahunan ini. Saya pastikan Denfest ke-12 tahun 2019 siap digelar,” ujarnya seraya menegaskan, suksesnya sebuah acara tidak hanya berorientasi pada hasil tapi juga sukses perencanaan, sukses pelaksanaan, dan sukses evaluasi. Seperti diketahui, Denfest sudah masuk deretan acara nasional yang menginspirasi, karena dalam pagelarannya tetap mempertahankan budaya dan tradisi. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga secara khusus akan hadir dalam tayangan TV nasional bertajuk “Bingkai Inspirasi” dengan narasumber khusus Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara.

Selain itu, ruang dan kesempatan kreativitas kepada para pengusaha muda terbuka lebar. Menurut Kepala Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Denpasar I Made Saryawan, banyak pengusaha muda yang mulai merintis usaha diberikan kesempatan terlibat di Denfest, dan ini dilakukan setiap tahun. “Selain itu, tetap tidak ada menggunakan plastik. Artinya, Denfest tetap ramah lingkungan. Semua alat makan dan minum menggunakan bahan ramah lingkungan,” ungkapnya. Salah satu pengusaha muda Denpasar, Dwi Antara, yang juga merupakan anggota WMD sangat merasakan kebermanfaatan dari Denfest. “Total stan khusus untuk kami pengusaha muda binaan Pemkot berjumlah 28 dan menjadi Youth Corner dalam acara Denfest. Produk yang ditampilkan adalah produk

yang dibawakan saat lomba Wirausaha Muda Denpasar,” ungkapnya. Ia menambahkan, pihaknya merasa sangat terbantu untuk promosi produk.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar karena memberikan kesempatan luar biasa kepada kami yang notabene baru memulai,” ujarnya. (ad321)

RAPAT - Sekda Kota Denpasar A.A.N. Rai Iswara saat memimpin rapat final Denfest 2019 di Graha Sewaka Dharma, Kamis (12/12) kemarin.


Jumat Paing,13 Desember 2019

Pangkas Kecurangan di Pasar Beringkit

Perumda Pasar Operasionalkan E-Parkir

Mangupura (Bali Post) Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Badung, terus berupaya mencegah kebocoran pendapatan di Pasar Beringkit. Guna mencegah kecurangan oknum petugas, pihak Perumda Pasar mengoperasionalkan sistem e-Parkir. Direktur Utama Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Made Sukantra mengklaim sistem elektronik tersebut mampu mendongkak pendapatan hingga tiga kali lipat, sehingga sangat efektif mencegah adanya kebocoran. “Jika dilihat dari manfaat, dalam uji coba saat pasaran saja sistem e-Parkir bisa kami katakan meningkat sampai tiga kali lipat,” kata Sukantra, belum lama ini. Menurut Sukantra, kebocoran sistem parkir manual sangat besar. Bahkan kebocoran juga disebabkan oleh internal Perumda Pasar dan beberapa faktor. Seperti, banyak yang lolos saat hari pasaran, kurang disiplinnya masyarakat pengguna parkir. “Kami tidak pungkiri petugas juga menikmati kebocoran itu. Terbukti dengan sistem elektronik ini kenaikan

terjadi hingga tiga kali lipat,” ujarnya. Tidak hanya sistem parkir yang mengunakan e-Parkir, pihaknya juga akan merancang sistem retribusi online atau eRetribusi, sehingga pendapatan merupakan sebuah tranparansi ke depan. “Pendapatan pun secara riil bisa didapat,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata mengatakan, penerapan dengan sistem elektronik sudah semestinya dilakukan Perumda Pasar. Selain mengurangi kebocoran, juga membuat oknum yang nakal tidak bisa bermain. “Kami apresiasi penerapannya ini. Zaman kekinian kan semestinya semua harus canggih dan diterapkan secara online atau pakai sistem,” ujar Alit Yandinata Kamis (12/12) kemarin.

Politisi PDI Perjuangan ini yakin dengan sistem elektronik pendapatan Perumda pasar dari sektor parkir akan mengalami peningkatan, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan untuk pasar-pasar yang lain. “Kalau ada kendala itu kan sudah bisa. Seperti pengunjung belum paham termasuk SDM di Perumda. Lama-lama mereka akan terbiasa, seperi di Kuta kan biasa,” katanya. Birokrat asal Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal ini menambahkan, jika Perumda Pasar sudah menerapkan sistem seperti itu, pasar yang berada di bawah naungan Perumda semestinya juga dipertimbangkan untuk sistem tersebut. “Harus itu. Saya rasa semua pasar yang dikelola Perumda pasti diberlakukan hal yang sama,” tegasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

ANEV - Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose saat menghadiri anev kegiatan Operasi Intelijen Bidang Teknologi Informasi yangb digelar di Kuta, Kamis (12/12) kemarin.

Konflik Berbau SARA Ancam Kedaulatan Negara

Mangupura (Bali Post) Analisis dan evaluasi (anev) kegiatan Operasi Intelijen Bidang Teknologi Informasi digelar di Kuta, Kamis (12/12) kemarin. Acara tersebut dihadiri Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Pada kesempatan itu ia menyampaikan, bahwa konflik berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), aksi terorisme atau kelompok radikal terstruktur, jaringan nonterstruktur dan penyebaran hoax mengancam kedaulatan negara. Kapolda Golose berharap kegiatan ini berjalan dengan lancar sebagai bentuk antisipasi ancaman di masa

yang akan datang. Apalagi kemajuan sangat pesat dalam bidang teknologi, baik itu teknologi komunikasi, komputer, teknologi informasi, serta teknik dan elektronika. Kemajuan teknologi tersebut sangat mempengaruhi sistem dunia intelijen yang bertujuan untuk mencapai keunggulan kegiatan intelijen. Informasi intelijen dan manajemen intelijen dalam meningkatkan keunggulan daya gempur di dalam sebuah peperangan intelijen. “Konflik berbau SARA, aksi terorisme atau kelompok radikal terstruktur, jaringan non terstruktur, penyebaran hoax dan propaganda, sabotase, cyber crime, dan krimi-

nal lainnya tidak menutup kemungkinan akan terus terjadi di negara ini. Tentunya hal ini sangat mengancam kedaulatan negara Republik Indonesia, apabila tidak ditangani dengan sungguhsungguh,” ujarnya. Menurut Golose, analisis dan evaluasi kegiatan Operasi Intelijen Bidang Teknologi Informasi dapat dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan maupun dalam hal pengambilan keputusan oleh pimpinan. Dengan demikian, tidak akan ada lagi permasalahan-permasalahan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (kmb36)

Cuaca Ekstrem Waspadai Pohon Tumbang Mangupura (Bali Post) Hujan disertai angin kencang membuat sejumlah pohon perindang di Kabupaten Badung tumbang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati jika terjadi cuaca ekstrem. “Cuaca ekstrem terjadi secara mendadak dan bisa membahayakan lingkungan sekitar. Kemarin (dua hari lalu - red) contohnya. Mendadak hujan lebat. Padahal terjadi kemarau panjang. Kami mengimbau masyarakat mengantisipasi akan hal tersebut,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Badung, dr. Ni Nyoman Ermy, Kamis (12/12) kemarin. Menurutnya, sejumlah pohon tumbang akibat hujan deras terpantau mulai Rabu (11/12) malam. Hal ini membuat BPBD Kabupaten Badung harus bekerja ekstra, karena pohon tumbang tidak hanya terjadi di satu titik. Seperti

yang terjadi Kamis kemarin, pohon tumbang terjadi di Banjar Suwung, Desa Sading, Mengwi Badung. “Pohon tumbang tersebut sempat mengganggu arus lalu lintas di Jalan Raya Sading. Namun setelah dilakukan penanganan oleh BPBD, arus lalu lintas kembali normal,” katanya. Ermy mengatakan, pohon yang tumbang tersebut merupakan pohon perindang, sehingga pohon tersebut terpaksa dipotong oleh BPBD Kabupaten Badung. “Tumbangnya pohon tersebut sudah dipastikan karena adanya hujan deras dan angin yang kencang. Pohon tumbang di Sading terjadi sekitar pukul 06.00 Wita,” jelasnya. Menurut Ermy, informasi pohon tumbang tersebut diterima sekitar pukul 09.25 Wita oleh Klian Dinas Banjar Karang Suwung. Tim Reaksi Cepat BPBD Badung meng-assessment dan dilanjutkan dengan pemotongan pohon. “Tiba di

lokasi sekitar pukul 09.40 Wita. Kami melakukan penanganan kurang lebih 20 menit lamanya. Pohon perindang yang tumbang itu berdiameter 25 centimeter dengan panjang atau tinggi delapan meter. Beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa,” katanya. Sebelumnya pada pukul 21.00 Wita juga terjadi pohon tumbang akibat hujan deras serta angin yang kencang. Pohon tumbang itu terjadi di Banjar Tengah, Desa Ayunan, Abiansemal. “Diameter pohon yang tumbang mencapai satu meter dengan tinggi atau panjang 24 meter,” ujar Ermy seraya mengatakan penanganan dilakukan sampai 90 menit. Ermy mengatakan, pohon yang tumbang itu juga menutupi akses jalan dan menimpa kabel PLN. “Namun kami pastikan dari sejumlah peristiwa pohon tumbang ini, tidak sampai ada korban jiwa. Kerugian material juga tidak ada,” katanya. (kmb27)

Bali Post/ist

TUMBANG - Masyarakat di Kabupaten Badung diminta mewaspadai dampak dari hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan sejumlah pohon perindang tumbang.

Bali Post/kmb27

E-PARKIR - Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Badung mengoperasionalkan sistem e-Parkir guna mencegah kebocoran.


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Kolaborasi Budaya, Pertanian dan Pariwisata Bali

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengawal Keselarasan dan Kesinambungan Peradaban ISU terpinggirkannya sektor pertanian sudah lama menjadi wacana di Bali. Strategi dan janji keberpihakan politik terhadap pertanian juga sering terdengar. Namun, praktiknya laju pertumbuhan sektor pariwisata dan upaya pelestarian sektor pertanian sangat pincang. Bahkan, ada kesan kita abai dan tidak berpihak menjaga akar peradaban kita. Kita atau sebagian dari kita sangat fasih bicara bahwa pertanian adalah roh dari budaya dan peradaban Bali. Namun, kenyataannya kita sangat tak berpihak pada lahan pertanian. Ketidakberpihakan itu makin kuat ketika pejabat publik kita terjebak obsesi peningkatan perekonomian lewat investasi. Maka pembangunan hotel, vila bahkan industri juga menjamah kawasan pertanian. Dalam konteks ini, kita juga abai dan membiarkan bangunan berkedok investasi pariwisata menjamah persawahan produktif. Pada titik inilah kita harus segera melakukan reorientasi kebijakan dan cara berpikir untuk membangun keseimbangan dan keharmonisan. Menjaga lahan pertanian dan tetap memberi ruang investasi harus dirumuskan berdasarkan kajian yang matang. Dalam lima tahun ke depan, kita bisa berharap pemimpin Bali bervisi ke depan dalam menjaga dan mengembangkan adat dan peradaban Bali. Ini kata kunci untuk mempertahankan Bali dengan ciri khasnya dalam agama dan budaya. Tanggung jawab moral pemimpin Bali, baik bupati, wali kota bahkan Gubernur Bali haruslah merujuk identitas dan jati diri Bali. Pemimpin Bali harus paham Bali, bukan menjadi alat pemodal terlebih menjadi kacung politik saja. Jelas dan terukur, pemimpin harus bervisi ke depan untuk memastikan pembangunan Bali memiliki orientasi yang jelas untuk menjaga keseimbangan ekosistem Bali. Keharmonisan haruslah menjadi rujukan program. Dalam hal ini tentu kita harapkan terbangun konstelasi keharmonisan dan keseimbangan dalam menata kehidupan Bali ke depan. Keseimbangan dan keberlanjutan haruslah menjadi rujukan, jika Bali ingin tetap bisa mengawal pertaniannya dan tetap bisa bertumbuh dalam industri pariwisata. Hal ini memang memerlukan keberpihakan dan dukungan politis. Bahkan, ketegasan krama Bali untuk menolak investasi salah peruntukan terlebih menjamah lahan pertanian harus dijabarkan. Kita tak boleh diam, ketika lahan-lahan pertanian produktif dibangun secara liar dan nyaris tanpa kontrol pihak pemerintah, petani Bali harus bangkit. Jangan lemah dan menyerah pada situasi yang terkadang dikondisikan oleh pejabat kita. Kita juga berharap ada penegakan hukum yang jelas bagi pelanggaran tata ruang di Bali. Jika selama ini banyak manipulasi perizinan dengan mengabaikan zona kawasan, maka ke depan hal-hal seperti ini harus ditindak.

Hanya di Bali ada tempat sembahyang -- berupa palinggih atau pelangkiran -- di area ladang pertanian. Hal ini menunjukkan bahwa pertanian menjadi denyut nadi kehidupan keseharian krama Bali. Generasi Bali masa kini mungkin kurang menyadari bahwa pada hakikatnya pertanian menjadi tumpuan kehidupan perekonomian masyarakat Bali. Hal ini jelas terlihat dalam keseharian kehidupan krama Bali yang sejalan dengan tatanan musim, sebagaimana siklus pertanian. Segala jenis upakara dalam kehidupan krama Bali selalu dalam bingkai hitungan alam, sejak triwara, panca wara, sapta wara, wuku hingga sasih.

Oleh Agung Kresna anyak pihak lupa bahwa industri pariwisata yang saat ini menyerbu Bali dengan tawaran gelimang dolarnya, pada dasarnya berawal dari eksotiknya kehidupan pertanian dan alam Bali. Sejak para wisatawan secara khusus datang ke Bali pada dasawarsa 20-an menggunakan jalur pelayaran mingguan Bali Express, keeksotikan alam pertanian Bali tersebar ke seluruh penjuru dunia. Pertanian Bali sudah tumbuh dan berkembang menjadi mata pencaharian utama krama Bali jauh sebelum pariwisata menjadi penggerak roda ekonomi Bali. Budaya bertani Bali telah melahirkan tatanan fisik lahan sawah berundak/terasering eksotik yang mendunia, beserta tatanan manajemen air sawah/ subak yang diakui sebagai warisan budaya dunia. Budaya bertani krama Bali berlanjut melahirkan tradisi kesenian, handicraft dan upakara dalam keseharian krama Bali sebagai manifestasi jati diri kehidupan kebudayaan masyarakat Bali. Seiring berjalannya waktu,

deru mesin ekonomi global menyerbu Bali melalui industri pariwisata. Modernisasi ekonomi secara perlahan namun pasti telah mengubah wajah ekonomi Bali. Gemerlap industri pariwisata pun membawa perubahan sosio-kultural dalam masyarakat Bali. Masyarakat agraris Bali yang bersifat komunal penuh kemitraan, mulai bergeser menjadi masyarakat jasa yang bersifat lebih invidual dan kompetitif. Ironi budaya bertani Bali masih berlanjut. Hasil dari kebun dan sawah yang sebelumnya mendominasi sebagai sarana upakara bagi segenap krama Hindu Bali, saat ini mulai bergeser dengan digunakannya produk instan dari pabrik dalam kemasan sachet atau can/kaleng. Atau mendatangkan hasil kebun/sawah dari luar Bali. Saat ini pun kejayaan salak Bali, jeruk Kintamani, kopi Singaraja maupun manggis atau apel Bali hanya tinggal nama tanpa fakta. Upaya pemerintah daerah untuk memacu produk pertanian lokal Bali juga terus dilakukan. Antara lain melalui kehadiran Peraturan Daerah Provinsi Bali

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Penerima Bedah Rumah di Badung Jadi Warga Layak Utang Menanggapi berita jumpa pers akhir tahun Bupati dan Wakil Bupati Badung, saya sebagai warga Badung sangat bersyukur akan program kerakyatan Pemerintah Kabupaten Badung. Namun berita

Nomor 3 Tahun 2013 tentang Perlindungan Buah Lokal. Kemudian berlanjut dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Masyarakat Bali sebenarnya sudah makmur sejahtera secara ekonomi, jauh sebelum adanya gelimang dolar dari pariwisata. Ribuan pura megah di Bali telah berdiri tegak, mampu dibangun oleh krama Bali dari keuntungan finansial yang dinikmati petani krama Bali dari produk pertanian. Hal ini berlangsung sebelum deru industri pariwisata melanda Bali. Di sisi lain, industri pariwisata yang sering disebut memberi multiplier effect ekonomi paling banyak, justru patut dipertanyakan. Ada seberapa banyak sebenarnya keuntungan finansial yang diperoleh krama Bali dibanding risiko degradasi budaya dan lingkungan yang menimpa Bali. Sebandingkah dengan gelimang dolar yang masuk ke kantong para investor, yang entah berada di belahan dunia nun jauh di sana. Akar ekonomi keseharian kra-

ma Bali sebenarnya berada pada budaya pertanian masyarakat Bali. Denyut budaya pertanian krama Bali jugalah yang kemudian menghasilkan tradisi kebudayaan krama Bali yang berlangsung secara turun-temurun. Tingginya kebutuhan akan hasil pertanian dari kebun, ladang, dan sawah bagi keseharian kehidupan krama Bali -- utamanya sebagai sarana upakara -- menunjukkan bahwa budaya pertanian memang menjadi jati diri krama Bali. Sayangnya pertanian saat ini dipandang sebelah mata, tidak digarap sebagai ladang ekonomi krama Bali. Akibatnya kebutuhan sarana upakara yang terus meningkat, justru menjadi ladang ekonomi masyarakat dari luar Pulau Bali. Ironi budaya petanian tidak berhenti di sini. Ketidakseriusan menggarap budaya pertanian Bali juga terlihat dari melimpahnya cendekiawan bidang pertanian, namun tidak diimbangi dengan karya nyata di lapangan. Sehingga tidak salah jika ada pendapat yang menyatakan bahwa meski lebih dari seratus doktor pertanian ada di Bali, namun Bali tetap saja tidak mampu menangani masalah penyakit cabai, jeruk, dan pisang. Kejayaan budaya pertanian Bali harus dibangkitkan kembali. Karena jelas ada potensi ekonomi yang sangat besar di sana. Ada kebutuhan pasar Bali akan produk-produk pertanian yang cukup tinggi. Namun hal ini belum bisa dipenuhi oleh para petani Bali. Pertanian Bali harus digarap secara lebih serius dan komprehensif, agar dapat menjadi ujung tombak dan roda penggerak utama perekonomian Bali.

terakhir tentang kebutuhan papan masyarakat Badung melalui program bedah rumah yang diterima teman saya mengapa seperti kebohongan publik. Mengapa penerima dibebankan biaya, sampai mereka

harus berutang. Apakah program bedah untuk mendapat rumah layak huni berubah menjadi warga layak utang? Mohon sekiranya kalau ada program pemerintah disosialisasikan melalui media dengan sedetail-detailnya karena sudah menjalankan transparansi anggaran dan program. Janganlah penerima

bantuan dikelabui dengan aturan yang tidak disampaikan seperti perjanjian yang berlembar-lembar dan terselubung. Terima kasih. I Ketut Budayasa, S.T. Jl. Tangkuban Perahu Gg. Mawar No. 2, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung

Sehingga pada gilirannya akan dapat mengembalikan kejayaan budaya pertanian Bali. Sektor pertanian merupakan sektor primer yang memiliki ketahanan cukup tinggi terhadap guncangan ekonomi. Sementara sektor pariwisata adalah sektor tersier yang rentan terhadap gangguan stabilitas ekonomi dan keamanan. Sehingga Bali akan menghadapi kerentanan gangguan perekonomian krama Bali, jika tetap menempatkan sektor pariwisata sebagai roda penggerak utama perekonomian Bali. Penuli, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

POJOK

Pertumbuhan ekonomi 5 persen hambat tumbuhnya peluang kerja. - Siap-siap jadi pengangguran. *** Hadapi ekonomi ke depan, pemimpin harus mampu baca tanda-tanda zaman. - Apalagi zaman edan. *** Puluhan petani di Tabanan masuk daftar tunggu kartu tani. - Sabar menanti.

Pendidikan

FIB Unud Lepas Puluhan Calon Wisudawan

Prodi PWK Unhi Denpasar

Jelajah Wisata Desa Belandingan Lewat Motor Trail Adventure

DI BALIK keindahan alamnya yang memukau, ternyata alam Kintamani, Bangli memiliki pedesaan khas Bali Aga yang masih terjaga hingga saat ini. Desa Belandingan adalah salah satu desa kuna yang masih memegang teguh prinsip leluhur dalam berkehidupan, sehingga menarik untuk dijelajah. Untuk mencapai wilayah ini diperlukan waktu sekitar 30 menit berkendara dari pusat Kecamatan Kintamani di Desa Batur. Ada dua jalur yang bisa ditempuh, yakni melalui Desa Pinggan atau melalui Desa Songan A. Jalur yang familiar bagi kebanyakan orang adalah melalui Desa Pinggan. Kebanyakan penduduk di luar desa menuju desa dengan tujuan untuk melakukan kegiatan trekking motor dengan memanfaatkan lahan pegunungan di sekitar desa. Dari segi alam di Desa Belandingan sangat mendukung kegiatan adventure trail. Peneliti Ni GA Diah Ambarawati Kardinal, S.T., M.T. yang juga Kaprodi Perencanaan Wilayah dan Kota Unhi Denpasar menyatakan bahwa wilayah yang berbatu dan berpasir sangat cocok untuk dijadikan trek motor trail. Berbeda dengan jalur trekking yang ada di wilayah Bedugul, Tabanan yang mempunyai trek basah karena merupakan lahan kebun dan sawah. Jalur trek di Desa Belandingan akan mengikuti cuaca, kering di musim kemarau dan trek menjadi basah di musim penghujan.

Diah menambahkan, trek kering di Desa Belandingan memungkinkan motor dipacu dengan maksimal. Level trek yang bervariasi bisa dinikmati oleh para crosser pemula hingga profesional. Apalagi, pembuatan jalur trek sudah diinisiasi oleh anggota Sekaa Teruna Teruni Mandala Cipta Desa Belandingan bersama Tim Pengabdian Unhi Denpasar yang memanfaatkan Dana Hibah Ristekdikti 2019. Trek dibangun dua jalur berbeda oleh Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unhi Denpasar dan Ikatan Motor Indonesia Bali. Diharapkan dengan pembuatan jalur ini keamanan dan kenyamanan crosser dan masyarakat lebih terjamin. Diah melihat jalur trekking yang ada memasukkan potensi budaya desa, seperti pura atau rumah warga bukan hanya dilewati tetapi sebagai posko untuk start atau titik pos istirahat, sehingga potensi budaya juga bisa dinikmati. Tujuan kegiatan dengan pemanfaatan alam bebas sebagai jalur otomatif trail ini mampu meningkatkan potensi wisata alam. Sebab, dengan semakin berkembangnya komunitas pencinta motor trail adventure, maka berpeluang mendongkrak potensi wisata alam. Edukasi dalam pemanfaatan wisata ini juga menjadi penting untuk menjaga alam tetap indah dan lestari. Diharapkan para crosser memanfaatkan jasa anggota karang taruna desa jika melakukan kegiatan bermotor. Apalagi, keunikan

desa melalui budaya yang khas tentunya sejalan dengan tema pariwisata budaya yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Saatnya membuka desa melalui wisata minat khusus yang akan menjadi promosi gratis bagi desa untuk mengembangkan potensi alam, budaya dan masyarakatnya,’’ tandas Diah Kardinal. Drs. I Putu Sarjana, M.Si. sebagai pemerhati pendidikan dan pariwisata berharap agar potensi yang dimiliki Desa Belandingan membawa berkah bagi masyarakat khususnya generasi muda. Tentunya berharap dari pariwisata merupakan konsekuensi untuk berusaha dan bekerja keras dan berlomba dengan desa lain dengan potensi unik yang dipunya. Hal yang pertama diperhatikan tentu harus berbenah melalui sumber daya manusianya agar siap menjalankan aktivitas wisata, peningkatan pendidikan generasi muda adalah sebuah keharusan. Kedua, melakukan privatisasi terhadap sumber daya wisata, bersinergi dengan investor dan masyarakat. Ketiga, prof-

itisasi agar aktivitas wisata mendatangkan keuntungan yang layak secara ekonomi. Selain memiliki jalur trek, Desa Belandingan juga memiliki rumah tradisional yang unik. Atap yang terbuat dari bamboo sebagai cara untuk memanfaatkan alam sekitar dan mencirikan masyarakat beradaptasi dengan hutan sekitar. Rumah masyarakat merupakan ciri khas penanda Desa Belandingan dengan desa sekitarnya. Selain itu, upacara di Desa Belandingan terlihat khas, dilihat dari bentuk banten prani yang dibuat oleh masyarakatnya juga terlihat berbeda. Dra. I Gusti Ayu Ketut Artatik, M.Si. selaku peneliti banten Unhi Denpasar mencermati bahwa prani yang dibuat ibuibu di Desa Belandingan masih terlihat bentuk prani pada masa awal 90-an. Meskipun komposisinya sedikit berubah, tetapi bentuknya mirip persegi menjulang mengerucut ke atas seperti piramida. Ini menandakan bahwa masyarakat sekitar dalam melakukan tradisi sedikit mendapat pengaruh dari luar. (ad318)

FAKULTAS Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana, Kamis (12/12) kemarin menggelar acara pelepasan calon wisudawan ke-134 di kampus setempat. Berhubung acara tersebut bertepatan hari Kamis, Senat dan Koprodi FIB mengenakan busana adat Bali. Sebagai pembukaan, dipentaskan tari Saraswati. Kali ini, FIB melepas 43 orang. Selanjutnya mereka akan diwisuda di Kampus Unud, Jimbaran, Sabtu (14/12). Peraih indeks prestasi tertinggi yaitu Gede Boy Sistha Nanda Dipraja dari Prodi Sastra Jepang dengan IPK 3,92 predikat cumlaude. Luh Putu Ratnayanti Suksma dari Program Magister S-2 Linguistik dengan IPK 3,88 predikat sangat memuaskan. Dr. Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti, S.S., M.Hum. dari Program Doktor Linguistik dengan IPK 3,92 predikat sangat memuaskan. Dekan FIB Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. menyampaikan, wisudawan yang dilepas jumlahnya lebih sedikit dibandingkan tahuntahun sebelumnya yaitu 43 orang. ‘’Tidak semua prodi yang meluluskan mahasiswanya kali ini,’’ ujarnya. Menurut Dr. Sri Satyawati, kali ini pihaknya melepas enam orang dari Program Doktor Linguistik, satu orang dari Program Kajian Budaya, 10 orang dari Program Magister Linguistik, dua orang dari Program Magister Kajian Budaya, satu orang dari Program Studi Sastra Bali, sembilan orang dari Program Studi Sastra Inggris, tujuh orang dari Program Studi Arkeologi, satu orang dari Program Studi Sejarah, lima

orang dari Program Studi Antropologi dan satu orang dari Progdam Studi Sastra Jepang. Sedangkan dari Program Studi Satra Indonesia kali ini tidak ada lulusan. Lulusan FIB Unud diusahakan memenuhi kualitas dan daya saing sesuai dengan visi dan misi inovatif Kementerian Ristek Dikti. Visi dan misi inovatif ini lebih dititikberatkan pada sistem pembelajaran STEM (science tecnology, engenering, and matematucs). Meski begitu, pihaknya tetap mengedepankan softskill mahasiswa. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa Indonesia akan membuat sebuah terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM siap kerja, usaha dan men-link and macth dengan industri. ‘’Hal ini ingin diwujudkan Bapak Menteri kita yang baru. Beliau menginginkan melakukan pembenahan SDM melalui kurikulum yang ditawarkan

ke perguruan tinggi. Diharapkan akan menghasilkan mahasiswa memiliki budaya berpikir kritis,’’ ungkapnya. Lulusan ini, kata Sri Satyawati, belum dibekali surat pendamping ijazah. Namun tahun 2020 surat kompetensi tersebut akan dibuatkan oleh pihak universitas. ‘’Kami masih merancang kompetensi apa yang bisa dibuat. Di kampus kami sudah ada lembaga sertifikasi profesi,’’ ujarnya. FIB memiliki nilai plus yaitu bidang budaya dan perpustakaan lontar. Oleh karena itu pihaknya ingin mahasiswa melakukan penelitian berkaitan dengan lontar tersbut, sehingga memunculkan banyak inovasi dalam penelitiannya. ‘’Tidak semua Fakultas Ilmu Budaya di Indonesia memiliki perpustakaan lontar. Itu data tersebut dapat digunakan untuk menggali apa yang mereka ingin ketahui,’’ ujarnya. (Ad232)

WISUDAWAN - Pelepasan calon Wisudawan ke-134 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana dilaksanakan di Gedung Widya Sabha Mandala, kampus setempat, Kamis (12/12) kemarin.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Polres Persiapkan Pengamanan Nataru Tabanan (Bali Post) Dalam rangka pengamanan rangkaian hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Tabanan menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan mengundang tokoh agama dan pengusaha pariwisata se-Kabupaten Tabanan, Kamis (12/12) kemarin. Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo didampingi Komandan Kodim 1619 Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto dalam rapat koordinasi tersebut meminta dukungan dan masukan agar pengamanan berjalan sesuai rencana, sehingga situasi kamtibmas Tabanan terjaga. Terkait pengamanan Nataru, Operasi Cipta Kondisi dilangsungkan mulai kemarin sampai 19 Desember. Tujuannya, menurunkan bahkan meniadakan angka kriminalitas dan pelanggaran. Kemudian, mulai

23 Desember 2019 sampai dengan 1 Januari 2020 akan dilanjutkan Operasi Lilin Agung 2019. Menurutnya, akan ada peningkatan mobilitas masyarakat utamanya di tempat persembahyangan, pusat keramaian seperti pasar dan objek wisata khususnya di DTW Tanah Lot, Kebun Raya Bedugul dan Jatiluwih. Pihaknya pun mengimbau semua komponen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan keamanan. ‘’Mari kita tingkatkan kewaspadaan dan kebersamaan di Bali khususnya di Tabanan. Jangan sampai ada pelaku teror bom seperti kejadian beberapa tahun silam,’’ ujar Kapolres. Ditambahkan Kabag Ops Kompol I Gede Putu Putra Astawa, Operasi Lilin Agung dilangsungkan selama 10 hari dan untuk mendukung

kegiatan ini akan dibangun Pospam dan Posyan yakni Pos Pelayanan di Patung Jagung Baturiti dan di Tanah Lot, pos pengamanan di TAC Megati, Gereja Imanuel, Gereja Maculata, Gereja GBDI Tabanan dan Pos QR di kota Tabanan. Jumlah personel yang dilibatkan dalam kegiatan ini sebanyak 240 orang yang terdiri atas 150 orang khusus terlibat Operasi Lilin dan 90 orang dalam pengamanan Nataru. Pengamanan juga diperkuat instansi terkait dengan total 142 personel yakni Kodim, Dishub, Satpol PP, BPBD, PMK, Diskes, Orari dan 3 Unit mobil Derek. Semua personel akan menempati pos penugasan sesuai jadwal dan Polres Tabanan akan terus membangun koordinasi dan komunikasi untuk bersama-sama mengantisipasi ancaman faktual. (kmb28)

Bali Post/dok

KARTU TANI - Penyerahan Kartu Tani di salah satu desa di Kabupaten Tabanan belum lama ini.

Puluhan Petani Masuk Daftar Tunggu Kartu Tani Tabanan (Bali Post)-

Ada yang menarik selama proses penyerahan Kartu Tani di Kabupaten Tabanan. Puluhan petani yang sebelumnya apriori terhadap manfaat Kartu Tani, kini justru tertarik dan ingin mendapatkan kartu serupa seperti yang telah diterima petani lainnya. Meski terkesan terlambat, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan tetap mencatat pendaftaran baru tersebut dan nantinya akan diusulkan ke pemerintah pusat untuk diverifikasi.

RAKOR - Rakor Polres Tabanan terkait pengamanan Nataru.

Bali Post/ist

Hanya saja, seperti disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, mau tidak mau petani yang baru mendaftar tersebut harus masuk daftar tunggu. Hal ini mengingat dari sekitar 33 ribu kartu tani yang diajukan sebelumnya, baru 21 ribu Kartu Tani yang terbit, sementara sisanya masih terus diproses. ‘’Yang sudah masuk database sebelumnya saja si-

sanya masih berproses, apalagi yang baru mendaftar. Tentunya harus bersabar karena prosesnya memang perlu waktu panjang karena harus melewati tahap verifikasi dari pusat,’’ terangnya, Kamis (12/12) kemarin. Wiadnyana sangat menyayangkan keterlambatan puluhan petani di Tabanan untuk merespons program Kartu Tani. Apalagi Pekaseh maupun petugas di tingkat kecamatan telah gencar melaksanakan sos-

ialisasi dan pengumpulan data. ‘’Saat petugas mengumpulkan kelengkapan pendataan, mereka ini tidak mau ngumpul karena apriori. Sekarang dilihat banyak petani diberikan Kartu Tani dan tahu manfaatnya, mereka ini datang. Rata-rata per desa ada 4 sampai 5 orang,’’ terangnya. Kartu Tani diberikan dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian, memberikan jaminan ketersediaan pupuk dan me-

lindungi petani dari gejolak harga pupuk. Manfaat lain yang bisa dirasakan pemilik kartu yakni dapat meningkatkan kualitas produk pertanian dan mendorong pemupukan berimbang. Ditambahkannya, jika aturan pusat diberlakukan tahun 2020 yaitu subsidi pupuk hanya bisa diterima oleh petani yang terdaftar di RDKK dan memiliki Kartu Tani, maka pemilik Kartu Tani tentu akan lebih mudah mendapatkan subsidi pupuk. ‘’Yang sudah masuk database e-RDKK tentu kita upayakan masih bisa terlayani. Sedangkan yang baru mendaftar tentunya kita akan laksanakan sesuai aturan,’’ tegasnya. (kmb28)

Beli Mobil di Daihatsu Day, Bonus dan Promo Melimpah

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) bekerjasama dengan PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) turut aktif dalam menggelar pameran di sejumlah kota besar dengan menghadirkan berbagai produk andalannya. Daihatsu di Indonesia menggelar salah satu program bertajuk Daihatsu Day serta usaha ‘jemput-bola’ dari Daihatsu untuk memudahkan pelanggan dalam mewujudkan impiannya untuk memiliki kendaraan baru Daihatsu. Daihatsu Day dilaksanakan secara serempak di seluruh outlet Daihatsu di Indonesia, dan hanya berlangsung satu hari saja, yaitu pada Sabtu, 14 Desember 2019. Pada program ini, Daihatsu juga menyediakan fasilitas tukar-tambah di beberapa area, dengan beragam kemudahan dan paket spesial yang menarik. Banyak kemudahan untuk punya mobil Daihatsu seperti, DP (down payment) dan angsuran ringan, tenor pan-

jang (7 tahun), paket khusus untuk untuk Guru, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai BUMN, serta Sahabat Daihatsu lainnya. Selain itu, Sahabat Daihatsu yang datang, juga dapat menikmati beragam hiburan keluarga yang menarik. Tahun ini, Daihatsu juga telah meluncurkan dua (2) produk baru unggulannya, yakni New Astra Daihatsu Sigra dan Grand New Xenia. New Astra Daihatsu Sigra tampil lebih stylish dan modern dengan desain lampu yang telah menggunakan LED. New Sigra juga dilengkapi polished alloy wheel desain baru 14 inch yang tampil dinamis dengan mud guard pada ke-empat rodanya. New Sigra juga dilengkapi dengan 2-DIN touchscreen audio, serta electric retractable mirror pada beberapa varian. Dalam hal fitur keamanan, New Sigra dibekali dengan rear parking camera di beberapa varian untuk membantu visibilitas pengguna, agar pengguna merasa lebih safe saat bermanuver mundur. New Sigra tersedia dalam 7 pili-

han warna, dengan 3 pilihan warna terbaru, yaitu Glittering Silver Metallic, Bronze Metallic, dan Orange Metallic. Grand New Xenia, dengan tagline “Terbukti 15timewa”, menghadirkan varian baru dengan mesin 1.500 cc berteknologi Dual VVT-i, dengan performa mesin yang lebih bertenaga. Pada sisi eksterior, Grand New Xenia tampil lebih stylish dan dinamis. Grand New Xenia juga menawarkan 2-DIN touchscreen audio di semua varian. Grand New Xenia juga dilengkapi dengan rear camera sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Tak hanya itu, khusus untuk Grand New Xenia 1.5, dilengkapi dengan fitur keselamatan yang lebih advanced, seperti Anti Lock Brake System (ABS) dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD). Grand New Xenia juga memiliki total 8 pilihan warna, yang diantaranya terdapat 3 pilihan warna baru, yaitu Pearl White, Bronze Metallic, dan Blue Metallic.

U.0000310-mbl


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Persiapan Karya Agung di Pura Pengajengan dan Pura Alas Arum

Krama Tengkulak Kelod Gelar Penggalian Dana

Gianyar (Bali Post) Krama Desa Pakraman Tengkulak Kelod akan menggelar Karya Agung Mupuk Padagingan di Pura Pengajengan dan Pura Alas Arum desa setempat pada April 2020. Dalam rangka mempersiapkan karya agung di pura yang menjadi jejak perjalanan Pedanda Sakti Wawu Rauh itu, krama setempat kini melakukan penggalian dana. Bendesa Adat Tengkulak Kelod Dewa Ngakan Ketut Suarbawa, S.H. menerangkan, Pura Pengajengan dan Pura Alas Arum di-emong oleh 225 KK dari Desa Pakraman Tengkulak Kelod. Seluruh krama sangat antusias dalam mempersiapkan karya agung tersebut. Dia menceritakan, Pura Pengajengan dan Pura Alas Arum merupakan areal yang sempat menjadi tempat peristirahatan Ida Pedanda

Sakti Wawu Rauh. ‘’Diceritakan, usai dari Pura Taman Pule di Desa Mas, Pedanda Sakti Wawu Rauh datang ke kawasan Tengkulak untuk beristirahat di areal pura tersebut. Nah, saat beliau makan di sana tercium aroma harum hingga dinamakan Alas Arum,’’ katanya. Terkait karya agung yang akan digelar tahun depan, pihaknya berharap kalangan Brahmana seluruh Bali dan nusantara datang untuk menghadiri karya besar tersebut. ‘’Di sini juga adalah lelangit Brahmana sehingga semua Brahmana yang ada di Bali agar tangkil ke Pura Alas Arum yang puncaknya pada 14 April 2020,’’ katanya. Untuk menggelar karya agung di pura yang menjadi saksi perjalanan Pedanda Sakti Wawu Rauh, membutuhkan biaya yang cukup

besar. Sejauh ini sejumlah Pedanda sudah ada yang memberikan bantuan untuk persiapan karya. Krama Desa Pakraman Tengkulak Kelod pun sudah urunan, hingga terkumpul dana sementara Rp 200 juta. ‘’Krama Pucuk membayar urunan Rp 1 juta. Sedangkan krama ngampi membayar urunan Rp 500 ribu,’’ jelasnya. Anggaran yang sudah terkumpul sejauh ini dinilai belum cukup. Krama pun sepakat untuk melakukan penggalian dana, mulai dari menggelar bazzar duduk yang diadakan di Balai Banjar Tengkulak Kelod, hingga pengajuan proposal permohonan bantuan yang ditujukan ke Bupati Gianyar. ‘’Bapak Bupati juga sudah menjanjikan bantuan anggaran untuk karya di pura kami ini,’’ jelasnya. (kmb35)

Bali Post/nik

PERTEMUAN - Suasana pertemuan dewan dengan RSUD Sanjiwani dan Diskes Gianyar, Kamis (12/12) kemarin. Salah satu pembahasan menyangkut upaya percepatan pelayanan kepada pasien.

Percepat Rujuk Pasien ke RSUP Sanglah

Dewan Minta Rekomendasi Diskes Dihapus Gianyar (Bali Post) -

Kalangan DPRD Gianyar berupaya mempercepat pelayanan Bantuan Kesehatan (BK), terutama bagi pasien yang mencari rujukan dari RSUD Sanjiwani ke RSUP Sanglah. Dewan menilai rekomendasi dari Dinas Kesehatan (Diskes) yang harus dikantongi pasien sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah perlu dihapuskan. Jika rekomendasi itu dihapus, dewan yakin pelayanan bisa lebih cepat dan efisien.

Bali Post/nik

PERSIAPAN - Persiapan tempat penyelenggaraan bazzar dalam rangka penggalian dana Karya Agung di Pura Pengajengan dan Pura Alas Arum.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana mengatakan, pihaknya ingin program BK tepat sasaran. Pihaknya juga berupaya menelusuri penghambat masyarakat memperoleh program BK. ‘’Untuk mendapatkan BK, pertama KTP Gianyar itu harus dan tidak boleh domisili. Bagi yang tidak punya KTP, KK Gianyar saja cukup,’’ kata Sudarsana usai pertemuan dengan jajaran RSUD Sanjiwani dan Diskes Gianyar di kantor DPRD Gianyar, Kamis (12/12) kemarin. Ditegaskan, sampai saat ini warga yang hanya berdomisili di Gianyar tidak diperkenankan mengakses program ini. Program BK hanya bisa digunakan untuk warga yang ber-KTP Gianyar. ‘’Domisili

tidak diizinkan karena takut disalahgunakan. Kalau yang ingin fasilitas ini, tolong urus apa yang menjadi persyaratan, terutama KTP,’’ katanya didampingi Ketua Komisi IV Made Ratnadi. Sementara untuk warga yang belum memiliki KTP bisa menggunakan KK, surat keterangan lahir dan KTP kedua orangtua. Khususnya untuk bayi yang baru lahir bisa menggunakan layanan BK dengan menyertakan surat keterangan lahir dan KTP orangtua. Keluhan yang selama ini banyak menghambat pasien yang menggunakan program BK ialah lamanya mencari surat rekomendasi dari Diskes Gianyar bagi pasien RSUD Sanjiwani yang sudah mendapat surat rujukan ke

RSUP Sanglah. Dalam ketentuan program BK, RSUP Sanglah baru bisa memberikan pelayanan BK bila ada rujukan RSUD Sanjiwani dan rekomendasi dari Diskes Gianyar. ‘’Sesuai yang tertera dalam kerja sama memang harus ada rekomendasi Diskes karena di sana pengguna anggarannya,’’ jelasnya. Namun kini kalangan DPRD Gianyar akan berupaya memotong pola rekomendasi dari Diskes Gianyar tersebut. Terlebih pasien BK yang dirujuk RSUP Sanglah pasti sudah ada rujukan dari dokter spesialis sehingga dipandang sudah memenuhi syarat rujukan. ‘’Setelah kami pelajari aturannya, seharusnya tidak masalah kami potong rekomendasi Diskes-nya. Kami

serahkan ke rumah sakit, toh sudah ada dokter spesialis. Kami takutnya masyarakat mencari rekomendasi ke Dinas Kesehatan bisa grogi tidak ketemu kantornya atau pejabat yang dicari sedang ke luar. Kan ini bisa menghambat,’’ tegasnya. Dia menegaskan, untuk mengubah pola tersebut, harus mengubah perjanjian kerja sama yang selama ini dijadikan dasar program BK. Guna memperbaiki perjanjian tersebut pihaknya pun akan segera bertemu dengan instansi terkait. Sementara itu, Direktur Utama RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa menyampaikan, pasien yang ingin menggunakan program BK harus ada rekomendasi RSUD Sanjiwani. Pasien yang ber-KTP Gianyar saja tidak bisa langsung ke RSUP Sanglah, kecuali pasien saat itu dalam kondisi darurat. ‘’Selanjutnya bisa diajukan rujukan dari RSUD Sanjiwani sehingga dibantu pembiayaan sesuai program BK,’’ kata dr. Upeksa. (kmb35)

Gelapkan Uang Pajak Rp 13 Miliar Lingkungan

Adik Direktur Hotel BPDAS-HL Unda Anyar Gelar Rakor Forum DAS Diamankan Polisi

Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar menangkap Arif Muhamad Lufti, terduga pelaku penggelapan pajak Hotel Hanging Gardens of Bali, Kecamatan Payangan. Tidak tanggung-tanggung, uang pajak sebesar Rp 13 miliar lebih yang seharusnya disetor ke BPKAD digelapkan oleh pelaku. Terduga pelaku bisa melancarkan aksinya lantaran mendapat kepercayaan dari direktur hotel tersebut yang tidak lain merupakan kakak kandungnya. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo di Mapolres Gianyar, Kamis (12/12) kemarin menerangkan, pengungkapan kasus mafia pajak ini bermula dari laporan Hotel Hanging Garden of Bali pada April 2018. Menerima laporan itu, polisi langsung melakukan pemeriksaan ke manajemen hotel hingga ke staf BPKAD Gianyar yang menaungi pembayaran pajak hotel, restoran, dan hiburan sesuai Perda No. 10 Tahun 2014. ‘’Kasus ini bermula dari 2014. Tersangka Arif meminta kepada kakaknya (Direktur Hanging Gardens of Bali - red) untuk bisa membayarkan pajak hotel tersebut ke Pemda Gianyar,’’ ungkapnya. Tanpa ragu, Direktur Hanging Gardens of Bali Fitri Peretz memberikan surat kuasa untuk menarik uang melalui Bank CIMB Denpasar kepada adiknya yang kini ditetapkan sebagai tersangka. Awalnya pembayaran pada 2014 berlangsung normal. Namun memasuki akhir 2015 mulai terjadi penyelewengan. Modus pelaku, ketika konsultan pajak sudah merekap pajak yang harus dibayar dan dilaporkan per bulannya ke manajemen hotel, pelaku bisa

tahu besaran pajak yang akan dibayar. Barulah Arif menarik uang tersebut. ‘’Dari Oktober 2015 sampai November 2017, uang pajak tidak disetorkan dengan total nilai Rp 13 miliar,’’ ujarnya. Kapolres mengakui penyelidikan kasus ini berlangsung cukup lama. Sebab pascadilaporkan, pelaku langsung bersembunyi. Sampai akhirnya polisi mendeteksi keberadaan pelaku di Jakarta. ‘’Pelaku kami tangkap 4 Oktober lalu pada tempat kosnya di Jakarta,’’ jelasnya. Polisi pun cukup lama menggali keterangan dari pelaku. Hingga akhirnya dipastikan aksi penggelapan uang pajak itu dilakukan oleh tersangka tunggal. Seluruh uang tersebut digunakan oleh pelaku untuk berfoya-foya. Disinggung adanya dugaan pencucian uang yang dilakukan pelaku, Kapolres yang didampingi Kasatreskrim AKP Deni Septiawan menyatakan, polisi masih melakukan penyelidikan guna memastikan penggunaan uang tersebut. ‘’Masih kita selidiki itu, tapi sementara kita pasangkan Pasal 372 KUHP ancaman pidana 4 tahun penjara. Sementara terkait ganti rugi uang Rp 13 miliar, pihak hotel bisa menempuh jalur perdata di pengadilan,’’ ungkapnya. Ditambahkannya, setelah kasus ini terungkap, hotel Hanging Gardens of Bali melakukan pembayaran pajak secara normal. Sementara terkait pajak yang sudah digelapkan oleh pelaku, tetap harus dibayarkan ke Pemkab Gianyar. Namun dalam hal ini Pemkab Gianyar telah memberikan keringanan pajak karena ini masuk kategori musibah. (kmb35)

Bali Post/nik

PENGGELAPAN - Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hituomo menunjukkan barang bukti dan tersangka penggelapan pajak Rp 13 miliar.

SEJUMLAH persoalan yang terjadi di daerah aliran sungai (DAS) dibicarakan secara berkelanjutan oleh masing-masing stakeholder. Seperti yang dilakukan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Unda Anyar Bali, Kamis (12/12) kemarin di Kuta. BPDAS-HL Unda Anyar mengemas kegiatan tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Bali. Kegiatan rakor ini dibuka Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra. Rakor ini menghadirkan sejumlah narasumber. Narasumber di antaranya dari Dinas Kehutanan, Forum DAS Nasional, Forum DAS Bali, serta perwakilan dari masing-masing OPD terkait di kabupaten/kota se-Bali. Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wiasthana Ika Putra dalam kesempatan tersebut menyayakan sangat mendukung keberadaan Forum DAS tersebut. Forum ini wajib ada baik secara nasion-

al maupun di masing-masing daerah. Sebab ada berbagai kepentingan di DAS, seperti pelestarian lingkungan, pariwisata, mata pencaharian, serta sektor lainnya. ‘’Karena itu, pemerintah harus mengakomodir semua kepentingan yang ada ini,’’ ujarnya. Hanya saja sejumlah persoalan yang terjadi di DAS tentu tidak bisa ditangani pemerintah sendiri. Karena itu, Forum DAS ini diharapkan dalam memberikan sejumlah rekomendasi untuk bisa ditindaklanjuti oleh masing-masing stakeholder yang ada. Misalnya saja pemerintah sesuai dengan tupoksinya, akan melakukan tindak lanjut yang sesuai. Demikian pula usaha yang ada di kawasan DAS, juga harus berperan aktif, serta bagaimana peran desa adat di sana juga bisa tergambar jelas. Ketua Forum DAS Bali Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S. mengatakan, DAS merupakan persoalan yang ada di lintas kabupaten/kota. Selain itu, sektor yang berkepentin-

DAS - Suasana rapat koordinasi Forum Koordinasi Pengelolaan DAS Provinsi Bali, Kamis (12/12) kemarin. gan di kawasan DAS cukup beragam. Karena itu, upaya menjaga DAS memiliki fungsi yang sangat strategis, karena menyangkut upaya penyelamatan sumber daya air. DAS, kata dia merupakan kawasan yang menjadi media untuk menampung air hujan agar tidak tersalur dengan

cepat ke laut. Bila DAS sudah rusak, air hujan selain cepat terbuang ke laut, juga bisa menimbulkan bencana seperti banjir. ‘’Karena itu perlu kita jaga keberadaan DAS ini agar tetap baik,’’ ujar Sudarma yang juga Kepala Pusat Penelitian Lingkungan Unud ini. Sementara itu, Kepala

BPDAS-HL Unda Anyar Bali Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. mengatakan, rapat koordinasi Forum DAS ini untuk saling berkoordinasi setiap stakeholder dalam hal pengelolaan DAS. Tujuannya agar DAS tetap terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat. (ad322)


Jumat Paing,13 Desember 2019

Wabup Kasta Masalahkan Kriteria Kemiskinan Semarapura (Bali Post) Rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Klungkung, Kamis (12/12) kemarin, di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, banyak membahas perihal penanganan kemiskinan. Berbagai kalangan memberikan perspektif lantaran penanggulangan kemiskinan itu tidak kunjung tuntas, walau sudah banyak program yang dilakukan pemkab. Tetapi kemiskinan itu belum juga turun signifikan. Wakil Bupati (Wabup) Kasta melihat permasalahan ini bukan pada program pemerintah daerah yang tidak efektif, melainkan kriteria kemiskinan dari pusat itu tidak sesuai realitas di daerah. Wabup Made Kasta yang juga selaku Ketua TKPKD mengatakan berbagai upaya sudah dilakukan Pemkab Klungkung mengurangi angka kemiskinan itu. Seperti program Bedah Desa, Bantuan Bedah/Rehab Rumah, Pelatihan Kerja bagi KK Miskin dan Disabilitas serta berbagai program lainnya. Tetapi, angka kemiskinan malah semakin bertambah. Menurutnya, hal ini dikarenakan adanya perbedaan kriteria kemiskinan yang dikeluarkan pemerintah pusat dengan realitas yang ada di Klungkung. ‘’Data angka kemiskinan di Klungkung terus saja bertambah. Padahal berbagai program pengurangan kemiskinan gencar dilakukan. Saya kira hal ini disebabkan adanya perbedaan persepsi kriteria kemiskinan itu,’’ ujar Wabup Kasta. Selain itu, cara penanggulangan-

nya yang ditetapkan pemerintah pusat tidak sesuai keadaan di lapangan. Dia menambahkan, untuk dapat membantu warga yang tergolong miskin namun hal itu justru tidak sesuai kriteria dari pemerintah pusat. Karena itu perlu dibuatkan kriteria kemiskinan sesuai keadaan di Klungkung. Melalui forum tersebut, Wabup Kasta mengajak seluruh tim mengajukan usulan kriteria KK miskin sesuai keadaan di Klungkung. Dengan demikian, penanganan kemiskinan di lapangan akan semakin terukur. Maka, dalam menyusun kriteria kemiskinan itu pihaknya juga meminta agar melibatkan para perbekel. Sebab, merekalah yang paling tahu, bagaimana kondisi warganya dan seperti apa persis penanganannya. Tim TKPKD sendiri beranggotakan perwakilan sejumlah pejabat dari Baperlitbang dan PMDP2KB. Tim ini masih memiliki tugas berat menangani kemiskinan yang jumlahnya masih tinggi. Sesuai data Perda APBD 2020, jumlah warga miskin mencapai 10.430 jiwa. Sedangkan angka pengang-

guran sedikit mengalami penurunan. Pada tahun 2018 tinggal 1.517 orang. Dilihat dari dimensi ekonomi umur 15 tahun ke atas penduduk yang tergolong angkatan kerja tahun 2018 Kabupaten Klungkung sebesar 78,11%. Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2017 yang besarnya 77,07%. Kondisi ini menunjukkan terjadi peningkatan jumlah penduduk yang bekerja. Atas kondisi di atas, Wabup Kasta menegaskan, diperlukan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat kecil dalam menyusun program pembangunan itu. Empat pendekatan digunakan sebagai strategi penanggulangan kemiskinan itu yakni peningkatan pendapatan penduduk miskin melalui peningkatan produktivitas, mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin dengan penyediaan dan pemenuhan kebutuhan dasar, mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro dan kecil, selain itu mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan. (kmb31)

RAKOR TKPKD - Wabup Kasta saat memimpin Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD).

KPU Klungkung Garap Pemilih Pemula Semarapura (Bali Post) Di tengah kesibukan beberapa KPU kabupaten/ kota mempersiapkan pilkada, KPU Klungkung juga melakukan berbagai kegiatan. Meski tidak gencar melakukan persiapan pilkada seperti KPU lainnya, KPU Klungkung tetap turun memaksimalkan sosialisasi. Malah KPU menyasar para pemilih pemula. Para pemilih pemula itu perlu diberi gambaran bagaimana proses demokrasi dan juga bagaimana pula teknis menggunakan hak memilih saat pemilu nanti. Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, Kamis (12/12) kemarin,

mengatakan sosialisasi terus gencar dilakukan, baik kepada masyarakat umum maupun pemilih pemula yang didominasi pelajar SMA sederajat. KPU rutin menyasar sekolah-sekolah melakukan sosialisasi pemilu sekaligus pendidikan politik, agar hal itu ke depan dapat berdampak konstruktif terhadap partisipasi pemilih. ‘’Di luar dugaan, respons pemilih pemula dari kalangan siswa itu cukup antusias. Mereka cukup kritis melihat permasalahan politik dan KPU sebagai penyelenggara,’’ katanya. Seperti diketahui, tingkat partisipasi pemilih pada

pemilu terakhir di Klungkung sebenarnya sudah cukup tinggi. Mega Saskara mengatakan partisipasinya mencapai 82,03 persen. Dari jumlah pemilih sebanyak 160.080 orang, persentasenya naik dari sebelumnya hanya 78,6 persen. Selain sosialisasi, KPU juga menggarap pemilih pemula dengan mengundang siswa datang langsung ke Kantor KPU Klungkung. KPU menyediakan Rumah Pintar Pemilu. Di rumah pintar itu dilengkapi berbagai data guna memudahkan proses pendidikan politik. ‘’Kami juga terus melakukan evaluasi data pemilih. Khususnya data DPK. Ada

Pendidikan

Universitas Udayana dan Confucius Institute Headquarters P.R. China Resmi Jalin Kerja Sama Pendirian Tourism Confucius Institute

REKTOR Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Informasi Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. dan Koordinator Kantor Urusan Internasional Dr. Eng. Pujianiki melakukan penandatanganan agreement untuk pendirian Tourism Confucius Institute (TCI) Udayana University di Changsha, Tiongkok pada 10 Desember 2019. Acara penandatanganan dilakukan dalam kegiatan The 2019 International Chinese Language Education Conference bersama-sama dengan tujuh President of Universities lainnya, yaitu President of Belarusian State University (Belarus), President of Atanao de Davao University (Philippines), President of Tbilisi Open Teaching University (State of Geogia), President of University of Jeddah (Saudi Arabia), President of La Universidad de La Frontera (Chile), President of Villa College (Maldives), President of The Institute of

Business (Timor Leste) yang juga mendapat persetujuan pendirian Confucius Institute (CI) di universitas masingmasing. CI di Universitas Udayana merupakan CI yang ke-402 di seluruh dunia dan ke-8 di Indonesia. TCI Universitas Udayana dibangun dan diusulkan bersama-sama dengan Nanchang University dan Nanchang Nomo University sebagai mitra domestik Tiongkok Universitas Udayana. Verifikasi pendirian CI telah dilakukan sejak tahun 2018 didasarkan pada ranking dunia universitas pemohon dan persetujuan hanya diberikan kepada universitas yang berada pada ranking 200. Persetujuan kepada Universitas Udayana didasarkan kategori kekhususan (tourism) dan merupakan satu-satunya CI dengan kategori khusus tourism. Rektor Unud Prof. A.A. Raka Sudewi menyampaikan, agreement yang telah ditandatangani ini harus segera ditindaklanjuti dengan beberapa program terkait tourism yang tentunya juga sesuai dengan pola ilmiah po-

PIAGAM - Rektor Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). memegang Piagam Pendirian Tourism Confucius Institute di Universitas Udayana.

kok di Universitas Udayana, yakni kebudayaan. Universitas Udayana sendiri telah memiliki Fakultas Pariwisata dengan berbagai jenjang Program Studi dari Diploma, S-1 hingga S-3. Di samping itu, juga memiliki Chinese Tourism Training Centre (CTTC) yang menjadi cikalbakal pengembangan bahasa Mandarin. Pendirian CI di Universitas Udayana merupakan bagian dari kebijakan internasionalisasi Universitas Udayana melalui penempatan Universitas Udayana dalam jajaran universitas kelas dunia. Di masa depan CI akan melakukan pendidikan bahasa Mandarin di Bali, baik untuk memenuhi kebutuhan internal, mahasiswa dan dosen di Universitas Udayana maupun kebutuhan eksternal, masyarakat dan lembaga-lembaga pemerintah yang menyediakan pelayanan bagi wisatawan yang berbahasa Mandarin. Universitas Udayana juga berencana membuka Prodi Bahasa Mandarin. CI dapat memfasilitasi dosen Udayana yang mau mengambil program magister atau doktoral bahasa Mandarin di berbagai universitas di Tiongkok, terutama yang telah memiliki kerja sama dengan Universitas Udayana seperti Nanchang dan Nanchang Nomo University. Pada kegiatan tersebut juga digelar Pameran Bahasa Mandarin Internasional yang diselenggarakan sebagai rangkaian conference, yang salah satunya menyajikan materi pameran digitalisasi pendidikan bahasa Mandarin. Rektor mengharapkan teknologi yang sama dapat dikembangkan dalam pengakaran bahasa di Universitas Udayana. (ad319)

sebanyak 1.712 DPK yang belum tercatat di seluruh kecamatan. Masalah lainnya, ada pula yang belum isi nomor KK. Kami masih telusuri satu per satu,’’ katanya. Komisioner KPU Klungkung lainnya, Ida Bagus Barwata, menambahkan selain menyasar para siswa sebagai pemilih pemula, pihaknya rutin ke desa-desa, khususnya para ibu-ibu PKK, posyandu hingga pe-

nyandang disabilitas. Hal itu dipandang penting, agar informasi terkait pemilu itu semakin mudah dipahami warga di desa. Menurutnya, selama ini kalangan perempuan kurang tergarap optimal. Ini dibuktikan ketika mereka turun beberapa kali, mayoritas ibu-ibu itu tidak tahu ada pemilu. ‘’Seperti besok, kami melakukan sosialisasi ke Desa Pejukutan. Sasarannya adalah ibu-ibu

PKK, posyandu dan penyandang disabilitas. Mereka diminta hadir langsung ke kantor perbekel setempat,’’ katanya. Desa Pejukutan itu dinilai sebagai desa sering mendapat pembinaan. Terlebih, dari data KPU itu rupanya Desa Pejukutan itu memiliki tingkat partisipasi pemilih tertinggi di Klungkung, dalam pelaksanaan pemilu terakhir bahkan mencapai 97 persen. Berkat

tingginya partisipasi pemilih di desa itu, katanya, Gubernur Bali juga sudah memberikan penghargaan berupa program untuk desa setempat. ‘’Kami menyasar ibu-ibu di pasar. Kami sering sosialisasi langsung ke pasar. Upaya itu efektif menginformasikan hak memilih yang mereka miliki itu harus disalurkan karena dapat menentukan hasil pemilu,’’ tegasnya. (kmb31)


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Menuju Bali ’’Smart Island’’

Gubernur Koster Sambut Baik Kartu Sm@rt247 Desa Duda Timur SEBUAH program inovatif tengah dikembangkan di Desa Duda Timur, Selat, Karangasem. Setelah sebelumnya di desa ini membuat inovasi terkait data dan lokasi kependudukan secara online berdasarkan golongan darah dan program administrasi Smart Budgeting serta program keluhan dan laporan keadaan darurat secara real time bagi warganya, kali ini Desa Duda Timur di bawah kepemimpinan I Gede Pawana kembali meluncurkan program berikutnya, yakni aplikasi dan kartu Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes) Sm@rt247. Peluncuran program inovatif ini dilakukan langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (12/12) pagi kemarin. Kepala Desa Duda Timur I Gede Pawana mengatakan, Kartu BUMDes Sm@rt247 itu diharapkan dapat memudahkan transaksi warga. Teknologi yang diterapkan, kata Pawana, tidak saja menjangkau antardesa saja, tetapi juga antarrekening bank, bahkan antarnegara dengan kemampuan tran-

saksi secara real time dan nantinya lebih dari 10.000 bank seluruh dunia. Pawana menambahkan, aplikasi dan kartu Sm@ rt247 ini untuk mendukung visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Menurutnya, aplikasi dan kartu tersebut salah satu fitur terbaru dari Sm@rtDesa untuk mendukung gerakan nasional nontunai yang telah dikembangkan sejak akhir tahun 2017 bertepatan peristiwa erupsi Gunung Agung, di Karangasem. Menanggapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik berbagai inovasi yang dibuat Desa Duda Timur. Menurutnya, a p l i k a s i i n i s e s u a i d e ngan program Pemerintah Provinsi Bali yakni menuju Bali Smart Island. ‘’Dengan biaya terjangkau, mudah dan terintegrasi ke seluruh desa dinas dan adat seluruh Bali, saya tertarik dengan aplikasi ini,’’ ujarnya. Ditambahkan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, dalam mendukung

program Bali Smart Island, Pemprov Bali telah meluncurkan Wi-fi gratis ke desadesa dan akan dilengkapi lagi tahun mendatang ke desa adat, puskesmas serta sekolah (SMA/SMK). ‘’Meskipun hidup di desa, saya mengharapkan science and technology itu tidak boleh ketinggalan. Ini sebagai upaya agar sumber daya manusia (SDM) bisa bersaing secara global, tanpa meninggalkan akar budaya Bali yang adiluhung,’’ ujarnya. Sementara itu, perancang dan pencipta Sm@rtDesa Sonny Kastara Dhaniswara dari PT Saebo Technology mengatakan, jika program ini sebagai wujud dukungan atas gerakan nasional nontunai. Dijelaskan Sonny Kastara, aplikasi tersebut dapat digunakan tanpa memerlukan mesin Electronic Data Capture (EDC). Upaya itu untuk mengatasi kelemahan gerakan nasional nontunai yang masih menggunakan mesin EDC, sehingga tidak menjangkau masyarakat menengah ke bawah, termasuk pelaku UMKM.

Proyek Pasar Amlapura Barat Capai 70,54 Persen

Bupati Marahi Kontraktor, Minta Ditambah 100 Pekerja

Amlapura (Bali Post) -

Setelah sangat kecewa hasil sidak pengerjaan proyek Puskesmas Selat beberapa waktu lalu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri harus menelan kekecewaan lagi atas pengerjaan proyek pembangunan Pasar Amlapura Barat. Pada sidak Kamis (12/12) kemarin, Mas Sumatri memarahi kontraktor lantaran pengerjaan pasar itu sangat terlambat. Untuk dapat menuntaskan proyek yang tinggal 15 hari itu, Bupati meminta kontraktor menambah 100 pekerja lagi. Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis kemarin, pembangunan proyek Pasar Amlapura Barat itu ternyata masih banyak komponen bangunan yang belum diselesaikan. Bangunan baru terlihat pada fisik bawah, termasuk penembokan. Lantai bangunan belum terpasang sama sekali. Bahkan, ada beberapa skat belum ditembok. Penghalusan tembok juga belum sepenuhnya dilakukan. Kerangka atap pasar itu baru terpasang sebagian. Finishing belum ada sama sekali, termasuk tembok panyengker pasar juga belum dibangun penuh. Bupati di sela-sela sidak itu menegaskan, sampai saat ini progres pengerjaan proyek pasar itu baru mencapai 70,54 persen. Padahal batas akhir proyek tinggal 15 hari lagi tepatnya 27 Desember mendatang. Atas kondisi itu, pihaknya meminta kontraktor bisa menyelesaikan proyek itu tepat waktu. ‘’Kalau memang pengerjaannya lambat mestinya kontraktor bisa menambah pekerja. Itu sangat penting agar pembangunan bisa cepat diselesaikan. Pengerjaan pasar itu wajib harus tuntas sampai batas waktu kontrak yang sudah disepakati,’’” ujar Mas Sumatri mengingatkan. Karena itu, Mas Sumatri minta kepada kontraktor segera menambah tenaga 100 orang pekerja lagi, agar proses penyelesaian pasar itu cepat. Selain itu, Bupati tidak ingin atap bangunan itu menggunakan genteng. Sebab, Karangasem rawan bencana gempa bumi. ‘’Saya tidak mau tahu, kontraktor harus menambah minimal 100 pekerja lagi. Begitu juga genteng itu harus diganti. Kalau genteng dipakai jika

Bali Postkmb41

PROYEK PASAR LAMBAT - Pengerjaan pembangunan proyek Pasar Amlapura Barat mengalami keterlambatan. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri minta kontraktor menambah 100 pekerja. ada gempa, pasti genteng itu berjatuhan,’’ tegasnya. Kontraktor proyek, Restu Adi, mengatakan pengerjaan proyek pasar itu memang sedikit lambat. Alasannya, pembentonan memakan waktu sedikit lama. Menurutnya, pembetonan itu tidak bisa dilakukan cepat. Minimal enam hari baru bisa dibuka corcorannya. ‘’Pengecoran memakan waktu lama, sehingga sedikit terlambat. Di sana kita kehilangan banyak waktu,’’ ucapnya berkilah. Ia berjanji mengikuti instruksi Bupati menambah pekerja untuk mempercepat proses pembangunan pasar itu. Sekarang dirinya telah melibatkan 100 pekerja. Bahkan waktu kerjanya dua shift. Masing-masing shift terdiri dari 50 pekerja. ‘’Kita akan tambah lagi pekerja 50 orang,’’ tandasnya. Pengawas proyek, I Wayan Noartawan, mengatakan memang kontraktor selama ini ada persoalan. Keterlambatan

yang dilakukan mulai material termasuk juga kekurangan tenaga. Sejatinya pada show cuase meeting (SCM) pihaknya telah meminta dilakukan penambahan apa saja yang masih kurang. Tetapi tetap saja tidak ada respons positif kekurangan yang ada diperbaiki. ‘’Kalau dilihat, metode kerja menyelesaikan pekerjaan itu masih kurang. Jadi perlu ditambah tukang, mereka harus kerja ekstra guna mempercepat penyelesaian proyek ini,’’ tegasya. Kadis Perindag Karangasem Ni Made Santikawati mengatakan, saat SCM sudah tiga kali ada keterlambatan progress pengerjaan proyek itu. Pihaknya terus mengingatkan kontraktor supaya bisa menambah tenaga akibat keterlambatan itu. Nyatanya tetap saja masih lambat. ‘’Masih banyak yang belum dikerjakan. Padahal kontrak proyek itu tinggal 15 hari lagi,’’ jelas Santikawati. (kmb41)

Musim Kemarau Panjang

Produksi Arak di Desa Tri Eka Buana Menurun Amlapura (Bali Post) Musim kemarau panjang ternyata banyak dampaknya. Tidak saja berpengaruh terhadap tanaman, rupanya cukup memberi imbas terhadap hasil produksi arak. Khususnya produksi arak di Desa Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen. Hasil produksi arak yang dihasilkan perajin arak di sana itu mengalami penurunan akibat musim kemarau. Perbekel Desa Tri Eka Buana Kecamatan Sidemen I Ketut Derka mengungkapkan, Rabu (11/12), pihaknya tidak bisa berkomentar banyak karena musim kemarau panjang ma-

sih saja berlangsung hingga saat ini. Memang kemarau itu sedikit berpengaruh terhadap hasil produksi arak yang diperoleh perajin arak di Sidemen. Pasalnya, di musim kemarau ini, irisan kelapa yang memproduksi air nira itu faktanya sedikit berkurang dibandingkan ketika musim hujan. ‘’Penurunan hasil produksi itu terjadi mulai Juli lalu. Biasanya, perajin arak itu rata-rata mampu menghasilkan 30 liter arak per harinya,’’ ujarnya. Tetapi karena musim kemarau maka perajin itu hanya menghasilkan arak sekitar

setengah saja yakni 15 liter arak dibandingkan saat musim hujan. Sebab, tetesan air nira atau tuak di musim panas itu memang sedikit dibandingkan musim hujan. Derka menambahkan, permintaan arak secara keseluruhan setiap harinya cukup banyak karena hampir mencapai 2.500 liter. Namun, akibat kemarau ini hasil produksi arak yang mampu diperoleh perajin itu hanya mencapai 1.500 liter. Jadi masih kurang 1.000 liter. Karena itu, musim kemarau ini memberikan dampak cukup signifikan terhadap produksi arak itu. (kmb41)

Kelebihan dari kartu Sm@ rt247 tersebut ialah memiliki multifungsi sebagai kartu warga, akses Automated Teller Machine (ATM), debit dan e-toll. Kemampuan transaksi selama 24 jam secara real time dengan keamanan (512-bit, floating servers, biometrics, multi passwords) kemudahan, dan berkecepatan tinggi. (kmb) Sm@rt247 - Gubernur Bali Wayan Koster saat peluncuran program aplikasi dan kartu Badan Usaha Milik Daerah (BUMDes) Sm@rt247 di Desa Duda Timur, Karangasem.


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Sebelas Tersangka Penjual Miras Diserahkan ke Disperindag

Bali Post/kmb40

OPERASI PEKAT - Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Ariawan, saat merilis hasil operasi pekat agung 2019 di Mapolres Bangli, Kamis (12/12) kemarin.

rah Rai Gang 11, Kelurahan Kawan. Dari tangan tersangka disita satu paket sabu-sabu dengan berat 0,48 bruto. Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal Primer 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan paling lama 12 tahun. Subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2019 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 4 tahun. Selama operasi pekat, jajaran Polres Bangli juga mengamankan satu tersangka tindak pidana pencurian pemberatan (curat) berinisial KKA (21) asal Desa Bayung Gede, Kintamani. Tersangka ditangkap lantaran mencuri uang Rp 750 ribu milik korban I Nengah Dori Sentana asal desa yang sama. Selain itu, polisi juga mengamankan satu tersangka perjudian. “Operasi Pekat Agung ini menekankan pemberantasan penyakit masyarakat baik yang berbentuk miras, narkoba, curat, judi, dan penyakit masyarakat lainnya. Dalam operasi pekat ini kami diberi empat target operasi (TO), satu target narkoba, dua target miras, satu target curat, dan judi. Hasilnya, semua target operasi sudah berhasil kami penuhi, termasuk target operasi non TO,” kata mantan Kapolres Mappi, Papua itu. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Sebelas tersangka penjual minuman keras (miras) ilegal berhasil diamankan jajaran Polres Bangli selama operasi Pekat Agung 2019. Oleh Polres, kesebelas tersangka tersebut diserahkan ke Disperindag Kabupaten Bangli. Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Ariawan, Kamis (12/12) kemarin mengatakan, kesebelas tersangka tersebut diamankan dari 11 TKP berbeda di wilayah hukum Polres Bangli. Barang bukti yang diamankan berupa miras jenis arak sebanyak 153 liter. Agung Dhana menjelaskan, pihaknya tidak melakukan penindakan tipiring terhadap kesebelas tersangka, melainkan menyerahkannya ke Disperindag Bangli. Pertimbangannya, jika ditipiring para tersangka hanya dihukum tiga bulan. Sementara

jika diserahkan ke Disperindag, kesebelas tersangka dapat dikenakan hukuman lebih lama, yakni 6 bulan sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). “Jadi kami lebih baik menyerahkannya ke Dinas Perdagangan agar hukumannya lebih tinggi,” ujarnya di Mapolres Bangli. Selain mengamankan 11 tersangka pengedar miras, selama operasi pekat Agung yang berlangsung selama 16 hari dari tanggal 23 November sampai 8 Desember, pihaknya juga mengamankan satu tersangka tindak pidana narkoba berinisial AMB (34) asal Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. AMB diamankan pada Rabu (27/11) di pinggir jalan Brigjen Ngu-

Bangli (Bali Post) – Para perbekel di Kabupaten Bangli diminta rajin turun ke lapangan guna mengetahui situasi dan kondisi di desanya. Bupati Bangli I Made Gianyar menyampaikan hal itu saat melantik 50 perbekel terpilih hasil Pilkel serentak 2019 di Wantilan Desa Bayung Gede, Kintamani, Kamis (12/12) kemarin. Gianyar juga meminta para perbekel untuk bisa menjadi panutan serta menjadi time work yang kuat di masingmasing desa. Perbekel harus terus belajar, bagaimana tata kelola pemerintahan desa yang benar dan hal yang penting lagi harus bersinergi dengan seluruh tokoh masyarakat akademisi maupun pratiksi untuk membangun desa. ‘’Jangan takut bekerja, jalankan asal sesuai dengan aturan,” ujarnya. Gianyar menekankan bahwa perbekel harus bisa membangun desanya sendiri dengan

PERBEKEL - Bupati Bangli I Made Gianyar melantik 50 perbekel di Wantilan Desa Bayung Gede, Kamis (12/12) kemarin. bantuan desa secara profe- aan Masyarakat dan Desa sional, yang adil dan merata, (PMD) Kabupaten Bangli, I sehingga dapat dirasakan oleh Dewa Bagus Riana Putra mewarganya. Hal penting yang nyebutkan dari 50 perbekel juga harus diperhatikan adalah yang dilantik, 23 di antaranya Perbekel harus dapat mem- merupakan perbekel incumbent persatukan masyarakat desa dan 27 perbekel baru. Rincianserta memberikan kebijakan nya, dari Kecamatan Bangli sehingga angka kemiskinan ada empat perbekel yang dilandapat ditekan bahkan dapat tik kemarin, dari Kecamatan dientaskan. Perbekel juga dim- Susut tujuh perbekel, dari inta memberikan wadah kreati- Kecamatan Tembuku enam vitas dan seni anak muda/sekaa perbekel dan paling banyak teruna di masing-masing desa. dari Kecamatan Kintamani, Kepala Dinas Pemberday- yakni 33 perbekel. (kmb40)

Perbekel Diminta Rajin ke Lapangan

Otomotif

Bali Post/kmb40

Wuling Cortez CT

MPV Nyaman dan Berkelas Didukung Fitur Lengkap WULING Motors (Wuling) dengan salah satu lini produk unggulannya, Cortez CT, semakin menambah pilihan konsumen di segmen MPV Tanah Air. Produk yang diperkenalkan pertama kalinya dalam gelaran Telkomsel IIMS 2019, diniagakan mulai dari Rp 250.000.000 hingga Rp 300.000.000 (OTR Denpasar) dalam beberapa varian mulai dari Cortez 1.5T C hingga Cortez 1.5T L. Sementara untuk pilihan warna, Cortez CT terdiri dari Pristine White, Dazzling Silver, Aurora Silver, Starry Black dan Burgundy Red. Wuling Cortez CT yang mengusung tagline ‘The New Advanced MPV’ menawarkan kenyamanan layaknya sebuah mobil keluarga mewah dengan ruang kabin lega, konfigurasi 7-seater captain seat, serta posisi duduk yang ergonomis. Tak hanya itu, McPherson Strut dan Independent Rear Suspension pun turut mendukung kenyamanan selama berkendara. Selain itu terdapat juga beragam fitur terdepan yang melengkapi Cortez CT, seperti One Push Start/Stop Button, Keyless Entry, Fatigue driving warning, hingga Emergency Stop Signal (ESS). Dibekali mesin bensin berkonfigurasi 4 silinder 1.500cc dengan Turbocharger, Cortez CT memiliki kompetensi untuk menghasilkan tenaga maksimal 140 HP serta torsi 250 Nm. Dalam rangka menyalurkan performa ke roda depan, Cortez CT memiliki dua pilihan transmisi, yaitu manual 6 percepatan untuk tipe C atau Continuously Variable Transmission (CVT) yang tersedia di tipe C dan L. “Cortez CT merupakan salah satu lini produk Wuling untuk segmen MPV di Tanah Air. MPV ini menyajikan pengalaman berkendara yang berbeda dengan mengedepankan kenyamanan dan dilengkapi beragam fitur modern serta teknologi

Bali Post/ist

KONSUMEN - Salah seorang konsumen mencoba Wuling Cortez CT. Seorang pengunjung sedang merasakan kenyamanan posisi berkendara ketika melakukan test drive. terdepan. Sejalan dengan semangat ‘Drive For A Better Life’, kami selalu berinovasi dalam menghadirkan lini produk yang mendukung masyarakat dalam meraih kehidupan yang lebih baik,” ujar Dian Asmahani selaku Senior Brand Manager Wuling Motors, Kamis (12/12). Selain itu, Cortez CT juga dilengkapi dengan beragam fasilitas lengkap, meliputi Advanced 8” Entertaiment System with Navigation, 6-speaker, Multi Information Display 7”, Convenient Electric Front Seat Adjuster, Classy Electric Sunroof, Rear Camera, Parking Sensor di depan dan belakang, USB charging untuk baris pertama sampai ketiga, Traction Control System (TCS), Electronic Stability Control (ESC), Hill Hold Control (HHC), TPMS, ISOFIX, Automatic Vehicle Holding (AVH), Electric Parking Brake (EPB), sistem deselerasi ABS, EBD, BA, ISOFIX, Immobilizer sampai dual SRS front and side airbag. Medium MPV Wuling ini didukung oleh supplier global dan diproduksi di pabrik yang mengaplikasikan Global Manufacturing System (GMS)

berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Cortez CT juga telah mendapatkan apresiasi positif di bidang otomotif dengan meraih penghargaan Best Medium MPV di ajang Gridoto Award 2019 baru-baru ini. Seperti lini produk Wuling lainnya, Cortez CT dibekali berbagai layanan purna jual seperti garansi umum kendaraan 3 tahun atau 100.000 kilometer, garansi komponen utama mesin dan transmisi selama 5 tahun atau 100.000 kilometer, gratis biaya jasa servis berkala sampai 50.000 kilometer atau 4 tahun, tentunya dengan syarat dan ketentuan berlaku. Tersedia pula layanan Emergency Road Assistance dan Wuling Customer Assistance 0800100- 5050 yang siap membantu konsumen. Wuling didukung dengan jaringan dealer di Pulau Bali yang terdiri dari Wuling Hanawa Denpasar, Wuling Hanawa Tabanan, Wuling Kumala Denpasar, dan Wuling Kumala Gianyar. Untuk informasi lebih lanjut, mengenai produk dan informasi mengenai Wuling, Anda dapat berkunjung ke laman wuling.id. (ad329)

Bali Post/kmb40

Pasutri Pembuang Bayi Dituntut 8 Tahun Penjara

SIDANG - Sidang kasus pembuangan bayi di PN Bangli, Kamis (12/12) kemarin.

Bangli (Bali Post) -

Sidang kasus pembuangan bayi dengan terdakwa pasangan suami-istri (pasutri) Ni Ketut Juniari dan I Kadek Sugita digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bangli, Kamis (12/12) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim A.A. Putra Wiratjaya, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut keduanya dengan hukuman 8 tahun penjara. Sidang kedua terdakwa digelar terpisah. Ni Ketut Juniari disidang lebih dulu, kemudian dilanjutkan sidang terdakwa I Kadek Sugita. Dalam sidang pertama, JPU Iswati Septyarini menyatakan terdakwa Ni Ketut Juniari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak yang menyebabkan mati sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76 C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Atas perbuatannya, JPU menuntut terdakwa Juniari

dengan pidana penjara selama 8 tahun. Adapun pertimbangan jaksa yang memberatkan terdakwa Juniari yakni perbuatannya melanggar peraturan perundang-undangan, dan perbuatan terdakwa dinilai meresahkan masyarakat. Sementara hal yang meringankan bahwa terdakwa belum pernah dihukum dan terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya sehingga memperlancar jalannya persidangan. Selanjutnya, dalam sidang dengan terdakwa I Kadek Sugita, jaksa Nyoman Carikyasa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan kekerasan

terhadap anak yang menyebabkan mati sebagaimana diatur dalam pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undangundang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. JPU tidak menemukan adanya alasan pemaaf maupun pembenar yang dapat menghapuskan kesalahan terdakwa sehingga terdakwa harus dijatuhi hukuman setimpal dengan perbuatannya. Oleh JPU, pria 19 tahun asal Banjar Manuk, Desa Susut itu dituntut pidana penjara selama 8 tahun. Pertimbangan jaksa yang memberatkan bahwa perbuatan terdakwa Kadek Sugita telah mengakibatkan bayi lakilaki yang baru lahir meninggal dunia. Terdakwa yang meru-

pakan orangtua dari bayi lakilaki tersebut seharusnya berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, berterus terang dan menyesali perbuatannya, serta terdakwa masih berusia muda sehingga diharapkan masih bisa memperbaiki dirinya di kemudian hari. Usai mendengarkan tuntutan, terdakwa Juniari sempat menangis. Oleh majelis hakim, kedua terdakwa diberikan waktu untuk mengajukan pembelaan atas tuntutan jaksa. Sidang dijadwalkan berlanjut Kamis pekan depan. Sebagaimana yang diketahui, kasus pembuangan bayi yang dilakukan kedua terdakwa terungkap saat adanya penemuan mayat bayi laki-laki di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Rabu (24/7). Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, diketahui bayi tersebut merupakan anak dari Ni Ketut Juniari. (kmb40)


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Terkait Pembayaran Utang Daerah

Pemkab Tunggu Hasil Audit BPK Singaraja (Bali Post) – Setelah keputusan hukum tertinggi menyatakan Pemkab Buleleng berutang kepada UD Serbajaya, namun kapan utang itu dilunasi hingga sekarang waktunya belum dipastikan. Selain karena keputusan hukum tertinggi yang sudah inkracht, namun pemerintah daerah masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait utang tersebut. Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekab) Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Kamis (12/12) kemarin. Puspaka mengatakan, polemik utang pemerintah kepada UD Serbajaya sejatinya merupakan warisan pemerintahan terdahulu. Namun hal itu bukan menjadi alasan pemerintahan untuk menyelesaikannya. Untuk itu, pemerintah daerah sudah mengikuti proses hukum setelah pihak rekanan itu melayangkan gugatan hukum ke pengadilan. Dari proses hukum itu, pemerintah sendiri telah dikalahkan dan dikuatkan dengan keputusan yang sudah inkracht menyebut kalau pemkab telah berutang kepada UD Serbajaya Singaraja. Setelah keputusan itu diterima, Puspaka menyebut pemerintah daerah sudah melakukan kajian teknis. Hasilnya, pemerintah belum memutuskan utang tersebut akan dibayarkan dari APBD Buleleng. Ini karena regulasi menyebut pemerintah daerah dikatakan memiliki utang kepada pihak ketiga kalau sudah ditetapkan dalam hasil audit BPK. Dewa Puspaka menambahkan, menyusul hasil audit BPK yang belum terbit, pada APBD Tahun 2020 pemerintah daerah belum mengalokasikan anggaran untuk melunasi utang tersebut. Mengantisipasi kemungkinan kalau hasil audit BPK menyebut pemkab memiliki utang, maka mau tidak mau pemerintah daerah akan mengalokasikan pada APBD Perubahan Tahun 2020. --Seperti diberitakan sebelumnya, sengketa utang piutang itu berawal dari pengembalian dengan mekanisme bon oleh Bagian Perlengkapan dan Perawatan Aset Setda Buleleng, dalam kurun waktu tahun 2008 sampai tahun 2012. Total bon Pemkab Buleleng saat itu mencapai Rp 94.479.750. (kmb38)

Polisi Ungkap Prostitusi Berkedok Salon Kecantikan Tiga Wanita Diamankan

Singaraja (Bali Post) –

Bisnis ‘’esek-esek’’ berkedok salon kecantikan nampaknya masih marak di wilayah hukum Polres Buleleng. Terbukti, dalam pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2019, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng menggerebek salon kecantikan Jasmine Hair Beauty Salon di Desa Kaliasem, Kecamata Banjar. Selain melayani pelanggan terkait masalah kecantikan, namun rupanya juga menyediakan jasa plus-plus. Tiga wanita berinisial PDF (pengelola), SR (PSK) dan AY (pekerja) pun diamankan petugas dan langsung digiring ke Polres Buleleng. KBO Satuan Reskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Kamis (12/12) kemarin mengatakan, pengungkapan kasus ini saat pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2019. Sebelum melakukan penggerebekan, pihaknya mendapat informasi kalau di salon tersebut juga menyediakan jasa plus-plus. Polisi kemudian menindaklanjuti informasi itu dan langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada 6 Desember 2019, sekitar pukul 19.45 Wita, polisi menggerebek salon tersebut.

Saat digerebek, polisi menemukan seorang wanita diduga PSK (inisial SR) yang sedang melayani salah seorang pria hidung belang di dalam kamar. Sebelum melakukan hubungan layaknya suami-istri, mereka terlebih dahulu memijat pria tersebut. Satu kali kencan dikenakan tarif Rp 500 ribu sampai ditambah jasa pijat Rp 200 ribu. ‘’Jadi, benar kami mengungkap kasus prostitusi berkedok salon kecantikan ini. Di lokasi itu, ada kamar untuk melayani hidung belang,’’ katanya. Selain SR, polisi juga mengamankan PDF dan AY. Sedangkan pria hidung belang yang tepergok di lokasi berha-

Bali Post/mud

RILIS – Petugas kepolisian Polres Buleleng saat merilis kasus pengungkapan prostitusi berkedok salon kecantikan, Kamis (12/12) kemarin. sil melarikan diri. Hasil pen- lau pria yang ditemaninya itu ini, pengelola salon disebut gungkapan kasus itu, petugas hanya dipijat saja. Seharinya melanggar Pasal 506 KUHP melakukan penyelidikan terha- rata-rata dua pelanggan. Dia tentang Prostitusi dengan kudap kasus tersebut. ‘’Ini kasus mengaku tidak tahu apakah rungan tiga bulan penjara. Saat kedua dan wanita pekerjanya ada transaksi lain selain jasa ini yang bersangkutan dan ini orang lokal. Usahanya ter- perawatan kecantikan. ‘’Cuma barang bukti satu alat kontragolong baru. Kami masih kem- bekerja di sana untuk menge- sepsi yang belum dipakai dan bangkan kasusnya,’’ jelasnya. lola dan tidak ada itu (prostitusi dua sudah bekas dipakai, sprei, Di hadapan penyidik, PDF - red). Kalau ada pengunjung handuk, bantal, serta uang Rp membantah melakukan prak- hanya pijat saja,’’ kilahnya. 1,3 juta disita untuk proses tik prostitusi. Dia mengaku kaSementara itu, dalam kasus hukum lebih lanjut. (kmb38)

Empat Calon Sekda Ikuti Tes Menyusun Makalah

Bali Post/mud

TES MAKALAH – Empat calon sekda mengikuti tes menyusun makalah di ruang rapat kantor BKPSDM Buleleng, Kamis (12/12) kemarin.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr Sopir &Karyawan Laundry di Kerobokan Kuta T.081236015546

Urgent!!!!Dicari Staf Admin dan Stock Controller Good English H.085100574646 (noSMS)

Dcr Urg Hskp/butler utk Sminyk /UmalasHubAgung082146584344 or agung@balimanagement.villas

B.BP.001.12.19.0000326

Bth ASS Marketing Manager,Bisa Bhs Inggris,Lam. Jl.Tkd Badung 18/9 WA.08113893338 B.BP.001.12.19.0000285

Butuh House Keeping max 23th cv: elisse.trilaksmi@gmail.com B.BP.001.12.19.0000294

BIRO JASA

B.BP.001.12.19.0000258

B.BP.803.12.19.0000283

Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445

B.BP.001.12.19.0000202

Dicari Sales P/W pnya sepeda motor. Hub.727744,081999436969

B.BP.004.12.19.0000314

Dicari Segera Satpam u/Travel Agent Hub:0361-729196/729197

B.BP.001.12.19.0000302

BENGKEL LAS

BIRO JASA Free

Dicr Karyawan/ti Gaji 2,4Jt/Bl Langsung ke Jln.Arjuna 49 Dps B.BP.001.12.19.0000297

Pabrik di Tabanan butuh Staf produksi,lulusan Kimia/Pertanian /Listrik.Sekuriti.Lmrn ke info@tsbali.com B.BP.031.12.19.0000325

Sales Marketing,Admin Editing, Welder Las Pipa : 08510317222 B.BP.001.12.19.0000309

Yang Memerlukan PRT,Hubungi Kami:081803682249/082237783780 B.BP.001.12.19.0000298

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

n

Desig

Money Back Guarantee

SERVICE

BIRO JASA

RUPA-RUPA

Singaraja (Bali Post) – Tahapan seleksi lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng terus bergulir. Setelah Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan calon yang lolos tes assessment, empat calon sekda, Kamis (12/12) kemarin mengikuti tes menyusun makalah. Tes ini memiliki bobot nilai tinggi, sehingga peserta lelang dengan serius mempersiapkan materi. Tes penyusunan makalah ini diikuti Asisten Administrasi Umum Gede Suyasa, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ni Made Rousmini, Asisten Tata Pemerintahan Putu Karuna, dan Ke-

DIJUAL MOBIL TOYOTA

pala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhiyasa. Sebelum keempatnya mulai menyusun makalah, mereka mengikuti undian judul makalah yang akan diujikan. Ada empat judul yang sudah disusun pansel kemudian diundi. Setelah pengundian judul, peserta lelang kemudian memulai menyusun makalah dengan tulis tangan pada lembar kertas. Untuk menyelesaikan makalah terkait bidang tugas jabatan sekda tersebut, setiap peserta diberikan batas waktu selama dua jam. Makalah yang sudah disusun itu, rencananya Jumat (13/12) ini akan dipres-

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Mobil Yaris 2014,Pribadi Hub.085100461881Tkd.Unda 8BUC

Jual Tanah Gatsu Barat Jln. UtamaLuas10A H.087861566901

PROPERTY

Jual Tanah Ls 640M2 Denpasar Jl.Dewi Sri 2 Legian Kuta-Bali (Lbr Dpn=14M;Pj Dlm=45,7M) Hub:085 238 725119 - Jam Kerja

B.BP.001.12.19.0000312

DIJUAL RUMAH

Dijual Rmh type 45/100Tbn Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.08174792678/081805374433

B.BP.004.11.19.0000739

Jl 2rmh baru 100/120 Sunset Rd & Citralnd 128/148.08123833661

B.BP.004.12.19.0000316

B.BP.004.12.19.0000317

B.BP.001.12.19.0000262

Tnh 1a,2a,Dlg, dan Rmh br, 550jt,Dlg,081999231333

B.BP.004.12.19.0000315

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon,± 35A Ubud-Tegalalang.HP:0811394712

B.BP.001.10.19.0000440

entasikan di hadapan anggota pansel. Para anggota pansel ini nantinya akan menguji makalah masing-masing peserta untuk mendapatkan penilaian. Sementara itu, Sekretaris Pansel yang juga Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng Gede Wisnawa mengatakan, bobot nilai dalam tes menyusun makalah ini paling tinggi dibandingkan hasil tes assessment. Tidak heran, materi makalah yang disusun setiap peserta tergolong berat. Apalagi batas waktu yang singkat, sehingga kemampuan wawasan dan pengalaman

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual Ruko 2 unit,Tanah 6-10are diKotaDenpasarHub.0811399361 B.BP.001.12.19.0000242

RUPA-RUPA

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.12.19.0000211

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pjk Hotel,Pjk Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.11.19.0000544

sangat menentukan untuk bisa menyusun makalah yang diujikan. Setelah tahapan seleksi ini diikuti, pansel akan mengumumkan tiga calon sekda yang meraih nilai terginggi pertama, kedua, dan ketiga. Rencananya, calon sekda peraih nilai tertinggi diumumkan pada 16 Desember 2019. Selanjutnya, pansel melaporkan hasil seleksi itu kepada bupati untuk dipilih satu nama calon sekda. Satu nama ini kemudian diusulkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk mendapat rekomendasi. (kmb38)

KEHILANGAN

HlgBPKB No.7121714-ODK1344A An.Dinas Kesehatan Prop.Bali

B.BP.001.12.19.0000301

Hlg BPKB No H0743875-0 DK7215AX an I Nyomn Trisna Aditiawarman

B.BP.004.12.19.0000324

Hlg Srtfkt Tnh No.M.1664/Kerobokan Ls1700m2,An IKetut Narda

B.BP.001.12.19.0000260

PENGUMUMAN

Diminta bantuan kepada Ni Komang Seniwati U/Pengambilan BPKB Hub.085792881885 B.BP.001.12.19.0000303


Jumat Paing, 13 Desember 2019

Wakili Bali di Tingkat Nasional

Siswa SMAN 1 Pekutatan dan SMAN 1 Negara Temui Bupati Artha

TIGA siswa asal Jembrana yang merupakan duta-duta Bali ke tingkat Nasional, Kamis (12/12) kemarin beraudiensi dengan Bupati Jembrana I Putu Artha di ruang rapat Bupati Jembrana. Kedatangan ketiga siswa berprestasi itu dalam rangka mendukung dan menyuksekan program Keluaga Berencana dan Perlindungan Anak. Mereka didampingi Kepala Dinas PPPA-PPKB Ni Kade Ari Sugianti dan Kepala SMAN 1 Pekutatan I Wayan Rai Gelgel. Dari tiga siswa berprestasi binaan Dinas PPPA-PPKB itu, dua di antaranya mewakili Bali di tingkat Nasional yakni Ni Made Mirah Widya Gangga (Duta Anak Komisi Kesehatan Tahun 2018) dan Ni Made Devina Nanda Rai kelas XI asal SMAN 1 Negara (Duta Anak Komisi Kesehatan Tahun 2019) yang telah mengikuti Forum Anak Nasional di Makassar, Susel

pada 19-23 Juli 2019. Sedangkan satu siswa asal Jembrana yang lainnya akan mewakili Bali ke tingkat Nasional yang dijadwalkan menuju Jakarta dalam Adu Jambore Anak (Jak Genre) pada 16-28 Desember yakni Ni Made Yesicca Moneysia, siswa kelas XI SMAN 1 Pekutatan. Kade Ari Sugianti di hadapan Bupati I Putu Artha mengatakan, siswa yang dipercaya untuk mewakili Bali di tingkat Nasional ini merupakan siswa-siswa berprestasi. ‘’Dua siswa merupakan siswa yang telah berprestasi dan membantu pemerintah, khususnya dalam program Keluarga Berencana dan dalam hal Perlindungan Anak. Mereka adalah Ni Made Mirah Gangga sebagai Ketua Forum Anak Kabupaten Jembrana Tahun 2018-2020 dan Ni Made Devina Nanda Rai dari SMAN 1 Negara, Duta Anak Komisi Kesehatan Tahun 2019,’’ ujarnya.

Ari Sugianti mengaku dalam ajang Adu Jak Genre, siswa asal Jembrana ini juga dipercaya sebagai duta Bali di tingkat Nasional. ‘’Pada 16-20 Desember, siswa kita dari SMAN 1 Pekutatan atas nama Ni Made Yesica Moneysia akan dipercaya sebagai Duta Jembrana di tingkat Provinsi Bali untuk berlaga dalam ajang Adu Jak Genre di tingkat Nasional,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati Artha menyampaikan apresiasi sekaligus selamat kepada para siswa berprestasi ini. ‘’Sebagai pimpinan daerah, tentu kami sangat bangga dan apresiasi atas prestasi yang diraih. Namun, kami minta kepada para siswa, khususnya yang baru akan diberangkatkan untuk mengikuti Adu Jak Genre di Jakarta agar selalu menjaga nama baik daerah, disiplin dan ikuti aturan,’’ harapnya. Kepada kasek, Bupati Artha juga minta untuk mem-

berikan laporan ke provinsi. Hal itu karena keberadaan SMA/SMK menjadi kewenangan dan tanggung jawab provinsi. ‘’Anak yang akan mewakili Jembrana di tingkat provinsi dalam ajang Adu Jak Genre tingkat nasional agar dilaporkan ke provinsi untuk mendapatkan dispensasi. Sebab, kewenangan dan tanggung jawab siswa itu adalah provinsi. Meski demikian, kita juga patut memberikan suport dan dorongan bagi semua siswa di Jembrana, termasuk siswa-siswa yang prestasi dan mengharumkan nama daerah,’’ pungkasnya. (ad320)

WAKILI BALI - Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Kadis PPA-PPKB Ni Kade Ari Sugianti serta tiga siswi dari SMAN 1 Pekutatan dan SMAN 1 Negara yang mewakili Bali di tingkat Nasional.

Korupsi Dana Santunan Kematian

Mantan Kaling Jineng Agung Ditahan Negara (Bali Post) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana Seksi Pidana Khusus (Pidsus) menerima pelimpahan tahap II kasus korupsi dana santunan kematian, Kamis (12/12) kemarin. Tim Tipikor Polres Jembrana yang dipimpin Kanit Tipikor Ipda Ketut Suasnawa sekitar pukul 10.00 Wita mendatangani Kejari Jembrana membawa sejumlah berkas dan tersangka I Komang Budiarta asal Gilimanuk yang merupakan mantan Kepala Lingkungan (Kaling) Jineng Agung.

Bali Post/olo

PELIMPAHAN – Kasi Pidsus Jembrana menerima pelimpahan tahap II kasus korupsi dana santunan kematian dengan tersangka oknum kaling di Gilimanuk I Komang Budiarta.

Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra seizin Kajari Jembrana Nur Elina Sari mengatakan, dari pengecekan berkas sudah lengkap. Jaksa telah menerima pelimpahan tahap II dari Tipikor Polres Jembrana. ‘’Untuk mempercepat proses dan tidak melarikan diri, tersangka kami tahan. Target kami minggu depan dilimpahkan (ke Pengadilan Tipikor - red),’’ ujar Ivan. Kejari juga menunjuk tujuh orang JPU untuk menangani kasus korupsi yang menjerat mantan kaling ini. Budiarta merupakan tersangka keempat dari rentetan kasus korupsi santunan kematian fiktif. Modus yang dilakukan hampir sama dengan terpidana lainnya

yang sudah lebih dahulu menjalani hukuman. Tersangka selaku kaling saat itu bersekongkol dengan petugas verifikasi dari Dinas Sosial Jembrana Indah Suryaningsih (sudah divonis bersalah) membuat permohonan santunan kematian fiktif. Dengan begitu, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk orang meninggal, dinikmati sendiri oleh tersangka. Beberapa yang diajukan merupakan data orang yang sudah pernah dimohonkan. Atas tindakannya itu, tersangka mendapatkan Rp 1,5 juta per permohonan. Dari nilai itu, Budiarta mendapat bagian Rp 500 ribu. Ada juga satu permohonan, tersangka mendapat Rp

799 ribu. Sedangkan petugas verifikasi mendapat Rp 1 juta. Dari penyidikan, tersangka mengajukan belasan permohonan dengan kerugian negara mencapai Rp 22 juta lebih. Penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 2 ayat 1, subsider Pasal 3 subsider Pasal 4, subsider Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selama proses penyidikan, tersangka tidak ditahan. Namun pada pelimpahan tahap II kemarin, jaksa menahan tersangka dan dititipkan di Rutan Kelas II B Negara. Selain tersangka Budiarta ini, dari berkas tersebut juga ada dua oknum kaling lain-

nya di Kelurahan Gilimanuk yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Yakni berinisial NLS dan TM. Dari informasi, dua tersangka ini masih tahap pemberkasan oleh penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Jembrana. Sebelumnya, tiga terdakwa yang sudah ditahan yakni Indah Suryaningsih (oknum PNS) dan dua oknum klian yaitu I Gede Astawa dan I Dewa Ketut Artawan. Ketiganya divonis bersalah. Dari penghitungan BPKP Perwakilan Bali, total kerugian negara mencapai Rp 452.500.000. Kejari Jembrana juga sudah menerima pengembalian uang kerugian negara dan denda dari terpidana Indah sebanyak Rp 371 juta. (kmb26)

begitu cepat direspons. Dalam penyelenggaraan pemerintahan ini kan merespons aspirasi masyarakat itu kan tidak bisa serta merta. Dalam konteks ini, peran kami untuk membantu mempercepat dengan melakukan peran koordinatif, sehingga kebijakan bupati sudah terkoneksi dengan OPD yang ada. Kajian hukumnya juga kita persiapkan, dan dalam pelaksanaannya melakukan controlling. Ibaratnya sebuah seni, kami berdua ini adalah seperti penari barong. Beliau di depan, saya harus seirama dan selaras. Menjadi wakil beliau ini, kami harus memperhatikan gerak beliau, kecepatannya, kami harus menyesuaikan terus, sehingga gerak barong kami di Badung benar-benar enak dilihat dan menimbulkan kedamaian. Jadi, ini juga kunci penting. Sebaik apa pun kegiatan yang dilakukan pemda, seberapa pun itu bermanfaat buat masyarakat, kalau pemimpinnya dilihat tidak bersatu, tidak seirama, saya rasa masyarakat juga tidak mendapatkan kebahagiaan. Kami sungguh-sungguh menjaga hal itu.

di tingkat desa dan banjarbanjar. Karena itulah, Bupati sudah memastikan di tahun 2020 ini semua desa dan kelurahan di Badung wajib sudah ada TPST 3R. Jadi, sampah itu selesai di sumbernya. Sedangkan hal-hal yang tidak mampu ditangani di desa atau banjar itu baru kita ada tempat pengolahan sampah, bukan TPA ini. Jadi, masyarakat jangan salah interpretasinya. Bukan tempat pembuangan akhir, tapi tempat pembuangan sampah yang berskala kabupaten, rencananya ada di Mengwi dan Canggu dan Pak Bupati juga mengharapkan di setiap kecamatan ada, sehingga semakin dekat, semakin cepat, persoalan sampah itu terselesaikan.

dung itu sudah masuk pada tataran ekonomi, maka mulai 2020 ini pada anggaran perubahan kita sudah memberikan kepada krama Badung penguatan modal sebagai wujud kekuatan ekonomi. Masyarakat butuh pelatihan dan penguatan modal. Badung ke depan saya pastikan sudah menggunakan WeChat sama dengan negara China. Kemarin itu terjadi persoalan sedikit, sehingga bisa bertransaksi di negaranya dan inovasi ke depan termasuk menggunakan e-money dan khusus masalah kesehatan kita harus buat e-healthy. Itu sudah ada barcode dan CV semua masyarakat Badung. Tidak ada lagi dokter di klinik, rumah sakit, puskesmas menanyakan lagi sakit apa. Langsung tindakan karena sudah ada di barcode e-healthy, bahkan tidak ada antrean lagi. Ke depan ini pula kami berinovasi untuk membuat taman lansia, bahkan bukan hanya semeton Badung dan Bali, ada juga yang kami fokuskan untuk berwisata lansia. Karena kami melihat, pensiunan katakan dari Jepang atau Inggris, lebih banyak mencari alam untuk peristirahatan. Sehingga ini kami gerakkan untuk mendapat sumber pendapatan di desa-desa. Sekarang Badung sudah mengembangkan lima desa wisata, ini adalah homebase. Konsepnya, satu, ada agrowisata atau pariwisata berbasis perkebunan, ekowisata atau pariwisata berbasis lingkungan, health wisata atau pariwisata berbasis kesehatan, culture wisata atau pariwisata yang berbasis budaya. Tujuan saya adalah bagaimana kita membuat masyarakat menjadi tuan di rumahnya sendiri. Sama juga dengan program Presiden membangun Indonesia dari pinggiran. Beliau juga mengatakan mari kita membangun desa, kami di Badung dibalik desa membangun. Sehingga jarang untuk urbanisasi, kita membuat lapangan pekerjaan di desa itu sendiri. Pertanyaan sederhana, bisa tidak Pak Giri? CGT -- Cenik Gae To. (rin)

Tri Kona

Satu, kebutuhan pribadi masyarakat, yang kedua adalah kebutuhan komunalnya. Contoh kebutuhan pribadi, ada kesehatan gratis, totalitas kita tanggung karena kita menggunakan Tri Kona. Ajaran Hindu, utpeti, stiti dan pralina. Lahir, hidup dan mati. Kita memiliki program Aku Sapa, Administrasi Kependudukan Satu Paket. Biaya ditanggung sepenuhnya, dapat akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak lahir. Setelah lahir, hidup. Siapa pun hidup ketika sakit itu datang apalagi tidak punya uang, di sinilah bingung luar biasa. Maka kami mengambil kebijakan berobat di rumah sakit, puskesmas. Rumah sakit yang kita ajak kerja sama, berapa pun menghabiskan dana itu kita yang menanggung. Sampai 1 juta, 2 juta, 1 miliar, 5 miliar lebih pun kita tanggung. Bahkan kebijakan ini kita berikan lagi, diperlebar lagi dengan santunan penunggu pasien kelas 3 dengan fasilitas kelas 1. Santunan penunggu pasien Rp200 ribu per hari. Setelah hidup akan mati. Kita berikan santunan kematian Rp10 juta, akta kematian dan perubahan KK. Dari 508 kabupaten dan 34 provinsi di Indonesia, astungkara Kabupaten Badung mendapatkan peringkat pertama untuk UHC (Universal

Health Coverage). Memang dulu ada pemikiran masyarakat jangan dimanjakan. Semestinya diberikan kail, bukan ikan. Nah, di sinilah ada perbedaan prinsip. Bagi saya, kalau kail kita berikan, kapan mancingnya? Itulah prinsip kami, saat pertama yang kami lakukan itu adalah kebutuhan dasar dulu kita isi. Setelah kebutuhan dasar, baru kita berikan kail untuk mancing di laut lepas dengan program yang kita lakukan. Karena menurut saya siapa pun yang mengendalikan ekonomi, dialah yang menjadi leader. Harapan kami krama Badung maju, damai, sejahtera, yakin Badung juara. Apa terobosan monumental yang dilakukan di Badung? GP: Sejak 2015 dilantik, yang pertama kami lakukan adalah cermat-cermat meningkatkan PAD. Saat pertama menjadi bupati, PAD kita Rp3,8 triliun dan astungkara sekarang sudah masuk di angka 5,3 triliun. Kita sudah berhitung dengan baik untuk mengatur input, output, dan outcome. Contoh, 2020 itu PAD Badung dari PHR Rp4,5 triliun, lain-lain pendapatan yang sah Rp800 miliar sehingga menjadi Rp5,3 triliun. Kami juga menerima bantuan perimbangan dari pusat seperti DAU, DAK, DED dan seterusnya Rp1 triliun, sehingga APBD Badung seka-

rang Rp6,3 triliun. Pertama yang kita lakukan adalah memenuhi kebutuhan dasar masyarakat karena sudah diatur dalam UU. Misalkan, 20 persen minimal anggaran pendidikan itu wajib. Di sektor kesehatan, minimal 10 persen APBD itu wajib untuk kesehatan. Saya meneruskan program yang secara yuridis boleh, secara filosofis itu sudah kesepakatan. Maka kami membuat Badung Angelus Buana, Badung berbagi dari Badung untuk Bali sehingga peruntukan PHR yang kita berikan kepada kabupaten di Bali itu bermanfaat bagus untuk kepentingan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat. Di Bali, banyak uang habis untuk yadnya. Kami mengambil kebijakan, membantu pembangunan bale banjar dan wantilan karena merupakan simbol budaya Hindu. Maka di Badung ada istilah bupati bares.

tercapai, toh juga APBD itu adalah asumsi. Belanja baru komitmen. Jadi, kebutuhan dasar dengan lima bidang itu terpenuhi semua. Kenapa ada defisit kemarin, salah satu contoh karena kami tunda untuk outer ring road, jalan lingkar di Kuta Selatan. Tetapi saya sekarang sudah mengalokasikan astungkara lagi Rp50 miliar, selesai. Kedua yang kami harus lakukan adalah MRT. Kami berkomitmen untuk melaksanakan instalasi terpadu bawah tanah, sehingga kawasan dari Kuta, Seminyak, Legian kita selesaikan dan sekarang sudah proses berjalan. Saya harus berani, yang kedua saya sangat berani. Nyerempet-nyerempet bahaya tapi tidak melanggar hukum.

Apa kendala yang dihadapi dalam melakukan terobosan tersebut?

I Ketut Suiasa (KS): Bicara sosok Pak Giri Prasta yang sekarang ini Bupati Badung, pertama, kita sebagai wakil harus mengenali dulu soal sosok pribadi, kebiasaan, gaya, performance, dan sebagainya yang sifatnya individual pada Pak Giri Prasta. Saya berkutat di politik dengan beliau hampir 15 tahun lebih ya… cukup mengenal sosok beliau. Yang paling menonjol adalah beliau ini seorang gerakan. Kalau tidak bersosialisasi di tengah masyarakat, beliau itu sakitnya kambuh. Jadi, betul-betul orang gerakan. Tidak pernah di rumah, bukan berarti tidak mengurus keluarga. Tapi mengurus rakyat. Karena orang pergerakan, maka beliau punya kecepatan, speed yang luar biasa. Saya sebagai wakilnya tidak boleh dong loyo, tensi saya juga harus naik, harus mengikuti juga. Luar biasa, totalitas kehidupan beliau adalah untuk rakyat dan tidak perlu diragukan. Jarang ada sosok yang semacam ini. Orang-orang itu kan kadang startnya kencang tapi belum sampai di akhir, di pertengahan bahkan perempatan jalan sudah loyo. Tapi beliau on the track. Kedua, beliau benar-benar care, aspirasi masyarakat

GP: Sebenarnya kendala itu tidak ada yang begitu prinsip sekali. Kemarin dikabarkan Badung defisit. Ini memang terjadi defisit karena saya ingin mempercepat pembangunan. Kami memiliki 38 OPD, ini bergerak semua. Terutama dinas penghasil, contoh Dispenda, Perizinan dan Pariwisata. Ketika tidak

Jumat, 13 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Kuru Setra Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ista Dewata Pura Sabdo Utomo - Barurejo Seputar Bali Terkini

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita

Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Serati (3) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Klip Bali Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Reiki Ling Chii Ocydia Home Shopping

17:30 Wita Kartun Kuru Setra Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Indonesia Maju 4 Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung 21:30 Wita Ajeg Bali Pertajam Pola Pikir Melalui Tumpek Landep 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Caloanarang I Binor Poh Gading (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Apa kesan khusus Pak Ketut Suiasa selama empat tahun mendampingi Pak Giri Prasta?

Belakangan ini Badung mengalami masalah sampah, seperti apa langkah yang diambil untuk mengatasi masalah tersebut? KS: Ini kan kami pandang sebagai masalah sosial yang bersifat mendadak. Tapi kami tidak menyerah, apalagi Pak Bupati setiap hari dan setiap waktu mengoordinasikan persoalan sampah itu. Prinsip, Badung siap mandiri. Cuma kan butuh waktu. Badung sebetulnya mandiri di tahun 2021 karena persoalan sampah ini produksi masyarakat setiap hari, setiap detik, setiap menit, volume sekian banyak dan ini adalah soal produk masyarakat yang sepanjang peradaban manusia itu pasti akan ada dan ke depan semakin banyak. Butuh proses dan butuh waktu, karena kita menyiapkan SDM, membuat sistemnya, regulasinya, menyiapkan sarana-prasarana yang cukup dan representatif. Tapi kemudian prinsip kami di Badung menyelesaikan sampah di sumbernya yakni

Apakah ada ide-ide baru di sisa satu tahun masa jabatan? GP: Salah satu inovasi ke depan yang harus saya lakukan adalah bagaimana menyempurnakan yang sudah ada. Begitupun bagaimana membuat yang belum ada. Kalau istilah Bali agata, wartamana, anagata, ini yang perlu kita lakukan dengan baik, sehingga betul-betul bermanfaat bagi masyarakat Badung dan saya ingin menjadi salah satu tokoh internasional. Salah satu contoh, Badung sudah me-launching wifi gratis satu kabupaten. Di kabupaten lain belum ada, ini adalah salah satu inovasi yang saya gerakkan. Inovasi yang harus saya lakukan masih banyak. Salah satu contoh yang kita gerakkan mulai 2020 adalah ambulans per kecamatan, dan rumah sakit juga ada penunggu jenazah. Saya sudah persiapkan dengan baik akan ada tempat untuk magebagan, termasuk mobil jenazah. Untuk krama petani, saya memiliki program wujudkan petani bangga menjadi petani, sehingga ke depan termasuk kita menyiram pupuk itu tidak perlu lagi petani turun. Kita menggunakan drone. Bahkan ada juga infrared untuk mengusir burung. Ini teknologi, di radius dua meter ada burung langsung bunyi. Saya kira sekarang Ba-


Jumat Paing, 13 DESEMBER 2019

Peristiwa Bali Selama 2019 Dalam Foto Jurnalistik

SEJUMLAH peristiwa menonjol yang terjadi di Bali selama 2019 ditampilkan dalam pameran foto ‘’Rwa Bhineda’’ di LKBN Antara Biro Bali, Kamis (12/12) kemarin. Pameran fotografi jurnalistik ini menampilkan 45 buah foto tunggal dan dua foto cerita, yang semuanya itu merupakan karya tiga fotografer Antara Bali. Pameran yang digelar 12-15 Desember 2019 tersebut dibuka Asisten Admimistrasi Umum Provinsi Bali I Wayan Suarjana dan Konsulat Jenderal RRT di Denpasar Gou Haodong. Pada karya foto tunggal ditampilkan berbagai sudut pandang peristiwa yang terjadi di 2019, dengan memunculkan makna perbedaan, seperti kesedihan dan kebahagiaan, keramaian juga kesepian, serta keindahan beserta pesona alam, sekaligus gambaran alam Bali yang terancam. Kemudian ada juga olahraga dan kisah tokoh politik. Sedangkan foto cerita mengangkat keluarga dan korban yang selamat dalam peristiwa Bom Bali, dan ancaman sampah plastik di Pulau Dewata. ‘’Pameran foto ini kami adakan setiap tahun untuk menggambarkan bagaimana

kejadian satu tahun yang ada di Bali dalam bentuk visual. Karena masyarakat Bali itu sudah visual minded,’’ ujar Kepala LKBN Antara Biro Bali Edy M. Yakub pada pembukaan pameran foto menyambut 82 tahun LKBN Antara. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Admimistrasi Umum I Wayan Suarjana menyampaikan bahwa peran media massa sangat penting dalam kehidupan demokrasi. Terdapat kaitan yang erat antara kehidupan media dengan kehidupan demokrasi. Media merupakan salah satu pilar yang penting dalam demokrasi. Pers memiliki kewajiban untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mengontrol kekuasaan dan pemerintahan, yang semuanya itu dilakukan berdasarkan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dan dituangkan dalam kode etik jurnalistik. Di tengah era digital, di mana masyarakat lebih cenderung mendapatkan informasi dari media sosial, maka LKBN Antara diharapkan mampu menjadi media penyeimbang, menyuguhkan berita-berita faktual, bisa dijadikan referensi dan menjadi lembaga yang dipercaya masyarakat. (kmb19)

Bali Post/eka

PAMERAN - Asisten Admimistrasi Umum Provinsi Bali dan Konsulat Jenderal RRT di Denpasar melihat pameran foto ‘’Rwa Bhineda Bali 2019’’ di LKBN Antara Biro Bali, Kamis (12/12) kemarin.

Meski Tak Capai Target

Bali Post/ist

PAGELARAN BUDAYA - Komunitas Bali Dewata sebelum tampil pada acara Christmas Pageant 2019 di St George Terrace, Western Australia, Sabtu (7/12). Acara ini digelar setiap akhir tahun menyambut Natal dan Tahun Baru.

Christmas Pageant 2019

Dimeriahkan Busana Adat dan Tari Bali

KOMUNITAS Bali Dewata (Western Australia) telah dibentuk awal 2004. Bermula beranggotakan kelompok kecil masyarakat Bali yang bertempat tinggal di wilayah Perth, Western Australia (Australia Barat). Komunitas Bali Dewata merupakan komunitas formal nonprofit yang dibentuk sebagai ruang bagi masyarakat lokal Bali yang berada di wilayah Perth, Western Australia agar tetap bisa bersosialisasi dan berkumpul dengan masyarakat Bali lokal lainnya. Tidak hanya itu, dibentuknya komunitas ini salah satunya untuk mempertahankan budaya Bali. Misalnya perayaan penting dalam kalender Bali, termasuk hari raya Galungan dan Kuningan. Komunitas ini juga membuka kelas untuk pelatihan menari Bali, baik bagi penduduk lokal Bali maupun luar negeri. Tujuannya agar tetap bisa mempertahankan dan memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luar. Putu Fenner – Hayhow

President Bali Dewata – mengatakan Bali Dewata memiliki hubungan baik dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang berada di Perth, Western Australia (KJRI Perth) dan secara rutin berkontribusi dalam beberapa kegiatan yang diadakan oleh KJRI Perth. ‘’Komunitas kami sering diundang dan ikut berpartisipasi dalam berbagai acara pagelaran budaya. Salah satunya adalah Christmas Pageant. Christmas Pageant merupakan acara

Sp

pagelaran budaya terbesar yang telah diselenggarakan sejak 1972 menjelang penyambutan hari raya Natal dan Tahun Baru di Perth, Western Australia,’’ ujarnya. Tahun ini Christmas Pageant 2019 diselenggarakan Sabtu (7/12) berlokasi di St George Terrace, Western Australia. Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari the City of Perth, the RAC dan Channel 7 dan The Western Australian. Christmas Pag-

eant 2019 menampilkan 18 kendaraan hias dan lebih dari 2.000 peserta, termasuk penari dan musisi yang terlibat di dalamnya. Pagelaran budaya ini menampilkan parade kostum yang berasal dari berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah negara Indonesia yang menampilkan busana dan tarian Bali. Ia menyatakan Bali Dewata selalu dipilih untuk berpartisipasi dalam acara Christmat Pageant untuk merepresentasikan budaya lokal Bali, Indonesia. Putu menambahkan bahwa tahun ini Bali Dewata diberikan kesempatan lagi untuk berpartisipasi dalam acara Christmas Pageant 2019 dengan

menampilkan ragam pakaian tradisional Bali dari busana kreasi modern kebaya, kain dan busana untuk penari Bali dan tari-tarian Bali sepanjang Jalan St George Terrace yang diiringi dengan gamelan khas Bali. ‘’Melalui acara ini kami sebagai komunitas lokal masyarakat Bali dapat memperkenalkan budaya adat Bali kepada masyarakat lokal Australia maupun luar negeri. Tidak hanya itu, masyarakat pun mengetahui keberadaan Komunitas Bali Dewata dan kami memberikan kesempatan kepada masyarakat penduduk lokal yang ingin bergabung dengan komunitas kami dan belajar mengenai budaya adat Bali,’’ tegas Putu. (kmb)

Presiden Tetap Berikan Bonus Peraih Medali Karawang (Bali Post) – Meskipun tidak berhasil mencapai target menjadi peringkat kedua dalam SEA Games di Filipina 2019, Presiden Jokowi menegaskan para atlet yang meraih medali dalam ajang tersebut tetap akan mendapatkan bonus. Presiden setelah meresmikan jalan tol layang JakartaCikampek di Km 38 wilayah Kabupaten Bekasi, Kamis

(12/12) kemarin, mengatakan semula target SEA Games 2019 adalah Indonesia bisa masuk kedua besar. ‘’SEA Games target saya masuk ke-2 besar. Tapi sekarang masuk ke-4 besar,’’ kata Presiden. Tetapi, kata Presiden, perolehan medali emas yang didapat kontingen Indonesia melampaui target yang telah ditetapkan. Semula kontin-

gen Indonesia ditargetkan bisa meraih medali emas sebanyak 45 keping, kemudian Presiden meminta 60 buah. ‘’Tapi emasnya memang melampaui target yang sudah diberikan. Target pertama 45, saya enggak mau, 60 sudah terlampaui. Sekarang dapat 72 emas,’’ katanya. Hal itu berarti, ia menekankan bahwa para atlet peraih medali dalam

Perseden Dikalahkan Persijap

Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Perseden Denpasar dikalahkan tuan rumah Persijap Jepara dengan skor 0-2 dalam laga pembuka putaran nasional babak 32 besar Grup E, di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Jateng, Kamis (12/12) kemarin. Tertinggal 0-1, permainan Perseden makin kacau. Alhasil, Persijap menggandakan kemenangan di menit ke-90. Berawal dari kiper Febri yang dilabrak hingga terjatuh dan bukan dianggap pelanggaran. Akibatnya bomber Persijap M. Arodi leluasa menceplos-

kan bola ke gawang. Hingga akhir pertandingan, Persijap tetap unggul 2-0. Memasuki paruh kedua, Persijap unggul lewat titik putih. Wasit M. Aidil (Jakarta Selatan) memberikan hadiah penalti kepada Persijap, karena pemain Perseden dianggap melanggar di petak keramat. Eksekutor Rizki Hidayat di menit ke-74 sukses memperdaya kiper Perseden Putu Febri Andika. Sejak menit awal, baik Tim Laskar Catur Muka maupun Persijap saling melancarkan serangan. Kedua tim bermain ofensif, hingga merepotkan

benteng pertahanan lawan. Bahkan, hingga turun minum skor masih imbang 0-0. Pelatih Perseden Wayan Sukadana yang dikontak usai laga menuturkan pihaknya sejak awal sudah mewanti-wanti bakal dikalahkan karena faktor nonteknis saat meladeni tuan rumah. ‘’Anakanak sudah saya ingatkan, agar jangan membuat pelanggaran di areal terlarang. Kenyataannya, anak-anak sudah berhati-hati, namun tetap saja terkena penalti tanpa sebab yang jelas, hingga membuat emosinya tersulut,’’ papar Sukadana. (022)

Bali Post/ist

PERTANDINGAN - Suasana pertandingan sepak bola antara pemain Perseden (putih) saat meladeni tuan rumah Persijap Jepara.

ajang olahraga bergengsi seAsia Tenggara itu akan tetap mendapatkan bonus. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menyatakan pihaknya tengah menyiapkan bonus yang akan diberikan kepada atlet berprestasi pada ajang SEA Games 2019. Pemberian bonus kepada para atlet Indonesia tersebut merupakan arahan langsung dari Pres-

iden Joko Widodo. Menurutnya, Presiden mengapresiasi kerja keras para atlet dalam mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Zainudin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan terkait pemberian bonus kepada atlet Indonesia yang sudah berlaga pada SEA Games 2019 tersebut.(ant)

Pendidikan

Bali Post/ant

TIMNAS VOLI - Pemain timnas bola voli putra Putu Randu (kanan) disambut pengurus National Olympic Committe (NOC) Indonesia Eddy Rachman (kiri) saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (12/12) dini hari.

I Ketut Swarjana

Dosen Itekes Bali Raih Doktor di Luar Negeri INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali sukses mencetak dosen berkualifikasi Doktor lulusan luar negeri. I Ketut Swarjana, S.KM., M.PH., Dr.PH. belum lama ini menyelesaikan studi S-3 di Jurusan Global Health, Faculty of Public Health, Mahidol University, Bangkok, Thailand. Ketut Swarjana adalah Doktor kedua bidang kesehatan setelah Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. yang meraih gelar Doktor di Flinders University, Australia. Kini Itekes Bali masih memiliki empat kandidat doktor, seorang sedang kuliah di Thailand dan tiga dosen kuliah di Indonesia. Ketut Swarjana yang sempat menduduki jabatan sebagai Pembantu Ketua III saat bernama Stikes Bali, menyelesaikan studi S-3 di Thailand selama tiga tahun. Dia meraih beasiswa unggulan dosen Indonesia luar negeri (BUDI LN) angkatan pertama bersama 168 dosen unggulan di Indonesia. Selain itu biaya pendidikannya juga dibantu oleh YP2LPK Bali. Ketut Swarjana adalah anak keempat pasangan Made Jiwa dan Ni Gede Rampun asal Banjar Iseh, Klumpu, Nusa Penida. Judul disertasinya ‘’Inequity in Access to Maternal and Child Health Services in Indonesia; An Analysis among High, Middle, and Low Income Provinces’’. Dia meneliti ketidakadilan akses pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia. Analisis pada provinsi dengan penghasilan tinggi, sedang dan rendah. Kesimpulannya bahwa inekuitas akses pelayanan kesehatan dalam hal kesehatan ibu dan anak mulai dari pelayanan kesehatan kehami-

I Ketut Swarjana, M.PH., Dr.PH. lan, melahirkan, post partum, KB, imunisasi dan monitoring pertumbuhan anak dari ketiga level income provinsi. Hal ini menyangkut daya keterjangkauan pelayanan kesehatan dan daya beli masyarakat dan penerimaan masyarakat terhadap pelayanan. Dikatakannya, banyak faktor yang berpengaruh seperti aspek pengetahuan, budaya dan kepercayaan masyarakat. Tiga provinsi dijadikan

sampel yakni Bali (income tinggi), Jatim (income menengah) dan NTT (income masih kurang). Yang membanggakan, begitu Ketut Swarjana dinyatakan lulus S-3, dia langsung diberi reward dengan jabatan baru sebagai Ketua LPPM Itekes Bali. Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa berbangga dengan tambahan doktor baru Itekes guna mempercepat tercapainya visi Itekes Bali sebagai pusat pengembangan inovasi dalam bidang teknologi dan kesehatan. Itekes Bali diharapkan mampu menjadi yang terdepan sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengedepankan mutu dan inovasi. Itekes Bali dikatakannya memerlukan enam doktor agar bisa membuka S-3 bidang keperawatan. Sementara dosennya 100 persen sudah S-2. YY2LPK Bali sebagai yayasan yang mengelola Itekes Bali memberi kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan studi di dalam dan luar negeri. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka mengatakan, yayasan menyiapkan anggaran bagi dosennya untuk S-3. Bahkan semua dosen ditargetkan berkualifikasi S-3. Jika tidak mau, mereka akan digilas oleh aturan Dikti. Ida Bagus Arka mengungkapkan, dosen doktor bidang kese-hatan memang sangat langka. Pasalnya, mereka harus menempuh pendidikan S-3 di luar negeri. Meski demikian, dia memuji semangat dosennya meraih doktor karena selain bermanfaat bagi karier juga demi lembaga dan yayasan. Mereka ini akan memperkuat Prodi S-2 Keperawatan serta merintis Prodi S-3 bidang Keperawatan. (ad327)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 13 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu