Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Wujudkan ’’Sustainable Tourism’’
Kepala Daerah Mesti Duduk Bersama Sebelum Bali Rusak Parah Pengelolaan pariwisata Bali dalam satu-kesatuan sudah benar-benar mendesak. Saat ini Bali tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja. Seluruh kepala daerah didesak segera duduk bersama, merancang grand design pariwisata Bali, sebelum Bali benar-benar rusak. Jika benar sungguh-sungguh memikirkan masa depan Bali, ego kepala daerah harus segera ditanggalkan.
Cok Ace
Gusti Kade Sutawa
Lemahnya penegakan regulasi di bidang pariwisata menjadi salah satu faktor penyebab kurang terkendalinya perkembangan industri pariwisata Bali. Hal ini ditegaskan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati saat menjadi narasumber diskusi dengan topik ‘’Menjaga Sustainable Tourism Bali’’ di Denpasar, Rabu (12/6) kemarin. ‘’Permasalahannya ada pada penegakan regulasi yang lemah. Selain itu Bali juga belum memiliki master plan pariwisata . Contohnya di daerah mana bisa dibangun apa,’’ kata tokoh Puri Ubud yang akrab di panggil Cok Ace ini. Karena itulah dalam era kepemimpinan Gubernur Bali I Wayan Koster dan dirinya selaku Wakil Gubernur, Cok Ace menekankan pada upaya penegakan regulasi dan pembangunan pariwisata
Jumat Besok Sidang Gugatan Prabowo-Sandi Jakarta (ANTARA) – Mahkamah Kosntitusi (MK) akan melaksanakan sidang pendahuluan sengketa Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres dilaksanakan Jumat (14/6) besok. Sengketa ini diajukan tim Prabowo-Sandi. Setelah sidang pendahuluan dilaksanakan, MK memiliki waktu 14 hari untuk mengeluarkan putusan. Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman menegaskan, lembaganya independen dan tidak akan dapat diintervensi siapa pun dalam menyidangkan sengketa PHPU. ‘’Enggak akan bisa dipengaruhi oleh siapa pun. Kami hanya tunduk pada konstitusi dan peraturan perundang-undangan yang sesuai dengan konstitusi, dan kami hanya takut kepada Allah SWT,’’ tegas Anwar Usman, Rabu (12/6) kemarin. Anwar Usman mengatakan, MK akan memperlakukan semua pemohon pencari keadilan di MK, termasuk terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) secara adil. Dia mengatakan persidangan PHPU Pilpres di MK bukan semata tentang siapa yang kelak menjadi presiden terpilih, melainkan juga tentang keutuhan dan kesatuan NKRI. Sementara itu, terkait permohonan gugatan PHPU yang dilayangkan Prabowo-Sandi, Anwar meminta publik untuk melihat sendiri apa yang ada dalam persidangan nanti. (ant)
Bali yang terencana dalam sebuah master plan. Semua kepala daerah akan segera diajak duduk bersama untuk merancang master plan pariwisata Bali. Tujuannya agar ada kesatuan pandangan, tidak lagi mengedepankan ego daerah masing-masing. ‘’Harusnya seluruh kepala daerah di Bali segera duduk bersama menetapkan master plan sebagai grand design pariwisata Bali,’’ kata I Gusti Kade Sutawa, Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali (AMPB), mendukung pernyataan Cok Ace. Bali benar-benar harus dikelola dalam konsep manajemen yang terintegrasi sebagai satu-kesatuan. Tidak bisa seperti sekarang ini yang berkembang seperti tak terkendali. Ego masing-masing kepala daerah, tegas Kade Sutawa, harus ditanggalkan demi terwujudnya pariwisata
berkelanjutan. Mendesaknya perancangan grand design pariwisata Bali, didukung Dr. Nyoman Sunarta, Dekan Fakultas Pariwisata Unud. ‘’Bali saat ini tidak sedang baik-baik saja. Pariwisata Bali itu sudah seperti angsa, tidak hanya menghasilkan telur tetapi juga merusak sarangnya,’’ kata Sunarta mengingatkan. Selain alih fungsi lahan pertanian, masalah krisis air bersih saat ini sudah benar-benar terjadi. Kawasan Sarbagita mengalami kerusakan yang paling parah akibat perkembangan pariwisata. Upaya yang sudah dan akan dilakukan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Koster-Cok Ace diapresiasi oleh Sunarta. Meski demikian, diingatkan bahwa Bali banyak juga ditentukan oleh kebijakan pemerintah
pusat. Dicontohkan dalam perencanaan Sarbagita yang ditetapkan menjadi kawasan strategis nasional (KSN). ‘’Sarbagita itu akan dijadikan kawasan metropolitan. Ini berarti lahan pertanian di kawasan Sarbagita dipastikan beralih fungsi secara lebih masif. Padahal hampir 65 persen lahan pertanian irigasi ada di kawasan ini,’’ kata Sunarta. Pertanyaannya, lanjut Sunarta, apakah Pemprov Bali berani bersikap atas kebijakan tersebut. Fakta bahwa kebijakan pemerintah pusat dapat saja menjadi kendala dalam penyelamatan Bali akibat dampak negatif parwisata dibenarkan Kepala Dinas Pariwisata Bali AAG Yuniartha. ‘’Contohnya saat kebijakan moratorium pembangunan akomodasi di Bali Selatan. Hal ini sulit direalisasikan karena pemerintah pusat tidak menjadikan pembangunan pariwisata sebagai investasi negatif di Bali Selatan,’’ kata Yuniartha. Selain kebijakan pusat,
masalah perbedaan politik, kata Yuniartha, juga menjadi faktor sulitnya pengelolaan Bali dalam satu manajemen. ‘’Seringkali kebijakan dari pemimpin sebelumnya tidak dilaksanakan oleh pemimpin berikutnya, akibatnya upaya penyelamatan Bali dari dampak negatif pariwisata seperti berjalan di tempat,’’ katanya lagi. Satu lagi masalah yang cukup pelik adalah soal otonomi daerah yang ada di kabupaten/kota. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Dewa Putu Mantera menegaskan hal ini dengan menyebut bahwa perizinan sarana akomodasi parwisata ada di wilayah kabupaten/kota. Pemerintah provinsi dalam hal ini tidak memiliki kewenangan menolak ataupun menerima pengajuan izin pembangunan sarana akomodasi pariwisata. Hingga dengan demikian, regulasi yang memungkinkan dilakukannya perencanaan pariwisata dalam satu manajemen di Bali sangat mendesak. (ata)
AAG Yuniartha
Dewa Putu Mantera
Nyoman Sunarta
Bawaslu Serahkan 134 Alat Bukti KPU Bawa 272 Boks Kontainer Jakarta (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyerahkan draf jawaban permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilu Presiden 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Draf jawaban tersebut berisi dokumen alat bukti dari 34 provinsi untuk menjawab gugatan hasil Pilpres 2019 yang diajukan Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan calon wakil presdien nomor
urut 02, Prabowo SubiantoSandiaga Uno. Draf milik KPU maupun milik Bawaslu diserahkan langsung oleh Ketua KPU-RI Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI Abhan yang tiba bersamaan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/6) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. Kedua pimpinan lembaga penyelenggara pemilu tersebut langsung menuju ke meja registrasi. Keduanya menyerahkan sejumlah dokumen
alat bukti untuk menghadapi gugatan paslon Prabowo-Sandi dan tim kuasa hukumnya atas permohonan PHPU Pilpres 2019. Sesuai agenda yang ditetapkan MK mulai menggelar sidang perdana gugatan hasil pemilu presiden pada Jumat (14/6) besok. Sidang perdana mengagendakan sidang pendahuluan yaitu para hakim MK akan memutuskan apakah gugatan sengketa hasil pilpres akan dilanjutkan atau tidak ke tahapan persidangan dengan
mempertimbangkan permohonan serta barang bukti yang diajukan (putusan sela). Jika berlanjut maka pada 17-24 Juni, MK melakukan sidang dengan agenda pemeriksaan pembuktian termasuk memanggil saksi-saksi hingga akhirnya putusan sengketa pilpres ini akan dibacakan pada 28 Juni 2019. KPU menyiapkan dokumen alat bukti sebanyak 272 buah boks kontainer. Dengan demikian, tiap provinsi masing-masing menyiapkan
delapan boks kontainer alat bukti. Ratusan boks kontainer itu diangkut oleh sejumlah truk yang mengantar berkas dari KPU ke MK. Adapun Bawaslu RI menyerahkan draf keterangan sebanyak 134 alat bukti setebal 151 halaman. Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan Bawaslu sebagai pihak pemberi keterangan diberikan hak menyampaikan draf keterangan ke MK dua hari sebelum sidang pendahuluan PHPU Pilpres 2019. (kmb4)
Bale Pesandekan Pura Pande Roboh Bangli (Bali Post) Angin puting beliung menerjang Pura Pande di Banjar Dukuh, Desa Abang Batudinding, Kintamani, Rabu (12/6) pagi. Kejadian tersebut mengakibatkan sebuah bangunan bale pesandekan roboh. Klian Dadia Pura Pande I Nengah Rentawan mengungkapkan, terjangan angin puting beliung terjadi di Pura Pande sekitar pukul 09.20 Wita. Terjangan angin berlangsung sekitar dua menit. ‘’Awalnya tidak ada angin. Lalu muncul angin kencang di areal pura tepatnya di sekitar bangunan itu. Setelah dua menit berlangsung, bangunan itu langsung roboh,’’ terangnya. Rentawan mengatakan, bangunan bale pesandekan yang roboh diterjang angin berukurn 17 x 3 meter. Bangunan bale pesandekan itu baru selesai dibangun dan diserahterimakan sekitar sebulan lalu. Total dana yang dihabiskan untuk membangunnya Rp 155 juta. Menurutnya, bangunan tersebut sebenarnya cukup kuat karena memiliki 12 adegan (tiang) berbahan kayu jati. ‘’Kalau saya tinjau dari penggarapan tukang, tidak masalah. Bangunannya kuat. Tapi rusak memang karena alam,’’ jelasnya. (kmb40)
Bali post/ant
ALAT BUKTI - Ketua KPU Arief Budiman didampingi komisioner lainnya menyerahkan alat bukti dalam Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pemilihan Presiden 2019, di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (12/6) kemarin.
Pencuri Senjata Brimob Ditangkap
Bali Post/ina
ROBOH - kondisi bangunan bale pesandekan yang roboh diterjang angin puting beliung, Rabu kemarin.
Jakarta (Bali Post) – Polisi menciduk Supriatna Jaelani alias Vianz Jinkz (29) yang disebut petugas mencuri senjata api milik anggota Brimob dan perusakan kendaraan saat kerusuhan 22 Mei lalu di Jalan Raya Tali, Slipi, Palmerah, Jakarta Barat. ‘’Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat pada hari Selasa tanggal 11 Juni 2019 pukul 04.00 WIB telah berhasil melakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku yang diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau perusakan dan atau penyalahgunaan senjata api,’’ kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes
Pol. Argo Yuwono, Rabu (12/6) kemarin. Argo menjelaskan, belakangan diketahui pria warga Bekasi tersebut terbukti melakukan hal itu, berdasarkan pemeriksaan kamera Closed Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian. Selain itu, ada temuan bukti di lapangan yang disebut polisi mengarah pada yang bersangkutan. ‘’Didapatkan informasi bahwa pelaku Supriatna alias Vianz Jinkz merupakan pelaku yang memecahkan kaca mobil Brimob dan mencuri tas yang berisikan senpi,’’ katanya. Pelaku diciduk di kediamannya di Perumahan Cahaya Darusalam Blok B2, No.50 Kabupaten Bekasi. Adapun
senjata yang dibawa kabur berjenis Glock 17. ‘’Glock 17 dan tas merek Tumi yang dicuri dari mobil Brimob,’’ ujar Argo. (ant) DI JAKARTA - Kasat Brimob Polda Kalteng Kombes Pol. Heru Novianto (kiri) menunjukkan barang bukti dari tersangka teroris di Mapolda Kalteng, Palangkaraya, Rabu (12/6) kemarin. Sebanyak 33 orang diamankan yang diduga mempersiapkan diri untuk melakukan aksi di Jakarta.
DENPASAR
2
Kamis Wage, 13 Juni 2019
FIGUR Sekolah Ramah Anak PREDIKAT sekolah ramah anak bukan lagi menjadi hak sekolah negeri. Kini sejumlah sekolah swasta berbenah diri untuk menuju sekolah ramah anak. Hal ini dilakukan Kepala SMP PGRI 5 Denpasar Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd. Sejumlah modal dan prestasi sudah dikantongi sekolah ini untuk menjadi sekolah ramah anak. Di antaranya meraih juara I UKS di Denpasar, juara II Lomba PKTP se-Bali dan juara sekolah rindang dan Wawasan Wiyata Mandala. Para siswa dan guru dikerahkan untuk mempertahankan kebersihan sekolah lewat penanganan sampah melalui tabungan siswa dan sejak lama menerapkan pembelajaran berlandaskan kasih sayang. Dikatakan, sekolah ramah anak menjamin hak-hak anak diperoleh di sekolah. Termasuk hak bermain, mendapatkan pendidikan berkualitas, dan hak lainnya. “Bukan predikat yang kami kejar, namun mampu mengimplementasikan komponen dasar sekolah ramah anak,” tegasnya, Rabu (12/6) kemarin. Menurut kepala sekolah asal Baturiti, Tabanan ini, sekolah yang dipimpinnya memiliki cara unik model penanganan sampah. Siswa dan guru wajib membawa sampah plastik dari rumah ke sekolah setiap dua kali seminggu. Sampah ini dijual ke bank sampah mitra kerja sama, kemudian uangnya dimasukkan dalam buku tabungan siswa dan guru. (sue)
Pemprov Dorong Pembentukan Koperasi Produksi Denpasar (Bali Post) Sosialisasi Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali terus bergulir. Bahkan, seruan menggunakan produk lokal terus digemakan secara lintas sektoral. Bahkan, Pemprov Bali mendorong terbentuknya koperasi produksi yang saat ini masih minim guna memasarkan produk lokal. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. di sela-sela sosialisasi Pergub Bali Nomor 99 Tahun 2018 kepada pengelola koperasi produksi di Wisma Saba Kantor Gubernur Bali, Rabu (12/6) kemarin. Menurut Indra Dewa Putra, di Bali terdapat 4.992 unit koperasi dengan berbagai jenis usaha. Dari jumlah itu, ada 132 unit koperasi produksi, yang aktif hanya 122 unit koperasi, sekitar tiga persen dari jumlah koperasi yang ada. Sebaran koperasi produksi tersebut terdiri dari Kabupaten Buleleng 31 unit, Jembrana 18 unit, Tabanan 4 unit, Badung 23 unit, Denpasar 1 unit, Gianyar 12 unit, Bangli 8 unit, Klungkung 4 unit, Karangasem 5 unit, dan Provinsi Bali 6 unit. “Jumlah koperasi produksi di Bali masih minim. Dari jumlah koperasi produksi yang aktif saat ini, kita harapkan berperan secara optimal dalam mendukung pemasaran produk lokal,” katanya. Selain melakukan pembinaan terhadap koperasi produksi yang tidak aktif, kata Indra Dewa Putra, pihaknya juga akan melakukan sinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan untuk mendorong terbentuknya koperasi produksi oleh petani dan peternak. Dengan adanya koperasi produksi, petani dan peternak dapat berperan aktif dalam mengawasi penyaluran produk, termasuk memastikan harga tetap stabil sesuai persentase yang diatur
dalam Pergub Nomor 99 Tahun 2018. Indra Dewa Putra menambahkan, pembentukan koperasi produksi tersebut sangat relevan mengingat potensi pada masing-masing daerah memiliki potensi produk yang berbeda-beda, misalnya koperasi jeruk, koperasi manggis, koperasi kopi dan koperasi tenun. Tak hanya itu, pembinaan juga akan dilakukan terkait Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) bagi UMKM. “Kita inginnya ke depan, sesuai arahan Gubernur, kita sudah membentuk koperasi produksi yang baru, apakah koperasi tenun, subak, pupuk organik atau beras organik. Ini terus kita dukung, sesuai potensi kabupaten/kota,” katanya. Terkait dengan koperasi produksi yang tidak bisa dibina kembali, kata Indra Dewa Putra, pihaknya akan melakukan tindakan tegas, meliputi pemberian surat peringatan hingga pembubaran koperasi tidak aktif. Pembubaran koperasi oleh pemerintah tersebut diatur dalam PP Nomor 17 Tahun 1994. Bahkan, untuk tahun 2019 ini, ia mengatakan Dinas Koperasi akan membubarkan 150 koperasi. “Koperasi binaan provinsi sudah kita usulkan sembilan ke pusat. Data sementara, ada 16 persen koperasi tidak aktif,” ujarnya. Sementara itu, pertemuan dengan pengelola koperasi produksi ini merupakan yang pertama kalinya. Sebelumnya memang sudah ada koperasi yang membeli dan memasarkan produk-produk lokal ke hotel. “Kita ingin seluruh koperasi produksi berperan sungguhsungguh. Dari pertemuan dengan pengelola koperasi produksi ini, diharapkan tumbuh komitmen bersama dalam mendukung Pergub Bali tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali,” tegasnya. (kmb16)
Bali Post/eka
PENYEBERANGAN - Sejumlah wisatawan mengantre untuk naik kapal penyeberangan di Pantai Sanur, Denpasar, Rabu (12/6) kemarin. Kondisi angin kencang yang terjadi pada beberapa hari ini memicu peningkatan ketinggian gelombang laut.
Gelombang Tinggi, Sejumlah Aktivitas Penyeberangan Terganggu Denpasar (Bali Post) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menginformasikan adanya potensi gelombang tinggi yang melanda sejumlah perairan Indonesia termasuk perairan wilayah Bali hingga Jumat (14/6). Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 1,25 hingga 6 meter. Bahkan, sejumlah perairan di Bali telah mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter sejak Selasa (11/6) lalu. Akibatnya, sejumlah aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Sanur - Nusa Penida dan Pelabuhan Penyeberangan Kusamba - Nusa Penida sempat terganggu. Berdasarkan siaran pers BMKG, Rabu (12/6) kemarin, peningkatan gelombang tinggi diakibatkan oleh pola sirkulasi di utara Laut Halmahera. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya berembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 15 knot, sedangkan di wilayah
selatan ekuator umumnya berembus dari timur - tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot. Pada periode ini, kecepatan angin tertinggi terpantau akan melanda Perairan Pulau Enggano hingga selatan Jawa, Pulau Sawu - Pulau Rote, Laut Timor, Perairan Sulawesi Tenggara, Laut Banda, Perairan Kepulauan Sermata - Kepulauan Tanimbar, Perairan selatan Kepulauan Kei – Kepulauan Aru, Laut Arafuru, Perairan Yos Sudarso - Merauke. Kecepatan angin yang tinggi akan mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Sementara itu, dari hasil pantauan BMKG, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (sedang), di antaranya Perairan Timur Pulau Simeulue, Perairan Timur Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan - Selat Sumba, Laut
Sawu - Selat Ombai, Perairan Selatan Flores, Perairan Kupang - Rote, Laut Timor selatan NTT, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Perairan Timur Kepulauan Selayar, Laut Flores, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau - Wakatobi, Perairan Manui - Kendari, Perairan Selatan P. Buru - Seram, Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei - Kepulauan Aru, Laut Banda, Perairan Amamapare, serta Perairan Barat Yos Sudarso. Sedangkan wilayah perairan Indonesia yang berpeluang mengalami gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter (tinggi), di antaranya Perairan Enggano - Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten
Denpasar (Bali Post) – Salah satu persoalan perkotaan, yakni penanganan sampah yang belum optimal. Karena itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Denpasar terus melakukan inovasi dalam mewujudkan wajah kota yang bersih dan asri. Salah satu program strategis pada 2019 ini, yakni merancang semua tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang tersebar di beberapa titik, agar semua dibangun dengan underground. Seperti yang dilakukan pada TPS Jalan Pulau Kawe. Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada mengatakan hal itu di hadapan para anggota Komisi I dan III DPRD Denpasar, Rabu (12/6) kemarin. Menurut Wisada, pihaknya memiliki 10 program dengan 23 kegiatan pada tahun anggaran 2019 ini. Sampai Mei 2019, program yang sudah terealisasi mencapai 42 persen dari target 52 persen. Masih adanya devisiasi 10 persen tersebut karena adanya beberapa kendala, yakni masih ada yang tender dan ada pula sedang dalam proses. Seperti pengadaan beberapa alat kebersihan yang kini sudah dalam proses pengiriman dari Jakarta, sehingga belum bisa Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
dikatakan terealisasi. Salah satu program strategis yang dirancang DLHK pada akhir 2019 ini, yakni menata semua TPS yang ada di Denpasar. Wisada mengatakan, pihaknya memiliki sedikitnya 17 TPS yang tersebar di beberapa lokasi. Ke depan, semua TPS ini akan ditata agar sampah yang biasanya menumpuk di permukaan, nanti tidak akan ada lagi pemandangan seperti itu. ‘’Mohon bapak-bapak di dewan agar mengawal dan memberikan dana untuk melakukan penataan TPS tersebut,’’ ujarnya. Menurut Wisada, setiap satu TPS memerlukan sedikitnya dana Rp 3,5 miliar sampai Rp 4 miliar. Karena itu, perlu
Bali Post/eka
DEPO SAMPAH - Beberapa warga mencari botol plastik dan pakan ternak di depo sampah Monang-maning, Denpasar. Pemkot Denpasar berencana mengubah depo sampah yang ada menjadi underground. dukungan dari dewan agar pihaknya bisa melakukan penataan lingkungan agar lebih bersih dan indah. Sementara itu, pada 2018 lalu, DLHK juga memiliki 10 program dengan 23 kegiatan. Dari 10 program tersebut telah
Diharapkan Mampu Lindungi Pekerja Bali
Topik :
memecahkan persoalan yang diharapkan. Dengan masukan yang tepat, diharapkan ranperda ini mampu menjadi payung hukum yang melindungi tenaga kerja Bali baik dari segi upah, perlindungan kesehatan maupun perlindungan lain yang menjadi hak tenaga kerja lokal Bali. Ketua Pansus Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan Nyoman Parta mengatakan, beberapa hal yang diharapkan menjadi acuan dalam pembahasan ranperda tersebut adalah masih adanya perusahaan-perusahaan yang tidak memberikan jaminan
laut di perairan Utara Bali berkisar 0.25 - 2 meter, di perairan Selatan Bali berkisar 1 - 5 meter, di Selat Bali dan Selat Lombok berkisar antara 0.5 - 4 meter dengan kecepatan angin berkisar antara 8 - 38 km/jam. Oleh karena itu, Taufik Gunawan mengimbau masyarakat terutama nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari memperhatikan keselamatan pelayaran. Moda transportasi yang berisiko, di antaranya perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter), kapal feri (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 meter). (win)
Semua TPS Dirancang ’’Underground’’
Ranperda Ketenagakerjaan Dibahas Denpasar (Bali Post) Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Provinsi Bali tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan dilakukan di Kantor DPRD Bali, Rabu (12/6) kemarin. Pembahasan ranperda ini melibatkan sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemprov Bali. Dalam pembahasan tersebut, masukan yang diberikan diharapkan tidak sekadar men-translate atau copy paste regulasi yang sudah ada karena akan terkesan menjadi perpanjangan tangan regulasi tersebut dan tidak
hingga Sumbawa, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba - Pulau Sawu Pulau Rote, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kepulauan Wakatobi, serta Perairan Selatan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Tanimbar. Potensi gelombang yang tertinggi berkisar antara 4 hingga 6 meter (sangat tinggi), dapat terjadi di Perairan Barat Mentawai hingga Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Jawa hingga Lombok, Selat Bali - Selat Lombok - Selat Alas bagian selatan, Samudera Hindia Selatan Jawa hingga Lombok. Khusus perairan wilayah Bali, Kepala Balai Besar MKG Wilayah III Denpasar Drs. M. Taufik Gunawan, Dipl., SEIS. memprediksi tinggi gelombang
kesehatan maupun ketenagakerjaan bagi pekerjanya. Dari 11.000 perusahaan yang ada di Bali, hanya sedikit yang menanggung jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan karyawannya. “Provinsi mengeluarkan sekitar Rp 400 miliar untuk membayar premi jaminan kesehatan untuk masyarakat Bali, di mana di dalamnya yang tertanggung adalah pekerja yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Jadi, kita mengambil alih tanggung jawab pihak lain,” ujarnya. Parta menambahkan, tidak semua perusahaan memberikan upah sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang telah ditetapkan selama ini. “Ada slip-slip gaji yang diberikan ke saya. Tidak semua memberikan upah sesuai UMP maupun UMK yang telah ditetapkan. Di sisi lain, masih ada istilah DW (Daily Workerred) atau magang pada perusahaan-perusahaan besar di mana status DW ini bisa ber-
langsung lama tanpa status yang jelas dan permasalahan ketenagakerjaan lainnya,” katanya menyesalkan. Menurut Parta, pembahasan ranperda pada Rabu kemarin baru sebatas membahas ruang lingkup yang berkaitan dengan persoalan pelatihan, sistem pengupahan dan jaminan sosial yang menjadi intisari dari ranperda. Dalam pembahasanpembahasan ke depan diharapkan masukan yang diberikan tidak mengambil penuh aturan-aturan di atasnya. “Kita membuat Perda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan untuk perlindungan tenaga kerja lokal. Di mana saat ini belum ada yang secara detail mengatur mengenai hal tersebut. Perda itu sifatnya responsif, di mana ada aturan dan ada lapangannya. Tetapi aturan yang ada tidak menyelesaikan semua masalah, sehingga kita buatkan aturan baru yang bisa menyelesaikan,” jelas Parta. Hal ini didukung oleh salah satu tim ahli, Dr. I Wayan Gede Wiryawan, S.H.,
M.H. Ia memaparkan masalah ketenagakerjaan mencakup banyak hal yang harus mendapatkan sentuhan dan nuansa berbeda dari pengambil kebijakan. Saat ini Bali sedang menyusun Ranperda Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Sebagai akademisi, ia berharap masukan yang diberikan jangan meng-copy paste regulasi yang sudah ada sehingga kesannya menjadi perpanjangan regulasi tersebut. “Kita buat aturan untuk memecahkan persoalan yang tidak bisa dipecahkan dari regulasi yang sudah ada. Kalau masukan hanya copy paste, maka akan sama saja. Persoalan yang ada akan tetap ada,” ujarnya. Wiryawan menegaskan, setiap masukan harus out of box tetapi tidak melanggar norma-norma yang sudah ada. Dengan demikian, diharapkan Ranperda Penyelanggaraan Ketenagakerjaan ini ke depan bisa menjadi perda yang bisa memecahkan permasalahan ketenagakerjaan yang ada di Bali selama ini. (kmb24)
berjalan dengan anggaran yang dikelola DLHK mencapai Rp 79 miliar. Jumlah dana tersebut bisa terealisasi 84,47 persen. Kekurangan sekitar 15 persen akibat adanya beberapa program yang gagal tender. Program yang gagal
tender itu, yakni penataan depo Karang. Rencananya depo tersebut direvitalisasi menjadi TPS underground. Sayangnya, kegiatan tersebut gagal tender dengan anggaran Rp 2,5 miliar itu gagal tender. (kmb12)
Pembukaan PKB
Arus Lalin Dialihkan
Denpasar (Bali Post) Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) akan dilaksanakan, Sabtu (15/6) lusa. Kegiatan pawai pembukaan PKB dipusatkan di Jalan Raya Puputan, di selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon. Guna memperlancar kegiatan pembukaan PKB yang akan dihadiri Presiden Jokowi, dilakukan sejumlah pengalihan arus lalu lintas (lalin) serta penutupan jalan. Jalan yang akan ditutup di antaranya Jalan Raya Puputan, Jalan Letjen Suparman, Jalan Kusuma Atmaja, dan Jalan Haji Juanda. Kemudian arus lalin akan dialihkan di beberapa jalan alternatif. Seperti arus lalin dari Sanur dialihkan ke Jalan Pemuda dan Jalan Tukad Yeh Aya. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali Ir. I Gde Samsi Gunarta, M.Appl.Sc. mengatakan, manajemen rekayasa lalu lintas dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Bali bekerja sama dengan pihak kepolisian, Dishub kabupaten/kota dan instansi terkait lainnya. Selain saat pawai, manajemen rekayasa lalu lintas juga dilakukan saat malam pembukaan PKB. Jalan Nusa Indah akan ditutup bagi masyarakat umum, seperti biasanya . Jalan yang ditutup akan dipalang portal. (kmb16)
BADUNG
Kamis Wage, 13 Juni 2019
3
Bali Post/edi
NELAYAN - Sejumlah nelayan di Pantai Kedonganan terpaksa tidak melaut akibat gelombang tinggi beberapa hari terakhir.
Diterjang Gelombang, Tiga Kapal Nelayan Kedonganan Rusak Mangupura (Bali Post) Selama beberapa hari belakangan, sebagian besar nelayan di Kedonganan tidak melaut. Mereka memilih memarkir kapal di bibir pantai. Meski demikian, masih ada juga nelayan yang nekat karena ukuran kapal yang besar demi memenuhi kebutuhan ikan di Pasar Kedonganan.
Cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan Bali pada Selasa (11/6) lalu, menyebabkan beberapa kapal nelayan yang sedang lego jangkar di Pantai Kedonganan, mengalami kerusakan. Gelombang setinggi 3 meter menghantam kapalkapal tersebut.
Nelayan Kedonganan, Usman, mengungkapkan empasan gelombang yang cukup keras menyebabkan lambung kapal pecah. Padahal kapalkapal itu sedang parkir di bibir pantai. ‘’Saking besarnya gelombang, ada sekitar 3 kapal yang rusak setelah dihantam gelombang. Itu sebagian besar pecah pada
lambungnya dan patah pada kayu penyangga di samping,’’ katanya, Rabu (12/6) kemarin. Dikatakannya, selama dua hari, nelayan setempat tidak melaut. Ini akibat cuaca ekstrem seperti gelombang tinggi dan angin kencang yang terjadi beberapa hari terakhir. Selama dua hari
itu, dia mengaku tidak ada penghasilan untuk menghidupi keluarga. ‘’Saya sudah dua hari tidak melaut, hari Senin dan Selasa. Gelombangnya besar sekali, bahkan mencapai 3 meteran,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Kedonganan Made
Ranperda RDTR Terkatung-katung
Mangupura (Bali Post) -
Berdasarkan data yang dihimpun, Rabu (12/6) kemarin, dari enam Ranperda RDTR yaitu RDTR Kecamatan Kuta Selatan, RDTR Kecamatan Kuta, RDTR Kecamatan Kuta Utara, RDTR Kecamatan Mengwi, RDTR Kecamatan Abiansemal dan RDTR Kecamatan Petang, Parlemen Badung baru mengesahkan satu Ranperda RDTR, yaitu untuk RDTR Kecamatan Kuta Selatan. Sedangkan, lima ranperda lainnya masih di tangan panitia khusus (pansus). Padahal, masa bakti DPRD Badung periode 20142019 berakhir 4 Agustus. Ketua Pansus RDTR Badung Utara I Wayan Suyasa
tidak membantah bahwa belum semua Ranperda RDTR bisa diselesaikan oleh DPRD Badung. ‘’Produk hukum ini tergolong pelik, sehingga kami di legislatif sedikit kesulitan untuk melakukan pembahasan apalagi penetapan. Dari enam, baru satu bisa ditetapkan, yaitu Perda RDTR Kuta Selatan,’’ jelasnya. Kendati demikian, politisi asal Penarungan ini optimis dalam waktu dekat bisa segera dibawa dalam rapat paripurna, sehingga bisa ditetapkan sebagai Perda. ‘’Untuk lima Ranperda lagi masih sedang berproses di legislatif,’’ ungkapnya. Ketua Komisi I DPRD Ba-
dung ini menyebutkan, untuk Ranperda RDTR Kuta dan RDTR Kuta Utara yang dinakhodai I Gusti Anom Gumanti selaku Ketua Pansus, sudah berhasil diselesaikan di tingkat pansus dan eksekutif. ‘’Untuk RDTR Kuta induk dan RDTR Kuta Utara saat ini sudah selesai (dibahas - red). Sekarang tinggal ditetapkan saja di paripurna. Jadi, kami optimis sebelum jabatan berakhir ini bisa selesai,’’ tegasnya. Sementara untuk RDTR Badung Utara yang meliputi Mengwi, Abiansemal dan Petang, politisi asal Desa Penarungan ini mengaku ragu bisa tuntas tahun ini.
Pasalnya, pembahasan RDTR ini berkaitan dengan lintas instansi, bahkan sangat terkait dengan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Di pusat saja, kata dia, urusan RDTR dibidangi oleh 12 kementerian yang saling berkaitan. ‘’Situasi cukup pelik karena 12 kementerian di dalamnya. Artinya punya kewenangan sendiri-sendiri. Contohnya setelah dibahas di dewan kembali ke gubernur, baru kembali ke dewan. Sulit sekali. Ini sudah pernah beberapa kali pembahasan. Kesulitan inilah yang membuat kita tidak bisa ditarget,’’ terangnya. Disebutkan, pihaknya akan tetap berupaya agar payung hukum RDTR ini bisa diselesaikan. Pihaknya pun akan mendorong agar dua perda yang sudah selesai
Mangupura (Bali Post) Ribuan warga mengajukan klaim santunan penunggu pasien. Berdasarkan data Dinas Sosial Kabupaten Badung, tahun ini khususnya hingga Mei, santunan penunggu pasien yang telah direalisasikan sebesar Rp 1,9 miliar lebih, dari 1.332 permohonan. Kepala Dinas Sosial Badung Ketut Sudarsana, Rabu (12/6) kemarin mengatakan, dibandingkan tahun lalu, tren permohonan santuan penunggu pasien relatif fluk-
tuatif. Dari data, tahun 2018 Dinas Sosial telah mencairkan Rp 5,9 miliar lebih dari 3.816 permohonan. Sementara tahun ini, hingga Mei, pihaknya telah mencairkan Rp 1,9 miliar lebih. ‘’Hal ini kan sifatnya insidentil dan tergantung sekali dari masyarakat kita yang sakit serta memenuhi syarat untuk mendapatkan santunan itu,’’ ujarnya. Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung ini mengatakan,
selama ini belum ada kendala terkait pencairan. Bahkan dia menyebut, semuanya sudah dicairkan. ‘’Tidak ada yang belum cair. Begitu SPJ-nya lengkap, langsung kami bisa cairkan di BPKAD. Sepanjang memenuhi syarat, pasti cair karena program ini menjadi skala prioritas,’’ jelasnya. Seperti diketahui, persyaratan pengajuan santunan tersebut, yakni berkas permohonan diajukan kepada Bupati Badung dengan melampirkan e-KTP, Kartu
Keluarga (KK) Badung, Kartu Badung Sehat (KBS), dan Surat Keterangan Rawat Inap. Jika penunggu tidak masuk dalam KK pasien, maka dilampirkan surat kuasa yang ditandatangani pasien. Sedangkan jika penunggu masih di bawah umur dan belum memiliki KTP, bisa digantikan dengan surat keterangan domisili dari perbekel. Jangka waktu pengajuannya adalah maksimal 30 hari setelah keluar dari rumah sakit. Program
Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) hingga kini belum rampung. Penyelesaian aturan tata ruang ini telah ada di meja dewan Badung beberapa tahun lalu, ini pun terkatung-katung.
dibahas di tingkat pansus segera diparipurnakan, sehingga bisa disahkan sebagai perda. ‘’Kapan targetnya, tentu kami tidak bisa pastikan. Karena Perda RDTR ini tidak sama seperti perda-perda yang lain. Kalau perda lain kan umurnya lima tahun, kalau Perda RDTR ini umurnya bisa 25 tahun masih berlaku. Tapi kalau Ranperda RDTR Kuta dan Kuta Utara kami optimis bisa secepatnya ditetapkan,’’ katanya. Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat ditemui Selasa (11/6) lalu juga tak menampik Ranperda RDTR Badung belum tuntas. Pasalnya, pembahasan ranperda ini melibatkan banyak instansi dan penyesuaian kondisi lapangan. ‘’Ya baru satu yang disahkan tinggal lima lagi,’’ jelasnya. (kmb27)
tersebut berlaku sejak 18 Agustus 2017 lalu dan telah tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 45 Tahun 2017. Besarannya paling banyak Rp 5 juta dan hanya diberikan sekali selama setahun. Rinciannya berupa uang makan Rp 50 ribu per hari, uang transport Rp 50 ribu per hari, dan uang saku Rp 100 ribu per hari. Besaran tersebut berdasarkan Perbup Badung Nomor 64 Tahun 2011 tentang Pedoman Pemberian Bansos. (kmb27)
Hingga Mei, Realisasi Santunan Penunggu Pasien Rp 1,9 Miliar
Kena mengatakan, sejak Selasa kondisi ombak sangat besar. Namun kondisi tersebut tidak terlalu ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya. ‘’Kalau yang terjadi kemarin sih memang ombaknya tinggi, sekitar 3 meteran. Tapi tidak terlaku ekstrem seperti tahun sebelumnya yang naik sampai ke
dermaga,’’ paparnya. Melihat fenomena alam ini, pihaknya bersama instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan sudah menyampaikan imbauan ke nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca. Hal ini juga mengacu pada imbauan yang disampaikan BMKG. (kmb23)
Naik Per Juli Harga Tiket Kawasan Luar Uluwatu
Mangupura (Bali Post) Mulai 1 Juli mendatang, pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu akan memberlakukan tarif baru tiket masuk kawasan wisata tersebut. Pengunjung mancanegara yang saat ini untuk dewasa per orangnya dikenakan tiket Rp 30.000, nantinya naik menjadi Rp 50.000. Sedangkan untuk pengunjung domestik, yang sekarang Rp 20.000, akan menjadi Rp 30.000 untuk dewasa. Sementara, untuk anak-anak domestik Rp 20 ribu per orang dan mancanegara Rp 30 ribu per orang. Kenaikan tarif ini menurut Manajer Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Wayan Wijana, mengacu pada Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 17 Tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. Hal ini sudah disosialisasikan kepada travel agent. ‘’Meski terjadi kenaikan harga tiket masuk, kami akan terus me-
ningkatkan pelayanan bagi pengunjung. Selain itu juga, dari sisi infrastruktur juga akan terus dikembangkan,’’ ujarnya, Rabu (12/6) kemarin. Ke depan, selain melakukan pembenahan infrastruktur, pihaknya juga menyewa lahan milik warga kebutuhan kantong parkir. Mengingat selama ini kawasan Uluwatu yang selalu dipadati pengunjung, masih terkendala masalah parkir. Tidak hanya itu, toilet juga akan ditambah di sejumlah titik. Untuk pelayanan kesehatan, selaku pengelola kawasan, pihaknya akan menyiagakan ambulans. Tidak hanya untuk di kawasan Uluwatu, kenaikan tarif juga berlaku untuk di Pantai Labuan Sait yang masih menjadi satu pengelolaan dengan Uluwatu. Tiket masuknya sebesar Rp 10 ribu per orang dewasa domestik, mancanegara Rp 15 ribu. Sementara untuk anak-anak, domestik dikenakan Rp 5 ribu dan mancanegara Rp 10 ribu per orang. (kmb23)
Wayan Wijana
Bali Post/edi
Jadi Barometer Cricket di Indonesia
Bali Minim Fasilitas Pendukung
PCI - Suasana Musprov PCI Bali 2019, Rabu (12/6) kemarin.
Bali Post/edi
Mangupura (Bali Post) Bali menjadi barometer pengembangan olahraga Cricket di Indonesia. Dengan berbagai prestasi yang sudah disumbangkan Bali, Wakil Ketua Umum PP Persatuan Cricket Indonesia (PCI), Abhiram S Yadev berharap Bali bisa tetap menjadi contoh pengembangan optimal cricket untuk provinsi lain. Abhiram saat ditemui di sela-sela pembukaan Musprov PCI Bali 2019, Rabu (12/6) kemarin, masa depan cricket Bali masih sangat cerah. Cricket merupakan olah raga terbesar kedua di dunia setelah sepak bola. Di Bali, pengembangan-
nya sudah di seluruh kabupaten/kota. Namun, fasilitas pendukung masih sangat diperlukan. Untuk itu, peran serta pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mendukung pengembangan olah raga ini sangat diperlukan. Apalagi Bali merupakan destinasi wisata dunia. Tentu dengan adanya fasilitas pendukung yang memadai, pengembangan sport tourism melalui cricket bisa lebih optimal. ‘’Bila cricket dijadikan industri pariwisata, tentu juga akan menguntungkan, dari segi ekonomi,’’ jelasnya. Ketua KONI Bali Ketut Suwandi mengatakan, terkait
fasilitas pendukung, memang di Bali belum terlalu banyak. Namun pihaknya berharap kerja sama dengan Unud terkait pemanfaatan lapangan, bisa direalisasikan sehingga pelaksanaan pembangunan lapangan cricket di Jimbaran bisa terwujud. Tentunya ini untuk kepentingan generasi muda serta untuk mendukung sport tourism di Bali. Diungkapkan Suwandi, Bali dengan branding yang sudah paten, tentu akan lebih mudah untuk mengembangkan sport tourism, dengan catatan, infrastruktur penunjang dikembangkan. Mengingat saat ini untuk potensi atlet di Bali me-
mang cukup banyak. ‘’Di Bali memang di setiap Kabupaten ada klubnya. Namun untuk lapangan memang masih nomaden. Tantangan kita di Bali itu adalah infrastrukur,’’ ujarnya. Ketua Umum Pengprov PCI Bali Tjokorda Raka Kertiyasa mengatakan, pada perhelatan PON tahun 2016 lalu, Bali berhasil membawa pulang dua medali emas dan 1 medali perak. Untuk PON tahun 2020, pihaknya menargetkan tim cricket Bali bisa membawa pulang lebih banyak medali emas. ‘’Kami menargetkan sebanyak 3-4 medali emas,’’ katanya. (kmb23)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Bekali Keterampilan Tambahan
Saat Pelepasan Calon Wisudawan, STKIP Suar Bangli Gelar Seminar ’’Entrepreneurship’’ STKIP Suar Bangli menyelenggarakan pelepasan calon wisudawan, Rabu (12/6) kemarin. Kegiatan pelepasan calon wisudawan tahun ini dirancang sedikit berbeda dari sebelumnya. Dalam pelepasan calon wisudawan kali ini, STKIP Suar Bangli melaksanakan seminar entrepreneurship dengan menghadirkan narasumber Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. Suasana berbeda terlihat pada pelaksanaan pelepasan calon wisudawan STKIP Suar Bangli tahun 2019 yang diikuti 46 orang calon wisudawan. Ritual resmi tahunan ini dirangkaikan dengan kegiatan seminar entrepreneurship sebagai bekal tambahan bagi lulusan STKIP Suar Bangli. Dalam seminar tersebut, Sedana Arta berpesan bahwa di era milineal, lulusan tak harus menunggu lowongan kerja, tetapi harus memanfaatkan peluang dan kreativitas untuk menciptakan lowongan kerja. Sedana Arta memotivasi calon wisudawan agar tidak hanya berpangku pada sektor formal. Sebab, banyak celah di dunia usaha yang bisa digarap. ‘’Jadilah pengusaha, anak muda jangan berdiam diri saja,’’ ujar Wabup dua periode tersebut. Sedana Arta juga mengapresiasi kampus STKIP Suar Bangli yang menjadi perguruan tinggi swasta pertama di Bangli. ‘’Saya mengapresiasi keberadaan kampus STKIP Suar Bangli, apalagi segera akan menjadi institut. Saya sendiri akan mengampanyekan agar STKIP Suar Bangli diketahui oleh seluruh masyarakat Bangli. Saya mengucapkan terima kasih karena kampus STKIP Suar Bangli sudah bersama-sama pemerintah daerah memajukan dunia pendidikan. Ke depan semoga Bangli bisa menjadi pusat pendidikan di pulau dewata,’’ tegasnya. Kegiatan seminar dalam rangka pelepasan calon wisudawan kemarin dihadiri oleh ketua yayasan, dosen, sataf pegawai, dan ratusan mahasiswa, serta calon wisudawan dan wisudawati. Ketua Yayasan Kresna Andhi Mandiri sebagai badan pe-
PELEPASAN - Acara pelepasan calon wisudawan STKIP Suar Bangli yang dihadiri Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Rabu (12/6) kemarin. nyelenggara STKIP Suar Bangli Drs. I Wayan Soklat Arsana, M.M., M.AP. mengatakan acara pelepasan calon wisudawan kali ini memang dirancang berbeda untuk membekali pengalaman kepada calon wisudawan. ‘’Pelaksanaan seminar entrepreneurship ini untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman, dan menambah jiwa entrepreneurship muda pada calon lulusan yang akan meninggalkan kampus ini. Saya berharap dengan adanya kegiatan ini lulusan mampu mengubah mindset dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,’’ harapnya. Ketua STKIP Suar Bangli I Wayan Numertayasa, S.Pd., M.Pd. menyatakan kegiatan pelepasan calon wisudawan sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi untuk meluluskan mahasiswa. Tidak sekadar lulus, tetapi juga kualitas lulusan berani bersaing dengan perguruan tinggi sejenis. ‘’Kami selalu menjaga kualitas pendidikan kami. Mulai dari proses hingga lulusan,’’ ujarnya. Mengenai pelaksanaan seminar entrepreneurship, Numer-
tayasa mengatakan bahwa pihak kampus tidak hanya ingin membekali mahasiswa dengan teori perkuliahan, tetapi juga soft skill sebagai bekal tambahan. ‘’Kebetulan Bapak Wakil Bupati juga dikenal sebagai pengusaha sukses, sekalian saja kami mohon beliau untuk berbagi ilmu kepada kami,’’ kata Numertayasa. Sementara itu, acara pelepasan calon wisudawan STKIP Suar Bangli yang diikuti 46 calon wisudawan berlangsung dengan gembira. Setelah dibacakan Surat Keputusan Ketua STKIP Suar Bangli oleh masingmasing ketua prodi pada pelepasan calon wisudawan periode Juni 2019, calon-calon wisudawan tampak sumringah. 46 mahasiswa bergelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) dikukuhkan sebagai peserta pelepasan calon wisudawan di ruang Auditorium STKIP Suar Bangli tahun 2019. Calon wisudawan tersebut berasal dari 3 prodi yang berbeda, di antaranya 7 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, 6 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan 33 mahasiswa dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). (ad256)
Diskominfo Denpasar Gelar ’’Workshop’’ PPID
ERA keterbukaan informasi publik saat ini harus dicermati dengan bijak oleh seluruh komponen masyarakat. Terlebih para Aparatur Sipil Negara (ASN), baik yang ada di tingkat desa sampai pusat, harus memahami tentang informasi publik tersebut. Karena ada beberapa hal yang dikecualikan dalam informasi publik tersebut. Artinya, tidak semua informasi bisa disebar atau diberikan kepada masyarakat. Masih ada beberapa jenis yang tidak bisa dipublis ke masyarakat. Menyamakan persepsi tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kota Denpasar, Rabu (12/6) kemarin menyelenggarakan workshop tentang informasi publik yang menyasar para pejabat pengelola informasi dan dokumentasi (PPID) desa di masing-masing desa/kelurahan seKota Denpasar. Workshop yang dibuka Kepala Diskominfo dan Statistik Denpasar I Dewa Made Agung, S.E., M.Si., menghadirkan dua narasumber dari Komisi Informasi Bali yakni I Gede Agus Astapa (Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali) dan IGAGA Widiana Kepakisan (Komisioner Komisi Informasi). Dewa Made Agung mengatakan, sebelumnya workshop serupa juga telah dilakukan dengan menyasar para OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Kini pihaknya melanjutkan dengan menyasar para petugas di desa/kelurahan. Ini dilakukan untuk menyamakan persepsi tentang informasi publik. Terlebih, ke
WORKSHOP - Suasana workshop tentang informasi publik yang menyasar para PPID di masing-masing desa/kelurahan se-Kota Denpasar, Rabu (12/6) kemarin. depan pelayanan tentang informasi publik ini juga akan menyasar tingkat desa. Dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa disebutkan masyarakat desa berhak meminta dan mendapatkan informasi pemerintahan desa serta mengawasi kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan desa dan kemasyarakatan desa. Karena itu, aparat di Pemerintahan Desa wajib memberikan informasi yang dibutuhkan tersebut, namun dalam hal ini harus memperhatikan informasi apa yang boleh diketahui dan tidak diketahui publik. Sementara itu, Widiana Kepakisan menyampaikan makalah den-
gan tema ‘’Pedoman Pelayanan dan Pengelolaan Informasi Publik Desa’’. Dalam kesempatan tersebut, Widiana Kepakisan mengungkapkan desa merupakan salah satu lembaga publik. Karena itu, sumber dananya juga dari APBD maupun APBN. Sementara materi keterbukaan informasi publik dan sengketa informasi disampaikan I Gede Agus Astapa, Ketua Komisi Informasi Provinsi Bali. Disebutkan, sengketa informasi publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh menggunakan informasi berdasarkan undang-undang. (ad250)
Kamis Wage, 13 Juni 2019
Dinkes Provinsi Bali Gelar Penilaian Klinik Berprestasi 2019
Klinik Petanu Medical Center Wakili Kota Denpasar di Tingkat Provinsi
DINAS Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali kembali menggelar penilaian terhadap klinik berprestasi di seluruh Bali tahun 2019. Setiap kabupaten/kota menilai dan mengirimkan klinik terbaiknya untuk siap dinilai di tingkat Provinsi Bali. Untuk Kota Denpasar, Klinik Petanu Medical Center berhasil merebut juara I dan siap dinilai mewakili Kota Denpasar. Klinik yang terletak di Jalan Tukad Petanu No. 9 C, Sidakarya, Denpasar Selatan ini pun dinilai Tim Penilai Klinik Berprestasi Tingkat Provinsi, Rabu (12/6) kemarin. Tim Penilai Klinik Berprestasi Provinsi Bali diketuai Kasi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ni Made Parwati, S.KM., M.Kes. yang dihadiri perwakilan Camat Densel, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Ketua TP PKK Kecamatan Densel, Ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas PKFI, Ketua IBI Kota Denpasar, serta Tim Pendamping dan Pembina Dinkes Kota Denpasar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes. mengatakan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, klinik yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama swasta yang menjadi jejaring puskesmas diwajibkan melaksanakan manajemen klinik. Mulai dari perencanaan yang baik, pelaksanaan dan monev yang berkesinambungan dan terdokumentasi, sehingga klinik tahu prioritas masalah kesehatan yang dilayani. Apalagi, mutu pelayanan kesehatan di klinik ditentukan oleh tenaga kesehatan yang profesional sesuai kompetensi dan upaya-upaya inovasinya. Tentu dengan mengutamakan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. ‘’Kami menyambut baik penilaian klinik berprestasi sekaligus persiapan akreditasi klinik.
FOTO BERSAMA - Tim Penilai Klinik Berprestasi Provinsi Bali berfoto bersama dengan tim pendamping dan pembina Kota Denpasar, serta tenaga medis Klinik Petanu Medical Center. Pembinaan yang dilakukan tim pembina Dinas Kesehatan Kota Denpasar sebanyak 49 klinik (32 klinik pratama, 17 klinik utama). Dari penilaian ada tiga klinik yang juara tingkat kota dan Klinik Petanu sebagai juara I wakil dari Kota Denpasar,’’ ujar dr. Sri Armini. Pihaknya berharap tim penilai klinik berprestasi Provinsi Bali membimbing dan melakukan pendampingan kepada Klinik Petanu, sehingga siap mewakili Provinsi Bali di tingkat nasional seperti dua klinik di tahun-tahun sebelumnya. Penanggung Jawab Klinik Petanu Medical Center dr. Gede Rombiawan, S.Ked. mengatakan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan, Klinik Petanu yang didirikan pada tahun 2013 dan berkembang menjadi Klinik Pratama Rawat Inap sejak tahun 2017 ini memiliki motto ‘’Melayani dengan Sepenuh Hati’’. Secara geografis, jumlah penduduk
yang dilayani Klinik Petanu sebanyak 65.979 jiwa, melingkupi wilayah Panjer dan Kelurahan Sidakarya. Dalam menunjang pelayanan kesehatan, Klinik Petanu didukung 27 orang SDM tenaga medis yang profesional. Di antaranya 4 dokter umum, 2 orang dokter gigi, 4 orang bidan, 4 orang perawat umum D-3, 3 orang analis kesehatan, 4 orang staf medis, 5 orang staf umum dan cleaning service. ‘’Kami memiliki visi menjadi penyedia layanan kesehatan pilihan yang terpercaya dan terjangkau bagi lapisan masyarakat, dengan misi menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas, mempromosikan upaya kesehatan bagi konsumen, berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan yang lengkap dan melebihi harapan pasien, serta mengembangkan kualitas SDM yang berkesinambungan dan tepat guna,’’ pungkasnya. (ad249)
Rektor Unud Serahkan SK kepada 39 CPNS REKTOR Universitas Udayana (Unud) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 kepada 39 CPNS Unud bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Rabu (12/6) kemarin. Acara yang dihadiri Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Kepala Biro Umum serta Dekan Fakultas di lingkungan Unud ini diawali dengan pengarahan dari Rektor Unud kepada 39 CPNS yang akan menerima SK. Ke-39 CPNS tersebut akan ditempatkan pada sembilan dari 13 fakultas di lingkungan Unud itu yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas MIPA, FISIP, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Kelautan dan Perikanan, Fakultas Teknologi Pertanian serta Fakultas Kedokteran Hewan. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyampaikan dari hasil seleksi yang dilaksanakan, terdapat 44 CPNS yang dinyatakan lulus. Namun baru 39 SK CPNS yang terbit dari pusat. Dengan diterimanya SK ini diharapkan para dosen CPNS ini secepatnya menghadap dekan masingmasing untuk dapat segera menjalankan tugasnya. Para CPNS ini tentunya juga harus mempersiapkan diri agar lolos dalam masa uji coba selama satu tahun. CPNS harus mengikuti aturan yang berlaku dan memenuhi syarat yang ada, sehingga status dapat berubah dari CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Para dosen muda ini juga
SERAHKAN SK - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). saat menyerahkan SK Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2018 kepada 39 CPNS Unud bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Rabu (12/6) kemarin. harus mulai merencanakan jenjang karier di masa mendatang, di mana yang sudah S-2 agar melanjutkan pendidikan ke S-3 mengingat dalam pemeringkatan perguruan tinggi salah satu indikatornya adalah jumlah dosen bergelar doktor, lektor kepala dan guru besar. Melalui kinerja para CPNS ini juga diharapkan ikut sebagai motor penggerak dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sementara itu, Kepala Biro Umum Drs. Ketut Amoga Sidi
menambahkan, CPNS wajib menjalani masa percobaan selama satu tahun yang merupakan masa prajabatan yang dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan. Dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat, motivasi, nasionalisme, kebangsaan dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Pendidikan dan pelatihan ini hanya dapat diikuti satu kali dan setiap CPNS harus lulus tahapan ini untuk dapat ditetapkan sebagai PNS. (ad253)
Taman Rama Intercultural School
Lepas Siswa Cambridge Primary dan Cambridge Secondary TAHUN pembelajaran 2018/2019, Taman Rama Intercultural School Bali di bawah naungan Yayasan Taman Mahatma Gandhi menggelar Graduation Ceremony di Aston Hotel and Convention Centre Denpasar, Rabu (12/6) kemarin. Sebanyak 53 orang siswa dilepas yang terdiri dari 23 siswa Cambridge Primary (SD) dan 30 siswa Cambridge Secondary (SMA). Pada kesempatan tersebut, siswa berprestasi diberikan sertifikat dan piala oleh perwakilan Yayasan Taman Mahatma Gandhi dan Komite Sekolah. Graduation Ceremony dibuka dengan laporan tahunan dari Direktur Cambridge Secondary James Nicholas Bird, B.A.(Hons), Kepala SPK Hans Riyono Ho, dan Direktur Cambridge Primary Rovelyn Repunte Galeng. Acara diawali dengan dance performance ‘’Krincing Jago’’ dan Graduations Songs ‘’Follow the Starts’’
dan ‘’A Million Dreams’’. Pada kesempatan ini juga dilakukan peluncuran buku tahunan (release of the year book) terbitan tahun 2018/2019 yang merupakan rekaman kegiatan kreativitas-kreativitas siswa, guru, dan seluruh komponen sekolah selama satu tahun. Buku ini diharapkan bisa dijadikan kenang-kenangan bagi para lulusan Taman Rama Intercultural School. Direktur Cambridge Secondary James Nicholas Bird, B.A.(Hons) dalam laporannya mengatakan selama mengikuti pembelajaran di Taman Rama Intercultural School, baik siswa Cambridge Primary maupun siswa Cambridge Secondary telah berhasil meraih berbagai prestasi. Pada Turnamen Renang AIS 2019, siswa Cambridge Secondary Taman Rama Intercultural berhasil memenangkan 4 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Siswa junior juga memenangkan tempat pertama di
Turnamen Sains Dyatmika dan pada bulan Maret 2019 lalu, siswa senior Taman Rama Intercultural School juga mendapat tempat pertama di The Stenden National Business Case Competition. Selain itu, 21 siswa junior juga maju ke putaran kedua Piala World Scholars Cup Which Was Held yang diadakan di AIS pada bulan Mei. ‘’Dan di Bali Island School - Kompetisi Matematika Tahunan, junior kami di individu mengambil tempat pertama dan di senior individu mengambil tempat ketiga. Dalam kompetisi putaran grup junior kami mengambil posisi pertama dan senior kami mengambil posisi kedua,’’ ujarnya. Sementara itu, 21 siswa SMA lulus mengikuti UNBK tahun ini dengan hasil nilai tertinggi adalah 338,5/400, yaitu Fiona Angeline Setianoto. Dua siswa mencapai nilai 100 teratas dalam Bahasa Inggris
yaitu Mika Adrian Kusuma dan Stiveny Anggun Wibowo. Semua pencapaian tersebut, dikatakan, bisa diraih karena kerja keras dari siswa dan para guru, serta juga dukungan dari orangtua siswa. ‘’Tanpa kerja keras dan dukungan dari pihak mana pun, kami bukan apaapa. Harapan terbesar kami akan terus diberikan kepercayaan untuk dapat mendidik anak-anak mereka di Taman Rama Intercultural School Denpasar,’’ pungkasnya. Setelah memberikan berbagai penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi, di akhir acara dilaksanakan Candle Light Ceremony yang bermakna rela berkorban demi memberikan pengetahuan dan hanya dengan pengetahuan kita bisa menerangi kehidupan. Kebahagiaan mereka akan sempurna karena semua siswa telah diterima di universitas manapun, baik di dalam maupun luar negeri. (ad255)
MELEPAS - Taman Rama Intercultural School Denpasar melepas siswa Cambridge Primary dan Cambridge Secondary.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Kamis Wage, 13 Juni 2019
SOSOK Waspadai Konflik Sosial KONFLIK sosial merupakan salah satu hal terpenting yang harus diwaspadai. Sebab, dengan adanya konflik sosial, maka keamanan wilayah bisa terancam. Untuk itu, Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta pun berharap Bhabinkamtibmas harus bekerja sama dengan Satuan Intelkam dalam menjalankan perannya guna mencegah terjadinya konflik sosial. Kapolres Satriya Hananta mengaku sangat bersyukur karena berkat kerja keras seluruh personel Polres Badung bersama jajarannya, dapat dikelola dengan baik sehingga tidak sampai terjadi konflik sosial. Situasi sampai saat ini masih tetap aman dan kondusif. ‘’Kalau sampai ada satu konflik sosial saja, perekonomian bisa lumpuh. Maka dari itu, kita harus tetap waspada. Jangan terlena dengan predikat Bali teraman nomor dua tingkat nasional,’’ jelasnya, Rabu (12/6) kemarin. Untuk itu, perwira melati dua di pundak ini mengajak seluruh komponen masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Mulai dari perorangan atau kelompok terkecil hingga para tokoh yang ada di masyarakat. ‘’Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil. Ingat perjalanan seribu kilometer diawali dari satu langkah kecil,’’ tandasnya. Sementara menjelang HUT ke-73 Bhayangkara, pihaknya akan menggelar beragam lomba. Namun ada lomba tak lazim yaitu kebersihan toilet. Oleh karena itu, Kapolres Satriya Hananta memerintahkan anggota supaya menjaga kebersihan toilet. ‘’Kita akan mengikuti banyak lomba. Uniknya kebersihan toilet akan dilombakan, di samping kebersihan lainnya,’’ tegasnya. Ia berharap personelnya di Polres maupun Polsek supaya menata dan menjaga kebersihan toilet. Hal ini dianggap penting dalam rangka menjaga kebersihan dan kesehatan. Apalagi banyak pelayanan publik di kantor polisi. Selain kebersihan toilet, juga dilombakan kemampuan olah TKP dari Reskrim, menembak, Dalmas serta kesenian daerah. ‘’Pemenangnya akan ditampilkan saat syukuran HUT Bhayangkara pada 1 Juli 2019 mendatang,’’ terang mantan Kaden Gegana Satbrimobda Sulawesi Tenggara ini. (rah)
Bali Post/sue
PENSI - Sebuah grup band tampil di acara pensi Repgriska.
Pensi Repgriska Sarat Pendidikan Karakter
Denpasar (Bali Post) OSIS SMK PGRI 2 Denpasar alias Repgriska secara rutin menggelar pentas seni (pensi). Pensi kali ini dilakukan menjelang akhir semester. Pensi dipusatkan di halaman sekolah sejak Rabu (12/6) kemarin. Pensi dikooordnir OSIS Repgriska. Ketua OSIS 2018-2019 Luh Putu Octaviarini WL mengungkapkan, pensi menjadi program unggulan OSIS guna meningkatkan kreativitas siswa. Selain itu, mencari bakat dan potensi siswa agar percaya diri tampil di depan umum. Ketua Panitia Ni Luh Putu Widiantari menambahkan, pensi yang dibuka Kepala SMK PGRI 2 Denpasar Drs. I Wayan Ginastra, M.M. berlangsung dua hari. Rabu kemarin diisi dengan
aneka tari Bali dan nusantara, musik tradisional, musik pop, lagu pop dan dances. Kamis ini diisi dengan band akustik, dan aksi teater Repgriska yang mementaskan ‘’Tiga Idiot’’. Pembina OSIS Repgriska Aditya Wirawan, S.Pd. mengungkapkan pensi ini juga bermanfaat menggugah bakat siswa yang terpendam untuk ditampilkan secara langsung. Aksi ini sarat dengan pendidikan karakter dan pengembangan diri. Pensi Repgriska juga memperkuat akar ajeg Bali di kalangan siswa. Sekalipun banyak dipentaskan seni modern, namun tetap didominasi seni tradisi Bali. ‘’Jadi, karakter budaya Bali tetap dipertahnakan,’’ ujarnya. (025)
Hotel, Restoran, Pasar Modern dan Swalayan Wajib Utamakan Produk Lokal UNTUK mengoptimalkan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan Surat Edaran Nomor 5774 Tahun 2019 yang mewajibkan hotel, restoran, pasar modern/swalayan untuk mengutamakan pemanfaatan produk hasil industri lokal. Informasi tersebut disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Agung Sutha, Rabu (12/6) kemarin. Lebih detail, Agung Sutha menjelaskan, surat edaran tersebut berisikan empat poin penting yang ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Bali, Kepala OPD Provinsi Bali, Ketua MUDP, Ketua PHDI,
Agung Sutha
wajib memasarkan produk pertanian minimal 60 persen dan produk perikanan dan industri lokal Bali minimal 20 persen dari jumlah produk yang dipasarkan. Surat edaran juga mengatur harga pembelian langsung dari petani, kelompok pembudi daya ikan dan perajin lokal Bali minimal 20 persen di atas biaya produksi dan dibayar tunai. Jika ditunda, pembayaran akan dilakukan melalui Perusahaan Daerah Provinsi Bali. Pada poin keempat surat edarannya, Gubernur Koster mengajak masyarakat untuk membangkitkan kebanggaan terhadap pemanfaatan produk lokal Bali dengan slogan ‘’Cintailah Produk Dalam Negeri, Gunakanlah Produksi Daerah Sendiri’’. (kmb)
Senator Wedakarna Minta Pihak Gereja Adakan Sosialisasi Transparan kepada Warga Adat ANGGOTA DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III menindaklanjuti aspirasi warga Batandep, Pemecutan, Denpasar Utara terkait dengan dugaan maladministrasi pengajuan izin rencana pembangunan gereja di kantor Sinode Gereja Kristen Protestan di Denpasar. Sebelumnya sejumlah warga Balun hadir beraudiensi di Kantor DPD-RI Provinsi Bali untuk menyampaikan aspirasi terkait dengan masalah rencana pembangunan gereja. Menurut juru bicara warga, A.A. Ngurah Aries Tadiputra, sesungguhnya keresahan krama adat Hindu, khususnya warga adat di wilayah setempat, dimulai sejak tahun 2018. Di mana bangunan tua yang ada di Jalan Sutomo Denpasar tersebut sudah mulai dialihfungsikan sebagai gereja untuk umum, termasuk pembangunan sebuah bangunan yang dianggap sebagai pengembangan gereja. Baru-baru ini, papan nama Kantor Sinode sudah diganti menjadi nama gereja. Padahal, menurut penuturan warga asli, izin yang diajukan pihak gereja adalah renovasi kantor, bukan pembangunan tempat ibadah. Dalam kesempatan itu, Senator Arya Wedakarna (AWK) selain menerima aspirasi dari umat Hindu di Balun, juga mendengar klarifikasi dari
pihak umat Nasrani, khususnya peserta rapat termasuk penjelasan Pendeta Nengah Suama (Ketua Sinode Bali) yang menyampaikan sejarah dari keberadaan tempat dimaksud sejak awal hingga penjelasan tentang kronologi pembangunan gereja. Dalam pertemuan yang dihadiri Asisten I Wali Kota Denpasar, Kanwil Agama, Satpol PP, Dinas Perizinan, Camat Denpasar Utara, Perbekel, Klian Dinas dan Prajuru, Senator AWK memberikan pandangannya terhadap aspirasi warga adat Balun kepada dirinya sebagai anggota DPD-RI dan berupaya memberikan solusi kepada masyarakat. ‘’Saya garis bawahi, setelah mendengar aspirasi dan klarifikasi dua pihak, sebenarnya warga Balun tidak ada maksud untuk menolak gereja. Karena membangun tempat ibadah adalah hak dari semua agama di NKRI. Masalah di Balun ini muncul karena murni teknis administrasi, baik pengajuan proses perizinan dan juga adanya oknum pemerintahan terbawah yang diduga tidak netral. Ini bisa diselesaikan dengan baik asal semua transparan. Saya menilai proses sosialisasinya juga tidak berjalan dengan baik karena harus melibatkan seluruh komponen warga. Tidak sekadar dilakukan secara terbatas dan tertutup. Maka dari itu, saya minta se-
mua pihak instrospeksi diri. Semuanya murni masalah miskomunikasi, dalam hal perizinan yang ada,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Begitu juga pihak dari Pemerinah Kota Denpasar sudah menyampaikan informasi terkait dengan penghentian sementara pembangunan gedung lantai dua yang diduga akan digunakan sebagai gereja karena belum memperoleh izin. ‘’Pemkot Denpasar, sesuai dengan UU tentu harus menegakkan aturan. Kita minta semua pihak menghormati aturan dan UU di NKRI. Jika umat Kristen ingin mendirikan gereja maka silakan penuhi syarat SKB 2 Menteri yang ada, termasuk memenuhi syarat pengumpulan KTP bagi warga pengguna tempat ibadah dan juga warga sekitar. Syarat penyanding juga harus dilampirkan apa adanya. Jangan ada pemalsuan dokumen karena sudah masuk ranah UU pidana, termasuk lakukanlah sosialisasi dengan baik. Ajak bicara tokoh adat dan sampaikan apa adanya. Saya ingatkan agar aparat pemerintah di bawahnya jangan berat sebelah. Saya kira agak kurang etis jika ada pejabat yang justru turun tangan sampai mengumpulkan tanda tangan yang dikhawatirkan menimbulkan fitnah. Mohon segera selesaikan dengan baik,’’ pinta Gusti Wedakarna. Hasil akhir dari Rapat Den-
Bali Post/ist
DILINDUNGI - Burung elang dilindungi ini diamankan di rumah Winata di Jalan Nusa Indah Gang IV, Denpasar Timur. Burung tersebut dititipkan di BKSDA Bali,’’ kata mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama warga Batandep, Pemecutan, Denpasar Utara dan bersama pihak Sinode Gereja Kristen Protestan usai RDP di Kantor Wali Kota Denpasar. gar Pendapat (RDP) DPD-RI Bali ini menyimpulkan beberapa hal yakni meluruskan isu bahwa tidak ada penolakan warga lokal terhadap gereja. Warga adat menuntut proses sosialisasi yang transparan, baik oleh pihak Kantor Sinode dan aparat desa. ‘’Hari ini saya minta (rekomendasi) pihak Kantor Sinode dan umat Nasrani serta panitia pembangunan gereja agar mengulang proses perizinan dari awal
dengan didampingi aparat pemerintahan desa. Bapak perbekel bersama klian agar adakan proses sosialisasi dengan baik dan libatkan semua warga dan tokoh. Silakan ikuti mekanisme aturan yang ada di bawah Pemkot Denpasar dan SKB 2 Menteri. Tiang akan kawal kasus ini agar tidak melebar menjadi isu SARA,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. (ad251)
Warung Global
Pecalang Mesti Diberikan Pemahaman Kamtibmas PECALANG sebagai satuan pengamanan tradisional dalam menjalankan tugas pengamanan tidak boleh sembarangan atau arogan. Terlebih, saat ini fungsi dan tugas pecalang sudah jelas diatur pada Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Seperti apa pendapat Kawan Global dalam dialog interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Berikur Rangkuman selengkapnya.
huruf a Undang-undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Ketua PHRI Provinsi Bali, Ketua Aprindo dan Ketua Asosiasi Catering Provinsi Bali. Pada poin pertama, semua pihak diminta bersama-sama menyosialisasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan Pergub Nomor 99 Tahun 2018. Berikutnya pada poin kedua, seluruh jajaran pemerintah daerah agar memprioritaskan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali pada berbagai kesempatan acara dan kegiatan yang dilaksanakan. Sedangkan poin ketiga terdiri dari tiga hal yaitu hotel dan restoran diwajibkan memanfaatkan produk pertanian dan perikanan minimal 30 persen serta produk industri lokal Bali minimal 20 persen dari kebutuhannya. Sedangkan pasar modern/swalayan
Gelar RDP Aspirasi Warga Balun Terkait Status Kantor Sinode
Penjual Burung Langka Ditangkap Denpasar (Bali Post) Anggota Unit IV Satreskrim Polresta Denpasar menemukan hewan langka dan dilindungi yaitu satu ekor burung elang jenis ular bido umur 1 tahun. Burung tersebut ditemukan di Jalan Nusa Indah Gang IV, Denpasar Timur, tepatnya di rumah I Komang Gede Winata (23), Selasa (28/5) lalu. Winata menjual burung tersebut lewat medsos karena kepepet uang. ‘’Setelah mengamankan burung tersebut, penyidik mendalami kasus ini dan berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Bali. Oleh karena itu, kasus ini baru bisa dirilis hari ini (kemarin),’’ tegas Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan didampingi Kanit IV Iptu M. Reza Pranata, Rabu (12/6) kemarin. Menurut Arta Ariawan, petugas mendatangi TKP pukul 10.00 Wita. Awalnya pelaku memasarkan satwa langka itu melalui facebook dengan nama akun WINATA NAG NUSAINDAH milik pelaku. Pada akun itu pelaku men-share foto satwa dilindungi tersebut dan dipromosikan ke beberapa grup jual beli yang terdapat di medsos. Salah satunya adalah grup Kicaumania. ‘’Setelah ditelusuri akun facebook tersebut diketahui milik I Komang Gede Winata dengan alamat Jalan Nusa Indah Gang IV nomor 4, Denpasar Timur,’’ ungkapnya. Saat dilakukan pengecekan ke alamat tersebut, burung tersebut terikat di halaman tengah rumah pelaku. Saat diperiksa, Winata mengaku membeli elang secara online seharga Rp 1,5 juta. Karena dia butuh uang, maka burung itu dipasarkan dengan harga yang sama. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan di Polresta Denpasar untuk dilakukan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut. ‘’Pelaku melanggar pasal 40 ayat (2) junto pasal 21 ayat (2)
5
Menurut Bima Sena di Gianyar, sebagai pecalang harus mempunyai kerendahan hati dalam melaksanakan tugas sebagai suatu pelayanan. Pecalang berasal dari kata ‘’celang’’ yang berarti waspada. Sebagai pecalang merupakan suatu pengabdian. Eksistensi pecalang
tidak dapat dilepaskan dari struktur dan fungsi desa pakraman sebagai lembaga masyarakat Hindu di Bali. Febri di Denpasar menilai sebuah tradisi yang bagus. Mesti dijaga dan tetap dilindungi. Pecalang juga menjadi objek wisata karena hanya ada di Bali. Pecalang
jangan arogan, tetapi mesti berprilaku sopan santun. Selama ini, pecalang tidak arogan, tetapi harus tegas dalam menjalankan tugas sosial. Menurut Werda di Tegallalang, memang semestinya demikian. Dalam perekrutan pecalang mesti dicari pribadi yang baik dan bisa menjalankan tugas kepecalangan. Selain itu, pecalang juga harus memahami aturan berlalu lintas agar semuanya berjalan lancar. Sementara Bhaskara di Singaraja menyebutkan peranan pecalang ini mengedepankan nilai-nilai
luhur adat dan agama Hindu. Untuk itu, pecalang agar diberikan pelatihan untuk meningkatkan wawasan tentang tugas dan fungsinya di desa pakraman serta diberikan pemahaman mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat. Budiada di Tabanan mengatakan setiap pelaksanaan upacara adat di Bali, khususnya yang melibatkan khalayak orang banyak selalu melibatkan pecalang. Keamanan wilayah desa pakraman dilakukan pecalang. Tugas pengamanan dalam hubungannya dengan tugas adat dan agama. (dika)
OPINI
6
Kamis Wage, 13 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Tantangan Sejahterakan Rakyat SEBENARNYA atau idealnya, visi politik itu tidaklah berubah. Semestinya dan memang harus sama, meskipun gonta-ganti pemimpin yang berkuasa. Visinya adalah: menyejahterakan rakyatnya dalam arti luas. Itu saja. Yang berubahubah adalah taktik serta strateginya, tergantung situasi saat itu. Karena kondisi negara selalu berubah ada dinamikanya, tantangannya berbeda setiap zaman. Itu makanya setiap zaman ada pemimpinnya, dan setiap pemimpin ada zamannya. Itu dalam konteks pemimpin yang menonjol. Sedangkan bagi yang biasa-biasa saja, atau medioker, tidak terlalu mentereng dalam catatan sejarah. Tidak monumental karena karyanya juga tidaklah terlalu fundamental. Sekadar numpang lewat atau hanya mengisi kekuasaan. Tetapi mengapa selalu ada visi serta misi yang ditekankan kepada setiap perhelatan pergantian kepemimpinan? Atau pemilihan jabatan politik baik di tingkat nasional maupun daerah? Apakah itu pemilihan presiden, gubernur, bupati, atau wali kota? Jawabannya barangkali hanya sederhana. Hanya untuk mengingatkan. Membuka mata lebih lebar dari calon pemimpin bahwa menjadi orang nomor satu itu mesti visinya jelas, menyejahterakan rakyat yang dipimpinnya. Sejahtera dalam konteks ekonomi, budaya, politik, keamanan, sosial dan sebagainya. Itu harus. Itu digariskan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Celakanya, sering kali di tengah perjalanan, para penguasa ini lupa dengan visi-misi utamanya. Mereka cenderung mengejar keuasaan untuk kekuasaan itu sendiri. Mengalokasikannya untuk kepentingan diri sendiri, kelompok, dan partai politik di mana dia berasal serta partai politik lain yang ikut dalam koalisi yang mengusungnya. Maka dari itu, sering kali pula, banyak pemimpin yang tersandung hukum. Kalaupun tidak, dia justru tersandung oleh tindakannya sendiri yang melenceg dari janjijanji semula. Dia mulai kehilangan dukungan masyarakat yang dulunya berharap banyak. Hal ini semakin tidak terarah lagi manakala antara eksekutif dan legislatif yang diharapkan sebagai penyeimbang justru ikut larut dalam skenario ini. Skenario mereka sama-sama lupa visi semula. Berkuasa untuk kepentingan rakyat. Rakyat yang memilihnya atau berada dalam koridor pemilihnya maupun yang tidak. Kerap terjadi, ada semacam aksi ‘’balas dendam’’ seorang pemimpin kepada masyarakat yang pada saat pemilihan tidak memilihnya. Mereka cenderung akan kesulitan mendapatkan bantuan ataupun fasilitas pembangunan yang semestinya mereka terima. Ini tentu menyalahi visi seorang pemimpin. Semestinya dia melakukan pendekatan, taktik, dan strategi bagaimana dia masuk ke kantong masyarakat yang dulu tidak memilihnya. Ini sebuah keharusan karena pemimpin itu mesti mengayomi seluruh masyarakat. Diingatkan agar pemegang kekuasaan tidak salah jalur atau melupakan jalur utamanya. Saling mengingatkan serta koreksi bersama secara bertanggung jawab. Dengan demikian, visi utama untuk menyejahterakan rakyat dalam arti luas akan lebih terjaga.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Harapan pada Pesta Kesenian Bali 2019 Bali Era Baru tahun ini akan tercermin dalam pawai Pesta Kesenian Bali 2019. Setidaknya itulah harapan masyarakat Bali saat Bali membangun peradabannya dengan tetap berpihak pada budaya lokal di tengah menguatnya teknologi komunikasi. Kini, nyaris semua kehidupan dikuasai aktivitas berteknologi sehingga ruang untuk mengapresiasi budaya dan tradisi lokal nyaris menipis. Namun, harapan masyarakat Bali untuk menyatu dan kembali tumbuh sesuai jati dirinya kini bangkit lagi. Apresiasi terhadap gebrakan Gubernur Bali Wayan Koster dalam membangun Bali Era Baru dengan spirit budaya dan ajaran Hindu hendaknya didukung dengan penuh hati. Setidaknya, saya berharap Pesta Kesenian Bali yang pertama pada era Gubenur Koster ini benar-benar memberikan ruang kepada masyarakat Bali mencintai budayanya. Salah satunya dengan memberikan ruang pameran gratis bagi peserta UMKM adalah langkah cerdas. Artinya, ada saatya pemerintah hadir untuk memberikan keringanan kepada masyarakatnya untuk berpartisipasi. Tentunya, yang lain saya harapkan adanya ruang yang lebih terbuka bagi seniman Bali untuk bisa merasakan pentas di panggung Arda Candra Taman Budaya Denpasar. Hal lain yang saya harapkan agar pawai Pesta Kesenian Bali ini benar-benar bisa dinikmati masyarakat secara luas meskipun tidak bisa hadir di jalur pawai. Setidaknya, ada tayangan di Bali TV yang bisa kami akses dari pedesaan. Terlebih pesta kesenian ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi, yang baru-baru ini telah didukung penuh masyarakat Bali. Mudah-mudahan PKB 2019 berjalan lancar dan menghibur masyarakat Bali. Ni Putu Purnaminingsih Gianyar, Bali
Aktualisasi Pancasila dan Visi Politik Judul tulisan yang ekstrem ini merupakan kutipan dari buku Negara Paripurna ‘’Historis, Rasionalitas, dan Aktulisasi Pancasila’’ yang ditulis oleh Yudi Latif, mengutip tulisan Kuntowijoyo yang menyampaikan bahwa proses Radikalisasi Pancasila diperlukan dalam arti revolusi gagasan, demi membuat Pancasila tegar, efektif, dan menjadi petunjuk bagaimana negara ini ditata kelola dengan benar. Proses radikalisasi itu dimaksudkan untuk membuat Pancasila menjadi lebih operasional dalam kehidupan dan ketatanegaraan, dan sanggup memenuhi kebutuhan praktis atau pragmatis dan bersifat fungsional.
Oleh Ray Misno
R
adikalisme Pancasila yang dimaksudkannya ialah (1) mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara, (2) mengembangkan Pancasila sebagai ideologi menjadi Pancasila sebagai ilmu pengetahuan, (3) mengusahakan Pancasila memiliki konsistensi dengan produk-produk perundangan, koherensi antarsila, dan korespondensi dengan realitas sosial, (4) Pancasila yang semula hanya melayani kepentingan vertikal (negara) menjadi Pancasila melayani kepentingan horizontal, dan (5) menjadikan Pancasila sebagai kritik kebijakan negara. Radikalisasi Pancasila diperlukan karena kehidupan publik kita selama ini cenderung menampilkan nilai-nilai buruk. Praktik politik di negeri ini telah direduksi sekadar menjadi perjuangan kuasa (demi kuasa) ketimbang sebagai proses pencapaian kebijakan bersama. Politik dan etika terpisah, seperti terpisahnya min-
yak dan air. Akibatnya, kebajikan dasar kehidupan bangsa, seperti keberadaban, responsibilitas, keadilan, dan integritas runtuh. Selanjutnya disebutkan oleh Yudi Latif bahwa kehidupan kebangsaan yang mendera saat ini begitu luas cakupannya dan
sangat dalam penetrasinya. Mohandas K. Gandhi menengarai adanya ancaman yang mematikan dari ‘’tujuh dosa sosial’’, yaitu politik tanpa prinsip, kekayaan tanpa kerja keras, perniagaan tanpa moralitas, kesenangan tanpa nurani, pen-
Kita perlu visi politik baru, visi yang mempertimbangkan kenyataan bahwa krisis nasional ini berakar jauh pada krisis moralitas dan etos yang melanda jiwa bangsa. Suatu usaha penyembuhan perlu dilakukan dengan memperkuat kembali fundamen etis dan karakter bangsa berlandaskan dasar falsafah dan pandangan dunia bangsa Indonesia sendiri.
didikan tanpa karakter, sains tanpa humanitas, dan peribatan tanpa pengorbanan. Ketujuh dosa tersebut sekarang seakan menjadi warna dasar kehidupan bangsa. Kehidupan kota (polis) yang mestinya menjadi basis keberadaban (madani) terjerumus ke dalam apa yang disebut Machiavelli sebagai ‘’kota korup’’ (citta corrottisima). Di republik korup ini, persahabatan madani sejati perlu dibangun. Tiap warga jangan berlomba mengkhianati bangsa dan sesamanya, bangun rasa saling percaya. Hukum dan institusi hendaknya mampu meredam penyalahgunaan kekuasaan (korupsi), ketamakan dan hasrat meraih kehormatan rendah merajalela, kebaikan dimusuhi, kejahatan diagungkan. Akutnya krisis yang kita hadapi mengisyaratkan bahwa untuk memulihkannya, kita memerlukan radikalisasi Pancasila. Kita perlu visi politik baru, visi yang mempertimbangkan kenyataan bahwa krisis nasional ini berakar jauh pada krisis moralitas dan etos yang melanda jiwa bangsa. Suatu usaha penyembuhan perlu dilakukan dengan memperkuat kembali fundamen etis dan karakter bangsa berlandaskan dasar falsafah dan pandangan dunia bangsa Indonesia sendiri. Ibarat pohon, sejarah perkembangan bangsa yang sehat tidak bisa tercerabut dari tanah dan akar kesejarahannya, ekosistem sosial budaya, sistem pemaknaan (signification), dan pandangan
Jangan Mendoktrin Anak Mengejar Ranking DI BEBERAPA wilayah di Indonesia, baru saja melewati prosesi penerimaan Laporan Hasil Belajar anak-anak kita selama satu semester genap ini. Sedangkan di beberapa wilayah lain, termasuk Bali, hal tersebut akan dilaksanakan pada akhir minggu ini. Prosesi penerimaan Laporan Hasil Belajar merupakan penanda berakhirnya kegiatan selama satu tahun pelajaran. Fenomena di lapangan dalam setiap akhir semester, biasanya adalah ramainya media sosial dengan postingan rapor anak-anak kita oleh para orangtuanya. Selain itu, di sekolah sebagian siswa meminta wali kelas menerbitkan hasil perankingan dengan alasan diminta oleh orangtuanya. Hal ini sah-sah saja, tidak ada yang salah memang, tetapi sudahkah kita sebagai orangtua memahami dan menyadari proses perankingan anak sudah tidak diberlakukan lagi di kurikulum pendidikan yang diikuti anak-anak kita? Ya, jangankan di Kurikulum 2013, dari Kurikulum 2006 pun proses perankingan sudah mulai ditiadakan. Dari rapor Kurikulum 2006 yang masih ditulis tangan hingga sekarang di Kurikulum 2013 yang menggunakan rapor cetak berbasis aplikasi E-Raport tidak ada kolom ranking yang disediakan. Jadi, kenapa kita sebagai orangtua terus menuntut anak memiliki ranking? Semisal jika anak kita tidak mendapat ranking, apakah berarti anak tersebut bodoh? Ada dua kubu yang memiliki pemahaman berbeda terhadap sistem pemberian ranking di tingkat sekolah. Yang pro menyatakan dengan pemberian ranking akan memberikan dorongan kepada anak untuk belajar lebih giat, sedangkan yang kontra berpandan-
Oleh Ika Desi Budiarti, M.Pd. gan akan ada siswa yang merasa tidak dihargai usahanya selama proses belajar, karena yang terlihat hanya yang mendapat ranking. Dua kubu ini memiliki sudut pandang yang sama benarnya. Nah sekarang, kita lihat esensi dari peniadaan ranking di kurikulum yang diberlakukan di Indonesia, yang sejatinya berdasarkan kepada alasan apakah kita akan membiasakan anak kita untuk berkompetisi atau berkolaborasi? Usia sekolah adalah usia anakanak seharusnya lebih banyak belajar bekerja sama yang positif, bekerja sama dalam suatu tim, dan bekerja sama membangun tim. Siswa belajar untuk berkolaborasi, beradaptasi, bernegosiasi, belajar mengemukakan pendapat, belajar menghargai orang lain, belajar untuk saling menghormati, dan tentunya lebih banyak berkesempatan untuk bersosialisasi dan memiliki banyak teman. Anak seharusnya tidak perlu dituntut untuk berkompetisi dengan temannya sedari dini. Anak yang tumbuh dan berkembang di masa sekolahnya melalui fase kolaborasi, pada masa dewasanya akan memiliki mental ‘’apa yang bisa saya bantu?’’ Ini poin pentingnya. Bukan hanya apa yang mereka dapatkan pada masa sekarang, tetapi apa yang bisa mereka gunakan pada masa mendatang. Saat mereka memasuki dunia kerja, mereka akan mampu bekerja sama, saling mendukung, saling menghormati untuk memajukan tempat kerjanya sehingga mereka akan memiliki kesejahteraan yang sama. Sedangkan anak yang terlalu dituntut untuk berkom-
petisi jika tidak diimbangi dengan pendidikan karakter, agama, dan penataan emosi yang mumpuni, tidak jarang akan tumbuh menjadi pribadi yang kurang suka bekerja sama, karena menganggap temannya adalah kompetitornya yang harus dikalahkan. Proses kompetisi bisa menjadi ajang menghalalkan segala cara hanya untuk menunjukkan hasil akhir yang terbaik dengan mengabaikan proses pencapainnya. Praktikpraktik kecurangan demi hasil terbaik tidak bisa dimungkiri masih marak terjadi di dunia pendidikan kita. Hal itu dilakukan hanya demi memenangkan suatu kompetisi semu. Reduksi pemahaman dari kompetisi menjadi kolaborasi dalam proses dan tujuan pendidikan anak-anak kita harus benar-benar kita pahami sebagai orangtua. Agar tidak selalu menuntut anak secara berlebihan dan malah mengabaikan kenyamanan dan kebahagiaan anak dalam menjalani masa sekolahnya. Perlu kita pahami bersama bahwa pendidikan adalah suatu proses. Jadi, saat melihat apakah anak kita berhasil dalam pendidikannya, maka fokuslah pada prosesnya, bukan hanya melihat hasil akhirnya. Saat anak tidak mendapat ranking, bukan berarti dia anak yang bodoh, tetapi lihatlah apakah anak kita mengalami peningkatan hasil belajar? Jika ya, maka sejatinya kita harus mengapresiasi anak kita bahwa dia sudah berhasil mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil belajar tersebut.
Jadi, bandingkan prestasi anak kita dengan prestasi dirinya sebelumnya, bukan dengan prestasi anak lainnya, apalagi melakukan perbandingan secara terbuka. Walaupun anak kita tidak mengalami peningkatan hasil belajar, janganlah serta merta salahkan anak, karena kemajuan proses belajar seorang anak tidak hanya bersumber dari diri anak, tetapi juga bersumber dari lingkungan sekitar anak termasuk kita orangtuanya. Lebih efektif melakukan diskusi dengan anak apa yang akan dilakukan bersama antara orangtua dan anak untuk meningkatkan hasil belajar anak semester selanjutnya. Jadi, sebagai orangtua memang sebaiknya kita jangan mendoktrin anak dengan menuntut ranking. Karena kurikulum yang diberlakukan untuk anak kita pun meniadakan sistem ranking dengan tujuan agar sekolah tidak hanya menjadi ajang kompetisi yang mengarah ke individualisme. Negara kita saat ini membutuhkan generasi penerus yang mampu bekerja sama, berempati tinggi, jujur, bertanggung jawab yang tidak hanya cerdas secara kognitif tetapi juga secara spiritual dan emosional, bukannya generasi penerus yang saling jegal, saling menjatuhkan, dan berkompetisi dengan menunjukkan kejelekan kompetitornya demi terlihat paling baik. Tugas kita sebagai orangtua adalah menemani anak agar nyaman pada masa sekolahnya hingga mampu mengajegakan karakter-karakter positif tersebut hingga anak dewasa kelak. Dan terakhir, jangan lupa apresiasi sekecil apa pun usaha yang telah mereka lakukan.
dunianya sendiri. Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa sebagai dasar dan tuntunan bernegara dengan mempertimbangkan aspek-aspek itu, melalui usaha penggalian, penyerapan, kontekstualisasi, rasionalisasi, dan aktualisasinya dalam rangka menopang keberlangsungan dan kejayaan bangsa. Akibat keteledoran, ketidaktaatan, dan penyelewengan atas nilai-nilai Pancasila oleh bangsa sendiri, pelan-pelan timbul kegelapan dalam rumah kebangsaan. Lantas, anak-anak negeri berusaha mencari kunci jawaban atas persoalan negerinya dan mengupayakan dari luar ‘’rumah’’, pada tempat-tempat yang tampak terang benderang. Seseorang bertanya kepada mereka, ‘’Apa gerangan yang kalian cari?’’ Anak-anak negeri itu pun menjawab, ‘’Kunci rumah.’’ ‘’Memangnya di mana hilangnya kunci itu?’’ Jawabannya, ‘’Di dalam rumah kami sendiri.’’ Lantas, ‘’Mengapa kalian cari di luar rumahmu?’’ Jawabannya, ‘’Karena rumah kami gelap.’’ Kunci jawaban atas krisis kebangsaan itu sesungguhnya bisa ditemukan dari falsafah dan pandangan hidup negara Indonesia sendiri, yang diperlukan adalah mengikuti cara Soekarno, yaitu menggali kembali mutiara yang terpendam itu, mengargumentasikan, dan mengkontekstualisasikan dalam kehidupan semasa, dan mengupayakan aktualisasinya dalam kehidupan masa kini dan masa depan. Penulis, staf pengajar di Stispol Wira Bhakti
POJOK Wujudkan pariwisata berkelanjutan, kepala daerah mesti duduk bersama. - Bersama-sama membangun Bali. *** Kebijakan peme-rintah pusat se-ring menjadi kendala penyelamatan Bali. - Lebih gawat kalau pesanan investor. *** Jelang sidang gugatan hasil pilpres, MK jamin tak ada yang bisa intervensi. - Termasuk pengerahan massa.
Penulis guru matematika di SMAN 2 Mengwi
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Wage, 13 Juni 2019
TABANAN
Bali Post/bit
LARANGAN - Papan larangan di beberapa titik telah dipasang agar wisatawan tidak mendekati perairan.
Pengadaan Mobil Dinas Bupati Dianggarkan Rp 1,9 Miliar Tabanan (Bali Post) -
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Tabanan akan melakukan pengadaan mobil dinas Bupati. Tak tanggung-tanggung, anggarannya mencapai Rp 1,9 miliar, untuk satu unit mobil jenis Toyota Alphard. Pada situs resmi LPSE Tabanan, tercantum daftar paket kendaraan dinas bermotor perorangan. Di sana tertera paket belanja modal peralatan dan mesin-pengadaan kendaraan dinas bermotor dengan sumber dana APBD. Pagunya mencapai Rp 1.943.350.000 dan nilai har-
ga perkiraan sendiri (HPS) senilai Rp 1.853.600.000. Proses lelang yang batas pendaftarannya sampai 17 Juni tersebut masih tahap pascakualifikasi. Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti ketika dikonfirmasi membenarkan,
tahun ini, pemkab melakukan pengadaan kendaraan operasional kedinasan. Kendaraan itu diperuntukkan kepada pimpinan daerah dalam hal ini Bupati. ‘’Ya benar, kendaraan dinas untuk Bupati. Kalau untuk Wakil Bupati sudah ada,’’ ujarnya, Rabu (12/6) kemarin. Dikatakannya, pengadaan
kendaraan dinas ini sebenarnya untuk menunjang operasional mengingat Bupati Tabanan tidak memiliki kendaraan dinas. ‘’Kalau sebelumnya, beliau menggunakan kendaraan pribadi,’’ ungkapnya. Budiarti menjelaskan, nilai Rp 1,9 miliar itu baru anggaran pagu dan belum ada pemenang tender. ‘’Itu baru pagu, kita belum bisa menentukan angka pasti karena belum ada pemenang,’’ ucapnya. (kmb28)
Ziarah Rombongan Momentum Hormati Jasa Pahlawan Tabanan (Bali Post) Kodam IX/Udayana melaksanakan Ziarah Rombongan ke Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan, serangkaian HUT ke-62 Kodam IX/Udayana, Rabu (12/6) kemarin. Ziarah dipimpin langsung Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. dan diikuti sekitar 300 personel. Rombongan ziarah terdiri dari peleton Gabungan Pamen Jajaran Kodam IX/ Udayana, peleton Pama Jajaran Kodam IX/Udayana, peleton Korps Wanita TNI AD (KOWAD), Kompi Gabungan BA/TA Tanpa Senjata Satdisjan Se Garnisun Denpasar, peleton Satsik Ajendam IX/Udayana, peleton Korpri Putra dan Putri Satdisjan Kodam IX/ Udayana dan peleton Persit KCK PD IX/Udayana. Pada kegiatan tersebut, Pangdam meletakkan karangan bunga di Candi Induk dilanjutkan tabur bunga diikuti para
pejabat dan peserta Ziarah Rombongan di seluruh pusara para pahlawan. Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto di sela-sela acara menyampaikan, Ziarah Rombongan ini merupakan momentum tepat untuk memberikan penghormatan sekaligus mengenang jasajasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ‘’Sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus memberikan penghormatan yang layak untuk para pahlawan yang telah mendahului, serta sekaligus memohon restu untuk mewarisi jiwa patriotisme dan kepahlawanan beliau untuk melanjutkan perjuangannya,’’ ucapnya. Selain itu, ziarah memiliki arti penting, sebagai bukti kebesaran jiwa bangsa Indonesia. Sebab, bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai para pahlawannya.
Bali Post/ist
ZIARAH - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. saat melaksanakan Ziarah Rombongan di Taman Makam Pahlawan Pancaka Tirta Tabanan. Para pejabat teras Kodam IX/Udayana yang hadir antara lain Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Irdam IX/Udayana, Danrem 163/WSA, Danrindam IX/ Udayana, Kapok Sahli Pangdam, para Perwira Staf Ahli Pangdam, para Asisten Kas-
dam IX/Udayana, LO AL, LO AU, Danlanal Denpasar, Danlanud Ngurah Rai, para Komandan/Kabalak Kodam IX/Udayana, Persit KCK PD IX/Udayana serta diikuti prajurit TNI dan Pegawai Negeri Sipil jajaran Garnizun Denpasar. (kmb)
7
Gelombang Tinggi Masyarakat Diimbau Tak Beraktivitas di Pantai
Tabanan (Bali Post) Gelombang tinggi sebenarnya sudah diprediksi sejumlah nelayan dengan berbekal ramalan satelit cuaca. Fenomena ini pun sudah kerap terjadi. Hanya, ketinggian ombak tahun ini tidak bisa diprediksi. Hal itu disampaikan Ketua DPC HNSI Tabanan, Arsana Yasa. Arsana Yasa menyebutkan, pihaknya sudah memberikan imbauan baik melalui pesan singkat maupun lisan agar hingga Jumat (14/6) besok, seluruh nelayan laut selatan Bali - Jawa, agar tidak melaut. Pihaknya juga mengimbau nelayan mengamankan alat tangkap serta menjauhkan jukung dari pantai, karena menjelang Purnama, akan terjadi gelom-
bang pasang. Begitu pula kepada masyarakat umum, Arsana Yasa juga mengimbau agar jangan bermain atau mandi di pantai selatan. ‘’Bahaya, ombak besar dengan arus kuat akan datang sewaktu-waktu. Kemarin (Selasa -red) puncaknya 4 sampai 5,5 meter, Rabu ini turun ke 4 meter, Jumat turun ke 3 meter,’’ terangnya Rabu (12/6) kemarin. Ia juga meminta masyarakat lebih waspada membaca kondisi alam yang kurang bersahabat akhir-akhir ini. ‘’Ada baiknya masyarakat tidak mengunjungi tempat-tempat di tepi pantai,’’ ujarnya. Kewaspadaan terhadap gelombang tinggi juga menjadi perhatian petugas keamanan di objek wisata
Tanah Lot. Hal ini mengingat ketinggian gelombang di Tanah Lot mencapai 4 meter. Wisatawan pun dibatasi untuk ke bibir pantai. Pihak pengelola juga memasang tanda dan bendera merah dilarang melintas. Salah satu life guard Tanah Lot, I Wayan Buda Kertiasa, mengatakan gelombang saat ini sudah mulai turun karena pada Selasa (11/6) lalu, ketinggian sampai mencapai 6 meter. Sementara itu, Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan, gelombang tinggi tidak memengaruhi kunjungan wisatawan. Hanya, pihaknya bersama petugas kepolisian dan manajemen tetap harus siaga. (kmb28)
PENGUKUHAN - Suasana pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kelating 2019-2024.
Dikukuhkan, Prajuru Adat Desa Pakraman Kelating 2019-2024 SETELAH melalui musyawarah mufakat, empat orang prajuru adat Desa Pakraman Kelating Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan periode 2019-2024, akhirnya dikukuhkan oleh Majelis Madya Desa Pakraman Tabanan, Rabu (12/6) kemarin, di Wantilan Pura Dalem desa adat setempat. Pengukuhan Bendesa dan prajuru Desa Adat Kelating 2019-2024 diawali dengan upacara mapekeling di Pura Tri Kahyangan. Sebagai Bendesa Adat dipercayakan kepada I Dewa Made Maharjana, Petajuh atau Wakil dijabat I Made Bajera, Sekretaris Drs. I Made Sembah, dan Bendahara Dewa Putu Suadnyana. Dengan pengukuhan ini, bendesa dan prajuru baru ini selanjutnya bertanggung jawab atas segala tugas adat untuk menjaga kelestarian Desa Adat Kelating selama periode tahun 2019 sampai 2024. Ketua Panitia Pemilihan Bendesa I Nyoman Jagra menyampaikan, selama empat bulan proses penjaringan calon Bendesa Adat Kelating dan setelah dilakukan sosialisasi ke banjar-banjar, hanya muncul calon tunggal atas nama I Dewa Made
Maharjana. Setelah melalui proses masyarakat mufakat, calon tersebut mendapat dukungan enam banjar di Desa Adat Kelating yakni Banjar Dauh Jalan, Banjar Dangin Jalan, Banjar Dukuh, Banjar Dangin Pangkung, Banjar Sangging, dan Banjar Pande. Jumlah warga 670 kepala keluarga (KK). Bendesa Adat Kelating periode 2014-2019 Drs. I Wayan Suaba, MBA. berpesan agar prajuru desa yang baru bisa mengemban tugas mulia sesuai pengapti desa pakraman, seperti dalam hal pembangunan fisik dan spiritual. Pembangunan fisik dan spiritual diharapkannya bisa seimbang. ‘’Jalin kerja sama yang baik antara prajuru adat maupun dinas demi keseimbangan pembangunan di desa,’’ ucapnya. Ia juga berharap agar prajuru yang baru bisa melanjutkan program pembangunan Balai Serbaguna Desa Kelating, dan melengkapi pembangunan Pura Segara. Selain itu, program pasraman dan pembinaan anak muda diharapkan tetap dikembangkan. Usai dikukuhkan, Bendesa Adat Kelating 2019-2024 I Dewa Made Maharjana menyatakan siap mengemban
kepercayaan masyarakat dalam melanjutkan pembangunan di desa adat. Salah satu program yang akan difokuskannya yakni dalam bidang pawongan berupa meningkatkan ekonomi kerakyatan. Dalam hal ini, Desa Adat Kelating memiliki potensi wisata dan telah memiliki Badan Pengembangan Pariwisata Desa sehingga diharapkan mampu berperan besar terhadap pengembangan sektor pariwisata desa setempat. ‘’Sekarang mau bentuk lagi Pokdarwis. Karena perda baru, saya lihat desa adat diharuskan membuat baga utsaha pikolih desa adat. Itu akan kita dorong, dan para yowana akan kami petakan dan diberikan penyuluhan dan diklat untuk bisa diserap di dunia kerja,’’ terangnya. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Tabanan I Wayan Tontra menekankan, prajuru adat desa yang baru dikukuhkan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya agar berpegang pada pararem dan awig-awig. Ia juga meminta agar prajuru meningkatkan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan krama dalam tiap program pembangunan di desa pakraman. (ad248)
BULELENG
8 Pemkab Segera Tindak Lanjuti Hotel dan Restoran Tak Terpungut Pajak Singaraja (Bali Post) – Temuan adanya 91 hotel dan restoran yang tidak dapat dipungut Pajak Hotel dan Restoran (PHR) cukup membuat Pemkab Buleleng gerah. Dalam waktu dekat ini, pemkab akan menindaklanjuti temuan puluhan usaha perhotelan dan restoran itu, untuk selanjutnya agar bisa dipungut pajak. Salah satu langkah yang akan ditempuh yakni menetapkan usaha tersebut agar terdaftar dalam Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). Gagasan untuk segera merespons piutang PHR itu dibenarkan Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. usai sidang paripurna di gedung DPRD Buleleng, Rabu (12/6) kemarin. Puspaka mengatakan, puluhan hotel dan restoran yang tidak dipungut pajak itu tidak bisa dijadikan kesalahan yang dilakukan pemerintah. Ini karena menyangkut legalitas per-
izinan dan penetapan sektor usaha terdaftar dalam NPWPD, yang sama-sama memiliki kepentingan positif. Satu sisi, usaha yang legal akan memudahkan pengelolaan dan pengembangan investasi wisata. Sebaliknya, pemerintah juga penting untuk mendaftarkan usaha bersangkutan dalam NPWPD sebagai dasar untuk memungut pajak yang dititipkan para wisatawan yang berlibur atau pengunjung restoran. “Saya kira ini sama-sama menguntungkan. Sebab kalau tidak punya izin, pengusaha sendiri akan kesulitan mengembangkan investasi. Sedangkan, pemkab perlu mencatat dalam NPWPD sebagai dasar memungut pajak. Sehingga ini tidak bisa dipolitisir sebagai kesalahan pemerintah,” katanya. Meski demikian, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Buleleng ini sudah menyiapkan
langkah strategis untuk menindaklanjuti puluhan hotel dan restoran yang belum dipungut pajak tersebut. Strategi itu adalah memproses sesuai regulasi agar usaha tersebut tercatat dalam NPWPD. Selain itu, memfasilitasi pengusaha yang belum mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) serta izin operasional. Kalau dua strategi ini bisa dilakukan dengan baik, pihaknya meyakini pemerintah akan bisa memungut pajak sebagai sektor penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Catatan dalam LHP BPK terhadap APBD 2018 ini harus kita tindak lanjuti untuk kebaikan dan penyempurnaan pelaksanaan APBD kita. Jadi, tidak selalu catatan dalam LHP itu kesannya tidak baik. Yang sudah baik saja kita terus sempurnakan, apalagi yang belum. Tentu kita harus perbaiki, baik kami di eksekutif maupun di legislatif,” jelasnya. (kmb38)
Kamis Wage, 13 Juni 2019
Cegah Anak Putus Sekolah Disdikpora Buka Posko DO Singaraja (Bali Post) – Guna mencegah terjadinya anak SD putus sekolah, atau tidak melanjutkan ke jenjang SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng membuka posko drop out (DO). Posko ini dikoordinir masing-masing koordinator pendidikan kecamatan. Setiap posko ditugaskan menjaring lulusan SD yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Terobosan ini dilakukan sebagai komitmen menekan angka siswa DO karena permasalahan ekonomi atau sosial kemasyarakatan lainnya.
Kepala Disdikpora Buleleng Gede Dharmaja, belum lama ini mengatakan, keputusan DO yang dialami anak-anak di daerahnya bukan masalah baru. Itu sudah terjadi dari dulu. Sejalan kebijakan pemerintah daerah, Disdikpora ditugaskan untuk memerangi persoalan tersebut. Untuk itu, pembukaan posko DO di setiap kecamatan ini dinilai solusi efektif agar anak-anak yang tadinya memutuskan DO, kembali ke bangku sekolah untuk melanjutkan pendidi-
kannya. Ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas). “Disdikpora sudah menjalankan terobosan ini sebelum saya ditugaskan di Disdikpora. Dan ini upaya efektif untuk mencegah anakanak dari yang berniat akan DO kembali ke bangku sekolah untuk melanjutkan pendidikannya,” jelas Dharmaja. Menurut mantan Kepala Bappeda Litbang ini, tahun ajaran 2019/2020, posko DO akan kembali dibuka setelah pelak-
sanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Nantinya, setiap koordinator pendidikan di kecamatan ditugaskan mendata dan menelisik anak-anak yang berpotensi akan DO. Diharapkan, pelaksana di kecamatan tidak hanya menunggu ada orangtua atau pihak lain yang memberikan informasi ada anak DO, tetapi dilakukan penelusuran langsung ke sekolah-seolah di wilayah bersangkutan. Dalam tahapan ini, selain mencatat anak-anak yang terancam DO, Disdikpora juga melacak penyebab mengapa kondisi itu terjadi. Setelah diketahui penyebabnya, Disdikpora akan mengambil kebijakan mulai dari membantu perlengkapan sekolah, angkutan sekolah, dan memfasilitasi untuk mendapatkan bantuan tambahan dari partisipasi pihak ketiga melalui sumbangan tidak mengikat. “Kalau data kasar dari kelulusan UN SMP
sudah ada enam anak yang tidak lulus dan ini berpotensi DO. Setelah PPDB nanti, posko mulai dibuka dan koordinator di kecamatan ini saya minta aktif menelisik, sehingga kita dapatkan anak-anak terancam DO untuk kita sekolahkan,” ujar Dharmaja. (kmb38)
Tiga Wakil Rektor dan Direktur Pascasarjana Dilantik Undiksha Target Percepat Wujudkan Visi
TIGA Wakil Rektor (Warek) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dilantik oleh Rektor Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. Ketiga pejabat itu dipilih untuk mendampinginya membangun lembaga untuk periode 2019-2023. Para pejabat itu yakni Dr. I Gede Rasben Dantes, S.T., M.TI. sebagai Wakil Rektor I. Dia yang menggantikan Prof. Dr. Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si., sebelumnya menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK). Wakil Rektor II masih dipercayakan kepada Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. dan Wakil Rektor III dipercayakan kepada Prof. Dr. I Wayan Suastra, M.Pd. Dia yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Undiksha menggantikan Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. Sedangkan jabatan Direktur Pascasarjana dipercayakan kepada Prof. Dr. I Gusti Putu Suharta, M.Si. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan keempat pejabat itu berlangsung di Ruang Ganesha III Rektorat, Rabu (12/6) kemarin. Rektor Undikhsa Prof. Nyoman Jampel usai pelantikan mengatakan, pemilihan wakil rektor tersebut
dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan telah dipikirkan secara matang. Diharapkan ada komitmen yang sama dalam membangun lembaga, termasuk mempercepat mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah Tri Hita Karana di Asia pada tahun 2045. “Saya berharap semuanya bisa membawa Undiksha ke arah yang semakin baik. Bisa merealisasikan rencana strategis, rencana pembangunan jangka menengah maupun renop. Termasuk dalam mewujudkan visi bisa lebih cepat,” katanya. Pada jabatan periode 2015-2019, kata Jampel, telah dilakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan kualitas lembaga. Mulai dari pencanangan tahun akreditasi, tahun publikasi, tahun teknologi informasi, maupun tahun internasionalisasi at home. Empat tahun ke depan atau periode 2019-2023, dirinya sebagai rektor universitas terbesar di Bali Utara ini telah mengusung visi mewujudkan Undiksha yang unggul berlandaskan Tri Hita Karana melalui internasionalisasi dan trend center university. Mendukung hal tersebut, strategi
REKTOR - Rektor Undiksha Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. melantik tiga pejabat wakil rektor (warek) Rabu (13/6) kemarin. telah dipersiapkan. Pada tahun 20192020, dicanangkan sebagai tahun reputable international university. Programnya, yakni mengembangkan kurikulum yang berbasis KKNI dengan pengakuan internasional, meningkatkan kualitas dan kuantitas riset internasional, publikasi internasional dan konferensi internasional. Selain itu, ada pula pengembangan infrastruktur yang terstandardisasi
internasional, mereformasi tata kelola perguruan tinggi yang demokratis, humanis, dan kolaboratif berbasis layanan ubiquitous dengan pemanfaatan teknologi informasi modern. Tak kalah penting juga dilakukan menguatan dan meningkatkan SDM, baik pegawai maupun dosen yang memiliki pengakuan internasional. Sementara itu, tahun 2021-2023 dicanangkan sebagai tahun trend center
university. Programnya, menjadikan Undiksha sebagai rujukan dan role model pembelajaran nasional. Selain itu, ada pula pengembangan riset yang menjadi rujukan nasional dan internasional, mengembangkan hilirisasi hasil riset berbasis rujukan dunia industri dan role model rekayasa sosial, menjadikan Undiksha sebagai rujukan publikasi dengan indeksasi individu dan lembaga yang tinggi. Penguatan SDM juga masih menjadi perhatian pada tahun ini. Ditargetkan juga bisa menjadi rujukan nasional. Di tengah persaingan yang semakin ketat, juga dikembangkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). “Ini yang harus kami kerjakan dan perlu dukungan seluruh stakeholder,” jelasnya. Jumlah warek kali ini berbeda dari sebelumnya yang sampai IV. Hal tersebut karena mengacu pada Organisasi dan Tata Kerja (OTK) lembaga. Jumlah warek salah satunya menyesuaikan dengan student body atau jumlah mahasiswa. “Kalau memang nantinya perlu ada warek IV, kami coba usulkan,” tegasnya. Sementara itu, Rasben Dantes komitmen untuk mengemban amanah sebagai wakil rektor yang menangani bidang kerja sama dan
akademik. Dirinya menginginkan Undiksha mampu sebagai sebuah rumah untuk semua masyarakat internasional. Tidak hanya bidang formal, tetapi juga nonformal. “Kami ingin masyarakat luar negeri bisa belajar tentang kebudayaan. Bisa belajar tentang lontar maupun digitalisasi,” jelasnya. Peningkatan akreditasi program studi, menurutnya, juga menjadi hal yang sangat penting untuk mendapat perhatian. “Seluruh prodi yang masih akreditasi B bisa naik menjadi A. Yang sudah A bisa terakreditasi internasional. Publikasi ilmiah juga perlu digenjot,” katanya. Warek Prof. Lasmawan juga menegaskan komitmen serupa. Hal senada juga disampaikan Prof. Suastra dan Prof. Ngurah Suharta. Keduanya sepakat mendukung pembangunan Undiksha sehingga menjadi perguruan tinggi yang semakin berdaya saing. “Saya yang menangani bidang administrasi umum, keuangan, perencanaan dan sumber daya manusia. Itu sebagai sebuah tantangan. Seiring dengan kepercayaan yang diberikan, astungkara saya bisa menjawabnya dengan kerja, kerja dan kerja, sesuai dengan sumpah jabatan,” katanya. (ad246)
GIANYAR
Kamis Wage, 13 Juni 2019
9
Kejari Bidik Dua Proyek Pemkab yang Mangkrak Gianyar (Bali Post) -
Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar mulai membidik sejumlah proyek Pemkab Gianyar yang mangkrak. Salah satunya, proyek Gedung Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Celuk dan proyek Pasar Silakarang di Jalan Singapadu, Kecamatan Sukawati. Dua proyek tersebut semestinya rampung pada akhir 2018 lalu, namun tidak kunjung rampung hingga akhirnya mangkrak. Dikonfirmasi Rabu (12/6) kemarin, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Gianyar Putu Gede Darmawan mengatakan, terkait proyek Pasar Silakarang, pihaknya mendapat pengaduan dari salah satu lembaga sosial masyarakat di Kabupaten Gianyar. Bahkan, laporan itu sudah disampaikan ke Polda Bali, dan ditembuskan ke Kejari Gianyar. “Sebetulnya, laporan ke Polda. Kami hanya ditembuskan dari LSM Garda Tipikor,” katanya. Menerima tembusan itu, Kejari Gianyar kini sedang menunggu hasil koordinasi dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP). “APIP ini di Inspektorat. Kami selaku APH (aparat penegak hokum - red) menunggu APIP. Kami sudah bersurat ke APIP. Bagaimana balasannya, nanti kami telaah lagi,” jelasnya. Darmawan menambahkan, apabila APIP menyebut proyek mangkrak itu pidana, maka Kejari Gianyar akan bergerak melakukan pemer-
iksaan. “Maka, kami akan ambil tindakan. Sekarang belum ada balasan, mungkin karena lama libur,” katanya. Sembari menantikan hasil APIP, kata Darmawan, pihaknya terus memantau perkembangan proyek pasar yang kini dibiarkan mangkrak. Pihaknya juga menerima informasi terkait pengembalian dari salah satu proyek yang mangkrak itu. “Kami dengar ada pengembalian terkait pasar. Namun, kami belum tahu, pengembaliannya itu untuk apa?” jelasnya. Darmawan menambahkan, terkait kondisi itu perlu dilihat dari progres proyek itu. Yang menjadi perhatian adalah dari proses pembayaran hingga kontrak kerja. “Pembayarannya bagaimana? Lihat juga kontraknya. Apakah uang yang dikeluarkan sesuai progres?” terangnya. Darmawan menegaskan, apabila dalam pengerjaan proyek ada selisih, maka akan terancam ke ranah pidana.
Namun, ia menegaskan masih akan mendalami proyek ini. “Kalau ada selisih, baru kami masuk. Misalnya pengerjaan 50 persen, tapi uangnya keluar 70 persen. Itu ada selisih,” ungkapnya. Apabila ada penambahan waktu kerja, kata Darmawan, perlu juga menjadi pertimbangan terkait denda. Diakuinya, masalah Pasar Silakarang ini juga sama dengan proyek Gedung IKM Celuk. “Kasusnya juga sama dengan IKM Celuk. Tapi, kami belum ada surat perintah (penanganan - red) untuk itu. Baru sebatas info,” ujarnya. Sementara itu, dalam papan proyek Pasar Silakarang ini terpampang dua nominal anggaran. Pertama, anggaran sebesar Rp 3,2 miliar dari APBD Kabupaten Gianyar tahun 2018. Kedua, anggaran sebesar Rp 4,8 miliar dari Tugas Pembantuan (TP) APBD 2018. Proyek itu dimulai 7 Agustus 2018 dengan waktu pengerjaan 140 hari kalender. (kmb35)
Papan Nama Belum Beraksara Bali
Sejumlah Instansi Mendapat Surat Teguran
Bali Post/kmb35
AKSARA - Papan nama salah satu instansi pemerintah di Gianyar yang belum dilengkapi dengan aksara Bali, Rabu (12/6) kemarin. Gianyar (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gianyar mulai menggalakkan penerapan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelestarian Aksara Bali. Khusus untuk instansi pemerintah yang belum menerapkan Pergub ini, langsung mendapat surat teguran dari Satpol PP Gianyar. Hal ini diungkapkan Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha, Rabu (12/6) kemarin. Sebagai penegak perda, kata Watha, pihaknya sudah menyasar perusahaan swasta maupun instansi pemerintahan terkait penerapan Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tersebut. “Pada dasarnya penggunaan aksara Bali yang terpampang
pada papan nama perusahaan atau instansi. Kalau swasta kita sasar vila dan hotel-hotel. Semua instansi pemerintah kita datangi untuk berkoordinasi terkait penerapannya,” ujarnya. Watha mengungkapkan, penerapan pergub tersebut sudah hampir 100 persen di Kabupaten Gianyar. Namun, ada sejumlah instansi pemerintah yang memang sedang membuat papan nama beraksara Bali, dan ada juga yang baru akan mengonsepkan papan namanya. “Masih ada instansi pemerintah yang belum menerapkan aturan ini,” katanya. Menyikapi hal tersebut, kata Watha, Satpol PP Gianyar sudah menemui masing-masing instansi terkait. Selanjutnya dilakukan
koordinasi, apa yang menjadi kendala sehingga belum diterapkan. Satpol PP Gianyar juga memberikan surat teguran yang sifatnya untuk mengingatkan. “Beberapa sudah kami kirimi surat teguran,” jelasnya. Sementara untuk perusahaan swasta seperti vila, restoran dan hotel sudah hampir semua menerapkan pergub ini. Namun, penerapan ini dilakukan dengan gaya huruf maupun latar belakang tampilan menyesuaikan dengan nama perusahaan. Berbeda dengan instansi pemerintahan yang memang diarahkan agar menggunakan latar belakang merah putih. “Kalau hotel dan vila tidak bisa kita haruskan latar belakangnya merah putih, karena mereka memiliki keyakinan dan konsep masing-masing. Yang penting menggunakan aksara Bali. Berbeda halnya dengan instansi pemerintah, sesuai Pergub itu harus berlatar merah putih dan beraksara Bali,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardi Wibowo mengakui jika kantornya memang belum mengubah papan nama instansinya, untuk dilengkapi dengan aksara Bali. Dikatakan, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan segera menerapkan pergub tersebut. “Kita masih proses pembuatan, nanti pasti akan diisi semuanya,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENERTIBKAN - Polisi sedang menertibkan sepeda motor yang parkir sembarangan di kawasan Objek Wisata Ceking, Rabu (12/6) kemarin.
Parkir Liar di Ceking Ditertibkan Gianyar (Bali Post) Jajaran kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar saat ini menggencarkan penertiban parkir liar. Seperti penertiban parkir liar kendaraan di Jalan Raya Tegallalang di seputaran Objek Wisata Ceking, Rabu (12/6) kemarin. Kendaraan yang ditertibkan petugas merupakan milik sejumlah pedagang setempat dan wisatawan yang berkunjung.
Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu Ketut Suarnata mengatakan, selama proses penertiban polisi dibantu Dishub Gianyar yang menyiagakan satu unit mobil derek. “Mobil ini untuk mengangkut kendaraan yang parkir di sekitar Objek Wisata Ceking,” jelasnya. Selama proses penertiban, kata Suarnata, sejumlah pedagang dan wisatawan asing mempertanyakan penertiban tersebut. Mereka memper-
tanyakan kenapa baru Rabu kemarin dilakukan penertiban. Padahal, sebelumnya sosialisasi sudah sering diselenggarakan di seputaran kawasan tersebut. “Sudah sering sosialisasi. Saat penertiban, petugas kembali memberikan penjelasan terkait Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan,” jelasnya.
Pada penertiban kemarin, petugas menertibkan sejumlah sepeda motor. Suarnata menegaskan, penindakan terhadap kendaraan yang parkir di kawasan terlarang ini juga merupakan laporan dari pengguna jalan yang mengeluhkan kemacetan akibat parkir liar di kawasan tersebut. “Banyak masyarakat yang mengeluhkan kemacetan panjang di area Objek Wisata Ceking,” tegasnya. (kmb35)
Yayasan Pakisoka Buka Sekolah Dasar Tunas Gama
PLAY Group dan Taman Kanak-kanak Tunas Gama School menyelenggarakan pelepasan dan pentas anak kreatif di Balai Budaya Gianyar, Rabu (12/6) kemarin. Play group dan Taman Kanak-kanak yang berada di bawah Yayasan Pakisoka ini akan membuka Sekolah Dasar Tunas Gama mulai tahun ajaran baru 2019/2020 mendatang. Pendirian sekolah dasar ini mempertimbangkan tingginya permintaan dan antusiasme orangtua untuk mendidik anak-anaknya di bawah Yayasan Pakisoka ini. Dr. A.A. Gde Raka selaku Pembina Yayasan Pakisoka menerangkan, kegiatan pelepasan dan pentas kreatif dari anak-anak di Play Group dan Taman Kanakkanak Tunas Gama School Gianyar. Kegiatan ini juga sebagai bentuk evaluasi dari penyelenggaraan pendidikan di bawah Yayasan Pakisoka itu. “Sebagai evaluasi kita sampaikan kepada orangtua murid,” katanya. Raka menambahkan, sepanjang tahun Play Group dan TK Tunas Gama School meningkat dari segi kualitas maupun kuantitas. Terbukti pada awal dibuka pada 2007 lalu hanya ada 15 anak, namun sekarang sudah sampai 250 anak. “Tiap tahun peminat terus bertambah, sampai dulu pernah menolak karena kami keterbatasan ruangan. Karena ruangan itu harus cukup dengan guru yang cukup,” ujarnya. Raka menegaskan, pihak yayasan mempunyai komitmen memberikan dukungan
PELEPASAN - Dr. A.A. Gde Raka Selaku Pembina Yayasan Pakisoka memberikan hadiah untuk anak-nak berprestasi di Play Group dan Taman Kanak-kanak Tunas Gama School dalam acara pelepasan di Balai Budaya Gianyar, Rabu (12/6) kemarin. penuh di sektor pendidikan, dari kualitas guru hingga sarana prasarana yang tepat. Bahkan pada tahun ajaran 2019/2020 ini, Yayasan Pakisoka berencana membuka pendidikan untuk Sekolah Dasar Tunas Gama. SD Tunas Gama tersebut berada di lokasi strategis yakni Jalan Astina Selatan, Gianyar. “Sebenarnya sudah sejak lama kami mandapat dorongan ini dari para orangtua, namun baru sekarang terwujud karena saya baru mendapat guru yang pantas, tentunya dengan pengalaman dan kualitas,” tegasnya. Raka menambahkan, gedung baru berlantai tiga lengkap dengan sarana prasarana untuk anak di Sekolah Dasar Tunas Gama juga sudah
disiapkan. Bahkan, dalam porses belajar di sekolah ini menggunakan ruangan ber-AC. “Percobaan tahap pertama kami mau membuka dua kelas,” katanya. Ke depan, Raka menginginkan Play Group dan Taman Kanak-kanak Tunas Gama School ini berkualitas, kemudian nyambung satu atap dengan SD Tunas Gama. “Dengan visi kami, semangat kebersamaan kita wujudkan sekolah berkualitas dalam mengembangkan anak bangsa yang cerdas, beriman, mandiri saputra yang berwawasan lingkungan,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Play Group dan Taman Kanakkanak Tunas Gama School A.A. Raka Putra menambahkan, selama ini di Play Group dan Taman Kanak-kanak
Tunas Gama School anak memang dipacu untuk bekreasi sesuai kemampuan. Oleh karena itu, dalam pelepasan Rabu kemarin, seluruh anak di lembaga pendidikan ini mengikuti pentas anak kreatif. “Pentas ini sesuai keinginan semua anak, mau nari, menyanyi dan lainnya. Kita tidak intervensi,” ujarnya. Selama ini, kata Raka Putra, pihaknya di Play Group dan Taman Kanak-kanak Tunas Gama School membuka kegiatan pendukung berupa menari, drum band dan lainnya. Dalam pelepasan Rabu kemarin, diselenggarakan belasan pementasan, dari berbagai seni yang berbeda. “Pelepasan sekarang diikuti anak-anak dari TK Besar 92 orang dan play group 17 orang,” katanya. (ad254)
JEMBRANA
10
Kamis Wage, 13 Juni 2019
PDI Perjuangan Jembrana Berpeluang Usung Paket Sendiri
Bali Post/kmb
CEK WARGA - Petugas ketika mengecek warga yang digigit anjing rabies. Korban gigitan anjing rabies telah diberikan VAR.
Lagi, Delapan Warga Digigit Anjing Rabies Negara (Bali Post) Kasus rabies makin mengkhawatirkan. Kini kasus gigitan anjing positif rabies kembali terjadi di Jembrana. Kali ini delapan orang warga yang menjadi korban. Kedelapan korban langsung diberikan VAR. Kasus gigitan anjing positif rabies tersebut terjadi, Minggu (9/6) lalu. Di mana tujuh orang warga Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Negara menjadi korban gigitan anjing rabies pada pagi hari. Sedangkan sore harinya anjing yang sama juga menggigit warga Kelurahan Lelateng, Negara. Usai menggigit delapan korbannya, anjing tersebut langsung mati. Kadis Kesehatan Jembrana dr. Putu Suasta dikonfirmasi, Rabu (12/6) kemarin, membenarkan adanya kasus gigitan anjing positif rabies tersebut. Suasta mengatakan ke delapan korban gigitan anjing, baik yang luka maupun tidak telah diberikan VAR sehingga dipastikan tidak tertular rabies. Menurutnya, anjing tersebut merupakan peliharaan I Putu MP, warga Lingkungan Tinyeb, Kelurahan Banjar Tengah, Negara. Sebelum menggigit anjing tersebut menunjukkan gejala yang tidak wajar, yakni bersembunyi di bawah mobil. Pada Minggu (9/6) sekitar pukul 09.00 Wita anjing menggigit anggota keluarga pemilik anjing yakni Ni Ketut Rai (70), I Ketut Merta (74) dan pemilik anjing serta istri dan ketiga anak pemilik anjing. Kemudian pada
sore hari, anjing tersebut menggigit I Kadek Widiardana, warga Kelurahan Lelateng, Negara. Suasta mengatakan, sore harinya setelah menggigit korban, anjing tersebut mati. Merasa curiga anjing itu rabies, pemilik anjing kemudian melapor ke desa dan diteruskan kepada petugas berwenang. Dengan adanya laporan tersebut kemudian petugas kesehatan mengambil tindakan cepat dengan memberikan VAR kepada delapan orang korban gigitan anjing. 3 orang korban gigitan diberikan VAR di RSU Negara. Sedangkan 5 korban diberikan VAR di Pukesmas 1 Negara. Menurut Suasta, petugas juga mengambil sampel otak anjing yang menggigit untuk diperiksa di BBVET Denpasar hari itu juga. Ternyata Selasa (11/6) sore hasil uji telah keluar dan dinyatakan anjing yang menggigit delapan warga tersebut positif rabies. Dikatakan Suasta, begitu ada kasus gigitan anjing, pemilik anjing segera melaporkan kepada petugas sehingga para korban cepat mendapat penanganan. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh warga agar jangan menyepelekan kasus gigitan anjing. Jika terjadi kasus gigitan anjing baik mengakibatkan luka atau tidak agar segera dilaporkan ke aparat banjar atau desa ataupun petugas terkait sehingga segera mendapat penanganan. Dengan demikian kasus rabies bisa ditekan. (kmb)
Negara (Bali Post) – Pada pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Jembrana menjadi salah satu kabupaten yang menyelenggarakannya. Sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai ancang-ancang dalam perhelatan politik di tingkat kabupaten tersebut. Termasuk di Jembrana, dengan torehan hasil pemilihan legislatif (pileg) tahun ini, PDI Perjuangan memiliki kans paling besar mengusung paket calon bupati-wakil bupati sendiri. Suara dominasi PDI-P Jembrana hingga 51 persen di kursi legislatif, membuka peluang besar partai ini seperti Pilkada 2010 dan 2015 lalu. Sedangkan parpol lain, seperti Golkar, Gerindra dan Demokrat yang perolehan suaranya mengekor di belakang PDI-P, harus berkoalisi bila ingin mengusung kandidat kepala daerah. Di PDI Perjuangan sendiri memiliki kader-kader mumpuni yang digadang-gadang mengisi paket calon bupati dan wakil bupati. Salah satu kandidat kuat adalah Kembang Hartawan sendiri yang saat ini menjabat Wakil Bupati Jembrana mendampingi I Putu Artha. Kembang yang saat ini menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana ini dinilai paling besar
peluangnya. Di samping itu juga ada kader-kader lainnya seperti I Ketut Sugiasa yang saat ini menjabat Ketua DPRD Jembrana, Ida Bagus Susrama (DPRD Jembrana), I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi WS (DPRD Provinsi Bali) serta Ni Made Sri Sutharmi (DPRD Jembrana). Para politisi PDI-P ini santer berpeluang maju. Ketua DPC PDI Perjuangan I Made Kembang Hartawan, Rabu (12/6) kemarin mengatakan, terkait pilkada, pada 2020 nanti PDIP Jembrana berpeluang mengusung paket cabup-cawabup sendiri sama seperti periode sebelum-sebelumnya. Lantas siapa paket yang akan diusung itu? Kembang yang pernah menjabat Ketua DPRD Jembrana termuda ini menjawab dengan bijak. Menurutnya, semua kader di PDI Perjuangan Jembrana memiliki peluang. Namun selaku petugas partai tetap harus mengikuti mekanisme partai. PDI Perjuangan memiliki penilaian pada kaderkader terbaiknya. Baik dilihat dari kinerja, kesejarahan partai, track record, kekaderan partai dan prestasi selama di partai. Sehingga bukan semata persoalan rebutan jabatan atau kekuasaan. “Bagi saya, tetap sabar. Hari ini
Bali Post/kmb26
Made Kembang Hartawan
kalau memang partai menugaskan saya, saya siap. Begitu juga kalau partai tidak menugaskan saya, saya juga siap. Semua ada proses. Dan saya akan mengikuti mekanisme proses itu dengan tertib dan disiplin. Apa pun hasilnya (rekomendasi) saya akan terima,” terangnya. Seperti lima tahun lalu, ketika dirinya saat itu mendaftar untuk bupati. Tetapi rekomendasi partai menugaskan dirinya menjadi
Wakil Bupati Jembrana, Kembang menerima dan tetap loyal. “Politisi harus punya kesabaran dan perlu proses panjang. Sembari terus menata diri lebih baik dan menambah wawasan. Bagi saya, sekarang ini saya fokus untuk berbuat terus untuk rakyat,” ucap Kembang. Meskipun bisa mengusung paket sendiri, namun menurutnya PDI-P membuka bagi partai-partai lain yang mau bergabung mendukung dengan persamaan prinsip. Bahkan menurutnya sudah ada beberapa pimpinan parpol di Jembrana yang telah melakukan komunikasi politik dan di antaranya memberikan dukungan. Sementara itu, KPU Jembrana belum lama ini telah mengajukan anggaran awal untuk kemungkinan lima kandidat cabup dan cawabup pada Pilkada 2020. Tiga calon dari jalur partai dan dua calon dari jalur perseorangan. “Perhitungan awal kita Rp 25 miliar, untuk lima kandidat calon,” ujar Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara beberapa waktu lalu. Jumlah usulan biaya penyelenggara KPU itu naik dibandingkan pilkada serupa di tahun 2015 lalu yakni Rp 11 miliar. Namun, dipastikan nilai anggaran yang diajukan itu terpangkas. (kmb26)
Cabuli Cucu, Kakek MW Ditangkap Polisi Negara (Bali Post) Kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Jembrana. Tepatnya di Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Perbuatan bejat itu dilakukan oleh seorang pekak (kakek) terhadap cucunya sendiri. Yang membuat miris, dari informasi korban disekap di kamar namun berhasil melarikan diri. Kejadiannya di salah satu rumah warga yang berlokasi di pinggir jalan raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Pasar, Desa Yehembang, Mendoyo sekitar tiga hari lalu. Kakek yang tega melakukan kejahatan seksual terhadap cucunya tersebut MW (57), seorang warga Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo. Pelaku diduga mencabuli Sandat (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 13 tahun. Korban yang masih duduk di kelas 6 SD ini memang tinggal bersama kakeknya di Banjar Munduk Anggrek, Desa Yehembang Kauh, Mendoyo. Sementara orangtua korban dalam keseharian tinggal di Banjar Wali, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dari informasi yang diperoleh Rabu (12/6) kemarin, MW yang berprofesi sebagai pemulung mengajak Sandat ke rumah seorang warga di Banjar Pasar, Desa Yehembang, Mendoyo yang dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang rong-
sokan dengan dalih membantu mengumpulkan rongsokan. Ketika sampai di rumah tersebut, pelaku mengajak korban masuk kamar dan menelanjangi serta mencabuli korban berulang kali. Merasa puas melampiaskan nafsu birahinya terhadap cucunya sendiri, pelaku kemudian menyekap korban di dalam kamar. Sementara pelaku pergi mencari rongsokan. Karena disekap di kamar, korban takut dan naik ke loteng agar bisa keluar dan pulang ke rumah. Korban kemudian melapor kepada orangtuanya terkait kejadian yang dialaminya. Mendapat laporan dari korban, orangtua korban dan keluarganya berang, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mendoyo. Pascalaporan dari keluarga korban, polisi telah menindaklanjuti dengan mengamankan terduga pelaku dan telah memeriksa saksi-saksi. Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Ipda Gusti Ngurah Artha Kumara dikonfirmasi seizin Kapolsek Mendoyo membenarkan adanya laporan terkait kasus tersebut. Menurutnya penanganannya diarahkan ke Polres Jembrana karena di Polsek tidak ada unit PPA. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dikonfirmasi melalui ponselnya mengaku masih ada di luar kota. Namun pihaknya akan mengecek laporan tersebut. (kmb)
Bali Post/kmb26
Fondasi Wantilan – Fondasi wantilan di Nusamara sebelum dilanjutkan hingga selesai awal tahun ini. meskipun pembangunan sudah selesai dan sempat tersendat, namun diduga masih ada permasalahan terkait pembangunan tersebut.
Warga Ragukan Pembangunan Wantilan Nusamara Sesuai Anggaran Negara (Bali Post) – Permasalahan pembangunan Wantilan Desa Pakraman Nusamara, Desa Yehembang Kangin, Mendoyo ternyata hingga kini masih bergulir. Selain penggarapan yang sempat molor hingga hampir setahun, wantilan yang dibangun di dekat Pura Dalem Nusamara itu diduga bermasalah. Di samping pengerjaan diborongkan ke rekanan di Gianyar hingga molor sampai awal tahun 2019, pembangunan diduga juga tidak sesuai dengan spek. Padahal bantuan dari pusat sudah turun sejak tahun 2018 lalu dan dikerjakan mulai Agustus 2018. Meskipun kini sudah rampung dikerjakan, banyak warga yang meragukan bangunan itu sesuai dengan nilai bantuan, yakni Rp 400 juta. Beberapa bagian bangunan seperti tiang dan atap bangunan menggunakan baja ringan. Sekretaris Tim Komunitas Pembangunan Wantilan Nusamara I
Putu Sukabrata kepada wartawan, Selasa (11/6) mengungkapkan, terkait dugaan permasalahan ini, panitia dan pihak yang terkait sempat dimintai keterangan. Sesuai nilai yang diterima, uang pembangunan wantilan Nusamara sebesar Rp 400 juta dan jumlah itu berdasarkan pengajuan proposal.
Diakuinya, pengerjaannya diborongkan kepada rekanan asal Gianyar dengan dana diserahkan secara bertahap sebanyak tiga kali. Namun total yang diberikan hanya Rp 380 juta. Sisanya dibeberkannya masing-masing Rp 16 juta untuk biaya upakara dan Rp 4 juta untuk biaya administrasi pelaporan pertanggungjawaban (SPJ). Terkait anggaran bantuan ini menurutnya juga telah disampaikan secara terbuka oleh Bendesa Pakraman Nusamara di hadapan masyarakat Nusamara. Jumlah bantuan dan rincian biaya ini menurutnya perlu disampaikan ke masyarakat terutama krama yang menerima manfaat Wantilan itu, agar jelas. Sukabrata menegaskan bahwa komunitas tidak
menggunakan anggaran itu. Melainkan diserahkan ke pihak rekanan, sehingga menjadi tanggung jawab pihak rekanan. Diberitakan sebelumnya, pembangunan wantilan di ujung perbatasan hutan ini sempat dipertanyakan warga Nusamara. Sebab, meskipun anggaran telah turun sejak tahun 2018 lalu, pengerjaan belum ada hasil. Pada Januari 2019 lalu, pembangunan baru sebatas fondasi dan tiang untuk penyangga kap baja. Sejak awal, proses pengerjaan mulai dari penggalian lubang hingga pemasangan batu hanya dua orang. Padahal, di desa pakraman lain yang bantuannya turun bersamaan sudah hampir rampung. Bahkan bangunan juga lebih besar. (kmb26)
Kamis Wage, 13 Juni 2019
KARANGASEM
11
Disnakertrans Berikan Pelatihan Keterampilan Amlapura (Bali Post) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem memberikan pelatihan keterampilan kepada puluhan warga selama 30 hari. Pelatihan yang diberikan itu, sebagai upaya untuk menekan angka pengangguran di Karangasem. Kepala Disnakertrans Karangasem I Nyoman Suradnya, belum lama ini mengungkapkan, pelatihan keterampilan yang diberikan ini memang menjadi angenda rutin yang dilakukan setiap tahunnya. Kata dia, ada sepuluh pelatihan keterampilan yang diberikan. Yakni meliputi cara membuat kue dan roti, SPA terapis, mekanik junior sepeda motor, menjahit, administrasi, teknik pendingin, pariwisata, teknik komputer, engineering hotel, instalasi listrik, dan bahasa Jepang. Suradnyana menambah-
kan, pelatihan keterampilan yang diberikan ini bertujuan memberikan bekal kompetensi kepada masyarakat agar dapat mencari kerja maupun sebagai bekal untuk berwirausaha. Jelas dia, pelatihan yang diberikan ini berlangsung selam 30 hari. Diharapkan, mereka mampu mengurangi angka pengangguran di Karangsem. Hingga saat ini, tercatat angka kemiskinan mencapai 5.036 orang. Langkah pemberian pelatihan ini diharapkan dapat mengentaskan pengangguran secara bertahap. “Kita harap setelah diberikan pelatihan ini, nantinya mereka bisa mencari kerja. Termasuk bisa membuka usaha secara mandiri. Karena sejatinya masih banyak lowongan kerja yang menanti mereka di masing-masing kabupaten di antaranya Denpasar. Jadi, kita minta mereka
mau untuk bekerja, sehingga pelatihan keterampilan yang diberikan bisa bermanfaat,” katanya belum lama ini. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga mengirimkan siswa yang mau magang ke Jepang. Untuk tahun ini, pihaknya mengirim 20 orang. Selama di sana, mereka diberikan pelatihan berbahasa Jepang dan mempelajari budaya Jepang. Untuk pengiriman ke Jepang, Disnakertrans menjalin kerja sama dengan LPK swasta. “Jika nantinya peserta semakin serius ingin mengembangkan ilmunya, nantinya bakal dikirim lagi untuk belajar ke sana. Dan kalau memang sudah meyakinkan diri untuk ke Jepang, maka mereka akan diinformasikan ke pihak Jepang. Tapi, sebelum ke Jepang mereka bakal dites bahasa Jepang,” tegas Suradnyana. (kmb41)
’’Rolling’’ Jabatan Eselon II Digelar Usai HUT Kota Amlapura Gelombang Tinggi di Padangbai
ANTRE – Akibat gelombang yang tinggi, kendaraan tampak mengantre di Dermaga Padangbai.
Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dan wakil I Wayan Artha Dipa bakal melakukan rolling jabatan eselon II. Rolling jabatan ini bakal dilakukan usai pelaksanaan HUT ke-379 Kota Amlapura. Informasi yang didapat, saat ini sudah memasuki tahapan tes wawancara. Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) I Gusti Made Rinceg, Rabu (12/6) kemarin meng u n g kapkan, rolling j a batan untuk eselon II ini diberlakukan untuk seluruh OPD di Lingkungan Pemkab Karangasem. Kata dia, ada 31 pe-
jabat eselon II dari 36 OPD yang mengikuti tes wawancara. Sementara sisanya masih menjabat sebagai plt. “Rolling jabatan eselon II ini sudah sesuai dengan undang-undang. Pejabat eselon II ini sudah menjabat selama dua tahun. Jadi, sudah semestinya dilakukan penyegaran. Sementara bagi pejabat yang memasuki mssa pensiun seperti Kadisdukcapil tidak mengikuti tes ini. Untuk pengisian jabatan kadis yang kosong, nanti akan dilakukan secara lelang,” ujarnya. Ketua tim pansel yang juga Sekda Karangasem, I Gede Adnya Mulyadi mengatakan, kalau rolling jabatan ini tidak bisa dilakukan sekarang. Jelas dia, paling lambat rolling akan dapat dilakukan setelah pelaksanaan HUT Kota Amlapura pada 22 Juni nanti. “Untuk tesnya kita lakukan selama dua hari saja. Setelah itu, untuk hasilnya kita serahkan langsung kepada Bupati. Jadi, usai HUT baru kita bisa lakukan rolling ini,” tegas Adnya Mulyadi. (kmb41)
KSOP Terapkan Sistem Buka-Tutup Amlapura (Bali Post) -
Cuaca buruk disertai dengan gelombang tinggi Selasa (11/6) malam, membuat aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem menjadi terganggu. Atas kondisi itu, pihak KSOP memberlakukan sistem buka-tutup dermaga. Kapal tidak dapat bersandar karena gelombang yang cukup tinggi. Kepala KSOP Padangbai Ni Luh Putu Eka Suyasmin, Rabu (12/6) kemarin menjelaskan, akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi di Selat Bali, pihaknya sempat tidak mengoperasikan Dermaga 1 dan Dermaga 2. Pasalnya, kapal-kapal pengangkut penumpang tidak bisa bersandar akibat gelombang yang tinggi. “Ketinggian gelombang saat ini mencapai satu hingga dua meter. Dan sesuai perkiraan dari BMKG, kondisi ini diperkirakan terjadi sampai tiga hari ke depan,” ujarnya.
Tanpa KTP, Enam Warga Dipulangkan ke Lombok Amlapura (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem bekerja sama dengan petugas Satpol PP Provinsi Bali melakukan pendataan terhadap warga pendatang pasca-arus balik, di sekitar Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem, Selasa (11/6) malam. Dari hasil sidak, petugas mengembalikan enam orang ke tempat asal mereka lantaran tidak membawa identitas e-KTP. Kasatpol PP Provinsi Bali Dewa Darmadi didampingi Kabid Trantib Satpol PP Karangasem I Made Begananda mengungkapkan, kegiatan yang dilakukan ini untuk mendata penduduk pendatang ke Bali pasca-arus
balik libur Lebaran. Sehingga, semua warga yang datang ke Bali harus dicek identitasnya. “Dalam kegiatan ini, kita melibatkan puluhan anggota gabungan dari Satpol PP kabupaten dan Provinsi Bali,” ujarnya. Kabid Trantib Satpol PP Karangase, I Made Beganand, membenarkan pula jika dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, petugas menemukan enam orang yang tidak mengantongi identitas berupa e-KTP. Atas kondisi itu, petugas terpaksa memulangkan keenam orang tersebut ke tempat asal mereka di Lombok. “Keenam orang ini semuanya tidak membawa identitas e-KTP. Mereka
Bali Post/kmb41
adalah Rasit Abdul Rahim, Ahmad Rasi, Lalu Ahmad Ashan, Rio Langga, Anteng Herman, dan Nurhayati,” tandas Begananda. Semua orang tersebut berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). (kmb41) PEMERIKSAAN - Petugas Satpol PP Kabupaten Karangasem bekerja sama dengan Satpol PP Provinsi Bali saat melakukan pemeriksaan penduduk pendatang di sekitar Pelabuhan Padangbai.
Suyasmin menambahkan, atas kondisi tersebut membuat dermaga sempat fakum beberapa jam lantaran kapal-kapal feri pengangkut muatan tidak bisa bersandar karena gelombang cukup tinggi. Dermaga 1 baru saja dapat dioperasikan kembali. Sementara untuk Dermaga 2 sudah tutup sejak Selasa. “Sampai saat ini, kita terus melihat perkembangan gelombang di lapangan. Dan kita juga terus berkoordiansi dengan para nakhoda kapal untuk memastikan ketinggian gelombang di tengah laut,”
tandasnya. Jika memang memungkinkan, pihaknya akan melakukan bongkar muat di Dermaga 2. “Saat ini baru bisa bongkar muat di Dermaga 1 saja,” ujarnya. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat itu juga membuat sejumlah penumpang harus berlama-lama di tengah laut. Bahkan, ada penumpang dari Lombok hingga memakan waktu sembilan jam baru bisa sandar di Padangbai. Penumpang yang identitasnya tidak mau disebut itu mengatakan, kalau dia berangkat dari Lombok pukul
00.00 Wita. Karena gelombang tinggi, dia baru sampai Padangbai pukul 09.00 Wita. “Saya sembilan jam berada di tengah laut. Biasanya kalau cuaca normal empat jam sudah sampai di sini (Padangbai - red),” tandas penumpang tadi. Selain keterlambatan, penumpang juga banyak yang muntah. Sementara Kusnadi, penumpang yang akan ke Lombok, mengaku kalau dia sudah berada di Pelabuhan Padangbai pukul 21.00 Wita. Hanya, sampai saat ini dirinya belum bisa menyeberang. “Belum dapat giliran naik. Saya lama berada di sini (Padangbai - red). Cuaca buruk. Semoga ombak segera bisa bersahabat,” harap Kusnadi. (kmb41)
KLUNGKUNG
12
Kamis Wage, 13 Juni 2019
SOSOK Tindak PPL Malas KELUHAN petani kembali mengemuka terhadap peran PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Persoalan itu mengemuka dalam rapat kerja membahas RPJMD di Gedung Sabha Mandala DPRD Klungkung, Selasa (11/6) lalu. Sejumlah PPL, khususnya di Kecamatan Banjarangkan dikatakan tidak pernah turun ke lapangan, melihat realitas persoalan yang dihadapi petani, khususnya persoalan pupuk, yang masih dominan menggunakan pupuk kimia. PPL yang demikian pasti akan ditindak. Oleh karena itu, para petani khususnya klian subak benar-benar mengenali masing-masing PPL-nya dan melaporkannya langsung ke Dinas Pertanian, bila dianggap kinerjanya tidak baik. “Saya bahkan sudah sebarkan nomor HP pribadi saya. Kalau ada PPL yang tidak pernah turun melihat petani, laporkan saja. Nanti kami tindak,” kata Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida. Dinas Pertanian, lanjut Juanida, dituntut proaktif turun ke lapangan berdialog dengan petani dan melakukan pemecahan masalah. Di tengah keterbatasan Dinas Pertanian inilah sesungguhnya peran PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) yang rutin turun ke lapangan melakukan monitoring. “Kami di setiap desa sudah ada PPL. Kalau ada persoalan apapun, silakan sampaikan langsung kepada PPL. Kalau ada PPL malas yang tidak pernah turun ke desa, segera laporkan kepada saya,” tegasnya. Juanida ingin membangun komunikasi dua arah antara Dinas Pertanian dengan petani sendiri melalui lembaga subaknya. Sebab, apa pun keluhan dan persoalan petani, sepanjang itu menjadi ranah Dinas Pertanian, tentu harus segera disikapi. Dia meminta para klian subak tidak segan-segan melaporkan langsung kepadanya, apabila ada PPL yang tidak pernah melaksanakan tugas di lapangan. (gik)
Sempat Ditutup karena Cuaca Buruk
Pelabuhan Rakyat Tribuana Kusamba Kembali Dibuka Semarapura (Bali Post) Cuaca buruk sempat membuat aktivitas penyeberangan di pelabuhan tradisional terganggu. Bahkan harus ditutup sementara, Selasa (11/6) lalu. Setelah pelabuhan ditutup dan penyeberangan sempat dialihkan ke Pelabuhan Padangbai selama sehari, penyeberangan seperti di Pelabuhan Tribuana Kusamba, Kecamatan Dawan, kembali normal. Speed boat di pelabuhan kembali melayani penyeberangan seperti biasa, Rabu (12/6) kemarin. Pengawas Pelabuhan Tribuana Kusamba Made Suardika mengatakan, aktivitas penyeberangan berjalan seperti biasa dari pagi sampai sore. Total dikatakan ada enam trip penyeberangan, yang melakukan aktivitas dengan lancar. “Cuaca nampak mulai membaik. Cuma ada ombak masih sedikit tinggi di pesisir. Sementara di tengah laut, sudah cukup tenang,” kata Suardika. Meski sempat ditutup sementara, aktivitas di pelabuhan tradisional dikatakan tidak ada penumpukan penumpang atau barang. Semuanya masih berjalan seperti biasa. Ini karena tidak ada hari khusus yang mengharuskan warga ke Nusa Penida, seperti saat piodalan di Pura Penataran Ped atau saat Galungan dan Kuningan. Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah cuaca buruk gelombang tinggi ini terjadi tanpa ada angin kencang. Reaksi alam demikian, dikatakan jarang terjadi. “Angin tidak kencang, tetapi gelombang justru
tinggi. Mungkin ini ada kaitannya dengan aktivitas Gunung Agung dan reaksi alam lainnya, kami belum memahami itu,” katanya. Pihaknya berharap cuaca yang sudah membaik ini, tidak berubah lagi menjadi buruk, agar aktivitas penyeberangan ke Nusa Penida seterusnya dapat berjalan lancar. Seperti berita sebelumnya, aktivitas penyeberangan speed boat menuju Nusa Penida terpaksa ditutup sementara, Selasa (11/6) lalu. Pihak penyedia jasa boat, tidak mau ambil risiko di tengah laut, dengan situasi cuaca buruk seperti ini. Gara-gara cuaca buruk dari Pelabuhan Tribuana, aktivitas penyeberangannya dialihkan ke Pelabuhan Padangbai. “Gelombang di tengah laut mencapai 3 meter. Melihat cuaca seperti ini, kami tidak mau berspekulasi,” kata petugas pengelola tiket Dewa Ayu Kusuma, dari Pengelola Boat Gangga Express. Sementara itu, BMKG Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar masih merilis dalam laman resminya mengenai prakiraan cuaca wilayah Bali, sebagai peringatan dini cuaca ekstrem. Ini berlaku selama 24 jam (12 Juni 2019, 08.00 Wita - 13 Juni 2019, 08.00 Wita). Masyarakat diminta mewaspadai potensi angin kencang serta tinggi gelombang laut yang dapat mencapai dua meter atau lebih di Laut Bali, Selat Bali, Selat Badung, Selat Lombok, dan Samudera Hindia Selatan Bali. (kmb31)
Bali Post/kmb31
DIPENUHI BOAT - Areal di antara Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan, Nusa Penida ini dulu penuh dengan budi daya rumput laut. Setelah pariwisata berkembang, kini areal itu dipenuhi oleh boat.
Perkembangan Pariwisata Nusa Penida Dinilai Liar Jangkang setiap saat, apakah bisa?” kata Politisi Gerindra ini, Rabu (12/6) kemarin. Kalau alamnya yang menjadi daya tarik, terus konsep pengembangan pariwisata menurutnya harus jelas. Mantan pelaku pariwisata ini, melihat sejauh ini potensi yang kuat ada pada hamparan tebing (cliffs) dan alam bawah laut. Maka, menurutnya sudah saatnya eksekutif dan legislatif bersama-sama mendorong terwujudnya konsep pengembangan yang jelas, agar tujuan berpariwisata juga jelas dan pemerintah juga fokus dengan arah pengembangan identitas pariwisatanya. Tidak hanya itu, fokus pengembangan ini juga akan berimbas pada langkah kebijakan selanjutnya terutama terhadap banyak aspek yang terdampak akibat pesatnya perkembangan pariwisata. Seperti dampak terhadap pertanian, sebagai sarana penunjangnya. Contoh riil yang terjadi adalah nasib petani rumput laut yang per-
lahan habis. Bagaimana juga dengan mempersiapkan budaya Nusa Penida, agar selalu ada ketika wisatawan ke datang ke Nusa Penida untuk melihat budaya yang mereka inginkan. “Kami ingin semua diuntungkan. Wisatawan datang merasa puas, warga lokal terdampak ketika wisatawan menginap beberapa hari, pemerintah daerah juga memperoleh pendapatan,” tegasnya. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta menyampaikan, kalau mengenai konsep, sejak awal Pemkab Klungkung sudah mengusung pariwisata budaya, didukung potensi alamnya. Pihaknya menyadari, apa yang terjadi sekarang merupakan proses pengembangan yang sesungguhnya tentu positif bagi Nusa Penida. Sukasta kembali menegaskan, bahwa Dinas Pariwisata sedang mematangkan rencana pelaksanaan retribusi yang akan diberlakukan 1 Juli. Terkait rencana pemungutan
retribusi ini, Pemkab Klungkung juga sudah mengumpulkan para pengusaha pariwisata di Nusa Penida, khususnya para guide dan pengusaha travel serta pengusaha kapal cepat. Kepada mereka, ditekankan wisatawan akan dikenakan retribusi sebesar Rp 25.000/orang (kategori dewasa) dan Rp 15.000/orang (kategori anak) sesuai ketentuan Perda yang ditetapkan. Ini menunjuk pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. “Kami sedang mempersiapkan perangkatnya. Seperti petugasnya, tempat pos pemungutannya dan kelengkapan regulasinya. Kami harus berhati-hati. Terkait rencana pemungutan retribusi, kami berhatap para travel dan guide menginformasikan tamunya agar membawa uang cash rupiah. Sehingga mempercepat proses di lapangan,” tegasnya. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan tiga pelabuhan sentral, yang dikenal dengan konsep segitiga emas oleh Pemprov Bali, disikapi serius DPRD Klungkung. Konsep yang disampaikan Pemprov Bali dianggap kurang strategis, karena justru melibatkan wilayah Sanur, bukan Klungkung daratan. Salah satu legislator DPRD Klungkung Gde Artison Andarawata, Rabu (12/6) kemarin, bahkan menyatakan menolak konsep yang disampaikan Gubernur Bali Wayang Koster tersebut dan menyarankan sebaiknya Pemprov Bali memperkuat konsep segitiga emas yang sudah tercetus sebelumnya oleh Pemkab Klungkung.
han yang sudah siap dibangun yakni Pelabuhan Sampalan (Nusa Penida). Bupati menegaskan tidak mau berlamalama terkait rencana pembangunan pelabuhan ini. “Minimal di tahun 2020 satu dari tiga pelabuhan tersebut selesai dibangun, yakni Pelabuhan Sampalan yang sudah masuk tahap masterplan. Seluruh persiapannya sudah tuntas,” ujarnya. Selain itu, Bupati asal Nusa Ceningan ini juga menyampaikan untuk rencana pelabuhan di Bias Munjul (Nusa Ceningan) tinggal menunggu masterplan. Sedangkan rencana Pelabuhan Pesinggahan (Klungkung daratan) masih tahap FS (Feasibility Study). Jika pada tahun 2020 tidak mendapat bantuan dari pemerintah pusat, maka akan mengambil langkah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mempercepat realisasi pelabuhan ini. “Pelabuhan segitiga emas mempersatukan semua stakeholder, baik itu bagaimana pengelolanya, transportasi laut maupun daratnya bisa semua terkoneksi menjadi satu,” harapnya. (kmb31)
Gde Artison Andarawata
Semarapura (Bali Post) Kepulauan Nusa Penida kian menjelma menjadi destinasi wisata favorit di Bali. Potensi alam dan budayanya, sangat beragam, membuat wisatawan menempatkan Nusa Penida sebagai objek ikonik yang menarik. Namun, meledaknya pariwisata Nusa Penida dianggap belum dibarengi dengan konsep pengembangan yang matang. Ini membuat Nusa Penida terkesan berkembang liar lantaran tidak fokus terhadap identitasnya. Menurut anggota DPRD Klungkung A.A Gde Sayang Suparta, realitas yang terjadi sekarang sudah menunjukkan fakta dari anggapan itu. Seperti kemacetan, tiadanya imbas pendapatan ke daerah dan warga lokal, maupun fokus pengembangan objeknya. Karena semuanya bergerak sporadis. “Ayo, sekarang kita fokus, apa yang membuat wisatawan datang ke Nusa Penida, kalau konsepnya alam dan budaya, ketika wisatawan datang ingin melihat Tari Baris
Dewan Tolak Konsep Segitiga Emas Pemprov Bali Politisi Demokrat ini menilai konsep yang dicetuskan Pemprov Bali ini, diprediksi akan membuat pembangunan dan pengembangan lebih banyak di Sanur. Sementara konsep segitiga emas yang telah dirancang Pemkab Klungkung sudah mensinergikan seluruh kepentingan wilayah Klungkung daratan, Pulau Nusa Gede dan Lembongan-Ceningan. “Kami menolak konsep segitiga emasnya Gubernur Koster. Karena konsep itu tidak menyentuh kepentingan Klungkung daratan,” kata Artison. Pembangunan pelabuhan segitiga emas itu, sejak awal sudah ditentukan titik-titiknya, yakni Sampalan (Nusa
Penida), Bias Munjul (Nusa Ceningan), dan Pasinggahan (Klungkung daratan). Menurut Artison, semestinya Pemprov Bali mendukung atau memperkuat konsep yang sudah ada. Sehingga rencana pelabuhan segitiga emas ini dapat terealisasi dan menimbulkan dampak di semua wilayah Klungkung. “Kalau yang dikembangkan di Sanur, kita yang di Klungkung daratan akan dapat apa. Tidak akan ada dampak apa-apa,” tegasnya. Menurut Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, salah satu pelabuhan segitiga emas yang tengah dirancang, paling tidak di tahun 2020, ditargetkan pelabu-
Bali Post/kmb31
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Wage, 13 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Operator Mesin Toko untuk Percetakan 087761044118 B.BP.004.06.19.0000252
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.06.19.0000058
Dcr Sgr Staf Reservasi & Sopir Pariwisata Travel Windys Bali Tour.Jl Glogor Carik No.3 Kuta Hub:08113862222/08113980682 B.BP.001.06.19.0000161
Cari Bakers yg bisa buat Roti dan Cake cari Helper, cari Cleaning Service Hub 081339033099 B.BP.001.06.19.0000140
Cari SPG Bhs Inggris utk Rest Menarik + Cantik WA 081338562431 B.BP.001.06.19.0000159
Cari Sopir yg muda untuk Pariwisata. Hub:081237777772 B.BP.004.06.19.0000235
Cari Staf Admin Wanita Min SMA Jujur,Teliti,Bertanggungjawab DPS.Hub:081239910800 B.BP.001.06.19.0000187
Dcr Sopir Box & Tenaga Gudang Max 30th Hub. 0361427881, 426865 B.BP.001.06.19.0000164
Centra Moda Textile Dcr Sales Marketing,Kasir,Usia max 30th Pglmn & tdk Pglmn,min SMU/SMK Hub.0361-4756458,08133877615 081914787142 Jl.Patih Jelantik No.2-3 Kuta Badung B.BP.801.06.19.0000172
Dcr Cleaning Service Pria Serius SMS 081946579415 Nama Umur B.BP.001.06.19.0000240
Dcr FO SPV.sgr bw lmrn ke Prajahotelbali.lngsng Intrview B.BP.003.06.19.0000227
Dicr Kasir Bs Akunt&Kompt.Hub: KSP.MirahCempaka.T:8423787/88 B.BP.001.06.19.0000184
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
Dcr Surveyor(L)Mak 30th.Gaji, Transp.Insentif,Bonus,Karier. Hub Indohome Jln.Cokroaminoto 165 Ubung (Samp.Bank Mantap) B.BP.001.06.19.0000225
Di cari Sopir SIM B1, 4 org Kirim lamaran ke Jln.Pondok Indah III No.13 Dps Utara WA 081338561513 B.BP.004.06.19.0000237
Dicari 2 Org Sopir (Expedisi) Hubungi:085100636588 B.BP.001.06.19.0000221
Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB:Kadek Kizuna Bali B.BP.166.06.19.0000245
Dicari Guru Pjok(Linear)& SPD Matamatika Hub:Sekolah permata Ibu Jln.Surapati IV No.6 0361-233677/085333458878 B.BP.001.06.19.0000226
Looking for SPG For Bamboo Blonde Store In Ubud, Kuta, Canggu Applicants Must Love Fashion,speak English and Have Retail Experience, please email : utari@bambooblonde.com B.BP.004.06.19.0000207
Travel bth Sopir Umum max 30th Single Ph:4771576/08123803997 B.BP.004.06.19.0000234
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
KEHILANGAN
TOYOTA
Hlg BPKBNo.E3333125-ODK2203 FAK An.I Ketut Sutawan
Avanza Veloz 1.5AT Th 2014 Hitam Tgn 1 Hub:085333124554 B.BP.001.06.19.0000222
DIJUAL MOTOR HONDA
Ready Beat DP1Jt, Scopy DP1,3Jt PCX DP 1,6Jt. 082147929294 (Bayu) B.BP.001.06.19.0000228
PROPERTY DISEWAKAN TOKO
Dikontrkn Toko Uk 3,3 M x 10M,Toilet Jl.Ry Ubud H.081338678121 B.BP.001.06.19.0000224
B.BP.001.06.19.0000230
Hlg BPKB No.N02845734-O An.Selias,Tonja,Denpasar B.BP.012.06.19.0000236
Hlg BPKBNo.N10730151-ODK5810 CR An.Merlin Rumimpunu B.BP.001.06.19.0000232
Hlg BPKB Pick Up No.J-06585834 DK 8898 LY An.Ni Made Mudastri Nosin:4D56C-J14297 Noka:MHMLOPU39DK114659 B.BP.004.06.19.0000238
BANGLI
14
Kamis Wage, 13 Juni 2019
Hadiri Peringatan HLUN
Sekda Giri Putra Harapkan Lansia Tetap Berkiprah Dalam Pembangunan SEBAGAI bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap kaum lanjut usia (lansia), Pemerintah Kabupaten Bangli menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), di Balai Balai Banjar Puri Agung Bangli, Rabu (12/6) kemarin. Peringatan HLUN diisi penyerahan bantuan alat penyandang disabilitas kepada sejumlah lansia oleh Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra. Giri Putra menyampaikan, peringatan HLUN pada hakikatnya adalah momentum untuk senantiasa memperhatikan keberadaan lansia, baik kehidupan sehari-hari, kondisi kesehatannya, kesejahteraan maupun kondisi psikologisnya. Untuk itu diperlukan upaya sinergis dan strategis melalui program-program pro lansia dalam rangka memberdayakan lanjut usia agar lebih
sehat, produktif, kreatif, mandiri dan sejahtera. “Selaras dengan itu saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholders terkait, khususnya kepada Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Bangli yang selama ini telah melaksanakan upaya konkret dalam memberdayakan lanjut usia di bidang kesehatan, melalui Posyandu lanjut usia, olahraga lanjut usia, pelatihan keterampilan bagi lansia telantar, bantuan UEP lansia, program pemeriksaan kesehatan bagi lanjut usia dan sebagainya,” kata Giri Putra membacakan sambutan Bupati Bangli I Made Gianyar. Ia berharap program-program yang pro dengan pemberdayaan kesehatan lansia bisa lebih dioptimalkan dan ditingkatkan kuali-
tasnya. Di bidang ekonomi, Giri Putra meminta pemberdayaan masyarakat lansia agar dapat lebih diwujudkan melalui upaya-upaya memasyarakatkan kewirausahaan dan kegiatan-kegiatan kreatif yang mampu merangsang produktivitas ekonomi para lansia, sehingga mereka ke depannya dapat hidup lebih mandiri dan sejahtera secara ekonomi. “Mudah-mudahan upaya konkret tersebut bisa meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan lansia secara terpola, terkoordinatif, terpadu serta berkelanjutan untuk mendukung Kabupaten Bangli menjadi kabupaten yang ramah dan cinta terhadap lansia,” terangnya. Dalam kesempatan itu Giri Putra juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh lansia yang selama ini menjadi bagian
dari masyarakat Bangli serta bersama-sama ikut mendukung, melaksanakan dan menyukseskan pembangunan di Kabupaten Bangli. Sebagai tokoh yang telah banyak makan asam garam kehidupan, para lansia diharapkan menularkan dan mendedikasikan pengalaman demi kemajuan serta memberikan tutur yang baik kepada generasi penerus di Kabupaten Bangli. Serta senantiasa memberikan sumbangan pemikiran dan menularkan ilmu pengalamannya kepada para generasi muda. “Semoga peringatan HLUN 2019 ini akan menjadi suplemen dan semangat bagi seluruh lansia untuk ikut berkiprah dalam pembangunan sekaligus menjadi sesuluh serta motivasi bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Giri Putra. (ad247)
LANSIA - Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra menyerahkan bantuan alat penyandang disabilitas kepada sejumlah lansia saat acara peringatan HLUN, Rabu (12/6) kemarin.
OLAHRAGA
Kamis Wage, 13 Juni 2019
15
Jerman Tetap Realistis Paris – Tim nasional Jerman mencukur Estonia dengan skor 8-0 pada lanjutan pertandingan kualifikasi Piala Eropa 2020 di Mainz, Rabu (12/6) dini hari kemarin. Ini merupakan kemenangan ketiga tim Panser dalam tiga pertandingan untuk menempati peringkat kedua klasemen Grup C di bawah Irlandia Utara yang memimpin dengan nilai sempurna 12.
Bali Post/ist
Gede Antara (kiri) dan pelatih Ketut Gede Widiana.
Gede Antara Tampil di Jateng Terbuka
Mangupura (Bali Post) – Atlet lompat tinggi Gede Antara dijadwalkan turun pada kejuaraan atletik Jateng Terbuka di Semarang pada 3 Juli mendatang. Sebagai persiapan, atlet Badung ini berlatih hampir tiap hari di Stadion Mengwi ditangani pelatih Ketut Gede Widiana. Gede Antara telah mengantongi tiket ke PON 2020 di Papua. Prestasi itu dicapainya saat berlaga pada Jatim Terbuka di Gresik, April lalu. Ia mampu meloncat setinggi 206 cm, mengalahkan atlet pelatnas asal DKI Rizky yang membuat prestasi 200 cm. Pelatih Ketut Gede Widiana berharap Antara mampu memperbaiki prestasinya pada ajang Jateng Terbuka. Mengukir loncatan melebihi dibandingkan saat tampil di Jatim Terbuka. ‘’Saat melompat 210 cm di Jatim mentalnya belum siap, sehingga tidak bisa maksimal mengeluarkan tekniknya,’’ ungkapnya di Mangupura, Rabu (12/6) kemarin. Sementara atlet putri Ni Made Eppi Wilantika tidak diikutkan di Jateng Terbuka. Ia diproyeksikan turun pada Kejurnas Atletik di Jakarta yang digelar Agustus. Eppi merupakan peraih emas di Jatim Terbuka dengan loncatan setinggi 163 cm. Dia mengungguli atlet pelatnas Nadia yang mencatat prestasi 160 cm. (022)
Messi Atlet Terkaya
Lionel Messi
Bali Post/afp
New York – Lionel Messi menjadi atlet dengan bayaran tertinggi di dunia selama setahun terakhir. Bintang klub Barcelona dan Timnas Argentina ini mengumpulkan 127 juta dolar AS, mengalahkan kekayaan mantan petinju Floyd Mayweather (AS). Menurut daftar kekayaaan olahragawan tahunan yang dikeluarkan Forbes, Rabu (12/6) kemarin, Messi berada di depan saingan lamanya, Cristiano Ronaldo. Bintang Juventus dan Portugal ini berada di posisi kedua dengan penghasilan 109 juta dolar AS. Striker Brazil dan Paris Saint-Germain, Neymar, berada di tempat ketiga posisi teratas para pesepak bola dengan
penghasilan 105 juta dolar AS. Penghasilan tertinggi keempat dalam daftar adalah bintang tinju kelas menengah Meksiko Saul ‘’Canelo’’ Alvarez dengan 94 juta dolar AS. Alvarez yang mengalahkan Gennady Golovkin pada September lalu untuk menjadi juara kelas menengah, menjadi yang terkaya dalam sejarah tinju Oktober lalu setelah menandatangani kontrak lima tahun dengan 11 dengan jaringan streaming DAZN senilai 365 juta dolar AS. Atlet tenis Roger Federer berada di urutan kelima dengan total pendapatan 93,4 juta dolar AS. Petenis Swiss yang menjuarai juara tunggal grand slam 20 kali ini mengantongi 86 juta dolar AS. Bintang-bintang NFL dan NBA melengkapi 10 besar dalam daftar. Gelandang Seattle Seahawks Russell Wilson di urutan keenam (89,5 juta), disusul Aaron Rodgers (Green Bay Packers, 89,3 juta), LeBron James (LA Lakers, 89 juta), Stephen Curry (Golden State Warriors, 79,8 juta) dan rekan seklubnya Kevin Durant (65,4 juta). Mantan pegolf nomor satu dunia Tiger Woods (AS) berada di urutan ke-11 (69,3 juta). Sementara superstar tenis Serena Williams (AS) adalah satu-satunya wanita yang masuk daftar dengan berada di urutan ke-63 (29,2 juta). (afp/kmb)
Serge Gnabry dan Marco Reus sama-sama menyumbang dua gol untuk Jerman. Empat gol lainnya dihasilkan Leon Goretzka, Ilkay Gundogan, Timo Werner dan Leroy Sane. Estonia tidak berdaya melawan tim muda Jerman yang cerdas dan telah meninggalkan kesengsaraan di Piala Dunia tahun lalu. ‘’Lawan seperti ini bukan patokan bagi kami. Penting bagi kami untuk mengikuti ritme dan mengenal satu sama lain dengan lebih baik di lapangan, tetapi harus tetap realistis,’’ kata Reus mengingatkan timnya usai pertandingan. Lawan tim Panser berikutnya adalah menjamu rival lama Belanda di Hamburg pada 6 September mendatang. Tim asuhan Joachim Loew harus puas berada di posisi kedua setelah Irlandia Utara menang 1-0 atas tuan rumah Belarusia berkat gol Paddy McNair. Sementara Belgia memperpanjang awal yang sempurna di Grup I dengan memukul Skotlandia 3-0 di Brussels. Romelu Lukaku mencetak dua gol dan Kevin De Bruyne mencetak satu gol. Rusia unggul 1-0 atas Siprus melalui gol tunggal Aleksei Ionov. Wales yang dilatih Ryan Giggs ditundukkan tuan rumah Hongaria 0-1 di Budapest. Sementara Hongaria yang sudah bermain empat kali di Grup E, berada di urutan teratas dengan 9 poin, unggul tiga poin atas Slovakia yang menang 5-1 di Azerbaijan. Italia membutuhkan gol dari Marco Verratti untuk
mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-1 di Grup J. Edin Dzeko membuat satu gol untuk Bosnia yang mampu dibalas Italia lewat gol Lorenzo Insigne di babak
pertama dan Verratti di babak kedua. Ini menjadi kemenangan keempat Italia yang dilatih Roberto Mancini. Juara du-
nia Prancis bangkit dari kekalahan pada akhir pekan lalu di Turki dengan kemenangan tandang 4-0 atas Andorra. ‘’Kami bereaksi dengan baik setelah tidak bermain pada level kami yang biasa melawan tim Turki yang baik,’’ sebut pelatih Prancis Didier Deschamps. Kylian Mbappe membuka skor diikuti Wissam Ben Yedder dan Florian Thauvin. Dalam laga lainnya, Turki dipermalukan Islandia 1-2.
13 Gol Amerika Serikat memulai perjalankan mempertahankan Piala Dunia Wanita secara gemilang dengan menggunduli Thailand 13-0 di Paris, Prancis. Juara tiga kali AS mengalahkan kemenangan 11-0 Jerman atas Argentina pada 2007. Alex Morgan membuat lima gol, Rose Lavelle dan Samantha Mewis masingmasing mencetak dua gol, sedangkan Lindsey Horan, Megan Rapinoe, Mallory Pugh dan Carli Lloyd sama-sama menyumbangkan satu gol dalam laga Grup F. Swedia memulai kampanye Piala Dunia dengan kemenangan 2-0 atas Chili di grup yang sama. Swedia memastikan kemenangan berkat gol-gol telat dari Kosovare Asllani dan pemain pengganti Madelen Janogy. Sementara Belanda mengalahkan Selandia Baru 1-0 di Grup E melalui gol Jill Roord. (afp/kmb)
Irfan Bachdim Bangga Bela Timnas Mangupura (Bali Post) – Laga uji coba internasional yang dilakoni Timnas Indonesia senior kontra tuan rumah Jordania pada Selasa (11/6) malam akan selalu dikenang oleh Irfan Harrys Bachdim. Penyerang Bali United ini akhirnya kembali mendapat kesempatan turun membela tim MerahPutih setelah absen di beberapa kesempatan. Bachdim yang diturunkan di babak kedua tampil cukup baik. Satu assist-nya kepada striker Beto Goncalves menghasilkan hadiah penalti untuk Indonesia.
Beto yang ditunjuk sebagai eksekutor sukses memperkecil ketertinggalan tim Garuda. Bachdim mengatakan sangat bahagia bisa kembali bermain menggunakan jersey Timnas Indonesia dengan lambang Garuda di dada. ‘’Setelah sekian lama, dipanggil kembali untuk tim nasional membuat saya sangat bangga. Hasilnya mungkin tidak selalu seperti yang kita inginkan. Tapi yang paling penting adalah kita sebagai pemain bangga bermain untuk Indonesia,’’ katanya dikutip dari situs Bali United,
Rabu (12/6) kemarin. Hal lainnya yang membuatnya bangga adalah dukungan besar para suporter Indonesia yang selalu hadir di mana pun timnas bertanding, termasuk di laga kontra tuan rumah Jordania. ‘’Terima kasih untuk itu. Kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk negara tercinta,’’ tambah Bachdim. Pemain Bali United lainnya, Ricky Fajrin, juga mendapat kesempatan bermain. Ia tampil pada 10 menit terakhir untuk mengisi posisi bek kiri yang sebelumnya ditempati Rizky
Pora. Timnas Indonesia senior akan kembali menjalani uji coba kontra Vanuatu di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 15 Juni lusa. Diundur Sementara itu, jadwal pertandingan Bali United menjamu PSIS Semarang di kompetisi Shopee Liga 1 2019 mengalami perubahan. Awalnya laga pekan kelima tersebut akan digelar Jumat (21/6), namun kemudian diundur sehari menjadi Sabtu (22/6).
Waktu kick off juga mengalami perubahan dari semula pukul 19.30 dimajukan menjadi 16.30 Wita. Dua partai lainnya yang juga mengalami perubahan jadwal adalah Semen Padang kontra Perseru Badak Lampung dan PSS Sleman versus Bhayangkara FC. Laga kontra PSIS akan menjadi momentum untuk melanjutkan tren kemenangan Bali United setelah di tiga laga sebelumnya Fadil Sausu dan kawan-kawan sukses meraih tiga kemenangan beruntun. (kmb)
Kamis, 13 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Ganesh (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Bonsai Kelapa 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Pujawali Piodalan Catur (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Taman Sari Bali Kids School 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Padudusan, Werspati Kalpa Ring Pura Ratu Ayu Dalem Mumbul, Presanak Uluwatu, Desa Adat Bualu,Kuta Selatan 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Pemprov Bali 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Menjaga Sustainable Tourism Bali 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
WONDERFUL BALI
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KAMIS WAGE, 13 Juni 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KULINER
SD Saraswati 1 Denpasar BUDAYA Sekolah Berkualitas PENDIDIKAN SD Saraswati 1 Denpasar terus mencetak SDM Bali yang berkualitas. Disdikpora Kota Denpasar pun mengakui pendidikan di SD Saraswati 1 Denpasar sangat berkualitas. Kabid Sekolah Dasar Disdikpora Kota Denpasar Drs. I Made Merta, M.Si. saat acara pelepasan siswa kelas VI SD Saraswati 1 Denpasar, Rabu (12/6) kemarin, menegaskan SD Saraswati adalah sekolah berkualitas dan sarat dengan pendidikan karakter. Ini terbukti dengan prestasi siswanya yang sudah go national dan internasional baik di bidang akademis maupun
nonakademis. SD ini sukses mengimplementasikan visi Disdikpora Kota Denpasar yakni mencetak SDM berkualitas melalui pendidikan. Bahkan kini sekolah di bawah naungan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar ini menjadi sekolah ramah anak. Saat itu Kepala SD Saraswati 1 Denpasar Ni Made Kuaci Sukerti, S.Pd. melepas 123 siswa kelas VI. Saat itu juga diserahkan piala dan penghargaan bagi peraih bintang kelas yang dihadiri para orangtua siswa. Kasek Ni Made Kuaci Sukerti didampingi Waka
SENIMAN
Kurikulum Dra. Ni Ketut Sumawati, Kaur Kesiswaan I Made Bawa Astika, S.Pd., Kaur Sarpras Yayuk Rahayu, S.E. dan Kaur Humas Ni Nyoman Murniati, S.Pd. memaparkan prestasi siswanya dalam bidang akademis dan non-akademis. Dalam ajang PSR Kota Denpasar siswanya meraih juara II tari Bali. Di Porjar, IB Brahmanta meraih emas dan perunggu, Indira meraih perunggu, Gangga meraih emas, Arya Indratma meraih emas dan Aji Kesawa meraih perak di karate. Di akademis, Putu Dianti Audina sukses meraih predikat siswa berprestasi Kota Denpasar 2018. Tahun ini Putu Gede Bayu Eka Pradipa meraih juara I Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika Kota Denpasar. Dia juga lolos menjadi duta Bali ke OSN tingkat nasional.
Sementara itu nilai-nilai pendidikan karakter dibina lewat 15 ekstra. MB sekolah ini meraih piala Presiden di GPJB, dan juara umum I JOMC Internasional. Makanya lulusan SD Saraswati 1 Denpasar yang akrab dipanggil Rasone adalah SDM yang berkualitas, beretika, dan berkarakter. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. ikut berbangga hati karena anak-anak SD Saraswati 1 Denpasar sukses mengemban visi Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar yakni menghasilkan anak yang cerdas dan berkarakter. Kepada lulusan SD Saraswati disarankan menlanjutkan studi ke SMP Saraswati yang kualitasnya setara dengan sekolah negeri. Yayasan sudah menyiapkan pendidikan berkualitas mulai PAUD hingga pendidikan tinggi. (sue)
KESEHATAN TOP IN Savvoya VASI Seminyak Hotel Dafam Terapkan Filosofi Tri Hita Karana WONDERFUL BALI BELUM pernah menginap di Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali? Sekali waktu, cobalah rasakan suasana tinggal di hotel yang terletak di Jalan Mertanadi Seminyak, Kuta. Walau berada di tengah kota, hotel bintang tiga itu menawarkan suasana damai dan vibrasi positif. Akomodasi ini dikelola dengan mengedepankan kearifan lokal yang menerapkan filosofi Tri Hita Karana yaitu menjaga hubungan dengan sesama (manusia), dengan lingkungan serta dengan Tuhan. Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali terletak di lokasi strategis, sehingga para wisatawan dapat mengakses dari banyak tempat wisata maupun tempat-tempat belanja pernakpernik khas Bali. Jaraknya juga sangat dekat dengan Bandara Gusti Ngurah Rai, yaitu sekitar 30 menit, dan sekitar 15 menit dari pusat kota Provinsi Bali serta sekitar 10 menit dari Pantai Seminyak, Pantai Petitenget dan Pantai Canggu. Hotel ini memiliki 111 kamar yang dibagi menjadi tiga tipe yaitu Superior, Deluxe dan Executive Suite. Wisatawan bisa memilih jenis kamar yang disukai. Fasilitas hotel juga lengkap, ada restoran, kolam renang, spa dan lay-
anan antar-jemput bandara yang bisa diatur berdasarkan permintaan. Jika ingin mengadakan private party maupun barbeque party, hotel ini menawarkan Joglo house dengan private pool dengan suasana sejuk. Joglo house ini bisa menampung 50–60 orang dengan menu lokal bercita rasa internasional. Sementara fasilitas bisnis seperti ruang meeting juga disediakan bagi tamu yang ingin rapat sembari berlibur ke Pulau Dewata. Ada tiga ruang meeting, yaitu Kresna berkapasitas 100 orang, Drupadi kurang lebih 30 orang dan Bima meeting room berkapasitas 20 orang. Wisatawan pemburu kuliner terutama khas Bali, sangat cocok memilih Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali. Sebab, fasilitas Canting Restaurant (taste of tradition) yakni restoran yang mengangkat unsur-unsur tradisional dalam penyajian beragam menunya. Mulai dari pizza dengan toping ayam betutu, nasi goreng kampung, nasi ayam betutu serta nasi campur tradisional yang dilengkapi sate lilit dan pepes ikan. Western menu juga tidak kalah yakni Grilled Asian Salmon yang menjadi menu
BUDAYA
PRESTASI - Ketua Yayasan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. bersama Kasek Ni Made Kuaci Sukerti menyematkan lencana bagi siswa berprestasi SD Saraswati 1 Denpasar.
PAUD Saraswati 2 Denpasar Juara Umum III Langgam Indonesia PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) Saraswati 2 Denpasar di Jalan Moh. Yamin, Renon, sejak lama dikenal berkualitas. Lokasi PAUD Saraswati 2 Denpasar berada satu lokasi dengan SD Saraswati 3 Denpasar. PAUD ini terdiri atas Play Group (PG) dan Taman Kanak-kanak (TK) A dan TK B. Sejak dipimpin Ni W a y a n Daning, S.Pd., M.Psi., P A U D Saraswati 2 Denpasar m e n galami
kemajuan pesat. Tiap tahun PAUD ini sampai menolak calon siswa baru karena jumlah siswanya tiap tahun dibatasi 150 siswa. Alasan masyarakat memilih PAUD Saraswati 2 Denpasar karena sukses menerapkan pendidikan anak usia dini berkualitas, menyenangkan dan sarat dengan pendidikan karakter. Makanya di PAUD ini disiapkan puluhan ekstra yang membuat anak senang dan nyaman belajar dan bermain. Sejumlah ekstra unggulannya yakni mewarnai, tari Bali, drum band, sastra Bali hingga olahraga. Sementara fasilitas belajar dan bermainnya sangat lengkap. Bahkan sekolah ini memberikan ekstra pengenalan komputer sejak dini. Belum lama ini siswa PAUD Saraswati 2 Denpasar meraih juara I lomba mewarnai di Gebyar PAUD 2019. Dengan demikian berhak menjadi duta Kota Denpasar di ajang yang sama tingkat Provinsi Bali. Sementara itu Drum Band Suara Kumara Duta TK Saraswati 2 Denpasar meraih juara
favorit di Canting Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali. General Manager Gerhard Lahallo mengatakan, wisatawan benar-benar dijadikan seorang raja di Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali ini. Pelayanannya maksimal dan kualitas yang andal, sehingga servis suatu hotel merupakan hal yang tak ternilai harganya. ‘’Oleh karena itu seluruh staf Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali dibentuk agar bisa memberikan hospitality service yang baik, menumbuhkan kesan positif dan menyentuh hati wisatawan yang berlibur. Wisatawan merasa nyaman dan menyadari, stay in Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali is totally feels like home,’’ katanya. Sementara itu, Marketing Communication (Marcom) Ayu Dessy Andriani mengatakan, dalam implementasi penerapan filosofi Tri Hita Karana itu banyak aktivitas positif yang dilakukan oleh staf Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama seperti donor darah setiap tiga bulan dan mengunjungi panti asuhan. Sering mengikuti kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik sebagai bentuk peduli pada lingkungan. Empat peraturan gubernur (pergub) menyangkut soal kearifan lokal Bali sudah diterapkan hotel ini. Demikian pula pergub tentang penggunaan busana adat Bali, penggunaan bahasa, aksara dan sastra Bali, tentang sampah plastik sekali pakai serta tentang pemasaran dan pemanfaatan produk lokal. (bud)
PENDIDIKAN
SENIMAN Tahun
DARUM BAND - Kasek Ni Wayan Darning dan guru bersama Drum Band Suara Kumara Duta TK Saraswati 2 Denpasar. umum III Langgam Indonesia 2019. Selain itu, kata Kasek Ni Wayan Darning, siswanya juga meraih juara I lomba merangkai dan juara I lomba tari Gopala dalam Gebyar PAUD Kota Denpasar 2019. Prestasi inilah yang membuat masyarakat makin percaya dengan pengelolaan PAUD ini, sekaligus sebagai pendidikan perantara diterima di SD Saraswati 3 Denpasar. Tiap tahun PAUD Saraswati 2 Denpasar merekrut 150 siswa untuk kelas PG (kelompok bermain), TK A dan TK B. Didukung fasilitas lengkap dan diajar oleh 11
guru berkualitas. Makanya lulusan PAUD ini diprioritaskan mendapatkan kursi di SD Saraswati 3 Denpasar dan SD Saraswati lainnya. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. mengacungkan jempol atas pengelolaan PAUD Saraswati 2 yang profesional. Kasek dan gurunya dikenal kreatif dan inovatif dengan mengajak siswanya secara periodik mengenal alam ke luar sekolah serta memberi siswa bereksperimen sebaik-baiknya. Ini semua untuk menumbuhkan pendidikan karakter dalam disiplin, cinta alam dan memupuk kerja sama. (sue)
PEMILIHAN SISWA DAN GURU
AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249
Syarat : -
-
-
Kirim copy prestasi ke email : siswaajegbali@gmail.com guruajegbali@gmail.com
Siswa dan Guru SD, SMP, SMA/SMK se-Bali Juara I - Harapan III bisa mengirim data diri atau Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK wakil sekolah lewat online. Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri
Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019
AjegSiswa
siswaajeg guru_ajegbali
siswaajeg.bali.3 guruajegbali
DIDUKUNG OLEH YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SD Saraswati 3 Renon
SD Saraswati 4 Jalan Tukad Barito
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SD Saraswati 1 Jalan Gadung
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
UNMAS DENPASAR
SD Saraswati 2 Jalan Gadung
SMP/SLUB Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMA/SLUA Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMP PGRI 3 DENPASAR
SMK PGRI 3 DENPASAR
TK Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMK Saraswati 1 Jalan Kamboja
SMK PGRI 2 DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
PAUD Saraswati 2 (TK dan PG) Renon
PAUD Saraswati 3 (TK dan PG) Tohpati
PAUD Saraswati 4 (TK dan PG) Jalan Kenyeri
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR
SMK Saraswati 3 (SMF) Jalan Kamboja
SMP PGRI 2 DENPASAR
PENGURUS PROVINSI PGRI BALI
PENGURUS CABANG KOTA PGRI DENPASAR
SMK Saraswati 2 Jalan Soka
YPLP KOTA PGRI DENPASAR
SD Saraswati 5 Tohpati
SD Saraswati 6 Jalan Kenyeri