Skip to main content

Edisi Jumat 13 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 204 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

jumat pon, 13 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Babi Mati di Bali Capai 3.045 Ekor

Lahan Khusus Kubur Babi

Tolak Evakuasi WNA Terduga Corona

Selama dua bulan, kasus kematian babi di Bali mencapai 3.045 ekor. Belum ada keterangan resmi terkait penyebab kematian ribuan babi milik peternak tersebut. Hal ini terungkap dalam rapat Komisi II DPRD Bali dengan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kamis (12/3) kemarin.

Kematian babi di Badung capai 1.074 ekor, sehingga perlu lahan khusus untuk penguburannya. Pemkab Badung akan menerjunkan tim apabila mendapatkan informasi ada kasus kematian babi. Tim akan mengangkut ke tempat penguburan. Tidak ada biaya untuk itu. BADUNG | HAL. 3

WNA yang dicurigai Covid-19 akhirnya diangkut kapal roro. Sebab, pengelola sejumlah boat cepat menolak mengangkutnya. Takut ketularan Corona.

DENPASAR | HAL. 2

KLUNGKUNG | HAL. 7

Bali Post/eka

KURSI PANTAI - Penurunan jumlah kunjungan wisatawan terjadi hampir di semua objek wisata di Bali, termasuk di Sanur. Nampak deretan kursi pantai yang kosong, Kamis (12/3) kemarin.

Isolasi Bali, Tunggu Arahan Pusat

Bali saat ini tidak lagi daerah yang menyandang predikat bebas dari kasus Covid-19. Pascakasus WNA yang positif dan meninggal dunia, telah merobohkan image Bali aman dari virus Corona. Namun, Bali sebagai kawasan tujuan wisata internasional, belum berani memutuskan apakah akan dilakukan isolasi atau penutupan sementara atau tidak. Hal ini menunggu perkembangan lebih lanjut.

OPINI

Corona Jangan Sampai Menginfeksi Pikiran

W

akil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai rapat koordinasi, Kamis (12/3) kemarin, mengatakan saat ini virus tersebut sudah ada di Bali. Hal terpenting saat ini langkah penanggulangan dan upaya yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah. Hal. 11 Karyawan Hotel

Harian Bisnis Bali Naikkan Retribusi Dinilai Tak Sensitif Saat dunia pariwisata terpuruk akibat Corona, pungutan dan kenaikan retribusi yang dilakukan di Bangli memunculkan polemik karena dinilai tak sensitif. Apa yang harus dilakukan? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Warga Kanginan Olah Arak Warga Banjar Kanginan, Besan, Dawan, Klungkung, mengolah arak tradisional secara legal. Mereka pun berharap mampu memperluas pemasaran serta mendongkrak harga jual. www.denpost.id

Cok Ace Wakil Gubernur Bali

Ekonomi Diprediksi Ikut ’’Nyepi’’ Perlu Langkah ’’Out of The Box’’

Panudiana Kuhn

Pengamat ekonomi Prof. Gede Sri Darma, S.T., M.M., DBA. Mengatakan, Covid-19 yang terjadi di hampir 115 negara merupakan ancaman luar biasa bagi perekonomian dunia. Ibaratnya, dunia saat ini mengalami ‘’Nyepi’’ dalam beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu, perlu terobosan cerdas yang belum pernah dilaksanakan. Misalnya pemerintah sangat diharapkan bisa memberikan talangan kepada perusahaan kecil yang terdampak Covid-19. Dan bagi perusahaan besar harus menggunakan keuntungan sebel-

umnya untuk bisa menggaji karyawannya. ‘’Ya, bagi mereka yang memiliki laba sebelumnya, bolehlah meminjam laba itu dulu untuk membayar karyawan. Sangat tidak elok kalau karyawan dirumahkan, karena mereka juga harus diperhatikan di tengah tidak produktifnya perusahaan,’’ ujar Prof. Sri Darma, Kamis (12/3) kemarin. Sementara itu, untuk tetap menjaga ketahanan ekonomi Bali, Prof. Sri Darma berharap agar pemerintah pusat dan daerah tetap bersinergi, terutama agar tidak terjadi inflasi di Bali. ‘’Fundamental ekonomi Indonesia yang begitu bagus sebelumnya harus kita selamatkan dengan cara membantu mereka (daerah) yang kurang mampu, sehingga roda ekonomi yang berhenti sementara tetapi kenikmatan tetap dirasakan oleh masyarakat,’’ tandas Direktur Undiknas Graduate School (UGS) ini. Hal. 11 Ada Hunian

PEMERINTAH diharapkan melakukan pembatasan ruang gerak virus Corona atau Covid-19. Pemerintah daerah khsusunya Bali harus lebih terbuka mengenai segala informasi yang harus diterima oleh masyarakat, selama itu masih

sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dr. I Nyoman Bagiastra, S.H., M.H., akademisi dan penggiat hukum kesehatan masyarakat Fakultas Hukum Universitas Udayana mengatakan, sampai ada kasus

Covid-19 dengan korbannya meninggal, kalau merujuk ketentuan regulasi kesehatan memang sedikit terlambat. Namun, dalam hal ini tentu tidak ada kata terlambat. Hal. 11 Cegah Penyebaran

VIRUS Corona atau Covid-19 di Indonesia nampak makin memburuk. Ini berarti akan memburuk pula kondisi ekonomi, terutama Bali yang menggantungkan diri dari pariwisata. Lalu, bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan pemerintah agar ketahanan ekonomi Bali tetap terjaga?

Oleh: Putu Rumawan Salain Pembangunan Bali sejak beberapa dekade ini sangat berharap atau bergantung pada industri pariwisata. Kini kunjungan wisatawan menurun drastis karena terjangkitnya virus Corona yang mematikan. Pariwisata di Bali mengalami gangguan bukan kali ini saja, namun telah berkali-kali, sejak Bom Bali sampai dengan erupsi Gunung Agung. Berbagai daya dan upaya dilakukan untuk memulihkan keterpurukan perekonomian di Bali. Satu hal yang dijaga adalah bahwa jangan sampai pikiran kita ikut terinfeksi, sehingga mampu secara bersama-sama menanggulangi bencana yang tidak kota ketahui berkahirnya. Bedanya kali ini penyebabnya adalah virus yang telah menyebar hampir ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, tidak tampak oleh mata serta agak sulit dideteksi karena masa inkubasinya dua minggu dan manusia salah satu media penyebarnya. Sampai dengan saat ini di bandara sebagai tempat lalu-lalangnya wisatawan ataupun di tempat-tempat publik diupayakan mendeteksi melalui pengukuran suhu tubuh dengan alat heat scanner, di Korea Selatan penduduknya dipetik dari usapan lendir dari mulut mereka. Akibatnya beberapa negara menunda penerbangan ke beberapa negara lainnya dan itu berarti terjadi penundaan bepergian. Contohnya di Tanah Air terjadi perjalanan umroh yang ditunda, acara ASEAN Summit yang rencananya akan dihadiri oleh Presiden Jokowi di Las Vegas pada medio bulan Maret tahun ini diundurkan karena kekhawatiran terhadap penyebaran virus Corona. Demikian pula terjadi pemeriksaan yang ketat pada kapal-kapal pesiar, sampai dengan penundaan jadwal pemberangkatan. Bahkan terjadi juga stop impor buah, makanan, pakaian bekas, dan sebagainya yang berasal dari negara yang terjangkit virus Corona tanpa terkecuali. Hal. 11 Harga Pangan

”Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut, karena Bali merupakan daerah tujuan wisata internasional.”

Gede Sri Darma

Batasi Ruang Gerak Covid-19

Dua Perawat RSUP Sanglah Masuk Pengawasan Covid-19 DUA perawat di Ruang Isolasi Nusa Indah RS Sanglah yang memiliki riwayat kontak dengan pasien dalam pengawasan Corona, kini ikut menjadi pasien dalam pengawasan virus Corona (Covid-19). Hal itu diungkapkan Dirut RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, Kamis (12/3) kemarin. Menurutnya, kedua perawat tersebut diduga kelelahan saat merawat pasien di ruang isolasi, sehingga mereka akhirnya menderita sakit demam dan batuk. ‘’Kita masukkan dalam p e r -

awatan pengawasan karena punya riwayat melayani di sana (ruang isolasi),’’ ujarnya. Dijelaskan Sudana, pasien di ruang isolasi RSUP Sanglah terus bertambah. Awalnya hanya disediakan enam ruangan. Namun karena sudah penuh, kemudian melakukan penambahan sehingga saat ini ada 18 ruangan. ‘’Dengan perkembangan pasien, kita memerlukan tenaga ekstra, karena tim medis terbatas,’’ jelasnya. Menurutnya, saat ini hanya ada 20 perawat yang bertugas di ruang isolasi RSUP Sanglah. Mengingat bertambahnya pasien, pihaknya membutuhkan tambahan 16 perawat lagi. Hal. 11 Suami WNA

Nangun Sat Kerthi Loka Bali Desa Adat Semarapura Berdayakan Pasraman SETIAP desa adat di Bali punya cara tersendiri dalam melestarikan tradisi budayanya selaras dengan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Seperti di Desa Adat Semarapura, terus berupaya menata desa adat, melalui program yang menyentuh kepentingan parahyangan, palemahan dan pawongan. Salah satunya dengan memberdayakan pasraman. Bendesa Adat Semarapura Wayan Budarsana, Kamis (12/3) kemarin, mengatakan Desa Adat Semarapura mewilayahi hampir seluruh Kota

Semarapura. Wewidangan-nya mewilayahi empat kelurahan dan 14 banjar adat. Melalui pelaksanaan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini, prajuru desa adat kini dapat melakukan pembinaan lebih jauh kepada krama desa adat untuk meningkatkan pelaksanaan tradisi budaya Bali. Menurutnya, krama desa adat harus kembali pada jati dirinya sebagai manusia Bali. Eling dengan budaya dan tradisi adiluhung para leluhur. Ini dilakukan dengan berbagai cara, seperti membina sekaa pesantian dan sekaa kesenian sebunan. Pada bidang parahy-

angan mendata semua pura yang ada di Desa Adat Semarapura. Kemudian melakukan pembinaan lebih lanjut terhadap keberadaan tari sakral, seperti tari sakral Pasraman. Tari sakral ini ditarikan saat ada piodalan di pura. Di samping tari wali seperti Tari Rejang Dewa maupun Rejang Renteng. Proses pembinaan untuk seluruh program itu sudah dilakukan ke seluruh banjar adat, walaupun baru tujuh bulan dipilih menjadi bendesa. Di mana tujuan besarnya agar mampu melestarikan desa adat. Hal. 11 Pelestarian Desa Adat

Sekaa pesantian saat pelaksanaan kegiatan Bulan Bahasa Bali.


Jumat Pon, 13 Maret 2020

FIGUR

Berbasis ’’Ecotourism’’ MEMILIKI ciri khas berbasis ekowisata (ecotourism), Program Studi Magister Manajemen (Prodi MM) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) berbeda dengan ratusan Prodi MM yang tergabung dalam Asosiasi Magister Manajemen se-Indonesia. Keunikan konsentrasi ekowisata tersebut merupakan implementasi dari pola ilmiah pokok Unwar yang sangat relevan dengan status Bali sebagai destinasi pariwisata terbaik dunia. Apalagi, prodi ini mengusung visi ‘’Terwujudnya Prodi MM sebagai pusat kajian manajemen dan bisnis yang menghasilkan MM yang bermutu, berintegritas, berwawasan lingkungan kepariwisataan dan kompetitif secara global pada tahun 2034’’. Kaprodi MM Unwar, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa, S.E., M.Si., mengatakan melalui visi tersebut, pihaknya ingin mencetak lulusan magister manajemen yang profesional, berintegritas, berwawasan lingkungan pariwisata dan kompetitif sesuai tuntutan pengguna. Salah satu caranya adalah meningkatkan kuantitas dan kualitas karya penelitian manajemen dan bisnis berbasis lingkungan kepariwisataan dengan kualitas yang unggul. Di samping juga meningkatkan kuantitas dan kualitas pengabdian pada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat di bidang manajemen, bisnis dan lingkungan kepariwisataan. Melaksanakan tata kelola Prodi MM yang berbasis teknologi informasi secara konsisten dan berkelanjutan. Selain itu, pihaknya juga mengembangkan kerja sama Tri Dharma dengan pemerintah daerah, pelaku bisnis, universitas, masyarakat di tingkat regional, nasional maupun internasional. ‘’Kompetensi sumber daya manusia yang kami hasilkan sangat kompleks, meliputi manajerial, marketing hingga tata kelola pariwisata dan keuangan,’’ ujarnya, Kamis (12/3) kemarin. Guna menjamin kualitas output, tahun ajaran baru 2020/2021 ini, Prodi MM Unwar hanya membuka dua kelas. (win)

Penangkapan Kurir Ganja Libatkan Anjing Pelacak Denpasar (Bali Post) Tim Pemberantasan BNNP Bali berupaya mengembangkan pengungkapan 8 kilogram ganja dengan tersangka Untung Hariyanto (39) asal Surabaya, Jawa Timur. Saat penangkapan dilakukan di toko oleh-oleh pie susu di Jalan Raya Kuta, Badung, petugas mengerahkan anjing pelacak. Barang bukti yang disita tersebut nilainya hampir Rp 100 juta. ‘’Dari pengakuan tersangka narkoba yang ditangkap, 1 garis (1 ons) harganya Rp 1 juta. Kalau bandar atau pengedar kebanyakan menjual paket kecil seharga Rp 150.000 hingga Rp 500 ribu,’’ ungkap sumber, Kamis (12/3) kemarin. Alasan dipecah jadi paket kecil? ‘’Informasinya untungnya lebih besar dibandingkan dijual paket besar,’’ tandasnya. Sumber yang enggan disebut identitasnya ini menyampaikan, saat ini BNNP Bali memiliki anjing pelacak (K9). K9 ini diterjunkan jika ada penangkapan dan razia ke tempat

hiburan malam. Saat dikonfirmasi, Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa membenarkan jika memiliki anjing pelacak lengkap dengan pawangnya. Anjing tersebut merupakan bantuan di BNN-RI. Sebelumnya, BNNP Bali kembali mengungkap kasus besar, yaitu jaringan Medan-Bali, Senin (9/3) lalu. Pelakunya, Untung Hariyanto (39) asal Surabaya, Jawa Timur dan ditangkap di toko oleh-oleh pie susu di Jalan Raya Kuta, Badung. Saat ditangkap, pelaku mengambil karung berisi delapan paket ganja seberat 8 kilogram. Pelaku merupakan salah satu pengendali peredaran narkoba di Bali. Tersangka Untung berstatus residivis dan sudah empat kali ditangkap. Tahun 2008 dia dibekuk anggota Polda Bali terkait kasus ganja, tahun 2013 dan 2017 dibekuk Polresta Denpasar terkait kasus sabusabu serta ganja. Tahun 2020, pelaku ditangkap BNNP Bali. (kmb36)

Kematian Babi di Bali Capai 3.045 Ekor

Denpasar (Bali Post) -

Selama dua bulan, kasus kematian babi di Bali mencapai 3.045 ekor. Ironisnya, hingga kini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait atas penyebab kematian ribuan babi milik peternak tersebut. Hal ini terungkap dalam rapat Komisi II DPRD Bali dengan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kamis (12/3) kemarin.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang diundang diwakili Kabid Keswan Ketut Nata Kusuma dan Tim Kelompok Ahli Prof. Dr. drh. I Ketut Puja,

M.Kes. Ketut Nata Kusuma berdalih pihaknya sampai saat ini masih menunggu hasil labotarium dari Kementerian Pertanian atas sampel yang diambil

Bali Post/eka

BABI - Dua peternak tampak melihat kondisi ternak babinya di dalam kandang, di salah satu wilayah di Denpasar.

Denpasar (Bali Post) Kasus Corona yang terjadi di sejumlah negara mulai diantisipasi sejumlah pihak. Tidak terkecuali pemerintah daerah. Seperti di Jakarta yang telah menutup sementara program car free day (CFD) yang biasanya digelar setiap hari Minggu. Namun, tidak demikian dengan Denpasar. Pemkot Denpasar sampai saat ini belum berniat meniadakan CFD. Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar, I Dewa Gede Rai, Kamis (12/3) kemarin mengatakan belum ada pembahasan untuk meniadakan CFD terkait virus Corona ini. Justru pihaknya akan menggunakan arena

CFD ini untuk sosialisasi antisipasi virus Corona kepada masyarakat. ‘’Kami sampai saat ini belum ada mengarah ke sana (stop CFD - red). Justru kami telah meminta kepada beberapa OPD untuk melakukan sosialisasi penanggulangan dan pencegahan virus Corona di sana,’’ ujar pejabat asal Klungkung ini. Dewa Rai mengatakan dalam menyikapi penyebaran kasus Corona ini adalah kesiapsiagaan masyarakat. Karena itu, yang perlu disosialisasikan adalah apa yang harus dilakukan masyarakat. Inilah yang akan disampaikan kepada masyarakat saat CFD nanti.

Dikatakannya, dalam menyikapi masalah ini, Wali Kota Denpasar telah mengeluarkan Surat Edaran No 443.33/1637/Dikes tertanggal 5 Maret 2020 yang ditujukan kepada semua pimpinan OPD, lurah/perbekel, camat, kepala pasar, serta Ketua PHRI Denpasar. SE tersebut tentang peningkatan kewaspadaan penyebaran akibat virus Corona (Covid-19) bagi semua masyarakat. Dalam SE tersebut diharapkan melakukan disinfeksi di tempat-tempat umum sebagai langkah pencegahan virus Corona. Menyediakan hand sanitizer, dan membudidayakan hidup bersih. (kmb12)

PLN Gencar Kenalkan Kendaraan Listrik

PLN terus memberikan dukungan terhadap instansi yang ingin mendorong pembangunan infrastuktur kendaraan listrik. Guna mendorong peningkatan minat masyarakat dalam penggunaan kendaraan listrik, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi salah satu infrastruktur penunjang untuk memberi kenyamanan pengguna kendaraan listrik ke depan. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa, menyampaikan PLN mendukung Pergub Bali Nomor 45 dan 48 Tahun 2019 tentang Bali Energi Listrik dan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Dukungan terhadap pergub ini tak hanya diwujudkan dari penyedi-

aan kendaraan listrik tapi juga penyediaan SPKLU. “PLN menyediakan suplai listrik untuk kebutuhan charging station. Kebutuhan SPKLU ini lebih berfokus pada penggunaan mobil listrik,” ujarnya, Kamis (12/3) kemarin. Dengan terbitnya Peraturan Gubernur Nomor 48 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, Astawa berharap regulasi lanjutan terkait kendaraan listrik dapat segera terbit. “Sekarang ini

yang masih menjadi kendala untuk mobil listrik, harganya masih tinggi. Kalau untuk sepeda motor listrik, sudah mulai banyak,” ungkapnya. Dengan infrastruktur yang terus dikejar dan dukungan regulasi yang mendorong pemanfaatan kendaraan listrik, PLN berharap pasar kendaraan listrik dapat terus meningkat. (may)

Bali Post/rah

HUT Ke-41 SMPN 3 Denpasar

Ubah Paradigma Siswa Pintar Lewat Kompetisi Inovator Cilik terjadi di ruang lab, saat berlangsung KIC. Banyak hasil karya ilmiah siswa SD ternyata menarik. Di antaranya, Putu

ini, hingga enam bulan ke depan peternak diharapkan tidak memelihara babi terlebih dahulu. Peternak diminta untuk beralih ke jenis ternak lainnya. Karena untuk bisa memelihara babi, daerah itu harus benarbenar steril. Meluasnya kasus kematian babi menunjukkan adanya penyebaran penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus. Hal ini telah menimbulkan kerugian ekonomi dan berdampak psikologis bagi peternak, karena terjadi penjualan babi secara tergesa-gesa dengan harga murah. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan terutama para peternak skala usaha kecil. Terlebih lagi Bali sebagai daerah tujuan wisata utama, isu penyakit hewan menular yang bersifat zoonosis sangat rentan terhadap dunia pariwisata. (kmb16)

Denpasar (Bali Post) Wabah virus Corona atau Covid-19 dipastikan turut berdampak pada ekspor Bali. Menyikapi masalah ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali sudah memanggil pihak-pihak terkait pada Rabu (11/3) lalu. Upaya tersebut juga masih terkait dengan instruksi Gubernur untuk menggiatkan ekspor di tengah merebaknya Covid-19. ‘’Sudah bisa kita pastikan kemungkinan terganggu. Sekarang saja sudah tidak tercapai (target ekspor - red),’’ ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Wayan Jarta, usai pertemuan. Menurut Jarta, pertemuan dengan para pelaku ekspor dan stakeholder terkait di Bali memang belum menghasilkan keputusan. Namun, baru sebatas menampung masukan termasuk kendala-kendala yang dihadapi menyangkut ekspor. Seluruhnya akan dirumuskan bersama tim ahli untuk mendapatkan solusinya. Dalam hal ini, membantu para pelaku ekspor agar usahanya tetap bisa bergerak di tengah Covid-19. Ditegaskan, pihaknya

tidak ingin hanya berwacana. Sekecil apa pun, akan ada rencana aksi yang dibuat lengkap dengan siapa yang akan melaksanakan itu, sepanjang bisa memberikan dampak positif. ‘’Permasalahannya kan karena pembatasan logistik ini. Teman-teman siap mengekspor tapi penerbangan ke sana tidak ada. Akhirnya melalui laut, tentu lebih lama dan tidak efisien,’’ jelasnya. Tidak tercapainya target ekspor, lanjut Jarta, terjadi di hampir semua komoditi. Terutama sekali adalah manggis yang pasar utamanya adalah Tiongkok. Dari sebelumnya bisa mengekspor 6.000 ton, sekarang baru tercapai puluhan ton sehingga penurunannya sangat signifikan. Selain itu, ada ekspor tekstil ke Amerika Serikat dan Eropa, ekspor ikan tuna, serta ekspor kerajinan. Artinya, ekspor ke negara di luar Tiongkok yang sebetulnya belum ada penutupan penerbangan juga turut terganggu dengan wabah virus Corona. ‘’Saya berkeyakinan, Pak Gubernur akan melakukan apa pun langkah yang bisa dilakukan untuk pemulihan ini,’’ imbuhnya. (kmb32)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Pemkot Tetap Berlakukan Ekspor Bali Dipastikan Terganggu Covid-19 ’’Car Free Day’’

RILIS KASUS - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa merilis mengungkapan kasus 8 kilogram ganja.

SMPN 3 Denpasar alias Spentri secara rutin menggelar lomba akademis dan nonakademis. Serangkaian HUT ke-41 SMPN 3 Denpasar, Kamis (12/3) kemarin digelar lomba olimpiade dan Kompetisi Inovator Cilik (KIC). Aneka lomba dibuka Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.P., M.Psi. Olimpiade Matematika diikuti 89 siswa SD se-Bali, Olimpiade IPA diikuti 81 siswa, IPS 43 orang, Bahasa Inggris 170 orang. Sedangkan Kompetisi Inovator Cilik diikuti delapan finalis dari 15 peserta. Wakasek Kurikulum Spentri yang juga Koordinator Lomba Akademis, Ni Putu Sumiasih, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan setiap kategori akan dipilih 10 terbaik dan kembali menjalani tes tulis guna menentukan tiga besar. Hasil ini juga diharapkan akan menjadi tim inti Spenri di ajang olimpiade mata pelajaran. Yang menarik persaingan

dari babi yang mati. Kasus kematian babi ini diakui memang tidak menular kepada manusia. Namun demikian, Komisi II DPRD Bali meminta instansi terkait terbuka kepada publik terhadap kasus yang menimpa para peternak. Karena, dampak kematian babi ini membuat peternak kebingungan. “Biar tidak seperti kasus Covid-19, pemerintah dalam hal ini harus fair atas kasus yang menimpa peternak,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Bali IGK Kresna Budi. Menurutnya, Komisi II sengaja memanggil Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menjawab sejumlah keluhan dari masyarakat khususnya peternak. Ke depan, dewan akan mencoba menganggarkan bantuan kepada para peternak yang terkena musibah. Untuk itu, pihak terkait agar mendata peternak yang babinya mati terserang virus. Saat ini, populasi babi di Bali mencapai 762 ribu ekor. Nata Kusuma menegaskan bahwa dengan kematian babi

Kitara Tisyarksita dari SD Public School meneliti pelembab bibir dari bahan alami yakni tomat, jambu biji dan getah

Bali Post/sue

KIC - Kasek Wayan Murdana mengamati peneliti belia menunjukkan hasil karya ilmiahnya berupa jambu biji dan daun jarak menjadi pelembab alami pada Kompetisi Inovator Cilik (KCI) SMPN 3 Denpasar.

jarak Bali. Putu Abie Prasetya Adrian Putra dari SD Saraswati 2 Denpasar meneliti soal gumitir dan liligundi mat electric. Made Kezie Gamel Danendra Arya (SD Saraswati 3) meneliti soal pewarna alami sutra kombinasi kulit kayu secang, daun jati dan sabut kelapa. I Made Raditya Ari Saputra (SD Saraswati 3) meneliti soal Sigao Bambu yakni sendok, garpu dan sedotan bambu multifungsi. Ni Putu Kesya Mas Gayatri (SD Saraswati 3) soal Pomade ramah anak berbahan dasar daun nilam dan daun teh hijau. Ni Kadek Devyani Amelia Kusuma (SD Saraswati 5) soal inovasi sedotan ramah lingkungan. Kadek Dwi Kresna Wahyu Subagia Putra (SD Saraswati 5) soal Arderia yakni biopstisida nabati dari ekstrak daun kacapiring dan daun kamboja untuk mengendalikan kutu putih dan Gusti Ayu Diah Prabawari (SD Saraswati 5) soal nugget berbahan tepung biji nangka dan salak.

Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., mengungkapkan Spentri selalu peduli dengan masalah kekinian termasuk dalam mengasah kecerdasan siswa. Kini dia mengubah paradigma siswa cerdas Spentri tak hanya pintar namun berani berbicara dan berpendapat. Sebab, banyak siswa pintar di IPA dan Matematika tetapi gagal berbicara di depan kelas. Siswa ini biasanya menghindar duduk sebagai pengurus OSIS. Makanya dia ingin mencetak siswa cerdas dan berkarakter melaluai lomba karya tulis ilmiah ini. KIC ini, katanya, selain untuk memberi media bagi siswa SD bersaing di bidangnya juga untuk mengoptimalkan pengembangan potensi siswa dan menjaring peneliti belia. Apalagi SMPN 3 Denpasar selama ini memiliki trademark sebagai kumpulan siswa cerdas, peraih juara LKTI dan olimpiade tingkat nasional dan internasional. (025)

Imigrasi Tolak 112 Orang Asing Masuk Bali Denpasar (Bali Post) Bali tak lagi menjadi daerah bebas virus Corona, menyusul seorang WNA positif Corona meninggal di rumah sakit rujukan. Sementara Imigrasi Denpasar, Ngurah Rai dan Singaraja sudah menolak 112 orang asing masuk Bali. Dikonfirmasi Kamis (12/3) kemarin, Humas Kemenkum HAM Bali Putu Surya Dharma menjelaskan pihak Imigrasi sudah menolak 112 orang warga asing masuk Bali, yang mempunyai riwayat bepergian ke negara terindikasi virus Corona. “Penolakan masuk sampai kemarin, yaitu 112 orang,” ujar Putu Surya. Disinggung soal intensitas masyarakat yang meng u r u s v i s a

ke luar negeri, Surya menyarankan mengecek di masing-masing kedutaan negara yang akan dituju. Namun demikian, berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAM RI No.7 Tahun 2020, Surya menjelaskan pihaknya mempunyai data perpanjangan visa warga negara Tiongkok. Sejak 5 Februari hingga 11 Maret, Imigrasi menerima Pengajuan Izin Tinggal keadaan terpaksa sebanyak 1.263 orang. Rinciannya Kantor Imigrasi Kelas Khusus TPI Ngurah Rai sebanyak 847 orang, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar 330 orang dan Kantor Imigrasi TPI Kelas II Singaraja 86 orang. (kmb37)

Topik : isolasi bali tunggu arahan pusat


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Hindari Pungli di Masyarakat

Badung Gelar Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar

Bali Post/ist

DIEVAKUASI - Jasad Imam Safei dievakuasi petugas di Pantai Perancak, Kuta Utara, Badung.

Menolak Diajak Pulang

Pria Asal Probolinggo Tewas Tenggelam Mangupura (Bali Post) Kasus orang tenggelam terjadi di Pantai Perancak, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Rabu (11/3) lalu. Imam Safei (23) asal Probolinggo, Jawa Timur, hilang terseret arus dan ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Awalnya korban diajak pulang oleh temannya, tetapi ditolak. Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa, mengatakan selama di Bali, korban tinggal di bedeng proyek di kawasan Jalan Segara Gang Palma, Kuta Utara. Saat di TKP, korban bersama dua temannya, Ahmad (24) dan Andi (25). ‘’Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kejadian ini,’’ ujar Oka Bawa, Kamis (12/3) kemarin. Pada Rabu (11/3) pukul 17.00 Wita, korban ber sama dua temannya menuju Pantai Perancak dengan maksud untuk mandi. Setibanya di sana, mereka langsung berenang. Setelah satu jam berenang, Ahmad dan Andi mengajak korban pulang. Namun, korban menolak dan menyampaikan mau mandi lagi sekali. ‘’Saksi (Ahmad dan Andi) memilih duduk di pinggir

pantai dan korban mandi sendiri,’’ kata Oka Bawa. Beberapa menit kemudian, kata Oka Bawa, korban minta tolong dengan cara melambaikan tangan. Ahmad dan Andi minta tolong kepada WNA yang ada di sana. Tetapi, korban keburu menghilang digulung ombak dan terbawa arus air laut. Sementara itu, A.A. Rai Mahendra (36) mengatakan, pukul 20.57 Wita dia sedang menutup warungnya. Setelah selesai menutup warung, Mahendra menoleh ke pantai. Karena agak gelap, dilihat di pesisir pantai ada benda hitam mengapung seperti kayu. Setelah didekati, ternyata korban. Mahendra lalu memanggil teman-temannya untuk mengangkat tubuh korban dan dibawa ke pesisir Pantai Perancak. ‘’Tempat korban ditemukan berjarak 50 meter arah timur dari TKP awal. Kondisinya sudah meninggal dunia. Tim gabungan dari Satpolair Polres Badung, Basarnas Provinsi Bali, Sabara Polda Bali dan Polsek Kuta Utara sempat melakukan pencarian. Jasad korban lalu dibawa ke RSUP Sanglah,’’ kata Oka Bawa. (kmb36)

WAKIL Bupati Badung, I Ketut Suiasa, membuka Sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (saber pungli), Unit Pemberantasan Pungli (UPP) Provinsi Bali dan UPP Kabupaten/Kota seBali di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Kamis (12/3) kemarin. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua UPP Provinsi Bali Wayan Sugiada, Ketua UPP Kabupaten Badung Sindar Sinaga, OPD terkait, camat, perbekel/lurah, bendesa adat dan perwakilan pecalang se-Badung. Pembukaan sosialisasi saber pungli UPP ini ditandai dengan pemukulan gong dan saling tukar cenderamata dari Wakil Bupati Badung kepada UPP Provinsi Bali. Ketua UPP Kabupaten Badung yang juga Wakapolres Badung, Kompol Sindar Sinaga, menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan sosialisasi sapu bersih pungutan liar adalah untuk menyampaikan informasi seluas-luasnya tentang pungutan liar, pengertian pungutan liar, regulasi upaya pemberantasan. Yang terpenting adalah memberikan pemahaman mengenai pungutan liar kepada seluruh

komponen masyarakat sehingga tidak terjadi pungutan liar di Kabupaten Badung. ‘’Melalui sosialisasi ini, kami harapkan para peserta dapat memahami apa itu pungutan liar, serta paham agar menghindari dan ikut berperan dalam mencegah terjadinya pungutan liar di Kabupaten Badung,’’ harapnya. Sementara itu, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menyampaikan harapannya agar perangkat di Badung mulai dari OPD, camat, bendesa adat, perbekel/lurah dan perwakilan dari pecalang se-Kabupaten Badung untuk mengikuti sosialisasi ini secara aktif dan interaktif. Mengingat kegiatan ini sangat penting bagi perangkat khususnya yang bersentuhan langsung dengan pelayanan. ‘’Melalui sosialisasi ini, saya harapkan perangkat daerah dari yang terbawah dapat mengetahui apa langkah-langkah dan upaya yang dapat dilakukan dan dibuat agar terhindar dari yang namanya pungli,’’ katanya seraya berharap di seluruh jajaran perangkat daerah maupun di seluruh wilayah Kabupaten Badung terbebas dari pungli. (ad360)

SOSIALISASI - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka sosialisasi sapu bersih pungutan liar di Ruang Pertemuan Kertha Gosana, Kamis (12/3) kemarin.

Babi Mati Capai 1.074 Ekor

Perlu Lahan Khusus untuk Mengubur Bangkai Babi

Mangupura (Bali Post) –

Kasus kematian babi di Kabupaten Badung semakin meluas. Data yang terhimpun Kamis (12/3) kemarin, kasus kematian ternak babi di Badung menembus angka 1.074 ekor, sehingga perlu lahan khusus untuk penguburan babi. Ketua Tim Penanganan Penyakit Babi, dr. I Gede Putra Suteja, saat dikonfirmasi Kamis kemarin mengatakan, pihaknya khawatir banyak bangkai babi yang ditemukan di sungai, ladang dan tempat kosong lainnya. ‘’Para peternak babi tidak perlu khawatir, karena tidak ada biaya yang

dibebankan alias gratis. Jadi, kami sarankan begitu ada babi mati langsung laporkan kepada petugas, biar cepat penanganannya,’’ ujarnya. Birokrat asal Desa Mengwitani Kecamatan Mengwi ini mengatakan, pihaknya akan menerjunkan tim apabila mendapatkan informasi

ada kasus kematian babi. ‘’Tim akan langsung bergerak melakukan pengambilan bangkai babi dari peternak untuk dibawa ke tempat penguburan,’’ katanya. Upaya tersebut, kata Putra Suteja, sebagai langkah sentralisasi di satu tempat. Pihaknya secara intens akan

Polisi Waspadai Virus Corona

JUMLAH pasien positif virus Corona terus bertambah, bahkan satu pasien WNA meninggal dunia. Menyikapi kondisi tersebut, Kapolsek Denpasar Selatan (Densel), Kompol I Nyoman Wirajaya, mengimbau anggota tetap waspada. ‘’Saya kira anggota paham cara mengantisipasi agar tidak tertular virus tersebut,’’ tegas Kompol Wirajaya, Kamis (12/3) kemarin. Sanur merupakan objek wisata yang digandrungi wisatawan asing dan masuk wilayah hukum Polsek Densel. Oleh karena itu, personel Polsek kerap berinteraksi dengan wisatawan, baik domestik maupun asing. ‘’Kami masih menunggu kebijakan pemerintah. Kalau pemerintah secara resmi bilang kita siaga 1, ya… harus dipatuhi,’’ ujar mantan Kapolsek Kuta ini. Namun sampai saat ini anggota Polsek beraktivitas seperti biasa. ‘’Semoga kita terhindar dari virus tersebut. Kami mengajak masyarakat agar mematuhi imbauan dan kebijakan pemerintah,’’ ungkap perwira melati satu di pundak ini. Seperti diberitakan, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra membenarkan bahwa WNA yang meninggal di RSUP Sanglah adalah pasien pengawasan Covid-19. Jadi protap penanganannya juga disesuaikan. Karena ini meninggal, maka Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengontak Jakarta. Ia mengaku mendapat penjelasan pasien yang meninggal masuk dalam penjelasan kemarin masuk kasus No. 25 positif Covid-19. (rah)

Bali Post/dok

BABI - Kasus kematian babi terus berlanjut di wilayah Kabupaten Badung. Pemerintah diharapkan menyediakan lahan khusus untuk mengubur bangkai-bangkai babi tersebut.

berkoordinasi dengan perangkat di bawah agar informasi lebih cepat didapat. ‘’Kami juga sedang buatkan kajian, kita apakan peternak ini. Pemerintah akan memberdayakan seperti apa terhadap peternak di Badung. Inilah tugas dari tim yang dibentuk,’’ tegasnya. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung ini menyebutkan, tim penanganan penyakit babi juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali maupun pemerintah kabupaten yang lain. Di Badung, OPD yang terlibat adalah Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas LHK, Dinas PUPR, Satpol PP, BPKAD, dan aparat kepolisian yang terus berkomunikasi dengan perangkat yang ada di kecamatan maupun desa/ kelurahan. ‘’Tujuannya mendata lokasi yang pas untuk dijadikan tempat penguburan babi yang mati. Ini dalam rangka meminimalkan potensi menyebarnya penyakit ke babi yang masih sehat,’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Hari Suyasa, juga sempat menyarankan agar pemerintah memfasilitasi penguburan tersebut. Hal itu lantaran banyak bangkai babi

warga yang dibuang sembarangan. ‘’Memang ini yang kami inginkan. Sehingga, masyarakat merasakan tindak lanjut pemerintah terkait babi mati,’’ ungkapnya. Fasilitas pemerintah ini sangat diharapkan lantaran kondisi di lapangan ongkos penggalian tanah untuk mengubur babi mecapai ratusan ribu per ekor. Sehingga peternak merasa semakin rugi di saat peternak terkena wabah babi tersebut. ‘’Ini yang dikeluhkan peternak. Jika babi mereka mati, mereka harus membayar Rp 100 sampai 200 ribu untuk upah gali tanah untuk mengubur babi. Itu pun dibayar per ekor,’’ jelasnya. Kendati demikian, pria asal Abiansemal ini mengakui sangat memahami masalah peternak di lapangan yang kini mulai mengeluh. ‘’Contoh permasalahan di lapangan, jika peternak punya babi indukan 10 ekor dengan berat 300 kilogram, maka mereka harus mengeluarkan uang lagi untuk membayar tukang gali jika babinya mati,’’ sebutnya seraya menambahkan, pihaknya berharap pemerintah memberikan solusi, sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat dan vaksin tersebut. (kmb27)

Hadapi Virus ASF dan Corona

Disbud Tempuh Jalan ’’Niskala’’

Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) setempat akan mengelar upacara Pamahayu Jagat. Ritual ini sebagai upaya niskala menghadapi merebaknya virus African Swine Fever (ASF) dan virus Corona atau Covid-19. Kepala Disbud Badung, I Gde Eka Sudarwitha, mengatakan upacara Pamahayu Jagat akan dilaksanakan

bertepatan dengan Tilem Kasanga yang jatuh pada Selasa (24/3) mendatang. Ritual ini akan diselenggarakan bersamaan dengan Tawur Agung Kasanga yang dipusatkan di Catus Pata Agung Badung di Mengwi. ‘’Kami di Badung akan melaksanakan upacara Pamahayu Jagat sekalian dengan Tawur Kasanga di Catus Pata Agung Badung di Mengwi. Ini sebagai langkah niskala untuk nunas ica (mohon perlindun-

gan - red) dalam menghadapi isu atau dampak ASF dan virus Corona,’’ ujar Eka Sudarwitha, belum lama ini. Pada prosesi pamahayuh jagat, kata Eka Sudarwitha, pihaknya akan membagikan tiga tirta (air suci) kepada masyarakat. Air suci ini akan dipercikkan di masingmasing rumah penduduk guna meminimalisasi pengaruh negatif dari virus tersebut. ‘’Tirta yang dibagikan nanti ada tiga macam, yakni

tirta untuk ke luhur, lebuh dan wewalungan. Masingmasing desa adat sudah melakukan, tapi kami di tingkat kabupaten sekalian nanti saat Tawur Kasanga,’’ katanya. Sebelumnya, Pemkab Badung telah menggelar upacara Nangluk Merana dan Mapakelem di Pura Mas Ceti Ulun Tanjung Petitenget, Senin (9/3) lalu. Ritual ini dilakukan guna memohon keselamatan dan

terhindar dari hal bersifat negatif, seperti hama dan virus. Upacara ini juga bertujuan menetralisasi segala jenis hama dan virus yang menyerang Bali, khususnya Badung. ‘’Kami berharap melalui upacara ini segala penyakit, hama yang ada di dunia, apalagi saat sekarang di tengah merebaknya virus Corona (Covid-19) dan kasus kematian ternak babi agar bisa segera hilang dan sirna,’’ katanya. (kmb27)

’’Sharing’’ RTRW, Wayan Suyasa Terima Kunker DPRD Minahasa WAKIL Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa, S.H., Kamis (12/3) kemarin menerima kunjungan kerja (kunker) DPRD Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Saat itu, politisi Partai Golkar tersebut didampingi salah satu Kabid Tata Ruang di Dinas PUPR Badung Larasati Adnyana. Rombongan DPRD Minahasa dipimpin Ketua DPRD Glady PE Kandouw didampingi Ketua Pansus RTRWnya, Dharma P. Palan, dan sejumlah anggota seperti Robby Langkutong, Merry Maya Walelang, Putri Martin Pontororing, Jane S. Merung, Angely Th. Runtu dan sejumlah anggota lainnya. Rombongan juga melibatkan sejumlah staf. Dharma P. Palan memaparkan, kedatangannya ke DPRD Badung untuk sharing soal rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang saat ini tengah digodok. ‘’Kedatangan kami ke

sini tiada lain untuk sharing mengenai RTRW,’’ ujarnya. Dia memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi di Minahasa dalam rangka menetapkan RTRW seperti persoalan batas-batas wilayah yang hingga kini belum ada titik temu dengan Kota Manado. ‘’Apakah hal ini juga terjadi di Kabupaten Badung dan bagaimana penyelesaiannya,’’ ujarnya bernada tanya. Dharma juga mengapresiasi penggunaan pakaian adat setiap Kamis oleh ASN maupun pihak swasta di Bali yang menjadi kebijakan Bali sesuai dengan pergub. ‘’Ini menjadi inspirasi kami untuk bisa diterapkan di Minahasa sebagai kearifan lokal,’’ katanya. Sebelum menjawab soal RTRW, Wayan Suyasa mengucapkan selamat datang di Kabupaten Badung, Bali. Selain itu, Suyasa juga mengucapkan terima kasih karena

rombongan DPRD Minahasa menggunakan Badung sebagai lokasi sharing. ‘’Terima kasih karena sudah melakukan sharing ke Badung,’’ ujar Suyasa. Terkait dengan RTRW, Ketua Federasi Serikat Pekerja (FSP) Bali Kabupaten Badung tersebut menyatakan, kebetulan RTRW Badung telah rampung. Saat ini, tegasnya, Badung sudah menuju rencana detail tata ruang (RDTR). ‘’Dari enam kecamatan di Badung, satu RDTR yakni Kuta Selatan telah rampung,’’ katanya. Selanjutnya, Suyasa menyerahkan kepada Kabid Tata Ruang Larasati Adnyana untuk memberikan penjelasan secara teknis. Dijelaskan, tiga tahun setelah RTRW ditetapkan, kabupaten/kota harus sudah melanjutkan ke rancangan RDTR. Setidaknya ada tiga hal yang harus dipenuhi untuk penetapan RDTR, yakni proyek strategis, ruang terbuka hijau

wajib 20 persen, dan lahan pertanian berkelanjutan. ‘’Ketiga syarat ini harus bisa dipenuhi untuk penetapan RDTR-nya,’’ tegasnya. Terkait dengan batas-batas wilayah, ujarnya, Badung dan Denpasar sempat mengalaminya. Sejak Denpasar lepas menjadi Kota Denpasar, persoalan batas wilayah terjadi. ‘’Satu sama lain tetap ngotot. Akhirnya, penyelesaiannya dengan fasilitasi Kepmendagri, sehingga persoalan batas wilayah bisa selesai,’’ katanya. (ad351) KUNJUNGAN - DPRD Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara melakukan kunjungan kerja ke Gedung DPRD Badung, Kamis (12/3) kemarin. Kehadiran rombongan wakil rakyat ini diterima Wakil Ketua I DPRD Badung, Wayan Suyasa, S.H.


Jumat Pon, 13 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Bergerak Mengatasi Kecemasan Akibat Virus Corona TERSANDERA virus Corona. Dunia pun melakukan adaptasi untuk memproteksi diri. Serangan virus Corona walaupun tak mematikan ini memang pantas diatensi dan diwaspadai. Sepanjang tahun, kasus yang membuat dunia tersandera semacam ini baru pertama kali terjadi. Satu kota bahkan satu negara mengalami kesepian, kini menjadi berita dunia. Corona yang menjalar dari Kota Wuhan, Tiongkok, kini telah membuat banyak orang tersandera. Bayang-bayang keterpurukan juga mulai dibahas di banyak negara, dan nyaris di setiap kesempatan. Bahkan, semua stasiun televisi kini nyaris tak menarik tanpa isu Corona. Yang jelas, sebagai sebuah virus yang kemunculannya terdeteksi Januari 2020, Corona telah meracuni pikiran manusia. Ketakutan menjalar di mana-mana. Perubahan gaya hidup melanda dunia. Bahkan, manusia juga mulai menolak untuk bersentuhan secara fisik. Bersalaman yang menjadi budaya, juga terkoreksi. Menggunakan masker kini menjadi pilihan. Yang jelas, ketakutan makin menjadijadi ketika angka terpapar virus Corona terus meningkat. Tentu, kita harus berani bangkit dari serangan ketakutan ini. Manusia tak boleh menyerah menghadapi Corona, walaupun hingga kini obat pasti virus ini belum ditemukan. Manusia dengan segala akal sehat dan kecerdasannya haruslah bangkit dari ancaman ini. Kita tak boleh terus-terusan tersandera Corona. Mencari solusi dan melakukan hal yang logis untuk mengatasi sebaran virus ini harus diupayakan dan dilakukan. Jika langkah sterelisasi menjadi sebuah pilihan cerdas, maka lakukanlah itu. Jangan terlalu banyak kompromi, yang akhirnya justru mengantarkan kita ke wabah ini. Kita sebaiknya menjauh dari ambisi untuk mendatangkan banyak orang ketika orang justru memproteksi negaranya. Terlebih kita sampai melakukan promosi mengundang orang datang, ketika negara lain menolak kunjungan dan kedatangan dari negara lain. Kita memang harus berpikir cerdas. Mengikuti protokol penyelamatan diri dari ancaman virus Corona harus dilakukan. Jangan terlalu berobsesi pada kepentingan ekonomi dan pariwisata, ketika kita harus bersatu menyelamatkan diri. Kesehatan atau nyawa haruslah menjadi prioritas penyelamatan dan orientasi kinerja. Setelah itu baru kita bicara penguatan ekonomi, dan keberlangsungan usaha. Memang ini pilihan yang tak menguntungkan bagi pelaku bisnis. Jika memang itu prosedur dan tata kelola keluar dar jebakan virus Corona, kita mau bilang apa. Ketika manusia belum mampu mengatasi dengan cepat sebaran virus ini, kita harus mengendalikan diri. Kita jangan melawan alam dalam hal ini. Untuk itulah, mari kita lakukan penguatan diri dalam kasus ini. Kita harus yakin, ancaman virus Corona pasti berakhir. Namun, kapan ancaman ini akan berakhir kita juga belum tahu. Tugas kita adalah menjaga kesehatan diri dan mendukung gerakan dunia memblok penyebaran virus ini. Kita percayakan kepada pemerintah mengambil kebijakan yang tepat dan efektif. Pemerintah dan pengelolanya jangan malah membuat keputusan yang labil dalam hal ini. Harus tegas dan jangan terlalu banyak kompromi. Ketika negara lain berani menolak, kenapa kita memberikan toleransi. Untuk itulah kita harus menjadi salah satu figur untuk berpartisipasi memutus mata rantai penyebaran virus Corona yang kini telah berjangkit lebih dari 100 negara.

POJOK Isolasi Bali, Pemprov masih tunggu arahan pusat. - Lebih cepat lebih baik. *** Beberapa bulan mendatang ekonomi Bali akan ‘’nyepi’’. - Saatnya ‘’mulatsarira’’. *** Bantuan bawang putih untuk petani di Pupuan diundur. - Upaya mandiri bawang putih.

Menunggu Manuver Pemerintah

VIRUS Corona akhirnya terkonfirmasi masuk Bali pascameninggalnya pasien kasus nomor 25 di RSUP Sanglah, Denpasar. Praktis, berita ini sangat mengejutkan masyarakat. Bagaimana tidak, selama ini pejabat daerah selalu menyatakan Bali bebas virus Corona. Ada pula yang getol mengampanyekan Bali aman dikunjungi. Dari perspektif keselamatan masyarakat Bali, sikap tersebut memunculkan kesan pemerintah overprotektif terhadap sektor pariwisata. Netizen yang menyampaikan pendapatnya di akun Facebook @balipost pun tidak sedikit yang beranggapan pemerintah lebih mementingkan dolar daripada nyawa. Masalahnya, di saat negara-negara maju sudah membatasi pintu masuk atau menerapkan isolasi skala daerah bahkan nasional, Bali masih terkesan membuka diri. Di sisi lain, pemerintah sejak awal juga nampak gugup dan gagap dalam memberikan informasi terkait virus Corona, sehingga ada kesan kurang transparan. Sekarang, di tengah fakta temuan Covid-19, bagaimana sikap Bali? Apakah masih menggelar karpet merah bagi wisatawan, atau bersiap mengisolasi diri? Kita tunggu saja manuver pemerintah. Komang Bajing Hentikan dulu kampanye konyol ‘’Bali safe, Bali no Corona’’ karena itu akan mempermalukan diri sendiri. Karena kalau sudah seperti Italia dan Korea akan banyak korban jiwa dan krisis ekonomi. Mending fokus pencegahan dan penyelamatan jiwa saja dulu. Mari hidup seadanya dulu.

menghadapi virus ini

Rudi Ana Aduh-aduh, nyawa masyarakat dipertaruhkan demi pariwisata. Sudah puluhan tahun Bali jadi lumbung dolarnya Indonesia. Tolonglah kami masyarakat kasih bernapas dulu dengan menutup pintu pariwisata untuk mencegah virus Corona. Amerika, Italia, Korea dan Tiongkok saja kelabakan

Edy Janu Winarta Di balik berita buruk, dampak Covid-19 untuk Bali adalah mulat sarira, hening.

Ketut Mandala Kalau tersebar ke luar, di Bali ada pasien positif Corona tewas, tidak bisa dibayangkan bagaimana pariwisata di Bali. Semakin lama semakin sedikit turis yang datang ke Bali dan siap-siap gelombang PHK akan berlanjut.

Suastika Ternyata di Bali. Pemprov Bali harus mengambil tindakan ini sebelum menyebar di Bali. Supaya tidak sampai banyak kasusnya

baru tutup Balinya. Semoga rahayu jagat Bali. Made Laksana Suryawan Inilah yang ditakutkan WHO. Semoga setelah tanggal 25 Maret virus ini mereda dan lenyap dari Bali. Helminadia Ranford Dari tanggal 3 sampai 9 dirawat di RS swasta yang mana? Tanggal 9 pindah ke RSUP Sanglah. Nah, perlu ditelusuri dengan seksama RS swasta yang menangani sebelum ke Sanglah. Apakah para pekerja kesehatan yang kontak dengan pasien ini dalam keadaan sehat? Perlu tes lanjut supaya tidak ada lagi yang terinfeksi. Mari kita sama-sama

melindungi Pulau Bali.

tepat dan cepat.

Mastika Ketut Tetap waspada nggih.

Smara Jaya Yang saya tidak suka itu, ketika kejadiannya sudah begini, masih juga mengizinkan wisatawan kapal pesiar turun ke darat, bahkan keliling Kota Denpasar. Uang itu memang perlu, tetapi dalam situasi seperti ini, kehati-hatian tingkat tinggi perlu. Yang penting jangan panik dan takut. Tetapi hati-hati itu perlu, tidak gegabah itu perlu.

Ivan Ponna Ani Uang segalanya. Rudi Ana Apa menyebabkan pejabat Bali berani mempertaruhkan nyawa masih ngasih wisatawan masuk Bali? Padahal kalau di Bali sampai terjadi wabah Corona, bisa tidak terkendali dan bisa-bisa ribuan nyawa melayang. Tiongkok, Amerika, Italia saja tidak bisa mengendalikan, apalagi kita di Bali. Tolonglah, dengan segala hormat semua pejabat di Bali kasih solusi yang

Antara Sukartha Sebenarnya lebih baik mencegah dulu orang luar masuk Bali. Kalau sudah seperti ini, tinggal menunggu waktu saja, seperti bom waktu.

Pendidikan Setahun Kepemimpinan Rektor Sri Subawa

Undiknas Menuju ’’Techno Research Preneur University’’

SETAHUN masa kepemimpinan Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. berbagai terobosan sudah dilakukan. Tidak hanya itu, program selama lima tahun sudah disiapkan secara matang. Ditemui di kantornya, Kamis (12/3) kemarin, Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. menjelaskan, Undiknas memiliki tagline baru yakni ‘’Techno Reserch Preneur University’’. Implementasinya sudah dimulai di tahun pertama kepemimpinan pada tahun 2019. Yang mana saat itu pihaknya sudah membangun fundamental dari apa yang akan dibuat ketika menuju pada Universitas Research. Terutama dari sisi infrastruktur yakni fasilitas pendukung yang harus baik. ‘’Minat belajar dari mahasiswa harus

baik. untuk itu kami sudah membangun Smart Solution Hall. Yang terdiri dari social laboratory, multimedia, lab bahasa dan lab lainnya,’’ bebernya. Yang paling penting, katanya, harus ada payung hukum yakni peraturan Rektor untuk menuju Universitas Research. Salah satunya adalah memberikan kriteria apa yang sudah dibenahi termasuk penelitian, pendanaan dan rewardnya, sehingga tahun 2019 dan seterusnya untuk menuju itu sudah ada payung hukumnya. Untuk tahun 2020, lanjut Sri Subawa, dicanangkan sebagai tahun research. Yang mana seluruh fundamental terkait riset harus segera diselesaikan tahun ini. Dengan cara memberikan banyak pembelajaran materi ten-

LUKA bakar adalah rusaknya jaringan kulit atau tubuh lain akibat suhu tinggi. Umumnya disebabkan oleh sinar matahari, cairan panas, letupan api tabung gas atau kompor, sengatan listrik, zat kimia, asap panas dari kebakaran

gedung. World Health Organization (WHO) melaporkan 180.000 kematian di dunia tiap tahun akibat luka bakar, dua pertiga terjadi di negara ekonomi menengah ke bawah seperti Asia Tenggara dan Afrika. Per-

tang metodologi, baik kepada dosen maupun mahasiswa. Dari hasil review eksternal, menunjukkan bahwa harus dilakukan perbaikan persoalan-persoalan dalam penelitian. ‘’Sehingga ke depan tidak ada lagi permasalahan secara teknis,’’ katanya didampingi Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda. Lebih lanjut ditambahkan, tahun 2021 dicanangkan sebagai tahun Entrepreneur. Pada tahun tersebut, mahasiswa dan juga lembaga akan dibenahi dari sisi luaran agar mahasiswa setelah lulus bisa paham terkait entrepreneur. Di tahun 2022, program selanjutnya adalah dicanangkan sebagai tahun digital atau tahun teknologi. Meski

demikian, bukan berarti tahun ini belum mengarah ke sana. Tetapi, tahun 2022 nanti, segalanya harus sudah berbasis teknologi sebagai respons terhadap revolusi industri. ‘’Nanti berbasis teknologi semuanya,’’ yakinnya. Sementara tahun 2023, dicanangkan sebagai tahun internasionalisasi. Pencanangan ini agar segala sesuatunya bisa menuju internasional, double degre harus sudah tuntas. Kemudian pertukaran mahasiswa akan digiatkan lagi, sehingga mahasiswa asing akan lebih banyak lagi kuliah di Undiknas. Tidak hanya itu, bahkan dosen asing juga diharapkan bisa bertambah. Untuk tahun 2024, yang akan dilakukan adalah akreditasi internasional yang diakui oleh Kemendikbud. Ini sudah dicanangkan dan sudah siap di-

PERDIKNAS - Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. (kiri) bersama Ketua Perkumpulan Pendidikan Nasional (Perdiknas) Denpasar Dr. A.A. Ngurah Eddy Supriyadinata Gorda. lakukan. ‘’Itu lima tahun rencana Undiknas yang dicanangkan sejak tahun 2019 hingga tahun 2024. ini juga sudah dicanangkan

dalam rencana strategis Undiknas yang sudah disetujui oleh senat akademik tingkat universitas,’’ tutupnya. (ad351)

terbakar, lalu alirkan air bersih suhu sejuk (bukan es) pada luka selama 20 menit. Jika tidak ada air mengalir, luka bisa dilapisi dengan kain basah, diganti tiap dua menit sekali. Suhu air terlalu dingin berisiko untuk hipotermia (suhu tubuh turun). Keringkan luka dan balut dengan kain bersih. Jangan oles zat seperti lotion, minyak, atau odol karena akan memperburuk luka. Jika lukanya luas, amankan dari sumber panas lalu korban dibalut kain atau selimut untuk mencegah hipotermia. Segera pergi ke dokter di layanan medis terdekat setelah pertolongan pertama untuk tindakan lanjutan yang tepat terutama luka derajat 2 atau

3 dan ukuran lebih dari tiga sentimeter. Untuk derajat 1, bisa berikan gel mengandung lidah buaya dan obat pereda nyeri yang bisa dibeli tanpa resep. Lakukan pencegahan dengan meletakkan alat panas jauh dari jangkauan anak, cabut listrik jika alat tidak terpakai, dan gunakan pelindung diri saat menggunakan alat panas atau berlistrik. Pemulihan luka bakar derajat 1 kurang lebih 5 hari, 2-3 minggu untuk derajat 2 tetapi derajat 3 tergantung tindakan lanjutan dokter. Diharapkan peran kita dapat membantu meningkatkan pemulihan, mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat luka bakar. (ad345)

Memahami Lebih Dalam tentang Luka Bakar Oleh : dr. Ketut Bagus Deddy Maharya Wasudewa tolongan pertama sangat membantu dalam menyelamatkan dan mempercepat pemulihan. Luka bakar dibagi 3 derajat di mana semakin lama kontak panas, derajat meningkat. Derajat 1 tampak luka kemerahan dan nyeri. Umum diakibatkan sinar matahari. Derajat 2 tampak lepuhan, kemerahan, bengkak, basah dan nyeri. Sering diakibatkan cairan dan benda panas lainnya. Pada derajat 3 luka kering berwarna cokelat kehitaman, kasar, bengkak, dan rasa nyeri menghilang. Yang mematikan pada luka bakar

adalah penguapan cairan dari luka hingga timbul syok (gangguan sirkulasi), gangguan pernapasan akibat tenggorokan membengkak dari asap panas dan karbon monoksida, luka bakar di wajah dan kemaluan. Anak-anak dan lanjut usia dengan luka bakar lebih berisiko tinggi untuk terjadi perburukan. Menurut Australian and New Zealand Burn Association (ANZBA), pertolongan pertama yang dilakukan yaitu hentikan proses luka bakar dengan mengamankan korban dan penolong dari sumber panas, lepas pakaian yang

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Serahkan LKPD Tepat Waktu

BPK-RI Perwakilan Bali Apresiasi Pemkab Tabanan PEMERINTAH Kabupaten Tabanan menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tabanan Tahun 2019 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Daerah Bali di Aula Rapat Kantor BPK-RI Perwakilan Bali, Jalan Panjaitan No. 2 Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Kamis (12/3) kemarin. Laporan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan Tahun 2019 itu diserahkan secara langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan diterima langsung Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto. Bupati Eka saat itu didampingi Sekda Kabupaten Tabanan, Asisten Administrasi Umum, Inspektur Tabanan, Kepala Bapelitbang Tabanan dan Kepala Bakeuda Ta-

banan. Pada kesempatan itu, Bupati Eka mengucap syukur atas ketepatan waktu penyerahan Laporan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan ini. Sesuai ketentuan dan peraturan selambat-lambatnya tiga bulan setelah berakhirnya tahun anggaran, Laporan Keuangan Pemkab Tabanan itu harus disampaikan kepada pihak BPK. ‘’Pada hari ini kami menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tabanan Tahun 2019. Semua sudah disiapkan dan mohon ini menjadi suatu bahan dasar kita agar dapat memberikan laporan pertanggungjawaban yang baik,’’ ucap Bupati Eka sebelum menyerahkan laporan tersebut. Tidak lupa saat itu Bupati Eka mengucapkan terima kasih kepada tim dari BPK-RI

Perwakilan Bali, karena sudah melakukan pemeriksaan pendahuluan di Kabupaten Tabanan. Atas pemeriksaan tersebut, laporan Pemkab Tabanan jadi lebih baik lagi. ‘’Semoga laporan yang kami susun bisa dibantu diperbaiki menjadi lebih benar sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap mudah-mudahan memperoleh opini yang baik sebagaimana sebelumnya,’’ harap Bupati Eka. Ia mengakui mempertahankan hal yang baik itu sangat sulit. Tetapi, Bupati Eka yakin selama tim BPK selalu menyertai di dalam penyusunan laporan serta pihak Pemkab Tabanan selalu berkeinginan terus menjadi lebih baik, maka hal itu pasti terwujud. ‘’Karena yang namanya belajar kita tidak boleh berhenti, melainkan harus terus belajar. Kami harapkan

agar komunikasi, koordinasi dan bimbingan dari tim BPKRI Perwakilan Bali khususnya, bisa membantu kami di Tabanan,’’ pinta Bupati. Pada kesempatan itu, Bupati Eka juga meminta kepada pihak BPK agar membantu mencarikan solusi dalam penanganan pajak dan TPS3R. Bupati Eka juga menginstruksikan kepada jajaran pemkab yang hadir saat itu agar tahun ini di setiap kecamatan di Tabanan ada TPS3R. Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tabanan. Apalagi LKPD ini diserahkan secara langsung Bupati Tabanan yang memang diharapkan BPK penyerahan Laporan Keuangan itu paling lama pertengahan Maret 2020. ‘’Sesuai peraturan perundang-

LKPD - Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tabanan Tahun 2019 itu diserahkan langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dan diterima Kepala BPK-RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto. undangan maka BPK akan segera melakukan pemeriksaan lapangan,’’ ucapnya. Ia menambahkan, sesuai pemeriksaan internal tim BPK sebelumnya, ada beberapa hal koreksi meski-

pun tidak terlalu signifikan. Namun perlu dievaluasi dan diperbaiki. Ia berharap hal tersebut bisa segera ditindaklanjuti dalam pemeriksaan lapangan nantinya. ‘’Kami berharap bila ada

hal-hal yang ditemukan dalam pemeriksaan laporan keuangan itu, maka pemda bisa segera menindaklanjuti sebelum pekerjaan lapangan pemeriksaan berakhir,’’ imbuhnya. (ad347)

Pergeseran Waktu Penanaman, Pusat Mundurkan Bantuan Bawang Putih untuk Pupuan Tabanan (Bali Post) -

Tahun 2020 ini Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian mendapatkan bantuan pengembangan hortikultura bawang putih. Luasan tanaman bawang putih itu mencapai 120 hektar. Awalnya akan disebar di tiga kecamatan yakni Pupuan, Baturiti dan Penebel. Namun karena adanya pergeseran waktu alias masa penanaman, khusus kawasan di Kecamatan Pupuan terpaksa ditunda. Kepala Bidang Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tabanan Wayan Suandra, Kamis (12/3) kemarin mengatakan, pergeseran masa tanam pada petani di Kecamatan Pupuan itu dikarenakan faktor cuaca. Biasanya pada bulan Januari - Februari seharusnya sudah mulai waktunya atau masa menanam. Hanya sampai saat ini masih kekurangan air. ‘’Meski sudah musim hujan, waktu tanamnya banyak yang digeser. Karena tidak bisa mengolah akibat interval hujannya belum merata. Demikian juga intensitasnya belum tinggi. Jadi belum sampai ke lahan petani sudah habis,’’ terang Wayan Suandra. Tahun ini bantuan KAWASAN HORTIKULTURA - Salah satu pengembangan kawasan hortikultura di Kabupaten Tabanan dari ang- pengembangan hortikultura garan pusat tahun 2019. untuk komoditi bawang putih

Kurang, Tenaga Medis Pasien Infeksi Tabanan (Bali Post) Penanganan pasien dalam pengawasan Covid-19 tentunya membuat tim medis khususnya para perawat yang bertugas di ruang isolasi rumah sakit harus bekerja ekstra keras. Dalam situasi saat ini benar-benar diperlukan tenaga medis yang terlatih untuk bisa menangani pasien infeksi virus covid -19 itu. Kenyataannya, tenaga medis terlatih masih minim dan mendesak harus segera dtambah. Di BRSU Tabanan misalnya, saat ini jumlah tenaga medis perawat sebanyak 106 tenaga medis perawat yang sudah dilatih. “Itu untuk jaga-jaga. Namun mereka sudah punya tugas masing-masing,” ungkap Direktur BRSU Tabanan, dr. Nyoman Susila, Kamis (12/3) kemarin. Meski terkesan banyak, jumlah ini dirasa masih kurang. Masih

banyak diperlukan tenaga perawat terlatih untuk bisa menangani pasien covid -19 itu. Karena selain siaga untuk kasus virus Corona, perawat kini merawat pasien DBD baik suspect maupun positif DBD. “Jumlah tenaga perawat terlatih masih kurang dan harus ditambah, apalagi dalam situasi seperti ini,” ungkapnya. Adanya informasi kemungkinan permintaan perawat terlatih menangani pasien infeksi virus dari rumah sakit lain di Bali, dr. Susila mengaku, sejauh ini memang belum ada permintaan. Hanya saja jika nanti ada perintah memperbantukan tenaga perawat terlatih ke rumah sakit lain, tentu saja harus dilaksanakan. “Kalau itu perintah mau tidak mau harus dilakukan, tetapi sejauh ini belum ada permintaan untuk itu,” katanya. (kmb28)

seluas 120 hektar. Angka ini jauh menurun dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 225 hektar. Bantuan ini diberikan pada kelompok, sesuai pengajuan proposal dari petani yang kemudian diverifikasi untuk kecocokan lahan. ‘’Awalnya akan ditanami kawasan bawang putih di lahan 120 hektar di Pupuan. Akhirnya kemudian digeser ke Penebel dan Baturiti,’’ terangnya. Di mana untuk realisasi bantuan di tahun 2019 seluas 225 hektar di Kecamatan Pupuan, Penebel dan Baturiti, mampu menghasilkan ratarata 5-6 ton per hektar dari target semestinya 8-10 ton per hektar. ‘’Produksi tahun lalu hasilnya tidak maksimal. Bahkan beberapa tidak bisa dijadikan benih karena kualitasnya kurang,’’ ucapnya. Dari hasil produksi itu,

sesuai aturan Kementan, sepertiga dipergunakan untuk bibit benih. Sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. ‘’Tahun lalu sebanyak 20,5 ton hasil produksi dijadikan benih. Benih itu dikerjasamakan dengan penangkar di Jawa Timur. Sebab, Tabanan sendiri belum punya izin kompetensi jadi penangkar,’’ terangnya. Selain bantuan pengembangan hortikultura bawang putih itu. Dari data Dinas Pertanian, kawasan bawang merah seluas 25 hektar itu jadi bantuan pusat lainnya. Sedangkan kawasan sayuran daun 20 hektar dan kawasan aneka cabi 61 hektar (cabai besar 28 hektar dan cabai rawit 33 hektar), kawasan tanaman obat 25 hektar, dan kawasan manggis 160 hektar. (kmb28)

Polisi dan Warga Lakukan Bedah Rumah MERASA prihatin terhadap kondisi rumah yang tidak layak huni yang ditempati Ni Ketut Suprig, salah seorang warga Banjar Cau Belayu, Desa Cau Belayu, Kecamatan Marga itu, Polsek Marga bersama jajaran melakukan rehab rumah, Kamis (12/3) kemarin. Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Marga Polres Tabanan AKP I Gusti Made Sudarma Putra. Tidak hanya dari unsur kepolisian, kegiatan bedah/rehab rumah milik Ketut Suprig itu dibantu kepala Dinas Banjar Cau Belayu, Kepala Dinas Banjar Babakan, Kepala Dinas Padangaling, Kepala Dinas Seribupati Desa Cau Belayu dan sejumlah warga masyarakat. Kegiatan rehab itu diawali menurunkan genteng dan atap kayu yang sudah lapuk sebelum dilakukan rehabilitasi dan memperbaiki kembali. Kapolsek Marga AKP I Gusti Made Sudarma Putra mengungkapkan bedah rumah itu dilakukan sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat. Polsek Marga melakukan beberapa kegiatan sosial dengan menggandeng relawan Bali. (bit)

BEDAH RUMAH - Kegiatan bedah/rehab rumah salah satu warga di Kecamatan Marga yang sudah tidak layak huni.

Antisipasi Covid-19

Tiga Tempat Wisata Siapkan ’’Hand Sanitizer’’ di Pintu Masuk SEJUMLAH daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan menyediakan hand sanitizer alias cairan pembersih tangan di pintu masuk kawasan objek wisata itu. Penyediaan hand sanitizer itu sebagai salah satu upaya mencegahan potensi penyebaran virus Corona alias Covid-19. Selain di TDW Tanah Lot, di mana lagi disiapkan hand sanitizer itu dalam upaya mengantisipasi Covid-19?

HAND SANITIZER - Sejumlah wisatawan yang berkunjung ke objek wisata telah disediakan hand sanitizer di tiap pintu masuk, salah satunya di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri.

Penyediaan hand sanitizer di Tabanan itu sudah diberlakukan di tiga DTW favorit yakni Tanah Lot, Ulundanu Beratan dan Jatiluwih. Di Tanah Lot, misalnya, Manager Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengatakan penyediaan hand sanitizer itu sudah sejak bulan Februari 2020. ‘’Kami sediakan di dua titik pintu checking dan empat lagi di gate tiket,’’ ucapnya, Kamis (12/3) kemarin. Demikian juga di areal fes-

tival yang akan digelar mulai tanggal 13 Maret sampai 15 Maret 2020 juga disediakan pos kesehatan serta penyediaan hand sanitizer. Hal ini sekaligus juga sebagai upaya mengedukasi pengunjung festival agar mereka menjaga pola hidup bersih, dan sehat. Tentunya dapat mencegah terjangkitnya Covid-19. Apalagi sampai saat ini sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Tabanan memang masih dikunjungi wisatawan asing. ‘’Namun alat cek suhu tubuh

sejauh ini masih belum ada. Karena di bandara sudah diberlakukan pengawasan bagi wisatawan yang datang, upaya pencegahan ya… hanya dengan penyediaan hand sanitizer,’’ terangnya. Menurutnya, petugas checking terkadang yang menawarkan hand sanitizer itu, namun tidak sedikit wisatawan langsung menanyakan kesediaan hand sanitizer tersebut. Hal serupa yang dilakukan di DTW Jatiluwih. Manager Operasional I Nengah Sutirtayasa mengatakan, di objek wisata Jatiluwih ini dari data kunjungan khususnya wisatawan mancanegara relatif normal. Bahkan, ada kenaikan dari yang sebelumnya rata-rata di angka 300-400 per hari. Saat ada di angka 500 pengunjung mancanegara yang didominasi wisatawan Eropa. ‘’Masih seperti biasa, justru

meningkat dari kunjungan tahun lalu pada bulan sama,’’ ucapnya. Untuk penyediaan hand sanitizer itu, kata Sutirtayasa, juga disiapkan secara terpusat di tourist information atau pintu masuk wisatawan sebelum kegiatan trekking. Begitupun di DTW Ulundanu Beratan. Manager Operasional Wayan Mustika mengatakan, di DTW-nya diterapkan hal serupa. ‘’Kami belum ada alat cek suhu tubuh. Hanya sebatas penyediaan sabun cuci tangan dan hand sanitizer,’’ pungkasnya. Terkait apakah ada rencana penyediaan alat cek pengukur suhu tubuh di kawasan objek wisata itu, Kepala Dinas Pariwisata I Gede Sukanada pun hanya menjawab singkat. ‘’Hal ini sudah kami koordinasikan di level provinsi saat rapat kemarin,’’ terangnya. (bit)


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Penandatanganan MoU Kejari Gianyar dengan Perbekel Se-Kabupaten Gianyar

PENANDATANGANAN - Suasana penandatanganan nota kesepahaman di bidang keperdataan dan tata usaha negara antara perbekel dengan Kejaksaan Negeri Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (12/3) kemarin. GUNA mencegah penyalahgunaan dana desa, perbekel se-Kabupaten Gianyar kini mendapat pendampingan Kejaksaan Negeri Gianyar. Hal ini terungkap saat penandatanganan nota kesepahaman di bidang keperdataan dan tata usaha negara antara perbekel dengan Kejaksaan Negeri Gianyar di Balai Budaya Gianyar, Kamis (12/3) kemarin. ‘’Pelaksanaan nota kesepahaman ini sebagai komitmen Kejaksaan RI memberikan dukungan kepada pemerintahan desa untuk bisa menjalankan

tugas dan fungsi sesuai dengan peraturan,’’ ujar Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar Agung Mardiwibowo, S.H. saat memberikan sambutan. Dukungan tersebut, kata Agung Mardiwibowo, pemerintah desa bisa memanfaatkan jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) untuk mengawal pemanfaatan dana desa agar selalu tepat sasaran. Sebab, banyaknya sumber dana yang masuk desa tentu rentan terjadi penyalahgunaan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Selain itu, dukungan diberikan

jika terkait masalah hukum. Sebab, dalam menjalankan roda pemerintahan desa tentu ada saja permasalahan yang dihadapi. ‘’Jika ini terjadi, maka jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) dapat dimanfaatkan sebagai solusi pemecahan masalah,’’ imbuh Agung Mardiwibowo. Sementara itu, Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Mayun membacakan sambutan Bupati Gianyar menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah pencegahan dari pemerintah daerah, pihak kejaksaan dan pihak terkait untuk memberikan rasa aman bagi kepala desa dalam pengelolaan keuangan desa. Hal ini mengingat desa mendapat dana desa yang setiap tahun meningkat. Bupati Gianyar juga mengajak semua perbekel melaksanakan tata kelola keuangan desa khususnya dana desa agar sesuai dengan ketentuan. Apalagi tahun 2020, dana desa di Gianyar pertama kali cair 60% sebesar Rp 37 miliar ke rekening kas desa. Acara penandatanganan tersebut dihadiri perbekel seKabupaten Gianyar, Kejaksaan Negeri, organisasi perangkat daerah dan pihak terkait lainnya. Setelah penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan sosialisasi Jaksa Pengacara Negara oleh Kasi Datun Kejari Gianyar Martina P, S.H., MBA. kepada 64 perbekel se-Kabupaten Gianyar. (ad346)

HUT Ke-32 WHDI Kabupaten Gianyar

Wujudkan Wanita Hindu Mandiri

HUT - WHDI Kabupaten Gianyar saat memperingati HUT ke-32 WHDI bertajuk ‘’Wanita Hindu Mandiri, Berdaya Mewujudkan Generasi Unggul’’ di Pendopo Kantor Bupati Gianyar, Kamis (12/3) pagi. WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Gianyar menggelar pemotongan tumpeng serangkaian HUT ke-32 WHDI bertajuk ‘’Wanita Hindu Mandiri, Berdaya Mewujudkan Generasi Unggul’’ di Pendopo Kantor Bupati Gianyar, Kamis (12/3) pagi. Acara ini dihadiri Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selaku Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar sekaligus Penasihat WHDI Gianyar, Ny. Diana Dewi Agung Mayun selaku Ketua WHDI Gianyar, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua Gatriwara Persatuan dan Ketua WHDI Kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Ny. Diana Dewi Agung Mayun selaku Ketua WHDI Gianyar dalam sambutannya menjelaskan, tema yang

diambil dalam HUT WHDI kali ini memiliki arti untuk membangkitkan kesadaran semua anggota WHDI untuk menjadi istri yang tangguh, inovatif, kreatif, percaya diri dan bisa menjadi generasi yang membanggakan untuk ikut mewujudkan terlaksananya Indonesia maju. Dikatakan, WHDI sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang berlandaskan Tri Hita Karana dan Catur Purusa Artha. ‘’Tanggung jawab WHDI sangat besar, yakni untuk melestarikan adat budaya Bali yang sudah terkenal di kancah dunia,’’ ujar Ny. Diana Dewi Agung Mayun. Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra selaku Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar sekaligus Penasihat WHDI

Gianyar mengucapkan terima kasih kepada WHDI Kabupaten Gianyar sudah selalu bersinergi dengan serangkaian kegiatan TP PKK Kabupaten Gianyar. Ditegaskan, WHDI memang memiliki kegiatan yang khusus untuk membina wanita-wanita Hindu. Visi utama yang selalu diemban WHDI adalah mewujudkan wanita Hindu yang cerdas, mandiri, dan berbudi pekerti luhur dengan budaya organisasi modern. ‘’Modern di sini menjadi acuan, karena dengan menjadi WHDI modern akan membuat WHDI, khususnya Kabupaten Gianyar, menjadi eksis,’’ terang Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. WHDI juga memiliki misi yang harus terlaksana, yakni mempromosikan citra WHDI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan, meningkatkan kualiatas SDM wanita Hindu dan memperjuangkan hak-hak perempuan tanpa diskriminatif serta mengembangkan kegiatan sesuai dengan perkembangan zaman dan kearifan lokal. Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra berharap WHDI Kabupaten Gianyar tidak kalah dengan WHDI kabupaten lain, untuk ke depan membawa organisasi ini semakin eksis melalui program dan kegiatankegiatan yang memberikan manfaat bagi pelestarian adat dan budaya, seperti ngayah ke pura, memberikan ceramah keagamaan serta memberikan pelatihan bebantenan maupun peningkatan skill untuk wanita Hindu. (ad349)

Diduga DBD, Warga Batuan Meninggal

Bali Post/kmb35

FOTO - Made Agung Arianti menunjukkan foto suaminya semasih hidup. Gianyar (Bali Post) Demam Berdarah Denggue (DBD) kembali memakan korban jiwa. I Wayan Tirta Bawa asal Banjar Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati diduga meninggal dunia akibat DBD. Korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong dan mengembuskan napas terakhirnya, Minggu (1/3) lalu. Istri korban, Made Agung Ariati, saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/3) kemarin mengungkapkan, sehari sebelum meninggal, Wayan Tirta sempat mengalami panas badan naik-turun. Bahkan dua hari sebelumnya, mereka sempat

ngiring sasuhunan saat hari raya Kuningan. “Saat Kuningan, dia (korban - red) sempat ngiring sama saya,” katanya. Usai maturan pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, Wayan Tirta mengalami demam. Setelah itu ia pun diajak ke Rumah Sakit Premagana untuk diberikan penanganan medis. Dikatakan, saat itu suhu tubuh suaminya hingga 40 derajat Celsius dan trombositnya naik-turun. Saat ada di ruang UGD, karena panas tubuhnya sudah membaik sehingga dibawa ke ruangan pasien pada umumnya. Namun, saat itu kondisi Tirta Bawa semakin kritis dan

akhirnya meninggal dunia. “Waktu di rumah sakit hanya setengah hari saja, trombositnya 14 dan badannya membiru akibat pembuluh darah pecah,” paparnya. Jenazah Tirta Bawa selanjutnya dikubur pada Senin (2/3) lalu di kuburan desa setempat. Sehari-hari, korban yang meninggal dunia karena diduga kena DB itu bekerja sebagai perajin tapel (topeng) barong di rumahnya. “Penyebab pasti meninggalnya itu karena DB atau penyakit lain, belum bisa dipastikan karena belum cek tubuh bagian dalam,” imbuhnya. Sementara itu, Klian Dinas Banjar Puaya, I Nyoman Darma Kawit, mengatakan pihaknya sudah berupaya menyikapi kasus ini dengan berkoordinasi ke Dinas Kesehatan Gianyar. Dikatakan, Dinkes telah membantu melakukan fogging pascakejadian. “Dari Puskesmas Sukawati sudah melakukan fogging minggu lalu dan hari ini,” katanya. Diungkapkan, di Banjar Puaya sudah ada tiga warga yang terjangkit DB. Oleh karena itu, pihaknya mewantiwanti kepala rumah tangga dan lima kader jumantik di banjar setempat agar mulai waspada. Caranya dengan memastikan tidak ada jentik nyamuk pada genangan air. “Kasus pertama sekitar Februari lalu, yang kena anak usia 14 tahun tapi sudah sembuh. Sekarang masih satu dirawat di Rumah Sakit Sanjiwani,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

LENGANG - Suasana di kawasan Catus Pata Ubud yang beberapa bulan lalu selalu padat, tampak lengang, Kamis (12/3) kemarin.

Diduga Sempat Menginap di Gianyar

Diskes Telusuri Jejak WNA Positif Covid-19

Gianyar (Bali Post) -

Pemerintah kini sedang menelusuri perjalanan pasien warga negara asing (WNA) yang meninggal setelah positif Corona di RSUP Sanglah. Sebab, ada dugaan WNA tersebut sempat menginap di salah satu hotel di wilayah Kabupaten Gianyar. Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati, mengatakan hal itu, Kamis (12/3) kemarin. Menurut Cahyani Widyawati, saat ini jajarannya sedang melakukan penelusuran di wilayah Gianyar, terkait kontak dari pasien positif Covid-19 tersebut. Ditegaskan, pihaknya melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka yang diduga sempat terjadi kontak erat. ‘’Kami menelusuri kontak dari pasien positif (tracking), untuk memantau kondisi kesehatan mereka apabila ada kontak erat,’’ katanya. Dikatakan, upaya yang dilakukan berupa pengawasan hingga pengambilan sampel. Upaya ini berkaitan dengan memutus rantai penularan. ‘’Kami lakukan pengawasan dan pengambilan sampel. Hal ini berkaitan dengan upaya memutus mata rantai penularan dan kegiatan surveillance,’’ tegasnya.

Cahyani Widyawati menambahkan, mereka yang diketahui sempat menjalin kontak dengan pasien Covid-19 ini dianjurkan untuk tidak ke tempat umum dalam dua minggu ke depan. ‘’Upaya pemantauan kami lakukan dengan menganjurkan orang tersebut selama 14 hari tidak berada di tempat umum (dirumahkan - red),’’ katanya. Lantas siapa saja yang pernah kontak dengan pasien positif Covid-19 tersebut? Cahyani Widyawati menegaskan, pihaknya masih melakukan penelusuran. ‘’Masih ditelusuri,’’ katanya. Disinggung informasi terkait WNA positif Covid-19 yang diduga pernah menginap pada salah satu hotel di seputaran Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Cahyani Widyawati mengaku tidak punya

kewenangan menjawab hal itu. ‘’Untuk masalah pasien positif, hanya pihak provinsi yang berwenang menyampaikan. Maaf, kami masih telusuri dengan sistem surveilance siapa pun yang dalam pengawasan,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Ketua PHRI Gianyar Pande Mahayana Adityawarman mengatakan, pada 2019 hingga awal 2020 ini, WNA yang menginap di Gianyar tergolong tinggi, sehingga cukup sulit untuk ditelusuri jejak WNA yang meninggal setelah positif Corona di RSUP Sanglah tersebut. Selain itu, identitas lengkap tamu juga jarang diberikan. ‘’Jadi, cukup sulit melakukan cross check ke teman-teman pemilik hotel di Gianyar. Apalagi, data yang ada hanya nomor 25 (nomor pasien Covid 19 - red),’’ ujarnya. Terkait okupansi hotel di Ka-

bupaten Gianyar, katanya, memasuki Februari hingga Maret ini memang dalam kategori low session. Namun karena adanya keresahan akibat Covid-19, kunjungan wisatawan semakin lesu. ‘’Okupansi untuk Maret ini masih pada angka 30 persen hingga 40 persen,’’ katanya. Mahayana Adityawarman menambahkan, kasus Covid-19 kini sedang meningkat drastis. Menurutnya, di luar negeri kegiatan yang melibatkan banyak orang sudah mulai dilarang. Selain itu, kebanyakan orang yang memililki gejala flu diminta untuk karantina diri di rumah. ‘’Saya rasa ini adalah tindakan preventif. Terpenting adalah semua menjaga kesehatan dan sering-sering cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer,’’ ujarnya. Sementara itu, pantauan di kawasan wisata Ubud, lalu lintas nampak lengang. Terutama di seputaran Catus Pata Ubud yang biasanya selalu dipadati wisatawan. Namun, masih terlihat sejumlah wisatawan yang lalu-lalang berjalan kaki. (kmb35)


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Budaya

Senator RI Hadiri Bakti Sosial di Pura Gunung Putri Bogor

Di Luar Bali, Wedakarna Minta Tidak Ada Pelarangan Ogoh-ogoh Terkait Virus Corona PERNYATAAN tegas disampaikan Senator DPDRI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terkait adanya informasi di sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di luar Bali yang berniat membatalkan pawai ogoh-ogoh terkait wabah Corona. Senator Arya Wedakarna (AWK) meminta kepada seluruh pemerintah tidak menunjukkan sikap panik, apalagi dikaitkan dengan upacara dan ritual agama. ‘’Sejumlah umat sudah melaporkan kepada DPD bahwa ada isu pawai ogohogoh akan dilarang. Menurut saya kebijakan itu harus ekstra hati-hati karena

menyangkut upacara Hindu yang dilaksanakan setahun sekali. Kita tahu pawai ogoh-ogoh itu adalah salah satu rangkaian dan tradisi Nyepi apalagi di luar Bali. Semangat anak-anak muda Hindu baik suku Bali dan lainnya bergotong royong membuat ogoh-ogoh sejak berbulan-bulan sebelumnya. Jadi momentumnya kurang tepat kalau pawai ogoh-ogoh itu dikaitkan dengan virus Corona,’’ ungkap AWK. Maka dari itu, AWK meminta kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota agar berkoordinasi dan konsultasi pada PHDI sebelum mengeluarkan kebijakan. ‘’Sepatutnya pihak

panitia Nyepi lokal dan PHDI juga harus proaktif membela kepentingan umat. Bisa jadi pelarangan ini hanya kedok belaka karena memang tidak toleran pada minoritas. Tahun lalu sudah dilarang karena ‘masa kampanye’ katanya. Dan sekarang dilarang lagi dengan alasan Corona. Entah bagaimana lagi tahun depan. Perlu diselidiki apa sebenarnya motif pelarangan yang sesungguhnya. Apalagi dari catatan saya ada beberapa kabupaten dan kota di luar Bali yang terkenal track record-nya kurang friendly terhadap minoritas. Semoga bisa d it a ng g ula ng i,’ ’ ung ka p

Antisipasi Covid-19

Pengelola ’’Boat’’ Harus Tetap Waspada Semarapura (Bali Post) Pascameninggalnya satu pasien positif Covid-19 di RSUP Sanglah, seluruh pintu masuk Klungkung kembali meningkatkan kewaspadaan. Seperti pada lingkungan pelabuhan rakyat sebagai tempat transportasi fast boat. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Kamis (12/3) kemarin langsung turun ke Pelabuhan Rakyat Tribuana Desa Kusamba, Dawan, agar segenap pengelola boat meningkatkan kewaspadaannya, dengan melakukan upayaupaya pencegahan. Bupati Suwirta ingin memastikan kesiapan pelabuhan maupun pihak pengelola boat bagaimana mengantisipasi mewabahnya virus Corona ini di Bali. Sebab, belakangan kekhawatiran masyarakat meningkat setelah virus Corona ini mulai memakan korban di Bali. Selain mengecek kesiapan pelabuhan, Bupati Suwirta meminta warga agar jangan panik. Dia minta warga tetap tenang, melakukan kegiatan. Seperti biasa namun tetap waspada.

bisa menjadi inspirasi bagi kerukunan umat beragama di Indonesia,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Tanggapan Senator AWK terkait merebaknya virus Corona dan Nyepi? ‘’Umat Hindu sudah punya tradisi, ada upacara untuk memohon bantuan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, terkait terjadinya wabah itu. Maka lakukanlah itu, tetapi digelar dengan sederhana saja. Kewaspadaannya harus tetap dijaga. Pelaksanaan Nyepi saat ini dilakukan sederhana dan penuh mulat sarira,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center of Indonesia ini. (ad353)

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna hadir mendampingi Ketua Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya dan Bupati Bogor Hj. Ade Munawaroh Yasin, S.H., M.H.

Setelah Berlibur ke Nusa Penida

Satu WNA Dicurigai Terpapar Covid-19 Semarapura (Bali Post) -

PELABUHAN KUSAMBA - Penumpang saat turun dari boat di Pelabuhan Rakyat Tribuana Kusamba. Dalam kunjungan itu, Bupati Suwirta yang didampingi Kadis Perhubungan Nyoman Sucitra meminta pengelola boat supaya rutin melakukan penyemprotan di dalam fast boat. Agar pencegahan itu efektif, dia meminta menggunakan cairan alkohol 70 persen atau desinfektan. Ini dilakukan untuk membunuh serta mencegah berkembangnya segala jenis virus dan mikro-organisme berbahaya. ‘’Lakukan itu secara rutin. Mari sama-sama lakukan pencegahan,’’ tegasnya.

Di areal pelabuhan dan di dalam fast boat itu supaya ditempatkan cairan desinfektan dalam kemasan botol. Bupati berharap warga senantiasa mengikuti arahan pemerintah daerah. Itu penting, guna mencegah korban terpapar virus Corona. Tidak hanya di Pelabuhan Tribuana, langkah-langkah serupa juga agar dilakukan di pelabuhan rakyat lainnya. Petugas Dinas Kesehatan dan Tim Surveilen diharapkan turun ke setiap pelabuhan rakyat Nusa Penida. (kmb31)

’’Fast Boat’’ Tolak Evakuasi WNA Dicurigai Terpapar Covid-19 di Nusa Penida

ADANYA WNA yang dicurigai terpapar Covid-19 saat berlibur ke Nusa Penida, membuat masyarakat di wilayah kepulauan itu dilanda ketakutan. Setelah menerima informasi itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengaku sempat memilih opsi cepat yakni mengerahkan fast boat untuk mengevakuasi cepat WNA ini ke RS rujukan. Tetapi, Bupati Suwirta mengatakan, fast boat yang ada di Nusa Penida itu tidak ada yang berani mengangkutnya. Mereka takut ikut terpapar Covid-19. ‘’Saya waktu itu bergerak cepat menghubungi langsung jasa fast boat yang terdekat. Tetapi, tidak ada yang berani mengangkutnya. Makanya, terpaksa saya kerahkan kapal roro dalam keadaan kosong,’’ kata Bupati Suwirta saat ditemui di ruang kerjanya didampingi Sekda Gede Putu Winastra, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Klungkung Ida Ayu Megawati, Kamis (12/3) kemarin. Setelah digunakan mengevakuasi WNA, Bupati Suwirta

Senator AWK. Terkait perayaan Nyepi Nasional 2020 itu, Senator AWK memberikan apresiasi terhadap PHDI Pusat dan Panitia Nasional yang sudah melaksanakan serangkaian acara perayaan Nyepi Nasional. Seperti kegiatan di Pura Gunung Putri Bogor dan juga rencana Seminar Nasional di Kementerian Pertahanan RI serta juga ada acara Tawur di Prambanan serta Dharma Shanti Nasional di Markas Kopasus. ‘’Saya berikan apresiasi kepada semua tokoh Hindu di Nasional yang bahu-membahu dan gotong royong menyukseskan Nyepi Nasional 2020. Semoga

PENJELASAN - Bupati Suwirta saat memberikan penjelasan perihal penanganan WNA dari Nusa Penida. memastikan kalau kapal roro itu sudah dibersihkan dengan penyemprotan cairan desinfektan, sehingga steril dari segala virus yang membahayakan. Dia memastikan kapal roro tentu selanjutnya aman dimanfaatkan warga melakukan penyeberangan. ‘’Tidak perlu khawatir, nanti naik kapal roro terpapar virus Corona. Kapalnya sudah ditangani, dibersihkan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Perlu diingat WNA ini belum positif Corona,’’ tegasnya. Setelah memastikan WNA perempuan berusia 20 ta-

hun ini dievakuasi ke RSUD Klungkung dengan baik, pihaknya sudah menugaskan Dinas Kesehatan dan Tim Surveilen mengecek tempatnya menginap. Dan dengan siapa saja dia sempat kontak langsung. Di mana dia menginap. Hal itu masih dirahasiakan. Tetapi upaya pencegahan sudah dilakukan dengan penyemprotan cairan disinfektan. ‘’Ada satu temannya lagi yang masih dalam pemantauan. Dia diajak berlibur ke Nusa Penida dan sedang kami pantau,’’ tegas Suwirta. (gik)

SOSOK ’’Nyujuh Atma Kertih’’ VISI ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ telah diimplementasikan di setiap desa adat di Bali. Visi membangun dari Pemprov Bali itu, telah dijabarkan dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian tradisi dan budaya. Namun, implementasi program ini di setiap desa dirasakan masih belum ‘’tajam’’. Tidak hanya sebatas melestarikan tradisi budaya, tetapi seyogianya kegiatannya mampu menyentuh kesadaran budhi setiap krama desa adat. Demikian disampaikan Bendesa Madya Majelis Desa Adat (MDA) Klungkung Dewa Made Tirta, belum lama ini. Menurutnya, kegiatan terkait program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ itu sudah terlaksana cukup baik di setiap desa adat. Namun, sasarannya perlu diperdalam agar menyentuh hati, jiwa dan kepribadian masyarakat Bali. Sehingga mampu berimbas lebih jauh terhadap meningkatnya kualitas manusia Bali. ‘’Misalnya saat pelaksanaan Bulan Bahasa Bali. Contoh sederhana ada kegiatan Masatua Bali, mengambil ide cerita ‘I Siap Selem’, ‘I Men Sugih lan Men Tiwas’, serta banyak lagi cerita berbahasa Bali lainnya. Filsafat dan pemaknaannya harus dibedah, agar mampu mengedukasi dengan dasar-dasar keluhuran maknanya. Bukan semata-mata kegiatan yang sifatnya festival,’’ kata Dewa Tirta. Belum lagi kalau bicara aksara Bali. Seluruh umat Hindu di Bali menggunakannya. Sejak baru lahir, upacara tiga bulanan, membuat bangunan, mengikuti upacara pawintenan, bahkan sampai mati juga menggunakan aksara Bali. Pemahaman yang lebih dalam ke arah pribadi umat itu sendiri, dalam kaitan penggunaan aksara ini nampak belum sampai. Sebab, sejauh ini penerapan aksara Bali baru sebatas lomba nyurat aksara Bali. ‘’Memangnya sudah pernah desa adat mengajar nyurat aksara Bali? tetapi kok sudah dilombakan. Apalagi, kalau bicara manfaatnya. Tapi kalau di desa dinas penyelenggaraannya masih sedikit nyambung, karena ada Penyuluh Bahasa Bali yang memberikan pelatihan di SD,’’ kata Dewa Tirta yang juga guru SMAN 2 Semarapura ini. Menyikapi persoalan ini, Dewa Tirta mengaku akan memberikan evaluasi kepada seluruh bendesa adat terkait pelaksanaan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, agar sesuai tujuan utamanya, yakni Nyujuh Atma Kertih. (gik)

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta akhirnya membuka cerita penanganan salah satu WNA yang dicurigai terpapar Covid-19, Kamis (12/3) kemarin. Dia menjelaskan, WNA berjenis kelamin perempuan berusia 20 tahun itu dicurigai perpapar Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan medis di RS Pratama Nusa Penida, Rabu (11/3) siang. Setelah menerima informasi itu dari Dinas Kesehatan, pihaknya langsung merencanakan evakuasi menggunakan Kapal Roro Nusa Jaya Abadi. ‘’Saya sempat waswas, pihak Pelabuhan Padangbai tidak mau menerima, sehingga saya secepatnya koordinasi dengan pihak KSOP Padangbai. Kami menggunakan kapal roro yang dalam keadaan masih kosong,’’ jelas Bupati Suwirta didampingi Sekda Gede Putu Winastra, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma dan Sekretaris Dinas Kesehatan Ida Ayu Megawati.

Upaya ini untuk mengikuti protokoler pusat, agar tetap mampu memberi rasa tenang dan aman kepada masyarakat. Dia meluruskan, pihaknya bukan bermaksud menutup-nutupi kasusnya, meski sudah viral. Setelah sampai di Pelabuhan Padangbai, WNA ini langsung diangkut ambulans KRISS kemudian diantar ke RSUD Klungkung, sebelum dibawa ke RS rujukan di RSUP Sanglah. Dia langsung

masuk ke ruang isolasi. Ruang isolasi ini ada di basement gedung RSUD, sehingga aman dan terisolir, layak sebagai tempat isolasi. Saat itu WNA ini datang dengan keluhan batukbatuk. Infus yang terpasang dari RS pratama itu dilanjutkan dengan pemberian obat. ‘’Tadi pagi sudah kembali diobservasi. Kondisinya sudah membaik dan stabil, sehingga infusnya dibuka. Rencananya pasien akan

dirujuk ke RSUP Sanglah dalam tiga jam ke depan. Kami sudah menerima konfirmasi, bahwa WNA ini sudah bisa dirujuk. Di sana dilanjutkan pemeriksaan laboratorium,’’ katanya. Dia sudah berada di Nusa Penida sejak 9 Maret lalu. Sebelum berlibur ke Nusa Penida, Bupati Suwirta mengatakan bahwa dia sempat berlibur ke Singapura, sehingga dia dicurigai terpapar Covid-19 di sana. Tetapi, pihaknya belum bisa memastikan itu, karena menjadi kewenangan pusat. Sekretaris Dinas Kesehatan Ida Ayu Megawati menegaskan bahwa WNA itu statusnya saat ini masih PDP (Pasien Dalam Pengawasan). (kmb31)


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Besakih ’’Nyejer’’ 21 Hari Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih 2020 akan nyejer selama 21 hari. Pelaksanaan karya lebih dulu akan diawali dengan pelaksanaan upacara ngaturang pamiyut, negtegang, ngunggahang sunari dan pangrajeg lan pangemit karya pada Selasa, 17 Maret nanti. Dikonfirmasi, Kamis (12/3) kemarin, Panitia Karya IBTK Jro Mangku Widiartha mengungkapkan, pelaksaan Tawur Tabuh Gentuh dan Karya IBTK di Pura Agung Besakih 2020 akan nyejer

selama 21 hari. Yakni dimulai pada puncak karya pada 7 April sampai dengan 28 April mendatang. ‘’Untuk mengawali karya, lebih dulu akan melakukan upacara ngaturang pamiyut, negtegang, ngunggahang sunari dan pangrajeg lan pangemit karya pada Selasa 17 Maret. Untuk sarana upacara negtegang sudah dibagi ke masing-masing krama yang mendapatkan bagian untuk membuat banten di rumahnya masing-masing,’’ ujarnya. Menjelang pelaksanaan karya, katanya, krama Desa Adat Besakih akan terus ngaturang ayah-ayah. Termasuk, ngayah untuk mem-

buat sarana dan prasarana upacara di Bencingah Agung Besakih, tepatnya di depan Pura Basukian. ‘’Untuk pembuatan sarana upacara di Bencingah Agung akan dimulai digarap besok (Jumat hari ini - red),’’ katanya. Jro Mangku Widiartha menjelaskan, setelah upacara ngaturang pamiyut, negtegang, ngunggahang sunari dan pangrajeg lan pangemit karya pada Selasa 17 Maret, dilanjutkan pada 21 Maret (Mapiuning Maider), 23 Maret (Mapepada lan Bumi Sudha, Memben), 24 Maret (Tawur Tabuh Gentuh), 27 Maret (Panglemek Tawur Tabuh Gentuh), 4

April (Nuur Tirta, Nedunang Ida Batara), 5 April (Melasti ke Tegal Suci), 6 April (Mapepade Memben), 7 April (Puncak Karya Ida Batara Turun Kabeh), 8 sampai 28 April (Panganyar dan Panyineban). (kmb41) NYEJER - Krama ngaturang bhakti saat karya tahun lalu. Pelaksanaan Tawur Tabuh Gentun dan Karya Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih 2020 akan nyejer selama 21 hari.

Senderan Jalan Penghubung Selat-Rendang Tergerus Hujan Amlapura (Bali Post) -

Senderan akses jalan utama penghubung Selat-Rendang tepatnya di Banjar Dinas Gede, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem tergerus akibat diguyur hujan lebat. Kondisi itu membuat akses lalu lintas di lokasi tersebut sedikit terganggu. Warga berharap jalan tersebut segera disender agar tidak semakin tergerus.

Bali Post/kmb41

PELATIHAN - Operator parpol peraih kursi di DPRD Karangasem saat mengikuti pelatihan pengoperasian SIPS.

Salah seorang warga Selat, Wayan Winarta, mengungkapkan senderan jalan sudah tergerus sekitar sebulan lalu akibat diguyur hujan deras. Kondisi ini membuat akses lalu lintas terganggu. ‘’Kondisi jalan cukup membahayakan. Terlebih senderan yang jebol pas di tikungan. Di lokasi belum ada plang apaapa. Petugas terkait harus

segera mengisi plang bahwa jalan jebol agar diketahui masyarakat. Sekarang hanya ada batu yang ditaruh warga untuk memberi tahu kalau senderan jalan jebol,’’ ujar Winarta, Kamis (12/3) kemarin. Winarta berharap senderan jalan itu segera diperbaiki. Terlebih, jalur tersebut sering dilewati truk pengangkut material. Kondisi itu jelas membuat

tekanan semakin berat. Jadi tidak segera diperbaiki, maka tidak menutup kemungkinan badan jalan bisa tergerus. ‘’Sekarang kalau ada mobil berpapasan, salah satu harus mengalah. Ini harus segera mendapat perhatian agar jalan tidak sampai amblas. Terlebih sekarang sering turun hujan, itu dapat mempercepat kerusakan,’’ tegasnya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem Wayan Surata Jaya mengatakan, akses jalan yang amblas bukan milik kabupaten melainkan di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Provinsi sudah mengetahui kondisi kerusakan di sepanjang jalan tersebut,’’ ujarnya. Ditanya kenapa di lokasi belum dikasi rambu-rambu jalan rusak, Surata Jaya menegaskan, hal itu juga menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Bali. ‘’Nanti kami koordinasikan dengan Pemprov supaya bisa diisi ramburambu,’’ jelasnya. (kmb41)

SIPS Berbasis Aplikasi Web

Permudah Permohonan Penyelesaian Sengketa Amlapura (Bali Post) Berbagai terobosan terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem di dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kali ini, Bawaslu meluncurkan Sistem Informasi Penyelesaian Sengketa (SIPS) berbasis teknologi informasi. Peluncururan SIPS ini guna memudahkan partai politik (parpol), pasangan calon maupun tim kampanye pasangan calon mengajukan permohonan penyelesaian sengketa. Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Karangasem I Putu Gede Suastrawan mengatakan, SIPS berbentuk sistem aplikasi berbasis web. SIPS ini diaplikasikan di semua Bawaslu provinsi dan Ba-

waslu kabupaten/kota di seluruh Indonesia, termasuk Karangasem. ‘’SIPS ini untuk memudahkan partai politik, pasangan calon maupun tim kampanye pasangan calon mengajukan permohonan penyelesaian sengketa,’’ ujarnya. Dalam pengoperasian SIPS secara teknis, katanya, pihaknya telah mengundang operator parpol peraih kursi di DPRD Karangasem. Operator parpol diundang pelatihan, karena parpol nantinya akan bertindak mengusung pasangan calon yang secara hukum berhak mengajukan permohonan sengketa. ‘’Pelatihan yang diberikan merupakan lanjutan dari sosialisasi yang kami laksanakan di Vila Taman Surgawi, Ujung, beberapa waktu lalu. Jadi, yang

diundang adalah operator masing-masing parpol. Lewat pelatihan ini, parpol diharapkan semakin paham tentang mekanisme pengajuan permohonan sengketa termasuk mengajukan permohonan melalui SIPS,’’ jelasnya. Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Karangasem Ni Wayan Putu Eka Desmiari menjelaskan, dalam pelatihan pengoperasian itu, pihaknya memberikan penekanan pada durasi waktu penyerahan berkas permohonan ke Bawaslu. Meskipun sudah memajukan permohonan melalui aplikasi SIPS, pasangan calon, partai politik ataupun tim kampanye pasangan calon harus menyerahkan berkas secara langsung sehari setelah pengajuan permohonan di aplikasi SIPS. (kmb41) TERGERUS - Senderan akses jalan utama Selat-Rendang yang tergerus akibat hujan deras.

Korupsi PNPM Mandiri Pedesaan

Bali Post/kmb41

Kekurangan Anggaran

Ketua UPK Rendang Dituntut Dana Operasional DLH Hanya Cukup Sampai April Delapan Tahun Penjara KETUA Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Rendang, Karangasem, terdakwa I Wayan Sukertia (48), Kamis (12/3) kemarin dituntut pidana penjara selama delapan tahun. Selain itu, terdakwa ketiga dalam kasus PNPM ini juga dituntut membayar denda Rp 300 juta, subsider enam bulan kurungan. JPU Putu Gde Suriawan yang sekaligus menjabat Kasipidsus Kejari Karangasem di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Andayani Day menyatakan I Wayan Sukertia terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Lelaki asal Banjar Dinas Singerata, Desa Rendang, Karangasem itu dinyatakan

jaksa terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, jo Pasal 55 ayat ke 1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Sebelum pada kesimpulan tadi, jaksa mempertimbangkan sejumlah hal. Yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam hal pemberantasan korupsi, merusak perekonomian negara, berbelit-belit dalam persidangan dan tidak mengakui perbuatannya. Yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum dan berlaku sopan dalam persidangan.

Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya dari Berdikari Law Office pimpinan Gede Pasek Suardika (GPS) itu bakalan mengajukan pembelaan atau pledoi dalam sidang berikutnya. Sebelumnya dalam dakwaan jaksa, Wayan Sukertia yang Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan Kecamatan Rendang disebut menyuruh dan mengarahkan Ni Wayan Murniati dan Ni Ketut Wartini dalam membentuk kelompok fiktif untuk mencairkan anggaran PNPM. Negara pun dirugikan dalam kasus ini. Sebagaimana dalam dakwaan jaksa, negara dirugikan hingga Rp 1.963.417.000. (asa)

Bali Post/kmb37

SIDANG - Terdakwa sedang menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (12/3) kemarin.

Amlapura (Bali Post) Kecilnya anggaran yang diperoleh membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem kelimpungan mencari dana untuk biaya operasional. Sebab, dana yang dimiliki saat ini hanya cukup untuk biaya operasional sampai April mendatang. Kepala DLH I Gede Yudiantara mengungkapkan hal itu, Kamis (12/3) kemarin.

Yudiantara mengatakan, anggaran yang digelontorkan eksekutif memang terbatas. Bahkan, untuk biaya operasional hanya cukup sampai pada April mendatang. Apabila anggaran itu habis maka dikhawatirkan segala bentuk kegiatan di DLH akan macet. ‘’Dana yang dialokasikan hanya mampu memenuhi kebutuhan sampai April. Sementara dana yang dibutuhkan

DLH selama satu tahun sekitar Rp 7 miliar. Dana itu untuk membayar gaji tenaga kontrak,’’ katanya. Menurut Yudiantara, banyak kegiatan di DLH yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Kabupaten Badung. Sebab, bantuan BKK Badung memang untuk menunjang pariwisata. Karena peran DLH Karan-

gasem juga dianggap sebagai pendukung atau penunjang peningkatan pariwisata di Bali, sehingga dana PHR diprioritaskan untuk penanganan lingkungan. Hanya, hingga kini belum ada kepastian itu. ‘’Bantuan belum cair lantaran masih menunggu dikeluarkannya SK Bupati Badung. Semoga saja bisa keluar secepatnya,’’ harap pria yang akrab disapa Dodek itu. (kmb41)


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Kunjungan Anggota DPD Mangku Pastika

Bupati Made Gianyar Minta Perjuangkan Kompensasi Sumber Daya Air Bangli BUPATI Bangli I Made Gianyar terus berjuang agar Kabupaten Bangli bisa mendapat kompensasi atas upaya menjaga daerah konservasi. Saat menerima kunjungan anggota DPD-RI Perwakilan Bali Made Mangku Pastika di PLTS Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli, Kamis (12/3) kemarin, Bupati meminta agar Mangku Pastika ikut memperjuangkan dan mengawal aspirasi Bangli tersebut. Kedatangan Mangku Pastika kemarin dalam rangka memantau perkembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) juga disambut Pimpinan OPD di Lingkungan Pemkab Bangli. Bupati Made Gianyar sangat mengapresiasi kunjungan Mangku Pastika kemarin. Pada kesempatan itu Bupati Made Gianyar berharap banyak kepada Mangku Pastika dapat memperjuangkan segala aspirasi maupun kepentingankepentingan demi kemajuan bersama. Serta kendalakendala Bangli yang tidak tersentuh pemerintah pusat. Salah satu aspirasi yang disampaikan, yakni mengenai penanggulangan masalah pencemaran danau. “Seperti yang kita alami di Kabupaten Bangli ini. Bali sendiri mempunyai danau yang masuk di jajaran 11 danau di Indonesia yang letaknya sangat strategis. Namu, danau yang kita miliki ini masih tercemar,” kata Made Gianyar. Bupati berharap penanganan Danau Batur ini bisa difasilitasi dan dikoordinasikan dengan baik ke pusat. Bupati juga mengungkapkan soal keberadaan PLTS di Bangklet yang menjadi pilot project pemerintah pusat terkait energi masa depan yaitu energi baru, terbarukan. Dikatakan sampai saat

Kelimpungan Bayar Kredit Bank, Peternak Jadi Petani

Bangli (Bali Post) -

Kasus kematian babi di Desa Dausa, Kintamani bertambah. I Putu Eka Diana Putra, peternak di desa setempat, menyebutkan sejak Februari-Maret angka kematian babi di desanya diperkirakan mencapai 300 ekor. Saat awal munculnya kasus kematian babi di Dausa itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, diakuinya, sudah melakukan pengambilan sampel babi yang mati itu, namun setelah itu tidak ada tindak lanjut action nyata di lapangan. SAMBUT - Bupati Bangli I Made Gianyar saat menyambut kedatangan anggota DPD-RI Perwakilan Bali, Made Mangku Pastika, di PLTS Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Bangli, Kamis (12/3) kemarin. ini Bangli masih mengalami kendala terutama tentang pemeliharaan dan kewenangan penuh Kabupaten Bangli tentang kepemilikan PLTS ini. Menurut Made Gianyar, pemeliharaan sangat penting dilakukan. Karena lambat laun komponen PLTS ini akan mengalami kerusakan. Pada kesempatan itu, Bupati Made Gianyar juga mengungkapkan soal masih rendahnya tarif listrik yang dihasilkan PLTS Bangklet selama ini. Tarif listrik PLTS yang dijual ke PLN hanya 750 per KWH. Rendahnya tarif itu menyebabkan Perusda yang menangani PLTS tidak bisa mendapatkan untung dari penjualan listrik itu. Untuk kenaikan tarif tersebut, mesti diatur dalam Peraturan Menteri ESDM. “Sehingga kita mengusulkan kepada anggota DPD RI agar ada perubahan tarif listrik dalam peraturan tersebut. Setidaknya, tarifnya naik dan kita bisa juga dapat untung,” kata Made Gianyar. Menanggapi hal itu, Mangku Pastika mengungkapkan kehadirannya ke PLTS Bangklet untuk memastikan kondisi PLTS Bangklet. Dikatakannya, PLTS Bangklet sempat terbengkalai karena

persoalan kewenangan saat itu. Berselang beberapa tahun baru diserahkan ke pemerintah daerah. “Saat ini sudah bisa dikelola oleh Perusda. Namun terkait tarif listrik yang masih rendah itu tidak cukup membiayai operasional PLTS ini. Terkait kendala seperti ini harus diperjuangkan sampai ke tingkat pusat,” kata Mangku Pastika. Ia juga menyampaikan, Kabupaten Bangli sebenarnya sudah memiliki sumber daya untuk menambah pendapatan. Bangli memiliki dua kekayaan yang sangat penting bagi kehidupan manusia yaitu air dan energi. Menurutnya, dua komuditas ini makin lama makin mahal. Bahkan dari 61% masyarakat Bali mempergunakan air dari Kabupaten Bangli. “Ini yang kita perlu perjuangkan, supaya Bangli mendapatkan kontribusi dari kabupaten lain yang menggunakan air itu,” ujarnya. Mangku Pastikan pun tidak ingin pemerintah pusat menyamaratakan peraturan-peraturan yang dibuatnya. Sedangkan permasalahan yang terjadi di masing-masing kabupaten berbeda-beda. (ad362)

Desa Landih Telusuri Pembuang Bangkai Babi dari lokasi bangkai babi itu ditemukan. Dia menjelaskan bangkai babi itu pertamakali ditemukan salah seorang warganya. Bersama klian dinas di banjar setempat, pihaknya kemudian melakukan pengecekan ke lokasi. Bangkai babi itu ditemukan tergeletak dalam keranjang di sebuah lahan tegalan milik warga. Diperkirakan babi berukuran besar itu sudah jadi bangkai lebih dari sehari. Pihaknya menduga bangkai babi itu sengaja dibuang oknum saudagar babi. Diakuinya, selama ini ada banyak saudagar babi yang lalu-lalang di jalur itu. ‘’Bukan warga kami,’’ ujarnya. Pihaknya pun sangat

menyayangkan perilaku pembuang bangkai babi tersebut. Apalagi di dekat lokasi pembuangan itu terdapat pura dan bak air masyarakat. Hingga siang kemarin, Suwantra mengatakan bangkai babi itu masih ada di lokasi dan belum diangkut warga. ‘’Belum ada warga yang mau mengangkat. Mungkin besok kami akan adakan gotong royong untuk mengangkatnya,’’ ujarnya. Selain merasa terganggu dengan adanya bau busuk, warga juga mengkhawatirkan bangkai babi itu menularkan penyakit. Terlebih belakangan ini banyak babi yang mati karena terjangkit penyakit. (kmb40)

POLISI akan melakukan diversi terhadap empat tersangka perusakan SDN 5 Songan, Kintamani. Hal itu dikarenakan usia keempat tersangka masih di bawah umur. Diversi juga dilakukan terhadap seorang anak yang menjadi tersangka pencurian sesari di Pura Dalem Kuta, Desa Adat Selulung, Kintamani. Di luar ranah hukum, bagaimanakah proses pembinaan selanjutnya yang akan dilakukan pihak polisi terhadap para tersangka yang masih remaja dan juga seorang nenek itu?

dua bulan terakhir. Keduanya diamankan setelah aksi pencuriannya terekam kamera CCTV yang terpasang di areal pura. (ina)

Bangli (Bali Post) – Warga Desa Landih, Bangli, Kamis (12/3) kemarin terganggu adanya bau busuk dari bangkai babi yang tergeletak di lahan milik warga di wilayah desa setempat. Diduga, bangkai babi itu sengaja dibuang secara sembarangan. Warga khawatir bangkai babi itu menularkan penyakit. Dikonfirmasi siang kemarin, Perbekel Desa Landih, Wayan Suwarta, belum bisa memastikan siapa pembuang bangkai babi tersebut. Pihaknya mengaku masih sedang menelusuri pembuang bangkai babi sembarangan itu. Untuk menelusurinya, pihaknya akan mengecek CCTV yang ada di koperasi desa yang tidak jauh

Tersangka Perusakan SD dan Pencuri ’’Sesari’’ akan Didiversi

Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, Kamis (12/3) kemarin mengatakan, saat ini para tersangka masih diproses Polsek Kintamani. Polisi tidak menahan para tersangka. Pihaknya berencana akan melakukan proses diversi terhadap mereka. ‘’Jadi nanti akan dipertemukan antara korban dengan pelaku yang masih anak-anak ini,’’ kata Agung Dhana. Dalam pertemuan itu akan dicari solusi agar kasus tersebut tidak berlanjut ke pengadilan. Namun, jika upaya itu mentok dan tidak menghasilkan kesepakatan, maka kasusnya akan dilanjutkan. Mantan Kapolres Mappi, Papua itu membeberkan selama ini Polres Bangli sudah melakukan upaya preentif dan preventif untuk mencegah anak-anak terlibat kriminalitas. Bentuknya yakni berupa sosialisasi dan penyuluhan ke sekolah-sekolah melalui program polisi sahabat anak yang dilakukan Satuan Binmas, Satuan Lantas serta Satuan Resnarkoba. Tidak hanya itu, polisi juga rutin melakukan patroli malam hari di lokasi yang sering menjadi tempat tongkrongan anak-anak remaja dan muda itu. Dalam upaya membina

300 Ekor Babi Mati di Desa Dausa

anak itu agar tidak melakukan tindakan kriminal, menurut Agung Dhana, tidak bisa dilakukan oleh polisi semata. Diperlukan keterlibatan keluarga masing-masing. ‘’Peran masyarakat sangat diperlukan. Polisi dengan jumlah terbatas, tentunya harus melibatkan masyarakat dalam membina anak-anak,’’ katanya. Sebagaimana diketahui, empat orang pelajar SMP itu harus berurusan dengan Polsek Kintamani. Mereka menjadi pelaku perusakan di SDN 5 Songan, Kintamani. Keempat anak yang masingmasing berinisial IDMG (14), IWP (14), PTGDP (13) dan IKDKC (14) itu merusak sekolah dengan cara melempari sejumlah jendela ruang kelas hingga pecah belum lama ini. Motif mereka melakukan aksi itu karena tersinggung sering diusir saat main ke sekolah tersebut. Selain menangani kasus perusakan SD, Polsek Kintamani juga menangani kasus pencurian sesari yang dilakukan seorang ABG berinisial IGPS (14) dan seorang nenek-nenek berusia 67 tahun berinisial KS. Pencurian sesari itu dilakukan pelaku di Pura Dalem Kuta, Desa Adat Selulung, Kintamani selama

Eka Diana mengatakan kasus kematian babi yang sampai sekarang belum diketahui penyebab pastinya itu, telah membuat banyak peternak di desanya merugi. ‘’Punya saya ada 52 ekor babi indukan. Semuanya sudah mati. Kalau dihitung kerugiannya mencapai Rp 200 juta,’’ ungkapnya saat dihubungi, Kamis (12/3) kemarin. Selain ternak babi miliknya, babi milik orangtuanya juga mati sebanyak 20 ekor. Sementara babi kepunyaan sepupunya 60 ekor. Selain itu beberapa tetangganya yang lain dengan jumlah relatif banyak. Jika dihitung-hitung angka kematian babi di Desa Dausa itu diperkirakannya mencapai 300-an ekor. Saat ini banyak warga di desanya terpaksa berhenti menjadi peternak babi dan beralih pekerjaan jadi petani. Karena merugi, tak sedikit warga yang trauma jadi pe-

ternak. Dia juga mengungkapkan banyak peternak di desanya kini kelimpungan membayar kredit di bank, yang sebelumnya dipakai modal beternak babi. ‘’Sekarang semuanya sudah off. Sudah tidak beternak lagi,’’ ujarnya. Eka Diana mengakui saat awal munculnya kasus kematian babi di Dausa, Dinas PKP Bangli sudah turun ke kandang ternaknya melakukan pengambilan sampel babi yang mati. Namun sejauh ini belum ada hasil yang disampaikan. Dia cukup menyayangkan sejak munculnya kasus kematian babi, dinas terkait belum pernah melakukan sosialisasi kepada para peternak. ‘’Sama sekali belum ada sosialisasi. Masyarakat ya… hanya bisa diam saja. Warga pasrah saja,’’ ujarnya. Penguburan Babi Mati Selain sosialisasi terkait pencegahan, diharapkan

sosialisasi penanganan terhadap babi yang mati. Hal itu sangat dibutuhkan oleh peternak. ‘’Bagaimana penanganan atau penguburan babi yang sudah mati, itu juga perlu disosialisasikan,’’ ujarnya. Kini dia kembali berharap dinas terkait meningkatkan sosialisasi di tiap desa. Pemerintah juga diharapkan dapat membantu peternak yang masih punya babi hidup untuk disinfeksi kandang dan membantu penyemprotan kandang yang sudah kosong agar memutus mata rantai penyebaran virus. Tak hanya itu, pemerintah juga sangat diharapkan dapat membantu peternak mendapat keringanan di bank. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, mengatakan sosialisai tidak bisa dilakukannya dengan menjangkau seluruh masyarakat. ‘’Tetapi dengan SE (surat edaran) melalui perbekel

dan PPL sudah disampaikan dengan caranya sendiri-sendiri. Ada melalui komunikasi massa, ada dengan cara door to door oleh PPL kita,’’ terangnya. Mengenai kebenaran angka kasus kematian babi di Desa Dausa yang mencapai 300 ekor, Sarma tidak bisa memberikan jawaban pasti. Saat diwawancara, ia mengaku masih sedang di lapangan. ‘’Mungkin kalau itu dicatat dari beberapa bulan yang lalu bisa jadi benar,’’ ujarnya. Terkait hasil uji sampel babi yang mati, Mantan Sekretaris Dinas PKP Bangli itu mengaku belum bisa menyosialisasikannya karena hasil labnya memang belum keluar. Untuk desa-desa atau lingkungan yang ada kasus kematian babi itu, Sarma mengatakan sudah memberikan bantuan disinfektan. PPL juga sudah mengambil untuk desanya masing-masing. Karena jumlahnya terbatas, saat ini pihaknya sedang berusaha memohon disinfektan ke pemerintah provinsi maupun perusahaan swasta. Sesuai hasil kesepakatan dengan GUPBI beberapa waktu lalu, disepakati peternak besar membantu peternak kecil (rumahan). (kmb40)

Proyek Belum Tender hingga Maret Dewan Tuding OPD Bekerja Lambat Bangli (Bali Post) – Hingga memasuki pertengahan Maret, belum ada proyek kegiatan Pemkab Bangli yang masuk tender. Anggota Komisi III DPRD Bangli, I Made Sudiasa, mengaku tidak heran dengan kenyataan itu. Ia menuding Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Pemkab Bangli selama ini bekerja lambat dan tidak punya kemauan untuk berubah. “Memang itu sudah jadi cerita lama. Kalau tidak ada seperti itu, mungkin sepertinya tidak baik rasanya,” kritik Sudiasa, Kamis (12/3) kemarin. Sejak APBD ditetapkan akhir November, OPD yang merancang kegiatan semestinya sudah bisa langsung action. Hal yang bisa dilakukan adalah menyiapkan administrasi pendukung seperti surat keputusan (SK) maupun administrasi lainnya. Sehingga ketika anggaran berjalan di bulan Januari, OPD bisa langsung mengeksekusinya. Kegiatan yang memang harus ditenderkan itu bisa secepatnya dibawa ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Bangli. “Kami di DPRD sudah melaksanakan tugas dengan baik. November sudah ketok palu. Ada kesempatan sebulan membuat perangkatnya, aturan mainnya baik aturan bupati maupun SK-SK. Awal Januari harusnya sudah bisa eksekusi langsung. Tapi sekarang sampai Maret ini kegiatan kita kosong melompong,” terangnya. Politisi asal Desa Undisan itu mengaku heran setiap tahun eksekusi kegiatan di Bangli terus berjalan lambat. Padahal dalam setiap rapat kerja pihaknya sudah terus mendorong eksekutif bergerak cepat. Namun, ia menilai OPD di Bangli tidak pernah punya niat untuk berubah. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, Wayan Suastika, Jumat lalu mengakui hingga bulan

ketiga tahun ini, pihaknya belum ada mengirim dokumen tender ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Dia mengatakan saat ini pihaknya masih memproses dokumen tender. Pihaknya menargetkan Maret ini dokumen tender sudah bisa masuk ke Bagian Pengadaan. Kebanyakan kegiatannya harus ditenderkan ada di bidang cipta karya dan bina marga. Pihaknya telah memprioritaskan kegiatan yang menjadi skala prioritas. Salah satunya melanjutkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Banjar Kedui, Desa Tembuku dengan Banjar Metra, Desa Yangapi. Pihaknya tidak ingin kegiatan itu gagal lagi. Secara terpisah, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bangli Dewa Ngakan Ketut Widnyana Maya saat itu juga mengakui belum ada dokumen tender barang dan jasa yang masuk ke pihaknya. Dia mengatakan dokumen tender masih dalam persiapan di masing-masing OPD. Saat ini para Pejabat Pembuat Komitmen (PPPK) masih sedang mempersiapkan spesifikasi teknis, menyusun harga perkiraan sendiri (HPS) dan membuat rancangan kontrak. (kmb40)


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Cegah Siswa Jadi Korban Lakalantas

Disdikpora Terbitkan Surat Edaran Singaraja (Bali Post) -

ke depan akan merancang program untuk pemenuhan layanan bus sekolah. Untuk di perkotaan sudah dilayani dengan bus sekolah yang dikelola Dinas Perhubungan. Selain itu, beberapa sekolah bekerja sama dengan pemerintah desa terkait memiliki layanan angkutan siswa, program ini ke depan akan terus dikembangkan. (kmb38)

Kecelakaan lalu lintas yang merengut dua korban jiwa siswa SMPN 4 Seririt di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt, mengundang prihatin banyak pihak. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng pun menerbitkan surat edaran (SE) ke sekolah-sekolah untuk melarang siswa mengendarai sepeda motor ke sekolah. Para orangtua juga dituntut meluangkan waktu mengantar dan menjemput anak didiknya ke sekolah. Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Gede Dharmaja, M.Si. didampingi Sekretaris Made Astika, Kamis (12/3) kemarin. Gede Dharmaja mengatakan, sebenarnya sudah ada undang-undang yang melarang siswa jenjang SMP mengendarai sepeda motor di jalan umum, termasuk digunakan untuk transportasi ke sekolah. Larangan ini diatur jelas bahwa setiap orang yang dapat mengendarai sepeda motor dengan dibuktikan SIM. SIM ini dapat diberikan kepada pengendara yang sudah berumur 17 tahun atau lebih. Selain itu, setiap sekolah di

daerah sudah memiliki aturan sendiri yang tidak mengizinkan para siswa menggunakan sepeda motor saat mengikuti proses belajar mengajar (PBM) maupun ekstrakurikuler. Namun, baik undangundang dan peraturan di sekolah terkesan tidak diikuti. Terbukti hampir semua sekolah terutama sekolah di perdesaan siswanya diizinkan menggunakan sepeda motor. Hal ini tidak bisa dihindari karena banyak faktor penyebab yaitu jarak sekolah yang jauh, sehingga para siswa memakai kendaraan sendiri, atau karena kemauan orangtua yang mengizinkan anak

didiknya memakai sepeda motor. Atas kondisi ini, mantan Kepala Bappeda Buleleng ini dalam waktu dekat ini akan mengeluarkan SE kepada para kepala sekolah. Edaran itu mempertegas kembali agar pihak sekolah mengingatkan kembali para siswanya untuk menaati larangan berkendara di bawah umur tersebut. Selain itu, pihaknya mengimbau agar peran para orangtua termasuk masyarakat untuk bersamasama mengawasi anak didik agar tidak memberikan izin kepada siswa mengendarai sepeda motor saat ke sekolah. Di sisi lain, Disdikpora

Bali Post/kmb38

Gede Dharmaja, M.Si.

Siswa Olah Lidah Buaya Jadi Antiseptik

Bali Post/kmb38

ANTISEPTIK - Sejumlah siswa SMPN 1 Singaraja mengikuti pratikum membuat hand sanitizer.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr 4 tng wnt u/mengurus Lundry Jl.Lange V/8 Hub.082144109002

*Dcr Receptionist, SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744

Dcr Sales&Pelaksana STM Bahan Bangunan,PT.KSM,083114600207

Bth Marketing,SIM C,Komputer Hub:(0361)484526 PT.Ayu Orchid

Dibutuhkan SMK/SMA/D3/S1 Hubungi: 0817344224

B.BP.001.03.20.0000213

B.BP.001.03.20.0000236

Cr 3PRT/bs msk,3Tk Kbn.1 Sopir 2Satp,Hub.Villa Ayu Br.Kuwum II/21X Krbkn 4731979/ 082147463111

B.BP.001.03.20.0000335

B.BP.004.03.20.0000242

B.BP.154.03.20.0000354

Dcr Engineering berpengalaman min 1th,Gaji UMK Badung+Bonus 1,5jt. Lam ke Bodyworks Spa Jln.Kayu Jati No.2 Petitenget Tlp.0361-735058/08123945606

Job Luar Negeri Pesiar dan darat pria wanita pembiayaan dibantu unt semua usia/Pasutri 082146165889

B.BP.001.03.20.0000262

TANGGAL 30 Maret 2020 ini Kota Singaraja genap berusia 416 tahun. Memperingati dan memeriahkan hari jadi Kota Singaraja, Pemkab Buleleng menggelar sejumlah perlombaan, hiburan rakyat sampai gelaran parade budaya. Event ini digelar dari bulan ini sampai April 2020 mendatang. Di awal bulan ini, beberapa kegiatan sudah dihelat oleh panitia tetap (pantap). Selain melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perayaan HUT Kota Singaraja tahun ini melibatkan kelompok masyarakat seperti sekaa teruna dan sanggar kesenian di Bali Utara. Ketua Pantap HUT ke416 Kota Singaraja yang juga Asisten Pemerintahan dan Hukum Setda Buleleng, Putu Karuna, dalam jumpa pers Kamis (12/3) kemarin mengatakan, secara umum materi kegiatan HUT kota tahun ini masih sama dengan perayaan tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menyajikan kegiatan menyambut hari jadi kota yang didirikan Raja Buleleng Ki Anglurah Panji Sakti ini yang bisa mengakomodir kepentingan warga kota. Secara umum untuk perlombaan, panitia melaksanakan lomba perpustakaan sekolah tingkat SMP, lomba per-

huan dari gurunya itu sangat membantu siswa untuk bisa membuat hand sanitizer yang sangat penting, bisa digunakan untuk membunuh kuman dan mencegah virus Corona. Kepala SMPN 1 Singaraja, Ni Puti Karnadhi, mengatakan pelatihan membuat hand sanitizer ini dilakukan agar siswanya lebih mudah mendapatkan antiseptik. Ini penting, karena antiseptik bisa dibuat sendiri dan bahan-bahannya sangat mudah ditemukan. Untuk mengedukasi siswa di sekolah lain, Karnadhi menyebut dalam waktu dekat ini pihaknya menyosialisasikan tentang teknik membuat hand sanitizer ini di sekolah imbas adiwiyata, yaitu SD Banjar Bali dan SD di Kaliuntu, Kecamatan Buleleng. (kmb38)

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

RUPA-RUPA

DAIHATSU

DIJUAL TANAH

Taft Independent 1996 SiapPakai Warna Hijau.Hub.087861225255

Dijual Tnh 2@,2,27@ Dalung, 400,/@, 081999231333

Atasi Rmh Bcr,Renov Dak Dinding Talang,Dll(Daris)085102796346

B.BP.001.03.20.0000297

DIJUAL MOTOR KAWASAKI

Kawasaki Ninja 2014 Merah Jarang Pakai Hub.087861225255 B.BP.001.03.20.0000296

B.BP.004.03.20.0000359

Djl Tnh luas 40are cocok untuk perumahan dan 2bidang tnh luas 16 are pinggir Jln.Sesetan dan 22 are ada kos2an hub.081353004000 Ketut B.BP.004.03.20.0000288

B.BP.001.03.20.0000005

KEHILANGAN HlgBPKBNo.3696444-ODK6018UB an I.Nyoman Widiada Jl.Udayana No.7X Singaraja

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Sale Tanah di Canggu LT 1.1Are Akses Jln.6 Meter,Aspek.Hrg Global 700jt,WA:087761724888

BU.Djl Rmh di Petanu Residence 2KT, Dpr, Carport, PAM,PLN, Hrg. 1M nego Hub.08123932871

Hlg BPKB No.L-10252729-O DK 2767VS an.I Gede Edi Ardana, al. Banjar Dinas Gandongan Cemara Desa Tukad Sumaga Kec.Gerokgak

B.BP.001.03.20.0000341

B.BP.009.03.20.0000343

B.BP.004.03.20.0000350

Free

sehingga semakian dicintai dan memunculkan rasa mencintai untuk melestarikan di tengah pengaruh era milenial seperti sekarang ini. Tidak hanya itu, dari parade budaya ini, potenai kesenian dan warisan budaya yang terpendam bisa dikembangkan, sehingga menjadi lestari dan dicintai masyarakatnya. “Nanti dalam parade budaya ini masing-masing kecamatan akan menampilkan potensinya dan yang paling penting bagaimana garapan parade budaya ini ditampilkan kisah lahirnya Kota Singaraja,” jelasnya. Sementara itu, koordinator parade budaya yang juga Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Buleleng Made Sudiarba mengatakan, atraksi seni yang belum pernah dipentaskan pada pertunjukan seni di Buleleng akan dikemas menjadi pertunjukan fragmentari. Atraksi seni tersebut akan ditampilkan pada parade budaya. Dari garapan fragmentari itu, masyarakat terutama warga kota selain terhibur juga dapat mengenal seluruh warisan seni dan budaya den bukit. “Bukan melalui HUT kota saja, kami akan kembangkan lagi atraksi seni di Buleleng pada event seni budaya lainnya,” tutupnya. (ad355)

B.BP.001.03.20.0000352

DIJUAL TANAH

B.BP.004.03.20.0000218

pustakaan desa, kontes bonsai, napak tilas Panji Sakti, lomba makendang, beberapa jenis lomba kesenian dan budaya Bali. Lomba bulu tangkis dan futsal antar-OPD, serta lomba menyanyi antar-OPD juga turut digelar. Untuk mencerminkan pelestarian warisan permainan tradisional, Karuna menyebut, pantap melaksanakan lomba permainan tradisional. Event ini tidak sekadar serimonial, tetapi lebih pada melibatkan keterlibatan masyarakat terutama warga kota merayakan HUT Kota Singaraja tahun ini. “Sesuai instruksi pimpinan tahun ini HUT Kota mengusung tema “Bersatu Maju Sejahtera Bersama”. Sejalan dengan tema ini, kita bersama maju dan menikmati kesejahteraan yang sudah diraih, dan melalui perayaan ini pantap mengkemas kegiatan lomba, hiburan rakyat hingga parade budaya,” katanya. Menurut birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini, khusus untuk parade budaya akan dihelat pada 30 Maret 2020 bertepatan pada puncak HUT Kota Singaraja. Tema parade ini adalah “Nyiksik Bulu”. Dari tema ini bagaimana warisan seni dan budaya asli Buleleng bisa dipentaskan,

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

PROPERTY

B.BP.001.03.20.0000333

BIRO JASA

HUT Ke-416 Kota Singaraja Dimeriahkan Lomba dan Parade Budaya

Singaraja (Bali Post) Sejumlah siswa SMPN 1 Singaraja melaksanakan praktikum membuat hand sanitizer dari campuran alkohol dengan tanaman lidah buaya, Kamis (12/3) kemarin. Alasan membuat antiseptik ini karena produk pembersih tangan langka sejak penyebaran wabah virus Corona (Covid-19). Pembuatan hand sanitizer terbilang cukup gampang. Bahan-bahannya mudah diperoleh, yakni terdiri atas tanaman lidah buaya (aloe vera) yang sudah dihancurkan, alkohol 70 persen dan pewangi esensial. Salah satu siswa kelas VIII, Frea Ristana Devia, mengatakan setelah mengikuti praktikum di sekolah, ia akan mencoba membuat hand sanitizer di rumah bersama keluarganya. Pengeta-

B.BP.001.03.20.0000338

Dicari sgr 2 org waitress max.25th English experience Lam ke Gosha Rest.Seminyak Ph.738701 (Jam 03 sore)

HUT - Ketua Panitia Tetap Putu Karuna (tengah) memberi keterangan terkait perayaan HUT ke-416 Kota Singaraja, Kamis (12/3) kemarin.

B.BP.009.03.20.0000340

n

Desig

Money Back Guarantee

SERVICE

Print & On Line Radio

HARIAN DENPOST - RADIO GENTA 96,1 FM web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

JENIS PAKET

HARIAN DENPOST

RADIO GENTA

PAKET

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Jumat Pon, 13 Maret 2020

Karyawan Hotel Diisolasi Terkait penutupan akses ke Bali, hal ini tentu tidak bisa serta merta dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali sendiri. Bali sebagai bagian dari NKRI, dan belum ada arahan dari pemerintah pusat soal kebijakan penutupan itu. ‘’Kami masih menunggu perkembangan lebih lanjut, karena Bali merupakan daerah tujuan wisata internasional,’’ katanya. Dalam mengatasinya, Bali tidak tinggal diam. Upaya dan langkah-langkah strategis langsung disiapkan Pemerintah Provinsi Bali. Salah satunya pembentukan satgas, yang akan segera melakukan fogging terhadap beberapa wilayah, sebagai bentuk penanggulangannya. Wagub mengakui perkembangan virus ini sangat dinamis sekali. Tentu yang perlu diperhatikan saat ini adalah bagaimana informasi tentang virus Corona ini lebih terbuka agar ada kesadaran masyarakat. Anggota DPRD Bali IGK Kresna Budi mengatakan, untuk sementara perlu dilakukan pertimbangan matang. Biarkan dulu Dinas Kesehatan bekerja. Semua keputusan ada indikator dan parameter yang jelas. ‘’Daerah lain yang sudah

melaksanakan belum tentu sama dengan Bali, karena akan berdampak luas,’’ katanya. Sementara dalam upaya penanganan orang yang kontak langsung terhadap korban, Dinas Kesehatan Provinsi Bali melakukan pengawasan. Tidak saja karyawan, hotel yang menjadi tempat menginap dari WNA yang meninggal positif Covid-19 juga diisolasi. Kabid P2P Dinas Kesehatan Wayan Widia, M.Kes. mengatakan, saat ini tim sedang turun melakukan pemeriksaan. Kamar hotel sudah dilakukan isolasi. Untuk karyawan juga diisolasi di rumah. Mereka diminta untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah, dan menggunakan masker. ‘’Pemantauan terus kami lakukan setiap hari dalam laporan formulirnya,’’ jelasnya. Sejumlah sampel dari mereka yang terkontak sudah diambil dan sudah dibawa ke pusat. Tindak lanjutnya nanti masih menunggu hasil laboratorium. Rapat koordinasi Kewaspadaan Covid-19 dipimpin Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Pertemuan tertutup diselenggarakan di Ruang Praja Sabha Kantor Gubernur Bali. Rapat membahas langkah-langkah yang akan dilakukan dalam mengantisipasi virus Corona, yang telah menelan korban di Bali. (kmb16)

Lanjut Sri Darma, penyebaran virus Corona ini bisa terjadi hingga enam bulan ke depan. Bahkan, paceklik wisatawan ke Indonesia diperkirakan bisa terjadi hingga akhir tahun 2020. Dewan Pertimbangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bali Panudiana Kuhn mengatakan, sebelum Covid-19, industri pariwisata Bali sudah ‘’lampu kuning’’ alias hati-hati karena beragam persoalan yang dihadapi. Misalnya, soal jumlah

kamar kebanyakan sehingga tingkat hunian rata-rata hotel mencapai 60 persen, padahal yang ideal itu 80 persen. ‘’Hunian di Bali rata-rata 60 persen. Harusnya 80 persen, yang bagus seperti itu. Kalau rata-rata 60 persen, berarti ada yang hunian hotelnya 30 persen. Hotel kecil-kecil yang non-pantai, harga dijual sangat murah. Sekarang ini lampu kuning. Hati-hati,’’ ujarnya. Persoalan lain yang dihadapi Bali, yakni kemacetan, sampah, dan keamanan. (win/edi)

Ada Hunian Hotel 30 Persen

RSU Negara Rawat Pasien Pengawasan Covid-19 Negara (Bali Post) RSU Negara, Rabu (11/3) malam menerima pasien rujukan yang masuk pengawasan Covid-19. Pasien wanita umur 60 tahun ini sebelumnya sempat dirawat di salah satu RSU swasta di Negara selama dua hari dengan gejala mengarah ke Covid-19. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSU Negara dr. Gede Ambara, Kamis (12/3) pagi kemarin di RSU Negara mengatakan, pasien yang masuk pengawasan Covid-19 itu saat ini masih dirawat di ruang isolasi. Menurutnya, pasien masuk pengawasan sejak dirawat di salah satu RSU swasta di Negara dengan gejala sakit

Kesehatan BENIGN Prostat Hyperplasia (BPH) sering ditemukan pada pria usia lanjut. BPH dialami sekitar 70% pria di atas usia 60 tahun dan meningkat hingga 90% pada pria berusia di atas 80 tahun. Kelenjar prostat merupakan organ reproduksi pada pria yang berfungsi mengeluarkan cairan prostat yang merupakan salah satu komponen semen. Prostat umumnya berukuran 1,25 inchi atau kirakira 3 cm yang mengelilingi uretra pria. BPH merupakan istilah histopatologis yaitu terdapatnya hiperplasia selsel stroma dan sel-sel epitel kelenjar prostat. BPH atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi kelenjar prostat mengalami pembengkakan yang tidak bersifat ganas. Saat ini belum diketahui secara pasti penyebab dari BPH. Terdapat beberapa faktor

Sangat Baik Sementara itu, suami warga negara asing (WNA) positif Covid-19 yang meninggal di Bali kini menjadi pasien dalam pengawasan Covid-19. Walaupun kondisinya baik dan tidak ada gejala, namun tetap harus dilakukan pengawasan. Wayan Sudana menjelaskan, kondisi dari suami WNA tersebut masih bagus. ‘’Kondisinya bagus, dia punya fisik yang bagus dan tidak mempunyai penyakit-penyakit penyerta,’’ bebernya.

Artinya, pemerintah mempunyai kewajiban untuk melakukan pencegahan penyebaran yang lebih luas. Pemerintah melalui Diskes agar segera melakukan survailance dan melakukan pemetaan wilayah, di mana ditemukan korban secara suspect, untuk mencegah penyebaran lebih luas. Tidak saja dalam kasus Covid-19, Diskes Provinsi Bali juga agar memperhatikan wabah-wabah yang lainnya, seperti DB, supaya bisa terjaga dengan baik kesehatan masyarakat. Jangan nanti malah kecolongan terhadap wabah-wabah lainnya yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. ‘’Bilamana perlu buatkan kebijakan terkait upaya promotif dan preventif dalam upaya penyebaran pe-

nyakit yang membahayakan kesehatan masyarakat Bali,’’ katanya. Sebagaimana diamanatkan Pasal 152 ayat 1 UU Kesehatan, pemerintah harus sesegera mungkin mengupayakan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, dalam hal ini Covid-19. Pemerintah agar menetapkan dan mengumumkan penyebaran penyakit. Ada suatu keharusan berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/ atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan. ‘’Artinya, bilamana ada suspect ada kewajiban pemerintah mengisolasi dan menstrerilkan wilayah yang sekiranya dikatakan suspect, terutama di Bali untuk pencegahan upaya lebih lanjut,’’ katanya. (kmb16)

Terkait persoalan tersebut, ia bersurat ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk meminta tambahan tenaga yang sudah terlatih dalam pencegahan dan pengendalian infeksi. ‘’Supaya mereka tidak kecapaian,’’ katanya.

Cegah Penyebaran Lebih Luas

Jumat, 13 Maret 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya Dan Karma (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Indonesia Network Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Berita Terkini Bali Channel Tourist TV Bali TV Shop Lutut Berita Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Dharma Wacana Yadnya Dan Karma (3) Berita Siang Bali TV Shop

13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Klip Bali Tembang Bali Berita Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Berita Terkini Solusi Alternatif Reiki Ling Chi Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Bali Now Guru Mangku Hypno Bali TV Shop Kalung Omkara Ajeg Bali Barong Kokokan (2) Berita Terkini Lila Cita Calonarang Madri Duta, Desa Adat Tegaltamu (5) Berita Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Inovator

Setelah dokter yang menangani melakukan pengecekan ada riwayat kunjungan pasien ini pulang dari umroh. Ambara didampingi dokter spesialis Nara Kusuma Wirawan yang menangani pasien menyebutkan bahwa pasien sejak 20 Februari lalu melakukan umroh dan pulang ke Indonesia pada 9

pasien itu. Sejatinya RSU Negara bukan termasuk RS rujukan untuk pasien pengawasan Covid-19. Namun dari koordinasi beberapa RSU rujukan terdekat seperti di Tabanan, Buleleng dan RSUP Sanglah, belum bisa menerima dengan berbagai pertimbangan. ‘’Kita sudah koordinasi (dengan RSU rujukan) dan ada yang belum siap, ada yang sudah overload. Di sini sementara kami siap menangani. Tapi untuk uji lab ini kami masih terkendala,’’ ujarnya. (kmb26)

Benign Prostat Hyperplasia

Oleh : dr. I Made Oka Wahyantara yang meningkatkan risiko menderita BPH, yaitu: faktor usia, ras, genetik, diet rendah serat, diet tinggi kalori tinggi protein, sindrom metabolik seperti obesitas dan diabetes, serta inflamasi kronik pada prostat. Gejala yang dirasakan bervariasi tergantung dari tingkat keparahan dan cenderung memburuk. Gejalagejalanya antara lain kebutuhan mendesak untuk buang air kecil, peningkatan frekuensi buang air kecil di malam hari, kesulitan memulai buang air kecil, aliran urin lemah atau tersendat, urin menetes di akhir buang air kecil, dan merasa tidak puas setelah berkemih. Gejala lainnya dalam frekuensi yang lebih jarang seperti infeksi saluran kemih, ketidakmampuan untuk buang air kecil, dan adanya darah dalam urin. Dalam mendiagnosis BPH ditentukan

berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan fisik yang dilakukan yaitu colok dubur yang tujuannya mengetahui ukuran kelenjar prostat. Beberapa pemeriksaan penunjang yang diperlukan antara lain tes urin, tes darah, tes kelancaran urin (Uroflowmetry), USG transrektal, dan biopsi prostat. Penanganan BPH tergantung dari beberapa faktor, antara lain: ukuran prostat, usia, kondisi kesehatan, dan derajat ketidaknyamanan atau gangguan yang dialami. Penanganannya dapat dibagi yaitu penanganan BPH dengan gejala ringan dan penanganan BPH dengan gejala sedang hingga parah. Untuk yang gejala ringan biasanya cukup dengan obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Sedangkan untuk gejala sedang hingga parah dilakukan bedah invasif minimal. Tindakan bedah

yang dapat dilakukan antara lain: 1) Transurethral resection of the prostate (TURP): tindakan bedah invasif minimal yang merupakan gold standard pada BPH. Tujuannya untuk mengangkat bagian-bagian kelenjar prostat yang menekan uretra dan menghalangi aliran urin. 2) Transurethral incision of the prostate (TUIP): tindakan ini tidak mengangkat jaringan prostat, tetapi membuat irisan kecil pada prostat agar aliran urin lancar. Tindakan ini dilakukan untuk prostat

yang ukurannya kecil hingga sedang. 3) Prostatektomi: tindakan ini merupakan operasi terbuka yang dilakukan pada jaringan prostat yang sangat besar atau terdapatnya kerusakan pada kandung kemih. Jika tidak ditangani dengan baik, BPH dapat menimbulkan komplikasi. Adapun komplikasinya antara lain tidak bisa buang air kecil, infeksi saluran kemih, penyakit batu kandung kemih, serta kerusakan kandung kemih dan ginjal. (ad344)

Harga Pangan akan Meningkat Drastis

Suami WNA Korban Corona Sehat

Ruang isolasi RSUP Sanglah saat ini merawat 12 pasien dalam pengawasan virus Corona (Covid-19). Dari jumlah tersebut, sembilan di antaranya adalah warga negara asing (WNA). Sementara tiga lainnya warga negara Indonesia (WNI). ‘’12 pasien itu sudah termasuk dua perawat kita,’’ jelasnya. Dari 12 pasien tersebut, sebanyak enam di antaranya hasil labnya sudah keluar. Dengan keluarnya hasil lab, kemungkinan Kamis sore ini keenam pasien tersebut sudah bisa dipulangkan. Secara umum, Sudana menyebut kondisi fisik ke-12 pasien sebenarnya secara umum baik. Namun sesuai protap, mereka diharuskan menjalani isolasi hingga ada kepastian hasil lab yang menyatakan bahwa mereka tidak terpapar virus Corona. ‘’Yang enam ini negatif. Tinggal enam lagi menunggu hasil lab dari Litbangkes,’’ katanya. (kmb23)

dan riwayat kunjungan ke negara yang dinyatakan ada pasien virus Corona. Pasien perempuan paruh baya ini selain mengalami batuk juga disertai panas dan sesak napas, sehingga dokter meyakinkan mengalami pneumonia (radang paru-paru). Selain itu, pasien ini juga mengalami kencing manis.

Maret. Sebelum mendarat di Bali, pasien sempat transit di Singapura. Sejatinya saat di Singapura itu sudah dilakukan evaluasi terhadap pasien dan dinyatakan aman. Namun sepulang ke Indonesia, pasien mengalami sakit dan sempat dirawat di RSU swasta dua hari. ‘’Sekarang masih kita rawat di sini. Dan kondisinya sudah semakin membaik,’’ ujarnya. Pihak RSU bersama Dinas Kesehatan juga melakukan upaya untuk pengawasan yang lain termasuk di sekitar

Ketergantungan satu negara dengan negara lainnya dalam hal hasil pertanian dalam arti luas akan memengaruhi supply dan demand yang lambat laun akan berdampak pada persoalan kesulitan sampai dengan ketiadaan bahan baku. Harga-harga bisa jadi meningkat drastis, bahkan sangat mungkin tidak tersedia lagi di pasaran. Terlebih-lebih lagi jika berjangkitnya wabah mematikan ini berlangsung lama tentu akan berakibat pada kesulitan dan kekacauan kehidupan dan penghidupan penduduknya. Akan terjadi gejolak di segala bidang, utamanya ekonomi, sosial, dan politik yang bermuara pada kondisi saling menyelamatkan dirinya masingmasing. Kebersamaan akan porak-poranda oleh karena musuh bersama kita. Permintaan dan penyaluran karena kekurangan bahan baku yang menurun dan sangat mungkin mandek akan mengganggu perputaran atau pergerakan perekonomian dan sendi-sendi kehidupan di beberapa wilayah sampai dengan wilayah terkecil seperti Kota Denpasar dan lainnya. Akan berlangsung keseimbangan baru yang menumpang pada era disruption atau pelepasan. Kejadian ini menjadi pelajaran mahal dan penting mengingat musuh bersama kita ini belum diketahui anti-virusnya. Ada berita yang menyebutkan bahwa Israel, Tiongkok dan Jepang sudah menemukan antinya, bahkan Unicef sebagai organisasi dunia telah menyiapkan dana yang cukup besar untuk

penanggulangannya. Cepatnya pemerintah mengambil keputusan tersebut di atas seharusnya juga memperhatikan wilayah atau kawasan lainnya yang terdampak bukan karena sebagai kawasan pariwisata belaka. Jika sampai dengan enam bulan, menurut pendapat kami, akan terjadi pelemahan struktur perekonomian yang meluas dan akan berakibat pada ketatnya persaingan untuk mempertahankan hidupnya. Pemberian diskon atau berbagai keringanan bisa tidak bermanfaat mengingat pelaku pasar (wisatawan maupun produksi lainnya) tidak bisa ke mana-mana. Kini setelah memasuki bulan ketiga merambahnya virus yang mematikan tersebut di beberapa lokasi perhotelan telah melakukan pengurangan jam kerja pegawainya melalui shift karena pengisian kamar hotelnya di bawah standar rata-rata. Bahkan sudah terdengar kabar ada yang telah merumahkan karyawannya karena ketiadaan tamu yang menginap. Bukan persoalan kedatangan orang-orang yang melakukan perjalanan, di beberapa kota di Indonesia mengalamai kesulitan mendapatkan gula ataupun juga meningkatnya hargaharga barang. Kesulitan lainnya adalah menata informasi yang merambah berkecamuk tidak kalah hebatnya dengan pemberitaan virus itu sendiri yang mengganggu pikiran masing-masing penduduk. Pemerintah dan Kemenkes yang telah berupaya semampunya memberi informasi sepertinya kalah kuat dengan serbuan melalui media online yang begitu cepat. Men-

gajak masyarakat untuk tenang dalam situasi seperti ini adalah cukup sulit, karena tidak ada jaminan bahkan mungkin juga biaya pengobatan maupun rumah sakit yang tersedia untuk itu. Hidup adalah tantangan, kali ini tantangan yang dihadapi adalah virus yang tidak terlihat namun berakibat fatal hingga bisa mencabut nyawa tanpa memandang usia, etnis maupun bangsa. Wabah ini sudah merambah ke beberapa negara, dan pemerintah Republik Indonesia melalui pernyataan resmi Presiden menyatakan dua penduduknya

telah terinfeksi virus dimaksud. Wabah ini sangat mencekam dan membuat panik sampaisampai ada yang antri membeli masker, masker mahal, ketiadaan masker, hingga ada yang memproduksi masker palsu di Jakarta. Musuh bersama ini wajib dihadapi dengan pikiran yang strategis, cerdas dan cemerlang dengan holistik dan terintegrasi disertai dengan kebersamaan. Yang diperlukan adalah pemerintah wajib menyediakan kebutuhan pangan untuk setidak-tidaknya sampai dengan enam bulan ke depan, menyiapkan penanggulangan/

pencegahan penularan, menyediakan rumah sakit dengan paramedisnya yang kompeten, meningkatkan kebersihan lingkungan, menggratiskan pengobatan bagi penderita, dan bila perlu mengurangi tunjangan para ASN yang salah satu sumbernya adalah dari pemasukan pajak! Hidup atau mati adalah takdir! Jika kita masih diberikan bekal pemikiran yang sehat, jangan dijadikan pikiran sehat tersebut ikut terinfeksi. Penulis, Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Udayana

Pelestarian Desa Adat Budarsana juga menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Bali, setelah mampu merealisasikan BKK Pemprov Bali sebesar Rp 300 juta. Penggunaannya di Desa Adat Semarapura, sesuai petunjuk penggunaan dari Pemprov Bali, sebanyak Rp 220 juta di antaranya digunakan untuk mendanai program desa adat. Program ini dibagi ke dalam Baga Palemahan, Pawongan

dan Parahyangan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah Bulan Bahasa Bali, yang sudah dilaksanakan Februari lalu. Ada juga dipakai untuk mendanai kegiatan pasraman. Di sinilah kegiatan untuk pelestarian desa adat dipusatkan oleh desa adat. Selain menata kembali tari sakral, ada juga kegiatan pembinaan membuat banten, sekaligus pemaparan dasar filsafat dan manfaatnya. Demikian juga yang sering mengundang per-

tanyaan warga, adalah sarana ngaben. Seperti sarana losok yang kerap dilupakan. ‘’Krama yang sudah tahu, langsung membina anak-anak muda lain. Jadi, pasraman itu digunakan sebagai wadah untuk melakukan pembinaan,’’ kata mantan lurah ini. Wadah yang harus dibentuk di desa adat, sebagaimana tertuang di dalam perda, seperti paiketan pecalang, pemangku dan lainnya, juga sudah disiapkan oleh desa adat. (kmb31)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 13 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu