Skip to main content

Edisi 13 November 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 86 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu PAING, 13 november 2016

NEVER TO WORK AGAIN SEBUAH mitos atau kemungkinan? Never to work again? Terdengar menarik bukan, bila bisa menjadi kenyataan. Bagaimana kalau katakanlah bahwa tidak perlu bekerja lagi bukan sebuah mitos, tetapi mungkin terjadi. Dan setiap orang dapat melakukannya. Apakah Anda suka ide bahwa kita tidak perlu bekerja

Passive Income Kuncinya adalah menciptakan passive income. Yaitu income yang didapat dari investasi. Saya ulangi, passive income adalah pendapatan yang diperoleh dari investasi kita. Passive income adalah income yang didapat bukan dari kita bekerja. Passive income adalah ketika uang kita bekerja dan men-

karena kita memilih untuk bekerja. Karena kita senang dengan pekerjaannya. Karena kita merasa berarti dengan pekerjaan kita. Tentu saja, semua orang menginginkan kondisi yang demikian. Bagaimana kalau saya katakan bahwa hampir semua orang yang tahu caranya, dan mau melaksanakannya, mampu mendapatkan status never to

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

work again. Sounds a good idea? Jadi bagaimana caranya?

lagi karena kita harus bekerja. Kita bekerja hanya karena kita memilih untuk bekerja. We work not because we have to, but because we choose to. Ya, never to work again, adalah suatu kondisi di mana kondisi finansial kita sudah aman. Kita tidak perlu lagi bekerja untuk memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Kita bekerja

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

cari kita. Dengan investasi, uang yang bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja mencari uang. Jadi kunci never to work again, adalah mendapatkan pendapatan dari investasi. Artinya kita harus berinvestasi jika ingin tidak bekerja lagi. Kita harus berinvestasi jika kita menginginkan kondisi di mana kita tidak perlu bekerja, kecuali kita memilih untuk bekerja. Ingat… kata kunci INVESTASI. Tanpa Investasi, never to work again is only a

myth. Kata kunci yang kedua adalah living expense, biaya hidup kita. Living expense adalah berapa biaya guna memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari sesuai dengan gaya hidup yang kita inginkan. Jika pendapatan dari investasi kita melebihi biaya hidup kita sehari-hari, maka pada saat itulah kita sebenarnya tidak perlu bekerja lagi, kecuali kita memilih untuk tetap bekerja. Hal. 19 Living Expense

Pesan Presiden kepada Ulama

Lindungi Minoritas

Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar kaum mayoritas di Indonesia melindungi kaum minoritas, sebaliknya mereka yang minoritas menghormati mereka yang mayoritas. Pesan itu disampaikan Presiden Jokowi kepada para ulama dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat ‘’Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa’’ yang dihadiri ribuan orang, termasuk para ulama, habaib, dan kiai di Ecovention, Ancol, Jakarta, Sabtu (12/11) kemarin. Upaya saling hormat dan menghargai itulah yang disebutkannya akan mendatangkan kedamaian di Tanah Air. ‘’Kita selalu ingin menikmati indahnya kedamaian, indahnya persaudaraan di tengah keberagaman kita, karena ini anugerah Allah kepada kita,’’ katanya. Presiden menghadiri acara yang digelar oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu sebagai salah satu upaya partai tersebut untuk menyejukkan umat dalam suasana perpolitikan yang dianggap semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah menteri yang turut mendampingi Presiden dalam kesempatan itu di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam

Nahrawi, dan Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyatakan bahwa dia beserta partainya mendukung penuh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Bahkan, dia menyebut partainya merupakan pengusung awal Jokowi saat mencalonkan diri sebagai presiden pada 2014 lalu. ‘’Buat PKB, Presiden Jokowi adalah pemimpin tertinggi, harus dihormati dijaga dan dimuliakan,’’ kata Cak Imin. Menurut Cak Imin, partainya akan setia mengawal Jokowi dalam menjalankan roda pemerintahan. Termasuk dari sisi legislatif maupun eksekutif. Hal. 19 Sindir Jokowi

BPM/ant

SILATNAS - Presiden Jokowi bertemu para ulama dalam acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama Rakyat bertajuk ‘’Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa’’ yang diadakan PKB, Sabtu (12/11) kemarin.

Demo Tolak Trump Makin Meluas

Miami Demo menolak Presiden terpilah AS Donald Trump berlanjut dan meluas ke mana-mana. Ribuan demonstran memadati Hollywood 101 Freeway memprotes terpilihnya Donald Trump dari Partai Republik sebagai Presiden Amerika Serikat. Demonstran penolak Don-

Tolak Mata Cangkul Impor PEMERINTAH hendak mengimpor ribuan mata cangkul dari Cina. Tentu berita ini mencengangkan berbagai kalangan, sebegitu parah industri pertanian kita sehingga untuk pengadaaan cangkul saja harus mengimpor. Kebijakan ini, menurut Dekan Fakultas Pertanian (FP) Universitas Dwijendra Dr. Ir. I Gede

Sedana, M.MA., bertentangan dengan kebijakan pemerintah untuk memandirikan sektor pertanian. Barangkali kondisi ini tak berpengaruh dengan petani kita di Bali, namun petani di luar Bali, katanya, bisa jadi masih sulit mendapatkan mata cangkul. ‘’Yang jelas ini membunuh kemandirian bangsa dalam penyediaan alat pertanian,’’ ujarnya. Anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana dikonfirmasi, Sabtu (12/11) kemarin, mempertanyakan mengapa pemerintah sampai mengimpor mata cangkul jauh-jauh dari Cina. Padahal, teknologi untuk membuat cangkul sejatinya sudah ada di tengah-tengah

masyarakat lokal. Di Bali sendiri, bahkan ada kelompok masyarakat pande yang memiliki kemampuan untuk menempa besi menjadi cangkul kualitas terbaik. ‘’Ada satu hal yang sebenarnya agak lucu, jadi bagaimana negara ini sebenarnya dipetakan. Seharusnya bisa diketahui dan direncanakan dengan sangat jelas oleh Bappenas, segala kebutuhan yang kita butuhkan. Termasuk soal cangkul,’’ ujarnya. Hal. 19 Investor Lokal

ald Trump juga berkumpul di beberapa kota besar AS, Sabtu (12/11) kemarin. Ribuan orang turun ke jalan di Miami, Atlanta, Philadelphia, New York, San Francisco, dan Portland, Oregon, menyuarakan kemarahan mereka terhadap Trump yang kerap menyampaikan retorika kampanye yang sangat keras

menyangkut imigran, muslim dan perempuan. Di Portland, negara bagian Oregon, polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa yang menutup jalan utama di kota tersebut. Hal. 19 Dibubarkan

Serba Impor, di Mana Keberpihakan Pemerintah? KEBIJAKAN impor mata cangkul membuat pembangunan pertanian semakin miris. Mirisnya di mana bangsa Indonesia yang besar ini harus mengimpor mata cangkul sebanyak puluhan ribu unit dari Cina. Sejak awal para petani selalu bersenjatakan cangkul untuk pergi ke lahan pertaniannya baik di sawah maupun di kebun. Dalam pembangunan pertanian terlebih lagi yang berorienttasi pada agribisnis, keterkaitan atau integrasi antara industri hulu dengan pertanian dan juga dengan industri hilir adalah menjadi sesuatu yang mutlak. Kegiatan pertanian pada level produksi (on-farm), para petani sangat membutuhkan produk atau barang yang dihasilkan oleh industri hulu, seperti agro input sebagai sarana produksi dan alat serta mesin-mesin pertanian, termasuk cangkul. Ketersediaan sarana produksi seperti pupuk, pestisida dan lain sebagainya harus tersedia secara lokal dan sangat mudah untuk diakses, diperoleh oleh para petani guna mendukung kegiatan produksinya. Demikian juga halnya dengan alat-lata pertanian seperti cangkul yang harus dapat disediakan oleh industri penghasil cangkul. Patut dipertanyakan ke mana para produsen atau pengusaha

Oleh Dr. Ir. Gede Sedana, M.MA. cangkul tersebut? Jika mereka telah secara perlahan tidak bertahan dalam menjalankan usahanya, maka diperlukan beberapa faktor yang menyebabkannya. Dari aspek konsumen, sebenarnya potensi kebutuhan mata cangkul sangat besar bagi petani di Indonesia. Bahkan pelaku produsen cangkul terdahulu yang dikelola melalui industri rumah tangga (tukang pande) dapat menghasilkan mata cangkul yang bagus kualitasnya. Pemerintah sebagai regulator hendaknya memikirnya adanya dukungan untuk membangun industri pembuat mata cangkul, sehinggga mereka dapat memproduksi secara efisien. Hal. 19 Industri Hulu

Perlunya Rekayasa Kian Berkurang, Pande Besi di Bali Teknologi Pertanian Dulu Buat ’’Arit’’, Kini Bikin Taji Sabungan Ayam

UNTUK bisa menjadikan Badung mandiri, berbagai sektor kehidupan, baik sektor pariwisata, pertanian dan sektor lainnya harus dikolaborasikan. Sehingga kesejajaran pendapatan di semua lini kehidupan bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat Badung. Sebab, selama lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Badung hanya didominasi oleh pesatnya perkembangan pariwisata yang menyebabkan ketimpangan pendapatan di sektor pertanian. ‘’Untuk saat ini kami telah memfokuskan diri untuk menyelaraskan pertumbuhan sektor pertanian agar bisa sejalan dengan sektor pariwisata. Sehingga masyarakat Badung nantinya bisa menjadi petani yang mandiri dan bangga menjadi petani untuk menjadikan Badung yang mandiri,’’ ujar Bupati Badung Nyoman Giri Prasta dalam acara Talk Show ‘’Bangga Jadi Petani’’, Kamis (10/11) lalu di Puspem Badung. Untuk merealisasikan pertumbuhan sektor pertanian tersebut, selain telah menganggarkan APBD 2017 khusus untuk sektor pertanian, Pemkab Badung juga telah merancang berbagai rekayasa kebijakan. Hal. 19 Rekayasa Kebijakan

Jumlah warga Bangli yang menggeluti profesi sebagai pande besi kian langka. Kurangnya minat generasi muda untuk mewarisi usaha tradisional ini menjadi salah satu faktor utama menyusutnya jumlah pande besi saat ini.

DULU pande besi yang mengeluti pekerjaan membuat sarana pertanian di Bali bisa dikatakan menempati strata sosial yang tinggi. Nyaris warga pande ini setiap hari dijubeli oleh petani yang ingin mengasah arit (sabit), cangkul bahkan belakas. Jika petani tak punya pekerjaan penting di sawah, mereka pasti berdiskusi ke pande besi. Warga pande ini memiliki alat yang disebut perapen untuk proses pembuatan alat-alat pertanian dan senjata. Kini sejalan dengan perjalanan waktu, karya pande besi kian tergeserkan oleh

produk yang sama buatan luar Bali. Tak hanya itu gempuran produk perkakas dapur seperti belakas serta alat pertanian besi seperti sabit, cangkul buatan pabrik di pasaran turut membuat usaha pande besi kian terpinggirkan. Salah seorang pande besi di Banjar Pande, Kelurahan Kawan, Bangli, Nyoman Wardana, mengungkapkan seiring perkembangan zaman jumlah warga di kota Bangli yang menggeluti profesi sebagai pande besi kian berkurang. Hal. 19 Hanya Dua Orang

BPM/ina

PANDE - Seorang pande besi di Bangli sedang mengerjakan pesanan.


DAERAH

2

Minggu Paing, 13 November 2016

Dandim Jembrana Gelar Pertemuan dengan Sejumlah Tokoh Negara (Bali Post) Dalam rangka menjaga Kebinekaan NKRI, Jumat (11/11), Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Hendra Ferdinandus menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan ormas serta jajaran Taman Pendidikan di wilayah Kabupaten Jembrana. Pertemuan dilakukan di aula Kodim 1617/Jembrana dikemas dengan metode silaturahmi serta sosialisasi. Hadir juga dalam kesempatan itu Kadis Dikporaparbud Pemkab Jembrana diwakili Sekdis Poraparbud Kabupaten Jembrana I Putu Fery Yanta, Kakan Kesbangpol Pemkab Jembrana IGN Darma Putra, unsur Muspika se-Kabupaten Jembrana, Ketua PHDI Kabupaten Jembrana I Komang Arsa dan sejumlah tokoh lainnya. Dandim Jembrana mengatakan silaturahmi ini penting dilakukan agar senantiasa tercipta komunikasi yang baik antarkomponen masyarakat. Dalam kesempatan itu, Dandim menyampaikan materi sosialisasi terkait apa yang menjadi pengarahan Panglima TNI di antaranya tentang perkembangan situasi yang terjadi saat ini dan kondisi bangsa dihadapkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, populasi dan kapasitas bumi, pertumbuhan penduduk dunia, perang masa kini yakni perang energi dan perang ekonomi, kondisi Indonesia dari perspektif ancaman di antaranya ancaman terorisme, ancaman narkoba dan persaingan ekonomi. Dandim berharap, setelah ini para tokoh yang hadir dapat menyampaikan hasil dari pertemuan tersebut kepada segenap masyarakat, terlebih saat ini masyarakat agar dapat menahan diri dihadapkan dengan berbagai isu yang dapat memprovokasi, terutama terkait isu yang berbau SARA dan kesukuan, agar senantiasa dapat menciptakan kondusivitas keamanan dan ketertiban, kerukunan, toleransi beragama dan keberagaman (kebinekaan), khususnya dari Kabupaten Jembrana. (kmb)

BPM/kmb

PERTEMUAN - Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Hendra Ferdinandus ketika mengadakan pertemuan dengan para tokoh.

Ditemukan Kaku di Kamar

Dikira Kecelakaan, Ternyata Meninggal Denpasar (Bali Post) Komang Susila (32) asal Selat, Klungkung ditemukan dalam keadaan tidak bernapas di dalam kamarnya pada Sabtu (12/11) kemarin di Jalan Hasanudin, Denpasar. Keluarganya di kampung sempat mengira Komang mengalami kecelakaan. Pihak keluarga pun shock dan berbondong-bondong ke RSUP Sanglah. ‘’Ibunya sampai pingsan,’’ kata Wayan Suamba (40), kakak kandung korban. Setibanya di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, anggota keluarga menanyakan perihal kejadian yang menimpa Komang pada polisi dan majikan korban. Dikatakan Komang ditemukan dalam keadaan kaku di kamarnya, serta ditemukan sejumlah obat merek Cortidex dan Flamar 50 mg di kasurnya. Ia menuturkan, beberapa hari lalu Komang sempat pulang ke kampungnya namun tidak mengeluh sakit. ‘’Hanya makecuh-kecuh (berludah) saja, disuruh ke dokter periksa, tetapi tidak diindahkan,’’ ujarnya. Namun oleh keluarga majikannya, Komang Susila yang akrab dipanggil Perak mengaku tidak enak badan. ‘’Kemarin sore katanya sempat mengeluh tidak enak badan kemudian disuruh makan dan istrirahat oleh bosnya,’’ urainya. Sejak kecil, setamat dari SD, Komang Susila diajak oleh keluarga A.A. Sagung Mas Joniati (57) di Denpasar untuk membantu di rumah majikannya itu. ‘’Bertahun-tahun kerja di sana, sudah dianggap seperti keluarga,’’ ucapnya. Dikenal polos dan royal, ketika pulang kampung, Komang Susila kerap menjamu teman-temannya dengan minum-minum. ‘’Dia orangnya royal, setiap pulang, keponakannya sering dikasih uang, kalau dia gajian, sering ngajak teman-temannya minum-minum di rumah,’’ tuturnya. Bungsu dari tiga bersaudara itu sebelum meninggal juga intens berkomunikasi dengan dirinya via telepon. Sekembalinya ke Denpasar, dirinya menelepon adiknya itu dan menanyakan kondisinya, dan Komang pun menyahut baik-baik saja. Ia tidak menyangka adiknya lebih dulu meninggalkannya setelah kepergian ayahnya. Ia pun sempat menyarankan untuk cepat menikah, namun Komang menjawab belum siap karena sulit mencari pacar, rumah belum punya, uang tidak punya. Sementara itu, terkait hasil pemeriksaan luar (PL), dr. Hengky, dokter DPJP Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, enggan membeberkan hasil PL korban. ‘’Rahasia kedokteran,’’ tulisnya dalam sebuah pesan singkat. (may)

Diterpa Hujan dan Angin Kencang

Beringin Ratusan Tahun Tumbang Singaraja (Bali Post) Pohon beringin tumbang akibat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (11/11) malam lalu. Pohon diperkirakan berumur ratusan tahun tersebut menimpa palinggih Surya di Pura Puseh Desa Pakraman Kekeran, Kecamatan Busungbiu. Selain itu, piasan sanggah/ merajan milik Wayan Suartono juga tertindih dahan pohon. Informasi dikumpulkan di lapangan, Sabtu (12/11) kemarin, sebelum kejadian hujan disertai angin kencang melanda wilayah Ke-

BPM/kmb38

TUMBANG - Palinggih Surya di Pura Puseh Desa Pakraman Kekeran, Kecamatan Busungbiu tertimpa pohon tumbang, Jumat (11/11) malam lalu.

Hari Ini, Pleno Rekapitulasi Hasil Virtual Ulang Hasil rekapitulasi ini baru akan diplenokan di tingkat kabupaten, Minggu (13/11) hari ini. ‘’KPU masih menyiapkan dokumen dan hasilnya akan kita plenokan,’’ tegasnya. Sementara itu, tim advokasi Paket Surya, Made Sukerena, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi yang ditetakan oleh KPU sebagai pihak penyelenggara. Sejauh ini pihaknya belum mengetahui hasil pasti. Meski hasil rekepitulasi belum diketahui, namun pihaknya kembali mengajukan gugutan ke Pengadian Tinggi Tata Usaha Negara (PT-TUN) Surabaya. Gugatan secara resmi

telah diajukan pada Senin (7/11) lalu. Hanya, dokumen gugatannya itu belum diketahui apakah sudah mendapat nomor pendaftaran atau belum. Materi yang diajukan itu tidak jauh beda dengan gugatan yang diajukan ke Panwaslih. Pada intinya, gugatan itu terkait SK KPU Buleleng No. 123/Kpts/KPU-Kab016.433727/TAHUN 2016 yang menetapkan sebaran dukungan calon perseorangan, dan SK KPU Buleleng No. 125/Kpts/KPU-Kab016.433727/TAHUN 2016 yang menetapkan bakal calon yang tak memenuhi syarat minimal. Selain itu Paket Surya juga disebut meminta agar PT-TUN Surabaya memerintahkan KPU Buleleng memverifikasi sekitar 27 ribu pendukung yang belum sempat diverifikasi, dan menunda pelaksanaa Pilkada Buleleng dari tahun 2017 menjadi tahun 2018. ‘’Kami akan cek apakah sudah dapat nomor gugatan atau belum, yang jelas inti gugatan kami tak jauh beda dengan yang kami sampaikan ke Panwaslih,’’ katanya. (kmb38)

masing-masing 0,42 gram dan 0,30 gram. Penemuan barang haram itu, satu paket pada jahitan celana pendek kiri bawah dan satu paket disimpan di pintu truk sebelah kanan kemudi dan digulung isolasi hitam. Selain itu, polisi juga menyita dua buah handphone, uang tunai Rp 1.250.000, aluminium foil, satu set alat isap berupa sedotan plastik dan pipet kaca. ‘’Pelaku ditangkap sedang mengendarai truk. Selanjutnya diamankan bersama barang bukti ke Polres,’’ jelasnya didampingi Kasat Resnarkoba Polres Bangli AKP Agung Buwono. Statusnya yang masih sebagai pemakai, sebut Wakapolres, pelaku akan menjalani rehabilitasi medis.

Tersangka dikenakan Pasal 112 jo 127 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ‘’Kasus ini akan kami dalami lagi. Info sementara, dia memakai baru empat bulan,’’ tegasnya. Sementara itu, Agung Bowono menyebutkan selain M, Kamis (10/11) lalu polisi juga meringkus dua pelaku narkotika hasil pengembangan dari kasus pesta SS di Desa Belancan, Kintamani, yakni KC dan KS. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 127 ayat 1 jo Pasal 54 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ‘’Kalau ada warga yang mencurigakan, silakan lapor ke kami. Nanti akan ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. (kmb45)

Singaraja (Bali Post) Setelah berlangsung tiga hari, verifikasi faktual (virtual) ulang di lima desa dan keluarahan di Buleleng resmi berakhir Jumat (11/11) pukul 24.00 Wita. Setelah KPU memverifkasi, rekapitulasi dari PPS dan PPK akan dilakukan Minggu (13/11) pagi ini di Sekretariat KPU Jalan Ahmad Yani, Singaraja. Rekapitulasi ini akan menentukan apakah bakal pasangan calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan dan I Gede Dharma Wijaya (Paket Surya) mampu memenuhi kekurangan dukungan KTP sebanyak 235. Data dari berbagai sumber di lapangan yang berhasil dihimpun menyebutkan dari 579 syarat dukungan yang diverifikasi, dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 188. Sedangkan dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS) tercatat sebanyak 388 dukungan. Dengan hasil ini, Paket Surya nampaknya semakin sulit memenuhi kekurangan dukungan yang harus dipenuhi sebanyak 235 KTP. Ketua KPU Kabupaten Buleleng Gede Suardana mengatakan, rekapitulasi masih dilakukan di tingkat PPS (Desa/Kelurahan) dan berlanjut ke PPK (Kecamatan).

Lagi, Tiga Pemilik Sabu Diringkus Bangli (Bali Post) Sopir truk ekspedisi berinisial M diringkus jajaran Polres Bangli di Jalan Kintamani menuju Denpasar, tepatnya di daerah Desa Batur Selatan, Jumat (11/11) sore lalu. Pemicunya, karena warga Desa Randuacir Kecamatan Argomulyo Kabupaten Semarang tersebut kedapatan membawa dua buah klip berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis sabu-sabu. Wakapolres Bangli Kompol Wimboko, Sabtu (12/11) kemarin mengatakan, penangkapan itu berlangsung sekitar pukul 15.30 Wita yang didahului adanya informasi dari warga. Barang bukti yang berhasil diamankan, yakni dua klip sabu-sabu dengan berat

camatan Busungbiu dan sekitarnya. Sekitar pukul 20.00 Wita, hujan masih turun. Saat itu tiba-tiba pohon beringin yang tumbuh di jeroan pura tumbang. Diduga pohon ini tumbang karena tidak kuat menahan beban dan tiupan angin kencang, sehingga akhirnya tumbang. Batang pohon dengan diameter sekitar 75 sentimeter itu menimpa bangunan palinggih Surya yang jaraknya tidak jauh dari jeroan pura. Benturan itu mengakibatkan palinggih tersebut rusak berat. (kmb38)

Dadong Rening Terhibur Dikunjungi Relawan Kemanusiaan

Negara (Bali Post) Dadong/Nenek Wayan Rening (70) dari Lingkungan Munduk Anyar Kelurahan Tegal Cangkring, Mendoyo tengah berduka akibat kehilangan anaknya, Nyoman Sudania (50), yang ditemukan meninggal dunia di bawah pohon kelapa di kebun milik tetangganya, Jumat (11/11). Namun, Dadong Rening tampak terhibur ketika sejumlah relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) mengunjunginya bersama jajaran Polsek Mendoyo dan Babinsa Tegalcangkring Mendoyo, Sabtu (12/11) kemarin. Dadong Rening yang kini kondisinya makin lemah bahkan sulit untuk berjalan menceritakan kalau anaknya, Nyoman Sudania, memang rajin bekerja. Meski selama ini mereka hidup memprihatinkan dan sering berpindah, anaknya itu yang setia mendampingi dan menjaganya. Setahun lalu Dadong Rening dan anaknya tinggal di mes SD. Setelah sejumlah relawan kemanusiaan menemuinya dan kemudian Bupati Jembrana Putu Artha juga mengunjunginya akhirnya mereka dibuatkan bedah rumah di tanah milik seorang warga oleh pemerintah. Selama setahun mereka menempati rumah itu musibah menimpa anaknya. Se-

hingga dari kesepakatan banjar adat dan pihak kerabat Dadong Rening, Sudania disemayamkan di rumah duka di rumah Bapak Riasa, kerabatnya. Bahkan, dari kesepakatan pula mengingat usia Dadong Rening makin uzur dan tidak memungkinkan tinggal sendirian di rumah tersebut, sehingga Dadong Rening akan tinggal di rumah kerabatnya tersebut. ‘’Dadong dini kel nongos sing di umah bedah buin (nenek akan tinggal di sini tidak di rumah bedah lagi – red),’’ katanya. Dadong mengaku tidak memiliki firasat apa pun ketika anaknya pamit Kamis (10/11) siang untuk mencari pakan ternak ke kebun milik tetangga. Bahkan semalaman Dadong Rening tidak bisa tidur karena memikirkan anaknya tidak pulang. Akhirnya dia meminta bantuan tetangga untuk mencari anaknya. Akhirnya Nyoman Sudania ditemukan meninggal di kebun milik Wayan Dana di Lingkungan Munduk Anyar Tegal Cangkring, diduga tertimpa kelapa kering yang jatuh dari ketinggian 15 meter. Klian Adat Banjar Munduk Anyar Tegal Cangkring Ketut Soma menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian serta bantuan para relawan KRJ kepada Dadong Wayan Rening. (kmb)

Bali Post/kmb

KUNJUNGAN - Para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) ketika mengunjungi Dadong Wayan Rening yang sedang berduka.

PTM Meningkat

Dinkes Bali Minta Puskesmas Lebih Giat Promotif dan Preventif

BPM/kmb45

RINGKUS - Sopir truk ekspedisi berinisial M (tengah) diringkus jajaran Polres Bangli di Jalan Kintamani menuju Denpasar, tepatnya di daerah Desa Batur Selatan, Jumat (11/11) sore lalu.

Denpasar (Bali Post) Tren peningkatan penyakit bukan hanya penyakit menular, tetapi juga penyakit tidak menular (PTM), misalnya stroke. ‘’Stroke penyakit tidak menular yang sangat meningkat kasusnya dan membutuhkan biaya tinggi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Sabtu (12/11) kemarin. Maka dari itu, upaya promotif preventif yang harus diperkuat sehingga di samping dapat mencegah penyakit menular yang masih ada, juga penyakit tidak menular bisa diturunkan. Diakui, pihaknya terusmenerus melakukan upaya promotif preventif tersebut. Puskesmas sudah melakukan

tetapi pihaknya memberikan penekanan kembali agar puskesmas lebih kuat dan giat lagi melakukan langkahlangkah promotif, preventif. Upaya yang dilakukan untuk memperkuat upaya promotif dan preventif, dengan pendekatan keluarga. ‘’Tidak cukup puskesmas hanya diam, yang tugasnya menunggu orang sakit, tetapi sekarang mereka harus turun ke lapangan, harus melakukan pendekatan individu dan pendekatan keluarga karena keluarga adalah kelompok yang terkecil dari masyarakat sehingga ini harus diberdayakan,’’ paparnya. Sehingga dengan menyasar keluarga menjadi lebih proaktif dan dinilai tepat sasaran. (may)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Paing, 13 November 2016

3

Nilai Magis Taman pada Hunian Tradisional Bali PESONA Bali tidak pernah luntur oleh waktu sebagai salah satu pulau di Indonesia yang menjadi daya tarik wisatawan karena keindahan alam, keramahan masyarakat dan yang terpenting adalah nilai budayanya yang kental kemudian menjadi magnet dalam aktivitas pariwisata. Budaya merupakan keseluruhan yang kompleks didalamnya mengandung pengetahuan, kesenian, adat istiadat, kepercayaan. Budaya tersebut diwujudkan dalam bentuk tidak nyata dan nyata. Salah satu bentuk nyata diwujudkan dalam bentukkan-bentukkan seperti arsitektur tradisional, baik ruang luar dan ruang dalam. Permasalahan yang terjadi saat ini banyak kaum arsitek muda dan pemula dalam mengimplementasikan ruang luar maupun dalam pada hunian kurang memahami esensi arsitektur Bali secara mendalam, walaupun pada akhirnya mereka tetap banyak menghasilkan desain atau karya yang baik. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui satuan kerja penataan bangunan dan lingkungan bagian pusat informasi pengembangan permukiman dan bangunan (pip2b) memberikan informasi dibidang arsitektur tradisional Bali melalui kepustakaan dan informasi website untuk masyarakat umum. Beberapa informasinya antara lain mengenai konsep taman dalam hunian tradisional. Taman merupakan salah satu wujud penataan arsitektur ruang luar. Taman di Bali tidak saja melibatkan nilai arsitektural, fungsional, estetika namun juga melibatkan nilai filosofis budaya yang berpengaruh terhadap

Gambar Hunian Tradisional Bali penempatannya. Hal tersebut berkaitan dengan simbol kepercayaan masyarakat Hindu di Bali. Filosofis pertamanan di Bali diawali oleh cerita pemutaran Gunung Mandra Giri yang kemudian memunculkan beberapa komponen, beberapa diantaranya kayu kasta gumani sebagai unsur tanaman yang memberikan kehidupan dan kemudian

memunculkan panca wirksa (lima tanaman pertama yang tumbuh untuk penghidupan) yaitu pohon beringin yang memberikan keteduhan dan kedamaian hidup, pohon ancak atau pohon bodhi sebagai tempat meditasi kepada Tuhan, pohon pisang untuk makanan memberi kehidupan, tanaman uduh sebagai tempat menerima pituduh/

wangsit, dan tanaman peji sebagai tempat memuji dan menyembah Tuhan. Dalam hunian tradisional Bali yang masih menganut prinsip asta kosala kosali dalam penempatan lokasi masa bangunan diikuti pula penempatan tanaman yang sarat dengan simbol mengandung unsur kepercayaan. Pada areal luar sebelum pintu masuk pekarangan ada baiknya menanam tanaman blatung gada/kaktus (Pachycereus Sp) sebelah kanan, dan sebelah kiri ditanami tanaman dapdap wong (Erytherina variegata) yang diyakini dapat menangkal kekuatan gaib yang negatif. Setelah memasuki pintu pekarangan perlu ditanam weregu sebagai tolak bala yang lebih kuat. Tanaman kelor (Moringaoleivera L) perlu ditanam pada areal dekat dapur sebagai penangkal kejahatan terakhir di pekarangan rumah. Di pintu masuk utama mandala (merajan, sanggah) ditanami jepun petak (putih) dan sudamala (Plumeria rubra) yang mempunyai makna filosofi membersihkan dan memarisuda semua orang yang akan memasuki areal suci tersebut, serta kayu tulak dan kayu sisih (Phillantus boxipolius Muell Arg) yang diyakini mampu menolak dan menyisihkan segala pikiran yang baik dan yang buruk. Hanya orang yang berpikiran baik saja yang boleh masuk ke halaman utama mandala. Di bagian dalam utama mandala ditanami salah satu diantaranya adalah Nagasari (Mesua ferica L) adalah tanaman yang auranya paling putih bersih dan dingin, sehingga dianggap sebagai tanaman kesayangan para Dewi. Nagasari berarti Naga Anantaboga dan Basukih yang mengikat sahananing

sarining gumi dan manah dalam bahasa Bali yang artinya segala amerta dari bumi dan dari pikiran. Selain itu juga ditanami tanaman yang berbau harum seperti pudak, cempaka, sandat, mawar, kenanga, dapdap, siulan dan tanaman keperluan upakara lainnya. Di areal natah sebaiknya tidak ditanami tanaman yang berbuku-buku seperti kelapa, tebu dan sejenisnya, karena diyakini dapat menyebabkan terputus-putusnya kehidupan dan rejeki. Demikian pula kurang baik kalau ditanami beringin yang akarnya sampai masuk ke dalam tanah, karena dapat menjadi tempat hunian Banaspati Raja yang kurang baik bagi penghuninya. Akan menjadi lebih baik kalau ditanami tanaman-tanaman berbagai jenis bunga dan beberapa tanaman buah terutama belimbing. Tanaman buah-buahan sebaiknya ditanam di areal teba (tegalan) dekat dapur atau di bagian luar natah lainnya. Konsep penataan tata letak dan fungsi tanaman sesuai dengan nilai magis yang terkandung didalamnya hendaknya perlu diketahui secara mendalam tidak hanya arsitek atau pelaku pembangunan lainnya, masyarakat juga perlu mengetahui makna tersebut agar tidak hanya menikmati dari segi estetis semata. Pada prinsipnya penataan taman tersebut hendaknya mengaju tiga unsur pokok yaitu Satyam (kebenaran), Siwam (kesucian, kemuliaan dan kebersihan), dan Sundaram (keindahan dan keharmonisan). Informasi dari berbagai sumber ini disampaikan Kementerian Pupera, Satker PBL Provinsi Bali, Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan Provinsi Bali. (ad419)

Hi-Max Diluncurkan di Bali

Penjualan Ditarget 24 Unit Per Bulan

konferensi - Suasana konferensi pers di Gedung PLUT, Sesetan, Denpasar, Sabtu (12/11) kemarin.

“Launching” Bukaloka.com 19 November 2016

Diisi Festival dan Pesta UKM Bali

SATU lagi the next generation of online marketplace akan hadir di tanah air, khususnya Bali. Pasalnya, online marketplace dengan nama Bukaloka.com ini merupakan rancangan asli generasi muda Pulau Dewata. Bukaloka.com di-launching di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, 19 November mendatang. “Bukaloka itu artinya kita membuka jendela dunia untuk mencari peluang lewat internet,” ujar Founder dan CEO Bukaloka.com I Putu Aditya Santana saat menggelar konferensi pers di Gedung PLUT, Sesetan, Denpasar, Sabtu (12/11) kemarin. Menurut Aditya, launching Bukaloka.com nantinya diisi dengan Bukaloka Festival dan Pesta UKM Bali. Sedikitnya ada 30 UKM yang akan terlibat dan memamerkan produknya, sebelum akhirnya berjualan secara online lewat Bukaloka.com. Pameran produk diwarnai pula dengan diskon hingga 50 persen untuk belanja kebutuhan, mulai dari fashion, kuliner, perlengkapan pribadi, dan lainnya. “Dari pukul 09.00 pagi sampai 17.00 sore juga ada kegiatan lomba-lomba, seminar untuk kampus-kampus, ada seminar untuk UKM-UKM,” imbuhnya. Aditya menuturkan, kehadiran Bukaloka.com berawal dari kesulitan yang masih ditemui pelaku UKM dalam pemasaran produk walaupun sudah memiliki website sendiri. Bukaloka.com sebagai fasilitas subsidi berbasis teknologi diharapkan mampu membawa UKM dan merk usahanya ke dalam jangkauan pasar yang lebih luas melalui internet. Setelah di-launching, pihaknya menargetkan ada 1.000 user yang bergabung di tahun pertama. Apalagi pelaku UKM tidak dikenai biaya alias gratis dan tidak ada persyaratan apapun. Namun mereka bisa dipertemukan dengan jutaan calon pelanggan yang ada di seluruh Indonesia. “Kita juga tidak mengambil komisi dari setiap penjualan,” jelasnya. Aditya menambahkan, pelaku UKM juga di-training cara memakai Bukaloka.com, karena mereka yang diajak bergabung umumnya belum pernah memiliki toko online atau website. Sementara itu, konsep Bukaloka.com adalah membawa kegiatan pasar di dunia nyata ke dunia online. Dalam hal ini, transaksi langsung terjadi antara penjual dan pembeli dengan jaminan keamanan. Untuk pembayaran konsumen diberikan tiga pilihan yakni COD (Cash on Delivery), transfer, dan rekening bersama (rekber). (bns2)

Polisi Razia Tempat Hiburan Malam

Singaraja (Bali Post) Sejumlah tempat hiburan malam di Kota Singaraja, Jumat (11/11) malam lalu disasar oleh tim gabungan Polres Buleleng yang melancarkan razia mencegah peredaran narkoba. Pengunjung kontan kaget setelah polisi masuk ke tempat hibuaran malam. Polisi mengumpulkan para pemandu lagu di tempat khusus, dan melakukan pemeriksaan barang-barang bawaan dan melakukan urine. Sementara para pengunjung identitasnya dicatat termasuk barang bawaan dan beberapa diantaranya juga dilakukan tes urine. Tidak ketinggalan, pemilik tempat hiburan yang dipilih secara acak. Dari hasil pemeriksaan barang-barang, tak ada satu pun wanita pemandu lagu yang kedapatan membawa narkoba. Sedangkan sample urine yang diambil oleh polisi juga menunjukkan hasil negatif. Kasat Reserse Narkoba AKP Ketut Adnyana Tunggal Jaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sukawijaya mengatakan, razia untuk menekan peredaran narkotika di Kabupaten Buleleng. Apalagi Kecamatan Buleleng dianggap sebagai zona rawan peredaran narkoba. (kmb38)

DAIHATSU meluncurkan secara resmi Hi-Max di Bali pada Jumat (11/11). Produk kendaraan komersial dengan kapasitas 1.000 CC ini menyasar segmen pelaku usaha perkotaan dan sesuai untuk manuver di jalan-jalan sempit. Demikian dikemukakan Kepala Cabang Daihatsu Denpasar, Tulus Pambudi. Menurut Tulus Pambudi, produk terbaru Daihatsu ini terutama diperuntukkan bagi jalan perkotaan yang sempit. “Produk ini berbeda kelas dengan Gran Max, baik dari segmen dan kapasitas CC nya,” kata Tulus. Tulus mengutarakan secara nasional target penjualan Hi-Max mencapai 250

unit per bulan. Untuk Bali sendiri ditargetkan terjual 24 unit per bulannya. Harga jualnya di kisaran Rp 104 hingga 112 jutaan. “Daihatsu Hi-Max hadir untuk mendukung sektor usaha sesuai harapan pemerintah agar industri otomotif menyediakan kendaraan yang mampu bermanuver di jalan sempit,” ujarnya. Hi-Max hadir dengan dua tipe varian, yakni standar dengan spesifikasi standard 1 way deck dan audio 1 din/MP3 dan tipe standard AC&PS yang dilengkapi pendingin ruangan, electric power steering, dan sliding driving seat. Hi-Max tersedia dalam dua pilihan warna icy white dan

ultra black. Dijelaskan, Hi-Max memiliki tiga keunggulan utama yakni memiliki bodi kompak dengan kemampuan bermanuver yang baik di jalan sempit. Lalu Hi-Max mampu mengangkut beban yang cukup. Keunggulan ketiga, mobil pick-up irit bahan bakar dan harganya terjangkau. Daihatsu Hi-Max memiliki performa mesin yang bertenaga dan efisien karena menggunakan mesin berteknologi 1.000 KR-DE DOHC, mesin andal yang terbukti karena sudah dipakai Astra Daihatsu Ayla. Kemampuan angkutnya sebesar 750 kg, bahkan mampu hingga 1 ton. (bns1)

PELUNCURAN - Manajemen Daihatsu Bali saat peluncuran Hi-Max, Jumat (11/11) di Denpasar.

Tiket Masuk ke Pulau Menjangan Naik Singaraja (Bali Post)Harga tiket masuk menuju Kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) di Pulau Menjangan mengalami kenaikan. Tiket untuk wisatawan mancanegara sebesar Rp 300 ribu. Akibatnya, kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis. Masyarakat yang bergerak disektor pariwisata merasa dirugikan. Terlebih kenaikan tiket masuk tanpa diimbangi pembenahan infrastruktur. Ketua Ikatan Pelaku Pariwisata Pemuteran I Ketut Sutrawan menjelaskan, harga tiket masuk yang naik mengakibatkan penurunan kunjungan. Dia keberatan tiket naik justru membebani wisman yang baru pertama kali melancong ke Pulau Menjangan. Belum lagi dermaga Pos II Pulau Menjangan mengalami kerusakan dan sarana toilet, kamar bilas atau kamar ganti tanpa kelengkapan

yang memadai. “Tiket naik terpaksa tetap kami ikuti aturan pemerintah. Tentu semua harus difasilitasi, baik dermaga yang rusak, toilet dan tempat pembuangan sampah. Masih banyak fasilitas perlu dibenahi jika tiket dinaikan, tapi semua itu belum dilakukan,” jelas Suartika. Dikonfirmasi terpisah, Sabtu (12/11) kemarin anggota Komisi I DPRD Bali I Nyoman Tirtawan mengatakan, harga tiket masuk naik dua kali lipat dan tanpa ditunjang infrastruktur. Harga tiket masuk ke Taman Nasional justru lebih mahal dibandingkan wisata lain di Gunung Bromo yang hanya Rp 150 ribu untuk wisman, keduanya padahal sama menggunakan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 tahun 2014. Kunjungan yang sepi berimbas kepada aktivitas di Taman Nasional. Mahalnya tiket menyebabkan wisman semenjak

setahun terakhir mengalami penurunan. Berdasarkan data diperoleh Tirtawan, tercatat jumlah kunjungan wisman ke Pulau Menjangan berkurang 4.000 orang. Kepala Balai TNBB Tedi Sutedi menerangkan, aturan tiket nasik berdasarkan PP Nomor 12 Tahun 2014 tentang pengenaan tarif masuk konservasi di lingkungan Kementerian Kehutanan RI. Balai TNBB sudah mensosialisasikan dan bersurat kepada seluruh pelaku wisatawan. “Ini menjadi dasar pertimbangan dalam pengendalian pengunjung dan dampak kunjungan ke Taman Nasional sebagai kawasan konservasi. Pelaku akomodasi pariwisata dan tour operator untuk dapat dipedomani bersama. Infratruktur dermaga Pos I dan II, toilet dan tempat air membilas dalam proses pelaksanaan tahun ini,” tandasnya. (kmb34)

TUMPENG - Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer memotong tumpeng pada puncak perayaan HUT Ke-43, Sabtu (12/11) kemarin.

Melalui Perayaan HUT Ke-43

ITDC Terus Lakukan Perbaikan dan Tingkatkan Layanan INDONESIA Tourism Development Corporation (ITDC) yang dulu bernama Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Nusa Dua, Sabtu (12/11) kemarin merayakan HUT yang ke-43. Melalui peringatan hari jadi ITDC ini diharapkan nantinya bisa memberi nilai tambah kepada lingkungan sekitar, kepada pulau Bali secara keseluruhan dan kepada Bangsa dan Negara. “Karena kami selaku BUMN adalah sebuah institusi yang dituntut untuk selalu menjadi agent of development, atau wakil dari pemerintah dalam hal pengembangan. Ke depan kami berjanji akan terus memperbaiki dan meningkatkan layanan yang sudah diberikan selama ini, terutama di Nusa Dua,” kata Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer saat ditemui di sela acara. Dikatakannya, sebagai bentuk nilai tambah dan juga apresiasi bagi masyarakat, mulai tanggal 16 nanti akan dibuka event Nusa Dua Fiesta. Yang mana untuk tahun ini dirancang lebih semarak dengan artis yang lebih banyak serta atraksi yang lebih masif. “Kami harapkan masyarakat bisa hadir pada event ini, karena kami tidak memungut biaya alias gratis untuk masyarakat,” ungkapnya. Menurutnya, tantangan yang saat ini dihadapi ITDC adalah; pertama bagaimana selalu memperbaiki service level, kedua untuk mengembangkan daerah wisata di tempat lain sehingga bisa menjadi sebagus kawasan Nusa Dua. Ketiga adalah harus selalu memberi nilai tambah atau mengangkat kesejahteraan masyarakat yang berada di wilayah-wilayah destinasi ITDC. Mengingat ITDC mendapat tugas dari pemerintah untuk mengembangkan kawasan wisata ke wilayah lain, Abdulbar M. Mansoer mengatakan apa yang sudah dicapai hingga saat ini menjadi dasar agar ke depan lebih baik lagi. Pada kesempatan tersebut juga dicanangkan transformasi budaya yang akan ditanamkan kepada seluruh karyawan ITDC. Diantaranya adalah customer focus, inovasion, profesionalisme, team work dan integrity. “Kami berharap dengan dicanangkannya nilai-nilai perusahaan tahun ini, semoga bisa mejadikan ITDC menjadi perusahaan yang lebih berkembang lebih baik lagi dan akan menjadi kebanggaan bagi perusahaan kami ke depan,” imbuhnya. Ketua Panitia Nyoman Gede Wedastra Putra menambahkan, untuk peringatan HUT ke-43 kali ini, berbagai kegiatan sosial dilakukan. Seperti misalnya penyerahan bantuan kepada Desa Adat di kelurahan Benoa, penyerahan beasiswa kepada sekolah-sekolah yang ada di lingkungan Benoa serta penyerahan bantuan kepada anak-anak pegawai yang berprestasi. Selain itu, untuk internal pada kesempatan tersebut juga diadakan penyerahan penghargaan kepada pegawai yang sudah mencapai masa bakti 35 tahun. Rangkaian HUT juga akan dilanjutkan pada hari Senin 14 November, yang diisi dengan kegiatan donor darah bersama PMI di kantor ITDC Nusa Dua. Selain itu juga akan dilakukan anjangsana untuk para janda dan duda pensiunan ITDC yang bertujuan menyambung silaturahmi. (ad418)

Upaya Kuratif Kuras 74 Persen Anggaran Kesehatan Negara Denpasar (Bali Post) Hingga saat ini, anggaran kesehatan masih didominasi untuk upaya kuratif (pengobatan), yaitu sebesar 74 persen dari seluruh anggaran kesehatan negara. Padahal upaya promotif dan preventif menjadi prioritas pemerintah dalam menangani masalah kesehatan di Indonesia. Di Bali saja 6 bulan pertama di tahun 2016, BPJS Kesehatan telah membayar pelayanan kesehatan sebesar Rp 620 miliar. Dari Rp 620 miliar

dana yang dikeluarkan BPJS Kesehatan, sekitar Rp 500 miliarnya dipergunakan pembayaran klaim untuk pengobatan ke rumah sakit, hanya Rp 100 miliar untuk promotif dan preventif di faskes I yaitu puskesmas dan klinik. Berarti 80 persen lebih itu masuknya untuk upaya kuratif (pengobatan) ke rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. menjelaskan, dalam rencana pembangunan jangka panjang (2005-

2024) menetapkan bahwa pembangunan kesehatan menuju ke arah pengembangan upaya kesehatan, dari upaya kesehatan yang bersifat kuratif bergerak ke arah upaya kesehatan preventif dan promotif, sesuai kebutuhan dan tantangan kesehatan. “Kita semua harus berupaya bagaimana melakukan upaya-upaya pencegahan lebih kuat dari upayaupaya yang lain karena sesungguhnya mencegah lebih baik dari pada mengo-

bati,” ujarnya, Sabtu (12/11) kemarin, usai upacara bendera dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN). Tiga pilar pembangunan kesehatan yang dicanangkan saat ini adalah paradigma sehat, penguatan layanan kesehatan yang berkualitas, dan jaminan kesehatan nasional. “Bagaimana upaya-upaya kita seluruh komponen masyarakat baik pemerintah, non pemerintah dan masyarakat untuk berbuat agar kita semua hidup sehat,” jelasnya. (may)


4

Minggu Paing, 13 November 2016

Memahami Spirit ”Kalangwan”

Dalam Kidung ”Bhramara Sangupati” Kalangwan yang tercantum sebagai judul di atas, bukanlah sesuatu yang sangat asing oleh para pembaca dan penekun sastra. Bahkan barangkali telah menjadi konsep pokok dalam bersastra. Kata kalangwan juga ditulis dan dibaca kalangon, kalengengan. Semuanya merujuk pada konsep yang sama, yakni adanya unsur keindahan. Melihat, membaca, mendengar kata kalangwan, seketika itu pula pikiran akan mengarah kepada segala ikhwal tentang keindahan. Keindahan yang dimaksudkan ialah keindahan yang memabukan, terangkat keluar diri, mengalami ekstasi.

Kalangwan juga diartikan sebagai seni menulis puisi atau karya sastra, sebab dengan menciptakan dan menikmati karya-karya sastra, seseorang dapat terangkat keluar dirinya sendiri, menyatu dengan karya sastra itu atau diistilahkan mengalami ekstasi-estetik. Pengertian itu menunjukkan bahwa, kalangwan meliputi hal-hal yang luas, tidak hanya proses penciptaan, namun juga penikmatan karya sastra. Kegiatan-kegiatan apresiasi terhadap sastra, yang menyebabkan leburnya jarak antara apresiator dengan objek apresiasi, keadaan itulah yang disebut sebagai kalangwan. Seseorang yang ingin mengalami kalangwan haruslah memasuki keindahan. Namun, dalam hal penelitian ilmiah, jarak di antara keduanya haruslah diadakan. Ada dua ketegangan yang mesti dihadapi oleh seorang peneliti sastra, yakni kemampuannya untuk melebur ke dalam karya sastra, dan juga kemampuan untuk menjaga jarak setelah peleburan itu. Di dalam Nawa Natya, Kalangwan disebut sebagai perilaku ketika memasuki keindahan. Pada level ini, tidak ada jarak antara subjek dan objek. Jarak yang menjadi penting dalam melakukan penilaian terhadap keindahan, seketika itu lebur. Meleburnya jarak pastilah mengakibatkan konsekuensi tertentu pada penilaian terhadap keindahan. Pencari keindahan (mango) lebur dengan objek keindahan (lango). Jadi, Kalangwan adalah suatu keadaan leburnya sang pencari dengan yang dicari. Keindahan Disebutkan pula, kalangwan itu akan dicapai jika seseorang telah berbadan keindahan

itu sendiri, dan juga menstanakan Sang Hyang Smara di tubuhnya. Pada tahapan ini, dapat diketahui bahwa untuk mendapatkan keindahan yang berada di alam semesta, seorang pencari keindahan diharapkan agar berbadan keindahan, artinya mencari keindahan dengan berbekal keindahan. Terlebih lagi juga dikatakan bahwa kalangwan itu dicapai jika telah menstanakan Sang Hyang Smara, atau dengan kata lain telah menjadi Sang Hyang Smara. Telah dinyatakan di atas, bahwa salah satu pengertian kalangwan adalah suatu ‘keadaan’ yang dialami ketika seseorang menciptakan karya sastra. Di dalam hal ini, berhubungan dengan Kidung Bhramara Sangupati, artinya sang pangawi mengalami kalangwan. Kawi mengalami peleburan dengan keindahan, singkatnya: kawi itu ‘berbadan’ keindahan. Terlebih lagi jika kawi yang dimaksud adalah seorang Pedanda yang berposisi sebagai wiku, sehingga juga disebut sebagai kawi wiku. Sebutan wiku disandang oleh seseorang yang telah mengalami inisiasi (Palguna, 1999: 199). Jika seseorang dinobatkan menjadi seorang kawi wiku, maka itu artinya ia memiliki dua kemampuan sekaligus, yakni sebagai kawi ia mencipta—dalam hal ini karya sastra –sebagai wiku ia telah mencapai inisiasi (diksa). Sebagai seorang yang telah berlabel wiku, tentunya kata-katanya adalah kata-kata yang mewakili seorang wiku dengan sasana-nya.

Ida Pedanda Ida Pedanda Sakti Tambahu adalah pangawi Kidung Bhramara Sangupati, beliau lebih dikenal dengan nama Ida Pedanda

Tips Merawat Rambut RAMBUT adalah mahkota, sekaligus aset kecantikan yang wajib dirawat dengan baik. Karena rambut yang sehat sangat mencerminkan suasana hati, tentu bisa membuat wajah Anda pun berseri-seri. Perawatan yang benar pada rambut Anda membuat kecantikan pun bertambah baik. Kesehatan pun terjaga. Berikut tips yang dirangkum dari pelbagai sumber. Bagi kaum hawa rambut adalah mahkota yang selalu dijaga keindahannya. Maka dari itu jangan heran apabila para wanita memperlakukan rambutnya lebih istimewa dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Tampilan cantik dan trendy juga dapat dinilai dari tatanan rambut. Dikriting, smoothing, bleaching, highlights dan sederet aktivitas styling lainnya sering dilakukan

oleh kaum hawa hanya untuk mempercantik penampilan mereka. Tapi, apakah kita pernah berpikir bahwa sederet aktivitas styling tersebut selalu aman untuk rambut kita? Ups jangan salah, apabila kita tidak berhatihati dan melakukan perawatan secara benar maka akan membawa dampak buruk bagi kesehatan rambut. Rambut akan menjadi kusam, rapuh, rontok, kering dan berbagai macam dampak buruk lainnya. Memiliki rambut sehat dan indah sebenarnya mudah kok, dengan cara sederhana dan merubah sedikit kebiasaan buruk kita dalam memperlakukan rambut akan dapat berdampak besar pada kondisi rambut kita. Berikut ini adalah cara mudah dan sederhana dalam merawat rambut. Pilih Sampo yang Tepat Pakailah sampo yang cocok dan sesuai dengan jenis rambut kita, mengandung vitamin E dan nutrisi yang alami. Bila perlu jangan ragu-ragu untuk melakukan perawatan ala salon di rumah sendiri, tapi tentu saja dengan bahan-bahan yang alami. Misalnya, secara rutin mengoleskan lidah buaya atau kuning telur yang telah dicampur dengan madu sebelum keramas. Dan jangan lupa, setelah didiamkan beberapa saat cucilah sampai benar-benar bersih. Di sini kita dapat menggunakan bahan-bahan alami lainnya, yang penting pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan rambut kita. Hindari keramas setiap hari dan menggunakan kondisioner yang berlebihan

CARA termudah untuk melatih otot yang kaku adalah dengan melakukan peregangan pada bagian-bagian tubuh tertentu, misalnya punggung bagian bawah dan paha bagian belakang dengan posisi duduk, tidur miring maupun tengkurap. Ikuti contoh berikut ini bersama instruktur Anna, Mahasiswa Fakultas Farmasi Unud Semester 7 yang rajin berlatih setiap pagi.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Wanasara (Agastia, 2008: vii). Kata-kata yang dituangkan dalam wujud kidung ini adalah kata-kata seorang Pedanda (wiku). Tidak menutup kemungkinan di dalam kidung ini terdapat ajaran-ajaran yang berkaitan dengan kalepasan dan disampaikan secara sublim. Hal itu setidaknya tercermin dalam judul kidung ini yakni Bhramara Sangupati yang jika diterjemahkan ialah “kumbang sebagai bekal kematian”. Kumbang sebagai bekal kematian, itulah yang diterangkan dalam Bhramara Sangupati. Pati atau kematian adalah ilmu yang rahasia, namun dalam teks ini ilmu yang rahasia itu dijadikan bekal (sangu). Sangat sulit untuk mejadikan sesuatu yang sangat rahasia sebagai bekal, jika tidak mengetahui kerahasiaan itu. Terlebih lagi, bekal yang rahasia itu dihubungkan dengan kumbang. Namun demikian, Ida Pedanda Wanasara dalam Bhramara Sangupati ialah seorang kawi. Sebutan kawi disandang oleh orang yang memiliki kemampuan untuk menuangkan rasa yang abstrak ke dalam bentuk-bentuk yang tidak kasat mata, meskipun kemudian bentuk itu gagal menjalankan tugasnya untuk menggambarkan keabstrakan rasa itu sendiri, karena bentuk itu kembali menghadirkan makna yang abstrak. Keabstrakan yang ditawarkan oleh seorang kawi di dalam karya sastra, bukanlah sebuah kegagalan, tetapi itulah sastra, pangawi seketika “mati” ketika karyanya selesai. Pangawi telah “mati”, jadi pembaca atau pendengar memiliki kesempatan untuk menangkap keabstrakan yang melayang bebas, sebebas para kawi mengekspresikan keabstrakan itu. Kebebasan ekspresi kawi, adalah kebebasan yang terikat. Bebas dalam pilihan tema, diksi, tapi terikat pada prosodi. Ekspresi atas yang abstrak, itulah jalan hidup seorang kawi. Dinamika kehidupan seorang kawi disublimasikan dalam rangkaian diksi-diksi, mengundang penikmatnya untuk melakukan pembacaan pada tataran yang lebih dalam. Membaca tidak hanya mengartikan rangkaian fonem sebagai visualisasi

bunyi, tetapi membaca adalah meraih makna yang bersembunyi dalam rangkaian itu. (Jika manusia yang mencari keindahan tidaklah jauh dari bulan pada masa kartika dikasihani oleh keindahan mengharapkan keindahan pada hujan dan kabut berdendang menidurkan burung cataka yang kelelahan suara guruh samudera suara burung tadahasih dan cucur sebagai perantara cahaya rembulan/ jika seekor kumbang tiada lain indahannya ketika hanya memikirkan manisnya madu tiada takut jika berada pada kuncup kesucian pikiran diharapkan turut mendapatkan manis meskipun tidak dilihat bagaikan telah berhasil untuk tidak menjalani perasaan malu jika tidak berpasangan). Masa Kartika yang legendaris itu menjadi penting dalam kidung Bhramara Sangupati, sebab pada saat itulah seorang pencari keindahan berharap dikasihani oleh Dewi Keindahan agar mendapatkan keindahan itu pada hujan maupun kabut, terlebih lagi pada cahaya bulan purnama. Aspek kalangwan di dalam kidung ini salah satunya yakni masa kartika. Dapat dikatakan puncak rasa keindahan itu terjadi pada kartika masa atau amerta masa itu, meskipun sesungguhnya kalangwan tidak hanya terjadi pada bulan itu saja. Kalangwan dapat terjadi kapan saja, dengan syarat si pencari keindahan mampu menyatukan dirinya dengan keindahan itu sendiri.

Aktivitas mencuci rambut dan menggunakan kondisioner akan mempengaruhi kelembaban rambut karena dengan aktivitas tersebut rambut dirangsang untuk memproduksi minyak. Jika dilakukan secara berlebihan maka minyak yang dihasilkan juga akan lebih banyak sehingga justru dapat membuat rambut menjadi rapuh, kusam dan lepek. Hindari keramas dengan menggunakan air yang terlalu panas. Rambut memiliki kadar minyak alami yang berfungsi untuk menjaga kelembaban dan membuat rambut selalu terlihat berkilau. Jika minyak ini terkena air panas maka minyak tersebut dapat luruh sehingga rambut akan menjadi kering dan kusam.

rambut dapat merusak ketahanan rambut, apalagi jika rambut dalam kondisi basah. Ingatlah bahwa rambut basah itu kekuatannya berkurang (rapuh). Selain itu, rambut yang diikat dalam kondisi basah kondisinya menjadi lembab sehingga memicu tumbuhnya jamur yang dapat mengakibatkan kepala menjadi gatal. Apabila dibiarkan terus-menerus maka akan berakibat infeksi pada kulit kepala.

Hindari Penggunaan Hairdryer Alih-alih ingin membuat rambut menjadi cepat kering maka hairdryer menjadi senjata andalan. Ubahlah kebiasaan ini karena hairdryer dapat merusak rambut. Rambut yang terlalu sering terkena hairdryer kelembabannya akan berkurang atau bahkan cenderung hilang, belum lagi kulit kepala juga akan ikut menjadi kering. Solusinya keringkan rambut secara alami. Menggunakan handuk adalah cara terbaik, tapi jangan menggosoknya terlalu keras. Menggosok handuk pada rambut terlalu keras akan menyebabkan rambut patah, rontok, kusut dan kusam. Hindari Menyisir Rambut Basah Rambut dalam kondisi basah kekuatannya menjadi berkurang (rapuh), sehingga apabila disisir akan gampang sekali patah. Solusinya jika ingin menyisir rambut dalam kondisi basah gunakan sisir yang bergigi besar dan jarang. Jangan sekali-kali menggunakan sisir sikat atau sisir yang bergigi rapat, serta lakukan secara perlahan dan hati-hati. Jangan Terlalu Sering Diikat Terlalu sering mengikat atau mengepang

Keindahan Pencarian keindahan, dilakukan dengan angadon lango. Setiap sumber keindahan itu, memiliki namanya tersendiri. Ada yang disebut dengan Sang Res Raga yakni pada lautan yang dipandang dari jauh, sedangkan pada gunung disebut Sang Hyang Lengleng. Sang Hyang Kingking adalah nama ketika berada di langit, kemudian Sang Hyang Angarang ketika berada pada mendung, Sang Hyang Soka berada pada seseorang yang sedang bersedih dan menyepi di taman, kemudian

Kurangi Styling Sederet aktivitas di salon yang menggunakan bahan kimia seperti bleaching, smoothing, coloring, dan sebagainya, lamakelamaan dapat mengubah struktur rambut dan berakibat kerusakan pada rambut. Solusinya jika memang terpaksa harus melakukan styling jangan lupa mengimbanginya dengan memberi perlindungan berupa vitamin atau pelembab pada rambut. Pilihlah produk yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan rambut kita.

Sang Hyang Alango namanya jika berada pada kabut yang diciptakan oleh ombak laut. Pada dengungan kumbang, namanya ialah Sang Hyang Mangajap1. Ada banyak sebutan pada sumber-sumber keindahan, itu artinya seseorang yang sedang melakukan pencarian keindahan tidak hanya mencari keindahan semata, tetapi juga sedang melakukan pemujaan. Kalangwan di dalam Kidung Bhramara Sangupati, tidak hanya terpantul pada kartika masa, namun juga kata-kata yang terdapat di dalamnya. Ada yang disebut dengan asangwa turida; berbekal cinta. Pengarang yang seorang Pendeta itu, tidak segan menyatakan bahwa ketika angadon lango dirinya berbekal cinta. Cinta itu berhubungan dengan rasa. Rasa adalah sesuatu yang dialami. Rasa bersifat laten di dalam diri yang muncul jika ada rangsangan dari luar, dan rasa tertinggi dan abadi disebut dengan anandam “kebahagiaan”2. Ada dua jenis rasa: pertama, yakni yang terdiri dari enam rasa; dan kedua ialah yang terdiri dari sembilan rasa. Jenis rasa yang pertama yakni madhura (manis), tikta (pahit), lawana (asin), amla (asam), kasaya (sepat), katuka (pedas). Jenis rasa yang kedua yakni srenggara, hasya, karuna, raudra, wira, bhayanaka, wibhatsa, adbhuta, dan santarasa. Srenggara rasa adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan rasa kasih yang dibangkitkan perasaan cinta. Sampai pada tahap ini, tidak mengherankan jika seorang pangawi melakukan pemujaan kepada Dewi Keindahan, sebab kata Dewi itu merujuk pada wanita, dan yang disebut wanita tidak hanya manusia tetapi juga bumi (alam semesta). Pangawi yang dalam pikiran stereotip saya adalah seorang lelaki, tentunya lebih mudah menggambarkan perasaan cintanya kepada seorang wanita dari pada kepada sesama lelaki. lIGD Agus Darma Putra, pemerhati dan penikmat sastra Bali menjadi indah, kuat dan berkilau serta badan menjadi sehat dan bugar. Memakai Pelindung Kepala Paparan sinar matahari langsung atau panas yang berlebihan dapat menyebabkan terkikisnya kutikula rambut sehingga rambut lama-kelamaan akan berubah warna dan keropos. Dengan menggunakan pelindung rambut dapat memperkecil paparan sinar matahari yang mengenai rambut kita. Dengan merubah kebiasaan-kebiasaan yang salah dan mengantinya dengan kebiasaan-kebiasaan di atas akan dapat membawa dampak yang besar pada keindahan dan kesehatan rambut kita. Selamat mencoba. (osi)

Potong Ujung Rambut Jangan lupa untuk selalu memotong ujung rambut yang bercabang. Hal ini untuk mencegah kerusakan rambut yang lebih parah. Ada baiknya jika rambut selalu dirapikan secara berkala sehingga rambut dapat tumbuh kembali dengan sehat. Konsumsi Makanan Sehat, Seimbang Mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang akan membawa dampak positif bagi tubuh kita. Dengan asupan berbagai macam vitamin dan nutrisi yang seimbang rambut akan

Meregangkan Otot untuk Hindari Kekakuan

Gb. I : Duduklah dengan posisi kedua kaki lurus selonjor dan telapak kaki menghadap depan. Kedua telapak tangan memegang kedua ujung jari-jari kaki dan tahan 1x8 hitungan, maka akan terasa peregangan otot punggung bagian bawah dan otot hamstring.

Gb. II : Tetaplah duduk dengan kaki kanan lurus namun kaki kiri ditekuk dan letakkan pergelangan kaki kiri pada lutut kanan. Dengan tangan kanan, arahkan telapak kaki kiri mendekat ke tubuh, tahan 1x8 hitungan; setelah itu kembali letakkan pada lutut kanan. Ulangi beberapa kali setelah itu lakukan sebaliknya.

Gb. III : Side quadricep stretch atau peregangan dengan posisi tidur miring ini sangat bermanfaat bagi otot pada depan maupun belakang. Tangan kanan memegang kaki kanan dan arahkan ke pantat, tahan 1 x 8 hitungan dan kembali rileks, ulangi beberapa kali dan lakukan juga pada kaki satunya.

Lakukan peregangan otot secara rutin agar terhindar dari rasa kaku yang berkepanjangan dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. IV : Posisi tengkurap ini sebagai pengganti posisi berdiri dengan gerakan yang sama, yaitu tekuk kaki kanan dan kedua tangan memegangnya serta menempelkannya pada pantat, tahan 1x8 hitungan dan rilekskan, setelah itu lakukan juga pada kaki kiri.

Kupon


5

Minggu Paing, 13 November 2016

Resensi Buku

Kegairahan Memahami Agama Hindu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Peradaban Hindu-- Buddha Nusantara : Gede Agus Budi Adnyana, dkk. : Pustaka Bali Post : 2016 : 103 halaman KEGAIRAHAN umat Hindu dalam kehidupan beragama semakin hari semakin meningkat. Ini bisa dilihat dari sistem kerelegiannya yang begitu antusias, baik dari emosi keagamaan, sistem ritus dan upacara, peralatan ritus dan upac-

ara, apalagi keyakinannya. Kegairahan itu tentu menggembirakan. Namun perlu diingat, Hindu bukan agama hanya dengan berbagai ritualnya yang dapat dilihat dari kasat mata. Hindu bukan sekadar agama identik dengan keberadaan Pura, banten, palinggih, dan sebagainya. Yang paling mendasar agama Hindu mempunyai Tri Kerangka Dasar sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan terdiri dari, tattwa (filsafat), susila (etika), serta upacara (ritual). Ketiga bagian itu berjalan seimbang untuk memaknai sebuah ritual/yadnya sebagai wujud pengorbanan yang tulus dan ikhlas umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Buku ini layak dibaca untuk memahami makna dan sisi spiritual dan agama Hindu. (osi)

Mencerdaskan Perempuan Indonesia Judul Buku Editor Penerbit Tahun Tebal

: Kami, Jurnal Perempuan : Amira Hasna Ruzuar : YJP Press : 2016 : 288 halaman BUKU ini disusun untuk memperingati 20 tahun Jurnal Perempuan sebagai dokumentasi cetak perjalanan 20 tahun upaya Jurnal Perempuan dalam memajukan kesetaraan gender di Indonesia. Buku ini memuat data “agak” lengkap tentang perjalanan 20 tahun Jurnal Perempuan

dengan segala cobaannya. YJP digagas dan didirikan oleh Dr. Gadis Arivia pada tahun 1995,dosen feminisme dan filsafat di Departemen Filsafat Universitas Indonesia. Pendirian YJP didukung oleh Dr. Ida Dhanny, Asikin Arif, MA serta Prof. Dr. Toeti Herarty Noerhadi. Ide untuk menerbitkan Jurnal Perempuan disebabkan karena pada masa itu sulit mendapatkan bahan kajian feminis berbahasa Indonesia. Padahal pengetahuan tentang gender dan analisa status perempuan Indonesia di masyarakat sangat dibutuhkan guna memajukan kesetaraan gender di Indonesia. Perjuangan Jurnal Perempuan sampai di usia 20 tahun tentu berliku. Tambal-sulam redaksi, dan banyak hal yang terjadi. Tetapi, perjuangan Jurnal Perempuan untuk tetap hidup tentu hal yang luar biasa. Buku ini memberi kita info tentang jatuh-bangun Jurnal Perempuan. Juga harapan dan kritik untuk masa depan. (osi)

Lovina

CERPEN Kamu pasti tahu Lovina, bukan? Pantai ini cikal-bakal pariwisata Bali Utara, dirintis oleh A.A. Pandji Tisna, seorang bangsawan dan raja Buleleng terakhir. Namanya dicatat dalam buku sejarah sastra Indonesia. Salah satu karya terpentingnya, roman Sukreni Gadis Bali. Kisahnya dimulai di sebuah desa perkebunan kelapa di sebelah barat Lovina, Bingin Banjah. Dulu masih ada papan nama kecil tapi kini tak ada. Coba saja search siapa tahu nama itu ada di peta online. Jika tertarik mengenal sedikit riwayat kepengarangan Pandji Tisna, baca saja “Nyoman Pandji Tisna: Suara dari Bali” dalam Mengenang Hidup Orang Lain, terbit tahun 2010 karangan Pak Ajip Rosidi. Kamu pasti tidak tahu hotel Puri Tasik Madu jika kamu menggunakan aplikasi Trivago. Hotel pertama di Lovina. Inilah hotel dan restoran yang dibangun oleh A.A. Pandji Tisna, hotel pioner di kawasan itu. “Tasik” artinya garam, bahasa alus untuk kata “uyah” di Bali. “Tasik Madu” nama yang sarat makna dan eksotis. Berbeda dengan nama “Lovina”, terdiri atas “lov”, singkatan “love” yang berarti “cinta” dan “ina”, singkatan “Indonesia”, keseluruhannya berarti “cinta Indonesia”. Dulu Lovina mengemban ide nasionalisme namun kini, hanyalah merek dagang. Lovina dipergunakan untuk berbagai nama hotel, restoran, villa, biro perjalanan, dan lain sebagainya. Tapi, jika sekarang kamu ke Lovina, tak ada lagi nama hotel Puri Tasik Madu. Mungkin juga tidak ada orang yang tahu karena pasti sia-sia bertanya kepada orang yang kamu jumpai. Begitu pula dengan nama A.A. Pandji Tisna. Tak ada yang tahu jika ia pelopor pariwisata di Bali Utara; pencetus nama atau pemilik hak paten nama “Lovina”; dan tentu saja sastrawan Pujangga Baru dengan sederet roman, “Dewi Karuna”, “Ni Rawit, Ceti Pendjual Orang”, “Sukreni Gadis Bali”, “I Swasta Setahun di Bedahulu”, dan ”I Made Widiadi, Kembali kepada Tuhan”. Yang jelas, kamu pasti tahu paket wisata andalan pantai Lovina, atraksi lumba-lumba atau dolphin di lepas pantai antara pukul 06.00 s.d. 08.30 wita. Paket ini amat terkenal ke seluruh dunia. Ratusan pemandu wisata yang merangkap sebagai tukang perahu bermesin tempel menggantungkan hidupnya pada lumba-lumba. Karena itu, jika sore hari kamu berjalan di sepanjang pantai, banyak laki-laki silih berganti menyapamu, menawarkan paket ini. Mereka menawarkan harga antara Rp 70.000 s.d. Rp 125.000 per orang. Jangan khawatir, kamu tak perlu mencarter perahu. Kalau kamu sendiri, mungkin kamu akan berjumpa penumpang lain di perahu yang sama. Satu perahu memuat maksimal lima orang dewasa. Kalau kamu diketahui bukan orang Bali, harga bisa naik. Tapi jangan khawatir, kamu bisa menawar. Tawar saja Rp 50.000 s.d. Rp 70.000 per orang. Saat musim sepi, harga bisa Rp 50.000 saja. Kalau sudah terjadi transaksi, tukang perahu meminta nama hotel tempat menginap atau nomor kontak. Mungkin juga besok subuh, ia menjemput di hotel dan memboncengmu ke pantai. Bisa pula kamu sendiri datang ke tempat yang biasa, di patung lumba-lumba bermahkota atau di depan dermaga cinta atau di depan Spice Dive. Ingat, kamu harus sudah siap pukul. 05.30 wita. Sebenarnya bisa pula memesan paket wisata ini lewat tour guide kamu. Biasanya nomor kontak tamu dikasi ke tukang perahu langganannya. Kamu tinggal menunggu panggilan dari tukang perahu bersangkutan dan mem-

Oleh I Wayan Artika

buat transaksi lewat telefon. Maka jika begitu hal-ikhwalnya, pagipagi, setelah kamu mendengar gema adzan subuh dari masjid Kaliasem, desa di kawasan Lovina, kamu mesti sudah siap, menuju tempat yang disepakati atau menunggu di lobi hotel. Pagi-pagi subuh, puluhan tukang perahu sibuk mempersiapkan peralatan. Memasang mesin tempel, menggiring perahu ke tepi air, dan menyiapkan jaket pengaman. Lalu, kamu dipersilakan naik. Perahu telah mengapung dan tukang perahu masih di air. Mesin perahu belum hidup. Ketika tukang perahu telah naik di ujung, dekat mesin, di bagian belakang, mesin baru dihidupkan, maka ini saat perjalanan menyaksikan atraksi gerombolan lumba-lumba di habitat aslinya, dimulai. Kamu gembira dan melupakan berbagai persoalan keluarga dan kerja. Bahkan sebelum perahu bermesin tempel ini bergerak cukup jauh dari pantai, kamu sudah mengunggah foto di media sosial atau mengabarkan jika kamu tengah di laut sepaginya. Perahu memecah keheningan pagi yang mengapung di laut. Semakin ke tengah, ke arah laut utara, hotel-hotel sepanjang pantai Lovina semakin menjauh. Kamu melihat bentuk setengah pulau Bali Utara bagian baratnya. Bahkan melihat siluet gunung Ijen atau Raung di ujung timur pulau Jawa. Kamu juga menyadari, pantai Lovina sbuah ceruk, berdinding bukit karang yang terjal di bagian selatan. Perahu terus bergerak. kamu mesti bersabar karena tidak ada penjelasan apapun dari tukang perahu yang membawamu. Kamu melihat di depan atau di belakangmu, ada belasan perahu yang sama, saling susul. Suara mesin belasan atau puluhan perahu membuat suasana pagi yang tenang jadi bising. Berun-

tunglah bagimu, dalam waktu singkat kamu melihat segerombolan lumba-lumba melompat di atas permukaan air. Ini momen yang tidak hanya membuatmu gembira, tapi juga bagi si tukang perahu karena ia tak mengecewakan tamunya. Keadaan ini membuat si tukang perahu bersemangat, tersenyum ramah, dan membuka percakapan. Barulah kamu mendapat sedikit informasi. Lumba-lumba dan gerombolannya biasanya muncul di suatu titik. Di mana lumba-lumba muncul dan saling berlompatan, ke sanalah tukang-tukang perahu mengarahkan perahunya dan mempercepat geraknya, menancap gas mesin tempelnya. Laut kian bising. Lumba-lumba seperti diburu dan dikejar-kejar. Tapi sebelum perahuperahu itu sampai di titik tersebut, gerombolan lumba-lumba telah lenyap. Beberapa saat kemudian, mungkin muncul segeromblolan lumba-lumba di titik yang lain, ke sanalah perahuperahu bergerak. Demikian seterusnya. Demikianlah irama hidup gerombolan lumba-lumba dan cara tukang perahu menjual paket wisata ini kepada para tamu. Tapi kamu amat gembira dan bangga, merasa sangat beruntung karena dapat menyaksikan secara langsung lumba-lumba di alam liar. Pasti kamu memotretnya dan membaginya kepada para sahabat. Begitulah cerita setiap pagi di pantai Lovina. Lumba-lumba diburu. Laut pagi bising oleh puluhan deru mesin perahu. Cerita ini hanya berhenti ketika cuaca buruk karena tukang perahu tidak melaut. Matahari semakin beranjak naik dari cakrawala, menghapus semburat jingga di langit. Air laut berkilau. Kamu mungkin telah menyaksikan puluhan kali lompatan gerombolan lumbalumba. Mungkin terpukau atau mera-

sa bersalah dalam hati karena mengganggu hidup lumba-lumba. Kamu merasa bersalah karena telah mengusik hidup lumba-lumba itu di habitatnya. Lalu perahu-perahu bergerak mendekati pantai, kamu kehilangan pandangan seluas horison. Pun perahu yang membawamu merapat di pasir. Kamu mengembalikan jaket pengaman. Kalau kamu puas, tak ada salahnya mengucap terima kasih. Tapi jika kamu kecewa atau merasa bersalah, di luar harapan dan perkiraan, mungkin kamu tak ada gunanya mengucapkan terima kasih. Selebihnya kamu merasa tertipu. Tak ada salahnya bagi kamu menikmati sarapan pagi di hotel atau di berbagai restoran pinggir pantai yang telah buka sejak pukul 06.00 wita. Aku pernah alami apa yang baru saja kamu alami. Semula aku terpukau. Aku bangga bisa menyaksikan gerombolan lumba-lumba dari jarak dekat di alam liar. Tapi aku akhirnya menyesal karena mengganggu kehidupan lumba-lumba. Inilah alasan aku menulis cerita ini untukmu. Selain itu memang ada hal pribadi yang membawaku ke pantai Lovina. Ini bukan kampanye menolak paket wisata lumba-lumba. Aku tahu, paket wisata ini ada sejak lama dan menghidupi kurang lebih ratusan tukang perahu. Berbicara soal nafkah orang, amat sensitif. Namun demikian, aku tetap tergerak hati menuliskan kisah ini kepadamu. Aku berkenalan dengan seseorang, yang ternyata tukang perahu. Ini bermula tidak sengaja. Hubungan berjalan baik lewat sms dan email. Sampai di antara kami terasa sangat dekat. Pembicaraan sering ngelantur ke persoalan pekerjaan dan keluarga. Aku selalu dapat kabar dari Bali dan undangan ke Lovina menikmati atraksi lumba-lumba. Ketika akau ke Bali, aku mengontaknya. Sahabatku itu sangat gembira dan menjemputku di bandara. Dia menawari aku nginap di villa milik saudaranya yang kosong karena sedang berada di Belanda. Aku menolak karena tidak mau merepotkan. Karena itu, beberapa kali ia mengharap aku ke rumahnya, aku tolak. Tapi ia bisa menerima dan tidak tersinggung. Tawarannya yang kuterima menyaksikan lumba-lumba dan aku memperoleh satu tempat di perahunya. Beberapa kali aku ikut di antara tamu mancanegara yang ia bawa. Pun akhirnya aku merasa tidak nyaman karena aku mengganggu keteangan lumba-lumba. “Aku mungkin akan pamit.” “Kamu tak perlu bersalah, kami tidak membunuh lumba-lumba.” “Benar, tapi bukan karena itu.” “Aku akan membawa kita berperahu di luar tujuan menyaksikan lumbalumba.” Aku pun berpikir untuk mengundur waktu balik. “Baiklah.” Aku mengiyakan tanpa bertanya lebih lanjut. Pada hari itu, kami berperahu berdua. Laut tenang. Angin laut semilir. Air tiada beriak. Sunyi cakrawala milik kami. Rasa bersalah pada lumba-lumba terobati sedikit karena aku berperahu bukan karena mengejar lumba-lumba. Dia mematikan mesin perahunya. Mendekati aku dan berkata, “Aku tidak etis menjumpaimu di hotel. Maka inilah alasan aku mengajak kamu berperahu.” Dia menatapku dalam, memelukku, dan mencium bibirku, “Maafkan aku!” Perahu mengapung di tengah laut yang tenang. Aku tertunduk seribu bahasa.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa

Darsono Khamidi

Wied. N


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Kejarlah impian setinggi langit, tetapi jangan sekali-kali bahagia di atas penderitaan orang lain. Ada baiknya Anda mengerti balas budi kebaikan orang sehingga dimana pun Anda mengalami kesulitan disitu pasti ada yang membantu. Karier: Banyak yang cukup simpatik dengan cara kerja Anda selama ini, pertahankan dan jangan sampai lupa diri. Kesehatan: Kondisi badan cukup sehat sehingga tak akan mengganggu aktifitas Anda yang cukup banyak di minggu ini. Keuangan: Kontrol pengeluaran Anda jangan sampai besar pasak daripada tiang. Untuk itu bila ada keinginan sebaiknya distop dulu. Asmara: Si dia sudah mulai habis kesabarannya, maka dari itu jangan asal bicara saja. Aquarius Peruntungan: Usahakan segalanya berlaku sesuai tahapan-tahapan yang ada agar rencana dapat berjalan dengan memuaskan dan sesuai dengan schedule yang ada. Tak perlu terlalu ingin cepat meraih sukses besar karena jika tidak bisa kontinu maka hasilnya akan percuma saja. Karier: Mantapkan visi dan misi ke depan Anda, sehingga motivasi bisa tetap tinggi dan tidak sampai mengendor. Kesehatan: Jika kepala terasa pusing segera saja minum obat pusing seperti yang biasa Anda minum dan jika masih belum sembuh segera saja bawa ke dokter dan jangan menundanya. Keuangan: Semuanya masih berjalan cukup lancar dan hampir tidak ada problem yang menggangu. Asmara: Berlakulah jujur dan terbuka kepadanya dan hindari kebohongan, karena sekali Anda ketahuan berbohong maka selamanya sulit baginya untuk bisa percaya lagi. Pisces Peruntungan: Jangan bersikap ingin menang sendiri, cobalah disingkirkan sejauh mungkin, apalagi situasi di minggu ini tampak cukup baik dan menguntungkan, sehingga sangatlah disayangkan jika kesempatan ini lari begitu saja hanya karena sikap Anda yang tidak bisa luwes dan sabar. Karier: Ada saja yang usil menjahili Anda, tak perlu ditanggapi biarkan saja toh nanti mereka akan berhenti sendiri. Kesehatan: Untuk menetapkan menu makanan sebaiknya benar-benar mengedepankan faktor kebersihan jangan sampai menomorsatukan selera karena bisa-bisa diare akan menyerang Anda. Keuangan: Lebih baik Anda menolak ajakan teman untuk berfoya-foya daripada pusing di belakang minggu. Asmara: Apasih sulitnya untuk bicara dari hati ke hati, agar permasalahan bisa cepat clear. Aries Peruntungan: Tak ada gunanya Anda memalingkan muka dari urusan yang lagi berjalan, karena sekali Anda lengah maka akan bisa lain jalan ceritanya. Terhadap berbagai gangguan yang muncul dari orang lain, cobalah bisa disikapi dengan penuh keseriusan. Karier: Untuk saat ini masih harus bersabar karena atasan lagi kurang respek dengan diri Anda. Kesehatan: Tak perlu berpikiran yang bukan-bukan yang belum tentu akan terjadi seperti apa yang dibayangkan, bukankah itu akan sangat menyiksa jika malam tak bisa tidur nyenyak. Keuangan: Hindari spekulasi dan jangan begitu mudahnya mengeluarkan dana tanpa pemikiran yang matang. Asmara: Bila ada masalah sebaiknya didiskusikan dulu dengannya jangan sampai ambil keputusan sepihak. Taurus Peruntungan: Jangan sembrono karena kenyataannya di minggu ini segala prediksi Anda akan sulit untuk bisa terealisasi. Maka dari itu janganlah mudah meremehkan persoalan, tanamkan selalu kewaspadaan dan jangan mudah begitu saja percaya dengan omongan orang. Karier: Ada saja yang mencari-cari kesalahan Anda, tak perlu dimasukkan hati tetaplah bekerja dengan tenang dan penuh konsentrasi. Kesehatan: Usahakan makan tepat pada waktunya walaupun urusan masih setumpuk sebaiknya Anda lebih disiplin waktu agar kesehatan tidak sampai terganggu. Keuangan: Koreksi lagi sebelum Anda memutuskan untuk ikut join dengan rekan Anda, bila sekiranya membutuhkan dana yang lumayan besar sebaiknya kondisikan dulu dengan keuangan Anda saat ini. Asmara: Tidak perlu keras kepala dan ingin menangnya sendiri agar hubungan perasmaraan ini tetap bisa berjalan penuh kedamaian dan ketenangan. Gemini Peruntungan: Perbintangan Anda cukup mujur untuk itu berusahalah selalu konsisten dengan keputusan yang telah diambil dan tidak perlu ragu-ragu untuk bertindak tegas dan berani. Jangan sampai bersikap ragu karena itu akan semakin membuat diri Anda terpuruk saja. Karier: Patuhilah perintah dari atasan apalagi Karier Anda ibaratnya lagi merangkak sehingga perlu kesabaran untuk bisa meningkatkannya. Kesehatan: Pikiran dan kondisi badan Anda sudah cukup lelah, sehingga kalaupun dipaksakan untuk saat ini akan percuma saja hasilnya, jika sudah letih lebih baik digunakan untuk tidur saja. Keuangan: Pengeluaran yang harus diwaspadai di minggu ini karena jika sampai lengah maka bukan tidak mungkin segala rencana penting akan berantakan. Asmara: Dalam berbicara sebaiknya jangan ceplas-ceplos tanpa pikir panjang apalagi di minggu ini perasaannya lagi sensitif. Cancer Peruntungan: Berusahalah untuk lebih concern dengan rencana yang kemarin tertunda, kalau ada kesempatan coba wujudkan saat ini juga. Hanya saja jangan sampai lepas dari perhitungan, sebab ini kunci utama di samping pertimbangan yang matang. Karier: Hilangkan sikap minder bila berada di antara rekan-rekan ada baiknya Anda lebih percaya diri dan yakin akan kemampuan diri sendiri. Kesehatan: Waspadailah nafsu makan yang tampak tinggi sekali di minggu ini, jika tidak bisa diredam maka tentunya kebugaran tubuh Anda akan bisa terganggu. Keuangan: Kerjakan saja yang pasti walau hasilnya tak terlalu besar akan tetapi resiko yang Anda tanggung untuk saat ini cukup kecil sekali./ Asmara: Buah-buah kebahagiaan masih terasa manis dan menyenangkan. Leo Peruntungan: Di minggu ini nasib Anda cukup mujur sehingga sangatlah disayangkan jika Anda terkonsentrasi pada permasalahan yang kurang begitu penting tersebut. Karier: Bersabarlah karena ini merupakan kunci untuk dapat melewati semua rintangan yang menjengkelkan hati itu. Kesehatan: Perhatikan dengan benar posisi duduk dan posisi tidur Anda ada baiknya ditempatkan pada tempatnya yang benar, jangan sampai terkilir ataupun pusing. Keuangan: Pengetatan perlu dilakukan agar pengeluaran bisa diminimalkan. Asmara: Jangan sekali-kali memaksakan kehendak kepadanya apalagi akhir-akhir ini egonya tampak tinggi dan sulit untuk bisa diajak kompromi. Virgo Peruntungan: Jangan takut untuk mengambil keputusan berani di minggu ini mumpung situasinya lagi mendukung. Tak perlu ragu untuk melangkahkan kaki, bila ada tawaran sebaiknya segera saja ditindaklanjuti jangan sampai kebimbangan menghancurkan kesempatan yang sudah di depan mata tersebut. Karier: Tak perlu cemas karena atasan masih memback up Karier Anda, sehingga bisa berkerja lebih berprestasi lagi Kesehatan: Hilangkan kebiasaan tidur terlampau larut malam karena kondisi badan masih kurang begitu sehat sehingga Anda harus lebih hati-hati menjaganya. Keuangan: Berhematlah dan tak perlu terpengaruh oleh iming-iming dari orang lain agar pemborosan tidak sampai terjadi. Asmara: Hindari berkata bohong, karena sekali Anda ketahuan berbohong maka selamanya sulit untuknya percaya. Libra Peruntungan: Jangan mudah terbuai oleh yang namanya promosi, walau sekilas nampak baik dan menguntungkan akan tetapi realisasinya masih belum tentu seperti apa yang Anda bayangkan itu. Karier: Hilangkan pikiran negatif mengenai atasan Anda, ada baiknya positif thinking saja agar bisa berkerja dengan nyaman dan jauh dari perasaan gelisah. Kesehatan: Biasakan lari pagi agar kondisi badan dan pikiran tetap selalu prima. Hindari makan berlemak apalagi jika Anda kurang gerak dan lebh banyak duduknya. Keuangan: Tetaplah konsisten dengan keputusan yang telah diambil dan jangan sekali-kali mengingkarinya karena bisa besar pengaruhnya khususnya terhadap keuangan Anda. Asmara: Berhati-hatilah dalam memberikan nasehat, usahakan untuk tidak merusak suasana yang sudah mulai tenang ini. Scorpio Peruntungan: Tak perlu menundukkan kepala walaupun sebenarnya masalah masih terlihat setumpuk. Tak perlu mengeluh karena itu hanya akan merendahkan harga diri Anda saja, yang terpenting cobalah selalu enjoy walau dalam situasi apapun juga. Karier: Atasan lagi menguji kesabaran Anda, untuk itu ada baiknya jika Anda lebih banyak bekerja daripada protesnya. Kesehatan: Hapus perasaan iri dan dengki jangan sampai tertanam di dalam hati Anda, agar bisa hidup dengan tenang dan jauh dari perasaan gelisah. Keuangan: Hindari berlaku boros karena langkah ke depan masih cukup panjang. Asmara: Dengan Anda tersenyum maka segalanya akan terasa manis dan menyenangkan. Sagitarius Peruntungan: Masalah pribadi cukup mengganggu konsentrasi Anda, untuk itu jangan campur adukkan urusan pribadi dengan pekerjaan agar langkah Anda ke depan bisa lebih mantap dan cepat merengkuh kesuksesan. Karier: Kesempatan bagi Anda untuk dapt mendekati atasan kini terbuka lebar, untuk itu jaga sikap Anda terutama ucapan jangan sampai menyinggung hatinya. Kesehatan: Pilih menu makanan yang bisa membangkitkan nafsu makan Anda, hindari makanan di luaran yang kurang bisa terjamin kebersihannya. Keuangan: Manage-lah dengan Diasuh Oleh benar dana yang ada agar semua kebutuhan pentPutri Wong Kam Fu ing dapat teratasi semuanya. Asmara: Tetaplah Berlaku bersabar dalam menghadapi omongannya yang 13-19 November 2016 terkadang menjengkelkan hati itu.

Minggu Paing, 13 November 2016

Weda Wakya

Delapan Jalan Dharma Ijyädhyayanadänäni Tapaù satyaà kñamäghåëä Alobha iti märgo’yam Dharmasyäñöa-vidhaà småtaù Tatra pürva-catur-vargo dabhärtham api sevyate Uttaraç ca catur-vargo nämahätmasu tiñöhati (Vidura Néti 3.55-56) Ijya (persembahan suci yajïa), adhyayana (belajar kitab suci Veda), däna (berderma), tapa (pertapaan), satyam(berbicara kebenaran), kñamä (pengampun), aghåëä (tidak membenci), dan alobha (tidak loba) – semua ini disebutkan sebagai delapan jalan Dharma. Empat jenis pertama dilakukan oleh orangorang jahat sebagai pertunjukan semata, sedangkan empat jenis berikutnya sama sekali tidak pernah ada di dalam diri orangorang jahat. Kitab suci menyebutkan 8 jenis jalan Dharma, antara lain: persembahan suci yajïa, belajar kitab suci Veda secara pribadi, berderma, pertapaan/pengendalian diri, berkata-kata jujur adlam kebenaran, mengampuni, kasih sayang, meninggalkan kelobaan. Empat yang pertama dilakukan oleh orang-orang durjana sebagai pertunjukan saja. Sedangkan yang empat belakangan sama sekali tidak pernah bisa tinggal pada diri orang-orang durjana (jahat). Ijya atau yajïa, adalah persembahan suci dan tulus ikhlas kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berasal dari akar kata Sanskserta yaj, yang berarti persembahan suci, korban suci, puja bhakti, hormat, dan lain-lain semacam itu. Jenis-jenis yajïa seperti yang terdapat di dalam kitab suci Veda tidak terhitung jumlahnya. Yajïa-yajïa penting saja jumlahnya hampir 500-an jenis. Hanya saja, sangat banyak jenis yajïa yang sudah tidak bisa dilakukan lagi oleh orang-orang seperti kita-kita di zaman Kali (yuga) ini. Seiring dengan merosotnya perkembangan zaman, dari Satyayuga ke Kaliyuga, maka kemampuan orang untuk melakukan yajïa pun menjadi semakin merosot pula. Bahkan pada zaman Kaliyuga ini, yajïa paling sederhana pun kita tidak mampu lagi melakukannya dengan baik sesuai dengan aturanperaturan pelaksanaan yajïa. Ada yajïa pribadi, ada yajïa keluarga, dan ada pula yajïa publik yang harus dilakukan bersama-sama dengan orang banyak dan/atau masyarakat

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa lingkungan setempat kita. Yajïa keluarga misalnya, bagi seorang grihastha (orang yang berumah tangga) dianjurkan untuk melakukan yajïa jenis nitya yajïa (persembahan suci yang dilakukan setiap hari) dan naimittika yajïa (persembahan suci yang dilakukan sewaktu-waktu pada hari-hari raya atau hari-hari suci tertentu). Semua itu sudah banyak ditinggalkan oleh para grihastha zaman ini atau dilakukan dengan sangat terbatas dalam segala kekurangannya. Barangkali itulah sebabnya disebutkan dalam sloka di atas bahwa orangorang durjana (orang jahat) tidak akan bisa melakukan yajïa dengan baik dan sempurna. Kalau tokh mereka bisa melakukannya maka mereka akan melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan pencitraan saja atau pertunjukan saja (agar dilihat orang sudah melakukan yajïa) serta dilakukan dengan pengembangan rasa kebanggaan serta keakuaan berlebihan, demi mengangkat rasa harga diri, atau menjaga kedudukan di masyarakat. Dengan demikian mereka tidak bisa melakukan yajïa sebagaimana mestinya. Adhyayana, berarti belajar dan dalam hal ini adalah belajar kitab-kitab suci Veda. Lebih jauh dalam hal ini berarti svadhyayana, yaitu belajar sendiri kitab-kitab suci Veda. Ini juga tidak begitu banyak bisa dilakukan oleh orang-orang zaman Kaliyuga ini. Walaupun kelihatannya sederhana, yaitu belajar atau membaca kitab suci sendiri, akan tetapi ternyata hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah. Belajar Veda sangat penting diikuti oleh semua orang yang menginginkan kemuliaan hidupnya, baik secara lahir (material) maupun batin (spiritual). Ada banyak jenis dan level kitab-kitab suci Veda dan ada pula berbagai cara untuk mempelajarinya. Cara yang paling sulit adalah belajar tanpa guru, dan cara yang paling mudah adalah belajar melalui guru. Mengapa cara belajar tanpa guru adalah cara yang paling sulit? Pelajaran Veda bukanlah pelajaran seperti kitab-kitab atau pengetahuanpengetahuan biasa. Pertama

sekali, ia ditulis dalam bahasa Sanskerta dan huruf Devanagari. Tentulah orang harus belajar huruf Devanagari terlebih dahulu, yang boleh dikatakan tidaklah sulit. Akan tetapi, untuk belajar bahasa Sanskerta, ia memerlukan waktu tidak sedikit. Menurut Panca Tantra, untuk belajar bahasa Sanskerta saja memerlukan waktu 12 tahun. Sampai di sini kita bisa dengan gamblang mengakui bahwa bagi masyarakat pada umumnya, untuk belajar Veda mereka memang memerlukan tuntunan seorang guru yang memang belajar Veda. Lebih lanjut, jika melihat berbagai jenis dan berbagai level ajaran-ajaran Veda maka akan dapat dipastikan ketidakmungkinan bagi umat secara umum untuk belajar Veda sendiri. Oleh karena itu, mengingat kitab suci Veda tidak hanya mengajarkan ajaran-ajaran keduniaan melainkan (terlebih lagi) juga mengajarkan masalah spiritual yang tidak dapat dipahami oleh alat-alat pencapaian keduniaan, tuntunan sangat diperlukan, tentu saja kita harus mencari tuntunan dari mereka yang memang mempelajarinya dengan benar. Kesimpulannya, adhyayana yang dimaksudkan di sini adalah belajar sendiri kitab-kitab suci veda di tempat tinggal kita, melalui tuntunan dari seseorang yang memang mempelajari dan memahami Veda dengan benar. Dana, berarti berderma, memberikan sedekah, atau sumbangan kepada yang memerlukan. Terdapat kesalahpahaman agak umum di kalangan umat perihal dana dan dhana. Dana berbeda dengan dhana. Dhana artinya uang atau harta benda. Ada berbagai jenis dana (derma) serta kemuliaan masing-masing. Melakukan dana dalam bentuk dana-punia sesuai dengan ajaran Veda tidaklah mudah. Kesulitan bukan pada uang atau harta melainkan pada rasa kepemilikan, sebab dana-punia memang diberikan dengan hati yang sangat tulus ikhlas. Itulah yang menyebabkan ber-danapunia itu sangat sulit dilakukan oleh orang kebanyakan (agong wi kang trsna ring artha, apan ulihning kasakitanikang artha katemu, tidak ada pekerjaan lebih sulit dilakukan di triloka ini dibandingkan dengan berderma,sebab sangat kuat rasa keterikatan pada harta benda sebab harta benda itu diperoleh dengan susah payah). Orang akan merasa sangat mudah melakukan pemberian (yang bukan dana-punia) ketika

dalam memberi ada kesempatan untuk mengembangkan ahamkara atau keakuannya. Ia tidak akan memikirkan lagi apa dan berapa yang diberikan, karena yang penting adalah orang lain melihat dia member dan lemudian menjadi terkenal dan disanjung. Hal yang sama juga dilakukan oleh mereka yang tulus ikhlas, ber-dana-punia (bukan sekedar melakukan pemberian), mereka akan men-dana-punia-kan apa saja dan berapa saja dengan hati yang tulus ikhlas. Bhagavad-gétä menyebutkan perbuatan korban suci, kedermawanan, dan pertapaan tidak boleh ditinggalkan; kegiatan itu harus dilakukan. Roh-roh yang mulia sekalipun disucikan oleh korban suci, kedermawanan dan pertapaan. Sedangkan Manava Dharma Shastra menyebutkan bahwa dana adalah yajïa yang paling mudah dilakukan di zaman Kaliyuga ini (danamekam kalau yuge). Tapa, artinya pertapaan atau pengendalian diri khususnya pikiran. Biasanya tapa diikuti dengan brata yaitu pengendalian diri dalam hal kedisiplinan (di Bali disebut mabrata). Leluhur kita di Indonesia memberikan perhatian sungguh-sungguh pada praktik tapa ini. Ketika orang melakukan tapa atau pertapaan, mereka sesungguhnya sedang memasak diri, mamatangkan dirinya. Seperti ayam mengeram telornya untuk menetas, seperti para ibu di dapur memanaskan makanan supaya menjadi matang dan layak saji, seperti itu pula tujuan tapa, yaitu mematangkan dan menyempurnakan diri lahir batin demi menjaga kelayakan dalam usaha mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta. Tapa hendaknya tidak dilakukan untuk tujuan-tujuan yang bertentangan dengan ajaran Veda dan untuk tujuan menumbuhkan kebanggaan. Keempat hal di atas yaitu ijya, adhyayana, dana, dan tapa dilakukan oleh para durjana (orang jahat) tidak untuk pencapaian tujuan hidup sejati, moksa, melainkan dilakukan hanya demi menghias, menambah serta menumbuhkembangkan keakuan palsunya, yang justru dilarang oleh Bhagavad-gitä: Akan tetapi, persembahan korban suci yang dilakukan dengan keinginan untuk mendapatkan hasil-hasil duniawi, atau dilakukan demi memperlihatkan kebanggaan, wahai Arjuna, ketahuilah bahwa persembahan korban suci seperti itu adalah korban suci dalam sifat kenafsuan.

MIMBAR AGAMA

Sembahyang, Sederhana tetapi Bermakna Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana Manusia adalah makhluk Tuhan. Berarti manusia adalah hamba Tuhan. Sebagai hamba Tuhan, manusia wajib menunjukkan rasa bhaktinya, antara lain melalui persembahyangan. Sembahyang adalah cara bhakti sederhana tapi bermakna untuk mendekat, berhubungan atau berinteraksi dengan Tuhan. Dengan sembahyang, umat dapat semakin menguatkan keyakinan atau keimanan kepada Tuhan. Sebab tanpa keimanan suratan kitab Bhagawadgita IX. 3 mengingatkan: “Manusia tanpa keimanan, yang mengikuti jalan ini, tidak mencapai Aku, dan kembali ke jalan dunia kematian, menderita” Aktivitas sembahyang pada hakikatnya adalah media untuk “bertemu” sekaligus “mengadu” kepada Tuhan, tentang apapun yang dirasakan atau mungkin dikeluhkan umat. Tuhan, meski penuh misteri, tetapi keberadaannya dapat dirasakan, sebab beliau adalah “super energi” yang apabila terus menerus didekati akan bertambah kuat juga vibrasi dan aura yang dirasakan. Vibrasi mana bisa menggetarkan atau menyentuh kalbu/ sukma, sementara aura dapat memancarkan cahaya tentang kadar “ketuhanan” kita. Tujuannya bukan untuk sebuah “kebanggaan” yang bisa menjerumuskan pada kesombongan, tetapi untuk tujuan menakar kualitas rohani kita. Kualitas rohani yang dapat mendorong kita untuk semakin meningkatkan derajat spiritualitas. Spiritualitas itulah sejatinya tujuan dari religiusitas. Dan itu hanya bisa didapat, dan dirasakan ketika kita dengan rajin, rutin dan disiplin melakukan aktivitas persembahyangan, terutama di

tempat-tempat suci atau yang disucikan. Apalagi di tengah situasi dan kondisi kehidupan manusia kekinian yang semakin larut ke dalam gaya hidup beragama kontemporer sekaligus kian sekuler. Sebuah kehidupan yang cenderung berorientasi kepada hal-hal material, sehingga mendorong manusia mengesampingkan urusan peningkatan kualitas spiritual. Jangan heran, dengan orientasi hidup demikian, manusia menjadi semakin kehilangan jati diri sebagai homo religius. Sebaliknya yang tumbuh menggejala, lahirnya manusia-manusia berwatak homo materilialistis-economicus, yang semakin rakus saja dengan pemenuhan kebutuhan duniawi, hingga rela mengorbankan sendi-sendi imani sebagai insan Tuhan. Melalui kegiatan sembahyang, pelan tapi pasti vibrasi dan aura ke-Tuhan-an akan semakin mendekat bahkan mendekap, sehingga diri kita terselimuti oleh kesucian Tuhan yang kemudian menjadi pelindung dari segala keadaan, suka dan duka. Seperti dilantunkan dalam lagu Bimbo berjudul “Tuhan”: “aku dekat Engkau dekat, aku jauh Engkaupun jauh” mengisyaratkan sekaligus mengingatkan bahwa ketika kita hendak menuju dan mencapai Tuhan, mendekatlah selalu pada-Nya, di antaranya dengan sembahyang, menyembah dan atau memuja Tuhan. Sembahyang, bukanlah sekedar menunjukkan aktivitas fisik, seperti duduk bersila, memejamkan mata lalu mengucap mantra Tri Sandhya serta doa-doa Panca Sembah. Lebih dari itu, melalui sembahyang, energi bhakti kita senantiasa terkoneksi dengan kesucian Tuhan. Dengan begitu, bukan hanya rasa dekat yang didapat, tetapi juga perasaan menyatu sebagai bagian dari Tuhan (mengimanen) dengan mudah merasuk menyusup dalam kalbu. Sehingga seusai sembahyang dengan penuh rasa bhakti, perasaan akan menjadi lebih tenang, nyaman dan damai. Apapun yang kemudian terjadi dan menimpa kita, bisa dijalani dengan perasaan lapang, sabar

dan ikhlas menerima sebagai bagian dari kehendak Tuhan. Terdengar mudah memang, tetapi sejatinya bukan hal gampang untuk membiasakan melakukan prosesi persembahyangan, meski dalam hitungan jarang sekalipun. Sebab, kegiatan sembahyang menjadi media pembelajaran rohani yang paling sederhana, tetapi sangat bermakna dan mengena, tidak saja menyentuh segi-segi intelektual, tetapi sekaligus juga merangsang tumbuh mekarnya energi spiritual yang potensi dasarnya sudah dimiliki setiap hamba Tuhan. Tinggal menciptakan moment, menyediakan ruang dan waktu untuk menggerakkan niat, hasrat dan semangat bersembahyang, setiap saat. Beragama terkadang menjadi urusan formalitas, tetapi jika

dilakukan dengan rajin, rutin dan disiplin, rasa keagamaan kita bisa menjadi anak tangga pendakian mencapai puncak kesadaran spiritual. Hanya dengan selalu mendekatkan diri dan mengagung-agungkan Tuhan, Tuhan akan mendekat dan mendekap kita untuk dilindungi dan merasakan berkah anugrahNya, sebagaimana dinyatakan di dalam kitab Bhagawdgita, IX. 14, 22: “Dengan selalu mengagungagungkan Aku, berusaha dengan teguh memegang sumpah sujud kepada-Ku dalam pengabdian dan dengan disiplin jiwa berbhakti kepada-Ku; Mereka yang memuja Aku sendiri, merenungkan Aku selalu, kepada mereka Ku-bawakan segala apa yang mereka tidak punya dan Kulindungi segala apa yang mereka miliki”.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

I Made Abinaya Gana Wangsa, umur 1,5 tahun masih bayi ikut ayahnya main musik. Nyoman Gede Arimbawa, ayah dari Gana yang kelahiran Br. Dajan Peken, Mengwitani, Badung ini mengatakan dirinya main musik sambil “ngempu”. Gede Arimbawa yang punya Pro Studio Gana Wangsa, apabila sejak dini si anak dibiasakan mendengarkan musik dan apalagi dia ikut main musik, maka anak itu akan menjadi anak cerdas, peka terhadap lingkungan dan berhati lembut.


Redité Paing, 13 Nopember 2016

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Nyoman Pasek

Biasa-biasa Kémanten

NYAGRA kawéntenan budaya, parikrama nami budaya inucap wantah parindikan sané patut kalaksanayang. Duaning majanten becik pisan yéning budaya tetamian punika kalestariang antuk kamargiang ring pakraman saihang ring dados paplajahan ring sekolah utawi dados tutur-tutur kémanten. Sakéwanten ring aab jagat sané kabaos aor tan pawates sakadi mangkin, sinah nénten dangan ngamargiang parindikan inucap. I Nyoman Pasek, sinalih tunggil sangging ukiran Bali ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi maosang, pikayunan utawi pisarat alit-alit utawi yowana Bali ring pakaryan ngukir biasa-biasa kémanten taler nénten akéh sané kayun nelebin. “Indik bisnis ring widang ukiran Bali taler pateh biasa-biasa kémanten ninutin panglimbak ring pakraman. Indiké punika kasinahang antuk kawéntenan pangargannyané sané prasida nincap,” baos dané sané embas ring Nyelati, 10 Februari 1973 puniki sumeken. Nganinin indik soroh ukiran sané patut kakaryanin ri kala ngawit malajah ngukir, dané sané malajah ngukir preragan ring sekolah puniki maosang, krama sané ngawit malajah ngukir prasida kakawitin antuk ngaryanin kakul-kakulan miwah moté-motéan sané pinaka dasar ukiran Bali. Wus punika wawu malajah makal-makalang kayu taler molongin utawi nyongkak-nyongkakang. Yéning sampun cacep wawu kalanturang antuk nagingin ukiran ring bakal-bakalan kayu taler ngalusang mangda sayan lemuh ukiran inucap. “Sané pinih méweh wantah ngaryanin ukiran sané ngrenyep utawi geles, duaning yéning ukiran kayu punika sayan rapet, sinah sayan méweh tur sué kakaryanin,” dané negesang. (was)

I Gede Pande Surayasa

Dados Mautama

PINAKA tetamian budaya, ukiran Bali wantah tetamian sané patut becik kajagra taler kalestariang. maosang indik “tegak linggih” ukiran duk nguni sinah mabinayan sareng mangkin. I Gede Pande Surayasa S.Pd., Kepala SMP Seni Ukir Tangeb maosang, dumun ukiran puniki wantah dados pepayasan panyangkep kémanten, durung lumrah kapanggih ring pakraman. Sakéwanten yéning mangkin sios saking pepayasan, ukir-ukiran Bali sampun manados parindikan utama sané kadagingin ring wewangunan minakadi ring sanggah utawi balé delod. Sangkaning makasami krama madué wangunan asapunika, majanten ukiran kayu sayan akéh kapanggih ring pakraman. “Mawinan punika, ukiran Bali sampun becik kawéntenanipun ring pakraman utamanipun ring widang wewangunan utawi arsitéktur Bali,” baos Guru Mata Pelajaran Produktif Ukir ring SMK Seni Ukir Tangeb. Lanang sané embas ring Negara, 22 September 1971 puniki taler maosang, dasar pikayunan kramané nguni ri kala ngamargiang parikrama ngukir taler sampun mabinayan saihang sareng mangkin. Yéning dumun akéhan krama sané makarya ngukir wantah sangkaning pikayunan miwah rasa bhakti sané ageng. Ipun makarya antuk ngayah tur nénten ngaptiang upah. Sakéwanten mangkin, krama makarya ukiran wantah sampun kadadosang jalaran ngrereh pangupa jiwa. Nganinin indik galah malajah, dané taler maosang yéning krama sané rajin tur saraina malajah sinah gelis waged. Pinih gelis tigang bulan sampun waged ngambar tur prasida makarya. “Gelis utawi sué wantah sangkaning pikayunan utawi pisarat krama sané malajah. Yéning nénten wénten pikayunan napi malih nénten seneng ngukir, sinah sué pacang waged,” baos dané sané meneng ring Br. Kebayan, Tangeb, Mengwi puniki nartayang. (was)

(53)

BPM/was

UKIRAN – Ring sajeroning ukiran Bali, akéh kapanggih wangun sané sujatiné wantah pepadonan saking cihna budaya Bali sareng budaya taler iusan dura negara.

Ukiran Bali

Kapah Dados Ukiran ”2D” miwah ”3D” SAKADI sané sampun kauningayang, budaya wantah parindikan sané mabuat ring Bali. Wangun budaya sané ketah kapanggihin ring kahuripan krama Bali taler makéh pisan, minakadi sané marupa sesuratan utawi sastra agama miwah Bali kuna, wénten marupa tata-titi miwah parikrama sorsinggih basa, wénten taler sané marupa seni. Ring sajeroning seni wénten sané marupa seni rupa antuk pah-pahannyané; seni lukis, seni patung utawi togog, wénten taler seni ukir. Yéning maosang indik seni ukir sané wénten ring Bali, nénten akidik ukiran Bali sané sujatiné wantah ukiran papadonan saking ukiran Bali sareng iusan saking dura negara sané kabaosang becik tur kanggén kantos mangkin.

I Gede Pande Surayasa S.Pd., Kepala SMP Seni Ukir Tangeb maosang, parindikan punika kamargiang wantah sangkaning ukiran Bali kaucap adung tur pangus tatkala kapadonang sareng ius utawi wangun budaya saking dura negara. Minakadi ukiran pakem Bali akéhan marupa bunga sané kadagingin antuk don taler katiknyané, wénten taler pepatran Cina sané wangunipun akéhan marupa ukiran bunga madaging antuk katik utawi alurnyané kémanten nénten madaging don. Wénten malih sané kawastanin patra utawi ukiran Bali Peprancisan sané wangunipun ketah marupa don-donan ageng tur linggah kadagingin antuk pepayasan siosan. Wénten taler ukiran Bali sané kawastanin Patra

Mesir sané wangunipun kaku utawi monoton sané kapikayunin dané masaih sareng relief ring budaya Mesir kuna. “Minabang tiang sangkaning para sangging ukiré meled ngripta utawi ngaryanin wangun ukiran sané anyar. Dadosné risampuné kapadonang sareng ukiran Bali, punika lantas kanggén soroh pakem anyar ring sajeroning budaya ukiran Bali,” asapunika dané maosang. Malih kalanturang, yéning selehin ukiran Bali wénten sané wangunipun “2 dimensi (2D)” wénten sané “3 dimensi (3D)”. Yéning sané 2 dimensi wantah ukiran sané prasida kacingak saking arepnyané kémanten minakadi conto samblung utawi ukiran bun-bunan miwah pepatran. Yéning sané 3 dimensi

wantah ukiran sané wangunipun prasida kacingak babungkulan saking arep taler saking samping. Ukiran punika marupa pepandilan sané wangunipun ketah marupa pepunyanan, dondonan, wayang, manusa utawi beburon antuk pepayasan bunbunan. Pandil ketah kakaryanin ring kori utawi ring tembok paras. Yadiastun asapunika, pepandilan boya marupa togog sané katémplek ring widang minakadi kayu utawi paras mangda prasida kasinahang 3 dimensi, nanging samian punika wantah maukir. Sangkaning punika ngukir samblung miwah patra doh danganan saihang makarya pandil. Tios ring soroh ukiran i wawu, I Nyoman Pasek, sangging ukiran Bali saking Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi maosang wént-

en sané kawastanin antuk Patra Punggel utawi pepunggelan sané madaging antuk makudang-kudang wangun ukiran Bali sané kadadosang asiki. Wangun-wangun dasar ukiran Bali sané manados pakem ring pepunggelan inucap minakadi marupa “kuping guling” miwah “util” taler wénten sané madaging antuk “kakul-kakulan”. “Yadiastun sujatiné nénten méweh nanging ngaryanin punggel punika prasida kabaosang rimit. Duaning patut pisan nagingin saha madonang dasar-dasar ukiran Bali mangda becik, pangus tur adung. Napi malih wénten kadagingin antuk ukiran sané kawastanin antuk “janggar siap” taler “batun poh” ring pepunggelan i wawu,” asapunika dané nugesang. (was)

Ukiran Bali sareng Jepara

Dalem Cedek taler Wangun Ukiran Mabinayan SANGKANING panglimbak informasi miwah transportasi ring masané mangkin majanten silangsilur utawi panglimbak budaya sayan dangan mamargi. Asapunika taler kawéntenan ukiran Bali sané masaing sareng kawéntenan ukiran Jepara sané rauh saking Jawi. Kawéntenan makekalih soroh ukiran inucap nyinahang ukirukiran kayu kantun kasenengin olih kramané. Yadiastun kawéntanané asapunika, kekalih soroh ukiran inucap madué pabinayan soang-soang. I Gede Pande Surayasa S.Pd. maosang, asliahan jakti makekalih ukiran inucap masaih utawi pateh, sakéwanten yéning selehin malih pacang kapanggihin pabinayannyané. Yéning ukiran Jepara, cedek ukiranipun daleman saihang ring ukiran Bali. Sangkaning punika wangun ukiran Jepara prasida kabaosang masaih sareng pandil asapunika taler ring indik ngarapnyané. Sios punika, krama utawi sangging Bali taler arang pisan sané kapanggih ngaryanin ukiran Jepara puniki,

duaning kocap mabinayan tampak limanipunné tur sampun biasa ngukir ukiran Bali. Asapunika taler krama Jawi utawi Jepara nénten naenin kapanggih ngukir ukiran Bali santukan mabinayan kawagedanipun. “Soroh paet sané kanggén taler mabinayan. Yéning paet ukiran Bali akéhan mamuncuk cenik-cenik, yéning paet ukiran Jepara agengan duaning kanggén nyengkrong-nyengkrongin bakalan,” baos Pande Surayasa. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Nyoman Pasek. Dané maosang, wangun ukiran Jepara sareng Bali taler mabinayan. Wangun ukiran Jepara wantah madiri-dirian taler satmaka nagingin blok-blok utawi widang ring kayu antuk ukiran kémanten tan padagingin antuk pangatep ring soang-soang blok taler nyinahang “unsur seni” ring soang-soang ukiran sané kadagingin ring blok inucap. Yéning ukiran Bali, wangun ring soang-soang blok nénten mapalasan duaning kasambung antuk ukiran sané marupa bun-

bunan sané wangunipun lemuh. Nganinin indik kasuilan makarya, dané maosang nénten prasida kajantenang duaning mabina-binayan ring soangsoang sangging. Sakéwanten yéning dané nyelehin saking kawagedannyané, sinah kajantenang yéning ngukir ukiran Jepara méwehan saihang ngukir ukiran Bali. Nganinin indik pisarat krama Bali, dané maosang yadiastun ukiran Jepara becik pisan wangunipun, nanging ukiran Bali kantun akéhan karereh. Yadiastun nénten akidik krama sané meled taler ngaptiang mangda ukiran Jepara sané kakaryanin ka-modifikasi antuk ukiran Bali. “Katah kramané ngaptiang pintu gebyok sané sujatinné wantah adung-adungan utawi abanaban saking seni ukiran Jepara. Sakéwanten ukiran sané kadagingin kaptiang mangda nganggén ukiran Bali, sakadi wayang Bali, beburonan utawi ukiran pepandilan sané siosan,” asapunika Nyoman Pasek nartayang. (was)

YOWANA – Kahanan budaya ngukir ring yowana Bali masané mangkin kantun ketah kamargiang yadiastun kawéntenanipun nénten akéh sakadi sané kaaptiang.

“IBU, tiang jaga mantuk jero ba dangin ajebos makta s oal uj i an pes enanné Gék Citra. Raganné ten panggih iriki,” baosné Ngurah Jelada raris ka jabaan makta bukunné. Ring jero dapetanga Ayu Citra kantun mabanten milehan ring mrajan lan tepasé ring natahé. “OM Swastyastu,” Ngurah Jelada nganjali nengkejutang Ayu Citra sedek maturan. “Mimiih Beli Ngurah, kadén sira jag tan makresekan sampun nyeleg di dorin tiangé.” “Mula kénten patuté yén sedeng khusuk ulengé maturan ring Bhatara cara matapa. Kari répot jumah mawanan ten ada tepuk di mrajan. Ibu sareng Tuaji kija dadi sepi?” “Yén Ibu wénten kari nabdabang bantené lakar ka mrajan. Yén Tuaji ja ... biasa kari masiram ka Kalangidi. Angganné ten biasa muspa bareng-bareng sameton selidan, nanging nyanan sanjaan

sesampuné suungan. Koné apang liunan maan matur ring Bhatara Leluhur,” pasaurné Ayu Citra makenyam nyingakin rakanné maktaang soal lan buku pesenanné. “Malinggih ja malu Beli Ngurah, tiang mragatang maturan malih ajebos,” aturné alus manis. “Héé, Ngurah Jelada ja sagét teka? Encén Aji ajak Ibuné, apa suba ka mrajan? Mai ja malu ka paon. Adiné nu maturan,” baosné Gusti Biang Sisu nyapa kaponakanné alon. “Inggih Bi, titiang gumanti makta soal-soal ujian kanggén Gék Citra. Napi durung jaga ka mrajan Bi? Pamedeké saking doh-doh sampun akéh sané rauh,” aturné Ngurah Jelada. “Naah, depin suba sametoné lénan apang ngaturang payah-ayahan ngénterang saji panuur ring soang-soang palinggih. Buin kejep masih enu nuur Bhatara Tirtha malu

mara katuran piodalan,” baos bibinné sakadi tan rungu sareng épéh kadi sameton dadiané siosan. Ngurah Jelada naneng mirengang. Dados bibi lan pamanné sakadi nénten aktif madadia. Napi saking suéné malinggih ring Karangasem dados Krama Ngalaga, mawinan rauhé ka mrajan yén jaga muspa kémanten? Napi wau éling maagama amung ri kala ring pura? “Nah Beli Ngurah, matur suksma ngicén soal-soal lan buku pinter niki. Dumadak nyidayang malajahin lan soal UN-né ten sanget malénan,” baosné mataki-taki mamargi ka mrajan. Ngurah Jelada sareng nututin rainné sané mapayas nganggén wastra endek barak manggis lan kuaca ungu nguda kontras sareng pamuluné putih gading nampa sangku slaka. Rauh ring mrajan dapetanga sametoné sampun sayaga jaga mendak Tirtha. Ngurah Jelada nge-

lisang ngayah makta pajeng sareng truna-truniné siosan kajabaan nututin payah-ayahan mairingan Gong bleganjuran. Ayu Citra taler sareng makta padupaan marerod sareng Luh Mégantari saling sledétin santukan durung sami kenal. Sujatinné Ayu Citra taler nembé sareng ngiring. Mantuk saking mendak Tirtha sami pamedeké ngrereh linggih jaga muspa sareng kulawarganné soang-soang. Ngurah Jelada malinggih sareng Ayu Jeladi, Luh Méga miwah Aji saha reramanné Luh Mégantari. Pamuspaané gelis kakawitin ngantos puput. Tan lali sadurungé mapamit sami ngaturang punia sawéntené ring prajuru dadiané. “Beli Madé, Mbok Siwi ten singgah malu ajak Gék Jeladi mungpung maturan ka mrajan?” aturné Gusti Biang Sisu ring raka lan ipénné. Ngurah Jelada deseka ring rainné. “Nah kanggoang dini malu,

BPM/was

pang selidan mulih. Né numpang bareng Gedé Dauh sameton uli Taman Bali. Durian madak sing ada alangan dong maan mulih,” baos rakanné. “Beli Ngurah ajak Gék Jeladi nginep nak’é malu driki,” aturné Ayu Citra manying. “Bééh ampura Gég, Beli Ngurah harus balik mani ka Amlapura lakar ulangan umum. Melahang malajahin soal-soal ujiané. Biasanné soal UN-né sekitar nika dogén ané pesu. Suud ulangan mirib mara Beli Wah maan mulih,” baosné Ngurah Jelada nyubit pipinné Ayu Citra sané sujénan. “Bibi, ampura titiang mapamit dumun. Sampun soré.” “Naah majalan suba malu, Beli sing nyinggahang. Cara raosé mara yén ada kuangkuangan buin abedik madak pang sida Beli nulungin,” baos rakanné Gusti Gedé Kebon. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Katattwaning Banten Pangulapan BANTEN pangulapan wantah sinunggil sarana upacara sané kawigunayang ri kala wénten anak keni sengkala minakadi labuh tabrakan napi malih kantos ngamedalang rah utawi seda. Suksman upacara ngulapin matetujon mangda sang sané keni sengkala nénten kapiambeng Sang Hyang Atma. Mangda Sang Hyang Atma nénten kapiambeng ngamedalang sinar kasucian ring kahuripan puniki. Kawéntenan upacara pangulapan waluya pangapti ngulapin Sang Hyang Atma mangda nénten matilar saking sang sané sengkala. Tetujonnyané ngulapin Sang Hyang Atma mangda mawali dados suluh urip sang sané katiben sengkala labuh miwah tabrakan. Katattwan banten pangulapan waluya ngulapin Sang Hyang Atma mangda mawali tegep ngurip sang sané keni sengkala miwah kulawargannyané. Upacara ngulapin waluya ngutsaha suci mangda purusa pradana matemu malih sakadi sané sampunsampun, waras jatining mula. Purusa pradana kaniyasayang antuk tumpeng gedé sané kembar. Yéning purusa pradana sampun matemu sinah Panca Maha Bhuta miwah Panca Indria sang sané keni sengkala mawali prasida maurip sakadi sané sampun-sampun. Utawi yéning seda sang sané keni sengkala atmannyané nemu pamargi becik ring Para Loka. Tumpeng gede kembar miwah tumpeng cenik lelima waluya niyasa purusa pradana miwah Panca Maha Bhuta miwah Panca Indria. Urip punika jaga tegep yéning Purusa Pradana utawi jiwa miwah angga sarira sampun matemu. Yéning punika sampun prasida matemu adung sinah kawéntenan kahuripané jaga mawali mamargi. Piranti banten pangulapan taler wénten banten panyeneng waluya bacakan saking banten soroan alit. Banten soroan alit waluya niyasa pinunas ring Ida Sang Hyang Atma mangda mawali ngicénin urip utawi nyeneng ring angga sang keni sengkala. Punika mawinan ring banten pangulapan punika wénten sampian sangga urip. Pinunas panyucian taler katiba ring Ida Sang Hyang Dewata Nawa Sanga malarapan antuk lis gedé utawi lis senjata Dewata Nawa Sanga. Mangdané Ida Bhatara ngicalang sahananing karegedan urip minakadi lara roga papa klesa. Senjata sané pinih utama inggih punika senjata Ida Bhatra Siwa sané kaniyasayang antuk sampian padma. Santukan Ida Bhatara Siwa waluya prabawan Ida Sang Hyang Widhi ri kala nuntun i manusa mralina sané patut kapralina minakadi ngicalang sebel kasungkawa sang keni sengkala. Pinaka tattwa banten pangulapan anak keni sengkala labuh utawi tabrakan punika taler wénten ring banten soroan alit minakadi peras, penyeneng, tulung sesayut. Peras waluya simbol mapinunas mangda prasida utawi sukses pamargi upacara ngulapin punika. Ring banten peras wénten puja panganter sapuniki: Peras ngaran prasiddha Tri Guna Sakti. Puja pangastawa puniki teleb pisan suksmannyané. Yéning sampun Tri Gunané tegep minakadi Guna Sattwam miwah Guna Rajah ngwisesa idep i manusa manut Wrehaspati Tattwa 20 sinah i manusa mapikayun becik tur malaksana becik. Banten tulung sané makojong tetelu taler waluya kattatwan i manusa mangda saling tulung ring kahuripan ring krama désa ri kala ngardi, ngupapira miwah mralina sané patut kakardi, kaupapira miwah kapralina. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Paing, 13 Nopember 2016

Pasraman Mabuat Kauningayang Ngawit Alit PARIKRAMA nglanturang agama Hindu miwah budaya Bali pungkuran sayan nincap majalaran parikrama pasraman. Manut I Kadek Satria S.Ag.M.Pd.H., pasraman matiosan sareng asrama. Pasraman punika wantah genah ida dané nelebin agama. Tegesnyané malajahin agama sajeroning Catur Asrama wénten istilahnyané wana prasta nuju alas sajeroning artian nuju perenungan, indik punika wantah prasida kalaksanayang ring pegunungan. Dané sané madué Pasraman sané kawastanin Pasir Ukir ring Désa Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buléléng, puniki nglanturang dasar pasraman kawéntenang sangkaning metu pikayunan ngicén sumbangan majeng krama utamannyané pendidikan majeng para yowana pamekas sané berbasis Hindu. Satria sané ngangken ngwangun pasraman sasukat awarsa lintang negesang, tetujon pasraman pinaka genah diskusi indik widang agama sareng krama. Napi sané kabuatang kauningin olih krama prasida kapolihang ring pasraman. “Mangkin nglimbak sampun wénten pesanthian sekaa Santhi Jati Luwih. Raris mangkin nincap madué TK Pratama Widya Pasraman Sukajati Widya Kumara. Mangkin sampun madué sanggar tari tur sampun ngasilang limolas diri penari,” baosnyané nyinahang

panglimbak parikrama pasraman wawu puniki. Nglantur dané sané sering ngicén ceramah indik agama Hindu ring sajebag Bali nguningayang, pasraman becik kauningayang ngawit alit utawi yusa TK majalaran pasraman formal sané wantah kamiletin olih alit-alit TK saking yusa petang warsa kantos nem warsa. Yéning pasraman non formal marupa pesanthian, diskusi, tari-tarian kamiletin olih samian yusa. Pasraman yusa TK beciknyané kaajahin nguningin palemahan, malajah indik Hindu minakadi magending gending sané bait-baitnyané mapaiketan sareng Hindu. Konsep ajah-ajahannyané nerapang konsép Rwa Bhinéda minakadi nguningayang laksana becik miwah laksana sané iwang. Siosan punika sajeroning konsép Tri Hita Karana alit-alit kauningayang indik paiketan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sareng manusa majalaran ngastawa, manusa sareng manusa majalaran saling ajiang, miwah paiketan manusa sareng palemahan majalaran ngurukang ngemit palemahan minakadi nyampat, nandur taru. “Sesampun kelihan wawu pacang katincapang pangweruhannyané indik majejaitan, banten miwah sané tiosan,” tuturnyané. Siosan punika parikrama majeng pamilet non formal katuwekang indik diskusi pangweru-

han indik banten, yéning sarana bebantenan pamilet pasraman non formal sampun waged ngaryanin, wantah patut ngicén pemahamannyané kémanten. Mapaiketan sareng kurikulum pasraman, manut dané,

sampun kapuputang olih Kementerian Agama nanging pamekas ring pasraman sampun katerapang kurikulum punika mapanta-panta. Kurikulum pasraman, teges dané, wantah perangkat pembelajaran

pinaka pedoman sané matetujon ngicén pangweruhan majeng alit-alit secara holistik. “Tetujon kurikulum ngiringang peserta didik nuju asiki pemahaman indik kemasyarakatan, sosial,” baosnyané. (yan)

BPM/ist

PASRAMAN- Pasraman kaselehin patut kauningayang ngawit yusa kari alit pinaka bekel yowana ngamargiang kauripan mabraya pinaka umat Hindu Bali.

Nginkinang Alit-alité Biasa Ngayah saking Sekolah PARIKRAMA ngayah nénten prasida kapasahang saking kahuripan krama Hindu Bali. Ngayah wantah ngaturang wantuan inggian marupa dasar manah yadian laksana sané katurang kadasarin manah lascarya. Mangda prasida ngayah ring kahuripan makrama, kabisan utawi kawagedan ngayah patut kaduénang olih samian krama gumanti prasida nyokong kapatutan nglaksanayang upacara agama. Sinunggil krama nénten pacang raris madué kabisan ngayah. Kabisan ngayah ring Bali pateh sakadi kawagedan sané patut kaplajahin. Malajahin kabisan ngayah punika pinih becik kakawitin ngawit yusa kari alit minakadi yusa Sekolah Dasar. Ring sekolahan, ketah alitalité polih selah prakték majejaitan majeng sané istri miwah maulat-ulatan majeng sané

lanang. Parindikan inucap wantah sinalih tunggil jalaran ngicén alit-alité selah ngayah ngarya sarana upacara sané dangan kaplajahin. Sakadi sané kabaosang Ni Nyoman Sutarpini, S.Pd, M.Pd., ring sekolahan wénten galah ngajahin alit-alit majejaitan. Sané kajahin ngawit makarya porosan, canang, sampian, kantos makarya pejati. “Alit-alit kelas tiga kajahin makarya porosan, kelas pat kajahin makarya canang, kelas lima kajahin makarya peras, kelas nem kajahin makarya banten pejatian,” Guru Basa Bali ring SD 10 Sumerta Denpasar puniki nlatarang. Sajeroning ngajahin alit-alit majejaitan muatang galah, ngurukang anak alit patut sabar. Mawinan muatang galah akéh anggén ngurukang alit-alité. Mawinan saking sekolahan polih selah prakték, bénjangan ring

pakraman sampun umandel ngayah yadistun wantah makarya canang. Satios ring sekolahan, malajah majejaitan taler prasida kamargiang ring jero soangsoang. Sajeroning namiang budaya majejaitan mangda prasida matitis alit-alit pamekas sané istri, wantah pinaka kapatutan anak istri majeng anak alitnyané. Majejaitan sakadi manut I Wayan Srina (54), lumrahnyané sampun kaajahin majeng anak alit sané istri ngawit yusa 6 warsa. Dané ngwewehin, yusa nem warsa punika wantah yusa sané pinih becik ngajahin anak istri majejaitan utawi yusa sané becik ngawit nguningayang budaya majejaitan, indiké punika santukan daweg yusa punika rasa meled uning saking déwék anak alit sedek ageng-agengnyané. “Ngajahin anak alit majejaitan

kakawitin antuk nyait porosan, tangkih, kakawitin nyait sarana sané dangan-dangan,” baos anak istri sané jenek ring Tempek Sibau, Désa Menanga, Rendang, Karangasem wau puniki sume-

ken. Dané ngaptiang krama sané madué anak alit istri kayun ngajahin alit-alitnyané majejaitan mangda kapungkur anaké alit umandel inggian ring kulawarga taler ring pakraman. (yan)

Satua

Olih : Madé Taro

BPM/ist

NGAYAH- Ngayah nginkinang sarana upacara rumasuk kawagedan sané patut kaduénang olih para lanang miwah istri. Makanten yowana lanang sedek jemet pisan mlajahin makarya sarana upacara sajeroning sinunggil pasraman.

Balian Sandi

“KALINTANG gelis, Pa!” baos I Tantra. “Durung polih marerasan sareng Sang Atma, Bapa sampun nguripang tiang malih. Nika majanten Bapa durung tatas tur umandel ring kasidhian sané gelahang Bapa.” Balian Sandi wantah maanggutan kémanten. Nénten wénten bebaosn sané medal saking anggané. “Mangkin kasidhian Bapa sampun mabukti!” I Tantra nglantur mabaos. “Lanturang malih antuk percobaan sané tiosan. Bapa, silurang tenggekné I Jaga sareng sirah tiangé! Tiang meled uning kénkén sujatiné dados asu.” “Tusing, ento tusing pantes! Baya pisan nyilurang sirah manusa sareng beburon.” “Sampunang mapi-mapi belog, Bapa. Boya ja Bapa mrasidayang nyilurang malih sakadi jati mula?” Malih I Balian Sandi nyerah lantas ngambil sekar miwah dupa. Apanginangan I Jaga miwah I Tantra nyutirupa. Pangawakné I Tantra masirah asu, I Jaga matenggek manusa. Asu matenggek manusa ento kalintang girang, maklincakan ring pakarangan umahné. “Horééé...!” suarané lantang. Pangawak asu matenggek manusa ané kaaranin I Bebaung mawali ka arepan Balian Sandi. Balian Sandi nénten prasida sué manggihin pianakné sakadi punika. Dané mapikayunan ngwaliang I Jaga miwah I Tantra sakadi jati mula. Ri kala Balian Sandi nyilurang sirahné I Tantra, nadaksara medal Sang Kala pinaka utusan Para Dewata sané nuénang lontar sané kaplajahin. Bhatara ngutus Sang Kala mangda Balian Sandi kayun ngwaliang lontar punika ka genahnyané. Sakéwanten sané kamargiang Sang Kala matiosan saking pitudah Bhatara. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU PAING, 13 NOVEMBER 2016

9

Hornets Disengat Raptors HAL 10

Luksemburg Vs Belanda

Harus Menang Besar Amsterdam –

Arjen Robben menyebut Belanda butuh lebih dari sekadar kemenangan atas Luksemburg. Der Oranje harus mencetak gol sebanyak mungkin ke gawang lawannya itu. Belanda akan bertandang ke Luksemburg di Stade Josy Barthel, Senin (14/11) dini hari nanti di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018. Di atas kertas Belanda memang dijagokan menang atas tuan rumah. Luksemburg merupakan tim juru kunci di Grup A saat ini dengan nilai satu dari tiga laga. Sementara Belanda ada di posisi tiga dengan empat poin. Robben berharap timnya bisa mencetak kemenangan besar, karena bisa membantu mereka untuk lolos ke putaran final Piala Dunia nanti. Belanda di satu sisi memang menghadapi persaingan sulit dengan Prancis yang saat ini memimpin berbekal 10 poin dan Swedia di tangga kedua dengan tujuh angka. Mempertimbangkan adanya potensi bakal berimbang dalam jumlah poin, maka makin bagus selisih gol akan lebih baik. “Ini soal memenangi partai ini lebih dari apapun, sesederhana itu. Tentu saja Anda harus menghormati lawan Anda, tapi mari tidak melebih-lebihkan Luksemburg,” ujar Robben, Sabtu (12/11) kemarin. “Ini mungkin terdengar aneh, tapi kami tidak boleh puas dengan kemenangan 1-0 atau 2-0. Kami harus menampilkan performa intens dan tidak membiarkan mereka bernafas. Kalau kami melakukan itu, kami mampu mendapatkan sebuah kemenangan bagus di sana. Kami harus pergi ke sana dengan sikap yang tepat,” tambah winger Bayern Munich ini. Selama beberapa tahun terakhir, Belanda memang tengah kehilangan identitas mereka, alhasil mereka harus menerima kenyataan pahit gagal bermain di Euro 2016 yang lalu. Di bawah kepemimpinan Danny Blind keadaan tidak berubah. Mereka masih terlihat kesulitan menemukan permainan terbaik mereka dan itu terlihat dari beberapa hasil pertandingan terakhir mereka. Oleh karenanya, demi memperbaiki situasi ini mereka harus mulai memenangkan pertand-

ingan. Melawan Luksemburg sejatinya menjadi momen yang tepat untuk memulihkan kepercayaan diri skuat Die Oranje. Mereka tercatat selalu menang dalam delapan pertemuan terakhir kontra Luksemburg, di mana mereka tidak pernah kebobolan sekalipun dalam delapan laga tersebut. Blind sendiri kemungkinan akan kembali ke formasi 4-3-3, di mana Bas Dost

akan masuk menggantikan posisi Jaansen di posisi striker utama Die Oranje. Arjen Robben yang disimpan Blind pada laga kontra Belgia kemarin kemungkinan akan menjadi starter bersama dengan Memphis Depay di sektor sayap mereka. Di kubu Luksemburgh, Pelatih Luc Holtz disebut berada dalam kondisi 100 persen jelang menghadapi Belanda. Seluruh pemain mereka dikabarkan cukup bugar demi merebut kemenangan perdana mereka musim ini. Holtz sendiri dipercaya akan bermain pragmatis dengan skema 4-5-1 nya, di mana ia akan menurunkan Aurelien Joachim sebagai penyerang tunggal pada laga ini. Akankah Belanda mampu mewujudkan ambisinya? (kmb33/rtr/ap)

Perkiraan Susunan Pemain Luksemburg (4-5-1): Moris; Simon, Pereira, Delgado, Jans; Alves, Thill, Mutsch, Phillips, Bohnert; Joachim Belanda (4-3-3): Stekelenburg; Blind, Van Dijk, Bruma, Veltman; Clasie, Sneijder, Wijnaldum; Depay, Dost, Robben Statistik Kedua Tim Head to Head 18/11/07 Belanda 1 - 0 03/09/06 Luksemburg 0 - 1 15/12/94 Belanda 5 - 0 08/09/94 Luksemburg 0 - 4 18/11/71 Luksemburg 0 - 8

Luksemburg Belanda Luksemburg Belanda Belanda

(Kualifikasi Euro) (Kualifikasi Euro) (Kualifikasi Euro) (Kualifikasi Euro) (Kualifikasi Euro)

Lima Pertandingan Terakhir San Luksemburg (K-K-K-K-S) 01/06/16 03/09/16 07/09/16 08/10/16 11/10/16

Luksemburg 1 - 3 Latvia 3 - 1 Bulgaria 4 - 3 Luksemburg 0 - 1 Belarusia 1 - 1

Nigeria Luksemburg Luksemburg Swedia Luksemburg

(Uji Coba) (Uji Coba) (Kualifikasi PD) (Kualifikasi PD) (Kualifikasi PD)

Lima Pertandingan Terakhir Belanda (K-S-M-K-S) 02/09/16 07/09/16 08/10/16 11/10/16 10/11/16

Belanda 1 - 2 Swedia 1 - 1 Belanda 4 - 1 Belanda 0 - 1 Belanda 1 - 1

Yunani Belanda Belarusia Prancis Belgia

(Uji Coba) (Kualifikasi PD) (Kualifikasi PD) (Kualifikasi PD) (Uji Coba)

BPM/rtr

Benturan - Kiper Belgia Simon Mignolet berbenturan dengan striker Belanda Vincent Janssen saat kedua kesebelasan bertemu tengah pekan lalu

Janssen Hilang Ingatan

Amsterdam – Kabar buruk datang dari striker Tottenham Hotspur Vincent Janssen. Pemain berusia 22 tahun itu mengalami benturan keras di kepala dan sempat lupa ingatan ketika tampil pada laga persahabatan Timnas Belanda melawan Belgia, Kamis (10/11). Janssen berbenturan dengan kiper Timnas Belgia, Simon Mignolet pada laga di Amsterdam yang berakhir dengan skor

1-1 itu. Pelatih Timnas Belanda Danny Blind mengungkapkan kekhawatirannya atas cedera yang dialami Janss e n i t u . “Dia tidak bisa mengingat apa-apa untuk kurun waktu sekitar 20 menit. Itu bukan sesuatu yang baik, tentu saja. Anda harus selalu berhati-hati dengan cedera di kepala,” ujar ayah dari pemain bek Manchester United Daley Blind itu, Sabtu (12/11) kemarin.

Insiden benturan itu terjadi di babak pertama. Mignolet keluar dari kotak penalti berusaha menghalau umpan dari Laurent Ciman. Akan tetapi, pada saat yang sama Janssen menerjang maju dan harus menghadapi tinju Mignolet. Cedera yang dialami Janssen itu tentu saja menjadi kabar buruk bagi Pelatih Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Sang pelatih sebenarnya mengaku puas me-

lihat performa pemainya itu. Menurutnya Janssen telah membuktikan kemampuannya. “Saya kira dia telah tampil luar biasa. Dia bermain dengan sangat baik,” jelas Pochettino. “Dia berusaha sangat keras dan mencetak angka. Kami sangat senang dengan performanya,” tandasnya. Namun tampaknya sang pelatih harus kehilangan Janssen dalam waktu yang cukup lama. (kmb33/ap)

Luksemburg Klub FC Avenir Beggen merupakan salah satu klub sepak bola papan atas di Luksemburg. Meski belakangan ini selalu langganan divisi kedua, tapi mereka pernah berhasil memenangkan enam tropi liga, lho. Dengan warna

dominan kuning, logo klub FC Avenir Beggen seolah menggambarkan impian mereka, yakni seorang peri kecil yang berada di puncak bola. Dalam sejarahnya klub ini pernah 3 kali memenangkan pertandingan di kompetisi Eropa. Di Piala Winner ta-

hun 1975-1976, mereka mengalahkan Enosis Paralimni dari Siprus meskipun tanpa bertanding. Klub Siprus tersebut mundur karena kesulitan finiasial Di kompetisi yang sama, Avenir Beggen mengalahkan klub asal Kepulauan

Faroe B36 Tórshavn 2–1. Yang terakhir di Piala UEFA 1995-1996, Avenir sebenarnya kalah dari Erebro SK tapi kemudian dinyatakan menang oleh UEFA karena lawannya asal Swedia memainkan pemain yang tidak sah. (kmb33/rtr)

Logo Unik Avenir Beggen


OLAHRAGA

10

Hornets Disengat Raptors

Jadwal Pertandingan

Senin, 14 November 2016 00.00 WIB – Bulgaria vs 00.00 WIB – Luksemburg vs 00.00 WIB – Hungaria vs 00.00 WIB – Swiss vs 00.00 WIB – Siprus vs 02.45 WIB – Portugal vs 02.45 WIB – Belgia vs 02.45 WIB – Yunani vs

Belarus Belanda Andorra Kep. Faroe Gibraltar Latvia Estonia Bosnia-Herzegovina

Grup A Prancis

2-1

Swedia

Tim Prancis Swedia Belanda Bulgaria Belarusia Luksemburg

Poin 10 7 4 3 2 1

Main Menang 4 3 4 2 3 1 3 1 3 0 3 0

Grup C Rep Ceko Irlandia San Marino

2-1 4-0 0-8

Norwegia Azerbaijan Jerman

Tim Jerman Irlandia Utara Azerbaijan Rep Ceko Norwegia San Marino

Poin 12 7 7 5 3 0

Main Menang 4 4 4 2 4 2 4 1 4 1 4 0

Grup E Armenia Denmark Romania

3-2 4-1 0-3

Montenegro Kazakhstan Polandia

Tim Polandia Montenegro Denmark Rumania Armenia Kazakhtan

Poin 10 7 6 5 3 2

Main Menang 4 3 4 2 4 2 4 1 4 1 4 0

Grup F Inggris Malta Slovakia

3-0 0-1 4-0

Skotlandia Slovenia Lithuania

Tim Inggris Slovenia Slovakia Lithuania Scotlandia Malta

Poin 10 8 6 5 4 0

Main Menang 4 3 4 2 4 2 4 1 4 1 4 0

Charlotte –

Toronto Raptors menang di markas Charlotte Hornets dengan perjuangan keras.

Seri Kalah 1 0 1 1 1 1 0 2 2 1 1 2

Seri 0 1 1 2 0 0

Di Spectrum Center, Sabtu (12/11) kemarin, Raptors menyengat Hornets dengan kemenangan 113-111. Hasil itu membuat Raptors dan Hornets kini samasama memiliki catatan tanding 6-2, cuma kalah dari Cleveland Cavaliers (7-1) di Wilayah Timur. Shooting guard DeMar DeRozan menjadi penampil terbaik Raptors dalam kemenangan itu dengan mencetak 34 poin, 3 rebound, dan 3 assist. Sedangkan point guard Kemba Walker paling menonjol di kubu Hornets dengan 40 poin, 10 rebound, dan 6 assist. Dalam catatan ESPN.com, DeRozan

Kalah 0 1 1 1 3 4

Seri 1 1 0 2 0 2

Kalah 0 1 2 1 3 2

Seri 1 2 0 2 1 0

Kalah 0 0 2 1 2 4

FIGUR

Senang Cetak Gol Sundulan

GELANDANG tim nasional Inggris Adam Lallana mengaku senang kemenangan 3-0 atas Skotlandia di matchday keempat Grup F kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Sabtu (12/11) dini hari kemarin. Tiga gol The Three Lions dicetak Daniel Sturridge, Lallana, dan Gary Cahill. Kesemua gol itu dilakukan dengan sundulan kepala. Kini Inggris sudah mengumpulkan sepuluh poin. Lallana mengaku senang bisa mencetak gol di pertandingan ini dengan sundulan kepala karena ia jarang melakukan dengan cara itu. “Kami melakukan start dengan ceroboh dan sedikit hal yang saling dikatakan di saat jeda,” ujar Lallana kepada wartawan usai pertandingan. “Kami mendapat gol-gol di babak kedua di waktu yang tepat dan unggul 3-0 terlihat lebih nyaman ketimbang yang diduga sebelumnya.” “Saya tidak mendapat banyak sundulan kepala, dan itu lebih tentang crossing. Di sana ada kecepatan dan saya hanya harus mengarahkannya,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Novak Djokovic

Minggu Paing, 13 November 2016

BPM/rtr

Djokovic Bisa Jadi Nomor 1 Lagi

London – Novak Djokovic harus rela digeser Andy Murray dari peringkat 1 dunia. Tapi masih ada peluang Djokovic balik ke posisi itu sebelum tahun 2016 habis. Djokovic akan menjalani ATP World Tour Finals di London sebagai petenis putra peringkat dua dunia, kali pertama ia menjalani turnamen pada posisi itu sejak 2014. Akan tetapi, Djokovic berpeluang merebut kembali peringkat teratas ATP dari tangan Murray jika bisa mengungguli pencapaiannya di turnamen yang berlangsung 13-20 November tersebut. “Saya punya banyak motivasi dan itu berawal dari dalam diri sendiri. Bahkan setelah 10 tahun lebih di level profesional, saya merasa masih amat semangat. Saya masih bisa main bertahun-tahun. Ketika main saya masih bergembira,” kata Djokovic, Sabtu (12/11) kemarin. Petenis Serbia itu belakangan memang dipertanyakan motivasinya, setelah hanya bisa meraih satu gelar juara semenjak Prancis Terbuka. Selain itu peraih 12 titel grand slam tersebut juga mengalami masalah di lutut kanan. “Tenaga dari hasrat dalam olahraga ini adalah faktor nomor 1 yang mendorong saya untuk terus main, menikmati permainan. Jika Anda tak menikmati permainan ini, ketika aksi di lapangan segalanya jadi dua, tiga, bahkan lima kali lebih sulit,” tutup Djokovic. (kmb33/ap)

Terbang - DeMar DeRozan tampil sangat baik saat Toronto Raptors mengalahkan Charlotte Hornets, Sabtu (12/11) kemarin.

Ohio – Meksiko meraih kemenangan 2-1 ketika dijamu oleh Amerika Serikat dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF, Sabtu (12/11) kemarin. Partai yang dihelat di Mapfre Stadium, Columbus, Ohio, tersebut digadang-gadang berjalan panas. Selain karena adanya rivalitas, belakangan ini juga akibat terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS ke-45. Dalam kampanyenya sebel u m pemilihan,

Trump berulang kali mengeluarkan pernyataan bernuansa anti-Meksiko, secara khusus terkait imigran. Ia bahkan sempat berucap akan membangun tembok tinggi di perbatasan sehingga tak ada lagi orang Meksiko datang. Di dalam pertandingan, kartu kuning pun sudah keluar ketika laga baru berjalan 10 menit dengan Diego Reyes dari Meksiko yang diacungi kartu oleh wasit. Lima menit berselang giliran John Anthony Brooks dari AS yang dikartu kuning. Meksiko kemudian juga memimpin lebih dulu lewat Miguel Layun di menit ke20, memanfaatkan kesalahan Michael Bradley. Bola sepakan Layun sempat mengenai pemain lain sebelum melewati Tim Howard di bawah mistar gawang AS.

kini sudah membuat setidaknya 30 poin dalam tujuh dari delapan partai terakhir Raptors. Sementara kekalahan kali ini memutus rangkaian empat kemenangan Hornets. Pada partai lain di Chesapeake Energy Arena, tuan rumah Thunder menyerah 108-110 dari Clippers yang datang bertamu. Ini menjadi kekalahan kedua beruntun Thunder (6-3) setelah sebelumnya tunduk dari Raptors. Kemenangan Clippers yang kini punya catatan tanding 8-1 tak lepas dari performa Chris Paul yang menorehkan 17 poin, 6 rebound, dan 10 assist. Juga Blake Griffin yang mencetak 25 poin, 6 rebound, dan 3 assist, serta DeAndre Jordan dengan 12 poin dan 13 rebound. Rekor LeBron James berhasil membawa

timnya Cleveland Cavaliers meraih kemenangan keenam di musim reguler NBA 2016/2017. Ia menjadi kunci kemenangan timnya atas Washington Wizard dengan skor 105-94 dan sukses mencetak rekor. Pada pertandingan yang berlangsung di Verizon Center itu, LeBron mencetak 27 angka, 10 rebound dan 5 assist. Alhasil pria berusia 31 tahun tersebut didapuk sebagai pemain termuda NBA yang mencetak 27.000 poin. Peraih empat kali gelar MVP itu sukses melewati rekor yang dibuat oleh Kobe Bryant. Kobe pernah dinobatkan sebagai pemain muda yang mencetak 27.000 poin pada usia 32 tahun 160 hari. Lantas rekan setim LeBron, Kyrie Irving mengucapkan selamat dan bangga menjadi salah satu bagian dari kesuksesan partnernya tersebut. “Itu adalah sejarah di NBA. Ini benar-benar suatu kehormatan bisa menjadi bagian dari perjalanan LeBron. Dan dia tetap rendah hati dengan apa yang baru dicapainya itu,” ucap Kyrie. (kmb33/rtr)

Hasil NBA Hari Ini PHILADELPHIA Cleveland Toronto Utah BOSTON LA Clippers SAN ANTONIO

AS baru bisa menyamakan kedudukan lima menit memasuki babak kedua. Aksi dan penetrasi Jozy Altidore diakhiri dengan operan ke arah Bobby Shou Wood yang tak membuang peluang menyamakan skor. Ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir Meksiko memastikan kemenangan lewat Rafael Marquez. Bek 37 tahun itu menanduk bola guna menjebol gawang AS di menit ke-89. Meksiko harus menyudahi laga ini minus satu pemain setelah Carlos Salcedo menerima kartu kuning kedua. Secara keseluruhan, AS mendapat tiga kartu kuning dan Meksiko menerima empat kartu kuning plus satu kartu merah. Dengan hasil tersebut Meksiko kini mengoleksi

109 105 113 87 115 110 96

Indiana 105 (OT) WASHINGTON 94 CHARLOTTE 111 ORLANDO 74 NY Knicks 87 OKLAHOMA CITY 108 Detroit 86

tiga poin dari satu pertandingan di fase akhir kualifikasi grup zona CONCACAF, bersama Kosta Rika dan Panama. AS belum meraih angka bersama Honduras dan Trinidad-Tobago. Tiga tim teratas grup di klasemen akhir akan lolos ke putaran final Piala Dunia 2018, sementara tim yang menempati posisi empat bakal menjalani play-off interkonfederasi. (kmb33/ap)

Valencia – Pembalap Tim Movistar Yamaha Valentino Rossi mengincar kemenangan saat tampil di seri terakhir MotoGP 2016, yang berlangsung di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia hari ini. The Doctor menilai kemenangan menjadi penting demi mengantarkan Yamaha menjadi kampiun tim dan konstruktor. Secara individu, sejatinya sudah tak ada lagi misi yang dikejar Rossi di Valencia. Sebab, pembalap berusia 37 tahun itu sudah tak mungkin lagi menjadi juara dunia. Namun tidak halnya dengan juara tim dan konstruktor. Saat ini Tim Movistar Yamaha menduduki posisi pertama dengan koleksi 444 angka, unggul 10 poin dari Repsol Honda yang menempati tangga kedua. Jika Rossi dan Jorge Lorenzo berhasil finis di posisi satu dan dua GP Valencia, gelar juara dunia tim dapat dipastikan. Sementara itu, dalam hal konstruktor saat ini Yamaha menduduki posisi dua dengan poin 328, tertinggal 21 angka dari Honda yang menempati posisi pertama. Secara hitung-hitungan peluang Yamaha menjadi juara dunia konstruktor cukup sulit. Selain diharuskan menjadi pemenang di GP Valencia nanti, pembalap-pembalap yang membela panji Honda seperti Marc Marquez, Dani Pedrosa dan Cal Crutchlow diharuskan gagal menyentuh garis finis. “Bagi saya, kami harus memulai akhir pekan dengan cara terbaik, yakni mengincar posisi pertama,” ujar Rossi, Sabtu (12/11) kemarin. Namun niat Rossi tersebut bukanya tanpa masalah. Pada sesi latihan Rossi kesulitan beradaptasi dengan ban belakangnya. “Pemilihan ban belakang terus dilakukan. Kami juga mencoba dengan ban depan keras, tapi untuk beberapa alasan di sore hari jauh lebih sulit, terutama bagian belakang. Karena tidak memberikan cukup grip. Jadi setelah dua atau tiga lap saya berjuang, ritme saya tidak fantastis,” tambahnya. Inilah yang menjadi persoalan mengapa Rossi kurang begitu tampil oke selama sesi latihan bebas. Mantan kekasih Linda Morselli tersebut juga menyoroti tentang keseimbangan motor M1 milik Yamaha. Dikatakan, ada beberapa tikungan di mana Rossi terpaksa berjuang keras. Diakuinya sebelum turun di latihan ketiga dan kualifikasi ia akan terlebih dahulu memeriksa data dan memperbaiki masalah. “Saya tidak senang dengan pengaturan, terutama tentang keseimbangan motor M1. Dalam beberapa tikungan saya terpaksa berjuang keras dan saya merasa tidak cukup kuat. Jadi sekarang kita akan memeriksa data, kami mencoba untuk bekerja dan memperbaiki keseimbangan motor,” tutup Rossi. (kmb33/ap) Klasemen Sementara Konstruktor MotoGP 2016 1. Honda 349 Poin 2. Yamaha 328 Poin 3. Ducati 245 Poin 4. Suzuki 197 Poin 5. Aprilia 95 Poin Klasemen Sementara Tim MotoGP 2016 1. Movistar Yamaha 444 Poin 2. Repsol Honda 434 Poin 3. Suzuki Ectsar 276 Poin 4. Ducati 271 Poin 5. Yamaha Tech 3 182 Poin 6. Pramac Ducati 155 Poin 7. LCR Honda 141 Poin 8. Aprilia Gresini 136 Poin 9. Avintia Ducati 134 Poin 10. Aspar Ducati 97 Poin 11. Marc VDS Honda 86 Poin

BPM/rtr


Minggu Paing, 13 November 2016

GELANGGANG

11

Denpasar Andil Bawa Bali Peringkat Ke-6 PON

Denpasar (Bali Post) Para atlet Denpasar ikut andi besar membawa kontingen PON Bali menyodok dari peringkat 9 pada PON XVIII di Riau, menuju urutan keenam pada PON XIX di Jabar, September lalu. Terbukti dari perolehan medali tim Bali 20 keping emas, atlet Denpasar mampu menyumbang 13 emas. Karena itu, Ketua Panpel Made Suardana di Denpasar, Sabtu (12/11) kemarin menyatakan para atlet berikut pelatih penyumbang medali di PON layak diberikan dana tali kasih. Disebutkan, tercatat 29 atlet dan 24 pelatih Kota Denpasar yang mendapatkan dana tali kasih. Ia merinci atlet peraih emas perorangan Rp 10 juta, ganda Rp 7,5 juta dan beregu Rp 6 juta. Peraih perak perorangan Rp 5,5 juta, ganda Rp 4,5 juta, dan perunggu Rp 4 juta. Sedangkan peraih perunggu untuk perorangan menerima Rp 3,5 juta, ganda Rp 3 juta, dan beregu Rp 2 juta. ‘’Untuk pelatih masing-masing menerima Rp 5 juta,’’ jelas dia. Sementara Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengemukakan, tolok ukur keberhasilan prestasi atlet jika terjadi peningkatan perolehan medali, termasuk peringkatnya naik. ‘’Jika Bali dari peringkat 9 naik ke urutan kedelapan saja sudah menunjukkan peningkatan. Apalagi sampai menyodok ke peringkat enam,’’ tuturnya. Oleh sebab itu, pihaknya wajar memberikan dana tali kasih sebagai jerih payah mereka selama berjuang di medan laga. ‘’Saya belum sempat menengok atlet ke Jabar, namun melalui doa kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dari Bali cukup manjur untuk mendongkrak peringkat kontingen Bali,’’ jelas Wali Kota Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (022)

Perseden Cari Lawan Uji Coba

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Perseden Denpasar yang akan melakoni putaran nasional Liga Nusantara, berniat menggelar sekali uji coba melawan tim lokal sebelum bertolak ke Pekalongan. Pendekatan pun sudah dilakukan dengan menjajal Tim Bali United U-21, namun batal terlaksana. Asisten Pelatih Perseden AAK Bramastra di Denpasar, Sabtu (12/11) kemarin menerangkan, jika latih-tanding tidak terwujud pihaknya lebih memilih mengoptimalkan game internal. Diakuinya pihaknya melakukan tes kedua Vo2 Max pemain dan hasilnya terjadi peningkatan. Menurut dia, Tim Laskar Catur Muka menggunakan formasi 4-4-2. Akan tetapi dalam perkembangannya di lapangan hijau, pemain dituntut berinovasi untuk berubah komposisi menjadi 4-3-3, 4-5-1, atau 5-4-1, tergantung situasi dan kondisi di lapangan. Selain itu, kata dia pemain juga dituntut piawai melakukan transformasi maupun transisi dan penyerangan (ofensif) menuju pertahanan (defensif), atau sebaliknya. ‘’Kami mengamati transformasi dan transisi pemain juga makin mahir,’’ kata dia. Tim Perseden sendiri bertolak ke Pekalongan pada 17 November mendatang. (022)

BPM/022

START - Seorang peserta Kejurnas Karangasem Tim Rally dan Safety Riding 2016, saat dilepas dari garis start di depan kantor Gubernur Renon, Sabtu (12/11) kemarin.

90 Peserta Ikuti Kejurnas Karangasem ‘’Time Rally’’ Penanggung Jawab Acara Nyoman Seniweca, di selasela pelepasan peserta menyatakan peserta berdatangan dari Bali, NTB, Jatim, Sumsel, Sulsel, Kaltim, DIY, DKI, serta Kalteng. Dikemukakan, panpel mengajak peserta lebih mengenal objek

wisata di Bali, khususnya Karangasem. ‘’Peserta kami ajak mengenal lebih detail lagi objek wisata di Karangasem,’’ tutur Seniweca. Dia mengajak insan otomotif untuk senantiasa menjadi pelopor berlalu-lintas di jalan raya. Seniweca juga menga-

cungi jempol penghobi VW di Bali, dan banyak dipakai sarana pariwisata. ‘’Saya mobil VW ini punya market sendiri bagi sarana angkutan wisata di Pulau Dewata,’’ ungkap dia. Menurut dia, di IMI terdapat tiga misi yang diusung,

yakni prestasi, pariwisata, dan bakti sosial. ‘’Para penghobi otomotif ini juga ingin memberikan manfaat bagi masyarakat,’’ ujarnya. Sementara Sekjen IMI Pusat Jeffrey JP, menyatakan pihaknya bangga pada 2016 ini Kejurnas Time Rally bisa menggelar tujuh putaran dan Bali merupakan tuan rumah putaran kelima, sedangkan dua putaran sisanya dihelat di Palangkaraya (Kalteng), serta Jatim. ‘’Kejurnas Time Rally ini memang biasa dise-

Denpasar (Bali Post)Peselancar Bali Komang Suartana dan Syadine (DKI), merupakan dua atlet yang dipanggil masuk pelatnas SEA Games untuk nomor RS One putra dan putri. Minimnya kelas yang dipertandingkan pada SEA Games di Malaysia 2017 mendatang, karena tuan

rumah tak punya atlet. Itu dilontarkan pelatih timnas SEA Games Gusti Made Oka Sulaksana di Denpasar, Sabtu (12/11) kemarin. Menurut Ketua Pengprov Porlasi Bali tersebut, pihaknya mengusulkan supaya pelatnas di Pantai Sanur Bali. ‘’Saya kira tipe pantai di Bali

ini mirip dengan pantai di Negeri Jiran yang dipakai SEA Games,’’ jelas Oka Sulaksana. Selain itu dirinya juga minta didampingi pelatih dari Italia yang pernah turun pada Olimpiade tiga kali. ‘’Kami berharap PB Porlasi menyetujui pelatih mancanegara

tersebut untuk mendampingi saya melatih peselancar nasional yang bakal berlaga pada hajatan multievent dua tahunan se-Asia Tenggara ini,’’ katanya. Selain itu, selama Komang Suartana dan Syadine berlatih supaya didampingi dua atlet lagi, yakni Widnyana Surya

Denpasar bali Post)-

Sekitar 90 peserta mengikuti Kejurnas Karangasem Time Rally Putaran V dan Safety Riding 2016 yang melakukan start di depan kantor gubernur Bali, Sabtu (12/11) kemarin. Para peserta menempuh perjalanan menuju Karangasem. Peserta melanjutkan reli yang mengambil garis start dan finis di Karangasem, Minggu (13/11) ini.

lenggarakan di daerah wisata,’’ kata Jeffrey. Di sisi lain, Kadishub Bali AAN Sudarsana menyatakan, bagi para peserta jika menemukan kondisi rambu lalulintas di jalan yang rusak mohon pihaknya diberi tahu. Apalagi dirinya baru menjabat Kadishub selama tiga pekan. Agung Sudarsana mengakui dirinya menjadi penghobi otomotif terbukti menjabat sebagai ketua umum Bali Volkswagen Division di Bali. (022)

(Papua) dan Gusti Candra Pertiwi Sulaksana (Bali). Alasannya, keempat peselancar tersebut diadu dalam tiap latihan, dan siapa yang prestasinya terbaik bakal dikirim ke SEA Games. ‘’Di samping itu mereka selama berlatih bisa dijadikan sparring,’’ ucap Oka Sulaksana. (022)

Peselancar Suartana Masuk Pelatnas SEA Games

BPM/wan

GAME - Perseden dalam tiap kali latihan, senantiasa mengoptimalkan games internal, guna menguji kekompakan dan kerja sama tim antarlini.

PSM Tundukkan Madura United

Makassar (Bali Post)Pelatih kepala PSM Robert Rene Alberts menyatakan kemenangan yang diraih tim “Juku Eja” saat menghadapi tim tangguh Madura United dengan skor 1-0 di Stadion Mattoangin Makassar, Sulawesi Selatan dikarenakan PSM memiliki pelatih yang bagus. Robert Rene Alberts di Makassar, Sabtu (12/11) kemarin mengatakan itu menanggapi kondisi timnya yang meski mengalami krisis pemain, namun bisa meraih poin maksimal menghadapi tim papan atas TSC 2016. “Kunci kemenangan malam ini karena PSM memiliki pelatih bagus. Saya juga bangga dengan kerja keras dan motivasi seluruh pemain hingga akhir pertandingan,” ujarnya. Ia menjelaskan, kondisi tim PSM saat menghadapi Madura United memang begitu mengkhawatirkan. Pelatih asal Belanda itu, bahkan sejak jauh-jauh hari mengaku pusing dengan apa yang dialami timnya. Sebanyak tujuh pemain yang selama ini menjadi pilar di PSM memang tidak dapat diturunkan, diantaranya Luiz Ricardo, Ronald Hikspoors (cedera), Rizky Pellu, Ferdinand Sinaga yang sedang mengikuti pelatnas Piala AFF. Termasuk Ahmad Hisyam Tolle, Zulvin Zamrun, Rasyid Bakri yang mengalami hukuman bermain, setelah melakukan pelanggaran dipertandingan sebelumnya. Begitu pun dengan kondisi M Rahmat dan Titus Bonai yang baru jelang pertandingan dinyatakan siap tampil, memperkuat tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. Hal itu juga berlaku bagi Rizky Pellu yang sehari sebelum pertandingan sudah kembali bergabung bersama PSM setelah dipulangkan Pelatih Timnas Alfred Riedl karena dinilai sulit bersaing dengan pemain gelandang yang sudah ada. Dalam pertandingan tersebut memang ada dua kekuatan yang begitu berbeda yang terjadi di atas lapangan, khususnya pada babak pertama. (022)

BPM/ist

PERUNGGU - Ganda Jauza Fadhilah Sugiarto bersama Yulfira Barkah meraih perunggu pada Kejuaraan Dunia Junior di Bilbao Arena, Spanyol, Sabtu (12/11) kemarin.

Jauza/Yulfira Raih Perunggu

Bilbao,Indonesia akhirnya memastikan membawa pulang medali perunggu di nomor ganda putri Kejuaraan Dunia Junior (WJC) 2016. Jauza Fadhila Sugiarto/ Yulfira Barkah pastikan perunggu usai dipaksa mengakui keunggulan Sayaka Hobara/Nami Matsuyama dengan 14-21 dan 13-21 pada babak semifinal yang digelar di Bilbao Arena, Spanyol, Sabtu (12/11) ke-

marin. Menghadapi unggulan dua asal Jepang tersebut, Jauza/Yulfira tak bisa lepas dari tekanan. Mereka yang di perempatfinal, Jumat (11/11) lalu bertarung selama 85 menit tak bisa mengembangkan permainan. “Di lapangan tadi rasanya kaki cukup berat, memang staminanya tidak sama dengan, Juamt (11/11) lalu. Pertandingan dua hari lalu memang sangat mele-

lahkan,’’ ujar Yulfira yang merupakan binaan Mutiara Cardinal ini. ‘’Apalagi lawan juga salah satunya pemain ganda campuran bola-bolanya sulit diatasi, ditambah kami juga sering lupa kalau partnernya kidal,’’ tambahnya. Hal senada pun diutarakan oleh Jauza. Dirinya mengakui bahwa staminanya memang tak sama seperti di laga kontra Seong Ah Yeong/Seong Na Yeong

di perempatfinal lalu. ‘’Stamina memang terasa beda dari, Jumat (11/11) lalu. Tadi juga jadinya sulit untuk lepas dari tekanan lawan,’’ ujar Jauza. Meski harus terhenti, keduanya mengaku bersyukur atas capaian mereka di WJC kali ini. ‘’Ini pertama kali kami bermain berpasangan tetap bersyukur bisa meraih perunggu. Semoga ke depannya bisa jauh lebih baik lagi,’’ ujar Yulfira.

‘’Saya tetap bersyukur dengan perunggu ini, dan saya berharap bisa lebih baik lagi jika memang tahun depan masih bermain di WJC lagi,’’ ujar Jauza. Indonesia masih memiliki satu wakil lainnya yang akan berlaga. Chico Aura Dwi Wardoyo akan menantang unggulan dua asal Malaysia, Lee Zii Jia. Laga ini dijadwalkan digelar sebagai partai semifinal terakhir di Bilbao Arena. (kmb)


12

Minggu Paing, 13 November 2016


Sastra

Redité Paing, 13 Nopember 2016

I Kaki Dengkil

Laku Surya SOLAHÉ kamula sampun nglaku-laku ngraina, sapunapiang jagi kagega. Nénten kamanten mrika-mriki nglaku-laku, nanging manahé naler nglaku-laku. Napi malih madaging papak pracangcang, papak pracodcod. Sira anaké nikain jagi ngega. Napi ambil karyané jagi tan paguna, nirguna. Asapunika kletegan bayun I Kaki Dengkilé wenginé puniki dawegé bengong padéwékan ring kubonné reod marep kelod mabalih lampu pakenyitnyit ring Tepisiring. “Béh... dong kéto ya? Lamun pangageng jagaté kakéto, kénkén ya nah? Kereng ngubat-abit, kereng nglaku-laku solahné. Sagét kéné, sagét kéto? Apa buin Sang Angawarat masolah kakéto?” Sagét mrika lakuna manah I Kaki Dengkilé malingser. Nénten rasaanga déwékné setata masolah asapunika. Sambilanga miragi enggung, gadagan, emplégané, tur sané siosan cegang-cegung, krarakkrarak, krékék-krékék muncah wenginé peteng ibut, I Kaki Dengkil kantun nyangkling entud bengong papak-papak parnana. Boya ja nyeliksik bulu matuinget déwék mangda ngedikang nglaku-laku nyabran raina, nanging sarengsareng nyarca soroh pangageng jagaté. Napi sujatiné sané manahanga antuk I Kaki Dengkil? Kocap Ipun ngamanahang indik baos nglaku-lakuné punika. Nglaku-laku mirib pisan artosnyané sareng ngumbara. Wastané mirib, sinah nénten pateh. Wantah cutetang, ngumbarané punika maartos lunga ka genahé sané nénten pastika, nanging wénten tetujoné. Minab kengin manggihin gumi siosan, minab nyobyahang pawikané, minab ngrereh genah jagi anggéna ngasrama, minab wénten sané rereha, tur sané siosan. Wantah puniki panjangang, minab jagi lantang mlémad. Wantah nglaku-laku, punika baos ngébot, baos sané nénten becik. Sampunang ja nglakulaku mamargi kangin kauh sané nénten patut, nglaku-laku manahné puniki sané pinih abota. Sayan sué, sayan wayah guminé, jatmané sané nglaku-laku manahnyané sayan ngakéhang. Nénten kamanten nibén jatma biasa. Parajana, sulinggih, pangageng jagat, danéswara, kantené katah manahnyané nglaku-laku. Nénten midep minayang iwang-patut, kangin-kauh, kaja-kelod, ulu-tebén. Malingser makasami, mateh-matehang déwék sareng sané siosan. Nénten uning kapatutané tan wenang amada-mada. Awak tiwas néktek, matehang déwék sareng sané sugih malepud. Awak jaba, matehang déwék sareng triwangsa. Wantah punika medalang, nyanan pitananga nénten uning baos manusa pada. Kocap punika baos saking Sang Hyang Wéda. Nénten uning baos manusa padané punika dahat makulit, wantah sampun nénten dados manusa malih, irika wawu manusané kabaos pada. Pateh masikian ring angga Sang Hyang Brahma Sidi. Asapunika malingser manah I Kaki Dengkilé nénten dados tambakina antuk I Jangkrik Kipa sané ngerik ring selagan batu tabas panjekan udagé. Sampun kocap inunian kecapanga, nglaku-lakuné punika linggah pisan artosnyané tur abot wantah turéksa kasuksmannyané. Kocap, lakuné punika nénten kamanten artosnyané wénten sané mamargi kangin-kauh ninggal umah tan patujon, nanging anaké sané mendep mamegeng naler midep manahné nglaku-laku. “Sajan kakéto... patutné tusing pesan dadi nglaku-laku. Né tuutang I Kaki Dengkil, luas kija-kija pastika ngelah tetujon. Paling tunana tetujoné nguadang bangkyang apang tusing kekeh bangkyangé. Apang getihé los ngrocok ring sapta gangga sarira. Tetujon sujati, ento engkebang jang di kantongé.” I Kaki Dengkil mahbah asapunika sambilanga ingkel-ingkel kedék padéwékan wenginé puniki. Sampun wengi, kantun kamanten I Kaki Dengkil malingser manah. Suaran gumatatgumitité sayan jangih piragina. Sapisan-pisan I Siap Sangkur unén-unéné makruyuk kapupungan santukan marasa sampun jagi lemah. Sesampuné I Siap Sangkur makruyuk apisan, saharsa I Kaki Dengkil ngadébras bangun. Matungker bancang ring natahé sambilanga matulihan menék nyureng langité peteng didet. Wintangé nénten kanten santukan kasaput ambu. “Sajan koyanga, laku surya ento tekekang. Tusing dogén dadi gegamelan Sang Angawarat. Nanging makejang soroh manusané apang saja nyuryanin kulawargané malu, suba kéto sanak kadangné, laut guminé makejang. Apa buin Sang Angawarat kabaos apang nyuryanin sekancan prani apang hitangkara!” I Kaki Dengkil mabaos asapunika sambilanga iteh nyureng langit nyantosang Sang Hyang Raditya embas malih rainané bénjang. “Lamun kéto, ajanian kondén ada Sang Angawarat sujati? Gubernur, bupati, tur walikotané, niken suba maparagaan Sang Angawarat ané tekek ngamel laku surya? Lamun tusing ada, mai ajak makejang nglaku surya. Kuala da engsap kasujatiané dadi manusa, ingetang pesan swadharmané soang-soang!” Asapunika I Kaki Dengkil nutur, sakadi nuturin déwékné padéwékan. Usan mabaos asapunika, maglebug raris Ipun ring natahé geris-geris masaré. (Jelantik)

Rena Naur Rna ring Margarana I Madé Suarsa JENGAH ngahngah kadi kanyahnyah kayun I Gusti Ngurah Rai, rumasa kaborbor wijang dané sawus ngwacénin surat Tuan Overste Ter Meulen, Komandan Pasukan KNIL Gajah Mérah Bali. Dané kalemesin wusan magerilya ring wanacala, kayun magendu wirasa, jagi katuran linggih becik. Tan sah Pak Rai ngwales saha basa keras tegas angubat-abit. … Dan saya bukan kompromis. Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari Pulau Bali…. Basa brahmantia walesan punika saksat tutuk panah maupas nuek nancep tangkah para pangedé KNIL, kadi kakilinin basang serdadu NICA, wastu sayan amangpang kadi babuang matugel di basang, galak ipun jagi nguber nyé-

dayang Pak Rai. Pak Rai sampun narka tan wurungan yudha ageng pacang macecepuk ring Bali pantaraning Pejuang Republik nglawan NICA, Penjilat Kompeni, lan anték-antéknyané. Sakedik jua dané tan mawedi, satapak tan jagi mundur, yata tan wurungan éling taler ring rabi, Désak Putu Kari sedek mobot, lan okaoka kantun alit. Éling ring méh lintang sawarsa, daweg tambis tengah latri mabligbagan sareng rabi ring Puri Carangsari, sadurung mapasahan ninggal puri magerilya tengahing wanacala, mérang merangin musuh purun ngapak-apak, ngipik-ipik, ngusak-asik NKRI sampun mérdeka. “Putu, Beli ngelah pipis pitulas rupiah. Men Putu kuda ngemel pipis?”

13

“Wantah telung rupiah Beli Agung.” “Béh, pipis amonto tusing nyandang abulan.” “Dados Beli Agung mabaos kénten? Iraga ngrahina kakirangan, nanging titiang nénten naenin rumasa kéweh.” “Kéné Tu. Tengah lemengé jani tusing buungan Beli lakar ninggalin Putu, ninggalin alitalit buka dadua, lakar masiat nglawan Jepang. Pongah juari, suba kalah, gumin iané benyah latig kena bom, nu masé mrekak nagih makuasa di Bali.” “Nggih Beli Agung, durusang! Sampunang sumangsaya ring titiang!” “Pradé embas bobot Adiné, yén lanang wastanin I Gusti Ngurah Alit Yudha, yén istri sara Adi ngwastanin, Beli matinggal Tu. Suba antongasa tekén timpal-timpalé.” Gusti Ngurah Rai niman lelata rabi, lelata alit-alit, Gusti Ngurah Gedé Yudhana, Gusti Ngurah Tantera sedek leplep sirep. Ten wénten sauninga, patemon tengah latri punika, patemon panguntat Désak Putu Kari ring rabi, kumantos wekasan nuju Budha Umanis Dukut nyoréngang 20 Nopémber 1946 kacunduk malih, sakémawon tan sida iring mabligbagan magendu wirasa, napi malih saling reremih ring pamreman patemon lanang-wadhu, duaning dané sampun rumaga layon. Daweg ring panyingkiran I Gusti Ngurah Rai uning puriné ring Carangsari katunjel olih meseh, rabi lan makekalih okané kabanda katahen, mangda Pak Rai ajerih, wusan nyingkir magerilya, lan kayun menyerah. Alih-alih nyerah, dané malah walik matbat aya Kaptén Konig, wastu rabi lan oka kabébasang malih. Kaajegan pikayun lan kapurusan I Gusti Ngurah Rai nénten naenin obah, yadiastun ping kuda-kuda kalemesin, kagoda antuk janji-janji linggih sané becik. Sadaweg mabligbagan sareng I Nyoman Pegeg, pamucuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), mabukti kakukuhan pikayun dané abéla pati NKRI. “Punapi Gusti? Jagi tetep dados buruh besar napi jagi dados majikan kecil?” “Tiang nuutin Beli Nyoman. Idup mati tiang mélanin NKRI.” Majeng ring I Gedé Wayan Samba sané nyarengin mabligbagan ring Kayumas punika,

ianyar pinih riin keni témbak, séda. Sasédan andel-andel Pak Rai, Pasukan Ciung Wenara sayan ngamuk kadi banténg kataton. Témbakan-témbakan Pasukan Ciung Wenara sué-sué sayan ngenduhang, ngendukang. Ngiring jaga engseb Sang Hyang Surya, témbakan Ciung Wenara sayan engseb, pamuput engsek. Antuk tan masanding gegawan senjata pantaraning Ciung Wenara lan NICA, soré Budha Umanis Dukut 20 Nopémber 1946, sami, sia dasa nem Pasukan Ciung Wenara amor ring acintya, séda ring rana Désa Marga, Margarana, mamekul Ibu Pertiwi, nyihnayang bukti bakti ngaturang rah, galih, angga suksma sarira, pecak matemahan sarana bhumi gemah ripah loh jinawi, tata tenterem kerta raharja, asing tinandur sarwa nadi, asing tinuku sarwa murah, masyarakat adil lan makmur. Atha sedeng ira mantuk, sang suralaga ring hayun… Awanti-wanti awantu-wantu wirama girisa ngébekin langit Carangsari nyambut sapangrauh layon I Gusti Ngurah Rai ring Puri Carangsari. Digelis kapendem, Pasukan NICA ajerih yén sué layon ring puri, ngancan-ngancan katah krama kabrahmantian, méhméh ngamuk malih, pastika dados ngalang-alangin pamargin Konferensi Denpasar, jagi ngrincikang ngembas Negara Indonesia Timur. Krédépan api mimis krépédan témbakan salvo Tentara NICA cihna hormat Pasukan NICA ngiringin pamargin pamendeman layon I Gusti Ngurah Rai ngruak mungkah lawang candi bentar candi kurung Swargaloka ngébekin jimbarning akasa. Akasa mulih ka akasa, pertiwi mawali ka pertiwi, apah ka apah, bayu malayu ka bayu, téja mawantun ja ka téja. Téja smita angulum madudrawa, apan mati maha prawiréng rana, séda utamaning utama sang purusa, wantah ring tengahing payudan, sakadi kasurat ring wirama sarisi Kakawin Ramayana. Cihna égar polih naur utang ring panegara antuk abéla pati ring rananggana abéla negara, I Gusti Ngurah Rai lan pangabih pangiring sami rena naur rna ring Margarana. ~*@^0^@*~

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kawéntenan Brahman ring Jagaté Olih : I K. Satria, S.Ag KACARITAYANG mangkin kawéntenan Ida Brahmana Istri kantun ngiringang Brahmana Lanang mareraosan parindikan kawéntenan angga sariranidané sareng kekalih duk punika. Ida Brahmana Istri mangkin ngawitin matur saha nyesed meled mangda uning ring tattwa. “Nawegang Sang Yogi sané banget kusumayang titiang, Sakadi jadma sané nénten tatas ring daging satra luih turin nénten nganutin kawéntenan sang jadma pradnyan, mawinan napi sané kabaosang sang tapa i wawu nénten tatas antuk titiang. Sakadi kapatutan sané kabaosang tattwa kasukseman wantah prasida katampi olih sang sané sampun waged ring manah turin budi sané ening. Asapunika taler sané baosang Sang Tapa punika nénten pisan prasida karesepang olih sang sané durung resik angga sarirannyané. Kadi asapunika padéwékan titiang sané mangkin sané durung tatas ring indiké punika. Sané mangkin titiang nunas ri ajeng I Ratu mangda prasida ngicénin asapunapi antuk mangda prasida polih kaweruhan saha kasuksman tattwa sakadi sané duénang I Ratu mangkin! Titiang gumanti sarat mangda molihang kaweruhan sané mautama.” Sakadi punika atur uning Brahmana Istri majeng ring sungsunganidané Ida Brahmana Lanang. Sané mangkin kacaritayang Ida Brahmana Lanang nyawis atur dané Brahmana Istri. “Uduh Adi, sapatutnyané I Déwa uning indik kawéntenan brahmana sané mautama wantah sang sané waged ngelarang tapa brata miwah sesananing kahuripan sané setata bhakti, punika mawinan kabaosang madué sradha miwah bhakti sané dahat becik. Guru sané sampun madué indiké punika kabaosang guru mautama. Malarapan antuk waged ngelarang tapa miwah brata paripurna, ngawinang kaweruhan ring angga sarirané pacang nglimbak saha prasida nguningin indik kaweruhan sané tan bina sakadi segara tan patepi kawiaktiannyané. Yéning sampun sakadi asapunika, pacang ngwetuang rasa éling ring angga sarira saha prasida muter sekancaning tattwa miwah kaweruhan aji kasuksman.” Asapunika Ida Brahmana Lanang nlatarang. Mawali Ida Brahmana Istri nyesed matakén. “Nawegang Ida Sang Tapa sané banget suciang titiang, ring dija minab kawéntenan brahmana sané prasida kauningin tur asapunapi antuk ngrasayang kawéntenannyané?” Sakadi punika atur dané Brahmana Istri. Kacawis olih Ida Brahmana Lanang antuk kenyung manis, ngleganin pisan. “Uduh Adi sané taler suksmayang Beli, kasujatiané kawéntenan brahmané puniki wénten ring sekancaning genah iriki ring jagaté. Ida maraga acintya, sarwa gatah, miwah sané siosan. Nénten wénten sané prasida nguningin saha ngambarang kawéntenanidané sané dahat suksma kawéntenannyané. Sakémaon yadiastun sakadi asapunika, mangkin Beli pacang nlatarang kawéntenan brahmanané punika yadiastun méweh antuk maosang. Yéning sampun éling ring kawéntenan brahmané sinah pacang nyukserahang saluiring karya majeng ring Ida, punika mawinan patut pisan kawéntenané sakadi asapunika telebin tur resepang pisan ring sajeroning pikayunan. Kaweruhané nganinin indiké punika wantah tan bina sakadi imba sané sampun ketah kacaritayang, sakadi kawéntenan sekaré sané

dané mabaos. “Beli Wayan. Tiang jani dadi Perwira Républik Indonesia. Pradé tiang mati manian di pasiatan, tulungin di gegumukan tiangé pejangin tulisan Putra Indonesia yang menyerahkan jiwa dan raga kepada Republik Indonesia.” I Gusti Ngurah Rai lan para pangabih dané makadi I Gusti Bagus Putu Wisnu, I Gusti Wayan Debes, Ida Bagus Gedé, I Wayan Sukera, tur malih sia dasa siki pangabih tiosan, nuju Anggara Kasih Dukut 19 Nopémber 1946 mapupul ring Désa Marga. Yadiastun duk punika Désa Marga sampun kakurung kaiderin olih Pasukan Belanda, dané nénten ajerih, malah wenginé malila cita nonton Jangér saking Désa Tunjuk Tabanan, sesampun wusan ngaturang bakti ring Pura Dalem Basa, Olé, Marga. Mabriukan kramané nyarengin nunas icayang mangda para Pejuang Républik jayéng rana, molih ring payudan mucah sahananing meseh jagat. Nénten wénten sané uning yén bénjangnyané, Budha Umanis Dukut 20 Nopémber 1946, sami… Sami Pasukan Ciung Wenara miragiang orti, Désa Marga sampun kakepung kakurung Pasukan NICA ngider désa. Ciung Wenara sayaga pisan nangkepin Pasukan Gajah Mérah, Anjing Hitam, lan Singa. “Adi Mayor Wisnu, Kaptén Debes, Kaptén Sugianyar, kéto masé Pasukan Ciung Wenara makejang. Désa Marga suba kurung NICA. Eda jejeh. Buktiang baktiné tekén negara. Ingetang apikin nganggon peluru. Satu peluru, satu jiwa! Ngerti…?” “Siaaaap….” Pawuwus Pak Rai sregep kacawis Pasukan Ciung Wenara, nglaksanayang perintah pimpinan, sayaga angga, NICA sayan nampek nesek. NICA pisarat ngejuk Pak Rai lan pasukan, sami krama Banjar Olé, Kelaci, Gelantung kaperéntah NICA ninggal pakubon, mapupul ring Pasar Marga sedek pasaran. NICA ngawit mebombardir pasawahan Subak Uma Kaang, genah Pak Rai lan pasukan pinaka bénténg. Banteng ai tepet, kapal capung pipercub lan pesawat-pesawat perang ngindang, nyanderin némbakin, ngebom Pasukan Pak Rai. Sida sué saling témbak, Kaptén Sug-

miik. Irika raris metu kaweruhan nganinin indik brahman punika. Duaning dahat becik karumaketannyané, punika mawinan prasida ngwetuang kaparipurnayan saha kadegdegan pikayunan. Sekancaning karyané pacang kasunggi mangda prasida nunggal. Jadmané sané kantun manggihin kawéntenané punika pinaka sarana sané andap, wantah kabaosang jadmané punika nénten uning ring kasujatian tur kantun kaiket saha kaliputin olih pangraksa panca indria miwah peteng pituné sané mawasta sapta timira sané ngawinang peteng kawéntenan sariran dané. Duaning kaweruhan sané mapaiketan sareng kawéntenan Ida Sang Hyang Widhi Wasa utawi sané kasengguh Brahman wantah pingit pisan tur nénten sandang kabaosang sané nénten patut. Punika taler pamarginé nuju kawéntenanidané nénten wénten sané kaunebin, sami wantah kabungkah mangda sami sané wénten ring jagaté nguningin asapunapi antuk ngamargiang kapatutan ngulati kawéntenan Ida Sang Brahman. Pamargine sané sampun becik tur galang nuju Brahman nénten malih maosang kawéntenan becik miwah kaon, duaning sami punika wantah asah, tur nglangkungin pamargin brahmané punika sujatinnyané. Napi saluiring karya sané kamargiang wantah madasar antuk pangutsaha saha pangeretan panca indria, punika mawinan sami kawéntenan indik brahmané dahat méweh kamarginin olih sang sané nénten waged ngamarginin punika. Punika mawinan kawéntenan jadmané mangda setata ngupapira kasucian ring angga sarirané mangda prasida molihang kautaman tur uning ring kawéntenanidané sané dahat suksma pisan. Sapatutnyané sami kauningin olih jadma sané sampun tatas uning ring kasujatian sarira miwah bhuwanané, duaning kawéntenan bhuwana miwah sarirané punika wantah tunggal. Punika ké mawinan pamarginé nuju Brahman boya wantah pamargi patut miwah iwang, sakémaon sampun nglangkungin indiké punika! Pangresep sané sampun nunggal pacang prasida ngeret sekancaning karma nuju kautaman sané paripurna. Kaweruhan indik Brahman punika wantah prasida kauningin yéning sampun jadmané tatas ring déwék, waged anyekung jnana sudha nirmala, metu sida ngasorang panca indria ring sajeroning sarira. Kaweruhan sané paripurna punika wantah malinggih ngadeg ring angga sarira saha ngwésa sarirané puniki. Lianan ring punika patut ngayunin kawéntenan Brahman antuk pangresep-pangresep sané mautama! Pangrsep indik kawéntenan brahmané punika mawit saking kawéntenan Brahman sané dahat méweh nuju pangresep sané wénten ring jagaté nglantur ring angga sarirané puniki”. Aspaunika Ida Brahmana Lanang nlatarang antuk sumeken pisan. Sakadi asapunika kawéntenan Ida Brahmana Lanang sané kacaritayang olih kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna majeng ring Panca Pandawa utamannyané Ida Sang Yudhistira. Irika raris Ida Sang Prabhu Krishna nyineb bebaosanidané antuk piteket-piteket sané mautama majeng ring makasami ksatrian Pandawané. Kacaritayang taler, ri sampun molihang kaweruhan sakadi asapunika, Ida Brahmana Istri ical saha prasida manungggal majeng ring sunaré sané wénten irika, pracihna tutur kasuksmané punika sampun prasida ngawinang liang sang atma. (Masambung)

Miab Gambelan bleganjur kayun manglipur krama égar dahat ulangun ngiring Bhatara sami tedun Jempana tragia krama nyanggra masuryak mundut makidung anut Pangiring malesat jempana pablesat Bhatara miab nodya kakliab Nyujur palemahan sami sawewidangan Désa Tiyingtali bangket, tegalan, saluir tanem tuuh ngastiti pikolih gemuh landuh Nyeburin tukad ngunggahin pundukan nglancah toya makekobokan ring telaga beteng katuran masolah nénten ngwilang busana bungah pangiring kelem mundut joli angga waras kadi sidhi kalingganan Ida Sang Hyang Widhi masedana antuk sradha bhakti I Wayan Jatiyasa


Kruna

14

Redité Paing, 13 Nopember 2016

Kadek Intan Dheya Pratiwi

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*,

Mas Kumambang 37.eyn&sj, Yéning saja, lu\enkpuckuæri, lungané ka Pucaksari, ddimsi;hb, dadi masih aba, he\áonã)k)lÑipm(gi, anggon bekel di pamargi, eznÂw*c)n&kstn/.

nyén nawang Cening kasatan. 38.hi\ái;hibu, Inggih Ibu, titê*gumnÓim\ir&, titiang gumanti mangiring, mt^~g)mn,

matirtha gemana, r&pucká¡nue\hi\áil/, ring pucak gunungé inggil, ekocpÞinÓ*mdu(gm.

kocap lintang madurgama. 39.eyn&eketo, Yéning kéto,

\ir&hdimzicipin/, ngiring Adi manyicipin, h)enÇnænÓ)sãkÓ,

encén pantes bakta,

Juara Nyanyi Anak Putri Lagu ”Bungan Jepun” KANGGEHANG dados pamilet anak-anak putri terbaik 2016 olih juri lomba lagu “Bungan Jepun”, ngawi bangga Kadek Intan Dheya Pratiwi. Kawagedan magending Intan – sapunika dané ketah kasambat sayan katincapang. Sajabaning rajin latihan, taler nénten naen absen nyarengin lomba. Tetujonnyané nénten wantah juara, nanging mangda molihang pengalaman anyar yadiastun siswa kelas V SD No. 6 Sanur, Dénpasar Selatan puniki sampun naen ngranjing dapur rekaman album kompilasi sareng alit-alit Bali Kumara II ring tembang sané mamurda “Kalangen” reriptan Ni Wayan Ardini, S.Sn., M.Si. “Tiang seneng magending. Napimalih yéning wénten lomba pastika sareng,” baosnyané sinambi makenyung. Sajeroning lomba tembang “Bungan Jepun” ring Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Intan sampun mataki-taki sadurungnyané. Latihan sané kalaksanayang pamuputnyané ngamedalang asil becik. Putri kaping kalih pasangan I Made Mudana miwah Ni Wayan Arianti puniki prasida ngasorang dasaan pamilet lianan. Durung malih Intan méntasang lagu pilihan sané mamurda “Mudalara” tembang sané nyaritayang anak alit ngidih-idih sangkaning nénten madué rerama, rumasuk meled sekolah minakadi sawitrannyané. “Marasa angayubagia antuk kasidan puniki. Tiang patut setata latihan. Napimalih pacang péntas nyeledi Badung ring PKB,” baosnyané seneng. Guru-guru ring SD No. 6 Sanur, Dénpasar Selatan, maosang Intan pinaka siswa berprestasi miwah madué bakat. Sajeroning prestasi akademis Intan ketah dados juara kelas. Manut dané anteng malajah sangkaning kasokong olih reramannyané. Wénten piteket bapannyané, mangda manggihin kasidan tur sukses nyujuh cita-cita, patut kayun mautsaha, anteng malajah saha nincapang potensi. Semangat miwah sokongan saking déwék nyujuh prestasi ngawinang Intan sayan anteng malajah. Dané setata nyelanang ngwacén miwah latihan soal, yadiastun nénten wénten ulangan. Seneng paplajahan Matematika, naen ngiringang Intan lolos peringkat kaping-11 seleksi Olimpiade Matematika sajebag Bali. Prestasi sané rumasuk ngawi bangga yowana sané embas ring Dénpasar, 11 Maret 2005 puniki. Sampun rumasuk akéh piala miwah piagam penghargaan sané sampun kapolihang. Nénten wantah piagam pinaka langganan juara kelas, taler piagam penghargaan lomba melukis ring The Hindu Centre of Indonesia daweg Festival Anak Hindu Indonesia kaping13 warsa 2014 lintang. Sapunika taler lomba nyanyi Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kecamatan Dénpasar Selatan miwah tingkat Kota Dénpasar. Intan meled nguji kawagedan tur ngaksi kawagedan pamilet lianan. Dané sané madué cita-cita dados dokter puniki pamuputnyané éling ring kakirangan déwéknyané, gumanti patut setata malajah miwah latihan. (ast/yan)

I Nyoman Astita

Seniman sané Embas ring Wewidangan Seni EMBAS ring wewidangan seni ngawinang Dr. I Nyoman Astita, MA, lanang sané embas Dénpasar, 24 September 1952 madué kawagedan sajeroning ngripta karya seni. Karya-karya seni musiknyané madasar tradisi budaya Bali, taler wénten sané sifatnyané modern. Akéh karyannyané kapéntasang ring festival seni tingkat lokal Bali, nasional, miwah internasional. Karyanyané sané monumental, sinunggilnyané mamurda “Gema Eka Dasa Ludra” molihang inspirasi saking upacara ring Pura Besakih sané kalaksanayang satus warsa apisan. Lanang sané taler Dosen Seni Pertunjukan ISI Dénpasar puniki nyaritayang malajahang raga ring wewidangan seni. “Banjar Kaliungu Kaja genah tiang jenek paserainannyané magamel miwah masolah. Parikrama punika nénten madué jadwal khusus, sawilang wénten galah pacang nglaksanayang seni. Jujur, ngawit alit nénten naen mikayunin pacang dados komposer. Tiang wantah ngamiletin napi sané biasa wénten ring banjar,” angkennyané. Suami Ni Putu Lastini, S.Sn., puniki nglanturang sesampun SD dané molihang plajahan pilihan kasenian. Ri kala punika malajah tari janger, kasenian rakyat sané kaloktah daweg warsa 60-an. Ri kala punika dané kapercaya pinaka panabuh. Sadurung dados panabuh, dané naen kairingang dados undagi. Sangkaning reramannyané madué makudang-kudang soroh perabot ngarya wadah, badé, miwah gamelan. Dané salanturnyané kaajahin nganggén perabot undagi. Siosan punika, dané taler kairingang ngranjing Sekolah Teknik Negeri (STN) jurusan bangunan. Yadiastun ngranjing jurusan bangunan, galah magamel akéhan saking undagi. Sesampun satu kuartal ngamiletin pendidikan raris pindah ka Kokar (Konservasi Karawitan) Bali. Reramannyané taler nénten madué prabéa sekolah pamuputnyané seneng bidang seni. “Tiang marasa ring sekolah punika prasida ngamedalang kreativitas manut kasenengan. Tiang marasa bangga santukan kajudi pinaka juru kendang. Nénten wantah ngayah, taler sajeroning nyanggra tamu sekolah, pemerintah kantos ka dura negara,” baosnyané. Dané taler nyaritayang pengalaman dados duta. Kapertama dados duta kasenian

ka Jerman (1970). Ri kala punika sareng kelompok seniman tua. Ngawit punika dané marasa seneng ring bidag seni. Siosan punika taler duta ka Malaysia, Amerika, Eropa, Brazil, Spanyol, miwah sané lianan. Sangkaning sibuk pentas, dané musti waged ngatur galah. Sering ngamiletin pentas seni pariwisata, gumanti nglanturang ka ASTI (ISI Dénpasar). Ring kampus seni punika taler aktif organisasi kantos dados ketua Senat. Saking jabatan punika, dané ketah dados koordinator kasenian ASTI Dénpasar gumanti molihang pengalaman ka dura negara. Pengalaman nyarengin organisasi ngiringang dané polih ngamel sakatah jabatan, minakadi dados pengurus politik, biro kesenian budaya partai, sektetaris umum PGRI Bali, miwah Ketua Badan Mahasiswa Seni Indonesia (BMSI). Karya pinih monumental sané naen karipta wantah “Gema Eka Dasa Ludra”. Bentuk seni karawitan kontemporer madasar nilai-nilai tradisi karawitan Bali. Siosan punika wénten Paksi Ngelayang (1990), Murdaning Sekati miwah Ubitning Selonding (1987) miwah Semara Winangun (1979). Karya kontemporer minakadi Uma Sadina (1980), Pencon miwah Ombak buluh (1987), Kotekan for Marimba Flute and Chimes (1986), Dolanan miwah Waton (1998). Membina iringan tari minakadi Baris Bandana Manggala Yudya (1979), Gebyar Baris (1994), Baris Landep miwah Baris Denpur (2013). Dané taler madué pengalaman ngurukang gamelan ring dura negara daweg malajah ring San Diego Universitas Kalifornia (1981). Daweg punika taler ngurukang grup gamelan Sekar Jaya ring San Fransisco (1982) miwah grup gamelan Cal Art dan UCLA Los Angles taler ring Music Departement Montreal Universitu Kanada (1998). “Tiang taler ngwangun Komunitas Gamelan Giri Mekar ring Hudson New York, ngicén workshop komposisi ring UCLA California, Amerika Serikat (1995) miwah warsa 2006 molihang “Filbright Grand” ngajar kebudayaan miwah gamelan Bali ring Union College Schenacty, New York,” baos bapak saking Ni Putu Tisna Andayani, SS., Ni Made Wulan Tisandi, SS., miwah I Komang Aditya Pertama puniki. (bud/yan)

he\ánã)k)l*mk)mit/,

anggén bekelang makemit, znnßgd*r&pur.

nyanan magadang ring pura.

Kadek Intan Dheya Pratiwi

Isin Gumi ”Lahan Gedung” Sekolah ring Buléléng Akéh Druén ”Pribadi” LAHAN gedung sekolah ring Kabupatén Buléléng akéh druén pribadi, akéh taler atas nama désa pakraman. Indiké punika prasida ngwetuang pikobet sané abot. Antuk kawéntenané punika angganing DPRD Buléléng ngaptiang pemerintah sumeken nabdabin

parindikan puniki. Sinalih tunggilnyané antuk ngamargiang pamariseleh miwah ngaryanang sertifikat lahan sekolah mangda dados aset pemerintah. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Sukra, 11 Nopem-

ber 2016 lintang. Adi Putra, Lovina Indiké puniki patut gelis kapidabdabin minakadi kakaryanang sertifikat. Jejehin titiang para siswa keni iusnyané utawi dados korban. Sinah pacang dados piambeng majeng siswa sané malajah utawi guru sané

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

klambi

1. kÞmãi,

1. baju

2.

ali-ali

2.

hlihli,

2. cincin

3.

sekar kencana

3.

s)k(k)zÇn,

3. bunga emas

4.

anggada

4.

h\ád,

4. gelang

5.

kasna

5.

ksÂ,

5. kaca mata

6.

paduka

6.

pduk,

6. sepatu

7.

pepetet

7.

p)p)t)t/,

7. ikat pinggang

8.

suri

8.

suri,

8. sisir

9.

sengkang

9.

s%k*,

9. subang

10. wastra

10. wsÓË,

Bahasa Indonésia

10. kain

ngajahin. Santukan wantah yukti pisan kantun akéh sekolahan sané kawangun ring tanah druén pribadi utawi lembaga tiosan. Direksen, Jl.Teratai Singaraja Antuk panglimbak jaman sakadi mangkin, parindikan lahan sekolah inucap mangda gelis ngamolihang uratian sumeken saking pem erintah. Napi malih arga tanah sayan sué sayan ngamaalang. Janten pacang ngamedalang prabéa sayan akéh yéning kantos mangkin durung kapidabdabin. Tunas titiang, kawéntenan asét-asét druén pemkab saking mangkin mangda kauratiang antuk gelis ngaryanang sertifikat mangda janten kawéntenannyané. Putu Karsini, Banjar Yéning nénten ngawit mangkin kadabdabin sinah bénjangan ngametuang biuta. Napi malih arga tanah sayan ageng pisan. Minabang titiang, dumun ri kala ngwangun sekolah inucap durung paripurna taler tatas pisan indik perjanjian-nyané. Mawinan sakadi mangkin akéh kakeniang tuntutan saking ahli waris. (ama)

I Nyoman Astita

Atur Piuning Rainané Mangkin, Puncak Karya Pujawali Pura Dalem Balingkang REDITÉ Paing Matal, 13 Nopember 2016 utawi ring rainané mangkin wantah puncak karya pujawali sané kamargiang ring Pura Dalem Balingkang sané magenah ring Desa Pakraman Pinggan, Kintamani, Bangli. Pinaka puncak karya, rainané mangkin kamargiang pulapali mapada wewalungan puncak karya miwah katuran bakti pujawali. Pujawali sané kamargiang ngawit raina Wraspati Wagé Medangkungan, 10 Nopember 2016 puniki pacang kasineb ring raina Anggara Umanis Uyé, tanggal 22 Nopember sané jagi rauh. Ida Bhatara nyejer salami roras raina. Nganinin indik dudonan upacara pacang katur sakadi ring sor puniki. Dudonan upacara kakawitin antuk upacara matur piuning sané sampun kamargiang daweg raina Wraspati Pon Krulut sané sampun lintang. Kalanturang antuk ngamedalang Ida Bhatara daweg ti-

gang raina sané sampun lintang. Ring rainané sané dibi, Ida Bhatara masucian saha katuran bakti panganyar. Ring rainané mangkin, Redité Paing Matal, Ida Bhatara katuran pujawali. Mawit bénjang kantos raina Soma Kliwon Uyé, Ida bhatara katuran bakti pangayar saking soang-soang kabupatén/kota ring Bali. Kakawitin saking bakti pangayar Pemda Tabanan, nglantur Pemkot Denpasar, nglantur panganyar saking Pemda Badung miwah Pemda Gianyar, nglantur saking Pemda Buleleng, nglantur saking Pemda Karangasem, ring raina Saniscara Pon Matal

bakti panganyar katur saking Pemda Jembrana, bénjangnyané nglantur saking Pemda Klungkung, pinih untat saking Pemda Bangli. Ring raina Anggara Umanis Uyé, Ida Bhatara katuran bakti panganyar malih apisan sapisanan nglungsur masineb. Raina bénjangnyané kamargiang bakti pepranian saking krama. Wantah asapunika atur piuning sané prasida katur, dumogi upacara sané kamargiang mamargi antar tur labda karya. Ida dané taler prasida pedek tangkil manut sakadi dudonan sané sampun katur ring ajeng. ~^-0-^~

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Paing, 13 November 2016

Mahadaya Maharaya Hening l Menyelami Kedalaman Hening ~ 1

TIADA lebih Mahadaya tinimbang Hening. Tiada jua lebih Maharaya tinimbang Hening. Hening itu sungguh-sungguh tiada tanding, tiada banding, tiada sanding. Hening melingkupi semua. Hening menopang segala. Hening memenuhi sarwa ada, namun sekaligus juga tidak terjebak terperangkap di dalam semua. Hening bebas merdeka. Tiada terikat apa pun. Tiada terlekati apa pun. Tiada melekati apa pun. Hening Ada dengan sen-Diri-NYA, dan senantiasa Ada. Hening tiada terhapuskan, tiada terhilangkan, bahkan tiada tergeserkan sedikit pun, apalagi tergantikan. Hening tetap Ada di tempat keber-Ada-an-NYA semula. Hening tiada ke mana-mana,

meski Ada di mana-mana di setiap titik saat dan tempat. Hening itu sempurna dengan sen-DiriNYA, karena itu Hening menyempurnakan semua, segenap, segala, sarwa ada. Hening itu senantiasa sembuh segar bugar, sehingga mampu menyembuhkan luka mental dan jiwa nan dalam sekalipun. Hening sungguh-sungguh Mahamungkin dan Maha Memungkinkan. Hening itu Mahamampu dan Maha Memampukan. Hening telah senantiasa serba cukup, berkecukupan, dan menyukupkan DiriNYA dengan sen-Diri-NYA. Hening tiada perlu bantuan, pertolongan, apalagi pembelaan dari siapa pun dan apa pun. lnirta ks

lLangit Amarawati Sepundak-pundak Ayah ayah menganyam keringat menjadi jala untuk menangkap ikan-ikan di samudera aspal. bersama debu jejalan, dikayuhnya bahu dan kaki agar terus berlayar uang sekolahku gelombang, yang tak pernah membuat kapal keyakinannya tumbang. di pundak ayah yang dermaga, ikan-ikan dimasak ibu. kadang dengan bumbu tawa, lebih sering ditaburi masin air mata. ‘’begitulah hidup, nak,’’ desir ibu di telingaku dari punggung ayah, aku merajut lesat angin. sesekali menjadi tiang pancang, ikut bertarung dengan asing gelombang pasang. tak ada satupun cuaca yang bisa mematahkan dermaga di pundaknya. tak ada sehelai bada pun yang mampu mengalahkan yakin kayuhan kakinya ayah.

lIGA. Komang Wiliani Rupanya Kata-kata yang paling kuat diruncingkan oleh angin diraun dan disusun gelisah dalam jejeran buku-buku yang lupa dicerna Tentang anjing kecil yang diperlakukan seperti manusia ia tetap menjilat’ ia tak pernah khilaf sedang orang-orang di sebuah perhelatan melepaskan merpati sembari takut mereka berganti warna di sekolah mereka belajar tentang kebebasan yang betanggung jawab dan melawan lupa gila atau menertawai remeh temeh soal bagaimana burung bisa berganti warna rupanya.

lIGA. Komang Wiliani Lukisan Tanahmu Batu-batu berpuasa dari segala warna menahan malam pada tubuh sungai perlahan mengikis tanda jemarimu di sana kau pernah menggenggamnya Suatu sore ketika masa kecil begitu ranum dalam panen daun-daun kering membuat garis garis di tanah untuk Lompatan kakimu baru itu riuh dalam tubuhnya yang berpadu, juga teriakanmu dalam danyuh yang lepas dari tangkainya menghapus lukasan tanahmu karena senja telah menunggu ritual malam ketika batu-batu begitu diam diam hingga sungai perlahan menghapusnya seperti lukisan di tanah itu

lArik Dwijayanthi

Bintang ADA YANG HILANG saat aku rasakan begitu banyak perih yang mengikis hati tanpa sebab. Saat kesunyian melanda hati, saat itu juga aku merasa terpuruk dalam sebuah kekecewaan yang melanda jiwa. Ketika nyanyian itu mereka nyanyikan akupun terhempas ke dalam badai lautan luas yang tak bertepi dan membuatkan terjerat kesepian yang berkepanjangan. Dulu di rumah ini ada banyak kisah antara penghunipenghuninya, tak pernah sepi oleh canda tawa riuh, tapi sekarang rumah ini seperti kembali ke fungsinya yaitu hanya sebagai benda mati yang sengaja dimatikan oleh penghuninya karena mati. LANGIT MALAM DI KOTA INI begitu membinar, walau hanya setitik bintang bercahaya tapi begitu menghujam bumi atas meningkratan cahayanya. Aku hanya bisa terdiam memandangi rumah di depanku, seperti memandangi sebuah lukisan kehidupan masa lelu yang membawaku ke dalam kelam, adakah sisa tawa di hati penghuni rumah ini. Aku terdaim seolah mengisyaratkan pada hatiku untuk mengheningkan cipta, memandangi tembok yang berlumut, rumput yang meninggi, dan laba-laba yang menjadi penghuni baru rumah ini. Rumah yang dulu sempat ditawar dengan harga tinggi oleh pengelola pariwisata. Rumah yang dulu sempat menjadi perebutan kepemilikan dengan sepupuku. Rumah yang dulu ingin ditukar dengan sebuah rumah mewah di kawaan kota terbesar. Rumah yang dulu, kini telah menjadi rumah setan mungkin? AKU RASA sampai sekarang nyawa di rumah ini tidak pernah hilang, ku rasakan fibrasi hawa kecernaan ketika keuangan membingkai aku berlari mengejar bapakku yang baru saja datang dari mengajar. Membingkaiku di mana aku dilatihnaik sepeda gayung oleh bapak. Membingkaiku saat aku meniup angka 10 di atau sebuah kue tari. Membingkaiku ketika pertama kali aku mengajak seorang lawan jenis yuantuk datang ke rumah. Membingkaiku ketika bapak kecewa dengan tulisan-tulisan yang aku buat sama sekali tidak pernah masuk ke media manapun. Membingkaiku ketika aku pamit dari rumah untuk pergi kuliah. Membingkaiku kepada sebuah telapak tangan beraroma rokok dan sisa-sisa kopi saat sebuah kecupan manis mendarat di keningku yang mengiringi setiap pagi rutinitasku. Membingkaiku ketika aku harus kehilangan sesosok bapak yang menyerah tanpa syarat kepada nasib ketika Sanghyang Widhi memangigil dirinya untuk menemani-Nya. Membingkaiku kepada sebuah perdebatan-perdebatan kecil yang menjadi masalah besar. Membingkaiku ketika harus aku harus pergi dari silsilah keluarga karena ku hanya dianggap penghalang. Ketika semua hanya sebuah bingkai yang terbingkai oleh masa, akupun ingin berlari mengejarkan masa itu, tapi kudapati semuanya menghilang. LANGIT MALAM di kota ini sangat mengingatkan kembali pada diriku akan peristiwa-peristiwa pembantaian terhadap kenagan itu. Adakala ketika aku tidak kuat menahan semua ini sendiri, akupun mendekapkan diri ke dalam buaian malam sepi untuk menyepikan diri, bersama tumpukan naskah-naskah kuna yang harus aku terjemahkan. Betapa aku ingin mengutuk waktu yang begitu cepat berlalu meninggalkan sebuah luka yang teramat sakit dan terkadang peris memikul beban yang tak berkesudahan. Aku kadang galau. DI LUAR MASIH ADA sisa-sisa hujan yang membuat beberapa kawanku enggan beranjak dari tempat duduknya. Aku masih menekuni sebuah naskah kuna yang garapan pujangga Kediri.

Menguatkan Negara Kecil Keluarga l Merajut Generasi Berkesadaran Ibu-6 ADALAH sudah jelas, bahwa sistem dan desain teknologi digital yang kian canggih dan mungil yang terus diproduksi industri kini tak akan pernah ramah dengan perilaku keras, kasar, apalagi machoism. Teknologi digital ini justru menuntut sentuhan yang lembut, hatihati, penuh perhatian, dan penjiwaan, yang feminin, berwatak keibuan. Era perdagangan dan jasa yang sedang kencang berembus justru akan dapat diarungi optimum manakala manusia berwatak dewasa—manusia berjiwa kanak-kanak tak bakalan sanggup rendah hati, apalagi merasa bahagia melayani dengan baik dan benar. Manusia egois tak mungkin pula sanggup memberikan layanan karena hidupnya senantiasa ingin dilayani. Perdagangan juga memerlukan satya berkadar tinggi. Di titik itu, nilai-nilai dasar dan esensial budaya-feminitas betapa mendapatkan panggung aktualisasinya yang gayut. Pertanyaan kini, manakala lembaga-lembaga formal dan informal justru cenderung masih menebarkan watak kekerasan, keliru pikir, penalaran menyimpang dari asas-asas kebenaran, siapakah yang dapat diharapkan bakal mewujudkan “impian” penempaan watak generasi baru ini, kini, dan nanti? Tinimbang berharap kepada pihak luar, kiranya lebih arif bila kita mulai dari “negara-negara kecil” bernama Keluarga masing-masing. Ya, kembalilah ke pola asuh dalam keluarga batih masing-masing. Caranya: mulai membiasakan anak-anak mendengar yang Benar—bukan pembenaran—lalu melihat yang Benar. Dengan demikian secara bertumbuh, mudah-mudahan, anak-anak ini terbiasa berpikir Benar, secara

Hening Sempurna Paripurna l Menyelami Kedalaman Hening ~ 2

HENING itu telah senantiasa sempurna paripurna tiada tara. Karena telah senantiasa sempurna paripurna tiada tara, maka Hening itu Utuh. Utuh itu Penuh. Penuh itu Seluruh dan Menyeluruh. Utuh Penuh Seluruh dan Menyeluruh itu tiada terbagi. Bilapun hendak dibagi-bagi, maka setiap bagian dari Hening yang memang telah senantiasa sempurna paripurna tiada tara itu pun tetap saja Hening. Sepercik bagian dari emas murni 24 karat, tetap saja berkadar murni 24 karat. Begitu pula butiran garam tetap saja berasa asin, entah sebatas sejentik ataupun segenggam. Kadar kesempurnaparipurnaan itu bukanlah perkara ukuran atau kategori besar-kecil banyak-sedikit, melainkan esensi inti sari-

pati hakikat. Hening sempurna paripurna tiada tara itu memenuhi yang kecil terkecil sekalipun, sekaligus juga besar nan luas terluas sekalipun. Hening itu melampaui segala batas karena memang Tak Terukur, Tak Terbatas, Tak Berhingga. Hening Ada dalam segenap waktu, memenuhi seluruh waktu, hingga melampaui batas waktu. Hening itu esensi inti sari-pati hakikat ke-Waktu-an sekaligus Mahawaktu. Hening Ada dalam semua ruang, memenuhi segenap ruang, hingga melampaui batas ruang. Hening itu esensi inti sari-pati hakikat ke-Ruang-an sekaligus Maharuang. lnirta ks

benar. Orangtua, misalnya, patut membiasakan kemajemukan analisa, membiasakan dialog yang demokratis dalam keluarga—bukan sekadar patuh mewariskan tradisi. Patut disadari sejak dini, memang, betapa amat tidak mudah mewujudkan “impian” itu. Tantangan dan tentangannya sangat berat. Media-media publik, bahkan juga mediamedia sosial, tak banyak membantu, malah menebar “teror” dengan super-impian serba mudah. Orang tanpa susah-susah berpikir, hanya sekadar cengengesan di depan layar televisi malah tenar, lalu dapat uang mendadak dalam jumlah banyak. Media cetak pun kerap meneror pembaca dengan berita-berita pesanan yang dibayar, atau berita-berita konfliktual tanpa solusi. Tapi, dampak negatif itu, mudah-mudahan, dapat diminimalkan dengan basis paling dekat dan murah: keakraban Keluarga nan

tangguh. Jaga diri sendiri dan Keluarga masing-masing sebagai “negara kecil” agar stabil, rukun, damai, cukup pangan-minum, sandang, dan papan. Matangkan watak anak di rumah sendiri. Syukuri dan berterima kasihlah senantiasa atas semua anugerah Hyang Maha Hidup itu. Yakinilah: mendidik anak, membentuk watak anak, juga pekerjaan amat sangat mulia. Kalau orangtua melahirkan anak berbudi tidak merusak alam, lingkungan, dan sesama, maka itu berarti telah memetik laba dan manfaat hidup dan kehidupan. Sebaliknya, jika anak-anak berwatak merusak hidup pihak lain, itu sesungguhnya orangtua sudah berkontribusi langsung terhadap kerusakan Ibu Alam, Hidup dan kehidupan. Orangtua akan memetik kerugian tak ternilai, berupa kedukaan hidup tiada bertepi. Niscaya bukan itulah yang Anda impikan. ldeprabas

lNoorca M Massardi perupa

lIDK Raka Kusuma Aku akan ke Gubukmu aku akan ke gubukmu tukang pijat dusun Kacangdawa kubawa kesukaanmu sayur kuah cahaya kuberi garam dan merica terkilir urat sukmaku ketika menyeberangi waktu jangan dipijat dengan minyak dibuat di dunia pijatlah pijat dengan minyak Sang Aswina di seberang langit rumahnya sebelum mengeluh dengan kening penuh peluh tak ada jalan ke sana tak tahu jalan ke dana berbisik aku di telinga kirimu di telinga kananmu seberangi diriku seberangi sukmaku seketika kau tiba aku akan ke gubukmu sambut di pintu pagar jangan lupa kesukaanku sayur tumis matahari segar tanpa bumbu, dalam mangkuk batu

lIDK Raka Kusuma Hotel Sudi Hati

kabar terakhir, seorang binatu dari seberang waktu jadi pemilikmu siapapun bermalam menandai dengan salam setrikalah malam dengas setrika memancarkan terang berulang-ulang agar tak nampak keriput walau sejumput keeseokan harinya, sebelum pergi menulis kata-kata di buku tamu: setrikalah pagi setrikalah siang sampai senja menghilang agar tak kusut diterpa segala bunyi setrikalah setiap diri agar tak susut ditimpa sinar matahari ditempa panas cuaca Hotel Sudi Hati seorang utusan hari ini mengabarkan padaku sang binatu tanpa henti menyetrikamu dengan setrika api sambil berdendang tengah malam nanti kau kubawa pulang

PINARA PITU, ENAM (6) KOTA: Gurau angin, laut dan pasir (Sampang, Bangkalan, Sumenep Pamekasan) berlanjut di jantung Surabaya, Terus dengan kereta api ke Bandung lautan api dan air... Begitulah Mira MM Astra memproses Apresiasi kumpulan puisinya yang pertama PINARA PITU, bertemu, berdialog dengan seniwati, sekaum Benasir Nafilah, Langit Amarawati, Ririe Rengganis, Ratna M Rochman adalah berokah Oktober apalagi dengan para penyair yang telah malang melintang di kampus, di kampung dari kota ke kota begitulah semestinya tradisi nyastra dijalankan diam diam cukup dikawal sang putri Maharani...

tanpa engkau dan gebalau hidupmu adakah spies, bonnet, atau arie smith? tanpa engkau, atau babadmu, luka deritamu adakah lempad. bagus made. dan gusti kobot? tanpa engkau atau bumi atau langitmu adakah affandi, atau hendra atau dullah? di campuhan, di tebesaya, di pengosekan sungai-sungaimu, bukit-bukitmu sawah ladangmu telah mengaliri kancas memahatkan kayu mewarnai dirimu warga desamu, pertanimu pekerjaanmu, pedagangmu telah menorehkan derita darah dan keringat mereka ke dalam impresi, menjadi ekspresi sebagai garis, bahkan sapuan lihatlah anak-anakmu para perempuanmu para penarimu ayam dan satwamu banjar-banjarmu adat istiadatmu pura -urimu pantai-pantaimu banten dan sesajenmu ritus dan keseharianmu di dalam bingkai dalam pigura dalam gejolak di dalam jiwa para perupa yang meluapkan haru dan resah kalbu ke dalam cipta yang tak terlupa lihatlah lukisan jiwamu gambaran citramu mataharimu purnamamu napas baumu telah mendupa membawa aroma ke setiap sukma berapakah gerangan beban yang harus ditanggung untuk mengabadikanmu kala panas dan saat hujan sewaktu kelahiran ketika kematian kala galungan dan saat kuningan sewaktu odalan dan saat nyepi? para-perupa jagalah dia

patrikan dia yang telah memberi segala baik nama maupun harta kemasyhuran atau derita karena dia selalu memberi dan tak pernah meminta sampai karya-karyamu berjiwa sampai ungkapanmu berdarah sampai ruhmu menjadi melahirkan makna untuk mu !

lSulis Gingsul AS SIUL MANYAR Senyap Lalu tiba-tiba gemertak Sebatang ranting kering keropos Tanggal dari dahan pohon peneduh Yang daun-daunnya habis dimakan senja Sebuah sarang baru telah jatuh terguling Tanpa terpelanting, terjungkal di rumput kering. Seekor manyar Terbang berputar-putar Menukik panik kemudian tertegun. Cairan lengket itu mengalir bisu Lambat Dan dingin. Seperti siput tua Seperti siput tua Seperti bayang bayang silam Merambat di balik kerut keningmu. Tapi lihatlah Esok, masih akan ada ranting merunduk Sementara kuncup muda mandi cahaya ketika rumput kering berkilau embun. Dan dengarkanlah Seekor manyar tak tahan tidak hinggap Seekor manyar tak tahan tidak besiul Di ranting yang digoyang-goyang angin Sepanjang musim. Yang tanggal, tanggalah Yang pecah, pecahlah Yang tumbuh, tumbuhlah Yang bersatu, bersatulah. Seperti kemarin Tetapi bukan demi kemarin Seperti biasanya, aku bersiul Di sini aku hinggap Di ranting yang belum patah Di sini aku hinggap Di ranting yang masih basah.

TANGGAL 20 November 2016 (Hari Minggu) ‘’PUPUTAN SENI DARI JKP KE MARGARANA’’ Peluncuran Buku Antologi Puisi Bilingual ‘’PENULIS MANTRA’’ karya Dewa Sahadewa, Kupang Jam: 18.00 - 21.00 Wita di : Jatijagat Kampung Puisi JKP 109 Pembicara : Prof. Darma Putra Moderator : Wayan Jengki Sunarta Workshop Musik Puisi oleh FILESKI (Seniman dari Surabaya) Jam : 15.00 - 18.00 Wita di : Jatijagat Kampung Puisi JKP 109

Melihat Lukisan, Membuat Sajak (Chairil Anwar....)

NGAMPOENG SENI DUA (2) PERUPA PLUS... JKP-109 Minggu UMANIS 27 November 2016

WAYAN REDIKA (Karangasem - Denpasar) PUTU SUTA WIJAYA (Tabanan - Yogya) akan menghadirkan DUET Gradag gurat, grudug gowet APRE November 2016 JKP 109 Minggu UMANIS 27 November 2016, pukul 19.00 WITA di Jatijagat Kampung Puisi. Made Wianta, Nyoman Gunarsa, Made Budhiana, Nyoman Erawan, Nyoman Wirata rasa rasanya pernah dipuisikan para penyair kita di Bali. Ini dia Kesempatan terbaik untuk di-wentnen-play-kan di puncak November 2016.... BPM-ist


Duryodhana Minta Aswatthaman Bantai Keluarga Somaka

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Tiga Ratus Delapan Puluh Empat)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

ASWATTHAMAN segera menyusul paman dari pihak ibunya yakni Guru Kripa. Putra Drona, yang utama dari semua pemegang senjata-senjata itu dengan cepat menyusul Duryodhana dan menyapanya, ‘’Saat Aku masih hidup, ini oh putra Gandhari, sudah sepantasnya jika engkau tidak melibatkan dirimu sendiri dalam pertempuran. Itu artinya engkau tidak menghargai aku, oh keturunan Kuru, aku selalu menginginkan kebaikanmu. Engkau samasekali tidak perlu khawatir tentang menaklukkan Partha itu. Aku akan menahan Partha itu! Berdirilah di sini, oh Suyodhana.’’ Duryodhana berkata, ‘’Sang Guru Drona selalu melindungi putra-putra Pandu. Seolah-olah mereka adalah putra-putranya sendiri. Engkau juga selalu tidak pernah turut campur dengan musuh-musuhku. Ini mungkin nasibku yang tidak baik. Keberanianmu tidak menunjukkan kedahsyatan dalam pertempuran. Ini juga

disebabkan kasih sayangmu kepada Yudhishthira atau Draupadi. Diriku sendiri, begitu bodoh dengan alasan pembenar. Persetan dengan diriku sendiri yang iri hati, kepada temanteman, yang tidak menginginkan membuat aku bahagia. Aku sendiri dikalahkan dan tercebur ke dalam kesedihan. Kecuali engkau, oh putra dari putrinya Gotama. Bagaimana para pemegang senjata-senjata surgawi. Sungguh, ksatria apa yang setara dengan Mahadeva itu sendiri, walau engkau berani tetapi tidak akan mampu menghancurkan para Pandava. Walau demikian, oh Aswatthaman, senangkanlah aku dan bantai musuh-musuhku. Tidak ada dewa-dewa, juga para danava yang mampu berdiri dalam jangkauan senjata-senjatamu. Oh putra Drona, bantailah orang-orang Panchala dan orang-orang Somaka termasuk para pengikut mereka. Sisanya, kami yang akan membantai mereka. Di sana, oh Brahmana, keluarga So-

maka dan keluarga Panchala sangat tenar. Mereka sedang melanglang di tengah-tengah pasukan-pasukanku seperti sebuah kebakaran hutan besar. Oh orang yang berlengan perkasa, tahanlah mereka sebagaimana juga keluarga Kaikeya, oh yang terbaik dari manusia, yang dilindungi pemakai mahkota Arjuna itu. Mereka akan membasmi kita semua. Oh Aswatthaman, oh penghukum musuh-musuh, cepatlah pergi ke sana. Apakah engkau menyelesaikan sekarang atau sesudahnya. Prestasi itu, oh tuan, harus diselesaikan olehmu. Engkau telah dilahirkan, oh orang yang berlengan perkasa, untuk kehancuran keluarga Panchala. Setelah mengerahkan keberanianmu, engkau akan membuat dunia kehilangan keluarga Panchala. Bahkan orang-orang yang patut dihormati yang dimahkotai keberhasilan tapa itu. Oh macan di antara manusia, bantailah keluarga Panchala itu dengan semua

pengikut-pengikut mereka. Benar-benar dewa-dewa, dengan Vasava di depan mereka tidak mampu berada dalam jangkauan senjata-senjatamu. Apa yang perlu dikatakan dengan para Partha dan keluarga Panchala itu? Katakataku ini adalah benar adanya. Aku katakan kepadamu dengan sesungguhnya, oh pahlawan, para Padava itu yang disatukan dengan keluarga Somaka itu tidak sebanding dengan engkau dalam pertempuran! Pergilah, oh orang

yang berlengan perkasa! Biarlah tidak ada penundaan. Lihatlah, bala tentara kita, disengsarakan panahpanah Partha itu. Para prajurit Kuru saat ini sedang berantakan dan melarikan diri. Engkau, oh orang yang berlengan perkasa, pasti mampu membantu dengan energi dari senjata-senjata surgawi milikmu itu. Engkau, oh pemberi kehormatan, aku yakin mampu membuat sengsara mereka para Pandava dan keluarga Panchala itu.’’ (bersambung)

Sloka 10.37 Vrsninam vasudevo ‘smi pandavanam dhananjayah muninam apy aham vyasah kavinam usana kavih Di antara para Vrishni Aku adalah Vasudewa, di antara para Pandava Aku adalah Dhananjaya, di antara res-resi Aku adalah Vyasa, dan di antara para penyair Aku adalah penyair Ushana.

’’Merak’’ Alas Purwo Meriahkan BEC Banyuwangi (Bali Post) -

Ajang Banyuwangi Etno Carnival (BEC) 2016, Sabtu (12/11) kemarin, terasa beda. Pergelaran busana kontemporer kreasi anak muda Banyuwangi ini tak hanya menghadirkan busana khas lokal. Tema flora-fauna Alas Purwo ikut tampil. Uniknya lagi, pakaian yang dikemas menarik ini diperagakan anak-anak SD. Ada model merak, harimau, elang hingga aneka tumbuhan. Tahun ini kostum bernuansa alam sengaja ditampilkan untuk mengenalkan kekayaan alam Taman Nasional Alas Purwo. ‘’Tahun ini kita tampilkan kostum aneka tumbuhan dan hewan yang mencerminkan kekayaan Alas Purwo,’’ kata Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas. Anas menambahkan, BEC merupakan rangkaian 53 festival di Banyuwangi yang digelar sepanjang tahun. Menurutnya, BEC selalu menghadirkan tema budaya dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat Banyuwangi. Tahun ini mengangkat ‘’The Legend of Sritanjung Sidopekso’’, legenda rakyat yang menceritakan asal-usul nama Banyuwangi. ‘’BEC merupakan event budaya yang melibatkan segenap masyarakat. Budaya lokal menjadi pakem yang tidak boleh ditinggalkan dalam menentukan tema,’’ jelasnya. Dalam ajang ini, pihaknya tak menekankan pagi keindahan busana yang diperagakan, namun, tema yang mengangkat

tradisi lokal. Ditambahkan, BEC mempunyai tiga tujuan. Pertama, mengenalkan budaya lokal ke publik global. ‘’Kita ingin menumbuhkan rasa cinta pada budaya lokal,’’ ujarnya. Kedua, kegiatan ini untuk mengapresiasi anakanak Banyuwangi yang giat di bidang seni-budaya. ‘’Salah satu problem pengembangan seni-budaya kita selama ini adalah minim apresiasi. Latihan terus tapi tidak ditonton ribuan orang. Dengan event ini, apresiasi dilakukan sekaligus bagian dari regenerasi pencinta seni-budaya,’’ ujar Anas. Ketiga, sambung Anas, menggerakkan ekonomi masyarakat. ‘’Hotel penuh, kuliner laris, oleh-oleh ludes, jasa-jasa penunjang bergerak seperti jasa transportasi, pemandu wisata dan lain-lain,’’ imbuhnya. Anas mengklaim, BEC menjadi kegiatan pesta rakyat untuk mendongkrak pariwisata dan ekonomi. Selama event ini, para pedagang diberikan kebebasan berjualan di trotoar yang dilalui peserta BEC. Tak hanya itu, event ini diklaim mendatangkan banyak wisatawan. Anas mengaku hunian hotel di Banyuwangi

penuh. Bahkan, wisatawan asing dan sejumlah perwakilan daerah lain ikut hadir. Meski spektakuler, Anas mengklaim anggaran BEC hanya menghabiskan sekitar Rp 400 juta dari APBD. Even BEC tahun ini diikuti 160 peserta BEC. Mereka merupakan anak anak muda Banyuwangi yang penuh dengan ide dan kreativitas, tanpa kehilangan semangat tradisi. Karnaval diawali tarian kolosal berdirinya Kota Banyuwangi. Sekaligus, tema inti dari BEC 2016. Ceritanya, mengisahkan Patih Sidopekso yang difitnah oleh rajanya, Sulah Hadi Kromo. Saat Patih Sidopekso pulang usai diperintah mencari pusaka, sang raja menyebut istri sang Patih, Sritanjung menyimpan asmara dengan raja. Fitnah ini membuat Sidopekso marah. Dia menyeret Sritanjung ke telaga, lalu dibunuh. Air telaga berbau harum, tanda Sritanjung tak bersalah. Sejak itulah, nama Banyuwangi muncul. Pakaian Sidopekso, Sritanjung dan Sulah Hadikromo yang dikreasi menjadi aneka pakaian kontemporer. Selain seniman lokal, ajang

Pura Dhalem Batu Lumbang

SEJARAH lahirnya Pura Dhalem Batu desa-desa di Bali guna memberikan wejangan Lumbang berhubungan dengan Sang Catur keagamaan. Mpu, yaitu: Mpu Gni Jaya, Mpu Semeru, Mpu Mpu Kuturan pada tahun 1005 Masehi Gana dan Mpu Kuturan. Mereka dititahkan tibalah di suatu tempat, wilayah itu beruntuk datang ke Pulau Bali oleh Sang Bhumi nama Takenan (Sakenan). Di sana beliau Natha yaitu Raja Kediri untuk menjaga dan membangun tempat suci, lantaran beliau memelihara nilai-nilai sosial-budaya di Bali. penganut paham Bhoda Paksa, maka Keempat brahmana itu taat menjalankan bangunan suci yang dibangun itu disperintah raja dan untuk itu pada taebut Sakyamuni (Sakenan). Karena hun 1000 Masehi turunlah Mpu Gana Beliau adalah seorang yogi, perke Bali dan akhirnya membangun jalanan dharmayatra dilanjutKahyangan Dasar Bhuwana Gelgel. kan, tiba beliau di suatu tempat Berselang satu tahun datanglah yang sangat luas serta di sana adik beliau yaitu Mpu Kuturan melakukan tapa brata semadi pada Rabu, Kliwon, Pahang, tahun memuja Tuhan Yang Mahakua1001 Masehi dan berlabuh di Pansa. Beliau mendengar suara tai Padang. Tatkala itu yang dari angkasa agar di temberkuasa di Bali adalah raja pat itu dibuatkan tempat suami-istri Gunapriya Dharpemujaan sebagai sthana mapatni- Udayana Warmadewa. Batara Siwa Segara. Lantaran Kedatangan beliau ke Bali secara karena memuja Tuhan pada khusus diundang oleh penguasa batu yang lebar, maka kahyanBali guna menyatukan beberapa gan yang dibangun itu dinamai sekte yang mengalami perpecahan Batu Lumbang, yaitu tepatnya akibat dari perbedaan pandangan. di pasisir pantai pada tahun Pada tempat penyatuan sekte 1008 Masehi. tersebut yang menghasilkan Karena terjadinya perubahan kesepakatan yang disebut denzaman, pura itu lepas dari pengan paham Tri-Tunggal yang gawasan masyarakat samlebih dikenal dengan sebutan pai-sampai pura itu menTri-Murthi (Brahma, Wisnu, galami kehancuran. Pura Iswara), wilayah itu akhirnya Dhalem Batu Lumbang dinamai Pura Samuan Tiga. merupakan pura sesungAtas dasar itulah Mpu Kusungan umum, yang bukan turan bergelar/memangku berdasarkan geneolojabatan Pakiran-kiran I gis, pura ini kembali Jero Makabehan. Selain difungsikan secara itu beliau adalah ahli tata aktif serta dibangun negara dan ahli agama kembali mulai tahun hingga dijuluki Senopati 2011 oleh Jero Gede I Mpu Kuturan. Wayan Citra Arya SukaKedatangan beliau di het, S.H. Pembangunan Bali memang telah banini kembali diwujudkan yak terjadi perubahan, sebagai tanda pengkhususnya di bidang hormatan serta bakti agama dan adat istiakehadapan Hyang Pura Dhalem Luhur dat. Beliau berkeliling Widhi Wasa. (*) Segara Batu Lumbang

Minggu, 13 November 2016 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Makna Upacara Yadnya & Ketatwaning Srati Bag 6 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar 08:00 Wita Klip Anak 08:35 Wita I Got It 09:05 Wita Taman Sari TK Titi Dharma Denpasar 09:30 Wita Belajar Menggambar

10:05 Wita Education On Bali TV 10:30 Wita Pelangi Kehidupan 11:30 Wita Dunia Otomotif 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Makna Upacara Yadnya & Ketatwaning Srati Bag 6 12:30 Wita Traventure 13:00 Wita Wirasa 13:30 Wita Lejel Home Shopping 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Education On Bali TV 16:05 Wita Harmoni Bali 17:05 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Gita Shanti

18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Banjar Bali Quiz 19:30 Wita KRIS 20:00 Wita Samatra Artis Bali 21:00 Wita Folksong 21:30 Wita Ajeg Bali Matatebahan 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Bondres Inovatif Balian Alihang (3) 23:00 Wita Lila Cita Calonarang Budi Mas Bunutin, Marga - Tabanan (3) 24:00 Wita Closing

BEC dimeriahkan 40 wisatawan asing. Seluruhnya berbusana gandrung. Setiap tahun, BEC menjadi tontonan menarik warga. Sejak siang, mereka sudah menyemut di sepanjang jalur yang dilalui. Start dari Taman Blambangan menuju Kantor Pemkab, jaraknya sekitar 3 kilometer. Kostum yang dipakai peserta rata-rata menghabiskan biaya lumayan besar. Bisa mencapai Rp 4 juta hingga Rp 10 juta lebih. ‘’Saya mengonsep sebulan. Ini tema merak Alas Purwo mewakili SD, kata Lilik Pujiati, salah satu wali murid peserta BEC. Meski harus merogoh kocek mahal, wanita ini mengaku senang bisa tampil di BEC. Sebab, untuk bisa tampil harus menyisihkan ratusan peserta dari berbagai sekolah di Banyuwangi. ‘’Yang paling lama mendesain kepala merak. Bahannya juga agak susah,’’ pungkasnya. (kmb30)

PRESIDEN Joko Widodo memerintahkan agar proses hukum kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama dilakukan secara terbuka dan selambatnya dua pekan mendatang. Demikian keterangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian setelah bertemu dengan Presiden pada Sabtu (5/11) malam (BBC Indonesia). ‘’Kapolri mengatakan akan melakukan gelar perkara secara cepat dan transparan, setelah meminta keterangan 20 saksi terkait kasus dugaan penistaan agama. Gubernur DKI Jakarta yang lebih akrab dipanggil Ahok sempat didemo ribuan massa yang ditengarai datang ke Jakarta untuk menurunkannya dari jabatan, karena ucapannya menyinggung umat tertentu di Indonesia. Padahal ada sanggahan dari Ahok, kalau transkrip dari pidatonya saat berkunjung ke Pulau Seribu ada yang memelintir dan memotong kata ‘pakai’, sehingga mengesankan pelecehan. Bila seluruh kalimat ditulis secara komplet, ada yang berpendapat, maknanya tidak melecehkan ayat kitab suci yang dimaksud. Karena itulah, selain menghadirkan para penyelidik kepolisian, dalam gelar perkara akan diundang pihak kejaksaan, Komisi Kepolisian Nasional, anggota Komisi III DPR-RI, para akademisi dan lembaga bahasa yang dianggap kredibel dan netral, juga lembaga umat yang merasa terusik dengan wacana itu. Istimewanya, di samping pelapor, kehadiran terlapor atau Ahok sangat diharapkan dan bila tidak ingin hadir bisa diwakili kuasa hukumnya. Dengan gelar perkara transparan seperti ini, Jenderal Tito mengatakan, publik bisa melihat dengan jernih penyelesaian kasus dan mengetahui secara terbuka apa yang dilakukan oleh penyelidik, juga isi dari keterangan para ahli, pelapor dan terlapor,’’ tutur Rubag. ‘’Bila saja semua kasus serupa bisa dilakukan gelar perkara seterbuka itu, kukira, kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan aparatnya kian meninggi. Hukum akan benar-benar menjadi panglima di negeri demokratis ini, apalagi sudah berani menulis ‘Indonesia adalah negara berdasar hukum’ dalam kon-

Homo Loquax stitusi. Beberapa kalangan meminta agar polisi dan pemerintah tidak tunduk pada tuntutan untuk memenjarakan Ahok demi meredam suhu politik, sehingga hukum tidak terkesan lemah. Penerapan dan penegakan hukum secara adil tidak boleh diintervensi siapa pun, apalagi dijadikan piranti buat menjatuhkan yang lemah atau alat kekuasaan. Kendati mengaku tidak berniat melakukan pelecehan, namun Ahok sempat minta maaf pada seluruh umat yang merasa tersinggung atas video pidatonya yang diunggah dengan transkrip tersunat, sehingga terkesan melecehkan. Si pengunggah video dalam suatu siaran debat hukum di sebuah stasiun TV juga mengatakan keliru dalam mengunggah transkripsinya, namun tetap tidak mengaku bersalah. Itulah bedanya Ahok dengan si pengunggah yang konon jebolan S-2 luar negeri. Yang pertama minta maaf meski tidak bersalah, yang kedua memelintir ucapan orang namun tidak mengaku bersalah. Anehnya, di negeri ini permintaan maaf sebagai ciri kerendahan hati, justru dianggap merasa bersalah, sehingga Jakarta diserbu ribuan demonstran dari berbagai wilayah di Indonesia, 4 November lalu,’’ ujar Sukardika. ‘’Unjuk rasa adalah risiko dari kehidupan berdemokrasi. Bila usul orang per orang tidak didengar atau diabaikan, maka protes dari banyak orang yang beraspirasi sama akan dilakukan. Cuma aturan berdemonstrasi agar tidak berkembang menjadi anarki, kukira, di semua negara ada. Bila aturan dilanggar sedikit, ada peringatan ringan untuk pelanggaran tersebut, namun kalau sudah meningkat menjadi tindakan perusakan, pembakaran dan penganiayaan, aparat hukum akan bertindak sesuai aturan yang berlaku. Unjuk rasa secara damai di Jakarta pada 4 November lalu, sempat membuatku bangga karena begitu banyaknya massa, nyaris tidak ada gesekan antara aparat

dengan para demonstran, kendati ada yel-yel tidak sedap dilontarkan segelintir orang. Para aparat sangat sabar dan profesional dalam menjaga situasi agar tetap kondusif meski di depan istana ada pengunjuk rasa yang memancing melempar botol ke petugas dan menarik pagar-pagar kawat dari konblok. Namun rasa banggaku berganti berdebar melihat massa beringas setelah pukul 19.00 karena mereka mulai memukul petugas dengan bambu. Kemudian melihat kobaran api membubung tinggi akibat beberapa mobil petugas dibakar, sedangkan petugas mulai menembakkan gas air mata. Hebatnya, tidak ada petugas yang menembakkan senjata ke arah demonstran, meski ada dari mereka yang terluka. Lebih hebat lagi Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyerukan agar anggotanya berhenti menembakkan gas air mata dan mundur, sehingga situasi jadi kondusif,’’ papar Nuarta. ‘’Memang sulit dibayangkan bila salah seorang petugas terpancing emosinya lalu menembakkan senjata ke demonstran yang menyebabkan kematian. Pernah kusaksikan demo besar di luar negeri di TV, aku lupa nama negaranya. Seorang demonstran tertembak mati, lalu mayatnya diarak keliling oleh teman-temannya. Akibatnya, emosi massa tersulut dan mereka yang tadinya tidak ikut demo langsung turun ke jalan dan presiden negara tersebut lengser beberapa hari kemudian buat meredam kemarahan rakyat. Membayangkan itu, sangat menarik menyimak analisis politik Abdillah Toha terkait demo 4 November lalu yang menurutnya jumlahnya lebih besar dari demo untuk melengserkan Soeharto. Menghukum dan melengserkan Ahok, baginya, hanya sasaran antara, karena ada skenario tersembunyi yang dituju. Peserta demo menurutnya kebanyakan orang awam yang sengaja dipanas-panasi untuk

agenda jauh lebih besar. Kalau saja Ahok dikorbankan sebagai rekonsiliasi demi dinginnya suhu politik, tidak mungkin akan meredakan masalah selamanya. Karena tindakan itu membuat mereka merasa lebih kuat dan menuntut macam-macam lagi. Jadi, untuk menghindarkan spekulasi, dia menyarankan agar pemerintah tidak lama menunggu untuk mengumumkan siapa yang menunggangi demo tersebut, bila bukti sudah terkumpul. Batalnya kunjungan Jokowi ke Australia, bagi Abdillah, merupakan pertanda seriusnya masalah. Wah, aku sendiri tidak berpikir sejauh itu,’’ ungkap Sudiantara. ‘’Memang tepat saran Jenderal Tito, buat mengusut kasus Ahok yang diduga menghina agama tertentu, masalah dititikberatkan pada transkripsi atau teks. Peran ahli linguistik yang kredibel, mumpuni dan netral sangat dibutuhkan. Pakar bahasa tahu makna kalimat baik secara gramatika, struktur, dan komposisi, juga paham ikhwal psiko dan sosiologi bahasa. Kepakarannya tidak mungkin akan digoyahkan oleh ancaman dan intimidasi pihak-pihak yang tidak sepaham dengan analisisnya. Kredibilitasnya sebagai pakar dan netralitasnya sebagai ilmuwan merupakan jaminan. Semoga kehadiran Ahok sebagai terlapor di gelar perkara, diberi kesempatan menjelaskan mengapa kalimatnya saat kunjungan di Pulau Seribu terlontar? Sebab, hanya pengucap kalimat yang paling paham makna dari wacananya. Dan dia juga tahu kalau bagian dari kalimat yang dipotong sehingga menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat awam, menyebabkan terjadi demo besar-besaran di Jakarta. Mudah-mudahan peristiwa ini membuat kita semua belajar lebih intensif soal bahasa agar negara tidak hancur akibat bahasa. Perlu diingat, kelebihan manusia dari makhluk lainnya karena kemampuannya berbahasa. Karena mampu berbahasa dia disebut Homo Loquax atau The Speaking Animal. Karena bisa berbicaralah manusia bisa melestarikan spesiesnya, karena mampu menyelesaikan masalah dengan musyawarah, bukan bertempur sampai mati!’’ ujar Mardika. (aridus)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 13 November 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

!!1jt+Mkn+Mes, Dicr Cook Helper/Waiter/ss. Warung Kue cewek 085100801168 SMA,SMK penglmn Resto,max 27th A.BP.001.11.16.0000752 u/Resto Jimbaran,TubanSeminyak Dcr Sales Counter & (Jl.Sunset Road)081236215048 Supervisor Project,bs Inggris B.BP.154.11.16.0000410 E:info@maitaru.com Tlp.427575 Export Company Cr Adm & Acct B.BP.141.11.16.0000415 Lamaran/CV email: komang_ribek Dbthkn Reservasi wnta @yahoo.com Call 082237985626 menguasai Bhs Inggris & Mandarin A.BP.001.11.16.0000815 max 26th waiter/s,supervisor & Dbthkn Satpam PT.Dirgahayu VP elektrician brpengalaman kirim Sgr Umur Max.30Th,08123804025 A.BP.001.11.16.0000697 CV ke:hrd@seasafaricruises.com A.BP.001.11.16.0000753 Dbth Krywn/ti CS&Tk.Pasang,Lam Bw Lgs ke PT.Onna Prima Utama, Dcr Cleaning Service. Jl.Sesetan No.209/081511608321 Hub.Inko BAli Telp.0361-728893 B.BP.001.11.16.0000299

A.BP.001.11.16.0000749

Dcr Pegawai Laundry Berpengalaman Lok.sanur 081999636487

Cari Sopir Kantor Korea Travel 081337987781

Dcr Sgr Terapist/Reception(F) Hub PT.QRG Jimbaran.8480379/82

Computer Legian female only Full time Job Office Good photographing skills,Microsoft Office(Excel,Word)Mac use(Mac Book,IPad,IPhone),Photoshop, Good English Send CV+photo to anna@oishiibali.com 732138

A.BP.153.11.16.0000817

A.BP.001.11.16.0000728

Progammer Full Time S1/D3/SMK Email ke hari@esolindo.com

A.BP.001.11.16.0000624

BPR Bth Markting Kredit&Auditor Lam.0361-757243/082236292006

B.BP.004.11.16.0000376

Bth segera karyawan pemasangan furniture mgrti alat pertukangan, serius kerja cv bw lgsg Jl. Kerobokan No.3 Tlp.735636 email:info@loutchou.com

B.BP.154.11.16.0000411

A.BP.001.11.16.0000709

Cr HairDresser;Thrapist Digaya Sablon dpn McD Sanur 081999601560

B.BP.154.11.16.0000412

Dcr Sgr Sales,Pengws Gdg,Admin Serbutn.Bw lam ke CV Agung Mandiri Nakula 99X Dpn Psr Umasari Legian Telp.087861619794

DcrAdminGdng(Wanita),Menguasai Microsoft &Brpnglaman + SPG mnguasai Komp.(punya Kend.Sdr) Lamaran ke:Toko Gayathri Dupa Wangi-Jl.Gatsu Timur 85XX Kav IV-Denpasar (0361-239980)

A.BP.001.10.16.0001493

Dcr Krywti u/Foto Copy (Kerja Shif) di Tabanan 085738186078

A.BP.001.11.16.0000614

Dcr Penjahit u/Kaos.Gaji lbih dr 6jt/bln Hub:085204888526

B.BP.004.11.16.0000231

Dcr Sgr Acct Mngr(Wanita, Bs Lap Keu,Pjk)Crew Multimedia(L) Krm CV ke sri.focus@yahoo.com

Cr Staff jaga Toko Jimbaran krm CV Jl.Raya Kuta 168/766174

B.BP.154.11.16.0000365

Dcr butler Hub.081337460096/ BaliLife Jl.BumiAyu V/88 Sanur

A.BP.001.11.16.0000795

Dcr sgr Karywan Koperasi min SMK Akuntansi.Lam keKop.Amerta Santana Jl.Wr.Supratman Gg.Gn. Kawi PebeanKesiman 08123640682

A.BP.001.11.16.0000794

Dcr waitress,bar waiter.Ari Putri Hotel, Jl.Cemara Semawang Sanur. 08976778714

A.BP.004.11.16.0000655

Dcr: Reseptionist/FO,HK,Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40 , Kuta

A.BP.001.11.16.0000770 Dcr Koki/Tkg.Masak Pengalaman *Dicari Guru Kelas(SD) untuk A.BP.001.11.16.0000689 B.BP.004.11.16.0000379 Dcr Sgr Krywn Jual Makanan di dan Tng Wnt Hub.082247191953 Sekolah di Dalung 085100861502 Looking for Bartender&Waitress A.BP.153.11.16.0000816 Dcr 3Kapster Wnt diutmkn SMA/K Ubud dan Batubulan,0812387494 A.BP.001.11.16.0000518 B.BP.166.11.16.0000420 Cari;Barista(Smoothie/Fruitbowls) A.BP.001.11.16.0000810 Pnglmn/Tdk utk Jepun Ayu Salon Dcr Accounting S1/SMK Akuntan for Brazilian Aussie BBQ resto Dcr PRT Bs Setrika, Bujangan Dcr Staff IT u/di Bali Silver Jl.Tukad Pakerisan Panjer call 082144450099 for appoitm cook yg pengalaman CV ke: personalia_pt.cintya@yahoo.com Wnt, Tidur Dalam.H.085333468877 np1707@icloud.com/082211058558 Hub.081338100045/081337888518 081238391181 Pulau Moyo No.66 Celuk Hub:081239235236 ent derrick@kutatownhouses.com A.BP.001.11.16.0000802

A.BP.001.11.16.0000733

A.BP.001.11.16.0000811

A.BP.001.11.16.0000738

A.BP.001.11.16.0000772

Dibutuhkan:Administrasi, Akuntansi mngerti Inggris.CV Email ke:balisurflile33@gmail.com

B.BP.001.11.16.0000282

Dicari Adm & Sopir, CV.Tristar Jl.Cargo No.24 Tlp.413324

A.BP.001.11.16.0000745

Dicari Japan Speak Surf Guide Hub.082146351454

A.BP.001.11.16.0000758

Diva Lombok Hotel&Villa is Seeking an Experience and Qualified GM/Operational Manager and Chef.for Details visit: www.divalombok.com/Vacancies. A.BP.001.11.16.0000555

Dicari Tukang Potong dan Jahit dengan kualitas terbaik untuk rashvest dan segala pakaian renang berbahan lycra. Minat hubungi : 08123837679

B.BP.004.11.16.0000240

B.BP.004.11.16.0000284

Dicari Sopir Toko Bangunan Hub:085100401452

Dicr tukang listrik (ME) hotel di Kuta,0811395490

Dicari Tnaga Srbtn Pria/Wanita Hub:08123904884/085238621967

Perusahaan Buying agent membutuhkan:QC Berpengalaman 1.Berintegritas,umur max.40th 2.Pendidikan min.D3, 3.Pengalaman min.3th: -QC Handicraft & Furniture 4.Bahasa Inggris Pasif Kirim lamaran & CV ke: jullia.megawati@gmail.com

A.BP.001.11.16.0000782

A.BP.001.11.16.0000767

Staf Adm D3 Komp,Design Grafis Security,Bag.Packing, Jl. Beji Ayu No.10 Seminyak,082340290123 Email:nadyashopbali@yahoo.com

A.BP.001.11.16.0000707

Kura Kura Bus urgently need: 1.English speaking Staff for Airport representative and 2. Japanese speaking staff for customer service.Freshgraduate are welcome.Send cv to: ita_p@kura2bali.com or call 757070/www.kura2bus.com

B.BP.004.11.16.0000405

Dicari karyawati u/Art Shop Legian Hub:085237433222

A.BP.001.11.16.0000510

B.BP.154.11.16.0000360

B.BP.004.11.16.0000407

Perusahaan Farmasi & Alkes, Dcr Staf Pria,Syarat SIM A/C Untuk Marketing Alkes,SMK Listrik SMK Elektronika,Gudang & Ekspedisi CV Kirim ke Jl.Gatsu II No.11 Dps Hub:Sri (081805608197)

A.BP.001.11.16.0000706

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post BMW

SUZUKI

BMW 318i’04 Htm,Terano’97,Mits Splash’13 AT+Picanto’12+XOver Kuda’99,Inova’07,081807779807 08+Agya’14AT BsTT,085100856999 A.BP.001.11.16.0000786

DAIHATSU

Terios Adv Wild’2013+Rush S’11 Putih Asli Bali, H.085100421453

B.BP.164.11.16.0000413

Xenia Li’06 Asli Bali Jarang Ada Sangat Terawat 08123900272

A.BP.001.11.16.0000803

HONDA

New Jazz S’2008 MT Hitam Asli Bali VR18 T.085101855556

B.BP.141.11.16.0000417

Honda Civic 1.8 A/T’12 Pth Mutiara hr275jt 0811393848 prbdi

B.BP.101.11.16.0000414

Jazz RS’12 putih DK Matic Orisinil 08133-721-6703 BU 185Jt

A.BP.001.11.16.0000814

DIJUAL MOBIL

B.BP.141.11.16.0000374

Dijual Katana Th’95 Hijau Terawat 45JtNg Hb.081805362298 A.BP.001.11.16.0000769

Jual Swif GL’2007 Merah Manual Rp.105Jt Hub:085238686089

Dijual Avanza G’2005 Asli Bali Hub.085101686368

A.BP.001.11.16.0000726

Yaris J’13 DK Putih Istimewa 0818-0561-3699 Ng 143Jt

A.BP.001.11.16.0000813

DIJUAL MOTOR YAMAHA

Rmh Baru Jl.Kebo Iwa Sltn Lt2 Tnh Stgs di A.Yani,Dps, Pusat Bisnis Ruko di Gyr Kota,Pmilik 0811396569(Bs TT)

A.BP.001.11.16.0000618

4KT,2KM, List2200, PDAM, Grs,BTN SatyaBakti8Pnampa,082145377680

A.BP.001.11.16.0000744

Dijual Rumah Jl.Krisan No.17 Mataram LT.350m2 LB±110m2 Hub.0818390624

Jual Rmh Tnh 4Are Lt3 Jl.Goa Gong sebelah kampus Udayana Gg.Citra 1 Hub:085880707032

Jual Tanah 5,55A.Semua/Bagian Jl.Bidadaari Hp.085333404222 / rick@ola47.com

Rmh Kost 15 Kamar(full) Utara Poltek Jimbaran 08123825010

Tnh 1Are Pnggr Jl Raya Sibang dkt Jembatan 081237070478 BUC

Djl Tnh Kav Mrh Jl.Kaswari Dps dan Tnh Invst Hrg 150Jt/Are Hub.081338182006/081999831595

Tnh 2A/Rmh Mnimlis 2unt Jepun Pipil Gatsu Timur 081999136432

Jl Tnh 10A Cargo Permai + Jl. Durian 6,3A Hub.081339563242

A.BP.001.11.16.0000783

A.BP.001.11.16.0000493

DISEWAKAN RUMAH Dikontrkan Rumah Jl.Akasia XVI Gg.Jeruk 10 Hub.081338540891

A.BP.001.11.16.0000682

A.BP.001.11.16.0000736

Djl Kav Baru 1Are Kota Gianyar Jln 6mtr Hotmik H:081999025757

A.BP.001.11.16.0000332

A.BP.001.11.16.0000710

RUPA-RUPA Ikutilah Lomba Fotogenic utk Usia 0-15Th Cara Kirim Foto ukuran 4R & Pendaftar 75Rb menangkan Hadiah Jutaan Rupiah H.087860661655 PIN BB 7D7054B1 A.BP.153.11.16.0000821

Ikutilah Lomba Modeling Casual Atasan Putih & Lomba Modeling CasualBatik/CasualEndek,Menangkan Hadiah Total 10Jt Rupiah HP/WA 087787020053 BB 7D7054B1 A.BP.153.11.16.0000820

Jasa fnshg cat tembok,politur, Plafon Tektur,dll,085338223838

Bagi yang mau pasang Stand di A.BP.001.11.16.0000801 Pameran Opening Level 21 Mall Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih Jual Tanah Lok.Ungasan Dkt GWK A.BP.001.11.16.0000607 KEHILANGAN A.BP.001.11.16.0000776 A.BP.001.11.16.0000778 dr Tgl 14 Nov-27 Nov Bisa Hub. PondokCitra Pmogan 08123871809 200m2 500Juta SHM 08111025565 A.BP.001.11.16.0000807 Suzuki Pick Up 2014 Putih Hilang Sertifikat No.SHM:9675 Disewakan Rumah di Beranda A.BP.001.09.16.0001743 A.BP.001.11.16.0000702 087860661655 Pin BB 7D7054B1 Djl Ymh R25’15 htm,TgnI KM2700 Dj Rmh 2Lt LB90 LT115 Kerta Hub.0818353033 atas nama Ni Ketut Metri Bukit Lt 144m Lb 54m,2KT,1KM , !Umalas Krbkn 2A,7A,20A,Komer- Kav200, 300 & 605M Kutat Lestari WA 087787020053 Sisa 1 Stand A.BP.001.11.16.0000806 + Modif 50jt Ng,082138532222 Dalem sari 1 Hub.081337370000 A.BP.001.11.16.0000703 3000wtt,PDAM Hadap Utara B.BP.101.11.16.0000368 sial Area Kmp Bule,085733777777 Gg VI Snur,RS&Vila081280522204 A.BP.153.11.16.0000819 A.BP.176.11.16.0000649 TOYOTA A.BP.001.11.16.0000656 B.BP.031.11.16.0000404 Hub: Kris 081322663061 INVESTASI Djl Rumah + Ruko 2 Are Jl.Raya Veloz Hitam M/T Th’2012 BUC Tnh 10A Tulamben Krangasem Tanah 430m2 di Jl.Tegal Wangi 18%/Th simpanan Koperasi jngka B.BP.031.11.16.0000351 DIJUAL RUMAH Komunitas Bitcoin 42%/bln Info wkt 1th min 100Jt 081337380202 Tojan,Gianyar Hub:085738817155 DK 147Jt Nego Hub.087861840861 Pinggir Jl.Utama,085100932115 Sesetan Denpasar H.0811399570 A.BP.001.11.16.0000812 Lidya-081280188494 Chloe-08121 DIJUAL TANAH A.BP.001.11.16.0000788 Dijual Rmh LT3,4Are LB.173m2 B.BP.141.11.16.0000416 A.BP.001.11.16.0000808 A.BP.001.11.16.0000750 Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Tlng 9706997 Dwiki-081236220330 Over Krd Rmh 2,5Are Pmlk Bs TT Jl.Bedahulu,Dps 082147594985 Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & Agya Trds Th’2014 Hitam,Asli Djl 1,25A Ukuran 11x11,4m Hrg Tanah 530m2 di Jl.Sutoyo di ,Dll Grsi(Daris)085102796346 Tio-082266167007 081236724822 Jln Bsr Aman Nymn Penamparan GatBar,085100856999 150Jt/A Bs Kredit 087862450004 750Jt J T.Badung 082145270447 belakang Br.Gemeh H.0811399570 Bali Tgn I,Hub:085333124554 A.BP.001.11.16.0000787

SALON

Dijual Spd Motor Yamaha Vixion Th’2011 11Jt(Net) 082244215461

A.BP.001.11.16.0000461

SERVICE

B.BP.141.11.16.0000375

BIRO JASA

A.BP.001.11.16.0000627

A.BP.153.11.16.0000818

A.BP.001.11.16.0000804

A.BP.001.11.16.0000809

A.BP.001.11.16.0000751

A.BP.001.11.16.0000789

A.BP.001.11.16.0000713

LABORATORIUM KLINIK PRODIA

“Deteksi Sejak Dini Osteoporosis di Prodia” Penyakit osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang yang ditandai dengan hilangnya kepadatan tulang sehingga tulang mudah patah serta tidak tahan dengan benturan ringan. Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk membentuk puncak massa tulang yang optimal pada usia muda dan mencegah osteoporosis di usia lanjut.

KONTRAKTOR

DIJUAL MOBIL DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

Penyakit osteoporosis adalah penyakit rapuh tulang yang ditandai dengan hilangnya kepadatan tulang sehingga tulang mudah patah serta tidak tahan dengan benturan ringan. Asupan kalsium dan vitamin D sangat penting untuk membentuk puncak massa tulang yang optimal pada usia muda dan mencegah osteoporosis di usia lanjut. Memang seringkali terjadinya osteoporosis (pengeroposan tulang) ditandai dengan gejala nyeri otot atau tulang, namun tidak spesifik. Karena, rasa nyeri pada otot dan tulang dapat juga disebabkan oleh berbagai kondisi penyakit seperti aktivitas fisik yang berat atau tidak biasa, salah posisi atau gerak, infeksi virus, efek samping obat, rematik, dan lain-lain. Cara termudah untuk mencegah osteoporosis adalah dengan menjadi aktif dan tetap bugar. Upaya-upaya yang dapat Anda lakukan adalah mengontrol berat badan agar tetap normal, sehingga tulang Anda tidak mengalami terlalu banyak tekanan dan memperbesar peluang osteoporosis. Lalu, salah satu penyebab terjadinya osteoporosis adalah kurangnya asupan kalsium. Penuhi kebutuhan kalsium dengan mengonsumsi susu atau produk olahan susu, bayam, brokoli, makanan laut, dan sebagainya. Namun kalsium saja belum cukup. Tanpa vitamin D, tubuh Anda tidak dapat

memproses kalsium. Biarkan tubuh Anda terpapar matahari di pagi hari untuk penuhi kebutuhan vitamin D. Osteoporosis terjadi juga karena kepadatan tulang yang berkurang, membuat tulang menjadi hancur atau kolaps. Hal ini biasanya akan menimbulkan nyeri tulang pada tubuh dan bahkan kelainan bentuk. Oleh karena itu, apabila Anda merasakan sesuatu yang aneh pada tulang di bagian tubuh Anda seperti terasa nyeri, segeralah kunjungi dokter. Selain itu, berolahraga secara rutin dapat menjaga kesehatan tulang Anda. Melakukan diet ekstrim berisiko juga membuat tubuh Anda kehilangan nutrisi yang penting bagi tubuh, salah satunya adalah kalsium. Penilaian risiko osteoporosis akan menjadi lebih baik jika dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan tulang, salah satunya melalui pemeriksaan penanda biokimiawi tulang. Lakukanlah pemeriksaan osteoporosis di Laboratorium Klinik Prodia di sekitar tempat tinggal Anda karena Prodia menyediakan panel pemeriksaan untuk osteoporosis. Pemeriksaan penanda biokimiawi tulang mencakup CTelopeptode (CTx) dan N-MID Osteocalcin. CTx (C-Telopeptide) adalah penanda biokimia proses pengeroposan tulang yang s p e s i f i k d e n ga n m e m p e r k ira ka n r i s i ko

osteoporosis secara dini (terutama pada individu berusia > 40 tahun), menentukan dan memantau terapi obat antiresorpsi oral (seperti bifosfonat atau hormone replacement therapy / HRT) pada penderita osteoporosis dan penyakit tulang lainnya. Sedangkan N-MID-Osteocalcin adalah penanda biokimia proses pembentukan tulang yang spesifik yang dapat menentukan gangguan metabolisme tulang dalam hal pembentukan tulang dan bone turnover, penanda untuk pemantauan efikasi terapi obat antiresorpsi oral (seperti bifosfonat atau hormone replacement therapy / HRT) pada penderita osteoporosis atau hiperkalsemia. Tunggu apalagi, jangan tunda untuk segera ke Laboratorium Klinik Prodia apabila Anda sudah merasakan gejala-gejala terkena osteoporosis. Kenali gejala osteoporosis sejak dini sehingga Anda terhindar dari pengeroposan tulang.*** Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi : Reskia Dwi Lestari, SE, MM Marketing Communication Manager Laboratorium Klinik Prodia Jln. Kramat Raya 150 Jakarta 10430 Telp. (021) 314 4182 Fax. (021) 314 4181, 392 1247 Email: marcomm@prodia.co.id reskia.dwi@prodia.co.id www.prodia.co.id

M.0000399-ADV


18

REKREASI

Minggu Paing, 13 November 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar 1. Orang terkemuka ; jagoan 4. Berdasarkan pengalaman, percobaan, pengamatan 7. Upah minimal kabupaten 8. Negara dengan Ibu Kota Rangoon 11. Rapat (Bali) 13. Ikan sotong 15. Proses perkembangan evolusi makhluk hidup 17. Alat perasa bau, suara, bentuk dll dari tubuh kita 18. Kuil (Inggris) 21. Butir 23. Tepuk tangan serentak tanda pujian/setuju 25. Batin ; Hati 26. Orang yang berpindah ke daerah/pulau lain 30. Gosok pijat urut 31. Kesebelah sisi ; kepinggir 33. Percampuran dua macam cairan melalui dinding sel atau selaput berpori 35. Rasa sadar akan diri 36. Sebutan untuk para anggota mafia 37. Sejenis perdu dengan bunga mirip mawar Menurun 1. Sudah tercapainya nilai yang ditentukan dalam permainan 2. Alat musik berdawai sejenis gitar 3. Padang pasir 4. Mantan 5. Wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinfestasikan 6. Golongan yang menghendaki pemisahan diri dari satu kesatuan 9. Dibalik: Berbulu (Inggris) 10. Kontraktor 12. Tepung ; pati 14. Kelapa parut berbumbu disangrai kering 16. Salah penglihatan 18. Perlindungan terhadap suatu daerah yang mempunyai kehidupan yang terancam punah 19. Gerakan badan diluar kehendak 20. Mengurut (Bali) 22. Kertas khusus

penanda asam basa suatu zat

24. Cari (Bali) 27. Dua (Bali) 28. Hantu (Inggris) 29. Sarung tangan (Inggris) 32. Salah satu zodiak 34. Nama jenis aliran music berirama cepat

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 272 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 19 Nopember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 27 Nopember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 270 Mendatar 1. Peleton 5. Duktang 9. Kikuk 10. Teksil 11. Ape 13. Miopia 15. Buklet 16. Skeptis 17. Nyak 19. Apun 20. Tisu 21. Laci 22. Peka 25. Beam 28. Pinguin

30. Lonjak 31. Serius 32. PDI 34. Century 35. Tetua 36. Ruinate 37. Karisma Menurun 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pokemon Laktosa Taktis Noja Date Kaktus

7. Antelop 8. Gelatin 12. Papa 14. Akustik 15. Bigamis 18. KTA 19. Aib 22. Pelacur 23. Kinanti 24. Nged 26. Eliptis 27. Maskara 28. Paduka 29. Nektar 32. Pyre 33. Iwak

Pemenang TTS No. 270 1. I Nyoman Suryabadi Br.Tuka, Perean Tengah, Baturiti, Tabanan 2. I Gde Wina Jl. Gn. Guntur Gg.VII/7, Padangsambian 3. Komang Suadnyana Santika Br. Puseh, Gianyar 4. Nyoman Ratnasih Br. Dinas Kawanan, Ds. Menyali, Singaraja 5. Kadek Adnyana Putra d/a. Pejeng 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Sang Ayu Made Cantika Widiani Alamat : SMP Wisata Sanur

Keindahan Sepuluh Patung di Bawah Laut Putri Menjangan PERAIRAN di kawasan Putri Menjangan di Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan hutan mangrove dan keindahan terumbu karang bawah laut. Penyelam lokal dan berbagai negara mencintai perairan tersebut sebagai aset tak ternilai harganya. Hal itu pula dilakukan Forum Konservasi Pulau Menjangan (FKPM). Mereka dengan penuh kepedulian menenggelamkan sepuluh patung untuk ditumbuhi terumbu karang di perairan Putri Menjangan. Sejumlah penyelam mengambil momentum Hari Pahlawan, menenggelamkan patung termasuk aksi pengibaran bendera Merah Putih. Anggota Badan Pendiri FPMK Abdul Hari menjelaskan, patung terbuat dari bahan semen dan pasir berjumlah 10 buah mengambil kisah Putri Menjangan yang sering dipentaskan dalam Calonarang. Pesan diselipkan untuk selalu menjaga alam. ‘’Kami tenggelamkan bertahap patung 10

buah. Satu patung Putri Menjangan, dua patung Putri Duyung. Jenis lainnya, ada dua patung dayang, dua patung panglima, termasuk dua patung prajurit dan satu patung berbentuk kakek. Konon bercerita memberi nasihat untuk putri senantiasa merawat alam dan isinya,’’ jelasnya, Jumat (11/11). Cukup banyak pihak terlibat menurunkan patung dengan panjang 120 cm dan berat 1,3 kuintal di kedalaman 11 sampai 15 meter dari permukaan

BPM/dgk

LINGKUNGAN – Usaha pelestarian bawah laut dilakukan aktivis FPMK, menenggelamkan sepuluh patung yang akan ditumbuhi terumbu karang sejak Kamis (10/11) di perairan kawasan Putri Menjangan Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Buleleng. laut. Bahkan sebanyak 30 orang aktivis dari FKPM, aktivis Biosfer Foundation, LSM dari Amerika Serikat dan mahasiswa Universitas Brawijaya Malang, ikut membantu usaha konservasi di perairan kawasan Putri Menjangan. Konon

pembuatan patung hasil swadaya antaranggota. Biaya dikeluarkan mencapai Rp 10 juta. ‘’Patung setelah ditenggelamkan akan ditumbuhi karang perlahan-lahan tiga bulan ke depan. Kami harap patung di dasar laut dapat

menjadi destinasi wisata bawah laut di kawasan Putri Menjangan. Wisatawan pecinta diving bisa lebih tertarik. Kami juga menanam mangrove untuk dirawat sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan,’’ paparnya. (dgk)


19

Minggu Paing, 13 November 2016

Konstelasi Persaingan Dua Kader PDI-P Buleleng Singaraja (Bali Post) Dua kader militan PDI Perjuangan, Putu Agus Suradnyana, S.T. dan Dewa Nyoman Sukrawan, terlibat dalam konstelasi persaingan yang menguras emosi masyarakat. Hal ini telah menjadi daya tarik tersendiri jika kita mencermati perhelatan demokrasi di tanah Panji Sakti. Bakal calon perseorangan Dewa Sukrawan didukung Golkar, Demokrat dan PKS mengalami jalan berliku, karena harus diverifikasi faktual ulang demi menjadi calon bupati dan wakil bupati. Sebaliknya Agus Suradnyana maju mulus bersama partai pengusung, PDI-P dan NasDem. Denyut politik semakin kencang lantaran Pilkada Buleleng memiliki nuansa dan warna yang berbeda dengan pemilihan kepala daerah lain di Bali. Jika Dewa Sukrawan gagal sebagai calon, maka PAS-Sutjidra yang juga didukung Hanura, Gerindra, PKB, PPP, dan PAN akan berkampanye di masyarakat melawan kotak

kosong pada pemilihan 15 Februari 2017. Belajar dari pengalaman pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) antara Donald Trump dan Hillary Clinton, di mana keduanya head to head bersaing sehat melalui pemikiran dan argumen yang konstruktif. Sebaliknya topik demokrasi di Buleleng masih berkutat mengenai KTP dukungan dan mencari pembenaran laporan antarpendukung. ‘’Penting untuk kita sepakati bahwa konflik pilkada yang biasanya dipicu oleh masalah-masalah administrasi atau data pemilih, netralitas penyelenggara, serta belum optimalnya kepatuhan kita terhadap peraturan yang diberlakukan. Hal itu akan semakin menjauhkan makna berdemokrasi dan keterwakilan rakyat sebagai pemilik demokrasi itu sendiri,’’ ujar Wakil Rektor II Undiksha Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, Sabtu (12/11) kemarin. Alumni S-2 dan S-3 UPI Bandung ini menambahkan, munculnya protes dan

hadirnya sekelompok penyelenggara pemilu ke KPU Buleleng, menunjukkan ada sesuatu yang harus di-clear-kan oleh penyelenggara pilkada. Di sisi lain, penyelenggara kontestasi demokrasi, yaitu KPU Buleleng perlu meningkatkan kepekaan diri melihat persoalan antardua kubu lawan politik yang berhadapan. Setiap proses tahapan mestinya menjadi taruhan kejelian administrasi dan birokrasi tata kelola demokrasi, termasuk dalam hal ini kinerja PPK atau PPS. KPU pada konteks ini tidak boleh lemah, apalagi terindikasi abai, karena dampaknya bisa sangat fatal dan meluas. KPU diminta tidak sampai membuat kebimbangan atau keputusan yang bersifat semu, sehingga semakin menguras emosi politik di masyarakat, khususnya dengan aturan PKPU. Pasalnya, kedua tokoh calon pemimpin Buleleng tersebut akan selalu berupaya memperjuangkan pembangunan demokrasi di Buleleng. (kmb34)

Investor Lokal Dari Hal. 1 Adhi Ardhana melanjutkan, bila pemerintah sudah mengetahui kebutuhan cangkul dengan benar, kalangan swasta pasti akan menginvestasikan dana untuk memproduksinya. Tetapi kenyataannya, kebutuhan ini justru tidak diketahui oleh investor lokal. Bisa dikatakan, pemerintah kurang cermat dalam memandang kebutuhan negaranya sendiri. Hal ini pun diharapkan tidak dilakukan oleh pemerintah di Bali. Baik pemprov maupun pemerintah kabupaten/ kota agar siap menyatakan menolak cangkul impor. ‘’Teknologi itu ada di tengah masyarakat, di Bali ada pande. Maka tentu pemerintah Bali wajib kiranya sudah tahu kebutuhan cangkul di Bali. Kalau sudah tahu tentu dapat dilontarkan pada pemerintah daerah maupun sekaa yang kita miliki untuk dapat memproduksinya dan berani menyatakan menolak cangkul Cina di Bali,’’ tandasnya. Seperti diketahui, Kementeri a n P e r d a g a n g a n memberikan izin kepada PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk mengimpor mata cangkul pada Juni 2016 dari Tiongkok. Izin tersebut berakhir

pada Desember 2016. Dari total izin impor kepala cangkul 1,5 juta unit, realisasi impornya hanya sebesar 5,7 persen atau 86.190 unit. Alasannya karena mata cangkul itu masih dibutuhkan. Selain itu, selama ini cangkul yang masuk ke Indonesia adalah cangkul ilegal. Cangkul Favorit Komentar yang sama datang dari petani I Gusti Putu Widanyana. Bagia dia, kebijakan mengimpor mata cangkul dianggap tidak tepat. Selain merusak industri rumah tangga seperti pande di Bali, juga petani kita tak perlu dimanjakan dengan barang-barang impor. Khusus untuk Tabanan, katanya, mata cangkul dari Cina ini dipastikan tak laku. Sebab, para petani dalam hal ini di Tabanan memiliki cangkul merek favorit yang sudah biasa mereka pakai. ‘’Kalau petani di Tabanan suka membeli cangkul yang merek Buaya,’’ ujar I Gusti Putu Wiadnyana. Ia melanjutkan, cangkul merek tersebut disukai p e t a n i ka re na kua t d a n tahan lama. Jika apik memakainya cangkul tersebut bisa bertahan hingga lima tahun. Untuk Tabanan sendiri jarang ada petani yang membeli di pande besi. Sebab, jika dipesan ke pande besi maka membutuhkan

waktu lama, sementara petani inginnya cepat dan bisa langsung dipakai. Apabila impor cangkul benar adanya, Wiadnyana mengkhawatirkan tidak akan banyak terserap ke pertanian karena alasan image dan kebiasaan petani memakai merek cangkul tertentu. ‘’Mengubah kebiasaan petani yang suka pada merek cangkul tertentu itu agak sulit,’’ ujarnya. Sementara salah satu pande besi Tabanan Ketut Margi memaparkan, selama menjadi pande besi ia belum pernah membuat cangkul. Untuk alat pertanian biasanya ia membuat sabit atau parang. ‘’Skill saya lebih kepada membuat senjata seperti keris, samurai, pisau dan parang. Untuk alat pertanian biasanya dipesan petani berupa sabit,’’ ujarnya. Untuk membuat cangkul memang memerlukan keahlian khusus dan di Tabanan jarang ada pande besi yang bisa membuat cangkul dan lebih cenderung membuat senjata. Dari segi bahan baku untuk membuat cangkul, lanjut Margi, lebih mudah dibandingkan bahan baku keris. Cangkul berbahan baku baja yang mudah dicari dan harganya berkisar Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per kilogramnya. (rin/sue/san)

Sindir Jokowi Dari Hal. 1 Namun, pada akhir sambutannya, Cak Imin sempat membacakan pantun yang bernada sindiran kepada Jokowi. ‘’Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, kapan kita senangnya?’’ ujar Cak Imin yang disambut gelak tawa para simpatisan PKB. Presiden Jokowi terlihat tersenyum mendengar pantun tersebut. Jokowi mengatakan pembangunan infrastruktur tidak hanya perlu dilakukan secara fisik, tetapi juga secara batin. Jokowi menyebut jika saat

ini pembangunan fisik masih terus dilakukan, sementara pembangunan batin masih belum berjalan. Dia pun menyindir balik Cak Imin terkait hal tersebut. ‘’Kalau sudah masuk ke infrastruktur batin, sekarang belum,’’ bisik Jokowi kepada Cak Imin. Permasalahan dugaan penistaan agama turut menjadi salah satu hal yang disampaikan Presiden Joko Widodo di depan ribuan simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Jokowi kembali menyatakan tidak akan melakukan intervensi terkait pengusutan dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI

Industri Hulu

Dari Hal. 1 Dalam konteks pertanian, pembangunan industri hulu merupakan subsistem dari dari sistem agribisnis yang menyediakan kebutuhankebutuhan proses produksi produksi. Ketersediaan agroindustri hulu sangat dibutuhkan guna menjamin para petani (sektor pertanian) untuk memperoleh peningkatan produktivitas melalui kegiatan produksinya (on-farm). Keberadaan industri yang menghasilkan mata cangkul, baik yang berskala kecil, menengah dan besar memiliki fungsi sama dengan agroindustri lainnya seperti industri yang menghasilkan pupuk dan pestisida karena menjadi bagian dari subsistem penyediaan sarana produksi dan alat serta mesin pertanian. Kemandirian pertanian di negara kita yang masih bergelar negara agraris sangat perlu memperhatikan konsep agribisnis dan mengimplementasikannya

secara terintegrasi sebagai suatu sistem yang semesta. Masing-masing subsistem dalam agribisnis yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan alat serta mesin pertanian; subsistem on-farm (produksi); subsistem pengolahan; subsistem pemasaran, dan susbsistem penunjang memainkan peranan sesuai dengan fungsi pokoknya. Subsistem pengolahan dan pemasaran sering dikenal dengan sebutan agroindustri hilir yang mengolah dan memasarkan produk-produk pertanian guna meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya. Sebagian besar para petani masih berada pada subsistem produksi (onfarm) harus mendapatkan dukungan dari agroindustri hulu tepat waktu dan tepat jumlah, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan atau kegagalan dalam proses produksinya. Peran pemerintah, baik di sektor pertanian dan industri sebaiknya mempertimbangkan kembali impor mata cangkul yang sep-

Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu. Lebih lanjut ia mengungkapkan, pengusutan terkait kasus itu masih dalam proses. Bahkan, ujar Jokowi, prosesnya sudah dilakukan sebelum ribuan massa unjuk rasa pada 4 November 2016 lalu. ‘’Ya… namanya proses perlu waktu, kok enggak pada sabaran,’’ ujar Jokowi. Ia pun meminta semua pihak bersabar dalam menyikapi permasalahan ini. Dan menunggu proses hukumnya dilakukan oleh aparat. ‘’Jangan aparat hukum kita paksa-paksa, aturan-aturan hukum sudah ada,’’ tegasnya. (ant)

ertinya sangat mencoreng martabat bangsa. Oleh karena itu, pemerintah bersama-sama dengan pelaku industri harus kembali memperhatikan pembangunan agroindustri yang berkelanjutan, khususnya dalam penyediaan mata cangkul. Salah satu unsur keberlanjutannya adalah pelaku industri dapat menjaga produktivitas dan kualitas produknya dan memberikan keuntungan dalam waktu yang lama. Subsistem penunjang dalam sistem agribisnis memberikan pandangan bahwa kebijakan berproduksi baik dalam skala kecil dan menengah termasuk besar dapat berjalan secara baik apabila adanya kebijakan-kebijakan kondusif bagi produsen. Kebangkitan industri mata cangkul di Indonesia harus didorong dan semakin dikembangkan, karena para petani dan mereka yang bukan petani juga masih membutuhkan mata cangkul untuk berbagai aktivitasnya. *

Dibubarkan Dari Hal. 1 Pihak kepolisian juga menjelaskan bahwa demonstran juga melemparkan benda-benda kepada petugas, sehingga harus segera dibubarkan. Di banyak negara bagian lain, unjuk rasa serupa juga berlangsung. Di Manhattan, New York, ratusan orang turut serta dalam unjuk rasa yang diberi nama ‘’Demo Cinta’’. Leslie Holmes, seorang ahli IT, mengaku rela menaiki kereta selama 1 jam untuk ikut dalam demo menolak Trump. ‘’Saya tidak ingin berada dalam negara dimana teman-teman saya tidak diakui. Saya tidak suka negara dimana teman-teman saya merasa takut. Saya ingin anak cucu saya bisa mengembangkan bakat dan potensi mereka secera penuh,’’ ujarnya. Kemudian di pusat Kota Miami, ribuan aktivis berunjuk rasa dengan memblokir jalan tol sehingga memacetkan lalu lintas dari kedua arah. Di New York, demonstran berkumpul di Washington Square Park dan sekitar Trump Tower di mana presi-

den terpilih dari Republik itu tinggal di Fifth Avenue. Trump yang awalnya menuduh demonstran dihasut oleh media, berbalik memuji demonstran hari ini. ‘’Suka pada fakta bahwa kelompok kecil demonstran malam tadi punya gairah untuk bangsa besar kita. Kita semua akan bersatu padu dan bangga,’’ kata Trump dalam Twitter. Cuitan-cuitan Trump belakangan ini sangat berbeda dengan selama kampanye yang penuh kontroversi dan hasutan. Namun kini dia lebih lembut. Setelah Hillary Clinton mengakui kalah dua hari lalu, cuitan dan bahasa Trump menjadi melembut dan memesankan pesan rekonsiliatif d e n g a n m e n y a t a ka n d i a adalah presiden untuk semua rakyat Amerika. Para demonstran di berbagai kota menerikkan yel-yel ‘’Tak boleh benci! Tak boleh takut! Imigran diterima di sini!’’, sedangkan lainnya menerikkan ‘’Makzulkan Trump’’. Sebagian besar pengunjuk rasa di seluruh penjuru AS yang juga melanda daerah khusus ibu kota Washington, D.C. adalah anak-anak muda dan mahasiswa. (rtr)

Hanya Dua Orang Dari Hal. 1 Jika dulunya di wilayah kota Bangli ada sekitar 7 orang perajin pande besi, saat ini perajin yang tersisa hanya sekitar dua orang, yakni dirinya dan satu pande besi lainnya yang ada Sidembunut. Wardana mengungkapkan, salah satu penyebab berkurangnya jumlah pande besi saat ini yakni karena minat generasi muda untuk mewarisi usaha tradisional ini sangat minim. ‘’Anakanak sekarang kebanyakan tidak mau melanjutkan karena pekerjaan ini dianggap terlalu berat,’’ ujarnya. Di samping itu, minimnya minat generasi muda untuk mewarisi usaha tradisional kemungkinan juga disebabkan penghasilan dari usaha ini dianggap tidak menentu karena kebanyakan bergantung pada pesanan. Dikatakan Wardana, akhir-akhir ini pesanan yang diterimanya kebanyakan berupa pisau dan belakas. Untuk alat pertanian seperti cangkul dan sabit, jarang ada yang memesan. ‘’Kalau dulu iya, banyak yang pesan dibuatkan cangkul dan sabit. Tapi sejak tahun 2005 sejak banyak yang pakai traktor, mulai ada penurunan. Yang pesan dibuatkan cangkul sekarang sudah sangat jarang, paling cuma nyervis

saja,’’ ujarnya. Selain itu dirinya juga tidak menampik bahwa banyaknya produk alat pertanian besi seperti sabit, cangkul buatan pabrik yang beredar di pasaran turut menyebabkan minimnya pesanan yag datang kepadanya. Kendati demikian, agar bisa tetap eksis sebagai pande besi, Wardana mengaku hanya bisa berupaya dengan menjaga kualitas barang buatannya. Dirinya tetap mememperhatikan bahan baku sehingga barang buatannya tidak cepat patah atau rusak. Di Denpasar warga pande terbanyak terkonsentrasi di wilayah Banjar Tatasan Kaja dan Banjar Tatasan Kelod. Kini warga pande yang menjalni profesi pande besi juga menyusut. Di Kesiman tercatat satu warga pande yang menjalani profesi ini. Namun menariknya, pesanan yang paling banyak diterimanya bukan membuat arit dan cangkul untuk petani, melainkan membuat taji untuk tajen alias sabungan ayam. Kondisi ini membuktikan bahwa di Denpasar nyaris tak lagi ada petani yang tergantung dengan pande besi. Bisa jadi karena tak lagi menjalani profesi itu, kedua karena pesanan konsumen sudah berubah dari membuat arit menjadi membuat taji. (ina/sue)

Rekayasa Kebijakan Dari Hal. 1 Salah satunya adalah rekayasa teknologi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan teknologi. Di samping juga merancang rekayasa kebijakan manajemen. Giri Prasta mengatakan, ke depan pertanian di Badung akan dikembangkan menjadi pertanian yang kontemporer. Artinya, teknologi yang digunakan disesuaikan dengan teknologi modern. Sehingga cara bertani tidak lagi menggunakan teknik lama, tetapi dengan teknik yang baru dengan hasil produk pertanian yang berkualitas. Selain mengembangkan rekayasa teknologi, pemilihan bibit unggul yang sesuai dengan jenis/kadar tanah juga akan terus dikembangkan dengan melibatkan pe-

neliti dari Fakuktas Pertanian Unud dan instansi terkait. Hal ini diharapkan agar petani tidak salah pilih bibit mana yang cocok untuk ditanam di lahannya. Untuk pemasarannya, Pemkab Badung akan mengembangkan Smart City dengan membuatkan aplikasi khusus di bidang pertanian. ‘’Yang jelas kami akan kolaborasikan antara sektor pertanian dengan sektor pariwisata. Di sana kita akan berpikir tentang pertanian kontemporer, sehingga petani nantinya akan mendapatkan hasil pertaniannya yang berkualitas dan tempat pertanian akan kami jadikan ekowisata berbasis lingkungan, sehingga ada dua pendapatan yang didapatkan oleh petani. Itulah yang kami sebut dengan Agro Tourism Technopact (ATT),’’ pungkasnya. (win)

Living Expense Dari Hal. 1 Ketika passive income melebihi living expense, pada saat itu kita tidak perlu bekerja lagi. Contohnya kebutuhan hidup dengan gaya yang kita inginkan adalah Rp 10 juta per bulan. Jika kita memiliki deposito sebesar Rp 2 miliar, bunga 9% pa, maka pendapatan dari deposito kita adalah Rp 12 juta per bulan (net setelah dipotong pajak). Maka passive income saya Rp 12 juta sudah melebihi biaya hidup bulanan saya yang Rp 10 juta. Ketika itu maka sebenarnya saya tidak perlu bekerja lagi. Begitu konsep sederhananya. Never to work again dicapai ketika passive income melebihi living expense. Mulailah Sekarang Jika kita benar-benar menginginkan kondisi tidak perlu bekerja lagi, maka mulailah membangun investasi. Seperti kata pepatah, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Kata kuncinya adalah mulailah sekarang. Pilih jenis investasi yang gampang dulu. Saya menyarankan untuk pemula berinvestasi pada tabungan atau deposito dulu yang gampang, sederhana dan relatif aman. Pilih jenis tabungan yang dicicil (installment saving). Minta bank untuk secara otomatis mendebet rekening tabungan transaksi kita ke jenis tabungan investasi ini. Salah satunya tabungan SIKAYA (atau tentukan produk lain yang lebih baik). Dengan mulai kecil-kecil mencicil tabungan, kita mulai membangun portfolio investasi. Portofolio investasi mana yang akan semakin besar, semakin besar dan semakin besar, yang pada akhirnya hasil dari investasi tadi melebihi biaya hidup kita. Tentunya pilihan investasi akan semakin beragam seiring dengan meningkatnya kemampuan finansial kita. Simplikasi Hidup Kita Jika kita menginginkan never to work again, selain mulai membangun portofolio investasi kita, maka cara lain yang dapat ditempuh adalah menyederhanakan hidup kita. Artinya mengatur gaya hidup. Tentunya kita bisa memilih gaya hidup yang kita inginkan. Apakah kita mau hidup dengan Rp 10 juta sebulan atau Rp 100 juta sebulan atau Rp 1 miliar sebulan. Semuanya adalah pilihan. Dengan gaya hidup yang lebih sederhana, katakanlah Rp 10 juta sebulan, lebih mudah dicapai. Jika kita menginginkan gaya hidup yang lebih kompleks, misalnya Rp 100 juta sebulan, tentunya dibutuhkan portofolio investasi yang jauh lebih besar, lebih kompleks, dan lebih lama mencapainya.

Prinsipnya adalah kita p e rl u m e m p e rhi t un g ka n dua variabel ini, yang satu adalah portofolio investasi yang kita bangun sedikit demi sedikit, dan yang kedua adalah gaya hidup sesuai dengan biaya hidup yang kita inginkan. Dengan menyederhanakan gaya hidup kita lebih mudah kita mencapai kondisi never to work again. Semakin tinggi target gaya hidup yang kita inginkan semakin besar portofolio investasi yang perlu kita bangun. Reposisi Dana Ketika investasi yang kita bangun mulai mencapai jumlah yang cukup besar, lakukanlah reposisi terhadap dana kita. Misalnya dengan mulai menempatkan deposito yang memberikan hasil lebih besar. Mulai membeli reksadana yang juga memberikan hasil lebih besar. Ketika investasi yang sederhana tadi mulai membesar, seiring dengan meningkatnya keterampilan kita, kita bisa mulai mereposisi aset kita ke jenis investasi yang lain. Jenis-jenis investasi yang perlu dipertimbangkan dalam membangun portofolio investasi kita selain tabungan dan deposito di bank, antara lain dengan: membangun bisnis, investasi properti dan portofolio di saham. Tentunya jenis-jenis investasi tadi membutuhkan keterampilan yang berbedabeda. Jenis-jenis investasi di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, hasil yang berbeda-beda dan membutuhkan keterampilan yang berbeda-beda pula untuk membangunnya. Aturan Main Yang perlu kita perhatikan dalam proses membangun portofolio investasi yang kita inginkan adalah kita perlu mempelajari aturan main dari masingmasing jenis investasi tadi. Ingat masing-masing investasi, baik membangun bisnis, investasi properti maupun investasi saham memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Pelajari dulu aturan mainnya. Jangan terburu-buru terjun tanpa memahami dan mendalami aturan-aturannya. Sebagaimana dalam setiap permainan, misalnya dalam permainan catur, agaklah sulit dibayangkan untuk bisa menang di pertandingan catur ketika kita tidak memahami teknik bermainnya dengan benar. Dalam melakukan investasi, banyak orang melakukan kesalahan dengan langsung bermain tanpa mempelajari aturannya, teknik-tekniknya dengan benar. Learning the game of investment merupakan investasi anda yang paling berharga dalam proses membangun portofolio investasi. Salam www.alexpchandra.com


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Paing, 13 November 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

’’Come Back’’ Tahun Depan RESMI menyandang gelar Bachelor of Arts (BA) dari Oxford University pada September lalu, aktris dan penyanyi Maudy Ayunda mengatakan akan kembali ke dunia hiburan tahun depan. ‘’Baru selesai syuting film ‘Trinity, The Naked Traveler’ yang akan keluar tahun depan, terus mau mulai balik lagi ke dunia musik,’’ katanya ditemui usai press screening film animasi Disney ‘’Moana’’ di Jakarta, Jumat (11/11). ‘’Mengeluarkan lagu-lagu aku lagi, album tahun depan insha Allah, pokoknya didoakan saja, ini come back akulah,’’ sambungnya. Salah satu bentuk awal Maudy melangkah di dunia hiburan setelah kurang lebih tiga tahun menyelesaikan studi PPE (Philosophy, Politics and Economics) adalah menyanyikan soundtrack film animasi Disney ‘’Moana’’ dalam versi bahasa Indonesia. Saat ditanya apakah hal itu juga merupakan langkah Maudy untuk go international, bintang film dan pengisi soundtrack ‘’Perahu Kertas’’ tersebut mengaku tidak memiliki rencana seperti itu. ‘’Tidak ada mimpi yang terlalu seperti itu, maksudnya bukan sesuatu yang benar-benar aku kejar untuk go international, tapi ini aku merasa seperti apresiasi yang sangat menyenangkan dari dunia global,’’ ujar Maudy. (ant)

Maudy Ayunda

BPM/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 13 November 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu