Skip to main content

Edisi Kamis 13 Pebruari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 177 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis wage, 13 Februari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Dipasok dari Malaysia

Babinsa Dilatih Tanggap Bencana

Pasokan Janur Capai 100 Ton/Hari

Pemasok narkoba dari Malaysia, Bunga Erita Septya Putri, ditangkap di Bandara Ngurah Rai. Sedangkan temannya, Didik Sucipto (39), lolos dari sergapan petugas di bandara. Namun, Didik akhirnya ditangkap di rumah kosnya di Sanur.

Babinsa wajib memiliki kemampuan lebih khususnya dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Saat ini kasus kebakaran kerap terjadi di wilayah Denpasar dan Badung. Oleh karena itu, Babinsa Kodim 1611/Badung dilatih cara tepat memadamkan api, Rabu (12/2) kemarin. BADUNG | HAL. 3

Beberapa hari menjelang hari raya Galungan, pasokan janur dari Pulau Jawa meningkat. Bahkan jumlahnya mencapai 100 ton/hari. Selain janur, apa lagi yang dipasok dari Jawa?

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 11

Tiga Ranperda Ditarget Selesai 1,5 Bulan

Momentum Kembalikan Taksu Bali TIGA ranperda yang akan dibahas dengan target penyelesaian 1,5 bulan ke depan, menjadi momentum membangkitkan kembali taksu Bali. Konteks pengajuan ranperda tersebut berkaitan dengan pelaksanaan visi dan misi pembangunan Provinsi Bali. Ketiga ranperda tersebut yakni tentang Standar Penyelenggaraan Kesehatan, tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan, dan Ranperda ten-

tang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Bali, Rabu (12/2) kemarin menjelaskan, ketiga ranperda tersebut dalam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, mewujudkan kehidupan krama Bali yang bahagia sekala dan niskala, serta menata secara fundamental serta komprehensif pembangunan Bali yang mencakup tiga aspek utama yakni alam, krama dan kebudayaan. Ranperda tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali terdiri dari 12 bab dan 74 pasal. Ranperda tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali terdiri dari 15

bab dan 41 pasal. Ranperda Penyelenggaraan Kesehatan terdiri dari 18 bab dan 19 pasal. Menurutnya, Ranperda Pemajuan Kebudayaan merupakan bagian dari pengaturan terkait undang-undang tentang pemajuan kebudayaan, dengan beberapa dimensi baru yang diatur. Yakni budaya sebagai sumber nilai-nilai kehidupan, budaya sebagai produk atau karya seni, dan budaya sebagai suatu industri berbasis pengembangan ekonomi kerakyatan. Lebih dari itu, menjadikan budaya sebagai hulu pembangunan, mainstream pembangunan di Bali. Untuk pertama kalinya ada daerah, di mana budaya dijadikan arah mainstream pembangunan. Ini

’’Ini soal serius, karena kita ingin membangun suatu peradaban karena dalam sejarahnya Bali adalah sebagai pusat peradabannya dunia, berdasarkan sejarah dan hasil riset. Bali disebut sebagai Padma Bhuwana. Kita akan bangkitkan kembali taksu/aura Bali betul-betul hidup kembali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

OPINI

Pedagogi Kritis Mendikbud

Oleh: Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum. Prof. Kurt Singer membeberkan panjang lebar gejala kondisi pendidikan saat ini. Menurut Singer, sekolah bukan lagi tempat nyaman bagi anak-anak. Sistem pendidikan sekolah mau tak mau menjadikan guru sebagai agen yang mengawasi, menindas, dan merendahkan martabat para siswa. Sekolah menjadi lingkungan penuh sensor yang mematikan bakat dan gairah anak untuk belajar. Pekerjaan dan kewajiban sekolah menjadi diktator yang memusnahkan kemampuan anak untuk bertumbuh menjadi dirinya. Sekolah bukan lagi tempat untuk belajar, melainkan tempat untuk mengadili dan merasa diadili. Kurt Singer menyebut sekolah yang mengakibatkan kegelisahan dan ketakutan itu, sebagai Schwarzer Paedagogic (pedagogi hitam). Karena itu muncullah paradigma pedagogi kritis yang berpihak kepada siswa untuk melawan sistem yang dijalankan justru menaklukkan siswa itu sendiri. Pedagogi ini menjelaskan betapa terjadi pertarungan antara pendidikan (sekolah, guru, kurikulum) yang adalah representasi kekuasaan dominan dengan siswa (masyarakat, keluarga, dan orangtua). Dengan pedagogi kritis, Henry Giroux hendak memperluas makna pedagogi menjadi paradigma kehidupan, yakni pandangan yang dianut seseorang secara mendasar di dalam melihat hubungannya dengan dunia dan orang lain. Sekolah bukan hanya tempat untuk menyampaikan pengetahuan dan mengajarkan nilai-nilai kehidupan. Lebih dari itu, adalah tempat untuk mempertanyakan asal pengetahuan, terutama hubungan-hubungan kekuasaan di masyarakat yang menciptakan pengetahuan dan nilai-nilai. Hal. 11 Pembebasan Siswa

Harian Bisnis Bali Terimbas Corona, BPR Optimis Tetap Tumbuh Tahun 2020 diyakini akan terjadi perlambatan ekonomi dan penurunan sektor pariwisata Bali akibat merebaknya virus Corona. Bagaimana BPR menghadapi tantangan tersebut? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Turis Sepi, Pesanan Dodol Turun Drastis Wabah virus Corona ternyata tak hanya berimbas pada kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali, juga mulai berdampak terhadap industri dodol di Desa Besan, Dawan, Klungkung. www.denpost.id

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua DPRD Bali Adi Wiryatama. belum ada di Indonesia. ‘’Ini soal serius, karena kita ingin membangun suatu peradaban karena dalam sejarahnya Bali adalah sebagai pusat peradabannya dunia, berdasarkan sejarah dan hasil riset. Bali disebut sebagai Padma Bhuwana. Kita akan bangkitkan kembali taksu/aura Bali betulbetul hidup kembali,’’ katanya. Mengatur pula mengenai kuliner lokal, olahraga tradisional dan usadha, berbagai ke-

arifan lokal yang ada diangkat kembali lewat perda ini. Dari hulu sampai hilir betul-betul memberikan nilai kehidupan bagi masyarakat. Menjadi suatu yang produktif. Event kebudayaan ditambah Festival Seni Bali Jani yang mengakomodasi seni modern dan Bali World Culture Celebration, perayaan kebudayaan dunia. Mengangkat budaya Bali ke forum internasional sekaligus mengundang seni tradisi dari

berbagai negara. Ranperda tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di Bali, substansinya akan menata pariwisata di Bali. Berbagai masalah kepariwisataan, mulai dari sampah sampai tata kelola kepariwisataan yang kurang beres. Macam-macam kasus parsial yang terjadi harus ditangani secara menyeluruh, bukan sporadis. Hal. 11 Perkuat Pariwisata

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

TP PKK Provinsi Bali Beri Perhatian Serius Tangani Sampah Persoalan sampah menjadi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster. Selain mengeluarkan pergub mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai, Gubernur juga mengagendakan pengolahan sampah di sumbernya. Sebab, penanganan sampah selama ini hanya memindahkan persoalan sampah dan terbukti tidak memberi hasil yang makasimal. Bahkan menimbulkan persoalan baru.

U

n t u k m e m percepat munculkan kesadaran mengolah sampah di sumbernya,

Pemprov Bali pun gencar melakukan sosialisasi. Bahkan, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster pun tidak diam mengatasi persoalan tersebut. Hampir pada setiap kesempatan selalu mengajak dan mengedukasi warga untuk mengolah sampah sendiri. Ketika bertemu tokoh adat dan warga Kintamani, Rabu (12/2) kemarin, Bunda Putri, demikia n

ia sering disapa, mengatakan persoalan sampah mesti mendapat perhatian semua pihak. Pengelolaan sampah mesti dilakulan dengan baik, mulai dari rumah tangga. Dikatakannya, selama ini hanya memindahkan sampah ke tempat lain. Sampah dipindah ke TPS lanjut ke TPA. Di TPA, sampah kemudian menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap. Lingkungan pun tercemar. Jadi, ke depan sampah mesti diolah di desa masing-masing. ‘’Untuk

inilah, TP PKK Bali memberi atensi terhadap sampah dengan cara pengolahan di rumah tangga masing-masing. Ini sangat sejalan dengan program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang merupakan program Pemprov Bali. Mengolah sampah berbasis sumber,’’ tegasnya di sela-sela sosialisasi program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’’. Hal. 11 Diberi Bingkisan

’’…TP PKK Bali memberi atensi terhadap sampah dengan cara pengolahan di rumah tangga masing-masing. Ini sangat sejalan dengan program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ yang merupakan program Pemprov Bali. Mengolah sampah berbasis sumber.’’ Nyonya Putri Swastini Koster Ketua TP PKK Provinsi Bali

Perlu Perda Perlindungan Sumber Air SEMUA pihak perlu bergerak bersama untuk melindungi sumber air. Perlu diterbitkan regulasi agar sumber air tetap lestari dan memberi manfaat bagi kepentingan masyarakat. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Rabu (12/2) kemarin di Wantilan Sasana Dharma Niti Desa Batur Selatan, Kintamani, berharap ada Perda Perlindungan Sumber Air. Perda ini diharapkan segera terealisasi. ‘’Bila ini jalan, tidak cukup melindungi sumber air saja, tetapi bisa dimanfaatkan secara terukur. Berapa yang lain memanfaatkan air yang bersumber di Bangli, sehingga Bangli tetap bisa menjaga lingkungan. Karena semua akan dapat kontribusinya,’’ tegasnya.

Bupati Bangli juga mengapresiasi kebijakan Gubernur Bali yang telah mengeluarkan berbagai pergub untuk pemajuan adat, seperti berbusana adat Bali, perlindungan buah lokal, serta yang lainnya. Pihaknya di Bangli juga telah melakukan langkah menuju ke arah tersebut. Dikatakannya, wisatawan yang datang ke Bali tidak ada yang dicari selain kehidupan adat, seni dan budaya yang dilakukan masyarakat Bali. Kini yang baru di-launching di Bangli oleh Gubernur Bali terkait dengan pertanian, yakni perlindungan buah lokal. Ia pun mengapresiasi kegiatan sosialisasi program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali mewujudkan Bali Era Baru’’ yang diselenggarakan Yayasan Dharma Naradha (YDN) bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post, didukung Sampoerna untuk Indonesia. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat Batur bisa memahami tentang visi dan misi Provinsi Bali tersebut. (ara/ina)


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Pembukaan Sidang Paripurna Ke-3 DPRD Kota Denpasar

Pemkot Ajukan Tiga Ranperda untuk Ditetapkan Menjadi Perda

Bali Post/eka

SUMILASI - Petugas RSUP Sanglah mengevakuasi warga yang suspect virus Corona pada kegiatan simulasi di RSUP Sanglah, Denpasar, Rabu (12/2) kemarin. Simulasi ini dilakukan untuk menjaga kesiapsiagaan petugas di RSUP Sanglah apabila adanya pasien suspect virus Corona.

RSUP Sanglah Gelar Simulasi Penanganan Virus Corona UNTUK menunjukkan kesiapan sekaligus menyegarkan kembali pengetahuan SDM, Rabu (12/2) kemarin pihak RSUP Sanglah menggelar simulasi penanganan virus Corona. Simulasi yang digelar ini merupakan kegiatan rutin RSUP Sanglah dan bukan digelar karena adanya pernyataan WHO yang meragukan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi kasus virus Corona. ‘’Bukan karena itu. Tetapi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan RSUP Sanglah. Diadakan setahun dua kali untuk menunjukkan kesiapan RSUP Sanglah dalam menangani kasus gawat darurat dan sekaligus penyegaran SDM,’’ ujar Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD. Sudartana menerangkan RSUP Sanglah telah menerima 32 pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona. Dua pasien baru saja masuk Selasa (11/2) malam, dan hingga Rabu kemarin masih dalam perawatan di Ruang Isolasi Nusa Indah. Dua pasien baru ini merupakan satu warga negara Tiongkok dan satu warga Indonesia. Keduanya masuk dalam status pengawasan atau observasi. Sementara untuk 30 pasien lainnya, lanjut Sudartana, sudah dinyatakan negatif virus Corona. ‘’Dari 30 pasien, 19 sebagai pasien dengan status pengawasan dan 11 sebagai status pemantauan,’’ ujar Sudartana. Status pengawasan artinya pasien dirawat di ruang isolasi serta menjalani pemeriksaan laboratorium. Sampai saat ini dari pemeriksaan laboratorium yang dilakukan, semua hasilnya negatif. ‘’Sehingga Bali masih aman dari virus Corona,’’ tegas Sudartana. Dalam kesiapan menangani kasus virus Corona, RSUP Sanglah sudah memiliki ruangan isolasi. Dua ruangan disiapkan di IRD, sementara empat ruangan disiapkan di Ruangan Nusa Indah. Ruangan isolasi ini bertekanan negatif. Setiap dokter dan perawat yang bertugas harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat merawat pasien. Plh. Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUP Sanglah dr. Kadek Nariyantha mengatakan satu paket APD yang dipakai petugas medis seharga kurang lebih Rp 1 juta, yang terdiri atas baju pelindung, sepatu bot, masker, penutup kepala dan kacamata goggle. Jika ada pasien, total APD yang diperlukan selama satu hari kurang lebih 20 APD. Sesuai aturan APD yang sudah digunakan hanya boleh dipakai satu kali saja. (san)

Lima Tahun HET Beras Tidak Naik

Denpasar (Bali Post) Wajar saja Nilai Tukar Petani (NTP) di Bali stagnan. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, selama kurun waktu lima tahun, dari 2015 sampai 2019, NTP di Bali berada di kisaran 103,5-107,44. NTP tertinggi yang pernah dicatat Bali yaitu 107,44 pada September 2016 dan terendah tercatat pada April dan Mei 2015. Bahkan, indeks NTP Bali pada Desember 2019 dengan menggunakan penghitungan tahun dasar baru 2018, tercatat di bawah 100 yaitu 96,27. Salah satu alasannya karena subsektor tanaman pangan yaitu padi dalam bentuk gabah tidak naik selama lima tahun sejak 2015. Hal ini memengaruhi kemakmuran petani. ‘’Jadi NTP-nya juga susah naik karena indeks yang diterima dibandingkan indeks yang dibayar lebih besar indeks yang dibayar. Bagaimana NTP mau naik, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras saja tidak naiknaik, kasihan petani. Kita sering di-bully, harga beras naik Rp 200-Rp 300 dibilang naik. Padahal sebenarnya itu turun,’’ ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (PTPHP) I Wayan Sunarta, Selasa (11/2). Harga beras tidak naik selama lima tahun, dikunci dengan harga eceran tertinggi (HET). Sementara indikator kemakmuran petani dilihat dari NTP. Jika NTP di bawah 100, maka pendapatan petani itu minus. Dengan tingkat inflasi 4 persen, selama lima tahun seharusnya harga beras naik 20 persen. Namun harga beras masih berkisar di angka Rp 10 ribuan. Kepala Badan Pusat

Statistik (BPS) Bali Adi Nugroho menjelaskan, dalam penghitungan NTP, indeks diukur dengan harga. Maka dari itu sangat erat berkaitan dengan pasar. ‘’Sementara dalam topik pertanian sering ribut urusan produksi. Padi didorong produksi sebanyak-banyaknya, peternak didorong produksi sebanyakbanyaknya. Memang kalau produksi banyak, dapat mendorong kemakmuran dan kemakmuran diukur dengan NTP,’’ jelasnya. Jika hasil produksinya tinggi, namun di pasar tidak sukses dalam pemasaran, maka itulah yang menjadi sebab petani belum makmur. Padahal pada saat panen padi, produksi sedang melimpah. Namun harga justru mengalami tekanan sehingga NTP menjadi turun, rendah. Sementara pada saat paceklik, petani sendiri tidak memiliki hasil produksi yang cukup. Maka yang terjadi adalah harga yang tinggi. ‘’Itulah situasi yang harus dipahami, cara pengendalian atau intervensi agar dilakukan dengan lebih ketat,’’ ujarnya. Selama ini petani hanya didorong untuk berproduksi. Padahal rantai produksi belum selesai jika tidak terhubung dengan pasar. ‘’Dari Bulog dulu pernah menerapkan mekanisme, jika produksi digenjot lalu dijual ke pasar, kelebihan produksi yang tidak diserap pasar, bisa diserap pemerintah dengan harga yang menguntungkan. Saat itulah pemerintah berkorban ketika stok langka, mengeluarkan stoknya untuk menetralisir harga,’’ jelasnya. Untuk mengamankan NTP yang merupakan isyarat kemakmuran petani, maka tidak hanya didorong untuk menguatkan produksi tetapi juga jaminan pemasaran hasil produksi. (kmb42)

SIDANG Paripurna ke-3 Masa Persidangan I DPRD Kota Denpasar Tahun 2020 yang mengambil agenda usulan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) digelar di gedung DPRD Kota Denpasar, Rabu (12/2) kemarin. Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede ini dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, I Made Mulyawan Arya, anggota DPRD Kota Denpasar dan Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara serta Forkompinda Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Denpasar selaku eksekutif mengajukan tiga ranperda untuk ditetapkan menjadi perda. Adapun ketiganya yakni Ranperda tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar, Ranperda tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan dan Ranperda tentang Pengarusutamaan Gender. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat membacakan pidato pengantar Wali Kota Denpasar menjelaskan, sebagai upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat,

Pemkot Denpasar berkomitmen melaksanakan peningkatan pelayanan, pemberdayaan serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Adapun hal ini dilaksanakan dengan pembentukan produk hukum daerah yang mendukung partisipasi masyarakat. Jaya Negara menjelaskan, Ranperda Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar merupakan produk hukum yang dibentuk berdasarkan Permendagri Nomor 11 Tahun 2019. Meski demikian, dalam pelaksanaannya diperlukan penyempurnaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat suatu daerah. ‘’Sehingga dengan dibentuknya ranperda ini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya dalam fungsi bidang kesatuan bangsa dan politik untuk kemajuan daerah,’’ paparnya. Selanjutnya terkait Ranperda Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan merupakan instrumen penting pelayanan masyarakat di lapisan terbawah. Tentunya SDM perangkat pelayanan di kelurahan yang sesuai dengan bidang tugas diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi masyara-

SIDANG PARIPURNA - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara saat pembukaan Sidang Paripurna ke-3 Masa Persidangan I DPRD Kota Denpasar Tahun 2020 di Gedung DPRD Kota Denpasar, Rabu (12/2) kemarin. kat. Keberadaan kepala lingkungan saat ini diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 32 Tahun 2019 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Lingkungan. Sehingga ranperda ini dibentuk untuk memberikan kejelasan tentang proses pengangkatan, pemberhentian serta penjaminan hak kepala lingkungan dan

kesamaan pengaturan dengan kepala kewilayahan. ‘’Dengan adanya produk hukum daerah ini, nantinya akan ada rasa keadilan dan kesamaan antara kepala lingkungan di Kota Denpasar yang diharapkan bermuara pada peningkatan kinerja,’’ paparnya. Berkenaan Ranperda tentang Pengarusutamaan Gen-

NARKOBA - Tersangka Didik Sucipto menunjukkan narkoba yang dibawa dari Malaysia.

der, Jaya Negara menjelaskan, hal ini sudah harus menjadi perhatian bersama. Di mana ranperda ini menitikberatkan pada upaya untuk mewujudkan suatu kesetaraan gender dalam pembangunan di Kota Denpasar. ‘’Dari ranperda ini tentunya akan mengatur tentang peranan kesetaraan gender dalam proses perencanaan, penganggaran yang berspektif gender dan aksi daerah pengarusutamaan gender untuk mendukung pembangunan daerah,’’ paparnya. Jaya Negara berharap, mengingat pentingnya produk hukum daerah untuk mendukung pembangunan Kota Denpasar, usulan ranperda ini dapat ditetapkan sesuai dengan mekanisme dan fungsi DPRD Kota Denpasar. ‘’Melalui sidang ini kami berharap koreksi yang konstruktif dalam pembahasan nanti, serta dari usulan ranperda ini kami berharap hasil yang terbaik dalam mendukung suksesnya pembangunan Kota Denpasar di segala lini guna mencapai peningkatan taraf hidup serta mewujudkan pelayanan maksimal bagi masyarakat menuju kesejahteraan rakyat,’’ kata Jaya Negara. (ad336)

Bali Post/rah

Ratusan Gram SS Diakui Dipasok dari Malaysia

Denpasar (Bali Post) -

Pemasok narkoba dari Malaysia berhasil ditangkap. Awalnya ditangkap Bunga Erita Septya Putri (27) di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung. Sedangkan temannya, Didik Sucipto (39), lolos dari sergapan petugas di bandara. Oleh Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Bali, Didik akhirnya berhasil ditangkap di rumah kosnya di Jalan Tukad Bilo,k Gang Harum Putra Getar, Sanur, Senin (10/2) lalu. ‘’Dari kedua pelaku ini diamankan narkoba jenis sabusabu (SS) seberat hampir 6 ons (600 gram - red). Mereka berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Modusnya barang bukti disembunyikan di pakaian dalam yang dikenakan pelaku saat itu,’’ tegas Wadir Resnarkoba Polda Bali AKBP I Putu Yuni Setiawan

saat merilis hasil Operasi Antik Agung 2020, Rabu (12/2) kemarin. Menurut mantan Kapolres Kutai Barat, Kalimantan Timur ini, kedua pelaku ini datang bersamaan dalam satu pesawat. Mereka sengaja membawa SS dari Malaysia dan akan diedarkan di Bali. ‘’Pengakuannya baru seka-

li. Mereka belum mengaku dapat upah berapa. Kasus ini masih kami dalami,’’ ujarnya. Informasi di lapangan, hasil interogasi tersangka Bunga, dia mengaku anak buah Didik sama-sama datang dari Malaysia. Saat Bunga ditangkap di Bandara Ngurah Rai, Didik lolos dari pemeriksaan. Selanjutnya tim gabungan yang dipimpin Ps. Kanit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba AKP Djoko Hariadi melakukan pengejaran terhadap Didik. Pada Senin pukul 01.00 Wita, akhirnya Didik ditangkap di tempat kosnya. Saat dilakukan peng geledahan, ditemukan tujuh plastik klip berisi SS berat seluruhnya 289,17 gram bruto

atau 281,41 gram neto, enam pepel/strip masing-masing isi 10 butir tablet Erimin 5, paspor dan HP. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Bali guna proses lebih lanjut. Terkait hasil Operasi Antik Polda Bali berserta jajarannya, AKBP Setiawan didampingi Kasubbid Penmas AKBP I GA Yuli Ratnawati menyampaikan, operasi selama 16 hari dari tanggal 22 Januari hingga 6 Februari 2020 berhasil mengungkap sebanyak 60 kasus. Jumlah tersangkanya 73 orang. Rinciannya target operasi (TO) 29 kasus dan non TO 31 kasus. Sedangkan barang

bukti yang disita 758,22 gram neto SS, ganja 1.040,90 gram neto, ekstasi 109 butir, pil koplo 5.710 butir, dan uang Rp 1.363.000. ‘’Para tersangka ini ada berperan sebagai pengedar, pengguna, penanam ganja. Mereka beroperasi, baik antarpulau, dalam wilayah Republik Indonesia dan internasional. Untuk pelaku asal Bali sebanyak 41 orang, luar Bali 30 orang, dan orang asing 2 orang yaitu dari Rusia,’’ ujarnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kasus LPD Desa Pakraman Gerokgak Dilimpahkan ke Tipikor Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Buleleng sudah melimpahkan berkas dakwaan kasus dugaan korupsi LPD Desa Pakraman Gerokgak, Buleleng, dengan tersangka Komang Agus Purtajaya. ‘’Berkas sudah kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor Denpasar,’’ ujar Kasipidsus Kejari Buleleng Wayan Genip, Rabu (12/2) kemarin. Atas pelimpahan itu, jaksa tinggal menunggu jadwal si-

dang dari Pengadilan Tipikor Denpasar. Sebelumnya, Ketua LPD Desa Pakraman Gerokgak, Buleleng, Komang Agus Purtajaya, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidsus Kejati Bali. Dia akhirnya ditahan Kamis (16/1). Dia diduga melakukan tindak pidana kredit fiktif nasabah sejak tahun 2008 sampai 2015. Nilai kerugian dalam perkara ini mencapai Rp 1,264 miliar. Setelah melakukan pemang-

Topik : pasokan janur ke bali capai 100 ton Bali Post/kmb19

PEMUKIMAN - Suasana salah satu permukiman di kawasan Jalan Bung Tomo, Denpasar, Rabu (12/2) kemarin.

gilan, tersangka langsung ditahan. Bahkan penyidik Pidsus Kejati Bali langsung menggiring tersangka ke Kejari Buleleng untuk dilakukan pelimpahan tahap II, yakni penyerahan tersangka dan barang bukti. Kajati Bali Idianto membenarkan pihaknya telah menahan tersangka Ketua LPD Gerokgak. ‘’Atas perbuatan tersangka tersebut diduga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,264 miliar,’’ katanya.

Sebelumnya, tim penyidik menemukan bahwa di Desa Adat Gerokgak, Buleleng, dalam kurun waktu 2008 hingga 2015 pengurus LPD melakukan pinjaman uang dengan semena-mena. Yakni para pengurus LPD mengambil uang LPD dengan cara kasbon. Dengan banyaknya kasbon, hingga terakumulasi jumlah uangnya cukup banyak. Melihat situasi itu, kasbon kemudian dialihkan oleh pengurus LPD menjadi

kredit. Jelas kredit ini tidak sesuai prosedur. Di sinilah perbuatan melawan hukumnya, karena pengurus LPD tidak bisa mengembalikan atau membayar. Atas perhitungan BPKP Perwakilan Bali kerugianya Rp 1,246 miliar. Dalam tahap penyelidikan, sambung jaksa, ada pengembalian sekitar Rp 860 juta. Tidak menutup kemungkinan di kasus ini ada tersangka lain. (kmb37)

Denpasar (Bali Post) – Kawasan Jalan Bung Tomo, Denpasar, harus mendapatkan penanganan serius. Sebab, di kawasan ini sejak dulu sudah muncul berbagai persoalan, utamanya masalah penyakit masyarakat. Penyakit masyarakat tersebut, mulai dari praktik prostitusi, perjudian, permukiman kumuh hingga peda-

gang kaki lima yang tentunya melanggar aturan. Kepala Satpol PP Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengakui penanganan masalah di seputaran Jalan Bung Tomo merupakan PR terberat bagi pihaknya. Untuk menuntaskan persoalan ini, pihaknya tidak bisa melakukannya sendiri. Apalagi ada oknum-oknum

yang melakukan pelanggaran dengan membawa-bawa nama banjar atau desa adat. Pihaknya berharap warga berpartisipasi aktif agar ketertiban masyarakat dapat terjaga. ‘’Kami perlu d ukungan sem ua p ihak, terutama masyarakat setempat untuk sama-sama mengawasi wilayahnya,’’ ujarnya. (kmb19)

Kesulitan Tangani Persoalan di Bung Tomo


Kamis Wage, 13 Februari 2020

FGD tentang Bagaimana Kabupaten Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan

Wabup Suiasa: Pemerintah dengan ’’Stakeholder’’ Pariwisata Harus Bersinergi Cari Solusi INDUSTRI pariwisata adalah industri yang sangat sensitif terhadap berbagai isu, setidaknya dalam kurun waktu 20 tahun terakhir dunia pariwisata telah didera oleh berbagai isu besar, seperti halnya dalam tiga pekan terakhir berbagai peristiwa fenomenal dan dramatis telah berdampak kepada pariwisata nasional, khususnya Bali. Tidak terkecuali adanya pandemi virus Corona di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok yang beberapa hari ini telah berdampak serius terhadap pariwisata. Terhadap kondisi tersebut diperlukan langkah cepat dan strategis agar pariwisata segera pulih kembali. Kaitannya dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Badung bersinergi dengan Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Provinsi Bali mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema ‘’Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan’’ di Natya Hotel Kuta, Jalan Raya By-pass Ngurah Rai, Tuban, Selasa (11/2). Wakil Bupati Badung I

Ketut Suiasa hadir sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara diskusi yang melibatkan narasumber dari para pakar, praktisi, pelaku industri s e r t a p emerhati pariwi sata, antara lain Managing Director ITDC IGN Ardita, Ketua DPP NCPI Gusti Kade Sutawa, Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha, praktisi pariwisata Gede Wiratha, Bagus Sudibya, Aloysius Purwa dan stakeholder terkait. Turut hadir mendampingi Wabup Suiasa, Kadisparda Badung I Made Badra. Wabup Suiasa mengatakan, FGD ini merupakan wujud sinergitas komunikasi antara seluruh elemen pelaku industri pariwisata untuk merespons situasi kekinian tentang merebaknya virus Novel Corona di Tiongkok, di mana Bali khususnya secara tidak langsung mengalami dampak menurunnya kunjungan wisatawan khususnya wisatawan dari Tiongkok. ‘’Pemerintah dengan seluruh stakeholder pariwisata harus bersinergi untuk mencari titik temu solusi

yang praktis, produktif, strategis serta efektif, agar dampak negatif pariwisata saat ini tidak boleh terlalu lama kita alami,’’ ungkapnya. Atas nama pemerintah daerah, Wabup Suiasa memberikan apresiasi, rasa bangga kepada seluruh peserta FGD dan kepada NPCI Bali yang menginisiasi forum diskusi ini. ‘’Bali harus bersatu padu dalam menjawab tantangan yang kita sedang hadapi bersama saat ini,’’ tegasnya. Dalam forum diskusi tersebut, Wabup Suiasa merasa terinspirasi dari masukan para tokoh dan pemerhati pariwisata dalam memutuskan kebijakan kepariwisataan. Salah satunya dengan membuat website official dan merancang big deal/big sale atau discount khusus baik hotel dan segala bentuk produk yang Bali miliki dengan menyasar pasar domestik yang memiliki potensi 6263 persen perkuatan di bidang pariwisata, secara khusus akan menarik wisatawan domestik dalam menguatkan pencapaian

target kunjungan. Ini menjadi daya dukung selain pangsa pasar mancanegara sesuai agenda, yaitu India, Australia, Eropa, Rusia, dan Amerika, upaya lain juga dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak maskapai penerbangan dengan menambah rute baru seperti menghidupkan kembali direct flight dari India. Bahkan, Badung segera akan mengumpulkan rencana kerja bersama stakeholder menindaklanjuti terobosan memajukan pariwisata Badung untuk Bali. Badung juga akan menyampaikan bagaimana penanggulangan sesuai SOP, pencegahan serta antisipasi termasuk upaya dan langkah prosedur penanganan virus Corona apabila terjadi, tetapi sampai saat ini Bali masih aman. ‘’Langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan publik dan masyarakat dunia terhadap Bali bahwasanya Bali itu save dan aman untuk dikunjungi,’’ jelas Wabup Suiasa. Sementara itu, Ketua DPW NCPI Bali Agus Maha Usadha dalam kesempatan tersebut

FGD - Wabup Suiasa saat menghadiri FGD dengan tema ‘’Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan’’ di Natya Hotel Kuta, Selasa (11/2). mengatakan sesuai dengan tema FGD ‘‘Badung Menjawab Tantangan Pariwisata ke Depan’’. ‘’Ini adalah suatu langkah besar bagaimana Badung merupakan pemain utama pariwisata di Bali, hari

ini kami NCPI Bali bersinergi dengan Pemkab Badung membuat statemen (Badung Do It for Bali) Badung beserta seluruh komponen dan semua stakeholder pariwisata siap mendukung dan meng-

gawangi melakukan untuk Bali dengan segera merilis program selanjutnya, yaitu big deal, marketing strategi, crisis center, international IT system marketing,’’ pungkasnya. (ad347)

Lima Perda RDTR Terkatung-katung Mangupura (Bali Post) – Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kembali dibahas di Gedung Dewan, Rabu (12/2) kemarin. Dari enam kecamatan di Kabupaten Badung, hanya RDTR Kecamatan Kuta Selatan sudah diundangkan menjadi perda. Sedangkan RDTR di lima kecamatan lainnya masih terkatungkatung sejak tahun 2014. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja (Raker) Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Badung dengan jajaran eksekutif. Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa dalam rapat tersebut mengatakan, RDTR ini wajib dituntaskan agar semua kecamatan di Badung memiliki payung hukum sebagai turunan dari Perda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Badung. ‘’Saat ini dari enam kecamatan di Badung, baru

Kecamatan Kuta Selatan yang memiliki RDTR. Sedangkan Kecamatan Kuta dan Kuta Utara masih mandek karena menunggu arahan pusat. Sementara RDTR Kecamatan Mengwi, Abiansemal, dan Petang belum disusun,’’ ungkapnya. Menurut Suyasa, penyebab terkatung-katungnya

SOSOK Atasi dengan Hipnoterapi MAU tidak mau, kemajuan teknologi dan kemudahan informasi melalui gadget menguasai kehidupan anak-anak zaman sekarang. Bahkan mulai dari balita, anak saat ini sudah mengenal gadget. Karena itu, orangtua harus semakin aware terhadap perkembangan teknologi dan informasi melalui gadget sehingga tidak menjadi bumerang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari. Agar lebih memahami pola asuh anak di era kemajuan teknologi dan informasi seperti saat ini, diperlukan penguasaan hipnoterapi. Untuk itu, CV BBM Medindo bekerja sama dengan IDI serta PPNI menggelar seminar dengan tema ‘’Coding DNA Anak Genius di Era Digital’’, Minggu (16/2) mendatang. Ketua Panitia dr. Candra Wijanadi, Selasa (11/2) mengatakan permasalahan anak saat ini tidak hanya terlalu bergantung pada gadget, tetapi juga ada yang susah fokus, malas belajar, malas makan suka berkata kasar sampai membuat masalah dengan anak yang lain dalam hal ini bullying atau menjadi korban bullying. ‘’Di sinilah orangtua perlu memahami detail tahap pertumbuhan dan perkembangan dan kemudian bisa menerapkan hipnoterapi sebagai langkah menanamkan pola asuh di bawah sadar anak untuk memaksimalkan tumbuh kembangnya,’’ jelas Candra. Selama ini, kata dia, hipnoterapi dikenal penggunaannya di dunia entertainment. Padahal kegunaan hipnoterapi sangat luas seperti penerapan pada ibu melahirkan sampai untuk mengasuh anak yang juga disebut hipnoparenting. ‘’Dengan menerapkan hipnoterapi pada anak ini, orangtua akan lebih dalam memahami pola asuh. Mereka juga bisa menerapkan hipnoterapi pada diri mereka sendiri untuk mengetahui apakah ada trauma atau masalah pola asuh pada dirinya saat masih anakanak yang berimbas pada caranya mengasuh anak-anaknya saat ini,’’ ujarnya. (san)

RDTR Kuta dan Kuta Utara selama ini lantaran tidak sinkronnya 12 kementerian di pusat yang berimbas pada pembahasan RDTR di daerah. Di tingkat pansus sejatinya telah dibahas. Namun karena egoistis 12 kementerian yang terlibat di RDTR berimbas pada daerah. ‘’Kami harap nanti ada titik

temu dan solusi, sehingga permasalahan RDTR ini bisa segera ditetapkan,’’ ujarnya. RDTR Kuta dan Kuta Utara, lanjut politisi Partai Golkar ini, sangat mendesak. Pasalnya, aturan yang berlaku sudah tidak sesuai lagi dengan fakta di lapangan. Akibatnya, investasi di dua kecamatan itu tidak maksimal. ‘’Sawah sudah telanjur dibangun vila, masak sekarang itu tidak diberi izin? Kan rugi mereka berinvestasi, sementara kita hidup dari pariwisata,’’ katanya. Suyasa berharap dalam RDTR terbaru terdapat semacam kebijaksanaan bagi

daerah-daerah yang sudah telanjur melanggar, sehingga investasi yang sudah terbangun tidak mubazir. ‘’Presiden kan ingin mempermudah masuknya investasi. Jadi, harapan kami aturan yang sifatnya mempersulit dihilangkan,’’ pintanya. Hal senada juga disampaikan anggota dewan Made Retha dan IGN Shaskara. Mereka berpendapat banyak kawasan limitasi yang telah dibanguni vila. Namun lantaran tidak dapat mengurus izin, banyak vila bodong dan tidak membayar pajak. ‘’Banyak rumah tinggal yang difungsikan sebagai vila,

Babinsa Dilatih Tanggap Bencana Mangupura (Bali Post) – Sebagai ujung tombak TNI, Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di desa-desa wajib memiliki kemampuan lebih, khususnya dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan. Saat ini kasus kebakaran kerap terjadi di wilayah Denpasar dan Badung. Oleh karena itu, Babinsa Kodim 1611/Badung dilatih cara tepat memadamkan api, Rabu (12/2) kemarin. Dandim 1611/Badung Kolonel Inf. Puguh Binawanto didampingi Pasiterdim Mayor Inf. Made Mustika menyampaikan sistem pertahanan semesta merupakan strategi pertahanan negara Indonesia yang didukung komponen utama, cadangan, dan pendukung. Komponen utama yang diperankan oleh TNI, khususnya gelar Komando Wilayah (Satuan Kowil) menyelenggarakan pemberdayaan wilayah. Untuk meningkatkan kemampuan pembinaan teritorial (binter) aparat Kowil, maka perlu diselenggarakan pembinaan. ‘’Saat ini cukup banyak perkembangan situasi di lapangan yang harus dicermati serta diperlukannya peran aktif kita demi menciptakan ruang, alat dalam dan kondisi juang yang tangguh. Tujuannya untuk kepentingan pertahanan negara di darat serta mewujudkan kemanungga-

Bali Post/ist

DILATIH - Babinsa Kodim 1611/Badung dilatih cara tepat memadamkan api. lan TNI-rakyat dengan Kowil tersebut. Aparat harus mampu mengimplementasikan tugas-tugas yang diamanatkan undang-undang dan profesional,’’ ujarnya. Ada beberapa hal yang ditekankan Dandim terkait pembinaan dalam kegiatan aparat kewilayahan dan kemampuan teritorial, di antaranya memahami dan memiliki kemampuan dalam menjabarkan keterampilan dengan binter berkaitan di wilayahnya. Terwujudnya mental, disiplin dan semangat yang tangguh serta profesional. Terwujud dan terpeliharanya kemanunggalan TNI-rakyat.

Sementara itu, Mayor Mustika di sela-sela latihan pemadam kebakaran di Kantor Pusdalops BPBD Kota Denpasar di Jalan Juanda, Denpasar Timur mengatakan, tujuan latihan tersebut untuk mengetahui lebih jauh Pusdalops BPBD Kota Denpasar. Termasuk kelengkapan alat-alat yang dipergunakan dalam penanggulangan bencana. Di samping itu, apabila terjadi bencana di lapangan khususnya kebakaran, Babinsa siap untuk membantu dan bersinergi dengan BPBD Kota Denpasar, serta instansi terkait lainnya. (kmb36)

karena kesulitan mengurus izin. Masalah-masalah seperti ini kami harap dibuatkan izin berjenjang. Kalau sudah habis umur izinnya agar ke depan saat mengurus perpanjangan izin disesuaikan lagi izinnya sesuai peruntukannya,’’ kata Retha. Dalam raker tersebut juga mencuat selain RDTR Kuta dan Kuta selatan, eksekutif juga menggeber penyusunan RDTR Mengwi, Abiansemal, dan Petang. Menurut dewan, ketiga RDTR di wilayah Badung utara ini juga mendesak diselesaikan di tahun 2020 ini. Pihak dewan bahkan siap membentuk pani-

tia khusus (pansus) untuk menggodok RDTR ketiga kecamatan itu. Sementara itu, Kepala DPMPTSP Badung Made Agus Aryawan sepakat RDTR harus mempermudah masuknya investasi ke Badung. Ia mengakui pihaknya selama ini sulit mengeluarkan sejumlah perizinan karena terbentur regulasi. ‘’Kami sepakat investasi itu harus dipermudah. Selama ini kami banyak tidak menerbitkan izin bukan karena tidak mau, tapi karena memang tidak sesuai regulasi,’’ tegasnya. (kmb27)

OPD Diinstruksikan ”Mapatung” Daging Babi Mangupura (Bali Post) – Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa menginstruksikan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mapatung daging babi. Upaya ini guna menunjukan daging babi masih layak dan aman untuk dikonsumsi meski terdapat isu African Swine Fever (ASF). “Ya, benar. Kami sudah berikan surat edaran berupa imbauan agar seluruh OPD melaksanakan mapatung, memotong babi bersama-sama,” ujar Adi Arnawa, Rabu (12/2) kemarin. Instruksi tersebut dituangkan dalam surat edaran bernomer: 524.3/1037/Sekret/Diperpa tentang Imbauan Pemotongan Bali yang ditandatangani 11 Februari 2020. Dalam surat tertulis agar seluruh OPD yang ada di Badung diharapkan melakukan pemotongan babi bersama untuk membantu peternak babi yang ada di Badung. Harga pembelian babi hidup pun

telah ditetapkan dalam kisaran Rp 25.000 sampai Rp 28.000 ribu per kilogram. “Ini sebagai upaya kita membantu peternak babi di Badung, serta meyakinkan bahwa mengkonsumsi daging babi tetap aman, asalkan dari babi yang sehat, dan proses pemasakan yang benar,” tegasnya. Kendati demikan, surat edaran tatap merujuk pada laporan Dinas Pertanian dan Pangan yang telah mendapatkan penegasan dari Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali, bahwa penyakit ternak babi tidak menular kepada manusia. “Kegiatan mapatung kami laksanakan selain membantu peternak, juga membangkitkan rasa kebersamaan. Karena hakikat mapatung adalah kebersamaan dan gotong royong yang memang telah dilaksanakan sejak dulu,” katanya. Sebelum dipotong, pihaknya sudah menginstruksikan kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk melakukan pemeriksaan ternak. Baik yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun pemotongan yang dilakukan oleh masyarakat. (kmb27) I Wayan Adi Arnawa

Rapat Percepat Proyek Pembangunan PSEL di TPA Suwung

Harapkan Menjadi Solusi Permasalahan Sampah

RAPAT - Wabup Suiasa menghadiri rapat dalam rangka mempercepat proyek pembangunan PSEL di TPA Suwung di Gedung Jaya Shaba Rumah Dinas Gubernur Bali, Selasa (11/2).

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan I Wayan Puja menghadiri rapat dalam rangka mempercepat proyek pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung dengan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) Solicited di Gedung Jaya Shaba Rumah Dinas Gubernur Bali, Selasa (11/2). Rapat yang dipimpin Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Wakil Bupati Gianyar Anak

Agung Gde Mayun, dan Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Wabup Suiasa pada kesempatan tersebut mengatakan, persoalan sampah telah menjadi masalah bagi seluruh daerah yang ada Indonesia. Karena produksi sampah setiap harinya terus bertambah, hampir seluruh daerah menghadapi persoalan yang sama mengenai keberadaan sampah. Pada rapat koordinasi penanganan sampah kabupaten/ kota yang tergabung dalam Sarbagita ini, pemanfaatan sampah yang diolah menjadi energi baru dan terbarukan dinilai bisa menjadi solusi atas berbagai persoalan sampah

yang ada saat ini. Selain menyelesaikan masalah sampah, energi yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan dan bermanfaat. Dengan perkembangan daerah, maka sudah tentu produksi sampah setiap harinya terus bertambah. Sementara tempat untuk pembuangan sampah menjadi kendala yang dihadapi setiap daerah. Menyikapi persoalan tersebut, mengolah sampah menjadi energi baru terbarukan berupa Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dinilai merupakan solusi yang tepat saat ini, sebab sampah bisa diolah dan menghasilkan energi listrik. Wabup Suiasa menambah-

kan, untuk merealisasikan rencana tersebut maka akan dilakukan kajian lebih lanjut oleh masing-masing daerah baik mengenai pola skema kerja sama KPBU, skema pembiayaan maupun skema kuota pembuangan sampah ke TPA Regional Sarbagita oleh masing-masing daerah yang tergabung di dalamnya. ‘’Bila proyek ini terealisasi, dipastikan 1.000 ton sampah per hari akan dirubah menjadi energi listrik. Yang tentunya ini secara signifikan akan mampu mengurangi permasalahan sampah yang dihadapi wilayah Sarbagita pada khususnya dan Bali pada umumnya,’’ jelasnya. (ad346)


Kamis Wage, 13 Februari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjadikan Sekolah Nyaman bagi Anak SAAT ini di Bali ada beberapa sekolah swasta favorit. Ada yang memang memasang brand internasional, tetapi ada juga yang justru memasang nama Bali sebagai brand utamanya. Sekolah ini mulai tingkatan kelompok bermain atau playgroup atau PAUD sampai pada strata SMA. Banyak peminatnya. Terutama anak-anak kalangan pekerja warga asing atau dari kalangan berada. Dikatakan demikian karena uang semesterannya tergolong mahal. Bisa puluhan dan bahkan ratusan kali lipatnya. Apanya yang menarik dari sekolah semacam ini? Banyak. Kalau membandingkan dengan barang, bisa dikatakan seperti ada harga ada kualitas. Tetapi sebenarnya itu tidaklah linier dengan kesuksesan seorang siswa nantinya. Artinya, tidak semua dari mereka akan jadi orang sukses. Dan sedikit pula anak-anak yang dari sekolah ‘’kebanyakan’’ akan tidak sukses. Bukan di situ poinnya. Tetapi pada pola pengajaran serta gaya sekolah itu yang back to nature. Kembali ke alam. Sederhana dalam kurikulum dan seperti sekolah-sekolah negeri pada era Orde Baru. Sekitar 1970-an sampai 1990-an. Serba sederhana dan tidak memberatkan siswa dengan berbagai beban. Ada secacam kesetaraan antara guru dan murid. Ada dialog intens. Ada komunikasi ruang kontak dibangun dengan seluas-luasnya. Namun bukan berarti tidak punya standar. Mereka standarnya mengacu kurikulum internasional. Dan bagusnya tetap menggandeng kekuatan formal sebagai salah satu sisi yang sangat positif dalam membangun karakter siswa yang ‘’merdeka’’. Sangat jamak kita lihat bagaimana suasana kelas begitu hidup dengan dialog. Bukan monolog dari sang guru kepada muridnya. Mereka diajak berpikir secara merdeka. Berargumentasi dengan logika mereka. Pengembangan bakat, kemandirian, kecintaan terhadap lingkungan menjadi salah satu penguat dan daya tarik. Ketika siswa sekarang seperti kelebihan beban, barangkali kodel yang seperti ini perlu ditiru. Siswa begitu menikmati keberadaannya sebagai murid. Membangun kondisi atau iklim seperti ini tentu bukan perkara gampang setelah sekian lama berjalan ibarat dengan memakai kacamata kuda. Menjadikan hubungan ini sebuah relasi yang harmonis namun tidak kehilangan kewibawaan tentu juga perlu waktu. Namun ketika sekolah-sekolah ini kembali kepada cara tempo doeloe, tentu bukan tanpa alasan. Alasannya ya… siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda, kembangkan dan arahkan dengan baik dan bijaksana. Tentu ini muaranya. Kalau tidak, sulit bagi kita akan menemukan pola dasar sistem pendidikan nasional yang mau dan mampu menempatkan siswa dengan posisinya sebagai siswa dan guru sebagai guru.

POJOK Jelang Galungan, pasokan janur dari Jawa capai 100 ton per hari. - Buah juga banjiri Bali. *** Terbitkan tiga perda untuk kembalikan taksu Bali.

Investasi Penyelamatan Lingkungan BENCANA ekologi terus mengintai Bali. Penyebabnya tiada lain ketidakadilan dan minimnya perhatian terhadap pengelolaan alam. Sudah banyak bukti pembangunan tak terkontrol dan liar yang justru dibiarkan. Kesan selama ini, Bali cenderung bergerak pada kepentingan ekonomi tanpa melihat dampaknya terhadap keseimbangan lingkungan. Netizen melalui akun Facebook @balipost menyampaikan keresahannya dan berharap ada penanganan secara masif dan terstrukur atas berbagai kerusakan alam Bali. Pariwisata boleh saja sektor andalan, tetapi tak pantas didewakan. Sikap permisif atas nama pengembangan pariwisata mesti ditanggalkan. Hal ini mengingat daya dukung lingkungan Bali sudah sangat terbatas. Ubah ritme di era baru. Saatnya seluruh komponen terutama pemerintah berinvestasi besar di bidang lingkungan. Susun dan laksanakan program yang konsisten memelihara ekosistem. Jangan biarkan jargon bela lingkungan jadi sampah sejarah karena tak pernah diimplementasikan. Berikut sejumlah komentar netizen. Dek Baliaga Betul sekali, tolonglah Bali terutama Badung jangan hanya mikir yang penting uang. Lihatlah ke depan dan begitu juga dengan sampah. Bila perlu ditelusuri dari mana saja sampah itu dan apa saja. Bali padat, penduduk harus ikut menjaga dan melestarikan gumi Bali. Dek Shinobi Bali sudah rusak. Makanya turis mancanegara sepi. Jalur hijau padahal ada tanda larangannya, masih ada bangunan. Sampah padahal sudah ada solusi, tetapi dibuat ruwet. Rajesh Aishwaryasya Mahavira Perlu ada filter, jaring dan sejenisnya atau sejenis bendungan filterisasi sampah dan sejenisnya pada setiap muara atau aliran sungai menuju pantai di seluruh Bali. Agar sampah tidak bermuara di laut terutama bila hujan lebat dan aliran sungai deras yang pastinya membawa dampak sampah. Semoga ke depan menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah untuk dapat dialokasikan

secara bertahap dan dapat terealisasi. Endar Setiawan Pemda Bali dan masyarakat kebanyakan cenderung teriak soal pelestarian budaya, adat, dan agama, sehingga lupa akan pelestarian alam Bali. Lupa kalau alam juga bagian dari budaya. Imade Umbarayana Sudah pasti. Hutan ‘’diperkosa’’ salah satunya di Jembrana, daerah asalku. NiLuh AyuMas Sampah-sampah pantai biasanya diambil oleh penduduk sekitar pantai untuk dijadikan kayu bakar, jadi pantai tetap bersih. Sekarang semua beralih ke pariwisata. Komang Wiadnyana Ini bukan tata ruang Bali yang salah. Ini sudah alam yang sudah murka dan muak dengan keserakahan manusianya.

Wedha Andi Ike Kerja bakti menyusun neraka, kita miliki bahan bakarnya. Wayan Sakyo Penamun Dana kebanyakan digunakan untuk tujuan politik. Dana untuk perlindungan alam tidak ada. Rafael Nyoman Ganapurwa Pariwisata telah memberikan uang, terus apa saja yang telah dibuat untuk pariwisata? Ai Klud Rafael Pendapatan uang dari pariwisata itu ke mana jalannya? Masih sebuah misteri. Nengah Narsa Upacara wana kertih hanya ritual, Tri Hita Karana hanya konsep.

Pendidikan Yudisium Ke-135 FIB Unud

Lepas 83 Calon Wisudawan

PERSATUAN Orangtua Mahasiswa (POM) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) menggelar upacara pelepasan calon wisudawan periode ke-135 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Rabu (12/2) kemarin. Sebanyak 83 orang calon wisudawan yang terdiri dari 57 orang mahasiswa Program Sarjana (S-1), 16 orang mahasiswa Program Magister (S-2) dan 10 orang mahasiswa Program Doktor (S-3) dilepas langsung oleh Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. Para calon wisudawan akan diwisuda oleh Rektor Unud di Auditorium Widya Sabha Unud, Sabtu (22/2) mendatang. Lulusan terbaik calon

wisudawan periode ke135 ini diraih oleh I Made Exis Wijaya, S.S. dari S-1 Prodi Sastra Inggris dengan IPK=3.95 (Cumlaude), Desak Putu Andi Suarmini, S.Sos., M.Si. dari S-2 Kajian Budaya dengan IPK=3.95 (Cumlaude), dan Dr. Yafed Syafei, S.S., M.A. dari S-3 Linguistik dengan IPK=3.80 (Sangat Memuaskan). Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. mengatakan para calon wisudawan yang dilepas telah memenuhi kualitas dan daya saing lulusan yang sesuai dengan visi-misi inovatif dari Kemenristek-Dikti. Visi-misi inovatif ini lebih dititikberatkan pada sistem pembelajaran STEAM (Science Technology, Engenering,

Arts, and Matematics) yang mengedepankan softskill mahasiswa. Tujuannya untuk pengembangan SDM siap kerja, siap usaha, dan men-link and match dengan industri. Selain itu, dikatakan, bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI telah mengeluarkan kampus merdeka, di mana mahasiswa dipersilakan secara sukarela berkuliah di luar prodi selama 3 semester. Satu semester memilih mata kuliah di prodi lain (sama fakultas atau beda fakultas) dan 2 semester dapat kuliah di luar kampus, bisa berupa magang di perusahaan atau di tempattempat lain yang dapat meningkatkan sofskill-nya. Sehingga seorang lulusan sarjana FIB Unud dapat

menjadi pebisnis dengan mengambil satu semester tentang ilmu manajemen dan bisnis dan praktik di sebuah sekolah bahasa. Selain itu, lanjut Sri Satyawati, Unud telah memikirkan hal tersebut. Sehingga ada capaian SKP mahasiswa sebagai sarana dalam meningkatkan sofskill-nya. Selain itu, ke depan lulusan juga diwajibkan ikut dalam kuliah digital society dan memiliki kompetensi di bidangnya. Dengan begitu, tidak hanya daya saing lulusan yang dipertaruhkan, juga daya saing para dosen. Apalagi sistem akreditasi prodi dan institusi tidak lagi menggunakan 7 standar, melainkan 9 standar yang dititikberatkan pada outcome. ‘’Ini harus dimaknai bahwa mahasiswa siap

LULUSAN TERBAIK - Dekan FIB Unud Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. (kiri) didampingi para Wakil Dekan dan Ketua Senat FIB Unud berfoto bersama lulusan terbaik pada upacara Yudisium FIB Unud Periode Ke-135 di Aula Widya Sabha Mandala Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Rabu (12/2) kemarin. kerja dan lembaga harus mampu me-link-kan dengan perusahaan, sehingga

mahasiswa dengan cepat meraih peluang kerja,’’ tegasnya. (ad335)

Hospitality Leaders Talk di BI

Ambil Tema ’’Quality & Sustainability: A New Paradigm of Bali Cultural Tourism’’

ELEMEN pariwisata Bali berupaya keras memecahkan berbagai persoalan pariwisata dengan menggandeng pemerintah, akademisi, praktisi, dan stakeholder lainnya. Rabu (12/2) kemarin, bertempat di Kantor Perwakilan Bank

Indonesia (BI) Provinsi Bali, digelar Hospitality Leaders Talk dengan tema yang diambil ‘’Quality & Sustainability: A New Paradigm of Bali Cultural Tourism’’. Salah satu poin yang diharapkan dalam dialog itu adalah pembangunan Bali

- Stop jual Bali. *** Perlu regulasi untuk melindungi sumber air di Bali. - Sawah sudah jadi korban. BERSAMA - Panitia dan pembicara foto bersama dengan Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.

yang berbudaya, berkualitas, berkelanjutan, dengan tujuan meningkatkan standar kualitas dan keberlanjutan pariwisata Bali sesuai dengan visi dan misi yang tertuang dalam ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Bali Prof. Dr. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD), PHRI, Kadin, dan asosiasi pariwisata lainnya. Dr. Panudiana Kuhn, salah satu penggagas dan sekaligus pembicara dalam acara ini, menyatakan pihaknya fokus pada quality tourism. ‘’Artinya kita mencari yang berkualitas,’’ katanya. Kuhn menambahkan, yang dikenal saat ini soal quality tourism adalah pariwisata dengan mengakomodir wisatawan yang

berkualitas untuk meningkatkan destinasi. ‘’Mengukur kualitas itu adalah dengan mengetahui sejauh mana mereka berkontribusi dengan masyarakat lokal. Quality tourism harus dijadikan ideologi, yakni perlindungan terhadap sumber daya, dan masyarakat juga harus diuntungkan,’’ katanya. Wisatawan yang berkualitas, kata Kuhn, adalah wisatawan yang spendingya besar, wisatawan yang tinggalnya lama, wisatawan yang peduli terhadap lingkungan alam dan sosial budayanya. Adapun faktor yang memengaruhi quality tourism agar berkesinambungan adalah masyarakatnya yang terdidik, clean and hygine, makanan yang disajikan tidak menggunakan MSG, fasilitas umum terawat dengan baik, mempertimbang-

kan charge untuk resources atau cost, dan reasonable price. Sementara itu, Ketua Panitia I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya, S.E., MBA. menambahkan, yang menjadi problem saat ini adalah masalah lingkungan, kemacetan, kriminalitas, narkoba. Adapun yang menggembirakan untuk mendatangkan wisatawan semakin ramai ke Bali, kementerian sedang membicarakan insentif untuk wisatawan. Misalnya airline memberikan diskon, restoran, artshop dan yang lainnya. Ditambahkan pria yang juga menjabat BPPD Badung ini, potensi wisatawan Tiongkok sudah 350 juta ke seluruh dunia. Bali baru mencapai 1,5 juta orang atau pesimisnya 2 juta. ‘’Ini akan sulit dicapai jika per harinya kehilangan 3 ribu

sampai 350 ribu wisatawan Tiongkok yang datang ke Bali,’’ jelasnya. Bisa dibayangkan jika satu orang budgetnya minimal 1.100 US dolar, atau sekitar Rp 14 juta, jadi potensi lost bisnisnya cukup besar. ‘’Satu bulannya mungkin sampai Rp 1,3 triliun. Jadi kalau tiga bulan bisa Rp 5 triliun. ‘’Ini kita harus akali, jangan sampai terpuruk,’’ katanya, sembari berharap tidak ada travel warning dari negara lain karena Bali negatif Corona. Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, pariwisata kunci sektor ekonomi Bali. Dia menyampaikan beberapa data di 2019 lalu, yakni soal pertumbuhan eknomi. Yakni berada di angka 5,63% pertumbuhan ekonomi Bali di tahun 2019 dengan inflasi 2,38%. (ad337)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Pimpinan Yayasan Cabuli Anak Asuh Tiga Tahun Lebih Tabanan (Bali Post) Aksi bejat dilakukan ketua yayasan di wilayah Sanggulan, Kecamatan Kediri, Tabanan bernama Riema Sipahelut (38). Yang bersangkutan tega-teganya mencabuli anak asuhnya yang masih di bawah umur CDL (17) di yayasan yang difungsikan sebagai panti asuhan itu. Ironisnya tersangka melakukan hal ini sudah sejak tiga setengah tahun lalu. Modus operandinya pijat. Tidak kuat perlakuan tersangka itu, korban pun akhirnya memberanikan diri melapor ke polisi. Dari informasi yang dihimpun, korban CDL asal Maluku itu datang ke yayasan itu tahun 2014 silam. Korban saat itu diantar orangtuanya. Di panti asuhan itu korban mengenyam pendidikan sejak SD dan saat ini sudah duduk di bangku kelas II SMA. Kasus pencabulan itu terjadi sejak Juli 2016 sampai pertengahan Januari

2020. Modusnya tersangka meminta korban memijat di kamar. Namun itu hanyalah dijadikan kedok tersangka agar bisa menggerayangi tubuh korban. Pasalnya, usai memijat, tersangka merayu korban untuk melayani nafsu bejatnya. Korban pun awalnya menolak, namun tersangka tetap memaksa, sehingga korban tidak berdaya dan pasrah dicabuli. Ironisnya, aksi bejat tersangka itu dilakukan sampai tiga setengah tahun. Karena merasa tidak kuat lagi dengan pencabulan yang dialaminya itu, korban akhirnya kabur dari yayasan itu. Korban pergi ke rumah temannya. Di sana dia menceritakan kejadian yang menimpanya. Bahkan korban juga bercerita pada gurunya. Kemudian gurunya menyarankan untuk lapor polisi. Atas saran tersebut, korban akhirnya melapor ke Polres Tabanan, Kamis (6/2) lalu. Ber-

dasarkan laporan korban itu, petugas kemudian menangkap tersangka sore harinya. Tersangka saat ini tengah diperiksa intesif penyidik PPA Reskrim Polres Tabanan. Untuk kasus itu petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Dijelaskan, tersangka sedang diperiksa termasuk saksi. ‘’Akibat perbuatan tersangka itu, korban mengalami trauma. Saat ini dititip di Yayasan Gayatri,’’ kata Budiarta, Rabu (12/2) kemarin. Dan tersangka dijerat Pasal 81 ayat (2) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 KUHP dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (kmb28)

Ekonomi

60 Warga Binaan Ikuti Rehabilitasi Medis

Tabanan (Bali Post) -

Rangkaian HUT Ke-17 LMATS Consulting

Edukasi Wajib Pajak Lewat Seminar Perpajakan

SEMINAR PAJAK LMATS - Co-Founder & Managing Partner LMATS Consulting I Kadek Agus Ardika (kiri) bersama Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto saat membuka Seminar Pajak LMATS Consulting 17th Anniversary Delivering Innovative Solution. RATUSAN peserta tampak antusias mengikuti ‘’Seminar Pajak LMATS Consulting 17th Anniversary Delivering Innovative Solution’’ di Hotel Aston, Denpasar, Rabu (12/2) kemarin. Seminar yang dibuka Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto merupakan salah satu rangkaian kegiatan HUT ke-17 LMATS Consulting yang akan jatuh pada 28 Oktober 2020. Ada tiga narasumber yang dihadirkan yakni Executive Director Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, Ketua I Bidang Kualitas Kompetensi dan Profesionalisme Kompartemen Kantor Jasa Akuntan-IAI Susan Sutedjo, dan Partner LMATS Consulting I Gst. Putu Ngurah Eka Putra Wijaya. Masing-masing menyampaikan materi tentang Fasilitas Perpajakan Dalam Omnibus Law, Kesiapan UMKM Dalam Pelaporan Keuangan Menghadapi Peraturan Perpajakan di Era Ekonomi Digital, serta Tax Updates. ‘’Seminar dengan tema per-

Bali Post/kmb28

REHABILITASI - Narapidana yang mengikuti rehabilitasi dan pelatihan di Lapas Kelas IIB Tabanan, Rabu (12/2) kemarin.

pajakan ini merupakan rangkaian kegiatan ulang tahun LMATS yang ke-17. Jadi, ini merupakan program pendidikan dan CSR di bidang perpajakan dan akuntansi,’’ ujar CoFounder & Managing Partner LMATS Consulting I Kadek Agus Ardika, S.E., S.H., M.Si. Ak., CA., BKP. Menurut Agus Ardika, 80 persen dari total 518 peserta seminar merupakan klien LMATS dan sisanya adalah peserta umum. Dikatakan, LMATS Consulting tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga berupaya mengedukasi masyarakat khususnya wajib pajak. Salah satunya tampak dari materi yang disampaikan para pembicara yang merupakan isu terbaru terkait perpajakan. ‘’Harapan kami adalah wajib pajak memahami regulasi yang akan keluar dan ada optimisme melakukan investasi jangka panjang,’’ jelasnya. Mengingat, lanjut Agus Ardika, perpajakan saat ini semakin rumit (complicated) dan

dari segi data juga berbasis online. Tetapi saat wajib pajak memahami regulasi yang ada, tentu mereka tetap akan menjalankan kewajiban dan kepatuhan terhadap pajak. Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Bali Goro Ekanto mengapresiasi LMATS Consulting yang menginisiasi seminar pajak di awal tahun. Terlebih bila dikaitkan dengan penyampaian SPT bulan Maret untuk perorangan dan bulan April untuk badan. Dengan adanya seminar ini diharapkan bisa ikut berkontribusi menyukseskan penyampaian SPT sesuai target yang direncanakan Kanwil DJP Bali. ‘’MATS Consulting dalam ulang tahun ke-17 ini sudah banyak berkiprah termasuk salah satunya mendukung upaya-upaya peningkatan kesadaran pajak di lingkungan Kanwil DJP Bali,’’ ujarnya. Selama ini, lanjut Goro, pihaknya memiliki hubungan baik dengan para konsultan pajak. Para konsultan pajak termasuk LMATS Consulting banyak membantu dalam penyuluhan pajak atau menyediakan Pojok Pajak untuk pelayanan SPT. Ini lantaran SDM di Kanwil DJP Bali jumlahnya terbatas. ‘’Kami ucapkan selamat ulang tahun kepada LMATS Consulting. Mudah-mudahan bisa membantu memberikan pencerahan kepada seluruh masyarakat Bali dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya,’’ imbuhnya. Selain seminar pajak, rangkaian kegiatan HUT ke-17 LMATS Consulting juga diisi pelatihan ke sekolah-sekolah dan event kejuaraan bulu tangkis ‘’Anugerah LMATS Open 2020’’. Kejuaraan bulu tangkis yang akan digelar 17 Agustus 2020 ini sebelumnya telah rutin diadakan setiap tahun. Akan tetapi, event tahun ini lebih besar karena berskala nasional dibanding sebelumnya yang hanya berskala regional, Jawa Timur dan Bali. (ad146)

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan melaksanakan kegiatan rehabilitasi medis bagi narapidana yang terjerat narkoba, Rabu (12/2) kemarin. Rehabilitasi medis itu dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno. Kegiatan itu dilakukan untuk membantu para napi itu agar tidak lagi ketergantungan obat terlarang. Bahkan bersamaan dengan itu juga digelar pelatihan kemandirian. Hadir Asisten I Setda Wayan Miarsana, Kepala BNN Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Kasdim Mayor Inf. Dewa Putu Oka dan pejabat Lapas Tabanan. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan, rehabilitasi medis tahun 2020 diikuti dua gelombang. Gelombang I dimulai 12 Februari sampai 10 Agustus. ‘’Gelombang pertama melibatkan 40 narapidana. Gelombang kedua tanggal 26 Juni sampai 22 Desember. Pesertanya napi yang akan bebas. Jadi total 60 orang mengikuti rehabilitasi medis tahun 2020,’’ jelasnya. Setelah pelantihan itu narapidana yang terjerat kasus narkoba, tidak lagi mengonsumsi dan keter-

gantungan obat tersebut. ‘’Yang dapat rehabilitasi kemandirian itu, setelah keluar kami harap mereka bisa bergabung dengan masyarakat luas,’’ imbuhnya. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali Sutrisno mengatakan, rehabilitasi semacam ini penting dilakukan untuk memulihkan kesehatan. Mereka yang terjerat obat terlarang itu sejatinya bukan sakit fisik, melainkan psikis. Karena itu psikisnya itu harus disembuhkan. ‘’Pascarehabilitasi medis

Dikampanyekan Daging Babi Aman Dikonsumsi Tabanan (Bali Post) Merebaknya kasus ratusan babi mati mendadak di Bali, khususnya di Tabanan, tidak sedikit membuat warga resah. Peternak juga menjerit lantaran mengalami kerugian. Lebih-lebih menjelang hari raya Galungan dan Kuningan yang harusnya para peternak bisa memetik keuntungan relatif besar. Atas kekhawatiran yang muncul, membuat kecamatan di Kabupaten Tabanan berlomba-lomba membuat acara santap babi guling bersama. Salah satunya digelar di ruang rapat Kantor Camat Marga, Rabu (12/2) kemarin. Acara yang digagas Camat Marga I Gusti Alit Adiatmika dan anggota Dewan asal Marga Putu Eka Nurcahyadi dimanfaatkan sebagai sosialisasi daging babi aman dikonsumsi. Camat Marga Gusti Alit Adiatmika mengatakan acara kali ini untuk menindaklanjuti situasi peternak jelang Galungan. Dari informasi yang didapat harga daging babi hidup dan sehat di tingkat peternak anjlok di kisaran Rp 10 ribu per kilogram di tangan bakul atau saudagar babi. ‘’Kami khawatir menjelang Galungan harga bisa turun lagi,’’ terangnya. Di Kecamatan Marga, ter-

data sudah ada lebih dari 100 ekor babi mati mendadak. Angka kematian babi hingga Rabu kemarin, terus bertambah. ‘’Hampir tiap hari ada saja laporan babi mati di Marga. Berapa jumlah pastinya masih dilakukan pendataan,’’ ucapnya. Lewat sosialisasi dengan menggandeng Dinas Pertanian Tabanan, lanjut Gusti Adiatmika, diharapkan dapat mengedukasi peternak dalam upaya menjaga kesehatan babi yang masih hidup lewat biosecurity dan pemberian disinfektan. Dilakukan juga edukasi di tengah merebaknya kasus babi mati mendadak itu, bahwa daging babi tetap aman dikonsumsi. Dengan catatan, asal dimasak dengan matang. Jika masyarakat sudah tidak takut lagi mengonsumsi daging babi, maka otomatis masyarakat kembali membeli babi. ‘’Dengan banyak ada permintaan, maka hal itu membuat peternak bisa kembali bergairah. Tidak dipungkiri, adanya isu virus ASF berakibat harga babi menjadi anjlok,’’ ucapnya sembari menambahkan, disepakati tabel harga jual babi hidup Rp 26 ribu per kilogram. Hal senada disampaikan anggota DPRD Tabanan asal

Dua Mesin Rusak

Ancam Realisasi Target Retribusi Parkir DINAS Perhubungan Tabanan tampaknya harus kerja ekstra keras agar bisa mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang parkir tahun ini. Sebab, dengan dibebani target Rp 7,02 miliar, ternyata ada beberapa kendala yang berpotensi mengancam capaian PAD. Salah satunya Barrier gate atau sistem parkir otomatis di areal parkir transit Pasar Tabanan mengalami kerusakan. Dan satu lagi mesin e-parkir on street yang rusak dibagian LCD. Bagaimanakah solusi yang dilakukan dan langkah-langkah perbaikan guna mengoptimalkan capaian PAD itu? Kepala Dinas Perhubungan I Gusti Ngurah Darma Utama mengatakan kerusakan barrier gate terjadi pada alat sensor untuk menaik turunkan plang. Kerusakan itu tentu berpengaruh pada sistem progresif (lama waktu parkir) jadi tidak berfungsi. Karenanya kerusakan itu berdampak kehilangan potensi pendapatan sekitar 20 persen per bulan. ‘’Asumsi pendapatan di parkir transit ini Rp 2 juta sampai Rp 2,4 juta per hari saat mesin baik, tergantung pasar. Kebetulan saat ini jelang hari raya, meski progresif mati masih bisa terjaring,’’ terangnya di sela-sela turun mengecek kondisi barrier gate, Rabu (12/2) kemarin. Selain alat sensor barrier gate yang rusak, satu mesin e-parkir on street di Jalan Ga-

jah Mada juga dikatakannya rusak di bagian LCD. Terkait kerusakan ini, kata Darma Putra, sudah dilakukan pemeliharaan sesuai mekanisme dan prosedur, penggantian alat dan cara pemesanan. ‘’Untuk dua alat ini sudah proses pemesanan di Jakarta dan Malaysia. Dalam waktu dekat sudah datang. Kami harapkan bisa kembali normal,’’ ucapnya. Tidak hanya disebabkan dua alat mesin rusak. Kendala lain yang dihadapi merealisasikan capaian target retribusi parkir, yakni hasil temuan Inspektorat Provinsi. Dikatakan, empat objek sasaran retribusi parkir hilang, seperti Apotek Nanuska, depan rumah Budiarta, rumah makan babi guling Perean, dan depan Bank Mandiri Kecamatan Tabanan.

Hilangnya potensi ini karena berubah menjadi objek pajak parkir yang dikelola Badan Keuangan Daerah (Bakeuda). Padahal di empat objek ini potensi pertahun dapat dari retribusi parkir mencapai Rp 350 juta. Begitu pun diakui Camat Selemadeg Timur, masih ada rasa enggan masyarakat menuju mesin yang telah disiapkan untuk melakukan pembayaran parkir. Demikian juga sosialisasi atau kesadaran masyarakat menggunakan kartu elektronik masih rendah. ‘’Ini yang kami bahas dalam rapat evaluasi Selasa kemarin. Rencananya kami berkoordinasi dengan BI untuk menggencarkan pembayaran dengan kartu elektronik,’’ terangnya. Darma Putra menambahkan, intensitas kenaikan target pajak dari sebelumnya Rp 5,5 miliar di tahun 2019 menjadi Rp 7,02 miliar di tahun 2020 ini, sayangnya tidak diimbangi tambahan objek, justru malah ada pengurangan objek. ‘’Meski demikian, hal itu tetap merupakan kewajiban kami untuk mencapai target. Sudah pasti harus kerja ekstra keras. Tiap bulan kami lakukan evaluasi,’’ pungkasnya.

ini setelah bebas mereka menjadi manusia normal. Kami harap tidak lagi menggunakan obat terlarang,’’ ucapnya. Selain rehabilitasi medis, napi itu juga mengikuti kegiatan pelatihan kemandirian. Seperti pelatihan konstruksi, pelatihan jasa dan agrobisnis. ‘’Setelah bebas paling tidak modal pelatihan itu mereka cepat dapat kerja. Pastinya daya tawarnya lebih tinggi dari orang yang belum dilatih,’’ tegas Sutrisno. Kepala BNN Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa

mengatakan kasus narkoba tahun 2019 di Tabanan ada 20 kasus. Berdasarkan perankingan kasus narkoba di Bali, Tabanan berada di posisi keempat. Tiga posisi teratas Denpasar, Badung dan Buleleng. ‘’Pelaku yang di Denpasar itu orang-orang dari daerah lain namun kerja di Denpasar,’’ ucapnya. Pelatihan rehabilitasi itu diisi tenaga pelatih dan konselor dari BNN. Kasus narkoba di Bali, kata Brigjen Suastawa, saat ini sudah menyasar pelosokpelosok desa. Namun, di masing-masing desa pakraman sudah ada pararem-nya. Orang terjerat narkoba itu diberikan sanksi. Setidaknya sudah ada 30 desa pakraman di Bali yang membuat pararem narkoba. ‘’Dulu 70 persen lapas penghuninya terjerat narkoba. Tahun 2019 turun menjadi 53 persen,’’ terangnya. (kmb28)

Terkait capaian target, mengawali tahun 2020 atau di bulan Januari sudah tertinggal dari sebelumnya Rp 500 juta per bulan. Saat ini baru mencapai Rp 400 juta per bulan. ‘’Penyebabnya, ke-

hilangan objek, ada event tertentu, seperti upacara ngaben, pamelastian dan permintaan masyarakat melakukan arakarakan meminta pengosongan areal yang dilalui,’’ pungkasnya.(bit)

Marga, Putu Eka Nurcahyadi. Di balik konsep pembangunan yang tengah dirancang saat ini, Tabanan khususnya Marga, harus menghadapai persoalan bersifat bencana. Salah satunya kasus babi mati mendadak yang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Inilah yang harus segera dicarikan solusi agar peternak tidak mengalami banyak kerugian. Dari pertemuan ini juga banyak keluhan disampaikan peternak di Kecamatan Marga. Seperti I Putu Suarka, peternak dari Banjar Cau Belayu, meminta agar jajaran pemerintah di Kecamatan Marga memasang jaring di jembatan Cau Belayu-Sangeh. Jaring itu untuk mengantisipasi adanya pembuangan limbah babi mati maupun sampah ke lokasi tersebut. ‘’Karena sudah 80 persen ternak di Banjar Cau Belayu mati, jadi kami minta tolong agar jembatan itu bisa diberikan jaring,’’ ucapnya. Begitupun peternak asal Banjar Tegal Jadi, Putu Setiawan, menilai Dinas Pertanian terkesan lamban menangani kasus ini. ‘’Kasus ini pertama kali muncul Desember di Desa Jegu, Penebel, akhirnya menyebar sampai Februari ke sejumlah kecamatan. Dinas terkait seakan hanya sebagai

penonton. Tidak ada tindakan riil dalam upaya pencegahan. Tindakan apa yang dilakukan untuk menangkal virus itu agar tidak masuk. Bahkan pemberian disinfektan juga terkesan terlambat, apalagi stok dikatakan habis,’’ ucapnya. Terkait hal itu, drh. I Wayan Dana selaku Wakil Puskeswan 1 Tabanan yang mewilayahi tiga kecamatan yakni Penebel, Marga, dan Baturiti, menjelaskan saat ini memang belum ada obat untuk menangani kasus babi mati akibat virus. Memang saat awal muncul kasus pihaknya lebih fokus di Penebel. Namun sejak pertengahan Januari sudah melakukan sosialisasi menyasar Kecamatan Marga dan Baturiti. Terkait disinfektan, dikatakannya, hal itu merupakan pengadaan Pemkab, bukan Puskeswan. ‘’Dulu masih ada Dinas Peternakan jadi bisa fokus pada UPT masing-masing. Obat itu adalah sisa flu burung. Merebaknya kasus babi mati di Penebel tidak sebanding dengan stok obat yang ada. Saat ini saja hanya dapat 12 botol di tiga kecamatan (Penebel, Marga, dan Baturiti). Dengan jumlah 48 desa, lalu bagaimana cara membagikannya, sebab semua desa membutuhkan,’’ terangnya. (kmb28)


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Banyak RTH Beralih Fungsi

Eksekutif Didesak Tegakkan Aturan Gianyar (Bali Post) Anggota DPR-RI I Nyoman Parta mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Ia menyoroti maraknya kegiatan alih fungsi lahan pada kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Gianyar. Kondisi ini harus secepatnya ditanggulangi agar RTH tidak telanjur seluruhnya ‘‘disulap’’ menjadi beton. Politisi PDI-P asal Desa Guwang Kecamatan Sukawati ini juga mendesak eksekutif serius melindungi lingkungan dengan menegakkan aturan secara konsisten.

Bali Post/kmb35

RTH - Salah satu akomodasi wisata di Desa Kemenuh yang berdiri di atas ruang terbuka hijau (RTH).

Rayakan ’’Valentine Day’’

Polres Bagi-bagi SIM Gratis Gianyar (Bali Post) Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana mencetuskan program pembagian Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis. Program ini dilakukan spesial pada Valentine Day yang jatuh pada 14 Februari besok. Program ini diselenggarakan guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki SIM bagi pengendara. ‘’Pembagian SIM gratis ini merupakan program dari Bapak Kapolres Gianyar dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memiliki SIM bagi pengendara,’’ jelas Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan, Rabu (12/2) kemarin. SIM baru secara gratis ini, katanya, dapat diperoleh dengan mengikuti setiap tahapan proses pembuatan SIM, mulai dari kelengkapan administrasi meliputi KTP, Surat Keterangan Sehat dari dokter dan psikolog, hingga lulus ujian teori dan praktik. ‘’Apabila sudah melewati semua persyaratan itu, maka pengendara telah memiliki kompetensi dalam berkendara sesuai dengan golongan SIM yang dimiliki dan mendapatkan SIM gratis,’’ katanya. Sementara untuk perpanjangan SIM, hanya digratiskan untuk warga yang lahir pada 14 Februari. Selain tanggal lahir itu, dikenakan biaya normal pada Hari Valentine. ‘’Karena ini dalam rangka Valentine Day, sehingga programnya khusus untuk pemohon yang lahir pada 14 Februari sesuai KTP,’’ tegasnya. Laksmi Trisna menambahkan, pihaknya sengaja memilih momen Valentine Day sebagai wujud kasih sayang Polri kepada masyarakat. (kmb35)

“Lakukan penindakan dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga masyarakat akan tunduk dengan aturan,” ujar Nyoman Parta, belum lama ini. Parta menegaskan, komitmen perlindungan terhadap lingkungan wajib digelorakan, sebelum lingkungan Gianyar berubah seperti di Jakarta. “Mumpung belum terlambat, jangan sampai seperti Jakarta,” katanya mengingatkan. Tidak hanya jalur hijau, sejumlah titik pada daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO juga mulai beralih fungsi menjadi restoran. Mengetahui kondisi tersebut, Parta menegaskan hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. “Intinya, tidak boleh. Kalau satu diberikan, yang lain akan cepat mencontoh. Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan adil,” tegasnya. Anggota DPR-RI ini juga mengajak segenap komponen masyara-

kat Gianyar untuk berkomitmen menjaga ruang terbuka hijau. Ia juga mengimbau agar kesadaran menjaga lingkungan dimulai dari tindakan terkecil. Salah satu langkah kecil itu dengan mengurangi penggunaan produk berbahan plastik. “Contoh saja dengan membawa thumbler, berbekal minuman isi ulang dari rumah. Jadi, tidak perlu beli minuman di jalan yang kemasannya berbahan plastik,” katanya. Parta mengaku memiliki citacita agar Bali dikunjungi karena kebersihannya, sehingga ada nilai baru selain wisata alam dan budaya. “Jika Bali dirawat kebersihannya, lima tahun nanti wisatawan datang ke Bali memang mencari pulau yang bersih, saya yakin nanti Bali dapat limpahan rejeki luar biasa, karena orang ingin menikmati daerah yang bersih, memiliki udara bersih, lingkungan terawat, dan lautan bersih,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelum-

nya, kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Gianyar makin terkikis. Contohnya, RTH di Jalan Raya Teges, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud dan RTH di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati. Areal yang dulunya kawasan persawahan, kini sudah diuruk dengan tanah dan akan diubah menjadi bangunan permanen. Kawasan RTH itu secara bertahap beralih fungsi menjadi bangunan sejak lima tahun terakhir. Mulai dari didirikannya bangunan semipermanen hingga bangunan permanen, sehingga di pinggir jalan tidak ada lagi kawasan persawahan. Papan pengumuman sebagai RTH sudah tidak ada. Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha, mengaku sempat menangani kasus pencaplokan lahan RTH. Namun pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena kawasan RTH tersebut merupakan tanah pribadi milik warga. “Tidak mungkin kami benturan dengan masyarakat,” tegasnya. (kmb35)

Bupati Apresiasi Jambore PKK Kabupaten Gianyar PELAKSANAAN Jambore PKK terkait peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 tahun 2020 di Kabupaten Gianyar diawali dengan lomba yelyel 10 Program Pokok PKK di depan open stage Balai Budaya Gianyar, Rabu (12/2) kemarin. Kegiatan Jambore PKK 2020 dibuka oleh Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adanyani Mahayastra, Sekdakab Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, dan Ketua DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Tagel Winartha dengan ditandai pemukulan kulkul. Lomba diikuti oleh 175 peserta dalam kategori lomba yel-yel yang diikuti oleh tujuh kecamatan, lomba gembira, lomba penyuluhan, lomba penyuluhan administrasi 10 Program Pokok PKK, lomba penyuluhan Pokja I, Pokja II, Pokja III dan Pokja IV.

Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra pada kesempatan itu menegaskan, PKK merupakan gerakan masyarakat sebagai mitra kerja pemerintah yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai etika, moral dan sikap dalam keluarga sebagai kesatuan terkecil dan sendi dasar kehidupan masyarakat melalui pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Maka dari itu, dalam pelaksanaan Jambore PKK serangkaian Hari HKG PKK ke-47 di Kabupaten Gianyar diadakan lomba–lomba yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat. Pelaksanaan jambore diawali dengan lomba yelyel yang merupakan sebuah bentuk implementasi dari para kader PKK desa/ kelurahan. Yel-yel yang disampaikan adalah merupakan penjabaran dari 10 Program Pokok PKK yang tidak hanya berupa program

namun langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Saya sangat mengapresiasi kreativitas ibu-ibu PKK, seperti dalam lomba yel-yel, dengan seni dan kreativitas mereka berusaha memadukan 10 Program Pokok PKK, sehingga mudah diingat dan dipahami,’’ ujar Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Tidak hanya melulu tentang program, dalam kegiatan jambore kali ini ada lomba gembira yaitu merias dengan wajah tertutup. ‘’Ini menjadikan suatu sajian lomba yang lucu dan menggelitik, bagaimana merias wajah sementara mata kita tertutup,’’ kata Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Sementara itu, Bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi positif kegiatan Jambore PKK ini, karena kegiatan ini dapat dijadikan media untuk menambah wawasan, pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasi-

JAMBORE - Kegiatan Jambore PKK 2020 dibuka Bupati Gianyar Made Mahayastra didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adanyani Mahayastra, Sekdakab Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya dan Ketua DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Tagel Winartha dengan ditandai pemukulan kulkul, Rabu (12/2) kemarin. kan 10 Program Pokok PKK, guna mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera. Hal ini sangat penting terutama bagi para kader dalam

melakukan pembinaan dan penyuluhan di tengah masyarakat di samping untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (ad334)


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Belasan Pengemis Asal Karangasem Dipulangkan Semarapura (Bali Post) -

Petugas Satpol PP dan Damkar Klungkung melakukan tindakan tegas terhadap para gelandangan dan pengemis (gepeng) di kota Semarapura. Belasan warga yang setiap hari jadi peminta-minta alias gepeng, akhirnya diciduk saat tertidur lelap. Setelah mengaku dari Karangasem, belasan pengemis itu lantas diamankan di Kantor Satpol PP, Selasa (11/2) malam. Kemudian mereka dipulangkan ke kampungnya di Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, Karangasem, Rabu (12/2) pagi. Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, setelah diamankan dan didata di Kantor Satpol PP, total ada sebanyak 13 orang gepeng. Lima di antaranya perempuan dewasa dan delapan sisanya masih anakanak. Gepeng anak-anak itu kisaran usianya 4 tahun sampai 10 tahun. Mereka telah lama dipantau petugas karena banyak laporan masyarakat. Keberadaan para gepeng itu dianggap sudah meresahkan. Setelah dilakukan pemantauan, mereka rupanya satu

kelompok. Selanjutnya memecah diri saat menggepeng dan mengemis kepada warga sekitar. Mereka biasanya mangkal di beberapa pusat keramaian, seperti di Pasar Umum Galiran, Pasar Semarapura dan pasar senggol. ‘’Kalau diamankan saat menggepeng, maka cukup sulit pastinya akan terlihat gaduh. Mereka pasti akan lari tunggang langgang. Ini bisa menimbulkan masalah baru,’’ kata Suarta. Karena itu, petugas memilih metode lain dengan cara mengamankan mereka

SOSOK Deteksi Dini Kanker PROSES deteksi dini kanker serviks telah dilakukan setiap hari, dengan melakukan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat). Namun, upaya itu bisa jadi belum maksimal dilakukan. Apalagi menyimak perkembangan penyakit tersebut yang dashyat. Karena itu, bukan saja perlu pola PHBS sebagai dasar perilaku hidup, juga dilakukan pemeriksaan IVA Test kepada wanita usia subur dan pengembangan deteksi dini kanker dengan metode vaksinasi kepada anakanak. Demikian disampaikan Ketua YKI (Yayasan Kanker Indonesia) Cabang Klungkung Ayu Suwirta saat deklarasi pemeriksaan IVA Test di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu (12/2) kemarin. Deklarasi pemeriksaan ini dilakukan melalui inovasi ‘’SIGAGAH CERIA SSIPPP’’ yakni Aksi Keluarga Cegah Cancer, Mari Ayo Segera Periksa IVA Test, Pap Smear, Vaksinasi, Payudara. ‘’Melihat cakupan hasilnya masih rendah, sehingga muncul pemikiran kami lebih mengkhusus memperhatikan anakanak, yaitu pencegahan atau deteksi dini kanker melalui vaksinasi. Alasannya, anak-anak itu harus diperhatikan sehingga mereka tidak terkena risiko kanker serviks,’’ kata istri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta ini. Pihaknya juga berharap agenda ini membuat wawasan wanita ke depan semakin terbuka. Dikatakan, IVA Test itu sangat penting dalam kaitan pemeriksaan, pencegahan dan penanggulangan penyakit kanker itu. Momen ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Klungkung terhadap penyakit kanker. Lebih-lebih penyakit kanker ini sebagai pembunuh nomor dua di dunia. Karena itu didorong melakukan pencegahan, deteksi, dan pengobatan kanker itu. ‘’Periksakan diri sebelum terlambat. Sebab, lebih baik mencegah daripada mengobati. Pemeriksaan rutinitas harus terus berkelanjutan. Periksakan IVA di puskesmas atau rumah sakit terdekat,’’ kata Ayu Suwirta. (gik)

sekaligus. Selesai mengemis, petugas Satpol PP kemudian memantau di mana markasnya. Ternyata mereka satu kelompok. Usai menggepeng kemudian mereka berkumpul dan tidur bersama. Petugas menemukan tempat tidurnya di emperan pertokoan Jalan Darmawangsa, kota Semarapura. Dalam kondisi mengantuk, tanpa perlawanan berarti mereka diamankan petugas Satpol PP sekitar pukul 23.00 Wita. Selanjutnya digelandang ke Kantor Satpol PP untuk didata lebih lanjut.

‘’Pagi ini, kami langsung kembalikan semuanya ke daerah asalnya di Tianyar Tengah, Karangasem. Kami berharap mereka dibina di sana. Selain itu dibekali keterampilan, sehingga bisa diberdayakan. Jangan balik lagi ke sini,’’ pinta Suarta. Untuk memastikan tidak ada lagi gepeng di kota Semarapura, petugas Satpol PP akan terus melakukan patroli ke pusat-pusat keramaian. Suarta berharap mereka para gepeng itu sadar. Harapannya, tidak melakukan hal serupa lagi dengan menjadi pengemis. Terlebih, masih ada anak-anak yang semestinya mendapat kesempatan belajar. Bukan justru ikut orangtuanya menjadi pengemis, tetapi harus bisa mengubah masa depan anak-anaknya menjadi lebih baik. (kmb31)

Bali Post/kmb31

GEPENG DIPULANGKAN - Para gepeng saat diserahkan ke Dinas Sosial dan selanjutnya dipulangkan ke Karangasem.

Kesehatan

Apa Itu Lemah Jantung? Oleh dr. I Dewa Gede Surya Mahardika Badung

MUNGKIN di masyarakat kita sering mendengar istilah lemah jantung. Tetapi apakah sebenarnya lemah jantung itu? Lemah jantung itu istilah medisnya disebut dengan Kardiomiopati. Kardiomiopati itu adalah penyakit atau ada kelainan pada otot jantung. Kelainan yang terjadi itu menyebabkan terjadi gangguan pada fungsi pompa jantung itu sendiri. Seperti telah diketahui, jantung adalah organ utama dalam sistem peredaran darah. Jantung itu berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Sehingga dengan adanya kardiomiopati itu membuat otot jantung se-

seorang melemah. Selain itu juga menyebabkan jantung bekerja lebih keras dalam upaya memompa darah ke seluruh tubuh. Hal itu disebabkan otot jantung itu tidak saja menebal, lemas, dan juga kaku. Penyakit lemah jantung seringkali tidak diketahui penyebabnya. Lemah jantung dapat dipicu oleh faktor tertentu. Seperti penuaan, memiliki tekanan darah tinggi, kencing manis, infeksi pada jantung, penyakit jantung koroner, penyakit autoimun, efek samping alkohol, obatobatan, atau memiliki kondisi medis yang dapat merusak

jantung, maupun kehamilan. Kardiomiopati dapat juga disebabkan faktor genetik atau keturunan anggota keluarga. Gejala kardiomiopati itu sering tidak disadari. Gejalanya bervariasi dari yang ringan hingga berat. Umumnya seseorang dengan kardiomiopati mengeluh sesak napas. Selain itu juga mudah lelah (terutama saat beraktivitas). Gejala lainnya berupa pembengkakan pada kaki, kepala pusing, pingsan saat beraktivitas, detak jantungnya tidak teratur, nyeri dada saat beraktivitas berat dan batuk.

Orang yang memiliki risiko terkena kardiomiopati itu dianjurkan melakukan pemeriksaan jantung secara rutin dan berkala, serta menjalani pola hidup sehat. Kardiomiopati itu tidak dapat dicegah apabila penyebabnya adalah faktor keturunan. Risiko terkena penyakit jantung itu bisa dikurangi terutama kardiomiopati yang

disebabkan faktor sekunder. Dengan cara menghindari konsumsi minum minuman beralkohol, tidak menggunakan obat-obatan terlarang, mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan kencing manis, tidur yang cukup, mengontrol dan mengurangi stres, berolahraga secara teratur serta menjaga pola makan sehat. (ad333)

Banjarangkan Siapkan 241 Usulan Didominasi Rehab dan Bedah Rumah

Semarapura (Bali Post) Setelah melaksanakan musrenbangdes, Kecamatan Banjarangkan menggelar musrembangcam di Ruang Rapat Tarka Samanta Mandala Kantor Camat Banjarangkan, Rabu (12/2) kemarin. Dalam musrembangcam itu, terungkap Kecamatan Banjarangkan menyiapkan 241 usulan sebagai bahan penyusunan RKPD Tahun 2021. Dari usulan sebanyak itu, didominasi usulan rehab rumah dan bedah rumah ke

Dinas Sosial. Musrenbangcam ini untuk membahas dan menyepakati hasil-hasil musrenbang tingkat desa. Kemudian melakukan klasifikasi atas kegiatan prioritas pembangunan kecamatan sesuai fungsi OPD. Camat Banjarangkan I Gusti Agung Gede Putra Mahajay, mengatakan, 241 usulan itu didapat, dengan melihat beberapa sektor antara lain di bidang infrastruktur, sosial budaya serta sarana dan prasarana.

Usulan ini menyasar 11 OPD berbeda. Paling banyak ada pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebanyak 159, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman 47 usulan, Dinas Kesehatan 9 usulan, Dinas Pendidikan 8 usulan, Dinas Pertanian 6 usulan, Dinas Perhubungan dan Dinas Kebudayaan masing-masing 3 usulan, Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan dan Dinas Pariwisata 2 usulan, serta

Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas PMPDKBPP masingmasing 1 usulan. Putra Mahajaya juga sudah menyampaikan jenis kegiatan tahun 2020 kepada masingmasing desa untuk mencegah kegiatan sama. Selanjutnya, dapat diajukan kembali tahun 2021. ‘’Selanjutnya, kepada masing-masing desa di Kecamatan Banjarangkan dapat mengusulkan kegiatan yang bersifat skala prioritas pada tahun 2021,’’ katanya. Wakil Bupati Klungkung I

Made Kasta yang hadir saat itu menyatakan musrenbang berfungsi sebagai forum menghasilkan kesepakatan terhadap rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pihaknya berharap Musrenbang Kecamatan Banjarangkan dapat menghasilkan perencanaan program kegiatan yang dapat mencapai target pembangunan dalam berbagai sektor. Khususnya yang sudah ditetapkan dalam RKPD Klungkung 2021. (kmb31)


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Penerapan Pergub Minim Pengawasan

KEKECEWAAN terlontar ketika Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, S.H., M.H. menerima laporan dari tim yang ditugaskan khusus melakukan operasi penegakan peraturan daerah ke Kabupaten Karangasem. Sidak Satpol PP Bali yang terbagi dari dua tim melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Pergub 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik yang dilakukan di Kabupaten Karangasem. Hasilnya, banyak ditemukan ketidakpatuhan perusahaan. Penyebabnya, salah satunya karena pengawasan yang kurang dari pihak terkait.

Bali Post/kmb41

GEPENG - Belasan gepeng yang dikembalikan ke Karangasem oleh Dinas Sosial Klungkung.

Mengemis di Klungkung

Belasan Gepeng Dipulangkan Amlapura (Bali Post) Menjelang hari raya Galungan dan Kuningan semakin banyak gelandangan dan pengemis (gepeng) asal Karangasem yang diamankan petugas Satpol PP akibat mengemis di kabupaten/kota di Bali. Jika sebelumnya puluhan gepeng asal Pedahan dan Muntigunung dikembalikan atau dipulangkan ke Karangasem oleh Dinas Sosial Buleleng, Gianyar, Denpasar dan Badung, kali ini giliran Dinas Sosial Klungkung yang memulangkan belasan gepeng ke Karangasem setelah diamankan petugas akibat mengemis, Rabu (12/2) kemarin. Saat ini seluruh gepeng tersebut sudah dikembalikan ke kampung halamannya di Pedahan dan Muntigunung, Kubu. Kasi Rehabilitasi Sosial Tunasosial Dinas Sosial Kabupaten Karangasem I Made Sumeka Regen menjelaskan, sudah untuk kesekian kalinya kabupaten/kota lain mengembalikan gepeng ke Karangasem. Kali ini giliran Dinas Sosial Kabupaten Klungkung yang mengembalikan gepeng asal Pedahan, Desa Tianyar, Kubu. ‘’Jumlah gepeng yang dikembalikan sebanyak 13 orang. Gepeng itu didominasi anak-anak dan sisanya orang tua. Mereka diamankan petugas karena mengemis di Klungkung,’’ katanya. Setelah menerima belasan gepeng tersebut, katanya, pihaknya langsung mengembalikan mereka ke kampung halamannya di Pedahan, Desa Tianyar. Sebelum dipulangkan, pihaknya telah memberikan arahan kepada mereka supaya tidak lagi mengemis. ‘’Kami pulangkan mereka semuanya sekitar pukul 11.00 Wita,’’ ujarnya. (kmb41)

Bali Post/ist

SIDAK - Satpol PP Bali yang menggelar sidak di Kabupaten Karangasem menemukan ketidakpatuhan perusahaan atas pelaksanaan pergub.

Menurut Rai Dharmadi, tim khusus ditugaskan turun ke Karangasem, Selasa (11/2) lalu. Tim menyasar sejumlah kawasan di perkotaan dan kawasan wisata. Hasil temuannya sangat disayangkan, Kabupaten Karangasem belum menerapkan peraturan gubernur dengan sepenuhnya. Pelaksanaannya baru hanya pada papan nama kantor saja, belum diikuti oleh pengusaha. ‘’Kami terus terang kecewa mendapati hal ini. Di Kabupaten Karangasem belum optimal bergerak membantu dalam hal pengawasannya di lapangan. Ini tugas dan kewajiban kita semua selaku masyarakat Bali yang seharusnya ikut peduli dan secara aktif menjaga lingkungan dan kelestarian budaya Bali,’’ katanya, Rabu (12/2) kemarin. Menurut Rai Dharmadi, sidak Satpol PP Bali di Karangasem menyasar 12 perusahaan. Dari jumlah itu, hanya empat perusahaan yang sudah melaksanakan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Sedangkan delapan perusahaan belum melaksanakan pergub tersebut yang didominasi perusahaan di bidang pariwisata. Hal yang sama juga ditemui tim Satpol PP Bali ketika menyasar 31 lokasi usaha sepanjang Jalan Gajah Mada dan sekitarnya. Rai Dharmadi menegaskan, pengawasan tidak bisa hanya mengharapkan tim dari provinsi saja. Semua jajaran dan komponen masyarakat, baik itu pengusaha maupun aparat daerah serta adat wajib membantu menyosialisasikan hal ini. ‘’Semua ini demi Bali yang berbudaya,’’ tegasnya. Rai Dharmadi menambahkan, Pemerintah Provinsi Bali sudah sering melaksanakan sosialisasi melalui berbagai media, baik media massa maupun elektronik. Sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan tidak tahu keberadaan pergub tersebut. ‘’Dari hasil sidak, para pelanggar dibuatkan surat pernyataan agar segera mengganti papan nama usahanya dan diisi aksara Bali di atas huruf Latin dengan batas waktu 30 hari,’’ katanya. (dar)

Diterjang Banjir Bandang

Senderan Jalan Kemuning-Nangka Jebol

Amlapura (Bali Post) Akibat diterjang banjir bandang beberapa hari lalu, senderan jalan yang menghubungkan Banjar Dinas Kemuning menuju Banjar Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem jebol. Kondisi ini sangat membahayakan dan mengganggu akses warga untuk melakukan aktivitas. Apabila kembali diterjang banjir, tidak menutup kemungkinan jalan itu akan putus. Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (12/2) kemarin, senderan yang jebol mencapai belasan meter. Bahkan, di bawah akses jalan itu kini mulai berlubang akibat diterjang banjir bandang. Material senderan yang jebol sebagian sudah tergerus dibawa banjir, dan sebagian masih

menganga di lokasi. Material banjir juga masih berserakan di lokasi. Warga yang melintas menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua harus ekstrahati-hati agar tidak terjatuh saat melintasi material bebatuan di badan jalan. Salah seorang warga, I Wayan Putra, mengatakan senderan mulai jebol saat hujan lebat mengguyur wilayah Karangasem lima hari lalu. Dikatakan, jalan ini murupakan akses utama warga dari Banjar Dinas Kemuning menuju Banjar Nangka. ‘’Saat hujan belum lama ini, air dari hulu sangat besar. Volume air di Sungai Taksu meningkat sehingga senderan jebol,’’ ujarnya. Putra menambahkan, akses jalan ini juga merupakan

jalan utama bagi pelajar yang hendak pergi ke sekolah maupun sembahyang ke Pura Penataran Agung Nangka. Ketika hujan lebat, para pelajar tidak dapat melintas karena volume air sangat besar. ‘’Kalau hujan lebat, warga tak bisa melintas karena air besar. Pelajar juga terpaksa meliburkan diri lantaraan tak bisa lewat,’’ katanya. Atas kondisi ini, pihaknya mengharapkan pemerintah daerah secepatnya membangun jembatan, sehingga aktivitas masyarakat berjalan lancar dan tidak terhambat. ‘’Saya hanya berharap segera dibangun jembatan. Hanya dengan membangun jembatan mampu mengatasi permasalahan ini,’’ ujarnya. Warga lain, I Made Junita,

Warga Seraya Timur Harapkan Jembatan Permanen di Jalur Pelintas Amlapura (Bali Post) Sejumlah akses jalan menuju Seraya Timur merupakan jalan pelintas yang melewati jalur sungai. Ketika hujan lebat, warga tak bisa melintas di jalur tersebut. Atas kondisi itu, warga Desa Seraya Timur mengharapkan pemerintah secepatnya membangun jembatan permanen di jalur pelintas tersebut untuk memperlancar aktivitas warga ketika hujan lebat. Dikonfirmasi Rabu (12/2) kemarin, Perbekel Seraya Timur Made Pertu mengatakan, ada tiga ruas jalan di wilayah Seraya Timur yang sering diterjang luapan air sungai. Yakni jalur ruas jalan Tukad Linggah yang menghubungkan Banjar Batu Kori dengan Tanah Barak, jalan Tukad Pancoan yang menghubungkan Banjar Tukad Buah dengan Tiing Jalas, dan jalan Tukad Bisa yang menghubungkan Banjar Tukad Tiis dengan Batu Kori. ‘’Warga sangat berharap pemerintah segera membangun jembatan di jalur pelintas yang dilewati aliran sungai. Agar proses pembangunan tidak memakan waktu lama, Pemprov Bali bisa membangun jembatan memakai box culvert karena jalur itu milik provinsi. Namun, hingga

Bali Post/kmb41

JEMBATAN – Salah satu jalur pelintas di aliran sungai di wilayah Desa Seraya Timur. kini belum ada tindak lanjut atau respons terkait pembangunan jembatan itu,’’ katanya menyesalkan. Ketika hujan lebat, kata Pertu, warga tidak bisa melintas di jalur tersebut. Bahkan, bila hujan lebat terjadi pada pagi hari, siswa dari Seraya Timur terpaksa meliburkan diri karena air sungai meluap hingga mencapai ketinggian satu meteran. ‘’Aktivitas warga menjadi terhambat. Warga terpaksa tak bisa berjualan karena luapan air sungai itu. Mereka tidak bisa menjual hasil kebun, dan membeli kebutuhan sehari-hari,’’ ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Karangasem Wayan Suraja Jaya mengatakan, pihaknya telah mengsulkan pembangunan jembatan itu setiap tahun. Dikatakan, Pemprov Bali rencananya mengerjakan jembatan itu secara bertahap. ‘’Rencananya, tahun anggaran 2020 ini yang dikerjakan jalan pelintas Tukad Tiis, Desa Seraya Timur. Penanganannya dengan membangun jembatan atau box culvert. Tahun 2019 sudah dibangun box culvert di Seraya Tengah,’’ jelasnya. (kmb41)

menjelaskan akses ini merupakan akses paling cepat bisa dilalui oleh masyarakat bila hendak menuju ke Nangka. Sebab, jarak yang dilalui hanya satu kilometer. Sementara kalau melewati Butus, jarak yang ditempuh diperkirakan mencapai 10 kilometer. ‘’Setiap banjir bandang, warga rutin gotong royong membersihkan material agar jalan bisa dilintasi,’’ tegasnya. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karangasem I Wayan Suraja Jaya mengungkapkan, akses jalan Kemuning sudah diperbaiki tahun 2019 dengan anggaran mencapai Rp 1,3 milliar lebih. Namun, saat ini senderan jebol akibat diterjang banjir bandang. (kmb41)

Bali Post/kmb41

JEBOL - Senderan jalan yang menghubungkan Banjar Kemuning dengan Banjar Nangka, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem jebol akibat diterjang banjir bandang.


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Pascahanyut, Warga Yeh Tangga Kembali Buat Jembatan Darurat Bangli (Bali Post) – Warga di Subak Yeh Tangga, Desa Subaya, Kintamani terpaksa kembali membuat jembatan darurat di atas Sungai Yeh Tangga. Hal itu dilakukan lantaran jembatan bambu yang selama ini menjadi akses transportasi satu-satunya warga setempat sudah hanyut terseret arus sungai, ketika hujan deras melanda, Selasa (11/2) siang. Perbekel Desa Subaya Nyoman Diantara, Rabu (12/2) kemarin mengatakan, pembuatan jembatan darurat itu dilakukan warga secara gotong royong. Babinsa dan Bhabinkamtibmas ikut bahumembahu dengan warga. Biayanya didapat dari urunan. Pembuatan jembatan itu

Pendidikan

tidak bisa selesai satu hari. Sebab pembuatannya perlu bahan seperti bambu yang agak sulit dicari di sekitar wilayah itu. Pembuatan jembatan darurat, kata Diantara, tidak akan bisa bertahan lama. Karena bahannya bambu, jembatan tentu cepat rusak. Apalagi saat datang hujan deras. Jembatan yang dibuat pasti akan hilang lagi. Sebagaimana pengalaman sebelumnya. Karena itu pihaknya sangat berharap pemerintah dapat membuatkan jembatan permanen untuk warganya di Yeh Tangga. ‘’Tiap tahun warga buat jembatan selalu saja hanyut saat cuaca ekstrem terjadi banjir. Harapan saya agar pemerintah

membuatkan jembatan permanen,’’ pintanya. Akibat hanyutnya jembatan bambu yang melintang di Ssungai Yeh Tangga, Selasa lalu, kata Diantara, ada tiga anak sekolah tidak bisa pulang ke rumahnya. Mereka terpaksa menginap di rumah kerabatnya yang ada di Tejakula, Buleleng. Kepala Pelaksana BPBD Bangli I Ketut Gde Wiredana dikonfirmasi terpisah mengaku belum dapat laporan dari pihak Desa Subaya maupun Camat terkait kejadian hanyutnya jembatan bambu yang selama ini jadi akses satu-satunya warga di Yeh Tangga. Namun pihaknya sudah tahu informasi itu dari media sosial. ‘’Tadi pagi sudah

tiang koordinasikan dengan Dinas PU. Pihak Dinas PU melalui Bina Marga akan segera dibuatkan RAB, termasuk kerusakan jalan yang di Kayupadi (Desa Songan). Mudah-mudahan Dinas PU ke depannya bisa membuat jembatan permanen di sana,’’ ujarnya. Kata Gde Wiredana, jembatan bambu di atas sungai Yeh Tangga yang hilang adalah jembatan non permanen yang dibuat sekitar tahun 2017. Untuk membuka keterisoliran warga, upaya yang bisa dilakukan sementara adalah membuatkan kembali jembatan darurat di sana. ‘’Bisa jadi (buat jembatan darurat) untuk sementara. Segera saya koor-

dinasikan dengan aparat desa dan kecamatan,’’ pungkasnya. Sebelumnya diberitakan, jembatan bambu yang selama ini menjadi akses transportasi satu-satunya warga di Subak Yeh Tangga, Desa Subaya, Kintamani hanyut terseret arus sungai saat hujan deras melanda wilayah setempat, Selasa (11/2) siang. Akibatnya, sekitar 22 kepala keluarga (KK) di Subak Yeh Tangga kini terisolir. Hujan deras melanda wilayah Subaya dan sekitarnya selama beberapa jam dari pukul 11.00 Wita hingga 14.30 Wita. Hujan deras meyebabkan debit air di Sungai Yeh Tangga meluap hingga mengakibatkan jembatan bambu yang melintang di atas sungai hanyut. (kmb40)


Kamis Wage, 13 Februari 2020

AMBIL SAMPEL - Petugas BBVet bersama Dinas Peternakan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Buleleng mengambil sampel darah babi di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Rabu (12/2) kemarin. Bali Post/kmb38

Tindak Lanjuti Puluhan Babi Mati Mendadak

Petugas BBVet Kumpulkan Sampel di Desa Bungkulan Bahkan petugas mengingatkan agar tidak memotong babi yang dalam kondisi sakit, karena berpotensi menularkan penyakit yang saat ini menyerang babi. Kepala Dinas Pertanian Made Sumiarta mengatakan, dari pengambilan sampel dan penelusuran, ada 25 orang warga Dusun Dauh Munduk memelihara babi. Dari jumlah itu, populasi babi sebanyak 123 ekor. Setelah mengalami kematian beruntun dalam satu minggu terakhir, sekarang ada 11 ekor babi sakit. Sisanya 65 ekor kondisi tubuhnya sehat. Menurut Made Sumiarta, sampel babi yang berhasil diambil itu kemudian diuji untuk mengetahui penyakit yang menyerang. Langkah ini diambil agar tidak menimbul-

kan keresahan di masyarakat. Apalagi hari raya Galungan dan Kuningan yang membutuhkan persedian daging babi layak konsumsi dalam jumlah cukup, sehingga perlu ada jaminan kalau ternak babi ini bebas dari serangan penyakit berbahaya. ‘’Apakah diserang virus ASF seperti ramai di media? Kami tidak berani memastikan. Sebab, belum ada informasi pasti dari BBVet dan kementerian kalau babi mati ini diserang virus itu. Biasanya, penyakit pada babi juga bisa menyebabkan kematian seperti corela yang disebabkan kebersihan kandang dan pakan tidak dimasak dan kurang melakukan biosecurity,’’ katanya. Menurut Sumiarta, menung-

gu hasil uji lab, pihaknya sudah memberi disinfektan untuk menyeterilisasi babi yang masih sehat dan menjaga kebersihan kandang, sehingga serangan penyakit bisa dikendalikan. Para dokter hewan di wilayah binaan masing-masing diinstruksikan mendampingi peternak yang menemukan babi sakit agar diisolasi, sehingga penyakitnya tidak menular. Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang pencegahan penyakit babi. ‘’Setelah kematian beruntun ini, kami akan awasi sambil melakukan sosialisasi terkait pencegahan dengan biosecurity dan pengolahan daging babi dengan cara sehat. Penyebab kematian babi sekarang ini belum ada hasil lab yang menyebutkan akibat virus ASF dan isu serangan penyakit itu tidak menular ke manusia, kita terus sosialisasikan, sehingga masyarakat tidak resah apalagi minggu depan sudah Galungan,’’ tegasnya. (kmb38)

Bth Sgr Proffesional Costumer Service Trainer utk melatih Cost.Service Oprt kami.Gaji Rp.3.000.000Hub:0812-3670-6128

Dcr Male/female Housekeeping. Apartment Seminyak,081236241244

Dicari PRT yg bs merawat org tua Hub.08164707058

Singaraja (Bali Post) -

Menyusul kematian babi secara beruntun di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, petugas Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar mengambil sampel darah babi milik peternak di desa tersebut, Rabu (12/2) kemarin. Sampel darah babi itu akan diuji di laboratorium, sehingga diketahui penyakit yang menyerang puluhan ekor babi yang mati mendadak tersebut. Pengambilan sampel ini dilakukan petugas BBVet dengan pakaian khusus. Dibantu pemilik ternak, petugas menangkap babi dari kandangnya. Babi yang masih sehat itu kemudian diambil sampel darahnya. Ada lima ekor babi telah diambil sampel darahnya untuk diuji. Selain mengambil sampel darah, petugas Dinas Peternakan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian Buleleng mengumpulkan data kronologi kematian babi dari peternak. Petugas ini juga mengedukasi peternak agar menjaga kebersihan dan sanitasi kandang babi. Kalau menemukan babi sakit diusahakan agar tidak kontak langsung, karena bisa saja menularkan penyakit kepada ternak-tenak yang sehat.

Dicari Manager utk Hotel dan HK,FO,Security,Garden Hub: newarenahotelkutabali@gmail.com B.BP.001.02.20.0000193

Bank Umum Bth Agent Rek Freelance,Bonus Mnrik,085739194107 B.BP.001.02.20.0000312

Staff Vacancy for Office Admin/ Data Entry,M/F,junior position, must have adobe/Auto Cad skills, and speak English. CV: PT.Sourcing Bali, raka@sourcing-bali.com B.BP.031.02.20.0000352

B.BP.031.02.20.0000353

Dbtkn: Spv Consmer, Alkes/Farma Min D3/S1,Pglmn Spv/Krdntr 2th Sles 5th,pglmn Rep,Leadership yg baik,sales alkes:min D3/S1 Kmptn dlm bsnis Mod di Apt7RS SalesConsmer&Bbyshop:minSMU& pglmn bsnis Gneraltrde,Loper: Min 5th Sim A/C.Pglmn Lk/35th Krm Lam ke PT.Mensa Binasukses Jl.Gn.Agung 161 Dps B.BP.001.02.20.0000325

B.BP.004.02.20.0000338

B.BP.004.02.20.0000348

Dicari S1 Teknik Sipil Lamaran Ke CV Lingga Cipta Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Jln.Subali I/9X Semarapura Tengah.Hub/WA:085969083477 Telpon.0366-5581623

Dcr Supir SIM A U/Denpasar, Acct,Kasir,Satpam U/Kuta Lmr Bw Rest Renon T.264498

B.BP.001.02.20.0000320

Di cari segera, Tenaga STM / Pelaksana 2 orang,untuk proyek villa yang sedang berjalan. Lamaran bawa ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon. Tlp.0361 228667

B.BP.001.01.20.0000749

Dicari Staff Engineering,Room Boy/maid,Bartender,Waiter/S krm CV ke Jl.Danau Tamblingan No.21 Sanur/Ajanta Villa

B.BP.004.02.20.0000350

Dicari FO bs bhs Inggris lisan maupun tulisan,Room Service tmt SMK Hub Hotel Jepun Bali Kuta 0361-763585

B.BP.001.02.20.0000306

Dicari Tenaga Serabutan yg bisa Sopir Hub 081337542061

B.BP.154.02.20.0000339

12 Perbekel Terpilih Dilatih Susun RPJMDes

Singaraja (Bali Post) Sebanyak 12 orang perbekel yang terpilih dalam pilkel serentak dilatih menyusun RPJMDes. Dokumen wajib disusun dengan cermat sebagai dasar kebijakan pembangunan dan pemerintahan yang dijalankan selama masa jabatan perbekel. Selain itu, materi RPJMDes wajib memuat visi dan misi yang ditawarkan pada saat pemilihan, sehingga dalam masa jabatannya perbekel wajib untuk merealisasikan selama rentan waktu enam tahun menjabat. Belasan perbekel terpilih itu mengikuti pelatihan di aula Dinas PMD Buleleng mulai Rabu (12/2) hingga Jumat (14/2) besok. Pelatihan ini dibuka Kepala Dinas PMD Buleleng Made Subur. Dia mengatakan, pelatihan ini sengaja dilakukan karena pihaknya tidak ingin ada desa yang menyusun RPJMDes terkesan copy paste. Ini karena RPJMDes menuntun perbekel bersama perangkatnya dalam membangun dan memerintah untuk kebaikan masyarakat yang telah memilihnya. Selain itu, materi RPJMDes harus selaras dengan pemerintahan di atasnya. “Setelah

RPJMDes disusun, kita harapkan perbekel dan BPD serta perangkat lain bersinergi melaksanakan pemerintahan dan membangun desanya,” jelasnya. Selain dilatih menyusun RPJMDes, materi pelatihan lainnya terkait administrasi, tata kelola keuangan desa. Materi ini wajib dipahami oleh perbekel karena aliran dana baik dari pemerintah daerah

maupun pusat tahun ini nilainya besar, sehingga menuntut kinerja SDM peberkel dan perangkatnya dalam mengelola keuangan. Dengan pelatihan seperti ini, birokrat asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini berharap ke depan tidak ada perbekel atau perangkat desa terseret kasus hukum akibat kesalahan dalam menata-kelola keuangan di desanya sendiri. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DILATIH - Belasan perbekel terpilih dilatih menyusun RPJMDes dan tata kelola keuangan.

Jelang Hari Raya Galungan

Harga Sembako Masih Stabil

Singaraja (Bali Post) Harga kebutuhan sembako menjelang hari raya Galungan dan Kuningan yang tinggal beberapa hari lagi, hingga kini masih stabil. Belum terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok, seperti daging, bahan bumbu masakan, dan sayur. Justru beberapa komoditas yang dijual pedagang di pasar tradisional harganya turun dari hari sebelumnya. Hal itu terungkap ketika Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UKM (Disdagprinkop UKM) Buleleng memantau harga dan stok kebutuhan pokok di Pasar Anyar Singaraja, Rabu (12/2) kemarin. Pantauan ini dipimpin Kepala Disdagprinkop UKM Dewa Made Sudirta bersama personel Satpol PP. Dalam pengawasan itu, tim Disdagprinkop mengumpulkan data terkait stok dan perkembangan harga dari

pedagang. Di hadapan tim, pedagang dengan lugas menjelaskan tidak ada lonjakan harga kebutuhan pokok. Justru belakangan ini harga kebutuhan pokok turun dibandingkan hari-hari biasanya. Demikian juga persedian dari penyalur mencukupi. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan harga adalah seperti cabai yang sebelumnya melejit hingga Rp 80.000, sekarang turun menjadi Rp 55.000 per kilogram. Hal yang sama juga terjadi pada bawang merah dan bawang putih, di mana harga komoditas ini sebelumnya Rp 60.000, namun saat ini turun menjadi Rp 50.000 per kilogram. Sudirta mengatakan, hasil pemantauan ini menunjukkan harga sembako relatif stabil. Tidak saja untuk sembako, namun daging babi, ayam, daging sapi, hingga sayur belum terjadi lonjakan

Dicari Supir tinggal dalam Hub.081237002020&Dbthkantng Adm & Pajak Hub.08174716050

Dicari Waitress Restoran di Berawa Canggu SMS.0818368846 B.BP.001.02.20.0000311

B.BP.001.02.20.0000341

Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam Rumah. 2,5Jt 0816571027

DIJUAL MOBIL TOYOTA

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Jl Cpt/Mrh Vila baru, Taman Mumbul.N.Dua,LT/LB:185/192,SHM K.Renang,S.Huni,081234000135

B.BP.004.02.20.0000349

Kijang LGX’2001 silver kondisi trawat mulus,Hub.082145482414

B.BP.001.02.20.0000328

B.BP.004.02.20.0000290

Dicari segera.Reservasi Travel Diutamakan laki2,bisa Bhs Inggris, Sastra Inggris/Pariwisata, basic Compt,kendaraan pribadi, SIM A/C,jujur,kerja keras. Kirim CV hrdbwb@gmail.com

B.BP.001.02.20.0000295

harga. Sebaliknya, beberapa komoditas harganya justru mengalami penurunan dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Situasi ini diperkirakan karena hari Galungan dan Kuningan tinggal lima hari ke depan, sehingga konsumen masih menunda membeli kebutuhan hari raya. ‘’Hampir semua komoditas yang kita pantau harganya stabil. Stok yang mencukupi dan bahkan melebihi, sedangkan konsumen masih menunda membeli perlengkapan hari raya, sehingga terjadi penurunan harga,’’ jelasnya. Selain di Pasar Anyar, tim juga menyasar Pasar Seririt untuk mengetahui stok dan perkembangan harga sembako menjelang Galungan dan Kuningan. Di pasar ini tim juga mengedukasi pedagang agar memakai timbangan yang sudah ditera ulang. (kmb38)

PROPERTY

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 2Are Pegending Dalung 425jt/A Hub.082147454248

B.BP.001.02.20.0000315

DISEWAKAN RUKO

Dikontrakkan Ruko 2 blok,Grand Sudirman Blok A 39, A 40, Jl.PB.Sudirman Hub.Telp.228667 atau HP 085100509554

B.BP.031.02.20.0000354

B.BP.004.02.20.0000351

BIRO JASA

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155

B.BP.001.01.20.0000815

DIJUAL MOTOR

BIRO JASA

Print & On Line Radio

HARIAN deNPOst - RAdIO GeNtA 96,1 fm web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

hariandenpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI gentabalifm

genta bali

Jenis Paket

Harian DenPost

raDio Genta

Paket

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGEN - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - LIFE STYLE - KULINER - LOWONGAN


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Senator RI Serahkan Prasasti Pancasila Terkait Perusakan Pura Hindu di Sulteng

Disambut Baleganjur, Shri Wedakarna Kirim Sinyal ke Republik Bahwa Umat Hindu Buol Tidak Sendiri

JANUR – Kendaraan barang yang melintas di UPPKB Cekik mengangkut janur. Pasokan sejumlah komoditi untuk upakara di Bali menjelang hari raya dari Jawa meningkat.

Jelang Galungan dan Kuningan

Pasokan Janur dari Jawa Capai 100 Ton/Hari Negara (Bali Post) – Beberapa hari menjelang hari raya Galungan, pasokan komoditi penunjang upakara seperti janur dan pisang dari Pulau Jawa meningkat. Berdasarkan data lalu lintas kendaraan barang yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Cekik, jumlah rata-rata tiap hari kendaraan yang membawa janur dari Pulau Jawa hingga 15 unit. Dengan berat angkut komiditi sehari 59 ton janur dan terbanyak hingga 100 ton janur per harinya. Dibandingkan dengan awal Januari, pada bulan Februari ini cenderung mengalami kenaikan jumlah kendaraan yang masuk mengangkut komoditi kebutuhan upakara. Hal ini juga dipicu meningkatnya permintaan menjelang hari raya, sehingga pasokan juga bertambah. Dari data yang dihimpun, di bulan Februari untuk ko-

SOSOK

moditi hasil bumi seperti buah, jagung, ketela, kedelai/kacang, cabai, rempahrempah dan janur mencapai 6.580.300 kilogram. Khusus untuk buah di pekan pertama, tercatat 1.115.200 kilogram dengan jumlah kendaraan 164 unit. Dan khusus untuk janur mencapai 110.400 kilogram dan jumlah angkutan 24 unit.

Jujur Berikan Data pada SP 2020

SENSUS penduduk (SP) segera dilakukan. Masyarakat diharapkan memberikan data yang jujur kepada petugas karena data ini akan menjadi data identitas tunggal dan menunjang evaluasi pembangunan dari pemerintah pusat hingga tingkat dusun/ banjar. Baik itu menyangkut infrastruktur maupun sumber daya manusia. Pendataan kependudukan yang dilakukan 10 tahun sekali ini akan fokus dengan informasi kependudukan. Baik itu informasi di Kartu Keluarga, rumah atau tempat tinggal, kepemilikan akta kelahiran, akta nikah hingga jenis pekerjaan utama. ‘’Kita mengadakan dengan dua cara yakni secara online dan turun langsung ke masyarakat. Kami harap informasi yang diberikan ini benar-benar jujur,’’ ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana Kadek Muriadi Wirawan di sela-sela rapat koordinasi pelaksanaan SP 2020, Rabu (12/2) kemarin. Menurutnya, ada data informasi yang akan diberikan oleh masyarakat di luar data pasti semisal KK, akta dan umur yang memerlukan kejujuran dari warga yang disensus. Hal ini juga berlaku warga mengisi data sensus secara online yang dilakukan Februari hingga Maret nanti. BPS sengaja menerapkan

secara online mengikuti perkembangan zaman saat ini. Tetapi untuk pendataan langsung ke rumahrumah juga akan dilakukan pada Juli nanti. Semua data yang ada di KK akan tercatat, termasuk ketika warga memiliki istri lebih dari satu (poligami). Ataupun ketika ada perempuan memiliki suami lebih dari satu (poliandri) akan tercatat. ‘’Sampaikan saja sejujurnya, semua data itu nantinya akan menjadi dasar beberapa tahun ke depan dan mewujudkan Identitas Tunggal,’’ tandasnya. Data kependudukan akan menjadi data dasar yang amat dibutuhkan dalam pengambilan kebijakan di segala bidang. Sensus Penduduk 2020 ini memanfaatkan data administrasi kependudukan dari Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri sebagai data dasar. Hal ini merupakan upaya untuk mewujudkan satu data kependudukan yang terintegrasi antara data penduduk secara de facto dan data de jure. Karena itu para pegawai di sejumlah instansi di Pemkab Jembrana dan instansi lainnya di Jembrana juga diharapkan ikut terlibat menjadi Duta Sensus Penduduk 2020, baik di lingkungan kerja, lingkup keluarga dan tetangga sekitar tempat tinggal. (olo)

Perkuat Pariwisata

Masalah diselesaikan dengan konsep. Memperkuat pariwisata berbasis budaya dengan tata kelolanya lebih baik. Berdaya saing, baik di Indonesia maupun internasional. Terkait 10 destinasi baru yang dicanangkan, Bali masih lebih unggul karena punya kelebihan yang tidak dimiliki daerah lain. Sementara

Koordinator Satpel UPPKB Cekik I Ketut Iriana Waskita, Rabu (12/2) kemarin mengatakan, data bulan Februari itu baru sementara hingga di pertengahan bulan ini. Berkaca dari pengalaman, beberapa hari menjelang hari raya Galungan, beberapa komoditi khususnya buah dan janur akan terus mengalami peningkatan. (kmb26)

Ranperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan, mengatur RS pemerintah, kabupaten hingga swasta. Ada tenaga medis, sarana dan prasarana akan diintegrasikan dalam satu sistem yang dinamakan layanan kesehatan berbasis kecamatan dengan dilengkapi aplikasi. Rumah sakit swasta tidak bisa berjalan semaunya sendiri. Harus ikut dalam satu sistem yang kita punya

dan terintegrasi seluruh Bali, sehingga semuanya punya standar dan sistem yang sama untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Gubernur berharap pimpinan dan anggota dewan agar mempunyai persepsi yang sama dalam konteks implementasi visi pembangunan daerah Bali. Mengingat, produk hukum yang dibuat tidaklah berdiri sendiri. (kmb16)

Diberi Bingkisan Pada acara sosialisasi ini, Pemprov Bali bersinergi dengan Yayasan Dharma Naradha, Kelompok Media Bali Post (KMB) didukung Sampoerna untuk Indonesia. Di sela-sela menyampaikan materi, Putri Koster sempat melontarkan sejumlah pertanyaan. Tiga yowana yang merupakan siswa SMAN 1 Kintamani dipanggil ke atas panggung untuk menjawab pertanyaan mengenai definisi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pancasila dan Catur Guru. Karena menjawab dengan benar, mereka kemudian

diberi bingkisan buku dan kamus dari Yayasan Dharma Naradha dan KMB. Pimpinan Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha, meminta agar seluruh krama Bali khususnya yang ada di Desa Adat Batur bersatu padu. Bergerak bersama menjadi satu kekuatan untuk mewujudkan Bali Era Baru sebagaimana program Gubernur Bali. Dikatakannya, selama ini banyak persoalan di Bali yang harus dibenahi bersama. Sekarang saatnya krama Bali untuk bangkit bersama Bali Post dan Bali TV, agar generasi Bali tidak tinggal satu generasi.

Kegiatan sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Wujudkan Bali Era Baru’’, kata Satria Naradha, tidak saja dilaksanakan di Batur, juga akan diadakan di 1.400 lebih desa adat di Bali. Tujuannya agar program Gubernur Bali bisa dipahami dan didukung seluruh masyarakat. Disampaikan juga, selama ini Gubernur Bali Wayan Koster telah membuat sejumlah kebijakan untuk kesejahteraan krama Bali. Salah satunya mendorong penguatan produk lokal. ‘’Sekarang bagaimana caranya krama Bali dapat menyambut dan menjalankan kebijakan tersebut,’’ tegasnya. (ara/ina/lun)

Kamis, 13 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Eksistensi Upacara Yadnya di Tengah Dinamika Budaya (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini

TRAGEDI perusakan Pura Mrajapati di Buol, Sulawesi Tengah menjadi perhatian anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Dalam kunjungan kerja di Pulau Sulawesi, Senator Arya Wedakarna (AWK) langsung menemui masyarakat umat Hindu khususnya yang berasal dari Bali yang berada di Desa Modo Kecamatan Bukal Kabupaten Buol Provinsi Sulteng. AWK memberikan semangat dan motivasi atas pura yang dihancurkan. Didampingi Nyoman Slamet, Direktur The Hindu Center Of Central Sulawesi yang juga anggota DPRD Provinsi Sulteng, Senator AWK menemui sejumlah pihak yakni Bupati Buol, Pimpinan DPRD Buol termasuk PHDI, WHDI, Peradah dan organisasi Hindu lainnya untuk membantu menyelesaikan masalah. ‘’Saya prihatin dengan Indonesia kini, di tahun 2019 Hindu Indonesia sudah diganggu dengan banyak kejadian penolakan dan perusakan pura. Lihat saja pura di Bekasi ditolak, ibadah odalan di Bantul, Yogya juga dipersulit, pura Hindu di NTB ditolak dan dihancurkan. Yang terakhir empat palinggih Hindu di Bromo Pasuruan dan Probolinggo dibakar dan dihancurkan serta di Buol ini pura dirusak. Saya kurang paham di mana letak kesalahan umat Hindu ya? Apalagi saudara-saudara Hindu di Buol ini kan warga negara Indonesia yang baik dan mereka pekerja keras.

10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Lutut Bali TV Shop Kalung Omkara Klip Bali Bali TV Shop Punggung Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita

17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Angling Darma (2) Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Nuansa Property Talk Show Merah Putih Bali Masih Impor Bahan Upakara Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

Kehadiran saya di sini adalah untuk menemani, memotivasi dan memberikan semangat bahwa mereka tidak sendiri. Ada Bali yang peduli dan ada wakil rakyat di Senayan, Jakarta yang ikut turun tangan saat ada umat Hindu yang teraniaya. Di sana misinya, lembaga negara hadir untuk melindungi,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB. AWK juga menyatakan bahwa Hindu Indonesia sudah masuk ke dalam medan konflik SARA di Indonesia, terutama sejak dibomnya Bali pada tahun 2002 dan 2005. ‘’Semua teror ini berlanjut saat kaum sontoloyo dan radikalis ini mulai ngebom Bali pada 2002. Kemudian terus berlanjut hingga kejadian Lampung 2012 dan hingga kini secara terus-menerus ada masalah SARA. Dan puncaknya di tahun 2018-2019, begitu terbuka kaum radikalis menyerang eksistensi umat Hindu. Ini harus menjadi perhatian intelijen dan aparat keamanan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center. Ia pun mengutuk keras kejadian perusakan Pura Mrajapati yang ternyata sudah terjadi berkali–kali ini. ‘’Kami dengan PHDI Provinsi Sulteng dan The Hindu Center sudah memberikan solusi agar pura ini aman. Apa pun opsi yang diambil oleh masyarakat setempat, maka kami mendukung. Yang penting pura tetap berdiri, yang penting ibadah umat Hindu berjalan dengan

SUKARNOIS – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat meninjau ‘’palinggih’’ yang dihancurkan di Buol dan saat menyerahkan Prasasti Pancasila kepada PHDI setempat. baik dan lancar tanpa ada yang mengganggu serta kebebasan beragama sesuai dengan UUD 1945 Pasal 29 dilaksanakan dengan baik. ‘’Fungsi saya sebagai anggota DPD-RI adalah sebagai pengawas UU termasuk konstitusi. Jadi umat Hindu walau minoritas, jangan pernah takut dalam menegakkan kebenaran. Agama Hindu adalah agama tertua di Nusantara dan juga kita punya hak yang sama karena Indonesia adalah NKRI, bukan negara agama. Jadi itu yang ingin

saya pastikan,’’ ungkap Senator AWK. Dalam kesempatan itu, Shri Gusti Wedakarna disambut dengan baleganjur dan bertemu dengan ratusan umat Hindu yang ada di daerah transmigrasi. Selain menyerahkan Cihna Dalem Pusaka Istana Mancawarna Tampaksiring untuk Pratima Pura Jagatnatha, Shri Arya Wedakarna juga menyerahkan bantuan perbaikan pura dan Prasasti Pancasila atas nama lembaga DPD-RI. (ad342)

Pembebasan Siswa Pedagogi kritis (critical pedagogy) merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya membantu murid mempertanyakan dan menantang dominasi serta keyakinan dan praktikpraktik yang mendominasi. Pedagogi kritis didefinisikan sebagai teori dan praktik pendidikan yang didesain untuk membangun kesadaran kritis terhadap fenomena atau realitas sosial yang menindas. Menurut Monchinski, pedagogi kritis merupakan pendekatan pembelajaran yang berupaya membantu murid mempertanyakan dan menentang dominasi serta keyakinan dan praktikpraktik yang mendominasi. Pedagogi kritis mempunyai tujuan untuk memosisikan pendidikan sebagai alat pembebasan siswa. Pedagogi kritis pada dasarnya dapat dipahami dalam dua makna. Pertama, pedagogi kritis sebagai paradigma berpikir. Dalam hal ini pedagogi kritis dibangun atas dasar critical thingking untuk selalu mempertanyakan dan mengkritisi pendidikan itu sendiri dalam hal-hal fundamental tentang pendidikan baik dalam tataran filosofis, teori, sistem, kebijakan maupun implementasi. Kedua, pedagogi kritis sebagai gerakan sosial. Tujuan akhir pedagogi kritis adalah melahirkan praksis pendidikan yang egaliter, humanis, demokratis berbasiskan critical thingking di kalangan peserta didiknya. Gerakan sosial yang diusung pedagogi kritis adalah membongkar praktik pendidikan yang membelenggu dan dilakukan kalangan status quo. Bagi Freire, seseorang yang belajar harus mampu membangun kesadaran kri-

tisnya. Kesadaran kritis untuk peka terhadap dinamika masyarakatnya dan dengan pengetahuannya membawa perubahan bagi masyarakat. McLaren berpendapat bahwa pengetahuan (lewat mata pelajaran) yang diperoleh di sekolah oleh siswa tidak pernah netral atau objektif, tetapi ia ditata berdasarkan cara-cara tertentu. Pengetahuan adalah suatu konstruksi sosial yang mengakar dalam sebuah relasi kekuasaan. Dalam tataran filosofis pedagogi kritis merupakan tantangan dan kritik akan kemapaman serta kebijakan dan penyelenggaraan pendidikan yang bersifat oppresive atau menindas. Esai ini bermaksud untuk mengajukan ke hadapan sidang pembaca bahwa pedagogi kritis dapat digunakan untuk memahami perubahan-perubahan mendasar yang dikemukakan oleh Bapak Menteri Nadiem Makarim. Konsep ‘’merdeka’’ yang dijadikan roh kebijakan Pak Menteri sudah sangat jelas, merupakan antitesis dari pendidikan yang membelenggu dan menindas, yang mana hal itu semua adalah praktik-praktik pengajaran yang dilandasi oleh black pedagogy. Sejalan dengan ‘’merdeka’’ sebagai roh maka insan pendidikan harus mengadakan perubahan paradigma, dari Schwarzer Paedagogic menjadi Critical Pedagogy. Jika paradigma lama atau status quo masih bertahan maka sulit bagi sekolah dalam menghidupkan roh merdeka. Para guru semua harus dapat bergerak dengan swarehabilitasi paradigma pada diri masing-masing untuk mencapai pembebasan dari belenggu paradigma Schwarzer Paedagogic. Paradigma pedagogi kritis yang dianut guru atau dikembangkan ber-

sama di sekolah yang akan mampu menjalankan perubahan mendasar. Karena itu PR besar guru atau semua insan pendidikan adalah melakukan penggantian paradigma yang dianut selama ini, sebagai masa lalu yang sudah harus dikubur sehingga ide besar perubahan pendidikan ini tidak terkontaminasi lagi oleh praktikpraktik Schwarzer Paedagogic. Perubahan ini sangat mendesak. Guru dan insan pendidikan tidak bisa menunggu waktu dan komando untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dalam rangka perubahan paradigma. Kini guru harus ‘’hiperaktif’’ dan progresif untuk melakukan peralihan paradigma dengan cara membaca dan mendalami berbagai artikel digital daring yang sangat banyak tersedia sebagai dasar pengetahuan dan wawasan baru. Bagian awal esai ini adalah beberapa konsep pedagogi kritis yang dapat dibaca secara daring. Pokok-pokoknya bisa dicatat oleh guru untuk dijadikan dasar pengembangan pengetahuan praktis karena sebuah perubahan mendasar harus didasari oleh perubahan ideologi juga dan itu tertanam pada setiap diri guru atau insan pendidik. Dengan kuatnya motivasi guru dan insan pendidikan untuk berubah menuju pedagogi kritis dan adanya sikap untuk menolak status quo maka perubahan besar pendidikan bisa terwujud dalam waktu yang singkat ini. Tetapi jika guru dan insan pendidikan bergeming, maka hal ini adalah bukti kuat bahwa pendidikan masih terbelenggu, terkuasai, terdominasi oleh Schwarzer Paedagogic. Beberapa sekolah yang mempraktikkan pedagogi kritis secara diam-diam selama ini, yang sesungguhnya berupa

penolakan terhadap Schwarzer Paedagogic negara, bisa bernapas lega karena apa yang mereka perjuangkan selama bertahun-tahun di sekolah yang dikelola sendiri, ternyata menjadi arah pembaruan pendidikan. Jadi, pendidikan Indonesia memiliki ruang-ruang yang antistatus quo dan pada ruang-ruang itulah praktik pedagogi kritis sudah sejak lama berlangsung. Pada ghalibnya, praktik tersebut bukan menjadi narasi besar karena justru perlawanan narasi besar tadi. Sebagai narasi subordinat, praktik pedagogi kritis tidak menarik minat orangtua atau masyarakat dan dinilai aneh. Hanya keluarga-keluarga tertentu saja yang berani menyekolahkan anak-anak mereka di sekolahsekolah yang mempraktikkan pedagogi kritis. Perubahan paradigma pendidikan juga harus terjadi pada diri orangtua, sehingga orangtua mengerti prakti-praktik pendidikan yang terjadi pada anak-anak mereka. Saat ini orangtua juga harus meninggalkan paradigma Schwarzer Paedagogic. Saat ini pendidikan Indonesia sedang mempraktikkan critical pedagogy. Esai ini menyimpulkan bahwa saat ini Pak Menteri sedang mengubah fondasi ideologis pendidikan. Jadi bukan sekadar perubahan RPP menjadi satu halaman, bukan sekadar penggantian sistem ujian, dan lain-lain. Perubahan itu tidak terjadi jika insan pendidikan, guru, dan orangtua bergeming dan tetap menganut Schwarzer Paedagogic. Penulis, Dosen Undiksha, Pegiat Gerakan Literasi Akar Rumput pada Komunitas Desa Belajar Bali


Kamis Wage, 13 Februari 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Bali Post/edi

SOSIALISASI - Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Bupati Bangli bersama Pimpinan Kelompok Media Bali Post (KMB) dan para bendesa berfoto bersama di sela sosialisasi program Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Wantilan Sasana Dharma Niti, Desa Batur Selatan, Rabu (12/2) kemarin.

Desa Adat Pusat Kebudayaan dan Pembinaan Mentalitas

Desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan telah memerankan fungsi secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali. Desa adat juga telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi masyarakatnya. Namun tetap diperlukan sinergisitas semua pihak untuk lebih menguatkan fungsi desa adat tersebut. erawal dari desa adat se-Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Pemprov Bali bersinergi dengan Yayasan Dharma Naradha, Kelompok Media Bali Post (KMB) didukung Sampoerna untuk Indonesia menyosialisasikan program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru.’’ Kegiatan dalam upaya lebih menguatkan peran desa adat tersebut berlanjut ke Kabupaten Bangli, Rabu (12/2) kemarin. Bertempat di Wantilan Sasana Dharma Niti, Desa Batur Selatan, program itu disosialisasikan di hadapan para bendesa adat dan dinas di Kecamatan Kintamani serta ratusan siswa. Hadir saat itu Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Kadis Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, Bupati Bangli I Made Gianyar dan Pimpinan Yayasan Dharma Naradha, Satria Naradha, tokoh adat Desa Adat Batur Jero Gede Batur Duuran dan undangan lainnya. Gubernur Bali Wayan Koster dalam sam-

butannya yang dibacakan Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra menyampaikan, permasalahan utama dan mendasar yang dihadapi Bali saat ini maupun di masa datang adalah yang berkaitan dengan alam Bali, krama (manusia) Bali dan kebudayaan Bali. Permasalahan dan tantangan tersebut dijawab Pemprov Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang bermakna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sekala dan niskala. Dengan pola pembangunan demikian, akan terbangun kondisi yang diyakini mampu mengantarkan Bali menuju era baru, yaitu suatu era yang ditandai dengan tatanan kehidupan baru. Yakni Bali yang kawista, Bali yang tata-titi tentram kerta raharja, gemah ripah lohjinawi. Pengimplementasian visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ini telah dituangkan ke

dalam 22 misi yang menjadi arah kebijakan pembangunan Bali sebagai pelaksanaan pola pembangunan semesta berencana. Dengan bidang prioritas pembangunan meliputi pangan, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat, agama, tradisi, seni dan budaya, pariwisata dan infrastruktur pendukung bidang prioritas pembangunan. Sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dipandang sangat tepat untuk mempercepat visi dan misi Pemprov Bali, khususnya misi 12 yaitu memperkuat kedudukan, tugas dan fungsi desa adat dalam menyelenggarakan kehidupan krama Bali yang meliputi parahy-

Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Dharma Naradha dan Pimpinan KMB yang telah ikut menyosialisasikan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, sehingga diharapkan mampu menjaga kesucian alam Bali, menyejahterakan krama Bali, dan menjaga kelestarian budaya Bali.

angan, pawongan, dan palemahan. Implementasi misi ini dapat dilihat pada Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali serta aturan pelaksanaannya yaitu Peraturan Gubernur Bali Nomor 34 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Desa Adat di Bali. Peraturan daerah tersebut memberikan makna bahwa pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Provinsi Bali harus mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan agar desa adat dapat memerankan fungsi secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali yang telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi. Tidak saja kepada masyarakat Bali, juga Indonesia dan bahkan masyarakat dunia. Hal ini mencerminkan bahwa tugas desa adat tidak terbatas hanya pada tugas–tugas sosial ekonomi, melainkan juga tugas-tugas sosial, budaya dan keagamaan. Desa adat juga mengemban kewajiban untuk menjaga dan memelihara keseimbangan kosmis alam Bali, sekala dan niskala, keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, manusia dengan alam sebagai wadah kehidupan, dan manusia dengan sesamanya. Di samping itu, dengan terbitnya Per-

aturan Daerah Nomor 4 Tahun 2019 ini akan memberikan pengakuan bahwa desa adat sebagai subjek hukum. Artinya, desa adat memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti halnya subjek hukum lainnya dan dapat bertindak sendiri, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dalam menguatkan kedudukan dan fungsi desa adat, Pemerintah Provinsi Bali telah melaksanakan program dan kegiatan yang berpihak kepada desa adat. Program dan kegiatan tersebut antara lain memberikan dana desa adat melalui APBD Semesta Berencana sebesar Rp 447,9 miliar kepada 1.493 desa adat secara langsung ke rekening desa adat. Di samping itu juga dibangun Kantor Majelis Desa Adat Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui APBD Semesta Berencana Provinsi Bali, APBD Kabupaten/ Kota serta dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN/BUMD dan perusahan swasta di Bali. ‘’Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Dharma Naradha dan Pimpinan KMB yang telah ikut menyosialisasikan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, sehingga diharapkan mampu menjaga kesucian alam Bali, menyejahterakan krama Bali, dan menjaga kelestarian budaya Bali,’’ ujarnya. (ara/ina/lun)

SMAN 1 Kintamani Penyerahan Kalung Om Kara kepada Sejumlah Tokoh Masyarakat Perkuat Keunggulan Olahraga

Bali Post/edi

DISERAHKAN - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan kalung Om Kara kepada sejumlah tokoh masyarakat di Desa Batur Selatan, Kintamani Bangli, Rabu (12/2) kemarin.

KEGIATAN sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, mewujudkan Bali Era Baru’’ di Wantilan Desa Batur, Kintamani, Rabu (12/2) kemarin, diisi penyerahan kalung Om Kara kepada para bendesa adat, guru, dan tokoh adat Desa Adat Batur Jero Gede Batur Duuran. Penyerahan kalung dilakukan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster didampingi Pimpinan Yayasan Dharma Naradha (YDN), Bupati Bangli dan Kadis PMA Provinsi Bali. Kalung Om Kara merupakan kalung terbuat dari mineral batu Gwisamunseok. Liontinnya juga terbuat dari batu Gwisamunseok yang hanya bisa diperoleh di Korea. Mineral batu Gwisamunseok merupakan rahasia kesehatan dan kebugaran plus vitalitas orang-orang Korea sejak zaman dahulu sampai sekarang. Kalung Om Kara bermanfaat untuk kesehatan. Di antaranya dapat meredakan masalah persendian dengan cara menggosokan kalung atau gelang Om Kara secara perlahan. Reaksi hangatnya menembus sampai 8 cm ke dalam tubuh. Memancarkan sinar inframerah sejauh 8-15 micron setara dengan sinar matahari pagi. Kalung ini bisa didapatkan di Bali TV dan Bali Post. (ina)

Kejar Prestasi Akademis DI BANGLI, SMAN 1 Kintamani adalah gudangnya atlet berprestasi. Kini, keunggulan bidang olahraga tetap diperkuat dan diseimbangkan dengan prestasi akademis. Hal ini diungkapkan Kepala SMAN 1 Kintamani I Ketut Ada, S.Pd. di sela-sela acara sosialisasi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ di Wantilan Desa Batur, Rabu (12/2) kemarin. Ketut Ada mengatakan siswanya banyak meraih prestasi dalam bidang olahraga, khususnya atletik baik di tingkat Bangli, Bali maupun Nasional. Siswanya hingga kini sudah tujuh kali meraih juara umum di Porsenijar Bangli dan menjadi duta Bali di Olimpide Olahraga Siswa tingkat Nasional. Hal ini didukung geografis Kintamani yang banyak dengan lembah dan gunung. Siswanya sudah terbiasa berjalan dan lari menaklukkan curamnya lembah dan tingginya bukit di Kintamani. Ditambah dengan fasilitas sekolah berupa lapangan olahraga dan lapangan khusus atletik di sekolah. Kini tim basket SMAN 1 Kintamani mulai meningkat. Hanya

sekolah belum memiliki lapangan basket representatif di Kintamani. Kasek Ketut Ada menginginkan sekolahnya juga unggul di bidang akademis. Dia ingin melahirkan juara olimpiade sains, baik di tingkat kabupaten, provinsi maupun tingkat nasional. Terget itu didukung oleh sistem zonasi pada PPDB yang membuat masyarakat makin mencintai SMAN 1 Kintamani. Lewat jalur ini sekolah mampu menjaring siswa pintar dan berbakat secara akademis. Sebab, sebelumnya masyarakat Kintamani yang mampu secara ekonomis biasanya menyekolahkan anaknya ke kota Bangli. Dengan demikian, kini dia fokus mendidik putra-putri asli Kintamani. Ini dibuktikan jumlah siwa baru yang diterima terus meningkat, dari 200 siswa menjadi 300 orang tiap tahun. ‘’Kami tetap perkuat keunggulan bidang olahraga. Kini mengejar keunggulan akademis,’’ ujarnya. (sue)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 13 Pebruari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu