Skip to main content

Edisi Sabtu 13 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 311 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Selamatkan Lingkungan Tas Kresek akan Dikenakan Cukai

Jakarta (Bali Post) –

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan bahwa plastik yang dikenai cukai hanya kantong plastik belanja atau lebih dikenal dengan istilah tas kresek. “Target kami adalah kantong plastik belanja, bukan kantong gula, bukan juga kantong daging. Ini yang harus diluruskan,” kata Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan M. Sutartib, Jumat (12/7) kemarin. Sutartib mengatakan, saat ini sebagian masyarakat masih salah paham mengenai pengenaan cukai tersebut. Mereka menganggap semua jenis plastik, termasuk botol kemasan serta plastik sachet terkena regulasi cukai. Padahal hanya kantong plastik yang dikenakan cukai, lantaran dampaknya terhadap kerusakan lingkungan yang sangat besar. Berdasarkan data, sebut Sutartib, 62 persen sampah plastik yang ada di Indonesia merupakan sampah kantong plastik. “Kenapa bukan botol? Karena kalau botol orang gampang memulungnya. Sedangkan dalam berbagai survei, kantong plastik yang akan dipungut oleh pemulung paling banyak 5 persen, karena malas untuk memungut, karena tipis mungkin juga sudah campur dengan kotoran. Maka kami punya ide, inilah yang perlu kita kendalikan,” ucap dia. Sutartib melanjutkan, kantong

plastik belanja yang akan dikenakan cukai berjenis Petroleum-base. Nantinya, pemerintah akan menentukan besaran tarif yang akan dikenakan pada kantong plastik belanja tersebut. Semakin tidak ramah lingkungan, tarif yang dikenakan akan semakin tinggi. “Jadi intinya, tarif paling tinggi yang paling tidak ramah lingkungan. Makin ramah lingkungan itu tarifnya makin kecil. Bisa juga sampai nol persen,” ujar dia. Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Adriyanto mengatakan, pengenaan cukai diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengurangi konsumsi kantong plastik. “Dengan penerapan ini diharapkan dapat mengubah perilaku masyarakat yang selama ini banyak mengonsumsi kantong plastik sehingga akhirnya mengurangi konsumsi kantong plastik,” ucap dia. (ant)

”Pemerintah akan menentukan besaran tarif yang akan dikenakan pada kantong plastik belanja tersebut. Semakin tidak ramah lingkungan, tarif yang dikenakan akan semakin tinggi. Jadi, intinya tarif paling tinggi yang paling tidak ramah lingkungan. Makin ramah lingkungan itu tarifnya makin kecil. Bisa juga sampai nol persen.” M. Sutartib Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

Bali Post/dok

SAMPAH PLASTIK - Tumpukan sampah yang didominasi tas plastik di salah satu TPS di Kota Denpasar.

Calon Menteri, Jokowi Cari Profesional Muda

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Wododo meminta kalangan partai politik mengajukan profesional muda sebagai kader yang akan menempati posisi menteri pada periode 2019-2024. “Saya minta dari partai juga ada yang muda, ada dari profesional juga,” kata Presiden Jokowi usai membuka pameran Karya Kreatif Indonesia 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (12/7) kemarin. Presiden Jokowi menyebutkan kalau tidak ada dari partai, ia akan mencari sendiri tokoh muda dari kalangan profesional. “Profesional muda, kan banyak banget profesional-profesional muda,” katanya. Sebelumnya, sejumlah parpol sudah mengajukan jumlah kursi untuk posisi menteri kepada Presiden Jokowi. “Ya ‘gakpapa’, mau minta 10 mau minta 11, mau minta 9, kan ‘gakpapa’, wong minta aja,” katanya didampingi Gubernur BI Perry Warjiyo, Seskab Pramono Anung, dan Kepala Bekraf Triawan Munaf. Jokowi mengaku sudah memiliki gambaran untuk kabinet yang akan membantunya menjalankan tugas Presiden RI periode 2019-2024. Ia menyebutkan komposisi kabinet kemungkinan akan 60:40 atau 50:50 dari kalangan parpol dan dari profesional. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan akan mengumumkan secepatnya kabinet yang akan membantunya pada periode kedua. Ia juga menyebutkan akan banyak menteri lama yang akan kembali menempati posisi menteri. Ketika ditanya apakah menteri yang terseret kasus hukum akan bertahan, Jokowi mengatakan akan melihat kasus per kasus. “Ya nanti dilihat, semua hal mesti kita pertimbangkan,” katanya. (ant)

Bali Post/ant

BERSAMA - Ridho Rhoma bersama ayahnya Rhoma Irama (kanan) di Kejaksaan Tinggi Jakarta Barat, Jumat (12/7) kemarin.

Ridho Rhoma Jalani Sisa Kurungan 8 Bulan

Jakarta (Bali Post) Terdakwa kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu seberat 0,72 gram, Muhammad Ridho atau akrab disapa Ridho Rhoma, menjalani sisa kurungan delapan bulan penjara di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat. “Kami tim jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (hari ini) melaksanakan eksekusi terhadap putusan Mahkamah Agung atas nama Muhammad Ridho bin Rhoma Irama,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Jakarta Barat Edy Subhan, Jumat (12/7) kemarin. Edy menjelaskan bahwa Ridho harus menjalani sisa kurungan itu usai Mahkamah Agung RI memperberat hukuman terhadap terdakwa dari sepuluh bulan penjara menjadi satu tahun enam bulan. Hukuman itu berdasarkan putusan hakim Mahkamah Agung RI nomor 570 K/Pid.Sus/2019 yang terbit pada 13 Maret lalu. “Di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Ridho divonis putusan 10 bulan. Kami mengajukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung, lalu turun putusan selama satu tahun enam bulan,” ujarnya. Adapun terdakwa Ridho Rhoma menuturkan bahwa pihaknya tidak akan melakukan Peninjauan Kembali (PK) terkait hukuman tambahan tersebut. “Saya hargai dan hormati putusan hakim. Saya siap menjalankan putusan yang diberikan,” ucap pelantun lagu ‘Menunggu’ ini sesaat sebelum digelandang ke Rutan Salemba. (ant)

REKONSILIASI

Jokowi Disarankan Tolak Syarat Pulangkan Rizieq Jakarta (Bali Post) – Wakil Ketua Umum DPP PAN, Bara Hasibuan, menyarankan agar Presiden RI Joko Widodo menolak syarat rekonsiliasi, yaitu pemulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) dari Arab Saudi. “Saya ingin menyerukan kepada Presiden untuk menolak persyaratan rekonsiliasi tersebut karena bisa menjadi preseden buruk dalam pemilihan presiden berikutnya,” kata Bara di kompleks MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Jumat (12/7) kemarin. Bara mengatakan bahwa ide rekonsiliasi dan pemulangan HRS merupakan dua hal yang berbeda karena kasus HRS adalah persoalan hukum tersendiri yang tidak bisa diintervensi kepentingan politik. Sementara itu, rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019 merupakan rekonsiliasi politik yang memang dibutuhkan sebagai suatu tradisi dalam demokrasi Indonesia setelah melaksanakan Pilpres. “Pilpres 2019 berlangsung sangat panas, menimbulkan luka dan polarisasi di tengah masyarakat sehingga perlu suatu tindakan simbolis berupa rekonsiliasi politik,” ujarnya. Bara menilai kalau langkah rekonsiliasi itu dicampuri dengan ide pemulangan HRS, itu merupakan bentuk pengkhianatan atas ide rekonsiliasi itu sendiri. Ia menilai rekonsiliasi bisa berhasil dan terlaksana kalau ada sikap kebesaran hati yang ditunjukkan pihak kalah dan seharusnya rekonsiliasi tidak mengajukan persyaratan apa pun dari pihak yang kalah. “Kebesaran hati itu belum ditunjukkan secara penuh oleh pihak Prabowo. Misalnya, belum memberikan selamat kepada Jokowi, belum mengajak para pendukungnya meninggalkan perbedaan dan meninggalkan sikap-sikap yang bermusuhan,” katanya. Hal. 15 Tidak Perlu

Bali Post/ant

KARYA KREATIF - Presiden Joko Widodo meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7) kemarin. Pameran bertema Mendorong Pertumbuhan Melalui UMKM Go Export dan Go Digital tersebut menampilkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia.

Indonesia Masih Berpotensi Perpecahan Jakarta (Bali Post) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Tito Karnavian, mengingatkan, negara yang masih didominasi oleh masyarakat kelas bawah berpotensi terjadinya perpecahan. “Bangsa kita masih didominasi oleh masyarakat kelas bawah, sehingga masih berpotensi perpecahan dari faktor internal. Selama 74 tahun dominasi low class yang masih banyak dan pengangguran masih tinggi,” kata Tito saat memberikan pembekalan kepada 781 orang calon perwira (Capaja) TNI dan Polri tahun 2019 di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (12/7) kemarin. Menurut dia, negara-negara yang masih didominasi masyarakat kelas bawah rentan terjadinya ketidakpuasan kepada pemerintah, rentan terjadi kecumburuan sosial,

rentan terhadap provokasi, rentan diadu domba antarmasyarakat di kelas itu atau antarkelas. Dia mengingatkan, di tengah perjalanan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan selama 74 tahun, harus diakui bahwa bangsa Indonesia belum mampu menciptakan negara yang masyarakatnya didominasi oleh kelas menengah. “Kita harus jujur bahwa kita belum mampu membuat bangsa kita dalam demografinya didominasi masyarakat kelas menengah. Indikator negara kuat dan stabil adalah masyarakat kelas menengah yang besar,” jelasnya. Ia mencontohkan, seluruh negara besar dan kuat hampir dipastikan masyarakatnya didominasi oleh kelas menengah, sedangkan masyarakat kelas bawah keberadaannya hanya sebagian kecil seperti halnya, Amerika, Singapura, Selandia Baru, Denmark, Nor-

wegia, Finlandia, dan lainnya. “Negara kuat didominasi kelas menengah. Potensi konflik menjadi lebih rendah karena kecukupan. Bangsa yang memiliki kelas menengah yang lebih besar, akan meminimalkan konflik,” ujar Tito. Saat ini, menurut Tito, walaupun pemerataan kesejahteraan naik, namun relatif masih kurang. Semua ini menjadi potensi men-triger atau memicu munculnya isu-isu lain yang bersifat primordial. “Isu ideologi, agama, perbedaan suku, ras, akan muncul ketika terjadi permasalahan di bidang kesejahteraan ekonomi,” ujarnya. Untuk faktor eksternal, dijelaskan Tito, Indonesia tidak berada di ruang vakum atau berdiri sendiri. Ada dinamika hubungan internasional yang tentunya melibatkan Indonesia. Perpecahan juga

bisa terjadi jika bangsa Indonesia tidak mampu mengikuti perkembangan global yang terjadi. Dalam kesempatan itu, Kapolri di hadapan ratusan Capaja TNI-Polri menyebutkan bahwa TNI dan Polri merupakan pilar dalam menjaga keutuhan bangsa menuju Indonesia lebih maju ke

depan. “Saya harapkan Capaja TNI-Polri bisa menjalin hubungan baik sebagai kolega, sahabat, teman, dan saudara. Mari bersatu padu dan bersinergi. Kompetisi adalah hal biasa, tapi kompetisi yang sehat,” kata Tito. (ant)

Tito Karnavian

Bali Post/ant


DENPASAR

2 “Guide” Liar dari Rusia Beroperasi di Bali

Dispar Segera Bentuk Satgas Libatkan HPI

Denpasar (Bali Post)Isu terkait beroperasinya guide liar dari Rusia disikapi serius oleh pemprov, khususnya Dinas Pariwisata. Sebelumnya, hal ini menjadi sorotan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali. Mengingat jumlah kunjungan wisatawan Rusia juga cukup signifikan ke Pulau Dewata. “Kenapa itu (guide liar-red) ada di Bali, karena memang ada segmen pasarnya. Karena banyak turis Rusia ke Bali, sehingga itu adalah ladang ekonomi bagi mereka,” ujar Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa dikonfirmasi, Jumat (12/7). Berdasarkan informasi dari HPI, lanjut Astawa, guide liar dari Rusia itu awalnya beroperasi di Thailand. Namun telah diusir dari negeri gajah putih tersebut. Bukannya kembali ke negara asal, mereka malah datang ke Bali. Oleh karena itu, upaya pengawasan perlu ditingkatkan lagi. Mengingat fenomena guide liar bisa merusak citra pariwisata Bali. “Apa yang mereka mau ceritakan kepada wisatawan? Bisa saja dia ngawur, sehingga nanti akan mencoreng pariwisata Bali. Kemudian dia akan mengambil lahan pekerjaan orang lokal,” imbuh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali ini. Menurut Astawa, hal itu akan merusak tata niaga guide lokal. Kalau dibiarkan, tentu tidak bagus bagi Bali ke depannya. Menyikapi masalah ini, pihaknya sudah menggelar rapat melibatkan Imigrasi, HPI Bali termasuk divisi khusus Rusia, Satpol PP Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Provinsi, serta Badan Kesbangpol. Lantaran beroperasi secara ilegal, guide liar dari Rusia itu harus ditertibkan. Namun kendalanya, mereka masuk ke Bali memakai visa turis. “Mana guide atau turis, ini perlu identifikasi secara benar. Kalau salah menangkap orang, bisa menimbulkan masalah lagi. Jadi, kita gandeng HPI untuk mengidentifikasi guide ilegal tersebut,” jelasnya. Astawa menambahkan, kendala lain justru terkait kewenangan penegakan hukum oleh Satpol PP. Mengingat, tugas Satpol PP cukup berat sehingga butuh adanya back up. Terkait hal ini, pihaknya akan segera membentuk Satgas yang didalamnya juga beranggotakan HPI Bali dan pihak Imigrasi. Keterlibatan imigrasi utamanya untuk mendeportasi guide liar yang tertangkap. Rencana pembentukan satgas segera diusulkan kepada gubernur agar bisa dibiayai dalam rangka mem-back up Satpol PP. “Satpol PP menurut saya sudah cukup cekatan, pergerakannya bagus. Tapi perlu di-back-up, karena guide liar ini berpindah-pindah. Kadang di Karangasem, lalu di Buleleng,” paparnya. Selain guide liar dari Rusia, Astawa mengaku juga akan memantau kemungkinan adanya guide liar dari negara lain. Semua pihak diminta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam Perda Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pramuwisata juga telah disebutkan sanksi berupa denda dan kurungan bagi yang tertangkap melakukan kegiatan ilegal. Sementara itu, Ketua DPD HPI Bali Nyoman Nuarta mengaku sudah berkoordinasi dengan Satpol PP terkait keberadaan guide liar tersebut. Hasilnya, sudah terjaring 15 orang pemandu wisata ilegal. Dari data yang diperoleh HPI Bali di lapangan, turis Rusia yang menjadi guide ini ternyata memiliki visa kerja. “Ini yang perlu ditelusuri, bagaimana mereka bisa mengantongi visa kerja sebagai instruktur diving atau surfing,” ujarnya. Menurut Nuarta, rute yang mereka tawarkan mudah ditebak sesuai dengan hasil investigasi HPI. Oleh karena itu, Satpol PP yang akan turun melakukan sidak diminta berkoordinasi dengan HPI Bali. (kmb32)

Dispora Bali Susun Ranperda Kepemudaan Denpasar (Bali Post)– Setelah memiliki Perda tentang Keolahragaan, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali saat ini tengah menyusun rancangan peraturan daerah atau Ranperda tentang Kepemudaan. Payung hukum ini dibentuk untuk mensinergiskan kegiatan kepemudaan di Provinsi Bali. Menurut Plt. Kapala Dinas Pemuda dan Olahraga atau Dispora Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin AP., M.Si., belum lama ini, tujuan pembuatan Ranperda tentang Kepemudaan ini adalah untuk melakukan sinergisitas pembinaan pemuda di Provinsi Bali yang selama ini dilakukan secara parsial. Rentin menjelaskan, saat ini pembinaan kepemudaan seperti kegiatan yowana dan karang taruna. Kedua kegiatan kepemudaan ini dilakukan secara parsial. Begitupula dengan kegiatan-kegiatan pemuda lainnya. “Dengan adanya payung hukum melalui Ranperda Kepemudaan, maka pembinaan yang selama ini parsial bisa dilakukan secara sinergis,” katanya. Dalam rangka penyusunan Ranperda Kepemudaan ini, pihaknya telah mengumpulkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, seperti Dinas Kesehatan, Kesra, Dinas Sosial, Bappeda, Kelompok Ahli Pembangunan, dan lainnya, untuk melakukan fokus diskusi grup. Saat ini di Bali telah memiliki Perda tentang Keolahragaan. Dari hasil sharing dengan salah seorang anggota DPRD Bali, mendapatkan respons yang positif. Ketika Perda olahraga itu sudah ada, tentunya diperlukan penyeimbang dengan adanya Ranperda tentang kepemudaan sebagai penyanding. Rentin mengatakan, dengan adanya payung hukum pembinaan kepemudaan provinsi Bali bukan berarti segala pembinaan dilakukan oleh Dispora. Pembinaan secara lintas OPD yang selama ini telah dilakukan terhadap organisasi kepemudaan terus berjalan sebagaimana biasanya. “Konteknya di sini adalah, bagaimana kita menjadikan pemuda Bali bisa berkiprah dalam kegiatan nasional maupun international,” tegasnya. (kmb16)

AGENDA PKB XLI-2019 Sabtu, 13 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Dramatari Gambuh, Desa Tumbak Bayuh, Kec. Mengwi, Duta Kabupaten Badung Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Madya Mandala Kegiatan : Kolaborasi Gamelan Jawa – Bali dan Ramayana Ballet, partisipasi The

Art andCulture of Indonesia (ARCINDA) Colorado, Amerika Serikat

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Danau Harus Dijaga

Koster: Jumlah Sungai Mati Jangan Sampai Bertambah

Denpasar (Bali Post)-

Penyediaan air bersih menjadi salah satu isu strategis yang sedang dihadapi Bali. Baik menyangkut produksi air, maupun menjaga produktivitas air itu sendiri. Mengingat, sumber-sumber air seperti sungai, danau, waduk bisa terancam kekeringan jika hulu-nya tidak dijaga dengan baik. “Kalau mengalami kekeringan di hulu, nanti sungainya mati. Maka harus dilakukan penghijauan sepanjang sungai dari hulu sampai hilir. Saya akan buatkan petanya,” ujar Gubernur Bali, Wayan Koster di Rumah Jabatan, Jayasabha, Kamis (11/7) lalu. Koster menambahkan, kelangsungan produksi air tidak saja harus terjaga dengan baik. Tapi air yang dihasilkan juga harus bersih. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai, danau, waduk, serta sumber mata air lainnya. Pun tidak boleh diberdayakan secara bebas untuk aktivitas-aktivitas yang bisa menurunkan kualitas air. “Saya kira ini harus dilakukan, supaya air yang kita dapat itu ber-

kesinambungan, debitnya jangan sampai berkurang. Jangan sampai sungai yang mati itu bertambah,” jelas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster mengaku akan segera melakukan pemetaan sungai. Berapa yang hidup, mana yang setengah mati, dan mana yang mati. Termasuk melihat apakah keberadaan sumber mata air masih memadai untuk memenuhi kebutuhan domestik dan industri jasa, khususnya pariwisata. Dari pengamatannya, air selama ini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan domestik. Kendati banyak pihak justru menyebut sektor pariwisata lebih banyak menyedot air untuk kamar mandi hotel lewat penggunaan bathub hingga kolam renang. “Lebih banyak yang domestik, yang lewat PDAM. Tapi

dua-duanya kita siapkan, harus dalam jumlah yang memadai dan kualitas yang baik karena air itu kan disuplai untuk minum, masak, mandi, cuci, harus air yang sehat. Jangan sampai mandi di desa jadi kurap,” paparnya. Koster memastikan penyediaan air bersih akan berpihak kepada rakyat. Walaupun tidak mengabaikan pariwisata atau hotel, karena selama ini telah menyumbang pendapatan bagi daerah. Namun, rakyat membutuhkan air bersih yang murah. Tahun ini, pihaknya bahkan sudah mempersiapkan Pergub terkait

perlindungan sumber air. Data Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida mencatat ada 391 sungai di Bali. Namun tidak semuanya terisi air yang mengalir terus menerus sepanjang tahun. Selain itu, ada empat danau yakni danau Batur, Buyan, Beratan, dan Tamblingan yang berkontribusi besar u n t u k keberlangsungan

1.300-an mata air yang terdeteksi di Bali. Mata air inilah yang mengalir menjadi sungai. Itu artinya, danau memegang peranan penting dalam siklus air di pulau dewata sehingga harus dijaga agar jangan sampai kering. (kmb32)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Gembong Curanmor Rekrut Tiga ABG

Bali Post/eka

PENCURIAN - Kapolresta Denpasar menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor di Mapolresta Denpasar, Jumat (12/7) kemarin.

Denpasar (Bali Post)Polresta Denpasar merilis hasil Operasi Pekat Agung 2019. Selama operasi yang berlangsung 27 Juni hingga 12 Juli tersebut, diungkap kasus curat satu kasus, curas satu kasus, dan curanmor empat kasus yang merupakan target operasi (TO). Untuk non-TO diungkap dua kasus curanmor. Sedangkan yang ditangkap delapan orang, termasuk gembong curanmor, Wisnu Wardana alias Codet yang merekrut Anak Baru Gede (ABG) berinisial ARK (15) dan SDP (15). “Target operasi diungkap semua. Curat satu kasus, curas satu kasus dan curanmor enam kasus. Seratus persen Operasi Pekat Agung 2019 berhasil. Barang bukti yang diamankan HP dua

unit dan sepeda motor enam unit. Tersangka ini dalam melakukan aksinya menggunakan kunci T, obeng dan HP,” tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Jumat (12/7) kemarin. Kombes Ruddi mengungkapkan, wilayah rawan curanmor yaitu Denpasar Timur (Dentim), Denpasar Selatan (Densel) dan Denpasar Barat (Denbar). “Kami berharap pemilik kendaraan memasang kunci ganda saat parkir. Kalau parkir kuncinya jangan ditinggal. Dititip sama juru parkir atau tetangga,” pintanya. Pihaknya juga menggencarkan patroli. Bhabinkamtibas juga dikerahkan untuk mengimbau warga supaya

menjaga dengan baik kendaraannya. Sedangkan Kompol Arta menyampaikan, dari delapan tersangka tersebut, tiga di antaranya residivis. Selain di wilayah Denbar, mereka juga beraksi di Kutsel. “Kami bersinergi dengan polsek sehingga berhasil mengungkap kasus ini. Ada juga pelaku (Wisnured) merekrut anggota baru merupakan anak di bawah umur,” tegasnya. Terkait penanganan pelaku di bawah umur, kata mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini, disesuaikan dengan sistem peradilan anak. Pelaku di bawah umur tersebut berperan sebagai joki, membawa motor curian dan eksekutor. “Mereka bukan pelajar tapi tidak melanjutkan sekolahnya,” tandasnya. (kmb36)

Diseminasi Hasil Kelitbangan Tahun 2018

Denpasar Kota Budaya dalam Sinergi Kreatif Kebudayaan, Ekonomi, dan Pariwisata BADAN Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar melaksanakan Diseminasi Hasil Kelitbangan tahun 2018, Jumat (12/7) kemarin di Ruang Sewaka Mahottama Gedung Sewaka Dharma, Denpasar. Adapun tema yang diusung adalah “Denpasar Kota Budaya dalam Sinergi Kreatif Kebudayaan, Ekonomi dan Pariwisata”. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra ditandai dengan pemukulan gong. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kota Denpasar Ir. Putu Naning Djayaningsih, M.Si. menyampaikan, maksud dan tujuan diselenggarakannya Diseminasi Hasil Kelitbangan Tahun 2018 merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 17 Tahun 2016 tentang Pedoman Penelitian dan Pengembangan di Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah. Diseminasi tersebut bertujuan menyebarluaskan hasil-hasil Kelitbangan yang

dilaksanakan melalui kegiatan penelitian dan pengkajian tahun 2018. “Pesertanya berjumlah 300 orang terdiri dari pimpinan perangkat daerah bersama eselon III dan eselon IV yang menangani Perencanaan, Bappeda Litbang Provinsi, Bappeda Litbang Kabupaten se-Provinsi Bali, Akademisi, Lembaga Penelitian Perguruan Tinggi se-Bali, serta perbekel dan lurah se-Kota Denpasar,” ujar Naning Djayaningsih. Menurut Naning Djayaningsih, di tahun 2018 pihaknya melaksanakan empat penelitian dan empat kajian. Dari semua kegiatan Kelitbangan tersebut yang diseminasikan hanya tiga penelitian, yaitu Lingkungan Sehat Pasar Tradisional di Kota Denpasar disampaikan Dr. Ir. I Made Sudarma, M.S. dari Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Udayana, Spend of Money Wisatawan Asing dalam meningkatkan PAD Kota Denpasar disampaikan Dr. Drs. I Nyoman Subanda, M.Si. dari Lembaga Penelitian

dan Pengabdian Masyarakat Undiknas Denpasar, dan Efektivitas Kebijakan tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan Cagar Budaya di Kota Denpasar disampaikan Dr. I Putu Sastra Wibawa, S.H., M.H. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Hindu Indonesia. “Kami menyadari penyelenggaraan diseminasi ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami mohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan dalam penyelenggaraan kegiatan Diseminasi Hasil Kelitbangan ini,” tegasnya. Sementara, Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, diseminasi tersebut untuk menginformasikan hasil penelitian. Apa yang menjadi topik-topik penelitian disesuaikan dengan kebutuhan dari organisasi di OPD. Sekarang dilakukan diseminasi untuk diinformasikan dan membuat mereka paham dan ini juga menjadi suatu

Pukul : 20.00 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali Kegiatan : -Penutupan Pesta Kesenian Bali XLI Tahun2019 -Sendratari Kolosal, “Dalem Samprangan”,SMKN 3 Sukawati, Gianyar

Topik : Didorong pengembangan

pariwisata berbasis masyarakat DISEMINASI - Diseminasi Hasil Kelitbangan Tahun 2018 di Ruang Sewaka Mahottama Gedung Sewaka Dharma, Denpasar, Jumat (12/76 kemarin. Kegiatan tersebut dibuka Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, ditandai dengan pemukulan gong.

program kegiatan mana yang anggap mereka perlu. “Tidak bisa dibilang mana yang paling urgent karena satu sama lain memiliki satu korelasi nanti. Korelasi di sini sebagai Kota Budaya, pasar tradisional dan revitalisasi dari sistem ekonomi tradisitradisi. Ada juga masalah bangunan cagar budaya yang mana akan dijadikan destinasi, apa yang harus dilakukan dan pada akhirnya kita berharap kegiatan-kegiatan lebih rinci itu bagaimana kunjungan tamu lebih tinggi di Denpasar karena ada pengaruh pendapatan PAD dan tingkat produktivitas,” ujarnya. Pembangunan di Kota Denpasar yang telah dilaksanakan selama ini, telah menunjukkan kemajuan di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Pembenahan pasar rakyat menjadi tempat belanja yang bercitra positif adalah suatu tantangan yang cukup berat dan harus diupayakan pemecahannya sebagai rasa tanggung jawab kepada publik. Upaya ini diperlukan untuk merubah paradigma pasar rakyat yang kotor dan kumuh menjadi pasar sehat dengan citra positif dan berwawasan budaya berpedoman pada sapta pesona. Oleh karena itu, penelitian tentang strategi pengembangan pasar tradisional menuju pasar lingkungan sehat telah dilakukan untuk memberi arah dan kebijakan dalam upaya menjadikan pasar tradisional tetap eksis. Selain itu mampu bersaing dalam jepitan pasar modern yang terus berkembang. “Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi dalam peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah-red). Sektor pariwisata yang meningkatkan pendapatan didukung berbagai potensi budaya dan promosi pariwisata baik, oleh Pemerintah Kota Denpasar maupun Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Pusat,”

tandas Wali Kota Rai Mantra. Berbagai potensi yang telah dikemas menjadi beberapa bentuk atraksi wisata, sebenarnya juga telah dipromosikan oleh Pemerintah Kota Denpasar melalui berbagai cara antara lain event wisata, atraksi budaya dan promosi. Kajian spent of money wisatawan asing menjawab upaya peningkatan PAD Pemkot Denpasar dari sektor pariwisata. Selanjutnya Pemkot Denpasar sebagai kota berwawasan budaya telah pula menguatkan statusnya sebagai Kota Pusaka dengan menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) tahun 2010, menjadi anggota Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) tahun 2011 dan masuk ke dalam Jaringan Kota Pusaka Internasional The Organization of Wolrd Heritage tahun 2013. Denpasar sebagai Kota Pusaka telah membangun pondasi eksistensi berbasis filosofi Tri Hita Karana di setiap langkah dan arah pembangunan yang sudah, sedang, dan akan dilaksanakan. “Oleh karena itu, hasil penelitian Kelitbangan yang telah dilakukan dapat menjawab strategi untuk mengatasi tantangan yang ada. Karena penelitian dilakukan oleh pakar yang memiliki kompetensi tinggi di bidang atau sektornya masing-masing. Pikiran-pikiran cemerlang dari para pakar ini tentunya juga menghasilkan rekomendasi sebagai bahan atau masukan dalam menetapkan kebijakan bagi pemimpin daerah,” tandasnya. Evaluasi terhadap setiap kebijakan juga sangat penting dilakukan sebagai feedback kebijakan berikutnya. Khususnya dalam mengawal percepatan capaian target-target pembangunan secara berkualitas sebagaimana yang telah dituangkan dalam RPJMD Kota Denpasar 2016-2021 dan RPJPD Kota Denpasar tahun 2005-2025. (ad492)


BADUNG

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

3

Satpol PP Bongkar Penutup Sungai di Petitenget

Bali Post/ist

BONGKAR - Kasatpol PP Badung, IGAK Suryanegara bersama sejumlah anggota dan pemilik bangunan saat memimpin pembongkaran penutupan loloan sungai di kawasan Petitenget.

Mangupura (Bali Post)Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung, Jumat (12/7) menindaklanjuti adanya laporan pelanggaran di kawasan Petitenget, Kuta Utara. Tim yustitusi pun turun ke lapangan dan menemukan adanya penutupan sungai loloan di kawasan tersebut. Tanpa menunggu waktu, tim yang dipimpin langsung Kasatpol PP Badung, IGAK Suryanegara melakukan pembongkaran. “Sesuai dengan sejumlah laporan yang diterima, dan beberapa kali teguran untuk para pengusaha yang menutup loloan tukad Petitenget, saat ini tim langsung mengambil tindakan tegas dengan melakukan pembongkaran bersama pemilik ruko,” terangnya. Menurutnya, selama ini pihaknya sudah memberikan teguran kepada pihak bersangkutan. Artinya hanya dibangun jembatan selebar 4 meter, dan sisanya harus dibongkar. “Kami sudah melayangkan teguran, agar pihak pengusaha melaksanakan sesuai dengan rekomendasi PUPR, tapi ternyata mereka melanggar arahan yang telah diberikan pemerintah dan kami pun tidak segan-segan melakukan tindakan

pembongkaran paksa ini,” ungkapnya. Sebelumnya kasus ini mencuat adanya pemalsuan izin dalam pembangunan proyek tersebut. Izin palsu ini bernomer: 1131/BPPT/2019, tertanggal 21 Januari 2019, yang memberikan izin penutupan di lokasi penutupan sungai berada di Jalan Raya Petitenget Lingkungan Taman, Kelurahan Kerobokan Klod, Kuta Utara. Rencananya di atas sungai yang ditutup tersebut akan dibangun ruko. Kepala DPMPTSP I Made Agus Aryawan yang dikonfirmasi, membenarkan telah terjadi pemalsuan izin penutupan sungai yang dimaksud. “Itu palsu, nomernya masih menggunakan BPPT (Badan Pelayanan Perizinan Terpadu), malingnya tidak profesional,” tegasnya. Pihaknya memastikan tidak pernah memberikan izin penutupan sungai karena hal tersebut tidak sesuai dengan peraturan perundang-undang. Terkait adanya pemalsuan izin tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi untuk mengambil langkahlangkah hukum. Mengingat masalah ini menyangkut institusi pemerintah, serta adanya pemalsuan tanda tangan dirinya. (kmb27)

Dewan Dorong Pengembangan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Mangupura (Bali Post)-

Bicara sumber pendapatan, Kabupaten Badung tak bisa terlepas dari sektor pariwisata. Sektor ini menjadi tulang punggung pendapatan di Gumi Keris. Hanya saja pariwisata yang berkembang kini cenderung menjadikan masyarakatnya objek, sehingga menimbulkan kesenjangan sosial. Karena itu, Ketua DPRD Badung, Putu Parwata berpandangan Badung yang mengandalkan sektor pariwisata harus mengembangkan Community Based Tourism (CBT). “Ketika ngomongin pendapatan Badung sudah pasti pariwisata. Badung tidak akan berdaya tanpa sektor pariwisata, karena sektor ini memang andalan kita,” ungkap Putu Parwata, Jumat (12/7) kemarin. Hanya saja, kata alumni Doktor Ekonomi Pembangunan Unud ini pariwisata yang dikembangkan Badung tidak bisa hanya mengejar kuantitas dan mengabaikan kualitas, sehingga banyak wisatawan yang datang namun kontribusi yang diperoleh tidak maksimal. “Jumlah kunjungan penting, tapi kalau bisa dibarengi dengan kualitas itu lebih penting. Apalagi bisa dirasakan oleh masyarakatnya, sehingga terjadi pemerataan,” terangnya.

Lantas bagaimana caranya? Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini menjelaskan salah satu konsep yang dapat mewujudkan pariwisata berkelanjutan dan pemerataan adalah community based tourism. Secara konseptual prinsip dasar kepariwisataan berbasis masyarakat adalah menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, sehingga kemanfaatan kepariwisataan sebesar-besarnya diperuntukkan bagi masyarakat. “Sasaran utama pengembangan kepariwisataan haruslah meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” katanya. Menurutnya, pariwisata berbasis masyarakat adalah salah satu srategi untuk memobilisasi komunitas untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan sebagai patner industri pariwisata.

Tujuan yang ingin diraih adalah pemberdayaan sosial ekonomi komunitas itu sendiri dan meletakkan nilai lebih dalam berpariwisata, khususnya kepada para wisatawan. “Peran pemerintah di sini adalah menjembatani kepentingan masyarakatnya, seperti mencarikan pasar, membantu pengembangan SDM, dan infrastrukturnya. Misalnya, petani jeruk, biarkan profesinya sebagai petani jeruk, tapi kita bantu mefasilitasinya salah satunya buat cafe di tengah kebun jeruk yang menjual hasil petani jeruk itu sendiri,” paparnya. Dengan kosep tersebut, kata politisi PDI Perjuangan ini pemerintah dan masyarakatnya bisa tumbuh bersama tanpa menimbulkan kesenjangan sosial. “Masyarakat mendapat manfaat dari bertani, pemerintah dapat pajak dan restribusi, jadi simbiosis mutualisme sama-sama diuntungkan,” pungkasnya. (kmb27)

Bali Post/dok

PANTAI - Objek wisata Pantai Kuta merupakan salah satu destinasi yang menjadi andalan Kabupaten Badung meraup PAD.

Dampak Dana Hibah

Nilai Estetis dan Sejarah Warisan Budaya Mengalami Degradasi Mangupura (Bali Post)Selain membawa dampak positif, pemberian bantuan hibah dana oleh Pemda Badung, juga tidak luput dari sisi negatif. Khususnya menimbulkan konsekuensi negatif yang cukup signifikan terkait dengan nilai autentisitas dan pelestarian nilai sejarah budaya, nilai estetis serta pada aspek nilai falsafah religius. Mengutip hasil penelitian tim dari Universitas Udayana, diperkirakan ada 13 warisan budaya (artefak/ monument) yang mengalami degradasi nilai estetis, dan nilai sejarah. Hal itu karena diganti dengan bahan dan bentuk bangunan yang relatif baru dengan batu andesit sesuai dengan selera yang berkembang di tengah masyarakat modern. Tergantikannya bahan asli menggunakan bata merah dan paras dengan

batuan andesit atau batuan vulkanik terutama pada bangunan palinggih dan candi bentar dan paduraksa, secara tidak langsung juga berkonsekuensi pada degradasi nilai filosofis religius yang terkandung pada bangunan suci, khususnya bangunan suci pura. Meski demikian, berdasarkan hasil kajian tersebut, bantuan hibah dana yang diberikan secara tidak selektif oleh Pemda Badung kepada masyarakat adat, secara tidak langsung turut berkontribusi untuk mengganti atau “penghancuran” bangunan warisan budaya lama (pura) yang diperkirakan mengandung nilainilai signifikan pada aspek historis kultural, estetis, dan nilai filosofis religius. Ada beberapa faktor penyebab munculnya konsekuensi negatif bantuan hibah dana terhadap warisan budaya

tersebut. Di antaranya, masyarakat kurang memahami arti penting makna nilai sejarah, seni budaya, dan aspek terdalam dari nilai filosofis religius yang terkandung pada warisan budaya yang dipugar atau diganti. Terkait hal itu, salah seorang tim peneliti yang juga Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unud, Ketut Suamba membenarkan adanya beberapa situs budaya yang mengalami degradasi. Dikatakannya, banyak bangunan bersejarah dibongkar begitu saja. Hal itu menurutnya perlu diperhatikan baik dari sisi pelaksanaan tanpa diawali dengan penelitian, pengamatan, terhadap nilai-nilai sejarah yang ada di bangunan itu sendiri. “Ada beberapa yang memang asal renovasi. Misalnya di daerah Mambal. Bangunan yang mempunyai nilai artistik dan sejarah

dari batu bata. Kemudian dibongkar dan diganti dengan batu hitam,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (12/7). Namun demikian, pihaknya enggan merinci lebih detail hasil penelitian tersebut. Karena memang hal itu belum dipublikasikan secara lengkap. Meski ada dampak negatif, namun kata dia, juga banyak dampak positif yang bisa dirasakan masyarakat penerima hibah. Seperti dampak sosial ekonomi dan pertanian, dampak sosial budaya. Secara ideal implementasi atas kebijakan pemberian bantuan hibah uang ini diyakini memberikan dampak multiplier effect edukasi bagi kalangan masyarakat dalam keikutsertaannya merancang, menggunakan, sampai upaya pertanggungjawaban dana publik yang mereka miliki hak atas pemanfaatannya. (kmb23)

Pertumbuhan Investasi Tinggi

BEI Dorong Perusahaan Lokal ”Go Public”

Mangupura (Bali Post)– Tahun ini, bertambah lagi dua perusahaan di Bali yang IPO (Initial Public Offering) atau go public. Sehingga total sampai saat ini ada lima perusahaan di Bali yang melantai di bursa efek. “Dua perusahaan yang baru melantai di bursa yaitu PT Nusantara Properti Internasional serta Bali United,” kata I Gusti Agus Andiyasa, Kepala Kantor Perwakilan BEI Bali, belum lama ini. Dua perusahaan ini bergerak di bidang property dan olahraga. Sebelumnya telah ada tiga perusahan yang sudah go public, yaitu PT Bukit Uluwatu Villa, PT Bali Towerindo Sentra dan PT Island Concepts Indonesia. Agus menilai perusahaan asli Bali memiliki potensi untuk go public. Umumnya perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang usaha properti, hotel, villa dan komunikasi sesuai dengan karakteristik Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia. “Ke depannya selain Cocomart yang akan go public, masih ada tiga perusahaan lokal lagi telah siap-siap melantai. Tiga perusahaan tersebut sudah proses tanda tangan di penjaminan emisi untuk mengecek layak go public, harga dan dana terserap berapa jika go public,” ujarnya. Ia berharap semakin banyak perusahaan di Bali yang segera menyusul go public mengingat bursa telah merubah aturan bagi

perusahaan yang akan go public. Dengan perubahan aturan itu, maka perusahaan lebih mudah mengurus syarat go public. “Dengan go public perusahaan akan menjadi besar dan transparan,” jelasnya. Keuntungan lainnya go public, kata Agus, perusahaan akan menjadi profesional, transparan, mudah mendapatkan dana segar selain bank serta lebih dikenal masyarakat. Ditambah lagi secara nasional, perusahaan lokal yang tercatat di bursa cukup banyak mencapai 635 koorporasi dengan rata-rata transaksi per hari sekitar Rp 10 triliun. “Kalau perusahaan baru listing di bursa saham sampai saat ini ada 57 perusahaan,” paparnya. Ia mendorong perusahaan di Bali untuk go public karena pertumbuhan investasi saham di Indonesia sangat tinggi. Bahkan pasar modal Indonesia memiliki return tertinggi di dunia dalam 10 tahun terakhir. Diakui dari sisi jumlah investor saham di Bali peminatnya telah mencapai 18 ribu lebih. “Peminat saham ini datang dari kalangan milenial, ada dari mahasiswa maupun pebisnis usia muda. Tingginya minat mahasiswa berinvestasi di saham, karena efek dari telah dilakukan literasi ke kampus-kampus. Sekarang bermodal Rp 100.000 sudah bisa memiliki perusahaan melalui saham,” ucapnya. (kmb42)

Peguyuban Pedagang Dilatih Bahasa Mandarin

Bali Post/edi

BAHASA - Puluhan peguyuban pedagang The Nusa Dua, diberikan pelatihan bahasa mandarin, Kamis (11/7).

Mangupura (Bali Post)Jumlah wisatawan asal Tiongkok saat ini masih mendominasi kunjungan ke Bali. Bahkan, posisinya masih nomor satu di atas jumlah kunjungan wisatawan Australia. Menurut Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok di Denpasar, Gao Haodong, pada tahun 2014 saat Konsulat Jenderal Tiongkok baru didirikan di Bali, jumlahnya orang Tion-

gkok datang ke Bali masih 580.000. Namun, kata dia, tahun 2017 jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok terus naik mencapai angka 1,3 juta orang. Meski jumlah kunjungan cukup banyak, pihaknya mengatakan, di lapangan sejumlah kendala masih ditemukan. Salah satunya, turis Tiongkok ke Bali masih kesulitan dalam berbahasa Inggris saat berkomunikasi

dengan warga Bali, khususnya pedagang di Nusa Dua. Sementara, Managing Director Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua I Gusti Ngurah Ardita menyampaikan, guna menunjang layanan untuk wisatawan Tiongkok, ITDC memberi pelatihan Bahasa Mandarin, Kamis (10/7). Pelatihan yang akan digelar selama tiga bulan ini, khusus diberikan kepada

Peguyuban The Nusa Dua sebagai salah satu garda terdepan melayani wisatawan. “Keahlian bahasa asing sangatlah penting guna meningkatkan excellent service ke p a d a wi s a t a wa n y a ng dapat mendukung profesi mereka, sebagai sebuah World Class Destination. Bahasa sebagai sarana komunikasi merupakan tool yang sangat penting dikembangkan,” pungkasnya. (kmb23)


info seremonial

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Wisuda Bersama Akpar, STMIK, dan STIA Denpasar

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Rakor XX PPTI Se-Bali

Mayoritas Lulusan Raih Predikat ”Cumlaude” Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat

FOTO BERSAMA - Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata (tengah) bersama jajaran Senat Akpar Denpasar, STIA Denpasar, dan STMIK Denpasar. AKADEMI Pariwisata (Akpar) Denpasar, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Denpasar, serta Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Denpasar di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kertha Wisata menggelar wisuda bersama di Agung Room, Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Jumat (12/7). Akpar Denpasar melaksanakan Wisuda Ahli Madya XXIX. Untuk STMIK, merupakan Wisuda Sarjana XI dan Wisuda Sarjana XIX pada STIA Denpasar. Menariknya, mayoritas lulusan tahun ini meraih predikat cumlaude. “Wisuda ini adalah wisuda bersama antara Akpar Denpasar, STMIK Denpasar dan STIA Denpasar dalam satu yayasan yang diikuti 126 wisudawan,” ujar Direktur Akpar Denpasar, I Wayan Sukita, S.Sos., M.Pd. Secara umum, sekitar 75 persen wisudawan pada tahun 2019 ini meraih indeks prestasi kumulatif atau IPK cumlaude. Sisanya, tercatat meraih predikat sangat memuaskan. Wisudawan mayoritas merupakan lulusan Akpar Denpasar. Ini tidak lepas dari perkuliahan yang memakai sistem kredit semester. Jika merasa belum puas dengan perolehan nilai suatu mata kuliah, mahasiswa dapat menempuh ulang untuk memperoleh nilai yang lebih besar lagi. “Tahun ini memang cumlaude-nya cukup besar,” imbuhnya. Menurut Sukita, hampir 90 persen lulusan Akpar Denpasar sudah terserap

di dunia industri. Mengingat, Akpar menerapkan pendidikan vokasional sehingga sebelum wisuda, mahasiswa harus sudah bekerja. Untuk lulusan STIA Denpasar, 100 persen lulusannya, bahkan sudah terserap lantaran mahasiswa memang berkuliah sambil bekerja. Di dalam dunia industri, khususnya pariwisata, IPK yang tinggi atau cumlaude diharapkan berdampak pada posisi atau jabatan para lulusan saat bekerja. “Karena dengan IPK besar, otomatis mereka dianggap memiliki keterampilan atau prestasi yang bagus waktu menempuh pendidikan, khususnya di Akpar,” jelasnya. Sukita menambahkan, Akpar merupakan sekolah pariwisata pertama, bahkan tertua di Bali yang berdiri sejak 1970. Oleh karena itu, pengalaman dalam mendidik dan mengembangkan pariwisata sudah tidak diragukan lagi. Di tengah persaingan dalam mengelola lembaga pendidikan dewasa ini, pemerintah juga telah mengeluarkan begitu banyak aturan dan ketat menuntut kualitas. “Pemerintah mengharapkan agar tidak berorientasi pada jumlah mahasiswa, tapi harus kualitas. Oleh karena itu, kita berusaha menjaga kualitas karena dengan kualitas itu otomatis kuantitas akan mengikuti,” paparnya. Setiap kali acara wisuda, Sukita berpesan kepada para wisudawan agar tidak hanya fokus mencari kerja. Tapi bagaimana

menciptakan lapangan kerja, yang didukung dengan kurikulum wirausaha. Saat ini, jumlah lulusan yang menjadi pengusaha atau berwirausaha sudah mencapai sekitar 20 persen. Wisuda bersama juga dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si., Ketua STMIK Denpasar, I Nyoman Bagus Suweta Nugraha, S.Kom., M.T., Ketua STIA Denpasar, Drs. Ida Bagus Gede Upadana, M.M., serta perwakilan LLDikti. Ketua Yayasan Pendidikan Kertha Wisata, Drs. Putu Bagus Wisnuwardhana, M.Si., mengatakan, yayasan selalu mendukung program ketiga unit tersebut. Baik dalam bentuk sarana prasarana, pendidikan dosen, maupun penjaminan mutu. Pihaknya mengapresiasi sebagian besar lulusan meraih predikat cumlaude, serta jauh sebelum tamat sudah bekerja. “Jadi, pihak industri sudah percaya dengan anak-anak didik kita bahwa mereka bisa bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan kepada mereka,” ujarnya seraya berharap, para wisudawan terus belajar dan tidak hanya puas dengan yang didapat saat ini. Mengingat, dunia akan selalu berubah. Jika tidak bisa mengikuti perubahan, sama dengan game over. Wisuda bersama diisi pula dengan penandatanganan MoU antara STMIK Denpasar dengan Yayasan Pendidikan Wiyanthi, penyerahan sertifikat profesi TIK dari LSP Triatma Kompetensi, serta penyerahan penghargaan bagi lulusan terbaik. Wisudawan terbaik Program Pendidikan D-3 Akpar Denpasar diraih I Putu Hendra Sancahyadi Putra (IPK 3,88) dari Prodi Perhotelan dan Evodius Nogo (IPK 3,81) dari Prodi Usaha Perjalanan Wisata. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada wisudawan berdedikasi dan loyalitas, serta mahasiswa berprestasi. Untuk STMIK Denpasar, wisudawan terbaik disandang oleh I.B. Putu Pabrantika (IPK 3,87), Putu Ratnasari (IPK 3,67), dan I Putu Aditya Wiarta Jaya (3,44). Untuk STIA Denpasar, wisudawan terbaik diraih I Kadek Singgih Premana (IPK 3,78) dari Prodi Ilmu Administrasi Negara. (ad486)

IIK Bali Jalin Kerja Sama dengan Universitas Luar Negeri

INSTITUT Ilmu Kesehatan Medika Pesada Bali (IIK Bali) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Lakeland University di Plymouth, Wisconsin, Amerika Serikat. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan pada Senin (8/7) lalu bertempat di Kampus IIK Bali. Tujuannya menjalin kerja sama dalam aktivitas terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dalam implementasinya, IIK Bali dan Lakeland University sepakat dalam pengembangan keseluruhan program pengajaran secara mutual, pertukaran materi akademik untuk penguatan kurikulum, hingga proyek bersama tentang alam budaya, organisasi, konferensi internasional, lokakarya dan seminar. Dalam presentasinya Dr. David Black, selaku Pimpinan Lakeland University menyampaikan, Lakeland University sudah berdiri hampir 100 tahun dengan 30 jurusan dan memiliki mahasiswa hampir dari 24 negara. Juga memiliki kampus di Jepang dengan program kuliah di Tokyo, Jepang. Hal ini merupakan suatu kebanggaan untuk IIK Bali dapat menjalin kerja sama dengan Lakeland University sehingga IIK Bali akan terus berkomitmen tinggi untuk selalu meningkatkan mutu dan proses belajar mengajar sehingga menghasilkan lulusan yang profesional. Penandatanganan MoU antara IIK Bali dan Lakeland University tersebut dilakukan Rektor IIK Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) dan Pimpinan Lakeland University, Dr. David

KERJA SAMA - IIK Bali menjalin kerja sama dengan Universitas Luar Negeri. Black, didampingi Ketua Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT, CHA, Wakil Pimpinan Lakeland University Jepang dan juga turut dihadiri dan disaksikan dosen serta mahasiswa IIK Bali. Selain dengan Lakeland University, sebelumnya IIK Bali juga telah menjalin kerja sama dengan kampus luar yakni Institut Ciencia Da Saude, Timor Leste yang ditandatangani langsung di Timor Leste oleh Rektor IIK Bali, Prof. Bakta dan Pimpinan Kampus Ciencia Da Saude, Timor Leste Antonio Domingos Moreira. Banyaknya kerja sama yang ditawarkan perguruan tinggi luar negeri merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal agar kampus IIK Bali semakin maju dan profesional

dalam mengembangkan kualitas pendidikannya dan mendapat pengetahuan baru tentang perkembangan pendidikan internasional. IIK Bali, ke depannya akan terus berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia yang dibutuhkan di dunia kerja, khususnya bidang kesehatan. Terkait hal tersebut, IIK Bali siap menerima pendaftaran mahasiswa baru dengan program studi yang diselenggarakan yaitu Program Studi Teknologi Laboratorium Medik/Analis Kesehatan (S-1), Farmasi Klinis (S-1), Administrasi Ruwmah Sakit (S-1), Manajemen Informasi Kesehatan/Rekam Medis (S-1), Fisioterapi (S-1), Psikologi (S1), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S-1) dan Teknik Elektrmedik (DIV). (ad489)

Menuju Eliminasi TBC 2030

INDONESIA menduduki peringkat dua dunia setelah India untuk kasus Tuberkulosis (TB). Banyaknya kasus dan penyebarannya yang cepat membutuhkan penanganan yang tepat sehingga kasus TB ini tidak meningkat dan bisa dicegah penularannya. Pemerintah telah melakukan berbagai usaha untuk mengatasi kasus TB, salah satunya dengan kegiatan ketuk 1.000 pintu dan menggandeng Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) sebagai salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam membantu pemerintah menanggulangi TB. Untuk mengevaluasi sejauh mana peran dan keberhasilan PPTI dalam menanggulangi kasus TB, PPTI Bali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) XX PPTI Se-Bali, Jumat (12/7) kemarin di Denpasar. Ketua PPTI Wilayah Bali, Puspanegara, mengatakan tugas PPTI adalah membantu pemerintah untuk menemukan kasus TB serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai bahaya TB dan bagaimana cara mengatasinya. Sekaligus mendorong masyarakat untuk berobat

ke puskesmas atau layanan kesehatan terdekat. Lewat Rakor ini, setiap PPTI di kabupaten/kota membagi pengalamannya serta langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan di lapangan. ‘’Kita bekerja di lapangan untuk mencari kasus TB dan memberikan informasi mengenai bahaya TB di masyarakat. Dari laporan, baru 50 persen dari kasus TB yang ditemukan yang mau ke layanan kesehatan dan menjalani pengobatan. Inilah yang akan kita bahas dari Rakor ini sekaligus mencari langkah pemecahannya,’’ ujar Puspanegara. Dalam memerangi kasus TB, lanjut Puspanegara, memang membutuhkan kesabaran ekstra. Sebab, terkadang masyarakat yang meski tahu bahaya TB agak kesulitan didorong berobat karena lamanya waktu yang diperlukan untuk menyembuhkan TB. ‘’Padahal, kunci TB itu hanya satu, berobat. Tetapi karena lama, terkadang ada masyarakat yang enggan. Di sinilah peran PPTI dalam hal memberikan motivasi dan pemahaman,’’ ujarnya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas

RAKOR - Acara Rakor XX PPTI se-Bali, Jumat (12/7) kemarin, di Denpasar.

Kesehatan Provinsi Bali Wayan Widia mengatakan PPTI sangat membantu pemerintah dalam mencegah penularan penyakit TB serta menemukan kasusnya di masyarakat. Sebagai dukungan dari pemerintah, untuk membantu operasional diberikan lewat dana hibah APBD Provinsi di samping adanya bantuan dana dari Global Fund. Ke depan, tugas PPTI ini diharapkan bisa didukung oleh dana desa sehingga jangkauan informasi dan penemuan kasus TB di masyakat bisa lebih luas dan menyeluruh. Widia menambahkan, untuk tahun 2019, Bali mendapatkan target secara nasional untuk menemukan 12.000 kasus TB. Berdasarkan laporan terakhir, pencapaian ini baru sekitar 30 persen atau di angka 3.900 kasus. Padahal, pencapaian ideal penemuan kasus TB adalah di atas 70 persen dari target. Meski angka penemuan kasus masih di bawah target, tetapi kata Widia, tingkat kesadaran pasien di Bali untuk berobat dan teratur minum obat cukup tinggi. Hal ini diharapkan dengan menggandeng PPTI akan semakin meningkatkan penemuan kasus dan kesadaran minum obat, sehingga target eliminasi TB pada tahun 2030 bisa tercapai. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Putu Sri Armini menambahkan, diharapkan lewat Rakor XX PPTI se-Bali ini, akan semakin memaksimalkan kinerja PPTI yang bertugas untuk menggerakkan peran masyarakat untuk memerangi kasus TB. ‘’Saya harap dari kegiatan Rakor ini, dapat dirumuskan upaya dan pencegahan yang tepat dalam rangka menangani dan mencegah penyebaran kasus TB di Bali,’’ ujarnya. (ad487)

FIP IKIP PGRI Bali Hadirkan Pembicara dari Singapura

Pendidikan Tinggi adalah Kunci Mahasiswa Jadi Orang Sukses

SEJAK kepemimpinan kedua Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta S., M.Hum., kini ngebut meningkatkan kualitas pendidikan. Iklim akademik terus digenjot guna menghasilkan lulusan berkualitas. Jumat (12/7) kemarin, Fakultas Ilmu Pendidikan, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FIP IKIP) PGRI Bali menggelar seminar internasional bertajuk “Change Your Thinking, Change Your Life” di Hotel Vasanti, Denpasar. Menariknya, seminar menghadirkan pembicara internasional asal Singapura James Gwee. Lewat seminar ini, Rektor Suarta mengharapkan mampu mengubah mindset mahasiswa dari penakut menjadi pemberani sehingga timbul keyakinan untuk sukses pada apa yang dikerjakan. Pada kesempatan yang sama, Rektor Suarta mengaku berbahagia karena James Gwee hadir langsung ke Bali. Ia meminta peserta, khususnya mahasiswanya harus memanfaatkan momen langka tersebut. Membeludaknya peserta menjadi indikator betapa luar biasanya narasumber yang dihadirkan. Rektor Suarta melanjutkan banyak manfaat positif yang bisa diambul mahasiswa dalam menghadapi tantangan hidup ke depan. Apalagi yang berbicara adalah kalangan profesional. “Saya sendiri masih membutuhkan motivasi dari profesional. Memang lain kesannya. Saya harapkan peserta menyerap ilmu Pak James sebaik-baiknya,” ujarnya, seraya memberi apresiasi panitia seminar internasional tersebut. James Gwee mengaku bangga dan terhormat dipercaya berbagi pengetahuan khususnya bagi kalangan kampus. Ia mengaku baru kali ini diundang oleh perguruan tinggi. James yang malang melintang berbicara di berbagai belahan dunia ini menjamin semua orang punya potensi sama untuk meraih kesuksesan. Hanya, terlalu banyak tembok penghalang yang ada dalam

pikiran seseorang. Menurutnya, pola pikir seseorang adalah kunci utama dalam menentukan tingkah laku. “Kalau dia berpikir saya mampu, maka akan dijalankan sebisa mungkin. Sebaliknya, jika berpikir tidak mampu, maka seseorang akan diam, tidak melakukan sesuatu,” ungkapnya. Dia juga ingin membongkar mindset bahwa uang dan pendidikan yang tinggi adalah modal utama untuk sukses. Padahal modal beranekaragam, salah satunya waktu. Setiap orang, lanjut dia, lahir dengan kondisi keuangan keluarga yang berbeda, namun setiap orang yang lahir di bumi punya waktu yang sama. Karenanya kesuksesan sesungguhnya tergantung bagaimana orang menggunakan waktu itu sendiri. “Waktu, relasi, pengalaman, kemampuan, pengetahuan, gampang bergaul, itulah sesungguhnya modal terpenting. Banyak orang tak lulus SD tapi sukses, dan lulusan luar negeri tidak sukses. Bukan berarti pendidikan tidak penting, hanya perbedaan mindset,” bebernya. Orang yang mentalnya sudah bagus, lanjut James, tidak akan pernah menyalahkan pemerintah, orang lain, lingkungan, bahkan menyalahkan dirinya sendiri. Ia berharap sharing ilmu selama 3 jam terse-

but mampu diserap para peserta. Dekan FIP IKIP PGRI Bali Drs. I Nyoman Waga, M.Si., menjelaskan, kegusarannya terhadap mental sebagian mahasiswa yang terbelenggu oleh mindset ‘saya tidak mampu’ sehingga mereka enggan melakukan sesuatu dan memilih diam. “Pikiran itu yang menggangu saya sebagai pendidik. Akhirnya, kami putuskan mendatangkan motivator internasional, Pak James,” jelas Waga. Waga juga mengaku kaget karena seminar internasional kali ini disesaki ratusan peserta kalangan umum, bahkan jauh-jauh hari tiket sudah ludes. “Peserta tidak saja dari civitas kampus, tapi kalangan umum seperti aliansi dokter, karyawan kantor, pengusaha, dan kaum milenial se-Bali,” tambah Waga sembari mengungkapkan keyakinannya pada kemampuan James untuk menghipnotis para peserta menjadi lebih baik setelah mengikuti seminar. Seminar internasional ini, kata Waga, juga merupakan rangkaian kegiatan akademik yang wajib diselenggarakan untuk menunjang akreditasi program studi. Agustus 2019 mendatang, pihaknya bakal menggelar seminar serupa dengan melibatkan peserta lebih banyak lagi. (ad495)

SEMINAR - Rektor IKIP PGRI Bali Dr. Made Suarta dan pembicara asal Sigapura James Gwee saat seminar di FIP IKIP PGRI Bali.

DWP Bali Gelar Donor Darah dan Sosialisasi Kesehatan

DONOR DARAH - Ibu-ibu DWP saat mendonorkan darahnya dalam kegiatan pertemuan rutin DWP Bali.

DHARMA Wanita Persatuan (DWP) Universitas Udayana (Unud) dan DWP Provinsi Bali bersinergi dengan Fakultas Kedokteran Unud mengadakan pertemuan rutin, arisan, donor darah, dan sosialisasi kesehatan, Jumat (12/7) kemarin. Sosialisasi kesehatan itu mengangkat tema “Nyeri Pinggang Bawah dan Penanganannya” oleh Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT (K). Pada hari itu juga diserahkan tali kasih kepada Ny. A.A. Yuniartha Putra yang sudah purnatugas. Ketua DWP Unud Ny. Dayu Bulan Antara mengatakan, kegiatan donor darah juga melibatkan Kesdam IX/Udayana. Sebanyak 50 orang anggota TNI ikut mendonorkan darahnya pada kegiatan tersebut. Donor darah

tentunya juga dilakukan ibu-ibu anggota DWP Bali. “Kami sebagai istri-istri ASN, ibu DWP Bali merasa bertanggung jawab peduli terhadap sesama, khususnya di bidang kesehatan, sehingga ibu Sekda selaku Ketua DWP Bali terketut hatinya untuk mengadakan kegiatan pada hari ini, salah satunya adalah kegiatan donor darah,” jelasnya. Kegiatan ini didukung PMI UTD Provinsi Bali, Wakil Dekan II Dr. dr. Wira Dewi Lestari, sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar. Ia mengapresiasi semua pihak yang telah mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT (K) sekaligus sebagai pembicara pada

acara tersebut mengapresiasi kegiatan yang diadakan para istri ASN ini. Karena menjaga kesehatan sangat penting dalam rangka mewujudkan keluarga yang sehat. Pada kesempatan itu, ia membawakan materi tentang penyebab nyeri pinggang bawah serta penanganannya. Penyebab nyeri pinggang ada beberapa faktor. Nyeri tersebut bisa karena gangguan tulang belakangnya, karena gangguan pada bagian vascular, karena gangguan organ-organ lain dan ada juga karena psikosomatis yang menyebabkan sakit psikogenic back pain. “Yang paling susah ditangani adalah psikogenic back pain, karena berkaitan dengan psikologis seseorang,” ungkapnya. Penyebab nyeri pinggang

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

bawah bermacam-macam, bisa karena infeksi, tumor, penyakit degeneratif, bahkan juga kelainan bawaan. Namun belum tentu nyeri dirasakan sejak kecil. Bisa saja manifestasi dari kelainan bawaan tersebut terlihat setelah dewasa. Penanganan nyeri pinggang bawah dikatakan harus komprehensif dan harus dicari sumber penyebabnya serta ditangani secara holistik. Faktor penegakan diagnosis sangat penting dalam penanganan nyeri pinggang bawah. Jika mengalami nyeri pinggang bawah, maka hal pertama yang harus dilakukan bed rest, minum obat analgetik dari dokter dan penegakan diagnosis dengan pemeriksaan klinis dan penunjang. (kmb42/k250).


DAERAH

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

5

Desa Megati Belum Berniat Produksi VCO Tabanan (Bali Post) Hampir sebagian besar penduduk di Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur berprofesi sebagai petani. Bahkan, sebagian memiliki kebun yang ditanami pohon kelapa. Sayangnya, karena tidak diolah menjadi produk, penjualan kelapa di Desa Megati selama ini masih berupa butiran dan mengikuti harga pasar. Jika harga kelapa naik, petani untung. Tetapi jika jeblok petani merugi. Karenanya ke depan pihak Desa Megati hendak membangkitkan keberadaan BUMDes untuk bisa memberdayakan seluruh komoditas yang ada di desa, termasuk salah satunya komoditas kelapa. Perbekel Desa Megati, I Wayan Sueca, mengatakan, produksi kelapa Desa Megati biasanya dijual ke Pulau Jawa. Untuk mengirimannya ada beberapa pengepul yang membeli kelapa dari petani. Saat ini, harga kelapa dijual hanya Rp 2.000 per butir, yang dulunya sempat menyentuh harga Rp 4.000 sampai Rp 5.000 per butir. Bahkan, sempat pula terjun bebas di harga Rp 500 per butir. “Tergantung harga pasar. Petani juga tidak tahu. Daripada berserakan, jadi dijual saja,” terangnya Jumat (12/7) kemarin. Meski memiliki potensi komoditas kelapa, lanjut Sueca, Desa Megati belum mau melakukan pengolahan kelapa menjadi VCO, seperti

halnya desa penghasil kelapa lainnya. Ini dikarenakan masih menunggu kepastian pasar untuk pemasaran produk VCO nantinya. “Kalau sudah ada kepastian pasar, kami pasti akan mengarah ke sana (produksi VCO-red). Saat ini belum, karena kami tidak mau terkesan terburu-buru menghasilkan produk, tetapi pasar belum jelas,” terangnya. Selain masih menjual butiran, tradisi nandusin juga kerap dilakukan warga masyarakat setempat. Hanya, masih digunakan untuk keperluan sendiri dan belum dipasarkan. “Tradisi nandusin ada juga di desa kami. Tapi masih dipakai untuk warga sendiri. Belum sampai dijual ke luar,” ucapnya. Ke depan, dengan terus menggeliatkan keberadaan BUMDes, komoditas di desa Seltim tentunya akan dikelola dengan baik seperti pengolahan maupun pemasaran, sehingga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. “Hasil produksi masyarakat nantinya akan ditampung di BUMDes. Saat ini, BUMDes masih baru dan belum melihat peluang pasar,” ujarnya. Begitu pun pihak desa juga akan terus melakukan koordinasi dan meminta dukungan, baik kepada pemerintah kabupaten, provinsi, maupun nasional. Tentunya dalam upaya mengikuti perkembangan pengolahan kelapa, baik itu dibuat untuk VCO ataupun hasil produksi maupun kerajinan lainnya. (kmb28)

Bali Post/bit

PENGHASIL KELAPA - Desa Megati, Selemadeg Timur merupakan salah satu desa dengan potensi penghasil kelapa. Sayangnya sampai kini belum ada rencana pengolahan lebih lanjut.

Generasi Muda Didorong Miliki Sertifikat Kompetensi Denpasar (Bali Post) -

Generasi muda di Denpasar didorong untuk memiliki sertifikat kompetensi. Bahkan, sebelum menamatkan sekolah ataupun kuliah, generasi muda harus memiliki sertifikat kompetensi. Hal ini dilakukan mengingat pengangguran tidak hanya dari tamatan SD, SMP, atau SMA, namun juga dari tamatan S-1 dan diploma.

Bali Post/ist

TFG - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat latihan TFG secara terintegrasi untuk pengamanan VVIP.

TFG Optimalkan Latihan Pengamanan VVIP

Denpasar (Bali Post) Jumat (12/7) kemarin dilaksanakan drill taktis Tactical Floor Game (TFG) secara terintegrasi. Latihan untuk pengamanan VVIP ini ditinjau Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri. Kegiatan ini juga dipantau Tim Wasev Lat dari Mabes TNI, Kolonel Inf. Lismer L. dan Mayor Laut Faizal. Kegiatan tersebut dilaksanakan di GOR Praja Raksaka Kepaon, Denpasar. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G., mengatakan dalam peninjauan tersebut para Dansatgas melaporkan kesiapannya masing-masing sesuai dengan skenario yang sudah dilatihkan. Selanjutnya, dilaksanakan diskusi bersama para Dansatgas dan staf guna memastikan mekanisme pelaksanaan pengamanan sudah tidak ada kendala lagi. “Agar pelaksanaannya nanti, para peserta latihan sudah paham dan siap untuk melaksanakan tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing dan dengan Protap Pengamanan VVIP,” tegasnya. Selanjutnya untuk mengintegrasikan semua

unsur yang terlibat dalam Satgas Pam VVIP ini, dilaksanakan latihan menggunakan metoda TFG. Tujuannya untuk memantapkan dan memastikan setiap unsur pimpinan maupun anggota yang terlibat dalam pengamanan ini benar-benar paham dan mengerti dengan tugasnya masing-masing sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Dengan demikian, dalam pelaksanaan latihan di lapangan tidak ada lagi keragu-raguan ataupun kesalahan prosedur akibat kekurangpahaman terhadap tugas masing-masing. “Oleh sebab itu, dalam latihan terintegrasi ini betul-betul dimatangkan,” tegas Kapendam. Skenario yang dilatihkan pada kegiatan pengamanan VVIP Kodam IX/Udayana terkait pengamanan VVIP kunjungan kerja Presiden RI beserta Ibu Negara di wilayah Provinsi Bali, yaitu mensimulasikan kegiatan pengamanan VVIP. Mulai dari pengamanan kedatangan rombongan VVIP, rute yang dilalui, tempat acara, maupun tindakan untuk mengevakuasi bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (kmb36)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M. mengatakan, pengangguran di Kota Denpasar dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Pada tahun 2016 sebesar 3,54 persen, tahun 2017 sebesar 2,63 persen, dan terakhir tahun 2018 sebesar 1,82 persen. “Dibandingkan rata-rata pengangguran di daerah perkotaan tingkat nasional yang besarnya 6 persen, kita bersyukur. Tapi kami tidak lengah dengan stakeholder yang ada, baik dengan pihak LPKS (Lembaga Pelatihan Kerja Swasta), BKK (Bursa Kerja Khusus) yang terkait dengan instansi kami,” ujarnya. Saat ini, di Denpasar ada 52 LPK. Ia ingin 52 LPK ini dimanfaatkan optimal oleh

anak-anak muda sehingga lebih awal memiliki keterampilan. Maka ke depannya akan lebih mandiri. Angka pengangguran ini datang dari berbagai tamatan. “Itu seimbang, S-1, diploma, SMK, sama-sama di atas 20 persen. Ada yang 22 persen, 24 persen. Jadi, tidak jaminan tamatan S-1 itu bisa bekerja,” ungkap Anom Suradi belum lama ini. Menurutnya, tantangan di perkotaan lebih tinggi. Karena tingkat pertumbuhan penduduk yang tetap berlanjut, pertambahan migrasi yang cukup tinggi, sehingga semua orang datang ke ibu kota. “Kadang-kadang mereka non-skill. Maka ini harus kita tanggulangi dengan semua OPD,” tandasnya. Dengan tantangan itu, ia pun memberi bekal pada anak-anak muda dengan

sertifikat kompetensi sebagai wujud deklarasi kota kompeten. Sehingga pada saat melamar pekerjaan, lebih mudah mengikuti proses perekrutan karena sudah berbekal sertifikat kompetensi. “Saya ingin generasi muda itu lebih awal punya keterampilan, sambil menjalankan pendidikan kesarjanaan. Kadang sarjana, tapi tidak punya keterampilan,” tandasnya. Selain mendorong anak muda memiliki keterampilan, ia juga mewadahi perusahaan–perusahaan yang ada di Kota Denpasar untuk menyerap tenaga kerja di Denpasar melalui job fair. Ini dilakukan untuk menekan angka pengangguran di Kota Denpasar. Job fair ditargetkan dapat menyerap minimal 35 persen – 40 persen tenaga kerja. (kmb42)

Drs. IGA Rai Anom Suradi, M.M.

Bali Post/may

Perapen Terbakar, Kerugian Rp 100 Juta

Bali Post/ist

PADAMKAN API - Petugas memadamkan api yang melalap perapen di Jalan Kenyeri Gang Kemuning, Denpasar Timur.

Denpasar (Bali Post) Warga di Jalan Kenyeri Gang Kemuning, Denpasar Timur (Dentim), Jumat (12/7) kemarin, terbangun dari tidurnya karena rumah No. 2X, tepatnya perapen milik Nyoman Wana (48), dilalap si jago merah. Perapen tersebut dipakai untuk membuat pisau dan sejenisnya. Kerugiannya Rp 100 juta. Kapolsek Dentim Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, saat itu korban sedang tidur-tiduran di dalam kamar yang terletak di sebelah barat TKP. Tiba-tiba korban mendengar ada suara kayu terbakar dan orang berteriak kebakaran. Selanjutnya, korban ke luar kamar dan melihat api sudah besar yaitu di bangunan tempat membuat peralatan besi. “Bangunan tersebut merupakan tempat penyimpanan kayu bahan pembuat sarung dan

pegangan pisau, serta penyimpanan besi untuk membuat pisau “ ujarnya. Sedangkan istri korban, Rizka Nur Khopiyah (46), menerangkan, sebelumnya di TKP ada orang yang bekerja menggunakan mesin gerinda membuat pisau dan sejenisnya sejak Kamis (11/7) pagi hingga pukul 17.00 wita. Kemungkinan api percikan mesin gerinda mengenai kayu maupun plastik akrilik. Setelah beberapa lama kemudian, api menyala langsung membesar dan terjadilah kebakaran tersebut. “Yang terbakar satu unit bangunan rumah semipermanen beratap seng dan asbes, 20 unit mesin gerinda, 1 unit mesin bor kayu, 2 unit gergaji meja, 1 unit kompresor, kayu, besi dan plastik akrilik bahan membuat sarung serta pegangan pisau. Kami masih menyelidiki kejadian ini,” ungkapnya. (kmb36)

Warung Global

Petugas Pajak Mesti Jemput Bola ke Lapangan UNTUK meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pajak, baik dari segi pemungutan maupun manfaat, maka perlu diadakan edukasi mengenai pentingnya pajak serta dilakukan sosialisasi secara terus-menerus. Masyarakat harus mengetahui pajak yang dibayarkan langsung masuk ke kas negara dan dipergunakan untuk kepentingan umum, pembangunan, dan biaya penyelenggaraan negara. Selain itu, masyarakat juga perlu diberi kewenangan untuk mengawasi pajak yang telah dibayarkan, apakah telah disalurkan dengan benar atau tidak? Jika terjadi penyimpangan, maka harus dilaporkan kepada pihak yang berwenang. Di Gianyar, wajib pajak belum tergarap maksimal, apakah ini karena ketidakpahaman para pengusaha atau ada hal lain. Yang jelas petugas pajak seharusnya jemput bola ke lapangan. Demikian pendapat yang disampaikan kawan pendengar Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global. Berikut rangkuman selengkapnya.

Pemerintah harus bijak dalam mengelola penerimaan daerah dari pajak ini. Para pengusaha wajib dan rutin bayar pajak, jangan sampai nunggak. Begitu juga diawasi perusahaan itu. Hal ini diungkapkan Fera di Tabanan. Kalau tak ada dana, sulit membangun. Budiada di Tabanan menilai krisis kepercayaan terhadap pengelolaan pajak. Apakah sudah transparan dalam pengelolaan pajak? Dewan di Gianyar dan di

manapun harus mengawasi ini. Harus ada keseimbangan. Pemasukan dan penggunaannya harus seimbang. Sosialisasi mengenai pajak harus digencarkan. Pedagang kecil dan besar dikenakan pajak yang rasional. “Jangan disororti saja dong,” demikian pendapat Werdha, salah seorang warga asal Gianyar. Pasti ada yang salah selama pengelolaan kinerjanya. Pasti ada kontribusi dari pembayaran pajak. Di samp-

ing kesadaran, jemput bola dari petugas pajak. Ada yang dikejar pembayaran pajaknya, ada yang tidak, jangan demikian. Sesuai dengan peraturan tak mungkin dipukul rata pengenaannya. Petugas pajak dan aparat terbawah bersinergi. Percuma bayar pajak, pembangunan infrastruktur belum bagus. Demikian dikatakan Arya di Denpasar. Ia sendiri belum merasakan manfaat dari pajak. (sikha)


OPINI

6

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Merawat Lansia dengan Rasa PROSES kehidupan menjadi tua adalah sebuah kepastian. Proses hidup inilah yang sepatutnya kita lewati dengan penuh cinta kasih dan kedamaian. Niat untuk hidup damai dan bahagia dihari tua juga merupakan harapan semua orang. Untuk itulah mempersiapkan diri menyongsong hari tua adalah hal yang patut kita anggap sebagai investasi. Kini ditengah mordenisasi dan makin terbangunnya kepedulian terhada para orang lanjut usia (Lansia) hendaknya dijadikan sebuah budaya. Tanggu jawab moral ikut membahagiakan orang tua hendaknya kita tumbuhkan dalam diri. Kita tentu tak boleh abai dan mestinya merasa terpanggil ikut menyiapkan ruang kebahagiaan bagi para lansia. Yang patut kita syukuri kini kepedulian terhadap para lansia sudah mulai terpolakan. Selain ada panti werda yang mengayomi para lansia kini ditingkat desa juga sudah mengalokasian dana desa untuk para lansia. Dana desa ini cukup memberi ruang bagi para lansia mengaktualisasikan diri. Kreativitas para lansia pun terbangun. Bahkan peran lansia dalam pewarisan budaya juga terbangun. Kondisi ini patut kita apresiasi sebagai bentuk makin bangkitnya kepedulian terhadap para Lansia. Pemerintah semestinya hadir dalam setiap sisi kehidupan warganya. Kepedulian pemerintah dari saat dalam kandungan, bayi, remaja hingga masa tua memang sudah terbangun. Kepedulian semacam ini hendaknya jangan dipolitisasi. Harus ada ketulusan pengelolaan program bagi lansia sebagai tanggung jawab pemerintah terhadap warganya. Memperbanyak kader peduli Lansia mungkin juga bisa jadi program. Jika pemerintah desa bisa mengakomodasi keberadaan penduduk usia lanjut maka pemerintah pada jenjang yang lebih tinggi mestinya siap dengan program mensejahterakan penduduknya. Kita patut yakini bahwa ketulusan rasa merawat bebepara lansia akan menjadi indikator kualitas hidup kita. Sebagai tanggung jawab moral dan menjadi anak yang suputra maka merawat orangtua adalah kewajiban. Anak wajib hukumnya membahagiakan orangtua mereka dengan rasa. Kita juga pahami bersama bahwa merawat orangtua dengan kasih sayang adalah salah satu membayar hutang kita terhadap hidup yang kita jalani. Anak wajib mendampingi dan membahagiakan orangtua, layaknya orangtua membahagiakan kita di masa anak-anak. Untuk itu, mari kita bangun kesadaran diri sejak dini untuk membahagiakan orangtua kita.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menjaga Bali dengan Pendekatan “Ngayah” Saya belakangan ini mengikuti pemberitaan terkait tidak tercapainya pendapatan daerah akibat turunnya kunjungan wisatawan. Bahkan, Kabupaten Badung melakukan revisi atas rencana pencapaian pendapatannya. Ini juga berdampak pada direvisinya sejumlah proyek pemerintahan. Rasionalisasi lebih awal ini jauh lebih penting dilakukan ketimbang di tengah jalan tak ada anggaran. Saya menyadari bahwa belakangan ini kondisi ini ekonomi yang lesu berdampak pada banyak hal. Selain tingkat hunian hotel dikatakan terus turun, pendapatan di sektor pariwisata juga terus terkoreksi. Turunnya pendapatan dari sektor pariwisata mestinya dievaluasi dan dicarikan solusi. Mencermati hal ini, tampaknya Bali juga perlu segera berbenah. Jika tak ada komitmen yang jelas dalam pengembangan pariwisata, saya yakin satu saat Bali akan kalah saing dari negara-negara lain yang kini sibuk menjadikan pariwisata sebagai industri. Saya dengar Taiwan, Thailand dan Vietnam kini sangat gencar melakukan penataan wilayannya untuk mendapatkan pendapatan dari sektor parwisata. Saya juga berharap agar ditengah lesunya pariwisata, Bali melakukan langkah-langkah yang lebih jelas mengelola pariwisata budaya dan pariwisata yang berbasis lingkungan. Kita jangan tersandera kepentingan investasi yang merusak tata ruang dan alam Bali. Mudah-mudahan pada era baru ini Bali benar-benar bisa berbuat banyak untuk menjaga Bali. Jadi harus ada kesiapan dan kesungguhan untuk berbuat untuk Bali. Jangan lagi mengedepankan arogansi dan kepentingan kekuasaan. Mari jaga Bali untuk bersatu dan bersama-sama menjaga Bali. Hilangkan sekatsekat politik dan kekuasana jika kita ingin ngayah untuk Bali. Wayan Arsana Gianyar-Bali

SIPODiT, Semboyan Inovatif Lansia Orang yang tergolong lanjut usia (lansia) mendapat predikat yang bermacam-macam di masyarakat. Lebih-lebih Lansia itu tadinya seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ada yang menyebut Lansia itu sebagai “barang rongsokan”, ada pula yang memandang sebagai “laskar tidak berguna” dan masih ada predikat lain yang intinya mengarah pada ketidakberdayaan lansia itu sendiri. Menurut ketentuan yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), bahwa Lansia dibedakan menjadi dua, yaitu lansia awal berusia 46–55 tahun, dan Lansia akhir berusia antara 56–65 tahun. Baik lansia awal maupun lansia akhir keduanya memiliki permasalahan yang tidak jauh berbeda. Sama-sama werda dan sama-sama kurang mendapat perhatian dari lingkungan sekitar.

Oleh Romi Sudhita

P

Permasalahan lansia apabila dibuatkan daftar tentu akan menjadi teramat panjang. Secara simpel sebut saja empat permasalahan lansia, yakni; permasalahan ekonomi, penurunan daya ingat, kesepian, dan masalah kekhawatiran terhadap sesuatu hal. Permasalahan ekonomi. Secara alamiah para lansia yang sudah dalam kondisi tidak prima lagi tentu akan memengaruhi aktivitas dan produktivitas. Itulah sebabnya PNS ataupun ASN yang sudah dianggap tidak cakap kerja, dinilai oleh pemerintah sebagai orang yang layak memasuki masa pensiun alias purna tugas alias purna bhakti. Purnawirawan, kalau mereka itu berada pada jajaran TNI–Polri. Dari penurunan kemampuan daya kerja tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada pengurangan pemasukan dari sebelum berstatus Lansia atau pensiun. Sebagai suatu contoh, PNS yang tadinya menerima gaji pokok sebesar Rp 2 juta menyusut menjadi Rp 1.500.000 (75% dari

gaji pokok). Segala tetek-bengek tunjangan dengan sendirinya hilang tanpa bisa diajak kompromi. Permasalahan penurunan daya ingat. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa orang yang menyandang predikat lansia akan mengalami penurunan daya ingat. Hal itu sering diplesetkan menjadi “PDI atau PDIP” (Penurunan daya ingat, atau penurunan daya ingat permanen). Istilah Balinya “bongol sing ningeh.” Kalau sudah demikian, apa yang bisa diharap dari para lansia? Sungguh miris memang. Jika ada yang membisikkan sesuatu ke telinga lansia, harap dimaklumi karena yang bersangkutan sudah tidak bisa berkomunikasi sebagaimana wajarnya orang normal. Hal itu akan berpengaruh pada aktivitas fisik plus penghasilan yang mereka dapatkan. Masalah yang ketiga kesepian. Berdasarkan hasil percakapan bebas dengan para lansia, umumnya mereka mengaku kesepian ketika memasuki masa lansia. Seakan orang-orang di sekelilingnya pada menjauh, padahal dia sendiri tidak mempunyai masalah apa dengan mereka. Sering diibaratkan sebagai kondisi “sepi

dalam keramaian.” Maksudnya, situasi dan kondisinya memang ramai namun yang bersangkutan (lansia) sedikit sekali yang menyapanya entah karena apa dan mengapa. Lebih-lebih lansia yang dulunya memiliki banyak anak buah seperti guru, lurah, camat, bupati, dst. tiba-tiba pensiun, tentu saja akan merasa sunyi dan kesepian. Dalam bentuk ekstrem, bisa jadi ia akan mengalami post power syndrome. Malah merembet sampai stres berat hingga stroke. Kekhawatiran. Konon, sebagai masalah yang terakhir, para lansia sangat mudah dihinggapi rasa khawatir dan perasaan cemas terhadap sesuatu hal. Entah khawatir terhadap nasib istri, dan anak cucunya, cemas memikirkan apa yang akan terjadi nanti setelah tidak berdaya sama sekali. Bahkan cemas terhadap kehidupan apa yang akan dialaminya setelah kematian, dan seterusnya dan seterusnya. Kegalauan hidup selalu membayang-bayangi dan menghantuinya. Agar para Lansia itu tidak larut dalam kecemasan, galau, dan khayalan yang tiada menentu, tampaknya sangat perlu digagas dan direncanakan secara lebih dini. Yang lebih penting lagi,

agar upaya itu muncul dari mereka sendiri sebagai upaya yang benar-benar mandiri.

“SIPODiT” Inovatif Di kota Singaraja, sudah muncul beberapa perkumpulan senam, jala-jalan santai saban hari atau ada yang memilih waktu Sabtu– Minggu. Soal tempat juga bervariasi, ada yang mengambil tempat di pantai, di sebuah lapangan terbuka, dan ada pula memilih di taman seperti yang sering penulis amati. Yang disebut terakhir ini memilih tempat di Taman Yuwana Asri yang lokasinya di pinggir Jalan Sudirman, depan SPBU Banyuasri. Puluhan orang tua laki perempuan berbaur jalanjalan singkat mengelilingi areal taman, sudah itu dilanjutkan dengan menikmati sinar matahari pagi antara pukul 06.30 – 09.00 Wita, bahkan dilanjutkan dengan diskusi kecil ngalor-ngidul seputar permasalahan yang mereka alami. Dalam hal menikmati sinar matahari pagi dan olahraga kecilkecilan itu mereka pun menyebutnya dengan semboyan “SIPODiT.” Apa itu “SIPODiT”? Made Wiguna yang pensiunan karyawan Kementerian Keuangan, dengan sigap menjawab, SIPODiT itu akronim atau singkatan dari Sinar matahari pagi, Istirahat yang cukup, Percaya diri, Olahraga yang terukur, Diet yang teratur, dan memperbanyak Teman.” Sungguh piawai mengemas singkatan dan boleh dibilang inovatif juga, pikir penulis dalam hati. Bukan hanya piawai dan inovatif mengemas singkatan, tapi yang lebih menonjol lagi, mereka secara konsekuen melaksanakan “ajaran” yang mereka ciptakan sendiri. Dalam diskusi kecil tersebut, sering pula penulis dengar kemunculan kata-kata “Berbagi dan bepergian.”

Maksudnya tiada lain dan tiada bukan adalah di antara mereka saling berbagi pengetahuan dan pengalaman yang mereka miliki kepada teman sesama. Salah seorang lansia bercerita secara vulgar bahwa dirinya sangat sulit menempatkan diri di antara anak dan sang menantu yang acap dianggapnya serba salah. Begitu pula si menantu terkadang merasa “cemburu” manakala suaminya terlalu dekat dengan ayahnya. Pada saat seperti itulah permasalahan keluarga sering muncul yang tidak menutup kemungkinan mengarah pada kasus KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga). Dan, secara berkala disepakati pula untuk menyelenggarakan kegiatan traveling (bepergian ke suatu objek wisata) sambil melakukan kegiatan dharma yatra ke beberapa pura. Sepertinya apa yang mereka rancang dan lakukan itu benar-benar nyata dan dapat dicapai sesuai status dan posisi mereka sebagai Lansia. Bisa jadi, kelak dikemudian hari tidak akan pernah terdengar lagi sebutan atau predikat bahwa Lansia itu hanyalah “barang rongsokan, dan/atau laskar tidak berguna. Dalam beberapa sumber, penulis juga menemukan ungkapan bahwa Lansia harus tetap tegar, pantang menyerah, dan senantiasa berpikir serta berwawasan global-inovatif seiring dengan perkembangan zaman yang serba instan dan bernuansa serba online. “Kendati fisik sudah loyo, tenaga kian melemah, namun semangat tetap menyala seperti kaum muda pada umumnya,” kurang lebih seperti itu harapan orang-orang terhadap eksistensi Lansia masa kini. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku

PKB dan Pendidikan Kepariwisataan Oleh POJOK I Wayan Esa Bhaskara

PESTA Kesenian Bali (PKB) ke-41 segera ditutup. Masyarakat Bali harus bersyukur dan mengapresiasinya. PKB menjadi aset berharga apalagi Bali mengedepankan industri pariwisata untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Bila menengok apa yang ada di gelaran PKB, potensi kepariwisataan di Bali sangatlah besar, begitu pula kesadaran masyarakat Bali dalam menjaga budaya adalah modal agar pulau ini tetap menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Modal besar tersebut hendaknya dimaksimalkan dalam rangka mendidik masyarakat tentang kepariwisataan. Masyarakat harus tahu tren pariwisata dunia saat ini, yaitu memperoleh pengalaman otentik dan unik. Keberadaan tradisi, budaya, dan alam Bali yang unik juga harus didukung Sumber Daya Manusia (SDM) yang sadar akan potensi produk-produk pariwisata yang ditawarkan. Kesadaran tersebut bisa ditumbuhkan melalui bangku-bangku kelas, di sekolah-sekolah. Melalui eventevent pemerintah maupun swasta, salah satunya PKB. Kementerian Pariwisata memandang perlu melakukan upaya-upaya terkait peningkatan kualitas SDM dalam kepariwisataan melalui pelatihan-pelatihan kepariwisataan ke berbagai daerah dan kampus. Pada Senin, 6 Mei 2019, pelatihan serupa menyasar guru-guru SMA dan SMK sejumlah sekolah di Tabanan, Badung, Denpasar, dan Gianyar. Sasaran pelatihan adalah guru mata pelajaran yang diharapkan dapat membentuk SDM pariwisata berstandar global melalui ruang-ruang kelas.

Pihak sekolah melalui guru mata pelajaran pun bisa menggunakan PKB sebagai media dalam belajar kepariwisataan. Siswa bisa belajar tentang produk dan cara memasarkannya. Upaya kecil namun sangat penting. Sebuah upaya penting di tengah ketidakjelasan output sekolah menengah atas. Sebagai lulusan SMA, peserta didik belum memiliki keterampilan yang siap diserap dunia kerja. Begitu pula lulusan SMK yang diharapkan bisa langsung diserap dunia usaha malah tercatat menyumbang pengangguran tertinggi secara nasional, yaitu tujuh juta pengangguran per Agustus 2018 (data BPS). Langkah-langkah nyata tentu harus segera dilakukan, salah satunya melalui pelatihan-pelatihan kepariwisataan bagi guru. Begitu pula mendekatkan siswa pada potensi wisata di sekitar mereka. Selanjutnya dari merekalah diharapkan bisa melahirkan SDM yang berkualitas dan siap membangun pariwisata di Bali bahkan Indonesia. Apalagi pariwisata adalah sektor utama yang diandalkan bagi perekonomian Indonesia. Guru, meskipun bukan dari sekolah pariwisata, memiliki peran yang sama dalam upaya penumbuhan kesadaran kepariwisataan di Bali. Peran guru tersebut, beberapa di antaranya adalah mencetak tenaga kerja (pelaku) pariwisata, mencetak kader pariwisata (SDM pariwisata profesional), dan wirausaha. Dengan catatan, implementasi

kepariwisataan di sekolah harus didukung oleh unsur-unsur sekolah, seperti kepala sekolah, guru, pegawai, dan siswa. Potensi pariwisata didukung dengan SDM yang memadai tentunya akan meningkatkan promosi dan kunjungan wisata di Bali. Siswa, selanjutnya tidak lagi hanya bercita-cita sebagai pekerja dalam industri pariwisata, namun harus bisa sebagai pelaku dalam pariwisata. Siswa tidak hanya bercita-cita sebagai pegawai hotel, namun bisa mengembangkan potensi desa dan menjadikannya desa wisata. Siswa juga bisa menjadi agen dalam menyebarluaskan (informasi, produksi, distribusi) produk-produk wisata yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Apalagi di PKB tahun ini sudah berbasis kesadaran lingkungan. Meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Tentu menjadi sebuah langkah bagus untuk kemudian edukasi bagi masyarakat, termasuk siswa dalam menciptakan kemajuan dalam pariwisata Bali. Tentu saja laku pariwisata berbasis kesadaran lingkungan memberikan pengalaman menarik dan unik serta meninggalkan kesan lama bagi para wisatawan. Potensi-potensi ini belum dikemas dengan optimal. Begitu pula dengan destinasi wisata alam, seperti pantai dan taman yang hanya disuguhkan begitu saja kepada wisatawan tanpa adanya sebuah edukasi. Tampaknya pola demikian jamak dilakukan di objek wisata lainnya

di Bali, sehingga menjadi seragam. Jika diibaratkan seperti sebuah produk kopi yang enak namun hanya dibungkus dengan plastik bening kiloan dan dijajakan begitu saja di warung-warung dan pasar tradisional. Andai saja dikemas dengan lebih “serius” akan menjadi produk yang mendunia. PKB tidak hanya menjadi tontonan massal bagi masyarakat. Event tahunan ini harus bisa juga mengedukasi dan menjadi pendidikan kepariwisataan bagi masyarakat lokal. Masyarakat lokal seharusnya juga terkena imbas positif pariwisata. Bukan hanya sebagai konsumen. Di sinilah peran guru, atau peran pendidikan, untuk menyiapkan SDM yang bisa memaksimalkan potensi-potensi tersebut. Dalam mata pelajaran apapun, unsur pariwisata dapat disisipkan. Tentu saja pemahaman kepada peserta didik harus dilakukan secara bertahap dan memerlukan waktu relatif lama. Sebab mengubah pola pikir bukan hal yang mudah dilakukan. Melalui mata pelajaran Sejarah Indonesia misalnya, guru mengajak peserta didik untuk menggali informasi terkait sejarah desa, sejarah pura yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Pada pelajaran Seni Budaya, guru bisa mengajak peserta didik untuk menggali produk seni atau produk budaya khas di tempat tinggal masing-masing peserta didik. Modal pengetahuan inilah nantinya bisa dikemas dalam mengoptimalkan potensi destinasi pariwisata yang ada di daerah masing-masing.

Dewan Badung dorong pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. -Selamatkan Bali dari Badung. *** Jokowi disarankan tolak syarat rekonsiliasi pulangkan Habib Rizieq. -Jaga NKRI dan Pancasila. *** Jaga lingkungan, pemerintah akan kenakan cukai pada tas kresek. -Selamatkan bumi dari Indonesia.

Penulis, guru di SMK Negeri 1 Denpasar

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Disdukcapil Siap Beri Layanan Mengantar Dokumen MASIH adanya masyarakat yang tidak memiliki waktu luang yang banyak untuk mengurus administrasi kependudukan, lantaran kesibukan yang dimiliki, menjadi perhatian Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan. Dinas ini p un kini t eng a h m era n cang terobosan baru untuk bisa memberikan pelayanan maksimal untuk masyarakat Tabanan. Seperti disampaikan Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana. Dikatakan, Disdukcapil akan melayani pembuatan berbagai jenis administrasi kependudukan dan catatan sipil, seperti KTP, KK, KIA, akta perkawinan, akta kematian maupun akta kelahiran yang semuanya berbasis elektronik. Selain masyarakat bisa datang langsung mengurus ke kantor setempat, kini juga bisa mendaftar melalui aplikasi android yang sudah disiapkan. Dengan demikian, masyarakat tidak harus berlama-lama berada di kantor Disdukcapil. Lanjut kata Rai, Disdukcapil kembali mencoba memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi kependudukan. Masyarakat yang sudah mengurus baik secara manual maupun aplikasi android tidak harus menunggu lama di kantor Disdukcapil. Petugas memproses seluruhnya dengan cepat selama blangko tersedia (khususnya e-KTP dan KIA). Setelah selesai, ad-

ministrasi kependudukan tersebut akan diantar ke rumah bersangkutan via pos. “Ini layanan berlaku untuk seluruh Tabanan,” ungkapnya, Jumat (12/7). Dalam memberikan layanan mengantar dokumen kependudukan ini, pihaknya bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Waktu layanan pengantaran berkisar satu sampai empat hari, tergantung jarak yang harus ditempuh. Untuk bisa mendapatkan layanan ini, masyarakat dikenakan biaya sebesar Rp 11.500. “Layanan ini kami berikan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan, terutama mereka yang jauh dari kota, tidak harus datang, apalagi dengan kesibukan yang dimiliki, tinggal tunggu di rumah,” jelasnya. Diakui, program ini mendapat respons bagus dimasyarakat. Mereka cukup menunggu di rumah, d o k u m en kependudukan akan di antar ke rumah masing-masing dengan kewajiban. “Kami berusaha memberikan layanan yang lebih cepat dan lebih baik kepada masyarakat. Sekarang masih uji coba, nanti awal Agustus sebelum tanggal 17 Agustus akan kami launching di Gedung Kesenian I Ketut Maria,” pungkasnya. (bit)

IGA Rai Dwipayana

Bali Post/bit

FESTIVAL Yoga Bali kuno salah satu kegiatan yang dikemas dalam Festival Desa Megati, Jumat (12/7).

Kenalkan Potensi Desa Melalui Festival Budaya

Bali Post/bit

Tampilkan Yoga dan Silat Bali Kuno

Tabanan (Bali Post)-

Saat ini setiap desa berupaya meng-eksplore seluruh potensi yang ada dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi wisata alam dan budaya sangat diminati oleh wisatawan asing. Salah satunya seperti yang dilakukan Desa Pakraman Sesandan, Desa Megati, Selemadeg Timur yang menggelar festival heritage untuk memperkenalkan budaya dan potensi alam yang dimiliki, Jumat (12/7). Menariknya, ada dua kegiatan budaya yang dikenalkan yakni yoga Bali kuno dan silat Bali kuno. Ketua Pokdarwis Desa Pakraman Sesandan, I Gede Sukarya mengatakan, festival ini digelar setelah 1,5 tahun Desa Megati mengantongi SK desa wisata. Hanya saja karena masih terbentur perencanaan, pendanaan serta SDM, festival yang baru pertama kali digelar ini dikemas cukup sederhana dan belum sepenuhnya melibatkan peran masyarakat setempat, baik itu untuk kuliner maupun kerajinan, sehingga pelaksanaannya pun hanya digelar sehari. Namun, kata Sukarya ditargetkan dalam festival tahun selanjutnya akan dikemas lebih beragam lagi, dan melibatkan peran serta masyarakat dengan beragam potensi yang dimiliki. Desa Megati juga terkenal dengan sentra kelapa. “Misalnya saja akan ditampilkan cara mengolah ke-

Kelompok Tenun Kebon Padangan Berharap Bisa Buat Motif Khas Pupuan Tabanan (Bali Post)– Kelompok tenun di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Tabanan memiliki harapan untuk bisa menghasilkan desain tenun berbasis potensi lokal Pupuan atau ciri khas Kabupaten Tabanan. Seperti disampaikan Perbekel Desa Kebon Padangan I Made Arif Hartawan, belum lama ini. Selain sebagai sentra produksi perkebunan, Kecamatan Pupuan juga memiliki sentra kerajinan tenun cagcag. Dimana kerajinan menenun tersebut dimulai sejak tahun 1960. Saat itu banyak masyarakat asal Kabupaten Karangasem datang dan menetap di Desa Kebon Padangan sebagai petani untuk menggarap lahan kopi. Sembari mengisi waktu disela-sela kesibukan mereka mengurus kebun kopi, masyarakat Karan-

7

TABANAN

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

gasem ini menenun songket, dan sejak 2014 generasinya membentuk kelompok yang sekarang anggotanya sudah berjumlah 15 orang. “Bahan tenun yang digunakan didatangkan dari Karangasem, begitu juga pemasarannya. Sehingga anggota kelompok hanya mendapatkan upah menenun saja,” tuturnya. Jelas Hartawan, harga tenun bervariasi, sesuai keunikan motif dengan kisaran mulai Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta per lembar. Di sisi lain, karena tenun songket atau cagcag untuk di Kecamatan Pupuan hanya ada di Desa Kebon Padangan saja, belum lama ini juga telah diadakan bimbingan dari Disperindag Tabanan, Diskop Bali dan DPMD Tabanan. Lanjutnya, agar aktivitas menenun ini bisa menyebar ke dusun lain, ia

berupaya menggelar pelatihan lagi bagi pemula yang berminat, khususnya ibuibu rumah tangga di Desa Kebon Padangan. Harapannya, upaya tersebut dapat meningkatkan minat m a up un p rod uksi t enun cagcag, sehingga akan turut meningkatkan ekonomi masyarakat yang akan menjadi penghasilan tambahan di luar hasil kebun. Selain itu, ia berharap ke depan akan muncul inovasi kreatif. Semisal desain tenun berbasiskan potensi lokal di Kecamatan Pupuan ataupun motif yang dapat menjadi ciri khas atau ikon Tabanan. Tambahnya, dari tenun itu juga pihaknya berharap ke depan Desa Kebon Padangan dapat menjadi wisata agro dengan oleh-oleh atau cenderamata berupa tenun songket produk Kebon Padangan bermotif khas Kebon Padangan. (kmb28)

TENUN - Warga Desa Kebon Padangan saat kegiatan menenun.

Bali Post/bit

lapa menjadi minyak kelapa asli, ataupun kuliner khas Bali seperti sambal bongkot, serta menu khas lainnya,” ucapnya. Lanjut diterangkan Sukarya, mengawali ajang promosi potensi Desa Pakraman Sesandan, kegiatan yoga Bali kuno dan silat Bali kuno dirasa sangat pas digelar. Karena animo wisatawan asing datang ke Desa Sesandan untuk belajar tentang yoga sangat tinggi. Disamping pula pencak silat Bali kuno, dimana awalnya di era tahun 1970-an, warga desa lebih akrab menyebut

dengan istilah tengklung, dengan gerakan gerakannya sangat mendasar, universal dan ada seninya. “Ini yang coba kita kemas sebagai daya tarik selain potensi alam desa lainnya seperti terasering serta view pegunungan,” terangnya. Festival menurutnya merupakan sebuah jembatan untuk mengenalkan potensi wisata yang ada di lingkungan Desa Megati. “Jadi bagaimana menarik calon wisatawan agar tahu tentang potensi yang kami miliki dan bisa datang di tempat kita, karena warga sebagian juga

sudah punya home stay,” terangnya. Untuk home stay, saat ini baru ada enam lokasi home stay dengan jumlah room sebanyak 25 unit. “Karena satu lokasi sengaja kami batasi maksimal lima kamar dan itu semua milik masyarakat,” ucapnya. Meski baru mulai diperkenalkan kembali potensi wisata budaya yang ada, namun diakui Sukarya, kunjungan wisatawan sudah ada sejak tiga tahun sebelumnya. Dimana rata-rata wisatawan yang datang sifatnya individual, yakni 2-4 orang per hari, dengan estimasi jumlah kunjungan wisatawan selama sebulan sebanyak 20 orang, dari berbagai mancanegara seperti Rusia, Australia, Eropa, Filipina maupun India. Seperti disampaikan wisata asal Rusia, Oly (40) yang mengaku sudah ting-

gal di rumah warga selama empat hari. Memiliki hobi yoga. Dirinya berlibur di Bali dengan mencoba mencari informasi di internet mengenai keberadaan yoga di Bali, hingga akhirnya dia ingin tahu lebih dekat tentang yoga Bali kuno. Begitupun, perwakilan dari Dinas Pariwisata Tabanan mewakili Kadis terkait menyambut baik kegiatan promosi wisata yang digelar Desa Wisata Megati. Dimana dari data Dinas Pariwisata, di Kabupaten Tabanan setidaknya sudah ada 23 desa wisata. “Festival ini diharapkan bisa menginspirasi desa wisata lain untuk mengembangkan pariwisata, agar pertumbuhan ekonomi dapat berkembang dan tingkat urbanisasi juga dapat ditekan, dan terpenting adanya peningkatan kunjungan wisatawan,” pungkasnya. (kmb28)


BULELENG

8 SOSOK Sertifikatkan Aset Desa KEBERADAAN aset di desa dinas dan desa pakraman belakangan ini masih sering menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Penyelesaian masalahnya pun kebanyakan berujung ke meja hijau (pengadilan-red). Konflik yang dipicu karena penguasaan aset itu, tidak terlepas lantaran masih banyak kekayaan baik milik desa dinas, atau desa pakraman yang belum tercatat dengan baik dan disertifikatkan. Tidak ingin konflik berlatar belakang rebutan aset itu terjadi, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna mengusulkan agar dilakukan upaya pencegahan konflik perebutan aset itu. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng ini mengatakan, bibit sengketa tanah atau aset lain itu kerap kali muncul akibat bukti-bukti kepemilikan aset itu tidak akurat. Dari pengamatannya sendiri, masih ada aset atau kekayaan lain baik milik pemerintah desa dinas atau desa pakraman yang belum bersertifikat. “Konflik akibat rebutan aset itu sudah sering terjadi. Sepertinya ini terjadi karena masih ada data aset yang belum bersertifikat,” katanya. Politisi PDI Perjuangan asal Desa Tejakula ini menambahkan, untuk mencegah munculnya konflik karena aset di masyarakat itu, pemerintah daerah dan instansi terkait lain agar melakukan penelusuran legalitas kepemilikan aset itu. Dari pendataan ini akan ditemukan asal-usul aset itu dan bukti kepemilikannya. Jika aset itu ditemukan belum bersertifikat, dirinya mengusulkan agar pemerintah memfasilitasi desa dinas atau desa pakraman untuk mensertifikatkan aset di daerahnya. Hal ini memungkinkan karena kebijakan Presiden Joko Widodo yang gencar mensertifikatkan setiap tanah untuk kepentingan masyarakat. “Kami mengusulkan agar dilakukan pendataan. Kalau tidak bersertifikat agar disertifikatkan melalui lembaga yang ditunjuk. Harapan kami dalam pensertifikatkan ini dilakukan dengan teliti. Hal itu penting untuk menghindari terjadinya permasalahan hukum di kemudian hari,” jelas Supriatna. (mud)

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Nasabah Bank Lapor Polisi Temukan 28 Pecahan Rp 100.000 Diduga Uang Palsu Singaraja (Bali Post) –

Kasus peredaran uang palsu (Upal) kembali mencuat di Buleleng. Peristiwa terbaru dilaporkan seorang nasabah Bank Selamat asal Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak. Korban menemukan 28 lembar uang masing-masing pecahan Rp 100.000 yang diduga uang palsu setelah ia mencairkan tabungan di salah satu bank pemerintah di Seririt 26 Juni 2019 lalu. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Seririt pada 30 Juni 2019 lalu. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, Jumat (12/7) kemarin, kasus ini berawal ketika korban menarik tabungan miliknya senilai Rp 50 juta. Setelah transaksi di bank, korban menyimpan uang tersebut di rumahnya. Beberapa hari kemudian tepatnya 30 Juni 2019, korban membeli bahan bakar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Seririt. Korban kemudian membayar dengan uang pecahan Rp 100.000. Setelah menunggu kembalian, petugas SPBU menolak menerima uang tersebut karena diduga uang itu palsu. Mengetahui hal itu, korban kembali ke rumahnya, untuk memastikan uang tabungan yang sudah dicairkan di bank itu. Saat itu, dia menemukan sebanyak 28 lembar

uang pecahan Rp 100.000 dengan ciri sama seperti uang yang diduga palsu saat dipakai membeli bahan bakar di SPBU. Di hari yang sama korban datang ke kantor bank tempatnya menarik tabungan untuk menukarkan uang yang diduga palsu itu. Mendapat pengaduan itu, pihak bank tidak melayani penukaran uang tersebut. Alasannya, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) bank, batas waktu transaksi sudah lewat lebih dari satu hari. Atas kejadian itu, korban melapor kejadian itu ke Polsek Seririt, 8 Juli 2019 lalu. Penanganan kasus itu kemudian dilimpahkan ke Satuan Reskrim (Satreksrim) Polres Buleleng. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres

Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah terjadi dugaan peredaran uang palsu itu. Kasus itu, kata Sumarjaya, masih tahap penyelidikan. Pihaknya masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti. Keterangan saksi diperlukan untuk memastikan dari mana peredaran puluhan lembar uang milik korban tersebut. “Jadi benar sekarang kami menangani kasus dugaan peredaran uang palsu. Ini berawal laporan korban ke Polsek Seririt. Kasus ini perlu penanganan khusus, sehingga Polres mengambil alih. Dan saat ini masih diselidiki untuk membuktikan dari mana uang palsu itu beredar,” katanya. Selain itu, penyidik masih mempersiapkan administrasi untuk menguji keaslian 28

lembar uang yang sebelumnya diduga palsu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Bali. Hasil penelitiannya dijadikan barang bukti untuk mendasari proses penyidikan lebih lanjut. “Ini baru dugaan uang palsu. Kita tunggu hasil penelitian apakah uang itu asli atau palsu. Jadi yang menentukan asli atau palsu ini adalah ahlinya, sehingga kita masih menunggu hasil itu,” jelas Mantan Kanit Reskrim Polsek Kubutambahan ini. Di sisi lain Sumarjaya mengimbau warga agar tetap waspada s a a t melakuk a n transaksi

keuangan baik di bank atau akan berbelanja. Warga diharapkan menghitung dan memeriksa lembar uang dengan cara 3D (dilihat, diraba, dan diterawang-red). (kmb38)

Alami Lakalantas, WNA Tewas di Jalan Raya

Bali Post/kmb38

OLAH TKP – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Buleleng melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus lakalantas yang mengakibatkan WNA asal Austria tewas.

Kendalikan Inflasi Operasi Pasar Sasar Tiga Desa HARGA-harga komoditas relatif fluktuatif belakangan ini, lebih-lebih mendekati Galungan dan Kuningan diharapkan berjalan stabil. Dikhawatirkan akan memicu kenaikan laju inflasi yang berdampak signifikan di daerah, maka Tim Pengendali Inflasi

Daerah (TPID) mulai memberikan apresiasi konstruktif. Solusinya, TPID langsung menggulirkan operasi pasar (OP), Jumat (12/7) kemarin. Lalu bagaimanakah skema operasi pasar yang dilakukan sebagai upaya sistematis dalam upaya meredam harga-

harga yang cenderung tidak terkendali itu? Dalam upaya mengendalikan harga-harga yang cenderung meningkat, TPID menggelar operasi pasar yang dilakukan di tiga desa sekaligus. Adapun tiga desa yang disasar pada OP itu mas-

Bali Post/mud

OPERASI PASAR – TPID menggulirkan operasi pasar (OP) untuk mengendalikan inflasi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan.

ing-masing Desa Tejakula, Bondalem, dan Desa Les Kecamatan Tejakula. Dalam operasi pasar itu, TPID menyiapkan satu ton beras. Selain itu juga minyak goreng, gula pasir 200 kilogram, telur, bawang putih termasuk bawang merah. Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng Desak Putu Rupadi mengatakan, tiga desa yakni Tejakula, Bondalem dan Les itu dijadikan lokasi operasi pasar, setelah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menetapkan ketiga desa di ujung Timur Buleleng itu sebagai desa target pengentasan kemiskinan. Sebetulnya operasi pasar di Buleleng itu secara rutin digelar setiap bulan bergiliran hingga setahun. Dalam setahun itu, bisa jadi di satu desa berpeluang lebih dari satu kali digelar operasi pasar. Sehingga 27 desa di setiap kecamatan itu bahkan dalam waktu satu semester ini diharapkan dapat dicover operasi pasar. Upaya optimal seperti itu dilakukan, semata-mata untuk menekan inflasi. Alasannya, desa merupakan penyangga inflasi di daerah. “Selain dalam rangka sebagai langkah- langkah strategis pengentasan kemiskinan, operasi pasar ini merupakan upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok masyarakat di pedesaan,” katanya. Selain menyasar tiga desa itu sebagai prioritas setiap kecamatan, TPID juga menggelar operasi pasar di beberapa tempat lainnya. Operasi pasar ini dijadwalkan mulai 11 Juli 2019 sampai 22 Juli 2019. Action riil itu sebagai bagian dari solusi menekan inflasi, terutama sebelum hari raya Galungan dan Kuningan mendatang. (mud)

Singaraja (Bali Post) – Nasib nahas dialami seorang warga negara asing (WNA) asal Austria. Setelah mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas), Kamis (11/7) lalu, korban Peter Zipser (69 tahun) mengalami luka parah hingga dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Lakalantas ini terjadi di jalan raya Seririt – Gilimanuk KM 24.00 wilayah Desa Banjar Asem, Kecamatan Seririt. Berawal ketika korban mengendarai sepeda motor DK 2303 UAT melintas dari arah Seririt menuju Banjar Asem. Di depan korban melaju mobil DK 1386 BS yang dikemudikan Wayan Agus Darma Eka Putra (29) asal Denpasar Barat dan sepeda motor DK 3567 UAL dikendarai Ketut Mariada (49 tahun) Desa Banjar Asem. Memasuki lokasi kejadian, korban hendak memotong jalur ke kanan dan sudah memasang lampu reting. Saat itu, truk P 9323 UV yang dikemudikan Edi Siswanto (38) asal Banyuwangi kurang

menjaga jarak aman. Malah Edi tidak memperhatikan kendaraan di depannya. Kontan saja, truk itu menabrak sepeda motor yang dikendari Peter Zipser, yang ada di depannya. Sepeda motor korban pun terdorong ke depan dan kemudian menabrak sepeda motor DK 3567 UAL juga menabrak mobil DK 1386 BS. Akibat benturan itu, korban terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka serius. Korban pun dinyatakan tewas di lokasi kejadian. Sementara, pengendara sepeda motor di depannya mengalami luka serius dan saat ini dirawat di rumah sakit. Kasat Lantas AKP Putu Diah Kurniawandari didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK mengatakan, kasus lakalantas ini masih diselidiki lebih lanjut. Sejumlah saksi yang diduga melihat secara pasti sudah dimintai keterangan. Dari keterangan sementara,

kasus lakalantas ini dipicu akibat kurang hati-hatinya pengendara truk P 9323 UV yang tidak memperhatikan situasi lalu lintas di depannya. Karena korban yang memperlambat laju sepeda motor untuk memotong jalur, namun pengendara truk itu kurang awas, sehingga terjadi lakalantas beruntun. “Dari laporan Unit Lalulintas (Lantas) Polsek Seririt, kasus lantas itu masih dikembangkan lebih lanjut. Penyebabnya karena truk tidak hati-hati, sehingga menabrak kendaraan korban yang ada di depannya,” jelasnya. Sementara itu, hingga kini jenazah korban dititipkan di kamar jenazah rumah sakit Parama Sidhi Singaraja. Rencananya, istrinya akan menggelar upacara kremasi di Singaraja. Sementara barang bukti sepeda motor korban itu rusak berat. Bahkan nyaris tidak berbentuk akibat terjadinya benturan keras itu. Saat ini BB itu masih diamankan di Mapolres Buleleng. (kmb38)


GIANYAR

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

9

Siswa Baru Langsung Tes Minat Jurusan

Gianyar (Bali Post)Usai berjuang pada tahap Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), siswa baru akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mulai Senin (15/7) mendatang. Khusus di SMAN 1 Blahbatuh, siswa baru

juga langsung mengikuti tes peminatan jurusan. Tes dilakukan berbasis komputer pada Jumat (12/7) kemarin. Kepala SMAN 1 Blahbatuh I Ketut Sulatra mene r a n g k an, tahun ajaran 2019/2020 ini total menerima 396 siswa. Ratusan siswa

itu pun langsung diarahkan mengikuti peminatan. “Ada 3 peminatan, yakni Mipa, IPS dan Bahasa. Tes peminatan terdiri dari angket peminatan, rekomendasi guru BK di SMP asal, hasil tes psikologi dan nilai raport,” jelasnya. Menurutnya tes peminatan penting dilakukan untuk menyesuaikan kemauan dan kemampuan siswa baru. Supaya ke depannya tidak terjadi penyesalan, jika seandainya salah pilih jurusan. “Tentu upaya ini juga untuk mengarahkan anak didik sejak dini, sesuai peminatan dan kemampuan,” katanya. Dijelaskan pula, sekolah dengan julukan Blasman ini telah melakukan pertemuan dengan orangtua siswa baru. Pertemuan berlangsung di wantilan Pura Dalem Pakraman Blahbatuh. Ada beberapa kesepakatan telah diambil guna mewujudkan visi dan misi sekolah. “Ada beberapa hal terkait pengadaan pakaian seragam dan iuran komite,” tandasnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post)Petani jeruk di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang kini tengah menjalani masa panen. Namun sayang, harga jeruk di pasaran anjlok, padahal saat ini menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Menyikapi kondisi ini, sejumlah petani memilih menggunakan sisa jeruk yang tidak laku untuk dijadikan pupuk. Kondisi tersebut diungkapkan petani jeruk, Ni Komang Rini, Jumat (12/7) kemarin. Perempuan 31 tahun ini mengaku memiliki ratusan pohon jeruk di atas lahan seluas 20 are miliknya. Bahkan saat ini merupakan panen yang kesekian kalinya sejak mulai menaman jeruk tersebut. “Ini jenisnya jeruk siem. Biasa panen setahun sekali. Ini menjelang Galungan dan Kuningan pas sedang panen, tetapi harganya malah anjlok,” keluhnya. Rini mengungkapkan, dalam sekali panen, kebun

miliknya bisa menghasilkan sekitar 500 kilogram jeruk. Selang 20 harinya lagi, ia kembali memanen pada pohon yang lain. Hasil panen itu lantas dibawa ke pengepul seputaran Kabupaten Bangli, untuk di-packing dan dikirim ke luar Bali. Sedangkan sisanya yang tidak terpakai setelah dipacking itu ia mengaku hanya digunakan sebagai pupuk di pohon jeruk itu sendiri. “Sisanya dijadikan pupuk karena harganya anjlok,“ katanya. Diungkapkan, pada panen sebelumnya sisa buah tersebut bisa ia jual ke pedagang dan pengepul lain. Namun kini karena harga jeruk Rp 3.500 per kilogramnya, ia memilih untuk tidak menjualnya. Dia tidak menduga kondisi tersebut, terlebih saat ini menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. “Kalau dulu harganya bisa Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu itu. Tapi sekarang sangat anjlok, hanya Rp 3 ribuan per kilogram,” keluhnya.

Rini menambahkan, menjadi petani jeruk sudah ia lakoni sejak enam tahun lalu. Ia mengalami harga buah jeruk anjlok sudah yang ketiga kalinya. Buah jeruk yang diambil oleh pengepul sekarang, sepengetahuannya biasa dijual seharga Rp 4 ribu sampai Rp 4.500. “Ini sudah yang ketiga kalinya saat panen jeruk harganya malah anjlok,” imbuhnya. Disinggung pengaruh cuaca, dia mengatakan tidak ada pengaruh yang sangat berarti. Namun, biasanya pohon jeruk sering diserang peyakit yang disebut dengan ranting kering. “Biasanya ini kendala penyakit pohon jeruk sendiri yang dikatakan ranting kering. Itu membuat buahnya tidak bagus bahkan lepas dari rantingnya. Kalau beli obatnya mubazir juga, karena harga obatnya tidak sebanding dengan harga hasil panen. Jadi saya biarkan saja digunakan pupuk langsung,” tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

TES - Sejumlah siswa baru SMAN 1 Blahbatuh langsung mengikuti tes peminatan, Jumat (12/7).

Jelang Hari Raya Harga Jeruk Anjlok

Bali Post/kmb35

PETIK - Ni Komang Rini, petani jeruk sedang memetik jeruk di lahan miliknya.

Bali Post/055

BAGIA PULEKERTI - Upakara “Ngadegang” Bagia Pulekerti dilaksanakan di Pura Dalem Beng dan Gianyar, Jumat (12/7) kemarin. Eedan karya yang dihadiri ratusan krama dua desa adat ini dipimpin Yajamana Karya Ida Pedanda Agung dari Griya Beng serta Ida Pedanda Hyang Api dari Griya Hyang Api. Acara ini merupakan salah satu rangkaian Karya Agung Dirgayusa Bumi yang puncaknya pada 14 Agustus 2019 mendatang.

SMP Swasta Kesulitan Jaring Siswa Gianyar (Bali Post)-

Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kabupaten Gianyar kini mulai kesulitan menjaring siswa baru. Bahkan ada SMP swasta yang tahun ajaran ini dipastikan tutup lantaran tidak mendapat siswa baru. Kondisi ini merupakan dampak domino, dari pemerintah daerah yang kini mulai menyiapkan sekolah negeri baru untuk siswa. Hal ini disampaikan perhimpunan SMP Swasta, I Wayan Sudira, Jumat (12/7) kemarin. I Wayan Sudira yang juga Kepala SMP Keramas ini mengakui saat ini minat siswa di Kabupaten Gianyar untuk mencari sekolah negeri terbilang tinggi. Dan jika siswa tidak dapat di sekolah negeri, barulah akan melirik SMP swasta. “Ya kecuali tidak dapat di negeri barulah mereka ke swasta,” katanya. Sementara itu tahun ajaran ini Pemda Gianyar sudah menambah sekolah negeri baru. Hal ini secara tidak langsung membuat sekolah swasta semakin kesulitan menjaring siswa. “Seperti di Guwang ada sekolah yang informasinya sampai saat ini belum dapat siswa. Mungkin karena ada SMP negeri baru di sepu-

Bupati Budi Dayakan Kembali Leci di Payangan

Gianyar (Bali Post)Wilayah Kecamatan Payangan sempat menjadi pusat dari keberadaan pohon leci. Namun lambat laun satu per satu pohon itu ditebang, hingga kini jumlah pohon bisa dihitung dengan jari. Melihat kondisi ini, Bupati Gianyar I Made Mahayastra, berencana k e m bali

membudidayakan leci, bahkan ia sudah menyiapkan lahan untuk melestarikan kembali pohon ini di tempat kelahirannya itu. Bupati Mahayastra menuturkan bahwa buah leci memang sempat menjadi produk khas dari Kecamatan Payangan. Bahkan dahulu menjadi buah kebanggaan masyarakat. “Buah itu kan memang sempat menjadi produk khas yang dibanggakan masyarakat Payangan. Namun, sekitar tahun 1977 sampai 1978 itu ada list r i k masuk desa. D i

sanalah mulai terjadi penebangan pohon leci,“ kata pejabat kelahiran 2 Juni 1971 itu. Dikatakan saat program listrik masuk desa tersebut, marak dilakukan penebangan pohon leci yang berada di barat jalan. Sedangkan leci yang di sebelah timur jalan sempat dibiarkan oleh pemilik rumah, namun akhirnya ditebang juga sehingga tinggal beberapa saja sampai saat ini. Hal ini juga terjadi lantaran masyarakat setempat mulai membuat angkul-angkul (pintu masuk rumah) dan areal rumahnya itu ditembok. “Begitu saya jadi bupati, pohon lecinya sudah habis. Mungkin tinggal hanya satu sampai dua leci pohon tua,” katanya. Kini pihaknya sedang menggagas penelitian, tentang pembibitan pohon leci dalam satu kawasan agar tidak sampai punah. Dikatakan, ada lahan provinsi 14 hektar di Desa Kerta, Payangan yang menurutnya bisa dimanfaatkan untuk penelitian tersebut. “Selain lahan itu, tanah

lapang atau pada telajakan dan pinggiran sepanjang sungai Ayung juga bisa (menanam leci-red),” kata bapak tiga anak ini. Ia berharap agar hasil penelitiannya nanti, dapat membuat pohon leci yang berumur 5 tahun sudah bisa berbuah. “Kita cari secara ilmiah. Mungkin sejenis persilangan agar menghasilkan buah yang unggul. Karena sekarang manisnya itu tidak seperti dulu. Begitu juga dengan umur pohonnya yang 5 tahun agar sudah bisa berbuah, tidak lagi harus menunggu 10 sampai 15 tahun lagi,” pungkasnya. Ia pun menargetkan akan penanaman ribuan bibit pohon leci, bila penelitian yang dimaksud telah rampung. “Tanamnya juga tidak harus ngomplek, secara acak bisa. Mengingat Payangan dikenal dengan sangat segar dan hawanya dingin itu sebenarnya disebabkan oleh pohon leci. Baru mulai masuk Kecamatan Payangan saja sudah bisa dirasakan hawanya,” ungkap Bupati Mahayastra. (kmb35)

taran sana,” katanya. Ia sendiri di SMP Keramas ada rencana untuk tutup, lantaran tahun lalu ia hanya menerima 15 siswa. Sementara sampai saat ini ia sudah menerima 27 orang pendaftar. “SMP Keramas mau tutup, karena tahun lalu dapat siswa hanya 15 orang, tahun ini sudah ada 27 yang daftar maka saya akan coba buka terus,” katanya. Sudira mengatakan, dari segi kualitas sekolahnya sendiri berani bersaing dengan SMP Negeri di Kabupaten Gianyar. Terlebih mata pelajaran tidak jauh berbeda, karena memang kurikulum yang sama. “Mapel tidak bisa beda, karena kurikulum sama. Yang ber-

beda hanya ekstrakurikuler,” tandasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

SOSOK Terjun ke Sawah

Upaya pengembangan pertanian, khususnya persawahan dalam mempertahankan swasembada pangan masyarakat turut digulirkan di Jembrana. Sebagai salah satu kabupaten lumbung padi, Jembrana mendapatkan perhatian khusus melalui program dari Kementrian Pertanian bekerja sama dengan TNI AD. Memastikan upaya ini dilakukan, Komandan Kodim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok turut terjun langsung memantau lokasi di areal persawahan. Salah satunya Subak Manistutu Barat, di Banjar Ketiman, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Subak ini mendapat perhatian khusus karena saat ini tidak mendapat pasokan air akibat musim kemarau. “Kita cek langsung agar dapat melihat kesulitan yang dialami oleh para petani sehingga ke depannya dapat diberikan kemudahan serta solusi guna pencapaian hasil pertanian secara maksimal,” ujar Djefri.Sebelumnya dalam pertemuan dengan Kementrian Pertanian bahwa di areal yang rawan air ini solusinya akan didukung sumur bor. Sumur bor ini fungsinya untuk memasok air khususnya di subak Manistutu Barat. Dari pemantauan langsung, menurutnya hampir 48 persen tanaman padi di Kabupaten Jembrana untuk tahun 2019 terancam kekeringan akibat musim kemarau. Salah satunya di Subak Manistutu Barat tersebut. “Di awal memang cukup air, tetapi dikira kita bisa antisipasi ternyata selama 2 bulan terakhir ya kondisi seperti ini (kering). Di Subak Manistutu Barat ini ada 30 hektar yang terancam gagal panen,” pungkas Djefri. (olo)

Kasasi Penuntut Umum Ditolak

Terdakwa Dugaan Korupsi Pepadu Bebas Murni Negara (Bali Post) – Terdakwa kasus dugaan korupsi Program Pengembangan Pertanian Terpadu (Pepadu), K. Rawi Adnyani, diketahui bebas murni. Hal ini berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1281 K/PID.SUS/2018 Tahun 2018, atas nama terdakwa K.Rawi Adnyani yang diunggah di website MA. Sesuai amar putusan disebutkan bahwa Majelis menolak permohonan kasasi dari penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Kasasi ini menjadikan dua tersangka lain yang juga diusut dalam kasus serupa kemungkinan kasusnya tidak dilanjutkan. Namun, pihak kepolisian mengaku masih menunggu gelar perkara. Putusan ini menguatkan putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar yang memutuskan terdakwa bebas. Perbuatan terdakwa tidaklah merupakan suatu perbuatan yang melawan hukum atau menyalahgunakan kewenangan untuk memperoleh keuntungan atau memperkaya diri yang dapat merugikan keuangan negara/daerah. Sehingga perbuatan yang didakwakan oleh Penuntut Umum tidak terbukti sebagai suatu perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan Pasal 87 Ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra, membenarkan terkait surat putusan kasasi itu. Dengan adanya putusan MA yang menolak kasasi JPU, maka putusan mengikuti putusan tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dalam putusan kasasi juga disebutkan bahwa uang sebagai pengembalian atas dugaan kerugian keuangan negara yang dititipkan di rekening penitipan barang bukti Kejaksaan Negeri Jembrana agar dikembalikan kepada terdakwa. Sehingga Jaksa akan mengembalikan uang titipan dugaan kerugian negara senilai Rp 82.585.000 itu kepada terdakwa. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita mengungkapkan, pihaknya belum menerima terkait putusan kasasi K. Rawi Adnyani yang merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi Pepadu yang diungkap Tipidkor Polres Jembrana. Sebelumnya, Tipidkor juga tengah memperdalam keterlibatan dua tersangka lain. Namun, dengan adanya kasasi itu, dua tersangka lain belum bisa diputuskan. “Kami belum menerima putusan (kasasi). Kami tunggu dulu, selanjutnya mengambil putusan kelanjutannya,” terang Yogie. Ketika Kasasi itu diterima, pihaknya akan melakukan gelar perkara lagi. Polres menurutnya juga akan terus berkoordinasi dengan Kejari Jembrana terkait kasus dua tersangka itu. Saat ini berkas dua tersangka itu dikembalikan pada penyidik untuk diperbaiki (P19). (kmb26)

Ivan Praditya Putra

Bali Post/

Bali Post/olo

BAK AIR – Salah seorang warga di Manistutu menunjukkan bak penampungan air bersih dari hulu yang mulai berkurang karena dampak kemarau.

Saat Puncak Kemarau Tiga Desa Rawan Air Bersih

Negara (Bali Post) –

Musim kemarau yang sudah dirasakan masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, juga telah memetakan zona wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan. Dari data yang dihimpun, di Kabupaten Jembrana terdapat tiga desa yang dipetakan masuk zona kekeringan, di antaranya di Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo, Desa Manistutu dan Desa Warnasari di Kecamatan Melaya. Di ketiga desa tersebut ketersediaan air bersih kurang karena pasokan air yang terbatas dampak dari musim kering sehingga perlu mendapat bantuan pasokan air. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP, Jumat (12/7) kemarin mengatakan, pemetaan wilayah rawan kekeringan pada musim kemarau ini lebih fokus menyasar pada kebutuhan air bersih masyarakat

atau permukiman. Kebutuhan air bersih untuk warga menjadi prioritas sehingga BPBD siap memberikan bantuan ketika dibutuhkan. Untuk tiga desa itu, BPBD siaga untuk menyalurkan bantuan air bersih secara cuma-cuma

bekerja sama dengan PDAM. Ketiga desa di Jembrana yang rawan kekurangan air bersih itu memang kondisinya jauh dari hulu dan sumber air bersih. Selama ini warga setempat mengandalkan air dari pasokan dari wilayah

hulu. Memasuki musim kemarau, volume air biasanya berkurang bahkan tak teraliri sama sekali. Sehingga tidak ada air yang mengalir ke rumah warga. BPBD akan menyiagakan armada tangki air bersih dan akan bergerak melakukan penyaluran ketika ada warga yang membutuhkan setelah mengajukan permohonan ke pihak desa. Sehingga yang terlayani merupakan warga yang memang benar-benar membutuhkan, bukan orang per orang. Nantinya, BPBD juga akan

menyediakan penampungan air sementara di sekitar permukiman warga yang membutuhkan air bersih. Sehingga warga bisa mengambil di lokasi tersebut sewaktu-waktu. “Kami sediakan lima tempat penampungan air. Bila dibutuhkan nanti akan ditempatkan sementara di lokasi yang terkena dampak kekeringan,” ujar mantan Camat Pekutatan ini. Meksipun di beberapa lokasi yang rawan krisis air itu sudah mulai merasakan dampak, namun hingga saat ini menurutnya belum ada permintaan dari desa. (kmb26)

Bina Lingkungan BRI Kanca Negara

Serahkan Rp 100 Juta untuk Pembangunan ”Bale Kulkul” di Bunut Bolong BANK Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Negara, Jumat (12/7) kemarin menyerahkan bantuan program Bina Lingkungan untuk pembangunan di Pura Kahyangan Jagat Bhujangga Sakti Luwih Bunut Bolong, di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan. Penyerahan secara simbolis yang digelar di Wantilan Pura Bhujangga Sakti Luwih Bunut Bolong ini dihadiri Pimpinan Cabang (Pinca) BRI Kanca Negara, Kartini Nasution, Staf Ahli Bupati Wayan Sudana mewakili Bupati Jembrana, Bendesa Manggisari, Kadek Suparta, pihak fasilitator I Ketut Sujana atau Kak Sugih dan ratusan krama setempat. Bantuan berupa dana senilai Rp 100 juta ini akan digunakan untuk pembangunan bale kulkul yang berada di Nista Mandala Pura di dekat objek wisata Bunut Bolong ini. Diharapkan melalui bantuan ini dapat digunakan untuk memulai pembangunan bangunan bale kulkul dari awal. Pimpinan BRI Kanca Negara, Kartini Nasution di sela-sela peninjauan lokasi pembangunan bale kulkul mengatakan, program Bina

Lingkungan ini merupakan bentuk dukungan BRI bagi masyarakat sekitar khususnya di bidang Keagamaan. Di Pekutatan, menurutnya memiliki banyak nasabah BRI baik itu yang memanfaatkan layanan untuk simpanan maupun pinjaman. Karena itu, BRI memberikan bantuan Bina Lingkungan ini di Pekutatan, sebagai bentuk timbal balik kepada para nasabah dan masyarakat sekitar. Pihaknya berharap ke depannya BRI dengan masyarakat bisa lebih bersinergi lagi. Sebab, selama ini hubungan antara BRI dan masyarakat Pekutatan ini sudah dekat. “Ini merupakan bentuk CSR BRI untuk Pembangunan tempat ibadah khususnya Pura. Dan kali ini bantuan kami serahkan untuk pembangunan bale kulkul di Pura Bhujangga Sakti Luwih Bunut Bolong,” ujar Kartini Nasution. Saat ini dalam penyaluran dana Bina Lingkungan, BRI tidak fokus untuk pembangunan satu jenis tempat ibadah saja. Melainkan juga tempat ibadah pura dan gereja. Diharapkan adanya bantuan ini, dapat memberikan manfaat bersama. Di samping menyasar bi-

BINA LINGKUNGAN- Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Negara, Jumat (12/7) kemarin menyerahkan bantuan program Bina Lingkungan untuk pembangunan di Pura Kahyangan Jagat Bhujangga Sakti Luwih Bunut Bolong, di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan. Bantuan berupa dana senilai Rp 100 juta ini akan digunakan untuk pembangunan bale kulkul yang berada di Nista Mandala Pura di dekat objek wisata Bunut Bolong. dang keagamaan, program Bina Lingkungan BRI juga mencakup di bidang lain seperti bidang sosial dan bencana sebagai bentuk Kepedulian BRI. Untuk tahun ini, lanjut Kartini, Bina Lingkungan baru menyasar satu lokus di

Bunut Bolong. Ke depan bantuan ini juga dapat dirasakan pihak lain agar memberikan manfaat bagi warga sekitar di wilayah kerja BRI Kanca Negara. Staf Ahli Bupati, Wayan Sudana, mewakili Bupati

Jembrana I Putu Artha menyambut baik program Bina Lingkungan yang dilakukan BRI ini. Pemerintah daerah berharap agar bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar salah satunya di Bunut Bolong. (ad494)

pemerintah. Warga sekitar keberatan dengan dijadikannya jembatan di jalan kabupaten ini sebagai tempat pembuangan sampah (TPS) liar oleh warga dari luar. Dari pantauan di lokasi, Jumat (12/7), timbunan sampah tetap berjubel di atas jembatan penghubung Kelurahan Lelateng dan Desa Baluk. Timbunan sampah menimbulkan bau busuk menyengat. Kendati di lokasi sudah dipasang papan peringatan larangan membuang sampah, namun tumpukan sampah meluber hingga di badan jalan dan aliran sungai. Bahkan sampah yang terbawa angin berserakan hingga beberapa meter berceceran ke persawahan warga. I Ketut Suetha (60), salah seorang warga mengatakan, jembatan Kali Kembar ini sudah menjadi TPS liar sejak kontainer sampah di Selatan

Puskesmas Pembantu Lelateng dipindah beberapa tahun lalu. Pembuang sampah di jembatan ini menurutnya bukanlah warga Lelateng. Berbagai upaya telah dilakukan warga setempat, salah satunya mengintai pelakunya. Menurutnya, pihaknya pernah menunggu pelaku pembuangan sampah dan berhasil ditangkap, ternyata warga luar yang sengaja membuang sampah di sana. Bahkan lokasi ini menjadi tempat pembuangan sisa-sisa pemotongan ayam sehingga menimbulkan bau busuk menyengat. Lurah Lelateng I Made Santa Purwa mengatakan, pihaknya sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pihak kelurahan juga sudah rutin melaksanakan gotong royong bersama sejumlah komunitas peduli sampah di jembatan yang dijadikan

TPS liar ini. Bahkan setelah dibersihkan, semalam saja sudah penuh lagi. “Padahal sudah ada pelang larangan,” ujar Lurah. Pihaknya pun hingga kini mengakui kesulitan menangkap pelakunya. Sementara terkait usulan warga untuk penataan di lokasi, pihaknya akan bersurat ke LH. Harapannya agar bisa dianggarkan di perubahan (APBD). Sementara itu Kelian Tempek IV, Banjar Peken, Lalateng, I Putu Darma, mengatakan, aktivitas pembuangan sampah dilakukan dini hari sehingga sulit terpantau. Menurutnya oknum warga yang membuang sampah biasanya pukul 01.00 sampai pukul 04.00 Wita. Demikian juga sampah dilempar begitu saja tidak berhenti. Menurutnya perlu dilakukan penataan di lokasi agar tidak lagi terkesan seperti TPA. (kmb)

Warga Keluhkan Jembatan Kali Kembar Jadi Pembuangan Sampah Liar Negara, (Bali Post)Hingga saat ini jembatan Kali Kembar di Jalan Danau Beratan, Kelurahan Lelateng, Negara masih menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi ini membuat warga sekitar mengeluh. Warga berharap adanya tindakan dari instansi terkait lantaran pembuangan sampah ini bukan dilakukan warga setempat. Berbagai upaya mencegah pembuangan sampah sembarangan tersebut sudah dilakukan, namun tidak berhasil. Diusulkan, melakukan penataan dengan menggunakan anggaran dari SEMBARANGAN-Sampah yang dibuang sembarangan di jembatan Kali Kembar di Jalan Danau Beratan, Kelurahan Lelateng, Negara. Kondisi ini membuat warga sekitar mengeluh.


Sabtu Wage, 13 Juli 2019

KARANGASEM

11

Didistribusikan 10 Ribu Liter Air Bersih ke Abang Amlapura (Bali Post)– Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Karangasem terus mendistribusikan air bersih kepada masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Seperti Jumat (12/7) kemarin, BPBD mendistribusikan 10 ribu liter air bersih kepada warga di Banjar Dinas Bawu Kangin dan Banjar Dinas Laga, Desa Nawakerthi, Abang. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Karangasem Ni Wayan Asmi Sukmawati mengungkapkan, sebelumnya pihaknya telah menyalurkan air bersih kepada warga di Kubu dan Abang. Dan saat ini pihaknya kembali mendistribusikan air bersih kepada warga di Desa Nawakerthi Abang. “Kita distribusikan air bersih ini menindaklanjuti permintaan dari perbekel Nawakerthi agar warganya dibantu air bersih. Karena warga Nawakerti saat ini memang mulai kesulitan air bersih,’’ ujarnya. Dalam pendistribusian air bersih, kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, PDAM dan PMI Karangasem. Sukmawati menambahkan, air yang didistribusikan ini tidak langsung di salurkan ke cubang milik warga, melainkan dibagi ke tempat-tempat cubang miliki desa setempat. Nantinya warga yang tidak memiliki air langsung mengambil air dicubang yang diisi. “Kita rencananya akan bawakan air sebanyak dua tangki dengan isi 10.000 liter. Dengan bantuan ini, kita berharap warga tidak lagi kesulitan dalam pemenuhan air bersih untuk kegiatan sehari-hari,” harapnya. Salah seorang warga I Wayan Ranta mengatakan, kalau dirinya sudah mengalami kesulitan air bersih sejak sebulan lalu. Pasalnya, air hujan yang ditampung di dalam cubang miliknya sudah habis. Kata dia, pihaknya sempat ingin membeli air lewat mobil tangki. Hanya saja sampai saat ini tidak kunjung datang, karena kalah cepat dari warga lainnya yang memesan duluan. “Saya sangat berterima kasih dengan adanya bantuan air bersih ini. Karena dengan bantuan ini, setidaknya cukup memenuhi kebutuhan air sampai beberapa hari ke depan. Nanti kalau misalkan habis, supaya air bersih bisa dibantu ke sini lagi,” katanya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

SUMBER MATA AIR - Warga saat mencari air bersih ke sumber mata air Celencing.

Kesulitan Air Bersih di Datah

AIR BERSIH - Petugas BPBD saat mendistribusikan 10 ribu liter air bersih kepada warga di Desa Nawakerthi, Abang, Jumat (12/7) kemarin.

Terjadi Pemadaman Listrik, Warga Diminta Stok Air Amlapura (Bali Post)Sehubungan adanya pelaksanaan pengerjaan jaringan listrik dari PLN maka akan dilakukan pemadaman listrik sementara, Sabtu (13/7) hari ini. Pemadaman listrik itu tidak pelak membuat pompa tidak bisa beroperasi, maka pihak Perumda Tirta Tohlangkir meminta pelanggannya supaya menyetok air secukupnya sebelum pemadaman dilakukan. Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Gusti Made Singarsi, meminta hal itu kepada pelanggannya terkait pemadaman listrik. Dikatakan, dengan pemadaman listrik, pihaknya tidak dapat mengoperasikan pompa yang ada di wilayah Desa Tumbu. “Pemadaman listrik akan dilakukan mulai pukul 10.00 Wita. Kurang tahu sampai kapan listrik akan dihidupkan lagi pascaperbaikan berlangsung,” ujarnya. Singarsi menambahkan, dengan adanya pemadaman, maka wilayah yang mengalami gangguan pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Tohlangkir meliputi wilayah jalan Bhayangkara, Desa Tumbu Kelod, Desa Tumbu Kaler, Desa Kebon Tumbu, Palasan Tumbu, Desa Seraya Tengah, dan Desa Seraye Timur. Untuk itu, pihaknya meminta kepada pelanggan yang pelayanannya terganggu sementara agar bisa menampung air secukupnya sebelum pemadaman dilakukan petugas PLN. ‘’Dengan strategi itu, maka tidak akan ada yang merasa kekurangan air bersih. Semoga pemadamannya tidak berlangsung lama, sehingga pelayanan bisa kembali normal,” harap Singarsi. (kmb41)

Warga Manfaatkan Sumber Mata Air Celencing Amlapura (Bali Post)-

Warga Banjar Bale Gede, Desa Datah, Abang mulai mengalami kesulitan air bersih untuk memenuhi kebutuhan MCK (Mandi Cuci Kakus). Guna mendapatkan air bersih, warga setempat memanfaatkan sumber mata air Celencing yang debitnya relatif tetap besar dipergunakan untuk segala keperluan sehari-hari. Warga Banjar Gede, I Made Mekel, Jumat (12/7) kemarin mengungkapkan, saat ini warganya memang sudah mulai kesulitan air besih untuk memenuhi segala kebutuhan mulai dari memasak, minum, mandi serta air yang juga dipergunakan untuk pakan ternak. “Memasuki musim kemarau seperti saat ini, warga mulai kesulitan air bersih. Hal itu menjadi rasional, karena stok air yang ada di cubang warga sudah mulai habis,” terangnya.

mandi di sumber mata air tersebut. Usai mandi, baru mereka mengambil air dengan ember untuk dibawa ke rumah masing-masing. “Hampir setiap hari warga mencari air dengan berjalan kaki yang relatif jauh. Jarak rumah warga dengan sumber mata air bervariasi. Paling dekat jaraknya 100 meter dan paling jauh tiga kilometer. Medan yang harus dilalui warga untuk mencari air juga relatif terjal. Sebab warga harus melewati bebukitan yang berbahaya,” jelas Mekal.

eka. Air benar-benar menjadi kebutuhan vital saat ini di desanya. Apalagi rumput yang sebelumnya hijau kini sudah mulai mengering akibat cuaca panas. Karena kesulitan pakan ternak, petani pun hanya bisa mencari rumput-rumput liar relatif kering yang masih bisa disabit untuk dikasi pakan ternak. “Saya mencari pakan ternak itu di pinggiran tebing. Hampir setiap hari menyisiri pinggiran tebing untuk mencari rumput-rumput liar yang kira-kira masih bisa dipakan ternak. Sementara, stok rumput gajah sudah tidak ada lagi. Pasalnya, rumput gajah itu hanya mau tumbuh baik di saat musim hujan saja,” jelas Ni Ketut Minced. (kmb41)

Mekel mengatakan, sejatinya ada dua sumber mata air yang bisa dimanfaatkan warga, yakni sumber mata air Gunung Ari dan sumber mata air Celencing. Dari dua sumber mata air itu, kini hanya satu yang dimanfaatkan warga yakni sumber mata air Celencing. Alasannya, debit air dari sumber mata air Gunung Ari

mulai mengecil. “Beruntung sumber air Celencing debitnya tidak pernah kecil. Tetap saja besar, seperti itu sejak dulu. Malah di Celencing ada dua mata air, yakni mata air perempuan dan mata air laki-laki. Debitnya sampai saat ini masih normal, tidak pernah berubah meski musim kemarau sekalipun,” katanya.

Dia menjelaskan, biasanya warga mengambil air ke sumber mata air ini pagi hari sekitar pukul 09.00 Wita. Sedangkan waktu sorenya sekitar pukul 04.00 Wita. Warga pun harus membawa air menggunakan ember dan tempat air lainnya. Banyak juga warga tidak menyia-nyiakan kesempatan, mereka langsung

Amlapura (Bali Post)Kasus kebakaran kembali terjadi di wilayah hukum Karangasem, Kamis (11/7) malam. Sebuah pura yang berada di Banjar Dinas Tegalinggah, Desa Tegalinggah, Karangasem ludes terbakar. Diduga kebakaran itu dipicu nyala dupa yang lupa dimatikan saat sembahyang. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari, Jumat (12/7) kemarin mengungkapkan, peristiwa kebakaran itu terjadi malam hari sekitar pukul 20.15 Wita. Setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat, langsung memberikan respons dengan cara menerjunkan sejumlah petugas untuk menangani

kebakaran tersebut. “Untuk memadamkan api kita kerahkan lima anggota dengan dua unit mobil damkar,’’ terangnya. Sayangkan semua bangunan pura itu ludes terbakar. Untuk memadamkan kobaran api, petugas membutuhkan waktu sekitar 30 menitan. Tari menambahkan, sebab kebakaran itu terjadi diperkirakan akibat nyala dupa yang lupa dimatikan saat melakukan persembahyangan. Beruntung tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu terjadi. ‘“Korban jiwa memang tidak ada. Hanya kerugian materiil akibat peristiwa itu diperkirakan mencapai Rp 20 juta,”kata Tari. (kmb41)

PADAMKAN API - Petugas Damkar saat melakukan pemadaman api.

Pakan Ternak Selain mulai kesulitan air bersih untuk keperluan sehari-hari, petani juga kesulitan air yang akan diberikan kepada ternak-ternak mer-

Lupa Matikan Dupa, Pura Ludes Terbakar

Bali Post/kmb41

Sambut Transformasi Abad Ke-21

Guru Agama Buat Silabus, RPP, dan Bahan Ajar

Bali Post/kmb41

WORKSHOP - Guru Agama SMA/SMK di Karangasem saat mengikuti kegiatan workshop MGMP Pendidikan Agama Hindu dalam pembuatan silabus, RPP dan bahan ajar yang dilaksanakan di STKIP Amlapura, Jumat (12/7) kemarin.

Menyambut abad ke-21, dilakukan langkah-langkah kreatif dan inovatif dalam transformasi pendidikan, terutama bagi yang membidangi agama. Faktanya, ratusan guru Agama Hindu SMA/SMK seKarangasem mengikuti workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu dalam pembuatan silabus, RPP dan bahan ajar yang dilaksanakan di STKIP Amlapura, Jumat (12/7) kemarin. Lalu bagaimanakah model silabus yang dipercaya efektif akan dirumuskan buat materi ajar guru kepada muridnya kemudian?

PENGAWAS Tingkat SMA/SMK Karangasem, I Ketut Seken mengungkapkan, kegiatan workshop itu sebetulnya sudah berlangsung sejak dua bulan lalu. Program itu merupakan proses pembuatan administrasi pembelajaran yang mengacu pada kurikulum K-13. Model arah proses pembelajaran agama itu kini mengacu pada transformasi abad-21. “Narasumber kegiatan ini dari Kementerian Agama. Khusus pembuatan silabus, RPP dan bahan ajar akan dilakukan selama tiga bulan. Selama pembuatan silabus selalu mendapat pendampingan ahlinya,” ujarnya. Seken menambahkan, kegiatan yang dilakukan ini memang sangat

penting sekali. Sebab, dari proses kegiatan itu, guru-guru agama dari tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Karangasem nantinya bisa melahirkan silabus-silabus yang efektif dan kreatif. Proses silabus menjadi RPP dan RPP selanjunya menjadi bahan ajar yang sekaligus menjadi buku ajar. Dan buku ajar itu nantinya akan dipakai dalam landasan proses pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum K-13. “Kegiatan pembuatan sebuah buku ajar nantinya akan dijadikan sebagai perangkat pembelajaran di sekolah tempat mereka mengajar masing-masing. Karena dalam merumuskan IPK se-Karangasem, baik SMA/SMK harus sama sehingga in-

dikator pencapaian kurikulum juga harus sama. Mungkin hanya proses pembelajaran yang sedikit berbeda, menyesuaikan dengan kondisi sekolah tersebut,” katanya. Kegiatan seperti ini, kata Seken baru dilaksanakan selama dua tahun terakhir. Ke depannya, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Dana yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan ini bersumber dari Kementerian Agama. “Walau tidak ada bantuan dari kementerian Agama nantinya kita akan rutin melaksanakan MGMP tentang kode etik guru, proses pembelajaran dan administrasi guru,” tegas I Ketut Seken. (nan)


KLUNGKUNG

12

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Warga Diminta Jaga Stabilitas Pariwisata Nusa Penida Semarapura (Bali Post)-

Kepulauan Nusa Penida kini sedang dalam sorotan. Tidak hanya karena potensi keindahan alamnya, tetapi juga permasalahan yang menyertai perkembangannya. Dengan situasi dan kondisi demikian, masyarakat dan para pelaku pariwisata setempat, diminta bersama-sama menjaga stabilitas pariwisata Nusa Penida. Sebab, pemerintah daerah kini sedang berupaya terus menata semua aspek di dalamnya.

Bali Post/

WISATAWAN - Wisatawan saat turun dari fast boat di Pelabuhan Tanjung Sanghyang, Nusa Lembongan.

SOSOK Siaga Saat ”Dewasa Nganten” Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Klungkung, tak hanya sekadar mengurus persoalan data kependudukan. Mereka dalam setahun terakhir, paling diharapkan hadir saat acara pernikahan. Sebab, kehadiran petugas saat acara pernikahan langsung membawa akta perkawinan sebagai realisasi dari program Kawi Smara. “Terakhir, akta perkawinan dari program Kawi Smara kami serahkan saat acara pernikahan warga di Desa Lembongan kepada pasangan I Kadek Suika dengan Ni Made Widi Mas Gunanthi Total. Sepanjang tahun 2019, sudah ada sekitar 105 akta perkawinan yang sudah kami keluarkan,” kata Kepala Disdukcapil Klungkung, Komang Darma Suyasa, Jumat (12/7) kemarin. Acara pernikahan semakin terasa istimewa, ketika yang menyerahkan akta perkawinan itu adalah Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Sehingga, program Kawi Smara ini mendapat respons cukup baik, oleh masyarakat Klungkung. “Respons yang tinggi dari masyarakat, membuat kami tetap harus siaga menjelang dewasa nganten,” tegasnya. Menurut Darma Suyasa, Kawi Smara adalah inovasi Disdukcapil Klungkung dalam meningkatkan cakupan kepemilikan akta perkawinan. Dengan Kawi Smara mempelai langsung mendapatkan akta perkawinan begitu upacara perkawinan selesai dilakukan. Kawi Smara memotong rantai birokrasi dalam pengurusan akta perkawinan. Penandatanganan pamuput/pendeta akan dilakukan di lokasi upacara perkawinan, termasuk juga penandatanganan oleh perangkat desa/kelurahan, mempelai dan saksi. Syarat pertama yang harus dipenuhi oleh mempelai adalah memiliki akta kelahiran. Kawi Smara dijelaskan Darma Suyasa, sangat membantu mempelai dalam memberikan legalitas perkawinan mereka. Di tengah kesibukan mempersiapkan upacara perkawinan, mempelai atau keluarga mempelai mengajukan permohonan ke Disdukcapil. Hal ini dapat menghindari kelalaian dalam pengurusan akta perkawinan. Sebab, setelah upacara perkawinan dilaksanakan, biasanya mempelai akan disibukan kembali dengan pekerjaan rutin. (gik)

Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta belum lama ini, menyikapi situasi dinamis yang berkembang sebagai dampak dari kebijakan terbaru yang diterapkan pemerintah daerah saat ini. Khususnya mengenai penerapan pungutan retribusi kepada setiap wisatawan ke Nusa Penida. Bupati Suwirta ingin membuka wawasan masyarakat dan para pelaku usaha, bahwa dunia pariwisata itu amat sensitif dengan kampanye negatif. Oleh karena itu, pihaknya meminta semua pihak bisa menahan diri, agar sama-sama dapat melihat kepentingan yang lebih besar, terkait progres

perkembangan Nusa Penida ke depan. “Kami sedang membangun citra positif Nusa Penida, dengan berbagai cara. Baik itu promosi dan mengkemas objek yang ada semenarik mungkin, agar menarik kunjungan. Jangan justru dibarengi dengan keluhan jalan rusak, kurang ini, kurang itu. Perlu diketahui, itu semua sudah kami pikirkan. Realisasinya tentu membutuhkan perencanaan dan anggaran. Itulah sebabnya, pungutan retribusi ini penting, sesuai amanat perda. Karena nanti hasilnya, juga akan dikembalikan untuk seutuhnya memperbaiki Nusa Penida

seutuhnya. Baik tentang infrakstrukturnya maupun menata objek wisatanya,” jelas Bupati Suwirta. Bupati Suwirta melihat ada persoalan mindset masyarakat dan pelaku pariwisata yang cukup serius. Dia ingin ada kesepahaman bersama, sehingga tidak setiap persoalan mengenai Nusa Penida langsung ramai mempengaruhi kesan baik Nusa Penida sebagai destinasi unggulan di Bali saat ini. Apalagi, dengan era digital, seiring maraknya media sosial yang semakin tidak terkontrol, kampanye negatif dikatakan sangat cepat mempengaruhi keputusan wisatawan untuk

berkunjung atau malah membatalkannya. “Media sosial itu sangat liar. Maka, sejak dulu saya wanti-wanti hati-hatilah memposting sesuatu di sana,” tegas bupati asal Ceningan ini. Maka, pihaknya berharap semangat masyarakat, pelaku pariwisata dan pemerintah daerah bisa sama, yakni membangun, mengembangkan dan memajukan Nusa Penida yang sejak dulu sudah dijuluki sebagai mutiara terpendam, atau populer di kalangan masyarakat sebagai telur emasnya Bali. “Logikanya, kalau Nusa Penida mendapat kesan baik dan positif, wisatawan tentu akan tertarik datang. Tentu yang diuntungkan kita semua (masyarakat, pelaku pariwisata dan pemerintah daerah). Inilah maksud saya, agar kita bersama-sama, punya visi yang sama, menjaga stabilitas pariwisata Nusa Penida,” katanya. (kmb31)

Bupati Tinjau Pos Pemungutan Retribusi di Tanjung Sanghyang DUA BELAS hari sudah sejak diberlakukannya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga di Kecamatan Nusa Penida. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi petugas Syahbandar Pelabuhan Tanjung Sanghyang IGK Sudiardana beserta dinas terkait melakukan peninjauan proses pemungutan retribusi di salah satu pos pemungutan yang berada di Nusa Penida. Adapun pos pemungutan yang ditinjau, yakni Pos Retribusi Pelabuhan Tanjung Sanghyang, Nusa Lembongan, pada Jumat (12/7) kemarin. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Suwirta memberikan motivasi dan mengingatkan kepada petugas pemungut retribusi agar berhati-hati dalam melaksanakan pungutan di lapangan. Kepada dinas terkait, Bupati Suwirta berpesan untuk terus mengadakan evaluasi baik kepada petugas maupun sarana prasarana yang digunakan dalam menunjang proses pemungutan retribusi untuk memperlancar proses pemun-

gutan retribusi. Bupati Suwirta juga meminta tingkatkan kerja sama dengan forkopincam dan semua pihak terkait yang harus ikut mengawal petugas yang memungut retribusi, jangan sampai menyalahkan mereka karena mereka baru bekerja. “Pemungutan retribusi ini merupakan tugas besar, ini harus benar-benar dikawal. Kalau salah sedikit kita akan kena batunya. Mari kita jawab dengan kerja yang baik,” tegas Bupati Suwirta. Di sisi lain, sejumlah pengelola fast boat sudah mulai sepakat dengan pemerintah daerah, dalam konsep pungutan retribusi wisatawan ke Nusa Penida. Satu per satu mereka langsung menjalin MoU dengan Dinas Pariwisata, agar pemungutan retribusi menjadi satu saat pembayaran jasa fast boat di loket masingmasing fast boat. Data terakhir menunjukkan, total sudah ada delapan pengelola fast boat yang sudah menjalin MoU dengan pemerintah daerah. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta mengatakan dari 12 pengelola fast boat yang sempat dihubungi langsung oleh Bupati Klungkung Nyoman

MENINJAU-Bupati Suwirta saat meninjau langsung lokasi pemungutan retribusi di Pos Tanjung Sanghyang, Lembongan. Suwirta, delapan pengelola fast boat itu, antara lain, Nirvana, Marlin, Gangga, Sekarjaya, Nacha, Rocky, Bali Hai, dan terakhir Anecha. Sisanya, seperti PT Rasha, Semaye One, L Ray Yunior, Lembongan Fast Cruise dikatakan masih mempelajari isi MoU tersebut. “Kami masih menunggu yang lain, untuk bekerja sama. Tim

kami juga terus bergerak melakukan pendekatan,” kata Sukasta. Sesuai data Dinas Perhubungan Klungkung, tercatat ada 44 perusahaan fast boat yang tiap hari lalu lalang di Nusa Penida. Pihaknya menargetkan sementara ke-12 pengelola fast boat yang sudah dihubungi Bupati Suwirta, bisa segera

menjalin MoU. Sementara sisanya akan terus dikejar. Dengan demikian, ini akan mengurangi beban proses pembayaran retribusi di seluruh pos pemungutan yang sudah disediakan. “Pada intinya, MoU ini isinya untuk mempermudah proses pemungutan retribusi, karena bisa langsung dibayar di loket tiket,” katanya. (ad490)

Kasus Kekerasan Remaja Viral di Medsos

Upaya Diversi Gagal, Pelaku Tetap Diproses Hukum Semarapura (Bali Post)Penyesalaian kasus penganiayaan seorang remaja putri, berinisial Ketut APP (15) oleh sekelompok remaja putri lainnya, yang videonya viral di medsos mulai dilakukan penyelesaian secara diversi. Langkah ini ditempuh karena tiga tersangka masih berada di bawah umur. Namun, proses diversi antara pihak tersangka penganiayaan dan korban, Jumat (12/7) gagal total. Pihak keluarga korban tetap ngotot tak mau menempuh upaya lain, selain proses hukum. Diversi adalah upaya penyelesaian perkara anak di luar pengadilan pidana. Proses diversi ini dilakukan di Ruang Rupatama Polres Klungkung,

selama dua jam, dari sekitar pukul 10.30 Wita sampai pukul 12.30 Wita. “Pihak keluarga korban, tetap meminta proses hukum berlanjut hingga pengadilan. Mereka menolak upaya diversi,” kata Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan. Proses diversi ini tetap saja tidak menemukan titik temu di antara kedua belah pihak. Padahal, proses diversi tidak hanya dilakukan pihak kepolisian. Selain pihak keluarga korban dan pelaku, upaya diversi juga melibatkan pihak Bapas, P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Klungkung dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Anak Klungkung. Mirza Gunawan menambahkan, dengan gagalnya proses diversi di polres ini, pihak Satreksrim Polres Klungkung tengah menyiapkan berkas untuk segera dilimpahkan beserta para tersangka ke Kejaksaan. Namun demikian, nantinya proses diversi masih dapat dilanjutkan di Kejaksaan. “Berkasnya segera kami limpahkan ke Kejaksaan. Semoga proses diversi di sana, hasilnya lebih baik,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Sat Rekrim Polres Klungkung, akhirnya menetapkan tiga tersangka, dalam kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP yang sempat viral di media sosial dengan

TKP di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Dawan. Mereka adalah Ni Kadek KD, PR dan MP. Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak kepolisian berkesimpulan tidak akan melakukan penahanan. Para tersangka ini dijerat dengan pasal 80 Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak yang sudah diubah ke dalam UU Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun 6 bulan (3,5 tahun) dan atau denda Rp 72 juta. Meski demikian, banyak faktor yang dilihat lantaran para tersangka tak langsung ditahan. Mulai dari pelaku dan korban adalah sama-sama anak-anak saat kekerasan dilakukan pada Januari 2019 lalu. “Kemudian UU Perlindun-

gan Anak juga mengisyaratkan demikian, karena ancaman hukuman di bawah tujuh tahun. Jadi mereka tidak ditahan,” terang AKP Mirza Gunawan. Dari pemeriksaan penyidik terhadap enam saksi dan saksi korban, ketiga tersangka yang paling aktif menganiaya korban. Ada yang mau menelanjangi korban, menendang korban serta melontarkan katakata kasar kepada korban. Saat pemeriksaan, Mirza Gunawan menegaskan, mereka mengakui perbuatan dan memang ada dalam video tersebut. Semua kooperatif saat diperiksa sehingga proses cepat berjalan. Karena masih di bawah umur, penyelesaian kasusnya dengan sidang diversi atau pengadilan anak. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

Dbthkn Admin Min SMK/Sdrjt Tdk Kuliah, Blm Menikah Tlp.0361-415437/087862801736 Email: teamadm8@gmail.com

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

B.BP.001.07.19.0000465

Dcr Klktor Tab,Wnita, Jujur, bs Word,Excel, gaji mnrik. Hub.WA:08563743309 B.BP.004.07.19.0000406

Dcr PRT Hub.082144096611 / 085858430117

B.BP.004.07.19.0000483

Dicari Tukang Potong, Checker, Penjahit untuk garment. Hub:081246126741

B.BP.004.07.19.0000474

Dcr 2 org Tng Promosi Kosmetik Perempuan Hub.(0361) 4458555

B.BP.001.07.19.0000470

Dcr Serabutan u. Nusa Penida bs Bhs Bali 087854015171

B.BP.004.07.19.0000441

Dcri Karyawan/ti Toko Listrik berpengalaman,Jimbaran,4725905 B.BP.004.07.19.0000411

Dcr krywn celup Batik berpengalaman, mengerti obat & warna. Gaji memuaskan + lembur. Tlp.8975041 / WA:081239313275 B.BP.004.07.19.0000404

Dicari Segera PRT tinggal dlm Hub.0818351233 Bukan agen B.BP.001.07.19.0000485

Dicari Sgr Sopir dan Waitress, Hub.081246400852/081529427339 B.BP.001.07.19.0000390

Dcr: Sopir B1,Adm Wnt,Salesman /Girl,income ±10Jt, Bedahulu 4 No.12 Dps,Tlpn:081939800617 email:erfintricahyo@gmail.com B.BP.004.07.19.0000473

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

BU!!! Xenia X Allnew’12(Putih) Rp115 Jt(Ng) Hub:08179095662 B.BP.001.07.19.0000395 HONDA

HRV’16,Tipe ECvt,Putih, Pribadi Jl.Patih Nambi IB/5 Ubung Kaja B.BP.001.07.19.0000437

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

BIRO JASA

DIJUAL TANAH

DIJUAL TANAH

5A; 26A Demayu Lodtunduh Ubud Rmh 3A GnCatur Utm 085937089333

Dijual tnh 9are Jagapati Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433

B.BP.001.07.19.0000481

Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.Hb:08123917970/Siong B.BP.001.06.19.0000758

Djl tnh 30are lok.R Darma. Penbel.Hub.08174792551

B.BP.004.07.19.0000084

B.BP.001.07.19.0000006

3A bs ambil 1A Jl.Glogor Carik Gg.Kangguru No.2. 085101818655 B.BP.154.07.19.0000491

Tnh 3A,Jl.Sekar Tunjung Dentim 085100512274 / 085739370969

PENGUMUMAN

DIJUAL RUKO

Perubahan Modal Dasar & Modal Ditempatkan PT.Twin Mandala Indocargo dari Rp.200.000.000, 00 menjadi Rp.1.200.000.000,00

B.BP.004.07.19.0000091

B.BP.004.07.19.0000475

B.BP.166.07.19.0000484

PROPERTY

KEHILANGAN

DIJUAL VILLA

Hlg BPKB No.F0464449-O DK1518 LJ An.Ni Wayan Juniawati

Jual segera villa mewah Hak Milik,LT417,LB600,4KT,4KM,Swpool di puncak bukit Jimbaran Jl.Goa Gong,400m diTimur GWK dgn view mempesona. H:087839410497

B.BP.001.07.19.0000413

B.BP.031.07.19.0000478

PROPERTY Dijual Ruko Jl. Yeh Gangga Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433

Tnh 3,5A Tk.Badung Renon ±35A Ubud-Tegallalang.Hp:0811394712

PT BIPN Bangun baru/Renov Hotel Rumah,Ruko,Gudang,Pabrik, pondasi mesin,pasar,sekolah dll H:08165402967

B.BP.004.07.19.0000443

B.BP.001.07.19.0000468

Hlg Buku Kir Food Truck B9085 SRO No.ML36780K An. PT.Michelindo Food International B.BP.001.07.19.0000472

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

Hanya Rp.100 JUTA Per Unit Villa

Miliki Sekarang!!

VILLA Pinggir Pantai dengan pasir putih di SANUR BALI

TYA 081237675135 DONI 081338977777 www.7lazvillas.com C.0000344-BGN


BANGLI

14

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Dorong Pengembangan Destinasi Wisata di Tembuku

Wabup Sedana Arta Kunjungi Goa Giri Campuhan

AIR TERJUN - Wabup Sang Nyoman Sedana Arta menikmati keindahan air terjun Goa Giri Campuhan (GGC), yang berada di Desa Adat Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku.

Pelajar Bangli Wakili Bali ke Paskibraka Nasional

Bali Post/kmb40

I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari

SENANG dan bangga. Hal itulah yang kini tengah dirasakan I Dewa Agung Ayu Alamanda Diastari, pelajar kelas XI SMAN 1 Bangli. Remaja asal Kelurahan Cempaga, Bangli ini, salah satu dari dua pelajar di Provinsi Bali yang berhasil lolos seleksi sebagai anggota pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) tingkat nasional. Dalam waktu dekat, gadis kelahiran tahun 2003 ini akan terbang ke Jakarta untuk mengikuti pelatihan paskibraka bersama pelajar wakil dari provisi lainnya selama kurang lebih sebulan. Ditemui di rumahnya, Jumat (12/7) kemarin, gadis yang akrab disapa Manda ini menuturkan dirinya terpilih sebagai anggota paskibraka nasional setelah melalui serangkaian seleksi dan latihan. Diawali seleksi dan pelatihan di kabupaten, ia selanjutnya menjalani seleksi yang cukup ketat di tingkat provinsi. Seleksi yang dijalani meliputi psikotes, kesehatan, kesenian, jasmani dan pantohir. Meski berat, hal itu tak pernah memutuskan semangat dan harapannya untuk bisa lolos menjadi bagian anggota Paskibraka tingkat nasional. Sedari awal ia menargetkan bisa lolos seleksi karena sudah sepuluh tahun lamanya pelajar Bangli tak pernah ikut menjadi wakil Bali dalam anggota paskibraka tingkat nasional. “Terima kasih kepada PPI (Purna Paskibraka Indonesia) Bangli, Pemkab, TNI dan Polri yang sudah mel-

atih dan mendukung Manda,” ungkapnya. Putri dari pasangan I Dewa Agung Anom Sandiarta dan Ni Luh Putu Suastiari ini mengaku sudah memiliki keinginan menjadi anggota Paskibraka sedari kecil karena melihat anggota paskibraka sebagai sosok yang kuat dan gagah. Sejak duduk di bangku SD ia sering ikut menjadi perangkat upacara di sekolahnya. Ia juga termotivasi menjadi anggota Paskibraka karena kakak kandung dan sepupunya juga seorang paskibraka di tingkat provinsi dan nasional. Gadis yang memiliki tinggi badan 172 cm ini mengaku banyak hal positif yang dirasakannya selama mengikuti seleksi dan latihan paskibraka. Anak kedua dari dua bersaudara itu kini lebih disiplin waktu dan menjadi pribadi yang lebih baik. Pascadinyatakan lolos seleksi di Provinsi, Manda selanjutnya akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih sebulan di Jakarta bersama para anggota paskibraka dari seluruh provinsi di Nusantara. Ia akan berangkat pada tanggal 25 Juli mendatang. Jelang keberangkatannya, ia pun kini mempersiapkan diri dengan latihan-latihan dan menjaga kebugaran fisik. Gadis yang memiliki cita-cita masuk akademi kepolisian (akpol) ini juga mengaku sudah sempat diundang untuk bertemu Bupati dan Wakil Bupati Bangli beberapa hari lalu. Manda berharap dalam pelatihan di tingkat nasional nantinya ia terpilih sebagai pembawa baki bendera. “Astungkara bisa,” harapnya. Ketua PPI Kabupaten Bangli Putu Gede Surya Pujawan mengungkapkan terpilihnya Manda sebagai anggota Paskibraka Nasional mewakili Bali tentu menjadi kebanggaan bagi PPI dan Pemerintah Kabupaten Bangli. Terakhir kali, pelajar Bangli lolos seleksi paskibraka nasional pada tahun 2009 lalu. “Selain Manda, satu orang pelajar Bangli lainnya atas nama Windu Pujawan dari SMAN 1 Bangli juga lolos, namun sebagai cadangan putra,” katanya. (ina)

MEMPERKENALKAN destinasi pariwisata di Kabupaten Bangli, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingi Camat Tembuku I Dewa Agung Putu Purnama dan Kabag Protokol Setda Kabupaten Bangli, Cok Bagus Gaya Dirga, Jumat (12/7), mengunjungi objek wisata air terjun Goa Giri Campuhan (GGC) di Desa Adat Tembuku Kelod, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku. Dalam kunjungan tersebut, Wabup Sedana Arta mengaku terkagum-kagum menyaksikan keindahan alam objek wisata air terjun GGC. Wabup Sedana Arta mengatakan, objek wisata air terjun GCC memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi destinasi unggulan di Kabupaten Bangli. Bagaimana tidak, menurutnya, begitu memasuki areal parkir objek wisata ini,

mata kita sudah dimanjakan dengan indahnya panorama persawahan dan pegunungan yang begitu alami. Selanjutnya, dari tempat parkir menuju lokasi pusat objek, sepanjang jalan setapak, mata kita juga disuguhi dengan hijaunya tanaman padi yang membentang luas. Tak cukup di situ, Wabup asal Desa Sulahan Susut ini juga bercerita, untuk memasuki kawasan objek, terlebih dahulu harus memasuki goa sepanjang lebih kurang 30 meter. Ia mengatakan, goa ini begitu kokoh dengan bebatuan yang sangat alami. Setelah melewati ujung goa, sambung Wabup Sedana Arta, rasa lelah seketika akan hilang begitu melihat air terjun GGC. Pemandangannya sangat menakjubkan dan alami. Terdapat air campuhan (pertemuan dua sungai) yang san-

gat religius. Tepat di tengah pacampuhan juga terdapat lima pancoran (pancaka tirta) yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit nonmedis. Di sana terdapat tiga air terjun yang sangat indah dengan berbagai bentuk, ada menyerupai kipas dan ada juga air terjun sharing dengan ketinggian yang bervariatif. Ada juga kolam alami dengan spot foto batu cinta (batu besar dengan lobang berbentuk hati). Wabup Sedana Arta juga mengatakan, jika ingin berkunjung dan menikmati secara penuh objek wisata ini, pengunjung harus siap berbasahbasahan, karena antara spot satu ke spot lainnya harus menyusuri bebatuan sungai. Karena kondisi bebatuan yang cukup licin dan air yang cukup deras, ia mengingatkan agar pengunjung selalu berhati-hati

agar tidak sampai tergelincir. Untuk memaksimalkan potensi objek air terjun GGC, Wabup Sedana Arta mengaku siap memfasilitasi dan mendukung pembangunan fasilitas pendukung objek ini. “Ke depan mungkin perlu dibangun lagi tempat parkir yang lebih memadai, jalan setapak yang tertata, toilet yang terstandar, tempat ganti pakaian dan spot-spot foto yang menarik. Intinya objek ini sangat luar biasa, sangat alami dan sangat wow untuk dikunjungi. Pemkab Bangli pasti hadir untuk membangun objek ini,” terangnya. Sementara itu tokoh masyarakat Desa Adat Tembuku Kelod Jro Mangku Giri Kusuma mengatakan, sejatinya objek wisata ini sudah ada sejak lama. Namun mulai dikembangkan sejak tahun 2015 lalu

oleh Sekaa Teruna Tembuku Kelod. Karena sempat terkendala air terjun yang sempat surut karena kemarau panjang, pengembangannya sempat vakum. Namun, mulai tahun 2018, dengan dukungan dari pihak desa adat dan desa dinas, objek ini kembali digarap hingga berjalan seperti sekarang. Ia mengaku, air terjun GGC selama ini sudah cukup banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sedangkan retribusi yang dikenakan kepada wisatawan sifatnya tidak wajib, tetapi dalam bentuk punia (sukarela). Melalui kunjungan Bapak Wakil Bupati Bangli hari ini, ia menyampaikan harapan agar ke depan Pemerintah Kabupaten Bangli bisa ikut membantu mengembangkan keberadaan objek air terjun GGC. (ad493)

Terjaring OTT

Berkas Kasus Pungli Kadus dan Klian Banjar Adat Sudihati P21 Bangli (Bali Post) –

Klian Banjar Dinas (Kadus) dan Klian Banjar Adat Sudihati, Desa Kintamani menjadi tersangka kasus pungutan liar (pungli) terhadap penduduk pendatang. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Timsus Polres Bangli Mei lalu. Pada Jumat (12/7) kemarin, berkas perkara kasus pungli kedua tersangka dinyatakan telah lengkap alias P21 oleh Kejari Bangli.

AKP Sulhadi

Bali Post/kmb40

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi siang kemarin menjelaskan, Kadus dan Kelian Banjar Adat Sudihati yang terjaring OTT atas nama Dahlan dan Ali Usman. Keduanya terjaring OTT di rumah milik Ali Usman, Sabtu (19/5) lalu sekitar pukul 21.00 wita. Kedua tersangka diketahui melakukan pungutan berupa uang kepada penduduk pendatang (duktang) yang tinggal di wilayah Desa Kintamani. Dengan cara mendatangi tempat tinggal duktang didampingi pecalang untuk melakukan pendataan. Kedua tersangka saat itu meminta para duktang melaporkan diri kepada kepala lingkungan. Sebagai bentuk pengawasan dan pengikat terhadap keberadaan penduduk pendatang di

wilayah Desa Kintamani, tersangka mewajibkan duktang untuk mengisi sejumlah formulir. Di antaranya menandatangani surat pernyataan kesanggupan mematuhi aturan dusun dengan kewajiban membayar Rp 350 ribu, surat rekomendasi Klian Banjar Dinas Sudihati agar dapat dipertimbangkan untuk menjadi penduduk Desa Kintamani, dan surat pernyataan selaku penampung penduduk pendatang. “Selanjutnya formulir yang telah diisi biodata penduduk pendatang dan ditandatangani, diserahkan kembali kepada tersangka Dahlan. Sementara uang sebagai persyaratan mematuhi aturan dusun sebesar Rp 350 ribu diserahkan kepada pelaku Ali Usman,” terangnya. Perbuatan yang dilakukan kedua

tersangka tersebut, lanjut Sulhadi dianggap melawan hukum. Sebab pungutan yang dilakukan tidak diatur dalam Peraturan Desa Kintamani dan bertentangan dengan undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. Tersangka juga dianggap menyalahgunakan kewenangan yang ada padanya selaku perangkat desa dengan maksud untuk mendapatkan sejumlah uang yang nantinya akan digunakan untuk membantu oprasional dan pembangunan sarana dan prasarana Banjar Sudihati, Desa Kintamani. Lanjut dikatakan Sulhadi, setelah dilakukan serangkaian proses penyidikan oleh Unit III Tipikor Polres Bangli, berkas perkara tersangka dilimpahkan ke Kejari Bangli. Oleh pihak Kejari, Jumat kemarin, berkas kedua tersangka telah dinyatakan lengkap alias P21. “Untuk pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) masih dilakukan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bangli dalam waktu dekat,” kata Sulhadi. (kmb40)

Sempat Anjlok, Harga Babi Mulai Naik Bangli (Bali Post) Sempat anjlok, harga babi di tingkat peternak mulai merangkak naik sejak tiga minggu terakhir. Kenaikan harga babi diperkirakan terjadi karena populasi babi menurun. Adanya kenaikan harga babi diakui salah seorang peternak babi di Desa Jehem, Tembuku, Sang Putu Adil. Ia mengungkapkan, saat ini harga babi di tingkat peternak mencapai kisaran Rp 27-28 ribu per kilogramnya. Naik sekitar 5 ribu dibanding sebelumnya. “Sebelumnya kisarannya Rp 22-23 ribu per kilogramnya,” ujarnya. Menurutnya, kenaikan harga babi terjadi karena

populasi babi di masyarakat saat ini sudah menurun. Saat harga babi anjlok beberapa bulan lalu, banyak peternak yang berlomba-lomba menjual ternak babinya karena khawatir harganya terus merosot. “Belum saatnya dijual, sudah dijual. Jadi otomatis populasi babi untuk berat di atas 100 kg menjadi berkurang,” terangnya. Dengan harga jual sekarang, Sang Putu Adil mengaku sudah cukup mendapat untung dibanding sebelumnya. Sebagai peternak, tentu ia berharap harga babi di tingkat peternak terus mengalami kenaikan jelang datangnya hari raya Galungan dua minggu lagi. Namun demikian

ia berharap kenaikannya tidak terlalu tinggi, maksimal di kisaran harga Rp 30 ribu per kilogramnya. “Sebab konsumennya kan masyarakat kita juga. Harapannya tidak terlalu tinggi naiknya. Biar antara peternak dan konsumen sama-sama enak,” harapnya. Seperti yang sempat diberitakan Mei lalu, sejumlah peternak babi di Bangli mengeluhkan anjloknya harga. Turunnya harga babi di tingkat peternak cukup drastis mencapai Rp 10 ribu per kilogramnya. Meski harga babi di tingkat peternak anjlok, namun harga daging babi di pasaran saat itu bertahan di kisaran Rp 70 ribu per kilogramnya. (kmb40)

Bali Post/kmb40

BABI-Peternak menunjukkan ternak babinya. Harga babi di tingkat peternak mengalami kenaikan sejak tiga minggu lalu.


OLAH RAGA Belasan Instruktur Senam Ikuti Uji Kompetensi

15

Sabtu Wage, 13 Juli 2019

Denpasar (Bali Post) Belasan instruktur senam dari Kalteng dan Malang (Jatim) mengikuti uji kompetensi senam level 2 angkatan VI di Lala Studio, Jalan Veteran, Denpasar, Jumat (12/7) kemarin. Sementara peserta asal Bali berdatangan dari Buleleng, Gianyar, dan Denpasar. Cahaya Kumala Sari dari Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI) yang menjadi penguji menerangkan, insan senam dituntut memahami betapa pentingnya sertifikat yang dikeluarkan LSKSI dan diakui pemerintah. Sudah banyak instruktur senam yang menerima sertifikat lokal, namun tetap belum tersertifikasi. “Saat ini, instruktur senam harus mengantongi sertifikat yang diakui pemerintah. Untuk menyadarkan perlunya memiliki sertifikat senam yang dikeluarkan LSKSI, harus disosialisasikan kepada masyarakat luas,’’ ujarnya. Menurutnya, instruktur senam yang memiliki sertifikat dari pemerintah berhak

PESERTA - Peserta uji kompetensi senam level 2 angkatan VI di Lala Studio, Jalan Veteran, Denpasar. mengajarkan senam dengan gerakan yang benar di daerahnya masing–masing. Berbekal sertifikat dari LSKSI, instruktur senam mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan bersikap profesional dalam menekuni profesinya. Uji kompetensi dibuka Kabid Pembina PAUD dan PNF Disdikpora Kota Denpasar, Ni Made Sugiantini. Ia mengaku bangga karena baru kali ini terdapat peserta laki–laki. Di sisi lain, pemilik Lala Stu-

dio, Adolfina Grace T a n g k u dung, me-

Denpasar (Bali Post) Sidang mutasi atlet gateball asal Gianyar Made Sudarma Palguna yang berniat hengkang ke Badung, digelar di KONI Bali, Jumat (12/7) kemarin. Putusan sidang akan dibacakan dewan hakim pekan depan tepatnya pada 19 Juli nanti. Perkara Sudarma disidangkan oleh Dewan Hakim yang terdiri atas Fredrik Billy, Putu Yudi Atmika, dan IGB Arthanegara. Mereka telah merampungkan sidang perebutan atlet ini, tetapi masih perlu berembuk guna memastikan putusan. “Kami telah menghadirkan pihakpihak terkait dalam kasus ini, termasuk menemukan bukti dan fakta selama persidan-

gan,” ujarnya. Agenda sidang lainnya menyangkut mutasi tiga atlet balap motor, yaitu Komang Arya Darma Putra dan Made Gede Sadhu Saka Bakti asal Denpasar serta Yamani dari Jembrana. Ketiga pembalap ini berniat hijrah ke Badung. “Sidang ini kami tunda pekan depan. Sebab, KONI Denpasar tak bisa hadir karena penasihat hukumnya sedang ke luar kota,” ungkap Fredrik Billy yang juga menjadwalkan mediasi perebutan atlet gateball, balap sepeda, dan kempo. Pada bagian lain, Wakil Ketua KONI Denpasar Nyoman Mardika men y a t a k an belum menerima surat

pemanggilan sidang secara tertulis. Untuk itu, pihaknya melayangkan surat ke KONI Bali agar sidang ditunda t i g a

Paris –

Mantan bintang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, semakin dekat untuk pindah ke Barcelona. Demikian menurut laporan di Prancis, negara asal sang pemain, dan Spanyol, tempatnya bermain selama ini, Jumat (12/7) kemarin. Surat kabar Spanyol, Mundo Deportivo, mengatakan, Barca akan membayar klausul Griezmann sebesar 120 juta euro (135 juta dolar AS). Penyerang berusia 28 tahun itu telah menandatangani kontrak lima tahun di Nou Camp. Harian Prancis, L’Equipe, menambahkan, Barcelona sudah mentransfer uang ke Atletico lewat bank di Madrid. Griezmann pada Mei lalu mengumumkan akan meninggalkan Wanda Metropolitano (kandang Atletico), tetapi tidak mengungkapkan tujuannya sampai klausul pembebasannya turun dari 200 juta euro menjadi 120 juta euro pada 1 Juli. Di sisi lain, Atletico menuduh Barcelona dan

Bali Post/ist

nyatakan, uji kompetensi ini menggugah instruktur lokal Bali untuk mengantongi sertifikat, mengingat peserta dari Kalteng mau datang jauh-jauh ke Bali. (022)

Sidang Atlet Gateball Diputus Pekan Depan

pekan. “Penasihat hukum kami juga sedang berada di Jakarta,” jelasnya. (022)

Unud ke Ligama Nasional Mangupura (Bali Post) – Kesebelasan Universitas Udayana tampil sebagai juara dalam Liga Mahasiswa (Ligama) Regional Bali Piala Menpora U-21 2019. Atas raihan gelar ini, Unud berhak mewakili Bali dalam Ligama Nasional yang akan berlangsung di Yogyakarta pada 17-22 September mendatang. Unud menjadi yang terbaik setelah memenangkan dua pertandingan. Unud menundukkan Undiksha Singaraja dengan skor 1-0 dalam pertandingan pertama yang ber-

langsung 1 Juli lalu dan mencukur Unhi Denpasar 7-0 pada laga kedua (3/7). Undiksha menempati posisi ketiga usai memukul Unhi 3-0 (5/7). Hanya tiga perguruan tinggi yang mengirimkan wakilnya untuk mengikuti Ligama Regional Bali 2019, yaitu Unud, Undiksha dan Unhi.

Kejuaraan menggelar empat pertandingan yang seluruhnya dilaksanakan di Lapangan Ngurah Rai, Sibang, Abiansemal, Badung. Ida Bagus Purnaya, Koordinator FOPSSI (Forum Pembina Sekolah Sepak Bola Indonesia) Wilayah Provinsi Bali selaku penyelenggara Ligama Regional Bali, Jumat (12/7) kemarin, menyatakan Unud selaku wakil Bali akan berhadapan dengan tim-tim terbaik regional lainnya dari seluruh Indonesia pada Ligama Nasional di Yogyakarta nanti. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Badung mendominasi pertandingan olahraga yang diadakan untuk merayakan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana. Atlet Badung berjaya pada ketiga cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, yaitu panahan, karate dan kabaddi. Klub Gandawa Archery (Badung) tampil sebagai juara panahan, disusul Bali Archery School dan Arrow Archery. Tim Inkai Badung menjadi juara umum karate diikuti Buleleng dan Taban-

an. Kabaddi putra dimenangkan Badung dibayangi Klungkung dan Gianyar, sedangkan sektor putri dijuarai Klungkung disusul Gianyar dan Denpasar. Kejuaraan olahraga HUT Kodam ini bekerja sama dengan KONI Bali. Pertandingan berlangsung sejak 26 Juni hingga 7 Juli lalu. Kejuaraan Inkai Terbuka melibatkan 500 karateka dari Bali, NTB, NTT dan Jatim, sedangkan panahan terbuka antarklub diikuti 300 atlet termasuk

dari DIY. Kejuaraan ditutup Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Senin (8/7) lalu. ‘’Pertandingan olahraga HUT Kodam ini sebagai panggung untuk menampung atlet dalam berkompetisi dan meraih prestasi,’’ ujarnya seraya berharap ajang ini digulirkan setiap tahun. Pangdam juga mengajak generasi muda dan anak bangsa agar biasa berkompetisi guna mewujudkan impian setinggi–tingginya. (022)

Badung Dominasi Olahraga HUT Kodam

Tidak Perlu

Dari Hal. 1 Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono, mengatakan tidak perlu memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab atau biasa disapa Habib Rizieq untuk rekonsiliasi. “Tidak perlu dalam agenda rekonsiliasi

untuk memulangkan Habib Rizieq ke Indonesia,” ujar Arief Jumat kemarin. Meski begitu, Arief mengatakan, bila di luar persoalan rekonsiliasi dan dilihat dari segi kemanusiaan dan konteks hukum, apabila Rizieq tidak terbukti melakukan tindak

pidana maka ia harus dipulangkan. Namun, bila bersalah hukum tetap harus ditegakkan. Dalam langkah melakukan rekonsiliasi, Arief mengatakan belum ada agenda untuk masuk ke pemerintahan dan berbagi jatah kursi di kabinet. (ant)

Sabtu, 13 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (1) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Sehat & Bugar Aero Pemula Murni Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Kartun Kiskinda Kanda Belajar Menggambar

Griezmann ke Barcelona

10:00 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 16:00 Wita

Menggambar Kupu-Kupu Seputar Bali Terkini Galeri Musik Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Sukertaning Pemangku lan Serati (2) Bali Channel Tourist TV Klip Bali Dunia Kita Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Yowana Magz Komunitas Aquascape Seputar Bali Terkini Parameter Seputar Bali Terkini

16:05 Wita 16:35 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Dunia kita Kreasi Anak Tia Agency (1) Bunda Arsaningsih Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Orti Bali Siaran Langsung Penutupan Pesta Kesenian Bali XLI Tahun 2019 Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Br Sribupati Caublayu Marga Tabanan (2) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

SPANYOL - Antoine Griezmann tetap bermain di La Liga Spanyol karena hanya pindah dari Atletico Madrid ke Barcelona.

Griezmann kurang hormat setelah Presiden Barca Josep Maria Bartomeu mengungkapkan kedua klub telah mengadakan pembicaraan terkait mantan penyerang Real Sociedad itu. Griezmann bergabung dengan Atletico pada tahun 2014 dan telah mencetak 133 gol dalam 257 penampilan. Pemain kidal yang membawa Prancis menjadi juara Piala Dunia 2018 ini menyumbang Copa del Rey dan Piala Liga Eropa untuk Atletico. Hiroki Abe Barcelona juga merekrut gelandang serang Jepang Hiroki Abe. Pemain 20 tahun ini menjadi pemain Jepang kedua dalam sebulan yang bergabung dengan salah satu dari dua klub besar La Liga. Kashima Antlers, tempat Abe menghabiskan musim ketiganya sebagai seorang profesional, mengonfirmasi kepindahan itu. Menurut NHK, Abe akan bermain untuk tim Barcelona B. Berita itu datang ketika Barca bersiap tur ke Jepang akhir bulan ini guna mengadakan pertandingan persahabatan, salah satunya melawan Chelsea. “Saya merasa kuat dan menginginkan tantangan baru di FC Barcelona. Keputusan ini sulit dibuat karena mengharuskan saya meninggalkan tim (Antlers) saat kompetisi sedang berlangsung,” kata Abe dalam sebuah pernyataan. Abe terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik J-League musim lalu, dipanggil ke tim nasional Jepang untuk pertama kalinya pada Juni lalu. Ia bermain dalam dua pertandingan, termasuk satu sebagai pemain pengganti di babak kedua pada Copa America di Brazil. Transfer Abe datang setelah pemain remaja Takefusa Kubo yang dijuluki “Messi Jepang”, bergabung dengan Real Madrid bulan lalu. Piala Afrika Favorit juara Aljazair mengalahkan Pantai Gading 4-3 melalui adu penalti pada perempatfinal Piala Afrika di Mesir. Aljazair sudah ditunggu Nigeria di semifinal. Sofiane Feghouli memberi Aljazair keunggulan pada menit ke-20 yang dibatalkan oleh Jonathan Kodjia pada menit ke-62. Skor 1-1 bertahan hingga perpanjangan waktu. Dalam laga lainnya, Tunisia menundukkan negeri dongeng Madagaskar dengan skor 3-0 guna bertemu Senegal di semifinal. Gol-gol Tunisia dihasilkan Ferjani Sassi di awal babak kedua, Youssef Msakni pada menit ke-60, dan Naim Sliti. Tunisia mencapai empat besar untuk pertama kalinya sejak mengangkat trofi pada 2004. (afp/kmb)

Taekwondoin Denpasar Rebut 3 Emas di Magelang Denpasar (Bali Post) – Atlet taekwondo Kota Denpasar merebut 3 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu pada kejuaraan Magelang Terbuka di Magelang, Jateng, 5-7 Juli lalu. Salah satu medali emas dipersembahkan oleh Made Deva yang sekaligus dinobatkan menjadi atlet terbaik. Ketua Kontingen Porprov Kota Denpasar Nyoman

Mardika mengemukakan, keikutsertaan atlet taekwondo dalam kejuaraan di Magelang merupakan rangkaian uji coba menjelang tampil pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. ‘’Cabor bulu tangkis latih tanding ke Jabar. Beberapa cabor lainnya melakukan uji coba dengan mengikuti turnamen di Bali.

Tiap cabor kami bantu dana Rp 10 juta,’’ ungkapnya Kamis (11/7). Setelah mengikuti uji coba, atlet Porprov Denpasar yang saat ini menjalani program TC desentralisasi di bawah naungan cabornya masing-masing, akan mengikuti tes fisik di Stadion Ngurah Rai pada 21 Juli nanti. Tes ini melibatkan

tim penguji dari Undiksha Singaraja. Program KONI Denpasar selanjutnya adalah menggulirkan TC sentralisasi beberapa hari menjelang atlet berlaga di Porprov Bali. ‘’Saat TC sentralisasi, para atlet menghuni hotel yang tersebar di Denpasar dan Tabanan,’’ terang Mardika. (022)


balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Sabtu Wage, 13 Juli

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

2019

Sekaa Nirmala Sarwada Persembahkan Tari Legong Taro Bayu Pramana

SEKAA Nirmala Sarwada, Banjar Taro Kaja, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar

PESTA KESENIAN BALI KE-41 menampilkan tiga tarian hasil rekonstruksi menjelang berakhirnya Pesta Kesenian

Bali (PKB) XLI, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Jumat (12/7) kemarin. Tarian itu yakni Tari Narnir, Tari Goak Ngajang Sebun, dan Tari Legong Taro yang merupakan tarian asli ciptaan maestro asal Desa Taro, alm. Ketut Cemil. Pentas tari diiringi gamelan turun-temurun yang disebut keramen. “Ini adalah tari kuno yang diangkat kembali. Tari ini asli

Taro Kaja, maestro juga asli Taro Kaja,” ujar Pembina Tari, Ni Kadek Ewik Jayanti. Menurut Ewik, proses rekonstruksi dilakukan pada tahun 2013 bersama alm. Ketut Cemil dengan mengingat, mencatat, hingga mencari penari dan penabuh lingsir. Ketiga tarian ini dikatakan memiliki kesan magis di dalamnya. Utamanya Tari Legong Taro yang dapat membuat penarinya

KULINER KULINER

KESEHATAN

Bali Post/eka

TARIAN - Sekaa Nirmala Sarwada, Taro, Gianyar menampilkan beberapa tarian pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI di Taman Budaya, Denpasar, Jumat (12/7) kemarin.

KESEHATAN

TOP IN VASI SEJAK tahun 1970-an, perajin Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar mengukir tulang–tulang dari hewan untuk dijadikan hiasan, suvenir dan aksesori. Produk kerajinan tulang ini cukup laris, puncaknya tahun 1990-an. Sempat redup, kini kerajinan tulang bangkit kembali, menjadi satu paket wisata dengan Desa Wisata Tampaksiring. Perajin tulang sekaligus pengelola Wikan Kreatif Dewa Ketut Gata menuturkan, awalnya di tahun 70-an, masyarakat Desa Tampaksiring mulai membuat kerajinan tulang hewan. “Pekerjaan ini sudah lama kami lakukan. Dari natah dengan alat tatah, sampai sekarang pakai bor,” ujarnya Kamis (11/7). Bahan baku tulang didatangkan dari Jawa dan Sumatera. Tulang yang digunakan dominan tulang kerbau, kepala kerbau, dan tulang sapi. Namun, beberapa produk juga dibuat dari tulang ikan marlin, kerang, kayu cendana, giok, dan tanduk kerbau. “Bahannya dari limbah tulang hewan bekas kurban,” kata Gata. Para perajin yang tergabung dalam Wikan Kreatif, salah satu unit usaha BUMDes Tampaksiring itu membuat berbagai kerajinan seperti hiasan meja, suvenir, aksesori bros, anting, subeng, aksesori rambut, hiasan ruangan, dll. Sebagian besar masyarakat Desa

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Wikan Kreatif Kelola Kerajinan Tulang

Tampaksiring mengukir tulang dan membuat kerajinan tulang. Dari 13 banjar di desa itu, 5 di antaranya mayoritas membuat kerajinan tulang. Banjar tersebut yaitu Banjar Tegal Suci, Banjar Buruan, Banjar Penaka, Banjar Mantring dan Banjar Geriya. “Pagi harinya masyarakat bertani, lalu di siang hari hingga sore hari, mereka mengukir tulang,” tuturnya. Pemasarannya mengalami pasang surut. Pada waktu itu masyarakat membuka artshop di dekat rumah mereka. Kerajinan tulang ini pun terkenal hingga ke mancanegara. Kerajinan tulang pun sempat diekspor ke berbagai negara terutama Amerika dan Eropa. Kejayaan kerajinan tulang ini coba dibangkitkan kembali. Wikan Kreatif yang merupakan binaan Bank Indonesia KPw Bali ini bersama–sama dengan BI melakukan pameran–pameran untuk mengemba-

PENDIDIKAN

SENIMAN Bali Agung Sediakan RASANYA kurang lengkap berkunjung ke Taman Budaya, Art Center tanpa membeli suvenir khas Pesta

likan pasar. Pemasaran online juga dilakukan. “Dari awal 2019, kita dibina BI, sekarang diajak pameran untuk mengembalikan pasar supaya kita bisa mengikuti pasar sesuai dengan standar,” ungkapnya. Kendala bahan baku yang mahal, disiasati dengan mewadahi perajin untuk mendapatkan bahan baku. Bahan baku dalam jumlah banyak dibeli oleh BUMDes, kemudian dibagikan kepada perajin untuk dibuat kerajinan. Perajin biasanya fokus untuk membuat kerajinan. Sementara pemasarannya dibantu oleh Wikan Kreatif. “Kendala perajin kan karena bahan bakunya cukup mahal. Wikan kreatif ini yang mengumpulkan perajin dan memasarkan termasuk membagikan bahan baku. Sementara perajin mengukirnya di rumah masing–masing karena mereka memiliki alat masing–masing,” tuturnya. (may)

Kaus Suvenir PKB

Kesenian Bali (PKB) ke-41. Selain khas, juga hanya tersedia setahun sekali. Salah satu suvenir tersebut

adalah kaus dan tas yang disediakan oleh Bali Agung Sablon Kaos dari Banjarangkan, Klungkung. Kualitas kaus yang ditawarkan pun tidak kalah dari kaus bermerek sehingga pembeli tidak akan kecewa. Penjaga stan suvenir PKB, Kadek Buda mengatakan, pada PKB tahun ini, pihak Bali Agung mengusung tema Dewa-dewa dalam Agama Hindu seperti Ganesha dan bunga-bunga seperti teratai. Harga yang ditawarkan juga tidak begitu mahal dan sesuai kualitas. Baju kaus dewasa pria lengan panjang dijual Rp 150 ribu dan untuk kaus pendek seharga Rp 140 ribu. Untuk wanita dewasa per kaus dihargai Rp 120 ribu dan untuk anak-anak Rp 80 ribu per kaus. Kaus suvenir PKB ini kualitasnya pun tidak kalah dengan kaus di pasaran. Bahannya nyaman karena berbahan dasar katun combine. Tidak panas dan juga ringan. Desainnya pun unik dan berbeda. Karena itulah banyak pengunjung yang datang ke stan suvenir PKB ini. Kaus di Bali Agung kata Kadek Buda biasanya tidak ready stok. Hanya dibuat jika ada pesanan. Jadi khusus untuk PKB dibuat kaus yang ready stok. (san)

lemas dan tak sadarkan diri seusai menarikannya. “Unsur mistis ada, setiap mau pentas nunas taksu biar rahayu, setiap tarian ini banyak kaitannya tentang Desa Taro,” jelas Ewik. Benar saja yang dikatakan Ewik, seusai Legong Taro dipentaskan, seketika itu juga para penari terkulai lemas dan tak sadarkan diri. Para pemangku yang dibalut busana serbaputih tampak gesit memercikkan tirta ke penari hingga akhirnya tersadar kembali. Gerakan Tari Legong Taro sendiri terbilang ekstrem. Dalam posisi berdiri, penari langsung ngelente (kayang). Namun, itulah yang membuat remaja di sekitar Desa Taro ingin mempelajari tarian ini. Sekitar tiga bulan pascarekonstruksi pada tahun 2013, Sekaa yang berdiri pada 2010 ini berkesempatan membawakan tari hasil rekonstruksi tersebut dalam PKB. Sampai kemudian tahun ini kembali dipercaya untuk menampilkan hasil rekonstruksi enam tahun lalu itu dalam ajang PKB XLI. Sebelum penampilan Legong Taro yang mistis, terlebih dahulu disajikan sebuah tabuh pembuka bertajuk Tabuh Taruktuk yang terinspirasi dari kemampuan burung pelatuk dalam mematuk kayu hingga membentuk sarangnya. Kemudian, Tari Pendet dihadirkan sebagai ucapan selamat datang kepada para penonton dan barulah tari rekonstruksi pertama yakni Tari Goak Ngajang Sebun, di mana alm. Ketut Cemil terinspirasi dari kehidupan sepasang burung gagak yang tengah membuat sarangnya sendiri. Kemudian dilanjutkan dengan magisnya Tari Legong Taro dan diakhiri dengan Tari Narnir yang terinspirasi dari gerak narnir (kupu-kupu) yang lincah berterbangan dengan indah. (rin)

TOP Desamuda IN VASIVillage,

Serasa Tinggal di Rumah Sendiri WONDERFUL BALI

MAU merasakan benarbenar ada di Bali? Sekali waktu cobalah menginap di Desamuda Village, sebuah akomodasi berupa vila yang terletak di Jl. Raya Basangkasa, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung. Lokasinya ada di jantung Kota Seminyak, sekitar 35 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, sangat dekat dengan berbagai pusat perbelanjaan dan hiburan serta hanya sekitar 10 menit dari kawasan pantai. Desamuda Village memiliki 28 vila yang terdiri atas one bedroom villa, two bedrooms villa, three bedrooms villa dan deluxe pool villa atau sering disebut dengan honeymoon villa. Semua vila memiliki taman yang indah. Setiap vila menawarkan dapur kecil, dan kamar mandi pribadi dilengkapi dengan fasilitas shower dan bathtub. Hampir semua vila memiliki kolam renang pribadi. Tinggal di kamar benar-benar terasa nyaman karena dilengkapi TV layar datar dan pemutar DVD. Suasana vila tergolong sejuk dan indah. Berbagai tanaman tropis tersebar di area vila sebagai perindang serta mampu menciptakan rasa indah. Bangunannya berarsitektur dan dekorasi bergaya Bali modern dengan atap dari jerami. Meski masing-masing vila ada pembatas, namun semua penghuni akan merasa seperti dalam satu keluarga. Hal itu, tak terlepas dari kecerdasan para pegawai dan staf vila dalam memberikan

BUDAYA

pelayanan. Kalau ingin menjaga kebugaran, para tamu bisa memanfaatkan layanan spa yang bisa dinikmati di dalam vila (in-house spa) atau di gazebo yang ada di area garden, dan tersedia juga dua kolam renang outdoor yang cukup besar untuk aktivitas olah raga. Jika ingin mencoba kuliner, bisa mampir ke Ricetable Restaurant dan DOTS Cafe (DOTS = Desamuda On The Street) yang menyajikan berbagai hidangan Indonesia, Asia dan Eropa. Bahkan bagi mereka yang vegan dan vegetarian, kami juga menyediakan menu yang sesuai selera mereka. Bagi mereka yang suka minum, dapat menikmati berbagai minuman di bar serta akses wi-fi gratis. “Kami juga siap melayani antar-jemput bandara secara gratis, serta layanan antar (drop off) gratis menuju daerah Seminyak Kuta,” kata General Manager Bayu P. Hermani. Tinggal di Desamuda Village, wisatawan akan merasakan nuansa budaya ketimuran yang kental. Di setiap ruang dihiasai dengan lukisan tradisional dan modern. Khusus di areal lobby terdapat Wayang Jawa yang dipadu dengan lukisan Bali. “Kami sengaja menonjolkan seni dan budaya Indonesia. Dengan begitu, wisatawan yang menginap benar-benar merasa ada di Bali dan Indonesia umumnya,” imbuhnya. Bayu P. Hermani mengatakan, di Desamuda Village segmen pasar Australia masih cukup dominan, namun kami masih tetap membuka peluang untuk menyasar segmen pasar yang lainnya. Sekarang ini, pasar Australia mendominasi sekitar 60 persen dan sisanya adalah dari Eropa, Korea, Jepang, China, India dan negara lain. (bud)

PENDIDIKAN

SENIMAN

Bali Post/ist


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook