Skip to main content

Edisi Sabtu 13 April 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

SOSIALISASI - Gubernur Bali Wayan Koster saat sosialisasi visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Unhi, Denpasar, Jumat (12/4) kemarin.

Wujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Koster Harapkan Kontribusi Unhi Bidang Adat, Agama, Seni dan Budaya

GUBERNUR Bali Wayan Koster kembali melakukan sosialisasi visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ kepada masyarakat Bali. Kali ini sosialisasi berupa kuliah umum dilakukan di hadapan civitas akademika Universitas Hindu Indonesia (Unhi) di Kampus Unhi, Jumat (12/4) kemarin. Dalam kuliah umumnya, Gubernur Koster menyatakan bahwa Unhi memiliki kepakaran di bidang-bidang tertentu yang bisa berkontribusi membantu mewujudkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Hal. 5 Kuliah Umum

’’Unhi diharapkan berkontribusi dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya terkait program pembangunan di bidang adat, agama, seni dan budaya.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Bansos ’’Racuni’’ Kecerdasan Memilih Krama Bali DEMOKRASI elektoral yang ideal mensyaratkan pemilih yang cerdas untuk menghasilkan wakil rakyat berkualitas. Sayangnya, sistem demokrasi elektoral juga membuka ruang menguatnya berbagai potensi yang mendangkalkan bahkan meracuni kecerdasan memilih. Paket-paket bantuan sosial (bansos) yang dimediasi orang-orang politik yang berkontestasi dalam pemilu mendangkalkan kecerdasan memilih. Terlebih di Bali, yang sistem kekerabatannya masih cukup kuat mengikat dalam klan, dadia, banjar dan desa adat, maka bansos adalah racun yang merusak kecerdasan memilih. Ancaman besar bagi masa depan demokrasi dari pemberian bansos terungkap dalam diskusi politik yang digelar Bali Post di Denpasar, Jumat (12/4) kemarin. Salah satu caleg DPR-RI dari PDI Perjuangan dapil Bali I Gusti Agung Putri Astrid yang telah menjelajah Bali dan bertemu dengan konstituen selama kampanye menangkap adanya potensi-potensi kecerdasan krama Bali dalam soal politik. ‘’Saya telah berkeliling Bali nyegara gunung. Memang ada perbedaan antara masyarakat di pedesaan dengan di kota. Namun saya menilai masyarakat kini cukup cerdas dalam pilihan politik,’’ katanya. Gung Astrid, demikian tokoh wanita Bali ini biasa dipanggil, mencontohkan bagaimana masyarakat di sekitar Danau Batur yang ditemuinya, menyadari bahwa wakil rakyat Bali di DPR-RI berperan besar dalam penyelamatan lingkungan. ‘’Dalam diskusi,

warga Batur menyampaikan penanggulangan meluapnya air Danau Batur, tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintahan di Bali, melainkan juga pemerintah pusat. Mereka lalu meminta wakil rakyat Bali di DPR-RI harus lebih banyak berbuat,’’ katanya. Kesadaran dan kecerdasan politik krama Bali ini sayangnya banyak dirusak oleh sikap-sikap pragmatis dari orang-orang politik yang berkontestasi dalam pemilu dengan pemberian bansos. ‘’Pemberian bansos saya akui justru mendangkalkan kecerdasan memilih masyarakat Bali,’’ kata Gung Astrid. Akibatnya pragmatisme itu lalu menular kepada krama Bali yang dalam masa-masa kampanye seperti saat ini tidak segan-segan mensyaratkan bansos sebagai pertimbangan penting memilih caleg. Hal. 5 Kemampuan Caleg

Bupati Tabanan Dukung Inovasi Produk Tembakau Alternatif

Solusi GERAKAN menuju masyarakat sehat dan tetap konsisten mengawal budayanya kini menjadi agenda strategis nasional. Edukasi menuju masyarakat dilakukan dengan berbagai program dan dilakukan secara sinergi melibatkan semua elemen. Gerakan ini direspons positif banyak pihak dengan melakukan berbagai pendekatan produk ramah lingkungan. Kini dalam bidang kesehatan produk ramah lingkungan juga sedang dikembangkan. Terobosan dan pendekatan teknologi dalam hal ini mestinya disikapi secara arif dan didukung regulasi yang jelas. Artinya, sepanjang produsen mampu menyediakan produk alternatif dan ramah lingkungan tentu produkproduk olahan tembakau alternatif semacam ini bisa disediakan ruang dan dipayungi secara regulasi. Solusi haruslah dicari dan diwujudkan. Melihat animo dan respons pasar terhadap penggunaan produk-produk tembakau alternatif yang lebih ramah lingkungan, misalnya, maka hal ini diharapkan menjadi solusi atau alternatif untuk berhenti merokok konvensional secara bertahap. Merespons hal ini, Bupati Tabanan Ni

Putu Eka Wiryastuti siap mendukung riset dan pengembangan dalam mengurangi risiko serta dampak bahaya kesehatan dari rokok. Apalagi, saat ini sudah muncul beberapa produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan. ‘’Semua kembali kepada masyarakat saja, sepanjang itu bisa lebih sehat tidak masalah. Pasti akan kita dukung,’’ kata politikus PDI Perjuangan ini, Jumat (12/4) kemarin. Tidak hanya pada riset dan pengembangan, Bupati Eka juga akan mendorong pertumbuhan bisnis Industri Kecil Menengah (IKM) produk tembakau alternatif di Kabupaten Tabanan. Sejalan dengan itu, pihaknya juga akan mengkaji potensi pasar produk tersebut. ‘’Boleh saja dan tentunya bisa menjadi pilihan usaha,’’ pungkasnya. Sebelumnya, pemerintah mengatakan akan menyiapkan regulasi baru tentang produk Industri Hasil Tembakau (IHT) tersebut dalam menyambut era industri 4.0. Salah satu yang akan dikembangkan adalah produk tembakau alternatif. Ni Putu Eka Wiryastuti pun mengatakan mendukung akan inovasi dan pendekatan industri yang ramah lingkungan. Bupati Eka yang dikenal merakyat ini mengakui bahwa inovasi teknologi tembakau alternatif kini sudah banyak dinikmati publik. Penggemar rokok banyak yang beralih ke penggunaan rokok dengan pendekatan teknologi. ‘’Prinsipnya sepanjang itu diterima oleh pasar dan produsen mampu merespons pasar dengan produk tembakau alternatif,’’ jelasnya. Ia mengatakan produk altermatif juga berpotensi dikembangkan oleh Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya di Kabupaten Tabanan. Bupati Eka menegaskan, hal itu tergantung pangsa pasar, namun sepanjang pengembangannya positif, tentu saja dirinya akan mendukung penyiapan regulasinya. ‘’Regulasi atas sebuah produk memang harus disiapkan. Ini akan mendukung legalitas produksi dan pasarnya,’’ jelasnya. (bit)

’’Saya mendukung riset dan pengembangan dalam mengurangi risiko serta dampak bahaya kesehatan dari rokok. Apalagi, saat ini sudah muncul beberapa produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan.’’ Ni Putu Eka Wiryastuti Bupati Tabanan


DENPASAR

2

Operasi Sikat Agung, Polresta Terbanyak Tangkap Pelaku Kejahatan

FIGUR

Jangan Sampai Ketinggalan PELAKSANAAN pemilu serentak 2019 tinggal menghitung hari. Pemprov Bali lewat Badan Kesbangpol kembali mengingatkan masyarakat agar menggunakan hak pilihnya pada 17 April mendatang. Kendati sudah ada keputusan presiden yang menetapkan hari pemungutan suara sebagai hari libur nasional, namun belum tentu hal ini berlaku bagi masyarakat yang bekerja di sektor swasta. “Pemerintah secara pasti, anggaplah ASN libur, sudah tidak masalah. Kepada perusahaan dan swasta, tidak lebih dan tidak kurang yang kita harapkan adalah pengaturan jam kerjanya terkait dengan ini,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali IGA Sudarsana, Kamis (11/4). Ia menambahkan, perusahaan mesti membuat pengaturan atau jadwal agar semua tenaga kerja yang memiliki hak pilih bisa datang ke TPS. Dengan begitu, mereka bisa melaksanakan kewajiban di dalam pesta demokrasi ini. “Sederhananya, janganlah kita ketinggalan terhadap pesta itu,” jelas mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali ini. Ia menegaskan, Pemprov Bali turut mendukung target partisipasi pemilih yang ingin dicapai KPU Bali sebesar 80 persen. Oleh karena itu, pihaknya selalu berusaha untuk hadir dalam setiap kegiatan sosialisasi yang digelar penyelenggara pemilu tersebut. Secara moralitas, juga ada kewajiban untuk memilih siapa yang akan memimpin negara ini. “Tentunya dengan pilihan yang benar datang dari hati nurani, akan didapat seorang pemimpin yang benar-benar sesuai dengan keinginan masyarakat,” terangnya. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa pemilu bukan saja memilih presiden dan wakil presiden. Tapi juga memilih anggota DPD, DPR-RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Pemilu serentak kali ini dinilai paling seru lantaran dalam satu hari menyelesaikan pemilihan presiden dan wakil presiden serta legislatif sekaligus. “Walaupun nanti perlu waktu sebulan untuk pemberitahuan berkaitan dengan penetapan siapa yang unggul dan tidak unggul,” imbuhnya. Euforia Pemilu 2019, kata dia kelihatannya memang hanya pada pemilihan presiden dan wakil presiden. Namun, calon DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota sebetulnya sudah lebih cermat menyikapi. (rin)

Penyidik akan Periksa Ulang Saksi Kasus Ketua Kadin Denpasar (Bali Post) Penyidik yang menangani kasus Ketua Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra (43) terus didalami. Saat ini penyidik sedang mengusut aliran dana Rp 12 miliar dan berencana memeriksa ulang tiga saksi berinisial S (anak mantan pejabat di Bali), J dan C. Dikonfirmasi Jumat (12/4) kemarin, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan mengakui pihaknya berencana melakukan pemeriksaan ulang terhadap tiga saksi tersebut. Meskipun mereka sebelumnya sudah pernah diperiksa. “Kami masih melakukan pengembangan lebih lanjut. Apabila ada hal-hal yang diperlukan, kami akan melakukan pemeriksaan ulang (saksi - red),” ujarnya. Ditanya soal pengakuan Alit Wiraputra bahwa dana Rp 16 miliar milik Sutrisno Lukito Disastro diserahkan kepada ketiga saksi, Andi Fairan membenarkan adanya pengakuan tersebut. Menurutnya, masih diusut ke mana saja aliran dana itu. “Apakah digunakan tersangka mengatasnamakan orang atau aliran dana bergeser ke pihak lain untuk proses mendapatkan izin? Namun, sementara ini cukup tersangka yang bertanggung jawab untuk dirinya sendiri,” ujarnya. Mantan Kasat Sabhara Polda Sumatera Utara ini menegaskan, jika pelaku merasa

Sabtu Pon, 13 April 2019

dikorbankan, dia menyarankan agar membuat laporan. Demikian pula kalau uang yang sudah diserahkan kepada para pihak, tapi izinnya tidak keluar dan merasa ditipu, bisa juga melaporkan. Pihaknya dengan senang hati membuka tangan dan akan memprosesnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali menangkap Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra di Hotel Belligio, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/4) dini hari. Penangkapan caleg DPR-RI ini terkait penggelapan dana perizinan proyek di Pelabuhan Benoa senilai Rp 16 miliar dan dikhawatirkan melarikan diri. Hasil pemeriksaan pelaku, dia mengakui uang tersebut dialirkan kepada tiga orang berinisial J, C dan S. Ketiga orang tersebut sudah diperiksa dan berstatus saksi. Dana yang diserahkan kepada S Rp 7,5 miliar dan 80.000 dolar Amerika, J sebesar Rp 1,1 miliar dan C Rp 4,6 miliar. Saksi S dapat jatah karena memberi arahan tentang pihak yang bisa membantu, C menyiapkan gambar dan FS, sedangkan J bertugas mengurus menyiapkan legalitas surat-surat ke Pemprov Bali. Sedangkan pelaku mengaku hanya dapat Rp 2 miliar. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Opersi Sikat Agung berlangsung 27 Maret hingga 11 April 2019, dan hasilnya sudah dirilis di Mapolda Bali Jumat (12/4) kemarin. Dari operasi yang dilakukan Polda Bali dan jajarannya, Polresta Denpasar menangkap pelaku kejahatan paling banyak. Mereka terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Adi Fairan, operasi ini dilaksanakan dalam rangka cipta kondisi menuju masa tenang, hari pencoblosan, pascapencoblosan Pemilu 2019. Dengan digelarnya operasi ini, diharapkan pelaksanaan pemilu berjalan aman, lancar, damai dan bisa berjalan sesuai yang diharapkan bersama. “Selama 16 hari menggelar operasi ini dengan sasaran curanmor, curat dan curas, kami dapat mengungkap kasus sebanyak 53 kasus curat, tiga curas dan 14 curanmor. Jumlah tersangka untuk curat 56 orang, curas lima orang dan curanmor 13 orang,” tegasnya. Khusus untuk kasus menonjol adalah skimming, termasuk curat yang diungkap Ditreskrimum Polda Bali. Pelakunya yaitu Kaloyan Kirilov Spasov (38), Lyubomir Todorov Bogdanov (33) Nikolay Valentinov Dinev (39)

dan Valentin Chavdarov Galchev (31). Mereka merupakan warga negara Bulgaria dan ditangkap saat beraksi di ATM di Jalan Raya Pecatu, Kuta Selatan, Rabu (10/4) lalu. “Setelah mencuri data di ATM lalu dimasukkan dalam laptop. Selanjutnya divalidasi, lalu digandakan dengan cara dimasukkan datanya ke kartu putih,” kata Adi Fairan memaparkan. Agar bisa menggunakan kartu tersebut, kata dia harus tahu nomor PIN nasabah bank. Selanjutnya pelaku memasang kamera tersembunyi di panel PIN. Uang nasabah bank yang dikuras dominan dari luar negeri, tapi sudah ada nasabah lokal yang disasar. “Beberapa kali kami menangkap warga Bulgaria. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk memperketat pengawasan, terutama wisatawan Bulgaria karena saya melihat jaringan ini memilih Bali sebagai sasaran empuknya,” ujarnya. Adi Fairan menambahkan, pihaknya juga akan perketat pengawasan warga Bulgaria dan Rusia yang ada di Bali. Karena dari data yang diperoleh, dominan pelaku terlibat tindak kirminal khususnya skimming dan perampokan adalah Bulgaria dan Rusia. “Kami awasi ke depan. Untuk memberi efek jera, saya perintahkan anggota agar lebih tegas. Bila perlu dilumpuh-

Bali Post/eka

OPERASI - Polisi menggelar barang bukti dan para tersangka yang terjaring dalam operasi Sikat Agung di Mapolda Bali, Jumat (12/4) kemarin. kan agar Bali tidak dijadikan tempat mereka melakukan kejahatan,” tegasnya. Menurut Adi Fairan, dalam dua bulan terakhir, pihaknya menangkap sembilan warga Bulgaria. Mereka rata-rata jaringan dan sedang dikembangkan. Namun ada kendala menangani kasus itu terutama masalah bahasa. Pelaku mengaku tidak bisa Bahasa Inggris dan memilih bungkam saat ditanya jaringannya. Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan

mengatakan, selama Operasi Sikat, Polresta dan jajarannya menangkap tujuh pelaku curat, tiga pelaku curas dan enam pelaku curanmor. Jadi, jumlah keseluruhan 16 tersangka. Salah satu pelaku yang ditangkap adalah Jemmy Sinaga (38) terkait kasus curat. Bahkan Jemmy sempat kabur dari ruang tahanan tapi berhasil dibekuk di Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (11/4) dini hari. Petugas terpaksa menembak kedua kakinya karena melakukan

Tekan Angka Pengangguran

Kurikulum Mesti Ikuti Dinamika Pasar

Denpasar (Bali Post) -

DPRD Bali mengapresiasi tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang dirancang menurun rata-rata 1,5 persen sampai 0,9 persen dalam RPJMD Semesta Berencana. Upaya ini dinilai positif untuk mengatasi permasalahan tenaga kerja di Bali. Namun, dewan juga mengingatkan bila permasalahan tenaga kerja terbilang kompleks dan setiap tahunnya selalu bertambah. Ditambah lagi terjadi dinamika yang menyebabkan perubahan struktur TPT Provinsi Bali. “Masih ada persoalan yang harus diselesaikan, di mana struktur TPT Provinsi Bali masih didominasi oleh pengangguran terdidik dari tingkat SMK, diploma hingga sarjana,” ujar Anggota Komisi III DPRD Bali Ida Bagus Gede Udiyana saat membacakan Laporan Akhir DPRD Bali terhadap LKPJ Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD Bali, Jumat (12/4) kemarin. Menurut Udiyana, hal itu disebabkan oleh sulitnya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi tenaga kerja y a n g ada.

Dengan demikian, gubernur diminta segera melakukan sinkronisasi melalui perubahan kurikulum. “Kurikulum agar disesuaikan dengan dinamika pasar yang berkembang sehingga terjadi link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri,” jelas politisi Golkar ini. Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, di Bali sebetulnya ada banyak lapangan pekerjaan. Namun, para pencari kerja terutama anak-anak muda lebih banyak canggung untuk mengambil pekerjaan tersebut. Ini lantaran pekerjaan yang ada tidak sesuai dengan latar pendidikan mereka. “Maka, ke depan pendidikan kita agar disesuaikan dengan kebutuhan pasar, sehingga begitu dia selesai di tingkat menengah ada pekerjaannya. Di tingkat pendidikan tinggi dia selesai, ada pekerjaannya. Itu yang dimaksud,” ujarnya.

Topik : Bawaslu Bidik ”Money Politics”

Politisi PDI-P ini menambahkan, dewan dan eksekutif berkomitmen untuk selalu memperbaiki sistem yang ada. Dengan tujuan, pendidikan dan lapangan pekerjaan bisa link and match lewat sistem tersebut. “Kalau sekarang kan lapangan pekerjaan ke kanan, tenaga yang kita siapkan ke kiri. Jadi, tidak pernah nyambung,” tandasnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster sudah menyiapkan program untuk mengatasi masalah pengangguran. Salah satunya menyiapkan inkubator bisnis agar lulusan sekolah atau perguruan tinggi bisa langsung bekerja. Selain itu, mereka juga akan dididik kembali khususnya terkait entrepreneurship atau kewirausahaan. “Tapi yang menarik tadi kan pengangguran struktural. Memang kalau kita melihat lapangan pekerjaan di Bali sesungguhnya kan ada. Indikatornya kita bisa lihat Topik masih: banyak orang luar Bali mencari pekerjaan ke Bali,” ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Kalau dicermati, lanjut Cok Ace, lapangan pekerjaan masih banyak. Tinggal sekarang tenaga kerja yang ada mau mengambil pekerjaan itu atau tidak. (kmb32)

Bali Post/ist

LKPJ - Anggota Komisi III DPRD Bali Ida Bagus Gede Udiyana saat membacakan Laporan Akhir DPRD Bali terhadap LKPJ Kepala Daerah Provinsi Bali Tahun 2018 dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Bali.

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

perlawanan. Jemmy kabur bersama istrinya. Saat ditangkap, istrinya juga ada di sana. Seperti diberitakan sebelumnya, dua tahanan Polresta Denpasar, Christoni Kaledi Bonung alias Toni (21) dan Jemmy Sinaga (38), kabur dari ruang tahanan Piket Siaga Reskrim, Minggu (7/4). Kasus ini terjadi diduga karena penjaga tahanan lalai. Tersangka Christoni yang merupakan residivis lebih dulu ditangkap di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan. (kmb36)

Perampok Asal Rusia Diringkus di Lombok Denpasar (Bali Post) Tim Gabungan Resmob Polresta Denpasar, Satgas CTOC dan polsek kembali menangkap pelaku merampokan ATM dan money changer berinisial RA (32). Wanita asal Rusia ini ditangkap di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), beberapa waktu lalu. “Sampai saat ini, kami menangkap empat pelaku (Alexei Korotkikh, Georgeii Zhukov, Robert Haupt dan RA),” kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan saat merilis hasil Operasi Sikat Agung 2019 di Mapolda Bali, Jumat (12/4) kemarin. Menurut Arta Ariawan, dengan pengungkapan kasus tersebut, Tim Resmob Polresta, Satgas CTOC, Polsek Kuta dan Polsek Kuta Selatan telah menuntaskan PR kasus perampokan sadis yang terjadi sejak tahun 2017. Selain itu, pihaknya juga mengamankan mobil yang dibawa kabur pelaku. Mobil tersebut diamankan di sebuah bengkel di wilayah Lombok. Dengan ditangkapkan perampok asal Rusia ini, kata mantan Kapolsek Kuta Utata ini, terungkap semua kasus perampokan ATM dan money changer yang terjadi di wilayah Kuta dan Kuta Selatan. “Kami menyelidiki kasus ini selama tiga bulan. Berkat kerja keras dan keuletan tim kami, akhirnya kasus-kasus tersebut berhasil diungkap,” tegasnya. Kasus-kasus tersebut, di antaranya perampasan senjata api SS-1 yang dibawa anggota Brimob Polda Bali di Hotel Ayana, Kuta Selatan, perampokan di ATM CIMB Niaga di Supermarket Nirmala, Balangan, Kutsel, ATM Maybank di Toko Surfer Paradise di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kedonganan, mobil jasa pengiriman uang PT Andalan di Bank Central Asia (BCA) KCP Mumbul di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kutsel, BMC Money Changer di Jalan Pratama No.36 XY, Kutsel dan money changer di Jalan Nakula, Kuta. “Memang belum semua ditangkap karena diduga pelakunya banyak. Kendala kami adalah pelaku bungkam, mereka membantah dan tidak bisa Bahasa Inggris. Tapi, upaya penyelidikan tiga bulan akhirnya dapat alat bukti sehingga tanpa pengakuan kami bisa membuktikan,” ujarnya. Untuk brankasnya, kata Arta Ariawan, masih dicari termasuk senpi SS-1. Pencarian terus dilakukan, termasuk memburu pelaku lainnya. “Mudah-mudahan pelaku lainnya segera ditangkap,” ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Polresta Denpasar, Satgas CTOC, Polsek Kuta dan Polsek Kutsel mengungkap kasus perampokan money changer yang melibatkan warga Rusia, Rabu (20/3) lalu. Dari pengungkapan tersebut, petugas menembak mati tersangka Alexei Korotkikh (45). Sedangkan pelaku lainnya, Georgeii Zhukov (39) dan Robert Haupt (41) berhasil ditangkap hidup-hidup. Terkait salah satu barang bukti yang diamankan yaitu magazen, senpi itu identik dengan yang dibawa anggota Brimob Brigadir I Bagus Suda Suwarna. Senpi SS1-V1 yang dibawa Suda dirampas saat tugas di Hotel Ayana Resort Jimbaran, Kuta Selatan, pada Agustus 2017. (kmb36)

2020, Anggaran OPD Berbasis Program Kegiatan Prioritas

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30- wita. Denpasar (Bali Post)

Perubahan besar tampak dalam pengalokasian anggaran untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali pada

Pemprov Bangun Sinergi dengan Kabupaten/Kota

APBD 2020. Pagu anggaran tidak lagi dibagi terlebih dulu per OPD seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, berbasis program kegiatan prioritas. OPD yang sebelumnya

Bali Post/kmb32

MUSRENBANG - Suasana Musrenbang di Bappeda Litbang Provinsi Bali.

mendapatkan alokasi anggaran lebih banyak, belum tentu kali ini akan sama. Terutama jika program kegiatannya tidak dianggap prioritas, dan berlaku sebaliknya. “Jadi mereka akan dapat anggaran tergantung usulan mereka. Kalau umpama programnya tidak bagus, kegiatannya tidak menukik pada pencapaian visi misi, bisa kita coret,” ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra di selasela Musrenbang RKPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020 yang masih berlanjut di Kantor Bappeda Litbang Provinsi Bali, Jumat (12/4) kemarin. Menurut Ika Putra, OPD kini ditantang membuat usulan program kegiatan prioritas dan inovatif. Tidak boleh hanya sekadar kebiasaan

selama ini atau turunan kegiatan rutin. Hal ini dinilai positif untuk bisa menuju atau menjabarkan visi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Kendati begitu, tetap harus memperhitungkan anggaran yang ada. Jika anggaran yang diminta masih terlalu besar, akan ada rasionalisasi yang dilakukan. “Rasionalisasi untuk yang tidak penting seperti perjalanan dinas, ATK, rapat-rapat, atau studi banding misalnya, supaya bisa mencapai angka itu. Tetapi sekali lagi, jangan baru ada sedikit, kegiatan yang penting untuk mencapai visi misi malah dihilangkan. Itu tidak boleh,” jelasnya. Program kegiatan yang dimaksud, lanjut Ika Putra, dalam struktur APBD adalah belanja. Inilah yang disusun dalam Musrenbang dengan

memperhitungkan pendapatan. Sebelumnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) telah diputuskan dalam Forum Pendapatan Daerah sebesar Rp 3,6 triliun untuk target di 2020. Ini belum termasuk dana perimbangan, dana transfer, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. “Dengan hitungan belanja, kita hanya punya proyeksi sekitar Rp 1,1 triliun di belanja langsung. Supaya APBD sehat dan kita nyaman melaksanakan kegiatan, Gubernur tidak mau lagi di awal kita sudah membuka ruang defisit yang besar,” imbuhnya. Ika Putra melanjutkan, defisit harus dikawal supaya bisa 0 persen alias tidak ada defisit anggaran. Kendati lebih berat, namun bisa lebih mudah menambah program prioritas ketika ada tambahan Dana Alokasi Umum (DAU)

atau dana insentif daerah dari pemerintah pusat. Kalau langsung dirancang defisit, tambahan dana hanya akan dipakai untuk bisa menutup defisit itu saja. “Itulah lagi memberi ruang untuk program-program yang bisa lebih efektif. Aturan nasional memang mengamanatkan supaya APBD itu sehat. Yang dimaksud APBD sehat adalah yang defisit 0 persen itu,” terangnya. Ika Putra menambahkan, sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota juga harus dibangun. Itu sebabnya Musrenbang kemarin masih belum bisa dikatakan selesai. Pihaknya masih membuka ruang hingga seminggu ke depan bagi OPD di provinsi dan kabupaten/kota untuk membawa program atau angka perubahan. Setelah itu,

baru dilakukan pemaparan di hadapan gubernur. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bappeda Litbang Provinsi dan kabupaten/kota juga dinas terkait harus duduk bersama untuk merumuskan apa yang menjadi prioritas di masing-masing sektor. Jangan sampai provinsi dan kabupaten/kota tidak sejalan, sehingga program kegiatan menjadi tidak tepat sasaran. “Provinsi tidak perlu terlalu sering manggil-manggil. Kalau perlu, provinsi yang turun ke kabupaten duduk bareng di sana. Merumuskan secara kekeluargaan, musyawarah mufakat apa yang harus diputuskan di situ sebagai prioritas sehingga pembangunan ini betul-betul dikelola dengan semangat kebersamaan,” ujarnya. (kmb32)


BADUNG

Sabtu Pon, 13 April 2019

3

Potensi Energi Surya di Bali Sangat Tinggi Mangupura (Bali Post) -

Bali memiliki potensi energi surya yang sangat tinggi. Hal itu lantaran letak geografis dan kondisi cuaca di Bali yang sangat mendukung. Menurut Kepala Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak, potensi energi surya yang dimiliki Bali cukup besar, yaitu 32.000 gWh hingga 53.300 gWh per tahun dengan menggunakan solar PV jenis thin-film silicon sebagai opsi termurah. Potensi tersebut jauh melebihi kebutuhan listrik di Provinsi Bali pada tahun 2028 sebesar 9,828 gWh per tahun.

Bali Post/edi

DISKUSI - Suasana diskusi terkait energi terbarukan, Jumat (12/4) kemarin, di Jimbaran.

‘’Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang menyusun peraturan gubernur mengenai pemanfaatan energi terbarukan di Bali yang memuat kebijakan untuk mendukung pengembangan energi terbarukan termasuk energi surya. Selain itu, penyusunan Rencana Umum Ketenagalistrikan Provinsi (RUKP) Bali tentang pembangunan sistem kelistrikan untuk beberapa tahun mendatang juga sedang berjalan,’’ katanya di selasela diskusi membahas energi terbarukan terutama energi surya, Jumat (12/4) kemarin di Jimbaran.

Wujudkan Era Baru Bali

Seluruh Komponen Diharapkan Ikut Berpartisipasi Mangupura (Bali Post) Seluruh komponen masyarakat diharapkan ikut berpartisipasi mewujudkan era baru Bali. Terutama dalam rangka meningkatkan pertumbuhan pariwisata Bali yang berkualitas dan berdasarkan budaya, seluruh komunitas pariwisata seperti salah satunya kalangan public relations (PR) diharapkan turut berkontribusi menjaga Bali dan mewujudkan era baru Bali. Menurut Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha, kekuatan Bali adalah budaya. Hal itulah yang membuat wisatawan tertarik untuk datang ke Bali. Saat ini yang paling penting bagaimana mewujudkan era baru Bali

terutama melalui media. ‘’Era baru sekarang dengan adanya Gubernur Bali yang baru, ada waktu selama lima tahun bersama kita agar bagaimana dunia pariwisata Bali bisa meningkat,’’ katanya saat menjadi pembicara pada Media Coffee Bali 2019 di Kuta, Jumat (12/4) kemarin. Acara ini diselenggarakan PR Newswire yang berpusat di Hongkong. Mewujudkan era baru Bali ini juga memerlukan kerja sama dari kalangan PR. PR diharapkan tidak hanya melakukan sesuatu untuk meningkatkan usaha di lingkungannya, namun perlu membuat agenda setting untuk memajukan usaha bersama komponen lain. Ada beberapa program dari

Gubernur Bali yang menjadi semangat untuk memajukan lagi dunia pariwisata. Ada beberapa isu yang menurutnya mendorong untuk bisa lebih bertumbuh lagi. Misalnya komitmen pengurangan sampah plastik untuk mewujudkan Bali yang bebas dari sampah plastik. Selain itu, mengangkat beberapa produk UKM termasuk hasil pertanian agar bisa menjadi suatu keunggulan pariwisata Bali. ‘’Bagaimana mengembalikan pariwisata Bali kembali ke yang alami, termasuk komitmen kita menggunakan produk-produk organik dan produk kita bisa terbebas dari bahan kimia. Ini juga isu-isu menarik, termasuk juga kelebi-

han Bali ini adalah pariwisata budaya. Kelebihan Bali ini bukan apa-apa, tapi pariwisata budaya,’’ terangnya. Tidak hanya itu, dalam rangka menjaga kelestarian budaya Bali, Gubernur Bali juga sudah merancang retribusi wisatawan sebagai upaya mendapatkan tambahan pendapatan daerah untuk dikontribusikan kembali menjaga kekuatan Bali yaitu budaya. ‘’Bali terkenal karena faktor taksu, karena faktor niskala. Itu yang akan diperkuat yang didedikasikan melalui seluruh desa adat, manusia dan alam Bali yang menjaga budaya yang menjadi kekuatan pariwisata di Bali,’’ ujarnya. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) Surat Keputusan (SK) bagi 298 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Badung telah ditandatangani. SK bagi peserta lulus seleksi pengadaan CPNS tahun 2018 ditandatangani oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Berdasarkan informasi, ratusan SK CPNS yang lulus seleksi dengan sistem CAT ini akan diserahkan langsung oleh Bupati Giri Prasta di Puspem Badung, Senin (15/4). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung I Gede Wijaya membenarkan bahwa semua SK pengangkatan 298 CPNS Badung sudah ditandatangani

oleh Bupati Badung dan akan diserahkan Senin depan. ‘’Tadi (kemarin - red) sudah kami ambil SK-nya untuk diserahkan Senin nanti. Semua sudah ditandatangani oleh Bapak Bupati,’’ ujar Gede Wijaya, Jumat (12/4) kemarin. Berdasarkan informasi terakhir, kata Gede Wijaya, CPNS yang lulus dan melengkapi pemberkasan tidak ada yang mengundurkan diri. Jadi, pihaknya meyakini mulai Senin mendatang akan ada penambahan 298 abdi negara di Badung. ‘’Jadi jumlahnya tetap dan sudah kami umumkan bahwa Senin mereka diberikan SK. Sampai saat ini, tidak ada satu pun informasi bahwa ada yang mengundurkan diri,’’ jelasnya.

Dalam acara penyerahan SK Pengangkatan CPNS nanti, para CPNS tersebut juga akan diberikan pengarahan oleh Bupati Badung. Setelah itu baru mereka langsung bertugas. Setelah SK diserahkan mereka akan bertugas di tempatnya masing-masing. ‘’Tapi sebelum itu tentu ada pengarahan dari Bapak Bupati dan instansinya terkait dulu,’’ katanya. Seperti diberitakan, peserta yang lulus seleksi pengadaan CPNS tahun 2018 sempat lama terkatung-katung lantaran SK pengangkatan CPNS lama tak kunjung turun. Padahal pemberkasan sudah dilakukan pada bulan Januari 2019. Sebelumnya Wijaya berdalih para CPNS belum menerima SK lantaran

menunggu Nomor Induk Pegawai (NIP) turun. Sementara seleksi pengadaan CPNS berlangsung tahun 2018. (kmb27)

Akhirnya, SK Ratusan CPNS Diteken

Terus Bergulir, Program Badung Membangun Bali dari Pinggiran

Bupati Giri Prasta Serahkan Hibah Rp 3,48 M di Nusa Penida BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta terus menggulirkan program Badung membangun Bali dari pinggiran dengan tagline ‘’Badung Angelus Buana’’ atau Badung berbagi dari Badung untuk Bali. Semua daerah di Bali dibantu untuk pembangunan fisik dan program meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada Jumat (12/4) KEMARIN, giliran Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung dibantu Rp 3,48 miliar. Bantuan ini diarahkan untuk 17 penerima, sebagian besar untuk pembangunan pura, balai banjar dan upakara bagi masyarakat di Nusa Penida. Bupati Giri Prasta bersama Wabup Badung Ketut Suiasa langsung menyeberangi Selat Badung untuk menyerahkan dana hibah tersebut kepada masyarakat Nusa Penida. Rombongan Bupati Giri Prasta beserta jajaran pimpinan OPD Pemkab Badung disambut tokoh masyarakat beserta ratusan masyarakat Nusa Penida di Balai Desa Batununggul, Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Jro Bendesa Panca Mandala Dita Nyoman Puter mewakili masyarakat penerima hibah mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Badung dan Wakil Bupati Badung yang telah memberikan bantuan untuk masyarakat, khususnya di Kecamatan Nusa Penida. Bantuan ini sangat besar manfaatnya untuk mendukung pembangunan di Nusa Penida, khususnya pembangunan parahyangan pura dari masyarakat. ‘’Atas nama para penerima kami sampaikan banyak-banyak terima kasih atas bantuan Bapak Bupati. Semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaikbaiknya,’’ tambahnya.

SERAHKAN BANTUAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah kepada masyarakat Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Jumat (12/4) kemarin. Dijelaskannya, Nusa Penida terdiri dari 47 desa adat, masingmasing memiliki Pura Kahyangan Tiga. ‘’Bukan satu dalem saja, ada satu desa adat yang terdiri dari enam banjar, tiga dusun, masing-masing banjar miliki Kahyangan Tiga,’’ jelasnya. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan Bupati Badung tidak sungkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Nusa Penida ke depannya. Dengan ini rasa manyama braya semakin meningkat antara sameton Nusa Penida dengan Bupati Badung. ‘’Intinya kami harapkan hibah ini berkelanjutan di tahun mendatang,’’ tambahnya. Dalam gendu wirasa tersebut Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi sambutan para tokoh dan masyarakat Nusa Penida. Menurutnya, bantuan hibah ini sebagai tindak lanjut dari program Presiden RI, membangun Indonesia dari pinggiran dan dari Badung membangun Bali dari pinggiran. Dijelaskan, dari dulu terdapat tiga aspek di Bali

yaitu yuridis, aspek filosofis dan sosiologis. Bupati bersama Wabup telah berkomitmen untuk menjalankan tiga aspek tersebut. Bupati menyadari agama Hindu banyak waktu habis di adat dan dana untuk ber-yadnya. Untuk itu Badung membantu untuk meringankan masyarakat Bali. Ditekankan, hibah itu beda dengan bansos. Bantuan hibah ini murni kebijakan Bupati dan penerima hibah tidak dikenakan pajak, tujuannya untuk meringankan beban krama di Nusa Penida. ‘’Bagi saya, semakin banyak yang kita ajak bekerja di Nusa Penida, maka semakin ringan beban masyarakat Nusa Penida itu sendiri,’’ tegasnya. Bupati tidak berhenti di sini. Sebab, ia sudah mengalokasikan 250 bedah rumah untuk Nusa Penida. Masing-masing mendapat bantuan Rp 50 juta. Dia berharap bantuan hibah ini jangan sampai disalahgunakan dan harus ada laporan pertanggungjawaban. (ad580)

Sementara itu, Ketua Center of Excellence Community Based Renewable Energy (CORE) Universitas Udayana Ir. I.A. Dwi Giriantari, M.Eng. Sc., P h.D. m e ng a t a ka n, teknologi untuk pemanfaatan energi surya sudah sangat memadai dan secara keekonomian juga makin menjanjikan. Pada saat bersamaan, Pemprov Bali memiliki komitmen kuat dengan visi ‘’Bali bersih hijau dan indah’’ dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan energi bersih juga sudah mulai terbangun. Biaya pembangkitan energi terbarukan, kata dia sudah

dapat menyaingi biaya pembangkitan batubara, bahkan dengan mengabaikan subsidi untuk energi batu bara. Dengan melakukan perhitungan biaya amortisasi per kWh energi yang dihasilkan oleh energi surya atap selama lebih dari 20 tahun, maka harga listrik yang dihasilkan adalah Rp 800 per kWh. Harga ini 45 persen lebih murah dibandingkan tarif dasar listrik (TDL) yang diberlakukan PLN saat ini yang kemungkinan akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Berdasarkan hasil studi, industri energi surya akan menciptakan lebih banyak

lapangan kerja. Panel surya telah menciptakan jumlah pekerjaan terbanyak dibandingkan dengan sumber energi terbarukan lainnya, mencapai sekitar 3,1 juta pekerjaan di seluruh dunia. Dibandingkan dengan energi konvensional, panel surya menciptakan sebanyak 10 pekerjaan per MW, jauh lebih tinggi daripada tenaga batu bara yang hanya menciptakan 1 pekerjaan per MW. ‘’Dengan kata lain, untuk memenuhi seluruh kebutuhan listrik Bali pada tahun 2027, akan tercipta lebih kurang 10.000 pekerjaan baru jika penambahan kapasitas listrik tersebut akan dipenuhi dengan menggunakan energi surya. Pemerintah Provinsi Bali akan dapat mengurangi angka pengangguran yang saat ini mencapai 22.345 orang,’’ ujarnya. (kmb23)

Logistik Pemilu Mulai Didistribusikan Mangupura (Bali Post) Logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mulai disebar ke seluruh kecamatan di Kabupaten Badung, Jumat (12/4) kemarin. Pendistribusian dari gudang KPU Badung ini mendapatkan pengawalan ketat aparat kepolisian. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Badung I Wayan Semara Cipta mengatakan, pengiriman surat suara dilakukan per varian demi menghindari logistik tertukar. Hari pertama pendistribusian, pihaknya mengirim surat suara pemilihan DPRD Provinsi Bali. Hari kedua dilakukan pendistribusian surat suara pemilihan DPD. ‘’Begitu seterusnya, sampai hari terakhir, surat suara pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Jadi pendistribusiannya secara bertahap,’’ ungkap Semara Cipta. Pria yang akrab disapa Kayun ini mengungkapkan, logistik pemilu diangkut menggunakan 13 mobil boks. Pemilihan mobil boks lantaran dinilai lebih aman dari hujan, mengingat logistik pemilu termasuk kotak suara berbahan kertas dan karton. ‘’Sengaja kami memilih mobil boks, karena melihat cuaca seperti sekarang.

Satu truk itu bisa saja untuk satu kecamatan. Seperti di Kecamatan Petang hanya ada 95 TPS,’’ katanya. Kendati demikian, Kecamatan Kuta Selatan, khususnya di Jimbaran terdapat 125 TPS, sehingga dibutuhkan dua truk. ‘’Makanya kita juga melihat kapasitas truk, berapa ada TPS di sana,’’ ucapnya. Seperti diketahui, total terdapat 1.413 TPS di Kabupaten Badung, 2 di antaranya berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Logistik pemilu untuk sementara dititipkan di kantor desa/kelurahan. ‘’Selama berada di kantor desa/kelurahan, logistik akan mendapat penjagaan ketat baik dari tim Panitia Pemungutan Suara (PPS), Linmas, dan aparat kepolisian setempat,’’ sebutnya. Ditambahkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pihak kepolisian, anggota Polres Badung akan fokus mengawasi dan menjaga di wilayah Petang, Abiansemal, Mengwi, dan Kuta Utara. Sementara wilayah Kuta dan Kuta Selatan lebih banyak personel dari Polresta Denpasar. (kmb27)


INFO SEREMONIAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Cetak Sejarah, Gus Adhi Ajak Warga Kerobokan Coblos dan Menangkan Paket Tridatu PAKET Tridatu (TURAH TUT, 4RCA, AMATRA) yang merupakan tiga kekuatan caleg Golkar asal Kerobokan, Kuta Utara, dideklarasikan. Bertempat di Jaba Jero Kelodan, Banjar Gede, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (11/4) lalu deklarasi paket Tridatu ini juga diisi dengan deklarasi pernyataan dukungan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Selain berlangsung semarak, kegiatan ini juga dihadiri ribuan warga Kerobokan yang sangat antusias meski sempat diguyur hujan. Pada deklarasi Paket Tridatu dan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini turut hadir Sekretaris Tim Kampanye Daerah JokowiMa’ruf Amin Provinsi Bali I Gusti Putu Wijaya, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Badung I Wayan Muntra, para pengurus dan sesepuh SOKSI Bali, para relawan dan simpatisan paket Tridatu maupun simpatisan Jokowi-Ma’ruf Amin. Acara deklarasi yang dikemas dalam ‘’Simakrama dan Pematangan Pemenangan TURAH TUT, 4RCA, AMATRA dan JokowiMa’ruf Amin’’ ini menyatukan spirit warga Kerobokan untuk memilih ketiga putra daerah asli Banjar Gede, Kelurahan Kerobokan ini. Ketiga caleg Golkar paket Tridatu dari satu banjar ini yakni Anak Agung Ngurah Ketut Nadhi Putra yang merupakan caleg petahana DPRD Badung dapil Kuta Utara nomor urut 1. Kedua, Agung Bagus Tri Candra Arka yang merupakan caleg new comers DPRD Bali dapil Kabupaten

Badung nomor urut 4. Yang ketiga, A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi) caleg petahana DPR-RI dapil Bali nomor urut 2. Menurut Gus Adhi, Desa Adat Kerobokan dan Banjar Gede mungkin saja menjadi satu-satunya desa adat dan banjar yang punya tiga calon anggota legislatif di tingkatan berbeda dalam satu desa adat dan banjar. Untuk itu, anggota Komisi IV DPR-RI yang membidangi pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan ini mengajak warga untuk mencoblos dan memenangkan paket Tridatu agar bisa mencetak sejarah di satu banjar dan desa adat yang ada tiga anggota legislatif di tingkatan berbeda. Yakni DPRD Badung, DPRD Bali dan DPR-RI. ‘’Marilah eling krama adat Kerobokan. Ini baru pertama kali punya caleg di semua tingkatan. Ini harus kita buat sejarah baru. Paket Tridatu menang adalah

kebanggaan Desa Adat Kerobokan. Kita harus catatkan tinta emas jadikan paket Tridatu wakil rakyat dari Kerobokan untuk DPRD Badung, DPRD Bali dan DPR-RI,’’ tegas Gus Adhi. Berkat kepeduliannya kepada petani Bali dengan telah memberikan ribuan bantuan traktor di seluruh Bali, Gus Adhi kini dijuluki sebagai ‘’Bapak Traktor’’. Anggota Fraksi Golkar DPR-RI itu mengajak warga Kerobokan umumnya Badung untuk mengapresiasi putra daerah yang maju sebagai caleg, calon wakil rakyat dalam Pileg 2019 ini. Karena, menurutnya, hanya putra daerah yang tahu apa kebutuhan rakyat dan potensi daerahnya. ‘’Untuk apa kita punya wakil rakyat DPRD Badung, DPRD Bali, dan DPR-RI tentu punya tugas masing-masing mengawal pembangunan dari daerah hingga pusat,’’ pungkasnya. (ad584)

DEKLARASI - Suasana deklarasi Paket Tridatu (TURAH TUT, 4RCA, AMATRA) serta deklarasi pernyataan dukungan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jaba Jero Kelodan, Banjar Gede, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (11/4).

Yudisium Sarjana LXI FH Unwar Istimewa

Pertama dalam Sejarah, Lulusan Mencapai 269 Orang FAKULTAS Hukum Universitas Warmadewa (FH Unwar) menggelar upacara Yudisium Sarjana LXI Program Studi Ilmu Hukum di Ruang Agung Room Grand Inna Bali Beach Sanur, Jumat (12/4) kemarin. Upacara Yudisium periode April tahun 2019 ini terbilang istimewa. Pasalnya, kali ini Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. melepas sebanyak 269 orang yudisiawan. Jumlah ini terbesar dalam sejarah upacara Yudisium FH Unwar yang berdiri sejak 17 September 1984 silam. Dari 269 orang yudisiawan, sebanyak 164 orang (60,96%) lulus dengan predikat pujian (cumlaude), 104 orang (38,66%) dengan predikat sangat memuaskan, dan hanya 1 orang (0,38%) lulus memuaskan. Sementara itu, berdasarkan IPK, 100% lulusan memperoleh IPK di atas 2,75. Di mana sebanyak 268 orang lulus dengan IPK di atas 3,0 dan hanya 1 orang lulus dengan IPK di bawah 3,0. Sedangkan yudisiawan lulus dengan IPK terbaik dengam predikat cumlaude diraih dr. I Gusti Agung Gede Utara Hartawan. Sampai saat ini jumlah lulusan FH Unwar bertambah menjadi 5.243 orang. Dekan FH Unwar Budiartha mengatakan tercapainya sasaran

mutu lulusan pada yudisium kali ini tidak terlepas dari dukungan tenaga dosen, tenaga pendidikan dan sarana-prasarana pembelajaran, serta atmosfer akademik yang kondusif di FH Unwar. Saat ini FH Unwar didukung tenaga dosen tetap sebanyak 58 orang, yang terdiri dari 3 orang guru besar, 25 orang doktor (S-3), 11 orang kandidat doktor, dan 19 orang dosen magister (S-2). Selain tenaga dosen tetap, terdapat juga dosen luar biasa dari unsure Guru Besar Unud, birokrat Pemda Provinsi Bali, serta praktisi penegak hukum. ‘’Sampi saat ini student bodies kami berjumlah 1.731 mahasiswa aktif yang didukung 58 dosen tetap. Ini berarti rasio dosen dan mahasiswa berkisar 1 : 30. Kondisi ini adalah sangat ideal, mengingat kententuan yang ditetapkan Kemenristekdikti adalah 1:45,’’ tandas Budiartha, Jumat (12/4) kemarin. Dari segi kurikulum, dikatakan, dalam proses pembelajaran telah dilaksanakan pembaruan melalui semiloka pada Mei 2016 silam. Di mana, kurikulum yang dilaksanakan berbasis SN-Dikti yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang disebut Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT-Dikti). Dalam upaya

YUDISIUM - Dekan FH Unwar Dr. I Nyoman Putu Budiartha, S.H., M.H. didampingi Wakil Dekan I Ida Ayu Putu Widiati, S.H., M.Hum., Wakil Dekan II A.A. Sagung Laksmi Dewi, S.H., M.H. dan Wakil Dekan III I Ketut Sukadana, S.H., M.H. berfoto bersama yudisiawan berprestasi pada upacara Yudisium Sarjana LXI FH Unwar di Grand Inna Bali Beach, Sanur, Jumat (12/4) kemarin.

meningkatkan lulusan FH Unwar, lanjutnya, FH Unwar telah melakukan dan mengembangkan kerja sama dalam skala nasional maupun internasional. Dalam skala nasional, selain dengan Pemda Provinsi Bali dan kabupaten/kota juga telah bekerja sama dengan Mahkamah Agung (MA) dalam melaksanakan pendidikan mediator, dengan Peradi/ AAI dalam melaksanakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) dan dengan Kemenkum HAM melalui Badan Pembinaan Hukum Nasional dalam penyelenggaraan pelatihan legal drafting, serta dengan Jimly School dalam pelaksanaan contract drafting. Sementara itu, kerja sama internasional telah menjalin MoU dengan Charles Darwin University Australia, Tripura University India, Maharishi University Amerika Serikat, Neigata University Japan, Thammasat University ThailandBangkok, University Teknologi Mara Malaysia, University Dili Timor Leste, kerja sama dengan 4 universitas di Rusia, Hooge School dan Leiden University Belanda, Kun-Kuk University dan Younsang University di Korea, dan barubaru ini dengan Vietnam National University di Vietnam dan Royal University Of Law And Economics di Cambodia. ‘’Dengan upaya ini kami yakin lulusan kami memiliki kualitas yang memadai dan mampu bersaing di era global. Apalagi, dengan diberlakukannya kurikulum KPT-Dikti mengacu KKNI tahun 2016, para lulusan kami wajibkan memiliki keterampilan kemahiran hukum yang profesional sebagai Surat Keterangan Pendamping Ijazah, yaitu Profesi Advokat, Pelatihan Mediator, Pelatihan Legal Drafting atau Contract Drafting sebagai pendukung kompetensi lulusan,’’ pungkasnya. Saat ini, FH Unwar telah mengusulkan reakreditasi Prodi S-1 Ilmu Hukum agar bisa terakreditasi unggul (A). Di samping juga akan mengusulkan pembentukan Prodi Doktor (S-3) Ilmu Hukum. Bahkan, Prodi Profesi Advokat telah dalam proses pengusulan. (ad589)

Sabtu Pon, 13 April 2019

Prodi Sendratasik IKIP PGRI Bali Sukses Raih Akreditasi A

Pendaftaran Penmaru Gelombang I Ditutup Sabtu Ini IKIP PGRI Bali semakin eksis dalam hal penguatan kualitas. Buktinya tahun ini Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) sukses meraih akreditasi A dari BAN-PT. Dengan demikian IKIP PGRI Bali telah mengantongi dua prodi dari 9 prodi yang ada meraih akreditasi A. Sebelumnya Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FPBS juga meraih akreditasi A. Sesuai keputusan BAN PT No.920/SK/BAN-PT/Akred/S/ IV/2019 bahwa Prodi Pendidikan Sendratasik IKIP PGRI Bali meraih akreditasi A dengan nilai 361. Dengan akreditasi A ini, Rektor IKIP PGR Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. menegaskan pemerintah mengakui kualitas proses dan lulusan IKIP PGRI Bali. Dengan demikian mereka akan menjadi SDM berdaya saing tinggi di dunia kerja. Dia menilai Prodi Sendratasik wajar meraih akreditasi A, selain memiliki dosen profesional dan bergelar doktor juga praktisi di bidangnya. Mahasiswa dan dosen sudah terbiasa ngayah di masyarakat dalam menyajikan pementasan seni. Termasuk Rektor sendiri kerap ngayah pentas arja gratis di masyarakat. Untuk itu, dia minta masyarakat dan lulusan SMA dan SMK yang akan tamat tahun ini untuk bergabung dengan IKIP PGRI Bali. Mereka tak hanya disiapkan menjadi guru namun juga menjadi pengusaha di bidangnya. Dia juga mengatakan IKIP PGRI Bali dengan teguh mengemban amanah pelestarian dan pegembangan Bahasa Bali dengan terus membuka Prodi Bahasa dan Sastra Bali. Dengan Pergub penguatan bahasa Bali prodi ini semakin dikejar masyarakat. Se-

OJK - Rektor Made Suarta bersama R. Handi, Rai Wirajaya, IGB Arthanegara dan Sukawidana usai membuka seminar soal OJK di IKIP PGRI Bali. mentara FPOK ditargetkan tahun ini meraih akreditasi A. ‘’Kami targetkan 50 persen prodi akan meraih akreditasi A,’’ tegasnya. Kepala Biro Akademik IKIP PGRI Bali Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. menambahkan, IKIP PGRI Bali sudah membuka pendaftaran penerimaan calon mahasiswa baru (penmaru) 2019. Pendaftaran gelombang I ditutup Sabtu (13/4) hari ini. Karena Senin (15/4) akan dilakukan tes seleksi Panmaru. ‘’Hingga Sabtu ini kami masih membuka pendaftaran, bagi yang belum bisa menunggu penmaru gelombang II,’’ ucapnya. Untuk pendaftaran gelombang II dibuka 15 April - 31 Juli 2019. Lulusan SMA-SMK se-Bali bisa memilih Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Bimbingan dan Konseling (akreditasi B), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS) Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (akreditasi A), Prodi Pendidikan Seni Rupa (B), Prodi Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (terakreditasi A). Juga ada Fakultas Pendidikan Ilmu Sosial (FIPS) dengan Prodi Pendidikan Ekonomi (B), dan Pendidikan Sejarah (B).

Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) dengan Prodi Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (reakreditasi dari B ke A) dan Fakultas Pendidikan Matematika dan IPA dengan Prodi Pendidikan Matematika (B) dan Prodi Pendidikan Biologi (B). Seminar OJK IKIP PGRI Bali juga terus memperkuat atmosfir akademik. Jumat (12/4) kemarin IKIP PGRI Bali bekerja sama dengan Komisi XI mengadakan seminar ‘’Mengenal Otoritas Jasa Keuangan RI’’. Seminar dibuka Rektor Made Suarta didampingi Deputi Direktur Manajemen dan EPK OJK Regional Bali dan Nusra R. Handi dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menghadirkan narasumber Dewi Bunga, S.H., M.H. dan I Gusti Agung Rai Wirajaya. Made Suarta menekankan OJK yang diatur UU No. 21/2011 perlu dipahami kedudukan dan fungsinya. Untuk itu, mahasiswa dan dosen IKIP PGRI Bali menjadi jubir menyosialisasikan tugas dan kewenangan OJK kepada masyarakat. (ad586)

Bank BPD Bali ’’Launching’’ E-Retribusi di Pasar Agung Peninjoan SEBAGAI upaya menyukseskan gerakan nasional non-tunai, Bank BPD Bali kembali menerapkan pembayaran retribusi secara eletronik. Kali ini menyasar para pedagang di Pasar Agung, Peninjoan, Denpasar Utara. Launching penerapan elektronifikasi pembayaran retribusi (e-retribusi) ini dilakukan Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma, S.H., M.H. dengan Kepala Pasar Agung Peninjoan Nyoman Suarta melalui penandatanganan surat kerja sama, Jumat (12/4) kemarin. Launching elektronifikasi pembayaran retribusi ini juga dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali di Denpasar Causa Iman Karana, Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemdes Denpasar I.B. Alit Wiradana, Camat Denut Nyoman Lodra, serta perwakilan dari pengelola pasar desa di Denpasar. Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan ini merupakan bentuk kerja sama BPD Bali dengan Pemkot Denpasar yang secara berkelanjutan terus menyosialisasikan penerapan e-retribusi guna menyukseskan program pemerintah pusat tentang pembayaran nontunai. Pihaknya mengaku saat ini di Denpasar sebanyak lima pasar telah menerapkan e-retribusi tersebut. ‘’Sampai saat ini penerepan e-retribusi sudah diterapkan di lima pasar, ke depan kami secara berkelanjutan terus melaksanakan sosialisasi agar seluruh masyarakat khususnya pedagang dapat memahami tentang pemahaman e-retribusi,’’ kata Sudharma. Melalui e-retribusi ini, BPD juga memiliki database tentang pedagang serta memudahkan dalam penyaluran kredit, serta layanan lainnya. Denpasar yang terdapat 30 pasar desa akan terus disasar agar

LAUNCHING - Suasana launching penerapan e-retribusi di Pasar Agung Peninjoan yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Bank BPD Bali dengan pengelola Pasar Peninjoan. semua bisa menerapkan e-retribusi. Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Kota Denpasar yang disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana menyambut baik kerja sama yang telah dilakukan ini. Setelah sebelumnya penerapan e-retribusi dilaksanakan di Pasar Ketapian, Pasar Gunung Agung, Pasar Lokitasari dan kini di Pasar Agung Peninjoan. ‘’Ke depan secara bertahap pihaknya berharap seluruh pasar di Kota Denpasar menerapkan eretribusi sebagai bentuk dukungan pemerintah tentang pembayaran nontunai,’’ ujarnya. Lebih lanjut, dikatakannya, melalui peluncuran e-retribusi ini selain meningkatkan pendapatan, e-retribusi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Sebab, melalui e-retribusi, sistem pembayaran dapat dilakukan secara lebih transparan. ‘’Ini juga untuk memudahkan pelayanan

kepada masyarakat. Ke depan kami berharap pedagang bisa memanfaatkan ini dengan baik dalam upaya membangun pasar tradisional yang tentunya dapat meningkatkan sektor ekonomi kerakyatan,’’ ujar Wali Kota. Di sisi lain, Kepala Pasar Agung Peninjoan Nyoman Suarta mengatakan melalui penerapan teknologi ini pihaknya berharap perolehan retribusi PD Pasar akan semakin meningkat. Karena dengan cara ini perolehan retribusi bisa lebih maksimal. Selain itu, ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat melalui Permendagri No. 13 Tahun 2013 tentang Pembayaran Non-Tunai. ‘’Dengan adanya e-retribusi kami berharap ke depan pungutan pasar akan berdampak positif terhadap ketepatan waktu karena auto debet dan yang paling penting adalah mencegah kebocoran pungutan,’’ kata Nyoman Suarta. (ad588)

SMPK 2 Harapan Gelar Acara Penutupan Pertukaran Pelajar

Diikuti Delapan Siswa Brunsbuttel Gymnasium Germany SMPK 2 Harapan, UntalUntal, Dalung, Badung menggelar acara penutupan pertukaran pelajar di halaman sekolah setempat, Jumat (12/4) kemarin. Sebelumnya, delapan siswa Brunsbuttel Gymnasium Germany datang dan belajar di SMPK 2 Harapan sejak 1 April lalu. Di bulan Agustus, giliran siswa sekolah ini yang akan berkunjung dan belajar ke Jerman selama 12 hari. Acara pertukaran pelajar terselenggara atas dukungan Prof. Nowak Foundation dan Yayasan Perguruan Kristen Harapan. ‘’Tujuan dari pertukaran pelajar agar anak-anak mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas,’’ ujar Kepala SMPK 2 Harapan Ni Made Rai Armani, S.H., M.M. di sela-sela acara. Selama 12 hari berada di Bali, lanjut Rai Armani, delapan siswa

dari Jerman tidak hanya mengikuti pembelajaran akademik di SMPK 2 Harapan. Mereka juga berkesempatan ke luar sekolah untuk mengunjungi tempattempat budaya tradisional di Bali. Selain itu, aktif mengikuti kegiatan pembersihan pantai, pelestarian mangrove, dan mengunjungi desa untuk lebih mengetahui kehidupan sehari-hari masyarakat Bali. ‘’Target kami ke depan, anak-anak lebih banyak lagi mengetahui dunia luar, wawasan mereka lebih luas. Tentu itu akan sangat berguna untuk masa depan mereka,’’ imbuhnya. Menurut Rai Armani, pertukaran pelajar dengan siswa Jerman merupakan yang pertama. Namun, pertukaran pelajar sudah pernah dilakukan pihak sekolah ke Perth (Australia).

Delapan siswa dari Brunsbuttel Gymnasium Germany datang didampingi dua orang guru. Demikian pula siswa dari SMPK 2 Harapan yang nanti berangkat ke Jerman berjumlah delapan orang ditambah dua guru. Pertukaran pelajar ini dibiayai Prof. Nowak Foundation. ‘’Untuk yang ke Jerman ini baru pertama kali, sehingga ini merupakan sesuatu yang sangat luar biasa bagi kami. Ucapan terima kasih kami untuk Prof. Nowak Foundation dan Yayasan Perguruan Kristen Harapan yang memberikan kesempatan kepada kami, kepada anak-anak kami untuk mereka boleh menambah wawasan mereka di luar negeri,’’ pungkasnya. Koordinator Pertukaran Pelajar, Elly Kharisma Sudarma, M.Pd. mengatakan, pertukaran

pelajar mengangkat isu ekologi dan budaya. Anak-anak yang terlibat diharapkan mengetahui cara menjaga lingkungan dan keseimbangannya, serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, bukan sekadar mendapatkan teori tetapi bisa menjadi contoh bagi anak-anak lainnya. ‘’Pertukaran pelajar ini juga mengangkat isu budaya. Kami ingin anak-anak belajar mencintai budayanya meskipun sekarang zaman sudah modern tapi tidak meninggalkan warisan nenek moyang kita. Tetap menghargai apa yang mereka ajarkan kepada kita, jadi lebih mendalami budaya,’’ ujarnya. Menurut Elly, beberapa tempat yang dikunjungi oleh siswa pertukaran pelajar yakni hutan mangrove di Bali Barat,

ACARA PENUTUPAN - Suasana acara penutupan pertukaran pelajar di SMPK 2 Harapan. konservasi terumbu karang di daerah Pemuteran, dan rumah desa di Desa Marga, Tabanan. Penutupan pertukaran pelajar juga dihadiri Founder Prof.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Nowak Foundation, Mr. Claus Nowak. Acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan tari dan musik dari para siswa SMPK 2 Harapan. (ad574)


DAERAH

Sabtu Pon, 13 April 2019

Perkenalkan Ertiga Sport, SIT Gelar Pameran Tiga Hari ALL New Ertiga, sebuah kendaraan ‘’Kebanggaan Keluarga’’ kini disisipkan DNA Suzuki Sport. Hasilnya mobil keluarga yang nyaman dan elegan ini dengan tampilan sporty dan dipenuhi fitur modern. GM Sejahtera Indobali Trada (SIT) Isbowo Priyo Haryono, Jumat (12/4) kemarin, mengatakan untuk memperkenalkan All New Ertiga ini kepada masyarakat Bali, SIT menggelar pameran selama tiga hari (12 - 14 April) di Mall Bali Galeria. ‘’Konsumen bisa melihat langsung 11 fitur terbaru pada All New Ertiga Suzuki Sport. Selain itu juga dipamerkan varian All New Ertiga lainnya, beserta Suzuki Ignis dan Karimun Wagon yang sudah dikustomisasi sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini,’’ jelasnya. Tak hanya itu, ada berbagai macam program menarik untuk konsumen yang tak sabar mengganti mobil saat ini. ‘’Kami berikan mulai dari berbagai pilihan angsuran, bonus body coating untuk pembeli All New Ertiga Suzuki Sport. Talang air, rear upper spoiler hingga kamera spion kepada pembeli All New Ertiga GX,’’ paparnya. Selain itu dipamerkan juga Suzuki roda dua yang menjadi andalan karena kini SIT juga me-

Bali Post/iah

PAMERAN - SIT menggelar pameran tiga hari untuk memperkenalkan All New Ertiga Sport ke masyarakat Bali. masarkan produk roda dua. ‘’Kita mengikuti segmen pasar di Bali yang dikuasai motor matik dengan menghadirkan produk matik terbaru Suzuki,’’ ujarnya. Ia juga mengungkapkan dalam waktu dekat akan melakukan peluncuran produk pick-up baru.

Di pasar niaga, Suzuki mampu mendominasi market share di jenis pick-up dengan kehadiran Suzuki Carry. ‘’Kami sekarang lebih banyak melakukan roadshow sehingga konsumen bisa melihat langsung produk yang dipasarkan,’’ paparnya. (bns1)

BRI Kanca Denpasar Gatot Subroto Gelar Panen Hadiah Simpedes Sisipkan Pesan Sadar Budaya dan Pariwisata BRI Kanca Denpasar Gatot Subroto menggelar undian Panen Hadiah Simpedes periode II 2018 pada Jumat (12/4) kemarin di Alam Tirta Outbound, Petang, Badung. Disaksikan perwakilan dari Polsek Petang dan Dinas Sosial. Ada puluhan hadiah yang diundi pada kesempatan itu yaitu 12 TV LED Samsung, 6 unit kulkas Samsung, 8 unit sepeda motor All New Honda Scoopy, 10 unit sepeda motor New Vario ESP CBD Honda, 1 unit mobil New Ertiga. Pemenang hadiah mobil Ertiga yaitu Titik Indrawati dari Unit Dalung Denpasar Gatsu. Pimpinan BRI Cabang Denpasar Gatot Subroto Anang Subagyo mengatakan, untuk dapat mengikuti undian ini syaratnya memiliki rekening Simpedes dan memiliki simpanan kelipatan Rp 100.000. Konsep undian ini selain pesta 6 bulanan Panen Hadiah Simpedes 2018, ia juga menyisipkan pesan sadar budaya dan sadar pariwisata di lingkungan BRI Kanca Gatot Subroto. Sebelumnya undian Panen Hadiah dilakukan di Warung Oongan dengan pemandangan yang asri. Saat ini pun undian Panen Hadiah periode II 2018 juga dilaksanakan di alam yang asri ditambah dengan penggunaan pakaian adat oleh karyawan BRI pada acara itu. ‘’Kami ingin mewarisi budaya lokal yang bercitarasa internasional. Dengan ini BRI memiliki bagian atau ikut bagian melestarikan budaya-budaya lokal yang ada di Bali khususnya Kabupaten Badung. Karena Pak Bupati sangat sadar bahwa pariwisata selain menjadi warisan budaya juga menyumbang devisa bagi Kabupaten Badung,’’ ujarnya. BRI concern juga melestarikan dan meningkatkan pariwisata, salah sa-

FTP Unwar Gelar Yudisium Ke-59

Lulusan Diharapkan Berperan Aktif dalam Peningkatan Akreditasi Institusi FAKULTAS Teknik dan Perencanaan Universitas Warmadewa (FTP Unwar) melepas sebanyak 30 orang calon wisudawan dalam Rapat Senat Terbuka Yudisium Ke-59 di Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Kamis (11/4) malam. Jumlah ini terdiri dari 9 orang Jurusan Teknik Sipil dan 21 orang Jurusan Arsitektur. Dengan tambahan 30 orang sarjana ini, maka total lulusan FTP Unwar berjumlah 2.307 orang, terdiri atas 1.244 orang alumni Teknik Sipil dan 1.063 orang alumni Arsitektur. Lulusan terbaik pada yudisium kali ini diraih I Wayan Gusman Baten, S.T. dari Jurusan Teknik Sipil (IPK 3.93) dan Gede Aristana, S.Ars. dari Jurusan Arsitektur (IPK 3.67). Sedangkan lulusan dengan SKK terbesar diraih I Dewa Ketut Arche Asa, S.T. dengan jumlah nilai SKK 360 dari Jurusan Teknik Sipil dan I Made Adi Dwantara Putra, S.Ars. dengan jumlah nilai SKK 450 dari Jurusan Arsitektur. Para yudisiawan dilepas Dekan FTP Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. didampingi Wakil Dekan I, II, dan III yang dihadiri Ketua dan Sekretaris Jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur, Pengurus Kabatek, Pengurus Persatuan Orangtua Mahasiswa (POM), serta seluruh dosen FTP Unwar. Dekan FTP Unwar Prof. Runa mengatakan setelah alumni Arsitektur menggunakan gelar Sarjana Arsitektur (S.Ars) pada yudisium September 2018 lalu. Kali ini giliran nama Fakultas Teknik (FT) berubah menjadi Fakultas Teknik dan Perencanaan (FTP). Perubahan nama ini sesuai dengan rekomendasi Senat FT yang dikuatkan dengan Surat Keputusan Rektor Universi-

Kuliah Umum Dalam kuliah umumnya, Gubernur Koster menyampaikan, dalam program pembangunan Bali lima tahun ke depan ada sejumlah program yang berkaitan dengan keberadaan Unhi. Diharapan Unhi berkontribusi dalam konteks pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya terkait program pembangunan di bidang adat, agama, seni dan budaya. Mantan anggota DPR-RI ini menambahkan, Unhi memiliki karakter tersendiri sehingga harus dilibatkan di dalam proses perumusan pelaksanaan kebijakan untuk mewujudkan Bali ke depan. ‘’Secara institusional tentunya karena di sini ada kepakarannya dalam

YUDISIUM - Dekan FTP Unwar Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T. didampingi para jajaran berfoto bersama para yudisiawan pada upacara Yudisium ke-59 Periode I Tahun 2019 FTP Unwar, Kamis (11/4) malam. tas Warmadewa Nomor 590/Unwar/ PD-02/2019 tanggal 16 Januari 2019 tentang Perubahan Nama FT Unwar. Dengan perubahan nama menjadi FTP Unwar, ke depan pihaknya akan meningkatkan akreditasi prodi dan institusi menjadi akreditas unggul (A). Untuk bisa mencapai hal tersebut maka tugas-tugas yang dibuat mahasiswa selama proses pembelajaran akan diarahkan sesuai dengan program-program Ristekdikti. Seperti PKM, artikel jurnal, KKL ke Malaysia, lomba-lomba atau sayembara nasional dan internasional, serta kutipan karya ilmiah dosen oleh mahasiswa sebanyak mungkin untuk mendukung penyusunan borang akreditasi. Selain itu, dalam upaya memperkuat SDM FTP Unwar, beberapa dosen FTP Unwar sedang studi S-3

(Doktor) di dalam negeri dan luar negeri (Taiwan). Sehingga setelah kembali ke FTP Unwar tentunya menambah jumlah dosen dengan gelar Doktor untuk memberikan ilmu pengetahuan kepada mahasiswa FTP Unwar. Dengan demikian, maka lulusan FTP Unwar semakin berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi dalam menghadapi persaingan global di era revolusi industri 4.0 saat ini. Apalagi, mulai tahun ajaran 2019/2020 penerimaan mahasiswa baru FTP Unwar ada tambahan Testing Khusus Keteknikan agar kualitas input lebih baik, sehingga kualitas output juga lebih baik dan masa studi tepat waktu, yakni 4 tahun. ‘’Dengan ini kami berharap mutu FTP Unwar bisa meningkat secara bertahap,’’ tandas Prof. Runa. (ad585)

Kemampuan Caleg

Putri Astrid

SERAHKAN KUNCI - Pimpinan Cabang BRI Denpasar Gatot Subroto menyerahkan kunci mobil secara simbolis kepada perwakilan pemenang undian Panen Hadiah Simpedes periode II 2018. tunya memberikan bina lingkungan (CSR). Total DPK dari simpanan BRI Kanca Gatot Subroto dari September 2018 – Februari 2019 sebesar Rp 55,4 miliar, Rp 36,9 miliar di antaranya merupakan simpanan pada tabungan Simpedes. ‘’Artinya antusiasme nasabah terutama pada produk BRI Simpedes ini sangat luar biasa. Mereka menginginkan produk yang simpel, sederhana tapi memasyarakat,’’ tandasnya. Tabungan Simpedes, dikatakan, simpel karena ada hadiahnya setiap enam bulan dan sangat mudah ditemui. Oleh karena itu, UMKM sangat mengidolakan Simpedes. BRI Kanca Gatot Subroto juga memiliki program lokal. Yaitu setiap simpanan kelipatan dana fresh fund, ditahan selama tiga bulan, maka akan mendapat paket sembako gratis.

BRI Kanca Gatot Subroto memiliki 15 kantor unit, 1 kantor kas, 13 teras, 1.248 agen BRILink, 2 kantor cabang pembantu. Semua fasilitas tersebut dioptimalkan. Namun seiring perjalanan waktu, ia akan mengoptimalkan agen BRILink. ‘’Kenapa agen BRILink? Selain simpel, efisiensi, dan efektif, karena bisa dibawa ke mana-mana BRILink mobilenya,’’ ungkapnya sembari menyebut Agen BRILink bisa beroperasi 24 jam. Makanya tahun 2019 ia menargetkan tumbuh 1.500 agen BRILink, yang mana tahun lalu hanya 900-an. Fee based income dari agen BRILink juga cukup tinggi yaitu menyumbang 42%-43% pendapatan BRI setelah bunga dari kredit. ‘’Karena transaksi perbankan, pembayaran listrik, itu kan ada fee based income-nya,’’ ungkapnya. (ad571)

I Wayan Jondra

‘’Bansos itu tidak hanya mendangkalkan tetapi menurut saya sudah meracuni kecerdasan memilih krama Bali,’’ kata Dr. I Wayan Jondra, Pendiri Komite Demokrasi (KoDe) Bali, sebuah lembaga yang memiliki perhatian dalam soal demokrasi. Krama Bali menjadi kehilangan kemampuan melihat dengan jernih kualitas dan kemampuan caleg. Pilihannya kemudian tunduk pada kehendak bersama sesuai pihak yang memberikan bansos kepada dadia, banjar dan desa adat. Pemberian bansos melalui orangorang politik, baik yang sudah duduk di kursi legislatif maupun yang akan berkontestasi dalam pemilu, kata Jondra, adalah bentuk perampokan tugas eksekutif. ‘’Ini tugas eksekutif dirampok oleh orang-orang legislatif. Untuk itu saya menilai seha-

Siswa SMP Wisata Sanur Diajak Meditasi Sebelum UNKP

Denpasar (Bali Post) Sekalipun SMP negeri dan swasta di Kota Denpasar mengikutkan siswa kelas IX menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mulai

5

22 April mendatang, namun SMP Wisata Sanur tak mau memaksakan keinginan ikut UNBK. Pasalnya, sarana komputer di sekolah ini belum memadai. Hal itu diungkap Kepala SMP Wisata Sanur Drs. Gusi Made Raka, Jumat (12/4) kemarin. Sebanyak 363 siswanya akan mengikuti UNKP (Ujian Nasional Kertas-Pensil) secara berintegritas. ‘’Yang penting UNKP berjalan secara berintegritas,’’ tegasnya. Ada yang patut ditiru di sekolah ini soal penyiapan mental siswa menjelang UNKP. Siswa dilatih, sebelum mengerjakan soal melakukan persembahyangan bersama, dilanjut-

kan dengan duduk di lapangan untuk melakukan perenungan (meditasi) selama 10 menit guna mencegah tindakan grasagrusu menjawab soal. Setelah itu siswa baru ke ruang kelas agar secara fisik dan mental siap menjalani UNKP. Gusi Made Raka menjelaskan, sejak siswa duduk di semester I sudah diberikan les tambahan. Les diberikan satu jam setelah pulang sekolah. Berarti, anakanak SMP Wisata Sanur pulangnya satu jam lebih lembat daripada siswa sekolah lain. Program intensif diberikan sejak mereka duduk di semester II dan di kelas VII serta IX melalui berbagai try out. Secara diam-diam, guru melakukan

pemetaan kemampuan siswa. Hal ini menjadi rahasia guru mata pelajaran agar mempermudah memberi pembinaan lanjutan. Menariknya, semua biaya ini, kata Gusi Made Raka, sudah termasuk dalam biaya SPP bulanan. Ini artinya sekolah di bawah Yayasan Pembangunan Sanur ini tak lagi melakukan pungutan biaya lainnya. Selain itu, SMP Wisata Sanur juga memiliki keunggulan dalam bahasa asing yakni bahasa Inggris dan Jepang. Alasannya, Sanur tak hanya dikunjungi turis Eropa, tetapi juga dari Jepang. Makanya banyak lulusan SMP Wisata Sanur kini bergerak di sektor pariwisata. (025)

bidang-bidang tertentu,’’ tegas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini. Usai acara, Gubernur Koster mengatakan, Unhi punya kelebihan dalam program studi berkaitan dengan adat, seni budaya, agama dan kearifan lokal lain yang ada di Bali. Selain itu, di Unhi ada ahli dan laboratoriumnya. ‘’Saya kira ini harus kita berdayakan dan disinergikan dengan Pemerintah Provinsi Bali. Di perguruan tinggi itu ada Tri Dharma, pendidikan, penelitian dan pengabadian masyarakat yang bisa disinergikan dengan program-program SKPD yang ada di Provinsi Bali,’’ ujarnya. Koster juga menyampaikan keinginannya supaya Unhi menjadi universitas negeri. ‘’Saya ingin agar dinegerikan, kalau disetujui oleh Parisada, yayasan dan Unhi-nya. Karena

lahan ini milik Pemerintah Provinsi Bali. Akan baik apabila perguruan tinggi ini menjadi milik pemerintah daerah atau kepemilikan bersama. Alasannya supaya tidak lagi pinjam atau sewa lahan dan statusnya terkelola dengan baik,’’ ujar mantan anggota DPR-RI ini. Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa mengatakan di dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, sebagai visi pembangunan lima tahun ke depan lebih banyak mendukung penguatan adat, agama, seni dan budaya yang menjadi keunggulan Unhi. ‘’Itu sebabnya kuliah umum kali ini mengambil tema ‘Bersama Unhi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali’,’’ tambahnya. Koordinator Kelompok Ahli Pemerintah Provinsi Bali ini mengatakan hampir semua pembangunan yang dipro-

gramkan Gubernur Bali lima tahun ke depan adalah upaya dalam melestarikan budaya Bali, menjaga alam Bali dan menyejahterakan masyarakat Bali. ‘’Semua program studi kami di Unhi adalah program studi yang lebih mengunggulkan bagaimana memasukkan budaya Hindu Bali ke dalam semua program studi yang ada di Unhi,’’ tegas Damriyasa. Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster juga berkesempatan meninjau Griya Sehat Ayurweda. Griya Sehat ini merupakan fasilitas pengobatan yang mengombinasikan Usada Bali dengan Ayurweda. Meski belum beroperasi, gedung berlantai tiga ini sudah siap dengan fasilitas serta SDM tenaga pengobatan tradisional dan terafis. ‘’Proses izinnya sedang diselesaikan,’’ kata Rektor Unhi. (ad581)

I Wayan Juana

rusnya pemberian bansos melalui wakil rakyat di legislatif harus benarbenar distop,’’ tegas Jondra. Berbahayanya pemberian bansos yang berbau politik bagi masa depan demokrasi di Bali juga disepakati I Wayan Juana, tokoh yang sudah cukup lama berkecimpung di lembaga pengawas pemilu. ‘’Paket-paket bansos yang dimediasi orang-orang politik berdampak hilangnya kecerdasan memilih,’’ katanya. Dampak negatif bansos terbesar mungkin dialami masyarakat di pedesaan yang homogen. Sementara masyarakat di perkotaan dengan heterogenitasnya, mungkin bisa menjaga kecerdasan memilih. Fenomena bansos berbau politik masa-masa pemilu, menurut I Nyoman Mardika, aktivis sejumlah LSM, adalah hal yang logis di tengah politik yang makin pragmatis.

I Nyoman Mardika

‘’Yang penting pemilih harus mampu menyeimbangkan antara logika dan logistik. Bansos itu logistik yang diakui atau tidak memang diperlukan oleh masyarakat dan memberi manfaat. Namun warga juga harus menggunakan logika untuk menelaah maksud pemberian bansos. Jadi harus seimbang antara logika dan logistik,’’ kata Mardika. Sayangnya penggunaan logika warga tidak berjalan dengan baik, lanjut Mardika, karena pendidikan politik yang masih lemah. Partai politik, pihak yang harusnya bertanggung jawab soal pendidikan politik kepada warga belum melakukannya dengan baik. Ideologi partai menjadi tidak tersampaikan dengan baik kepada warga masyarakat. Padahal ideologi menjadi basis dari kecerdasan memilih warga. (ata)


OPINI

6

Sabtu Pon, 13 April 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Semua Pencoblos adalah Pemilih Cerdas HARI Rabu depan, seperti yang kita ketahui bersama, merupakan hari pencoblosan pemilu serentak 2019. Boleh dikatakan hari itu merupakan sejarah bagi masyarakat Indonesia. Untuk pertamakalinya negara kita menyelenggarakan pemilu yang memilih serentak mulai dari anggota DPRD kabupaten, provinsi, DPR, DPD, serta presiden dan wakil presiden. Tidak pernah sebelumnya masyarakat Indonesia melaksanakan pemilihan lima pilihan sekaligus. Sekali lagi ini merupakan sejarah. Bagaimanapun pemilihan ini akan menjadi tantangan dan cerita menarik bagi masyarakat, dan pasti akan menjadi perbincangan pada waktu-waktu selanjutnya. Mengapa demikian? Dikatakan tantangan karena memilih lima pilihan itu bukanlah sebuah pilihan mudah. Masyarakat pemilih harus belajar, melakukan orientasi pilihan sebelumnya baik secara sederhana maupun lebih dari sederhana. Secara sederhana, masyarakat akan berdiskusi tentang siapa politisi yang akan dipilih. Lebih lanjut, akan menanyakan reputasi dari calon-calon tersebut. Yang lebih tajam lagi, akan mencoba mempelajari tentang calon politisi tersebut, mulai dari anggota DPRD sampai dengan pasangan presiden dan wakil presiden. Tidak bisa lain, pemilih nanti adalah orang yang pintar. Sebab, bagaimanapun mereka telah melakukan pembelajaran untuk mendapatkan memilih lima tokoh tersebut. Boleh juga kita katakan cerdas karena telah membuat keputusan untuk melakukan pemilihan. Pemilihan umum ini pasti akan membawa cerita menarik. Di samping demikian banyaknya pilihan yang harus dihadapi, juga lebar kertas yang akan dipakai mencoblos kualifikasinya lain dari pada yang lain. Lebar kertas pilihan ada yang mencapai hampir satu meter. Tidak pernah pemilu di Indonesia, juga pilkada memakai kertas yang demikian lebar. Pasti akan menghabiskan waktu lebih banyak untuk berada di bilik suara, lebih lama melipat dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang pernah diselenggarakan Indonesia. Inilah yang akan menjadi cerita antarmasyarakat dan menarik untuk dibahas. Tidak dikesampingkan juga akan membawa cerita-cerita lucu. Karena itulah, maka jangan disiasiakan pemilu istimewa ini. Sungguh akan rugi apabila tidak ikut dalam perhelatan besar ini. Tidak ada gunanya tinggal di rumah dan tidak masuk menuju ruang bilik untuk mencoblos sesuai dengan pilihan hati nurani kita. Jika dikaitkan dengan pembiayaan, sebanyak Rp 26 triliun anggaran negara dihabiskan untuk pemilu kali ini. Maka, sekali lagi sangatlah sia-sia uang negara itu dikeluarkan kalau kita tidak berpartisipasi secara maksimal. Sudah tentu pemilu akan menghasilkan pemenang dan keterpilihan. Untuk hal ini kita tidak boleh kecewa, siapa pun yang akan terpilih menjadi pemenang atau yang terpilih, masyarakat harus dapat bersikap bijak ketika junjungannya tidak terpilih. Ini misalnya dalam konstelasi pemilihan presiden. Bukankah itu harus memang terjadi dalam sebuah pemilihan umum, karena perhelatan politik ini memang harus menghasilkan pemenang. Para politisi juga harus legowo menerima hasilnya agar tidak menimbulkan rasa sakit atau frustrasi setelah usai pemilu. Sering masyarakat mengolok-olok agar rumah sakit jiwa ditambahi ruangan dan tempat tidur untuk berjaga-jaga seusai pemilu. Ini guyonan yang kiranya berupa sindiran sekaligus peringatan kepada para politisi juga. Kita harapkan pemilu nanti berlangsung tenang dan damai. Dan seperti yang telah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya, beberapa jam setelah pemilu usai, kita akan mengetahui hasilnya melalui perhitungan cepat yang dilakukan oleh berbagai lembaga. Marilah kita jaga diri dan berupaya untuk menerima hasilnya.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

BPN Karangasem, Kapan Sertifikat Saya Selesai? Sehubungan dengan permohonan penerbitan sertifikat baru dari asal SHM No. 1136 a.n. I Kadek Tirtayasa menjadi a.n. Iwan Abdi Suandana, SKM. pada tanggal 4 Desember 2018 yang ditujukan kepada Kakanwil BPN Provinsi Bali, kemudian ditanggapi dengan adanya disposisi kepada Kepala BPN Karangasem tanggal 9 Januari 2019 yang menyebutkan sebagai berikut: Mohon dapat diterbitkan Surat Keputusan baru dari asal SHM No. 1136 a.n. I Kadek Tirtayasa menjadi a.. Iwan Abdi Suandana, SKM. Dengan dasar itu, saya setiap hari menghubungi Kepala BPN Karangasem melalui telepon kantornya yang diterima oleh sekprinya Bu Sri dan dijawab bahwa bapak di luar kota, rapat, dll., sehingga sampai sekarang belum ada jawaban tentang kapan sertifikat saya terbit. Pada Selasa tanggal 9 April saya hubungi dibilang bapak masih ada tamu, lalu saya pesan saya minta jawaban bapak apakah sertifikat a.n. Iwan Abdi Suandana, SKM. sudah terbit setelah selesai menerima tamu, saya tunggu, ternyata tidak dijawab. Rabu tanggal 10 April sekitar pukul 09.30 bapak dikatakan belum datang oleh sekprinya. Waktu dari disposisi Bapak Kakanwil BPN sudah lewat tiga bulan ternyata sertifikat belum terbit juga, saya tanyakan, berapa waktu yang diperlukan untuk penerbitan sertifikat baru tidak dijawab juga. Saya mohon bantuan Bapak Presiden terkait hal ini, di mana sampai saat ini saya belum mendapatkan sertifikat saya. Saya telah berjuang selama hampir tujuh tahun lamanya untuk mendapatkan sertifikat saya. Mohon keluhan saya ini direspons, sebagai hak saya selaku warga negara. Dra. Ni Made Sudani, MBA., M.M. Jl. Tulip No. 8 Sumerta Kaja, Denpasar Timur

Karakter Berbeda dari Calon Anggota DPD Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah merupakan salah satu unsur peserta dalam pemilu serentak tahun 2019. Dalam khazanah tata kelembagaan Indonesia, anggota DPD ini sedikit mempunyai posisi dan peranan yang unik. Sebagai anggota DPD, peran mereka boleh dikatakan lebih pada kemampuan ahli dan kebijakan. Tetapi jelas tidak sama sekali lepas dari politik. Dikatakan memiliki kemampuan ahli, karena anggota DPD ini harus mengetahui sumber daya alam dan ekonomi yang ada di daerah yang diwakilinya. Ada juga pendapat yang menyebutkan bahwa mereka juga harus tahu karakter dari masyarakat yang ada di daerahnya. Di Bali sudah jelas karakter itu bergaris bawah pada kehinduan serta upaya pembaruannya. Akan lebih baik apabila anggota ini memiliki kemampuan ahli pada bidang sumber daya alam dan sumber daya ekonomi.

Oleh

GPB Suka Arjawa mat beragam sumber daya alam yang dimiliki sebuah daerah, demikian juga kemampuan sumber daya ekonominya. Sebuah daerah mempunyai sumber daya berupa batu bara. Tetapi ada kemungkinan juga mereka mempunyai sumber daya lain yang masih tersembunyi. Mungkin air terjun, atau lahan yang subur untuk menanam ketela pohon, bahan dasar pembuatan plastik organik yang kini populer. Diperlukan ahli dalam arti mereka yang profesional, bukan saja untuk memahami tata kelola tetapi juga kemampuan sebagai aktor yang berkemampuan eksploratif untuk mencari sumber daya tersembunyi yang belum kelihatan. Mereka juga mempunyai kemampuan ahli yang lain, misalnya berinteraksi dengan siapa pun juga, bukan saja kepada para politisi tetapi juga kepada ahli untuk menopang tugasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah. Sumber daya alam jelas sangat berkelindan dengan sumber daya ekonomi. Batu bara, air terjun, kekayaan laut, juga kesuburan alam, apabila kemudian dikelola secara benar dan profesional, akan menjadi sumber daya ekonomi tersendiri. Pada titik ini, seorang anggota DPD haruslah tahu

bagaimana sumber daya manusia dan karakteristik masyarakat yang ada di daerah bersangkutan. Kiranya perundang-undangan masih belum mengekspos masalah sumber daya manusia ini. Jika undang-undang belum mengeksposnya, maka justru di sinilah posisi lebih penting bagi (calon) anggota DPD. Mereka harus mengetahui sumber daya manusia dan keahlian mayoritas dari masyarakatnya. Dalam arti apakah dalam kaitan dengan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi tersebut, sumber daya manusianya dapat diandalkan atau memiliki kemampuan untuk mengolah itu secara mandiri? Sekaligus juga mengetahui karakter masyarakatnya yang berhubungan dengan kemampuan memadukan dua sumber daya tadi tersebut. Jika karakter masyarakat daerahnya pemalas, atau banyak kehilangan waktu karena ritual dan sebagainya, (calon) anggota DPD mesti dapat memperhitungkan sejauh mana sumber daya alam itu dieksplorasi agar tidak terlalu mengganggu keseimbangan sosial di daerah. Atau tidak mengganggu kearifan lokal yang ada di daerah bersangkutan. Jadi, uraian di atas lebih banyak melihat jika anggota DPD tersebut adalah orang ahli

dan profesional tentang sumber daya di daerah. Karena harus profesional dan ahli tentang sumber daya daerah itulah, maka ada ketentuan kalau anggota DPD itu tinggal di daerah, tidak di Jakarta. Tentu maksudnya agar mereka semakin tahu dan profesional tentang perkembangan sumber daya daerahnya. Pada sisi lain, anggota Dewan Perwakilan Daerah juga harus bermain politik. Yang paling sederhana, dan juga paling jelas adalah bahwa mereka harus memenangkan pemilihan umum. Tidak bisa lain, mereka harus berkampanye, berbusa-busa dengan segala kemampuannya. Tetapi sangatlah konyol apabila seorang anggota DPD justru tidak tahu tentang fungsi Dewan Perwakilan Daerah tersebut. Karena harus berkampanye, di zaman sekarang ini, mau tidak mau mengeluarkan biaya yang jumlahnya tidak sedikit. Pada titik ini, yang ditakutkan adalah bergesernya peran anggota DPD seperti yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota DPR yang korupsi tersebut. Yang dikhawatirkan, para anggota DPD ini ikut bermain politik dengan oknum-oknum politisi atau oknum DPR agar dapat korupsi. Padahal (rancangan) perundangan sudah

sangat jelas mengatakan bahwa anggota DPD tidak boleh menjadi anggota partai politik. Politik selanjutnya yang harus dilakukan oleh anggota DPD adalah pada saat ia menjabat menjadi anggota DPD. Di sini politik yang diterapkan bukan sekadar politik hukum karena akan memberikan pertimbanganpertimbangan dalam pembuatan undang-undang oleh DPR dan presiden, tetapi juga mamadukan politik tersebut dengan sikap profesionalnya dengan potensi sumber daya alam dan ekonomi serta karakteristik masyarakat daerahnya di pusat. Meskipun anggota DPD tidak dibolehkan ikut ‘’duduk’’ untuk membuat perundang-undangan oleh konstitusi, tetapi pemberian pendapat, inventarisasi masalah dalam rancangan undang-undang, boleh dilakukan oleh DPD kepada pembuat undang-undang (presiden dan DPR). Pada sisi inilah, jika anggota DPD mempunyai sikap profesional dan ahli pada bidangbidangnya, maka dalam rancangan undang-undang yang berkaitan dengan hubungan pusat dan daerah (misalnya anggaran dan juga otonomi), anggota DPD dapat berpolitik untuk menggunakan pendapat tersebut berpengaruh dalam rancangan yang dibuat oleh DPR dan pemerintah. Pendapat dan masalah yang dikemukakan oleh DPD dapat diperhatikan, sehingga mampu mengubah orientasi produk undang-undang yang dihasilkan. Di sinilah pentingnya kemampuan profesional dan keahlian seorang anggota DPD agar dapat berpolitik di pusat. Hanya anggota DPD yang mengenal wilayahnya dengan baik, akan mampu bertindak sebagai politisi yang kuat di pusat. Pengenalan wilayah itu haruslah dilakukan secara matang oleh mereka yang benar-benar mengenal lahir batin wilayah yang diwakilinya.

LHKPN sebagai Referensi Pemilih dalam Pemilu BAGI masyarakat awam yang tidak begitu antusias dengan dunia politik, memilih anggota legislatif kebanyakan tidak didasarkan pada visi, misi, dan program yang ditawarkan. Bukan tidak mungkin, pemilih bahkan tidak familiar dengan figur caleg DPRD, DPD maupun DRR-RI. Pemilih mungkin tahu bahwa si A atau si B merupakan caleg tetapi seberapa baik rekam jejak mereka yang dapat dijadikan wakil dalam lembaga legislatif belum tentu diketahuinya. Hal tersebut wajar karena alasan simpel dijadikan dasar memilih, misalnya hubungan kekerabatan, pertemanan, tokoh masyarakat, publik figur maupun kalangan artis. Meski demikian, melalui media informasi yang beragam saat ini, para caleg memperkenalkan diri dan partainya untuk menarik simpati. Jargon diciptakan sedemikian rupa agar mudah diingat yang pada akhirnya akan menggiring masyarakat untuk memilih. Jargon antikorupsi masih menjadi andalan promosi untuk menarik minat pemilih di tengah masih maraknya operasi tangkap tangan KPK yang didominasi para pelaku legislatif. Lembaga antirasuah tersebut tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku yang terbukti melakukan korupsi tetapi juga melakukan upaya pencegahan dengan mewajibkan semua penyelenggara negara melaporkan harta kekayaan. Upaya preventif tersebut dipandang sebagai langkah tepat untuk menangkal korupsi dari hulu. Kewajiban penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara(LHKPN) merupakan amanat UU No.28 Tahun 1999

Oleh

Ismiyati tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Tugas pendaftaran dan pemeriksaan LHKPN dilaksanakan oleh KPK sesuai dengan ketentuan pada pasal 13 UU No.30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selanjutnya, secara teknis tata cara pelaporan dan pengawasan dituangkan dalam Peraturan KPK No.7 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman, dan Pemeriksaan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara. LHKPN yang disampaikan kepada KPK bertujuan untuk mewujudkan penyelenggara negara yang menaati asas-asas umum penyelenggaraan negara agar terbebas dari praktik KKN dan perbuatan tercela lainnya. Penyampaian LHKPN dilakukan secara periodik setiap satu tahun sekali atas harta kekayaan yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember. Rentang waktu penyampaian LHKPN ialah Januari sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya. Waktu satu triwulan dipandang cukup dalam mengumpulkan data dan kelengkapan dokumen maupun perbaikan data apabila diperlukan. Harta yang harus dilaporkan antara lain harta bergerak, harta tidak bergerak, harta bergerak lainnya, surat berharga, kas dan setara kas, dan harta lainnya termasuk jumlah utang yang dimiliki. Sampai dengan tanggal 31 Maret 2019 seb-

agai batas akhir penyampaian LHKPN tahun 2018, KPK menginformasikan bahwa tingkat kepatuhan penyampaian laporan sebesar 74,39 persen. Progress kepatuhan tersebut terdiri atas penyampaian harta kekayaan penyelenggara negara lembaga eksekutif, legislatif MPR/DRR/DPD/DPRD, yudikatif, dan BUMN/BUMD. Tingkat kepatuhan paling rendah dari pelaporan secara keseluruhan berada pada sektor legislatif, dalam hal ini DPR dan DPRD sebesar 56,32 persen dan 45,24 persen. Rendahnya kepatuhan penyampaian LHKPN menunjukkan kurangnya semangat transparansi dan keterbukaan para penyelenggara negara serta komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Padahal data tersebut sangat bermanfaat sebagai data history dan pembuktian yang sah apabila di kemudian hari ada tuduhan korupsi. Sebelum pemilu, KPK bersinergi dengan KPU akan mengumumkan data LHKPN caleg incumbent baik yang sudah dan belum menyampaikan laporan. Langkah tersebut dapat dijadikan sebagai bahan untuk menambah informasi bagi pemilih dalam menentukan caleg incumbent pada 17 April 2019. Paling tidak data dan informasi LHKPN melengkapi informasi rekam jejak dan latar belakang caleg. Kepatuhan penyampaian LHKPN diharapkan sebagai promosi positif yang menunjukkan caleg memiliki iktikad baik dalam memulai proses politik.

Karena itu, masyarakat tidak boleh sembarangan memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah. Pemilihan haruslah didasari oleh pertimbangan rasional yang mengacu kepada kemampuan mengenal wilayah tersebut dengan baik. Ia boleh saja seorang politisi tetapi politisi yang mempunyai kemampuan untuk menggali keunggulan yang dimiliki oleh daerah tersebut. Mereka yang masuk kategori ini adalah calon yang memiliki latar belakang berkarakter budaya daerah tersebut. Kalau sudah membudaya, berarti mereka melekat dengan kehidupan sosial masyarakat karena sudah berinteraksi menurun di dalam lingkungan masyarakat daerah bersangkutan. Dengan interaksi yang sudah sifatnya menurun itu, potensi untuk menggali sumber daya alam dan ekonomi lebih mudah dilakukan. Ini disebabkan karena interaksi yang sudah menurun itu memudahkan mereka untuk melakukan interaksi lebih lanjut lagi, misalnya berkomunikasi dengan ahli daerah yang mengenal potensi alam dan ekonomi. Jadi, memilih anggota DPD ini boleh dikatakan memerlukan tantangan lebih besar, melakukan kontak dengan rekan dengan bagaimana latar dari calon bersangkutan. Ia mewakili daerah dengan komunitas yang banyak, bukan sekadar konstituen yang jumlahnya relatif lebih kecil. Anggota DPD, di samping bertanggung jawab kepada rakyat, juga kepada lingkungan alam dan potensi ekonomi yang ada di daerahnya yang lebih luas. Mari cerdas memilih anggota DPD. Penulis, staf pengajar Sosiologi, FISIP Universitas Udayana

POJOK Bansos yang diserahkan politisi meracuni kecerdasan memilih krama Bali. - Ibarat madu dan racun. *** Masuki masa tenang pemilu, Bawaslu kabupaten sasar ‘’money politics’’. - Waspadai politik dagang. *** Tekan pengangguran, kurikulum pendidikan mesti ikut dinamika pasar. - Selera pasar.

Penulis, Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran I, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Sabtu Pon, 13 April 2019

Tahun Ini, Empat Puskesmas Ikuti Reakreditasi Tabanan (Bali Post) -

Seluruh puskesmas di Kabupaten Tabanan sudah mendapatkan akreditasi sebagai salah satu persyaratan dalam melayani pasien JKN. Namun akreditasi ini memiliki batas waktu dan harus diperbaharui tiga tahun sekali. Untuk itu, empat puskesmas yang ada di Tabanan yang terakreditasi tiga tahun lalu, pada tahun ini akan mengikuti reakreditasi. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Tabanan Wayan Triana, Jumat (12/4) kemarin mengatakan, empat puskesmas dimaksud yakni Puskesmas Baturiti 1, Puskesmas Kerambitan 2, Puskesmas Kediri 1 dan Puskesmas Penebel 1. Dalam reakreditasi ini, kata Triana Diskes, Tabanan menargetkan puskesmas mengalami peningkatan penilaian dibandingkan akreditasi sebelumnya. ‘’Harus naik dari tiga tahun sebelumnya. Dulu mendapatkan

nilai madya, tahun ini jadi utama. Atau dari utama jadi paripurna,’’ ujarnya. Apabila penilaian turun, lanjut Triana, akreditasi tetap diberikan. Hanya dana operasional dari pemerintah pusat ke puskesmas akan dikurangi. ‘’Tentu sayang jika turun. Diharapkan mengalami peningkatan,’’ ujarnya. Selain menjadi persyaratan dalam melayani pasien JKN, puskesmas yang terakreditasi memiliki banyak kelebihan, seperti pelayanan yang cepat dan

aman karena mengikuti SOP, alat kesehatan dan reagen yang lengkap, dapat konsultasi sesuai penyakit, dan tersedia tempat ramah anak. Selain itu, pelayanan kesehatan masyarakat seperti imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah dan lansia pun aktif sampai ke masyarakat. ‘’Penyuluhan rutin di masyatakat serta koordinasi dengan perangkat daerah hingga kegiatan administrasi dan perencanaan juga berjalan baik,’’ ujar Triana. (kmb24)

Disdukcapil Buka Layanan di Hari Pemungutan Suara Tabanan (Bali Post) Menyukseskan Pemilu 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan akan membuka posko perekaman dan pencetakan e-KTP bagi pemilih pemula pada saat hari pemungutan suara Pemilu, 17 April mendatang. Tidak hanya di kantor pusat, pelayanan serupa juga diterapkan di tingkat kecamatan. ‘’Pada hari pencoblosan, kami tetap layani masyarakat dengan buka posko pembuatan KTP elektronik bagi pemilih yang pada hari pencoblosan sudah berusia 17 tahun,’’ ujar Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana, Jumat (12/4) kemarin. Jika nantinya dalam

pelayanan tersebut terdapat gangguan jaringan, pihaknya juga telah menyiapkan surat keterangan (suket) agar pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya. Posko pembuatan e-KTP sengaja dibuka untuk membantu para penyelenggara pemilu dalam mengakomodasi pemilih pemula yang saat hari pencoblosan sudah berusia 17 tahun dan sudah punya hak pilih. ‘’Perekaman ke sekolah sudah terus kita lakukan, tetapi siapa tahu saat hari-H ada yang datang perekaman, itu yang harus kita antisipasi. Senin depan kami akan rapatkan kembali dengan para camat, karena berkaitan dengan penyiapan petugas,’’

terangnya. Untuk posko layanan tersebut, akan disiapkan minimal delapan petugas dengan dua shift. Seperti untuk tanggal 16 April layanan akan dibuka mulai pukul 08.00 Wita sampai dengan pukul 20.00 Wita. Selanjutnya saat hari pencoblosan atau 17 April, dibuka pukul 07.00 Wita sampai 17.00 Wita. Rai mengakui penyediaan posko layanan saat pencoblosan pemilu memang menjadi agenda rutin, hanya kali ini terkesan berbeda. Lantaran hampir seluruh jajaran Disdukcapil sudah kerja ekstra memberikan pelayanan administrasi kependudukan, bahkan di hari libur pun tetap buka. (kmb28)

PASAR AMAN - Kampanye pasar aman dari bahan berbahaya tahun 2019 di Pasar Kediri, Jumat (12/4) kemarin.

BPOM Gelar Kampanye Pasar Aman di Pasar Kediri Ajak Masyarakat Awasi Penyalahgunaan Bahan Berbahaya pada Pangan PENYALAHGUNAAN bahan berbahaya dalam pangan seperti borax, formalin, rhodamin B, methanil yellow dan berbahaya lainnya masih banyak ditemui di pasar tradisional. Hasil pengawasan BPOM sampai tahun 2018 terkait penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan di Provinsi Bali mencapai 9 persen dan termasuk 4 besar, melebihi rata-rata nasional yang mencapai 6 persen. Untuk mengurangi dan meniadakan penggunaan bahan berbahaya pada pangan, BPOM melaksanakan sejumlah program salah satunya Pasar Aman yang menyasar pasar-pasar tradisional. Kegiatan ini salah satunya digelar di Pasar Kediri, Jumat (12/4) kemarin. Sebelum kampanye Pasar Aman, petugas dari BPOM melakukan pengambilan sampel makanan yang diindikasi-

kan mengandung bahan berbahaya. Hasilnya, masih ditemukan penggunaan rhodamin B atau kesumba merah di jajan upakara seperti rengginang, sirat, uli maupun matahari. Kepala Balai BPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni dalam kesempatan tersebut mengatakan, penggunaan bahan berbahaya pada makanan ini akan terus ada jika masyarakat tidak peduli, tidak tahu atau karena sudah menjadi kebiasaan. Karenanya, ia berharap lewat kampanye Pasar Aman ini, informasi mengenai bahan berbahaya seperti rhodamin b yang masih sering ditemukan bisa diketahui masyarakat sehingga mereka memiliki kesadaran untuk peduli dan ikut mengawasi keamanan dari pangan yang dijual. Dari kampanye pasar Aman di Pasar Kediri, para peserta yang kebanyakan pedagang

ini mengaku tidak tahu bahaya penggunaan rhodamin B. Aryapatni kemudian menjelaskan, jika pemakaian rhodamin B tidak langsung menggangu kesehatan tetapi efeknya bisa bertahun-tahun kemudian seperti bisa menyebabkan kanker. ‘’Rhodamin B adalah zat kimia yang tidak bisa dicerna dan mengendap dalam tubuh. Efeknya bisa bertahun-tahun kemudian salah satunya memicu kanker,’’ ujarnya. Diharapkan dengan dilaksanakan kampanye Pasar Aman di Pasar Kediri, akan ada komitmen dan dukungan penuh dari komunitas pasar, pedagang, pemasok, masyarakat serta pemerintah setempat untuk mengendalikan peredaran bahan berbahaya yang disalahgunakan dalam pangan, juga pangan yang berpotensi mengadung bahan berbahaya. BPOM juga mendorong peran serta masyarakat

dengan memberikan bantuan alat untuk melakukan tes pemeriksaan cepat bahan berbahaya kepada petugas pasar Kediri serta pelatihannya. ‘’Jadi mereka bisa mengawasi keamanan pangan di Pasar Kediri secara mandiri. Diharapkan setahun bisa memeriksa 200 sampel,’’ ujarnya. Dalam kampanye tersebut, Aryapatni juga mengajari peserta untuk selalu melakukan cek KLIK (kemasan, label, izin dan kedaluwarsa). Mengenai izin yang dikeluarkan, BPOM selalu diawali MD (Makanan dalam negeri) atau ML (makanan luar negeri) diikuti 12 nomor seri. ‘’Jika kurang dari 12 seri artinya izinnya palsu. Tapi meskipun ada 12, kepastian izinnya bisa dicek di aplikasi yang bisa didapatkan lewat web BPOM dengan alamat www.pom. go.id,’’ ujarnya. (ad587)

Tabanan (Bali Post) Penggunaan bahan berbahaya pada pangan merupakan permasalahan klasik dan masih ada hingga saat ini. BPOM yang bertugas mengawasi sudah terus menerus melakukan pengawasan, bahkan pembinaan kepada masyarakat yang masih memakai bahan berbahaya pada

produksi pangannya. Sayangnya, langkah pembinaan belum menimbulkan efek jera. Untuk itu BPOM akan mengambil langkah lebih tegas yaitu menyita produk pangan yang terbukti mengandung bahan berbahaya. Hal ini dipaparkan Kepala Balai BPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di

Pasar Kediri, Jumat (12/4) kemarin. Menurutnya, dengan adanya penyitaan diharapkan bisa memberikan efek jera sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan bahan berbahaya pada pangan. Ia melanjutkan, pada pemeriksaan yang dilakukan di Pasar Kediri masih didapati penggunaan

rhodamin b pada jajan upakara. ‘’Memang jajan ini kadang tidak dikonsumsi tetapi diolah menjadi makanan ternak seperti babi. Tetapi tetap tidak aman, karena rhodamin b akan mengendap pada daging ternak dan efeknya akan dirasakan oleh manusia yang memakan daging ini,’’ jelas Aryapatni.(kmb24)

Mengandung Bahan Berbahaya, Produk Pangan akan Disita

Kasus Pembunuhan Mahasiswi di Buleleng

Kerabat Masih ”Shock”, Serli Sempat Dikira Meninggal Akibat Sakit

Bali Post/bit

RUMAH DUKA - Hingga Jumat (12/4) siang, belum ada aktivitas apa pun di rumah duka di Banjar Dinas Senganan Kangin, lantaran pihak keluarga masih menunggu proses autopsi.

SUASANA lengang terlihat di rumah duka Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) di Banjar Dinas Senganan Kangin Desa Senganan Kecamatan Penebel, Jumat (12/4) kemarin. Belum tampak aktivitas keluarga mempersiapkan upacara untuk mahasiswi yang tewas diduga dibunuh oleh pacarnya dalam kamar kos di Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tersebut. Pihak keluarga masih menunggu proses autopsi pada jenazah Serli. Saat ditemui di rumah duka, kerabat korban belum mau berkomentar banyak lantaran masih diselimuti duka mendalam. Mereka tidak menyangka, Serli yang merupakan sosok gadis periang itu tewas dibunuh.

Bibi korban, Ni Wayan Suciasih, masih merasa tidak percaya keponakannya tewas dengan tidak wajar. Meski demikian, perempuan yang akrab dipanggil Men Hari ini berharap Serli mendapatkan tempat yang baik di sisi Tuhan. ‘’Orangnya periang, pintar dan rajin kalau saat di rumah,’’ ucapnya. Dia menuturkan, setelah mendapat kabar kematian keponakannya, keluarga besar pun tidak bisa mengikuti rangkaian persiapan Ida Batara Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti lunga dan marerepan di Pura Puseh, Banjar Dinas Senganan Kangin. ‘’Keluarga sangat terkejut, sampai sekarang belum ada persiapan apapun. Masih nunggu rembuk

keluarga, apalagi prajuru adat masih sibuk di pura,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan kerabat. Mereka mengaku tidak memiliki firasat apa pun terhadap peristiwa tersebut. Apalagi sebelum ditemukan tewas, korban sempat pulang. Bahkan sempat diberi bekal untuk uang kuliah oleh ibunya. ‘’Pas pulang biasanya dia sering ngumpul dengan keluarga. Orangnya lincah, bahkan aktif di muda-mudi,’’ terangnya. Hanya sebelum kembali ke Buleleng untuk kuliah, Serli memang terlihat kurang sehat karena tensinya rendah. Ia bahkan sempat berobat ke dokter. ‘’Saya kira meninggal karena drop, ternyata dibunuh. Itu yang buat kami

terkejut,’’ terangnya. Mirisnya lagi, terduga pelaku KIJ yang merupakan pacar korban masih ada hubungan kekerabatan dengan korban. Terduga pelaku adalah sepupu dari kakak ipar korban. Pelaku pun berasal dari banjar yang sama. Hal itu juga dikuatkan oleh Perbekel Senganan I Wayan Sukarata yang mengakui bahwa terduga pelaku memang asli dari Banjar Senganan Kangin dan tercatat sebagai warga adat. Hanya secara kedinasan masuk di wilayah Banjar Dangin Carik Desa Dajan Peken. Kekhawatiran keluarga terhadap kondisi Serli sudah muncul ketika ponsel yang bersangkutan tidak bisa dihubungi. Keluarga

pun meminta bantuan teman dekat Serli untuk mengecek kondisi Serli di tempat kosnya di Buleleng. ‘’Sampai di sana, tercium bau kurang sedap. Karena tidak berani buka pintu kamar kos, akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian, barulah diketahui kondisi Serli sudah tragis,’’ kata Suciasih. Sementara itu, Klian Dinas Senganan Kangin I Made Sukarmayasa membenarkan bahwa hingga kemarin belum bisa dipastikan kapan akan digelar upacara untuk Serli, lantaran jenazah yang bersangkutan masih diautopsi di RS Sanglah, Denpasar. ‘’Juga masih upacara di desa, nanti setelah itu baru akan ada rembuk prajuru dengan pihak keluarga,’’ imbuhnya. (bit)


BULELENG

8

Sabtu Pon, 13 April 2019

Korban Sering Diancam Pelaku

HASIL autopsi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah menunjukkan, jenazah Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) mengalami luka-luka memar pada dahi, bibir dan leher. Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., S.H. mengatakan, luka mahasiswi Jurusan Pendidikan Fisika Undiksha itu dipicu kekerasan tumpul. Penyebab kematian korban itu akibat ada penekanan jalan napas, sehingga korban kehabisan oksigen. Apakah dengan cara dicekik, dr. Dudut tak menampik mengiyakan hal itu. Ibu kandung korban, Ni Wayan Sarini (49), menuturkan anaknya selama bersekolah tinggal di kos milik saudaranya. Sebelum ditemukan membusuk di kamar kos, Sarini sempat mencari keberadaan anaknya yang kehilangan kontak itu. Empat hari sebelum ditemukan, Sarini sempat menghubungi anaknya. Namun berkali-kali ditelepon tidak ada jawaban. Ia juga sempat menghubungi Made Indra Jaya alias Kodok, menanyakan keberadaan anaknya. Kodok menjawab anaknya sudah berangkat ke Senganan, Penebel, Tabanan. Anehnya, anaknya tidak kunjung sampai di rumah. Ibunya mencoba kembali mencari anaknya lewat teman-teman anaknya. Teman-teman anaknya kemudian mengecek ke kos korban. Namun hanya didapati motor korban dengan pintu kamar terkunci. Teman-teman anaknya melaporkan kondisi itu pada Sarini. Sarini masih penasaran keberadaan anaknya. Teman-teman anaknya kembali dimintai tolong mengecek kos anaknya. Didapati kunci kamar korban terselip di jendela. Akhirnya pintu dibuka dan didapati korban dalam kondisi membusuk. Beredar kabar korban dalam kondisi hamil? Namun, Sarini menegaskan anaknya tidak hamil. Saat terakhir pulang 2 April 2019 lalu putrinya mengatakan dirinya sedang haid. Bahkan saat ditemukan tak bernyawa pun korban masih dalam kondisi menggunakan pembalut. Pelaku dan korban sudah sejak lama berhubungan secara sembunyi-sembunyi bisa jadi sejak SMP. Bahkan saat anaknya melihat pengumuman penerimaan mahasiswa di Undiksha, pelaku mengantar anaknya itu. Mereka sama-sama berasal dari Desa Senganan Kangin, Penebel, Tabanan. Namun pelaku lebih banyak tinggal di kota Tabanan. Dengan keluarga pelaku pun ia kenal. Dari pengamatannya, pelaku bandel dan kerap memaksa anaknya. Bahkan juga mengancam anaknya. “Dia kasar sama Ayu. Memang orangnya bandel, sering maksa Ayu, ngancam Ayu. Sama bapaknya Ayu juga pernah bertengkar,” ungkapnya. Demikian juga dengan tante dan om kosnya Ayu, Kodok dikatakan pernah bertengkar. Itu sebabnya ketika pelaku berada di kosnya Ayu, pemilik kos tidak berani menghampiri. (may)

Bali Post/kmb38

PELAKU – Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja bersama Satuan Reskrim Polres Buleleng menetapkan pelaku kasus pembunuhan mahasiswi Undiksha Singaraja, Jumat (12/4) kemarin.

Kasus Pembunuhan Mahasiswi Undiksha

Pelaku Membekap, Memukul dan Mencekik Leher Korban Singaraja (Bali Post) – Penyelidikan kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, diintensifkan Unit Reskrim Polsek Kota bersama Satuan Reskrim Polres Buleleng. Dari hasil pemeriksaan sementara terungkap, terduga pelaku KIJ alias Kodok (20) asal Tabanan yang nekat menganiaya korban ASM (20) karena dibakar api cemburu. Padahal korban dan pelaku sama-sama berasal dari Senganan, Penebel, Tabanan. Aksi pembunuhan itu diawali membekap muka korban menggunakan bantal, memukul berkali-kali, dan terakhir leher korban dicekik hingga tak bernyawa. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng ABP Suratno, S.IK., Jumat (12/4) kemarin mengatakan, setelah mengumpulkan barang bukti dan keterangan delapan orang saksi, terungkap kasus ini dilakukan pelaku seorang diri. Diawali Minggu (7/4) lalu pelaku datang ke kos korban di Jalan Wijaya Kusuma Gang IV No. 1 Kelurahan Banyuasri. Sekitar pukul 18.00 Wita korban pulang dari kuliah dan langsung bertemu pelaku yang diketahui sebagai teman dekatnya. Setelah bertemu, keduanya terlibat pertengkaran.

Pelaku membekap muka korban dengan bantal di atas kasur. Diduga karena melawan, terduga pelaku semakin gelap mata, kemudian berkali-kali memukul muka pacarnya sendiri. Meski berkali-kali dipukul, korban masih bernapas, sehingga pelaku mencekik leher korban. Akibat cekikan itu, tubuh korban lemas dan meregang nyawa di tangan kekasihnya sendiri. Mengetahui sudah tewas, tubuh korban kemudian ditidurkan di atas kasur dengan bagian kepala ditempatkan di atas bantal. Bagian tubuh korban itu kemudian

ditutup selimut, sehingga korban mirip sedang tertidur. Setelah merapikan posisi korban, pelaku keluar kamar kos dan mengunci pintu. “Terduga awalnya membekap muka korban dengan bantal, selanjutnya dua sampai tiga kali memukul bagian muka. Namun korban masih bernapas,’’ ujar Kapolsek didampingi Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Suamrjaya. Pelaku heran kekasihnya begitu kuat. Selanjutnya, ia mencekik leher korban hingga tidak berdaya. Motif pembunuhan, kata Kom-

pol Wiranata, lantaran perasaan cemburu. Sebetulnya hubungan pacaran itu sudah dijalin sejak sama-sama duduk di bangku SMP. Memang sempat putus, namun sejak tujuh bulan terakhir hubungannya kembali dekat. “Motif sementara pengakuan terduga pelaku karena api cemburu. Kami masih terus mengembangkan sampai motif ini benarbenar terungkap jelas,” katanya. Kompol Wiranata menambahkan, untuk mempertangungjawabkan perbuatan itu, terduga pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Dari catatan polisi terduga pelaku pernah melakukan penganiayaan di daerah asalnya dan divonis satu tahun penjara. Pelaku di hadapan polisi mengaku menyesali perbuatannya telah menghilangkan nyawa korban. Dia mengaku tidak dapat

Sehari Sebelum Pencoblosan Personel Pengamanan Pemilu Disebar

Kompol Ronny Riantoko

Bali Post/kmb38

MENJELANG hari H pengumuman dan penghitungan suara Pemilu 17 April 2019, Polres Buleleng memantapkan persiapan pengerahan pasukan pengamanan di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Tercatat, sebanyak 898 personel pengaman TPS dan pasukan diterjunkan secara serentak. Bahkan pasukan itu sudah siaga sehari menjelang pencoblosan 16 April, baik di Sekretariat KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) termasuk gudang logistik. Apakah masih ada daerah atau wilayah di Buleleng yang dikategorikan rawan? Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko, Jumat (12/4) kemarin, mengatakan selain menyiapkan personel pengamanan yang nantinya bertugas di masing-masing TPS, Buleleng juga mendapat tambahan personel pengamanan 143 personel dari Polda Bali. Masing-masing 1 SST Brimob dan juga personel dari Dit Samapta Polda Bali. Tambahan pengamanan ini disiagakan di Mapolres Buleleng untuk mengantisipasi situasi di wilayah Kota Singaraja. Selain itu juga diantisipasi di bagian Buleleng Timur. Sebagian lagi disiagkan di Mapolsek Seririt. Kekuatan tambahan pengamanan itu untuk meng-cover Kecamatan Seririt dan Buleleng Barat. “Persiapan sudah mendekati final dan H-2 pencoblosan akan ada pengarahan di Mapolda Bali. Sedangkan, H-1 Polres akan turun ngecek lagi kesiapan semuanya. Personel yang bertugas langsung digeser ke masingmasing TPS. Personel juga disiagakan mengamankan distribusi logistik dari KPU ke PPK dan berlanjut ke TPS,”

katanya. Kompol Ronny menambahkan, pada Pemilu Presiden, Wakil Presiden dan Pemilihan Legislatif, di Buleleng tidak ada penetapan TPS rawan, baik karena konflik atau kriminalitas yang berpotensi menganggu situasi Kamtibmas wilayah pada pencoblosan 17 April 2019 nanti. Pihaknya hanya mengkategorikan TPS itu rawan, karena faktor geografis suatu daerah. Lokasi TPS yang rawan itu, karena topografi wilayahnya seperti di Kecamatan Banjar dan Kecamatan Busungbiu bagian atas. Meski demikian, sesuai instruksi atasannya setiap personel pengamanan ditugaskan untuk mengamankan pencoblosan yang dilanjutkan penghitungan sampai tahapan rekapitulasi perolehan suara. “Karena wilayah berbukit dan banyak TPS yang lokasinya berjauhan, sehingga situasi ini kita kategorikan TPS rawan akibat topografi wilayah. Namun di Buleleng, tidak ada TPS rawan disebabkan oleh konflik dan kriminalitas lainnya,’’ tegasnya. Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana mengatakan, saat ini pihaknya masih menyiapkan penyebaran Formulir C-6. Tahapan awal, formulir C-6 itu dituliskan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk memastikan kalau pemilih tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sementara, untuk distribusi Formulir C-6 itu ditargetkan tuntas 14 April 2019 ini. “Dengan kekuatan manajemen pengaturan kami di bawah. Kami yakin Formulir C-6 itu sudah diterima pemilih sebelum pencoblosan nanti,” katanya. (mud)

mengontrol emosi saat pertengkaran itu. Pelaku mengaku tidak ingat apa-apa dan tidak tahu kalau kekasihnya itu tewas di tangannya sendiri. “Sangat menyesal. Saat itu emosi saya tidak terkontrol. Tidak tahu saya sudah melakukan pembunuhan itu,’’ ujar Kapolsek menirukan ucapan pelaku. Terduga pelaku dibakar api cemburu, karena saat korban pulang kuliah, dia menemukan pesan WhatsApp di HP korban. Seseorang teman lelaki korban yang tidak dikenalnya itu, berkali-kali menghubungi korban, sehingga dari sana dia emosi. Selanjutnya, pertengkaran pun tidak terhindarkan hingga kekasihnya itu tewas. “Dari pagi kuliah sore baru pulang. Belum makan dan ganti pakaian, ada chat WA dan juga lelaki itu menelepon. Lalu saya tanya korban dari sana awalnya ada pertengkaran, hingga terjadi

kejadian itu,” tegas pelaku. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Undiksha Program Studi Pendidikan Fisika ASM ditemukan tewas membusuk di dalam kamar kos, Kamis (11/4) lalu. Penemuan ini berawal salah satu temannya mencium bau tidak sedap dari dalam kamar kos itu. Setelah didekati ternyata sumber bau itu berasal dari dalam kamar korban. Temannya kemudian berusaha mengambil kunci kamar dari jendela. Setelah pintu kamar terbuka, korban ditemukan tewas dengan kondisi membusuk. Dari hasil pemeriksaan luar muka korban bengkak, juga ditemukan luka lebam dan ada bekas cekikan pada leher korban. Mendapat laporan penemuan mayat itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Hasilnya, seorang terduga pelaku berinisial KIJ berhasil diamankan di Jalan Udayana. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PPL TATAP MUKA – Sekitar 300 orang PPL di lingkungan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng mengikuti tatap muka dengan Bupati Buleleng Agus Suradnyana, Jumat (12/4) kemarin.

Sejahterakan Petani, PPL Dituntut Lakukan Terobosan Singaraja (Bali Post) – Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memiliki peran penting dalam menjabarkan kebijakan pemerintah di sektor pertanian. Karena itu mau tidak mau kinerja PPL perlu ditingkatkan, sehingga mereka mampu membimbing petani dalam mengelolaan usaha tani mereka agar lebih baik. Untuk mewujudkan hal itu, PPL dituntut mampu menciptakan terobosan-terobosan berarti. Dengan memanfaatkan teknologi pertanian, PPL itu diharapkan dapat memberikan kontribusi sehingga membuat tingkat kesejahteraan petani meningkat.

Demikian terungkap ketika 300 PPL di lingkungan Dinas Pertanian (Distan) Buleleng bertatap muka dengan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Jumat (12/4) kemarin. Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Made Sumiarta mengatakan, peran PPL perlu ditingkatkan. Hal itu menjadi salah satu perhatiannya dalam kebijakan pemerintahan sekarang ini. Hal itu dilakukan karena potensi pertanian di daerahnya memang memerlukan dukungan teknologi pertanian utamanya dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas produksinya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian Made Sumiarta mengatakan, tatap muka ini dilakukan sebagai media sharing dan koordinasi menyeluruh terkait tugas-tugas PPL. Harapan Bupati itu agar PPL benar-benar mampu melahirkan terobosan optimal. Pihaknya menyambut baik hal itu dan segara menindaklanjuti sehingga tujuan itu bisa terwujud. ‘’Kami bersama PPL akan bekerja optimal diawali pemetaan potensi pertanian,’’ ujarnya. Dengan potensi SDM PPL yang ada, pihaknya optimis bisa peningkatkan pengelolaan potensi pertanian itu. (kmb38)


GIANYAR

Sabtu Pon, 13 April 2019

9

Dongkrak Kolektabilitas Iuran, BPJS Kesehatan Gandeng Lembaga Perkreditan Desa MEMASUKI tahun keenam penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan memperluas jaringan mitra kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kolektabilitas iuran. Salah satunya, Badan Kerja Sama Lembaga Perkreditan Desa (BKS LPD) Bali. “Beberapa hal yang menjadi pertimbangan BPJS Kesehatan untuk melakukan kerja sama dengan LPD Bali adalah karena masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi budayanya, sementara LPD merupakan lembaga keuangan mikro yang dalam melaksanakan kegiatannya memasukkan nilai-nilai budaya setempat. Oleh karena itu, kami berharap melalui kerja sama ini kesadaran masyarakat untuk membayar iuran dapat dioptimalkan,”

jelas Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso, usai melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BKS LPD Bali, Jumat (12/4) kemarin. Kemal Imam Santoso menambahkan, BKS LPD merupakan organisasi tunggal sebagai wadah untuk memperjuangkan kepentingan LPD. BPJS Kesehatan akan melakukan uji coba bersama LPD yang ada di setiap desa adat untuk melakukan upaya persuasif terhadap peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri di Provinsi Bali yang menunggak iuran enam bulan hingga sebelas bulan. “Pendekatan yang dilakukan bisa berbeda-beda, disesuaikan dengan kondisi budaya yang ada di desa adat tersebut. Jika upaya penagihan iuran tersebut berhasil, BPJS

Kesehatan akan memberikan fee collection kepada BKS LPD untuk selanjutnya dibagikan kepada LPD sesuai dengan proporsi capaian mereka,” katanya. Kemal Imam Santoso menjelaskan, dari seluruh jenis kepesertaan JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, segmen peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau peserta mandiri memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi dalam hal penagihan iuran. “Segmen PBPU merupakan segmen yang unik dan memerlukan strategi khusus,” ujarnya. Mengatasi kondisi tersebut, kata Kemal Imam Santoso, BPJS telah mengimplementasikan berbagai strategi, mulai dari melakukan telekolekting, SMS Blast, Program Cicilan dengan Koperasi, hingga Program Loyalty yang bekerja sama dengan mitra berupa

pemberian cash back dan lain sebagainya. “Kami juga bekerja sama dengan Kader JKN, yakni masyarakat yang menjalankan sebagian fungsi BPJS Kesehatan untuk mendaftarkan, mengedukasi, membantu melakukan penagihan iuran, dan sebagainya,” jelasnya. Jumlah LPD di Provinsi Bali terbilang sangat banyak, yakni mencapai 1.433 LPD yang tersebar di desa adat se-Bali. Adapun saat ini total nasabah LPD di wilayah Bali telah mencapai lebih dari 2 juta orang dengan total aset mencapai Rp 21,4 triliun. Tingginya aset tersebut menunjukkan bahwa pendekatan budaya lokal di Bali memiliki dampak yang signifikan. Ketua BKS LPD Provinsi Bali Nyoman Cendikiawan mengatakan, penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BPJS Kesehatan dengan BKS LPD Bali merupakan bagian

PENANDATANGANAN - BPJS Kesehatan melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BKS LPD Bali, Jumat (12/4) kemarin. program penerapan LPD Digital. Digitalisasi pelayanan LPD ini melalui LPD mobile. Cendikiawan menambahkan, saat ini sekitar 60 LPD

di Bali sudah menerapkan LPD Mobile. Dalam penerapan LPD mobile, BKS LPD Bali bekerjasama dengan PT USSI Bandung. “Melalui LPD

PASAR SENI Sejumlah wisatawan sedang menawar produk kerajinan di pasar seni sementara yang berlokasi di Lapangan Sutasoma, Sukawati.

Sejumlah Los di Pasar Seni Sementara Masih Kosong Gianyar (Bali Post) -

Pasar seni sementara yang mengambil lokasi di Lapangan Sutasoma Sukawati mulai ramai didatangi pengunjung. Kunjungan ini masih didominasi wisatawan domestik. Namun, sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya pembeli yang berkunjung hingga ke bagian belakang pasar atau kawasan utara. Diduga karena minimnya pembeli, di kawasan itu sejumlah los pedagang masih kosong. Pantauan Bali Post, Jumat (12/4) kemarin, terlihat sejumlah wisatawan domestik berkeliling di kawasan pasar seni sementara yang sudah buka sekitar sepekan lebih tersebut. Mereka nampak membawa tas usai membeli oleh-oleh berupa baju atau produk seni. Sejumlah wisatawan asing juga nampak berkeliling di kawasan pasar relokasi. Mereka terlihat asyik menawar beberapa

produk seni. Namun, kunjungan ini hanya ramai di bagian depan atau selatan pasar relokasi itu. Sementara di bagian belakang atau utara, nampak sejumlah pedagang berdiri, sembari melambaikan tangan memanggil pengunjung untuk ditawari barang. “Kebanyakan pengunjung itu sepertinya belanja di depan saja,” ujar salah satu pedagang pakaian di pasar seni

sementara tersebut. Pedagang asal Kecamatan Sukawati ini mengaku sedikit pengunjung yang berjalan hingga ke bagian utara pasar. Kondisi ini yang diduga menjadi penyebab sejumlah los di bagian belakang pasar belum digunakan oleh pedagang. “Ada yang masih persiapan, tapi ada juga yang memang belum. Kurang tahu saya kenapa begitu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pasar Seni Sukawati A.A. Raka mengatakan, pedagang di bagian belakang atau utara pasar dominan masih melakukan persiapan. Menurutnya, proses persiapan ini cukup memakan waktu. “Ada yang masih menyiapkan tempat barang atau semacamnya, kan barangnya ditaruh di sana,” katanya. Raka menambahkan, para pedagang kini sepakat untuk memohon perluasan parkir dengan mengambil lokasi di sebelah utara pasar relokasi itu. Hal ini dimohonkan untuk mengantisipasi apabila parkir di sebelah selatan pasar tersebut penuh. Di samping itu, upaya ini juga

untuk meratakan kunjungan pembeli dengan mengarahkan kendaraan mereka parkir di sebelah utara pasar. “Jadi, rencananya kendaraan pembeli yang baru melintas di depan, masuk ke barat memutari pasar hingga parkir di sebelah utara,” katanya. Menurut Raka, kesepakatan pedagang ini rencananya akan dikoordinasikan dengan prajuru desa adat Batuan. Apabila disetujui, Senin (15/4) mendatang, proses tempat parkir di sebelah utara pasar ini sudah bisa dikerjakan. “Apabila disetujui, mudah-mudahan secepatnya ini bisa dikerjakan,” tegasnya. (kmb35)

Masuki Masa Tenang, Bawaslu Bidik ”Money Politics” Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar mengingatkan, Sabtu (13/4) hari ini merupakan batas waktu akhir masa kampanye. Semua aktivitas kampanye sudah tidak boleh dilakukan saat memasuki masa tenang, mulai Minggu (14/4) besok. Sementara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar mulai membidik dugaan penyaluran money politics yang kerap menghantui saat masa tenang pemilu ini. Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna mengatakan, masa kampanye yang berakhir Sabtu hari ini akan ditutup dengan persembahyangan bersama para peserta pemilu. Persembahyangan ini diagendakan mengambil lokasi di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu. “Usai penutupan masa kampanye, tahapan akan memasuki masa tenang yang berlangsung tanggal 14, 15 dan 16 April 2019,” katanya, Jumat (12/4) kemarin. Agus Tirta Suguna menegaskan, selama masa tenang hingga hari pemilihan nanti, para peserta pemilu dilarang untuk berkampanye. Bila ada yang

melanggar akan langsung ditindak oleh Bawaslu Gianyar. “Apapun bentuk kegiatan oleh peserta pemilu itu dilarang, termasuk penyerahan bansos itu tidak boleh,” katanya mengingatkan. Mulai Sabtu hari ini, para peserta pemilu juga diwajibkan untuk menurunkan segala bentuk alat peraga kampanye (APK). Apabila masih ada APK yang terpampang seperti baliho, spanduk, dan banner, maka akan diturunkan paksa oleh Bawaslu yang sudah berkoordinasi dengan jajaran Satpol PP Gianyar. “Kami tetap mengimbau para peserta pemilu agar menghormati tahapan ini dengan menurunkan sendiri APK yang masih terpajang,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan mengaku sudah berkoordinasi dengan jajaran Satpol PP Gianyar untuk membantu proses penurunan APK di seluruh Gianyar pada Sabtu hari ini. “Kami sudah berkoordinasi. Satpol PP di kecamatan juga akan bergerak untuk melakukan penurunan dan pembersihan APK yang msih tercecer,” katanya.

Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, kata Hartawan, masa tenang ini justru merupakan salah satu fase krusial dalam pelaksanaan pemilu. Sebab, pada masa ini cenderung diwarnai dengan praktik politik uang, propaganda, isu SARA, serta penyebaran hoax untuk saling menjatuhkan di antara peserta pemilu. Pada masa ini tidak jarang terjadi benturan kekerasan antara masa pendukung peserta pemilu. “Dalam pengawasan di masa tenang ini, ada beberapa fokus pengawasan yang terdiri dari dugaan money politics, kampanye terselubung dan pelibatan ASN, kepala desa, BPD, dan juga perangkat wilayah,” ujar Hartawan seusai menggelar apel siaga antipolitik uang di areal parkir Stadion Dipta, Jumat kemarin. Hartawan menambahkan, Bawaslu Kabupaten Gianyar juga melakukan patroli pengawasan dengan melibatkan jajaran Bawaslu sampai tingkat terbawah yaitu Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS). Patroli pengawasan ini akan dilakukan di seluruh kecamatan,

serta desa-desa yang berpotensi atau memiliki indeks kerawanan pemilu. “Setiap wilayah punya kerawanan sendiri. Maka dari itu, kami akan melakukan deteksi kecurangan pemilu yang diduga terjadi selama massa tenang ini,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

APEL SIAGA - Suasana apel siaga antipolitik uang menyambut masa tenang Pemilu 2019 yang digelar Bawaslu, Jumat (12/4) kemarin.

Mobile, masyarakat mendapat pelayanan pembayaran listrik, telepon, termasuk pembayaran BPJS Kesehatan,” katanya. (ad579)

Motor Terseret ”Pick-Up” , Pengendara Selamat Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan sepeda motor dan mobil pick-up terjadi di Jalan Raya Tegallinggah, Kecamatan Blahbatuh, Kamis (11/4) sore. Lakalantas ini sangat mengejutkan warga setempat karena sepeda motor Yamaha dengan nomor polisi P 4262 KJ tergilas mobil pick-up pengangkut ayam. Beruntung, pengendara sepeda motor Nyoman Bintang Suarta (24) hanya mengalami luka-luka. Kapolsek Blahbatuh Kompol I Ketut Dwikora mengatakan, sepeda motor Yamaha yang dikendarai pemuda asal Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar itu awalnya melaju dari arah selatan ke utara. Setiba di TKP, diduga pengendara motor ini kurang hati-hati, sehingga saat melintas di tikungan lepas kendali dan jatuh sendiri. Selanjutnya, pengendara motor yang jatuh sendiri itu terseret ke kanan jalan, melewati as jalan lawan. Kebetulan di kanan jalan, melaju mobil pick-up dengan nomor polisi DK 8104 LL yang dikemudikan I Wayan Putu (37), warga Desa Datah, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem. Tabrakan maut pun tak dapat dihindari. “Kecelakaan itu mengakibatkan pengendara sepeda motor mengalami luka-luka, selanjutnya dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar,” jelasnya. Akibat kerasnya tabrakan, sepeda motor itu sampai nyangkut di bawah kolong pick-up. Tabrakan itu mengakibatkan sepeda motor rusak di bagian depan dan bodi ringsek. Sedangkan mobil pick-up mengalami kerusakan bumper depan kanan penyok dan ban depan pecah. Sedangkan pengendara motor Yamaha, I Nyoman Bintang Suarta, mengalami sejumlah luka ringan. Di antaranya, siku tangan kiri lecet, lutut kaki kiri lecet, serta kaki kanan bengkak. Kerugian akibat kejadian tersebut mencapai Rp 5 juta. (kmb35)


JEMBRANA

10

Sabtu Pon, 13 April 2019

Sampah Menumpuk di Teluk Gilimanuk

Negara (Bali Post) Perkembangan objek wisata Teluk Gilimanuk belakangan ini nampaknya belum berjalan seirama dengan pengelolaan sampah di kawasan wisata unggulan tersebut. Hal tersebut tercermin dari kondisi areal Teluk Gilimanuk. Di sejumlah titik, masih terdapat tumpukan sampah. Seperti yang terlihat awal pekan lalu, di dalam areal Teluk Gilimanuk tepatnya di dekat bangunan baru untuk membilas, terdapat tumpukan sampah yang disinyalir difungsikan untuk tempat pembuangan sementara (TPS). Selain tumpukan sampah organik seperti daun dan ranting pohon, juga terdapat tumpukan sampah plastik. Sejatinya, masyarakat sekitar terutama yang berkecimpung di areal sudah sering membersihkan areal. Termasuk di pinggir Pantai Teluk Gilimanuk yang sering

diselimuti sampah kiriman sering dibersihkan. Bahkan aksi bersih sampah di sekitar pantai juga sering dilakukan oleh berbagai instansi, organisasi masyarakat dari luar Gilimanuk. Namun sayangnya, justru di dalam areal Teluk Gilimanuk yang sedang ditata masih terdapat sampah yang belum dikelola dengan baik. Paling tidak di lokasi tersebut juga disediakan tempat sampah, sehingga setiap saat juga bisa diangkut. Tidak dibiarkan menumpuk di dalam areal wisata ini. Dari pengamatan,

pengembangan kawasan wisata yang menjadi unggulan di Bali Barat ini masih dilakukan. Teranyar di sisi selatan telah terbangun dua unit bangunan baru untuk menunjang wisata air. Di antaranya bangunan bertingkat yang difungsikan untuk mandi atau bilas, sekaligus untuk menara pengawas. Namun bangunan-bangunan tersebut nampaknya belum digunakan. Sementara di boulevard yang dihiasi tanaman hias dan lampu-lampu penerangan juga nampak kurang terawat. Sejumlah tanaman nampak mati.

KPU Jembrana Targetkan Partisipasi Pemilih 80 Persen Negara (Bali Post) – KPU Jembrana menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 80 persen dalam pemilu serentak 2019. Dengan jumlah pemilih 235.284 orang (berdasarkan DPTHP-3), target tersebut dinilai realistis mengimbangi target nasional, yakni 77,5 persen. KPU Jembrana mengaku telah siap menyelenggarakan pemungutan suara yang tinggal menghitung hari. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Jumat (12/4) kemarin mengatakan, target partisipasi pemilih di Jembrana mencapai 80 persen. Tahapan menuju pencoblosan, menurutnya juga sudah siap termasuk pemetaan TPS. Untuk TPS pihaknya menginstruksikan dipersiapkan dengan matang. Termasuk untuk fasilitas listrik atau lampu yang memadai. Sebab dipastikan proses penghitungan akan sampai larut malam bahkan lebih. “Sudah kami instruksikan untuk melengkapi semua. Dan bila diperlukan gunakan genset (untuk cadangan),” tandas Tangkas. Komisioner KPU Jembrana Divisi Sosialisasi, I Made Widiastra menambahkan, berkaca pada simulasi yang digelar di Desa Budeng belum lama ini, diakui masih ada beberapa

kendala dari pemilih saat pencoblosan. Namun hal tersebut justru menjadi acuan bagi KPPS untuk mengevaluasi mulai dari proses pencoblosan hingga penghitungan. Saat simulasi, dari jumlah pemilih 273 orang yang hadir sekitar 217 orang. “Kemarin penghitungan sampai pukul setengah dua belas malam, (23.30 Wita). Dan ini menjadi acuan kita,” tandas Widiastra. Sehingga di masing-masing TPS nantinya kurang lebih akan membutuhkan waktu serupa. Sedangkan untuk TPS, dengan jumlah 876 TPS telah disiapkan dan diakui tidak semuanya merupakan tempat umum (bale tempek, sekolah dan lain-lain). Ada yang menggunakan tempat pribadi atau swasta dan hal ini menjadi pertimbangan dalam pendistribusian logistik ke TPS nanti. Tidak semua TPS itu ada tempat penyimpanan, sehingga pengantaran dimungkinkan pada hari H. “Sebagian besar sudah ada, seperti di Kecamatan Melaya, Mendoyo dan Pekutatan bisa didistribusikan langsung ke TPS pada H-1 dengan pengamanan,” tandas Widiastra. Diharapkan tingkat partisipasi pemilih mencapai target. KPU Jembrana mengikuti target secara nasional di angka lebih dari 75 persen. (kmb26)

Lurah Gilimanuk Gede Wariana Prabawa, Jumat (12/4) kemarin mengatakan, akan mengecek di lokasi tersebut. Tumpukan sampah itu menurutnya akan segera ditindaklanjuti dengan dibersihkan. Teluk Gilimanuk yang dikenal dengan pemandangan dan ombak yang tenang ini menjadi salah satu andalan wisata di Gilimanuk. Bahkan dalam waktu dekat, akan dibangun wahana wisata di tengah Teluk Gilimanuk untuk lebih menunjang kunjungan wisata di perbatasan Bali Barat itu. (kmb26) SAMPAH - Tumpukan sampah tersembunyi di areal Wisata Teluk Gilimanuk.

Jelang Pemilu, Bupati Artha Ajak Jaga Ketertiban dan Hindari Golput PELAKSANAAN Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 tinggal menghitung hari. Berdasarkan data yang dihimpun, pelaksanaan pemilu di Kabupaten Jembrana diikuti 13 partai politik (Parpol), 123 caleg DPR-RI, DPD 22 orang, caleg DPRD Provinsi Bali Dapil Jembrana 41 orang dan 333 caleg DPRD Jembrana. Sementara jumlah pemilih berdasarkan DPThb-3 sebanyak 235.284 pemilih yakni 116.209 pemilih laki-laki dan 119.075 pemilih perempuan. Sedangkan jumlah TPS di Jembrana sebanyak 876 TPS. Bupati Jembrana I Putu Artha, Jumat (12/4) kemarin, di Kecamatan Melaya mengatakan, sebagai sebuah pesta demokrasi pemilu haruslah dimaknai dengan penuh kegembiraan. Bergembira karena telah berhasil menjalankan tugas moral sebagai sebuah bangsa, yakni menjalankan perintah konstitusi untuk melakukan pemilihan umum, baik pememilihan legislatif (Pileg) maupun pemilihan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) secara langsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil. “Jadi pemilu itu merupakan agenda rutin lima tahunan yang harus diselenggarakan sesuai dengan konstitusi yang mengaturnya,”

terang Bupati Artha. Pada kesempatan itu Bupati Artha memberikan apresiasi positif kepada kinerja KPU Jembrana dan Bawaslu Jembrana sebagai penyelenggara dan partai politik (Parpol) sebagai peserta pemilu. Karena, jika dilihat dari tahapan demi tahapan pemilu di Kabupaten Jembrana semuanya dapat berjalan dengan baik dan lancar, tanpa ada kendala yang berarti. Kendati ditemukan dinamika, semua masih dalam batas kewajaran dan dapat terselesaikan dengan baik. Demikian juga dengan partai politik sebagai peserta pemilu, Bupati Artha melihat semuanya sudah dapat berperilaku dengan dewasa sesuai dengan aturan yang ada dan telah disepakati bersama-sama oleh partai politik sendiri sebagai peserta pemilu sebagaimana aturan yang ada. Jelang pemungutan suara yang tinggal beberapa hari lagi, Bupati Artha juga memberikan imbauan, di antaranya sebagai warga negara ikut serta mensukseskan pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 dengan menggunakan hak pilihnya secara baik dan bertanggung jawab. Seluruh ASN juga diimbau agar bisa menjadi contoh bagi masyarakat dengan datang ke TPS untuk memberikan hak suara namun tetap menjaga

AJAK – Bupati Artha mengajak masyarakat Jembrana untuk mensukseskan pemilu dan agar masyarakat tidak golput. netralitas. Karena pelaksanaan pemilu adalah tanggung jawab bersama, baik sebagai warga masyarakat dan warga negara Indonesia. Bupati Artha juga mengajak masyarakat agar senantiasa mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan, serta persaudaraan sebagai sesama anak bangsa. Mengingat pemilu merupakan agenda rutin lima tahunan. “Saya harap pemilu dimaknai sebagai pesta demokrasi dengan penuh keriang-gembiraan, karena sebagai sebuah bangsa yang besar kita telah mempu melaksanakan demokrasi dengan baik dan bermartabat” ujarnya. Terakhir, Bupati Artha

juga mengajak bersamasama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga pemilu sebagai pesta demokrasi di Kabupaten Jembrana dapat berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga dapat menghasilkan produk demokrasi berupa wakil rakyat yang benar-benar mumpuni. Ia optimis pelaksanaan pemilu di Jembrana berjalan aman dan lancar, karena berdasarkan pemetaan, Kabupaten Jembrana bukan kategori rawan. Kendati demikian, Bupati Artha tetap meminta kewaspadaan dan kesigapan aparat dan pelaksana harus tetap dijaga. (ad576)

Akhiri Masa Kampanye

Diah Werdhi Srikandi (DWS) Bersama Semeton Srikandi ”Mareresik” Sampah Plastik di Pantai Rambut Siwi LUMPUH - Kondisi Komang Ardi Mertayasa yang sakit kronis dan memprihatinkan didampingi ibunya, Nyoman Domi. Keluarga ini kini perekonomiannya lumpuh.

Kisah Pilu Hidup Nyoman Domi

Ekonomi Keluarga Lumpuh, Asuh Cucu Yatim dan Anak Sakit Parah

DI tengah kota, persisnya di Kecamatan Negara, ada keluarga yang hidup penuh keprihatinan. Perekonomian keluarganya lumpuh dan satu per satu tulang punggung keluarga meninggal karena sakit kronis. Dan gambaran itu terlihat pada sosok keluarga Ketut Suelem (alm), yang kini hanya mengandalkan hidup dari belas kasihan orang lain dan sebagai pemulung. Ni Nyoman Domi adalah salah satu keluarga almarhum Suelem yang masih bertahan hidup. Ditemui di rumahnya di Lingkungan Tinusan, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, yang sebelumnya dijadikan warung saat suaminya masih hidup, Kamis (11/4), Nyoman Domi terlihat sedih. Apalagi kondisi anak ketiganya, Komang Ardi Mertayasa (30), semakin parah. Bahkan kini tubuhnya makin lemah dan tinggal tulang. Domi tidak punya biaya untuk mengobati anaknya secara maksimal lagi. “Obatnya juga sudah habis,” tuturnya. Diceritakan Domi, sebelumnya anak lelaki pertamanya, Putu Arya Artawan, yang sakit cukup lama. Sakitnya pun kronis dan akhirnya meninggal dunia dua tahun lalu. Kepergian anaknya itu meninggalkan empat anak yatim. “Dari istri pertama, dua orang saya yang mengasuh. Sudah

SMP keduanya. Dan yang dua orang lagi diasuh oleh ibunya sendiri, Putu Ardani, istri kedua almarhum anak saya,” katanya. Setelah anak pertamanya meninggal, istrinya yang bernama Putu Ardani kini tubuhnya juga makin kurus dan sehari-hari hanya hidup dari memulung. Kemudian menyusul Ketut Suelem, suami Nyoman Domi, juga sempat sakit parah dan akhirnya meninggal setahun lalu. Sebelumnya, Suelem membuka warung kecilkecilan di rumahnya dan menjual bensin serta angin. Kini sudah tidak bisa lagi karena tidak punya modal. “Kini sudah tidak ada siapa lagi yang bekerja. Untuk sehari-hari saya juga memulung agar ada saja bekal untuk cucu saya ke sekolah. Dapat biasanya cuma Rp 10 ribu dan kadang juga tidak dapat. Syukur ada saja dermawan yang baik memberi cucu kami bekal sekolah,” kata Domi. Sejak beberapa bulan ini, katanya, anak ketiganya, Komang Ardi Mertayasa, sakit parah. Dan makin lemah. “Jadi kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Tidak ada lagi yang bekerja,” ceritanya. Atas kondisi itu, perekonomian keluarga ini benar-benar lumpuh. Dikatakan pihak tim medis dari puskesmas juga kerap datang mengecek

anaknya yang sakit. Mereka sudah memiliki KIS. “Cuma menantu dan cucu saya belum punya KIS,” katanya. Domi mengaku selama ini memang hanya mengandalkan hidup dari belas kasihan kerabat dan orang lain. Juga berusaha memulung karena belum masuk daftar KK miskin meski perekonomiannya kini lumpuh. “Kami hanya punya rumah ini saja. Tidak punya apa-apa lagi,” sambungnya. Domi berharap bisa mendapat bantuan sembako rutin untuk menunjang kehidupan dan cucunya yang yatim. “Untuk anak saya yang sakit kami pasrah karena sudah tidak punya biaya lagi,” katanya. Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang mendapat informasi kondisi warganya seperti itu mengatakan, pihaknya sudah meminta Dinas Sosial melakukan pengecekan ke lapangan. “Kami cek dulu. Jika kondisi ekonominya seperti informasi itu, nanti kami akan masukkan ke buku merah. Tapi kami telusuri dulu masalahnya, kenapa belum masuk daftar KK miskin,” jelasnya. Kembang mengatakan dari laporan Kadis Sos ial Jembrana dr. Made Dwipayana, bahwa Komang Ardi Mertayasa sudah rutin dikontrol puskesmas. (kmb)

MEMASUKI masa akhir kampanye, tim pemenangan calon DPRD Provinsi daerah pemilihan (Dapil) Jembrana dari PDI Perjuangan, Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, menginisiasi gerakan bersih sampah plastik di Pantai Rambut Siwi, Jumat (12/4) sore kemarin. Calon nomor urut 2 dari PDI Perjuangan ini mengajak seluruh koordinator tim baik korwil, korcam hingga kordes dan para pendukung (semeton Srikandi) bergotong royong memungut sampah-sampah plastik. Diah Werdhi Srikandi mengungkapkan di akhir masa kampanye ini pihaknya sengaja mengajak tim serta semeton DWS guna melakukan aksi bersih sampah plastik mendukung program Gubernur Bali I Wayan Koster untuk mewujudkan Bali bersih sampah plastik. Diah Werdhi Srikandi yang telah terbukti memperjuangkan aspirasi masyarakat Jembrana selama duduk di Komisi III DPRD Provinsi

MARERESIK – Diah Werdhi Srikandi (DWS) bersama Semeton Srikandi dan tim pemenangan di akhir masa kampanye mareresik sampah plastik di Pantai Rambut Siwi. ini, menegaskan bahwa salah satu program yang menjadi konsennya adalah kepedu-

lian terhadap lingkungan. DWS berharap pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019

ini berjalan damai dan tingkat golput rendah. Selaku TKD Pemenangan Jokowi-Amin target 80% kemenangan Jokowi-Amin di Bali juga tercapai dan PDI Perjuangan khususnya untuk DPRD Provinsi Bali dapil Jembrana, bisa kembali meraih dua kursi. Dengan moto Kerja Cerdas, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas, DWS bertekad untuk selalu mengawal aspirasi masyarakat Jembrana. “Kalau kerja jangan setengahsetengah. Program-program harus cerdas, bekerja dengan ikhlas dan diperjuangkan serta dikawal tuntas,” tegas srikandi PDI Perjuangan asal Penyaringan ini. Hal itu dibuktikannya selama menduduki kursi DPRD Provinsi di Komisi III, Diah Werdhi Srikandi telah membuktikan mengawal aspirasi masyarakat Jembrana baik terkait infrastruktur, pertanian, pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. (ad572)


Karangasem

Sabtu Pon, 13 April 2019

11

Terpapar Abu Vulkanik Petani Siram Tanaman Sayur Gunakan Obat Amlapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung yang terjadi Kamis (11/4) malam mengakibatkan lahan pertanian milik warga di wilayah barat terpapar hujan abu vulkanik relatif tebal. Kondisi itu membuat petani yang memiliki lahan sayuran terpaksa harus menyiram tanaman mereka menggunakan air yang dicampur obat. Solusi seperti itu wajib dilakukan agar sayuran yang petani tidak mati. Penyiraman dengan obat dilakukan petani I Ketut Tulus, dari Banjar Keladian, Desa Pempatan. Tanaman sayuran mentimun dan sawi miliknya terpapar hujan abu vulkanik dengan intensitas relatif tebal, pasca-erupsi Gunung Agung. Abu vulkanik yang relatif tebal itu justru banyak menempel di daun mentimun dan sawi. Kenyataan itu mau tidak mau membuat dirinya harus

menyiram tanamannya menggunakan air dicampur obat. “Sejak pukul 06.00 Wita saya sudah menyiram tanaman mentimun dan sawi. Abu vulkanik yang menempel cukup tebal. Kalau tidak disemprot memakai air dicampur obat, maka daunnya menjadi kering, kemudian tanaman bisa mati. Kalau mati kan saya rugi besar. Semoga setelah disemprot tanaman kami tidak mati,” ujarnya penuh harap. Tulus menambahkan, tanaman mentimun dan sawi yang terpapar abu vulkanik luasnya mencapai dua are. Memang hampir semua tanaman di desanya terpapar. ‘’Tidak hanya sayuran milik saya saja. Sayuran milik petani lain juga bernasib sama,’’ tegas Tulus. Tanamannya bukan kali ini saja terpapar abu, saat erupsi sebelumnya tanaman sayuran miliknya juga mengalami ke-

jadian yang sama. “Kala itu saya juga menyiramnya dengan obat. Sebab kalau tidak disiram, abu vulkanik yang nempel lama bisa membuat daun sayuran menguning. Kalau tidak dibersihkan, maka tanaman itu pasti akan mati,” jelasnya. Petani lainnya, I Ketut Sulandra, mengatakan rumput yang akan diberikan pakan sapi juga terpapar abu vulkanik cukup tebal. Kondisi itu membuat dirinya harus lebih dulu mencuci rumput-rumput yang ada agar bersih dari abu vulkanik, supaya rumput itu mau dipakan ternak. “Abunya sangat tebal menempel di rumput. Rumputnya berbau belerang cukup menyengat. Jika abu itu tidak dibersihkan lebih dulu, ternak sapi tidak mau memakannya. Sebab, bau belerangnya lumayan keras,” ujar Sulandra memberi alasan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

KASINEB - Prosesi upacara Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih, Rendang, Karangasem kasineb Jumat (12/4) kemarin.

KAPWK-IBTK ”Kasineb”

Warga Sudah Bisa Ngaben Amlapura (Bali Post) Upacara Karya Agung Panca Wali Krama (KAPWK) dan Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Rendang, kasineb Jumat (12/4) kemarin. Ribuan pamedek tangkil ngaturang bhakti dengan diguyur hujan lebat saat prosesi berlangsung. Panyineban itu dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardbana Sukawati, bupati se-Bali dan OPD seluruh kabupaten/kota.

Bali Post/kmb41

SIRAM SAYURAN - Seorang petani di Banjar Keladian, Desa Pempatan, Rendang saat menyiram tanaman sayur yang terpapar abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung.

Ketua Panitia Karya Jro Mangku Widiartha mengatakan, sebelum pelaksanaan upacara panyineban Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Bhatara Turun Kabeh, lebih dulu dilaksanakan upacara nunas tirta panglebar di Pura Dalem Puri pukul 10.00 Wita. ‘’Setelah nunas Tirta Panglebar baru dilanjutkan upacara Nyineb yang dipusatkan di Pura Penataran Agung Besakih,’’ ungkapnya. Widiartha mengatakan, selesai melakukan upacara

bersama dan nunas tirta, dilanjutkan nedunang Ida Batara dari Pesamuhan Agung menuju ke pasineban suangsuang. Setelah itu, artinya rangkaian karya telah berakhir. Lebih lanjut dikatakannya, untuk tirta panglebar dapat diperoleh krama atau masingmaisng perwakilan kecamatan maupun desa. Tirta itu kemudian dibagikan kepada krama desa masing-masing untuk nantinya dipercikkan ke setra setempat.

‘’Tirta baru dapat dipercikkan ke setra masing-masing setelah upacara nyineb selesai. Percikan tirta itu maknanya membuka sengker setra. Dengan dibukanya panyengker setra itu, artinya setiap desa sudah kembali dapat melaksanakan upacara ngaben,’’ tegas Widiartha. Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace mengatakan, pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada

seluruh kabupaten/kota seBali yang telah ikut menyukseskan pelaksanaan karya ini. Mulai dari ayah-ayahan selama pelaksaan karya, termasuk aturan bhakti panganyar dari masing-masing kabupaten. ‘’Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada umat Hindu yang sudah ngaturang bhakti di masingmasing Pura Pedarman dan juga Pura Penataran Agung. Kami juga bahagia pelaksanaan karya berjalan lancar. Ini artinya antusiasme krama ngerastiti bhakti majeng Ida Batara sangat tinggi. Ini sangat bagus, karena itu tetap sradha bhakti ini jangan sampai putus,’’ pinta Cok Ace. (kmb41)

Jelang Masa Tenang, Bawaslu Imbau Caleg Turunkan APK Amlapura (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem mengimbau partai politik (parpol) maupun para caleg supaya dapat menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) sebelum memasuki masa tenang yang dimulai 14 April nanti. Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan, Jumat (12/4) kemarin mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan surat imbauan kepada masing-masing parpol untuk menurunkan APK. Dengan surat itu, setiap parpol bisa mengimbau kadernya agar segera menurunkan APK-nya sendiri sebelum memasuki masa tenang 14 April nanti. “Masa tenang itu empat hari sebelum hari H pencoblosan. Semua parpol dan caleng wajib menurunkan APK miliknya sendiri. Sehingga kawasan bersih dari APK caleg. Saat masa tenang harus benar-benar bersih dari APK caleg,” ujarnya. Penurunan APK sebelum masa tenang wajib dilakukan parpol maupun caleg. ‘’Namun, jika sampai 1416 April masih kita temukan APK caleg, kita yang akan turunkan,’’ ujarnya. Untuk menurunkan APK Bawaslu bekerja sama dengan Petugas Satpol PP, Dishub, dan Kepolisian. Sehingga saat masa tenang semuanya bersih dari APK celeg baik

yang terpampang di pinggir jalan maupun di rumah-rumah warga, serta tempat lainnya. Suastrawan juga meminta tidak ada indikasi beraroma kampanye saat masa tenang. “Kita harap situasinya benar-benar kondusif. Mari manfaatkan masa tenang sebaikbaiknya,” harap Sustrawan. Pengawasan Bawaslu, Jumat (12/4) kemarin menggelar apel patroli pengawasan anti politik uang di Tugu Pahlawan, Kota Amlapura. Peserta apel merupakan pengawas kecamatan, desa, termasuk pengawas TPS. Apel itu bertujuan meminta kepada pengawas TPS agar memberikan perhatian aksi kontra produktif, politik uang jelang pencoblosan. Politik uang ditengarai berpotensi terjadi saat masa tenang. Karena itu pihaknya mengimbau pengawas kecamatan, desa, dan TPS agar melakukan patroli untuk mengawasi politik uang serta indikasi lainnya. “Seluruh peserta pemilu kami imbau tidak melakukan politik uang. Si penerima dan yang memberikan bisa dikenakan sanksi pidana sesuai aturan yang berlaku,’’ tegas Suastrawan. Untuk mencegah hal itu, pihaknya meminta pengawas dari Kecamatan, Desa, serta TPS melakukan patroli ke seluruh wilayah. (kmb41)

Bali Post/kmb41

TURUNKAN APK - Bawaslu Karangasem mengimbau para parpol dan caleg supaya dapat segera menurunkan APK menjelang memasuki masa tenang.

Warga Pangitebel Geger

Hilang Setahun, Luh Merta Ditemukan Tinggal Tengkorak Warga di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Manggis, Karangasem, Kamis (11/4) tiba-tiba saja geger. Hal itu terjadi, menyusul ditemukannya tengkorak manusia oleh salah seorang warga di atas bukit. Setelah dilakukan introgasi dan ditemukan bukti fisik lainnya, tulang belulang beserta tengkorak itu diidentifikasi Ni Luh Merta yang hilang setahun lalu. Lalu apakah yang harus dilakukan Polsek Manggis dalam upaya membuka tabir rahasia keberadaan tulang belulang dan tengkorak itu yang diidentifikasi sementara adalah Ni Luh Merta?

Bali Pot/ist

TENGKORAK - Warga di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Manggis, Kamis (11/4) geger menyusul ditemukannya tengkorak manusia.

BERDASARKAN informasi yang dihimpun, Kamis sekitar pukul 17.00 Wita, salah seorang saksi yang menemukan tengkorak tersebut adalah I Komang Ariawan. Saat itu saksi hendak mem-

buru bonsai di lereng Bukit Ngandang. Daerah yang dijelajahi itu masih berada dalam Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Manggis. Sesampainya di lokasi, pihaknya menemukan tulang

belulang manusia berikut tengkorak. Karena kaget, Ariawan kemudian langsung turun dari Bukit Ngandang dan menyampaikan penemuan itu kepada I Gede Gina. Di mana, I Gede Gina memang pernah kehilangan anggota keluarganya kira-kira satu setengah tahun lalu yang bernama Ni Luh Merta. Atas kabar mengejutkan penemuan tulang belulang berikut tengkorak itu, Ariawan bersama Gina bergegas ke atas melakukan pengecekan ke lokasi. Setelah dilakukan pengecekan, mereka menemukan baju yang sering dipergunakan Ni Luh Merta. Selain itu juga ditemukan satu buah pelepah kelapa. Diidentifikasi sementara hal itu memang kebiasaan kor-

ban yang sering berpergian dari rumah mencari pelepah kelapa yang akan dijadikan kayu bakar. Keluarga korban, I Gede Gina, menyatakan dari hasil penemuan tulang tengkorak manusia serta pakaian dan pelepah kelapa itu, dirinya merasa yakin tulang tengkorak manusia itu merupakan keluarganya sendiri, yakni Ni Luh Merta. Konon Ni Luh Merta telah hilang tanpa pernah diperoleh kabar sejak satu setengah tahun lalu. “Dari ciri-cirinya yang ditemukan memang benar tulang belulang/tengkorak manusia itu adalah keluarganya yang bernama Ni Luh Merta. Korban sering mencari kayu bakar berupa pelepah kelapa,’’ ujarnya. Saat melakukan

aktivitas korban diduga terpeleset sehingga menyebabkan korban meninggal dunia. Dari pihak keluarga telah menerima kepergian korban dengan iklas, karena hal itu adalah musibah yang merupakan kuasa Hyang Widhi Wasa. Kapolsek Manggis Kompol I Nengah Subangsawan membenarkan adanya penemuan tulang belulang manusia. Untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian korban. Pihak kepolisian membawa tulang belulang/tengkorak manusia tersebut ke rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. ‘’Coba dilakukan Identifikasi bagaimana analisisnya secara forensik,” ujar Subangsawan. (nan)


KLUNGKUNG

12 SOSOK Hari Bapak Pramuka GERAKAN Pramuka memiliki tujuan mulia yakni membentuk kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa. Gerakan pramuka juga mengajarkan bagaimana mengamalkan Pancasila dan melestarikan lingkungan hidup. Pesan ini disampaikan Wakil Bupati Made Kasta sebagai Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Klungkung, dalam peringatan Hari Bapak Pramuka di depan Pamedal Agung Klungkung, Jumat (12/4) kemarin. Peringatan sengaja digelar di sana yang dekat dengan pelataran Museum Semarajaya untuk memberi vibrasi betapa pentingnya nilai-nilai sejarah dalam kehidupan generasi muda saat ini. Sebab, peringatan Hari Bapak Pramuka ditujukan untuk mengenang jasa Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada kontestasi sejarah Gerakan Pramuka di Indonesia. “Ini memberi vibrasi kepada kita sebagai generasi penerus untuk dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan pendidikan kepramukaan, sesuai konteks zaman yang lebih dikenal dengan masa revolusi industri 4.0,” kata Made Kasta. Pramuka harus dididik bukan hanya bahasa morse, semaphore atau tali-temali. Tetapi juga bahasa dan pengetahuan di bidang digital, coding, artificial intelligence, pengetahuan mengenai advance robotic, internet of things juga harus diketahui. Selain itu, anggota gerakan Pramuka di balik latihan baris berbaris, latihan mendirikan tenda, latihan membuat simpul tali, harus lebih mampu menumbuhkembangkan nilai-nilai unggul karakter yang mendasarinya. Yakni nilai religuitas, nasionalis, integritas, kemandirian dan gotong-royong. Nilai-nilai unggul inilah yang harus ditanamkan oleh gerakan pramuka dengan cara-cara kreatif, caracara kekinian, cara-cara yang disenangi dan memikat perhatian generasi muda. Generasi yang kritis, yang mau bekerja keras, yang memiliki perilaku hidupnya yang sudah mengikuti perkembangan zaman. (gik)

Diamond Beach, Idola Baru Nusa Penida

PANTAI Atuh di Desa Pejukutan, Nusa Penida dikenal banyak memiliki spot destinasi yang mantap dalam satu kawasan dengan Molenteng maupun Raja Lima/Pulau Seribu. Kelebihan Atuh tak terbantahkan. Tetapi, pariwisata Nusa Penida terus berkembang, dan terus bermunculan objek wisata baru. Seiring geliat pariwisata di sekitar wilayah setempat, belakangan muncul primadona baru, yang populer dikenal di kalangan wisatawan sebagai Diamond Beach. Lokasinya tak begitu jauh dengan Atuh. Objek ini semakin memikat, setelah akses menuju pantai yang menawarkan keindahan yang teramat cantik itu, dibuka tahun 2018, dari sebelumnya yang hanya bisa dinikmati dari ketinggian tebing. Objek ini cukup menggoda hati wisatawan, lantaran terlihat pemandangan kawasan Pantai Atuh, hingga tebing yang mengelilingi pantai juga tampak megah dan gagah. Warga setempat, I Wayan Sudarsana, belum lama ini mengatakan Diamond Beach sendiri sebelum akses dibuka, memang sangat sulit menuju ke bibir pantai. Aksesnya pun sangat berisiko karena lingkungan sekitarnya berupa tebing. Biasanya warga turun menuju pantai untuk mancing. Akses jalan ini memberi kemudahan mengakses tempat wisata ini, walaupun harus memacu andrenalin, sehingga juga memberikan dampak baik bagi jumlah kunjungan ke Atuh. “Sekarang hanya 10 menit waktu yang ditempuh hingga berada di bibir pasir. Kami mengharapkan bagi wisatawan tetap berhatihati jika ingin berenang atau sekadar mandi di sekitar pantai itu,” katanya.

Sementara guide travel I Gede Sukara tidak menampik Diamond Beach menjadi rekomendasi pertama bagi para tamunya. Kata Gede, pantai yang terletak di ujung Tenggara Nusa Penida ini, menyajikan pemandangan yang komplit kombinasi abstrak alam tebing, pantai dan lautan lepas Samudra Indonesia. Kelebihan lainnya, ada spot foto yang menarik bermain ayunan dengan tali kedua sisi yang diikatkan pada pohon kelapa. “Sejak dibuka, banyak tamu kami meminta untuk diajak explore pantai ini,” ujarnya. Hanya 20 meter dari area parkir, wisatawan sudah bisa melihat Diamond Beach yang berada di samping kanan dari atas tebing. Andrenalin terpacu menuruni anak tangga hingga berada di pantai berpasir putih itu. Salah satu tour guide, Dewa Rai, belum lama ini, menyampaikan spot wisata ini belakangan paling primadona diincar para wisatawan asing, setelah dibuka oleh warga tahun 2018. Menurutnya, mata wisatawan merasa nyaman melihat gugusan pulau kecil, birunya air laut serta balutan pasir putih sepanjang pantai. Akses menuju ke pantai yang dibuat warga setempat dengan memotong dinding bukit pada ketinggian 25 meter ini, cukup mempermudah wisatawan berkunjung menuju pantai. Menuruni anak tangga dibutuhkan stamina ekstra. Sehingga, bagi anak-anak dan orang usia lanjut disarankan untuk tidak turun, karena medan cukup berat dan berisiko bagi keselamatan. Pihaknya berharap objek ini terus mendapat sentuhan penambahan fasilitas umum agar semakin layak dikunjungi wisatawan. (gik)

Bali Post/ist

INDAH - Pemadangan indah Diamond Beach sebagai destinasi baru Nusa Penida.

Sabtu Pon, 13 April 2019

Jelang Masa Tenang KPU Ingatkan Turunkan APK

Semarapura (Bali Post) Menjelang masa tenang sejak Minggu (14/4) besok, KPU Klungkung sudah melayangkan surat kepada seluruh partai politik. KPU mengingatkan para caleg dari seluruh partai politik, tim pemenangan DPD maupun tim sukses Pilpres segera menurunkan seluruh APK, baik berupa baliho, spanduk maupun umbulumbul. Selain itu, dalam masa tenang selama tiga hari ini, tidak diperkenankan lagi melakukan kampanye. Bila itu terjadi, maka yang bersangkutan terancam sanksi pidana. Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, Jumat (12/4) kemarin, mengaku surat sudah dilayangkan kepada seluruh partai politik, agar semua pihak mengikuti aturan sesuai regulasi pemilihan umum. KPU sebagai penyelenggara pemilu, dalam masa tenang ini seluruh partai politik, caleg dan tim pemenangan serta seluruh pihak yang terlibat sebagai peserta pemilu, memberikan ruang kepada pemilih untuk tenang. Masa tenang selama tiga hari agar dapat dimanfaatkan pemilih untuk merenungi seluruh visi misi dan program yang sudah disampaikan, sebelum menentukan pilihannya pada 17 April nanti. “Kalau dalam masa tenang masih ditemukan ada APK yang terpasang, akan kami turunkan bersama dengan Satpol PP dan Bawaslu,” kata Lanang Mega Saskara.

Sejalan dengan KPU Klungkung, Ketua Bawaslu Klungkung Komang Artawan menyampaikan dalam masa tenang, pihaknya tetap melakukan mekanisme pengawasan dengan cara monitoring ke lapangan. Bawaslu wajib memastikan apakah tahapan pemilu, khususnya masa tenang ini sudah berjalan sebagaimana yang diamanatkan oleh regulasi pemilihan umum atau belum. Khususnya, adanya pihakpihak tertentu yang masih nekat melakukan kampanye tersembunyi, bahkan upaya money politics. Upaya money politics rawan terjadi ketika memasuki masa tenang. Sehingga, pihaknya menegaskan akan menggunakan kewenangannya untuk melakukan upaya-upaya preventif. Menurutnya, aturan dalam masa tenang sudah cukup jelas, yakni tidak boleh ada penyam-

paian visi-misi. Kemudian tidak boleh ada pemasangan APK. “Kalau ada aktivitas kampanye terselubung, dan jelas ada buktinya, ancaman hukuman-

nya bisa pidana penjara satu tahun dan denda Rp 12 juta, sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pasal 492,’’ ujarnya. Sejauh ini, mengingat masa tenang sudah dekat, belum ada aktivitas dari partai politik maupun tim kampanye caleg dan pilpres serta DPD untuk menurunkan sendiri APK-nya. Setiap sudut desa, jalanan, hingga wilayah Kota Semarapura, masih dipenuhi APK

dari berbagai partai politik dan caleg. Ketua KPU berharap partai politik dan para caleg serta pihak yang terlibat langsung dalam pemilihan umum, memiliki kesadaran tinggi, mengikuti aturan. Sehingga, ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa semua pihak sudah semakin dewasa dalam berpolitik. Sehingga, demokrasi yang dibangun dalam pemilu serentak pertama kali ini semakin maju. (kmb31)

Bali Post/kmb31

APK - APK masih memenuhi salah satu simpang empat di Kecamatan Dawan.

Panen Hadiah Simpedes

Nasabah Unit Klungkung Menangkan ”Grand Price” Mobil Ertiga

BRI Kanca Semarapura kembali menggelar Panen Hadiah Simpedes semester II Tahun 2018 di kantornya, Jumat (12/4) kemarin. Pada kesempatan itu, para nasabah BRI Kanca Semarapura diundang untuk hadir memperebutkan ragam hadiah menarik, dengan total hadiah senilai Rp 342 juta. Hadiah utama berupa satu unit mobil Suzuki Ertiga berhasil dimenangkan oleh Ni Kadek Yuliani dari nasabah BRI Unit Klungkung.

Nasabah ini amat beruntung bisa membawa pulang hadiah utama dari Panen Hadiah Simpedes, bersaing dengan puluhan ribu nasabah lainnya. Penyerahan hadiah dilakukan langsung oleh Pinca BRI Kanca Semarapura Juli Parningotan Sinaga, kepada nasabah diwakili Kepala Unit BRI Klungkung, Zaitun Jauhari. Pinca BRI Kanca Semarapura, Juli Parningotan Sinaga, menyampaikan bahwa Panen Hadiah Simpedes, sebagai cara

HADIAH UTAMA - Penyerahan secara simbolis hadiah utama mobil Suzuki Ertiga dari Pinca BRI Kanca Semarapura kepada nasabah, diwakili Kepala Unit BRI Klungkung.

komunikasi pemasaran produk Simpedes BRI. Tujuannya jelas, agar mampu meningkatkan awareness terhadap produk Simpedes BRI. Sehingga ke depan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan tabungan Simpedes BRI. Dengan demikian, upaya penghimpunan dana pihak ketiga dapat terus ditingkatkan lagi, agar dapat disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman KUR Mikro dan Kupedes bagi pengusaha Mikro, juga pinjaman BRIGUNA bagi masyarakat berpenghasilan tetap. Dia menegaskan, Kanca BRI Semarapura memiliki 9 BRI Unit, antara lain BRI Unit Batununggul, Tusan, Galiran, Klungkung, Kusamba, Selat, Aan, Gelgel dan BRI Unit Sampalan. Selain itu juga ada 4 Teras BRI, di antaranya Teras Pasar Klungkung, Teras Pasar Galiran, Teras Pasar Mentigi dan Teras Jungut Batu. Dari seluruh unit kerja mikro ini, telah terhimpun dana yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Pada Desember 2018, posisi penabung Sim-

Warga Antusias Sambut Hari Puputan Klungkung Semarapura (Bali Post) Menyambut peringatan Hari Puputan Klungkung ke111 dan HUT ke-27 Kota Semarapura pada 28 April mendatang, digelar jalan sehat Jumat (12/4) kemarin. Kegiatan itu berlangsung semarak. Warga antusias mengikutinya mulai dari siswa SD, SMP, SMA, pegawai hingga masyarakat umum. Ribuan warga menyambut hari bersejarah bagi masyarakat Bali itu dengan jalan santai dari depan Pendopo Puri Agung Klungkung. Ribuan warga menempuh rute sejauh 3 kilometer. Peserta menyusuri jalan Untung Surapati di depan Kantor Bupati Klungkung ke timur, Catus Pata Klungkung ke utara melewati Jalan Gajah Mada menuju simpang tiga Kantor Camat Klungkung, Jalan Ngurah Rai ke barat menuju simpang lima Klungkung dan kembali ke arah timur di Jalan Untung Surapati menuju garis finish di depan Monumen Puputan Klungkung. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta di sela-sela acara itu berharap generasi muda dapat meneladani semangat perjuangan para pendahulunya untuk melanjutkan dan mengisi pembangunan di Klungkung. Hari Puputan Klungkung menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Bali, sebagai tonggak perjuangan para leluhur mempertahankan tanah Bali dari penjajahan Belanda. Makna setiap peristiwa itu harus terus digali, sebagai upaya menghargai setiap tetes darah para leluhur yang gugur dalam peristiwa itu. “Perjuangan para leluhur kita dulu harus menjadi dasar kuat dalam membangunan mental generasi muda kita sekarang,” katanya. Kepala Dinas Sosial Pem-

berdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Anom Adnyana selaku Ketua Pelaksana Peringatan, menyampaikan selain jalan santai, panitia juga akan menggelar sepeda santai (fun bike) berhadiah pada Sabtu (13/4)

hari ini. Sebelum puncak kegiatan pada 28 April nanti, akan ada banyak kegiatan menarik untuk memeriahkan dan mengobarkan kembali semangat puputan yang telah diwariskan oleh para leluhur kepada generasi sekarang. (kmb31)

pedes sebanyak 83.434 penabung dengan total himpunan dana Simpedes sebesar Rp 439,5 miliar. Dana ini sudah disalurkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 429,1 miliar kepada 17.311 peminjam. Pada posisi Februari 2019, jumlah penabung tumbuh sebanyak 1.613 penabung menjadi total sebanyak 85.047 penabung, dengan dana terhimpun tumbuh Rp 10,3 miliar menjadi Rp 449,8 miliar. Dana ini sudah disalurkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 445,5 miliar kepada 17.540 peminjam (naik sebanyak 229 peminjam dibandingkan Desember 2018). “BRI juga mempunyai Agen Brilink. Saat ini, BRI Kanca Semarapura bekerja sama dengan 487 Agen Brilink. Mereka dapat melayani transaksi setoran pinjaman, setoran simpanan, tarik tunai, pembayaran tagihan dan saldo PLN, PDAM, Pulsa dan transaksi lainnya. “Mereka memperluas jaringan layanan kami kepada masyarakat, sekaligus mempermudah akses perbankan kami,” tegasnya. Dia juga memperkenalkan

fitur pembayaran baru yang disebut LinkAja. Ini merupakan aplikasi pembayaran digital non tunai kerjasama beberapa lembaga BUMN, seperti BRI, BNI, Mandiri, BTN, Pertamina, Telkomsel, Danareksa dan Jiwasraya. Aplikasi ini dapat di-download melalui play store di HP nasabah. Melalui aplikasi ini, transaksi pembayaran akan dapat dilakukan tanpa menggunakan fisik uang, cukup dilakukan secara digital. Dapat juga melakukan transaksi transfer saldo T-Bank, pembelian paket data atau pulsa, pembayaran listrik, air dan TV Berlangganan. Dalam kegiatan ini, selain memperebutkan hadiah utama mobil, juga ada hadiah menarik lainnya, seperti 6 unit sepeda motor, 4 unit lemari es, 4 unit televisi, 4 unit mesin cuci dan banyak lagi hadiah hiburan lainnya. Kegiatan ini terasa kian spesial, tat kala Pinca Juli Parningotan Sinaga, ikut mengisi acara hiburan dengan suara emasnya. Tiga lagu cukup membuat penonton di acara itu terbius dengan penampilannya. (ad582)

Bali Post/kmb31

ANTUSIAS - Ribuan warga antusias memeriahkan kegiatan menyambut Hari Puputan Klungkung, 28 April mendatang.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Sabtu Pon, 13 April 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Prshn Motorparts di By Pass Ngurah Rai 46 Sanur,0361288686 butuh Sales, pglmn min.1th, bersedia tgs luarkota.Krm lamaran lengkap ke alamat tsb diatas.

B.BP.001.04.19.0000511

Dbthkn Design Grafis diutamakan bisa Corel,Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator&Adobe Primer CV ke:hrd@seasafaricruises.com

B.BP.001.04.19.0000569

Cr Tng Srbutn u/Rmh Mkn&PRT bs masak,081246949395/089634780803 B.BP.001.04.19.0000570

Butuh Segera: Marketing Water heater P/W Min.SMU pny Kend Sdr Gaji+Insentif Menarik.Lmrn Dtg Lgs Jl.Cargo Permai No.15 Dps Bali Hub.0361-9074597/9074774 B.BP.033.04.19.0000527

Dcr Cleaning Service Gj.3,5Jt area Batubulan Hub:0361-290189 B.BP.001.04.19.0000478

Dcr Admin Stock,min SMA bisa Comp. Lam Jl.Gn Himalaya Slt 6 Dps Tlp.418531, 08124646409

B.BP.001.04.19.0000420

Dicari Chef berpengalaman untuk Restaurant Seafood,Hub 083115223613/081805564245 B.BP.004.04.19.0000523

Dcr Graphic Designer & SPG. Lam krm ke Jl.Dewi Sri 5-7 Kuta/ Email ke tatiphotostudio@yahoo.com B.BP.004.04.19.0000416

Dcr Tukang Kayu Berpengalaman Bangunan knock Down & Team Drafter Acad & 3D. CV Mandala Bali Jl.Raya Tojan No.17 Gianyar Hub:08123995608 B.BP.004.04.19.0000402

Dibutuhkan cepat Waiter/ss, Staff Dapur, Kasir, Spv. Hub: Restoran Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk / Wulan WA : 082266328741 B.BP.004.04.19.0000476

DIJUAL MOBIL

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

Villa in Smnyk,Urgent Look for Engineering Ph.081916765487,Jl Kayu Aya Gg.Kahyangan 17 Smnyk E:manager@thekumpivillas.com

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Sales dan Usaha Tanpa Modal Untuk Minyak Taru Urip Hub:081246757777

Dcr Drafter & Pelaksana Proyek Hub.081339168838

Dicr Accounting Berpengalaman Hub:081246081567

PROPERTY

Dicr Karyawan/ti u/Rumah Makan Min SMK Usia Max35Th.Lam Lgs: Jl.P.Maluku 2/1 Dps,Tlp:235246

Dijual Rmh Jl .Palma Jimbaran DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:08174792678/081805374433

PROPERTY

BUC TP Rumah 2 Lt, tipe 144/84 m2hrg<1MnegoHp.081292272504

Dicari SPG yang bisa Berbahasa Inggris Aktif untuk Ditempatkn di Toko Baju di Uluwatu Padang Padang Pengalaman Min2Th.Interview akan diadakan di Denpasar Email LamaranLengkap CV,ID,Pas Photo,No Tlpn yang bisa dihubungi dan Surat Pengalaman Kerja ke:lostinparadise639@gmail.com

Lowker Marketing Mobil PT.Finansia Multi Finance Ket:Max 35Th,Min SMA.Kirim CV Jl.PB.Sudirman No.10 Kav 1 Dauh Puri,Denpasar/ke:Jl.Raya By Pas Kediri/Ir.Sukarno-Tbn E: jobs.intim@finansia.com

Dijual Ruko di Pemenang Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% /bln Hub:081338183031/081805374433

Oprasional Gudang,Pria,Max30th Min.SMP.Krm ke PO Box 3138 Dps

Dijual Rumah 2Lt,LB/LT 290m2/ 225m2 Imam Bonjol Indah Regency,SHM.Hub.0815-1116-5555 Jual Cpt Rumah Puri Gading F20 Jimbaran Hrg 495Jt.08121999722

Kav 1A Beringkit Buduk Sempidi Sading,Murah-Bgs,085937089333

B.BP.001.04.19.0000320

Punya Kend.Motor, Mau Kerja Keras,Jual Nasi Bks Babi.Minat Hub: 0817380273 , 0811380273

B.BP.004.04.19.0000367

B.BP.001.04.19.0000513

B.BP.001.04.19.0000560

B.BP.001.04.19.0000488

Dicari Admin + OB Pria SMA/SMK Lam UD.Sinar Mulia, Jl.Kartini 106-112 Telp:226815-236895 B.BP.001.04.19.0000343

Dicari Kary Adm perempuan u.Perusahaan Jewellery di Legian,Min SMU. Diutamakan yg pengalaman, gaji mulai 3jt, CV ke: arini@laurentleger.com

B.BP.004.04.19.0000475

BAHAN BANGUNAN

B.BP.001.04.19.0000529

B.BP.001.04.19.0000471

B.BP.001.04.19.0000522

B.BP.001.04.19.0000357

B.BP.004.04.19.0000147

B.BP.001.04.19.0000409

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.04.19.0000558

B.BP.004.04.19.0000524

Dijual Murah Rumah/Villa Terrace Pavillion No.22 Jimbaran.Ada Pool Besar,Parkir 3 Mobil Rp.2,3M Hp.08128888867 B.BP.031.04.19.0000480

B.BP.004.04.19.0000525

PROPERTY

PROPERTY

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

Dikontk Rmh Jl.Jaya Giri XVII/ 17C,3KT,2KM,R.TM,Dpr,Garasi.HB Seno:081337252422/0361-242959

Dijual Murah 3.6M kavling SHM 480M2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272

B.BP.001.04.19.0000473

DIJUAL RUKO

B.BP.004.04.19.0000536

PROPERTY ARSITEKTUR

Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009

PROPERTY DIJUAL TANAH

B.BP.004.03.19.0000327

Dijual Tanah SHM 5 Are di Jl. Raya Waribang,Kesiman,Denpasar Timur, Hubungi:087745432250

B.BP.033.04.19.0000526

PROPERTY DISEWAKAN TANAH

Dikntrkn Tnh Kav.Jln.Mahendradata sblh Utara Bali Med.Lok Jl.Padang Getas,Mak 20th lngsg Hub:082146600663/081997673488

B.BP.001.04.19.0000461

KEHILANGAN Hlg 1 Bendel Buku IB No.753 Th 2001 Tgl 28 Nop 2001 AN. I Ketut Gumayasa Dsn.Gablogan Ds.Berembeng Tabanan.

B.BP.001.04.19.0000458


BANGLI

14

Sabtu Pon, 13 April 2019

Tak Kunjung Dapat Penanganan

Jalan di Desa Sulahan Akhirnya Putus Bangli (Bali Post) –

Jalan di Desa Sulahan, Susut yang jebol sejak 2017, kini sudah tak bisa dilalui warga. Jalan di kampung halaman Wakil Bupati Bangli itu saat ini telah putus, lantaran terus-menerus diguyur hujan dan tak kunjung mendapat penanganan dari pemerintah.

PUTUS - Kondisi jalan di Desa Sulahan, Susut yang putus.

Bali Post/kmb40

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (12/4) kemarin, jalan yang sebelumnya masih bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua itu, kini sudah ambles. Tampak beberapa kayu terpasang di sekitar lokasi, sebagai penanda agar warga berhati-hati. Beberapa kendaraan yang hendak melintas ke jalan itu, terpaksa memutar balik kendaraannya, setelah melihat kondisi jalan yang tak lagi bisa dilalui. Menurut keterangan salah seorang warga setempat, Mang Nik, sebelum jalan itu putus, wilayah Desa Sulahan diguyur hujan deras Kamis siang hingga sore hari. Putusnya akses utama penghubung Banjar Tanggahan Peken menuju Banjar Sulahan tersebut diketahui terjadi sekitar Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 wita. “Sekarang sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan,” ujarnya. Untuk menuju Banjar Sulahan dan beberapa banjar lainnya yang ada di sebelah barat jalan yang terputus, warga terpaksa melewati jalan alternatif di selatan SMAN 1 Susut. Namun beberapa

warga yang enggan memutar melewati jalan alternatif karena jaraknya cukup jauh, ada yang memaksakan diri melewati semak-semak di dekat lokasi jalan putus. “Tadi ada beberapa siswa yang mau ke SMP 1 terpaksa jalan ke semak-semak,” ujarnya. Mengingat keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi warga sebagai akses utama, pihaknya berharap jalan yang putus tersebut bisa segera mendapat penanganan dari pemerintah. Harapan yang sama juga disampaikan Ida Bagus Alit Adiputra, warga lainnya. Dia mengatakan jalan yang putus itu merupakan akses utama warga untuk menuju SMPN 1 Susut dan pustu. Dengan kondisi jalan seperti sekarang, warga kini terpaksa melalui jalan alternatif yang jaraknya lumayan jauh. “Harapan saya biar bisa cepat ditanggulangi pemerintah sehingga kegiatan masyarakat lancar,” harapnya. Sementara itu, Perbekel Desa Sulahan I Dewa Made Karyana didampingi Sekdes I Dewa Gede Kari Putra saat dikonfirmasi mengatakan, penyebab putusnya jalan terse-

but akibat guyuran hujan deras. Terkait kondisi jalan itu, pihaknya mengaku sudah membuat laporan kejadiannya. Rencananya laporan itu akan disampaikan langsung ke Bupati Bangli. Sekdes Kari Putra menjelaskan bahwa jalan tersebut sudah mengalami jebol sejak 2017 lalu. Awalnya yang jebol hanya berupa senderannya. Oleh Pemkab Bangli kerusakan senderan kemudian dianggarkan untuk diperbaiki. Akan tetapi belum sempat dikerjakan, kerusakannya makin parah. Gorong-gorong yang ada di bawahnya jebol hingga menggerus aspal. Dana yang sudah dianggarkan saat itu pun akhirnya tak mencukupi sehingga perbaikannya diundur. “Rencananya tahun ini diperbaiki oleh pemerintah daerah, tapi sekarang jalannya tergerus lagi,” terangnya. Pihaknya sangat berharap pemerintah kabupaten bisa segera menangani jalan tersebut. Mengingat keberadaaan jalan itu sangat penting sebagai akses pendidikan, kesehatan dan perekonomian warga. (kmb40)

Terima Kunjungan ICS, Pemkab Bangli Harapkan Pemkab Bangli ”Muspayang Bhakti Panganyar” di Pura Agung Gunung Raung Ikut Berkontribusi dalam Penyelamatan Danau Batur THE International Community Service (ICS), komunitas yang bergerak pada pengabdian atau pelayanan masyarakat internasional, melakukan riset teknologi pertanian baru serta pelestarian air dan Danau Batur di Desa Batur Tengah Kintamani. Kedatangan ICS yang dipimpin Dekan Fakultas Pertanian Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S. beserta tim dari tujuh negara, di antaranya Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Rusia diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra di Wantilan Pura Jati Batur, Kintamani, Rabu (10/4). Prof. Nyoman Rai mengatakan, melihat kondisi real di lapangan saat ini, sudah terjadi polusi yang luar biasa dikarenakan praktik-praktik pertanian yang berat menggunakan pestisida dan pupuk kimia yang berlebihan, kegiatan perikanan, erosi dan lain sebagainya. Atas kondisi itu, pihaknya dari ICS bersepakat mengajukan proposal ke pihak Asian Join Project untuk mendapatkan pendanaan riset. Di sisi lain, penting adanya pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang upaya melestarikan danau dan lingkungannya. “Kita tidak ingin hasil riset menjadi sia-sia. Yang terpenting dari pertemuan ini, kita ingin menggali informasi dari masyarakat termasuk Bupati dan sekda selaku penge-

lola. Intinya keikutsertaan kita dapat memberikan kontribusi positif terhadap pemerintah dan dari riset potret masyarakat. Tim kita bisa membuat perencanaan yang lebih bagus untuk ikut memberikan kontribusi sekecil apapun untuk mengatasi kendala yang ada,” ujarnya. Diharapkan dari kerja sama ini nantinya ada semacam rumusan bersama mencoba untuk membuat proposal, mencari pendanaan dari internasional. Pada kesempatan itu, Sekda Giri Putra atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Bangli, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Unud yang hadir dengan menggandeng para pakar dari berbagai negara untuk pengabdian kepada masyarakat. Ia yakin, pengabdian para pakar dapat memberi dampak yang positif pada penyelamatan dan pemulihan Danau Batur. Giri Putra sangat berharap hal ini menjadi poin yang penting dalam melakukan revalidasi di tahun 2020. Sebab, dalam geopark itu sendiri, terkandung di dalamnya yakni konservasi, pemberdayaan dan juga ada edukasi. “Ini merupakan jalan baik untuk mempertahankan tujuan dari UNESCO,” katanya. Usai kegiatan di Pura Jati, rombongan dari ICS kemudian mengunjungi Batur Organic Park di Banjar Yeh Mampeh Desa Batur Selatan Kintamani. Kedatangan tim ICS di sana diterima langsung Bupati Bang-

LAUNCHING - Bupati Bangli I Made Gianyar me’’launching’’ Sabicaitala Batur Agro Park di Yeh Mampeh, Batur, Kintamani, Rabu (10/4).

li I Made Gianyar didampingi Kabag Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Bangli Cok Bagus Gde Gaya Dirga serta pemilik Batur Organik Park I Wayan Badan. Bupati Made Gianyar menyampaikan apresiasinya kepada ICS, sebagai komunitas yang bergerak pada pengabdian atau pelayanan masyarakat internasional, yang melakukan pengabdian internasional pengelolaan dan pelestarian Danau Batur. Dalam kesempatan itu, Made Gianyar mengatakan bahwa ketekunan, keuletan dan kemauan tinggi untuk belajar, akan selalu membuahkan hasil, kesuksesan dan kesejahteraan. Seperti yang telah dilakukan I Wayan Badan, petani asal Banjar Yeh Mampeh. Berkat ketekunan dan keuletannya, lahan kering yang dulunya kritis dan tidak produktif kini berubah menjadi lahan hijau yang sangat produktif. Dengan kehadiran ICS diharapkan nantinya permasalahan yang dihadapi oleh para petani lahan kritis bisa diatasi sehingga berimbas pada meningkatnya kesejahteraan. “Mudah-mudahan program ini bisa menjadi branding sebagai salah satu bentuk pengentasan kemiskinan masyarakat petani yang diakibatkan oleh lahan tidak produktif,” katanya. Pakar Sistem Pertanian Organik Unud Dr. Luh Kartini selaku pemrakarsa dan sekaligus pembimbing Kelompok Tani Amerta Lestari mengungkapkan bahwa dulunya lahan di Yeh Mampeh memang kering. Setelah munculnya kesadaran masyarakat menerapkan sistem pertanian terpadu Sabicaitala, sekarang telah terbukti lahan seluas 1,5 hektar yang dulunya tidak menghasilkan apa kini sudah sudah bisa menghasilkan hampir Rp 150 juta per tahun. Ia berharap masyarakat lebih banyak lagi yang peduli dan mau mengimplementasikan progam ini supaya lahan yang tidak produktif menjadi produktif, serta alam bisa terjaga. (ad578)

penyelidikan. Dipimpin langsung Kasat Resnarkoba Iptu I Gede Sudiarna, tim opsnal Resnarkoba Polres Bangli akhirnya berhasil mengetahui identitas pelaku dan langsung mengamankannya. “Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap pelaku, barang bawaan dan mobil yang dikendarainya. Hasilnya ditemukan barang bukti plastik klip warna bening yang berisi kristal putih diduga narkotika jenis sabu-sabu,” terangnya. Barang bukti berupa sabusabu tersebut ditemukan tersimpan di lubang AC mobil Agya yang dikendarainya. Saat ditemukan, sabu-sabu dengan berat 0,54 gram tersebut terbungkus dalam pipet plastik warna merah putih. Selain sabu-sabu, barang bukti lainnya turut diamankan yakni satu unit handphone.

“Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Bangli guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Kompol Krisnha. Berdasarkan hasil interogasi, tersangka mengaku mendapatkan barang bukti tersebut dari seseorang berinisial KT di wilayah Denpasar. Sebelum diamankan karena kasus narkoba, tersangka sudah pernah dihukum karena kasus curanmor. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat Pasal 112 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan amcaman hukuman 12 tahun penjara dan denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar, serta Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 tentang Narkotika Jenis Sabu dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (kmb40)

Simpan SS di Mobil, AJA Diamankan Polisi

Bangli (Bali Post) Satuan Reserse Narkoba Polres Bangli mengamankan seorang pria asal Desa Keramas, Gianyar berinisial Ketut AJA alias AB. Pria tersebut diamankan petugas lantaran kedapatan menyimpan paket narkotika jenis sabu-sabu (SS) di dalam mobilnya. Wakapolres Bangli Kompol Made Krisnha didampingi Kasubag Humas AKP Sulhadi, Jumat (12/4) kemarin mengatakan, Ketut AJA alias AB diamankan saat melintas di kawasan Jalan Waturenggong, Bangli, Kamis (11/4) sekitar pukul 17.45 Wita. Penangkapan berawal dari adanya informasi masyarakat tentang seseorang yang dicurigai membawa narkotika jenis sabu-sabu dari Gianyar menuju Bangli. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan

SERANGKAIAN pujawali di Pura Agung Gunung Raung Desa Pakraman Taro, Gianyar, Pemkab Bangli ngaturang bhakti panganyar di Pura setempat, Kamis (11/4). Dipimpin Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra, bhakti panganyar diikuti pimpinan OPD serta pegawai di lingkungan Pemkab Bangli. Sekda Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra mengatakan, bhakti panganyar di Pura Agung Gunung Raung Desa Pakraman Taro Gianyar, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab Bangli. Bhakti panganyar merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai wujud sradha bhakti kepada sesuhunan yang berstana di pura setempat. Puncak pujawali di Pura Agung Gunung Raung sudah laksanakan Rabu (10/4) lalu. Melalui bhakti panganyar ini diharapkan Ida Batara yang berstana

di Pura Agung Gunung Raung selalu memberikan keselamatan kepada seluruh umat serta memberikan tuntunannya agar pelaksanaan pemerintahan di Kabupaten Bangli bisa berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat Bangli. Sementara itu, Bendesa Desa Pakraman Taro Kaja I Made Wisersa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Bangli yang telah hadir ngaturang bhakti panganyar. Menurutnya, bhakti panganyar wajib dilaksanakan selama Ida Batara katuran nyejer dalam rangka karya pujawali. Bhakti panganyar ini sebagai wujud bakti umat ke hadapan Ida Batara-Batari utamanya Ida Batara yang berstana di Pura Agung Gunung Raung. “Saat Ida Batara nyejer umat diwajibkan mempersembahkan segala baktinya ke hadapan Ida Batara dengan satu hara-

PANGANYAR - Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra memimpin rombongan bhakti panganyar serangkaian pujawali di Pura Agung Gunung Raung Desa Pakraman Taro, Gianyar, Kamis (11/4). pan Ida Batara yang berstana di Pura Agung Gunung Raung selalu memberikan rahmat-Nya,” kata Wisersa. Ditambahkannya, upacara panyineban pujawali

akan dilaksanakan pada Jumat (19/4). Sementara itu, bhakti panganyar di-puput oleh Ida Padanda Giri Putra dari Geria Gede Kemenuh Gianyar. (ad583)


H

IN

B

rful sia

SKandidat uara

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

VV V VV V VVV

i

15

Sabtu Pon, 13 April 2019

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s ua

ra

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

Pesan Oka Gunastawa

Warna-warni Indonesia Harus Dilestarikan

KAMPANYE akbar yang melibatkan massa dari Bali sebanyak 1.000 orang merupakan suatu kehormatan sekaligus suatu kemajuan moral. Bagi Ida Bagus Oka Gunastawa, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, menganggap ini tanggung jawab sebagai warga negara. ‘’Dalam hal ini kami merasa berbangga karena bisa berpartisipasi dalam kegiatan kampanye akbar yang akan dilaksanakan nanti pada 13 April di Gelora Bung Karno, Jakarta,’’ ujarnya, Jumat (12/4) kemarin. Atas inisiatif Ketua Umum Partai NasDem dan keluarga besar Partai NasDem seluruh Bali, dini hari kemarin, ia melepas rombongan dari Bali. Rombongan itu terdiri dari kader, simpatisan dan juga struktur partai untuk ambil bagian, tampil menyajikan suatu atraksi kebudayaan berupa persembahan tari Pendet dan Kecak serta ogoh-ogoh, didukung juga oleh baleganjur. ‘’Nanti akan kami persembahkan kepada Indonesia dan dunia

Hotel, Villa dan Restoran

agar kita semua diingatkan dan kita semua berada pada titik kesadaran bahwa Indonesia ini penuh dengan warna-warni dari berbagai latar belakang budaya serta adat istiadat yang harus dilestarikan,’’ bebernya. Menurutnya, pesan moral ini merupakan salah satu muatan penting sekaligus juga sebagai gerakan moral yang dilakukan

dalam menyongsong masa akhir kampanye Pilpres dan Pileg 2019. Ia berharap masyarakat Indonesia menganggap pesan ini sebagai pengingat untuk bersama–sama menjaga persatuan dan kesatuan negara RI. ‘’Tentu secara bersamaan juga kita tetap Menjunjung, Mengawal dan Mengamalkan Pancasila sebagai ideologi Pancasila,’’ imbuhnya. (kmb42)

Optimalisasi Perjuangkan Anggaran Desa Pakraman dan Desa Wisata

MENGAKHIRI masa kampanye dimanfaatkan dengan baik calon DPD-RI Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. Untuk meyakinkan pemilih, caleg dengan nomor urut genap 28 ini melakukan simakrama dengan jajaran Majelis Alit Desa Pakraman dan para Klian Banjar Adat se-Kecamatan Banjar, Jumat (12/4) kemarin. Di hadapan peserta, Ambara Putra ‘’membedah’’ program visi dan misi dalam peningkatan anggaran untuk bidang Pendidikan, Kesehatan, Seni, Budaya, dan Desa Pakraman. Khusus di Desa Pakraman di Bali, program yang ditawarkan adalah bagaimana potensi desa wisata di semua wilayah sebagai ‘’modal’’ untuk menciptakan peluang kerja dan pelakunya sendiri dari warga lokal, sehingga utamanya anak-anak muda berada di daerahnya maka warisan seni dan budaya itu akan tetap lestari dan terjaga. Gede Ngurah Ambara Putra men-

gatakan, selama ini potensi pariwisata belum memberikan perhatian sesuai harapan dalam membentengi seni dan budaya desa pakraman. Selain itu, hasil positif yang didapat hanya dari retribusi atau pungutan yang legal lainnya. Hal ini, menurut caleg dengan jargon ‘’Restorasi Bali’’ ini bisa dioptimalkan di mana hasilnya akan lebih berpihak pada eksistensi seni dan budaya desa pakraman itu sendiri. ‘’Dari simakrama saya di Bali, sepertinya sektor pariwiata ini hanya berupa retribusi dan desa pakraman dan unsurnya seni dan budaya itu belum tersentuh. Sehingga kalau saya mendapat dukungan dan terpilih, bagaimana desa wisata ini harus mendapat perhatian serius,’’ katanya. Menurut Ambara Putra, keberadaan warisan seni, budaya dan desa pakraman ini terjaga lebih optimal atau tetap ajeg bisa dilakukan bila kebijakan pemerintah yang lebih

berpihak. Selain itu, dari desa wisata juga berperan untuk ‘’membentengi’’ warisan tersebut. Caranya adalah pengelolaan desa wisata oleh masyarakatnya langsung, maka akan tercipta kesempatan kerja lebih luas. Kalau masyarakat terutama generasi muda bekerja di daerahnya, maka warisan seni dan budaya itu sendiri akan lestari dan terjaga. ‘’Sekarang pekerja sebagian ke luar daerah atau ke Bali Selatan. Nah kalau dengan desa wisata itu pekerja bisa mengelola desa wisata, maka ini akan mengurangi migrasi. Sehingga kalau sudah bertahan di suatu daerah dengan sendirinya seni dan budaya akan terjaga,’’ jelasnya. Sekretaris Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Banjar Made Putra mengatakan, visi, misi dan program yang ditawarkan caleg DPD-RI Ngurah Ambara Putra realistis dan layak didukung. Ini karena keberadaan desa pakraman dengan unsur seni dan budaya itu masih memerlukan perhatian lebih serius dengan kebijakan pemerintah. Peningkatan yang perlu dilakukan adalah perhatian dari dukungan anggaran dari pemerintah dan sarana-prasarana. Jika perhatian ini bisa terus ditingkatkan, dirinya yakin desa pakraman akan semakin eksis dan unsur di dalamnya warisan seni budaya itu otomatis akan terlindungi. Kalau sudah terlindungi, maka potensi itu bisa dikelola sebagai pendukung daya tarik wisata dan menciptakan lapangan kerja. ‘’Program yang ditawarkan relevan dan kami mendukung, sehingga program yang ditawarkan itu benarbenar memperhatikan desa pakraman dengan unsurnya warisan seni dan budaya,’’ jelasnya. (mud)

Lewat Reses, Atasi Masalah di Masyarakat SAAT melakukan reses, Wakil Ketua DPRD Bali Dr. I Nyoman Sugawa Korry S.E., M.M., Ak.CA. berusaha maksimal untuk melibatkan pula instansi terkait. Baik di provinsi, kabupaten maupun kecamatan serta masyarakat itu sendiri. Dengan harapan, reses tidak sekadar menyerap aspirasi masyarakat. Tetapi juga bisa memberikan manfaat, seperti memberi solusi bahkan mengatasi masalah-masalah yang ada. Terbukti, politisi Golkar ini bisa merealisasikan hal tersebut. Sebagai contoh di tahun 2012, ia akhirnya bisa merealisasikan jembatan yang menghubungkan antara Desa Pujungan (Tabanan) dengan Desa Umajero (Buleleng). ‘’Jembatan itu tidak pernah terwujud sebelumnya. Tetapi dengan mekanisme reses akhirnya terwujud,’’ ujarnya ketika dikonfirmasi, Jumat (12/4) kemarin. Di tahun yang sama, pria yang kembali maju sebagai Caleg DPRD Bali nomor urut 1 untuk Dapil 5 Kabupaten Buleleng ini juga mengatasi masalah banjir di Celukan Bawang. Banjir rutin di daerah tersebut sebelumnya tidak bisa diatasi karena belum sinkron antara penyiapan lahan untuk sodetan dari

Ratusan Petani dan Krama Subak Siap Coblos Nomor 1

ANGGOTA Komisi IV DPRRI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. yang diberi julukan wakil rakyat ‘’sejuta traktor’’ itu, kembali menyambangi ratusan petani dan krama subak di Jembrana. Kali ini, anggota DPR-RI empat periode itu masimakrama sekaligus membawa ‘’oleh-oleh’’ berupa bantuan Program KBR (Kebun Bibit Rakyat) senilai total Rp 160 juta untuk empat kelompok tani dan subak di Bale Subak Pangkung Jelepung II, Desa Berambang, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis (11/4). Kehadiran politisi senior itu juga disambut tokoh masyarakat Jembrana yang juga mantan Ketua DPRD Jembrana Wayan Mawa serta Caleg DPRD Jembrana dapil Negara Ni Komang Sri Kendel bersama Ketua KS3 Kecamatan Jembrana Gede Merta, para klian subak abian dan subak basah serta ibu-ibu PKK. Pada saat mewakili petani dan krama subak, Wayan Mawa mengakui kedatangan Made Urip selalu membawa program dan bantuan yang berpihak untuk petani dan krama subak di Jembrana. Apalagi selama ini sangat jarang ada anggota DPR-RI sampai empat periode mau turun langsung ke pelosok desa. Karena itu, seluruh petani dan krama subak siap membulatkan tekad untuk mendukung Made Urip maju kelima kalinya menuju ke DPR-RI dengan nomor urut 1. ‘’Politisi senior banteng (Made Urip - red) ini sudah dipastikan lolos ke DPR-RI. Jadi setelah kembali terpilih, apa pun aspirasi dari petani dan krama subak akan disampaikan untuk diperjuangkan oleh Bapak Made Urip,’’ tegas mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana ini, seraya ditambahkan Sri Kendel yang mengakui sepak terjang Made Urip sangat merapat dan selalu tampil sederhana. ‘’Di mata petani dan krama subak sudah tidak diragukan lagi. Sangat banyak perjuangan akses dan bantuan dari Pak Urip,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Made Urip mengakui selama ini hanya fokus untuk menangani urusan perut rakyat, khususnya persoalan pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan dan peranan

Ukm

Pendidikan Simakrama Ngurah Ambara Putra

SIMAKRAMA – Para klian banjar adat di lingkungan Majelis Alit Dasa Pakraman Kecamatan Banjar menghadiri simakrama Caleg DPD-RI Gede Ngrah Ambara Putra, S.H., Jumat (12/4) kemarin.

Made Urip Bawa ’’Oleh-oleh’’ Bantuan KBR Rp 160 Juta

kabupaten dan bantuan anggaran dari provinsi. ‘’Dengan koordinasi melalui reses akhirnya teratasi tahun 2012. Demikian juga Pasar Seririt yang terbakar, sudah hampir dua tahun belum bisa dibangun kembali. Tetapi tahun 2016 melalui reses akhirnya bisa diatasi melalui bantuan dari APBD Provinsi,’’ imbuhnya. Sugawa Korry rupanya turun ambil bagian pula dalam pembangunan Monumen Perang Jagaraga yang sangat lama tidak bisa dibangun. Lagi-lagi lewat reses. Monumen itu akhirnya bisa terbangun di tahun 2016. ‘’Banyak hal positif yang bisa dikoordinasikan melalui reses dan banyak hal lagi akan kita selesaikan,’’ jelas alumni Program Doktor Universitas Brawijaya ini. Ke depan, Sugawa Korry juga berkomitmen untuk mewujudkan keseimbangan struktur ekonomi Bali. Yakni antara sektor primer atau pertanian yang didukung industri pengolahan, sektor sekunder dan sektor tersier atau pariwisata (jasa, hotel dan restoran). (kmb32)

SAMBANGI - Anggota Komisi IV DPR-RI dari PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. (pegang mike) saat menyambangi ratusan petani dan krama subak di Bale Subak Pangkung Jelepung II, Desa Berambang, Jembrana, Kamis (11/4). Bulog. Karena itu, selama menjadi bapaknya ‘’petani Bali’’ menyatakan siap bermitra dan mengawal para petani dan krama subak di Jembrana. Apalagi dua periode dipercaya menjabat Ketua DPP PDI Perjuangan, sehingga harus kembali ditugaskan partai menjadi Caleg DPR-RI dapil Bali nomor urut 1. ‘’Untuk itu, saya ingin mendapatkan masukan masyarakat, khususnya para petani dan krama subak yang menyentuh sektor pertanian di Jembrana. Selama ini kita sudah menyerahkan bantuan traktor, pompa air, program KBR, bantuan UPPO maupun program penguatan modal lainnya. Misalnya subsidi benih pupuk dan benih baik organik maupun anorganik. Bahkan, khusus subsidi pupuk nilai anggaran di ABPN sudah mencapai Rp 30 triliun,’’ beber anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI itu. Dijelaskan, selama menjabat DPRRI sejak tahun 1999 terus berupaya maksimal mengurus bantuan untuk petani dan krama subak di Bali yang sudah berjalan lurus dan baik. Karena anggaran dari ABPD di daerah tidak akan cukup mengurus sektor pertanian. ‘’Karena itu komitmen kita bersama, bagaimana membantu sektor pertanian di seluruh Bali. Apalagi masyarakat di Bali tidak bisa hidup hanya mengandalkan sektor pariwisata, karena sangat rentan dengan isu keamanan, masalah penyakit dan lainnya. Misalnya saat bom Bali kemarin, sektor pariwisata langsung hancur lebur. Karena itu, sektor pertanian harus betul-betul digarap, terutama saat menangani

Kesehatan

pascapanen agar harganya tidak jatuh,’’ tandas Koordinator Tim Pemenangan 01 Jokowi-Amin dapil Bali tersebut, sekaligus meminta seluruh masyarakat, khususnya petani dan krama subak seluruh Bali, agar membulatkan tekad untuk memenangkan dan mencoblos 01 paket Jokowi-Amin serta caleg satu jalur dari PDI Perjuangan. ‘’Kita nunas doa restu untuk mencoblos nomor 1 surat suara DPRRI dari PDI Perjuangan dan Bu Sri Kendel juga. Tapi kalau Pak Jokowi 01 itu harga mati,’’ tegasnya. Sebelumnya, agenda reses Made Urip juga sempat masimakrama dengan para petani dan krama subak saat perayaan permulaan panen raya di Banjar Batan Buah, Desa Tanguntiti, Selemadeg, yang didukung ratusan petani dari tiga subak yakni Subak Aseman IV, Subak Aseman VA dan Subak Aseman VB. Pekaseh Subak Aseman IV Wayan Suka Artama didampingi Pekaseh Subak Aseman VB Nengah Nuada menuturkan sengaja mengundang Made Urip sebagai wujud syukur penen yang berjalan lancar dan agar panen berikutnya mendapat hasil melimpah yang melibatkan 247 KK krama subak dengan luas 128 hektar. ‘’Kita sangat merasakan perhatian Pak Urip yang sangat konsisten terkait pertanian, khususnya di Tabanan. Sudah banyak bantuan yang diberikan terutama sarana dan prasarana pertanian. Karena itu, seluruh petani dan krama subak akan mendukung penuh perjuangan Made Urip dan agar terpilih kembali duduk di DPRRI,’’ tukasnya. (ad575)

Gde Sumarjaya Linggih

Merawat Bumi, Hormati Sesama, Muliakan Tuhan

SEBAGAI putra Bali, Gde Sumarjaya Linggih berpegang teguh pada prinsip-prinsip hidup orang Bali. Filosofi Tri Hita Karana selalu melandasi visi politiknya. Secara harfiah berasal dari kata ‘’Tri’’ yang berarti tiga, ‘’Hita’’ yang berarti kebahagiaan dan ‘’Karana’’ yang berarti penyebab. Dengan demikian Tri Hita Karana berarti ‘’Tiga penyebab terciptanya kebahagiaan’’. Menurut anggota DPR-RI Fraksi Golkar ini, dengan menerapkan falsafah tersebut diharapkan dapat membendung pandangan hidup masyarakat Bali yang kini mulai tergerus oleh arus medernisasi yang membawa serta virus individualisme dan materialisme. ‘’Membudayakan Tri Hita Karana akan dapat memupuk pandangan yang mendorong konsumerisme, pertikaian dan gejolak,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa yang terpenting dari falsafah hidup tersebut adalah membumikannya dalam perilaku sehari-hari. Sebagai wakil rakyat Bali untuk memperjuangkan kepentingan Bali di pusat, Gde Sumarjaya Linggih menjalankan dharma sebagai penerima amanah rakyat untuk sebaik-baiknya. Ketika berbicara

kepentingan Bali dalam menjalankan fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan, ia selalu menakarnya dengan pandangan hidup sebagai manusia Bali. ‘’Sederhana saja saya melihat. Bila muncul rancangan undang-undang, saat pembahasan anggaran dan setiap pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah, sudahkah pro-lingkungan, berkeadilan untuk sesasama dan mencerminkan nilai-nilai ketuhanan? Maka dari itu sering saya katakan, setiap kebijakan itu harus dalam rangka merawat b u m i , menghormati sesama atau berkeadilan dan untuk memuliakan tuhan. Itulah cara saya mengaplikasikan Tri Hita

Karana sebagai orang yang menjalankan dharma selaku wakil rakyat,’’ tuturnya. Gde Sumarjaya Linggih mengakui tidak mudah memperjuangkan kepentingan Bali di pusat. Tidak hanya bicara kepentingan yang bersifat kasat mata seperti infrastruktur dan lain-lain, namun yang terpenting adalah menyelaraskan pembangunan berdasarkan pandangan hidup orang Bali. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, nama Gde Sumarjaya Linggih tertera di kertas suara warna kuning, calon DPR-RI dari Partai Golkar, nomor urut 1, pojok kanan a t a s . T e n t u doa dan pilihan masyarakat Bali diharapkan demi memperjuangkan kepentingan Bali di Jakarta. (kmb)

I Wayan Suyasa Ajak Masyarakat Gunakan Hak Pilih

PENCOBLOSAN Pemilu 17 April 2019 tinggal beberapa hari lagi. Calon legislatif (caleg) Partai Golkar nomor urut 1 Dapil Mengwi, I Wayan Suyasa, S.H., mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Politisi aspiratif dari Desa Penarungan ini juga memohon dukungan kepada masyarakat Badung, khususnya Mengwi, pada 17 April mendatang. Sekretaris DPD Partai Golkar Badung sekaligus Ketua Komisi I DPRD Badung ini menyatakan sebagai kader Partai Golkar yang diberikan mandat sebagai calon DPRD Kabupaten Badung wajib dan tentunya harus bertanggung jawab pada induk partai dalam melaksanakan tugas. ‘’Kami mangapresiasi tinggi Plt. Ketua DPD Partai Golkar Bali Gde Sumarjaya Linggih, setiap kami memiliki kegiatan beliau selalu hadir. Hal ini sangat memberikan suport sekaligus bentuk kepedulian kader beringin untuk yang di bawahnya,’’ ujarnya. Wayan suyasa juga menegaskan selaku wakil rakyat, sangat optimis dapat kembali melenggang ke DPRD Badung. ‘’Meskipun berbeda dalam asas demokrasi sah-sah saja, tapi bagaimana kita bisa perbedaan ini dihargai dan dimanfaatkan untuk saling memberikan yang terbaik bagi masyarakat,’’ katanya. Karena itu, Ketua AMPI Badung ini mengimbau kepada loyalis maupun tim pemenangan selalu bersikap santun demi ajegnya perjuangan demokrasi, sehingga terjalin hal positif demi kepentingan masyarakat secara umum. Disinggung peningkatan perolehan suara Partai Golkar di Badung pada pemilu mendatang, Ketua Buruh di Badung ini optimis hal tersebut dapat terwujud. ‘’Kader telah berjuang secara maksimal di masing-masing daerah

pemilihan, dan dapat meningkatkan perolehan kursi legislatif. Kami tetap berharap masyarakat bersatu, karena tinggal kurang dari seminggu lagi pencoblosan,’’ katanya seraya memohon dukungan dan doa restunya dengan datang ke TPS, tidak golput, pilih surat suara warna hijau, cari Partai Golkar dan coblos nomor urut 1. (par)


Sabtu Pon, 13 April 2019

C A LO N P E R S E O R A N G A N P E S E R TA P E M I L I H A N U M U M A N G G O TA D E WA N P E R WA K I L A N D A E R A H ( D P D ) TA H U N 2 0 1 9 DAERAH PEMILIHAN BALI

KTP-el dan Form.C6 UNTUK MEMILIH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN, ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA U.0000005-RPA


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 13 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu